<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="en">
	<id>https://www.baka-tsuki.org/project/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Kennaka0813</id>
	<title>Baka-Tsuki - User contributions [en]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://www.baka-tsuki.org/project/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Kennaka0813"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Special:Contributions/Kennaka0813"/>
	<updated>2026-05-11T01:22:12Z</updated>
	<subtitle>User contributions</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.1</generator>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=517544</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=517544"/>
		<updated>2017-04-19T07:31:24Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Update */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Teaser|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr1_cover_cut.jpg|thumb|x400px|Cover for Volume 1]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039; (東京レイヴンズ) adalah light novel Jepang yang ditulis oleh [[:Category:Kouhei Azano|Kōhei Azano]] dan diilustrasikan oleh Sumihei. Serial ini diadaptasi dalam bentuk manga di tahun 2010. Sekitar 24 episode adaptasi anime tayang di jepang mulai tanggal 8 Oktober 2013 sampai 26 Maret 2014, yang meliputi Volume 1 sampai 9, kecuali beberapa cerita pendek dari Volume 4 dan Volume 5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; juga tersedia dalam bahasa berikut:&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Français|Français (French)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo_Ravens_~Russian_Version~|Русский (Russian)]]&lt;br /&gt;
*[https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_Italiano Italian]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Spanish|Español ]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
Tsuchimikado Harutora lahir dalam sebuah keluarga Onmyouji kelas atas, namun dia tidak bisa melihat &amp;quot;energi roh&amp;quot;. Berkat itu, dia telah menikmati kehidupan sehari-hari yang tenang dengan teman-temannya di SMA biasa. Suatu hari, teman masa kecilnya Tsuchimikado Natsume yang merupakan ahli waris keluarga utama, tiba-tiba menghilang. Apakah ini akan menyebabkan takdirnya mulai terlepas!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Lainnya==&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Genre&#039;&#039;&#039;: Action, Romance, Comedy, Supernatural&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Judul Asli&#039;&#039;&#039;: 東京レイヴンズ&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Penulis&#039;&#039;&#039;: Kōhei Azano&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Illustrator&#039;&#039;&#039;: Sumihei&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Volume yang telah dipublikasikan&#039;&#039;&#039;: 1-14, EX 1-3&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Status&#039;&#039;&#039;: Masih berlanjut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Perkenalan Karakter==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;collapsible collapsed&amp;quot; style=&amp;quot;text-align:left; margin:5px 20px clear:both; font-size:100%; background:transparent; width:100%;&amp;quot;&lt;br /&gt;
! style=&amp;quot;background:#cee0f2;&amp;quot; align=&amp;quot;center&amp;quot;| &#039;&#039;&#039;Peringatan mengandung Spoiler!&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Harutora Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Harutora.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Karakter utama dan putra keluarga percabangan klan Tsuchimikado. Meski lahir dalam keluarga Onnyouji yang berbeda, dia tidak memiliki kekuatan sihir. Dia telah hidup normal dan mengubur kembali hidupnya yang mengingat kalau dia tidak bisa melakukan apapun tanpa kekuatan sihir. Saat dia kecil, dia berjanji dengan Natsume untuk menjadi shikigami dan melindunginya. Setelah menyaksikan kematian Hokuto, dia menjadi shikigami Natsume demi menepati janji yang dia buat beberapa tahun lalu. Dia terlihat mempunyai semacam &#039;Nasib sial&#039; yang dia anggap sebagai kutukan kuno yang ditinggalkan oleh leluhurnya. Dia benar-benar lemah dalam belajar dan biasanya diajari oleh Natsume untuk menjauhkan diri setahun.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Natsume Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Natsume.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora dan putri keluarga utama klan Tsuchimikado. Dia adalah anak Onmyouji yang bersekolah di Tokyo dan suka menghabiskan uang. Selama liburan musim panas, dia datang ke kota Harutora untuk mengganggu kehidupan tenangnya dengan tanggung jawab pada janji yang Harutora buat dulu yang telah mengenalnya. Dia adalah ahli waris keluarga Tsuchimikado dan dianggap menjadi reinkarnasi Yakou Tsuchimikado. Sebagai tradisi keluarga, dirinya saat ini menyamar sebagai laki-laki di depan keluarga Onmyouji lain. Dia punya shikigami tipe Gohou yang dipanggil Hokuto, roh naga sejati yang melayani keluarga Tsuchimikado dari generasi ke generasi. Dia sangat peduli dengan reputasi keluarganya dan menanggung beban menjadi ahli waris klan Tsuchimikado berikutnya. Setelah insiden dengan Suzuka Dairenji, dia mengenakan pita yang sama dengan Hokuto yang diberikan oleh Harutora saat memenangkan permainan tembak. Dia peduli dengan Harutora dan jatuh cinta padanya sejak kecil.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Hokuto&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Hokuto.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora. Dia akrab dengan Harutora dan benar-benar cemburu ketika Harutora dicium oleh Suzuka. Selama pertemuan berikutnya dengan Suzuka, dia mengorbankan dirinya demi menyelamatkan Harutora dari shikigami Tsuchigumo milik Suzuka, menyatakan dirinya sebagai shikigami. Hokuto sebenarnya shikigami Natsume, yang digunakan sebagai perantara untuk mendekati Harutora. &#039;Kematian&#039; Hokuto adalah apa yang diberitahukan pada Harutora sebagai shikigami Natsume. Dia membagikan namanya dengan shikigami lain yang dipanggil Hokuto yang merupakan sesosok naga.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Suzuka Dairenji&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Suzuka.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Orang termuda dalam Dua belas Pemimpin Suci yang dijuluki &amp;quot;anak berbakat&amp;quot;. Dia diincar sebagai kriminal karena penelitian dan menggunakan sihir terlarang. Dia mengunjungi kota demi mencari Natsume untuk menawarkan dirinya dalam Ritual Taizan Fukun untuk menghidupkan kembali kakaknya. Dia meneliti Yakou Tsuchimikado dan Ritual Taizan Fukun demi menghidupkan kakaknya lagi. Ini menuntunnya ke dalam pertikaian dengan perwakilan Onmyouji. Walaupun menjadi Onmyouji yang sangat kuat, dia diperlakukan sebagai Pemimpin Suci terlemah karena pernyataan Reiji Kagami. Dia adalah putri Shidou Dairenji. Dia berdosa karena tindakannya yang membawa menuju kematian Hokuto tetapi Harutora melepaskannya dari dosanya ketika dia memberitahu kalau Hokuto dikendalikan dari jarak jauh oleh penggunanya. Sebagian besar sihirnya disegel oleh Perwakilan Onmyouji dan dia kemudian mendaftarkan diri di Akademi Onmyouji sebagai hukuman atas insiden di kota sebelah. Dia memiliki perasaan suka pada Harutora.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Touji Ato&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Touji.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Mantan penjahat dan teman terbaik Harutora dari sekolah. Dia mampu merasakan roh tertentu dan banyak mengetahui tentang Onmyouji. Dia adalah korban Kehancuran Spiritual dari dua tahun lalu. Dokter ayah Harutora merawatnya walau setelah pengaruhnya tersisa. Dia menyadari cara sebelum Harutora kalau Natsume adalah seseorang yang mengendalikan Hokuto. Dia mendaftar ke Akademi Onmyouji di Tokyo bersama dengan Harutora. Dia biasanya membantu kapanpun  dia mendapat masalah. Dia selalu terlihat mengenakan syal hijau. Dua tahun sebelum cerita, diungkapkan kalau dia dirasuki oleh Ogre yang menyebabkan Kehancuran Spiritual. Jadi, pada akhirnya dia menjadi Setengah Ogre dan sekarang mencoba memperoleh kendali untuk menahan Ogre dalam dirinya. Alasan kenapa dia mendaftar ke Akademi Onmyouji adalah untuk membersihkan Ogre dalam dirinya.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Terjemahan==&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap chapter (setelah diedit) harus sesuai dengan pedoman format umum.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|Format Umum/Mode Pedoman]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Pedoman dan Terminologi|Pedoman Proyek Spesifik: Nama dan Terminologi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Halaman Pendaftaran===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah diminta untuk [[Tokyo Ravens (Indonesia):Halaman Registrasi|mendaftar]] bab/chapter yang ingin mereka kerjakan.&#039;&#039;&#039;&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ini merupakan terjemahan &#039;&#039;second hand&#039;&#039; dari bahasa [[Tokyo Ravens|inggris]], bila anda mampu berbahasa jepang dengan baik, sangat dipersilahkan.&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Dan mohon hubungi dulu dengan penerjemah yang aktif kalau ingin berkontribusi. Jika penerjemah tidak ada atau tidak aktif dalam 3 bulan boleh diambil alih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Feedback Forum===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Update==&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;overflow:auto; max-height: 150px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
* 18 April 2017 - Volume 2 Chapter 5 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*4 April 2017 - Volume 2 Chapter 4 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*22 Maret 2017 - Volume 2 Chapter 3 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*08 Maret 2017 - Volume 2 Chapter 2 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*17 Februari 2017 - Volume 2 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*13 Desember 2016 - Volume 1 Chapter 4 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*28 November 2016 - Volume 1 Chapter 3 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*21 Oktober 2016 - Volume 1 Chapter 2 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*12 Maret 2016 - Volume 1 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*11 Maret 2016 - Pembaharuan Halaman&lt;br /&gt;
*25 Juni 2013 - Teaser&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039; oleh Kōhei Azano==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 1 - SHAMAN*CLAN===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 1|Chapter 1 - Putra dari Keluarga Cabang]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 2|Chapter 2 - Dimulainya Pemujaan]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 3|Chapter 3 - Tentara Iblis Berlapis Baja]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 4|Chapter 4 - Keturunan Tsuchimikado]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr1 cover cut.jpg|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2 - RAVEN&amp;quot;s NEST===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 1|Chapter 1 - Gagak Muda Akademi]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 2|Chapter 2 - Ekor dan Telinga]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 3|Chapter 3 - Pertikaian Shikigami]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 4|Chapter 4 - Kodoku]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 5|Chapter 5 - Oni Berlengan Satu]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr2-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3 - cHimAirA DanCE===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 1|Chapter 1 - A New Beginning]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 2|Chapter 2 - Spring Tempest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 3|Chapter 3 - Living Spirits]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 4|Chapter 4 - Destroying the Nue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 5|Chapter 5 - Starting Point]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr3-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4 - KEMBALINYA GADIS-GADIS &amp;amp; hari-hari dalam sarang I===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume4_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 1|Chapter 1 - Star Raid]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 2|Chapter 2 - The Rumored Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 3|Chapter 3 - The Girl&#039;s Next Step]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Short|Short - Chicks In The Nest Prologue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 1|Story 1 - Frog Day]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 2|Story 2 - The Men&#039;s Capriccio]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 3|Story 3 - Escape From Dougenzaka]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 4|Story 4 - Bloody Holiday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr4-cover-cut.jpeg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 5 - hari-hari dalam sarang II &amp;amp; GADIS-GADIS LAGI===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume5_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 1|Chapter 1 - Chicks In The Nest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 1|Story 1 - The Snowscape of the Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 2|Story 2 - Winter Day&#039;s Dinner]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 3|Story 3 - The Tail of Duty]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 4|Story 4 - Cold Memory in Dark]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 2|Chapter 2 - Practical Skills Training Camp]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 3|Chapter 3 - Six People&#039;s Conference]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 4|Chapter 4 - The Girl&#039;s Determination]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr5-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 6 - Black Shaman ASSAULT===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume6_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 1|Chapter 1 - Under The Rainy Season&#039;s Overcast Sky]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 2|Chapter 2 - Letter of Challenge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 3|Chapter 3 - Onmyouji, Visiting]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 4|Chapter 4 - Breaking Through the Enemy Line]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 5|Chapter 5 - Competition of Magic]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr6-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7 - _DARKNESS_EMERGE_===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume7_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 1|Chapter 1 - Encounter]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 2|Chapter 2 - An Old Clue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 3|Chapter 3 - Twin-Horned Syndicate]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 4|Chapter 4 - Higekiri]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 5|Chapter 5 - Darkness Emerge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr7-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 8 - over-cry===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume8_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 1|Chapter 1 - Entanglement]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 2|Chapter 2 - The Waking Darkness]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 3|Chapter 3 - Natsume and Kyouko]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 4|Chapter 4 - Revelation]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 5|Chapter 5 - The Tsuchimikado Girl]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr8-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 9 - to The DarkSky===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume9_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 1|Chapter 1 - Death]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 2|Chapter 2 - In the Night]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 3|Chapter 3 - Bared Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 4|Chapter 4 - Counterattack]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr9-cover-cut.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 10 - BEGINS/TEMPLE===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume10_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 1|Chapter 1 - Rabbit from the Temple of Darkness]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 01|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 2|Chapter 2 - Visitors]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 02|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 3|Chapter 3 - Sacred Ground for Conspiracy]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 03|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 4|Chapter 4 - Onmyouji at the Mountain]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 04|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 5|Chapter 5 - Cursed Temple on Fire]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr10-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 11 - change:unchange===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume11_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 1|Chapter 1 - Past and Present]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 2|Chapter 2 - Future and Everyday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 3|Chapter 3 - Time to Hunt]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 4|Chapter 4 - Those Sharpening their Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 5|Chapter 5 - Blue and Pink]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr11-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 12 - Junction of STARs===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume12_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 1|Chapter 1 - Omens of the Banquet]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 2|Chapter 2 - Scenery of Old]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 4|Chapter 4 - Meteor Flurry]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr12-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 13 - COUNT&amp;gt;DOWN===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume13_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 1|Chapter 1 - Dark Clouds Yonder]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 2|Chapter 2 - Omens of the Storm]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 3|Chapter 3 - Dissonance]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 4|Chapter 4 - Journey]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 5|Chapter 5 - Interweaving Travels]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr13-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 14 - EMPEROR.ADVENT===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume14_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 1|Chapter 1]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 2|Chapter 2]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 4|Chapter 4]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr14_001.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===BD Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Supervisor: [[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
* Pengawas Proyek: [[user:Baka-Tsuki Update Indonesia|Baka-Tsuki Update Indonesia]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Penerjemah====&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Aktif&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
*[[user:Ran|Ran]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Konstributor (tidak aktif)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Adipratama|Adipratama]]&lt;br /&gt;
*[[user:Rarara97|Rarara97]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Editor====&lt;br /&gt;
*[[user:Isko|Isko]] (selalu on time, jika diperlukan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Tinjauan Serial==&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 1 SHAMAN*CLAN ---(May 20, 2010, ISBN 978-4-8291-3519-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 2 RAVEN&#039;s NEST ---(September 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3552-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 3 cHImAirA DanCE ---(December 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3592-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 4 GIRL RETURN &amp;amp; days in nest I ---(May 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3637-9)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 5 days in nest II &amp;amp; GIRL AGAIN ---(July 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3657-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 6 Black Shaman ASSAULT ---(October 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3688-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 7 _DARKNESS_EMERGE_ ---(May 19, 2012, ISBN 978-4-8291-3757-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 8 over-cry ---(October 20, 2012, ISBN 978-4-8291-3809-0)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 9 to The DarkSky ---(March 19, 2013, ISBN 978-4-8291-3865-6)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 10 BEGINS/TEMPLE ---(October 19, 2013, ISBN 978-4-0471-2911-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 11 change:unchange ---(April 19, 2014, ISBN 978-4-0407-0087-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 12 Junction of STARs ---(November 20, 2014, ISBN 978-4-04-070139-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 13 COUNT&amp;gt;DOWN ---(March 20, 2015, ISBN 978-4-04-070524-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 14 EMPEROR.ADVENT ---(December 19, 2015, ISBN 978-4-04-070525-5)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX1 party in nest ---(July 20, 2013, ISBN 978-4-8291-3909-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX2 seasons in nest ---(February 20, 2014, ISBN 978-4-0407-0030-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX3 memories in nest ---(September 19, 2015, ISBN 978-4-04-070523-1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;br /&gt;
[[Category:Kouhei Azano]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=517543</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=517543"/>
		<updated>2017-04-19T07:29:55Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Update */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Teaser|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr1_cover_cut.jpg|thumb|x400px|Cover for Volume 1]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039; (東京レイヴンズ) adalah light novel Jepang yang ditulis oleh [[:Category:Kouhei Azano|Kōhei Azano]] dan diilustrasikan oleh Sumihei. Serial ini diadaptasi dalam bentuk manga di tahun 2010. Sekitar 24 episode adaptasi anime tayang di jepang mulai tanggal 8 Oktober 2013 sampai 26 Maret 2014, yang meliputi Volume 1 sampai 9, kecuali beberapa cerita pendek dari Volume 4 dan Volume 5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; juga tersedia dalam bahasa berikut:&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Français|Français (French)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo_Ravens_~Russian_Version~|Русский (Russian)]]&lt;br /&gt;
*[https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_Italiano Italian]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Spanish|Español ]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
Tsuchimikado Harutora lahir dalam sebuah keluarga Onmyouji kelas atas, namun dia tidak bisa melihat &amp;quot;energi roh&amp;quot;. Berkat itu, dia telah menikmati kehidupan sehari-hari yang tenang dengan teman-temannya di SMA biasa. Suatu hari, teman masa kecilnya Tsuchimikado Natsume yang merupakan ahli waris keluarga utama, tiba-tiba menghilang. Apakah ini akan menyebabkan takdirnya mulai terlepas!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Lainnya==&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Genre&#039;&#039;&#039;: Action, Romance, Comedy, Supernatural&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Judul Asli&#039;&#039;&#039;: 東京レイヴンズ&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Penulis&#039;&#039;&#039;: Kōhei Azano&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Illustrator&#039;&#039;&#039;: Sumihei&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Volume yang telah dipublikasikan&#039;&#039;&#039;: 1-14, EX 1-3&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Status&#039;&#039;&#039;: Masih berlanjut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Perkenalan Karakter==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;collapsible collapsed&amp;quot; style=&amp;quot;text-align:left; margin:5px 20px clear:both; font-size:100%; background:transparent; width:100%;&amp;quot;&lt;br /&gt;
! style=&amp;quot;background:#cee0f2;&amp;quot; align=&amp;quot;center&amp;quot;| &#039;&#039;&#039;Peringatan mengandung Spoiler!&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Harutora Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Harutora.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Karakter utama dan putra keluarga percabangan klan Tsuchimikado. Meski lahir dalam keluarga Onnyouji yang berbeda, dia tidak memiliki kekuatan sihir. Dia telah hidup normal dan mengubur kembali hidupnya yang mengingat kalau dia tidak bisa melakukan apapun tanpa kekuatan sihir. Saat dia kecil, dia berjanji dengan Natsume untuk menjadi shikigami dan melindunginya. Setelah menyaksikan kematian Hokuto, dia menjadi shikigami Natsume demi menepati janji yang dia buat beberapa tahun lalu. Dia terlihat mempunyai semacam &#039;Nasib sial&#039; yang dia anggap sebagai kutukan kuno yang ditinggalkan oleh leluhurnya. Dia benar-benar lemah dalam belajar dan biasanya diajari oleh Natsume untuk menjauhkan diri setahun.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Natsume Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Natsume.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora dan putri keluarga utama klan Tsuchimikado. Dia adalah anak Onmyouji yang bersekolah di Tokyo dan suka menghabiskan uang. Selama liburan musim panas, dia datang ke kota Harutora untuk mengganggu kehidupan tenangnya dengan tanggung jawab pada janji yang Harutora buat dulu yang telah mengenalnya. Dia adalah ahli waris keluarga Tsuchimikado dan dianggap menjadi reinkarnasi Yakou Tsuchimikado. Sebagai tradisi keluarga, dirinya saat ini menyamar sebagai laki-laki di depan keluarga Onmyouji lain. Dia punya shikigami tipe Gohou yang dipanggil Hokuto, roh naga sejati yang melayani keluarga Tsuchimikado dari generasi ke generasi. Dia sangat peduli dengan reputasi keluarganya dan menanggung beban menjadi ahli waris klan Tsuchimikado berikutnya. Setelah insiden dengan Suzuka Dairenji, dia mengenakan pita yang sama dengan Hokuto yang diberikan oleh Harutora saat memenangkan permainan tembak. Dia peduli dengan Harutora dan jatuh cinta padanya sejak kecil.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Hokuto&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Hokuto.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora. Dia akrab dengan Harutora dan benar-benar cemburu ketika Harutora dicium oleh Suzuka. Selama pertemuan berikutnya dengan Suzuka, dia mengorbankan dirinya demi menyelamatkan Harutora dari shikigami Tsuchigumo milik Suzuka, menyatakan dirinya sebagai shikigami. Hokuto sebenarnya shikigami Natsume, yang digunakan sebagai perantara untuk mendekati Harutora. &#039;Kematian&#039; Hokuto adalah apa yang diberitahukan pada Harutora sebagai shikigami Natsume. Dia membagikan namanya dengan shikigami lain yang dipanggil Hokuto yang merupakan sesosok naga.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Suzuka Dairenji&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Suzuka.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Orang termuda dalam Dua belas Pemimpin Suci yang dijuluki &amp;quot;anak berbakat&amp;quot;. Dia diincar sebagai kriminal karena penelitian dan menggunakan sihir terlarang. Dia mengunjungi kota demi mencari Natsume untuk menawarkan dirinya dalam Ritual Taizan Fukun untuk menghidupkan kembali kakaknya. Dia meneliti Yakou Tsuchimikado dan Ritual Taizan Fukun demi menghidupkan kakaknya lagi. Ini menuntunnya ke dalam pertikaian dengan perwakilan Onmyouji. Walaupun menjadi Onmyouji yang sangat kuat, dia diperlakukan sebagai Pemimpin Suci terlemah karena pernyataan Reiji Kagami. Dia adalah putri Shidou Dairenji. Dia berdosa karena tindakannya yang membawa menuju kematian Hokuto tetapi Harutora melepaskannya dari dosanya ketika dia memberitahu kalau Hokuto dikendalikan dari jarak jauh oleh penggunanya. Sebagian besar sihirnya disegel oleh Perwakilan Onmyouji dan dia kemudian mendaftarkan diri di Akademi Onmyouji sebagai hukuman atas insiden di kota sebelah. Dia memiliki perasaan suka pada Harutora.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Touji Ato&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Touji.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Mantan penjahat dan teman terbaik Harutora dari sekolah. Dia mampu merasakan roh tertentu dan banyak mengetahui tentang Onmyouji. Dia adalah korban Kehancuran Spiritual dari dua tahun lalu. Dokter ayah Harutora merawatnya walau setelah pengaruhnya tersisa. Dia menyadari cara sebelum Harutora kalau Natsume adalah seseorang yang mengendalikan Hokuto. Dia mendaftar ke Akademi Onmyouji di Tokyo bersama dengan Harutora. Dia biasanya membantu kapanpun  dia mendapat masalah. Dia selalu terlihat mengenakan syal hijau. Dua tahun sebelum cerita, diungkapkan kalau dia dirasuki oleh Ogre yang menyebabkan Kehancuran Spiritual. Jadi, pada akhirnya dia menjadi Setengah Ogre dan sekarang mencoba memperoleh kendali untuk menahan Ogre dalam dirinya. Alasan kenapa dia mendaftar ke Akademi Onmyouji adalah untuk membersihkan Ogre dalam dirinya.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Terjemahan==&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap chapter (setelah diedit) harus sesuai dengan pedoman format umum.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|Format Umum/Mode Pedoman]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Pedoman dan Terminologi|Pedoman Proyek Spesifik: Nama dan Terminologi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Halaman Pendaftaran===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah diminta untuk [[Tokyo Ravens (Indonesia):Halaman Registrasi|mendaftar]] bab/chapter yang ingin mereka kerjakan.&#039;&#039;&#039;&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ini merupakan terjemahan &#039;&#039;second hand&#039;&#039; dari bahasa [[Tokyo Ravens|inggris]], bila anda mampu berbahasa jepang dengan baik, sangat dipersilahkan.&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Dan mohon hubungi dulu dengan penerjemah yang aktif kalau ingin berkontribusi. Jika penerjemah tidak ada atau tidak aktif dalam 3 bulan boleh diambil alih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Feedback Forum===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Update==&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;overflow:auto; max-height: 150px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
*4 April 2017 - Volume 2 Chapter 3 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*22 Maret 2017 - Volume 2 Chapter 3 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*08 Maret 2017 - Volume 2 Chapter 2 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*17 Februari 2017 - Volume 2 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*13 Desember 2016 - Volume 1 Chapter 4 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*28 November 2016 - Volume 1 Chapter 3 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*21 Oktober 2016 - Volume 1 Chapter 2 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*12 Maret 2016 - Volume 1 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*11 Maret 2016 - Pembaharuan Halaman&lt;br /&gt;
*25 Juni 2013 - Teaser&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039; oleh Kōhei Azano==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 1 - SHAMAN*CLAN===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 1|Chapter 1 - Putra dari Keluarga Cabang]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 2|Chapter 2 - Dimulainya Pemujaan]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 3|Chapter 3 - Tentara Iblis Berlapis Baja]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 4|Chapter 4 - Keturunan Tsuchimikado]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr1 cover cut.jpg|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2 - RAVEN&amp;quot;s NEST===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 1|Chapter 1 - Gagak Muda Akademi]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 2|Chapter 2 - Ekor dan Telinga]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 3|Chapter 3 - Pertikaian Shikigami]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 4|Chapter 4 - Kodoku]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 5|Chapter 5 - Oni Berlengan Satu]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr2-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3 - cHimAirA DanCE===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 1|Chapter 1 - A New Beginning]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 2|Chapter 2 - Spring Tempest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 3|Chapter 3 - Living Spirits]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 4|Chapter 4 - Destroying the Nue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 5|Chapter 5 - Starting Point]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr3-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4 - KEMBALINYA GADIS-GADIS &amp;amp; hari-hari dalam sarang I===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume4_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 1|Chapter 1 - Star Raid]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 2|Chapter 2 - The Rumored Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 3|Chapter 3 - The Girl&#039;s Next Step]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Short|Short - Chicks In The Nest Prologue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 1|Story 1 - Frog Day]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 2|Story 2 - The Men&#039;s Capriccio]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 3|Story 3 - Escape From Dougenzaka]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 4|Story 4 - Bloody Holiday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr4-cover-cut.jpeg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 5 - hari-hari dalam sarang II &amp;amp; GADIS-GADIS LAGI===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume5_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 1|Chapter 1 - Chicks In The Nest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 1|Story 1 - The Snowscape of the Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 2|Story 2 - Winter Day&#039;s Dinner]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 3|Story 3 - The Tail of Duty]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 4|Story 4 - Cold Memory in Dark]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 2|Chapter 2 - Practical Skills Training Camp]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 3|Chapter 3 - Six People&#039;s Conference]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 4|Chapter 4 - The Girl&#039;s Determination]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr5-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 6 - Black Shaman ASSAULT===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume6_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 1|Chapter 1 - Under The Rainy Season&#039;s Overcast Sky]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 2|Chapter 2 - Letter of Challenge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 3|Chapter 3 - Onmyouji, Visiting]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 4|Chapter 4 - Breaking Through the Enemy Line]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 5|Chapter 5 - Competition of Magic]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr6-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7 - _DARKNESS_EMERGE_===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume7_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 1|Chapter 1 - Encounter]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 2|Chapter 2 - An Old Clue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 3|Chapter 3 - Twin-Horned Syndicate]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 4|Chapter 4 - Higekiri]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 5|Chapter 5 - Darkness Emerge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr7-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 8 - over-cry===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume8_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 1|Chapter 1 - Entanglement]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 2|Chapter 2 - The Waking Darkness]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 3|Chapter 3 - Natsume and Kyouko]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 4|Chapter 4 - Revelation]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 5|Chapter 5 - The Tsuchimikado Girl]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr8-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 9 - to The DarkSky===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume9_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 1|Chapter 1 - Death]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 2|Chapter 2 - In the Night]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 3|Chapter 3 - Bared Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 4|Chapter 4 - Counterattack]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr9-cover-cut.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 10 - BEGINS/TEMPLE===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume10_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 1|Chapter 1 - Rabbit from the Temple of Darkness]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 01|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 2|Chapter 2 - Visitors]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 02|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 3|Chapter 3 - Sacred Ground for Conspiracy]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 03|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 4|Chapter 4 - Onmyouji at the Mountain]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 04|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 5|Chapter 5 - Cursed Temple on Fire]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr10-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 11 - change:unchange===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume11_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 1|Chapter 1 - Past and Present]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 2|Chapter 2 - Future and Everyday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 3|Chapter 3 - Time to Hunt]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 4|Chapter 4 - Those Sharpening their Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 5|Chapter 5 - Blue and Pink]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr11-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 12 - Junction of STARs===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume12_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 1|Chapter 1 - Omens of the Banquet]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 2|Chapter 2 - Scenery of Old]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 4|Chapter 4 - Meteor Flurry]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr12-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 13 - COUNT&amp;gt;DOWN===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume13_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 1|Chapter 1 - Dark Clouds Yonder]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 2|Chapter 2 - Omens of the Storm]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 3|Chapter 3 - Dissonance]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 4|Chapter 4 - Journey]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 5|Chapter 5 - Interweaving Travels]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr13-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 14 - EMPEROR.ADVENT===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume14_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 1|Chapter 1]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 2|Chapter 2]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 4|Chapter 4]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr14_001.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===BD Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Supervisor: [[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
* Pengawas Proyek: [[user:Baka-Tsuki Update Indonesia|Baka-Tsuki Update Indonesia]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Penerjemah====&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Aktif&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
*[[user:Ran|Ran]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Konstributor (tidak aktif)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Adipratama|Adipratama]]&lt;br /&gt;
*[[user:Rarara97|Rarara97]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Editor====&lt;br /&gt;
*[[user:Isko|Isko]] (selalu on time, jika diperlukan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Tinjauan Serial==&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 1 SHAMAN*CLAN ---(May 20, 2010, ISBN 978-4-8291-3519-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 2 RAVEN&#039;s NEST ---(September 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3552-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 3 cHImAirA DanCE ---(December 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3592-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 4 GIRL RETURN &amp;amp; days in nest I ---(May 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3637-9)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 5 days in nest II &amp;amp; GIRL AGAIN ---(July 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3657-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 6 Black Shaman ASSAULT ---(October 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3688-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 7 _DARKNESS_EMERGE_ ---(May 19, 2012, ISBN 978-4-8291-3757-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 8 over-cry ---(October 20, 2012, ISBN 978-4-8291-3809-0)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 9 to The DarkSky ---(March 19, 2013, ISBN 978-4-8291-3865-6)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 10 BEGINS/TEMPLE ---(October 19, 2013, ISBN 978-4-0471-2911-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 11 change:unchange ---(April 19, 2014, ISBN 978-4-0407-0087-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 12 Junction of STARs ---(November 20, 2014, ISBN 978-4-04-070139-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 13 COUNT&amp;gt;DOWN ---(March 20, 2015, ISBN 978-4-04-070524-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 14 EMPEROR.ADVENT ---(December 19, 2015, ISBN 978-4-04-070525-5)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX1 party in nest ---(July 20, 2013, ISBN 978-4-8291-3909-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX2 seasons in nest ---(February 20, 2014, ISBN 978-4-0407-0030-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX3 memories in nest ---(September 19, 2015, ISBN 978-4-04-070523-1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;br /&gt;
[[Category:Kouhei Azano]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_5&amp;diff=517517</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 5</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_5&amp;diff=517517"/>
		<updated>2017-04-18T15:07:56Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Bagian 3 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 5 – Oni Berlengan Satu==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Shikigami Yakou……!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakugyouki, yang telah dikatakan Investigator Mistis, menamakan dirinya sebagai Hishamaru. Harutora memiliki kesan pada kedua nama tersebut, dan ia ingat bahwa mereka adalah shikigami khusus yang terkenal dari seluruh shikigami Yakou, namun kenapa shikigami Yakou berada disini? Pikirannya bingung dan tatapannya menatap dengan intens terhadap oni yang ada dihadapannya, tak mampu bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be-benarkah? Apakah itu Kakugyouki sungguhan? Tidak mungkin!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diamlah, Tenma, bagaimana aku bisa tahu itu sungguhan atau bukan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko menegur Tenma yang panik disebelahnya, namun keterkejutan dirinya jelas terdengar dari suara marahnya, ia hanya menegur yang lainnya untuk membuat dirinya tetap tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan Touji tenang, dan ia bertanya pada Natsume yang terbaring diarena: “Natsume! Bisakah kau mengetahuinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun Natsume, yang terbaring diatas tanah dan berada pada jarak yang cukup dekat untuk melihat figur aneh tersebut, tidak mampu menjawab pertanyaan untuk sesaat. Pikirannya tertutup lumpuh, dan apa yang bisa dilihat olehnya dari posisi sedekat ini adalah tubuh raksasa Kakugyouki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menjawab lamat-lamat “Aku tidak tahu……”, tatapannya masih berada pada oni yang ada didepannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu, Kakugyouki adalah shikigami pembantu, yang mana wujudnya harus dimaterialisasikan! Terlebih lagi, itu adalah ‘iblis’ kuno yang hidup beberapa abad lalu – rumornya adalah oni sungguhan. Berdasarkan rumor yang beredar tersebut, penampilan luarnya dapat berubah secara berkala…… Ke-kecuali untuk karakteristik spiritual dari lengan satunya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Investigator tak mampu untuk tak menyeringai mendengar penjelasan Natsume. Natsume dapat melihat ‘link’ kekuatan spiritual antara sang Investigator dan oni tersebut, dan oni ini – Kakugyouki – pastinya adalah shikigami yang ia gunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mewujudkannya, tapi kau masih tidak menunjukan tanda-tanda bangkit……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh menyusahkan, Natsume-kun. Sepertinya ini akan cukup memakan waktu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Investigator mengeluarkan dua macam suara yang berbeda dengan satu dan yang lainnya dengan tatapan yang terpesona, dua suara yang jelas-jelas berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa? Keberadaan Hishamaru dan Kakugyouki tidak diketahui setelah kematian Yakou, dan mereka masih tidak diketahui bahkan hingga hari ini! Apa yang sedang kau mainkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak berniat menjawab pertanyaan yang kau tanyakan, Rajaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak apa, Kakugyouki – keadaannya sederhana, Natsume-kun. Sebagaimana Yakou telah bereinkarnasi didalam tubuhmu, aku adalah reinkarnasi Hishamaru, dan itulah mengapa Kakugyouki berada disisiku. Kami selalu mengumpulkan rekan, menunggun tuanku untuk bangkit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Investigator bagaikan kesurupan, berbicara untuk Kakugyouki – oni yang ada dibelakangnya – dan reinkarnasi Hishamaru – dirinya – diwaktu yang bersamaan. Natsume tanpa sadar menatap dengan tertegun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ini, bagaimana hal bodoh semacam ini……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tak berguna, Raja. Realita terpampang dihadapannmu, tak bisa dipungkiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hishamaru, cukup berbicara, mari bereskan bocah tengil itu terlebih dahulu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum sadis muncul dari mulut sang Investigator, seperti kucing yang menyiksa tikusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat yang bersamaan Kakygyouki mengambil aksinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Targetnya adalah – Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Apa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh Kakugyouki sangatlah besar, dan sangat sulit membayangkan pergerakannya yang cukup lihai. Kepalan tangannya mendekat dalam hitungan jarak, berayun menuju bangku penonton – tepat pada pembatas dimana Harutora berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pola didinding pun berkilat denga intens, dan yang awalnya pelindung tersebut tak berwarna dan transparan kini menyala dengan kilatan-kilata yang tak terhitung, udara pun bergoncang kuat. Bentuk dari pelindung Omnyouji Kelas Pertama Nasional pun terdistorsi, retak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, pelindung dari lapangan latihan sihir yang menjadi kebanggaan Akademi Onmyou tidak mengalami keretakan sedikit pun, namun tak mampu menghalang gelombang kejut fisik yang intens. Harutora yang berdiri menaikan kakinya di pagar pembatas tersebut pun kehilangan keseimbangannya karena goncangan yang terjadi pada arena tersebut dan terjatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terjatuh ke dalam arena dari pagar pembatas tersebut. Arena tersebut secara khusus dipasang untuk tidak bereaksi terhadap manusia tanpa pemikiran keselamatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natusme menjerit kaget ketika ia melihat Harutora terjatuh, dan Kyouko dan Tenma pun turut berteriak. Touji mengutuk, dengan cepat berlari menuju bagian depan bangku penonton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-h-h, Harutora-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon dengan segera mengejar Harutora dengan takut, menghantam pelindung sebagai hasilnya. Touji yang dengan segera menarik kon dari ekornya, berteriak: “Masuklah lewat pintu masuknya!” dan melemparnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon dengan segera mengambil kesempatan tersebut untuk segera pergi dari bangku penonton, dan melihat demikian, Kyouko juga turut memerintah Hakuou dan Kokufuu untuk segera pergi dan mengejar Kon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shikigami masih dikendalikan dari luar pelindung arena setelah mereka memasuki area tersebut. Sebenarnya ia masih belum memikirkan tindakan apa yang kaan shikigaminya dan Kon lakukan setelah mereka memasuki arena, dikarenakan pikirannya saat ini masih kosong, bingung karena keadaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma berlari ke depan bangku penonton seperti Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko pun turut serta setelahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa kau baik-baik saja!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-kun!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mendengar suara yang memanggilnya dari atas. Ia menahan rasa sakit dari jatuh tersebut, berdiri didalam arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tepat berada pada kaki Kakugyouki tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakugyouki menendang dengan kaki kanannya, menyapu menuju Harutora dan membiarkannya pergi tanpa persembunyian. Ia dengan segera menghindar dan menghalangnya dengan shakujou, namun itu tidak pasti apakah tindakan tersebut efektif atau tidak. Sebelum ia menyadarinya, ia tengah melayang diudara seolah-olah seperti ia telah ditabrak oleh mobil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr2 275.png|thumbnail]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume berteriak kembali. Tepat setelah, tubuhnya terpental ke tanah, tepat setelah melakukan beberapa jumpalitan dan berguling-guling, akhirnya tubuhnya pun terkapar ditanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seluruh tubuhnya terasa lumpuh, dan rasa kejut terbakara yang kini dirasakannya masih terasa ditempat dimana ia terkena pukulan. Rasa lumpuh sesaat itu pun berubah menjadi rasa sakit yang intens mengalir melalui tubuh Harutora bagaikan tersengat listrik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Desahan ringan pun terdengar dari mulut Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Tidak, tidak bagus! Sekarang bukanlah saatnya mengerang kesakitan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia, dengan bantuan shakujounya mencoba untuk berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama ia mengecek posisinya, terkejut bahwa tendangan tersebut telah membuatnya menyebrangi seluruh arena. Dan sekarang, Kakugyouki tersebut pun mulai menyiapkan serangannya kembali untuk menendang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berdiri sebelum sang lawan mempersiapkan serangannya – tidak, lawannya sebenarnya tidak benar-benar mengejarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ugh……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berdiri dengan gemetar,  suara lengkingan pun terdengar ditelinganya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji dan yang lainnya berteriak dari kursi penonton, dan Natsume pun turut menyuarakan sesuatu kepadanya, namun ia tidak mengetahui apa yang mereka katakana. Seluruh tubuhnya terasa panas, jantungnya terasa berdetak dua kali atau entah berapa kali lebih cepat, berdetak dengan intens seolah-olah ingin meledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Itu benar-benar bukan palsu, huh……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telinganya menangkap apa yang ia gumamkan, dan hingga kemudian ia mengonfirmasi bahwa gendang telinganya masih berfungsi. Ia mencoba menggerakan tubuhnya, mengabaikan rasa sakit yang diberikan dari setiap gerakan yang ia buat. Sebuah keberuntungan bahwa tulang-tulangnya tidak ada yang patah, sungguh keberuntungan diantara ketidakberuntungan lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa? Mencoba untuk melawan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haha, Kakugyouki, jangan seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat yang bersamaan ketika sang Investigator mengejek, Kakugyouki melompat. Lebih lima meter tingginya hingga hampir membentur langit-langit arena tersebut, dan adegan mengejutkan tersebut membuat Harutora tak mampu untuk tidak diam ternganga – hingga kemudian, penglihatannya tiba-tiba menggelap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah bayangan menutupinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Sial!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berlari dengan seluruh kemampuannya, berlari menuju sampingnya. Kakugyouki dengan segera menjatuhkan dirinya tepat disebelahnya sebagaimana ia melompat. Lantai pun berguncang karena dampak dari guncangan, dan Harutora terhuyung-huyung. Kakugyouki pun menendang kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udara disekitarnya pun menimbulkan suara ringan, dan Harutora pun mengayunkan shakujou ditangannya dengan refleks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dampak dari tendangan yang diberikan membuat Harutora melayan, namun kali ini ia tidak memberikan celah pada sikap berdirinya. Dengan segera ia mendapatkan kembali keseimbangannya sebagaimana ia terjungkal, membiarkan kakinua menyentuh tanah. Medkipun ia telah tergelincir beberapa meter ke belakang, kaki-kakinya masih tetap seimbang dan ia tidak lagi tersungkur ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Benar! Shakujou ini…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shakujou ini telah menghadang tendangan Kakugyouki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan yang baru saja dilayangkan tersebut, tidak menyebabkan luka karena ia telah mengayunkan shakujou tersebut dalam bentuk pertahanan. Tentu saja, tongkat kecil tersebut tidak mampu menghalang serangan dari raksasa tersebut dari sudut pandang fisik, namun ketika shakujou tersebut menemui tendangan Kakugyouki, ia merasakan shakujou tersebut memantulkan dampaknya kembali. Sihir telah diberikan pada shakujou ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Kerja bagus, Ohtomo-sensei! Sekarang aku melihatmu dengan berbeda!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayangnya, ia tidak bisa bersantai. Kakugyouki tidak memberikan Harutora jeda saat ini, menendang kembali dengan cepat dan terus-menerus. Harutora dengan susah payah menangkis serangan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasanya seperti ia sedang berdiri ditengah-tengah jalan raya yang mengharuskan kendaraannya dengan kecepatan tinggi, sebagaimana tiap-tiap tendangan Kakugyouki memberikan desiran angina yang hampir-hampir menarik seluruh tubuhnya. Ia mengelak serangan tersebut pada kecepatan yang gesit, tiba-tiba berdiri dan menyelam, berusaha untuk menghindari serangan Kakugyouki dengan shakujou sebagai perisai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh sayang, tidak buruk. Mainan yang kini ada ditanganmu cukup menarik.”&lt;br /&gt;
Sang Investigator tertawa. Diamlah dan mati kau, sialan! Harutora berteriak marah didalam hatinya, namun ia tidak memiliki energi untuk mengeluarkan suaranya. Shakujounya masih terpegang, namun tangan yang menggenggam shakujou tersebut telah lama mendekati ambang batasnya dan kini mulai terasa mati rasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Stop!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume berteriak, dan Kakugyouki secara serentak pun turut berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong, jangan terus bertarung……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menundukan kepalanya dari tempat dimana ia terbaring, suaranya terdengar pahit. Harutora ingin memangggil Natsume, namun napasnya menghentikannya untuk melakukan hal tersebut. Ia menggunakan sisa-sisa kekuatannya untuk fokus bernapas terlebih dahulu, dan bahkan ia tidak bisa mengeluarkan suaranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Investigator hanya ber’hmph’ ria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, Raja……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya akhirnya kau mau mulai untuk bekerja sana. Aku akan memenuhi perintahmu, Rajaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakugyouki perlahan merilekskan kuda-kudanya ketika mendengar hal tersebut, bergerak mundur dari Harutora. Harutora menggertakan gigi-giginya dan menahan, tak sadar terduduk dilantai. Kekuatannya pun secara drastis habis terpakai atas serangan-serangan keras tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau mengerti sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau harus menerima takdirmu, dan juga kami, tentunya. Kami selalu menunggu, dan akan terus melayani dimasa depan nanti. Apakah kau mau mengakui kami?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Investigator bertanya, nadanya terdengar cukup arogan. Natsume menundukan kepalanya, dalam diam mendengarkan apa yang dikatakannya.&lt;br /&gt;
Helaian rambutnya yang terurai pun menutupi wajahnya, menyembunyikan ekspresinya, dan pipi putih yang terekspos dibaliknya pun dengan pelan bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengambil napasnya dalam—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, Natsume.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar kalimat tersebut, Natsume menoleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata hitamnya yang berkaca-kaca menatap Harutora dari celah-celah poninya yang terkulai. Harutora menunjukan senyuman tabah pada teman masa kecilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berusaha dengan sangat meregulasikan pernapasannya, memaksa untuk menelan salivanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mendorong hal-hal sepele seperti rasa sakit dan lelah jauh ke belekang pikirannya, berdiri dengan bangga, dan menaruh shakujounya diatas tanah, menyuarakan bunyi metalik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak perlu memerdulikan perkataan orang gila ini, dan kau tidak perlu untuk bergantung pada kehidupan masa lalumu sebagai subjek untuk membantu. Bukankah teman-temanmu saat ini ada disini semua?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Harutora……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat Natsume melupakan keadaan disekitarnya, matanya lurus menatap hanya kepada Harutora. Harutora pun membalas tatapannya, sambil bernapas terengah-engah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maafkan aku atas perkataan yang kukatakan padamu siang tadi. Aku tidak peka, tapi aku tidak berpikir bahwa apa yang kukatakan itu salah. Kau memang butuh keberanian, bahkan keberanian yang lebih dari apa yang kukatakan saat siang tadi. Jadi…” Harutora berbicara dengan memaksa dirinya. Ia jelas-jelas memaksakan diri – gugatan tersebut memanglah sulit dan menyakitkan, namun ia masih terus berbicara dengan terus terang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi, janganlah terpengaruh dengan rumor bodoh masa lalu tersebut, janganlah kau tanggung semuanya sendiri, dan jangan berpura-pura. Bahkan jika ada orang-orang yang takut padamu dan orang-orang yang merasa bermasalah karenamu, pasti masih ada orang yang mau untuk memberikan tangannya padamu. Jadi, janganlah takut untuk berteman dengan yang lainnya. Beranilah dan bergantunglah pada kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Natsume melebar sebagaimana dengan sungguh ia menatap Harutora. Ia telah mendengarnya, karena Harutora benar-benar merasa seperti itu. Ia pun merasa kekuatannya kembali, nyeri diubuhnya berkurang, dan kekuatannya yang hampir habis kini muncul kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuan dan shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekuatan dari dua orang yang saling berinteraksi melalui ikatan yang ada diantara mereka. Saling menguatkan satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bodoh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sangat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Investigator mencerca, suara dan nandanya denga jelas menunjukan kegagalannya dalam mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau membingungkan sang Raja, kau bocah tengil! Sudah kuduga, aku tak bisa membiarkanmu sendiri!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, Hishamaru, mari kita urus bocah ini sesegera mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakugyouki yang telah mundur sekali lagi berlari menuju Harutora. Harutora menaikkan shakujounya, berusaha menahan serangan sang raksasa yang menyebabkan arena berguncang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beranilah dan bergantunglah pada bantuan teman-temanmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat yang bukan hanya untuk Natsume seorang saja, sebagaimana hal tersebut juga sesuai dengan dirinya yang masih belum dewasa. Disaat yang bersamaan sebagaimana Harutora melawan Kakugyouki, ia melihat figur mereka perlahan mendekati dari ujung matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lakukan, aku mengandalkan kalian!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriak Harutora, dan Hakuou dan kokufuu, yang mana telah melingkari titik buta arena terseubt, dengan segera menyerang Kakugyouki.&lt;br /&gt;
Katana dan tombak pun menyerang kaki Kakugyouki. Raksasa tersebut meneriakan erangan tanpa kata, pergerakannya menjadi tidak beraturan, dan Harutora dengan segera langsung bergerak maju mengayunkan shakujounya untuk menyerang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ambil ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lingkaran kecil pada bagian atasnya pun bergemerincing, menghasilkan bunyi. Lingkaran-lingkaran tersebut menbentuk sebuah pedang dengan menggunakan aura, seperti Gulotin yang melingkar diudara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengayunkan shakujounya, memukul tangan kanan Kakugyouki yang mencoba menopang tubuhnya. Kulit berwarna kehitaman tersebut pun robek, menghasiljan reaksi ‘lag’ yang intens.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha-harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir, Natsume! Ini kecil dibandingkan dengan laba-laba itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak, setengah dari keyakinananya dan setengah lagi untuk memaksanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oni ini memanglah shikigami yang menakutkan. Bagi Harutora, Tsuchigumo saat itu dan Kakugyouki yang ada didepannya saat ini adalah monster yang tidak pernah terbayang olehnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, pada akhirnya keduanya adalah shikigami. Tidak peduli sekuat apapun shikigami tersebut, mencari tahu kekuatan sang pengendali berarti adalah kesempatan menang. Ia tidak merasakan rasa mengerikan yang diberikan oleh Dairenji Suzuka dari sang Investigator yang kini menjadi lawannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengayunkan kembali shakujounya, mengambil kesempatan pada momen Kakugyouki yang berhenti bergerak dikarenakan ‘lag’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melingkari bagian samping, menyayat pada perut Kakugyouki. Setiap kali ia menyerang, ia dapat merasakan shakujounya sedikit banyak menyerap aura dan mengembalikannya lebih keras pada lengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Jadi ini seperti ini, tidak heran shakujou begini mudah digunakan……!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia bertarung dengan Armored Juggernaut, Natsume telah memberikannya ‘Pedang Pelindung’, dan sensasi yang diberikan keduanya serupa. Sihir yang diberikan oleh Ohtomo pada shakujou ini sama memiliki macam sihir yang sama dengan Pedang Pelindung tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-ada apa, berpikir kaau begini memalukan! Gunakan seluruh kekuatanmu, Kakugyouki!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Investigator berteriak dengan suara serak. Shikigami berlengan satu tersebut mengikuti perintah tuannya, berbalik menyerang tanpa menghiraukan luka ditubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakugyouki dengan siap berbalik mengarah pada dua Yaksha dibelakangnya, menendang dengan kaki yang terluka. Harutora melompat mundur, menghindari serangan. Hakuou dan Kokufuu menyayat kembali dengan senjata mereka, yang mana punggungnya tersayat, jatuh runtuh ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesempatan bagus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Momen ketika dimana Harutora memikirkan hal ini, Kakugyouki yan gterjatuh tidak terduga mengayunkan lengan kanannya, tidak berencana untuk menjaga tubuhnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lengan kasar tersebut beberapa kali lebih besar dan tubuh Harutora tersapu ke tanah. Harutora dengan segera menaikkan shakujounya untuk menghadang, namun tidak mampu menghalang dampaknya, menabrak keras dinding yang mengelilingi arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun shakujou telah menyerap sebagian dari kekuatan serangan shikigami Kakugyouki, hanya dampak fisik dari menabrak dinding membuat Harutora megap-megap. Rasa nyeri yang intens menyerang seluruh tubuhny, pandangannya pun sedikit kemerahan, dan paru-parunya pun terasa berhenti bekerja. Ini adalah keberuntungan dari sebagian ketidakberuntungan mengetahui ia tidak kehilangan kesadarannya, dan ia dengan perlahan menurunkan tubuhnya, menopang dirinya dengan lutut dan shakujounya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan tersebut cukuplah kuat, dan ia bahkan tidak bisa menggerakan jari-jarinya dengan rasa sakit yang baru saja menyerang tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakugyouki menaikan lengan kanannya yang telah mengenai Harutora dari tempat dimana ia telah runtuh ke tanah. Hakuou dan Kokufuu dengan segera menyayatkan senjata mereka untuk membantu, namun Kakugyouki tidak menghiraukan mereka sama sekali. Wajah yang berada dibalik topeng tersebut mematuhi perintah tuannya, dan hanya ada Harutora dimatanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Sial!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan datang dari atas, dan ia tidak bisa menghindari serangan tersebut, atapun energi untuk menghalangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, sebagaimana wajahnya memucat karena ketakutan, figur kecil melintas dihadapan Kakugyouki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah Kon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah ledakan dari api biru pucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Api rubah Kon  terhalang oleh topeng tersebut, hampir tidak memberikan bekas, namun cukup untuk mengalihkan fokus dari Kakugyouki, menghasilkan efek gangguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon yang menggunakan api tersebut dengan segera bergegas menuju Harutora, menyambarnya dan berguling ke samping – kepalan Kakugyouki dengan segera mengikuti, memukul terhadap tempat Harutora berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengeratkan rahangnya sebagaimana dampak yang menggelora menyerangnya. Ia berdiri, bersandar pada dinding dibelakangnya, memaksa kaki-kakinya untuk tetap stabil diatas tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan paksa shakujou tersebut menusuk topeng Kakugyouki yang terbaring didekatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengumpulkan seluruh kekuatan spiritualnya, menggunakan seluruh tenaganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan kekuatan penuh Harutora memukul topeng Kakugyouki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakuyouki melolong dengan sangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah yang tampak mirip seperti wajah manusia tampak dari balik topeng Kakugyouki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, wajah tersebut terlihat sangatlah buruk, terasa kurang nyata, seperti boneka yang dimana wajahnya dengan serampangan ditambahkan, jelas terlihat seperti bukan makhluk hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah penuh duka yang muncul berteriak dengan seluruh genapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah kali pertamanya Kakugyouki mengeluarkan suaranya, dan kekesalan, kemarahan, dan panik terdengar dari suara tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menusuk topeng tersebut dengan sekali serang, mengukir lubang didahi sang oni. Darah mengalir keluar dari luka, dan Kakugyouki dengan marah terbangun, berteriak pada atap. Teriakan tersebut seperti tangisan bayi – tulus, kuat, dan merupakan lolongan yang penuh duka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon merentangkan tangannya, menyambar Harutora dan terbang dari Kakugyouki dengan seluruh kekuatannya sebagaimana ia hamoir membawa dirinya. Kakugyouki tidak mengejar, namun malah menginjak-injak tanah dengan seluruh kemampuannya, berbalik mundur ditengah udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menedang ke arah langit-langit dan dipukul mundur oleh pelindung, menyebabkan arena terguncang untuk sesaat sebgaimana dengan cekatan turun seperti kucing ketika jatuh. Ia memukul dinding, menghantam tanah dengan dahinya, dan meronta-ronta dengan lengan kanan dan kakinya, benar-benar diluar kendali. Hakuou dan Kokufuu dengan segera mundur dari Kakugyouki, hampir terkena pada serangan menggilanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-ada apa! Kenapa benda itu menggila!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berteriak dengan terkejut, namun kon yang susah payah untuk terbang tidak memiliki energi untuk menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ka-kau idiot!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Investigator berteriak, tatapannya bukanlah tatapan santai lagi. Bahkan sikap gilanya telah hilang tanpa jejak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“To-topeng tersebut adalah segel Kakugyouki! Dengan ini, aku bahkan tidak bisa mengontrol Kakugyouki! Ia tidak akan berhenti marah sampai ia menghancurkan sekelilingnya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara rendah yang ia sebutkan sebagai Kakugyouki tidak terdengar kembali, hanya meninggalkan suara dirinnya dengan penuh teror dan putus asa, yang mana lebih memiliki keaslian daripada apapun yang ia katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau bilang!” Harutora melihat ke arah Kakugyouki dari nbalik lengan kecil Kon. Kakugyouki tersebut tidak lagi mengincar siapapun – bahkan tidak dirinya – dan hanya menghancurkan sekitarnya tanpa peduli sambil berteriak, pergerakannya bahkan lebih ganas dan sembrono dibandingkan ketika dirinya ditutupi oleh topeng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tak berdaya – mungkin lebih tepatnya mereka tidak bisa melakukan apa-apa, sebagaimana bahkan mendekati saja terlihat sulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, sial, kau bocah sialan! Lihat apa yang telah kau perbuat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Investigator menggertakan gigi-giginya, terus-menerus mengutuk. Namun, wajahnya pucat, dan kejadian tersebut sudah jelas tidak bisa terelakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kepalan Kakugyouki jatuhh didekatnya – “Eek!” rasa kaget membuat tubuh sang Investigator gemetar, dan ia mundur sambil terhuyung-huyung, dan melarikan diri menuju pintu keluar tanpa memedulikan apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan—!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memiringkan tubuhnya dalam lengan Kon, menghindari shikigamiyang mencoba menghentikannya dan menjatuhkan dirinya ditengah udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun ia tidak mampu mengejar. Sang Investigator berada disisi lain arena, dan Kakugyouki yang mengamuk telah menghalangi ruang diantara mereka. Sang Investigator telah berdiri disekitar pintu keluar semenjak ia mulai mengendalikan Kakugyouki, memastikan jalan keluar. Harutora hanya bisa berdiri dengan khawatir dan melihat figur berjas tersebut menghilang melalui pintu keluar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-kun!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenma?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau juga cepat dan pergi dari sana! Shikigami tersebut telah kehilangan kendali, jadi ambil kesempatan ini untuk kabur sebisa mungkin!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aksi Kakugyouki saat inidapat dideskripsikan tidak memiliki tujuan, dan hanya dengan jahatnya menghancurkan segala yang ada disekitarnya, terlihat semaunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi bisakah kita membiarkan hal itu menghancurkan arena?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak akan menghancurkan pelindung disini, jadi shikigami tersebut tidak bisa meninggalakan tempat ini, kita tidak perlu khawatir untuk mengurusinya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengangkat kepalanya untuk berteriak ke arah kursi penonton, dan Kyouko turut berteriak menjawab pertanyaan tersebut disebelah Tenma. Shikigaminya telah mulai meninggalkan arena pertarungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-sama, mari pergi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari keadaan yang ada dihadapannya, Harutora tidak mampu untuk menghentikan Kakugyouki yang mengamuk bahkan jika ia tetap berada diarena. Bahkan Kon yang berada disisinya turut mendesak tuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan keras bagaikan tembakan terdengar dari Touji, dan teriakan tersebut bukan untuk mendesak Harutora untuk segera meninggalkan arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, itu justru berkebalikan. Suara tersebut untuk memberanikannya dan memberikannya dorongan dari belakang. Ketika ia mengerti maksud Touji, sesaat listrik pun seperti menjalari tubuh Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Natsume!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah sang Investigator melarikan diri, hanya Natsume yang masih tertinggal diarea tersebut. Ia terbaring ditanah, tangan dan kakinya terikat, susah payah merangkak ditanah dan mencoba untuk mencari perlindungan denga bersembunyi dekat dinding.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakugyouki berteriak dibelakangnya, dan Harutora telah melebarkan kakinya dan berlari maju sebelum ia memiliki waktu untuk berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memusatkan dirinya untuk berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakugyouki meronta-ronta tanpa mendiskriminasi, menghancurkan lantai dan memukul dinding dengan momentum yang cukup untuk membuat udara disekitar mendidih. Dengan amukan yang menghancurkan seperti itu, Harutora bahkan tidak memiliki waktu untuk berteriak pada Natsume, hanya bergegas berlari untuknya. Ia bahkan menjatuhkan shakujou yang ada ditangannya ke samping, berlari sekuat tenaga menuju Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakugyouki lompat dihadapannya, teriakan menggelegar pun datang dari mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan penuh amarah keluar, dampaknya menghantam Harutora. Harutora pun merinding, kulit yang ada pada seluruh tubuhnya terasa mati rasa seolah-olah ia telah tersengat listrik, namun ia tidak menghentikan kakinya, merentangkan tangan kanannya dan mencari-cari kotak jimat yang  berada pada pinggangnya.&lt;br /&gt;
Jari-jarinya membuka penutup dari kotak tersebut – dan dengan segera mengeluarkan jimat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr2 283.png|thumbnail]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;“Order!”&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu hampir bisa dideskripsikan sebagai satu-satunya kemampuan Harutora – dengan cepat melempar jimat tersebut. Kyouko dan Tenma pun tak mampu menahan keterkejutannya dari kursi penonton sebagaimana mereka melihat pada pergerakannya dan pelemparan jimat yang tanpa ragu. Ia melemparkan jimat pelindung yang bersinar diudara, membentuk pelindung sihir dan menghalang pergerakan Kakugyouki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun itu hanya bertahan beberapa detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora mencoba untuk memutari tubuh Kakugyouki, lengan kanan Kakugyouki dengan paksa diayunkan untuk meninju lantai yang hampir rusak tersebut, menghancurkan pelindung jimat pelindung dan meninggalkan tanda lima jari ditanah. Lalu, mendekati Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat itu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon menerobos diudara seperti anak panah yang dilemparkan, ujung wakizashinya menusuk mata kiri oni tersebut. Kakugyouki dengan refleks mengayunkan tangan kanannya, melewati kepala Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakugyouki berteriak dengan marah kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon berputar diudara, dengan cepat meninggalkan Kakugyouki. Harutora mengambil kesempatan tersebut untuk bergegas menuju Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berlutut disisi Natsume, mengangkatnya langsung tanpa memikirkan untuk melepaskan ikatan yang ada ditangan dan kakinya terlebih dahulu.&lt;br /&gt;
Masalah masih belum terselesaikan. Ia dengan segera bergegas menuju pintu keluar, namun Kakugyouki menghalangi jalannya kembali. Kakugyouki, yang seharusnya sudah menggila, ‘mengidentifikasikan’ Harutora dan mengaum, menunjukan taringnya pada Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Sial, aku tidak bisa kabur?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menggendong Natsume pada lengannya, terdiam ditempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shakujou telah dilemparkan ditengah arena, dan bahkan jika ia membawa shakujounya ditangannya saat ini, ia tidak akan bisa melindungi Natusme sambil menghadang serangan. Kon dengan cepat terbang menghampiri Harutora untuk melindungi tuannya dan menghadapi Kakugyouki, namun figurnya terlalu kecil dibandingkan dengan raksasa yang mendekati dirinya dihadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia hanya mampu untuk menggunakan momen tersebut untu berlari melewati bagian bawah Kakugyouki sambil membawa Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaiman Harutora meyakinkan dirinya – Natsume berbicara dari balik lengan Harutora:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak perlu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seragam yang ada ditubuhnya berantakan dan rambut hitamnya kusut dikarenakan dirinya tadi yang merangkak, kontras kuat nan mengejutkan dengan penampilan dirinya yang cantik bagaikan boneka porcelain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua matanya berisi kilat kuat dari balik rambut hitamnya, seperti bintang yang samar-samar berkerlap-kerlip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menatap Kakugyouki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-kun, sobeklah empat jimat yang menempel pada tubuhku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dengan segera mengerjakan apa yang dipintanya tanpa bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakugyouki pun semakin mendekat, napas membakar pun berhembus keluar dari mulut sang raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Harutora tidak bergerak sama sekali, sebagaimana Natsume yang berada dilengannya membebaskan dirinya dari segala rasa takutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume dengan tenang dan memaksa memanggil didalam gendongan shikigaminya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memanggil shikigami yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku perintah kau dengan nama Tsuchimikado Natsume. Datanglah, Hokuto. Kuperintahkan kau untuk menyerang—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa detik kemudian, cahaya emas muncul diatas kepala Harutora dan Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya pun terkeluarkan, secara bertahap meluas keatas, dan tubuh raksasa panjang bergoyang seakan-akan mematahkan rantai yang mengikatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kilat cahaya emas melonjak perlahan diudara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seekor naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Binatang penjaga Tsuchimikado yang telah diwariskan pada pewaris utama keluarga Tsuchimikado yaitu Natsume – shikigami pembantu, Hokuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko dan Tenma menyaksikan pertarungan tersebut dengan napas tertahan dari kursi penonton ternganga, dan mulut Touji pun menipis, matanya melebar melihat kejadian yang ada didepannya. Bahkan Kon yang berada disisi Harutora melebarkan matanya, tubuhnya gemetar, menunjukan bagaimana terkejutnya Kon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto tidak menghiraukan pandangan terkagum-kagum yang ditujukan padanya sama sekali, dengan nyaman merentangkan tubuhnya diudara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang naga terlihat seperti menikmati kebebasannya, dengan jelas terlihat riang, dan sama sekali mengabaikan oni yang napas tertahan didepannya. Untuk mendeskripsikan sikapnya lebih baik, itu adalah kemalasan, dan untuk mendeskripsikannya dengan buruk, itu adalah kelambanan. Perbedaan keduanya seperti angin yang melambai-lambai, dan ia menjelajahi luasnya arena sesuka hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat banyak kesempatan untuk melukai seluruh tubuh naga tersebut, namun sang oni tidak mengayunkan tangan kanan kasarnya. Terlebih lagi, sang oni tidak mampu untuk tidak mengerang dan melangkah mundur seolah-olah ia ketakutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang naga baru saja muncul, namun aura sang naga memberikan rasa kehadiran yang sangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora yang telah mengalaminya hanya bisa melihat dengan takjub, bahkan merasa seperti kehadiran Hokuto membuat Kakugyouki yang kuat dan mengancam dengan instan menjadi amat kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Hokuto!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume memerintah kembali, dan Hokuto hanya bisa memutar tubuhnya dengan pasrah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cekatan mengambil persiapan bertarung ditengah udara bagaikan panah yang telah dipersiapkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kilat api pun terlihat dari mata tenangnya, memberikan peringatan pada sang musuh terhadap kehancuran yang akan datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Kakugyouki pun mengeras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sekejap, seperti serangan pedang dari tuannya – sisik emas Hokuto bersinar, dan tubuhnya yang tertekuk tiba-tiba memanjang, bergegas lurus menuju Kakugyouki dengan menggunakan kekuatan pantulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti longsor salju yang menuruni gunung, Hokuto telah mendekati Kakugyouki saat dimana Kakugyouki baru menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakugyouki mengangkat lengan kanannya, mencoba untuk berlindung dari serangan Hokuto, namun sebelum tangannya terangkat, tubuh bergelombang &lt;br /&gt;
Hokuto berputar, berbalik arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keduanya saling tumpang tindih untuk sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Taring sang naga pun telah menggigit leher sang oni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah pun keluar bagaikan air mancur, menghilang menjadi kabut sebelum mengotori lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Figur raksasa sang oni menjadi samar-samar, berosilasi dan berkerlap-kerlip dengan intens.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakugyouki pun menghilang karenanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aura yang membentuk sang oni dengan cepat tercerai-berai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apa kita menang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka dengan tidak terduga menang dengan mudahnya – sebagaimana Harutora berpikir demikian, kekuatan tubuhnya menghilang dengan segera. Ia terhuyung-huyung sambil menggendong Natsume, namun untungnya Kon dengan cepat datang membantunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apa kita mengalahkan Kakugyouki?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih tepatnya, itu adalah tindakan Hokuto, bukan mereka, namun Natsume masih menjawabnya: “Iya.” Ia perlahan mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha-ha-harutora-sama, pertarungan ini luar biasa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, aku tidak…… sebaliknya, aku sudah mencapai ambang batas……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaki Harutora terasa lemas kembali, dan ia terduduk ditanah dengan bantuan Kon. Setelah terduduk, ia masih tidak berani untuk percaya bahwa pertarungan telah selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun kini permasalahan telah selesai. Sang Investigator telah kabur, dan sayangnya Harutora tidak bisa mengejarnya sekarang. Itu tak ada pilihan, ia hanya bisa puas untuk saat ini, dan meninggalkan sisanya untuk orang lain – membiarkannya untuk diurusi oleh seseorang yang memiliki cukup kekuatan untuk berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diatas Harutora dan yang lainnya, Hokuto, yang telah memusnahkan sang musuh, menunjukan sikap senang penuh kemenangan, berkeliaran dengan bangga diudara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji melompat ke dalam arena dari bangku penonton, dan Tenma dan Kyouko mengikuti nya setelah ragu untuk sesaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiganya bergegas menuju Harutora dan Natsume, dan mengabaikan Touji untuk sesaat, dua yang lain mengenakan ekspresi yang sama seperti Harutora, ekspersi dimana mereka masih belum perrcaya kalau pertarungan telah selesai. Namun, ketika melihat Harutora dan Natsume hidup dan selamat, kerutan yang ada diwajahnya pun akhirnya merileks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Kita berhasil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dengan sangat mengapresiasi fakta tersebut. Puas dan senang pun membubuhi dirinya, dan tak ada momen yang paling indah selain momen saat ini dihati Harutora kini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian, Natsume tiba-tiba ambruk diatas Harutora, dengan ringan membenamkan wajahnya pada dada Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr2 291.png|thumbnail]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa ia pingsan? Pikir Harutora, sedikit panik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume? Kau baik-baik saja?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Yah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara pelan dari dadanya pun menjawab panggilannya, tidak lagi suara tegas ketika ia memanggil Hokuto. Harutora heran, dan ketika ia berpikir untuk ingin melihat wajahnya lebih jelas, ia menolehkan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Na-natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memanggil dengan khawatir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku sangat senang kau datang untuk menyelamatkanku, terima kasih……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Natsume dengan serak. Setelah berkata demikian, ia membenamkan kembali wajahnya pada dada Harutora seolah-olah unutk kabur. Sensai lembut dengan bisikan halus menusuk Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Detak jantungnya berdegup kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, oke.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menjawab dengan kesulitan yang bahkan menurut dirinya terasa sangat komikal. Kon yang berada disisinya dengan miwterius terlihat kesal, dengan jengah menatap dari ujung matanya pada Harutora dan Natsume yang membenamkan tubuhnya pada Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Seperti yang kupikirkan, ini…… berbeda.” Hingga kemudian, gumaman pelan Touji memotong keheningan yang ada diarena tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Natsume menoleh ke sumber suara, dan Kyouko dan Tenma berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji berhenti ditempat dimana Kakugoyuki itu telah menghilang, melihat ke tanah dengan ekspresi suram. Lalu, ia berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku berpikir ada hal yang aneh sebelumnya. Shikigami tersebut sangatlah kuat…… Namun oni yang sesungguhnya tidaklah hanya memiliki kapasitas seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji mengambil jimat rusak yang hampir tersobek sebagaimana ia berkata demikian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apa, apa maksudnya itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memiringkan kepalanya karena ia gagal untuk mengerti, namun ekspresin yang lainnya berubah ketika melihat jimat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebuah jimat shikigami?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan itu juga…… sebuah jimat shikigami baru? Terlebih lagi, itu hanyalah jimat biasa yang dijual dipasaran.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume dan Kyouko berucap dengan kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pe-pelan, bagaimana jimat shikigami ini dijual dipasaran? Kakugyouki bukanlah tipe buatan manusia, seharusnya ia adalah tipe pembantu, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma juga mengeluarkan keraguannya, dan hingga kemudian Harutora menyadari apa yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika shikigami tipe pembantu mengambil bentuk sebagai wujud spiritual, situasi yang paling sering dijumpai adalah dengan beberapa objek yang termaterialisasi sebagai objek intinya, seperti pedang yang berlumuran darah, busana liturgis yang biarawan pakai, atau terkadang bahkan dalam bentuk manusia, dengan aura disekitarnya yang menghasilkan aura spiritual yang sangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, jimat shikigami ada jimat yang digunakan sebagai wadah dari shikigami, alat yang digunakan dalam shikigami buatan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikarenakan hal tersebut memiliki jimat shikigami – dan terlebih lagi ‘jimat shikigami baru yang dijual dipasaran’ – sebagai wadahnya, itu berarti oni tersebut – shikigami tersebut yang muncul dengan wujud oni – adalah shikigami buatan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kakugyouki tersebut palsu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume bergumam bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada diantara mereka yang mengangguk membenarkan, namun juga tidak ada yang berbicara untuk tidak menyetujuinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laki-laki tersebut kabur dari pintu belakng gedung Akademi Onmyou dengan wajah pucat. Laki-laki tua yang melihat adegan tersebut mendesah pelan dengan kecewa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laki-laki tua itu duduk dikursi belakang limusin yang terhenti dijalan bagian area parkir tidak jauh dari pintu belakang. Ia membuka kaca jendela, menatap dengan marah pada laki-laki yang berusaha keras untuk kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh diluar ekspetasiku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis mulut yang dipenuhi kerutan mengeluarkan suara yang terdengar muda diluar dugaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Atau seharusnya kukatakan bahwa performa anak-anak tersebut lebih baik dibandingkan yang diduga…… namun ini sungguh gangguan mata melihat pria yang begitu bermartabat jatuh dengan rendahnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laki-laki tua itu menggunakan kimono hitam legam, dengan kacamata merah darah diwajahnya. Helaian rambut putihnya telah dibentuk rapi dan teratur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laki-laki tua itu seperti seorang senior, namun lebih tepatnya ia terlihat seperti pria mati yang sudah lama dibunuh. Meskipun ia menggunakan kacamata, tak ada ekspresi yang muncul diwajah pria tua tersebut. Ia hanya berucap sambil dengan cuek menggerakkan bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, nadanya yang terdengar muda dan penuh akan emosi, jelas berbeda dengan penampilan dingin seperti orang mati yang ia kenakan, seperti orang muda dengan semangat berlimpah telah dimasukan ke dalam tubuh sang pria tua yang akan mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang laki-laki yang sedang kabur dari gedung akademi berbelok diujung jalam. Figurnya menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian, kegelepan yang tiba-tiba datang menutupi jendela.&lt;br /&gt;
Itu seperti seolah-olah matahari bersembunyi dibalik awan gelap, namun yang menghalangi matahari bukanlah sebuah awan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Yo.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara kasar datang dari balik kaca jendela, dan itu adalah laki-laki yang menghalangi sinar matahari. Ia bersandar pada limusin, mengintip ke dalam jendela tanpa peringatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah laki-laki yang besar, tubuhnya memiliki tinggi sekitar dua meter, dengan otot yang cukup impresif yang terdapat diseluruh tubuhnya dan kerangkanya yang besar pun turut memberikan kesan yang sangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari balik rambut emas pendeknya terdapat wajah yang kontras dengan tipe tubuhnya, dengan fitur yang dalam seolah-olah ia adalah keturunan dari eropa selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alis laki-laki tersebut terlihat indah, dan matanya sedikit sipit dengan lengkungan kelopak mata. Hidungnya yang mancung dan bibirnya yang penuh. Jas bergaris yang dikenakan cukup modis untuk seorang pria yang terlihat serampangan, hingga memberikan kesan cerdas sebagai gantinya. Disisi lain, setiap bagian tubuh sang pria tersebut memberikan kesan seorang karnivora yang bahkan tidak bisa ia sembunyikan meskipun ia mencoba. Namun, setiap pergerakan yang dibuat oleh sang pria jelas memberikan kesan dewasa, mendunia, dan elegan, membentuk semacam pesona seperti sebuah parfum yang terdapat disekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan orang buta saja dapat mengetahui bahwa ia bukanlah orang normal, dan ‘seorang pemimpin mafia’ mungkin deskripsi yang tepat untuknya. Umurnya terlihat lebih dari tiga puluhan, namun tidak terlihat dirinya telah menginjak umur empat puluh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang pria menaruh lengan kekarnya diatas atap limusin tersebut, berbicara pada pria tua didalamnya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisakah kau tidak menggunakan nama orang semaumu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut terdengar seperti sebuah tuduhan, namun tidak ada amarah dalam nadanya. Sang pria tua pun turut menjawabnya dengan santai seolah-olah ia bersenda-gurau: “Kau menangkapku.” Wajahnya masih memiliki ekspresi seperti orang mati, dan ia tidak berbicara dengan rasa bersalah yang tulus sama sekali, namun jelas terdengar gembira seolah-olah mereka sedang bersenang-senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa sebenarnya kau sangat penasaran?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dinginnya, bukankah enam puluh tahun berjalan dengan cepat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka bahkan bukan enam puluh tahun yang cepat, ini bukanlah saatnya &lt;br /&gt;
untuk merasa nostalgia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang pria berbicara dengan tenang, dan sang pria tua tertawa pelan sebagaimana ia mendengarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah? Aku mengakumulasikan sedikit kebencian selama enam puluh tahun ini. Aku bisa dengan sangat menyebut waktu tersebut nostalgik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terlalu dianggap serius.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau berkata demikian, namun aku selalu mendepatkan disposisi ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah…… Kau harusnya tetap saja dibelakang layar. Kapanpun kau muncul, selalu muncul masalah secara signifikan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laki-laki tersebut berbicara seolah-olah ia kesal, namun sebenarnya ia hanyalah berpura-pura, dan sama sekali tidak peduli dalam hatinya. Pada akhirnya, ia masih tidak berencana untuk turut ikut campur bahkan jika keadaan bermasalah tersebut bertambah atau meningkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang pria tua terlihat mulai marah dengan sikapnya yang tidak peduli, dengan keras kepala bertanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau benar-benar tidak peduli sama sekali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak bisa bilang bahwa aku benar-benar tidak peduli, namun aku tidak akan terburu-buru untuk mengonfirmasi. Metodeku berbeda dengan Hishamaru.” Dengan tak sabar sang pria menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmph, Begitu…… Jadi, kau masih belum bisa berkontak dengan Hishamaru? Orang tersebut cukup dingin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu bukan urusanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laki-laki tersebut pun menjawab dengan dingin. Interaksi diantara mereka terlihat kaku, namun respon mereka terlihat seperti mereka familiar satu sama lain. Sebenarnya, perjanjian diantara keduanya sudah terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, aura hantu dari tubuhmu sedikit terlalu kuat. Sudah kuperingatkan sebelumnya, bisakah kau menyembunyikan dirimu dengan sedikit lebih serius?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, aku sudah tidak terlalu memerdulikannya lagi sejak lama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sudah setua ini…… Ah, kau lihat, kau bahkan membuatku disadari, dan itu bahkan oleh pemuda tersebut! Sungguh……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang pria tua bergumam dengan jijik. Jika ekspresinya dapat berubah, wajahnya sudah pasti akan mengerut sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang laki-laki pun menyandarkan diri pada mobil tersebut dan menolehkan leher kekarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Laki-laki itu huh, ia tidak terlalu buruk seperti yang kau katakan. Apa kau saling mengenal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami saling bersinggungan sebelumnya. Rekan arogan tersebut menyerah untuk melarikan diri dariku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria tua tersebut mengutuk dengan sebal. Sang laki-laki tersenyum ringan, dengan tulus mengatakan: “Laki-laki tersebut memiliki masa depan yang menjanjikan.” Kalimat tersebut membuat sang pria tua tak senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimanapun juga, kepala sekolah Onmyou Akademi adalah seorang peramal yang handal, dan mungkin dia sudah lama melihat tipu muslihatmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bersekongkol melawan satu sama lain adalah bagian yang menarik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh ketertarikan yang buruk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang pria mengangkat lengannya dari atap mobil tersebut sebagaimana ia berkata demikian, tubuhnya pun turut meninggalkan sandaran pada mobil tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimanapun juga, aku tidak tertarik untuk mengetahui seberapa buruk ketertarikanmu itu, namun jangan gunakan namaku semaumu untuk permainan bodohmu. Aku hanya datang untuk memeringatimu itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun membalikkan tubuhnya, meninggalkan limusin tersebut. Sang pria tua tidak memaksanya untuk tetap tinggal, ataupun membuka mulutnya untuk mengucapkan selamat tinggal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana ia akan pergi, sang laki-laki tiba-tiba berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Benar, darimana tepatnya bocah tengil tersebut?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nn? Bocah mana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harimau.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh, sepertinya dia adalah anak yang berasal dari keluarga cabang, kemampuannya tidak terlalu buruk. Dengan ini, sang harimau dan sang naga saling berdampingan, namun sang harimau benar-benar lemah…… Apa kau tertarik dengan orang tersebut?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang pria tua bertanya, tidak mengerti. Seseorang yang jeli mungkin akan bisa menyadari bahwa ada sedikit rasa ingin tahu yang terbersit dibali suara sang pria tua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tidak, bukan apa-apa. Ingat untuk tidak melakukannya berlebihan, Doman.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei hei, bukankah kau baru saja bilang bahwa kau tidak tertarik dengan ketertarikan orang lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang pria tua membalas seperti ia sedang memarahi seorang anak kecil. Sang pria hanya tersenyum kecut, akhirnya meninggalkan limusin tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berjalan dengan punggung yang menghadap sang pria tua dan gedung akademi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kau tidak berubah sama sekali, masih sangat setia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada orang selain dirinya yang mendengar gumaman tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang pria dengan perlahan berjalan pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanannya ia taruh dikantung celananya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kiri dari pakaiannya pun melambai-lambai pelan diudara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
☆&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial…… Sial…… Sialan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air mata mengalir menuruni wajah sang Investigator Mistis sebagaimana ia berusaha kabur, bahunya bergerak naik turun sebagaimana ia bernapas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini seharusnya tidak berjalan seperti ini, semuanya berjalan berantakan. Kenapa ia terjatuh dan memiliki takdir yang menyedihkan? Ia tidak mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa? Aku Hishamaru, aku adalah Hishamaru, namun Kakugyouki…… Ahh, sial, apa yang harus kulakukan untuk mendapatkan pengakuan dari pria hebat itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikirannya tidak beroperasi dengan normal karena kebingungan dan putus asa yang melandanya. Untuk saat ini, ia hanya bisa untuk kembali kepada rekan-rekannya dan mendengarkan instruksi pria tersebut. Sang pria tua yang tiba-tiba muncul dihadapannya suatu hari, memberitahukannya tentang kehidupan masa lalunya, dan mengizinkannya untuk bertemu kembali dengan sekutu masa lalunya Kakugyouki. Ia sangat percaya bahwa sang pria hebat tersebut pasti memiliki cara untuk membereskan kesulitan yag ia hadapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Meskipun aku telah pergi untuk beberapa saat, kualitas dari Investigator Mistis telah sedikit menurun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Investigator pun berteriak dan berhenti bergerak, tidak mengetahui ada dimana sumber suara tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak melihat satu orang pun meskipun ia telah melihat ke seluruh pelosok jalan kecil diantara dua gedung tersebut. Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kurasa bencana spiritual telah bertambah, jadi seluruh orang yang cukup berbakat dilarikan ke divisi &#039;&#039;excorcist&#039;&#039;. Sungguh menyedihkan, itu sungguh berbahaya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara tersebut datang dari belakangnya – dan terlebih lagi suara yang tadinya berada cukup jauh darinya kini menjadi terasa sangat dekat. Ia ingin dengan segera berbalik dan kabur, namun seluruh tubuhnya tidak bisa bergerak, bahkan satu jari pun – tidak, bahkan ia tidak bisa menggerakkan lidahnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah sihir. Ini berbeda dengan jimat sihir  yang telah ia gunakan ketika Natsume tak sadarkan diri, ini adalah metode penaklukan Shugendo, Pengikat Rantai Emas – &#039;&#039;Unmoving Golden Chain&#039;&#039;. Namun, lawan telah menggunakannya tanpa mantra, dan ia bahkan sama sekali tidak merasakan keberadaan sang pengguna. Sihir tak terdeteksi. Dan itu bukanlah sihir tak terdeteksi biasa -  ia takut bahwa itu adalah Sihir tak terdeteksi Marici – &#039;&#039;Marici Stealth Tantra&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kehadiran yang ada dibelakangnya tiba-tiba mendekat, membuat suara &#039;&#039;‘clunk’&#039;&#039; dari langkah kakinya. Suara keras nan dingin yang berbeda dengan suara benturan alas kaki pada tanah pun menggema dalam gang kecil tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang pengguna yang telah mengikatnya berjalan dihadapan dirinya yang terikat, namun disaat yang bersamaan, sihir yang mengikat tubuhnya juga mengambil indera penglihatannya, membutakan penglihatannya dan dengan kejam menjatuhkannya ke dalam kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bersikeras mencoba untuk membuka matanya yang perlahan menggelap, memaksa dirinya untuk melihat kaki sang pengguna sihir. Sebuah tongkat berjalan, dan kaki kayu palsu yang terlihat seperti mainan. Disaat itu, memorinya pun teringat olehnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia berada di Inestigator Mistis, ada sebuah rumor mengenai Investigator Mistis yang berkemampuan hebat yang telah lama menjadi sebuah legenda. Orang tersebut memiliki kualifikasi kemampuan untuk menjadi Onmyouji Nasional Kelas Satu, salah satu dari Dua Belas Pemimpin Suci, namun namanya tidak diketahui publik karena dirinya yang dirahasiakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah meninggalkan barisan depan setelah kehilangna kaki kanannya, dan dirumorkan bahwa hanya beberapa para petinggi yang tahu dimana keberadaan Onmyouji tersebut setelah menghilang. Ia awalnya percaya bahwa itu hanyalah sebuah rumor kosong belaka, dan ia tidak pernah berpikir bahwa ia akan bertemu dengannya ditempat seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana pemikiran tersebut terbersit dalam benaknya, sihir yang mengikatnya bukan hanya terdapat pada penglihatannya semata, namun bahkan juga pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat yang bersamaan dimana cahaya menghilang dari matanya, kesadarannya pun turut jatuh dalam kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh sungguh, pemuda ini bahkan mengharuskanku kerja lemburan. Sungguh melelahkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo merendahkan kepalanya untuk melihat sang Investigator yang terjatuh, bergumam dengan kesal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian, kucing calico kecil berjalan memasuki gang tersebut tempat dimana tempat Ohtomo berada dengan mengeong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo dengan segera memberengut ketika melihat kucing tersebut. Sang kucing tidak mengindahkan reaksi Ohtomo, dengan tanpa bersuara berjalan dengan kaki-kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengecek sang Investigator yang terjatuh dan kemudian melihat ke arah Ohtomo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau telah bekerja keras, Ohtomo-sensei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara kepala sekolah Kurahashi pun muncul dari mulut sang kucing, dan Ohtomo merespon dengan wajah yang sedikit kesal: “Jangan disebutkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lagipula ia hanyalah hal kecil, untuk sedikit lebih kejamnya, namun kurasa sepertinya masih banyak orang-orang sepertinya yang berkeliaran saat ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ia kemungkinan sudah sangat terpengaruh sejak lama. Berdasarkan apa yang kulihat diarena, kepribadiannya memiliki perpecahan yang serius.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, sandiwara satu orang dengan dua kepribadian tersebut? Kau juga melihatnya, kepala sekolah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja, mereka adalah murid-murid kesayanganku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi sang kucing tidak ada perubahan, dan Ohtomo pun menolehkan wajahnya dan berkata: “……Kau dengan sengaja memonitoriku, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu, Ohtomo-sensei?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, kepala sekolah, aku tidak mengatakan apapun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Ohtomo dengan polos, menunjukan senyum seri-seri palsu yang tak biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kucing pun membenarkan posturnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Biarkan aku dengan benar berterimakasih kembali padamu, Ohtomo-sensei. Namun, pertunjukan yang dilakukan oleh murid-murid tersebut sedikit berbahaya, dan aku tidak bisa menyetujuinya. Kau seharusnya menengahinya ketika ia memanggil Kakugyouki palsu tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu akan sedikit sulit. Abaikan penguntit bodoh tersebut, bagaimana dengan dua mata besar tersebut yang dengan ganas terlihat dari samping tersebut? Jika aku kehilangan kakiku lagi, karirku dimasa depan nanti sebagai guru akan jadi sebuah masalah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku bisa dengan khusus membuatkanmu sebuah shikigami kursi dorong untukmu. Penawaran gratis.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwah, sungguh menakutkan…… Kenapa nenek tua ini tidak dengan segera mati……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, bukan apa-apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo mengambil napas, mundur dengan berlebihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan aku sudah mengambil tindakan pencegahan sebelumnya. Melihat pedang kayu tersebut hancur benar-benar mengejutkanku. Meskipun itu adalah benda sihir yang kubuat dengan tak sengaja, tidak pernah terpikir olehku bahwa itu akan hancur! Namun, karena pelajaran tersebut, kau bisa menyebutkan bahwa shakujou tersebut adalah mahakaryaku, dan bukankah itu sebenarnya cukup berguna juga? Dan juga, cucumu juga berusaha dengan bagus! Kau melihat efek dari strategiku kemarin, pertemanan diantara mereka meningkat karena rencana gurunya yang kelelahan, dan itulah mengapa mereka mampu menggunakan kekuatan dari pertemanan mereka yang indah dan mengurus oni jahat palsu tersebut!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo pun menari kegirangan dan dengan sangat membangga-banggakan hasil kerjanya. Sang kucing shikigami pun dengan diam hanya memerhatikan Onmyouji berkaki palsu tersebut, menunjukan tatapan skeptic yang lazim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Juga, mungkinkah kau terlalu kebingungan saat ini, Kepala sekolah? Kau tahu bahwa idiot tersebut adalah seorang fanatik Yakou sejak lama, bukan? Namun berpikiran bahwa kau hanya membiarkannya…… itu sedikit berisiko.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kucing pun menggoyang-goyangkan ekornya mendenganr sarkam Ohtomo, jelas tidak mengkhawatirkannya sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang kuketahui hanyalah bahwa ia ada hubungannya dengan Sindikat Tanduk Kembar, aku tidak melihatnya lebih jauh. Ini adalah kesempatan bagus untuk kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi maksudmu, kau benar-benar menggunakan muridmu sebagai umppan, dan kau bahkan berkata ‘aku tidak menyetujui’ kepada orang lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong untuk terbiasa dengan hal-hal kecil semacam ini sesegera mungkin. Juga, aku telah mengingatkan pihak yang dikhawatirkan sebelumnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kucing berbicara dengan tenang, dan Ohtomo mengernyitkan alisnya dengan tidak senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Munafik……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak tidak, bukan apa-apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kucing pun mendesah pada Ohtomo yang berpura-pura, kemudian membalikan badannya, meninggalkan Ohtomo dengan senyum kecutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku harus pergi untuk menginformasi Agensi Onmyou, jadi kuserahkan sisanya padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tidakkah aku akan mendapatkan uang lemburan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh sungguh, bukankah ini untuk murid kesayanganmu? Uang seharusnya bukanlah masalah, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Masalahnya bukanlah uang, tapi ketulusannya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluh Ohtomo, dan sang kucing pun tidak membahas lebih jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kucing pun meninggalkan gang kecil tersebut dengan langkah ringan, dan bawahan yang melihat shikigami tersebut pergi, dengan kekanak-kanakannya menjulurkan lidahnya ke tempat dimana kucing tersebut pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berada diasramanya dengan terburu-buru mengerjakan tugasnya dihari Minggu pertama semenjak kedatangannya di Tokyo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemandangan diluar sungguh indah, dengan cahaya matahari akhir musim panas yang menyinari. Ia awalnya berencana untuk pergi keluar membeli beberapa kebutuhan sehari-hari, namun setelah insiden tersebut, ia telah terus-menerus mengistirahatkan dirinya dan tidak mampu untuk pergi datang ke kelas. Sekarang ia dengan sangat berusaha menyalin catatan-catatan pelajaran kelas untuk mengejar ketinggalan. Namun ia hanya menyalin, dan tidak benar-benar mengerti apa isi dari catatan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji, yang datang untuk menyerahkan catatan tersebut, juga berada didalam kamar Harutora. Ia duduk didekat jendela sambil melihat pemandangan yang diberikan, membicarakan perkembangan terkini yang ia alami selama Harutora beristirahat. Sebenarnya, Touji hanya mengantarkan catatan tersebut, dan Tenmalah orang yang mencatat pelajaran tersebut. Touji sebenarnya tidak mencatat pelajaran dikelas, dan Natsume telah mulai bekerja sama dengan Investigator Mistis dengan investigasinya kembali, jadi ia juga tidak benar-benar bisa mendatangi kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Pada akhirnya, masalah tersebut tak benar-benar terselesaikan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, sama seperti masalah sebelum kita ke sini. Fanatik Yakou menemukan Natsume, tapi pada akhirnya kita masih belum mengetahui pasti siapa mereka dibaliknya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para guru yang akhirnya datang setelah kejaian tersebut sangatlah terkejut pada keadaan lapangan latihan sihir dan denan segera melindungi Harutora dan yang lainnya. Sang kepala sekolah telah menghubungi Agensi Onmyou, dan Investigator Mistis – kepercayaan Harutora pada Investigator Mistis telah cukup menurun – memeriksa setiap rekaan adegan satu persatu, mengumpulkan barang bukti pada temat kejadian perkara dan dilanjut dengan sesi tanya jawab, dan wali kelas mereka guru Ohtomo baru saja sampai sepuluh menit sebelumnya, lima jam lebih dari ketika Harutora dan yang lainnya berhadapan dengan bahaya. Evaluasinya sebagai guru wali kelas kini akan menemui akhirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, mereka telah mendengar bahwa sang Investigator yang kabur telah ditangkap, namun proses interogasi tidak berjalan lancar. Semakin mereka menginterogasi, semakin membuktikan bahwa sang Investigator telah diperguna tanpa mengetahui apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ia bilang ia memiliki rekan lainnya, jadi apakah kita telah mengalahkan salah satu fanatik Yakou?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, sepertinya memori terblokir dengan sihir, dan Agensi Onmyou sedang berusaha untuk membukanya, tapi mereka tidak memberitahukan identitas mereka kepada satu sama lainnya sejak awal, jadi itu sedikit meragukan berapa banyaknya yang mampu mereka gali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Bagaimana dengan Kakugyouki?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang diduga, itu adalah palsu, dan tentu saja laki-laki tersebut yang memanggil dirinya sebagai Hishamaru adalah kebohongan besar, dan ia tertipu daya oleh sihir – singkatnya, ia hanya berfantasi, jadi perkataan Natsume sebenarnya telah memukul telak orang tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menatap pemandangan yang ada diluar jendela, menunjukan tatapan tajam yang sulit dimengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Namun itu tidak benar-benar tidak diduga. Hal tersebut bahkan tidak bisa dibandingkan dengan oni yang pernah kulihat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menyebutkannya dengan santai, namun Harutora tak mampu untuk tidak berhenti menyalin catatannya dan menolehkan wajahnya untuk melirik ke arah jendela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu berisik.” Harutora sedikit memberengut, dan kemudian ia sadar bahwa ruangan dimana suara tersebut berasal datang dari kamar yang seharusnya kosong. Ia pun tak mampu untuk tidak terheran-heran entah seseorang diam-diam menggunakan ruangan tersebut sebgai gudang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana ia berpikiran demikian, Touji yang telah kembali menjadi normal untuk beberapa poin lanjut berbicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang menarik adalah &#039;&#039;style&#039;&#039; dimana Kakugyouki palsu tersebut dan wadah kodoku dibuat dengan sangat berbeda, seolah-olah mereka dibuat oleh orang yang berbeda.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-itu berarti…… orang tersebut tidak membuat shikigami oni tersebut?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya ia percaya bahwa itu adalah Kakugyouki sungguhan, dan berdasarkan pernyataanya, ada seseorang yang memerintahkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menjawaa dengan dingin. Lagipula, insiden tersebut masih dalam investigasi, dan aka nada dimana hari mereka akan mendapatkan lebih banya detilnya. Mereka hanya bisa mengerti beberapa hal sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian, suara keras pun datang dari kamar yang ada disebelahny, seperti seseorang yang sedang memindah-mindahkan barang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya ada apa ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berencana untuk mengetahui apa yang sedang terjadi ketika suara ketukan datang dari luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berdiri dan melewai luasnya ruangan untuk membukakan pintu. Kon berdiri didepan pintu dengan baki merah ditangannya dan cangkir the yang diletakkan diatasnya. Ia telah dengan segera menuju lantai satu untuk membuatkannya the hanya karena tuannya memiliki seorang tamu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, jadi itu Kon. Terima kasih untuk tehnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, ia membukakan pintu dan bergeser untuk membiarkan Kon memasuki ruangan, namun Kon tetap berdiri dikoridor, tidak bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-h-harutora-sama, sebenarnya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telinga Kon berkedut-kedut khawatir dan ia melirik sekilas ke arah koridor – ke arah ruangan sebelah dimana suara tersebut berasal. Harutora bertanya: “Ada apa?”, menjulurkan kepalanya keluar dan melihat ke arah koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume berdiri disana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berada didepan ruangan sebelah dengan pintu yang tebuka, melihat-lihat keadaan didalamnya dengan banyaknya kotak dan koper yang ada disekitar kakinya. Mata Harutora pun melebar karena terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang kau lakukan disini – sebagaimana ia berpikiran untuk membuka mulutnya bertanya, sebuah bayangan humanoid datang dari dalam ruangan sebelah. Natsume tidak mengindahkan Harutora yang terkejut, sikapnya jelas-jelas terlihat tenang. Sang bayangan berlutut didepan Natsume, mengangkat kotak yang tergeletak dikoridor dan kembali ke ruangan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun berlari keluar dari kamarnya, panik. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“N-n-natsume? Benda apa itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh Harutora, apakah tugasmu sudah selesai?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume menoleh dan tersenyum seperti seolah-olah ia baru saja menyadarinya sekarang, ia terlihat sangat senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sedang mengerjakannya sekarang. Sungguh benda hitam apa itu sebenarnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu hanyalah shikigami sederhana yang aku buat untuk membantuku memindahkan barang-barang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memindahkan barang apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga akan tinggal disini mulai hari ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Natsume dengan bangga dan Harutora pun ternganga dengan bodohnya ketika mendengar hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tinggal disini…… Kau?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah aku berkata demikian?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi ini adalah asrama laki-laki!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku seorang laki-laki, ingat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Natsume dengan yakin, dan Harutora pun tak mampu menemukan kata untuk membalas. Meskipun ia ingin menganggap ini hanyalah sebuah candaan, ia tahu Natsume tidak bercanda mengenai ini, terlepas dari seberapa sedikitnya ia mengerti tujuan Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume pun mengerucutkan bibirnya marah sebagaimana ia melihat Harutora yang terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sungguh lamban, Harutora. Insiden besar telah terjadi sebelumnya, tapi mungkinkah itu tidak membuatmu merasa waspada sama sekali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wa-waspada…… Waspada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haruskah aku menjelaskan? Tentu saja faka bahwa aku akan selalu dalam bahaya setiap waktu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kau masih tidak mengerti juga! Kau adalah shikigamiku, dan itu adalah tugasmu untuk melindungiku selama dua puluh empat jam!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume berbicara serius seolah-olah ia adalah ketua kelas yang sedang menjelaskan peraturan kelas kepada yang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, jadi kau ingin aku untuk menjagamu, tapi kau……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kau tidak perlu takut apapun selama kau memiliki Hokuto, jadi itu tidak diperlukan jika aku ada atau tidak, bukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora hampir saja menyuarakan kalimat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kaulah yang menginginkanku untuk melakukan hal tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau ingin aku untuk lebih berani dan mengandalkan orang disekitarku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semburat merah pun muncul ketika ia mengingat kembali perkataannya dan bagaimana emosinya yang menggelora saat itu. Tuannya pun turut memerah sebagaimana dalam diam ia menatap shikigaminya. Ketika ia melihat tatapan yang dipenuhi akan kepercayaan tersebut, Harutora pun tak mampu untuk tidak merasakan bahwa Natsume, yang telah dengan sukarela mengubah dirinya agar sesuai dengan pendapatnya, terlihat lebih tulus dan manis dibandingkan biasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi, pertama! Bukankah ini sedikit berisiko? Itu tidak mungkin bagimu untuk tinggal diasrama laki-laki!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bantu aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bantu? Bagaimana aku membantumu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa, bukankah kau menginginkanku untuk mengandalkanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume merajuk kembali, menaikkan tatapannya untuk melihat ke arah Harutora sebagaimana ia berbicara, seolah-olah menghukumi Harutora karena tidak berperasaan. Pertanyaan tersebut membuat Harutora terdiam, dan kemudian ia menyadari bahwa Kon dan Touji mengintip dari kamarnya dan memerhatikan adegan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian— “Huh? Apa yang kau lakukan, Harutora-kun?” tenma berjalan memasuki koridor asrama. Bukan hanya ia telah memberikan catatan kelasnya, bahkan ia dengan sukarela untuk menjelaskannya. Kyouko pun turut mengikuti dibelakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenma, dan…… Kurahashi? Kenapa kau datang juga?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apa, apa aku tidak disambut?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, bukan itu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah tak sadarkan diri setelah insiden tersebut selesai dan tidak sempat berbicara dengan Kyouko. Meskipun mereka telah bekerja sama untuk melewati krisis tersebut, sebelumnya keduanya tidaklah akur, dan Harutora tidak tahu sikap apa yang harus ia berikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana Harutora ragu-ragu dan bimbang—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenma-kun, Kurahashi-san, terima kasih atas kejadian sebelumnya dan maaf telah merepotkan kalian.” Natsume melangkah maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma ddan Kurahashi seperti tidak menduga Natsume untuk berada disini. keberadaan Natsume yang tiba-tiba, dan juga ia yang membungkuk unutk berterima kasih, membuat keduanya bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ja-jangan berkata begitu, apalagi dikarenakan…… aku tidak terlalu banyak membantu sama sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak benar, aku sangat berterimakasih atas bantuan kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume sekali lagi berterimakasih dengan sikap yang tulus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, Natsume adalah orang yang keras kepala dan enggan untuk bergaul dengan yang lain, namun setelah ia membuka hatinya, ia sangatlah tulus bagaikan anak kecil. Tenma dan Kyouko pun hanya bisa menunjukan senyum kaku menghadapi perubahan yang tiba-tiba ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kyouko-san, aku juga harus berterimakasih padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, itu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Meskipun aku banyak mengatakan perkataan yang cukup kasar padamu, tolong percaya bahwa aku tidak memiliki maksud jahat sama sekali. Juga, kau mau membantuku meskipun aku memiliki sikap yang buruk terhadapmu, aku sangat berterimakasih. Aku akan mengikuti rasa toleransimu, jadi kumohon semoga kita bisa berteman baik nantinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume menatap dengan tatapan polosnya terhadap Kyouko yang terdiam. Wajah Natsume tersenyum berseri-seri, dan Kyouko melihat dengan bingung, wajahnya pun memerah dan semakin memerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan berkata seperti itu…… Aku hanya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menjawab malu-malu, tak mampu menjawab dan menolehkan wajahnya malu-malu sebelum ia selesai berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu— “Ha-harutora-kun, coba ke sini sebentar—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menarik lengan Harutora dan meninggalkan Natusme dan Harutora yang kebingungan, berlari melewati koridor, berjalan menuruni tangga, dan turut membawa Harutora yang kebingungan menuju tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-apa ini, kenapa kau tiba-tiba membawaku kemari?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah Natsume-kun telah memikirkan hal sebelumnya? Mungkinkah dia mengingat janjinya denganku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Kyouko sangatlah merah sebagaimana ia bertanya kkepada Harutora dengan senang. Ia terlihat telah salah menanggapi perubahan sikap Natsume yang tiba-tiba sebagaimana ia mengingat pertemuannya sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh……” Harutora menjawa dengan canggung. “……Maaf, aku tidak bertanya padanya, tapi aku berpikir bahwa situasinya seperti apa yang kau pikirkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“La-lalu kenapa dia tiba-tiba mengubah sikapnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya kau tidak bisa menyebutnya tiba-tiba. Bukankah ia bilang bahwa ia berterimakasih bahwa kau telah membantunya? Itulah mengapa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menjelaskan. Kyouko pun mengertakan bibirnya seolah-olah ia masih tidak mampu menerima pernyataan tersebut. Ketika Harutora berhenti berbicara, Kyouko tiba-tiba sadar bahwa ia masih mengenggam lengan Harutora, dan dengan segera melepaskannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu benar bahwa satu-satunya yang ada dikepalanya adalah dirinya dan keluarga Tsuchimikado, namun itu semua adalah sikap yang secara tidak sadar untuk melindungi dirinya. Setelah ia berpikir kau adalah temannya, sikapnya akan menjadi terlihat lebih tulus. Kepribadian anak tersebut sebenarnya seperti anak kecil, dan karenanya, sikapnya juga sangat simpel.” Ucap Harutora lebih jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Teman? Aku? Tapi aku terlalu merendahkan Harutora-kun sebelumnya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Meskipun aku tidak mengerti kenapa kau selalu mencari-cari masalah dengan keluarga Tsuchimikado, dia tidak membencimu, ataupun marah. Dia pun juga tidak membenci dirimu sebelum insiden ini terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia hanya berasa bahwa kau tidak beralasan – Harutora tidak mengatakan hal tersebut, menggedikan bahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Kyouko tiba-tiba menundukan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajahnya yang memerah pun berubah menjadi bercahaya, seolah-olah alam gelap nan panjang telah datang, dan menyambut cahaya penuh harapan tersebut. Ia jelas dalam jiwa yang bercahaya dan sangat bersemangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku…… sangat menyukai Natsume-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu, itu bagu – Apa kau bilang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora hanya bisa meragukan dirinya entah ia salah mendengar atau tidak. Tidak terpengaruh dengan keterkejutan Harutora, Kyouko menunjukan senyum malu-malu dan polosnya seorang wanita diwajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Meskipun sangat disayangkan bahwa Natsume-kun lupa dengan janjinya…… Aku sebenarnya sadar bahwa aku tidak bisa menyalahkannya, karena itu adalah sesuatu yang telah terjadi beberapa tahun lalu. Jadi, aku akan menyerah untuk mengonfirmasikannya terhadapnya – tidak, aku tidak akan menyerah, namun untuk sekarang aku telah memutuskan untuk memulai kembali dari awal. Aku akhirnya mengerti bahwa aku sangat menyukai Natsume-kun sampai saat ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora ternganga, matanya melebar karena terkejut, menatap Kyouko yang terlihat tidak waras. Perubahan dalam sikapnya mengalahkan Natsume. &lt;br /&gt;
Sungguh ada dimana gadis yang penuh dengan kesombongan itu menghilang? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk apa ia terus-terusan harus menderita?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“K-kau menyukai Natsume? Tapi lalu kenapa—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bodoh, jangan mengatakannya keras-keras! Natsume-kun itu berbakat dan keren dan lembut, dan khususnya ia terlihat begitu polos dari penampilan luarnya, tapi ia sangatlah lembut didalamnya, jadi kenapa aku tidak bisa menyukainya? Juga, aku telah menyukainya semenjak aku kecil, jadi kau tidak diperbolehkan menentangnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku, aku tidak bermaksud demikian, itu hanya saja……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Kyouko memerah, ia berbicara dengan cepat seolah-olah untuk menutupi rasa malunya. Harutora sudah tau semenjak mereka pertama kali bertemu, namun ini kali pertama dirinya mendengar bahwa Kyouko menyukai Natsume setelah pertemuan mereka. Untuk sesaat ia tidak tahu harus merespon seperti apa. Hingga kemudian Kyouko berkata “benar,” terlihat seperti ia sedang memikirkan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku membantumu sangat banyak diinsiden tersebut, jadi kau berhutang padaku. Bantu aku untuk mendekatkan diri pada Natsume-kun sebagai gantinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mendekatkan diri!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be-benar, apa yang salah dengan itu? Bukannya kau harus membantuku? Kenyataanya, aku bisa saja termasuk sebagai penyelamatmu! Mungkinkah kau enggan melakukannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko berubah, mendapatkan kembali kepribadian aslinya, menatap Harutora dengan alis yang saling bertaut dan nada yang mengintimidasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-itu bukannya aku enggan, tapi itu sangat sulit untukku untuk membantu…...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, dia sebenarnya memiliki bebrapa rahasia, atau mungkin bisa kukatakan ‘tradisi’ yang ia hormati, jadi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikarenakan ia tidak bisa memberitahukan identitas asli Natsume, ia tidak bisa membantu permintaan Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan Kyouko pun terpaut kepada Harutora dengan tatapan meneliti, dan tiba-tiba, ia menunjukan tatapan mengerti dan angkuh sebagaimana ia mendapat pencerahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah kau menyukaiku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya, matanya membulat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi begitu…… Kau melihatku seolah-olah kau kaget ketika kau pertama kali melihatku diruang kelas juga. Benar, itu pasti begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, tunggu, itu salah paham!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dengan cepat menggeleng-gelengkan kepalanya. Sebenarnya, ia memeang sedikit menyukai Kyouko pada hari pertama sekolah, namun ia tidak berpikir bahwa ia akan menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko sangatlah manis – meskipun hanya terbatas pada penampilan luarnya saja – dan itu tidak data dipungkiri, namun kesan ‘baik’ pertama tersebut telah hancur berkeping-keping dihari itu juga. Tentu saja, ia tidak memeiliki keberanian untuk langsung mengatakan hal tersebut langsung didepan orangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sayangnya, perasaanku seperti apa yang baru saja kukatakan tadi, jadi kau harus menbantuku, mengerti? Ini adalah janji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko bergerak maju menuju Harutora, melihatnya dan mengulangi perkataanya dengan mengangkat jari telunjuknya. Ia tidak mendengarkan pendapat Harutora sama sekali, membuat Harutora sakit kepala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun disisi lain, namun itu tidaklah tidak terduga mengetahui sikap dengan kepercayaan diri yang sangat tersebut muncul dari kepribadian Kyouko yang feminin. Itu terlihat lebih cocok untuknya dibandingkan saat ia melihat dirinya pertama kali dikelas, ataupun saat dimana ia tengah bertengkar dengan Natsume, atau bahkan ia telah memanggil Harutora untuk mengeluh. Matanya bersinar, bibirnya tersenyum senan. Penampilannya saat ini dapat menunjukan pesona uniknya yang sangat, sebuah pembuktian yang jauh lebih baik dibandingkan ribuan kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bertekad kuat, namun memesona.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
……Huh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat itu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adegan yang telah terlupakan oleh masa lalu pun tiba-tiba muncul didalam pikiran Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah remang-remang memori lama, yang membuatnya merasa penasaran dan nostalgik – memori tersebut seperti ditunjukan didalam sebuah lemari, masih terlihat indah, dan cemerlang meskipun telah tertimbun oleh pasir-pasir waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Harutora?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara rendah, berat nan kaku pun memanggil. Ketika ia menoleh, Natsume menatap pada Harutora dan Kyouko yang sedang berbicara dari koridor lantai dua seperti sebuah pengulangan atas adegan dari tangga darurat akademi. Hati Harutora pun melompat, dan wajh Kyouko dengan cepat memerah, menjawab dengan suara lemah nan lembut: “Natsume-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, Harutora-kun tiba-tiba saja bilang kalau dia ada hal penting yang harus dibicarakan denganku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kami sudah selesai berbicara. Meskipun aku datang tanpa memberitahu, bisakah aku masuk?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisakah? ……Bukankah itu ruanganku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluh Harutora, namun Kyouko berpura-pra tidak mendengarnya. Natsume menjawab: “Silakan.” Kyouko dengan senang hati berjalan naik menuju lantai dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia berbelok menuju koridor, ia memberikan harutora tatapn mengingatkan untuk tidak melupakan janji mereka, seperti ratu yang memerintah bawahannya untuk pergi dengan tatapan kuat nan arogannya. &lt;br /&gt;
Kyouko adalah anak kesayangan keluarga Kurahashi, dan sepertinya memang &lt;br /&gt;
cocok jika yang lainnya memanggilnya ‘tuan putri’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana Harutora berpikir bagaimana untuk mengatasi masalah yang diakibatkan oleh Kyouko— “……Maaf mengganggu pembicaraanmu.” Natsume menyelanya, suara dan tatapannya terdengar dingin bagaikan es batu. Ia menyandarkan bahunya pada dinding terdekat, menundukan wajahnya untuk melihat denga dingin ke arah tangga. Harutora dengan instan merasa bahwa situasinya telah berubah menjadi sangat berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-ada apa, Natsume, mungkinkah kau mendengar pembicaraan tersebut?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Natsume cepat, dan Harutora menyimpulka dari nadanya bahwa Natsume pasti mendengar sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalahnya adalah apa yang ia dengar…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Harutora, kau dapat ‘menyukai’ siapaun yang kau suka, tapi jangan lupakan kewajibanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu, kau mendenar semuanya dari situ!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa ia mulai menguping dibagian yang paling buruk seolah-olah mencari kesempatan padanya untuk mengancamnya? Harutora dengan cepat menaiki tangga, namundengan sengaja Natsume pergi darinya, dengan dingin meninggalkan shikigaminya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau salah, Natsume, itu tidak seperti yang kau pikirkan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak peduli aku benar atau salah, dan aku tidak peduli jika itu benar. Aku tidak peduli sama sekali, bahkan aku tidak peduli sedikit pun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau jelas sangat peduli! Dan kau sangat-sangatlah peduli!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tergagap dengan perkataanya, dan Natsume berbalik menghadap Harutora, tak mampu untuk menahan amarahnya lebih lama lagi.&lt;br /&gt;
Ia bergumam pelan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Harutora-ku, kau sungguh playboy……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tu-tunggu, Natsume… san? Apa kau takut tetang rahasiamu yang akan terbongkar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Dan kau terus berbicara……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Juga, aku mendengarkan seluruh perasaanmu, Natsume-san. Sungguh itu sebuah kesalahpahaman.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kau bilang kau ingin membantuku, tapi sekarang kau malah seperti ini, jadi itu semua hanya omong kosong……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong dengarkan aku, semuanya adalah salah paham!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena suatu hal, Natsume menyilangkan kedua lengannya dengan marah, keluhan terus keluar dari mulutnya. Harutora berusaha dengan sangat untuk menjelaskan terhadap punggung mungil tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Helai hitam pun melambai-lambai dari punggung Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pita mengikar rambut tersebut, melambai-lambai pelan diantara sang tuan dan salah satu shikigami tuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
☆&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bertahun-tahun sebelumnya…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah lama mendengardari kedua orang tuanya bahwa Keluarga Tsuchimikado memiliki anak yang seumuran dengannya, namun Kyouko tidak pernah melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nenek dan orang tuanya tidak memberitahukannya, namun ia dapat mengetahui dari ekspresi relatif lainnya bahwa keluarga Tsuchimikado sudah melewati masanya dan sedang mengalami penurunan. Orang-orang tersebut menggunjuingkannya dengan sangat, namun mereka sebenarnya tidak sadar bahwa mereka termasuk dalam kelompok yang mengalami ‘penurunan’. Karena hal ini, tanda-tanda buruk pun telah menghantui keluarga Tsuchimikado dimata Kyouko kecil, memberikan kesan buruk yang mengerikan maupun tak berdaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Didepan anak keluarga tersebut, bahkan lebih dari seseorang yang peduli sebagaimana identitas ‘putri’ keluarga Kurahashi lebih memiliki ‘status yang rendah’, dan ketika ia tidak mampu menyembunyikan identitasnya, hal tersebut membuat sangat sedih. Hal tersebut mengganggunya, dan ia menjadi bimbang mekipun ia terlihat kuat dari luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi hari itu – ketika ia mendengar bahwa ada anak kecil yang harus dirawat karena sakit, kali pertama ketika ia memasuki kediaman lama keluarga Tsuchimikado membuat kupu-kupu diperut Kyouko menjadi tenang. Ia dengan segera mendapatkan kembali sifat angkuhnya serta suasana hatinya pun membaik, dikarenakan awalnya ia telah berpikir bahwa ia harus memamerkan sesuatu terhadap anak tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa kau tidak bermain dihalaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kyouko mendengar hal tersebut, ia berjalan memasuki halaman dengan tanpa rasa takut, bermain dengan sepenuh hatinya dalam luasnya halaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga ketika ia menyadari, pitanya telah lama menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukanlah pita biasa, itu adalah pita yang sangat berharga yang dibuatkan oleh neneknya untuknya. Ia telah mngeikatkan pita tersebut untuk menyemangatinya agar tidak kalah dengan anak Tsuchimikado tersebut. Itu adalah harta kesayangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun bersusah payah untuk mencari pita tersebut dengan wajah yang menahan tangis dan berakhir dengan ia tersesat dalam luasnya halaman tersebut. Halaman yang tadinya layak bagaikan ‘kerajaan pribadinya’ kini menjadi lingkungan yang asing baginya. Matahari menyinari dengan teriknya, namun pohon-pohon tinggi tersebut menghalangi sinar tersebut, memberikan rasa gelap pada hati Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah terjatuh dalam seramnya perangkap Tsuchimikado, dan ia takut bahwa ia tidak akan bisa pulang. Ketika ia berpikiran demikian, ia pun sangat ketakutan hingga akhirnya ia bersembunyi dibalik pohon sambil menangis. Hingga kemudian seseorang muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia adalah laki-laki yang seumuran dengannya, ia terlihat ceria dan nakal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menyadari Kyouko dan bertanya dengan terkejut dan mata yang membulat: &lt;br /&gt;
“Apa kau menangis?”. Suara lembut dan jujur darinya pun terdengar oleh Kyouko yang merasa putus asa, menyelamatkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko dengan segera menyeka airmatanya. Menjawab dengan kesal: “Aku tidak menangis.” Sang laki-laki pun terkejut. Meskipun ia ingin bertanya lebih lanjut, Kyouko mengulangi jawabannya dengan suara kesal bahwa ia tidak menangis, dan akhirnya ia pun menutup mulutnya karena bingung. Kemarahan Kyouko telah mengintimidasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko pun mendapatkan kembali sikap memaksanya ketika melihat hal tersebut dan berpikir didalam hatinya bahwa ia harus memanfaatkan keadaan saat ini untuk menunjukan bahwa ia tak akan kalah dengan Tsuchimikado.&lt;br /&gt;
Kyouko pun mengambil sikap provokatif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau anak dari keluarga ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Aku bukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bohong, bukankah kau Tsuchimikado?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, itu betul, tapi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laki-laki tersebut masih ingin melanjutkan perkataannya, namun Kyouko menyelanya, dengan keras menyatakan identitasnya dan memerintah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku adalah Kurahashi, sanak saudaramu. Aku datang kesini untuk berkunjung, jadi aku adalah tamu penting. Ketika tamu penting sepertiku kehilangan pitanya dihalaman, sebagai anak dari keluarga ini, kau harus meminta maaf padaku, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang laki-laki pun hanya menatap Kyouko untuk sesaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sangat manis, tapi kau seperti laki-laki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sikap keras dan memaksa yang Kyouko gunakan pun hampir saja hancur ketika ia mendengar kalimat tersebut. Kau sangat manis – kalimat tersebut telah lama membuat dirinya lelah mendengarnya kini memberikan keterkejutan yang berbeda dari sebelumnya, menggebu-gebu didalam dadanya. Disaat yang bersamaan, kalimat selanjutnya membuatnya marah dan malu yang belum ia alami sebelumnya. Ia menjadi gelisah dan hanya bisa berpikir untuk kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia beruasaha memendam pergolakan yang ada pada dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi, bagaimana kau akan membalasnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, aku akan mencarikannya untukmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang bocah laki-laki menjawab dengan sungguh. Dan Kyouko kecil pun untuk sesaat tak berani untuk memercayainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau benar-benar akan membantuku mencarinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang laki-laki menganggukan kepalanya sambil tersenyum, tulus, lembut dan jujur, sama seperti ketika ia bertanya pada sang anak perempuan entah ia menangis atau tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, keduanya mencari pita tersebut bersama-sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana mereka mencari pita yang hilang, sang bocah laki-laki mengambil inisiatif untuk berbincang dengan Kyouko. Awalnya Kyouko menjawab dengan dingin, namun ia dengan segera melepaskan ketegangan yang ada didalam hatinya, bahkan tertawa. Bukankah ia seharusnya ada dikamarnya kalau ia sakit? Keragu-raguan pun muncul sesaat, namun pertanyaan tersebut tersingkirkan ketika ia melihat bocah laki-laki yang sehat tersebut didepannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat Kyouko tidak menghentikan sikap ketuanputriannya, namun bukan hanya sang laki-laki tidak menunjukan ketidaksukaanya, sebaliknya ia bahkan terkadang menggodanya karena terlalu serius. Anehnya, perkataan tersebut tidak membuatnya marah, dan ia bahkan dengan riang berpura-pura untuk terlihat marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau benar-benar seperti laki-laki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu sungguh keterlaluan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihatlah, ada batu disana, hati-hati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti, kenapa kau tidak memberitahukanku sebelumnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Candaannya membuat Kyouko kecil tertawa, dan bahkan jika ia marah ia pun hanya menyunggikan senyumannya saja. Ia perlahan pun terpesona dengan bocah laki-laki tersebut, dan waktu pun terus berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya mereka tidak menemukan pita yang hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang matahari sudah diufuk barat, dengan halaman yang tersirami oleh cahaya senja, dan bocah tersebut jelas terlihat kebingungan, menghadap Kyouko bertanya apa yang harus Kyouko lakukan. Ia pun meminta maaf dengan sangat dan dengan ekspresi yang merasa bersalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan mencarinya benar-benar kembali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah? Benarkah kau akan menemukannya untukku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, akan kuusahakan untuk mencarinya lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, kalau begitu aku memaafkanmu, tapi…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko pun mendekatkan diri sebagimana ia berkata demikian, menghadap sang bocah laki-laki dan mengangkat jari telunjuknya sebagaimana ia mengulanginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar, jangan berani-berani kau melupakan ini, janji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang bocah sedikit ketakutan, menganggukan kepalanya berulang-ulang dengan wajah yang serius. Kyouko merasa sangat senang untuk suatu alasan ketika ia melihat sang bocah laki-laki dengan ekspresi tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika mereka bertemu selanjutnya, jika ia mengambil pita tersebut dari tangan sang bocah laki-laki, ia akan mengikatkan pita tersebut dirambutnya, dan membiarkan sang bocah laki-laki melihat sisi manisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bertekad tidak akan membiarkan laki-laki tersebut berpikir bahwa ia seperti seorang laki-laki lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko berjanji dihatinya, mengucapkan selamat tinggal pada sang laki-laki. Dan teringat setelahnya bahwa ia masih belum menanyakan namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia akan bertanya pada neneknya ketika ia pulang ke rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana ia mendengarnya dari mulut sang nenek kemudian, ia menjaganya didalam hatinya, tidak pernah sekali pun melupakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…itu terjadi bertahun-tahun lalunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peristiwa masa lalu diteriknya siang yang tersembunyi dalam dimemori Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
☆&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa tahun yang lau, atau mungkin puluhan tahun yang lalu…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terangnya rembulan yang menggantung dilangit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau pergit?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang oni bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oni yang sangat kuat yang telah hidup lama. Setelah tuannya mati, ia tidak lagi melayani manusia sebagai shikigami, an kembali menjadi sebuah oni biasa kembali – seorang oni yang legenda. Sekarang, ia percaya bahwa taka da sebuah alsan untuk melanjutkan kesetiaan tersebut. Ia mengakui koneksi emosional diantara tuannya dan dirinya, dan ia menyukainya, namun karena ia mencintai kebebasan, ia tidak menemukan maksud lain untuk melanjutkan kesetiannya pada seseorang yang sudah mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, rekannya berpikir lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rekannya berkata dengan keyakinan tanpa adanya jejak keraguan. Mereka telah berjanji bahwa ia akan tetap menunggu, meskipun dengan berapa bayak kesengsaraan dan tahun yang ia lewati. Rekannya akan memulai perjalanan panjang untuk memenuhi janji tersebut, mencari untuk bersatu kembali dengan tuannya yang hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita akan berpisah disini. Jaga dirimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata demikian, rekannya pergi tanpa menghiraukannya. Sikap dedikasi yang sangat tersebut selalu membuatnya kesal, dan ia telah mengejeknya berkali-kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun sekarang, itu sangat-sangatlah memesona. Kenapa itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sungguh rekan yang sangat setia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tersenyum miring dan bergumam dalam diam sebagaimana ia memerhatikan punggung sang rekan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rembulan yang ada dilangit pun dalam diam melihat perpisahan keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Bertahun-tahun sudah terlewat sejak itu, bahkan berpuluh-puluh tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Didalam memori oni berlengan satu tersebut, tirai pun diturunkan untuk mengakhiri tahun-tahun kejayaan mereka.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_5&amp;diff=517516</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 5</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_5&amp;diff=517516"/>
		<updated>2017-04-18T14:47:26Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: Created page with &amp;quot;==Chapter 5 – Oni Berlengan Satu==  ===Bagian 1===  …Shikigami Yakou……!?  Kakugyouki, yang telah dikatakan Investigator Mistis, menamakan dirinya sebagai Hishamaru. Ha...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 5 – Oni Berlengan Satu==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Shikigami Yakou……!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakugyouki, yang telah dikatakan Investigator Mistis, menamakan dirinya sebagai Hishamaru. Harutora memiliki kesan pada kedua nama tersebut, dan ia ingat bahwa mereka adalah shikigami khusus yang terkenal dari seluruh shikigami Yakou, namun kenapa shikigami Yakou berada disini? Pikirannya bingung dan tatapannya menatap dengan intens terhadap oni yang ada dihadapannya, tak mampu bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be-benarkah? Apakah itu Kakugyouki sungguhan? Tidak mungkin!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diamlah, Tenma, bagaimana aku bisa tahu itu sungguhan atau bukan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko menegur Tenma yang panik disebelahnya, namun keterkejutan dirinya jelas terdengar dari suara marahnya, ia hanya menegur yang lainnya untuk membuat dirinya tetap tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan Touji tenang, dan ia bertanya pada Natsume yang terbaring diarena: “Natsume! Bisakah kau mengetahuinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun Natsume, yang terbaring diatas tanah dan berada pada jarak yang cukup dekat untuk melihat figur aneh tersebut, tidak mampu menjawab pertanyaan untuk sesaat. Pikirannya tertutup lumpuh, dan apa yang bisa dilihat olehnya dari posisi sedekat ini adalah tubuh raksasa Kakugyouki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menjawab lamat-lamat “Aku tidak tahu……”, tatapannya masih berada pada oni yang ada didepannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu, Kakugyouki adalah shikigami pembantu, yang mana wujudnya harus dimaterialisasikan! Terlebih lagi, itu adalah ‘iblis’ kuno yang hidup beberapa abad lalu – rumornya adalah oni sungguhan. Berdasarkan rumor yang beredar tersebut, penampilan luarnya dapat berubah secara berkala…… Ke-kecuali untuk karakteristik spiritual dari lengan satunya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Investigator tak mampu untuk tak menyeringai mendengar penjelasan Natsume. Natsume dapat melihat ‘link’ kekuatan spiritual antara sang Investigator dan oni tersebut, dan oni ini – Kakugyouki – pastinya adalah shikigami yang ia gunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mewujudkannya, tapi kau masih tidak menunjukan tanda-tanda bangkit……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh menyusahkan, Natsume-kun. Sepertinya ini akan cukup memakan waktu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Investigator mengeluarkan dua macam suara yang berbeda dengan satu dan yang lainnya dengan tatapan yang terpesona, dua suara yang jelas-jelas berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa? Keberadaan Hishamaru dan Kakugyouki tidak diketahui setelah kematian Yakou, dan mereka masih tidak diketahui bahkan hingga hari ini! Apa yang sedang kau mainkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak berniat menjawab pertanyaan yang kau tanyakan, Rajaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak apa, Kakugyouki – keadaannya sederhana, Natsume-kun. Sebagaimana Yakou telah bereinkarnasi didalam tubuhmu, aku adalah reinkarnasi Hishamaru, dan itulah mengapa Kakugyouki berada disisiku. Kami selalu mengumpulkan rekan, menunggun tuanku untuk bangkit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Investigator bagaikan kesurupan, berbicara untuk Kakugyouki – oni yang ada dibelakangnya – dan reinkarnasi Hishamaru – dirinya – diwaktu yang bersamaan. Natsume tanpa sadar menatap dengan tertegun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ini, bagaimana hal bodoh semacam ini……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tak berguna, Raja. Realita terpampang dihadapannmu, tak bisa dipungkiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hishamaru, cukup berbicara, mari bereskan bocah tengil itu terlebih dahulu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum sadis muncul dari mulut sang Investigator, seperti kucing yang menyiksa tikusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat yang bersamaan Kakygyouki mengambil aksinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Targetnya adalah – Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Apa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh Kakugyouki sangatlah besar, dan sangat sulit membayangkan pergerakannya yang cukup lihai. Kepalan tangannya mendekat dalam hitungan jarak, berayun menuju bangku penonton – tepat pada pembatas dimana Harutora berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pola didinding pun berkilat denga intens, dan yang awalnya pelindung tersebut tak berwarna dan transparan kini menyala dengan kilatan-kilata yang tak terhitung, udara pun bergoncang kuat. Bentuk dari pelindung Omnyouji Kelas Pertama Nasional pun terdistorsi, retak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, pelindung dari lapangan latihan sihir yang menjadi kebanggaan Akademi Onmyou tidak mengalami keretakan sedikit pun, namun tak mampu menghalang gelombang kejut fisik yang intens. Harutora yang berdiri menaikan kakinya di pagar pembatas tersebut pun kehilangan keseimbangannya karena goncangan yang terjadi pada arena tersebut dan terjatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terjatuh ke dalam arena dari pagar pembatas tersebut. Arena tersebut secara khusus dipasang untuk tidak bereaksi terhadap manusia tanpa pemikiran keselamatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natusme menjerit kaget ketika ia melihat Harutora terjatuh, dan Kyouko dan Tenma pun turut berteriak. Touji mengutuk, dengan cepat berlari menuju bagian depan bangku penonton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-h-h, Harutora-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon dengan segera mengejar Harutora dengan takut, menghantam pelindung sebagai hasilnya. Touji yang dengan segera menarik kon dari ekornya, berteriak: “Masuklah lewat pintu masuknya!” dan melemparnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon dengan segera mengambil kesempatan tersebut untuk segera pergi dari bangku penonton, dan melihat demikian, Kyouko juga turut memerintah Hakuou dan Kokufuu untuk segera pergi dan mengejar Kon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shikigami masih dikendalikan dari luar pelindung arena setelah mereka memasuki area tersebut. Sebenarnya ia masih belum memikirkan tindakan apa yang kaan shikigaminya dan Kon lakukan setelah mereka memasuki arena, dikarenakan pikirannya saat ini masih kosong, bingung karena keadaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma berlari ke depan bangku penonton seperti Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko pun turut serta setelahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa kau baik-baik saja!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-kun!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mendengar suara yang memanggilnya dari atas. Ia menahan rasa sakit dari jatuh tersebut, berdiri didalam arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tepat berada pada kaki Kakugyouki tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakugyouki menendang dengan kaki kanannya, menyapu menuju Harutora dan membiarkannya pergi tanpa persembunyian. Ia dengan segera menghindar dan menghalangnya dengan shakujou, namun itu tidak pasti apakah tindakan tersebut efektif atau tidak. Sebelum ia menyadarinya, ia tengah melayang diudara seolah-olah seperti ia telah ditabrak oleh mobil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr2 275.png|thumbnail]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume berteriak kembali. Tepat setelah, tubuhnya terpental ke tanah, tepat setelah melakukan beberapa jumpalitan dan berguling-guling, akhirnya tubuhnya pun terkapar ditanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seluruh tubuhnya terasa lumpuh, dan rasa kejut terbakara yang kini dirasakannya masih terasa ditempat dimana ia terkena pukulan. Rasa lumpuh sesaat itu pun berubah menjadi rasa sakit yang intens mengalir melalui tubuh Harutora bagaikan tersengat listrik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Desahan ringan pun terdengar dari mulut Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Tidak, tidak bagus! Sekarang bukanlah saatnya mengerang kesakitan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia, dengan bantuan shakujounya mencoba untuk berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama ia mengecek posisinya, terkejut bahwa tendangan tersebut telah membuatnya menyebrangi seluruh arena. Dan sekarang, Kakugyouki tersebut pun mulai menyiapkan serangannya kembali untuk menendang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berdiri sebelum sang lawan mempersiapkan serangannya – tidak, lawannya sebenarnya tidak benar-benar mengejarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ugh……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berdiri dengan gemetar,  suara lengkingan pun terdengar ditelinganya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji dan yang lainnya berteriak dari kursi penonton, dan Natsume pun turut menyuarakan sesuatu kepadanya, namun ia tidak mengetahui apa yang mereka katakana. Seluruh tubuhnya terasa panas, jantungnya terasa berdetak dua kali atau entah berapa kali lebih cepat, berdetak dengan intens seolah-olah ingin meledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Itu benar-benar bukan palsu, huh……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telinganya menangkap apa yang ia gumamkan, dan hingga kemudian ia mengonfirmasi bahwa gendang telinganya masih berfungsi. Ia mencoba menggerakan tubuhnya, mengabaikan rasa sakit yang diberikan dari setiap gerakan yang ia buat. Sebuah keberuntungan bahwa tulang-tulangnya tidak ada yang patah, sungguh keberuntungan diantara ketidakberuntungan lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa? Mencoba untuk melawan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haha, Kakugyouki, jangan seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat yang bersamaan ketika sang Investigator mengejek, Kakugyouki melompat. Lebih lima meter tingginya hingga hampir membentur langit-langit arena tersebut, dan adegan mengejutkan tersebut membuat Harutora tak mampu untuk tidak diam ternganga – hingga kemudian, penglihatannya tiba-tiba menggelap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah bayangan menutupinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Sial!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berlari dengan seluruh kemampuannya, berlari menuju sampingnya. Kakugyouki dengan segera menjatuhkan dirinya tepat disebelahnya sebagaimana ia melompat. Lantai pun berguncang karena dampak dari guncangan, dan Harutora terhuyung-huyung. Kakugyouki pun menendang kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udara disekitarnya pun menimbulkan suara ringan, dan Harutora pun mengayunkan shakujou ditangannya dengan refleks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dampak dari tendangan yang diberikan membuat Harutora melayan, namun kali ini ia tidak memberikan celah pada sikap berdirinya. Dengan segera ia mendapatkan kembali keseimbangannya sebagaimana ia terjungkal, membiarkan kakinua menyentuh tanah. Medkipun ia telah tergelincir beberapa meter ke belakang, kaki-kakinya masih tetap seimbang dan ia tidak lagi tersungkur ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Benar! Shakujou ini…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shakujou ini telah menghadang tendangan Kakugyouki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan yang baru saja dilayangkan tersebut, tidak menyebabkan luka karena ia telah mengayunkan shakujou tersebut dalam bentuk pertahanan. Tentu saja, tongkat kecil tersebut tidak mampu menghalang serangan dari raksasa tersebut dari sudut pandang fisik, namun ketika shakujou tersebut menemui tendangan Kakugyouki, ia merasakan shakujou tersebut memantulkan dampaknya kembali. Sihir telah diberikan pada shakujou ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Kerja bagus, Ohtomo-sensei! Sekarang aku melihatmu dengan berbeda!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayangnya, ia tidak bisa bersantai. Kakugyouki tidak memberikan Harutora jeda saat ini, menendang kembali dengan cepat dan terus-menerus. Harutora dengan susah payah menangkis serangan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasanya seperti ia sedang berdiri ditengah-tengah jalan raya yang mengharuskan kendaraannya dengan kecepatan tinggi, sebagaimana tiap-tiap tendangan Kakugyouki memberikan desiran angina yang hampir-hampir menarik seluruh tubuhnya. Ia mengelak serangan tersebut pada kecepatan yang gesit, tiba-tiba berdiri dan menyelam, berusaha untuk menghindari serangan Kakugyouki dengan shakujou sebagai perisai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh sayang, tidak buruk. Mainan yang kini ada ditanganmu cukup menarik.”&lt;br /&gt;
Sang Investigator tertawa. Diamlah dan mati kau, sialan! Harutora berteriak marah didalam hatinya, namun ia tidak memiliki energi untuk mengeluarkan suaranya. Shakujounya masih terpegang, namun tangan yang menggenggam shakujou tersebut telah lama mendekati ambang batasnya dan kini mulai terasa mati rasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Stop!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume berteriak, dan Kakugyouki secara serentak pun turut berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong, jangan terus bertarung……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menundukan kepalanya dari tempat dimana ia terbaring, suaranya terdengar pahit. Harutora ingin memangggil Natsume, namun napasnya menghentikannya untuk melakukan hal tersebut. Ia menggunakan sisa-sisa kekuatannya untuk fokus bernapas terlebih dahulu, dan bahkan ia tidak bisa mengeluarkan suaranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Investigator hanya ber’hmph’ ria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, Raja……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya akhirnya kau mau mulai untuk bekerja sana. Aku akan memenuhi perintahmu, Rajaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakugyouki perlahan merilekskan kuda-kudanya ketika mendengar hal tersebut, bergerak mundur dari Harutora. Harutora menggertakan gigi-giginya dan menahan, tak sadar terduduk dilantai. Kekuatannya pun secara drastis habis terpakai atas serangan-serangan keras tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau mengerti sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau harus menerima takdirmu, dan juga kami, tentunya. Kami selalu menunggu, dan akan terus melayani dimasa depan nanti. Apakah kau mau mengakui kami?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Investigator bertanya, nadanya terdengar cukup arogan. Natsume menundukan kepalanya, dalam diam mendengarkan apa yang dikatakannya.&lt;br /&gt;
Helaian rambutnya yang terurai pun menutupi wajahnya, menyembunyikan ekspresinya, dan pipi putih yang terekspos dibaliknya pun dengan pelan bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengambil napasnya dalam—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, Natsume.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar kalimat tersebut, Natsume menoleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata hitamnya yang berkaca-kaca menatap Harutora dari celah-celah poninya yang terkulai. Harutora menunjukan senyuman tabah pada teman masa kecilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berusaha dengan sangat meregulasikan pernapasannya, memaksa untuk menelan salivanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mendorong hal-hal sepele seperti rasa sakit dan lelah jauh ke belekang pikirannya, berdiri dengan bangga, dan menaruh shakujounya diatas tanah, menyuarakan bunyi metalik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak perlu memerdulikan perkataan orang gila ini, dan kau tidak perlu untuk bergantung pada kehidupan masa lalumu sebagai subjek untuk membantu. Bukankah teman-temanmu saat ini ada disini semua?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Harutora……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat Natsume melupakan keadaan disekitarnya, matanya lurus menatap hanya kepada Harutora. Harutora pun membalas tatapannya, sambil bernapas terengah-engah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maafkan aku atas perkataan yang kukatakan padamu siang tadi. Aku tidak peka, tapi aku tidak berpikir bahwa apa yang kukatakan itu salah. Kau memang butuh keberanian, bahkan keberanian yang lebih dari apa yang kukatakan saat siang tadi. Jadi…” Harutora berbicara dengan memaksa dirinya. Ia jelas-jelas memaksakan diri – gugatan tersebut memanglah sulit dan menyakitkan, namun ia masih terus berbicara dengan terus terang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi, janganlah terpengaruh dengan rumor bodoh masa lalu tersebut, janganlah kau tanggung semuanya sendiri, dan jangan berpura-pura. Bahkan jika ada orang-orang yang takut padamu dan orang-orang yang merasa bermasalah karenamu, pasti masih ada orang yang mau untuk memberikan tangannya padamu. Jadi, janganlah takut untuk berteman dengan yang lainnya. Beranilah dan bergantunglah pada kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Natsume melebar sebagaimana dengan sungguh ia menatap Harutora. Ia telah mendengarnya, karena Harutora benar-benar merasa seperti itu. Ia pun merasa kekuatannya kembali, nyeri diubuhnya berkurang, dan kekuatannya yang hampir habis kini muncul kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuan dan shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekuatan dari dua orang yang saling berinteraksi melalui ikatan yang ada diantara mereka. Saling menguatkan satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bodoh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sangat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Investigator mencerca, suara dan nandanya denga jelas menunjukan kegagalannya dalam mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau membingungkan sang Raja, kau bocah tengil! Sudah kuduga, aku tak bisa membiarkanmu sendiri!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, Hishamaru, mari kita urus bocah ini sesegera mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakugyouki yang telah mundur sekali lagi berlari menuju Harutora. Harutora menaikkan shakujounya, berusaha menahan serangan sang raksasa yang menyebabkan arena berguncang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beranilah dan bergantunglah pada bantuan teman-temanmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat yang bukan hanya untuk Natsume seorang saja, sebagaimana hal tersebut juga sesuai dengan dirinya yang masih belum dewasa. Disaat yang bersamaan sebagaimana Harutora melawan Kakugyouki, ia melihat figur mereka perlahan mendekati dari ujung matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lakukan, aku mengandalkan kalian!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriak Harutora, dan Hakuou dan kokufuu, yang mana telah melingkari titik buta arena terseubt, dengan segera menyerang Kakugyouki.&lt;br /&gt;
Katana dan tombak pun menyerang kaki Kakugyouki. Raksasa tersebut meneriakan erangan tanpa kata, pergerakannya menjadi tidak beraturan, dan Harutora dengan segera langsung bergerak maju mengayunkan shakujounya untuk menyerang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ambil ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lingkaran kecil pada bagian atasnya pun bergemerincing, menghasilkan bunyi. Lingkaran-lingkaran tersebut menbentuk sebuah pedang dengan menggunakan aura, seperti Gulotin yang melingkar diudara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengayunkan shakujounya, memukul tangan kanan Kakugyouki yang mencoba menopang tubuhnya. Kulit berwarna kehitaman tersebut pun robek, menghasiljan reaksi ‘lag’ yang intens.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha-harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir, Natsume! Ini kecil dibandingkan dengan laba-laba itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak, setengah dari keyakinananya dan setengah lagi untuk memaksanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oni ini memanglah shikigami yang menakutkan. Bagi Harutora, Tsuchigumo saat itu dan Kakugyouki yang ada didepannya saat ini adalah monster yang tidak pernah terbayang olehnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, pada akhirnya keduanya adalah shikigami. Tidak peduli sekuat apapun shikigami tersebut, mencari tahu kekuatan sang pengendali berarti adalah kesempatan menang. Ia tidak merasakan rasa mengerikan yang diberikan oleh Dairenji Suzuka dari sang Investigator yang kini menjadi lawannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengayunkan kembali shakujounya, mengambil kesempatan pada momen Kakugyouki yang berhenti bergerak dikarenakan ‘lag’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melingkari bagian samping, menyayat pada perut Kakugyouki. Setiap kali ia menyerang, ia dapat merasakan shakujounya sedikit banyak menyerap aura dan mengembalikannya lebih keras pada lengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Jadi ini seperti ini, tidak heran shakujou begini mudah digunakan……!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia bertarung dengan Armored Juggernaut, Natsume telah memberikannya ‘Pedang Pelindung’, dan sensasi yang diberikan keduanya serupa. Sihir yang diberikan oleh Ohtomo pada shakujou ini sama memiliki macam sihir yang sama dengan Pedang Pelindung tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-ada apa, berpikir kaau begini memalukan! Gunakan seluruh kekuatanmu, Kakugyouki!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Investigator berteriak dengan suara serak. Shikigami berlengan satu tersebut mengikuti perintah tuannya, berbalik menyerang tanpa menghiraukan luka ditubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakugyouki dengan siap berbalik mengarah pada dua Yaksha dibelakangnya, menendang dengan kaki yang terluka. Harutora melompat mundur, menghindari serangan. Hakuou dan Kokufuu menyayat kembali dengan senjata mereka, yang mana punggungnya tersayat, jatuh runtuh ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesempatan bagus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Momen ketika dimana Harutora memikirkan hal ini, Kakugyouki yan gterjatuh tidak terduga mengayunkan lengan kanannya, tidak berencana untuk menjaga tubuhnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lengan kasar tersebut beberapa kali lebih besar dan tubuh Harutora tersapu ke tanah. Harutora dengan segera menaikkan shakujounya untuk menghadang, namun tidak mampu menghalang dampaknya, menabrak keras dinding yang mengelilingi arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun shakujou telah menyerap sebagian dari kekuatan serangan shikigami Kakugyouki, hanya dampak fisik dari menabrak dinding membuat Harutora megap-megap. Rasa nyeri yang intens menyerang seluruh tubuhny, pandangannya pun sedikit kemerahan, dan paru-parunya pun terasa berhenti bekerja. Ini adalah keberuntungan dari sebagian ketidakberuntungan mengetahui ia tidak kehilangan kesadarannya, dan ia dengan perlahan menurunkan tubuhnya, menopang dirinya dengan lutut dan shakujounya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan tersebut cukuplah kuat, dan ia bahkan tidak bisa menggerakan jari-jarinya dengan rasa sakit yang baru saja menyerang tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakugyouki menaikan lengan kanannya yang telah mengenai Harutora dari tempat dimana ia telah runtuh ke tanah. Hakuou dan Kokufuu dengan segera menyayatkan senjata mereka untuk membantu, namun Kakugyouki tidak menghiraukan mereka sama sekali. Wajah yang berada dibalik topeng tersebut mematuhi perintah tuannya, dan hanya ada Harutora dimatanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Sial!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan datang dari atas, dan ia tidak bisa menghindari serangan tersebut, atapun energi untuk menghalangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, sebagaimana wajahnya memucat karena ketakutan, figur kecil melintas dihadapan Kakugyouki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah Kon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah ledakan dari api biru pucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Api rubah Kon  terhalang oleh topeng tersebut, hampir tidak memberikan bekas, namun cukup untuk mengalihkan fokus dari Kakugyouki, menghasilkan efek gangguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon yang menggunakan api tersebut dengan segera bergegas menuju Harutora, menyambarnya dan berguling ke samping – kepalan Kakugyouki dengan segera mengikuti, memukul terhadap tempat Harutora berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengeratkan rahangnya sebagaimana dampak yang menggelora menyerangnya. Ia berdiri, bersandar pada dinding dibelakangnya, memaksa kaki-kakinya untuk tetap stabil diatas tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan paksa shakujou tersebut menusuk topeng Kakugyouki yang terbaring didekatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengumpulkan seluruh kekuatan spiritualnya, menggunakan seluruh tenaganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan kekuatan penuh Harutora memukul topeng Kakugyouki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakuyouki melolong dengan sangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah yang tampak mirip seperti wajah manusia tampak dari balik topeng Kakugyouki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, wajah tersebut terlihat sangatlah buruk, terasa kurang nyata, seperti boneka yang dimana wajahnya dengan serampangan ditambahkan, jelas terlihat seperti bukan makhluk hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah penuh duka yang muncul berteriak dengan seluruh genapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah kali pertamanya Kakugyouki mengeluarkan suaranya, dan kekesalan, kemarahan, dan panik terdengar dari suara tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menusuk topeng tersebut dengan sekali serang, mengukir lubang didahi sang oni. Darah mengalir keluar dari luka, dan Kakugyouki dengan marah terbangun, berteriak pada atap. Teriakan tersebut seperti tangisan bayi – tulus, kuat, dan merupakan lolongan yang penuh duka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon merentangkan tangannya, menyambar Harutora dan terbang dari Kakugyouki dengan seluruh kekuatannya sebagaimana ia hamoir membawa dirinya. Kakugyouki tidak mengejar, namun malah menginjak-injak tanah dengan seluruh kemampuannya, berbalik mundur ditengah udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menedang ke arah langit-langit dan dipukul mundur oleh pelindung, menyebabkan arena terguncang untuk sesaat sebgaimana dengan cekatan turun seperti kucing ketika jatuh. Ia memukul dinding, menghantam tanah dengan dahinya, dan meronta-ronta dengan lengan kanan dan kakinya, benar-benar diluar kendali. Hakuou dan Kokufuu dengan segera mundur dari Kakugyouki, hampir terkena pada serangan menggilanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-ada apa! Kenapa benda itu menggila!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berteriak dengan terkejut, namun kon yang susah payah untuk terbang tidak memiliki energi untuk menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ka-kau idiot!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Investigator berteriak, tatapannya bukanlah tatapan santai lagi. Bahkan sikap gilanya telah hilang tanpa jejak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“To-topeng tersebut adalah segel Kakugyouki! Dengan ini, aku bahkan tidak bisa mengontrol Kakugyouki! Ia tidak akan berhenti marah sampai ia menghancurkan sekelilingnya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara rendah yang ia sebutkan sebagai Kakugyouki tidak terdengar kembali, hanya meninggalkan suara dirinnya dengan penuh teror dan putus asa, yang mana lebih memiliki keaslian daripada apapun yang ia katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau bilang!” Harutora melihat ke arah Kakugyouki dari nbalik lengan kecil Kon. Kakugyouki tersebut tidak lagi mengincar siapapun – bahkan tidak dirinya – dan hanya menghancurkan sekitarnya tanpa peduli sambil berteriak, pergerakannya bahkan lebih ganas dan sembrono dibandingkan ketika dirinya ditutupi oleh topeng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tak berdaya – mungkin lebih tepatnya mereka tidak bisa melakukan apa-apa, sebagaimana bahkan mendekati saja terlihat sulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, sial, kau bocah sialan! Lihat apa yang telah kau perbuat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Investigator menggertakan gigi-giginya, terus-menerus mengutuk. Namun, wajahnya pucat, dan kejadian tersebut sudah jelas tidak bisa terelakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kepalan Kakugyouki jatuhh didekatnya – “Eek!” rasa kaget membuat tubuh sang Investigator gemetar, dan ia mundur sambil terhuyung-huyung, dan melarikan diri menuju pintu keluar tanpa memedulikan apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan—!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memiringkan tubuhnya dalam lengan Kon, menghindari shikigamiyang mencoba menghentikannya dan menjatuhkan dirinya ditengah udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun ia tidak mampu mengejar. Sang Investigator berada disisi lain arena, dan Kakugyouki yang mengamuk telah menghalangi ruang diantara mereka. Sang Investigator telah berdiri disekitar pintu keluar semenjak ia mulai mengendalikan Kakugyouki, memastikan jalan keluar. Harutora hanya bisa berdiri dengan khawatir dan melihat figur berjas tersebut menghilang melalui pintu keluar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-kun!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenma?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau juga cepat dan pergi dari sana! Shikigami tersebut telah kehilangan kendali, jadi ambil kesempatan ini untuk kabur sebisa mungkin!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aksi Kakugyouki saat inidapat dideskripsikan tidak memiliki tujuan, dan hanya dengan jahatnya menghancurkan segala yang ada disekitarnya, terlihat semaunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi bisakah kita membiarkan hal itu menghancurkan arena?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak akan menghancurkan pelindung disini, jadi shikigami tersebut tidak bisa meninggalakan tempat ini, kita tidak perlu khawatir untuk mengurusinya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengangkat kepalanya untuk berteriak ke arah kursi penonton, dan Kyouko turut berteriak menjawab pertanyaan tersebut disebelah Tenma. Shikigaminya telah mulai meninggalkan arena pertarungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-sama, mari pergi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari keadaan yang ada dihadapannya, Harutora tidak mampu untuk menghentikan Kakugyouki yang mengamuk bahkan jika ia tetap berada diarena. Bahkan Kon yang berada disisinya turut mendesak tuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan keras bagaikan tembakan terdengar dari Touji, dan teriakan tersebut bukan untuk mendesak Harutora untuk segera meninggalkan arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, itu justru berkebalikan. Suara tersebut untuk memberanikannya dan memberikannya dorongan dari belakang. Ketika ia mengerti maksud Touji, sesaat listrik pun seperti menjalari tubuh Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Natsume!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah sang Investigator melarikan diri, hanya Natsume yang masih tertinggal diarea tersebut. Ia terbaring ditanah, tangan dan kakinya terikat, susah payah merangkak ditanah dan mencoba untuk mencari perlindungan denga bersembunyi dekat dinding.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakugyouki berteriak dibelakangnya, dan Harutora telah melebarkan kakinya dan berlari maju sebelum ia memiliki waktu untuk berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memusatkan dirinya untuk berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakugyouki meronta-ronta tanpa mendiskriminasi, menghancurkan lantai dan memukul dinding dengan momentum yang cukup untuk membuat udara disekitar mendidih. Dengan amukan yang menghancurkan seperti itu, Harutora bahkan tidak memiliki waktu untuk berteriak pada Natsume, hanya bergegas berlari untuknya. Ia bahkan menjatuhkan shakujou yang ada ditangannya ke samping, berlari sekuat tenaga menuju Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakugyouki lompat dihadapannya, teriakan menggelegar pun datang dari mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan penuh amarah keluar, dampaknya menghantam Harutora. Harutora pun merinding, kulit yang ada pada seluruh tubuhnya terasa mati rasa seolah-olah ia telah tersengat listrik, namun ia tidak menghentikan kakinya, merentangkan tangan kanannya dan mencari-cari kotak jimat yang  berada pada pinggangnya.&lt;br /&gt;
Jari-jarinya membuka penutup dari kotak tersebut – dan dengan segera mengeluarkan jimat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr2 283.png|thumbnail]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;“Order!”&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu hampir bisa dideskripsikan sebagai satu-satunya kemampuan Harutora – dengan cepat melempar jimat tersebut. Kyouko dan Tenma pun tak mampu menahan keterkejutannya dari kursi penonton sebagaimana mereka melihat pada pergerakannya dan pelemparan jimat yang tanpa ragu. Ia melemparkan jimat pelindung yang bersinar diudara, membentuk pelindung sihir dan menghalang pergerakan Kakugyouki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun itu hanya bertahan beberapa detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora mencoba untuk memutari tubuh Kakugyouki, lengan kanan Kakugyouki dengan paksa diayunkan untuk meninju lantai yang hampir rusak tersebut, menghancurkan pelindung jimat pelindung dan meninggalkan tanda lima jari ditanah. Lalu, mendekati Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat itu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon menerobos diudara seperti anak panah yang dilemparkan, ujung wakizashinya menusuk mata kiri oni tersebut. Kakugyouki dengan refleks mengayunkan tangan kanannya, melewati kepala Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakugyouki berteriak dengan marah kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon berputar diudara, dengan cepat meninggalkan Kakugyouki. Harutora mengambil kesempatan tersebut untuk bergegas menuju Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berlutut disisi Natsume, mengangkatnya langsung tanpa memikirkan untuk melepaskan ikatan yang ada ditangan dan kakinya terlebih dahulu.&lt;br /&gt;
Masalah masih belum terselesaikan. Ia dengan segera bergegas menuju pintu keluar, namun Kakugyouki menghalangi jalannya kembali. Kakugyouki, yang seharusnya sudah menggila, ‘mengidentifikasikan’ Harutora dan mengaum, menunjukan taringnya pada Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Sial, aku tidak bisa kabur?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menggendong Natsume pada lengannya, terdiam ditempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shakujou telah dilemparkan ditengah arena, dan bahkan jika ia membawa shakujounya ditangannya saat ini, ia tidak akan bisa melindungi Natusme sambil menghadang serangan. Kon dengan cepat terbang menghampiri Harutora untuk melindungi tuannya dan menghadapi Kakugyouki, namun figurnya terlalu kecil dibandingkan dengan raksasa yang mendekati dirinya dihadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia hanya mampu untuk menggunakan momen tersebut untu berlari melewati bagian bawah Kakugyouki sambil membawa Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaiman Harutora meyakinkan dirinya – Natsume berbicara dari balik lengan Harutora:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak perlu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seragam yang ada ditubuhnya berantakan dan rambut hitamnya kusut dikarenakan dirinya tadi yang merangkak, kontras kuat nan mengejutkan dengan penampilan dirinya yang cantik bagaikan boneka porcelain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua matanya berisi kilat kuat dari balik rambut hitamnya, seperti bintang yang samar-samar berkerlap-kerlip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menatap Kakugyouki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-kun, sobeklah empat jimat yang menempel pada tubuhku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dengan segera mengerjakan apa yang dipintanya tanpa bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakugyouki pun semakin mendekat, napas membakar pun berhembus keluar dari mulut sang raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Harutora tidak bergerak sama sekali, sebagaimana Natsume yang berada dilengannya membebaskan dirinya dari segala rasa takutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume dengan tenang dan memaksa memanggil didalam gendongan shikigaminya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memanggil shikigami yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku perintah kau dengan nama Tsuchimikado Natsume. Datanglah, Hokuto. Kuperintahkan kau untuk menyerang—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa detik kemudian, cahaya emas muncul diatas kepala Harutora dan Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya pun terkeluarkan, secara bertahap meluas keatas, dan tubuh raksasa panjang bergoyang seakan-akan mematahkan rantai yang mengikatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kilat cahaya emas melonjak perlahan diudara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seekor naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Binatang penjaga Tsuchimikado yang telah diwariskan pada pewaris utama keluarga Tsuchimikado yaitu Natsume – shikigami pembantu, Hokuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko dan Tenma menyaksikan pertarungan tersebut dengan napas tertahan dari kursi penonton ternganga, dan mulut Touji pun menipis, matanya melebar melihat kejadian yang ada didepannya. Bahkan Kon yang berada disisi Harutora melebarkan matanya, tubuhnya gemetar, menunjukan bagaimana terkejutnya Kon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto tidak menghiraukan pandangan terkagum-kagum yang ditujukan padanya sama sekali, dengan nyaman merentangkan tubuhnya diudara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang naga terlihat seperti menikmati kebebasannya, dengan jelas terlihat riang, dan sama sekali mengabaikan oni yang napas tertahan didepannya. Untuk mendeskripsikan sikapnya lebih baik, itu adalah kemalasan, dan untuk mendeskripsikannya dengan buruk, itu adalah kelambanan. Perbedaan keduanya seperti angin yang melambai-lambai, dan ia menjelajahi luasnya arena sesuka hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat banyak kesempatan untuk melukai seluruh tubuh naga tersebut, namun sang oni tidak mengayunkan tangan kanan kasarnya. Terlebih lagi, sang oni tidak mampu untuk tidak mengerang dan melangkah mundur seolah-olah ia ketakutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang naga baru saja muncul, namun aura sang naga memberikan rasa kehadiran yang sangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora yang telah mengalaminya hanya bisa melihat dengan takjub, bahkan merasa seperti kehadiran Hokuto membuat Kakugyouki yang kuat dan mengancam dengan instan menjadi amat kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Hokuto!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume memerintah kembali, dan Hokuto hanya bisa memutar tubuhnya dengan pasrah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cekatan mengambil persiapan bertarung ditengah udara bagaikan panah yang telah dipersiapkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kilat api pun terlihat dari mata tenangnya, memberikan peringatan pada sang musuh terhadap kehancuran yang akan datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Kakugyouki pun mengeras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sekejap, seperti serangan pedang dari tuannya – sisik emas Hokuto bersinar, dan tubuhnya yang tertekuk tiba-tiba memanjang, bergegas lurus menuju Kakugyouki dengan menggunakan kekuatan pantulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti longsor salju yang menuruni gunung, Hokuto telah mendekati Kakugyouki saat dimana Kakugyouki baru menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakugyouki mengangkat lengan kanannya, mencoba untuk berlindung dari serangan Hokuto, namun sebelum tangannya terangkat, tubuh bergelombang &lt;br /&gt;
Hokuto berputar, berbalik arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keduanya saling tumpang tindih untuk sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Taring sang naga pun telah menggigit leher sang oni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah pun keluar bagaikan air mancur, menghilang menjadi kabut sebelum mengotori lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Figur raksasa sang oni menjadi samar-samar, berosilasi dan berkerlap-kerlip dengan intens.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakugyouki pun menghilang karenanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aura yang membentuk sang oni dengan cepat tercerai-berai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apa kita menang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka dengan tidak terduga menang dengan mudahnya – sebagaimana Harutora berpikir demikian, kekuatan tubuhnya menghilang dengan segera. Ia terhuyung-huyung sambil menggendong Natsume, namun untungnya Kon dengan cepat datang membantunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apa kita mengalahkan Kakugyouki?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih tepatnya, itu adalah tindakan Hokuto, bukan mereka, namun Natsume masih menjawabnya: “Iya.” Ia perlahan mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha-ha-harutora-sama, pertarungan ini luar biasa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, aku tidak…… sebaliknya, aku sudah mencapai ambang batas……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaki Harutora terasa lemas kembali, dan ia terduduk ditanah dengan bantuan Kon. Setelah terduduk, ia masih tidak berani untuk percaya bahwa pertarungan telah selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun kini permasalahan telah selesai. Sang Investigator telah kabur, dan sayangnya Harutora tidak bisa mengejarnya sekarang. Itu tak ada pilihan, ia hanya bisa puas untuk saat ini, dan meninggalkan sisanya untuk orang lain – membiarkannya untuk diurusi oleh seseorang yang memiliki cukup kekuatan untuk berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diatas Harutora dan yang lainnya, Hokuto, yang telah memusnahkan sang musuh, menunjukan sikap senang penuh kemenangan, berkeliaran dengan bangga diudara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji melompat ke dalam arena dari bangku penonton, dan Tenma dan Kyouko mengikuti nya setelah ragu untuk sesaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiganya bergegas menuju Harutora dan Natsume, dan mengabaikan Touji untuk sesaat, dua yang lain mengenakan ekspresi yang sama seperti Harutora, ekspersi dimana mereka masih belum perrcaya kalau pertarungan telah selesai. Namun, ketika melihat Harutora dan Natsume hidup dan selamat, kerutan yang ada diwajahnya pun akhirnya merileks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Kita berhasil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dengan sangat mengapresiasi fakta tersebut. Puas dan senang pun membubuhi dirinya, dan tak ada momen yang paling indah selain momen saat ini dihati Harutora kini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian, Natsume tiba-tiba ambruk diatas Harutora, dengan ringan membenamkan wajahnya pada dada Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr2 291.png|thumbnail]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa ia pingsan? Pikir Harutora, sedikit panik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume? Kau baik-baik saja?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Yah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara pelan dari dadanya pun menjawab panggilannya, tidak lagi suara tegas ketika ia memanggil Hokuto. Harutora heran, dan ketika ia berpikir untuk ingin melihat wajahnya lebih jelas, ia menolehkan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Na-natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memanggil dengan khawatir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku sangat senang kau datang untuk menyelamatkanku, terima kasih……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Natsume dengan serak. Setelah berkata demikian, ia membenamkan kembali wajahnya pada dada Harutora seolah-olah unutk kabur. Sensai lembut dengan bisikan halus menusuk Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Detak jantungnya berdegup kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, oke.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menjawab dengan kesulitan yang bahkan menurut dirinya terasa sangat komikal. Kon yang berada disisinya dengan miwterius terlihat kesal, dengan jengah menatap dari ujung matanya pada Harutora dan Natsume yang membenamkan tubuhnya pada Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Seperti yang kupikirkan, ini…… berbeda.” Hingga kemudian, gumaman pelan Touji memotong keheningan yang ada diarena tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Natsume menoleh ke sumber suara, dan Kyouko dan Tenma berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji berhenti ditempat dimana Kakugoyuki itu telah menghilang, melihat ke tanah dengan ekspresi suram. Lalu, ia berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku berpikir ada hal yang aneh sebelumnya. Shikigami tersebut sangatlah kuat…… Namun oni yang sesungguhnya tidaklah hanya memiliki kapasitas seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji mengambil jimat rusak yang hampir tersobek sebagaimana ia berkata demikian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apa, apa maksudnya itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memiringkan kepalanya karena ia gagal untuk mengerti, namun ekspresin yang lainnya berubah ketika melihat jimat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebuah jimat shikigami?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan itu juga…… sebuah jimat shikigami baru? Terlebih lagi, itu hanyalah jimat biasa yang dijual dipasaran.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume dan Kyouko berucap dengan kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pe-pelan, bagaimana jimat shikigami ini dijual dipasaran? Kakugyouki bukanlah tipe buatan manusia, seharusnya ia adalah tipe pembantu, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma juga mengeluarkan keraguannya, dan hingga kemudian Harutora menyadari apa yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika shikigami tipe pembantu mengambil bentuk sebagai wujud spiritual, situasi yang paling sering dijumpai adalah dengan beberapa objek yang termaterialisasi sebagai objek intinya, seperti pedang yang berlumuran darah, busana liturgis yang biarawan pakai, atau terkadang bahkan dalam bentuk manusia, dengan aura disekitarnya yang menghasilkan aura spiritual yang sangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, jimat shikigami ada jimat yang digunakan sebagai wadah dari shikigami, alat yang digunakan dalam shikigami buatan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikarenakan hal tersebut memiliki jimat shikigami – dan terlebih lagi ‘jimat shikigami baru yang dijual dipasaran’ – sebagai wadahnya, itu berarti oni tersebut – shikigami tersebut yang muncul dengan wujud oni – adalah shikigami buatan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kakugyouki tersebut palsu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume bergumam bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada diantara mereka yang mengangguk membenarkan, namun juga tidak ada yang berbicara untuk tidak menyetujuinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laki-laki tersebut kabur dari pintu belakng gedung Akademi Onmyou dengan wajah pucat. Laki-laki tua yang melihat adegan tersebut mendesah pelan dengan kecewa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laki-laki tua itu duduk dikursi belakang limusin yang terhenti dijalan bagian area parkir tidak jauh dari pintu belakang. Ia membuka kaca jendela, menatap dengan marah pada laki-laki yang berusaha keras untuk kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh diluar ekspetasiku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis mulut yang dipenuhi kerutan mengeluarkan suara yang terdengar muda diluar dugaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Atau seharusnya kukatakan bahwa performa anak-anak tersebut lebih baik dibandingkan yang diduga…… namun ini sungguh gangguan mata melihat pria yang begitu bermartabat jatuh dengan rendahnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laki-laki tua itu menggunakan kimono hitam legam, dengan kacamata merah darah diwajahnya. Helaian rambut putihnya telah dibentuk rapi dan teratur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laki-laki tua itu seperti seorang senior, namun lebih tepatnya ia terlihat seperti pria mati yang sudah lama dibunuh. Meskipun ia menggunakan kacamata, tak ada ekspresi yang muncul diwajah pria tua tersebut. Ia hanya berucap sambil dengan cuek menggerakkan bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, nadanya yang terdengar muda dan penuh akan emosi, jelas berbeda dengan penampilan dingin seperti orang mati yang ia kenakan, seperti orang muda dengan semangat berlimpah telah dimasukan ke dalam tubuh sang pria tua yang akan mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang laki-laki yang sedang kabur dari gedung akademi berbelok diujung jalam. Figurnya menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian, kegelepan yang tiba-tiba datang menutupi jendela.&lt;br /&gt;
Itu seperti seolah-olah matahari bersembunyi dibalik awan gelap, namun yang menghalangi matahari bukanlah sebuah awan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Yo.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara kasar datang dari balik kaca jendela, dan itu adalah laki-laki yang menghalangi sinar matahari. Ia bersandar pada limusin, mengintip ke dalam jendela tanpa peringatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah laki-laki yang besar, tubuhnya memiliki tinggi sekitar dua meter, dengan otot yang cukup impresif yang terdapat diseluruh tubuhnya dan kerangkanya yang besar pun turut memberikan kesan yang sangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari balik rambut emas pendeknya terdapat wajah yang kontras dengan tipe tubuhnya, dengan fitur yang dalam seolah-olah ia adalah keturunan dari eropa selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alis laki-laki tersebut terlihat indah, dan matanya sedikit sipit dengan lengkungan kelopak mata. Hidungnya yang mancung dan bibirnya yang penuh. Jas bergaris yang dikenakan cukup modis untuk seorang pria yang terlihat serampangan, hingga memberikan kesan cerdas sebagai gantinya. Disisi lain, setiap bagian tubuh sang pria tersebut memberikan kesan seorang karnivora yang bahkan tidak bisa ia sembunyikan meskipun ia mencoba. Namun, setiap pergerakan yang dibuat oleh sang pria jelas memberikan kesan dewasa, mendunia, dan elegan, membentuk semacam pesona seperti sebuah parfum yang terdapat disekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan orang buta saja dapat mengetahui bahwa ia bukanlah orang normal, dan ‘seorang pemimpin mafia’ mungkin deskripsi yang tepat untuknya. Umurnya terlihat lebih dari tiga puluhan, namun tidak terlihat dirinya telah menginjak umur empat puluh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang pria menaruh lengan kekarnya diatas atap limusin tersebut, berbicara pada pria tua didalamnya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisakah kau tidak menggunakan nama orang semaumu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat tersebut terdengar seperti sebuah tuduhan, namun tidak ada amarah dalam nadanya. Sang pria tua pun turut menjawabnya dengan santai seolah-olah ia bersenda-gurau: “Kau menangkapku.” Wajahnya masih memiliki ekspresi seperti orang mati, dan ia tidak berbicara dengan rasa bersalah yang tulus sama sekali, namun jelas terdengar gembira seolah-olah mereka sedang bersenang-senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa sebenarnya kau sangat penasaran?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dinginnya, bukankah enam puluh tahun berjalan dengan cepat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka bahkan bukan enam puluh tahun yang cepat, ini bukanlah saatnya &lt;br /&gt;
untuk merasa nostalgia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang pria berbicara dengan tenang, dan sang pria tua tertawa pelan sebagaimana ia mendengarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah? Aku mengakumulasikan sedikit kebencian selama enam puluh tahun ini. Aku bisa dengan sangat menyebut waktu tersebut nostalgik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terlalu dianggap serius.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau berkata demikian, namun aku selalu mendepatkan disposisi ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah…… Kau harusnya tetap saja dibelakang layar. Kapanpun kau muncul, selalu muncul masalah secara signifikan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laki-laki tersebut berbicara seolah-olah ia kesal, namun sebenarnya ia hanyalah berpura-pura, dan sama sekali tidak peduli dalam hatinya. Pada akhirnya, ia masih tidak berencana untuk turut ikut campur bahkan jika keadaan bermasalah tersebut bertambah atau meningkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang pria tua terlihat mulai marah dengan sikapnya yang tidak peduli, dengan keras kepala bertanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau benar-benar tidak peduli sama sekali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak bisa bilang bahwa aku benar-benar tidak peduli, namun aku tidak akan terburu-buru untuk mengonfirmasi. Metodeku berbeda dengan Hishamaru.” Dengan tak sabar sang pria menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmph, Begitu…… Jadi, kau masih belum bisa berkontak dengan Hishamaru? Orang tersebut cukup dingin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu bukan urusanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laki-laki tersebut pun menjawab dengan dingin. Interaksi diantara mereka terlihat kaku, namun respon mereka terlihat seperti mereka familiar satu sama lain. Sebenarnya, perjanjian diantara keduanya sudah terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, aura hantu dari tubuhmu sedikit terlalu kuat. Sudah kuperingatkan sebelumnya, bisakah kau menyembunyikan dirimu dengan sedikit lebih serius?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, aku sudah tidak terlalu memerdulikannya lagi sejak lama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sudah setua ini…… Ah, kau lihat, kau bahkan membuatku disadari, dan itu bahkan oleh pemuda tersebut! Sungguh……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang pria tua bergumam dengan jijik. Jika ekspresinya dapat berubah, wajahnya sudah pasti akan mengerut sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang laki-laki pun menyandarkan diri pada mobil tersebut dan menolehkan leher kekarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Laki-laki itu huh, ia tidak terlalu buruk seperti yang kau katakan. Apa kau saling mengenal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami saling bersinggungan sebelumnya. Rekan arogan tersebut menyerah untuk melarikan diri dariku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria tua tersebut mengutuk dengan sebal. Sang laki-laki tersenyum ringan, dengan tulus mengatakan: “Laki-laki tersebut memiliki masa depan yang menjanjikan.” Kalimat tersebut membuat sang pria tua tak senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimanapun juga, kepala sekolah Onmyou Akademi adalah seorang peramal yang handal, dan mungkin dia sudah lama melihat tipu muslihatmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bersekongkol melawan satu sama lain adalah bagian yang menarik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh ketertarikan yang buruk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang pria mengangkat lengannya dari atap mobil tersebut sebagaimana ia berkata demikian, tubuhnya pun turut meninggalkan sandaran pada mobil tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimanapun juga, aku tidak tertarik untuk mengetahui seberapa buruk ketertarikanmu itu, namun jangan gunakan namaku semaumu untuk permainan bodohmu. Aku hanya datang untuk memeringatimu itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun membalikkan tubuhnya, meninggalkan limusin tersebut. Sang pria tua tidak memaksanya untuk tetap tinggal, ataupun membuka mulutnya untuk mengucapkan selamat tinggal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana ia akan pergi, sang laki-laki tiba-tiba berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Benar, darimana tepatnya bocah tengil tersebut?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nn? Bocah mana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harimau.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh, sepertinya dia adalah anak yang berasal dari keluarga cabang, kemampuannya tidak terlalu buruk. Dengan ini, sang harimau dan sang naga saling berdampingan, namun sang harimau benar-benar lemah…… Apa kau tertarik dengan orang tersebut?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang pria tua bertanya, tidak mengerti. Seseorang yang jeli mungkin akan bisa menyadari bahwa ada sedikit rasa ingin tahu yang terbersit dibali suara sang pria tua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tidak, bukan apa-apa. Ingat untuk tidak melakukannya berlebihan, Doman.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei hei, bukankah kau baru saja bilang bahwa kau tidak tertarik dengan ketertarikan orang lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang pria tua membalas seperti ia sedang memarahi seorang anak kecil. Sang pria hanya tersenyum kecut, akhirnya meninggalkan limusin tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berjalan dengan punggung yang menghadap sang pria tua dan gedung akademi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kau tidak berubah sama sekali, masih sangat setia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada orang selain dirinya yang mendengar gumaman tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang pria dengan perlahan berjalan pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanannya ia taruh dikantung celananya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kiri dari pakaiannya pun melambai-lambai pelan diudara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
☆&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial…… Sial…… Sialan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air mata mengalir menuruni wajah sang Investigator Mistis sebagaimana ia berusaha kabur, bahunya bergerak naik turun sebagaimana ia bernapas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini seharusnya tidak berjalan seperti ini, semuanya berjalan berantakan. Kenapa ia terjatuh dan memiliki takdir yang menyedihkan? Ia tidak mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa? Aku Hishamaru, aku adalah Hishamaru, namun Kakugyouki…… Ahh, sial, apa yang harus kulakukan untuk mendapatkan pengakuan dari pria hebat itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikirannya tidak beroperasi dengan normal karena kebingungan dan putus asa yang melandanya. Untuk saat ini, ia hanya bisa untuk kembali kepada rekan-rekannya dan mendengarkan instruksi pria tersebut. Sang pria tua yang tiba-tiba muncul dihadapannya suatu hari, memberitahukannya tentang kehidupan masa lalunya, dan mengizinkannya untuk bertemu kembali dengan sekutu masa lalunya Kakugyouki. Ia sangat percaya bahwa sang pria hebat tersebut pasti memiliki cara untuk membereskan kesulitan yag ia hadapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Meskipun aku telah pergi untuk beberapa saat, kualitas dari Investigator Mistis telah sedikit menurun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Investigator pun berteriak dan berhenti bergerak, tidak mengetahui ada dimana sumber suara tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak melihat satu orang pun meskipun ia telah melihat ke seluruh pelosok jalan kecil diantara dua gedung tersebut. Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kurasa bencana spiritual telah bertambah, jadi seluruh orang yang cukup berbakat dilarikan ke divisi &#039;&#039;excorcist&#039;&#039;. Sungguh menyedihkan, itu sungguh berbahaya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara tersebut datang dari belakangnya – dan terlebih lagi suara yang tadinya berada cukup jauh darinya kini menjadi terasa sangat dekat. Ia ingin dengan segera berbalik dan kabur, namun seluruh tubuhnya tidak bisa bergerak, bahkan satu jari pun – tidak, bahkan ia tidak bisa menggerakkan lidahnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah sihir. Ini berbeda dengan jimat sihir  yang telah ia gunakan ketika Natsume tak sadarkan diri, ini adalah metode penaklukan Shugendo, Pengikat Rantai Emas – &#039;&#039;Unmoving Golden Chain&#039;&#039;. Namun, lawan telah menggunakannya tanpa mantra, dan ia bahkan sama sekali tidak merasakan keberadaan sang pengguna. Sihir tak terdeteksi. Dan itu bukanlah sihir tak terdeteksi biasa -  ia takut bahwa itu adalah Sihir tak terdeteksi Marici – &#039;&#039;Marici Stealth Tantra&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kehadiran yang ada dibelakangnya tiba-tiba mendekat, membuat suara &#039;&#039;‘clunk’&#039;&#039; dari langkah kakinya. Suara keras nan dingin yang berbeda dengan suara benturan alas kaki pada tanah pun menggema dalam gang kecil tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang pengguna yang telah mengikatnya berjalan dihadapan dirinya yang terikat, namun disaat yang bersamaan, sihir yang mengikat tubuhnya juga mengambil indera penglihatannya, membutakan penglihatannya dan dengan kejam menjatuhkannya ke dalam kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bersikeras mencoba untuk membuka matanya yang perlahan menggelap, memaksa dirinya untuk melihat kaki sang pengguna sihir. Sebuah tongkat berjalan, dan kaki kayu palsu yang terlihat seperti mainan. Disaat itu, memorinya pun teringat olehnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia berada di Inestigator Mistis, ada sebuah rumor mengenai Investigator Mistis yang berkemampuan hebat yang telah lama menjadi sebuah legenda. Orang tersebut memiliki kualifikasi kemampuan untuk menjadi Onmyouji Nasional Kelas Satu, salah satu dari Dua Belas Pemimpin Suci, namun namanya tidak diketahui publik karena dirinya yang dirahasiakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah meninggalkan barisan depan setelah kehilangna kaki kanannya, dan dirumorkan bahwa hanya beberapa para petinggi yang tahu dimana keberadaan Onmyouji tersebut setelah menghilang. Ia awalnya percaya bahwa itu hanyalah sebuah rumor kosong belaka, dan ia tidak pernah berpikir bahwa ia akan bertemu dengannya ditempat seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana pemikiran tersebut terbersit dalam benaknya, sihir yang mengikatnya bukan hanya terdapat pada penglihatannya semata, namun bahkan juga pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat yang bersamaan dimana cahaya menghilang dari matanya, kesadarannya pun turut jatuh dalam kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh sungguh, pemuda ini bahkan mengharuskanku kerja lemburan. Sungguh melelahkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo merendahkan kepalanya untuk melihat sang Investigator yang terjatuh, bergumam dengan kesal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian, kucing calico kecil berjalan memasuki gang tersebut tempat dimana tempat Ohtomo berada dengan mengeong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo dengan segera memberengut ketika melihat kucing tersebut. Sang kucing tidak mengindahkan reaksi Ohtomo, dengan tanpa bersuara berjalan dengan kaki-kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengecek sang Investigator yang terjatuh dan kemudian melihat ke arah Ohtomo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau telah bekerja keras, Ohtomo-sensei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara kepala sekolah Kurahashi pun muncul dari mulut sang kucing, dan Ohtomo merespon dengan wajah yang sedikit kesal: “Jangan disebutkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lagipula ia hanyalah hal kecil, untuk sedikit lebih kejamnya, namun kurasa sepertinya masih banyak orang-orang sepertinya yang berkeliaran saat ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ia kemungkinan sudah sangat terpengaruh sejak lama. Berdasarkan apa yang kulihat diarena, kepribadiannya memiliki perpecahan yang serius.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, sandiwara satu orang dengan dua kepribadian tersebut? Kau juga melihatnya, kepala sekolah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja, mereka adalah murid-murid kesayanganku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi sang kucing tidak ada perubahan, dan Ohtomo pun menolehkan wajahnya dan berkata: “……Kau dengan sengaja memonitoriku, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu, Ohtomo-sensei?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, kepala sekolah, aku tidak mengatakan apapun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Ohtomo dengan polos, menunjukan senyum seri-seri palsu yang tak biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kucing pun membenarkan posturnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Biarkan aku dengan benar berterimakasih kembali padamu, Ohtomo-sensei. Namun, pertunjukan yang dilakukan oleh murid-murid tersebut sedikit berbahaya, dan aku tidak bisa menyetujuinya. Kau seharusnya menengahinya ketika ia memanggil Kakugyouki palsu tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu akan sedikit sulit. Abaikan penguntit bodoh tersebut, bagaimana dengan dua mata besar tersebut yang dengan ganas terlihat dari samping tersebut? Jika aku kehilangan kakiku lagi, karirku dimasa depan nanti sebagai guru akan jadi sebuah masalah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku bisa dengan khusus membuatkanmu sebuah shikigami kursi dorong untukmu. Penawaran gratis.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwah, sungguh menakutkan…… Kenapa nenek tua ini tidak dengan segera mati……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, bukan apa-apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo mengambil napas, mundur dengan berlebihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan aku sudah mengambil tindakan pencegahan sebelumnya. Melihat pedang kayu tersebut hancur benar-benar mengejutkanku. Meskipun itu adalah benda sihir yang kubuat dengan tak sengaja, tidak pernah terpikir olehku bahwa itu akan hancur! Namun, karena pelajaran tersebut, kau bisa menyebutkan bahwa shakujou tersebut adalah mahakaryaku, dan bukankah itu sebenarnya cukup berguna juga? Dan juga, cucumu juga berusaha dengan bagus! Kau melihat efek dari strategiku kemarin, pertemanan diantara mereka meningkat karena rencana gurunya yang kelelahan, dan itulah mengapa mereka mampu menggunakan kekuatan dari pertemanan mereka yang indah dan mengurus oni jahat palsu tersebut!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo pun menari kegirangan dan dengan sangat membangga-banggakan hasil kerjanya. Sang kucing shikigami pun dengan diam hanya memerhatikan Onmyouji berkaki palsu tersebut, menunjukan tatapan skeptic yang lazim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Juga, mungkinkah kau terlalu kebingungan saat ini, Kepala sekolah? Kau tahu bahwa idiot tersebut adalah seorang fanatik Yakou sejak lama, bukan? Namun berpikiran bahwa kau hanya membiarkannya…… itu sedikit berisiko.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kucing pun menggoyang-goyangkan ekornya mendenganr sarkam Ohtomo, jelas tidak mengkhawatirkannya sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang kuketahui hanyalah bahwa ia ada hubungannya dengan Sindikat Tanduk Kembar, aku tidak melihatnya lebih jauh. Ini adalah kesempatan bagus untuk kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi maksudmu, kau benar-benar menggunakan muridmu sebagai umppan, dan kau bahkan berkata ‘aku tidak menyetujui’ kepada orang lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong untuk terbiasa dengan hal-hal kecil semacam ini sesegera mungkin. Juga, aku telah mengingatkan pihak yang dikhawatirkan sebelumnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kucing berbicara dengan tenang, dan Ohtomo mengernyitkan alisnya dengan tidak senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Munafik……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak tidak, bukan apa-apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kucing pun mendesah pada Ohtomo yang berpura-pura, kemudian membalikan badannya, meninggalkan Ohtomo dengan senyum kecutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku harus pergi untuk menginformasi Agensi Onmyou, jadi kuserahkan sisanya padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tidakkah aku akan mendapatkan uang lemburan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh sungguh, bukankah ini untuk murid kesayanganmu? Uang seharusnya bukanlah masalah, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Masalahnya bukanlah uang, tapi ketulusannya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluh Ohtomo, dan sang kucing pun tidak membahas lebih jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kucing pun meninggalkan gang kecil tersebut dengan langkah ringan, dan bawahan yang melihat shikigami tersebut pergi, dengan kekanak-kanakannya menjulurkan lidahnya ke tempat dimana kucing tersebut pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berada diasramanya dengan terburu-buru mengerjakan tugasnya dihari Minggu pertama semenjak kedatangannya di Tokyo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemandangan diluar sungguh indah, dengan cahaya matahari akhir musim panas yang menyinari. Ia awalnya berencana untuk pergi keluar membeli beberapa kebutuhan sehari-hari, namun setelah insiden tersebut, ia telah terus-menerus mengistirahatkan dirinya dan tidak mampu untuk pergi datang ke kelas. Sekarang ia dengan sangat berusaha menyalin catatan-catatan pelajaran kelas untuk mengejar ketinggalan. Namun ia hanya menyalin, dan tidak benar-benar mengerti apa isi dari catatan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji, yang datang untuk menyerahkan catatan tersebut, juga berada didalam kamar Harutora. Ia duduk didekat jendela sambil melihat pemandangan yang diberikan, membicarakan perkembangan terkini yang ia alami selama Harutora beristirahat. Sebenarnya, Touji hanya mengantarkan catatan tersebut, dan Tenmalah orang yang mencatat pelajaran tersebut. Touji sebenarnya tidak mencatat pelajaran dikelas, dan Natsume telah mulai bekerja sama dengan Investigator Mistis dengan investigasinya kembali, jadi ia juga tidak benar-benar bisa mendatangi kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Pada akhirnya, masalah tersebut tak benar-benar terselesaikan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, sama seperti masalah sebelum kita ke sini. Fanatik Yakou menemukan Natsume, tapi pada akhirnya kita masih belum mengetahui pasti siapa mereka dibaliknya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para guru yang akhirnya datang setelah kejaian tersebut sangatlah terkejut pada keadaan lapangan latihan sihir dan denan segera melindungi Harutora dan yang lainnya. Sang kepala sekolah telah menghubungi Agensi Onmyou, dan Investigator Mistis – kepercayaan Harutora pada Investigator Mistis telah cukup menurun – memeriksa setiap rekaan adegan satu persatu, mengumpulkan barang bukti pada temat kejadian perkara dan dilanjut dengan sesi tanya jawab, dan wali kelas mereka guru Ohtomo baru saja sampai sepuluh menit sebelumnya, lima jam lebih dari ketika Harutora dan yang lainnya berhadapan dengan bahaya. Evaluasinya sebagai guru wali kelas kini akan menemui akhirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, mereka telah mendengar bahwa sang Investigator yang kabur telah ditangkap, namun proses interogasi tidak berjalan lancar. Semakin mereka menginterogasi, semakin membuktikan bahwa sang Investigator telah diperguna tanpa mengetahui apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ia bilang ia memiliki rekan lainnya, jadi apakah kita telah mengalahkan salah satu fanatik Yakou?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, sepertinya memori terblokir dengan sihir, dan Agensi Onmyou sedang berusaha untuk membukanya, tapi mereka tidak memberitahukan identitas mereka kepada satu sama lainnya sejak awal, jadi itu sedikit meragukan berapa banyaknya yang mampu mereka gali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Bagaimana dengan Kakugyouki?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang diduga, itu adalah palsu, dan tentu saja laki-laki tersebut yang memanggil dirinya sebagai Hishamaru adalah kebohongan besar, dan ia tertipu daya oleh sihir – singkatnya, ia hanya berfantasi, jadi perkataan Natsume sebenarnya telah memukul telak orang tersebut.”&lt;br /&gt;
Touji menatap pemandangan yang ada diluar jendela, menunjukan tatapan tajam yang sulit dimengerti.&lt;br /&gt;
“……Namun itu tidak benar-benar tidak diduga. Hal tersebut bahkan tidak bisa dibandingkan dengan oni yang pernah kulihat.”&lt;br /&gt;
Ia menyebutkannya dengan santai, namun Harutora tak mampu untuk tidak berhenti menyalin catatannya dan menolehkan wajahnya untuk melirik ke arah jendela.&lt;br /&gt;
“Itu berisik.” Harutora sedikit memberengut, dan kemudian ia sadar bahwa ruangan dimana suara tersebut berasal datang dari kamar yang seharusnya kosong. Ia pun tak mampu untuk tidak terheran-heran entah seseorang diam-diam menggunakan ruangan tersebut sebgai gudang.&lt;br /&gt;
Sebagaimana ia berpikiran demikian, Touji yang telah kembali menjadi normal untuk beberapa poin lanjut berbicara:&lt;br /&gt;
“Apa yang menarik adalah style dimana Kakugyouki palsu tersebut dan wadah kodoku dibuat dengan sangat berbeda, seolah-olah mereka dibuat oleh orang yang berbeda.”&lt;br /&gt;
“I-itu berarti…… orang tersebut tidak membuat shikigami oni tersebut?”&lt;br /&gt;
“Sepertinya ia percaya bahwa itu adalah Kakugyouki sungguhan, dan berdasarkan pernyataanya, ada seseorang yang memerintahkannya.”&lt;br /&gt;
“Siapa?”&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu itu.”&lt;br /&gt;
Touji menjawaa dengan dingin. Lagipula, insiden tersebut masih dalam investigasi, dan aka nada dimana hari mereka akan mendapatkan lebih banya detilnya. Mereka hanya bisa mengerti beberapa hal sekarang.&lt;br /&gt;
Hingga kemudian, suara keras pun datang dari kamar yang ada disebelahny, seperti seseorang yang sedang memindah-mindahkan barang.&lt;br /&gt;
“Sebenarnya ada apa ini?”&lt;br /&gt;
Harutora berencana untuk mengetahui apa yang sedang terjadi ketika suara ketukan datang dari luar.&lt;br /&gt;
Ia berdiri dan melewai luasnya ruangan untuk membukakan pintu. Kon berdiri didepan pintu dengan baki merah ditangannya dan cangkir the yang diletakkan diatasnya. Ia telah dengan segera menuju lantai satu untuk membuatkannya the hanya karena tuannya memiliki seorang tamu.&lt;br /&gt;
“Oh, jadi itu Kon. Terima kasih untuk tehnya.”&lt;br /&gt;
Berkata demikian, ia membukakan pintu dan bergeser untuk membiarkan Kon memasuki ruangan, namun Kon tetap berdiri dikoridor, tidak bergerak.&lt;br /&gt;
“H-h-harutora-sama, sebenarnya……”&lt;br /&gt;
Telinga Kon berkedut-kedut khawatir dan ia melirik sekilas ke arah koridor – ke arah ruangan sebelah dimana suara tersebut berasal. Harutora bertanya: “Ada apa?”, menjulurkan kepalanya keluar dan melihat ke arah koridor.&lt;br /&gt;
Natsume berdiri disana.&lt;br /&gt;
Ia berada didepan ruangan sebelah dengan pintu yang tebuka, melihat-lihat keadaan didalamnya dengan banyaknya kotak dan koper yang ada disekitar kakinya. Mata Harutora pun melebar karena terkejut.&lt;br /&gt;
“Natsume?”&lt;br /&gt;
Apa yang kau lakukan disini – sebagaimana ia berpikiran untuk membuka mulutnya bertanya, sebuah bayangan humanoid datang dari dalam ruangan sebelah. Natsume tidak mengindahkan Harutora yang terkejut, sikapnya jelas-jelas terlihat tenang. Sang bayangan berlutut didepan Natsume, mengangkat kotak yang tergeletak dikoridor dan kembali ke ruangan tersebut.&lt;br /&gt;
Harutora pun berlari keluar dari kamarnya, panik. &lt;br /&gt;
“N-n-natsume? Benda apa itu?”&lt;br /&gt;
“Oh Harutora, apakah tugasmu sudah selesai?”&lt;br /&gt;
Natsume menoleh dan tersenyum seperti seolah-olah ia baru saja menyadarinya sekarang, ia terlihat sangat senang.&lt;br /&gt;
“Aku sedang mengerjakannya sekarang. Sungguh benda hitam apa itu sebenarnya?”&lt;br /&gt;
“Itu hanyalah shikigami sederhana yang aku buat untuk membantuku memindahkan barang-barang.”&lt;br /&gt;
“Memindahkan barang apa?”&lt;br /&gt;
“Aku juga akan tinggal disini mulai hari ini.”&lt;br /&gt;
Ucap Natsume dengan bangga dan Harutora pun ternganga dengan bodohnya ketika mendengar hal tersebut.&lt;br /&gt;
“Tinggal disini…… Kau?”&lt;br /&gt;
“Bukankah aku berkata demikian?”&lt;br /&gt;
“Tapi ini adalah asrama laki-laki!?”&lt;br /&gt;
“Aku seorang laki-laki, ingat.”&lt;br /&gt;
Ucap Natsume dengan yakin, dan Harutora pun tak mampu menemukan kata untuk membalas. Meskipun ia ingin menganggap ini hanyalah sebuah candaan, ia tahu Natsume tidak bercanda mengenai ini, terlepas dari seberapa sedikitnya ia mengerti tujuan Natsume.&lt;br /&gt;
Natsume pun mengerucutkan bibirnya marah sebagaimana ia melihat Harutora yang terdiam.&lt;br /&gt;
“Kau sungguh lamban, Harutora. Insiden besar telah terjadi sebelumnya, tapi mungkinkah itu tidak membuatmu merasa waspada sama sekali?”&lt;br /&gt;
“Wa-waspada…… Waspada apa?”&lt;br /&gt;
“Haruskah aku menjelaskan? Tentu saja faka bahwa aku akan selalu dalam bahaya setiap waktu!”&lt;br /&gt;
“……Jadi?”&lt;br /&gt;
“Kenapa kau masih tidak mengerti juga! Kau adalah shikigamiku, dan itu adalah tugasmu untuk melindungiku selama dua puluh empat jam!”&lt;br /&gt;
Natsume berbicara serius seolah-olah ia adalah ketua kelas yang sedang menjelaskan peraturan kelas kepada yang lainnya.&lt;br /&gt;
“Uh, jadi kau ingin aku untuk menjagamu, tapi kau……”&lt;br /&gt;
Kau tidak perlu takut apapun selama kau memiliki Hokuto, jadi itu tidak diperlukan jika aku ada atau tidak, bukan?”&lt;br /&gt;
Harutora hamoir saja menyuarakan kalimat tersebut.&lt;br /&gt;
“Tapi kaulah yang menginginkanku untuk melakukan hal tersebut.”&lt;br /&gt;
“Aku?”&lt;br /&gt;
“Kau ingin aku untuk lebih berani dan mengandalkan orang disekitarku.”&lt;br /&gt;
“Ah……”&lt;br /&gt;
Semburat merah pun muncul ketika ia mengingat kembali perkataannya dan bagaimana emosinya yang menggelora saat itu. Tuannya pun turut memerah sebagaimana dalam diam ia menatap shikigaminya. Ketika ia melihat tatapan yang dipenuhi akan kepercayaan tersebut, Harutora pun tak mampu untuk tidak merasakan bahwa Natsume, yang telah dengan sukarela mengubah dirinya agar sesuai dengan pendapatnya, terlihat lebih tulus dan manis dibandingkan biasanya.&lt;br /&gt;
“Tapi, pertama! Bukankah ini sedikit berisiko? Itu tidak mungkin bagimu untuk tinggal diasrama laki-laki!”&lt;br /&gt;
“Bantu aku.”&lt;br /&gt;
“Bantu? Bagaimana aku membantumu!”&lt;br /&gt;
“Apa, bukankah kau menginginkanku untuk mengandalkanmu?”&lt;br /&gt;
Natsume merajuk kembali, menaikkan tatapannya untuk melihat ke arah Harutora sebagaimana ia berbicara, seolah-olah menghukumi Harutora karena tidak berperasaan. Pertanyaan tersebut membuat Harutora terdiam, dan kemudian ia menyadari bahwa Kon dan Touji mengintip dari kamarnya dan memerhatikan adegan tersebut.&lt;br /&gt;
Hingga kemudian— “Huh? Apa yang kau lakukan, Harutora-kun?” tenma berjalan memasuki koridor asrama. Bukan hanya ia telah memberikan catatan kelasnya, bahkan ia dengan sukarela untuk menjelaskannya. Kyouko pun turut mengikuti dibelakangnya.&lt;br /&gt;
“Tenma, dan…… Kurahashi? Kenapa kau datang juga?”&lt;br /&gt;
“……Apa, apa aku tidak disambut?”&lt;br /&gt;
“Tidak, bukan itu……”&lt;br /&gt;
Ia telah tak sadarkan diri setelah insiden tersebut selesai dan tidak sempat berbicara dengan Kyouko. Meskipun mereka telah bekerja sama untuk melewati krisis tersebut, sebelumnya keduanya tidaklah akur, dan Harutora tidak tahu sikap apa yang harus ia berikan.&lt;br /&gt;
Sebagaimana Harutora ragu-ragu dan bimbang—&lt;br /&gt;
“Tenma-kun, Kurahashi-san, terima kasih atas kejadian sebelumnya dan maaf telah merepotkan kalian.” Natsume melangkah maju.&lt;br /&gt;
Tenma ddan Kurahashi seperti tidak menduga Natsume untuk berada disini. keberadaan Natsume yang tiba-tiba, dan juga ia yang membungkuk unutk berterima kasih, membuat keduanya bingung.&lt;br /&gt;
“Ja-jangan berkata begitu, apalagi dikarenakan…… aku tidak terlalu banyak membantu sama sekali.”&lt;br /&gt;
“Itu tidak benar, aku sangat berterimakasih atas bantuan kalian.”&lt;br /&gt;
Natsume sekali lagi berterimakasih dengan sikap yang tulus.&lt;br /&gt;
Sebenarnya, Natsume adalah orang yang keras kepala dan enggan untuk bergaul dengan yang lain, namun setelah ia membuka hatinya, ia sangatlah tulus bagaikan anak kecil. Tenma dan Kyouko pun hanya bisa menunjukan senyum kaku menghadapi perubahan yang tiba-tiba ini.&lt;br /&gt;
“Kyouko-san, aku juga harus berterimakasih padamu.”&lt;br /&gt;
“Uh, itu……”&lt;br /&gt;
“Meskipun aku banyak mengatakan perkataan yang cukup kasar padamu, tolong percaya bahwa aku tidak memiliki maksud jahat sama sekali. Juga, kau mau membantuku meskipun aku memiliki sikap yang buruk terhadapmu, aku sangat berterimakasih. Aku akan mengikuti rasa toleransimu, jadi kumohon semoga kita bisa berteman baik nantinya.”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
Natsume menatap dengan tatapan polosnya terhadap Kyouko yang terdiam. Wajah Natsume tersenyum berseri-seri, dan Kyouko melihat dengan bingung, wajahnya pun memerah dan semakin memerah.&lt;br /&gt;
“Jangan berkata seperti itu…… Aku hanya……”&lt;br /&gt;
Ia menjawab malu-malu, tak mampu menjawab dan menolehkan wajahnya malu-mali sebelum ia selesai berbicara.&lt;br /&gt;
Lalu— “Ha-harutora-kun, coba ke sini sebentar—“&lt;br /&gt;
Ia menarik lengan Harutora dan meninggalkan Natusme dan Harutora yang kebingungan, berlari melewati koridor, berjalan menuruni tangga, dan turut membawa Harutora yang kebingungan menuju tangga.&lt;br /&gt;
“A-apa ini, kenapa kau tiba-tiba membawaku kemari?”&lt;br /&gt;
“Mungkinkah Natsume-kun telah memikirkan hal sebelumnya? Mungkinkah dia mengingat janjinya denganku?”&lt;br /&gt;
Wajah Kyouko sangatlah merah sebagaimana ia bertanya kkepada Harutora dengan senang. Ia terlihat telah salah menanggapi perubahan sikap Natsume yang tiba-tiba sebagaimana ia mengingat pertemuannya sebelumnya.&lt;br /&gt;
“Uh……” Harutora menjawa dengan canggung. “……Maaf, aku tidak bertanya padanya, tapi aku berpikir bahwa situasinya seperti apa yang kau pikirkan.”&lt;br /&gt;
“La-lalu kenapa dia tiba-tiba mengubah sikapnya?”&lt;br /&gt;
“Sebenarnya kau tidak bisa menyebutnya tiba-tiba. Bukankah ia bilang bahwa ia berterimakasih bahwa kau telah membantunya? Itulah mengapa.”&lt;br /&gt;
Harutora menjelaskan. Kyouko pun mengertakan bibirnya seolah-olah ia masih tidak mampu menerima pernyataan tersebut. Ketika Harutora berhenti berbicara, Kyouko tiba-tiba sadar bahwa ia masih mengenggam lengan Harutora, dan dengan segera melepaskannya.&lt;br /&gt;
“Itu benar bahwa satu-satunya yang ada dikepalanya adalah dirinya dan keluarga Tsuchimikado, namun itu semua adalah sikap yang secara tidak sadar untuk melindungi dirinya. Setelah ia berpikir kau adalah temannya, sikapnya akan menjadi terlihat lebih tulus. Kepribadian anak tersebut sebenarnya seperti anak kecil, dan karenanya, sikapnya juga sangat simpel.” Ucap Harutora lebih jelas.&lt;br /&gt;
“Teman? Aku? Tapi aku terlalu merendahkan Harutora-kun sebelumnya……”&lt;br /&gt;
“Meskipun aku tidak mengerti kenapa kau selalu mencari-cari masalah dengan keluarga Tsuchimikado, dia tidak membencimu, ataupun marah. Dia pun juga tidak membenci dirimu sebelum insiden ini terjadi.”&lt;br /&gt;
Ia hanya berasa bahwa kau tidak beralasan – Harutora tidak mengatakan hal tersebut, menggedikan bahu.&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Kyouko tiba-tiba menundukan kepalanya.&lt;br /&gt;
Wajahnya yang memerah pun berubah menjadi bercahaya, seolah-olah alam gelap nan panjang telah datang, dan menyambut cahaya penuh harapan tersebut. Ia jelas dalam jiwa yang bercahaya dan sangat bersemangat.&lt;br /&gt;
“Aku……”&lt;br /&gt;
“Apa itu?”&lt;br /&gt;
“Aku…… sangat menyukai Natsume-kun.”&lt;br /&gt;
“Begitu, itu bagu – Apa kau bilang?”&lt;br /&gt;
Harutora hanya bisa meragukan dirinya entah ia salah mendengar atau tidak. Tidak terpengaruh dengan keterkejutan Harutora, Kyouko menunjukan senyum malu-malu dan polosnya seorang wanita diwajahnya.&lt;br /&gt;
“Meskipun sangat disayangkan bahwa Natsume-kun lupa dengan janjinya…… Aku sebenarnya sadar bahwa aku tidak bisa menyalahkannya, karena itu adalah sesuatu yang telah terjadi beberapa tahun lalu. Jadi, aku akan menyerah untuk mengonfirmasikannya terhadapnya – tidak, aku tidak akan menyerah, namun untuk sekarang aku telah memutuskan untuk memulai kembali dari awal. Aku akhirnya mengerti bahwa aku sangat menyukai Natsume-kun sampai saat ini.”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
Harutora tergagu, matanya melebar karena terkejut, menatap Kyouko yang terlihat tidak waras. Perubahan dalam sikapnya mengalahkan Natsume. Sungguh ada dimana gadis yang penuh dengan kesombongan itu menghilang? Untuk apa ia terus-terusan harus menderita?&lt;br /&gt;
“K-kau menyukai Natsume? Tapi lalu kenapa—“&lt;br /&gt;
“Bodoh, jangan mengatakannya keras-keras! Natsume-kun itu berbakat dan keren dan lembut, dan khususnya ia terlihat begitu polos dari penampilan luarnya, tapi ia sangatlah lembut didalamnya, jadi kenapa aku tidak bisa menyukainya? Juga, aku telah menyukainya semenjak aku kecil, jadi kau tidak diperbolehkan menentangnya.”&lt;br /&gt;
“Aku, aku tidak bermaksud demikian, itu hanya saja……”&lt;br /&gt;
Wajah Kyouko memerah, ia berbicara dengan cepat seolah-olah untuk menutupi rasa malunya. Harutora sudah tau semenjak mereka pertama kali bertemu, namun ini kali pertama dirinya mendengar bahwa Kyouko menyukai Natsume setelah pertemuan mereka. Untuk sesaat ia tidak tahu harus merespon seperti apa. Hingga kemudian Kyouko berkata “benar,” terlihat seperti ia sedang memikirkan sesuatu.&lt;br /&gt;
“Aku membantumu sangat banyak diinsiden tersebut, jadi kau berhutang padaku. Bantu aku untuk mendekatkan diri pada Natsume-kun sebagai gantinya.”&lt;br /&gt;
“Mendekatkan diri!?”&lt;br /&gt;
“Be-benar, apa yang salah dengan itu? Bukannya kau harus membantuku? Kenyataanya, aku bisa saja termasuk sebagai penyelamatmu! Mungkinkah kau enggan melakukannya?”&lt;br /&gt;
Kyouko berubah, mendapatkan kembali kepribadian aslinya, menatap Harutora dengan alis yang saling bertaut dan nada yang mengintimidasi.&lt;br /&gt;
“I-itu bukannya aku enggan, tapi itu sangat sulit untukku untuk membantu…...”&lt;br /&gt;
“Kenapa?”&lt;br /&gt;
“Uh, dia sebenarnya memiliki bebrapa rahasia, atau mungkin bisa kukatakan ‘tradisi’ yang ia hormati, jadi……”&lt;br /&gt;
Dikarenakan ia tidak bisa memberitahukan identitas asli Natsume, ia tidak bisa membantu permintaan Kyouko.&lt;br /&gt;
Tatapan Kyouko pun terpaut kepada Harutora dengan tatapan meneliti, dan tiba-tiba, ia menunjukan tatapan mengerti dan angkuh sebagaimana ia mendapat pencerahan.&lt;br /&gt;
“Mungkinkah kau menyukaiku?”&lt;br /&gt;
Harutora tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya, matanya membulat.&lt;br /&gt;
“……Hah?”&lt;br /&gt;
“Jadi begitu…… Kau melihatku seolah-olah kau kaget ketika kau pertama kali melihatku diruang kelas juga. Benar, itu pasti begitu.”&lt;br /&gt;
“Tidak, tunggu, itu salah paham!”&lt;br /&gt;
Harutora dengan cepat menggeleng-gelengkan kepalanya. Sebenarnya, ia memeang sedikit menyukai Kyouko pada hari pertama sekolah, namun ia tidak berpikir bahwa ia akan menyadarinya.&lt;br /&gt;
Kyouko sangatlah manis – meskipun hanya terbatas pada penampilan luarnya saja – dan itu tidak data dipungkiri, namun kesan ‘baik’ pertama tersebut telah hancur berkeping-keping dihari itu juga. Tentu saja, ia tidak memeiliki keberanian untuk langsung mengatakan hal tersebut langsung didepan orangnya.&lt;br /&gt;
“Sayangnya, perasaanku sepert apa yang baru saja kukatakan tadi, jadi kau harus menbantuku, mengerti? Ini adalah perjanjian.”&lt;br /&gt;
Kyouko bergerak maju menuju Harutora, melihatnya dan mengulangi perkataanya dengan mengangkat jari telunjuknya. Ia tidak mendengarkan pendapat Harutora sama sekali, membuat Harutora sakit kepala.&lt;br /&gt;
Namun disisi lain, namun itu tidaklah tidak terduga mengetahui sikap dengan kepercayaan diri yang sangat tersebut muncul dari kepribadian Kyouko yang feminin. Itu terlihat lebih cocok untuknya dibandingkan saat ia melihat dirinya pertama kali dikelas, ataupun saat dimana ia tengah bertengkar dengan Natsume, atau bahkan ia telah memanggil Harutora untuk mengeluh. Matanya bersinar, bibirnya tersenyum senan. Penampilannya saat ini dapat menunjukan pesona uniknya yang sangat, sebuah pembuktian yang jauh lebih baik dibandingkan ribuan kata.&lt;br /&gt;
Bertekad kuat, namun memesona.&lt;br /&gt;
……Huh?&lt;br /&gt;
Disaat itu—&lt;br /&gt;
Adegan yang telah terlupakan oleh masa lalu pun tiba-tiba muncul didalam pikiran Harutora.&lt;br /&gt;
Sebuah remang-remang memori lama, yang membuatnya merasa penasaran dan nostalgik – memori tersebut seperti ditunjukan didalam sebuah lemari, masih terlihat indah, dan cemerlang meskipun telah tertimbun oleh pasir-pasir waktu.&lt;br /&gt;
“—Harutora?”&lt;br /&gt;
Suara rendah, berat nan kaku pun memanggil. Ketika ia menoleh, Natsume menatap pada Harutora dan Kyouko yang sedang berbicara dari koridor lantai dua seperti sebuah pengulangan atas adegan dari tangga darurat akademi. Hati Harutora pun melompat, dan wajh Kyouko dengan cepat memerah, menjawab dengan suara lemah nan lembut: “Natsume-kun.”&lt;br /&gt;
“Maaf, Harutora-kun tiba-tiba saja bilang kalau dia ada hal penting yang harus dibicarakan denganku.”&lt;br /&gt;
“Aku?”&lt;br /&gt;
“Tapi kami sudah selesai berbicara. Meskipun aku datang tanpa memberitahu, bisakah aku masuk?”&lt;br /&gt;
“Bisakah? ……Bukankah itu ruanganku?”&lt;br /&gt;
Keluh Harutora, namun Kyouko berpura-pra tidak mendengarnya. Natsume menjawab: “Silakan.” Kyouko dengan senang hati berjalan naik menuju lantai dua.&lt;br /&gt;
Sebelum ia berbelok menuju koridor, ia memberikan harutora tatapn mengingatkan untuk tidak melupakan janji mereka, seperti ratu yang memerintah bawahannya untuk pergi dengan tatapan kuat nan arogannya. Kyouko adalah anak kesayangan keluarga Kurahashi, dan sepertinya memang cocok jika yang lainnya memanggilnya ‘tuan putri’.&lt;br /&gt;
Sebagaimana Harutora berpikir bagaimana untuk mengatasi masalah yang diakibatkan oleh Kyouko— “……Maaf mengganggu pembicaraanmu.” Natsume menyelanya, suara dan tatapannya terdengar dingin bagaikan es batu. Ia menyandarkan bahunya pada dinding terdekat, menundukan wajahnya untuk melihat denga dingin ke arah tangga. Harutora dengan instan merasa bahwa situasinya telah berubah menjadi sangat berbahaya.&lt;br /&gt;
“A-ada apa, Natsume, mungkinkah kau mendengar pembicaraan tersebut?”&lt;br /&gt;
“Tidak.”&lt;br /&gt;
Jawab Natsume cepat, dan Harutora menyimpulka dari nadanya bahwa Natsume pasti mendengar sesuatu.&lt;br /&gt;
Masalahnya adalah apa yang ia dengar…&lt;br /&gt;
“……Harutora, kau dapat ‘menyukai’ siapaun yang kau suka, tapi jangan lupakan kewajibanmu.”&lt;br /&gt;
“Aku tahu, kau mendenar semuanya dari situ!”&lt;br /&gt;
Mengapa ia mulai menguping dibagian yang paling buruk seolah-olah mencari kesempatan padanya untuk mengancamnya? Harutora dengan cepat menaiki tangga, namundengan sengaja Natsume pergi darinya, dengan dingin meninggalkan shikigaminya.&lt;br /&gt;
“Kau salah, Natsume, itu tidak seperti yang kau pikirkan!”&lt;br /&gt;
“Aku tidak peduli aku benar atau salah, dan aku tidak peduli jika itu benar. Aku tidak peduli sama sekali, bahkan aku tidak peduli sedikit pun.”&lt;br /&gt;
“Kau jelas sangat peduli! Dan kau sangat-sangatlah peduli!”&lt;br /&gt;
Harutora tergagap dengan perkataanya, dan Natsume berbalik menghadap Harutora, tak mampu untuk menahan amarahnya lebih lama lagi.&lt;br /&gt;
Ia bergumam pelan:&lt;br /&gt;
“……Harutora-ku, kau sungguh playboy……”&lt;br /&gt;
“Tu-tunggu, Natsume… san? Apa kau takut tetang rahasiamu yang akan terbongkar?”&lt;br /&gt;
“……Dan kau terus berbicara……”&lt;br /&gt;
“Juga, aku mendengarkan seluruh perasaanmu, Natsume-san. Sungguh itu sebuah kesalahpahaman.”&lt;br /&gt;
“……Kau bilang kau ingin membantuku, tapi sekarang kau malah seperti ini, jadi itu semua hanya omong kosong……”&lt;br /&gt;
“Tolong dengarkan aku, semuanya adalah salah paham!”&lt;br /&gt;
Karena suatu hal, Natsume menyilangkan kedua lengannya dengan marah, keluhan terus keluar dari mulutnya. Harutora berusaha dengan sangat untuk menjelaskan terhadap punggung mungil tersebut.&lt;br /&gt;
Helai hitam pun melambai-lambai dari punggung Natsume.&lt;br /&gt;
Sebuah pita mengikar rambut tersebut, melambai-lambai pelan diantara sang tuan dan salah satu shikigami tuannya.&lt;br /&gt;
☆&lt;br /&gt;
Bertahun-tahun sebelumnya…&lt;br /&gt;
Ia telah lama mendengardari kedua orang tuanya bahwa Keluarga Tsuchimikado memiliki anak yang seumuran dengannya, namun Kyouko tidak pernah melihatnya.&lt;br /&gt;
Nenek dan orang tuanya tidak memberitahukannya, namun ia dapat mengetahui dari ekspresi relatif lainnya bahwa keluarga Tsuchimikado sudah melewati masanya dan sedang mengalami penurunan. Orang-orang tersebut menggunjuingkannya dengan sangat, namun mereka sebenarnya tidak sadar bahwa mereka termasuk dalam kelompok yang mengalami ‘penurunan’. Karena hal ini, tanda-tanda buruk pun telah menghantui keluarga Tsuchimikado dimata Kyouko kecil, memberikan kesan buruk yang mengerikan maupun tak berdaya.&lt;br /&gt;
Didepan anak keluarga tersebut, bahkan lebih dari seseorang yang peduli sebagaimana identitas ‘putri’ keluarga Kurahashi lebih memiliki ‘status yang rendah’, dan ketika ia tidak mampu menyembunyikan identitasnya, hal tersebut membuat sangat sedih. Hal tersebut mengganggunya, dan ia menjadi bimbang mekipun ia terlihat kuat dari luar.&lt;br /&gt;
Jadi hati itu – ketika ia mendengar bahwa ada anak kecil yang harus dirawat karena sakit, kali pertama ketika ia memasuki kediaman lama keluarga Tsuchimikado membuat kupu-kupu diperut Kyouko menjadi tenang. Ia dengan segera mendapatkan kembali sifat angkuhnya serta suasana hatinya pun membaik, dikarenakan awalnya ia telah berpikir bahwa ia harus memamerkan sesuatu terhadap anak tersebut.&lt;br /&gt;
Kenapa kau tidak bermain dihalaman.&lt;br /&gt;
Ketika Kyouko mendengar hal tersebut, ia berjalan memasuki halaman dengan tanpa rasa takut, bermain dengan sepenuh hatinya dalam luasnya halaman.&lt;br /&gt;
Hingga ketika ia menyadari, pitanya telah lama menghilang.&lt;br /&gt;
Itu bukanlah pita biasa, itu adalah pita yang sangat berharga yang dibuatkan oleh neneknya untuknya. Ia telah mngeikatkan pita tersebut untuk menyemangatinya agar tidak kalah dengan anak Tsuchimikado tersebut. Itu adalah harta kesayangannya.&lt;br /&gt;
Ia pun bersusah payah untuk mencari pita tersebut dengan wajah yang menahan tangis dan berakhir dengan ia tersesat dalam luasnya halaman tersebut. Halaman yang tadinya layak bagaikan ‘kerajaan pribadinya’ kini menjadi lingkungan yang asing baginya. Matahari menyinari dengan teriknya, namun pohon-pohon tinggi tersebut menghalangi sinar tersebut, memberikan rasa gelap pada hati Kyouko.&lt;br /&gt;
Ia telah terjatuh dalam seramnya perangkap Tsuchimikado, dan ia takut bahwa ia tidak akan bisa pulang. Ketika ia berpikiran demikian, ia pun sangat ketakutan hingga akhirnya ia bersembunyi dibalik pohon sambil menangis. Hingga kemudian seseorang muncul.&lt;br /&gt;
Ia adalah laki-laki yang seumuran dengannya, ia terlihat ceria dan nakal.&lt;br /&gt;
Ia menyadari Kyouko dan bertanya dengan terkejut dan mata yang membulat: “Apa kau menangis?”. Suara lembut dan jujur darinya pun terdengar oleh Kyouko yang merasa putus asa, menyelamatkannya.&lt;br /&gt;
Kyouko dengan segera menyeka airmatanya. Menjawab dengan kesal: “Aku tidak menangis.” Sang laki-laki pun terkejut. Meskipun ia ingin bertanya lebih lanjut, Kyouko mengulangi jawabannya dengan suara kesal bahwa ia tidak menangis, dan akhirnya ia pun menutup multnya karena bingung. Kemarahan Kyouko telah mengintimidasinya.&lt;br /&gt;
Kyouko pun mendapatkan kembali sikap memaksanya ketika melihat hal tersebut dan berpikir didalam hatinya bahwa ia harus memanfaatkan keadaan saat ini untuk menunjukan bahwa ia tak akan kalah dengan Tsuchimikado.&lt;br /&gt;
Kyouko pun mengambil sikap provokatif.&lt;br /&gt;
“Apa kau anak dari keluarga ini?”&lt;br /&gt;
“Huh? Aku bukan.”&lt;br /&gt;
“Bohong, bukankah kau Tsuchimikado?”&lt;br /&gt;
“Yah, itu betul, tapi……”&lt;br /&gt;
Laki-laki tersebut masih ingin melanjutkan perkataannya, namun Kyouko menyelanya, dengan keras menyatakan identitasnya dan memerintah:&lt;br /&gt;
“Aku adalah Kurahashi, sanak saudaramu. Aku datang kesini untuk berkunjung, jadi aku adalah tamu penting. Ketika tamu penting sepertiku kehilangan pitanya dihalaman, sebagai anak dari keluarga ini, kau harus meminta maaf padaku, bukan?”&lt;br /&gt;
Sang laki-laki pun hanya menatap Kyouko untuk sesaat.&lt;br /&gt;
“Kau sangat manis, tapi kau seperti laki-laki.”&lt;br /&gt;
Sikap keras dan memaksa yang Kyouko gunakan pun hampir saja hancur ketika ia mendengar kalimat tersebut. Kau sangat manis – kalimat tersebut telah lama membuat dirinya lelah mendengarnya kini memberikan keterkejutan yang berbeda dari sebelumnya, menggebu-gebu didalam dadanya. Disaat yang bersamaan, kalimat selanjutnya membuatnya marah dan malu yang belum ia alami sebelumnya. Ia menjadi gelisah dan hanya bisa berpikir untuk kabur.&lt;br /&gt;
Ia beruasaha memendam pergolakan yang ada pada dirinya.&lt;br /&gt;
“Jadi, bagaimana kau akan membalasnya?”&lt;br /&gt;
“Baiklah, aku akan mencarikannya untukmu.”&lt;br /&gt;
Sang bocah laki-laki menjawab dengan sungguh. Dan Kyouko kecil pun untuk sesaat tak berani untuk memercayainya.&lt;br /&gt;
“Benarkah?”&lt;br /&gt;
“Yah.”&lt;br /&gt;
“Kau benar-benar akan membantuku mencarinya?”&lt;br /&gt;
“Yah.”&lt;br /&gt;
Sang laki-laki menganggukan kepalanya sambil tersenyum, tulus, lembut dan jujur, sama seperti ketika ia bertanya pada sang anak perempuan entah ia menangis atau tidak.&lt;br /&gt;
Jadi, keduanya mencari pita tersebut bersama-sama.&lt;br /&gt;
Sebagaimana mereka mencari pita yang hilang, sang bocah laki-laki mengambil inisiatif untuk berbincang dengan Kyouko. Awalnya Kyouko menjawab dengan dingin, namun ia dengan segera melepaskan ketegangan yang ada didalam hatinya, bahkan tertawa. Bukankah ia seharusnya ada dikamarnya kalau ia sakit? Keragu-raguan pun muncul sesaat, namun pertanyaan tersebut tersingkirkan ketika ia melihat bocah laki-laki yang sehat tersbut didepannya.&lt;br /&gt;
Untuk sesaat Kyouko tidak menghentikan sikap ketuanputriannya, namun bukan hanya sang laki-laki tidak menunjukan ketidaksukaanya, sebaliknya ia bahkan terkadang menggodanya karena terlalu serius. Anehnya, perkataan tersebut tidak membuatnya marah, dan ia bahkan dengan riang berpura-pura untuk terlihat marah.&lt;br /&gt;
“Kau benar-benar seperti laki-laki.”&lt;br /&gt;
“Itu sungguh keterlaluan.”&lt;br /&gt;
“Lihatlah, ada batu disana, hati-hati.”&lt;br /&gt;
“Aku mengerti, kenapa kau tidak memberitahukanku sebelumnya.”&lt;br /&gt;
Candaannya membuat Kyouko kecil tertawa, dan bahkan jika ia marah ia pun hanya menyunggikan senyumannya saja. Ia perlahan pun terpesona dengan bocah laki-laki tersebut, dan waktu pun terus berjalan.&lt;br /&gt;
Pada akhirnya mereka tidak menemukan pita yang hilang.&lt;br /&gt;
Sang matahari sudah diufuk barat, dengan halaman yang tersirami oleh cahaya senja, dan bocah tersebut jelas terlihat kebingungan, menghadap Kyouko bertanya apa yang harus Kyouko lakukan. Ia pun meminta maaf dengan sangat dan dengan ekspresi yang merasa bersalah:&lt;br /&gt;
“Aku akan mencarinya benar-benar kembali.”&lt;br /&gt;
“Benarkah? Benarkah kau akan menemukannya untukku?”&lt;br /&gt;
“Yah, akan kuusahakan untuk mencarinya lagi.”&lt;br /&gt;
“Oke, kalau begitu aku memaafkanmu, tapi…”&lt;br /&gt;
Kyouko pun mendekatkan diri sebagimana ia berkata demikian, menghadap sang bocah laki-laki dan mengangkat jari telunjuknya sebagaimana ia mengulanginya.&lt;br /&gt;
“Dengar, jangan berani-berani kau melupakan ini, janji.”&lt;br /&gt;
Sang bocah sedikit ketakutan, menganggukan kepalanya berulang-ulang dengan wajah yang serius. Kyouko merasa sangat senang untuk suatu alasan ketika ia melihat sang bocah laki-laki dengan ekspresi tersebut.&lt;br /&gt;
Ketika mereka bertemu selanjutnya, jika ia mengambil pita tersebut dari tangan sang bocah laki-laki, ia akan mengikatkan pita tersebut dirambutnya, dan membiarkan sang bocah laki-laki melihat sisi manisnya.&lt;br /&gt;
Ia bertekad tidak akan membiarkan laki-laki tersebut berpikir bahwa ia seperti seorang laki-laki lagi.&lt;br /&gt;
Kyouko berjanji dihatinya, mengucapkan selamat tinggal pada sang laki-laki. Dan teringat setelahnya bahwa ia masih belum menanyakan namanya.&lt;br /&gt;
Ia akan bertanya pada neneknya ketika ia pulang ke rumah.&lt;br /&gt;
Sebagaimana ia mendengarnya dari mulut sang nenek kemudian, ia menjaganya didalam hatinya, tidak pernah sekali pun melupakannya.&lt;br /&gt;
…itu terjadi bertahun-tahun lalunya.&lt;br /&gt;
Peristiwa masa lalu diteriknya siang yang tersembunyi dalam dimemori Harutora.&lt;br /&gt;
☆&lt;br /&gt;
Beberapa tahun yang lau, atau mungkin puluhan tahun yang lalu…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terangnya rembulan yang menggantung dilangit.&lt;br /&gt;
“Apa kau pergit?”&lt;br /&gt;
Sang oni bertanya.&lt;br /&gt;
Oni yang sangat kuat yang telah hidup lama. Setelah tuannya mati, ia tidak lagi melayani manusia sebagai shikigami, an kembali menjadi sebuah oni biasa kembali – seorang oni yang legenda. Sekarang, ia percaya bahwa taka da sebuah alsan untuk melanjutkan kesetiaan tersebut. Ia mengakui koneksi emosional diantara tuannya dan dirinya, dan ia menyukainya, namun karena ia mencintai kebebasan, ia tidak menemukan maksud lain untuk melanjutkan kesetiannya pada seseorang yang sudah mati.&lt;br /&gt;
Namun, rekannya berpikir lain.&lt;br /&gt;
“Aku pergi.”&lt;br /&gt;
Rekannya berkata dengan keyakinan tanpa adanya jejak keraguan. Mereka telah berjanji bahwa ia akan tetap menunggu, meskipun dengan berapa bayak kesengsaraan dan tahun yang ia lewati. Rekannya akan memulai perjalanan panjang untuk memenuhi janji tersebut, mencari untuk bersatu kembali dengan tuannya yang hilang.&lt;br /&gt;
“Kita akan berpisah disini. Jaga dirimu.”&lt;br /&gt;
Setelah berkata demikian, rekannya pergi tanpa menghiraukannya. Sikap dedikasi yang sangat tersebut selalu membuatnya kesal, dan ia telah mengejeknya berkali-kali.&lt;br /&gt;
Namun sekarang, itu sangat-sangatlah memesona. Kenapa itu?&lt;br /&gt;
“……Sungguh rekan yang sangat setia.”&lt;br /&gt;
Ia tersenyum miring dan bergumam dalam diam sebagaimana ia memerhatikan punggung sang rekan.&lt;br /&gt;
Rembulan yang ada dilangit pun dalam diam melihat perpisahan keduanya.&lt;br /&gt;
…Bertahun-tahun sudah terlewat sejak itu, bahkan berpuluh-puluh tahun.&lt;br /&gt;
Didalam memori oni berlengan satu tersebut, tirai pun diturunkan untuk mengakhiri tahun-tahun kejayaan mereka.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_4&amp;diff=516670</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 4</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_4&amp;diff=516670"/>
		<updated>2017-04-04T11:36:15Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Bagian 3 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 4 – Kodoku==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tidak datang pada kelas sore.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini Harutora masih berada diruang kelas, sudah hampir satu jam setelah kelas sore selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memberengut lesu, penampilan yang ditakdirkan untuk diulang, mata intensnya yang seperti tatapan ketika melihat sebuah mangsa, harimau yang kelaparan. Kon tidak diwujudkan, namun jika ia, ia pasti akan sangat merasa khawatir karena kecanggungan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir tidak ada murid-murid lain yang terlihat diruang kelas. Selain Harutora, ada dua orang lagi yang tinggal dikelas. Satu Touji, dan yang satunya lagi adalah Kyouko, yang tak diduga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji duduk dua bangku jaraknya dari Harutora, punggungnya yang bersandar dengan kakinya yang diangkat diatas meja, tak bergerak jadi tak memungkinkan untuk mengetahui ia terjaga atau tidak. Kyouko duduk satu bangku lebih jauh dari yang lainnya dengan telelpon genggamnya yang terbuka, terus-menerus menekan-nekan tombol mencoba menunjukan penampilannya yang tak peduli seolah-olah tidak ada kaitannya dengan dirinya. Namun, ia tidak pergi, melainkan tetap tinggal dikelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka semua menunggu Natsume untuk kembali ke kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiganya tidak banyak berbicara, atmosfer berat pun menggantung didalam kelas yang luas, menyebar dengan Harutora yang menjadi pusatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bunyi suara pintu terbuka pun terdengar dan pintu ruang kelas pun terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma yang tak tahu apa-apa melompat karena terkejut ketika ia berjalan ke dalam ruang kelas. Ia terlihat percaya bahwa sudah tidak ada lagi siapa pun didalam kelas, dan sekelompok orang yang tinggal didalamnya pun juga mengejutkannya. Khususnya, tatapan yang tertuju padanya segera setelah ia membuka pintu sangat mengejutkannya hingga hampir-hampir ia ingin berlari dari kejadian tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ap-apa yang kalian lakukan? Dan kalian bertiga…… Mengapa kalian &lt;br /&gt;
bersama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak ada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma bertanya gugup, dan Harutora dengan dingin menjawabnya. Tetapi suatu keberuntungan untuk Tenma masih ada orang yang mau menjawab, sebagaimana Touji tidak bereaksi sama sekali dan Kyouko yang mengabaikan pertanyaannya. Ia merasa telah memasuki area sensitif dan berbahaya, menahan senyumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be-begitu…… Ah, namun ini bagus Harutora-kun masih ada dikelas, Ohtomo-sensei sebenarnya memberikanku ini baru saja dan memberitahukanku untuk memberikannya padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untukku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma memegang tongkat yang panjang dua meter ditangannya, dan salah satu ujungnya yang terpasang set besi, dengan lingkarang besi diakhirannya, lingkaran besi tersebut memiliki enam lingkaran kecil lainnya seperti sebuah shakujou seorang pendeta atau praktisioner yang sering dibawa-bawa ketika berpergian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merasa terkejut, keterkejutan mewarnai wajahnya, dan tatapan Touji dan Kyouko pun jelas menunjukan ketertarikan setelah melihat shakujou tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apa itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah shakujou, tidakkah kau prenah melihatnya sebelumnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pernah melihatnya, namun kenapa kau memberikan benda semacam……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah pedang kayu kemarin hancur? Sensei ingin kau menggunakan ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, mungkinkah itu berarti ia ingin aku untuk melakukan pertarungan shikigami lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak berpikir begitu…… sensei mungkin tidak senang bahwa pedang kayunya hancur, jadi dia ingin membalaskan dendamnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma berkata demikian sambil memiringkan kepalanya, terlihat  seperti ia tidak terlalu yakin dengan kata-katanya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang, setelah pertarungan kemarin selesai, Ohtomo mengambil pedang kayu (retakan kayu) yang telah ia beri sihir oleh dirinya sendiri, bergumam: “Ini terlalu konyol!” sepertinnya ia terlihat tidak menduga pedang kayu tersebut akan memiliki akhir yang tragis. Walaupun begitu, Harutora masih tidak mengerti darimana balas dendam itu muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sungguh menyebalkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merengut, mengambil shakujou yang ada ditangan Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shakujou tersebut berat, tetapi mungkin keseimbangannya bagus, dikarenakan ini lebih mudah untuk digenggam dibandingkan kesan luar yang diberikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi walaupun jika ia menerima benda semacam ini, bukan hanya ini memakan tempat, ini mungkn juga akan menambah masalah. Ia  tidak memiliki banyak benda sekarang ini jadi ini tak masalah, namun sebenarnya ia juga tidak memiliki banyak tempat dikamar asramanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei ingin memberikan ini padamu seegera mungkin, mungkinkah dia telah tahu bahwa kau masih ada dikelas?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ia tahu…… Kenapa ia tahu? Aku tidak bertemu dengannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku, Aku tidak tahu, tapi ngomong-ngomong, kenapa kau dan yang lainnya masih dikelas, Harutora-kun?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma bertanya padda Harutora, tidak ada niatan jahat disuaranya. Harutora pun menggembungkan pipiny ketika mendengar hal tersebut seperti anak kecil yang merajuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume tidak datang ke kelas sore, bukan?” Dengan santai Touji  menjawab dari samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, benar, itu sungguh mengherankan. Ini mungkin pertama kalinya Natsume-kun membolos kelas, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya idiot ini telah bertengkar. Kurahashi ada disana ketika mereka bertengkar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be-benarkah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma melihat Kyouko yang duduk dibangku paling jauh. Dikarenakan memori pada apa yang terjadi dua hari ini masih segar, tatapan yang diberikan Tenma jelas terkejut. Bahkan jika Kyouko telah menjadi topik utama, Kyouko masih dengan keras kepalanya menatap layar telepon genggamnya, menolak untuk menganhkat kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau maksud dengan membolos, kupikir dia sedang menjalani kelas khusus. Laki-laki berjas tersebut menjemputnya lagi sebelum aku pergi.” Ucap Harutora, kemarahannya masih belum sepenuhnya menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kelas khusus? Apa itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak tahu? Orang itu selalu menghilang saat istirahat dan kelas selesai, gurunya pun secara khusus menjemputnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma masih kebingungan setelah mendengar penjelasan Harutora. Namun ketika ia bilang “Orang yang memintamu untuk memberitahukan kami dihari pertama!” Tenma pun membuat suara “huh?” dan sangat terkejut untuk suatu alasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tu-tunggu, Harutora-kun, itu—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma dengan segera membuka mulutnya untuk menjelaskan, namun Kyouko yang terdiam tiba-tiba menyela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Biar kujelaskan terlebih dahulu, orang itu bukanlah seorang guru, ia adalah Investigator Mistis.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Investigator Mistis?  Maksudmu Investigator Mistis Agensi Onmyou?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah ada Investigator Mistis lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko menjawab ketus. Harutora pun menundukkan wajahnya, dan Touji menurunkan kakinya yang ada diatas meja seolah-olah mencium aroma berbahaya, terduduk dibangkunnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa seorang Investigator Mistis terus-menerus datang untuk melihat Natsume?” tanya Harutora, wajahnya masih serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Investigator tersebut datang untuk menginvestigasi insiden yang terjadi sebelumnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Insiden yang terjadi sebelumnya? Apa maksudmu yang terjadi sebelumnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkinkah Investigator Mistis tersebut telah mengetahui tentang Dairenji Suzuka? Namun insiden tersebut tidak seharusnya terpublikasikan. Harutora bertanya, tidak mengerti, dan Kyouko dan Tenma pun tanpa disadari menunjukan keterkejutan yang sama ketika mendengar kalimat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-kun, mungkinkah kau tidak mengetahuinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengetahui apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ada apa ini, bukankah kau adalah shikigaminya? Ada apa dengan kalian berdua?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cepatlah dan jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keduanya mengetahui tentang apa yang terjadi pada Natsume, dan hanya dirinya yang tidak mengetahui hal tersebut, fakta ini mengganggu Harutora, dan ia pun berteriak, dengan gelisah berdiri dari tempat duduknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat yang bersamaan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon tiba-tiba terwujud diatas meja didepan Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa itu? …Ketika Harutora kehilangan fokusnya, suara jatuh seperti ledakan pun terdengar dan jendela diantara ruang kelas dan koridor pun pecah, berserakan dimana-mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keempatnya tidak mengerti apa yang sedang terjadi untuk sesaat dan hanya menganga, membeku tak bisa bergerak dari tempat mereka. Hanya Kon yang menunjukan kewaspadaan diwajahnya, mengeluarkan wakizashinya dari pinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Kon pun melebar melihat – ke atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat sebuah raksasa, makhluk yang menggeliat diatas keempat orang yang membeku dan Kon yang telah menyiapkan serangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah awan gelap yang samar-samar. Sebuah awan besar kabut yang terlihat seperti sebuah kabut maupun asa, menyebar seolah-olah berencana untuk menutupi langit-langit kelas, seperti sebuah awan gelap ketika badai – tidak, itu menggerakkan tubuhnya yang mengerikan seperti sebuah makhluk hidup. Awan kabut inilah yang telah menghancurkan kaca jendela dan memaksa masuk ke dalam kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan yang lainnya pun panik panic ketika melihat hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap-apa itu? Hei, Tenma, apa kau tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku, Aku tidak tahu! Aku tidak pernah melihat hal tersebut!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenma, apakah Akademi Onmyou juga memiliki hal semacam ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu! Kenapa kau selalu bertanya padaku!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awan kabur tersebut bergera-gerak dengan intensnya. Dari luar benda tersebut terlihat putih keabu-abuan, namun gas hitam seperti tinta mengeliat-liat didalamnya, dengan sulur merah gelap yang mengambang menutupi seluruh tubuhnya. Dengan tambahan, benda tersebut akan sering menyerang, memberikan bunga api dan berkilat dengan cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan tersebut seperti gunung meletusyang menyemburkan asap, namun juga seperti sebuah makhluk-lautan-dalam-yang-tidak-pernah-dilihat-sebelumnya, atau bahkan seperti chimera yang mengerikan sedang menari-nari tidak jelas. Bagian teranehnya adalah teksturnya, sebagaimana bagian luar benda tersebut terlihat seperti sebuah kabut yang melayang diudara namun juga memberikan kesan berat seperti sebuah lumpur ataupun kotoran, massa tersebutlah yang telah menghancurkan jendela. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sebuah kodoku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Kyoko ketika ia meleihat ke atas, dan ketiga laki-laki yang mendengarnya secara bersamaan menoleh kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benda ini adalah kodoku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji dengan segera bertanya untuk mengonfirmasi, dan Kyouko mengangguk sambil menatap dengan serius ke arah gas tersebut, wajahnya memucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kodoku merupakan kutukan yang cukup umum dibanyak berbagai macam jenis Onmyoudou. Hal tersebut menggunakan serangga seperti laba-laba atau kelabang sebagai wadahnya. Dengna menempatkan banyak serangga didalam pot – sepert alat, mereka dibuat untuk saling membunuh satu sama lain sampai hanya satu yang tersisa menjadi individu yang terkuat. Serangga tersebut digunakan untuk melakukan kodoku, dinamakan sebagai pengorbanan untuk melayani sebagai wadah. Dengan menggabungkan energi kutukan, itu akan menjadi sebuah tipe shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“De-dengan kata lain, benda ini bisa dibilang sebagai shikigami?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar…… Dan ini bahkan sudah jelas merupakan sihir terlarang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kodoku telah dimasukan sebagai sebuah shikigami ‘tipe kutukan’ dalam ‘General-style’ dan tanpa adanya izin Agensi Onmyou, hukum Onmyou dengan tegas melarang pembuatan dan penggunaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-tapi ini sungguh aneh! Ada sebuah pelindung yang melindungi seluruh gedung akademi, jadi walaupun sebuah shikigami seharusnya tak mampu untuk menerobos masuk!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora teringat Alpha dan Omega dari penjelasan Tenma yang panic. Mungkinkah shikigami ini telah menghancurkan para komainu penjaga?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pusat dari kabut tersebut melebar, membagi menjadi dua, sebuah mata raksasa muncul dari keduanya. Bola mata tersebut bergerak-gerak mencari, hingga akhirnya menetapkan pandangannya ke bawah, tepat diatas Harutora.&lt;br /&gt;
Horor pun menyergap seluruh tubuh Harutora, dan mata Touji pun berkilat, dengan Kyouko dan Tenma yang berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-sama, tolong mundur!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriak Kon dan melompat maju, dank abut mengambang tersebut turut bergerak mengikuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kabut tersebut menurun sedikit demi sedikit, bagian-bagiannya turun bagaikan hujan. Kabut yang menurun pun memberikan gerakan yang tidak menentu ditengah udara, dengan sukses menyerang Harutora dan yang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwah! Itu datang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tch – Ha-hakuou! Kokufuu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shikigami pelindung Kyouko pun terwujudkan selangkah dibelakang Kon yang telah bereaksi terlebih dahulu, melompat maju dari meja dan dengan lihai menggunakan katana dan tombaknya, memotong-motong kabut tersebut yang menyerang terus-menerus. Kon juga menggunakan ekornya untuk keseimbangan  sebagaimana ia bergerak diudara seolah-olah menari, melawan kabut yang terus-menerus menyerang dengan wakizashinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kabut yang diserang pun menunjukan fenomena ‘lag’, kontur distorsi dan fragmennya pun berkerlap-kerlip diudara. Namun setelahnya benda tersebut pun terbelah, kabut tersebut dengan cepat menyatu kembali dengan awan besar yang berada dilangit-langit, dan hal terpenting dari tubuh utamanya adalah tidak menunjukan kelemahan sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kon! Hati-hati!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong jangan khawatir – Iyaaaah, itu menyentuh e-e-e-ekorku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U-uwah! Aah! Selamatkan aku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diamlah, Tenma! Cepat dan bantu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tidak bagus, teleponku tidak tersambung, sungguh baiknya mereka……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu ruang kelas pun menjadi arena pertarungan, dan sebuah pertarungan yang tiada henti. Keempatnya dengan segera berkumpul dan berlindung, menggunakan tiga shikigami sebagai pelindungnya untuk melawan kodoku. Namun, mereka terpukul mundur selangkah demi selangkah dengan bertambahnya kabut yang bergerak maju, dan akhirnya mundur ke dinding disalah satu sisi koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh, ini tidak ada gunanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji merengut. Harutora dengan kesal “sial”, mencoba membuka jendela yang ada dibelakangnya. Ia membuka kuncinya, namun jendela tersebut tak tergoyah sama sekali, seolah-olah tersangkut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jendelanya tidak mau terbuka! Kenapa seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini buruk! Terdapat pembatas, kapan itu dibuat……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko berbalik untuk menimang-nimang dan berucap ringan. Sebagaimana ia berbicara, energi magis yang menutupi bukan hanya dijendela, namun juga seluruh sekitar ruang kelas, dengan jelas terlihat. Sepertinya mereka telah terkunci dari dalam kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji mengambil bangku, melemparnya ke arah jendela tanpa berkata apapun. Kyouko dan Tenma tersentak kaget, namun bangku yang dilemparkan ke jendela dengan mudah memantul kembali. Sepertinya hal tersebut tidak bisa dihancurkan secara fisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak bisa dihancurkan, huh…… Kurahashi, apa kau tahu cara untuk &lt;br /&gt;
menghancurkan pembatas ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tu-tunggu! Tidak bisakah kau melihat bahwa aku sangat sibuk!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan kodoku tersebut tidak menunjukan perlambatan sama sekali, dan jumlah kabutnya pun bertambah sangat, dan itu tidak bisa ditangani hanya mengandalkan Kon dan dua Yaksha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, tidak adakah seorang pun yang masih ada didalam gedung akademi? Kenapa tidak ada seseorang pun yang menyadari masalah ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma-masalahnya adalah pembatas tersebut, suara tidak akan terdengar seribut apapun masalah yang terjadi didalam pembatas!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenma! Jika kau memiliki waktu untuk menjelaskan, cepatlah kemari dan bantu! Dua orang murid baru itu adalah amatir yang tak berguna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Kyouko bergegas, namun situasi saat itu cukup berbahaya. Wajahnya memucat sebagaimana ia memfokuskan dirinya untuk mengontrol kedua shikigaminya, dan bulir-bulir keringat pun muncul didahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma dengan segera mengeluarkan jimat dari kotak jimat, namun tangannya tergelincir karena gerakannya yang terlalu gugup dan jimat pun berserakan dilantai. Ia pun panik sesaat, lalu dengan segera mengambil jimat tersebut dari lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana ia mengambil jimat, kabut tersebut menepis serangan-serangan yang dilayangkan shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awan kabut tersebut dengan cekatan menghindari tombak Kokufuu, bergegas menuju Harutora. Harutora dengan siap mengangkat shakujou ditangannya, namun Kyouko mendecakkan lidahnya dan mengeluarkan jimat dari kotak jimatnya selangkah lebih dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggunakan jimat pelindung. Jimat tersebut memberikan cahaya remang dan kabut yang menyerang pun menghasilkan suara. Disaat itu, bau terbakar pun tercium, dan kabut tersebut sebagaimana jimat pelindung tersebut pun turut terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Te-terima kasih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diam, jangan bicara padaku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma akhirnya mengambil jimatnya dan sekarang dengan gagap merapalka mantera, melempar jimat tersebut pada kabut. Namun, kabut tersebut sekarang menyebar ke seluruh ruang kelas, dan walaupun pada akhirnya awan tunggal tersebut tidak memberikan banyak ancaman, kesempatan mereka untuk menang tidaklah besar karena adanya massa diantara mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tujuan benda tersebut pastilah Harutora.” Diwaktu itu, Touji, yang sedang asyik menonton pertandingan dari jendela berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-aku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terlihat seperti itu, dari pergerakannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko dan Tenma yang berdiri didepan mereka dengan cepat saling melirik ketika mendengar kalimat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah fanatik Yakou lagi……?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu sangat memungkinkan…… Ugh! Sungguh bercanda!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percakapan mereka pun terdengar oleh Harutora dan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari pertama ketika ia masuk kepala sekola telah memberitahukan mengenai fanatik Yakou, namun apa hubungannya dengan para pemuja Yakou dan kodoku ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa!? Apa kalian berdua tahu sesuatu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya, mendesak dari belakang. Kyouko menundukan wajahnya, dan ia pun melirik Tenma yang ada disampingnya seolah-olah ia memberikan tanggung jawab kepada Tenma untuk menjelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma dengan tak bisa melawan pun membuka mulutnya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-kun, umm, kau tahu…… Natsume-kun adalah reinkarnasi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, kau membicarakan tentang rumor tersebut, tentu saja aku tahu. Jadi kalian berdua juga mengetahuinya, huh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala sekolah telah memberikan sedikit penjelasan pada subjek tersebut. “Lalu apa?” Tenma menunjukan ekspresi sungkan sebagaimana Harutora mendesaknya, lanjut menjelaskan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sebenarnya, dua hari sebelum kalian datang, seorang fanatik yang telah mendengar rumor mengenai Natsume menyerangnya saat ia akan berangkat sekolah, mencoba untuk menghubungi dirinya. Sepertinya dia adalah orang yang keras kepala, dan pada akhirnya berencana untuk menculik Natsume-kun, yang menghasilkan pertarungan sihir oleh keduannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau bilang? Dua hari sebelum kami datang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun sudah lama ada rumor bahwa fanatik Yakou mencari Natsume, ia tidak menduga bahwa insiden tersebut telah terjadi baru-baru ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah.” Tenma menganggukkan kepalanya pada Harutora yang terkejut. “Bukankah aku sudah bilang bahwa Investigator Mistis datang kesini untuk melakukan investigasi? Itu adalah untuk menginvestigasi insiden tersebut. Kudengar bahwa terdapat sekelompok besar yang melindungi fanatik tersebut saat itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora membeku. Sebuah kejadian besar terjadi, namun ia tidak mendengar hal terebut barang sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ta-tapi, bukankah fanatik Yakou memuja Yakou? Kenapa mereka melakukan hal tersebut? Khususnya jika mereka benar-benar percaya bahwa Natsume adalah Yakou, mereka tidak akan menggunakan kodoku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmph! Bagaimana kita bisa menyadarkan pemikiran para fanatik gila tersebut! Juga, meskipun fanatik tersebut telah ditangani oleh guru yang dengan segera ke tempat kejadian, ia meneriakan kata-kata seperti ‘aku datang untuk membantu kebangkitan Yakou’ tanpa menyerah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau begitu, rekan-rekan fanatik Yakou saat itu yang melepaskan kodoku untuk membuat Natsume bangkit sebagai Yakou? Itu bukanlah hal yang bisa disebut sebagai memuja, itu hanyalah sebuah kepecayaan yang sinting dan disatu sisi gila.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, apanya yang ‘kelas khusus’! kenapa orang itu berbohong?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kupikir…… Mungkin dia tidak ingin kalian yang baru saja masuk untuk terlalu khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menjawab meyakinkan. Mungkin hal tersebut memang seperti apa yang dikatakannya, namun walaupun jika mereka tidak, Harutora telah sibuk dengan masalahnya untuk mengatasi situasinya sendiri yang membuat otaknya berputar, jadi tak heran Natsume dengan prihatin dan sengaja menutupinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…’Harutora, Touji, mari lakukan yang terbaik.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, Natsume telah mengatakanya dengan senyuman dan meninggalkan bangkunya. Ia tidak pergi untuk sebuah kelas khusus, melainkan untuk berjaga-jaga mengenai fanatik yang mengintainya dan berbicara mengenai masalah yang akan mendatang dengan Investigator Mistis yang menangani masalah tersebut. Harutora pun hanya bisa marah, separuh pada Natsume yang menanggung bebannya sendiri, dan separuh lagi pada dirinya yang tidak menyadari keanehan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Harutora kembali sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tunggu, bagaimana dengan Natsume? Mungkinkah sesuatu terjadi pada Natsume saat ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma hanya membalas dengan ‘ah’ sebagaimana Harutora berkata demikian, wajahnya memucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikarenakan lawan telah menggunakan kodoku untuk mengatasi shikigami Harutora, Natsume tidak mungkin tidak tersentuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, Natsume tidak datang ke kelas sore. Bahkan jika setelah ia membicarakan tentang masalah tersebut kepada Investigator Mistis, dan bahkan jika hal tersebut tepat setelah ia bertengkar dengan sengitnya pada Harutora, ia akan menunjukan dirinya seperti dua hari sebelumnya. Mungkinkah ia membolos kelas hari ini karena sesuatu telah terjadi dan membuatnya tidak bisa datang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko dengan segera melirik Harutora yang memucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Harutora-kun, bukankah kau baru saja mencela Natsume-kun karena tidak memiliki keberanian untuk berbicara dengan orang-orang disekitarnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidakkah kau berpikir bahwa kau juga tidak bisa menyalahkannya karena itu? Semua orang memercayai dia adalah reinkarnasi Yakou, dan ketika kau menambahkan fannatik gila tersebut mengelilinginya, bukan hanya orang-orang yang tidak mau mengambil inisiatif untuk mendekatinya, ia tentu saja akan ragu-ragu karena takut akan memberikan masalah pada orang disekitarnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menggigit bibir bawahnya, bahkan tidak menyadari bahwa ia telah menggigit terlalu keras hingga berdarah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…’Aku tidak perlu Harutora-kun untuk memberitahukanku hal-hal tersebut.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak heran ia akan meresponnya seperti itu. Ia adalah shikigami dan teman masa kecil yang mengetahui rahasianya lebih dari siapapun, namun telah menyerang titik terlemahnya. Ia pasti akan merasa lebih tersakiti dan tidak nyaman mendengar kalimat yang keluar dari mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengerti -  itu adalah fakta yang telah tersimpan didalam hatinya ketika ia memasuki Akademi, namun ia telah menelantarkannya. Dikarenakan ia tidak bisa mengikuti dengan pelajaran, ia telah melemparkan hal penting yang telah diberitahukan oleh kepala sekolah tiga kali, mengumpulkan kekuatannya untuk membuat dirinya memiliki tempat dikelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, Harutoralah yang pikirannya penuh akan dirinya, bukan Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Natsume.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jangle* - lingkarang kecil yang berada dipuncak shakujou pun bersuara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko, Tenma, dan bahkan Kon pun menoleh dengan terkejut – ke arah posisi Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terlalu sibuk untuk peduli dengan ekspresi macam apa yang muncul pada wajah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kon, minggir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha-harutora-sama? Tapi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cepat dan minggir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memerintah kembali, dan Kon dengan segera membuang keraguannya, berlindung ke samping. Harutora mengenggam shakujounya, dengan segera melangkah maju untuk menipiskan jarak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kabut tersebut dengan sengit menyerang, namun tertangkis oleh ayunan cekatan shakujou Harutora. Sebuah reaksi ‘lag’ pun muncul sesaat, dan benda tersebut pun terbelah dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tu-tunggu, kenapa kau melakukan hal itu lagi—!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah pertarungan yang berbeda, ini bukanlah permainan. Kyouko tidak bisa mengatakan kalimat tersebut untuk menghentikannya karena kekhawatiran tersebut tidak mampu menggoyahkan Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengacungkan shakujounya, memberikan pukulan dengan figur yang dipaksakan yang dapat melawan Hakuou dan Kokufuu – momentumnya bahkan lebih besar dari keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko dan Tenma tidak mampu untuk tak ternganga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kurahashi, Tenma, maaf untuk melibatkanmu.” Ucap Harutora tanpa menoleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ja-jangan begitu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi tolong, bantu kali ini saja, dan aku akan meminta maaf denga serius pada kalian nanti. Tolong bantu aku untuk mengalahkan benda ini dan mencari Natsume.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memohon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma gemetar dan dengan jelas menganggukan kepalanya untuk menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko memainkan bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Dikarenakan kita akan mati jika kita tidak melawan balik, itulah yang hanya bisa kita lakukan.” Ia menjawab dengan tidak sabar, senyum bangga pun muncul diwajahnya. “Maaf.” Harutora meminta maaf pada keduanya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini akan lebih mudah jika seperti ini. Sebenarnya aku memiliki ide, tapi aku tak tahu jika iniakan bekerja, jadi aku akan dengan senang hati bertanya pada senior untuk memberikan opininya.” Ucap Touji tenang dengan suara rendah sebagaimana ia melihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Natsume kembali sadarkan diri, ia terbaring diatas tanah denga kedua tangan yang diikat dibelakang punggungnya dan juga pergelangan kaki yang diikat dengan tali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat ia belum bisa mencerna keadaan disekitarnya, melebarkan matanya dan mengangkat  tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Lapangan latihan sihir?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume saat ini sedang berbaring diarena dimana pertarungan shikigami kemarin diadakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa – ketika berpikir demikian, ingatan sebelum ia kehilangan kesadarannya tiba-tiba teringat kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, kau akhirnya bangun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Investigator Mistis berjas tersebut berdiri disamping, berbicara sambil menatap Natsume yang terbaring ditanah lapang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, berteriak-teriaklah sesukamu, itu tidak akan menjadi masalah &lt;br /&gt;
dikarenakan suara tak akan terdengar dari luar. Tapi aku memohon dengan sangat untuk tidak bertindak gegabah untuk kebaikan reputasimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Investigator tersebut menunjukan senyum dingin, dengan hormat membungkuk kepada Natsume yang terbaring ditanah lapang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama, aku harus meminta maaf atas insiden beberapa hari yang lalu. Rekanku menjadi tidak sabaran dan melakukan hal yang tidak bermartabat. Meskipun, aku tidak terlalu ingin menyebut orang tersebut sebagai ‘rekan’, bahkan jika dia memiliki sikap hormat yang sama sepertiku, juga ambisi dan ketidakkonsisten kami, khususnya dikarenakan perbedaan dalam kemampuan kami itu terlalu jauh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tak mampu untuk tidak meragukan telinganya ketika ia mendengar ucapan Investigator tersebut. Ketika ‘insiden beberapa hari yang lalu’ disebutkan, ia hanya bisa memikirkan satu orang, fanatik Yakou yang muncul dihadapannya sebelum Harutora dan Touji memasuki akademi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu akan lebih baik jika orang itu hanya menjalankan tugasnya baik-baik, tapi sayangnya ia menjadi tidak sabaran ketika ia mendengar performamu yang menakjubkan. Bukan aku tidak mengertti perasaannya, sebagaimana pada akhirnya, hatiku juga melompat kesenangan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Investigator Mistis tersebut menyeringai, penampilannya terlihat seperti orang yang berbeda dibandingkan lelaki muda yang biasa ia kenal, yang dimana datang untuk menginvestigasikan insidennya &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau memanggil orang itu rekan, jadi mungkinkah kau juga……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Investigator Mistis tersebut terlihat sopan kembali, membungkuk dengan bangga bagaikan anak kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku merasa terhormat untuk turut serta dalam dirimu kini seperti ini. Pewaris dari keluarga Tsuchimikado, Tsuchimikado Natsume-sama, tuanku Raja Bintang Utara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mengerang dengan putus asa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raja Bintang Utara adalah julukan yang dipuja oleh fanatik tersebut. Bintang Utara ditujukan untuk Polaris, yang merupakan posisi terpenting dalam Onmyoudou. Orang-orang tersebut membandingkan Polaris dengan ‘cahaya malam’, yang adalah Yakou, dan mereka menganggap tuannya adalah sang raja mengimitasikan para pembantunya Hishamaru dan Kakugyouki, begitulah rumor yang tersebar. Tentu saja, Yakou sendiri tidak pernah menganggap dirinya demikian, dank arena hal tersebut hanya sedikit orang yang memanggilnya sebagai ‘Raja Bintang Utara.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume masih sulit untuk memercayainya, tak  mampu untuk menahan teriakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau adalah seorang Investigator Mistis yang merupakan bagian dari Agensi Onmyou! Kenapa kau bersama dengan orang semacam seperti fanantik Yakou—?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak baik untuk memanggil pemujamu sebagai ‘orang macam itu’, jadi bisakah kau menarik kata-katamu tersebut? Khususnya, kau tidak perlu untuk terkejut, cukup banyak pemuja-pemuja Raja Bintang Utara di Agensi Onmyou.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bohong!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau pikir aku berbohong? Sebenarnya, bukankah keadaan seperti ini wajar? Bagaimana orang biasa yang tidak mengerti sihir mengkritisi Raja dari Bintang Utara? Hanya orang-orang yang mengenal Onmyoudou yang bisa mengerti kehebatannya, dan tidak ada tempat didunia ini yang memiliki relasi yang lebih dalam terhadap sihir kalau bukan Agensi Onmyou, bukankah itu benar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Investigator Mistis tersebut berbicara dengan bangga. Natsume merasa terkejut, dikarenakan penjelesannya terdengar sangat meyakinkan.&lt;br /&gt;
Agensi Onmyou bisa dikatakan sebagai Biro Onmyou modern Jepang – kantor pusat Onmyouji. Namun disaat yang sama , Agensi Onmyou juga merupakan sarang dari para fanatik Yakou, yang mungkin bukan masalah besar. Bahkan jika itu tidak banyak, mereka mungkin akan membawa efek besar terhadap komunitas sihir suatu hari nanti jika identitasnya tidak terbongkar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Meskipun, kebanyakan mayoritas orang-orang saat ini berhubungan dengan sihir menikmati kemahsyuran dari asuhan Raja Bintang Utara, namun mereka mengubur dalam-dalam nama tersebut, menganggap keberadaannya adalah tabu. Terlalu bodoh! Bagaimana hal tersebut menjadi sesuatu yang tercela? Aku menunggu untuk membenarkan keselahan tersebut sesegera mungkin dan mengembalikan reputasi sang raja yang terlecehkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Investigator Mistis dan tiba-tiba menatap tanpa berkedip pada Natsume. Tatapan yang terlihat panas dan bersemangat. Ia berjalan kedepannya, perlahan berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku menunggu untuk menebus dosa pada sang raja, untuk memaksa dirimu untuk turun kembali ke dunia ini untuk membersihkan stigmanya…… Itu adalah penghinaan yang sangat, dan demikian aku merasa malu. Tapi sekarang, aku hanya ingin berlutut terhadapmu sesegera mungkin dan memintakan dirimu memaafkan kemalasan diri ini dan meminta izin untuk memberikan seluruh jasaku untuk kebesaran masa depan sang raja…… Kau datang untuk ini, bukan, Yakou-sama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Investigator Mistis tersebut menatap dalam mata Natsume, memintakan maaf dengan sangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laki-laki muda itu menggunakan sikap dan ucapan yang berlebihan, menunjukan kepercayaannya yang sangat. Kepercayaan yang jelas-jelas menyimpang – gila.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dingin pun menghampiri tubuhnya dan ilusi suhu tubuhnya menurun lurus ke bawah menyerang Natsume. Ia lega dirinya saat ini terbaring ditanah, jika saja ia berdiri, ia yakin dirinya akan runtuh jatuh ke tanah karena gemetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena rumor tentang reinkarnasi Yakou tersebut, ia telah mendapati sedikitnya cemoohan dan ditakuti sejak ia dilahirkan. Ia sering bahkan dipaksa untuk menanggung harapan-harapan yang terlalu tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun diantara semua emosi orang-orang yang melihatnya sebagai Yakou, tak pernah ada yang memiliki dan menunjukan ‘afeksi’ semacam ini yang kini membuatnya ketakutan dan secara fisik mengernyit. Ia merasa gigi-giginya bergemeletuk dan dengan sangat mengeratkan rahangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku…… Aku bukanlah Yakou……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume bergumam, membuka mulutnya untuk mengeluarkan rasa takut dan jijik dari hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kalimat tersebut, wajah  lelaki muda tersebut berubah sesaat. Ia tidak lagi menunjukan penampilan seperti sebelumnya, tetapi malah memberikan aura yang menakutkan, wajahnya menggelap mengernyit memberikan ekspresi keyakinan yang menyimpang dan penuh akan prasangka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dengan segera ia menenangkan dirinya dan bahkan memaksakan senyum baik penuh maksud, perlahan berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume-kun, aku bisa mendapatkan informasi rahasia yang tidak dipublikasikan secara umum karena identitasku. Aku sangat mengerti apa yang terjadi. ‘Child Prodigy’ Dairenji Suzuka dan juga ‘Armored Juggernaut’ muncul, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Natsume melebar karena terkejut ketika insiden musim panas yang lalu disebutkan kembali. Sang Investigator pun tak mampu untuk tidak menahan seringainya melihat reaksi tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kau mengerti perasaanku ketika mendengar laporan tersebut? Bukan hanya aku, rekan-rekanku semua juga sangat gembira. Tahun-tahun sebelumnya, banyak rumor yang mengindikasikan bahwa kau adalah reinkarnasi Raja dari Bintang Utara, namun setelah menerima laporan tersebut, kami akhirnya memiliki bukti atas kebenaran rumor tersebut! Jika kau ingat, aku mengatakan bahw salah satu rekanku tak mampu untuk tidak mengambil aksi sesegera mungkin karena ia telah mendengar performamu yang luar biasa, bukan? Sekarang, kami telah menjarakkan diri kami dari persembunyian kami dan telah menyiapkan berbagai macam persiapan untuk menyambut kebangkitanmu, sudah lama kami telah menunggu saat dimana Raja Bintang Utara bangkit kembali, hari-hari itu pun berjalan menjadi tahun!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Investigator Mistis pun berbicara penuh semangat nan berseri-seri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume terkejut kembali. Insiden dengan Dairenji Suzuka adalah ‘titik pembalik’ terpenting dalam hidupnya dan ia tidak bisa melupakannya bahkan jika ia ingin, namun sekarang itu adalah kejadian ‘masa lalu’ yang ‘telah selesai’. Ia tidak pernah bermimpi bahwa kejadian ini akan mengarah pada pemberontakan yang ia tidak ketahui sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu terselesaikan bukan hanya dengan kekuatanku seorang diri saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume bergumam pelan. Seolah-olah ia tidak mendengar dengan jelas, sang Investigator Mistis pun bertanya: “Apa kau bilang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Insiden tersebut terselesaikan bukan hanya dengan kekuatanku seorang. Itu bukanlah aku yang mengalahkan Armored Juggernaut dan menghentikan Dairenji Suzuka seorang diri, itu adalah Harutora dan aku – kami hanya bisa menyelesaikan masalah tersebut dengan menggabungkan kedua kekuatan kami. Kau bilang kau ‘sangat mengerti’? Sangat lucu, kau bahkan tidak tahu sama sekali! Jangan berpikir kau bisa membuat kesimpulan tentang Harutora dan aku dengan hanya mengandalkan dugaan egois milikmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau, itu……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa gembira yang ditunjukan oleh sang Investigator pun menghilang.&lt;br /&gt;
Wajah gelap yang terlintas didirinya kini muncul kembali dari balik ekspresi gembiranya. Wajah yang penuh perasaan diikuti dengan bahu yang tegang dikeraskan dan tangan seperti ia sedang menggigil kedinginan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bodoh…… Terlalu bodoh dan tidak mengerti…… Ini adalah Raja? Tidak bisa dipercaya…… Tidak masuk akal…… Ini adalah……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan yang terdapat pada Investigator tersebut kini terpelintir menjadi sesuatu yang tidak manusiawi, seperti orang gila parah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, terlepas dari berbagai macam apapun guncangan iman yang doterima olehnya, ia masihlah seorang Investigator Mistis. Ia dengan paksa menahan perasaan-perasaan gelisahnya, bergumam dengan keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah! Sang Raja belum bangkit, aku tidak bisa bertindak dengan tergesa-gesa dan tidak benar mencoba untuk berbicara langsung kepada sang Raja. Tapi Natsume-kun biarkan aku memberitahumu sesuatu yang akan membantumu untuk bangkit. Bocah badung yang kau sebut Harutora saat ini seharusnya telah menghembuskan nafas terakhirnya karena kodoku yang aku lepaskan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Investigator mengatakan kata-kata tersebut dengan nada yang kesetanan, dan baru saat itu Natsume benar-benar merasa suhu tubuhnya menurun dengan sangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia dengan segera mencari aura Harutora. Sebuah ‘link’ kekuatan spiritual yang telah dibuat antara mereka sejak ia memberikan kemampuan melihat roj dan menjadikannya shikigami dirinya. Natsume bisa merasakan kehadiran Harutora sejauh apapun keduanya terpisah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ia akhirnya menyadari bahwa kekuatannya telah disegel ketika ia mencoba mencari aura tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Empat jimat telah terpasang didada, pundak dan punggungnya, dan dan jimat tersebut adalah jimat untuk menahan kekuatan spiritualnya. Dengan demikian, dia tidak berdaya, tak mampu untuk memanggil shikigami pembantunya Hokuto dikarenakan ia tidak mampu menggunakan sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau baru menyadarinya sekarang? Sungguh ceroboh. Terlebih lagi, kau pikir memangnya ini tempat apa? Ini adalah lapangan latihan sihir, dan pusat dari arena, benar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat pelindung kelas satu disekitar arena yang bertujuan untuk menjaga sihir yang digunakan didalam arena lapangan tidak memengaruhi area luar. Natsume tidak bisa mengadakan ‘link’ sihir bahkan jika ia mencoba untuk mencari jejak aura Harutora. Ia pun tak mampu untuk tak diam membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Investigator Mistis tertawa dengan dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau merasa sedih bahwa shikigami favoritmu akan mati? Tapi, kau tidak perlu khawatir, karena aku akan menanggung beban sebagai shikigami selanjutnya – pembantumu untuk mengarahkan dan melindungimu. Akulah satu-satunya yang cocokk atas kebangkitan sang Raja, akulah Hishamaru yang baru!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Investigator berbicara tak masuk akal dengan arogan dan liar, dan Natsume sama sekali tidak mengindahkannya, pikirannya penuh dengan Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingat bahwa ia tengah bertengkar dengan Harutora tadi siang. Ia tidak percaya bahwa Harutora akan mati sedemikian rupa, namun Harutora tidaklah berdaya menghadapi kodoku yang dikeluarkan oleh seorang special Investigator Mistis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keputusasaan pun menyelimuti Natsume dan mata lebarnya kini hanya mampu melihat kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ini sungguh……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara pelan pun perlahan muncul bagaikan darah dari mulut Natsume.&lt;br /&gt;
Namun… “……Apa yang terjadi?” Sang Investigator tiba-tiba mengangkat kepalanya, memindahkan pandangannya ke atas dari tubuh Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gumpalan kabut pun masuk melalui pintu masuk ke arah bangku penonton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gumpalan kabut yang berdenyut, bergerak dan hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah kodoku. Kodoku dengan cepat bergerak lurus ke arah arena dari atas bangku penonton dan terhalang oleh dinding pelindung tak terlihat. Walaupun itu terhalang, kodoku masih terus lanjut menyerang mencoba memaksa masuk. Terlebih lagi, sang Investigator Mistis berdiri ditengah lapang memberikan kemarahan dan kebencian yang intens.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana mungkin! Kodoku yang aku lepaskan bisa kembali seperti ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak dengan tatapan terkejut. Kebingungan Natsume melihat ke arah bangku penonton dengan matanya yang berkaca-kaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak lama setelahnya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang tidak mungkin salah didengarnya pun terdengar ole Natsume melalui pelindung dari sisi lain pintu masuk yang dimasuki oleh kodoku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Natsume! Kau baik-baik saja!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mengambil napas dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar teriakan tersebut, Harutora dengan segera masuk menuju bangku penonton dari lapangan latihan sihir dengan seluruh kekuatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah pertama kalinya ia memerhatikan bangku penonton dia lapangan latihan sihir dimana pertarungan shikigami kemarin diadakan, dan saat itu ia tidak menyadari begaimana luasnya arena ini dikarenakan situasi yang menegangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bangku penonton kosong tanpa penonton, dan hanya ada dua figure didalam arena yang teriluminasi cahaya. Terdapat laki-laki berjas yang ada ditengah area, kepalanya pun terarah melihat Harutora – sang Investigator Mistis. Satu orang lagi yang mana terikat sambil berbaring adalah Natsume yang berseragam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak dapat melihat Natsume dengan jelas dikarenakan jarak diantara keduanya, namun suara yang telah memanggilnya tidak seperti suara ketika dirinya sedang terluka. Harutora telah datang tepat waktu, Natsume selamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kodoku terus-menerus menyerang memaksa masuk dari barisan depan bangku penonton menuju ke arah dua orang yang berada ditengah arena dihadapannya. Harutora turun menuruni bangku penonton, berhenti didepan kodoku yang bergeliat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, Kon, lalu Touji dan Tenma, dan akhirnya Kyouko yang membawa Hakuou dan Kokufuu muncul ditempat bangku penonton dengan sukses setelah Harutora. “A-apa kita tepat waktu?” Tenma bertanya. Setelah Touji dengan segera menginspeksi keadaan diarea tersebut, ia pun dengan singkat menganggukan kepalanya sebagai jawaban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia berbalik menghadap Kyouko yang mengikuti dibelakangnya, berkata ambil tersenyum:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sepertinya itu berjalan dengan lancar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko terengah-engah, mungkin karena efek dari penggunaan sihir yang terus-menerus, namun ia masih berusaha untuk meregulasikan napasnya, menganggukkan kepalanya kepada Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rencana perlawanan yang diajukan oleh Touji diruang kelas adalah sebuah ‘kutukan-pembalik’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kutukan pembalik, yaitu menghilangkan sihir yang diberikan oleh pihak lawan dan mengembalikannya kepada pihak pengguna. Kutukan tersebut awaknya untuk mengubah kekuatan spiritual emosi negatif seperti marah atau benci ke daya yang diperlukan untuk sihir, dan karena ini, menghilangkan kontrol yang diberikan pada kekuatan sihir tersebut dapat membebaskan kekuatan tersebut dan berganti menjadi menyerang balik sang pengguna yang menggunakannya. Kutukan pembalik ini adalah sihir yang paling efektif untuk melawan kodoku, yang dimana menggunakan kemarahan sebagai sumber kekuatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ini adalah kodoku yang digunakan oleh seorang Investigator Mistis – seorang spesialis dalam penggunaan sihir terhadap manusia – dan bukanlah hal yang mudah untuk mengambul alih atas kontrol penuh tersebut, khususnya dikarenakan ini adalah pertama kalinya Kyouko mencoba menggunakan kutukan-pembalik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untungnya, Touji-kun menyalakan system alat penyiram dan melemahkan kekuatan kodoku tersebut, kalau tidak kami tidak akan sukses sekuat &lt;br /&gt;
apapun Kurahashi-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma, yang berhasil memberikan retakan pada pelindunng kelas, berucap dengan riang. Untuk mengurangi beban Kyouko, Harutora, Kon, Touji, dan Tenma turut bertarung dengan seluruh kemampuannya. Akan sulit bagi mereka untuk kabur tanpa kerja keras dari kesemuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jadi dengan ini, sudah jelas siapa pelakunya, tapi sungguh tak terduga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko berkata dengan hina, melihat arena dari bangku penonton dan menatap Investigator Mistis tersebut yang balik menatap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kabut yang tak terkendali dengan jelas mencoba menyerang sang Investigator Mistis yang ada diarena, membuktikan  bahwa sang pengguna yang menggunakan kodoku tersebut tak lain dan tak bukan adalah dirinnya. Ini adalah bukti yang jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka telah terheran-heran ketika seseorang telah memberikan pelindung pada ruang kelas. Dikarenakan Investigator Mistis tersebut tengah menginvestigasikan keadaan sekitar Natsume, ada banyak kesempatan untuk dirinya untuk mempersiapkan sihir sebelumnya. Sama dengan kodoku tersebut. Dikarenakan kodoku tersebut digunakan didalam gedung akademi, segel pelindung pun tidak merespon. Terlebih lagi, selama ia berada di aren lapangan latihan sihir ia tak perlu khawatir tentang spionase untuk sesaat. Yang terlihat seperti serangan yang tidak terencana disengaja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, tubuh Investigator Mistis bergetar karena amarah dan malu sebagaimana ia berdiri ditengah arena, mengangkat kepalanya untuk melihat kodoku yang ia gunakan bersama dengan murid-murid akademi yang telah melakukan sesuatu terhadap kodoku tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ia menahan emosinya yang bangkit kembali, senyum dingin muncul diwajahnya, dan meludah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Baik, jika bukan dikarenakan gadis tomboy Kurahashi yang biasanya sering bertengkar dengan sang raja…… Sungguh sebuah kesalahan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengambil jimat yang dilumuri darah dari kantung jasnya, sengaja mengangkatnya tinggi-tinggi dihadapan mereka dan perlahan menyobeknya. &lt;br /&gt;
Dengan sobekan tersebut, kabut yang terjebak pada pelindung meraung kesakitan, terbelah-belah dan menghilang bagaikan embun. Ia telah lama mempersiapkan serangan balik untuk melindungi dirinya untuk melawan kutukan pembalik seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun berlari kembali ketika melihat aksi tersebut, berlari kencang menuju arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kau pelakunya! Kau tidak melakukan apapun terhadap Natsume, bukan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang investigator Mistis mendengus dan menjawab terakan amarah Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku hanya membuatnya untuk mendengarkan beberapa perkataanku. Bagaimana aku bisa menyakitinya, khususnya dikarenakan aku sama sekali tidaak memiliki niatan untuk menyakiti Natsume0kun, bukankah itu wajar? Bahkan jika ia masih kekanakan, ia tetaplah sang raja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Investigator menjawab sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata sipitnya menggelap, dan itu dapat terlihat bahwa perkembangan tak terduga ini mengganggunya. Namun meskipun ia menunjukan pengendalian diri pada ekspresinya, dan nadanya yang telah mendapatkan kembali ketenangannya, bibirnya selalu menunjukan senyum meremehkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko pun berdecak tak suka kepada sang Investigator.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebelum kami datang kemari, kami menggunakan shikigami biasa untuk memberitahukan guru, dan mereka akan segera datang kemari setelah mengetahui apa yang terjadi. Kau tidak lari, khususnya dikarenakan ini didalam Akademi Onmyou.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be-benar! Kau harus menyerah dengan damai dan melepaskan Natsume-kun!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma melanjutkan kalimat dingin Kyouko, juga menaikan suaranya untuk menuntut Investigator Mistis tersebut. Touji diam, menunjukan tatapan yang tajam bagaikan ujung pisau sebagaimana ia memerhatikan reaksi sang Investigator.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, aku akan melepaskannya. Kali ini adalah kekalahanku, aku akan pergi dengan damai secepatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Investigator menggedikan bahunya. “Huh?” seru Tenma kaget, dan juga Kyouko yang tertegun mendengarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tujuanku kali ini hanya untuk memberitahukan Natsume-san tentang keberadaanku dan meskipun aku berharap bahwa ia akan lebih mengerti tentang kebenaran…… Aku akan pergi dengan salam ‘sampai nanti’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbicara dengan santainya. Harutora mendengarnya dan tak mampu untuk tidak mengerang dengan gigi-gigi yang bergemelatuk: “Kau sialan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau mengerti konsekuensi dari ini?” Natsume yang terbaring dilantai pun berucap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Investigator pun berbalik menuju sumber suara denga sebuah ‘nn?’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Bukan hanya kau yang tidak bisa kembali laggi ke Agensi Onmyou, kau bahkan malah akan menjadi seorang buronan. Apa kau benar-benar berpikir akan bisa kabur da pengejaran Agensi Onmyou?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh begitu, apakah kau lupa apa yang baru saja kukatakan? Bahwa masih banyak rekan-rekanku yang ada didalam Agency Onmyou?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab sang Investigator, menunjukan senyum penuh makna. Natsume untuk sesaat tak bisa berkata-kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memang, aku tidak akan bisa melanjutkan pergerakanku secara terus terang jika demikian, tapi, itu tidaklah pentin. Aku akan bersembunyi dan menunggu hari dimana kebangkitanmu yang sebenarnya akan datang. Banyak orang berharap atas datangnya Raja Bintang Utara ke dunia ini lagi, lebih dari apa yang kau bayangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Investigator itu dengan hormat membuka lengannya dan menaruh tangannya didadanya, membungkuk dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan pergi. Aku menantikan pertemuan kita selanjutnya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dengan dramtis berkata demikian, ia pun berbalik tanpa menunggu jawaban, menaruh kedua tangannya dikantung celananya dan perlahan berjalan meninggalkan. Singkat kata, ia bahkan tidak melirik sedikit pun murid-murid yang berada dibangku penonton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun— “Tunggu, bung.” Harutora memanggil sang Investigator dengan salah satu kaki yang berada di pagar pemisah antara bangku penonton dan arena. Mendengar panggilan tersebut, sang Investigator yang berjalan menuju pintu keluar pun berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau pikir kau bisa kabur? Apa kau berpikir kami akan melepaskanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia sudah jelas dengan sengaja meprovokasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Natsume, Kyouko, dan yang lainnya melebar. Investigator yang terhenti dengan santai mengangkat kepalanya, menjawab Harutora dengan &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh? ‘Melepaskanku’? Aku tidak berpikir aku harus meminta persetujuanmu untuk ‘melepaskanku’, hmm? Mungkinkah setelah mengalahkan kodoku kecil tersebut memberikanmu kesalahpahaman?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tenang sang Investigator berbalik menghadap Harutora, dengan mencemooh menatap tatapan tajam Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melebarkan kedua tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Datanglah jika kau mau, dikarenakan kau tidak akan membiarkanku pergi, kenapa kau tidak datang maju! Akan kuberitahu bagaimana sebenarnya kekuatan Onmyouji sesungguhnya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tanpa berucap mengangkat shakujounya, dan niat membunuh milik Kon pun muncul sebagaimana ia siap bertarung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ja-jangan lakukan, Harutora-kun!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cepat Tenma berucap untuk menghentikannya dari belakang.&lt;br /&gt;
Kyouko pun turut tersenyum miris, namun harus meminta Harutora untuk berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cepat, berhenti. Lawannya adalah spesialis dalam Onmyouji, segila apapun dia. Aku sudah berada hampir diambang batas juga, jadi mungkin akan sulit untuk menghalang serangan selanjutnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara cegahan milik teman-temannya terdengar dari belakangnya, namun Harutora masih terus menatap dengan sengit ke arah sang Investigator.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Para guru seharusnya sudah menyadari gangguannya, dan jika semua berjalan lancar, mungkin mereka akan bisa menangkapnya sebelum dia pergi dari akademi. Jika kau bertindak gegabah sekarang, Natsume akan ada dalam bahaya.” Touji yang sejak tadi terdiam kini membuka mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tch……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji berbicara benar, sang Investigator memang berenccana untuk melepaskan Natsume. Jika sesuatu terjadi saat ini, itu akan membawanya untuk mengambil Natsume sebagai tahanan, dan situasinya akan berubah menjadi lebih berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menggertakan gigi-giginya, melonggarkan jari-jarinya yang dengan erat menggenggam shakujou. Sang Investigator tidak melewati kesempatan tersebut untuk mengejek Harutora. “Baiklah, kalau begitu, aku akan pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dengan santainya ia berkata demikian, ia berjalan menuju pintu keluar kembali. Harutora dan yang lainnya hanya bisa dengan diam menatap kepergiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan ketika Harutora dan yang lainnya menatap kepergiannya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kau bilang kau adalah Hishamaruku.” Natsume yang teriak menolehkan kepalanya, berteriak kencang. Harutora dan yang lainnya terkejut takut, dan sang Investigator pun turut berbalik karena terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, reaksi yang diberikan oleh sekitarnya tidak mampu menyadarkan Natsume. Ia lanjut berteriak sebagaimana ia terbaring lemah dilantai:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak peduli tindakan macam tak masuk akal dirimu dan rekan-rekanmu yang percaya atau apalah, dikarenakan itu semua hanyalah pemikiran harapan saja. Jika aku memiliki Hishamaru disisiku, orang itu akan hanya Harutora seorang, karena Harutora adalah satu-satunya shikigamiku didunia ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kepala sekolah atau Ohtomo ada disini, mereka pasti akan bertepuk tangan dan bersorak-sorai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sangatlah indah dan mudah untuk dimengerti, simpelnya demonstrasi terbaik dari sihir kelas dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, efeknya cukup mengejutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rajaku! Itu sungguh menyedihkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini sungguh mengecewakan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Investigator pun melepaskan topeng tenangnya, dengan marah memarahi Natsume. Saat dimana laki-laki muda melepaskan sikap tenangnya kini datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahkan jika kau kekanakan, kau tak seharusnya tersesat oleh bocah tengil ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimanapun bodohnya dirimu, raja seharusnya tidak mengucapkan kalimat demikian pada seseorang yang akan membantumi! Hati-hati dengan ucapanmu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara berbicara sang Investigator pun berubah, dan selain suara aslinya, suara bera dengan nada yang berbeda pun turut terdengar. Keduanya terdengar dari mulut sang Investigator, namun hal tersebut-seolah-olah ia memiliki dua kepribadian, dengan keduanya mengatakan hal yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya nyalang memerah. Saliva pun menetes dari mulutnya. Wajah gelisahnya kini berubah dengan warna semerah darah. Ia berteriak dengan sangat kepada Natsume, namun tatapannya kosong, tidak melihat Natsume sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan yang lainnya ternganga, dan Natsume juga tak mampu menyembunyikan keterkejutannya pada reaksi yang diakibatkan olehnya diluar dugaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini buruk.” Touji berdecak, namun ia tidak bisa melakukan apapun keadaan yang terjadi didepannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Investigator pun memundurkan tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini tak bisa dihindari, dikarenakan hal demikian telah terjadi sedemikian—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Aku akan membuktikan padamu bahwa kami cocok menjadi pembantu dari Raja Bintang Utara!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelahnya, aura bersatu menjadi puaran besar dibelakang sang Investigator.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aura yang berada didalam arena selalu ditenangkan untuk menaikkan kestabilitasan sihir. Karena ini, kenaikkan tiba-tiba kekuatan sihir telah membuat yang awalnya sebuah aura tenang menjadi marah dengan intens layaknya laut yang tengah badai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shikigami raksasa pun muncul dibelakang sang Investigator yang menatap langit-langit dan tertawa dengan gila.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itukah…… Oni?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berseru dengan terkejut dan Kon pun ternganga. Natsume, Touji, Kyouko, dan Tenma menatap menahan napas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shikigami yang muncul dihadapan mereka adalah contoh dari sebuah oni.&lt;br /&gt;
Shikigami tersebut tiga kali lebih tinggi dibandingkan sang Investigator yang berdiri didepannya. Dua tanduk melengkung nan panjang muncul dari rambut-rambutnya yang kasar, berdiri tegak menantang langit. Tubuh atasnya telanjang, dan bagian bawahnya tertutupi oleh celana kulit lusuh. Dan urat otot yang muncul dari balik kulit gelapnya dan terbuka seolah-olah adalah sebuah ular yang berada didalam tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan tersebut sangat identik dengan oni yang diceritakan oleh legenda zaman dahulu. Ketika melihat penampilan tersebut, tubuhnya sudah terasa berat, konfrontasi seperti seekor makhluk buas sebulum pikiran berjalan, tekanan buas nan jahat yang diberikan oleh makhluk yang tak diketahui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oni tersebut memiliki dua fitur penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu adalah topeng tembaga yang menutupi wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu lagi adalal—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lengan satu? Oni lengan satu…… Tidak! Tidak mungkin!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko menjerit kaget, oni tersebut kehilangan lengan bagian bawahnya &lt;br /&gt;
seperti telah dipotong. Kyouko, Natsume, dan Tenma sangatlah familiar dengan pengguna terkenal yang telah menggunakan oni lengan satu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Investigator menunjukan tatapan senang mendengar teriakn Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Raja! Wahai raja! Mungkinkah kau telah lupa dengan nama yang telah kau berikan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Raja dari Bintang Utara, Tsuchimikado Yakou, dilayani oleh dua pembantu—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang investigator dengan keras menyatakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku adalah Hishamaru!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan aku adalah – Kakugyouki.”&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_4&amp;diff=516669</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 4</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_4&amp;diff=516669"/>
		<updated>2017-04-04T11:27:40Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Bagian 2 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 4 – Kodoku==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tidak datang pada kelas sore.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini Harutora masih berada diruang kelas, sudah hampir satu jam setelah kelas sore selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memberengut lesu, penampilan yang ditakdirkan untuk diulang, mata intensnya yang seperti tatapan ketika melihat sebuah mangsa, harimau yang kelaparan. Kon tidak diwujudkan, namun jika ia, ia pasti akan sangat merasa khawatir karena kecanggungan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir tidak ada murid-murid lain yang terlihat diruang kelas. Selain Harutora, ada dua orang lagi yang tinggal dikelas. Satu Touji, dan yang satunya lagi adalah Kyouko, yang tak diduga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji duduk dua bangku jaraknya dari Harutora, punggungnya yang bersandar dengan kakinya yang diangkat diatas meja, tak bergerak jadi tak memungkinkan untuk mengetahui ia terjaga atau tidak. Kyouko duduk satu bangku lebih jauh dari yang lainnya dengan telelpon genggamnya yang terbuka, terus-menerus menekan-nekan tombol mencoba menunjukan penampilannya yang tak peduli seolah-olah tidak ada kaitannya dengan dirinya. Namun, ia tidak pergi, melainkan tetap tinggal dikelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka semua menunggu Natsume untuk kembali ke kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiganya tidak banyak berbicara, atmosfer berat pun menggantung didalam kelas yang luas, menyebar dengan Harutora yang menjadi pusatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bunyi suara pintu terbuka pun terdengar dan pintu ruang kelas pun terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma yang tak tahu apa-apa melompat karena terkejut ketika ia berjalan ke dalam ruang kelas. Ia terlihat percaya bahwa sudah tidak ada lagi siapa pun didalam kelas, dan sekelompok orang yang tinggal didalamnya pun juga mengejutkannya. Khususnya, tatapan yang tertuju padanya segera setelah ia membuka pintu sangat mengejutkannya hingga hampir-hampir ia ingin berlari dari kejadian tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ap-apa yang kalian lakukan? Dan kalian bertiga…… Mengapa kalian &lt;br /&gt;
bersama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak ada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma bertanya gugup, dan Harutora dengan dingin menjawabnya. Tetapi suatu keberuntungan untuk Tenma masih ada orang yang mau menjawab, sebagaimana Touji tidak bereaksi sama sekali dan Kyouko yang mengabaikan pertanyaannya. Ia merasa telah memasuki area sensitif dan berbahaya, menahan senyumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be-begitu…… Ah, namun ini bagus Harutora-kun masih ada dikelas, Ohtomo-sensei sebenarnya memberikanku ini baru saja dan memberitahukanku untuk memberikannya padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untukku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma memegang tongkat yang panjang dua meter ditangannya, dan salah satu ujungnya yang terpasang set besi, dengan lingkarang besi diakhirannya, lingkaran besi tersebut memiliki enam lingkaran kecil lainnya seperti sebuah shakujou seorang pendeta atau praktisioner yang sering dibawa-bawa ketika berpergian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merasa terkejut, keterkejutan mewarnai wajahnya, dan tatapan Touji dan Kyouko pun jelas menunjukan ketertarikan setelah melihat shakujou tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apa itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah shakujou, tidakkah kau prenah melihatnya sebelumnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pernah melihatnya, namun kenapa kau memberikan benda semacam……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah pedang kayu kemarin hancur? Sensei ingin kau menggunakan ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, mungkinkah itu berarti ia ingin aku untuk melakukan pertarungan shikigami lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak berpikir begitu…… sensei mungkin tidak senang bahwa pedang kayunya hancur, jadi dia ingin membalaskan dendamnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma berkata demikian sambil memiringkan kepalanya, terlihat  seperti ia tidak terlalu yakin dengan kata-katanya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang, setelah pertarungan kemarin selesai, Ohtomo mengambil pedang kayu (retakan kayu) yang telah ia beri sihir oleh dirinya sendiri, bergumam: “Ini terlalu konyol!” sepertinnya ia terlihat tidak menduga pedang kayu tersebut akan memiliki akhir yang tragis. Walaupun begitu, Harutora masih tidak mengerti darimana balas dendam itu muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sungguh menyebalkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merengut, mengambil shakujou yang ada ditangan Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shakujou tersebut berat, tetapi mungkin keseimbangannya bagus, dikarenakan ini lebih mudah untuk digenggam dibandingkan kesan luar yang diberikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi walaupun jika ia menerima benda semacam ini, bukan hanya ini memakan tempat, ini mungkn juga akan menambah masalah. Ia  tidak memiliki banyak benda sekarang ini jadi ini tak masalah, namun sebenarnya ia juga tidak memiliki banyak tempat dikamar asramanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei ingin memberikan ini padamu seegera mungkin, mungkinkah dia telah tahu bahwa kau masih ada dikelas?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ia tahu…… Kenapa ia tahu? Aku tidak bertemu dengannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku, Aku tidak tahu, tapi ngomong-ngomong, kenapa kau dan yang lainnya masih dikelas, Harutora-kun?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma bertanya padda Harutora, tidak ada niatan jahat disuaranya. Harutora pun menggembungkan pipiny ketika mendengar hal tersebut seperti anak kecil yang merajuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume tidak datang ke kelas sore, bukan?” Dengan santai Touji  menjawab dari samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, benar, itu sungguh mengherankan. Ini mungkin pertama kalinya Natsume-kun membolos kelas, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya idiot ini telah bertengkar. Kurahashi ada disana ketika mereka bertengkar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be-benarkah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma melihat Kyouko yang duduk dibangku paling jauh. Dikarenakan memori pada apa yang terjadi dua hari ini masih segar, tatapan yang diberikan Tenma jelas terkejut. Bahkan jika Kyouko telah menjadi topik utama, Kyouko masih dengan keras kepalanya menatap layar telepon genggamnya, menolak untuk menganhkat kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau maksud dengan membolos, kupikir dia sedang menjalani kelas khusus. Laki-laki berjas tersebut menjemputnya lagi sebelum aku pergi.” Ucap Harutora, kemarahannya masih belum sepenuhnya menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kelas khusus? Apa itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak tahu? Orang itu selalu menghilang saat istirahat dan kelas selesai, gurunya pun secara khusus menjemputnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma masih kebingungan setelah mendengar penjelasan Harutora. Namun ketika ia bilang “Orang yang memintamu untuk memberitahukan kami dihari pertama!” Tenma pun membuat suara “huh?” dan sangat terkejut untuk suatu alasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tu-tunggu, Harutora-kun, itu—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma dengan segera membuka mulutnya untuk menjelaskan, namun Kyouko yang terdiam tiba-tiba menyela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Biar kujelaskan terlebih dahulu, orang itu bukanlah seorang guru, ia adalah Investigator Mistis.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Investigator Mistis?  Maksudmu Investigator Mistis Agensi Onmyou?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah ada Investigator Mistis lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko menjawab ketus. Harutora pun menundukkan wajahnya, dan Touji menurunkan kakinya yang ada diatas meja seolah-olah mencium aroma berbahaya, terduduk dibangkunnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa seorang Investigator Mistis terus-menerus datang untuk melihat Natsume?” tanya Harutora, wajahnya masih serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Investigator tersebut datang untuk menginvestigasi insiden yang terjadi sebelumnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Insiden yang terjadi sebelumnya? Apa maksudmu yang terjadi sebelumnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkinkah Investigator Mistis tersebut telah mengetahui tentang Dairenji Suzuka? Namun insiden tersebut tidak seharusnya terpublikasikan. Harutora bertanya, tidak mengerti, dan Kyouko dan Tenma pun tanpa disadari menunjukan keterkejutan yang sama ketika mendengar kalimat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-kun, mungkinkah kau tidak mengetahuinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengetahui apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ada apa ini, bukankah kau adalah shikigaminya? Ada apa dengan kalian berdua?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cepatlah dan jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keduanya mengetahui tentang apa yang terjadi pada Natsume, dan hanya dirinya yang tidak mengetahui hal tersebut, fakta ini mengganggu Harutora, dan ia pun berteriak, dengan gelisah berdiri dari tempat duduknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat yang bersamaan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon tiba-tiba terwujud diatas meja didepan Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa itu? …Ketika Harutora kehilangan fokusnya, suara jatuh seperti ledakan pun terdengar dan jendela diantara ruang kelas dan koridor pun pecah, berserakan dimana-mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keempatnya tidak mengerti apa yang sedang terjadi untuk sesaat dan hanya menganga, membeku tak bisa bergerak dari tempat mereka. Hanya Kon yang menunjukan kewaspadaan diwajahnya, mengeluarkan wakizashinya dari pinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Kon pun melebar melihat – ke atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat sebuah raksasa, makhluk yang menggeliat diatas keempat orang yang membeku dan Kon yang telah menyiapkan serangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah awan gelap yang samar-samar. Sebuah awan besar kabut yang terlihat seperti sebuah kabut maupun asa, menyebar seolah-olah berencana untuk menutupi langit-langit kelas, seperti sebuah awan gelap ketika badai – tidak, itu menggerakkan tubuhnya yang mengerikan seperti sebuah makhluk hidup. Awan kabut inilah yang telah menghancurkan kaca jendela dan memaksa masuk ke dalam kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan yang lainnya pun panik panic ketika melihat hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap-apa itu? Hei, Tenma, apa kau tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku, Aku tidak tahu! Aku tidak pernah melihat hal tersebut!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenma, apakah Akademi Onmyou juga memiliki hal semacam ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu! Kenapa kau selalu bertanya padaku!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awan kabur tersebut bergera-gerak dengan intensnya. Dari luar benda tersebut terlihat putih keabu-abuan, namun gas hitam seperti tinta mengeliat-liat didalamnya, dengan sulur merah gelap yang mengambang menutupi seluruh tubuhnya. Dengan tambahan, benda tersebut akan sering menyerang, memberikan bunga api dan berkilat dengan cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan tersebut seperti gunung meletusyang menyemburkan asap, namun juga seperti sebuah makhluk-lautan-dalam-yang-tidak-pernah-dilihat-sebelumnya, atau bahkan seperti chimera yang mengerikan sedang menari-nari tidak jelas. Bagian teranehnya adalah teksturnya, sebagaimana bagian luar benda tersebut terlihat seperti sebuah kabut yang melayang diudara namun juga memberikan kesan berat seperti sebuah lumpur ataupun kotoran, massa tersebutlah yang telah menghancurkan jendela. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sebuah kodoku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Kyoko ketika ia meleihat ke atas, dan ketiga laki-laki yang mendengarnya secara bersamaan menoleh kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benda ini adalah kodoku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji dengan segera bertanya untuk mengonfirmasi, dan Kyouko mengangguk sambil menatap dengan serius ke arah gas tersebut, wajahnya memucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kodoku merupakan kutukan yang cukup umum dibanyak berbagai macam jenis Onmyoudou. Hal tersebut menggunakan serangga seperti laba-laba atau kelabang sebagai wadahnya. Dengna menempatkan banyak serangga didalam pot – sepert alat, mereka dibuat untuk saling membunuh satu sama lain sampai hanya satu yang tersisa menjadi individu yang terkuat. Serangga tersebut digunakan untuk melakukan kodoku, dinamakan sebagai pengorbanan untuk melayani sebagai wadah. Dengan menggabungkan energi kutukan, itu akan menjadi sebuah tipe shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“De-dengan kata lain, benda ini bisa dibilang sebagai shikigami?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar…… Dan ini bahkan sudah jelas merupakan sihir terlarang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kodoku telah dimasukan sebagai sebuah shikigami ‘tipe kutukan’ dalam ‘General-style’ dan tanpa adanya izin Agensi Onmyou, hukum Onmyou dengan tegas melarang pembuatan dan penggunaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-tapi ini sungguh aneh! Ada sebuah pelindung yang melindungi seluruh gedung akademi, jadi walaupun sebuah shikigami seharusnya tak mampu untuk menerobos masuk!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora teringat Alpha dan Omega dari penjelasan Tenma yang panic. Mungkinkah shikigami ini telah menghancurkan para komainu penjaga?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pusat dari kabut tersebut melebar, membagi menjadi dua, sebuah mata raksasa muncul dari keduanya. Bola mata tersebut bergerak-gerak mencari, hingga akhirnya menetapkan pandangannya ke bawah, tepat diatas Harutora.&lt;br /&gt;
Horor pun menyergap seluruh tubuh Harutora, dan mata Touji pun berkilat, dengan Kyouko dan Tenma yang berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-sama, tolong mundur!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriak Kon dan melompat maju, dank abut mengambang tersebut turut bergerak mengikuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kabut tersebut menurun sedikit demi sedikit, bagian-bagiannya turun bagaikan hujan. Kabut yang menurun pun memberikan gerakan yang tidak menentu ditengah udara, dengan sukses menyerang Harutora dan yang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwah! Itu datang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tch – Ha-hakuou! Kokufuu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shikigami pelindung Kyouko pun terwujudkan selangkah dibelakang Kon yang telah bereaksi terlebih dahulu, melompat maju dari meja dan dengan lihai menggunakan katana dan tombaknya, memotong-motong kabut tersebut yang menyerang terus-menerus. Kon juga menggunakan ekornya untuk keseimbangan  sebagaimana ia bergerak diudara seolah-olah menari, melawan kabut yang terus-menerus menyerang dengan wakizashinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kabut yang diserang pun menunjukan fenomena ‘lag’, kontur distorsi dan fragmennya pun berkerlap-kerlip diudara. Namun setelahnya benda tersebut pun terbelah, kabut tersebut dengan cepat menyatu kembali dengan awan besar yang berada dilangit-langit, dan hal terpenting dari tubuh utamanya adalah tidak menunjukan kelemahan sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kon! Hati-hati!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong jangan khawatir – Iyaaaah, itu menyentuh e-e-e-ekorku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U-uwah! Aah! Selamatkan aku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diamlah, Tenma! Cepat dan bantu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tidak bagus, teleponku tidak tersambung, sungguh baiknya mereka……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu ruang kelas pun menjadi arena pertarungan, dan sebuah pertarungan yang tiada henti. Keempatnya dengan segera berkumpul dan berlindung, menggunakan tiga shikigami sebagai pelindungnya untuk melawan kodoku. Namun, mereka terpukul mundur selangkah demi selangkah dengan bertambahnya kabut yang bergerak maju, dan akhirnya mundur ke dinding disalah satu sisi koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh, ini tidak ada gunanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji merengut. Harutora dengan kesal “sial”, mencoba membuka jendela yang ada dibelakangnya. Ia membuka kuncinya, namun jendela tersebut tak tergoyah sama sekali, seolah-olah tersangkut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jendelanya tidak mau terbuka! Kenapa seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini buruk! Terdapat pembatas, kapan itu dibuat……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko berbalik untuk menimang-nimang dan berucap ringan. Sebagaimana ia berbicara, energi magis yang menutupi bukan hanya dijendela, namun juga seluruh sekitar ruang kelas, dengan jelas terlihat. Sepertinya mereka telah terkunci dari dalam kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji mengambil bangku, melemparnya ke arah jendela tanpa berkata apapun. Kyouko dan Tenma tersentak kaget, namun bangku yang dilemparkan ke jendela dengan mudah memantul kembali. Sepertinya hal tersebut tidak bisa dihancurkan secara fisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak bisa dihancurkan, huh…… Kurahashi, apa kau tahu cara untuk &lt;br /&gt;
menghancurkan pembatas ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tu-tunggu! Tidak bisakah kau melihat bahwa aku sangat sibuk!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan kodoku tersebut tidak menunjukan perlambatan sama sekali, dan jumlah kabutnya pun bertambah sangat, dan itu tidak bisa ditangani hanya mengandalkan Kon dan dua Yaksha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, tidak adakah seorang pun yang masih ada didalam gedung akademi? Kenapa tidak ada seseorang pun yang menyadari masalah ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma-masalahnya adalah pembatas tersebut, suara tidak akan terdengar seribut apapun masalah yang terjadi didalam pembatas!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenma! Jika kau memiliki waktu untuk menjelaskan, cepatlah kemari dan bantu! Dua orang murid baru itu adalah amatir yang tak berguna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Kyouko bergegas, namun situasi saat itu cukup berbahaya. Wajahnya memucat sebagaimana ia memfokuskan dirinya untuk mengontrol kedua shikigaminya, dan bulir-bulir keringat pun muncul didahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma dengan segera mengeluarkan jimat dari kotak jimat, namun tangannya tergelincir karena gerakannya yang terlalu gugup dan jimat pun berserakan dilantai. Ia pun panik sesaat, lalu dengan segera mengambil jimat tersebut dari lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana ia mengambil jimat, kabut tersebut menepis serangan-serangan yang dilayangkan shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awan kabut tersebut dengan cekatan menghindari tombak Kokufuu, bergegas menuju Harutora. Harutora dengan siap mengangkat shakujou ditangannya, namun Kyouko mendecakkan lidahnya dan mengeluarkan jimat dari kotak jimatnya selangkah lebih dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggunakan jimat pelindung. Jimat tersebut memberikan cahaya remang dan kabut yang menyerang pun menghasilkan suara. Disaat itu, bau terbakar pun tercium, dan kabut tersebut sebagaimana jimat pelindung tersebut pun turut terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Te-terima kasih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diam, jangan bicara padaku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma akhirnya mengambil jimatnya dan sekarang dengan gagap merapalka mantera, melempar jimat tersebut pada kabut. Namun, kabut tersebut sekarang menyebar ke seluruh ruang kelas, dan walaupun pada akhirnya awan tunggal tersebut tidak memberikan banyak ancaman, kesempatan mereka untuk menang tidaklah besar karena adanya massa diantara mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tujuan benda tersebut pastilah Harutora.” Diwaktu itu, Touji, yang sedang asyik menonton pertandingan dari jendela berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-aku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terlihat seperti itu, dari pergerakannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko dan Tenma yang berdiri didepan mereka dengan cepat saling melirik ketika mendengar kalimat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah fanatik Yakou lagi……?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu sangat memungkinkan…… Ugh! Sungguh bercanda!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percakapan mereka pun terdengar oleh Harutora dan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari pertama ketika ia masuk kepala sekola telah memberitahukan mengenai fanatik Yakou, namun apa hubungannya dengan para pemuja Yakou dan kodoku ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa!? Apa kalian berdua tahu sesuatu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya, mendesak dari belakang. Kyouko menundukan wajahnya, dan ia pun melirik Tenma yang ada disampingnya seolah-olah ia memberikan tanggung jawab kepada Tenma untuk menjelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma dengan tak bisa melawan pun membuka mulutnya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-kun, umm, kau tahu…… Natsume-kun adalah reinkarnasi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, kau membicarakan tentang rumor tersebut, tentu saja aku tahu. Jadi kalian berdua juga mengetahuinya, huh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala sekolah telah memberikan sedikit penjelasan pada subjek tersebut. “Lalu apa?” Tenma menunjukan ekspresi sungkan sebagaimana Harutora mendesaknya, lanjut menjelaskan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sebenarnya, dua hari sebelum kalian datang, seorang fanatik yang telah mendengar rumor mengenai Natsume menyerangnya saat ia akan berangkat sekolah, mencoba untuk menghubungi dirinya. Sepertinya dia adalah orang yang keras kepala, dan pada akhirnya berencana untuk menculik Natsume-kun, yang menghasilkan pertarungan sihir oleh keduannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau bilang? Dua hari sebelum kami datang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun sudah lama ada rumor bahwa fanatik Yakou mencari Natsume, ia tidak menduga bahwa insiden tersebut telah terjadi baru-baru ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah.” Tenma menganggukkan kepalanya pada Harutora yang terkejut. “Bukankah aku sudah bilang bahwa Investigator Mistis datang kesini untuk melakukan investigasi? Itu adalah untuk menginvestigasi insiden tersebut. Kudengar bahwa terdapat sekelompok besar yang melindungi fanatik tersebut saat itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora membeku. Sebuah kejadian besar terjadi, namun ia tidak mendengar hal terebut barang sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ta-tapi, bukankah fanatik Yakou memuja Yakou? Kenapa mereka melakukan hal tersebut? Khususnya jika mereka benar-benar percaya bahwa Natsume adalah Yakou, mereka tidak akan menggunakan kodoku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmph! Bagaimana kita bisa menyadarkan pemikiran para fanatik gila tersebut! Juga, meskipun fanatik tersebut telah ditangani oleh guru yang dengan segera ke tempat kejadian, ia meneriakan kata-kata seperti ‘aku datang untuk membantu kebangkitan Yakou’ tanpa menyerah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau begitu, rekan-rekan fanatik Yakou saat itu yang melepaskan kodoku untuk membuat Natsume bangkit sebagai Yakou? Itu bukanlah hal yang bisa disebut sebagai memuja, itu hanyalah sebuah kepecayaan yang sinting dan disatu sisi gila.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, apanya yang ‘kelas khusus’! kenapa orang itu berbohong?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kupikir…… Mungkin dia tidak ingin kalian yang baru saja masuk untuk terlalu khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menjawab meyakinkan. Mungkin hal tersebut memang seperti apa yang dikatakannya, namun walaupun jika mereka tidak, Harutora telah sibuk dengan masalahnya untuk mengatasi situasinya sendiri yang membuat otaknya berputar, jadi tak heran Natsume dengan prihatin dan sengaja menutupinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…’Harutora, Touji, mari lakukan yang terbaik.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, Natsume telah mengatakanya dengan senyuman dan meninggalkan bangkunya. Ia tidak pergi untuk sebuah kelas khusus, melainkan untuk berjaga-jaga mengenai fanatik yang mengintainya dan berbicara mengenai masalah yang akan mendatang dengan Investigator Mistis yang menangani masalah tersebut. Harutora pun hanya bisa marah, separuh pada Natsume yang menanggung bebannya sendiri, dan separuh lagi pada dirinya yang tidak menyadari keanehan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Harutora kembali sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tunggu, bagaimana dengan Natsume? Mungkinkah sesuatu terjadi pada Natsume saat ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma hanya membalas dengan ‘ah’ sebagaimana Harutora berkata demikian, wajahnya memucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikarenakan lawan telah menggunakan kodoku untuk mengatasi shikigami Harutora, Natsume tidak mungkin tidak tersentuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, Natsume tidak datang ke kelas sore. Bahkan jika setelah ia membicarakan tentang masalah tersebut kepada Investigator Mistis, dan bahkan jika hal tersebut tepat setelah ia bertengkar dengan sengitnya pada Harutora, ia akan menunjukan dirinya seperti dua hari sebelumnya. Mungkinkah ia membolos kelas hari ini karena sesuatu telah terjadi dan membuatnya tidak bisa datang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko dengan segera melirik Harutora yang memucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Harutora-kun, bukankah kau baru saja mencela Natsume-kun karena tidak memiliki keberanian untuk berbicara dengan orang-orang disekitarnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidakkah kau berpikir bahwa kau juga tidak bisa menyalahkannya karena itu? Semua orang memercayai dia adalah reinkarnasi Yakou, dan ketika kau menambahkan fannatik gila tersebut mengelilinginya, bukan hanya orang-orang yang tidak mau mengambil inisiatif untuk mendekatinya, ia tentu saja akan ragu-ragu karena takut akan memberikan masalah pada orang disekitarnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menggigit bibir bawahnya, bahkan tidak menyadari bahwa ia telah menggigit terlalu keras hingga berdarah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…’Aku tidak perlu Harutora-kun untuk memberitahukanku hal-hal tersebut.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak heran ia akan meresponnya seperti itu. Ia adalah shikigami dan teman masa kecil yang mengetahui rahasianya lebih dari siapapun, namun telah menyerang titik terlemahnya. Ia pasti akan merasa lebih tersakiti dan tidak nyaman mendengar kalimat yang keluar dari mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengerti -  itu adalah fakta yang telah tersimpan didalam hatinya ketika ia memasuki Akademi, namun ia telah menelantarkannya. Dikarenakan ia tidak bisa mengikuti dengan pelajaran, ia telah melemparkan hal penting yang telah diberitahukan oleh kepala sekolah tiga kali, mengumpulkan kekuatannya untuk membuat dirinya memiliki tempat dikelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, Harutoralah yang pikirannya penuh akan dirinya, bukan Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Natsume.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jangle* - lingkarang kecil yang berada dipuncak shakujou pun bersuara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko, Tenma, dan bahkan Kon pun menoleh dengan terkejut – ke arah posisi Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terlalu sibuk untuk peduli dengan ekspresi macam apa yang muncul pada wajah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kon, minggir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha-harutora-sama? Tapi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cepat dan minggir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memerintah kembali, dan Kon dengan segera membuang keraguannya, berlindung ke samping. Harutora mengenggam shakujounya, dengan segera melangkah maju untuk menipiskan jarak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kabut tersebut dengan sengit menyerang, namun tertangkis oleh ayunan cekatan shakujou Harutora. Sebuah reaksi ‘lag’ pun muncul sesaat, dan benda tersebut pun terbelah dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tu-tunggu, kenapa kau melakukan hal itu lagi—!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah pertarungan yang berbeda, ini bukanlah permainan. Kyouko tidak bisa mengatakan kalimat tersebut untuk menghentikannya karena kekhawatiran tersebut tidak mampu menggoyahkan Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengacungkan shakujounya, memberikan pukulan dengan figur yang dipaksakan yang dapat melawan Hakuou dan Kokufuu – momentumnya bahkan lebih besar dari keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko dan Tenma tidak mampu untuk tak ternganga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kurahashi, Tenma, maaf untuk melibatkanmu.” Ucap Harutora tanpa menoleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ja-jangan begitu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi tolong, bantu kali ini saja, dan aku akan meminta maaf denga serius pada kalian nanti. Tolong bantu aku untuk mengalahkan benda ini dan mencari Natsume.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memohon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma gemetar dan dengan jelas menganggukan kepalanya untuk menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko memainkan bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Dikarenakan kita akan mati jika kita tidak melawan balik, itulah yang hanya bisa kita lakukan.” Ia menjawab dengan tidak sabar, senyum bangga pun muncul diwajahnya. “Maaf.” Harutora meminta maaf pada keduanya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini akan lebih mudah jika seperti ini. Sebenarnya aku memiliki ide, tapi aku tak tahu jika iniakan bekerja, jadi aku akan dengan senang hati bertanya pada senior untuk memberikan opininya.” Ucap Touji tenang dengan suara rendah sebagaimana ia melihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Natsume kembali sadarkan diri, ia terbaring diatas tanah denga kedua tangan yang diikat dibelakang punggungnya dan juga pergelangan kaki yang diikat dengan tali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat ia belum bisa mencerna keadaan disekitarnya, melebarkan matanya dan mengangkat  tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Lapangan latihan sihir?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume saat ini sedang berbaring diarena dimana pertarungan shikigami kemarin diadakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa – ketika berpikir demikian, ingatan sebelum ia kehilangan kesadarannya tiba-tiba teringat kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, kau akhirnya bangun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Investigator Mistis berjas tersebut berdiri disamping, berbicara sambil menatap Natsume yang terbaring ditanah lapang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, berteriak-teriaklah sesukamu, itu tidak akan menjadi masalah &lt;br /&gt;
dikarenakan suara tak akan terdengar dari luar. Tapi aku memohon dengan sangat untuk tidak bertindak gegabah untuk kebaikan reputasimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Investigator tersebut menunjukan senyum dingin, dengan hormat membungkuk kepada Natsume yang terbaring ditanah lapang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama, aku harus meminta maaf atas insiden beberapa hari yang lalu. Rekanku menjadi tidak sabaran dan melakukan hal yang tidak bermartabat. Meskipun, aku tidak terlalu ingin menyebut orang tersebut sebagai ‘rekan’, bahkan jika dia memiliki sikap hormat yang sama sepertiku, juga ambisi dan ketidakkonsisten kami, khususnya dikarenakan perbedaan dalam kemampuan kami itu terlalu jauh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tak mampu untuk tidak meragukan telinganya ketika ia mendengar ucapan Investigator tersebut. Ketika ‘insiden beberapa hari yang lalu’ disebutkan, ia hanya bisa memikirkan satu orang, fanatik Yakou yang muncul dihadapannya sebelum Harutora dan Touji memasuki akademi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu akan lebih baik jika orang itu hanya menjalankan tugasnya baik-baik, tapi sayangnya ia menjadi tidak sabaran ketika ia mendengar performamu yang menakjubkan. Bukan aku tidak mengertti perasaannya, sebagaimana pada akhirnya, hatiku juga melompat kesenangan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Investigator Mistis tersebut menyeringai, penampilannya terlihat seperti orang yang berbeda dibandingkan lelaki muda yang biasa ia kenal, yang dimana datang untuk menginvestigasikan insidennya &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau memanggil orang itu rekan, jadi mungkinkah kau juga……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Investigator Mistis tersebut terlihat sopan kembali, membungkuk dengan bangga bagaikan anak kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku merasa terhormat untuk turut serta dalam dirimu kini seperti ini. Pewaris dari keluarga Tsuchimikado, Tsuchimikado Natsume-sama, tuanku Raja Bintang Utara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mengerang dengan putus asa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raja Bintang Utara adalah julukan yang dipuja oleh fanatik tersebut. Bintang Utara ditujukan untuk Polaris, yang merupakan posisi terpenting dalam Onmyoudou. Orang-orang tersebut membandingkan Polaris dengan ‘cahaya malam’, yang adalah Yakou, dan mereka menganggap tuannya adalah sang raja mengimitasikan para pembantunya Hishamaru dan Kakugyouki, begitulah rumor yang tersebar. Tentu saja, Yakou sendiri tidak pernah menganggap dirinya demikian, dank arena hal tersebut hanya sedikit orang yang memanggilnya sebagai ‘Raja Bintang Utara.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume masih sulit untuk memercayainya, tak  mampu untuk menahan teriakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau adalah seorang Investigator Mistis yang merupakan bagian dari Agensi Onmyou! Kenapa kau bersama dengan orang semacam seperti fanantik Yakou—?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak baik untuk memanggil pemujamu sebagai ‘orang macam itu’, jadi bisakah kau menarik kata-katamu tersebut? Khususnya, kau tidak perlu untuk terkejut, cukup banyak pemuja-pemuja Raja Bintang Utara di Agensi Onmyou.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bohong!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau pikir aku berbohong? Sebenarnya, bukankah keadaan seperti ini wajar? Bagaimana orang biasa yang tidak mengerti sihir mengkritisi Raja dari Bintang Utara? Hanya orang-orang yang mengenal Onmyoudou yang bisa mengerti kehebatannya, dan tidak ada tempat didunia ini yang memiliki relasi yang lebih dalam terhadap sihir kalau bukan Agensi Onmyou, bukankah itu benar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Investigator Mistis tersebut berbicara dengan bangga. Natsume merasa terkejut, dikarenakan penjelesannya terdengar sangat meyakinkan.&lt;br /&gt;
Agensi Onmyou bisa dikatakan sebagai Biro Onmyou modern Jepang – kantor pusat Onmyouji. Namun disaat yang sama , Agensi Onmyou juga merupakan sarang dari para fanatik Yakou, yang mungkin bukan masalah besar. Bahkan jika itu tidak banyak, mereka mungkin akan membawa efek besar terhadap komunitas sihir suatu hari nanti jika identitasnya tidak terbongkar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Meskipun, kebanyakan mayoritas orang-orang saat ini berhubungan dengan sihir menikmati kemahsyuran dari asuhan Raja Bintang Utara, namun mereka mengubur dalam-dalam nama tersebut, menganggap keberadaannya adalah tabu. Terlalu bodoh! Bagaimana hal tersebut menjadi sesuatu yang tercela? Aku menunggu untuk membenarkan keselahan tersebut sesegera mungkin dan mengembalikan reputasi sang raja yang terlecehkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Investigator Mistis dan tiba-tiba menatap tanpa berkedip pada Natsume. Tatapan yang terlihat panas dan bersemangat. Ia berjalan kedepannya, perlahan berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku menunggu untuk menebus dosa pada sang raja, untuk memaksa dirimu untuk turun kembali ke dunia ini untuk membersihkan stigmanya…… Itu adalah penghinaan yang sangat, dan demikian aku merasa malu. Tapi sekarang, aku hanya ingin berlutut terhadapmu sesegera mungkin dan memintakan dirimu memaafkan kemalasan diri ini dan meminta izin untuk memberikan seluruh jasaku untuk kebesaran masa depan sang raja…… Kau datang untuk ini, bukan, Yakou-sama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Investigator Mistis tersebut menatap dalam mata Natsume, memintakan maaf dengan sangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laki-laki muda itu menggunakan sikap dan ucapan yang berlebihan, menunjukan kepercayaannya yang sangat. Kepercayaan yang jelas-jelas menyimpang – gila.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dingin pun menghampiri tubuhnya dan ilusi suhu tubuhnya menurun lurus ke bawah menyerang Natsume. Ia lega dirinya saat ini terbaring ditanah, jika saja ia berdiri, ia yakin dirinya akan runtuh jatuh ke tanah karena gemetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena rumor tentang reinkarnasi Yakou tersebut, ia telah mendapati sedikitnya cemoohan dan ditakuti sejak ia dilahirkan. Ia sering bahkan dipaksa untuk menanggung harapan-harapan yang terlalu tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun diantara semua emosi orang-orang yang melihatnya sebagai Yakou, tak pernah ada yang memiliki dan menunjukan ‘afeksi’ semacam ini yang kini membuatnya ketakutan dan secara fisik mengernyit. Ia merasa gigi-giginya bergemeletuk dan dengan sangat mengeratkan rahangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku…… Aku bukanlah Yakou……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume bergumam, membuka mulutnya untuk mengeluarkan rasa takut dan jijik dari hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kalimat tersebut, wajah  lelaki muda tersebut berubah sesaat. Ia tidak lagi menunjukan penampilan seperti sebelumnya, tetapi malah memberikan aura yang menakutkan, wajahnya menggelap mengernyit memberikan ekspresi keyakinan yang menyimpang dan penuh akan prasangka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dengan segera ia menenangkan dirinya dan bahkan memaksakan senyum baik penuh maksud, perlahan berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume-kun, aku bisa mendapatkan informasi rahasia yang tidak dipublikasikan secara umum karena identitasku. Aku sangat mengerti apa yang terjadi. ‘Child Prodigy’ Dairenji Suzuka dan juga ‘Armored Juggernaut’ muncul, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Natsume melebar karena terkejut ketika insiden musim panas yang lalu disebutkan kembali. Sang Investigator pun tak mampu untuk tidak menahan seringainya melihat reaksi tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kau mengerti perasaanku ketika mendengar laporan tersebut? Bukan hanya aku, rekan-rekanku semua juga sangat gembira. Tahun-tahun sebelumnya, banyak rumor yang mengindikasikan bahwa kau adalah reinkarnasi Raja dari Bintang Utara, namun setelah menerima laporan tersebut, kami akhirnya memiliki bukti atas kebenaran rumor tersebut! Jika kau ingat, aku mengatakan bahw salah satu rekanku tak mampu untuk tidak mengambil aksi sesegera mungkin karena ia telah mendengar performamu yang luar biasa, bukan? Sekarang, kami telah menjarakkan diri kami dari persembunyian kami dan telah menyiapkan berbagai macam persiapan untuk menyambut kebangkitanmu, sudah lama kami telah menunggu saat dimana Raja Bintang Utara bangkit kembali, hari-hari itu pun berjalan menjadi tahun!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Investigator Mistis pun berbicara penuh semangat nan berseri-seri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume terkejut kembali. Insiden dengan Dairenji Suzuka adalah ‘titik pembalik’ terpenting dalam hidupnya dan ia tidak bisa melupakannya bahkan jika ia ingin, namun sekarang itu adalah kejadian ‘masa lalu’ yang ‘telah selesai’. Ia tidak pernah bermimpi bahwa kejadian ini akan mengarah pada pemberontakan yang ia tidak ketahui sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu terselesaikan bukan hanya dengan kekuatanku seorang diri saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume bergumam pelan. Seolah-olah ia tidak mendengar dengan jelas, sang Investigator Mistis pun bertanya: “Apa kau bilang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Insiden tersebut terselesaikan bukan hanya dengan kekuatanku seorang. Itu bukanlah aku yang mengalahkan Armored Juggernaut dan menghentikan Dairenji Suzuka seorang diri, itu adalah Harutora dan aku – kami hanya bisa menyelesaikan masalah tersebut dengan menggabungkan kedua kekuatan kami. Kau bilang kau ‘sangat mengerti’? Sangat lucu, kau bahkan tidak tahu sama sekali! Jangan berpikir kau bisa membuat kesimpulan tentang Harutora dan aku dengan hanya mengandalkan dugaan egois milikmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau, itu……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa gembira yang ditunjukan oleh sang Investigator pun menghilang.&lt;br /&gt;
Wajah gelap yang terlintas didirinya kini muncul kembali dari balik ekspresi gembiranya. Wajah yang penuh perasaan diikuti dengan bahu yang tegang dikeraskan dan tangan seperti ia sedang menggigil kedinginan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bodoh…… Terlalu bodoh dan tidak mengerti…… Ini adalah Raja? Tidak bisa dipercaya…… Tidak masuk akal…… Ini adalah……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan yang terdapat pada Investigator tersebut kini terpelintir menjadi sesuatu yang tidak manusiawi, seperti orang gila parah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, terlepas dari berbagai macam apapun guncangan iman yang doterima olehnya, ia masihlah seorang Investigator Mistis. Ia dengan paksa menahan perasaan-perasaan gelisahnya, bergumam dengan keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah! Sang Raja belum bangkit, aku tidak bisa bertindak dengan tergesa-gesa dan tidak benar mencoba untuk berbicara langsung kepada sang Raja. Tapi Natsume-kun biarkan aku memberitahumu sesuatu yang akan membantumu untuk bangkit. Bocah badung yang kau sebut Harutora saat ini seharusnya telah menghembuskan nafas terakhirnya karena kodoku yang aku lepaskan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Investigator mengatakan kata-kata tersebut dengan nada yang kesetanan, dan baru saat itu Natsume benar-benar merasa suhu tubuhnya menurun dengan sangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia dengan segera mencari aura Harutora. Sebuah ‘link’ kekuatan spiritual yang telah dibuat antara mereka sejak ia memberikan kemampuan melihat roj dan menjadikannya shikigami dirinya. Natsume bisa merasakan kehadiran Harutora sejauh apapun keduanya terpisah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ia akhirnya menyadari bahwa kekuatannya telah disegel ketika ia mencoba mencari aura tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Empat jimat telah terpasang didada, pundak dan punggungnya, dan dan jimat tersebut adalah jimat untuk menahan kekuatan spiritualnya. Dengan demikian, dia tidak berdaya, tak mampu untuk memanggil shikigami pembantunya Hokuto dikarenakan ia tidak mampu menggunakan sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau baru menyadarinya sekarang? Sungguh ceroboh. Terlebih lagi, kau pikir memangnya ini tempat apa? Ini adalah lapangan latihan sihir, dan pusat dari arena, benar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat pelindung kelas satu disekitar arena yang bertujuan untuk menjaga sihir yang digunakan didalam arena lapangan tidak memengaruhi area luar. Natsume tidak bisa mengadakan ‘link’ sihir bahkan jika ia mencoba untuk mencari jejak aura Harutora. Ia pun tak mampu untuk tak diam membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Investigator Mistis tertawa dengan dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau merasa sedih bahwa shikigami favoritmu akan mati? Tapi, kau tidak perlu khawatir, karena aku akan menanggung beban sebagai shikigami selanjutnya – pembantumu untuk mengarahkan dan melindungimu. Akulah satu-satunya yang cocokk atas kebangkitan sang Raja, akulah Hishamaru yang baru!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Investigator berbicara tak masuk akal dengan arogan dan liar, dan Natsume sama sekali tidak mengindahkannya, pikirannya penuh dengan Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingat bahwa ia tengah bertengkar dengan Harutora tadi siang. Ia tidak percaya bahwa Harutora akan mati sedemikian rupa, namun Harutora tidaklah berdaya menghadapi kodoku yang dikeluarkan oleh seorang special Investigator Mistis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keputusasaan pun menyelimuti Natsume dan mata lebarnya kini hanya mampu melihat kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ini sungguh……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara pelan pun perlahan muncul bagaikan darah dari mulut Natsume.&lt;br /&gt;
Namun… “……Apa yang terjadi?” Sang Investigator tiba-tiba mengangkat kepalanya, memindahkan pandangannya ke atas dari tubuh Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gumpalan kabut pun masuk melalui pintu masuk ke arah bangku penonton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gumpalan kabut yang berdenyut, bergerak dan hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah kodoku. Kodoku dengan cepat bergerak lurus ke arah arena dari atas bangku penonton dan terhalang oleh dinding pelindung tak terlihat. Walaupun itu terhalang, kodoku masih terus lanjut menyerang mencoba memaksa masuk. Terlebih lagi, sang Investigator Mistis berdiri ditengah lapang memberikan kemarahan dan kebencian yang intens.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana mungkin! Kodoku yang aku lepaskan bisa kembali seperti ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak dengan tatapan terkejut. Kebingungan Natsume melihat ke arah bangku penonton dengan matanya yang berkaca-kaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak lama setelahnya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang tidak mungkin salah didengarnya pun terdengar ole Natsume melalui pelindung dari sisi lain pintu masuk yang dimasuki oleh kodoku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Natsume! Kau baik-baik saja!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mengambil napas dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_4&amp;diff=516668</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 4</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_4&amp;diff=516668"/>
		<updated>2017-04-04T11:20:39Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Bagian 1 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 4 – Kodoku==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tidak datang pada kelas sore.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini Harutora masih berada diruang kelas, sudah hampir satu jam setelah kelas sore selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memberengut lesu, penampilan yang ditakdirkan untuk diulang, mata intensnya yang seperti tatapan ketika melihat sebuah mangsa, harimau yang kelaparan. Kon tidak diwujudkan, namun jika ia, ia pasti akan sangat merasa khawatir karena kecanggungan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir tidak ada murid-murid lain yang terlihat diruang kelas. Selain Harutora, ada dua orang lagi yang tinggal dikelas. Satu Touji, dan yang satunya lagi adalah Kyouko, yang tak diduga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji duduk dua bangku jaraknya dari Harutora, punggungnya yang bersandar dengan kakinya yang diangkat diatas meja, tak bergerak jadi tak memungkinkan untuk mengetahui ia terjaga atau tidak. Kyouko duduk satu bangku lebih jauh dari yang lainnya dengan telelpon genggamnya yang terbuka, terus-menerus menekan-nekan tombol mencoba menunjukan penampilannya yang tak peduli seolah-olah tidak ada kaitannya dengan dirinya. Namun, ia tidak pergi, melainkan tetap tinggal dikelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka semua menunggu Natsume untuk kembali ke kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiganya tidak banyak berbicara, atmosfer berat pun menggantung didalam kelas yang luas, menyebar dengan Harutora yang menjadi pusatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bunyi suara pintu terbuka pun terdengar dan pintu ruang kelas pun terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma yang tak tahu apa-apa melompat karena terkejut ketika ia berjalan ke dalam ruang kelas. Ia terlihat percaya bahwa sudah tidak ada lagi siapa pun didalam kelas, dan sekelompok orang yang tinggal didalamnya pun juga mengejutkannya. Khususnya, tatapan yang tertuju padanya segera setelah ia membuka pintu sangat mengejutkannya hingga hampir-hampir ia ingin berlari dari kejadian tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ap-apa yang kalian lakukan? Dan kalian bertiga…… Mengapa kalian &lt;br /&gt;
bersama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak ada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma bertanya gugup, dan Harutora dengan dingin menjawabnya. Tetapi suatu keberuntungan untuk Tenma masih ada orang yang mau menjawab, sebagaimana Touji tidak bereaksi sama sekali dan Kyouko yang mengabaikan pertanyaannya. Ia merasa telah memasuki area sensitif dan berbahaya, menahan senyumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be-begitu…… Ah, namun ini bagus Harutora-kun masih ada dikelas, Ohtomo-sensei sebenarnya memberikanku ini baru saja dan memberitahukanku untuk memberikannya padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untukku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma memegang tongkat yang panjang dua meter ditangannya, dan salah satu ujungnya yang terpasang set besi, dengan lingkarang besi diakhirannya, lingkaran besi tersebut memiliki enam lingkaran kecil lainnya seperti sebuah shakujou seorang pendeta atau praktisioner yang sering dibawa-bawa ketika berpergian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merasa terkejut, keterkejutan mewarnai wajahnya, dan tatapan Touji dan Kyouko pun jelas menunjukan ketertarikan setelah melihat shakujou tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apa itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah shakujou, tidakkah kau prenah melihatnya sebelumnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pernah melihatnya, namun kenapa kau memberikan benda semacam……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah pedang kayu kemarin hancur? Sensei ingin kau menggunakan ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, mungkinkah itu berarti ia ingin aku untuk melakukan pertarungan shikigami lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak berpikir begitu…… sensei mungkin tidak senang bahwa pedang kayunya hancur, jadi dia ingin membalaskan dendamnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma berkata demikian sambil memiringkan kepalanya, terlihat  seperti ia tidak terlalu yakin dengan kata-katanya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang, setelah pertarungan kemarin selesai, Ohtomo mengambil pedang kayu (retakan kayu) yang telah ia beri sihir oleh dirinya sendiri, bergumam: “Ini terlalu konyol!” sepertinnya ia terlihat tidak menduga pedang kayu tersebut akan memiliki akhir yang tragis. Walaupun begitu, Harutora masih tidak mengerti darimana balas dendam itu muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sungguh menyebalkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merengut, mengambil shakujou yang ada ditangan Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shakujou tersebut berat, tetapi mungkin keseimbangannya bagus, dikarenakan ini lebih mudah untuk digenggam dibandingkan kesan luar yang diberikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi walaupun jika ia menerima benda semacam ini, bukan hanya ini memakan tempat, ini mungkn juga akan menambah masalah. Ia  tidak memiliki banyak benda sekarang ini jadi ini tak masalah, namun sebenarnya ia juga tidak memiliki banyak tempat dikamar asramanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei ingin memberikan ini padamu seegera mungkin, mungkinkah dia telah tahu bahwa kau masih ada dikelas?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ia tahu…… Kenapa ia tahu? Aku tidak bertemu dengannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku, Aku tidak tahu, tapi ngomong-ngomong, kenapa kau dan yang lainnya masih dikelas, Harutora-kun?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma bertanya padda Harutora, tidak ada niatan jahat disuaranya. Harutora pun menggembungkan pipiny ketika mendengar hal tersebut seperti anak kecil yang merajuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume tidak datang ke kelas sore, bukan?” Dengan santai Touji  menjawab dari samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, benar, itu sungguh mengherankan. Ini mungkin pertama kalinya Natsume-kun membolos kelas, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya idiot ini telah bertengkar. Kurahashi ada disana ketika mereka bertengkar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be-benarkah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma melihat Kyouko yang duduk dibangku paling jauh. Dikarenakan memori pada apa yang terjadi dua hari ini masih segar, tatapan yang diberikan Tenma jelas terkejut. Bahkan jika Kyouko telah menjadi topik utama, Kyouko masih dengan keras kepalanya menatap layar telepon genggamnya, menolak untuk menganhkat kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau maksud dengan membolos, kupikir dia sedang menjalani kelas khusus. Laki-laki berjas tersebut menjemputnya lagi sebelum aku pergi.” Ucap Harutora, kemarahannya masih belum sepenuhnya menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kelas khusus? Apa itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak tahu? Orang itu selalu menghilang saat istirahat dan kelas selesai, gurunya pun secara khusus menjemputnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma masih kebingungan setelah mendengar penjelasan Harutora. Namun ketika ia bilang “Orang yang memintamu untuk memberitahukan kami dihari pertama!” Tenma pun membuat suara “huh?” dan sangat terkejut untuk suatu alasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tu-tunggu, Harutora-kun, itu—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma dengan segera membuka mulutnya untuk menjelaskan, namun Kyouko yang terdiam tiba-tiba menyela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Biar kujelaskan terlebih dahulu, orang itu bukanlah seorang guru, ia adalah Investigator Mistis.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Investigator Mistis?  Maksudmu Investigator Mistis Agensi Onmyou?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah ada Investigator Mistis lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko menjawab ketus. Harutora pun menundukkan wajahnya, dan Touji menurunkan kakinya yang ada diatas meja seolah-olah mencium aroma berbahaya, terduduk dibangkunnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa seorang Investigator Mistis terus-menerus datang untuk melihat Natsume?” tanya Harutora, wajahnya masih serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Investigator tersebut datang untuk menginvestigasi insiden yang terjadi sebelumnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Insiden yang terjadi sebelumnya? Apa maksudmu yang terjadi sebelumnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkinkah Investigator Mistis tersebut telah mengetahui tentang Dairenji Suzuka? Namun insiden tersebut tidak seharusnya terpublikasikan. Harutora bertanya, tidak mengerti, dan Kyouko dan Tenma pun tanpa disadari menunjukan keterkejutan yang sama ketika mendengar kalimat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-kun, mungkinkah kau tidak mengetahuinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengetahui apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ada apa ini, bukankah kau adalah shikigaminya? Ada apa dengan kalian berdua?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cepatlah dan jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keduanya mengetahui tentang apa yang terjadi pada Natsume, dan hanya dirinya yang tidak mengetahui hal tersebut, fakta ini mengganggu Harutora, dan ia pun berteriak, dengan gelisah berdiri dari tempat duduknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat yang bersamaan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon tiba-tiba terwujud diatas meja didepan Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa itu? …Ketika Harutora kehilangan fokusnya, suara jatuh seperti ledakan pun terdengar dan jendela diantara ruang kelas dan koridor pun pecah, berserakan dimana-mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keempatnya tidak mengerti apa yang sedang terjadi untuk sesaat dan hanya menganga, membeku tak bisa bergerak dari tempat mereka. Hanya Kon yang menunjukan kewaspadaan diwajahnya, mengeluarkan wakizashinya dari pinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Kon pun melebar melihat – ke atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat sebuah raksasa, makhluk yang menggeliat diatas keempat orang yang membeku dan Kon yang telah menyiapkan serangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah awan gelap yang samar-samar. Sebuah awan besar kabut yang terlihat seperti sebuah kabut maupun asa, menyebar seolah-olah berencana untuk menutupi langit-langit kelas, seperti sebuah awan gelap ketika badai – tidak, itu menggerakkan tubuhnya yang mengerikan seperti sebuah makhluk hidup. Awan kabut inilah yang telah menghancurkan kaca jendela dan memaksa masuk ke dalam kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan yang lainnya pun panik panic ketika melihat hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap-apa itu? Hei, Tenma, apa kau tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku, Aku tidak tahu! Aku tidak pernah melihat hal tersebut!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenma, apakah Akademi Onmyou juga memiliki hal semacam ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu! Kenapa kau selalu bertanya padaku!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awan kabur tersebut bergera-gerak dengan intensnya. Dari luar benda tersebut terlihat putih keabu-abuan, namun gas hitam seperti tinta mengeliat-liat didalamnya, dengan sulur merah gelap yang mengambang menutupi seluruh tubuhnya. Dengan tambahan, benda tersebut akan sering menyerang, memberikan bunga api dan berkilat dengan cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan tersebut seperti gunung meletusyang menyemburkan asap, namun juga seperti sebuah makhluk-lautan-dalam-yang-tidak-pernah-dilihat-sebelumnya, atau bahkan seperti chimera yang mengerikan sedang menari-nari tidak jelas. Bagian teranehnya adalah teksturnya, sebagaimana bagian luar benda tersebut terlihat seperti sebuah kabut yang melayang diudara namun juga memberikan kesan berat seperti sebuah lumpur ataupun kotoran, massa tersebutlah yang telah menghancurkan jendela. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sebuah kodoku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Kyoko ketika ia meleihat ke atas, dan ketiga laki-laki yang mendengarnya secara bersamaan menoleh kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benda ini adalah kodoku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji dengan segera bertanya untuk mengonfirmasi, dan Kyouko mengangguk sambil menatap dengan serius ke arah gas tersebut, wajahnya memucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kodoku merupakan kutukan yang cukup umum dibanyak berbagai macam jenis Onmyoudou. Hal tersebut menggunakan serangga seperti laba-laba atau kelabang sebagai wadahnya. Dengna menempatkan banyak serangga didalam pot – sepert alat, mereka dibuat untuk saling membunuh satu sama lain sampai hanya satu yang tersisa menjadi individu yang terkuat. Serangga tersebut digunakan untuk melakukan kodoku, dinamakan sebagai pengorbanan untuk melayani sebagai wadah. Dengan menggabungkan energi kutukan, itu akan menjadi sebuah tipe shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“De-dengan kata lain, benda ini bisa dibilang sebagai shikigami?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar…… Dan ini bahkan sudah jelas merupakan sihir terlarang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kodoku telah dimasukan sebagai sebuah shikigami ‘tipe kutukan’ dalam ‘General-style’ dan tanpa adanya izin Agensi Onmyou, hukum Onmyou dengan tegas melarang pembuatan dan penggunaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-tapi ini sungguh aneh! Ada sebuah pelindung yang melindungi seluruh gedung akademi, jadi walaupun sebuah shikigami seharusnya tak mampu untuk menerobos masuk!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora teringat Alpha dan Omega dari penjelasan Tenma yang panic. Mungkinkah shikigami ini telah menghancurkan para komainu penjaga?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pusat dari kabut tersebut melebar, membagi menjadi dua, sebuah mata raksasa muncul dari keduanya. Bola mata tersebut bergerak-gerak mencari, hingga akhirnya menetapkan pandangannya ke bawah, tepat diatas Harutora.&lt;br /&gt;
Horor pun menyergap seluruh tubuh Harutora, dan mata Touji pun berkilat, dengan Kyouko dan Tenma yang berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-sama, tolong mundur!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriak Kon dan melompat maju, dank abut mengambang tersebut turut bergerak mengikuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kabut tersebut menurun sedikit demi sedikit, bagian-bagiannya turun bagaikan hujan. Kabut yang menurun pun memberikan gerakan yang tidak menentu ditengah udara, dengan sukses menyerang Harutora dan yang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwah! Itu datang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tch – Ha-hakuou! Kokufuu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shikigami pelindung Kyouko pun terwujudkan selangkah dibelakang Kon yang telah bereaksi terlebih dahulu, melompat maju dari meja dan dengan lihai menggunakan katana dan tombaknya, memotong-motong kabut tersebut yang menyerang terus-menerus. Kon juga menggunakan ekornya untuk keseimbangan  sebagaimana ia bergerak diudara seolah-olah menari, melawan kabut yang terus-menerus menyerang dengan wakizashinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kabut yang diserang pun menunjukan fenomena ‘lag’, kontur distorsi dan fragmennya pun berkerlap-kerlip diudara. Namun setelahnya benda tersebut pun terbelah, kabut tersebut dengan cepat menyatu kembali dengan awan besar yang berada dilangit-langit, dan hal terpenting dari tubuh utamanya adalah tidak menunjukan kelemahan sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kon! Hati-hati!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong jangan khawatir – Iyaaaah, itu menyentuh e-e-e-ekorku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U-uwah! Aah! Selamatkan aku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diamlah, Tenma! Cepat dan bantu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tidak bagus, teleponku tidak tersambung, sungguh baiknya mereka……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu ruang kelas pun menjadi arena pertarungan, dan sebuah pertarungan yang tiada henti. Keempatnya dengan segera berkumpul dan berlindung, menggunakan tiga shikigami sebagai pelindungnya untuk melawan kodoku. Namun, mereka terpukul mundur selangkah demi selangkah dengan bertambahnya kabut yang bergerak maju, dan akhirnya mundur ke dinding disalah satu sisi koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh, ini tidak ada gunanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji merengut. Harutora dengan kesal “sial”, mencoba membuka jendela yang ada dibelakangnya. Ia membuka kuncinya, namun jendela tersebut tak tergoyah sama sekali, seolah-olah tersangkut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jendelanya tidak mau terbuka! Kenapa seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini buruk! Terdapat pembatas, kapan itu dibuat……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko berbalik untuk menimang-nimang dan berucap ringan. Sebagaimana ia berbicara, energi magis yang menutupi bukan hanya dijendela, namun juga seluruh sekitar ruang kelas, dengan jelas terlihat. Sepertinya mereka telah terkunci dari dalam kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji mengambil bangku, melemparnya ke arah jendela tanpa berkata apapun. Kyouko dan Tenma tersentak kaget, namun bangku yang dilemparkan ke jendela dengan mudah memantul kembali. Sepertinya hal tersebut tidak bisa dihancurkan secara fisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak bisa dihancurkan, huh…… Kurahashi, apa kau tahu cara untuk &lt;br /&gt;
menghancurkan pembatas ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tu-tunggu! Tidak bisakah kau melihat bahwa aku sangat sibuk!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan kodoku tersebut tidak menunjukan perlambatan sama sekali, dan jumlah kabutnya pun bertambah sangat, dan itu tidak bisa ditangani hanya mengandalkan Kon dan dua Yaksha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, tidak adakah seorang pun yang masih ada didalam gedung akademi? Kenapa tidak ada seseorang pun yang menyadari masalah ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma-masalahnya adalah pembatas tersebut, suara tidak akan terdengar seribut apapun masalah yang terjadi didalam pembatas!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenma! Jika kau memiliki waktu untuk menjelaskan, cepatlah kemari dan bantu! Dua orang murid baru itu adalah amatir yang tak berguna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Kyouko bergegas, namun situasi saat itu cukup berbahaya. Wajahnya memucat sebagaimana ia memfokuskan dirinya untuk mengontrol kedua shikigaminya, dan bulir-bulir keringat pun muncul didahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma dengan segera mengeluarkan jimat dari kotak jimat, namun tangannya tergelincir karena gerakannya yang terlalu gugup dan jimat pun berserakan dilantai. Ia pun panik sesaat, lalu dengan segera mengambil jimat tersebut dari lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana ia mengambil jimat, kabut tersebut menepis serangan-serangan yang dilayangkan shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awan kabut tersebut dengan cekatan menghindari tombak Kokufuu, bergegas menuju Harutora. Harutora dengan siap mengangkat shakujou ditangannya, namun Kyouko mendecakkan lidahnya dan mengeluarkan jimat dari kotak jimatnya selangkah lebih dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggunakan jimat pelindung. Jimat tersebut memberikan cahaya remang dan kabut yang menyerang pun menghasilkan suara. Disaat itu, bau terbakar pun tercium, dan kabut tersebut sebagaimana jimat pelindung tersebut pun turut terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Te-terima kasih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diam, jangan bicara padaku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma akhirnya mengambil jimatnya dan sekarang dengan gagap merapalka mantera, melempar jimat tersebut pada kabut. Namun, kabut tersebut sekarang menyebar ke seluruh ruang kelas, dan walaupun pada akhirnya awan tunggal tersebut tidak memberikan banyak ancaman, kesempatan mereka untuk menang tidaklah besar karena adanya massa diantara mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tujuan benda tersebut pastilah Harutora.” Diwaktu itu, Touji, yang sedang asyik menonton pertandingan dari jendela berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-aku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terlihat seperti itu, dari pergerakannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko dan Tenma yang berdiri didepan mereka dengan cepat saling melirik ketika mendengar kalimat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah fanatik Yakou lagi……?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu sangat memungkinkan…… Ugh! Sungguh bercanda!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percakapan mereka pun terdengar oleh Harutora dan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari pertama ketika ia masuk kepala sekola telah memberitahukan mengenai fanatik Yakou, namun apa hubungannya dengan para pemuja Yakou dan kodoku ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa!? Apa kalian berdua tahu sesuatu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya, mendesak dari belakang. Kyouko menundukan wajahnya, dan ia pun melirik Tenma yang ada disampingnya seolah-olah ia memberikan tanggung jawab kepada Tenma untuk menjelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma dengan tak bisa melawan pun membuka mulutnya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-kun, umm, kau tahu…… Natsume-kun adalah reinkarnasi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, kau membicarakan tentang rumor tersebut, tentu saja aku tahu. Jadi kalian berdua juga mengetahuinya, huh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala sekolah telah memberikan sedikit penjelasan pada subjek tersebut. “Lalu apa?” Tenma menunjukan ekspresi sungkan sebagaimana Harutora mendesaknya, lanjut menjelaskan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sebenarnya, dua hari sebelum kalian datang, seorang fanatik yang telah mendengar rumor mengenai Natsume menyerangnya saat ia akan berangkat sekolah, mencoba untuk menghubungi dirinya. Sepertinya dia adalah orang yang keras kepala, dan pada akhirnya berencana untuk menculik Natsume-kun, yang menghasilkan pertarungan sihir oleh keduannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau bilang? Dua hari sebelum kami datang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun sudah lama ada rumor bahwa fanatik Yakou mencari Natsume, ia tidak menduga bahwa insiden tersebut telah terjadi baru-baru ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah.” Tenma menganggukkan kepalanya pada Harutora yang terkejut. “Bukankah aku sudah bilang bahwa Investigator Mistis datang kesini untuk melakukan investigasi? Itu adalah untuk menginvestigasi insiden tersebut. Kudengar bahwa terdapat sekelompok besar yang melindungi fanatik tersebut saat itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora membeku. Sebuah kejadian besar terjadi, namun ia tidak mendengar hal terebut barang sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ta-tapi, bukankah fanatik Yakou memuja Yakou? Kenapa mereka melakukan hal tersebut? Khususnya jika mereka benar-benar percaya bahwa Natsume adalah Yakou, mereka tidak akan menggunakan kodoku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmph! Bagaimana kita bisa menyadarkan pemikiran para fanatik gila tersebut! Juga, meskipun fanatik tersebut telah ditangani oleh guru yang dengan segera ke tempat kejadian, ia meneriakan kata-kata seperti ‘aku datang untuk membantu kebangkitan Yakou’ tanpa menyerah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau begitu, rekan-rekan fanatik Yakou saat itu yang melepaskan kodoku untuk membuat Natsume bangkit sebagai Yakou? Itu bukanlah hal yang bisa disebut sebagai memuja, itu hanyalah sebuah kepecayaan yang sinting dan disatu sisi gila.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, apanya yang ‘kelas khusus’! kenapa orang itu berbohong?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kupikir…… Mungkin dia tidak ingin kalian yang baru saja masuk untuk terlalu khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menjawab meyakinkan. Mungkin hal tersebut memang seperti apa yang dikatakannya, namun walaupun jika mereka tidak, Harutora telah sibuk dengan masalahnya untuk mengatasi situasinya sendiri yang membuat otaknya berputar, jadi tak heran Natsume dengan prihatin dan sengaja menutupinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…’Harutora, Touji, mari lakukan yang terbaik.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, Natsume telah mengatakanya dengan senyuman dan meninggalkan bangkunya. Ia tidak pergi untuk sebuah kelas khusus, melainkan untuk berjaga-jaga mengenai fanatik yang mengintainya dan berbicara mengenai masalah yang akan mendatang dengan Investigator Mistis yang menangani masalah tersebut. Harutora pun hanya bisa marah, separuh pada Natsume yang menanggung bebannya sendiri, dan separuh lagi pada dirinya yang tidak menyadari keanehan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Harutora kembali sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tunggu, bagaimana dengan Natsume? Mungkinkah sesuatu terjadi pada Natsume saat ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma hanya membalas dengan ‘ah’ sebagaimana Harutora berkata demikian, wajahnya memucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikarenakan lawan telah menggunakan kodoku untuk mengatasi shikigami Harutora, Natsume tidak mungkin tidak tersentuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, Natsume tidak datang ke kelas sore. Bahkan jika setelah ia membicarakan tentang masalah tersebut kepada Investigator Mistis, dan bahkan jika hal tersebut tepat setelah ia bertengkar dengan sengitnya pada Harutora, ia akan menunjukan dirinya seperti dua hari sebelumnya. Mungkinkah ia membolos kelas hari ini karena sesuatu telah terjadi dan membuatnya tidak bisa datang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko dengan segera melirik Harutora yang memucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Harutora-kun, bukankah kau baru saja mencela Natsume-kun karena tidak memiliki keberanian untuk berbicara dengan orang-orang disekitarnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidakkah kau berpikir bahwa kau juga tidak bisa menyalahkannya karena itu? Semua orang memercayai dia adalah reinkarnasi Yakou, dan ketika kau menambahkan fannatik gila tersebut mengelilinginya, bukan hanya orang-orang yang tidak mau mengambil inisiatif untuk mendekatinya, ia tentu saja akan ragu-ragu karena takut akan memberikan masalah pada orang disekitarnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menggigit bibir bawahnya, bahkan tidak menyadari bahwa ia telah menggigit terlalu keras hingga berdarah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…’Aku tidak perlu Harutora-kun untuk memberitahukanku hal-hal tersebut.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak heran ia akan meresponnya seperti itu. Ia adalah shikigami dan teman masa kecil yang mengetahui rahasianya lebih dari siapapun, namun telah menyerang titik terlemahnya. Ia pasti akan merasa lebih tersakiti dan tidak nyaman mendengar kalimat yang keluar dari mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengerti -  itu adalah fakta yang telah tersimpan didalam hatinya ketika ia memasuki Akademi, namun ia telah menelantarkannya. Dikarenakan ia tidak bisa mengikuti dengan pelajaran, ia telah melemparkan hal penting yang telah diberitahukan oleh kepala sekolah tiga kali, mengumpulkan kekuatannya untuk membuat dirinya memiliki tempat dikelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, Harutoralah yang pikirannya penuh akan dirinya, bukan Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Natsume.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jangle* - lingkarang kecil yang berada dipuncak shakujou pun bersuara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko, Tenma, dan bahkan Kon pun menoleh dengan terkejut – ke arah posisi Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terlalu sibuk untuk peduli dengan ekspresi macam apa yang muncul pada wajah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kon, minggir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha-harutora-sama? Tapi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cepat dan minggir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memerintah kembali, dan Kon dengan segera membuang keraguannya, berlindung ke samping. Harutora mengenggam shakujounya, dengan segera melangkah maju untuk menipiskan jarak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kabut tersebut dengan sengit menyerang, namun tertangkis oleh ayunan cekatan shakujou Harutora. Sebuah reaksi ‘lag’ pun muncul sesaat, dan benda tersebut pun terbelah dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tu-tunggu, kenapa kau melakukan hal itu lagi—!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah pertarungan yang berbeda, ini bukanlah permainan. Kyouko tidak bisa mengatakan kalimat tersebut untuk menghentikannya karena kekhawatiran tersebut tidak mampu menggoyahkan Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengacungkan shakujounya, memberikan pukulan dengan figur yang dipaksakan yang dapat melawan Hakuou dan Kokufuu – momentumnya bahkan lebih besar dari keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko dan Tenma tidak mampu untuk tak ternganga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kurahashi, Tenma, maaf untuk melibatkanmu.” Ucap Harutora tanpa menoleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ja-jangan begitu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi tolong, bantu kali ini saja, dan aku akan meminta maaf denga serius pada kalian nanti. Tolong bantu aku untuk mengalahkan benda ini dan mencari Natsume.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memohon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma gemetar dan dengan jelas menganggukan kepalanya untuk menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko memainkan bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Dikarenakan kita akan mati jika kita tidak melawan balik, itulah yang hanya bisa kita lakukan.” Ia menjawab dengan tidak sabar, senyum bangga pun muncul diwajahnya. “Maaf.” Harutora meminta maaf pada keduanya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini akan lebih mudah jika seperti ini. Sebenarnya aku memiliki ide, tapi aku tak tahu jika iniakan bekerja, jadi aku akan dengan senang hati bertanya pada senior untuk memberikan opininya.” Ucap Touji tenang dengan suara rendah sebagaimana ia melihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_4&amp;diff=516667</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 4</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_4&amp;diff=516667"/>
		<updated>2017-04-04T11:19:31Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: Created page with &amp;quot;==Chapter 4 – Kodoku==  ===Bagian 1===  Natsume tidak datang pada kelas sore.  Saat ini Harutora masih berada diruang kelas, sudah hampir satu jam setelah kelas sore selesai...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 4 – Kodoku==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tidak datang pada kelas sore.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini Harutora masih berada diruang kelas, sudah hampir satu jam setelah kelas sore selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memberengut lesu, penampilan yang ditakdirkan untuk diulang, mata intensnya yang seperti tatapan ketika melihat sebuah mangsa, harimau yang kelaparan. Kon tidak diwujudkan, namun jika ia, ia pasti akan sangat merasa khawatir karena kecanggungan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir tidak ada murid-murid lain yang terlihat diruang kelas. Selain Harutora, ada dua orang lagi yang tinggal dikelas. Satu Touji, dan yang satunya lagi adalah Kyouko, yang tak diduga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji duduk dua bangku jaraknya dari Harutora, punggungnya yang bersandar dengan kakinya yang diangkat diatas meja, tak bergerak jadi tak memungkinkan untuk mengetahui ia terjaga atau tidak. Kyouko duduk satu bangku lebih jauh dari yang lainnya dengan telelpon genggamnya yang terbuka, terus-menerus menekan-nekan tombol mencoba menunjukan penampilannya yang tak peduli seolah-olah tidak ada kaitannya dengan dirinya. Namun, ia tidak pergi, melainkan tetap tinggal dikelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka semua menunggu Natsume untuk kembali ke kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiganya tidak banyak berbicara, atmosfer berat pun menggantung didalam kelas yang luas, menyebar dengan Harutora yang menjadi pusatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bunyi suara pintu terbuka pun terdengar dan pintu ruang kelas pun terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma yang tak tahu apa-apa melompat karena terkejut ketika ia berjalan ke dalam ruang kelas. Ia terlihat percaya bahwa sudah tidak ada lagi siapa pun didalam kelas, dan sekelompok orang yang tinggal didalamnya pun juga mengejutkannya. Khususnya, tatapan yang tertuju padanya segera setelah ia membuka pintu sangat mengejutkannya hingga hampir-hampir ia ingin berlari dari kejadian tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ap-apa yang kalian lakukan? Dan kalian bertiga…… Mengapa kalian &lt;br /&gt;
bersama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak ada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma bertanya gugup, dan Harutora dengan dingin menjawabnya. Tetapi suatu keberuntungan untuk Tenma masih ada orang yang mau menjawab, sebagaimana Touji tidak bereaksi sama sekali dan Kyouko yang mengabaikan pertanyaannya. Ia merasa telah memasuki area sensitif dan berbahaya, menahan senyumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be-begitu…… Ah, namun ini bagus Harutora-kun masih ada dikelas, Ohtomo-sensei sebenarnya memberikanku ini baru saja dan memberitahukanku untuk memberikannya padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untukku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma memegang tongkat yang panjang dua meter ditangannya, dan salah satu ujungnya yang terpasang set besi, dengan lingkarang besi diakhirannya, lingkaran besi tersebut memiliki enam lingkaran kecil lainnya seperti sebuah shakujou seorang pendeta atau praktisioner yang sering dibawa-bawa ketika berpergian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merasa terkejut, keterkejutan mewarnai wajahnya, dan tatapan Touji dan Kyouko pun jelas menunjukan ketertarikan setelah melihat shakujou tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apa itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah shakujou, tidakkah kau prenah melihatnya sebelumnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pernah melihatnya, namun kenapa kau memberikan benda semacam……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah pedang kayu kemarin hancur? Sensei ingin kau menggunakan ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, mungkinkah itu berarti ia ingin aku untuk melakukan pertarungan shikigami lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak berpikir begitu…… sensei mungkin tidak senang bahwa pedang kayunya hancur, jadi dia ingin membalaskan dendamnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma berkata demikian sambil memiringkan kepalanya, terlihat  seperti ia tidak terlalu yakin dengan kata-katanya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang, setelah pertarungan kemarin selesai, Ohtomo mengambil pedang kayu (retakan kayu) yang telah ia beri sihir oleh dirinya sendiri, bergumam: “Ini terlalu konyol!” sepertinnya ia terlihat tidak menduga pedang kayu tersebut akan memiliki akhir yang tragis. Walaupun begitu, Harutora masih tidak mengerti darimana balas dendam itu muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sungguh menyebalkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merengut, mengambil shakujou yang ada ditangan Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shakujou tersebut berat, tetapi mungkin keseimbangannya bagus, dikarenakan ini lebih mudah untuk digenggam dibandingkan kesan luar yang diberikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi walaupun jika ia menerima benda semacam ini, bukan hanya ini memakan tempat, ini mungkn juga akan menambah masalah. Ia  tidak memiliki banyak benda sekarang ini jadi ini tak masalah, namun sebenarnya ia juga tidak memiliki banyak tempat dikamar asramanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei ingin memberikan ini padamu seegera mungkin, mungkinkah dia telah tahu bahwa kau masih ada dikelas?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ia tahu…… Kenapa ia tahu? Aku tidak bertemu dengannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku, Aku tidak tahu, tapi ngomong-ngomong, kenapa kau dan yang lainnya masih dikelas, Harutora-kun?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma bertanya padda Harutora, tidak ada niatan jahat disuaranya. Harutora pun menggembungkan pipiny ketika mendengar hal tersebut seperti anak kecil yang merajuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume tidak datang ke kelas sore, bukan?” Dengan santai Touji  menjawab dari samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, benar, itu sungguh mengherankan. Ini mungkin pertama kalinya Natsume-kun membolos kelas, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya idiot ini telah bertengkar. Kurahashi ada disana ketika mereka bertengkar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be-benarkah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma melihat Kyouko yang duduk dibangku paling jauh. Dikarenakan memori pada apa yang terjadi dua hari ini masih segar, tatapan yang diberikan Tenma jelas terkejut. Bahkan jika Kyouko telah menjadi topik utama, Kyouko masih dengan keras kepalanya menatap layar telepon genggamnya, menolak untuk menganhkat kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau maksud dengan membolos, kupikir dia sedang menjalani kelas khusus. Laki-laki berjas tersebut menjemputnya lagi sebelum aku pergi.” Ucap Harutora, kemarahannya masih belum sepenuhnya menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kelas khusus? Apa itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak tahu? Orang itu selalu menghilang saat istirahat dan kelas selesai, gurunya pun secara khusus menjemputnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma masih kebingungan setelah mendengar penjelasan Harutora. Namun ketika ia bilang “Orang yang memintamu untuk memberitahukan kami dihari pertama!” Tenma pun membuat suara “huh?” dan sangat terkejut untuk suatu alasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tu-tunggu, Harutora-kun, itu—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma dengan segera membuka mulutnya untuk menjelaskan, namun Kyouko yang terdiam tiba-tiba menyela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Biar kujelaskan terlebih dahulu, orang itu bukanlah seorang guru, ia adalah Investigator Mistis.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Investigator Mistis?  Maksudmu Investigator Mistis Agensi Onmyou?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah ada Investigator Mistis lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko menjawab ketus. Harutora pun menundukkan wajahnya, dan Touji menurunkan kakinya yang ada diatas meja seolah-olah mencium aroma berbahaya, terduduk dibangkunnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa seorang Investigator Mistis terus-menerus datang untuk melihat Natsume?” tanya Harutora, wajahnya masih serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Investigator tersebut datang untuk menginvestigasi insiden yang terjadi sebelumnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Insiden yang terjadi sebelumnya? Apa maksudmu yang terjadi sebelumnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkinkah Investigator Mistis tersebut telah mengetahui tentang Dairenji Suzuka? Namun insiden tersebut tidak seharusnya terpublikasikan. Harutora bertanya, tidak mengerti, dan Kyouko dan Tenma pun tanpa disadari menunjukan keterkejutan yang sama ketika mendengar kalimat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-kun, mungkinkah kau tidak mengetahuinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengetahui apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ada apa ini, bukankah kau adalah shikigaminya? Ada apa dengan kalian berdua?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cepatlah dan jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keduanya mengetahui tentang apa yang terjadi pada Natsume, dan hanya dirinya yang tidak mengetahui hal tersebut, fakta ini mengganggu Harutora, dan ia pun berteriak, dengan gelisah berdiri dari tempat duduknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat yang bersamaan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon tiba-tiba terwujud diatas meja didepan Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa itu? …Ketika Harutora kehilangan fokusnya, suara jatuh seperti ledakan pun terdengar dan jendela diantara ruang kelas dan koridor pun pecah, berserakan dimana-mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keempatnya tidak mengerti apa yang sedang terjadi untuk sesaat dan hanya menganga, membeku tak bisa bergerak dari tempat mereka. Hanya Kon yang menunjukan kewaspadaan diwajahnya, mengeluarkan wakizashinya dari pinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Kon pun melebar melihat – ke atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat sebuah raksasa, makhluk yang menggeliat diatas keempat orang yang membeku dan Kon yang telah menyiapkan serangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah awan gelap yang samar-samar. Sebuah awan besar kabut yang terlihat seperti sebuah kabut maupun asa, menyebar seolah-olah berencana untuk menutupi langit-langit kelas, seperti sebuah awan gelap ketika badai – tidak, itu menggerakkan tubuhnya yang mengerikan seperti sebuah makhluk hidup. Awan kabut inilah yang telah menghancurkan kaca jendela dan memaksa masuk ke dalam kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan yang lainnya pun panik panic ketika melihat hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap-apa itu? Hei, Tenma, apa kau tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku, Aku tidak tahu! Aku tidak pernah melihat hal tersebut!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenma, apakah Akademi Onmyou juga memiliki hal semacam ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu! Kenapa kau selalu bertanya padaku!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awan kabur tersebut bergera-gerak dengan intensnya. Dari luar benda tersebut terlihat putih keabu-abuan, namun gas hitam seperti tinta mengeliat-liat didalamnya, dengan sulur merah gelap yang mengambang menutupi seluruh tubuhnya. Dengan tambahan, benda tersebut akan sering menyerang, memberikan bunga api dan berkilat dengan cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan tersebut seperti gunung meletusyang menyemburkan asap, namun juga seperti sebuah makhluk-lautan-dalam-yang-tidak-pernah-dilihat-sebelumnya, atau bahkan seperti chimera yang mengerikan sedang menari-nari tidak jelas. Bagian teranehnya adalah teksturnya, sebagaimana bagian luar benda tersebut terlihat seperti sebuah kabut yang melayang diudara namun juga memberikan kesan berat seperti sebuah lumpur ataupun kotoran, massa tersebutlah yang telah menghancurkan jendela. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sebuah kodoku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Kyoko ketika ia meleihat ke atas, dan ketiga laki-laki yang mendengarnya secara bersamaan menoleh kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benda ini adalah kodoku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji dengan segera bertanya untuk mengonfirmasi, dan Kyouko mengangguk sambil menatap dengan serius ke arah gas tersebut, wajahnya memucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kodoku merupakan kutukan yang cukup umum dibanyak berbagai macam jenis Onmyoudou. Hal tersebut menggunakan serangga seperti laba-laba atau kelabang sebagai wadahnya. Dengna menempatkan banyak serangga didalam pot – sepert alat, mereka dibuat untuk saling membunuh satu sama lain sampai hanya satu yang tersisa menjadi individu yang terkuat. Serangga tersebut digunakan untuk melakukan kodoku, dinamakan sebagai pengorbanan untuk melayani sebagai wadah. Dengan menggabungkan energi kutukan, itu akan menjadi sebuah tipe shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“De-dengan kata lain, benda ini bisa dibilang sebagai shikigami?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar…… Dan ini bahkan sudah jelas merupakan sihir terlarang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kodoku telah dimasukan sebagai sebuah shikigami ‘tipe kutukan’ dalam ‘General-style’ dan tanpa adanya izin Agensi Onmyou, hukum Onmyou dengan tegas melarang pembuatan dan penggunaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-tapi ini sungguh aneh! Ada sebuah pelindung yang melindungi seluruh gedung akademi, jadi walaupun sebuah shikigami seharusnya tak mampu untuk menerobos masuk!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora teringat Alpha dan Omega dari penjelasan Tenma yang panic. Mungkinkah shikigami ini telah menghancurkan para komainu penjaga?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pusat dari kabut tersebut melebar, membagi menjadi dua, sebuah mata raksasa muncul dari keduanya. Bola mata tersebut bergerak-gerak mencari, hingga akhirnya menetapkan pandangannya ke bawah, tepat diatas Harutora.&lt;br /&gt;
Horor pun menyergap seluruh tubuh Harutora, dan mata Touji pun berkilat, dengan Kyouko dan Tenma yang berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-sama, tolong mundur!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriak Kon dan melompat maju, dank abut mengambang tersebut turut bergerak mengikuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kabut tersebut menurun sedikit demi sedikit, bagian-bagiannya turun bagaikan hujan. Kabut yang menurun pun memberikan gerakan yang tidak menentu ditengah udara, dengan sukses menyerang Harutora dan yang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwah! Itu datang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tch – Ha-hakuou! Kokufuu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shikigami pelindung Kyouko pun terwujudkan selangkah dibelakang Kon yang telah bereaksi terlebih dahulu, melompat maju dari meja dan dengan lihai menggunakan katana dan tombaknya, memotong-motong kabut tersebut yang menyerang terus-menerus. Kon juga menggunakan ekornya untuk keseimbangan  sebagaimana ia bergerak diudara seolah-olah menari, melawan kabut yang terus-menerus menyerang dengan wakizashinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kabut yang diserang pun menunjukan fenomena ‘lag’, kontur distorsi dan fragmennya pun berkerlap-kerlip diudara. Namun setelahnya benda tersebut pun terbelah, kabut tersebut dengan cepat menyatu kembali dengan awan besar yang berada dilangit-langit, dan hal terpenting dari tubuh utamanya adalah tidak menunjukan kelemahan sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kon! Hati-hati!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong jangan khawatir – Iyaaaah, itu menyentuh e-e-e-ekorku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U-uwah! Aah! Selamatkan aku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diamlah, Tenma! Cepat dan bantu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tidak bagus, teleponku tidak tersambung, sungguh baiknya mereka……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu ruang kelas pun menjadi arena pertarungan, dan sebuah pertarungan yang tiada henti. Keempatnya dengan segera berkumpul dan berlindung, menggunakan tiga shikigami sebagai pelindungnya untuk melawan kodoku. Namun, mereka terpukul mundur selangkah demi selangkah dengan bertambahnya kabut yang bergerak maju, dan akhirnya mundur ke dinding disalah satu sisi koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh, ini tidak ada gunanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji merengut. Harutora dengan kesal “sial”, mencoba membuka jendela yang ada dibelakangnya. Ia membuka kuncinya, namun jendela tersebut tak tergoyah sama sekali, seolah-olah tersangkut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jendelanya tidak mau terbuka! Kenapa seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini buruk! Terdapat pembatas, kapan itu dibuat……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko berbalik untuk menimang-nimang dan berucap ringan. Sebagaimana ia berbicara, energi magis yang menutupi bukan hanya dijendela, namun juga seluruh sekitar ruang kelas, dengan jelas terlihat. Sepertinya mereka telah terkunci dari dalam kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji mengambil bangku, melemparnya ke arah jendela tanpa berkata apapun. Kyouko dan Tenma tersentak kaget, namun bangku yang dilemparkan ke jendela dengan mudah memantul kembali. Sepertinya hal tersebut tidak bisa dihancurkan secara fisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak bisa dihancurkan, huh…… Kurahashi, apa kau tahu cara untuk &lt;br /&gt;
menghancurkan pembatas ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tu-tunggu! Tidak bisakah kau melihat bahwa aku sangat sibuk!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan kodoku tersebut tidak menunjukan perlambatan sama sekali, dan jumlah kabutnya pun bertambah sangat, dan itu tidak bisa ditangani hanya mengandalkan Kon dan dua Yaksha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, tidak adakah seorang pun yang masih ada didalam gedung akademi? Kenapa tidak ada seseorang pun yang menyadari masalah ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma-masalahnya adalah pembatas tersebut, suara tidak akan terdengar seribut apapun masalah yang terjadi didalam pembatas!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenma! Jika kau memiliki waktu untuk menjelaskan, cepatlah kemari dan bantu! Dua orang murid baru itu adalah amatir yang tak berguna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Kyouko bergegas, namun situasi saat itu cukup berbahaya. Wajahnya memucat sebagaimana ia memfokuskan dirinya untuk mengontrol kedua shikigaminya, dan bulir-bulir keringat pun muncul didahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma dengan segera mengeluarkan jimat dari kotak jimat, namun tangannya tergelincir karena gerakannya yang terlalu gugup dan jimat pun berserakan dilantai. Ia pun panik sesaat, lalu dengan segera mengambil jimat tersebut dari lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana ia mengambil jimat, kabut tersebut menepis serangan-serangan yang dilayangkan shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awan kabut tersebut dengan cekatan menghindari tombak Kokufuu, bergegas menuju Harutora. Harutora dengan siap mengangkat shakujou ditangannya, namun Kyouko mendecakkan lidahnya dan mengeluarkan jimat dari kotak jimatnya selangkah lebih dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggunakan jimat pelindung. Jimat tersebut memberikan cahaya remang dan kabut yang menyerang pun menghasilkan suara. Disaat itu, bau terbakar pun tercium, dan kabut tersebut sebagaimana jimat pelindung tersebut pun turut terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Te-terima kasih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diam, jangan bicara padaku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma akhirnya mengambil jimatnya dan sekarang dengan gagap merapalka mantera, melempar jimat tersebut pada kabut. Namun, kabut tersebut sekarang menyebar ke seluruh ruang kelas, dan walaupun pada akhirnya awan tunggal tersebut tidak memberikan banyak ancaman, kesempatan mereka untuk menang tidaklah besar karena adanya massa diantara mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tujuan benda tersebut pastilah Harutora.” Diwaktu itu, Touji, yang sedang asyik menonton pertandingan dari jendela berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-aku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terlihat seperti itu, dari pergerakannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko dan Tenma yang berdiri didepan mereka dengan cepat saling melirik ketika mendengar kalimat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah fanatik Yakou lagi……?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu sangat memungkinkan…… Ugh! Sungguh bercanda!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percakapan mereka pun terdengar oleh Harutora dan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari pertama ketika ia masuk kepala sekola telah memberitahukan mengenai fanatik Yakou, namun apa hubungannya dengan para pemuja Yakou dan kodoku ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa!? Apa kalian berdua tahu sesuatu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya, mendesak dari belakang. Kyouko menundukan wajahnya, dan ia pun melirik Tenma yang ada disampingnya seolah-olah ia memberikan tanggung jawab kepada Tenma untuk menjelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma dengan tak bisa melawan pun membuka mulutnya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-kun, umm, kau tahu…… Natsume-kun adalah reinkarnasi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, kau membicarakan tentang rumor tersebut, tentu saja aku tahu. Jadi kalian berdua juga mengetahuinya, huh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala sekolah telah memberikan sedikit penjelasan pada subjek tersebut. “Lalu apa?” Tenma menunjukan ekspresi sungkan sebagaimana Harutora mendesaknya, lanjut menjelaskan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sebenarnya, dua hari sebelum kalian datang, seorang fanatik yang telah mendengar rumor mengenai Natsume menyerangnya saat ia akan berangkat sekolah, mencoba untuk menghubungi dirinya. Sepertinya dia adalah orang yang keras kepala, dan pada akhirnya berencana untuk menculik Natsume-kun, yang menghasilkan pertarungan sihir oleh keduannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau bilang? Dua hari sebelum kami datang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun sudah lama ada rumor bahwa fanatik Yakou mencari Natsume, ia tidak menduga bahwa insiden tersebut telah terjadi baru-baru ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah.” Tenma menganggukkan kepalanya pada Harutora yang terkejut. “Bukankah aku sudah bilang bahwa Investigator Mistis datang kesini untuk melakukan investigasi? Itu adalah untuk menginvestigasi insiden tersebut. Kudengar bahwa terdapat sekelompok besar yang melindungi fanatik tersebut saat itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora membeku. Sebuah kejadian besar terjadi, namun ia tidak mendengar hal terebut barang sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ta-tapi, bukankah fanatik Yakou memuja Yakou? Kenapa mereka melakukan hal tersebut? Khususnya jika mereka benar-benar percaya bahwa Natsume adalah Yakou, mereka tidak akan menggunakan kodoku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmph! Bagaimana kita bisa menyadarkan pemikiran para fanatik gila tersebut! Juga, meskipun fanatik tersebut telah ditangani oleh guru yang dengan segera ke tempat kejadian, ia meneriakan kata-kata seperti ‘aku datang untuk membantu kebangkitan Yakou’ tanpa menyerah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau begitu, rekan-rekan fanatik Yakou saat itu yang melepaskan kodoku untuk membuat Natsume bangkit sebagai Yakou? Itu bukanlah hal yang bisa disebut sebagai memuja, itu hanyalah sebuah kepecayaan yang sinting dan disatu sisi gila.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, apanya yang ‘kelas khusus’! kenapa orang itu berbohong?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kupikir…… Mungkin dia tidak ingin kalian yang baru saja masuk untuk terlalu khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menjawab meyakinkan. Mungkin hal tersebut memang seperti apa yang dikatakannya, namun walaupun jika mereka tidak, Harutora telah sibuk dengan masalahnya untuk mengatasi situasinya sendiri yang membuat otaknya berputar, jadi tak heran Natsume dengan prihatin dan sengaja menutupinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…’Harutora, Touji, mari lakukan yang terbaik.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, Natsume telah mengatakanya dengan senyuman dan meninggalkan bangkunya. Ia tidak pergi untuk sebuah kelas khusus, melainkan untuk berjaga-jaga mengenai fanatik yang mengintainya dan berbicara mengenai masalah yang akan mendatang dengan Investigator Mistis yang menangani masalah tersebut. Harutora pun hanya bisa marah, separuh pada Natsume yang menanggung bebannya sendiri, dan separuh lagi pada dirinya yang tidak menyadari keanehan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Harutora kembali sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tunggu, bagaimana dengan Natsume? Mungkinkah sesuatu terjadi pada Natsume saat ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma hanya membalas dengan ‘ah’ sebagaimana Harutora berkata demikian, wajahnya memucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikarenakan lawan telah menggunakan kodoku untuk mengatasi shikigami Harutora, Natsume tidak mungkin tidak tersentuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, Natsume tidak datang ke kelas sore. Bahkan jika setelah ia membicarakan tentang masalah tersebut kepada Investigator Mistis, dan bahkan jika hal tersebut tepat setelah ia bertengkar dengan sengitnya pada Harutora, ia akan menunjukan dirinya seperti dua hari sebelumnya. Mungkinkah ia membolos kelas hari ini karena sesuatu telah terjadi dan membuatnya tidak bisa datang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko dengan segera melirik Harutora yang memucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Harutora-kun, bukankah kau baru saja mencela Natsume-kun karena tidak memiliki keberanian untuk berbicara dengan orang-orang disekitarnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidakkah kau berpikir bahwa kau juga tidak bisa menyalahkannya karena itu? Semua orang memercayai dia adalah reinkarnasi Yakou, dan ketika kau menambahkan fannatik gila tersebut mengelilinginya, bukan hanya orang-orang yang tidak mau mengambil inisiatif untuk mendekatinya, ia tentu saja akan ragu-ragu karena takut akan memberikan masalah pada orang disekitarnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menggigit bibir bawahnya, bahkan tidak menyadari bahwa ia telah menggigit terlalu keras hingga berdarah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…’Aku tidak perlu Harutora-kun untuk memberitahukanku hal-hal tersebut.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak heran ia akan meresponnya seperti itu. Ia adalah shikigami dan teman masa kecil yang mengetahui rahasianya lebih dari siapapun, namun telah menyerang titik terlemahnya. Ia pasti akan merasa lebih tersakiti dan tidak nyaman mendengar kalimat yang keluar dari mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengerti -  itu adalah fakta yang telah tersimpan didalam hatinya ketika ia memasuki Akademi, namun ia telah menelantarkannya. Dikarenakan ia tidak bisa mengikuti dengan pelajaran, ia telah melemparkan hal penting yang telah diberitahukan oleh kepala sekolah tiga kali, mengumpulkan kekuatannya untuk membuat dirinya memiliki tempat dikelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, Harutoralah yang pikirannya penuh akan dirinya, bukan Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Natsume.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jangle* - lingkarang kecil yang berada dipuncak shakujou pun bersuara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko, Tenma, dan bahkan Kon pun menoleh dengan terkejut – ke arah posisi Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terlalu sibuk untuk peduli dengan ekspresi macam apa yang muncul pada wajah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kon, minggir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha-harutora-sama? Tapi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cepat dan minggir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memerintah kembali, dan Kon dengan segera membuang keraguannya, berlindung ke samping. Harutora mengenggam shakujounya, dengan segera melangkah maju untuk menipiskan jarak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kabut tersebut dengan sengit menyerang, namun tertangkis oleh ayunan cekatan shakujou Harutora. Sebuah reaksi ‘lag’ pun muncul sesaat, dan benda tersebut pun terbelah dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tu-tunggu, kenapa kau melakukan hal itu lagi—!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah pertarungan yang berbeda, ini bukanlah permainan. Kyouko tidak bisa mengatakan kalimat tersebut untuk menghentikannya karena kekhawatiran tersebut tidak mampu menggoyahkan Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengacungkan shakujounya, memberikan pukulan dengan figur yang dipaksakan yang dapat melawan Hakuou dan Kokufuu – momentumnya bahkan lebih besar dari keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko dan Tenma tidak mampu untuk tak ternganga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kurahashi, Tenma, maaf untuk melibatkanmu.” Ucap Harutora tanpa menoleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ja-jangan begitu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi tolong, bantu kali ini saja, dan aku akan meminta maaf denga serius pada kalian nanti. Tolong bantu aku untuk mengalahkan benda ini dan mencari Natsume.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memohon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma gemetar dan dengan jelas menganggukan kepalanya untuk menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko memainkan bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Dikarenakan kita akan mati jika kita tidak melawan balik, itulah yang hanya bisa kita lakukan.” Ia menjawab dengan tidak sabar, senyum bangga pun muncul diwajahnya. “Maaf.” Harutora meminta maaf pada keduanya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini akan lebih mudah jika seperti ini. Sebenarnya aku memiliki ide, tapi aku tak tahu jika iniakan bekerja, jadi aku akan dengan senang hati bertanya pada senior untuk memberikan opininya.” Ucap Touji tenang dengan suara rendah sebagaimana ia melihat.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_3&amp;diff=515597</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 3</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_3&amp;diff=515597"/>
		<updated>2017-03-22T15:53:01Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Bagian 5 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 3 – Pertikaian Shikigami==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah gedung Akademi Onmyou terdapat area luas yang menyaingi sebuah lapangan atletik – sebuah lapangan berlatih sihir yang digunakan untuk khusus melakukan praktik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arena dari lapangan berlatih sihir kurang lebih sekitar tiga sampai empat kalinya lapangan basket, dan memiliki sekitar tiga tingkat, dengan tempat duduk diatas dua meter yang mengelilingi arena tersebut. Terlihat seperti stadium indoor, namun perbedaan besarnya adalah adanya set altar dibagian belakang dan manter dan pola pun tertulis didinding. Dengan tambahan, terdapat pilar hijau muda ditiap-tiap sisi pintu masuk dengan kekuatan magis didalamnya – ditambah tali shimenawa yang menyilangi pilar tersebut untuk melindung bagian luar agar tidak terkena rapalan sihir dari dalam arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian, para murid dari kelas Ohtomo berjalan menuju bangku penonton, melihat-lihat arena sekitar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jadi disini tempat praktik diadakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tempat lain juga memiliki ruangan untuk latihan praktik, tapi ini masih yang terbesar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji melihat-lihat lapangan latihan sihir bawah tanah dari bangku penonton, dan Tenma yang duduk disebelahnya membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berbicara mengenai latihan sihir kelas satu, tempat ini bisa disebut sebagai altar terbesar di negara ini. Dinding  luar dari tempat ini memiliki sihir yang diberikan oleh Onmyouji Nasional Kelas Satu, dan tidak ada sihir terkuat pun yang mampu menembusnya – bahkan bencana spiritual tingkat tiga tak mampu menghancurkannya. Hingga orang-orang dari Agensi Onmyou terkadang datang untuk meminjamnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh suatu keistimewaan bisa datang ke benteng tak tertembuskan ini untuk bertarung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji melengkungkan mulutnya, ber-‘hmph’ ria denga ironis. Walaupun ia suka ikut campur, ia tak menyangka bahwa situasinya akan menjadi seperti &lt;br /&gt;
ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan santai ia melihat-lihat sekitar, mencari posisi Natsume diantara murid-murid yang melihat pertarungan. Ia duduk dibaris kedua dengan sendiri, terpisah dari yang lainnya satu baris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan hingga sekarang, Natsume masih belum menunjukan niatan untuk membantu Harutora. Meskipun ia berpura-pura untuk tenang, kekhawatiran yang ada dihatinya terlihat jelas dalam sekali lihat. Kontradiksi dan penyesalan tertulis diseluruh wajahnya, dan ia melihat dengan fokus ke arah arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, orang-orang menyemangati dan memotivasi Kon dan Kyouko yang telah memanggil kedua Yakshanya sekarang. Ohtomo bersama Harutora sepertinya masih belum siap, dan mereka masih belum muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kelas ini selalu santai seperti ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin guru kita sedikit terlalu santai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu…… aku tidak bisa tidak bilang tidak benar……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma menunjukan senyum miris dan ekspresi susah kepada pertanyaan terus terang Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada akhirnya, dia awalnya bukanlah seorang guru, dan baru saja memulai sebagai guru di Akademi Onmyou semester ini…… Sejujurnya, ia tidak begitu bisa mengajar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa profesi dia sebelumnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia awalnya seorang Investigator Mistis sebelum ia mengundurkan diri karena luka dikakinya, dan ia cukup bagus dibidangnya – begitulah yang dikatakannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seorang Investigator Mistis, huh……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Investigator Mistis – investigator kriminal sihir yang merupakan spesialis dalam sihir anti-personel, spesialis Onmyouji yang membutuhkan kemampuan yang sangat. Sayangnya, kesan yang seharusnya diberikan oleh Touji telah menghilang karena Dairenji Suzuka seolah-olah mereka hanyalah antek-antek atau sekadar karakter tambahan. Tentu saja,  itu semua dikarenakan lawan mereka saat ini terlalu kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, Tenma. Berdasarkan insiden yang terjadi sekarang -  Harutora baru saja memanggil shikigami. Tidakkah reaksi dari Kurahashi Kyouko dan semuanya terlalu berlebihan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh, jika shikigami tersebut adalah shikigami standar reaksi semuanya tidak akan sebegitu terkejutnya, namun itu dikarenakan Harutora-kun telah memanggil shikigami pelindung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Tenma terhadap pertanyaan Touji dengan jujur. Keduanya baru saja berkenalan kemarin, namun hari ini mereka terlihat cukup akrab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingat kemarin kau bilang kalau dikelas hanya Natsue dan Kurahashi Kyouko yang mempunyai shikigami pelindung. Apakah shikigami pelindung itu benar-benar shikigami yang kuat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, tidak sepenuhnya kuat…… Shikigami pelindung dan shikigami tipe pelayan pada dasarnya adalah shikigami yang harus dipanggil setiap saat, jadi hal itu adalah beban berat bagi orang yang mereka layani. Meskipun beban tersebut relatif ringan ketika mereka tidak diwujudkan, mereka masih harus menjaga link dari energi spiritual tersebut setiap saat, jadi seseoran yang tidak memiliki kekuatan magis yang cukup kuat tidak bisa mengontrol shikigami semacam itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, begitu. Singkatnya, kekuatan magis yang tidak kuat tidak akan mampu mengontrolnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, jadi tipe pelayan atau shikigami pelindung seperti semacam symbol status untuk Onmyouji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi itu mengapa semuanya merasa sangat tak menduga orang luar seperti Harutora memiliki shikigami pelindung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menganggukan kepalanya. Lalu, giliran Tenma yang mendekat pada Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Hei, Touji-kun. Sejujurnya, bagaimana kekuatan Harutora-ssan? Aku awalnya percaya bahwa dia hanyalah orang luar, tapi…… Apakah ia benar-benar dibantu karena nama keluarga Tsuchimikado?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma tidak lupa untuk berhati-hati dengan sekitarnya ketika bertanya demikian, dan mata dibalik kacamatanya tak mampu menutupi keinginyahuannya. Touji hanya ber-‘hmph’ ria, mengangkat bahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ekspresi normal orang itu menunjukan bagaimana ia sebenarnya, dan penjaga kecil tersebut hanyalah hadiah perpisahan dari ayahnya ketika dia pergi, jadi dia tidak mengetahui betul bagaimana mengontrolnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia, dia memang terlihat tidak benar-benar bisa mengontrolnya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan dingin nan tajam pun terlihat dari mata Touji, dan mulutnya membentuk senyuman dingin, yang memberikan kesan arogan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Tr2 161.png|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika kau meremehkannya karena itu, ada kemungkinan kau akan menyesal karna hal tersebut. Musim panas ini contohnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada Touji berubah, dan Tenma pun tak mampu untuk tidak melihat ke arahnya dan berkata “Huh?”. Namun, Touji tidak mengindahkan tatapan Tenma dan hanya melihat dengan seksama ke arah arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji tidak menyaksikan bagaimana insiden yang disebabkan Dairenji Suzuka musim panas ini terselesaikan sebenarnya. Sesuatu telah terjadi dialtar ‘Bukit Imperial’, namun ia hanya mendengar kejadian tersebut berdasarkan sudut pandang Harutora, jadi ia juga tidak mengerti kekuatan Hrutora yang sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena hal ini, ia cukup tertarik dengan pertikaian shikigami ini terlepas bagaimana hal-hal nanti akan berkembang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma menatap Touji,  tatapannya terlihat kebingungan, masih terlihat kebingungan dengan ‘contoh’ yang dimaksud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Disisi lain, Harutora-kun benar-benar lama. Apa yang ia lakukan?” ia dengan segera mengganti subjek pembicaraan, seolah-olah ia menyadari bahwa Touji tidak berminat melanjutkan pembicaraan. Ekspresi Touji melembut atas sikap Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Meskipun aku seharusnya tidak berkata seperti ini didepan dirimu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika kau ingin berteman dengan orang yang berintelejen, akan terlihat lebih cocok jika kau memiliki hati yang sedikit jahat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apakah itu pujian? Atau suatu hinaan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjelasan singkat tersebut terdengar tidak dapa dimengerti oleh Tenma. Touji tidak merespon, hanya membiarkan senyum lembut muncul pada wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga lalu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, dia disini! ……Huh, ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma melihat ke arah arena dan berteriak, dan Touji juga sedikit memajukan tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Ohtomo, yang secara sukarela menjadi wasit, muncul diarena dimana Kyouko dan Kon menuggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tidak dapat dipastikan secara langsung apakah orang yang jalan memasuki arena Harutora atau bukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kenapa orang itu menggunakan pelindung kendo?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Da-dan bahkan menggunakan pakaian pelindung miasma diatasnya! Itu adalah peralatan &#039;&#039;exorcist&#039;&#039;!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora yang muncul ke tengah-tengah arena muncul dengan menggunakan helm kendo, dengan pelindung dada dan sarung pelindung ditubuhnya dan pakaian luar hitam. Bukan hanya Natsume dan yang lainnya bahkan lawannya Kyouko dan rekannya Kon melebarkan matanya karena terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana keributan muncul ditengah-tengah luasnya lapang latihan sihir, Harutora yang berpakaian aneh pun berjalan lurus menuju tempat dimana Kyouko berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Ohtomo memberikan pedang kayu kepada Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji pun tertawa girang melihat adegan didepannya, dengan segera mengerti apa yang dimaksud Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tidak buruk, sangat seperti gayanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pelan Touji berbicar pada dirinya disamping Tenma yang kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah perasaan yang mewarnai hati Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku murid baru yang baru saja masuk kemarin, dan pemula yang amat sangat minim pengalaman, bukan? Apa metode didalam Akademi Onmyou tidak memiliki akal sehat? Ide jahat macam apa yang direncanakan Ohtomo ini? Adakah Onmyouji serandom ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-kun~? Aku mendengar semua keluhanmu~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menggumamkan komplainnya tanpa henti sebagaimana ia berjalan menuju lapangan latihan sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko dan yang lainnya sudah lama pergi terlebih dahulu ke lapangan latihan sihir ketika ia sedang protes pada Ohtomo. Karena Harutora kerepotan, ia memaksa Kon untuk pergi duluan dan tertinggal sendiri berusaha meyakinkan Ohtomo – namun sayangnya, ia masih gagal dan hanya bisa jalan bersama Ohtomo dengan langkah berat menuju arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei, apa kau serius? Kau tak berencana untuk mengatakan sesuatu dan menengahi semuanya seperti sebelumnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebagai pengajar, tidakkah metodemu terlalu tidak bertanggung jawab?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Harutora terdengar marah, namun itu mungkin bukan hal yang tidak mungkin tidak diduga, dan Ohtomo tidak ada niatan sama sekali untuk menjawabnya pertanyaan tersebut secara langsung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, baiklah, ini tidak buruk. Ngomong-ngomong, kau baru saja masuk akademi dan sudah terasa diisolasi, bukan? Bukankah semua orang berpikir bahwa kau bodoh dan mengabaikanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwah, berpikir bahwa kau tidak peduli sama sekali dengan betapa rapuhnya perasaan murid pindahan, berkata demikian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dikarenakan kau memiliki shikigami pelindung, bukankah kau seharusnya mengambil kesempatan ini untuk menunjukan dirimu, dan mengembalikan reputasimu? Apa kau pikir aku sengaja berencana demikian tanpa benar-benar memikirkan murid-muridku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak sama sekali! Terlebih lagi, aku pasti akan kalah, dan pasti akan menjadi kekalahan yang spektakuler!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak akan bisa membuat omelet tanpa memecahkan telurnya, dan ngomong-ngomong  posisimu tidak akan memburuk bagaimanapun kau membuat malu dirimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu terlalu berlebihan! Apakah itu kata-kata yang dikatakan oleh instruktor?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan salah, Akademi Onmyou mungkin adalah sebuah sekolah, tapi ini hanya sekolah untuk mengajarkan teknik spesial.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Ohtomo dengan senang, tongkat dan kaki palsunya membentuk suara &#039;&#039;‘thump’&#039;&#039; sebagaimana kuduanya membentur lantai. Orang ini benar-benar tidak bisa dipulihkan. Harutora pun membenamkan wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Juga—“ Ohtomo tidak mengubah nadanya yang sembrono. “Natsume-kun adalah murid yang sangat istimewa, terutama shikigaminya. Tidak heran, jika itu adalah hewan penjaga Tsuchimikado, merupakan salah satu hewan spiritual langka yang ada dinegara ini, dan itu sangat kuat meskipun tidak bisa sering digunakan. Onmyouji normal tak akan mampu menyainginya bahkan para spesialis pun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kenapa kau tiba-tiba menyebutkan Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, maksudku adalah Natsume-kun sangat kuat, namun dia masih belum bisa menyaingi salah satu dari Dua Belas Pemimpin Suci. Dia tidak akan mampu mengurusnya jika ia hanya sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tidak mampu berkata-kata untuk sesaat dan ia pun menatap punggung Ohtomo yang berhenti didepannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo pernah sekali memberitahukan bahwa ia tahu informasi-informasi penting, namun Harutora tidak menyangka bahwa dia akan membawa-bawa nama Dairenji diwaktu seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbalik, bibirnya menunjukan senyum mengejek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-kun, kau memanglah orang luar yang tidakk tahu apa-apa, namun kau tidak perlu terlalu merendahkan dirimu sendiri. Kau telah melakukan hal luar biasa bahkan dimata seorang spesialis Onmyouji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku, Aku tidak melakukan apapun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak benar. Sihir yang dimaksud tidak selalu harus terlihat hebat dan kuat, dan sebenarnya, sihir kelas dualah yang paling berpengaruh. Bahkan orang luar yang belum pernah menjumpai sihir pun mampu mengeluarkan sihir tanpa sadar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo mengucapkan kalimat yang sama seperti yang dikatakan kepala sekolah , namun itu masih tidak dapat dipahami oleh Harutora yang tidak mengetahui perbedaan dari sihir kelas satu dan kelas dua sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun Ohtomo tidak terlalu peduli, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan kata lain, tidakkah kepala sekolah berucap sesuatu? Akademi Onmyou tidak akan mengumpulkan murid-murid yang tidak berkompeten apapun alasannya. Terlebih lagi, proses penilaian entah orang itu dikualifikasi atau tidak sangatlah kompleks, bukan sesuatu yang mudah seperti kau yang mengandalkan dirimu pada keputusan yang kau pilih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terdiam, menatap Ohtomo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah orang ini berencana untuk membodohinya dengan kebingungan-kebingungan lainnya? Namun, ucapan Ohtomo menggerakan hatinya dan ia tidak bisa untuk tidak mengindahkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo melangkah maju lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tujuan utamamu adalah menjeadi seorang Onmyouji, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, aku akhirnya merasa teryakinkan ketika mendengar kalimat tersebut. Aku tahu bahwa kau pasti tidak akan menyerah akan tujuanmu yang ingin menjadi Onmyouji, apapun masalah yang akan kau hadapi dimasa depan nanti. Karena itu, jangan terlalu khawatir. Akademi Onmyou telah mengakui kualifikasimu, dan tidak akan bermasalah untuk mencapai cita-citamu selama kau terus tumbuh berkembang sesuai dengan langkahmu sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Thump, thump,&#039;&#039; suara langkah Ohtomo pun terdengar selama dikoridor. Harutora masih berdiri terdiam sejenak dan kemudian ia mengejar Ohtomo yang telah jalan terlebih dahulu didepannya.&lt;br /&gt;
Akademi Onmyou adalah misteri, entah gedungnya, kurikulumnya, murid maupun gurunya. Namun elemen yang paling tak dimengerti diantara semuanya adalah ‘Onmyouji’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, adalah tujuannya untuk menjadi seorang Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menghormati janjinya dengan Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk merealisasikan impian Hokuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ohtomo-sensei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memutuskan keputusannya, memanggil Ohtomo. “Yah?” Ohtommo berbalik lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk pertarungan shikigami nanti……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa? Jangan khawatir, aku akan menghentikannnya dengan segera sebelum kau terluka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menggelengkan kepalanya, mengabaikan candaan Ohtomo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada yang ingin kutanyakan padamu – bisa aku berbicara padamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Harutora meminta permintaanya dan keduanya berbicara, hasilnya adalah Harutora yang mengenakan pakaian perlengkapan kendo dan pelindung miasma sebelum memasuki arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko mengerutkan dahi, dan bahkan Kon terlihat terkejut melihatnya. Harutora pun merasa malu, wajahnya memerah dari balik pelindung wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak berkata aku ingin menggunakan perlengkapan yang berlebihan ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Idiot, dikarenakan aku menyetujui permintaanmu, perlindungan seperti ini adalah normal. Aku yang akan bertanggung jawab jika kau terluka. Ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Ohtomo tertekan, memberikan Harutora pedang kayu. Sebenarnya, pedang kayu ini adalah hal yang diminta oleh Harutora pada Ohtomo -  lebih tepatnya, ia hanya menginginkan ‘senjata’ ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku telah memberikan sedikit mantera pada pedang kayunya juga pelindungmu. Jadi bahkan jika kau terpukul pada bagian kepala. Kau tidak akan terbelah menjadi dua dengan pedang kayumu. Berterimakasihlah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-iya, terima kasih sensei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mencoba mengayunkan pedang kayunya setelah ia menerimanya. Ia pernah sedikit berlatih kendo saat sekolah menengah pertama pada kelas edukasi fisik, namun setidaknya akan lebih nyaman untuknya daripada bertengkar dengan tangan kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Baiklah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menganggukkan kepalanya untuk meyakinkan dirinya dan meninggalkan Ohtomo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha-ha-ha, Harutora-sama? Pakaian itu……?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon tergagu ketika melihat pakaian Harutora. Dengan canggung mengangkat bahu dari balik baju pelindungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar, Kon, ini adalah rencana bertarungku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-iya…… Huh? Rencana bertarung?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, sebenarnya rencananya cukup simpel,  kau fokus pada yang putih dan aku akan melawan yang hitam.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Uh, um, Harutora-sama? Maksudmu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Kon pun penuh dengan kebingungan, ekor tebalnya berayun-ayun khawatir sebagaimana ia tidak tahu bagaimana untuk meresponnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau mainkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Kyouko marah, nadanya sinis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah pertarungan antara shikigami, yang sangat wajar dilakukan ketika latihan praktik. Shikigami yang bertarung dipertarungan ini, bukan pemilik…… Namun aku tidak akan menghentikanmu jika kau masih merasa takut mengenai hal tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diam kau, perawan! Jika kau berani membuka mulutmu lagi—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei! Tenanglah, Kon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari belakang, dengan segera Harutora menahan Kon yang tengah bersiap-siap untuk menyerang, menahan geli yang ia dapatkan dari ekornya dan mengangkatnya. Kaki Kon pun menendang-nendang diudara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha-ha-harutora-sama, tolong lepaskan aku~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama, tolong jangan sela aku! …Kurahashi, kau bilang ‘terserah aku’ tadi, bukan? Jadi kau tidak keberatan jika aku menggunakan senjata?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sungguh menyebalkan. Kau begitu ketakutan dengan shikigamiku bahkan ketika kau memerintah shikigamimu dari jauh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lagipula, mereka memiliki katana dan tombak, dan aku tidak memiliki keberanian untuk melawannya tanpa perlindungan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera Harutora mengakuinya, dan Kyouko menaikan alisnya terkejut, terlihat seperti ia tidak mengerti maksud dari perkataannya. Lalu, matanya melebar sebagaimana ketika ia akhirnya mengerti implikasi yang disampaikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berencana untuk juga turut serta dan bertarung melawan shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-i-i-itu tidak bisa dibiarkan, Harutora-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa yang peduli, bukankah ada dua shikigami disisinya? Ukuran dan badanmu tidak bisa menandingi keduanya, dan juga tak akan ada kemungkinan menang sama sekali jika dua lawan satu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-apa, apa yang kau maksud?! Pertama, tidakkah kau mengetahui bahwa sebagaimana jumlah shikigami bertambah, mengontrolnya juga akan semakin sulit? Jumlah adalah tes kekuatan bagi pemilik, jangan berpikir memiliki shikigami lebih dari satu itu tidak adil!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak bermaksud demikian, aku hanya mengatakan jika denganku, akan menjadi dua lawan dua.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Harutora tenang, namun Kyouko berteriak dengan seraknya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan bercanda! Pemilik macam apa yang begitu bodohnya untuk melawan shikigami! Ini adalah pertarungan shikigami, hanya shikigami yang bertarung!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan aku juga seorang shikigami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Harutora tenang dan objektif dari balik pelindung wajahnya. Kyouko mengeleng-gelengkan kepalanya, tertegun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para murid yang ada di bangku penonton semua ternganga mendegar perkataan Harutora. Tentu saja, Tenma tidak terkecuali, dan reaksi Natsume juga sama. Satu-satunys ysng terkecuali adalah  Touji yang sejak awal tertawa ria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei setuju.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah, sensei?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah otakmu telah hancur?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu terlalu menyakitkan untuk didengar, Kyouko-kun. Namun itu adalah &lt;br /&gt;
tekad yang bagus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Berpikir kau tidak menolaknya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menurunkan Kon dan melirik sekilas ke arah Ohtomo. Kyouko terlihat menemukan bahwa situasi yang berkembang saat ini sulit untuk diterima karena pengakuan telak sang instruktor, dengan pelan bergumam &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Bagaimana hal macam ini terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah waktunya untuk dimulai. Khususnya dikarenakan kau yang menyatakan untuk bertarung terlebih dahulu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Aku tidak akan menentangmu jika kau ingin menghentikan pertarungannya, dikarenakan aku hanya mengikuti kemauanmu untuk bertarung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Harutora sedikit tersenyum, dan Kyouko menggertakkan giginya ketika ia melihatnya, sangat marah sehinnga seluruh tubuhnya bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, dengan cepat ia mengangkat kepalanya, melihat ke arah bangku penonton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume-kun, apakah ini termasuk cara Tsuchimikado? Kau tidak berencana &lt;br /&gt;
untuk menghentikannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ugh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume yang tiba-tiba ditanya pun menjadi kaku, tatapannya pun semakin gugup seolah-olah ia sedang dihukum mati dan diberikan pistol untuk eksekusinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume-kun!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tidak menjawab teriakan Kyouko. Matanya dengan segera berganti arah ke Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Harutora sama sekali tidak melihat ke arah Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terlalu berlebihan. Akulah orang yang bertarung denganmu, bukan Natsume.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko mengembalikan tatapannya ke arah Harutora karena sikap sembarangnya. Ia tanpa berkata menatap Harutora cukup lama seolah-olah sedang memecahkan keraguannya dan akhirnya memanggil nama penjaganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua Yaksha menunjukan dirinya kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para murid yang ada dibangku penonton pun mulai bersorak, dan Natsume yang mengobservasi keadaan dari samping pun turut ikut berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku tidak akan peduli jika sesuatu terjadi pada dirimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Kyouko sedikit memucat ketika ia memberikan peringatan tersebut, namun Harutora tidak membalas, mengayukan kembali pedang kayunya untuk mengonfirmasi rasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha-ha-ha, Harutora-sama. Maafkan kesalahanku, namun aku tidak bisa menyetujui rencana ini, ini tanggung jawabku untuk bertarung dengan musuh, jadi jika Harutora-sama berkenan untuk mundur……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Harutora pendek, tak mengindahkan permohonan Kon—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Namun, tatapannya terlihat rileks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada akhirnya, aku tidak mengerti metode penggunaan shikigami sama sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ja-ja-jangan biarkan masalah kecil mengganggumu, Harutor-sama…….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, tapi itu juga tak berguna. Meskipun jika aku tidak mengerti cara untuk menggunakan shikigami, aku masih harus menemukan cara lain untuk dengan caraku sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata seperti itu, Harutora menaruh tangannya diatas kepala mungil shikigaminya, menepuk pelan dua kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi aku ingin mencoba metode yang paling umum terlebih dahulu. Aku sama sekali tidak ada niatan untuk tidak memercayaimu, dan juga setidaknya aku ada kesempatan untuk mundur nanti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ta-ta-tapi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan pasang ekspresi seperti itu, setidaknya aku memiliki sedikit pengalaman bertarung, aku mengandalkanmu, teman.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon menatap Harutora, kekhawatirn muncul wajah polosnya. Eberapa saat kemudian, ia mengeratkan bibirnya dan dengan perlahan berbalik menghadap Kyouko dan shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Hei, apa dia serius?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin, orang itu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana para murid menonton pertarungan dari bangku penonton dengan saling berbisik, suara diskusi mereka pun terdengar semakin berisik. Suara yang awalnya terdengar tidak puas dan meremehkan kini berubah menjadi keterkejutan dan penantian. Suara pun muncul dimana-mana, dan dengan sengaja ia mengalihkan pikirannya dari hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia membiarkan kesadarannya fokus pada pertarungan yang akan ia hadapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berharap untuk mendapatkan setidaknya pengalaman berguna dari pertarungan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sepertinya kedua belah pihak telah bersedia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Ohtomo menyadarinya, suaranya menggema ke seluruh arena, dan suasana pun untuk sementara menjadi hening.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu – Mulai!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertikaian shikigami pun dimulai ketika perintah terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini buruk, aku hampir tak kuasa untuk melihatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menatap dengan intens pada pertarungan yang ada diarena dari balik bayangan pilar dibelakang bangku penonton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua Yaksha yang dikontrol oleh Kyouko saat ini sedang bertarung dengan sengit melawan Harutora dan Kon. Namun shikigaami Kyouko terlihat seperti tidak terlalu gesit dalam melawannya, mungkin dikarenakan lawan mereka adalah manusia, dan Kon tidak bisa fokus dengan lawannya karena ia khawatir dengan Harutora. Hanya Harutora seorang yang bertekad, namun Harutora terguling ke tanah setelah terpental oleh tombak shikigami hitam – Kokufuu – .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu shikigami yang dipilih oleh sang raja?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sang Raja Bintang Utara masih belum terbangun dan hanyalah seorang anak remaja biasa saat ini. Sudah menjadi emosi manusia untuk memiliki seseorang yang ada disisinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun berpiki bahwa ia akan memilih pemuda rendahan seperti itu, sungguh mengecewakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sangat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia sangatlah tidak senang, bahkan merasa marah. Ia merasa bukan hanya kemahsyuran yang terdapat pada sang Raja Bintang Utara saja tapi juga idealisme dan kesetiaan yang ia berikan hanya untuk sang raja kini seperti terinjak-injak dan kotor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika sang raja bangkit, ia dengan segera akan memperbaiki kejelekannya ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun seberapa cepat itu akan terjadi, ia tidak bisa membiarkan sang raja melakukan aksi rendahan. Ia tidak bisa menoleransi aksi tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harus ada seseorang yang ada disisi sang raja untuk menuntun tindakannya sampai sang raja bangkit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, ia percaya bahwa hanya dirinyalah yang mampu untuk menanggung tanggung jawab tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau pikirkan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora telah melepas pelindung yang dikenakannya setelah pertarungan selesai dan duduk dibangku yang ada diruang ganti. Natsume segera beranjak pergi dari kursi penonton dengan momentum yang hampir membuatnya terlihat terbang. Hanya Harutora dan Kon yang ada diruang ganti. Touji juga datang untuk menemui Harutora diruang ganti, namun datang lebih lambat dari Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang aku pikirkan…… apa yang kau maksud?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja yang aku maksud adalah pertarungan tadi! Berpikir bahwa kau akan turut serta dan bertarung melawan shikigami, apa kau gila? Apa yang akan kau lakukan jika kau terluka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itulah mengapa aku berpakaian seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak berguna! Terlebih karena lawanmu adalah Yaksha, kau bisa saja kehilangan nyawamu jika kau ceroboh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume sangat marah, wajahnya memerah sebagaimana ia memarahinya. Harutora menautkan alisnya dan menutup mulutnya sebagaimana ia terduduk dibangku, dikarenakan ia telah kalah telak tadi dan tidak berada diposisi untuk membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasil dari pertarungan tidak jauh dari dugaan orang-orang, dan Harutora telah kalah dengan spektakulernya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shikigami pelindung Kyouko, Hakuou dan Kokufuu bukanlah lawan yang dapat disaingi dengan kemampuan gerakan dan bertarung. ‘Shikigami model-G’ yang dijual oleh Agensi Onmyou memiliki kemampuan bertarung dan teknik bahkan walau tidak bersenjata, dan Hakuou dan Kokufuu telah menguasai kemampuan tombak dan pedang masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, mereka mengandalkan pada kemampuan pengendalian pemiliknya untuk menggunakan kemampuan tersebut. Kemampuan Kyouko dalam mengendalikan cukup bagus hingga ia mampu mengendalikan keduanya sekaligus. Kyouko dengan jelas terlihat ragu-ragu pada awal pertarungan dikarenakan lawannya yang seorang manusia., namun entah ia mengubah pemikirannya segera atau mereasa jengkel dengan permainan Harutora, ia berhenti untuk mengasihani dan Harutora dan Kon pun tak mampu menangkis serangan kuatnya. Tentu saja, Kyouko memukul dengan bagian belakang pedang sejak awal. Ia membuat shikigaminya dengan cekatan menggunakan ujung tombak untuk menyerang Harutora, melemparnya, menyudutkan, dan memukul sesukanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penonton yang berdiri untuk melihatnya dengan napas yang tertahan sejak awal berakhir dengan candaan dan tawa yang ironis; diantara mereka, Touji adalah orang yang tertawa paling kencang……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kau tidak melawan balik lebih serius! Aku tidak setuju dengan yang dikatakan Kurahashi Kyouko, tetapi mengayunkan pedang kayu dan berdiri arena pertarungan bersama dengan shikigamimu adalah tindakan yang memalukan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku, aku sangat serius.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau benar-benar berpikir bahwa pertarungan tadi itu ‘serius’!? Kau diolok-olok dan orang-orang yang menonton menertawaimu…… Tidakkah kau merasa buruk sama sekali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriak Natsume dengan wajah merah, terlihat sangat marah, namun, Harutora merasa sedikit bingung daripada harus introspeksi ataupun menggugahnya. Ia tidak mengerti alasan mengapa Natsume marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, meskipun Natsume bertanya ‘apa kau tidak merasa buruk’, Harutora sebenarnya tidak merasa tidak puas sama sekali, bahkan jika ia kalah dalam pertarungan ini. Setidaknya, rasa tidak berdaya dan kosong yang dirasakannya kemarin tidak memenuhi hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak merasa tidak puas dengan kekalahannya, ataupun ia bermaksud untuk pamer, namun dibandingkan itu dirinya mengalami kemajuan seolah-olah ia telah mendapatkan langkahnya untuk pertama kalinya. Dan sikap Harutora pun dengan sangat menerima kekalahan telah membuat Natsume sangat marah, namun shikigami yang belum berpengalaman dan tidak cukup tanggap, tidak menyadari perubahan halus yang ada dihati tuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ha, Ha-harutora-sama……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon dengan pelan menarik ujung seragam Harutora dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……A-a-a-a-apakah tak apa untuk membiarkannya memarahimu seperti ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Whew, idiot…… Bukankan aku sudah bilang kemarin? Dia adalah pewaris selanjutnya dari keluarga utama, dan aku sekarang adalah shikigaminya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ta-ta-tapi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan tak senang yang lebih dari Harutora pun muncul dari wajah polos sang shikigami, bukan hanya karena kalah, namun juga dikarenakan tak mampu untuk membalas perkataan Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume dengan diam menatap sinis ke arah Kon ketika keduanya saling berbisik. Bahkan Kon pun tak mampu untuk tak diam ketika tatapan bagaikan maut tersebut dilayangkan ke arahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora telah memberitahukan Kon mengenai keadaan Natsume kemarin , dan Kon pasti bisa membedakan Natsume yang berasal dari keluarga utama, bahkan jika sikapnya ke orang selain Harutora tidak berubah sama sekali.&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, ia tetap mencoba untuk membela tuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ta-tadi Harutora-sama kalah dikarenakan pe-pe-pedang kayu yang diberikan oleh Onmyouji palsu tukang senyum itu…… itu pasti bukan karena kemampuan Harutora-sama……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pedang Kayu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume pun tak mampu untuk tidak bertanya ketika mendengar pembelaan Kon, dan Touji yang sejak awal telah menyilangkan tangannya dengan diam pun berbicara seolah-olah ia telah memikirkan sesuatu yang mengejutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi itu masalahnya? Trik tersebut cukup disayangkan. Harutora, kau awalnya berencana untuk menggunakan kesempatan tersebut, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tu-tunggu, apa yang kau katakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak menyadarinya? Sebelum pertarungan berakhir, shikigami hitam &lt;br /&gt;
tersebut menyerang dengan ritme yang cukup monoton, mungkin karena kebiasaan atau karena kecerobohan. Pada saat itu, orang ini menyibukkan dirinya dengan bertahan sambil perlahan memberikan jarak, berencana untuk menghindari serangan tombak dan mengambil kesempatan pada kesempatan tersebut untuk mendekati musuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon mengangguk dengan cepat dari belakang Harutora ketika ia mendengar pemaparan Touji, namun Harutora menolehkan wajahnya malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, Harutora telah menggunakan perbedaan jarak dari kedua senjata, merapatkan jarak diantara keduannya, yang bahkan telah berhasil menarik dan menghindari serangan Kokufuu, dan dengan segera mempersiapkan penyerangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ketika ia sedang memberikan ancang-ancang dan akan menyerang dengan seluruh kemampuannya, pedang kayu yang diayunkannya tiba-tiba retak diudara dari ujung hingga ketengah bagian – dan terlebih lagi, pedang tersebut telah hancur luar dan dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Bukankah itu retak karena ia menyerang senjata lawan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nn…… Aku fokus untuk menyerang tadi, dan sebenarnya aku tidak terlalu yakin dengan apa yang terjadi. Namun sungguh tadi sensei bilang bahwa ia telah ‘memberikan mantera’ pada pedang tersebut, dan itu kemungkinan disebabkan akumulasi bertahap dari guncangan yang telah dialami sebelumnya. Itu hanya menunjukan bahwa serangan lawan begitu kuat, jadi aku tidak bisa melakukan perlawanan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bu-bukan itu masalahnya, ini adalah kesalahan Onmyouji pa-pa-palsu tersebut!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Onmyouji palsu…… Ketika pedang kayu itu patah, aku juga merasa marah pada guru sialan itu. Tapi tetap, ini hanyalah sebuah ketidakberuntungan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tersenyum getir, mencoba menenangkan amarah yang menguar dari shikigaminya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tanpa sadar ia melirik Natsume dan menyadari bahwa wajah teman masa kecilnya telah memucat dari sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ini sungguh keterlaluan.” Natsume bergetar ketika ia berucap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Ke-kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu sihir apa yang diberikan Ohtomo-sensei pada pedang kayu tersebut, tapi ia seharusnya memperkuat pedang kayu tersebut untuk menahan serangan Yaksha, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, seingatku, ia bilang sesuatu seperti itu……. Jadi kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau bodoh! Berpikir bahwa kau turut serta bertarung dimana pedang kayu yang diperkuat saja bisa terbagi menjadi dua! Kau seharusnya memiliki kesadaran diri, bukan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan Natsume jauh terdengar lebih marah dari sebelumnya. Harutora tersentak, menatap Natsume, namun Natsume telihat enggan untuk bahkan melihat Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajahnya pun dipenuhi dengan kekhawatiran dan emosi lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau terlalu percaya diri dengan dirimu, apakah kau bisa menganggap dirimu sebagai Tsuchimikado seperti itu? Sihir sangatlah berbahaya! Dikarenakan kau bodoh, gunakanlah otakmu itu sedikit untuk berpikir sebelum bertindak!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya bergetar hingga akhir dan nadanya semakin dan semakin marah.&lt;br /&gt;
Harutora pun akhirnya sudah muak mendengar omelan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apakah itu ‘perintah’, tuan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku minta maaf aku membuatmu malu lagi, tapi sayangnya, ini adalah caraku, dan jika kau tidak senang dengan ini, mungkin kau harus segera bergegas dam memecat shikigami sepertiku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merajuk dan menolehkan kepalanya setelah berkata demikian. Mata Natsume melebar dan ia pun berdiri terdiam, terkejut dan tidak mengerjap, tak mampu untuk menghentikan dirinya yang bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Airmata pun menggenang dimata yang menatap Harutora dengan emosi yang histeris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menahan emosinya dengan seluruh tekadnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jika kau berpikir bahwa metode tersebut ampuh,  lalu kenapa kau tidak pergi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Natsume membalikan tubuhnya – berlari meninggalkan ruang ganti tanpa menoleh ke belakang, rambutnya yang berayun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ha-harutora-sama……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon menatap Harutora, tak tahu harus berbuat apa. Bahkan Kon yang tidak senang dengan sikap keras Natsume tak berdaya dalam mengatasi masalah ini. Harutora pun membenamkan wajahnya, dan memutuskan untuk mengabaikan shikigaminya yang kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji mendesah ringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Dia berkata begitu karena ia khawatir denganmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegelisahan emosinya pun mereda sesaat ketika mendengar kalimat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Harutora, suaranya terdengar telah lama kehilangan rasa puas karena telah menemukan langkahnya yang terdengar tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari kedua ia memasuki akademi berakhir dengan demikian. Harutora menghela napas dalam didepan teman baiknya dan shikigami yang mengkhawatirkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, situasinya mulai berubah kali ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal terjadi dalam bentuk yang tak diduga oleh Harutora dan yang lainnya dan ditempat yang mereka waspadai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagi berikutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terjebak dengan harus menggunakan jimat penyembuh untuk lukanya yang diakibatkan pertarungan kemarin. Ketika ia memasuki kelas, dengan segera ia merasa atmosfer dikelas sedikit aneh. Meskipun ia tidak tahu mengapa, ini terasa berbeda dari dua hari sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia benar-benar tidak tahu darimana rasa abnormal itu datang, bahkan berpikir ialah yang harus disalahkan sebagaimana ia berjalan melewati podium dengan heran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume telah terduduk dibangkunya. Ia dengan segera menolehkan wajahnya ke arah jendela setelah melihat Harutora yang memasuki ruang kelas. Pada akhirnya, reaksi seperti itu sudah diduga setelah argumen mereka, namun Harutora masih merasa berat hati sejak pagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji berencena untuk menjaga jarak untuk mengobservasi situasi hari ini, jadi Harutora duduk sendiri dibangku yang sama seperti kemarin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berdoa didalam hatinya, berharap semoga semua akan berjalan lancar, tanpa adanya hal yang tidak diinginkan hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Se-selamat pagi, Tsuchimikado-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Ah, selamat pagi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Harutora terduduk, tiga murid perempuan berjalan menghampirinya.&lt;br /&gt;
Harutora telah melihatnya sebelumnya dikarenakan mereka sekelas, namun ia tidak pernah menyapa mereka sebelumnya dikarenakan ia tidak mengetahui nama mereka. Ia memerhatikan wajah ketiganya yang terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa kau ada waktu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Uh, kurasa…… A-ada apa? Apa kalian memerlukan sesuatu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, sebenarnya tidak……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu dari mereka berbicara malu-malu. Dan sisanya menyemangatinya dari belakang, mendesaknya untuk segera dan membuat Harutora kebingungan.&lt;br /&gt;
Mungkinkah mereka menghampiri untuk menggertak murid baru? Mungkin murid-murid kelas mulai bergerak dihari ketiga ia masuk. Bagaimana jika mereka merasa bahwa Harutora adalah pengganggu? Namun sebagaimana Harutora khawatir dengan dirinya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pe-pertarungan kemarin sangatlah hebat, tapi lukamu tidak parah, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Oh, terima kasih. Luka kecil ini bukan apa-apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu bagus. Tapi aku benar-benar terkejut, aku tidak pernah berpikir ada orang yang mau melawan shikigami dengan pedang kayu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-memang…… Tidak ada yang melakukannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menjawab dengan tergagap, dan dua orang yang berdiri dibelakangnya tiba-tiba maju ketika mendengar kalimat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan lawanmu adalah shikigami pelindungnya Kurahashi, bukan? Itu sungguh luar biasa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-aku tidak tahu benar tentang itu. Namun aku pikir…… Itu tidak begitu luar biasa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu kenapa kau turut serta bertarung?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa…… Pada akhirnya aku tidak tahu bagaimana menggunakan sihir, dan aku tidak mengerti bagaimana mengontrol shikigami dalam pertarungan…… Jadi aku ingin setidaknya sedikit membantu – begitulah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin! Kau turut serta hanya karena itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh tidak bisa dipercaya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga gadis tersebut pun mengerang pelan. Harutora, yang masih tidak yakin dengan apa yang terjadi, terkejut dan memberikan ekspresi bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, dua murid pria yang daritadi memerhatikan dari kejauhan memanggil ketiga gadis tersebut dan mengambil kesempatan untuk mendekati tempat duduk Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tersenyum kaku pada Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Hai, kemarin sungguh disayangkan, Tsuchimikado. Kau sangat berani untuk tidak kabur seperti ayam.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, aku akan kabur dari awal jika aku melawan Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua murid laki-laki tersebut terlihat merasa sedikit malu karena tidak berbicara dengannya selama dua hari, tidak seperti para gadis yang terlihat santai. Bahkan jika mereka tidak bisa menyembunyikan rasa malu mereka, mereka masih menunjukan itikad baik dan berbicara dengan rasa ingin tahu dengan Harutora. Sikap tersebut membuat Harutora tak mampu untuk tidak terkejut hingga ke relung hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah lama aku tidak melihat shikigami pelindungnya Kurahashi, bukankah mereka pada dasarnya berada ditingkat professional? Dan bahkan ada dua!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi bukankah keluarga Kurahashi secara khusus membuatkannya untuk patuh dengannya? Itu terlalu tidak mungkin, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hampir seluruh shikigami pelindung dibuat untuk mematuhi penggunanya, tidakkah itu memakan banyak biaya? Itu sungguh hebat ketika kau turut serta dan bertarung hanya menggunakan pedang kayu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohtomo-sensei terlalu &#039;&#039;random&#039;&#039;, aku bahkan berpikir bahwa ia hanya bercanda awalnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para murid mengelilingi Harutora, berbicara dengan lepas tentang perasaan mereka mengenai kejadian kemarin, bahkan memerlakukan Harutora seolah-olah ia tidak ada disana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah, Harutora-kun?” salah satu dari wajah yang ia familiar pun datang mencarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah Tenma. Bahkan jika ia merasa terkejut pada situasi yang terjadi pada Harutora, ia tetap dengan cepat menyadari keadaan dan &lt;br /&gt;
menengahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh, Te-tenma……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selamatkan aku – Harutora memohon dalam diam. Tenma tak mampu untuk tidak tertawa dikarenakan penampilannya yang sungguh menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemarin sungguh berat untukmu. Tapi kau sungguh mengejutkanku, apa tubuhmu baik-baik saja?” ia berbicara dengan nada santai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku baik-baik saja, maaf membuatmu khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan berkata seperti itu. Tapi, Harutora-kun, jadi kau punya shikigami pelindung, huh. Dan terlebih lagi itu bukanlah shikigami yang dijual dipasaran, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, yah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar! Hei, Tsuchimikado-kun, bolehkah kau menunjukan kembali shikigamimu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, aku juga! Aku mau lihat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para gadis dengan segera menunjukan ketertarikan yang sangat ketika mendengar tentang shikigami pelindung, dan Harutora dengan bingung memberikan tatapan bertanya pada Tenma. Tenma pun menganggukan kepalanya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun ia telah diperintah untuk bersembunyi, Kon selalu menemani Harutora disisinya, dan ia selalu mendengar percakapan mereka. Wujud shikigami pelindung tersebut pun muncul ketika Harutora memanggilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wah, keren!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iyah! Manisnya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata para murid kelas pun berkilat senang, khususnya para gadis yang dengan anehnya tampak gembira, terus-menerus memuji Kon lucu dan bahkan merentangkan tangannya untuk menyentuh Kon. Kon pun membeku kaku menghadapi ketidaksopanan tersebut, panik pun ditunjukan oleh mata birunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha-ha-ha-harutora-sama!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Maafkan aku, Kon. Bertahanlah sebentar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merasa seperti ia telah memerlakukan Kon seperti sebuah barang pengorbanan, dan ia pun menyembunyikan rasa bersalahnya. Ekor Kon dan sepasang telinganya pun berdiri dengan panik, dan Harutora pun hanya bisa berpura-pura bahwa ia tidak melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shikigami pelindung ini sangat muda, dan sekarang aku melihatnya dari dekat. Tsuchimikado, mungkinkah ini adalah tipe yang kau suka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku ingat bahwa dia adalah shikigami tingkat tinggi? Begitu, jadi kau membuat shikigami macam ini untuk melayanimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kubilang bukan begitu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia panik, sungguh mencurigakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah kalian mandi bersama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iyah, mesum—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mengapa kalian tidak mengerti kalimat yang kukatakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin reaksi panik yang diberikan tuan dan shikigaminya terlihat lucu, sebagimana murid-murid yang mengelilingi Harutora satu persatu tertawa. &lt;br /&gt;
Kebingungan yang ada dihati Harutora masih belum menghilang, namun wajah yang kini mengelilinginya bukan lagi wajah yang tidak bisa dibaca dan dingin seperti dua hari yang lalu, dan malah mereka tersenyum disekitarnya. Mereka memang menertawainya, namun terdapat itikad baik yang ditujukan kepada Harutora yang tersembunyi dalam kata-kata mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bodoh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, sebuah suara datang dari bagian belakang kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang tersebut berkata dengan suara yang memprovokasi. Harutora menoleh untuk melihat, dan itu adalah siswa laki-laki lainnya yang wajahnya ia kenal namun namanya tidak diketahui olehnya. Murid laki-laki tersebut melihat ke arah kerumunan disekitar Harutora dengan kaki yang terangkat diatas meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Bahkan laki-laki ini yang tidak mengetahu apa itu shikigami pelindung memiliki shikigami tingkat tinggi? Dasar keluarga terkenal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara laki-laki tersebut membawa kesan jijik dan murid yang riuh bergemuruh kini terdiam mendengar kalimat tersebut, dengan atmosfer tertawa nan senang yang dengan segera menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cepat Harutora memanggil: “Kon!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon, yang telah melepaskan tangan murid perempuan dan dengan segera ingin menuju tempat yang meremehkan tuannya, dengan segera terhenti ditengah udara. Panggilan Harutora jelas tidak bermaksud untuk memerintah Kon untuk menyerang, namun untuk menahan Kon, untuk menahan dirinya memberikan pelajaran pada bocah laki-laki yang kurang ajar. Kon telah menggenggam gagang dari wakizashinya seolah-olah sedang memburu mangsa yang ada didepannya, namun terhenti. Suara tidak senangnya “Uuu~” telah membuktikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Sungguh, apa kau mengerti untuk memikirkan tindakanmu terlebih dahulu atau tidak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ta-ta-tapi~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menyipitkan matanya, menatap pada Kon yang memohon sangat, dan ekor Kon yang menurun dengan depresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, murid laki-laki yang hampir diserang tersebut dengan cepat menurunkan kakinya dari meja, hampir terjatuh dari duduknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mungkin tidak menduga bahwa sarkamnya akan mengundang serangan shikigami, dan wajahnya pun tegang karena takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu murid perempuan tidak mampu untuk tak tertawa melihat penampilan murid laki-laki yang ketakutan tersebut. Tawa pun menyebar, dan bukan hanya sekitar Harutora namun seluruh kelas pun terisi dengan canda tawa. Murid yang ditertawakan marah dan malu, wajahnya menggelap dan memerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun… “Maaf.” Harutora berdiri, membungkuk dalam untuk meminta maaf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para murid yang ada disisinya menatap dan menganga, terkejut dengan sikapnya yang meminta maaf. Bulu pada ekor Kon pun berdiri bagaikan jarum seolah-olah ia mendapat tamparan keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf untuk mengganggumu, aku tahu aku mengganggu, tapi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengangkat kepalanya, menatap lurus ke arah murid laki-laki yang terkejut karena aksinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku masih ingin berteman baik dengan kalian semua. Aku juga ingin mengatakan ini pada Kurahashi kemarin, namun maukah kalian menerimaku? Aku akan berusaha semampuku untuk bisa berteman dengan kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruang kelas terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini baik-baik saja. Ia tidak ingin marah karena komentar sarkas dan malah mempermalukan dirinya. Secara khusus, ia bisa mengerti rasa marah yang ada pada murid tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon mengambang diudara, menatap tuannya dengan heran, dan ekspresi murid kelas yang mengelilingi Harutora juga sama. “Uh, itu……” murid laki-laki yang dimintakan maaf oleh Harutora tergagap, tidak tahu bagaimana harus merespon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atmosfer hening yang aneh pun mengisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perempuan yang pertama kali mengajak Harutora berbicara memecahkan keheningan. Berkata dengan riang:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kau selalu membicarakan orang lain, tapi bukankah kau yang tidak bisa mengontrol shikigami sederhana yang dibuat sensei pada tes praktik sebelumnya? Kau tidak mungkin bisa menggunakan shikigami pelindung, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Di-diamlah.. aku tidak menggunakan seluruh kemampuanku waktu itu! Dan juga metode tersebut berbeda dengan pengendalian otomatis!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau berkata demikian, tapi aku ingat kau kelelahan saat itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah memang seperti itu pada awalnya! Dan bukankah kau juga tidak mampu berdiri untuk sesaat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid laki-laki itu membalas setelah murid perempuan tersebut selesai bicara. Atmosfer pun sedikit santai karena ini. Harutora merasa bahwa yang seharusnya diselamatkan adalah dirinya dibandingkan dengan laki-laki yang sedang dicandai oleh seluruh kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngo-ngomong-ngomong, Tsuchimikado. Kau sebaiknya mengerti bahwa aku tidak kuasa melihatmu atau pertandingan kemarin!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid laki-laki tersebut kembali berkata dengan arogan, mengucapkankan kata kasar kembali, namun nada sinis dari sebelumnya tidak lagi terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akan kuingat itu, dan juga, kau bisa memanggilku Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid laki-laki tersebut memalingkan wajahnya, menjawab dengan ber’hmph’ &lt;br /&gt;
ria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tidak membenci cara akrab seperti itu. Ia tidak ingin memaksakan dirinya untuk berteman dengan semuanya, atau dengan percaya dirinya mampu melakukan seperti itu. Meskipun jika orang-orang berpikir bahwa dirinya menyebalkan, ia lebih memilih untuk mengatakan secara jelas didepan orang tersebut dibandingkan dengan menggosipinya dibelakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berbalik, berterima kasih pada gadis yang telah menyelamatkannya dengan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, aku masih tidak mengetahui nama-nama semuanya, jadi bisakah kalian mengambil kesempatan ini untuk memberitahukanku? Tak apa jika semuanya hanya memanggilku Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Okay, jadi Tsucchi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak mendengarkanku sama sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum getir Harutora membuat suasana kelas kembali ria. Tenma memulai dengan memperkenalkan dirinya kemballi, dan murid lainnya pun turut serta mengikutinya. Murid laki-laki yang ada dibelakang kelas pun hanya bisa ‘tch’ melihat keadaan tersebut, namun ujung-ujung mulutnya sedikit terangkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejadian baru telah muncul diruang kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon melihat tak mengerti dengan suasana yang ada didepannya, seolah-olah mereka telah lupa akan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, bukan hanya Kon, ada seseorang juga—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku tidak mengira perkembangan macam ini akan muncul.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat yang tiba-tiba membuat Natsume mengerang terkejut, dan dirinya terlalu sibuk dengan segera mengembalikan suara asalnya untuk menyembunyikan suara tinggi nan melengkingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“To-touji……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmph, akan lebih baik jika perkembangan seperti ini dilakukan olehnya dengan sengaja…… Namun ia hanya mengikuti arus tanpa merencanakannya sama sekali, jadi orang-orang yang tidak bisa berbuat seperti itu akan terlihat cemburu setelah melihatnya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Touji melirik Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Bukankah begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“O…… Omong kosong macam apa yang kau katakan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume menjawab dengan bisikan pelan, memalingkan wajahnya untuk menghindari tatapan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tatapan mengelaknya justru malah terarah ke Harutora. Saat ini Harutora telah menjadi pusat perhatian orang-orang kelas, dan Natsume jelas menunjukan keterkejutan dan rasa kesal dimatanya sebgaimana ia melihat Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Berbicara secara logika’, orang-orang tersebut telah menjadi teman kelasnya selama setengah tahun, dan ‘berbicara secara logika’, Harutora adalah pemuda dari keluarga cabang yang telah ia kenal sejak kecil.&lt;br /&gt;
Kedua sisi adalah orang-orang yang ia kenal, namun mereka telah menjadi teman dengan dirinya yang tidak bisa turut serta didalamnya. Natsume menatap dalam diam, dan hanya ini yang dapat ia lakukan. Wajahnya secara diam tersakiti, dan khawatir pun muncul diwajah Touji ketika ia melihat Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jangan memaksakan dirimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku, aku tidak memaksakan diriku! Kenapa kau jadi terus membual sejak tadi?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume dengan cemas mengerang, dengan jelas memaksakan dirinya. Touji hanya menggedik bahu, tidak peduli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu, maafkan aku. Sebenarnya, aku memilki teman baik yang bertengkar dengan orang bodoh itu musim panas ini karena dia yang terlalu memaksakan diri, dan berakhir dengan menjadi sebuah momen terakhir diantara keduanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…...!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume terkejut dan menoleh ke arah Touji. Touji melihat dari belakang Harutora dan yang lainnya, tatapannya sedikit nostalgik, dan senyum mencela diri tidak seperti yang biasa ia tunjukan pun muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah pengalaman yang menggetirkan untukku, dan aku tidak ingin melihat itu terulang lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume menundukan kepalanya, tidak tahu harus berbuat apa, tubuhnya kaku dari seragamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapannya kaku dan keras kepala. Natsume yang malu seperti ini terlihat seperti hanya seorang gadis biasa dimatanya karena Touji tahu identitas Natsume yang sebenarnya. Dalam diam ia mendesah, menaikan satu alisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, tatapannya berubah menuju pintu masuk kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurahashi Kyouko berjalan memasuki kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko terlihat jelas terkejut dengan adegan yang ada diruang kelas, dan setelah mengerti akan situasinya, ia menunjukan tatapan terkejut. Touji hampir tertawaa. Mungkin Harutora merasa tertekan dan tidak tahu bagaimana menghadapi orang tersebut, namun dimata Touji, emosinya terlihat jelas terpancar diwajahnya dan cukup mudah untuk dimengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku mungkin harus segera bertindak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji bergumam pelan. Harutora akan terlihat tidak senang jika ia mendengar kalimatnya. Karena setiap kali Touji merencanakan idenya yang berbelit-belit, nadanya selalu bergairah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menjalani kelas pagi, sekarang waktunya untuk istirahat siang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Bisakah aku meminjam waktumu sebentar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora awalnya berpikir tentang bagaimana udon yuba yang ia makan sebelumnya tidak enak, dan kali ini ia akan menggantinya dengan udon tempura. Sebagaimana ia bersiap untuk berjalan menuju kantin, Kyouko yang telah menunggunya memanggil dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejadian yang baru saja terjadi kemarin masih teringat jelas, dan bahkan Harutora merasa ini tidak duga kalau Kyouko akan memanggilnya. Ia tetap waspada, pertama dengan pelan memeringati: “Kon, jangan keluar.” …Ia telah mahir dalam mengontrol shikigaminya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keberadaan yang tak diinginkan pun muncul disekitar kakinya dan harutora pun hanya bisa menghela napas. Bahkan dengan kekalahan yang ia alami kemarin, semangat bertarung Kon sepertinya masih belum hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Aku tidak menyadari jika Kon memiliki kepribadian galak seperti ini ketika berada diasrama……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, ia tidak bisa terus menghindarinya, dan dikarenakan efeknya telah meluas begini jauh, ia harus menyelesaikannya. Kemudian Harutora menjawab Kyouko, yang tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya: “baiklah, tak masalah,” dan mengikutinya dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko membawa Harutora menuju tangga darurat dibelakang gedung akademi. Bukan hanya orang-orang tidak akan melewati tempat ini, mereka juga tidak perlu khawatir untuk terlihat dengan orang-orang juga. Jika ini sekolah menengah atas biasa, akan ada kemungkinan besar bahwa murid-murid nakal akan berkumpul ditempat ini untuk merokok secara diam-diam, bersembunyi dari guru-guru yang mengawas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apa yang kau butuhkan dariku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagipula, Kyouko telah memenangkan pertandingan kemarin. Awalnya Harutora berpikir bahwa Kyouko telah mendinginkan pikirannya setelah memenangkan pertarungan tersebut, namun sepertinya ia masih ingin membahas beberapa hal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana Harutora kesusahan, berpikir bahwa ia benar-benar tidak mampu mengatasi gadis keras kepala macam imi, Kyouko tiba-tiba berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku minta maaf soal kemarin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak mampu untuk tidak meragukan pendengarannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menatap Kyouko, tak mampu berkata karena terkejut. Wajah Kyouko memerah canggung, dan ia memalingkan kepalanya, rambut indahnya pun turut berayun diudara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Meskipun hal tersebut menjadi sedemikian rupa, awalnya aku tidak ingin mengeluarkan shikigamiku, dan semua kemarahanku awalnya ditujukan kepada Ohtomo-sensei…… Intinya, aku benar-benar minta maaf telah membuat keadaan menjadi tidak terkendali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, tolong jangan berkata demikian. Semua ini salah Kon yang tiba-tiba menyerangmu, kau tidak perlu meminta maaf padaku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keberadaan Kon yang tidak senang tiba-tiba mendekat, dan dengan natural, Harutora memilih untuk mengabaikannnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Apa yang sedang terjadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkinkah suasana dikelas telah mengubahnya, membuatnya menunjukan sikap yang sebenarnya? Tidak, kesannya terhadap Kyouko tidak mungkin menghasilkan perubahan apapun. Khususnya ketika ia berani menantang Ohtomo dan dengan tegas mengajukan saran, ia tidak mungkin mengubah pendiriannya meskipun jika seluruh kelas mendukung Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, sikapnya yang tiba-tiba berubah seperti sesuatu yang bahkan disebut sebagai sikap ramah. Harutora bingung kembali, dan ia tak mampu untuk tak meragukan bahwa ada rahasia dalam sikapnya yang seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Ugh, tapi……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun ide licik yang disembunyikan Kyouko dibelakangnya, ini adalah kesempatan baik, dikarenakan dirinya yang harus berbicara dengan benar padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Hei, biarkan aku bertanya, kau sebenarnya tidak membenciku bukan, kau hanya ingin menggunakanku untuk menyerang Natsume, bukankah begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat pada sasaran, begitulah. Ia bertanya langsung tanpa basa-basi, dan seperti yang diduga, wajah Kyouko mengerang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kau ingin melakukan demikian? Apa alasanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Itu hanya alasan pribadiku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alasan pribadi apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tahu, ketika seorang gadis berbicara mengenai alasan pribadi, akan lebih sopan jika kau tidak lanjut bertanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kau menyeretku dalam apalah yang kau sebut alasan pribadi, bukan? Aku janji tidak akan memberitahukan siapapun, namun apa kau sebegitu membenci Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko terdiam, tak mampu menyembunyikan rasa sebalnya. Harutora dalam diam menunggu jawabannya, yang akhirnya membuat Kyouko menghela napas mengalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku pernah bertemu Natsume-kun, ketika kami…… masih kecil.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-apa yang kau bilang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora sangat terkejut ketika mendengar pengakuan tak terduga. “Sungguh.” Kyouko bergumam, memiringkan tubuhnya, sikap feminin yang terlihat sangat manis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tak perlu sebegitu terkejutnya. Aku adalah keturunan langsung dari keluarga Kurahashi, dan Natsume-kun juga berasal dari keluarga utama Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh…… Jadi maksudmu kalian pernah bertemu sebelumnya dikarenakan keluarga kalian terkenal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengonfirmasi dengan serius, namun tatapan Kyouko pun berubah menjadi heran bagaikan ia seperti melihat alien.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kau serius?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ke-kenapa kau bertanya, apa aku berkata salah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko menghela napas dalam, dan Harutora merasa seperti ia malah semakin dan semakin terlihat seperti orang bodoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar baik-baik. Keluarga Kurahashi awalnya adalah keluarga cabang dari keluarga Tsuchimikado, kami hanya dinamai berbeda dari ‘Tsuchimikado’. Keluarga Kurahashi telah berpisah sejak lama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora ternganga karena terkejut, hingga kemudian menyadari bahwa ia benar-benar bodoh dari yang ia duga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tu-tunggu! ……Apa maksudnya itu? Apa itu sungguhan? Mungkinkah kita ini keluarga?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tak perlu meragukannya, itu benar bahwa kita adalah keluarga.”&lt;br /&gt;
Harutora menggeleng-gelengkan kepalanya, tak percaya mendengar jawaban Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia bertanya: “……Kon, apakah kau mengetahuinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia tidak mendapat respon, ia dengan jelas merasa bahwa Kon pasti tidak menjawab demi perasaannya. Itu adalah jawaban positif. Fakta bahwa ia tak tahu apapun ketika bahkan shikigaminya sendiri tahu hubungan keluarganya benar-benar mengejutkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh…… Aku, aku mengerti! Abaikan masalah keluarga Kurahashi saat ini – Jadi apa? Kau bertemu Natsume sebelumnya, jadi mungkinkah kau memiliki pertengkaran yang sangat waktu itu, dan kau belum memadamkan kebencianmu hingga saat ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Dia tidak mengingatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia lupa bahwa kami pernah bertemu sebelumnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko bergumam pelan. Harutora menutup mulutnya rapat tanpa bicara, bukan karena perkataan Kyouko, namun karena tatapan sedih yang terpancar dari wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian Harutora sadar bahwa meskipun ia telah melihat penampilan Kyouko yang tegas dan pemarah, ini adalah kai pertamanya ia benar-benar melihat wajah tersebut. Depresi tiba-tiba yang tak terjaga telah mengambil seluruh warna mukanya, dan Harutora tanpa sadar panik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apa hubungan kalian dulu sangat baik?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami hanya bertemu sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa! Kalau begitu kau tidak bisa menyalahkannya jika dia tidak &lt;br /&gt;
mengingatnya! Bukankah itu terjadi ketika kau masih kecil?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang, Harutora tidak mengetahui orang ini jika hubungan Natsume dan Kyouko kecil memiliki hubungan yang cukup intim dan meninggalkan memori yang mendalam. Bahkan jika Harutora dan Natsume terkadang sedikit menjauh, keduanya masih sering bermain bersama ketika sekolah dasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengingatnya sangat jelas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Kyouko seolah-olah ia disalahkan, tatapannya sedikit suram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena kami telah berjanji……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ja-janji apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko tidak menjawabnya. Ia tidak mengatakan apapun, hanya aura suram dan sedih yang terpancar darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, tiba-tiba ia memberikan tatapan mencurigakan ke arah Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Biar aku bertanya. Setelah libur musim panas, Natsume-san tiba-tiba mulai menggunakan pita untuk mengikat rambutnya, apakah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh?” Seru Harutora, dengan segera menyadari bahwa masalah ini benar-benar merepotkan. Bukan hanya karena rambut elegan Natsume yang jarang diantara kaum lelaki, bahkan ia mengikat rambutnya dengan pita, jadi wajar jika orang-orang meragukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-i-i-itu? Dan rambut itu, kau merasa itu seperti perempuan, bukan? Sebenarnya, ada sebuah sihir didalamnya. Pita itu bukanlah sembarang pita, itu adalah jimat keluarga Tsuchimikado, dan itulah mengapa ia terlihat seperti seorang perempuan meskipun jelas terlihat bahwa ia laki-laki, hahaha.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berbohong dengan kikuk ia menyembunyikannya dengan senyuman.&lt;br /&gt;
Harutora tidak tahu kenapa Kyouko terlihat seperti mendapat pukulan keras ketika mendengar penjelasannya. “Dari keluarga Tsuchimikado……” ia bergumam terdengar seperti ia memaksakan diri untuk menerima kebenaran yang sejak lama ia firasatkan, namun tak mau untuk mengakuinya. Harutora tidak mengerti mengapaKyouko memberikan reaksi semacam ini, dan ia pun hanya bisa terheran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko menggigit bibirnya, tidak mengindahkan kebingungan yang muncul diwajah Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Begitu, jadi aku benar, aku tahu bahwa itu akan demikian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-apa yang kau maksud dengan itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah aku perlu mengatakannya? Natsume-kun tidak memedulikan apapun selain dirinya dan keluarga Tsuchimikado…… tidak, sikapnya terhadap Onmyoudou sama saja, pada akhirnya adalah untuk tidak mempermalukan nama Tsuchimikado, itulah mengapa dia sangat sering berlatih. Nama Tsuchimikado adlah segala-galanya didalam kepalanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, itu terlalu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Aku salah? Semuanya mengetahui ini, tak ada orang yang tidak menyadarinya. Mungkin kau terkecuali, tapi dia hanya membelamu karena kau adalah – shikigami keluarga Tsuchimikadonya, bukan? Bukankah begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora ingin menyangkalnya, namun ia tidak mampu membuka mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume yang telah berkata ‘mari lakukan yang terbaik’ sambil tersenyum, Natsume yang seluruh tubuhnya bergetar karena malu, Natsume yang menoleh dan pura-puura tak melihat ketika pertarungan shikigami namun denga segera berlari kepadanya untuk memarahinya setelah selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tahu Natsume mengkhawatirkannya, namun jika ia ditanya kenapa Natsume mengapa Natsume khawatir, ia tak sanggup merespon. Ia percaya – ia ingin percaya, namun hatinya dengan keras kepala menolaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko menatap serius pada Harutora yang terdiam, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ato-kun juga memberitahuku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Tou-touji? Apa yang dikatakannya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia bilang kau menjadi shikigami dan melayani Natsume-kun untuk mematuhi tradisi keluarga. Itulah mengapa aku akhirnya mengerti kenapa Natsume-kun memilih dirimu yang orang luar menjadi shikigaminya. Itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan entah itu menguntungkan dirinya atau tidak, ataupun dia memikirkan perasaanmu. Dia hanya berlaku demikian karena untuk memenuhi tradisi keluarga Tsuchimikado, yang menjadi hal terpenting bagi dirinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benci. Marah. Sesal. Sedih. Emosi negatif tersebut terlihat disetiap kata-katanya, terlihat kontras denga kesan pertama yang ia berikan yang terus terang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko menatap mata Harutora. Yang mengejutkan adalah tatapannya menunjukan belas kasih dan resonansi yang menarik. Ia mengasihi dirinya, dan juga Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Ah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, ia mengerti semuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko – setelah mendengarkan perkataan Touji, percaya bahwa Harutora dan dirinya adalah ‘sama’ dalam hal hubungan mereka terhadap Natsume. Harutora tidak mengerti hubungan antara Kyouko dan Natsume, namun dihati Kyouko, Kyouko telah menyamakan hubungannya dengan Natsume dan hubungan Harutora dengan Natsume. Itulah mengapa perubahan seratus delapan puluh derajat muncul dalam sikapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, kau salah, Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, suaranya terdengar normal dan tulus tanpa ada jejak keraguan, dan suara tersebut membuat Kyouko kembali pada kesadarannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau salah, akulah orang yang meminta orang tersebut untuk membiarkanku menjadi shikigaminya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Kyouko melebar tidak percaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bohong.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak bohong. Mungkin terdengar tidak meyakinkan bahwa orang luar sepertiku sengaja memilih hal yang tidak serasi dengan apa yang dijalani sebelumnya…… Namun sungguh akulah yang inisiatif meminta. Orang itu awalnya menolak, percaya bahwa terlalu banyak risiko jika menjadikanku shikigaminya, dan hanya mengizinkanku berjalan dijalan yang sama dikarenakan kegigihanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan Kyouko pun penuh keraguan. Harutora tidak berbohong, tiap kata yang diucapkannya adalah benar, dan Kyouko seharusnya bisa mengerti. Ia harap Kyouko mampu mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang itu memang memiliki perasaan yang rumit dan kompleks terhadap nama Tsuchimikado…… Seperti ia bangga akan hal tersebut dan juga tertekan karenanya, dan terkadang ia menderita karenanya. Tapi ia tidak terbawa karenanya, bisakah kau memercayai apa yang kukatakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingin dengan damai bekerja sama dengan semuanya, tentu saja termasuk Kyouko, dan akan lebih bagus jika Natsume turut bergabung. Tidak, Natsume pasti harus tergabung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan jika ia adalah shikigami yang tidak berguna, mungkin ini – menciptakan ‘tempat untuk Natsume’ – adalah sihir terkuat yang mampu Harutora berikan kepada tuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apa, jika kau berkata demikian, aku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko berbicara dengan marah, tatapannya menurun melihat kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada akhirnya ini hanyalah cinta bertepuk sebelah tanganku? Aku dengan mudahnya dilupakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Tidak…… Aku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak bermaksud demikian. Sebelum ia menyelesaikan perkataannya, suara lain pun menarik perhatian mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apa yang kalian berdua lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara tersebut terdengar dingin dan keras, bagai armor yang dibuat dari besi tebal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume berjalan menaiki tangga darurat, menatap pada wajah-wajah yang dengan anehnya terlihat muram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kalian lakukan ditempat ini? Bukankah seharusnya perselisihan kalian sudah selesai dengan pertarungan kemarin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, tidak, kau salah, Natsume. Kami tidak bertengkar—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dengan segera menjelaskan, namun Kyouko tiba-tiba menyela perkataannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia benar, kami telah berbaikan.” Ucapnya tak berekspresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Berbaikan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, Tsuchimikado dan Kurahashi awalnya adalah satu keluarga. Kesalahpahaman diantara kami telah terselesaikan, dan sekarang kami hanya mengobrol biasa sebagai sesama keluarga cabang Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Kyouko terdengar sedikit bergetar, provokasi pun ditunjukan walau kalimat yang dikatakan bermaksud lain, dan Harutora dengan segera berusaha untuk meringankan suasana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu benar, Natsume. Aku tidak tahu bahwa dia sebenarnya ada hubungan keluarga dengaku, bagaimana kau tidak memberitahukanku segera, haha……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume dengan diam memerhatikan keduanya, dan Harutora tidak menyadari &lt;br /&gt;
bahwa bibirnya sedikit bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Istirahat sebentar lagi selesai, segera kembali ke kelas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tiba-tiba membalikkan tubuhnya dengan sikap dingin, dan tidak dapat dibedakan entah Natsume menerima penjelasan Harutora dan Kyouko atau tidak. Harutora dengan segera memanggil Natsume: “Tunggu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini kesempatan bagus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia hanya berbincang sedikit, ia telah menyadari bahwa permusuhan antara Kyouko dan Natsume bukan hanya sekadar cemburu biasa ataupun keinginan menjadi yang terunggul. Dengan demikian, mereka harus setidaknya memperdalam rasa pengertian mereka satu sama lain meskipun mereka tidak bisa langsunng berbaikan. Natsume telah mengekspresikan dirinya bahwa ia tidak mengerti mengapa Kyouko memusuhinya sangat. &lt;br /&gt;
Mungkin mereka setidaknya lebih kurang bisa memperbaiki hubungan mereka jika mereka mau saling mengerti satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan dingin seperti itu. Kami bertarung kemarin, tapi setelah berbicara sekarang, aku tahu bahwa ia telah introspeksi, dan bahkan ia datang untuk meminta maaf, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berusaha keras menjelaskannya untuk Kyouko. Kyouko tidak berucap apapun, ekspresinya kompleks, namun Harutora sangat bersyukur kepadanya untuk tidak membuka mulutnya untuk berbicara hal yang sembrono.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah kau bilang bahwa kau sebenarnya tidak membenci Kurahashi? Terlebih lagi, apa yang ia katakan juga sebenarnya beralasan, dan jika kalian tenang dan duduk untuk berbicara, mungkin situasi ini akan—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau juga berbicara dengan senangnya saat berbicara dengan murid-murid lainnya pagi ini.” Natsume mendengar berbicara lagi dan lagi penuh semangat sebagaimana ia akan pergi, dan berhenti untuk berbicara tanpa membalikkan tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, itu, aku tidak mengerti apa yang terjadi awalnya, tapi aku telah menyadari setelah berbicara bahwa semuanya tidak berbeda dari orang-orang biasa. Prasangka mereka terhadap Tsuchimikado tidak sedalam seperti dulu, dan mereka bahkan setuju untuk membiarkanku bertanya jika aku tidak mengerti pelajaran—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Itu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu – bersikap demikian dengan orang-orang disekitarmu, mendapati hati orang-orang, apakah itu metode yang kau bicarakan kemarin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kehampaan yang ada didalam suaranya membuat Harutora bergidik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terkejut ketika ia mendengar kalimat tersebut, tanpa ada waktu untuk memikirkan entah ia memang terkejut, heran, atau bahkan marah. Ia tidak pernah membayangkan Natsume akan berucap demikian, dan setelah mendengarnya, Kyouko pun turut terkejut sebagaimana ia menatap Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume pelahan membalikkan tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harus berapa kali aku bilang agar kau mengerti, Harutora? Prosesmu tertinggal jauh dengan murid-murid lainnya, dan kau tak akan mampu mengejar mereka jika kau hanya memuji mereka. Kenapa kau tidak mengerti ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang tertahan, dan tatapan yang mendidih akibat amarah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Onmyoudou bukanlah tempat untuk bersenang-senang dengan orang-orang, dan tempat ini berbeda dengan sekolah normalmu sebelumnya. Jika kau ada waktu untuk bersantai-santai dengan murid-murid kelas dan mengobrol dengan Kurahashi-san, kenapa kau tidak gunakan untuk melatih dirimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume berbicara dengan serius dan sungguh-sungguh, terlihat menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Emosi yang tertahan didalam hati Harutora tak terbendung lagi, dan akhirnya pun meledak-ledak ketika Harutora membuka mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau candakan! Natsume, siapa yang kau coba bodohi dengan sikapmu yang seolah-olah kau tinggi dan berkuasa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak dengan marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berteriak dengan marah yang berapi-api. Natsume melangkah mundur seolah-olah ia baru saja terkena badai, dan bahkan Kyouko yang mendengarnya pun menjadi kaku. Namun, Harutora tidak berhenti berteriak, dengan tidak adanya niatan untuk berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau pemalu, jadi kau meremehkan orang-orang yang berusaha untuk akrab? Seorang bocah yang memiliki masalah dalam berkomunikasi dengan orang lain berani untuk berbicara omong kosong seperti itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume pun tak mampu untuk berkata-kata seolah-olah ia telah dipukul bertubi-tubi. Kemarahan Harutora tidak mampu dihentikan setelah ia mengeluarkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga tahu bahwa prosesku masih terbelakang dan aku adalah orang luar yang tidak tahu apa-apa mengenai Onmyoudou. Tapi karena ini, apa salahnya untuk memercayai orang yang ada disekitarku dan meminta bantuan semuanya untuk membantuku? Bekerja sama dengan murid lain dan bekerja keras bersama juga merupakan metode yang bagus! Kau tidak bisa melakukannya – jangan berpikir kau hebat dan menghina orang lain hanya karena kau tidak memiliki keberanian!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapnya marah, tak mampu mengingat kapan terakhir kali ia berteriak seperti ini kepada orang lain. Terasa seolah-olah seluruh udara yang ada didalam tubuhnya diremas, dan ia tidak mampu untuk berhenti bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ia harus mengatakannya. Ia marah pada ucapannya Natsume, kesal bahwa kerja kerasnya tidak diterima dengan baik, dan tak mampu untuk membiarkannya dengan senyuman ataupun pujian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah serangan intens emosi Harutora yang mengebu-gebu, wajah Natsume memucat, terlihat seperti jiwanya telah dicuri oleh momentum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bekerja sama dengan yang lainnya… Keberanian…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menatap Harutora kosong, mulutnya bergumam dan sekilas cahaya pun muncul dari sudut matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hal-hal seperti itu… Aku tak butuh Harutora-kun untuk memberitahukannya padaku hal tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tersandung, meninggalkan Harutora dengan langkah tak stabil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tsuchimikado-kun, kenapa kau ada ditempat seperti ini? Waktu yang kita janjikan sudah—“ pria muda berjas pun muncul ditempat yang sama dimana Natsume muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora ingat laki-laki tersebut. Laki-laki tersebut adalah laki-laki yang telah mencari Natsume dihari sebelumnya saat istirahat siang dan selesai kelas yang mengatasnamakan kelas khusus. Ia terkejut melihat Natsume berada ditangga, dan dengan jelas khawatir menyadari atmosfer yang tidak mengenakkan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Natsume menundukan kepalanya, memunggungi Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berjalan menuruni tangga, kakinya berdentum pada setiap langkahnya, dan melewati laki-laki yang kebingungan tersebut, menghilang menuju gedung akademi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laki-laki muda tersebut menatap Natsume yang pergi berjalan menuju lantai gedung dan Harutora yang berada ditangga dengan sikap yang ragu-ragu. Pada akhirnya, ia pun memanggil: “…tunggu,” dan pergi berlari untuk mengejar Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya Harutora dan Kyouko yang tertinggal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sial.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa lelah karena lubang besar yang terbuka didadanya menyerang Harutora setelah ia mengeluarkan emosi tertahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Orang itu……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume telah lupa dengan tradisi keluarga bahwa ia harus bersikap seperti laki-laki dikalimat terakhirnya, dan telah merubahnya menjadi seorang perempuan yang melupakan penyamarannya. Kilasan dirinya yang sebenarnya dari balik penyamarannya sebagai seorang laki-laki terus menyiksa hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Hei……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko yang berakhir dengan menyaksikan kejadian tersebut dari samping pun berbicara dengan ragu-ragu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku, mungkin bukan posisiku untuk berbicara seperti ini, tapi…… Apakah tak apa untukmu untuk tidak mengejarnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bertanya denga hati yang terguncang, seperti ia telah menyentuh sesuatu yang telah hancur. Harutora tidak menjawab. Ia tak bisa menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian bel yang menandakan istirahat siang telah selesai perlahan berbunyi, seolah-olah terdengar lebih lambat dari biasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tsuchimikado-kun – Natsume-kun! Tunggu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cepat ia mengejar Natsume yang berlari melalui aula. Namun, ia masih terus bergerak maju tanpa menoleh ke belakang bahkan jika suaranya telah memanggilnya dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia dengan segera mencari-cari Natsume ketika Natsume tetap tidak muncul bahkan ketika waktu janjian mereka telah lewat, dan sebagai hasilnya kejadian tersebut terjadi. Orang yang ada ditangga tersebut adalah shikigami yang telah ia lihat kemarin. Mereka mungkin bertengkar. &lt;br /&gt;
Punggung mungil Natsume bergetar dengan napasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun tak mampu untuk tidak mendesah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, ia mengasihi Natsume, dan disisi lain ia diisi dengan perasaan yang tidak menyenangkan setelah melihat adegan tersebut. Pikirannya mengerti bahwa ini tak dapat diubah, namun ia merasa sakit karena ketidakdewasaan rajanya dan penampilan jeleknya. Khususnya, ini adalah salah shikigami tak berguna tersebut, yang dimana telah mendorongnya pada batas toleransinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tak ada pilihan lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, tak perlu menunggu lebih lama lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak mampu menoleransinya lagi, dan suara yang tiba-tiba berubah dari biasanya pun membuat Natsume berhenti dengan terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume-kun, sebenarnya dirimu tak perlu untuk mempermasalahkan hal sepele seperti itu. Mari mulai sekarang, meskipun sekarang masih belum waktunya.” Ucapnya pada Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap-Apa yang kau katakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume akhirnya berbalik untuk melihat laki-laki tersebut.&lt;br /&gt;
Meskipun hatinya sedang bimbang, ia dalam bahaya, namun sayangnya reaksinya masih terlalu lambat. Pertengkaran dengan shikigaminya masih menggelayuti pikirannya, menyebabkannya untuk tak mampu mengubah emosinya dengan segera. Sungguh sikap yang kekanakan, namun ia tak harus menanggungnya dimasa depan nanti. Dengan segera ia mengleluarkan jimat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&amp;quot;Stupefy, seal, bind. Order.&amp;quot;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jimat pun melayang dari jari-jarinya. Membuat Natsume untuk sementara tak sadarkan diri. Ia menaruh kedua tangannya ke dalam saku celananya, mendengus ketika ia melihat Natsume yang tidak sadarkan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harusnya telah melakukan ini sejak lama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terburu-buru, selanjutnya adalah yang sebenarnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan mengurusi orang yang menghalangi ‘edukasinya’ nanti? Terlebih lagi, bagaimanapun Natsume komplain, shikigami muda tersebut pastinya adalah pilar dukungannya, dan mereka harus dengan segera menyelesaikan masalah tersebut sesegera mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimanapun, itu adalah sesuatu yang buruk untuk membiarkannya sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti. Serahkan padaku untuk mengatasinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyuman dingin pun muncul dalam wajahnya ketika ia mengatakan hal tersebut.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_3&amp;diff=515595</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 3</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_3&amp;diff=515595"/>
		<updated>2017-03-22T15:51:19Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Bagian 1 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 3 – Pertikaian Shikigami==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah gedung Akademi Onmyou terdapat area luas yang menyaingi sebuah lapangan atletik – sebuah lapangan berlatih sihir yang digunakan untuk khusus melakukan praktik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arena dari lapangan berlatih sihir kurang lebih sekitar tiga sampai empat kalinya lapangan basket, dan memiliki sekitar tiga tingkat, dengan tempat duduk diatas dua meter yang mengelilingi arena tersebut. Terlihat seperti stadium indoor, namun perbedaan besarnya adalah adanya set altar dibagian belakang dan manter dan pola pun tertulis didinding. Dengan tambahan, terdapat pilar hijau muda ditiap-tiap sisi pintu masuk dengan kekuatan magis didalamnya – ditambah tali shimenawa yang menyilangi pilar tersebut untuk melindung bagian luar agar tidak terkena rapalan sihir dari dalam arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian, para murid dari kelas Ohtomo berjalan menuju bangku penonton, melihat-lihat arena sekitar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jadi disini tempat praktik diadakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tempat lain juga memiliki ruangan untuk latihan praktik, tapi ini masih yang terbesar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji melihat-lihat lapangan latihan sihir bawah tanah dari bangku penonton, dan Tenma yang duduk disebelahnya membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berbicara mengenai latihan sihir kelas satu, tempat ini bisa disebut sebagai altar terbesar di negara ini. Dinding  luar dari tempat ini memiliki sihir yang diberikan oleh Onmyouji Nasional Kelas Satu, dan tidak ada sihir terkuat pun yang mampu menembusnya – bahkan bencana spiritual tingkat tiga tak mampu menghancurkannya. Hingga orang-orang dari Agensi Onmyou terkadang datang untuk meminjamnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh suatu keistimewaan bisa datang ke benteng tak tertembuskan ini untuk bertarung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji melengkungkan mulutnya, ber-‘hmph’ ria denga ironis. Walaupun ia suka ikut campur, ia tak menyangka bahwa situasinya akan menjadi seperti &lt;br /&gt;
ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan santai ia melihat-lihat sekitar, mencari posisi Natsume diantara murid-murid yang melihat pertarungan. Ia duduk dibaris kedua dengan sendiri, terpisah dari yang lainnya satu baris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan hingga sekarang, Natsume masih belum menunjukan niatan untuk membantu Harutora. Meskipun ia berpura-pura untuk tenang, kekhawatiran yang ada dihatinya terlihat jelas dalam sekali lihat. Kontradiksi dan penyesalan tertulis diseluruh wajahnya, dan ia melihat dengan fokus ke arah arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, orang-orang menyemangati dan memotivasi Kon dan Kyouko yang telah memanggil kedua Yakshanya sekarang. Ohtomo bersama Harutora sepertinya masih belum siap, dan mereka masih belum muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kelas ini selalu santai seperti ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin guru kita sedikit terlalu santai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu…… aku tidak bisa tidak bilang tidak benar……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma menunjukan senyum miris dan ekspresi susah kepada pertanyaan terus terang Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada akhirnya, dia awalnya bukanlah seorang guru, dan baru saja memulai sebagai guru di Akademi Onmyou semester ini…… Sejujurnya, ia tidak begitu bisa mengajar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa profesi dia sebelumnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia awalnya seorang Investigator Mistis sebelum ia mengundurkan diri karena luka dikakinya, dan ia cukup bagus dibidangnya – begitulah yang dikatakannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seorang Investigator Mistis, huh……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Investigator Mistis – investigator kriminal sihir yang merupakan spesialis dalam sihir anti-personel, spesialis Onmyouji yang membutuhkan kemampuan yang sangat. Sayangnya, kesan yang seharusnya diberikan oleh Touji telah menghilang karena Dairenji Suzuka seolah-olah mereka hanyalah antek-antek atau sekadar karakter tambahan. Tentu saja,  itu semua dikarenakan lawan mereka saat ini terlalu kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, Tenma. Berdasarkan insiden yang terjadi sekarang -  Harutora baru saja memanggil shikigami. Tidakkah reaksi dari Kurahashi Kyouko dan semuanya terlalu berlebihan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh, jika shikigami tersebut adalah shikigami standar reaksi semuanya tidak akan sebegitu terkejutnya, namun itu dikarenakan Harutora-kun telah memanggil shikigami pelindung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Tenma terhadap pertanyaan Touji dengan jujur. Keduanya baru saja berkenalan kemarin, namun hari ini mereka terlihat cukup akrab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingat kemarin kau bilang kalau dikelas hanya Natsue dan Kurahashi Kyouko yang mempunyai shikigami pelindung. Apakah shikigami pelindung itu benar-benar shikigami yang kuat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, tidak sepenuhnya kuat…… Shikigami pelindung dan shikigami tipe pelayan pada dasarnya adalah shikigami yang harus dipanggil setiap saat, jadi hal itu adalah beban berat bagi orang yang mereka layani. Meskipun beban tersebut relatif ringan ketika mereka tidak diwujudkan, mereka masih harus menjaga link dari energi spiritual tersebut setiap saat, jadi seseoran yang tidak memiliki kekuatan magis yang cukup kuat tidak bisa mengontrol shikigami semacam itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, begitu. Singkatnya, kekuatan magis yang tidak kuat tidak akan mampu mengontrolnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, jadi tipe pelayan atau shikigami pelindung seperti semacam symbol status untuk Onmyouji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi itu mengapa semuanya merasa sangat tak menduga orang luar seperti Harutora memiliki shikigami pelindung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menganggukan kepalanya. Lalu, giliran Tenma yang mendekat pada Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Hei, Touji-kun. Sejujurnya, bagaimana kekuatan Harutora-ssan? Aku awalnya percaya bahwa dia hanyalah orang luar, tapi…… Apakah ia benar-benar dibantu karena nama keluarga Tsuchimikado?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma tidak lupa untuk berhati-hati dengan sekitarnya ketika bertanya demikian, dan mata dibalik kacamatanya tak mampu menutupi keinginyahuannya. Touji hanya ber-‘hmph’ ria, mengangkat bahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ekspresi normal orang itu menunjukan bagaimana ia sebenarnya, dan penjaga kecil tersebut hanyalah hadiah perpisahan dari ayahnya ketika dia pergi, jadi dia tidak mengetahui betul bagaimana mengontrolnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia, dia memang terlihat tidak benar-benar bisa mengontrolnya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan dingin nan tajam pun terlihat dari mata Touji, dan mulutnya membentuk senyuman dingin, yang memberikan kesan arogan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Tr2 161.png|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika kau meremehkannya karena itu, ada kemungkinan kau akan menyesal karna hal tersebut. Musim panas ini contohnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada Touji berubah, dan Tenma pun tak mampu untuk tidak melihat ke arahnya dan berkata “Huh?”. Namun, Touji tidak mengindahkan tatapan Tenma dan hanya melihat dengan seksama ke arah arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji tidak menyaksikan bagaimana insiden yang disebabkan Dairenji Suzuka musim panas ini terselesaikan sebenarnya. Sesuatu telah terjadi dialtar ‘Bukit Imperial’, namun ia hanya mendengar kejadian tersebut berdasarkan sudut pandang Harutora, jadi ia juga tidak mengerti kekuatan Hrutora yang sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena hal ini, ia cukup tertarik dengan pertikaian shikigami ini terlepas bagaimana hal-hal nanti akan berkembang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma menatap Touji,  tatapannya terlihat kebingungan, masih terlihat kebingungan dengan ‘contoh’ yang dimaksud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Disisi lain, Harutora-kun benar-benar lama. Apa yang ia lakukan?” ia dengan segera mengganti subjek pembicaraan, seolah-olah ia menyadari bahwa Touji tidak berminat melanjutkan pembicaraan. Ekspresi Touji melembut atas sikap Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Meskipun aku seharusnya tidak berkata seperti ini didepan dirimu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika kau ingin berteman dengan orang yang berintelejen, akan terlihat lebih cocok jika kau memiliki hati yang sedikit jahat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apakah itu pujian? Atau suatu hinaan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjelasan singkat tersebut terdengar tidak dapa dimengerti oleh Tenma. Touji tidak merespon, hanya membiarkan senyum lembut muncul pada wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga lalu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, dia disini! ……Huh, ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma melihat ke arah arena dan berteriak, dan Touji juga sedikit memajukan tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Ohtomo, yang secara sukarela menjadi wasit, muncul diarena dimana Kyouko dan Kon menuggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tidak dapat dipastikan secara langsung apakah orang yang jalan memasuki arena Harutora atau bukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kenapa orang itu menggunakan pelindung kendo?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Da-dan bahkan menggunakan pakaian pelindung miasma diatasnya! Itu adalah peralatan &#039;&#039;exorcist&#039;&#039;!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora yang muncul ke tengah-tengah arena muncul dengan menggunakan helm kendo, dengan pelindung dada dan sarung pelindung ditubuhnya dan pakaian luar hitam. Bukan hanya Natsume dan yang lainnya bahkan lawannya Kyouko dan rekannya Kon melebarkan matanya karena terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana keributan muncul ditengah-tengah luasnya lapang latihan sihir, Harutora yang berpakaian aneh pun berjalan lurus menuju tempat dimana Kyouko berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Ohtomo memberikan pedang kayu kepada Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji pun tertawa girang melihat adegan didepannya, dengan segera mengerti apa yang dimaksud Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tidak buruk, sangat seperti gayanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pelan Touji berbicar pada dirinya disamping Tenma yang kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah perasaan yang mewarnai hati Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku murid baru yang baru saja masuk kemarin, dan pemula yang amat sangat minim pengalaman, bukan? Apa metode didalam Akademi Onmyou tidak memiliki akal sehat? Ide jahat macam apa yang direncanakan Ohtomo ini? Adakah Onmyouji serandom ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-kun~? Aku mendengar semua keluhanmu~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menggumamkan komplainnya tanpa henti sebagaimana ia berjalan menuju lapangan latihan sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko dan yang lainnya sudah lama pergi terlebih dahulu ke lapangan latihan sihir ketika ia sedang protes pada Ohtomo. Karena Harutora kerepotan, ia memaksa Kon untuk pergi duluan dan tertinggal sendiri berusaha meyakinkan Ohtomo – namun sayangnya, ia masih gagal dan hanya bisa jalan bersama Ohtomo dengan langkah berat menuju arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei, apa kau serius? Kau tak berencana untuk mengatakan sesuatu dan menengahi semuanya seperti sebelumnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebagai pengajar, tidakkah metodemu terlalu tidak bertanggung jawab?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Harutora terdengar marah, namun itu mungkin bukan hal yang tidak mungkin tidak diduga, dan Ohtomo tidak ada niatan sama sekali untuk menjawabnya pertanyaan tersebut secara langsung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, baiklah, ini tidak buruk. Ngomong-ngomong, kau baru saja masuk akademi dan sudah terasa diisolasi, bukan? Bukankah semua orang berpikir bahwa kau bodoh dan mengabaikanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwah, berpikir bahwa kau tidak peduli sama sekali dengan betapa rapuhnya perasaan murid pindahan, berkata demikian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dikarenakan kau memiliki shikigami pelindung, bukankah kau seharusnya mengambil kesempatan ini untuk menunjukan dirimu, dan mengembalikan reputasimu? Apa kau pikir aku sengaja berencana demikian tanpa benar-benar memikirkan murid-muridku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak sama sekali! Terlebih lagi, aku pasti akan kalah, dan pasti akan menjadi kekalahan yang spektakuler!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak akan bisa membuat omelet tanpa memecahkan telurnya, dan ngomong-ngomong  posisimu tidak akan memburuk bagaimanapun kau membuat malu dirimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu terlalu berlebihan! Apakah itu kata-kata yang dikatakan oleh instruktor?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan salah, Akademi Onmyou mungkin adalah sebuah sekolah, tapi ini hanya sekolah untuk mengajarkan teknik spesial.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Ohtomo dengan senang, tongkat dan kaki palsunya membentuk suara &#039;&#039;‘thump’&#039;&#039; sebagaimana kuduanya membentur lantai. Orang ini benar-benar tidak bisa dipulihkan. Harutora pun membenamkan wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Juga—“ Ohtomo tidak mengubah nadanya yang sembrono. “Natsume-kun adalah murid yang sangat istimewa, terutama shikigaminya. Tidak heran, jika itu adalah hewan penjaga Tsuchimikado, merupakan salah satu hewan spiritual langka yang ada dinegara ini, dan itu sangat kuat meskipun tidak bisa sering digunakan. Onmyouji normal tak akan mampu menyainginya bahkan para spesialis pun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kenapa kau tiba-tiba menyebutkan Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, maksudku adalah Natsume-kun sangat kuat, namun dia masih belum bisa menyaingi salah satu dari Dua Belas Pemimpin Suci. Dia tidak akan mampu mengurusnya jika ia hanya sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tidak mampu berkata-kata untuk sesaat dan ia pun menatap punggung Ohtomo yang berhenti didepannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo pernah sekali memberitahukan bahwa ia tahu informasi-informasi penting, namun Harutora tidak menyangka bahwa dia akan membawa-bawa nama Dairenji diwaktu seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbalik, bibirnya menunjukan senyum mengejek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-kun, kau memanglah orang luar yang tidakk tahu apa-apa, namun kau tidak perlu terlalu merendahkan dirimu sendiri. Kau telah melakukan hal luar biasa bahkan dimata seorang spesialis Onmyouji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku, Aku tidak melakukan apapun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak benar. Sihir yang dimaksud tidak selalu harus terlihat hebat dan kuat, dan sebenarnya, sihir kelas dualah yang paling berpengaruh. Bahkan orang luar yang belum pernah menjumpai sihir pun mampu mengeluarkan sihir tanpa sadar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo mengucapkan kalimat yang sama seperti yang dikatakan kepala sekolah , namun itu masih tidak dapat dipahami oleh Harutora yang tidak mengetahui perbedaan dari sihir kelas satu dan kelas dua sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun Ohtomo tidak terlalu peduli, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan kata lain, tidakkah kepala sekolah berucap sesuatu? Akademi Onmyou tidak akan mengumpulkan murid-murid yang tidak berkompeten apapun alasannya. Terlebih lagi, proses penilaian entah orang itu dikualifikasi atau tidak sangatlah kompleks, bukan sesuatu yang mudah seperti kau yang mengandalkan dirimu pada keputusan yang kau pilih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terdiam, menatap Ohtomo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah orang ini berencana untuk membodohinya dengan kebingungan-kebingungan lainnya? Namun, ucapan Ohtomo menggerakan hatinya dan ia tidak bisa untuk tidak mengindahkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo melangkah maju lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tujuan utamamu adalah menjeadi seorang Onmyouji, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, aku akhirnya merasa teryakinkan ketika mendengar kalimat tersebut. Aku tahu bahwa kau pasti tidak akan menyerah akan tujuanmu yang ingin menjadi Onmyouji, apapun masalah yang akan kau hadapi dimasa depan nanti. Karena itu, jangan terlalu khawatir. Akademi Onmyou telah mengakui kualifikasimu, dan tidak akan bermasalah untuk mencapai cita-citamu selama kau terus tumbuh berkembang sesuai dengan langkahmu sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Thump, thump,&#039;&#039; suara langkah Ohtomo pun terdengar selama dikoridor. Harutora masih berdiri terdiam sejenak dan kemudian ia mengejar Ohtomo yang telah jalan terlebih dahulu didepannya.&lt;br /&gt;
Akademi Onmyou adalah misteri, entah gedungnya, kurikulumnya, murid maupun gurunya. Namun elemen yang paling tak dimengerti diantara semuanya adalah ‘Onmyouji’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, adalah tujuannya untuk menjadi seorang Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menghormati janjinya dengan Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk merealisasikan impian Hokuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ohtomo-sensei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memutuskan keputusannya, memanggil Ohtomo. “Yah?” Ohtommo berbalik lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk pertarungan shikigami nanti……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa? Jangan khawatir, aku akan menghentikannnya dengan segera sebelum kau terluka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menggelengkan kepalanya, mengabaikan candaan Ohtomo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada yang ingin kutanyakan padamu – bisa aku berbicara padamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Harutora meminta permintaanya dan keduanya berbicara, hasilnya adalah Harutora yang mengenakan pakaian perlengkapan kendo dan pelindung miasma sebelum memasuki arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko mengerutkan dahi, dan bahkan Kon terlihat terkejut melihatnya. Harutora pun merasa malu, wajahnya memerah dari balik pelindung wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak berkata aku ingin menggunakan perlengkapan yang berlebihan ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Idiot, dikarenakan aku menyetujui permintaanmu, perlindungan seperti ini adalah normal. Aku yang akan bertanggung jawab jika kau terluka. Ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Ohtomo tertekan, memberikan Harutora pedang kayu. Sebenarnya, pedang kayu ini adalah hal yang diminta oleh Harutora pada Ohtomo -  lebih tepatnya, ia hanya menginginkan ‘senjata’ ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku telah memberikan sedikit mantera pada pedang kayunya juga pelindungmu. Jadi bahkan jika kau terpukul pada bagian kepala. Kau tidak akan terbelah menjadi dua dengan pedang kayumu. Berterimakasihlah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-iya, terima kasih sensei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mencoba mengayunkan pedang kayunya setelah ia menerimanya. Ia pernah sedikit berlatih kendo saat sekolah menengah pertama pada kelas edukasi fisik, namun setidaknya akan lebih nyaman untuknya daripada bertengkar dengan tangan kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Baiklah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menganggukkan kepalanya untuk meyakinkan dirinya dan meninggalkan Ohtomo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha-ha-ha, Harutora-sama? Pakaian itu……?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon tergagu ketika melihat pakaian Harutora. Dengan canggung mengangkat bahu dari balik baju pelindungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar, Kon, ini adalah rencana bertarungku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-iya…… Huh? Rencana bertarung?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, sebenarnya rencananya cukup simpel,  kau fokus pada yang putih dan aku akan melawan yang hitam.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Uh, um, Harutora-sama? Maksudmu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Kon pun penuh dengan kebingungan, ekor tebalnya berayun-ayun khawatir sebagaimana ia tidak tahu bagaimana untuk meresponnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau mainkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Kyouko marah, nadanya sinis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah pertarungan antara shikigami, yang sangat wajar dilakukan ketika latihan praktik. Shikigami yang bertarung dipertarungan ini, bukan pemilik…… Namun aku tidak akan menghentikanmu jika kau masih merasa takut mengenai hal tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diam kau, perawan! Jika kau berani membuka mulutmu lagi—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei! Tenanglah, Kon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari belakang, dengan segera Harutora menahan Kon yang tengah bersiap-siap untuk menyerang, menahan geli yang ia dapatkan dari ekornya dan mengangkatnya. Kaki Kon pun menendang-nendang diudara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha-ha-harutora-sama, tolong lepaskan aku~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama, tolong jangan sela aku! …Kurahashi, kau bilang ‘terserah aku’ tadi, bukan? Jadi kau tidak keberatan jika aku menggunakan senjata?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sungguh menyebalkan. Kau begitu ketakutan dengan shikigamiku bahkan ketika kau memerintah shikigamimu dari jauh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lagipula, mereka memiliki katana dan tombak, dan aku tidak memiliki keberanian untuk melawannya tanpa perlindungan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera Harutora mengakuinya, dan Kyouko menaikan alisnya terkejut, terlihat seperti ia tidak mengerti maksud dari perkataannya. Lalu, matanya melebar sebagaimana ketika ia akhirnya mengerti implikasi yang disampaikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berencana untuk juga turut serta dan bertarung melawan shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-i-i-itu tidak bisa dibiarkan, Harutora-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa yang peduli, bukankah ada dua shikigami disisinya? Ukuran dan badanmu tidak bisa menandingi keduanya, dan juga tak akan ada kemungkinan menang sama sekali jika dua lawan satu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-apa, apa yang kau maksud?! Pertama, tidakkah kau mengetahui bahwa sebagaimana jumlah shikigami bertambah, mengontrolnya juga akan semakin sulit? Jumlah adalah tes kekuatan bagi pemilik, jangan berpikir memiliki shikigami lebih dari satu itu tidak adil!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak bermaksud demikian, aku hanya mengatakan jika denganku, akan menjadi dua lawan dua.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Harutora tenang, namun Kyouko berteriak dengan seraknya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan bercanda! Pemilik macam apa yang begitu bodohnya untuk melawan shikigami! Ini adalah pertarungan shikigami, hanya shikigami yang bertarung!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan aku juga seorang shikigami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Harutora tenang dan objektif dari balik pelindung wajahnya. Kyouko mengeleng-gelengkan kepalanya, tertegun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para murid yang ada di bangku penonton semua ternganga mendegar perkataan Harutora. Tentu saja, Tenma tidak terkecuali, dan reaksi Natsume juga sama. Satu-satunys ysng terkecuali adalah  Touji yang sejak awal tertawa ria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei setuju.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah, sensei?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah otakmu telah hancur?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu terlalu menyakitkan untuk didengar, Kyouko-kun. Namun itu adalah &lt;br /&gt;
tekad yang bagus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Berpikir kau tidak menolaknya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menurunkan Kon dan melirik sekilas ke arah Ohtomo. Kyouko terlihat menemukan bahwa situasi yang berkembang saat ini sulit untuk diterima karena pengakuan telak sang instruktor, dengan pelan bergumam &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Bagaimana hal macam ini terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah waktunya untuk dimulai. Khususnya dikarenakan kau yang menyatakan untuk bertarung terlebih dahulu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Aku tidak akan menentangmu jika kau ingin menghentikan pertarungannya, dikarenakan aku hanya mengikuti kemauanmu untuk bertarung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Harutora sedikit tersenyum, dan Kyouko menggertakkan giginya ketika ia melihatnya, sangat marah sehinnga seluruh tubuhnya bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, dengan cepat ia mengangkat kepalanya, melihat ke arah bangku penonton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume-kun, apakah ini termasuk cara Tsuchimikado? Kau tidak berencana &lt;br /&gt;
untuk menghentikannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ugh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume yang tiba-tiba ditanya pun menjadi kaku, tatapannya pun semakin gugup seolah-olah ia sedang dihukum mati dan diberikan pistol untuk eksekusinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume-kun!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tidak menjawab teriakan Kyouko. Matanya dengan segera berganti arah ke Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Harutora sama sekali tidak melihat ke arah Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terlalu berlebihan. Akulah orang yang bertarung denganmu, bukan Natsume.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko mengembalikan tatapannya ke arah Harutora karena sikap sembarangnya. Ia tanpa berkata menatap Harutora cukup lama seolah-olah sedang memecahkan keraguannya dan akhirnya memanggil nama penjaganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua Yaksha menunjukan dirinya kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para murid yang ada dibangku penonton pun mulai bersorak, dan Natsume yang mengobservasi keadaan dari samping pun turut ikut berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku tidak akan peduli jika sesuatu terjadi pada dirimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Kyouko sedikit memucat ketika ia memberikan peringatan tersebut, namun Harutora tidak membalas, mengayukan kembali pedang kayunya untuk mengonfirmasi rasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha-ha-ha, Harutora-sama. Maafkan kesalahanku, namun aku tidak bisa menyetujui rencana ini, ini tanggung jawabku untuk bertarung dengan musuh, jadi jika Harutora-sama berkenan untuk mundur……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Harutora pendek, tak mengindahkan permohonan Kon—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Namun, tatapannya terlihat rileks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada akhirnya, aku tidak mengerti metode penggunaan shikigami sama sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ja-ja-jangan biarkan masalah kecil mengganggumu, Harutor-sama…….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, tapi itu juga tak berguna. Meskipun jika aku tidak mengerti cara untuk menggunakan shikigami, aku masih harus menemukan cara lain untuk dengan caraku sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata seperti itu, Harutora menaruh tangannya diatas kepala mungil shikigaminya, menepuk pelan dua kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi aku ingin mencoba metode yang paling umum terlebih dahulu. Aku sama sekali tidak ada niatan untuk tidak memercayaimu, dan juga setidaknya aku ada kesempatan untuk mundur nanti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ta-ta-tapi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan pasang ekspresi seperti itu, setidaknya aku memiliki sedikit pengalaman bertarung, aku mengandalkanmu, teman.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon menatap Harutora, kekhawatirn muncul wajah polosnya. Eberapa saat kemudian, ia mengeratkan bibirnya dan dengan perlahan berbalik menghadap Kyouko dan shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Hei, apa dia serius?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin, orang itu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana para murid menonton pertarungan dari bangku penonton dengan saling berbisik, suara diskusi mereka pun terdengar semakin berisik. Suara yang awalnya terdengar tidak puas dan meremehkan kini berubah menjadi keterkejutan dan penantian. Suara pun muncul dimana-mana, dan dengan sengaja ia mengalihkan pikirannya dari hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia membiarkan kesadarannya fokus pada pertarungan yang akan ia hadapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berharap untuk mendapatkan setidaknya pengalaman berguna dari pertarungan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sepertinya kedua belah pihak telah bersedia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Ohtomo menyadarinya, suaranya menggema ke seluruh arena, dan suasana pun untuk sementara menjadi hening.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu – Mulai!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertikaian shikigami pun dimulai ketika perintah terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini buruk, aku hampir tak kuasa untuk melihatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menatap dengan intens pada pertarungan yang ada diarena dari balik bayangan pilar dibelakang bangku penonton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua Yaksha yang dikontrol oleh Kyouko saat ini sedang bertarung dengan sengit melawan Harutora dan Kon. Namun shikigaami Kyouko terlihat seperti tidak terlalu gesit dalam melawannya, mungkin dikarenakan lawan mereka adalah manusia, dan Kon tidak bisa fokus dengan lawannya karena ia khawatir dengan Harutora. Hanya Harutora seorang yang bertekad, namun Harutora terguling ke tanah setelah terpental oleh tombak shikigami hitam – Kokufuu – .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu shikigami yang dipilih oleh sang raja?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sang Raja Bintang Utara masih belum terbangun dan hanyalah seorang anak remaja biasa saat ini. Sudah menjadi emosi manusia untuk memiliki seseorang yang ada disisinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun berpiki bahwa ia akan memilih pemuda rendahan seperti itu, sungguh mengecewakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sangat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia sangatlah tidak senang, bahkan merasa marah. Ia merasa bukan hanya kemahsyuran yang terdapat pada sang Raja Bintang Utara saja tapi juga idealisme dan kesetiaan yang ia berikan hanya untuk sang raja kini seperti terinjak-injak dan kotor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika sang raja bangkit, ia dengan segera akan memperbaiki kejelekannya ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun seberapa cepat itu akan terjadi, ia tidak bisa membiarkan sang raja melakukan aksi rendahan. Ia tidak bisa menoleransi aksi tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harus ada seseorang yang ada disisi sang raja untuk menuntun tindakannya sampai sang raja bangkit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, ia percaya bahwa hanya dirinyalah yang mampu untuk menanggung tanggung jawab tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau pikirkan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora telah melepas pelindung yang dikenakannya setelah pertarungan selesai dan duduk dibangku yang ada diruang ganti. Natsume segera beranjak pergi dari kursi penonton dengan momentum yang hampir membuatnya terlihat terbang. Hanya Harutora dan Kon yang ada diruang ganti. Touji juga datang untuk menemui Harutora diruang ganti, namun datang lebih lambat dari Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang aku pikirkan…… apa yang kau maksud?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja yang aku maksud adalah pertarungan tadi! Berpikir bahwa kau akan turut serta dan bertarung melawan shikigami, apa kau gila? Apa yang akan kau lakukan jika kau terluka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itulah mengapa aku berpakaian seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak berguna! Terlebih karena lawanmu adalah Yaksha, kau bisa saja kehilangan nyawamu jika kau ceroboh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume sangat marah, wajahnya memerah sebagaimana ia memarahinya. Harutora menautkan alisnya dan menutup mulutnya sebagaimana ia terduduk dibangku, dikarenakan ia telah kalah telak tadi dan tidak berada diposisi untuk membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasil dari pertarungan tidak jauh dari dugaan orang-orang, dan Harutora telah kalah dengan spektakulernya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shikigami pelindung Kyouko, Hakuou dan Kokufuu bukanlah lawan yang dapat disaingi dengan kemampuan gerakan dan bertarung. ‘Shikigami model-G’ yang dijual oleh Agensi Onmyou memiliki kemampuan bertarung dan teknik bahkan walau tidak bersenjata, dan Hakuou dan Kokufuu telah menguasai kemampuan tombak dan pedang masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, mereka mengandalkan pada kemampuan pengendalian pemiliknya untuk menggunakan kemampuan tersebut. Kemampuan Kyouko dalam mengendalikan cukup bagus hingga ia mampu mengendalikan keduanya sekaligus. Kyouko dengan jelas terlihat ragu-ragu pada awal pertarungan dikarenakan lawannya yang seorang manusia., namun entah ia mengubah pemikirannya segera atau mereasa jengkel dengan permainan Harutora, ia berhenti untuk mengasihani dan Harutora dan Kon pun tak mampu menangkis serangan kuatnya. Tentu saja, Kyouko memukul dengan bagian belakang pedang sejak awal. Ia membuat shikigaminya dengan cekatan menggunakan ujung tombak untuk menyerang Harutora, melemparnya, menyudutkan, dan memukul sesukanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penonton yang berdiri untuk melihatnya dengan napas yang tertahan sejak awal berakhir dengan candaan dan tawa yang ironis; diantara mereka, Touji adalah orang yang tertawa paling kencang……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kau tidak melawan balik lebih serius! Aku tidak setuju dengan yang dikatakan Kurahashi Kyouko, tetapi mengayunkan pedang kayu dan berdiri arena pertarungan bersama dengan shikigamimu adalah tindakan yang memalukan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku, aku sangat serius.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau benar-benar berpikir bahwa pertarungan tadi itu ‘serius’!? Kau diolok-olok dan orang-orang yang menonton menertawaimu…… Tidakkah kau merasa buruk sama sekali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriak Natsume dengan wajah merah, terlihat sangat marah, namun, Harutora merasa sedikit bingung daripada harus introspeksi ataupun menggugahnya. Ia tidak mengerti alasan mengapa Natsume marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, meskipun Natsume bertanya ‘apa kau tidak merasa buruk’, Harutora sebenarnya tidak merasa tidak puas sama sekali, bahkan jika ia kalah dalam pertarungan ini. Setidaknya, rasa tidak berdaya dan kosong yang dirasakannya kemarin tidak memenuhi hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak merasa tidak puas dengan kekalahannya, ataupun ia bermaksud untuk pamer, namun dibandingkan itu dirinya mengalami kemajuan seolah-olah ia telah mendapatkan langkahnya untuk pertama kalinya. Dan sikap Harutora pun dengan sangat menerima kekalahan telah membuat Natsume sangat marah, namun shikigami yang belum berpengalaman dan tidak cukup tanggap, tidak menyadari perubahan halus yang ada dihati tuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ha, Ha-harutora-sama……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon dengan pelan menarik ujung seragam Harutora dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……A-a-a-a-apakah tak apa untuk membiarkannya memarahimu seperti ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Whew, idiot…… Bukankan aku sudah bilang kemarin? Dia adalah pewaris selanjutnya dari keluarga utama, dan aku sekarang adalah shikigaminya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ta-ta-tapi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan tak senang yang lebih dari Harutora pun muncul dari wajah polos sang shikigami, bukan hanya karena kalah, namun juga dikarenakan tak mampu untuk membalas perkataan Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume dengan diam menatap sinis ke arah Kon ketika keduanya saling berbisik. Bahkan Kon pun tak mampu untuk tak diam ketika tatapan bagaikan maut tersebut dilayangkan ke arahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora telah memberitahukan Kon mengenai keadaan Natsume kemarin , dan Kon pasti bisa membedakan Natsume yang berasal dari keluarga utama, bahkan jika sikapnya ke orang selain Harutora tidak berubah sama sekali.&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, ia tetap mencoba untuk membela tuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ta-tadi Harutora-sama kalah dikarenakan pe-pe-pedang kayu yang diberikan oleh Onmyouji palsu tukang senyum itu…… itu pasti bukan karena kemampuan Harutora-sama……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pedang Kayu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume pun tak mampu untuk tidak bertanya ketika mendengar pembelaan Kon, dan Touji yang sejak awal telah menyilangkan tangannya dengan diam pun berbicara seolah-olah ia telah memikirkan sesuatu yang mengejutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi itu masalahnya? Trik tersebut cukup disayangkan. Harutora, kau awalnya berencana untuk menggunakan kesempatan tersebut, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tu-tunggu, apa yang kau katakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak menyadarinya? Sebelum pertarungan berakhir, shikigami hitam &lt;br /&gt;
tersebut menyerang dengan ritme yang cukup monoton, mungkin karena kebiasaan atau karena kecerobohan. Pada saat itu, orang ini menyibukkan dirinya dengan bertahan sambil perlahan memberikan jarak, berencana untuk menghindari serangan tombak dan mengambil kesempatan pada kesempatan tersebut untuk mendekati musuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon mengangguk dengan cepat dari belakang Harutora ketika ia mendengar pemaparan Touji, namun Harutora menolehkan wajahnya malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, Harutora telah menggunakan perbedaan jarak dari kedua senjata, merapatkan jarak diantara keduannya, yang bahkan telah berhasil menarik dan menghindari serangan Kokufuu, dan dengan segera mempersiapkan penyerangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ketika ia sedang memberikan ancang-ancang dan akan menyerang dengan seluruh kemampuannya, pedang kayu yang diayunkannya tiba-tiba retak diudara dari ujung hingga ketengah bagian – dan terlebih lagi, pedang tersebut telah hancur luar dan dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Bukankah itu retak karena ia menyerang senjata lawan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nn…… Aku fokus untuk menyerang tadi, dan sebenarnya aku tidak terlalu yakin dengan apa yang terjadi. Namun sungguh tadi sensei bilang bahwa ia telah ‘memberikan mantera’ pada pedang tersebut, dan itu kemungkinan disebabkan akumulasi bertahap dari guncangan yang telah dialami sebelumnya. Itu hanya menunjukan bahwa serangan lawan begitu kuat, jadi aku tidak bisa melakukan perlawanan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bu-bukan itu masalahnya, ini adalah kesalahan Onmyouji pa-pa-palsu tersebut!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Onmyouji palsu…… Ketika pedang kayu itu patah, aku juga merasa marah pada guru sialan itu. Tapi tetap, ini hanyalah sebuah ketidakberuntungan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tersenyum getir, mencoba menenangkan amarah yang menguar dari shikigaminya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tanpa sadar ia melirik Natsume dan menyadari bahwa wajah teman masa kecilnya telah memucat dari sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ini sungguh keterlaluan.” Natsume bergetar ketika ia berucap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Ke-kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu sihir apa yang diberikan Ohtomo-sensei pada pedang kayu tersebut, tapi ia seharusnya memperkuat pedang kayu tersebut untuk menahan serangan Yaksha, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, seingatku, ia bilang sesuatu seperti itu……. Jadi kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau bodoh! Berpikir bahwa kau turut serta bertarung dimana pedang kayu yang diperkuat saja bisa terbagi menjadi dua! Kau seharusnya memiliki kesadaran diri, bukan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan Natsume jauh terdengar lebih marah dari sebelumnya. Harutora tersentak, menatap Natsume, namun Natsume telihat enggan untuk bahkan melihat Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajahnya pun dipenuhi dengan kekhawatiran dan emosi lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau terlalu percaya diri dengan dirimu, apakah kau bisa menganggap dirimu sebagai Tsuchimikado seperti itu? Sihir sangatlah berbahaya! Dikarenakan kau bodoh, gunakanlah otakmu itu sedikit untuk berpikir sebelum bertindak!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya bergetar hingga akhir dan nadanya semakin dan semakin marah.&lt;br /&gt;
Harutora pun akhirnya sudah muak mendengar omelan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apakah itu ‘perintah’, tuan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku minta maaf aku membuatmu malu lagi, tapi sayangnya, ini adalah caraku, dan jika kau tidak senang dengan ini, mungkin kau harus segera bergegas dam memecat shikigami sepertiku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merajuk dan menolehkan kepalanya setelah berkata demikian. Mata Natsume melebar dan ia pun berdiri terdiam, terkejut dan tidak mengerjap, tak mampu untuk menghentikan dirinya yang bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Airmata pun menggenang dimata yang menatap Harutora dengan emosi yang histeris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menahan emosinya dengan seluruh tekadnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jika kau berpikir bahwa metode tersebut ampuh,  lalu kenapa kau tidak pergi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Natsume membalikan tubuhnya – berlari meninggalkan ruang ganti tanpa menoleh ke belakang, rambutnya yang berayun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ha-harutora-sama……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon menatap Harutora, tak tahu harus berbuat apa. Bahkan Kon yang tidak senang dengan sikap keras Natsume tak berdaya dalam mengatasi masalah ini. Harutora pun membenamkan wajahnya, dan memutuskan untuk mengabaikan shikigaminya yang kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji mendesah ringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Dia berkata begitu karena ia khawatir denganmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegelisahan emosinya pun mereda sesaat ketika mendengar kalimat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Harutora, suaranya terdengar telah lama kehilangan rasa puas karena telah menemukan langkahnya yang terdengar tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari kedua ia memasuki akademi berakhir dengan demikian. Harutora menghela napas dalam didepan teman baiknya dan shikigami yang mengkhawatirkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, situasinya mulai berubah kali ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal terjadi dalam bentuk yang tak diduga oleh Harutora dan yang lainnya dan ditempat yang mereka waspadai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagi berikutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terjebak dengan harus menggunakan jimat penyembuh untuk lukanya yang diakibatkan pertarungan kemarin. Ketika ia memasuki kelas, dengan segera ia merasa atmosfer dikelas sedikit aneh. Meskipun ia tidak tahu mengapa, ini terasa berbeda dari dua hari sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia benar-benar tidak tahu darimana rasa abnormal itu datang, bahkan berpikir ialah yang harus disalahkan sebagaimana ia berjalan melewati podium dengan heran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume telah terduduk dibangkunya. Ia dengan segera menolehkan wajahnya ke arah jendela setelah melihat Harutora yang memasuki ruang kelas. Pada akhirnya, reaksi seperti itu sudah diduga setelah argumen mereka, namun Harutora masih merasa berat hati sejak pagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji berencena untuk menjaga jarak untuk mengobservasi situasi hari ini, jadi Harutora duduk sendiri dibangku yang sama seperti kemarin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berdoa didalam hatinya, berharap semoga semua akan berjalan lancar, tanpa adanya hal yang tidak diinginkan hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Se-selamat pagi, Tsuchimikado-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Ah, selamat pagi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Harutora terduduk, tiga murid perempuan berjalan menghampirinya.&lt;br /&gt;
Harutora telah melihatnya sebelumnya dikarenakan mereka sekelas, namun ia tidak pernah menyapa mereka sebelumnya dikarenakan ia tidak mengetahui nama mereka. Ia memerhatikan wajah ketiganya yang terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa kau ada waktu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Uh, kurasa…… A-ada apa? Apa kalian memerlukan sesuatu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, sebenarnya tidak……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu dari mereka berbicara malu-malu. Dan sisanya menyemangatinya dari belakang, mendesaknya untuk segera dan membuat Harutora kebingungan.&lt;br /&gt;
Mungkinkah mereka menghampiri untuk menggertak murid baru? Mungkin murid-murid kelas mulai bergerak dihari ketiga ia masuk. Bagaimana jika mereka merasa bahwa Harutora adalah pengganggu? Namun sebagaimana Harutora khawatir dengan dirinya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pe-pertarungan kemarin sangatlah hebat, tapi lukamu tidak parah, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Oh, terima kasih. Luka kecil ini bukan apa-apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu bagus. Tapi aku benar-benar terkejut, aku tidak pernah berpikir ada orang yang mau melawan shikigami dengan pedang kayu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-memang…… Tidak ada yang melakukannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menjawab dengan tergagap, dan dua orang yang berdiri dibelakangnya tiba-tiba maju ketika mendengar kalimat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan lawanmu adalah shikigami pelindungnya Kurahashi, bukan? Itu sungguh luar biasa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-aku tidak tahu benar tentang itu. Namun aku pikir…… Itu tidak begitu luar biasa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu kenapa kau turut serta bertarung?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa…… Pada akhirnya aku tidak tahu bagaimana menggunakan sihir, dan aku tidak mengerti bagaimana mengontrol shikigami dalam pertarungan…… Jadi aku ingin setidaknya sedikit membantu – begitulah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin! Kau turut serta hanya karena itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh tidak bisa dipercaya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga gadis tersebut pun mengerang pelan. Harutora, yang masih tidak yakin dengan apa yang terjadi, terkejut dan memberikan ekspresi bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, dua murid pria yang daritadi memerhatikan dari kejauhan memanggil ketiga gadis tersebut dan mengambil kesempatan untuk mendekati tempat duduk Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tersenyum kaku pada Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Hai, kemarin sungguh disayangkan, Tsuchimikado. Kau sangat berani untuk tidak kabur seperti ayam.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, aku akan kabur dari awal jika aku melawan Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua murid laki-laki tersebut terlihat merasa sedikit malu karena tidak berbicara dengannya selama dua hari, tidak seperti para gadis yang terlihat santai. Bahkan jika mereka tidak bisa menyembunyikan rasa malu mereka, mereka masih menunjukan itikad baik dan berbicara dengan rasa ingin tahu dengan Harutora. Sikap tersebut membuat Harutora tak mampu untuk tidak terkejut hingga ke relung hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah lama aku tidak melihat shikigami pelindungnya Kurahashi, bukankah mereka pada dasarnya berada ditingkat professional? Dan bahkan ada dua!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi bukankah keluarga Kurahashi secara khusus membuatkannya untuk patuh dengannya? Itu terlalu tidak mungkin, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hampir seluruh shikigami pelindung dibuat untuk mematuhi penggunanya, tidakkah itu memakan banyak biaya? Itu sungguh hebat ketika kau turut serta dan bertarung hanya menggunakan pedang kayu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohtomo-sensei terlalu &#039;&#039;random&#039;&#039;, aku bahkan berpikir bahwa ia hanya bercanda awalnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para murid mengelilingi Harutora, berbicara dengan lepas tentang perasaan mereka mengenai kejadian kemarin, bahkan memerlakukan Harutora seolah-olah ia tidak ada disana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah, Harutora-kun?” salah satu dari wajah yang ia familiar pun datang mencarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah Tenma. Bahkan jika ia merasa terkejut pada situasi yang terjadi pada Harutora, ia tetap dengan cepat menyadari keadaan dan &lt;br /&gt;
menengahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh, Te-tenma……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selamatkan aku – Harutora memohon dalam diam. Tenma tak mampu untuk tidak tertawa dikarenakan penampilannya yang sungguh menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemarin sungguh berat untukmu. Tapi kau sungguh mengejutkanku, apa tubuhmu baik-baik saja?” ia berbicara dengan nada santai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku baik-baik saja, maaf membuatmu khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan berkata seperti itu. Tapi, Harutora-kun, jadi kau punya shikigami pelindung, huh. Dan terlebih lagi itu bukanlah shikigami yang dijual dipasaran, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, yah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar! Hei, Tsuchimikado-kun, bolehkah kau menunjukan kembali shikigamimu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, aku juga! Aku mau lihat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para gadis dengan segera menunjukan ketertarikan yang sangat ketika mendengar tentang shikigami pelindung, dan Harutora dengan bingung memberikan tatapan bertanya pada Tenma. Tenma pun menganggukan kepalanya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun ia telah diperintah untuk bersembunyi, Kon selalu menemani Harutora disisinya, dan ia selalu mendengar percakapan mereka. Wujud shikigami pelindung tersebut pun muncul ketika Harutora memanggilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wah, keren!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iyah! Manisnya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata para murid kelas pun berkilat senang, khususnya para gadis yang dengan anehnya tampak gembira, terus-menerus memuji Kon lucu dan bahkan merentangkan tangannya untuk menyentuh Kon. Kon pun membeku kaku menghadapi ketidaksopanan tersebut, panik pun ditunjukan oleh mata birunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha-ha-ha-harutora-sama!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Maafkan aku, Kon. Bertahanlah sebentar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merasa seperti ia telah memerlakukan Kon seperti sebuah barang pengorbanan, dan ia pun menyembunyikan rasa bersalahnya. Ekor Kon dan sepasang telinganya pun berdiri dengan panik, dan Harutora pun hanya bisa berpura-pura bahwa ia tidak melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shikigami pelindung ini sangat muda, dan sekarang aku melihatnya dari dekat. Tsuchimikado, mungkinkah ini adalah tipe yang kau suka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku ingat bahwa dia adalah shikigami tingkat tinggi? Begitu, jadi kau membuat shikigami macam ini untuk melayanimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kubilang bukan begitu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia panik, sungguh mencurigakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah kalian mandi bersama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iyah, mesum—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mengapa kalian tidak mengerti kalimat yang kukatakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin reaksi panik yang diberikan tuan dan shikigaminya terlihat lucu, sebagimana murid-murid yang mengelilingi Harutora satu persatu tertawa. &lt;br /&gt;
Kebingungan yang ada dihati Harutora masih belum menghilang, namun wajah yang kini mengelilinginya bukan lagi wajah yang tidak bisa dibaca dan dingin seperti dua hari yang lalu, dan malah mereka tersenyum disekitarnya. Mereka memang menertawainya, namun terdapat itikad baik yang ditujukan kepada Harutora yang tersembunyi dalam kata-kata mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bodoh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, sebuah suara datang dari bagian belakang kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang tersebut berkata dengan suara yang memprovokasi. Harutora menoleh untuk melihat, dan itu adalah siswa laki-laki lainnya yang wajahnya ia kenal namun namanya tidak diketahui olehnya. Murid laki-laki tersebut melihat ke arah kerumunan disekitar Harutora dengan kaki yang terangkat diatas meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Bahkan laki-laki ini yang tidak mengetahu apa itu shikigami pelindung memiliki shikigami tingkat tinggi? Dasar keluarga terkenal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara laki-laki tersebut membawa kesan jijik dan murid yang riuh bergemuruh kini terdiam mendengar kalimat tersebut, dengan atmosfer tertawa nan senang yang dengan segera menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cepat Harutora memanggil: “Kon!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon, yang telah melepaskan tangan murid perempuan dan dengan segera ingin menuju tempat yang meremehkan tuannya, dengan segera terhenti ditengah udara. Panggilan Harutora jelas tidak bermaksud untuk memerintah Kon untuk menyerang, namun untuk menahan Kon, untuk menahan dirinya memberikan pelajaran pada bocah laki-laki yang kurang ajar. Kon telah menggenggam gagang dari wakizashinya seolah-olah sedang memburu mangsa yang ada didepannya, namun terhenti. Suara tidak senangnya “Uuu~” telah membuktikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Sungguh, apa kau mengerti untuk memikirkan tindakanmu terlebih dahulu atau tidak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ta-ta-tapi~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menyipitkan matanya, menatap pada Kon yang memohon sangat, dan ekor Kon yang menurun dengan depresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, murid laki-laki yang hampir diserang tersebut dengan cepat menurunkan kakinya dari meja, hampir terjatuh dari duduknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mungkin tidak menduga bahwa sarkamnya akan mengundang serangan shikigami, dan wajahnya pun tegang karena takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu murid perempuan tidak mampu untuk tak tertawa melihat penampilan murid laki-laki yang ketakutan tersebut. Tawa pun menyebar, dan bukan hanya sekitar Harutora namun seluruh kelas pun terisi dengan canda tawa. Murid yang ditertawakan marah dan malu, wajahnya menggelap dan memerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun… “Maaf.” Harutora berdiri, membungkuk dalam untuk meminta maaf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para murid yang ada disisinya menatap dan menganga, terkejut dengan sikapnya yang meminta maaf. Bulu pada ekor Kon pun berdiri bagaikan jarum seolah-olah ia mendapat tamparan keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf untuk mengganggumu, aku tahu aku mengganggu, tapi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengangkat kepalanya, menatap lurus ke arah murid laki-laki yang terkejut karena aksinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku masih ingin berteman baik dengan kalian semua. Aku juga ingin mengatakan ini pada Kurahashi kemarin, namun maukah kalian menerimaku? Aku akan berusaha semampuku untuk bisa berteman dengan kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruang kelas terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini baik-baik saja. Ia tidak ingin marah karena komentar sarkas dan malah mempermalukan dirinya. Secara khusus, ia bisa mengerti rasa marah yang ada pada murid tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon mengambang diudara, menatap tuannya dengan heran, dan ekspresi murid kelas yang mengelilingi Harutora juga sama. “Uh, itu……” murid laki-laki yang dimintakan maaf oleh Harutora tergagap, tidak tahu bagaimana harus merespon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atmosfer hening yang aneh pun mengisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perempuan yang pertama kali mengajak Harutora berbicara memecahkan keheningan. Berkata dengan riang:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kau selalu membicarakan orang lain, tapi bukankah kau yang tidak bisa mengontrol shikigami sederhana yang dibuat sensei pada tes praktik sebelumnya? Kau tidak mungkin bisa menggunakan shikigami pelindung, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Di-diamlah.. aku tidak menggunakan seluruh kemampuanku waktu itu! Dan juga metode tersebut berbeda dengan pengendalian otomatis!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau berkata demikian, tapi aku ingat kau kelelahan saat itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah memang seperti itu pada awalnya! Dan bukankah kau juga tidak mampu berdiri untuk sesaat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid laki-laki itu membalas setelah murid perempuan tersebut selesai bicara. Atmosfer pun sedikit santai karena ini. Harutora merasa bahwa yang seharusnya diselamatkan adalah dirinya dibandingkan dengan laki-laki yang sedang dicandai oleh seluruh kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngo-ngomong-ngomong, Tsuchimikado. Kau sebaiknya mengerti bahwa aku tidak kuasa melihatmu atau pertandingan kemarin!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid laki-laki tersebut kembali berkata dengan arogan, mengucapkankan kata kasar kembali, namun nada sinis dari sebelumnya tidak lagi terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akan kuingat itu, dan juga, kau bisa memanggilku Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid laki-laki tersebut memalingkan wajahnya, menjawab dengan ber’hmph’ &lt;br /&gt;
ria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tidak membenci cara akrab seperti itu. Ia tidak ingin memaksakan dirinya untuk berteman dengan semuanya, atau dengan percaya dirinya mampu melakukan seperti itu. Meskipun jika orang-orang berpikir bahwa dirinya menyebalkan, ia lebih memilih untuk mengatakan secara jelas didepan orang tersebut dibandingkan dengan menggosipinya dibelakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berbalik, berterima kasih pada gadis yang telah menyelamatkannya dengan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, aku masih tidak mengetahui nama-nama semuanya, jadi bisakah kalian mengambil kesempatan ini untuk memberitahukanku? Tak apa jika semuanya hanya memanggilku Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Okay, jadi Tsucchi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak mendengarkanku sama sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum getir Harutora membuat suasana kelas kembali ria. Tenma memulai dengan memperkenalkan dirinya kemballi, dan murid lainnya pun turut serta mengikutinya. Murid laki-laki yang ada dibelakang kelas pun hanya bisa ‘tch’ melihat keadaan tersebut, namun ujung-ujung mulutnya sedikit terangkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejadian baru telah muncul diruang kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon melihat tak mengerti dengan suasana yang ada didepannya, seolah-olah mereka telah lupa akan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, bukan hanya Kon, ada seseorang juga—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku tidak mengira perkembangan macam ini akan muncul.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat yang tiba-tiba membuat Natsume mengerang terkejut, dan dirinya terlalu sibuk dengan segera mengembalikan suara asalnya untuk menyembunyikan suara tinggi nan melengkingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“To-touji……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmph, akan lebih baik jika perkembangan seperti ini dilakukan olehnya dengan sengaja…… Namun ia hanya mengikuti arus tanpa merencanakannya sama sekali, jadi orang-orang yang tidak bisa berbuat seperti itu akan terlihat cemburu setelah melihatnya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Touji melirik Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Bukankah begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“O…… Omong kosong macam apa yang kau katakan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume menjawab dengan bisikan pelan, memalingkan wajahnya untuk menghindari tatapan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tatapan mengelaknya justru malah terarah ke Harutora. Saat ini Harutora telah menjadi pusat perhatian orang-orang kelas, dan Natsume jelas menunjukan keterkejutan dan rasa kesal dimatanya sebgaimana ia melihat Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Berbicara secara logika’, orang-orang tersebut telah menjadi teman kelasnya selama setengah tahun, dan ‘berbicara secara logika’, Harutora adalah pemuda dari keluarga cabang yang telah ia kenal sejak kecil.&lt;br /&gt;
Kedua sisi adalah orang-orang yang ia kenal, namun mereka telah menjadi teman dengan dirinya yang tidak bisa turut serta didalamnya. Natsume menatap dalam diam, dan hanya ini yang dapat ia lakukan. Wajahnya secara diam tersakiti, dan khawatir pun muncul diwajah Touji ketika ia melihat Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jangan memaksakan dirimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku, aku tidak memaksakan diriku! Kenapa kau jadi terus membual sejak tadi?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume dengan cemas mengerang, dengan jelas memaksakan dirinya. Touji hanya menggedik bahu, tidak peduli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu, maafkan aku. Sebenarnya, aku memilki teman baik yang bertengkar dengan orang bodoh itu musim panas ini karena dia yang terlalu memaksakan diri, dan berakhir dengan menjadi sebuah momen terakhir diantara keduanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…...!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume terkejut dan menoleh ke arah Touji. Touji melihat dari belakang Harutora dan yang lainnya, tatapannya sedikit nostalgik, dan senyum mencela diri tidak seperti yang biasa ia tunjukan pun muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah pengalaman yang menggetirkan untukku, dan aku tidak ingin melihat itu terulang lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume menundukan kepalanya, tidak tahu harus berbuat apa, tubuhnya kaku dari seragamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapannya kaku dan keras kepala. Natsume yang malu seperti ini terlihat seperti hanya seorang gadis biasa dimatanya karena Touji tahu identitas Natsume yang sebenarnya. Dalam diam ia mendesah, menaikan satu alisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, tatapannya berubah menuju pintu masuk kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurahashi Kyouko berjalan memasuki kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko terlihat jelas terkejut dengan adegan yang ada diruang kelas, dan setelah mengerti akan situasinya, ia menunjukan tatapan terkejut. Touji hampir tertawaa. Mungkin Harutora merasa tertekan dan tidak tahu bagaimana menghadapi orang tersebut, namun dimata Touji, emosinya terlihat jelas terpancar diwajahnya dan cukup mudah untuk dimengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku mungkin harus segera bertindak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji bergumam pelan. Harutora akan terlihat tidak senang jika ia mendengar kalimatnya. Karena setiap kali Touji merencanakan idenya yang berbelit-belit, nadanya selalu bergairah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menjalani kelas pagi, sekarang waktunya untuk istirahat siang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Bisakah aku meminjam waktumu sebentar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora awalnya berpikir tentang bagaimana udon yuba yang ia makan sebelumnya tidak enak, dan kali ini ia akan menggantinya dengan udon tempura. Sebagaimana ia bersiap untuk berjalan menuju kantin, Kyouko yang telah menunggunya memanggil dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejadian yang baru saja terjadi kemarin masih teringat jelas, dan bahkan Harutora merasa ini tidak duga kalau Kyouko akan memanggilnya. Ia tetap waspada, pertama dengan pelan memeringati: “Kon, jangan keluar.” …Ia telah mahir dalam mengontrol shikigaminya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keberadaan yang tak diinginkan pun muncul disekitar kakinya dan harutora pun hanya bisa menghela napas. Bahkan dengan kekalahan yang ia alami kemarin, semangat bertarung Kon sepertinya masih belum hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Aku tidak menyadari jika Kon memiliki kepribadian galak seperti ini ketika berada diasrama……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, ia tidak bisa terus menghindarinya, dan dikarenakan efeknya telah meluas begini jauh, ia harus menyelesaikannya. Kemudian Harutora menjawab Kyouko, yang tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya: “baiklah, tak masalah,” dan mengikutinya dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko membawa Harutora menuju tangga darurat dibelakang gedung akademi. Bukan hanya orang-orang tidak akan melewati tempat ini, mereka juga tidak perlu khawatir untuk terlihat dengan orang-orang juga. Jika ini sekolah menengah atas biasa, akan ada kemungkinan besar bahwa murid-murid nakal akan berkumpul ditempat ini untuk merokok secara diam-diam, bersembunyi dari guru-guru yang mengawas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apa yang kau butuhkan dariku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagipula, Kyouko telah memenangkan pertandingan kemarin. Awalnya Harutora berpikir bahwa Kyouko telah mendinginkan pikirannya setelah memenangkan pertarungan tersebut, namun sepertinya ia masih ingin membahas beberapa hal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana Harutora kesusahan, berpikir bahwa ia benar-benar tidak mampu mengatasi gadis keras kepala macam imi, Kyouko tiba-tiba berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku minta maaf soal kemarin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak mampu untuk tidak meragukan pendengarannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menatap Kyouko, tak mampu berkata karena terkejut. Wajah Kyouko memerah canggung, dan ia memalingkan kepalanya, rambut indahnya pun turut berayun diudara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Meskipun hal tersebut menjadi sedemikian rupa, awalnya aku tidak ingin mengeluarkan shikigamiku, dan semua kemarahanku awalnya ditujukan kepada Ohtomo-sensei…… Intinya, aku benar-benar minta maaf telah membuat keadaan menjadi tidak terkendali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, tolong jangan berkata demikian. Semua ini salah Kon yang tiba-tiba menyerangmu, kau tidak perlu meminta maaf padaku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keberadaan Kon yang tidak senang tiba-tiba mendekat, dan dengan natural, Harutora memilih untuk mengabaikannnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Apa yang sedang terjadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkinkah suasana dikelas telah mengubahnya, membuatnya menunjukan sikap yang sebenarnya? Tidak, kesannya terhadap Kyouko tidak mungkin menghasilkan perubahan apapun. Khususnya ketika ia berani menantang Ohtomo dan dengan tegas mengajukan saran, ia tidak mungkin mengubah pendiriannya meskipun jika seluruh kelas mendukung Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, sikapnya yang tiba-tiba berubah seperti sesuatu yang bahkan disebut sebagai sikap ramah. Harutora bingung kembali, dan ia tak mampu untuk tak meragukan bahwa ada rahasia dalam sikapnya yang seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Ugh, tapi……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun ide licik yang disembunyikan Kyouko dibelakangnya, ini adalah kesempatan baik, dikarenakan dirinya yang harus berbicara dengan benar padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Hei, biarkan aku bertanya, kau sebenarnya tidak membenciku bukan, kau hanya ingin menggunakanku untuk menyerang Natsume, bukankah begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat pada sasaran, begitulah. Ia bertanya langsung tanpa basa-basi, dan seperti yang diduga, wajah Kyouko mengerang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kau ingin melakukan demikian? Apa alasanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Itu hanya alasan pribadiku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alasan pribadi apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tahu, ketika seorang gadis berbicara mengenai alasan pribadi, akan lebih sopan jika kau tidak lanjut bertanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kau menyeretku dalam apalah yang kau sebut alasan pribadi, bukan? Aku janji tidak akan memberitahukan siapapun, namun apa kau sebegitu membenci Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko terdiam, tak mampu menyembunyikan rasa sebalnya. Harutora dalam diam menunggu jawabannya, yang akhirnya membuat Kyouko menghela napas mengalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku pernah bertemu Natsume-kun, ketika kami…… masih kecil.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-apa yang kau bilang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora sangat terkejut ketika mendengar pengakuan tak terduga. “Sungguh.” Kyouko bergumam, memiringkan tubuhnya, sikap feminin yang terlihat sangat manis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tak perlu sebegitu terkejutnya. Aku adalah keturunan langsung dari keluarga Kurahashi, dan Natsume-kun juga berasal dari keluarga utama Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh…… Jadi maksudmu kalian pernah bertemu sebelumnya dikarenakan keluarga kalian terkenal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengonfirmasi dengan serius, namun tatapan Kyouko pun berubah menjadi heran bagaikan ia seperti melihat alien.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kau serius?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ke-kenapa kau bertanya, apa aku berkata salah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko menghela napas dalam, dan Harutora merasa seperti ia malah semakin dan semakin terlihat seperti orang bodoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar baik-baik. Keluarga Kurahashi awalnya adalah keluarga cabang dari keluarga Tsuchimikado, kami hanya dinamai berbeda dari ‘Tsuchimikado’. Keluarga Kurahashi telah berpisah sejak lama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora ternganga karena terkejut, hingga kemudian menyadari bahwa ia benar-benar bodoh dari yang ia duga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tu-tunggu! ……Apa maksudnya itu? Apa itu sungguhan? Mungkinkah kita ini keluarga?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tak perlu meragukannya, itu benar bahwa kita adalah keluarga.”&lt;br /&gt;
Harutora menggeleng-gelengkan kepalanya, tak percaya mendengar jawaban Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia bertanya: “……Kon, apakah kau mengetahuinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia tidak mendapat respon, ia dengan jelas merasa bahwa Kon pasti tidak menjawab demi perasaannya. Itu adalah jawaban positif. Fakta bahwa ia tak tahu apapun ketika bahkan shikigaminya sendiri tahu hubungan keluarganya benar-benar mengejutkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh…… Aku, aku mengerti! Abaikan masalah keluarga Kurahashi saat ini – Jadi apa? Kau bertemu Natsume sebelumnya, jadi mungkinkah kau memiliki pertengkaran yang sangat waktu itu, dan kau belum memadamkan kebencianmu hingga saat ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Dia tidak mengingatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia lupa bahwa kami pernah bertemu sebelumnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko bergumam pelan. Harutora menutup mulutnya rapat tanpa bicara, bukan karena perkataan Kyouko, namun karena tatapan sedih yang terpancar dari wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian Harutora sadar bahwa meskipun ia telah melihat penampilan Kyouko yang tegas dan pemarah, ini adalah kai pertamanya ia benar-benar melihat wajah tersebut. Depresi tiba-tiba yang tak terjaga telah mengambil seluruh warna mukanya, dan Harutora tanpa sadar panik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apa hubungan kalian dulu sangat baik?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami hanya bertemu sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa! Kalau begitu kau tidak bisa menyalahkannya jika dia tidak &lt;br /&gt;
mengingatnya! Bukankah itu terjadi ketika kau masih kecil?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang, Harutora tidak mengetahui orang ini jika hubungan Natsume dan Kyouko kecil memiliki hubungan yang cukup intim dan meninggalkan memori yang mendalam. Bahkan jika Harutora dan Natsume terkadang sedikit menjauh, keduanya masih sering bermain bersama ketika sekolah dasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengingatnya sangat jelas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Kyouko seolah-olah ia disalahkan, tatapannya sedikit suram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena kami telah berjanji……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ja-janji apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko tidak menjawabnya. Ia tidak mengatakan apapun, hanya aura suram dan sedih yang terpancar darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, tiba-tiba ia memberikan tatapan mencurigakan ke arah Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Biar aku bertanya. Setelah libur musim panas, Natsume-san tiba-tiba mulai menggunakan pita untuk mengikat rambutnya, apakah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh?” Seru Harutora, dengan segera menyadari bahwa masalah ini benar-benar merepotkan. Bukan hanya karena rambut elegan Natsume yang jarang diantara kaum lelaki, bahkan ia mengikat rambutnya dengan pita, jadi wajar jika orang-orang meragukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-i-i-itu? Dan rambut itu, kau merasa itu seperti perempuan, bukan? Sebenarnya, ada sebuah sihir didalamnya. Pita itu bukanlah sembarang pita, itu adalah jimat keluarga Tsuchimikado, dan itulah mengapa ia terlihat seperti seorang perempuan meskipun jelas terlihat bahwa ia laki-laki, hahaha.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berbohong dengan kikuk ia menyembunyikannya dengan senyuman.&lt;br /&gt;
Harutora tidak tahu kenapa Kyouko terlihat seperti mendapat pukulan keras ketika mendengar penjelasannya. “Dari keluarga Tsuchimikado……” ia bergumam terdengar seperti ia memaksakan diri untuk menerima kebenaran yang sejak lama ia firasatkan, namun tak mau untuk mengakuinya. Harutora tidak mengerti mengapaKyouko memberikan reaksi semacam ini, dan ia pun hanya bisa terheran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko menggigit bibirnya, tidak mengindahkan kebingungan yang muncul diwajah Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Begitu, jadi aku benar, aku tahu bahwa itu akan demikian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-apa yang kau maksud dengan itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah aku perlu mengatakannya? Natsume-kun tidak memedulikan apapun selain dirinya dan keluarga Tsuchimikado…… tidak, sikapnya terhadap Onmyoudou sama saja, pada akhirnya adalah untuk tidak mempermalukan nama Tsuchimikado, itulah mengapa dia sangat sering berlatih. Nama Tsuchimikado adlah segala-galanya didalam kepalanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, itu terlalu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Aku salah? Semuanya mengetahui ini, tak ada orang yang tidak menyadarinya. Mungkin kau terkecuali, tapi dia hanya membelamu karena kau adalah – shikigami keluarga Tsuchimikadonya, bukan? Bukankah begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora ingin menyangkalnya, namun ia tidak mampu membuka mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume yang telah berkata ‘mari lakukan yang terbaik’ sambil tersenyum, Natsume yang seluruh tubuhnya bergetar karena malu, Natsume yang menoleh dan pura-puura tak melihat ketika pertarungan shikigami namun denga segera berlari kepadanya untuk memarahinya setelah selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tahu Natsume mengkhawatirkannya, namun jika ia ditanya kenapa Natsume mengapa Natsume khawatir, ia tak sanggup merespon. Ia percaya – ia ingin percaya, namun hatinya dengan keras kepala menolaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko menatap serius pada Harutora yang terdiam, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ato-kun juga memberitahuku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Tou-touji? Apa yang dikatakannya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia bilang kau menjadi shikigami dan melayani Natsume-kun untuk mematuhi tradisi keluarga. Itulah mengapa aku akhirnya mengerti kenapa Natsume-kun memilih dirimu yang orang luar menjadi shikigaminya. Itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan entah itu menguntungkan dirinya atau tidak, ataupun dia memikirkan perasaanmu. Dia hanya berlaku demikian karena untuk memenuhi tradisi keluarga Tsuchimikado, yang menjadi hal terpenting bagi dirinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benci. Marah. Sesal. Sedih. Emosi negatif tersebut terlihat disetiap kata-katanya, terlihat kontras denga kesan pertama yang ia berikan yang terus terang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko menatap mata Harutora. Yang mengejutkan adalah tatapannya menunjukan belas kasih dan resonansi yang menarik. Ia mengasihi dirinya, dan juga Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Ah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, ia mengerti semuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko – setelah mendengarkan perkataan Touji, percaya bahwa Harutora dan dirinya adalah ‘sama’ dalam hal hubungan mereka terhadap Natsume. Harutora tidak mengerti hubungan antara Kyouko dan Natsume, namun dihati Kyouko, Kyouko telah menyamakan hubungannya dengan Natsume dan hubungan Harutora dengan Natsume. Itulah mengapa perubahan seratus delapan puluh derajat muncul dalam sikapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, kau salah, Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, suaranya terdengar normal dan tulus tanpa ada jejak keraguan, dan suara tersebut membuat Kyouko kembali pada kesadarannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau salah, akulah orang yang meminta orang tersebut untuk membiarkanku menjadi shikigaminya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Kyouko melebar tidak percaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bohong.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak bohong. Mungkin terdengar tidak meyakinkan bahwa orang luar sepertiku sengaja memilih hal yang tidak serasi dengan apa yang dijalani sebelumnya…… Namun sungguh akulah yang inisiatif meminta. Orang itu awalnya menolak, percaya bahwa terlalu banyak risiko jika menjadikanku shikigaminya, dan hanya mengizinkanku berjalan dijalan yang sama dikarenakan kegigihanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan Kyouko pun penuh keraguan. Harutora tidak berbohong, tiap kata yang diucapkannya adalah benar, dan Kyouko seharusnya bisa mengerti. Ia harap Kyouko mampu mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang itu memang memiliki perasaan yang rumit dan kompleks terhadap nama Tsuchimikado…… Seperti ia bangga akan hal tersebut dan juga tertekan karenanya, dan terkadang ia menderita karenanya. Tapi ia tidak terbawa karenanya, bisakah kau memercayai apa yang kukatakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingin dengan damai bekerja sama dengan semuanya, tentu saja termasuk Kyouko, dan akan lebih bagus jika Natsume turut bergabung. Tidak, Natsume pasti harus tergabung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan jika ia adalah shikigami yang tidak berguna, mungkin ini – menciptakan ‘tempat untuk Natsume’ – adalah sihir terkuat yang mampu Harutora berikan kepada tuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apa, jika kau berkata demikian, aku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko berbicara dengan marah, tatapannya menurun melihat kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada akhirnya ini hanyalah cinta bertepuk sebelah tanganku? Aku dengan mudahnya dilupakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Tidak…… Aku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak bermaksud demikian. Sebelum ia menyelesaikan perkataannya, suara lain pun menarik perhatian mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apa yang kalian berdua lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara tersebut terdengar dingin dan keras, bagai armor yang dibuat dari besi tebal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume berjalan menaiki tangga darurat, menatap pada wajah-wajah yang dengan anehnya terlihat muram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kalian lakukan ditempat ini? Bukankah seharusnya perselisihan kalian sudah selesai dengan pertarungan kemarin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, tidak, kau salah, Natsume. Kami tidak bertengkar—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dengan segera menjelaskan, namun Kyouko tiba-tiba menyela perkataannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia benar, kami telah berbaikan.” Ucapnya tak berekspresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Berbaikan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, Tsuchimikado dan Kurahashi awalnya adalah satu keluarga. Kesalahpahaman diantara kami telah terselesaikan, dan sekarang kami hanya mengobrol biasa sebagai sesama keluarga cabang Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Kyouko terdengar sedikit bergetar, provokasi pun ditunjukan walau kalimat yang dikatakan bermaksud lain, dan Harutora dengan segera berusaha untuk meringankan suasana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu benar, Natsume. Aku tidak tahu bahwa dia sebenarnya ada hubungan keluarga dengaku, bagaimana kau tidak memberitahukanku segera, haha……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume dengan diam memerhatikan keduanya, dan Harutora tidak menyadari &lt;br /&gt;
bahwa bibirnya sedikit bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Istirahat sebentar lagi selesai, segera kembali ke kelas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tiba-tiba membalikkan tubuhnya dengan sikap dingin, dan tidak dapat dibedakan entah Natsume menerima penjelasan Harutora dan Kyouko atau tidak. Harutora dengan segera memanggil Natsume: “Tunggu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini kesempatan bagus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia hanya berbincang sedikit, ia telah menyadari bahwa permusuhan antara Kyouko dan Natsume bukan hanya sekadar cemburu biasa ataupun keinginan menjadi yang terunggul. Dengan demikian, mereka harus setidaknya memperdalam rasa pengertian mereka satu sama lain meskipun mereka tidak bisa langsunng berbaikan. Natsume telah mengekspresikan dirinya bahwa ia tidak mengerti mengapa Kyouko memusuhinya sangat. &lt;br /&gt;
Mungkin mereka setidaknya lebih kurang bisa memperbaiki hubungan mereka jika mereka mau saling mengerti satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan dingin seperti itu. Kami bertarung kemarin, tapi setelah berbicara sekarang, aku tahu bahwa ia telah introspeksi, dan bahkan ia datang untuk meminta maaf, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berusaha keras menjelaskannya untuk Kyouko. Kyouko tidak berucap apapun, ekspresinya kompleks, namun Harutora sangat bersyukur kepadanya untuk tidak membuka mulutnya untuk berbicara hal yang sembrono.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah kau bilang bahwa kau sebenarnya tidak membenci Kurahashi? Terlebih lagi, apa yang ia katakan juga sebenarnya beralasan, dan jika kalian tenang dan duduk untuk berbicara, mungkin situasi ini akan—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau juga berbicara dengan senangnya saat berbicara dengan murid-murid lainnya pagi ini.” Natsume mendengar berbicara lagi dan lagi penuh semangat sebagaimana ia akan pergi, dan berhenti untuk berbicara tanpa membalikkan tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, itu, aku tidak mengerti apa yang terjadi awalnya, tapi aku telah menyadari setelah berbicara bahwa semuanya tidak berbeda dari orang-orang biasa. Prasangka mereka terhadap Tsuchimikado tidak sedalam seperti dulu, dan mereka bahkan setuju untuk membiarkanku bertanya jika aku tidak mengerti pelajaran—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Itu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu – bersikap demikian dengan orang-orang disekitarmu, mendapati hati orang-orang, apakah itu metode yang kau bicarakan kemarin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kehampaan yang ada didalam suaranya membuat Harutora bergidik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terkejut ketika ia mendengar kalimat tersebut, tanpa ada waktu untuk memikirkan entah ia memang terkejut, heran, atau bahkan marah. Ia tidak pernah membayangkan Natsume akan berucap demikian, dan setelah mendengarnya, Kyouko pun turut terkejut sebagaimana ia menatap Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume pelahan membalikkan tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harus berapa kali aku bilang agar kau mengerti, Harutora? Prosesmu tertinggal jauh dengan murid-murid lainnya, dan kau tak akan mampu mengejar mereka jika kau hanya memuji mereka. Kenapa kau tidak mengerti ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang tertahan, dan tatapan yang mendidih akibat amarah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Onmyoudou bukanlah tempat untuk bersenang-senang dengan orang-orang, dan tempat ini berbeda dengan sekolah normalmu sebelumnya. Jika kau ada waktu untuk bersantai-santai dengan murid-murid kelas dan mengobrol dengan Kurahashi-san, kenapa kau tidak gunakan untuk melatih dirimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume berbicara dengan serius dan sungguh-sungguh, terlihat menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Emosi yang tertahan didalam hati Harutora tak terbendung lagi, dan akhirnya pun meledak-ledak ketika Harutora membuka mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau candakan! Natsume, siapa yang kau coba bodohi dengan sikapmu yang seolah-olah kau tinggi dan berkuasa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak dengan marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berteriak dengan marah yang berapi-api. Natsume melangkah mundur seolah-olah ia baru saja terkena badai, dan bahkan Kyouko yang mendengarnya pun menjadi kaku. Namun, Harutora tidak berhenti berteriak, dengan tidak adanya niatan untuk berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau pemalu, jadi kau meremehkan orang-orang yang berusaha untuk akrab? Seorang bocah yang memiliki masalah dalam berkomunikasi dengan orang lain berani untuk berbicara omong kosong seperti itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume pun tak mampu untuk berkata-kata seolah-olah ia telah dipukul bertubi-tubi. Kemarahan Harutora tidak mampu dihentikan setelah ia mengeluarkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga tahu bahwa prosesku masih terbelakang dan aku adalah orang luar yang tidak tahu apa-apa mengenai Onmyoudou. Tapi karena ini, apa salahnya untuk memercayai orang yang ada disekitarku dan meminta bantuan semuanya untuk membantuku? Bekerja sama dengan murid lain dan bekerja keras bersama juga merupakan metode yang bagus! Kau tidak bisa melakukannya – jangan berpikir kau hebat dan menghina orang lain hanya karena kau tidak memiliki keberanian!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapnya marah, tak mampu mengingat kapan terakhir kali ia berteriak seperti ini kepada orang lain. Terasa seolah-olah seluruh udara yang ada didalam tubuhnya diremas, dan ia tidak mampu untuk berhenti bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ia harus mengatakannya. Ia marah pada ucapannya Natsume, kesal bahwa kerja kerasnya tidak diterima dengan baik, dan tak mampu untuk membiarkannya dengan senyuman ataupun pujian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah serangan intens emosi Harutora yang mengebu-gebu, wajah Natsume memucat, terlihat seperti jiwanya telah dicuri oleh momentum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bekerja sama dengan yang lainnya… Keberanian…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menatap Harutora kosong, mulutnya bergumam dan sekilas cahaya pun muncul dari sudut matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hal-hal seperti itu… Aku tak butuh Harutora-kun untuk memberitahukannya padaku hal tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tersandung, meninggalkan Harutora dengan langkah tak stabil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tsuchimikado-kun, kenapa kau ada ditempat seperti ini? Waktu yang kita janjikan sudah—“ pria muda berjas pun muncul ditempat yang sama dimana Natsume muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora ingat laki-laki tersebut. Laki-laki tersebut adalah laki-laki yang telah mencari Natsume dihari sebelumnya saat istirahat siang dan selesai kelas yang mengatasnamakan kelas khusus. Ia terkejut melihat Natsume berada ditangga, dan dengan jelas khawatir menyadari atmosfer yang tidak mengenakkan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Natsume menundukan kepalanya, memunggungi Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berjalan menuruni tangga, kakinya berdentum pada setiap langkahnya, dan melewati laki-laki yang kebingungan tersebut, menghilang menuju gedung akademi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laki-laki muda tersebut menatap Natsume yang pergi berjalan menuju lantai gedung dan Harutora yang berada ditangga dengan sikap yang ragu-ragu. Pada akhirnya, ia pun memanggil: “…tunggu,” dan pergi berlari untuk mengejar Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya Harutora dan Kyouko yang tertinggal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sial.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa lelah karena lubang besar yang terbuka didadanya menyerang Harutora setelah ia mengeluarkan emosi tertahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Orang itu……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume telah lupa dengan tradisi keluarga bahwa ia harus bersikap seperti laki-laki dikalimat terakhirnya, dan telah merubahnya menjadi seorang perempuan yang melupakan penyamarannya. Kilasan dirinya yang sebenarnya dari balik penyamarannya sebagai seorang laki-laki terus menyiksa hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Hei……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko yang berakhir dengan menyaksikan kejadian tersebut dari samping pun berbicara dengan ragu-ragu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku, mungkin bukan posisiku untuk berbicaara seperti ini, tapi…… Apakah tak apa untukmu untuk tidak mengejarnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bertanya denga hati yang terguncang, seperti ia telah menyentuh sesuatu yang telah hancur. Harutora tidak menjawab. Ia tak bisa menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian bel yang menandakan istirahat siang telah selesai perlahan berbunyi, seolah-olah terdengar lebih lambat dari biasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tsuchimikado-kun – Natsume-kun! Tunggu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cepat ia mengejar Natsume yang berlari melalui aula. Namun, ia masih terus bergerak maju tanpa menoleh ke belakang bahkan jika suaranya telah memanggilnya dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia dengan segera mencari-cari Natsume ketika Natsume tetap tidak muncul bahkan ketika waktu janjian mereka telah lewat, dan sebagai hasilnya kejadian tersebut terjadi. Orang yang ada ditangga tersebut adalah shikigami yang telah ia lihat kemarin. Mereka mungkin bertengkar. &lt;br /&gt;
Punggung mungil Natsume bergetar dengan napasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun tak mampu untuk tidak mendesah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, ia mengasihi Natsume, dan disisi lain ia diisi dengan perasaan yang tidak menyenangkan setelah melihat adegan tersebut. Pikirannya mengerti bahwa ini tak dapat diubah, namun ia merasa sakit karena ketidakdewasaan rajanya dan penampilan jeleknya. Khususnya, ini adalah salah shikigami tak berguna tersebut, yang dimana telah mendorongnya pada batas toleransinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tak ada pilihan lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, tak perlu menunggu lebih lama lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak mampu menoleransinya lagi, dan suara yang tiba-tiba berubah dari biasanya pun membuat Natsume berhenti dengan terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume-kun, sebenarnya dirimu tak perlu untuk mempermasalahkan hal sepele seperti itu. Mari mulai sekarang, meskipun sekarang masih belum waktunya.” Ucapnya pada Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap-Apa yang kau katakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume akhirnya berbalik untuk melihat laki-laki tersebut.&lt;br /&gt;
Meskipun hatinya sedang bimbang, ia dalam bahaya, namun sayangnya reaksinya masih terlalu lambat. Pertengkaran dengan shikigaminya masih menggelayuti pikirannya, menyebabkannya untuk tak mampu mengubah emosinya dengan segera. Sungguh sikap yang kekanakan, namun ia tak harus menanggungnya dimasa depan nanti. Dengan segera ia mengleluarkan jimat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&amp;quot;Stupefy, seal, bind. Order.&amp;quot;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jimat pun melayang dari jari-jarinya. Membuat Natsume untuk sementara tak sadarkan diri. Ia menaruh kedua tangannya ke dalam saku celananya, mendengus ketika ia melihat Natsume yang tidak sadarkan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harusnya telah melakukan ini sejak lama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terburu-buru, selanjutnya adalah yang sebenarnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan mengurusi orang yang menghalangi ‘edukasinya’ nanti? Terlebih lagi, bagaimanapun Natsume komplain, shikigami muda tersebut pastinya adalah pilar dukungannya, dan mereka harus dengan segera menyelesaikan masalah tersebut sesegera mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimanapun, itu adalah sesuatu yang buruk untuk membiarkannya sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti. Serahkan padaku untuk mengatasinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyuman dingin pun muncul dalam wajahnya ketika ia mengatakan hal tersebut.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_2&amp;diff=515594</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 2</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_2&amp;diff=515594"/>
		<updated>2017-03-22T15:48:25Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Bagian 5 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 2 – Telinga dan Ekor==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora, karena kau tidak bersalah, kau tak perlu mengkhawatirkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana bisa aku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas pagi telah selesai, dengan Harutors yang masih membawa perasaan bersalah setelah kejadian perkenalan yang kacau balau. Pundaknya terasa berat dan capai, seolah-olah pundaknya adalah batu, membuatnya membuatnya terkulai di meja ruang kelas kelelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang adalah jam istirahat. Banyak murid – termasuk Kyouko – pergi meninggalkan kelas, untuk mencari makan. Tentu saja, tak ada yang berani berbicara dengan Harutora, yang telah membuat keributan tepat setelah ia memasuki kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecuali satu orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haaaah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji tersenyum, terang-terangan. Menganggap dirinya sebagai setengah orang luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menjadi bahan pembicaraan tepat ketika kau masuk, sungguh sempurna, Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Sempurna’ apa yang kau maksud, semuanya sudah selesai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan itu, menunjukan tampilan sebuah kekuasaan di awal untuk mengukur reaksi semua orang menunjukan sebagai seseorang yang mencari orang-orang kuat, tidak buruk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, beerpikir kau memiliki sikap santai seperti itu... Terlebih, bukan aku yang ‘menampilkan sebuah kekuasaan’.”&lt;br /&gt;
Touji biasanya tak diragukan kembali merupakan orang yang seharusnya lebih menarik perhatian, bukan Harutora, namun kali ini Touji benar-benar tertutupi oleh ‘Pasangan Tsuchimikado’, bahkan berkata: “ Dengan seperti ini akan lebih memudahkanku untuk bergerak, jadi aku setuju.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, Natsume. Apakah murid yang bernama Kyouko itu selalu seperti itu? Dia seperti memiliki kebencian yang mendalam terhadap keluarga Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanya Touji, namun Natsume menggelengkan kepalanya, muram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak…… Dia tak pernah menyerangku seperti itu, tapi terkadang ia menunjukan sedikit perlawanannya kepadaku seperti hari ini. Berkatnya, aku juga jadi sedikit bersemangat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku tidak melihatnya sebagai ‘sedikit’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang tidak membuatmu puas? Harutora, aku akan membicarakannya untukmu. Dengan kata lain, melindungi shikigamiku adalah sesuatu yang wajar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Natsume dengan bangga, dan Harutora pun semakin membenamkan dirinya di meja, sudut-sudut mulutnya pun membentuk senyum terbalik.&lt;br /&gt;
Disisi lain, Touji terduduk di atas meja, termenung dalam pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkinkah kita melakukan sesuatu yang membuatnya marah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tak tahu, aku tak tahu sama sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika kau memanggilnya Kurahashi Kyouko tadi, mungkinkah Kurahashi ‘tersebut’? jika seperti itu, mungkin itu berhubungan dengan hal tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia memang berasal dari keluarga tersebut, namun demikian, aku tak mengerti kenapa. Ayahku pernah bertemu dengan keluarganya, tapi aku hampir tak pernah berkontak dengan keluarga Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Natsume, menunjukan ekspresi malu. Harutora tiba-tiba mengangkat kepalanya ketika mendengar nama ‘Kurahashi’, lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, iya, sensei baru saja menyebutkannya, bukankah itu Kur… Tunggu, Natsume, Touji, bukankah kalian terlalu familiar? Bukankah kemarin pertemuan pertama kalian?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya bingung, dan tubuh Natsume pun sekilas terlihat gemetar mendengar hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Touji pernah satu sekolah sebelumnya, dan keduanya berteman baik sebelum semenjak ayah Harutora merawat Touji. Namun Touji baru pertama kali melihat Natsume ketika ia pergi ke Tokyo bersama Harutora kemarin. Waktu itu, Harutora bahkan baru memberitahukannya kalau Natsume adalah perempuan – lagipula, ia telah sering menyebutkan perempuan yang diajak mainnya saat masih kecil kepada Touji sebelum ia mengetahui tentang tradisi keluarga utama. Namun keduanya tak mengatakan hal apapun selain perkenalan sederhana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, abaikan Touji, kenapa Natsume yang biasanya pemalu sekarang berbicara dengan semangatnya pada Touji?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, itu, begini……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah lembut Natsume berubah menjadi kaku dan kata-katanya pun menjadi berantakan, ia pun menatap tak tentu arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda dengan Touji yang tampak tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidakkah kau tahu, Harutora? Orang-orang tak bisa untuk tak datang berbicara denganku, aku adalah pria yang menawan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Berpikir kau dengan bangganya berbicara seperti itu setelah menjadi seorang preman sebelumnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengangkat kepalanya dari meja, mengerutkan dahinya dengan heran. Touji tersenyum dan menaruh tangannya diatas kepala Harutora, mengacak-acak rambutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, tak perlu kau khawatirkan. Untuk suatu alasan, aku merasa ini bukan pertama kalinya aku bertemu dengan orang ini, itu pasti karena kita sangat akrab. Iyakan, Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, benar! Itu benar, Harutora. Kami akrab! Dan yang kucing kupunya sebelumnya bernama Touji, jadi aku merasa cukup dekat dengannya dan aku tak pernah berpikir kalau Touji adalah orang asing sama sekali!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menunjukan senyum palsu, namun Natsume memaksa dirinya untuk tertawa keras. Harutora merasa seperti sebuah komedi sedang bermain didepannya, dan ia pun semakin mengerutkan keningnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Natsume dan Touji memang belum mengeanal satu sama lain sebelumnnya, jadi ia hanya bisa untuk memercayai klaim mereka. Terlebih penting, sebenarnya ia diam-diam khawatir bahwa ‘Aku takut kalau kedua orang yang berbeda kepribadian ini tidak akan akrab’, namun melihat situasinya saat ini……  ia merasa lega melihat keduanya yang tiba-tiba bisa dalam harmoni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah kau cemburu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei kau…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau dan Natsume sudah lama tak bertemu, tapi kami malah menjadi sangat &lt;br /&gt;
akrab dengan cepatnya, jadi dirimu yang cemburu bukankah—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Baiklah, Aku tahu. Sejujurnya, aku akan merasa bermasalah jika kalian bertengkar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar pertanyaan menggoda Touji, Harutora mau tak mau harus menyerah dengan investigasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun menjadi sangat lelah ketika membayangkan keduanya bertengkar, sehingga kini ia hanya bisa berharap bahwa ke depan nanti tak akan ada masalah yang terlalu menyulitkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menoleh ke arah Natsume, seolah-olah memberikan persetujuannya terhadap apa yang mereka nyatakan: “Jadi, baiklah jika seperti itu. Natsume, kau bisa memercayai Touji. Jika kau memerlukan sesuatu, kau juga bisa berbicara padanya, bukan cuma aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………” Namun Natsume tidak merespon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora yang awalnya ingin bersandar, kebingungan, memiringkan tubuhnya untuk melihat Natsume. Ia menyadari bahwa saat ini Natsume berdiri dengan matanya yang melebar, dan pipinya yang memerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ada apa, Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, tidak apa-apa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah? Mungkinkah kau tidak memercayai Touji?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan begitu…… Hanya saja, mmm…… K-kau tak perlu khawatir…… oke? Touji dan aku tidak terlalu akrab……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bersikap malu-malu dan ia berbicara dengan terbata-bata. Harutora pun hanya bisa mengerutkan dahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau coba katakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“M-maksudku, aku memercayai Touji, tapi…… Yang paling…… mmm…… orang yang paling dekat denganku adalah Harutora, aku janji……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbisik lembut tanpa melihat Harutora, Harutora tidak mengerti maksud dari perkataannya dan menoleh ke arah Touji untuk meminta bantuan, namun Touji hanya menatap ke langit-langit untuk suatu alasan. Harutora, yang terlihat kebingungan seperti sebelumnya, merasa seperti dirinya sedang melihat komedi dagelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“N-ngomong-ngomong!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume dengan segera mengganti topik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua akan berjalan lancar antara aku, Touji, dan Harutora! Jadi – kau tak perlu khawatir dengan murid-murid lainnya, bahkan gadis itu. Selama kau berusaha dan serius, aku percaya dia tidak akan macam-macam. Jika ia berani coba-coba untuk mencari masalah denganmu, aku tak akan membiarkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berbicara seperti itu dengan wajah yang memerah, tiba-tiba Natsume menjadi serius, lalu berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama dan yang lebih utama – kita datang ke Akademi Onmyou agar bisa mandiri sesegera mungkin, dan hanya demi tujuan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan tersebut menunjukan gaya hidup Natsume selama di Akademi Onmyou, dan Harutora tanpa sadar duduk dengan tegak ketika mendengar ucapan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ucapan tersebut, Natsume juga pernah bilang kalau ia tidak perlu takut selama ia menunjukan kekuatannya di Akademi Onmyou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dirinya yang berbicara seperti itu sama saja dengan terang-terangan ia menyatakan bahwa ia tak peduli dengan murid-murid lainnya, dan mengakui bahwa dirinya terisolasi dari kelas, tanpa teman. Hal itu membuktikan perkiraan dan kekhawatiran Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Namun, Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukan hal yang baik. Keadaan Natsume memang cukup kompleks dan sulit dimengerti, namun ia masih tak percaya jika menutup diri adalah jalan keluar terbaik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora mengkhawatirkan bagaimana ia harus membicarakan kekhawatirannya…… “Tsuchimikado-kun – Ah, maksudku Natsume-kun.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang murid berbicara dari depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merupakan seorang murid lelaki berkacamata. Harutora dan yang lainnya pun menoleh secara bersamaan, membuatnya terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh – orang itu disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menunjuk ke arah pintu ruang kelas ketika ia berbicara demikian.&lt;br /&gt;
Seorang lelaki bersetelan jas berdiri di koridor luar kelas. Tubuhnya tinggi dan kurus, dan penampilannya cukup tampan. Ia tersenyum ramah ketika sadar Harutora dan yang lainnya melihatnya, sedikit menganggukkan kepalanya sebagai salam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merasa kebingungan, ketika – “Oh! Aku lupa. Maaf Harutora, aku harus pergi.” Ucap Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh…… Aku, aku sedang menjalani kelas spesial sekarang, jadi aku ada kelas ketika istirahat siang…… Apa kau tahu dimana kantin sekolah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, aku harus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu kalian bisa makan duluan, aku mungkin akan kembali sebelum kelas selanjutnya mulai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata demikian dengan segera ia menuruni tangga, bergegas menuju pintu kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tiba-tiba ia berhenti, dengan cepat berbalik menghampiri mereka dan sedikit mendekatkan dirinya ke meja yang mereka tempati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora, Touji, mari lakukan yang terbaik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ah, okay.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Touji merespon bergantian terhadap tatapan yang dipancarkan oleh mata jernihnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tertawa riang seperti anak kecil, membalikkan dirinya seperti seolah-olah ia sedang menari dan akhirnya pergi meninggalkan ruang kelas. Ia berbicara beberapa kata pada laki-laki yang menunggunya di koridor dan dengan segera menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kepergian Natsume yang tiba-tiba, sekujur tubuh Harutora pun merenggang, namun Touji berkata dengan kecut: “Ia sangat gembira.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gembira…… huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menatap ke arah koridor tempat Natsume pergi dengan tatapan kompleks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkin karena dia menggunakan seragam laki-laki, kepribadiannya berubah. Bagaimana aku harus mengatakannya…… ia terasa lebih kekanakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun, yang aneh adalah aku tak merasa kaget sama sekali, melainkan rasanya seperti aku sudah terbiasa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tidak heran.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji berbicara pelan dengan seringai terpampang ketika mendengar Harutora bergumam, tatapannya jelas menunjukan ‘jadi mereka berdua selama ini sama’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi…… Bukankah guru yang datang menjemput Natsume juga seorang guru disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau ingin tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitulah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin dia adalah pacarnya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-hal bodoh apa yang kau bicarakan, Natsume berpura-pura menjadi laki-laki disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terus kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa yang kau maksud!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, Harutora berasal dari daerah pedesaan, dan ketika Touji yang besar di Tokyo berkata seperti itu, ia hampir percaya bahwa ‘hal semacam itu’ tidak aneh di tempat ini. Teman baiknya pun tersenyum melihat Harutora yang terlihat panik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimanapun, Natsume pergi di saat yang tepat. Aku memiliki kesempatan untuk memulai penyelidikan rahasia setelah kejadian tadi pagi – tunggu aku disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora menanyakan hal tersebut, Touji telah memasukkan tangannya ke dalam saku celananya, dengan santai berjalan pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu – “Yo, terima kasih yang tadi.” Ia berbicara dengan ramah pada salah satu murid yang berada dibelakang kelas, murid laki-laki yang baru saja memberitahukan Natsume bahwa ada orang yang mencarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya ia berada dalam kelompok yang membawa bekal ke sekolah, dan ia sedang duduk, dan membuka bekalnya ketika Touji menghampirinya. Matanya melebar ketika murid pindahan – yang telah menjadi pusat perhatian – memanggilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau mengingat namaku? Aku Ato Touji, senang bertemu denganmu. Bagaimana denganmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, ya, aku Momoe, Momoe Tenma…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenma, nama yang cukup mudah diingat. kau bisa memanggilku Touji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, oke, kalau begitu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bisa melihat bahkan dari jauh bahwa Tenma terlihat cukup gugup. Ia memastikan dirinya terlihat sopan ketika berbicara, walaupun Touji terlalu dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya cukup mungil dan terlihat langsing, dengan gaya rambut yang umum dan konservatif. Wajahnya yang mengenakan kacamata menunjukan dirinya yang masih terlihat seperti murid sekolah menengah pertama, sekilas ia terlihat kanak-kanak, namun juga terlihat ramah karena hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Jadi ini penyelidikan yang dimaksud olehnya……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji sepertinya berencana mengambil kesempatan pada tidak adanya Natsume untuk mendengar beberapa informasi dari murid-murid lainnya. &lt;br /&gt;
Namun, dimata Harutora yang melihatnya dari jauh, mereka terlihat seperti seorang murid nakal yang sedang menindas murid suruhannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji kemudian memberitahukan tiga alasan kenapa ia memilih Tenma sebagai objek sumber informasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, Tenma telah bersedia memberitahukan Natsume bahwa ada orang yang mencarinya, yang menunjukan ia tidak memiliki maksud buruk apapun terhadap Natsume, dan juga membuktikan bahwa ia adalah orang yang dengan jujur akan melakukan sesuatu jika diminta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, ia baru saja sedang membuka bekalnya, atau dengan kata lain ia tidak memiliki alasan yang tepat untuk pergi, jadi akan susah untuknya kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, ia terlihat mudah untuk ‘dikelabui‘.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun Harutora merasa bodoh ketika mendengarnya, Touji telah mengobservasi reaksi yang diberikan oleh murid-murid yang ada dikelas ketika Natsume dan Kyouko bertengkar ketika perkenalan tadi, mencari kandidat untuknya mengumpulkan informasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kau baru saja ingin memakan bekalmu? Bisakah kuminta waktunya sebentar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji telah mengantisipasi respon Tenma terlebih dahulu – sebenarnya, ia bertanya dengan sikap yang aneh. Ia berkata ia tidak ingin mengganggunya, namun ia tersenyum menunjuk bangku kosong yang ada disisi Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang diduga Touji, Tenma benar-benar menunjukan senyum naturalnya, menjawab: “Silakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus. Aku baru disini jadi aku tidak familiar sama sekali dengan tempat ini. Bisakah aku bertanya beberapa hal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-begitu. Silakan, jika kau tak keberatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terma kasih banyak. Ah, jangan khawatirkan aku, silakan lanjutkan makanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang menakutkan dari Touji adalah ia memang dulunya adalah murid nakal namun sikapnya sangatlah licin. Sebenarnya, ketika di tahun pertamanya masa sekolah menengah atas, Harutora melihat banyak gadis-gadis yang telah tertipu oleh perbedaan antara penampilan luar yang menyeramkan dan sikap baiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akademi Onmyou benar-benar tempat yang menakjubkan, bukan hanya fasilitasnya saja yang baru, bahkan terdapat sepasang komainu didepan pintu masuk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudmu Alpha dan Omega, huh. Setelah kau terbiasa, kau akan menganggap kedua shikigami tersebut cukup menarik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shikigami, huh. Tentu saja, aku tak tahu bagaimana menggunakan shikigami, tapi mungkinkah kau sudah bisa menggunakannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, aku, aku kurang lebih bisa menggunakan shikigami buatan…… Pada akhirnya pengendalian tatap muka dengan shikigami saat ini cukup baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma sedikit gugup, namun ia masih berbicara dengan Touji. Walaupun Touji telah mengganggu makan siangnya, ia tidak memberengut, jadi kepribadiannya memang baik seperti penampilannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji dengan diam melambai-lambaikan tangannya ke Harutora selagi berbicara dengan Tenma, mungkin menjelaskan ‘kita bisa mendekati orang ini’. Harutora berdiri dengan enggan, berjalan menuju tempat duduk Touji dan Tenma. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Boleh aku bergabung?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh, ah—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kau tak perlu begitu takut. Aku tak tahu bagaimana sebenarnya Natsume, tapi kami tidak berbahaya. Dikarenakan ada dua Tsuchimikado di kelas, kau bisa memanggilku Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tak menyangka bahwa dirinya terlihat lebih menakutkan dibandingkan Touji. Ia tak ingin menghiraukannya, yang kemudian ia memilih untuk duduk didepan Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang ini juga dalam masalah. Dia memang seorang Tsuchimikado, tapi dia dari keluarga cabang dan juga tak mengetahui apapun tentang Onmyoudou. Dan dia dan aku sekolah di sekolah menengah atas biasa sampai musim panas kemarin. Alasan kenapa kami bisa memasuki Akademi Onmyou sebenarnya tak begitu hebat. Apa kau mengetahui keributan besar Onmyouji akhir-akhir ini? Sebenarnya kami terlibat dengan masalah tersebut.” Ucap Touji sambil menyeringai kepada Tenma yang gugup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Touji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dengan segera menyela, namun Touji hanya menjawab: “Tak apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya, Onmyouji yang menyebabkan insiden tersebut berhubungan dengan para petinggi Agensi Onmyou, bagian tersebut bahkan tidak diberitahukan media, dan kami dua orang biasa berakhir dengan terlibat dengan ‘insiden’ tersebut – begitulah yang terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang kau maksud insiden tersebut? Jadi begitu ceritanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma menunjukan keterkejutannya. Sepertinya ia memang telah mendengar perihal insiden musim panas tersebut. Dikarenakan hal tersebut telah menjadi berita nasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menganggukan kepalanya, membenarkan, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nama Tsuchimikado pun menjadi terkenal, dan ia pun mau tak mau harus menahan tekanan yang diberikan olehnya dari yang lain – namun ia tak menyangka kritik publik yang baru saja dia alami, jadi dia putus asa sepanjang pagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimatnya terdengar meremehkan, namun ia menyentuh dagunya ke arah Harutora dengan kasihan. Kata-katanya tidak salah sama sekali, namun retorikanya cukup pintar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Tenma pun melebar mendengar penjelasan tersebut. “Jadi begitu.” Menerima perkataan Touji bahkan terlihat rasa simpati yang muncul dalam tatapannya ketika melihat Harutora. Harutora bersyukur, namun ia meresa Touji terlalu membesar-besarkan, jadi ia pun mau tak mau sedikit ragu-ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji mengangkat bahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun mungkin memang inilah yang kami inginkan, dan aku pun memutuskan untuk menjadi Onmyouji karenanya, namun…… Seperti yang dikatakan Touji, aku memang sedikit dalam masalah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu, sangat disayangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma pun menunjukan senyum ramah ketika ia berbicara. Ia memiliki wajah yang manis, dan Harutora pun akhirnya bisa merasa bahwa saat ini ia sedang berbicara dengan ‘teman kelas’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jadi, kami ingin bertanya sedikit tentang ‘keadaan kelas’, tidak apa-apa jika kau merespon dengan hanya yang kau tahu – murid perempuan tadi pagi, dia dipanggil ‘Kurahashi’ jika aku tidak salah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji memajukan dirinya, seolah-olah sedang berbicara tepat pada telinganya dan langsung ke inti masalah, mungkin menurutnya ini merupakan kesempatan yang tepat. Tenma pun menggumamkan “Ah”, dengan cepat mengerti maksud perkataan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, dia adalah putri dari keluarga Kurahashi. Tapi dia bukanlah gadis yang angkuh, bahkan dia berbicara denganku dengan sikap yang ramah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tapi dia sangat kasar tadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, dia terlihat seperti itu ketika Natsume-kun terlibat…… Sepertinya ia menganggapnya sebagai rival.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum ramah Tenma berubah menjadi sedikit getir. Sepertinya reaksi kyouko pagi tadi tidak mewakili pendapat umum kelas, namun hanya dendam pribadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, bukan itu yang dikhawatirkan oleh Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, benar, berbicara tentang ‘Kurahashi’, aku ingin bertanya sekarang, apa yang membuat keluarga Kurahashi terlihat begitu penting? Apa mereka terkenal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar pertanyaan tersebut, Tenma menunjukan reaksi yang sama seperti Ohtomo sebelumnya, matanya melebar dengan sangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau lihat, dia tidak familiar dengan hal ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera Touji menjawab, dan mulai menjelaskannya kepada Harutora:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Keluarga Kurahashi sama dengan Keluarga Tsuchimikado, mereka adalah keluarga terkenal di Onmyoudou. Keluarga Kurahashi menjadi sorot utama semenjak turunnya keluarga Tsuchimikado. Kau mendengar nama kepala sekolah, bukan? Kurahashi Miyo, nenek tua itu adalah kepala keluarga dari keluarga Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terkenal? Jadi itu kenapa sensei bilang kalau dia adalah ‘figur dibalik layar’, huh…… La-lalu Kyouko juga?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, ia juga berasal dari keluarga Kurahashi, dan bukan hanya itu, dia juga adalah cucu dari kepala sekolah Kurahashi. Terlebih lagi, pimpinan Agensi Onmyou saat ini adalah anak kepala sekolah, yang juga adalah ayahnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjelasan tambahan dari Tenma pun membuat Harutora terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu sangat luar biasa! Ayahku hanyalah seorang doctor Onmyou daerah pinggiran, dan ayah Natsume…… Aku lupa apa yang dia lakukan, namun kupastikan ia bukanlah pegawai pemerintah yang penting. Itu gila! Sungguh keluarga yang luar biasa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah aku juga bilang seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Touji dingin terhadap Harutora yang terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun terlepas dari kehebatannya saat ini, keluarga Tsuchimikado memegang sejarah dan silsilah, dan itulah mengapa Kurahashi-san dalam satu pihak berseteru dengan Natsume-kun – itulah mungkin yang dipercayai semuanya, namun tak berani berucap.” Tenma tersenyum ringan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepihak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu…… Kau bisa mengetahuinya dengan hanya melihat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Tenma, meringis. Orang-orang akan memercayainya ketika melihat sikap dingin Natsume dibandingkan aksi marah Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun itu tak heran ia begitu peduli, karena mereka berdua memanglah dua murid terbaik di kelas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkinkah Kyouko juga sama seperti Natsume, dan mendapat latihan dasar Onmyoudou sejak dia kecil?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak akan aneh jika ia memang mendapatkan latihan tersebut, karena ia adalah putri dari keluarga Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Kyouko adalah Onmyouji yang kuat. Harutora dalam diam mewanti-wanti dirinya bahwa walau ia ditantang, ia pasti tidak akan merasa marah dan dengan segera menyetujuinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun kelas tahun pertama hanya fokus kepada pelajaran, jadi tak ada yang benar-benar yakin dengan kekuatan mereka, hanya saja mereka tampil dengan sempurna pada latihan praktik yang jarang diadakan, dan sepertinya hanya mereka berdua di angkatan ini yang memiliki shikigami tipe pelindung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jelas Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa maksudnya tipe pelindung?” Pertanyaan Harutora mengejutkan Tenma kembali – “Diamlah.” Touji menutup mulutnya mendengar mendengar hal itu, melihat Touji dan Harutora yang bersikap tidak sopan, Tenma tertawa, tanpa sadar sedikit merasa lega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun aku benar-benar terkejut tadi pagi, dan bukan hanya aku. Semuanya tadi pasti merasa terkejut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa? Bukankah mereka memang seperti minyak dan air?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, Kurahashi-san memang sering memprovokasi Natsume-kun, tapi &lt;br /&gt;
Natsume jarang membalasnya seperti itu, itu benar-benar tak seperti dirinya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Tenma sadar bahwa keduanya dekat dengan Natsume dan memberikan tatapan bertanya. Touji menyadarinya dan berkata “Jangan khawatir, bicaralah.” Lagi, ia memberikan tatapan meminta maaf, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia – Natsume-kun biasanya sangat tenang, dan mungkin tak baik mengatakan ini, namun dia sepertinya tidak peduli dengan apapun yang ada disekitarnya. Dan dia selalu memberikan kesan pada semuanya seperti orang yang mendengar dalam diam – bagaimana aku harus mengatakannya? Sungguh tak disangka darinya ketika bertengkar dengan seseorang begitu semangatnya. Kurahashi-san juga marah tadi pagi karena reaksi Natsume-kun menakutinya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma pun mengucapkan perasaannya dengan jujur, dan Harutora dan Touji pun tanpa sadar melirik satu sama lain ketika mereka mendengar hal tersebut. Dari sikap naif Natsume sekarang, sulit untuk mengimajinasikan ‘Natsume yang biasanya’ seperti yang diucapkan Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
……Dipikir baik-baik, itu memang mendekati dengan sifatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengatakan pada dirinya bahwa Natsume yang berpakaian seperti laki-laki terlihat kekanakan, namun Natsume yang sebelumnya – gadis dari keluarga utama yang dekat dengannya sejak Harutora kecil – memberikan kesan yang sama seperti yang dikatakan Tenma. Ia menanggung beban berat sebagai pewaris keluarga Tsuchimikado, dan ingin dengan serius untuk menjadi Onmyouji hebat tanpa mengindahkan hal lain. Ia angkuh dan keras dengan lainnya, gadis seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, kepribadiannya tak bisa langsung terganti walau ia berpakaian seperti lelaki, dan ia terlihat gelisah dan senang hari ini karena—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sangat penting bagi Natsume-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan Tenma tak bermaksud lebih, dan Harutora memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan rasa malunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume telah berusah untuk membelanya, namun ia pasti tak memikirkan efek apa yang akan dimiliki oleh orang sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora hanya ingin tenang di Akademi Onmyou dan berjalan lancar sebisa mungkin, untuk dirinya dan Natsume, karena mungkin bahkan Natsume harus menunjukan kesudiannya untuk dekat dengan teman kelasnya dibandingkan dengan dia dan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jangan khawatir, ‘mari lakukan yang terbaik’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun tergagu, dan Touji berbicara seolah-olah ia melihat pikirannya. Dengan berat Harutora menganggukan kepalanya didepan Tenma yang kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini sudah jelas penghinaan! Kau Bakatora, ini memalukan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume meneriakan komplainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Harutora, yang berbaring diatas meja, telah kehilangan energy untuk merespon, dengan asap hitam tak terlihat membumbung dari keplanya. Touji yang duduk disebelahnya tidak membantunya, hanya melihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku selalu berpikir kau itu idiot, tapi aku tidak berpikir kau akan sebodoh ini hingga kau tidak mengetahui apapun! Sungguh keajaiban kau bisa masuk Akademi Onmyou! Walau jika aku bukanlah Kurahashi Kyouko, aku masih meragukan dirimu yang entah masuk lewat belakang atau tidak!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terus memanggilku idiot idiot, aku hanya tidak tahu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itulah aku bilang kau itu idiot! Kau bertujuan untuk menjadi seorang Onmyouji tapi bahkan kau tidak mengetahui tipe-tipe shikigami, itu adalah bukti bahwa kau benar-benar seorang idiot!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas sore sudah selesai, dan sudah waktunya untuk kelas bubar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan kenapa Natsume sangat marah adalah kelas sore. Sebenarnya, tak ada hal aneh yang terjadi, hanya sebuah hasil yang diluar dugaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, akhirnya datang saat dimana Harutora benar-benar tidak memiliki pengetahuan apapun yang berhubungan dengan Onmyoudou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa saja ragam shikigami General? Apa perbedaan antara Rikujin-shikisen dan General Rikujin? Apa hubungan antara skala bencana spiritual dengan level bahayanya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Uh, itu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ‘uh, itu’! Apa yang sebelumnya kau lakukan selama ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak histeris, bahkan tak mendengar jawaban Harutora “Belajar di sekolah menengah atas biasa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guru yang bertanggung jawab pada kelas itu awalnya berpikir Harutora hanya bercanda, sengaja menjawab salah. Pada akhirnya, ia tetaplah seorang Tsuchimikado walau ia adalah murid baru, jadi beberapa guru berpikir Harutora telah marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, mereka semakin mengerutkan keningnya dan kaget, akhirnya memilih untuk menghiraukan keberadaan Harutora. Semua guru yang datang sore itu menunjukan reaksi yang sama, dan wajah Natsume semakin memucat dan memucat sampai akhirnya menatap dengan sengit ke arah Harutora dengan wajah memerah menahan malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia belajar dengan tergesa-gesa sebelum masuk, jadi ia lupa semuanya setelah tes.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berbaring diatas meja, dan menatap dengan kesal ke arah Touji ketika ia berbicara acuh tak acuh dan tak peduli. “Juga—“ Touji tidak mengalah, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’General Onmyoudou’ membagi shikigami menjadi dua tipe. Satu termasuk dewa, roh, dan binatang – ini merupakan macam-macam roh tradisional yang ada sebagai shikigami disebut shikigami pembantu, tapi sekarang kebanyakan shikigami modern sekarang terbuat dengan menanamkan kekuatan sihir ke dalam wadah buatan manusia. Dengan tambahan, shikigami buatan manusia terbagi menjadi wadah simpel yang dibuat murni dengan kekuatan sihir praktisinya, dan wadah standar yang dapat mampu menahan kekuatan sihir dari luar. Wadah simpel harus dikontrol langsung atau diberikan perintah sebelumnya, tapi shikigami standar tersebut dapat bergerak dengan sendirinya dalam beberapa hal, dan pada umumnya juga terdapat tipe wadah level tingkat tinggi yang bisa berpikir dengan sendirinya dan katanya memiliki kepribadiannya sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kenapa anak biasa dari keluarga biasa sepertimu sangat berpengatahuan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena aku tidak bodoh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“La-lalu apa yang dilakukan shikigami pelindung, shikigami umum atau rumah tangga artinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah metode dari pembuatan atau penggunaanya, dan tidak ada shikigami rumah tangga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, selain Touji, murid lain yang melihatnya sebagai –murid baru dari keluarga Tsuchimikado’ sangatlah terkejut dengan dirinya yang amatir. Mereka berada dikelas yang sama, kejutan pertama, lalu mulai meragukan entah ia serius atau tidak, dan makin lama semakin heran, dan kecewa, hingga akhirnya saking terkejutnya mereka tak tahu harus tertawa atau marah. Bahkan Tenma takjub, dan hal itu benar-benar membuat Harutora terpukul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghiraukan hal tersebut, Kurahashi Kyouko adalah orang yang paling sering mengubah atmosfer kelas.  Tatapan sombong dan mengejek pun diarahkan kepada tuan dari shikagami tersebut, dan Natsume menyusut dalam penghinaan, menundukan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah hal yang paling memalukan yang kualami selama hidupku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bergumam, menahan malu, wajahnya menggelap dan bahunya bergetar. Nada bicaranya terdengr suram, dan atmosfer tegang yang diberikannya pun tak ada jejak untuk tenang ‘hahaha, ini sungguh terlalu’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kursus kilat…… Kau harus mejalani kursus kilat, dan itu harus kursus kilat yang fokus dari neraka! Kau harus mengambil kembali setengah tahun, tidak, enam belas tahun hidupmu yang tertinggal. Pertama adalah ‘Perkenalan terhadap General Onmyoudou’ dan semua referensi buku yang berhubungan ‘Onmyoudou Level Dua’, dan ‘Teori Shikagami Modern’, ‘Penjabaran Sejarah Yin dan Yang’…… Juga bacaan klasik, kau harus membaca ‘Karya Kinugyokuto’, setiap buku ‘Seni Ramalan’, dan juga hal mendasar dari ‘Siklus Perubahan’, ‘Prinsip dari Lima Elemen’, ‘Risalah Baru dalam Onmyouji’, beberapa tentang ‘Pedoman Imperial’……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mengoceh, dan itu terdengar bagaikan suatu rapalan matera ditelinga Harutora, dan bahkan sebuah mantera dengan atribut ‘jahat’ atau ‘gelap’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Harutora, kau tinggal di asrama, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu kita akan memulai kursus kilatmu di asrama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, tapi itu asrama laki-laki……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga seorang ‘murid laki-laki’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, tapi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tak perlu khawatir, aku tahu sihir yang akan membuat terjaga semalaman, dan bahkan mampu sampai seminggu penuh jika kau mengabaikan efek sampingnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menatap serius ke arah Harutora, matanya mengilat dengan berbahaya tanpa ada maksud bercanda. Bahkan Harutora yang kelelahan tanpa sadar membeku, tubuhnya menegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun kemudian……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Natsume, laki-laki tadi siang datang lagi.” Kalimat Touji bagaikan seember air dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria berjas yang muncul ketika istirahat siang melambai-lambaikan tangannya ke arah mereka dari koridor luar ruang kelas. Natsume membuat suara terkejut, nadanya kembali normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tidak, aku lupa kelas tambahan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be-begitu, sangat disayangkan, tapi kita harus menunda kursus kilat tersebut—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berencana untuk mengusulkan supaya mereka melupakan hal tersebut, namun Natsume tiba-tiba menatapnya, membuat dirinya terdiam bagaikan mulutnya dijahit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mengambil buku catatan, menuliskan nama-nama buku dengan pensil mekaniknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ini. Perpustakaan pasti memiliki buku-buku ini, jadi segera pinjam buku-buku tersebut sekarang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menuliskan hal tersebut, ia menyobek lembaran tersebut dan memberikannya ke Harutora, dan segera merapikan barang-barangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr2 097.png|thumbnail]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan kembali ke asrama nanti, jadi silakan baca buku-buku tersebut terlebih dahulu. Tidak, kau harus menyelesaikannya, itu perintah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dengan tegasnya menyatakan demikian, Natsume dengan segera keluar dari ruangan, figurnya pun menghilang bersama laki-laki tersebut melewati koridor. Shikigami yang ditinggalkan pun bahkan tak sempat mengatakan kalimat keberatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihat lembaran tersebut. Semua artikel literatur dan referensi buku adalah kata yang tak pernah dilihat olehnya, jadi sepertinya ia harus memulai bagaimana cara menyebutkan kata-kata tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus, Harutora, Natsume-sensei sangat termotivasi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Touji, kau tak mungkin telah membaca semua buku ini sebelumnya, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sayangnya, dikarenakan masalah fisik, aku mendapat anemia ketika aku membaca apapun dari sebelum era Heisei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada sembrono teman baiknya akhirnya membuat Harutora merilekskan pundaknya, menghela napas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbicara mengenai nilai, Harutora memang sudah unggul dalam kegagalan, dan disekolah sebelumnya ia sering harus mengambil kelas remed. Tidak heran jika ia akan mengalami hal tersebut ketika memasuki akademi dan tiba-tiba diharap untuk belajar mengenai Onmyoudou seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah semua murid disini telah membaca dan mengingat semua buku ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Murid-murid yang lulus dalam ujian masuk Akademi Onmyou kurang lebih pasti telah membaca buku tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah semua kelas mulai sekarang akan seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah Tenma bilang, kelas tahun pertama berpusat pada materi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun terkulai kembali diatas meja, dan Touji hanya melihat  ke kejauhan sambil mengusa-usap dagunya. Pupil matanya menggelap, dan telah lama kehilangan energinya untuk marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku merasa putus asa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kelas-kelas disini jauh lebih melelahkan dari apa yang kubayangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adakah sihir yang meningkatkan kemampuan otak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sihir bodoh macam apa itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka membuka mata beratnya, mengobrol mengenai topik-topik bodoh. Setelah mengobrol, keduanya terdiam, melihat dengan linglung ke arah podium yang ada didepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid-murid sepertinya terlihat terlalu sibuk untuk mengobrol, dan &lt;br /&gt;
hanya mereka berdua yang tinggal dikelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama setelahnya, Harutora dengan bosan melipat kertasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melipat kedua sisinya, membuat pesawat kertas. Lalu, dengan perlahan mengayunkan lengannya. Ia dan Touji dengan diam melihat pesawat kertas tersebut terbang meninggalkan tangannya dan perlahan terbang melewati kelas, menabrak papan tulis, dan jatuh tak jauh dari podium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku sangat lapar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga lapar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ayo pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memprediksi dengan benar. Tentu saja,masa depannya disini akan sulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akademi Onmyou secara spesifik telah menyiapkan asrama siswa agar siswa yang jauh tempat tinggalnya dapat tinggal diasrama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asrama dibagi menjadi asrama laki-laki dan perempuan, dan terletak hanya sepuluh menit berjalan dari akademi. Berbeda dengan gedung akademi yang baru dibangun, dan bahkan jika umur Harutora dan Touji ditambahkan masih kurang dari sejarah asrama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dinding luar asrama tersebut terbuat dari bata merah. Setelah mereka melewati pintu masuk, disatu sisi terdapat ruang santai dan ruang makan, dan jika lurus terdapat area mandi dan shower yang telah dimodifikasi. Harutora telah ditempatkan di ruang kedua lantai dua, dan Touji satu ruang dibawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih ada waktu sebelum makan malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berjalan menuju lanta kedua dengan langkah berat, berpisah dengan Touji di koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruang asrama tersebut seluas enam tikar tatami, dan tatami yang ditinggalkan murid sebelumnya masih berada diruangan Harutora, tak pernah diganti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kembali ke kamarnya, Harutora menghela napas dalam dengam “Haaah……”, berguling-guling dilantai tanpa mengganti seragamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah sampai ke asrama kemarin sore dan telah mengorganisir barang-barangnya terlebih dahulu, namun yang ada dalam barang bawaannya selain baju ganti hanyalah selimut. Dengan tambahan, furnitur yang ada diruangan tersebut hanya meja lipat, jadi kamarnya tak terlihat hidup sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamar kosong tersebut terlihat seperti Harutora sekarang – Harutora yang ingin menjadi seorang Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku lelah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menatap langit-langit kamar ketika bergumam. Langit-langit kamar tersebut berbeda dengan langit-langit rumahnya, dan keadaan disekitarnya pun berubah drastis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Aku benar-benar berada di Tokyo……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali pertama ia datang ke Tokyo adalah pertama kalinya ia hidup sendiri, walaupun ia tinggal diasrama. Sayangnya, rasa gembira akan kebebasan dari kemarin sore pun telah hilang dalam satu hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku hanya terlalu tak berguna……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah terkejut para guru tidak terlalu masalah baginya. Sikap mereka yang menganggap ia tidak ada adalah hal yang sulit ditanggung olehnya. &lt;br /&gt;
Belum lagi, ia merasa tatapan dingin dan senyum penuh arti yang dilayangkan kepadanya selama kelas berlangsung, dan ia pun menyadari hal itu menjadi tamparan keras bagi imajinasinya setelah ia meninggalkan akademi atas kehendaknya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Ia merasa seperti tertinggal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, keadaan seperti ini setidaknya jauh lebih baik daripada keadaan yang diprediksikan Touji. Sejauh ini, hanya Kurahashi Kyouko yang terlalu menjelek-jelekkan Harutora sebagai Tsuchimikado, jadi ini tak ada hubungannya dengan dirinya yang merasa stress dan keterasingan yang melanda Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalahnya ada pada Harutora itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah belajar sekali sebelum ujian masuk untuk Akademi Onmyou – ia percaya bahwa saat itu dia serius. Namun ia sadar sekarang betapa naifnya pemikiran tersebut saat itu. Ia telah belajar bebisa mungkin selama setengah tahun, ia khawatir bahwa ‘enam belas tahun masa hidupnya’ yang diucapkan  Natsume bukanlah hanya sebuah pernyataan yang dilebih-lebihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…’Itu perintah!’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tch.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun akhirnya mendecakkan lidahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku datang kesini hanya sebagai murid &#039;&#039;dropout&#039;&#039;……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telah menjadi keputusannya untuk pindah, jadi ia tak berharap akan mendapat perlakuan khusus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi… pemikiran ‘Aku datang kesini khusus karenamu untukmu’ enggan untuk pergi dari kepalanya. Ia telah meninggalkan masa lalunya untuk berada disisi Natsume; namun, Natsume merasa senang hanya diawalnya saja, dan menyadari kebodohan Harutora – sebenarnya, seharusnya ia menyadari hal tersebut dari awal – ia langsung mengkhianatinya, menangis ‘ini adalah hal yang paling memalukan selama hidupku.’ Candaan macam apa itu. Ia yang mendapatkan malu, Natsume hanya merasa malu karena dirinya yang membuatnya begitu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika dipikir-pikir, mungkinkah gadis itu menganggap shikigaminya seperti hewan peliharaan yang ia asuh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak pernah bersinggungan dengan dunia Onmyouji sebelumnya, jadi wajar saja jika ia sangat bodoh. Ia seharusnya menghiburnya ketika melihat teman masa kecilnya kesusahan, meyakinkannya dengan tatapan dan suara lembutnya… Jangan khawatir, Harutora, Aku disini……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak mungkin……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mencoba membayangkannya, namun ia tak bisa membayangkan adegan tersebut bagaimanapun ia mencoba. Jika Natsume adalah seorang gadis yang manis, ia tak akan membiarkannya dirinya untuk menjauhi Natsume ketika sekolah menengah pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana ia berpikir dan berpikir, wajah temannya yang telah mati &lt;br /&gt;
pun muncul dalam pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Hokuto.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengingat kembali hari-hari bahagianya ketika ia, Touji dan Hokuto bersenang-senang bersama. Hingga kini, hatinya terasa sakit ketika ia mengingat kenangan tersebut karena tahu waktu tersebut tak kan bisa terulang kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, meskipun shikigami yang berwujud gadis – Hokuto – telah menghilang, seseorang yang mengontrolnya pasti ada disuatu tempat, dan itu tidak mungkin untuk tidak mengalami kembali masa-masa nostalgik tersebut. Mungkin ia bisa melihat Hokuto yang sesungguhnya – orang yang mengendalikan Hokuto, dan merupakan salah satu alasan yang membuat Harutora untuk memasuki dunia Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingin bertemu dengan Hokuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingin bertemu dan berbicara sepuasnya suatu hari nanti. Apa yang &lt;br /&gt;
akan Hokuto pikirkan jika ia tahu kalau ia memasuki Akademi Onmyou dan menderita disana? Mungkinkah ia akan senang akan dirinya, atau memberikannya semangat?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin ia akan terkejut dengan ketidakbergunaanya, tetapi walaupun ia terkejut, ia masih akan tertawa dan memberitahukannya untuk semangat setelahnya. Ia memiliki lidah yang tajam, namun ia sudah pasti tidak sama dengan Natsume yang berpikiran bahwa prestasi merupakan cerminan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, Hokuto dulu bilang bahwa aku harus bertanya pada ayahku mengenai dasar-dasar Onmyoudou.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memiringkan tubuhnya ketika ia menggumamkan hal tersebut.&lt;br /&gt;
Lalu, ia tiba-tiba bangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingat kalau ayahnya memberikannya hadiah perpisahan sebelum ia meninggalkan rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sebuah shikigami – itu dia, sebuah talisman shikigami.&lt;br /&gt;
Dengan segera ia menuju tas atletiknya yang penuh dengan pakaian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku lupa karena aku terlalu sibuk kemarin……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikarenakan tujuanmu ingin menjadi seorang Onmyouji, kau adalah anggota keluarga dari ‘Tsuchimikado’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayahnya bilang seperti itu dan memberikan talisman kepada Harutora ketika ia akan meninggalkn rumah. Ia ingat bahwa ini pertama kalinya ayahnya menyinggung nama ‘Tsuchimikado’ padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tidak mengetahui shikigami macam apa ini, dan ia kepikiran bertanya untuk mengklarifikasinya. Tetapi, ayahnya telah memberikan shikigami ini dengan khusus sambil menyebutkan nama ‘Tsuchimikado’, jadi walaupun jika ia tidak berharap shikigami pembantu hebat seperti naga Natsume – Hokuto, setidaknya ia berharap bahwa shikigaminya mungkin bisa sedikit berguna dan terpandang seperti kkuda putih Yukikaze. Lagi pula, dikarenakan keluarga utama memiliki naga, sudah wajar jika keluarga cabang memiliki harimau. Dan kemungkinan bahwa ia kuat setidaknya bisa membuat guru dan murid lainnya mengaguminya, sebuah shikigami yang menakutkan, dan sangat kuat……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketemu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengeluarkan amplop kertas berukuran sebesar kartu. Kertasnya tipis, seperti sebuah jimat pelindung yang biasa dijual dikuil-kuil, dan bagian belakangnya ditutup dengan sebuah wax, dengan kata ‘Tsuchimikado’ tertulis dibagian depan menggunakan tinta dengan lambang keluarga pentagram. Didalamnya terdapat jimat shikigami – jimat yang biasa digunakan sebagai wadah untuk shikigami. Tetapi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sial, bagaimana aku menggunakan ini?” ia telah menggunakan jimat pemulih dan juga jimat perlindungan secara reflex diinsiden sebelumnya. Selain jimat, ia juga menggunakan – walaupun ia hanya mengayunkannya secara sembarang – ‘Pedang Perlindungan’ yang kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ini kali pertamanya ia memegang jimat shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Natsume akan tahu bagaimana menggunakannya, namun setelah sikapnya yang seperti tadi, ia ingin memberinya kejutan jika ia bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkinkah ini ada intruksi manualnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berharap dengan lemah, Harutora berencana membuka segel yang ada dibagian belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, rasa geli pun muncul pada tanda pentagram yang ada dipipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih tepatnya, terasa seperti sebuah aura.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan berada tepat dibelakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara refleks harutora memutar badannya, menyadari anak kecil yang sedang berlutut dilantai, kedua tangannya diletakkan diatas lantai sebagaimana ia membungkuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun mau tak mau meragukan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa melihat wajahnya dengan jelas karena kepalanya yang ditundukan, namun ia bisa melihat bahwa rambutnya disisir rapi – meskipun terdapat dua tonjolan disisi kepalanya – kepala mungil. Pakaian yang digunakan olehnya hampir sama dengan seragam Akademi Onmyou, namun ini terlihat seperti style original dari seragam tersebut – pakaian kerajaan era-Heian dengan hakama dibagian bawahnya. Pakaiannya jelas terlihat longgar, dan tubuhnya terlihat seperti anak sekolah dasar, tidak, bahkan lebih muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun tak bisa berkata-kata dengan kejadian yang tiba-tiba ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kapan anak ini memasuki kamarnya? Harutora bertanya-tanya disalah satu sudut pikirannya, namun disudut yang lain dengan tenang berpikir bahwa ia tidak mungkin tidak menyadari jika seseorang memasuki kamarnya yang kecil. Pada akhirnya, ia tak tahu menahu darimana asal anak tersebut, kenapa ia ada dikamarnya, atau kenapa ia bersujud kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, hey……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan hati-hati Harutora membuka mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya ketika ia berbicara, punggung anak tersebut bergetar sebagaimana ia sedang disiram dengan air panas. Harutora pun ikut bergetar, menelan kembali kata-kata yang ingin diucapkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ketika itu, sesuatu menarik perhatian Harutora,. Ketika anak kecil itu bergetar, terlihat seperti sesuatu berdesir dari belakang tubuhnya yang bergetar – dengan kata lain, dekat dengan bagian belakang tubuhnya. Dan ketika ia menyadarinya, mata Harutora melebar terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah ekor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah ekor yang ditutupi dengan bulu lurus nan panjang, sebuah ekor yang berbentuk daun yang halus. Harutora hampir lompat karena terkejut, memindahkan arah matanya kembali ke kepalanya anak tersebut. Benda dikepalanya tersebut bukanlah sebuah formasi rambut natural, namun kilas gemetar yang ditunjukan oleh benda tersebut ditutupi dengan bulu yang sama dengan ekornya, telinga runcing berbentuk segitiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau, telingamu…… dan ekormu……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora membuka mulutnya dengan keterkejutan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak kecil tersebut pun mengangkat kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang gadis kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu memiliki poni yang rapi, kulitnya sangat putih bagaikan telah diberi bedak sebelumnya. Penampilannya menunjukan kemudaan yang sesuai dengan umurnya, dan dia terlihat seperti boneka hidup, dengan bahkan rincian detail yang tampak cukup halus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang dikagumi olehnya adalah kedua mata yang jernih dan dalam menatap lurus kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya memberikan kilat biru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata bulat gadis itu berwarna biru, indah seperti kaca, dalam seperti langit, dan membuat Harutora menatap dengan penuh kagum, menyebabkannya untuk lupa akan pertanyaan-pertanyaan yang ia ingin tanyakan pada gadis kecil tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika keduanya saling bertatap satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Airmata pun jatuh dari mata birunya, dan saat itu kesadaran diri &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora kembali, panik seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Hei! Kenapa kau tiba-tiba menangis! Jika dipikir-pikir kembali, siapa kau? ……Ahh, terserahlah, tak peduli siapapun dirimu, tolong jangan menangis!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun merentangkan tangannya namun tak berani untuk menyentuh gadis kecil tersebut, hanya mampu melambai-lambai dengan kacau diudara. Sang gadis melihat tingkah bingung Harutora tanpa terpenjam, matanya yang berair pun semakin melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak lama setelahnya, gadis kecil itu menggigit bibirnya, dengan cepat menghapus air matanya dengan lengan bajunya. Lalu, ia menundukkan kepalanya lagi, dan berucap:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Se-se-se, senang berkenalan denganmu—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun ia mencoba mengeluarkan suaranya, ia hanya mengumpulkan tekadnya untuk mengeluarkan suaranya yang awalnya memang lemah. Suaranya terdengar kanak-kanak seperti penampilan luarnya, dan pikiran Harutora pun menjadi kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Huh? A-apa yang kau katakan? Ada apa ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Na-na-na, namaku adalah Kon, keturunan suci dari rubah Kuzunoha, shi-shi-shikigami  dari Tsuchimikado Harutora-sama yang ditugaskan, kuharap aku bisa menjadi shikigami sesuai harapanmu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bersujud dilantai sebagaimana ia berkata demikian. Tentu saja, Harutora begitu terkejut untuk sampai ia berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…A-apa yang dikatakannya? Leluhur rubah? Keturunan? Harapanmu…… Apanya yang harapan Harutora?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Tak bisa berkata-kata’ sangatlah sempurna menjelaskan kejadian seperti ini. Pikiran Harutora kacau balau, pikirannya berputar-putar hebat, dan pada akhirnya kembali lagi menjadi diam tak berkutik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, telinga dan ekor tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukanlah sebuah aksesoris, dikarenakan itu bisa bergerak, dan itu terlihat begitu nyata. Terlebih lagi, tubuh seorang gadis tak mungkin memiliki telinga dan ekor sungguhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bukanlah seorang gadis manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, ia adalah……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah! Shi-shikigami! Mungkinkah kau adalah shikigami?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora bertanya mengonfirmasi, gadis itu – Kon – dengan segera mengangguk-angguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat itu, akhirnya Harutora mengerti. Ia adalah shikigami, seorang shikigami yang terlihat seperti anak kecil, jadi……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah – ini? Talisman ini…… Shikigami yang diberikan oleh ayahku……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon mengangguk kembali, tatapan waspada pun muncul dari wajah &lt;br /&gt;
mungilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ta-tapi, aku tidak melakukan apa-apa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dikarenakan aku adalah shikigami, aku harus menjaga tuanku sepanjang waktu. Aku me-mendengar panggilanmu sebagaimana aku menjagamu dalam bayangan—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya bingung, dan Kon menjelaskannya dengan suara kecil sebagaimana dirinya gemetar karena terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Ma-maksudmu, kau sudah ada disisiku semenjak ayahku memberikan talisman tersebut? Tapi kau tidak ada waktu itu! Aku tidak melihatmu sama sekali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dikarenakan tuanku tidak memanggilku, aku menyembunyikan diri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bersembunyi? Kau bersembunyi? Kau selalu disana, meskipun aku tidak bisa melihatmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y-ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengonfirmasi untuk yang ketiga kalinya, dan Kon hanya menundukan kepalanya, meratakan ekornya lembutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terlihat tegang dan sangat takut, dan Harutora menemukan kembali rasa tenangnya melihat sang gadis terlihat pegal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu…… Aku, aku mengerti. Setidaknya, pertama angkatlah kepalamu, kau terlalu banyak bersujud hingga aku tak tahu apa yang harus kulakukan, dan itu membuat sulit untuk berbicara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera Kon mengangkat kepalanya ketika Harutora memintanya. Wajah kanak-kanak tersebut asih terlihat kaku, dan rasa waspadanya masih tidak berubah, dan telinganya terkadang akan berkedut seolah-olah tak mampu menahan ketegangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Diingat-ingat, Alpha juga bilang kalimat aneh tadi pagi seperti familiarku telah teregister…… Jadi yang dimaksud olehnya adalah kau.”&lt;br /&gt;
Harutora duduk bersila dihadapan Kon, menimang-nimang shikigami yang ada didepannya lagi. Kon pun semakin terlihat tegang dalam tatapan penilaian tuannya, menggerak-gerakan tubuhnya takut dan membalas tatapan Harutora, tangannya masih berada dilantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengabaikan telinga dan ekor sekarang, Kon Terlihat seperti seorang gadis biasa, namun sungguh terlihat lebih dewasa dari seorang gadis – seharusnya, mungkin anak-anak? – yang seumuran. Selain itu, ia tidak terlihat berbeda dengan manusia biasa. Penamipilannya terlihat sedikit terlalu sempurna, namun matanya yang terus terang, kontur lembut yang diberikan pada wajahnya, dan bibir mungilnya yang terlihat ‘biasa’ saja, terlihat seperti seorang gadis mungil ‘biasa’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Dia adalah seorang shikigami? Gadis sekecil ini pun bisa menjadi shikigami?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Natsume disini, mungkin ia akan menjelaskan kepadanya bahwa shikigami terbiasa tampil dengan wujud ‘anak kecil’, namun Harutora yang tidak tahu menahu mengenai hal tersebut benar-benar tidak tahu harus menyikapi gadis kecil tersebut seperti apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ayah memberikanmu kepadaku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon dengan kuat menganggukan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-Aku juga melayani anggota keluarga cabang Tsuchimikado sebelumnya—“ mungkin menyadari bahwa hanya mengangguk tidak menyelesaikan kebingungan yang dialami Harutora, ia membuka mulutnya untuk menambahi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Kapan itu? Mungkinkah itu ayahku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-Ingatan masa laluku sudah tidak ada, namun sungguh bukan hanya satu generasi keluarga cabang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudmu kau melayani keluarga cabang dari generasi ke generasi? Begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sama seperti Yukikaze yang dimiliki keluarga cabang – Harutora menerima penjelasan tersebut. Dengan kata lain, keluarga cabang memiliki shikigami seperti Yukikaze yang melayani keluarga utama, dan ayahnya telah memberikan salah satu shikigami terssebut kepadnya. Dengan begitu, itu tidak aneh jika waktu itu dengan khusus ayahnya membawa-bawa nama ‘Tsuchimikado’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, jadi kau……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memanggil, dan Kon pun dengan segera menangis dalam ketakutan dan keragu-raguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tu-tuan, tolong panggil aku dengan namaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tuan…… A-aku mengerti, lalu bagaimana jika kau tidak memanggilku ‘tuan’, akan lebih baik jika kau memanggilku Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H,H-H-H, Ha, Ha, Haru-t-t-tora……sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kau tidak perlu begitu gugup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, begitu! Aku tak masalah sama sekali, aku tak masalah, jadi tolong jangan tunjukan ekspresi begitu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata bulat Kon mulai berkaca-kaca kembali, dan Harutora dengan segera berbicara untuk menenangkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenanglah sedikit terlebih dahulu! Rileks! Tarik napas! Oke?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora melakukan sebisa mungkin untuk meyakinkannya. Kon pun menegakkan punggungnya dan membuka mulut kecilnya untu menarik napas sesuai perkataanya. Sifatnya sangat simpel, namun sangat menyusahkan untuk mencari tahu bagaimana ia harus bersikap padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Namun…… ini juga jauh dari ekspetasinya. Ia merasa ini seperti sebuah hubungan antara anak kecil dan walinya daripada shikigami dan tuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Intinya, gadis itu jauh dari ekspetasinya dan bukanlah sebuah shikigami yang bisa dibanggakan oleh pemiliknya kepada orang lain. Ia pasti tidakakn berguna banyak dipertarungan, dan sebaliknya, ia mungkin malah harus melindunginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, masalah utamanya adalah penampilan luarnya. Lagi pula, jika ia membawa gadis kecil ini kemana pun ia pergi, akan ada kemungkinan besar bahwa hal itu akan menimbulkan kekeliruan yang tidak perlu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Ayah sialan itu……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia awalnya percaya bahwa ayahnya akhirnya telah memberikannya selamat karena anaknya dengan serius akan meninggalakan rumah, namun ia pasti tertawa dengan keras dibelakangnya sekarang. Harutora benar-benar bodoh untuk merasa senang dengan ekspetasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, tunggu, Mungkin saja ekspektasinya terhadap Kon salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shikigami tidak bisa dinilai dari penampilan luarnya saja, dan meskipun penampilan luar yang kuat itu bagus, kekuataan sesungguhnyalah yang lebih penting. Tidak menutup kemungkinan shikigami yang kuat sebenarnya bersembunyi dari penampilan gadis kecil tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, bagaimana jika begini. Kon, aku ingin bertanya terlebih dahulu padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon dengan segera kembali menjadi serius ketika Harutora mulai berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama…… Benar, shikigami macam apa dirimu? Tak apa jika kau hanya mengatakan tipemu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya pertanyaan yang menurutnya pertanyaan paling dasar, namun yang hanya dilihatnya adalah wajah bingung dan ekspresi kaku seolah-olah ia bertanya pertanyaan yang tidak dimengerti olehnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Kau tak tahu shikigami tipe apa dirimu? Benar, bukankah kau bilang kau adalah pembantu? Mungkinkah kau adalah shikigami pelindung yang seperti Touji katakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, aku melayani sebagai pembantu Harutora-sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah begitu? Uh…… apa lagi yang dikatakannya? Dengan kata lain, kau tipe buatan manusia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bu-buatan manusia……?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah ceria Kon dengan segera tertutup bayangan. Bulir keringat muncul diwajah muramnya seolah-olah ia percaya bahwa tak ada jawaban sama sekali terhadap dosa yang tidak bisa dimaafkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Kau tak tahu juga? ……Ah, aku tahu, kau melayani beberapa generasi keluarga cabang, jadi mungkinkah kau shikigami kuno jauh sebelum General style ada? Uh, kau tak mengingat masa lalumu, bukan? Tapi setidaknya itu lebih baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingat bahwa Yukikaze juga merupakan shikigami kuno yang didesain sebagai shikigami buatan manusia tingkat tinggi oleh General style, jadi ada kemungkinan bahwa Kon juga setipe dengan Yukikaze.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terserah, ini tak akan berguna untuk lanjut  bertanya, dikarenakan kau juga tidak tahu, jadi aku akan berganti ke topik yang berbeda. Apa gerakan spesialmu? Apa saja yang bisa kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Iya, maafkan aku karena aku lamban, namun gerakan terbaikku adalah teknik bersembunyi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, gerakan bersembunyi, biarkan aku melihatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Se-sesuai perintahmu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, figur Kon pun mengabur dan dengan segera menghilang. Walaupun itu permintaanya sendiri, Harutora masih sangat terkejut melihatnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwah! Kau menghilang! Hebat, aku tak bisa dimana kau berada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun merentangkan tangannya, namun lengannya melewati posisi dimana Kon berada tanpa gangguan sama sekali. Terlihat seperti ia telah bergerak degan instan ke tempat lain dibandingkan dengan menyembunyikan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kon? Apa kau disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh, aku mendengar suaramu! Hebat, kau tidak hanya membuat tubuhmu tidak terlihat, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-Meskipun itu dapat dilakukan, sebenarnya aku hanya meninggalkan tubuhku yang sebenarnya dan menghapus keberadaanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-Meninggalkan tubuhmu? Apa maksudnya itu? Apakah seperti hantu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, aku dalam wujud rohku…… dan bergabung dengan aura disekitar. N-Namun, jika aku berbicara seperti ini, aura disekitar pasti akan berfluktuasi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana Harutora mendengar pemaparan Kon, ia melihat ke arah sumber suara dan melihat sesuatu seperti aura yang mengabur. Tetapi ia tidak melihatnya dengan penglihatan biasanya, melainkan ‘melihat’ aura tersebut dengan kemampuan melihat auranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, jika Kon tidak berbicara, ia tidak akan menyadarinya walaupun dengan kemampuan meihat aura. Jadi ini gerakan bersembunyi yang dimaksud – dengan gembira Harutora menganggukan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, itu bagus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon dengan segera muncul kembali ketika Harutora berbicara. Meskipun Kon tepat berada didepannya, ia hanya ‘tepat berada disana ketika ia menyadarinya’ seperti sebelumnya, muncul dengan tanpa suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm…… Itu terlihat luar biasa, Kon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Te, Te-Te-Terima kasih atas pujiannya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terlalu merendah, gerakan tersebut sungguh luar biasa, aku mengaguminya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-I-Itu biasa saja……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon menundukan wajahnya dengan rona merah dipipinya, ekornya dengan konstan bergerak maju mundur. Ia terlihat malu, dan ekspresinya saat ini terlihat manis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa lagi? Apa kau memiliki gerakan lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-Mengambang diudara……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh, hebatnya! Terlihat seperti sihir! Apa lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-Memanipulasi api……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwah, bo-bola api! Panas! Bola sungguhan! Hebat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon mengambang kurang lebih sekitar lima puluh centimeter diudara sambil berlutut, dan bola api berukuran segenggam tangan muncul diatas kepalanya. Bola api tersebut bertambah dua, jadi bola api yang ada total ada tiga mengambang diruang kamarnya. Bola api tersebut terlihat seperti roh yang berkeliaran, tetapi panas yang diberikan oleh bola api tersebut adalah sungguhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Sangat kuat! Shikigami ini sangatlah hebat!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun ia telah meragukannya sebelumnya, ia dapat bersembunyi, peningkatan, dan menunjukan gerakan sebagaimana shikigami semestinya, simpel namun mudah. Bola api juga – abaikan kekuatannya – bola itu jelas memberikan intimidasi, dan Harutora pun sangat puas mengetahuinya. Ekornya pun bergerak aktif sebagaimana tubuhnya bergeliat senang, tak mampu menyembunyikan rasa senangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Luar biasa, Kon! Apa kau memiliki kemampuan lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Huh? Lain……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon pun membenamkan wajahnya, bola-bola api menghilang, dan Kon pun juga berhenti mengambang diudara. “…Huh?” Wajahnya pun memucat didepan Harutora yang tak tahu menahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, cahaya aneh pun mengilat dari mata birunya seolah-olah tiba-tiba memikirkan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera ia mengubah postur duduknya, menaruh satu kaki didepan sebagaimana tangannya dengan cepat bersamaan menuju balik punggungnya. &lt;br /&gt;
Sesuatu berkilau – sebagaimana Harutora berpikiran demikian, wakizashi yang ia pegang dengan erat dengan segera berada tepat diujung hidungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ji, J-J-Jika Harutora-san perintah, aku tidak akan ragu untuk mengorbankan nyawaku! Mu-Musuh Harutora-sama harus dimusnahkan dengan ‘Kachiwari’ kesayanganku……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapannya galak, dan pedang wakizashi itu mengilat didepan matanya, membuat wajah Harutora menegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Be-begitu, baiklah, Kon. Aku mengerti, aku sudah mengerti, jadi tolong taruh benda itu kembali……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon panik dan dengan segera menaruh kembali wakizashinya sesuai permintaan Harutora. Sepertinya sarung wakizashi tersebut ada didalam ikat pinggangnya. Setelah menaruhnya kembali, ia dengan segera kembali berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Ini tidak baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ba-baiklah, Kon, itu…… K-Kachiwari? Nama yang menakutkan...... Bagaimanapun, jangan mengeluarkan pisau tersebut tanpa seizinku. Mengerti? Kau tidak boleh mengeluarkannya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-Tapi, Harutora-sama, sebagai penjagamu, sudah menjadi tanggung jawabku untuk memastikan keamananmu, jika hal tak terduga—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walaupun jika aku mengalami hal tak terduga, kau masih harus mengonfirmasikannya kepadaku terlebih dahuu! Mengerti?”&lt;br /&gt;
Harutora menyela, dan Kon akhirnya menganggukan kepalanya dengan enggan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Shikigami kecil yang akan mampu mengeluarkan pisaunya tanpa peringatan, biarkan aku rehat sejenak……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia tak yakin kapan shikigami ini dibuat, sepertinya ia harus dengan segera membenarkan cara bicaranya yang terdengar kuno,karena mungkin akan ada suatu hari dimana hal itu akan menunjukan hal berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Jika gadis ini dalam masalah, seluruh tanggung jawab akan jatuh kepadanya, bukan? Bercanda, aku tak bisa mengurusi ini sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merasa kepalanya sakit. Ini bukanlah waktunya untuk berencena untuk menggunakan shikigami agar bisa menaikkan imagenya. Semuanya adalah salah ketidaakberuntungannya, komplain Harutora dalam hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga lalu – ‘Aku selalu berpikir kau bodoh, tapi aku tidak mengira kau akan sebodoh itu hingga kau tidak tahu apa-apa!’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ugh……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapan Natsume pun terngiang dipikirannya, dan Harutora dengan segera menghentikan dirinya yang bersikap sok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…I-Idiot! Bagaimana aku bisa memiliki sikap arogan seperti ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, anak ini jauh memiliki banyak alasan untuk komplain dibandingkan dirinya. Pada akhirnya, ia hanya orang luar yang memiliki nama ‘Tsuchimikado’, yang dimana nilainya tertinggal jauh dan tak dapat mengikuti alur belajar yang ada. Shikigami dengan tuan yang seperti ini yang mendapat keberuntungan buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon sepertinya percaya bahwa Harutora sedang memarahinya, dan kepalanya pun ditundukan dalam diam, dengan telinga yang ada dikepalanya yang terkulai karena depresi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, mungkinkah Kon bersikap seperti ini karena ia merasa telah membuat kesalahan? Mungkin ia percaya bahwa dikarenakan Harutora adalah Tsuchimikado, ia pasti adalah seseorang yang ‘hebat’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Kon, untuk menghindari kesalahpahaman, biar kujelaskan terlebih dahulu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, uh, iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Harutora serius, dan Kon dengan segera menegakkan punggungnya ketika mendengarnya mengeluarkan suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terbatuk-batuk canggung, membasahi tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“De-Dengar Kon, aku akan mengatakannya terus terang, walaupun aku seorang Tsuchimikado, aku tidak seperti Onmyouji hebat yang kau layani sebelumnya. Sejujurnya, aku bahkan tak yakin aku bisa menggunakan kekuatannku sepenuhnya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia berkata seperti itu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata kon tiba-tiba melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keputusasaan yang tak berujung pun terpancar dari mata birunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma, m-m-m-m-m-maksudmu aku tak dibutuhkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya penuh dengan air mata dan tubuh kecilnya pun gemetar dengan sangat, “Tu-Tunggu!” dengan panik Harutora berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak! Kau salah paham! Aku tidak berkata tentang membutuhkanmu atau tidak, ini tidak ada hubungannya dengan hal tersebut, itu bukanlah yang kumaksud…… aku ingin supaya kau tidak terlalu berpikir tinggi tentangku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Kon yang berkaca-kaca pun melebar, terlihat seperti ia tidak mengerti apa yang dimaksud Harutora sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, uh…… aku masih seorang murid – sesuatu seperti Onmyouji trainee dan nilaiku jelek, hampir dilevel bahwa aku benar-benar orang luar, dan aku tidaklah hebat, jadi kau tidak harus terlalu hormat kepadaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berkata banyak bahkan hingga ia merasa malu, namun itulah kenyataannya, ia tak berdaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon mendengar penjelasan Harutora dengan mulut yang tertutup rapat dan keterkejutan yang mewarnai wajahnya. Itu membuatnya mengingat reaksi para guru dan murid tadi, dan ia pun tak mampu untuk tidak menolehkan wajahnya, malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Kon tegas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbicara lancar dan dengan kepercayaan diri dalam suaranya, kebalikan dari sebelumnya. Namun, setelah Harutora menoleh kembali dengan terkejut, ketegasan yang ada pada wajahnya menghilang dan kembali menjadi dirinya yang malu-malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, ia berusaha semampunya untuk menyampaikan pendapatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A, A-Aku menjaga Harutora-sama seharian ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, itu berarti bahwa ia telah melihat semua penampilan bodoh Harutora di Onmyou Akademi tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“La-lalu kau seharusnya tahu benar bahwa aku tidak mengerti apapun sama sekali, bukan? Lalu kenapa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena a-aku adalah shikigami Harutora-sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya alasan itu? Kau sangatlah hormat kepadaku hanya dengan alasan &lt;br /&gt;
tersebut?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya dengan tidak percaya. Kon menunjukan tatapan bingung dan menatapnya ketika mendengarnya berucap seperti itu, seolah-olah itu adalah hal paling wajar. Jika hal itu adalah memang hal yang paling wajar…… Sebagai shikigami Natsume, Harutora pun merasa putus asa membayangkan dunia macam apa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-apa aku merepotkan Harutora-sama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak…… bukan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menjawab acuh tak acuh. Sebenarnya, ia merasa bahwa Kon terlalu meninggikan dirinya, jadi ia merasa sedikit gelisah.&lt;br /&gt;
…Tapi……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataaan Kon menggerakkan hati Harutora setelah seharian penuh mengalami penderitaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dipikir baik-baik, akan menjadi tragedi betul jika shikigaminya menunjukan sikap hina padanya. Sikap Kon tidak akan sekaku itu jika secara perlahan mereka saling mengenal. Secara acak mengayunkan wakizashi tersebut memang masalah yang merepotkan, namun tak ada alasan untuk mengubah pendiriannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, dikarenakan Kon sudah pasti sangat patuh kepada tuannya, ia harus berusaha semampunya untuk menjawab ekspetasinya dan menjadi Onmyouji yang pantas menerima hormatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku mengerti, mulai hari ini kau akan menjadi shikigamiku dan aku akan menjadi tuanmu, walaupun aku adalah tuan yang tak pantas. Mohon bantuannya, Kon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dalam diam telah memutuskan, berkata demikian pada Kon sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pipi Kon merona dan matanya berkaca-kaca untuk sesaat. Dengan segera ia menundukkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A, A-a-aku tidak layak, mohon instruksinya—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sikap dan perkataannya sangat sopan, ekornya pun bergerak-gerak senang seperti anak kecil. Meskipun sebenarnya ia merasa sedikit menyesal, Harutora tak lagi menghiraukannnya ketika melihat Kon yang saat ini begitu senangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Aku memiliki shikigami sekarang. Harutora mencerna kembali fakta tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Baiklah! Lalu, Kon, kau seharian penuh bersamaku, jadi kau mengerti benar bukan orang macam apa aku ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-h-harutora-sama berpikiran luas, bahkan seseorang sepertiku dapat me—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenang, kau tak perlu terburu-buru untuk menjawab, aku hanya bermaksud untuk lanjut bertanya, seperti…… Benar, apakah ada arti khusus dengan telinga dan ekormu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menyembunyikan senyum jailnya, bertanya dengan nada selembut mungkin. Dengan pertanyaan tersebut, Telinga dan ekor Kon dengan segera berdiri dan terlihat waspada seperti terkena serangan kejutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-arti…… aku adalah keturunan roh rubah, jadi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh, kau seekor rubah? Mungkinkah kau rubah magis – tidak, mungkin seekor kitsune?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora awalnya berpikir bahwa kedua hal itu aalah telinga dan ekor anjing. Setelah mendengar pertanyaan tersebut, Kon mengangguk. Jika begitu, lalu bola api yang dimunculkan oleh Kon tadi bisa saja disebut sebagai ‘api rubah’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji telah menjelaskan bahwa standar shikigami buatan adalah mampu memiliki kekuatan sihir eksternal. ‘Kekuatan sihir eksternal’ tersebut dalam hal ini adalah ‘roh rubah’ milik Kon, dengan kata lain, Kon adalah shikigami yang dibentuk berasal dari roh rubah. Walaupun begitu, Harutora sebenarnya tidak mengerti tentang apa itu roh rubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun hanya ber-ohh ria dengan sedikit rasa penasaran, sedikit memajukan dirinya untuk melihat lebih jelas telinga Kon. Mungkin Kon merasa sedikit malu dengan tatapan Harutora, sebagaimana pipinya yang memerah dan ia yang menolehkan wajahnya ke samping…… Namun telinganya malah semakin bergerak-gerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Bisakah aku menyentuhnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hya!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, jika kau keberatan, aku tak akan memaksa—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-t-tidak, bukan begitu, sentuhlah jika kau ingin……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun perlahan memajukan kepalanya dan Harutora merentangkan tangannya sambil “Maaf”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama ia merasakan telinga Kon diantara jari-jarinya. Kon gemetar seperti dialiri listrik ketika ia menyentuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh, lembutnya – Haha, bahkan bergerak, benar-benar seperti anak anjing…… Ahah, baiklah, baiklah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bolehkah aku menyentuh ekormu juga?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Te-tentu saja……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon terlalu malu untuk melihat Harutora ketika ia berbicara, memiringkan punggungnya kepada Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ekornya pun terasa lebih lembut dibandingkan telinganya, dan Harutora berpikir lembut sekali, sambil “Ohh!” ria, senang. Ia sebenarnya cukup menyukai binatang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terasa sangat begitu enak, bebas dan lembut…… Oh, ini bergerak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……A-a-aku merasa sangat terhormat bahwa dirimu…… menyukainya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, ini sangat lembut. Dengan catatan, aku tak pernah memegang rubah sebelumnya, jadi ini bagaimana ekornya terlihat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terus mengelus ekor rubahnya, membuat Kon sering kaget tersentak pada setiap elusannya dan rileks kembali. Ia berusaha keras untuk menahannya tanpa berani untuk berbicara, bahkan telinganya bergerak semakin cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, maaf, apa terasa gatal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-t-t-tolong jangan khawatir……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisakah kau menggerakan ekormu sesuai keinginanmu? Sebenarnya, bagaimana ekormu bisa bergerak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ba-bagaimana—!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya dengan santai, namun untuk suatu alasan Kon sedikit meninggikan suaranya tidak karuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, ia membulatkan tekad dan berdiri dengan diam, mulutnya rapat dan kulit putihnya pun merona hingga lehernya. Lalu, dengan punggungnya yang menghadap Harutora, ia perlahan melepas tali yang ada dipinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Se-se-se-se-, Seperti ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapnya dan dengan tiba-tiba menurunkan hakamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekor yang secara konstan gemetar dan pantat putihnya pun berada didepan Harutora—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa, Harutora! Aku berkunjung ke perpustakaan saat mau pulang sebagai pencegahan, dan menyadari bahwa, buku yang aku suruh kau baca masih ada—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume dengan kasar membuka pintu kamar Harutora tanpa mengetuk, tangannya membawa tumpukan buku. Teriakan marah pun terdengar sebagaimana ia berjalan memasuki ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu berhenti, semuanya terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon meratap tanpa bersuara, dengan segera menaikan hakamanya, berusaha untuk tidak terjatuh. Harutora dengan cepat membantu Kon ketika ia terjatuh dalam pelukannya – dan hasilnya keduanya berpelukan satu sama lain sebagaimana hakama Kon jatuh ke lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr2 131.png|thumbnail]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tumpukan buku yang dibawa Natsume satu persatu jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon telah membeku, namun Harutora mengambil hakama yang terjatuh dengan kecepatan yang sangat, menaikan hakama seperti ia sedang membantu anak kecil untuk memakaikan celananya dan mengikat talinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menarik napas, dalam, dan baru saja ingin membuka muutnya, ketika—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……………...Harutora?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh—“&lt;br /&gt;
“………………Apa yang kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau salah paham—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini pertama kalinya Harutora mendengar Natsume dengan suara seperti itu semenjak ia lahir, dan suara ketika ia menjawab terdengar seperti bukan suaranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, begini, tenanglah dan dengar penjelasanku, oke? Kau salah paham, dia Kon, jangan lihat dia seperti anak kecil, dia sebenarnya adalah rubah. Terlebih lagi, dia adalah shikigami, bukan manusia. Lihat ekor dan telinganya sebagai buktinya. Jadi kau salah, ini tidak seperti yang kau pikirkan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mengerutkan keningnya, matanya dengan ganas memberikan kesan berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diwaktu yang bersamaan, Harutora seperti melihat beberapa jimat sihir yang muncul ditangannya, dan walaupun ia merasa ingin tahu bagaimana ia mengeluarkan jimat tersebut, perhatiannya lebih tertuju dengan kata ‘bahaya’ yang tertera jelas didalamnya. Harutora yang berusaha meluruskan kesalahpahaman pun semakin diam dan diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………Mesum.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………Mati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Na-natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya terlihat seolah-olah telah mengembang – ini apa yang ia lihat dengan kemampuan melihat rohnya, tak mungkin salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mati kau, mesum! Order!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Ketika aku sampai, jantungmu sudah berhenti berdetak.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji dari ruang sebelah memberitahukan Harutora setelahnya. Tentu saja, hal itu hanya sebuah candaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disuatu ruangan digedung apartemen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya menyala didalam ruangan tersebut, namun meresap dengan suasana seram yang tak bisa dijelaskan. Sedikit bau yang menyengat hidung, bau yang aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Efeknya lebih dari yang diduga, sungguh menyedihkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Iya, sangat disayangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah ruangan rahasia yang disediakan sebagai pencegahan, seperti yang disebutkan ‘tiga lubang untuk sarang kelinci’. Tidak ada furnitur ataupun hiasan diruangan tersebut, dan banyak kotak yang telah terbuka diletakkan dilantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kotak tersebut memiliki ukuran yang sama, tiap-tiap kotaknya berjarak satu meter panjangnya. Bagian luarnya tertutupi dengan jimat dan pada bagian dalamnya terdapat barang yang sangat kotor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah Agensi Onmyou telah bergerak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka terlihat tenang dari luar, tapi itu hanya penampilan luarnya saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah para petingginya terlalu waspada? Raja telah dikonfirmasi identitasnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga merasa sama, tapi setidaknya akan lebih mudah untuk kita berpura-pura daripada menjadi mangsa kewaspadaannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan hati-hati ia meraup kotoran yang ada didalam kotak dalam kilat dingin cahaya temaram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak lama setelahnya, ia mengeluarkan objek yang ada didalam kotoran tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pot. Pot yang disegel, dan mantera yang tertulis penuh dibagian luarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggoyang-goyangkan potnya perlahan, dan sesuatu pun munucl dari dalam. Senyum dingin tak tertahan muncul diwajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau sudah menghubungi orang itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau maksud orang penting itu? Tidak secara langsung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin akan berguna, tergantung keadaannya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku tidak berencana untuk unjuk tangan dengan segera jika bisa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia membersihkan kotoran yang ada dipot tersebut, perlahan membuka segel yang ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penggunaan shikigami tidak diklasifikasikan dengan pedoman yang ketat, bertentangan dengan klasifikasi metode penciptaannya. Untuk tujuan kenyamanan, Agensi Onmyou mengklasifikasi shikigami yang dijual secara publik, namun itu adalah fakta bahwa bahkan jenis klasifikasi semacam ini juga digunakan secara luas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contohnya, ada beberapa tipe General yang bisa diaplikasikan untuk berbagai penggunaan; tipe transportasi dimana tipe tersebut dapat memindahkan penggunanya atau memindahkan objek; tipe deteksi dimana tipe ini bisa menginvestigasi hingga jarak jauh dengan lima panca indera; tipe pengikat, tipe yang paling sering digunakan oleh Investigator Mistis ketika menahan pergerakan para criminal, dan tipe mekanikal yang dimana wadah tersebut akan menjadi tubuh shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Shikigami pelidung’ termasuk dalam salah satunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, semantik dari sebuah shikigami pelindung sedikit berbeda dengan shikigami tipe lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Pelindung’ pada shikigami tipe pelindung berasal dari ‘Pelindung Dharma’ dari Vajrayana dan Shugendo sebagaimana ‘General Onmyoudou’ tidak terbatas pada Onmyoudou lama saja tetapi lebih ke bergabung dengan berbagai macam sihir dan sistem magis yang ada di Jepang, yang tentu saja termasuk Vajrayana dan Shugendo. Jika dilihat akarnya, Pelindung Dharma biasanya adalah seorang dewa atapun roh yang melayani sebagai pembantu atau penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, , definisi tersebut lebih cocok dengan definisi shikigami tipe pembantu dari ‘Generral style’. Dengan kata lain, shikigami pelindung adalah pengganti dari pembantu shikigami para ‘Pelindung Dharma’, yang dimaksudkan untuk melayani dengan peran yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjaga shikigami yang setia selalu berada disis tuannya, menjaganya sekaligus mematuhi perintah tuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah shikigami pelindung. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
……Namun itu tidak berjalan mudah kemarin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dengan diam bergumam pada dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah hari setelah ia selamat dari kematian. Kelas terakhir hari ini diadakan didalam ruang kelas Akademi Onmyou. Guru wali kelas Ohtomo ternyata adalah pengajar, dan ini kali pertamanya berada dikelas wali kelasnya. Sikapnya yang sembrono masih tidak berubah bahkan didalam kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sama seperti kemarin, Harutora menjadi pusat perhatian murid-murid disekitarnya, namun alasan mengapa mereka sering melirik-lirik Harutora berbeda dengan kemarin. Perban dapat dilihat diseluruh tubuh Harutora, dan jimat penyembuh pun terpasang dimana-mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kejadian kemarin, Harutora telah menggunakan banyak jimat penyembuh yang ia bawa dari rumah, jadi tidak terlalu serius. Dan ia akhirnya dapat menjelaskan seluruh kejadian kepada Natsume setelah ia pulih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, perasaan Natsume sepertinya tidak berubah sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlepas dari apa yang terjadi, itu adalah sebuah fakta yang tak terbantahkan bahwa Kon -  Kon yang berpenampilan sebagai gadis muda -  mengarahkan pantatnya pada wajah Harutora. Terlebih lagi, ia telah mengabaikan instruksi yang diberikan dan tidak meminjam buku-buku tersebut ketika ia kembali ke asrama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Natsume sudah meminta maaf karena telah salah paham dan ‘menghukum’ Harutora, ia tidak berbicara dengan Harutora satu patah kata pun setelahnya, dilanjut dengan bahkan tak melihat Harutora ke arah sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih buruknya lagi, hari ini bahkan Touji duduk sedikit lebih jauh untuk menunjukan bahwa ia ‘menjaga jarak’ dari dirinya. Akademi Onmyou tidak memiliki kursi yang ditetapkan, jadi semuanya duduk dimana pun  yang mereka mau pada setiap kelasnya. Touji telah berpindah-pindah tempat duduk untuk mengumpulkan informasi, membuat Harutora menjalani kelas sendirian seperti orang yang kabur dari ruang gawat darurat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, sebenarnya ia tidak benar-benar sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kon, apa kau disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbisik, memastikan murid yang lain tidak ada yang mendengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…A-a-aku disini……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban Kon terdengar ditelinganya, namun figurnya masih tak terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kon, dengar. Aku telah memeringatkanmu pagi ini, tapi tolong tetaplah untuk bersembunyi hari ini, karena aku tak bisa untuk menghadapi masalah lagi jika terjadi, bahkan masalah sekecil apapun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menunjukan tatapan curiga sebagaimana ia menatap ke arah sumber suara, dan sepertinya ia menyadari sedikit getaran, namun pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kejadian kemarin, Harutora telah belajar, dan ia memerintahkan Kon untuk tetap bersembunyi kecuali jika dipanggil, memutuskan bahwa ia tidak akan membuat perintah dan membiarkan Kon agar tetap dibelakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Karena gadis ini kekurangan kesadaran diri dan tidak bisa membaca situasi. Bagaimanapun, mendengarkan pelajaran kelas Akademi Onmyou adalah prioritasnya saat ini, dan tidak ada kesempatan bagi Kon untuk muncul, jadi menunggu adalah keputusan terbaik untuk sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbaikan dengan Natsume, menyatu dengan murid-murid kelas, dan belajar Onmyoudou – terdapat banyak sekali yang harus dilakukan. Diantara tumpukan-tumpukan tugas ini, Harutora juga berencana untuk familiar terlebih dahulu dengan lingkungan sekitar dan membangun ‘kehidupan normal’ barunya adalah tugas utamanya, dengan tidak berlanjut melakukan tindakan bodoh sebagai bagian terpentingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku benar-benar menyedihkan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume sepertinya tidak memiliki perasaan senang terhadap Kon, namun dikarenakan Kon adalah shikigami pelindung dan ia biasanya bersembunyi disuatu tempat, satu-satunya yang dapat ia lakukan adalah adalah untuk menanggungnya dan menunggu sikap Natsume melunak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kau melamun, murid baru! Dengan ‘Haru’ dinamanya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wah! Ma-maaf! Aku mendengarkan! Aku mendengarkan dengan serius!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu kenapa kau meminta maaf?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tidak bisa berkata apa-apa untuk sesaat, dan bisik-bisik tidak menyenangkan pun muncul diruang kelas. Ia merasa lehernya berkedut, dan ia pikir mungkin Natsume sedang menatap marah ke arahnya, namun ia tak memiliki keberanian untuk mengonfirmasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tak bagus, Harutora-kun. Kau mulai bermalas-malasan dihari kedua kau masuk, bagaimana kau akan mengejar ketinggalanmu selama setahun jika kau melamun seperti itu? Ditambah dengan guru-guru lain yang mengatakan bahwa dirimu jauh lebih buruk daripada yang lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo menghela napas dengan pelan dan berhati-hati, dan Harutora memeringati dirinya bahwa ini bukanlah kesempatannya untuk berbicara, menundukan kepalanya dan bergumam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya kalimat Ohtomo tidak ada maksud buruk, ia hanya merasa bahwa ini menarik. Sebelum kelas dimulai ia berbicara dengan ringan mengenai luka-luka Harutora: “Kau benar-benar bisa membuat masalah.” Itu benar-benar suatu keajaiban entah kalimat tersebut cocok untuk seorang guru atau tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi itu cukup tak sopan untuk meminta agar kau dengan segea mengejar jalannya kelas, sebagaimana kurikulum disini – khususnya jadwal pelajaran –cukup padat, dan tidak ada waktu untuk mengulang pelajaran yang sudah diajarkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be-begitu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, dan lagipula, walaupun menganggap bahwa seluruh murid disini dapat mengikuti proses kurikulum tersebut, bahkan guru yang bertanggung jawab untuk mengajar cukup gelisah entah murid-muridnya sungguh mengerti atau tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti ia telah menemukan ide dari perkataannya, Ohtomo tiba-tiba menutup mulutnya dan berpikir keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu. Ia menyeringai, menutup buku teks yang ada ditangannya pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Dikarenakan kedua murid baru saja pindah, mengapa kita tidak gunakan kesempatan ini untuk mengulang kembali pelajaran minggu lalu. Disisi lain, ini bisa sebuah pengulangan, dan disisi lain ini bisa untuk mengecek apakah semuanya benar-benar mengerti dengan pelajaran yang diberikan atau tidak .”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernyataan tiba-tiba Ohtomo menimbulakn keributan dikelas dengan beberapa yang komplain akan hal tersebut, namun Ohtomo tidak memedulikannya sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong jangan bercanda!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang murid memukul meja cukup keras, berdiri dari tempat duduknya. Tidak perlu ditanya bahwa murid tersebut adalah Kurahashi Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei, kau bilang bahwa kurikulum ini cukup ‘padat’, tapi sekarang kau berencana untuk menunda pembelajaran karena hanya dua orang murid pindahan? Bukankah ini terlihat seperti pelayanan spesial!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbicara secara jelas dan logic seperti biasa, dan Ohtomo pun hanya ber-‘nn’ ria, namun itu tidak terlihat entah ekspresi diwajahnya itu suatu kebingungan atau ketidakpedulian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar, Kyouko-kun. Melakukan ini bukan hanya untuk Harutora-kun dan Touji-kun, sebagaimana aku berharap bahwa semuanya bisa mengambil kesempatan ini untuk mengulang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengulang adalah tanggung jawab masing-masing! Semenjak kurikulum ini disusun agar semuanya dapat mengikuti sebagai alasan, semua yang percaya bahwa mereka tidak bisa mengikuti kelas jelas bertanggung jawab untuk mengulangnya sendiri. Ini tidak adil jika mengorbankan hak murid yang memang serius untuk belajar dengan orang yang tidak memiliki kesadaran diri!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm…… Dari apa yang kau katakan, itu terdengar seperti kita harus &lt;br /&gt;
membiarkan murid yang tidak bisa mengikuti pembelajaran?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo dengan hati-hati mengonfirmasi. Suaranya tetap terdengar santai seperti biasa, namun jelas terdapat tatapan menyelidik yang diarahkan kepada Kyouko dari balik kacamatanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko mengerti motif Ohtomo, menegakkan punggungnya dan menjawab tanpa ragu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah kurikulum disusun sedemikian rupa dengan tujuan seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada dari jawabannya terdengar congkak dan penuh dengan percaya diri, dan ia jelas mengetahui bahwa pernyataan seperti itu itu dapat dikritik karena arogan, seoalah-olah ia dengan sengaja memprovokasi orang-orang dengan pendapatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Ohtomo menjawab dengan: “Hmm, kurasa begitu”, dengan segera menyetujui apa yang dimaksud Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada akhirnya, Onmyouji bukanlah profesi yang dapat dilakukan oleh setiap orang. Itu adalah kebijakan pendidikan Akademi Onmyouyang terutama membuat upaya untuk membantu siswa yang tertinggal adalah upaya sia-sia, dan bahkan mereka ingin menendang keluar orang-orang yang tidak memiliki kemampuan untuk bersaing dikurikulum atau yang ‘bodoh’ dan tidak menyadari bahwa dirinya tertinggal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo berbicara terus terang, dan alarm pun berbunyi didalam pikiran Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketatnya. Dan terlebih lagi, kalimat tersebut terdengar ‘natural’ ketika Ohtomo yang mengucapkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko menutup mulutnya, menganggap diskusi telah selesai, namun Ohtomo lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Namun disisi lain, Akademi Onmyou memberikan yurisdiksi yang cukup luas pada pengajarnya, dan karena demikian aku tidak setuju dengan kebijakan tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ti-tidak setuju? Itu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haha, itu sangat bertentangan, bukan? Selain itu, Akademi Onmyou tahu bahwa aku menentang kebijakan tersebut namun masih meminta diriku untuk menjadi seorang pengajar, yang setara dengan diam-diam menerima kontradiksi tersebut. Apa kau tahu mengapa Akademi Onmyou melakukan hal tersebut?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo bertanya sambil tersenyum, dan tentu saja tidak ada satu pun murid yang menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, ia berkata dengan gembira:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itulah sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr2 143.png|thumbnail]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Kaki palsunya yang ada dibawah pahanya pun membunyikan suara ‘clunk’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bunyi tersebut pun terdengar ditengah-tengah kelas yang hening. &lt;br /&gt;
“Bagaimana ini? Bukankah dunia orang dewasa terlihat aneh dan kompleks?” Ohtomo tersenyum, dengan lihai menambahkan kalimat tersebut. Namun, tatapannya terlihat begitu tenang sebagaimana ia berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terus terang saja, jika tujuanmu hanya berharap untuk lulus ujian ‘Onmyoudou Kelas Tiga’ – Tidak, bahkan ‘Kelas Dua’ -  kau tidak perlu begitu  mengerti terlalu jauh mengenai hal tersebut. Tetapi, tujuan dari Akademi Onmyou tidak hanya dalam skala kecil sedemikian rupa. Meskipun kami para pengajar selalu mengatakan hal yang sama, selalu menginginkan agar kalian giat belajar, kami sebenarnya mengantisipasikan hari dimana kalian bisa tampil.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo berbicara seperti ia sedang bercanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, Harutora tidak mengerti maksud dari perkataan Ohtomo, namun atmosfer dikelas mengatakan bahkan jika maksud dari perkataan itu sendiri memang sulit untuk dimengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang lebih anehnya lagi adalah Ohtomo yang dengan tenangnya mengatakan ‘Inilah sihir’ sebenarnya cukup meyakinkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terlihat biasa saja, bericara dan bertingkah laku dengan sembrono, dan bahkan seluruh tubuhnya memberikan kesan sulit untuk mendeskripsikan keberadaannya yang seperti tidak dapat diandalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, hanya dirinyalah spesialis yang ada didalam kelas ini, Onmyouji sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, begitu keadaannya – semuanya merasa semakin kebingungan jika aku semakin banyak bicara, bukan? Lagipula, inilah Akademi Onmyou dan aku adalah instruktor kalian, jadi semuanya harus patuh mendengarkan instruksiku~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah bagaimana, Ohtomo pun memberitahukan mereka untuk melakukan apa yang diperintahkan. Mungkin tujuan sebenarnya adalah untuk mengalihkan pemikiran para murid, dengan kata lain, semua murid yang ada dikelas ini telah terjatuh dalam ‘kebingungannya’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…A-apa latar belakang dari guru tersebut?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji juga menunjukan bahwa ia tidak mengerti lebih jauh dengan guru yan g ada didepannya. Walaupun Harutora kebingungan, setidaknya kesannya terhadap Ohtomo dapat sedikit berubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Instruktor yang ada diatas podium berbicara tanpa jeda, namun sebenarnya masih ada beberapa murid yang mengerti maksud perkataannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…… Aku, aku tidak bisa menerimanya……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang berkata demikian adalah Kyouko lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahkan jika kau beralasan kembali, keputusanmu saat ini jelas berdasarkan kedua murid pindahan tersebut – Tidak, lebih tepatnya untuk murid pindahan Tsuchimikado. Mungkinkah kau memutuskan demikian hanya karena dirinya? Aku tidaak bisa menerima dirimu yang berlaku seperti itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko dengan jelas menolak untuk mengalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Situasinya berjalan hampir sama dengan yang kemarin, dan tatapan murid-murid – termasuk milik Harutora – terarah Natsume yang duduk diujung kelas. Tidak ada hubungannya jika kau menerimanya atau tidak – celaan Natsume pun terngiang-ngiang ditelinga mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume duduk ditempat duduknya tanpa menhiraukan sama sekali tatapan yang tertuju padanya, bahkan berusaha untu hanya menatap ke luar jendela, berpura-pura untuk bersikap tidak peduli. Keributan semakin menjadi-jadi ketika seluruh murid benar-benar terkejut ketika melihat ia bersikap demikian, dan Harutora hanya bisa marah dengan getir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Gadis itu masih merajuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mungkin jika dirinya tidak mendengar argument yang terjadi didalam kelas, namun kali ini Natsume sepertinya tidak ada niatan untuk kembali membela Harutora, tidak seperti sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai hasilnya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami membicarakanmu! Mungkinkah kau tidak ingin menyampaikan pendapat yang ingin kau kemukakan? Tsuchimikado Harutora!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Huh, aku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko pun menyebut nama Harutora yang terlihat tidak ingin ikut campur, dan seluruh tatapan murid-murid pun dengan segera berpindah dari Natsume ke Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikarenakan Natsume terlihat tidak peduli, Kyouko mengalihkan serangannya dari tuannya menuju shikigaminya. Harutora yang tidak siap merasa tak berdaya dan mau tak mau untuk melihat reaksi Natsume kembali. Natsume masih melihat ke luar jendela seperti biasa, leher jenjangnya terlihat sedikit kaku…… Ia sama sekali tidak berniat untuk membantunya sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan begitu, ia hanya bisa bergantung pada dirinya sendiri, dan terlebih lagi, ini adalah masalahnya sendiri, dan itu akan menyulitkannya untuk menyelesaikan masalah ini jika ia membawa-bawa Natsume lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oke. Ia merubah pola pikirnya, menjawab langsung pada Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika ia berbicara, ia menyadari bahwa seluruh murid yang ada dikelas menajamkan pendengarannya, dikarenakan ini kali pertamanya ia berbicara, yang mana selalu menarik perhatian semua orang, akhirnya secara resmi berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku, Aku memang tidak bisa mengikuti kurikulum, dan itu akan menjadi bantuan yang sangat jika sensei mau untuk mengulang pelajaran minggu kemarin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak apa bahkan jika itu membuat murid lainnya membuang waktunya denganmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, aku pikir itu lebih dari apa yang bisa kuduga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu—!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko berencana untuk mengambil kesempatan tersebut sebagai klaim kemenangan, namun dengan segera Harutora menyergah kata-katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak berpikir untuk tidak menduga hal demikian – tapi aku tidak akan menampiknya. Dikarenakan itu adalah keputusan sensei, aku dengan bersyukur akan mengikuti kelas…… Uh, meskipun aku munkin tidak akan mengerti kembali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menjawab dengan jujur, mengangkat bahu. Kyouko terlihat seperti tidak menduga sikapnya begitu rendah hati sedemikian rupa, dan ia menatap Harutora dengan mata yang melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berharap ia bisa membangun ‘kehidupan normal’ barunya setenang dan stabil sebisa mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kehidupan normal seperti ini tidak akan mengurangi Akademi Onmyou, atau dengan kata lain tidak memiliki makna. Ia rela untuk menghabiskan waktunya untuk membuatnya menjadi kenyataan, namun tidak ada arti baginya jika kehidupan normal tersebut tidak memiliki akses penting untuk menjadi seorang Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ditambah, seperti yang Natsume katakan kemarin, membicarakan ketidakadilan yang kau maksud hanyalah sia-sia, tidak mungkin itu bisa terjadi. Kami Tsuchimikado tidak ada niatan untuk menggunakan nama Tsuchimikado untuk mengintimidasi orang-orang, nama itu tidaklah begitu hebat lagi. Sebenarnya, aku berpikir bahwa itu hanya kau yang menakut-nakuti dirimu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, mari kita lupakan masalah Tsuchimikado untuk sekarang, jika aku merepotkan semuanya – aku sungguh meminta maaf, kepada semuanya. Tapi, kau dan aku adalah murid saat ini, jadi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko tak bisa berucap, dan murid-murid lainnya menunggu dengan napas tertahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dengan tenang membuka mulutnya, berbicara kepada mereka semua:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku berpikir bahwa menjadi seorang Onmyouji adalah prioritas utamaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak ingin telihat sama seperti Natsume yang membalasnya dengan sekuat mungkin, jadi ialih-alih ia mencoba untuk mengambil sebanyak mungkin kompromis dan memberikan sikap dengan sikap sebijak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun meskipun begitu, ia masih memiliki kalimat yang tidak bisa ia akui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia mengumumkan hal tersebut, Natsume yang daritadi melihat ke arah jendela menolehkan wajahnya seolah-olah ia terkejut. Namun, Harutora yang sedang berhadapan dengan Kyouko tidak melihatnya. Ia mencoba meyakinkan dirinya meskipun jantungnya berdetak dengan cepat, berusaha sebisa mungkin untuk bersikap tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang diruangan tersebut bersiul. Tidak, ia tahu betul siapa itu, Touji sudah pasti adalah orang yang bersiul tadi, Harutora hampir saja tersenyum mendengar temannya yang menyemangatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keheningan pun berlanjut untuk waktu yang lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko menatap Harutora dengan serius seperti itu pertama kalinya ia melihat Harutora. Bahunya yang sedikit bergetar membuktikan betapa marahnya Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak lama setelah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tsuchimikado Harutora, aku minta maaf, namun tolong ambil inisiatif dan keluar dari akademi ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Keluar? Kau ingin aku meninggalkan tempat ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar! Kau tidak bisa mengikuti kurikulum Onmyoudou, itu terlihat &lt;br /&gt;
jelas kemarin! Orang-orang terbaik dengan tujuan untuk menjadi seorang Onmyouji berkumpul disini, ini bukanlah tempat untuk orang-orang yang tidak berkompeten seperti dirimu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko memukul meja denga kepalan tangannya, berteriak histeris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bahkan terlihat jauh lebih tenang dibandingkan yang ia duga. Mungkin itu terjadi karena ia telah memberitahukannya kepada semua orang, namun kupu-kupu diperutnya pun terus menggelitik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kalau begitu aku meminta dirimu supaya lebih toleran……” ia tersenyum ketika ia berbicara dengan Kyouko yang marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Kyouko memerah. “Kau……!” ia tak bisa berkata-kata untuk sesaat dan melangkah menuju tempat Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berhenti, kau orang yang kurang ajar!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, tubuh Kyouko terpental.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya terpental, roknya terangkat dan tak terduga menunjukan celana dalam yang lucu dibaliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana para penonton terkejut dan kebingungan, Kon muncul dengan pisau kesayangannya yang terarah tepat ke arah Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata birunya mengilat. Kon merendahkan suaranya, menyatakan dengan nada tajam:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku telah mengikuti perintah dan tetap diam disampingnnya, tapi aku tidak bisa mengantisipasi dirimu yang berbicara sangat tidak sopan terhadap Harutora-sama. Aku tidak bisa menoleransi ketidaksopanan ini, kau kan menemui ajalmu dengan pisauku—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Kau yang tidak sopan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora segera berlari, menjitak keras kepala Kon. Telinga dan ekornya menegak kaget, dan karakterisasi fenomena ‘lag’ yang terjadi pada shikigami – seolah-olah ia rusak – terlihat pada tubuh Kon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-h-h-harutora-sama! Kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau berani bertanya! Bukankah aku sudah memeringatimu untuk tidak terlihat oleh yang lainnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ta, Ta-ta-tapi orang ini mencoba menghampirimu Harutora-sama – aku harus mendahulukan tugasku sebagai penjaga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sangat menyebalkan, kau shikigami yang berlagak ksatria! Dipikir-pikir kembali, mengira kau bisa berbicara lancar sekarang! Kemarin kau terlihat gugup denganku, bukan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Te-te-te-tentu saja tidak! Aku tidak berani mengakalimu! K-k-kau salah paham Harutora-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menggenggam baju bagian depan Kon, menggoyang-goyangkan Kon, dan Kon berusaha keras untuk membela dirinya sebagaimana ia merasa pusing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas menjadi ramai karena percakapan tersebut, dan terlebih lagi suasana menjadi cukup aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemunculan tiba-tiba dari gadis kecil itu bukanlah alasan mengapa reaksi tersebut terjadi,  seperti yang diduga dari Akademi Onmyou, para murid sepertinya langsung mengtahui bahwa Kon adalah Shikigami, namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Oh, sungguh mengejutkan, apa itu shikigami pelindung?” Ohtomo berucap, mewakili rasa penasaran para murid-murid, dengan kekaguman yang memenuhi nadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma-maaf, Sensei! Aku tidak melakukannya dengan sengaja, aku akan menghancurkan jimatnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-me-menaghancurkan!? Harutora-sama, tidakkah itu terlalu jahat……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diamlah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tenanglah, tenanglah. Kau seharusnya memaafkan shikigami manis nan bersemangat sepertinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Ohtomo tenang, menghentikan teriakan antara tuan dan shikigaminya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun aku terkejut, tidak pernah terpikirkan olehku kau memiliki shikigami pelindung…… Sepertinya aku memiliki beberapa prasangka setelah mendengar penilaian para guru tentang dirimu, aku akan melakukan instropeksi segera.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Ke-kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, pertama, mengapa kau tidak duduk terlebih dahulu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Momentum Harutora terhenti dan Kon akhirnya telah tenang. Ohtomo masih tersenyum senang sebagaimana ia  melihat keduanya, menunujukan tatapan penuh kagum sambil mengangguk-angguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini seharusnya tipe tingkat tinggi…… namun sihirnya terlihat sedikit berbeda dengan ‘General style’, dan ini…… Segel? Benar-benar terlihat…… Seperti yang diduga dari Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh…… Sensei?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo bergumam pelan, dan kali ini giliran Harutora yang merasa khawatir. Ia bahkan telah mengejutkan Ohtomo, dan tatapan dariyang diberikan para murid berbeda dengan sebelumnya, seolah-olah mereka menyadari yang tadisnya mereka kira hanyalah kucing liar sebenarnya adalah seekor harimau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hakuou! Kokufuu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr2 153.png|thumbnail]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua shikigami muncul dibelakang Kyouko setelah ia memanggilnya.&lt;br /&gt;
Dua benda tersebut adalah shikigami humanoid, satu putih dan satu hitam, kurang lebih setinggi pria dewasa, namun figur mereka kuat seperti seorang petinju. Shikigami berwarna putih memegang katana putih dan yang hitam memegang tombak, dan kedua shikigami tersebut mengenakan baju pelindung yang sangat teliti, jika dilihat dari luar seolah-olah terlihat seperti robot. Mereka sepertinya berhubungan dengan Asura yang dikendalikan oleh dairenji Suzuka sebelumnya, dikarenakan mereka memberikan kesan yang hampir sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka adalah shikigami pelindung yang dibuat oleh Agensi Onmyou, ‘G2 Yaksha’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berpikir kau bisa mengelabuiku, sungguh liciknya dirimu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan berpura-pura! Dengan sengaja berpura-pura tidak berkompeten terlalu merepotkan, apa yang kau rencanakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa, huh? ……Huh, aku tidak mengerti apa maksudmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dengan segera mengambil langkah mundur. Berebeda dengan Kon, ia memegang erat Kachiwarinya dari balik kaki Harutora, matanya mengilatkan maksud jahat dan dengan ganas menatap ke arah shikigami lawan. Para murid yang duduk didekatnya pun mengam bil jarak antara Harutora dan Kyouko agar tidak terlibat dalam pertengkaran keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Te-tenanglah! Aku minta maaf padamu, aku sama sekali tidak memiliki maksud jahat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan bercanda. Dikarenakan kau menyerangku terlebih dahulu, aku akan menerima tantanganmu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriak Kyouko, mengayunkan tangannya ke samping, dan kedua ‘Yaksha’ mengambil postur bertarung dengan segera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun keringat dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, diluar dari lingkaran yang melingkari Harutora dan Kyouko, Touji perlahan berdiri dan Natsume telah memegang kotak jimat yang ada pinggangnya dengan tatapan serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana menegang, dan ketegangan pun menyulitka murid untuk bernapas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, aku tahu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo memanggil dengan senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia berbicara dengan nada ceroboh, tidak memedulikan suasana kelas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Salah satu dari kalian keras hati, dan satu lagi kuat, sangat bagus. Sepertinya kalian berdua kurang lebih dapat mengontrol shikigami, jadi mengapa tidak membuat kalian untuk melakukan demonstrasi pertarungan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“”Apa?””&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Kyouko terkejut mendengarnya. Mungkin seluruh murid yang mendengarnya, bukan hanya mereka berdua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lagipula ini kelas terakhir hari ini. Harutora-kun, Kyouko-kun, mengapa kita tidak pergi ke lapangan latihan sihir dan melihat pertikaian shikigami.” Ucap Ohtomo senang.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_2&amp;diff=515593</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 2</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_2&amp;diff=515593"/>
		<updated>2017-03-22T15:41:23Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Bagian 3 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 2 – Telinga dan Ekor==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora, karena kau tidak bersalah, kau tak perlu mengkhawatirkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana bisa aku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas pagi telah selesai, dengan Harutors yang masih membawa perasaan bersalah setelah kejadian perkenalan yang kacau balau. Pundaknya terasa berat dan capai, seolah-olah pundaknya adalah batu, membuatnya membuatnya terkulai di meja ruang kelas kelelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang adalah jam istirahat. Banyak murid – termasuk Kyouko – pergi meninggalkan kelas, untuk mencari makan. Tentu saja, tak ada yang berani berbicara dengan Harutora, yang telah membuat keributan tepat setelah ia memasuki kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecuali satu orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haaaah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji tersenyum, terang-terangan. Menganggap dirinya sebagai setengah orang luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menjadi bahan pembicaraan tepat ketika kau masuk, sungguh sempurna, Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Sempurna’ apa yang kau maksud, semuanya sudah selesai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan itu, menunjukan tampilan sebuah kekuasaan di awal untuk mengukur reaksi semua orang menunjukan sebagai seseorang yang mencari orang-orang kuat, tidak buruk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, beerpikir kau memiliki sikap santai seperti itu... Terlebih, bukan aku yang ‘menampilkan sebuah kekuasaan’.”&lt;br /&gt;
Touji biasanya tak diragukan kembali merupakan orang yang seharusnya lebih menarik perhatian, bukan Harutora, namun kali ini Touji benar-benar tertutupi oleh ‘Pasangan Tsuchimikado’, bahkan berkata: “ Dengan seperti ini akan lebih memudahkanku untuk bergerak, jadi aku setuju.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, Natsume. Apakah murid yang bernama Kyouko itu selalu seperti itu? Dia seperti memiliki kebencian yang mendalam terhadap keluarga Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanya Touji, namun Natsume menggelengkan kepalanya, muram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak…… Dia tak pernah menyerangku seperti itu, tapi terkadang ia menunjukan sedikit perlawanannya kepadaku seperti hari ini. Berkatnya, aku juga jadi sedikit bersemangat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku tidak melihatnya sebagai ‘sedikit’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang tidak membuatmu puas? Harutora, aku akan membicarakannya untukmu. Dengan kata lain, melindungi shikigamiku adalah sesuatu yang wajar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Natsume dengan bangga, dan Harutora pun semakin membenamkan dirinya di meja, sudut-sudut mulutnya pun membentuk senyum terbalik.&lt;br /&gt;
Disisi lain, Touji terduduk di atas meja, termenung dalam pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkinkah kita melakukan sesuatu yang membuatnya marah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tak tahu, aku tak tahu sama sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika kau memanggilnya Kurahashi Kyouko tadi, mungkinkah Kurahashi ‘tersebut’? jika seperti itu, mungkin itu berhubungan dengan hal tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia memang berasal dari keluarga tersebut, namun demikian, aku tak mengerti kenapa. Ayahku pernah bertemu dengan keluarganya, tapi aku hampir tak pernah berkontak dengan keluarga Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Natsume, menunjukan ekspresi malu. Harutora tiba-tiba mengangkat kepalanya ketika mendengar nama ‘Kurahashi’, lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, iya, sensei baru saja menyebutkannya, bukankah itu Kur… Tunggu, Natsume, Touji, bukankah kalian terlalu familiar? Bukankah kemarin pertemuan pertama kalian?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya bingung, dan tubuh Natsume pun sekilas terlihat gemetar mendengar hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Touji pernah satu sekolah sebelumnya, dan keduanya berteman baik sebelum semenjak ayah Harutora merawat Touji. Namun Touji baru pertama kali melihat Natsume ketika ia pergi ke Tokyo bersama Harutora kemarin. Waktu itu, Harutora bahkan baru memberitahukannya kalau Natsume adalah perempuan – lagipula, ia telah sering menyebutkan perempuan yang diajak mainnya saat masih kecil kepada Touji sebelum ia mengetahui tentang tradisi keluarga utama. Namun keduanya tak mengatakan hal apapun selain perkenalan sederhana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, abaikan Touji, kenapa Natsume yang biasanya pemalu sekarang berbicara dengan semangatnya pada Touji?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, itu, begini……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah lembut Natsume berubah menjadi kaku dan kata-katanya pun menjadi berantakan, ia pun menatap tak tentu arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda dengan Touji yang tampak tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidakkah kau tahu, Harutora? Orang-orang tak bisa untuk tak datang berbicara denganku, aku adalah pria yang menawan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Berpikir kau dengan bangganya berbicara seperti itu setelah menjadi seorang preman sebelumnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengangkat kepalanya dari meja, mengerutkan dahinya dengan heran. Touji tersenyum dan menaruh tangannya diatas kepala Harutora, mengacak-acak rambutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, tak perlu kau khawatirkan. Untuk suatu alasan, aku merasa ini bukan pertama kalinya aku bertemu dengan orang ini, itu pasti karena kita sangat akrab. Iyakan, Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, benar! Itu benar, Harutora. Kami akrab! Dan yang kucing kupunya sebelumnya bernama Touji, jadi aku merasa cukup dekat dengannya dan aku tak pernah berpikir kalau Touji adalah orang asing sama sekali!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menunjukan senyum palsu, namun Natsume memaksa dirinya untuk tertawa keras. Harutora merasa seperti sebuah komedi sedang bermain didepannya, dan ia pun semakin mengerutkan keningnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Natsume dan Touji memang belum mengeanal satu sama lain sebelumnnya, jadi ia hanya bisa untuk memercayai klaim mereka. Terlebih penting, sebenarnya ia diam-diam khawatir bahwa ‘Aku takut kalau kedua orang yang berbeda kepribadian ini tidak akan akrab’, namun melihat situasinya saat ini……  ia merasa lega melihat keduanya yang tiba-tiba bisa dalam harmoni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah kau cemburu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei kau…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau dan Natsume sudah lama tak bertemu, tapi kami malah menjadi sangat &lt;br /&gt;
akrab dengan cepatnya, jadi dirimu yang cemburu bukankah—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Baiklah, Aku tahu. Sejujurnya, aku akan merasa bermasalah jika kalian bertengkar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar pertanyaan menggoda Touji, Harutora mau tak mau harus menyerah dengan investigasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun menjadi sangat lelah ketika membayangkan keduanya bertengkar, sehingga kini ia hanya bisa berharap bahwa ke depan nanti tak akan ada masalah yang terlalu menyulitkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menoleh ke arah Natsume, seolah-olah memberikan persetujuannya terhadap apa yang mereka nyatakan: “Jadi, baiklah jika seperti itu. Natsume, kau bisa memercayai Touji. Jika kau memerlukan sesuatu, kau juga bisa berbicara padanya, bukan cuma aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………” Namun Natsume tidak merespon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora yang awalnya ingin bersandar, kebingungan, memiringkan tubuhnya untuk melihat Natsume. Ia menyadari bahwa saat ini Natsume berdiri dengan matanya yang melebar, dan pipinya yang memerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ada apa, Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, tidak apa-apa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah? Mungkinkah kau tidak memercayai Touji?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan begitu…… Hanya saja, mmm…… K-kau tak perlu khawatir…… oke? Touji dan aku tidak terlalu akrab……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bersikap malu-malu dan ia berbicara dengan terbata-bata. Harutora pun hanya bisa mengerutkan dahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau coba katakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“M-maksudku, aku memercayai Touji, tapi…… Yang paling…… mmm…… orang yang paling dekat denganku adalah Harutora, aku janji……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbisik lembut tanpa melihat Harutora, Harutora tidak mengerti maksud dari perkataannya dan menoleh ke arah Touji untuk meminta bantuan, namun Touji hanya menatap ke langit-langit untuk suatu alasan. Harutora, yang terlihat kebingungan seperti sebelumnya, merasa seperti dirinya sedang melihat komedi dagelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“N-ngomong-ngomong!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume dengan segera mengganti topik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua akan berjalan lancar antara aku, Touji, dan Harutora! Jadi – kau tak perlu khawatir dengan murid-murid lainnya, bahkan gadis itu. Selama kau berusaha dan serius, aku percaya dia tidak akan macam-macam. Jika ia berani coba-coba untuk mencari masalah denganmu, aku tak akan membiarkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berbicara seperti itu dengan wajah yang memerah, tiba-tiba Natsume menjadi serius, lalu berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama dan yang lebih utama – kita datang ke Akademi Onmyou agar bisa mandiri sesegera mungkin, dan hanya demi tujuan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan tersebut menunjukan gaya hidup Natsume selama di Akademi Onmyou, dan Harutora tanpa sadar duduk dengan tegak ketika mendengar ucapan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ucapan tersebut, Natsume juga pernah bilang kalau ia tidak perlu takut selama ia menunjukan kekuatannya di Akademi Onmyou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dirinya yang berbicara seperti itu sama saja dengan terang-terangan ia menyatakan bahwa ia tak peduli dengan murid-murid lainnya, dan mengakui bahwa dirinya terisolasi dari kelas, tanpa teman. Hal itu membuktikan perkiraan dan kekhawatiran Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Namun, Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukan hal yang baik. Keadaan Natsume memang cukup kompleks dan sulit dimengerti, namun ia masih tak percaya jika menutup diri adalah jalan keluar terbaik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora mengkhawatirkan bagaimana ia harus membicarakan kekhawatirannya…… “Tsuchimikado-kun – Ah, maksudku Natsume-kun.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang murid berbicara dari depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merupakan seorang murid lelaki berkacamata. Harutora dan yang lainnya pun menoleh secara bersamaan, membuatnya terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh – orang itu disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menunjuk ke arah pintu ruang kelas ketika ia berbicara demikian.&lt;br /&gt;
Seorang lelaki bersetelan jas berdiri di koridor luar kelas. Tubuhnya tinggi dan kurus, dan penampilannya cukup tampan. Ia tersenyum ramah ketika sadar Harutora dan yang lainnya melihatnya, sedikit menganggukkan kepalanya sebagai salam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merasa kebingungan, ketika – “Oh! Aku lupa. Maaf Harutora, aku harus pergi.” Ucap Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh…… Aku, aku sedang menjalani kelas spesial sekarang, jadi aku ada kelas ketika istirahat siang…… Apa kau tahu dimana kantin sekolah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, aku harus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu kalian bisa makan duluan, aku mungkin akan kembali sebelum kelas selanjutnya mulai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata demikian dengan segera ia menuruni tangga, bergegas menuju pintu kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tiba-tiba ia berhenti, dengan cepat berbalik menghampiri mereka dan sedikit mendekatkan dirinya ke meja yang mereka tempati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora, Touji, mari lakukan yang terbaik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ah, okay.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Touji merespon bergantian terhadap tatapan yang dipancarkan oleh mata jernihnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tertawa riang seperti anak kecil, membalikkan dirinya seperti seolah-olah ia sedang menari dan akhirnya pergi meninggalkan ruang kelas. Ia berbicara beberapa kata pada laki-laki yang menunggunya di koridor dan dengan segera menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kepergian Natsume yang tiba-tiba, sekujur tubuh Harutora pun merenggang, namun Touji berkata dengan kecut: “Ia sangat gembira.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gembira…… huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menatap ke arah koridor tempat Natsume pergi dengan tatapan kompleks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkin karena dia menggunakan seragam laki-laki, kepribadiannya berubah. Bagaimana aku harus mengatakannya…… ia terasa lebih kekanakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun, yang aneh adalah aku tak merasa kaget sama sekali, melainkan rasanya seperti aku sudah terbiasa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tidak heran.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji berbicara pelan dengan seringai terpampang ketika mendengar Harutora bergumam, tatapannya jelas menunjukan ‘jadi mereka berdua selama ini sama’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi…… Bukankah guru yang datang menjemput Natsume juga seorang guru disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau ingin tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitulah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin dia adalah pacarnya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-hal bodoh apa yang kau bicarakan, Natsume berpura-pura menjadi laki-laki disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terus kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa yang kau maksud!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, Harutora berasal dari daerah pedesaan, dan ketika Touji yang besar di Tokyo berkata seperti itu, ia hampir percaya bahwa ‘hal semacam itu’ tidak aneh di tempat ini. Teman baiknya pun tersenyum melihat Harutora yang terlihat panik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimanapun, Natsume pergi di saat yang tepat. Aku memiliki kesempatan untuk memulai penyelidikan rahasia setelah kejadian tadi pagi – tunggu aku disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora menanyakan hal tersebut, Touji telah memasukkan tangannya ke dalam saku celananya, dengan santai berjalan pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu – “Yo, terima kasih yang tadi.” Ia berbicara dengan ramah pada salah satu murid yang berada dibelakang kelas, murid laki-laki yang baru saja memberitahukan Natsume bahwa ada orang yang mencarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya ia berada dalam kelompok yang membawa bekal ke sekolah, dan ia sedang duduk, dan membuka bekalnya ketika Touji menghampirinya. Matanya melebar ketika murid pindahan – yang telah menjadi pusat perhatian – memanggilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau mengingat namaku? Aku Ato Touji, senang bertemu denganmu. Bagaimana denganmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, ya, aku Momoe, Momoe Tenma…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenma, nama yang cukup mudah diingat. kau bisa memanggilku Touji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, oke, kalau begitu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bisa melihat bahkan dari jauh bahwa Tenma terlihat cukup gugup. Ia memastikan dirinya terlihat sopan ketika berbicara, walaupun Touji terlalu dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya cukup mungil dan terlihat langsing, dengan gaya rambut yang umum dan konservatif. Wajahnya yang mengenakan kacamata menunjukan dirinya yang masih terlihat seperti murid sekolah menengah pertama, sekilas ia terlihat kanak-kanak, namun juga terlihat ramah karena hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Jadi ini penyelidikan yang dimaksud olehnya……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji sepertinya berencana mengambil kesempatan pada tidak adanya Natsume untuk mendengar beberapa informasi dari murid-murid lainnya. &lt;br /&gt;
Namun, dimata Harutora yang melihatnya dari jauh, mereka terlihat seperti seorang murid nakal yang sedang menindas murid suruhannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji kemudian memberitahukan tiga alasan kenapa ia memilih Tenma sebagai objek sumber informasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, Tenma telah bersedia memberitahukan Natsume bahwa ada orang yang mencarinya, yang menunjukan ia tidak memiliki maksud buruk apapun terhadap Natsume, dan juga membuktikan bahwa ia adalah orang yang dengan jujur akan melakukan sesuatu jika diminta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, ia baru saja sedang membuka bekalnya, atau dengan kata lain ia tidak memiliki alasan yang tepat untuk pergi, jadi akan susah untuknya kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, ia terlihat mudah untuk ‘dikelabui‘.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun Harutora merasa bodoh ketika mendengarnya, Touji telah mengobservasi reaksi yang diberikan oleh murid-murid yang ada dikelas ketika Natsume dan Kyouko bertengkar ketika perkenalan tadi, mencari kandidat untuknya mengumpulkan informasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kau baru saja ingin memakan bekalmu? Bisakah kuminta waktunya sebentar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji telah mengantisipasi respon Tenma terlebih dahulu – sebenarnya, ia bertanya dengan sikap yang aneh. Ia berkata ia tidak ingin mengganggunya, namun ia tersenyum menunjuk bangku kosong yang ada disisi Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang diduga Touji, Tenma benar-benar menunjukan senyum naturalnya, menjawab: “Silakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus. Aku baru disini jadi aku tidak familiar sama sekali dengan tempat ini. Bisakah aku bertanya beberapa hal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-begitu. Silakan, jika kau tak keberatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terma kasih banyak. Ah, jangan khawatirkan aku, silakan lanjutkan makanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang menakutkan dari Touji adalah ia memang dulunya adalah murid nakal namun sikapnya sangatlah licin. Sebenarnya, ketika di tahun pertamanya masa sekolah menengah atas, Harutora melihat banyak gadis-gadis yang telah tertipu oleh perbedaan antara penampilan luar yang menyeramkan dan sikap baiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akademi Onmyou benar-benar tempat yang menakjubkan, bukan hanya fasilitasnya saja yang baru, bahkan terdapat sepasang komainu didepan pintu masuk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudmu Alpha dan Omega, huh. Setelah kau terbiasa, kau akan menganggap kedua shikigami tersebut cukup menarik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shikigami, huh. Tentu saja, aku tak tahu bagaimana menggunakan shikigami, tapi mungkinkah kau sudah bisa menggunakannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, aku, aku kurang lebih bisa menggunakan shikigami buatan…… Pada akhirnya pengendalian tatap muka dengan shikigami saat ini cukup baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma sedikit gugup, namun ia masih berbicara dengan Touji. Walaupun Touji telah mengganggu makan siangnya, ia tidak memberengut, jadi kepribadiannya memang baik seperti penampilannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji dengan diam melambai-lambaikan tangannya ke Harutora selagi berbicara dengan Tenma, mungkin menjelaskan ‘kita bisa mendekati orang ini’. Harutora berdiri dengan enggan, berjalan menuju tempat duduk Touji dan Tenma. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Boleh aku bergabung?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh, ah—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kau tak perlu begitu takut. Aku tak tahu bagaimana sebenarnya Natsume, tapi kami tidak berbahaya. Dikarenakan ada dua Tsuchimikado di kelas, kau bisa memanggilku Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tak menyangka bahwa dirinya terlihat lebih menakutkan dibandingkan Touji. Ia tak ingin menghiraukannya, yang kemudian ia memilih untuk duduk didepan Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang ini juga dalam masalah. Dia memang seorang Tsuchimikado, tapi dia dari keluarga cabang dan juga tak mengetahui apapun tentang Onmyoudou. Dan dia dan aku sekolah di sekolah menengah atas biasa sampai musim panas kemarin. Alasan kenapa kami bisa memasuki Akademi Onmyou sebenarnya tak begitu hebat. Apa kau mengetahui keributan besar Onmyouji akhir-akhir ini? Sebenarnya kami terlibat dengan masalah tersebut.” Ucap Touji sambil menyeringai kepada Tenma yang gugup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Touji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dengan segera menyela, namun Touji hanya menjawab: “Tak apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya, Onmyouji yang menyebabkan insiden tersebut berhubungan dengan para petinggi Agensi Onmyou, bagian tersebut bahkan tidak diberitahukan media, dan kami dua orang biasa berakhir dengan terlibat dengan ‘insiden’ tersebut – begitulah yang terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang kau maksud insiden tersebut? Jadi begitu ceritanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma menunjukan keterkejutannya. Sepertinya ia memang telah mendengar perihal insiden musim panas tersebut. Dikarenakan hal tersebut telah menjadi berita nasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menganggukan kepalanya, membenarkan, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nama Tsuchimikado pun menjadi terkenal, dan ia pun mau tak mau harus menahan tekanan yang diberikan olehnya dari yang lain – namun ia tak menyangka kritik publik yang baru saja dia alami, jadi dia putus asa sepanjang pagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimatnya terdengar meremehkan, namun ia menyentuh dagunya ke arah Harutora dengan kasihan. Kata-katanya tidak salah sama sekali, namun retorikanya cukup pintar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Tenma pun melebar mendengar penjelasan tersebut. “Jadi begitu.” Menerima perkataan Touji bahkan terlihat rasa simpati yang muncul dalam tatapannya ketika melihat Harutora. Harutora bersyukur, namun ia meresa Touji terlalu membesar-besarkan, jadi ia pun mau tak mau sedikit ragu-ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji mengangkat bahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun mungkin memang inilah yang kami inginkan, dan aku pun memutuskan untuk menjadi Onmyouji karenanya, namun…… Seperti yang dikatakan Touji, aku memang sedikit dalam masalah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu, sangat disayangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma pun menunjukan senyum ramah ketika ia berbicara. Ia memiliki wajah yang manis, dan Harutora pun akhirnya bisa merasa bahwa saat ini ia sedang berbicara dengan ‘teman kelas’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jadi, kami ingin bertanya sedikit tentang ‘keadaan kelas’, tidak apa-apa jika kau merespon dengan hanya yang kau tahu – murid perempuan tadi pagi, dia dipanggil ‘Kurahashi’ jika aku tidak salah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji memajukan dirinya, seolah-olah sedang berbicara tepat pada telinganya dan langsung ke inti masalah, mungkin menurutnya ini merupakan kesempatan yang tepat. Tenma pun menggumamkan “Ah”, dengan cepat mengerti maksud perkataan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, dia adalah putri dari keluarga Kurahashi. Tapi dia bukanlah gadis yang angkuh, bahkan dia berbicara denganku dengan sikap yang ramah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tapi dia sangat kasar tadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, dia terlihat seperti itu ketika Natsume-kun terlibat…… Sepertinya ia menganggapnya sebagai rival.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum ramah Tenma berubah menjadi sedikit getir. Sepertinya reaksi kyouko pagi tadi tidak mewakili pendapat umum kelas, namun hanya dendam pribadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, bukan itu yang dikhawatirkan oleh Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, benar, berbicara tentang ‘Kurahashi’, aku ingin bertanya sekarang, apa yang membuat keluarga Kurahashi terlihat begitu penting? Apa mereka terkenal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar pertanyaan tersebut, Tenma menunjukan reaksi yang sama seperti Ohtomo sebelumnya, matanya melebar dengan sangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau lihat, dia tidak familiar dengan hal ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera Touji menjawab, dan mulai menjelaskannya kepada Harutora:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Keluarga Kurahashi sama dengan Keluarga Tsuchimikado, mereka adalah keluarga terkenal di Onmyoudou. Keluarga Kurahashi menjadi sorot utama semenjak turunnya keluarga Tsuchimikado. Kau mendengar nama kepala sekolah, bukan? Kurahashi Miyo, nenek tua itu adalah kepala keluarga dari keluarga Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terkenal? Jadi itu kenapa sensei bilang kalau dia adalah ‘figur dibalik layar’, huh…… La-lalu Kyouko juga?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, ia juga berasal dari keluarga Kurahashi, dan bukan hanya itu, dia juga adalah cucu dari kepala sekolah Kurahashi. Terlebih lagi, pimpinan Agensi Onmyou saat ini adalah anak kepala sekolah, yang juga adalah ayahnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjelasan tambahan dari Tenma pun membuat Harutora terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu sangat luar biasa! Ayahku hanyalah seorang doctor Onmyou daerah pinggiran, dan ayah Natsume…… Aku lupa apa yang dia lakukan, namun kupastikan ia bukanlah pegawai pemerintah yang penting. Itu gila! Sungguh keluarga yang luar biasa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah aku juga bilang seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Touji dingin terhadap Harutora yang terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun terlepas dari kehebatannya saat ini, keluarga Tsuchimikado memegang sejarah dan silsilah, dan itulah mengapa Kurahashi-san dalam satu pihak berseteru dengan Natsume-kun – itulah mungkin yang dipercayai semuanya, namun tak berani berucap.” Tenma tersenyum ringan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepihak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu…… Kau bisa mengetahuinya dengan hanya melihat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Tenma, meringis. Orang-orang akan memercayainya ketika melihat sikap dingin Natsume dibandingkan aksi marah Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun itu tak heran ia begitu peduli, karena mereka berdua memanglah dua murid terbaik di kelas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkinkah Kyouko juga sama seperti Natsume, dan mendapat latihan dasar Onmyoudou sejak dia kecil?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak akan aneh jika ia memang mendapatkan latihan tersebut, karena ia adalah putri dari keluarga Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Kyouko adalah Onmyouji yang kuat. Harutora dalam diam mewanti-wanti dirinya bahwa walau ia ditantang, ia pasti tidak akan merasa marah dan dengan segera menyetujuinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun kelas tahun pertama hanya fokus kepada pelajaran, jadi tak ada yang benar-benar yakin dengan kekuatan mereka, hanya saja mereka tampil dengan sempurna pada latihan praktik yang jarang diadakan, dan sepertinya hanya mereka berdua di angkatan ini yang memiliki shikigami tipe pelindung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jelas Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa maksudnya tipe pelindung?” Pertanyaan Harutora mengejutkan Tenma kembali – “Diamlah.” Touji menutup mulutnya mendengar mendengar hal itu, melihat Touji dan Harutora yang bersikap tidak sopan, Tenma tertawa, tanpa sadar sedikit merasa lega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun aku benar-benar terkejut tadi pagi, dan bukan hanya aku. Semuanya tadi pasti merasa terkejut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa? Bukankah mereka memang seperti minyak dan air?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, Kurahashi-san memang sering memprovokasi Natsume-kun, tapi &lt;br /&gt;
Natsume jarang membalasnya seperti itu, itu benar-benar tak seperti dirinya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Tenma sadar bahwa keduanya dekat dengan Natsume dan memberikan tatapan bertanya. Touji menyadarinya dan berkata “Jangan khawatir, bicaralah.” Lagi, ia memberikan tatapan meminta maaf, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia – Natsume-kun biasanya sangat tenang, dan mungkin tak baik mengatakan ini, namun dia sepertinya tidak peduli dengan apapun yang ada disekitarnya. Dan dia selalu memberikan kesan pada semuanya seperti orang yang mendengar dalam diam – bagaimana aku harus mengatakannya? Sungguh tak disangka darinya ketika bertengkar dengan seseorang begitu semangatnya. Kurahashi-san juga marah tadi pagi karena reaksi Natsume-kun menakutinya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma pun mengucapkan perasaannya dengan jujur, dan Harutora dan Touji pun tanpa sadar melirik satu sama lain ketika mereka mendengar hal tersebut. Dari sikap naif Natsume sekarang, sulit untuk mengimajinasikan ‘Natsume yang biasanya’ seperti yang diucapkan Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
……Dipikir baik-baik, itu memang mendekati dengan sifatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengatakan pada dirinya bahwa Natsume yang berpakaian seperti laki-laki terlihat kekanakan, namun Natsume yang sebelumnya – gadis dari keluarga utama yang dekat dengannya sejak Harutora kecil – memberikan kesan yang sama seperti yang dikatakan Tenma. Ia menanggung beban berat sebagai pewaris keluarga Tsuchimikado, dan ingin dengan serius untuk menjadi Onmyouji hebat tanpa mengindahkan hal lain. Ia angkuh dan keras dengan lainnya, gadis seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, kepribadiannya tak bisa langsung terganti walau ia berpakaian seperti lelaki, dan ia terlihat gelisah dan senang hari ini karena—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sangat penting bagi Natsume-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan Tenma tak bermaksud lebih, dan Harutora memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan rasa malunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume telah berusah untuk membelanya, namun ia pasti tak memikirkan efek apa yang akan dimiliki oleh orang sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora hanya ingin tenang di Akademi Onmyou dan berjalan lancar sebisa mungkin, untuk dirinya dan Natsume, karena mungkin bahkan Natsume harus menunjukan kesudiannya untuk dekat dengan teman kelasnya dibandingkan dengan dia dan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jangan khawatir, ‘mari lakukan yang terbaik’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun tergagu, dan Touji berbicara seolah-olah ia melihat pikirannya. Dengan berat Harutora menganggukan kepalanya didepan Tenma yang kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini sudah jelas penghinaan! Kau Bakatora, ini memalukan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume meneriakan komplainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Harutora, yang berbaring diatas meja, telah kehilangan energy untuk merespon, dengan asap hitam tak terlihat membumbung dari keplanya. Touji yang duduk disebelahnya tidak membantunya, hanya melihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku selalu berpikir kau itu idiot, tapi aku tidak berpikir kau akan sebodoh ini hingga kau tidak mengetahui apapun! Sungguh keajaiban kau bisa masuk Akademi Onmyou! Walau jika aku bukanlah Kurahashi Kyouko, aku masih meragukan dirimu yang entah masuk lewat belakang atau tidak!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terus memanggilku idiot idiot, aku hanya tidak tahu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itulah aku bilang kau itu idiot! Kau bertujuan untuk menjadi seorang Onmyouji tapi bahkan kau tidak mengetahui tipe-tipe shikigami, itu adalah bukti bahwa kau benar-benar seorang idiot!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas sore sudah selesai, dan sudah waktunya untuk kelas bubar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan kenapa Natsume sangat marah adalah kelas sore. Sebenarnya, tak ada hal aneh yang terjadi, hanya sebuah hasil yang diluar dugaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, akhirnya datang saat dimana Harutora benar-benar tidak memiliki pengetahuan apapun yang berhubungan dengan Onmyoudou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa saja ragam shikigami General? Apa perbedaan antara Rikujin-shikisen dan General Rikujin? Apa hubungan antara skala bencana spiritual dengan level bahayanya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Uh, itu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ‘uh, itu’! Apa yang sebelumnya kau lakukan selama ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak histeris, bahkan tak mendengar jawaban Harutora “Belajar di sekolah menengah atas biasa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guru yang bertanggung jawab pada kelas itu awalnya berpikir Harutora hanya bercanda, sengaja menjawab salah. Pada akhirnya, ia tetaplah seorang Tsuchimikado walau ia adalah murid baru, jadi beberapa guru berpikir Harutora telah marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, mereka semakin mengerutkan keningnya dan kaget, akhirnya memilih untuk menghiraukan keberadaan Harutora. Semua guru yang datang sore itu menunjukan reaksi yang sama, dan wajah Natsume semakin memucat dan memucat sampai akhirnya menatap dengan sengit ke arah Harutora dengan wajah memerah menahan malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia belajar dengan tergesa-gesa sebelum masuk, jadi ia lupa semuanya setelah tes.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berbaring diatas meja, dan menatap dengan kesal ke arah Touji ketika ia berbicara acuh tak acuh dan tak peduli. “Juga—“ Touji tidak mengalah, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’General Onmyoudou’ membagi shikigami menjadi dua tipe. Satu termasuk dewa, roh, dan binatang – ini merupakan macam-macam roh tradisional yang ada sebagai shikigami disebut shikigami pembantu, tapi sekarang kebanyakan shikigami modern sekarang terbuat dengan menanamkan kekuatan sihir ke dalam wadah buatan manusia. Dengan tambahan, shikigami buatan manusia terbagi menjadi wadah simpel yang dibuat murni dengan kekuatan sihir praktisinya, dan wadah standar yang dapat mampu menahan kekuatan sihir dari luar. Wadah simpel harus dikontrol langsung atau diberikan perintah sebelumnya, tapi shikigami standar tersebut dapat bergerak dengan sendirinya dalam beberapa hal, dan pada umumnya juga terdapat tipe wadah level tingkat tinggi yang bisa berpikir dengan sendirinya dan katanya memiliki kepribadiannya sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kenapa anak biasa dari keluarga biasa sepertimu sangat berpengatahuan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena aku tidak bodoh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“La-lalu apa yang dilakukan shikigami pelindung, shikigami umum atau rumah tangga artinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah metode dari pembuatan atau penggunaanya, dan tidak ada shikigami rumah tangga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, selain Touji, murid lain yang melihatnya sebagai –murid baru dari keluarga Tsuchimikado’ sangatlah terkejut dengan dirinya yang amatir. Mereka berada dikelas yang sama, kejutan pertama, lalu mulai meragukan entah ia serius atau tidak, dan makin lama semakin heran, dan kecewa, hingga akhirnya saking terkejutnya mereka tak tahu harus tertawa atau marah. Bahkan Tenma takjub, dan hal itu benar-benar membuat Harutora terpukul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghiraukan hal tersebut, Kurahashi Kyouko adalah orang yang paling sering mengubah atmosfer kelas.  Tatapan sombong dan mengejek pun diarahkan kepada tuan dari shikagami tersebut, dan Natsume menyusut dalam penghinaan, menundukan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah hal yang paling memalukan yang kualami selama hidupku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bergumam, menahan malu, wajahnya menggelap dan bahunya bergetar. Nada bicaranya terdengr suram, dan atmosfer tegang yang diberikannya pun tak ada jejak untuk tenang ‘hahaha, ini sungguh terlalu’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kursus kilat…… Kau harus mejalani kursus kilat, dan itu harus kursus kilat yang fokus dari neraka! Kau harus mengambil kembali setengah tahun, tidak, enam belas tahun hidupmu yang tertinggal. Pertama adalah ‘Perkenalan terhadap General Onmyoudou’ dan semua referensi buku yang berhubungan ‘Onmyoudou Level Dua’, dan ‘Teori Shikagami Modern’, ‘Penjabaran Sejarah Yin dan Yang’…… Juga bacaan klasik, kau harus membaca ‘Karya Kinugyokuto’, setiap buku ‘Seni Ramalan’, dan juga hal mendasar dari ‘Siklus Perubahan’, ‘Prinsip dari Lima Elemen’, ‘Risalah Baru dalam Onmyouji’, beberapa tentang ‘Pedoman Imperial’……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mengoceh, dan itu terdengar bagaikan suatu rapalan matera ditelinga Harutora, dan bahkan sebuah mantera dengan atribut ‘jahat’ atau ‘gelap’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Harutora, kau tinggal di asrama, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu kita akan memulai kursus kilatmu di asrama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, tapi itu asrama laki-laki……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga seorang ‘murid laki-laki’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, tapi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tak perlu khawatir, aku tahu sihir yang akan membuat terjaga semalaman, dan bahkan mampu sampai seminggu penuh jika kau mengabaikan efek sampingnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menatap serius ke arah Harutora, matanya mengilat dengan berbahaya tanpa ada maksud bercanda. Bahkan Harutora yang kelelahan tanpa sadar membeku, tubuhnya menegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun kemudian……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Natsume, laki-laki tadi siang datang lagi.” Kalimat Touji bagaikan seember air dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria berjas yang muncul ketika istirahat siang melambai-lambaikan tangannya ke arah mereka dari koridor luar ruang kelas. Natsume membuat suara terkejut, nadanya kembali normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tidak, aku lupa kelas tambahan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be-begitu, sangat disayangkan, tapi kita harus menunda kursus kilat tersebut—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berencana untuk mengusulkan supaya mereka melupakan hal tersebut, namun Natsume tiba-tiba menatapnya, membuat dirinya terdiam bagaikan mulutnya dijahit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mengambil buku catatan, menuliskan nama-nama buku dengan pensil mekaniknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ini. Perpustakaan pasti memiliki buku-buku ini, jadi segera pinjam buku-buku tersebut sekarang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menuliskan hal tersebut, ia menyobek lembaran tersebut dan memberikannya ke Harutora, dan segera merapikan barang-barangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr2 097.png|thumbnail]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan kembali ke asrama nanti, jadi silakan baca buku-buku tersebut terlebih dahulu. Tidak, kau harus menyelesaikannya, itu perintah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dengan tegasnya menyatakan demikian, Natsume dengan segera keluar dari ruangan, figurnya pun menghilang bersama laki-laki tersebut melewati koridor. Shikigami yang ditinggalkan pun bahkan tak sempat mengatakan kalimat keberatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihat lembaran tersebut. Semua artikel literatur dan referensi buku adalah kata yang tak pernah dilihat olehnya, jadi sepertinya ia harus memulai bagaimana cara menyebutkan kata-kata tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus, Harutora, Natsume-sensei sangat termotivasi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Touji, kau tak mungkin telah membaca semua buku ini sebelumnya, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sayangnya, dikarenakan masalah fisik, aku mendapat anemia ketika aku membaca apapun dari sebelum era Heisei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada sembrono teman baiknya akhirnya membuat Harutora merilekskan pundaknya, menghela napas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbicara mengenai nilai, Harutora memang sudah unggul dalam kegagalan, dan disekolah sebelumnya ia sering harus mengambil kelas remed. Tidak heran jika ia akan mengalami hal tersebut ketika memasuki akademi dan tiba-tiba diharap untuk belajar mengenai Onmyoudou seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah semua murid disini telah membaca dan mengingat semua buku ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Murid-murid yang lulus dalam ujian masuk Akademi Onmyou kurang lebih pasti telah membaca buku tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah semua kelas mulai sekarang akan seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah Tenma bilang, kelas tahun pertama berpusat pada materi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun terkulai kembali diatas meja, dan Touji hanya melihat  ke kejauhan sambil mengusa-usap dagunya. Pupil matanya menggelap, dan telah lama kehilangan energinya untuk marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku merasa putus asa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kelas-kelas disini jauh lebih melelahkan dari apa yang kubayangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adakah sihir yang meningkatkan kemampuan otak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sihir bodoh macam apa itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka membuka mata beratnya, mengobrol mengenai topik-topik bodoh. Setelah mengobrol, keduanya terdiam, melihat dengan linglung ke arah podium yang ada didepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid-murid sepertinya terlihat terlalu sibuk untuk mengobrol, dan &lt;br /&gt;
hanya mereka berdua yang tinggal dikelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama setelahnya, Harutora dengan bosan melipat kertasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melipat kedua sisinya, membuat pesawat kertas. Lalu, dengan perlahan mengayunkan lengannya. Ia dan Touji dengan diam melihat pesawat kertas tersebut terbang meninggalkan tangannya dan perlahan terbang melewati kelas, menabrak papan tulis, dan jatuh tak jauh dari podium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku sangat lapar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga lapar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ayo pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memprediksi dengan benar. Tentu saja,masa depannya disini akan sulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akademi Onmyou secara spesifik telah menyiapkan asrama siswa agar siswa yang jauh tempat tinggalnya dapat tinggal diasrama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asrama dibagi menjadi asrama laki-laki dan perempuan, dan terletak hanya sepuluh menit berjalan dari akademi. Berbeda dengan gedung akademi yang baru dibangun, dan bahkan jika umur Harutora dan Touji ditambahkan masih kurang dari sejarah asrama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dinding luar asrama tersebut terbuat dari bata merah. Setelah mereka melewati pintu masuk, disatu sisi terdapat ruang santai dan ruang makan, dan jika lurus terdapat area mandi dan shower yang telah dimodifikasi. Harutora telah ditempatkan di ruang kedua lantai dua, dan Touji satu ruang dibawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih ada waktu sebelum makan malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berjalan menuju lanta kedua dengan langkah berat, berpisah dengan Touji di koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruang asrama tersebut seluas enam tikar tatami, dan tatami yang ditinggalkan murid sebelumnya masih berada diruangan Harutora, tak pernah diganti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kembali ke kamarnya, Harutora menghela napas dalam dengam “Haaah……”, berguling-guling dilantai tanpa mengganti seragamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah sampai ke asrama kemarin sore dan telah mengorganisir barang-barangnya terlebih dahulu, namun yang ada dalam barang bawaannya selain baju ganti hanyalah selimut. Dengan tambahan, furnitur yang ada diruangan tersebut hanya meja lipat, jadi kamarnya tak terlihat hidup sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamar kosong tersebut terlihat seperti Harutora sekarang – Harutora yang ingin menjadi seorang Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku lelah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menatap langit-langit kamar ketika bergumam. Langit-langit kamar tersebut berbeda dengan langit-langit rumahnya, dan keadaan disekitarnya pun berubah drastis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Aku benar-benar berada di Tokyo……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali pertama ia datang ke Tokyo adalah pertama kalinya ia hidup sendiri, walaupun ia tinggal diasrama. Sayangnya, rasa gembira akan kebebasan dari kemarin sore pun telah hilang dalam satu hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku hanya terlalu tak berguna……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah terkejut para guru tidak terlalu masalah baginya. Sikap mereka yang menganggap ia tidak ada adalah hal yang sulit ditanggung olehnya. &lt;br /&gt;
Belum lagi, ia merasa tatapan dingin dan senyum penuh arti yang dilayangkan kepadanya selama kelas berlangsung, dan ia pun menyadari hal itu menjadi tamparan keras bagi imajinasinya setelah ia meninggalkan akademi atas kehendaknya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Ia merasa seperti tertinggal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, keadaan seperti ini setidaknya jauh lebih baik daripada keadaan yang diprediksikan Touji. Sejauh ini, hanya Kurahashi Kyouko yang terlalu menjelek-jelekkan Harutora sebagai Tsuchimikado, jadi ini tak ada hubungannya dengan dirinya yang merasa stress dan keterasingan yang melanda Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalahnya ada pada Harutora itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah belajar sekali sebelum ujian masuk untuk Akademi Onmyou – ia percaya bahwa saat itu dia serius. Namun ia sadar sekarang betapa naifnya pemikiran tersebut saat itu. Ia telah belajar bebisa mungkin selama setengah tahun, ia khawatir bahwa ‘enam belas tahun masa hidupnya’ yang diucapkan  Natsume bukanlah hanya sebuah pernyataan yang dilebih-lebihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…’Itu perintah!’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tch.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun akhirnya mendecakkan lidahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku datang kesini hanya sebagai murid &#039;&#039;dropout&#039;&#039;……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telah menjadi keputusannya untuk pindah, jadi ia tak berharap akan mendapat perlakuan khusus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi… pemikiran ‘Aku datang kesini khusus karenamu untukmu’ enggan untuk pergi dari kepalanya. Ia telah meninggalkan masa lalunya untuk berada disisi Natsume; namun, Natsume merasa senang hanya diawalnya saja, dan menyadari kebodohan Harutora – sebenarnya, seharusnya ia menyadari hal tersebut dari awal – ia langsung mengkhianatinya, menangis ‘ini adalah hal yang paling memalukan selama hidupku.’ Candaan macam apa itu. Ia yang mendapatkan malu, Natsume hanya merasa malu karena dirinya yang membuatnya begitu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika dipikir-pikir, mungkinkah gadis itu menganggap shikigaminya seperti hewan peliharaan yang ia asuh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak pernah bersinggungan dengan dunia Onmyouji sebelumnya, jadi wajar saja jika ia sangat bodoh. Ia seharusnya menghiburnya ketika melihat teman masa kecilnya kesusahan, meyakinkannya dengan tatapan dan suara lembutnya… Jangan khawatir, Harutora, Aku disini……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak mungkin……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mencoba membayangkannya, namun ia tak bisa membayangkan adegan tersebut bagaimanapun ia mencoba. Jika Natsume adalah seorang gadis yang manis, ia tak akan membiarkannya dirinya untuk menjauhi Natsume ketika sekolah menengah pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana ia berpikir dan berpikir, wajah temannya yang telah mati &lt;br /&gt;
pun muncul dalam pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Hokuto.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengingat kembali hari-hari bahagianya ketika ia, Touji dan Hokuto bersenang-senang bersama. Hingga kini, hatinya terasa sakit ketika ia mengingat kenangan tersebut karena tahu waktu tersebut tak kan bisa terulang kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, meskipun shikigami yang berwujud gadis – Hokuto – telah menghilang, seseorang yang mengontrolnya pasti ada disuatu tempat, dan itu tidak mungkin untuk tidak mengalami kembali masa-masa nostalgik tersebut. Mungkin ia bisa melihat Hokuto yang sesungguhnya – orang yang mengendalikan Hokuto, dan merupakan salah satu alasan yang membuat Harutora untuk memasuki dunia Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingin bertemu dengan Hokuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingin bertemu dan berbicara sepuasnya suatu hari nanti. Apa yang &lt;br /&gt;
akan Hokuto pikirkan jika ia tahu kalau ia memasuki Akademi Onmyou dan menderita disana? Mungkinkah ia akan senang akan dirinya, atau memberikannya semangat?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin ia akan terkejut dengan ketidakbergunaanya, tetapi walaupun ia terkejut, ia masih akan tertawa dan memberitahukannya untuk semangat setelahnya. Ia memiliki lidah yang tajam, namun ia sudah pasti tidak sama dengan Natsume yang berpikiran bahwa prestasi merupakan cerminan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, Hokuto dulu bilang bahwa aku harus bertanya pada ayahku mengenai dasar-dasar Onmyoudou.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memiringkan tubuhnya ketika ia menggumamkan hal tersebut.&lt;br /&gt;
Lalu, ia tiba-tiba bangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingat kalau ayahnya memberikannya hadiah perpisahan sebelum ia meninggalkan rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sebuah shikigami – itu dia, sebuah talisman shikigami.&lt;br /&gt;
Dengan segera ia menuju tas atletiknya yang penuh dengan pakaian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku lupa karena aku terlalu sibuk kemarin……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikarenakan tujuanmu ingin menjadi seorang Onmyouji, kau adalah anggota keluarga dari ‘Tsuchimikado’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayahnya bilang seperti itu dan memberikan talisman kepada Harutora ketika ia akan meninggalkn rumah. Ia ingat bahwa ini pertama kalinya ayahnya menyinggung nama ‘Tsuchimikado’ padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tidak mengetahui shikigami macam apa ini, dan ia kepikiran bertanya untuk mengklarifikasinya. Tetapi, ayahnya telah memberikan shikigami ini dengan khusus sambil menyebutkan nama ‘Tsuchimikado’, jadi walaupun jika ia tidak berharap shikigami pembantu hebat seperti naga Natsume – Hokuto, setidaknya ia berharap bahwa shikigaminya mungkin bisa sedikit berguna dan terpandang seperti kkuda putih Yukikaze. Lagi pula, dikarenakan keluarga utama memiliki naga, sudah wajar jika keluarga cabang memiliki harimau. Dan kemungkinan bahwa ia kuat setidaknya bisa membuat guru dan murid lainnya mengaguminya, sebuah shikigami yang menakutkan, dan sangat kuat……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketemu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengeluarkan amplop kertas berukuran sebesar kartu. Kertasnya tipis, seperti sebuah jimat pelindung yang biasa dijual dikuil-kuil, dan bagian belakangnya ditutup dengan sebuah wax, dengan kata ‘Tsuchimikado’ tertulis dibagian depan menggunakan tinta dengan lambang keluarga pentagram. Didalamnya terdapat jimat shikigami – jimat yang biasa digunakan sebagai wadah untuk shikigami. Tetapi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sial, bagaimana aku menggunakan ini?” ia telah menggunakan jimat pemulih dan juga jimat perlindungan secara reflex diinsiden sebelumnya. Selain jimat, ia juga menggunakan – walaupun ia hanya mengayunkannya secara sembarang – ‘Pedang Perlindungan’ yang kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ini kali pertamanya ia memegang jimat shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Natsume akan tahu bagaimana menggunakannya, namun setelah sikapnya yang seperti tadi, ia ingin memberinya kejutan jika ia bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkinkah ini ada intruksi manualnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berharap dengan lemah, Harutora berencana membuka segel yang ada dibagian belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, rasa geli pun muncul pada tanda pentagram yang ada dipipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih tepatnya, terasa seperti sebuah aura.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan berada tepat dibelakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara refleks harutora memutar badannya, menyadari anak kecil yang sedang berlutut dilantai, kedua tangannya diletakkan diatas lantai sebagaimana ia membungkuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun mau tak mau meragukan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa melihat wajahnya dengan jelas karena kepalanya yang ditundukan, namun ia bisa melihat bahwa rambutnya disisir rapi – meskipun terdapat dua tonjolan disisi kepalanya – kepala mungil. Pakaian yang digunakan olehnya hampir sama dengan seragam Akademi Onmyou, namun ini terlihat seperti style original dari seragam tersebut – pakaian kerajaan era-Heian dengan hakama dibagian bawahnya. Pakaiannya jelas terlihat longgar, dan tubuhnya terlihat seperti anak sekolah dasar, tidak, bahkan lebih muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun tak bisa berkata-kata dengan kejadian yang tiba-tiba ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kapan anak ini memasuki kamarnya? Harutora bertanya-tanya disalah satu sudut pikirannya, namun disudut yang lain dengan tenang berpikir bahwa ia tidak mungkin tidak menyadari jika seseorang memasuki kamarnya yang kecil. Pada akhirnya, ia tak tahu menahu darimana asal anak tersebut, kenapa ia ada dikamarnya, atau kenapa ia bersujud kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, hey……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan hati-hati Harutora membuka mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya ketika ia berbicara, punggung anak tersebut bergetar sebagaimana ia sedang disiram dengan air panas. Harutora pun ikut bergetar, menelan kembali kata-kata yang ingin diucapkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ketika itu, sesuatu menarik perhatian Harutora,. Ketika anak kecil itu bergetar, terlihat seperti sesuatu berdesir dari belakang tubuhnya yang bergetar – dengan kata lain, dekat dengan bagian belakang tubuhnya. Dan ketika ia menyadarinya, mata Harutora melebar terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah ekor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah ekor yang ditutupi dengan bulu lurus nan panjang, sebuah ekor yang berbentuk daun yang halus. Harutora hampir lompat karena terkejut, memindahkan arah matanya kembali ke kepalanya anak tersebut. Benda dikepalanya tersebut bukanlah sebuah formasi rambut natural, namun kilas gemetar yang ditunjukan oleh benda tersebut ditutupi dengan bulu yang sama dengan ekornya, telinga runcing berbentuk segitiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau, telingamu…… dan ekormu……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora membuka mulutnya dengan keterkejutan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak kecil tersebut pun mengangkat kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang gadis kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu memiliki poni yang rapi, kulitnya sangat putih bagaikan telah diberi bedak sebelumnya. Penampilannya menunjukan kemudaan yang sesuai dengan umurnya, dan dia terlihat seperti boneka hidup, dengan bahkan rincian detail yang tampak cukup halus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang dikagumi olehnya adalah kedua mata yang jernih dan dalam menatap lurus kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya memberikan kilat biru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata bulat gadis itu berwarna biru, indah seperti kaca, dalam seperti langit, dan membuat Harutora menatap dengan penuh kagum, menyebabkannya untuk lupa akan pertanyaan-pertanyaan yang ia ingin tanyakan pada gadis kecil tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika keduanya saling bertatap satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Airmata pun jatuh dari mata birunya, dan saat itu kesadaran diri &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora kembali, panik seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Hei! Kenapa kau tiba-tiba menangis! Jika dipikir-pikir kembali, siapa kau? ……Ahh, terserahlah, tak peduli siapapun dirimu, tolong jangan menangis!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun merentangkan tangannya namun tak berani untuk menyentuh gadis kecil tersebut, hanya mampu melambai-lambai dengan kacau diudara. Sang gadis melihat tingkah bingung Harutora tanpa terpenjam, matanya yang berair pun semakin melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak lama setelahnya, gadis kecil itu menggigit bibirnya, dengan cepat menghapus air matanya dengan lengan bajunya. Lalu, ia menundukkan kepalanya lagi, dan berucap:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Se-se-se, senang berkenalan denganmu—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun ia mencoba mengeluarkan suaranya, ia hanya mengumpulkan tekadnya untuk mengeluarkan suaranya yang awalnya memang lemah. Suaranya terdengar kanak-kanak seperti penampilan luarnya, dan pikiran Harutora pun menjadi kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Huh? A-apa yang kau katakan? Ada apa ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Na-na-na, namaku adalah Kon, keturunan suci dari rubah Kuzunoha, shi-shi-shikigami  dari Tsuchimikado Harutora-sama yang ditugaskan, kuharap aku bisa menjadi shikigami sesuai harapanmu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bersujud dilantai sebagaimana ia berkata demikian. Tentu saja, Harutora begitu terkejut untuk sampai ia berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…A-apa yang dikatakannya? Leluhur rubah? Keturunan? Harapanmu…… Apanya yang harapan Harutora?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Tak bisa berkata-kata’ sangatlah sempurna menjelaskan kejadian seperti ini. Pikiran Harutora kacau balau, pikirannya berputar-putar hebat, dan pada akhirnya kembali lagi menjadi diam tak berkutik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, telinga dan ekor tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukanlah sebuah aksesoris, dikarenakan itu bisa bergerak, dan itu terlihat begitu nyata. Terlebih lagi, tubuh seorang gadis tak mungkin memiliki telinga dan ekor sungguhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bukanlah seorang gadis manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, ia adalah……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah! Shi-shikigami! Mungkinkah kau adalah shikigami?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora bertanya mengonfirmasi, gadis itu – Kon – dengan segera mengangguk-angguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat itu, akhirnya Harutora mengerti. Ia adalah shikigami, seorang shikigami yang terlihat seperti anak kecil, jadi……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah – ini? Talisman ini…… Shikigami yang diberikan oleh ayahku……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon mengangguk kembali, tatapan waspada pun muncul dari wajah &lt;br /&gt;
mungilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ta-tapi, aku tidak melakukan apa-apa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dikarenakan aku adalah shikigami, aku harus menjaga tuanku sepanjang waktu. Aku me-mendengar panggilanmu sebagaimana aku menjagamu dalam bayangan—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya bingung, dan Kon menjelaskannya dengan suara kecil sebagaimana dirinya gemetar karena terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Ma-maksudmu, kau sudah ada disisiku semenjak ayahku memberikan talisman tersebut? Tapi kau tidak ada waktu itu! Aku tidak melihatmu sama sekali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dikarenakan tuanku tidak memanggilku, aku menyembunyikan diri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bersembunyi? Kau bersembunyi? Kau selalu disana, meskipun aku tidak bisa melihatmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y-ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengonfirmasi untuk yang ketiga kalinya, dan Kon hanya menundukan kepalanya, meratakan ekornya lembutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terlihat tegang dan sangat takut, dan Harutora menemukan kembali rasa tenangnya melihat sang gadis terlihat pegal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu…… Aku, aku mengerti. Setidaknya, pertama angkatlah kepalamu, kau terlalu banyak bersujud hingga aku tak tahu apa yang harus kulakukan, dan itu membuat sulit untuk berbicara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera Kon mengangkat kepalanya ketika Harutora memintanya. Wajah kanak-kanak tersebut asih terlihat kaku, dan rasa waspadanya masih tidak berubah, dan telinganya terkadang akan berkedut seolah-olah tak mampu menahan ketegangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Diingat-ingat, Alpha juga bilang kalimat aneh tadi pagi seperti familiarku telah teregister…… Jadi yang dimaksud olehnya adalah kau.”&lt;br /&gt;
Harutora duduk bersila dihadapan Kon, menimang-nimang shikigami yang ada didepannya lagi. Kon pun semakin terlihat tegang dalam tatapan penilaian tuannya, menggerak-gerakan tubuhnya takut dan membalas tatapan Harutora, tangannya masih berada dilantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengabaikan telinga dan ekor sekarang, Kon Terlihat seperti seorang gadis biasa, namun sungguh terlihat lebih dewasa dari seorang gadis – seharusnya, mungkin anak-anak? – yang seumuran. Selain itu, ia tidak terlihat berbeda dengan manusia biasa. Penamipilannya terlihat sedikit terlalu sempurna, namun matanya yang terus terang, kontur lembut yang diberikan pada wajahnya, dan bibir mungilnya yang terlihat ‘biasa’ saja, terlihat seperti seorang gadis mungil ‘biasa’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Dia adalah seorang shikigami? Gadis sekecil ini pun bisa menjadi shikigami?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Natsume disini, mungkin ia akan menjelaskan kepadanya bahwa shikigami terbiasa tampil dengan wujud ‘anak kecil’, namun Harutora yang tidak tahu menahu mengenai hal tersebut benar-benar tidak tahu harus menyikapi gadis kecil tersebut seperti apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ayah memberikanmu kepadaku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon dengan kuat menganggukan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-Aku juga melayani anggota keluarga cabang Tsuchimikado sebelumnya—“ mungkin menyadari bahwa hanya mengangguk tidak menyelesaikan kebingungan yang dialami Harutora, ia membuka mulutnya untuk menambahi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Kapan itu? Mungkinkah itu ayahku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-Ingatan masa laluku sudah tidak ada, namun sungguh bukan hanya satu generasi keluarga cabang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudmu kau melayani keluarga cabang dari generasi ke generasi? Begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sama seperti Yukikaze yang dimiliki keluarga cabang – Harutora menerima penjelasan tersebut. Dengan kata lain, keluarga cabang memiliki shikigami seperti Yukikaze yang melayani keluarga utama, dan ayahnya telah memberikan salah satu shikigami terssebut kepadnya. Dengan begitu, itu tidak aneh jika waktu itu dengan khusus ayahnya membawa-bawa nama ‘Tsuchimikado’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, jadi kau……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memanggil, dan Kon pun dengan segera menangis dalam ketakutan dan keragu-raguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tu-tuan, tolong panggil aku dengan namaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tuan…… A-aku mengerti, lalu bagaimana jika kau tidak memanggilku ‘tuan’, akan lebih baik jika kau memanggilku Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H,H-H-H, Ha, Ha, Haru-t-t-tora……sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kau tidak perlu begitu gugup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, begitu! Aku tak masalah sama sekali, aku tak masalah, jadi tolong jangan tunjukan ekspresi begitu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata bulat Kon mulai berkaca-kaca kembali, dan Harutora dengan segera berbicara untuk menenangkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenanglah sedikit terlebih dahulu! Rileks! Tarik napas! Oke?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora melakukan sebisa mungkin untuk meyakinkannya. Kon pun menegakkan punggungnya dan membuka mulut kecilnya untu menarik napas sesuai perkataanya. Sifatnya sangat simpel, namun sangat menyusahkan untuk mencari tahu bagaimana ia harus bersikap padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Namun…… ini juga jauh dari ekspetasinya. Ia merasa ini seperti sebuah hubungan antara anak kecil dan walinya daripada shikigami dan tuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Intinya, gadis itu jauh dari ekspetasinya dan bukanlah sebuah shikigami yang bisa dibanggakan oleh pemiliknya kepada orang lain. Ia pasti tidakakn berguna banyak dipertarungan, dan sebaliknya, ia mungkin malah harus melindunginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, masalah utamanya adalah penampilan luarnya. Lagi pula, jika ia membawa gadis kecil ini kemana pun ia pergi, akan ada kemungkinan besar bahwa hal itu akan menimbulkan kekeliruan yang tidak perlu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Ayah sialan itu……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia awalnya percaya bahwa ayahnya akhirnya telah memberikannya selamat karena anaknya dengan serius akan meninggalakan rumah, namun ia pasti tertawa dengan keras dibelakangnya sekarang. Harutora benar-benar bodoh untuk merasa senang dengan ekspetasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, tunggu, Mungkin saja ekspektasinya terhadap Kon salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shikigami tidak bisa dinilai dari penampilan luarnya saja, dan meskipun penampilan luar yang kuat itu bagus, kekuataan sesungguhnyalah yang lebih penting. Tidak menutup kemungkinan shikigami yang kuat sebenarnya bersembunyi dari penampilan gadis kecil tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, bagaimana jika begini. Kon, aku ingin bertanya terlebih dahulu padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon dengan segera kembali menjadi serius ketika Harutora mulai berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama…… Benar, shikigami macam apa dirimu? Tak apa jika kau hanya mengatakan tipemu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya pertanyaan yang menurutnya pertanyaan paling dasar, namun yang hanya dilihatnya adalah wajah bingung dan ekspresi kaku seolah-olah ia bertanya pertanyaan yang tidak dimengerti olehnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Kau tak tahu shikigami tipe apa dirimu? Benar, bukankah kau bilang kau adalah pembantu? Mungkinkah kau adalah shikigami pelindung yang seperti Touji katakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, aku melayani sebagai pembantu Harutora-sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah begitu? Uh…… apa lagi yang dikatakannya? Dengan kata lain, kau tipe buatan manusia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bu-buatan manusia……?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah ceria Kon dengan segera tertutup bayangan. Bulir keringat muncul diwajah muramnya seolah-olah ia percaya bahwa tak ada jawaban sama sekali terhadap dosa yang tidak bisa dimaafkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Kau tak tahu juga? ……Ah, aku tahu, kau melayani beberapa generasi keluarga cabang, jadi mungkinkah kau shikigami kuno jauh sebelum General style ada? Uh, kau tak mengingat masa lalumu, bukan? Tapi setidaknya itu lebih baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingat bahwa Yukikaze juga merupakan shikigami kuno yang didesain sebagai shikigami buatan manusia tingkat tinggi oleh General style, jadi ada kemungkinan bahwa Kon juga setipe dengan Yukikaze.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terserah, ini tak akan berguna untuk lanjut  bertanya, dikarenakan kau juga tidak tahu, jadi aku akan berganti ke topik yang berbeda. Apa gerakan spesialmu? Apa saja yang bisa kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Iya, maafkan aku karena aku lamban, namun gerakan terbaikku adalah teknik bersembunyi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, gerakan bersembunyi, biarkan aku melihatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Se-sesuai perintahmu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, figur Kon pun mengabur dan dengan segera menghilang. Walaupun itu permintaanya sendiri, Harutora masih sangat terkejut melihatnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwah! Kau menghilang! Hebat, aku tak bisa dimana kau berada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun merentangkan tangannya, namun lengannya melewati posisi dimana Kon berada tanpa gangguan sama sekali. Terlihat seperti ia telah bergerak degan instan ke tempat lain dibandingkan dengan menyembunyikan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kon? Apa kau disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh, aku mendengar suaramu! Hebat, kau tidak hanya membuat tubuhmu tidak terlihat, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-Meskipun itu dapat dilakukan, sebenarnya aku hanya meninggalkan tubuhku yang sebenarnya dan menghapus keberadaanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-Meninggalkan tubuhmu? Apa maksudnya itu? Apakah seperti hantu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, aku dalam wujud rohku…… dan bergabung dengan aura disekitar. N-Namun, jika aku berbicara seperti ini, aura disekitar pasti akan berfluktuasi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana Harutora mendengar pemaparan Kon, ia melihat ke arah sumber suara dan melihat sesuatu seperti aura yang mengabur. Tetapi ia tidak melihatnya dengan penglihatan biasanya, melainkan ‘melihat’ aura tersebut dengan kemampuan melihat auranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, jika Kon tidak berbicara, ia tidak akan menyadarinya walaupun dengan kemampuan meihat aura. Jadi ini gerakan bersembunyi yang dimaksud – dengan gembira Harutora menganggukan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, itu bagus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon dengan segera muncul kembali ketika Harutora berbicara. Meskipun Kon tepat berada didepannya, ia hanya ‘tepat berada disana ketika ia menyadarinya’ seperti sebelumnya, muncul dengan tanpa suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm…… Itu terlihat luar biasa, Kon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Te, Te-Te-Terima kasih atas pujiannya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terlalu merendah, gerakan tersebut sungguh luar biasa, aku mengaguminya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-I-Itu biasa saja……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon menundukan wajahnya dengan rona merah dipipinya, ekornya dengan konstan bergerak maju mundur. Ia terlihat malu, dan ekspresinya saat ini terlihat manis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa lagi? Apa kau memiliki gerakan lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-Mengambang diudara……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh, hebatnya! Terlihat seperti sihir! Apa lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-Memanipulasi api……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwah, bo-bola api! Panas! Bola sungguhan! Hebat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon mengambang kurang lebih sekitar lima puluh centimeter diudara sambil berlutut, dan bola api berukuran segenggam tangan muncul diatas kepalanya. Bola api tersebut bertambah dua, jadi bola api yang ada total ada tiga mengambang diruang kamarnya. Bola api tersebut terlihat seperti roh yang berkeliaran, tetapi panas yang diberikan oleh bola api tersebut adalah sungguhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Sangat kuat! Shikigami ini sangatlah hebat!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun ia telah meragukannya sebelumnya, ia dapat bersembunyi, peningkatan, dan menunjukan gerakan sebagaimana shikigami semestinya, simpel namun mudah. Bola api juga – abaikan kekuatannya – bola itu jelas memberikan intimidasi, dan Harutora pun sangat puas mengetahuinya. Ekornya pun bergerak aktif sebagaimana tubuhnya bergeliat senang, tak mampu menyembunyikan rasa senangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Luar biasa, Kon! Apa kau memiliki kemampuan lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Huh? Lain……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon pun membenamkan wajahnya, bola-bola api menghilang, dan Kon pun juga berhenti mengambang diudara. “…Huh?” Wajahnya pun memucat didepan Harutora yang tak tahu menahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, cahaya aneh pun mengilat dari mata birunya seolah-olah tiba-tiba memikirkan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera ia mengubah postur duduknya, menaruh satu kaki didepan sebagaimana tangannya dengan cepat bersamaan menuju balik punggungnya. &lt;br /&gt;
Sesuatu berkilau – sebagaimana Harutora berpikiran demikian, wakizashi yang ia pegang dengan erat dengan segera berada tepat diujung hidungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ji, J-J-Jika Harutora-san perintah, aku tidak akan ragu untuk mengorbankan nyawaku! Mu-Musuh Harutora-sama harus dimusnahkan dengan ‘Kachiwari’ kesayanganku……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapannya galak, dan pedang wakizashi itu mengilat didepan matanya, membuat wajah Harutora menegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Be-begitu, baiklah, Kon. Aku mengerti, aku sudah mengerti, jadi tolong taruh benda itu kembali……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon panik dan dengan segera menaruh kembali wakizashinya sesuai permintaan Harutora. Sepertinya sarung wakizashi tersebut ada didalam ikat pinggangnya. Setelah menaruhnya kembali, ia dengan segera kembali berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Ini tidak baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ba-baiklah, Kon, itu…… K-Kachiwari? Nama yang menakutkan...... Bagaimanapun, jangan mengeluarkan pisau tersebut tanpa seizinku. Mengerti? Kau tidak boleh mengeluarkannya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-Tapi, Harutora-sama, sebagai penjagamu, sudah menjadi tanggung jawabku untuk memastikan keamananmu, jika hal tak terduga—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walaupun jika aku mengalami hal tak terduga, kau masih harus mengonfirmasikannya kepadaku terlebih dahuu! Mengerti?”&lt;br /&gt;
Harutora menyela, dan Kon akhirnya menganggukan kepalanya dengan enggan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Shikigami kecil yang akan mampu mengeluarkan pisaunya tanpa peringatan, biarkan aku rehat sejenak……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia tak yakin kapan shikigami ini dibuat, sepertinya ia harus dengan segera membenarkan cara bicaranya yang terdengar kuno,karena mungkin akan ada suatu hari dimana hal itu akan menunjukan hal berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Jika gadis ini dalam masalah, seluruh tanggung jawab akan jatuh kepadanya, bukan? Bercanda, aku tak bisa mengurusi ini sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merasa kepalanya sakit. Ini bukanlah waktunya untuk berencena untuk menggunakan shikigami agar bisa menaikkan imagenya. Semuanya adalah salah ketidaakberuntungannya, komplain Harutora dalam hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga lalu – ‘Aku selalu berpikir kau bodoh, tapi aku tidak mengira kau akan sebodoh itu hingga kau tidak tahu apa-apa!’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ugh……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapan Natsume pun terngiang dipikirannya, dan Harutora dengan segera menghentikan dirinya yang bersikap sok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…I-Idiot! Bagaimana aku bisa memiliki sikap arogan seperti ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, anak ini jauh memiliki banyak alasan untuk komplain dibandingkan dirinya. Pada akhirnya, ia hanya orang luar yang memiliki nama ‘Tsuchimikado’, yang dimana nilainya tertinggal jauh dan tak dapat mengikuti alur belajar yang ada. Shikigami dengan tuan yang seperti ini yang mendapat keberuntungan buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon sepertinya percaya bahwa Harutora sedang memarahinya, dan kepalanya pun ditundukan dalam diam, dengan telinga yang ada dikepalanya yang terkulai karena depresi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, mungkinkah Kon bersikap seperti ini karena ia merasa telah membuat kesalahan? Mungkin ia percaya bahwa dikarenakan Harutora adalah Tsuchimikado, ia pasti adalah seseorang yang ‘hebat’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Kon, untuk menghindari kesalahpahaman, biar kujelaskan terlebih dahulu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, uh, iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Harutora serius, dan Kon dengan segera menegakkan punggungnya ketika mendengarnya mengeluarkan suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terbatuk-batuk canggung, membasahi tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“De-Dengar Kon, aku akan mengatakannya terus terang, walaupun aku seorang Tsuchimikado, aku tidak seperti Onmyouji hebat yang kau layani sebelumnya. Sejujurnya, aku bahkan tak yakin aku bisa menggunakan kekuatannku sepenuhnya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia berkata seperti itu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata kon tiba-tiba melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keputusasaan yang tak berujung pun terpancar dari mata birunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma, m-m-m-m-m-maksudmu aku tak dibutuhkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya penuh dengan air mata dan tubuh kecilnya pun gemetar dengan sangat, “Tu-Tunggu!” dengan panik Harutora berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak! Kau salah paham! Aku tidak berkata tentang membutuhkanmu atau tidak, ini tidak ada hubungannya dengan hal tersebut, itu bukanlah yang kumaksud…… aku ingin supaya kau tidak terlalu berpikir tinggi tentangku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Kon yang berkaca-kaca pun melebar, terlihat seperti ia tidak mengerti apa yang dimaksud Harutora sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, uh…… aku masih seorang murid – sesuatu seperti Onmyouji trainee dan nilaiku jelek, hampir dilevel bahwa aku benar-benar orang luar, dan aku tidaklah hebat, jadi kau tidak harus terlalu hormat kepadaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berkata banyak bahkan hingga ia merasa malu, namun itulah kenyataannya, ia tak berdaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon mendengar penjelasan Harutora dengan mulut yang tertutup rapat dan keterkejutan yang mewarnai wajahnya. Itu membuatnya mengingat reaksi para guru dan murid tadi, dan ia pun tak mampu untuk tidak menolehkan wajahnya, malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Kon tegas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbicara lancar dan dengan kepercayaan diri dalam suaranya, kebalikan dari sebelumnya. Namun, setelah Harutora menoleh kembali dengan terkejut, ketegasan yang ada pada wajahnya menghilang dan kembali menjadi dirinya yang malu-malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, ia berusaha semampunya untuk menyampaikan pendapatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A, A-Aku menjaga Harutora-sama seharian ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, itu berarti bahwa ia telah melihat semua penampilan bodoh Harutora di Onmyou Akademi tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“La-lalu kau seharusnya tahu benar bahwa aku tidak mengerti apapun sama sekali, bukan? Lalu kenapa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena a-aku adalah shikigami Harutora-sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya alasan itu? Kau sangatlah hormat kepadaku hanya dengan alasan &lt;br /&gt;
tersebut?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya dengan tidak percaya. Kon menunjukan tatapan bingung dan menatapnya ketika mendengarnya berucap seperti itu, seolah-olah itu adalah hal paling wajar. Jika hal itu adalah memang hal yang paling wajar…… Sebagai shikigami Natsume, Harutora pun merasa putus asa membayangkan dunia macam apa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-apa aku merepotkan Harutora-sama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak…… bukan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menjawab acuh tak acuh. Sebenarnya, ia merasa bahwa Kon terlalu meninggikan dirinya, jadi ia merasa sedikit gelisah.&lt;br /&gt;
…Tapi……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataaan Kon menggerakkan hati Harutora setelah seharian penuh mengalami penderitaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dipikir baik-baik, akan menjadi tragedi betul jika shikigaminya menunjukan sikap hina padanya. Sikap Kon tidak akan sekaku itu jika secara perlahan mereka saling mengenal. Secara acak mengayunkan wakizashi tersebut memang masalah yang merepotkan, namun tak ada alasan untuk mengubah pendiriannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, dikarenakan Kon sudah pasti sangat patuh kepada tuannya, ia harus berusaha semampunya untuk menjawab ekspetasinya dan menjadi Onmyouji yang pantas menerima hormatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku mengerti, mulai hari ini kau akan menjadi shikigamiku dan aku akan menjadi tuanmu, walaupun aku adalah tuan yang tak pantas. Mohon bantuannya, Kon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dalam diam telah memutuskan, berkata demikian pada Kon sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pipi Kon merona dan matanya berkaca-kaca untuk sesaat. Dengan segera ia menundukkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A, A-a-aku tidak layak, mohon instruksinya—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sikap dan perkataannya sangat sopan, ekornya pun bergerak-gerak senang seperti anak kecil. Meskipun sebenarnya ia merasa sedikit menyesal, Harutora tak lagi menghiraukannnya ketika melihat Kon yang saat ini begitu senangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Aku memiliki shikigami sekarang. Harutora mencerna kembali fakta tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Baiklah! Lalu, Kon, kau seharian penuh bersamaku, jadi kau mengerti benar bukan orang macam apa aku ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-h-harutora-sama berpikiran luas, bahkan seseorang sepertiku dapat me—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenang, kau tak perlu terburu-buru untuk menjawab, aku hanya bermaksud untuk lanjut bertanya, seperti…… Benar, apakah ada arti khusus dengan telinga dan ekormu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menyembunyikan senyum jailnya, bertanya dengan nada selembut mungkin. Dengan pertanyaan tersebut, Telinga dan ekor Kon dengan segera berdiri dan terlihat waspada seperti terkena serangan kejutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-arti…… aku adalah keturunan roh rubah, jadi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh, kau seekor rubah? Mungkinkah kau rubah magis – tidak, mungkin seekor kitsune?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora awalnya berpikir bahwa kedua hal itu aalah telinga dan ekor anjing. Setelah mendengar pertanyaan tersebut, Kon mengangguk. Jika begitu, lalu bola api yang dimunculkan oleh Kon tadi bisa saja disebut sebagai ‘api rubah’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji telah menjelaskan bahwa standar shikigami buatan adalah mampu memiliki kekuatan sihir eksternal. ‘Kekuatan sihir eksternal’ tersebut dalam hal ini adalah ‘roh rubah’ milik Kon, dengan kata lain, Kon adalah shikigami yang dibentuk berasal dari roh rubah. Walaupun begitu, Harutora sebenarnya tidak mengerti tentang apa itu roh rubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun hanya ber-ohh ria dengan sedikit rasa penasaran, sedikit memajukan dirinya untuk melihat lebih jelas telinga Kon. Mungkin Kon merasa sedikit malu dengan tatapan Harutora, sebagaimana pipinya yang memerah dan ia yang menolehkan wajahnya ke samping…… Namun telinganya malah semakin bergerak-gerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Bisakah aku menyentuhnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hya!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, jika kau keberatan, aku tak akan memaksa—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-t-tidak, bukan begitu, sentuhlah jika kau ingin……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun perlahan memajukan kepalanya dan Harutora merentangkan tangannya sambil “Maaf”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama ia merasakan telinga Kon diantara jari-jarinya. Kon gemetar seperti dialiri listrik ketika ia menyentuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh, lembutnya – Haha, bahkan bergerak, benar-benar seperti anak anjing…… Ahah, baiklah, baiklah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bolehkah aku menyentuh ekormu juga?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Te-tentu saja……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon terlalu malu untuk melihat Harutora ketika ia berbicara, memiringkan punggungnya kepada Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ekornya pun terasa lebih lembut dibandingkan telinganya, dan Harutora berpikir lembut sekali, sambil “Ohh!” ria, senang. Ia sebenarnya cukup menyukai binatang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terasa sangat begitu enak, bebas dan lembut…… Oh, ini bergerak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……A-a-aku merasa sangat terhormat bahwa dirimu…… menyukainya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, ini sangat lembut. Dengan catatan, aku tak pernah memegang rubah sebelumnya, jadi ini bagaimana ekornya terlihat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terus mengelus ekor rubahnya, membuat Kon sering kaget tersentak pada setiap elusannya dan rileks kembali. Ia berusaha keras untuk menahannya tanpa berani untuk berbicara, bahkan telinganya bergerak semakin cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, maaf, apa terasa gatal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-t-t-tolong jangan khawatir……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisakah kau menggerakan ekormu sesuai keinginanmu? Sebenarnya, bagaimana ekormu bisa bergerak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ba-bagaimana—!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya dengan santai, namun untuk suatu alasan Kon sedikit meninggikan suaranya tidak karuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, ia membulatkan tekad dan berdiri dengan diam, mulutnya rapat dan kulit putihnya pun merona hingga lehernya. Lalu, dengan punggungnya yang menghadap Harutora, ia perlahan melepas tali yang ada dipinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Se-se-se-se-, Seperti ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapnya dan dengan tiba-tiba menurunkan hakamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekor yang secara konstan gemetar dan pantat putihnya pun berada didepan Harutora—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa, Harutora! Aku berkunjung ke perpustakaan saat mau pulang sebagai pencegahan, dan menyadari bahwa, buku yang aku suruh kau baca masih ada—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume dengan kasar membuka pintu kamar Harutora tanpa mengetuk, tangannya membawa tumpukan buku. Teriakan marah pun terdengar sebagaimana ia berjalan memasuki ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu berhenti, semuanya terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon meratap tanpa bersuara, dengan segera menaikan hakamanya, berusaha untuk tidak terjatuh. Harutora dengan cepat membantu Kon ketika ia terjatuh dalam pelukannya – dan hasilnya keduanya berpelukan satu sama lain sebagaimana hakama Kon jatuh ke lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr2 131.png|thumbnail]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tumpukan buku yang dibawa Natsume satu persatu jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon telah membeku, namun Harutora mengambil hakama yang terjatuh dengan kecepatan yang sangat, menaikan hakama seperti ia sedang membantu anak kecil untuk memakaikan celananya dan mengikat talinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menarik napas, dalam, dan baru saja ingin membuka muutnya, ketika—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……………...Harutora?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh—“&lt;br /&gt;
“………………Apa yang kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau salah paham—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini pertama kalinya Harutora mendengar Natsume dengan suara seperti itu semenjak ia lahir, dan suara ketika ia menjawab terdengar seperti bukan suaranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, begini, tenanglah dan dengar penjelasanku, oke? Kau salah paham, dia Kon, jangan lihat dia seperti anak kecil, dia sebenarnya adalah rubah. Terlebih lagi, dia adalah shikigami, bukan manusia. Lihat ekor dan telinganya sebagai buktinya. Jadi kau salah, ini tidak seperti yang kau pikirkan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mengerutkan keningnya, matanya dengan ganas memberikan kesan berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diwaktu yang bersamaan, Harutora seperti melihat beberapa jimat sihir yang muncul ditangannya, dan walaupun ia merasa ingin tahu bagaimana ia mengeluarkan jimat tersebut, perhatiannya lebih tertuju dengan kata ‘bahaya’ yang tertera jelas didalamnya. Harutora yang berusaha meluruskan kesalahpahaman pun semakin diam dan diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………Mesum.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………Mati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Na-natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya terlihat seolah-olah telah mengembang – ini apa yang ia lihat dengan kemampuan melihat rohnya, tak mungkin salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mati kau, mesum! Order!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Ketika aku sampai, jantungmu sudah berhenti berdetak.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji dari ruang sebelah memberitahukan Harutora setelahnya. Tentu saja, hal itu hanya sebuah candaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disuatu ruangan digedung apartemen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya menyala didalam ruangan tersebut, namun meresap dengan suasana seram yang tak bisa dijelaskan. Sedikit bau yang menyengat hidung, bau yang aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Efeknya lebih dari yang diduga, sungguh menyedihkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Iya, sangat disayangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah ruangan rahasia yang disediakan sebagai pencegahan, seperti yang disebutkan ‘tiga lubang untuk sarang kelinci’. Tidak ada furnitur ataupun hiasan diruangan tersebut, dan banyak kotak yang telah terbuka diletakkan dilantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kotak tersebut memiliki ukuran yang sama, tiap-tiap kotaknya berjarak satu meter panjangnya. Bagian luarnya tertutupi dengan jimat dan pada bagian dalamnya terdapat barang yang sangat kotor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah Agensi Onmyou telah bergerak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka terlihat tenang dari luar, tapi itu hanya penampilan luarnya saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah para petingginya terlalu waspada? Raja telah dikonfirmasi identitasnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga merasa sama, tapi setidaknya akan lebih mudah untuk kita berpura-pura daripada menjadi mangsa kewaspadaannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan hati-hati ia meraup kotoran yang ada didalam kotak dalam kilat dingin cahaya temaram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak lama setelahnya, ia mengeluarkan objek yang ada didalam kotoran tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pot. Pot yang disegel, dan mantera yang tertulis penuh dibagian luarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggoyang-goyangkan potnya perlahan, dan sesuatu pun munucl dari dalam. Senyum dingin tak tertahan muncul diwajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau sudah menghubungi orang itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau maksud orang penting itu? Tidak secara langsung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin akan berguna, tergantung keadaannya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku tidak berencana untuk unjuk tangan dengan segera jika bisa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia membersihkan kotoran yang ada dipot tersebut, perlahan membuka segel yang ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penggunaan shikigami tidak diklasifikasikan dengan pedoman yang ketat, bertentangan dengan klasifikasi metode penciptaannya. Untuk tujuan kenyamanan, Agensi Onmyou mengklasifikasi shikigami yang dijual secara publik, namun itu adalah fakta bahwa bahkan jenis klasifikasi semacam ini juga digunakan secara luas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contohnya, ada beberapa tipe General yang bisa diaplikasikan untuk berbagai penggunaan; tipe transportasi dimana tipe tersebut dapat memindahkan penggunanya atau memindahkan objek; tipe deteksi dimana tipe ini bisa menginvestigasi hingga jarak jauh dengan lima panca indera; tipe pengikat, tipe yang paling sering digunakan oleh Investigator Mistis ketika menahan pergerakan para criminal, dan tipe mekanikal yang dimana wadah tersebut akan menjadi tubuh shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Shikigami pelidung’ termasuk dalam salah satunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, semantik dari sebuah shikigami pelindung sedikit berbeda dengan shikigami tipe lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Pelindung’ pada shikigami tipe pelindung berasal dari ‘Pelindung Dharma’ dari Vajrayana dan Shugendo sebagaimana ‘General Onmyoudou’ tidak terbatas pada Onmyoudou lama saja tetapi lebih ke bergabung dengan berbagai macam sihir dan sistem magis yang ada di Jepang, yang tentu saja termasuk Vajrayana dan Shugendo. Jika dilihat akarnya, Pelindung Dharma biasanya adalah seorang dewa atapun roh yang melayani sebagai pembantu atau penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, , definisi tersebut lebih cocok dengan definisi shikigami tipe pembantu dari ‘Generral style’. Dengan kata lain, shikigami pelindung adalah pengganti dari pembantu shikigami para ‘Pelindung Dharma’, yang dimaksudkan untuk melayani dengan peran yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjaga shikigami yang setia selalu berada disis tuannya, menjaganya sekaligus mematuhi perintah tuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah shikigami pelindung. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
……Namun itu tidak berjalan mudah kemarin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dengan diam bergumam pada dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah hari setelah ia selamat dari kematian. Kelas terakhir hari ini diadakan didalam ruang kelas Akademi Onmyou. Guru wali kelas Ohtomo ternyata adalah pengajar, dan ini kali pertamanya berada dikelas wali kelasnya. Sikapnya yang sembrono masih tidak berubah bahkan didalam kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sama seperti kemarin, Harutora menjadi pusat perhatian murid-murid disekitarnya, namun alasan mengapa mereka sering melirik-lirik Harutora berbeda dengan kemarin. Perban dapat dilihat diseluruh tubuh Harutora, dan jimat penyembuh pun terpasang dimana-mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kejadian kemarin, Harutora telah menggunakan banyak jimat penyembuh yang ia bawa dari rumah, jadi tidak terlalu serius. Dan ia akhirnya dapat menjelaskan seluruh kejadian kepada Natsume setelah ia pulih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, perasaan Natsume sepertinya tidak berubah sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlepas dari apa yang terjadi, itu adalah sebuah fakta yang tak terbantahkan bahwa Kon -  Kon yang berpenampilan sebagai gadis muda -  mengarahkan pantatnya pada wajah Harutora. Terlebih lagi, ia telah mengabaikan instruksi yang diberikan dan tidak meminjam buku-buku tersebut ketika ia kembali ke asrama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Natsume sudah meminta maaf karena telah salah paham dan ‘menghukum’ Harutora, ia tidak berbicara dengan Harutora satu patah kata pun setelahnya, dilanjut dengan bahkan tak melihat Harutora ke arah sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih buruknya lagi, hari ini bahkan Touji duduk sedikit lebih jauh untuk menunjukan bahwa ia ‘menjaga jarak’ dari dirinya. Akademi Onmyou tidak memiliki kursi yang ditetapkan, jadi semuanya duduk dimana pun  yang mereka mau pada setiap kelasnya. Touji telah berpindah-pindah tempat duduk untuk mengumpulkan informasi, membuat Harutora menjalani kelas sendirian seperti orang yang kabur dari ruang gawat darurat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, sebenarnya ia tidak benar-benar sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kon, apa kau disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbisik, memastikan murid yang lain tidak ada yang mendengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…A-a-aku disini……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban Kon terdengar ditelinganya, namun figurnya masih tak terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kon, dengar. Aku telah memeringatkanmu pagi ini, tapi tolong tetaplah untuk bersembunyi hari ini, karena aku tak bisa untuk menghadapi masalah lagi jika terjadi, bahkan masalah sekecil apapun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menunjukan tatapan curiga sebagaimana ia menatap ke arah sumber suara, dan sepertinya ia menyadari sedikit getaran, namun pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kejadian kemarin, Harutora telah belajar, dan ia memerintahkan Kon untuk tetap bersembunyi kecuali jika dipanggil, memutuskan bahwa ia tidak akan membuat perintah dan membiarkan Kon agar tetap dibelakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Karena gadis ini kekurangan kesadaran diri dan tidak bisa membaca situasi. Bagaimanapun, mendengarkan pelajaran kelas Akademi Onmyou adalah prioritasnya saat ini, dan tidak ada kesempatan bagi Kon untuk muncul, jadi menunggu adalah keputusan terbaik untuk sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbaikan dengan Natsume, menyatu dengan murid-murid kelas, dan belajar Onmyoudou – terdapat banyak sekali yang harus dilakukan. Diantara tumpukan-tumpukan tugas ini, Harutora juga berencana untuk familiar terlebih dahulu dengan lingkungan sekitar dan membangun ‘kehidupan normal’ barunya adalah tugas utamanya, dengan tidak berlanjut melakukan tindakan bodoh sebagai bagian terpentingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku benar-benar menyedihkan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume sepertinya tidak memiliki perasaan senang terhadap Kon, namun dikarenakan Kon adalah shikigami pelindung dan ia biasanya bersembunyi disuatu tempat, satu-satunya yang dapat ia lakukan adalah adalah untuk menanggungnya dan menunggu sikap Natsume melunak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kau melamun, murid baru! Dengan ‘Haru’ dinamanya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wah! Ma-maaf! Aku mendengarkan! Aku mendengarkan dengan serius!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu kenapa kau meminta maaf?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tidak bisa berkata apa-apa untuk sesaat, dan bisik-bisik tidak menyenangkan pun muncul diruang kelas. Ia merasa lehernya berkedut, dan ia pikir mungkin Natsume sedang menatap marah ke arahnya, namun ia tak memiliki keberanian untuk mengonfirmasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tak bagus, Harutora-kun. Kau mulai bermalas-malasan dihari kedua kau masuk, bagaimana kau akan mengejar ketinggalanmu selama setahun jika kau melamun seperti itu? Ditambah dengan guru-guru lain yang mengatakan bahwa dirimu jauh lebih buruk daripada yang lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo menghela napas dengan pelan dan berhati-hati, dan Harutora memeringati dirinya bahwa ini bukanlah kesempatannya untuk berbicara, menundukan kepalanya dan bergumam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya kalimat Ohtomo tidak ada maksud buruk, ia hanya merasa bahwa ini menarik. Sebelum kelas dimulai ia berbicara dengan ringan mengenai luka-luka Harutora: “Kau benar-benar bisa membuat masalah.” Itu benar-benar suatu keajaiban entah kalimat tersebut cocok untuk seorang guru atau tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi itu cukup tak sopan untuk meminta agar kau dengan segea mengejar jalannya kelas, sebagaimana kurikulum disini – khususnya jadwal pelajaran –cukup padat, dan tidak ada waktu untuk mengulang pelajaran yang sudah diajarkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be-begitu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, dan lagipula, walaupun menganggap bahwa seluruh murid disini dapat mengikuti proses kurikulum tersebut, bahkan guru yang bertanggung jawab untuk mengajar cukup gelisah entah murid-muridnya sungguh mengerti atau tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti ia telah menemukan ide dari perkataannya, Ohtomo tiba-tiba menutup mulutnya dan berpikir keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu. Ia menyeringai, menutup buku teks yang ada ditangannya pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Dikarenakan kedua murid baru saja pindah, mengapa kita tidak gunakan kesempatan ini untuk mengulang kembali pelajaran minggu lalu. Disisi lain, ini bisa sebuah pengulangan, dan disisi lain ini bisa untuk mengecek apakah semuanya benar-benar mengerti dengan pelajaran yang diberikan atau tidak .”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernyataan tiba-tiba Ohtomo menimbulakn keributan dikelas dengan beberapa yang komplain akan hal tersebut, namun Ohtomo tidak memedulikannya sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong jangan bercanda!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang murid memukul meja cukup keras, berdiri dari tempat duduknya. Tidak perlu ditanya bahwa murid tersebut adalah Kurahashi Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei, kau bilang bahwa kurikulum ini cukup ‘padat’, tapi sekarang kau berencana untuk menunda pembelajaran karena hanya dua orang murid pindahan? Bukankah ini terlihat seperti pelayanan spesial!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbicara secara jelas dan logic seperti biasa, dan Ohtomo pun hanya ber-‘nn’ ria, namun itu tidak terlihat entah ekspresi diwajahnya itu suatu kebingungan atau ketidakpedulian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar, Kyouko-kun. Melakukan ini bukan hanya untuk Harutora-kun dan Touji-kun, sebagaimana aku berharap bahwa semuanya bisa mengambil kesempatan ini untuk mengulang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengulang adalah tanggung jawab masing-masing! Semenjak kurikulum ini disusun agar semuanya dapat mengikuti sebagai alasan, semua yang percaya bahwa mereka tidak bisa mengikuti kelas jelas bertanggung jawab untuk mengulangnya sendiri. Ini tidak adil jika mengorbankan hak murid yang memang serius untuk belajar dengan orang yang tidak memiliki kesadaran diri!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm…… Dari apa yang kau katakan, itu terdengar seperti kita harus &lt;br /&gt;
membiarkan murid yang tidak bisa mengikuti pembelajaran?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo dengan hati-hati mengonfirmasi. Suaranya tetap terdengar santai seperti biasa, namun jelas terdapat tatapan menyelidik yang diarahkan kepada Kyouko dari balik kacamatanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko mengerti motif Ohtomo, menegakkan punggungnya dan menjawab tanpa ragu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah kurikulum disusun sedemikian rupa dengan tujuan seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada dari jawabannya terdengar congkak dan penuh dengan percaya diri, dan ia jelas mengetahui bahwa pernyataan seperti itu itu dapat dikritik karena arogan, seoalah-olah ia dengan sengaja memprovokasi orang-orang dengan pendapatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Ohtomo menjawab dengan: “Hmm, kurasa begitu”, dengan segera menyetujui apa yang dimaksud Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada akhirnya, Onmyouji bukanlah profesi yang dapat dilakukan oleh setiap orang. Itu adalah kebijakan pendidikan Akademi Onmyouyang terutama membuat upaya untuk membantu siswa yang tertinggal adalah upaya sia-sia, dan bahkan mereka ingin menendang keluar orang-orang yang tidak memiliki kemampuan untuk bersaing dikurikulum atau yang ‘bodoh’ dan tidak menyadari bahwa dirinya tertinggal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo berbicara terus terang, dan alarm pun berbunyi didalam pikiran Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketatnya. Dan terlebih lagi, kalimat tersebut terdengar ‘natural’ ketika Ohtomo yang mengucapkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko menutup mulutnya, menganggap diskusi telah selesai, namun Ohtomo lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Namun disisi lain, Akademi Onmyou memberikan yurisdiksi yang cukup luas pada pengajarnya, dan karena demikian aku tidak setuju dengan kebijakan tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ti-tidak setuju? Itu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haha, itu sangat bertentangan, bukan? Selain itu, Akademi Onmyou tahu bahwa aku menentang kebijakan tersebut namun masih meminta diriku untuk menjadi seorang pengajar, yang setara dengan diam-diam menerima kontradiksi tersebut. Apa kau tahu mengapa Akademi Onmyou melakukan hal tersebut?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo bertanya sambil tersenyum, dan tentu saja tidak ada satu pun murid yang menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, ia berkata dengan gembira:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itulah sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Kaki palsunya yang ada dibawah pahanya pun membunyikan suara ‘clunk’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bunyi tersebut pun terdengar ditengah-tengah kelas yang hening. &lt;br /&gt;
“Bagaimana ini? Bukankah dunia orang dewasa terlihat aneh dan kompleks?” Ohtomo tersenyum, dengan lihai menambahkan kalimat tersebut. Namun, tatapannya terlihat begitu tenang sebagaimana ia berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terus terang saja, jika tujuanmu hanya berharap untuk lulus ujian ‘Onmyoudou Kelas Tiga’ – Tidak, bahkan ‘Kelas Dua’ -  kau tidak perlu begitu  mengerti terlalu jauh mengenai hal tersebut. Tetapi, tujuan dari Akademi Onmyou tidak hanya dalam skala kecil sedemikian rupa. Meskipun kami para pengajar selalu mengatakan hal yang sama, selalu menginginkan agar kalian giat belajar, kami sebenarnya mengantisipasikan hari dimana kalian bisa tampil.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo berbicara seperti ia sedang bercanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, Harutora tidak mengerti maksud dari perkataan Ohtomo, namun atmosfer dikelas mengatakan bahkan jika maksud dari perkataan itu sendiri memang sulit untuk dimengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang lebih anehnya lagi adalah Ohtomo yang dengan tenangnya mengatakan ‘Inilah sihir’ sebenarnya cukup meyakinkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terlihat biasa saja, bericara dan bertingkah laku dengan sembrono, dan bahkan seluruh tubuhnya memberikan kesan sulit untuk mendeskripsikan keberadaannya yang seperti tidak dapat diandalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, hanya dirinyalah spesialis yang ada didalam kelas ini, Onmyouji sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, begitu keadaannya – semuanya merasa semakin kebingungan jika aku semakin banyak bicara, bukan? Lagipula, inilah Akademi Onmyou dan aku adalah instruktor kalian, jadi semuanya harus patuh mendengarkan instruksiku~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah bagaimana, Ohtomo pun memberitahukan mereka untuk melakukan apa yang diperintahkan. Mungkin tujuan sebenarnya adalah untuk mengalihkan pemikiran para murid, dengan kata lain, semua murid yang ada dikelas ini telah terjatuh dalam ‘kebingungannya’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…A-apa latar belakang dari guru tersebut?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji juga menunjukan bahwa ia tidak mengerti lebih jauh dengan guru yan g ada didepannya. Walaupun Harutora kebingungan, setidaknya kesannya terhadap Ohtomo dapat sedikit berubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Instruktor yang ada diatas podium berbicara tanpa jeda, namun sebenarnya masih ada beberapa murid yang mengerti maksud perkataannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…… Aku, aku tidak bisa menerimanya……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang berkata demikian adalah Kyouko lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahkan jika kau beralasan kembali, keputusanmu saat ini jelas berdasarkan kedua murid pindahan tersebut – Tidak, lebih tepatnya untuk murid pindahan Tsuchimikado. Mungkinkah kau memutuskan demikian hanya karena dirinya? Aku tidaak bisa menerima dirimu yang berlaku seperti itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko dengan jelas menolak untuk mengalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Situasinya berjalan hampir sama dengan yang kemarin, dan tatapan murid-murid – termasuk milik Harutora – terarah Natsume yang duduk diujung kelas. Tidak ada hubungannya jika kau menerimanya atau tidak – celaan Natsume pun terngiang-ngiang ditelinga mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume duduk ditempat duduknya tanpa menhiraukan sama sekali tatapan yang tertuju padanya, bahkan berusaha untu hanya menatap ke luar jendela, berpura-pura untuk bersikap tidak peduli. Keributan semakin menjadi-jadi ketika seluruh murid benar-benar terkejut ketika melihat ia bersikap demikian, dan Harutora hanya bisa marah dengan getir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Gadis itu masih merajuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mungkin jika dirinya tidak mendengar argument yang terjadi didalam kelas, namun kali ini Natsume sepertinya tidak ada niatan untuk kembali membela Harutora, tidak seperti sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai hasilnya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami membicarakanmu! Mungkinkah kau tidak ingin menyampaikan pendapat yang ingin kau kemukakan? Tsuchimikado Harutora!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Huh, aku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko pun menyebut nama Harutora yang terlihat tidak ingin ikut campur, dan seluruh tatapan murid-murid pun dengan segera berpindah dari Natsume ke Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikarenakan Natsume terlihat tidak peduli, Kyouko mengalihkan serangannya dari tuannya menuju shikigaminya. Harutora yang tidak siap merasa tak berdaya dan mau tak mau untuk melihat reaksi Natsume kembali. Natsume masih melihat ke luar jendela seperti biasa, leher jenjangnya terlihat sedikit kaku…… Ia sama sekali tidak berniat untuk membantunya sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan begitu, ia hanya bisa bergantung pada dirinya sendiri, dan terlebih lagi, ini adalah masalahnya sendiri, dan itu akan menyulitkannya untuk menyelesaikan masalah ini jika ia membawa-bawa Natsume lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oke. Ia merubah pola pikirnya, menjawab langsung pada Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika ia berbicara, ia menyadari bahwa seluruh murid yang ada dikelas menajamkan pendengarannya, dikarenakan ini kali pertamanya ia berbicara, yang mana selalu menarik perhatian semua orang, akhirnya secara resmi berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku, Aku memang tidak bisa mengikuti kurikulum, dan itu akan menjadi bantuan yang sangat jika sensei mau untuk mengulang pelajaran minggu kemarin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak apa bahkan jika itu membuat murid lainnya membuang waktunya denganmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, aku pikir itu lebih dari apa yang bisa kuduga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu—!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko berencana untuk mengambil kesempatan tersebut sebagai klaim kemenangan, namun dengan segera Harutora menyergah kata-katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak berpikir untuk tidak menduga hal demikian – tapi aku tidak akan menampiknya. Dikarenakan itu adalah keputusan sensei, aku dengan bersyukur akan mengikuti kelas…… Uh, meskipun aku munkin tidak akan mengerti kembali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menjawab dengan jujur, mengangkat bahu. Kyouko terlihat seperti tidak menduga sikapnya begitu rendah hati sedemikian rupa, dan ia menatap Harutora dengan mata yang melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berharap ia bisa membangun ‘kehidupan normal’ barunya setenang dan stabil sebisa mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kehidupan normal seperti ini tidak akan mengurangi Akademi Onmyou, atau dengan kata lain tidak memiliki makna. Ia rela untuk menghabiskan waktunya untuk membuatnya menjadi kenyataan, namun tidak ada arti baginya jika kehidupan normal tersebut tidak memiliki akses penting untuk menjadi seorang Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ditambah, seperti yang Natsume katakan kemarin, membicarakan ketidakadilan yang kau maksud hanyalah sia-sia, tidak mungkin itu bisa terjadi. Kami Tsuchimikado tidak ada niatan untuk menggunakan nama Tsuchimikado untuk mengintimidasi orang-orang, nama itu tidaklah begitu hebat lagi. Sebenarnya, aku berpikir bahwa itu hanya kau yang menakut-nakuti dirimu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, mari kita lupakan masalah Tsuchimikado untuk sekarang, jika aku merepotkan semuanya – aku sungguh meminta maaf, kepada semuanya. Tapi, kau dan aku adalah murid saat ini, jadi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko tak bisa berucap, dan murid-murid lainnya menunggu dengan napas tertahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dengan tenang membuka mulutnya, berbicara kepada mereka semua:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku berpikir bahwa menjadi seorang Onmyouji adalah prioritas utamaku.”&lt;br /&gt;
Ia tidak ingin telihat sama seperti Natsume yang membalasnya dengan sekuat mungkin, jadi ialih-alih ia mencoba untuk mengambil sebanyak mungkin kompromis dan memberikan sikap dengan sikap sebijak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun meskipun begitu, ia masih memiliki kalimat yang tidak bisa ia akui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia mengumumkan hal tersebut, Natsume yang daritadi melihat ke arah jendela menolehkan wajahnya seolah-olah ia terkejut. Namun, Harutora yang sedang berhadapan dengan Kyouko tidak melihatnya. Ia mencoba meyakinkan dirinya meskipun jantungnya berdetak dengan cepat, berusaha sebisa mungkin untuk bersikap tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang diruangan tersebut bersiul. Tidak, ia tahu betul siapa itu, Touji sudah pasti adalah orang yang bersiul tadi, Harutora hampir saja tersenyum mendengar temannya yang menyemangatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keheningan pun berlanjut untuk waktu yang lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko menatap Harutora dengan serius seperti itu pertama kalinya ia melihat Harutora. Bahunya yang sedikit bergetar membuktikan betapa marahnya Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak lama setelah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tsuchimikado Harutora, aku minta maaf, namun tolong ambil inisiatif dan keluar dari akademi ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Keluar? Kau ingin aku meninggalkan tempat ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar! Kau tidak bisa mengikuti kurikulum Onmyoudou, itu terlihat &lt;br /&gt;
jelas kemarin! Orang-orang terbaik dengan tujuan untuk menjadi seorang Onmyouji berkumpul disini, ini bukanlah tempat untuk orang-orang yang tidak berkompeten seperti dirimu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko memukul meja denga kepalan tangannya, berteriak histeris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bahkan terlihat jauh lebih tenang dibandingkan yang ia duga. Mungkin itu terjadi karena ia telah memberitahukannya kepada semua orang, namun kupu-kupu diperutnya pun terus menggelitik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kalau begitu aku meminta dirimu supaya lebih toleran……” ia tersenyum ketika ia berbicara dengan Kyouko yang marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Kyouko memerah. “Kau……!” ia tak bisa berkata-kata untuk sesaat dan melangkah menuju tempat Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berhenti, kau orang yang kurang ajar!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, tubuh Kyouko terpental.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya terpental, roknya terangkat dan tak terduga menunjukan celana dalam yang lucu dibaliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana para penonton terkejut dan kebingungan, Kon muncul dengan pisau kesayangannya yang terarah tepat ke arah Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata birunya mengilat. Kon merendahkan suaranya, menyatakan dengan nada tajam:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku telah mengikuti perintah dan tetap diam disampingnnya, tapi aku tidak bisa mengantisipasi dirimu yang berbicara sangat tidak sopan terhadap Harutora-sama. Aku tidak bisa menoleransi ketidaksopanan ini, kau kan menemui ajalmu dengan pisauku—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Kau yang tidak sopan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora segera berlari, menjitak keras kepala Kon. Telinga dan ekornya menegak kaget, dan karakterisasi fenomena ‘lag’ yang terjadi pada shikigami – seolah-olah ia rusak – terlihat pada tubuh Kon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-h-h-harutora-sama! Kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau berani bertanya! Bukankah aku sudah memeringatimu untuk tidak terlihat oleh yang lainnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ta, Ta-ta-tapi orang ini mencoba menghampirimu Harutora-sama – aku harus mendahulukan tugasku sebagai penjaga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sangat menyebalkan, kau shikigami yang berlagak ksatria! Dipikir-pikir kembali, mengira kau bisa berbicara lancar sekarang! Kemarin kau terlihat gugup denganku, bukan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Te-te-te-tentu saja tidak! Aku tidak berani mengakalimu! K-k-kau salah paham Harutora-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menggenggam baju bagian depan Kon, menggoyang-goyangkan Kon, dan Kon berusaha keras untuk membela dirinya sebagaimana ia merasa pusing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas menjadi ramai karena percakapan tersebut, dan terlebih lagi suasana menjadi cukup aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemunculan tiba-tiba dari gadis kecil itu bukanlah alasan mengapa reaksi tersebut terjadi,  seperti yang diduga dari Akademi Onmyou, para murid sepertinya langsung mengtahui bahwa Kon adalah Shikigami, namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Oh, sungguh mengejutkan, apa itu shikigami pelindung?” Ohtomo berucap, mewakili rasa penasaran para murid-murid, dengan kekaguman yang memenuhi nadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma-maaf, Sensei! Aku tidak melakukannya dengan sengaja, aku akan menghancurkan jimatnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-me-menaghancurkan!? Harutora-sama, tidakkah itu terlalu jahat……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diamlah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tenanglah, tenanglah. Kau seharusnya memaafkan shikigami manis nan bersemangat sepertinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Ohtomo tenang, menghentikan teriakan antara tuan dan shikigaminya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun aku terkejut, tidak pernah terpikirkan olehku kau memiliki shikigami pelindung…… Sepertinya aku memiliki beberapa prasangka setelah mendengar penilaian para guru tentang dirimu, aku akan melakukan instropeksi segera.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Ke-kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, pertama, mengapa kau tidak duduk terlebih dahulu.”&lt;br /&gt;
Momentum Harutora terhenti dan Kon akhirnya telah tenang. Ohtomo masih tersenyum senang sebagaimana ia  melihat keduanya, menunujukan tatapan penuh kagum sambil mengangguk-angguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini seharusnya tipe tingkat tinggi…… namun sihirnya terlihat sedikit berbeda dengan ‘General style’, dan ini…… Segel? Benar-benar terlihat…… Seperti yang diduga dari Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh…… Sensei?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo bergumam pelan, dan kali ini giliran Harutora yang merasa khawatir. Ia bahkan telah mengejutkan Ohtomo, dan tatapan dariyang diberikan para murid berbeda dengan sebelumnya, seolah-olah mereka menyadari yang tadisnya mereka kira hanyalah kucing liar sebenarnya adalah seekor harimau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hakuou! Kokufuu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua shikigami muncul dibelakang Kyouko setelah ia memanggilnya.&lt;br /&gt;
Dua benda tersebut adalah shikigami humanoid, satu putih dan satu hitam, kurang lebih setinggi pria dewasa, namun figur mereka kuat seperti seorang petinju. Shikigami berwarna putih memegang katana putih dan yang hitam memegang tombak, dan kedua shikigami tersebut mengenakan baju pelindung yang sangat teliti, jika dilihat dari luar seolah-olah terlihat seperti robot. Mereka sepertinya berhubungan dengan Asura yang dikendalikan oleh dairenji Suzuka sebelumnya, dikarenakan mereka memberikan kesan yang hampir sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka adalah shikigami pelindung yang dibuat oleh Agensi Onmyou, ‘G2 Yaksha’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berpikir kau bisa mengelabuiku, sungguh liciknya dirimu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan berpura-pura! Dengan sengaja berpura-pura tidak berkompeten terlalu merepotkan, apa yang kau rencanakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa, huh? ……Huh, aku tidak mengerti apa maksudmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dengan segera mengambil langkah mundur. Berebeda dengan Kon, ia memegang erat Kachiwarinya dari balik kaki Harutora, matanya mengilatkan maksud jahat dan dengan ganas menatap ke arah shikigami lawan. Para murid yang duduk didekatnya pun mengam bil jarak antara Harutora dan Kyouko agar tidak terlibat dalam pertengkaran keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Te-tenanglah! Aku minta maaf padamu, aku sama sekali tidak memiliki maksud jahat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan bercanda. Dikarenakan kau menyerangku terlebih dahulu, aku akan menerima tantanganmu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriak Kyouko, mengayunkan tangannya ke samping, dan kedua ‘Yaksha’ mengambil postur bertarung dengan segera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun keringat dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, diluar dari lingkaran yang melingkari Harutora dan Kyouko, Touji perlahan berdiri dan Natsume telah memegang kotak jimat yang ada pinggangnya dengan tatapan serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana menegang, dan ketegangan pun menyulitka murid untuk bernapas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, aku tahu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo memanggil dengan senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia berbicara dengan nada ceroboh, tidak memedulikan suasana kelas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Salah satu dari kalian keras hati, dan satu lagi kuat, sangat bagus. Sepertinya kalian berdua kurang lebih dapat mengontrol shikigami, jadi mengapa tidak membuat kalian untuk melakukan demonstrasi pertarungan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“”Apa?””&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Kyouko terkejut mendengarnya. Mungkin seluruh murid yang mendengarnya, bukan hanya mereka berdua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lagipula ini kelas terakhir hari ini. Harutora-kun, Kyouko-kun, mengapa kita tidak pergi ke lapangan latihan sihir dan melihat pertikaian shikigami.” Ucap Ohtomo senang.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_2&amp;diff=515592</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 2</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_2&amp;diff=515592"/>
		<updated>2017-03-22T15:34:25Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Bagian 2 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 2 – Telinga dan Ekor==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora, karena kau tidak bersalah, kau tak perlu mengkhawatirkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana bisa aku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas pagi telah selesai, dengan Harutors yang masih membawa perasaan bersalah setelah kejadian perkenalan yang kacau balau. Pundaknya terasa berat dan capai, seolah-olah pundaknya adalah batu, membuatnya membuatnya terkulai di meja ruang kelas kelelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang adalah jam istirahat. Banyak murid – termasuk Kyouko – pergi meninggalkan kelas, untuk mencari makan. Tentu saja, tak ada yang berani berbicara dengan Harutora, yang telah membuat keributan tepat setelah ia memasuki kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecuali satu orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haaaah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji tersenyum, terang-terangan. Menganggap dirinya sebagai setengah orang luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menjadi bahan pembicaraan tepat ketika kau masuk, sungguh sempurna, Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Sempurna’ apa yang kau maksud, semuanya sudah selesai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan itu, menunjukan tampilan sebuah kekuasaan di awal untuk mengukur reaksi semua orang menunjukan sebagai seseorang yang mencari orang-orang kuat, tidak buruk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, beerpikir kau memiliki sikap santai seperti itu... Terlebih, bukan aku yang ‘menampilkan sebuah kekuasaan’.”&lt;br /&gt;
Touji biasanya tak diragukan kembali merupakan orang yang seharusnya lebih menarik perhatian, bukan Harutora, namun kali ini Touji benar-benar tertutupi oleh ‘Pasangan Tsuchimikado’, bahkan berkata: “ Dengan seperti ini akan lebih memudahkanku untuk bergerak, jadi aku setuju.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, Natsume. Apakah murid yang bernama Kyouko itu selalu seperti itu? Dia seperti memiliki kebencian yang mendalam terhadap keluarga Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanya Touji, namun Natsume menggelengkan kepalanya, muram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak…… Dia tak pernah menyerangku seperti itu, tapi terkadang ia menunjukan sedikit perlawanannya kepadaku seperti hari ini. Berkatnya, aku juga jadi sedikit bersemangat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku tidak melihatnya sebagai ‘sedikit’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang tidak membuatmu puas? Harutora, aku akan membicarakannya untukmu. Dengan kata lain, melindungi shikigamiku adalah sesuatu yang wajar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Natsume dengan bangga, dan Harutora pun semakin membenamkan dirinya di meja, sudut-sudut mulutnya pun membentuk senyum terbalik.&lt;br /&gt;
Disisi lain, Touji terduduk di atas meja, termenung dalam pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkinkah kita melakukan sesuatu yang membuatnya marah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tak tahu, aku tak tahu sama sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika kau memanggilnya Kurahashi Kyouko tadi, mungkinkah Kurahashi ‘tersebut’? jika seperti itu, mungkin itu berhubungan dengan hal tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia memang berasal dari keluarga tersebut, namun demikian, aku tak mengerti kenapa. Ayahku pernah bertemu dengan keluarganya, tapi aku hampir tak pernah berkontak dengan keluarga Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Natsume, menunjukan ekspresi malu. Harutora tiba-tiba mengangkat kepalanya ketika mendengar nama ‘Kurahashi’, lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, iya, sensei baru saja menyebutkannya, bukankah itu Kur… Tunggu, Natsume, Touji, bukankah kalian terlalu familiar? Bukankah kemarin pertemuan pertama kalian?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya bingung, dan tubuh Natsume pun sekilas terlihat gemetar mendengar hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Touji pernah satu sekolah sebelumnya, dan keduanya berteman baik sebelum semenjak ayah Harutora merawat Touji. Namun Touji baru pertama kali melihat Natsume ketika ia pergi ke Tokyo bersama Harutora kemarin. Waktu itu, Harutora bahkan baru memberitahukannya kalau Natsume adalah perempuan – lagipula, ia telah sering menyebutkan perempuan yang diajak mainnya saat masih kecil kepada Touji sebelum ia mengetahui tentang tradisi keluarga utama. Namun keduanya tak mengatakan hal apapun selain perkenalan sederhana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, abaikan Touji, kenapa Natsume yang biasanya pemalu sekarang berbicara dengan semangatnya pada Touji?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, itu, begini……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah lembut Natsume berubah menjadi kaku dan kata-katanya pun menjadi berantakan, ia pun menatap tak tentu arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda dengan Touji yang tampak tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidakkah kau tahu, Harutora? Orang-orang tak bisa untuk tak datang berbicara denganku, aku adalah pria yang menawan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Berpikir kau dengan bangganya berbicara seperti itu setelah menjadi seorang preman sebelumnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengangkat kepalanya dari meja, mengerutkan dahinya dengan heran. Touji tersenyum dan menaruh tangannya diatas kepala Harutora, mengacak-acak rambutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, tak perlu kau khawatirkan. Untuk suatu alasan, aku merasa ini bukan pertama kalinya aku bertemu dengan orang ini, itu pasti karena kita sangat akrab. Iyakan, Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, benar! Itu benar, Harutora. Kami akrab! Dan yang kucing kupunya sebelumnya bernama Touji, jadi aku merasa cukup dekat dengannya dan aku tak pernah berpikir kalau Touji adalah orang asing sama sekali!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menunjukan senyum palsu, namun Natsume memaksa dirinya untuk tertawa keras. Harutora merasa seperti sebuah komedi sedang bermain didepannya, dan ia pun semakin mengerutkan keningnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Natsume dan Touji memang belum mengeanal satu sama lain sebelumnnya, jadi ia hanya bisa untuk memercayai klaim mereka. Terlebih penting, sebenarnya ia diam-diam khawatir bahwa ‘Aku takut kalau kedua orang yang berbeda kepribadian ini tidak akan akrab’, namun melihat situasinya saat ini……  ia merasa lega melihat keduanya yang tiba-tiba bisa dalam harmoni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah kau cemburu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei kau…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau dan Natsume sudah lama tak bertemu, tapi kami malah menjadi sangat &lt;br /&gt;
akrab dengan cepatnya, jadi dirimu yang cemburu bukankah—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Baiklah, Aku tahu. Sejujurnya, aku akan merasa bermasalah jika kalian bertengkar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar pertanyaan menggoda Touji, Harutora mau tak mau harus menyerah dengan investigasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun menjadi sangat lelah ketika membayangkan keduanya bertengkar, sehingga kini ia hanya bisa berharap bahwa ke depan nanti tak akan ada masalah yang terlalu menyulitkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menoleh ke arah Natsume, seolah-olah memberikan persetujuannya terhadap apa yang mereka nyatakan: “Jadi, baiklah jika seperti itu. Natsume, kau bisa memercayai Touji. Jika kau memerlukan sesuatu, kau juga bisa berbicara padanya, bukan cuma aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………” Namun Natsume tidak merespon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora yang awalnya ingin bersandar, kebingungan, memiringkan tubuhnya untuk melihat Natsume. Ia menyadari bahwa saat ini Natsume berdiri dengan matanya yang melebar, dan pipinya yang memerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ada apa, Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, tidak apa-apa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah? Mungkinkah kau tidak memercayai Touji?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan begitu…… Hanya saja, mmm…… K-kau tak perlu khawatir…… oke? Touji dan aku tidak terlalu akrab……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bersikap malu-malu dan ia berbicara dengan terbata-bata. Harutora pun hanya bisa mengerutkan dahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau coba katakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“M-maksudku, aku memercayai Touji, tapi…… Yang paling…… mmm…… orang yang paling dekat denganku adalah Harutora, aku janji……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbisik lembut tanpa melihat Harutora, Harutora tidak mengerti maksud dari perkataannya dan menoleh ke arah Touji untuk meminta bantuan, namun Touji hanya menatap ke langit-langit untuk suatu alasan. Harutora, yang terlihat kebingungan seperti sebelumnya, merasa seperti dirinya sedang melihat komedi dagelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“N-ngomong-ngomong!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume dengan segera mengganti topik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua akan berjalan lancar antara aku, Touji, dan Harutora! Jadi – kau tak perlu khawatir dengan murid-murid lainnya, bahkan gadis itu. Selama kau berusaha dan serius, aku percaya dia tidak akan macam-macam. Jika ia berani coba-coba untuk mencari masalah denganmu, aku tak akan membiarkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berbicara seperti itu dengan wajah yang memerah, tiba-tiba Natsume menjadi serius, lalu berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama dan yang lebih utama – kita datang ke Akademi Onmyou agar bisa mandiri sesegera mungkin, dan hanya demi tujuan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan tersebut menunjukan gaya hidup Natsume selama di Akademi Onmyou, dan Harutora tanpa sadar duduk dengan tegak ketika mendengar ucapan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ucapan tersebut, Natsume juga pernah bilang kalau ia tidak perlu takut selama ia menunjukan kekuatannya di Akademi Onmyou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dirinya yang berbicara seperti itu sama saja dengan terang-terangan ia menyatakan bahwa ia tak peduli dengan murid-murid lainnya, dan mengakui bahwa dirinya terisolasi dari kelas, tanpa teman. Hal itu membuktikan perkiraan dan kekhawatiran Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Namun, Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukan hal yang baik. Keadaan Natsume memang cukup kompleks dan sulit dimengerti, namun ia masih tak percaya jika menutup diri adalah jalan keluar terbaik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora mengkhawatirkan bagaimana ia harus membicarakan kekhawatirannya…… “Tsuchimikado-kun – Ah, maksudku Natsume-kun.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang murid berbicara dari depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merupakan seorang murid lelaki berkacamata. Harutora dan yang lainnya pun menoleh secara bersamaan, membuatnya terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh – orang itu disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menunjuk ke arah pintu ruang kelas ketika ia berbicara demikian.&lt;br /&gt;
Seorang lelaki bersetelan jas berdiri di koridor luar kelas. Tubuhnya tinggi dan kurus, dan penampilannya cukup tampan. Ia tersenyum ramah ketika sadar Harutora dan yang lainnya melihatnya, sedikit menganggukkan kepalanya sebagai salam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merasa kebingungan, ketika – “Oh! Aku lupa. Maaf Harutora, aku harus pergi.” Ucap Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh…… Aku, aku sedang menjalani kelas spesial sekarang, jadi aku ada kelas ketika istirahat siang…… Apa kau tahu dimana kantin sekolah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, aku harus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu kalian bisa makan duluan, aku mungkin akan kembali sebelum kelas selanjutnya mulai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata demikian dengan segera ia menuruni tangga, bergegas menuju pintu kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tiba-tiba ia berhenti, dengan cepat berbalik menghampiri mereka dan sedikit mendekatkan dirinya ke meja yang mereka tempati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora, Touji, mari lakukan yang terbaik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ah, okay.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Touji merespon bergantian terhadap tatapan yang dipancarkan oleh mata jernihnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tertawa riang seperti anak kecil, membalikkan dirinya seperti seolah-olah ia sedang menari dan akhirnya pergi meninggalkan ruang kelas. Ia berbicara beberapa kata pada laki-laki yang menunggunya di koridor dan dengan segera menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kepergian Natsume yang tiba-tiba, sekujur tubuh Harutora pun merenggang, namun Touji berkata dengan kecut: “Ia sangat gembira.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gembira…… huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menatap ke arah koridor tempat Natsume pergi dengan tatapan kompleks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkin karena dia menggunakan seragam laki-laki, kepribadiannya berubah. Bagaimana aku harus mengatakannya…… ia terasa lebih kekanakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun, yang aneh adalah aku tak merasa kaget sama sekali, melainkan rasanya seperti aku sudah terbiasa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tidak heran.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji berbicara pelan dengan seringai terpampang ketika mendengar Harutora bergumam, tatapannya jelas menunjukan ‘jadi mereka berdua selama ini sama’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi…… Bukankah guru yang datang menjemput Natsume juga seorang guru disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau ingin tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitulah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin dia adalah pacarnya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-hal bodoh apa yang kau bicarakan, Natsume berpura-pura menjadi laki-laki disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terus kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa yang kau maksud!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, Harutora berasal dari daerah pedesaan, dan ketika Touji yang besar di Tokyo berkata seperti itu, ia hampir percaya bahwa ‘hal semacam itu’ tidak aneh di tempat ini. Teman baiknya pun tersenyum melihat Harutora yang terlihat panik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimanapun, Natsume pergi di saat yang tepat. Aku memiliki kesempatan untuk memulai penyelidikan rahasia setelah kejadian tadi pagi – tunggu aku disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora menanyakan hal tersebut, Touji telah memasukkan tangannya ke dalam saku celananya, dengan santai berjalan pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu – “Yo, terima kasih yang tadi.” Ia berbicara dengan ramah pada salah satu murid yang berada dibelakang kelas, murid laki-laki yang baru saja memberitahukan Natsume bahwa ada orang yang mencarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya ia berada dalam kelompok yang membawa bekal ke sekolah, dan ia sedang duduk, dan membuka bekalnya ketika Touji menghampirinya. Matanya melebar ketika murid pindahan – yang telah menjadi pusat perhatian – memanggilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau mengingat namaku? Aku Ato Touji, senang bertemu denganmu. Bagaimana denganmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, ya, aku Momoe, Momoe Tenma…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenma, nama yang cukup mudah diingat. kau bisa memanggilku Touji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, oke, kalau begitu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bisa melihat bahkan dari jauh bahwa Tenma terlihat cukup gugup. Ia memastikan dirinya terlihat sopan ketika berbicara, walaupun Touji terlalu dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya cukup mungil dan terlihat langsing, dengan gaya rambut yang umum dan konservatif. Wajahnya yang mengenakan kacamata menunjukan dirinya yang masih terlihat seperti murid sekolah menengah pertama, sekilas ia terlihat kanak-kanak, namun juga terlihat ramah karena hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Jadi ini penyelidikan yang dimaksud olehnya……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji sepertinya berencana mengambil kesempatan pada tidak adanya Natsume untuk mendengar beberapa informasi dari murid-murid lainnya. &lt;br /&gt;
Namun, dimata Harutora yang melihatnya dari jauh, mereka terlihat seperti seorang murid nakal yang sedang menindas murid suruhannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji kemudian memberitahukan tiga alasan kenapa ia memilih Tenma sebagai objek sumber informasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, Tenma telah bersedia memberitahukan Natsume bahwa ada orang yang mencarinya, yang menunjukan ia tidak memiliki maksud buruk apapun terhadap Natsume, dan juga membuktikan bahwa ia adalah orang yang dengan jujur akan melakukan sesuatu jika diminta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, ia baru saja sedang membuka bekalnya, atau dengan kata lain ia tidak memiliki alasan yang tepat untuk pergi, jadi akan susah untuknya kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, ia terlihat mudah untuk ‘dikelabui‘.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun Harutora merasa bodoh ketika mendengarnya, Touji telah mengobservasi reaksi yang diberikan oleh murid-murid yang ada dikelas ketika Natsume dan Kyouko bertengkar ketika perkenalan tadi, mencari kandidat untuknya mengumpulkan informasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kau baru saja ingin memakan bekalmu? Bisakah kuminta waktunya sebentar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji telah mengantisipasi respon Tenma terlebih dahulu – sebenarnya, ia bertanya dengan sikap yang aneh. Ia berkata ia tidak ingin mengganggunya, namun ia tersenyum menunjuk bangku kosong yang ada disisi Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang diduga Touji, Tenma benar-benar menunjukan senyum naturalnya, menjawab: “Silakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus. Aku baru disini jadi aku tidak familiar sama sekali dengan tempat ini. Bisakah aku bertanya beberapa hal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-begitu. Silakan, jika kau tak keberatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terma kasih banyak. Ah, jangan khawatirkan aku, silakan lanjutkan makanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang menakutkan dari Touji adalah ia memang dulunya adalah murid nakal namun sikapnya sangatlah licin. Sebenarnya, ketika di tahun pertamanya masa sekolah menengah atas, Harutora melihat banyak gadis-gadis yang telah tertipu oleh perbedaan antara penampilan luar yang menyeramkan dan sikap baiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akademi Onmyou benar-benar tempat yang menakjubkan, bukan hanya fasilitasnya saja yang baru, bahkan terdapat sepasang komainu didepan pintu masuk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudmu Alpha dan Omega, huh. Setelah kau terbiasa, kau akan menganggap kedua shikigami tersebut cukup menarik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shikigami, huh. Tentu saja, aku tak tahu bagaimana menggunakan shikigami, tapi mungkinkah kau sudah bisa menggunakannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, aku, aku kurang lebih bisa menggunakan shikigami buatan…… Pada akhirnya pengendalian tatap muka dengan shikigami saat ini cukup baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma sedikit gugup, namun ia masih berbicara dengan Touji. Walaupun Touji telah mengganggu makan siangnya, ia tidak memberengut, jadi kepribadiannya memang baik seperti penampilannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji dengan diam melambai-lambaikan tangannya ke Harutora selagi berbicara dengan Tenma, mungkin menjelaskan ‘kita bisa mendekati orang ini’. Harutora berdiri dengan enggan, berjalan menuju tempat duduk Touji dan Tenma. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Boleh aku bergabung?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh, ah—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kau tak perlu begitu takut. Aku tak tahu bagaimana sebenarnya Natsume, tapi kami tidak berbahaya. Dikarenakan ada dua Tsuchimikado di kelas, kau bisa memanggilku Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tak menyangka bahwa dirinya terlihat lebih menakutkan dibandingkan Touji. Ia tak ingin menghiraukannya, yang kemudian ia memilih untuk duduk didepan Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang ini juga dalam masalah. Dia memang seorang Tsuchimikado, tapi dia dari keluarga cabang dan juga tak mengetahui apapun tentang Onmyoudou. Dan dia dan aku sekolah di sekolah menengah atas biasa sampai musim panas kemarin. Alasan kenapa kami bisa memasuki Akademi Onmyou sebenarnya tak begitu hebat. Apa kau mengetahui keributan besar Onmyouji akhir-akhir ini? Sebenarnya kami terlibat dengan masalah tersebut.” Ucap Touji sambil menyeringai kepada Tenma yang gugup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Touji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dengan segera menyela, namun Touji hanya menjawab: “Tak apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya, Onmyouji yang menyebabkan insiden tersebut berhubungan dengan para petinggi Agensi Onmyou, bagian tersebut bahkan tidak diberitahukan media, dan kami dua orang biasa berakhir dengan terlibat dengan ‘insiden’ tersebut – begitulah yang terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang kau maksud insiden tersebut? Jadi begitu ceritanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma menunjukan keterkejutannya. Sepertinya ia memang telah mendengar perihal insiden musim panas tersebut. Dikarenakan hal tersebut telah menjadi berita nasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menganggukan kepalanya, membenarkan, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nama Tsuchimikado pun menjadi terkenal, dan ia pun mau tak mau harus menahan tekanan yang diberikan olehnya dari yang lain – namun ia tak menyangka kritik publik yang baru saja dia alami, jadi dia putus asa sepanjang pagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimatnya terdengar meremehkan, namun ia menyentuh dagunya ke arah Harutora dengan kasihan. Kata-katanya tidak salah sama sekali, namun retorikanya cukup pintar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Tenma pun melebar mendengar penjelasan tersebut. “Jadi begitu.” Menerima perkataan Touji bahkan terlihat rasa simpati yang muncul dalam tatapannya ketika melihat Harutora. Harutora bersyukur, namun ia meresa Touji terlalu membesar-besarkan, jadi ia pun mau tak mau sedikit ragu-ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji mengangkat bahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun mungkin memang inilah yang kami inginkan, dan aku pun memutuskan untuk menjadi Onmyouji karenanya, namun…… Seperti yang dikatakan Touji, aku memang sedikit dalam masalah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu, sangat disayangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma pun menunjukan senyum ramah ketika ia berbicara. Ia memiliki wajah yang manis, dan Harutora pun akhirnya bisa merasa bahwa saat ini ia sedang berbicara dengan ‘teman kelas’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jadi, kami ingin bertanya sedikit tentang ‘keadaan kelas’, tidak apa-apa jika kau merespon dengan hanya yang kau tahu – murid perempuan tadi pagi, dia dipanggil ‘Kurahashi’ jika aku tidak salah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji memajukan dirinya, seolah-olah sedang berbicara tepat pada telinganya dan langsung ke inti masalah, mungkin menurutnya ini merupakan kesempatan yang tepat. Tenma pun menggumamkan “Ah”, dengan cepat mengerti maksud perkataan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, dia adalah putri dari keluarga Kurahashi. Tapi dia bukanlah gadis yang angkuh, bahkan dia berbicara denganku dengan sikap yang ramah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tapi dia sangat kasar tadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, dia terlihat seperti itu ketika Natsume-kun terlibat…… Sepertinya ia menganggapnya sebagai rival.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum ramah Tenma berubah menjadi sedikit getir. Sepertinya reaksi kyouko pagi tadi tidak mewakili pendapat umum kelas, namun hanya dendam pribadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, bukan itu yang dikhawatirkan oleh Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, benar, berbicara tentang ‘Kurahashi’, aku ingin bertanya sekarang, apa yang membuat keluarga Kurahashi terlihat begitu penting? Apa mereka terkenal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar pertanyaan tersebut, Tenma menunjukan reaksi yang sama seperti Ohtomo sebelumnya, matanya melebar dengan sangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau lihat, dia tidak familiar dengan hal ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera Touji menjawab, dan mulai menjelaskannya kepada Harutora:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Keluarga Kurahashi sama dengan Keluarga Tsuchimikado, mereka adalah keluarga terkenal di Onmyoudou. Keluarga Kurahashi menjadi sorot utama semenjak turunnya keluarga Tsuchimikado. Kau mendengar nama kepala sekolah, bukan? Kurahashi Miyo, nenek tua itu adalah kepala keluarga dari keluarga Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terkenal? Jadi itu kenapa sensei bilang kalau dia adalah ‘figur dibalik layar’, huh…… La-lalu Kyouko juga?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, ia juga berasal dari keluarga Kurahashi, dan bukan hanya itu, dia juga adalah cucu dari kepala sekolah Kurahashi. Terlebih lagi, pimpinan Agensi Onmyou saat ini adalah anak kepala sekolah, yang juga adalah ayahnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjelasan tambahan dari Tenma pun membuat Harutora terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu sangat luar biasa! Ayahku hanyalah seorang doctor Onmyou daerah pinggiran, dan ayah Natsume…… Aku lupa apa yang dia lakukan, namun kupastikan ia bukanlah pegawai pemerintah yang penting. Itu gila! Sungguh keluarga yang luar biasa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah aku juga bilang seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Touji dingin terhadap Harutora yang terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun terlepas dari kehebatannya saat ini, keluarga Tsuchimikado memegang sejarah dan silsilah, dan itulah mengapa Kurahashi-san dalam satu pihak berseteru dengan Natsume-kun – itulah mungkin yang dipercayai semuanya, namun tak berani berucap.” Tenma tersenyum ringan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepihak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu…… Kau bisa mengetahuinya dengan hanya melihat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Tenma, meringis. Orang-orang akan memercayainya ketika melihat sikap dingin Natsume dibandingkan aksi marah Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun itu tak heran ia begitu peduli, karena mereka berdua memanglah dua murid terbaik di kelas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkinkah Kyouko juga sama seperti Natsume, dan mendapat latihan dasar Onmyoudou sejak dia kecil?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak akan aneh jika ia memang mendapatkan latihan tersebut, karena ia adalah putri dari keluarga Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Kyouko adalah Onmyouji yang kuat. Harutora dalam diam mewanti-wanti dirinya bahwa walau ia ditantang, ia pasti tidak akan merasa marah dan dengan segera menyetujuinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun kelas tahun pertama hanya fokus kepada pelajaran, jadi tak ada yang benar-benar yakin dengan kekuatan mereka, hanya saja mereka tampil dengan sempurna pada latihan praktik yang jarang diadakan, dan sepertinya hanya mereka berdua di angkatan ini yang memiliki shikigami tipe pelindung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jelas Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa maksudnya tipe pelindung?” Pertanyaan Harutora mengejutkan Tenma kembali – “Diamlah.” Touji menutup mulutnya mendengar mendengar hal itu, melihat Touji dan Harutora yang bersikap tidak sopan, Tenma tertawa, tanpa sadar sedikit merasa lega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun aku benar-benar terkejut tadi pagi, dan bukan hanya aku. Semuanya tadi pasti merasa terkejut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa? Bukankah mereka memang seperti minyak dan air?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, Kurahashi-san memang sering memprovokasi Natsume-kun, tapi &lt;br /&gt;
Natsume jarang membalasnya seperti itu, itu benar-benar tak seperti dirinya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Tenma sadar bahwa keduanya dekat dengan Natsume dan memberikan tatapan bertanya. Touji menyadarinya dan berkata “Jangan khawatir, bicaralah.” Lagi, ia memberikan tatapan meminta maaf, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia – Natsume-kun biasanya sangat tenang, dan mungkin tak baik mengatakan ini, namun dia sepertinya tidak peduli dengan apapun yang ada disekitarnya. Dan dia selalu memberikan kesan pada semuanya seperti orang yang mendengar dalam diam – bagaimana aku harus mengatakannya? Sungguh tak disangka darinya ketika bertengkar dengan seseorang begitu semangatnya. Kurahashi-san juga marah tadi pagi karena reaksi Natsume-kun menakutinya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma pun mengucapkan perasaannya dengan jujur, dan Harutora dan Touji pun tanpa sadar melirik satu sama lain ketika mereka mendengar hal tersebut. Dari sikap naif Natsume sekarang, sulit untuk mengimajinasikan ‘Natsume yang biasanya’ seperti yang diucapkan Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
……Dipikir baik-baik, itu memang mendekati dengan sifatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengatakan pada dirinya bahwa Natsume yang berpakaian seperti laki-laki terlihat kekanakan, namun Natsume yang sebelumnya – gadis dari keluarga utama yang dekat dengannya sejak Harutora kecil – memberikan kesan yang sama seperti yang dikatakan Tenma. Ia menanggung beban berat sebagai pewaris keluarga Tsuchimikado, dan ingin dengan serius untuk menjadi Onmyouji hebat tanpa mengindahkan hal lain. Ia angkuh dan keras dengan lainnya, gadis seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, kepribadiannya tak bisa langsung terganti walau ia berpakaian seperti lelaki, dan ia terlihat gelisah dan senang hari ini karena—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sangat penting bagi Natsume-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan Tenma tak bermaksud lebih, dan Harutora memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan rasa malunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume telah berusah untuk membelanya, namun ia pasti tak memikirkan efek apa yang akan dimiliki oleh orang sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora hanya ingin tenang di Akademi Onmyou dan berjalan lancar sebisa mungkin, untuk dirinya dan Natsume, karena mungkin bahkan Natsume harus menunjukan kesudiannya untuk dekat dengan teman kelasnya dibandingkan dengan dia dan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jangan khawatir, ‘mari lakukan yang terbaik’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun tergagu, dan Touji berbicara seolah-olah ia melihat pikirannya. Dengan berat Harutora menganggukan kepalanya didepan Tenma yang kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini sudah jelas penghinaan! Kau Bakatora, ini memalukan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume meneriakan komplainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Harutora, yang berbaring diatas meja, telah kehilangan energy untuk merespon, dengan asap hitam tak terlihat membumbung dari keplanya. Touji yang duduk disebelahnya tidak membantunya, hanya melihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku selalu berpikir kau itu idiot, tapi aku tidak berpikir kau akan sebodoh ini hingga kau tidak mengetahui apapun! Sungguh keajaiban kau bisa masuk Akademi Onmyou! Walau jika aku bukanlah Kurahashi Kyouko, aku masih meragukan dirimu yang entah masuk lewat belakang atau tidak!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terus memanggilku idiot idiot, aku hanya tidak tahu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itulah aku bilang kau itu idiot! Kau bertujuan untuk menjadi seorang Onmyouji tapi bahkan kau tidak mengetahui tipe-tipe shikigami, itu adalah bukti bahwa kau benar-benar seorang idiot!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas sore sudah selesai, dan sudah waktunya untuk kelas bubar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan kenapa Natsume sangat marah adalah kelas sore. Sebenarnya, tak ada hal aneh yang terjadi, hanya sebuah hasil yang diluar dugaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, akhirnya datang saat dimana Harutora benar-benar tidak memiliki pengetahuan apapun yang berhubungan dengan Onmyoudou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa saja ragam shikigami General? Apa perbedaan antara Rikujin-shikisen dan General Rikujin? Apa hubungan antara skala bencana spiritual dengan level bahayanya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Uh, itu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ‘uh, itu’! Apa yang sebelumnya kau lakukan selama ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak histeris, bahkan tak mendengar jawaban Harutora “Belajar di sekolah menengah atas biasa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guru yang bertanggung jawab pada kelas itu awalnya berpikir Harutora hanya bercanda, sengaja menjawab salah. Pada akhirnya, ia tetaplah seorang Tsuchimikado walau ia adalah murid baru, jadi beberapa guru berpikir Harutora telah marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, mereka semakin mengerutkan keningnya dan kaget, akhirnya memilih untuk menghiraukan keberadaan Harutora. Semua guru yang datang sore itu menunjukan reaksi yang sama, dan wajah Natsume semakin memucat dan memucat sampai akhirnya menatap dengan sengit ke arah Harutora dengan wajah memerah menahan malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia belajar dengan tergesa-gesa sebelum masuk, jadi ia lupa semuanya setelah tes.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berbaring diatas meja, dan menatap dengan kesal ke arah Touji ketika ia berbicara acuh tak acuh dan tak peduli. “Juga—“ Touji tidak mengalah, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’General Onmyoudou’ membagi shikigami menjadi dua tipe. Satu termasuk dewa, roh, dan binatang – ini merupakan macam-macam roh tradisional yang ada sebagai shikigami disebut shikigami pembantu, tapi sekarang kebanyakan shikigami modern sekarang terbuat dengan menanamkan kekuatan sihir ke dalam wadah buatan manusia. Dengan tambahan, shikigami buatan manusia terbagi menjadi wadah simpel yang dibuat murni dengan kekuatan sihir praktisinya, dan wadah standar yang dapat mampu menahan kekuatan sihir dari luar. Wadah simpel harus dikontrol langsung atau diberikan perintah sebelumnya, tapi shikigami standar tersebut dapat bergerak dengan sendirinya dalam beberapa hal, dan pada umumnya juga terdapat tipe wadah level tingkat tinggi yang bisa berpikir dengan sendirinya dan katanya memiliki kepribadiannya sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kenapa anak biasa dari keluarga biasa sepertimu sangat berpengatahuan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena aku tidak bodoh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“La-lalu apa yang dilakukan shikigami pelindung, shikigami umum atau rumah tangga artinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah metode dari pembuatan atau penggunaanya, dan tidak ada shikigami rumah tangga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, selain Touji, murid lain yang melihatnya sebagai –murid baru dari keluarga Tsuchimikado’ sangatlah terkejut dengan dirinya yang amatir. Mereka berada dikelas yang sama, kejutan pertama, lalu mulai meragukan entah ia serius atau tidak, dan makin lama semakin heran, dan kecewa, hingga akhirnya saking terkejutnya mereka tak tahu harus tertawa atau marah. Bahkan Tenma takjub, dan hal itu benar-benar membuat Harutora terpukul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghiraukan hal tersebut, Kurahashi Kyouko adalah orang yang paling sering mengubah atmosfer kelas.  Tatapan sombong dan mengejek pun diarahkan kepada tuan dari shikagami tersebut, dan Natsume menyusut dalam penghinaan, menundukan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah hal yang paling memalukan yang kualami selama hidupku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bergumam, menahan malu, wajahnya menggelap dan bahunya bergetar. Nada bicaranya terdengr suram, dan atmosfer tegang yang diberikannya pun tak ada jejak untuk tenang ‘hahaha, ini sungguh terlalu’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kursus kilat…… Kau harus mejalani kursus kilat, dan itu harus kursus kilat yang fokus dari neraka! Kau harus mengambil kembali setengah tahun, tidak, enam belas tahun hidupmu yang tertinggal. Pertama adalah ‘Perkenalan terhadap General Onmyoudou’ dan semua referensi buku yang berhubungan ‘Onmyoudou Level Dua’, dan ‘Teori Shikagami Modern’, ‘Penjabaran Sejarah Yin dan Yang’…… Juga bacaan klasik, kau harus membaca ‘Karya Kinugyokuto’, setiap buku ‘Seni Ramalan’, dan juga hal mendasar dari ‘Siklus Perubahan’, ‘Prinsip dari Lima Elemen’, ‘Risalah Baru dalam Onmyouji’, beberapa tentang ‘Pedoman Imperial’……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mengoceh, dan itu terdengar bagaikan suatu rapalan matera ditelinga Harutora, dan bahkan sebuah mantera dengan atribut ‘jahat’ atau ‘gelap’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Harutora, kau tinggal di asrama, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu kita akan memulai kursus kilatmu di asrama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, tapi itu asrama laki-laki……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga seorang ‘murid laki-laki’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, tapi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tak perlu khawatir, aku tahu sihir yang akan membuat terjaga semalaman, dan bahkan mampu sampai seminggu penuh jika kau mengabaikan efek sampingnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menatap serius ke arah Harutora, matanya mengilat dengan berbahaya tanpa ada maksud bercanda. Bahkan Harutora yang kelelahan tanpa sadar membeku, tubuhnya menegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun kemudian……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Natsume, laki-laki tadi siang datang lagi.” Kalimat Touji bagaikan seember air dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria berjas yang muncul ketika istirahat siang melambai-lambaikan tangannya ke arah mereka dari koridor luar ruang kelas. Natsume membuat suara terkejut, nadanya kembali normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tidak, aku lupa kelas tambahan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be-begitu, sangat disayangkan, tapi kita harus menunda kursus kilat tersebut—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berencana untuk mengusulkan supaya mereka melupakan hal tersebut, namun Natsume tiba-tiba menatapnya, membuat dirinya terdiam bagaikan mulutnya dijahit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mengambil buku catatan, menuliskan nama-nama buku dengan pensil mekaniknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ini. Perpustakaan pasti memiliki buku-buku ini, jadi segera pinjam buku-buku tersebut sekarang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menuliskan hal tersebut, ia menyobek lembaran tersebut dan memberikannya ke Harutora, dan segera merapikan barang-barangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr2 097.png|thumbnail]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan kembali ke asrama nanti, jadi silakan baca buku-buku tersebut terlebih dahulu. Tidak, kau harus menyelesaikannya, itu perintah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dengan tegasnya menyatakan demikian, Natsume dengan segera keluar dari ruangan, figurnya pun menghilang bersama laki-laki tersebut melewati koridor. Shikigami yang ditinggalkan pun bahkan tak sempat mengatakan kalimat keberatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihat lembaran tersebut. Semua artikel literatur dan referensi buku adalah kata yang tak pernah dilihat olehnya, jadi sepertinya ia harus memulai bagaimana cara menyebutkan kata-kata tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus, Harutora, Natsume-sensei sangat termotivasi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Touji, kau tak mungkin telah membaca semua buku ini sebelumnya, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sayangnya, dikarenakan masalah fisik, aku mendapat anemia ketika aku membaca apapun dari sebelum era Heisei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada sembrono teman baiknya akhirnya membuat Harutora merilekskan pundaknya, menghela napas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbicara mengenai nilai, Harutora memang sudah unggul dalam kegagalan, dan disekolah sebelumnya ia sering harus mengambil kelas remed. Tidak heran jika ia akan mengalami hal tersebut ketika memasuki akademi dan tiba-tiba diharap untuk belajar mengenai Onmyoudou seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah semua murid disini telah membaca dan mengingat semua buku ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Murid-murid yang lulus dalam ujian masuk Akademi Onmyou kurang lebih pasti telah membaca buku tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah semua kelas mulai sekarang akan seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah Tenma bilang, kelas tahun pertama berpusat pada materi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun terkulai kembali diatas meja, dan Touji hanya melihat  ke kejauhan sambil mengusa-usap dagunya. Pupil matanya menggelap, dan telah lama kehilangan energinya untuk marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku merasa putus asa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kelas-kelas disini jauh lebih melelahkan dari apa yang kubayangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adakah sihir yang meningkatkan kemampuan otak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sihir bodoh macam apa itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka membuka mata beratnya, mengobrol mengenai topik-topik bodoh. Setelah mengobrol, keduanya terdiam, melihat dengan linglung ke arah podium yang ada didepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid-murid sepertinya terlihat terlalu sibuk untuk mengobrol, dan &lt;br /&gt;
hanya mereka berdua yang tinggal dikelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama setelahnya, Harutora dengan bosan melipat kertasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melipat kedua sisinya, membuat pesawat kertas. Lalu, dengan perlahan mengayunkan lengannya. Ia dan Touji dengan diam melihat pesawat kertas tersebut terbang meninggalkan tangannya dan perlahan terbang melewati kelas, menabrak papan tulis, dan jatuh tak jauh dari podium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku sangat lapar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga lapar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ayo pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memprediksi dengan benar. Tentu saja,masa depannya disini akan sulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akademi Onmyou secara spesifik telah menyiapkan asrama siswa agar siswa yang jauh tempat tinggalnya dapat tinggal diasrama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asrama dibagi menjadi asrama laki-laki dan perempuan, dan terletak hanya sepuluh menit berjalan dari akademi. Berbeda dengan gedung akademi yang baru dibangun, dan bahkan jika umur Harutora dan Touji ditambahkan masih kurang dari sejarah asrama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dinding luar asrama tersebut terbuat dari bata merah. Setelah mereka melewati pintu masuk, disatu sisi terdapat ruang santai dan ruang makan, dan jika lurus terdapat area mandi dan shower yang telah dimodifikasi. Harutora telah ditempatkan di ruang kedua lantai dua, dan Touji satu ruang dibawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih ada waktu sebelum makan malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berjalan menuju lanta kedua dengan langkah berat, berpisah dengan Touji di koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruang asrama tersebut seluas enam tikar tatami, dan tatami yang ditinggalkan murid sebelumnya masih berada diruangan Harutora, tak pernah diganti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kembali ke kamarnya, Harutora menghela napas dalam dengam “Haaah……”, berguling-guling dilantai tanpa mengganti seragamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah sampai ke asrama kemarin sore dan telah mengorganisir barang-barangnya terlebih dahulu, namun yang ada dalam barang bawaannya selain baju ganti hanyalah selimut. Dengan tambahan, furnitur yang ada diruangan tersebut hanya meja lipat, jadi kamarnya tak terlihat hidup sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamar kosong tersebut terlihat seperti Harutora sekarang – Harutora yang ingin menjadi seorang Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku lelah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menatap langit-langit kamar ketika bergumam. Langit-langit kamar tersebut berbeda dengan langit-langit rumahnya, dan keadaan disekitarnya pun berubah drastis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Aku benar-benar berada di Tokyo……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali pertama ia datang ke Tokyo adalah pertama kalinya ia hidup sendiri, walaupun ia tinggal diasrama. Sayangnya, rasa gembira akan kebebasan dari kemarin sore pun telah hilang dalam satu hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku hanya terlalu tak berguna……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah terkejut para guru tidak terlalu masalah baginya. Sikap mereka yang menganggap ia tidak ada adalah hal yang sulit ditanggung olehnya. &lt;br /&gt;
Belum lagi, ia merasa tatapan dingin dan senyum penuh arti yang dilayangkan kepadanya selama kelas berlangsung, dan ia pun menyadari hal itu menjadi tamparan keras bagi imajinasinya setelah ia meninggalkan akademi atas kehendaknya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Ia merasa seperti tertinggal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, keadaan seperti ini setidaknya jauh lebih baik daripada keadaan yang diprediksikan Touji. Sejauh ini, hanya Kurahashi Kyouko yang terlalu menjelek-jelekkan Harutora sebagai Tsuchimikado, jadi ini tak ada hubungannya dengan dirinya yang merasa stress dan keterasingan yang melanda Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalahnya ada pada Harutora itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah belajar sekali sebelum ujian masuk untuk Akademi Onmyou – ia percaya bahwa saat itu dia serius. Namun ia sadar sekarang betapa naifnya pemikiran tersebut saat itu. Ia telah belajar bebisa mungkin selama setengah tahun, ia khawatir bahwa ‘enam belas tahun masa hidupnya’ yang diucapkan  Natsume bukanlah hanya sebuah pernyataan yang dilebih-lebihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…’Itu perintah!’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tch.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun akhirnya mendecakkan lidahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku datang kesini hanya sebagai murid &#039;&#039;dropout&#039;&#039;……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telah menjadi keputusannya untuk pindah, jadi ia tak berharap akan mendapat perlakuan khusus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi… pemikiran ‘Aku datang kesini khusus karenamu untukmu’ enggan untuk pergi dari kepalanya. Ia telah meninggalkan masa lalunya untuk berada disisi Natsume; namun, Natsume merasa senang hanya diawalnya saja, dan menyadari kebodohan Harutora – sebenarnya, seharusnya ia menyadari hal tersebut dari awal – ia langsung mengkhianatinya, menangis ‘ini adalah hal yang paling memalukan selama hidupku.’ Candaan macam apa itu. Ia yang mendapatkan malu, Natsume hanya merasa malu karena dirinya yang membuatnya begitu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika dipikir-pikir, mungkinkah gadis itu menganggap shikigaminya seperti hewan peliharaan yang ia asuh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak pernah bersinggungan dengan dunia Onmyouji sebelumnya, jadi wajar saja jika ia sangat bodoh. Ia seharusnya menghiburnya ketika melihat teman masa kecilnya kesusahan, meyakinkannya dengan tatapan dan suara lembutnya… Jangan khawatir, Harutora, Aku disini……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak mungkin……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mencoba membayangkannya, namun ia tak bisa membayangkan adegan tersebut bagaimanapun ia mencoba. Jika Natsume adalah seorang gadis yang manis, ia tak akan membiarkannya dirinya untuk menjauhi Natsume ketika sekolah menengah pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana ia berpikir dan berpikir, wajah temannya yang telah mati &lt;br /&gt;
pun muncul dalam pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Hokuto.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengingat kembali hari-hari bahagianya ketika ia, Touji dan Hokuto bersenang-senang bersama. Hingga kini, hatinya terasa sakit ketika ia mengingat kenangan tersebut karena tahu waktu tersebut tak kan bisa terulang kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, meskipun shikigami yang berwujud gadis – Hokuto – telah menghilang, seseorang yang mengontrolnya pasti ada disuatu tempat, dan itu tidak mungkin untuk tidak mengalami kembali masa-masa nostalgik tersebut. Mungkin ia bisa melihat Hokuto yang sesungguhnya – orang yang mengendalikan Hokuto, dan merupakan salah satu alasan yang membuat Harutora untuk memasuki dunia Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingin bertemu dengan Hokuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingin bertemu dan berbicara sepuasnya suatu hari nanti. Apa yang &lt;br /&gt;
akan Hokuto pikirkan jika ia tahu kalau ia memasuki Akademi Onmyou dan menderita disana? Mungkinkah ia akan senang akan dirinya, atau memberikannya semangat?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin ia akan terkejut dengan ketidakbergunaanya, tetapi walaupun ia terkejut, ia masih akan tertawa dan memberitahukannya untuk semangat setelahnya. Ia memiliki lidah yang tajam, namun ia sudah pasti tidak sama dengan Natsume yang berpikiran bahwa prestasi merupakan cerminan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, Hokuto dulu bilang bahwa aku harus bertanya pada ayahku mengenai dasar-dasar Onmyoudou.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memiringkan tubuhnya ketika ia menggumamkan hal tersebut.&lt;br /&gt;
Lalu, ia tiba-tiba bangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingat kalau ayahnya memberikannya hadiah perpisahan sebelum ia meninggalkan rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sebuah shikigami – itu dia, sebuah talisman shikigami.&lt;br /&gt;
Dengan segera ia menuju tas atletiknya yang penuh dengan pakaian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku lupa karena aku terlalu sibuk kemarin……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikarenakan tujuanmu ingin menjadi seorang Onmyouji, kau adalah anggota keluarga dari ‘Tsuchimikado’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayahnya bilang seperti itu dan memberikan talisman kepada Harutora ketika ia akan meninggalkn rumah. Ia ingat bahwa ini pertama kalinya ayahnya menyinggung nama ‘Tsuchimikado’ padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tidak mengetahui shikigami macam apa ini, dan ia kepikiran bertanya untuk mengklarifikasinya. Tetapi, ayahnya telah memberikan shikigami ini dengan khusus sambil menyebutkan nama ‘Tsuchimikado’, jadi walaupun jika ia tidak berharap shikigami pembantu hebat seperti naga Natsume – Hokuto, setidaknya ia berharap bahwa shikigaminya mungkin bisa sedikit berguna dan terpandang seperti kkuda putih Yukikaze. Lagi pula, dikarenakan keluarga utama memiliki naga, sudah wajar jika keluarga cabang memiliki harimau. Dan kemungkinan bahwa ia kuat setidaknya bisa membuat guru dan murid lainnya mengaguminya, sebuah shikigami yang menakutkan, dan sangat kuat……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketemu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengeluarkan amplop kertas berukuran sebesar kartu. Kertasnya tipis, seperti sebuah jimat pelindung yang biasa dijual dikuil-kuil, dan bagian belakangnya ditutup dengan sebuah wax, dengan kata ‘Tsuchimikado’ tertulis dibagian depan menggunakan tinta dengan lambang keluarga pentagram. Didalamnya terdapat jimat shikigami – jimat yang biasa digunakan sebagai wadah untuk shikigami. Tetapi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sial, bagaimana aku menggunakan ini?” ia telah menggunakan jimat pemulih dan juga jimat perlindungan secara reflex diinsiden sebelumnya. Selain jimat, ia juga menggunakan – walaupun ia hanya mengayunkannya secara sembarang – ‘Pedang Perlindungan’ yang kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ini kali pertamanya ia memegang jimat shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Natsume akan tahu bagaimana menggunakannya, namun setelah sikapnya yang seperti tadi, ia ingin memberinya kejutan jika ia bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkinkah ini ada intruksi manualnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berharap dengan lemah, Harutora berencana membuka segel yang ada dibagian belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, rasa geli pun muncul pada tanda pentagram yang ada dipipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih tepatnya, terasa seperti sebuah aura.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan berada tepat dibelakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara refleks harutora memutar badannya, menyadari anak kecil yang sedang berlutut dilantai, kedua tangannya diletakkan diatas lantai sebagaimana ia membungkuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun mau tak mau meragukan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa melihat wajahnya dengan jelas karena kepalanya yang ditundukan, namun ia bisa melihat bahwa rambutnya disisir rapi – meskipun terdapat dua tonjolan disisi kepalanya – kepala mungil. Pakaian yang digunakan olehnya hampir sama dengan seragam Akademi Onmyou, namun ini terlihat seperti style original dari seragam tersebut – pakaian kerajaan era-Heian dengan hakama dibagian bawahnya. Pakaiannya jelas terlihat longgar, dan tubuhnya terlihat seperti anak sekolah dasar, tidak, bahkan lebih muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun tak bisa berkata-kata dengan kejadian yang tiba-tiba ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kapan anak ini memasuki kamarnya? Harutora bertanya-tanya disalah satu sudut pikirannya, namun disudut yang lain dengan tenang berpikir bahwa ia tidak mungkin tidak menyadari jika seseorang memasuki kamarnya yang kecil. Pada akhirnya, ia tak tahu menahu darimana asal anak tersebut, kenapa ia ada dikamarnya, atau kenapa ia bersujud kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, hey……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan hati-hati Harutora membuka mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya ketika ia berbicara, punggung anak tersebut bergetar sebagaimana ia sedang disiram dengan air panas. Harutora pun ikut bergetar, menelan kembali kata-kata yang ingin diucapkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ketika itu, sesuatu menarik perhatian Harutora,. Ketika anak kecil itu bergetar, terlihat seperti sesuatu berdesir dari belakang tubuhnya yang bergetar – dengan kata lain, dekat dengan bagian belakang tubuhnya. Dan ketika ia menyadarinya, mata Harutora melebar terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah ekor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah ekor yang ditutupi dengan bulu lurus nan panjang, sebuah ekor yang berbentuk daun yang halus. Harutora hampir lompat karena terkejut, memindahkan arah matanya kembali ke kepalanya anak tersebut. Benda dikepalanya tersebut bukanlah sebuah formasi rambut natural, namun kilas gemetar yang ditunjukan oleh benda tersebut ditutupi dengan bulu yang sama dengan ekornya, telinga runcing berbentuk segitiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau, telingamu…… dan ekormu……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora membuka mulutnya dengan keterkejutan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak kecil tersebut pun mengangkat kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang gadis kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu memiliki poni yang rapi, kulitnya sangat putih bagaikan telah diberi bedak sebelumnya. Penampilannya menunjukan kemudaan yang sesuai dengan umurnya, dan dia terlihat seperti boneka hidup, dengan bahkan rincian detail yang tampak cukup halus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang dikagumi olehnya adalah kedua mata yang jernih dan dalam menatap lurus kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya memberikan kilat biru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata bulat gadis itu berwarna biru, indah seperti kaca, dalam seperti langit, dan membuat Harutora menatap dengan penuh kagum, menyebabkannya untuk lupa akan pertanyaan-pertanyaan yang ia ingin tanyakan pada gadis kecil tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika keduanya saling bertatap satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Airmata pun jatuh dari mata birunya, dan saat itu kesadaran diri &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora kembali, panik seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Hei! Kenapa kau tiba-tiba menangis! Jika dipikir-pikir kembali, siapa kau? ……Ahh, terserahlah, tak peduli siapapun dirimu, tolong jangan menangis!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun merentangkan tangannya namun tak berani untuk menyentuh gadis kecil tersebut, hanya mampu melambai-lambai dengan kacau diudara. Sang gadis melihat tingkah bingung Harutora tanpa terpenjam, matanya yang berair pun semakin melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak lama setelahnya, gadis kecil itu menggigit bibirnya, dengan cepat menghapus air matanya dengan lengan bajunya. Lalu, ia menundukkan kepalanya lagi, dan berucap:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Se-se-se, senang berkenalan denganmu—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun ia mencoba mengeluarkan suaranya, ia hanya mengumpulkan tekadnya untuk mengeluarkan suaranya yang awalnya memang lemah. Suaranya terdengar kanak-kanak seperti penampilan luarnya, dan pikiran Harutora pun menjadi kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Huh? A-apa yang kau katakan? Ada apa ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Na-na-na, namaku adalah Kon, keturunan suci dari rubah Kuzunoha, shi-shi-shikigami  dari Tsuchimikado Harutora-sama yang ditugaskan, kuharap aku bisa menjadi shikigami sesuai harapanmu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bersujud dilantai sebagaimana ia berkata demikian. Tentu saja, Harutora begitu terkejut untuk sampai ia berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…A-apa yang dikatakannya? Leluhur rubah? Keturunan? Harapanmu…… Apanya yang harapan Harutora?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Tak bisa berkata-kata’ sangatlah sempurna menjelaskan kejadian seperti ini. Pikiran Harutora kacau balau, pikirannya berputar-putar hebat, dan pada akhirnya kembali lagi menjadi diam tak berkutik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, telinga dan ekor tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukanlah sebuah aksesoris, dikarenakan itu bisa bergerak, dan itu terlihat begitu nyata. Terlebih lagi, tubuh seorang gadis tak mungkin memiliki telinga dan ekor sungguhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bukanlah seorang gadis manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, ia adalah……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah! Shi-shikigami! Mungkinkah kau adalah shikigami?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora bertanya mengonfirmasi, gadis itu – Kon – dengan segera mengangguk-angguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat itu, akhirnya Harutora mengerti. Ia adalah shikigami, seorang shikigami yang terlihat seperti anak kecil, jadi……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah – ini? Talisman ini…… Shikigami yang diberikan oleh ayahku……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon mengangguk kembali, tatapan waspada pun muncul dari wajah &lt;br /&gt;
mungilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ta-tapi, aku tidak melakukan apa-apa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dikarenakan aku adalah shikigami, aku harus menjaga tuanku sepanjang waktu. Aku me-mendengar panggilanmu sebagaimana aku menjagamu dalam bayangan—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya bingung, dan Kon menjelaskannya dengan suara kecil sebagaimana dirinya gemetar karena terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Ma-maksudmu, kau sudah ada disisiku semenjak ayahku memberikan talisman tersebut? Tapi kau tidak ada waktu itu! Aku tidak melihatmu sama sekali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dikarenakan tuanku tidak memanggilku, aku menyembunyikan diri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bersembunyi? Kau bersembunyi? Kau selalu disana, meskipun aku tidak bisa melihatmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y-ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengonfirmasi untuk yang ketiga kalinya, dan Kon hanya menundukan kepalanya, meratakan ekornya lembutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terlihat tegang dan sangat takut, dan Harutora menemukan kembali rasa tenangnya melihat sang gadis terlihat pegal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu…… Aku, aku mengerti. Setidaknya, pertama angkatlah kepalamu, kau terlalu banyak bersujud hingga aku tak tahu apa yang harus kulakukan, dan itu membuat sulit untuk berbicara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera Kon mengangkat kepalanya ketika Harutora memintanya. Wajah kanak-kanak tersebut asih terlihat kaku, dan rasa waspadanya masih tidak berubah, dan telinganya terkadang akan berkedut seolah-olah tak mampu menahan ketegangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Diingat-ingat, Alpha juga bilang kalimat aneh tadi pagi seperti familiarku telah teregister…… Jadi yang dimaksud olehnya adalah kau.”&lt;br /&gt;
Harutora duduk bersila dihadapan Kon, menimang-nimang shikigami yang ada didepannya lagi. Kon pun semakin terlihat tegang dalam tatapan penilaian tuannya, menggerak-gerakan tubuhnya takut dan membalas tatapan Harutora, tangannya masih berada dilantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengabaikan telinga dan ekor sekarang, Kon Terlihat seperti seorang gadis biasa, namun sungguh terlihat lebih dewasa dari seorang gadis – seharusnya, mungkin anak-anak? – yang seumuran. Selain itu, ia tidak terlihat berbeda dengan manusia biasa. Penamipilannya terlihat sedikit terlalu sempurna, namun matanya yang terus terang, kontur lembut yang diberikan pada wajahnya, dan bibir mungilnya yang terlihat ‘biasa’ saja, terlihat seperti seorang gadis mungil ‘biasa’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Dia adalah seorang shikigami? Gadis sekecil ini pun bisa menjadi shikigami?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Natsume disini, mungkin ia akan menjelaskan kepadanya bahwa shikigami terbiasa tampil dengan wujud ‘anak kecil’, namun Harutora yang tidak tahu menahu mengenai hal tersebut benar-benar tidak tahu harus menyikapi gadis kecil tersebut seperti apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ayah memberikanmu kepadaku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon dengan kuat menganggukan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-Aku juga melayani anggota keluarga cabang Tsuchimikado sebelumnya—“ mungkin menyadari bahwa hanya mengangguk tidak menyelesaikan kebingungan yang dialami Harutora, ia membuka mulutnya untuk menambahi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Kapan itu? Mungkinkah itu ayahku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-Ingatan masa laluku sudah tidak ada, namun sungguh bukan hanya satu generasi keluarga cabang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudmu kau melayani keluarga cabang dari generasi ke generasi? Begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sama seperti Yukikaze yang dimiliki keluarga cabang – Harutora menerima penjelasan tersebut. Dengan kata lain, keluarga cabang memiliki shikigami seperti Yukikaze yang melayani keluarga utama, dan ayahnya telah memberikan salah satu shikigami terssebut kepadnya. Dengan begitu, itu tidak aneh jika waktu itu dengan khusus ayahnya membawa-bawa nama ‘Tsuchimikado’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, jadi kau……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memanggil, dan Kon pun dengan segera menangis dalam ketakutan dan keragu-raguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tu-tuan, tolong panggil aku dengan namaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tuan…… A-aku mengerti, lalu bagaimana jika kau tidak memanggilku ‘tuan’, akan lebih baik jika kau memanggilku Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H,H-H-H, Ha, Ha, Haru-t-t-tora……sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kau tidak perlu begitu gugup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, begitu! Aku tak masalah sama sekali, aku tak masalah, jadi tolong jangan tunjukan ekspresi begitu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata bulat Kon mulai berkaca-kaca kembali, dan Harutora dengan segera berbicara untuk menenangkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenanglah sedikit terlebih dahulu! Rileks! Tarik napas! Oke?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora melakukan sebisa mungkin untuk meyakinkannya. Kon pun menegakkan punggungnya dan membuka mulut kecilnya untu menarik napas sesuai perkataanya. Sifatnya sangat simpel, namun sangat menyusahkan untuk mencari tahu bagaimana ia harus bersikap padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Namun…… ini juga jauh dari ekspetasinya. Ia merasa ini seperti sebuah hubungan antara anak kecil dan walinya daripada shikigami dan tuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Intinya, gadis itu jauh dari ekspetasinya dan bukanlah sebuah shikigami yang bisa dibanggakan oleh pemiliknya kepada orang lain. Ia pasti tidakakn berguna banyak dipertarungan, dan sebaliknya, ia mungkin malah harus melindunginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, masalah utamanya adalah penampilan luarnya. Lagi pula, jika ia membawa gadis kecil ini kemana pun ia pergi, akan ada kemungkinan besar bahwa hal itu akan menimbulkan kekeliruan yang tidak perlu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Ayah sialan itu……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia awalnya percaya bahwa ayahnya akhirnya telah memberikannya selamat karena anaknya dengan serius akan meninggalakan rumah, namun ia pasti tertawa dengan keras dibelakangnya sekarang. Harutora benar-benar bodoh untuk merasa senang dengan ekspetasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, tunggu, Mungkin saja ekspektasinya terhadap Kon salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shikigami tidak bisa dinilai dari penampilan luarnya saja, dan meskipun penampilan luar yang kuat itu bagus, kekuataan sesungguhnyalah yang lebih penting. Tidak menutup kemungkinan shikigami yang kuat sebenarnya bersembunyi dari penampilan gadis kecil tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, bagaimana jika begini. Kon, aku ingin bertanya terlebih dahulu padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon dengan segera kembali menjadi serius ketika Harutora mulai berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama…… Benar, shikigami macam apa dirimu? Tak apa jika kau hanya mengatakan tipemu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya pertanyaan yang menurutnya pertanyaan paling dasar, namun yang hanya dilihatnya adalah wajah bingung dan ekspresi kaku seolah-olah ia bertanya pertanyaan yang tidak dimengerti olehnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Kau tak tahu shikigami tipe apa dirimu? Benar, bukankah kau bilang kau adalah pembantu? Mungkinkah kau adalah shikigami pelindung yang seperti Touji katakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, aku melayani sebagai pembantu Harutora-sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah begitu? Uh…… apa lagi yang dikatakannya? Dengan kata lain, kau tipe buatan manusia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bu-buatan manusia……?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah ceria Kon dengan segera tertutup bayangan. Bulir keringat muncul diwajah muramnya seolah-olah ia percaya bahwa tak ada jawaban sama sekali terhadap dosa yang tidak bisa dimaafkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Kau tak tahu juga? ……Ah, aku tahu, kau melayani beberapa generasi keluarga cabang, jadi mungkinkah kau shikigami kuno jauh sebelum General style ada? Uh, kau tak mengingat masa lalumu, bukan? Tapi setidaknya itu lebih baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingat bahwa Yukikaze juga merupakan shikigami kuno yang didesain sebagai shikigami buatan manusia tingkat tinggi oleh General style, jadi ada kemungkinan bahwa Kon juga setipe dengan Yukikaze.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terserah, ini tak akan berguna untuk lanjut  bertanya, dikarenakan kau juga tidak tahu, jadi aku akan berganti ke topik yang berbeda. Apa gerakan spesialmu? Apa saja yang bisa kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Iya, maafkan aku karena aku lamban, namun gerakan terbaikku adalah teknik bersembunyi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, gerakan bersembunyi, biarkan aku melihatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Se-sesuai perintahmu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, figur Kon pun mengabur dan dengan segera menghilang. Walaupun itu permintaanya sendiri, Harutora masih sangat terkejut melihatnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwah! Kau menghilang! Hebat, aku tak bisa dimana kau berada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun merentangkan tangannya, namun lengannya melewati posisi dimana Kon berada tanpa gangguan sama sekali. Terlihat seperti ia telah bergerak degan instan ke tempat lain dibandingkan dengan menyembunyikan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kon? Apa kau disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh, aku mendengar suaramu! Hebat, kau tidak hanya membuat tubuhmu tidak terlihat, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-Meskipun itu dapat dilakukan, sebenarnya aku hanya meninggalkan tubuhku yang sebenarnya dan menghapus keberadaanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-Meninggalkan tubuhmu? Apa maksudnya itu? Apakah seperti hantu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, aku dalam wujud rohku…… dan bergabung dengan aura disekitar. N-Namun, jika aku berbicara seperti ini, aura disekitar pasti akan berfluktuasi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana Harutora mendengar pemaparan Kon, ia melihat ke arah sumber suara dan melihat sesuatu seperti aura yang mengabur. Tetapi ia tidak melihatnya dengan penglihatan biasanya, melainkan ‘melihat’ aura tersebut dengan kemampuan melihat auranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, jika Kon tidak berbicara, ia tidak akan menyadarinya walaupun dengan kemampuan meihat aura. Jadi ini gerakan bersembunyi yang dimaksud – dengan gembira Harutora menganggukan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, itu bagus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon dengan segera muncul kembali ketika Harutora berbicara. Meskipun Kon tepat berada didepannya, ia hanya ‘tepat berada disana ketika ia menyadarinya’ seperti sebelumnya, muncul dengan tanpa suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm…… Itu terlihat luar biasa, Kon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Te, Te-Te-Terima kasih atas pujiannya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terlalu merendah, gerakan tersebut sungguh luar biasa, aku mengaguminya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-I-Itu biasa saja……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon menundukan wajahnya dengan rona merah dipipinya, ekornya dengan konstan bergerak maju mundur. Ia terlihat malu, dan ekspresinya saat ini terlihat manis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa lagi? Apa kau memiliki gerakan lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-Mengambang diudara……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh, hebatnya! Terlihat seperti sihir! Apa lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-Memanipulasi api……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwah, bo-bola api! Panas! Bola sungguhan! Hebat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon mengambang kurang lebih sekitar lima puluh centimeter diudara sambil berlutut, dan bola api berukuran segenggam tangan muncul diatas kepalanya. Bola api tersebut bertambah dua, jadi bola api yang ada total ada tiga mengambang diruang kamarnya. Bola api tersebut terlihat seperti roh yang berkeliaran, tetapi panas yang diberikan oleh bola api tersebut adalah sungguhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Sangat kuat! Shikigami ini sangatlah hebat!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun ia telah meragukannya sebelumnya, ia dapat bersembunyi, peningkatan, dan menunjukan gerakan sebagaimana shikigami semestinya, simpel namun mudah. Bola api juga – abaikan kekuatannya – bola itu jelas memberikan intimidasi, dan Harutora pun sangat puas mengetahuinya. Ekornya pun bergerak aktif sebagaimana tubuhnya bergeliat senang, tak mampu menyembunyikan rasa senangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Luar biasa, Kon! Apa kau memiliki kemampuan lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Huh? Lain……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon pun membenamkan wajahnya, bola-bola api menghilang, dan Kon pun juga berhenti mengambang diudara. “…Huh?” Wajahnya pun memucat didepan Harutora yang tak tahu menahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, cahaya aneh pun mengilat dari mata birunya seolah-olah tiba-tiba memikirkan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera ia mengubah postur duduknya, menaruh satu kaki didepan sebagaimana tangannya dengan cepat bersamaan menuju balik punggungnya. &lt;br /&gt;
Sesuatu berkilau – sebagaimana Harutora berpikiran demikian, wakizashi yang ia pegang dengan erat dengan segera berada tepat diujung hidungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ji, J-J-Jika Harutora-san perintah, aku tidak akan ragu untuk mengorbankan nyawaku! Mu-Musuh Harutora-sama harus dimusnahkan dengan ‘Kachiwari’ kesayanganku……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapannya galak, dan pedang wakizashi itu mengilat didepan matanya, membuat wajah Harutora menegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Be-begitu, baiklah, Kon. Aku mengerti, aku sudah mengerti, jadi tolong taruh benda itu kembali……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon panik dan dengan segera menaruh kembali wakizashinya sesuai permintaan Harutora. Sepertinya sarung wakizashi tersebut ada didalam ikat pinggangnya. Setelah menaruhnya kembali, ia dengan segera kembali berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Ini tidak baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ba-baiklah, Kon, itu…… K-Kachiwari? Nama yang menakutkan...... Bagaimanapun, jangan mengeluarkan pisau tersebut tanpa seizinku. Mengerti? Kau tidak boleh mengeluarkannya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-Tapi, Harutora-sama, sebagai penjagamu, sudah menjadi tanggung jawabku untuk memastikan keamananmu, jika hal tak terduga—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walaupun jika aku mengalami hal tak terduga, kau masih harus mengonfirmasikannya kepadaku terlebih dahuu! Mengerti?”&lt;br /&gt;
Harutora menyela, dan Kon akhirnya menganggukan kepalanya dengan enggan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Shikigami kecil yang akan mampu mengeluarkan pisaunya tanpa peringatan, biarkan aku rehat sejenak……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia tak yakin kapan shikigami ini dibuat, sepertinya ia harus dengan segera membenarkan cara bicaranya yang terdengar kuno,karena mungkin akan ada suatu hari dimana hal itu akan menunjukan hal berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Jika gadis ini dalam masalah, seluruh tanggung jawab akan jatuh kepadanya, bukan? Bercanda, aku tak bisa mengurusi ini sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merasa kepalanya sakit. Ini bukanlah waktunya untuk berencena untuk menggunakan shikigami agar bisa menaikkan imagenya. Semuanya adalah salah ketidaakberuntungannya, komplain Harutora dalam hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga lalu – ‘Aku selalu berpikir kau bodoh, tapi aku tidak mengira kau akan sebodoh itu hingga kau tidak tahu apa-apa!’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ugh……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapan Natsume pun terngiang dipikirannya, dan Harutora dengan segera menghentikan dirinya yang bersikap sok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…I-Idiot! Bagaimana aku bisa memiliki sikap arogan seperti ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, anak ini jauh memiliki banyak alasan untuk komplain dibandingkan dirinya. Pada akhirnya, ia hanya orang luar yang memiliki nama ‘Tsuchimikado’, yang dimana nilainya tertinggal jauh dan tak dapat mengikuti alur belajar yang ada. Shikigami dengan tuan yang seperti ini yang mendapat keberuntungan buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon sepertinya percaya bahwa Harutora sedang memarahinya, dan kepalanya pun ditundukan dalam diam, dengan telinga yang ada dikepalanya yang terkulai karena depresi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, mungkinkah Kon bersikap seperti ini karena ia merasa telah membuat kesalahan? Mungkin ia percaya bahwa dikarenakan Harutora adalah Tsuchimikado, ia pasti adalah seseorang yang ‘hebat’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Kon, untuk menghindari kesalahpahaman, biar kujelaskan terlebih dahulu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, uh, iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Harutora serius, dan Kon dengan segera menegakkan punggungnya ketika mendengarnya mengeluarkan suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terbatuk-batuk canggung, membasahi tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“De-Dengar Kon, aku akan mengatakannya terus terang, walaupun aku seorang Tsuchimikado, aku tidak seperti Onmyouji hebat yang kau layani sebelumnya. Sejujurnya, aku bahkan tak yakin aku bisa menggunakan kekuatannku sepenuhnya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia berkata seperti itu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata kon tiba-tiba melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keputusasaan yang tak berujung pun terpancar dari mata birunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma, m-m-m-m-m-maksudmu aku tak dibutuhkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya penuh dengan air mata dan tubuh kecilnya pun gemetar dengan sangat, “Tu-Tunggu!” dengan panik Harutora berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak! Kau salah paham! Aku tidak berkata tentang membutuhkanmu atau tidak, ini tidak ada hubungannya dengan hal tersebut, itu bukanlah yang kumaksud…… aku ingin supaya kau tidak terlalu berpikir tinggi tentangku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Kon yang berkaca-kaca pun melebar, terlihat seperti ia tidak mengerti apa yang dimaksud Harutora sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, uh…… aku masih seorang murid – sesuatu seperti Onmyouji trainee dan nilaiku jelek, hampir dilevel bahwa aku benar-benar orang luar, dan aku tidaklah hebat, jadi kau tidak harus terlalu hormat kepadaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berkata banyak bahkan hingga ia merasa malu, namun itulah kenyataannya, ia tak berdaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon mendengar penjelasan Harutora dengan mulut yang tertutup rapat dan keterkejutan yang mewarnai wajahnya. Itu membuatnya mengingat reaksi para guru dan murid tadi, dan ia pun tak mampu untuk tidak menolehkan wajahnya, malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Kon tegas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbicara lancar dan dengan kepercayaan diri dalam suaranya, kebalikan dari sebelumnya. Namun, setelah Harutora menoleh kembali dengan terkejut, ketegasan yang ada pada wajahnya menghilang dan kembali menjadi dirinya yang malu-malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, ia berusaha semampunya untuk menyampaikan pendapatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A, A-Aku menjaga Harutora-sama seharian ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, itu berarti bahwa ia telah melihat semua penampilan bodoh Harutora di Onmyou Akademi tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“La-lalu kau seharusnya tahu benar bahwa aku tidak mengerti apapun sama sekali, bukan? Lalu kenapa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena a-aku adalah shikigami Harutora-sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya alasan itu? Kau sangatlah hormat kepadaku hanya dengan alasan &lt;br /&gt;
tersebut?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya dengan tidak percaya. Kon menunjukan tatapan bingung dan menatapnya ketika mendengarnya berucap seperti itu, seolah-olah itu adalah hal paling wajar. Jika hal itu adalah memang hal yang paling wajar…… Sebagai shikigami Natsume, Harutora pun merasa putus asa membayangkan dunia macam apa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-apa aku merepotkan Harutora-sama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak…… bukan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menjawab acuh tak acuh. Sebenarnya, ia merasa bahwa Kon terlalu meninggikan dirinya, jadi ia merasa sedikit gelisah.&lt;br /&gt;
…Tapi……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataaan Kon menggerakkan hati Harutora setelah seharian penuh mengalami penderitaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dipikir baik-baik, akan menjadi tragedi betul jika shikigaminya menunjukan sikap hina padanya. Sikap Kon tidak akan sekaku itu jika secara perlahan mereka saling mengenal. Secara acak mengayunkan wakizashi tersebut memang masalah yang merepotkan, namun tak ada alasan untuk mengubah pendiriannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, dikarenakan Kon sudah pasti sangat patuh kepada tuannya, ia harus berusaha semampunya untuk menjawab ekspetasinya dan menjadi Onmyouji yang pantas menerima hormatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku mengerti, mulai hari ini kau akan menjadi shikigamiku dan aku akan menjadi tuanmu, walaupun aku adalah tuan yang tak pantas. Mohon bantuannya, Kon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dalam diam telah memutuskan, berkata demikian pada Kon sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pipi Kon merona dan matanya berkaca-kaca untuk sesaat. Dengan segera ia menundukkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A, A-a-aku tidak layak, mohon instruksinya—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sikap dan perkataannya sangat sopan, ekornya pun bergerak-gerak senang seperti anak kecil. Meskipun sebenarnya ia merasa sedikit menyesal, Harutora tak lagi menghiraukannnya ketika melihat Kon yang saat ini begitu senangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Aku memiliki shikigami sekarang. Harutora mencerna kembali fakta tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Baiklah! Lalu, Kon, kau seharian penuh bersamaku, jadi kau mengerti benar bukan orang macam apa aku ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-h-harutora-sama berpikiran luas, bahkan seseorang sepertiku dapat me—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenang, kau tak perlu terburu-buru untuk menjawab, aku hanya bermaksud untuk lanjut bertanya, seperti…… Benar, apakah ada arti khusus dengan telinga dan ekormu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menyembunyikan senyum jailnya, bertanya dengan nada selembut mungkin. Dengan pertanyaan tersebut, Telinga dan ekor Kon dengan segera berdiri dan terlihat waspada seperti terkena serangan kejutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-arti…… aku adalah keturunan roh rubah, jadi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh, kau seekor rubah? Mungkinkah kau rubah magis – tidak, mungkin seekor kitsune?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora awalnya berpikir bahwa kedua hal itu aalah telinga dan ekor anjing. Setelah mendengar pertanyaan tersebut, Kon mengangguk. Jika begitu, lalu bola api yang dimunculkan oleh Kon tadi bisa saja disebut sebagai ‘api rubah’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji telah menjelaskan bahwa standar shikigami buatan adalah mampu memiliki kekuatan sihir eksternal. ‘Kekuatan sihir eksternal’ tersebut dalam hal ini adalah ‘roh rubah’ milik Kon, dengan kata lain, Kon adalah shikigami yang dibentuk berasal dari roh rubah. Walaupun begitu, Harutora sebenarnya tidak mengerti tentang apa itu roh rubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun hanya ber-ohh ria dengan sedikit rasa penasaran, sedikit memajukan dirinya untuk melihat lebih jelas telinga Kon. Mungkin Kon merasa sedikit malu dengan tatapan Harutora, sebagaimana pipinya yang memerah dan ia yang menolehkan wajahnya ke samping…… Namun telinganya malah semakin bergerak-gerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Bisakah aku menyentuhnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hya!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, jika kau keberatan, aku tak akan memaksa—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-t-tidak, bukan begitu, sentuhlah jika kau ingin……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun perlahan memajukan kepalanya dan Harutora merentangkan tangannya sambil “Maaf”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama ia merasakan telinga Kon diantara jari-jarinya. Kon gemetar seperti dialiri listrik ketika ia menyentuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh, lembutnya – Haha, bahkan bergerak, benar-benar seperti anak anjing…… Ahah, baiklah, baiklah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bolehkah aku menyentuh ekormu juga?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Te-tentu saja……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon terlalu malu untuk melihat Harutora ketika ia berbicara, memiringkan punggungnya kepada Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ekornya pun terasa lebih lembut dibandingkan telinganya, dan Harutora berpikir lembut sekali, sambil “Ohh!” ria, senang. Ia sebenarnya cukup menyukai binatang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terasa sangat begitu enak, bebas dan lembut…… Oh, ini bergerak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……A-a-aku merasa sangat terhormat bahwa dirimu…… menyukainya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, ini sangat lembut. Dengan catatan, aku tak pernah memegang rubah sebelumnya, jadi ini bagaimana ekornya terlihat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terus mengelus ekor rubahnya, membuat Kon sering kaget tersentak pada setiap elusannya dan rileks kembali. Ia berusaha keras untuk menahannya tanpa berani untuk berbicara, bahkan telinganya bergerak semakin cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, maaf, apa terasa gatal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-t-t-tolong jangan khawatir……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisakah kau menggerakan ekormu sesuai keinginanmu? Sebenarnya, bagaimana ekormu bisa bergerak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ba-bagaimana—!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya dengan santai, namun untuk suatu alasan Kon sedikit meninggikan suaranya tidak karuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, ia membulatkan tekad dan berdiri dengan diam, mulutnya rapat dan kulit putihnya pun merona hingga lehernya. Lalu, dengan punggungnya yang menghadap Harutora, ia perlahan melepas tali yang ada dipinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Se-se-se-se-, Seperti ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapnya dan dengan tiba-tiba menurunkan hakamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekor yang secara konstan gemetar dan pantat putihnya pun berada didepan Harutora—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa, Harutora! Aku berkunjung ke perpustakaan saat mau pulang sebagai pencegahan, dan menyadari bahwa, buku yang aku suruh kau baca masih ada—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume dengan kasar membuka pintu kamar Harutora tanpa mengetuk, tangannya membawa tumpukan buku. Teriakan marah pun terdengar sebagaimana ia berjalan memasuki ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu berhenti, semuanya terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon meratap tanpa bersuara, dengan segera menaikan hakamanya, berusaha untuk tidak terjatuh. Harutora dengan cepat membantu Kon ketika ia terjatuh dalam pelukannya – dan hasilnya keduanya berpelukan satu sama lain sebagaimana hakama Kon jatuh ke lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tumpukan buku yang dibawa Natsume satu persatu jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon telah membeku, namun Harutora mengambil hakama yang terjatuh dengan kecepatan yang sangat, menaikan hakama seperti ia sedang membantu anak kecil untuk memakaikan celananya dan mengikat talinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menarik napas, dalam, dan baru saja ingin membuka muutnya, ketika—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……………...Harutora?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh—“&lt;br /&gt;
“………………Apa yang kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau salah paham—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini pertama kalinya Harutora mendengar Natsume dengan suara seperti itu semenjak ia lahir, dan suara ketika ia menjawab terdengar seperti bukan suaranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, begini, tenanglah dan dengar penjelasanku, oke? Kau salah paham, dia Kon, jangan lihat dia seperti anak kecil, dia sebenarnya adalah rubah. Terlebih lagi, dia adalah shikigami, bukan manusia. Lihat ekor dan telinganya sebagai buktinya. Jadi kau salah, ini tidak seperti yang kau pikirkan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mengerutkan keningnya, matanya dengan ganas memberikan kesan berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diwaktu yang bersamaan, Harutora seperti melihat beberapa jimat sihir yang muncul ditangannya, dan walaupun ia merasa ingin tahu bagaimana ia mengeluarkan jimat tersebut, perhatiannya lebih tertuju dengan kata ‘bahaya’ yang tertera jelas didalamnya. Harutora yang berusaha meluruskan kesalahpahaman pun semakin diam dan diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………Mesum.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………Mati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Na-natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya terlihat seolah-olah telah mengembang – ini apa yang ia lihat dengan kemampuan melihat rohnya, tak mungkin salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mati kau, mesum! Order!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Ketika aku sampai, jantungmu sudah berhenti berdetak.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji dari ruang sebelah memberitahukan Harutora setelahnya. Tentu saja, hal itu hanya sebuah candaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disuatu ruangan digedung apartemen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya menyala didalam ruangan tersebut, namun meresap dengan suasana seram yang tak bisa dijelaskan. Sedikit bau yang menyengat hidung, bau yang aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Efeknya lebih dari yang diduga, sungguh menyedihkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Iya, sangat disayangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah ruangan rahasia yang disediakan sebagai pencegahan, seperti yang disebutkan ‘tiga lubang untuk sarang kelinci’. Tidak ada furnitur ataupun hiasan diruangan tersebut, dan banyak kotak yang telah terbuka diletakkan dilantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kotak tersebut memiliki ukuran yang sama, tiap-tiap kotaknya berjarak satu meter panjangnya. Bagian luarnya tertutupi dengan jimat dan pada bagian dalamnya terdapat barang yang sangat kotor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah Agensi Onmyou telah bergerak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka terlihat tenang dari luar, tapi itu hanya penampilan luarnya saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah para petingginya terlalu waspada? Raja telah dikonfirmasi identitasnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga merasa sama, tapi setidaknya akan lebih mudah untuk kita berpura-pura daripada menjadi mangsa kewaspadaannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan hati-hati ia meraup kotoran yang ada didalam kotak dalam kilat dingin cahaya temaram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak lama setelahnya, ia mengeluarkan objek yang ada didalam kotoran tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pot. Pot yang disegel, dan mantera yang tertulis penuh dibagian luarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggoyang-goyangkan potnya perlahan, dan sesuatu pun munucl dari dalam. Senyum dingin tak tertahan muncul diwajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau sudah menghubungi orang itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau maksud orang penting itu? Tidak secara langsung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin akan berguna, tergantung keadaannya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku tidak berencana untuk unjuk tangan dengan segera jika bisa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia membersihkan kotoran yang ada dipot tersebut, perlahan membuka segel yang ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penggunaan shikigami tidak diklasifikasikan dengan pedoman yang ketat, bertentangan dengan klasifikasi metode penciptaannya. Untuk tujuan kenyamanan, Agensi Onmyou mengklasifikasi shikigami yang dijual secara publik, namun itu adalah fakta bahwa bahkan jenis klasifikasi semacam ini juga digunakan secara luas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contohnya, ada beberapa tipe General yang bisa diaplikasikan untuk berbagai penggunaan; tipe transportasi dimana tipe tersebut dapat memindahkan penggunanya atau memindahkan objek; tipe deteksi dimana tipe ini bisa menginvestigasi hingga jarak jauh dengan lima panca indera; tipe pengikat, tipe yang paling sering digunakan oleh Investigator Mistis ketika menahan pergerakan para criminal, dan tipe mekanikal yang dimana wadah tersebut akan menjadi tubuh shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Shikigami pelidung’ termasuk dalam salah satunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, semantik dari sebuah shikigami pelindung sedikit berbeda dengan shikigami tipe lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Pelindung’ pada shikigami tipe pelindung berasal dari ‘Pelindung Dharma’ dari Vajrayana dan Shugendo sebagaimana ‘General Onmyoudou’ tidak terbatas pada Onmyoudou lama saja tetapi lebih ke bergabung dengan berbagai macam sihir dan sistem magis yang ada di Jepang, yang tentu saja termasuk Vajrayana dan Shugendo. Jika dilihat akarnya, Pelindung Dharma biasanya adalah seorang dewa atapun roh yang melayani sebagai pembantu atau penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, , definisi tersebut lebih cocok dengan definisi shikigami tipe pembantu dari ‘Generral style’. Dengan kata lain, shikigami pelindung adalah pengganti dari pembantu shikigami para ‘Pelindung Dharma’, yang dimaksudkan untuk melayani dengan peran yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjaga shikigami yang setia selalu berada disis tuannya, menjaganya sekaligus mematuhi perintah tuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah shikigami pelindung. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
……Namun itu tidak berjalan mudah kemarin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dengan diam bergumam pada dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah hari setelah ia selamat dari kematian. Kelas terakhir hari ini diadakan didalam ruang kelas Akademi Onmyou. Guru wali kelas Ohtomo ternyata adalah pengajar, dan ini kali pertamanya berada dikelas wali kelasnya. Sikapnya yang sembrono masih tidak berubah bahkan didalam kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sama seperti kemarin, Harutora menjadi pusat perhatian murid-murid disekitarnya, namun alasan mengapa mereka sering melirik-lirik Harutora berbeda dengan kemarin. Perban dapat dilihat diseluruh tubuh Harutora, dan jimat penyembuh pun terpasang dimana-mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kejadian kemarin, Harutora telah menggunakan banyak jimat penyembuh yang ia bawa dari rumah, jadi tidak terlalu serius. Dan ia akhirnya dapat menjelaskan seluruh kejadian kepada Natsume setelah ia pulih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, perasaan Natsume sepertinya tidak berubah sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlepas dari apa yang terjadi, itu adalah sebuah fakta yang tak terbantahkan bahwa Kon -  Kon yang berpenampilan sebagai gadis muda -  mengarahkan pantatnya pada wajah Harutora. Terlebih lagi, ia telah mengabaikan instruksi yang diberikan dan tidak meminjam buku-buku tersebut ketika ia kembali ke asrama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Natsume sudah meminta maaf karena telah salah paham dan ‘menghukum’ Harutora, ia tidak berbicara dengan Harutora satu patah kata pun setelahnya, dilanjut dengan bahkan tak melihat Harutora ke arah sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih buruknya lagi, hari ini bahkan Touji duduk sedikit lebih jauh untuk menunjukan bahwa ia ‘menjaga jarak’ dari dirinya. Akademi Onmyou tidak memiliki kursi yang ditetapkan, jadi semuanya duduk dimana pun  yang mereka mau pada setiap kelasnya. Touji telah berpindah-pindah tempat duduk untuk mengumpulkan informasi, membuat Harutora menjalani kelas sendirian seperti orang yang kabur dari ruang gawat darurat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, sebenarnya ia tidak benar-benar sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kon, apa kau disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbisik, memastikan murid yang lain tidak ada yang mendengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…A-a-aku disini……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban Kon terdengar ditelinganya, namun figurnya masih tak terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kon, dengar. Aku telah memeringatkanmu pagi ini, tapi tolong tetaplah untuk bersembunyi hari ini, karena aku tak bisa untuk menghadapi masalah lagi jika terjadi, bahkan masalah sekecil apapun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menunjukan tatapan curiga sebagaimana ia menatap ke arah sumber suara, dan sepertinya ia menyadari sedikit getaran, namun pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kejadian kemarin, Harutora telah belajar, dan ia memerintahkan Kon untuk tetap bersembunyi kecuali jika dipanggil, memutuskan bahwa ia tidak akan membuat perintah dan membiarkan Kon agar tetap dibelakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Karena gadis ini kekurangan kesadaran diri dan tidak bisa membaca situasi. Bagaimanapun, mendengarkan pelajaran kelas Akademi Onmyou adalah prioritasnya saat ini, dan tidak ada kesempatan bagi Kon untuk muncul, jadi menunggu adalah keputusan terbaik untuk sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbaikan dengan Natsume, menyatu dengan murid-murid kelas, dan belajar Onmyoudou – terdapat banyak sekali yang harus dilakukan. Diantara tumpukan-tumpukan tugas ini, Harutora juga berencana untuk familiar terlebih dahulu dengan lingkungan sekitar dan membangun ‘kehidupan normal’ barunya adalah tugas utamanya, dengan tidak berlanjut melakukan tindakan bodoh sebagai bagian terpentingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku benar-benar menyedihkan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume sepertinya tidak memiliki perasaan senang terhadap Kon, namun dikarenakan Kon adalah shikigami pelindung dan ia biasanya bersembunyi disuatu tempat, satu-satunya yang dapat ia lakukan adalah adalah untuk menanggungnya dan menunggu sikap Natsume melunak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kau melamun, murid baru! Dengan ‘Haru’ dinamanya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wah! Ma-maaf! Aku mendengarkan! Aku mendengarkan dengan serius!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu kenapa kau meminta maaf?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tidak bisa berkata apa-apa untuk sesaat, dan bisik-bisik tidak menyenangkan pun muncul diruang kelas. Ia merasa lehernya berkedut, dan ia pikir mungkin Natsume sedang menatap marah ke arahnya, namun ia tak memiliki keberanian untuk mengonfirmasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tak bagus, Harutora-kun. Kau mulai bermalas-malasan dihari kedua kau masuk, bagaimana kau akan mengejar ketinggalanmu selama setahun jika kau melamun seperti itu? Ditambah dengan guru-guru lain yang mengatakan bahwa dirimu jauh lebih buruk daripada yang lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo menghela napas dengan pelan dan berhati-hati, dan Harutora memeringati dirinya bahwa ini bukanlah kesempatannya untuk berbicara, menundukan kepalanya dan bergumam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya kalimat Ohtomo tidak ada maksud buruk, ia hanya merasa bahwa ini menarik. Sebelum kelas dimulai ia berbicara dengan ringan mengenai luka-luka Harutora: “Kau benar-benar bisa membuat masalah.” Itu benar-benar suatu keajaiban entah kalimat tersebut cocok untuk seorang guru atau tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi itu cukup tak sopan untuk meminta agar kau dengan segea mengejar jalannya kelas, sebagaimana kurikulum disini – khususnya jadwal pelajaran –cukup padat, dan tidak ada waktu untuk mengulang pelajaran yang sudah diajarkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be-begitu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, dan lagipula, walaupun menganggap bahwa seluruh murid disini dapat mengikuti proses kurikulum tersebut, bahkan guru yang bertanggung jawab untuk mengajar cukup gelisah entah murid-muridnya sungguh mengerti atau tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti ia telah menemukan ide dari perkataannya, Ohtomo tiba-tiba menutup mulutnya dan berpikir keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu. Ia menyeringai, menutup buku teks yang ada ditangannya pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Dikarenakan kedua murid baru saja pindah, mengapa kita tidak gunakan kesempatan ini untuk mengulang kembali pelajaran minggu lalu. Disisi lain, ini bisa sebuah pengulangan, dan disisi lain ini bisa untuk mengecek apakah semuanya benar-benar mengerti dengan pelajaran yang diberikan atau tidak .”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernyataan tiba-tiba Ohtomo menimbulakn keributan dikelas dengan beberapa yang komplain akan hal tersebut, namun Ohtomo tidak memedulikannya sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong jangan bercanda!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang murid memukul meja cukup keras, berdiri dari tempat duduknya. Tidak perlu ditanya bahwa murid tersebut adalah Kurahashi Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei, kau bilang bahwa kurikulum ini cukup ‘padat’, tapi sekarang kau berencana untuk menunda pembelajaran karena hanya dua orang murid pindahan? Bukankah ini terlihat seperti pelayanan spesial!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbicara secara jelas dan logic seperti biasa, dan Ohtomo pun hanya ber-‘nn’ ria, namun itu tidak terlihat entah ekspresi diwajahnya itu suatu kebingungan atau ketidakpedulian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar, Kyouko-kun. Melakukan ini bukan hanya untuk Harutora-kun dan Touji-kun, sebagaimana aku berharap bahwa semuanya bisa mengambil kesempatan ini untuk mengulang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengulang adalah tanggung jawab masing-masing! Semenjak kurikulum ini disusun agar semuanya dapat mengikuti sebagai alasan, semua yang percaya bahwa mereka tidak bisa mengikuti kelas jelas bertanggung jawab untuk mengulangnya sendiri. Ini tidak adil jika mengorbankan hak murid yang memang serius untuk belajar dengan orang yang tidak memiliki kesadaran diri!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm…… Dari apa yang kau katakan, itu terdengar seperti kita harus &lt;br /&gt;
membiarkan murid yang tidak bisa mengikuti pembelajaran?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo dengan hati-hati mengonfirmasi. Suaranya tetap terdengar santai seperti biasa, namun jelas terdapat tatapan menyelidik yang diarahkan kepada Kyouko dari balik kacamatanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko mengerti motif Ohtomo, menegakkan punggungnya dan menjawab tanpa ragu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah kurikulum disusun sedemikian rupa dengan tujuan seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada dari jawabannya terdengar congkak dan penuh dengan percaya diri, dan ia jelas mengetahui bahwa pernyataan seperti itu itu dapat dikritik karena arogan, seoalah-olah ia dengan sengaja memprovokasi orang-orang dengan pendapatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Ohtomo menjawab dengan: “Hmm, kurasa begitu”, dengan segera menyetujui apa yang dimaksud Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada akhirnya, Onmyouji bukanlah profesi yang dapat dilakukan oleh setiap orang. Itu adalah kebijakan pendidikan Akademi Onmyouyang terutama membuat upaya untuk membantu siswa yang tertinggal adalah upaya sia-sia, dan bahkan mereka ingin menendang keluar orang-orang yang tidak memiliki kemampuan untuk bersaing dikurikulum atau yang ‘bodoh’ dan tidak menyadari bahwa dirinya tertinggal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo berbicara terus terang, dan alarm pun berbunyi didalam pikiran Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketatnya. Dan terlebih lagi, kalimat tersebut terdengar ‘natural’ ketika Ohtomo yang mengucapkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko menutup mulutnya, menganggap diskusi telah selesai, namun Ohtomo lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Namun disisi lain, Akademi Onmyou memberikan yurisdiksi yang cukup luas pada pengajarnya, dan karena demikian aku tidak setuju dengan kebijakan tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ti-tidak setuju? Itu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haha, itu sangat bertentangan, bukan? Selain itu, Akademi Onmyou tahu bahwa aku menentang kebijakan tersebut namun masih meminta diriku untuk menjadi seorang pengajar, yang setara dengan diam-diam menerima kontradiksi tersebut. Apa kau tahu mengapa Akademi Onmyou melakukan hal tersebut?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo bertanya sambil tersenyum, dan tentu saja tidak ada satu pun murid yang menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, ia berkata dengan gembira:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itulah sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Kaki palsunya yang ada dibawah pahanya pun membunyikan suara ‘clunk’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bunyi tersebut pun terdengar ditengah-tengah kelas yang hening. &lt;br /&gt;
“Bagaimana ini? Bukankah dunia orang dewasa terlihat aneh dan kompleks?” Ohtomo tersenyum, dengan lihai menambahkan kalimat tersebut. Namun, tatapannya terlihat begitu tenang sebagaimana ia berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terus terang saja, jika tujuanmu hanya berharap untuk lulus ujian ‘Onmyoudou Kelas Tiga’ – Tidak, bahkan ‘Kelas Dua’ -  kau tidak perlu begitu  mengerti terlalu jauh mengenai hal tersebut. Tetapi, tujuan dari Akademi Onmyou tidak hanya dalam skala kecil sedemikian rupa. Meskipun kami para pengajar selalu mengatakan hal yang sama, selalu menginginkan agar kalian giat belajar, kami sebenarnya mengantisipasikan hari dimana kalian bisa tampil.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo berbicara seperti ia sedang bercanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, Harutora tidak mengerti maksud dari perkataan Ohtomo, namun atmosfer dikelas mengatakan bahkan jika maksud dari perkataan itu sendiri memang sulit untuk dimengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang lebih anehnya lagi adalah Ohtomo yang dengan tenangnya mengatakan ‘Inilah sihir’ sebenarnya cukup meyakinkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terlihat biasa saja, bericara dan bertingkah laku dengan sembrono, dan bahkan seluruh tubuhnya memberikan kesan sulit untuk mendeskripsikan keberadaannya yang seperti tidak dapat diandalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, hanya dirinyalah spesialis yang ada didalam kelas ini, Onmyouji sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, begitu keadaannya – semuanya merasa semakin kebingungan jika aku semakin banyak bicara, bukan? Lagipula, inilah Akademi Onmyou dan aku adalah instruktor kalian, jadi semuanya harus patuh mendengarkan instruksiku~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah bagaimana, Ohtomo pun memberitahukan mereka untuk melakukan apa yang diperintahkan. Mungkin tujuan sebenarnya adalah untuk mengalihkan pemikiran para murid, dengan kata lain, semua murid yang ada dikelas ini telah terjatuh dalam ‘kebingungannya’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…A-apa latar belakang dari guru tersebut?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji juga menunjukan bahwa ia tidak mengerti lebih jauh dengan guru yan g ada didepannya. Walaupun Harutora kebingungan, setidaknya kesannya terhadap Ohtomo dapat sedikit berubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Instruktor yang ada diatas podium berbicara tanpa jeda, namun sebenarnya masih ada beberapa murid yang mengerti maksud perkataannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…… Aku, aku tidak bisa menerimanya……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang berkata demikian adalah Kyouko lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahkan jika kau beralasan kembali, keputusanmu saat ini jelas berdasarkan kedua murid pindahan tersebut – Tidak, lebih tepatnya untuk murid pindahan Tsuchimikado. Mungkinkah kau memutuskan demikian hanya karena dirinya? Aku tidaak bisa menerima dirimu yang berlaku seperti itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko dengan jelas menolak untuk mengalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Situasinya berjalan hampir sama dengan yang kemarin, dan tatapan murid-murid – termasuk milik Harutora – terarah Natsume yang duduk diujung kelas. Tidak ada hubungannya jika kau menerimanya atau tidak – celaan Natsume pun terngiang-ngiang ditelinga mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume duduk ditempat duduknya tanpa menhiraukan sama sekali tatapan yang tertuju padanya, bahkan berusaha untu hanya menatap ke luar jendela, berpura-pura untuk bersikap tidak peduli. Keributan semakin menjadi-jadi ketika seluruh murid benar-benar terkejut ketika melihat ia bersikap demikian, dan Harutora hanya bisa marah dengan getir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Gadis itu masih merajuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mungkin jika dirinya tidak mendengar argument yang terjadi didalam kelas, namun kali ini Natsume sepertinya tidak ada niatan untuk kembali membela Harutora, tidak seperti sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai hasilnya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami membicarakanmu! Mungkinkah kau tidak ingin menyampaikan pendapat yang ingin kau kemukakan? Tsuchimikado Harutora!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Huh, aku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko pun menyebut nama Harutora yang terlihat tidak ingin ikut campur, dan seluruh tatapan murid-murid pun dengan segera berpindah dari Natsume ke Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikarenakan Natsume terlihat tidak peduli, Kyouko mengalihkan serangannya dari tuannya menuju shikigaminya. Harutora yang tidak siap merasa tak berdaya dan mau tak mau untuk melihat reaksi Natsume kembali. Natsume masih melihat ke luar jendela seperti biasa, leher jenjangnya terlihat sedikit kaku…… Ia sama sekali tidak berniat untuk membantunya sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan begitu, ia hanya bisa bergantung pada dirinya sendiri, dan terlebih lagi, ini adalah masalahnya sendiri, dan itu akan menyulitkannya untuk menyelesaikan masalah ini jika ia membawa-bawa Natsume lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oke. Ia merubah pola pikirnya, menjawab langsung pada Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika ia berbicara, ia menyadari bahwa seluruh murid yang ada dikelas menajamkan pendengarannya, dikarenakan ini kali pertamanya ia berbicara, yang mana selalu menarik perhatian semua orang, akhirnya secara resmi berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku, Aku memang tidak bisa mengikuti kurikulum, dan itu akan menjadi bantuan yang sangat jika sensei mau untuk mengulang pelajaran minggu kemarin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak apa bahkan jika itu membuat murid lainnya membuang waktunya denganmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, aku pikir itu lebih dari apa yang bisa kuduga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu—!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko berencana untuk mengambil kesempatan tersebut sebagai klaim kemenangan, namun dengan segera Harutora menyergah kata-katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak berpikir untuk tidak menduga hal demikian – tapi aku tidak akan menampiknya. Dikarenakan itu adalah keputusan sensei, aku dengan bersyukur akan mengikuti kelas…… Uh, meskipun aku munkin tidak akan mengerti kembali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menjawab dengan jujur, mengangkat bahu. Kyouko terlihat seperti tidak menduga sikapnya begitu rendah hati sedemikian rupa, dan ia menatap Harutora dengan mata yang melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berharap ia bisa membangun ‘kehidupan normal’ barunya setenang dan stabil sebisa mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kehidupan normal seperti ini tidak akan mengurangi Akademi Onmyou, atau dengan kata lain tidak memiliki makna. Ia rela untuk menghabiskan waktunya untuk membuatnya menjadi kenyataan, namun tidak ada arti baginya jika kehidupan normal tersebut tidak memiliki akses penting untuk menjadi seorang Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ditambah, seperti yang Natsume katakan kemarin, membicarakan ketidakadilan yang kau maksud hanyalah sia-sia, tidak mungkin itu bisa terjadi. Kami Tsuchimikado tidak ada niatan untuk menggunakan nama Tsuchimikado untuk mengintimidasi orang-orang, nama itu tidaklah begitu hebat lagi. Sebenarnya, aku berpikir bahwa itu hanya kau yang menakut-nakuti dirimu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, mari kita lupakan masalah Tsuchimikado untuk sekarang, jika aku merepotkan semuanya – aku sungguh meminta maaf, kepada semuanya. Tapi, kau dan aku adalah murid saat ini, jadi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko tak bisa berucap, dan murid-murid lainnya menunggu dengan napas tertahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dengan tenang membuka mulutnya, berbicara kepada mereka semua:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku berpikir bahwa menjadi seorang Onmyouji adalah prioritas utamaku.”&lt;br /&gt;
Ia tidak ingin telihat sama seperti Natsume yang membalasnya dengan sekuat mungkin, jadi ialih-alih ia mencoba untuk mengambil sebanyak mungkin kompromis dan memberikan sikap dengan sikap sebijak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun meskipun begitu, ia masih memiliki kalimat yang tidak bisa ia akui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia mengumumkan hal tersebut, Natsume yang daritadi melihat ke arah jendela menolehkan wajahnya seolah-olah ia terkejut. Namun, Harutora yang sedang berhadapan dengan Kyouko tidak melihatnya. Ia mencoba meyakinkan dirinya meskipun jantungnya berdetak dengan cepat, berusaha sebisa mungkin untuk bersikap tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang diruangan tersebut bersiul. Tidak, ia tahu betul siapa itu, Touji sudah pasti adalah orang yang bersiul tadi, Harutora hampir saja tersenyum mendengar temannya yang menyemangatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keheningan pun berlanjut untuk waktu yang lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko menatap Harutora dengan serius seperti itu pertama kalinya ia melihat Harutora. Bahunya yang sedikit bergetar membuktikan betapa marahnya Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak lama setelah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tsuchimikado Harutora, aku minta maaf, namun tolong ambil inisiatif dan keluar dari akademi ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Keluar? Kau ingin aku meninggalkan tempat ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar! Kau tidak bisa mengikuti kurikulum Onmyoudou, itu terlihat &lt;br /&gt;
jelas kemarin! Orang-orang terbaik dengan tujuan untuk menjadi seorang Onmyouji berkumpul disini, ini bukanlah tempat untuk orang-orang yang tidak berkompeten seperti dirimu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko memukul meja denga kepalan tangannya, berteriak histeris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bahkan terlihat jauh lebih tenang dibandingkan yang ia duga. Mungkin itu terjadi karena ia telah memberitahukannya kepada semua orang, namun kupu-kupu diperutnya pun terus menggelitik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kalau begitu aku meminta dirimu supaya lebih toleran……” ia tersenyum ketika ia berbicara dengan Kyouko yang marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Kyouko memerah. “Kau……!” ia tak bisa berkata-kata untuk sesaat dan melangkah menuju tempat Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berhenti, kau orang yang kurang ajar!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, tubuh Kyouko terpental.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya terpental, roknya terangkat dan tak terduga menunjukan celana dalam yang lucu dibaliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana para penonton terkejut dan kebingungan, Kon muncul dengan pisau kesayangannya yang terarah tepat ke arah Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata birunya mengilat. Kon merendahkan suaranya, menyatakan dengan nada tajam:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku telah mengikuti perintah dan tetap diam disampingnnya, tapi aku tidak bisa mengantisipasi dirimu yang berbicara sangat tidak sopan terhadap Harutora-sama. Aku tidak bisa menoleransi ketidaksopanan ini, kau kan menemui ajalmu dengan pisauku—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Kau yang tidak sopan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora segera berlari, menjitak keras kepala Kon. Telinga dan ekornya menegak kaget, dan karakterisasi fenomena ‘lag’ yang terjadi pada shikigami – seolah-olah ia rusak – terlihat pada tubuh Kon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-h-h-harutora-sama! Kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau berani bertanya! Bukankah aku sudah memeringatimu untuk tidak terlihat oleh yang lainnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ta, Ta-ta-tapi orang ini mencoba menghampirimu Harutora-sama – aku harus mendahulukan tugasku sebagai penjaga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sangat menyebalkan, kau shikigami yang berlagak ksatria! Dipikir-pikir kembali, mengira kau bisa berbicara lancar sekarang! Kemarin kau terlihat gugup denganku, bukan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Te-te-te-tentu saja tidak! Aku tidak berani mengakalimu! K-k-kau salah paham Harutora-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menggenggam baju bagian depan Kon, menggoyang-goyangkan Kon, dan Kon berusaha keras untuk membela dirinya sebagaimana ia merasa pusing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas menjadi ramai karena percakapan tersebut, dan terlebih lagi suasana menjadi cukup aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemunculan tiba-tiba dari gadis kecil itu bukanlah alasan mengapa reaksi tersebut terjadi,  seperti yang diduga dari Akademi Onmyou, para murid sepertinya langsung mengtahui bahwa Kon adalah Shikigami, namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Oh, sungguh mengejutkan, apa itu shikigami pelindung?” Ohtomo berucap, mewakili rasa penasaran para murid-murid, dengan kekaguman yang memenuhi nadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma-maaf, Sensei! Aku tidak melakukannya dengan sengaja, aku akan menghancurkan jimatnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-me-menaghancurkan!? Harutora-sama, tidakkah itu terlalu jahat……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diamlah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tenanglah, tenanglah. Kau seharusnya memaafkan shikigami manis nan bersemangat sepertinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Ohtomo tenang, menghentikan teriakan antara tuan dan shikigaminya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun aku terkejut, tidak pernah terpikirkan olehku kau memiliki shikigami pelindung…… Sepertinya aku memiliki beberapa prasangka setelah mendengar penilaian para guru tentang dirimu, aku akan melakukan instropeksi segera.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Ke-kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, pertama, mengapa kau tidak duduk terlebih dahulu.”&lt;br /&gt;
Momentum Harutora terhenti dan Kon akhirnya telah tenang. Ohtomo masih tersenyum senang sebagaimana ia  melihat keduanya, menunujukan tatapan penuh kagum sambil mengangguk-angguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini seharusnya tipe tingkat tinggi…… namun sihirnya terlihat sedikit berbeda dengan ‘General style’, dan ini…… Segel? Benar-benar terlihat…… Seperti yang diduga dari Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh…… Sensei?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo bergumam pelan, dan kali ini giliran Harutora yang merasa khawatir. Ia bahkan telah mengejutkan Ohtomo, dan tatapan dariyang diberikan para murid berbeda dengan sebelumnya, seolah-olah mereka menyadari yang tadisnya mereka kira hanyalah kucing liar sebenarnya adalah seekor harimau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hakuou! Kokufuu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua shikigami muncul dibelakang Kyouko setelah ia memanggilnya.&lt;br /&gt;
Dua benda tersebut adalah shikigami humanoid, satu putih dan satu hitam, kurang lebih setinggi pria dewasa, namun figur mereka kuat seperti seorang petinju. Shikigami berwarna putih memegang katana putih dan yang hitam memegang tombak, dan kedua shikigami tersebut mengenakan baju pelindung yang sangat teliti, jika dilihat dari luar seolah-olah terlihat seperti robot. Mereka sepertinya berhubungan dengan Asura yang dikendalikan oleh dairenji Suzuka sebelumnya, dikarenakan mereka memberikan kesan yang hampir sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka adalah shikigami pelindung yang dibuat oleh Agensi Onmyou, ‘G2 Yaksha’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berpikir kau bisa mengelabuiku, sungguh liciknya dirimu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan berpura-pura! Dengan sengaja berpura-pura tidak berkompeten terlalu merepotkan, apa yang kau rencanakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa, huh? ……Huh, aku tidak mengerti apa maksudmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dengan segera mengambil langkah mundur. Berebeda dengan Kon, ia memegang erat Kachiwarinya dari balik kaki Harutora, matanya mengilatkan maksud jahat dan dengan ganas menatap ke arah shikigami lawan. Para murid yang duduk didekatnya pun mengam bil jarak antara Harutora dan Kyouko agar tidak terlibat dalam pertengkaran keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Te-tenanglah! Aku minta maaf padamu, aku sama sekali tidak memiliki maksud jahat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan bercanda. Dikarenakan kau menyerangku terlebih dahulu, aku akan menerima tantanganmu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriak Kyouko, mengayunkan tangannya ke samping, dan kedua ‘Yaksha’ mengambil postur bertarung dengan segera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun keringat dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, diluar dari lingkaran yang melingkari Harutora dan Kyouko, Touji perlahan berdiri dan Natsume telah memegang kotak jimat yang ada pinggangnya dengan tatapan serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana menegang, dan ketegangan pun menyulitka murid untuk bernapas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, aku tahu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo memanggil dengan senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia berbicara dengan nada ceroboh, tidak memedulikan suasana kelas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Salah satu dari kalian keras hati, dan satu lagi kuat, sangat bagus. Sepertinya kalian berdua kurang lebih dapat mengontrol shikigami, jadi mengapa tidak membuat kalian untuk melakukan demonstrasi pertarungan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“”Apa?””&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Kyouko terkejut mendengarnya. Mungkin seluruh murid yang mendengarnya, bukan hanya mereka berdua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lagipula ini kelas terakhir hari ini. Harutora-kun, Kyouko-kun, mengapa kita tidak pergi ke lapangan latihan sihir dan melihat pertikaian shikigami.” Ucap Ohtomo senang.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_2&amp;diff=515591</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 2</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_2&amp;diff=515591"/>
		<updated>2017-03-22T15:32:39Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Bagian 2 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 2 – Telinga dan Ekor==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora, karena kau tidak bersalah, kau tak perlu mengkhawatirkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana bisa aku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas pagi telah selesai, dengan Harutors yang masih membawa perasaan bersalah setelah kejadian perkenalan yang kacau balau. Pundaknya terasa berat dan capai, seolah-olah pundaknya adalah batu, membuatnya membuatnya terkulai di meja ruang kelas kelelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang adalah jam istirahat. Banyak murid – termasuk Kyouko – pergi meninggalkan kelas, untuk mencari makan. Tentu saja, tak ada yang berani berbicara dengan Harutora, yang telah membuat keributan tepat setelah ia memasuki kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecuali satu orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haaaah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji tersenyum, terang-terangan. Menganggap dirinya sebagai setengah orang luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menjadi bahan pembicaraan tepat ketika kau masuk, sungguh sempurna, Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Sempurna’ apa yang kau maksud, semuanya sudah selesai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan itu, menunjukan tampilan sebuah kekuasaan di awal untuk mengukur reaksi semua orang menunjukan sebagai seseorang yang mencari orang-orang kuat, tidak buruk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, beerpikir kau memiliki sikap santai seperti itu... Terlebih, bukan aku yang ‘menampilkan sebuah kekuasaan’.”&lt;br /&gt;
Touji biasanya tak diragukan kembali merupakan orang yang seharusnya lebih menarik perhatian, bukan Harutora, namun kali ini Touji benar-benar tertutupi oleh ‘Pasangan Tsuchimikado’, bahkan berkata: “ Dengan seperti ini akan lebih memudahkanku untuk bergerak, jadi aku setuju.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, Natsume. Apakah murid yang bernama Kyouko itu selalu seperti itu? Dia seperti memiliki kebencian yang mendalam terhadap keluarga Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanya Touji, namun Natsume menggelengkan kepalanya, muram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak…… Dia tak pernah menyerangku seperti itu, tapi terkadang ia menunjukan sedikit perlawanannya kepadaku seperti hari ini. Berkatnya, aku juga jadi sedikit bersemangat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku tidak melihatnya sebagai ‘sedikit’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang tidak membuatmu puas? Harutora, aku akan membicarakannya untukmu. Dengan kata lain, melindungi shikigamiku adalah sesuatu yang wajar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Natsume dengan bangga, dan Harutora pun semakin membenamkan dirinya di meja, sudut-sudut mulutnya pun membentuk senyum terbalik.&lt;br /&gt;
Disisi lain, Touji terduduk di atas meja, termenung dalam pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkinkah kita melakukan sesuatu yang membuatnya marah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tak tahu, aku tak tahu sama sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika kau memanggilnya Kurahashi Kyouko tadi, mungkinkah Kurahashi ‘tersebut’? jika seperti itu, mungkin itu berhubungan dengan hal tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia memang berasal dari keluarga tersebut, namun demikian, aku tak mengerti kenapa. Ayahku pernah bertemu dengan keluarganya, tapi aku hampir tak pernah berkontak dengan keluarga Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Natsume, menunjukan ekspresi malu. Harutora tiba-tiba mengangkat kepalanya ketika mendengar nama ‘Kurahashi’, lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, iya, sensei baru saja menyebutkannya, bukankah itu Kur… Tunggu, Natsume, Touji, bukankah kalian terlalu familiar? Bukankah kemarin pertemuan pertama kalian?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya bingung, dan tubuh Natsume pun sekilas terlihat gemetar mendengar hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Touji pernah satu sekolah sebelumnya, dan keduanya berteman baik sebelum semenjak ayah Harutora merawat Touji. Namun Touji baru pertama kali melihat Natsume ketika ia pergi ke Tokyo bersama Harutora kemarin. Waktu itu, Harutora bahkan baru memberitahukannya kalau Natsume adalah perempuan – lagipula, ia telah sering menyebutkan perempuan yang diajak mainnya saat masih kecil kepada Touji sebelum ia mengetahui tentang tradisi keluarga utama. Namun keduanya tak mengatakan hal apapun selain perkenalan sederhana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, abaikan Touji, kenapa Natsume yang biasanya pemalu sekarang berbicara dengan semangatnya pada Touji?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, itu, begini……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah lembut Natsume berubah menjadi kaku dan kata-katanya pun menjadi berantakan, ia pun menatap tak tentu arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda dengan Touji yang tampak tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidakkah kau tahu, Harutora? Orang-orang tak bisa untuk tak datang berbicara denganku, aku adalah pria yang menawan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Berpikir kau dengan bangganya berbicara seperti itu setelah menjadi seorang preman sebelumnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengangkat kepalanya dari meja, mengerutkan dahinya dengan heran. Touji tersenyum dan menaruh tangannya diatas kepala Harutora, mengacak-acak rambutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, tak perlu kau khawatirkan. Untuk suatu alasan, aku merasa ini bukan pertama kalinya aku bertemu dengan orang ini, itu pasti karena kita sangat akrab. Iyakan, Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, benar! Itu benar, Harutora. Kami akrab! Dan yang kucing kupunya sebelumnya bernama Touji, jadi aku merasa cukup dekat dengannya dan aku tak pernah berpikir kalau Touji adalah orang asing sama sekali!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menunjukan senyum palsu, namun Natsume memaksa dirinya untuk tertawa keras. Harutora merasa seperti sebuah komedi sedang bermain didepannya, dan ia pun semakin mengerutkan keningnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Natsume dan Touji memang belum mengeanal satu sama lain sebelumnnya, jadi ia hanya bisa untuk memercayai klaim mereka. Terlebih penting, sebenarnya ia diam-diam khawatir bahwa ‘Aku takut kalau kedua orang yang berbeda kepribadian ini tidak akan akrab’, namun melihat situasinya saat ini……  ia merasa lega melihat keduanya yang tiba-tiba bisa dalam harmoni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah kau cemburu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei kau…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau dan Natsume sudah lama tak bertemu, tapi kami malah menjadi sangat &lt;br /&gt;
akrab dengan cepatnya, jadi dirimu yang cemburu bukankah—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Baiklah, Aku tahu. Sejujurnya, aku akan merasa bermasalah jika kalian bertengkar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar pertanyaan menggoda Touji, Harutora mau tak mau harus menyerah dengan investigasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun menjadi sangat lelah ketika membayangkan keduanya bertengkar, sehingga kini ia hanya bisa berharap bahwa ke depan nanti tak akan ada masalah yang terlalu menyulitkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menoleh ke arah Natsume, seolah-olah memberikan persetujuannya terhadap apa yang mereka nyatakan: “Jadi, baiklah jika seperti itu. Natsume, kau bisa memercayai Touji. Jika kau memerlukan sesuatu, kau juga bisa berbicara padanya, bukan cuma aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………” Namun Natsume tidak merespon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora yang awalnya ingin bersandar, kebingungan, memiringkan tubuhnya untuk melihat Natsume. Ia menyadari bahwa saat ini Natsume berdiri dengan matanya yang melebar, dan pipinya yang memerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ada apa, Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, tidak apa-apa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah? Mungkinkah kau tidak memercayai Touji?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan begitu…… Hanya saja, mmm…… K-kau tak perlu khawatir…… oke? Touji dan aku tidak terlalu akrab……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bersikap malu-malu dan ia berbicara dengan terbata-bata. Harutora pun hanya bisa mengerutkan dahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau coba katakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“M-maksudku, aku memercayai Touji, tapi…… Yang paling…… mmm…… orang yang paling dekat denganku adalah Harutora, aku janji……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbisik lembut tanpa melihat Harutora, Harutora tidak mengerti maksud dari perkataannya dan menoleh ke arah Touji untuk meminta bantuan, namun Touji hanya menatap ke langit-langit untuk suatu alasan. Harutora, yang terlihat kebingungan seperti sebelumnya, merasa seperti dirinya sedang melihat komedi dagelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“N-ngomong-ngomong!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume dengan segera mengganti topik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua akan berjalan lancar antara aku, Touji, dan Harutora! Jadi – kau tak perlu khawatir dengan murid-murid lainnya, bahkan gadis itu. Selama kau berusaha dan serius, aku percaya dia tidak akan macam-macam. Jika ia berani coba-coba untuk mencari masalah denganmu, aku tak akan membiarkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berbicara seperti itu dengan wajah yang memerah, tiba-tiba Natsume menjadi serius, lalu berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama dan yang lebih utama – kita datang ke Akademi Onmyou agar bisa mandiri sesegera mungkin, dan hanya demi tujuan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan tersebut menunjukan gaya hidup Natsume selama di Akademi Onmyou, dan Harutora tanpa sadar duduk dengan tegak ketika mendengar ucapan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ucapan tersebut, Natsume juga pernah bilang kalau ia tidak perlu takut selama ia menunjukan kekuatannya di Akademi Onmyou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dirinya yang berbicara seperti itu sama saja dengan terang-terangan ia menyatakan bahwa ia tak peduli dengan murid-murid lainnya, dan mengakui bahwa dirinya terisolasi dari kelas, tanpa teman. Hal itu membuktikan perkiraan dan kekhawatiran Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Namun, Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukan hal yang baik. Keadaan Natsume memang cukup kompleks dan sulit dimengerti, namun ia masih tak percaya jika menutup diri adalah jalan keluar terbaik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora mengkhawatirkan bagaimana ia harus membicarakan kekhawatirannya…… “Tsuchimikado-kun – Ah, maksudku Natsume-kun.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang murid berbicara dari depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merupakan seorang murid lelaki berkacamata. Harutora dan yang lainnya pun menoleh secara bersamaan, membuatnya terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh – orang itu disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menunjuk ke arah pintu ruang kelas ketika ia berbicara demikian.&lt;br /&gt;
Seorang lelaki bersetelan jas berdiri di koridor luar kelas. Tubuhnya tinggi dan kurus, dan penampilannya cukup tampan. Ia tersenyum ramah ketika sadar Harutora dan yang lainnya melihatnya, sedikit menganggukkan kepalanya sebagai salam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merasa kebingungan, ketika – “Oh! Aku lupa. Maaf Harutora, aku harus pergi.” Ucap Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh…… Aku, aku sedang menjalani kelas spesial sekarang, jadi aku ada kelas ketika istirahat siang…… Apa kau tahu dimana kantin sekolah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, aku harus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu kalian bisa makan duluan, aku mungkin akan kembali sebelum kelas selanjutnya mulai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata demikian dengan segera ia menuruni tangga, bergegas menuju pintu kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tiba-tiba ia berhenti, dengan cepat berbalik menghampiri mereka dan sedikit mendekatkan dirinya ke meja yang mereka tempati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora, Touji, mari lakukan yang terbaik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ah, okay.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Touji merespon bergantian terhadap tatapan yang dipancarkan oleh mata jernihnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tertawa riang seperti anak kecil, membalikkan dirinya seperti seolah-olah ia sedang menari dan akhirnya pergi meninggalkan ruang kelas. Ia berbicara beberapa kata pada laki-laki yang menunggunya di koridor dan dengan segera menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kepergian Natsume yang tiba-tiba, sekujur tubuh Harutora pun merenggang, namun Touji berkata dengan kecut: “Ia sangat gembira.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gembira…… huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menatap ke arah koridor tempat Natsume pergi dengan tatapan kompleks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkin karena dia menggunakan seragam laki-laki, kepribadiannya berubah. Bagaimana aku harus mengatakannya…… ia terasa lebih kekanakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun, yang aneh adalah aku tak merasa kaget sama sekali, melainkan rasanya seperti aku sudah terbiasa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tidak heran.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji berbicara pelan dengan seringai terpampang ketika mendengar Harutora bergumam, tatapannya jelas menunjukan ‘jadi mereka berdua selama ini sama’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi…… Bukankah guru yang datang menjemput Natsume juga seorang guru disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau ingin tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitulah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin dia adalah pacarnya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-hal bodoh apa yang kau bicarakan, Natsume berpura-pura menjadi laki-laki disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terus kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa yang kau maksud!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, Harutora berasal dari daerah pedesaan, dan ketika Touji yang besar di Tokyo berkata seperti itu, ia hampir percaya bahwa ‘hal semacam itu’ tidak aneh di tempat ini. Teman baiknya pun tersenyum melihat Harutora yang terlihat panik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimanapun, Natsume pergi di saat yang tepat. Aku memiliki kesempatan untuk memulai penyelidikan rahasia setelah kejadian tadi pagi – tunggu aku disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora menanyakan hal tersebut, Touji telah memasukkan tangannya ke dalam saku celananya, dengan santai berjalan pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu – “Yo, terima kasih yang tadi.” Ia berbicara dengan ramah pada salah satu murid yang berada dibelakang kelas, murid laki-laki yang baru saja memberitahukan Natsume bahwa ada orang yang mencarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya ia berada dalam kelompok yang membawa bekal ke sekolah, dan ia sedang duduk, dan membuka bekalnya ketika Touji menghampirinya. Matanya melebar ketika murid pindahan – yang telah menjadi pusat perhatian – memanggilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau mengingat namaku? Aku Ato Touji, senang bertemu denganmu. Bagaimana denganmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, ya, aku Momoe, Momoe Tenma…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenma, nama yang cukup mudah diingat. kau bisa memanggilku Touji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, oke, kalau begitu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bisa melihat bahkan dari jauh bahwa Tenma terlihat cukup gugup. Ia memastikan dirinya terlihat sopan ketika berbicara, walaupun Touji terlalu dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya cukup mungil dan terlihat langsing, dengan gaya rambut yang umum dan konservatif. Wajahnya yang mengenakan kacamata menunjukan dirinya yang masih terlihat seperti murid sekolah menengah pertama, sekilas ia terlihat kanak-kanak, namun juga terlihat ramah karena hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Jadi ini penyelidikan yang dimaksud olehnya……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji sepertinya berencana mengambil kesempatan pada tidak adanya Natsume untuk mendengar beberapa informasi dari murid-murid lainnya. &lt;br /&gt;
Namun, dimata Harutora yang melihatnya dari jauh, mereka terlihat seperti seorang murid nakal yang sedang menindas murid suruhannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji kemudian memberitahukan tiga alasan kenapa ia memilih Tenma sebagai objek sumber informasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, Tenma telah bersedia memberitahukan Natsume bahwa ada orang yang mencarinya, yang menunjukan ia tidak memiliki maksud buruk apapun terhadap Natsume, dan juga membuktikan bahwa ia adalah orang yang dengan jujur akan melakukan sesuatu jika diminta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, ia baru saja sedang membuka bekalnya, atau dengan kata lain ia tidak memiliki alasan yang tepat untuk pergi, jadi akan susah untuknya kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, ia terlihat mudah untuk ‘dikelabui‘.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun Harutora merasa bodoh ketika mendengarnya, Touji telah mengobservasi reaksi yang diberikan oleh murid-murid yang ada dikelas ketika Natsume dan Kyouko bertengkar ketika perkenalan tadi, mencari kandidat untuknya mengumpulkan informasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kau baru saja ingin memakan bekalmu? Bisakah kuminta waktunya sebentar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji telah mengantisipasi respon Tenma terlebih dahulu – sebenarnya, ia bertanya dengan sikap yang aneh. Ia berkata ia tidak ingin mengganggunya, namun ia tersenyum menunjuk bangku kosong yang ada disisi Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang diduga Touji, Tenma benar-benar menunjukan senyum naturalnya, menjawab: “Silakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus. Aku baru disini jadi aku tidak familiar sama sekali dengan tempat ini. Bisakah aku bertanya beberapa hal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-begitu. Silakan, jika kau tak keberatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terma kasih banyak. Ah, jangan khawatirkan aku, silakan lanjutkan makanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang menakutkan dari Touji adalah ia memang dulunya adalah murid nakal namun sikapnya sangatlah licin. Sebenarnya, ketika di tahun pertamanya masa sekolah menengah atas, Harutora melihat banyak gadis-gadis yang telah tertipu oleh perbedaan antara penampilan luar yang menyeramkan dan sikap baiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akademi Onmyou benar-benar tempat yang menakjubkan, bukan hanya fasilitasnya saja yang baru, bahkan terdapat sepasang komainu didepan pintu masuk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudmu Alpha dan Omega, huh. Setelah kau terbiasa, kau akan menganggap kedua shikigami tersebut cukup menarik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shikigami, huh. Tentu saja, aku tak tahu bagaimana menggunakan shikigami, tapi mungkinkah kau sudah bisa menggunakannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, aku, aku kurang lebih bisa menggunakan shikigami buatan…… Pada akhirnya pengendalian tatap muka dengan shikigami saat ini cukup baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma sedikit gugup, namun ia masih berbicara dengan Touji. Walaupun Touji telah mengganggu makan siangnya, ia tidak memberengut, jadi kepribadiannya memang baik seperti penampilannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji dengan diam melambai-lambaikan tangannya ke Harutora selagi berbicara dengan Tenma, mungkin menjelaskan ‘kita bisa mendekati orang ini’. Harutora berdiri dengan enggan, berjalan menuju tempat duduk Touji dan Tenma. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Boleh aku bergabung?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh, ah—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kau tak perlu begitu takut. Aku tak tahu bagaimana sebenarnya Natsume, tapi kami tidak berbahaya. Dikarenakan ada dua Tsuchimikado di kelas, kau bisa memanggilku Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tak menyangka bahwa dirinya terlihat lebih menakutkan dibandingkan Touji. Ia tak ingin menghiraukannya, yang kemudian ia memilih untuk duduk didepan Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang ini juga dalam masalah. Dia memang seorang Tsuchimikado, tapi dia dari keluarga cabang dan juga tak mengetahui apapun tentang Onmyoudou. Dan dia dan aku sekolah di sekolah menengah atas biasa sampai musim panas kemarin. Alasan kenapa kami bisa memasuki Akademi Onmyou sebenarnya tak begitu hebat. Apa kau mengetahui keributan besar Onmyouji akhir-akhir ini? Sebenarnya kami terlibat dengan masalah tersebut.” Ucap Touji sambil menyeringai kepada Tenma yang gugup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Touji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dengan segera menyela, namun Touji hanya menjawab: “Tak apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya, Onmyouji yang menyebabkan insiden tersebut berhubungan dengan para petinggi Agensi Onmyou, bagian tersebut bahkan tidak diberitahukan media, dan kami dua orang biasa berakhir dengan terlibat dengan ‘insiden’ tersebut – begitulah yang terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang kau maksud insiden tersebut? Jadi begitu ceritanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma menunjukan keterkejutannya. Sepertinya ia memang telah mendengar perihal insiden musim panas tersebut. Dikarenakan hal tersebut telah menjadi berita nasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menganggukan kepalanya, membenarkan, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nama Tsuchimikado pun menjadi terkenal, dan ia pun mau tak mau harus menahan tekanan yang diberikan olehnya dari yang lain – namun ia tak menyangka kritik publik yang baru saja dia alami, jadi dia putus asa sepanjang pagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimatnya terdengar meremehkan, namun ia menyentuh dagunya ke arah Harutora dengan kasihan. Kata-katanya tidak salah sama sekali, namun retorikanya cukup pintar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Tenma pun melebar mendengar penjelasan tersebut. “Jadi begitu.” Menerima perkataan Touji bahkan terlihat rasa simpati yang muncul dalam tatapannya ketika melihat Harutora. Harutora bersyukur, namun ia meresa Touji terlalu membesar-besarkan, jadi ia pun mau tak mau sedikit ragu-ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji mengangkat bahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun mungkin memang inilah yang kami inginkan, dan aku pun memutuskan untuk menjadi Onmyouji karenanya, namun…… Seperti yang dikatakan Touji, aku memang sedikit dalam masalah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu, sangat disayangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma pun menunjukan senyum ramah ketika ia berbicara. Ia memiliki wajah yang manis, dan Harutora pun akhirnya bisa merasa bahwa saat ini ia sedang berbicara dengan ‘teman kelas’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jadi, kami ingin bertanya sedikit tentang ‘keadaan kelas’, tidak apa-apa jika kau merespon dengan hanya yang kau tahu – murid perempuan tadi pagi, dia dipanggil ‘Kurahashi’ jika aku tidak salah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji memajukan dirinya, seolah-olah sedang berbicara tepat pada telinganya dan langsung ke inti masalah, mungkin menurutnya ini merupakan kesempatan yang tepat. Tenma pun menggumamkan “Ah”, dengan cepat mengerti maksud perkataan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, dia adalah putri dari keluarga Kurahashi. Tapi dia bukanlah gadis yang angkuh, bahkan dia berbicara denganku dengan sikap yang ramah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tapi dia sangat kasar tadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, dia terlihat seperti itu ketika Natsume-kun terlibat…… Sepertinya ia menganggapnya sebagai rival.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum ramah Tenma berubah menjadi sedikit getir. Sepertinya reaksi kyouko pagi tadi tidak mewakili pendapat umum kelas, namun hanya dendam pribadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, bukan itu yang dikhawatirkan oleh Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, benar, berbicara tentang ‘Kurahashi’, aku ingin bertanya sekarang, apa yang membuat keluarga Kurahashi terlihat begitu penting? Apa mereka terkenal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar pertanyaan tersebut, Tenma menunjukan reaksi yang sama seperti Ohtomo sebelumnya, matanya melebar dengan sangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau lihat, dia tidak familiar dengan hal ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera Touji menjawab, dan mulai menjelaskannya kepada Harutora:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Keluarga Kurahashi sama dengan Keluarga Tsuchimikado, mereka adalah keluarga terkenal di Onmyoudou. Keluarga Kurahashi menjadi sorot utama semenjak turunnya keluarga Tsuchimikado. Kau mendengar nama kepala sekolah, bukan? Kurahashi Miyo, nenek tua itu adalah kepala keluarga dari keluarga Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terkenal? Jadi itu kenapa sensei bilang kalau dia adalah ‘figur dibalik layar’, huh…… La-lalu Kyouko juga?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, ia juga berasal dari keluarga Kurahashi, dan bukan hanya itu, dia juga adalah cucu dari kepala sekolah Kurahashi. Terlebih lagi, pimpinan Agensi Onmyou saat ini adalah anak kepala sekolah, yang juga adalah ayahnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjelasan tambahan dari Tenma pun membuat Harutora terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu sangat luar biasa! Ayahku hanyalah seorang doctor Onmyou daerah pinggiran, dan ayah Natsume…… Aku lupa apa yang dia lakukan, namun kupastikan ia bukanlah pegawai pemerintah yang penting. Itu gila! Sungguh keluarga yang luar biasa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah aku juga bilang seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Touji dingin terhadap Harutora yang terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun terlepas dari kehebatannya saat ini, keluarga Tsuchimikado memegang sejarah dan silsilah, dan itulah mengapa Kurahashi-san dalam satu pihak berseteru dengan Natsume-kun – itulah mungkin yang dipercayai semuanya, namun tak berani berucap.” Tenma tersenyum ringan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepihak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu…… Kau bisa mengetahuinya dengan hanya melihat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Tenma, meringis. Orang-orang akan memercayainya ketika melihat sikap dingin Natsume dibandingkan aksi marah Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun itu tak heran ia begitu peduli, karena mereka berdua memanglah dua murid terbaik di kelas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkinkah Kyouko juga sama seperti Natsume, dan mendapat latihan dasar Onmyoudou sejak dia kecil?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak akan aneh jika ia memang mendapatkan latihan tersebut, karena ia adalah putri dari keluarga Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Kyouko adalah Onmyouji yang kuat. Harutora dalam diam mewanti-wanti dirinya bahwa walau ia ditantang, ia pasti tidak akan merasa marah dan dengan segera menyetujuinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun kelas tahun pertama hanya fokus kepada pelajaran, jadi tak ada yang benar-benar yakin dengan kekuatan mereka, hanya saja mereka tampil dengan sempurna pada latihan praktik yang jarang diadakan, dan sepertinya hanya mereka berdua di angkatan ini yang memiliki shikigami tipe pelindung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jelas Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa maksudnya tipe pelindung?” Pertanyaan Harutora mengejutkan Tenma kembali – “Diamlah.” Touji menutup mulutnya mendengar mendengar hal itu, melihat Touji dan Harutora yang bersikap tidak sopan, Tenma tertawa, tanpa sadar sedikit merasa lega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun aku benar-benar terkejut tadi pagi, dan bukan hanya aku. Semuanya tadi pasti merasa terkejut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa? Bukankah mereka memang seperti minyak dan air?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, Kurahashi-san memang sering memprovokasi Natsume-kun, tapi &lt;br /&gt;
Natsume jarang membalasnya seperti itu, itu benar-benar tak seperti dirinya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Tenma sadar bahwa keduanya dekat dengan Natsume dan memberikan tatapan bertanya. Touji menyadarinya dan berkata “Jangan khawatir, bicaralah.” Lagi, ia memberikan tatapan meminta maaf, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia – Natsume-kun biasanya sangat tenang, dan mungkin tak baik mengatakan ini, namun dia sepertinya tidak peduli dengan apapun yang ada disekitarnya. Dan dia selalu memberikan kesan pada semuanya seperti orang yang mendengar dalam diam – bagaimana aku harus mengatakannya? Sungguh tak disangka darinya ketika bertengkar dengan seseorang begitu semangatnya. Kurahashi-san juga marah tadi pagi karena reaksi Natsume-kun menakutinya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma pun mengucapkan perasaannya dengan jujur, dan Harutora dan Touji pun tanpa sadar melirik satu sama lain ketika mereka mendengar hal tersebut. Dari sikap naif Natsume sekarang, sulit untuk mengimajinasikan ‘Natsume yang biasanya’ seperti yang diucapkan Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
……Dipikir baik-baik, itu memang mendekati dengan sifatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengatakan pada dirinya bahwa Natsume yang berpakaian seperti laki-laki terlihat kekanakan, namun Natsume yang sebelumnya – gadis dari keluarga utama yang dekat dengannya sejak Harutora kecil – memberikan kesan yang sama seperti yang dikatakan Tenma. Ia menanggung beban berat sebagai pewaris keluarga Tsuchimikado, dan ingin dengan serius untuk menjadi Onmyouji hebat tanpa mengindahkan hal lain. Ia angkuh dan keras dengan lainnya, gadis seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, kepribadiannya tak bisa langsung terganti walau ia berpakaian seperti lelaki, dan ia terlihat gelisah dan senang hari ini karena—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sangat penting bagi Natsume-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan Tenma tak bermaksud lebih, dan Harutora memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan rasa malunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume telah berusah untuk membelanya, namun ia pasti tak memikirkan efek apa yang akan dimiliki oleh orang sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora hanya ingin tenang di Akademi Onmyou dan berjalan lancar sebisa mungkin, untuk dirinya dan Natsume, karena mungkin bahkan Natsume harus menunjukan kesudiannya untuk dekat dengan teman kelasnya dibandingkan dengan dia dan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jangan khawatir, ‘mari lakukan yang terbaik’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun tergagu, dan Touji berbicara seolah-olah ia melihat pikirannya. Dengan berat Harutora menganggukan kepalanya didepan Tenma yang kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini sudah jelas penghinaan! Kau Bakatora, ini memalukan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume meneriakan komplainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Harutora, yang berbaring diatas meja, telah kehilangan energy untuk merespon, dengan asap hitam tak terlihat membumbung dari keplanya. Touji yang duduk disebelahnya tidak membantunya, hanya melihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku selalu berpikir kau itu idiot, tapi aku tidak berpikir kau akan sebodoh ini hingga kau tidak mengetahui apapun! Sungguh keajaiban kau bisa masuk Akademi Onmyou! Walau jika aku bukanlah Kurahashi Kyouko, aku masih meragukan dirimu yang entah masuk lewat belakang atau tidak!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terus memanggilku idiot idiot, aku hanya tidak tahu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itulah aku bilang kau itu idiot! Kau bertujuan untuk menjadi seorang Onmyouji tapi bahkan kau tidak mengetahui tipe-tipe shikigami, itu adalah bukti bahwa kau benar-benar seorang idiot!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas sore sudah selesai, dan sudah waktunya untuk kelas bubar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan kenapa Natsume sangat marah adalah kelas sore. Sebenarnya, tak ada hal aneh yang terjadi, hanya sebuah hasil yang diluar dugaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, akhirnya datang saat dimana Harutora benar-benar tidak memiliki pengetahuan apapun yang berhubungan dengan Onmyoudou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa saja ragam shikigami General? Apa perbedaan antara Rikujin-shikisen dan General Rikujin? Apa hubungan antara skala bencana spiritual dengan level bahayanya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Uh, itu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ‘uh, itu’! Apa yang sebelumnya kau lakukan selama ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak histeris, bahkan tak mendengar jawaban Harutora “Belajar di sekolah menengah atas biasa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guru yang bertanggung jawab pada kelas itu awalnya berpikir Harutora hanya bercanda, sengaja menjawab salah. Pada akhirnya, ia tetaplah seorang Tsuchimikado walau ia adalah murid baru, jadi beberapa guru berpikir Harutora telah marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, mereka semakin mengerutkan keningnya dan kaget, akhirnya memilih untuk menghiraukan keberadaan Harutora. Semua guru yang datang sore itu menunjukan reaksi yang sama, dan wajah Natsume semakin memucat dan memucat sampai akhirnya menatap dengan sengit ke arah Harutora dengan wajah memerah menahan malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia belajar dengan tergesa-gesa sebelum masuk, jadi ia lupa semuanya setelah tes.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berbaring diatas meja, dan menatap dengan kesal ke arah Touji ketika ia berbicara acuh tak acuh dan tak peduli. “Juga—“ Touji tidak mengalah, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’General Onmyoudou’ membagi shikigami menjadi dua tipe. Satu termasuk dewa, roh, dan binatang – ini merupakan macam-macam roh tradisional yang ada sebagai shikigami disebut shikigami pembantu, tapi sekarang kebanyakan shikigami modern sekarang terbuat dengan menanamkan kekuatan sihir ke dalam wadah buatan manusia. Dengan tambahan, shikigami buatan manusia terbagi menjadi wadah simpel yang dibuat murni dengan kekuatan sihir praktisinya, dan wadah standar yang dapat mampu menahan kekuatan sihir dari luar. Wadah simpel harus dikontrol langsung atau diberikan perintah sebelumnya, tapi shikigami standar tersebut dapat bergerak dengan sendirinya dalam beberapa hal, dan pada umumnya juga terdapat tipe wadah level tingkat tinggi yang bisa berpikir dengan sendirinya dan katanya memiliki kepribadiannya sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kenapa anak biasa dari keluarga biasa sepertimu sangat berpengatahuan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena aku tidak bodoh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“La-lalu apa yang dilakukan shikigami pelindung, shikigami umum atau rumah tangga artinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah metode dari pembuatan atau penggunaanya, dan tidak ada shikigami rumah tangga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, selain Touji, murid lain yang melihatnya sebagai –murid baru dari keluarga Tsuchimikado’ sangatlah terkejut dengan dirinya yang amatir. Mereka berada dikelas yang sama, kejutan pertama, lalu mulai meragukan entah ia serius atau tidak, dan makin lama semakin heran, dan kecewa, hingga akhirnya saking terkejutnya mereka tak tahu harus tertawa atau marah. Bahkan Tenma takjub, dan hal itu benar-benar membuat Harutora terpukul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghiraukan hal tersebut, Kurahashi Kyouko adalah orang yang paling sering mengubah atmosfer kelas.  Tatapan sombong dan mengejek pun diarahkan kepada tuan dari shikagami tersebut, dan Natsume menyusut dalam penghinaan, menundukan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah hal yang paling memalukan yang kualami selama hidupku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bergumam, menahan malu, wajahnya menggelap dan bahunya bergetar. Nada bicaranya terdengr suram, dan atmosfer tegang yang diberikannya pun tak ada jejak untuk tenang ‘hahaha, ini sungguh terlalu’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kursus kilat…… Kau harus mejalani kursus kilat, dan itu harus kursus kilat yang fokus dari neraka! Kau harus mengambil kembali setengah tahun, tidak, enam belas tahun hidupmu yang tertinggal. Pertama adalah ‘Perkenalan terhadap General Onmyoudou’ dan semua referensi buku yang berhubungan ‘Onmyoudou Level Dua’, dan ‘Teori Shikagami Modern’, ‘Penjabaran Sejarah Yin dan Yang’…… Juga bacaan klasik, kau harus membaca ‘Karya Kinugyokuto’, setiap buku ‘Seni Ramalan’, dan juga hal mendasar dari ‘Siklus Perubahan’, ‘Prinsip dari Lima Elemen’, ‘Risalah Baru dalam Onmyouji’, beberapa tentang ‘Pedoman Imperial’……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mengoceh, dan itu terdengar bagaikan suatu rapalan matera ditelinga Harutora, dan bahkan sebuah mantera dengan atribut ‘jahat’ atau ‘gelap’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Harutora, kau tinggal di asrama, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu kita akan memulai kursus kilatmu di asrama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, tapi itu asrama laki-laki……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga seorang ‘murid laki-laki’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, tapi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tak perlu khawatir, aku tahu sihir yang akan membuat terjaga semalaman, dan bahkan mampu sampai seminggu penuh jika kau mengabaikan efek sampingnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menatap serius ke arah Harutora, matanya mengilat dengan berbahaya tanpa ada maksud bercanda. Bahkan Harutora yang kelelahan tanpa sadar membeku, tubuhnya menegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun kemudian……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Natsume, laki-laki tadi siang datang lagi.” Kalimat Touji bagaikan seember air dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria berjas yang muncul ketika istirahat siang melambai-lambaikan tangannya ke arah mereka dari koridor luar ruang kelas. Natsume membuat suara terkejut, nadanya kembali normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tidak, aku lupa kelas tambahan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be-begitu, sangat disayangkan, tapi kita harus menunda kursus kilat tersebut—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berencana untuk mengusulkan supaya mereka melupakan hal tersebut, namun Natsume tiba-tiba menatapnya, membuat dirinya terdiam bagaikan mulutnya dijahit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mengambil buku catatan, menuliskan nama-nama buku dengan pensil mekaniknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ini. Perpustakaan pasti memiliki buku-buku ini, jadi segera pinjam buku-buku tersebut sekarang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menuliskan hal tersebut, ia menyobek lembaran tersebut dan memberikannya ke Harutora, dan segera merapikan barang-barangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan kembali ke asrama nanti, jadi silakan baca buku-buku tersebut terlebih dahulu. Tidak, kau harus menyelesaikannya, itu perintah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr2 097.png|thumbnail]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dengan tegasnya menyatakan demikian, Natsume dengan segera keluar dari ruangan, figurnya pun menghilang bersama laki-laki tersebut melewati koridor. Shikigami yang ditinggalkan pun bahkan tak sempat mengatakan kalimat keberatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihat lembaran tersebut. Semua artikel literatur dan referensi buku adalah kata yang tak pernah dilihat olehnya, jadi sepertinya ia harus memulai bagaimana cara menyebutkan kata-kata tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus, Harutora, Natsume-sensei sangat termotivasi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Touji, kau tak mungkin telah membaca semua buku ini sebelumnya, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sayangnya, dikarenakan masalah fisik, aku mendapat anemia ketika aku membaca apapun dari sebelum era Heisei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada sembrono teman baiknya akhirnya membuat Harutora merilekskan pundaknya, menghela napas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbicara mengenai nilai, Harutora memang sudah unggul dalam kegagalan, dan disekolah sebelumnya ia sering harus mengambil kelas remed. Tidak heran jika ia akan mengalami hal tersebut ketika memasuki akademi dan tiba-tiba diharap untuk belajar mengenai Onmyoudou seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah semua murid disini telah membaca dan mengingat semua buku ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Murid-murid yang lulus dalam ujian masuk Akademi Onmyou kurang lebih pasti telah membaca buku tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah semua kelas mulai sekarang akan seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah Tenma bilang, kelas tahun pertama berpusat pada materi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun terkulai kembali diatas meja, dan Touji hanya melihat  ke kejauhan sambil mengusa-usap dagunya. Pupil matanya menggelap, dan telah lama kehilangan energinya untuk marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku merasa putus asa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kelas-kelas disini jauh lebih melelahkan dari apa yang kubayangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adakah sihir yang meningkatkan kemampuan otak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sihir bodoh macam apa itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka membuka mata beratnya, mengobrol mengenai topik-topik bodoh. Setelah mengobrol, keduanya terdiam, melihat dengan linglung ke arah podium yang ada didepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid-murid sepertinya terlihat terlalu sibuk untuk mengobrol, dan &lt;br /&gt;
hanya mereka berdua yang tinggal dikelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama setelahnya, Harutora dengan bosan melipat kertasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melipat kedua sisinya, membuat pesawat kertas. Lalu, dengan perlahan mengayunkan lengannya. Ia dan Touji dengan diam melihat pesawat kertas tersebut terbang meninggalkan tangannya dan perlahan terbang melewati kelas, menabrak papan tulis, dan jatuh tak jauh dari podium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku sangat lapar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga lapar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ayo pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memprediksi dengan benar. Tentu saja,masa depannya disini akan sulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akademi Onmyou secara spesifik telah menyiapkan asrama siswa agar siswa yang jauh tempat tinggalnya dapat tinggal diasrama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asrama dibagi menjadi asrama laki-laki dan perempuan, dan terletak hanya sepuluh menit berjalan dari akademi. Berbeda dengan gedung akademi yang baru dibangun, dan bahkan jika umur Harutora dan Touji ditambahkan masih kurang dari sejarah asrama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dinding luar asrama tersebut terbuat dari bata merah. Setelah mereka melewati pintu masuk, disatu sisi terdapat ruang santai dan ruang makan, dan jika lurus terdapat area mandi dan shower yang telah dimodifikasi. Harutora telah ditempatkan di ruang kedua lantai dua, dan Touji satu ruang dibawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih ada waktu sebelum makan malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berjalan menuju lanta kedua dengan langkah berat, berpisah dengan Touji di koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruang asrama tersebut seluas enam tikar tatami, dan tatami yang ditinggalkan murid sebelumnya masih berada diruangan Harutora, tak pernah diganti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kembali ke kamarnya, Harutora menghela napas dalam dengam “Haaah……”, berguling-guling dilantai tanpa mengganti seragamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah sampai ke asrama kemarin sore dan telah mengorganisir barang-barangnya terlebih dahulu, namun yang ada dalam barang bawaannya selain baju ganti hanyalah selimut. Dengan tambahan, furnitur yang ada diruangan tersebut hanya meja lipat, jadi kamarnya tak terlihat hidup sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamar kosong tersebut terlihat seperti Harutora sekarang – Harutora yang ingin menjadi seorang Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku lelah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menatap langit-langit kamar ketika bergumam. Langit-langit kamar tersebut berbeda dengan langit-langit rumahnya, dan keadaan disekitarnya pun berubah drastis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Aku benar-benar berada di Tokyo……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali pertama ia datang ke Tokyo adalah pertama kalinya ia hidup sendiri, walaupun ia tinggal diasrama. Sayangnya, rasa gembira akan kebebasan dari kemarin sore pun telah hilang dalam satu hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku hanya terlalu tak berguna……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah terkejut para guru tidak terlalu masalah baginya. Sikap mereka yang menganggap ia tidak ada adalah hal yang sulit ditanggung olehnya. &lt;br /&gt;
Belum lagi, ia merasa tatapan dingin dan senyum penuh arti yang dilayangkan kepadanya selama kelas berlangsung, dan ia pun menyadari hal itu menjadi tamparan keras bagi imajinasinya setelah ia meninggalkan akademi atas kehendaknya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Ia merasa seperti tertinggal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, keadaan seperti ini setidaknya jauh lebih baik daripada keadaan yang diprediksikan Touji. Sejauh ini, hanya Kurahashi Kyouko yang terlalu menjelek-jelekkan Harutora sebagai Tsuchimikado, jadi ini tak ada hubungannya dengan dirinya yang merasa stress dan keterasingan yang melanda Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalahnya ada pada Harutora itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah belajar sekali sebelum ujian masuk untuk Akademi Onmyou – ia percaya bahwa saat itu dia serius. Namun ia sadar sekarang betapa naifnya pemikiran tersebut saat itu. Ia telah belajar bebisa mungkin selama setengah tahun, ia khawatir bahwa ‘enam belas tahun masa hidupnya’ yang diucapkan  Natsume bukanlah hanya sebuah pernyataan yang dilebih-lebihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…’Itu perintah!’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tch.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun akhirnya mendecakkan lidahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku datang kesini hanya sebagai murid &#039;&#039;dropout&#039;&#039;……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telah menjadi keputusannya untuk pindah, jadi ia tak berharap akan mendapat perlakuan khusus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi… pemikiran ‘Aku datang kesini khusus karenamu untukmu’ enggan untuk pergi dari kepalanya. Ia telah meninggalkan masa lalunya untuk berada disisi Natsume; namun, Natsume merasa senang hanya diawalnya saja, dan menyadari kebodohan Harutora – sebenarnya, seharusnya ia menyadari hal tersebut dari awal – ia langsung mengkhianatinya, menangis ‘ini adalah hal yang paling memalukan selama hidupku.’ Candaan macam apa itu. Ia yang mendapatkan malu, Natsume hanya merasa malu karena dirinya yang membuatnya begitu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika dipikir-pikir, mungkinkah gadis itu menganggap shikigaminya seperti hewan peliharaan yang ia asuh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak pernah bersinggungan dengan dunia Onmyouji sebelumnya, jadi wajar saja jika ia sangat bodoh. Ia seharusnya menghiburnya ketika melihat teman masa kecilnya kesusahan, meyakinkannya dengan tatapan dan suara lembutnya… Jangan khawatir, Harutora, Aku disini……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak mungkin……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mencoba membayangkannya, namun ia tak bisa membayangkan adegan tersebut bagaimanapun ia mencoba. Jika Natsume adalah seorang gadis yang manis, ia tak akan membiarkannya dirinya untuk menjauhi Natsume ketika sekolah menengah pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana ia berpikir dan berpikir, wajah temannya yang telah mati &lt;br /&gt;
pun muncul dalam pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Hokuto.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengingat kembali hari-hari bahagianya ketika ia, Touji dan Hokuto bersenang-senang bersama. Hingga kini, hatinya terasa sakit ketika ia mengingat kenangan tersebut karena tahu waktu tersebut tak kan bisa terulang kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, meskipun shikigami yang berwujud gadis – Hokuto – telah menghilang, seseorang yang mengontrolnya pasti ada disuatu tempat, dan itu tidak mungkin untuk tidak mengalami kembali masa-masa nostalgik tersebut. Mungkin ia bisa melihat Hokuto yang sesungguhnya – orang yang mengendalikan Hokuto, dan merupakan salah satu alasan yang membuat Harutora untuk memasuki dunia Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingin bertemu dengan Hokuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingin bertemu dan berbicara sepuasnya suatu hari nanti. Apa yang &lt;br /&gt;
akan Hokuto pikirkan jika ia tahu kalau ia memasuki Akademi Onmyou dan menderita disana? Mungkinkah ia akan senang akan dirinya, atau memberikannya semangat?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin ia akan terkejut dengan ketidakbergunaanya, tetapi walaupun ia terkejut, ia masih akan tertawa dan memberitahukannya untuk semangat setelahnya. Ia memiliki lidah yang tajam, namun ia sudah pasti tidak sama dengan Natsume yang berpikiran bahwa prestasi merupakan cerminan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, Hokuto dulu bilang bahwa aku harus bertanya pada ayahku mengenai dasar-dasar Onmyoudou.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memiringkan tubuhnya ketika ia menggumamkan hal tersebut.&lt;br /&gt;
Lalu, ia tiba-tiba bangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingat kalau ayahnya memberikannya hadiah perpisahan sebelum ia meninggalkan rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sebuah shikigami – itu dia, sebuah talisman shikigami.&lt;br /&gt;
Dengan segera ia menuju tas atletiknya yang penuh dengan pakaian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku lupa karena aku terlalu sibuk kemarin……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikarenakan tujuanmu ingin menjadi seorang Onmyouji, kau adalah anggota keluarga dari ‘Tsuchimikado’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayahnya bilang seperti itu dan memberikan talisman kepada Harutora ketika ia akan meninggalkn rumah. Ia ingat bahwa ini pertama kalinya ayahnya menyinggung nama ‘Tsuchimikado’ padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tidak mengetahui shikigami macam apa ini, dan ia kepikiran bertanya untuk mengklarifikasinya. Tetapi, ayahnya telah memberikan shikigami ini dengan khusus sambil menyebutkan nama ‘Tsuchimikado’, jadi walaupun jika ia tidak berharap shikigami pembantu hebat seperti naga Natsume – Hokuto, setidaknya ia berharap bahwa shikigaminya mungkin bisa sedikit berguna dan terpandang seperti kkuda putih Yukikaze. Lagi pula, dikarenakan keluarga utama memiliki naga, sudah wajar jika keluarga cabang memiliki harimau. Dan kemungkinan bahwa ia kuat setidaknya bisa membuat guru dan murid lainnya mengaguminya, sebuah shikigami yang menakutkan, dan sangat kuat……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketemu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengeluarkan amplop kertas berukuran sebesar kartu. Kertasnya tipis, seperti sebuah jimat pelindung yang biasa dijual dikuil-kuil, dan bagian belakangnya ditutup dengan sebuah wax, dengan kata ‘Tsuchimikado’ tertulis dibagian depan menggunakan tinta dengan lambang keluarga pentagram. Didalamnya terdapat jimat shikigami – jimat yang biasa digunakan sebagai wadah untuk shikigami. Tetapi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sial, bagaimana aku menggunakan ini?” ia telah menggunakan jimat pemulih dan juga jimat perlindungan secara reflex diinsiden sebelumnya. Selain jimat, ia juga menggunakan – walaupun ia hanya mengayunkannya secara sembarang – ‘Pedang Perlindungan’ yang kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ini kali pertamanya ia memegang jimat shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Natsume akan tahu bagaimana menggunakannya, namun setelah sikapnya yang seperti tadi, ia ingin memberinya kejutan jika ia bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkinkah ini ada intruksi manualnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berharap dengan lemah, Harutora berencana membuka segel yang ada dibagian belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, rasa geli pun muncul pada tanda pentagram yang ada dipipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih tepatnya, terasa seperti sebuah aura.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan berada tepat dibelakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara refleks harutora memutar badannya, menyadari anak kecil yang sedang berlutut dilantai, kedua tangannya diletakkan diatas lantai sebagaimana ia membungkuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun mau tak mau meragukan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa melihat wajahnya dengan jelas karena kepalanya yang ditundukan, namun ia bisa melihat bahwa rambutnya disisir rapi – meskipun terdapat dua tonjolan disisi kepalanya – kepala mungil. Pakaian yang digunakan olehnya hampir sama dengan seragam Akademi Onmyou, namun ini terlihat seperti style original dari seragam tersebut – pakaian kerajaan era-Heian dengan hakama dibagian bawahnya. Pakaiannya jelas terlihat longgar, dan tubuhnya terlihat seperti anak sekolah dasar, tidak, bahkan lebih muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun tak bisa berkata-kata dengan kejadian yang tiba-tiba ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kapan anak ini memasuki kamarnya? Harutora bertanya-tanya disalah satu sudut pikirannya, namun disudut yang lain dengan tenang berpikir bahwa ia tidak mungkin tidak menyadari jika seseorang memasuki kamarnya yang kecil. Pada akhirnya, ia tak tahu menahu darimana asal anak tersebut, kenapa ia ada dikamarnya, atau kenapa ia bersujud kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, hey……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan hati-hati Harutora membuka mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya ketika ia berbicara, punggung anak tersebut bergetar sebagaimana ia sedang disiram dengan air panas. Harutora pun ikut bergetar, menelan kembali kata-kata yang ingin diucapkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ketika itu, sesuatu menarik perhatian Harutora,. Ketika anak kecil itu bergetar, terlihat seperti sesuatu berdesir dari belakang tubuhnya yang bergetar – dengan kata lain, dekat dengan bagian belakang tubuhnya. Dan ketika ia menyadarinya, mata Harutora melebar terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah ekor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah ekor yang ditutupi dengan bulu lurus nan panjang, sebuah ekor yang berbentuk daun yang halus. Harutora hampir lompat karena terkejut, memindahkan arah matanya kembali ke kepalanya anak tersebut. Benda dikepalanya tersebut bukanlah sebuah formasi rambut natural, namun kilas gemetar yang ditunjukan oleh benda tersebut ditutupi dengan bulu yang sama dengan ekornya, telinga runcing berbentuk segitiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau, telingamu…… dan ekormu……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora membuka mulutnya dengan keterkejutan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak kecil tersebut pun mengangkat kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang gadis kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu memiliki poni yang rapi, kulitnya sangat putih bagaikan telah diberi bedak sebelumnya. Penampilannya menunjukan kemudaan yang sesuai dengan umurnya, dan dia terlihat seperti boneka hidup, dengan bahkan rincian detail yang tampak cukup halus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang dikagumi olehnya adalah kedua mata yang jernih dan dalam menatap lurus kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya memberikan kilat biru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata bulat gadis itu berwarna biru, indah seperti kaca, dalam seperti langit, dan membuat Harutora menatap dengan penuh kagum, menyebabkannya untuk lupa akan pertanyaan-pertanyaan yang ia ingin tanyakan pada gadis kecil tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika keduanya saling bertatap satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Airmata pun jatuh dari mata birunya, dan saat itu kesadaran diri &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora kembali, panik seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Hei! Kenapa kau tiba-tiba menangis! Jika dipikir-pikir kembali, siapa kau? ……Ahh, terserahlah, tak peduli siapapun dirimu, tolong jangan menangis!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun merentangkan tangannya namun tak berani untuk menyentuh gadis kecil tersebut, hanya mampu melambai-lambai dengan kacau diudara. Sang gadis melihat tingkah bingung Harutora tanpa terpenjam, matanya yang berair pun semakin melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak lama setelahnya, gadis kecil itu menggigit bibirnya, dengan cepat menghapus air matanya dengan lengan bajunya. Lalu, ia menundukkan kepalanya lagi, dan berucap:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Se-se-se, senang berkenalan denganmu—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun ia mencoba mengeluarkan suaranya, ia hanya mengumpulkan tekadnya untuk mengeluarkan suaranya yang awalnya memang lemah. Suaranya terdengar kanak-kanak seperti penampilan luarnya, dan pikiran Harutora pun menjadi kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Huh? A-apa yang kau katakan? Ada apa ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Na-na-na, namaku adalah Kon, keturunan suci dari rubah Kuzunoha, shi-shi-shikigami  dari Tsuchimikado Harutora-sama yang ditugaskan, kuharap aku bisa menjadi shikigami sesuai harapanmu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bersujud dilantai sebagaimana ia berkata demikian. Tentu saja, Harutora begitu terkejut untuk sampai ia berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…A-apa yang dikatakannya? Leluhur rubah? Keturunan? Harapanmu…… Apanya yang harapan Harutora?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Tak bisa berkata-kata’ sangatlah sempurna menjelaskan kejadian seperti ini. Pikiran Harutora kacau balau, pikirannya berputar-putar hebat, dan pada akhirnya kembali lagi menjadi diam tak berkutik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, telinga dan ekor tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukanlah sebuah aksesoris, dikarenakan itu bisa bergerak, dan itu terlihat begitu nyata. Terlebih lagi, tubuh seorang gadis tak mungkin memiliki telinga dan ekor sungguhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bukanlah seorang gadis manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, ia adalah……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah! Shi-shikigami! Mungkinkah kau adalah shikigami?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora bertanya mengonfirmasi, gadis itu – Kon – dengan segera mengangguk-angguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat itu, akhirnya Harutora mengerti. Ia adalah shikigami, seorang shikigami yang terlihat seperti anak kecil, jadi……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah – ini? Talisman ini…… Shikigami yang diberikan oleh ayahku……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon mengangguk kembali, tatapan waspada pun muncul dari wajah &lt;br /&gt;
mungilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ta-tapi, aku tidak melakukan apa-apa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dikarenakan aku adalah shikigami, aku harus menjaga tuanku sepanjang waktu. Aku me-mendengar panggilanmu sebagaimana aku menjagamu dalam bayangan—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya bingung, dan Kon menjelaskannya dengan suara kecil sebagaimana dirinya gemetar karena terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Ma-maksudmu, kau sudah ada disisiku semenjak ayahku memberikan talisman tersebut? Tapi kau tidak ada waktu itu! Aku tidak melihatmu sama sekali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dikarenakan tuanku tidak memanggilku, aku menyembunyikan diri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bersembunyi? Kau bersembunyi? Kau selalu disana, meskipun aku tidak bisa melihatmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y-ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengonfirmasi untuk yang ketiga kalinya, dan Kon hanya menundukan kepalanya, meratakan ekornya lembutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terlihat tegang dan sangat takut, dan Harutora menemukan kembali rasa tenangnya melihat sang gadis terlihat pegal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu…… Aku, aku mengerti. Setidaknya, pertama angkatlah kepalamu, kau terlalu banyak bersujud hingga aku tak tahu apa yang harus kulakukan, dan itu membuat sulit untuk berbicara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera Kon mengangkat kepalanya ketika Harutora memintanya. Wajah kanak-kanak tersebut asih terlihat kaku, dan rasa waspadanya masih tidak berubah, dan telinganya terkadang akan berkedut seolah-olah tak mampu menahan ketegangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Diingat-ingat, Alpha juga bilang kalimat aneh tadi pagi seperti familiarku telah teregister…… Jadi yang dimaksud olehnya adalah kau.”&lt;br /&gt;
Harutora duduk bersila dihadapan Kon, menimang-nimang shikigami yang ada didepannya lagi. Kon pun semakin terlihat tegang dalam tatapan penilaian tuannya, menggerak-gerakan tubuhnya takut dan membalas tatapan Harutora, tangannya masih berada dilantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengabaikan telinga dan ekor sekarang, Kon Terlihat seperti seorang gadis biasa, namun sungguh terlihat lebih dewasa dari seorang gadis – seharusnya, mungkin anak-anak? – yang seumuran. Selain itu, ia tidak terlihat berbeda dengan manusia biasa. Penamipilannya terlihat sedikit terlalu sempurna, namun matanya yang terus terang, kontur lembut yang diberikan pada wajahnya, dan bibir mungilnya yang terlihat ‘biasa’ saja, terlihat seperti seorang gadis mungil ‘biasa’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Dia adalah seorang shikigami? Gadis sekecil ini pun bisa menjadi shikigami?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Natsume disini, mungkin ia akan menjelaskan kepadanya bahwa shikigami terbiasa tampil dengan wujud ‘anak kecil’, namun Harutora yang tidak tahu menahu mengenai hal tersebut benar-benar tidak tahu harus menyikapi gadis kecil tersebut seperti apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ayah memberikanmu kepadaku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon dengan kuat menganggukan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-Aku juga melayani anggota keluarga cabang Tsuchimikado sebelumnya—“ mungkin menyadari bahwa hanya mengangguk tidak menyelesaikan kebingungan yang dialami Harutora, ia membuka mulutnya untuk menambahi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Kapan itu? Mungkinkah itu ayahku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-Ingatan masa laluku sudah tidak ada, namun sungguh bukan hanya satu generasi keluarga cabang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudmu kau melayani keluarga cabang dari generasi ke generasi? Begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sama seperti Yukikaze yang dimiliki keluarga cabang – Harutora menerima penjelasan tersebut. Dengan kata lain, keluarga cabang memiliki shikigami seperti Yukikaze yang melayani keluarga utama, dan ayahnya telah memberikan salah satu shikigami terssebut kepadnya. Dengan begitu, itu tidak aneh jika waktu itu dengan khusus ayahnya membawa-bawa nama ‘Tsuchimikado’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, jadi kau……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memanggil, dan Kon pun dengan segera menangis dalam ketakutan dan keragu-raguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tu-tuan, tolong panggil aku dengan namaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tuan…… A-aku mengerti, lalu bagaimana jika kau tidak memanggilku ‘tuan’, akan lebih baik jika kau memanggilku Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H,H-H-H, Ha, Ha, Haru-t-t-tora……sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kau tidak perlu begitu gugup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, begitu! Aku tak masalah sama sekali, aku tak masalah, jadi tolong jangan tunjukan ekspresi begitu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata bulat Kon mulai berkaca-kaca kembali, dan Harutora dengan segera berbicara untuk menenangkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenanglah sedikit terlebih dahulu! Rileks! Tarik napas! Oke?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora melakukan sebisa mungkin untuk meyakinkannya. Kon pun menegakkan punggungnya dan membuka mulut kecilnya untu menarik napas sesuai perkataanya. Sifatnya sangat simpel, namun sangat menyusahkan untuk mencari tahu bagaimana ia harus bersikap padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Namun…… ini juga jauh dari ekspetasinya. Ia merasa ini seperti sebuah hubungan antara anak kecil dan walinya daripada shikigami dan tuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Intinya, gadis itu jauh dari ekspetasinya dan bukanlah sebuah shikigami yang bisa dibanggakan oleh pemiliknya kepada orang lain. Ia pasti tidakakn berguna banyak dipertarungan, dan sebaliknya, ia mungkin malah harus melindunginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, masalah utamanya adalah penampilan luarnya. Lagi pula, jika ia membawa gadis kecil ini kemana pun ia pergi, akan ada kemungkinan besar bahwa hal itu akan menimbulkan kekeliruan yang tidak perlu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Ayah sialan itu……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia awalnya percaya bahwa ayahnya akhirnya telah memberikannya selamat karena anaknya dengan serius akan meninggalakan rumah, namun ia pasti tertawa dengan keras dibelakangnya sekarang. Harutora benar-benar bodoh untuk merasa senang dengan ekspetasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, tunggu, Mungkin saja ekspektasinya terhadap Kon salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shikigami tidak bisa dinilai dari penampilan luarnya saja, dan meskipun penampilan luar yang kuat itu bagus, kekuataan sesungguhnyalah yang lebih penting. Tidak menutup kemungkinan shikigami yang kuat sebenarnya bersembunyi dari penampilan gadis kecil tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, bagaimana jika begini. Kon, aku ingin bertanya terlebih dahulu padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon dengan segera kembali menjadi serius ketika Harutora mulai berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama…… Benar, shikigami macam apa dirimu? Tak apa jika kau hanya mengatakan tipemu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya pertanyaan yang menurutnya pertanyaan paling dasar, namun yang hanya dilihatnya adalah wajah bingung dan ekspresi kaku seolah-olah ia bertanya pertanyaan yang tidak dimengerti olehnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Kau tak tahu shikigami tipe apa dirimu? Benar, bukankah kau bilang kau adalah pembantu? Mungkinkah kau adalah shikigami pelindung yang seperti Touji katakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, aku melayani sebagai pembantu Harutora-sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah begitu? Uh…… apa lagi yang dikatakannya? Dengan kata lain, kau tipe buatan manusia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bu-buatan manusia……?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah ceria Kon dengan segera tertutup bayangan. Bulir keringat muncul diwajah muramnya seolah-olah ia percaya bahwa tak ada jawaban sama sekali terhadap dosa yang tidak bisa dimaafkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Kau tak tahu juga? ……Ah, aku tahu, kau melayani beberapa generasi keluarga cabang, jadi mungkinkah kau shikigami kuno jauh sebelum General style ada? Uh, kau tak mengingat masa lalumu, bukan? Tapi setidaknya itu lebih baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingat bahwa Yukikaze juga merupakan shikigami kuno yang didesain sebagai shikigami buatan manusia tingkat tinggi oleh General style, jadi ada kemungkinan bahwa Kon juga setipe dengan Yukikaze.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terserah, ini tak akan berguna untuk lanjut  bertanya, dikarenakan kau juga tidak tahu, jadi aku akan berganti ke topik yang berbeda. Apa gerakan spesialmu? Apa saja yang bisa kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Iya, maafkan aku karena aku lamban, namun gerakan terbaikku adalah teknik bersembunyi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, gerakan bersembunyi, biarkan aku melihatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Se-sesuai perintahmu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, figur Kon pun mengabur dan dengan segera menghilang. Walaupun itu permintaanya sendiri, Harutora masih sangat terkejut melihatnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwah! Kau menghilang! Hebat, aku tak bisa dimana kau berada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun merentangkan tangannya, namun lengannya melewati posisi dimana Kon berada tanpa gangguan sama sekali. Terlihat seperti ia telah bergerak degan instan ke tempat lain dibandingkan dengan menyembunyikan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kon? Apa kau disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh, aku mendengar suaramu! Hebat, kau tidak hanya membuat tubuhmu tidak terlihat, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-Meskipun itu dapat dilakukan, sebenarnya aku hanya meninggalkan tubuhku yang sebenarnya dan menghapus keberadaanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-Meninggalkan tubuhmu? Apa maksudnya itu? Apakah seperti hantu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, aku dalam wujud rohku…… dan bergabung dengan aura disekitar. N-Namun, jika aku berbicara seperti ini, aura disekitar pasti akan berfluktuasi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana Harutora mendengar pemaparan Kon, ia melihat ke arah sumber suara dan melihat sesuatu seperti aura yang mengabur. Tetapi ia tidak melihatnya dengan penglihatan biasanya, melainkan ‘melihat’ aura tersebut dengan kemampuan melihat auranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, jika Kon tidak berbicara, ia tidak akan menyadarinya walaupun dengan kemampuan meihat aura. Jadi ini gerakan bersembunyi yang dimaksud – dengan gembira Harutora menganggukan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, itu bagus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon dengan segera muncul kembali ketika Harutora berbicara. Meskipun Kon tepat berada didepannya, ia hanya ‘tepat berada disana ketika ia menyadarinya’ seperti sebelumnya, muncul dengan tanpa suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm…… Itu terlihat luar biasa, Kon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Te, Te-Te-Terima kasih atas pujiannya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terlalu merendah, gerakan tersebut sungguh luar biasa, aku mengaguminya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-I-Itu biasa saja……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon menundukan wajahnya dengan rona merah dipipinya, ekornya dengan konstan bergerak maju mundur. Ia terlihat malu, dan ekspresinya saat ini terlihat manis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa lagi? Apa kau memiliki gerakan lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-Mengambang diudara……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh, hebatnya! Terlihat seperti sihir! Apa lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-Memanipulasi api……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwah, bo-bola api! Panas! Bola sungguhan! Hebat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon mengambang kurang lebih sekitar lima puluh centimeter diudara sambil berlutut, dan bola api berukuran segenggam tangan muncul diatas kepalanya. Bola api tersebut bertambah dua, jadi bola api yang ada total ada tiga mengambang diruang kamarnya. Bola api tersebut terlihat seperti roh yang berkeliaran, tetapi panas yang diberikan oleh bola api tersebut adalah sungguhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Sangat kuat! Shikigami ini sangatlah hebat!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun ia telah meragukannya sebelumnya, ia dapat bersembunyi, peningkatan, dan menunjukan gerakan sebagaimana shikigami semestinya, simpel namun mudah. Bola api juga – abaikan kekuatannya – bola itu jelas memberikan intimidasi, dan Harutora pun sangat puas mengetahuinya. Ekornya pun bergerak aktif sebagaimana tubuhnya bergeliat senang, tak mampu menyembunyikan rasa senangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Luar biasa, Kon! Apa kau memiliki kemampuan lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Huh? Lain……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon pun membenamkan wajahnya, bola-bola api menghilang, dan Kon pun juga berhenti mengambang diudara. “…Huh?” Wajahnya pun memucat didepan Harutora yang tak tahu menahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, cahaya aneh pun mengilat dari mata birunya seolah-olah tiba-tiba memikirkan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera ia mengubah postur duduknya, menaruh satu kaki didepan sebagaimana tangannya dengan cepat bersamaan menuju balik punggungnya. &lt;br /&gt;
Sesuatu berkilau – sebagaimana Harutora berpikiran demikian, wakizashi yang ia pegang dengan erat dengan segera berada tepat diujung hidungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ji, J-J-Jika Harutora-san perintah, aku tidak akan ragu untuk mengorbankan nyawaku! Mu-Musuh Harutora-sama harus dimusnahkan dengan ‘Kachiwari’ kesayanganku……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapannya galak, dan pedang wakizashi itu mengilat didepan matanya, membuat wajah Harutora menegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Be-begitu, baiklah, Kon. Aku mengerti, aku sudah mengerti, jadi tolong taruh benda itu kembali……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon panik dan dengan segera menaruh kembali wakizashinya sesuai permintaan Harutora. Sepertinya sarung wakizashi tersebut ada didalam ikat pinggangnya. Setelah menaruhnya kembali, ia dengan segera kembali berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Ini tidak baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ba-baiklah, Kon, itu…… K-Kachiwari? Nama yang menakutkan...... Bagaimanapun, jangan mengeluarkan pisau tersebut tanpa seizinku. Mengerti? Kau tidak boleh mengeluarkannya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-Tapi, Harutora-sama, sebagai penjagamu, sudah menjadi tanggung jawabku untuk memastikan keamananmu, jika hal tak terduga—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walaupun jika aku mengalami hal tak terduga, kau masih harus mengonfirmasikannya kepadaku terlebih dahuu! Mengerti?”&lt;br /&gt;
Harutora menyela, dan Kon akhirnya menganggukan kepalanya dengan enggan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Shikigami kecil yang akan mampu mengeluarkan pisaunya tanpa peringatan, biarkan aku rehat sejenak……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia tak yakin kapan shikigami ini dibuat, sepertinya ia harus dengan segera membenarkan cara bicaranya yang terdengar kuno,karena mungkin akan ada suatu hari dimana hal itu akan menunjukan hal berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Jika gadis ini dalam masalah, seluruh tanggung jawab akan jatuh kepadanya, bukan? Bercanda, aku tak bisa mengurusi ini sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merasa kepalanya sakit. Ini bukanlah waktunya untuk berencena untuk menggunakan shikigami agar bisa menaikkan imagenya. Semuanya adalah salah ketidaakberuntungannya, komplain Harutora dalam hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga lalu – ‘Aku selalu berpikir kau bodoh, tapi aku tidak mengira kau akan sebodoh itu hingga kau tidak tahu apa-apa!’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ugh……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapan Natsume pun terngiang dipikirannya, dan Harutora dengan segera menghentikan dirinya yang bersikap sok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…I-Idiot! Bagaimana aku bisa memiliki sikap arogan seperti ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, anak ini jauh memiliki banyak alasan untuk komplain dibandingkan dirinya. Pada akhirnya, ia hanya orang luar yang memiliki nama ‘Tsuchimikado’, yang dimana nilainya tertinggal jauh dan tak dapat mengikuti alur belajar yang ada. Shikigami dengan tuan yang seperti ini yang mendapat keberuntungan buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon sepertinya percaya bahwa Harutora sedang memarahinya, dan kepalanya pun ditundukan dalam diam, dengan telinga yang ada dikepalanya yang terkulai karena depresi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, mungkinkah Kon bersikap seperti ini karena ia merasa telah membuat kesalahan? Mungkin ia percaya bahwa dikarenakan Harutora adalah Tsuchimikado, ia pasti adalah seseorang yang ‘hebat’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Kon, untuk menghindari kesalahpahaman, biar kujelaskan terlebih dahulu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, uh, iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Harutora serius, dan Kon dengan segera menegakkan punggungnya ketika mendengarnya mengeluarkan suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terbatuk-batuk canggung, membasahi tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“De-Dengar Kon, aku akan mengatakannya terus terang, walaupun aku seorang Tsuchimikado, aku tidak seperti Onmyouji hebat yang kau layani sebelumnya. Sejujurnya, aku bahkan tak yakin aku bisa menggunakan kekuatannku sepenuhnya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia berkata seperti itu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata kon tiba-tiba melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keputusasaan yang tak berujung pun terpancar dari mata birunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma, m-m-m-m-m-maksudmu aku tak dibutuhkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya penuh dengan air mata dan tubuh kecilnya pun gemetar dengan sangat, “Tu-Tunggu!” dengan panik Harutora berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak! Kau salah paham! Aku tidak berkata tentang membutuhkanmu atau tidak, ini tidak ada hubungannya dengan hal tersebut, itu bukanlah yang kumaksud…… aku ingin supaya kau tidak terlalu berpikir tinggi tentangku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Kon yang berkaca-kaca pun melebar, terlihat seperti ia tidak mengerti apa yang dimaksud Harutora sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, uh…… aku masih seorang murid – sesuatu seperti Onmyouji trainee dan nilaiku jelek, hampir dilevel bahwa aku benar-benar orang luar, dan aku tidaklah hebat, jadi kau tidak harus terlalu hormat kepadaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berkata banyak bahkan hingga ia merasa malu, namun itulah kenyataannya, ia tak berdaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon mendengar penjelasan Harutora dengan mulut yang tertutup rapat dan keterkejutan yang mewarnai wajahnya. Itu membuatnya mengingat reaksi para guru dan murid tadi, dan ia pun tak mampu untuk tidak menolehkan wajahnya, malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Kon tegas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbicara lancar dan dengan kepercayaan diri dalam suaranya, kebalikan dari sebelumnya. Namun, setelah Harutora menoleh kembali dengan terkejut, ketegasan yang ada pada wajahnya menghilang dan kembali menjadi dirinya yang malu-malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, ia berusaha semampunya untuk menyampaikan pendapatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A, A-Aku menjaga Harutora-sama seharian ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, itu berarti bahwa ia telah melihat semua penampilan bodoh Harutora di Onmyou Akademi tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“La-lalu kau seharusnya tahu benar bahwa aku tidak mengerti apapun sama sekali, bukan? Lalu kenapa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena a-aku adalah shikigami Harutora-sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya alasan itu? Kau sangatlah hormat kepadaku hanya dengan alasan &lt;br /&gt;
tersebut?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya dengan tidak percaya. Kon menunjukan tatapan bingung dan menatapnya ketika mendengarnya berucap seperti itu, seolah-olah itu adalah hal paling wajar. Jika hal itu adalah memang hal yang paling wajar…… Sebagai shikigami Natsume, Harutora pun merasa putus asa membayangkan dunia macam apa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-apa aku merepotkan Harutora-sama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak…… bukan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menjawab acuh tak acuh. Sebenarnya, ia merasa bahwa Kon terlalu meninggikan dirinya, jadi ia merasa sedikit gelisah.&lt;br /&gt;
…Tapi……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataaan Kon menggerakkan hati Harutora setelah seharian penuh mengalami penderitaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dipikir baik-baik, akan menjadi tragedi betul jika shikigaminya menunjukan sikap hina padanya. Sikap Kon tidak akan sekaku itu jika secara perlahan mereka saling mengenal. Secara acak mengayunkan wakizashi tersebut memang masalah yang merepotkan, namun tak ada alasan untuk mengubah pendiriannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, dikarenakan Kon sudah pasti sangat patuh kepada tuannya, ia harus berusaha semampunya untuk menjawab ekspetasinya dan menjadi Onmyouji yang pantas menerima hormatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku mengerti, mulai hari ini kau akan menjadi shikigamiku dan aku akan menjadi tuanmu, walaupun aku adalah tuan yang tak pantas. Mohon bantuannya, Kon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dalam diam telah memutuskan, berkata demikian pada Kon sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pipi Kon merona dan matanya berkaca-kaca untuk sesaat. Dengan segera ia menundukkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A, A-a-aku tidak layak, mohon instruksinya—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sikap dan perkataannya sangat sopan, ekornya pun bergerak-gerak senang seperti anak kecil. Meskipun sebenarnya ia merasa sedikit menyesal, Harutora tak lagi menghiraukannnya ketika melihat Kon yang saat ini begitu senangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Aku memiliki shikigami sekarang. Harutora mencerna kembali fakta tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Baiklah! Lalu, Kon, kau seharian penuh bersamaku, jadi kau mengerti benar bukan orang macam apa aku ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-h-harutora-sama berpikiran luas, bahkan seseorang sepertiku dapat me—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenang, kau tak perlu terburu-buru untuk menjawab, aku hanya bermaksud untuk lanjut bertanya, seperti…… Benar, apakah ada arti khusus dengan telinga dan ekormu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menyembunyikan senyum jailnya, bertanya dengan nada selembut mungkin. Dengan pertanyaan tersebut, Telinga dan ekor Kon dengan segera berdiri dan terlihat waspada seperti terkena serangan kejutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-arti…… aku adalah keturunan roh rubah, jadi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh, kau seekor rubah? Mungkinkah kau rubah magis – tidak, mungkin seekor kitsune?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora awalnya berpikir bahwa kedua hal itu aalah telinga dan ekor anjing. Setelah mendengar pertanyaan tersebut, Kon mengangguk. Jika begitu, lalu bola api yang dimunculkan oleh Kon tadi bisa saja disebut sebagai ‘api rubah’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji telah menjelaskan bahwa standar shikigami buatan adalah mampu memiliki kekuatan sihir eksternal. ‘Kekuatan sihir eksternal’ tersebut dalam hal ini adalah ‘roh rubah’ milik Kon, dengan kata lain, Kon adalah shikigami yang dibentuk berasal dari roh rubah. Walaupun begitu, Harutora sebenarnya tidak mengerti tentang apa itu roh rubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun hanya ber-ohh ria dengan sedikit rasa penasaran, sedikit memajukan dirinya untuk melihat lebih jelas telinga Kon. Mungkin Kon merasa sedikit malu dengan tatapan Harutora, sebagaimana pipinya yang memerah dan ia yang menolehkan wajahnya ke samping…… Namun telinganya malah semakin bergerak-gerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Bisakah aku menyentuhnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hya!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, jika kau keberatan, aku tak akan memaksa—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-t-tidak, bukan begitu, sentuhlah jika kau ingin……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun perlahan memajukan kepalanya dan Harutora merentangkan tangannya sambil “Maaf”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama ia merasakan telinga Kon diantara jari-jarinya. Kon gemetar seperti dialiri listrik ketika ia menyentuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh, lembutnya – Haha, bahkan bergerak, benar-benar seperti anak anjing…… Ahah, baiklah, baiklah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bolehkah aku menyentuh ekormu juga?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Te-tentu saja……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon terlalu malu untuk melihat Harutora ketika ia berbicara, memiringkan punggungnya kepada Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ekornya pun terasa lebih lembut dibandingkan telinganya, dan Harutora berpikir lembut sekali, sambil “Ohh!” ria, senang. Ia sebenarnya cukup menyukai binatang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terasa sangat begitu enak, bebas dan lembut…… Oh, ini bergerak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……A-a-aku merasa sangat terhormat bahwa dirimu…… menyukainya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, ini sangat lembut. Dengan catatan, aku tak pernah memegang rubah sebelumnya, jadi ini bagaimana ekornya terlihat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terus mengelus ekor rubahnya, membuat Kon sering kaget tersentak pada setiap elusannya dan rileks kembali. Ia berusaha keras untuk menahannya tanpa berani untuk berbicara, bahkan telinganya bergerak semakin cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, maaf, apa terasa gatal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-t-t-tolong jangan khawatir……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisakah kau menggerakan ekormu sesuai keinginanmu? Sebenarnya, bagaimana ekormu bisa bergerak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ba-bagaimana—!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya dengan santai, namun untuk suatu alasan Kon sedikit meninggikan suaranya tidak karuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, ia membulatkan tekad dan berdiri dengan diam, mulutnya rapat dan kulit putihnya pun merona hingga lehernya. Lalu, dengan punggungnya yang menghadap Harutora, ia perlahan melepas tali yang ada dipinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Se-se-se-se-, Seperti ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapnya dan dengan tiba-tiba menurunkan hakamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekor yang secara konstan gemetar dan pantat putihnya pun berada didepan Harutora—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa, Harutora! Aku berkunjung ke perpustakaan saat mau pulang sebagai pencegahan, dan menyadari bahwa, buku yang aku suruh kau baca masih ada—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume dengan kasar membuka pintu kamar Harutora tanpa mengetuk, tangannya membawa tumpukan buku. Teriakan marah pun terdengar sebagaimana ia berjalan memasuki ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu berhenti, semuanya terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon meratap tanpa bersuara, dengan segera menaikan hakamanya, berusaha untuk tidak terjatuh. Harutora dengan cepat membantu Kon ketika ia terjatuh dalam pelukannya – dan hasilnya keduanya berpelukan satu sama lain sebagaimana hakama Kon jatuh ke lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tumpukan buku yang dibawa Natsume satu persatu jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon telah membeku, namun Harutora mengambil hakama yang terjatuh dengan kecepatan yang sangat, menaikan hakama seperti ia sedang membantu anak kecil untuk memakaikan celananya dan mengikat talinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menarik napas, dalam, dan baru saja ingin membuka muutnya, ketika—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……………...Harutora?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh—“&lt;br /&gt;
“………………Apa yang kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau salah paham—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini pertama kalinya Harutora mendengar Natsume dengan suara seperti itu semenjak ia lahir, dan suara ketika ia menjawab terdengar seperti bukan suaranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, begini, tenanglah dan dengar penjelasanku, oke? Kau salah paham, dia Kon, jangan lihat dia seperti anak kecil, dia sebenarnya adalah rubah. Terlebih lagi, dia adalah shikigami, bukan manusia. Lihat ekor dan telinganya sebagai buktinya. Jadi kau salah, ini tidak seperti yang kau pikirkan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mengerutkan keningnya, matanya dengan ganas memberikan kesan berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diwaktu yang bersamaan, Harutora seperti melihat beberapa jimat sihir yang muncul ditangannya, dan walaupun ia merasa ingin tahu bagaimana ia mengeluarkan jimat tersebut, perhatiannya lebih tertuju dengan kata ‘bahaya’ yang tertera jelas didalamnya. Harutora yang berusaha meluruskan kesalahpahaman pun semakin diam dan diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………Mesum.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………Mati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Na-natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya terlihat seolah-olah telah mengembang – ini apa yang ia lihat dengan kemampuan melihat rohnya, tak mungkin salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mati kau, mesum! Order!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Ketika aku sampai, jantungmu sudah berhenti berdetak.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji dari ruang sebelah memberitahukan Harutora setelahnya. Tentu saja, hal itu hanya sebuah candaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disuatu ruangan digedung apartemen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya menyala didalam ruangan tersebut, namun meresap dengan suasana seram yang tak bisa dijelaskan. Sedikit bau yang menyengat hidung, bau yang aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Efeknya lebih dari yang diduga, sungguh menyedihkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Iya, sangat disayangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah ruangan rahasia yang disediakan sebagai pencegahan, seperti yang disebutkan ‘tiga lubang untuk sarang kelinci’. Tidak ada furnitur ataupun hiasan diruangan tersebut, dan banyak kotak yang telah terbuka diletakkan dilantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kotak tersebut memiliki ukuran yang sama, tiap-tiap kotaknya berjarak satu meter panjangnya. Bagian luarnya tertutupi dengan jimat dan pada bagian dalamnya terdapat barang yang sangat kotor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah Agensi Onmyou telah bergerak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka terlihat tenang dari luar, tapi itu hanya penampilan luarnya saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah para petingginya terlalu waspada? Raja telah dikonfirmasi identitasnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga merasa sama, tapi setidaknya akan lebih mudah untuk kita berpura-pura daripada menjadi mangsa kewaspadaannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan hati-hati ia meraup kotoran yang ada didalam kotak dalam kilat dingin cahaya temaram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak lama setelahnya, ia mengeluarkan objek yang ada didalam kotoran tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pot. Pot yang disegel, dan mantera yang tertulis penuh dibagian luarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggoyang-goyangkan potnya perlahan, dan sesuatu pun munucl dari dalam. Senyum dingin tak tertahan muncul diwajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau sudah menghubungi orang itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau maksud orang penting itu? Tidak secara langsung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin akan berguna, tergantung keadaannya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku tidak berencana untuk unjuk tangan dengan segera jika bisa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia membersihkan kotoran yang ada dipot tersebut, perlahan membuka segel yang ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penggunaan shikigami tidak diklasifikasikan dengan pedoman yang ketat, bertentangan dengan klasifikasi metode penciptaannya. Untuk tujuan kenyamanan, Agensi Onmyou mengklasifikasi shikigami yang dijual secara publik, namun itu adalah fakta bahwa bahkan jenis klasifikasi semacam ini juga digunakan secara luas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contohnya, ada beberapa tipe General yang bisa diaplikasikan untuk berbagai penggunaan; tipe transportasi dimana tipe tersebut dapat memindahkan penggunanya atau memindahkan objek; tipe deteksi dimana tipe ini bisa menginvestigasi hingga jarak jauh dengan lima panca indera; tipe pengikat, tipe yang paling sering digunakan oleh Investigator Mistis ketika menahan pergerakan para criminal, dan tipe mekanikal yang dimana wadah tersebut akan menjadi tubuh shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Shikigami pelidung’ termasuk dalam salah satunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, semantik dari sebuah shikigami pelindung sedikit berbeda dengan shikigami tipe lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Pelindung’ pada shikigami tipe pelindung berasal dari ‘Pelindung Dharma’ dari Vajrayana dan Shugendo sebagaimana ‘General Onmyoudou’ tidak terbatas pada Onmyoudou lama saja tetapi lebih ke bergabung dengan berbagai macam sihir dan sistem magis yang ada di Jepang, yang tentu saja termasuk Vajrayana dan Shugendo. Jika dilihat akarnya, Pelindung Dharma biasanya adalah seorang dewa atapun roh yang melayani sebagai pembantu atau penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, , definisi tersebut lebih cocok dengan definisi shikigami tipe pembantu dari ‘Generral style’. Dengan kata lain, shikigami pelindung adalah pengganti dari pembantu shikigami para ‘Pelindung Dharma’, yang dimaksudkan untuk melayani dengan peran yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjaga shikigami yang setia selalu berada disis tuannya, menjaganya sekaligus mematuhi perintah tuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah shikigami pelindung. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
……Namun itu tidak berjalan mudah kemarin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dengan diam bergumam pada dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah hari setelah ia selamat dari kematian. Kelas terakhir hari ini diadakan didalam ruang kelas Akademi Onmyou. Guru wali kelas Ohtomo ternyata adalah pengajar, dan ini kali pertamanya berada dikelas wali kelasnya. Sikapnya yang sembrono masih tidak berubah bahkan didalam kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sama seperti kemarin, Harutora menjadi pusat perhatian murid-murid disekitarnya, namun alasan mengapa mereka sering melirik-lirik Harutora berbeda dengan kemarin. Perban dapat dilihat diseluruh tubuh Harutora, dan jimat penyembuh pun terpasang dimana-mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kejadian kemarin, Harutora telah menggunakan banyak jimat penyembuh yang ia bawa dari rumah, jadi tidak terlalu serius. Dan ia akhirnya dapat menjelaskan seluruh kejadian kepada Natsume setelah ia pulih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, perasaan Natsume sepertinya tidak berubah sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlepas dari apa yang terjadi, itu adalah sebuah fakta yang tak terbantahkan bahwa Kon -  Kon yang berpenampilan sebagai gadis muda -  mengarahkan pantatnya pada wajah Harutora. Terlebih lagi, ia telah mengabaikan instruksi yang diberikan dan tidak meminjam buku-buku tersebut ketika ia kembali ke asrama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Natsume sudah meminta maaf karena telah salah paham dan ‘menghukum’ Harutora, ia tidak berbicara dengan Harutora satu patah kata pun setelahnya, dilanjut dengan bahkan tak melihat Harutora ke arah sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih buruknya lagi, hari ini bahkan Touji duduk sedikit lebih jauh untuk menunjukan bahwa ia ‘menjaga jarak’ dari dirinya. Akademi Onmyou tidak memiliki kursi yang ditetapkan, jadi semuanya duduk dimana pun  yang mereka mau pada setiap kelasnya. Touji telah berpindah-pindah tempat duduk untuk mengumpulkan informasi, membuat Harutora menjalani kelas sendirian seperti orang yang kabur dari ruang gawat darurat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, sebenarnya ia tidak benar-benar sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kon, apa kau disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbisik, memastikan murid yang lain tidak ada yang mendengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…A-a-aku disini……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban Kon terdengar ditelinganya, namun figurnya masih tak terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kon, dengar. Aku telah memeringatkanmu pagi ini, tapi tolong tetaplah untuk bersembunyi hari ini, karena aku tak bisa untuk menghadapi masalah lagi jika terjadi, bahkan masalah sekecil apapun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menunjukan tatapan curiga sebagaimana ia menatap ke arah sumber suara, dan sepertinya ia menyadari sedikit getaran, namun pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kejadian kemarin, Harutora telah belajar, dan ia memerintahkan Kon untuk tetap bersembunyi kecuali jika dipanggil, memutuskan bahwa ia tidak akan membuat perintah dan membiarkan Kon agar tetap dibelakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Karena gadis ini kekurangan kesadaran diri dan tidak bisa membaca situasi. Bagaimanapun, mendengarkan pelajaran kelas Akademi Onmyou adalah prioritasnya saat ini, dan tidak ada kesempatan bagi Kon untuk muncul, jadi menunggu adalah keputusan terbaik untuk sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbaikan dengan Natsume, menyatu dengan murid-murid kelas, dan belajar Onmyoudou – terdapat banyak sekali yang harus dilakukan. Diantara tumpukan-tumpukan tugas ini, Harutora juga berencana untuk familiar terlebih dahulu dengan lingkungan sekitar dan membangun ‘kehidupan normal’ barunya adalah tugas utamanya, dengan tidak berlanjut melakukan tindakan bodoh sebagai bagian terpentingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku benar-benar menyedihkan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume sepertinya tidak memiliki perasaan senang terhadap Kon, namun dikarenakan Kon adalah shikigami pelindung dan ia biasanya bersembunyi disuatu tempat, satu-satunya yang dapat ia lakukan adalah adalah untuk menanggungnya dan menunggu sikap Natsume melunak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kau melamun, murid baru! Dengan ‘Haru’ dinamanya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wah! Ma-maaf! Aku mendengarkan! Aku mendengarkan dengan serius!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu kenapa kau meminta maaf?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tidak bisa berkata apa-apa untuk sesaat, dan bisik-bisik tidak menyenangkan pun muncul diruang kelas. Ia merasa lehernya berkedut, dan ia pikir mungkin Natsume sedang menatap marah ke arahnya, namun ia tak memiliki keberanian untuk mengonfirmasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tak bagus, Harutora-kun. Kau mulai bermalas-malasan dihari kedua kau masuk, bagaimana kau akan mengejar ketinggalanmu selama setahun jika kau melamun seperti itu? Ditambah dengan guru-guru lain yang mengatakan bahwa dirimu jauh lebih buruk daripada yang lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo menghela napas dengan pelan dan berhati-hati, dan Harutora memeringati dirinya bahwa ini bukanlah kesempatannya untuk berbicara, menundukan kepalanya dan bergumam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya kalimat Ohtomo tidak ada maksud buruk, ia hanya merasa bahwa ini menarik. Sebelum kelas dimulai ia berbicara dengan ringan mengenai luka-luka Harutora: “Kau benar-benar bisa membuat masalah.” Itu benar-benar suatu keajaiban entah kalimat tersebut cocok untuk seorang guru atau tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi itu cukup tak sopan untuk meminta agar kau dengan segea mengejar jalannya kelas, sebagaimana kurikulum disini – khususnya jadwal pelajaran –cukup padat, dan tidak ada waktu untuk mengulang pelajaran yang sudah diajarkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be-begitu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, dan lagipula, walaupun menganggap bahwa seluruh murid disini dapat mengikuti proses kurikulum tersebut, bahkan guru yang bertanggung jawab untuk mengajar cukup gelisah entah murid-muridnya sungguh mengerti atau tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti ia telah menemukan ide dari perkataannya, Ohtomo tiba-tiba menutup mulutnya dan berpikir keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu. Ia menyeringai, menutup buku teks yang ada ditangannya pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Dikarenakan kedua murid baru saja pindah, mengapa kita tidak gunakan kesempatan ini untuk mengulang kembali pelajaran minggu lalu. Disisi lain, ini bisa sebuah pengulangan, dan disisi lain ini bisa untuk mengecek apakah semuanya benar-benar mengerti dengan pelajaran yang diberikan atau tidak .”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernyataan tiba-tiba Ohtomo menimbulakn keributan dikelas dengan beberapa yang komplain akan hal tersebut, namun Ohtomo tidak memedulikannya sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong jangan bercanda!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang murid memukul meja cukup keras, berdiri dari tempat duduknya. Tidak perlu ditanya bahwa murid tersebut adalah Kurahashi Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei, kau bilang bahwa kurikulum ini cukup ‘padat’, tapi sekarang kau berencana untuk menunda pembelajaran karena hanya dua orang murid pindahan? Bukankah ini terlihat seperti pelayanan spesial!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbicara secara jelas dan logic seperti biasa, dan Ohtomo pun hanya ber-‘nn’ ria, namun itu tidak terlihat entah ekspresi diwajahnya itu suatu kebingungan atau ketidakpedulian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar, Kyouko-kun. Melakukan ini bukan hanya untuk Harutora-kun dan Touji-kun, sebagaimana aku berharap bahwa semuanya bisa mengambil kesempatan ini untuk mengulang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengulang adalah tanggung jawab masing-masing! Semenjak kurikulum ini disusun agar semuanya dapat mengikuti sebagai alasan, semua yang percaya bahwa mereka tidak bisa mengikuti kelas jelas bertanggung jawab untuk mengulangnya sendiri. Ini tidak adil jika mengorbankan hak murid yang memang serius untuk belajar dengan orang yang tidak memiliki kesadaran diri!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm…… Dari apa yang kau katakan, itu terdengar seperti kita harus &lt;br /&gt;
membiarkan murid yang tidak bisa mengikuti pembelajaran?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo dengan hati-hati mengonfirmasi. Suaranya tetap terdengar santai seperti biasa, namun jelas terdapat tatapan menyelidik yang diarahkan kepada Kyouko dari balik kacamatanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko mengerti motif Ohtomo, menegakkan punggungnya dan menjawab tanpa ragu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah kurikulum disusun sedemikian rupa dengan tujuan seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada dari jawabannya terdengar congkak dan penuh dengan percaya diri, dan ia jelas mengetahui bahwa pernyataan seperti itu itu dapat dikritik karena arogan, seoalah-olah ia dengan sengaja memprovokasi orang-orang dengan pendapatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Ohtomo menjawab dengan: “Hmm, kurasa begitu”, dengan segera menyetujui apa yang dimaksud Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada akhirnya, Onmyouji bukanlah profesi yang dapat dilakukan oleh setiap orang. Itu adalah kebijakan pendidikan Akademi Onmyouyang terutama membuat upaya untuk membantu siswa yang tertinggal adalah upaya sia-sia, dan bahkan mereka ingin menendang keluar orang-orang yang tidak memiliki kemampuan untuk bersaing dikurikulum atau yang ‘bodoh’ dan tidak menyadari bahwa dirinya tertinggal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo berbicara terus terang, dan alarm pun berbunyi didalam pikiran Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketatnya. Dan terlebih lagi, kalimat tersebut terdengar ‘natural’ ketika Ohtomo yang mengucapkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko menutup mulutnya, menganggap diskusi telah selesai, namun Ohtomo lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Namun disisi lain, Akademi Onmyou memberikan yurisdiksi yang cukup luas pada pengajarnya, dan karena demikian aku tidak setuju dengan kebijakan tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ti-tidak setuju? Itu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haha, itu sangat bertentangan, bukan? Selain itu, Akademi Onmyou tahu bahwa aku menentang kebijakan tersebut namun masih meminta diriku untuk menjadi seorang pengajar, yang setara dengan diam-diam menerima kontradiksi tersebut. Apa kau tahu mengapa Akademi Onmyou melakukan hal tersebut?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo bertanya sambil tersenyum, dan tentu saja tidak ada satu pun murid yang menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, ia berkata dengan gembira:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itulah sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Kaki palsunya yang ada dibawah pahanya pun membunyikan suara ‘clunk’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bunyi tersebut pun terdengar ditengah-tengah kelas yang hening. &lt;br /&gt;
“Bagaimana ini? Bukankah dunia orang dewasa terlihat aneh dan kompleks?” Ohtomo tersenyum, dengan lihai menambahkan kalimat tersebut. Namun, tatapannya terlihat begitu tenang sebagaimana ia berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terus terang saja, jika tujuanmu hanya berharap untuk lulus ujian ‘Onmyoudou Kelas Tiga’ – Tidak, bahkan ‘Kelas Dua’ -  kau tidak perlu begitu  mengerti terlalu jauh mengenai hal tersebut. Tetapi, tujuan dari Akademi Onmyou tidak hanya dalam skala kecil sedemikian rupa. Meskipun kami para pengajar selalu mengatakan hal yang sama, selalu menginginkan agar kalian giat belajar, kami sebenarnya mengantisipasikan hari dimana kalian bisa tampil.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo berbicara seperti ia sedang bercanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, Harutora tidak mengerti maksud dari perkataan Ohtomo, namun atmosfer dikelas mengatakan bahkan jika maksud dari perkataan itu sendiri memang sulit untuk dimengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang lebih anehnya lagi adalah Ohtomo yang dengan tenangnya mengatakan ‘Inilah sihir’ sebenarnya cukup meyakinkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terlihat biasa saja, bericara dan bertingkah laku dengan sembrono, dan bahkan seluruh tubuhnya memberikan kesan sulit untuk mendeskripsikan keberadaannya yang seperti tidak dapat diandalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, hanya dirinyalah spesialis yang ada didalam kelas ini, Onmyouji sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, begitu keadaannya – semuanya merasa semakin kebingungan jika aku semakin banyak bicara, bukan? Lagipula, inilah Akademi Onmyou dan aku adalah instruktor kalian, jadi semuanya harus patuh mendengarkan instruksiku~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah bagaimana, Ohtomo pun memberitahukan mereka untuk melakukan apa yang diperintahkan. Mungkin tujuan sebenarnya adalah untuk mengalihkan pemikiran para murid, dengan kata lain, semua murid yang ada dikelas ini telah terjatuh dalam ‘kebingungannya’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…A-apa latar belakang dari guru tersebut?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji juga menunjukan bahwa ia tidak mengerti lebih jauh dengan guru yan g ada didepannya. Walaupun Harutora kebingungan, setidaknya kesannya terhadap Ohtomo dapat sedikit berubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Instruktor yang ada diatas podium berbicara tanpa jeda, namun sebenarnya masih ada beberapa murid yang mengerti maksud perkataannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…… Aku, aku tidak bisa menerimanya……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang berkata demikian adalah Kyouko lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahkan jika kau beralasan kembali, keputusanmu saat ini jelas berdasarkan kedua murid pindahan tersebut – Tidak, lebih tepatnya untuk murid pindahan Tsuchimikado. Mungkinkah kau memutuskan demikian hanya karena dirinya? Aku tidaak bisa menerima dirimu yang berlaku seperti itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko dengan jelas menolak untuk mengalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Situasinya berjalan hampir sama dengan yang kemarin, dan tatapan murid-murid – termasuk milik Harutora – terarah Natsume yang duduk diujung kelas. Tidak ada hubungannya jika kau menerimanya atau tidak – celaan Natsume pun terngiang-ngiang ditelinga mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume duduk ditempat duduknya tanpa menhiraukan sama sekali tatapan yang tertuju padanya, bahkan berusaha untu hanya menatap ke luar jendela, berpura-pura untuk bersikap tidak peduli. Keributan semakin menjadi-jadi ketika seluruh murid benar-benar terkejut ketika melihat ia bersikap demikian, dan Harutora hanya bisa marah dengan getir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Gadis itu masih merajuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mungkin jika dirinya tidak mendengar argument yang terjadi didalam kelas, namun kali ini Natsume sepertinya tidak ada niatan untuk kembali membela Harutora, tidak seperti sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai hasilnya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami membicarakanmu! Mungkinkah kau tidak ingin menyampaikan pendapat yang ingin kau kemukakan? Tsuchimikado Harutora!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Huh, aku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko pun menyebut nama Harutora yang terlihat tidak ingin ikut campur, dan seluruh tatapan murid-murid pun dengan segera berpindah dari Natsume ke Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikarenakan Natsume terlihat tidak peduli, Kyouko mengalihkan serangannya dari tuannya menuju shikigaminya. Harutora yang tidak siap merasa tak berdaya dan mau tak mau untuk melihat reaksi Natsume kembali. Natsume masih melihat ke luar jendela seperti biasa, leher jenjangnya terlihat sedikit kaku…… Ia sama sekali tidak berniat untuk membantunya sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan begitu, ia hanya bisa bergantung pada dirinya sendiri, dan terlebih lagi, ini adalah masalahnya sendiri, dan itu akan menyulitkannya untuk menyelesaikan masalah ini jika ia membawa-bawa Natsume lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oke. Ia merubah pola pikirnya, menjawab langsung pada Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika ia berbicara, ia menyadari bahwa seluruh murid yang ada dikelas menajamkan pendengarannya, dikarenakan ini kali pertamanya ia berbicara, yang mana selalu menarik perhatian semua orang, akhirnya secara resmi berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku, Aku memang tidak bisa mengikuti kurikulum, dan itu akan menjadi bantuan yang sangat jika sensei mau untuk mengulang pelajaran minggu kemarin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak apa bahkan jika itu membuat murid lainnya membuang waktunya denganmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, aku pikir itu lebih dari apa yang bisa kuduga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu—!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko berencana untuk mengambil kesempatan tersebut sebagai klaim kemenangan, namun dengan segera Harutora menyergah kata-katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak berpikir untuk tidak menduga hal demikian – tapi aku tidak akan menampiknya. Dikarenakan itu adalah keputusan sensei, aku dengan bersyukur akan mengikuti kelas…… Uh, meskipun aku munkin tidak akan mengerti kembali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menjawab dengan jujur, mengangkat bahu. Kyouko terlihat seperti tidak menduga sikapnya begitu rendah hati sedemikian rupa, dan ia menatap Harutora dengan mata yang melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berharap ia bisa membangun ‘kehidupan normal’ barunya setenang dan stabil sebisa mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kehidupan normal seperti ini tidak akan mengurangi Akademi Onmyou, atau dengan kata lain tidak memiliki makna. Ia rela untuk menghabiskan waktunya untuk membuatnya menjadi kenyataan, namun tidak ada arti baginya jika kehidupan normal tersebut tidak memiliki akses penting untuk menjadi seorang Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ditambah, seperti yang Natsume katakan kemarin, membicarakan ketidakadilan yang kau maksud hanyalah sia-sia, tidak mungkin itu bisa terjadi. Kami Tsuchimikado tidak ada niatan untuk menggunakan nama Tsuchimikado untuk mengintimidasi orang-orang, nama itu tidaklah begitu hebat lagi. Sebenarnya, aku berpikir bahwa itu hanya kau yang menakut-nakuti dirimu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, mari kita lupakan masalah Tsuchimikado untuk sekarang, jika aku merepotkan semuanya – aku sungguh meminta maaf, kepada semuanya. Tapi, kau dan aku adalah murid saat ini, jadi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko tak bisa berucap, dan murid-murid lainnya menunggu dengan napas tertahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dengan tenang membuka mulutnya, berbicara kepada mereka semua:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku berpikir bahwa menjadi seorang Onmyouji adalah prioritas utamaku.”&lt;br /&gt;
Ia tidak ingin telihat sama seperti Natsume yang membalasnya dengan sekuat mungkin, jadi ialih-alih ia mencoba untuk mengambil sebanyak mungkin kompromis dan memberikan sikap dengan sikap sebijak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun meskipun begitu, ia masih memiliki kalimat yang tidak bisa ia akui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia mengumumkan hal tersebut, Natsume yang daritadi melihat ke arah jendela menolehkan wajahnya seolah-olah ia terkejut. Namun, Harutora yang sedang berhadapan dengan Kyouko tidak melihatnya. Ia mencoba meyakinkan dirinya meskipun jantungnya berdetak dengan cepat, berusaha sebisa mungkin untuk bersikap tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang diruangan tersebut bersiul. Tidak, ia tahu betul siapa itu, Touji sudah pasti adalah orang yang bersiul tadi, Harutora hampir saja tersenyum mendengar temannya yang menyemangatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keheningan pun berlanjut untuk waktu yang lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko menatap Harutora dengan serius seperti itu pertama kalinya ia melihat Harutora. Bahunya yang sedikit bergetar membuktikan betapa marahnya Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak lama setelah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tsuchimikado Harutora, aku minta maaf, namun tolong ambil inisiatif dan keluar dari akademi ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Keluar? Kau ingin aku meninggalkan tempat ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar! Kau tidak bisa mengikuti kurikulum Onmyoudou, itu terlihat &lt;br /&gt;
jelas kemarin! Orang-orang terbaik dengan tujuan untuk menjadi seorang Onmyouji berkumpul disini, ini bukanlah tempat untuk orang-orang yang tidak berkompeten seperti dirimu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko memukul meja denga kepalan tangannya, berteriak histeris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bahkan terlihat jauh lebih tenang dibandingkan yang ia duga. Mungkin itu terjadi karena ia telah memberitahukannya kepada semua orang, namun kupu-kupu diperutnya pun terus menggelitik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kalau begitu aku meminta dirimu supaya lebih toleran……” ia tersenyum ketika ia berbicara dengan Kyouko yang marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Kyouko memerah. “Kau……!” ia tak bisa berkata-kata untuk sesaat dan melangkah menuju tempat Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berhenti, kau orang yang kurang ajar!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, tubuh Kyouko terpental.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya terpental, roknya terangkat dan tak terduga menunjukan celana dalam yang lucu dibaliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana para penonton terkejut dan kebingungan, Kon muncul dengan pisau kesayangannya yang terarah tepat ke arah Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata birunya mengilat. Kon merendahkan suaranya, menyatakan dengan nada tajam:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku telah mengikuti perintah dan tetap diam disampingnnya, tapi aku tidak bisa mengantisipasi dirimu yang berbicara sangat tidak sopan terhadap Harutora-sama. Aku tidak bisa menoleransi ketidaksopanan ini, kau kan menemui ajalmu dengan pisauku—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Kau yang tidak sopan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora segera berlari, menjitak keras kepala Kon. Telinga dan ekornya menegak kaget, dan karakterisasi fenomena ‘lag’ yang terjadi pada shikigami – seolah-olah ia rusak – terlihat pada tubuh Kon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-h-h-harutora-sama! Kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau berani bertanya! Bukankah aku sudah memeringatimu untuk tidak terlihat oleh yang lainnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ta, Ta-ta-tapi orang ini mencoba menghampirimu Harutora-sama – aku harus mendahulukan tugasku sebagai penjaga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sangat menyebalkan, kau shikigami yang berlagak ksatria! Dipikir-pikir kembali, mengira kau bisa berbicara lancar sekarang! Kemarin kau terlihat gugup denganku, bukan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Te-te-te-tentu saja tidak! Aku tidak berani mengakalimu! K-k-kau salah paham Harutora-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menggenggam baju bagian depan Kon, menggoyang-goyangkan Kon, dan Kon berusaha keras untuk membela dirinya sebagaimana ia merasa pusing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas menjadi ramai karena percakapan tersebut, dan terlebih lagi suasana menjadi cukup aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemunculan tiba-tiba dari gadis kecil itu bukanlah alasan mengapa reaksi tersebut terjadi,  seperti yang diduga dari Akademi Onmyou, para murid sepertinya langsung mengtahui bahwa Kon adalah Shikigami, namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Oh, sungguh mengejutkan, apa itu shikigami pelindung?” Ohtomo berucap, mewakili rasa penasaran para murid-murid, dengan kekaguman yang memenuhi nadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma-maaf, Sensei! Aku tidak melakukannya dengan sengaja, aku akan menghancurkan jimatnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-me-menaghancurkan!? Harutora-sama, tidakkah itu terlalu jahat……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diamlah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tenanglah, tenanglah. Kau seharusnya memaafkan shikigami manis nan bersemangat sepertinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Ohtomo tenang, menghentikan teriakan antara tuan dan shikigaminya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun aku terkejut, tidak pernah terpikirkan olehku kau memiliki shikigami pelindung…… Sepertinya aku memiliki beberapa prasangka setelah mendengar penilaian para guru tentang dirimu, aku akan melakukan instropeksi segera.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Ke-kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, pertama, mengapa kau tidak duduk terlebih dahulu.”&lt;br /&gt;
Momentum Harutora terhenti dan Kon akhirnya telah tenang. Ohtomo masih tersenyum senang sebagaimana ia  melihat keduanya, menunujukan tatapan penuh kagum sambil mengangguk-angguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini seharusnya tipe tingkat tinggi…… namun sihirnya terlihat sedikit berbeda dengan ‘General style’, dan ini…… Segel? Benar-benar terlihat…… Seperti yang diduga dari Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh…… Sensei?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo bergumam pelan, dan kali ini giliran Harutora yang merasa khawatir. Ia bahkan telah mengejutkan Ohtomo, dan tatapan dariyang diberikan para murid berbeda dengan sebelumnya, seolah-olah mereka menyadari yang tadisnya mereka kira hanyalah kucing liar sebenarnya adalah seekor harimau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hakuou! Kokufuu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua shikigami muncul dibelakang Kyouko setelah ia memanggilnya.&lt;br /&gt;
Dua benda tersebut adalah shikigami humanoid, satu putih dan satu hitam, kurang lebih setinggi pria dewasa, namun figur mereka kuat seperti seorang petinju. Shikigami berwarna putih memegang katana putih dan yang hitam memegang tombak, dan kedua shikigami tersebut mengenakan baju pelindung yang sangat teliti, jika dilihat dari luar seolah-olah terlihat seperti robot. Mereka sepertinya berhubungan dengan Asura yang dikendalikan oleh dairenji Suzuka sebelumnya, dikarenakan mereka memberikan kesan yang hampir sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka adalah shikigami pelindung yang dibuat oleh Agensi Onmyou, ‘G2 Yaksha’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berpikir kau bisa mengelabuiku, sungguh liciknya dirimu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan berpura-pura! Dengan sengaja berpura-pura tidak berkompeten terlalu merepotkan, apa yang kau rencanakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa, huh? ……Huh, aku tidak mengerti apa maksudmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dengan segera mengambil langkah mundur. Berebeda dengan Kon, ia memegang erat Kachiwarinya dari balik kaki Harutora, matanya mengilatkan maksud jahat dan dengan ganas menatap ke arah shikigami lawan. Para murid yang duduk didekatnya pun mengam bil jarak antara Harutora dan Kyouko agar tidak terlibat dalam pertengkaran keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Te-tenanglah! Aku minta maaf padamu, aku sama sekali tidak memiliki maksud jahat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan bercanda. Dikarenakan kau menyerangku terlebih dahulu, aku akan menerima tantanganmu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriak Kyouko, mengayunkan tangannya ke samping, dan kedua ‘Yaksha’ mengambil postur bertarung dengan segera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun keringat dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, diluar dari lingkaran yang melingkari Harutora dan Kyouko, Touji perlahan berdiri dan Natsume telah memegang kotak jimat yang ada pinggangnya dengan tatapan serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana menegang, dan ketegangan pun menyulitka murid untuk bernapas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, aku tahu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo memanggil dengan senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia berbicara dengan nada ceroboh, tidak memedulikan suasana kelas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Salah satu dari kalian keras hati, dan satu lagi kuat, sangat bagus. Sepertinya kalian berdua kurang lebih dapat mengontrol shikigami, jadi mengapa tidak membuat kalian untuk melakukan demonstrasi pertarungan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“”Apa?””&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Kyouko terkejut mendengarnya. Mungkin seluruh murid yang mendengarnya, bukan hanya mereka berdua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lagipula ini kelas terakhir hari ini. Harutora-kun, Kyouko-kun, mengapa kita tidak pergi ke lapangan latihan sihir dan melihat pertikaian shikigami.” Ucap Ohtomo senang.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=515588</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=515588"/>
		<updated>2017-03-22T13:44:22Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Volume 2 - RAVEN&amp;quot;s NEST */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Teaser|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr1_cover_cut.jpg|thumb|x400px|Cover for Volume 1]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039; (東京レイヴンズ) adalah light novel Jepang yang ditulis oleh [[:Category:Kouhei Azano|Kōhei Azano]] dan diilustrasikan oleh Sumihei. Serial ini diadaptasi dalam bentuk manga di tahun 2010. Sekitar 24 episode adaptasi anime tayang di jepang mulai tanggal 8 Oktober 2013 sampai 26 Maret 2014, yang meliputi Volume 1 sampai 9, kecuali beberapa cerita pendek dari Volume 4 dan Volume 5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; juga tersedia dalam bahasa berikut:&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Français|Français (French)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo_Ravens_~Russian_Version~|Русский (Russian)]]&lt;br /&gt;
*[https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_Italiano Italian]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Spanish|Español ]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
Tsuchimikado Harutora lahir dalam sebuah keluarga Onmyouji kelas atas, namun dia tidak bisa melihat &amp;quot;energi roh&amp;quot;. Berkat itu, dia telah menikmati kehidupan sehari-hari yang tenang dengan teman-temannya di SMA biasa. Suatu hari, teman masa kecilnya Tsuchimikado Natsume yang merupakan ahli waris keluarga utama, tiba-tiba menghilang. Apakah ini akan menyebabkan takdirnya mulai terlepas!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Lainnya==&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Genre&#039;&#039;&#039;: Action, Romance, Comedy, Supernatural&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Judul Asli&#039;&#039;&#039;: 東京レイヴンズ&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Penulis&#039;&#039;&#039;: Kōhei Azano&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Illustrator&#039;&#039;&#039;: Sumihei&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Volume yang telah dipublikasikan&#039;&#039;&#039;: 1-14, EX 1-3&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Status&#039;&#039;&#039;: Masih berlanjut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Perkenalan Karakter==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;collapsible collapsed&amp;quot; style=&amp;quot;text-align:left; margin:5px 20px clear:both; font-size:100%; background:transparent; width:100%;&amp;quot;&lt;br /&gt;
! style=&amp;quot;background:#cee0f2;&amp;quot; align=&amp;quot;center&amp;quot;| &#039;&#039;&#039;Peringatan mengandung Spoiler!&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Harutora Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Harutora.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Karakter utama dan putra keluarga percabangan klan Tsuchimikado. Meski lahir dalam keluarga Onnyouji yang berbeda, dia tidak memiliki kekuatan sihir. Dia telah hidup normal dan mengubur kembali hidupnya yang mengingat kalau dia tidak bisa melakukan apapun tanpa kekuatan sihir. Saat dia kecil, dia berjanji dengan Natsume untuk menjadi shikigami dan melindunginya. Setelah menyaksikan kematian Hokuto, dia menjadi shikigami Natsume demi menepati janji yang dia buat beberapa tahun lalu. Dia terlihat mempunyai semacam &#039;Nasib sial&#039; yang dia anggap sebagai kutukan kuno yang ditinggalkan oleh leluhurnya. Dia benar-benar lemah dalam belajar dan biasanya diajari oleh Natsume untuk menjauhkan diri setahun.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Natsume Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Natsume.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora dan putri keluarga utama klan Tsuchimikado. Dia adalah anak Onmyouji yang bersekolah di Tokyo dan suka menghabiskan uang. Selama liburan musim panas, dia datang ke kota Harutora untuk mengganggu kehidupan tenangnya dengan tanggung jawab pada janji yang Harutora buat dulu yang telah mengenalnya. Dia adalah ahli waris keluarga Tsuchimikado dan dianggap menjadi reinkarnasi Yakou Tsuchimikado. Sebagai tradisi keluarga, dirinya saat ini menyamar sebagai laki-laki di depan keluarga Onmyouji lain. Dia punya shikigami tipe Gohou yang dipanggil Hokuto, roh naga sejati yang melayani keluarga Tsuchimikado dari generasi ke generasi. Dia sangat peduli dengan reputasi keluarganya dan menanggung beban menjadi ahli waris klan Tsuchimikado berikutnya. Setelah insiden dengan Suzuka Dairenji, dia mengenakan pita yang sama dengan Hokuto yang diberikan oleh Harutora saat memenangkan permainan tembak. Dia peduli dengan Harutora dan jatuh cinta padanya sejak kecil.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Hokuto&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Hokuto.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora. Dia akrab dengan Harutora dan benar-benar cemburu ketika Harutora dicium oleh Suzuka. Selama pertemuan berikutnya dengan Suzuka, dia mengorbankan dirinya demi menyelamatkan Harutora dari shikigami Tsuchigumo milik Suzuka, menyatakan dirinya sebagai shikigami. Hokuto sebenarnya shikigami Natsume, yang digunakan sebagai perantara untuk mendekati Harutora. &#039;Kematian&#039; Hokuto adalah apa yang diberitahukan pada Harutora sebagai shikigami Natsume. Dia membagikan namanya dengan shikigami lain yang dipanggil Hokuto yang merupakan sesosok naga.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Suzuka Dairenji&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Suzuka.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Orang termuda dalam Dua belas Pemimpin Suci yang dijuluki &amp;quot;anak berbakat&amp;quot;. Dia diincar sebagai kriminal karena penelitian dan menggunakan sihir terlarang. Dia mengunjungi kota demi mencari Natsume untuk menawarkan dirinya dalam Ritual Taizan Fukun untuk menghidupkan kembali kakaknya. Dia meneliti Yakou Tsuchimikado dan Ritual Taizan Fukun demi menghidupkan kakaknya lagi. Ini menuntunnya ke dalam pertikaian dengan perwakilan Onmyouji. Walaupun menjadi Onmyouji yang sangat kuat, dia diperlakukan sebagai Pemimpin Suci terlemah karena pernyataan Reiji Kagami. Dia adalah putri Shidou Dairenji. Dia berdosa karena tindakannya yang membawa menuju kematian Hokuto tetapi Harutora melepaskannya dari dosanya ketika dia memberitahu kalau Hokuto dikendalikan dari jarak jauh oleh penggunanya. Sebagian besar sihirnya disegel oleh Perwakilan Onmyouji dan dia kemudian mendaftarkan diri di Akademi Onmyouji sebagai hukuman atas insiden di kota sebelah. Dia memiliki perasaan suka pada Harutora.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Touji Ato&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Touji.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Mantan penjahat dan teman terbaik Harutora dari sekolah. Dia mampu merasakan roh tertentu dan banyak mengetahui tentang Onmyouji. Dia adalah korban Kehancuran Spiritual dari dua tahun lalu. Dokter ayah Harutora merawatnya walau setelah pengaruhnya tersisa. Dia menyadari cara sebelum Harutora kalau Natsume adalah seseorang yang mengendalikan Hokuto. Dia mendaftar ke Akademi Onmyouji di Tokyo bersama dengan Harutora. Dia biasanya membantu kapanpun  dia mendapat masalah. Dia selalu terlihat mengenakan syal hijau. Dua tahun sebelum cerita, diungkapkan kalau dia dirasuki oleh Ogre yang menyebabkan Kehancuran Spiritual. Jadi, pada akhirnya dia menjadi Setengah Ogre dan sekarang mencoba memperoleh kendali untuk menahan Ogre dalam dirinya. Alasan kenapa dia mendaftar ke Akademi Onmyouji adalah untuk membersihkan Ogre dalam dirinya.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Terjemahan==&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap chapter (setelah diedit) harus sesuai dengan pedoman format umum.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|Format Umum/Mode Pedoman]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Pedoman dan Terminologi|Pedoman Proyek Spesifik: Nama dan Terminologi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Halaman Pendaftaran===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah diminta untuk [[Tokyo Ravens (Indonesia):Halaman Registrasi|mendaftar]] bab/chapter yang ingin mereka kerjakan.&#039;&#039;&#039;&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ini merupakan terjemahan &#039;&#039;second hand&#039;&#039; dari bahasa [[Tokyo Ravens|inggris]], bila anda mampu berbahasa jepang dengan baik, sangat dipersilahkan.&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Dan mohon hubungi dulu dengan penerjemah yang aktif kalau ingin berkontribusi. Jika penerjemah tidak ada atau tidak aktif dalam 3 bulan boleh diambil alih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Feedback Forum===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Update==&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;overflow:auto; max-height: 150px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
*22 Maret 2017 - Volume 2 Chapter 3 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*08 Maret 2017 - Volume 2 Chapter 2 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*17 Februari 2017 - Volume 2 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*13 Desember 2016 - Volume 1 Chapter 4 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*28 November 2016 - Volume 1 Chapter 3 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*21 Oktober 2016 - Volume 1 Chapter 2 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*12 Maret 2016 - Volume 1 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*11 Maret 2016 - Pembaharuan Halaman&lt;br /&gt;
*25 Juni 2013 - Teaser&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039; oleh Kōhei Azano==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 1 - SHAMAN*CLAN===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 1|Chapter 1 - Putra dari Keluarga Cabang]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 2|Chapter 2 - Dimulainya Pemujaan]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 3|Chapter 3 - Tentara Iblis Berlapis Baja]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 4|Chapter 4 - Keturunan Tsuchimikado]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr1 cover cut.jpg|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2 - RAVEN&amp;quot;s NEST===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 1|Chapter 1 - Gagak Muda Akademi]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 2|Chapter 2 - Ekor dan Telinga]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 3|Chapter 3 - Pertikaian Shikigami]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 4|Chapter 4 - Kodoku]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 5|Chapter 5 - Oni Berlengan Satu]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr2-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3 - cHimAirA DanCE===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 1|Chapter 1 - A New Beginning]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 2|Chapter 2 - Spring Tempest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 3|Chapter 3 - Living Spirits]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 4|Chapter 4 - Destroying the Nue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 5|Chapter 5 - Starting Point]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr3-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4 - KEMBALINYA GADIS-GADIS &amp;amp; hari-hari dalam sarang I===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume4_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 1|Chapter 1 - Star Raid]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 2|Chapter 2 - The Rumored Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 3|Chapter 3 - The Girl&#039;s Next Step]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Short|Short - Chicks In The Nest Prologue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 1|Story 1 - Frog Day]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 2|Story 2 - The Men&#039;s Capriccio]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 3|Story 3 - Escape From Dougenzaka]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 4|Story 4 - Bloody Holiday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr4-cover-cut.jpeg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 5 - hari-hari dalam sarang II &amp;amp; GADIS-GADIS LAGI===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume5_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 1|Chapter 1 - Chicks In The Nest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 1|Story 1 - The Snowscape of the Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 2|Story 2 - Winter Day&#039;s Dinner]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 3|Story 3 - The Tail of Duty]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 4|Story 4 - Cold Memory in Dark]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 2|Chapter 2 - Practical Skills Training Camp]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 3|Chapter 3 - Six People&#039;s Conference]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 4|Chapter 4 - The Girl&#039;s Determination]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr5-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 6 - Black Shaman ASSAULT===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume6_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 1|Chapter 1 - Under The Rainy Season&#039;s Overcast Sky]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 2|Chapter 2 - Letter of Challenge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 3|Chapter 3 - Onmyouji, Visiting]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 4|Chapter 4 - Breaking Through the Enemy Line]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 5|Chapter 5 - Competition of Magic]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr6-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7 - _DARKNESS_EMERGE_===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume7_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 1|Chapter 1 - Encounter]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 2|Chapter 2 - An Old Clue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 3|Chapter 3 - Twin-Horned Syndicate]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 4|Chapter 4 - Higekiri]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 5|Chapter 5 - Darkness Emerge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr7-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 8 - over-cry===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume8_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 1|Chapter 1 - Entanglement]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 2|Chapter 2 - The Waking Darkness]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 3|Chapter 3 - Natsume and Kyouko]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 4|Chapter 4 - Revelation]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 5|Chapter 5 - The Tsuchimikado Girl]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr8-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 9 - to The DarkSky===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume9_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 1|Chapter 1 - Death]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 2|Chapter 2 - In the Night]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 3|Chapter 3 - Bared Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 4|Chapter 4 - Counterattack]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr9-cover-cut.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 10 - BEGINS/TEMPLE===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume10_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 1|Chapter 1 - Rabbit from the Temple of Darkness]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 01|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 2|Chapter 2 - Visitors]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 02|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 3|Chapter 3 - Sacred Ground for Conspiracy]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 03|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 4|Chapter 4 - Onmyouji at the Mountain]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 04|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 5|Chapter 5 - Cursed Temple on Fire]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr10-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 11 - change:unchange===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume11_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 1|Chapter 1 - Past and Present]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 2|Chapter 2 - Future and Everyday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 3|Chapter 3 - Time to Hunt]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 4|Chapter 4 - Those Sharpening their Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 5|Chapter 5 - Blue and Pink]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr11-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 12 - Junction of STARs===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume12_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 1|Chapter 1 - Omens of the Banquet]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 2|Chapter 2 - Scenery of Old]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 4|Chapter 4 - Meteor Flurry]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr12-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 13 - COUNT&amp;gt;DOWN===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume13_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 1|Chapter 1 - Dark Clouds Yonder]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 2|Chapter 2 - Omens of the Storm]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 3|Chapter 3 - Dissonance]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 4|Chapter 4 - Journey]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 5|Chapter 5 - Interweaving Travels]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr13-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 14 - EMPEROR.ADVENT===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume14_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 1|Chapter 1]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 2|Chapter 2]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 4|Chapter 4]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr14_001.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===BD Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Supervisor: [[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
* Pengawas Proyek: [[user:Baka-Tsuki Update Indonesia|Baka-Tsuki Update Indonesia]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Penerjemah====&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Aktif&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
*[[user:Ran|Ran]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Konstributor (tidak aktif)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Adipratama|Adipratama]]&lt;br /&gt;
*[[user:Rarara97|Rarara97]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Editor====&lt;br /&gt;
*[[user:Isko|Isko]] (selalu on time, jika diperlukan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Tinjauan Serial==&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 1 SHAMAN*CLAN ---(May 20, 2010, ISBN 978-4-8291-3519-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 2 RAVEN&#039;s NEST ---(September 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3552-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 3 cHImAirA DanCE ---(December 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3592-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 4 GIRL RETURN &amp;amp; days in nest I ---(May 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3637-9)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 5 days in nest II &amp;amp; GIRL AGAIN ---(July 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3657-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 6 Black Shaman ASSAULT ---(October 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3688-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 7 _DARKNESS_EMERGE_ ---(May 19, 2012, ISBN 978-4-8291-3757-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 8 over-cry ---(October 20, 2012, ISBN 978-4-8291-3809-0)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 9 to The DarkSky ---(March 19, 2013, ISBN 978-4-8291-3865-6)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 10 BEGINS/TEMPLE ---(October 19, 2013, ISBN 978-4-0471-2911-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 11 change:unchange ---(April 19, 2014, ISBN 978-4-0407-0087-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 12 Junction of STARs ---(November 20, 2014, ISBN 978-4-04-070139-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 13 COUNT&amp;gt;DOWN ---(March 20, 2015, ISBN 978-4-04-070524-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 14 EMPEROR.ADVENT ---(December 19, 2015, ISBN 978-4-04-070525-5)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX1 party in nest ---(July 20, 2013, ISBN 978-4-8291-3909-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX2 seasons in nest ---(February 20, 2014, ISBN 978-4-0407-0030-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX3 memories in nest ---(September 19, 2015, ISBN 978-4-04-070523-1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;br /&gt;
[[Category:Kouhei Azano]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=515587</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=515587"/>
		<updated>2017-03-22T13:42:28Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Update */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Teaser|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr1_cover_cut.jpg|thumb|x400px|Cover for Volume 1]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039; (東京レイヴンズ) adalah light novel Jepang yang ditulis oleh [[:Category:Kouhei Azano|Kōhei Azano]] dan diilustrasikan oleh Sumihei. Serial ini diadaptasi dalam bentuk manga di tahun 2010. Sekitar 24 episode adaptasi anime tayang di jepang mulai tanggal 8 Oktober 2013 sampai 26 Maret 2014, yang meliputi Volume 1 sampai 9, kecuali beberapa cerita pendek dari Volume 4 dan Volume 5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; juga tersedia dalam bahasa berikut:&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Français|Français (French)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo_Ravens_~Russian_Version~|Русский (Russian)]]&lt;br /&gt;
*[https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_Italiano Italian]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Spanish|Español ]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
Tsuchimikado Harutora lahir dalam sebuah keluarga Onmyouji kelas atas, namun dia tidak bisa melihat &amp;quot;energi roh&amp;quot;. Berkat itu, dia telah menikmati kehidupan sehari-hari yang tenang dengan teman-temannya di SMA biasa. Suatu hari, teman masa kecilnya Tsuchimikado Natsume yang merupakan ahli waris keluarga utama, tiba-tiba menghilang. Apakah ini akan menyebabkan takdirnya mulai terlepas!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Lainnya==&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Genre&#039;&#039;&#039;: Action, Romance, Comedy, Supernatural&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Judul Asli&#039;&#039;&#039;: 東京レイヴンズ&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Penulis&#039;&#039;&#039;: Kōhei Azano&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Illustrator&#039;&#039;&#039;: Sumihei&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Volume yang telah dipublikasikan&#039;&#039;&#039;: 1-14, EX 1-3&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Status&#039;&#039;&#039;: Masih berlanjut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Perkenalan Karakter==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;collapsible collapsed&amp;quot; style=&amp;quot;text-align:left; margin:5px 20px clear:both; font-size:100%; background:transparent; width:100%;&amp;quot;&lt;br /&gt;
! style=&amp;quot;background:#cee0f2;&amp;quot; align=&amp;quot;center&amp;quot;| &#039;&#039;&#039;Peringatan mengandung Spoiler!&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Harutora Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Harutora.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Karakter utama dan putra keluarga percabangan klan Tsuchimikado. Meski lahir dalam keluarga Onnyouji yang berbeda, dia tidak memiliki kekuatan sihir. Dia telah hidup normal dan mengubur kembali hidupnya yang mengingat kalau dia tidak bisa melakukan apapun tanpa kekuatan sihir. Saat dia kecil, dia berjanji dengan Natsume untuk menjadi shikigami dan melindunginya. Setelah menyaksikan kematian Hokuto, dia menjadi shikigami Natsume demi menepati janji yang dia buat beberapa tahun lalu. Dia terlihat mempunyai semacam &#039;Nasib sial&#039; yang dia anggap sebagai kutukan kuno yang ditinggalkan oleh leluhurnya. Dia benar-benar lemah dalam belajar dan biasanya diajari oleh Natsume untuk menjauhkan diri setahun.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Natsume Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Natsume.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora dan putri keluarga utama klan Tsuchimikado. Dia adalah anak Onmyouji yang bersekolah di Tokyo dan suka menghabiskan uang. Selama liburan musim panas, dia datang ke kota Harutora untuk mengganggu kehidupan tenangnya dengan tanggung jawab pada janji yang Harutora buat dulu yang telah mengenalnya. Dia adalah ahli waris keluarga Tsuchimikado dan dianggap menjadi reinkarnasi Yakou Tsuchimikado. Sebagai tradisi keluarga, dirinya saat ini menyamar sebagai laki-laki di depan keluarga Onmyouji lain. Dia punya shikigami tipe Gohou yang dipanggil Hokuto, roh naga sejati yang melayani keluarga Tsuchimikado dari generasi ke generasi. Dia sangat peduli dengan reputasi keluarganya dan menanggung beban menjadi ahli waris klan Tsuchimikado berikutnya. Setelah insiden dengan Suzuka Dairenji, dia mengenakan pita yang sama dengan Hokuto yang diberikan oleh Harutora saat memenangkan permainan tembak. Dia peduli dengan Harutora dan jatuh cinta padanya sejak kecil.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Hokuto&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Hokuto.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora. Dia akrab dengan Harutora dan benar-benar cemburu ketika Harutora dicium oleh Suzuka. Selama pertemuan berikutnya dengan Suzuka, dia mengorbankan dirinya demi menyelamatkan Harutora dari shikigami Tsuchigumo milik Suzuka, menyatakan dirinya sebagai shikigami. Hokuto sebenarnya shikigami Natsume, yang digunakan sebagai perantara untuk mendekati Harutora. &#039;Kematian&#039; Hokuto adalah apa yang diberitahukan pada Harutora sebagai shikigami Natsume. Dia membagikan namanya dengan shikigami lain yang dipanggil Hokuto yang merupakan sesosok naga.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Suzuka Dairenji&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Suzuka.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Orang termuda dalam Dua belas Pemimpin Suci yang dijuluki &amp;quot;anak berbakat&amp;quot;. Dia diincar sebagai kriminal karena penelitian dan menggunakan sihir terlarang. Dia mengunjungi kota demi mencari Natsume untuk menawarkan dirinya dalam Ritual Taizan Fukun untuk menghidupkan kembali kakaknya. Dia meneliti Yakou Tsuchimikado dan Ritual Taizan Fukun demi menghidupkan kakaknya lagi. Ini menuntunnya ke dalam pertikaian dengan perwakilan Onmyouji. Walaupun menjadi Onmyouji yang sangat kuat, dia diperlakukan sebagai Pemimpin Suci terlemah karena pernyataan Reiji Kagami. Dia adalah putri Shidou Dairenji. Dia berdosa karena tindakannya yang membawa menuju kematian Hokuto tetapi Harutora melepaskannya dari dosanya ketika dia memberitahu kalau Hokuto dikendalikan dari jarak jauh oleh penggunanya. Sebagian besar sihirnya disegel oleh Perwakilan Onmyouji dan dia kemudian mendaftarkan diri di Akademi Onmyouji sebagai hukuman atas insiden di kota sebelah. Dia memiliki perasaan suka pada Harutora.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Touji Ato&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Touji.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Mantan penjahat dan teman terbaik Harutora dari sekolah. Dia mampu merasakan roh tertentu dan banyak mengetahui tentang Onmyouji. Dia adalah korban Kehancuran Spiritual dari dua tahun lalu. Dokter ayah Harutora merawatnya walau setelah pengaruhnya tersisa. Dia menyadari cara sebelum Harutora kalau Natsume adalah seseorang yang mengendalikan Hokuto. Dia mendaftar ke Akademi Onmyouji di Tokyo bersama dengan Harutora. Dia biasanya membantu kapanpun  dia mendapat masalah. Dia selalu terlihat mengenakan syal hijau. Dua tahun sebelum cerita, diungkapkan kalau dia dirasuki oleh Ogre yang menyebabkan Kehancuran Spiritual. Jadi, pada akhirnya dia menjadi Setengah Ogre dan sekarang mencoba memperoleh kendali untuk menahan Ogre dalam dirinya. Alasan kenapa dia mendaftar ke Akademi Onmyouji adalah untuk membersihkan Ogre dalam dirinya.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Terjemahan==&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap chapter (setelah diedit) harus sesuai dengan pedoman format umum.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|Format Umum/Mode Pedoman]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Pedoman dan Terminologi|Pedoman Proyek Spesifik: Nama dan Terminologi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Halaman Pendaftaran===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah diminta untuk [[Tokyo Ravens (Indonesia):Halaman Registrasi|mendaftar]] bab/chapter yang ingin mereka kerjakan.&#039;&#039;&#039;&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ini merupakan terjemahan &#039;&#039;second hand&#039;&#039; dari bahasa [[Tokyo Ravens|inggris]], bila anda mampu berbahasa jepang dengan baik, sangat dipersilahkan.&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Dan mohon hubungi dulu dengan penerjemah yang aktif kalau ingin berkontribusi. Jika penerjemah tidak ada atau tidak aktif dalam 3 bulan boleh diambil alih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Feedback Forum===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Update==&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;overflow:auto; max-height: 150px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
*22 Maret 2017 - Volume 2 Chapter 3 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*08 Maret 2017 - Volume 2 Chapter 2 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*17 Februari 2017 - Volume 2 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*13 Desember 2016 - Volume 1 Chapter 4 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*28 November 2016 - Volume 1 Chapter 3 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*21 Oktober 2016 - Volume 1 Chapter 2 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*12 Maret 2016 - Volume 1 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*11 Maret 2016 - Pembaharuan Halaman&lt;br /&gt;
*25 Juni 2013 - Teaser&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039; oleh Kōhei Azano==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 1 - SHAMAN*CLAN===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 1|Chapter 1 - Putra dari Keluarga Cabang]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 2|Chapter 2 - Dimulainya Pemujaan]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 3|Chapter 3 - Tentara Iblis Berlapis Baja]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 4|Chapter 4 - Keturunan Tsuchimikado]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr1 cover cut.jpg|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2 - RAVEN&amp;quot;s NEST===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 1|Chapter 1 - Gagak Muda Akademi]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 2|Chapter 2 - Ekor dan Telinga]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 3|Chapter 3 - Shikigami Showdown]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 4|Chapter 4 - Kodoku]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 5|Chapter 5 - One-Armed Oni]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr2-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3 - cHimAirA DanCE===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 1|Chapter 1 - A New Beginning]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 2|Chapter 2 - Spring Tempest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 3|Chapter 3 - Living Spirits]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 4|Chapter 4 - Destroying the Nue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 5|Chapter 5 - Starting Point]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr3-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4 - KEMBALINYA GADIS-GADIS &amp;amp; hari-hari dalam sarang I===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume4_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 1|Chapter 1 - Star Raid]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 2|Chapter 2 - The Rumored Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 3|Chapter 3 - The Girl&#039;s Next Step]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Short|Short - Chicks In The Nest Prologue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 1|Story 1 - Frog Day]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 2|Story 2 - The Men&#039;s Capriccio]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 3|Story 3 - Escape From Dougenzaka]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 4|Story 4 - Bloody Holiday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr4-cover-cut.jpeg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 5 - hari-hari dalam sarang II &amp;amp; GADIS-GADIS LAGI===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume5_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 1|Chapter 1 - Chicks In The Nest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 1|Story 1 - The Snowscape of the Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 2|Story 2 - Winter Day&#039;s Dinner]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 3|Story 3 - The Tail of Duty]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 4|Story 4 - Cold Memory in Dark]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 2|Chapter 2 - Practical Skills Training Camp]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 3|Chapter 3 - Six People&#039;s Conference]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 4|Chapter 4 - The Girl&#039;s Determination]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr5-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 6 - Black Shaman ASSAULT===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume6_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 1|Chapter 1 - Under The Rainy Season&#039;s Overcast Sky]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 2|Chapter 2 - Letter of Challenge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 3|Chapter 3 - Onmyouji, Visiting]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 4|Chapter 4 - Breaking Through the Enemy Line]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 5|Chapter 5 - Competition of Magic]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr6-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7 - _DARKNESS_EMERGE_===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume7_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 1|Chapter 1 - Encounter]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 2|Chapter 2 - An Old Clue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 3|Chapter 3 - Twin-Horned Syndicate]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 4|Chapter 4 - Higekiri]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 5|Chapter 5 - Darkness Emerge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr7-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 8 - over-cry===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume8_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 1|Chapter 1 - Entanglement]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 2|Chapter 2 - The Waking Darkness]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 3|Chapter 3 - Natsume and Kyouko]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 4|Chapter 4 - Revelation]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 5|Chapter 5 - The Tsuchimikado Girl]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr8-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 9 - to The DarkSky===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume9_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 1|Chapter 1 - Death]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 2|Chapter 2 - In the Night]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 3|Chapter 3 - Bared Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 4|Chapter 4 - Counterattack]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr9-cover-cut.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 10 - BEGINS/TEMPLE===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume10_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 1|Chapter 1 - Rabbit from the Temple of Darkness]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 01|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 2|Chapter 2 - Visitors]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 02|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 3|Chapter 3 - Sacred Ground for Conspiracy]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 03|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 4|Chapter 4 - Onmyouji at the Mountain]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 04|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 5|Chapter 5 - Cursed Temple on Fire]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr10-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 11 - change:unchange===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume11_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 1|Chapter 1 - Past and Present]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 2|Chapter 2 - Future and Everyday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 3|Chapter 3 - Time to Hunt]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 4|Chapter 4 - Those Sharpening their Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 5|Chapter 5 - Blue and Pink]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr11-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 12 - Junction of STARs===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume12_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 1|Chapter 1 - Omens of the Banquet]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 2|Chapter 2 - Scenery of Old]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 4|Chapter 4 - Meteor Flurry]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr12-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 13 - COUNT&amp;gt;DOWN===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume13_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 1|Chapter 1 - Dark Clouds Yonder]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 2|Chapter 2 - Omens of the Storm]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 3|Chapter 3 - Dissonance]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 4|Chapter 4 - Journey]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 5|Chapter 5 - Interweaving Travels]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr13-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 14 - EMPEROR.ADVENT===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume14_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 1|Chapter 1]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 2|Chapter 2]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 4|Chapter 4]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr14_001.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===BD Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Supervisor: [[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
* Pengawas Proyek: [[user:Baka-Tsuki Update Indonesia|Baka-Tsuki Update Indonesia]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Penerjemah====&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Aktif&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
*[[user:Ran|Ran]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Konstributor (tidak aktif)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Adipratama|Adipratama]]&lt;br /&gt;
*[[user:Rarara97|Rarara97]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Editor====&lt;br /&gt;
*[[user:Isko|Isko]] (selalu on time, jika diperlukan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Tinjauan Serial==&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 1 SHAMAN*CLAN ---(May 20, 2010, ISBN 978-4-8291-3519-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 2 RAVEN&#039;s NEST ---(September 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3552-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 3 cHImAirA DanCE ---(December 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3592-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 4 GIRL RETURN &amp;amp; days in nest I ---(May 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3637-9)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 5 days in nest II &amp;amp; GIRL AGAIN ---(July 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3657-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 6 Black Shaman ASSAULT ---(October 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3688-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 7 _DARKNESS_EMERGE_ ---(May 19, 2012, ISBN 978-4-8291-3757-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 8 over-cry ---(October 20, 2012, ISBN 978-4-8291-3809-0)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 9 to The DarkSky ---(March 19, 2013, ISBN 978-4-8291-3865-6)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 10 BEGINS/TEMPLE ---(October 19, 2013, ISBN 978-4-0471-2911-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 11 change:unchange ---(April 19, 2014, ISBN 978-4-0407-0087-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 12 Junction of STARs ---(November 20, 2014, ISBN 978-4-04-070139-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 13 COUNT&amp;gt;DOWN ---(March 20, 2015, ISBN 978-4-04-070524-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 14 EMPEROR.ADVENT ---(December 19, 2015, ISBN 978-4-04-070525-5)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX1 party in nest ---(July 20, 2013, ISBN 978-4-8291-3909-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX2 seasons in nest ---(February 20, 2014, ISBN 978-4-0407-0030-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX3 memories in nest ---(September 19, 2015, ISBN 978-4-04-070523-1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;br /&gt;
[[Category:Kouhei Azano]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_3&amp;diff=515586</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 3</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_3&amp;diff=515586"/>
		<updated>2017-03-22T13:37:27Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Bagian 5 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 3 – Pertikaian Shikigami==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah gedung Akademi Onmyou terdapat area luas yang menyaingi sebuah lapangan atletik – sebuah lapangan berlatih sihir yang digunakan untuk khusus melakukan praktik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arena dari lapangan berlatih sihir kurang lebih sekitar tiga sampai empat kalinya lapangan basket, dan memiliki sekitar tiga tingkat, dengan tempat duduk diatas dua meter yang mengelilingi arena tersebut. Terlihat seperti stadium indoor, namun perbedaan besarnya adalah adanya set altar dibagian belakang dan manter dan pola pun tertulis didinding. Dengan tambahan, terdapat pilar hijau muda ditiap-tiap sisi pintu masuk dengan kekuatan magis didalamnya – ditambah tali shimenawa yang menyilangi pilar tersebut untuk melindung bagian luar agar tidak terkena rapalan sihir dari dalam arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian, para murid dari kelas Ohtomo berjalan menuju bangku penonton, melihat-lihat arena sekitar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jadi disini tempat praktik diadakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tempat lain juga memiliki ruangan untuk latihan praktik, tapi ini masih yang terbesar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji melihat-lihat lapangan latihan sihir bawah tanah dari bangku penonton, dan Tenma yang duduk disebelahnya membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berbicara mengenai latihan sihir kelas satu, tempat ini bisa disebut sebagai altar terbesar di negara ini. Dinding  luar dari tempat ini memiliki sihir yang diberikan oleh Onmyouji Nasional Kelas Satu, dan tidak ada sihir terkuat pun yang mampu menembusnya – bahkan bencana spiritual tingkat tiga tak mampu menghancurkannya. Hingga orang-orang dari Agensi Onmyou terkadang datang untuk meminjamnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh suatu keistimewaan bisa datang ke benteng tak tertembuskan ini untuk bertarung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji melengkungkan mulutnya, ber-‘hmph’ ria denga ironis. Walaupun ia suka ikut campur, ia tak menyangka bahwa situasinya akan menjadi seperti &lt;br /&gt;
ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan santai ia melihat-lihat sekitar, mencari posisi Natsume diantara murid-murid yang melihat pertarungan. Ia duduk dibaris kedua dengan sendiri, terpisah dari yang lainnya satu baris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan hingga sekarang, Natsume masih belum menunjukan niatan untuk membantu Harutora. Meskipun ia berpura-pura untuk tenang, kekhawatiran yang ada dihatinya terlihat jelas dalam sekali lihat. Kontradiksi dan penyesalan tertulis diseluruh wajahnya, dan ia melihat dengan fokus ke arah arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, orang-orang menyemangati dan memotivasi Kon dan Kyouko yang telah memanggil kedua Yakshanya sekarang. Ohtomo bersama Harutora sepertinya masih belum siap, dan mereka masih belum muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kelas ini selalu santai seperti ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin guru kita sedikit terlalu santai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu…… aku tidak bisa tidak bilang tidak benar……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma menunjukan senyum miris dan ekspresi susah kepada pertanyaan terus terang Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada akhirnya, dia awalnya bukanlah seorang guru, dan baru saja memulai sebagai guru di Akademi Onmyou semester ini…… Sejujurnya, ia tidak begitu bisa mengajar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa profesi dia sebelumnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia awalnya seorang Investigator Mistis sebelum ia mengundurkan diri karena luka dikakinya, dan ia cukup bagus dibidangnya – begitulah yang dikatakannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seorang Investigator Mistis, huh……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Investigator Mistis – investigator kriminal sihir yang merupakan spesialis dalam sihir anti-personel, spesialis Onmyouji yang membutuhkan kemampuan yang sangat. Sayangnya, kesan yang seharusnya diberikan oleh Touji telah menghilang karena Dairenji Suzuka seolah-olah mereka hanyalah antek-antek atau sekadar karakter tambahan. Tentu saja,  itu semua dikarenakan lawan mereka saat ini terlalu kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, Tenma. Berdasarkan insiden yang terjadi sekarang -  Harutora baru saja memanggil shikigami. Tidakkah reaksi dari Kurahashi Kyouko dan semuanya terlalu berlebihan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh, jika shikigami tersebut adalah shikigami standar reaksi semuanya tidak akan sebegitu terkejutnya, namun itu dikarenakan Harutora-kun telah memanggil shikigami pelindung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Tenma terhadap pertanyaan Touji dengan jujur. Keduanya baru saja berkenalan kemarin, namun hari ini mereka terlihat cukup akrab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingat kemarin kau bilang kalau dikelas hanya Natsue dan Kurahashi Kyouko yang mempunyai shikigami pelindung. Apakah shikigami pelindung itu benar-benar shikigami yang kuat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, tidak sepenuhnya kuat…… Shikigami pelindung dan shikigami tipe pelayan pada dasarnya adalah shikigami yang harus dipanggil setiap saat, jadi hal itu adalah beban berat bagi orang yang mereka layani. Meskipun beban tersebut relatif ringan ketika mereka tidak diwujudkan, mereka masih harus menjaga link dari energi spiritual tersebut setiap saat, jadi seseoran yang tidak memiliki kekuatan magis yang cukup kuat tidak bisa mengontrol shikigami semacam itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, begitu. Singkatnya, kekuatan magis yang tidak kuat tidak akan mampu mengontrolnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, jadi tipe pelayan atau shikigami pelindung seperti semacam symbol status untuk Onmyouji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi itu mengapa semuanya merasa sangat tak menduga orang luar seperti Harutora memiliki shikigami pelindung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menganggukan kepalanya. Lalu, giliran Tenma yang mendekat pada Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Hei, Touji-kun. Sejujurnya, bagaimana kekuatan Harutora-ssan? Aku awalnya percaya bahwa dia hanyalah orang luar, tapi…… Apakah ia benar-benar dibantu karena nama keluarga Tsuchimikado?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma tidak lupa untuk berhati-hati dengan sekitarnya ketika bertanya demikian, dan mata dibalik kacamatanya tak mampu menutupi keinginyahuannya. Touji hanya ber-‘hmph’ ria, mengangkat bahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ekspresi normal orang itu menunjukan bagaimana ia sebenarnya, dan penjaga kecil tersebut hanyalah hadiah perpisahan dari ayahnya ketika dia pergi, jadi dia tidak mengetahui betul bagaimana mengontrolnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia, dia memang terlihat tidak benar-benar bisa mengontrolnya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan dingin nan tajam pun terlihat dari mata Touji, dan mulutnya membentuk senyuman dingin, yang memberikan kesan arogan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika kau meremehkannya karena itu, ada kemungkinan kau akan menyesal karna hal tersebut. Musim panas ini contohnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada Touji berubah, dan Tenma pun tak mampu untuk tidak melihat ke arahnya dan berkata “Huh?”. Namun, Touji tidak mengindahkan tatapan Tenma dan hanya melihat dengan seksama ke arah arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji tidak menyaksikan bagaimana insiden yang disebabkan Dairenji Suzuka musim panas ini terselesaikan sebenarnya. Sesuatu telah terjadi dialtar ‘Bukit Imperial’, namun ia hanya mendengar kejadian tersebut berdasarkan sudut pandang Harutora, jadi ia juga tidak mengerti kekuatan Hrutora yang sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena hal ini, ia cukup tertarik dengan pertikaian shikigami ini terlepas bagaimana hal-hal nanti akan berkembang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma menatap Touji,  tatapannya terlihat kebingungan, masih terlihat kebingungan dengan ‘contoh’ yang dimaksud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Disisi lain, Harutora-kun benar-benar lama. Apa yang ia lakukan?” ia dengan segera mengganti subjek pembicaraan, seolah-olah ia menyadari bahwa Touji tidak berminat melanjutkan pembicaraan. Ekspresi Touji melembut atas sikap Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Meskipun aku seharusnya tidak berkata seperti ini didepan dirimu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika kau ingin berteman dengan orang yang berintelejen, akan terlihat lebih cocok jika kau memiliki hati yang sedikit jahat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apakah itu pujian? Atau suatu hinaan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjelasan singkat tersebut terdengar tidak dapa dimengerti oleh Tenma. Touji tidak merespon, hanya membiarkan senyum lembut muncul pada wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga lalu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, dia disini! ……Huh, ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma melihat ke arah arena dan berteriak, dan Touji juga sedikit memajukan tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Ohtomo, yang secara sukarela menjadi wasit, muncul diarena dimana Kyouko dan Kon menuggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tidak dapat dipastikan secara langsung apakah orang yang jalan memasuki arena Harutora atau bukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kenapa orang itu menggunakan pelindung kendo?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Da-dan bahkan menggunakan pakaian pelindung miasma diatasnya! Itu adalah peralatan &#039;&#039;exorcist&#039;&#039;!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora yang muncul ke tengah-tengah arena muncul dengan menggunakan helm kendo, dengan pelindung dada dan sarung pelindung ditubuhnya dan pakaian luar hitam. Bukan hanya Natsume dan yang lainnya bahkan lawannya Kyouko dan rekannya Kon melebarkan matanya karena terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana keributan muncul ditengah-tengah luasnya lapang latihan sihir, Harutora yang berpakaian aneh pun berjalan lurus menuju tempat dimana Kyouko berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Ohtomo memberikan pedang kayu kepada Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji pun tertawa girang melihat adegan didepannya, dengan segera mengerti apa yang dimaksud Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tidak buruk, sangat seperti gayanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pelan Touji berbicar pada dirinya disamping Tenma yang kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah perasaan yang mewarnai hati Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku murid baru yang baru saja masuk kemarin, dan pemula yang amat sangat minim pengalaman, bukan? Apa metode didalam Akademi Onmyou tidak memiliki akal sehat? Ide jahat macam apa yang direncanakan Ohtomo ini? Adakah Onmyouji serandom ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-kun~? Aku mendengar semua keluhanmu~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menggumamkan komplainnya tanpa henti sebagaimana ia berjalan menuju lapangan latihan sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko dan yang lainnya sudah lama pergi terlebih dahulu ke lapangan latihan sihir ketika ia sedang protes pada Ohtomo. Karena Harutora kerepotan, ia memaksa Kon untuk pergi duluan dan tertinggal sendiri berusaha meyakinkan Ohtomo – namun sayangnya, ia masih gagal dan hanya bisa jalan bersama Ohtomo dengan langkah berat menuju arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei, apa kau serius? Kau tak berencana untuk mengatakan sesuatu dan menengahi semuanya seperti sebelumnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebagai pengajar, tidakkah metodemu terlalu tidak bertanggung jawab?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Harutora terdengar marah, namun itu mungkin bukan hal yang tidak mungkin tidak diduga, dan Ohtomo tidak ada niatan sama sekali untuk menjawabnya pertanyaan tersebut secara langsung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, baiklah, ini tidak buruk. Ngomong-ngomong, kau baru saja masuk akademi dan sudah terasa diisolasi, bukan? Bukankah semua orang berpikir bahwa kau bodoh dan mengabaikanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwah, berpikir bahwa kau tidak peduli sama sekali dengan betapa rapuhnya perasaan murid pindahan, berkata demikian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dikarenakan kau memiliki shikigami pelindung, bukankah kau seharusnya mengambil kesempatan ini untuk menunjukan dirimu, dan mengembalikan reputasimu? Apa kau pikir aku sengaja berencana demikian tanpa benar-benar memikirkan murid-muridku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak sama sekali! Terlebih lagi, aku pasti akan kalah, dan pasti akan menjadi kekalahan yang spektakuler!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak akan bisa membuat omelet tanpa memecahkan telurnya, dan ngomong-ngomong  posisimu tidak akan memburuk bagaimanapun kau membuat malu dirimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu terlalu berlebihan! Apakah itu kata-kata yang dikatakan oleh instruktor?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan salah, Akademi Onmyou mungkin adalah sebuah sekolah, tapi ini hanya sekolah untuk mengajarkan teknik spesial.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Ohtomo dengan senang, tongkat dan kaki palsunya membentuk suara &#039;&#039;‘thump’&#039;&#039; sebagaimana kuduanya membentur lantai. Orang ini benar-benar tidak bisa dipulihkan. Harutora pun membenamkan wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Juga—“ Ohtomo tidak mengubah nadanya yang sembrono. “Natsume-kun adalah murid yang sangat istimewa, terutama shikigaminya. Tidak heran, jika itu adalah hewan penjaga Tsuchimikado, merupakan salah satu hewan spiritual langka yang ada dinegara ini, dan itu sangat kuat meskipun tidak bisa sering digunakan. Onmyouji normal tak akan mampu menyainginya bahkan para spesialis pun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kenapa kau tiba-tiba menyebutkan Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, maksudku adalah Natsume-kun sangat kuat, namun dia masih belum bisa menyaingi salah satu dari Dua Belas Pemimpin Suci. Dia tidak akan mampu mengurusnya jika ia hanya sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tidak mampu berkata-kata untuk sesaat dan ia pun menatap punggung Ohtomo yang berhenti didepannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo pernah sekali memberitahukan bahwa ia tahu informasi-informasi penting, namun Harutora tidak menyangka bahwa dia akan membawa-bawa nama Dairenji diwaktu seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbalik, bibirnya menunjukan senyum mengejek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-kun, kau memanglah orang luar yang tidakk tahu apa-apa, namun kau tidak perlu terlalu merendahkan dirimu sendiri. Kau telah melakukan hal luar biasa bahkan dimata seorang spesialis Onmyouji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku, Aku tidak melakukan apapun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak benar. Sihir yang dimaksud tidak selalu harus terlihat hebat dan kuat, dan sebenarnya, sihir kelas dualah yang paling berpengaruh. Bahkan orang luar yang belum pernah menjumpai sihir pun mampu mengeluarkan sihir tanpa sadar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo mengucapkan kalimat yang sama seperti yang dikatakan kepala sekolah , namun itu masih tidak dapat dipahami oleh Harutora yang tidak mengetahui perbedaan dari sihir kelas satu dan kelas dua sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun Ohtomo tidak terlalu peduli, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan kata lain, tidakkah kepala sekolah berucap sesuatu? Akademi Onmyou tidak akan mengumpulkan murid-murid yang tidak berkompeten apapun alasannya. Terlebih lagi, proses penilaian entah orang itu dikualifikasi atau tidak sangatlah kompleks, bukan sesuatu yang mudah seperti kau yang mengandalkan dirimu pada keputusan yang kau pilih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terdiam, menatap Ohtomo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah orang ini berencana untuk membodohinya dengan kebingungan-kebingungan lainnya? Namun, ucapan Ohtomo menggerakan hatinya dan ia tidak bisa untuk tidak mengindahkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo melangkah maju lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tujuan utamamu adalah menjeadi seorang Onmyouji, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, aku akhirnya merasa teryakinkan ketika mendengar kalimat tersebut. Aku tahu bahwa kau pasti tidak akan menyerah akan tujuanmu yang ingin menjadi Onmyouji, apapun masalah yang akan kau hadapi dimasa depan nanti. Karena itu, jangan terlalu khawatir. Akademi Onmyou telah mengakui kualifikasimu, dan tidak akan bermasalah untuk mencapai cita-citamu selama kau terus tumbuh berkembang sesuai dengan langkahmu sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Thump, thump,&#039;&#039; suara langkah Ohtomo pun terdengar selama dikoridor. Harutora masih berdiri terdiam sejenak dan kemudian ia mengejar Ohtomo yang telah jalan terlebih dahulu didepannya.&lt;br /&gt;
Akademi Onmyou adalah misteri, entah gedungnya, kurikulumnya, murid maupun gurunya. Namun elemen yang paling tak dimengerti diantara semuanya adalah ‘Onmyouji’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, adalah tujuannya untuk menjadi seorang Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menghormati janjinya dengan Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk merealisasikan impian Hokuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ohtomo-sensei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memutuskan keputusannya, memanggil Ohtomo. “Yah?” Ohtommo berbalik lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk pertarungan shikigami nanti……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa? Jangan khawatir, aku akan menghentikannnya dengan segera sebelum kau terluka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menggelengkan kepalanya, mengabaikan candaan Ohtomo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada yang ingin kutanyakan padamu – bisa aku berbicara padamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Harutora meminta permintaanya dan keduanya berbicara, hasilnya adalah Harutora yang mengenakan pakaian perlengkapan kendo dan pelindung miasma sebelum memasuki arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko mengerutkan dahi, dan bahkan Kon terlihat terkejut melihatnya. Harutora pun merasa malu, wajahnya memerah dari balik pelindung wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak berkata aku ingin menggunakan perlengkapan yang berlebihan ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Idiot, dikarenakan aku menyetujui permintaanmu, perlindungan seperti ini adalah normal. Aku yang akan bertanggung jawab jika kau terluka. Ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Ohtomo tertekan, memberikan Harutora pedang kayu. Sebenarnya, pedang kayu ini adalah hal yang diminta oleh Harutora pada Ohtomo -  lebih tepatnya, ia hanya menginginkan ‘senjata’ ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku telah memberikan sedikit mantera pada pedang kayunya juga pelindungmu. Jadi bahkan jika kau terpukul pada bagian kepala. Kau tidak akan terbelah menjadi dua dengan pedang kayumu. Berterimakasihlah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-iya, terima kasih sensei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mencoba mengayunkan pedang kayunya setelah ia menerimanya. Ia pernah sedikit berlatih kendo saat sekolah menengah pertama pada kelas edukasi fisik, namun setidaknya akan lebih nyaman untuknya daripada bertengkar dengan tangan kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Baiklah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menganggukkan kepalanya untuk meyakinkan dirinya dan meninggalkan Ohtomo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha-ha-ha, Harutora-sama? Pakaian itu……?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon tergagu ketika melihat pakaian Harutora. Dengan canggung mengangkat bahu dari balik baju pelindungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar, Kon, ini adalah rencana bertarungku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-iya…… Huh? Rencana bertarung?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, sebenarnya rencananya cukup simpel,  kau fokus pada yang putih dan aku akan melawan yang hitam.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Uh, um, Harutora-sama? Maksudmu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Kon pun penuh dengan kebingungan, ekor tebalnya berayun-ayun khawatir sebagaimana ia tidak tahu bagaimana untuk meresponnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau mainkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Kyouko marah, nadanya sinis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah pertarungan antara shikigami, yang sangat wajar dilakukan ketika latihan praktik. Shikigami yang bertarung dipertarungan ini, bukan pemilik…… Namun aku tidak akan menghentikanmu jika kau masih merasa takut mengenai hal tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diam kau, perawan! Jika kau berani membuka mulutmu lagi—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei! Tenanglah, Kon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari belakang, dengan segera Harutora menahan Kon yang tengah bersiap-siap untuk menyerang, menahan geli yang ia dapatkan dari ekornya dan mengangkatnya. Kaki Kon pun menendang-nendang diudara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha-ha-harutora-sama, tolong lepaskan aku~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama, tolong jangan sela aku! …Kurahashi, kau bilang ‘terserah aku’ tadi, bukan? Jadi kau tidak keberatan jika aku menggunakan senjata?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sungguh menyebalkan. Kau begitu ketakutan dengan shikigamiku bahkan ketika kau memerintah shikigamimu dari jauh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lagipula, mereka memiliki katana dan tombak, dan aku tidak memiliki keberanian untuk melawannya tanpa perlindungan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera Harutora mengakuinya, dan Kyouko menaikan alisnya terkejut, terlihat seperti ia tidak mengerti maksud dari perkataannya. Lalu, matanya melebar sebagaimana ketika ia akhirnya mengerti implikasi yang disampaikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berencana untuk juga turut serta dan bertarung melawan shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-i-i-itu tidak bisa dibiarkan, Harutora-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa yang peduli, bukankah ada dua shikigami disisinya? Ukuran dan badanmu tidak bisa menandingi keduanya, dan juga tak akan ada kemungkinan menang sama sekali jika dua lawan satu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-apa, apa yang kau maksud?! Pertama, tidakkah kau mengetahui bahwa sebagaimana jumlah shikigami bertambah, mengontrolnya juga akan semakin sulit? Jumlah adalah tes kekuatan bagi pemilik, jangan berpikir memiliki shikigami lebih dari satu itu tidak adil!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak bermaksud demikian, aku hanya mengatakan jika denganku, akan menjadi dua lawan dua.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Harutora tenang, namun Kyouko berteriak dengan seraknya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan bercanda! Pemilik macam apa yang begitu bodohnya untuk melawan shikigami! Ini adalah pertarungan shikigami, hanya shikigami yang bertarung!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan aku juga seorang shikigami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Harutora tenang dan objektif dari balik pelindung wajahnya. Kyouko mengeleng-gelengkan kepalanya, tertegun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para murid yang ada di bangku penonton semua ternganga mendegar perkataan Harutora. Tentu saja, Tenma tidak terkecuali, dan reaksi Natsume juga sama. Satu-satunys ysng terkecuali adalah  Touji yang sejak awal tertawa ria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei setuju.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah, sensei?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah otakmu telah hancur?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu terlalu menyakitkan untuk didengar, Kyouko-kun. Namun itu adalah &lt;br /&gt;
tekad yang bagus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Berpikir kau tidak menolaknya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menurunkan Kon dan melirik sekilas ke arah Ohtomo. Kyouko terlihat menemukan bahwa situasi yang berkembang saat ini sulit untuk diterima karena pengakuan telak sang instruktor, dengan pelan bergumam &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Bagaimana hal macam ini terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah waktunya untuk dimulai. Khususnya dikarenakan kau yang menyatakan untuk bertarung terlebih dahulu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Aku tidak akan menentangmu jika kau ingin menghentikan pertarungannya, dikarenakan aku hanya mengikuti kemauanmu untuk bertarung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Harutora sedikit tersenyum, dan Kyouko menggertakkan giginya ketika ia melihatnya, sangat marah sehinnga seluruh tubuhnya bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, dengan cepat ia mengangkat kepalanya, melihat ke arah bangku penonton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume-kun, apakah ini termasuk cara Tsuchimikado? Kau tidak berencana &lt;br /&gt;
untuk menghentikannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ugh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume yang tiba-tiba ditanya pun menjadi kaku, tatapannya pun semakin gugup seolah-olah ia sedang dihukum mati dan diberikan pistol untuk eksekusinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume-kun!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tidak menjawab teriakan Kyouko. Matanya dengan segera berganti arah ke Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Harutora sama sekali tidak melihat ke arah Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terlalu berlebihan. Akulah orang yang bertarung denganmu, bukan Natsume.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko mengembalikan tatapannya ke arah Harutora karena sikap sembarangnya. Ia tanpa berkata menatap Harutora cukup lama seolah-olah sedang memecahkan keraguannya dan akhirnya memanggil nama penjaganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua Yaksha menunjukan dirinya kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para murid yang ada dibangku penonton pun mulai bersorak, dan Natsume yang mengobservasi keadaan dari samping pun turut ikut berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku tidak akan peduli jika sesuatu terjadi pada dirimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Kyouko sedikit memucat ketika ia memberikan peringatan tersebut, namun Harutora tidak membalas, mengayukan kembali pedang kayunya untuk mengonfirmasi rasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha-ha-ha, Harutora-sama. Maafkan kesalahanku, namun aku tidak bisa menyetujui rencana ini, ini tanggung jawabku untuk bertarung dengan musuh, jadi jika Harutora-sama berkenan untuk mundur……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Harutora pendek, tak mengindahkan permohonan Kon—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Namun, tatapannya terlihat rileks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada akhirnya, aku tidak mengerti metode penggunaan shikigami sama sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ja-ja-jangan biarkan masalah kecil mengganggumu, Harutor-sama…….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, tapi itu juga tak berguna. Meskipun jika aku tidak mengerti cara untuk menggunakan shikigami, aku masih harus menemukan cara lain untuk dengan caraku sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata seperti itu, Harutora menaruh tangannya diatas kepala mungil shikigaminya, menepuk pelan dua kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi aku ingin mencoba metode yang paling umum terlebih dahulu. Aku sama sekali tidak ada niatan untuk tidak memercayaimu, dan juga setidaknya aku ada kesempatan untuk mundur nanti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ta-ta-tapi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan pasang ekspresi seperti itu, setidaknya aku memiliki sedikit pengalaman bertarung, aku mengandalkanmu, teman.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon menatap Harutora, kekhawatirn muncul wajah polosnya. Eberapa saat kemudian, ia mengeratkan bibirnya dan dengan perlahan berbalik menghadap Kyouko dan shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Hei, apa dia serius?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin, orang itu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana para murid menonton pertarungan dari bangku penonton dengan saling berbisik, suara diskusi mereka pun terdengar semakin berisik. Suara yang awalnya terdengar tidak puas dan meremehkan kini berubah menjadi keterkejutan dan penantian. Suara pun muncul dimana-mana, dan dengan sengaja ia mengalihkan pikirannya dari hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia membiarkan kesadarannya fokus pada pertarungan yang akan ia hadapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berharap untuk mendapatkan setidaknya pengalaman berguna dari pertarungan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sepertinya kedua belah pihak telah bersedia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Ohtomo menyadarinya, suaranya menggema ke seluruh arena, dan suasana pun untuk sementara menjadi hening.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu – Mulai!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertikaian shikigami pun dimulai ketika perintah terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini buruk, aku hampir tak kuasa untuk melihatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menatap dengan intens pada pertarungan yang ada diarena dari balik bayangan pilar dibelakang bangku penonton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua Yaksha yang dikontrol oleh Kyouko saat ini sedang bertarung dengan sengit melawan Harutora dan Kon. Namun shikigaami Kyouko terlihat seperti tidak terlalu gesit dalam melawannya, mungkin dikarenakan lawan mereka adalah manusia, dan Kon tidak bisa fokus dengan lawannya karena ia khawatir dengan Harutora. Hanya Harutora seorang yang bertekad, namun Harutora terguling ke tanah setelah terpental oleh tombak shikigami hitam – Kokufuu – .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu shikigami yang dipilih oleh sang raja?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sang Raja Bintang Utara masih belum terbangun dan hanyalah seorang anak remaja biasa saat ini. Sudah menjadi emosi manusia untuk memiliki seseorang yang ada disisinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun berpiki bahwa ia akan memilih pemuda rendahan seperti itu, sungguh mengecewakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sangat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia sangatlah tidak senang, bahkan merasa marah. Ia merasa bukan hanya kemahsyuran yang terdapat pada sang Raja Bintang Utara saja tapi juga idealisme dan kesetiaan yang ia berikan hanya untuk sang raja kini seperti terinjak-injak dan kotor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika sang raja bangkit, ia dengan segera akan memperbaiki kejelekannya ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun seberapa cepat itu akan terjadi, ia tidak bisa membiarkan sang raja melakukan aksi rendahan. Ia tidak bisa menoleransi aksi tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harus ada seseorang yang ada disisi sang raja untuk menuntun tindakannya sampai sang raja bangkit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, ia percaya bahwa hanya dirinyalah yang mampu untuk menanggung tanggung jawab tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau pikirkan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora telah melepas pelindung yang dikenakannya setelah pertarungan selesai dan duduk dibangku yang ada diruang ganti. Natsume segera beranjak pergi dari kursi penonton dengan momentum yang hampir membuatnya terlihat terbang. Hanya Harutora dan Kon yang ada diruang ganti. Touji juga datang untuk menemui Harutora diruang ganti, namun datang lebih lambat dari Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang aku pikirkan…… apa yang kau maksud?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja yang aku maksud adalah pertarungan tadi! Berpikir bahwa kau akan turut serta dan bertarung melawan shikigami, apa kau gila? Apa yang akan kau lakukan jika kau terluka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itulah mengapa aku berpakaian seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak berguna! Terlebih karena lawanmu adalah Yaksha, kau bisa saja kehilangan nyawamu jika kau ceroboh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume sangat marah, wajahnya memerah sebagaimana ia memarahinya. Harutora menautkan alisnya dan menutup mulutnya sebagaimana ia terduduk dibangku, dikarenakan ia telah kalah telak tadi dan tidak berada diposisi untuk membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasil dari pertarungan tidak jauh dari dugaan orang-orang, dan Harutora telah kalah dengan spektakulernya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shikigami pelindung Kyouko, Hakuou dan Kokufuu bukanlah lawan yang dapat disaingi dengan kemampuan gerakan dan bertarung. ‘Shikigami model-G’ yang dijual oleh Agensi Onmyou memiliki kemampuan bertarung dan teknik bahkan walau tidak bersenjata, dan Hakuou dan Kokufuu telah menguasai kemampuan tombak dan pedang masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, mereka mengandalkan pada kemampuan pengendalian pemiliknya untuk menggunakan kemampuan tersebut. Kemampuan Kyouko dalam mengendalikan cukup bagus hingga ia mampu mengendalikan keduanya sekaligus. Kyouko dengan jelas terlihat ragu-ragu pada awal pertarungan dikarenakan lawannya yang seorang manusia., namun entah ia mengubah pemikirannya segera atau mereasa jengkel dengan permainan Harutora, ia berhenti untuk mengasihani dan Harutora dan Kon pun tak mampu menangkis serangan kuatnya. Tentu saja, Kyouko memukul dengan bagian belakang pedang sejak awal. Ia membuat shikigaminya dengan cekatan menggunakan ujung tombak untuk menyerang Harutora, melemparnya, menyudutkan, dan memukul sesukanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penonton yang berdiri untuk melihatnya dengan napas yang tertahan sejak awal berakhir dengan candaan dan tawa yang ironis; diantara mereka, Touji adalah orang yang tertawa paling kencang……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kau tidak melawan balik lebih serius! Aku tidak setuju dengan yang dikatakan Kurahashi Kyouko, tetapi mengayunkan pedang kayu dan berdiri arena pertarungan bersama dengan shikigamimu adalah tindakan yang memalukan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku, aku sangat serius.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau benar-benar berpikir bahwa pertarungan tadi itu ‘serius’!? Kau diolok-olok dan orang-orang yang menonton menertawaimu…… Tidakkah kau merasa buruk sama sekali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriak Natsume dengan wajah merah, terlihat sangat marah, namun, Harutora merasa sedikit bingung daripada harus introspeksi ataupun menggugahnya. Ia tidak mengerti alasan mengapa Natsume marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, meskipun Natsume bertanya ‘apa kau tidak merasa buruk’, Harutora sebenarnya tidak merasa tidak puas sama sekali, bahkan jika ia kalah dalam pertarungan ini. Setidaknya, rasa tidak berdaya dan kosong yang dirasakannya kemarin tidak memenuhi hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak merasa tidak puas dengan kekalahannya, ataupun ia bermaksud untuk pamer, namun dibandingkan itu dirinya mengalami kemajuan seolah-olah ia telah mendapatkan langkahnya untuk pertama kalinya. Dan sikap Harutora pun dengan sangat menerima kekalahan telah membuat Natsume sangat marah, namun shikigami yang belum berpengalaman dan tidak cukup tanggap, tidak menyadari perubahan halus yang ada dihati tuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ha, Ha-harutora-sama……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon dengan pelan menarik ujung seragam Harutora dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……A-a-a-a-apakah tak apa untuk membiarkannya memarahimu seperti ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Whew, idiot…… Bukankan aku sudah bilang kemarin? Dia adalah pewaris selanjutnya dari keluarga utama, dan aku sekarang adalah shikigaminya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ta-ta-tapi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan tak senang yang lebih dari Harutora pun muncul dari wajah polos sang shikigami, bukan hanya karena kalah, namun juga dikarenakan tak mampu untuk membalas perkataan Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume dengan diam menatap sinis ke arah Kon ketika keduanya saling berbisik. Bahkan Kon pun tak mampu untuk tak diam ketika tatapan bagaikan maut tersebut dilayangkan ke arahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora telah memberitahukan Kon mengenai keadaan Natsume kemarin , dan Kon pasti bisa membedakan Natsume yang berasal dari keluarga utama, bahkan jika sikapnya ke orang selain Harutora tidak berubah sama sekali.&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, ia tetap mencoba untuk membela tuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ta-tadi Harutora-sama kalah dikarenakan pe-pe-pedang kayu yang diberikan oleh Onmyouji palsu tukang senyum itu…… itu pasti bukan karena kemampuan Harutora-sama……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pedang Kayu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume pun tak mampu untuk tidak bertanya ketika mendengar pembelaan Kon, dan Touji yang sejak awal telah menyilangkan tangannya dengan diam pun berbicara seolah-olah ia telah memikirkan sesuatu yang mengejutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi itu masalahnya? Trik tersebut cukup disayangkan. Harutora, kau awalnya berencana untuk menggunakan kesempatan tersebut, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tu-tunggu, apa yang kau katakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak menyadarinya? Sebelum pertarungan berakhir, shikigami hitam &lt;br /&gt;
tersebut menyerang dengan ritme yang cukup monoton, mungkin karena kebiasaan atau karena kecerobohan. Pada saat itu, orang ini menyibukkan dirinya dengan bertahan sambil perlahan memberikan jarak, berencana untuk menghindari serangan tombak dan mengambil kesempatan pada kesempatan tersebut untuk mendekati musuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon mengangguk dengan cepat dari belakang Harutora ketika ia mendengar pemaparan Touji, namun Harutora menolehkan wajahnya malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, Harutora telah menggunakan perbedaan jarak dari kedua senjata, merapatkan jarak diantara keduannya, yang bahkan telah berhasil menarik dan menghindari serangan Kokufuu, dan dengan segera mempersiapkan penyerangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ketika ia sedang memberikan ancang-ancang dan akan menyerang dengan seluruh kemampuannya, pedang kayu yang diayunkannya tiba-tiba retak diudara dari ujung hingga ketengah bagian – dan terlebih lagi, pedang tersebut telah hancur luar dan dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Bukankah itu retak karena ia menyerang senjata lawan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nn…… Aku fokus untuk menyerang tadi, dan sebenarnya aku tidak terlalu yakin dengan apa yang terjadi. Namun sungguh tadi sensei bilang bahwa ia telah ‘memberikan mantera’ pada pedang tersebut, dan itu kemungkinan disebabkan akumulasi bertahap dari guncangan yang telah dialami sebelumnya. Itu hanya menunjukan bahwa serangan lawan begitu kuat, jadi aku tidak bisa melakukan perlawanan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bu-bukan itu masalahnya, ini adalah kesalahan Onmyouji pa-pa-palsu tersebut!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Onmyouji palsu…… Ketika pedang kayu itu patah, aku juga merasa marah pada guru sialan itu. Tapi tetap, ini hanyalah sebuah ketidakberuntungan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tersenyum getir, mencoba menenangkan amarah yang menguar dari shikigaminya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tanpa sadar ia melirik Natsume dan menyadari bahwa wajah teman masa kecilnya telah memucat dari sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ini sungguh keterlaluan.” Natsume bergetar ketika ia berucap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Ke-kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu sihir apa yang diberikan Ohtomo-sensei pada pedang kayu tersebut, tapi ia seharusnya memperkuat pedang kayu tersebut untuk menahan serangan Yaksha, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, seingatku, ia bilang sesuatu seperti itu……. Jadi kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau bodoh! Berpikir bahwa kau turut serta bertarung dimana pedang kayu yang diperkuat saja bisa terbagi menjadi dua! Kau seharusnya memiliki kesadaran diri, bukan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan Natsume jauh terdengar lebih marah dari sebelumnya. Harutora tersentak, menatap Natsume, namun Natsume telihat enggan untuk bahkan melihat Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajahnya pun dipenuhi dengan kekhawatiran dan emosi lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau terlalu percaya diri dengan dirimu, apakah kau bisa menganggap dirimu sebagai Tsuchimikado seperti itu? Sihir sangatlah berbahaya! Dikarenakan kau bodoh, gunakanlah otakmu itu sedikit untuk berpikir sebelum bertindak!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya bergetar hingga akhir dan nadanya semakin dan semakin marah.&lt;br /&gt;
Harutora pun akhirnya sudah muak mendengar omelan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apakah itu ‘perintah’, tuan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku minta maaf aku membuatmu malu lagi, tapi sayangnya, ini adalah caraku, dan jika kau tidak senang dengan ini, mungkin kau harus segera bergegas dam memecat shikigami sepertiku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merajuk dan menolehkan kepalanya setelah berkata demikian. Mata Natsume melebar dan ia pun berdiri terdiam, terkejut dan tidak mengerjap, tak mampu untuk menghentikan dirinya yang bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Airmata pun menggenang dimata yang menatap Harutora dengan emosi yang histeris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menahan emosinya dengan seluruh tekadnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jika kau berpikir bahwa metode tersebut ampuh,  lalu kenapa kau tidak pergi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Natsume membalikan tubuhnya – berlari meninggalkan ruang ganti tanpa menoleh ke belakang, rambutnya yang berayun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ha-harutora-sama……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon menatap Harutora, tak tahu harus berbuat apa. Bahkan Kon yang tidak senang dengan sikap keras Natsume tak berdaya dalam mengatasi masalah ini. Harutora pun membenamkan wajahnya, dan memutuskan untuk mengabaikan shikigaminya yang kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji mendesah ringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Dia berkata begitu karena ia khawatir denganmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegelisahan emosinya pun mereda sesaat ketika mendengar kalimat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Harutora, suaranya terdengar telah lama kehilangan rasa puas karena telah menemukan langkahnya yang terdengar tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari kedua ia memasuki akademi berakhir dengan demikian. Harutora menghela napas dalam didepan teman baiknya dan shikigami yang mengkhawatirkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, situasinya mulai berubah kali ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal terjadi dalam bentuk yang tak diduga oleh Harutora dan yang lainnya dan ditempat yang mereka waspadai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagi berikutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terjebak dengan harus menggunakan jimat penyembuh untuk lukanya yang diakibatkan pertarungan kemarin. Ketika ia memasuki kelas, dengan segera ia merasa atmosfer dikelas sedikit aneh. Meskipun ia tidak tahu mengapa, ini terasa berbeda dari dua hari sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia benar-benar tidak tahu darimana rasa abnormal itu datang, bahkan berpikir ialah yang harus disalahkan sebagaimana ia berjalan melewati podium dengan heran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume telah terduduk dibangkunya. Ia dengan segera menolehkan wajahnya ke arah jendela setelah melihat Harutora yang memasuki ruang kelas. Pada akhirnya, reaksi seperti itu sudah diduga setelah argumen mereka, namun Harutora masih merasa berat hati sejak pagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji berencena untuk menjaga jarak untuk mengobservasi situasi hari ini, jadi Harutora duduk sendiri dibangku yang sama seperti kemarin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berdoa didalam hatinya, berharap semoga semua akan berjalan lancar, tanpa adanya hal yang tidak diinginkan hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Se-selamat pagi, Tsuchimikado-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Ah, selamat pagi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Harutora terduduk, tiga murid perempuan berjalan menghampirinya.&lt;br /&gt;
Harutora telah melihatnya sebelumnya dikarenakan mereka sekelas, namun ia tidak pernah menyapa mereka sebelumnya dikarenakan ia tidak mengetahui nama mereka. Ia memerhatikan wajah ketiganya yang terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa kau ada waktu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Uh, kurasa…… A-ada apa? Apa kalian memerlukan sesuatu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, sebenarnya tidak……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu dari mereka berbicara malu-malu. Dan sisanya menyemangatinya dari belakang, mendesaknya untuk segera dan membuat Harutora kebingungan.&lt;br /&gt;
Mungkinkah mereka menghampiri untuk menggertak murid baru? Mungkin murid-murid kelas mulai bergerak dihari ketiga ia masuk. Bagaimana jika mereka merasa bahwa Harutora adalah pengganggu? Namun sebagaimana Harutora khawatir dengan dirinya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pe-pertarungan kemarin sangatlah hebat, tapi lukamu tidak parah, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Oh, terima kasih. Luka kecil ini bukan apa-apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu bagus. Tapi aku benar-benar terkejut, aku tidak pernah berpikir ada orang yang mau melawan shikigami dengan pedang kayu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-memang…… Tidak ada yang melakukannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menjawab dengan tergagap, dan dua orang yang berdiri dibelakangnya tiba-tiba maju ketika mendengar kalimat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan lawanmu adalah shikigami pelindungnya Kurahashi, bukan? Itu sungguh luar biasa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-aku tidak tahu benar tentang itu. Namun aku pikir…… Itu tidak begitu luar biasa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu kenapa kau turut serta bertarung?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa…… Pada akhirnya aku tidak tahu bagaimana menggunakan sihir, dan aku tidak mengerti bagaimana mengontrol shikigami dalam pertarungan…… Jadi aku ingin setidaknya sedikit membantu – begitulah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin! Kau turut serta hanya karena itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh tidak bisa dipercaya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga gadis tersebut pun mengerang pelan. Harutora, yang masih tidak yakin dengan apa yang terjadi, terkejut dan memberikan ekspresi bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, dua murid pria yang daritadi memerhatikan dari kejauhan memanggil ketiga gadis tersebut dan mengambil kesempatan untuk mendekati tempat duduk Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tersenyum kaku pada Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Hai, kemarin sungguh disayangkan, Tsuchimikado. Kau sangat berani untuk tidak kabur seperti ayam.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, aku akan kabur dari awal jika aku melawan Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua murid laki-laki tersebut terlihat merasa sedikit malu karena tidak berbicara dengannya selama dua hari, tidak seperti para gadis yang terlihat santai. Bahkan jika mereka tidak bisa menyembunyikan rasa malu mereka, mereka masih menunjukan itikad baik dan berbicara dengan rasa ingin tahu dengan Harutora. Sikap tersebut membuat Harutora tak mampu untuk tidak terkejut hingga ke relung hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah lama aku tidak melihat shikigami pelindungnya Kurahashi, bukankah mereka pada dasarnya berada ditingkat professional? Dan bahkan ada dua!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi bukankah keluarga Kurahashi secara khusus membuatkannya untuk patuh dengannya? Itu terlalu tidak mungkin, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hampir seluruh shikigami pelindung dibuat untuk mematuhi penggunanya, tidakkah itu memakan banyak biaya? Itu sungguh hebat ketika kau turut serta dan bertarung hanya menggunakan pedang kayu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohtomo-sensei terlalu &#039;&#039;random&#039;&#039;, aku bahkan berpikir bahwa ia hanya bercanda awalnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para murid mengelilingi Harutora, berbicara dengan lepas tentang perasaan mereka mengenai kejadian kemarin, bahkan memerlakukan Harutora seolah-olah ia tidak ada disana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah, Harutora-kun?” salah satu dari wajah yang ia familiar pun datang mencarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah Tenma. Bahkan jika ia merasa terkejut pada situasi yang terjadi pada Harutora, ia tetap dengan cepat menyadari keadaan dan &lt;br /&gt;
menengahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh, Te-tenma……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selamatkan aku – Harutora memohon dalam diam. Tenma tak mampu untuk tidak tertawa dikarenakan penampilannya yang sungguh menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemarin sungguh berat untukmu. Tapi kau sungguh mengejutkanku, apa tubuhmu baik-baik saja?” ia berbicara dengan nada santai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku baik-baik saja, maaf membuatmu khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan berkata seperti itu. Tapi, Harutora-kun, jadi kau punya shikigami pelindung, huh. Dan terlebih lagi itu bukanlah shikigami yang dijual dipasaran, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, yah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar! Hei, Tsuchimikado-kun, bolehkah kau menunjukan kembali shikigamimu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, aku juga! Aku mau lihat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para gadis dengan segera menunjukan ketertarikan yang sangat ketika mendengar tentang shikigami pelindung, dan Harutora dengan bingung memberikan tatapan bertanya pada Tenma. Tenma pun menganggukan kepalanya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun ia telah diperintah untuk bersembunyi, Kon selalu menemani Harutora disisinya, dan ia selalu mendengar percakapan mereka. Wujud shikigami pelindung tersebut pun muncul ketika Harutora memanggilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wah, keren!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iyah! Manisnya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata para murid kelas pun berkilat senang, khususnya para gadis yang dengan anehnya tampak gembira, terus-menerus memuji Kon lucu dan bahkan merentangkan tangannya untuk menyentuh Kon. Kon pun membeku kaku menghadapi ketidaksopanan tersebut, panik pun ditunjukan oleh mata birunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha-ha-ha-harutora-sama!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Maafkan aku, Kon. Bertahanlah sebentar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merasa seperti ia telah memerlakukan Kon seperti sebuah barang pengorbanan, dan ia pun menyembunyikan rasa bersalahnya. Ekor Kon dan sepasang telinganya pun berdiri dengan panik, dan Harutora pun hanya bisa berpura-pura bahwa ia tidak melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shikigami pelindung ini sangat muda, dan sekarang aku melihatnya dari dekat. Tsuchimikado, mungkinkah ini adalah tipe yang kau suka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku ingat bahwa dia adalah shikigami tingkat tinggi? Begitu, jadi kau membuat shikigami macam ini untuk melayanimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kubilang bukan begitu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia panik, sungguh mencurigakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah kalian mandi bersama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iyah, mesum—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mengapa kalian tidak mengerti kalimat yang kukatakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin reaksi panik yang diberikan tuan dan shikigaminya terlihat lucu, sebagimana murid-murid yang mengelilingi Harutora satu persatu tertawa. &lt;br /&gt;
Kebingungan yang ada dihati Harutora masih belum menghilang, namun wajah yang kini mengelilinginya bukan lagi wajah yang tidak bisa dibaca dan dingin seperti dua hari yang lalu, dan malah mereka tersenyum disekitarnya. Mereka memang menertawainya, namun terdapat itikad baik yang ditujukan kepada Harutora yang tersembunyi dalam kata-kata mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bodoh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, sebuah suara datang dari bagian belakang kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang tersebut berkata dengan suara yang memprovokasi. Harutora menoleh untuk melihat, dan itu adalah siswa laki-laki lainnya yang wajahnya ia kenal namun namanya tidak diketahui olehnya. Murid laki-laki tersebut melihat ke arah kerumunan disekitar Harutora dengan kaki yang terangkat diatas meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Bahkan laki-laki ini yang tidak mengetahu apa itu shikigami pelindung memiliki shikigami tingkat tinggi? Dasar keluarga terkenal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara laki-laki tersebut membawa kesan jijik dan murid yang riuh bergemuruh kini terdiam mendengar kalimat tersebut, dengan atmosfer tertawa nan senang yang dengan segera menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cepat Harutora memanggil: “Kon!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon, yang telah melepaskan tangan murid perempuan dan dengan segera ingin menuju tempat yang meremehkan tuannya, dengan segera terhenti ditengah udara. Panggilan Harutora jelas tidak bermaksud untuk memerintah Kon untuk menyerang, namun untuk menahan Kon, untuk menahan dirinya memberikan pelajaran pada bocah laki-laki yang kurang ajar. Kon telah menggenggam gagang dari wakizashinya seolah-olah sedang memburu mangsa yang ada didepannya, namun terhenti. Suara tidak senangnya “Uuu~” telah membuktikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Sungguh, apa kau mengerti untuk memikirkan tindakanmu terlebih dahulu atau tidak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ta-ta-tapi~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menyipitkan matanya, menatap pada Kon yang memohon sangat, dan ekor Kon yang menurun dengan depresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, murid laki-laki yang hampir diserang tersebut dengan cepat menurunkan kakinya dari meja, hampir terjatuh dari duduknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mungkin tidak menduga bahwa sarkamnya akan mengundang serangan shikigami, dan wajahnya pun tegang karena takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu murid perempuan tidak mampu untuk tak tertawa melihat penampilan murid laki-laki yang ketakutan tersebut. Tawa pun menyebar, dan bukan hanya sekitar Harutora namun seluruh kelas pun terisi dengan canda tawa. Murid yang ditertawakan marah dan malu, wajahnya menggelap dan memerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun… “Maaf.” Harutora berdiri, membungkuk dalam untuk meminta maaf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para murid yang ada disisinya menatap dan menganga, terkejut dengan sikapnya yang meminta maaf. Bulu pada ekor Kon pun berdiri bagaikan jarum seolah-olah ia mendapat tamparan keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf untuk mengganggumu, aku tahu aku mengganggu, tapi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengangkat kepalanya, menatap lurus ke arah murid laki-laki yang terkejut karena aksinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku masih ingin berteman baik dengan kalian semua. Aku juga ingin mengatakan ini pada Kurahashi kemarin, namun maukah kalian menerimaku? Aku akan berusaha semampuku untuk bisa berteman dengan kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruang kelas terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini baik-baik saja. Ia tidak ingin marah karena komentar sarkas dan malah mempermalukan dirinya. Secara khusus, ia bisa mengerti rasa marah yang ada pada murid tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon mengambang diudara, menatap tuannya dengan heran, dan ekspresi murid kelas yang mengelilingi Harutora juga sama. “Uh, itu……” murid laki-laki yang dimintakan maaf oleh Harutora tergagap, tidak tahu bagaimana harus merespon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atmosfer hening yang aneh pun mengisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perempuan yang pertama kali mengajak Harutora berbicara memecahkan keheningan. Berkata dengan riang:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kau selalu membicarakan orang lain, tapi bukankah kau yang tidak bisa mengontrol shikigami sederhana yang dibuat sensei pada tes praktik sebelumnya? Kau tidak mungkin bisa menggunakan shikigami pelindung, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Di-diamlah.. aku tidak menggunakan seluruh kemampuanku waktu itu! Dan juga metode tersebut berbeda dengan pengendalian otomatis!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau berkata demikian, tapi aku ingat kau kelelahan saat itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah memang seperti itu pada awalnya! Dan bukankah kau juga tidak mampu berdiri untuk sesaat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid laki-laki itu membalas setelah murid perempuan tersebut selesai bicara. Atmosfer pun sedikit santai karena ini. Harutora merasa bahwa yang seharusnya diselamatkan adalah dirinya dibandingkan dengan laki-laki yang sedang dicandai oleh seluruh kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngo-ngomong-ngomong, Tsuchimikado. Kau sebaiknya mengerti bahwa aku tidak kuasa melihatmu atau pertandingan kemarin!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid laki-laki tersebut kembali berkata dengan arogan, mengucapkankan kata kasar kembali, namun nada sinis dari sebelumnya tidak lagi terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akan kuingat itu, dan juga, kau bisa memanggilku Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid laki-laki tersebut memalingkan wajahnya, menjawab dengan ber’hmph’ &lt;br /&gt;
ria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tidak membenci cara akrab seperti itu. Ia tidak ingin memaksakan dirinya untuk berteman dengan semuanya, atau dengan percaya dirinya mampu melakukan seperti itu. Meskipun jika orang-orang berpikir bahwa dirinya menyebalkan, ia lebih memilih untuk mengatakan secara jelas didepan orang tersebut dibandingkan dengan menggosipinya dibelakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berbalik, berterima kasih pada gadis yang telah menyelamatkannya dengan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, aku masih tidak mengetahui nama-nama semuanya, jadi bisakah kalian mengambil kesempatan ini untuk memberitahukanku? Tak apa jika semuanya hanya memanggilku Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Okay, jadi Tsucchi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak mendengarkanku sama sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum getir Harutora membuat suasana kelas kembali ria. Tenma memulai dengan memperkenalkan dirinya kemballi, dan murid lainnya pun turut serta mengikutinya. Murid laki-laki yang ada dibelakang kelas pun hanya bisa ‘tch’ melihat keadaan tersebut, namun ujung-ujung mulutnya sedikit terangkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejadian baru telah muncul diruang kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon melihat tak mengerti dengan suasana yang ada didepannya, seolah-olah mereka telah lupa akan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, bukan hanya Kon, ada seseorang juga—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku tidak mengira perkembangan macam ini akan muncul.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat yang tiba-tiba membuat Natsume mengerang terkejut, dan dirinya terlalu sibuk dengan segera mengembalikan suara asalnya untuk menyembunyikan suara tinggi nan melengkingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“To-touji……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmph, akan lebih baik jika perkembangan seperti ini dilakukan olehnya dengan sengaja…… Namun ia hanya mengikuti arus tanpa merencanakannya sama sekali, jadi orang-orang yang tidak bisa berbuat seperti itu akan terlihat cemburu setelah melihatnya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Touji melirik Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Bukankah begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“O…… Omong kosong macam apa yang kau katakan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume menjawab dengan bisikan pelan, memalingkan wajahnya untuk menghindari tatapan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tatapan mengelaknya justru malah terarah ke Harutora. Saat ini Harutora telah menjadi pusat perhatian orang-orang kelas, dan Natsume jelas menunjukan keterkejutan dan rasa kesal dimatanya sebgaimana ia melihat Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Berbicara secara logika’, orang-orang tersebut telah menjadi teman kelasnya selama setengah tahun, dan ‘berbicara secara logika’, Harutora adalah pemuda dari keluarga cabang yang telah ia kenal sejak kecil.&lt;br /&gt;
Kedua sisi adalah orang-orang yang ia kenal, namun mereka telah menjadi teman dengan dirinya yang tidak bisa turut serta didalamnya. Natsume menatap dalam diam, dan hanya ini yang dapat ia lakukan. Wajahnya secara diam tersakiti, dan khawatir pun muncul diwajah Touji ketika ia melihat Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jangan memaksakan dirimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku, aku tidak memaksakan diriku! Kenapa kau jadi terus membual sejak tadi?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume dengan cemas mengerang, dengan jelas memaksakan dirinya. Touji hanya menggedik bahu, tidak peduli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu, maafkan aku. Sebenarnya, aku memilki teman baik yang bertengkar dengan orang bodoh itu musim panas ini karena dia yang terlalu memaksakan diri, dan berakhir dengan menjadi sebuah momen terakhir diantara keduanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…...!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume terkejut dan menoleh ke arah Touji. Touji melihat dari belakang Harutora dan yang lainnya, tatapannya sedikit nostalgik, dan senyum mencela diri tidak seperti yang biasa ia tunjukan pun muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah pengalaman yang menggetirkan untukku, dan aku tidak ingin melihat itu terulang lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume menundukan kepalanya, tidak tahu harus berbuat apa, tubuhnya kaku dari seragamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapannya kaku dan keras kepala. Natsume yang malu seperti ini terlihat seperti hanya seorang gadis biasa dimatanya karena Touji tahu identitas Natsume yang sebenarnya. Dalam diam ia mendesah, menaikan satu alisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, tatapannya berubah menuju pintu masuk kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurahashi Kyouko berjalan memasuki kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko terlihat jelas terkejut dengan adegan yang ada diruang kelas, dan setelah mengerti akan situasinya, ia menunjukan tatapan terkejut. Touji hampir tertawaa. Mungkin Harutora merasa tertekan dan tidak tahu bagaimana menghadapi orang tersebut, namun dimata Touji, emosinya terlihat jelas terpancar diwajahnya dan cukup mudah untuk dimengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku mungkin harus segera bertindak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji bergumam pelan. Harutora akan terlihat tidak senang jika ia mendengar kalimatnya. Karena setiap kali Touji merencanakan idenya yang berbelit-belit, nadanya selalu bergairah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menjalani kelas pagi, sekarang waktunya untuk istirahat siang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Bisakah aku meminjam waktumu sebentar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora awalnya berpikir tentang bagaimana udon yuba yang ia makan sebelumnya tidak enak, dan kali ini ia akan menggantinya dengan udon tempura. Sebagaimana ia bersiap untuk berjalan menuju kantin, Kyouko yang telah menunggunya memanggil dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejadian yang baru saja terjadi kemarin masih teringat jelas, dan bahkan Harutora merasa ini tidak duga kalau Kyouko akan memanggilnya. Ia tetap waspada, pertama dengan pelan memeringati: “Kon, jangan keluar.” …Ia telah mahir dalam mengontrol shikigaminya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keberadaan yang tak diinginkan pun muncul disekitar kakinya dan harutora pun hanya bisa menghela napas. Bahkan dengan kekalahan yang ia alami kemarin, semangat bertarung Kon sepertinya masih belum hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Aku tidak menyadari jika Kon memiliki kepribadian galak seperti ini ketika berada diasrama……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, ia tidak bisa terus menghindarinya, dan dikarenakan efeknya telah meluas begini jauh, ia harus menyelesaikannya. Kemudian Harutora menjawab Kyouko, yang tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya: “baiklah, tak masalah,” dan mengikutinya dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko membawa Harutora menuju tangga darurat dibelakang gedung akademi. Bukan hanya orang-orang tidak akan melewati tempat ini, mereka juga tidak perlu khawatir untuk terlihat dengan orang-orang juga. Jika ini sekolah menengah atas biasa, akan ada kemungkinan besar bahwa murid-murid nakal akan berkumpul ditempat ini untuk merokok secara diam-diam, bersembunyi dari guru-guru yang mengawas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apa yang kau butuhkan dariku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagipula, Kyouko telah memenangkan pertandingan kemarin. Awalnya Harutora berpikir bahwa Kyouko telah mendinginkan pikirannya setelah memenangkan pertarungan tersebut, namun sepertinya ia masih ingin membahas beberapa hal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana Harutora kesusahan, berpikir bahwa ia benar-benar tidak mampu mengatasi gadis keras kepala macam imi, Kyouko tiba-tiba berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku minta maaf soal kemarin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak mampu untuk tidak meragukan pendengarannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menatap Kyouko, tak mampu berkata karena terkejut. Wajah Kyouko memerah canggung, dan ia memalingkan kepalanya, rambut indahnya pun turut berayun diudara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Meskipun hal tersebut menjadi sedemikian rupa, awalnya aku tidak ingin mengeluarkan shikigamiku, dan semua kemarahanku awalnya ditujukan kepada Ohtomo-sensei…… Intinya, aku benar-benar minta maaf telah membuat keadaan menjadi tidak terkendali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, tolong jangan berkata demikian. Semua ini salah Kon yang tiba-tiba menyerangmu, kau tidak perlu meminta maaf padaku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keberadaan Kon yang tidak senang tiba-tiba mendekat, dan dengan natural, Harutora memilih untuk mengabaikannnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Apa yang sedang terjadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkinkah suasana dikelas telah mengubahnya, membuatnya menunjukan sikap yang sebenarnya? Tidak, kesannya terhadap Kyouko tidak mungkin menghasilkan perubahan apapun. Khususnya ketika ia berani menantang Ohtomo dan dengan tegas mengajukan saran, ia tidak mungkin mengubah pendiriannya meskipun jika seluruh kelas mendukung Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, sikapnya yang tiba-tiba berubah seperti sesuatu yang bahkan disebut sebagai sikap ramah. Harutora bingung kembali, dan ia tak mampu untuk tak meragukan bahwa ada rahasia dalam sikapnya yang seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Ugh, tapi……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun ide licik yang disembunyikan Kyouko dibelakangnya, ini adalah kesempatan baik, dikarenakan dirinya yang harus berbicara dengan benar padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Hei, biarkan aku bertanya, kau sebenarnya tidak membenciku bukan, kau hanya ingin menggunakanku untuk menyerang Natsume, bukankah begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat pada sasaran, begitulah. Ia bertanya langsung tanpa basa-basi, dan seperti yang diduga, wajah Kyouko mengerang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kau ingin melakukan demikian? Apa alasanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Itu hanya alasan pribadiku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alasan pribadi apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tahu, ketika seorang gadis berbicara mengenai alasan pribadi, akan lebih sopan jika kau tidak lanjut bertanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kau menyeretku dalam apalah yang kau sebut alasan pribadi, bukan? Aku janji tidak akan memberitahukan siapapun, namun apa kau sebegitu membenci Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko terdiam, tak mampu menyembunyikan rasa sebalnya. Harutora dalam diam menunggu jawabannya, yang akhirnya membuat Kyouko menghela napas mengalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku pernah bertemu Natsume-kun, ketika kami…… masih kecil.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-apa yang kau bilang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora sangat terkejut ketika mendengar pengakuan tak terduga. “Sungguh.” Kyouko bergumam, memiringkan tubuhnya, sikap feminin yang terlihat sangat manis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tak perlu sebegitu terkejutnya. Aku adalah keturunan langsung dari keluarga Kurahashi, dan Natsume-kun juga berasal dari keluarga utama Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh…… Jadi maksudmu kalian pernah bertemu sebelumnya dikarenakan keluarga kalian terkenal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengonfirmasi dengan serius, namun tatapan Kyouko pun berubah menjadi heran bagaikan ia seperti melihat alien.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kau serius?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ke-kenapa kau bertanya, apa aku berkata salah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko menghela napas dalam, dan Harutora merasa seperti ia malah semakin dan semakin terlihat seperti orang bodoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar baik-baik. Keluarga Kurahashi awalnya adalah keluarga cabang dari keluarga Tsuchimikado, kami hanya dinamai berbeda dari ‘Tsuchimikado’. Keluarga Kurahashi telah berpisah sejak lama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora ternganga karena terkejut, hingga kemudian menyadari bahwa ia benar-benar bodoh dari yang ia duga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tu-tunggu! ……Apa maksudnya itu? Apa itu sungguhan? Mungkinkah kita ini keluarga?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tak perlu meragukannya, itu benar bahwa kita adalah keluarga.”&lt;br /&gt;
Harutora menggeleng-gelengkan kepalanya, tak percaya mendengar jawaban Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia bertanya: “……Kon, apakah kau mengetahuinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia tidak mendapat respon, ia dengan jelas merasa bahwa Kon pasti tidak menjawab demi perasaannya. Itu adalah jawaban positif. Fakta bahwa ia tak tahu apapun ketika bahkan shikigaminya sendiri tahu hubungan keluarganya benar-benar mengejutkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh…… Aku, aku mengerti! Abaikan masalah keluarga Kurahashi saat ini – Jadi apa? Kau bertemu Natsume sebelumnya, jadi mungkinkah kau memiliki pertengkaran yang sangat waktu itu, dan kau belum memadamkan kebencianmu hingga saat ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Dia tidak mengingatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia lupa bahwa kami pernah bertemu sebelumnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko bergumam pelan. Harutora menutup mulutnya rapat tanpa bicara, bukan karena perkataan Kyouko, namun karena tatapan sedih yang terpancar dari wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian Harutora sadar bahwa meskipun ia telah melihat penampilan Kyouko yang tegas dan pemarah, ini adalah kai pertamanya ia benar-benar melihat wajah tersebut. Depresi tiba-tiba yang tak terjaga telah mengambil seluruh warna mukanya, dan Harutora tanpa sadar panik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apa hubungan kalian dulu sangat baik?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami hanya bertemu sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa! Kalau begitu kau tidak bisa menyalahkannya jika dia tidak &lt;br /&gt;
mengingatnya! Bukankah itu terjadi ketika kau masih kecil?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang, Harutora tidak mengetahui orang ini jika hubungan Natsume dan Kyouko kecil memiliki hubungan yang cukup intim dan meninggalkan memori yang mendalam. Bahkan jika Harutora dan Natsume terkadang sedikit menjauh, keduanya masih sering bermain bersama ketika sekolah dasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengingatnya sangat jelas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Kyouko seolah-olah ia disalahkan, tatapannya sedikit suram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena kami telah berjanji……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ja-janji apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko tidak menjawabnya. Ia tidak mengatakan apapun, hanya aura suram dan sedih yang terpancar darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, tiba-tiba ia memberikan tatapan mencurigakan ke arah Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Biar aku bertanya. Setelah libur musim panas, Natsume-san tiba-tiba mulai menggunakan pita untuk mengikat rambutnya, apakah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh?” Seru Harutora, dengan segera menyadari bahwa masalah ini benar-benar merepotkan. Bukan hanya karena rambut elegan Natsume yang jarang diantara kaum lelaki, bahkan ia mengikat rambutnya dengan pita, jadi wajar jika orang-orang meragukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-i-i-itu? Dan rambut itu, kau merasa itu seperti perempuan, bukan? Sebenarnya, ada sebuah sihir didalamnya. Pita itu bukanlah sembarang pita, itu adalah jimat keluarga Tsuchimikado, dan itulah mengapa ia terlihat seperti seorang perempuan meskipun jelas terlihat bahwa ia laki-laki, hahaha.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berbohong dengan kikuk ia menyembunyikannya dengan senyuman.&lt;br /&gt;
Harutora tidak tahu kenapa Kyouko terlihat seperti mendapat pukulan keras ketika mendengar penjelasannya. “Dari keluarga Tsuchimikado……” ia bergumam terdengar seperti ia memaksakan diri untuk menerima kebenaran yang sejak lama ia firasatkan, namun tak mau untuk mengakuinya. Harutora tidak mengerti mengapaKyouko memberikan reaksi semacam ini, dan ia pun hanya bisa terheran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko menggigit bibirnya, tidak mengindahkan kebingungan yang muncul diwajah Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Begitu, jadi aku benar, aku tahu bahwa itu akan demikian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-apa yang kau maksud dengan itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah aku perlu mengatakannya? Natsume-kun tidak memedulikan apapun selain dirinya dan keluarga Tsuchimikado…… tidak, sikapnya terhadap Onmyoudou sama saja, pada akhirnya adalah untuk tidak mempermalukan nama Tsuchimikado, itulah mengapa dia sangat sering berlatih. Nama Tsuchimikado adlah segala-galanya didalam kepalanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, itu terlalu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Aku salah? Semuanya mengetahui ini, tak ada orang yang tidak menyadarinya. Mungkin kau terkecuali, tapi dia hanya membelamu karena kau adalah – shikigami keluarga Tsuchimikadonya, bukan? Bukankah begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora ingin menyangkalnya, namun ia tidak mampu membuka mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume yang telah berkata ‘mari lakukan yang terbaik’ sambil tersenyum, Natsume yang seluruh tubuhnya bergetar karena malu, Natsume yang menoleh dan pura-puura tak melihat ketika pertarungan shikigami namun denga segera berlari kepadanya untuk memarahinya setelah selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tahu Natsume mengkhawatirkannya, namun jika ia ditanya kenapa Natsume mengapa Natsume khawatir, ia tak sanggup merespon. Ia percaya – ia ingin percaya, namun hatinya dengan keras kepala menolaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko menatap serius pada Harutora yang terdiam, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ato-kun juga memberitahuku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Tou-touji? Apa yang dikatakannya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia bilang kau menjadi shikigami dan melayani Natsume-kun untuk mematuhi tradisi keluarga. Itulah mengapa aku akhirnya mengerti kenapa Natsume-kun memilih dirimu yang orang luar menjadi shikigaminya. Itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan entah itu menguntungkan dirinya atau tidak, ataupun dia memikirkan perasaanmu. Dia hanya berlaku demikian karena untuk memenuhi tradisi keluarga Tsuchimikado, yang menjadi hal terpenting bagi dirinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benci. Marah. Sesal. Sedih. Emosi negatif tersebut terlihat disetiap kata-katanya, terlihat kontras denga kesan pertama yang ia berikan yang terus terang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko menatap mata Harutora. Yang mengejutkan adalah tatapannya menunjukan belas kasih dan resonansi yang menarik. Ia mengasihi dirinya, dan juga Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Ah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, ia mengerti semuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko – setelah mendengarkan perkataan Touji, percaya bahwa Harutora dan dirinya adalah ‘sama’ dalam hal hubungan mereka terhadap Natsume. Harutora tidak mengerti hubungan antara Kyouko dan Natsume, namun dihati Kyouko, Kyouko telah menyamakan hubungannya dengan Natsume dan hubungan Harutora dengan Natsume. Itulah mengapa perubahan seratus delapan puluh derajat muncul dalam sikapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, kau salah, Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, suaranya terdengar normal dan tulus tanpa ada jejak keraguan, dan suara tersebut membuat Kyouko kembali pada kesadarannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau salah, akulah orang yang meminta orang tersebut untuk membiarkanku menjadi shikigaminya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Kyouko melebar tidak percaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bohong.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak bohong. Mungkin terdengar tidak meyakinkan bahwa orang luar sepertiku sengaja memilih hal yang tidak serasi dengan apa yang dijalani sebelumnya…… Namun sungguh akulah yang inisiatif meminta. Orang itu awalnya menolak, percaya bahwa terlalu banyak risiko jika menjadikanku shikigaminya, dan hanya mengizinkanku berjalan dijalan yang sama dikarenakan kegigihanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan Kyouko pun penuh keraguan. Harutora tidak berbohong, tiap kata yang diucapkannya adalah benar, dan Kyouko seharusnya bisa mengerti. Ia harap Kyouko mampu mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang itu memang memiliki perasaan yang rumit dan kompleks terhadap nama Tsuchimikado…… Seperti ia bangga akan hal tersebut dan juga tertekan karenanya, dan terkadang ia menderita karenanya. Tapi ia tidak terbawa karenanya, bisakah kau memercayai apa yang kukatakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingin dengan damai bekerja sama dengan semuanya, tentu saja termasuk Kyouko, dan akan lebih bagus jika Natsume turut bergabung. Tidak, Natsume pasti harus tergabung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan jika ia adalah shikigami yang tidak berguna, mungkin ini – menciptakan ‘tempat untuk Natsume’ – adalah sihir terkuat yang mampu Harutora berikan kepada tuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apa, jika kau berkata demikian, aku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko berbicara dengan marah, tatapannya menurun melihat kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada akhirnya ini hanyalah cinta bertepuk sebelah tanganku? Aku dengan mudahnya dilupakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Tidak…… Aku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak bermaksud demikian. Sebelum ia menyelesaikan perkataannya, suara lain pun menarik perhatian mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apa yang kalian berdua lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara tersebut terdengar dingin dan keras, bagai armor yang dibuat dari besi tebal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume berjalan menaiki tangga darurat, menatap pada wajah-wajah yang dengan anehnya terlihat muram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kalian lakukan ditempat ini? Bukankah seharusnya perselisihan kalian sudah selesai dengan pertarungan kemarin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, tidak, kau salah, Natsume. Kami tidak bertengkar—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dengan segera menjelaskan, namun Kyouko tiba-tiba menyela perkataannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia benar, kami telah berbaikan.” Ucapnya tak berekspresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Berbaikan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, Tsuchimikado dan Kurahashi awalnya adalah satu keluarga. Kesalahpahaman diantara kami telah terselesaikan, dan sekarang kami hanya mengobrol biasa sebagai sesama keluarga cabang Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Kyouko terdengar sedikit bergetar, provokasi pun ditunjukan walau kalimat yang dikatakan bermaksud lain, dan Harutora dengan segera berusaha untuk meringankan suasana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu benar, Natsume. Aku tidak tahu bahwa dia sebenarnya ada hubungan keluarga dengaku, bagaimana kau tidak memberitahukanku segera, haha……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume dengan diam memerhatikan keduanya, dan Harutora tidak menyadari &lt;br /&gt;
bahwa bibirnya sedikit bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Istirahat sebentar lagi selesai, segera kembali ke kelas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tiba-tiba membalikkan tubuhnya dengan sikap dingin, dan tidak dapat dibedakan entah Natsume menerima penjelasan Harutora dan Kyouko atau tidak. Harutora dengan segera memanggil Natsume: “Tunggu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini kesempatan bagus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia hanya berbincang sedikit, ia telah menyadari bahwa permusuhan antara Kyouko dan Natsume bukan hanya sekadar cemburu biasa ataupun keinginan menjadi yang terunggul. Dengan demikian, mereka harus setidaknya memperdalam rasa pengertian mereka satu sama lain meskipun mereka tidak bisa langsunng berbaikan. Natsume telah mengekspresikan dirinya bahwa ia tidak mengerti mengapa Kyouko memusuhinya sangat. &lt;br /&gt;
Mungkin mereka setidaknya lebih kurang bisa memperbaiki hubungan mereka jika mereka mau saling mengerti satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan dingin seperti itu. Kami bertarung kemarin, tapi setelah berbicara sekarang, aku tahu bahwa ia telah introspeksi, dan bahkan ia datang untuk meminta maaf, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berusaha keras menjelaskannya untuk Kyouko. Kyouko tidak berucap apapun, ekspresinya kompleks, namun Harutora sangat bersyukur kepadanya untuk tidak membuka mulutnya untuk berbicara hal yang sembrono.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah kau bilang bahwa kau sebenarnya tidak membenci Kurahashi? Terlebih lagi, apa yang ia katakan juga sebenarnya beralasan, dan jika kalian tenang dan duduk untuk berbicara, mungkin situasi ini akan—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau juga berbicara dengan senangnya saat berbicara dengan murid-murid lainnya pagi ini.” Natsume mendengar berbicara lagi dan lagi penuh semangat sebagaimana ia akan pergi, dan berhenti untuk berbicara tanpa membalikkan tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, itu, aku tidak mengerti apa yang terjadi awalnya, tapi aku telah menyadari setelah berbicara bahwa semuanya tidak berbeda dari orang-orang biasa. Prasangka mereka terhadap Tsuchimikado tidak sedalam seperti dulu, dan mereka bahkan setuju untuk membiarkanku bertanya jika aku tidak mengerti pelajaran—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Itu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu – bersikap demikian dengan orang-orang disekitarmu, mendapati hati orang-orang, apakah itu metode yang kau bicarakan kemarin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kehampaan yang ada didalam suaranya membuat Harutora bergidik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terkejut ketika ia mendengar kalimat tersebut, tanpa ada waktu untuk memikirkan entah ia memang terkejut, heran, atau bahkan marah. Ia tidak pernah membayangkan Natsume akan berucap demikian, dan setelah mendengarnya, Kyouko pun turut terkejut sebagaimana ia menatap Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume pelahan membalikkan tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harus berapa kali aku bilang agar kau mengerti, Harutora? Prosesmu tertinggal jauh dengan murid-murid lainnya, dan kau tak akan mampu mengejar mereka jika kau hanya memuji mereka. Kenapa kau tidak mengerti ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang tertahan, dan tatapan yang mendidih akibat amarah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Onmyoudou bukanlah tempat untuk bersenang-senang dengan orang-orang, dan tempat ini berbeda dengan sekolah normalmu sebelumnya. Jika kau ada waktu untuk bersantai-santai dengan murid-murid kelas dan mengobrol dengan Kurahashi-san, kenapa kau tidak gunakan untuk melatih dirimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume berbicara dengan serius dan sungguh-sungguh, terlihat menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Emosi yang tertahan didalam hati Harutora tak terbendung lagi, dan akhirnya pun meledak-ledak ketika Harutora membuka mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau candakan! Natsume, siapa yang kau coba bodohi dengan sikapmu yang seolah-olah kau tinggi dan berkuasa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak dengan marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berteriak dengan marah yang berapi-api. Natsume melangkah mundur seolah-olah ia baru saja terkena badai, dan bahkan Kyouko yang mendengarnya pun menjadi kaku. Namun, Harutora tidak berhenti berteriak, dengan tidak adanya niatan untuk berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau pemalu, jadi kau meremehkan orang-orang yang berusaha untuk akrab? Seorang bocah yang memiliki masalah dalam berkomunikasi dengan orang lain berani untuk berbicara omong kosong seperti itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume pun tak mampu untuk berkata-kata seolah-olah ia telah dipukul bertubi-tubi. Kemarahan Harutora tidak mampu dihentikan setelah ia mengeluarkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga tahu bahwa prosesku masih terbelakang dan aku adalah orang luar yang tidak tahu apa-apa mengenai Onmyoudou. Tapi karena ini, apa salahnya untuk memercayai orang yang ada disekitarku dan meminta bantuan semuanya untuk membantuku? Bekerja sama dengan murid lain dan bekerja keras bersama juga merupakan metode yang bagus! Kau tidak bisa melakukannya – jangan berpikir kau hebat dan menghina orang lain hanya karena kau tidak memiliki keberanian!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapnya marah, tak mampu mengingat kapan terakhir kali ia berteriak seperti ini kepada orang lain. Terasa seolah-olah seluruh udara yang ada didalam tubuhnya diremas, dan ia tidak mampu untuk berhenti bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ia harus mengatakannya. Ia marah pada ucapannya Natsume, kesal bahwa kerja kerasnya tidak diterima dengan baik, dan tak mampu untuk membiarkannya dengan senyuman ataupun pujian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah serangan intens emosi Harutora yang mengebu-gebu, wajah Natsume memucat, terlihat seperti jiwanya telah dicuri oleh momentum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bekerja sama dengan yang lainnya… Keberanian…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menatap Harutora kosong, mulutnya bergumam dan sekilas cahaya pun muncul dari sudut matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hal-hal seperti itu… Aku tak butuh Harutora-kun untuk memberitahukannya padaku hal tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tersandung, meninggalkan Harutora dengan langkah tak stabil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tsuchimikado-kun, kenapa kau ada ditempat seperti ini? Waktu yang kita janjikan sudah—“ pria muda berjas pun muncul ditempat yang sama dimana Natsume muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora ingat laki-laki tersebut. Laki-laki tersebut adalah laki-laki yang telah mencari Natsume dihari sebelumnya saat istirahat siang dan selesai kelas yang mengatasnamakan kelas khusus. Ia terkejut melihat Natsume berada ditangga, dan dengan jelas khawatir menyadari atmosfer yang tidak mengenakkan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Natsume menundukan kepalanya, memunggungi Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berjalan menuruni tangga, kakinya berdentum pada setiap langkahnya, dan melewati laki-laki yang kebingungan tersebut, menghilang menuju gedung akademi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laki-laki muda tersebut menatap Natsume yang pergi berjalan menuju lantai gedung dan Harutora yang berada ditangga dengan sikap yang ragu-ragu. Pada akhirnya, ia pun memanggil: “…tunggu,” dan pergi berlari untuk mengejar Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya Harutora dan Kyouko yang tertinggal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sial.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa lelah karena lubang besar yang terbuka didadanya menyerang Harutora setelah ia mengeluarkan emosi tertahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Orang itu……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume telah lupa dengan tradisi keluarga bahwa ia harus bersikap seperti laki-laki dikalimat terakhirnya, dan telah merubahnya menjadi seorang perempuan yang melupakan penyamarannya. Kilasan dirinya yang sebenarnya dari balik penyamarannya sebagai seorang laki-laki terus menyiksa hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Hei……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko yang berakhir dengan menyaksikan kejadian tersebut dari samping pun berbicara dengan ragu-ragu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku, mungkin bukan posisiku untuk berbicaara seperti ini, tapi…… Apakah tak apa untukmu untuk tidak mengejarnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bertanya denga hati yang terguncang, seperti ia telah menyentuh sesuatu yang telah hancur. Harutora tidak menjawab. Ia tak bisa menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian bel yang menandakan istirahat siang telah selesai perlahan berbunyi, seolah-olah terdengar lebih lambat dari biasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tsuchimikado-kun – Natsume-kun! Tunggu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cepat ia mengejar Natsume yang berlari melalui aula. Namun, ia masih terus bergerak maju tanpa menoleh ke belakang bahkan jika suaranya telah memanggilnya dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia dengan segera mencari-cari Natsume ketika Natsume tetap tidak muncul bahkan ketika waktu janjian mereka telah lewat, dan sebagai hasilnya kejadian tersebut terjadi. Orang yang ada ditangga tersebut adalah shikigami yang telah ia lihat kemarin. Mereka mungkin bertengkar. &lt;br /&gt;
Punggung mungil Natsume bergetar dengan napasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun tak mampu untuk tidak mendesah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, ia mengasihi Natsume, dan disisi lain ia diisi dengan perasaan yang tidak menyenangkan setelah melihat adegan tersebut. Pikirannya mengerti bahwa ini tak dapat diubah, namun ia merasa sakit karena ketidakdewasaan rajanya dan penampilan jeleknya. Khususnya, ini adalah salah shikigami tak berguna tersebut, yang dimana telah mendorongnya pada batas toleransinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tak ada pilihan lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, tak perlu menunggu lebih lama lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak mampu menoleransinya lagi, dan suara yang tiba-tiba berubah dari biasanya pun membuat Natsume berhenti dengan terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume-kun, sebenarnya dirimu tak perlu untuk mempermasalahkan hal sepele seperti itu. Mari mulai sekarang, meskipun sekarang masih belum waktunya.” Ucapnya pada Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap-Apa yang kau katakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume akhirnya berbalik untuk melihat laki-laki tersebut.&lt;br /&gt;
Meskipun hatinya sedang bimbang, ia dalam bahaya, namun sayangnya reaksinya masih terlalu lambat. Pertengkaran dengan shikigaminya masih menggelayuti pikirannya, menyebabkannya untuk tak mampu mengubah emosinya dengan segera. Sungguh sikap yang kekanakan, namun ia tak harus menanggungnya dimasa depan nanti. Dengan segera ia mengleluarkan jimat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&amp;quot;Stupefy, seal, bind. Order.&amp;quot;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jimat pun melayang dari jari-jarinya. Membuat Natsume untuk sementara tak sadarkan diri. Ia menaruh kedua tangannya ke dalam saku celananya, mendengus ketika ia melihat Natsume yang tidak sadarkan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harusnya telah melakukan ini sejak lama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terburu-buru, selanjutnya adalah yang sebenarnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan mengurusi orang yang menghalangi ‘edukasinya’ nanti? Terlebih lagi, bagaimanapun Natsume komplain, shikigami muda tersebut pastinya adalah pilar dukungannya, dan mereka harus dengan segera menyelesaikan masalah tersebut sesegera mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimanapun, itu adalah sesuatu yang buruk untuk membiarkannya sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti. Serahkan padaku untuk mengatasinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyuman dingin pun muncul dalam wajahnya ketika ia mengatakan hal tersebut.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_3&amp;diff=515585</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 3</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_3&amp;diff=515585"/>
		<updated>2017-03-22T13:24:22Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Bagian 4 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 3 – Pertikaian Shikigami==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah gedung Akademi Onmyou terdapat area luas yang menyaingi sebuah lapangan atletik – sebuah lapangan berlatih sihir yang digunakan untuk khusus melakukan praktik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arena dari lapangan berlatih sihir kurang lebih sekitar tiga sampai empat kalinya lapangan basket, dan memiliki sekitar tiga tingkat, dengan tempat duduk diatas dua meter yang mengelilingi arena tersebut. Terlihat seperti stadium indoor, namun perbedaan besarnya adalah adanya set altar dibagian belakang dan manter dan pola pun tertulis didinding. Dengan tambahan, terdapat pilar hijau muda ditiap-tiap sisi pintu masuk dengan kekuatan magis didalamnya – ditambah tali shimenawa yang menyilangi pilar tersebut untuk melindung bagian luar agar tidak terkena rapalan sihir dari dalam arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian, para murid dari kelas Ohtomo berjalan menuju bangku penonton, melihat-lihat arena sekitar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jadi disini tempat praktik diadakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tempat lain juga memiliki ruangan untuk latihan praktik, tapi ini masih yang terbesar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji melihat-lihat lapangan latihan sihir bawah tanah dari bangku penonton, dan Tenma yang duduk disebelahnya membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berbicara mengenai latihan sihir kelas satu, tempat ini bisa disebut sebagai altar terbesar di negara ini. Dinding  luar dari tempat ini memiliki sihir yang diberikan oleh Onmyouji Nasional Kelas Satu, dan tidak ada sihir terkuat pun yang mampu menembusnya – bahkan bencana spiritual tingkat tiga tak mampu menghancurkannya. Hingga orang-orang dari Agensi Onmyou terkadang datang untuk meminjamnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh suatu keistimewaan bisa datang ke benteng tak tertembuskan ini untuk bertarung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji melengkungkan mulutnya, ber-‘hmph’ ria denga ironis. Walaupun ia suka ikut campur, ia tak menyangka bahwa situasinya akan menjadi seperti &lt;br /&gt;
ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan santai ia melihat-lihat sekitar, mencari posisi Natsume diantara murid-murid yang melihat pertarungan. Ia duduk dibaris kedua dengan sendiri, terpisah dari yang lainnya satu baris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan hingga sekarang, Natsume masih belum menunjukan niatan untuk membantu Harutora. Meskipun ia berpura-pura untuk tenang, kekhawatiran yang ada dihatinya terlihat jelas dalam sekali lihat. Kontradiksi dan penyesalan tertulis diseluruh wajahnya, dan ia melihat dengan fokus ke arah arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, orang-orang menyemangati dan memotivasi Kon dan Kyouko yang telah memanggil kedua Yakshanya sekarang. Ohtomo bersama Harutora sepertinya masih belum siap, dan mereka masih belum muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kelas ini selalu santai seperti ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin guru kita sedikit terlalu santai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu…… aku tidak bisa tidak bilang tidak benar……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma menunjukan senyum miris dan ekspresi susah kepada pertanyaan terus terang Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada akhirnya, dia awalnya bukanlah seorang guru, dan baru saja memulai sebagai guru di Akademi Onmyou semester ini…… Sejujurnya, ia tidak begitu bisa mengajar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa profesi dia sebelumnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia awalnya seorang Investigator Mistis sebelum ia mengundurkan diri karena luka dikakinya, dan ia cukup bagus dibidangnya – begitulah yang dikatakannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seorang Investigator Mistis, huh……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Investigator Mistis – investigator kriminal sihir yang merupakan spesialis dalam sihir anti-personel, spesialis Onmyouji yang membutuhkan kemampuan yang sangat. Sayangnya, kesan yang seharusnya diberikan oleh Touji telah menghilang karena Dairenji Suzuka seolah-olah mereka hanyalah antek-antek atau sekadar karakter tambahan. Tentu saja,  itu semua dikarenakan lawan mereka saat ini terlalu kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, Tenma. Berdasarkan insiden yang terjadi sekarang -  Harutora baru saja memanggil shikigami. Tidakkah reaksi dari Kurahashi Kyouko dan semuanya terlalu berlebihan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh, jika shikigami tersebut adalah shikigami standar reaksi semuanya tidak akan sebegitu terkejutnya, namun itu dikarenakan Harutora-kun telah memanggil shikigami pelindung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Tenma terhadap pertanyaan Touji dengan jujur. Keduanya baru saja berkenalan kemarin, namun hari ini mereka terlihat cukup akrab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingat kemarin kau bilang kalau dikelas hanya Natsue dan Kurahashi Kyouko yang mempunyai shikigami pelindung. Apakah shikigami pelindung itu benar-benar shikigami yang kuat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, tidak sepenuhnya kuat…… Shikigami pelindung dan shikigami tipe pelayan pada dasarnya adalah shikigami yang harus dipanggil setiap saat, jadi hal itu adalah beban berat bagi orang yang mereka layani. Meskipun beban tersebut relatif ringan ketika mereka tidak diwujudkan, mereka masih harus menjaga link dari energi spiritual tersebut setiap saat, jadi seseoran yang tidak memiliki kekuatan magis yang cukup kuat tidak bisa mengontrol shikigami semacam itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, begitu. Singkatnya, kekuatan magis yang tidak kuat tidak akan mampu mengontrolnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, jadi tipe pelayan atau shikigami pelindung seperti semacam symbol status untuk Onmyouji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi itu mengapa semuanya merasa sangat tak menduga orang luar seperti Harutora memiliki shikigami pelindung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menganggukan kepalanya. Lalu, giliran Tenma yang mendekat pada Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Hei, Touji-kun. Sejujurnya, bagaimana kekuatan Harutora-ssan? Aku awalnya percaya bahwa dia hanyalah orang luar, tapi…… Apakah ia benar-benar dibantu karena nama keluarga Tsuchimikado?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma tidak lupa untuk berhati-hati dengan sekitarnya ketika bertanya demikian, dan mata dibalik kacamatanya tak mampu menutupi keinginyahuannya. Touji hanya ber-‘hmph’ ria, mengangkat bahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ekspresi normal orang itu menunjukan bagaimana ia sebenarnya, dan penjaga kecil tersebut hanyalah hadiah perpisahan dari ayahnya ketika dia pergi, jadi dia tidak mengetahui betul bagaimana mengontrolnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia, dia memang terlihat tidak benar-benar bisa mengontrolnya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan dingin nan tajam pun terlihat dari mata Touji, dan mulutnya membentuk senyuman dingin, yang memberikan kesan arogan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika kau meremehkannya karena itu, ada kemungkinan kau akan menyesal karna hal tersebut. Musim panas ini contohnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada Touji berubah, dan Tenma pun tak mampu untuk tidak melihat ke arahnya dan berkata “Huh?”. Namun, Touji tidak mengindahkan tatapan Tenma dan hanya melihat dengan seksama ke arah arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji tidak menyaksikan bagaimana insiden yang disebabkan Dairenji Suzuka musim panas ini terselesaikan sebenarnya. Sesuatu telah terjadi dialtar ‘Bukit Imperial’, namun ia hanya mendengar kejadian tersebut berdasarkan sudut pandang Harutora, jadi ia juga tidak mengerti kekuatan Hrutora yang sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena hal ini, ia cukup tertarik dengan pertikaian shikigami ini terlepas bagaimana hal-hal nanti akan berkembang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma menatap Touji,  tatapannya terlihat kebingungan, masih terlihat kebingungan dengan ‘contoh’ yang dimaksud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Disisi lain, Harutora-kun benar-benar lama. Apa yang ia lakukan?” ia dengan segera mengganti subjek pembicaraan, seolah-olah ia menyadari bahwa Touji tidak berminat melanjutkan pembicaraan. Ekspresi Touji melembut atas sikap Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Meskipun aku seharusnya tidak berkata seperti ini didepan dirimu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika kau ingin berteman dengan orang yang berintelejen, akan terlihat lebih cocok jika kau memiliki hati yang sedikit jahat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apakah itu pujian? Atau suatu hinaan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjelasan singkat tersebut terdengar tidak dapa dimengerti oleh Tenma. Touji tidak merespon, hanya membiarkan senyum lembut muncul pada wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga lalu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, dia disini! ……Huh, ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma melihat ke arah arena dan berteriak, dan Touji juga sedikit memajukan tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Ohtomo, yang secara sukarela menjadi wasit, muncul diarena dimana Kyouko dan Kon menuggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tidak dapat dipastikan secara langsung apakah orang yang jalan memasuki arena Harutora atau bukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kenapa orang itu menggunakan pelindung kendo?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Da-dan bahkan menggunakan pakaian pelindung miasma diatasnya! Itu adalah peralatan &#039;&#039;exorcist&#039;&#039;!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora yang muncul ke tengah-tengah arena muncul dengan menggunakan helm kendo, dengan pelindung dada dan sarung pelindung ditubuhnya dan pakaian luar hitam. Bukan hanya Natsume dan yang lainnya bahkan lawannya Kyouko dan rekannya Kon melebarkan matanya karena terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana keributan muncul ditengah-tengah luasnya lapang latihan sihir, Harutora yang berpakaian aneh pun berjalan lurus menuju tempat dimana Kyouko berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Ohtomo memberikan pedang kayu kepada Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji pun tertawa girang melihat adegan didepannya, dengan segera mengerti apa yang dimaksud Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tidak buruk, sangat seperti gayanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pelan Touji berbicar pada dirinya disamping Tenma yang kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah perasaan yang mewarnai hati Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku murid baru yang baru saja masuk kemarin, dan pemula yang amat sangat minim pengalaman, bukan? Apa metode didalam Akademi Onmyou tidak memiliki akal sehat? Ide jahat macam apa yang direncanakan Ohtomo ini? Adakah Onmyouji serandom ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-kun~? Aku mendengar semua keluhanmu~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menggumamkan komplainnya tanpa henti sebagaimana ia berjalan menuju lapangan latihan sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko dan yang lainnya sudah lama pergi terlebih dahulu ke lapangan latihan sihir ketika ia sedang protes pada Ohtomo. Karena Harutora kerepotan, ia memaksa Kon untuk pergi duluan dan tertinggal sendiri berusaha meyakinkan Ohtomo – namun sayangnya, ia masih gagal dan hanya bisa jalan bersama Ohtomo dengan langkah berat menuju arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei, apa kau serius? Kau tak berencana untuk mengatakan sesuatu dan menengahi semuanya seperti sebelumnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebagai pengajar, tidakkah metodemu terlalu tidak bertanggung jawab?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Harutora terdengar marah, namun itu mungkin bukan hal yang tidak mungkin tidak diduga, dan Ohtomo tidak ada niatan sama sekali untuk menjawabnya pertanyaan tersebut secara langsung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, baiklah, ini tidak buruk. Ngomong-ngomong, kau baru saja masuk akademi dan sudah terasa diisolasi, bukan? Bukankah semua orang berpikir bahwa kau bodoh dan mengabaikanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwah, berpikir bahwa kau tidak peduli sama sekali dengan betapa rapuhnya perasaan murid pindahan, berkata demikian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dikarenakan kau memiliki shikigami pelindung, bukankah kau seharusnya mengambil kesempatan ini untuk menunjukan dirimu, dan mengembalikan reputasimu? Apa kau pikir aku sengaja berencana demikian tanpa benar-benar memikirkan murid-muridku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak sama sekali! Terlebih lagi, aku pasti akan kalah, dan pasti akan menjadi kekalahan yang spektakuler!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak akan bisa membuat omelet tanpa memecahkan telurnya, dan ngomong-ngomong  posisimu tidak akan memburuk bagaimanapun kau membuat malu dirimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu terlalu berlebihan! Apakah itu kata-kata yang dikatakan oleh instruktor?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan salah, Akademi Onmyou mungkin adalah sebuah sekolah, tapi ini hanya sekolah untuk mengajarkan teknik spesial.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Ohtomo dengan senang, tongkat dan kaki palsunya membentuk suara &#039;&#039;‘thump’&#039;&#039; sebagaimana kuduanya membentur lantai. Orang ini benar-benar tidak bisa dipulihkan. Harutora pun membenamkan wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Juga—“ Ohtomo tidak mengubah nadanya yang sembrono. “Natsume-kun adalah murid yang sangat istimewa, terutama shikigaminya. Tidak heran, jika itu adalah hewan penjaga Tsuchimikado, merupakan salah satu hewan spiritual langka yang ada dinegara ini, dan itu sangat kuat meskipun tidak bisa sering digunakan. Onmyouji normal tak akan mampu menyainginya bahkan para spesialis pun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kenapa kau tiba-tiba menyebutkan Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, maksudku adalah Natsume-kun sangat kuat, namun dia masih belum bisa menyaingi salah satu dari Dua Belas Pemimpin Suci. Dia tidak akan mampu mengurusnya jika ia hanya sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tidak mampu berkata-kata untuk sesaat dan ia pun menatap punggung Ohtomo yang berhenti didepannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo pernah sekali memberitahukan bahwa ia tahu informasi-informasi penting, namun Harutora tidak menyangka bahwa dia akan membawa-bawa nama Dairenji diwaktu seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbalik, bibirnya menunjukan senyum mengejek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-kun, kau memanglah orang luar yang tidakk tahu apa-apa, namun kau tidak perlu terlalu merendahkan dirimu sendiri. Kau telah melakukan hal luar biasa bahkan dimata seorang spesialis Onmyouji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku, Aku tidak melakukan apapun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak benar. Sihir yang dimaksud tidak selalu harus terlihat hebat dan kuat, dan sebenarnya, sihir kelas dualah yang paling berpengaruh. Bahkan orang luar yang belum pernah menjumpai sihir pun mampu mengeluarkan sihir tanpa sadar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo mengucapkan kalimat yang sama seperti yang dikatakan kepala sekolah , namun itu masih tidak dapat dipahami oleh Harutora yang tidak mengetahui perbedaan dari sihir kelas satu dan kelas dua sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun Ohtomo tidak terlalu peduli, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan kata lain, tidakkah kepala sekolah berucap sesuatu? Akademi Onmyou tidak akan mengumpulkan murid-murid yang tidak berkompeten apapun alasannya. Terlebih lagi, proses penilaian entah orang itu dikualifikasi atau tidak sangatlah kompleks, bukan sesuatu yang mudah seperti kau yang mengandalkan dirimu pada keputusan yang kau pilih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terdiam, menatap Ohtomo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah orang ini berencana untuk membodohinya dengan kebingungan-kebingungan lainnya? Namun, ucapan Ohtomo menggerakan hatinya dan ia tidak bisa untuk tidak mengindahkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo melangkah maju lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tujuan utamamu adalah menjeadi seorang Onmyouji, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, aku akhirnya merasa teryakinkan ketika mendengar kalimat tersebut. Aku tahu bahwa kau pasti tidak akan menyerah akan tujuanmu yang ingin menjadi Onmyouji, apapun masalah yang akan kau hadapi dimasa depan nanti. Karena itu, jangan terlalu khawatir. Akademi Onmyou telah mengakui kualifikasimu, dan tidak akan bermasalah untuk mencapai cita-citamu selama kau terus tumbuh berkembang sesuai dengan langkahmu sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Thump, thump,&#039;&#039; suara langkah Ohtomo pun terdengar selama dikoridor. Harutora masih berdiri terdiam sejenak dan kemudian ia mengejar Ohtomo yang telah jalan terlebih dahulu didepannya.&lt;br /&gt;
Akademi Onmyou adalah misteri, entah gedungnya, kurikulumnya, murid maupun gurunya. Namun elemen yang paling tak dimengerti diantara semuanya adalah ‘Onmyouji’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, adalah tujuannya untuk menjadi seorang Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menghormati janjinya dengan Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk merealisasikan impian Hokuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ohtomo-sensei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memutuskan keputusannya, memanggil Ohtomo. “Yah?” Ohtommo berbalik lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk pertarungan shikigami nanti……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa? Jangan khawatir, aku akan menghentikannnya dengan segera sebelum kau terluka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menggelengkan kepalanya, mengabaikan candaan Ohtomo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada yang ingin kutanyakan padamu – bisa aku berbicara padamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Harutora meminta permintaanya dan keduanya berbicara, hasilnya adalah Harutora yang mengenakan pakaian perlengkapan kendo dan pelindung miasma sebelum memasuki arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko mengerutkan dahi, dan bahkan Kon terlihat terkejut melihatnya. Harutora pun merasa malu, wajahnya memerah dari balik pelindung wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak berkata aku ingin menggunakan perlengkapan yang berlebihan ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Idiot, dikarenakan aku menyetujui permintaanmu, perlindungan seperti ini adalah normal. Aku yang akan bertanggung jawab jika kau terluka. Ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Ohtomo tertekan, memberikan Harutora pedang kayu. Sebenarnya, pedang kayu ini adalah hal yang diminta oleh Harutora pada Ohtomo -  lebih tepatnya, ia hanya menginginkan ‘senjata’ ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku telah memberikan sedikit mantera pada pedang kayunya juga pelindungmu. Jadi bahkan jika kau terpukul pada bagian kepala. Kau tidak akan terbelah menjadi dua dengan pedang kayumu. Berterimakasihlah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-iya, terima kasih sensei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mencoba mengayunkan pedang kayunya setelah ia menerimanya. Ia pernah sedikit berlatih kendo saat sekolah menengah pertama pada kelas edukasi fisik, namun setidaknya akan lebih nyaman untuknya daripada bertengkar dengan tangan kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Baiklah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menganggukkan kepalanya untuk meyakinkan dirinya dan meninggalkan Ohtomo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha-ha-ha, Harutora-sama? Pakaian itu……?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon tergagu ketika melihat pakaian Harutora. Dengan canggung mengangkat bahu dari balik baju pelindungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar, Kon, ini adalah rencana bertarungku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-iya…… Huh? Rencana bertarung?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, sebenarnya rencananya cukup simpel,  kau fokus pada yang putih dan aku akan melawan yang hitam.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Uh, um, Harutora-sama? Maksudmu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Kon pun penuh dengan kebingungan, ekor tebalnya berayun-ayun khawatir sebagaimana ia tidak tahu bagaimana untuk meresponnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau mainkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Kyouko marah, nadanya sinis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah pertarungan antara shikigami, yang sangat wajar dilakukan ketika latihan praktik. Shikigami yang bertarung dipertarungan ini, bukan pemilik…… Namun aku tidak akan menghentikanmu jika kau masih merasa takut mengenai hal tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diam kau, perawan! Jika kau berani membuka mulutmu lagi—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei! Tenanglah, Kon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari belakang, dengan segera Harutora menahan Kon yang tengah bersiap-siap untuk menyerang, menahan geli yang ia dapatkan dari ekornya dan mengangkatnya. Kaki Kon pun menendang-nendang diudara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha-ha-harutora-sama, tolong lepaskan aku~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama, tolong jangan sela aku! …Kurahashi, kau bilang ‘terserah aku’ tadi, bukan? Jadi kau tidak keberatan jika aku menggunakan senjata?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sungguh menyebalkan. Kau begitu ketakutan dengan shikigamiku bahkan ketika kau memerintah shikigamimu dari jauh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lagipula, mereka memiliki katana dan tombak, dan aku tidak memiliki keberanian untuk melawannya tanpa perlindungan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera Harutora mengakuinya, dan Kyouko menaikan alisnya terkejut, terlihat seperti ia tidak mengerti maksud dari perkataannya. Lalu, matanya melebar sebagaimana ketika ia akhirnya mengerti implikasi yang disampaikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berencana untuk juga turut serta dan bertarung melawan shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-i-i-itu tidak bisa dibiarkan, Harutora-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa yang peduli, bukankah ada dua shikigami disisinya? Ukuran dan badanmu tidak bisa menandingi keduanya, dan juga tak akan ada kemungkinan menang sama sekali jika dua lawan satu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-apa, apa yang kau maksud?! Pertama, tidakkah kau mengetahui bahwa sebagaimana jumlah shikigami bertambah, mengontrolnya juga akan semakin sulit? Jumlah adalah tes kekuatan bagi pemilik, jangan berpikir memiliki shikigami lebih dari satu itu tidak adil!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak bermaksud demikian, aku hanya mengatakan jika denganku, akan menjadi dua lawan dua.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Harutora tenang, namun Kyouko berteriak dengan seraknya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan bercanda! Pemilik macam apa yang begitu bodohnya untuk melawan shikigami! Ini adalah pertarungan shikigami, hanya shikigami yang bertarung!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan aku juga seorang shikigami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Harutora tenang dan objektif dari balik pelindung wajahnya. Kyouko mengeleng-gelengkan kepalanya, tertegun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para murid yang ada di bangku penonton semua ternganga mendegar perkataan Harutora. Tentu saja, Tenma tidak terkecuali, dan reaksi Natsume juga sama. Satu-satunys ysng terkecuali adalah  Touji yang sejak awal tertawa ria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei setuju.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah, sensei?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah otakmu telah hancur?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu terlalu menyakitkan untuk didengar, Kyouko-kun. Namun itu adalah &lt;br /&gt;
tekad yang bagus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Berpikir kau tidak menolaknya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menurunkan Kon dan melirik sekilas ke arah Ohtomo. Kyouko terlihat menemukan bahwa situasi yang berkembang saat ini sulit untuk diterima karena pengakuan telak sang instruktor, dengan pelan bergumam &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Bagaimana hal macam ini terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah waktunya untuk dimulai. Khususnya dikarenakan kau yang menyatakan untuk bertarung terlebih dahulu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Aku tidak akan menentangmu jika kau ingin menghentikan pertarungannya, dikarenakan aku hanya mengikuti kemauanmu untuk bertarung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Harutora sedikit tersenyum, dan Kyouko menggertakkan giginya ketika ia melihatnya, sangat marah sehinnga seluruh tubuhnya bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, dengan cepat ia mengangkat kepalanya, melihat ke arah bangku penonton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume-kun, apakah ini termasuk cara Tsuchimikado? Kau tidak berencana &lt;br /&gt;
untuk menghentikannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ugh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume yang tiba-tiba ditanya pun menjadi kaku, tatapannya pun semakin gugup seolah-olah ia sedang dihukum mati dan diberikan pistol untuk eksekusinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume-kun!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tidak menjawab teriakan Kyouko. Matanya dengan segera berganti arah ke Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Harutora sama sekali tidak melihat ke arah Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terlalu berlebihan. Akulah orang yang bertarung denganmu, bukan Natsume.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko mengembalikan tatapannya ke arah Harutora karena sikap sembarangnya. Ia tanpa berkata menatap Harutora cukup lama seolah-olah sedang memecahkan keraguannya dan akhirnya memanggil nama penjaganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua Yaksha menunjukan dirinya kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para murid yang ada dibangku penonton pun mulai bersorak, dan Natsume yang mengobservasi keadaan dari samping pun turut ikut berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku tidak akan peduli jika sesuatu terjadi pada dirimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Kyouko sedikit memucat ketika ia memberikan peringatan tersebut, namun Harutora tidak membalas, mengayukan kembali pedang kayunya untuk mengonfirmasi rasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha-ha-ha, Harutora-sama. Maafkan kesalahanku, namun aku tidak bisa menyetujui rencana ini, ini tanggung jawabku untuk bertarung dengan musuh, jadi jika Harutora-sama berkenan untuk mundur……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Harutora pendek, tak mengindahkan permohonan Kon—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Namun, tatapannya terlihat rileks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada akhirnya, aku tidak mengerti metode penggunaan shikigami sama sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ja-ja-jangan biarkan masalah kecil mengganggumu, Harutor-sama…….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, tapi itu juga tak berguna. Meskipun jika aku tidak mengerti cara untuk menggunakan shikigami, aku masih harus menemukan cara lain untuk dengan caraku sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata seperti itu, Harutora menaruh tangannya diatas kepala mungil shikigaminya, menepuk pelan dua kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi aku ingin mencoba metode yang paling umum terlebih dahulu. Aku sama sekali tidak ada niatan untuk tidak memercayaimu, dan juga setidaknya aku ada kesempatan untuk mundur nanti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ta-ta-tapi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan pasang ekspresi seperti itu, setidaknya aku memiliki sedikit pengalaman bertarung, aku mengandalkanmu, teman.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon menatap Harutora, kekhawatirn muncul wajah polosnya. Eberapa saat kemudian, ia mengeratkan bibirnya dan dengan perlahan berbalik menghadap Kyouko dan shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Hei, apa dia serius?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin, orang itu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana para murid menonton pertarungan dari bangku penonton dengan saling berbisik, suara diskusi mereka pun terdengar semakin berisik. Suara yang awalnya terdengar tidak puas dan meremehkan kini berubah menjadi keterkejutan dan penantian. Suara pun muncul dimana-mana, dan dengan sengaja ia mengalihkan pikirannya dari hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia membiarkan kesadarannya fokus pada pertarungan yang akan ia hadapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berharap untuk mendapatkan setidaknya pengalaman berguna dari pertarungan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sepertinya kedua belah pihak telah bersedia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Ohtomo menyadarinya, suaranya menggema ke seluruh arena, dan suasana pun untuk sementara menjadi hening.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu – Mulai!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertikaian shikigami pun dimulai ketika perintah terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini buruk, aku hampir tak kuasa untuk melihatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menatap dengan intens pada pertarungan yang ada diarena dari balik bayangan pilar dibelakang bangku penonton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua Yaksha yang dikontrol oleh Kyouko saat ini sedang bertarung dengan sengit melawan Harutora dan Kon. Namun shikigaami Kyouko terlihat seperti tidak terlalu gesit dalam melawannya, mungkin dikarenakan lawan mereka adalah manusia, dan Kon tidak bisa fokus dengan lawannya karena ia khawatir dengan Harutora. Hanya Harutora seorang yang bertekad, namun Harutora terguling ke tanah setelah terpental oleh tombak shikigami hitam – Kokufuu – .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu shikigami yang dipilih oleh sang raja?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sang Raja Bintang Utara masih belum terbangun dan hanyalah seorang anak remaja biasa saat ini. Sudah menjadi emosi manusia untuk memiliki seseorang yang ada disisinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun berpiki bahwa ia akan memilih pemuda rendahan seperti itu, sungguh mengecewakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sangat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia sangatlah tidak senang, bahkan merasa marah. Ia merasa bukan hanya kemahsyuran yang terdapat pada sang Raja Bintang Utara saja tapi juga idealisme dan kesetiaan yang ia berikan hanya untuk sang raja kini seperti terinjak-injak dan kotor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika sang raja bangkit, ia dengan segera akan memperbaiki kejelekannya ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun seberapa cepat itu akan terjadi, ia tidak bisa membiarkan sang raja melakukan aksi rendahan. Ia tidak bisa menoleransi aksi tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harus ada seseorang yang ada disisi sang raja untuk menuntun tindakannya sampai sang raja bangkit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, ia percaya bahwa hanya dirinyalah yang mampu untuk menanggung tanggung jawab tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau pikirkan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora telah melepas pelindung yang dikenakannya setelah pertarungan selesai dan duduk dibangku yang ada diruang ganti. Natsume segera beranjak pergi dari kursi penonton dengan momentum yang hampir membuatnya terlihat terbang. Hanya Harutora dan Kon yang ada diruang ganti. Touji juga datang untuk menemui Harutora diruang ganti, namun datang lebih lambat dari Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang aku pikirkan…… apa yang kau maksud?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja yang aku maksud adalah pertarungan tadi! Berpikir bahwa kau akan turut serta dan bertarung melawan shikigami, apa kau gila? Apa yang akan kau lakukan jika kau terluka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itulah mengapa aku berpakaian seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak berguna! Terlebih karena lawanmu adalah Yaksha, kau bisa saja kehilangan nyawamu jika kau ceroboh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume sangat marah, wajahnya memerah sebagaimana ia memarahinya. Harutora menautkan alisnya dan menutup mulutnya sebagaimana ia terduduk dibangku, dikarenakan ia telah kalah telak tadi dan tidak berada diposisi untuk membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasil dari pertarungan tidak jauh dari dugaan orang-orang, dan Harutora telah kalah dengan spektakulernya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shikigami pelindung Kyouko, Hakuou dan Kokufuu bukanlah lawan yang dapat disaingi dengan kemampuan gerakan dan bertarung. ‘Shikigami model-G’ yang dijual oleh Agensi Onmyou memiliki kemampuan bertarung dan teknik bahkan walau tidak bersenjata, dan Hakuou dan Kokufuu telah menguasai kemampuan tombak dan pedang masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, mereka mengandalkan pada kemampuan pengendalian pemiliknya untuk menggunakan kemampuan tersebut. Kemampuan Kyouko dalam mengendalikan cukup bagus hingga ia mampu mengendalikan keduanya sekaligus. Kyouko dengan jelas terlihat ragu-ragu pada awal pertarungan dikarenakan lawannya yang seorang manusia., namun entah ia mengubah pemikirannya segera atau mereasa jengkel dengan permainan Harutora, ia berhenti untuk mengasihani dan Harutora dan Kon pun tak mampu menangkis serangan kuatnya. Tentu saja, Kyouko memukul dengan bagian belakang pedang sejak awal. Ia membuat shikigaminya dengan cekatan menggunakan ujung tombak untuk menyerang Harutora, melemparnya, menyudutkan, dan memukul sesukanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penonton yang berdiri untuk melihatnya dengan napas yang tertahan sejak awal berakhir dengan candaan dan tawa yang ironis; diantara mereka, Touji adalah orang yang tertawa paling kencang……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kau tidak melawan balik lebih serius! Aku tidak setuju dengan yang dikatakan Kurahashi Kyouko, tetapi mengayunkan pedang kayu dan berdiri arena pertarungan bersama dengan shikigamimu adalah tindakan yang memalukan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku, aku sangat serius.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau benar-benar berpikir bahwa pertarungan tadi itu ‘serius’!? Kau diolok-olok dan orang-orang yang menonton menertawaimu…… Tidakkah kau merasa buruk sama sekali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriak Natsume dengan wajah merah, terlihat sangat marah, namun, Harutora merasa sedikit bingung daripada harus introspeksi ataupun menggugahnya. Ia tidak mengerti alasan mengapa Natsume marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, meskipun Natsume bertanya ‘apa kau tidak merasa buruk’, Harutora sebenarnya tidak merasa tidak puas sama sekali, bahkan jika ia kalah dalam pertarungan ini. Setidaknya, rasa tidak berdaya dan kosong yang dirasakannya kemarin tidak memenuhi hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak merasa tidak puas dengan kekalahannya, ataupun ia bermaksud untuk pamer, namun dibandingkan itu dirinya mengalami kemajuan seolah-olah ia telah mendapatkan langkahnya untuk pertama kalinya. Dan sikap Harutora pun dengan sangat menerima kekalahan telah membuat Natsume sangat marah, namun shikigami yang belum berpengalaman dan tidak cukup tanggap, tidak menyadari perubahan halus yang ada dihati tuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ha, Ha-harutora-sama……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon dengan pelan menarik ujung seragam Harutora dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……A-a-a-a-apakah tak apa untuk membiarkannya memarahimu seperti ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Whew, idiot…… Bukankan aku sudah bilang kemarin? Dia adalah pewaris selanjutnya dari keluarga utama, dan aku sekarang adalah shikigaminya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ta-ta-tapi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan tak senang yang lebih dari Harutora pun muncul dari wajah polos sang shikigami, bukan hanya karena kalah, namun juga dikarenakan tak mampu untuk membalas perkataan Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume dengan diam menatap sinis ke arah Kon ketika keduanya saling berbisik. Bahkan Kon pun tak mampu untuk tak diam ketika tatapan bagaikan maut tersebut dilayangkan ke arahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora telah memberitahukan Kon mengenai keadaan Natsume kemarin , dan Kon pasti bisa membedakan Natsume yang berasal dari keluarga utama, bahkan jika sikapnya ke orang selain Harutora tidak berubah sama sekali.&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, ia tetap mencoba untuk membela tuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ta-tadi Harutora-sama kalah dikarenakan pe-pe-pedang kayu yang diberikan oleh Onmyouji palsu tukang senyum itu…… itu pasti bukan karena kemampuan Harutora-sama……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pedang Kayu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume pun tak mampu untuk tidak bertanya ketika mendengar pembelaan Kon, dan Touji yang sejak awal telah menyilangkan tangannya dengan diam pun berbicara seolah-olah ia telah memikirkan sesuatu yang mengejutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi itu masalahnya? Trik tersebut cukup disayangkan. Harutora, kau awalnya berencana untuk menggunakan kesempatan tersebut, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tu-tunggu, apa yang kau katakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak menyadarinya? Sebelum pertarungan berakhir, shikigami hitam &lt;br /&gt;
tersebut menyerang dengan ritme yang cukup monoton, mungkin karena kebiasaan atau karena kecerobohan. Pada saat itu, orang ini menyibukkan dirinya dengan bertahan sambil perlahan memberikan jarak, berencana untuk menghindari serangan tombak dan mengambil kesempatan pada kesempatan tersebut untuk mendekati musuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon mengangguk dengan cepat dari belakang Harutora ketika ia mendengar pemaparan Touji, namun Harutora menolehkan wajahnya malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, Harutora telah menggunakan perbedaan jarak dari kedua senjata, merapatkan jarak diantara keduannya, yang bahkan telah berhasil menarik dan menghindari serangan Kokufuu, dan dengan segera mempersiapkan penyerangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ketika ia sedang memberikan ancang-ancang dan akan menyerang dengan seluruh kemampuannya, pedang kayu yang diayunkannya tiba-tiba retak diudara dari ujung hingga ketengah bagian – dan terlebih lagi, pedang tersebut telah hancur luar dan dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Bukankah itu retak karena ia menyerang senjata lawan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nn…… Aku fokus untuk menyerang tadi, dan sebenarnya aku tidak terlalu yakin dengan apa yang terjadi. Namun sungguh tadi sensei bilang bahwa ia telah ‘memberikan mantera’ pada pedang tersebut, dan itu kemungkinan disebabkan akumulasi bertahap dari guncangan yang telah dialami sebelumnya. Itu hanya menunjukan bahwa serangan lawan begitu kuat, jadi aku tidak bisa melakukan perlawanan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bu-bukan itu masalahnya, ini adalah kesalahan Onmyouji pa-pa-palsu tersebut!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Onmyouji palsu…… Ketika pedang kayu itu patah, aku juga merasa marah pada guru sialan itu. Tapi tetap, ini hanyalah sebuah ketidakberuntungan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tersenyum getir, mencoba menenangkan amarah yang menguar dari shikigaminya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tanpa sadar ia melirik Natsume dan menyadari bahwa wajah teman masa kecilnya telah memucat dari sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ini sungguh keterlaluan.” Natsume bergetar ketika ia berucap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Ke-kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu sihir apa yang diberikan Ohtomo-sensei pada pedang kayu tersebut, tapi ia seharusnya memperkuat pedang kayu tersebut untuk menahan serangan Yaksha, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, seingatku, ia bilang sesuatu seperti itu……. Jadi kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau bodoh! Berpikir bahwa kau turut serta bertarung dimana pedang kayu yang diperkuat saja bisa terbagi menjadi dua! Kau seharusnya memiliki kesadaran diri, bukan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan Natsume jauh terdengar lebih marah dari sebelumnya. Harutora tersentak, menatap Natsume, namun Natsume telihat enggan untuk bahkan melihat Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajahnya pun dipenuhi dengan kekhawatiran dan emosi lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau terlalu percaya diri dengan dirimu, apakah kau bisa menganggap dirimu sebagai Tsuchimikado seperti itu? Sihir sangatlah berbahaya! Dikarenakan kau bodoh, gunakanlah otakmu itu sedikit untuk berpikir sebelum bertindak!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya bergetar hingga akhir dan nadanya semakin dan semakin marah.&lt;br /&gt;
Harutora pun akhirnya sudah muak mendengar omelan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apakah itu ‘perintah’, tuan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku minta maaf aku membuatmu malu lagi, tapi sayangnya, ini adalah caraku, dan jika kau tidak senang dengan ini, mungkin kau harus segera bergegas dam memecat shikigami sepertiku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merajuk dan menolehkan kepalanya setelah berkata demikian. Mata Natsume melebar dan ia pun berdiri terdiam, terkejut dan tidak mengerjap, tak mampu untuk menghentikan dirinya yang bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Airmata pun menggenang dimata yang menatap Harutora dengan emosi yang histeris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menahan emosinya dengan seluruh tekadnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jika kau berpikir bahwa metode tersebut ampuh,  lalu kenapa kau tidak pergi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Natsume membalikan tubuhnya – berlari meninggalkan ruang ganti tanpa menoleh ke belakang, rambutnya yang berayun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ha-harutora-sama……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon menatap Harutora, tak tahu harus berbuat apa. Bahkan Kon yang tidak senang dengan sikap keras Natsume tak berdaya dalam mengatasi masalah ini. Harutora pun membenamkan wajahnya, dan memutuskan untuk mengabaikan shikigaminya yang kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji mendesah ringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Dia berkata begitu karena ia khawatir denganmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegelisahan emosinya pun mereda sesaat ketika mendengar kalimat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Harutora, suaranya terdengar telah lama kehilangan rasa puas karena telah menemukan langkahnya yang terdengar tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari kedua ia memasuki akademi berakhir dengan demikian. Harutora menghela napas dalam didepan teman baiknya dan shikigami yang mengkhawatirkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, situasinya mulai berubah kali ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal terjadi dalam bentuk yang tak diduga oleh Harutora dan yang lainnya dan ditempat yang mereka waspadai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagi berikutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terjebak dengan harus menggunakan jimat penyembuh untuk lukanya yang diakibatkan pertarungan kemarin. Ketika ia memasuki kelas, dengan segera ia merasa atmosfer dikelas sedikit aneh. Meskipun ia tidak tahu mengapa, ini terasa berbeda dari dua hari sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia benar-benar tidak tahu darimana rasa abnormal itu datang, bahkan berpikir ialah yang harus disalahkan sebagaimana ia berjalan melewati podium dengan heran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume telah terduduk dibangkunya. Ia dengan segera menolehkan wajahnya ke arah jendela setelah melihat Harutora yang memasuki ruang kelas. Pada akhirnya, reaksi seperti itu sudah diduga setelah argumen mereka, namun Harutora masih merasa berat hati sejak pagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji berencena untuk menjaga jarak untuk mengobservasi situasi hari ini, jadi Harutora duduk sendiri dibangku yang sama seperti kemarin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berdoa didalam hatinya, berharap semoga semua akan berjalan lancar, tanpa adanya hal yang tidak diinginkan hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Se-selamat pagi, Tsuchimikado-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Ah, selamat pagi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Harutora terduduk, tiga murid perempuan berjalan menghampirinya.&lt;br /&gt;
Harutora telah melihatnya sebelumnya dikarenakan mereka sekelas, namun ia tidak pernah menyapa mereka sebelumnya dikarenakan ia tidak mengetahui nama mereka. Ia memerhatikan wajah ketiganya yang terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa kau ada waktu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Uh, kurasa…… A-ada apa? Apa kalian memerlukan sesuatu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, sebenarnya tidak……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu dari mereka berbicara malu-malu. Dan sisanya menyemangatinya dari belakang, mendesaknya untuk segera dan membuat Harutora kebingungan.&lt;br /&gt;
Mungkinkah mereka menghampiri untuk menggertak murid baru? Mungkin murid-murid kelas mulai bergerak dihari ketiga ia masuk. Bagaimana jika mereka merasa bahwa Harutora adalah pengganggu? Namun sebagaimana Harutora khawatir dengan dirinya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pe-pertarungan kemarin sangatlah hebat, tapi lukamu tidak parah, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Oh, terima kasih. Luka kecil ini bukan apa-apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu bagus. Tapi aku benar-benar terkejut, aku tidak pernah berpikir ada orang yang mau melawan shikigami dengan pedang kayu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-memang…… Tidak ada yang melakukannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menjawab dengan tergagap, dan dua orang yang berdiri dibelakangnya tiba-tiba maju ketika mendengar kalimat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan lawanmu adalah shikigami pelindungnya Kurahashi, bukan? Itu sungguh luar biasa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-aku tidak tahu benar tentang itu. Namun aku pikir…… Itu tidak begitu luar biasa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu kenapa kau turut serta bertarung?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa…… Pada akhirnya aku tidak tahu bagaimana menggunakan sihir, dan aku tidak mengerti bagaimana mengontrol shikigami dalam pertarungan…… Jadi aku ingin setidaknya sedikit membantu – begitulah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin! Kau turut serta hanya karena itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh tidak bisa dipercaya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga gadis tersebut pun mengerang pelan. Harutora, yang masih tidak yakin dengan apa yang terjadi, terkejut dan memberikan ekspresi bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, dua murid pria yang daritadi memerhatikan dari kejauhan memanggil ketiga gadis tersebut dan mengambil kesempatan untuk mendekati tempat duduk Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tersenyum kaku pada Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Hai, kemarin sungguh disayangkan, Tsuchimikado. Kau sangat berani untuk tidak kabur seperti ayam.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, aku akan kabur dari awal jika aku melawan Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua murid laki-laki tersebut terlihat merasa sedikit malu karena tidak berbicara dengannya selama dua hari, tidak seperti para gadis yang terlihat santai. Bahkan jika mereka tidak bisa menyembunyikan rasa malu mereka, mereka masih menunjukan itikad baik dan berbicara dengan rasa ingin tahu dengan Harutora. Sikap tersebut membuat Harutora tak mampu untuk tidak terkejut hingga ke relung hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah lama aku tidak melihat shikigami pelindungnya Kurahashi, bukankah mereka pada dasarnya berada ditingkat professional? Dan bahkan ada dua!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi bukankah keluarga Kurahashi secara khusus membuatkannya untuk patuh dengannya? Itu terlalu tidak mungkin, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hampir seluruh shikigami pelindung dibuat untuk mematuhi penggunanya, tidakkah itu memakan banyak biaya? Itu sungguh hebat ketika kau turut serta dan bertarung hanya menggunakan pedang kayu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohtomo-sensei terlalu &#039;&#039;random&#039;&#039;, aku bahkan berpikir bahwa ia hanya bercanda awalnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para murid mengelilingi Harutora, berbicara dengan lepas tentang perasaan mereka mengenai kejadian kemarin, bahkan memerlakukan Harutora seolah-olah ia tidak ada disana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah, Harutora-kun?” salah satu dari wajah yang ia familiar pun datang mencarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah Tenma. Bahkan jika ia merasa terkejut pada situasi yang terjadi pada Harutora, ia tetap dengan cepat menyadari keadaan dan &lt;br /&gt;
menengahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh, Te-tenma……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selamatkan aku – Harutora memohon dalam diam. Tenma tak mampu untuk tidak tertawa dikarenakan penampilannya yang sungguh menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemarin sungguh berat untukmu. Tapi kau sungguh mengejutkanku, apa tubuhmu baik-baik saja?” ia berbicara dengan nada santai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku baik-baik saja, maaf membuatmu khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan berkata seperti itu. Tapi, Harutora-kun, jadi kau punya shikigami pelindung, huh. Dan terlebih lagi itu bukanlah shikigami yang dijual dipasaran, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, yah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar! Hei, Tsuchimikado-kun, bolehkah kau menunjukan kembali shikigamimu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, aku juga! Aku mau lihat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para gadis dengan segera menunjukan ketertarikan yang sangat ketika mendengar tentang shikigami pelindung, dan Harutora dengan bingung memberikan tatapan bertanya pada Tenma. Tenma pun menganggukan kepalanya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun ia telah diperintah untuk bersembunyi, Kon selalu menemani Harutora disisinya, dan ia selalu mendengar percakapan mereka. Wujud shikigami pelindung tersebut pun muncul ketika Harutora memanggilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wah, keren!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iyah! Manisnya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata para murid kelas pun berkilat senang, khususnya para gadis yang dengan anehnya tampak gembira, terus-menerus memuji Kon lucu dan bahkan merentangkan tangannya untuk menyentuh Kon. Kon pun membeku kaku menghadapi ketidaksopanan tersebut, panik pun ditunjukan oleh mata birunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha-ha-ha-harutora-sama!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Maafkan aku, Kon. Bertahanlah sebentar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merasa seperti ia telah memerlakukan Kon seperti sebuah barang pengorbanan, dan ia pun menyembunyikan rasa bersalahnya. Ekor Kon dan sepasang telinganya pun berdiri dengan panik, dan Harutora pun hanya bisa berpura-pura bahwa ia tidak melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shikigami pelindung ini sangat muda, dan sekarang aku melihatnya dari dekat. Tsuchimikado, mungkinkah ini adalah tipe yang kau suka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku ingat bahwa dia adalah shikigami tingkat tinggi? Begitu, jadi kau membuat shikigami macam ini untuk melayanimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kubilang bukan begitu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia panik, sungguh mencurigakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah kalian mandi bersama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iyah, mesum—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mengapa kalian tidak mengerti kalimat yang kukatakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin reaksi panik yang diberikan tuan dan shikigaminya terlihat lucu, sebagimana murid-murid yang mengelilingi Harutora satu persatu tertawa. &lt;br /&gt;
Kebingungan yang ada dihati Harutora masih belum menghilang, namun wajah yang kini mengelilinginya bukan lagi wajah yang tidak bisa dibaca dan dingin seperti dua hari yang lalu, dan malah mereka tersenyum disekitarnya. Mereka memang menertawainya, namun terdapat itikad baik yang ditujukan kepada Harutora yang tersembunyi dalam kata-kata mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bodoh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, sebuah suara datang dari bagian belakang kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang tersebut berkata dengan suara yang memprovokasi. Harutora menoleh untuk melihat, dan itu adalah siswa laki-laki lainnya yang wajahnya ia kenal namun namanya tidak diketahui olehnya. Murid laki-laki tersebut melihat ke arah kerumunan disekitar Harutora dengan kaki yang terangkat diatas meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Bahkan laki-laki ini yang tidak mengetahu apa itu shikigami pelindung memiliki shikigami tingkat tinggi? Dasar keluarga terkenal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara laki-laki tersebut membawa kesan jijik dan murid yang riuh bergemuruh kini terdiam mendengar kalimat tersebut, dengan atmosfer tertawa nan senang yang dengan segera menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cepat Harutora memanggil: “Kon!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon, yang telah melepaskan tangan murid perempuan dan dengan segera ingin menuju tempat yang meremehkan tuannya, dengan segera terhenti ditengah udara. Panggilan Harutora jelas tidak bermaksud untuk memerintah Kon untuk menyerang, namun untuk menahan Kon, untuk menahan dirinya memberikan pelajaran pada bocah laki-laki yang kurang ajar. Kon telah menggenggam gagang dari wakizashinya seolah-olah sedang memburu mangsa yang ada didepannya, namun terhenti. Suara tidak senangnya “Uuu~” telah membuktikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Sungguh, apa kau mengerti untuk memikirkan tindakanmu terlebih dahulu atau tidak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ta-ta-tapi~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menyipitkan matanya, menatap pada Kon yang memohon sangat, dan ekor Kon yang menurun dengan depresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, murid laki-laki yang hampir diserang tersebut dengan cepat menurunkan kakinya dari meja, hampir terjatuh dari duduknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mungkin tidak menduga bahwa sarkamnya akan mengundang serangan shikigami, dan wajahnya pun tegang karena takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu murid perempuan tidak mampu untuk tak tertawa melihat penampilan murid laki-laki yang ketakutan tersebut. Tawa pun menyebar, dan bukan hanya sekitar Harutora namun seluruh kelas pun terisi dengan canda tawa. Murid yang ditertawakan marah dan malu, wajahnya menggelap dan memerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun… “Maaf.” Harutora berdiri, membungkuk dalam untuk meminta maaf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para murid yang ada disisinya menatap dan menganga, terkejut dengan sikapnya yang meminta maaf. Bulu pada ekor Kon pun berdiri bagaikan jarum seolah-olah ia mendapat tamparan keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf untuk mengganggumu, aku tahu aku mengganggu, tapi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengangkat kepalanya, menatap lurus ke arah murid laki-laki yang terkejut karena aksinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku masih ingin berteman baik dengan kalian semua. Aku juga ingin mengatakan ini pada Kurahashi kemarin, namun maukah kalian menerimaku? Aku akan berusaha semampuku untuk bisa berteman dengan kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruang kelas terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini baik-baik saja. Ia tidak ingin marah karena komentar sarkas dan malah mempermalukan dirinya. Secara khusus, ia bisa mengerti rasa marah yang ada pada murid tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon mengambang diudara, menatap tuannya dengan heran, dan ekspresi murid kelas yang mengelilingi Harutora juga sama. “Uh, itu……” murid laki-laki yang dimintakan maaf oleh Harutora tergagap, tidak tahu bagaimana harus merespon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atmosfer hening yang aneh pun mengisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perempuan yang pertama kali mengajak Harutora berbicara memecahkan keheningan. Berkata dengan riang:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kau selalu membicarakan orang lain, tapi bukankah kau yang tidak bisa mengontrol shikigami sederhana yang dibuat sensei pada tes praktik sebelumnya? Kau tidak mungkin bisa menggunakan shikigami pelindung, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Di-diamlah.. aku tidak menggunakan seluruh kemampuanku waktu itu! Dan juga metode tersebut berbeda dengan pengendalian otomatis!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau berkata demikian, tapi aku ingat kau kelelahan saat itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah memang seperti itu pada awalnya! Dan bukankah kau juga tidak mampu berdiri untuk sesaat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid laki-laki itu membalas setelah murid perempuan tersebut selesai bicara. Atmosfer pun sedikit santai karena ini. Harutora merasa bahwa yang seharusnya diselamatkan adalah dirinya dibandingkan dengan laki-laki yang sedang dicandai oleh seluruh kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngo-ngomong-ngomong, Tsuchimikado. Kau sebaiknya mengerti bahwa aku tidak kuasa melihatmu atau pertandingan kemarin!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid laki-laki tersebut kembali berkata dengan arogan, mengucapkankan kata kasar kembali, namun nada sinis dari sebelumnya tidak lagi terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akan kuingat itu, dan juga, kau bisa memanggilku Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid laki-laki tersebut memalingkan wajahnya, menjawab dengan ber’hmph’ &lt;br /&gt;
ria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tidak membenci cara akrab seperti itu. Ia tidak ingin memaksakan dirinya untuk berteman dengan semuanya, atau dengan percaya dirinya mampu melakukan seperti itu. Meskipun jika orang-orang berpikir bahwa dirinya menyebalkan, ia lebih memilih untuk mengatakan secara jelas didepan orang tersebut dibandingkan dengan menggosipinya dibelakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berbalik, berterima kasih pada gadis yang telah menyelamatkannya dengan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, aku masih tidak mengetahui nama-nama semuanya, jadi bisakah kalian mengambil kesempatan ini untuk memberitahukanku? Tak apa jika semuanya hanya memanggilku Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Okay, jadi Tsucchi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak mendengarkanku sama sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum getir Harutora membuat suasana kelas kembali ria. Tenma memulai dengan memperkenalkan dirinya kemballi, dan murid lainnya pun turut serta mengikutinya. Murid laki-laki yang ada dibelakang kelas pun hanya bisa ‘tch’ melihat keadaan tersebut, namun ujung-ujung mulutnya sedikit terangkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejadian baru telah muncul diruang kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon melihat tak mengerti dengan suasana yang ada didepannya, seolah-olah mereka telah lupa akan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, bukan hanya Kon, ada seseorang juga—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku tidak mengira perkembangan macam ini akan muncul.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat yang tiba-tiba membuat Natsume mengerang terkejut, dan dirinya terlalu sibuk dengan segera mengembalikan suara asalnya untuk menyembunyikan suara tinggi nan melengkingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“To-touji……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmph, akan lebih baik jika perkembangan seperti ini dilakukan olehnya dengan sengaja…… Namun ia hanya mengikuti arus tanpa merencanakannya sama sekali, jadi orang-orang yang tidak bisa berbuat seperti itu akan terlihat cemburu setelah melihatnya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Touji melirik Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Bukankah begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“O…… Omong kosong macam apa yang kau katakan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume menjawab dengan bisikan pelan, memalingkan wajahnya untuk menghindari tatapan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tatapan mengelaknya justru malah terarah ke Harutora. Saat ini Harutora telah menjadi pusat perhatian orang-orang kelas, dan Natsume jelas menunjukan keterkejutan dan rasa kesal dimatanya sebgaimana ia melihat Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Berbicara secara logika’, orang-orang tersebut telah menjadi teman kelasnya selama setengah tahun, dan ‘berbicara secara logika’, Harutora adalah pemuda dari keluarga cabang yang telah ia kenal sejak kecil.&lt;br /&gt;
Kedua sisi adalah orang-orang yang ia kenal, namun mereka telah menjadi teman dengan dirinya yang tidak bisa turut serta didalamnya. Natsume menatap dalam diam, dan hanya ini yang dapat ia lakukan. Wajahnya secara diam tersakiti, dan khawatir pun muncul diwajah Touji ketika ia melihat Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jangan memaksakan dirimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku, aku tidak memaksakan diriku! Kenapa kau jadi terus membual sejak tadi?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume dengan cemas mengerang, dengan jelas memaksakan dirinya. Touji hanya menggedik bahu, tidak peduli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu, maafkan aku. Sebenarnya, aku memilki teman baik yang bertengkar dengan orang bodoh itu musim panas ini karena dia yang terlalu memaksakan diri, dan berakhir dengan menjadi sebuah momen terakhir diantara keduanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…...!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume terkejut dan menoleh ke arah Touji. Touji melihat dari belakang Harutora dan yang lainnya, tatapannya sedikit nostalgik, dan senyum mencela diri tidak seperti yang biasa ia tunjukan pun muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah pengalaman yang menggetirkan untukku, dan aku tidak ingin melihat itu terulang lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume menundukan kepalanya, tidak tahu harus berbuat apa, tubuhnya kaku dari seragamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapannya kaku dan keras kepala. Natsume yang malu seperti ini terlihat seperti hanya seorang gadis biasa dimatanya karena Touji tahu identitas Natsume yang sebenarnya. Dalam diam ia mendesah, menaikan satu alisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, tatapannya berubah menuju pintu masuk kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurahashi Kyouko berjalan memasuki kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko terlihat jelas terkejut dengan adegan yang ada diruang kelas, dan setelah mengerti akan situasinya, ia menunjukan tatapan terkejut. Touji hampir tertawaa. Mungkin Harutora merasa tertekan dan tidak tahu bagaimana menghadapi orang tersebut, namun dimata Touji, emosinya terlihat jelas terpancar diwajahnya dan cukup mudah untuk dimengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku mungkin harus segera bertindak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji bergumam pelan. Harutora akan terlihat tidak senang jika ia mendengar kalimatnya. Karena setiap kali Touji merencanakan idenya yang berbelit-belit, nadanya selalu bergairah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 5===&lt;br /&gt;
Setelah menjalani kelas pagi, sekarang waktunya untuk istirahat siang.&lt;br /&gt;
“……Biaskah aku meminjam waktumu sebentar?”&lt;br /&gt;
Harutora awalnya berpikir tentang bagaimana udon yuba yang ia makan sebelumnya tidak enak, dan kali ini ia akan menggantinya dengan udon tempura. Sebagaimana ia bersiap untuk berjalan menuju kantin, Kyouko yang telah menunggunya memanggil dirinya.&lt;br /&gt;
Kejadian yang baru saja terjadi kemarin masih teringat jelas, dan bahkan Harutora merasa ini tidak duga kalau Kyouko akan memanggilnya. Ia tetap waspada, pertama dengan pelan memeringati: “Kon, jangan keluar.” …Ia telah mahir dalam mengontrol shikigaminya.&lt;br /&gt;
Keberadaan yang tak diinginkan pun muncul disekitar kakinya dan harutora pun hanya bisa menghela napas. Bahkan dengan kekalahan yang ia alami kemarin, semangat bertarung Kon sepertinya masih belum hilang.&lt;br /&gt;
…Aku tidak menyadari jika Kon memiliki kepribadian galak seperti ini ketika berada diasrama……&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, ia tidak bisa terus menghindarinya, dan dikarenakan efeknya telah meluas begini jauh, ia harus menyelesaikannya. Kemudian Harutora menjawab Kyouko, yang tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya: “baiklah, tak masalah,” dan mengikutinya dari belakang.&lt;br /&gt;
Kyouko membawa Harutora menuju tangga darurat dibelakang gedung akademi. Bukan hanya orang-orang tidak akan melewati tempat ini, mereka juga tidak perlu khawatir untuk terlihat dengan orang-orang juga. Jika ini sekolah menengah atas biasa, akan ada kemungkinan besar bahwa murid-murid nakal akan berkumpul ditempat ini untuk merokok secara diam-diam, bersembunyi dari guru-guru yang mengawas.&lt;br /&gt;
“……Apa yang kau butuhkan dariku?”&lt;br /&gt;
Lagipula, Kyouko telah memenangkan pertandingan kemarin. Awalnya Harutora berpikir bahwa Kyouko telah mendinginkan pikirannya setelah memenangkan pertarungan tersebut, namun sepertinya ia masih ingin membahas beberapa hal.&lt;br /&gt;
Sebagaimana Harutora kesusahan, berpikir bahwa ia benar-benar tidak mampu mengatasi gadis keras kepala macam imi, Kyouko tiba-tiba berkata:&lt;br /&gt;
“……Aku minta maaf soal kemarin.”&lt;br /&gt;
Ia tak mampu untuk tidak meragukan pendengarannya.&lt;br /&gt;
Ia menatap Kyouko, tak mampu berkata karena terkejut. Wajah Kyouko memerah canggung, dan ia memalingkan kepalanya, rambut indahnya pun turut berayun diudara.&lt;br /&gt;
“……Meskipun hal tersebut menjadi sedemikian rupa, awalnya aku tidak ingin mengeluarkan shikigamiku, dan semua kemarahanku awalnya ditujukan kepada Ohtomo-sensei…… Intinya, aku benar-benar minta maaf telah membuat keadaan menjadi tidak terkendali.”&lt;br /&gt;
“Tidak, tolong jangan berkata demikian. Semua ini salah Kon yang tiba-tiba menyerangmu, kau tidak perlu meminta maaf padaku……”&lt;br /&gt;
Keberadaan Kon yang tidak senang tiba-tiba mendekat, dan dengan natural, Harutora memilih untuk mengabaikannnya.&lt;br /&gt;
…Apa yang sedang terjadi?&lt;br /&gt;
Mungkinkah suasana dikelas telah mengubahnya, membuatnya menunjukan sikap yang sebenarnya? Tidak, kesannya terhadap Kyouko tidak mungkin menghasilkan perubahan apapun. Khususnya ketika ia berani menantang Ohtomo dan dengan tegas mengajukan saran, ia tidak mungkin mengubah pendiriannya meskipun jika seluruh kelas mendukung Harutora.&lt;br /&gt;
Lalu, sikapnya yang tiba-tiba berubah seperti sesuatu yang bahkan disebut sebagai sikap ramah. Harutora bingung kembali, dan ia tak mampu untuk tak meragukan bahwa ada rahasia dalam sikapnya yang seperti ini.&lt;br /&gt;
…Ugh, tapi……&lt;br /&gt;
Bagaimanapun ide licik yang disembunyikan Kyouko dibelakangnya, ini adalah kesempatan baik, dikarenakan dirinya yang harus berbicara dengan benar padanya.&lt;br /&gt;
“……Hei, biarkan aku bertanya, kau sebenarnya tidak membenciku bukan, kau hanya ingin menggunakanku untuk menyerang Natsume, bukankah begitu?”&lt;br /&gt;
Tepat pada sasaran, begitulah. Ia bertanya langsung tanpa basa-basi, dan seperti yang diduga, wajah Kyouko mengerang.&lt;br /&gt;
“Kenapa kau ingin melakukan demikian? Apa alasanmu?”&lt;br /&gt;
“……Itu hanya alasan pribadiku.”&lt;br /&gt;
“Alasan pribadi apa?”&lt;br /&gt;
“Kau tahu, ketika seorang gadis berbicara mengenai alasan pribadi, akan lebih sopan jika kau tidak lanjut bertanya.”&lt;br /&gt;
“Tapi kau menyeretku dalam apalah yang kau sebut alasan pribadi, bukan? Aku janji tidak akan memberitahukan siapapun, namun apa kau sebegitu membenci Natsume?”&lt;br /&gt;
Kyouko terdiam, tak mampu menyembunyikan rasa sebalnya. Harutora dalam diam menunggu jawabannya, yang akhirnya membuat Kyouko menghela napas mengalah.&lt;br /&gt;
“……Aku pernah bertemu Natsume-kun, ketika kami…… masih kecil.”&lt;br /&gt;
“A-apa yang kau bilang?”&lt;br /&gt;
Harutora sangat terkejut ketika mendengar pengakuan tak terduga. “Sungguh.” Kyouko bergumam, memiringkan tubuhnya, sikap feminin yang terlihat sangat manis.&lt;br /&gt;
“Kau tak perlu sebegitu terkejutnya. Aku adalah keturunan langsung dari keluarga Kurahashi, dan Natsume-kun juga berasal dari keluarga utama Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
“Uh…… Jadi maksudmu kalian pernah bertemu sebelumnya dikarenakan keluarga kalian terkenal?”&lt;br /&gt;
Harutora mengonfirmasi dengan serius, namun tatapan Kyouko pun berubah menjadi heran bagaikan ia seperti melihat alien.&lt;br /&gt;
“Apakah kau serius?”&lt;br /&gt;
“Ke-kenapa kau bertanya, apa aku berkata salah?”&lt;br /&gt;
Kyouko menghela napas dalam, dan Harutora merasa seperti ia malah semakin dan semakin terlihat seperti orang bodoh.&lt;br /&gt;
“Dengar baik-baik. Keluarga Kurahashi awalnya adalah keluarga cabang dari keluarga Tsuchimikado, kami hanya dinamai berbeda dari ‘Tsuchimikado’. Keluarga Kurahashi telah berpisah sejak lama.”&lt;br /&gt;
Harutora ternganga karena terkejut, hingga kemudian menyadari bahwa ia benar-benar bodoh dari yang ia duga.&lt;br /&gt;
“Tu-tunggu! ……Apa maksudnya itu? Apa itu sungguhan? Mungkinkah kita ini keluarga?”&lt;br /&gt;
“Kau tak perlu meragukannya, itu benar bahwa kita adalah keluarga.”&lt;br /&gt;
Harutora menggeleng-gelengkan kepalanya, tak percaya mendengar jawaban Kyouko.&lt;br /&gt;
Lalu, ia bertanya: “……Kon, apakah kau mengetahuinya?”&lt;br /&gt;
Meskipun ia tidak mendapat respon, ia dengan jelas merasa bahwa Kon pasti tidak menjawab demi perasaannya. Itu adalah jawaban positif. Fakta bahwa ia tak tahu apapun ketika bahkan shikigaminya sendiri tahu hubungan keluarganya benar-benar mengejutkannya.&lt;br /&gt;
“Uh…… Aku, aku mengerti! Abaikan masalah keluarga Kurahashi saat ini – Jadi apa? Kau bertemu Natsume sebelumnya, jadi mungkinkah kau memiliki pertengkaran yang sangat waktu itu, dan kau belum memadamkan kebencianmu hingga saat ini?”&lt;br /&gt;
“……Dia tidak mengingatnya.”&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
“Dia lupa bahwa kami pernah bertemu sebelumnya.”&lt;br /&gt;
Kyouko bergumam pelan. Harutora menutup mulutnya rapat tanpa bicara, bukan karena perkataan Kyouko, namun karena tatapan sedih yang terpancar dari wajahnya.&lt;br /&gt;
Hingga kemudian Harutora sadar bahwa meskipun ia telah melihat penampilan Kyouko yang tegas dan pemarah, ini adalah kai pertamanya ia benar-benar melihat wajah tersebut. Depresi tiba-tiba yang tak terjaga telah mengambil seluruh warna mukanya, dan Harutora tanpa sadar panik.&lt;br /&gt;
“……Apa hubungan kalian dulu sangat baik?”&lt;br /&gt;
“Kami hanya bertemu sekali.”&lt;br /&gt;
“Apa! Kalau begitu kau tidak bisa menyalahkannya jika dia tidak mengingatnya! Bukankah itu terjadi ketika kau masih kecil?”&lt;br /&gt;
Memang, Harutora tidak mengetahui orang ini jika hubungan Natsume dan Kyouko kecil memiliki hubungan yang cukup intim dan meninggalkan memori yang mendalam. Bahkan jika Harutora dan Natsume terkadang sedikit menjauh, keduanya masih sering bermain bersama ketika sekolah dasar.&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
“Aku mengingatnya sangat jelas.”&lt;br /&gt;
Ucap Kyouko seolah-olah ia disalahkan, tatapannya sedikit suram.&lt;br /&gt;
“Karena kami telah berjanji……”&lt;br /&gt;
“Ja-janji apa?”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
Kyouko tidak menjawabnya. Ia tidak mengatakan apapun, hanya aura suram dan sedih yang terpancar darinya.&lt;br /&gt;
Kemudian, tiba-tiba ia memberikan tatapan mencurigakan ke arah Harutora.&lt;br /&gt;
“……Biar aku bertanya. Setelah libur musim panas, Natsume-san tiba-tiba mulai menggunakan pita untuk mengikat rambutnya, apakah……”&lt;br /&gt;
“Huh?” Seru Harutora, dengan segera menyadari bahwa masalah ini benar-benar merepotkan. Bukan hanya karena rambut elegan Natsume yang jarang diantara kaum lelaki, bahkan ia mengikat rambutnya dengan pita, jadi wajar jika orang-orang meragukannya.&lt;br /&gt;
“I-i-i-itu? Dan rambut itu, kau merasa itu seperti perempuan, bukan? Sebenarnya, ada sebuah sihir didalamnya. Pita itu bukanlah sembarang pita, itu adalah jimat keluarga Tsuchimikado, dan itulah mengapa ia terlihat seperti seorang perempuan meskipun jelas terlihat bahwa ia laki-laki, hahaha.”&lt;br /&gt;
Harutora berbohong dengan kikuk ia menyembunyikannya dengan senyuman.&lt;br /&gt;
Harutora tidak tahu kenapa Kyouko terlihat seperti mendapat pukulan keras ketika mendengar penjelasannya. “Dari keluarga Tsuchimikado……” ia bergumam terdengar seperti ia memaksakan diri untuk menerima kebenaran yang sejak lama ia firasatkan, namun tak mau untuk mengakuinya. Harutora tidak mengerti mengapaKyouko memberikan reaksi semacam ini, dan ia pun hanya bisa terheran.&lt;br /&gt;
Kyouko menggigit bibirnya, tidak mengindahkan kebingungan yang muncul diwajah Harutora.&lt;br /&gt;
“……Begitu, jadi aku benar, aku tahu bahwa itu akan demikian.”&lt;br /&gt;
“A-apa yang kau maksud dengan itu?”&lt;br /&gt;
“Apakah aku perlu mengatakannya? Natsume-kun tidak memedulikan apapun selain dirinya dan keluarga Tsuchimikado…… tidak, sikapnya terhadap Onmyoudou sama saja, pada akhirnya adalah untuk tidak mempermalukan nama Tsuchimikado, itulah mengapa dia sangat sering berlatih. Nama Tsuchimikado adlah segala-galanya didalam kepalanya.”&lt;br /&gt;
“Hei, itu terlalu……”&lt;br /&gt;
“Apa? Aku salah? Semuanya mengetahui ini, tak ada orang yang tidak menyadarinya. Mungkin kau terkecuali, tapi dia hanya membelamu karena kau adalah – shikigami keluarga Tsuchimikadonya, bukan? Bukankah begitu?”&lt;br /&gt;
Ia salah.&lt;br /&gt;
Harutora ingin menyangkalnya, namun ia tidak mampu membuka mulutnya.&lt;br /&gt;
Natsume yang telah berkata ‘mari lakukan yang terbaik’ sambil tersenyum, Natsume yang seluruh tubuhnya bergetar karena malu, Natsume yang menoleh dan pura-puura tak melihat ketika pertarungan shikigami namun denga segera berlari kepadanya untuk memarahinya setelah selesai.&lt;br /&gt;
Ia tahu Natsume mengkhawatirkannya, namun jika ia ditanya kenapa Natsume mengapa Natsume khawatir, ia tak sanggup merespon. Ia percaya – ia ingin percaya, namun hatinya dengan keras kepala menolaknya.&lt;br /&gt;
Kyouko menatap serius pada Harutora yang terdiam, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
“……Ato-kun juga memberitahuku.”&lt;br /&gt;
“Huh? Tou-touji? Apa yang dikatakannya……”&lt;br /&gt;
“Dia bilang kau menjadi shikigami dan melayani Natsume-kun untuk mematuhi tradisi keluarga. Itulah mengapa aku akhirnya mengerti kenapa Natsume-kun memilih dirimu yang orang luar menjadi shikigaminya. Itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan entah itu menguntungkan dirinya atau tidak, ataupun dia memikirkan perasaanmu. Dia hanya berlaku demikian karena untuk memenuhi tradisi keluarga Tsuchimikado, yang menjadi hal terpenting bagi dirinya.”&lt;br /&gt;
Benci. Marah. Sesal. Sedih. Emosi negatif tersebut terlihat disetiap kata-katanya, terlihat kontras denga kesan pertama yang ia berikan yang terus terang.&lt;br /&gt;
Kyouko menatap mata Harutora. Yang mengejutkan adalah tatapannya menunjukan belas kasih dan resonansi yang menarik. Ia mengasihi dirinya, dan juga Harutora.&lt;br /&gt;
…Ah.&lt;br /&gt;
Saat itu, ia mengerti semuanya.&lt;br /&gt;
Kyouko – setelah mendengarkan perkataan Touji, percaya bahwa Harutora dan dirinya adalah ‘sama’ dalam hal hubungan mereka terhadap Natsume. Harutora tidak mengerti hubungan antara Kyouko dan Natsume, namun dihati Kyouko, Kyouko telah menyamakan hubungannya dengan Natsume dan hubungan Harutora dengan Natsume. Itulah mengapa perubahan seratus delapan puluh derajat muncul dalam sikapnya.&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
“Tunggu, kau salah, Kurahashi.”&lt;br /&gt;
Kali ini, suaranya terdengar normal dan tulus tanpa ada jejak keraguan, dan suara tersebut membuat Kyouko kembali pada kesadarannya.&lt;br /&gt;
“……Apa?”&lt;br /&gt;
“Kau salah, akulah orang yang meminta orang tersebut untuk membiarkanku menjadi shikigaminya.”&lt;br /&gt;
Mata Kyouko melebar tidak percaya.&lt;br /&gt;
“Bohong.”&lt;br /&gt;
 “Aku tidak bohong. Mungkin terdengar tidak meyakinkan bahwa orang luar sepertiku sengaja memilih hal yang tidak serasi dengan apa yang dijalani sebelumnya…… Namun sungguh akulah yang inisiatif meminta. Orang itu awalnya menolak, percaya bahwa terlalu banyak risiko jika menjadikanku shikigaminya, dan hanya mengizinkanku berjalan dijalan yang sama dikarenakan kegigihanku.”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
Tatapan Kyouko pun penuh keraguan. Harutora tidak berbohong, tiap kata yang diucapkannya adalah benar, dan Kyouko seharusnya bisa mengerti. Ia harap Kyouko mampu mengerti.&lt;br /&gt;
“Orang itu memang memiliki perasaan yang rumit dan kompleks terhadap nama Tsuchimikado…… Seperti ia bangga akan hal tersebut dan juga tertekan karenanya, dan terkadang ia menderita karenanya. Tapi ia tidak terbawa karenanya, bisakah kau memercayai apa yang kukatakan?”&lt;br /&gt;
Ia ingin dengan damai bekerja sama dengan semuanya, tentu saja termasuk Kyouko, dan akan lebih bagus jika Natsume turut bergabung. Tidak, Natsume pasti harus tergabung.&lt;br /&gt;
Bahkan jika ia adalah shikigami yang tidak berguna, mungkin ini – menciptakan ‘tempat untuk Natsume’ – adalah sihir terkuat yang mampu Harutora berikan kepada tuannya.&lt;br /&gt;
“……Apa, jika kau berkata demikian, aku……”&lt;br /&gt;
Kyouko berbicara dengan marah, tatapannya menurun melihat kakinya.&lt;br /&gt;
“Pada akhirnya ini hanyalah cinta bertepuk sebelah tanganku? Aku dengan mudahnya dilupakan?”&lt;br /&gt;
“Huh? Tidak…… Aku……”&lt;br /&gt;
Ia tidak bermaksud demikian. Sebelum ia menyelesaikan perkataannya, suara lain pun menarik perhatian mereka.&lt;br /&gt;
“……Apa yang kalian berdua lakukan?”&lt;br /&gt;
Suara tersebut terdengar dingin dan keras, bagai armor yang dibuat dari besi tebal.&lt;br /&gt;
“Natsume?”&lt;br /&gt;
Natsume berjalan menaiki tangga darurat, menatap pada wajah-wajah yang dengan anehnya terlihat muram.&lt;br /&gt;
“Apa yang kalian lakukan ditempat ini? Bukankah seharusnya perselisihan kalian sudah selesai dengan pertarungan kemarin?”&lt;br /&gt;
“Ah, tidak, kau salah, Natsume. Kami tidak bertengkar—“&lt;br /&gt;
Harutora dengan segera menjelaskan, namun Kyouko tiba-tiba menyela perkataannya.&lt;br /&gt;
“Dia benar, kami telah berbaikan.” Ucapnya tak berekspresi.&lt;br /&gt;
“……Berbaikan?”&lt;br /&gt;
“Benar, Tsuchimikado dan Kurahashi awalnya adalah satu keluarga. Kesalahpahaman diantara kami telah terselesaikan, dan sekarang kami hanya mengobrol biasa sebagai sesama keluarga cabang Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
Suara Kyouko terdengar sedikit bergetar, provokasi pun ditunjukan walau kalimat yang dikatakan bermaksud lain, dan Harutora dengan segera berusaha untuk meringankan suasana.&lt;br /&gt;
“Itu benar, Natsume. Aku tidak tahu bahwa dia sebenarnya ada hubungan keluarga dengaku, bagaimana kau tidak memberitahukanku segera, haha……”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
Natsume dengan diam memerhatikan keduanya, dan Harutora tidak menyadari bahwa bibirnya sedikit bergetar.&lt;br /&gt;
“……Istirahat sebentar lagi selesai, segera kembali ke kelas.”&lt;br /&gt;
Natsume tiba-tiba membalikkan tubuhnya dengan sikap dingin, dan tidak dapat dibedakan entah Natsume menerima penjelasan Harutora dan Kyouko atau tidak. Harutora dengan segera memanggil Natsume: “Tunggu.”&lt;br /&gt;
Ini kesempatan bagus.&lt;br /&gt;
Meskipun ia hanya berbincang sedikit, ia telah menyadari bahwa permusuhan antara Kyouko dan Natsume bukan hanya sekadar cemburu biasa ataupun keinginan menjadi yang terunggul. Dengan demikian, mereka harus setidaknya memperdalam rasa pengertian mereka satu sama lain meskipun mereka tidak bisa langsunng berbaikan. Natsume telah mengekspresikan dirinya bahwa ia tidak mengerti mengapa Kyouko memusuhinya sangat. Mungkin mereka setidaknya lebih kurang bisa memperbaiki hubungan mereka jika mereka mau saling mengerti satu sama lain.&lt;br /&gt;
“Jangan dingin seperti itu. Kami bertarung kemarin, tapi setelah berbicara sekarang, aku tahu bahwa ia telah introspeksi, dan bahkan ia datang untuk meminta maaf, bukan?”&lt;br /&gt;
Harutora berusaha keras menjelaskannya untuk Kyouko. Kyouko tidak berucap apapun, ekspresinya kompleks, namun Harutora sangat bersyukur kepadanya untuk tidak membuka mulutnya untuk berbicara hal yang sembrono.&lt;br /&gt;
“Bukankah kau bilang bahwa kau sebenarnya tidak membenci Kurahashi? Terlebih lagi, apa yang ia katakan juga sebenarnya beralasan, dan jika kalian tenang dan duduk untuk berbicara, mungkin situasi ini akan—“&lt;br /&gt;
“Kau juga berbicara dengan senangnya saat berbicara dengan murid-murid lainnya pagi ini.” Natsume mendengar berbicara lagi dan lagi penuh semangat sebagaimana ia akan pergi, dan berhenti untuk berbicara tanpa membalikkan tubuhnya.&lt;br /&gt;
“Oh, itu, aku tidak mengerti apa yang terjadi awalnya, tapi aku telah menyadari setelah berbicara bahwa semuanya tidak berbeda dari orang-orang biasa. Prasangka mereka terhadap Tsuchimikado tidak sedalam seperti dulu, dan mereka bahkan setuju untuk membiarkanku bertanya jika aku tidak mengerti pelajaran—“&lt;br /&gt;
“—Itu……”&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
“Itu – bersikap demikian dengan orang-orang disekitarmu, mendapati hati orang-orang, apakah itu metode yang kau bicarakan kemarin?”&lt;br /&gt;
Kehampaan yang ada didalam suaranya membuat Harutora bergidik.&lt;br /&gt;
Harutora terkejut ketika ia mendengar kalimat tersebut, tanpa ada waktu untuk memikirkan entah ia memang terkejut, heran, atau bahkan marah. Ia tidak pernah membayangkan Natsume akan berucap demikian, dan setelah mendengarnya, Kyouko pun turut terkejut sebagaimana ia menatap Natsume.&lt;br /&gt;
Natsume pelan membalikkan tubuhnya.&lt;br /&gt;
“Harus berapa kali aku biang agar kau mengerti, Harutora? Prosesmu tertinggal jauh dengan murid-murid lainnya, dan kau tak akan mampu mengejar mereka jika kau hanya memuji mereka. Kenapa kau tidak mengerti ini?”&lt;br /&gt;
Suara yang tertahan, dan tatapan yang mendidih akibat amarah.&lt;br /&gt;
“Onmyoudou bukanlah tempat untuk bersenang-senang dengan orang-orang, dan tempat ini berbeda dengan sekolah normalmu sebelumnya. Jika kau ada waktu untuk bersantai-santai dengan murid-murid kelas dan mengobrol dengan Kurahashi-san, kenapa kau tidak gunakan untuk melatih dirimu.”&lt;br /&gt;
Natsume berbicara dengan serius dan sungguh-sungguh, terlihat menyedihkan.&lt;br /&gt;
“Ap—“&lt;br /&gt;
Emosi yang tertahan didalam hati Harutora tak terbendung lagi, dan akhirnya pun meledak-ledak ketika Harutora membuka mulutnya.&lt;br /&gt;
“Apa yang kau candakan! Natsume, siapa yang kau coba bodohi dengan sikapmu yang seolah-olah kau tinggi dan berkuasa!”&lt;br /&gt;
Ia berteriak dengan marah.&lt;br /&gt;
Harutora berteriak dengan marah yang berapi-api. Natsume melangkah mundur seolah-olah ia baru saja terkena badai, dan bahkan Kyouko yang mendengarnya pun menjadi kaku. Namun, Harutora tidak berhenti berteriak, dengan tidak adanya niatan untuk berhenti.&lt;br /&gt;
“Kau pemalu, jadi kau meremehkan orang-orang yang berusaha untuk akrab? Seorang bocah yang memiliki masalah dalam berkomunikasi dengan orang lain berani untuk berbicara omong kosong seperti itu!”&lt;br /&gt;
“Ap……!”&lt;br /&gt;
Natsume pun tak mampu untuk berkata-kata seolah-olah ia telah dipukul bertubi-tubi. Kemarahan Harutora tidak mampu dihentikan setelah ia mengeluarkannya.&lt;br /&gt;
“Aku juga tahu bahwa prosesku masih terbelakang dan aku adalah orang luar yang tidak tahu apa-apa mengenai Onmyoudou. Tapi karena ini, apa salahnya untuk memercayai orang yang ada disekitarku dan meminta bantuan semuanya untuk membantuku? Bekerja sama dengan murid lain dan bekerja keras bersama juga merupakan metode yang bagus! Kau tidak bisa melakukannya – jangan berpikir kau hebat dan menghina orang lain hanya karena kau tidak memiliki keberanian!”&lt;br /&gt;
Ucapnya marah, tak mampu mengingat kapan terakhir kali ia berteriak seperti ini kepada orang lain. Terasa seolah-olah seluruh udara yang ada didalam tubuhnya diremas, dan ia tidak mampu untuk berhenti bergetar.&lt;br /&gt;
Namun, ia harus mengatakannya. Ia marah pada ucapannya Natsume, kesal bahwa kerja kerasnya tidak diterima dengan baik, dan tak mampu untuk membiarkannya dengan senyuman ataupun pujian.&lt;br /&gt;
Dibawah serangan intens emosi Harutora yang mengebu-gebu, wajah Natsume memucat, terlihat seperti jiwanya telah dicuri oleh momentum.&lt;br /&gt;
“Bekerja sama dengan yang lainnya… Keberanian…”&lt;br /&gt;
Ia menatap Harutora kosong, mulutnya bergumam dan sekilas cahaya pun muncul dari sudut matanya.&lt;br /&gt;
“Hal-hal seperti itu… Aku tak butuh Harutora-kun untuk memberitahukannya padaku hal tersebut.”&lt;br /&gt;
“……!”&lt;br /&gt;
Natsume tersandung, meninggalkan Harutora dengan langkah tak stabil.&lt;br /&gt;
“Tsuchimikado-kun, kenapa kau ada ditempat seperti ini? Waktu yang kita janjikan sudah—“ pria muda berjas pun muncul ditempat yang sama dimana Natsume muncul.&lt;br /&gt;
Harutora ingat laki-laki tersebut. Laki-laki tersebut adalah laki-laki yang telah mencari Natsume dihari sebelumnya saat istirahat siang dan selesai kelas yang mengatasnamakan kelas khusus. Ia terkejut melihat Natsume berada ditangga, dan dengan jelas khawatir menyadari atmosfer yang tidak mengenakkan tersebut.&lt;br /&gt;
Lalu, Natsume menundukan kepalanya, memunggungi Harutora.&lt;br /&gt;
Ia berjalan menuruni tangga, kakinya berdentum pada setiap langkahnya, dan melewati laki-laki yang kebingungan tersebut, menghilang menuju gedung akademi.&lt;br /&gt;
Laki-laki muda tersebut menatap Natsume yang pergi berjalan menuju lantai gedung dan Harutora yang berada ditangga dengan sikap yang ragu-ragu. Pada akhirnya, ia pun memanggil: “…tunggu,” dan pergi berlari untuk mengejar Natsume.&lt;br /&gt;
Hanya Harutora dan Kyouko yang tertinggal.&lt;br /&gt;
“……Sial.”&lt;br /&gt;
Rasa lelah karena lubang besar yang terbuka didadanya menyerang Harutora setelah ia mengeluarkan emosi tertahannya.&lt;br /&gt;
…Orang itu……&lt;br /&gt;
Natsume telah lupa dengan tradisi keluarga bahwa ia harus bersikap seperti laki-laki dikalimat terakhirnya, dan telah merubahnya menjadi seorang perempuan yang melupakan penyamarannya. Kilasan dirinya yang sebenarnya dari balik penyamarannya sebagai seorang laki-laki terus menyiksa hatinya.&lt;br /&gt;
“……Hei……”&lt;br /&gt;
Kyouko yang berakhir dengan menyaksikan kejadian tersebut dari samping pun berbicara dengan ragu-ragu:&lt;br /&gt;
“Aku, mungkin bukan posisiku untuk berbicaara seperti ini, tapi…… Apakah tak apa untukmu untuk tidak mengejarnya?”&lt;br /&gt;
Ia bertanya denga hati yang terguncang, seperti ia telah menyentuh sesuatu yang telah hancur. Harutora tidak menjawab. Ia tak bisa menjawab.&lt;br /&gt;
Hingga kemudian bel yang menandakan istirahat siang telah selesai perlahan berbunyi, seolah-olah terdengar lebih lambat dari biasanya.&lt;br /&gt;
“Tsuchimikado-kun – Natsume-kun! Tunggu.”&lt;br /&gt;
Dengan cepat ia mengejar Natsume yang berlari melalui aula. Namun, ia masih terus bergerak maju tanpa menoleh ke belakang bahkan jika suaranya telah memanggilnya dari belakang.&lt;br /&gt;
Ia dengan segera mencari-cari Natsume ketika Natsume tetap tidak muncul bahkan ketika waktu janjian mereka telah lewat, dan sebagai hasilnya kejadian tersebut terjadi. Orang yang ada ditangga tersebut adalah shikigami yang telah ia lihat kemarin. Mereka mungkin bertengkar. Punggung mungil Natsume bergetar dengan napasnya.&lt;br /&gt;
Ia pun tak mampu untuk tidak mendesah.&lt;br /&gt;
Disisi lain, ia mengasihi Natsume, dan disisi lain ia diisi dengan perasaan yang tidak menyenangkan setelah melihat adegan tersebut. Pikirannya mengerti bahwa ini tak dapat diubah, namun ia merasa sakit karena ketidakdewasaan rajanya dan penampilan jeleknya. Khususnya, ini adalah salah shikigami tak berguna tersebut, yang dimana telah mendorongnya pada batas toleransinya.&lt;br /&gt;
“……Tak ada pilihan lain.”&lt;br /&gt;
“Benar, tak perlu menunggu lebih lama lagi.”&lt;br /&gt;
Ia tak mampu menoleransinya lagi, dan suara yang tiba-tiba berubah dari biasanya pun membuat Natsume berhenti dengan terkejut.&lt;br /&gt;
“Natsume-kun, sebenarnya dirimu tak perlu untuk mempermasalahkan hal sepele seperti itu. Mari mulai sekarang, meskipun sekarang masih belum waktunya.” Ucapnya pada Natsume.&lt;br /&gt;
“Ap-Apa yang kau katakan?”&lt;br /&gt;
Natsume akhirnya berbalik untuk melihat laki-laki tersebut.&lt;br /&gt;
Meskipun hatinya sedang bimbang, ia dalam bahaya, namun sayangnya reaksinya masih terlalu lambat. Pertengkaran dengan shikigaminya masih menggelayuti pikirannya, menyebabkannya untuk tak mampu mengubah emosinya dengan segera. Sungguh sikap yang kekanakan, namun ia tak harus menanggungnya dimasa depan nanti. Dengan segera ia mengleluarkan jimat.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Stupefy, seal, bind. Order.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Jimat pun melayang dari jari-jarinya. Membuat Natsume untuk sementara tak sadarkan diri. Ia menaruh kedua tangannya ke dalam saku celananya, mendengus ketika ia melihat Natsume yang tidak sadarkan diri.&lt;br /&gt;
“Harusnya telah melakukan ini sejak lama.”&lt;br /&gt;
“Jangan terburu-buru, selanjutnya adalah yang sebenarnya.”&lt;br /&gt;
Akan mengurusi orang yang menghalangi ‘edukasinya’ nanti? Terlebih lagi, bagaimanapun Natsume komplain, shikigami muda tersebut pastinya adalah pilar dukungannya, dan mereka harus dengan segera menyelesaikan masalah tersebut sesegera mungkin.&lt;br /&gt;
“Bagaimanapun, itu adalah sesuatu yang buruk untuk membiarkannya sendiri.”&lt;br /&gt;
“Aku mengerti. Serahkan padaku untuk mengatasinya.”&lt;br /&gt;
Senyuman dingin pun muncul dalam wajahnya ketika ia mengatakan hal tersebut.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_3&amp;diff=515584</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 3</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_3&amp;diff=515584"/>
		<updated>2017-03-22T13:15:20Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Bagian 3 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 3 – Pertikaian Shikigami==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah gedung Akademi Onmyou terdapat area luas yang menyaingi sebuah lapangan atletik – sebuah lapangan berlatih sihir yang digunakan untuk khusus melakukan praktik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arena dari lapangan berlatih sihir kurang lebih sekitar tiga sampai empat kalinya lapangan basket, dan memiliki sekitar tiga tingkat, dengan tempat duduk diatas dua meter yang mengelilingi arena tersebut. Terlihat seperti stadium indoor, namun perbedaan besarnya adalah adanya set altar dibagian belakang dan manter dan pola pun tertulis didinding. Dengan tambahan, terdapat pilar hijau muda ditiap-tiap sisi pintu masuk dengan kekuatan magis didalamnya – ditambah tali shimenawa yang menyilangi pilar tersebut untuk melindung bagian luar agar tidak terkena rapalan sihir dari dalam arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian, para murid dari kelas Ohtomo berjalan menuju bangku penonton, melihat-lihat arena sekitar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jadi disini tempat praktik diadakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tempat lain juga memiliki ruangan untuk latihan praktik, tapi ini masih yang terbesar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji melihat-lihat lapangan latihan sihir bawah tanah dari bangku penonton, dan Tenma yang duduk disebelahnya membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berbicara mengenai latihan sihir kelas satu, tempat ini bisa disebut sebagai altar terbesar di negara ini. Dinding  luar dari tempat ini memiliki sihir yang diberikan oleh Onmyouji Nasional Kelas Satu, dan tidak ada sihir terkuat pun yang mampu menembusnya – bahkan bencana spiritual tingkat tiga tak mampu menghancurkannya. Hingga orang-orang dari Agensi Onmyou terkadang datang untuk meminjamnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh suatu keistimewaan bisa datang ke benteng tak tertembuskan ini untuk bertarung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji melengkungkan mulutnya, ber-‘hmph’ ria denga ironis. Walaupun ia suka ikut campur, ia tak menyangka bahwa situasinya akan menjadi seperti &lt;br /&gt;
ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan santai ia melihat-lihat sekitar, mencari posisi Natsume diantara murid-murid yang melihat pertarungan. Ia duduk dibaris kedua dengan sendiri, terpisah dari yang lainnya satu baris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan hingga sekarang, Natsume masih belum menunjukan niatan untuk membantu Harutora. Meskipun ia berpura-pura untuk tenang, kekhawatiran yang ada dihatinya terlihat jelas dalam sekali lihat. Kontradiksi dan penyesalan tertulis diseluruh wajahnya, dan ia melihat dengan fokus ke arah arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, orang-orang menyemangati dan memotivasi Kon dan Kyouko yang telah memanggil kedua Yakshanya sekarang. Ohtomo bersama Harutora sepertinya masih belum siap, dan mereka masih belum muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kelas ini selalu santai seperti ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin guru kita sedikit terlalu santai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu…… aku tidak bisa tidak bilang tidak benar……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma menunjukan senyum miris dan ekspresi susah kepada pertanyaan terus terang Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada akhirnya, dia awalnya bukanlah seorang guru, dan baru saja memulai sebagai guru di Akademi Onmyou semester ini…… Sejujurnya, ia tidak begitu bisa mengajar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa profesi dia sebelumnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia awalnya seorang Investigator Mistis sebelum ia mengundurkan diri karena luka dikakinya, dan ia cukup bagus dibidangnya – begitulah yang dikatakannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seorang Investigator Mistis, huh……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Investigator Mistis – investigator kriminal sihir yang merupakan spesialis dalam sihir anti-personel, spesialis Onmyouji yang membutuhkan kemampuan yang sangat. Sayangnya, kesan yang seharusnya diberikan oleh Touji telah menghilang karena Dairenji Suzuka seolah-olah mereka hanyalah antek-antek atau sekadar karakter tambahan. Tentu saja,  itu semua dikarenakan lawan mereka saat ini terlalu kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, Tenma. Berdasarkan insiden yang terjadi sekarang -  Harutora baru saja memanggil shikigami. Tidakkah reaksi dari Kurahashi Kyouko dan semuanya terlalu berlebihan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh, jika shikigami tersebut adalah shikigami standar reaksi semuanya tidak akan sebegitu terkejutnya, namun itu dikarenakan Harutora-kun telah memanggil shikigami pelindung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Tenma terhadap pertanyaan Touji dengan jujur. Keduanya baru saja berkenalan kemarin, namun hari ini mereka terlihat cukup akrab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingat kemarin kau bilang kalau dikelas hanya Natsue dan Kurahashi Kyouko yang mempunyai shikigami pelindung. Apakah shikigami pelindung itu benar-benar shikigami yang kuat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, tidak sepenuhnya kuat…… Shikigami pelindung dan shikigami tipe pelayan pada dasarnya adalah shikigami yang harus dipanggil setiap saat, jadi hal itu adalah beban berat bagi orang yang mereka layani. Meskipun beban tersebut relatif ringan ketika mereka tidak diwujudkan, mereka masih harus menjaga link dari energi spiritual tersebut setiap saat, jadi seseoran yang tidak memiliki kekuatan magis yang cukup kuat tidak bisa mengontrol shikigami semacam itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, begitu. Singkatnya, kekuatan magis yang tidak kuat tidak akan mampu mengontrolnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, jadi tipe pelayan atau shikigami pelindung seperti semacam symbol status untuk Onmyouji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi itu mengapa semuanya merasa sangat tak menduga orang luar seperti Harutora memiliki shikigami pelindung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menganggukan kepalanya. Lalu, giliran Tenma yang mendekat pada Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Hei, Touji-kun. Sejujurnya, bagaimana kekuatan Harutora-ssan? Aku awalnya percaya bahwa dia hanyalah orang luar, tapi…… Apakah ia benar-benar dibantu karena nama keluarga Tsuchimikado?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma tidak lupa untuk berhati-hati dengan sekitarnya ketika bertanya demikian, dan mata dibalik kacamatanya tak mampu menutupi keinginyahuannya. Touji hanya ber-‘hmph’ ria, mengangkat bahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ekspresi normal orang itu menunjukan bagaimana ia sebenarnya, dan penjaga kecil tersebut hanyalah hadiah perpisahan dari ayahnya ketika dia pergi, jadi dia tidak mengetahui betul bagaimana mengontrolnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia, dia memang terlihat tidak benar-benar bisa mengontrolnya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan dingin nan tajam pun terlihat dari mata Touji, dan mulutnya membentuk senyuman dingin, yang memberikan kesan arogan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika kau meremehkannya karena itu, ada kemungkinan kau akan menyesal karna hal tersebut. Musim panas ini contohnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada Touji berubah, dan Tenma pun tak mampu untuk tidak melihat ke arahnya dan berkata “Huh?”. Namun, Touji tidak mengindahkan tatapan Tenma dan hanya melihat dengan seksama ke arah arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji tidak menyaksikan bagaimana insiden yang disebabkan Dairenji Suzuka musim panas ini terselesaikan sebenarnya. Sesuatu telah terjadi dialtar ‘Bukit Imperial’, namun ia hanya mendengar kejadian tersebut berdasarkan sudut pandang Harutora, jadi ia juga tidak mengerti kekuatan Hrutora yang sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena hal ini, ia cukup tertarik dengan pertikaian shikigami ini terlepas bagaimana hal-hal nanti akan berkembang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma menatap Touji,  tatapannya terlihat kebingungan, masih terlihat kebingungan dengan ‘contoh’ yang dimaksud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Disisi lain, Harutora-kun benar-benar lama. Apa yang ia lakukan?” ia dengan segera mengganti subjek pembicaraan, seolah-olah ia menyadari bahwa Touji tidak berminat melanjutkan pembicaraan. Ekspresi Touji melembut atas sikap Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Meskipun aku seharusnya tidak berkata seperti ini didepan dirimu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika kau ingin berteman dengan orang yang berintelejen, akan terlihat lebih cocok jika kau memiliki hati yang sedikit jahat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apakah itu pujian? Atau suatu hinaan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjelasan singkat tersebut terdengar tidak dapa dimengerti oleh Tenma. Touji tidak merespon, hanya membiarkan senyum lembut muncul pada wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga lalu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, dia disini! ……Huh, ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma melihat ke arah arena dan berteriak, dan Touji juga sedikit memajukan tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Ohtomo, yang secara sukarela menjadi wasit, muncul diarena dimana Kyouko dan Kon menuggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tidak dapat dipastikan secara langsung apakah orang yang jalan memasuki arena Harutora atau bukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kenapa orang itu menggunakan pelindung kendo?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Da-dan bahkan menggunakan pakaian pelindung miasma diatasnya! Itu adalah peralatan &#039;&#039;exorcist&#039;&#039;!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora yang muncul ke tengah-tengah arena muncul dengan menggunakan helm kendo, dengan pelindung dada dan sarung pelindung ditubuhnya dan pakaian luar hitam. Bukan hanya Natsume dan yang lainnya bahkan lawannya Kyouko dan rekannya Kon melebarkan matanya karena terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana keributan muncul ditengah-tengah luasnya lapang latihan sihir, Harutora yang berpakaian aneh pun berjalan lurus menuju tempat dimana Kyouko berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Ohtomo memberikan pedang kayu kepada Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji pun tertawa girang melihat adegan didepannya, dengan segera mengerti apa yang dimaksud Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tidak buruk, sangat seperti gayanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pelan Touji berbicar pada dirinya disamping Tenma yang kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah perasaan yang mewarnai hati Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku murid baru yang baru saja masuk kemarin, dan pemula yang amat sangat minim pengalaman, bukan? Apa metode didalam Akademi Onmyou tidak memiliki akal sehat? Ide jahat macam apa yang direncanakan Ohtomo ini? Adakah Onmyouji serandom ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-kun~? Aku mendengar semua keluhanmu~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menggumamkan komplainnya tanpa henti sebagaimana ia berjalan menuju lapangan latihan sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko dan yang lainnya sudah lama pergi terlebih dahulu ke lapangan latihan sihir ketika ia sedang protes pada Ohtomo. Karena Harutora kerepotan, ia memaksa Kon untuk pergi duluan dan tertinggal sendiri berusaha meyakinkan Ohtomo – namun sayangnya, ia masih gagal dan hanya bisa jalan bersama Ohtomo dengan langkah berat menuju arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei, apa kau serius? Kau tak berencana untuk mengatakan sesuatu dan menengahi semuanya seperti sebelumnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebagai pengajar, tidakkah metodemu terlalu tidak bertanggung jawab?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Harutora terdengar marah, namun itu mungkin bukan hal yang tidak mungkin tidak diduga, dan Ohtomo tidak ada niatan sama sekali untuk menjawabnya pertanyaan tersebut secara langsung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, baiklah, ini tidak buruk. Ngomong-ngomong, kau baru saja masuk akademi dan sudah terasa diisolasi, bukan? Bukankah semua orang berpikir bahwa kau bodoh dan mengabaikanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwah, berpikir bahwa kau tidak peduli sama sekali dengan betapa rapuhnya perasaan murid pindahan, berkata demikian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dikarenakan kau memiliki shikigami pelindung, bukankah kau seharusnya mengambil kesempatan ini untuk menunjukan dirimu, dan mengembalikan reputasimu? Apa kau pikir aku sengaja berencana demikian tanpa benar-benar memikirkan murid-muridku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak sama sekali! Terlebih lagi, aku pasti akan kalah, dan pasti akan menjadi kekalahan yang spektakuler!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak akan bisa membuat omelet tanpa memecahkan telurnya, dan ngomong-ngomong  posisimu tidak akan memburuk bagaimanapun kau membuat malu dirimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu terlalu berlebihan! Apakah itu kata-kata yang dikatakan oleh instruktor?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan salah, Akademi Onmyou mungkin adalah sebuah sekolah, tapi ini hanya sekolah untuk mengajarkan teknik spesial.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Ohtomo dengan senang, tongkat dan kaki palsunya membentuk suara &#039;&#039;‘thump’&#039;&#039; sebagaimana kuduanya membentur lantai. Orang ini benar-benar tidak bisa dipulihkan. Harutora pun membenamkan wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Juga—“ Ohtomo tidak mengubah nadanya yang sembrono. “Natsume-kun adalah murid yang sangat istimewa, terutama shikigaminya. Tidak heran, jika itu adalah hewan penjaga Tsuchimikado, merupakan salah satu hewan spiritual langka yang ada dinegara ini, dan itu sangat kuat meskipun tidak bisa sering digunakan. Onmyouji normal tak akan mampu menyainginya bahkan para spesialis pun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kenapa kau tiba-tiba menyebutkan Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, maksudku adalah Natsume-kun sangat kuat, namun dia masih belum bisa menyaingi salah satu dari Dua Belas Pemimpin Suci. Dia tidak akan mampu mengurusnya jika ia hanya sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tidak mampu berkata-kata untuk sesaat dan ia pun menatap punggung Ohtomo yang berhenti didepannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo pernah sekali memberitahukan bahwa ia tahu informasi-informasi penting, namun Harutora tidak menyangka bahwa dia akan membawa-bawa nama Dairenji diwaktu seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbalik, bibirnya menunjukan senyum mengejek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-kun, kau memanglah orang luar yang tidakk tahu apa-apa, namun kau tidak perlu terlalu merendahkan dirimu sendiri. Kau telah melakukan hal luar biasa bahkan dimata seorang spesialis Onmyouji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku, Aku tidak melakukan apapun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak benar. Sihir yang dimaksud tidak selalu harus terlihat hebat dan kuat, dan sebenarnya, sihir kelas dualah yang paling berpengaruh. Bahkan orang luar yang belum pernah menjumpai sihir pun mampu mengeluarkan sihir tanpa sadar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo mengucapkan kalimat yang sama seperti yang dikatakan kepala sekolah , namun itu masih tidak dapat dipahami oleh Harutora yang tidak mengetahui perbedaan dari sihir kelas satu dan kelas dua sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun Ohtomo tidak terlalu peduli, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan kata lain, tidakkah kepala sekolah berucap sesuatu? Akademi Onmyou tidak akan mengumpulkan murid-murid yang tidak berkompeten apapun alasannya. Terlebih lagi, proses penilaian entah orang itu dikualifikasi atau tidak sangatlah kompleks, bukan sesuatu yang mudah seperti kau yang mengandalkan dirimu pada keputusan yang kau pilih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terdiam, menatap Ohtomo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah orang ini berencana untuk membodohinya dengan kebingungan-kebingungan lainnya? Namun, ucapan Ohtomo menggerakan hatinya dan ia tidak bisa untuk tidak mengindahkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo melangkah maju lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tujuan utamamu adalah menjeadi seorang Onmyouji, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, aku akhirnya merasa teryakinkan ketika mendengar kalimat tersebut. Aku tahu bahwa kau pasti tidak akan menyerah akan tujuanmu yang ingin menjadi Onmyouji, apapun masalah yang akan kau hadapi dimasa depan nanti. Karena itu, jangan terlalu khawatir. Akademi Onmyou telah mengakui kualifikasimu, dan tidak akan bermasalah untuk mencapai cita-citamu selama kau terus tumbuh berkembang sesuai dengan langkahmu sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Thump, thump,&#039;&#039; suara langkah Ohtomo pun terdengar selama dikoridor. Harutora masih berdiri terdiam sejenak dan kemudian ia mengejar Ohtomo yang telah jalan terlebih dahulu didepannya.&lt;br /&gt;
Akademi Onmyou adalah misteri, entah gedungnya, kurikulumnya, murid maupun gurunya. Namun elemen yang paling tak dimengerti diantara semuanya adalah ‘Onmyouji’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, adalah tujuannya untuk menjadi seorang Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menghormati janjinya dengan Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk merealisasikan impian Hokuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ohtomo-sensei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memutuskan keputusannya, memanggil Ohtomo. “Yah?” Ohtommo berbalik lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk pertarungan shikigami nanti……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa? Jangan khawatir, aku akan menghentikannnya dengan segera sebelum kau terluka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menggelengkan kepalanya, mengabaikan candaan Ohtomo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada yang ingin kutanyakan padamu – bisa aku berbicara padamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Harutora meminta permintaanya dan keduanya berbicara, hasilnya adalah Harutora yang mengenakan pakaian perlengkapan kendo dan pelindung miasma sebelum memasuki arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko mengerutkan dahi, dan bahkan Kon terlihat terkejut melihatnya. Harutora pun merasa malu, wajahnya memerah dari balik pelindung wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak berkata aku ingin menggunakan perlengkapan yang berlebihan ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Idiot, dikarenakan aku menyetujui permintaanmu, perlindungan seperti ini adalah normal. Aku yang akan bertanggung jawab jika kau terluka. Ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Ohtomo tertekan, memberikan Harutora pedang kayu. Sebenarnya, pedang kayu ini adalah hal yang diminta oleh Harutora pada Ohtomo -  lebih tepatnya, ia hanya menginginkan ‘senjata’ ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku telah memberikan sedikit mantera pada pedang kayunya juga pelindungmu. Jadi bahkan jika kau terpukul pada bagian kepala. Kau tidak akan terbelah menjadi dua dengan pedang kayumu. Berterimakasihlah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-iya, terima kasih sensei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mencoba mengayunkan pedang kayunya setelah ia menerimanya. Ia pernah sedikit berlatih kendo saat sekolah menengah pertama pada kelas edukasi fisik, namun setidaknya akan lebih nyaman untuknya daripada bertengkar dengan tangan kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Baiklah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menganggukkan kepalanya untuk meyakinkan dirinya dan meninggalkan Ohtomo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha-ha-ha, Harutora-sama? Pakaian itu……?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon tergagu ketika melihat pakaian Harutora. Dengan canggung mengangkat bahu dari balik baju pelindungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar, Kon, ini adalah rencana bertarungku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-iya…… Huh? Rencana bertarung?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, sebenarnya rencananya cukup simpel,  kau fokus pada yang putih dan aku akan melawan yang hitam.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Uh, um, Harutora-sama? Maksudmu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Kon pun penuh dengan kebingungan, ekor tebalnya berayun-ayun khawatir sebagaimana ia tidak tahu bagaimana untuk meresponnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau mainkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Kyouko marah, nadanya sinis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah pertarungan antara shikigami, yang sangat wajar dilakukan ketika latihan praktik. Shikigami yang bertarung dipertarungan ini, bukan pemilik…… Namun aku tidak akan menghentikanmu jika kau masih merasa takut mengenai hal tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diam kau, perawan! Jika kau berani membuka mulutmu lagi—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei! Tenanglah, Kon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari belakang, dengan segera Harutora menahan Kon yang tengah bersiap-siap untuk menyerang, menahan geli yang ia dapatkan dari ekornya dan mengangkatnya. Kaki Kon pun menendang-nendang diudara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha-ha-harutora-sama, tolong lepaskan aku~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama, tolong jangan sela aku! …Kurahashi, kau bilang ‘terserah aku’ tadi, bukan? Jadi kau tidak keberatan jika aku menggunakan senjata?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sungguh menyebalkan. Kau begitu ketakutan dengan shikigamiku bahkan ketika kau memerintah shikigamimu dari jauh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lagipula, mereka memiliki katana dan tombak, dan aku tidak memiliki keberanian untuk melawannya tanpa perlindungan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera Harutora mengakuinya, dan Kyouko menaikan alisnya terkejut, terlihat seperti ia tidak mengerti maksud dari perkataannya. Lalu, matanya melebar sebagaimana ketika ia akhirnya mengerti implikasi yang disampaikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berencana untuk juga turut serta dan bertarung melawan shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-i-i-itu tidak bisa dibiarkan, Harutora-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa yang peduli, bukankah ada dua shikigami disisinya? Ukuran dan badanmu tidak bisa menandingi keduanya, dan juga tak akan ada kemungkinan menang sama sekali jika dua lawan satu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-apa, apa yang kau maksud?! Pertama, tidakkah kau mengetahui bahwa sebagaimana jumlah shikigami bertambah, mengontrolnya juga akan semakin sulit? Jumlah adalah tes kekuatan bagi pemilik, jangan berpikir memiliki shikigami lebih dari satu itu tidak adil!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak bermaksud demikian, aku hanya mengatakan jika denganku, akan menjadi dua lawan dua.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Harutora tenang, namun Kyouko berteriak dengan seraknya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan bercanda! Pemilik macam apa yang begitu bodohnya untuk melawan shikigami! Ini adalah pertarungan shikigami, hanya shikigami yang bertarung!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan aku juga seorang shikigami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Harutora tenang dan objektif dari balik pelindung wajahnya. Kyouko mengeleng-gelengkan kepalanya, tertegun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para murid yang ada di bangku penonton semua ternganga mendegar perkataan Harutora. Tentu saja, Tenma tidak terkecuali, dan reaksi Natsume juga sama. Satu-satunys ysng terkecuali adalah  Touji yang sejak awal tertawa ria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei setuju.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah, sensei?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah otakmu telah hancur?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu terlalu menyakitkan untuk didengar, Kyouko-kun. Namun itu adalah &lt;br /&gt;
tekad yang bagus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Berpikir kau tidak menolaknya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menurunkan Kon dan melirik sekilas ke arah Ohtomo. Kyouko terlihat menemukan bahwa situasi yang berkembang saat ini sulit untuk diterima karena pengakuan telak sang instruktor, dengan pelan bergumam &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Bagaimana hal macam ini terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah waktunya untuk dimulai. Khususnya dikarenakan kau yang menyatakan untuk bertarung terlebih dahulu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Aku tidak akan menentangmu jika kau ingin menghentikan pertarungannya, dikarenakan aku hanya mengikuti kemauanmu untuk bertarung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Harutora sedikit tersenyum, dan Kyouko menggertakkan giginya ketika ia melihatnya, sangat marah sehinnga seluruh tubuhnya bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, dengan cepat ia mengangkat kepalanya, melihat ke arah bangku penonton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume-kun, apakah ini termasuk cara Tsuchimikado? Kau tidak berencana &lt;br /&gt;
untuk menghentikannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ugh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume yang tiba-tiba ditanya pun menjadi kaku, tatapannya pun semakin gugup seolah-olah ia sedang dihukum mati dan diberikan pistol untuk eksekusinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume-kun!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tidak menjawab teriakan Kyouko. Matanya dengan segera berganti arah ke Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Harutora sama sekali tidak melihat ke arah Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terlalu berlebihan. Akulah orang yang bertarung denganmu, bukan Natsume.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko mengembalikan tatapannya ke arah Harutora karena sikap sembarangnya. Ia tanpa berkata menatap Harutora cukup lama seolah-olah sedang memecahkan keraguannya dan akhirnya memanggil nama penjaganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua Yaksha menunjukan dirinya kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para murid yang ada dibangku penonton pun mulai bersorak, dan Natsume yang mengobservasi keadaan dari samping pun turut ikut berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku tidak akan peduli jika sesuatu terjadi pada dirimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Kyouko sedikit memucat ketika ia memberikan peringatan tersebut, namun Harutora tidak membalas, mengayukan kembali pedang kayunya untuk mengonfirmasi rasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha-ha-ha, Harutora-sama. Maafkan kesalahanku, namun aku tidak bisa menyetujui rencana ini, ini tanggung jawabku untuk bertarung dengan musuh, jadi jika Harutora-sama berkenan untuk mundur……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Harutora pendek, tak mengindahkan permohonan Kon—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Namun, tatapannya terlihat rileks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada akhirnya, aku tidak mengerti metode penggunaan shikigami sama sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ja-ja-jangan biarkan masalah kecil mengganggumu, Harutor-sama…….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, tapi itu juga tak berguna. Meskipun jika aku tidak mengerti cara untuk menggunakan shikigami, aku masih harus menemukan cara lain untuk dengan caraku sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata seperti itu, Harutora menaruh tangannya diatas kepala mungil shikigaminya, menepuk pelan dua kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi aku ingin mencoba metode yang paling umum terlebih dahulu. Aku sama sekali tidak ada niatan untuk tidak memercayaimu, dan juga setidaknya aku ada kesempatan untuk mundur nanti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ta-ta-tapi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan pasang ekspresi seperti itu, setidaknya aku memiliki sedikit pengalaman bertarung, aku mengandalkanmu, teman.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon menatap Harutora, kekhawatirn muncul wajah polosnya. Eberapa saat kemudian, ia mengeratkan bibirnya dan dengan perlahan berbalik menghadap Kyouko dan shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Hei, apa dia serius?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin, orang itu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana para murid menonton pertarungan dari bangku penonton dengan saling berbisik, suara diskusi mereka pun terdengar semakin berisik. Suara yang awalnya terdengar tidak puas dan meremehkan kini berubah menjadi keterkejutan dan penantian. Suara pun muncul dimana-mana, dan dengan sengaja ia mengalihkan pikirannya dari hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia membiarkan kesadarannya fokus pada pertarungan yang akan ia hadapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berharap untuk mendapatkan setidaknya pengalaman berguna dari pertarungan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sepertinya kedua belah pihak telah bersedia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Ohtomo menyadarinya, suaranya menggema ke seluruh arena, dan suasana pun untuk sementara menjadi hening.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu – Mulai!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertikaian shikigami pun dimulai ketika perintah terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini buruk, aku hampir tak kuasa untuk melihatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menatap dengan intens pada pertarungan yang ada diarena dari balik bayangan pilar dibelakang bangku penonton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua Yaksha yang dikontrol oleh Kyouko saat ini sedang bertarung dengan sengit melawan Harutora dan Kon. Namun shikigaami Kyouko terlihat seperti tidak terlalu gesit dalam melawannya, mungkin dikarenakan lawan mereka adalah manusia, dan Kon tidak bisa fokus dengan lawannya karena ia khawatir dengan Harutora. Hanya Harutora seorang yang bertekad, namun Harutora terguling ke tanah setelah terpental oleh tombak shikigami hitam – Kokufuu – .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu shikigami yang dipilih oleh sang raja?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sang Raja Bintang Utara masih belum terbangun dan hanyalah seorang anak remaja biasa saat ini. Sudah menjadi emosi manusia untuk memiliki seseorang yang ada disisinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun berpiki bahwa ia akan memilih pemuda rendahan seperti itu, sungguh mengecewakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sangat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia sangatlah tidak senang, bahkan merasa marah. Ia merasa bukan hanya kemahsyuran yang terdapat pada sang Raja Bintang Utara saja tapi juga idealisme dan kesetiaan yang ia berikan hanya untuk sang raja kini seperti terinjak-injak dan kotor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika sang raja bangkit, ia dengan segera akan memperbaiki kejelekannya ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun seberapa cepat itu akan terjadi, ia tidak bisa membiarkan sang raja melakukan aksi rendahan. Ia tidak bisa menoleransi aksi tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harus ada seseorang yang ada disisi sang raja untuk menuntun tindakannya sampai sang raja bangkit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, ia percaya bahwa hanya dirinyalah yang mampu untuk menanggung tanggung jawab tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau pikirkan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora telah melepas pelindung yang dikenakannya setelah pertarungan selesai dan duduk dibangku yang ada diruang ganti. Natsume segera beranjak pergi dari kursi penonton dengan momentum yang hampir membuatnya terlihat terbang. Hanya Harutora dan Kon yang ada diruang ganti. Touji juga datang untuk menemui Harutora diruang ganti, namun datang lebih lambat dari Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang aku pikirkan…… apa yang kau maksud?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja yang aku maksud adalah pertarungan tadi! Berpikir bahwa kau akan turut serta dan bertarung melawan shikigami, apa kau gila? Apa yang akan kau lakukan jika kau terluka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itulah mengapa aku berpakaian seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak berguna! Terlebih karena lawanmu adalah Yaksha, kau bisa saja kehilangan nyawamu jika kau ceroboh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume sangat marah, wajahnya memerah sebagaimana ia memarahinya. Harutora menautkan alisnya dan menutup mulutnya sebagaimana ia terduduk dibangku, dikarenakan ia telah kalah telak tadi dan tidak berada diposisi untuk membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasil dari pertarungan tidak jauh dari dugaan orang-orang, dan Harutora telah kalah dengan spektakulernya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shikigami pelindung Kyouko, Hakuou dan Kokufuu bukanlah lawan yang dapat disaingi dengan kemampuan gerakan dan bertarung. ‘Shikigami model-G’ yang dijual oleh Agensi Onmyou memiliki kemampuan bertarung dan teknik bahkan walau tidak bersenjata, dan Hakuou dan Kokufuu telah menguasai kemampuan tombak dan pedang masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, mereka mengandalkan pada kemampuan pengendalian pemiliknya untuk menggunakan kemampuan tersebut. Kemampuan Kyouko dalam mengendalikan cukup bagus hingga ia mampu mengendalikan keduanya sekaligus. Kyouko dengan jelas terlihat ragu-ragu pada awal pertarungan dikarenakan lawannya yang seorang manusia., namun entah ia mengubah pemikirannya segera atau mereasa jengkel dengan permainan Harutora, ia berhenti untuk mengasihani dan Harutora dan Kon pun tak mampu menangkis serangan kuatnya. Tentu saja, Kyouko memukul dengan bagian belakang pedang sejak awal. Ia membuat shikigaminya dengan cekatan menggunakan ujung tombak untuk menyerang Harutora, melemparnya, menyudutkan, dan memukul sesukanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penonton yang berdiri untuk melihatnya dengan napas yang tertahan sejak awal berakhir dengan candaan dan tawa yang ironis; diantara mereka, Touji adalah orang yang tertawa paling kencang……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kau tidak melawan balik lebih serius! Aku tidak setuju dengan yang dikatakan Kurahashi Kyouko, tetapi mengayunkan pedang kayu dan berdiri arena pertarungan bersama dengan shikigamimu adalah tindakan yang memalukan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku, aku sangat serius.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau benar-benar berpikir bahwa pertarungan tadi itu ‘serius’!? Kau diolok-olok dan orang-orang yang menonton menertawaimu…… Tidakkah kau merasa buruk sama sekali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriak Natsume dengan wajah merah, terlihat sangat marah, namun, Harutora merasa sedikit bingung daripada harus introspeksi ataupun menggugahnya. Ia tidak mengerti alasan mengapa Natsume marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, meskipun Natsume bertanya ‘apa kau tidak merasa buruk’, Harutora sebenarnya tidak merasa tidak puas sama sekali, bahkan jika ia kalah dalam pertarungan ini. Setidaknya, rasa tidak berdaya dan kosong yang dirasakannya kemarin tidak memenuhi hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak merasa tidak puas dengan kekalahannya, ataupun ia bermaksud untuk pamer, namun dibandingkan itu dirinya mengalami kemajuan seolah-olah ia telah mendapatkan langkahnya untuk pertama kalinya. Dan sikap Harutora pun dengan sangat menerima kekalahan telah membuat Natsume sangat marah, namun shikigami yang belum berpengalaman dan tidak cukup tanggap, tidak menyadari perubahan halus yang ada dihati tuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ha, Ha-harutora-sama……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon dengan pelan menarik ujung seragam Harutora dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……A-a-a-a-apakah tak apa untuk membiarkannya memarahimu seperti ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Whew, idiot…… Bukankan aku sudah bilang kemarin? Dia adalah pewaris selanjutnya dari keluarga utama, dan aku sekarang adalah shikigaminya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ta-ta-tapi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan tak senang yang lebih dari Harutora pun muncul dari wajah polos sang shikigami, bukan hanya karena kalah, namun juga dikarenakan tak mampu untuk membalas perkataan Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume dengan diam menatap sinis ke arah Kon ketika keduanya saling berbisik. Bahkan Kon pun tak mampu untuk tak diam ketika tatapan bagaikan maut tersebut dilayangkan ke arahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora telah memberitahukan Kon mengenai keadaan Natsume kemarin , dan Kon pasti bisa membedakan Natsume yang berasal dari keluarga utama, bahkan jika sikapnya ke orang selain Harutora tidak berubah sama sekali.&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, ia tetap mencoba untuk membela tuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ta-tadi Harutora-sama kalah dikarenakan pe-pe-pedang kayu yang diberikan oleh Onmyouji palsu tukang senyum itu…… itu pasti bukan karena kemampuan Harutora-sama……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pedang Kayu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume pun tak mampu untuk tidak bertanya ketika mendengar pembelaan Kon, dan Touji yang sejak awal telah menyilangkan tangannya dengan diam pun berbicara seolah-olah ia telah memikirkan sesuatu yang mengejutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi itu masalahnya? Trik tersebut cukup disayangkan. Harutora, kau awalnya berencana untuk menggunakan kesempatan tersebut, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tu-tunggu, apa yang kau katakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak menyadarinya? Sebelum pertarungan berakhir, shikigami hitam &lt;br /&gt;
tersebut menyerang dengan ritme yang cukup monoton, mungkin karena kebiasaan atau karena kecerobohan. Pada saat itu, orang ini menyibukkan dirinya dengan bertahan sambil perlahan memberikan jarak, berencana untuk menghindari serangan tombak dan mengambil kesempatan pada kesempatan tersebut untuk mendekati musuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon mengangguk dengan cepat dari belakang Harutora ketika ia mendengar pemaparan Touji, namun Harutora menolehkan wajahnya malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, Harutora telah menggunakan perbedaan jarak dari kedua senjata, merapatkan jarak diantara keduannya, yang bahkan telah berhasil menarik dan menghindari serangan Kokufuu, dan dengan segera mempersiapkan penyerangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ketika ia sedang memberikan ancang-ancang dan akan menyerang dengan seluruh kemampuannya, pedang kayu yang diayunkannya tiba-tiba retak diudara dari ujung hingga ketengah bagian – dan terlebih lagi, pedang tersebut telah hancur luar dan dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Bukankah itu retak karena ia menyerang senjata lawan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nn…… Aku fokus untuk menyerang tadi, dan sebenarnya aku tidak terlalu yakin dengan apa yang terjadi. Namun sungguh tadi sensei bilang bahwa ia telah ‘memberikan mantera’ pada pedang tersebut, dan itu kemungkinan disebabkan akumulasi bertahap dari guncangan yang telah dialami sebelumnya. Itu hanya menunjukan bahwa serangan lawan begitu kuat, jadi aku tidak bisa melakukan perlawanan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bu-bukan itu masalahnya, ini adalah kesalahan Onmyouji pa-pa-palsu tersebut!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Onmyouji palsu…… Ketika pedang kayu itu patah, aku juga merasa marah pada guru sialan itu. Tapi tetap, ini hanyalah sebuah ketidakberuntungan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tersenyum getir, mencoba menenangkan amarah yang menguar dari shikigaminya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tanpa sadar ia melirik Natsume dan menyadari bahwa wajah teman masa kecilnya telah memucat dari sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ini sungguh keterlaluan.” Natsume bergetar ketika ia berucap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Ke-kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu sihir apa yang diberikan Ohtomo-sensei pada pedang kayu tersebut, tapi ia seharusnya memperkuat pedang kayu tersebut untuk menahan serangan Yaksha, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, seingatku, ia bilang sesuatu seperti itu……. Jadi kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau bodoh! Berpikir bahwa kau turut serta bertarung dimana pedang kayu yang diperkuat saja bisa terbagi menjadi dua! Kau seharusnya memiliki kesadaran diri, bukan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan Natsume jauh terdengar lebih marah dari sebelumnya. Harutora tersentak, menatap Natsume, namun Natsume telihat enggan untuk bahkan melihat Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajahnya pun dipenuhi dengan kekhawatiran dan emosi lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau terlalu percaya diri dengan dirimu, apakah kau bisa menganggap dirimu sebagai Tsuchimikado seperti itu? Sihir sangatlah berbahaya! Dikarenakan kau bodoh, gunakanlah otakmu itu sedikit untuk berpikir sebelum bertindak!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya bergetar hingga akhir dan nadanya semakin dan semakin marah.&lt;br /&gt;
Harutora pun akhirnya sudah muak mendengar omelan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apakah itu ‘perintah’, tuan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku minta maaf aku membuatmu malu lagi, tapi sayangnya, ini adalah caraku, dan jika kau tidak senang dengan ini, mungkin kau harus segera bergegas dam memecat shikigami sepertiku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merajuk dan menolehkan kepalanya setelah berkata demikian. Mata Natsume melebar dan ia pun berdiri terdiam, terkejut dan tidak mengerjap, tak mampu untuk menghentikan dirinya yang bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Airmata pun menggenang dimata yang menatap Harutora dengan emosi yang histeris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menahan emosinya dengan seluruh tekadnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jika kau berpikir bahwa metode tersebut ampuh,  lalu kenapa kau tidak pergi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Natsume membalikan tubuhnya – berlari meninggalkan ruang ganti tanpa menoleh ke belakang, rambutnya yang berayun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ha-harutora-sama……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon menatap Harutora, tak tahu harus berbuat apa. Bahkan Kon yang tidak senang dengan sikap keras Natsume tak berdaya dalam mengatasi masalah ini. Harutora pun membenamkan wajahnya, dan memutuskan untuk mengabaikan shikigaminya yang kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji mendesah ringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Dia berkata begitu karena ia khawatir denganmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegelisahan emosinya pun mereda sesaat ketika mendengar kalimat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Harutora, suaranya terdengar telah lama kehilangan rasa puas karena telah menemukan langkahnya yang terdengar tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari kedua ia memasuki akademi berakhir dengan demikian. Harutora menghela napas dalam didepan teman baiknya dan shikigami yang mengkhawatirkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, situasinya mulai berubah kali ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal terjadi dalam bentuk yang tak diduga oleh Harutora dan yang lainnya dan ditempat yang mereka waspadai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 4===&lt;br /&gt;
Pagi berikutnya.&lt;br /&gt;
Harutora terjebak dengan harus menggunakan jimat penyembuh untuk lukanya yang diakibatkan pertarungan kemarin. Ketika ia memasuki kelas, dengan segera ia merasa atmosfer dikelas sedikit aneh. Meskipun ia tidak tahu mengapa, ini terasa berbeda dari dua hari sebelumnya.&lt;br /&gt;
Ia benar-benar tidak tahu darimana rasa abnormal itu datang, bahkan berpikir ialah yang harus disalahkan sebagaimana ia berjalan melewati podium dengan heran.&lt;br /&gt;
Natsume telah terduduk dibangkunya. Ia dengan segera menolehkan wajahnya ke arah jendela setelah melihat Harutora yang memasuki ruang kelas. Pada akhirnya, reaksi seperti itu sudah diduga setelah argumen mereka, namun Harutora masih merasa berat hati sejak pagi.&lt;br /&gt;
Touji berencena untuk menjaga jarak untuk mengobservasi situasi hari ini, jadi Harutora duduk sendiri dibangku yang sama seperti kemarin.&lt;br /&gt;
Ia berdoa didalam hatinya, berharap semoga semua akan berjalan lancar, tanpa adanya hal yang tidak diinginkan hari ini.&lt;br /&gt;
“……Se-selamat pagi, Tsuchimikado-kun.”&lt;br /&gt;
“Huh? Ah, selamat pagi……”&lt;br /&gt;
Setelah Harutora terduduk, tiga murid perempuan berjalan menghampirinya.&lt;br /&gt;
Harutora telah melihatnya sebelumnya dikarenakan mereka sekelas, namun ia tidak pernah menyapa mereka sebelumnya dikarenakan ia tidak mengetahui nama mereka. Ia memerhatikan wajah ketiganya yang terkejut.&lt;br /&gt;
“Hei, apa kau ada waktu?”&lt;br /&gt;
“……Uh, kurasa…… A-ada apa? Apa kalian memerlukan sesuatu?”&lt;br /&gt;
“Tidak, sebenarnya tidak……”&lt;br /&gt;
Salah satu dari mereka berbicara malu-malu. Dan sisanya menyemangatinya dari belakang, mendesaknya untuk segera dan membuat Harutora kebingungan.&lt;br /&gt;
Mungkinkah mereka menghampiri untuk menggertak murid baru? Mungkin murid-murid kelas mulai bergerak dihari ketiga ia masuk. Bagaimana jika mereka merasa bahwa Harutora adalah pengganggu? Namun sebagaimana Harutora khawatir dengan dirinya—&lt;br /&gt;
“Pe-pertarungan kemarin sangatlah hebat, tapi lukamu tidak parah, bukan?”&lt;br /&gt;
“Apa? Oh, terima kasih. Luka kecil ini bukan apa-apa.”&lt;br /&gt;
“Itu bagus. Tapi aku benar-benar terkejut, aku tidak pernah berpikir ada orang yang mau melawan shikigami dengan pedang kayu.”&lt;br /&gt;
“Me-memang…… Tidak ada yang melakukannya.”&lt;br /&gt;
Harutora menjawab dengan tergagap, dan dua orang yang berdiri dibelakangnya tiba-tiba maju ketika mendengar kalimat tersebut.&lt;br /&gt;
“Dan lawanmu adalah shikigami pelindungnya Kurahashi, bukan? Itu sungguh luar biasa!”&lt;br /&gt;
“A-aku tidak tahu benar tentang itu. Namun aku pikir…… Itu tidak begitu luar biasa?”&lt;br /&gt;
“Lalu kenapa kau turut serta bertarung?”&lt;br /&gt;
“Kenapa…… Pada akhirnya aku tidak tahu bagaimana menggunakan sihir, dan aku tidak mengerti bagaimana mengontrol shikigami dalam pertarungan…… Jadi aku ingin setidaknya sedikit membantu – begitulah.”&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin! Kau turut serta hanya karena itu?”&lt;br /&gt;
“Sungguh tidak bisa dipercaya!”&lt;br /&gt;
Ketiga gadis tersebut pun mengerang pelan. Harutora, yang masih tidak yakin dengan apa yang terjadi, terkejut dan memberikan ekspresi bingung.&lt;br /&gt;
Lalu, dua murid pria yang daritadi memerhatikan dari kejauhan memanggil ketiga gadis tersebut dan mengambil kesempatan untuk mendekati tempat duduk Harutora.&lt;br /&gt;
Mereka tersenyum kaku pada Harutora.&lt;br /&gt;
“……Hai, kemarin sungguh disayangkan, Tsuchimikado. Kau sangat berani untuk tidak kabur seperti ayam.”&lt;br /&gt;
“Benar, aku akan kabur dari awal jika aku melawan Kurahashi.”&lt;br /&gt;
Kedua murid laki-laki tersebut terlihat merasa sedikit malu karena tidak berbicara dengannya selama dua hari, tidak seperti para gadis yang terlihat santai. Bahkan jika mereka tidak bisa menyembunyikan rasa malu mereka, mereka masih menunjukan itikad baik dan berbicara dengan rasa ingin tahu dengan Harutora. Sikap tersebut membuat Harutora tak mampu untuk tidak terkejut hingga ke relung hatinya.&lt;br /&gt;
“Sudah lama aku tidak melihat shikigami pelindungnya Kurahashi, bukankah mereka pada dasarnya berada ditingkat professional? Dan bahkan ada dua!”&lt;br /&gt;
“Tapi bukankah keluarga Kurahashi secara khusus membuatkannya untuk patuh dengannya? Itu terlalu tidak mungkin, bukan?”&lt;br /&gt;
“Hampir seluruh shikigami pelindung dibuat untuk mematuhi penggunanya, tidakkah itu memakan banyak biaya? Itu sungguh hebat ketika kau turut serta dan bertarung hanya menggunakan pedang kayu.”&lt;br /&gt;
“Ohtomo-sensei terlalu random, aku bahkan berpikir bahwa ia hanya bercanda awalnya.”&lt;br /&gt;
Para murid mengelilingi Harutora, berbicara dengan lepas tentang perasaan mereka mengenai kejadian kemarin, bahkan memerlakukan Harutora seolah-olah ia tidak ada disana.&lt;br /&gt;
Hingga kemudian—&lt;br /&gt;
“Hah, Harutora-kun?” salah satu dari wajah yang ia familiar pun datang mencarinya.&lt;br /&gt;
Itu adalah Tenma. Bahkan jika ia merasa terkejut pada situasi yang terjadi pada Harutora, ia tetap dengan cepat menyadari keadaan dan menengahinya.&lt;br /&gt;
“Ahh, Te-tenma……”&lt;br /&gt;
Selamatkan aku – Harutora memohon dalam diam. Tenma tak mampu untuk tidak tertawa dikarenakan penampilannya yang sungguh menyedihkan.&lt;br /&gt;
“Kemarin sungguh berat untukmu. Tapi kau sungguh mengejutkanku, apa tubuhmu baik-baik saja?” ia berbicara dengan nada santai.&lt;br /&gt;
“Aku baik-baik saja, maaf membuatmu khawatir.”&lt;br /&gt;
“Jangan berkata seperti itu. Tapi, Harutora-kun, jadi kau punya shikigami pelindung, huh. Dan terlebih lagi itu bukanlah shikigami yang dijual dipasaran, bukan?”&lt;br /&gt;
“Uh, yah……”&lt;br /&gt;
“Benar! Hei, Tsuchimikado-kun, bolehkah kau menunjukan kembali shikigamimu?”&lt;br /&gt;
“Ah, aku juga! Aku mau lihat!”&lt;br /&gt;
Para gadis dengan segera menunjukan ketertarikan yang sangat ketika mendengar tentang shikigami pelindung, dan Harutora dengan bingung memberikan tatapan bertanya pada Tenma. Tenma pun menganggukan kepalanya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
“……Kon.”&lt;br /&gt;
Walaupun ia telah diperintah untuk bersembunyi, Kon selalu menemani Harutora disisinya, dan ia selalu mendengar percakapan mereka. Wujud shikigami pelindung tersebut pun muncul ketika Harutora memanggilnya.&lt;br /&gt;
“Wah, keren!”&lt;br /&gt;
“Iyah! Manisnya!”&lt;br /&gt;
Mata para murid kelas pun berkilat senang, khususnya para gadis yang dengan anehnya tampak gembira, terus-menerus memuji Kon lucu dan bahkan merentangkan tangannya untuk menyentuh Kon. Kon pun membeku kaku menghadapi ketidaksopanan tersebut, panik pun ditunjukan oleh mata birunya.&lt;br /&gt;
“Ha-ha-ha-harutora-sama!?”&lt;br /&gt;
“……Maafkan aku, Kon. Bertahanlah sebentar.”&lt;br /&gt;
Harutora merasa seperti ia telah memerlakukan Kon seperti sebuah barang pengorbanan, dan ia pun menyembunyikan rasa bersalahnya. Ekor Kon dan sepasang telinganya pun berdiri dengan panik, dan Harutora pun hanya bisa berpura-pura bahwa ia tidak melihatnya.&lt;br /&gt;
“Shikigami pelindung ini sangat muda, dan sekarang aku melihatnya dari dekat. Tsuchimikado, mungkinkah ini adalah tipe yang kau suka?”&lt;br /&gt;
“Tentu saja tidak.”&lt;br /&gt;
“……Aku ingat bahwa dia adalah shikigami tingkat tinggi? Begitu, jadi kau membuat shikigami macam ini untuk melayanimu.”&lt;br /&gt;
“Kubilang bukan begitu!”&lt;br /&gt;
“Dia panik, sungguh mencurigakan.”&lt;br /&gt;
“Mungkinkah kalian mandi bersama!”&lt;br /&gt;
“Iyah, mesum—“&lt;br /&gt;
“……Mengapa kalian tidak mengerti kalimat yang kukatakan.”&lt;br /&gt;
Mungkin reaksi panik yang diberikan tuan dan shikigaminya terlihat lucu, sebagimana murid-murid yang mengelilingi Harutora satu persatu tertawa. Kebingungan yang ada dihati Harutora masih belum menghilang, namun wajah yang kini mengelilinginya bukan lagi wajah yang tidak bisa dibaca dan dingin seperti dua hari yang lalu, dan malah mereka tersenyum disekitarnya. Mereka memang menertawainya, namun terdapat itikad baik yang ditujukan kepada Harutora yang tersembunyi dalam kata-kata mereka.&lt;br /&gt;
“Bodoh.”&lt;br /&gt;
Lalu, sebuah suara datang dari bagian belakang kelas.&lt;br /&gt;
Orang tersebut berkata dengan suara yang memprovokasi. Harutora menoleh untuk melihat, dan itu adalah siswa laki-laki lainnya yang wajahnya ia kenal namun namanya tidak diketahui olehnya. Murid laki-laki tersebut melihat ke arah kerumunan disekitar Harutora dengan kaki yang terangkat diatas meja.&lt;br /&gt;
“……Bahkan laki-laki ini yang tidak mengetahu apa itu shikigami pelindung memiliki shikigami tingkat tinggi? Dasar keluarga terkenal.”&lt;br /&gt;
Suara laki-laki tersebut membawa kesan jijik dan murid yang riuh bergemuruh kini terdiam mendengar kalimat tersebut, dengan atmosfer tertawa nan senang yang dengan segera menghilang.&lt;br /&gt;
Dengan cepat Harutora memanggil: “Kon!”&lt;br /&gt;
Kon, yang telah melepaskan tangan murid perempuan dan dengan segera ingin menuju tempat yang meremehkan tuannya, dengan segera terhenti ditengah udara. Panggilan Harutora jelas tidak bermaksud untuk memerintah Kon untuk menyerang, namun untuk menahan Kon, untuk menahan dirinya memberikan pelajaran pada bocah laki-laki yang kurang ajar. Kon telah menggenggam gagang dari wakizashinya seolah-olah sedang memburu mangsa yang ada didepannya, namun terhenti. Suara tidak senangnya “Uuu~” telah membuktikannya.&lt;br /&gt;
“…Sungguh, apa kau mengerti untuk memikirkan tindakanmu terlebih dahulu atau tidak?”&lt;br /&gt;
“Ta-ta-tapi~”&lt;br /&gt;
Harutora menyipitkan matanya, menatap pada Kon yang memohon sangat, dan ekor Kon yang menurun dengan depresi.&lt;br /&gt;
Disisi lain, murid laki-laki yang hampir diserang tersebut dengan cepat menurunkan kakinya dari meja, hampir terjatuh dari duduknya.&lt;br /&gt;
Ia mungkin tidak menduga bahwa sarkamnya akan mengundang serangan shikigami, dan wajahnya pun tegang karena takut.&lt;br /&gt;
Salah satu murid perempuan tidak mampu untuk tak tertawa melihat penampilan murid laki-laki yang ketakutan tersebut. Tawa pun menyebar, dan bukan hanya sekitar Harutora namun seluruh kelas pun terisi dengan canda tawa. Murid yang ditertawakan marah dan malu, wajahnya menggelap dan memerah.&lt;br /&gt;
Namun… “Maaf.” Harutora berdiri, membungkuk dalam untuk meminta maaf.&lt;br /&gt;
Para murid yang ada disisinya menatap dan menganga, terkejut dengan sikapnya yang meminta maaf. Bulu pada ekor Kon pun berdiri bagaikan jarum seolah-olah ia mendapat tamparan keras.&lt;br /&gt;
“Maaf untuk mengganggumu, aku tahu aku mengganggu, tapi……”&lt;br /&gt;
Ia mengangkat kepalanya, menatap lurus ke arah murid laki-laki yang terkejut karena aksinya.&lt;br /&gt;
“Aku masih ingin berteman baik dengan kalian semua. Aku juga ingin mengatakan ini pada Kurahashi kemarin, namun maukah kalian menerimaku? Aku akan berusaha semampuku untuk bisa berteman dengan kalian.”&lt;br /&gt;
Ruang kelas terdiam.&lt;br /&gt;
Ini baik-baik saja. Ia tidak ingin marah karena komentar sarkas dan malah mempermalukan dirinya. Secara khusus, ia bisa mengerti rasa marah yang ada pada murid tersebut.&lt;br /&gt;
Kon mengambang diudara, menatap tuannya dengan heran, dan ekspresi murid kelas yang mengelilingi Harutora juga sama. “Uh, itu……” murid laki-laki yang dimintakan maaf oleh Harutora tergagap, tidak tahu bagaimana harus merespon.&lt;br /&gt;
Atmosfer hening yang aneh pun mengisi.&lt;br /&gt;
Perempuan yang pertama kali mengajak Harutora berbicara memecahkan keheningan. Berkata dengan riang:&lt;br /&gt;
“……Kau selalu membicarakan orang lain, tapi bukankah kau yang tidak bisa mengontrol shikigami sederhana yang dibuat sensei pada tes praktik sebelumnya? Kau tidak mungkin bisa menggunakan shikigami pelindung, bukan?”&lt;br /&gt;
“Di-diamlah.. aku tidak menggunakan seluruh kemampuanku waktu itu! Dan juga metode tersebut berbeda dengan pengendalian otomatis!”&lt;br /&gt;
“Kau berkata demikian, tapi aku ingat kau kelelahan saat itu.”&lt;br /&gt;
“Bukankah memang seperti itu pada awalnya! Dan bukankah kau juga tidak mampu berdiri untuk sesaat!”&lt;br /&gt;
Murid laki-laki itu membalas setelah murid perempuan tersebut selesai bicara. Atmosfer pun sedikit santai karena ini. Harutora merasa bahwa yang seharusnya diselamatkan adalah dirinya dibandingkan dengan laki-laki yang sedang dicandai oleh seluruh kelas.&lt;br /&gt;
“Ngo-ngomong-ngomong, Tsuchimikado. Kau sebaiknya mengerti bahwa aku tidak kuasa melihatmu atau pertandingan kemarin!”&lt;br /&gt;
Murid laki-laki tersebut kembali berkata dengan arogan, mengucapkankan kata kasar kembali, namun nada sinis dari sebelumnya tidak lagi terdengar.&lt;br /&gt;
Harutora tersenyum.&lt;br /&gt;
“Akan kuingat itu, dan juga, kau bisa memanggilku Harutora.”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
Murid laki-laki tersebut memalingkan wajahnya, menjawab dengan ber’hmph’ ria.&lt;br /&gt;
Harutora tidak membenci cara akrab seperti itu. Ia tidak ingin memaksakan dirinya untuk berteman dengan semuanya, atau dengan percaya dirinya mampu melakukan seperti itu. Meskipun jika orang-orang berpikir bahwa dirinya menyebalkan, ia lebih memilih untuk mengatakan secara jelas didepan orang tersebut dibandingkan dengan menggosipinya dibelakang.&lt;br /&gt;
Harutora berbalik, berterima kasih pada gadis yang telah menyelamatkannya dengan matanya.&lt;br /&gt;
“Benar, aku masih tidak mengetahui nama-nama semuanya, jadi bisakah kalian mengambil kesempatan ini untuk memberitahukanku? Tak apa jika semuanya hanya memanggilku Harutora.”&lt;br /&gt;
“Okay, jadi Tsucchi?”&lt;br /&gt;
“Kau tidak mendengarkanku sama sekali.”&lt;br /&gt;
Senyum getir Harutora membuat suasana kelas kembali ria. Tenma memulai dengan memperkenalkan dirinya kemballi, dan murid lainnya pun turut serta mengikutinya. Murid laki-laki yang ada dibelakang kelas pun hanya bisa ‘tch’ melihat keadaan tersebut, namun ujung-ujung mulutnya sedikit terangkat.&lt;br /&gt;
Kejadian baru telah muncul diruang kelas.&lt;br /&gt;
Kon melihat tak mengerti dengan suasana yang ada didepannya, seolah-olah mereka telah lupa akan dirinya.&lt;br /&gt;
Tidak, bukan hanya Kon, ada seseorang juga—&lt;br /&gt;
“……Aku tidak mengira perkembangan macam ini akan muncul.”&lt;br /&gt;
Kalimat yang tiba-tiba membuat Natsume mengerang terkejut, dan dirinya terlalu sibuk dengan segera mengembalikan suara asalnya untuk menyembunyikan suara tinggi nan melengkingnya.&lt;br /&gt;
“To-touji……”&lt;br /&gt;
“Hmph, akan lebih baik jika perkembangan seperti ini dilakukan olehnya dengan sengaja…… Namun ia hanya mengikuti arus tanpa merencanakannya sama sekali, jadi orang-orang yang tidak bisa berbuat seperti itu akan terlihat cemburu setelah melihatnya…”&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Touji melirik Natsume.&lt;br /&gt;
“…Bukankah begitu?”&lt;br /&gt;
“O…… Omong kosong macam apa yang kau katakan……”&lt;br /&gt;
Natsume menjawab dengan bisikan pelan, memalingkan wajahnya untuk menghindari tatapan Touji.&lt;br /&gt;
Namun, tatapan mengelaknya justru malah terarah ke Harutora. Saat ini Harutora telah menjadi pusat perhatian orang-orang kelas, dan Natsume jelas menunjukan keterkejutan dan rasa kesal dimatanya sebgaimana ia melihat Harutora.&lt;br /&gt;
‘Berbicara secara logika’, orang-orang tersebut telah menjadi teman kelasnya selama setengah tahun, dan ‘berbicara secara logika’, Harutora adalah pemuda dari keluarga cabang yang telah ia kenal sejak kecil.&lt;br /&gt;
Kedua sisi adalah orang-orang yang ia kenal, namun mereka telah menjadi teman dengan dirinya yang tidak bisa turut serta didalamnya. Natsume menatap dalam diam, dan hanya ini yang dapat ia lakukan. Wajahnya secara diam tersakiti, dan khawatir pun muncul diwajah Touji ketika ia melihat Natsume.&lt;br /&gt;
“……Jangan memaksakan dirimu.”&lt;br /&gt;
“Aku, aku tidak memaksakan diriku! Kenapa kau jadi terus membual sejak tadi?!”&lt;br /&gt;
Natsume dengan cemas mengerang, dengan jelas memaksakan dirinya. Touji hanya menggedik bahu, tidak peduli.&lt;br /&gt;
Lalu—&lt;br /&gt;
“Begitu, maafkan aku. Sebenarnya, aku memilki teman baik yang bertengkar dengan orang bodoh itu musim panas ini karena dia yang terlalu memaksakan diri, dan berakhir dengan menjadi sebuah momen terakhir diantara keduanya.”&lt;br /&gt;
“…..!”&lt;br /&gt;
Natsume terkejut dan menoleh ke arah Touji. Touji melihat dari belakang Harutora dan yang lainnya, tatapannya sedikit nostalgik, dan senyum mencela diri tidak seperti yang biasa ia tunjukan pun muncul.&lt;br /&gt;
“Itu adalah pengalaman yang menggetirkan untukku, dan aku tidak ingin melihat itu terulang lagi.”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
Natsume menundukan kepalanya, tidak tahu harus berbuat apa, tubuhnya kaku dari seragamnya.&lt;br /&gt;
Tatapannya kaku dan keras kepala. Natsume yang malu seperti ini terlihat seperti hanya seorang gadis biasa dimatanya karena Touji tahu identitas Natsume yang sebenarnya. Dalam diam ia mendesah, menaikan satu alisnya.&lt;br /&gt;
Lalu, tatapannya berubah menuju pintu masuk kelas.&lt;br /&gt;
Kurahashi Kyouko berjalan memasuki kelas.&lt;br /&gt;
Kyouko terlihat jelas terkejut dengan adegan yang ada diruang kelas, dan setelah mengerti akan situasinya, ia menunjukan tatapan terkejut. Touji hampir tertawaa. Mungkin Harutora merasa tertekan dan tidak tahu bagaimana menghadapi orang tersebut, namun dimata Touji, emosinya terlihat jelas terpancar diwajahnya dan cukup mudah untuk dimengerti.&lt;br /&gt;
“……Aku mungkin harus segera bertindak.”&lt;br /&gt;
Touji bergumam pelan. Harutora akan terlihat tidak senang jika ia mendengar kalimatnya. Karena setiap kali Touji merencanakan idenya yang berbelit-belit, nadanya selalu bergairah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 5===&lt;br /&gt;
Setelah menjalani kelas pagi, sekarang waktunya untuk istirahat siang.&lt;br /&gt;
“……Biaskah aku meminjam waktumu sebentar?”&lt;br /&gt;
Harutora awalnya berpikir tentang bagaimana udon yuba yang ia makan sebelumnya tidak enak, dan kali ini ia akan menggantinya dengan udon tempura. Sebagaimana ia bersiap untuk berjalan menuju kantin, Kyouko yang telah menunggunya memanggil dirinya.&lt;br /&gt;
Kejadian yang baru saja terjadi kemarin masih teringat jelas, dan bahkan Harutora merasa ini tidak duga kalau Kyouko akan memanggilnya. Ia tetap waspada, pertama dengan pelan memeringati: “Kon, jangan keluar.” …Ia telah mahir dalam mengontrol shikigaminya.&lt;br /&gt;
Keberadaan yang tak diinginkan pun muncul disekitar kakinya dan harutora pun hanya bisa menghela napas. Bahkan dengan kekalahan yang ia alami kemarin, semangat bertarung Kon sepertinya masih belum hilang.&lt;br /&gt;
…Aku tidak menyadari jika Kon memiliki kepribadian galak seperti ini ketika berada diasrama……&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, ia tidak bisa terus menghindarinya, dan dikarenakan efeknya telah meluas begini jauh, ia harus menyelesaikannya. Kemudian Harutora menjawab Kyouko, yang tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya: “baiklah, tak masalah,” dan mengikutinya dari belakang.&lt;br /&gt;
Kyouko membawa Harutora menuju tangga darurat dibelakang gedung akademi. Bukan hanya orang-orang tidak akan melewati tempat ini, mereka juga tidak perlu khawatir untuk terlihat dengan orang-orang juga. Jika ini sekolah menengah atas biasa, akan ada kemungkinan besar bahwa murid-murid nakal akan berkumpul ditempat ini untuk merokok secara diam-diam, bersembunyi dari guru-guru yang mengawas.&lt;br /&gt;
“……Apa yang kau butuhkan dariku?”&lt;br /&gt;
Lagipula, Kyouko telah memenangkan pertandingan kemarin. Awalnya Harutora berpikir bahwa Kyouko telah mendinginkan pikirannya setelah memenangkan pertarungan tersebut, namun sepertinya ia masih ingin membahas beberapa hal.&lt;br /&gt;
Sebagaimana Harutora kesusahan, berpikir bahwa ia benar-benar tidak mampu mengatasi gadis keras kepala macam imi, Kyouko tiba-tiba berkata:&lt;br /&gt;
“……Aku minta maaf soal kemarin.”&lt;br /&gt;
Ia tak mampu untuk tidak meragukan pendengarannya.&lt;br /&gt;
Ia menatap Kyouko, tak mampu berkata karena terkejut. Wajah Kyouko memerah canggung, dan ia memalingkan kepalanya, rambut indahnya pun turut berayun diudara.&lt;br /&gt;
“……Meskipun hal tersebut menjadi sedemikian rupa, awalnya aku tidak ingin mengeluarkan shikigamiku, dan semua kemarahanku awalnya ditujukan kepada Ohtomo-sensei…… Intinya, aku benar-benar minta maaf telah membuat keadaan menjadi tidak terkendali.”&lt;br /&gt;
“Tidak, tolong jangan berkata demikian. Semua ini salah Kon yang tiba-tiba menyerangmu, kau tidak perlu meminta maaf padaku……”&lt;br /&gt;
Keberadaan Kon yang tidak senang tiba-tiba mendekat, dan dengan natural, Harutora memilih untuk mengabaikannnya.&lt;br /&gt;
…Apa yang sedang terjadi?&lt;br /&gt;
Mungkinkah suasana dikelas telah mengubahnya, membuatnya menunjukan sikap yang sebenarnya? Tidak, kesannya terhadap Kyouko tidak mungkin menghasilkan perubahan apapun. Khususnya ketika ia berani menantang Ohtomo dan dengan tegas mengajukan saran, ia tidak mungkin mengubah pendiriannya meskipun jika seluruh kelas mendukung Harutora.&lt;br /&gt;
Lalu, sikapnya yang tiba-tiba berubah seperti sesuatu yang bahkan disebut sebagai sikap ramah. Harutora bingung kembali, dan ia tak mampu untuk tak meragukan bahwa ada rahasia dalam sikapnya yang seperti ini.&lt;br /&gt;
…Ugh, tapi……&lt;br /&gt;
Bagaimanapun ide licik yang disembunyikan Kyouko dibelakangnya, ini adalah kesempatan baik, dikarenakan dirinya yang harus berbicara dengan benar padanya.&lt;br /&gt;
“……Hei, biarkan aku bertanya, kau sebenarnya tidak membenciku bukan, kau hanya ingin menggunakanku untuk menyerang Natsume, bukankah begitu?”&lt;br /&gt;
Tepat pada sasaran, begitulah. Ia bertanya langsung tanpa basa-basi, dan seperti yang diduga, wajah Kyouko mengerang.&lt;br /&gt;
“Kenapa kau ingin melakukan demikian? Apa alasanmu?”&lt;br /&gt;
“……Itu hanya alasan pribadiku.”&lt;br /&gt;
“Alasan pribadi apa?”&lt;br /&gt;
“Kau tahu, ketika seorang gadis berbicara mengenai alasan pribadi, akan lebih sopan jika kau tidak lanjut bertanya.”&lt;br /&gt;
“Tapi kau menyeretku dalam apalah yang kau sebut alasan pribadi, bukan? Aku janji tidak akan memberitahukan siapapun, namun apa kau sebegitu membenci Natsume?”&lt;br /&gt;
Kyouko terdiam, tak mampu menyembunyikan rasa sebalnya. Harutora dalam diam menunggu jawabannya, yang akhirnya membuat Kyouko menghela napas mengalah.&lt;br /&gt;
“……Aku pernah bertemu Natsume-kun, ketika kami…… masih kecil.”&lt;br /&gt;
“A-apa yang kau bilang?”&lt;br /&gt;
Harutora sangat terkejut ketika mendengar pengakuan tak terduga. “Sungguh.” Kyouko bergumam, memiringkan tubuhnya, sikap feminin yang terlihat sangat manis.&lt;br /&gt;
“Kau tak perlu sebegitu terkejutnya. Aku adalah keturunan langsung dari keluarga Kurahashi, dan Natsume-kun juga berasal dari keluarga utama Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
“Uh…… Jadi maksudmu kalian pernah bertemu sebelumnya dikarenakan keluarga kalian terkenal?”&lt;br /&gt;
Harutora mengonfirmasi dengan serius, namun tatapan Kyouko pun berubah menjadi heran bagaikan ia seperti melihat alien.&lt;br /&gt;
“Apakah kau serius?”&lt;br /&gt;
“Ke-kenapa kau bertanya, apa aku berkata salah?”&lt;br /&gt;
Kyouko menghela napas dalam, dan Harutora merasa seperti ia malah semakin dan semakin terlihat seperti orang bodoh.&lt;br /&gt;
“Dengar baik-baik. Keluarga Kurahashi awalnya adalah keluarga cabang dari keluarga Tsuchimikado, kami hanya dinamai berbeda dari ‘Tsuchimikado’. Keluarga Kurahashi telah berpisah sejak lama.”&lt;br /&gt;
Harutora ternganga karena terkejut, hingga kemudian menyadari bahwa ia benar-benar bodoh dari yang ia duga.&lt;br /&gt;
“Tu-tunggu! ……Apa maksudnya itu? Apa itu sungguhan? Mungkinkah kita ini keluarga?”&lt;br /&gt;
“Kau tak perlu meragukannya, itu benar bahwa kita adalah keluarga.”&lt;br /&gt;
Harutora menggeleng-gelengkan kepalanya, tak percaya mendengar jawaban Kyouko.&lt;br /&gt;
Lalu, ia bertanya: “……Kon, apakah kau mengetahuinya?”&lt;br /&gt;
Meskipun ia tidak mendapat respon, ia dengan jelas merasa bahwa Kon pasti tidak menjawab demi perasaannya. Itu adalah jawaban positif. Fakta bahwa ia tak tahu apapun ketika bahkan shikigaminya sendiri tahu hubungan keluarganya benar-benar mengejutkannya.&lt;br /&gt;
“Uh…… Aku, aku mengerti! Abaikan masalah keluarga Kurahashi saat ini – Jadi apa? Kau bertemu Natsume sebelumnya, jadi mungkinkah kau memiliki pertengkaran yang sangat waktu itu, dan kau belum memadamkan kebencianmu hingga saat ini?”&lt;br /&gt;
“……Dia tidak mengingatnya.”&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
“Dia lupa bahwa kami pernah bertemu sebelumnya.”&lt;br /&gt;
Kyouko bergumam pelan. Harutora menutup mulutnya rapat tanpa bicara, bukan karena perkataan Kyouko, namun karena tatapan sedih yang terpancar dari wajahnya.&lt;br /&gt;
Hingga kemudian Harutora sadar bahwa meskipun ia telah melihat penampilan Kyouko yang tegas dan pemarah, ini adalah kai pertamanya ia benar-benar melihat wajah tersebut. Depresi tiba-tiba yang tak terjaga telah mengambil seluruh warna mukanya, dan Harutora tanpa sadar panik.&lt;br /&gt;
“……Apa hubungan kalian dulu sangat baik?”&lt;br /&gt;
“Kami hanya bertemu sekali.”&lt;br /&gt;
“Apa! Kalau begitu kau tidak bisa menyalahkannya jika dia tidak mengingatnya! Bukankah itu terjadi ketika kau masih kecil?”&lt;br /&gt;
Memang, Harutora tidak mengetahui orang ini jika hubungan Natsume dan Kyouko kecil memiliki hubungan yang cukup intim dan meninggalkan memori yang mendalam. Bahkan jika Harutora dan Natsume terkadang sedikit menjauh, keduanya masih sering bermain bersama ketika sekolah dasar.&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
“Aku mengingatnya sangat jelas.”&lt;br /&gt;
Ucap Kyouko seolah-olah ia disalahkan, tatapannya sedikit suram.&lt;br /&gt;
“Karena kami telah berjanji……”&lt;br /&gt;
“Ja-janji apa?”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
Kyouko tidak menjawabnya. Ia tidak mengatakan apapun, hanya aura suram dan sedih yang terpancar darinya.&lt;br /&gt;
Kemudian, tiba-tiba ia memberikan tatapan mencurigakan ke arah Harutora.&lt;br /&gt;
“……Biar aku bertanya. Setelah libur musim panas, Natsume-san tiba-tiba mulai menggunakan pita untuk mengikat rambutnya, apakah……”&lt;br /&gt;
“Huh?” Seru Harutora, dengan segera menyadari bahwa masalah ini benar-benar merepotkan. Bukan hanya karena rambut elegan Natsume yang jarang diantara kaum lelaki, bahkan ia mengikat rambutnya dengan pita, jadi wajar jika orang-orang meragukannya.&lt;br /&gt;
“I-i-i-itu? Dan rambut itu, kau merasa itu seperti perempuan, bukan? Sebenarnya, ada sebuah sihir didalamnya. Pita itu bukanlah sembarang pita, itu adalah jimat keluarga Tsuchimikado, dan itulah mengapa ia terlihat seperti seorang perempuan meskipun jelas terlihat bahwa ia laki-laki, hahaha.”&lt;br /&gt;
Harutora berbohong dengan kikuk ia menyembunyikannya dengan senyuman.&lt;br /&gt;
Harutora tidak tahu kenapa Kyouko terlihat seperti mendapat pukulan keras ketika mendengar penjelasannya. “Dari keluarga Tsuchimikado……” ia bergumam terdengar seperti ia memaksakan diri untuk menerima kebenaran yang sejak lama ia firasatkan, namun tak mau untuk mengakuinya. Harutora tidak mengerti mengapaKyouko memberikan reaksi semacam ini, dan ia pun hanya bisa terheran.&lt;br /&gt;
Kyouko menggigit bibirnya, tidak mengindahkan kebingungan yang muncul diwajah Harutora.&lt;br /&gt;
“……Begitu, jadi aku benar, aku tahu bahwa itu akan demikian.”&lt;br /&gt;
“A-apa yang kau maksud dengan itu?”&lt;br /&gt;
“Apakah aku perlu mengatakannya? Natsume-kun tidak memedulikan apapun selain dirinya dan keluarga Tsuchimikado…… tidak, sikapnya terhadap Onmyoudou sama saja, pada akhirnya adalah untuk tidak mempermalukan nama Tsuchimikado, itulah mengapa dia sangat sering berlatih. Nama Tsuchimikado adlah segala-galanya didalam kepalanya.”&lt;br /&gt;
“Hei, itu terlalu……”&lt;br /&gt;
“Apa? Aku salah? Semuanya mengetahui ini, tak ada orang yang tidak menyadarinya. Mungkin kau terkecuali, tapi dia hanya membelamu karena kau adalah – shikigami keluarga Tsuchimikadonya, bukan? Bukankah begitu?”&lt;br /&gt;
Ia salah.&lt;br /&gt;
Harutora ingin menyangkalnya, namun ia tidak mampu membuka mulutnya.&lt;br /&gt;
Natsume yang telah berkata ‘mari lakukan yang terbaik’ sambil tersenyum, Natsume yang seluruh tubuhnya bergetar karena malu, Natsume yang menoleh dan pura-puura tak melihat ketika pertarungan shikigami namun denga segera berlari kepadanya untuk memarahinya setelah selesai.&lt;br /&gt;
Ia tahu Natsume mengkhawatirkannya, namun jika ia ditanya kenapa Natsume mengapa Natsume khawatir, ia tak sanggup merespon. Ia percaya – ia ingin percaya, namun hatinya dengan keras kepala menolaknya.&lt;br /&gt;
Kyouko menatap serius pada Harutora yang terdiam, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
“……Ato-kun juga memberitahuku.”&lt;br /&gt;
“Huh? Tou-touji? Apa yang dikatakannya……”&lt;br /&gt;
“Dia bilang kau menjadi shikigami dan melayani Natsume-kun untuk mematuhi tradisi keluarga. Itulah mengapa aku akhirnya mengerti kenapa Natsume-kun memilih dirimu yang orang luar menjadi shikigaminya. Itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan entah itu menguntungkan dirinya atau tidak, ataupun dia memikirkan perasaanmu. Dia hanya berlaku demikian karena untuk memenuhi tradisi keluarga Tsuchimikado, yang menjadi hal terpenting bagi dirinya.”&lt;br /&gt;
Benci. Marah. Sesal. Sedih. Emosi negatif tersebut terlihat disetiap kata-katanya, terlihat kontras denga kesan pertama yang ia berikan yang terus terang.&lt;br /&gt;
Kyouko menatap mata Harutora. Yang mengejutkan adalah tatapannya menunjukan belas kasih dan resonansi yang menarik. Ia mengasihi dirinya, dan juga Harutora.&lt;br /&gt;
…Ah.&lt;br /&gt;
Saat itu, ia mengerti semuanya.&lt;br /&gt;
Kyouko – setelah mendengarkan perkataan Touji, percaya bahwa Harutora dan dirinya adalah ‘sama’ dalam hal hubungan mereka terhadap Natsume. Harutora tidak mengerti hubungan antara Kyouko dan Natsume, namun dihati Kyouko, Kyouko telah menyamakan hubungannya dengan Natsume dan hubungan Harutora dengan Natsume. Itulah mengapa perubahan seratus delapan puluh derajat muncul dalam sikapnya.&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
“Tunggu, kau salah, Kurahashi.”&lt;br /&gt;
Kali ini, suaranya terdengar normal dan tulus tanpa ada jejak keraguan, dan suara tersebut membuat Kyouko kembali pada kesadarannya.&lt;br /&gt;
“……Apa?”&lt;br /&gt;
“Kau salah, akulah orang yang meminta orang tersebut untuk membiarkanku menjadi shikigaminya.”&lt;br /&gt;
Mata Kyouko melebar tidak percaya.&lt;br /&gt;
“Bohong.”&lt;br /&gt;
 “Aku tidak bohong. Mungkin terdengar tidak meyakinkan bahwa orang luar sepertiku sengaja memilih hal yang tidak serasi dengan apa yang dijalani sebelumnya…… Namun sungguh akulah yang inisiatif meminta. Orang itu awalnya menolak, percaya bahwa terlalu banyak risiko jika menjadikanku shikigaminya, dan hanya mengizinkanku berjalan dijalan yang sama dikarenakan kegigihanku.”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
Tatapan Kyouko pun penuh keraguan. Harutora tidak berbohong, tiap kata yang diucapkannya adalah benar, dan Kyouko seharusnya bisa mengerti. Ia harap Kyouko mampu mengerti.&lt;br /&gt;
“Orang itu memang memiliki perasaan yang rumit dan kompleks terhadap nama Tsuchimikado…… Seperti ia bangga akan hal tersebut dan juga tertekan karenanya, dan terkadang ia menderita karenanya. Tapi ia tidak terbawa karenanya, bisakah kau memercayai apa yang kukatakan?”&lt;br /&gt;
Ia ingin dengan damai bekerja sama dengan semuanya, tentu saja termasuk Kyouko, dan akan lebih bagus jika Natsume turut bergabung. Tidak, Natsume pasti harus tergabung.&lt;br /&gt;
Bahkan jika ia adalah shikigami yang tidak berguna, mungkin ini – menciptakan ‘tempat untuk Natsume’ – adalah sihir terkuat yang mampu Harutora berikan kepada tuannya.&lt;br /&gt;
“……Apa, jika kau berkata demikian, aku……”&lt;br /&gt;
Kyouko berbicara dengan marah, tatapannya menurun melihat kakinya.&lt;br /&gt;
“Pada akhirnya ini hanyalah cinta bertepuk sebelah tanganku? Aku dengan mudahnya dilupakan?”&lt;br /&gt;
“Huh? Tidak…… Aku……”&lt;br /&gt;
Ia tidak bermaksud demikian. Sebelum ia menyelesaikan perkataannya, suara lain pun menarik perhatian mereka.&lt;br /&gt;
“……Apa yang kalian berdua lakukan?”&lt;br /&gt;
Suara tersebut terdengar dingin dan keras, bagai armor yang dibuat dari besi tebal.&lt;br /&gt;
“Natsume?”&lt;br /&gt;
Natsume berjalan menaiki tangga darurat, menatap pada wajah-wajah yang dengan anehnya terlihat muram.&lt;br /&gt;
“Apa yang kalian lakukan ditempat ini? Bukankah seharusnya perselisihan kalian sudah selesai dengan pertarungan kemarin?”&lt;br /&gt;
“Ah, tidak, kau salah, Natsume. Kami tidak bertengkar—“&lt;br /&gt;
Harutora dengan segera menjelaskan, namun Kyouko tiba-tiba menyela perkataannya.&lt;br /&gt;
“Dia benar, kami telah berbaikan.” Ucapnya tak berekspresi.&lt;br /&gt;
“……Berbaikan?”&lt;br /&gt;
“Benar, Tsuchimikado dan Kurahashi awalnya adalah satu keluarga. Kesalahpahaman diantara kami telah terselesaikan, dan sekarang kami hanya mengobrol biasa sebagai sesama keluarga cabang Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
Suara Kyouko terdengar sedikit bergetar, provokasi pun ditunjukan walau kalimat yang dikatakan bermaksud lain, dan Harutora dengan segera berusaha untuk meringankan suasana.&lt;br /&gt;
“Itu benar, Natsume. Aku tidak tahu bahwa dia sebenarnya ada hubungan keluarga dengaku, bagaimana kau tidak memberitahukanku segera, haha……”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
Natsume dengan diam memerhatikan keduanya, dan Harutora tidak menyadari bahwa bibirnya sedikit bergetar.&lt;br /&gt;
“……Istirahat sebentar lagi selesai, segera kembali ke kelas.”&lt;br /&gt;
Natsume tiba-tiba membalikkan tubuhnya dengan sikap dingin, dan tidak dapat dibedakan entah Natsume menerima penjelasan Harutora dan Kyouko atau tidak. Harutora dengan segera memanggil Natsume: “Tunggu.”&lt;br /&gt;
Ini kesempatan bagus.&lt;br /&gt;
Meskipun ia hanya berbincang sedikit, ia telah menyadari bahwa permusuhan antara Kyouko dan Natsume bukan hanya sekadar cemburu biasa ataupun keinginan menjadi yang terunggul. Dengan demikian, mereka harus setidaknya memperdalam rasa pengertian mereka satu sama lain meskipun mereka tidak bisa langsunng berbaikan. Natsume telah mengekspresikan dirinya bahwa ia tidak mengerti mengapa Kyouko memusuhinya sangat. Mungkin mereka setidaknya lebih kurang bisa memperbaiki hubungan mereka jika mereka mau saling mengerti satu sama lain.&lt;br /&gt;
“Jangan dingin seperti itu. Kami bertarung kemarin, tapi setelah berbicara sekarang, aku tahu bahwa ia telah introspeksi, dan bahkan ia datang untuk meminta maaf, bukan?”&lt;br /&gt;
Harutora berusaha keras menjelaskannya untuk Kyouko. Kyouko tidak berucap apapun, ekspresinya kompleks, namun Harutora sangat bersyukur kepadanya untuk tidak membuka mulutnya untuk berbicara hal yang sembrono.&lt;br /&gt;
“Bukankah kau bilang bahwa kau sebenarnya tidak membenci Kurahashi? Terlebih lagi, apa yang ia katakan juga sebenarnya beralasan, dan jika kalian tenang dan duduk untuk berbicara, mungkin situasi ini akan—“&lt;br /&gt;
“Kau juga berbicara dengan senangnya saat berbicara dengan murid-murid lainnya pagi ini.” Natsume mendengar berbicara lagi dan lagi penuh semangat sebagaimana ia akan pergi, dan berhenti untuk berbicara tanpa membalikkan tubuhnya.&lt;br /&gt;
“Oh, itu, aku tidak mengerti apa yang terjadi awalnya, tapi aku telah menyadari setelah berbicara bahwa semuanya tidak berbeda dari orang-orang biasa. Prasangka mereka terhadap Tsuchimikado tidak sedalam seperti dulu, dan mereka bahkan setuju untuk membiarkanku bertanya jika aku tidak mengerti pelajaran—“&lt;br /&gt;
“—Itu……”&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
“Itu – bersikap demikian dengan orang-orang disekitarmu, mendapati hati orang-orang, apakah itu metode yang kau bicarakan kemarin?”&lt;br /&gt;
Kehampaan yang ada didalam suaranya membuat Harutora bergidik.&lt;br /&gt;
Harutora terkejut ketika ia mendengar kalimat tersebut, tanpa ada waktu untuk memikirkan entah ia memang terkejut, heran, atau bahkan marah. Ia tidak pernah membayangkan Natsume akan berucap demikian, dan setelah mendengarnya, Kyouko pun turut terkejut sebagaimana ia menatap Natsume.&lt;br /&gt;
Natsume pelan membalikkan tubuhnya.&lt;br /&gt;
“Harus berapa kali aku biang agar kau mengerti, Harutora? Prosesmu tertinggal jauh dengan murid-murid lainnya, dan kau tak akan mampu mengejar mereka jika kau hanya memuji mereka. Kenapa kau tidak mengerti ini?”&lt;br /&gt;
Suara yang tertahan, dan tatapan yang mendidih akibat amarah.&lt;br /&gt;
“Onmyoudou bukanlah tempat untuk bersenang-senang dengan orang-orang, dan tempat ini berbeda dengan sekolah normalmu sebelumnya. Jika kau ada waktu untuk bersantai-santai dengan murid-murid kelas dan mengobrol dengan Kurahashi-san, kenapa kau tidak gunakan untuk melatih dirimu.”&lt;br /&gt;
Natsume berbicara dengan serius dan sungguh-sungguh, terlihat menyedihkan.&lt;br /&gt;
“Ap—“&lt;br /&gt;
Emosi yang tertahan didalam hati Harutora tak terbendung lagi, dan akhirnya pun meledak-ledak ketika Harutora membuka mulutnya.&lt;br /&gt;
“Apa yang kau candakan! Natsume, siapa yang kau coba bodohi dengan sikapmu yang seolah-olah kau tinggi dan berkuasa!”&lt;br /&gt;
Ia berteriak dengan marah.&lt;br /&gt;
Harutora berteriak dengan marah yang berapi-api. Natsume melangkah mundur seolah-olah ia baru saja terkena badai, dan bahkan Kyouko yang mendengarnya pun menjadi kaku. Namun, Harutora tidak berhenti berteriak, dengan tidak adanya niatan untuk berhenti.&lt;br /&gt;
“Kau pemalu, jadi kau meremehkan orang-orang yang berusaha untuk akrab? Seorang bocah yang memiliki masalah dalam berkomunikasi dengan orang lain berani untuk berbicara omong kosong seperti itu!”&lt;br /&gt;
“Ap……!”&lt;br /&gt;
Natsume pun tak mampu untuk berkata-kata seolah-olah ia telah dipukul bertubi-tubi. Kemarahan Harutora tidak mampu dihentikan setelah ia mengeluarkannya.&lt;br /&gt;
“Aku juga tahu bahwa prosesku masih terbelakang dan aku adalah orang luar yang tidak tahu apa-apa mengenai Onmyoudou. Tapi karena ini, apa salahnya untuk memercayai orang yang ada disekitarku dan meminta bantuan semuanya untuk membantuku? Bekerja sama dengan murid lain dan bekerja keras bersama juga merupakan metode yang bagus! Kau tidak bisa melakukannya – jangan berpikir kau hebat dan menghina orang lain hanya karena kau tidak memiliki keberanian!”&lt;br /&gt;
Ucapnya marah, tak mampu mengingat kapan terakhir kali ia berteriak seperti ini kepada orang lain. Terasa seolah-olah seluruh udara yang ada didalam tubuhnya diremas, dan ia tidak mampu untuk berhenti bergetar.&lt;br /&gt;
Namun, ia harus mengatakannya. Ia marah pada ucapannya Natsume, kesal bahwa kerja kerasnya tidak diterima dengan baik, dan tak mampu untuk membiarkannya dengan senyuman ataupun pujian.&lt;br /&gt;
Dibawah serangan intens emosi Harutora yang mengebu-gebu, wajah Natsume memucat, terlihat seperti jiwanya telah dicuri oleh momentum.&lt;br /&gt;
“Bekerja sama dengan yang lainnya… Keberanian…”&lt;br /&gt;
Ia menatap Harutora kosong, mulutnya bergumam dan sekilas cahaya pun muncul dari sudut matanya.&lt;br /&gt;
“Hal-hal seperti itu… Aku tak butuh Harutora-kun untuk memberitahukannya padaku hal tersebut.”&lt;br /&gt;
“……!”&lt;br /&gt;
Natsume tersandung, meninggalkan Harutora dengan langkah tak stabil.&lt;br /&gt;
“Tsuchimikado-kun, kenapa kau ada ditempat seperti ini? Waktu yang kita janjikan sudah—“ pria muda berjas pun muncul ditempat yang sama dimana Natsume muncul.&lt;br /&gt;
Harutora ingat laki-laki tersebut. Laki-laki tersebut adalah laki-laki yang telah mencari Natsume dihari sebelumnya saat istirahat siang dan selesai kelas yang mengatasnamakan kelas khusus. Ia terkejut melihat Natsume berada ditangga, dan dengan jelas khawatir menyadari atmosfer yang tidak mengenakkan tersebut.&lt;br /&gt;
Lalu, Natsume menundukan kepalanya, memunggungi Harutora.&lt;br /&gt;
Ia berjalan menuruni tangga, kakinya berdentum pada setiap langkahnya, dan melewati laki-laki yang kebingungan tersebut, menghilang menuju gedung akademi.&lt;br /&gt;
Laki-laki muda tersebut menatap Natsume yang pergi berjalan menuju lantai gedung dan Harutora yang berada ditangga dengan sikap yang ragu-ragu. Pada akhirnya, ia pun memanggil: “…tunggu,” dan pergi berlari untuk mengejar Natsume.&lt;br /&gt;
Hanya Harutora dan Kyouko yang tertinggal.&lt;br /&gt;
“……Sial.”&lt;br /&gt;
Rasa lelah karena lubang besar yang terbuka didadanya menyerang Harutora setelah ia mengeluarkan emosi tertahannya.&lt;br /&gt;
…Orang itu……&lt;br /&gt;
Natsume telah lupa dengan tradisi keluarga bahwa ia harus bersikap seperti laki-laki dikalimat terakhirnya, dan telah merubahnya menjadi seorang perempuan yang melupakan penyamarannya. Kilasan dirinya yang sebenarnya dari balik penyamarannya sebagai seorang laki-laki terus menyiksa hatinya.&lt;br /&gt;
“……Hei……”&lt;br /&gt;
Kyouko yang berakhir dengan menyaksikan kejadian tersebut dari samping pun berbicara dengan ragu-ragu:&lt;br /&gt;
“Aku, mungkin bukan posisiku untuk berbicaara seperti ini, tapi…… Apakah tak apa untukmu untuk tidak mengejarnya?”&lt;br /&gt;
Ia bertanya denga hati yang terguncang, seperti ia telah menyentuh sesuatu yang telah hancur. Harutora tidak menjawab. Ia tak bisa menjawab.&lt;br /&gt;
Hingga kemudian bel yang menandakan istirahat siang telah selesai perlahan berbunyi, seolah-olah terdengar lebih lambat dari biasanya.&lt;br /&gt;
“Tsuchimikado-kun – Natsume-kun! Tunggu.”&lt;br /&gt;
Dengan cepat ia mengejar Natsume yang berlari melalui aula. Namun, ia masih terus bergerak maju tanpa menoleh ke belakang bahkan jika suaranya telah memanggilnya dari belakang.&lt;br /&gt;
Ia dengan segera mencari-cari Natsume ketika Natsume tetap tidak muncul bahkan ketika waktu janjian mereka telah lewat, dan sebagai hasilnya kejadian tersebut terjadi. Orang yang ada ditangga tersebut adalah shikigami yang telah ia lihat kemarin. Mereka mungkin bertengkar. Punggung mungil Natsume bergetar dengan napasnya.&lt;br /&gt;
Ia pun tak mampu untuk tidak mendesah.&lt;br /&gt;
Disisi lain, ia mengasihi Natsume, dan disisi lain ia diisi dengan perasaan yang tidak menyenangkan setelah melihat adegan tersebut. Pikirannya mengerti bahwa ini tak dapat diubah, namun ia merasa sakit karena ketidakdewasaan rajanya dan penampilan jeleknya. Khususnya, ini adalah salah shikigami tak berguna tersebut, yang dimana telah mendorongnya pada batas toleransinya.&lt;br /&gt;
“……Tak ada pilihan lain.”&lt;br /&gt;
“Benar, tak perlu menunggu lebih lama lagi.”&lt;br /&gt;
Ia tak mampu menoleransinya lagi, dan suara yang tiba-tiba berubah dari biasanya pun membuat Natsume berhenti dengan terkejut.&lt;br /&gt;
“Natsume-kun, sebenarnya dirimu tak perlu untuk mempermasalahkan hal sepele seperti itu. Mari mulai sekarang, meskipun sekarang masih belum waktunya.” Ucapnya pada Natsume.&lt;br /&gt;
“Ap-Apa yang kau katakan?”&lt;br /&gt;
Natsume akhirnya berbalik untuk melihat laki-laki tersebut.&lt;br /&gt;
Meskipun hatinya sedang bimbang, ia dalam bahaya, namun sayangnya reaksinya masih terlalu lambat. Pertengkaran dengan shikigaminya masih menggelayuti pikirannya, menyebabkannya untuk tak mampu mengubah emosinya dengan segera. Sungguh sikap yang kekanakan, namun ia tak harus menanggungnya dimasa depan nanti. Dengan segera ia mengleluarkan jimat.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Stupefy, seal, bind. Order.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Jimat pun melayang dari jari-jarinya. Membuat Natsume untuk sementara tak sadarkan diri. Ia menaruh kedua tangannya ke dalam saku celananya, mendengus ketika ia melihat Natsume yang tidak sadarkan diri.&lt;br /&gt;
“Harusnya telah melakukan ini sejak lama.”&lt;br /&gt;
“Jangan terburu-buru, selanjutnya adalah yang sebenarnya.”&lt;br /&gt;
Akan mengurusi orang yang menghalangi ‘edukasinya’ nanti? Terlebih lagi, bagaimanapun Natsume komplain, shikigami muda tersebut pastinya adalah pilar dukungannya, dan mereka harus dengan segera menyelesaikan masalah tersebut sesegera mungkin.&lt;br /&gt;
“Bagaimanapun, itu adalah sesuatu yang buruk untuk membiarkannya sendiri.”&lt;br /&gt;
“Aku mengerti. Serahkan padaku untuk mengatasinya.”&lt;br /&gt;
Senyuman dingin pun muncul dalam wajahnya ketika ia mengatakan hal tersebut.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_3&amp;diff=515583</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 3</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_3&amp;diff=515583"/>
		<updated>2017-03-22T13:07:03Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Bagian 2 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 3 – Pertikaian Shikigami==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah gedung Akademi Onmyou terdapat area luas yang menyaingi sebuah lapangan atletik – sebuah lapangan berlatih sihir yang digunakan untuk khusus melakukan praktik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arena dari lapangan berlatih sihir kurang lebih sekitar tiga sampai empat kalinya lapangan basket, dan memiliki sekitar tiga tingkat, dengan tempat duduk diatas dua meter yang mengelilingi arena tersebut. Terlihat seperti stadium indoor, namun perbedaan besarnya adalah adanya set altar dibagian belakang dan manter dan pola pun tertulis didinding. Dengan tambahan, terdapat pilar hijau muda ditiap-tiap sisi pintu masuk dengan kekuatan magis didalamnya – ditambah tali shimenawa yang menyilangi pilar tersebut untuk melindung bagian luar agar tidak terkena rapalan sihir dari dalam arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian, para murid dari kelas Ohtomo berjalan menuju bangku penonton, melihat-lihat arena sekitar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jadi disini tempat praktik diadakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tempat lain juga memiliki ruangan untuk latihan praktik, tapi ini masih yang terbesar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji melihat-lihat lapangan latihan sihir bawah tanah dari bangku penonton, dan Tenma yang duduk disebelahnya membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berbicara mengenai latihan sihir kelas satu, tempat ini bisa disebut sebagai altar terbesar di negara ini. Dinding  luar dari tempat ini memiliki sihir yang diberikan oleh Onmyouji Nasional Kelas Satu, dan tidak ada sihir terkuat pun yang mampu menembusnya – bahkan bencana spiritual tingkat tiga tak mampu menghancurkannya. Hingga orang-orang dari Agensi Onmyou terkadang datang untuk meminjamnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh suatu keistimewaan bisa datang ke benteng tak tertembuskan ini untuk bertarung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji melengkungkan mulutnya, ber-‘hmph’ ria denga ironis. Walaupun ia suka ikut campur, ia tak menyangka bahwa situasinya akan menjadi seperti &lt;br /&gt;
ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan santai ia melihat-lihat sekitar, mencari posisi Natsume diantara murid-murid yang melihat pertarungan. Ia duduk dibaris kedua dengan sendiri, terpisah dari yang lainnya satu baris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan hingga sekarang, Natsume masih belum menunjukan niatan untuk membantu Harutora. Meskipun ia berpura-pura untuk tenang, kekhawatiran yang ada dihatinya terlihat jelas dalam sekali lihat. Kontradiksi dan penyesalan tertulis diseluruh wajahnya, dan ia melihat dengan fokus ke arah arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, orang-orang menyemangati dan memotivasi Kon dan Kyouko yang telah memanggil kedua Yakshanya sekarang. Ohtomo bersama Harutora sepertinya masih belum siap, dan mereka masih belum muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kelas ini selalu santai seperti ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin guru kita sedikit terlalu santai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu…… aku tidak bisa tidak bilang tidak benar……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma menunjukan senyum miris dan ekspresi susah kepada pertanyaan terus terang Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada akhirnya, dia awalnya bukanlah seorang guru, dan baru saja memulai sebagai guru di Akademi Onmyou semester ini…… Sejujurnya, ia tidak begitu bisa mengajar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa profesi dia sebelumnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia awalnya seorang Investigator Mistis sebelum ia mengundurkan diri karena luka dikakinya, dan ia cukup bagus dibidangnya – begitulah yang dikatakannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seorang Investigator Mistis, huh……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Investigator Mistis – investigator kriminal sihir yang merupakan spesialis dalam sihir anti-personel, spesialis Onmyouji yang membutuhkan kemampuan yang sangat. Sayangnya, kesan yang seharusnya diberikan oleh Touji telah menghilang karena Dairenji Suzuka seolah-olah mereka hanyalah antek-antek atau sekadar karakter tambahan. Tentu saja,  itu semua dikarenakan lawan mereka saat ini terlalu kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, Tenma. Berdasarkan insiden yang terjadi sekarang -  Harutora baru saja memanggil shikigami. Tidakkah reaksi dari Kurahashi Kyouko dan semuanya terlalu berlebihan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh, jika shikigami tersebut adalah shikigami standar reaksi semuanya tidak akan sebegitu terkejutnya, namun itu dikarenakan Harutora-kun telah memanggil shikigami pelindung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Tenma terhadap pertanyaan Touji dengan jujur. Keduanya baru saja berkenalan kemarin, namun hari ini mereka terlihat cukup akrab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingat kemarin kau bilang kalau dikelas hanya Natsue dan Kurahashi Kyouko yang mempunyai shikigami pelindung. Apakah shikigami pelindung itu benar-benar shikigami yang kuat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, tidak sepenuhnya kuat…… Shikigami pelindung dan shikigami tipe pelayan pada dasarnya adalah shikigami yang harus dipanggil setiap saat, jadi hal itu adalah beban berat bagi orang yang mereka layani. Meskipun beban tersebut relatif ringan ketika mereka tidak diwujudkan, mereka masih harus menjaga link dari energi spiritual tersebut setiap saat, jadi seseoran yang tidak memiliki kekuatan magis yang cukup kuat tidak bisa mengontrol shikigami semacam itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, begitu. Singkatnya, kekuatan magis yang tidak kuat tidak akan mampu mengontrolnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, jadi tipe pelayan atau shikigami pelindung seperti semacam symbol status untuk Onmyouji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi itu mengapa semuanya merasa sangat tak menduga orang luar seperti Harutora memiliki shikigami pelindung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menganggukan kepalanya. Lalu, giliran Tenma yang mendekat pada Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Hei, Touji-kun. Sejujurnya, bagaimana kekuatan Harutora-ssan? Aku awalnya percaya bahwa dia hanyalah orang luar, tapi…… Apakah ia benar-benar dibantu karena nama keluarga Tsuchimikado?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma tidak lupa untuk berhati-hati dengan sekitarnya ketika bertanya demikian, dan mata dibalik kacamatanya tak mampu menutupi keinginyahuannya. Touji hanya ber-‘hmph’ ria, mengangkat bahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ekspresi normal orang itu menunjukan bagaimana ia sebenarnya, dan penjaga kecil tersebut hanyalah hadiah perpisahan dari ayahnya ketika dia pergi, jadi dia tidak mengetahui betul bagaimana mengontrolnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia, dia memang terlihat tidak benar-benar bisa mengontrolnya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan dingin nan tajam pun terlihat dari mata Touji, dan mulutnya membentuk senyuman dingin, yang memberikan kesan arogan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika kau meremehkannya karena itu, ada kemungkinan kau akan menyesal karna hal tersebut. Musim panas ini contohnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada Touji berubah, dan Tenma pun tak mampu untuk tidak melihat ke arahnya dan berkata “Huh?”. Namun, Touji tidak mengindahkan tatapan Tenma dan hanya melihat dengan seksama ke arah arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji tidak menyaksikan bagaimana insiden yang disebabkan Dairenji Suzuka musim panas ini terselesaikan sebenarnya. Sesuatu telah terjadi dialtar ‘Bukit Imperial’, namun ia hanya mendengar kejadian tersebut berdasarkan sudut pandang Harutora, jadi ia juga tidak mengerti kekuatan Hrutora yang sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena hal ini, ia cukup tertarik dengan pertikaian shikigami ini terlepas bagaimana hal-hal nanti akan berkembang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma menatap Touji,  tatapannya terlihat kebingungan, masih terlihat kebingungan dengan ‘contoh’ yang dimaksud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Disisi lain, Harutora-kun benar-benar lama. Apa yang ia lakukan?” ia dengan segera mengganti subjek pembicaraan, seolah-olah ia menyadari bahwa Touji tidak berminat melanjutkan pembicaraan. Ekspresi Touji melembut atas sikap Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Meskipun aku seharusnya tidak berkata seperti ini didepan dirimu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika kau ingin berteman dengan orang yang berintelejen, akan terlihat lebih cocok jika kau memiliki hati yang sedikit jahat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apakah itu pujian? Atau suatu hinaan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjelasan singkat tersebut terdengar tidak dapa dimengerti oleh Tenma. Touji tidak merespon, hanya membiarkan senyum lembut muncul pada wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga lalu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, dia disini! ……Huh, ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma melihat ke arah arena dan berteriak, dan Touji juga sedikit memajukan tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Ohtomo, yang secara sukarela menjadi wasit, muncul diarena dimana Kyouko dan Kon menuggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tidak dapat dipastikan secara langsung apakah orang yang jalan memasuki arena Harutora atau bukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kenapa orang itu menggunakan pelindung kendo?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Da-dan bahkan menggunakan pakaian pelindung miasma diatasnya! Itu adalah peralatan &#039;&#039;exorcist&#039;&#039;!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora yang muncul ke tengah-tengah arena muncul dengan menggunakan helm kendo, dengan pelindung dada dan sarung pelindung ditubuhnya dan pakaian luar hitam. Bukan hanya Natsume dan yang lainnya bahkan lawannya Kyouko dan rekannya Kon melebarkan matanya karena terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana keributan muncul ditengah-tengah luasnya lapang latihan sihir, Harutora yang berpakaian aneh pun berjalan lurus menuju tempat dimana Kyouko berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Ohtomo memberikan pedang kayu kepada Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji pun tertawa girang melihat adegan didepannya, dengan segera mengerti apa yang dimaksud Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tidak buruk, sangat seperti gayanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pelan Touji berbicar pada dirinya disamping Tenma yang kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah perasaan yang mewarnai hati Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku murid baru yang baru saja masuk kemarin, dan pemula yang amat sangat minim pengalaman, bukan? Apa metode didalam Akademi Onmyou tidak memiliki akal sehat? Ide jahat macam apa yang direncanakan Ohtomo ini? Adakah Onmyouji serandom ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-kun~? Aku mendengar semua keluhanmu~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menggumamkan komplainnya tanpa henti sebagaimana ia berjalan menuju lapangan latihan sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko dan yang lainnya sudah lama pergi terlebih dahulu ke lapangan latihan sihir ketika ia sedang protes pada Ohtomo. Karena Harutora kerepotan, ia memaksa Kon untuk pergi duluan dan tertinggal sendiri berusaha meyakinkan Ohtomo – namun sayangnya, ia masih gagal dan hanya bisa jalan bersama Ohtomo dengan langkah berat menuju arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei, apa kau serius? Kau tak berencana untuk mengatakan sesuatu dan menengahi semuanya seperti sebelumnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebagai pengajar, tidakkah metodemu terlalu tidak bertanggung jawab?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Harutora terdengar marah, namun itu mungkin bukan hal yang tidak mungkin tidak diduga, dan Ohtomo tidak ada niatan sama sekali untuk menjawabnya pertanyaan tersebut secara langsung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, baiklah, ini tidak buruk. Ngomong-ngomong, kau baru saja masuk akademi dan sudah terasa diisolasi, bukan? Bukankah semua orang berpikir bahwa kau bodoh dan mengabaikanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwah, berpikir bahwa kau tidak peduli sama sekali dengan betapa rapuhnya perasaan murid pindahan, berkata demikian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dikarenakan kau memiliki shikigami pelindung, bukankah kau seharusnya mengambil kesempatan ini untuk menunjukan dirimu, dan mengembalikan reputasimu? Apa kau pikir aku sengaja berencana demikian tanpa benar-benar memikirkan murid-muridku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak sama sekali! Terlebih lagi, aku pasti akan kalah, dan pasti akan menjadi kekalahan yang spektakuler!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak akan bisa membuat omelet tanpa memecahkan telurnya, dan ngomong-ngomong  posisimu tidak akan memburuk bagaimanapun kau membuat malu dirimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu terlalu berlebihan! Apakah itu kata-kata yang dikatakan oleh instruktor?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan salah, Akademi Onmyou mungkin adalah sebuah sekolah, tapi ini hanya sekolah untuk mengajarkan teknik spesial.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Ohtomo dengan senang, tongkat dan kaki palsunya membentuk suara &#039;&#039;‘thump’&#039;&#039; sebagaimana kuduanya membentur lantai. Orang ini benar-benar tidak bisa dipulihkan. Harutora pun membenamkan wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Juga—“ Ohtomo tidak mengubah nadanya yang sembrono. “Natsume-kun adalah murid yang sangat istimewa, terutama shikigaminya. Tidak heran, jika itu adalah hewan penjaga Tsuchimikado, merupakan salah satu hewan spiritual langka yang ada dinegara ini, dan itu sangat kuat meskipun tidak bisa sering digunakan. Onmyouji normal tak akan mampu menyainginya bahkan para spesialis pun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kenapa kau tiba-tiba menyebutkan Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, maksudku adalah Natsume-kun sangat kuat, namun dia masih belum bisa menyaingi salah satu dari Dua Belas Pemimpin Suci. Dia tidak akan mampu mengurusnya jika ia hanya sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tidak mampu berkata-kata untuk sesaat dan ia pun menatap punggung Ohtomo yang berhenti didepannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo pernah sekali memberitahukan bahwa ia tahu informasi-informasi penting, namun Harutora tidak menyangka bahwa dia akan membawa-bawa nama Dairenji diwaktu seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbalik, bibirnya menunjukan senyum mengejek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-kun, kau memanglah orang luar yang tidakk tahu apa-apa, namun kau tidak perlu terlalu merendahkan dirimu sendiri. Kau telah melakukan hal luar biasa bahkan dimata seorang spesialis Onmyouji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku, Aku tidak melakukan apapun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak benar. Sihir yang dimaksud tidak selalu harus terlihat hebat dan kuat, dan sebenarnya, sihir kelas dualah yang paling berpengaruh. Bahkan orang luar yang belum pernah menjumpai sihir pun mampu mengeluarkan sihir tanpa sadar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo mengucapkan kalimat yang sama seperti yang dikatakan kepala sekolah , namun itu masih tidak dapat dipahami oleh Harutora yang tidak mengetahui perbedaan dari sihir kelas satu dan kelas dua sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun Ohtomo tidak terlalu peduli, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan kata lain, tidakkah kepala sekolah berucap sesuatu? Akademi Onmyou tidak akan mengumpulkan murid-murid yang tidak berkompeten apapun alasannya. Terlebih lagi, proses penilaian entah orang itu dikualifikasi atau tidak sangatlah kompleks, bukan sesuatu yang mudah seperti kau yang mengandalkan dirimu pada keputusan yang kau pilih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terdiam, menatap Ohtomo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah orang ini berencana untuk membodohinya dengan kebingungan-kebingungan lainnya? Namun, ucapan Ohtomo menggerakan hatinya dan ia tidak bisa untuk tidak mengindahkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo melangkah maju lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tujuan utamamu adalah menjeadi seorang Onmyouji, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, aku akhirnya merasa teryakinkan ketika mendengar kalimat tersebut. Aku tahu bahwa kau pasti tidak akan menyerah akan tujuanmu yang ingin menjadi Onmyouji, apapun masalah yang akan kau hadapi dimasa depan nanti. Karena itu, jangan terlalu khawatir. Akademi Onmyou telah mengakui kualifikasimu, dan tidak akan bermasalah untuk mencapai cita-citamu selama kau terus tumbuh berkembang sesuai dengan langkahmu sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Thump, thump,&#039;&#039; suara langkah Ohtomo pun terdengar selama dikoridor. Harutora masih berdiri terdiam sejenak dan kemudian ia mengejar Ohtomo yang telah jalan terlebih dahulu didepannya.&lt;br /&gt;
Akademi Onmyou adalah misteri, entah gedungnya, kurikulumnya, murid maupun gurunya. Namun elemen yang paling tak dimengerti diantara semuanya adalah ‘Onmyouji’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, adalah tujuannya untuk menjadi seorang Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menghormati janjinya dengan Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk merealisasikan impian Hokuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ohtomo-sensei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memutuskan keputusannya, memanggil Ohtomo. “Yah?” Ohtommo berbalik lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk pertarungan shikigami nanti……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa? Jangan khawatir, aku akan menghentikannnya dengan segera sebelum kau terluka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menggelengkan kepalanya, mengabaikan candaan Ohtomo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada yang ingin kutanyakan padamu – bisa aku berbicara padamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Harutora meminta permintaanya dan keduanya berbicara, hasilnya adalah Harutora yang mengenakan pakaian perlengkapan kendo dan pelindung miasma sebelum memasuki arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko mengerutkan dahi, dan bahkan Kon terlihat terkejut melihatnya. Harutora pun merasa malu, wajahnya memerah dari balik pelindung wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak berkata aku ingin menggunakan perlengkapan yang berlebihan ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Idiot, dikarenakan aku menyetujui permintaanmu, perlindungan seperti ini adalah normal. Aku yang akan bertanggung jawab jika kau terluka. Ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Ohtomo tertekan, memberikan Harutora pedang kayu. Sebenarnya, pedang kayu ini adalah hal yang diminta oleh Harutora pada Ohtomo -  lebih tepatnya, ia hanya menginginkan ‘senjata’ ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku telah memberikan sedikit mantera pada pedang kayunya juga pelindungmu. Jadi bahkan jika kau terpukul pada bagian kepala. Kau tidak akan terbelah menjadi dua dengan pedang kayumu. Berterimakasihlah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-iya, terima kasih sensei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mencoba mengayunkan pedang kayunya setelah ia menerimanya. Ia pernah sedikit berlatih kendo saat sekolah menengah pertama pada kelas edukasi fisik, namun setidaknya akan lebih nyaman untuknya daripada bertengkar dengan tangan kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Baiklah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menganggukkan kepalanya untuk meyakinkan dirinya dan meninggalkan Ohtomo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha-ha-ha, Harutora-sama? Pakaian itu……?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon tergagu ketika melihat pakaian Harutora. Dengan canggung mengangkat bahu dari balik baju pelindungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar, Kon, ini adalah rencana bertarungku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-iya…… Huh? Rencana bertarung?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, sebenarnya rencananya cukup simpel,  kau fokus pada yang putih dan aku akan melawan yang hitam.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Uh, um, Harutora-sama? Maksudmu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Kon pun penuh dengan kebingungan, ekor tebalnya berayun-ayun khawatir sebagaimana ia tidak tahu bagaimana untuk meresponnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau mainkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Kyouko marah, nadanya sinis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah pertarungan antara shikigami, yang sangat wajar dilakukan ketika latihan praktik. Shikigami yang bertarung dipertarungan ini, bukan pemilik…… Namun aku tidak akan menghentikanmu jika kau masih merasa takut mengenai hal tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diam kau, perawan! Jika kau berani membuka mulutmu lagi—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei! Tenanglah, Kon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari belakang, dengan segera Harutora menahan Kon yang tengah bersiap-siap untuk menyerang, menahan geli yang ia dapatkan dari ekornya dan mengangkatnya. Kaki Kon pun menendang-nendang diudara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha-ha-harutora-sama, tolong lepaskan aku~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama, tolong jangan sela aku! …Kurahashi, kau bilang ‘terserah aku’ tadi, bukan? Jadi kau tidak keberatan jika aku menggunakan senjata?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sungguh menyebalkan. Kau begitu ketakutan dengan shikigamiku bahkan ketika kau memerintah shikigamimu dari jauh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lagipula, mereka memiliki katana dan tombak, dan aku tidak memiliki keberanian untuk melawannya tanpa perlindungan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera Harutora mengakuinya, dan Kyouko menaikan alisnya terkejut, terlihat seperti ia tidak mengerti maksud dari perkataannya. Lalu, matanya melebar sebagaimana ketika ia akhirnya mengerti implikasi yang disampaikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berencana untuk juga turut serta dan bertarung melawan shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-i-i-itu tidak bisa dibiarkan, Harutora-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa yang peduli, bukankah ada dua shikigami disisinya? Ukuran dan badanmu tidak bisa menandingi keduanya, dan juga tak akan ada kemungkinan menang sama sekali jika dua lawan satu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-apa, apa yang kau maksud?! Pertama, tidakkah kau mengetahui bahwa sebagaimana jumlah shikigami bertambah, mengontrolnya juga akan semakin sulit? Jumlah adalah tes kekuatan bagi pemilik, jangan berpikir memiliki shikigami lebih dari satu itu tidak adil!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak bermaksud demikian, aku hanya mengatakan jika denganku, akan menjadi dua lawan dua.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Harutora tenang, namun Kyouko berteriak dengan seraknya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan bercanda! Pemilik macam apa yang begitu bodohnya untuk melawan shikigami! Ini adalah pertarungan shikigami, hanya shikigami yang bertarung!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan aku juga seorang shikigami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Harutora tenang dan objektif dari balik pelindung wajahnya. Kyouko mengeleng-gelengkan kepalanya, tertegun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para murid yang ada di bangku penonton semua ternganga mendegar perkataan Harutora. Tentu saja, Tenma tidak terkecuali, dan reaksi Natsume juga sama. Satu-satunys ysng terkecuali adalah  Touji yang sejak awal tertawa ria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei setuju.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah, sensei?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah otakmu telah hancur?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu terlalu menyakitkan untuk didengar, Kyouko-kun. Namun itu adalah &lt;br /&gt;
tekad yang bagus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Berpikir kau tidak menolaknya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menurunkan Kon dan melirik sekilas ke arah Ohtomo. Kyouko terlihat menemukan bahwa situasi yang berkembang saat ini sulit untuk diterima karena pengakuan telak sang instruktor, dengan pelan bergumam &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Bagaimana hal macam ini terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah waktunya untuk dimulai. Khususnya dikarenakan kau yang menyatakan untuk bertarung terlebih dahulu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Aku tidak akan menentangmu jika kau ingin menghentikan pertarungannya, dikarenakan aku hanya mengikuti kemauanmu untuk bertarung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Harutora sedikit tersenyum, dan Kyouko menggertakkan giginya ketika ia melihatnya, sangat marah sehinnga seluruh tubuhnya bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, dengan cepat ia mengangkat kepalanya, melihat ke arah bangku penonton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume-kun, apakah ini termasuk cara Tsuchimikado? Kau tidak berencana &lt;br /&gt;
untuk menghentikannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ugh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume yang tiba-tiba ditanya pun menjadi kaku, tatapannya pun semakin gugup seolah-olah ia sedang dihukum mati dan diberikan pistol untuk eksekusinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume-kun!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tidak menjawab teriakan Kyouko. Matanya dengan segera berganti arah ke Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Harutora sama sekali tidak melihat ke arah Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terlalu berlebihan. Akulah orang yang bertarung denganmu, bukan Natsume.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko mengembalikan tatapannya ke arah Harutora karena sikap sembarangnya. Ia tanpa berkata menatap Harutora cukup lama seolah-olah sedang memecahkan keraguannya dan akhirnya memanggil nama penjaganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua Yaksha menunjukan dirinya kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para murid yang ada dibangku penonton pun mulai bersorak, dan Natsume yang mengobservasi keadaan dari samping pun turut ikut berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku tidak akan peduli jika sesuatu terjadi pada dirimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Kyouko sedikit memucat ketika ia memberikan peringatan tersebut, namun Harutora tidak membalas, mengayukan kembali pedang kayunya untuk mengonfirmasi rasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha-ha-ha, Harutora-sama. Maafkan kesalahanku, namun aku tidak bisa menyetujui rencana ini, ini tanggung jawabku untuk bertarung dengan musuh, jadi jika Harutora-sama berkenan untuk mundur……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Harutora pendek, tak mengindahkan permohonan Kon—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Namun, tatapannya terlihat rileks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada akhirnya, aku tidak mengerti metode penggunaan shikigami sama sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ja-ja-jangan biarkan masalah kecil mengganggumu, Harutor-sama…….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, tapi itu juga tak berguna. Meskipun jika aku tidak mengerti cara untuk menggunakan shikigami, aku masih harus menemukan cara lain untuk dengan caraku sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata seperti itu, Harutora menaruh tangannya diatas kepala mungil shikigaminya, menepuk pelan dua kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi aku ingin mencoba metode yang paling umum terlebih dahulu. Aku sama sekali tidak ada niatan untuk tidak memercayaimu, dan juga setidaknya aku ada kesempatan untuk mundur nanti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ta-ta-tapi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan pasang ekspresi seperti itu, setidaknya aku memiliki sedikit pengalaman bertarung, aku mengandalkanmu, teman.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon menatap Harutora, kekhawatirn muncul wajah polosnya. Eberapa saat kemudian, ia mengeratkan bibirnya dan dengan perlahan berbalik menghadap Kyouko dan shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Hei, apa dia serius?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin, orang itu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana para murid menonton pertarungan dari bangku penonton dengan saling berbisik, suara diskusi mereka pun terdengar semakin berisik. Suara yang awalnya terdengar tidak puas dan meremehkan kini berubah menjadi keterkejutan dan penantian. Suara pun muncul dimana-mana, dan dengan sengaja ia mengalihkan pikirannya dari hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia membiarkan kesadarannya fokus pada pertarungan yang akan ia hadapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berharap untuk mendapatkan setidaknya pengalaman berguna dari pertarungan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sepertinya kedua belah pihak telah bersedia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Ohtomo menyadarinya, suaranya menggema ke seluruh arena, dan suasana pun untuk sementara menjadi hening.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu – Mulai!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertikaian shikigami pun dimulai ketika perintah terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini buruk, aku hampir tak kuasa untuk melihatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menatap dengan intens pada pertarungan yang ada diarena dari balik bayangan pilar dibelakang bangku penonton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua Yaksha yang dikontrol oleh Kyouko saat ini sedang bertarung dengan sengit melawan Harutora dan Kon. Namun shikigaami Kyouko terlihat seperti tidak terlalu gesit dalam melawannya, mungkin dikarenakan lawan mereka adalah manusia, dan Kon tidak bisa fokus dengan lawannya karena ia khawatir dengan Harutora. Hanya Harutora seorang yang bertekad, namun Harutora terguling ke tanah setelah terpental oleh tombak shikigami hitam – Kokufuu – .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu shikigami yang dipilih oleh sang raja?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sang Raja Bintang Utara masih belum terbangun dan hanyalah seorang anak remaja biasa saat ini. Sudah menjadi emosi manusia untuk memiliki seseorang yang ada disisinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun berpiki bahwa ia akan memilih pemuda rendahan seperti itu, sungguh mengecewakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sangat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia sangatlah tidak senang, bahkan merasa marah. Ia merasa bukan hanya kemahsyuran yang terdapat pada sang Raja Bintang Utara saja tapi juga idealisme dan kesetiaan yang ia berikan hanya untuk sang raja kini seperti terinjak-injak dan kotor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika sang raja bangkit, ia dengan segera akan memperbaiki kejelekannya ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun seberapa cepat itu akan terjadi, ia tidak bisa membiarkan sang raja melakukan aksi rendahan. Ia tidak bisa menoleransi aksi tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harus ada seseorang yang ada disisi sang raja untuk menuntun tindakannya sampai sang raja bangkit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, ia percaya bahwa hanya dirinyalah yang mampu untuk menanggung tanggung jawab tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
“Apa yang kau pikirkan!”&lt;br /&gt;
Harutora telah melepas pelindung yang dikenakannya setelah pertarungan selesai dan duduk dibangku yang ada diruang ganti. Natsume segera beranjak pergi dari kursi penonton dengan momentum yang hampir membuatnya terlihat terbang. Hanya Harutora dan Kon yang ada diruang ganti. Touji juga datang untuk menemui Harutora diruang ganti, namun datang lebih lambat dari Natsume.&lt;br /&gt;
“Apa yang aku pikirkan…… apa yang kau maksud?”&lt;br /&gt;
“Tentu saja yang aku maksud adalah pertarungan tadi! Berpikir bahwa kau akan turut serta dan bertarung melawan shikigami, apa kau gila? Apa yang akan kau lakukan jika kau terluka?”&lt;br /&gt;
“Itulah mengapa aku berpakaian seperti ini.”&lt;br /&gt;
“Itu tidak berguna! Terlebih karena lawanmu adalah Yaksha, kau bisa saja kehilangan nyawamu jika kau ceroboh!”&lt;br /&gt;
Natsume sangat marah, wajahnya memerah sebagaimana ia memarahinya. Harutora menautkan alisnya dan menutup mulutnya sebagaimana ia terduduk dibangku, dikarenakan ia telah kalah telak tadi dan tidak berada diposisi untuk membalas.&lt;br /&gt;
Hasil dari pertarungan tidak jauh dari dugaan orang-orang, dan Harutora telah kalah dengan spektakulernya.&lt;br /&gt;
Shikigami pelindung Kyouko, Hakuou dan Kokufuu bukanlah lawan yang dapat disaingi dengan kemampuan gerakan dan bertarung. ‘Shikigami model-G’ yang dijual oleh Agensi Onmyou memiliki kemampuan bertarung dan teknik bahkan walau tidak bersenjata, dan Hakuou dan Kokufuu telah menguasai kemampuan tombak dan pedang masing-masing.&lt;br /&gt;
Tentu saja, mereka mengandalkan pada kemampuan pengendalian pemiliknya untuk menggunakan kemampuan tersebut. Kemampuan Kyouko dalam mengendalikan cukup bagus hingga ia mampu mengendalikan keduanya sekaligus. Kyouko dengan jelas terlihat ragu-ragu pada awal pertarungan dikarenakan lawannya yang seorang manusia., namun entah ia mengubah pemikirannya segera atau mereasa jengkel dengan permainan Harutora, ia berhenti untuk mengasihani dan Harutora dan Kon pun tak mampu menangkis serangan kuatnya. Tentu saja, Kyouko memukul dengan bagian belakang pedang sejak awal. Ia membuat shikigaminya dengan cekatan menggunakan ujung tombak untuk menyerang Harutora, melemparnya, menyudutkan, dan memukul sesukanya.&lt;br /&gt;
Penonton yang berdiri untuk melihatnya dengan napas yang tertahan sejak awal berakhir dengan candaan dan tawa yang ironis; diantara mereka, Touji adalah orang yang tertawa paling kencang……&lt;br /&gt;
“Kenapa kau tidak melawan balik lebih serius! Aku tidak setuju dengan yang dikatakan Kurahashi Kyouko, tetapi mengayunkan pedang kayu dan berdiri arena pertarungan bersama dengan shikigamimu adalah tindakan yang memalukan!”&lt;br /&gt;
“Aku, aku sangat serius.”&lt;br /&gt;
“Apa kau benar-benar berpikir bahwa pertarungan tadi itu ‘serius’!? Kau diolok-olok dan orang-orang yang menonton menertawaimu…… Tidakkah kau merasa buruk sama sekali?”&lt;br /&gt;
Teriak Natsume dengan wajah merah, terlihat sangat marah, namun, Harutora merasa sedikit bingung daripada harus introspeksi ataupun menggugahnya. Ia tidak mengerti alasan mengapa Natsume marah.&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, meskipun Natsume bertanya ‘apa kau tidak merasa buruk’, Harutora sebenarnya tidak merasa tidak puas sama sekali, bahkan jika ia kalah dalam pertarungan ini. Setidaknya, rasa tidak berdaya dan kosong yang dirasakannya kemarin tidak memenuhi hatinya.&lt;br /&gt;
Ia tidak merasa tidak puas dengan kekalahannya, ataupun ia bermaksud untuk pamer, namun dibandingkan itu dirinya mengalami kemajuan seolah-olah ia telah mendapatkan langkahnya untuk pertama kalinya. Dan sikap Harutora pun dengan sangat menerima kekalahan telah membuat Natsume sangat marah, namun shikigami yang belum berpengalaman dan tidak cukup tanggap, tidak menyadari perubahan halus yang ada dihati tuannya.&lt;br /&gt;
“……Ha, Ha-harutora-sama……”&lt;br /&gt;
Kon dengan pelan menarik ujung seragam Harutora dari belakang.&lt;br /&gt;
“……A-a-a-a-apakah tak apa untuk membiarkannya memarahimu seperti ini?”&lt;br /&gt;
“Whew, idiot…… Bukankan aku sudah bilang kemarin? Dia adalah pewaris selanjutnya dari keluarga utama, dan aku sekarang adalah shikigaminya.”&lt;br /&gt;
“……Ta-ta-tapi……”&lt;br /&gt;
Tatapan tak senang yang lebih dari Harutora pun muncul dari wajah polos sang shikigami, bukan hanya karena kalah, namun juga dikarenakan tak mampu untuk membalas perkataan Natsume.&lt;br /&gt;
Natsume dengan diam menatap sinis ke arah Kon ketika keduanya saling berbisik. Bahkan Kon pun tak mampu untuk tak diam ketika tatapan bagaikan maut tersebut dilayangkan ke arahnya.&lt;br /&gt;
Harutora telah memberitahukan Kon mengenai keadaan Natsume kemarin , dan Kon pasti bisa membedakan Natsume yang berasal dari keluarga utama, bahkan jika sikapnya ke orang selain Harutora tidak berubah sama sekali.&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, ia tetap mencoba untuk membela tuannya.&lt;br /&gt;
“……Ta-tadi Harutora-sama kalah dikarenakan pe-pe-pedang kayu yang diberikan oleh Onmyouji palsu tukang senyum itu…… itu pasti bukan karena kemampuan Harutora-sama……!”&lt;br /&gt;
“Pedang Kayu?”&lt;br /&gt;
Natsume pun tak mampu untuk tidak bertanya ketika mendengar pembelaan Kon, dan Touji yang sejak awal telah menyilangkan tangannya dengan diam pun berbicara seolah-olah ia telah memikirkan sesuatu yang mengejutkan:&lt;br /&gt;
“Jadi itu masalahnya? Trik tersebut cukup disayangkan. Harutora, kau awalnya berencana untuk menggunakan kesempatan tersebut, bukan?”&lt;br /&gt;
“Tu-tunggu, apa yang kau katakan?”&lt;br /&gt;
“Kau tidak menyadarinya? Sebelum pertarungan berakhir, shikigami hitam tersebut menyerang dengan ritme yang cukup monoton, mungkin karena kebiasaan atau karena kecerobohan. Pada saat itu, orang ini menyibukkan dirinya dengan bertahan sambil perlahan memberikan jarak, berencana untuk menghindari serangan tombak dan mengambil kesempatan pada kesempatan tersebut untuk mendekati musuh.”&lt;br /&gt;
Kon mengangguk dengan cepat dari belakang Harutora ketika ia mendengar pemaparan Touji, namun Harutora menolehkan wajahnya malu.&lt;br /&gt;
Sebenarnya, Harutora telah menggunakan perbedaan jarak dari kedua senjata, merapatkan jarak diantara keduannya, yang bahkan telah berhasil menarik dan menghindari serangan Kokufuu, dan dengan segera mempersiapkan penyerangan.&lt;br /&gt;
Namun, ketika ia sedang memberikan ancang-ancang dan akan menyerang dengna seluruh kemampuannya, pedang kayu yang diayunkannya tiba-tiba retak diudara dari ujung hingga ketengah bagian – dan terlebih lagi, pedang tersebut telah hancur luar dan dalam.&lt;br /&gt;
“……Bukankah itu retak karena ia menyerang senjata lawan?”&lt;br /&gt;
“Nn…… Aku fokus untuk menyerang tadi, dan sebenarnya aku tidak terlalu yakin dengan apa yang terjadi. Namun sungguh tadi sensei bilang bahwa ia telah ‘memberikan mantera’ pada pedang tersebut, dan itu kemungkinan disebabkan akumulasi bertahap dari guncangan yang telah dialami sebelumnya. Itu hanya menunjukan bahwa serangan lawan begitu kuat, jadi aku tidak bisa melakukan perlawanan.”&lt;br /&gt;
“Bu-bukan itu masalahnya, ini adalah kesalahan Onmyouji pa-pa-palsu tersebut!”&lt;br /&gt;
“Onmyouji palsu…… Ketika pedang kayu itu patah, aku juga merasa marah pada guru sialan itu. Tapi tetap, ini hanyalah sebuah ketidakberuntungan.”&lt;br /&gt;
Harutora tersenyum getir, mencoba menenangkan amarah yang menguar dari shikigaminya.&lt;br /&gt;
Namun, tanpa sadar ia melirik Natsume dan menyadari bahwa wajah teman masa kecilnya telah memucat dari sebelumnya.&lt;br /&gt;
“……Ini sungguh keterlaluan.” Natsume bergetar ketika ia berucap.&lt;br /&gt;
“Huh? Ke-kenapa?”&lt;br /&gt;
“Aku tidak tauh sihir apa yang diberikan Ohtomo-sensei pada pedang kayu tersebut, tapi ia seharusnya memperkuat pedang kayu tersebut untuk menahan serangan Yaksha, bukan?”&lt;br /&gt;
“Ah, seingatku, ia bilang sesuatu seperti itu……. Jadi kenapa?”&lt;br /&gt;
“Apa kau bodoh! Berpikir bahwa kau turut serta bertarung dimana pedang kayu yang diperkuat saja bisa terbagi menjadi dua! Kau seharusnya memiliki kesadaran diri, bukan!”&lt;br /&gt;
Teriakan Natsume jauh terdengar lebih marah dari sebelumnya. Harutora tersentak, menatap Natsume, namun Natsume telihat enggan untuk bahkan melihat Harutora.&lt;br /&gt;
Wajahnya pun dipenuhi dengan kekhawatiran dan emosi lainnya.&lt;br /&gt;
“Kau terlalu percaya diri dengan dirimu, apakah kau bisa menganggap dirimu sebagai Tsuchimikado seperti itu? Sihir sangatlah berbahaya! Dikarenakan kau bodoh, gunakanlah otakmu itu sedikit untuk berpikir sebelum bertindak!”&lt;br /&gt;
Suaranya bergetar hingga akhir dan nadanya semakin dan semakin marah.&lt;br /&gt;
Harutora pun akhirnya sudah muak mendengar omelan tersebut.&lt;br /&gt;
“……Apakah itu ‘perintah’, tuan?”&lt;br /&gt;
“Apa!?”&lt;br /&gt;
“……Aku minta maaf aku membuatmu malu lagi, tapi sayangnya, ini adalah caraku, dan jika kau tidak senang dengan ini, mungkin kau harus segera bergegas dam memecat shikigami sepertiku.”&lt;br /&gt;
Harutora merajuk dan menolehkan kepalanya setelah berkata demikian. Mata Natsume melebar dan ia pun berdiri terdiam, terkejut dan tidak mengerjap, tak mampu untuk menghentikan dirinya yang bergetar.&lt;br /&gt;
Airmata pun menggenang dimata yang menatap Harutora dengan emosi yang histeris.&lt;br /&gt;
Lalu, ia menahan emosinya dengan seluruh tekadnya.&lt;br /&gt;
“……Jika kau berpikir bahwa metode tersebut ampuh,  lalu kenapa kau tidak pergi……”&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Natsume membalikan tubuhnya – berlari meninggalkan ruang ganti tanpa menoleh ke belakang, rambutnya yang berayun.&lt;br /&gt;
“……Ha-harutora-sama……”&lt;br /&gt;
Kon menatap Harutora, tak tahu harus berbuat apa. Bahkan Kon yang tidak senang dengan sikap keras Natsume tak berdaya dalam mengatasi masalah ini. Harutora pun membenamkan wajahnya, dan memutuskan untuk mengabaikan shikigaminya yang kebingungan.&lt;br /&gt;
Touji mendesah ringan.&lt;br /&gt;
“……Dia berkata begitu karena ia khawatir denganmu.”&lt;br /&gt;
Kegelisahan emosinya pun mereda sesaat ketika mendengar kalimat tersebut.&lt;br /&gt;
“Aku tahu.”&lt;br /&gt;
Jawab Harutora, suaranya terdengar telah lama kehilangan rasa puas karena telah menemukan langkahnya yang terdengar tadi.&lt;br /&gt;
Hari kedua ia memasuki akademi berakhir dengan demikian. Harutora menghela napas dalam didepan teman baiknya dan shikigami yang mengkhawatirkannya.&lt;br /&gt;
Sebenarnya, situasinya mulai berubah kali ini.&lt;br /&gt;
Hal terjadi dalam bentuk yang tak diduga oleh Harutora dan yang lainnya dan ditempat yang mereka waspadai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 4===&lt;br /&gt;
Pagi berikutnya.&lt;br /&gt;
Harutora terjebak dengan harus menggunakan jimat penyembuh untuk lukanya yang diakibatkan pertarungan kemarin. Ketika ia memasuki kelas, dengan segera ia merasa atmosfer dikelas sedikit aneh. Meskipun ia tidak tahu mengapa, ini terasa berbeda dari dua hari sebelumnya.&lt;br /&gt;
Ia benar-benar tidak tahu darimana rasa abnormal itu datang, bahkan berpikir ialah yang harus disalahkan sebagaimana ia berjalan melewati podium dengan heran.&lt;br /&gt;
Natsume telah terduduk dibangkunya. Ia dengan segera menolehkan wajahnya ke arah jendela setelah melihat Harutora yang memasuki ruang kelas. Pada akhirnya, reaksi seperti itu sudah diduga setelah argumen mereka, namun Harutora masih merasa berat hati sejak pagi.&lt;br /&gt;
Touji berencena untuk menjaga jarak untuk mengobservasi situasi hari ini, jadi Harutora duduk sendiri dibangku yang sama seperti kemarin.&lt;br /&gt;
Ia berdoa didalam hatinya, berharap semoga semua akan berjalan lancar, tanpa adanya hal yang tidak diinginkan hari ini.&lt;br /&gt;
“……Se-selamat pagi, Tsuchimikado-kun.”&lt;br /&gt;
“Huh? Ah, selamat pagi……”&lt;br /&gt;
Setelah Harutora terduduk, tiga murid perempuan berjalan menghampirinya.&lt;br /&gt;
Harutora telah melihatnya sebelumnya dikarenakan mereka sekelas, namun ia tidak pernah menyapa mereka sebelumnya dikarenakan ia tidak mengetahui nama mereka. Ia memerhatikan wajah ketiganya yang terkejut.&lt;br /&gt;
“Hei, apa kau ada waktu?”&lt;br /&gt;
“……Uh, kurasa…… A-ada apa? Apa kalian memerlukan sesuatu?”&lt;br /&gt;
“Tidak, sebenarnya tidak……”&lt;br /&gt;
Salah satu dari mereka berbicara malu-malu. Dan sisanya menyemangatinya dari belakang, mendesaknya untuk segera dan membuat Harutora kebingungan.&lt;br /&gt;
Mungkinkah mereka menghampiri untuk menggertak murid baru? Mungkin murid-murid kelas mulai bergerak dihari ketiga ia masuk. Bagaimana jika mereka merasa bahwa Harutora adalah pengganggu? Namun sebagaimana Harutora khawatir dengan dirinya—&lt;br /&gt;
“Pe-pertarungan kemarin sangatlah hebat, tapi lukamu tidak parah, bukan?”&lt;br /&gt;
“Apa? Oh, terima kasih. Luka kecil ini bukan apa-apa.”&lt;br /&gt;
“Itu bagus. Tapi aku benar-benar terkejut, aku tidak pernah berpikir ada orang yang mau melawan shikigami dengan pedang kayu.”&lt;br /&gt;
“Me-memang…… Tidak ada yang melakukannya.”&lt;br /&gt;
Harutora menjawab dengan tergagap, dan dua orang yang berdiri dibelakangnya tiba-tiba maju ketika mendengar kalimat tersebut.&lt;br /&gt;
“Dan lawanmu adalah shikigami pelindungnya Kurahashi, bukan? Itu sungguh luar biasa!”&lt;br /&gt;
“A-aku tidak tahu benar tentang itu. Namun aku pikir…… Itu tidak begitu luar biasa?”&lt;br /&gt;
“Lalu kenapa kau turut serta bertarung?”&lt;br /&gt;
“Kenapa…… Pada akhirnya aku tidak tahu bagaimana menggunakan sihir, dan aku tidak mengerti bagaimana mengontrol shikigami dalam pertarungan…… Jadi aku ingin setidaknya sedikit membantu – begitulah.”&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin! Kau turut serta hanya karena itu?”&lt;br /&gt;
“Sungguh tidak bisa dipercaya!”&lt;br /&gt;
Ketiga gadis tersebut pun mengerang pelan. Harutora, yang masih tidak yakin dengan apa yang terjadi, terkejut dan memberikan ekspresi bingung.&lt;br /&gt;
Lalu, dua murid pria yang daritadi memerhatikan dari kejauhan memanggil ketiga gadis tersebut dan mengambil kesempatan untuk mendekati tempat duduk Harutora.&lt;br /&gt;
Mereka tersenyum kaku pada Harutora.&lt;br /&gt;
“……Hai, kemarin sungguh disayangkan, Tsuchimikado. Kau sangat berani untuk tidak kabur seperti ayam.”&lt;br /&gt;
“Benar, aku akan kabur dari awal jika aku melawan Kurahashi.”&lt;br /&gt;
Kedua murid laki-laki tersebut terlihat merasa sedikit malu karena tidak berbicara dengannya selama dua hari, tidak seperti para gadis yang terlihat santai. Bahkan jika mereka tidak bisa menyembunyikan rasa malu mereka, mereka masih menunjukan itikad baik dan berbicara dengan rasa ingin tahu dengan Harutora. Sikap tersebut membuat Harutora tak mampu untuk tidak terkejut hingga ke relung hatinya.&lt;br /&gt;
“Sudah lama aku tidak melihat shikigami pelindungnya Kurahashi, bukankah mereka pada dasarnya berada ditingkat professional? Dan bahkan ada dua!”&lt;br /&gt;
“Tapi bukankah keluarga Kurahashi secara khusus membuatkannya untuk patuh dengannya? Itu terlalu tidak mungkin, bukan?”&lt;br /&gt;
“Hampir seluruh shikigami pelindung dibuat untuk mematuhi penggunanya, tidakkah itu memakan banyak biaya? Itu sungguh hebat ketika kau turut serta dan bertarung hanya menggunakan pedang kayu.”&lt;br /&gt;
“Ohtomo-sensei terlalu random, aku bahkan berpikir bahwa ia hanya bercanda awalnya.”&lt;br /&gt;
Para murid mengelilingi Harutora, berbicara dengan lepas tentang perasaan mereka mengenai kejadian kemarin, bahkan memerlakukan Harutora seolah-olah ia tidak ada disana.&lt;br /&gt;
Hingga kemudian—&lt;br /&gt;
“Hah, Harutora-kun?” salah satu dari wajah yang ia familiar pun datang mencarinya.&lt;br /&gt;
Itu adalah Tenma. Bahkan jika ia merasa terkejut pada situasi yang terjadi pada Harutora, ia tetap dengan cepat menyadari keadaan dan menengahinya.&lt;br /&gt;
“Ahh, Te-tenma……”&lt;br /&gt;
Selamatkan aku – Harutora memohon dalam diam. Tenma tak mampu untuk tidak tertawa dikarenakan penampilannya yang sungguh menyedihkan.&lt;br /&gt;
“Kemarin sungguh berat untukmu. Tapi kau sungguh mengejutkanku, apa tubuhmu baik-baik saja?” ia berbicara dengan nada santai.&lt;br /&gt;
“Aku baik-baik saja, maaf membuatmu khawatir.”&lt;br /&gt;
“Jangan berkata seperti itu. Tapi, Harutora-kun, jadi kau punya shikigami pelindung, huh. Dan terlebih lagi itu bukanlah shikigami yang dijual dipasaran, bukan?”&lt;br /&gt;
“Uh, yah……”&lt;br /&gt;
“Benar! Hei, Tsuchimikado-kun, bolehkah kau menunjukan kembali shikigamimu?”&lt;br /&gt;
“Ah, aku juga! Aku mau lihat!”&lt;br /&gt;
Para gadis dengan segera menunjukan ketertarikan yang sangat ketika mendengar tentang shikigami pelindung, dan Harutora dengan bingung memberikan tatapan bertanya pada Tenma. Tenma pun menganggukan kepalanya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
“……Kon.”&lt;br /&gt;
Walaupun ia telah diperintah untuk bersembunyi, Kon selalu menemani Harutora disisinya, dan ia selalu mendengar percakapan mereka. Wujud shikigami pelindung tersebut pun muncul ketika Harutora memanggilnya.&lt;br /&gt;
“Wah, keren!”&lt;br /&gt;
“Iyah! Manisnya!”&lt;br /&gt;
Mata para murid kelas pun berkilat senang, khususnya para gadis yang dengan anehnya tampak gembira, terus-menerus memuji Kon lucu dan bahkan merentangkan tangannya untuk menyentuh Kon. Kon pun membeku kaku menghadapi ketidaksopanan tersebut, panik pun ditunjukan oleh mata birunya.&lt;br /&gt;
“Ha-ha-ha-harutora-sama!?”&lt;br /&gt;
“……Maafkan aku, Kon. Bertahanlah sebentar.”&lt;br /&gt;
Harutora merasa seperti ia telah memerlakukan Kon seperti sebuah barang pengorbanan, dan ia pun menyembunyikan rasa bersalahnya. Ekor Kon dan sepasang telinganya pun berdiri dengan panik, dan Harutora pun hanya bisa berpura-pura bahwa ia tidak melihatnya.&lt;br /&gt;
“Shikigami pelindung ini sangat muda, dan sekarang aku melihatnya dari dekat. Tsuchimikado, mungkinkah ini adalah tipe yang kau suka?”&lt;br /&gt;
“Tentu saja tidak.”&lt;br /&gt;
“……Aku ingat bahwa dia adalah shikigami tingkat tinggi? Begitu, jadi kau membuat shikigami macam ini untuk melayanimu.”&lt;br /&gt;
“Kubilang bukan begitu!”&lt;br /&gt;
“Dia panik, sungguh mencurigakan.”&lt;br /&gt;
“Mungkinkah kalian mandi bersama!”&lt;br /&gt;
“Iyah, mesum—“&lt;br /&gt;
“……Mengapa kalian tidak mengerti kalimat yang kukatakan.”&lt;br /&gt;
Mungkin reaksi panik yang diberikan tuan dan shikigaminya terlihat lucu, sebagimana murid-murid yang mengelilingi Harutora satu persatu tertawa. Kebingungan yang ada dihati Harutora masih belum menghilang, namun wajah yang kini mengelilinginya bukan lagi wajah yang tidak bisa dibaca dan dingin seperti dua hari yang lalu, dan malah mereka tersenyum disekitarnya. Mereka memang menertawainya, namun terdapat itikad baik yang ditujukan kepada Harutora yang tersembunyi dalam kata-kata mereka.&lt;br /&gt;
“Bodoh.”&lt;br /&gt;
Lalu, sebuah suara datang dari bagian belakang kelas.&lt;br /&gt;
Orang tersebut berkata dengan suara yang memprovokasi. Harutora menoleh untuk melihat, dan itu adalah siswa laki-laki lainnya yang wajahnya ia kenal namun namanya tidak diketahui olehnya. Murid laki-laki tersebut melihat ke arah kerumunan disekitar Harutora dengan kaki yang terangkat diatas meja.&lt;br /&gt;
“……Bahkan laki-laki ini yang tidak mengetahu apa itu shikigami pelindung memiliki shikigami tingkat tinggi? Dasar keluarga terkenal.”&lt;br /&gt;
Suara laki-laki tersebut membawa kesan jijik dan murid yang riuh bergemuruh kini terdiam mendengar kalimat tersebut, dengan atmosfer tertawa nan senang yang dengan segera menghilang.&lt;br /&gt;
Dengan cepat Harutora memanggil: “Kon!”&lt;br /&gt;
Kon, yang telah melepaskan tangan murid perempuan dan dengan segera ingin menuju tempat yang meremehkan tuannya, dengan segera terhenti ditengah udara. Panggilan Harutora jelas tidak bermaksud untuk memerintah Kon untuk menyerang, namun untuk menahan Kon, untuk menahan dirinya memberikan pelajaran pada bocah laki-laki yang kurang ajar. Kon telah menggenggam gagang dari wakizashinya seolah-olah sedang memburu mangsa yang ada didepannya, namun terhenti. Suara tidak senangnya “Uuu~” telah membuktikannya.&lt;br /&gt;
“…Sungguh, apa kau mengerti untuk memikirkan tindakanmu terlebih dahulu atau tidak?”&lt;br /&gt;
“Ta-ta-tapi~”&lt;br /&gt;
Harutora menyipitkan matanya, menatap pada Kon yang memohon sangat, dan ekor Kon yang menurun dengan depresi.&lt;br /&gt;
Disisi lain, murid laki-laki yang hampir diserang tersebut dengan cepat menurunkan kakinya dari meja, hampir terjatuh dari duduknya.&lt;br /&gt;
Ia mungkin tidak menduga bahwa sarkamnya akan mengundang serangan shikigami, dan wajahnya pun tegang karena takut.&lt;br /&gt;
Salah satu murid perempuan tidak mampu untuk tak tertawa melihat penampilan murid laki-laki yang ketakutan tersebut. Tawa pun menyebar, dan bukan hanya sekitar Harutora namun seluruh kelas pun terisi dengan canda tawa. Murid yang ditertawakan marah dan malu, wajahnya menggelap dan memerah.&lt;br /&gt;
Namun… “Maaf.” Harutora berdiri, membungkuk dalam untuk meminta maaf.&lt;br /&gt;
Para murid yang ada disisinya menatap dan menganga, terkejut dengan sikapnya yang meminta maaf. Bulu pada ekor Kon pun berdiri bagaikan jarum seolah-olah ia mendapat tamparan keras.&lt;br /&gt;
“Maaf untuk mengganggumu, aku tahu aku mengganggu, tapi……”&lt;br /&gt;
Ia mengangkat kepalanya, menatap lurus ke arah murid laki-laki yang terkejut karena aksinya.&lt;br /&gt;
“Aku masih ingin berteman baik dengan kalian semua. Aku juga ingin mengatakan ini pada Kurahashi kemarin, namun maukah kalian menerimaku? Aku akan berusaha semampuku untuk bisa berteman dengan kalian.”&lt;br /&gt;
Ruang kelas terdiam.&lt;br /&gt;
Ini baik-baik saja. Ia tidak ingin marah karena komentar sarkas dan malah mempermalukan dirinya. Secara khusus, ia bisa mengerti rasa marah yang ada pada murid tersebut.&lt;br /&gt;
Kon mengambang diudara, menatap tuannya dengan heran, dan ekspresi murid kelas yang mengelilingi Harutora juga sama. “Uh, itu……” murid laki-laki yang dimintakan maaf oleh Harutora tergagap, tidak tahu bagaimana harus merespon.&lt;br /&gt;
Atmosfer hening yang aneh pun mengisi.&lt;br /&gt;
Perempuan yang pertama kali mengajak Harutora berbicara memecahkan keheningan. Berkata dengan riang:&lt;br /&gt;
“……Kau selalu membicarakan orang lain, tapi bukankah kau yang tidak bisa mengontrol shikigami sederhana yang dibuat sensei pada tes praktik sebelumnya? Kau tidak mungkin bisa menggunakan shikigami pelindung, bukan?”&lt;br /&gt;
“Di-diamlah.. aku tidak menggunakan seluruh kemampuanku waktu itu! Dan juga metode tersebut berbeda dengan pengendalian otomatis!”&lt;br /&gt;
“Kau berkata demikian, tapi aku ingat kau kelelahan saat itu.”&lt;br /&gt;
“Bukankah memang seperti itu pada awalnya! Dan bukankah kau juga tidak mampu berdiri untuk sesaat!”&lt;br /&gt;
Murid laki-laki itu membalas setelah murid perempuan tersebut selesai bicara. Atmosfer pun sedikit santai karena ini. Harutora merasa bahwa yang seharusnya diselamatkan adalah dirinya dibandingkan dengan laki-laki yang sedang dicandai oleh seluruh kelas.&lt;br /&gt;
“Ngo-ngomong-ngomong, Tsuchimikado. Kau sebaiknya mengerti bahwa aku tidak kuasa melihatmu atau pertandingan kemarin!”&lt;br /&gt;
Murid laki-laki tersebut kembali berkata dengan arogan, mengucapkankan kata kasar kembali, namun nada sinis dari sebelumnya tidak lagi terdengar.&lt;br /&gt;
Harutora tersenyum.&lt;br /&gt;
“Akan kuingat itu, dan juga, kau bisa memanggilku Harutora.”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
Murid laki-laki tersebut memalingkan wajahnya, menjawab dengan ber’hmph’ ria.&lt;br /&gt;
Harutora tidak membenci cara akrab seperti itu. Ia tidak ingin memaksakan dirinya untuk berteman dengan semuanya, atau dengan percaya dirinya mampu melakukan seperti itu. Meskipun jika orang-orang berpikir bahwa dirinya menyebalkan, ia lebih memilih untuk mengatakan secara jelas didepan orang tersebut dibandingkan dengan menggosipinya dibelakang.&lt;br /&gt;
Harutora berbalik, berterima kasih pada gadis yang telah menyelamatkannya dengan matanya.&lt;br /&gt;
“Benar, aku masih tidak mengetahui nama-nama semuanya, jadi bisakah kalian mengambil kesempatan ini untuk memberitahukanku? Tak apa jika semuanya hanya memanggilku Harutora.”&lt;br /&gt;
“Okay, jadi Tsucchi?”&lt;br /&gt;
“Kau tidak mendengarkanku sama sekali.”&lt;br /&gt;
Senyum getir Harutora membuat suasana kelas kembali ria. Tenma memulai dengan memperkenalkan dirinya kemballi, dan murid lainnya pun turut serta mengikutinya. Murid laki-laki yang ada dibelakang kelas pun hanya bisa ‘tch’ melihat keadaan tersebut, namun ujung-ujung mulutnya sedikit terangkat.&lt;br /&gt;
Kejadian baru telah muncul diruang kelas.&lt;br /&gt;
Kon melihat tak mengerti dengan suasana yang ada didepannya, seolah-olah mereka telah lupa akan dirinya.&lt;br /&gt;
Tidak, bukan hanya Kon, ada seseorang juga—&lt;br /&gt;
“……Aku tidak mengira perkembangan macam ini akan muncul.”&lt;br /&gt;
Kalimat yang tiba-tiba membuat Natsume mengerang terkejut, dan dirinya terlalu sibuk dengan segera mengembalikan suara asalnya untuk menyembunyikan suara tinggi nan melengkingnya.&lt;br /&gt;
“To-touji……”&lt;br /&gt;
“Hmph, akan lebih baik jika perkembangan seperti ini dilakukan olehnya dengan sengaja…… Namun ia hanya mengikuti arus tanpa merencanakannya sama sekali, jadi orang-orang yang tidak bisa berbuat seperti itu akan terlihat cemburu setelah melihatnya…”&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Touji melirik Natsume.&lt;br /&gt;
“…Bukankah begitu?”&lt;br /&gt;
“O…… Omong kosong macam apa yang kau katakan……”&lt;br /&gt;
Natsume menjawab dengan bisikan pelan, memalingkan wajahnya untuk menghindari tatapan Touji.&lt;br /&gt;
Namun, tatapan mengelaknya justru malah terarah ke Harutora. Saat ini Harutora telah menjadi pusat perhatian orang-orang kelas, dan Natsume jelas menunjukan keterkejutan dan rasa kesal dimatanya sebgaimana ia melihat Harutora.&lt;br /&gt;
‘Berbicara secara logika’, orang-orang tersebut telah menjadi teman kelasnya selama setengah tahun, dan ‘berbicara secara logika’, Harutora adalah pemuda dari keluarga cabang yang telah ia kenal sejak kecil.&lt;br /&gt;
Kedua sisi adalah orang-orang yang ia kenal, namun mereka telah menjadi teman dengan dirinya yang tidak bisa turut serta didalamnya. Natsume menatap dalam diam, dan hanya ini yang dapat ia lakukan. Wajahnya secara diam tersakiti, dan khawatir pun muncul diwajah Touji ketika ia melihat Natsume.&lt;br /&gt;
“……Jangan memaksakan dirimu.”&lt;br /&gt;
“Aku, aku tidak memaksakan diriku! Kenapa kau jadi terus membual sejak tadi?!”&lt;br /&gt;
Natsume dengan cemas mengerang, dengan jelas memaksakan dirinya. Touji hanya menggedik bahu, tidak peduli.&lt;br /&gt;
Lalu—&lt;br /&gt;
“Begitu, maafkan aku. Sebenarnya, aku memilki teman baik yang bertengkar dengan orang bodoh itu musim panas ini karena dia yang terlalu memaksakan diri, dan berakhir dengan menjadi sebuah momen terakhir diantara keduanya.”&lt;br /&gt;
“…..!”&lt;br /&gt;
Natsume terkejut dan menoleh ke arah Touji. Touji melihat dari belakang Harutora dan yang lainnya, tatapannya sedikit nostalgik, dan senyum mencela diri tidak seperti yang biasa ia tunjukan pun muncul.&lt;br /&gt;
“Itu adalah pengalaman yang menggetirkan untukku, dan aku tidak ingin melihat itu terulang lagi.”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
Natsume menundukan kepalanya, tidak tahu harus berbuat apa, tubuhnya kaku dari seragamnya.&lt;br /&gt;
Tatapannya kaku dan keras kepala. Natsume yang malu seperti ini terlihat seperti hanya seorang gadis biasa dimatanya karena Touji tahu identitas Natsume yang sebenarnya. Dalam diam ia mendesah, menaikan satu alisnya.&lt;br /&gt;
Lalu, tatapannya berubah menuju pintu masuk kelas.&lt;br /&gt;
Kurahashi Kyouko berjalan memasuki kelas.&lt;br /&gt;
Kyouko terlihat jelas terkejut dengan adegan yang ada diruang kelas, dan setelah mengerti akan situasinya, ia menunjukan tatapan terkejut. Touji hampir tertawaa. Mungkin Harutora merasa tertekan dan tidak tahu bagaimana menghadapi orang tersebut, namun dimata Touji, emosinya terlihat jelas terpancar diwajahnya dan cukup mudah untuk dimengerti.&lt;br /&gt;
“……Aku mungkin harus segera bertindak.”&lt;br /&gt;
Touji bergumam pelan. Harutora akan terlihat tidak senang jika ia mendengar kalimatnya. Karena setiap kali Touji merencanakan idenya yang berbelit-belit, nadanya selalu bergairah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 5===&lt;br /&gt;
Setelah menjalani kelas pagi, sekarang waktunya untuk istirahat siang.&lt;br /&gt;
“……Biaskah aku meminjam waktumu sebentar?”&lt;br /&gt;
Harutora awalnya berpikir tentang bagaimana udon yuba yang ia makan sebelumnya tidak enak, dan kali ini ia akan menggantinya dengan udon tempura. Sebagaimana ia bersiap untuk berjalan menuju kantin, Kyouko yang telah menunggunya memanggil dirinya.&lt;br /&gt;
Kejadian yang baru saja terjadi kemarin masih teringat jelas, dan bahkan Harutora merasa ini tidak duga kalau Kyouko akan memanggilnya. Ia tetap waspada, pertama dengan pelan memeringati: “Kon, jangan keluar.” …Ia telah mahir dalam mengontrol shikigaminya.&lt;br /&gt;
Keberadaan yang tak diinginkan pun muncul disekitar kakinya dan harutora pun hanya bisa menghela napas. Bahkan dengan kekalahan yang ia alami kemarin, semangat bertarung Kon sepertinya masih belum hilang.&lt;br /&gt;
…Aku tidak menyadari jika Kon memiliki kepribadian galak seperti ini ketika berada diasrama……&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, ia tidak bisa terus menghindarinya, dan dikarenakan efeknya telah meluas begini jauh, ia harus menyelesaikannya. Kemudian Harutora menjawab Kyouko, yang tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya: “baiklah, tak masalah,” dan mengikutinya dari belakang.&lt;br /&gt;
Kyouko membawa Harutora menuju tangga darurat dibelakang gedung akademi. Bukan hanya orang-orang tidak akan melewati tempat ini, mereka juga tidak perlu khawatir untuk terlihat dengan orang-orang juga. Jika ini sekolah menengah atas biasa, akan ada kemungkinan besar bahwa murid-murid nakal akan berkumpul ditempat ini untuk merokok secara diam-diam, bersembunyi dari guru-guru yang mengawas.&lt;br /&gt;
“……Apa yang kau butuhkan dariku?”&lt;br /&gt;
Lagipula, Kyouko telah memenangkan pertandingan kemarin. Awalnya Harutora berpikir bahwa Kyouko telah mendinginkan pikirannya setelah memenangkan pertarungan tersebut, namun sepertinya ia masih ingin membahas beberapa hal.&lt;br /&gt;
Sebagaimana Harutora kesusahan, berpikir bahwa ia benar-benar tidak mampu mengatasi gadis keras kepala macam imi, Kyouko tiba-tiba berkata:&lt;br /&gt;
“……Aku minta maaf soal kemarin.”&lt;br /&gt;
Ia tak mampu untuk tidak meragukan pendengarannya.&lt;br /&gt;
Ia menatap Kyouko, tak mampu berkata karena terkejut. Wajah Kyouko memerah canggung, dan ia memalingkan kepalanya, rambut indahnya pun turut berayun diudara.&lt;br /&gt;
“……Meskipun hal tersebut menjadi sedemikian rupa, awalnya aku tidak ingin mengeluarkan shikigamiku, dan semua kemarahanku awalnya ditujukan kepada Ohtomo-sensei…… Intinya, aku benar-benar minta maaf telah membuat keadaan menjadi tidak terkendali.”&lt;br /&gt;
“Tidak, tolong jangan berkata demikian. Semua ini salah Kon yang tiba-tiba menyerangmu, kau tidak perlu meminta maaf padaku……”&lt;br /&gt;
Keberadaan Kon yang tidak senang tiba-tiba mendekat, dan dengan natural, Harutora memilih untuk mengabaikannnya.&lt;br /&gt;
…Apa yang sedang terjadi?&lt;br /&gt;
Mungkinkah suasana dikelas telah mengubahnya, membuatnya menunjukan sikap yang sebenarnya? Tidak, kesannya terhadap Kyouko tidak mungkin menghasilkan perubahan apapun. Khususnya ketika ia berani menantang Ohtomo dan dengan tegas mengajukan saran, ia tidak mungkin mengubah pendiriannya meskipun jika seluruh kelas mendukung Harutora.&lt;br /&gt;
Lalu, sikapnya yang tiba-tiba berubah seperti sesuatu yang bahkan disebut sebagai sikap ramah. Harutora bingung kembali, dan ia tak mampu untuk tak meragukan bahwa ada rahasia dalam sikapnya yang seperti ini.&lt;br /&gt;
…Ugh, tapi……&lt;br /&gt;
Bagaimanapun ide licik yang disembunyikan Kyouko dibelakangnya, ini adalah kesempatan baik, dikarenakan dirinya yang harus berbicara dengan benar padanya.&lt;br /&gt;
“……Hei, biarkan aku bertanya, kau sebenarnya tidak membenciku bukan, kau hanya ingin menggunakanku untuk menyerang Natsume, bukankah begitu?”&lt;br /&gt;
Tepat pada sasaran, begitulah. Ia bertanya langsung tanpa basa-basi, dan seperti yang diduga, wajah Kyouko mengerang.&lt;br /&gt;
“Kenapa kau ingin melakukan demikian? Apa alasanmu?”&lt;br /&gt;
“……Itu hanya alasan pribadiku.”&lt;br /&gt;
“Alasan pribadi apa?”&lt;br /&gt;
“Kau tahu, ketika seorang gadis berbicara mengenai alasan pribadi, akan lebih sopan jika kau tidak lanjut bertanya.”&lt;br /&gt;
“Tapi kau menyeretku dalam apalah yang kau sebut alasan pribadi, bukan? Aku janji tidak akan memberitahukan siapapun, namun apa kau sebegitu membenci Natsume?”&lt;br /&gt;
Kyouko terdiam, tak mampu menyembunyikan rasa sebalnya. Harutora dalam diam menunggu jawabannya, yang akhirnya membuat Kyouko menghela napas mengalah.&lt;br /&gt;
“……Aku pernah bertemu Natsume-kun, ketika kami…… masih kecil.”&lt;br /&gt;
“A-apa yang kau bilang?”&lt;br /&gt;
Harutora sangat terkejut ketika mendengar pengakuan tak terduga. “Sungguh.” Kyouko bergumam, memiringkan tubuhnya, sikap feminin yang terlihat sangat manis.&lt;br /&gt;
“Kau tak perlu sebegitu terkejutnya. Aku adalah keturunan langsung dari keluarga Kurahashi, dan Natsume-kun juga berasal dari keluarga utama Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
“Uh…… Jadi maksudmu kalian pernah bertemu sebelumnya dikarenakan keluarga kalian terkenal?”&lt;br /&gt;
Harutora mengonfirmasi dengan serius, namun tatapan Kyouko pun berubah menjadi heran bagaikan ia seperti melihat alien.&lt;br /&gt;
“Apakah kau serius?”&lt;br /&gt;
“Ke-kenapa kau bertanya, apa aku berkata salah?”&lt;br /&gt;
Kyouko menghela napas dalam, dan Harutora merasa seperti ia malah semakin dan semakin terlihat seperti orang bodoh.&lt;br /&gt;
“Dengar baik-baik. Keluarga Kurahashi awalnya adalah keluarga cabang dari keluarga Tsuchimikado, kami hanya dinamai berbeda dari ‘Tsuchimikado’. Keluarga Kurahashi telah berpisah sejak lama.”&lt;br /&gt;
Harutora ternganga karena terkejut, hingga kemudian menyadari bahwa ia benar-benar bodoh dari yang ia duga.&lt;br /&gt;
“Tu-tunggu! ……Apa maksudnya itu? Apa itu sungguhan? Mungkinkah kita ini keluarga?”&lt;br /&gt;
“Kau tak perlu meragukannya, itu benar bahwa kita adalah keluarga.”&lt;br /&gt;
Harutora menggeleng-gelengkan kepalanya, tak percaya mendengar jawaban Kyouko.&lt;br /&gt;
Lalu, ia bertanya: “……Kon, apakah kau mengetahuinya?”&lt;br /&gt;
Meskipun ia tidak mendapat respon, ia dengan jelas merasa bahwa Kon pasti tidak menjawab demi perasaannya. Itu adalah jawaban positif. Fakta bahwa ia tak tahu apapun ketika bahkan shikigaminya sendiri tahu hubungan keluarganya benar-benar mengejutkannya.&lt;br /&gt;
“Uh…… Aku, aku mengerti! Abaikan masalah keluarga Kurahashi saat ini – Jadi apa? Kau bertemu Natsume sebelumnya, jadi mungkinkah kau memiliki pertengkaran yang sangat waktu itu, dan kau belum memadamkan kebencianmu hingga saat ini?”&lt;br /&gt;
“……Dia tidak mengingatnya.”&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
“Dia lupa bahwa kami pernah bertemu sebelumnya.”&lt;br /&gt;
Kyouko bergumam pelan. Harutora menutup mulutnya rapat tanpa bicara, bukan karena perkataan Kyouko, namun karena tatapan sedih yang terpancar dari wajahnya.&lt;br /&gt;
Hingga kemudian Harutora sadar bahwa meskipun ia telah melihat penampilan Kyouko yang tegas dan pemarah, ini adalah kai pertamanya ia benar-benar melihat wajah tersebut. Depresi tiba-tiba yang tak terjaga telah mengambil seluruh warna mukanya, dan Harutora tanpa sadar panik.&lt;br /&gt;
“……Apa hubungan kalian dulu sangat baik?”&lt;br /&gt;
“Kami hanya bertemu sekali.”&lt;br /&gt;
“Apa! Kalau begitu kau tidak bisa menyalahkannya jika dia tidak mengingatnya! Bukankah itu terjadi ketika kau masih kecil?”&lt;br /&gt;
Memang, Harutora tidak mengetahui orang ini jika hubungan Natsume dan Kyouko kecil memiliki hubungan yang cukup intim dan meninggalkan memori yang mendalam. Bahkan jika Harutora dan Natsume terkadang sedikit menjauh, keduanya masih sering bermain bersama ketika sekolah dasar.&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
“Aku mengingatnya sangat jelas.”&lt;br /&gt;
Ucap Kyouko seolah-olah ia disalahkan, tatapannya sedikit suram.&lt;br /&gt;
“Karena kami telah berjanji……”&lt;br /&gt;
“Ja-janji apa?”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
Kyouko tidak menjawabnya. Ia tidak mengatakan apapun, hanya aura suram dan sedih yang terpancar darinya.&lt;br /&gt;
Kemudian, tiba-tiba ia memberikan tatapan mencurigakan ke arah Harutora.&lt;br /&gt;
“……Biar aku bertanya. Setelah libur musim panas, Natsume-san tiba-tiba mulai menggunakan pita untuk mengikat rambutnya, apakah……”&lt;br /&gt;
“Huh?” Seru Harutora, dengan segera menyadari bahwa masalah ini benar-benar merepotkan. Bukan hanya karena rambut elegan Natsume yang jarang diantara kaum lelaki, bahkan ia mengikat rambutnya dengan pita, jadi wajar jika orang-orang meragukannya.&lt;br /&gt;
“I-i-i-itu? Dan rambut itu, kau merasa itu seperti perempuan, bukan? Sebenarnya, ada sebuah sihir didalamnya. Pita itu bukanlah sembarang pita, itu adalah jimat keluarga Tsuchimikado, dan itulah mengapa ia terlihat seperti seorang perempuan meskipun jelas terlihat bahwa ia laki-laki, hahaha.”&lt;br /&gt;
Harutora berbohong dengan kikuk ia menyembunyikannya dengan senyuman.&lt;br /&gt;
Harutora tidak tahu kenapa Kyouko terlihat seperti mendapat pukulan keras ketika mendengar penjelasannya. “Dari keluarga Tsuchimikado……” ia bergumam terdengar seperti ia memaksakan diri untuk menerima kebenaran yang sejak lama ia firasatkan, namun tak mau untuk mengakuinya. Harutora tidak mengerti mengapaKyouko memberikan reaksi semacam ini, dan ia pun hanya bisa terheran.&lt;br /&gt;
Kyouko menggigit bibirnya, tidak mengindahkan kebingungan yang muncul diwajah Harutora.&lt;br /&gt;
“……Begitu, jadi aku benar, aku tahu bahwa itu akan demikian.”&lt;br /&gt;
“A-apa yang kau maksud dengan itu?”&lt;br /&gt;
“Apakah aku perlu mengatakannya? Natsume-kun tidak memedulikan apapun selain dirinya dan keluarga Tsuchimikado…… tidak, sikapnya terhadap Onmyoudou sama saja, pada akhirnya adalah untuk tidak mempermalukan nama Tsuchimikado, itulah mengapa dia sangat sering berlatih. Nama Tsuchimikado adlah segala-galanya didalam kepalanya.”&lt;br /&gt;
“Hei, itu terlalu……”&lt;br /&gt;
“Apa? Aku salah? Semuanya mengetahui ini, tak ada orang yang tidak menyadarinya. Mungkin kau terkecuali, tapi dia hanya membelamu karena kau adalah – shikigami keluarga Tsuchimikadonya, bukan? Bukankah begitu?”&lt;br /&gt;
Ia salah.&lt;br /&gt;
Harutora ingin menyangkalnya, namun ia tidak mampu membuka mulutnya.&lt;br /&gt;
Natsume yang telah berkata ‘mari lakukan yang terbaik’ sambil tersenyum, Natsume yang seluruh tubuhnya bergetar karena malu, Natsume yang menoleh dan pura-puura tak melihat ketika pertarungan shikigami namun denga segera berlari kepadanya untuk memarahinya setelah selesai.&lt;br /&gt;
Ia tahu Natsume mengkhawatirkannya, namun jika ia ditanya kenapa Natsume mengapa Natsume khawatir, ia tak sanggup merespon. Ia percaya – ia ingin percaya, namun hatinya dengan keras kepala menolaknya.&lt;br /&gt;
Kyouko menatap serius pada Harutora yang terdiam, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
“……Ato-kun juga memberitahuku.”&lt;br /&gt;
“Huh? Tou-touji? Apa yang dikatakannya……”&lt;br /&gt;
“Dia bilang kau menjadi shikigami dan melayani Natsume-kun untuk mematuhi tradisi keluarga. Itulah mengapa aku akhirnya mengerti kenapa Natsume-kun memilih dirimu yang orang luar menjadi shikigaminya. Itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan entah itu menguntungkan dirinya atau tidak, ataupun dia memikirkan perasaanmu. Dia hanya berlaku demikian karena untuk memenuhi tradisi keluarga Tsuchimikado, yang menjadi hal terpenting bagi dirinya.”&lt;br /&gt;
Benci. Marah. Sesal. Sedih. Emosi negatif tersebut terlihat disetiap kata-katanya, terlihat kontras denga kesan pertama yang ia berikan yang terus terang.&lt;br /&gt;
Kyouko menatap mata Harutora. Yang mengejutkan adalah tatapannya menunjukan belas kasih dan resonansi yang menarik. Ia mengasihi dirinya, dan juga Harutora.&lt;br /&gt;
…Ah.&lt;br /&gt;
Saat itu, ia mengerti semuanya.&lt;br /&gt;
Kyouko – setelah mendengarkan perkataan Touji, percaya bahwa Harutora dan dirinya adalah ‘sama’ dalam hal hubungan mereka terhadap Natsume. Harutora tidak mengerti hubungan antara Kyouko dan Natsume, namun dihati Kyouko, Kyouko telah menyamakan hubungannya dengan Natsume dan hubungan Harutora dengan Natsume. Itulah mengapa perubahan seratus delapan puluh derajat muncul dalam sikapnya.&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
“Tunggu, kau salah, Kurahashi.”&lt;br /&gt;
Kali ini, suaranya terdengar normal dan tulus tanpa ada jejak keraguan, dan suara tersebut membuat Kyouko kembali pada kesadarannya.&lt;br /&gt;
“……Apa?”&lt;br /&gt;
“Kau salah, akulah orang yang meminta orang tersebut untuk membiarkanku menjadi shikigaminya.”&lt;br /&gt;
Mata Kyouko melebar tidak percaya.&lt;br /&gt;
“Bohong.”&lt;br /&gt;
 “Aku tidak bohong. Mungkin terdengar tidak meyakinkan bahwa orang luar sepertiku sengaja memilih hal yang tidak serasi dengan apa yang dijalani sebelumnya…… Namun sungguh akulah yang inisiatif meminta. Orang itu awalnya menolak, percaya bahwa terlalu banyak risiko jika menjadikanku shikigaminya, dan hanya mengizinkanku berjalan dijalan yang sama dikarenakan kegigihanku.”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
Tatapan Kyouko pun penuh keraguan. Harutora tidak berbohong, tiap kata yang diucapkannya adalah benar, dan Kyouko seharusnya bisa mengerti. Ia harap Kyouko mampu mengerti.&lt;br /&gt;
“Orang itu memang memiliki perasaan yang rumit dan kompleks terhadap nama Tsuchimikado…… Seperti ia bangga akan hal tersebut dan juga tertekan karenanya, dan terkadang ia menderita karenanya. Tapi ia tidak terbawa karenanya, bisakah kau memercayai apa yang kukatakan?”&lt;br /&gt;
Ia ingin dengan damai bekerja sama dengan semuanya, tentu saja termasuk Kyouko, dan akan lebih bagus jika Natsume turut bergabung. Tidak, Natsume pasti harus tergabung.&lt;br /&gt;
Bahkan jika ia adalah shikigami yang tidak berguna, mungkin ini – menciptakan ‘tempat untuk Natsume’ – adalah sihir terkuat yang mampu Harutora berikan kepada tuannya.&lt;br /&gt;
“……Apa, jika kau berkata demikian, aku……”&lt;br /&gt;
Kyouko berbicara dengan marah, tatapannya menurun melihat kakinya.&lt;br /&gt;
“Pada akhirnya ini hanyalah cinta bertepuk sebelah tanganku? Aku dengan mudahnya dilupakan?”&lt;br /&gt;
“Huh? Tidak…… Aku……”&lt;br /&gt;
Ia tidak bermaksud demikian. Sebelum ia menyelesaikan perkataannya, suara lain pun menarik perhatian mereka.&lt;br /&gt;
“……Apa yang kalian berdua lakukan?”&lt;br /&gt;
Suara tersebut terdengar dingin dan keras, bagai armor yang dibuat dari besi tebal.&lt;br /&gt;
“Natsume?”&lt;br /&gt;
Natsume berjalan menaiki tangga darurat, menatap pada wajah-wajah yang dengan anehnya terlihat muram.&lt;br /&gt;
“Apa yang kalian lakukan ditempat ini? Bukankah seharusnya perselisihan kalian sudah selesai dengan pertarungan kemarin?”&lt;br /&gt;
“Ah, tidak, kau salah, Natsume. Kami tidak bertengkar—“&lt;br /&gt;
Harutora dengan segera menjelaskan, namun Kyouko tiba-tiba menyela perkataannya.&lt;br /&gt;
“Dia benar, kami telah berbaikan.” Ucapnya tak berekspresi.&lt;br /&gt;
“……Berbaikan?”&lt;br /&gt;
“Benar, Tsuchimikado dan Kurahashi awalnya adalah satu keluarga. Kesalahpahaman diantara kami telah terselesaikan, dan sekarang kami hanya mengobrol biasa sebagai sesama keluarga cabang Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
Suara Kyouko terdengar sedikit bergetar, provokasi pun ditunjukan walau kalimat yang dikatakan bermaksud lain, dan Harutora dengan segera berusaha untuk meringankan suasana.&lt;br /&gt;
“Itu benar, Natsume. Aku tidak tahu bahwa dia sebenarnya ada hubungan keluarga dengaku, bagaimana kau tidak memberitahukanku segera, haha……”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
Natsume dengan diam memerhatikan keduanya, dan Harutora tidak menyadari bahwa bibirnya sedikit bergetar.&lt;br /&gt;
“……Istirahat sebentar lagi selesai, segera kembali ke kelas.”&lt;br /&gt;
Natsume tiba-tiba membalikkan tubuhnya dengan sikap dingin, dan tidak dapat dibedakan entah Natsume menerima penjelasan Harutora dan Kyouko atau tidak. Harutora dengan segera memanggil Natsume: “Tunggu.”&lt;br /&gt;
Ini kesempatan bagus.&lt;br /&gt;
Meskipun ia hanya berbincang sedikit, ia telah menyadari bahwa permusuhan antara Kyouko dan Natsume bukan hanya sekadar cemburu biasa ataupun keinginan menjadi yang terunggul. Dengan demikian, mereka harus setidaknya memperdalam rasa pengertian mereka satu sama lain meskipun mereka tidak bisa langsunng berbaikan. Natsume telah mengekspresikan dirinya bahwa ia tidak mengerti mengapa Kyouko memusuhinya sangat. Mungkin mereka setidaknya lebih kurang bisa memperbaiki hubungan mereka jika mereka mau saling mengerti satu sama lain.&lt;br /&gt;
“Jangan dingin seperti itu. Kami bertarung kemarin, tapi setelah berbicara sekarang, aku tahu bahwa ia telah introspeksi, dan bahkan ia datang untuk meminta maaf, bukan?”&lt;br /&gt;
Harutora berusaha keras menjelaskannya untuk Kyouko. Kyouko tidak berucap apapun, ekspresinya kompleks, namun Harutora sangat bersyukur kepadanya untuk tidak membuka mulutnya untuk berbicara hal yang sembrono.&lt;br /&gt;
“Bukankah kau bilang bahwa kau sebenarnya tidak membenci Kurahashi? Terlebih lagi, apa yang ia katakan juga sebenarnya beralasan, dan jika kalian tenang dan duduk untuk berbicara, mungkin situasi ini akan—“&lt;br /&gt;
“Kau juga berbicara dengan senangnya saat berbicara dengan murid-murid lainnya pagi ini.” Natsume mendengar berbicara lagi dan lagi penuh semangat sebagaimana ia akan pergi, dan berhenti untuk berbicara tanpa membalikkan tubuhnya.&lt;br /&gt;
“Oh, itu, aku tidak mengerti apa yang terjadi awalnya, tapi aku telah menyadari setelah berbicara bahwa semuanya tidak berbeda dari orang-orang biasa. Prasangka mereka terhadap Tsuchimikado tidak sedalam seperti dulu, dan mereka bahkan setuju untuk membiarkanku bertanya jika aku tidak mengerti pelajaran—“&lt;br /&gt;
“—Itu……”&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
“Itu – bersikap demikian dengan orang-orang disekitarmu, mendapati hati orang-orang, apakah itu metode yang kau bicarakan kemarin?”&lt;br /&gt;
Kehampaan yang ada didalam suaranya membuat Harutora bergidik.&lt;br /&gt;
Harutora terkejut ketika ia mendengar kalimat tersebut, tanpa ada waktu untuk memikirkan entah ia memang terkejut, heran, atau bahkan marah. Ia tidak pernah membayangkan Natsume akan berucap demikian, dan setelah mendengarnya, Kyouko pun turut terkejut sebagaimana ia menatap Natsume.&lt;br /&gt;
Natsume pelan membalikkan tubuhnya.&lt;br /&gt;
“Harus berapa kali aku biang agar kau mengerti, Harutora? Prosesmu tertinggal jauh dengan murid-murid lainnya, dan kau tak akan mampu mengejar mereka jika kau hanya memuji mereka. Kenapa kau tidak mengerti ini?”&lt;br /&gt;
Suara yang tertahan, dan tatapan yang mendidih akibat amarah.&lt;br /&gt;
“Onmyoudou bukanlah tempat untuk bersenang-senang dengan orang-orang, dan tempat ini berbeda dengan sekolah normalmu sebelumnya. Jika kau ada waktu untuk bersantai-santai dengan murid-murid kelas dan mengobrol dengan Kurahashi-san, kenapa kau tidak gunakan untuk melatih dirimu.”&lt;br /&gt;
Natsume berbicara dengan serius dan sungguh-sungguh, terlihat menyedihkan.&lt;br /&gt;
“Ap—“&lt;br /&gt;
Emosi yang tertahan didalam hati Harutora tak terbendung lagi, dan akhirnya pun meledak-ledak ketika Harutora membuka mulutnya.&lt;br /&gt;
“Apa yang kau candakan! Natsume, siapa yang kau coba bodohi dengan sikapmu yang seolah-olah kau tinggi dan berkuasa!”&lt;br /&gt;
Ia berteriak dengan marah.&lt;br /&gt;
Harutora berteriak dengan marah yang berapi-api. Natsume melangkah mundur seolah-olah ia baru saja terkena badai, dan bahkan Kyouko yang mendengarnya pun menjadi kaku. Namun, Harutora tidak berhenti berteriak, dengan tidak adanya niatan untuk berhenti.&lt;br /&gt;
“Kau pemalu, jadi kau meremehkan orang-orang yang berusaha untuk akrab? Seorang bocah yang memiliki masalah dalam berkomunikasi dengan orang lain berani untuk berbicara omong kosong seperti itu!”&lt;br /&gt;
“Ap……!”&lt;br /&gt;
Natsume pun tak mampu untuk berkata-kata seolah-olah ia telah dipukul bertubi-tubi. Kemarahan Harutora tidak mampu dihentikan setelah ia mengeluarkannya.&lt;br /&gt;
“Aku juga tahu bahwa prosesku masih terbelakang dan aku adalah orang luar yang tidak tahu apa-apa mengenai Onmyoudou. Tapi karena ini, apa salahnya untuk memercayai orang yang ada disekitarku dan meminta bantuan semuanya untuk membantuku? Bekerja sama dengan murid lain dan bekerja keras bersama juga merupakan metode yang bagus! Kau tidak bisa melakukannya – jangan berpikir kau hebat dan menghina orang lain hanya karena kau tidak memiliki keberanian!”&lt;br /&gt;
Ucapnya marah, tak mampu mengingat kapan terakhir kali ia berteriak seperti ini kepada orang lain. Terasa seolah-olah seluruh udara yang ada didalam tubuhnya diremas, dan ia tidak mampu untuk berhenti bergetar.&lt;br /&gt;
Namun, ia harus mengatakannya. Ia marah pada ucapannya Natsume, kesal bahwa kerja kerasnya tidak diterima dengan baik, dan tak mampu untuk membiarkannya dengan senyuman ataupun pujian.&lt;br /&gt;
Dibawah serangan intens emosi Harutora yang mengebu-gebu, wajah Natsume memucat, terlihat seperti jiwanya telah dicuri oleh momentum.&lt;br /&gt;
“Bekerja sama dengan yang lainnya… Keberanian…”&lt;br /&gt;
Ia menatap Harutora kosong, mulutnya bergumam dan sekilas cahaya pun muncul dari sudut matanya.&lt;br /&gt;
“Hal-hal seperti itu… Aku tak butuh Harutora-kun untuk memberitahukannya padaku hal tersebut.”&lt;br /&gt;
“……!”&lt;br /&gt;
Natsume tersandung, meninggalkan Harutora dengan langkah tak stabil.&lt;br /&gt;
“Tsuchimikado-kun, kenapa kau ada ditempat seperti ini? Waktu yang kita janjikan sudah—“ pria muda berjas pun muncul ditempat yang sama dimana Natsume muncul.&lt;br /&gt;
Harutora ingat laki-laki tersebut. Laki-laki tersebut adalah laki-laki yang telah mencari Natsume dihari sebelumnya saat istirahat siang dan selesai kelas yang mengatasnamakan kelas khusus. Ia terkejut melihat Natsume berada ditangga, dan dengan jelas khawatir menyadari atmosfer yang tidak mengenakkan tersebut.&lt;br /&gt;
Lalu, Natsume menundukan kepalanya, memunggungi Harutora.&lt;br /&gt;
Ia berjalan menuruni tangga, kakinya berdentum pada setiap langkahnya, dan melewati laki-laki yang kebingungan tersebut, menghilang menuju gedung akademi.&lt;br /&gt;
Laki-laki muda tersebut menatap Natsume yang pergi berjalan menuju lantai gedung dan Harutora yang berada ditangga dengan sikap yang ragu-ragu. Pada akhirnya, ia pun memanggil: “…tunggu,” dan pergi berlari untuk mengejar Natsume.&lt;br /&gt;
Hanya Harutora dan Kyouko yang tertinggal.&lt;br /&gt;
“……Sial.”&lt;br /&gt;
Rasa lelah karena lubang besar yang terbuka didadanya menyerang Harutora setelah ia mengeluarkan emosi tertahannya.&lt;br /&gt;
…Orang itu……&lt;br /&gt;
Natsume telah lupa dengan tradisi keluarga bahwa ia harus bersikap seperti laki-laki dikalimat terakhirnya, dan telah merubahnya menjadi seorang perempuan yang melupakan penyamarannya. Kilasan dirinya yang sebenarnya dari balik penyamarannya sebagai seorang laki-laki terus menyiksa hatinya.&lt;br /&gt;
“……Hei……”&lt;br /&gt;
Kyouko yang berakhir dengan menyaksikan kejadian tersebut dari samping pun berbicara dengan ragu-ragu:&lt;br /&gt;
“Aku, mungkin bukan posisiku untuk berbicaara seperti ini, tapi…… Apakah tak apa untukmu untuk tidak mengejarnya?”&lt;br /&gt;
Ia bertanya denga hati yang terguncang, seperti ia telah menyentuh sesuatu yang telah hancur. Harutora tidak menjawab. Ia tak bisa menjawab.&lt;br /&gt;
Hingga kemudian bel yang menandakan istirahat siang telah selesai perlahan berbunyi, seolah-olah terdengar lebih lambat dari biasanya.&lt;br /&gt;
“Tsuchimikado-kun – Natsume-kun! Tunggu.”&lt;br /&gt;
Dengan cepat ia mengejar Natsume yang berlari melalui aula. Namun, ia masih terus bergerak maju tanpa menoleh ke belakang bahkan jika suaranya telah memanggilnya dari belakang.&lt;br /&gt;
Ia dengan segera mencari-cari Natsume ketika Natsume tetap tidak muncul bahkan ketika waktu janjian mereka telah lewat, dan sebagai hasilnya kejadian tersebut terjadi. Orang yang ada ditangga tersebut adalah shikigami yang telah ia lihat kemarin. Mereka mungkin bertengkar. Punggung mungil Natsume bergetar dengan napasnya.&lt;br /&gt;
Ia pun tak mampu untuk tidak mendesah.&lt;br /&gt;
Disisi lain, ia mengasihi Natsume, dan disisi lain ia diisi dengan perasaan yang tidak menyenangkan setelah melihat adegan tersebut. Pikirannya mengerti bahwa ini tak dapat diubah, namun ia merasa sakit karena ketidakdewasaan rajanya dan penampilan jeleknya. Khususnya, ini adalah salah shikigami tak berguna tersebut, yang dimana telah mendorongnya pada batas toleransinya.&lt;br /&gt;
“……Tak ada pilihan lain.”&lt;br /&gt;
“Benar, tak perlu menunggu lebih lama lagi.”&lt;br /&gt;
Ia tak mampu menoleransinya lagi, dan suara yang tiba-tiba berubah dari biasanya pun membuat Natsume berhenti dengan terkejut.&lt;br /&gt;
“Natsume-kun, sebenarnya dirimu tak perlu untuk mempermasalahkan hal sepele seperti itu. Mari mulai sekarang, meskipun sekarang masih belum waktunya.” Ucapnya pada Natsume.&lt;br /&gt;
“Ap-Apa yang kau katakan?”&lt;br /&gt;
Natsume akhirnya berbalik untuk melihat laki-laki tersebut.&lt;br /&gt;
Meskipun hatinya sedang bimbang, ia dalam bahaya, namun sayangnya reaksinya masih terlalu lambat. Pertengkaran dengan shikigaminya masih menggelayuti pikirannya, menyebabkannya untuk tak mampu mengubah emosinya dengan segera. Sungguh sikap yang kekanakan, namun ia tak harus menanggungnya dimasa depan nanti. Dengan segera ia mengleluarkan jimat.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Stupefy, seal, bind. Order.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Jimat pun melayang dari jari-jarinya. Membuat Natsume untuk sementara tak sadarkan diri. Ia menaruh kedua tangannya ke dalam saku celananya, mendengus ketika ia melihat Natsume yang tidak sadarkan diri.&lt;br /&gt;
“Harusnya telah melakukan ini sejak lama.”&lt;br /&gt;
“Jangan terburu-buru, selanjutnya adalah yang sebenarnya.”&lt;br /&gt;
Akan mengurusi orang yang menghalangi ‘edukasinya’ nanti? Terlebih lagi, bagaimanapun Natsume komplain, shikigami muda tersebut pastinya adalah pilar dukungannya, dan mereka harus dengan segera menyelesaikan masalah tersebut sesegera mungkin.&lt;br /&gt;
“Bagaimanapun, itu adalah sesuatu yang buruk untuk membiarkannya sendiri.”&lt;br /&gt;
“Aku mengerti. Serahkan padaku untuk mengatasinya.”&lt;br /&gt;
Senyuman dingin pun muncul dalam wajahnya ketika ia mengatakan hal tersebut.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_3&amp;diff=515582</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 3</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_3&amp;diff=515582"/>
		<updated>2017-03-22T12:55:41Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Bagian 1 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 3 – Pertikaian Shikigami==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah gedung Akademi Onmyou terdapat area luas yang menyaingi sebuah lapangan atletik – sebuah lapangan berlatih sihir yang digunakan untuk khusus melakukan praktik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arena dari lapangan berlatih sihir kurang lebih sekitar tiga sampai empat kalinya lapangan basket, dan memiliki sekitar tiga tingkat, dengan tempat duduk diatas dua meter yang mengelilingi arena tersebut. Terlihat seperti stadium indoor, namun perbedaan besarnya adalah adanya set altar dibagian belakang dan manter dan pola pun tertulis didinding. Dengan tambahan, terdapat pilar hijau muda ditiap-tiap sisi pintu masuk dengan kekuatan magis didalamnya – ditambah tali shimenawa yang menyilangi pilar tersebut untuk melindung bagian luar agar tidak terkena rapalan sihir dari dalam arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian, para murid dari kelas Ohtomo berjalan menuju bangku penonton, melihat-lihat arena sekitar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jadi disini tempat praktik diadakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tempat lain juga memiliki ruangan untuk latihan praktik, tapi ini masih yang terbesar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji melihat-lihat lapangan latihan sihir bawah tanah dari bangku penonton, dan Tenma yang duduk disebelahnya membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berbicara mengenai latihan sihir kelas satu, tempat ini bisa disebut sebagai altar terbesar di negara ini. Dinding  luar dari tempat ini memiliki sihir yang diberikan oleh Onmyouji Nasional Kelas Satu, dan tidak ada sihir terkuat pun yang mampu menembusnya – bahkan bencana spiritual tingkat tiga tak mampu menghancurkannya. Hingga orang-orang dari Agensi Onmyou terkadang datang untuk meminjamnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh suatu keistimewaan bisa datang ke benteng tak tertembuskan ini untuk bertarung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji melengkungkan mulutnya, ber-‘hmph’ ria denga ironis. Walaupun ia suka ikut campur, ia tak menyangka bahwa situasinya akan menjadi seperti &lt;br /&gt;
ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan santai ia melihat-lihat sekitar, mencari posisi Natsume diantara murid-murid yang melihat pertarungan. Ia duduk dibaris kedua dengan sendiri, terpisah dari yang lainnya satu baris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan hingga sekarang, Natsume masih belum menunjukan niatan untuk membantu Harutora. Meskipun ia berpura-pura untuk tenang, kekhawatiran yang ada dihatinya terlihat jelas dalam sekali lihat. Kontradiksi dan penyesalan tertulis diseluruh wajahnya, dan ia melihat dengan fokus ke arah arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, orang-orang menyemangati dan memotivasi Kon dan Kyouko yang telah memanggil kedua Yakshanya sekarang. Ohtomo bersama Harutora sepertinya masih belum siap, dan mereka masih belum muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kelas ini selalu santai seperti ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin guru kita sedikit terlalu santai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu…… aku tidak bisa tidak bilang tidak benar……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma menunjukan senyum miris dan ekspresi susah kepada pertanyaan terus terang Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada akhirnya, dia awalnya bukanlah seorang guru, dan baru saja memulai sebagai guru di Akademi Onmyou semester ini…… Sejujurnya, ia tidak begitu bisa mengajar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa profesi dia sebelumnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia awalnya seorang Investigator Mistis sebelum ia mengundurkan diri karena luka dikakinya, dan ia cukup bagus dibidangnya – begitulah yang dikatakannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seorang Investigator Mistis, huh……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Investigator Mistis – investigator kriminal sihir yang merupakan spesialis dalam sihir anti-personel, spesialis Onmyouji yang membutuhkan kemampuan yang sangat. Sayangnya, kesan yang seharusnya diberikan oleh Touji telah menghilang karena Dairenji Suzuka seolah-olah mereka hanyalah antek-antek atau sekadar karakter tambahan. Tentu saja,  itu semua dikarenakan lawan mereka saat ini terlalu kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, Tenma. Berdasarkan insiden yang terjadi sekarang -  Harutora baru saja memanggil shikigami. Tidakkah reaksi dari Kurahashi Kyouko dan semuanya terlalu berlebihan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh, jika shikigami tersebut adalah shikigami standar reaksi semuanya tidak akan sebegitu terkejutnya, namun itu dikarenakan Harutora-kun telah memanggil shikigami pelindung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Tenma terhadap pertanyaan Touji dengan jujur. Keduanya baru saja berkenalan kemarin, namun hari ini mereka terlihat cukup akrab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingat kemarin kau bilang kalau dikelas hanya Natsue dan Kurahashi Kyouko yang mempunyai shikigami pelindung. Apakah shikigami pelindung itu benar-benar shikigami yang kuat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, tidak sepenuhnya kuat…… Shikigami pelindung dan shikigami tipe pelayan pada dasarnya adalah shikigami yang harus dipanggil setiap saat, jadi hal itu adalah beban berat bagi orang yang mereka layani. Meskipun beban tersebut relatif ringan ketika mereka tidak diwujudkan, mereka masih harus menjaga link dari energi spiritual tersebut setiap saat, jadi seseoran yang tidak memiliki kekuatan magis yang cukup kuat tidak bisa mengontrol shikigami semacam itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, begitu. Singkatnya, kekuatan magis yang tidak kuat tidak akan mampu mengontrolnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, jadi tipe pelayan atau shikigami pelindung seperti semacam symbol status untuk Onmyouji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi itu mengapa semuanya merasa sangat tak menduga orang luar seperti Harutora memiliki shikigami pelindung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menganggukan kepalanya. Lalu, giliran Tenma yang mendekat pada Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Hei, Touji-kun. Sejujurnya, bagaimana kekuatan Harutora-ssan? Aku awalnya percaya bahwa dia hanyalah orang luar, tapi…… Apakah ia benar-benar dibantu karena nama keluarga Tsuchimikado?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma tidak lupa untuk berhati-hati dengan sekitarnya ketika bertanya demikian, dan mata dibalik kacamatanya tak mampu menutupi keinginyahuannya. Touji hanya ber-‘hmph’ ria, mengangkat bahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ekspresi normal orang itu menunjukan bagaimana ia sebenarnya, dan penjaga kecil tersebut hanyalah hadiah perpisahan dari ayahnya ketika dia pergi, jadi dia tidak mengetahui betul bagaimana mengontrolnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia, dia memang terlihat tidak benar-benar bisa mengontrolnya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan dingin nan tajam pun terlihat dari mata Touji, dan mulutnya membentuk senyuman dingin, yang memberikan kesan arogan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika kau meremehkannya karena itu, ada kemungkinan kau akan menyesal karna hal tersebut. Musim panas ini contohnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada Touji berubah, dan Tenma pun tak mampu untuk tidak melihat ke arahnya dan berkata “Huh?”. Namun, Touji tidak mengindahkan tatapan Tenma dan hanya melihat dengan seksama ke arah arena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji tidak menyaksikan bagaimana insiden yang disebabkan Dairenji Suzuka musim panas ini terselesaikan sebenarnya. Sesuatu telah terjadi dialtar ‘Bukit Imperial’, namun ia hanya mendengar kejadian tersebut berdasarkan sudut pandang Harutora, jadi ia juga tidak mengerti kekuatan Hrutora yang sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena hal ini, ia cukup tertarik dengan pertikaian shikigami ini terlepas bagaimana hal-hal nanti akan berkembang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma menatap Touji,  tatapannya terlihat kebingungan, masih terlihat kebingungan dengan ‘contoh’ yang dimaksud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Disisi lain, Harutora-kun benar-benar lama. Apa yang ia lakukan?” ia dengan segera mengganti subjek pembicaraan, seolah-olah ia menyadari bahwa Touji tidak berminat melanjutkan pembicaraan. Ekspresi Touji melembut atas sikap Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Meskipun aku seharusnya tidak berkata seperti ini didepan dirimu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika kau ingin berteman dengan orang yang berintelejen, akan terlihat lebih cocok jika kau memiliki hati yang sedikit jahat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apakah itu pujian? Atau suatu hinaan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjelasan singkat tersebut terdengar tidak dapa dimengerti oleh Tenma. Touji tidak merespon, hanya membiarkan senyum lembut muncul pada wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga lalu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, dia disini! ……Huh, ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma melihat ke arah arena dan berteriak, dan Touji juga sedikit memajukan tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Ohtomo, yang secara sukarela menjadi wasit, muncul diarena dimana Kyouko dan Kon menuggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tidak dapat dipastikan secara langsung apakah orang yang jalan memasuki arena Harutora atau bukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kenapa orang itu menggunakan pelindung kendo?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Da-dan bahkan menggunakan pakaian pelindung miasma diatasnya! Itu adalah peralatan &#039;&#039;exorcist&#039;&#039;!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora yang muncul ke tengah-tengah arena muncul dengan menggunakan helm kendo, dengan pelindung dada dan sarung pelindung ditubuhnya dan pakaian luar hitam. Bukan hanya Natsume dan yang lainnya bahkan lawannya Kyouko dan rekannya Kon melebarkan matanya karena terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana keributan muncul ditengah-tengah luasnya lapang latihan sihir, Harutora yang berpakaian aneh pun berjalan lurus menuju tempat dimana Kyouko berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Ohtomo memberikan pedang kayu kepada Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji pun tertawa girang melihat adegan didepannya, dengan segera mengerti apa yang dimaksud Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tidak buruk, sangat seperti gayanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pelan Touji berbicar pada dirinya disamping Tenma yang kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
“Kenapa?”&lt;br /&gt;
Itu adalah perasaan yang mewarnai hati Harutora.&lt;br /&gt;
“Aku murid baru yang baru saja masuk kemarin, dan pemula yang amat sangat minim pengalaman, bukan? Apa metode didalam Akademi Onmyou tidak memiliki akal sehat? Ide jahat macam apa yang direncanakan Ohtomo ini? Adakah Onmyouji serandom ini?”&lt;br /&gt;
“Harutora-kun~? Aku mendengar semua keluhanmu~”&lt;br /&gt;
Harutora menggumamkan komplainnya tanpa henti sebagaimana ia berjalan menuju lapangan latihan sihir.&lt;br /&gt;
Kyouko dan yang lainnya sudah lama pergi terlebih dahulu ke lapangan latihan sihir ketika ia sedang protes pada Ohtomo. Karena Harutora kerepotan, ia memaksa Kon untuk pergi duluan dan tertinggal sendiri berusaha meyakinkan Ohtomo – namun sayangnya, ia masih gagal dan hanya bisa jalan bersama Ohtomo dengan langkah berat menuju arena.&lt;br /&gt;
“Sensei, apa kau serius? Kau tak berencana untuk mengatakan sesuatu dan menengahi semuanya seperti sebelumnya?”&lt;br /&gt;
“Aku tidak.”&lt;br /&gt;
“Sebagai pengajar, tidakkah metodemu terlalu tidak bertanggung jawab?”&lt;br /&gt;
Suara Harutora terdengar marah, namun itu mungkin bukan hal yang tidak mungkin tidak diduga, dan Ohtomo tidak ada niatan sama sekali untuk menjawabnya pertanyaan tersebut secara langsung.&lt;br /&gt;
“Baiklah, baiklah, ini tidak buruk. Ngomong-ngomong, kau baru saja masuk akademi dan sudah terasa diisolasi, bukan? Bukankah semua orang berpikir bahwa kau bodoh dan mengabaikanmu?”&lt;br /&gt;
“Uwah, berpikir bahwa kau tidak peduli sama sekali dengan betapa rapuhnya perasaan murid pindahan, berkata demikian.”&lt;br /&gt;
“Dikarenakan kau memiliki shikigami pelindung, bukankah kau seharusnya mengambil kesempatan ini untuk menunjukan dirimu, dan mengembalikan reputasimu? Apa kau pikir aku sengaja berencana demikian tanpa benar-benar memikirkan murid-muridku?”&lt;br /&gt;
“Tidak sama sekali! Terlebih lagi, aku pasti akan kalah, dan pasti akan menjadi kekalahan yang spektakuler!”&lt;br /&gt;
“Kau tidak akan bisa membuat omelet tanpa memecahkan telurnya, dan ngomong-ngomong  posisimu tidak akan memburuk bagaimanapun kau membuat malu dirimu.”&lt;br /&gt;
“Itu terlalu berlebihan! Apakah itu kata-kata yang dikatakan oleh instructor?”&lt;br /&gt;
“Jangan salah, Akademi Onmyou mungkin adalah sebuah sekolah, tapi ini hanya sekolah untuk mengajarkan teknik spesial.”&lt;br /&gt;
Ucap Ohtomo dengan senang, tongkat dan kaki palsunya membentuk suara ‘thump’ sebagaimana kuduanya membentur lantai. Orang ini benar-benar tidak bisa dipulihkan. Harutora pun membenamkan wajahnya.&lt;br /&gt;
“Juga—“ Ohtomo tidak mengubah nadanya yang sembrono. “Natsume-kun adalah murid yang sangat istimewa, terutama shikigaminya. Tidak heran, jika itu adalah hewan penjaga Tsuchimikado, merupakan salah satu hewan spiritual langka yang ada dinegara ini, dan itu sangat kuat meskipun tidak bisa sering digunakan. Onmyouji normal tak akan mampu menyainginya bahkan para spesialis pun.”&lt;br /&gt;
“……Kenapa kau tiba-tiba menyebutkan Natsume?”&lt;br /&gt;
“Yah, maksudku adalah Natsume-kun sangat kuat, namun dia masih belum bisa menyaingi salah satu dari Dua Belas Pemimpin Suci. Dia tidak akan mampu mengurusnya jika ia hanya sendiri.”&lt;br /&gt;
Harutora tidak mampu berkata-kata untuk sesaat dan ia pun menatap punggung Ohtomo yang berhenti didepannya.&lt;br /&gt;
Ohtomo pernah sekali memberitahukan bahwa ia tahu informasi-informasi penting, namun Harutora tidak menyangka bahwa dia akan membawa-bawa nama Dairenji diwaktu seperti ini.&lt;br /&gt;
Ia berbalik, bibirnya menunjukan senyum mengejek.&lt;br /&gt;
“Harutora-kun, kau memanglah orang luar yang tidakk tahu apa-apa, namun kau tidak perlu terlalu merendahkan dirimu sendiri. Kau telah melakukan hal luar biasa bahkan dimata seorang spesialis Onmyouji.”&lt;br /&gt;
“Aku, Aku tidak melakukan apapun.”&lt;br /&gt;
“Itu tidak benar. Sihir yang dimaksud tidak selalu harus terlihat hebat dan kuat, dan sebenarnya, sihir kelas dualah yang paling berpengaruh. Bahkan orang luar yang belum pernah menjumpai sihir pun mampu mengeluarkan sihir tanpa sadar.”&lt;br /&gt;
Ohtomo mengucapkan kalimat yang sama seperti yang dikatakan kepala sekolah , namun itu masih tidak dapat dipahami oleh Harutora yang tidak mengetahui perbedaan dari sihir kelas satu dan kelas dua sama sekali.&lt;br /&gt;
Namun Ohtomo tidak terlalu peduli, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
“Dengan kata lain, tidakkah kepala sekolah berucap sesuatu? Akademi Onmyou tidak akan mengumpulkan murid-murid yang tidak berkompeten apapun alasannya. Terlebih lagi, proses penilaian entah orang itu dikualifikasi atau tidak sangatlah kompleks, bukan sesuatu yang mudah seperti kau yang mengandalkan dirimu pada keputusan yang kau pilih.”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
Harutora terdiam, menatap Ohtomo.&lt;br /&gt;
Apakah orang ini berencana untuk membodohinya dengan kebingungan-kebingungan lainnya? Namun, ucapan Ohtomo menggerakan hatinya dan ia tidak bisa untuk tidak mengindahkannya.&lt;br /&gt;
Ohtomo melangkah maju lagi.&lt;br /&gt;
“Tujuan utamamu adalah menjeadi seorang Onmyouji, bukan?”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, aku akhirnya merasa teryakinkan ketika mendengar kalimat tersebut. Aku tahu bahwa kau pasti tidak akan menyerah akan tujuanmu yang ingin menjadi Onmyouji, apapun masalah yang akan kau hadapi dimasa depan nanti. Karena itu, jangan terlalu khawatir. Akademi Onmyou telah mengakui kualifikasimu, dan tidak akan bermasalah untuk mencapai cita-citamu selama kau terus tumbuh berkembang sesuai dengan langkahmu sendiri.”&lt;br /&gt;
Thump, thump, suara langkah Ohtomo pun terdengar selama dikoridor. Harutora masih berdiri terdiam sejenak dan kemudian ia mengejar Ohtomo yang telah jalan terlebih dahulu didepannya.&lt;br /&gt;
Akademi Onmyou adalah misteri, entah gedungnya, kurikulumnya, murid maupun gurunya. Namun elemen yang paling tak dimengerti diantara semuanya adalah ‘Onmyouji’.&lt;br /&gt;
Namun, adalah tujuannya untuk menjadi seorang Onmyouji.&lt;br /&gt;
Untuk menghormati janjinya dengan Natsume.&lt;br /&gt;
Untuk merealisasikan impian Hokuto.&lt;br /&gt;
“……Ohtomo-sensei.”&lt;br /&gt;
Harutora memutuskan keputusannya, memanggil Ohtomo. “Yah?” Ohtommo berbalik lagi.&lt;br /&gt;
“Untuk pertarungan shikigami nanti……”&lt;br /&gt;
“Ada apa? Jangan khawatir, aku akan menghentikannnya dengan segera sebelum kau terluka.”&lt;br /&gt;
Harutora menggelengkan kepalanya, mengabaikan candaan Ohtomo.&lt;br /&gt;
“Ada yang ingin kutanyakan padamu – bisa aku berbicara padamu?”&lt;br /&gt;
Setelah Harutora meminta permintaanya dan keduanya berbicara, hasilnya adalah Harutora yang mengenakan pakaian perlengkapan kendo dan pelindung miasma sebelum memasuki arena.&lt;br /&gt;
Kyouko mengerutkan dahi, dan bahkan Kon terlihat terkejut melihatnya. Harutora pun merasa malu, wajahnya memerah dari balik pelindung wajahnya.&lt;br /&gt;
“Aku tidak berkata aku ingin menggunakan perlengkapan yang berlebihan ini.”&lt;br /&gt;
“Idiot, dikarenakan aku menyetujui permintaanmu, proteksi seperti ini adalah normal. Aku yang akan bertanggung jawab jika kau terluka. Ini.”&lt;br /&gt;
Ucap Ohtomo tertekan, memberikan Harutora pedang kayu. Sebenarnya, pedang kayu ini adalah hal yang diminta oleh Harutora pada Ohtomo -  lebih tepatnya, ia hanya menginginkan ‘senjata’ ini.&lt;br /&gt;
“Aku telah memberikan sedikit mantera pada pedang kayunya juga pelindungmu. Jadi bahkan jika kau terpukul pada bagian kepala. Kau tidak akan terbelah menjadi dua dengan pedang kayumu. Berterimakasihlah.”&lt;br /&gt;
“I-iya, terima kasih sensei.”&lt;br /&gt;
Harutora mencoba mengayunkan pedang kayunya setelah ia menerimanya. Ia pernah sedikit berlatih kendo saat sekolah menengah pertama pada kelas edukasi fisik, namun setidaknya akan lebih nyaman untuknya daripada bertengkar dengan tangan kosong.&lt;br /&gt;
“……Baiklah.”&lt;br /&gt;
Ia menganggukkan kepalanya untuk meyakinkan dirinya dan meninggalkan Ohtomo.&lt;br /&gt;
“Ha-ha-ha, Harutora-sama? Pakaian itu……?”&lt;br /&gt;
Kon tergagu ketika melihat pakaian Harutora. Dengan canggung mengangkat bahu dari balik baju pelindungnya.&lt;br /&gt;
“Dengar, Kon, ini adalah rencana bertarungku.”&lt;br /&gt;
“I-iya…… Huh? Rencana bertarung?”&lt;br /&gt;
“Ya, sebenarnya rencananya cukup simpel,  kau fokus pada yang putih dan aku akan melawan yang hitam.”&lt;br /&gt;
“……Uh, um, Harutora-sama? Maksudmu……”&lt;br /&gt;
Wajah Kon pun penuh dengan kebingungan, ekor tebalnya berayun-ayun khawatir sebagaimana ia tidak tahu bagaimana untuk meresponnya.&lt;br /&gt;
Hingga kemudian—&lt;br /&gt;
“Apa yang kau mainkan?”&lt;br /&gt;
Ucap Kyouko marah, nadanya sinis.&lt;br /&gt;
“Ini adalah pertarungan antara shikigami, yang sangat wajar dilakukan ketika latihan praktik. Shikigami yang bertarung dipertarungan ini, bukan pemilik…… Namun aku tidak akan menghentikanmu jika kau masih merasa takut mengenai hal tersebut.”&lt;br /&gt;
“Diam kau, perawan! Jika kau berani membuka mulutmu lagi—“&lt;br /&gt;
“Hei! Tenanglah, Kon.”&lt;br /&gt;
Dari belakang, dengan segera Harutora menahan Kon yang tengah bersiap-siap untuk menyerang, menahan geli yang ia dapatkan dari ekornya dan mengangkatnya. Kaki Kon pun menendang-nendang diudara.&lt;br /&gt;
“Ha-ha-harutora-sama, tolong lepaskan aku~”&lt;br /&gt;
“Pertama, tolong jangan sela aku! …Kurahashi, kau bilang ‘terserah aku’ tadi, bukan? Jadi kau tidak keberatan jika aku menggunakan senjata?”&lt;br /&gt;
“……Sungguh menyebalkan. Kau begitu ketakutan dengan shikigamiku bahkan ketika kau memerintah shikigamimu dari jauh?”&lt;br /&gt;
“Lagipula, mereka memiliki katana dan tombak, dan aku tidak memiliki keberanian untuk melawannya tanpa perlindungan.”&lt;br /&gt;
Dengan segera Harutora mengakuinya, dan Kyouko menaikan alisnya terkejut, terlihat seperti ia tidak mengerti maksud dari perkataannya. Lalu, matanya melebar sebagaimana ketika ia akhirnya mengerti implikasi yang disampaikan.&lt;br /&gt;
Harutora berencana untuk juga turut serta dan bertarung melawan shikigami.&lt;br /&gt;
“I-i-i-itu tidak bisa dibiarkan, Harutora-sama!”&lt;br /&gt;
“Siapa yang peduli, bukankah ada dua shikigami disisinya? Ukuran dan badanmu tidak bisa menandingi keduanya, dan juga tak akan ada kemungkinan menang sama sekali jika dua lawan satu.&lt;br /&gt;
“A-apa, apa yang kau maksud?! Pertama, tidakkah kau mengetahui bahwa sebagaimana jumlah shikigami bertambah, mengontrolnya juga akan semakin sulit? Jumlah adalah tes kekuatan bagi pemilik, jangan berpikir memiliki shikigami lebih dari satu itu tidak adil!”&lt;br /&gt;
“Aku tidak bermaksud demikian, aku hanya mengatakan jika denganku, akan menjadi dua lawan dua.”&lt;br /&gt;
Ucap Harutora tenang, namun Kyouko berteriak dengan seraknya:&lt;br /&gt;
“Jangan bercanda! Pemilik macam apa yang begitu bodohnya untuk melawan shikigami! Ini adalah pertarungan shikigami, hanya shikigami yang bertarung!”&lt;br /&gt;
“Dan aku juga seorang shikigami.”&lt;br /&gt;
Jawab Harutora tenang dan objektif dari balik pelindung wajahnya. Kyouko mengeleng-gelengkan kepalanya, tertegun.&lt;br /&gt;
Para murid yang ada di bangku penonton semua ternganga mendegar perkataan Harutora. Tentu saja, Tenma tidak terkecuali, dan reaksi Natsume juga sama. Satu-satunys ysng terkecuali adalah  Touji yang sejak awal tertawa ria.&lt;br /&gt;
“Sensei setuju.”&lt;br /&gt;
“Benarkah, sensei?”&lt;br /&gt;
“Benar.”&lt;br /&gt;
“Mungkinkah otakmu telah hancur?”&lt;br /&gt;
“Itu terlalu menyakitkan untuk didengar, Kyouko-kun. Namun itu adalah tekad yang bagus.”&lt;br /&gt;
“……Berpikir kau tidak menolaknya.”&lt;br /&gt;
Harutora menurunkan Kon dan melirik sekilas ke arah Ohtomo. Kyouko terlihat menemukan bahwa situasi yang berkembang saat ini sulit untuk diterima karena pengakuan telak sang instruktor, dengan pelan bergumam “……Bagaimana hal macam ini terjadi?”&lt;br /&gt;
“Sudah waktunya untuk dimulai. Khususnya dikarenakan kau yang menyatakan untuk bertarung terlebih dahulu.”&lt;br /&gt;
“Apa? Aku tidak akan menentangmu jika kau ingin menghentikan pertarungannya, dikarenakan aku hanya mengikuti kemauanmu untuk bertarung.”&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Harutora sedikit tersenyum, dan Kyouko menggertakkan giginya ketika ia melihatnya, sangat marah sehinnga seluruh tubuhnya bergetar.&lt;br /&gt;
Lalu, dengan cepat ia mengangkat kepalanya, melihat ke arah bangku penonton.&lt;br /&gt;
“Natsume-kun, apakah ini termasuk cara Tsuchimikado? Kau tidak berencana untuk menghentikannya?”&lt;br /&gt;
“……Ugh!”&lt;br /&gt;
Natsume yang tiba-tiba ditanya pun menjadi kaku, tatapannya pun semakin gugup seolah-olah ia sedang dihukum mati dan diberikan pistol untuk eksekusinya.&lt;br /&gt;
“Natsume-kun!”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
Natsume tidak menjawab teriakan Kyouko. Matanya dengan segera berganti arah ke Harutora.&lt;br /&gt;
Namun, Harutora sama sekali tidak melihat ke arah Natsume.&lt;br /&gt;
“Jangan terlalu berlebihan. Akulah orang yang bertarung denganmu, bukan Natsume.”&lt;br /&gt;
Kyouko mengembalikan tatapannya ke arah Harutora karena sikap sembarangnya. Ia tanpa berkata menatap Harutora cukup lama seolah-olah sedang memecahkan keraguannya dan akhirnya memanggil nama penjaganya.&lt;br /&gt;
Kedua Yaksha menunjukan dirinya kembali.&lt;br /&gt;
Para murid yang ada dibangku penonton pun mulai bersorak, dan Natsume yang mengobservasi keadaan dari samping pun turut ikut berdiri.&lt;br /&gt;
“……Aku tidak akan peduli jika sesuatu terjadi pada dirimu.”&lt;br /&gt;
Wajah Kyouko sedikit memucat ketika ia memberikan peringatan tersebut, namun Harutora tidak membalas, mengayukan kembali pedang kayunya untuk mengonfirmasi rasanya.&lt;br /&gt;
“Ha-ha-ha, Harutora-sama. Maafkan kesalahanku, namun aku tidak bisa menyetujui rencana ini, ini tanggung jawabku untuk bertarung dengan musuh, jadi jika Harutora-sama berkenan untuk mundur……”&lt;br /&gt;
“Tidak.”&lt;br /&gt;
Jawab Harutora pendek, tak mengindahkan permohonan Kon—&lt;br /&gt;
—Namun, tatapannya terlihat rileks.&lt;br /&gt;
“Pada akhirnya, aku tidak mengerti metode penggunaan shikigami sama sekali.”&lt;br /&gt;
“Ja-ja-jangan biarkan masalah kecil mengganggumu, Harutor-sama…….”&lt;br /&gt;
“Maaf, tapi itu juga tak berguna. Meskipun jika aku tidak mengerti cara untuk menggunakan shikigami, aku masih harus menemukan cara lain untuk dengan caraku sendiri.”&lt;br /&gt;
Berkata seperti itu, Harutora menaruh tangannya diatas kepala mungil shikigaminya, menepuk pelan dua kali.&lt;br /&gt;
“Jadi aku ingin mencoba metode yang paling umum terlebih dahulu. Aku sama sekali tidak ada niatan untuk tidak memercayaimu, dan juga setidaknya aku ada kesempatan untuk mundur nanti.”&lt;br /&gt;
“Ta-ta-tapi……”&lt;br /&gt;
“Jangan pasang ekspresi seperti itu, setidaknya aku memiliki sedikit pengalaman bertarung, aku mengandalkanmu, teman.”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
Kon menatap Harutora, kekhawatirn muncul wajah polosnya. Eberapa saat kemudian, ia mengeratkan bibirnya dan dengan perlahan berbalik menghadap Kyouko dan shikigami.&lt;br /&gt;
“……Hei, apa dia serius?”&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin, orang itu……”&lt;br /&gt;
Sebagaimana para murid menonton pertarungan dari bangku penonton dengan saling berbisik, suara diskusi mereka pun terdengar semakin berisik. Suara yang awalnya terdengar tidak puas dan meremehkan kini berubah menjadi keterkejutan dan penantian. Suara pun muncul dimana-mana, dan dengan sengaja ia mengalihkan pikirannya dari hal tersebut.&lt;br /&gt;
Ia membiarkan kesadarannya fokus pada pertarungan yang akan ia hadapi.&lt;br /&gt;
Ia berharap untuk mendapatkan setidaknya pengalaman berguna dari pertarungan ini.&lt;br /&gt;
“……Sepertinya kedua belah pihak telah bersedia.”&lt;br /&gt;
Ketika Ohtomo menyadarinya, suaranya menggema ke seluruh arena, dan suasana pun untuk sementara menjadi hening.&lt;br /&gt;
“Kalau begitu – Mulai!”&lt;br /&gt;
Pertikaian shikigami pun dimulai ketika perintah terdengar.&lt;br /&gt;
“Ini buruk, aku hampir tak kuasa untuk mellihatnya.”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
Ia menatap dengan intens pada pertarungan yang ada diarena dari balik bayangan pilar dibelakang bangku penonton.&lt;br /&gt;
Kedua Yaksha yang dikontrol oleh Kyouko saat ini sedang bertarung dengan sengit melawan Harutora dan Kon. Namun shikigaami Kyouko terlihat seperti tidak terlalu gesit dalam melawannya, mungkin dikarenakan lawan mereka adalah manusia, dan Kon tidak bisa fokus dengan lawannya karena ia khawatir dengan Harutora. Hanya Harutora seorang yang bertekad, namun Harutora terguling ke tanah setelah terpental oleh tombak shikigami hitam – Kokufuu – .&lt;br /&gt;
“Itu shikigami yang dipilih oleh sang raja?”&lt;br /&gt;
“……Sang Raja Bintang Utara masih belum terbangun dan hanyalah seorang anak remaja biasa saat ini. Sudah menjadi emosi manusia untuk memiliki seseorang yang ada disisinya.”&lt;br /&gt;
“Namun berpiki bahwa ia akan memilih pemuda rendahan seperti itu, sungguh mengecewakan.”&lt;br /&gt;
“Sangat.”&lt;br /&gt;
Ia sangatlah tidak senang, bahkan merasa marah. Ia merasa bukan hanya kemahsyuran yang terdapat pada sang Raja Bintang Utara saja tapi juga idealisme dan kesetiaan yang ia berikan hanya untuk sang raja kini seperti terinjak-injak dan kotor.&lt;br /&gt;
Ketika sang raja bangkit, ia dengan segera akan memperbaiki kejelekannya ini.&lt;br /&gt;
Namun seberapa cepat itu akan terjadi, ia tidak bisa membiarkan sang raja melakukan aksi rendahan. Ia tidak bisa menoleransi aksi tersebut.&lt;br /&gt;
Harus ada seseorang yang ada disisi sang raja untuk menuntun tindakannya sampai sang raja bangkit.&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, ia percaya bahwa hanya dirinyalah yang mampu untuk menanggung tanggung jawab tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
“Apa yang kau pikirkan!”&lt;br /&gt;
Harutora telah melepas pelindung yang dikenakannya setelah pertarungan selesai dan duduk dibangku yang ada diruang ganti. Natsume segera beranjak pergi dari kursi penonton dengan momentum yang hampir membuatnya terlihat terbang. Hanya Harutora dan Kon yang ada diruang ganti. Touji juga datang untuk menemui Harutora diruang ganti, namun datang lebih lambat dari Natsume.&lt;br /&gt;
“Apa yang aku pikirkan…… apa yang kau maksud?”&lt;br /&gt;
“Tentu saja yang aku maksud adalah pertarungan tadi! Berpikir bahwa kau akan turut serta dan bertarung melawan shikigami, apa kau gila? Apa yang akan kau lakukan jika kau terluka?”&lt;br /&gt;
“Itulah mengapa aku berpakaian seperti ini.”&lt;br /&gt;
“Itu tidak berguna! Terlebih karena lawanmu adalah Yaksha, kau bisa saja kehilangan nyawamu jika kau ceroboh!”&lt;br /&gt;
Natsume sangat marah, wajahnya memerah sebagaimana ia memarahinya. Harutora menautkan alisnya dan menutup mulutnya sebagaimana ia terduduk dibangku, dikarenakan ia telah kalah telak tadi dan tidak berada diposisi untuk membalas.&lt;br /&gt;
Hasil dari pertarungan tidak jauh dari dugaan orang-orang, dan Harutora telah kalah dengan spektakulernya.&lt;br /&gt;
Shikigami pelindung Kyouko, Hakuou dan Kokufuu bukanlah lawan yang dapat disaingi dengan kemampuan gerakan dan bertarung. ‘Shikigami model-G’ yang dijual oleh Agensi Onmyou memiliki kemampuan bertarung dan teknik bahkan walau tidak bersenjata, dan Hakuou dan Kokufuu telah menguasai kemampuan tombak dan pedang masing-masing.&lt;br /&gt;
Tentu saja, mereka mengandalkan pada kemampuan pengendalian pemiliknya untuk menggunakan kemampuan tersebut. Kemampuan Kyouko dalam mengendalikan cukup bagus hingga ia mampu mengendalikan keduanya sekaligus. Kyouko dengan jelas terlihat ragu-ragu pada awal pertarungan dikarenakan lawannya yang seorang manusia., namun entah ia mengubah pemikirannya segera atau mereasa jengkel dengan permainan Harutora, ia berhenti untuk mengasihani dan Harutora dan Kon pun tak mampu menangkis serangan kuatnya. Tentu saja, Kyouko memukul dengan bagian belakang pedang sejak awal. Ia membuat shikigaminya dengan cekatan menggunakan ujung tombak untuk menyerang Harutora, melemparnya, menyudutkan, dan memukul sesukanya.&lt;br /&gt;
Penonton yang berdiri untuk melihatnya dengan napas yang tertahan sejak awal berakhir dengan candaan dan tawa yang ironis; diantara mereka, Touji adalah orang yang tertawa paling kencang……&lt;br /&gt;
“Kenapa kau tidak melawan balik lebih serius! Aku tidak setuju dengan yang dikatakan Kurahashi Kyouko, tetapi mengayunkan pedang kayu dan berdiri arena pertarungan bersama dengan shikigamimu adalah tindakan yang memalukan!”&lt;br /&gt;
“Aku, aku sangat serius.”&lt;br /&gt;
“Apa kau benar-benar berpikir bahwa pertarungan tadi itu ‘serius’!? Kau diolok-olok dan orang-orang yang menonton menertawaimu…… Tidakkah kau merasa buruk sama sekali?”&lt;br /&gt;
Teriak Natsume dengan wajah merah, terlihat sangat marah, namun, Harutora merasa sedikit bingung daripada harus introspeksi ataupun menggugahnya. Ia tidak mengerti alasan mengapa Natsume marah.&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, meskipun Natsume bertanya ‘apa kau tidak merasa buruk’, Harutora sebenarnya tidak merasa tidak puas sama sekali, bahkan jika ia kalah dalam pertarungan ini. Setidaknya, rasa tidak berdaya dan kosong yang dirasakannya kemarin tidak memenuhi hatinya.&lt;br /&gt;
Ia tidak merasa tidak puas dengan kekalahannya, ataupun ia bermaksud untuk pamer, namun dibandingkan itu dirinya mengalami kemajuan seolah-olah ia telah mendapatkan langkahnya untuk pertama kalinya. Dan sikap Harutora pun dengan sangat menerima kekalahan telah membuat Natsume sangat marah, namun shikigami yang belum berpengalaman dan tidak cukup tanggap, tidak menyadari perubahan halus yang ada dihati tuannya.&lt;br /&gt;
“……Ha, Ha-harutora-sama……”&lt;br /&gt;
Kon dengan pelan menarik ujung seragam Harutora dari belakang.&lt;br /&gt;
“……A-a-a-a-apakah tak apa untuk membiarkannya memarahimu seperti ini?”&lt;br /&gt;
“Whew, idiot…… Bukankan aku sudah bilang kemarin? Dia adalah pewaris selanjutnya dari keluarga utama, dan aku sekarang adalah shikigaminya.”&lt;br /&gt;
“……Ta-ta-tapi……”&lt;br /&gt;
Tatapan tak senang yang lebih dari Harutora pun muncul dari wajah polos sang shikigami, bukan hanya karena kalah, namun juga dikarenakan tak mampu untuk membalas perkataan Natsume.&lt;br /&gt;
Natsume dengan diam menatap sinis ke arah Kon ketika keduanya saling berbisik. Bahkan Kon pun tak mampu untuk tak diam ketika tatapan bagaikan maut tersebut dilayangkan ke arahnya.&lt;br /&gt;
Harutora telah memberitahukan Kon mengenai keadaan Natsume kemarin , dan Kon pasti bisa membedakan Natsume yang berasal dari keluarga utama, bahkan jika sikapnya ke orang selain Harutora tidak berubah sama sekali.&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, ia tetap mencoba untuk membela tuannya.&lt;br /&gt;
“……Ta-tadi Harutora-sama kalah dikarenakan pe-pe-pedang kayu yang diberikan oleh Onmyouji palsu tukang senyum itu…… itu pasti bukan karena kemampuan Harutora-sama……!”&lt;br /&gt;
“Pedang Kayu?”&lt;br /&gt;
Natsume pun tak mampu untuk tidak bertanya ketika mendengar pembelaan Kon, dan Touji yang sejak awal telah menyilangkan tangannya dengan diam pun berbicara seolah-olah ia telah memikirkan sesuatu yang mengejutkan:&lt;br /&gt;
“Jadi itu masalahnya? Trik tersebut cukup disayangkan. Harutora, kau awalnya berencana untuk menggunakan kesempatan tersebut, bukan?”&lt;br /&gt;
“Tu-tunggu, apa yang kau katakan?”&lt;br /&gt;
“Kau tidak menyadarinya? Sebelum pertarungan berakhir, shikigami hitam tersebut menyerang dengan ritme yang cukup monoton, mungkin karena kebiasaan atau karena kecerobohan. Pada saat itu, orang ini menyibukkan dirinya dengan bertahan sambil perlahan memberikan jarak, berencana untuk menghindari serangan tombak dan mengambil kesempatan pada kesempatan tersebut untuk mendekati musuh.”&lt;br /&gt;
Kon mengangguk dengan cepat dari belakang Harutora ketika ia mendengar pemaparan Touji, namun Harutora menolehkan wajahnya malu.&lt;br /&gt;
Sebenarnya, Harutora telah menggunakan perbedaan jarak dari kedua senjata, merapatkan jarak diantara keduannya, yang bahkan telah berhasil menarik dan menghindari serangan Kokufuu, dan dengan segera mempersiapkan penyerangan.&lt;br /&gt;
Namun, ketika ia sedang memberikan ancang-ancang dan akan menyerang dengna seluruh kemampuannya, pedang kayu yang diayunkannya tiba-tiba retak diudara dari ujung hingga ketengah bagian – dan terlebih lagi, pedang tersebut telah hancur luar dan dalam.&lt;br /&gt;
“……Bukankah itu retak karena ia menyerang senjata lawan?”&lt;br /&gt;
“Nn…… Aku fokus untuk menyerang tadi, dan sebenarnya aku tidak terlalu yakin dengan apa yang terjadi. Namun sungguh tadi sensei bilang bahwa ia telah ‘memberikan mantera’ pada pedang tersebut, dan itu kemungkinan disebabkan akumulasi bertahap dari guncangan yang telah dialami sebelumnya. Itu hanya menunjukan bahwa serangan lawan begitu kuat, jadi aku tidak bisa melakukan perlawanan.”&lt;br /&gt;
“Bu-bukan itu masalahnya, ini adalah kesalahan Onmyouji pa-pa-palsu tersebut!”&lt;br /&gt;
“Onmyouji palsu…… Ketika pedang kayu itu patah, aku juga merasa marah pada guru sialan itu. Tapi tetap, ini hanyalah sebuah ketidakberuntungan.”&lt;br /&gt;
Harutora tersenyum getir, mencoba menenangkan amarah yang menguar dari shikigaminya.&lt;br /&gt;
Namun, tanpa sadar ia melirik Natsume dan menyadari bahwa wajah teman masa kecilnya telah memucat dari sebelumnya.&lt;br /&gt;
“……Ini sungguh keterlaluan.” Natsume bergetar ketika ia berucap.&lt;br /&gt;
“Huh? Ke-kenapa?”&lt;br /&gt;
“Aku tidak tauh sihir apa yang diberikan Ohtomo-sensei pada pedang kayu tersebut, tapi ia seharusnya memperkuat pedang kayu tersebut untuk menahan serangan Yaksha, bukan?”&lt;br /&gt;
“Ah, seingatku, ia bilang sesuatu seperti itu……. Jadi kenapa?”&lt;br /&gt;
“Apa kau bodoh! Berpikir bahwa kau turut serta bertarung dimana pedang kayu yang diperkuat saja bisa terbagi menjadi dua! Kau seharusnya memiliki kesadaran diri, bukan!”&lt;br /&gt;
Teriakan Natsume jauh terdengar lebih marah dari sebelumnya. Harutora tersentak, menatap Natsume, namun Natsume telihat enggan untuk bahkan melihat Harutora.&lt;br /&gt;
Wajahnya pun dipenuhi dengan kekhawatiran dan emosi lainnya.&lt;br /&gt;
“Kau terlalu percaya diri dengan dirimu, apakah kau bisa menganggap dirimu sebagai Tsuchimikado seperti itu? Sihir sangatlah berbahaya! Dikarenakan kau bodoh, gunakanlah otakmu itu sedikit untuk berpikir sebelum bertindak!”&lt;br /&gt;
Suaranya bergetar hingga akhir dan nadanya semakin dan semakin marah.&lt;br /&gt;
Harutora pun akhirnya sudah muak mendengar omelan tersebut.&lt;br /&gt;
“……Apakah itu ‘perintah’, tuan?”&lt;br /&gt;
“Apa!?”&lt;br /&gt;
“……Aku minta maaf aku membuatmu malu lagi, tapi sayangnya, ini adalah caraku, dan jika kau tidak senang dengan ini, mungkin kau harus segera bergegas dam memecat shikigami sepertiku.”&lt;br /&gt;
Harutora merajuk dan menolehkan kepalanya setelah berkata demikian. Mata Natsume melebar dan ia pun berdiri terdiam, terkejut dan tidak mengerjap, tak mampu untuk menghentikan dirinya yang bergetar.&lt;br /&gt;
Airmata pun menggenang dimata yang menatap Harutora dengan emosi yang histeris.&lt;br /&gt;
Lalu, ia menahan emosinya dengan seluruh tekadnya.&lt;br /&gt;
“……Jika kau berpikir bahwa metode tersebut ampuh,  lalu kenapa kau tidak pergi……”&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Natsume membalikan tubuhnya – berlari meninggalkan ruang ganti tanpa menoleh ke belakang, rambutnya yang berayun.&lt;br /&gt;
“……Ha-harutora-sama……”&lt;br /&gt;
Kon menatap Harutora, tak tahu harus berbuat apa. Bahkan Kon yang tidak senang dengan sikap keras Natsume tak berdaya dalam mengatasi masalah ini. Harutora pun membenamkan wajahnya, dan memutuskan untuk mengabaikan shikigaminya yang kebingungan.&lt;br /&gt;
Touji mendesah ringan.&lt;br /&gt;
“……Dia berkata begitu karena ia khawatir denganmu.”&lt;br /&gt;
Kegelisahan emosinya pun mereda sesaat ketika mendengar kalimat tersebut.&lt;br /&gt;
“Aku tahu.”&lt;br /&gt;
Jawab Harutora, suaranya terdengar telah lama kehilangan rasa puas karena telah menemukan langkahnya yang terdengar tadi.&lt;br /&gt;
Hari kedua ia memasuki akademi berakhir dengan demikian. Harutora menghela napas dalam didepan teman baiknya dan shikigami yang mengkhawatirkannya.&lt;br /&gt;
Sebenarnya, situasinya mulai berubah kali ini.&lt;br /&gt;
Hal terjadi dalam bentuk yang tak diduga oleh Harutora dan yang lainnya dan ditempat yang mereka waspadai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 4===&lt;br /&gt;
Pagi berikutnya.&lt;br /&gt;
Harutora terjebak dengan harus menggunakan jimat penyembuh untuk lukanya yang diakibatkan pertarungan kemarin. Ketika ia memasuki kelas, dengan segera ia merasa atmosfer dikelas sedikit aneh. Meskipun ia tidak tahu mengapa, ini terasa berbeda dari dua hari sebelumnya.&lt;br /&gt;
Ia benar-benar tidak tahu darimana rasa abnormal itu datang, bahkan berpikir ialah yang harus disalahkan sebagaimana ia berjalan melewati podium dengan heran.&lt;br /&gt;
Natsume telah terduduk dibangkunya. Ia dengan segera menolehkan wajahnya ke arah jendela setelah melihat Harutora yang memasuki ruang kelas. Pada akhirnya, reaksi seperti itu sudah diduga setelah argumen mereka, namun Harutora masih merasa berat hati sejak pagi.&lt;br /&gt;
Touji berencena untuk menjaga jarak untuk mengobservasi situasi hari ini, jadi Harutora duduk sendiri dibangku yang sama seperti kemarin.&lt;br /&gt;
Ia berdoa didalam hatinya, berharap semoga semua akan berjalan lancar, tanpa adanya hal yang tidak diinginkan hari ini.&lt;br /&gt;
“……Se-selamat pagi, Tsuchimikado-kun.”&lt;br /&gt;
“Huh? Ah, selamat pagi……”&lt;br /&gt;
Setelah Harutora terduduk, tiga murid perempuan berjalan menghampirinya.&lt;br /&gt;
Harutora telah melihatnya sebelumnya dikarenakan mereka sekelas, namun ia tidak pernah menyapa mereka sebelumnya dikarenakan ia tidak mengetahui nama mereka. Ia memerhatikan wajah ketiganya yang terkejut.&lt;br /&gt;
“Hei, apa kau ada waktu?”&lt;br /&gt;
“……Uh, kurasa…… A-ada apa? Apa kalian memerlukan sesuatu?”&lt;br /&gt;
“Tidak, sebenarnya tidak……”&lt;br /&gt;
Salah satu dari mereka berbicara malu-malu. Dan sisanya menyemangatinya dari belakang, mendesaknya untuk segera dan membuat Harutora kebingungan.&lt;br /&gt;
Mungkinkah mereka menghampiri untuk menggertak murid baru? Mungkin murid-murid kelas mulai bergerak dihari ketiga ia masuk. Bagaimana jika mereka merasa bahwa Harutora adalah pengganggu? Namun sebagaimana Harutora khawatir dengan dirinya—&lt;br /&gt;
“Pe-pertarungan kemarin sangatlah hebat, tapi lukamu tidak parah, bukan?”&lt;br /&gt;
“Apa? Oh, terima kasih. Luka kecil ini bukan apa-apa.”&lt;br /&gt;
“Itu bagus. Tapi aku benar-benar terkejut, aku tidak pernah berpikir ada orang yang mau melawan shikigami dengan pedang kayu.”&lt;br /&gt;
“Me-memang…… Tidak ada yang melakukannya.”&lt;br /&gt;
Harutora menjawab dengan tergagap, dan dua orang yang berdiri dibelakangnya tiba-tiba maju ketika mendengar kalimat tersebut.&lt;br /&gt;
“Dan lawanmu adalah shikigami pelindungnya Kurahashi, bukan? Itu sungguh luar biasa!”&lt;br /&gt;
“A-aku tidak tahu benar tentang itu. Namun aku pikir…… Itu tidak begitu luar biasa?”&lt;br /&gt;
“Lalu kenapa kau turut serta bertarung?”&lt;br /&gt;
“Kenapa…… Pada akhirnya aku tidak tahu bagaimana menggunakan sihir, dan aku tidak mengerti bagaimana mengontrol shikigami dalam pertarungan…… Jadi aku ingin setidaknya sedikit membantu – begitulah.”&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin! Kau turut serta hanya karena itu?”&lt;br /&gt;
“Sungguh tidak bisa dipercaya!”&lt;br /&gt;
Ketiga gadis tersebut pun mengerang pelan. Harutora, yang masih tidak yakin dengan apa yang terjadi, terkejut dan memberikan ekspresi bingung.&lt;br /&gt;
Lalu, dua murid pria yang daritadi memerhatikan dari kejauhan memanggil ketiga gadis tersebut dan mengambil kesempatan untuk mendekati tempat duduk Harutora.&lt;br /&gt;
Mereka tersenyum kaku pada Harutora.&lt;br /&gt;
“……Hai, kemarin sungguh disayangkan, Tsuchimikado. Kau sangat berani untuk tidak kabur seperti ayam.”&lt;br /&gt;
“Benar, aku akan kabur dari awal jika aku melawan Kurahashi.”&lt;br /&gt;
Kedua murid laki-laki tersebut terlihat merasa sedikit malu karena tidak berbicara dengannya selama dua hari, tidak seperti para gadis yang terlihat santai. Bahkan jika mereka tidak bisa menyembunyikan rasa malu mereka, mereka masih menunjukan itikad baik dan berbicara dengan rasa ingin tahu dengan Harutora. Sikap tersebut membuat Harutora tak mampu untuk tidak terkejut hingga ke relung hatinya.&lt;br /&gt;
“Sudah lama aku tidak melihat shikigami pelindungnya Kurahashi, bukankah mereka pada dasarnya berada ditingkat professional? Dan bahkan ada dua!”&lt;br /&gt;
“Tapi bukankah keluarga Kurahashi secara khusus membuatkannya untuk patuh dengannya? Itu terlalu tidak mungkin, bukan?”&lt;br /&gt;
“Hampir seluruh shikigami pelindung dibuat untuk mematuhi penggunanya, tidakkah itu memakan banyak biaya? Itu sungguh hebat ketika kau turut serta dan bertarung hanya menggunakan pedang kayu.”&lt;br /&gt;
“Ohtomo-sensei terlalu random, aku bahkan berpikir bahwa ia hanya bercanda awalnya.”&lt;br /&gt;
Para murid mengelilingi Harutora, berbicara dengan lepas tentang perasaan mereka mengenai kejadian kemarin, bahkan memerlakukan Harutora seolah-olah ia tidak ada disana.&lt;br /&gt;
Hingga kemudian—&lt;br /&gt;
“Hah, Harutora-kun?” salah satu dari wajah yang ia familiar pun datang mencarinya.&lt;br /&gt;
Itu adalah Tenma. Bahkan jika ia merasa terkejut pada situasi yang terjadi pada Harutora, ia tetap dengan cepat menyadari keadaan dan menengahinya.&lt;br /&gt;
“Ahh, Te-tenma……”&lt;br /&gt;
Selamatkan aku – Harutora memohon dalam diam. Tenma tak mampu untuk tidak tertawa dikarenakan penampilannya yang sungguh menyedihkan.&lt;br /&gt;
“Kemarin sungguh berat untukmu. Tapi kau sungguh mengejutkanku, apa tubuhmu baik-baik saja?” ia berbicara dengan nada santai.&lt;br /&gt;
“Aku baik-baik saja, maaf membuatmu khawatir.”&lt;br /&gt;
“Jangan berkata seperti itu. Tapi, Harutora-kun, jadi kau punya shikigami pelindung, huh. Dan terlebih lagi itu bukanlah shikigami yang dijual dipasaran, bukan?”&lt;br /&gt;
“Uh, yah……”&lt;br /&gt;
“Benar! Hei, Tsuchimikado-kun, bolehkah kau menunjukan kembali shikigamimu?”&lt;br /&gt;
“Ah, aku juga! Aku mau lihat!”&lt;br /&gt;
Para gadis dengan segera menunjukan ketertarikan yang sangat ketika mendengar tentang shikigami pelindung, dan Harutora dengan bingung memberikan tatapan bertanya pada Tenma. Tenma pun menganggukan kepalanya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
“……Kon.”&lt;br /&gt;
Walaupun ia telah diperintah untuk bersembunyi, Kon selalu menemani Harutora disisinya, dan ia selalu mendengar percakapan mereka. Wujud shikigami pelindung tersebut pun muncul ketika Harutora memanggilnya.&lt;br /&gt;
“Wah, keren!”&lt;br /&gt;
“Iyah! Manisnya!”&lt;br /&gt;
Mata para murid kelas pun berkilat senang, khususnya para gadis yang dengan anehnya tampak gembira, terus-menerus memuji Kon lucu dan bahkan merentangkan tangannya untuk menyentuh Kon. Kon pun membeku kaku menghadapi ketidaksopanan tersebut, panik pun ditunjukan oleh mata birunya.&lt;br /&gt;
“Ha-ha-ha-harutora-sama!?”&lt;br /&gt;
“……Maafkan aku, Kon. Bertahanlah sebentar.”&lt;br /&gt;
Harutora merasa seperti ia telah memerlakukan Kon seperti sebuah barang pengorbanan, dan ia pun menyembunyikan rasa bersalahnya. Ekor Kon dan sepasang telinganya pun berdiri dengan panik, dan Harutora pun hanya bisa berpura-pura bahwa ia tidak melihatnya.&lt;br /&gt;
“Shikigami pelindung ini sangat muda, dan sekarang aku melihatnya dari dekat. Tsuchimikado, mungkinkah ini adalah tipe yang kau suka?”&lt;br /&gt;
“Tentu saja tidak.”&lt;br /&gt;
“……Aku ingat bahwa dia adalah shikigami tingkat tinggi? Begitu, jadi kau membuat shikigami macam ini untuk melayanimu.”&lt;br /&gt;
“Kubilang bukan begitu!”&lt;br /&gt;
“Dia panik, sungguh mencurigakan.”&lt;br /&gt;
“Mungkinkah kalian mandi bersama!”&lt;br /&gt;
“Iyah, mesum—“&lt;br /&gt;
“……Mengapa kalian tidak mengerti kalimat yang kukatakan.”&lt;br /&gt;
Mungkin reaksi panik yang diberikan tuan dan shikigaminya terlihat lucu, sebagimana murid-murid yang mengelilingi Harutora satu persatu tertawa. Kebingungan yang ada dihati Harutora masih belum menghilang, namun wajah yang kini mengelilinginya bukan lagi wajah yang tidak bisa dibaca dan dingin seperti dua hari yang lalu, dan malah mereka tersenyum disekitarnya. Mereka memang menertawainya, namun terdapat itikad baik yang ditujukan kepada Harutora yang tersembunyi dalam kata-kata mereka.&lt;br /&gt;
“Bodoh.”&lt;br /&gt;
Lalu, sebuah suara datang dari bagian belakang kelas.&lt;br /&gt;
Orang tersebut berkata dengan suara yang memprovokasi. Harutora menoleh untuk melihat, dan itu adalah siswa laki-laki lainnya yang wajahnya ia kenal namun namanya tidak diketahui olehnya. Murid laki-laki tersebut melihat ke arah kerumunan disekitar Harutora dengan kaki yang terangkat diatas meja.&lt;br /&gt;
“……Bahkan laki-laki ini yang tidak mengetahu apa itu shikigami pelindung memiliki shikigami tingkat tinggi? Dasar keluarga terkenal.”&lt;br /&gt;
Suara laki-laki tersebut membawa kesan jijik dan murid yang riuh bergemuruh kini terdiam mendengar kalimat tersebut, dengan atmosfer tertawa nan senang yang dengan segera menghilang.&lt;br /&gt;
Dengan cepat Harutora memanggil: “Kon!”&lt;br /&gt;
Kon, yang telah melepaskan tangan murid perempuan dan dengan segera ingin menuju tempat yang meremehkan tuannya, dengan segera terhenti ditengah udara. Panggilan Harutora jelas tidak bermaksud untuk memerintah Kon untuk menyerang, namun untuk menahan Kon, untuk menahan dirinya memberikan pelajaran pada bocah laki-laki yang kurang ajar. Kon telah menggenggam gagang dari wakizashinya seolah-olah sedang memburu mangsa yang ada didepannya, namun terhenti. Suara tidak senangnya “Uuu~” telah membuktikannya.&lt;br /&gt;
“…Sungguh, apa kau mengerti untuk memikirkan tindakanmu terlebih dahulu atau tidak?”&lt;br /&gt;
“Ta-ta-tapi~”&lt;br /&gt;
Harutora menyipitkan matanya, menatap pada Kon yang memohon sangat, dan ekor Kon yang menurun dengan depresi.&lt;br /&gt;
Disisi lain, murid laki-laki yang hampir diserang tersebut dengan cepat menurunkan kakinya dari meja, hampir terjatuh dari duduknya.&lt;br /&gt;
Ia mungkin tidak menduga bahwa sarkamnya akan mengundang serangan shikigami, dan wajahnya pun tegang karena takut.&lt;br /&gt;
Salah satu murid perempuan tidak mampu untuk tak tertawa melihat penampilan murid laki-laki yang ketakutan tersebut. Tawa pun menyebar, dan bukan hanya sekitar Harutora namun seluruh kelas pun terisi dengan canda tawa. Murid yang ditertawakan marah dan malu, wajahnya menggelap dan memerah.&lt;br /&gt;
Namun… “Maaf.” Harutora berdiri, membungkuk dalam untuk meminta maaf.&lt;br /&gt;
Para murid yang ada disisinya menatap dan menganga, terkejut dengan sikapnya yang meminta maaf. Bulu pada ekor Kon pun berdiri bagaikan jarum seolah-olah ia mendapat tamparan keras.&lt;br /&gt;
“Maaf untuk mengganggumu, aku tahu aku mengganggu, tapi……”&lt;br /&gt;
Ia mengangkat kepalanya, menatap lurus ke arah murid laki-laki yang terkejut karena aksinya.&lt;br /&gt;
“Aku masih ingin berteman baik dengan kalian semua. Aku juga ingin mengatakan ini pada Kurahashi kemarin, namun maukah kalian menerimaku? Aku akan berusaha semampuku untuk bisa berteman dengan kalian.”&lt;br /&gt;
Ruang kelas terdiam.&lt;br /&gt;
Ini baik-baik saja. Ia tidak ingin marah karena komentar sarkas dan malah mempermalukan dirinya. Secara khusus, ia bisa mengerti rasa marah yang ada pada murid tersebut.&lt;br /&gt;
Kon mengambang diudara, menatap tuannya dengan heran, dan ekspresi murid kelas yang mengelilingi Harutora juga sama. “Uh, itu……” murid laki-laki yang dimintakan maaf oleh Harutora tergagap, tidak tahu bagaimana harus merespon.&lt;br /&gt;
Atmosfer hening yang aneh pun mengisi.&lt;br /&gt;
Perempuan yang pertama kali mengajak Harutora berbicara memecahkan keheningan. Berkata dengan riang:&lt;br /&gt;
“……Kau selalu membicarakan orang lain, tapi bukankah kau yang tidak bisa mengontrol shikigami sederhana yang dibuat sensei pada tes praktik sebelumnya? Kau tidak mungkin bisa menggunakan shikigami pelindung, bukan?”&lt;br /&gt;
“Di-diamlah.. aku tidak menggunakan seluruh kemampuanku waktu itu! Dan juga metode tersebut berbeda dengan pengendalian otomatis!”&lt;br /&gt;
“Kau berkata demikian, tapi aku ingat kau kelelahan saat itu.”&lt;br /&gt;
“Bukankah memang seperti itu pada awalnya! Dan bukankah kau juga tidak mampu berdiri untuk sesaat!”&lt;br /&gt;
Murid laki-laki itu membalas setelah murid perempuan tersebut selesai bicara. Atmosfer pun sedikit santai karena ini. Harutora merasa bahwa yang seharusnya diselamatkan adalah dirinya dibandingkan dengan laki-laki yang sedang dicandai oleh seluruh kelas.&lt;br /&gt;
“Ngo-ngomong-ngomong, Tsuchimikado. Kau sebaiknya mengerti bahwa aku tidak kuasa melihatmu atau pertandingan kemarin!”&lt;br /&gt;
Murid laki-laki tersebut kembali berkata dengan arogan, mengucapkankan kata kasar kembali, namun nada sinis dari sebelumnya tidak lagi terdengar.&lt;br /&gt;
Harutora tersenyum.&lt;br /&gt;
“Akan kuingat itu, dan juga, kau bisa memanggilku Harutora.”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
Murid laki-laki tersebut memalingkan wajahnya, menjawab dengan ber’hmph’ ria.&lt;br /&gt;
Harutora tidak membenci cara akrab seperti itu. Ia tidak ingin memaksakan dirinya untuk berteman dengan semuanya, atau dengan percaya dirinya mampu melakukan seperti itu. Meskipun jika orang-orang berpikir bahwa dirinya menyebalkan, ia lebih memilih untuk mengatakan secara jelas didepan orang tersebut dibandingkan dengan menggosipinya dibelakang.&lt;br /&gt;
Harutora berbalik, berterima kasih pada gadis yang telah menyelamatkannya dengan matanya.&lt;br /&gt;
“Benar, aku masih tidak mengetahui nama-nama semuanya, jadi bisakah kalian mengambil kesempatan ini untuk memberitahukanku? Tak apa jika semuanya hanya memanggilku Harutora.”&lt;br /&gt;
“Okay, jadi Tsucchi?”&lt;br /&gt;
“Kau tidak mendengarkanku sama sekali.”&lt;br /&gt;
Senyum getir Harutora membuat suasana kelas kembali ria. Tenma memulai dengan memperkenalkan dirinya kemballi, dan murid lainnya pun turut serta mengikutinya. Murid laki-laki yang ada dibelakang kelas pun hanya bisa ‘tch’ melihat keadaan tersebut, namun ujung-ujung mulutnya sedikit terangkat.&lt;br /&gt;
Kejadian baru telah muncul diruang kelas.&lt;br /&gt;
Kon melihat tak mengerti dengan suasana yang ada didepannya, seolah-olah mereka telah lupa akan dirinya.&lt;br /&gt;
Tidak, bukan hanya Kon, ada seseorang juga—&lt;br /&gt;
“……Aku tidak mengira perkembangan macam ini akan muncul.”&lt;br /&gt;
Kalimat yang tiba-tiba membuat Natsume mengerang terkejut, dan dirinya terlalu sibuk dengan segera mengembalikan suara asalnya untuk menyembunyikan suara tinggi nan melengkingnya.&lt;br /&gt;
“To-touji……”&lt;br /&gt;
“Hmph, akan lebih baik jika perkembangan seperti ini dilakukan olehnya dengan sengaja…… Namun ia hanya mengikuti arus tanpa merencanakannya sama sekali, jadi orang-orang yang tidak bisa berbuat seperti itu akan terlihat cemburu setelah melihatnya…”&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Touji melirik Natsume.&lt;br /&gt;
“…Bukankah begitu?”&lt;br /&gt;
“O…… Omong kosong macam apa yang kau katakan……”&lt;br /&gt;
Natsume menjawab dengan bisikan pelan, memalingkan wajahnya untuk menghindari tatapan Touji.&lt;br /&gt;
Namun, tatapan mengelaknya justru malah terarah ke Harutora. Saat ini Harutora telah menjadi pusat perhatian orang-orang kelas, dan Natsume jelas menunjukan keterkejutan dan rasa kesal dimatanya sebgaimana ia melihat Harutora.&lt;br /&gt;
‘Berbicara secara logika’, orang-orang tersebut telah menjadi teman kelasnya selama setengah tahun, dan ‘berbicara secara logika’, Harutora adalah pemuda dari keluarga cabang yang telah ia kenal sejak kecil.&lt;br /&gt;
Kedua sisi adalah orang-orang yang ia kenal, namun mereka telah menjadi teman dengan dirinya yang tidak bisa turut serta didalamnya. Natsume menatap dalam diam, dan hanya ini yang dapat ia lakukan. Wajahnya secara diam tersakiti, dan khawatir pun muncul diwajah Touji ketika ia melihat Natsume.&lt;br /&gt;
“……Jangan memaksakan dirimu.”&lt;br /&gt;
“Aku, aku tidak memaksakan diriku! Kenapa kau jadi terus membual sejak tadi?!”&lt;br /&gt;
Natsume dengan cemas mengerang, dengan jelas memaksakan dirinya. Touji hanya menggedik bahu, tidak peduli.&lt;br /&gt;
Lalu—&lt;br /&gt;
“Begitu, maafkan aku. Sebenarnya, aku memilki teman baik yang bertengkar dengan orang bodoh itu musim panas ini karena dia yang terlalu memaksakan diri, dan berakhir dengan menjadi sebuah momen terakhir diantara keduanya.”&lt;br /&gt;
“…..!”&lt;br /&gt;
Natsume terkejut dan menoleh ke arah Touji. Touji melihat dari belakang Harutora dan yang lainnya, tatapannya sedikit nostalgik, dan senyum mencela diri tidak seperti yang biasa ia tunjukan pun muncul.&lt;br /&gt;
“Itu adalah pengalaman yang menggetirkan untukku, dan aku tidak ingin melihat itu terulang lagi.”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
Natsume menundukan kepalanya, tidak tahu harus berbuat apa, tubuhnya kaku dari seragamnya.&lt;br /&gt;
Tatapannya kaku dan keras kepala. Natsume yang malu seperti ini terlihat seperti hanya seorang gadis biasa dimatanya karena Touji tahu identitas Natsume yang sebenarnya. Dalam diam ia mendesah, menaikan satu alisnya.&lt;br /&gt;
Lalu, tatapannya berubah menuju pintu masuk kelas.&lt;br /&gt;
Kurahashi Kyouko berjalan memasuki kelas.&lt;br /&gt;
Kyouko terlihat jelas terkejut dengan adegan yang ada diruang kelas, dan setelah mengerti akan situasinya, ia menunjukan tatapan terkejut. Touji hampir tertawaa. Mungkin Harutora merasa tertekan dan tidak tahu bagaimana menghadapi orang tersebut, namun dimata Touji, emosinya terlihat jelas terpancar diwajahnya dan cukup mudah untuk dimengerti.&lt;br /&gt;
“……Aku mungkin harus segera bertindak.”&lt;br /&gt;
Touji bergumam pelan. Harutora akan terlihat tidak senang jika ia mendengar kalimatnya. Karena setiap kali Touji merencanakan idenya yang berbelit-belit, nadanya selalu bergairah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 5===&lt;br /&gt;
Setelah menjalani kelas pagi, sekarang waktunya untuk istirahat siang.&lt;br /&gt;
“……Biaskah aku meminjam waktumu sebentar?”&lt;br /&gt;
Harutora awalnya berpikir tentang bagaimana udon yuba yang ia makan sebelumnya tidak enak, dan kali ini ia akan menggantinya dengan udon tempura. Sebagaimana ia bersiap untuk berjalan menuju kantin, Kyouko yang telah menunggunya memanggil dirinya.&lt;br /&gt;
Kejadian yang baru saja terjadi kemarin masih teringat jelas, dan bahkan Harutora merasa ini tidak duga kalau Kyouko akan memanggilnya. Ia tetap waspada, pertama dengan pelan memeringati: “Kon, jangan keluar.” …Ia telah mahir dalam mengontrol shikigaminya.&lt;br /&gt;
Keberadaan yang tak diinginkan pun muncul disekitar kakinya dan harutora pun hanya bisa menghela napas. Bahkan dengan kekalahan yang ia alami kemarin, semangat bertarung Kon sepertinya masih belum hilang.&lt;br /&gt;
…Aku tidak menyadari jika Kon memiliki kepribadian galak seperti ini ketika berada diasrama……&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, ia tidak bisa terus menghindarinya, dan dikarenakan efeknya telah meluas begini jauh, ia harus menyelesaikannya. Kemudian Harutora menjawab Kyouko, yang tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya: “baiklah, tak masalah,” dan mengikutinya dari belakang.&lt;br /&gt;
Kyouko membawa Harutora menuju tangga darurat dibelakang gedung akademi. Bukan hanya orang-orang tidak akan melewati tempat ini, mereka juga tidak perlu khawatir untuk terlihat dengan orang-orang juga. Jika ini sekolah menengah atas biasa, akan ada kemungkinan besar bahwa murid-murid nakal akan berkumpul ditempat ini untuk merokok secara diam-diam, bersembunyi dari guru-guru yang mengawas.&lt;br /&gt;
“……Apa yang kau butuhkan dariku?”&lt;br /&gt;
Lagipula, Kyouko telah memenangkan pertandingan kemarin. Awalnya Harutora berpikir bahwa Kyouko telah mendinginkan pikirannya setelah memenangkan pertarungan tersebut, namun sepertinya ia masih ingin membahas beberapa hal.&lt;br /&gt;
Sebagaimana Harutora kesusahan, berpikir bahwa ia benar-benar tidak mampu mengatasi gadis keras kepala macam imi, Kyouko tiba-tiba berkata:&lt;br /&gt;
“……Aku minta maaf soal kemarin.”&lt;br /&gt;
Ia tak mampu untuk tidak meragukan pendengarannya.&lt;br /&gt;
Ia menatap Kyouko, tak mampu berkata karena terkejut. Wajah Kyouko memerah canggung, dan ia memalingkan kepalanya, rambut indahnya pun turut berayun diudara.&lt;br /&gt;
“……Meskipun hal tersebut menjadi sedemikian rupa, awalnya aku tidak ingin mengeluarkan shikigamiku, dan semua kemarahanku awalnya ditujukan kepada Ohtomo-sensei…… Intinya, aku benar-benar minta maaf telah membuat keadaan menjadi tidak terkendali.”&lt;br /&gt;
“Tidak, tolong jangan berkata demikian. Semua ini salah Kon yang tiba-tiba menyerangmu, kau tidak perlu meminta maaf padaku……”&lt;br /&gt;
Keberadaan Kon yang tidak senang tiba-tiba mendekat, dan dengan natural, Harutora memilih untuk mengabaikannnya.&lt;br /&gt;
…Apa yang sedang terjadi?&lt;br /&gt;
Mungkinkah suasana dikelas telah mengubahnya, membuatnya menunjukan sikap yang sebenarnya? Tidak, kesannya terhadap Kyouko tidak mungkin menghasilkan perubahan apapun. Khususnya ketika ia berani menantang Ohtomo dan dengan tegas mengajukan saran, ia tidak mungkin mengubah pendiriannya meskipun jika seluruh kelas mendukung Harutora.&lt;br /&gt;
Lalu, sikapnya yang tiba-tiba berubah seperti sesuatu yang bahkan disebut sebagai sikap ramah. Harutora bingung kembali, dan ia tak mampu untuk tak meragukan bahwa ada rahasia dalam sikapnya yang seperti ini.&lt;br /&gt;
…Ugh, tapi……&lt;br /&gt;
Bagaimanapun ide licik yang disembunyikan Kyouko dibelakangnya, ini adalah kesempatan baik, dikarenakan dirinya yang harus berbicara dengan benar padanya.&lt;br /&gt;
“……Hei, biarkan aku bertanya, kau sebenarnya tidak membenciku bukan, kau hanya ingin menggunakanku untuk menyerang Natsume, bukankah begitu?”&lt;br /&gt;
Tepat pada sasaran, begitulah. Ia bertanya langsung tanpa basa-basi, dan seperti yang diduga, wajah Kyouko mengerang.&lt;br /&gt;
“Kenapa kau ingin melakukan demikian? Apa alasanmu?”&lt;br /&gt;
“……Itu hanya alasan pribadiku.”&lt;br /&gt;
“Alasan pribadi apa?”&lt;br /&gt;
“Kau tahu, ketika seorang gadis berbicara mengenai alasan pribadi, akan lebih sopan jika kau tidak lanjut bertanya.”&lt;br /&gt;
“Tapi kau menyeretku dalam apalah yang kau sebut alasan pribadi, bukan? Aku janji tidak akan memberitahukan siapapun, namun apa kau sebegitu membenci Natsume?”&lt;br /&gt;
Kyouko terdiam, tak mampu menyembunyikan rasa sebalnya. Harutora dalam diam menunggu jawabannya, yang akhirnya membuat Kyouko menghela napas mengalah.&lt;br /&gt;
“……Aku pernah bertemu Natsume-kun, ketika kami…… masih kecil.”&lt;br /&gt;
“A-apa yang kau bilang?”&lt;br /&gt;
Harutora sangat terkejut ketika mendengar pengakuan tak terduga. “Sungguh.” Kyouko bergumam, memiringkan tubuhnya, sikap feminin yang terlihat sangat manis.&lt;br /&gt;
“Kau tak perlu sebegitu terkejutnya. Aku adalah keturunan langsung dari keluarga Kurahashi, dan Natsume-kun juga berasal dari keluarga utama Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
“Uh…… Jadi maksudmu kalian pernah bertemu sebelumnya dikarenakan keluarga kalian terkenal?”&lt;br /&gt;
Harutora mengonfirmasi dengan serius, namun tatapan Kyouko pun berubah menjadi heran bagaikan ia seperti melihat alien.&lt;br /&gt;
“Apakah kau serius?”&lt;br /&gt;
“Ke-kenapa kau bertanya, apa aku berkata salah?”&lt;br /&gt;
Kyouko menghela napas dalam, dan Harutora merasa seperti ia malah semakin dan semakin terlihat seperti orang bodoh.&lt;br /&gt;
“Dengar baik-baik. Keluarga Kurahashi awalnya adalah keluarga cabang dari keluarga Tsuchimikado, kami hanya dinamai berbeda dari ‘Tsuchimikado’. Keluarga Kurahashi telah berpisah sejak lama.”&lt;br /&gt;
Harutora ternganga karena terkejut, hingga kemudian menyadari bahwa ia benar-benar bodoh dari yang ia duga.&lt;br /&gt;
“Tu-tunggu! ……Apa maksudnya itu? Apa itu sungguhan? Mungkinkah kita ini keluarga?”&lt;br /&gt;
“Kau tak perlu meragukannya, itu benar bahwa kita adalah keluarga.”&lt;br /&gt;
Harutora menggeleng-gelengkan kepalanya, tak percaya mendengar jawaban Kyouko.&lt;br /&gt;
Lalu, ia bertanya: “……Kon, apakah kau mengetahuinya?”&lt;br /&gt;
Meskipun ia tidak mendapat respon, ia dengan jelas merasa bahwa Kon pasti tidak menjawab demi perasaannya. Itu adalah jawaban positif. Fakta bahwa ia tak tahu apapun ketika bahkan shikigaminya sendiri tahu hubungan keluarganya benar-benar mengejutkannya.&lt;br /&gt;
“Uh…… Aku, aku mengerti! Abaikan masalah keluarga Kurahashi saat ini – Jadi apa? Kau bertemu Natsume sebelumnya, jadi mungkinkah kau memiliki pertengkaran yang sangat waktu itu, dan kau belum memadamkan kebencianmu hingga saat ini?”&lt;br /&gt;
“……Dia tidak mengingatnya.”&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
“Dia lupa bahwa kami pernah bertemu sebelumnya.”&lt;br /&gt;
Kyouko bergumam pelan. Harutora menutup mulutnya rapat tanpa bicara, bukan karena perkataan Kyouko, namun karena tatapan sedih yang terpancar dari wajahnya.&lt;br /&gt;
Hingga kemudian Harutora sadar bahwa meskipun ia telah melihat penampilan Kyouko yang tegas dan pemarah, ini adalah kai pertamanya ia benar-benar melihat wajah tersebut. Depresi tiba-tiba yang tak terjaga telah mengambil seluruh warna mukanya, dan Harutora tanpa sadar panik.&lt;br /&gt;
“……Apa hubungan kalian dulu sangat baik?”&lt;br /&gt;
“Kami hanya bertemu sekali.”&lt;br /&gt;
“Apa! Kalau begitu kau tidak bisa menyalahkannya jika dia tidak mengingatnya! Bukankah itu terjadi ketika kau masih kecil?”&lt;br /&gt;
Memang, Harutora tidak mengetahui orang ini jika hubungan Natsume dan Kyouko kecil memiliki hubungan yang cukup intim dan meninggalkan memori yang mendalam. Bahkan jika Harutora dan Natsume terkadang sedikit menjauh, keduanya masih sering bermain bersama ketika sekolah dasar.&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
“Aku mengingatnya sangat jelas.”&lt;br /&gt;
Ucap Kyouko seolah-olah ia disalahkan, tatapannya sedikit suram.&lt;br /&gt;
“Karena kami telah berjanji……”&lt;br /&gt;
“Ja-janji apa?”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
Kyouko tidak menjawabnya. Ia tidak mengatakan apapun, hanya aura suram dan sedih yang terpancar darinya.&lt;br /&gt;
Kemudian, tiba-tiba ia memberikan tatapan mencurigakan ke arah Harutora.&lt;br /&gt;
“……Biar aku bertanya. Setelah libur musim panas, Natsume-san tiba-tiba mulai menggunakan pita untuk mengikat rambutnya, apakah……”&lt;br /&gt;
“Huh?” Seru Harutora, dengan segera menyadari bahwa masalah ini benar-benar merepotkan. Bukan hanya karena rambut elegan Natsume yang jarang diantara kaum lelaki, bahkan ia mengikat rambutnya dengan pita, jadi wajar jika orang-orang meragukannya.&lt;br /&gt;
“I-i-i-itu? Dan rambut itu, kau merasa itu seperti perempuan, bukan? Sebenarnya, ada sebuah sihir didalamnya. Pita itu bukanlah sembarang pita, itu adalah jimat keluarga Tsuchimikado, dan itulah mengapa ia terlihat seperti seorang perempuan meskipun jelas terlihat bahwa ia laki-laki, hahaha.”&lt;br /&gt;
Harutora berbohong dengan kikuk ia menyembunyikannya dengan senyuman.&lt;br /&gt;
Harutora tidak tahu kenapa Kyouko terlihat seperti mendapat pukulan keras ketika mendengar penjelasannya. “Dari keluarga Tsuchimikado……” ia bergumam terdengar seperti ia memaksakan diri untuk menerima kebenaran yang sejak lama ia firasatkan, namun tak mau untuk mengakuinya. Harutora tidak mengerti mengapaKyouko memberikan reaksi semacam ini, dan ia pun hanya bisa terheran.&lt;br /&gt;
Kyouko menggigit bibirnya, tidak mengindahkan kebingungan yang muncul diwajah Harutora.&lt;br /&gt;
“……Begitu, jadi aku benar, aku tahu bahwa itu akan demikian.”&lt;br /&gt;
“A-apa yang kau maksud dengan itu?”&lt;br /&gt;
“Apakah aku perlu mengatakannya? Natsume-kun tidak memedulikan apapun selain dirinya dan keluarga Tsuchimikado…… tidak, sikapnya terhadap Onmyoudou sama saja, pada akhirnya adalah untuk tidak mempermalukan nama Tsuchimikado, itulah mengapa dia sangat sering berlatih. Nama Tsuchimikado adlah segala-galanya didalam kepalanya.”&lt;br /&gt;
“Hei, itu terlalu……”&lt;br /&gt;
“Apa? Aku salah? Semuanya mengetahui ini, tak ada orang yang tidak menyadarinya. Mungkin kau terkecuali, tapi dia hanya membelamu karena kau adalah – shikigami keluarga Tsuchimikadonya, bukan? Bukankah begitu?”&lt;br /&gt;
Ia salah.&lt;br /&gt;
Harutora ingin menyangkalnya, namun ia tidak mampu membuka mulutnya.&lt;br /&gt;
Natsume yang telah berkata ‘mari lakukan yang terbaik’ sambil tersenyum, Natsume yang seluruh tubuhnya bergetar karena malu, Natsume yang menoleh dan pura-puura tak melihat ketika pertarungan shikigami namun denga segera berlari kepadanya untuk memarahinya setelah selesai.&lt;br /&gt;
Ia tahu Natsume mengkhawatirkannya, namun jika ia ditanya kenapa Natsume mengapa Natsume khawatir, ia tak sanggup merespon. Ia percaya – ia ingin percaya, namun hatinya dengan keras kepala menolaknya.&lt;br /&gt;
Kyouko menatap serius pada Harutora yang terdiam, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
“……Ato-kun juga memberitahuku.”&lt;br /&gt;
“Huh? Tou-touji? Apa yang dikatakannya……”&lt;br /&gt;
“Dia bilang kau menjadi shikigami dan melayani Natsume-kun untuk mematuhi tradisi keluarga. Itulah mengapa aku akhirnya mengerti kenapa Natsume-kun memilih dirimu yang orang luar menjadi shikigaminya. Itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan entah itu menguntungkan dirinya atau tidak, ataupun dia memikirkan perasaanmu. Dia hanya berlaku demikian karena untuk memenuhi tradisi keluarga Tsuchimikado, yang menjadi hal terpenting bagi dirinya.”&lt;br /&gt;
Benci. Marah. Sesal. Sedih. Emosi negatif tersebut terlihat disetiap kata-katanya, terlihat kontras denga kesan pertama yang ia berikan yang terus terang.&lt;br /&gt;
Kyouko menatap mata Harutora. Yang mengejutkan adalah tatapannya menunjukan belas kasih dan resonansi yang menarik. Ia mengasihi dirinya, dan juga Harutora.&lt;br /&gt;
…Ah.&lt;br /&gt;
Saat itu, ia mengerti semuanya.&lt;br /&gt;
Kyouko – setelah mendengarkan perkataan Touji, percaya bahwa Harutora dan dirinya adalah ‘sama’ dalam hal hubungan mereka terhadap Natsume. Harutora tidak mengerti hubungan antara Kyouko dan Natsume, namun dihati Kyouko, Kyouko telah menyamakan hubungannya dengan Natsume dan hubungan Harutora dengan Natsume. Itulah mengapa perubahan seratus delapan puluh derajat muncul dalam sikapnya.&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
“Tunggu, kau salah, Kurahashi.”&lt;br /&gt;
Kali ini, suaranya terdengar normal dan tulus tanpa ada jejak keraguan, dan suara tersebut membuat Kyouko kembali pada kesadarannya.&lt;br /&gt;
“……Apa?”&lt;br /&gt;
“Kau salah, akulah orang yang meminta orang tersebut untuk membiarkanku menjadi shikigaminya.”&lt;br /&gt;
Mata Kyouko melebar tidak percaya.&lt;br /&gt;
“Bohong.”&lt;br /&gt;
 “Aku tidak bohong. Mungkin terdengar tidak meyakinkan bahwa orang luar sepertiku sengaja memilih hal yang tidak serasi dengan apa yang dijalani sebelumnya…… Namun sungguh akulah yang inisiatif meminta. Orang itu awalnya menolak, percaya bahwa terlalu banyak risiko jika menjadikanku shikigaminya, dan hanya mengizinkanku berjalan dijalan yang sama dikarenakan kegigihanku.”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
Tatapan Kyouko pun penuh keraguan. Harutora tidak berbohong, tiap kata yang diucapkannya adalah benar, dan Kyouko seharusnya bisa mengerti. Ia harap Kyouko mampu mengerti.&lt;br /&gt;
“Orang itu memang memiliki perasaan yang rumit dan kompleks terhadap nama Tsuchimikado…… Seperti ia bangga akan hal tersebut dan juga tertekan karenanya, dan terkadang ia menderita karenanya. Tapi ia tidak terbawa karenanya, bisakah kau memercayai apa yang kukatakan?”&lt;br /&gt;
Ia ingin dengan damai bekerja sama dengan semuanya, tentu saja termasuk Kyouko, dan akan lebih bagus jika Natsume turut bergabung. Tidak, Natsume pasti harus tergabung.&lt;br /&gt;
Bahkan jika ia adalah shikigami yang tidak berguna, mungkin ini – menciptakan ‘tempat untuk Natsume’ – adalah sihir terkuat yang mampu Harutora berikan kepada tuannya.&lt;br /&gt;
“……Apa, jika kau berkata demikian, aku……”&lt;br /&gt;
Kyouko berbicara dengan marah, tatapannya menurun melihat kakinya.&lt;br /&gt;
“Pada akhirnya ini hanyalah cinta bertepuk sebelah tanganku? Aku dengan mudahnya dilupakan?”&lt;br /&gt;
“Huh? Tidak…… Aku……”&lt;br /&gt;
Ia tidak bermaksud demikian. Sebelum ia menyelesaikan perkataannya, suara lain pun menarik perhatian mereka.&lt;br /&gt;
“……Apa yang kalian berdua lakukan?”&lt;br /&gt;
Suara tersebut terdengar dingin dan keras, bagai armor yang dibuat dari besi tebal.&lt;br /&gt;
“Natsume?”&lt;br /&gt;
Natsume berjalan menaiki tangga darurat, menatap pada wajah-wajah yang dengan anehnya terlihat muram.&lt;br /&gt;
“Apa yang kalian lakukan ditempat ini? Bukankah seharusnya perselisihan kalian sudah selesai dengan pertarungan kemarin?”&lt;br /&gt;
“Ah, tidak, kau salah, Natsume. Kami tidak bertengkar—“&lt;br /&gt;
Harutora dengan segera menjelaskan, namun Kyouko tiba-tiba menyela perkataannya.&lt;br /&gt;
“Dia benar, kami telah berbaikan.” Ucapnya tak berekspresi.&lt;br /&gt;
“……Berbaikan?”&lt;br /&gt;
“Benar, Tsuchimikado dan Kurahashi awalnya adalah satu keluarga. Kesalahpahaman diantara kami telah terselesaikan, dan sekarang kami hanya mengobrol biasa sebagai sesama keluarga cabang Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
Suara Kyouko terdengar sedikit bergetar, provokasi pun ditunjukan walau kalimat yang dikatakan bermaksud lain, dan Harutora dengan segera berusaha untuk meringankan suasana.&lt;br /&gt;
“Itu benar, Natsume. Aku tidak tahu bahwa dia sebenarnya ada hubungan keluarga dengaku, bagaimana kau tidak memberitahukanku segera, haha……”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
Natsume dengan diam memerhatikan keduanya, dan Harutora tidak menyadari bahwa bibirnya sedikit bergetar.&lt;br /&gt;
“……Istirahat sebentar lagi selesai, segera kembali ke kelas.”&lt;br /&gt;
Natsume tiba-tiba membalikkan tubuhnya dengan sikap dingin, dan tidak dapat dibedakan entah Natsume menerima penjelasan Harutora dan Kyouko atau tidak. Harutora dengan segera memanggil Natsume: “Tunggu.”&lt;br /&gt;
Ini kesempatan bagus.&lt;br /&gt;
Meskipun ia hanya berbincang sedikit, ia telah menyadari bahwa permusuhan antara Kyouko dan Natsume bukan hanya sekadar cemburu biasa ataupun keinginan menjadi yang terunggul. Dengan demikian, mereka harus setidaknya memperdalam rasa pengertian mereka satu sama lain meskipun mereka tidak bisa langsunng berbaikan. Natsume telah mengekspresikan dirinya bahwa ia tidak mengerti mengapa Kyouko memusuhinya sangat. Mungkin mereka setidaknya lebih kurang bisa memperbaiki hubungan mereka jika mereka mau saling mengerti satu sama lain.&lt;br /&gt;
“Jangan dingin seperti itu. Kami bertarung kemarin, tapi setelah berbicara sekarang, aku tahu bahwa ia telah introspeksi, dan bahkan ia datang untuk meminta maaf, bukan?”&lt;br /&gt;
Harutora berusaha keras menjelaskannya untuk Kyouko. Kyouko tidak berucap apapun, ekspresinya kompleks, namun Harutora sangat bersyukur kepadanya untuk tidak membuka mulutnya untuk berbicara hal yang sembrono.&lt;br /&gt;
“Bukankah kau bilang bahwa kau sebenarnya tidak membenci Kurahashi? Terlebih lagi, apa yang ia katakan juga sebenarnya beralasan, dan jika kalian tenang dan duduk untuk berbicara, mungkin situasi ini akan—“&lt;br /&gt;
“Kau juga berbicara dengan senangnya saat berbicara dengan murid-murid lainnya pagi ini.” Natsume mendengar berbicara lagi dan lagi penuh semangat sebagaimana ia akan pergi, dan berhenti untuk berbicara tanpa membalikkan tubuhnya.&lt;br /&gt;
“Oh, itu, aku tidak mengerti apa yang terjadi awalnya, tapi aku telah menyadari setelah berbicara bahwa semuanya tidak berbeda dari orang-orang biasa. Prasangka mereka terhadap Tsuchimikado tidak sedalam seperti dulu, dan mereka bahkan setuju untuk membiarkanku bertanya jika aku tidak mengerti pelajaran—“&lt;br /&gt;
“—Itu……”&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
“Itu – bersikap demikian dengan orang-orang disekitarmu, mendapati hati orang-orang, apakah itu metode yang kau bicarakan kemarin?”&lt;br /&gt;
Kehampaan yang ada didalam suaranya membuat Harutora bergidik.&lt;br /&gt;
Harutora terkejut ketika ia mendengar kalimat tersebut, tanpa ada waktu untuk memikirkan entah ia memang terkejut, heran, atau bahkan marah. Ia tidak pernah membayangkan Natsume akan berucap demikian, dan setelah mendengarnya, Kyouko pun turut terkejut sebagaimana ia menatap Natsume.&lt;br /&gt;
Natsume pelan membalikkan tubuhnya.&lt;br /&gt;
“Harus berapa kali aku biang agar kau mengerti, Harutora? Prosesmu tertinggal jauh dengan murid-murid lainnya, dan kau tak akan mampu mengejar mereka jika kau hanya memuji mereka. Kenapa kau tidak mengerti ini?”&lt;br /&gt;
Suara yang tertahan, dan tatapan yang mendidih akibat amarah.&lt;br /&gt;
“Onmyoudou bukanlah tempat untuk bersenang-senang dengan orang-orang, dan tempat ini berbeda dengan sekolah normalmu sebelumnya. Jika kau ada waktu untuk bersantai-santai dengan murid-murid kelas dan mengobrol dengan Kurahashi-san, kenapa kau tidak gunakan untuk melatih dirimu.”&lt;br /&gt;
Natsume berbicara dengan serius dan sungguh-sungguh, terlihat menyedihkan.&lt;br /&gt;
“Ap—“&lt;br /&gt;
Emosi yang tertahan didalam hati Harutora tak terbendung lagi, dan akhirnya pun meledak-ledak ketika Harutora membuka mulutnya.&lt;br /&gt;
“Apa yang kau candakan! Natsume, siapa yang kau coba bodohi dengan sikapmu yang seolah-olah kau tinggi dan berkuasa!”&lt;br /&gt;
Ia berteriak dengan marah.&lt;br /&gt;
Harutora berteriak dengan marah yang berapi-api. Natsume melangkah mundur seolah-olah ia baru saja terkena badai, dan bahkan Kyouko yang mendengarnya pun menjadi kaku. Namun, Harutora tidak berhenti berteriak, dengan tidak adanya niatan untuk berhenti.&lt;br /&gt;
“Kau pemalu, jadi kau meremehkan orang-orang yang berusaha untuk akrab? Seorang bocah yang memiliki masalah dalam berkomunikasi dengan orang lain berani untuk berbicara omong kosong seperti itu!”&lt;br /&gt;
“Ap……!”&lt;br /&gt;
Natsume pun tak mampu untuk berkata-kata seolah-olah ia telah dipukul bertubi-tubi. Kemarahan Harutora tidak mampu dihentikan setelah ia mengeluarkannya.&lt;br /&gt;
“Aku juga tahu bahwa prosesku masih terbelakang dan aku adalah orang luar yang tidak tahu apa-apa mengenai Onmyoudou. Tapi karena ini, apa salahnya untuk memercayai orang yang ada disekitarku dan meminta bantuan semuanya untuk membantuku? Bekerja sama dengan murid lain dan bekerja keras bersama juga merupakan metode yang bagus! Kau tidak bisa melakukannya – jangan berpikir kau hebat dan menghina orang lain hanya karena kau tidak memiliki keberanian!”&lt;br /&gt;
Ucapnya marah, tak mampu mengingat kapan terakhir kali ia berteriak seperti ini kepada orang lain. Terasa seolah-olah seluruh udara yang ada didalam tubuhnya diremas, dan ia tidak mampu untuk berhenti bergetar.&lt;br /&gt;
Namun, ia harus mengatakannya. Ia marah pada ucapannya Natsume, kesal bahwa kerja kerasnya tidak diterima dengan baik, dan tak mampu untuk membiarkannya dengan senyuman ataupun pujian.&lt;br /&gt;
Dibawah serangan intens emosi Harutora yang mengebu-gebu, wajah Natsume memucat, terlihat seperti jiwanya telah dicuri oleh momentum.&lt;br /&gt;
“Bekerja sama dengan yang lainnya… Keberanian…”&lt;br /&gt;
Ia menatap Harutora kosong, mulutnya bergumam dan sekilas cahaya pun muncul dari sudut matanya.&lt;br /&gt;
“Hal-hal seperti itu… Aku tak butuh Harutora-kun untuk memberitahukannya padaku hal tersebut.”&lt;br /&gt;
“……!”&lt;br /&gt;
Natsume tersandung, meninggalkan Harutora dengan langkah tak stabil.&lt;br /&gt;
“Tsuchimikado-kun, kenapa kau ada ditempat seperti ini? Waktu yang kita janjikan sudah—“ pria muda berjas pun muncul ditempat yang sama dimana Natsume muncul.&lt;br /&gt;
Harutora ingat laki-laki tersebut. Laki-laki tersebut adalah laki-laki yang telah mencari Natsume dihari sebelumnya saat istirahat siang dan selesai kelas yang mengatasnamakan kelas khusus. Ia terkejut melihat Natsume berada ditangga, dan dengan jelas khawatir menyadari atmosfer yang tidak mengenakkan tersebut.&lt;br /&gt;
Lalu, Natsume menundukan kepalanya, memunggungi Harutora.&lt;br /&gt;
Ia berjalan menuruni tangga, kakinya berdentum pada setiap langkahnya, dan melewati laki-laki yang kebingungan tersebut, menghilang menuju gedung akademi.&lt;br /&gt;
Laki-laki muda tersebut menatap Natsume yang pergi berjalan menuju lantai gedung dan Harutora yang berada ditangga dengan sikap yang ragu-ragu. Pada akhirnya, ia pun memanggil: “…tunggu,” dan pergi berlari untuk mengejar Natsume.&lt;br /&gt;
Hanya Harutora dan Kyouko yang tertinggal.&lt;br /&gt;
“……Sial.”&lt;br /&gt;
Rasa lelah karena lubang besar yang terbuka didadanya menyerang Harutora setelah ia mengeluarkan emosi tertahannya.&lt;br /&gt;
…Orang itu……&lt;br /&gt;
Natsume telah lupa dengan tradisi keluarga bahwa ia harus bersikap seperti laki-laki dikalimat terakhirnya, dan telah merubahnya menjadi seorang perempuan yang melupakan penyamarannya. Kilasan dirinya yang sebenarnya dari balik penyamarannya sebagai seorang laki-laki terus menyiksa hatinya.&lt;br /&gt;
“……Hei……”&lt;br /&gt;
Kyouko yang berakhir dengan menyaksikan kejadian tersebut dari samping pun berbicara dengan ragu-ragu:&lt;br /&gt;
“Aku, mungkin bukan posisiku untuk berbicaara seperti ini, tapi…… Apakah tak apa untukmu untuk tidak mengejarnya?”&lt;br /&gt;
Ia bertanya denga hati yang terguncang, seperti ia telah menyentuh sesuatu yang telah hancur. Harutora tidak menjawab. Ia tak bisa menjawab.&lt;br /&gt;
Hingga kemudian bel yang menandakan istirahat siang telah selesai perlahan berbunyi, seolah-olah terdengar lebih lambat dari biasanya.&lt;br /&gt;
“Tsuchimikado-kun – Natsume-kun! Tunggu.”&lt;br /&gt;
Dengan cepat ia mengejar Natsume yang berlari melalui aula. Namun, ia masih terus bergerak maju tanpa menoleh ke belakang bahkan jika suaranya telah memanggilnya dari belakang.&lt;br /&gt;
Ia dengan segera mencari-cari Natsume ketika Natsume tetap tidak muncul bahkan ketika waktu janjian mereka telah lewat, dan sebagai hasilnya kejadian tersebut terjadi. Orang yang ada ditangga tersebut adalah shikigami yang telah ia lihat kemarin. Mereka mungkin bertengkar. Punggung mungil Natsume bergetar dengan napasnya.&lt;br /&gt;
Ia pun tak mampu untuk tidak mendesah.&lt;br /&gt;
Disisi lain, ia mengasihi Natsume, dan disisi lain ia diisi dengan perasaan yang tidak menyenangkan setelah melihat adegan tersebut. Pikirannya mengerti bahwa ini tak dapat diubah, namun ia merasa sakit karena ketidakdewasaan rajanya dan penampilan jeleknya. Khususnya, ini adalah salah shikigami tak berguna tersebut, yang dimana telah mendorongnya pada batas toleransinya.&lt;br /&gt;
“……Tak ada pilihan lain.”&lt;br /&gt;
“Benar, tak perlu menunggu lebih lama lagi.”&lt;br /&gt;
Ia tak mampu menoleransinya lagi, dan suara yang tiba-tiba berubah dari biasanya pun membuat Natsume berhenti dengan terkejut.&lt;br /&gt;
“Natsume-kun, sebenarnya dirimu tak perlu untuk mempermasalahkan hal sepele seperti itu. Mari mulai sekarang, meskipun sekarang masih belum waktunya.” Ucapnya pada Natsume.&lt;br /&gt;
“Ap-Apa yang kau katakan?”&lt;br /&gt;
Natsume akhirnya berbalik untuk melihat laki-laki tersebut.&lt;br /&gt;
Meskipun hatinya sedang bimbang, ia dalam bahaya, namun sayangnya reaksinya masih terlalu lambat. Pertengkaran dengan shikigaminya masih menggelayuti pikirannya, menyebabkannya untuk tak mampu mengubah emosinya dengan segera. Sungguh sikap yang kekanakan, namun ia tak harus menanggungnya dimasa depan nanti. Dengan segera ia mengleluarkan jimat.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Stupefy, seal, bind. Order.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Jimat pun melayang dari jari-jarinya. Membuat Natsume untuk sementara tak sadarkan diri. Ia menaruh kedua tangannya ke dalam saku celananya, mendengus ketika ia melihat Natsume yang tidak sadarkan diri.&lt;br /&gt;
“Harusnya telah melakukan ini sejak lama.”&lt;br /&gt;
“Jangan terburu-buru, selanjutnya adalah yang sebenarnya.”&lt;br /&gt;
Akan mengurusi orang yang menghalangi ‘edukasinya’ nanti? Terlebih lagi, bagaimanapun Natsume komplain, shikigami muda tersebut pastinya adalah pilar dukungannya, dan mereka harus dengan segera menyelesaikan masalah tersebut sesegera mungkin.&lt;br /&gt;
“Bagaimanapun, itu adalah sesuatu yang buruk untuk membiarkannya sendiri.”&lt;br /&gt;
“Aku mengerti. Serahkan padaku untuk mengatasinya.”&lt;br /&gt;
Senyuman dingin pun muncul dalam wajahnya ketika ia mengatakan hal tersebut.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_3&amp;diff=515581</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 3</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_3&amp;diff=515581"/>
		<updated>2017-03-22T12:50:26Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: Created page with &amp;quot;==Chapter 3 – Pertikaian Shikigami==  ===Bagian 1===  Dibawah gedung Akademi Onmyou terdapat area luas yang menyaingi sebuah lapangan atletik – sebuah lapangan berlatih si...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 3 – Pertikaian Shikigami==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah gedung Akademi Onmyou terdapat area luas yang menyaingi sebuah lapangan atletik – sebuah lapangan berlatih sihir yang digunakan untuk khusus melakukan praktik.&lt;br /&gt;
Arena dari lapangan berlatih sihir kurang lebih sekitar tiga sampai empat kalinya lapangan basket, dan memiliki sekitar tiga tingkat, dengan tempat duduk diatas dua meter yang mengelilingi arena tersebut. Terlihat seperti stadium indoor, namun perbedaan besarnya adalah adanya set altar dibagian belakang dan manter dan pola pun tertulis didinding. Dengan tambahan, terdapat pilar hijau muda ditiap-tiap sisi pintu masuk dengan kekuatan magis didalamnya – ditambah tali shimenawa yang menyilangi pilar tersebut untuk melindung bagian luar agar tidak terkena rapalan sihir dari dalam arena.&lt;br /&gt;
Hingga kemudian, para murid dari kelas Ohtomo berjalan menuju bangku penonton, melihat-lihat arena sekitar.&lt;br /&gt;
“……jadi disini tempat praktik diadakan.”&lt;br /&gt;
“Tempat lain juga memiliki ruangan untuk latihan praktik, tapi ini masih yang terbesar.”&lt;br /&gt;
Touji melihat-lihat lapangan latihan sihir bawah tanah dari bangku penonton, dan Tenma yang duduk disebelahnya membalas.&lt;br /&gt;
“Berbicara mengenai latihan sihir kelas satu, tempat ini bisa disebut sebagai altar terbesar di negara ini. Dinding  luar dari tempat ini memiliki sihir yang diberikan oleh Onmyouji Nasional Kelas Satu, dan tidak ada sihir terkuat pun yang mampu menembusnya – bahkan bencana spiritual tingkat tiga tak mampu menghancurkannya. Hingga orang-orang dari Agensi Onmyou terkadang datang untuk meminjamnya.”&lt;br /&gt;
“Sungguh suatu keistimewaan bisa datang ke benteng tak tertembuskan ini untuk bertarung.”&lt;br /&gt;
Touji melengkungkan mulutnya, ber-‘hmph’ ria denga ironis. Walaupun ia suka ikut campur, ia tak menyangka bahwa situasinya akan menjadi seperti ini.&lt;br /&gt;
Dengan santai ia melihat-lihat sekitar, mencari posisi Natsume diantara murid-murid yang melihat pertarungan. Ia duduk dibaris kedua dengan sendiri, terpisah dari yang lainnya satu baris.&lt;br /&gt;
Bahkan hingga sekarang, Natsume masih belum menunjukan niatan untuk membantu Harutora. Meskipun ia berpura-pura untuk tenang, kekhawatiran yang ada dihatinya terlihat jelas dalam sekali lihat. Kontradiksi dan penyesalan tertulis diseluruh wajahnya, dan ia melihat dengan fokus ke arah arena.&lt;br /&gt;
Saat ini, orang-orang menyemangati dan memotivasi Kon dan Kyouko yang telah memanggil kedua Yakshanya sekarang. Ohtomo bersama Harutora sepertinya masih belum siap, dan mereka masih belum muncul.&lt;br /&gt;
“Apa kelas ini selalu santai seperti ini?”&lt;br /&gt;
“Tidak juga.”&lt;br /&gt;
“Mungkin guru kita sedikit terlalu santai.”&lt;br /&gt;
“Itu…… aku tidak bisa tidak bilang tidak benar……”&lt;br /&gt;
Tenma menunjukan senyum miris dan ekspresi susah kepada pertanyaan terus terang Touji.&lt;br /&gt;
“Pada akhirnya, dia awalnya bukanlah seorang guru, dan baru saja memulai sebagai guru di Akademi Onmyou semester ini…… Sejujurnya, ia tidak begitu bisa mengajar.”&lt;br /&gt;
“Apa profesi dia sebelumnya?”&lt;br /&gt;
“Dia awalnya seorang Investigator Mistis sebelum ia mengundurkan diri karena luka dikakinya, dan ia cukup bagus dibidangnya – begitulah yang dikatakannya.”&lt;br /&gt;
“Seorang Investigator Mistis, huh……”&lt;br /&gt;
Investigator Mistis – investigator kriminal sihir yang merupakan spesialis dalam sihir anti-personel, spesialis Onmyouji yang membutuhkan kemampuan yang sangat. Sayangnya, kesan yang seharusnya diberikan oleh Touji telah menghilang karena Dairenji Suzuka seolah-olah mereka hanyalah antek-antek atau sekadar karakter tambahan. Tentu saja,  itu semua dikarenakan lawan mereka saat ini terlalu kuat.&lt;br /&gt;
“Benar, Tenma. Berdasarkan insiden yang terjadi sekarang -  Harutora baru saja memanggil shikigami. Tidakkah reaksi dari Kurahashi Kyouko dan semuanya terlalu berlebihan?”&lt;br /&gt;
“Ahh, jika shikigami tersebut adalah shikigami standar reaksi semuanya tidak akan sebegitu terkejutnya, namun itu dikarenakan Harutora-kun telah memanggil shikigami pelindung.”&lt;br /&gt;
Jawab Tenma terhadap pertanyaan Touji dengan jujur. Keduanya baru saja berkenalan kemarin, namun hari ini mereka terlihat cukup akrab.&lt;br /&gt;
“Aku ingat kemarin kau bilang kalau dikelas hanya Natsue dan Kurahashi Kyouko yang mempunyai shikigami pelindung. Apakah shikigami pelindung itu benar-benar shikigami yang kuat?”&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, tidak sepenuhnya kuat…… Shikigami pelindung dan shikigami tipe pelayan pada dasarnya adalah shikigami yang harus dipanggil setiap saat, jadi hal itu adalah beban berat bagi orang yang mereka layani. Meskipun beban tersebut relatif ringan ketika mereka tidak diwujudkan, mereka masih harus menjaga link dari energi spiritual tersebut setiap saat, jadi seseoran yang tidak memiliki kekuatan magis yang cukup kuat tidak bisa mengontrol shikigami semacam itu.”&lt;br /&gt;
“Oh, begitu. Singkatnya, kekuatan magis yang tidak kuat tidak akan mampu mengontrolnya.”&lt;br /&gt;
“Benar, jadi tipe pelayan atau shikigami pelindung seperti semacam symbol status untuk Onmyouji.”&lt;br /&gt;
“Jadi itu mengapa semuanya merasa sangat tak menduga orang luar seperti Harutora memiliki shikigami pelindung.”&lt;br /&gt;
Touji menganggukan kepalanya. Lalu, giliran Tenma yang mendekat pada Touji.&lt;br /&gt;
“……Hei, Touji-kun. Sejujurnya, bagaimana kekuatan Harutora-ssan? Aku awalnya percaya bahwa dia hanyalah orang luar, tapi…… Apakah ia benar-benar dibantu karena nama keluarga Tsuchimikado?”&lt;br /&gt;
Tenma tidak lupa untuk berhati-hati dengan sekitarnya ketika bertanya demikian, dan mata dibalik kacamatanya tak mampu menutupi keinginyahuannya. Touji hanya ber-‘hmph’ ria, mengangkat bahu.&lt;br /&gt;
“Ekspresi normal orang itu menunjukan bagaimana ia sebenarnya, dan penjaga kecil tersebut hanyalah hadiah perpisahan dari ayahnya ketika dia pergi, jadi dia tidak mengetahui betul bagaimana mengontrolnya.”&lt;br /&gt;
“Dia, dia memang terlihat tidak benar-benar bisa mengontrolnya……”&lt;br /&gt;
“Namun……”&lt;br /&gt;
Tatapan dingin nan tajam pun terlihat dari mata Touji, dan mulutnya membentuk senyuman dingin, yang memberikan kesan arogan.&lt;br /&gt;
“Jika kau meremehkannya karena itu, ada kemungkinan kau akan menyesal karna hal tersebut. Musim panas ini contohnya.”&lt;br /&gt;
Nada Touji berubah, dan Tenma pun tak mampu untuk tidak melihat ke arahnya dan berkata “Huh?”. Namun, Touji tidak mengindahkan tatapan Tenma dan hanya melihat dengan seksama ke arah arena.&lt;br /&gt;
Touji tidak menyaksikan bagaimana insiden yang disebabkan Dairenji Suzuka musim panas ini terselesaikan sebenarnya. Sesuatu telah terjadi dialtar ‘Bukit Imperial’, namun ia hanya mendengar kejadian tersebut berdasarkan sudut pandang Harutora, jadi ia juga tidak mengerti kekuatan Hrutora yang sebenarnya.&lt;br /&gt;
Karena hal ini, ia cukup tertarik dengan pertikaian shikigami ini terlepas bagaimana hal-hal nanti akan berkembang.&lt;br /&gt;
Tenma menatap Touji,  tatapannya terlihat kebingungan, masih terlihat kebingungan dengan ‘contoh’ yang dimaksud.&lt;br /&gt;
“…Disisi lain, Harutora-kun benar-benar lama. Apa yang ia lakukan?” ia dengan segera mengganti subjek pembicaraan, seolah-olah ia menyadari bahwa Touji tidak berminat melanjutkan pembicaraan. Ekspresi Touji melembut atas sikap Tenma.&lt;br /&gt;
“……Meskipun aku seharusnya tidak berkata seperti ini didepan dirimu…”&lt;br /&gt;
“Huh? Apa?”&lt;br /&gt;
“Jika kau ingin berteman dengan orang yang berintelejen, akan terlihat lebih cocok jika kau memiliki hati yang sedikit jahat.”&lt;br /&gt;
“……Apakah itu pujian? Atau suatu hinaan?”&lt;br /&gt;
Penjelasan singkat tersebut terdengar tidak dapa dimengerti oleh Tenma. Touji tidak merespon, hanya membiarkan senyum lembut muncul pada wajahnya.&lt;br /&gt;
Hingga lalu—&lt;br /&gt;
“Ah, dia disini! ……Huh, ada apa?”&lt;br /&gt;
Tenma melihat ke arah arena dan berteriak, dan Touji juga sedikit memajukan tubuhnya.&lt;br /&gt;
Harutora dan Ohtomo, yang secara sukarela menjadi wasit, muncul diarena dimana Kyouko dan Kon menuggu.&lt;br /&gt;
Namun, tidak dapat dipastikan secara langsung apakah orang yang jalan memasuki arena Harutora atau bukan.&lt;br /&gt;
Karena—&lt;br /&gt;
“……Kenapa orang itu menggunakan pelindung kendo?”&lt;br /&gt;
“Da-dan bahkan menggunakan pakaian pelindung miasma diatasnya! Itu adalah peralatan exorcist!”&lt;br /&gt;
Harutora yang muncul ke tengah-tengah arena muncul dengan menggunakan helm kendo, dengan pelindung dada dan sarung pelindung ditubuhnya dan pakaian luar hitam. Bukan hanya Natsume dan yang lainnya bahkan lawannya Kyouko dan rekannya Kon melebarkan matanya karena terkejut.&lt;br /&gt;
Sebagaimana keributan muncul ditengah-tengah luasnya lapang latihan sihir, Harutora yang berpakaian aneh pun berjalan lurus menuju tempat dimana Kyouko berada.&lt;br /&gt;
Lalu, Ohtomo memberikan pedang kayu kepada Harutora.&lt;br /&gt;
Touji pun tertawa girang melihat adegan didepannya, dengan segera mengerti apa yang dimaksud Harutora.&lt;br /&gt;
“……Tidak buruk, sangat seperti gayanya.”&lt;br /&gt;
Dengan pelan Touji berbicar pada dirinya disamping Tenma yang kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
“Kenapa?”&lt;br /&gt;
Itu adalah perasaan yang mewarnai hati Harutora.&lt;br /&gt;
“Aku murid baru yang baru saja masuk kemarin, dan pemula yang amat sangat minim pengalaman, bukan? Apa metode didalam Akademi Onmyou tidak memiliki akal sehat? Ide jahat macam apa yang direncanakan Ohtomo ini? Adakah Onmyouji serandom ini?”&lt;br /&gt;
“Harutora-kun~? Aku mendengar semua keluhanmu~”&lt;br /&gt;
Harutora menggumamkan komplainnya tanpa henti sebagaimana ia berjalan menuju lapangan latihan sihir.&lt;br /&gt;
Kyouko dan yang lainnya sudah lama pergi terlebih dahulu ke lapangan latihan sihir ketika ia sedang protes pada Ohtomo. Karena Harutora kerepotan, ia memaksa Kon untuk pergi duluan dan tertinggal sendiri berusaha meyakinkan Ohtomo – namun sayangnya, ia masih gagal dan hanya bisa jalan bersama Ohtomo dengan langkah berat menuju arena.&lt;br /&gt;
“Sensei, apa kau serius? Kau tak berencana untuk mengatakan sesuatu dan menengahi semuanya seperti sebelumnya?”&lt;br /&gt;
“Aku tidak.”&lt;br /&gt;
“Sebagai pengajar, tidakkah metodemu terlalu tidak bertanggung jawab?”&lt;br /&gt;
Suara Harutora terdengar marah, namun itu mungkin bukan hal yang tidak mungkin tidak diduga, dan Ohtomo tidak ada niatan sama sekali untuk menjawabnya pertanyaan tersebut secara langsung.&lt;br /&gt;
“Baiklah, baiklah, ini tidak buruk. Ngomong-ngomong, kau baru saja masuk akademi dan sudah terasa diisolasi, bukan? Bukankah semua orang berpikir bahwa kau bodoh dan mengabaikanmu?”&lt;br /&gt;
“Uwah, berpikir bahwa kau tidak peduli sama sekali dengan betapa rapuhnya perasaan murid pindahan, berkata demikian.”&lt;br /&gt;
“Dikarenakan kau memiliki shikigami pelindung, bukankah kau seharusnya mengambil kesempatan ini untuk menunjukan dirimu, dan mengembalikan reputasimu? Apa kau pikir aku sengaja berencana demikian tanpa benar-benar memikirkan murid-muridku?”&lt;br /&gt;
“Tidak sama sekali! Terlebih lagi, aku pasti akan kalah, dan pasti akan menjadi kekalahan yang spektakuler!”&lt;br /&gt;
“Kau tidak akan bisa membuat omelet tanpa memecahkan telurnya, dan ngomong-ngomong  posisimu tidak akan memburuk bagaimanapun kau membuat malu dirimu.”&lt;br /&gt;
“Itu terlalu berlebihan! Apakah itu kata-kata yang dikatakan oleh instructor?”&lt;br /&gt;
“Jangan salah, Akademi Onmyou mungkin adalah sebuah sekolah, tapi ini hanya sekolah untuk mengajarkan teknik spesial.”&lt;br /&gt;
Ucap Ohtomo dengan senang, tongkat dan kaki palsunya membentuk suara ‘thump’ sebagaimana kuduanya membentur lantai. Orang ini benar-benar tidak bisa dipulihkan. Harutora pun membenamkan wajahnya.&lt;br /&gt;
“Juga—“ Ohtomo tidak mengubah nadanya yang sembrono. “Natsume-kun adalah murid yang sangat istimewa, terutama shikigaminya. Tidak heran, jika itu adalah hewan penjaga Tsuchimikado, merupakan salah satu hewan spiritual langka yang ada dinegara ini, dan itu sangat kuat meskipun tidak bisa sering digunakan. Onmyouji normal tak akan mampu menyainginya bahkan para spesialis pun.”&lt;br /&gt;
“……Kenapa kau tiba-tiba menyebutkan Natsume?”&lt;br /&gt;
“Yah, maksudku adalah Natsume-kun sangat kuat, namun dia masih belum bisa menyaingi salah satu dari Dua Belas Pemimpin Suci. Dia tidak akan mampu mengurusnya jika ia hanya sendiri.”&lt;br /&gt;
Harutora tidak mampu berkata-kata untuk sesaat dan ia pun menatap punggung Ohtomo yang berhenti didepannya.&lt;br /&gt;
Ohtomo pernah sekali memberitahukan bahwa ia tahu informasi-informasi penting, namun Harutora tidak menyangka bahwa dia akan membawa-bawa nama Dairenji diwaktu seperti ini.&lt;br /&gt;
Ia berbalik, bibirnya menunjukan senyum mengejek.&lt;br /&gt;
“Harutora-kun, kau memanglah orang luar yang tidakk tahu apa-apa, namun kau tidak perlu terlalu merendahkan dirimu sendiri. Kau telah melakukan hal luar biasa bahkan dimata seorang spesialis Onmyouji.”&lt;br /&gt;
“Aku, Aku tidak melakukan apapun.”&lt;br /&gt;
“Itu tidak benar. Sihir yang dimaksud tidak selalu harus terlihat hebat dan kuat, dan sebenarnya, sihir kelas dualah yang paling berpengaruh. Bahkan orang luar yang belum pernah menjumpai sihir pun mampu mengeluarkan sihir tanpa sadar.”&lt;br /&gt;
Ohtomo mengucapkan kalimat yang sama seperti yang dikatakan kepala sekolah , namun itu masih tidak dapat dipahami oleh Harutora yang tidak mengetahui perbedaan dari sihir kelas satu dan kelas dua sama sekali.&lt;br /&gt;
Namun Ohtomo tidak terlalu peduli, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
“Dengan kata lain, tidakkah kepala sekolah berucap sesuatu? Akademi Onmyou tidak akan mengumpulkan murid-murid yang tidak berkompeten apapun alasannya. Terlebih lagi, proses penilaian entah orang itu dikualifikasi atau tidak sangatlah kompleks, bukan sesuatu yang mudah seperti kau yang mengandalkan dirimu pada keputusan yang kau pilih.”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
Harutora terdiam, menatap Ohtomo.&lt;br /&gt;
Apakah orang ini berencana untuk membodohinya dengan kebingungan-kebingungan lainnya? Namun, ucapan Ohtomo menggerakan hatinya dan ia tidak bisa untuk tidak mengindahkannya.&lt;br /&gt;
Ohtomo melangkah maju lagi.&lt;br /&gt;
“Tujuan utamamu adalah menjeadi seorang Onmyouji, bukan?”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, aku akhirnya merasa teryakinkan ketika mendengar kalimat tersebut. Aku tahu bahwa kau pasti tidak akan menyerah akan tujuanmu yang ingin menjadi Onmyouji, apapun masalah yang akan kau hadapi dimasa depan nanti. Karena itu, jangan terlalu khawatir. Akademi Onmyou telah mengakui kualifikasimu, dan tidak akan bermasalah untuk mencapai cita-citamu selama kau terus tumbuh berkembang sesuai dengan langkahmu sendiri.”&lt;br /&gt;
Thump, thump, suara langkah Ohtomo pun terdengar selama dikoridor. Harutora masih berdiri terdiam sejenak dan kemudian ia mengejar Ohtomo yang telah jalan terlebih dahulu didepannya.&lt;br /&gt;
Akademi Onmyou adalah misteri, entah gedungnya, kurikulumnya, murid maupun gurunya. Namun elemen yang paling tak dimengerti diantara semuanya adalah ‘Onmyouji’.&lt;br /&gt;
Namun, adalah tujuannya untuk menjadi seorang Onmyouji.&lt;br /&gt;
Untuk menghormati janjinya dengan Natsume.&lt;br /&gt;
Untuk merealisasikan impian Hokuto.&lt;br /&gt;
“……Ohtomo-sensei.”&lt;br /&gt;
Harutora memutuskan keputusannya, memanggil Ohtomo. “Yah?” Ohtommo berbalik lagi.&lt;br /&gt;
“Untuk pertarungan shikigami nanti……”&lt;br /&gt;
“Ada apa? Jangan khawatir, aku akan menghentikannnya dengan segera sebelum kau terluka.”&lt;br /&gt;
Harutora menggelengkan kepalanya, mengabaikan candaan Ohtomo.&lt;br /&gt;
“Ada yang ingin kutanyakan padamu – bisa aku berbicara padamu?”&lt;br /&gt;
Setelah Harutora meminta permintaanya dan keduanya berbicara, hasilnya adalah Harutora yang mengenakan pakaian perlengkapan kendo dan pelindung miasma sebelum memasuki arena.&lt;br /&gt;
Kyouko mengerutkan dahi, dan bahkan Kon terlihat terkejut melihatnya. Harutora pun merasa malu, wajahnya memerah dari balik pelindung wajahnya.&lt;br /&gt;
“Aku tidak berkata aku ingin menggunakan perlengkapan yang berlebihan ini.”&lt;br /&gt;
“Idiot, dikarenakan aku menyetujui permintaanmu, proteksi seperti ini adalah normal. Aku yang akan bertanggung jawab jika kau terluka. Ini.”&lt;br /&gt;
Ucap Ohtomo tertekan, memberikan Harutora pedang kayu. Sebenarnya, pedang kayu ini adalah hal yang diminta oleh Harutora pada Ohtomo -  lebih tepatnya, ia hanya menginginkan ‘senjata’ ini.&lt;br /&gt;
“Aku telah memberikan sedikit mantera pada pedang kayunya juga pelindungmu. Jadi bahkan jika kau terpukul pada bagian kepala. Kau tidak akan terbelah menjadi dua dengan pedang kayumu. Berterimakasihlah.”&lt;br /&gt;
“I-iya, terima kasih sensei.”&lt;br /&gt;
Harutora mencoba mengayunkan pedang kayunya setelah ia menerimanya. Ia pernah sedikit berlatih kendo saat sekolah menengah pertama pada kelas edukasi fisik, namun setidaknya akan lebih nyaman untuknya daripada bertengkar dengan tangan kosong.&lt;br /&gt;
“……Baiklah.”&lt;br /&gt;
Ia menganggukkan kepalanya untuk meyakinkan dirinya dan meninggalkan Ohtomo.&lt;br /&gt;
“Ha-ha-ha, Harutora-sama? Pakaian itu……?”&lt;br /&gt;
Kon tergagu ketika melihat pakaian Harutora. Dengan canggung mengangkat bahu dari balik baju pelindungnya.&lt;br /&gt;
“Dengar, Kon, ini adalah rencana bertarungku.”&lt;br /&gt;
“I-iya…… Huh? Rencana bertarung?”&lt;br /&gt;
“Ya, sebenarnya rencananya cukup simpel,  kau fokus pada yang putih dan aku akan melawan yang hitam.”&lt;br /&gt;
“……Uh, um, Harutora-sama? Maksudmu……”&lt;br /&gt;
Wajah Kon pun penuh dengan kebingungan, ekor tebalnya berayun-ayun khawatir sebagaimana ia tidak tahu bagaimana untuk meresponnya.&lt;br /&gt;
Hingga kemudian—&lt;br /&gt;
“Apa yang kau mainkan?”&lt;br /&gt;
Ucap Kyouko marah, nadanya sinis.&lt;br /&gt;
“Ini adalah pertarungan antara shikigami, yang sangat wajar dilakukan ketika latihan praktik. Shikigami yang bertarung dipertarungan ini, bukan pemilik…… Namun aku tidak akan menghentikanmu jika kau masih merasa takut mengenai hal tersebut.”&lt;br /&gt;
“Diam kau, perawan! Jika kau berani membuka mulutmu lagi—“&lt;br /&gt;
“Hei! Tenanglah, Kon.”&lt;br /&gt;
Dari belakang, dengan segera Harutora menahan Kon yang tengah bersiap-siap untuk menyerang, menahan geli yang ia dapatkan dari ekornya dan mengangkatnya. Kaki Kon pun menendang-nendang diudara.&lt;br /&gt;
“Ha-ha-harutora-sama, tolong lepaskan aku~”&lt;br /&gt;
“Pertama, tolong jangan sela aku! …Kurahashi, kau bilang ‘terserah aku’ tadi, bukan? Jadi kau tidak keberatan jika aku menggunakan senjata?”&lt;br /&gt;
“……Sungguh menyebalkan. Kau begitu ketakutan dengan shikigamiku bahkan ketika kau memerintah shikigamimu dari jauh?”&lt;br /&gt;
“Lagipula, mereka memiliki katana dan tombak, dan aku tidak memiliki keberanian untuk melawannya tanpa perlindungan.”&lt;br /&gt;
Dengan segera Harutora mengakuinya, dan Kyouko menaikan alisnya terkejut, terlihat seperti ia tidak mengerti maksud dari perkataannya. Lalu, matanya melebar sebagaimana ketika ia akhirnya mengerti implikasi yang disampaikan.&lt;br /&gt;
Harutora berencana untuk juga turut serta dan bertarung melawan shikigami.&lt;br /&gt;
“I-i-i-itu tidak bisa dibiarkan, Harutora-sama!”&lt;br /&gt;
“Siapa yang peduli, bukankah ada dua shikigami disisinya? Ukuran dan badanmu tidak bisa menandingi keduanya, dan juga tak akan ada kemungkinan menang sama sekali jika dua lawan satu.&lt;br /&gt;
“A-apa, apa yang kau maksud?! Pertama, tidakkah kau mengetahui bahwa sebagaimana jumlah shikigami bertambah, mengontrolnya juga akan semakin sulit? Jumlah adalah tes kekuatan bagi pemilik, jangan berpikir memiliki shikigami lebih dari satu itu tidak adil!”&lt;br /&gt;
“Aku tidak bermaksud demikian, aku hanya mengatakan jika denganku, akan menjadi dua lawan dua.”&lt;br /&gt;
Ucap Harutora tenang, namun Kyouko berteriak dengan seraknya:&lt;br /&gt;
“Jangan bercanda! Pemilik macam apa yang begitu bodohnya untuk melawan shikigami! Ini adalah pertarungan shikigami, hanya shikigami yang bertarung!”&lt;br /&gt;
“Dan aku juga seorang shikigami.”&lt;br /&gt;
Jawab Harutora tenang dan objektif dari balik pelindung wajahnya. Kyouko mengeleng-gelengkan kepalanya, tertegun.&lt;br /&gt;
Para murid yang ada di bangku penonton semua ternganga mendegar perkataan Harutora. Tentu saja, Tenma tidak terkecuali, dan reaksi Natsume juga sama. Satu-satunys ysng terkecuali adalah  Touji yang sejak awal tertawa ria.&lt;br /&gt;
“Sensei setuju.”&lt;br /&gt;
“Benarkah, sensei?”&lt;br /&gt;
“Benar.”&lt;br /&gt;
“Mungkinkah otakmu telah hancur?”&lt;br /&gt;
“Itu terlalu menyakitkan untuk didengar, Kyouko-kun. Namun itu adalah tekad yang bagus.”&lt;br /&gt;
“……Berpikir kau tidak menolaknya.”&lt;br /&gt;
Harutora menurunkan Kon dan melirik sekilas ke arah Ohtomo. Kyouko terlihat menemukan bahwa situasi yang berkembang saat ini sulit untuk diterima karena pengakuan telak sang instruktor, dengan pelan bergumam “……Bagaimana hal macam ini terjadi?”&lt;br /&gt;
“Sudah waktunya untuk dimulai. Khususnya dikarenakan kau yang menyatakan untuk bertarung terlebih dahulu.”&lt;br /&gt;
“Apa? Aku tidak akan menentangmu jika kau ingin menghentikan pertarungannya, dikarenakan aku hanya mengikuti kemauanmu untuk bertarung.”&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Harutora sedikit tersenyum, dan Kyouko menggertakkan giginya ketika ia melihatnya, sangat marah sehinnga seluruh tubuhnya bergetar.&lt;br /&gt;
Lalu, dengan cepat ia mengangkat kepalanya, melihat ke arah bangku penonton.&lt;br /&gt;
“Natsume-kun, apakah ini termasuk cara Tsuchimikado? Kau tidak berencana untuk menghentikannya?”&lt;br /&gt;
“……Ugh!”&lt;br /&gt;
Natsume yang tiba-tiba ditanya pun menjadi kaku, tatapannya pun semakin gugup seolah-olah ia sedang dihukum mati dan diberikan pistol untuk eksekusinya.&lt;br /&gt;
“Natsume-kun!”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
Natsume tidak menjawab teriakan Kyouko. Matanya dengan segera berganti arah ke Harutora.&lt;br /&gt;
Namun, Harutora sama sekali tidak melihat ke arah Natsume.&lt;br /&gt;
“Jangan terlalu berlebihan. Akulah orang yang bertarung denganmu, bukan Natsume.”&lt;br /&gt;
Kyouko mengembalikan tatapannya ke arah Harutora karena sikap sembarangnya. Ia tanpa berkata menatap Harutora cukup lama seolah-olah sedang memecahkan keraguannya dan akhirnya memanggil nama penjaganya.&lt;br /&gt;
Kedua Yaksha menunjukan dirinya kembali.&lt;br /&gt;
Para murid yang ada dibangku penonton pun mulai bersorak, dan Natsume yang mengobservasi keadaan dari samping pun turut ikut berdiri.&lt;br /&gt;
“……Aku tidak akan peduli jika sesuatu terjadi pada dirimu.”&lt;br /&gt;
Wajah Kyouko sedikit memucat ketika ia memberikan peringatan tersebut, namun Harutora tidak membalas, mengayukan kembali pedang kayunya untuk mengonfirmasi rasanya.&lt;br /&gt;
“Ha-ha-ha, Harutora-sama. Maafkan kesalahanku, namun aku tidak bisa menyetujui rencana ini, ini tanggung jawabku untuk bertarung dengan musuh, jadi jika Harutora-sama berkenan untuk mundur……”&lt;br /&gt;
“Tidak.”&lt;br /&gt;
Jawab Harutora pendek, tak mengindahkan permohonan Kon—&lt;br /&gt;
—Namun, tatapannya terlihat rileks.&lt;br /&gt;
“Pada akhirnya, aku tidak mengerti metode penggunaan shikigami sama sekali.”&lt;br /&gt;
“Ja-ja-jangan biarkan masalah kecil mengganggumu, Harutor-sama…….”&lt;br /&gt;
“Maaf, tapi itu juga tak berguna. Meskipun jika aku tidak mengerti cara untuk menggunakan shikigami, aku masih harus menemukan cara lain untuk dengan caraku sendiri.”&lt;br /&gt;
Berkata seperti itu, Harutora menaruh tangannya diatas kepala mungil shikigaminya, menepuk pelan dua kali.&lt;br /&gt;
“Jadi aku ingin mencoba metode yang paling umum terlebih dahulu. Aku sama sekali tidak ada niatan untuk tidak memercayaimu, dan juga setidaknya aku ada kesempatan untuk mundur nanti.”&lt;br /&gt;
“Ta-ta-tapi……”&lt;br /&gt;
“Jangan pasang ekspresi seperti itu, setidaknya aku memiliki sedikit pengalaman bertarung, aku mengandalkanmu, teman.”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
Kon menatap Harutora, kekhawatirn muncul wajah polosnya. Eberapa saat kemudian, ia mengeratkan bibirnya dan dengan perlahan berbalik menghadap Kyouko dan shikigami.&lt;br /&gt;
“……Hei, apa dia serius?”&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin, orang itu……”&lt;br /&gt;
Sebagaimana para murid menonton pertarungan dari bangku penonton dengan saling berbisik, suara diskusi mereka pun terdengar semakin berisik. Suara yang awalnya terdengar tidak puas dan meremehkan kini berubah menjadi keterkejutan dan penantian. Suara pun muncul dimana-mana, dan dengan sengaja ia mengalihkan pikirannya dari hal tersebut.&lt;br /&gt;
Ia membiarkan kesadarannya fokus pada pertarungan yang akan ia hadapi.&lt;br /&gt;
Ia berharap untuk mendapatkan setidaknya pengalaman berguna dari pertarungan ini.&lt;br /&gt;
“……Sepertinya kedua belah pihak telah bersedia.”&lt;br /&gt;
Ketika Ohtomo menyadarinya, suaranya menggema ke seluruh arena, dan suasana pun untuk sementara menjadi hening.&lt;br /&gt;
“Kalau begitu – Mulai!”&lt;br /&gt;
Pertikaian shikigami pun dimulai ketika perintah terdengar.&lt;br /&gt;
“Ini buruk, aku hampir tak kuasa untuk mellihatnya.”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
Ia menatap dengan intens pada pertarungan yang ada diarena dari balik bayangan pilar dibelakang bangku penonton.&lt;br /&gt;
Kedua Yaksha yang dikontrol oleh Kyouko saat ini sedang bertarung dengan sengit melawan Harutora dan Kon. Namun shikigaami Kyouko terlihat seperti tidak terlalu gesit dalam melawannya, mungkin dikarenakan lawan mereka adalah manusia, dan Kon tidak bisa fokus dengan lawannya karena ia khawatir dengan Harutora. Hanya Harutora seorang yang bertekad, namun Harutora terguling ke tanah setelah terpental oleh tombak shikigami hitam – Kokufuu – .&lt;br /&gt;
“Itu shikigami yang dipilih oleh sang raja?”&lt;br /&gt;
“……Sang Raja Bintang Utara masih belum terbangun dan hanyalah seorang anak remaja biasa saat ini. Sudah menjadi emosi manusia untuk memiliki seseorang yang ada disisinya.”&lt;br /&gt;
“Namun berpiki bahwa ia akan memilih pemuda rendahan seperti itu, sungguh mengecewakan.”&lt;br /&gt;
“Sangat.”&lt;br /&gt;
Ia sangatlah tidak senang, bahkan merasa marah. Ia merasa bukan hanya kemahsyuran yang terdapat pada sang Raja Bintang Utara saja tapi juga idealisme dan kesetiaan yang ia berikan hanya untuk sang raja kini seperti terinjak-injak dan kotor.&lt;br /&gt;
Ketika sang raja bangkit, ia dengan segera akan memperbaiki kejelekannya ini.&lt;br /&gt;
Namun seberapa cepat itu akan terjadi, ia tidak bisa membiarkan sang raja melakukan aksi rendahan. Ia tidak bisa menoleransi aksi tersebut.&lt;br /&gt;
Harus ada seseorang yang ada disisi sang raja untuk menuntun tindakannya sampai sang raja bangkit.&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, ia percaya bahwa hanya dirinyalah yang mampu untuk menanggung tanggung jawab tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
“Apa yang kau pikirkan!”&lt;br /&gt;
Harutora telah melepas pelindung yang dikenakannya setelah pertarungan selesai dan duduk dibangku yang ada diruang ganti. Natsume segera beranjak pergi dari kursi penonton dengan momentum yang hampir membuatnya terlihat terbang. Hanya Harutora dan Kon yang ada diruang ganti. Touji juga datang untuk menemui Harutora diruang ganti, namun datang lebih lambat dari Natsume.&lt;br /&gt;
“Apa yang aku pikirkan…… apa yang kau maksud?”&lt;br /&gt;
“Tentu saja yang aku maksud adalah pertarungan tadi! Berpikir bahwa kau akan turut serta dan bertarung melawan shikigami, apa kau gila? Apa yang akan kau lakukan jika kau terluka?”&lt;br /&gt;
“Itulah mengapa aku berpakaian seperti ini.”&lt;br /&gt;
“Itu tidak berguna! Terlebih karena lawanmu adalah Yaksha, kau bisa saja kehilangan nyawamu jika kau ceroboh!”&lt;br /&gt;
Natsume sangat marah, wajahnya memerah sebagaimana ia memarahinya. Harutora menautkan alisnya dan menutup mulutnya sebagaimana ia terduduk dibangku, dikarenakan ia telah kalah telak tadi dan tidak berada diposisi untuk membalas.&lt;br /&gt;
Hasil dari pertarungan tidak jauh dari dugaan orang-orang, dan Harutora telah kalah dengan spektakulernya.&lt;br /&gt;
Shikigami pelindung Kyouko, Hakuou dan Kokufuu bukanlah lawan yang dapat disaingi dengan kemampuan gerakan dan bertarung. ‘Shikigami model-G’ yang dijual oleh Agensi Onmyou memiliki kemampuan bertarung dan teknik bahkan walau tidak bersenjata, dan Hakuou dan Kokufuu telah menguasai kemampuan tombak dan pedang masing-masing.&lt;br /&gt;
Tentu saja, mereka mengandalkan pada kemampuan pengendalian pemiliknya untuk menggunakan kemampuan tersebut. Kemampuan Kyouko dalam mengendalikan cukup bagus hingga ia mampu mengendalikan keduanya sekaligus. Kyouko dengan jelas terlihat ragu-ragu pada awal pertarungan dikarenakan lawannya yang seorang manusia., namun entah ia mengubah pemikirannya segera atau mereasa jengkel dengan permainan Harutora, ia berhenti untuk mengasihani dan Harutora dan Kon pun tak mampu menangkis serangan kuatnya. Tentu saja, Kyouko memukul dengan bagian belakang pedang sejak awal. Ia membuat shikigaminya dengan cekatan menggunakan ujung tombak untuk menyerang Harutora, melemparnya, menyudutkan, dan memukul sesukanya.&lt;br /&gt;
Penonton yang berdiri untuk melihatnya dengan napas yang tertahan sejak awal berakhir dengan candaan dan tawa yang ironis; diantara mereka, Touji adalah orang yang tertawa paling kencang……&lt;br /&gt;
“Kenapa kau tidak melawan balik lebih serius! Aku tidak setuju dengan yang dikatakan Kurahashi Kyouko, tetapi mengayunkan pedang kayu dan berdiri arena pertarungan bersama dengan shikigamimu adalah tindakan yang memalukan!”&lt;br /&gt;
“Aku, aku sangat serius.”&lt;br /&gt;
“Apa kau benar-benar berpikir bahwa pertarungan tadi itu ‘serius’!? Kau diolok-olok dan orang-orang yang menonton menertawaimu…… Tidakkah kau merasa buruk sama sekali?”&lt;br /&gt;
Teriak Natsume dengan wajah merah, terlihat sangat marah, namun, Harutora merasa sedikit bingung daripada harus introspeksi ataupun menggugahnya. Ia tidak mengerti alasan mengapa Natsume marah.&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, meskipun Natsume bertanya ‘apa kau tidak merasa buruk’, Harutora sebenarnya tidak merasa tidak puas sama sekali, bahkan jika ia kalah dalam pertarungan ini. Setidaknya, rasa tidak berdaya dan kosong yang dirasakannya kemarin tidak memenuhi hatinya.&lt;br /&gt;
Ia tidak merasa tidak puas dengan kekalahannya, ataupun ia bermaksud untuk pamer, namun dibandingkan itu dirinya mengalami kemajuan seolah-olah ia telah mendapatkan langkahnya untuk pertama kalinya. Dan sikap Harutora pun dengan sangat menerima kekalahan telah membuat Natsume sangat marah, namun shikigami yang belum berpengalaman dan tidak cukup tanggap, tidak menyadari perubahan halus yang ada dihati tuannya.&lt;br /&gt;
“……Ha, Ha-harutora-sama……”&lt;br /&gt;
Kon dengan pelan menarik ujung seragam Harutora dari belakang.&lt;br /&gt;
“……A-a-a-a-apakah tak apa untuk membiarkannya memarahimu seperti ini?”&lt;br /&gt;
“Whew, idiot…… Bukankan aku sudah bilang kemarin? Dia adalah pewaris selanjutnya dari keluarga utama, dan aku sekarang adalah shikigaminya.”&lt;br /&gt;
“……Ta-ta-tapi……”&lt;br /&gt;
Tatapan tak senang yang lebih dari Harutora pun muncul dari wajah polos sang shikigami, bukan hanya karena kalah, namun juga dikarenakan tak mampu untuk membalas perkataan Natsume.&lt;br /&gt;
Natsume dengan diam menatap sinis ke arah Kon ketika keduanya saling berbisik. Bahkan Kon pun tak mampu untuk tak diam ketika tatapan bagaikan maut tersebut dilayangkan ke arahnya.&lt;br /&gt;
Harutora telah memberitahukan Kon mengenai keadaan Natsume kemarin , dan Kon pasti bisa membedakan Natsume yang berasal dari keluarga utama, bahkan jika sikapnya ke orang selain Harutora tidak berubah sama sekali.&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, ia tetap mencoba untuk membela tuannya.&lt;br /&gt;
“……Ta-tadi Harutora-sama kalah dikarenakan pe-pe-pedang kayu yang diberikan oleh Onmyouji palsu tukang senyum itu…… itu pasti bukan karena kemampuan Harutora-sama……!”&lt;br /&gt;
“Pedang Kayu?”&lt;br /&gt;
Natsume pun tak mampu untuk tidak bertanya ketika mendengar pembelaan Kon, dan Touji yang sejak awal telah menyilangkan tangannya dengan diam pun berbicara seolah-olah ia telah memikirkan sesuatu yang mengejutkan:&lt;br /&gt;
“Jadi itu masalahnya? Trik tersebut cukup disayangkan. Harutora, kau awalnya berencana untuk menggunakan kesempatan tersebut, bukan?”&lt;br /&gt;
“Tu-tunggu, apa yang kau katakan?”&lt;br /&gt;
“Kau tidak menyadarinya? Sebelum pertarungan berakhir, shikigami hitam tersebut menyerang dengan ritme yang cukup monoton, mungkin karena kebiasaan atau karena kecerobohan. Pada saat itu, orang ini menyibukkan dirinya dengan bertahan sambil perlahan memberikan jarak, berencana untuk menghindari serangan tombak dan mengambil kesempatan pada kesempatan tersebut untuk mendekati musuh.”&lt;br /&gt;
Kon mengangguk dengan cepat dari belakang Harutora ketika ia mendengar pemaparan Touji, namun Harutora menolehkan wajahnya malu.&lt;br /&gt;
Sebenarnya, Harutora telah menggunakan perbedaan jarak dari kedua senjata, merapatkan jarak diantara keduannya, yang bahkan telah berhasil menarik dan menghindari serangan Kokufuu, dan dengan segera mempersiapkan penyerangan.&lt;br /&gt;
Namun, ketika ia sedang memberikan ancang-ancang dan akan menyerang dengna seluruh kemampuannya, pedang kayu yang diayunkannya tiba-tiba retak diudara dari ujung hingga ketengah bagian – dan terlebih lagi, pedang tersebut telah hancur luar dan dalam.&lt;br /&gt;
“……Bukankah itu retak karena ia menyerang senjata lawan?”&lt;br /&gt;
“Nn…… Aku fokus untuk menyerang tadi, dan sebenarnya aku tidak terlalu yakin dengan apa yang terjadi. Namun sungguh tadi sensei bilang bahwa ia telah ‘memberikan mantera’ pada pedang tersebut, dan itu kemungkinan disebabkan akumulasi bertahap dari guncangan yang telah dialami sebelumnya. Itu hanya menunjukan bahwa serangan lawan begitu kuat, jadi aku tidak bisa melakukan perlawanan.”&lt;br /&gt;
“Bu-bukan itu masalahnya, ini adalah kesalahan Onmyouji pa-pa-palsu tersebut!”&lt;br /&gt;
“Onmyouji palsu…… Ketika pedang kayu itu patah, aku juga merasa marah pada guru sialan itu. Tapi tetap, ini hanyalah sebuah ketidakberuntungan.”&lt;br /&gt;
Harutora tersenyum getir, mencoba menenangkan amarah yang menguar dari shikigaminya.&lt;br /&gt;
Namun, tanpa sadar ia melirik Natsume dan menyadari bahwa wajah teman masa kecilnya telah memucat dari sebelumnya.&lt;br /&gt;
“……Ini sungguh keterlaluan.” Natsume bergetar ketika ia berucap.&lt;br /&gt;
“Huh? Ke-kenapa?”&lt;br /&gt;
“Aku tidak tauh sihir apa yang diberikan Ohtomo-sensei pada pedang kayu tersebut, tapi ia seharusnya memperkuat pedang kayu tersebut untuk menahan serangan Yaksha, bukan?”&lt;br /&gt;
“Ah, seingatku, ia bilang sesuatu seperti itu……. Jadi kenapa?”&lt;br /&gt;
“Apa kau bodoh! Berpikir bahwa kau turut serta bertarung dimana pedang kayu yang diperkuat saja bisa terbagi menjadi dua! Kau seharusnya memiliki kesadaran diri, bukan!”&lt;br /&gt;
Teriakan Natsume jauh terdengar lebih marah dari sebelumnya. Harutora tersentak, menatap Natsume, namun Natsume telihat enggan untuk bahkan melihat Harutora.&lt;br /&gt;
Wajahnya pun dipenuhi dengan kekhawatiran dan emosi lainnya.&lt;br /&gt;
“Kau terlalu percaya diri dengan dirimu, apakah kau bisa menganggap dirimu sebagai Tsuchimikado seperti itu? Sihir sangatlah berbahaya! Dikarenakan kau bodoh, gunakanlah otakmu itu sedikit untuk berpikir sebelum bertindak!”&lt;br /&gt;
Suaranya bergetar hingga akhir dan nadanya semakin dan semakin marah.&lt;br /&gt;
Harutora pun akhirnya sudah muak mendengar omelan tersebut.&lt;br /&gt;
“……Apakah itu ‘perintah’, tuan?”&lt;br /&gt;
“Apa!?”&lt;br /&gt;
“……Aku minta maaf aku membuatmu malu lagi, tapi sayangnya, ini adalah caraku, dan jika kau tidak senang dengan ini, mungkin kau harus segera bergegas dam memecat shikigami sepertiku.”&lt;br /&gt;
Harutora merajuk dan menolehkan kepalanya setelah berkata demikian. Mata Natsume melebar dan ia pun berdiri terdiam, terkejut dan tidak mengerjap, tak mampu untuk menghentikan dirinya yang bergetar.&lt;br /&gt;
Airmata pun menggenang dimata yang menatap Harutora dengan emosi yang histeris.&lt;br /&gt;
Lalu, ia menahan emosinya dengan seluruh tekadnya.&lt;br /&gt;
“……Jika kau berpikir bahwa metode tersebut ampuh,  lalu kenapa kau tidak pergi……”&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Natsume membalikan tubuhnya – berlari meninggalkan ruang ganti tanpa menoleh ke belakang, rambutnya yang berayun.&lt;br /&gt;
“……Ha-harutora-sama……”&lt;br /&gt;
Kon menatap Harutora, tak tahu harus berbuat apa. Bahkan Kon yang tidak senang dengan sikap keras Natsume tak berdaya dalam mengatasi masalah ini. Harutora pun membenamkan wajahnya, dan memutuskan untuk mengabaikan shikigaminya yang kebingungan.&lt;br /&gt;
Touji mendesah ringan.&lt;br /&gt;
“……Dia berkata begitu karena ia khawatir denganmu.”&lt;br /&gt;
Kegelisahan emosinya pun mereda sesaat ketika mendengar kalimat tersebut.&lt;br /&gt;
“Aku tahu.”&lt;br /&gt;
Jawab Harutora, suaranya terdengar telah lama kehilangan rasa puas karena telah menemukan langkahnya yang terdengar tadi.&lt;br /&gt;
Hari kedua ia memasuki akademi berakhir dengan demikian. Harutora menghela napas dalam didepan teman baiknya dan shikigami yang mengkhawatirkannya.&lt;br /&gt;
Sebenarnya, situasinya mulai berubah kali ini.&lt;br /&gt;
Hal terjadi dalam bentuk yang tak diduga oleh Harutora dan yang lainnya dan ditempat yang mereka waspadai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 4===&lt;br /&gt;
Pagi berikutnya.&lt;br /&gt;
Harutora terjebak dengan harus menggunakan jimat penyembuh untuk lukanya yang diakibatkan pertarungan kemarin. Ketika ia memasuki kelas, dengan segera ia merasa atmosfer dikelas sedikit aneh. Meskipun ia tidak tahu mengapa, ini terasa berbeda dari dua hari sebelumnya.&lt;br /&gt;
Ia benar-benar tidak tahu darimana rasa abnormal itu datang, bahkan berpikir ialah yang harus disalahkan sebagaimana ia berjalan melewati podium dengan heran.&lt;br /&gt;
Natsume telah terduduk dibangkunya. Ia dengan segera menolehkan wajahnya ke arah jendela setelah melihat Harutora yang memasuki ruang kelas. Pada akhirnya, reaksi seperti itu sudah diduga setelah argumen mereka, namun Harutora masih merasa berat hati sejak pagi.&lt;br /&gt;
Touji berencena untuk menjaga jarak untuk mengobservasi situasi hari ini, jadi Harutora duduk sendiri dibangku yang sama seperti kemarin.&lt;br /&gt;
Ia berdoa didalam hatinya, berharap semoga semua akan berjalan lancar, tanpa adanya hal yang tidak diinginkan hari ini.&lt;br /&gt;
“……Se-selamat pagi, Tsuchimikado-kun.”&lt;br /&gt;
“Huh? Ah, selamat pagi……”&lt;br /&gt;
Setelah Harutora terduduk, tiga murid perempuan berjalan menghampirinya.&lt;br /&gt;
Harutora telah melihatnya sebelumnya dikarenakan mereka sekelas, namun ia tidak pernah menyapa mereka sebelumnya dikarenakan ia tidak mengetahui nama mereka. Ia memerhatikan wajah ketiganya yang terkejut.&lt;br /&gt;
“Hei, apa kau ada waktu?”&lt;br /&gt;
“……Uh, kurasa…… A-ada apa? Apa kalian memerlukan sesuatu?”&lt;br /&gt;
“Tidak, sebenarnya tidak……”&lt;br /&gt;
Salah satu dari mereka berbicara malu-malu. Dan sisanya menyemangatinya dari belakang, mendesaknya untuk segera dan membuat Harutora kebingungan.&lt;br /&gt;
Mungkinkah mereka menghampiri untuk menggertak murid baru? Mungkin murid-murid kelas mulai bergerak dihari ketiga ia masuk. Bagaimana jika mereka merasa bahwa Harutora adalah pengganggu? Namun sebagaimana Harutora khawatir dengan dirinya—&lt;br /&gt;
“Pe-pertarungan kemarin sangatlah hebat, tapi lukamu tidak parah, bukan?”&lt;br /&gt;
“Apa? Oh, terima kasih. Luka kecil ini bukan apa-apa.”&lt;br /&gt;
“Itu bagus. Tapi aku benar-benar terkejut, aku tidak pernah berpikir ada orang yang mau melawan shikigami dengan pedang kayu.”&lt;br /&gt;
“Me-memang…… Tidak ada yang melakukannya.”&lt;br /&gt;
Harutora menjawab dengan tergagap, dan dua orang yang berdiri dibelakangnya tiba-tiba maju ketika mendengar kalimat tersebut.&lt;br /&gt;
“Dan lawanmu adalah shikigami pelindungnya Kurahashi, bukan? Itu sungguh luar biasa!”&lt;br /&gt;
“A-aku tidak tahu benar tentang itu. Namun aku pikir…… Itu tidak begitu luar biasa?”&lt;br /&gt;
“Lalu kenapa kau turut serta bertarung?”&lt;br /&gt;
“Kenapa…… Pada akhirnya aku tidak tahu bagaimana menggunakan sihir, dan aku tidak mengerti bagaimana mengontrol shikigami dalam pertarungan…… Jadi aku ingin setidaknya sedikit membantu – begitulah.”&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin! Kau turut serta hanya karena itu?”&lt;br /&gt;
“Sungguh tidak bisa dipercaya!”&lt;br /&gt;
Ketiga gadis tersebut pun mengerang pelan. Harutora, yang masih tidak yakin dengan apa yang terjadi, terkejut dan memberikan ekspresi bingung.&lt;br /&gt;
Lalu, dua murid pria yang daritadi memerhatikan dari kejauhan memanggil ketiga gadis tersebut dan mengambil kesempatan untuk mendekati tempat duduk Harutora.&lt;br /&gt;
Mereka tersenyum kaku pada Harutora.&lt;br /&gt;
“……Hai, kemarin sungguh disayangkan, Tsuchimikado. Kau sangat berani untuk tidak kabur seperti ayam.”&lt;br /&gt;
“Benar, aku akan kabur dari awal jika aku melawan Kurahashi.”&lt;br /&gt;
Kedua murid laki-laki tersebut terlihat merasa sedikit malu karena tidak berbicara dengannya selama dua hari, tidak seperti para gadis yang terlihat santai. Bahkan jika mereka tidak bisa menyembunyikan rasa malu mereka, mereka masih menunjukan itikad baik dan berbicara dengan rasa ingin tahu dengan Harutora. Sikap tersebut membuat Harutora tak mampu untuk tidak terkejut hingga ke relung hatinya.&lt;br /&gt;
“Sudah lama aku tidak melihat shikigami pelindungnya Kurahashi, bukankah mereka pada dasarnya berada ditingkat professional? Dan bahkan ada dua!”&lt;br /&gt;
“Tapi bukankah keluarga Kurahashi secara khusus membuatkannya untuk patuh dengannya? Itu terlalu tidak mungkin, bukan?”&lt;br /&gt;
“Hampir seluruh shikigami pelindung dibuat untuk mematuhi penggunanya, tidakkah itu memakan banyak biaya? Itu sungguh hebat ketika kau turut serta dan bertarung hanya menggunakan pedang kayu.”&lt;br /&gt;
“Ohtomo-sensei terlalu random, aku bahkan berpikir bahwa ia hanya bercanda awalnya.”&lt;br /&gt;
Para murid mengelilingi Harutora, berbicara dengan lepas tentang perasaan mereka mengenai kejadian kemarin, bahkan memerlakukan Harutora seolah-olah ia tidak ada disana.&lt;br /&gt;
Hingga kemudian—&lt;br /&gt;
“Hah, Harutora-kun?” salah satu dari wajah yang ia familiar pun datang mencarinya.&lt;br /&gt;
Itu adalah Tenma. Bahkan jika ia merasa terkejut pada situasi yang terjadi pada Harutora, ia tetap dengan cepat menyadari keadaan dan menengahinya.&lt;br /&gt;
“Ahh, Te-tenma……”&lt;br /&gt;
Selamatkan aku – Harutora memohon dalam diam. Tenma tak mampu untuk tidak tertawa dikarenakan penampilannya yang sungguh menyedihkan.&lt;br /&gt;
“Kemarin sungguh berat untukmu. Tapi kau sungguh mengejutkanku, apa tubuhmu baik-baik saja?” ia berbicara dengan nada santai.&lt;br /&gt;
“Aku baik-baik saja, maaf membuatmu khawatir.”&lt;br /&gt;
“Jangan berkata seperti itu. Tapi, Harutora-kun, jadi kau punya shikigami pelindung, huh. Dan terlebih lagi itu bukanlah shikigami yang dijual dipasaran, bukan?”&lt;br /&gt;
“Uh, yah……”&lt;br /&gt;
“Benar! Hei, Tsuchimikado-kun, bolehkah kau menunjukan kembali shikigamimu?”&lt;br /&gt;
“Ah, aku juga! Aku mau lihat!”&lt;br /&gt;
Para gadis dengan segera menunjukan ketertarikan yang sangat ketika mendengar tentang shikigami pelindung, dan Harutora dengan bingung memberikan tatapan bertanya pada Tenma. Tenma pun menganggukan kepalanya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
“……Kon.”&lt;br /&gt;
Walaupun ia telah diperintah untuk bersembunyi, Kon selalu menemani Harutora disisinya, dan ia selalu mendengar percakapan mereka. Wujud shikigami pelindung tersebut pun muncul ketika Harutora memanggilnya.&lt;br /&gt;
“Wah, keren!”&lt;br /&gt;
“Iyah! Manisnya!”&lt;br /&gt;
Mata para murid kelas pun berkilat senang, khususnya para gadis yang dengan anehnya tampak gembira, terus-menerus memuji Kon lucu dan bahkan merentangkan tangannya untuk menyentuh Kon. Kon pun membeku kaku menghadapi ketidaksopanan tersebut, panik pun ditunjukan oleh mata birunya.&lt;br /&gt;
“Ha-ha-ha-harutora-sama!?”&lt;br /&gt;
“……Maafkan aku, Kon. Bertahanlah sebentar.”&lt;br /&gt;
Harutora merasa seperti ia telah memerlakukan Kon seperti sebuah barang pengorbanan, dan ia pun menyembunyikan rasa bersalahnya. Ekor Kon dan sepasang telinganya pun berdiri dengan panik, dan Harutora pun hanya bisa berpura-pura bahwa ia tidak melihatnya.&lt;br /&gt;
“Shikigami pelindung ini sangat muda, dan sekarang aku melihatnya dari dekat. Tsuchimikado, mungkinkah ini adalah tipe yang kau suka?”&lt;br /&gt;
“Tentu saja tidak.”&lt;br /&gt;
“……Aku ingat bahwa dia adalah shikigami tingkat tinggi? Begitu, jadi kau membuat shikigami macam ini untuk melayanimu.”&lt;br /&gt;
“Kubilang bukan begitu!”&lt;br /&gt;
“Dia panik, sungguh mencurigakan.”&lt;br /&gt;
“Mungkinkah kalian mandi bersama!”&lt;br /&gt;
“Iyah, mesum—“&lt;br /&gt;
“……Mengapa kalian tidak mengerti kalimat yang kukatakan.”&lt;br /&gt;
Mungkin reaksi panik yang diberikan tuan dan shikigaminya terlihat lucu, sebagimana murid-murid yang mengelilingi Harutora satu persatu tertawa. Kebingungan yang ada dihati Harutora masih belum menghilang, namun wajah yang kini mengelilinginya bukan lagi wajah yang tidak bisa dibaca dan dingin seperti dua hari yang lalu, dan malah mereka tersenyum disekitarnya. Mereka memang menertawainya, namun terdapat itikad baik yang ditujukan kepada Harutora yang tersembunyi dalam kata-kata mereka.&lt;br /&gt;
“Bodoh.”&lt;br /&gt;
Lalu, sebuah suara datang dari bagian belakang kelas.&lt;br /&gt;
Orang tersebut berkata dengan suara yang memprovokasi. Harutora menoleh untuk melihat, dan itu adalah siswa laki-laki lainnya yang wajahnya ia kenal namun namanya tidak diketahui olehnya. Murid laki-laki tersebut melihat ke arah kerumunan disekitar Harutora dengan kaki yang terangkat diatas meja.&lt;br /&gt;
“……Bahkan laki-laki ini yang tidak mengetahu apa itu shikigami pelindung memiliki shikigami tingkat tinggi? Dasar keluarga terkenal.”&lt;br /&gt;
Suara laki-laki tersebut membawa kesan jijik dan murid yang riuh bergemuruh kini terdiam mendengar kalimat tersebut, dengan atmosfer tertawa nan senang yang dengan segera menghilang.&lt;br /&gt;
Dengan cepat Harutora memanggil: “Kon!”&lt;br /&gt;
Kon, yang telah melepaskan tangan murid perempuan dan dengan segera ingin menuju tempat yang meremehkan tuannya, dengan segera terhenti ditengah udara. Panggilan Harutora jelas tidak bermaksud untuk memerintah Kon untuk menyerang, namun untuk menahan Kon, untuk menahan dirinya memberikan pelajaran pada bocah laki-laki yang kurang ajar. Kon telah menggenggam gagang dari wakizashinya seolah-olah sedang memburu mangsa yang ada didepannya, namun terhenti. Suara tidak senangnya “Uuu~” telah membuktikannya.&lt;br /&gt;
“…Sungguh, apa kau mengerti untuk memikirkan tindakanmu terlebih dahulu atau tidak?”&lt;br /&gt;
“Ta-ta-tapi~”&lt;br /&gt;
Harutora menyipitkan matanya, menatap pada Kon yang memohon sangat, dan ekor Kon yang menurun dengan depresi.&lt;br /&gt;
Disisi lain, murid laki-laki yang hampir diserang tersebut dengan cepat menurunkan kakinya dari meja, hampir terjatuh dari duduknya.&lt;br /&gt;
Ia mungkin tidak menduga bahwa sarkamnya akan mengundang serangan shikigami, dan wajahnya pun tegang karena takut.&lt;br /&gt;
Salah satu murid perempuan tidak mampu untuk tak tertawa melihat penampilan murid laki-laki yang ketakutan tersebut. Tawa pun menyebar, dan bukan hanya sekitar Harutora namun seluruh kelas pun terisi dengan canda tawa. Murid yang ditertawakan marah dan malu, wajahnya menggelap dan memerah.&lt;br /&gt;
Namun… “Maaf.” Harutora berdiri, membungkuk dalam untuk meminta maaf.&lt;br /&gt;
Para murid yang ada disisinya menatap dan menganga, terkejut dengan sikapnya yang meminta maaf. Bulu pada ekor Kon pun berdiri bagaikan jarum seolah-olah ia mendapat tamparan keras.&lt;br /&gt;
“Maaf untuk mengganggumu, aku tahu aku mengganggu, tapi……”&lt;br /&gt;
Ia mengangkat kepalanya, menatap lurus ke arah murid laki-laki yang terkejut karena aksinya.&lt;br /&gt;
“Aku masih ingin berteman baik dengan kalian semua. Aku juga ingin mengatakan ini pada Kurahashi kemarin, namun maukah kalian menerimaku? Aku akan berusaha semampuku untuk bisa berteman dengan kalian.”&lt;br /&gt;
Ruang kelas terdiam.&lt;br /&gt;
Ini baik-baik saja. Ia tidak ingin marah karena komentar sarkas dan malah mempermalukan dirinya. Secara khusus, ia bisa mengerti rasa marah yang ada pada murid tersebut.&lt;br /&gt;
Kon mengambang diudara, menatap tuannya dengan heran, dan ekspresi murid kelas yang mengelilingi Harutora juga sama. “Uh, itu……” murid laki-laki yang dimintakan maaf oleh Harutora tergagap, tidak tahu bagaimana harus merespon.&lt;br /&gt;
Atmosfer hening yang aneh pun mengisi.&lt;br /&gt;
Perempuan yang pertama kali mengajak Harutora berbicara memecahkan keheningan. Berkata dengan riang:&lt;br /&gt;
“……Kau selalu membicarakan orang lain, tapi bukankah kau yang tidak bisa mengontrol shikigami sederhana yang dibuat sensei pada tes praktik sebelumnya? Kau tidak mungkin bisa menggunakan shikigami pelindung, bukan?”&lt;br /&gt;
“Di-diamlah.. aku tidak menggunakan seluruh kemampuanku waktu itu! Dan juga metode tersebut berbeda dengan pengendalian otomatis!”&lt;br /&gt;
“Kau berkata demikian, tapi aku ingat kau kelelahan saat itu.”&lt;br /&gt;
“Bukankah memang seperti itu pada awalnya! Dan bukankah kau juga tidak mampu berdiri untuk sesaat!”&lt;br /&gt;
Murid laki-laki itu membalas setelah murid perempuan tersebut selesai bicara. Atmosfer pun sedikit santai karena ini. Harutora merasa bahwa yang seharusnya diselamatkan adalah dirinya dibandingkan dengan laki-laki yang sedang dicandai oleh seluruh kelas.&lt;br /&gt;
“Ngo-ngomong-ngomong, Tsuchimikado. Kau sebaiknya mengerti bahwa aku tidak kuasa melihatmu atau pertandingan kemarin!”&lt;br /&gt;
Murid laki-laki tersebut kembali berkata dengan arogan, mengucapkankan kata kasar kembali, namun nada sinis dari sebelumnya tidak lagi terdengar.&lt;br /&gt;
Harutora tersenyum.&lt;br /&gt;
“Akan kuingat itu, dan juga, kau bisa memanggilku Harutora.”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
Murid laki-laki tersebut memalingkan wajahnya, menjawab dengan ber’hmph’ ria.&lt;br /&gt;
Harutora tidak membenci cara akrab seperti itu. Ia tidak ingin memaksakan dirinya untuk berteman dengan semuanya, atau dengan percaya dirinya mampu melakukan seperti itu. Meskipun jika orang-orang berpikir bahwa dirinya menyebalkan, ia lebih memilih untuk mengatakan secara jelas didepan orang tersebut dibandingkan dengan menggosipinya dibelakang.&lt;br /&gt;
Harutora berbalik, berterima kasih pada gadis yang telah menyelamatkannya dengan matanya.&lt;br /&gt;
“Benar, aku masih tidak mengetahui nama-nama semuanya, jadi bisakah kalian mengambil kesempatan ini untuk memberitahukanku? Tak apa jika semuanya hanya memanggilku Harutora.”&lt;br /&gt;
“Okay, jadi Tsucchi?”&lt;br /&gt;
“Kau tidak mendengarkanku sama sekali.”&lt;br /&gt;
Senyum getir Harutora membuat suasana kelas kembali ria. Tenma memulai dengan memperkenalkan dirinya kemballi, dan murid lainnya pun turut serta mengikutinya. Murid laki-laki yang ada dibelakang kelas pun hanya bisa ‘tch’ melihat keadaan tersebut, namun ujung-ujung mulutnya sedikit terangkat.&lt;br /&gt;
Kejadian baru telah muncul diruang kelas.&lt;br /&gt;
Kon melihat tak mengerti dengan suasana yang ada didepannya, seolah-olah mereka telah lupa akan dirinya.&lt;br /&gt;
Tidak, bukan hanya Kon, ada seseorang juga—&lt;br /&gt;
“……Aku tidak mengira perkembangan macam ini akan muncul.”&lt;br /&gt;
Kalimat yang tiba-tiba membuat Natsume mengerang terkejut, dan dirinya terlalu sibuk dengan segera mengembalikan suara asalnya untuk menyembunyikan suara tinggi nan melengkingnya.&lt;br /&gt;
“To-touji……”&lt;br /&gt;
“Hmph, akan lebih baik jika perkembangan seperti ini dilakukan olehnya dengan sengaja…… Namun ia hanya mengikuti arus tanpa merencanakannya sama sekali, jadi orang-orang yang tidak bisa berbuat seperti itu akan terlihat cemburu setelah melihatnya…”&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Touji melirik Natsume.&lt;br /&gt;
“…Bukankah begitu?”&lt;br /&gt;
“O…… Omong kosong macam apa yang kau katakan……”&lt;br /&gt;
Natsume menjawab dengan bisikan pelan, memalingkan wajahnya untuk menghindari tatapan Touji.&lt;br /&gt;
Namun, tatapan mengelaknya justru malah terarah ke Harutora. Saat ini Harutora telah menjadi pusat perhatian orang-orang kelas, dan Natsume jelas menunjukan keterkejutan dan rasa kesal dimatanya sebgaimana ia melihat Harutora.&lt;br /&gt;
‘Berbicara secara logika’, orang-orang tersebut telah menjadi teman kelasnya selama setengah tahun, dan ‘berbicara secara logika’, Harutora adalah pemuda dari keluarga cabang yang telah ia kenal sejak kecil.&lt;br /&gt;
Kedua sisi adalah orang-orang yang ia kenal, namun mereka telah menjadi teman dengan dirinya yang tidak bisa turut serta didalamnya. Natsume menatap dalam diam, dan hanya ini yang dapat ia lakukan. Wajahnya secara diam tersakiti, dan khawatir pun muncul diwajah Touji ketika ia melihat Natsume.&lt;br /&gt;
“……Jangan memaksakan dirimu.”&lt;br /&gt;
“Aku, aku tidak memaksakan diriku! Kenapa kau jadi terus membual sejak tadi?!”&lt;br /&gt;
Natsume dengan cemas mengerang, dengan jelas memaksakan dirinya. Touji hanya menggedik bahu, tidak peduli.&lt;br /&gt;
Lalu—&lt;br /&gt;
“Begitu, maafkan aku. Sebenarnya, aku memilki teman baik yang bertengkar dengan orang bodoh itu musim panas ini karena dia yang terlalu memaksakan diri, dan berakhir dengan menjadi sebuah momen terakhir diantara keduanya.”&lt;br /&gt;
“…..!”&lt;br /&gt;
Natsume terkejut dan menoleh ke arah Touji. Touji melihat dari belakang Harutora dan yang lainnya, tatapannya sedikit nostalgik, dan senyum mencela diri tidak seperti yang biasa ia tunjukan pun muncul.&lt;br /&gt;
“Itu adalah pengalaman yang menggetirkan untukku, dan aku tidak ingin melihat itu terulang lagi.”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
Natsume menundukan kepalanya, tidak tahu harus berbuat apa, tubuhnya kaku dari seragamnya.&lt;br /&gt;
Tatapannya kaku dan keras kepala. Natsume yang malu seperti ini terlihat seperti hanya seorang gadis biasa dimatanya karena Touji tahu identitas Natsume yang sebenarnya. Dalam diam ia mendesah, menaikan satu alisnya.&lt;br /&gt;
Lalu, tatapannya berubah menuju pintu masuk kelas.&lt;br /&gt;
Kurahashi Kyouko berjalan memasuki kelas.&lt;br /&gt;
Kyouko terlihat jelas terkejut dengan adegan yang ada diruang kelas, dan setelah mengerti akan situasinya, ia menunjukan tatapan terkejut. Touji hampir tertawaa. Mungkin Harutora merasa tertekan dan tidak tahu bagaimana menghadapi orang tersebut, namun dimata Touji, emosinya terlihat jelas terpancar diwajahnya dan cukup mudah untuk dimengerti.&lt;br /&gt;
“……Aku mungkin harus segera bertindak.”&lt;br /&gt;
Touji bergumam pelan. Harutora akan terlihat tidak senang jika ia mendengar kalimatnya. Karena setiap kali Touji merencanakan idenya yang berbelit-belit, nadanya selalu bergairah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 5===&lt;br /&gt;
Setelah menjalani kelas pagi, sekarang waktunya untuk istirahat siang.&lt;br /&gt;
“……Biaskah aku meminjam waktumu sebentar?”&lt;br /&gt;
Harutora awalnya berpikir tentang bagaimana udon yuba yang ia makan sebelumnya tidak enak, dan kali ini ia akan menggantinya dengan udon tempura. Sebagaimana ia bersiap untuk berjalan menuju kantin, Kyouko yang telah menunggunya memanggil dirinya.&lt;br /&gt;
Kejadian yang baru saja terjadi kemarin masih teringat jelas, dan bahkan Harutora merasa ini tidak duga kalau Kyouko akan memanggilnya. Ia tetap waspada, pertama dengan pelan memeringati: “Kon, jangan keluar.” …Ia telah mahir dalam mengontrol shikigaminya.&lt;br /&gt;
Keberadaan yang tak diinginkan pun muncul disekitar kakinya dan harutora pun hanya bisa menghela napas. Bahkan dengan kekalahan yang ia alami kemarin, semangat bertarung Kon sepertinya masih belum hilang.&lt;br /&gt;
…Aku tidak menyadari jika Kon memiliki kepribadian galak seperti ini ketika berada diasrama……&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, ia tidak bisa terus menghindarinya, dan dikarenakan efeknya telah meluas begini jauh, ia harus menyelesaikannya. Kemudian Harutora menjawab Kyouko, yang tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya: “baiklah, tak masalah,” dan mengikutinya dari belakang.&lt;br /&gt;
Kyouko membawa Harutora menuju tangga darurat dibelakang gedung akademi. Bukan hanya orang-orang tidak akan melewati tempat ini, mereka juga tidak perlu khawatir untuk terlihat dengan orang-orang juga. Jika ini sekolah menengah atas biasa, akan ada kemungkinan besar bahwa murid-murid nakal akan berkumpul ditempat ini untuk merokok secara diam-diam, bersembunyi dari guru-guru yang mengawas.&lt;br /&gt;
“……Apa yang kau butuhkan dariku?”&lt;br /&gt;
Lagipula, Kyouko telah memenangkan pertandingan kemarin. Awalnya Harutora berpikir bahwa Kyouko telah mendinginkan pikirannya setelah memenangkan pertarungan tersebut, namun sepertinya ia masih ingin membahas beberapa hal.&lt;br /&gt;
Sebagaimana Harutora kesusahan, berpikir bahwa ia benar-benar tidak mampu mengatasi gadis keras kepala macam imi, Kyouko tiba-tiba berkata:&lt;br /&gt;
“……Aku minta maaf soal kemarin.”&lt;br /&gt;
Ia tak mampu untuk tidak meragukan pendengarannya.&lt;br /&gt;
Ia menatap Kyouko, tak mampu berkata karena terkejut. Wajah Kyouko memerah canggung, dan ia memalingkan kepalanya, rambut indahnya pun turut berayun diudara.&lt;br /&gt;
“……Meskipun hal tersebut menjadi sedemikian rupa, awalnya aku tidak ingin mengeluarkan shikigamiku, dan semua kemarahanku awalnya ditujukan kepada Ohtomo-sensei…… Intinya, aku benar-benar minta maaf telah membuat keadaan menjadi tidak terkendali.”&lt;br /&gt;
“Tidak, tolong jangan berkata demikian. Semua ini salah Kon yang tiba-tiba menyerangmu, kau tidak perlu meminta maaf padaku……”&lt;br /&gt;
Keberadaan Kon yang tidak senang tiba-tiba mendekat, dan dengan natural, Harutora memilih untuk mengabaikannnya.&lt;br /&gt;
…Apa yang sedang terjadi?&lt;br /&gt;
Mungkinkah suasana dikelas telah mengubahnya, membuatnya menunjukan sikap yang sebenarnya? Tidak, kesannya terhadap Kyouko tidak mungkin menghasilkan perubahan apapun. Khususnya ketika ia berani menantang Ohtomo dan dengan tegas mengajukan saran, ia tidak mungkin mengubah pendiriannya meskipun jika seluruh kelas mendukung Harutora.&lt;br /&gt;
Lalu, sikapnya yang tiba-tiba berubah seperti sesuatu yang bahkan disebut sebagai sikap ramah. Harutora bingung kembali, dan ia tak mampu untuk tak meragukan bahwa ada rahasia dalam sikapnya yang seperti ini.&lt;br /&gt;
…Ugh, tapi……&lt;br /&gt;
Bagaimanapun ide licik yang disembunyikan Kyouko dibelakangnya, ini adalah kesempatan baik, dikarenakan dirinya yang harus berbicara dengan benar padanya.&lt;br /&gt;
“……Hei, biarkan aku bertanya, kau sebenarnya tidak membenciku bukan, kau hanya ingin menggunakanku untuk menyerang Natsume, bukankah begitu?”&lt;br /&gt;
Tepat pada sasaran, begitulah. Ia bertanya langsung tanpa basa-basi, dan seperti yang diduga, wajah Kyouko mengerang.&lt;br /&gt;
“Kenapa kau ingin melakukan demikian? Apa alasanmu?”&lt;br /&gt;
“……Itu hanya alasan pribadiku.”&lt;br /&gt;
“Alasan pribadi apa?”&lt;br /&gt;
“Kau tahu, ketika seorang gadis berbicara mengenai alasan pribadi, akan lebih sopan jika kau tidak lanjut bertanya.”&lt;br /&gt;
“Tapi kau menyeretku dalam apalah yang kau sebut alasan pribadi, bukan? Aku janji tidak akan memberitahukan siapapun, namun apa kau sebegitu membenci Natsume?”&lt;br /&gt;
Kyouko terdiam, tak mampu menyembunyikan rasa sebalnya. Harutora dalam diam menunggu jawabannya, yang akhirnya membuat Kyouko menghela napas mengalah.&lt;br /&gt;
“……Aku pernah bertemu Natsume-kun, ketika kami…… masih kecil.”&lt;br /&gt;
“A-apa yang kau bilang?”&lt;br /&gt;
Harutora sangat terkejut ketika mendengar pengakuan tak terduga. “Sungguh.” Kyouko bergumam, memiringkan tubuhnya, sikap feminin yang terlihat sangat manis.&lt;br /&gt;
“Kau tak perlu sebegitu terkejutnya. Aku adalah keturunan langsung dari keluarga Kurahashi, dan Natsume-kun juga berasal dari keluarga utama Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
“Uh…… Jadi maksudmu kalian pernah bertemu sebelumnya dikarenakan keluarga kalian terkenal?”&lt;br /&gt;
Harutora mengonfirmasi dengan serius, namun tatapan Kyouko pun berubah menjadi heran bagaikan ia seperti melihat alien.&lt;br /&gt;
“Apakah kau serius?”&lt;br /&gt;
“Ke-kenapa kau bertanya, apa aku berkata salah?”&lt;br /&gt;
Kyouko menghela napas dalam, dan Harutora merasa seperti ia malah semakin dan semakin terlihat seperti orang bodoh.&lt;br /&gt;
“Dengar baik-baik. Keluarga Kurahashi awalnya adalah keluarga cabang dari keluarga Tsuchimikado, kami hanya dinamai berbeda dari ‘Tsuchimikado’. Keluarga Kurahashi telah berpisah sejak lama.”&lt;br /&gt;
Harutora ternganga karena terkejut, hingga kemudian menyadari bahwa ia benar-benar bodoh dari yang ia duga.&lt;br /&gt;
“Tu-tunggu! ……Apa maksudnya itu? Apa itu sungguhan? Mungkinkah kita ini keluarga?”&lt;br /&gt;
“Kau tak perlu meragukannya, itu benar bahwa kita adalah keluarga.”&lt;br /&gt;
Harutora menggeleng-gelengkan kepalanya, tak percaya mendengar jawaban Kyouko.&lt;br /&gt;
Lalu, ia bertanya: “……Kon, apakah kau mengetahuinya?”&lt;br /&gt;
Meskipun ia tidak mendapat respon, ia dengan jelas merasa bahwa Kon pasti tidak menjawab demi perasaannya. Itu adalah jawaban positif. Fakta bahwa ia tak tahu apapun ketika bahkan shikigaminya sendiri tahu hubungan keluarganya benar-benar mengejutkannya.&lt;br /&gt;
“Uh…… Aku, aku mengerti! Abaikan masalah keluarga Kurahashi saat ini – Jadi apa? Kau bertemu Natsume sebelumnya, jadi mungkinkah kau memiliki pertengkaran yang sangat waktu itu, dan kau belum memadamkan kebencianmu hingga saat ini?”&lt;br /&gt;
“……Dia tidak mengingatnya.”&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
“Dia lupa bahwa kami pernah bertemu sebelumnya.”&lt;br /&gt;
Kyouko bergumam pelan. Harutora menutup mulutnya rapat tanpa bicara, bukan karena perkataan Kyouko, namun karena tatapan sedih yang terpancar dari wajahnya.&lt;br /&gt;
Hingga kemudian Harutora sadar bahwa meskipun ia telah melihat penampilan Kyouko yang tegas dan pemarah, ini adalah kai pertamanya ia benar-benar melihat wajah tersebut. Depresi tiba-tiba yang tak terjaga telah mengambil seluruh warna mukanya, dan Harutora tanpa sadar panik.&lt;br /&gt;
“……Apa hubungan kalian dulu sangat baik?”&lt;br /&gt;
“Kami hanya bertemu sekali.”&lt;br /&gt;
“Apa! Kalau begitu kau tidak bisa menyalahkannya jika dia tidak mengingatnya! Bukankah itu terjadi ketika kau masih kecil?”&lt;br /&gt;
Memang, Harutora tidak mengetahui orang ini jika hubungan Natsume dan Kyouko kecil memiliki hubungan yang cukup intim dan meninggalkan memori yang mendalam. Bahkan jika Harutora dan Natsume terkadang sedikit menjauh, keduanya masih sering bermain bersama ketika sekolah dasar.&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
“Aku mengingatnya sangat jelas.”&lt;br /&gt;
Ucap Kyouko seolah-olah ia disalahkan, tatapannya sedikit suram.&lt;br /&gt;
“Karena kami telah berjanji……”&lt;br /&gt;
“Ja-janji apa?”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
Kyouko tidak menjawabnya. Ia tidak mengatakan apapun, hanya aura suram dan sedih yang terpancar darinya.&lt;br /&gt;
Kemudian, tiba-tiba ia memberikan tatapan mencurigakan ke arah Harutora.&lt;br /&gt;
“……Biar aku bertanya. Setelah libur musim panas, Natsume-san tiba-tiba mulai menggunakan pita untuk mengikat rambutnya, apakah……”&lt;br /&gt;
“Huh?” Seru Harutora, dengan segera menyadari bahwa masalah ini benar-benar merepotkan. Bukan hanya karena rambut elegan Natsume yang jarang diantara kaum lelaki, bahkan ia mengikat rambutnya dengan pita, jadi wajar jika orang-orang meragukannya.&lt;br /&gt;
“I-i-i-itu? Dan rambut itu, kau merasa itu seperti perempuan, bukan? Sebenarnya, ada sebuah sihir didalamnya. Pita itu bukanlah sembarang pita, itu adalah jimat keluarga Tsuchimikado, dan itulah mengapa ia terlihat seperti seorang perempuan meskipun jelas terlihat bahwa ia laki-laki, hahaha.”&lt;br /&gt;
Harutora berbohong dengan kikuk ia menyembunyikannya dengan senyuman.&lt;br /&gt;
Harutora tidak tahu kenapa Kyouko terlihat seperti mendapat pukulan keras ketika mendengar penjelasannya. “Dari keluarga Tsuchimikado……” ia bergumam terdengar seperti ia memaksakan diri untuk menerima kebenaran yang sejak lama ia firasatkan, namun tak mau untuk mengakuinya. Harutora tidak mengerti mengapaKyouko memberikan reaksi semacam ini, dan ia pun hanya bisa terheran.&lt;br /&gt;
Kyouko menggigit bibirnya, tidak mengindahkan kebingungan yang muncul diwajah Harutora.&lt;br /&gt;
“……Begitu, jadi aku benar, aku tahu bahwa itu akan demikian.”&lt;br /&gt;
“A-apa yang kau maksud dengan itu?”&lt;br /&gt;
“Apakah aku perlu mengatakannya? Natsume-kun tidak memedulikan apapun selain dirinya dan keluarga Tsuchimikado…… tidak, sikapnya terhadap Onmyoudou sama saja, pada akhirnya adalah untuk tidak mempermalukan nama Tsuchimikado, itulah mengapa dia sangat sering berlatih. Nama Tsuchimikado adlah segala-galanya didalam kepalanya.”&lt;br /&gt;
“Hei, itu terlalu……”&lt;br /&gt;
“Apa? Aku salah? Semuanya mengetahui ini, tak ada orang yang tidak menyadarinya. Mungkin kau terkecuali, tapi dia hanya membelamu karena kau adalah – shikigami keluarga Tsuchimikadonya, bukan? Bukankah begitu?”&lt;br /&gt;
Ia salah.&lt;br /&gt;
Harutora ingin menyangkalnya, namun ia tidak mampu membuka mulutnya.&lt;br /&gt;
Natsume yang telah berkata ‘mari lakukan yang terbaik’ sambil tersenyum, Natsume yang seluruh tubuhnya bergetar karena malu, Natsume yang menoleh dan pura-puura tak melihat ketika pertarungan shikigami namun denga segera berlari kepadanya untuk memarahinya setelah selesai.&lt;br /&gt;
Ia tahu Natsume mengkhawatirkannya, namun jika ia ditanya kenapa Natsume mengapa Natsume khawatir, ia tak sanggup merespon. Ia percaya – ia ingin percaya, namun hatinya dengan keras kepala menolaknya.&lt;br /&gt;
Kyouko menatap serius pada Harutora yang terdiam, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
“……Ato-kun juga memberitahuku.”&lt;br /&gt;
“Huh? Tou-touji? Apa yang dikatakannya……”&lt;br /&gt;
“Dia bilang kau menjadi shikigami dan melayani Natsume-kun untuk mematuhi tradisi keluarga. Itulah mengapa aku akhirnya mengerti kenapa Natsume-kun memilih dirimu yang orang luar menjadi shikigaminya. Itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan entah itu menguntungkan dirinya atau tidak, ataupun dia memikirkan perasaanmu. Dia hanya berlaku demikian karena untuk memenuhi tradisi keluarga Tsuchimikado, yang menjadi hal terpenting bagi dirinya.”&lt;br /&gt;
Benci. Marah. Sesal. Sedih. Emosi negatif tersebut terlihat disetiap kata-katanya, terlihat kontras denga kesan pertama yang ia berikan yang terus terang.&lt;br /&gt;
Kyouko menatap mata Harutora. Yang mengejutkan adalah tatapannya menunjukan belas kasih dan resonansi yang menarik. Ia mengasihi dirinya, dan juga Harutora.&lt;br /&gt;
…Ah.&lt;br /&gt;
Saat itu, ia mengerti semuanya.&lt;br /&gt;
Kyouko – setelah mendengarkan perkataan Touji, percaya bahwa Harutora dan dirinya adalah ‘sama’ dalam hal hubungan mereka terhadap Natsume. Harutora tidak mengerti hubungan antara Kyouko dan Natsume, namun dihati Kyouko, Kyouko telah menyamakan hubungannya dengan Natsume dan hubungan Harutora dengan Natsume. Itulah mengapa perubahan seratus delapan puluh derajat muncul dalam sikapnya.&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
“Tunggu, kau salah, Kurahashi.”&lt;br /&gt;
Kali ini, suaranya terdengar normal dan tulus tanpa ada jejak keraguan, dan suara tersebut membuat Kyouko kembali pada kesadarannya.&lt;br /&gt;
“……Apa?”&lt;br /&gt;
“Kau salah, akulah orang yang meminta orang tersebut untuk membiarkanku menjadi shikigaminya.”&lt;br /&gt;
Mata Kyouko melebar tidak percaya.&lt;br /&gt;
“Bohong.”&lt;br /&gt;
 “Aku tidak bohong. Mungkin terdengar tidak meyakinkan bahwa orang luar sepertiku sengaja memilih hal yang tidak serasi dengan apa yang dijalani sebelumnya…… Namun sungguh akulah yang inisiatif meminta. Orang itu awalnya menolak, percaya bahwa terlalu banyak risiko jika menjadikanku shikigaminya, dan hanya mengizinkanku berjalan dijalan yang sama dikarenakan kegigihanku.”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
Tatapan Kyouko pun penuh keraguan. Harutora tidak berbohong, tiap kata yang diucapkannya adalah benar, dan Kyouko seharusnya bisa mengerti. Ia harap Kyouko mampu mengerti.&lt;br /&gt;
“Orang itu memang memiliki perasaan yang rumit dan kompleks terhadap nama Tsuchimikado…… Seperti ia bangga akan hal tersebut dan juga tertekan karenanya, dan terkadang ia menderita karenanya. Tapi ia tidak terbawa karenanya, bisakah kau memercayai apa yang kukatakan?”&lt;br /&gt;
Ia ingin dengan damai bekerja sama dengan semuanya, tentu saja termasuk Kyouko, dan akan lebih bagus jika Natsume turut bergabung. Tidak, Natsume pasti harus tergabung.&lt;br /&gt;
Bahkan jika ia adalah shikigami yang tidak berguna, mungkin ini – menciptakan ‘tempat untuk Natsume’ – adalah sihir terkuat yang mampu Harutora berikan kepada tuannya.&lt;br /&gt;
“……Apa, jika kau berkata demikian, aku……”&lt;br /&gt;
Kyouko berbicara dengan marah, tatapannya menurun melihat kakinya.&lt;br /&gt;
“Pada akhirnya ini hanyalah cinta bertepuk sebelah tanganku? Aku dengan mudahnya dilupakan?”&lt;br /&gt;
“Huh? Tidak…… Aku……”&lt;br /&gt;
Ia tidak bermaksud demikian. Sebelum ia menyelesaikan perkataannya, suara lain pun menarik perhatian mereka.&lt;br /&gt;
“……Apa yang kalian berdua lakukan?”&lt;br /&gt;
Suara tersebut terdengar dingin dan keras, bagai armor yang dibuat dari besi tebal.&lt;br /&gt;
“Natsume?”&lt;br /&gt;
Natsume berjalan menaiki tangga darurat, menatap pada wajah-wajah yang dengan anehnya terlihat muram.&lt;br /&gt;
“Apa yang kalian lakukan ditempat ini? Bukankah seharusnya perselisihan kalian sudah selesai dengan pertarungan kemarin?”&lt;br /&gt;
“Ah, tidak, kau salah, Natsume. Kami tidak bertengkar—“&lt;br /&gt;
Harutora dengan segera menjelaskan, namun Kyouko tiba-tiba menyela perkataannya.&lt;br /&gt;
“Dia benar, kami telah berbaikan.” Ucapnya tak berekspresi.&lt;br /&gt;
“……Berbaikan?”&lt;br /&gt;
“Benar, Tsuchimikado dan Kurahashi awalnya adalah satu keluarga. Kesalahpahaman diantara kami telah terselesaikan, dan sekarang kami hanya mengobrol biasa sebagai sesama keluarga cabang Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
Suara Kyouko terdengar sedikit bergetar, provokasi pun ditunjukan walau kalimat yang dikatakan bermaksud lain, dan Harutora dengan segera berusaha untuk meringankan suasana.&lt;br /&gt;
“Itu benar, Natsume. Aku tidak tahu bahwa dia sebenarnya ada hubungan keluarga dengaku, bagaimana kau tidak memberitahukanku segera, haha……”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
Natsume dengan diam memerhatikan keduanya, dan Harutora tidak menyadari bahwa bibirnya sedikit bergetar.&lt;br /&gt;
“……Istirahat sebentar lagi selesai, segera kembali ke kelas.”&lt;br /&gt;
Natsume tiba-tiba membalikkan tubuhnya dengan sikap dingin, dan tidak dapat dibedakan entah Natsume menerima penjelasan Harutora dan Kyouko atau tidak. Harutora dengan segera memanggil Natsume: “Tunggu.”&lt;br /&gt;
Ini kesempatan bagus.&lt;br /&gt;
Meskipun ia hanya berbincang sedikit, ia telah menyadari bahwa permusuhan antara Kyouko dan Natsume bukan hanya sekadar cemburu biasa ataupun keinginan menjadi yang terunggul. Dengan demikian, mereka harus setidaknya memperdalam rasa pengertian mereka satu sama lain meskipun mereka tidak bisa langsunng berbaikan. Natsume telah mengekspresikan dirinya bahwa ia tidak mengerti mengapa Kyouko memusuhinya sangat. Mungkin mereka setidaknya lebih kurang bisa memperbaiki hubungan mereka jika mereka mau saling mengerti satu sama lain.&lt;br /&gt;
“Jangan dingin seperti itu. Kami bertarung kemarin, tapi setelah berbicara sekarang, aku tahu bahwa ia telah introspeksi, dan bahkan ia datang untuk meminta maaf, bukan?”&lt;br /&gt;
Harutora berusaha keras menjelaskannya untuk Kyouko. Kyouko tidak berucap apapun, ekspresinya kompleks, namun Harutora sangat bersyukur kepadanya untuk tidak membuka mulutnya untuk berbicara hal yang sembrono.&lt;br /&gt;
“Bukankah kau bilang bahwa kau sebenarnya tidak membenci Kurahashi? Terlebih lagi, apa yang ia katakan juga sebenarnya beralasan, dan jika kalian tenang dan duduk untuk berbicara, mungkin situasi ini akan—“&lt;br /&gt;
“Kau juga berbicara dengan senangnya saat berbicara dengan murid-murid lainnya pagi ini.” Natsume mendengar berbicara lagi dan lagi penuh semangat sebagaimana ia akan pergi, dan berhenti untuk berbicara tanpa membalikkan tubuhnya.&lt;br /&gt;
“Oh, itu, aku tidak mengerti apa yang terjadi awalnya, tapi aku telah menyadari setelah berbicara bahwa semuanya tidak berbeda dari orang-orang biasa. Prasangka mereka terhadap Tsuchimikado tidak sedalam seperti dulu, dan mereka bahkan setuju untuk membiarkanku bertanya jika aku tidak mengerti pelajaran—“&lt;br /&gt;
“—Itu……”&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
“Itu – bersikap demikian dengan orang-orang disekitarmu, mendapati hati orang-orang, apakah itu metode yang kau bicarakan kemarin?”&lt;br /&gt;
Kehampaan yang ada didalam suaranya membuat Harutora bergidik.&lt;br /&gt;
Harutora terkejut ketika ia mendengar kalimat tersebut, tanpa ada waktu untuk memikirkan entah ia memang terkejut, heran, atau bahkan marah. Ia tidak pernah membayangkan Natsume akan berucap demikian, dan setelah mendengarnya, Kyouko pun turut terkejut sebagaimana ia menatap Natsume.&lt;br /&gt;
Natsume pelan membalikkan tubuhnya.&lt;br /&gt;
“Harus berapa kali aku biang agar kau mengerti, Harutora? Prosesmu tertinggal jauh dengan murid-murid lainnya, dan kau tak akan mampu mengejar mereka jika kau hanya memuji mereka. Kenapa kau tidak mengerti ini?”&lt;br /&gt;
Suara yang tertahan, dan tatapan yang mendidih akibat amarah.&lt;br /&gt;
“Onmyoudou bukanlah tempat untuk bersenang-senang dengan orang-orang, dan tempat ini berbeda dengan sekolah normalmu sebelumnya. Jika kau ada waktu untuk bersantai-santai dengan murid-murid kelas dan mengobrol dengan Kurahashi-san, kenapa kau tidak gunakan untuk melatih dirimu.”&lt;br /&gt;
Natsume berbicara dengan serius dan sungguh-sungguh, terlihat menyedihkan.&lt;br /&gt;
“Ap—“&lt;br /&gt;
Emosi yang tertahan didalam hati Harutora tak terbendung lagi, dan akhirnya pun meledak-ledak ketika Harutora membuka mulutnya.&lt;br /&gt;
“Apa yang kau candakan! Natsume, siapa yang kau coba bodohi dengan sikapmu yang seolah-olah kau tinggi dan berkuasa!”&lt;br /&gt;
Ia berteriak dengan marah.&lt;br /&gt;
Harutora berteriak dengan marah yang berapi-api. Natsume melangkah mundur seolah-olah ia baru saja terkena badai, dan bahkan Kyouko yang mendengarnya pun menjadi kaku. Namun, Harutora tidak berhenti berteriak, dengan tidak adanya niatan untuk berhenti.&lt;br /&gt;
“Kau pemalu, jadi kau meremehkan orang-orang yang berusaha untuk akrab? Seorang bocah yang memiliki masalah dalam berkomunikasi dengan orang lain berani untuk berbicara omong kosong seperti itu!”&lt;br /&gt;
“Ap……!”&lt;br /&gt;
Natsume pun tak mampu untuk berkata-kata seolah-olah ia telah dipukul bertubi-tubi. Kemarahan Harutora tidak mampu dihentikan setelah ia mengeluarkannya.&lt;br /&gt;
“Aku juga tahu bahwa prosesku masih terbelakang dan aku adalah orang luar yang tidak tahu apa-apa mengenai Onmyoudou. Tapi karena ini, apa salahnya untuk memercayai orang yang ada disekitarku dan meminta bantuan semuanya untuk membantuku? Bekerja sama dengan murid lain dan bekerja keras bersama juga merupakan metode yang bagus! Kau tidak bisa melakukannya – jangan berpikir kau hebat dan menghina orang lain hanya karena kau tidak memiliki keberanian!”&lt;br /&gt;
Ucapnya marah, tak mampu mengingat kapan terakhir kali ia berteriak seperti ini kepada orang lain. Terasa seolah-olah seluruh udara yang ada didalam tubuhnya diremas, dan ia tidak mampu untuk berhenti bergetar.&lt;br /&gt;
Namun, ia harus mengatakannya. Ia marah pada ucapannya Natsume, kesal bahwa kerja kerasnya tidak diterima dengan baik, dan tak mampu untuk membiarkannya dengan senyuman ataupun pujian.&lt;br /&gt;
Dibawah serangan intens emosi Harutora yang mengebu-gebu, wajah Natsume memucat, terlihat seperti jiwanya telah dicuri oleh momentum.&lt;br /&gt;
“Bekerja sama dengan yang lainnya… Keberanian…”&lt;br /&gt;
Ia menatap Harutora kosong, mulutnya bergumam dan sekilas cahaya pun muncul dari sudut matanya.&lt;br /&gt;
“Hal-hal seperti itu… Aku tak butuh Harutora-kun untuk memberitahukannya padaku hal tersebut.”&lt;br /&gt;
“……!”&lt;br /&gt;
Natsume tersandung, meninggalkan Harutora dengan langkah tak stabil.&lt;br /&gt;
“Tsuchimikado-kun, kenapa kau ada ditempat seperti ini? Waktu yang kita janjikan sudah—“ pria muda berjas pun muncul ditempat yang sama dimana Natsume muncul.&lt;br /&gt;
Harutora ingat laki-laki tersebut. Laki-laki tersebut adalah laki-laki yang telah mencari Natsume dihari sebelumnya saat istirahat siang dan selesai kelas yang mengatasnamakan kelas khusus. Ia terkejut melihat Natsume berada ditangga, dan dengan jelas khawatir menyadari atmosfer yang tidak mengenakkan tersebut.&lt;br /&gt;
Lalu, Natsume menundukan kepalanya, memunggungi Harutora.&lt;br /&gt;
Ia berjalan menuruni tangga, kakinya berdentum pada setiap langkahnya, dan melewati laki-laki yang kebingungan tersebut, menghilang menuju gedung akademi.&lt;br /&gt;
Laki-laki muda tersebut menatap Natsume yang pergi berjalan menuju lantai gedung dan Harutora yang berada ditangga dengan sikap yang ragu-ragu. Pada akhirnya, ia pun memanggil: “…tunggu,” dan pergi berlari untuk mengejar Natsume.&lt;br /&gt;
Hanya Harutora dan Kyouko yang tertinggal.&lt;br /&gt;
“……Sial.”&lt;br /&gt;
Rasa lelah karena lubang besar yang terbuka didadanya menyerang Harutora setelah ia mengeluarkan emosi tertahannya.&lt;br /&gt;
…Orang itu……&lt;br /&gt;
Natsume telah lupa dengan tradisi keluarga bahwa ia harus bersikap seperti laki-laki dikalimat terakhirnya, dan telah merubahnya menjadi seorang perempuan yang melupakan penyamarannya. Kilasan dirinya yang sebenarnya dari balik penyamarannya sebagai seorang laki-laki terus menyiksa hatinya.&lt;br /&gt;
“……Hei……”&lt;br /&gt;
Kyouko yang berakhir dengan menyaksikan kejadian tersebut dari samping pun berbicara dengan ragu-ragu:&lt;br /&gt;
“Aku, mungkin bukan posisiku untuk berbicaara seperti ini, tapi…… Apakah tak apa untukmu untuk tidak mengejarnya?”&lt;br /&gt;
Ia bertanya denga hati yang terguncang, seperti ia telah menyentuh sesuatu yang telah hancur. Harutora tidak menjawab. Ia tak bisa menjawab.&lt;br /&gt;
Hingga kemudian bel yang menandakan istirahat siang telah selesai perlahan berbunyi, seolah-olah terdengar lebih lambat dari biasanya.&lt;br /&gt;
“Tsuchimikado-kun – Natsume-kun! Tunggu.”&lt;br /&gt;
Dengan cepat ia mengejar Natsume yang berlari melalui aula. Namun, ia masih terus bergerak maju tanpa menoleh ke belakang bahkan jika suaranya telah memanggilnya dari belakang.&lt;br /&gt;
Ia dengan segera mencari-cari Natsume ketika Natsume tetap tidak muncul bahkan ketika waktu janjian mereka telah lewat, dan sebagai hasilnya kejadian tersebut terjadi. Orang yang ada ditangga tersebut adalah shikigami yang telah ia lihat kemarin. Mereka mungkin bertengkar. Punggung mungil Natsume bergetar dengan napasnya.&lt;br /&gt;
Ia pun tak mampu untuk tidak mendesah.&lt;br /&gt;
Disisi lain, ia mengasihi Natsume, dan disisi lain ia diisi dengan perasaan yang tidak menyenangkan setelah melihat adegan tersebut. Pikirannya mengerti bahwa ini tak dapat diubah, namun ia merasa sakit karena ketidakdewasaan rajanya dan penampilan jeleknya. Khususnya, ini adalah salah shikigami tak berguna tersebut, yang dimana telah mendorongnya pada batas toleransinya.&lt;br /&gt;
“……Tak ada pilihan lain.”&lt;br /&gt;
“Benar, tak perlu menunggu lebih lama lagi.”&lt;br /&gt;
Ia tak mampu menoleransinya lagi, dan suara yang tiba-tiba berubah dari biasanya pun membuat Natsume berhenti dengan terkejut.&lt;br /&gt;
“Natsume-kun, sebenarnya dirimu tak perlu untuk mempermasalahkan hal sepele seperti itu. Mari mulai sekarang, meskipun sekarang masih belum waktunya.” Ucapnya pada Natsume.&lt;br /&gt;
“Ap-Apa yang kau katakan?”&lt;br /&gt;
Natsume akhirnya berbalik untuk melihat laki-laki tersebut.&lt;br /&gt;
Meskipun hatinya sedang bimbang, ia dalam bahaya, namun sayangnya reaksinya masih terlalu lambat. Pertengkaran dengan shikigaminya masih menggelayuti pikirannya, menyebabkannya untuk tak mampu mengubah emosinya dengan segera. Sungguh sikap yang kekanakan, namun ia tak harus menanggungnya dimasa depan nanti. Dengan segera ia mengleluarkan jimat.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Stupefy, seal, bind. Order.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Jimat pun melayang dari jari-jarinya. Membuat Natsume untuk sementara tak sadarkan diri. Ia menaruh kedua tangannya ke dalam saku celananya, mendengus ketika ia melihat Natsume yang tidak sadarkan diri.&lt;br /&gt;
“Harusnya telah melakukan ini sejak lama.”&lt;br /&gt;
“Jangan terburu-buru, selanjutnya adalah yang sebenarnya.”&lt;br /&gt;
Akan mengurusi orang yang menghalangi ‘edukasinya’ nanti? Terlebih lagi, bagaimanapun Natsume komplain, shikigami muda tersebut pastinya adalah pilar dukungannya, dan mereka harus dengan segera menyelesaikan masalah tersebut sesegera mungkin.&lt;br /&gt;
“Bagaimanapun, itu adalah sesuatu yang buruk untuk membiarkannya sendiri.”&lt;br /&gt;
“Aku mengerti. Serahkan padaku untuk mengatasinya.”&lt;br /&gt;
Senyuman dingin pun muncul dalam wajahnya ketika ia mengatakan hal tersebut.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=515580</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=515580"/>
		<updated>2017-03-22T12:47:37Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Volume 2 - RAVEN&amp;quot;s NEST */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Teaser|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr1_cover_cut.jpg|thumb|x400px|Cover for Volume 1]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039; (東京レイヴンズ) adalah light novel Jepang yang ditulis oleh [[:Category:Kouhei Azano|Kōhei Azano]] dan diilustrasikan oleh Sumihei. Serial ini diadaptasi dalam bentuk manga di tahun 2010. Sekitar 24 episode adaptasi anime tayang di jepang mulai tanggal 8 Oktober 2013 sampai 26 Maret 2014, yang meliputi Volume 1 sampai 9, kecuali beberapa cerita pendek dari Volume 4 dan Volume 5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; juga tersedia dalam bahasa berikut:&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Français|Français (French)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo_Ravens_~Russian_Version~|Русский (Russian)]]&lt;br /&gt;
*[https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_Italiano Italian]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Spanish|Español ]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
Tsuchimikado Harutora lahir dalam sebuah keluarga Onmyouji kelas atas, namun dia tidak bisa melihat &amp;quot;energi roh&amp;quot;. Berkat itu, dia telah menikmati kehidupan sehari-hari yang tenang dengan teman-temannya di SMA biasa. Suatu hari, teman masa kecilnya Tsuchimikado Natsume yang merupakan ahli waris keluarga utama, tiba-tiba menghilang. Apakah ini akan menyebabkan takdirnya mulai terlepas!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Lainnya==&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Genre&#039;&#039;&#039;: Action, Romance, Comedy, Supernatural&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Judul Asli&#039;&#039;&#039;: 東京レイヴンズ&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Penulis&#039;&#039;&#039;: Kōhei Azano&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Illustrator&#039;&#039;&#039;: Sumihei&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Volume yang telah dipublikasikan&#039;&#039;&#039;: 1-14, EX 1-3&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Status&#039;&#039;&#039;: Masih berlanjut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Perkenalan Karakter==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;collapsible collapsed&amp;quot; style=&amp;quot;text-align:left; margin:5px 20px clear:both; font-size:100%; background:transparent; width:100%;&amp;quot;&lt;br /&gt;
! style=&amp;quot;background:#cee0f2;&amp;quot; align=&amp;quot;center&amp;quot;| &#039;&#039;&#039;Peringatan mengandung Spoiler!&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Harutora Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Harutora.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Karakter utama dan putra keluarga percabangan klan Tsuchimikado. Meski lahir dalam keluarga Onnyouji yang berbeda, dia tidak memiliki kekuatan sihir. Dia telah hidup normal dan mengubur kembali hidupnya yang mengingat kalau dia tidak bisa melakukan apapun tanpa kekuatan sihir. Saat dia kecil, dia berjanji dengan Natsume untuk menjadi shikigami dan melindunginya. Setelah menyaksikan kematian Hokuto, dia menjadi shikigami Natsume demi menepati janji yang dia buat beberapa tahun lalu. Dia terlihat mempunyai semacam &#039;Nasib sial&#039; yang dia anggap sebagai kutukan kuno yang ditinggalkan oleh leluhurnya. Dia benar-benar lemah dalam belajar dan biasanya diajari oleh Natsume untuk menjauhkan diri setahun.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Natsume Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Natsume.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora dan putri keluarga utama klan Tsuchimikado. Dia adalah anak Onmyouji yang bersekolah di Tokyo dan suka menghabiskan uang. Selama liburan musim panas, dia datang ke kota Harutora untuk mengganggu kehidupan tenangnya dengan tanggung jawab pada janji yang Harutora buat dulu yang telah mengenalnya. Dia adalah ahli waris keluarga Tsuchimikado dan dianggap menjadi reinkarnasi Yakou Tsuchimikado. Sebagai tradisi keluarga, dirinya saat ini menyamar sebagai laki-laki di depan keluarga Onmyouji lain. Dia punya shikigami tipe Gohou yang dipanggil Hokuto, roh naga sejati yang melayani keluarga Tsuchimikado dari generasi ke generasi. Dia sangat peduli dengan reputasi keluarganya dan menanggung beban menjadi ahli waris klan Tsuchimikado berikutnya. Setelah insiden dengan Suzuka Dairenji, dia mengenakan pita yang sama dengan Hokuto yang diberikan oleh Harutora saat memenangkan permainan tembak. Dia peduli dengan Harutora dan jatuh cinta padanya sejak kecil.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Hokuto&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Hokuto.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora. Dia akrab dengan Harutora dan benar-benar cemburu ketika Harutora dicium oleh Suzuka. Selama pertemuan berikutnya dengan Suzuka, dia mengorbankan dirinya demi menyelamatkan Harutora dari shikigami Tsuchigumo milik Suzuka, menyatakan dirinya sebagai shikigami. Hokuto sebenarnya shikigami Natsume, yang digunakan sebagai perantara untuk mendekati Harutora. &#039;Kematian&#039; Hokuto adalah apa yang diberitahukan pada Harutora sebagai shikigami Natsume. Dia membagikan namanya dengan shikigami lain yang dipanggil Hokuto yang merupakan sesosok naga.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Suzuka Dairenji&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Suzuka.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Orang termuda dalam Dua belas Pemimpin Suci yang dijuluki &amp;quot;anak berbakat&amp;quot;. Dia diincar sebagai kriminal karena penelitian dan menggunakan sihir terlarang. Dia mengunjungi kota demi mencari Natsume untuk menawarkan dirinya dalam Ritual Taizan Fukun untuk menghidupkan kembali kakaknya. Dia meneliti Yakou Tsuchimikado dan Ritual Taizan Fukun demi menghidupkan kakaknya lagi. Ini menuntunnya ke dalam pertikaian dengan perwakilan Onmyouji. Walaupun menjadi Onmyouji yang sangat kuat, dia diperlakukan sebagai Pemimpin Suci terlemah karena pernyataan Reiji Kagami. Dia adalah putri Shidou Dairenji. Dia berdosa karena tindakannya yang membawa menuju kematian Hokuto tetapi Harutora melepaskannya dari dosanya ketika dia memberitahu kalau Hokuto dikendalikan dari jarak jauh oleh penggunanya. Sebagian besar sihirnya disegel oleh Perwakilan Onmyouji dan dia kemudian mendaftarkan diri di Akademi Onmyouji sebagai hukuman atas insiden di kota sebelah. Dia memiliki perasaan suka pada Harutora.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Touji Ato&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Touji.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Mantan penjahat dan teman terbaik Harutora dari sekolah. Dia mampu merasakan roh tertentu dan banyak mengetahui tentang Onmyouji. Dia adalah korban Kehancuran Spiritual dari dua tahun lalu. Dokter ayah Harutora merawatnya walau setelah pengaruhnya tersisa. Dia menyadari cara sebelum Harutora kalau Natsume adalah seseorang yang mengendalikan Hokuto. Dia mendaftar ke Akademi Onmyouji di Tokyo bersama dengan Harutora. Dia biasanya membantu kapanpun  dia mendapat masalah. Dia selalu terlihat mengenakan syal hijau. Dua tahun sebelum cerita, diungkapkan kalau dia dirasuki oleh Ogre yang menyebabkan Kehancuran Spiritual. Jadi, pada akhirnya dia menjadi Setengah Ogre dan sekarang mencoba memperoleh kendali untuk menahan Ogre dalam dirinya. Alasan kenapa dia mendaftar ke Akademi Onmyouji adalah untuk membersihkan Ogre dalam dirinya.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Terjemahan==&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap chapter (setelah diedit) harus sesuai dengan pedoman format umum.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|Format Umum/Mode Pedoman]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Pedoman dan Terminologi|Pedoman Proyek Spesifik: Nama dan Terminologi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Halaman Pendaftaran===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah diminta untuk [[Tokyo Ravens (Indonesia):Halaman Registrasi|mendaftar]] bab/chapter yang ingin mereka kerjakan.&#039;&#039;&#039;&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ini merupakan terjemahan &#039;&#039;second hand&#039;&#039; dari bahasa [[Tokyo Ravens|inggris]], bila anda mampu berbahasa jepang dengan baik, sangat dipersilahkan.&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Dan mohon hubungi dulu dengan penerjemah yang aktif kalau ingin berkontribusi. Jika penerjemah tidak ada atau tidak aktif dalam 3 bulan boleh diambil alih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Feedback Forum===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Update==&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;overflow:auto; max-height: 150px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
*08 Maret 2017 - Volume 2 Chapter 2 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*17 Februari 2017 - Volume 2 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*13 Desember 2016 - Volume 1 Chapter 4 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*28 November 2016 - Volume 1 Chapter 3 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*21 Oktober 2016 - Volume 1 Chapter 2 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*12 Maret 2016 - Volume 1 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*11 Maret 2016 - Pembaharuan Halaman&lt;br /&gt;
*25 Juni 2013 - Teaser&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039; oleh Kōhei Azano==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 1 - SHAMAN*CLAN===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 1|Chapter 1 - Putra dari Keluarga Cabang]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 2|Chapter 2 - Dimulainya Pemujaan]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 3|Chapter 3 - Tentara Iblis Berlapis Baja]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 4|Chapter 4 - Keturunan Tsuchimikado]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr1 cover cut.jpg|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2 - RAVEN&amp;quot;s NEST===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 1|Chapter 1 - Gagak Muda Akademi]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 2|Chapter 2 - Ekor dan Telinga]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 3|Chapter 3 - Shikigami Showdown]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 4|Chapter 4 - Kodoku]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 5|Chapter 5 - One-Armed Oni]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr2-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3 - cHimAirA DanCE===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 1|Chapter 1 - A New Beginning]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 2|Chapter 2 - Spring Tempest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 3|Chapter 3 - Living Spirits]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 4|Chapter 4 - Destroying the Nue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 5|Chapter 5 - Starting Point]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr3-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4 - KEMBALINYA GADIS-GADIS &amp;amp; hari-hari dalam sarang I===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume4_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 1|Chapter 1 - Star Raid]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 2|Chapter 2 - The Rumored Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 3|Chapter 3 - The Girl&#039;s Next Step]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Short|Short - Chicks In The Nest Prologue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 1|Story 1 - Frog Day]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 2|Story 2 - The Men&#039;s Capriccio]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 3|Story 3 - Escape From Dougenzaka]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 4|Story 4 - Bloody Holiday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr4-cover-cut.jpeg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 5 - hari-hari dalam sarang II &amp;amp; GADIS-GADIS LAGI===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume5_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 1|Chapter 1 - Chicks In The Nest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 1|Story 1 - The Snowscape of the Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 2|Story 2 - Winter Day&#039;s Dinner]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 3|Story 3 - The Tail of Duty]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 4|Story 4 - Cold Memory in Dark]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 2|Chapter 2 - Practical Skills Training Camp]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 3|Chapter 3 - Six People&#039;s Conference]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 4|Chapter 4 - The Girl&#039;s Determination]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr5-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 6 - Black Shaman ASSAULT===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume6_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 1|Chapter 1 - Under The Rainy Season&#039;s Overcast Sky]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 2|Chapter 2 - Letter of Challenge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 3|Chapter 3 - Onmyouji, Visiting]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 4|Chapter 4 - Breaking Through the Enemy Line]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 5|Chapter 5 - Competition of Magic]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr6-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7 - _DARKNESS_EMERGE_===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume7_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 1|Chapter 1 - Encounter]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 2|Chapter 2 - An Old Clue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 3|Chapter 3 - Twin-Horned Syndicate]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 4|Chapter 4 - Higekiri]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 5|Chapter 5 - Darkness Emerge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr7-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 8 - over-cry===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume8_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 1|Chapter 1 - Entanglement]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 2|Chapter 2 - The Waking Darkness]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 3|Chapter 3 - Natsume and Kyouko]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 4|Chapter 4 - Revelation]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 5|Chapter 5 - The Tsuchimikado Girl]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr8-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 9 - to The DarkSky===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume9_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 1|Chapter 1 - Death]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 2|Chapter 2 - In the Night]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 3|Chapter 3 - Bared Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 4|Chapter 4 - Counterattack]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr9-cover-cut.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 10 - BEGINS/TEMPLE===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume10_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 1|Chapter 1 - Rabbit from the Temple of Darkness]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 01|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 2|Chapter 2 - Visitors]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 02|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 3|Chapter 3 - Sacred Ground for Conspiracy]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 03|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 4|Chapter 4 - Onmyouji at the Mountain]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 04|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 5|Chapter 5 - Cursed Temple on Fire]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr10-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 11 - change:unchange===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume11_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 1|Chapter 1 - Past and Present]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 2|Chapter 2 - Future and Everyday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 3|Chapter 3 - Time to Hunt]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 4|Chapter 4 - Those Sharpening their Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 5|Chapter 5 - Blue and Pink]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr11-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 12 - Junction of STARs===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume12_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 1|Chapter 1 - Omens of the Banquet]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 2|Chapter 2 - Scenery of Old]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 4|Chapter 4 - Meteor Flurry]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr12-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 13 - COUNT&amp;gt;DOWN===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume13_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 1|Chapter 1 - Dark Clouds Yonder]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 2|Chapter 2 - Omens of the Storm]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 3|Chapter 3 - Dissonance]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 4|Chapter 4 - Journey]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 5|Chapter 5 - Interweaving Travels]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr13-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 14 - EMPEROR.ADVENT===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume14_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 1|Chapter 1]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 2|Chapter 2]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 4|Chapter 4]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr14_001.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===BD Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Supervisor: [[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
* Pengawas Proyek: [[user:Baka-Tsuki Update Indonesia|Baka-Tsuki Update Indonesia]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Penerjemah====&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Aktif&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
*[[user:Ran|Ran]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Konstributor (tidak aktif)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Adipratama|Adipratama]]&lt;br /&gt;
*[[user:Rarara97|Rarara97]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Editor====&lt;br /&gt;
*[[user:Isko|Isko]] (selalu on time, jika diperlukan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Tinjauan Serial==&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 1 SHAMAN*CLAN ---(May 20, 2010, ISBN 978-4-8291-3519-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 2 RAVEN&#039;s NEST ---(September 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3552-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 3 cHImAirA DanCE ---(December 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3592-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 4 GIRL RETURN &amp;amp; days in nest I ---(May 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3637-9)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 5 days in nest II &amp;amp; GIRL AGAIN ---(July 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3657-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 6 Black Shaman ASSAULT ---(October 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3688-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 7 _DARKNESS_EMERGE_ ---(May 19, 2012, ISBN 978-4-8291-3757-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 8 over-cry ---(October 20, 2012, ISBN 978-4-8291-3809-0)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 9 to The DarkSky ---(March 19, 2013, ISBN 978-4-8291-3865-6)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 10 BEGINS/TEMPLE ---(October 19, 2013, ISBN 978-4-0471-2911-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 11 change:unchange ---(April 19, 2014, ISBN 978-4-0407-0087-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 12 Junction of STARs ---(November 20, 2014, ISBN 978-4-04-070139-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 13 COUNT&amp;gt;DOWN ---(March 20, 2015, ISBN 978-4-04-070524-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 14 EMPEROR.ADVENT ---(December 19, 2015, ISBN 978-4-04-070525-5)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX1 party in nest ---(July 20, 2013, ISBN 978-4-8291-3909-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX2 seasons in nest ---(February 20, 2014, ISBN 978-4-0407-0030-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX3 memories in nest ---(September 19, 2015, ISBN 978-4-04-070523-1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;br /&gt;
[[Category:Kouhei Azano]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=514772</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=514772"/>
		<updated>2017-03-08T17:22:44Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Volume 7 - _DARKNESS_EMERGES_ */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Teaser|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr1_cover_cut.jpg|thumb|x400px|Cover for Volume 1]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039; (東京レイヴンズ) adalah light novel Jepang yang ditulis oleh [[:Category:Kouhei Azano|Kōhei Azano]] dan diilustrasikan oleh Sumihei. Serial ini diadaptasi dalam bentuk manga di tahun 2010. Sekitar 24 episode adaptasi anime tayang di jepang mulai tanggal 8 Oktober 2013 sampai 26 Maret 2014, yang meliputi Volume 1 sampai 9, kecuali beberapa cerita pendek dari Volume 4 dan Volume 5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; juga tersedia dalam bahasa berikut:&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Français|Français (French)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo_Ravens_~Russian_Version~|Русский (Russian)]]&lt;br /&gt;
*[https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_Italiano Italian]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Spanish|Español ]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
Tsuchimikado Harutora lahir dalam sebuah keluarga Onmyouji kelas atas, namun dia tidak bisa melihat &amp;quot;energi roh&amp;quot;. Berkat itu, dia telah menikmati kehidupan sehari-hari yang tenang dengan teman-temannya di SMA biasa. Suatu hari, teman masa kecilnya Tsuchimikado Natsume yang merupakan ahli waris keluarga utama, tiba-tiba menghilang. Apakah ini akan menyebabkan takdirnya mulai terlepas!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Lainnya==&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Genre&#039;&#039;&#039;: Action, Romance, Comedy, Supernatural&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Judul Asli&#039;&#039;&#039;: 東京レイヴンズ&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Penulis&#039;&#039;&#039;: Kōhei Azano&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Illustrator&#039;&#039;&#039;: Sumihei&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Volume yang telah dipublikasikan&#039;&#039;&#039;: 1-14, EX 1-3&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Status&#039;&#039;&#039;: Masih berlanjut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Perkenalan Karakter==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;collapsible collapsed&amp;quot; style=&amp;quot;text-align:left; margin:5px 20px clear:both; font-size:100%; background:transparent; width:100%;&amp;quot;&lt;br /&gt;
! style=&amp;quot;background:#cee0f2;&amp;quot; align=&amp;quot;center&amp;quot;| &#039;&#039;&#039;Peringatan mengandung Spoiler!&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Harutora Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Harutora.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Karakter utama dan putra keluarga percabangan klan Tsuchimikado. Meski lahir dalam keluarga Onnyouji yang berbeda, dia tidak memiliki kekuatan sihir. Dia telah hidup normal dan mengubur kembali hidupnya yang mengingat kalau dia tidak bisa melakukan apapun tanpa kekuatan sihir. Saat dia kecil, dia berjanji dengan Natsume untuk menjadi shikigami dan melindunginya. Setelah menyaksikan kematian Hokuto, dia menjadi shikigami Natsume demi menepati janji yang dia buat beberapa tahun lalu. Dia terlihat mempunyai semacam &#039;Nasib sial&#039; yang dia anggap sebagai kutukan kuno yang ditinggalkan oleh leluhurnya. Dia benar-benar lemah dalam belajar dan biasanya diajari oleh Natsume untuk menjauhkan diri setahun.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Natsume Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Natsume.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora dan putri keluarga utama klan Tsuchimikado. Dia adalah anak Onmyouji yang bersekolah di Tokyo dan suka menghabiskan uang. Selama liburan musim panas, dia datang ke kota Harutora untuk mengganggu kehidupan tenangnya dengan tanggung jawab pada janji yang Harutora buat dulu yang telah mengenalnya. Dia adalah ahli waris keluarga Tsuchimikado dan dianggap menjadi reinkarnasi Yakou Tsuchimikado. Sebagai tradisi keluarga, dirinya saat ini menyamar sebagai laki-laki di depan keluarga Onmyouji lain. Dia punya shikigami tipe Gohou yang dipanggil Hokuto, roh naga sejati yang melayani keluarga Tsuchimikado dari generasi ke generasi. Dia sangat peduli dengan reputasi keluarganya dan menanggung beban menjadi ahli waris klan Tsuchimikado berikutnya. Setelah insiden dengan Suzuka Dairenji, dia mengenakan pita yang sama dengan Hokuto yang diberikan oleh Harutora saat memenangkan permainan tembak. Dia peduli dengan Harutora dan jatuh cinta padanya sejak kecil.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Hokuto&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Hokuto.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora. Dia akrab dengan Harutora dan benar-benar cemburu ketika Harutora dicium oleh Suzuka. Selama pertemuan berikutnya dengan Suzuka, dia mengorbankan dirinya demi menyelamatkan Harutora dari shikigami Tsuchigumo milik Suzuka, menyatakan dirinya sebagai shikigami. Hokuto sebenarnya shikigami Natsume, yang digunakan sebagai perantara untuk mendekati Harutora. &#039;Kematian&#039; Hokuto adalah apa yang diberitahukan pada Harutora sebagai shikigami Natsume. Dia membagikan namanya dengan shikigami lain yang dipanggil Hokuto yang merupakan sesosok naga.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Suzuka Dairenji&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Suzuka.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Orang termuda dalam Dua belas Pemimpin Suci yang dijuluki &amp;quot;anak berbakat&amp;quot;. Dia diincar sebagai kriminal karena penelitian dan menggunakan sihir terlarang. Dia mengunjungi kota demi mencari Natsume untuk menawarkan dirinya dalam Ritual Taizan Fukun untuk menghidupkan kembali kakaknya. Dia meneliti Yakou Tsuchimikado dan Ritual Taizan Fukun demi menghidupkan kakaknya lagi. Ini menuntunnya ke dalam pertikaian dengan perwakilan Onmyouji. Walaupun menjadi Onmyouji yang sangat kuat, dia diperlakukan sebagai Pemimpin Suci terlemah karena pernyataan Reiji Kagami. Dia adalah putri Shidou Dairenji. Dia berdosa karena tindakannya yang membawa menuju kematian Hokuto tetapi Harutora melepaskannya dari dosanya ketika dia memberitahu kalau Hokuto dikendalikan dari jarak jauh oleh penggunanya. Sebagian besar sihirnya disegel oleh Perwakilan Onmyouji dan dia kemudian mendaftarkan diri di Akademi Onmyouji sebagai hukuman atas insiden di kota sebelah. Dia memiliki perasaan suka pada Harutora.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Touji Ato&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Touji.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Mantan penjahat dan teman terbaik Harutora dari sekolah. Dia mampu merasakan roh tertentu dan banyak mengetahui tentang Onmyouji. Dia adalah korban Kehancuran Spiritual dari dua tahun lalu. Dokter ayah Harutora merawatnya walau setelah pengaruhnya tersisa. Dia menyadari cara sebelum Harutora kalau Natsume adalah seseorang yang mengendalikan Hokuto. Dia mendaftar ke Akademi Onmyouji di Tokyo bersama dengan Harutora. Dia biasanya membantu kapanpun  dia mendapat masalah. Dia selalu terlihat mengenakan syal hijau. Dua tahun sebelum cerita, diungkapkan kalau dia dirasuki oleh Ogre yang menyebabkan Kehancuran Spiritual. Jadi, pada akhirnya dia menjadi Setengah Ogre dan sekarang mencoba memperoleh kendali untuk menahan Ogre dalam dirinya. Alasan kenapa dia mendaftar ke Akademi Onmyouji adalah untuk membersihkan Ogre dalam dirinya.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Terjemahan==&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap chapter (setelah diedit) harus sesuai dengan pedoman format umum.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|Format Umum/Mode Pedoman]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Pedoman dan Terminologi|Pedoman Proyek Spesifik: Nama dan Terminologi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Halaman Pendaftaran===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah diminta untuk [[Tokyo Ravens (Indonesia):Halaman Registrasi|mendaftar]] bab/chapter yang ingin mereka kerjakan.&#039;&#039;&#039;&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ini merupakan terjemahan &#039;&#039;second hand&#039;&#039; dari bahasa [[Tokyo Ravens|inggris]], bila anda mampu berbahasa jepang dengan baik, sangat dipersilahkan.&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Dan mohon hubungi dulu dengan penerjemah yang aktif kalau ingin berkontribusi. Jika penerjemah tidak ada atau tidak aktif dalam 3 bulan boleh diambil alih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Feedback Forum===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Update==&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;overflow:auto; max-height: 150px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
*08 Maret 2017 - Volume 2 Chapter 2 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*17 Februari 2017 - Volume 2 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*13 Desember 2016 - Volume 1 Chapter 4 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*28 November 2016 - Volume 1 Chapter 3 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*21 Oktober 2016 - Volume 1 Chapter 2 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*12 Maret 2016 - Volume 1 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*11 Maret 2016 - Pembaharuan Halaman&lt;br /&gt;
*25 Juni 2013 - Teaser&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039; oleh Kōhei Azano==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 1 - SHAMAN*CLAN===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 1|Chapter 1 - Putra dari Keluarga Cabang]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 2|Chapter 2 - Dimulainya Pemujaan]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 3|Chapter 3 - Tentara Iblis Berlapis Baja]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 4|Chapter 4 - Keturunan Tsuchimikado]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr1 cover cut.jpg|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2 - RAVEN&amp;quot;s NEST===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 1|Chapter 1 - Gagak Muda Akademi]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 2|Chapter 2 - Ears and Tail]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 3|Chapter 3 - Shikigami Showdown]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 4|Chapter 4 - Kodoku]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 5|Chapter 5 - One-Armed Oni]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr2-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3 - cHimAirA DanCE===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 1|Chapter 1 - A New Beginning]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 2|Chapter 2 - Spring Tempest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 3|Chapter 3 - Living Spirits]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 4|Chapter 4 - Destroying the Nue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 5|Chapter 5 - Starting Point]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr3-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4 - KEMBALINYA GADIS-GADIS &amp;amp; hari-hari dalam sarang I===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume4_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 1|Chapter 1 - Star Raid]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 2|Chapter 2 - The Rumored Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 3|Chapter 3 - The Girl&#039;s Next Step]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Short|Short - Chicks In The Nest Prologue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 1|Story 1 - Frog Day]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 2|Story 2 - The Men&#039;s Capriccio]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 3|Story 3 - Escape From Dougenzaka]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 4|Story 4 - Bloody Holiday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr4-cover-cut.jpeg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 5 - hari-hari dalam sarang II &amp;amp; GADIS-GADIS LAGI===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume5_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 1|Chapter 1 - Chicks In The Nest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 1|Story 1 - The Snowscape of the Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 2|Story 2 - Winter Day&#039;s Dinner]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 3|Story 3 - The Tail of Duty]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 4|Story 4 - Cold Memory in Dark]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 2|Chapter 2 - Practical Skills Training Camp]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 3|Chapter 3 - Six People&#039;s Conference]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 4|Chapter 4 - The Girl&#039;s Determination]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr5-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 6 - Black Shaman ASSAULT===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume6_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 1|Chapter 1 - Under The Rainy Season&#039;s Overcast Sky]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 2|Chapter 2 - Letter of Challenge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 3|Chapter 3 - Onmyouji, Visiting]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 4|Chapter 4 - Breaking Through the Enemy Line]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 5|Chapter 5 - Competition of Magic]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr6-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7 - _DARKNESS_EMERGE_===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume7_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 1|Chapter 1 - Encounter]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 2|Chapter 2 - An Old Clue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 3|Chapter 3 - Twin-Horned Syndicate]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 4|Chapter 4 - Higekiri]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 5|Chapter 5 - Darkness Emerge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr7-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 8 - over-cry===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume8_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 1|Chapter 1 - Entanglement]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 2|Chapter 2 - The Waking Darkness]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 3|Chapter 3 - Natsume and Kyouko]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 4|Chapter 4 - Revelation]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 5|Chapter 5 - The Tsuchimikado Girl]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr8-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 9 - to The DarkSky===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume9_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 1|Chapter 1 - Death]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 2|Chapter 2 - In the Night]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 3|Chapter 3 - Bared Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 4|Chapter 4 - Counterattack]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr9-cover-cut.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 10 - BEGINS/TEMPLE===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume10_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 1|Chapter 1 - Rabbit from the Temple of Darkness]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 01|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 2|Chapter 2 - Visitors]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 02|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 3|Chapter 3 - Sacred Ground for Conspiracy]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 03|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 4|Chapter 4 - Onmyouji at the Mountain]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 04|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 5|Chapter 5 - Cursed Temple on Fire]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr10-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 11 - change:unchange===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume11_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 1|Chapter 1 - Past and Present]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 2|Chapter 2 - Future and Everyday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 3|Chapter 3 - Time to Hunt]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 4|Chapter 4 - Those Sharpening their Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 5|Chapter 5 - Blue and Pink]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr11-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 12 - Junction of STARs===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume12_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 1|Chapter 1 - Omens of the Banquet]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 2|Chapter 2 - Scenery of Old]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 4|Chapter 4 - Meteor Flurry]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr12-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 13 - COUNT&amp;gt;DOWN===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume13_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 1|Chapter 1 - Dark Clouds Yonder]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 2|Chapter 2 - Omens of the Storm]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 3|Chapter 3 - Dissonance]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 4|Chapter 4 - Journey]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 5|Chapter 5 - Interweaving Travels]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr13-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 14 - EMPEROR.ADVENT===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume14_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 1|Chapter 1]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 2|Chapter 2]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 4|Chapter 4]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr14_001.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===BD Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Supervisor: [[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
* Pengawas Proyek: [[user:Baka-Tsuki Update Indonesia|Baka-Tsuki Update Indonesia]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Penerjemah====&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Aktif&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
*[[user:Ran|Ran]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Konstributor (tidak aktif)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Adipratama|Adipratama]]&lt;br /&gt;
*[[user:Rarara97|Rarara97]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Editor====&lt;br /&gt;
*[[user:Isko|Isko]] (selalu on time, jika diperlukan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Tinjauan Serial==&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 1 SHAMAN*CLAN ---(May 20, 2010, ISBN 978-4-8291-3519-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 2 RAVEN&#039;s NEST ---(September 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3552-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 3 cHImAirA DanCE ---(December 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3592-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 4 GIRL RETURN &amp;amp; days in nest I ---(May 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3637-9)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 5 days in nest II &amp;amp; GIRL AGAIN ---(July 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3657-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 6 Black Shaman ASSAULT ---(October 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3688-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 7 _DARKNESS_EMERGE_ ---(May 19, 2012, ISBN 978-4-8291-3757-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 8 over-cry ---(October 20, 2012, ISBN 978-4-8291-3809-0)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 9 to The DarkSky ---(March 19, 2013, ISBN 978-4-8291-3865-6)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 10 BEGINS/TEMPLE ---(October 19, 2013, ISBN 978-4-0471-2911-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 11 change:unchange ---(April 19, 2014, ISBN 978-4-0407-0087-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 12 Junction of STARs ---(November 20, 2014, ISBN 978-4-04-070139-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 13 COUNT&amp;gt;DOWN ---(March 20, 2015, ISBN 978-4-04-070524-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 14 EMPEROR.ADVENT ---(December 19, 2015, ISBN 978-4-04-070525-5)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX1 party in nest ---(July 20, 2013, ISBN 978-4-8291-3909-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX2 seasons in nest ---(February 20, 2014, ISBN 978-4-0407-0030-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX3 memories in nest ---(September 19, 2015, ISBN 978-4-04-070523-1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;br /&gt;
[[Category:Kouhei Azano]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=514771</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=514771"/>
		<updated>2017-03-08T17:22:19Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Volume 7 - _MUNCULNYA_KEGELAPAN_ */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Teaser|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr1_cover_cut.jpg|thumb|x400px|Cover for Volume 1]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039; (東京レイヴンズ) adalah light novel Jepang yang ditulis oleh [[:Category:Kouhei Azano|Kōhei Azano]] dan diilustrasikan oleh Sumihei. Serial ini diadaptasi dalam bentuk manga di tahun 2010. Sekitar 24 episode adaptasi anime tayang di jepang mulai tanggal 8 Oktober 2013 sampai 26 Maret 2014, yang meliputi Volume 1 sampai 9, kecuali beberapa cerita pendek dari Volume 4 dan Volume 5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; juga tersedia dalam bahasa berikut:&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Français|Français (French)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo_Ravens_~Russian_Version~|Русский (Russian)]]&lt;br /&gt;
*[https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_Italiano Italian]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Spanish|Español ]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
Tsuchimikado Harutora lahir dalam sebuah keluarga Onmyouji kelas atas, namun dia tidak bisa melihat &amp;quot;energi roh&amp;quot;. Berkat itu, dia telah menikmati kehidupan sehari-hari yang tenang dengan teman-temannya di SMA biasa. Suatu hari, teman masa kecilnya Tsuchimikado Natsume yang merupakan ahli waris keluarga utama, tiba-tiba menghilang. Apakah ini akan menyebabkan takdirnya mulai terlepas!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Lainnya==&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Genre&#039;&#039;&#039;: Action, Romance, Comedy, Supernatural&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Judul Asli&#039;&#039;&#039;: 東京レイヴンズ&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Penulis&#039;&#039;&#039;: Kōhei Azano&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Illustrator&#039;&#039;&#039;: Sumihei&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Volume yang telah dipublikasikan&#039;&#039;&#039;: 1-14, EX 1-3&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Status&#039;&#039;&#039;: Masih berlanjut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Perkenalan Karakter==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;collapsible collapsed&amp;quot; style=&amp;quot;text-align:left; margin:5px 20px clear:both; font-size:100%; background:transparent; width:100%;&amp;quot;&lt;br /&gt;
! style=&amp;quot;background:#cee0f2;&amp;quot; align=&amp;quot;center&amp;quot;| &#039;&#039;&#039;Peringatan mengandung Spoiler!&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Harutora Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Harutora.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Karakter utama dan putra keluarga percabangan klan Tsuchimikado. Meski lahir dalam keluarga Onnyouji yang berbeda, dia tidak memiliki kekuatan sihir. Dia telah hidup normal dan mengubur kembali hidupnya yang mengingat kalau dia tidak bisa melakukan apapun tanpa kekuatan sihir. Saat dia kecil, dia berjanji dengan Natsume untuk menjadi shikigami dan melindunginya. Setelah menyaksikan kematian Hokuto, dia menjadi shikigami Natsume demi menepati janji yang dia buat beberapa tahun lalu. Dia terlihat mempunyai semacam &#039;Nasib sial&#039; yang dia anggap sebagai kutukan kuno yang ditinggalkan oleh leluhurnya. Dia benar-benar lemah dalam belajar dan biasanya diajari oleh Natsume untuk menjauhkan diri setahun.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Natsume Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Natsume.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora dan putri keluarga utama klan Tsuchimikado. Dia adalah anak Onmyouji yang bersekolah di Tokyo dan suka menghabiskan uang. Selama liburan musim panas, dia datang ke kota Harutora untuk mengganggu kehidupan tenangnya dengan tanggung jawab pada janji yang Harutora buat dulu yang telah mengenalnya. Dia adalah ahli waris keluarga Tsuchimikado dan dianggap menjadi reinkarnasi Yakou Tsuchimikado. Sebagai tradisi keluarga, dirinya saat ini menyamar sebagai laki-laki di depan keluarga Onmyouji lain. Dia punya shikigami tipe Gohou yang dipanggil Hokuto, roh naga sejati yang melayani keluarga Tsuchimikado dari generasi ke generasi. Dia sangat peduli dengan reputasi keluarganya dan menanggung beban menjadi ahli waris klan Tsuchimikado berikutnya. Setelah insiden dengan Suzuka Dairenji, dia mengenakan pita yang sama dengan Hokuto yang diberikan oleh Harutora saat memenangkan permainan tembak. Dia peduli dengan Harutora dan jatuh cinta padanya sejak kecil.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Hokuto&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Hokuto.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora. Dia akrab dengan Harutora dan benar-benar cemburu ketika Harutora dicium oleh Suzuka. Selama pertemuan berikutnya dengan Suzuka, dia mengorbankan dirinya demi menyelamatkan Harutora dari shikigami Tsuchigumo milik Suzuka, menyatakan dirinya sebagai shikigami. Hokuto sebenarnya shikigami Natsume, yang digunakan sebagai perantara untuk mendekati Harutora. &#039;Kematian&#039; Hokuto adalah apa yang diberitahukan pada Harutora sebagai shikigami Natsume. Dia membagikan namanya dengan shikigami lain yang dipanggil Hokuto yang merupakan sesosok naga.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Suzuka Dairenji&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Suzuka.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Orang termuda dalam Dua belas Pemimpin Suci yang dijuluki &amp;quot;anak berbakat&amp;quot;. Dia diincar sebagai kriminal karena penelitian dan menggunakan sihir terlarang. Dia mengunjungi kota demi mencari Natsume untuk menawarkan dirinya dalam Ritual Taizan Fukun untuk menghidupkan kembali kakaknya. Dia meneliti Yakou Tsuchimikado dan Ritual Taizan Fukun demi menghidupkan kakaknya lagi. Ini menuntunnya ke dalam pertikaian dengan perwakilan Onmyouji. Walaupun menjadi Onmyouji yang sangat kuat, dia diperlakukan sebagai Pemimpin Suci terlemah karena pernyataan Reiji Kagami. Dia adalah putri Shidou Dairenji. Dia berdosa karena tindakannya yang membawa menuju kematian Hokuto tetapi Harutora melepaskannya dari dosanya ketika dia memberitahu kalau Hokuto dikendalikan dari jarak jauh oleh penggunanya. Sebagian besar sihirnya disegel oleh Perwakilan Onmyouji dan dia kemudian mendaftarkan diri di Akademi Onmyouji sebagai hukuman atas insiden di kota sebelah. Dia memiliki perasaan suka pada Harutora.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Touji Ato&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Touji.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Mantan penjahat dan teman terbaik Harutora dari sekolah. Dia mampu merasakan roh tertentu dan banyak mengetahui tentang Onmyouji. Dia adalah korban Kehancuran Spiritual dari dua tahun lalu. Dokter ayah Harutora merawatnya walau setelah pengaruhnya tersisa. Dia menyadari cara sebelum Harutora kalau Natsume adalah seseorang yang mengendalikan Hokuto. Dia mendaftar ke Akademi Onmyouji di Tokyo bersama dengan Harutora. Dia biasanya membantu kapanpun  dia mendapat masalah. Dia selalu terlihat mengenakan syal hijau. Dua tahun sebelum cerita, diungkapkan kalau dia dirasuki oleh Ogre yang menyebabkan Kehancuran Spiritual. Jadi, pada akhirnya dia menjadi Setengah Ogre dan sekarang mencoba memperoleh kendali untuk menahan Ogre dalam dirinya. Alasan kenapa dia mendaftar ke Akademi Onmyouji adalah untuk membersihkan Ogre dalam dirinya.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Terjemahan==&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap chapter (setelah diedit) harus sesuai dengan pedoman format umum.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|Format Umum/Mode Pedoman]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Pedoman dan Terminologi|Pedoman Proyek Spesifik: Nama dan Terminologi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Halaman Pendaftaran===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah diminta untuk [[Tokyo Ravens (Indonesia):Halaman Registrasi|mendaftar]] bab/chapter yang ingin mereka kerjakan.&#039;&#039;&#039;&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ini merupakan terjemahan &#039;&#039;second hand&#039;&#039; dari bahasa [[Tokyo Ravens|inggris]], bila anda mampu berbahasa jepang dengan baik, sangat dipersilahkan.&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Dan mohon hubungi dulu dengan penerjemah yang aktif kalau ingin berkontribusi. Jika penerjemah tidak ada atau tidak aktif dalam 3 bulan boleh diambil alih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Feedback Forum===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Update==&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;overflow:auto; max-height: 150px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
*08 Maret 2017 - Volume 2 Chapter 2 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*17 Februari 2017 - Volume 2 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*13 Desember 2016 - Volume 1 Chapter 4 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*28 November 2016 - Volume 1 Chapter 3 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*21 Oktober 2016 - Volume 1 Chapter 2 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*12 Maret 2016 - Volume 1 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*11 Maret 2016 - Pembaharuan Halaman&lt;br /&gt;
*25 Juni 2013 - Teaser&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039; oleh Kōhei Azano==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 1 - SHAMAN*CLAN===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 1|Chapter 1 - Putra dari Keluarga Cabang]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 2|Chapter 2 - Dimulainya Pemujaan]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 3|Chapter 3 - Tentara Iblis Berlapis Baja]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 4|Chapter 4 - Keturunan Tsuchimikado]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr1 cover cut.jpg|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2 - RAVEN&amp;quot;s NEST===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 1|Chapter 1 - Gagak Muda Akademi]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 2|Chapter 2 - Ears and Tail]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 3|Chapter 3 - Shikigami Showdown]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 4|Chapter 4 - Kodoku]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 5|Chapter 5 - One-Armed Oni]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr2-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3 - cHimAirA DanCE===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 1|Chapter 1 - A New Beginning]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 2|Chapter 2 - Spring Tempest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 3|Chapter 3 - Living Spirits]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 4|Chapter 4 - Destroying the Nue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 5|Chapter 5 - Starting Point]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr3-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4 - KEMBALINYA GADIS-GADIS &amp;amp; hari-hari dalam sarang I===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume4_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 1|Chapter 1 - Star Raid]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 2|Chapter 2 - The Rumored Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 3|Chapter 3 - The Girl&#039;s Next Step]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Short|Short - Chicks In The Nest Prologue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 1|Story 1 - Frog Day]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 2|Story 2 - The Men&#039;s Capriccio]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 3|Story 3 - Escape From Dougenzaka]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 4|Story 4 - Bloody Holiday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr4-cover-cut.jpeg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 5 - hari-hari dalam sarang II &amp;amp; GADIS-GADIS LAGI===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume5_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 1|Chapter 1 - Chicks In The Nest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 1|Story 1 - The Snowscape of the Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 2|Story 2 - Winter Day&#039;s Dinner]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 3|Story 3 - The Tail of Duty]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 4|Story 4 - Cold Memory in Dark]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 2|Chapter 2 - Practical Skills Training Camp]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 3|Chapter 3 - Six People&#039;s Conference]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 4|Chapter 4 - The Girl&#039;s Determination]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr5-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 6 - Black Shaman ASSAULT===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume6_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 1|Chapter 1 - Under The Rainy Season&#039;s Overcast Sky]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 2|Chapter 2 - Letter of Challenge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 3|Chapter 3 - Onmyouji, Visiting]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 4|Chapter 4 - Breaking Through the Enemy Line]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 5|Chapter 5 - Competition of Magic]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr6-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7 - _DARKNESS_EMERGES_===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume7_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 1|Chapter 1 - Encounter]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 2|Chapter 2 - An Old Clue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 3|Chapter 3 - Twin-Horned Syndicate]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 4|Chapter 4 - Higekiri]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 5|Chapter 5 - Darkness Emerge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr7-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 8 - over-cry===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume8_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 1|Chapter 1 - Entanglement]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 2|Chapter 2 - The Waking Darkness]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 3|Chapter 3 - Natsume and Kyouko]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 4|Chapter 4 - Revelation]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 5|Chapter 5 - The Tsuchimikado Girl]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr8-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 9 - to The DarkSky===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume9_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 1|Chapter 1 - Death]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 2|Chapter 2 - In the Night]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 3|Chapter 3 - Bared Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 4|Chapter 4 - Counterattack]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr9-cover-cut.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 10 - BEGINS/TEMPLE===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume10_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 1|Chapter 1 - Rabbit from the Temple of Darkness]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 01|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 2|Chapter 2 - Visitors]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 02|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 3|Chapter 3 - Sacred Ground for Conspiracy]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 03|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 4|Chapter 4 - Onmyouji at the Mountain]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 04|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 5|Chapter 5 - Cursed Temple on Fire]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr10-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 11 - change:unchange===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume11_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 1|Chapter 1 - Past and Present]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 2|Chapter 2 - Future and Everyday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 3|Chapter 3 - Time to Hunt]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 4|Chapter 4 - Those Sharpening their Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 5|Chapter 5 - Blue and Pink]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr11-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 12 - Junction of STARs===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume12_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 1|Chapter 1 - Omens of the Banquet]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 2|Chapter 2 - Scenery of Old]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 4|Chapter 4 - Meteor Flurry]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr12-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 13 - COUNT&amp;gt;DOWN===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume13_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 1|Chapter 1 - Dark Clouds Yonder]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 2|Chapter 2 - Omens of the Storm]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 3|Chapter 3 - Dissonance]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 4|Chapter 4 - Journey]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 5|Chapter 5 - Interweaving Travels]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr13-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 14 - EMPEROR.ADVENT===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume14_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 1|Chapter 1]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 2|Chapter 2]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 4|Chapter 4]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr14_001.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===BD Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Supervisor: [[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
* Pengawas Proyek: [[user:Baka-Tsuki Update Indonesia|Baka-Tsuki Update Indonesia]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Penerjemah====&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Aktif&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
*[[user:Ran|Ran]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Konstributor (tidak aktif)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Adipratama|Adipratama]]&lt;br /&gt;
*[[user:Rarara97|Rarara97]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Editor====&lt;br /&gt;
*[[user:Isko|Isko]] (selalu on time, jika diperlukan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Tinjauan Serial==&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 1 SHAMAN*CLAN ---(May 20, 2010, ISBN 978-4-8291-3519-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 2 RAVEN&#039;s NEST ---(September 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3552-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 3 cHImAirA DanCE ---(December 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3592-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 4 GIRL RETURN &amp;amp; days in nest I ---(May 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3637-9)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 5 days in nest II &amp;amp; GIRL AGAIN ---(July 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3657-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 6 Black Shaman ASSAULT ---(October 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3688-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 7 _DARKNESS_EMERGE_ ---(May 19, 2012, ISBN 978-4-8291-3757-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 8 over-cry ---(October 20, 2012, ISBN 978-4-8291-3809-0)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 9 to The DarkSky ---(March 19, 2013, ISBN 978-4-8291-3865-6)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 10 BEGINS/TEMPLE ---(October 19, 2013, ISBN 978-4-0471-2911-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 11 change:unchange ---(April 19, 2014, ISBN 978-4-0407-0087-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 12 Junction of STARs ---(November 20, 2014, ISBN 978-4-04-070139-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 13 COUNT&amp;gt;DOWN ---(March 20, 2015, ISBN 978-4-04-070524-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 14 EMPEROR.ADVENT ---(December 19, 2015, ISBN 978-4-04-070525-5)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX1 party in nest ---(July 20, 2013, ISBN 978-4-8291-3909-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX2 seasons in nest ---(February 20, 2014, ISBN 978-4-0407-0030-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX3 memories in nest ---(September 19, 2015, ISBN 978-4-04-070523-1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;br /&gt;
[[Category:Kouhei Azano]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=514770</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=514770"/>
		<updated>2017-03-08T17:20:34Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Update */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Teaser|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr1_cover_cut.jpg|thumb|x400px|Cover for Volume 1]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039; (東京レイヴンズ) adalah light novel Jepang yang ditulis oleh [[:Category:Kouhei Azano|Kōhei Azano]] dan diilustrasikan oleh Sumihei. Serial ini diadaptasi dalam bentuk manga di tahun 2010. Sekitar 24 episode adaptasi anime tayang di jepang mulai tanggal 8 Oktober 2013 sampai 26 Maret 2014, yang meliputi Volume 1 sampai 9, kecuali beberapa cerita pendek dari Volume 4 dan Volume 5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; juga tersedia dalam bahasa berikut:&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Français|Français (French)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo_Ravens_~Russian_Version~|Русский (Russian)]]&lt;br /&gt;
*[https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_Italiano Italian]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Spanish|Español ]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
Tsuchimikado Harutora lahir dalam sebuah keluarga Onmyouji kelas atas, namun dia tidak bisa melihat &amp;quot;energi roh&amp;quot;. Berkat itu, dia telah menikmati kehidupan sehari-hari yang tenang dengan teman-temannya di SMA biasa. Suatu hari, teman masa kecilnya Tsuchimikado Natsume yang merupakan ahli waris keluarga utama, tiba-tiba menghilang. Apakah ini akan menyebabkan takdirnya mulai terlepas!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Lainnya==&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Genre&#039;&#039;&#039;: Action, Romance, Comedy, Supernatural&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Judul Asli&#039;&#039;&#039;: 東京レイヴンズ&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Penulis&#039;&#039;&#039;: Kōhei Azano&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Illustrator&#039;&#039;&#039;: Sumihei&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Volume yang telah dipublikasikan&#039;&#039;&#039;: 1-14, EX 1-3&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Status&#039;&#039;&#039;: Masih berlanjut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Perkenalan Karakter==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;collapsible collapsed&amp;quot; style=&amp;quot;text-align:left; margin:5px 20px clear:both; font-size:100%; background:transparent; width:100%;&amp;quot;&lt;br /&gt;
! style=&amp;quot;background:#cee0f2;&amp;quot; align=&amp;quot;center&amp;quot;| &#039;&#039;&#039;Peringatan mengandung Spoiler!&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Harutora Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Harutora.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Karakter utama dan putra keluarga percabangan klan Tsuchimikado. Meski lahir dalam keluarga Onnyouji yang berbeda, dia tidak memiliki kekuatan sihir. Dia telah hidup normal dan mengubur kembali hidupnya yang mengingat kalau dia tidak bisa melakukan apapun tanpa kekuatan sihir. Saat dia kecil, dia berjanji dengan Natsume untuk menjadi shikigami dan melindunginya. Setelah menyaksikan kematian Hokuto, dia menjadi shikigami Natsume demi menepati janji yang dia buat beberapa tahun lalu. Dia terlihat mempunyai semacam &#039;Nasib sial&#039; yang dia anggap sebagai kutukan kuno yang ditinggalkan oleh leluhurnya. Dia benar-benar lemah dalam belajar dan biasanya diajari oleh Natsume untuk menjauhkan diri setahun.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Natsume Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Natsume.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora dan putri keluarga utama klan Tsuchimikado. Dia adalah anak Onmyouji yang bersekolah di Tokyo dan suka menghabiskan uang. Selama liburan musim panas, dia datang ke kota Harutora untuk mengganggu kehidupan tenangnya dengan tanggung jawab pada janji yang Harutora buat dulu yang telah mengenalnya. Dia adalah ahli waris keluarga Tsuchimikado dan dianggap menjadi reinkarnasi Yakou Tsuchimikado. Sebagai tradisi keluarga, dirinya saat ini menyamar sebagai laki-laki di depan keluarga Onmyouji lain. Dia punya shikigami tipe Gohou yang dipanggil Hokuto, roh naga sejati yang melayani keluarga Tsuchimikado dari generasi ke generasi. Dia sangat peduli dengan reputasi keluarganya dan menanggung beban menjadi ahli waris klan Tsuchimikado berikutnya. Setelah insiden dengan Suzuka Dairenji, dia mengenakan pita yang sama dengan Hokuto yang diberikan oleh Harutora saat memenangkan permainan tembak. Dia peduli dengan Harutora dan jatuh cinta padanya sejak kecil.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Hokuto&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Hokuto.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora. Dia akrab dengan Harutora dan benar-benar cemburu ketika Harutora dicium oleh Suzuka. Selama pertemuan berikutnya dengan Suzuka, dia mengorbankan dirinya demi menyelamatkan Harutora dari shikigami Tsuchigumo milik Suzuka, menyatakan dirinya sebagai shikigami. Hokuto sebenarnya shikigami Natsume, yang digunakan sebagai perantara untuk mendekati Harutora. &#039;Kematian&#039; Hokuto adalah apa yang diberitahukan pada Harutora sebagai shikigami Natsume. Dia membagikan namanya dengan shikigami lain yang dipanggil Hokuto yang merupakan sesosok naga.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Suzuka Dairenji&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Suzuka.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Orang termuda dalam Dua belas Pemimpin Suci yang dijuluki &amp;quot;anak berbakat&amp;quot;. Dia diincar sebagai kriminal karena penelitian dan menggunakan sihir terlarang. Dia mengunjungi kota demi mencari Natsume untuk menawarkan dirinya dalam Ritual Taizan Fukun untuk menghidupkan kembali kakaknya. Dia meneliti Yakou Tsuchimikado dan Ritual Taizan Fukun demi menghidupkan kakaknya lagi. Ini menuntunnya ke dalam pertikaian dengan perwakilan Onmyouji. Walaupun menjadi Onmyouji yang sangat kuat, dia diperlakukan sebagai Pemimpin Suci terlemah karena pernyataan Reiji Kagami. Dia adalah putri Shidou Dairenji. Dia berdosa karena tindakannya yang membawa menuju kematian Hokuto tetapi Harutora melepaskannya dari dosanya ketika dia memberitahu kalau Hokuto dikendalikan dari jarak jauh oleh penggunanya. Sebagian besar sihirnya disegel oleh Perwakilan Onmyouji dan dia kemudian mendaftarkan diri di Akademi Onmyouji sebagai hukuman atas insiden di kota sebelah. Dia memiliki perasaan suka pada Harutora.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Touji Ato&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Touji.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Mantan penjahat dan teman terbaik Harutora dari sekolah. Dia mampu merasakan roh tertentu dan banyak mengetahui tentang Onmyouji. Dia adalah korban Kehancuran Spiritual dari dua tahun lalu. Dokter ayah Harutora merawatnya walau setelah pengaruhnya tersisa. Dia menyadari cara sebelum Harutora kalau Natsume adalah seseorang yang mengendalikan Hokuto. Dia mendaftar ke Akademi Onmyouji di Tokyo bersama dengan Harutora. Dia biasanya membantu kapanpun  dia mendapat masalah. Dia selalu terlihat mengenakan syal hijau. Dua tahun sebelum cerita, diungkapkan kalau dia dirasuki oleh Ogre yang menyebabkan Kehancuran Spiritual. Jadi, pada akhirnya dia menjadi Setengah Ogre dan sekarang mencoba memperoleh kendali untuk menahan Ogre dalam dirinya. Alasan kenapa dia mendaftar ke Akademi Onmyouji adalah untuk membersihkan Ogre dalam dirinya.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Terjemahan==&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap chapter (setelah diedit) harus sesuai dengan pedoman format umum.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|Format Umum/Mode Pedoman]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Pedoman dan Terminologi|Pedoman Proyek Spesifik: Nama dan Terminologi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Halaman Pendaftaran===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah diminta untuk [[Tokyo Ravens (Indonesia):Halaman Registrasi|mendaftar]] bab/chapter yang ingin mereka kerjakan.&#039;&#039;&#039;&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ini merupakan terjemahan &#039;&#039;second hand&#039;&#039; dari bahasa [[Tokyo Ravens|inggris]], bila anda mampu berbahasa jepang dengan baik, sangat dipersilahkan.&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Dan mohon hubungi dulu dengan penerjemah yang aktif kalau ingin berkontribusi. Jika penerjemah tidak ada atau tidak aktif dalam 3 bulan boleh diambil alih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Feedback Forum===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Update==&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;overflow:auto; max-height: 150px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
*08 Maret 2017 - Volume 2 Chapter 2 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*17 Februari 2017 - Volume 2 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*13 Desember 2016 - Volume 1 Chapter 4 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*28 November 2016 - Volume 1 Chapter 3 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*21 Oktober 2016 - Volume 1 Chapter 2 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*12 Maret 2016 - Volume 1 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*11 Maret 2016 - Pembaharuan Halaman&lt;br /&gt;
*25 Juni 2013 - Teaser&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039; oleh Kōhei Azano==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 1 - SHAMAN*CLAN===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 1|Chapter 1 - Putra dari Keluarga Cabang]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 2|Chapter 2 - Dimulainya Pemujaan]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 3|Chapter 3 - Tentara Iblis Berlapis Baja]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 4|Chapter 4 - Keturunan Tsuchimikado]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr1 cover cut.jpg|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2 - RAVEN&amp;quot;s NEST===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 1|Chapter 1 - Gagak Muda Akademi]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 2|Chapter 2 - Ears and Tail]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 3|Chapter 3 - Shikigami Showdown]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 4|Chapter 4 - Kodoku]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 5|Chapter 5 - One-Armed Oni]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr2-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3 - cHimAirA DanCE===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 1|Chapter 1 - A New Beginning]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 2|Chapter 2 - Spring Tempest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 3|Chapter 3 - Living Spirits]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 4|Chapter 4 - Destroying the Nue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 5|Chapter 5 - Starting Point]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr3-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4 - KEMBALINYA GADIS-GADIS &amp;amp; hari-hari dalam sarang I===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume4_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 1|Chapter 1 - Star Raid]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 2|Chapter 2 - The Rumored Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 3|Chapter 3 - The Girl&#039;s Next Step]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Short|Short - Chicks In The Nest Prologue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 1|Story 1 - Frog Day]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 2|Story 2 - The Men&#039;s Capriccio]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 3|Story 3 - Escape From Dougenzaka]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 4|Story 4 - Bloody Holiday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr4-cover-cut.jpeg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 5 - hari-hari dalam sarang II &amp;amp; GADIS-GADIS LAGI===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume5_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 1|Chapter 1 - Chicks In The Nest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 1|Story 1 - The Snowscape of the Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 2|Story 2 - Winter Day&#039;s Dinner]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 3|Story 3 - The Tail of Duty]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 4|Story 4 - Cold Memory in Dark]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 2|Chapter 2 - Practical Skills Training Camp]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 3|Chapter 3 - Six People&#039;s Conference]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 4|Chapter 4 - The Girl&#039;s Determination]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr5-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 6 - Black Shaman ASSAULT===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume6_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 1|Chapter 1 - Under The Rainy Season&#039;s Overcast Sky]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 2|Chapter 2 - Letter of Challenge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 3|Chapter 3 - Onmyouji, Visiting]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 4|Chapter 4 - Breaking Through the Enemy Line]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 5|Chapter 5 - Competition of Magic]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr6-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7 - _MUNCULNYA_KEGELAPAN_===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume7_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 1|Chapter 1 - Encounter]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 2|Chapter 2 - An Old Clue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 3|Chapter 3 - Twin-Horned Syndicate]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 4|Chapter 4 - Higekiri]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 5|Chapter 5 - Darkness Emerge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr7-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 8 - over-cry===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume8_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 1|Chapter 1 - Entanglement]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 2|Chapter 2 - The Waking Darkness]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 3|Chapter 3 - Natsume and Kyouko]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 4|Chapter 4 - Revelation]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 5|Chapter 5 - The Tsuchimikado Girl]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr8-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 9 - to The DarkSky===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume9_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 1|Chapter 1 - Death]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 2|Chapter 2 - In the Night]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 3|Chapter 3 - Bared Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 4|Chapter 4 - Counterattack]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr9-cover-cut.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 10 - BEGINS/TEMPLE===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume10_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 1|Chapter 1 - Rabbit from the Temple of Darkness]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 01|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 2|Chapter 2 - Visitors]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 02|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 3|Chapter 3 - Sacred Ground for Conspiracy]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 03|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 4|Chapter 4 - Onmyouji at the Mountain]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 04|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 5|Chapter 5 - Cursed Temple on Fire]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr10-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 11 - change:unchange===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume11_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 1|Chapter 1 - Past and Present]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 2|Chapter 2 - Future and Everyday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 3|Chapter 3 - Time to Hunt]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 4|Chapter 4 - Those Sharpening their Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 5|Chapter 5 - Blue and Pink]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr11-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 12 - Junction of STARs===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume12_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 1|Chapter 1 - Omens of the Banquet]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 2|Chapter 2 - Scenery of Old]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 4|Chapter 4 - Meteor Flurry]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr12-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 13 - COUNT&amp;gt;DOWN===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume13_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 1|Chapter 1 - Dark Clouds Yonder]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 2|Chapter 2 - Omens of the Storm]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 3|Chapter 3 - Dissonance]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 4|Chapter 4 - Journey]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 5|Chapter 5 - Interweaving Travels]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr13-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 14 - EMPEROR.ADVENT===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume14_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 1|Chapter 1]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 2|Chapter 2]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 4|Chapter 4]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr14_001.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===BD Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Supervisor: [[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
* Pengawas Proyek: [[user:Baka-Tsuki Update Indonesia|Baka-Tsuki Update Indonesia]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Penerjemah====&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Aktif&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
*[[user:Ran|Ran]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Konstributor (tidak aktif)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Adipratama|Adipratama]]&lt;br /&gt;
*[[user:Rarara97|Rarara97]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Editor====&lt;br /&gt;
*[[user:Isko|Isko]] (selalu on time, jika diperlukan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Tinjauan Serial==&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 1 SHAMAN*CLAN ---(May 20, 2010, ISBN 978-4-8291-3519-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 2 RAVEN&#039;s NEST ---(September 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3552-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 3 cHImAirA DanCE ---(December 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3592-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 4 GIRL RETURN &amp;amp; days in nest I ---(May 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3637-9)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 5 days in nest II &amp;amp; GIRL AGAIN ---(July 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3657-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 6 Black Shaman ASSAULT ---(October 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3688-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 7 _DARKNESS_EMERGE_ ---(May 19, 2012, ISBN 978-4-8291-3757-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 8 over-cry ---(October 20, 2012, ISBN 978-4-8291-3809-0)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 9 to The DarkSky ---(March 19, 2013, ISBN 978-4-8291-3865-6)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 10 BEGINS/TEMPLE ---(October 19, 2013, ISBN 978-4-0471-2911-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 11 change:unchange ---(April 19, 2014, ISBN 978-4-0407-0087-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 12 Junction of STARs ---(November 20, 2014, ISBN 978-4-04-070139-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 13 COUNT&amp;gt;DOWN ---(March 20, 2015, ISBN 978-4-04-070524-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 14 EMPEROR.ADVENT ---(December 19, 2015, ISBN 978-4-04-070525-5)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX1 party in nest ---(July 20, 2013, ISBN 978-4-8291-3909-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX2 seasons in nest ---(February 20, 2014, ISBN 978-4-0407-0030-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX3 memories in nest ---(September 19, 2015, ISBN 978-4-04-070523-1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;br /&gt;
[[Category:Kouhei Azano]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_2&amp;diff=514769</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 2</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_2&amp;diff=514769"/>
		<updated>2017-03-08T17:18:36Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Bagian 5 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 2 – Telinga dan Ekor==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora, karena kau tidak bersalah, kau tak perlu mengkhawatirkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana bisa aku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas pagi telah selesai, dengan Harutors yang masih membawa perasaan bersalah setelah kejadian perkenalan yang kacau balau. Pundaknya terasa berat dan capai, seolah-olah pundaknya adalah batu, membuatnya membuatnya terkulai di meja ruang kelas kelelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang adalah jam istirahat. Banyak murid – termasuk Kyouko – pergi meninggalkan kelas, untuk mencari makan. Tentu saja, tak ada yang berani berbicara dengan Harutora, yang telah membuat keributan tepat setelah ia memasuki kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecuali satu orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haaaah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji tersenyum, terang-terangan. Menganggap dirinya sebagai setengah orang luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menjadi bahan pembicaraan tepat ketika kau masuk, sungguh sempurna, Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Sempurna’ apa yang kau maksud, semuanya sudah selesai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan itu, menunjukan tampilan sebuah kekuasaan di awal untuk mengukur reaksi semua orang menunjukan sebagai seseorang yang mencari orang-orang kuat, tidak buruk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, beerpikir kau memiliki sikap santai seperti itu... Terlebih, bukan aku yang ‘menampilkan sebuah kekuasaan’.”&lt;br /&gt;
Touji biasanya tak diragukan kembali merupakan orang yang seharusnya lebih menarik perhatian, bukan Harutora, namun kali ini Touji benar-benar tertutupi oleh ‘Pasangan Tsuchimikado’, bahkan berkata: “ Dengan seperti ini akan lebih memudahkanku untuk bergerak, jadi aku setuju.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, Natsume. Apakah murid yang bernama Kyouko itu selalu seperti itu? Dia seperti memiliki kebencian yang mendalam terhadap keluarga Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanya Touji, namun Natsume menggelengkan kepalanya, muram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak…… Dia tak pernah menyerangku seperti itu, tapi terkadang ia menunjukan sedikit perlawanannya kepadaku seperti hari ini. Berkatnya, aku juga jadi sedikit bersemangat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku tidak melihatnya sebagai ‘sedikit’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang tidak membuatmu puas? Harutora, aku akan membicarakannya untukmu. Dengan kata lain, melindungi shikigamiku adalah sesuatu yang wajar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Natsume dengan bangga, dan Harutora pun semakin membenamkan dirinya di meja, sudut-sudut mulutnya pun membentuk senyum terbalik.&lt;br /&gt;
Disisi lain, Touji terduduk di atas meja, termenung dalam pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkinkah kita melakukan sesuatu yang membuatnya marah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tak tahu, aku tak tahu sama sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika kau memanggilnya Kurahashi Kyouko tadi, mungkinkah Kurahashi ‘tersebut’? jika seperti itu, mungkin itu berhubungan dengan hal tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia memang berasal dari keluarga tersebut, namun demikian, aku tak mengerti kenapa. Ayahku pernah bertemu dengan keluarganya, tapi aku hampir tak pernah berkontak dengan keluarga Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Natsume, menunjukan ekspresi malu. Harutora tiba-tiba mengangkat kepalanya ketika mendengar nama ‘Kurahashi’, lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, iya, sensei baru saja menyebutkannya, bukankah itu Kur… Tunggu, Natsume, Touji, bukankah kalian terlalu familiar? Bukankah kemarin pertemuan pertama kalian?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya bingung, dan tubuh Natsume pun sekilas terlihat gemetar mendengar hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Touji pernah satu sekolah sebelumnya, dan keduanya berteman baik sebelum semenjak ayah Harutora merawat Touji. Namun Touji baru pertama kali melihat Natsume ketika ia pergi ke Tokyo bersama Harutora kemarin. Waktu itu, Harutora bahkan baru memberitahukannya kalau Natsume adalah perempuan – lagipula, ia telah sering menyebutkan perempuan yang diajak mainnya saat masih kecil kepada Touji sebelum ia mengetahui tentang tradisi keluarga utama. Namun keduanya tak mengatakan hal apapun selain perkenalan sederhana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, abaikan Touji, kenapa Natsume yang biasanya pemalu sekarang berbicara dengan semangatnya pada Touji?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, itu, begini……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah lembut Natsume berubah menjadi kaku dan kata-katanya pun menjadi berantakan, ia pun menatap tak tentu arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda dengan Touji yang tampak tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidakkah kau tahu, Harutora? Orang-orang tak bisa untuk tak datang berbicara denganku, aku adalah pria yang menawan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Berpikir kau dengan bangganya berbicara seperti itu setelah menjadi seorang preman sebelumnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengangkat kepalanya dari meja, mengerutkan dahinya dengan heran. Touji tersenyum dan menaruh tangannya diatas kepala Harutora, mengacak-acak rambutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, tak perlu kau khawatirkan. Untuk suatu alasan, aku merasa ini bukan pertama kalinya aku bertemu dengan orang ini, itu pasti karena kita sangat akrab. Iyakan, Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, benar! Itu benar, Harutora. Kami akrab! Dan yang kucing kupunya sebelumnya bernama Touji, jadi aku merasa cukup dekat dengannya dan aku tak pernah berpikir kalau Touji adalah orang asing sama sekali!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menunjukan senyum palsu, namun Natsume memaksa dirinya untuk tertawa keras. Harutora merasa seperti sebuah komedi sedang bermain didepannya, dan ia pun semakin mengerutkan keningnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Natsume dan Touji memang belum mengeanal satu sama lain sebelumnnya, jadi ia hanya bisa untuk memercayai klaim mereka. Terlebih penting, sebenarnya ia diam-diam khawatir bahwa ‘Aku takut kalau kedua orang yang berbeda kepribadian ini tidak akan akrab’, namun melihat situasinya saat ini……  ia merasa lega melihat keduanya yang tiba-tiba bisa dalam harmoni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah kau cemburu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei kau…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau dan Natsume sudah lama tak bertemu, tapi kami malah menjadi sangat &lt;br /&gt;
akrab dengan cepatnya, jadi dirimu yang cemburu bukankah—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Baiklah, Aku tahu. Sejujurnya, aku akan merasa bermasalah jika kalian bertengkar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar pertanyaan menggoda Touji, Harutora mau tak mau harus menyerah dengan investigasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun menjadi sangat lelah ketika membayangkan keduanya bertengkar, sehingga kini ia hanya bisa berharap bahwa ke depan nanti tak akan ada masalah yang terlalu menyulitkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menoleh ke arah Natsume, seolah-olah memberikan persetujuannya terhadap apa yang mereka nyatakan: “Jadi, baiklah jika seperti itu. Natsume, kau bisa memercayai Touji. Jika kau memerlukan sesuatu, kau juga bisa berbicara padanya, bukan cuma aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………” Namun Natsume tidak merespon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora yang awalnya ingin bersandar, kebingungan, memiringkan tubuhnya untuk melihat Natsume. Ia menyadari bahwa saat ini Natsume berdiri dengan matanya yang melebar, dan pipinya yang memerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ada apa, Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, tidak apa-apa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah? Mungkinkah kau tidak memercayai Touji?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan begitu…… Hanya saja, mmm…… K-kau tak perlu khawatir…… oke? Touji dan aku tidak terlalu akrab……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bersikap malu-malu dan ia berbicara dengan terbata-bata. Harutora pun hanya bisa mengerutkan dahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau coba katakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“M-maksudku, aku memercayai Touji, tapi…… Yang paling…… mmm…… orang yang paling dekat denganku adalah Harutora, aku janji……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbisik lembut tanpa melihat Harutora, Harutora tidak mengerti maksud dari perkataannya dan menoleh ke arah Touji untuk meminta bantuan, namun Touji hanya menatap ke langit-langit untuk suatu alasan. Harutora, yang terlihat kebingungan seperti sebelumnya, merasa seperti dirinya sedang melihat komedi dagelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“N-ngomong-ngomong!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume dengan segera mengganti topik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua akan berjalan lancar antara aku, Touji, dan Harutora! Jadi – kau tak perlu khawatir dengan murid-murid lainnya, bahkan gadis itu. Selama kau berusaha dan serius, aku percaya dia tidak akan macam-macam. Jika ia berani coba-coba untuk mencari masalah denganmu, aku tak akan membiarkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berbicara seperti itu dengan wajah yang memerah, tiba-tiba Natsume menjadi serius, lalu berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama dan yang lebih utama – kita datang ke Akademi Onmyou agar bisa mandiri sesegera mungkin, dan hanya demi tujuan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan tersebut menunjukan gaya hidup Natsume selama di Akademi Onmyou, dan Harutora tanpa sadar duduk dengan tegak ketika mendengar ucapan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ucapan tersebut, Natsume juga pernah bilang kalau ia tidak perlu takut selama ia menunjukan kekuatannya di Akademi Onmyou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dirinya yang berbicara seperti itu sama saja dengan terang-terangan ia menyatakan bahwa ia tak peduli dengan murid-murid lainnya, dan mengakui bahwa dirinya terisolasi dari kelas, tanpa teman. Hal itu membuktikan perkiraan dan kekhawatiran Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Namun, Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukan hal yang baik. Keadaan Natsume memang cukup kompleks dan sulit dimengerti, namun ia masih tak percaya jika menutup diri adalah jalan keluar terbaik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora mengkhawatirkan bagaimana ia harus membicarakan kekhawatirannya…… “Tsuchimikado-kun – Ah, maksudku Natsume-kun.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang murid berbicara dari depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merupakan seorang murid lelaki berkacamata. Harutora dan yang lainnya pun menoleh secara bersamaan, membuatnya terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh – orang itu disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menunjuk ke arah pintu ruang kelas ketika ia berbicara demikian.&lt;br /&gt;
Seorang lelaki bersetelan jas berdiri di koridor luar kelas. Tubuhnya tinggi dan kurus, dan penampilannya cukup tampan. Ia tersenyum ramah ketika sadar Harutora dan yang lainnya melihatnya, sedikit menganggukkan kepalanya sebagai salam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merasa kebingungan, ketika – “Oh! Aku lupa. Maaf Harutora, aku harus pergi.” Ucap Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh…… Aku, aku sedang menjalani kelas spesial sekarang, jadi aku ada kelas ketika istirahat siang…… Apa kau tahu dimana kantin sekolah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, aku harus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu kalian bisa makan duluan, aku mungkin akan kembali sebelum kelas selanjutnya mulai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata demikian dengan segera ia menuruni tangga, bergegas menuju pintu kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tiba-tiba ia berhenti, dengan cepat berbalik menghampiri mereka dan sedikit mendekatkan dirinya ke meja yang mereka tempati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora, Touji, mari lakukan yang terbaik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ah, okay.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Touji merespon bergantian terhadap tatapan yang dipancarkan oleh mata jernihnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tertawa riang seperti anak kecil, membalikkan dirinya seperti seolah-olah ia sedang menari dan akhirnya pergi meninggalkan ruang kelas. Ia berbicara beberapa kata pada laki-laki yang menunggunya di koridor dan dengan segera menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kepergian Natsume yang tiba-tiba, sekujur tubuh Harutora pun merenggang, namun Touji berkata dengan kecut: “Ia sangat gembira.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gembira…… huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menatap ke arah koridor tempat Natsume pergi dengan tatapan kompleks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkin karena dia menggunakan seragam laki-laki, kepribadiannya berubah. Bagaimana aku harus mengatakannya…… ia terasa lebih kekanakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun, yang aneh adalah aku tak merasa kaget sama sekali, melainkan rasanya seperti aku sudah terbiasa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tidak heran.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji berbicara pelan dengan seringai terpampang ketika mendengar Harutora bergumam, tatapannya jelas menunjukan ‘jadi mereka berdua selama ini sama’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi…… Bukankah guru yang datang menjemput Natsume juga seorang guru disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau ingin tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitulah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin dia adalah pacarnya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-hal bodoh apa yang kau bicarakan, Natsume berpura-pura menjadi laki-laki disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terus kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa yang kau maksud!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, Harutora berasal dari daerah pedesaan, dan ketika Touji yang besar di Tokyo berkata seperti itu, ia hampir percaya bahwa ‘hal semacam itu’ tidak aneh di tempat ini. Teman baiknya pun tersenyum melihat Harutora yang terlihat panik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimanapun, Natsume pergi di saat yang tepat. Aku memiliki kesempatan untuk memulai penyelidikan rahasia setelah kejadian tadi pagi – tunggu aku disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora menanyakan hal tersebut, Touji telah memasukkan tangannya ke dalam saku celananya, dengan santai berjalan pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu – “Yo, terima kasih yang tadi.” Ia berbicara dengan ramah pada salah satu murid yang berada dibelakang kelas, murid laki-laki yang baru saja memberitahukan Natsume bahwa ada orang yang mencarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya ia berada dalam kelompok yang membawa bekal ke sekolah, dan ia sedang duduk, dan membuka bekalnya ketika Touji menghampirinya. Matanya melebar ketika murid pindahan – yang telah menjadi pusat perhatian – memanggilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau mengingat namaku? Aku Ato Touji, senang bertemu denganmu. Bagaimana denganmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, ya, aku Momoe, Momoe Tenma…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenma, nama yang cukup mudah diingat. kau bisa memanggilku Touji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, oke, kalau begitu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bisa melihat bahkan dari jauh bahwa Tenma terlihat cukup gugup. Ia memastikan dirinya terlihat sopan ketika berbicara, walaupun Touji terlalu dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya cukup mungil dan terlihat langsing, dengan gaya rambut yang umum dan konservatif. Wajahnya yang mengenakan kacamata menunjukan dirinya yang masih terlihat seperti murid sekolah menengah pertama, sekilas ia terlihat kanak-kanak, namun juga terlihat ramah karena hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Jadi ini penyelidikan yang dimaksud olehnya……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji sepertinya berencana mengambil kesempatan pada tidak adanya Natsume untuk mendengar beberapa informasi dari murid-murid lainnya. &lt;br /&gt;
Namun, dimata Harutora yang melihatnya dari jauh, mereka terlihat seperti seorang murid nakal yang sedang menindas murid suruhannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji kemudian memberitahukan tiga alasan kenapa ia memilih Tenma sebagai objek sumber informasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, Tenma telah bersedia memberitahukan Natsume bahwa ada orang yang mencarinya, yang menunjukan ia tidak memiliki maksud buruk apapun terhadap Natsume, dan juga membuktikan bahwa ia adalah orang yang dengan jujur akan melakukan sesuatu jika diminta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, ia baru saja sedang membuka bekalnya, atau dengan kata lain ia tidak memiliki alasan yang tepat untuk pergi, jadi akan susah untuknya kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, ia terlihat mudah untuk ‘dikelabui‘.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun Harutora merasa bodoh ketika mendengarnya, Touji telah mengobservasi reaksi yang diberikan oleh murid-murid yang ada dikelas ketika Natsume dan Kyouko bertengkar ketika perkenalan tadi, mencari kandidat untuknya mengumpulkan informasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kau baru saja ingin memakan bekalmu? Bisakah kuminta waktunya sebentar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji telah mengantisipasi respon Tenma terlebih dahulu – sebenarnya, ia bertanya dengan sikap yang aneh. Ia berkata ia tidak ingin mengganggunya, namun ia tersenyum menunjuk bangku kosong yang ada disisi Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang diduga Touji, Tenma benar-benar menunjukan senyum naturalnya, menjawab: “Silakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus. Aku baru disini jadi aku tidak familiar sama sekali dengan tempat ini. Bisakah aku bertanya beberapa hal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-begitu. Silakan, jika kau tak keberatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terma kasih banyak. Ah, jangan khawatirkan aku, silakan lanjutkan makanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang menakutkan dari Touji adalah ia memang dulunya adalah murid nakal namun sikapnya sangatlah licin. Sebenarnya, ketika di tahun pertamanya masa sekolah menengah atas, Harutora melihat banyak gadis-gadis yang telah tertipu oleh perbedaan antara penampilan luar yang menyeramkan dan sikap baiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akademi Onmyou benar-benar tempat yang menakjubkan, bukan hanya fasilitasnya saja yang baru, bahkan terdapat sepasang komainu didepan pintu masuk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudmu Alpha dan Omega, huh. Setelah kau terbiasa, kau akan menganggap kedua shikigami tersebut cukup menarik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shikigami, huh. Tentu saja, aku tak tahu bagaimana menggunakan shikigami, tapi mungkinkah kau sudah bisa menggunakannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, aku, aku kurang lebih bisa menggunakan shikigami buatan…… Pada akhirnya pengendalian tatap muka dengan shikigami saat ini cukup baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma sedikit gugup, namun ia masih berbicara dengan Touji. Walaupun Touji telah mengganggu makan siangnya, ia tidak memberengut, jadi kepribadiannya memang baik seperti penampilannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji dengan diam melambai-lambaikan tangannya ke Harutora selagi berbicara dengan Tenma, mungkin menjelaskan ‘kita bisa mendekati orang ini’. Harutora berdiri dengan enggan, berjalan menuju tempat duduk Touji dan Tenma. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Boleh aku bergabung?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh, ah—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kau tak perlu begitu takut. Aku tak tahu bagaimana sebenarnya Natsume, tapi kami tidak berbahaya. Dikarenakan ada dua Tsuchimikado di kelas, kau bisa memanggilku Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tak menyangka bahwa dirinya terlihat lebih menakutkan dibandingkan Touji. Ia tak ingin menghiraukannya, yang kemudian ia memilih untuk duduk didepan Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang ini juga dalam masalah. Dia memang seorang Tsuchimikado, tapi dia dari keluarga cabang dan juga tak mengetahui apapun tentang Onmyoudou. Dan dia dan aku sekolah di sekolah menengah atas biasa sampai musim panas kemarin. Alasan kenapa kami bisa memasuki Akademi Onmyou sebenarnya tak begitu hebat. Apa kau mengetahui keributan besar Onmyouji akhir-akhir ini? Sebenarnya kami terlibat dengan masalah tersebut.” Ucap Touji sambil menyeringai kepada Tenma yang gugup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Touji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dengan segera menyela, namun Touji hanya menjawab: “Tak apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya, Onmyouji yang menyebabkan insiden tersebut berhubungan dengan para petinggi Agensi Onmyou, bagian tersebut bahkan tidak diberitahukan media, dan kami dua orang biasa berakhir dengan terlibat dengan ‘insiden’ tersebut – begitulah yang terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang kau maksud insiden tersebut? Jadi begitu ceritanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma menunjukan keterkejutannya. Sepertinya ia memang telah mendengar perihal insiden musim panas tersebut. Dikarenakan hal tersebut telah menjadi berita nasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menganggukan kepalanya, membenarkan, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nama Tsuchimikado pun menjadi terkenal, dan ia pun mau tak mau harus menahan tekanan yang diberikan olehnya dari yang lain – namun ia tak menyangka kritik publik yang baru saja dia alami, jadi dia putus asa sepanjang pagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimatnya terdengar meremehkan, namun ia menyentuh dagunya ke arah Harutora dengan kasihan. Kata-katanya tidak salah sama sekali, namun retorikanya cukup pintar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Tenma pun melebar mendengar penjelasan tersebut. “Jadi begitu.” Menerima perkataan Touji bahkan terlihat rasa simpati yang muncul dalam tatapannya ketika melihat Harutora. Harutora bersyukur, namun ia meresa Touji terlalu membesar-besarkan, jadi ia pun mau tak mau sedikit ragu-ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji mengangkat bahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun mungkin memang inilah yang kami inginkan, dan aku pun memutuskan untuk menjadi Onmyouji karenanya, namun…… Seperti yang dikatakan Touji, aku memang sedikit dalam masalah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu, sangat disayangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma pun menunjukan senyum ramah ketika ia berbicara. Ia memiliki wajah yang manis, dan Harutora pun akhirnya bisa merasa bahwa saat ini ia sedang berbicara dengan ‘teman kelas’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jadi, kami ingin bertanya sedikit tentang ‘keadaan kelas’, tidak apa-apa jika kau merespon dengan hanya yang kau tahu – murid perempuan tadi pagi, dia dipanggil ‘Kurahashi’ jika aku tidak salah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji memajukan dirinya, seolah-olah sedang berbicara tepat pada telinganya dan langsung ke inti masalah, mungkin menurutnya ini merupakan kesempatan yang tepat. Tenma pun menggumamkan “Ah”, dengan cepat mengerti maksud perkataan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, dia adalah putri dari keluarga Kurahashi. Tapi dia bukanlah gadis yang angkuh, bahkan dia berbicara denganku dengan sikap yang ramah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tapi dia sangat kasar tadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, dia terlihat seperti itu ketika Natsume-kun terlibat…… Sepertinya ia menganggapnya sebagai rival.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum ramah Tenma berubah menjadi sedikit getir. Sepertinya reaksi kyouko pagi tadi tidak mewakili pendapat umum kelas, namun hanya dendam pribadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, bukan itu yang dikhawatirkan oleh Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, benar, berbicara tentang ‘Kurahashi’, aku ingin bertanya sekarang, apa yang membuat keluarga Kurahashi terlihat begitu penting? Apa mereka terkenal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar pertanyaan tersebut, Tenma menunjukan reaksi yang sama seperti Ohtomo sebelumnya, matanya melebar dengan sangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau lihat, dia tidak familiar dengan hal ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera Touji menjawab, dan mulai menjelaskannya kepada Harutora:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Keluarga Kurahashi sama dengan Keluarga Tsuchimikado, mereka adalah keluarga terkenal di Onmyoudou. Keluarga Kurahashi menjadi sorot utama semenjak turunnya keluarga Tsuchimikado. Kau mendengar nama kepala sekolah, bukan? Kurahashi Miyo, nenek tua itu adalah kepala keluarga dari keluarga Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terkenal? Jadi itu kenapa sensei bilang kalau dia adalah ‘figur dibalik layar’, huh…… La-lalu Kyouko juga?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, ia juga berasal dari keluarga Kurahashi, dan bukan hanya itu, dia juga adalah cucu dari kepala sekolah Kurahashi. Terlebih lagi, pimpinan Agensi Onmyou saat ini adalah anak kepala sekolah, yang juga adalah ayahnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjelasan tambahan dari Tenma pun membuat Harutora terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu sangat luar biasa! Ayahku hanyalah seorang doctor Onmyou daerah pinggiran, dan ayah Natsume…… Aku lupa apa yang dia lakukan, namun kupastikan ia bukanlah pegawai pemerintah yang penting. Itu gila! Sungguh keluarga yang luar biasa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah aku juga bilang seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Touji dingin terhadap Harutora yang terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun terlepas dari kehebatannya saat ini, keluarga Tsuchimikado memegang sejarah dan silsilah, dan itulah mengapa Kurahashi-san dalam satu pihak berseteru dengan Natsume-kun – itulah mungkin yang dipercayai semuanya, namun tak berani berucap.” Tenma tersenyum ringan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepihak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu…… Kau bisa mengetahuinya dengan hanya melihat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Tenma, meringis. Orang-orang akan memercayainya ketika melihat sikap dingin Natsume dibandingkan aksi marah Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun itu tak heran ia begitu peduli, karena mereka berdua memanglah dua murid terbaik di kelas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkinkah Kyouko juga sama seperti Natsume, dan mendapat latihan dasar Onmyoudou sejak dia kecil?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak akan aneh jika ia memang mendapatkan latihan tersebut, karena ia adalah putri dari keluarga Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Kyouko adalah Onmyouji yang kuat. Harutora dalam diam mewanti-wanti dirinya bahwa walau ia ditantang, ia pasti tidak akan merasa marah dan dengan segera menyetujuinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun kelas tahun pertama hanya fokus kepada pelajaran, jadi tak ada yang benar-benar yakin dengan kekuatan mereka, hanya saja mereka tampil dengan sempurna pada latihan praktik yang jarang diadakan, dan sepertinya hanya mereka berdua di angkatan ini yang memiliki shikigami tipe pelindung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jelas Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa maksudnya tipe pelindung?” Pertanyaan Harutora mengejutkan Tenma kembali – “Diamlah.” Touji menutup mulutnya mendengar mendengar hal itu, melihat Touji dan Harutora yang bersikap tidak sopan, Tenma tertawa, tanpa sadar sedikit merasa lega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun aku benar-benar terkejut tadi pagi, dan bukan hanya aku. Semuanya tadi pasti merasa terkejut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa? Bukankah mereka memang seperti minyak dan air?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, Kurahashi-san memang sering memprovokasi Natsume-kun, tapi &lt;br /&gt;
Natsume jarang membalasnya seperti itu, itu benar-benar tak seperti dirinya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Tenma sadar bahwa keduanya dekat dengan Natsume dan memberikan tatapan bertanya. Touji menyadarinya dan berkata “Jangan khawatir, bicaralah.” Lagi, ia memberikan tatapan meminta maaf, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia – Natsume-kun biasanya sangat tenang, dan mungkin tak baik mengatakan ini, namun dia sepertinya tidak peduli dengan apapun yang ada disekitarnya. Dan dia selalu memberikan kesan pada semuanya seperti orang yang mendengar dalam diam – bagaimana aku harus mengatakannya? Sungguh tak disangka darinya ketika bertengkar dengan seseorang begitu semangatnya. Kurahashi-san juga marah tadi pagi karena reaksi Natsume-kun menakutinya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma pun mengucapkan perasaannya dengan jujur, dan Harutora dan Touji pun tanpa sadar melirik satu sama lain ketika mereka mendengar hal tersebut. Dari sikap naif Natsume sekarang, sulit untuk mengimajinasikan ‘Natsume yang biasanya’ seperti yang diucapkan Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
……Dipikir baik-baik, itu memang mendekati dengan sifatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengatakan pada dirinya bahwa Natsume yang berpakaian seperti laki-laki terlihat kekanakan, namun Natsume yang sebelumnya – gadis dari keluarga utama yang dekat dengannya sejak Harutora kecil – memberikan kesan yang sama seperti yang dikatakan Tenma. Ia menanggung beban berat sebagai pewaris keluarga Tsuchimikado, dan ingin dengan serius untuk menjadi Onmyouji hebat tanpa mengindahkan hal lain. Ia angkuh dan keras dengan lainnya, gadis seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, kepribadiannya tak bisa langsung terganti walau ia berpakaian seperti lelaki, dan ia terlihat gelisah dan senang hari ini karena—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sangat penting bagi Natsume-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan Tenma tak bermaksud lebih, dan Harutora memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan rasa malunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume telah berusah untuk membelanya, namun ia pasti tak memikirkan efek apa yang akan dimiliki oleh orang sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora hanya ingin tenang di Akademi Onmyou dan berjalan lancar sebisa mungkin, untuk dirinya dan Natsume, karena mungkin bahkan Natsume harus menunjukan kesudiannya untuk dekat dengan teman kelasnya dibandingkan dengan dia dan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jangan khawatir, ‘mari lakukan yang terbaik’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun tergagu, dan Touji berbicara seolah-olah ia melihat pikirannya. Dengan berat Harutora menganggukan kepalanya didepan Tenma yang kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini sudah jelas penghinaan! Kau Bakatora, ini memalukan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume meneriakan komplainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Harutora, yang berbaring diatas meja, telah kehilangan energy untuk merespon, dengan asap hitam tak terlihat membumbung dari keplanya. Touji yang duduk disebelahnya tidak membantunya, hanya melihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku selalu berpikir kau itu idiot, tapi aku tidak berpikir kau akan sebodoh ini hingga kau tidak mengetahui apapun! Sungguh keajaiban kau bisa masuk Akademi Onmyou! Walau jika aku bukanlah Kurahashi Kyouko, aku masih meragukan dirimu yang entah masuk lewat belakang atau tidak!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terus memanggilku idiot idiot, aku hanya tidak tahu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itulah aku bilang kau itu idiot! Kau bertujuan untuk menjadi seorang Onmyouji tapi bahkan kau tidak mengetahui tipe-tipe shikigami, itu adalah bukti bahwa kau benar-benar seorang idiot!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas sore sudah selesai, dan sudah waktunya untuk kelas bubar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan kenapa Natsume sangat marah adalah kelas sore. Sebenarnya, tak ada hal aneh yang terjadi, hanya sebuah hasil yang diluar dugaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, akhirnya datang saat dimana Harutora benar-benar tidak memiliki pengetahuan apapun yang berhubungan dengan Onmyoudou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa saja ragam shikigami General? Apa perbedaan antara Rikujin-shikisen dan General Rikujin? Apa hubungan antara skala bencana spiritual dengan level bahayanya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Uh, itu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ‘uh, itu’! Apa yang sebelumnya kau lakukan selama ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak histeris, bahkan tak mendengar jawaban Harutora “Belajar di sekolah menengah atas biasa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guru yang bertanggung jawab pada kelas itu awalnya berpikir Harutora hanya bercanda, sengaja menjawab salah. Pada akhirnya, ia tetaplah seorang Tsuchimikado walau ia adalah murid baru, jadi beberapa guru berpikir Harutora telah marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, mereka semakin mengerutkan keningnya dan kaget, akhirnya memilih untuk menghiraukan keberadaan Harutora. Semua guru yang datang sore itu menunjukan reaksi yang sama, dan wajah Natsume semakin memucat dan memucat sampai akhirnya menatap dengan sengit ke arah Harutora dengan wajah memerah menahan malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia belajar dengan tergesa-gesa sebelum masuk, jadi ia lupa semuanya setelah tes.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berbaring diatas meja, dan menatap dengan kesal ke arah Touji ketika ia berbicara acuh tak acuh dan tak peduli. “Juga—“ Touji tidak mengalah, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’General Onmyoudou’ membagi shikigami menjadi dua tipe. Satu termasuk dewa, roh, dan binatang – ini merupakan macam-macam roh tradisional yang ada sebagai shikigami disebut shikigami pembantu, tapi sekarang kebanyakan shikigami modern sekarang terbuat dengan menanamkan kekuatan sihir ke dalam wadah buatan manusia. Dengan tambahan, shikigami buatan manusia terbagi menjadi wadah simpel yang dibuat murni dengan kekuatan sihir praktisinya, dan wadah standar yang dapat mampu menahan kekuatan sihir dari luar. Wadah simpel harus dikontrol langsung atau diberikan perintah sebelumnya, tapi shikigami standar tersebut dapat bergerak dengan sendirinya dalam beberapa hal, dan pada umumnya juga terdapat tipe wadah level tingkat tinggi yang bisa berpikir dengan sendirinya dan katanya memiliki kepribadiannya sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kenapa anak biasa dari keluarga biasa sepertimu sangat berpengatahuan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena aku tidak bodoh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“La-lalu apa yang dilakukan shikigami pelindung, shikigami umum atau rumah tangga artinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah metode dari pembuatan atau penggunaanya, dan tidak ada shikigami rumah tangga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, selain Touji, murid lain yang melihatnya sebagai –murid baru dari keluarga Tsuchimikado’ sangatlah terkejut dengan dirinya yang amatir. Mereka berada dikelas yang sama, kejutan pertama, lalu mulai meragukan entah ia serius atau tidak, dan makin lama semakin heran, dan kecewa, hingga akhirnya saking terkejutnya mereka tak tahu harus tertawa atau marah. Bahkan Tenma takjub, dan hal itu benar-benar membuat Harutora terpukul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghiraukan hal tersebut, Kurahashi Kyouko adalah orang yang paling sering mengubah atmosfer kelas.  Tatapan sombong dan mengejek pun diarahkan kepada tuan dari shikagami tersebut, dan Natsume menyusut dalam penghinaan, menundukan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah hal yang paling memalukan yang kualami selama hidupku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bergumam, menahan malu, wajahnya menggelap dan bahunya bergetar. Nada bicaranya terdengr suram, dan atmosfer tegang yang diberikannya pun tak ada jejak untuk tenang ‘hahaha, ini sungguh terlalu’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kursus kilat…… Kau harus mejalani kursus kilat, dan itu harus kursus kilat yang fokus dari neraka! Kau harus mengambil kembali setengah tahun, tidak, enam belas tahun hidupmu yang tertinggal. Pertama adalah ‘Perkenalan terhadap General Onmyoudou’ dan semua referensi buku yang berhubungan ‘Onmyoudou Level Dua’, dan ‘Teori Shikagami Modern’, ‘Penjabaran Sejarah Yin dan Yang’…… Juga bacaan klasik, kau harus membaca ‘Karya Kinugyokuto’, setiap buku ‘Seni Ramalan’, dan juga hal mendasar dari ‘Siklus Perubahan’, ‘Prinsip dari Lima Elemen’, ‘Risalah Baru dalam Onmyouji’, beberapa tentang ‘Pedoman Imperial’……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mengoceh, dan itu terdengar bagaikan suatu rapalan matera ditelinga Harutora, dan bahkan sebuah mantera dengan atribut ‘jahat’ atau ‘gelap’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Harutora, kau tinggal di asrama, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu kita akan memulai kursus kilatmu di asrama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, tapi itu asrama laki-laki……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga seorang ‘murid laki-laki’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, tapi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tak perlu khawatir, aku tahu sihir yang akan membuat terjaga semalaman, dan bahkan mampu sampai seminggu penuh jika kau mengabaikan efek sampingnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menatap serius ke arah Harutora, matanya mengilat dengan berbahaya tanpa ada maksud bercanda. Bahkan Harutora yang kelelahan tanpa sadar membeku, tubuhnya menegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun kemudian……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Natsume, laki-laki tadi siang datang lagi.” Kalimat Touji bagaikan seember air dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria berjas yang muncul ketika istirahat siang melambai-lambaikan tangannya ke arah mereka dari koridor luar ruang kelas. Natsume membuat suara terkejut, nadanya kembali normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tidak, aku lupa kelas tambahan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be-begitu, sangat disayangkan, tapi kita harus menunda kursus kilat tersebut—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berencana untuk mengusulkan supaya mereka melupakan hal tersebut, namun Natsume tiba-tiba menatapnya, membuat dirinya terdiam bagaikan mulutnya dijahit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mengambil buku catatan, menuliskan nama-nama buku dengan pensil mekaniknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ini. Perpustakaan pasti memiliki buku-buku ini, jadi segera pinjam buku-buku tersebut sekarang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menuliskan hal tersebut, ia menyibek lembaran tersebut dan memberikannya ke Harutora, dan segera merapikan barang-barangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan kembali ke asrama nanti, jadi silakan baca buku-buku tersebut terlebih dahulu. Tidak, kau harus menyelesaikannya, itu perintah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dengan tegasnya menyatakan demikian, Natsume dengan segera keluar dari ruangan, figurnya pun menghilang bersama laki-laki tersebut melewati koridor. Shikigami yang ditinggalkan pun bahkan tak sempat mengatakan kalimat keberatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihat lembaran tersebut. Semua artikel literatur dan referensi buku adalah kata yang tak pernah dilihat olehnya, jadi sepertinya ia harus memulai bagaimana cara menyebutkan kata-kata tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus, Harutora, Natsume-sensei sangat termotivasi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Touji, kau tak mungkin telah membaca semua buku ini sebelumnya, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sayangnya, dikarenakan masalah fisik, aku mendapat anemia ketika aku membaca apapun dari sebelum era Heisei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada sembrono teman baiknya akhirnya membuat Harutora merilekskan pundaknya, menghela napas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbicara mengenai nilai, Harutora memang sudah unggul dalam kegagalan, dan disekolah sebelumnya ia sering harus mengambil kelas remed. Tidak heran jika ia akan mengalami hal tersebut ketika memasuki akademi dan tiba-tiba diharap untuk belajar mengenai Onmyoudou seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah semua murid disini telah membaca dan mengingat semua buku ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Murid-murid yang lulus dalam ujian masuk Akademi Onmyou kurang lebih pasti telah membaca buku tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah semua kelas mulai sekarang akan seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah Tenma bilang, kelas tahun pertama berpusat pada materi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun terkulai kembali diatas meja, dan Touji hanya melihat  ke kejauhan sambil mengusa-usap dagunya. Pupil matanya menggelap, dan telah lama kehilangan energinya untuk marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku merasa putus asa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kelas-kelas disini jauh lebih melelahkan dari apa yang kubayangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adakah sihir yang meningkatkan kemampuan otak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sihir bodoh macam apa itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka membuka mata beratnya, mengobrol mengenai topik-topik bodoh. Setelah mengobrol, keduanya terdiam, melihat dengan linglung ke arah podium yang ada didepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid-murid sepertinya terlihat terlalu sibuk untuk mengobrol, dan &lt;br /&gt;
hanya mereka berdua yang tinggal dikelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama setelahnya, Harutora dengan bosan melipat kertasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melipat kedua sisinya, membuat pesawat kertas. Lalu, dengan perlahan mengayunkan lengannya. Ia dan Touji dengan diam melihat pesawat kertas tersebut terbang meninggalkan tangannya dan perlahan terbang melewati kelas, menabrak papan tulis, dan jatuh tak jauh dari podium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku sangat lapar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga lapar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ayo pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memprediksi dengan benar. Tentu saja,masa depannya disini akan sulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akademi Onmyou secara spesifik telah menyiapkan asrama siswa agar siswa yang jauh tempat tinggalnya dapat tinggal diasrama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asrama dibagi menjadi asrama laki-laki dan perempuan, dan terletak hanya sepuluh menit berjalan dari akademi. Berbeda dengan gedung akademi yang baru dibangun, dan bahkan jika umur Harutora dan Touji ditambahkan masih kurang dari sejarah asrama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dinding luar asrama tersebut terbuat dari bata merah. Setelah mereka melewati pintu masuk, disatu sisi terdapat ruang santai dan ruang makan, dan jika lurus terdapat area mandi dan shower yang telah dimodifikasi. Harutora telah ditempatkan di ruang kedua lantai dua, dan Touji satu ruang dibawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih ada waktu sebelum makan malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berjalan menuju lanta kedua dengan langkah berat, berpisah dengan Touji di koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruang asrama tersebut seluas enam tikar tatami, dan tatami yang ditinggalkan murid sebelumnya masih berada diruangan Harutora, tak pernah diganti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kembali ke kamarnya, Harutora menghela napas dalam dengam “Haaah……”, berguling-guling dilantai tanpa mengganti seragamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah sampai ke asrama kemarin sore dan telah mengorganisir barang-barangnya terlebih dahulu, namun yang ada dalam barang bawaannya selain baju ganti hanyalah selimut. Dengan tambahan, furnitur yang ada diruangan tersebut hanya meja lipat, jadi kamarnya tak terlihat hidup sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamar kosong tersebut terlihat seperti Harutora sekarang – Harutora yang ingin menjadi seorang Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku lelah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menatap langit-langit kamar ketika bergumam. Langit-langit kamar tersebut berbeda dengan langit-langit rumahnya, dan keadaan disekitarnya pun berubah drastis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Aku benar-benar berada di Tokyo……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali pertama ia datang ke Tokyo adalah pertama kalinya ia hidup sendiri, walaupun ia tinggal diasrama. Sayangnya, rasa gembira akan kebebasan dari kemarin sore pun telah hilang dalam satu hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku hanya terlalu tak berguna……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah terkejut para guru tidak terlalu masalah baginya. Sikap mereka yang menganggap ia tidak ada adalah hal yang sulit ditanggung olehnya. &lt;br /&gt;
Belum lagi, ia merasa tatapan dingin dan senyum penuh arti yang dilayangkan kepadanya selama kelas berlangsung, dan ia pun menyadari hal itu menjadi tamparan keras bagi imajinasinya setelah ia meninggalkan akademi atas kehendaknya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Ia merasa seperti tertinggal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, keadaan seperti ini setidaknya jauh lebih baik daripada keadaan yang diprediksikan Touji. Sejauh ini, hanya Kurahashi Kyouko yang terlalu menjelek-jelekkan Harutora sebagai Tsuchimikado, jadi ini tak ada hubungannya dengan dirinya yang merasa stress dan keterasingan yang melanda Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalahnya ada pada Harutora itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah belajar sekali sebelum ujian masuk untuk Akademi Onmyou – ia percaya bahwa saat itu dia serius. Namun ia sadar sekarang betapa naifnya pemikiran tersebut saat itu. Ia telah belajar bebisa mungkin selama setengah tahun, ia khawatir bahwa ‘enam belas tahun masa hidupnya’ yang diucapkan  Natsume bukanlah hanya sebuah pernyataan yang dilebih-lebihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…’Itu perintah!’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tch.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun akhirnya mendecakkan lidahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku datang kesini hanya sebagai murid &#039;&#039;dropout&#039;&#039;……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telah menjadi keputusannya untuk pindah, jadi ia tak berharap akan mendapat perlakuan khusus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi… pemikiran ‘Aku datang kesini khusus karenamu untukmu’ enggan untuk pergi dari kepalanya. Ia telah meninggalkan masa lalunya untuk berada disisi Natsume; namun, Natsume merasa senang hanya diawalnya saja, dan menyadari kebodohan Harutora – sebenarnya, seharusnya ia menyadari hal tersebut dari awal – ia langsung mengkhianatinya, menangis ‘ini adalah hal yang paling memalukan selama hidupku.’ Candaan macam apa itu. Ia yang mendapatkan malu, Natsume hanya merasa malu karena dirinya yang membuatnya begitu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika dipikir-pikir, mungkinkah gadis itu menganggap shikigaminya seperti hewan peliharaan yang ia asuh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak pernah bersinggungan dengan dunia Onmyouji sebelumnya, jadi wajar saja jika ia sangat bodoh. Ia seharusnya menghiburnya ketika melihat teman masa kecilnya kesusahan, meyakinkannya dengan tatapan dan suara lembutnya… Jangan khawatir, Harutora, Aku disini……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak mungkin……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mencoba membayangkannya, namun ia tak bisa membayangkan adegan tersebut bagaimanapun ia mencoba. Jika Natsume adalah seorang gadis yang manis, ia tak akan membiarkannya dirinya untuk menjauhi Natsume ketika sekolah menengah pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana ia berpikir dan berpikir, wajah temannya yang telah mati &lt;br /&gt;
pun muncul dalam pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Hokuto.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengingat kembali hari-hari bahagianya ketika ia, Touji dan Hokuto bersenang-senang bersama. Hingga kini, hatinya terasa sakit ketika ia mengingat kenangan tersebut karena tahu waktu tersebut tak kan bisa terulang kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, meskipun shikigami yang berwujud gadis – Hokuto – telah menghilang, seseorang yang mengontrolnya pasti ada disuatu tempat, dan itu tidak mungkin untuk tidak mengalami kembali masa-masa nostalgik tersebut. Mungkin ia bisa melihat Hokuto yang sesungguhnya – orang yang mengendalikan Hokuto, dan merupakan salah satu alasan yang membuat Harutora untuk memasuki dunia Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingin bertemu dengan Hokuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingin bertemu dan berbicara sepuasnya suatu hari nanti. Apa yang &lt;br /&gt;
akan Hokuto pikirkan jika ia tahu kalau ia memasuki Akademi Onmyou dan menderita disana? Mungkinkah ia akan senang akan dirinya, atau memberikannya semangat?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin ia akan terkejut dengan ketidakbergunaanya, tetapi walaupun ia terkejut, ia masih akan tertawa dan memberitahukannya untuk semangat setelahnya. Ia memiliki lidah yang tajam, namun ia sudah pasti tidak sama dengan Natsume yang berpikiran bahwa prestasi merupakan cerminan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, Hokuto dulu bilang bahwa aku harus bertanya pada ayahku mengenai dasar-dasar Onmyoudou.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memiringkan tubuhnya ketika ia menggumamkan hal tersebut.&lt;br /&gt;
Lalu, ia tiba-tiba bangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingat kalau ayahnya memberikannya hadiah perpisahan sebelum ia meninggalkan rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sebuah shikigami – itu dia, sebuah talisman shikigami.&lt;br /&gt;
Dengan segera ia menuju tas atletiknya yang penuh dengan pakaian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku lupa karena aku terlalu sibuk kemarin……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikarenakan tujuanmu ingin menjadi seorang Onmyouji, kau adalah anggota keluarga dari ‘Tsuchimikado’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayahnya bilang seperti itu dan memberikan talisman kepada Harutora ketika ia akan meninggalkn rumah. Ia ingat bahwa ini pertama kalinya ayahnya menyinggung nama ‘Tsuchimikado’ padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tidak mengetahui shikigami macam apa ini, dan ia kepikiran bertanya untuk mengklarifikasinya. Tetapi, ayahnya telah memberikan shikigami ini dengan khusus sambil menyebutkan nama ‘Tsuchimikado’, jadi walaupun jika ia tidak berharap shikigami pembantu hebat seperti naga Natsume – Hokuto, setidaknya ia berharap bahwa shikigaminya mungkin bisa sedikit berguna dan terpandang seperti kkuda putih Yukikaze. Lagi pula, dikarenakan keluarga utama memiliki naga, sudah wajar jika keluarga cabang memiliki harimau. Dan kemungkinan bahwa ia kuat setidaknya bisa membuat guru dan murid lainnya mengaguminya, sebuah shikigami yang menakutkan, dan sangat kuat……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketemu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengeluarkan amplop kertas berukuran sebesar kartu. Kertasnya tipis, seperti sebuah jimat pelindung yang biasa dijual dikuil-kuil, dan bagian belakangnya ditutup dengan sebuah wax, dengan kata ‘Tsuchimikado’ tertulis dibagian depan menggunakan tinta dengan lambang keluarga pentagram. Didalamnya terdapat jimat shikigami – jimat yang biasa digunakan sebagai wadah untuk shikigami. Tetapi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sial, bagaimana aku menggunakan ini?” ia telah menggunakan jimat pemulih dan juga jimat perlindungan secara reflex diinsiden sebelumnya. Selain jimat, ia juga menggunakan – walaupun ia hanya mengayunkannya secara sembarang – ‘Pedang Perlindungan’ yang kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ini kali pertamanya ia memegang jimat shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Natsume akan tahu bagaimana menggunakannya, namun setelah sikapnya yang seperti tadi, ia ingin memberinya kejutan jika ia bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkinkah ini ada intruksi manualnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berharap dengan lemah, Harutora berencana membuka segel yang ada dibagian belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, rasa geli pun muncul pada tanda pentagram yang ada dipipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih tepatnya, terasa seperti sebuah aura.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan berada tepat dibelakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara refleks harutora memutar badannya, menyadari anak kecil yang sedang berlutut dilantai, kedua tangannya diletakkan diatas lantai sebagaimana ia membungkuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun mau tak mau meragukan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa melihat wajahnya dengan jelas karena kepalanya yang ditundukan, namun ia bisa melihat bahwa rambutnya disisir rapi – meskipun terdapat dua tonjolan disisi kepalanya – kepala mungil. Pakaian yang digunakan olehnya hampir sama dengan seragam Akademi Onmyou, namun ini terlihat seperti style original dari seragam tersebut – pakaian kerajaan era-Heian dengan hakama dibagian bawahnya. Pakaiannya jelas terlihat longgar, dan tubuhnya terlihat seperti anak sekolah dasar, tidak, bahkan lebih muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun tak bisa berkata-kata dengan kejadian yang tiba-tiba ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kapan anak ini memasuki kamarnya? Harutora bertanya-tanya disalah satu sudut pikirannya, namun disudut yang lain dengan tenang berpikir bahwa ia tidak mungkin tidak menyadari jika seseorang memasuki kamarnya yang kecil. Pada akhirnya, ia tak tahu menahu darimana asal anak tersebut, kenapa ia ada dikamarnya, atau kenapa ia bersujud kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, hey……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan hati-hati Harutora membuka mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya ketika ia berbicara, punggung anak tersebut bergetar sebagaimana ia sedang disiram dengan air panas. Harutora pun ikut bergetar, menelan kembali kata-kata yang ingin diucapkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ketika itu, sesuatu menarik perhatian Harutora,. Ketika anak kecil itu bergetar, terlihat seperti sesuatu berdesir dari belakang tubuhnya yang bergetar – dengan kata lain, dekat dengan bagian belakang tubuhnya. Dan ketika ia menyadarinya, mata Harutora melebar terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah ekor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah ekor yang ditutupi dengan bulu lurus nan panjang, sebuah ekor yang berbentuk daun yang halus. Harutora hampir lompat karena terkejut, memindahkan arah matanya kembali ke kepalanya anak tersebut. Benda dikepalanya tersebut bukanlah sebuah formasi rambut natural, namun kilas gemetar yang ditunjukan oleh benda tersebut ditutupi dengan bulu yang sama dengan ekornya, telinga runcing berbentuk segitiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau, telingamu…… dan ekormu……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora membuka mulutnya dengan keterkejutan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak kecil tersebut pun mengangkat kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang gadis kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu memiliki poni yang rapi, kulitnya sangat putih bagaikan telah diberi bedak sebelumnya. Penampilannya menunjukan kemudaan yang sesuai dengan umurnya, dan dia terlihat seperti boneka hidup, dengan bahkan rincian detail yang tampak cukup halus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang dikagumi olehnya adalah kedua mata yang jernih dan dalam menatap lurus kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya memberikan kilat biru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata bulat gadis itu berwarna biru, indah seperti kaca, dalam seperti langit, dan membuat Harutora menatap dengan penuh kagum, menyebabkannya untuk lupa akan pertanyaan-pertanyaan yang ia ingin tanyakan pada gadis kecil tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika keduanya saling bertatap satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Airmata pun jatuh dari mata birunya, dan saat itu kesadaran diri &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora kembali, panik seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Hei! Kenapa kau tiba-tiba menangis! Jika dipikir-pikir kembali, siapa kau? ……Ahh, terserahlah, tak peduli siapapun dirimu, tolong jangan menangis!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun merentangkan tangannya namun tak berani untuk menyentuh gadis kecil tersebut, hanya mampu melambai-lambai dengan kacau diudara. Sang gadis melihat tingkah bingung Harutora tanpa terpenjam, matanya yang berair pun semakin melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak lama setelahnya, gadis kecil itu menggigit bibirnya, dengan cepat menghapus air matanya dengan lengan bajunya. Lalu, ia menundukkan kepalanya lagi, dan berucap:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Se-se-se, senang berkenalan denganmu—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun ia mencoba mengeluarkan suaranya, ia hanya mengumpulkan tekadnya untuk mengeluarkan suaranya yang awalnya memang lemah. Suaranya terdengar kanak-kanak seperti penampilan luarnya, dan pikiran Harutora pun menjadi kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Huh? A-apa yang kau katakan? Ada apa ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Na-na-na, namaku adalah Kon, keturunan suci dari rubah Kuzunoha, shi-shi-shikigami  dari Tsuchimikado Harutora-sama yang ditugaskan, kuharap aku bisa menjadi shikigami sesuai harapanmu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bersujud dilantai sebagaimana ia berkata demikian. Tentu saja, Harutora begitu terkejut untuk sampai ia berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…A-apa yang dikatakannya? Leluhur rubah? Keturunan? Harapanmu…… Apanya yang harapan Harutora?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Tak bisa berkata-kata’ sangatlah sempurna menjelaskan kejadian seperti ini. Pikiran Harutora kacau balau, pikirannya berputar-putar hebat, dan pada akhirnya kembali lagi menjadi diam tak berkutik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, telinga dan ekor tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukanlah sebuah aksesoris, dikarenakan itu bisa bergerak, dan itu terlihat begitu nyata. Terlebih lagi, tubuh seorang gadis tak mungkin memiliki telinga dan ekor sungguhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bukanlah seorang gadis manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, ia adalah……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah! Shi-shikigami! Mungkinkah kau adalah shikigami?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora bertanya mengonfirmasi, gadis itu – Kon – dengan segera mengangguk-angguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat itu, akhirnya Harutora mengerti. Ia adalah shikigami, seorang shikigami yang terlihat seperti anak kecil, jadi……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah – ini? Talisman ini…… Shikigami yang diberikan oleh ayahku……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon mengangguk kembali, tatapan waspada pun muncul dari wajah &lt;br /&gt;
mungilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ta-tapi, aku tidak melakukan apa-apa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dikarenakan aku adalah shikigami, aku harus menjaga tuanku sepanjang waktu. Aku me-mendengar panggilanmu sebagaimana aku menjagamu dalam bayangan—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya bingung, dan Kon menjelaskannya dengan suara kecil sebagaimana dirinya gemetar karena terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Ma-maksudmu, kau sudah ada disisiku semenjak ayahku memberikan talisman tersebut? Tapi kau tidak ada waktu itu! Aku tidak melihatmu sama sekali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dikarenakan tuanku tidak memanggilku, aku menyembunyikan diri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bersembunyi? Kau bersembunyi? Kau selalu disana, meskipun aku tidak bisa melihatmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y-ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengonfirmasi untuk yang ketiga kalinya, dan Kon hanya menundukan kepalanya, meratakan ekornya lembutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terlihat tegang dan sangat takut, dan Harutora menemukan kembali rasa tenangnya melihat sang gadis terlihat pegal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu…… Aku, aku mengerti. Setidaknya, pertama angkatlah kepalamu, kau terlalu banyak bersujud hingga aku tak tahu apa yang harus kulakukan, dan itu membuat sulit untuk berbicara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera Kon mengangkat kepalanya ketika Harutora memintanya. Wajah kanak-kanak tersebut asih terlihat kaku, dan rasa waspadanya masih tidak berubah, dan telinganya terkadang akan berkedut seolah-olah tak mampu menahan ketegangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Diingat-ingat, Alpha juga bilang kalimat aneh tadi pagi seperti familiarku telah teregister…… Jadi yang dimaksud olehnya adalah kau.”&lt;br /&gt;
Harutora duduk bersila dihadapan Kon, menimang-nimang shikigami yang ada didepannya lagi. Kon pun semakin terlihat tegang dalam tatapan penilaian tuannya, menggerak-gerakan tubuhnya takut dan membalas tatapan Harutora, tangannya masih berada dilantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengabaikan telinga dan ekor sekarang, Kon Terlihat seperti seorang gadis biasa, namun sungguh terlihat lebih dewasa dari seorang gadis – seharusnya, mungkin anak-anak? – yang seumuran. Selain itu, ia tidak terlihat berbeda dengan manusia biasa. Penamipilannya terlihat sedikit terlalu sempurna, namun matanya yang terus terang, kontur lembut yang diberikan pada wajahnya, dan bibir mungilnya yang terlihat ‘biasa’ saja, terlihat seperti seorang gadis mungil ‘biasa’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Dia adalah seorang shikigami? Gadis sekecil ini pun bisa menjadi shikigami?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Natsume disini, mungkin ia akan menjelaskan kepadanya bahwa shikigami terbiasa tampil dengan wujud ‘anak kecil’, namun Harutora yang tidak tahu menahu mengenai hal tersebut benar-benar tidak tahu harus menyikapi gadis kecil tersebut seperti apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ayah memberikanmu kepadaku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon dengan kuat menganggukan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-Aku juga melayani anggota keluarga cabang Tsuchimikado sebelumnya—“ mungkin menyadari bahwa hanya mengangguk tidak menyelesaikan kebingungan yang dialami Harutora, ia membuka mulutnya untuk menambahi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Kapan itu? Mungkinkah itu ayahku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-Ingatan masa laluku sudah tidak ada, namun sungguh bukan hanya satu generasi keluarga cabang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudmu kau melayani keluarga cabang dari generasi ke generasi? Begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sama seperti Yukikaze yang dimiliki keluarga cabang – Harutora menerima penjelasan tersebut. Dengan kata lain, keluarga cabang memiliki shikigami seperti Yukikaze yang melayani keluarga utama, dan ayahnya telah memberikan salah satu shikigami terssebut kepadnya. Dengan begitu, itu tidak aneh jika waktu itu dengan khusus ayahnya membawa-bawa nama ‘Tsuchimikado’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, jadi kau……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memanggil, dan Kon pun dengan segera menangis dalam ketakutan dan keragu-raguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tu-tuan, tolong panggil aku dengan namaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tuan…… A-aku mengerti, lalu bagaimana jika kau tidak memanggilku ‘tuan’, akan lebih baik jika kau memanggilku Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H,H-H-H, Ha, Ha, Haru-t-t-tora……sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kau tidak perlu begitu gugup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, begitu! Aku tak masalah sama sekali, aku tak masalah, jadi tolong jangan tunjukan ekspresi begitu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata bulat Kon mulai berkaca-kaca kembali, dan Harutora dengan segera berbicara untuk menenangkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenanglah sedikit terlebih dahulu! Rileks! Tarik napas! Oke?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora melakukan sebisa mungkin untuk meyakinkannya. Kon pun menegakkan punggungnya dan membuka mulut kecilnya untu menarik napas sesuai perkataanya. Sifatnya sangat simpel, namun sangat menyusahkan untuk mencari tahu bagaimana ia harus bersikap padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Namun…… ini juga jauh dari ekspetasinya. Ia merasa ini seperti sebuah hubungan antara anak kecil dan walinya daripada shikigami dan tuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Intinya, gadis itu jauh dari ekspetasinya dan bukanlah sebuah shikigami yang bisa dibanggakan oleh pemiliknya kepada orang lain. Ia pasti tidakakn berguna banyak dipertarungan, dan sebaliknya, ia mungkin malah harus melindunginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, masalah utamanya adalah penampilan luarnya. Lagi pula, jika ia membawa gadis kecil ini kemana pun ia pergi, akan ada kemungkinan besar bahwa hal itu akan menimbulkan kekeliruan yang tidak perlu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Ayah sialan itu……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia awalnya percaya bahwa ayahnya akhirnya telah memberikannya selamat karena anaknya dengan serius akan meninggalakan rumah, namun ia pasti tertawa dengan keras dibelakangnya sekarang. Harutora benar-benar bodoh untuk merasa senang dengan ekspetasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, tunggu, Mungkin saja ekspektasinya terhadap Kon salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shikigami tidak bisa dinilai dari penampilan luarnya saja, dan meskipun penampilan luar yang kuat itu bagus, kekuataan sesungguhnyalah yang lebih penting. Tidak menutup kemungkinan shikigami yang kuat sebenarnya bersembunyi dari penampilan gadis kecil tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, bagaimana jika begini. Kon, aku ingin bertanya terlebih dahulu padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon dengan segera kembali menjadi serius ketika Harutora mulai berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama…… Benar, shikigami macam apa dirimu? Tak apa jika kau hanya mengatakan tipemu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya pertanyaan yang menurutnya pertanyaan paling dasar, namun yang hanya dilihatnya adalah wajah bingung dan ekspresi kaku seolah-olah ia bertanya pertanyaan yang tidak dimengerti olehnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Kau tak tahu shikigami tipe apa dirimu? Benar, bukankah kau bilang kau adalah pembantu? Mungkinkah kau adalah shikigami pelindung yang seperti Touji katakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, aku melayani sebagai pembantu Harutora-sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah begitu? Uh…… apa lagi yang dikatakannya? Dengan kata lain, kau tipe buatan manusia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bu-buatan manusia……?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah ceria Kon dengan segera tertutup bayangan. Bulir keringat muncul diwajah muramnya seolah-olah ia percaya bahwa tak ada jawaban sama sekali terhadap dosa yang tidak bisa dimaafkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Kau tak tahu juga? ……Ah, aku tahu, kau melayani beberapa generasi keluarga cabang, jadi mungkinkah kau shikigami kuno jauh sebelum General style ada? Uh, kau tak mengingat masa lalumu, bukan? Tapi setidaknya itu lebih baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingat bahwa Yukikaze juga merupakan shikigami kuno yang didesain sebagai shikigami buatan manusia tingkat tinggi oleh General style, jadi ada kemungkinan bahwa Kon juga setipe dengan Yukikaze.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terserah, ini tak akan berguna untuk lanjut  bertanya, dikarenakan kau juga tidak tahu, jadi aku akan berganti ke topik yang berbeda. Apa gerakan spesialmu? Apa saja yang bisa kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Iya, maafkan aku karena aku lamban, namun gerakan terbaikku adalah teknik bersembunyi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, gerakan bersembunyi, biarkan aku melihatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Se-sesuai perintahmu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, figur Kon pun mengabur dan dengan segera menghilang. Walaupun itu permintaanya sendiri, Harutora masih sangat terkejut melihatnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwah! Kau menghilang! Hebat, aku tak bisa dimana kau berada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun merentangkan tangannya, namun lengannya melewati posisi dimana Kon berada tanpa gangguan sama sekali. Terlihat seperti ia telah bergerak degan instan ke tempat lain dibandingkan dengan menyembunyikan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kon? Apa kau disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh, aku mendengar suaramu! Hebat, kau tidak hanya membuat tubuhmu tidak terlihat, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-Meskipun itu dapat dilakukan, sebenarnya aku hanya meninggalkan tubuhku yang sebenarnya dan menghapus keberadaanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-Meninggalkan tubuhmu? Apa maksudnya itu? Apakah seperti hantu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, aku dalam wujud rohku…… dan bergabung dengan aura disekitar. N-Namun, jika aku berbicara seperti ini, aura disekitar pasti akan berfluktuasi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana Harutora mendengar pemaparan Kon, ia melihat ke arah sumber suara dan melihat sesuatu seperti aura yang mengabur. Tetapi ia tidak melihatnya dengan penglihatan biasanya, melainkan ‘melihat’ aura tersebut dengan kemampuan melihat auranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, jika Kon tidak berbicara, ia tidak akan menyadarinya walaupun dengan kemampuan meihat aura. Jadi ini gerakan bersembunyi yang dimaksud – dengan gembira Harutora menganggukan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, itu bagus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon dengan segera muncul kembali ketika Harutora berbicara. Meskipun Kon tepat berada didepannya, ia hanya ‘tepat berada disana ketika ia menyadarinya’ seperti sebelumnya, muncul dengan tanpa suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm…… Itu terlihat luar biasa, Kon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Te, Te-Te-Terima kasih atas pujiannya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terlalu merendah, gerakan tersebut sungguh luar biasa, aku mengaguminya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-I-Itu biasa saja……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon menundukan wajahnya dengan rona merah dipipinya, ekornya dengan konstan bergerak maju mundur. Ia terlihat malu, dan ekspresinya saat ini terlihat manis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa lagi? Apa kau memiliki gerakan lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-Mengambang diudara……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh, hebatnya! Terlihat seperti sihir! Apa lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-Memanipulasi api……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwah, bo-bola api! Panas! Bola sungguhan! Hebat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon mengambang kurang lebih sekitar lima puluh centimeter diudara sambil berlutut, dan bola api berukuran segenggam tangan muncul diatas kepalanya. Bola api tersebut bertambah dua, jadi bola api yang ada total ada tiga mengambang diruang kamarnya. Bola api tersebut terlihat seperti roh yang berkeliaran, tetapi panas yang diberikan oleh bola api tersebut adalah sungguhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Sangat kuat! Shikigami ini sangatlah hebat!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun ia telah meragukannya sebelumnya, ia dapat bersembunyi, peningkatan, dan menunjukan gerakan sebagaimana shikigami semestinya, simpel namun mudah. Bola api juga – abaikan kekuatannya – bola itu jelas memberikan intimidasi, dan Harutora pun sangat puas mengetahuinya. Ekornya pun bergerak aktif sebagaimana tubuhnya bergeliat senang, tak mampu menyembunyikan rasa senangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Luar biasa, Kon! Apa kau memiliki kemampuan lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Huh? Lain……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon pun membenamkan wajahnya, bola-bola api menghilang, dan Kon pun juga berhenti mengambang diudara. “…Huh?” Wajahnya pun memucat didepan Harutora yang tak tahu menahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, cahaya aneh pun mengilat dari mata birunya seolah-olah tiba-tiba memikirkan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera ia mengubah postur duduknya, menaruh satu kaki didepan sebagaimana tangannya dengan cepat bersamaan menuju balik punggungnya. &lt;br /&gt;
Sesuatu berkilau – sebagaimana Harutora berpikiran demikian, wakizashi yang ia pegang dengan erat dengan segera berada tepat diujung hidungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ji, J-J-Jika Harutora-san perintah, aku tidak akan ragu untuk mengorbankan nyawaku! Mu-Musuh Harutora-sama harus dimusnahkan dengan ‘Kachiwari’ kesayanganku……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapannya galak, dan pedang wakizashi itu mengilat didepan matanya, membuat wajah Harutora menegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Be-begitu, baiklah, Kon. Aku mengerti, aku sudah mengerti, jadi tolong taruh benda itu kembali……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon panik dan dengan segera menaruh kembali wakizashinya sesuai permintaan Harutora. Sepertinya sarung wakizashi tersebut ada didalam ikat pinggangnya. Setelah menaruhnya kembali, ia dengan segera kembali berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Ini tidak baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ba-baiklah, Kon, itu…… K-Kachiwari? Nama yang menakutkan...... Bagaimanapun, jangan mengeluarkan pisau tersebut tanpa seizinku. Mengerti? Kau tidak boleh mengeluarkannya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-Tapi, Harutora-sama, sebagai penjagamu, sudah menjadi tanggung jawabku untuk memastikan keamananmu, jika hal tak terduga—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walaupun jika aku mengalami hal tak terduga, kau masih harus mengonfirmasikannya kepadaku terlebih dahuu! Mengerti?”&lt;br /&gt;
Harutora menyela, dan Kon akhirnya menganggukan kepalanya dengan enggan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Shikigami kecil yang akan mampu mengeluarkan pisaunya tanpa peringatan, biarkan aku rehat sejenak……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia tak yakin kapan shikigami ini dibuat, sepertinya ia harus dengan segera membenarkan cara bicaranya yang terdengar kuno,karena mungkin akan ada suatu hari dimana hal itu akan menunjukan hal berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Jika gadis ini dalam masalah, seluruh tanggung jawab akan jatuh kepadanya, bukan? Bercanda, aku tak bisa mengurusi ini sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merasa kepalanya sakit. Ini bukanlah waktunya untuk berencena untuk menggunakan shikigami agar bisa menaikkan imagenya. Semuanya adalah salah ketidaakberuntungannya, komplain Harutora dalam hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga lalu – ‘Aku selalu berpikir kau bodoh, tapi aku tidak mengira kau akan sebodoh itu hingga kau tidak tahu apa-apa!’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ugh……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapan Natsume pun terngiang dipikirannya, dan Harutora dengan segera menghentikan dirinya yang bersikap sok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…I-Idiot! Bagaimana aku bisa memiliki sikap arogan seperti ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, anak ini jauh memiliki banyak alasan untuk komplain dibandingkan dirinya. Pada akhirnya, ia hanya orang luar yang memiliki nama ‘Tsuchimikado’, yang dimana nilainya tertinggal jauh dan tak dapat mengikuti alur belajar yang ada. Shikigami dengan tuan yang seperti ini yang mendapat keberuntungan buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon sepertinya percaya bahwa Harutora sedang memarahinya, dan kepalanya pun ditundukan dalam diam, dengan telinga yang ada dikepalanya yang terkulai karena depresi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, mungkinkah Kon bersikap seperti ini karena ia merasa telah membuat kesalahan? Mungkin ia percaya bahwa dikarenakan Harutora adalah Tsuchimikado, ia pasti adalah seseorang yang ‘hebat’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Kon, untuk menghindari kesalahpahaman, biar kujelaskan terlebih dahulu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, uh, iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Harutora serius, dan Kon dengan segera menegakkan punggungnya ketika mendengarnya mengeluarkan suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terbatuk-batuk canggung, membasahi tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“De-Dengar Kon, aku akan mengatakannya terus terang, walaupun aku seorang Tsuchimikado, aku tidak seperti Onmyouji hebat yang kau layani sebelumnya. Sejujurnya, aku bahkan tak yakin aku bisa menggunakan kekuatannku sepenuhnya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia berkata seperti itu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata kon tiba-tiba melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keputusasaan yang tak berujung pun terpancar dari mata birunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma, m-m-m-m-m-maksudmu aku tak dibutuhkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya penuh dengan air mata dan tubuh kecilnya pun gemetar dengan sangat, “Tu-Tunggu!” dengan panik Harutora berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak! Kau salah paham! Aku tidak berkata tentang membutuhkanmu atau tidak, ini tidak ada hubungannya dengan hal tersebut, itu bukanlah yang kumaksud…… aku ingin supaya kau tidak terlalu berpikir tinggi tentangku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Kon yang berkaca-kaca pun melebar, terlihat seperti ia tidak mengerti apa yang dimaksud Harutora sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, uh…… aku masih seorang murid – sesuatu seperti Onmyouji trainee dan nilaiku jelek, hampir dilevel bahwa aku benar-benar orang luar, dan aku tidaklah hebat, jadi kau tidak harus terlalu hormat kepadaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berkata banyak bahkan hingga ia merasa malu, namun itulah kenyataannya, ia tak berdaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon mendengar penjelasan Harutora dengan mulut yang tertutup rapat dan keterkejutan yang mewarnai wajahnya. Itu membuatnya mengingat reaksi para guru dan murid tadi, dan ia pun tak mampu untuk tidak menolehkan wajahnya, malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Kon tegas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbicara lancar dan dengan kepercayaan diri dalam suaranya, kebalikan dari sebelumnya. Namun, setelah Harutora menoleh kembali dengan terkejut, ketegasan yang ada pada wajahnya menghilang dan kembali menjadi dirinya yang malu-malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, ia berusaha semampunya untuk menyampaikan pendapatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A, A-Aku menjaga Harutora-sama seharian ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, itu berarti bahwa ia telah melihat semua penampilan bodoh Harutora di Onmyou Akademi tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“La-lalu kau seharusnya tahu benar bahwa aku tidak mengerti apapun sama sekali, bukan? Lalu kenapa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena a-aku adalah shikigami Harutora-sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya alasan itu? Kau sangatlah hormat kepadaku hanya dengan alasan &lt;br /&gt;
tersebut?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya dengan tidak percaya. Kon menunjukan tatapan bingung dan menatapnya ketika mendengarnya berucap seperti itu, seolah-olah itu adalah hal paling wajar. Jika hal itu adalah memang hal yang paling wajar…… Sebagai shikigami Natsume, Harutora pun merasa putus asa membayangkan dunia macam apa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-apa aku merepotkan Harutora-sama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak…… bukan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menjawab acuh tak acuh. Sebenarnya, ia merasa bahwa Kon terlalu meninggikan dirinya, jadi ia merasa sedikit gelisah.&lt;br /&gt;
…Tapi……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataaan Kon menggerakkan hati Harutora setelah seharian penuh mengalami penderitaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dipikir baik-baik, akan menjadi tragedi betul jika shikigaminya menunjukan sikap hina padanya. Sikap Kon tidak akan sekaku itu jika secara perlahan mereka saling mengenal. Secara acak mengayunkan wakizashi tersebut memang masalah yang merepotkan, namun tak ada alasan untuk mengubah pendiriannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, dikarenakan Kon sudah pasti sangat patuh kepada tuannya, ia harus berusaha semampunya untuk menjawab ekspetasinya dan menjadi Onmyouji yang pantas menerima hormatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku mengerti, mulai hari ini kau akan menjadi shikigamiku dan aku akan menjadi tuanmu, walaupun aku adalah tuan yang tak pantas. Mohon bantuannya, Kon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dalam diam telah memutuskan, berkata demikian pada Kon sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pipi Kon merona dan matanya berkaca-kaca untuk sesaat. Dengan segera ia menundukkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A, A-a-aku tidak layak, mohon instruksinya—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sikap dan perkataannya sangat sopan, ekornya pun bergerak-gerak senang seperti anak kecil. Meskipun sebenarnya ia merasa sedikit menyesal, Harutora tak lagi menghiraukannnya ketika melihat Kon yang saat ini begitu senangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Aku memiliki shikigami sekarang. Harutora mencerna kembali fakta tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Baiklah! Lalu, Kon, kau seharian penuh bersamaku, jadi kau mengerti benar bukan orang macam apa aku ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-h-harutora-sama berpikiran luas, bahkan seseorang sepertiku dapat me—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenang, kau tak perlu terburu-buru untuk menjawab, aku hanya bermaksud untuk lanjut bertanya, seperti…… Benar, apakah ada arti khusus dengan telinga dan ekormu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menyembunyikan senyum jailnya, bertanya dengan nada selembut mungkin. Dengan pertanyaan tersebut, Telinga dan ekor Kon dengan segera berdiri dan terlihat waspada seperti terkena serangan kejutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-arti…… aku adalah keturunan roh rubah, jadi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh, kau seekor rubah? Mungkinkah kau rubah magis – tidak, mungkin seekor kitsune?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora awalnya berpikir bahwa kedua hal itu aalah telinga dan ekor anjing. Setelah mendengar pertanyaan tersebut, Kon mengangguk. Jika begitu, lalu bola api yang dimunculkan oleh Kon tadi bisa saja disebut sebagai ‘api rubah’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji telah menjelaskan bahwa standar shikigami buatan adalah mampu memiliki kekuatan sihir eksternal. ‘Kekuatan sihir eksternal’ tersebut dalam hal ini adalah ‘roh rubah’ milik Kon, dengan kata lain, Kon adalah shikigami yang dibentuk berasal dari roh rubah. Walaupun begitu, Harutora sebenarnya tidak mengerti tentang apa itu roh rubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun hanya ber-ohh ria dengan sedikit rasa penasaran, sedikit memajukan dirinya untuk melihat lebih jelas telinga Kon. Mungkin Kon merasa sedikit malu dengan tatapan Harutora, sebagaimana pipinya yang memerah dan ia yang menolehkan wajahnya ke samping…… Namun telinganya malah semakin bergerak-gerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Bisakah aku menyentuhnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hya!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, jika kau keberatan, aku tak akan memaksa—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-t-tidak, bukan begitu, sentuhlah jika kau ingin……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun perlahan memajukan kepalanya dan Harutora merentangkan tangannya sambil “Maaf”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama ia merasakan telinga Kon diantara jari-jarinya. Kon gemetar seperti dialiri listrik ketika ia menyentuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh, lembutnya – Haha, bahkan bergerak, benar-benar seperti anak anjing…… Ahah, baiklah, baiklah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bolehkah aku menyentuh ekormu juga?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Te-tentu saja……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon terlalu malu untuk melihat Harutora ketika ia berbicara, memiringkan punggungnya kepada Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ekornya pun terasa lebih lembut dibandingkan telinganya, dan Harutora berpikir lembut sekali, sambil “Ohh!” ria, senang. Ia sebenarnya cukup menyukai binatang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terasa sangat begitu enak, bebas dan lembut…… Oh, ini bergerak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……A-a-aku merasa sangat terhormat bahwa dirimu…… menyukainya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, ini sangat lembut. Dengan catatan, aku tak pernah memegang rubah sebelumnya, jadi ini bagaimana ekornya terlihat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terus mengelus ekor rubahnya, membuat Kon sering kaget tersentak pada setiap elusannya dan rileks kembali. Ia berusaha keras untuk menahannya tanpa berani untuk berbicara, bahkan telinganya bergerak semakin cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, maaf, apa terasa gatal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-t-t-tolong jangan khawatir……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisakah kau menggerakan ekormu sesuai keinginanmu? Sebenarnya, bagaimana ekormu bisa bergerak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ba-bagaimana—!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya dengan santai, namun untuk suatu alasan Kon sedikit meninggikan suaranya tidak karuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, ia membulatkan tekad dan berdiri dengan diam, mulutnya rapat dan kulit putihnya pun merona hingga lehernya. Lalu, dengan punggungnya yang menghadap Harutora, ia perlahan melepas tali yang ada dipinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Se-se-se-se-, Seperti ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapnya dan dengan tiba-tiba menurunkan hakamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekor yang secara konstan gemetar dan pantat putihnya pun berada didepan Harutora—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa, Harutora! Aku berkunjung ke perpustakaan saat mau pulang sebagai pencegahan, dan menyadari bahwa, buku yang aku suruh kau baca masih ada—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume dengan kasar membuka pintu kamar Harutora tanpa mengetuk, tangannya membawa tumpukan buku. Teriakan marah pun terdengar sebagaimana ia berjalan memasuki ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu berhenti, semuanya terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon meratap tanpa bersuara, dengan segera menaikan hakamanya, berusaha untuk tidak terjatuh. Harutora dengan cepat membantu Kon ketika ia terjatuh dalam pelukannya – dan hasilnya keduanya berpelukan satu sama lain sebagaimana hakama Kon jatuh ke lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tumpukan buku yang dibawa Natsume satu persatu jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon telah membeku, namun Harutora mengambil hakama yang terjatuh dengan kecepatan yang sangat, menaikan hakama seperti ia sedang membantu anak kecil untuk memakaikan celananya dan mengikat talinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menarik napas, dalam, dan baru saja ingin membuka muutnya, ketika—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……………...Harutora?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh—“&lt;br /&gt;
“………………Apa yang kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau salah paham—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini pertama kalinya Harutora mendengar Natsume dengan suara seperti itu semenjak ia lahir, dan suara ketika ia menjawab terdengar seperti bukan suaranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, begini, tenanglah dan dengar penjelasanku, oke? Kau salah paham, dia Kon, jangan lihat dia seperti anak kecil, dia sebenarnya adalah rubah. Terlebih lagi, dia adalah shikigami, bukan manusia. Lihat ekor dan telinganya sebagai buktinya. Jadi kau salah, ini tidak seperti yang kau pikirkan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mengerutkan keningnya, matanya dengan ganas memberikan kesan berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diwaktu yang bersamaan, Harutora seperti melihat beberapa jimat sihir yang muncul ditangannya, dan walaupun ia merasa ingin tahu bagaimana ia mengeluarkan jimat tersebut, perhatiannya lebih tertuju dengan kata ‘bahaya’ yang tertera jelas didalamnya. Harutora yang berusaha meluruskan kesalahpahaman pun semakin diam dan diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………Mesum.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………Mati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Na-natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya terlihat seolah-olah telah mengembang – ini apa yang ia lihat dengan kemampuan melihat rohnya, tak mungkin salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mati kau, mesum! Order!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Ketika aku sampai, jantungmu sudah berhenti berdetak.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji dari ruang sebelah memberitahukan Harutora setelahnya. Tentu saja, hal itu hanya sebuah candaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disuatu ruangan digedung apartemen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya menyala didalam ruangan tersebut, namun meresap dengan suasana seram yang tak bisa dijelaskan. Sedikit bau yang menyengat hidung, bau yang aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Efeknya lebih dari yang diduga, sungguh menyedihkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Iya, sangat disayangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah ruangan rahasia yang disediakan sebagai pencegahan, seperti yang disebutkan ‘tiga lubang untuk sarang kelinci’. Tidak ada furnitur ataupun hiasan diruangan tersebut, dan banyak kotak yang telah terbuka diletakkan dilantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kotak tersebut memiliki ukuran yang sama, tiap-tiap kotaknya berjarak satu meter panjangnya. Bagian luarnya tertutupi dengan jimat dan pada bagian dalamnya terdapat barang yang sangat kotor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah Agensi Onmyou telah bergerak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka terlihat tenang dari luar, tapi itu hanya penampilan luarnya saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah para petingginya terlalu waspada? Raja telah dikonfirmasi identitasnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga merasa sama, tapi setidaknya akan lebih mudah untuk kita berpura-pura daripada menjadi mangsa kewaspadaannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan hati-hati ia meraup kotoran yang ada didalam kotak dalam kilat dingin cahaya temaram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak lama setelahnya, ia mengeluarkan objek yang ada didalam kotoran tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pot. Pot yang disegel, dan mantera yang tertulis penuh dibagian luarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggoyang-goyangkan potnya perlahan, dan sesuatu pun munucl dari dalam. Senyum dingin tak tertahan muncul diwajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau sudah menghubungi orang itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau maksud orang penting itu? Tidak secara langsung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin akan berguna, tergantung keadaannya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku tidak berencana untuk unjuk tangan dengan segera jika bisa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia membersihkan kotoran yang ada dipot tersebut, perlahan membuka segel yang ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penggunaan shikigami tidak diklasifikasikan dengan pedoman yang ketat, bertentangan dengan klasifikasi metode penciptaannya. Untuk tujuan kenyamanan, Agensi Onmyou mengklasifikasi shikigami yang dijual secara publik, namun itu adalah fakta bahwa bahkan jenis klasifikasi semacam ini juga digunakan secara luas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contohnya, ada beberapa tipe General yang bisa diaplikasikan untuk berbagai penggunaan; tipe transportasi dimana tipe tersebut dapat memindahkan penggunanya atau memindahkan objek; tipe deteksi dimana tipe ini bisa menginvestigasi hingga jarak jauh dengan lima panca indera; tipe pengikat, tipe yang paling sering digunakan oleh Investigator Mistis ketika menahan pergerakan para criminal, dan tipe mekanikal yang dimana wadah tersebut akan menjadi tubuh shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Shikigami pelidung’ termasuk dalam salah satunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, semantik dari sebuah shikigami pelindung sedikit berbeda dengan shikigami tipe lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Pelindung’ pada shikigami tipe pelindung berasal dari ‘Pelindung Dharma’ dari Vajrayana dan Shugendo sebagaimana ‘General Onmyoudou’ tidak terbatas pada Onmyoudou lama saja tetapi lebih ke bergabung dengan berbagai macam sihir dan sistem magis yang ada di Jepang, yang tentu saja termasuk Vajrayana dan Shugendo. Jika dilihat akarnya, Pelindung Dharma biasanya adalah seorang dewa atapun roh yang melayani sebagai pembantu atau penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, , definisi tersebut lebih cocok dengan definisi shikigami tipe pembantu dari ‘Generral style’. Dengan kata lain, shikigami pelindung adalah pengganti dari pembantu shikigami para ‘Pelindung Dharma’, yang dimaksudkan untuk melayani dengan peran yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjaga shikigami yang setia selalu berada disis tuannya, menjaganya sekaligus mematuhi perintah tuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah shikigami pelindung. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
……Namun itu tidak berjalan mudah kemarin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dengan diam bergumam pada dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah hari setelah ia selamat dari kematian. Kelas terakhir hari ini diadakan didalam ruang kelas Akademi Onmyou. Guru wali kelas Ohtomo ternyata adalah pengajar, dan ini kali pertamanya berada dikelas wali kelasnya. Sikapnya yang sembrono masih tidak berubah bahkan didalam kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sama seperti kemarin, Harutora menjadi pusat perhatian murid-murid disekitarnya, namun alasan mengapa mereka sering melirik-lirik Harutora berbeda dengan kemarin. Perban dapat dilihat diseluruh tubuh Harutora, dan jimat penyembuh pun terpasang dimana-mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kejadian kemarin, Harutora telah menggunakan banyak jimat penyembuh yang ia bawa dari rumah, jadi tidak terlalu serius. Dan ia akhirnya dapat menjelaskan seluruh kejadian kepada Natsume setelah ia pulih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, perasaan Natsume sepertinya tidak berubah sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlepas dari apa yang terjadi, itu adalah sebuah fakta yang tak terbantahkan bahwa Kon -  Kon yang berpenampilan sebagai gadis muda -  mengarahkan pantatnya pada wajah Harutora. Terlebih lagi, ia telah mengabaikan instruksi yang diberikan dan tidak meminjam buku-buku tersebut ketika ia kembali ke asrama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Natsume sudah meminta maaf karena telah salah paham dan ‘menghukum’ Harutora, ia tidak berbicara dengan Harutora satu patah kata pun setelahnya, dilanjut dengan bahkan tak melihat Harutora ke arah sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih buruknya lagi, hari ini bahkan Touji duduk sedikit lebih jauh untuk menunjukan bahwa ia ‘menjaga jarak’ dari dirinya. Akademi Onmyou tidak memiliki kursi yang ditetapkan, jadi semuanya duduk dimana pun  yang mereka mau pada setiap kelasnya. Touji telah berpindah-pindah tempat duduk untuk mengumpulkan informasi, membuat Harutora menjalani kelas sendirian seperti orang yang kabur dari ruang gawat darurat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, sebenarnya ia tidak benar-benar sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kon, apa kau disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbisik, memastikan murid yang lain tidak ada yang mendengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…A-a-aku disini……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban Kon terdengar ditelinganya, namun figurnya masih tak terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kon, dengar. Aku telah memeringatkanmu pagi ini, tapi tolong tetaplah untuk bersembunyi hari ini, karena aku tak bisa untuk menghadapi masalah lagi jika terjadi, bahkan masalah sekecil apapun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menunjukan tatapan curiga sebagaimana ia menatap ke arah sumber suara, dan sepertinya ia menyadari sedikit getaran, namun pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kejadian kemarin, Harutora telah belajar, dan ia memerintahkan Kon untuk tetap bersembunyi kecuali jika dipanggil, memutuskan bahwa ia tidak akan membuat perintah dan membiarkan Kon agar tetap dibelakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Karena gadis ini kekurangan kesadaran diri dan tidak bisa membaca situasi. Bagaimanapun, mendengarkan pelajaran kelas Akademi Onmyou adalah prioritasnya saat ini, dan tidak ada kesempatan bagi Kon untuk muncul, jadi menunggu adalah keputusan terbaik untuk sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbaikan dengan Natsume, menyatu dengan murid-murid kelas, dan belajar Onmyoudou – terdapat banyak sekali yang harus dilakukan. Diantara tumpukan-tumpukan tugas ini, Harutora juga berencana untuk familiar terlebih dahulu dengan lingkungan sekitar dan membangun ‘kehidupan normal’ barunya adalah tugas utamanya, dengan tidak berlanjut melakukan tindakan bodoh sebagai bagian terpentingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku benar-benar menyedihkan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume sepertinya tidak memiliki perasaan senang terhadap Kon, namun dikarenakan Kon adalah shikigami pelindung dan ia biasanya bersembunyi disuatu tempat, satu-satunya yang dapat ia lakukan adalah adalah untuk menanggungnya dan menunggu sikap Natsume melunak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kau melamun, murid baru! Dengan ‘Haru’ dinamanya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wah! Ma-maaf! Aku mendengarkan! Aku mendengarkan dengan serius!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu kenapa kau meminta maaf?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tidak bisa berkata apa-apa untuk sesaat, dan bisik-bisik tidak menyenangkan pun muncul diruang kelas. Ia merasa lehernya berkedut, dan ia pikir mungkin Natsume sedang menatap marah ke arahnya, namun ia tak memiliki keberanian untuk mengonfirmasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tak bagus, Harutora-kun. Kau mulai bermalas-malasan dihari kedua kau masuk, bagaimana kau akan mengejar ketinggalanmu selama setahun jika kau melamun seperti itu? Ditambah dengan guru-guru lain yang mengatakan bahwa dirimu jauh lebih buruk daripada yang lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo menghela napas dengan pelan dan berhati-hati, dan Harutora memeringati dirinya bahwa ini bukanlah kesempatannya untuk berbicara, menundukan kepalanya dan bergumam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya kalimat Ohtomo tidak ada maksud buruk, ia hanya merasa bahwa ini menarik. Sebelum kelas dimulai ia berbicara dengan ringan mengenai luka-luka Harutora: “Kau benar-benar bisa membuat masalah.” Itu benar-benar suatu keajaiban entah kalimat tersebut cocok untuk seorang guru atau tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi itu cukup tak sopan untuk meminta agar kau dengan segea mengejar jalannya kelas, sebagaimana kurikulum disini – khususnya jadwal pelajaran –cukup padat, dan tidak ada waktu untuk mengulang pelajaran yang sudah diajarkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be-begitu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, dan lagipula, walaupun menganggap bahwa seluruh murid disini dapat mengikuti proses kurikulum tersebut, bahkan guru yang bertanggung jawab untuk mengajar cukup gelisah entah murid-muridnya sungguh mengerti atau tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti ia telah menemukan ide dari perkataannya, Ohtomo tiba-tiba menutup mulutnya dan berpikir keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu. Ia menyeringai, menutup buku teks yang ada ditangannya pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Dikarenakan kedua murid baru saja pindah, mengapa kita tidak gunakan kesempatan ini untuk mengulang kembali pelajaran minggu lalu. Disisi lain, ini bisa sebuah pengulangan, dan disisi lain ini bisa untuk mengecek apakah semuanya benar-benar mengerti dengan pelajaran yang diberikan atau tidak .”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernyataan tiba-tiba Ohtomo menimbulakn keributan dikelas dengan beberapa yang komplain akan hal tersebut, namun Ohtomo tidak memedulikannya sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong jangan bercanda!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang murid memukul meja cukup keras, berdiri dari tempat duduknya. Tidak perlu ditanya bahwa murid tersebut adalah Kurahashi Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei, kau bilang bahwa kurikulum ini cukup ‘padat’, tapi sekarang kau berencana untuk menunda pembelajaran karena hanya dua orang murid pindahan? Bukankah ini terlihat seperti pelayanan spesial!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbicara secara jelas dan logic seperti biasa, dan Ohtomo pun hanya ber-‘nn’ ria, namun itu tidak terlihat entah ekspresi diwajahnya itu suatu kebingungan atau ketidakpedulian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar, Kyouko-kun. Melakukan ini bukan hanya untuk Harutora-kun dan Touji-kun, sebagaimana aku berharap bahwa semuanya bisa mengambil kesempatan ini untuk mengulang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengulang adalah tanggung jawab masing-masing! Semenjak kurikulum ini disusun agar semuanya dapat mengikuti sebagai alasan, semua yang percaya bahwa mereka tidak bisa mengikuti kelas jelas bertanggung jawab untuk mengulangnya sendiri. Ini tidak adil jika mengorbankan hak murid yang memang serius untuk belajar dengan orang yang tidak memiliki kesadaran diri!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm…… Dari apa yang kau katakan, itu terdengar seperti kita harus &lt;br /&gt;
membiarkan murid yang tidak bisa mengikuti pembelajaran?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo dengan hati-hati mengonfirmasi. Suaranya tetap terdengar santai seperti biasa, namun jelas terdapat tatapan menyelidik yang diarahkan kepada Kyouko dari balik kacamatanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko mengerti motif Ohtomo, menegakkan punggungnya dan menjawab tanpa ragu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah kurikulum disusun sedemikian rupa dengan tujuan seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada dari jawabannya terdengar congkak dan penuh dengan percaya diri, dan ia jelas mengetahui bahwa pernyataan seperti itu itu dapat dikritik karena arogan, seoalah-olah ia dengan sengaja memprovokasi orang-orang dengan pendapatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Ohtomo menjawab dengan: “Hmm, kurasa begitu”, dengan segera menyetujui apa yang dimaksud Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada akhirnya, Onmyouji bukanlah profesi yang dapat dilakukan oleh setiap orang. Itu adalah kebijakan pendidikan Akademi Onmyouyang terutama membuat upaya untuk membantu siswa yang tertinggal adalah upaya sia-sia, dan bahkan mereka ingin menendang keluar orang-orang yang tidak memiliki kemampuan untuk bersaing dikurikulum atau yang ‘bodoh’ dan tidak menyadari bahwa dirinya tertinggal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo berbicara terus terang, dan alarm pun berbunyi didalam pikiran Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketatnya. Dan terlebih lagi, kalimat tersebut terdengar ‘natural’ ketika Ohtomo yang mengucapkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko menutup mulutnya, menganggap diskusi telah selesai, namun Ohtomo lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Namun disisi lain, Akademi Onmyou memberikan yurisdiksi yang cukup luas pada pengajarnya, dan karena demikian aku tidak setuju dengan kebijakan tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ti-tidak setuju? Itu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haha, itu sangat bertentangan, bukan? Selain itu, Akademi Onmyou tahu bahwa aku menentang kebijakan tersebut namun masih meminta diriku untuk menjadi seorang pengajar, yang setara dengan diam-diam menerima kontradiksi tersebut. Apa kau tahu mengapa Akademi Onmyou melakukan hal tersebut?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo bertanya sambil tersenyum, dan tentu saja tidak ada satu pun murid yang menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, ia berkata dengan gembira:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itulah sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Kaki palsunya yang ada dibawah pahanya pun membunyikan suara ‘clunk’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bunyi tersebut pun terdengar ditengah-tengah kelas yang hening. &lt;br /&gt;
“Bagaimana ini? Bukankah dunia orang dewasa terlihat aneh dan kompleks?” Ohtomo tersenyum, dengan lihai menambahkan kalimat tersebut. Namun, tatapannya terlihat begitu tenang sebagaimana ia berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terus terang saja, jika tujuanmu hanya berharap untuk lulus ujian ‘Onmyoudou Kelas Tiga’ – Tidak, bahkan ‘Kelas Dua’ -  kau tidak perlu begitu  mengerti terlalu jauh mengenai hal tersebut. Tetapi, tujuan dari Akademi Onmyou tidak hanya dalam skala kecil sedemikian rupa. Meskipun kami para pengajar selalu mengatakan hal yang sama, selalu menginginkan agar kalian giat belajar, kami sebenarnya mengantisipasikan hari dimana kalian bisa tampil.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo berbicara seperti ia sedang bercanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, Harutora tidak mengerti maksud dari perkataan Ohtomo, namun atmosfer dikelas mengatakan bahkan jika maksud dari perkataan itu sendiri memang sulit untuk dimengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang lebih anehnya lagi adalah Ohtomo yang dengan tenangnya mengatakan ‘Inilah sihir’ sebenarnya cukup meyakinkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terlihat biasa saja, bericara dan bertingkah laku dengan sembrono, dan bahkan seluruh tubuhnya memberikan kesan sulit untuk mendeskripsikan keberadaannya yang seperti tidak dapat diandalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, hanya dirinyalah spesialis yang ada didalam kelas ini, Onmyouji sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, begitu keadaannya – semuanya merasa semakin kebingungan jika aku semakin banyak bicara, bukan? Lagipula, inilah Akademi Onmyou dan aku adalah instruktor kalian, jadi semuanya harus patuh mendengarkan instruksiku~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah bagaimana, Ohtomo pun memberitahukan mereka untuk melakukan apa yang diperintahkan. Mungkin tujuan sebenarnya adalah untuk mengalihkan pemikiran para murid, dengan kata lain, semua murid yang ada dikelas ini telah terjatuh dalam ‘kebingungannya’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…A-apa latar belakang dari guru tersebut?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji juga menunjukan bahwa ia tidak mengerti lebih jauh dengan guru yan g ada didepannya. Walaupun Harutora kebingungan, setidaknya kesannya terhadap Ohtomo dapat sedikit berubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Instruktor yang ada diatas podium berbicara tanpa jeda, namun sebenarnya masih ada beberapa murid yang mengerti maksud perkataannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…… Aku, aku tidak bisa menerimanya……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang berkata demikian adalah Kyouko lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahkan jika kau beralasan kembali, keputusanmu saat ini jelas berdasarkan kedua murid pindahan tersebut – Tidak, lebih tepatnya untuk murid pindahan Tsuchimikado. Mungkinkah kau memutuskan demikian hanya karena dirinya? Aku tidaak bisa menerima dirimu yang berlaku seperti itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko dengan jelas menolak untuk mengalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Situasinya berjalan hampir sama dengan yang kemarin, dan tatapan murid-murid – termasuk milik Harutora – terarah Natsume yang duduk diujung kelas. Tidak ada hubungannya jika kau menerimanya atau tidak – celaan Natsume pun terngiang-ngiang ditelinga mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume duduk ditempat duduknya tanpa menhiraukan sama sekali tatapan yang tertuju padanya, bahkan berusaha untu hanya menatap ke luar jendela, berpura-pura untuk bersikap tidak peduli. Keributan semakin menjadi-jadi ketika seluruh murid benar-benar terkejut ketika melihat ia bersikap demikian, dan Harutora hanya bisa marah dengan getir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Gadis itu masih merajuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mungkin jika dirinya tidak mendengar argument yang terjadi didalam kelas, namun kali ini Natsume sepertinya tidak ada niatan untuk kembali membela Harutora, tidak seperti sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai hasilnya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami membicarakanmu! Mungkinkah kau tidak ingin menyampaikan pendapat yang ingin kau kemukakan? Tsuchimikado Harutora!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Huh, aku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko pun menyebut nama Harutora yang terlihat tidak ingin ikut campur, dan seluruh tatapan murid-murid pun dengan segera berpindah dari Natsume ke Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikarenakan Natsume terlihat tidak peduli, Kyouko mengalihkan serangannya dari tuannya menuju shikigaminya. Harutora yang tidak siap merasa tak berdaya dan mau tak mau untuk melihat reaksi Natsume kembali. Natsume masih melihat ke luar jendela seperti biasa, leher jenjangnya terlihat sedikit kaku…… Ia sama sekali tidak berniat untuk membantunya sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan begitu, ia hanya bisa bergantung pada dirinya sendiri, dan terlebih lagi, ini adalah masalahnya sendiri, dan itu akan menyulitkannya untuk menyelesaikan masalah ini jika ia membawa-bawa Natsume lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oke. Ia merubah pola pikirnya, menjawab langsung pada Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika ia berbicara, ia menyadari bahwa seluruh murid yang ada dikelas menajamkan pendengarannya, dikarenakan ini kali pertamanya ia berbicara, yang mana selalu menarik perhatian semua orang, akhirnya secara resmi berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku, Aku memang tidak bisa mengikuti kurikulum, dan itu akan menjadi bantuan yang sangat jika sensei mau untuk mengulang pelajaran minggu kemarin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak apa bahkan jika itu membuat murid lainnya membuang waktunya denganmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, aku pikir itu lebih dari apa yang bisa kuduga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu—!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko berencana untuk mengambil kesempatan tersebut sebagai klaim kemenangan, namun dengan segera Harutora menyergah kata-katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak berpikir untuk tidak menduga hal demikian – tapi aku tidak akan menampiknya. Dikarenakan itu adalah keputusan sensei, aku dengan bersyukur akan mengikuti kelas…… Uh, meskipun aku munkin tidak akan mengerti kembali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menjawab dengan jujur, mengangkat bahu. Kyouko terlihat seperti tidak menduga sikapnya begitu rendah hati sedemikian rupa, dan ia menatap Harutora dengan mata yang melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berharap ia bisa membangun ‘kehidupan normal’ barunya setenang dan stabil sebisa mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kehidupan normal seperti ini tidak akan mengurangi Akademi Onmyou, atau dengan kata lain tidak memiliki makna. Ia rela untuk menghabiskan waktunya untuk membuatnya menjadi kenyataan, namun tidak ada arti baginya jika kehidupan normal tersebut tidak memiliki akses penting untuk menjadi seorang Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ditambah, seperti yang Natsume katakan kemarin, membicarakan ketidakadilan yang kau maksud hanyalah sia-sia, tidak mungkin itu bisa terjadi. Kami Tsuchimikado tidak ada niatan untuk menggunakan nama Tsuchimikado untuk mengintimidasi orang-orang, nama itu tidaklah begitu hebat lagi. Sebenarnya, aku berpikir bahwa itu hanya kau yang menakut-nakuti dirimu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, mari kita lupakan masalah Tsuchimikado untuk sekarang, jika aku merepotkan semuanya – aku sungguh meminta maaf, kepada semuanya. Tapi, kau dan aku adalah murid saat ini, jadi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko tak bisa berucap, dan murid-murid lainnya menunggu dengan napas tertahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dengan tenang membuka mulutnya, berbicara kepada mereka semua:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku berpikir bahwa menjadi seorang Onmyouji adalah prioritas utamaku.”&lt;br /&gt;
Ia tidak ingin telihat sama seperti Natsume yang membalasnya dengan sekuat mungkin, jadi ialih-alih ia mencoba untuk mengambil sebanyak mungkin kompromis dan memberikan sikap dengan sikap sebijak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun meskipun begitu, ia masih memiliki kalimat yang tidak bisa ia akui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia mengumumkan hal tersebut, Natsume yang daritadi melihat ke arah jendela menolehkan wajahnya seolah-olah ia terkejut. Namun, Harutora yang sedang berhadapan dengan Kyouko tidak melihatnya. Ia mencoba meyakinkan dirinya meskipun jantungnya berdetak dengan cepat, berusaha sebisa mungkin untuk bersikap tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang diruangan tersebut bersiul. Tidak, ia tahu betul siapa itu, Touji sudah pasti adalah orang yang bersiul tadi, Harutora hampir saja tersenyum mendengar temannya yang menyemangatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keheningan pun berlanjut untuk waktu yang lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko menatap Harutora dengan serius seperti itu pertama kalinya ia melihat Harutora. Bahunya yang sedikit bergetar membuktikan betapa marahnya Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak lama setelah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tsuchimikado Harutora, aku minta maaf, namun tolong ambil inisiatif dan keluar dari akademi ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Keluar? Kau ingin aku meninggalkan tempat ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar! Kau tidak bisa mengikuti kurikulum Onmyoudou, itu terlihat &lt;br /&gt;
jelas kemarin! Orang-orang terbaik dengan tujuan untuk menjadi seorang Onmyouji berkumpul disini, ini bukanlah tempat untuk orang-orang yang tidak berkompeten seperti dirimu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko memukul meja denga kepalan tangannya, berteriak histeris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bahkan terlihat jauh lebih tenang dibandingkan yang ia duga. Mungkin itu terjadi karena ia telah memberitahukannya kepada semua orang, namun kupu-kupu diperutnya pun terus menggelitik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kalau begitu aku meminta dirimu supaya lebih toleran……” ia tersenyum ketika ia berbicara dengan Kyouko yang marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Kyouko memerah. “Kau……!” ia tak bisa berkata-kata untuk sesaat dan melangkah menuju tempat Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berhenti, kau orang yang kurang ajar!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, tubuh Kyouko terpental.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya terpental, roknya terangkat dan tak terduga menunjukan celana dalam yang lucu dibaliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana para penonton terkejut dan kebingungan, Kon muncul dengan pisau kesayangannya yang terarah tepat ke arah Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata birunya mengilat. Kon merendahkan suaranya, menyatakan dengan nada tajam:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku telah mengikuti perintah dan tetap diam disampingnnya, tapi aku tidak bisa mengantisipasi dirimu yang berbicara sangat tidak sopan terhadap Harutora-sama. Aku tidak bisa menoleransi ketidaksopanan ini, kau kan menemui ajalmu dengan pisauku—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Kau yang tidak sopan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora segera berlari, menjitak keras kepala Kon. Telinga dan ekornya menegak kaget, dan karakterisasi fenomena ‘lag’ yang terjadi pada shikigami – seolah-olah ia rusak – terlihat pada tubuh Kon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-h-h-harutora-sama! Kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau berani bertanya! Bukankah aku sudah memeringatimu untuk tidak terlihat oleh yang lainnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ta, Ta-ta-tapi orang ini mencoba menghampirimu Harutora-sama – aku harus mendahulukan tugasku sebagai penjaga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sangat menyebalkan, kau shikigami yang berlagak ksatria! Dipikir-pikir kembali, mengira kau bisa berbicara lancar sekarang! Kemarin kau terlihat gugup denganku, bukan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Te-te-te-tentu saja tidak! Aku tidak berani mengakalimu! K-k-kau salah paham Harutora-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menggenggam baju bagian depan Kon, menggoyang-goyangkan Kon, dan Kon berusaha keras untuk membela dirinya sebagaimana ia merasa pusing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas menjadi ramai karena percakapan tersebut, dan terlebih lagi suasana menjadi cukup aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemunculan tiba-tiba dari gadis kecil itu bukanlah alasan mengapa reaksi tersebut terjadi,  seperti yang diduga dari Akademi Onmyou, para murid sepertinya langsung mengtahui bahwa Kon adalah Shikigami, namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Oh, sungguh mengejutkan, apa itu shikigami pelindung?” Ohtomo berucap, mewakili rasa penasaran para murid-murid, dengan kekaguman yang memenuhi nadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma-maaf, Sensei! Aku tidak melakukannya dengan sengaja, aku akan menghancurkan jimatnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-me-menaghancurkan!? Harutora-sama, tidakkah itu terlalu jahat……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diamlah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tenanglah, tenanglah. Kau seharusnya memaafkan shikigami manis nan bersemangat sepertinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Ohtomo tenang, menghentikan teriakan antara tuan dan shikigaminya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun aku terkejut, tidak pernah terpikirkan olehku kau memiliki shikigami pelindung…… Sepertinya aku memiliki beberapa prasangka setelah mendengar penilaian para guru tentang dirimu, aku akan melakukan instropeksi segera.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Ke-kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, pertama, mengapa kau tidak duduk terlebih dahulu.”&lt;br /&gt;
Momentum Harutora terhenti dan Kon akhirnya telah tenang. Ohtomo masih tersenyum senang sebagaimana ia  melihat keduanya, menunujukan tatapan penuh kagum sambil mengangguk-angguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini seharusnya tipe tingkat tinggi…… namun sihirnya terlihat sedikit berbeda dengan ‘General style’, dan ini…… Segel? Benar-benar terlihat…… Seperti yang diduga dari Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh…… Sensei?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo bergumam pelan, dan kali ini giliran Harutora yang merasa khawatir. Ia bahkan telah mengejutkan Ohtomo, dan tatapan dariyang diberikan para murid berbeda dengan sebelumnya, seolah-olah mereka menyadari yang tadisnya mereka kira hanyalah kucing liar sebenarnya adalah seekor harimau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hakuou! Kokufuu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua shikigami muncul dibelakang Kyouko setelah ia memanggilnya.&lt;br /&gt;
Dua benda tersebut adalah shikigami humanoid, satu putih dan satu hitam, kurang lebih setinggi pria dewasa, namun figur mereka kuat seperti seorang petinju. Shikigami berwarna putih memegang katana putih dan yang hitam memegang tombak, dan kedua shikigami tersebut mengenakan baju pelindung yang sangat teliti, jika dilihat dari luar seolah-olah terlihat seperti robot. Mereka sepertinya berhubungan dengan Asura yang dikendalikan oleh dairenji Suzuka sebelumnya, dikarenakan mereka memberikan kesan yang hampir sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka adalah shikigami pelindung yang dibuat oleh Agensi Onmyou, ‘G2 Yaksha’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berpikir kau bisa mengelabuiku, sungguh liciknya dirimu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan berpura-pura! Dengan sengaja berpura-pura tidak berkompeten terlalu merepotkan, apa yang kau rencanakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa, huh? ……Huh, aku tidak mengerti apa maksudmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dengan segera mengambil langkah mundur. Berebeda dengan Kon, ia memegang erat Kachiwarinya dari balik kaki Harutora, matanya mengilatkan maksud jahat dan dengan ganas menatap ke arah shikigami lawan. Para murid yang duduk didekatnya pun mengam bil jarak antara Harutora dan Kyouko agar tidak terlibat dalam pertengkaran keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Te-tenanglah! Aku minta maaf padamu, aku sama sekali tidak memiliki maksud jahat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan bercanda. Dikarenakan kau menyerangku terlebih dahulu, aku akan menerima tantanganmu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriak Kyouko, mengayunkan tangannya ke samping, dan kedua ‘Yaksha’ mengambil postur bertarung dengan segera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun keringat dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, diluar dari lingkaran yang melingkari Harutora dan Kyouko, Touji perlahan berdiri dan Natsume telah memegang kotak jimat yang ada pinggangnya dengan tatapan serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana menegang, dan ketegangan pun menyulitka murid untuk bernapas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, aku tahu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo memanggil dengan senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia berbicara dengan nada ceroboh, tidak memedulikan suasana kelas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Salah satu dari kalian keras hati, dan satu lagi kuat, sangat bagus. Sepertinya kalian berdua kurang lebih dapat mengontrol shikigami, jadi mengapa tidak membuat kalian untuk melakukan demonstrasi pertarungan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“”Apa?””&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Kyouko terkejut mendengarnya. Mungkin seluruh murid yang mendengarnya, bukan hanya mereka berdua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lagipula ini kelas terakhir hari ini. Harutora-kun, Kyouko-kun, mengapa kita tidak pergi ke lapangan latihan sihir dan melihat pertikaian shikigami.” Ucap Ohtomo senang.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_2&amp;diff=514766</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 2</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_2&amp;diff=514766"/>
		<updated>2017-03-08T15:39:01Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Bagian 4 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 2 – Telinga dan Ekor==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora, karena kau tidak bersalah, kau tak perlu mengkhawatirkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana bisa aku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas pagi telah selesai, dengan Harutors yang masih membawa perasaan bersalah setelah kejadian perkenalan yang kacau balau. Pundaknya terasa berat dan capai, seolah-olah pundaknya adalah batu, membuatnya membuatnya terkulai di meja ruang kelas kelelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang adalah jam istirahat. Banyak murid – termasuk Kyouko – pergi meninggalkan kelas, untuk mencari makan. Tentu saja, tak ada yang berani berbicara dengan Harutora, yang telah membuat keributan tepat setelah ia memasuki kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecuali satu orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haaaah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji tersenyum, terang-terangan. Menganggap dirinya sebagai setengah orang luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menjadi bahan pembicaraan tepat ketika kau masuk, sungguh sempurna, Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Sempurna’ apa yang kau maksud, semuanya sudah selesai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan itu, menunjukan tampilan sebuah kekuasaan di awal untuk mengukur reaksi semua orang menunjukan sebagai seseorang yang mencari orang-orang kuat, tidak buruk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, beerpikir kau memiliki sikap santai seperti itu... Terlebih, bukan aku yang ‘menampilkan sebuah kekuasaan’.”&lt;br /&gt;
Touji biasanya tak diragukan kembali merupakan orang yang seharusnya lebih menarik perhatian, bukan Harutora, namun kali ini Touji benar-benar tertutupi oleh ‘Pasangan Tsuchimikado’, bahkan berkata: “ Dengan seperti ini akan lebih memudahkanku untuk bergerak, jadi aku setuju.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, Natsume. Apakah murid yang bernama Kyouko itu selalu seperti itu? Dia seperti memiliki kebencian yang mendalam terhadap keluarga Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanya Touji, namun Natsume menggelengkan kepalanya, muram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak…… Dia tak pernah menyerangku seperti itu, tapi terkadang ia menunjukan sedikit perlawanannya kepadaku seperti hari ini. Berkatnya, aku juga jadi sedikit bersemangat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku tidak melihatnya sebagai ‘sedikit’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang tidak membuatmu puas? Harutora, aku akan membicarakannya untukmu. Dengan kata lain, melindungi shikigamiku adalah sesuatu yang wajar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Natsume dengan bangga, dan Harutora pun semakin membenamkan dirinya di meja, sudut-sudut mulutnya pun membentuk senyum terbalik.&lt;br /&gt;
Disisi lain, Touji terduduk di atas meja, termenung dalam pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkinkah kita melakukan sesuatu yang membuatnya marah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tak tahu, aku tak tahu sama sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika kau memanggilnya Kurahashi Kyouko tadi, mungkinkah Kurahashi ‘tersebut’? jika seperti itu, mungkin itu berhubungan dengan hal tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia memang berasal dari keluarga tersebut, namun demikian, aku tak mengerti kenapa. Ayahku pernah bertemu dengan keluarganya, tapi aku hampir tak pernah berkontak dengan keluarga Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Natsume, menunjukan ekspresi malu. Harutora tiba-tiba mengangkat kepalanya ketika mendengar nama ‘Kurahashi’, lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, iya, sensei baru saja menyebutkannya, bukankah itu Kur… Tunggu, Natsume, Touji, bukankah kalian terlalu familiar? Bukankah kemarin pertemuan pertama kalian?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya bingung, dan tubuh Natsume pun sekilas terlihat gemetar mendengar hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Touji pernah satu sekolah sebelumnya, dan keduanya berteman baik sebelum semenjak ayah Harutora merawat Touji. Namun Touji baru pertama kali melihat Natsume ketika ia pergi ke Tokyo bersama Harutora kemarin. Waktu itu, Harutora bahkan baru memberitahukannya kalau Natsume adalah perempuan – lagipula, ia telah sering menyebutkan perempuan yang diajak mainnya saat masih kecil kepada Touji sebelum ia mengetahui tentang tradisi keluarga utama. Namun keduanya tak mengatakan hal apapun selain perkenalan sederhana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, abaikan Touji, kenapa Natsume yang biasanya pemalu sekarang berbicara dengan semangatnya pada Touji?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, itu, begini……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah lembut Natsume berubah menjadi kaku dan kata-katanya pun menjadi berantakan, ia pun menatap tak tentu arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda dengan Touji yang tampak tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidakkah kau tahu, Harutora? Orang-orang tak bisa untuk tak datang berbicara denganku, aku adalah pria yang menawan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Berpikir kau dengan bangganya berbicara seperti itu setelah menjadi seorang preman sebelumnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengangkat kepalanya dari meja, mengerutkan dahinya dengan heran. Touji tersenyum dan menaruh tangannya diatas kepala Harutora, mengacak-acak rambutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, tak perlu kau khawatirkan. Untuk suatu alasan, aku merasa ini bukan pertama kalinya aku bertemu dengan orang ini, itu pasti karena kita sangat akrab. Iyakan, Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, benar! Itu benar, Harutora. Kami akrab! Dan yang kucing kupunya sebelumnya bernama Touji, jadi aku merasa cukup dekat dengannya dan aku tak pernah berpikir kalau Touji adalah orang asing sama sekali!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menunjukan senyum palsu, namun Natsume memaksa dirinya untuk tertawa keras. Harutora merasa seperti sebuah komedi sedang bermain didepannya, dan ia pun semakin mengerutkan keningnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Natsume dan Touji memang belum mengeanal satu sama lain sebelumnnya, jadi ia hanya bisa untuk memercayai klaim mereka. Terlebih penting, sebenarnya ia diam-diam khawatir bahwa ‘Aku takut kalau kedua orang yang berbeda kepribadian ini tidak akan akrab’, namun melihat situasinya saat ini……  ia merasa lega melihat keduanya yang tiba-tiba bisa dalam harmoni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah kau cemburu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei kau…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau dan Natsume sudah lama tak bertemu, tapi kami malah menjadi sangat &lt;br /&gt;
akrab dengan cepatnya, jadi dirimu yang cemburu bukankah—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Baiklah, Aku tahu. Sejujurnya, aku akan merasa bermasalah jika kalian bertengkar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar pertanyaan menggoda Touji, Harutora mau tak mau harus menyerah dengan investigasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun menjadi sangat lelah ketika membayangkan keduanya bertengkar, sehingga kini ia hanya bisa berharap bahwa ke depan nanti tak akan ada masalah yang terlalu menyulitkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menoleh ke arah Natsume, seolah-olah memberikan persetujuannya terhadap apa yang mereka nyatakan: “Jadi, baiklah jika seperti itu. Natsume, kau bisa memercayai Touji. Jika kau memerlukan sesuatu, kau juga bisa berbicara padanya, bukan cuma aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………” Namun Natsume tidak merespon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora yang awalnya ingin bersandar, kebingungan, memiringkan tubuhnya untuk melihat Natsume. Ia menyadari bahwa saat ini Natsume berdiri dengan matanya yang melebar, dan pipinya yang memerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ada apa, Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, tidak apa-apa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah? Mungkinkah kau tidak memercayai Touji?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan begitu…… Hanya saja, mmm…… K-kau tak perlu khawatir…… oke? Touji dan aku tidak terlalu akrab……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bersikap malu-malu dan ia berbicara dengan terbata-bata. Harutora pun hanya bisa mengerutkan dahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau coba katakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“M-maksudku, aku memercayai Touji, tapi…… Yang paling…… mmm…… orang yang paling dekat denganku adalah Harutora, aku janji……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbisik lembut tanpa melihat Harutora, Harutora tidak mengerti maksud dari perkataannya dan menoleh ke arah Touji untuk meminta bantuan, namun Touji hanya menatap ke langit-langit untuk suatu alasan. Harutora, yang terlihat kebingungan seperti sebelumnya, merasa seperti dirinya sedang melihat komedi dagelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“N-ngomong-ngomong!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume dengan segera mengganti topik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua akan berjalan lancar antara aku, Touji, dan Harutora! Jadi – kau tak perlu khawatir dengan murid-murid lainnya, bahkan gadis itu. Selama kau berusaha dan serius, aku percaya dia tidak akan macam-macam. Jika ia berani coba-coba untuk mencari masalah denganmu, aku tak akan membiarkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berbicara seperti itu dengan wajah yang memerah, tiba-tiba Natsume menjadi serius, lalu berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama dan yang lebih utama – kita datang ke Akademi Onmyou agar bisa mandiri sesegera mungkin, dan hanya demi tujuan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan tersebut menunjukan gaya hidup Natsume selama di Akademi Onmyou, dan Harutora tanpa sadar duduk dengan tegak ketika mendengar ucapan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ucapan tersebut, Natsume juga pernah bilang kalau ia tidak perlu takut selama ia menunjukan kekuatannya di Akademi Onmyou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dirinya yang berbicara seperti itu sama saja dengan terang-terangan ia menyatakan bahwa ia tak peduli dengan murid-murid lainnya, dan mengakui bahwa dirinya terisolasi dari kelas, tanpa teman. Hal itu membuktikan perkiraan dan kekhawatiran Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Namun, Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukan hal yang baik. Keadaan Natsume memang cukup kompleks dan sulit dimengerti, namun ia masih tak percaya jika menutup diri adalah jalan keluar terbaik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora mengkhawatirkan bagaimana ia harus membicarakan kekhawatirannya…… “Tsuchimikado-kun – Ah, maksudku Natsume-kun.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang murid berbicara dari depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merupakan seorang murid lelaki berkacamata. Harutora dan yang lainnya pun menoleh secara bersamaan, membuatnya terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh – orang itu disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menunjuk ke arah pintu ruang kelas ketika ia berbicara demikian.&lt;br /&gt;
Seorang lelaki bersetelan jas berdiri di koridor luar kelas. Tubuhnya tinggi dan kurus, dan penampilannya cukup tampan. Ia tersenyum ramah ketika sadar Harutora dan yang lainnya melihatnya, sedikit menganggukkan kepalanya sebagai salam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merasa kebingungan, ketika – “Oh! Aku lupa. Maaf Harutora, aku harus pergi.” Ucap Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh…… Aku, aku sedang menjalani kelas spesial sekarang, jadi aku ada kelas ketika istirahat siang…… Apa kau tahu dimana kantin sekolah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, aku harus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu kalian bisa makan duluan, aku mungkin akan kembali sebelum kelas selanjutnya mulai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata demikian dengan segera ia menuruni tangga, bergegas menuju pintu kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tiba-tiba ia berhenti, dengan cepat berbalik menghampiri mereka dan sedikit mendekatkan dirinya ke meja yang mereka tempati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora, Touji, mari lakukan yang terbaik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ah, okay.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Touji merespon bergantian terhadap tatapan yang dipancarkan oleh mata jernihnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tertawa riang seperti anak kecil, membalikkan dirinya seperti seolah-olah ia sedang menari dan akhirnya pergi meninggalkan ruang kelas. Ia berbicara beberapa kata pada laki-laki yang menunggunya di koridor dan dengan segera menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kepergian Natsume yang tiba-tiba, sekujur tubuh Harutora pun merenggang, namun Touji berkata dengan kecut: “Ia sangat gembira.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gembira…… huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menatap ke arah koridor tempat Natsume pergi dengan tatapan kompleks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkin karena dia menggunakan seragam laki-laki, kepribadiannya berubah. Bagaimana aku harus mengatakannya…… ia terasa lebih kekanakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun, yang aneh adalah aku tak merasa kaget sama sekali, melainkan rasanya seperti aku sudah terbiasa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tidak heran.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji berbicara pelan dengan seringai terpampang ketika mendengar Harutora bergumam, tatapannya jelas menunjukan ‘jadi mereka berdua selama ini sama’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi…… Bukankah guru yang datang menjemput Natsume juga seorang guru disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau ingin tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitulah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin dia adalah pacarnya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-hal bodoh apa yang kau bicarakan, Natsume berpura-pura menjadi laki-laki disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terus kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa yang kau maksud!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, Harutora berasal dari daerah pedesaan, dan ketika Touji yang besar di Tokyo berkata seperti itu, ia hampir percaya bahwa ‘hal semacam itu’ tidak aneh di tempat ini. Teman baiknya pun tersenyum melihat Harutora yang terlihat panik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimanapun, Natsume pergi di saat yang tepat. Aku memiliki kesempatan untuk memulai penyelidikan rahasia setelah kejadian tadi pagi – tunggu aku disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora menanyakan hal tersebut, Touji telah memasukkan tangannya ke dalam saku celananya, dengan santai berjalan pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu – “Yo, terima kasih yang tadi.” Ia berbicara dengan ramah pada salah satu murid yang berada dibelakang kelas, murid laki-laki yang baru saja memberitahukan Natsume bahwa ada orang yang mencarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya ia berada dalam kelompok yang membawa bekal ke sekolah, dan ia sedang duduk, dan membuka bekalnya ketika Touji menghampirinya. Matanya melebar ketika murid pindahan – yang telah menjadi pusat perhatian – memanggilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau mengingat namaku? Aku Ato Touji, senang bertemu denganmu. Bagaimana denganmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, ya, aku Momoe, Momoe Tenma…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenma, nama yang cukup mudah diingat. kau bisa memanggilku Touji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, oke, kalau begitu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bisa melihat bahkan dari jauh bahwa Tenma terlihat cukup gugup. Ia memastikan dirinya terlihat sopan ketika berbicara, walaupun Touji terlalu dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya cukup mungil dan terlihat langsing, dengan gaya rambut yang umum dan konservatif. Wajahnya yang mengenakan kacamata menunjukan dirinya yang masih terlihat seperti murid sekolah menengah pertama, sekilas ia terlihat kanak-kanak, namun juga terlihat ramah karena hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Jadi ini penyelidikan yang dimaksud olehnya……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji sepertinya berencana mengambil kesempatan pada tidak adanya Natsume untuk mendengar beberapa informasi dari murid-murid lainnya. &lt;br /&gt;
Namun, dimata Harutora yang melihatnya dari jauh, mereka terlihat seperti seorang murid nakal yang sedang menindas murid suruhannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji kemudian memberitahukan tiga alasan kenapa ia memilih Tenma sebagai objek sumber informasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, Tenma telah bersedia memberitahukan Natsume bahwa ada orang yang mencarinya, yang menunjukan ia tidak memiliki maksud buruk apapun terhadap Natsume, dan juga membuktikan bahwa ia adalah orang yang dengan jujur akan melakukan sesuatu jika diminta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, ia baru saja sedang membuka bekalnya, atau dengan kata lain ia tidak memiliki alasan yang tepat untuk pergi, jadi akan susah untuknya kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, ia terlihat mudah untuk ‘dikelabui‘.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun Harutora merasa bodoh ketika mendengarnya, Touji telah mengobservasi reaksi yang diberikan oleh murid-murid yang ada dikelas ketika Natsume dan Kyouko bertengkar ketika perkenalan tadi, mencari kandidat untuknya mengumpulkan informasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kau baru saja ingin memakan bekalmu? Bisakah kuminta waktunya sebentar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji telah mengantisipasi respon Tenma terlebih dahulu – sebenarnya, ia bertanya dengan sikap yang aneh. Ia berkata ia tidak ingin mengganggunya, namun ia tersenyum menunjuk bangku kosong yang ada disisi Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang diduga Touji, Tenma benar-benar menunjukan senyum naturalnya, menjawab: “Silakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus. Aku baru disini jadi aku tidak familiar sama sekali dengan tempat ini. Bisakah aku bertanya beberapa hal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-begitu. Silakan, jika kau tak keberatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terma kasih banyak. Ah, jangan khawatirkan aku, silakan lanjutkan makanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang menakutkan dari Touji adalah ia memang dulunya adalah murid nakal namun sikapnya sangatlah licin. Sebenarnya, ketika di tahun pertamanya masa sekolah menengah atas, Harutora melihat banyak gadis-gadis yang telah tertipu oleh perbedaan antara penampilan luar yang menyeramkan dan sikap baiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akademi Onmyou benar-benar tempat yang menakjubkan, bukan hanya fasilitasnya saja yang baru, bahkan terdapat sepasang komainu didepan pintu masuk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudmu Alpha dan Omega, huh. Setelah kau terbiasa, kau akan menganggap kedua shikigami tersebut cukup menarik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shikigami, huh. Tentu saja, aku tak tahu bagaimana menggunakan shikigami, tapi mungkinkah kau sudah bisa menggunakannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, aku, aku kurang lebih bisa menggunakan shikigami buatan…… Pada akhirnya pengendalian tatap muka dengan shikigami saat ini cukup baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma sedikit gugup, namun ia masih berbicara dengan Touji. Walaupun Touji telah mengganggu makan siangnya, ia tidak memberengut, jadi kepribadiannya memang baik seperti penampilannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji dengan diam melambai-lambaikan tangannya ke Harutora selagi berbicara dengan Tenma, mungkin menjelaskan ‘kita bisa mendekati orang ini’. Harutora berdiri dengan enggan, berjalan menuju tempat duduk Touji dan Tenma. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Boleh aku bergabung?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh, ah—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kau tak perlu begitu takut. Aku tak tahu bagaimana sebenarnya Natsume, tapi kami tidak berbahaya. Dikarenakan ada dua Tsuchimikado di kelas, kau bisa memanggilku Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tak menyangka bahwa dirinya terlihat lebih menakutkan dibandingkan Touji. Ia tak ingin menghiraukannya, yang kemudian ia memilih untuk duduk didepan Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang ini juga dalam masalah. Dia memang seorang Tsuchimikado, tapi dia dari keluarga cabang dan juga tak mengetahui apapun tentang Onmyoudou. Dan dia dan aku sekolah di sekolah menengah atas biasa sampai musim panas kemarin. Alasan kenapa kami bisa memasuki Akademi Onmyou sebenarnya tak begitu hebat. Apa kau mengetahui keributan besar Onmyouji akhir-akhir ini? Sebenarnya kami terlibat dengan masalah tersebut.” Ucap Touji sambil menyeringai kepada Tenma yang gugup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Touji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dengan segera menyela, namun Touji hanya menjawab: “Tak apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya, Onmyouji yang menyebabkan insiden tersebut berhubungan dengan para petinggi Agensi Onmyou, bagian tersebut bahkan tidak diberitahukan media, dan kami dua orang biasa berakhir dengan terlibat dengan ‘insiden’ tersebut – begitulah yang terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang kau maksud insiden tersebut? Jadi begitu ceritanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma menunjukan keterkejutannya. Sepertinya ia memang telah mendengar perihal insiden musim panas tersebut. Dikarenakan hal tersebut telah menjadi berita nasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menganggukan kepalanya, membenarkan, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nama Tsuchimikado pun menjadi terkenal, dan ia pun mau tak mau harus menahan tekanan yang diberikan olehnya dari yang lain – namun ia tak menyangka kritik publik yang baru saja dia alami, jadi dia putus asa sepanjang pagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimatnya terdengar meremehkan, namun ia menyentuh dagunya ke arah Harutora dengan kasihan. Kata-katanya tidak salah sama sekali, namun retorikanya cukup pintar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Tenma pun melebar mendengar penjelasan tersebut. “Jadi begitu.” Menerima perkataan Touji bahkan terlihat rasa simpati yang muncul dalam tatapannya ketika melihat Harutora. Harutora bersyukur, namun ia meresa Touji terlalu membesar-besarkan, jadi ia pun mau tak mau sedikit ragu-ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji mengangkat bahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun mungkin memang inilah yang kami inginkan, dan aku pun memutuskan untuk menjadi Onmyouji karenanya, namun…… Seperti yang dikatakan Touji, aku memang sedikit dalam masalah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu, sangat disayangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma pun menunjukan senyum ramah ketika ia berbicara. Ia memiliki wajah yang manis, dan Harutora pun akhirnya bisa merasa bahwa saat ini ia sedang berbicara dengan ‘teman kelas’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jadi, kami ingin bertanya sedikit tentang ‘keadaan kelas’, tidak apa-apa jika kau merespon dengan hanya yang kau tahu – murid perempuan tadi pagi, dia dipanggil ‘Kurahashi’ jika aku tidak salah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji memajukan dirinya, seolah-olah sedang berbicara tepat pada telinganya dan langsung ke inti masalah, mungkin menurutnya ini merupakan kesempatan yang tepat. Tenma pun menggumamkan “Ah”, dengan cepat mengerti maksud perkataan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, dia adalah putri dari keluarga Kurahashi. Tapi dia bukanlah gadis yang angkuh, bahkan dia berbicara denganku dengan sikap yang ramah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tapi dia sangat kasar tadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, dia terlihat seperti itu ketika Natsume-kun terlibat…… Sepertinya ia menganggapnya sebagai rival.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum ramah Tenma berubah menjadi sedikit getir. Sepertinya reaksi kyouko pagi tadi tidak mewakili pendapat umum kelas, namun hanya dendam pribadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, bukan itu yang dikhawatirkan oleh Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, benar, berbicara tentang ‘Kurahashi’, aku ingin bertanya sekarang, apa yang membuat keluarga Kurahashi terlihat begitu penting? Apa mereka terkenal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar pertanyaan tersebut, Tenma menunjukan reaksi yang sama seperti Ohtomo sebelumnya, matanya melebar dengan sangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau lihat, dia tidak familiar dengan hal ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera Touji menjawab, dan mulai menjelaskannya kepada Harutora:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Keluarga Kurahashi sama dengan Keluarga Tsuchimikado, mereka adalah keluarga terkenal di Onmyoudou. Keluarga Kurahashi menjadi sorot utama semenjak turunnya keluarga Tsuchimikado. Kau mendengar nama kepala sekolah, bukan? Kurahashi Miyo, nenek tua itu adalah kepala keluarga dari keluarga Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terkenal? Jadi itu kenapa sensei bilang kalau dia adalah ‘figur dibalik layar’, huh…… La-lalu Kyouko juga?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, ia juga berasal dari keluarga Kurahashi, dan bukan hanya itu, dia juga adalah cucu dari kepala sekolah Kurahashi. Terlebih lagi, pimpinan Agensi Onmyou saat ini adalah anak kepala sekolah, yang juga adalah ayahnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjelasan tambahan dari Tenma pun membuat Harutora terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu sangat luar biasa! Ayahku hanyalah seorang doctor Onmyou daerah pinggiran, dan ayah Natsume…… Aku lupa apa yang dia lakukan, namun kupastikan ia bukanlah pegawai pemerintah yang penting. Itu gila! Sungguh keluarga yang luar biasa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah aku juga bilang seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Touji dingin terhadap Harutora yang terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun terlepas dari kehebatannya saat ini, keluarga Tsuchimikado memegang sejarah dan silsilah, dan itulah mengapa Kurahashi-san dalam satu pihak berseteru dengan Natsume-kun – itulah mungkin yang dipercayai semuanya, namun tak berani berucap.” Tenma tersenyum ringan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepihak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu…… Kau bisa mengetahuinya dengan hanya melihat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Tenma, meringis. Orang-orang akan memercayainya ketika melihat sikap dingin Natsume dibandingkan aksi marah Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun itu tak heran ia begitu peduli, karena mereka berdua memanglah dua murid terbaik di kelas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkinkah Kyouko juga sama seperti Natsume, dan mendapat latihan dasar Onmyoudou sejak dia kecil?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak akan aneh jika ia memang mendapatkan latihan tersebut, karena ia adalah putri dari keluarga Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Kyouko adalah Onmyouji yang kuat. Harutora dalam diam mewanti-wanti dirinya bahwa walau ia ditantang, ia pasti tidak akan merasa marah dan dengan segera menyetujuinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun kelas tahun pertama hanya fokus kepada pelajaran, jadi tak ada yang benar-benar yakin dengan kekuatan mereka, hanya saja mereka tampil dengan sempurna pada latihan praktik yang jarang diadakan, dan sepertinya hanya mereka berdua di angkatan ini yang memiliki shikigami tipe pelindung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jelas Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa maksudnya tipe pelindung?” Pertanyaan Harutora mengejutkan Tenma kembali – “Diamlah.” Touji menutup mulutnya mendengar mendengar hal itu, melihat Touji dan Harutora yang bersikap tidak sopan, Tenma tertawa, tanpa sadar sedikit merasa lega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun aku benar-benar terkejut tadi pagi, dan bukan hanya aku. Semuanya tadi pasti merasa terkejut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa? Bukankah mereka memang seperti minyak dan air?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, Kurahashi-san memang sering memprovokasi Natsume-kun, tapi &lt;br /&gt;
Natsume jarang membalasnya seperti itu, itu benar-benar tak seperti dirinya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Tenma sadar bahwa keduanya dekat dengan Natsume dan memberikan tatapan bertanya. Touji menyadarinya dan berkata “Jangan khawatir, bicaralah.” Lagi, ia memberikan tatapan meminta maaf, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia – Natsume-kun biasanya sangat tenang, dan mungkin tak baik mengatakan ini, namun dia sepertinya tidak peduli dengan apapun yang ada disekitarnya. Dan dia selalu memberikan kesan pada semuanya seperti orang yang mendengar dalam diam – bagaimana aku harus mengatakannya? Sungguh tak disangka darinya ketika bertengkar dengan seseorang begitu semangatnya. Kurahashi-san juga marah tadi pagi karena reaksi Natsume-kun menakutinya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma pun mengucapkan perasaannya dengan jujur, dan Harutora dan Touji pun tanpa sadar melirik satu sama lain ketika mereka mendengar hal tersebut. Dari sikap naif Natsume sekarang, sulit untuk mengimajinasikan ‘Natsume yang biasanya’ seperti yang diucapkan Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
……Dipikir baik-baik, itu memang mendekati dengan sifatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengatakan pada dirinya bahwa Natsume yang berpakaian seperti laki-laki terlihat kekanakan, namun Natsume yang sebelumnya – gadis dari keluarga utama yang dekat dengannya sejak Harutora kecil – memberikan kesan yang sama seperti yang dikatakan Tenma. Ia menanggung beban berat sebagai pewaris keluarga Tsuchimikado, dan ingin dengan serius untuk menjadi Onmyouji hebat tanpa mengindahkan hal lain. Ia angkuh dan keras dengan lainnya, gadis seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, kepribadiannya tak bisa langsung terganti walau ia berpakaian seperti lelaki, dan ia terlihat gelisah dan senang hari ini karena—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sangat penting bagi Natsume-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan Tenma tak bermaksud lebih, dan Harutora memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan rasa malunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume telah berusah untuk membelanya, namun ia pasti tak memikirkan efek apa yang akan dimiliki oleh orang sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora hanya ingin tenang di Akademi Onmyou dan berjalan lancar sebisa mungkin, untuk dirinya dan Natsume, karena mungkin bahkan Natsume harus menunjukan kesudiannya untuk dekat dengan teman kelasnya dibandingkan dengan dia dan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jangan khawatir, ‘mari lakukan yang terbaik’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun tergagu, dan Touji berbicara seolah-olah ia melihat pikirannya. Dengan berat Harutora menganggukan kepalanya didepan Tenma yang kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini sudah jelas penghinaan! Kau Bakatora, ini memalukan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume meneriakan komplainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Harutora, yang berbaring diatas meja, telah kehilangan energy untuk merespon, dengan asap hitam tak terlihat membumbung dari keplanya. Touji yang duduk disebelahnya tidak membantunya, hanya melihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku selalu berpikir kau itu idiot, tapi aku tidak berpikir kau akan sebodoh ini hingga kau tidak mengetahui apapun! Sungguh keajaiban kau bisa masuk Akademi Onmyou! Walau jika aku bukanlah Kurahashi Kyouko, aku masih meragukan dirimu yang entah masuk lewat belakang atau tidak!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terus memanggilku idiot idiot, aku hanya tidak tahu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itulah aku bilang kau itu idiot! Kau bertujuan untuk menjadi seorang Onmyouji tapi bahkan kau tidak mengetahui tipe-tipe shikigami, itu adalah bukti bahwa kau benar-benar seorang idiot!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas sore sudah selesai, dan sudah waktunya untuk kelas bubar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan kenapa Natsume sangat marah adalah kelas sore. Sebenarnya, tak ada hal aneh yang terjadi, hanya sebuah hasil yang diluar dugaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, akhirnya datang saat dimana Harutora benar-benar tidak memiliki pengetahuan apapun yang berhubungan dengan Onmyoudou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa saja ragam shikigami General? Apa perbedaan antara Rikujin-shikisen dan General Rikujin? Apa hubungan antara skala bencana spiritual dengan level bahayanya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Uh, itu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ‘uh, itu’! Apa yang sebelumnya kau lakukan selama ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak histeris, bahkan tak mendengar jawaban Harutora “Belajar di sekolah menengah atas biasa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guru yang bertanggung jawab pada kelas itu awalnya berpikir Harutora hanya bercanda, sengaja menjawab salah. Pada akhirnya, ia tetaplah seorang Tsuchimikado walau ia adalah murid baru, jadi beberapa guru berpikir Harutora telah marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, mereka semakin mengerutkan keningnya dan kaget, akhirnya memilih untuk menghiraukan keberadaan Harutora. Semua guru yang datang sore itu menunjukan reaksi yang sama, dan wajah Natsume semakin memucat dan memucat sampai akhirnya menatap dengan sengit ke arah Harutora dengan wajah memerah menahan malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia belajar dengan tergesa-gesa sebelum masuk, jadi ia lupa semuanya setelah tes.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berbaring diatas meja, dan menatap dengan kesal ke arah Touji ketika ia berbicara acuh tak acuh dan tak peduli. “Juga—“ Touji tidak mengalah, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’General Onmyoudou’ membagi shikigami menjadi dua tipe. Satu termasuk dewa, roh, dan binatang – ini merupakan macam-macam roh tradisional yang ada sebagai shikigami disebut shikigami pembantu, tapi sekarang kebanyakan shikigami modern sekarang terbuat dengan menanamkan kekuatan sihir ke dalam wadah buatan manusia. Dengan tambahan, shikigami buatan manusia terbagi menjadi wadah simpel yang dibuat murni dengan kekuatan sihir praktisinya, dan wadah standar yang dapat mampu menahan kekuatan sihir dari luar. Wadah simpel harus dikontrol langsung atau diberikan perintah sebelumnya, tapi shikigami standar tersebut dapat bergerak dengan sendirinya dalam beberapa hal, dan pada umumnya juga terdapat tipe wadah level tingkat tinggi yang bisa berpikir dengan sendirinya dan katanya memiliki kepribadiannya sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kenapa anak biasa dari keluarga biasa sepertimu sangat berpengatahuan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena aku tidak bodoh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“La-lalu apa yang dilakukan shikigami pelindung, shikigami umum atau rumah tangga artinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah metode dari pembuatan atau penggunaanya, dan tidak ada shikigami rumah tangga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, selain Touji, murid lain yang melihatnya sebagai –murid baru dari keluarga Tsuchimikado’ sangatlah terkejut dengan dirinya yang amatir. Mereka berada dikelas yang sama, kejutan pertama, lalu mulai meragukan entah ia serius atau tidak, dan makin lama semakin heran, dan kecewa, hingga akhirnya saking terkejutnya mereka tak tahu harus tertawa atau marah. Bahkan Tenma takjub, dan hal itu benar-benar membuat Harutora terpukul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghiraukan hal tersebut, Kurahashi Kyouko adalah orang yang paling sering mengubah atmosfer kelas.  Tatapan sombong dan mengejek pun diarahkan kepada tuan dari shikagami tersebut, dan Natsume menyusut dalam penghinaan, menundukan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah hal yang paling memalukan yang kualami selama hidupku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bergumam, menahan malu, wajahnya menggelap dan bahunya bergetar. Nada bicaranya terdengr suram, dan atmosfer tegang yang diberikannya pun tak ada jejak untuk tenang ‘hahaha, ini sungguh terlalu’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kursus kilat…… Kau harus mejalani kursus kilat, dan itu harus kursus kilat yang fokus dari neraka! Kau harus mengambil kembali setengah tahun, tidak, enam belas tahun hidupmu yang tertinggal. Pertama adalah ‘Perkenalan terhadap General Onmyoudou’ dan semua referensi buku yang berhubungan ‘Onmyoudou Level Dua’, dan ‘Teori Shikagami Modern’, ‘Penjabaran Sejarah Yin dan Yang’…… Juga bacaan klasik, kau harus membaca ‘Karya Kinugyokuto’, setiap buku ‘Seni Ramalan’, dan juga hal mendasar dari ‘Siklus Perubahan’, ‘Prinsip dari Lima Elemen’, ‘Risalah Baru dalam Onmyouji’, beberapa tentang ‘Pedoman Imperial’……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mengoceh, dan itu terdengar bagaikan suatu rapalan matera ditelinga Harutora, dan bahkan sebuah mantera dengan atribut ‘jahat’ atau ‘gelap’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Harutora, kau tinggal di asrama, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu kita akan memulai kursus kilatmu di asrama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, tapi itu asrama laki-laki……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga seorang ‘murid laki-laki’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, tapi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tak perlu khawatir, aku tahu sihir yang akan membuat terjaga semalaman, dan bahkan mampu sampai seminggu penuh jika kau mengabaikan efek sampingnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menatap serius ke arah Harutora, matanya mengilat dengan berbahaya tanpa ada maksud bercanda. Bahkan Harutora yang kelelahan tanpa sadar membeku, tubuhnya menegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun kemudian……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Natsume, laki-laki tadi siang datang lagi.” Kalimat Touji bagaikan seember air dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria berjas yang muncul ketika istirahat siang melambai-lambaikan tangannya ke arah mereka dari koridor luar ruang kelas. Natsume membuat suara terkejut, nadanya kembali normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tidak, aku lupa kelas tambahan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be-begitu, sangat disayangkan, tapi kita harus menunda kursus kilat tersebut—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berencana untuk mengusulkan supaya mereka melupakan hal tersebut, namun Natsume tiba-tiba menatapnya, membuat dirinya terdiam bagaikan mulutnya dijahit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mengambil buku catatan, menuliskan nama-nama buku dengan pensil mekaniknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ini. Perpustakaan pasti memiliki buku-buku ini, jadi segera pinjam buku-buku tersebut sekarang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menuliskan hal tersebut, ia menyibek lembaran tersebut dan memberikannya ke Harutora, dan segera merapikan barang-barangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan kembali ke asrama nanti, jadi silakan baca buku-buku tersebut terlebih dahulu. Tidak, kau harus menyelesaikannya, itu perintah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dengan tegasnya menyatakan demikian, Natsume dengan segera keluar dari ruangan, figurnya pun menghilang bersama laki-laki tersebut melewati koridor. Shikigami yang ditinggalkan pun bahkan tak sempat mengatakan kalimat keberatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihat lembaran tersebut. Semua artikel literatur dan referensi buku adalah kata yang tak pernah dilihat olehnya, jadi sepertinya ia harus memulai bagaimana cara menyebutkan kata-kata tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus, Harutora, Natsume-sensei sangat termotivasi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Touji, kau tak mungkin telah membaca semua buku ini sebelumnya, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sayangnya, dikarenakan masalah fisik, aku mendapat anemia ketika aku membaca apapun dari sebelum era Heisei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada sembrono teman baiknya akhirnya membuat Harutora merilekskan pundaknya, menghela napas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbicara mengenai nilai, Harutora memang sudah unggul dalam kegagalan, dan disekolah sebelumnya ia sering harus mengambil kelas remed. Tidak heran jika ia akan mengalami hal tersebut ketika memasuki akademi dan tiba-tiba diharap untuk belajar mengenai Onmyoudou seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah semua murid disini telah membaca dan mengingat semua buku ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Murid-murid yang lulus dalam ujian masuk Akademi Onmyou kurang lebih pasti telah membaca buku tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah semua kelas mulai sekarang akan seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah Tenma bilang, kelas tahun pertama berpusat pada materi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun terkulai kembali diatas meja, dan Touji hanya melihat  ke kejauhan sambil mengusa-usap dagunya. Pupil matanya menggelap, dan telah lama kehilangan energinya untuk marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku merasa putus asa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kelas-kelas disini jauh lebih melelahkan dari apa yang kubayangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adakah sihir yang meningkatkan kemampuan otak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sihir bodoh macam apa itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka membuka mata beratnya, mengobrol mengenai topik-topik bodoh. Setelah mengobrol, keduanya terdiam, melihat dengan linglung ke arah podium yang ada didepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid-murid sepertinya terlihat terlalu sibuk untuk mengobrol, dan &lt;br /&gt;
hanya mereka berdua yang tinggal dikelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama setelahnya, Harutora dengan bosan melipat kertasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melipat kedua sisinya, membuat pesawat kertas. Lalu, dengan perlahan mengayunkan lengannya. Ia dan Touji dengan diam melihat pesawat kertas tersebut terbang meninggalkan tangannya dan perlahan terbang melewati kelas, menabrak papan tulis, dan jatuh tak jauh dari podium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku sangat lapar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga lapar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ayo pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memprediksi dengan benar. Tentu saja,masa depannya disini akan sulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akademi Onmyou secara spesifik telah menyiapkan asrama siswa agar siswa yang jauh tempat tinggalnya dapat tinggal diasrama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asrama dibagi menjadi asrama laki-laki dan perempuan, dan terletak hanya sepuluh menit berjalan dari akademi. Berbeda dengan gedung akademi yang baru dibangun, dan bahkan jika umur Harutora dan Touji ditambahkan masih kurang dari sejarah asrama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dinding luar asrama tersebut terbuat dari bata merah. Setelah mereka melewati pintu masuk, disatu sisi terdapat ruang santai dan ruang makan, dan jika lurus terdapat area mandi dan shower yang telah dimodifikasi. Harutora telah ditempatkan di ruang kedua lantai dua, dan Touji satu ruang dibawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih ada waktu sebelum makan malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berjalan menuju lanta kedua dengan langkah berat, berpisah dengan Touji di koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruang asrama tersebut seluas enam tikar tatami, dan tatami yang ditinggalkan murid sebelumnya masih berada diruangan Harutora, tak pernah diganti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kembali ke kamarnya, Harutora menghela napas dalam dengam “Haaah……”, berguling-guling dilantai tanpa mengganti seragamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah sampai ke asrama kemarin sore dan telah mengorganisir barang-barangnya terlebih dahulu, namun yang ada dalam barang bawaannya selain baju ganti hanyalah selimut. Dengan tambahan, furnitur yang ada diruangan tersebut hanya meja lipat, jadi kamarnya tak terlihat hidup sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamar kosong tersebut terlihat seperti Harutora sekarang – Harutora yang ingin menjadi seorang Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku lelah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menatap langit-langit kamar ketika bergumam. Langit-langit kamar tersebut berbeda dengan langit-langit rumahnya, dan keadaan disekitarnya pun berubah drastis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Aku benar-benar berada di Tokyo……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali pertama ia datang ke Tokyo adalah pertama kalinya ia hidup sendiri, walaupun ia tinggal diasrama. Sayangnya, rasa gembira akan kebebasan dari kemarin sore pun telah hilang dalam satu hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku hanya terlalu tak berguna……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah terkejut para guru tidak terlalu masalah baginya. Sikap mereka yang menganggap ia tidak ada adalah hal yang sulit ditanggung olehnya. &lt;br /&gt;
Belum lagi, ia merasa tatapan dingin dan senyum penuh arti yang dilayangkan kepadanya selama kelas berlangsung, dan ia pun menyadari hal itu menjadi tamparan keras bagi imajinasinya setelah ia meninggalkan akademi atas kehendaknya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Ia merasa seperti tertinggal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, keadaan seperti ini setidaknya jauh lebih baik daripada keadaan yang diprediksikan Touji. Sejauh ini, hanya Kurahashi Kyouko yang terlalu menjelek-jelekkan Harutora sebagai Tsuchimikado, jadi ini tak ada hubungannya dengan dirinya yang merasa stress dan keterasingan yang melanda Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalahnya ada pada Harutora itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah belajar sekali sebelum ujian masuk untuk Akademi Onmyou – ia percaya bahwa saat itu dia serius. Namun ia sadar sekarang betapa naifnya pemikiran tersebut saat itu. Ia telah belajar bebisa mungkin selama setengah tahun, ia khawatir bahwa ‘enam belas tahun masa hidupnya’ yang diucapkan  Natsume bukanlah hanya sebuah pernyataan yang dilebih-lebihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…’Itu perintah!’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tch.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun akhirnya mendecakkan lidahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku datang kesini hanya sebagai murid &#039;&#039;dropout&#039;&#039;……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telah menjadi keputusannya untuk pindah, jadi ia tak berharap akan mendapat perlakuan khusus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi… pemikiran ‘Aku datang kesini khusus karenamu untukmu’ enggan untuk pergi dari kepalanya. Ia telah meninggalkan masa lalunya untuk berada disisi Natsume; namun, Natsume merasa senang hanya diawalnya saja, dan menyadari kebodohan Harutora – sebenarnya, seharusnya ia menyadari hal tersebut dari awal – ia langsung mengkhianatinya, menangis ‘ini adalah hal yang paling memalukan selama hidupku.’ Candaan macam apa itu. Ia yang mendapatkan malu, Natsume hanya merasa malu karena dirinya yang membuatnya begitu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika dipikir-pikir, mungkinkah gadis itu menganggap shikigaminya seperti hewan peliharaan yang ia asuh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak pernah bersinggungan dengan dunia Onmyouji sebelumnya, jadi wajar saja jika ia sangat bodoh. Ia seharusnya menghiburnya ketika melihat teman masa kecilnya kesusahan, meyakinkannya dengan tatapan dan suara lembutnya… Jangan khawatir, Harutora, Aku disini……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak mungkin……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mencoba membayangkannya, namun ia tak bisa membayangkan adegan tersebut bagaimanapun ia mencoba. Jika Natsume adalah seorang gadis yang manis, ia tak akan membiarkannya dirinya untuk menjauhi Natsume ketika sekolah menengah pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana ia berpikir dan berpikir, wajah temannya yang telah mati &lt;br /&gt;
pun muncul dalam pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Hokuto.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengingat kembali hari-hari bahagianya ketika ia, Touji dan Hokuto bersenang-senang bersama. Hingga kini, hatinya terasa sakit ketika ia mengingat kenangan tersebut karena tahu waktu tersebut tak kan bisa terulang kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, meskipun shikigami yang berwujud gadis – Hokuto – telah menghilang, seseorang yang mengontrolnya pasti ada disuatu tempat, dan itu tidak mungkin untuk tidak mengalami kembali masa-masa nostalgik tersebut. Mungkin ia bisa melihat Hokuto yang sesungguhnya – orang yang mengendalikan Hokuto, dan merupakan salah satu alasan yang membuat Harutora untuk memasuki dunia Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingin bertemu dengan Hokuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingin bertemu dan berbicara sepuasnya suatu hari nanti. Apa yang &lt;br /&gt;
akan Hokuto pikirkan jika ia tahu kalau ia memasuki Akademi Onmyou dan menderita disana? Mungkinkah ia akan senang akan dirinya, atau memberikannya semangat?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin ia akan terkejut dengan ketidakbergunaanya, tetapi walaupun ia terkejut, ia masih akan tertawa dan memberitahukannya untuk semangat setelahnya. Ia memiliki lidah yang tajam, namun ia sudah pasti tidak sama dengan Natsume yang berpikiran bahwa prestasi merupakan cerminan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, Hokuto dulu bilang bahwa aku harus bertanya pada ayahku mengenai dasar-dasar Onmyoudou.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memiringkan tubuhnya ketika ia menggumamkan hal tersebut.&lt;br /&gt;
Lalu, ia tiba-tiba bangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingat kalau ayahnya memberikannya hadiah perpisahan sebelum ia meninggalkan rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sebuah shikigami – itu dia, sebuah talisman shikigami.&lt;br /&gt;
Dengan segera ia menuju tas atletiknya yang penuh dengan pakaian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku lupa karena aku terlalu sibuk kemarin……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikarenakan tujuanmu ingin menjadi seorang Onmyouji, kau adalah anggota keluarga dari ‘Tsuchimikado’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayahnya bilang seperti itu dan memberikan talisman kepada Harutora ketika ia akan meninggalkn rumah. Ia ingat bahwa ini pertama kalinya ayahnya menyinggung nama ‘Tsuchimikado’ padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tidak mengetahui shikigami macam apa ini, dan ia kepikiran bertanya untuk mengklarifikasinya. Tetapi, ayahnya telah memberikan shikigami ini dengan khusus sambil menyebutkan nama ‘Tsuchimikado’, jadi walaupun jika ia tidak berharap shikigami pembantu hebat seperti naga Natsume – Hokuto, setidaknya ia berharap bahwa shikigaminya mungkin bisa sedikit berguna dan terpandang seperti kkuda putih Yukikaze. Lagi pula, dikarenakan keluarga utama memiliki naga, sudah wajar jika keluarga cabang memiliki harimau. Dan kemungkinan bahwa ia kuat setidaknya bisa membuat guru dan murid lainnya mengaguminya, sebuah shikigami yang menakutkan, dan sangat kuat……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketemu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengeluarkan amplop kertas berukuran sebesar kartu. Kertasnya tipis, seperti sebuah jimat pelindung yang biasa dijual dikuil-kuil, dan bagian belakangnya ditutup dengan sebuah wax, dengan kata ‘Tsuchimikado’ tertulis dibagian depan menggunakan tinta dengan lambang keluarga pentagram. Didalamnya terdapat jimat shikigami – jimat yang biasa digunakan sebagai wadah untuk shikigami. Tetapi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sial, bagaimana aku menggunakan ini?” ia telah menggunakan jimat pemulih dan juga jimat perlindungan secara reflex diinsiden sebelumnya. Selain jimat, ia juga menggunakan – walaupun ia hanya mengayunkannya secara sembarang – ‘Pedang Perlindungan’ yang kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ini kali pertamanya ia memegang jimat shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Natsume akan tahu bagaimana menggunakannya, namun setelah sikapnya yang seperti tadi, ia ingin memberinya kejutan jika ia bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkinkah ini ada intruksi manualnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berharap dengan lemah, Harutora berencana membuka segel yang ada dibagian belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, rasa geli pun muncul pada tanda pentagram yang ada dipipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih tepatnya, terasa seperti sebuah aura.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan berada tepat dibelakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara refleks harutora memutar badannya, menyadari anak kecil yang sedang berlutut dilantai, kedua tangannya diletakkan diatas lantai sebagaimana ia membungkuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun mau tak mau meragukan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa melihat wajahnya dengan jelas karena kepalanya yang ditundukan, namun ia bisa melihat bahwa rambutnya disisir rapi – meskipun terdapat dua tonjolan disisi kepalanya – kepala mungil. Pakaian yang digunakan olehnya hampir sama dengan seragam Akademi Onmyou, namun ini terlihat seperti style original dari seragam tersebut – pakaian kerajaan era-Heian dengan hakama dibagian bawahnya. Pakaiannya jelas terlihat longgar, dan tubuhnya terlihat seperti anak sekolah dasar, tidak, bahkan lebih muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun tak bisa berkata-kata dengan kejadian yang tiba-tiba ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kapan anak ini memasuki kamarnya? Harutora bertanya-tanya disalah satu sudut pikirannya, namun disudut yang lain dengan tenang berpikir bahwa ia tidak mungkin tidak menyadari jika seseorang memasuki kamarnya yang kecil. Pada akhirnya, ia tak tahu menahu darimana asal anak tersebut, kenapa ia ada dikamarnya, atau kenapa ia bersujud kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, hey……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan hati-hati Harutora membuka mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya ketika ia berbicara, punggung anak tersebut bergetar sebagaimana ia sedang disiram dengan air panas. Harutora pun ikut bergetar, menelan kembali kata-kata yang ingin diucapkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ketika itu, sesuatu menarik perhatian Harutora,. Ketika anak kecil itu bergetar, terlihat seperti sesuatu berdesir dari belakang tubuhnya yang bergetar – dengan kata lain, dekat dengan bagian belakang tubuhnya. Dan ketika ia menyadarinya, mata Harutora melebar terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah ekor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah ekor yang ditutupi dengan bulu lurus nan panjang, sebuah ekor yang berbentuk daun yang halus. Harutora hampir lompat karena terkejut, memindahkan arah matanya kembali ke kepalanya anak tersebut. Benda dikepalanya tersebut bukanlah sebuah formasi rambut natural, namun kilas gemetar yang ditunjukan oleh benda tersebut ditutupi dengan bulu yang sama dengan ekornya, telinga runcing berbentuk segitiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau, telingamu…… dan ekormu……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora membuka mulutnya dengan keterkejutan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak kecil tersebut pun mengangkat kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang gadis kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu memiliki poni yang rapi, kulitnya sangat putih bagaikan telah diberi bedak sebelumnya. Penampilannya menunjukan kemudaan yang sesuai dengan umurnya, dan dia terlihat seperti boneka hidup, dengan bahkan rincian detail yang tampak cukup halus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang dikagumi olehnya adalah kedua mata yang jernih dan dalam menatap lurus kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya memberikan kilat biru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata bulat gadis itu berwarna biru, indah seperti kaca, dalam seperti langit, dan membuat Harutora menatap dengan penuh kagum, menyebabkannya untuk lupa akan pertanyaan-pertanyaan yang ia ingin tanyakan pada gadis kecil tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika keduanya saling bertatap satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Airmata pun jatuh dari mata birunya, dan saat itu kesadaran diri &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora kembali, panik seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Hei! Kenapa kau tiba-tiba menangis! Jika dipikir-pikir kembali, siapa kau? ……Ahh, terserahlah, tak peduli siapapun dirimu, tolong jangan menangis!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun merentangkan tangannya namun tak berani untuk menyentuh gadis kecil tersebut, hanya mampu melambai-lambai dengan kacau diudara. Sang gadis melihat tingkah bingung Harutora tanpa terpenjam, matanya yang berair pun semakin melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak lama setelahnya, gadis kecil itu menggigit bibirnya, dengan cepat menghapus air matanya dengan lengan bajunya. Lalu, ia menundukkan kepalanya lagi, dan berucap:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Se-se-se, senang berkenalan denganmu—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun ia mencoba mengeluarkan suaranya, ia hanya mengumpulkan tekadnya untuk mengeluarkan suaranya yang awalnya memang lemah. Suaranya terdengar kanak-kanak seperti penampilan luarnya, dan pikiran Harutora pun menjadi kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Huh? A-apa yang kau katakan? Ada apa ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Na-na-na, namaku adalah Kon, keturunan suci dari rubah Kuzunoha, shi-shi-shikigami  dari Tsuchimikado Harutora-sama yang ditugaskan, kuharap aku bisa menjadi shikigami sesuai harapanmu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bersujud dilantai sebagaimana ia berkata demikian. Tentu saja, Harutora begitu terkejut untuk sampai ia berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…A-apa yang dikatakannya? Leluhur rubah? Keturunan? Harapanmu…… Apanya yang harapan Harutora?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Tak bisa berkata-kata’ sangatlah sempurna menjelaskan kejadian seperti ini. Pikiran Harutora kacau balau, pikirannya berputar-putar hebat, dan pada akhirnya kembali lagi menjadi diam tak berkutik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, telinga dan ekor tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukanlah sebuah aksesoris, dikarenakan itu bisa bergerak, dan itu terlihat begitu nyata. Terlebih lagi, tubuh seorang gadis tak mungkin memiliki telinga dan ekor sungguhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bukanlah seorang gadis manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, ia adalah……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah! Shi-shikigami! Mungkinkah kau adalah shikigami?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora bertanya mengonfirmasi, gadis itu – Kon – dengan segera mengangguk-angguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat itu, akhirnya Harutora mengerti. Ia adalah shikigami, seorang shikigami yang terlihat seperti anak kecil, jadi……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah – ini? Talisman ini…… Shikigami yang diberikan oleh ayahku……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon mengangguk kembali, tatapan waspada pun muncul dari wajah &lt;br /&gt;
mungilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ta-tapi, aku tidak melakukan apa-apa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dikarenakan aku adalah shikigami, aku harus menjaga tuanku sepanjang waktu. Aku me-mendengar panggilanmu sebagaimana aku menjagamu dalam bayangan—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya bingung, dan Kon menjelaskannya dengan suara kecil sebagaimana dirinya gemetar karena terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Ma-maksudmu, kau sudah ada disisiku semenjak ayahku memberikan talisman tersebut? Tapi kau tidak ada waktu itu! Aku tidak melihatmu sama sekali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dikarenakan tuanku tidak memanggilku, aku menyembunyikan diri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bersembunyi? Kau bersembunyi? Kau selalu disana, meskipun aku tidak bisa melihatmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y-ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengonfirmasi untuk yang ketiga kalinya, dan Kon hanya menundukan kepalanya, meratakan ekornya lembutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terlihat tegang dan sangat takut, dan Harutora menemukan kembali rasa tenangnya melihat sang gadis terlihat pegal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu…… Aku, aku mengerti. Setidaknya, pertama angkatlah kepalamu, kau terlalu banyak bersujud hingga aku tak tahu apa yang harus kulakukan, dan itu membuat sulit untuk berbicara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera Kon mengangkat kepalanya ketika Harutora memintanya. Wajah kanak-kanak tersebut asih terlihat kaku, dan rasa waspadanya masih tidak berubah, dan telinganya terkadang akan berkedut seolah-olah tak mampu menahan ketegangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Diingat-ingat, Alpha juga bilang kalimat aneh tadi pagi seperti familiarku telah teregister…… Jadi yang dimaksud olehnya adalah kau.”&lt;br /&gt;
Harutora duduk bersila dihadapan Kon, menimang-nimang shikigami yang ada didepannya lagi. Kon pun semakin terlihat tegang dalam tatapan penilaian tuannya, menggerak-gerakan tubuhnya takut dan membalas tatapan Harutora, tangannya masih berada dilantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengabaikan telinga dan ekor sekarang, Kon Terlihat seperti seorang gadis biasa, namun sungguh terlihat lebih dewasa dari seorang gadis – seharusnya, mungkin anak-anak? – yang seumuran. Selain itu, ia tidak terlihat berbeda dengan manusia biasa. Penamipilannya terlihat sedikit terlalu sempurna, namun matanya yang terus terang, kontur lembut yang diberikan pada wajahnya, dan bibir mungilnya yang terlihat ‘biasa’ saja, terlihat seperti seorang gadis mungil ‘biasa’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Dia adalah seorang shikigami? Gadis sekecil ini pun bisa menjadi shikigami?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Natsume disini, mungkin ia akan menjelaskan kepadanya bahwa shikigami terbiasa tampil dengan wujud ‘anak kecil’, namun Harutora yang tidak tahu menahu mengenai hal tersebut benar-benar tidak tahu harus menyikapi gadis kecil tersebut seperti apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ayah memberikanmu kepadaku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon dengan kuat menganggukan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-Aku juga melayani anggota keluarga cabang Tsuchimikado sebelumnya—“ mungkin menyadari bahwa hanya mengangguk tidak menyelesaikan kebingungan yang dialami Harutora, ia membuka mulutnya untuk menambahi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Kapan itu? Mungkinkah itu ayahku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-Ingatan masa laluku sudah tidak ada, namun sungguh bukan hanya satu generasi keluarga cabang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudmu kau melayani keluarga cabang dari generasi ke generasi? Begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sama seperti Yukikaze yang dimiliki keluarga cabang – Harutora menerima penjelasan tersebut. Dengan kata lain, keluarga cabang memiliki shikigami seperti Yukikaze yang melayani keluarga utama, dan ayahnya telah memberikan salah satu shikigami terssebut kepadnya. Dengan begitu, itu tidak aneh jika waktu itu dengan khusus ayahnya membawa-bawa nama ‘Tsuchimikado’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, jadi kau……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memanggil, dan Kon pun dengan segera menangis dalam ketakutan dan keragu-raguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tu-tuan, tolong panggil aku dengan namaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tuan…… A-aku mengerti, lalu bagaimana jika kau tidak memanggilku ‘tuan’, akan lebih baik jika kau memanggilku Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H,H-H-H, Ha, Ha, Haru-t-t-tora……sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kau tidak perlu begitu gugup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, begitu! Aku tak masalah sama sekali, aku tak masalah, jadi tolong jangan tunjukan ekspresi begitu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata bulat Kon mulai berkaca-kaca kembali, dan Harutora dengan segera berbicara untuk menenangkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenanglah sedikit terlebih dahulu! Rileks! Tarik napas! Oke?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora melakukan sebisa mungkin untuk meyakinkannya. Kon pun menegakkan punggungnya dan membuka mulut kecilnya untu menarik napas sesuai perkataanya. Sifatnya sangat simpel, namun sangat menyusahkan untuk mencari tahu bagaimana ia harus bersikap padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Namun…… ini juga jauh dari ekspetasinya. Ia merasa ini seperti sebuah hubungan antara anak kecil dan walinya daripada shikigami dan tuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Intinya, gadis itu jauh dari ekspetasinya dan bukanlah sebuah shikigami yang bisa dibanggakan oleh pemiliknya kepada orang lain. Ia pasti tidakakn berguna banyak dipertarungan, dan sebaliknya, ia mungkin malah harus melindunginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, masalah utamanya adalah penampilan luarnya. Lagi pula, jika ia membawa gadis kecil ini kemana pun ia pergi, akan ada kemungkinan besar bahwa hal itu akan menimbulkan kekeliruan yang tidak perlu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Ayah sialan itu……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia awalnya percaya bahwa ayahnya akhirnya telah memberikannya selamat karena anaknya dengan serius akan meninggalakan rumah, namun ia pasti tertawa dengan keras dibelakangnya sekarang. Harutora benar-benar bodoh untuk merasa senang dengan ekspetasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, tunggu, Mungkin saja ekspektasinya terhadap Kon salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shikigami tidak bisa dinilai dari penampilan luarnya saja, dan meskipun penampilan luar yang kuat itu bagus, kekuataan sesungguhnyalah yang lebih penting. Tidak menutup kemungkinan shikigami yang kuat sebenarnya bersembunyi dari penampilan gadis kecil tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, bagaimana jika begini. Kon, aku ingin bertanya terlebih dahulu padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon dengan segera kembali menjadi serius ketika Harutora mulai berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama…… Benar, shikigami macam apa dirimu? Tak apa jika kau hanya mengatakan tipemu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya pertanyaan yang menurutnya pertanyaan paling dasar, namun yang hanya dilihatnya adalah wajah bingung dan ekspresi kaku seolah-olah ia bertanya pertanyaan yang tidak dimengerti olehnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Kau tak tahu shikigami tipe apa dirimu? Benar, bukankah kau bilang kau adalah pembantu? Mungkinkah kau adalah shikigami pelindung yang seperti Touji katakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, aku melayani sebagai pembantu Harutora-sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah begitu? Uh…… apa lagi yang dikatakannya? Dengan kata lain, kau tipe buatan manusia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bu-buatan manusia……?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah ceria Kon dengan segera tertutup bayangan. Bulir keringat muncul diwajah muramnya seolah-olah ia percaya bahwa tak ada jawaban sama sekali terhadap dosa yang tidak bisa dimaafkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Kau tak tahu juga? ……Ah, aku tahu, kau melayani beberapa generasi keluarga cabang, jadi mungkinkah kau shikigami kuno jauh sebelum General style ada? Uh, kau tak mengingat masa lalumu, bukan? Tapi setidaknya itu lebih baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingat bahwa Yukikaze juga merupakan shikigami kuno yang didesain sebagai shikigami buatan manusia tingkat tinggi oleh General style, jadi ada kemungkinan bahwa Kon juga setipe dengan Yukikaze.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terserah, ini tak akan berguna untuk lanjut  bertanya, dikarenakan kau juga tidak tahu, jadi aku akan berganti ke topik yang berbeda. Apa gerakan spesialmu? Apa saja yang bisa kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Iya, maafkan aku karena aku lamban, namun gerakan terbaikku adalah teknik bersembunyi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, gerakan bersembunyi, biarkan aku melihatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Se-sesuai perintahmu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, figur Kon pun mengabur dan dengan segera menghilang. Walaupun itu permintaanya sendiri, Harutora masih sangat terkejut melihatnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwah! Kau menghilang! Hebat, aku tak bisa dimana kau berada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun merentangkan tangannya, namun lengannya melewati posisi dimana Kon berada tanpa gangguan sama sekali. Terlihat seperti ia telah bergerak degan instan ke tempat lain dibandingkan dengan menyembunyikan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kon? Apa kau disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh, aku mendengar suaramu! Hebat, kau tidak hanya membuat tubuhmu tidak terlihat, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-Meskipun itu dapat dilakukan, sebenarnya aku hanya meninggalkan tubuhku yang sebenarnya dan menghapus keberadaanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-Meninggalkan tubuhmu? Apa maksudnya itu? Apakah seperti hantu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, aku dalam wujud rohku…… dan bergabung dengan aura disekitar. N-Namun, jika aku berbicara seperti ini, aura disekitar pasti akan berfluktuasi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana Harutora mendengar pemaparan Kon, ia melihat ke arah sumber suara dan melihat sesuatu seperti aura yang mengabur. Tetapi ia tidak melihatnya dengan penglihatan biasanya, melainkan ‘melihat’ aura tersebut dengan kemampuan melihat auranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, jika Kon tidak berbicara, ia tidak akan menyadarinya walaupun dengan kemampuan meihat aura. Jadi ini gerakan bersembunyi yang dimaksud – dengan gembira Harutora menganggukan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, itu bagus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon dengan segera muncul kembali ketika Harutora berbicara. Meskipun Kon tepat berada didepannya, ia hanya ‘tepat berada disana ketika ia menyadarinya’ seperti sebelumnya, muncul dengan tanpa suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm…… Itu terlihat luar biasa, Kon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Te, Te-Te-Terima kasih atas pujiannya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terlalu merendah, gerakan tersebut sungguh luar biasa, aku mengaguminya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-I-Itu biasa saja……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon menundukan wajahnya dengan rona merah dipipinya, ekornya dengan konstan bergerak maju mundur. Ia terlihat malu, dan ekspresinya saat ini terlihat manis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa lagi? Apa kau memiliki gerakan lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-Mengambang diudara……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh, hebatnya! Terlihat seperti sihir! Apa lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-Memanipulasi api……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwah, bo-bola api! Panas! Bola sungguhan! Hebat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon mengambang kurang lebih sekitar lima puluh centimeter diudara sambil berlutut, dan bola api berukuran segenggam tangan muncul diatas kepalanya. Bola api tersebut bertambah dua, jadi bola api yang ada total ada tiga mengambang diruang kamarnya. Bola api tersebut terlihat seperti roh yang berkeliaran, tetapi panas yang diberikan oleh bola api tersebut adalah sungguhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Sangat kuat! Shikigami ini sangatlah hebat!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun ia telah meragukannya sebelumnya, ia dapat bersembunyi, peningkatan, dan menunjukan gerakan sebagaimana shikigami semestinya, simpel namun mudah. Bola api juga – abaikan kekuatannya – bola itu jelas memberikan intimidasi, dan Harutora pun sangat puas mengetahuinya. Ekornya pun bergerak aktif sebagaimana tubuhnya bergeliat senang, tak mampu menyembunyikan rasa senangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Luar biasa, Kon! Apa kau memiliki kemampuan lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Huh? Lain……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon pun membenamkan wajahnya, bola-bola api menghilang, dan Kon pun juga berhenti mengambang diudara. “…Huh?” Wajahnya pun memucat didepan Harutora yang tak tahu menahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, cahaya aneh pun mengilat dari mata birunya seolah-olah tiba-tiba memikirkan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera ia mengubah postur duduknya, menaruh satu kaki didepan sebagaimana tangannya dengan cepat bersamaan menuju balik punggungnya. &lt;br /&gt;
Sesuatu berkilau – sebagaimana Harutora berpikiran demikian, wakizashi yang ia pegang dengan erat dengan segera berada tepat diujung hidungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ji, J-J-Jika Harutora-san perintah, aku tidak akan ragu untuk mengorbankan nyawaku! Mu-Musuh Harutora-sama harus dimusnahkan dengan ‘Kachiwari’ kesayanganku……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapannya galak, dan pedang wakizashi itu mengilat didepan matanya, membuat wajah Harutora menegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Be-begitu, baiklah, Kon. Aku mengerti, aku sudah mengerti, jadi tolong taruh benda itu kembali……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon panik dan dengan segera menaruh kembali wakizashinya sesuai permintaan Harutora. Sepertinya sarung wakizashi tersebut ada didalam ikat pinggangnya. Setelah menaruhnya kembali, ia dengan segera kembali berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Ini tidak baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ba-baiklah, Kon, itu…… K-Kachiwari? Nama yang menakutkan...... Bagaimanapun, jangan mengeluarkan pisau tersebut tanpa seizinku. Mengerti? Kau tidak boleh mengeluarkannya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-Tapi, Harutora-sama, sebagai penjagamu, sudah menjadi tanggung jawabku untuk memastikan keamananmu, jika hal tak terduga—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walaupun jika aku mengalami hal tak terduga, kau masih harus mengonfirmasikannya kepadaku terlebih dahuu! Mengerti?”&lt;br /&gt;
Harutora menyela, dan Kon akhirnya menganggukan kepalanya dengan enggan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Shikigami kecil yang akan mampu mengeluarkan pisaunya tanpa peringatan, biarkan aku rehat sejenak……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia tak yakin kapan shikigami ini dibuat, sepertinya ia harus dengan segera membenarkan cara bicaranya yang terdengar kuno,karena mungkin akan ada suatu hari dimana hal itu akan menunjukan hal berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Jika gadis ini dalam masalah, seluruh tanggung jawab akan jatuh kepadanya, bukan? Bercanda, aku tak bisa mengurusi ini sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merasa kepalanya sakit. Ini bukanlah waktunya untuk berencena untuk menggunakan shikigami agar bisa menaikkan imagenya. Semuanya adalah salah ketidaakberuntungannya, komplain Harutora dalam hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga lalu – ‘Aku selalu berpikir kau bodoh, tapi aku tidak mengira kau akan sebodoh itu hingga kau tidak tahu apa-apa!’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ugh……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapan Natsume pun terngiang dipikirannya, dan Harutora dengan segera menghentikan dirinya yang bersikap sok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…I-Idiot! Bagaimana aku bisa memiliki sikap arogan seperti ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, anak ini jauh memiliki banyak alasan untuk komplain dibandingkan dirinya. Pada akhirnya, ia hanya orang luar yang memiliki nama ‘Tsuchimikado’, yang dimana nilainya tertinggal jauh dan tak dapat mengikuti alur belajar yang ada. Shikigami dengan tuan yang seperti ini yang mendapat keberuntungan buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon sepertinya percaya bahwa Harutora sedang memarahinya, dan kepalanya pun ditundukan dalam diam, dengan telinga yang ada dikepalanya yang terkulai karena depresi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, mungkinkah Kon bersikap seperti ini karena ia merasa telah membuat kesalahan? Mungkin ia percaya bahwa dikarenakan Harutora adalah Tsuchimikado, ia pasti adalah seseorang yang ‘hebat’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Kon, untuk menghindari kesalahpahaman, biar kujelaskan terlebih dahulu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, uh, iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Harutora serius, dan Kon dengan segera menegakkan punggungnya ketika mendengarnya mengeluarkan suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terbatuk-batuk canggung, membasahi tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“De-Dengar Kon, aku akan mengatakannya terus terang, walaupun aku seorang Tsuchimikado, aku tidak seperti Onmyouji hebat yang kau layani sebelumnya. Sejujurnya, aku bahkan tak yakin aku bisa menggunakan kekuatannku sepenuhnya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia berkata seperti itu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata kon tiba-tiba melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keputusasaan yang tak berujung pun terpancar dari mata birunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma, m-m-m-m-m-maksudmu aku tak dibutuhkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya penuh dengan air mata dan tubuh kecilnya pun gemetar dengan sangat, “Tu-Tunggu!” dengan panik Harutora berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak! Kau salah paham! Aku tidak berkata tentang membutuhkanmu atau tidak, ini tidak ada hubungannya dengan hal tersebut, itu bukanlah yang kumaksud…… aku ingin supaya kau tidak terlalu berpikir tinggi tentangku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Kon yang berkaca-kaca pun melebar, terlihat seperti ia tidak mengerti apa yang dimaksud Harutora sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, uh…… aku masih seorang murid – sesuatu seperti Onmyouji trainee dan nilaiku jelek, hampir dilevel bahwa aku benar-benar orang luar, dan aku tidaklah hebat, jadi kau tidak harus terlalu hormat kepadaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berkata banyak bahkan hingga ia merasa malu, namun itulah kenyataannya, ia tak berdaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon mendengar penjelasan Harutora dengan mulut yang tertutup rapat dan keterkejutan yang mewarnai wajahnya. Itu membuatnya mengingat reaksi para guru dan murid tadi, dan ia pun tak mampu untuk tidak menolehkan wajahnya, malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Kon tegas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbicara lancar dan dengan kepercayaan diri dalam suaranya, kebalikan dari sebelumnya. Namun, setelah Harutora menoleh kembali dengan terkejut, ketegasan yang ada pada wajahnya menghilang dan kembali menjadi dirinya yang malu-malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, ia berusaha semampunya untuk menyampaikan pendapatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A, A-Aku menjaga Harutora-sama seharian ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, itu berarti bahwa ia telah melihat semua penampilan bodoh Harutora di Onmyou Akademi tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“La-lalu kau seharusnya tahu benar bahwa aku tidak mengerti apapun sama sekali, bukan? Lalu kenapa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena a-aku adalah shikigami Harutora-sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya alasan itu? Kau sangatlah hormat kepadaku hanya dengan alasan &lt;br /&gt;
tersebut?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya dengan tidak percaya. Kon menunjukan tatapan bingung dan menatapnya ketika mendengarnya berucap seperti itu, seolah-olah itu adalah hal paling wajar. Jika hal itu adalah memang hal yang paling wajar…… Sebagai shikigami Natsume, Harutora pun merasa putus asa membayangkan dunia macam apa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-apa aku merepotkan Harutora-sama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak…… bukan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menjawab acuh tak acuh. Sebenarnya, ia merasa bahwa Kon terlalu meninggikan dirinya, jadi ia merasa sedikit gelisah.&lt;br /&gt;
…Tapi……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataaan Kon menggerakkan hati Harutora setelah seharian penuh mengalami penderitaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dipikir baik-baik, akan menjadi tragedi betul jika shikigaminya menunjukan sikap hina padanya. Sikap Kon tidak akan sekaku itu jika secara perlahan mereka saling mengenal. Secara acak mengayunkan wakizashi tersebut memang masalah yang merepotkan, namun tak ada alasan untuk mengubah pendiriannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, dikarenakan Kon sudah pasti sangat patuh kepada tuannya, ia harus berusaha semampunya untuk menjawab ekspetasinya dan menjadi Onmyouji yang pantas menerima hormatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku mengerti, mulai hari ini kau akan menjadi shikigamiku dan aku akan menjadi tuanmu, walaupun aku adalah tuan yang tak pantas. Mohon bantuannya, Kon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dalam diam telah memutuskan, berkata demikian pada Kon sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pipi Kon merona dan matanya berkaca-kaca untuk sesaat. Dengan segera ia menundukkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A, A-a-aku tidak layak, mohon instruksinya—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sikap dan perkataannya sangat sopan, ekornya pun bergerak-gerak senang seperti anak kecil. Meskipun sebenarnya ia merasa sedikit menyesal, Harutora tak lagi menghiraukannnya ketika melihat Kon yang saat ini begitu senangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Aku memiliki shikigami sekarang. Harutora mencerna kembali fakta tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Baiklah! Lalu, Kon, kau seharian penuh bersamaku, jadi kau mengerti benar bukan orang macam apa aku ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-h-harutora-sama berpikiran luas, bahkan seseorang sepertiku dapat me—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenang, kau tak perlu terburu-buru untuk menjawab, aku hanya bermaksud untuk lanjut bertanya, seperti…… Benar, apakah ada arti khusus dengan telinga dan ekormu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menyembunyikan senyum jailnya, bertanya dengan nada selembut mungkin. Dengan pertanyaan tersebut, Telinga dan ekor Kon dengan segera berdiri dan terlihat waspada seperti terkena serangan kejutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-arti…… aku adalah keturunan roh rubah, jadi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh, kau seekor rubah? Mungkinkah kau rubah magis – tidak, mungkin seekor kitsune?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora awalnya berpikir bahwa kedua hal itu aalah telinga dan ekor anjing. Setelah mendengar pertanyaan tersebut, Kon mengangguk. Jika begitu, lalu bola api yang dimunculkan oleh Kon tadi bisa saja disebut sebagai ‘api rubah’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji telah menjelaskan bahwa standar shikigami buatan adalah mampu memiliki kekuatan sihir eksternal. ‘Kekuatan sihir eksternal’ tersebut dalam hal ini adalah ‘roh rubah’ milik Kon, dengan kata lain, Kon adalah shikigami yang dibentuk berasal dari roh rubah. Walaupun begitu, Harutora sebenarnya tidak mengerti tentang apa itu roh rubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun hanya ber-ohh ria dengan sedikit rasa penasaran, sedikit memajukan dirinya untuk melihat lebih jelas telinga Kon. Mungkin Kon merasa sedikit malu dengan tatapan Harutora, sebagaimana pipinya yang memerah dan ia yang menolehkan wajahnya ke samping…… Namun telinganya malah semakin bergerak-gerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Bisakah aku menyentuhnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hya!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, jika kau keberatan, aku tak akan memaksa—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-t-tidak, bukan begitu, sentuhlah jika kau ingin……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun perlahan memajukan kepalanya dan Harutora merentangkan tangannya sambil “Maaf”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama ia merasakan telinga Kon diantara jari-jarinya. Kon gemetar seperti dialiri listrik ketika ia menyentuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh, lembutnya – Haha, bahkan bergerak, benar-benar seperti anak anjing…… Ahah, baiklah, baiklah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bolehkah aku menyentuh ekormu juga?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Te-tentu saja……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon terlalu malu untuk melihat Harutora ketika ia berbicara, memiringkan punggungnya kepada Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ekornya pun terasa lebih lembut dibandingkan telinganya, dan Harutora berpikir lembut sekali, sambil “Ohh!” ria, senang. Ia sebenarnya cukup menyukai binatang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terasa sangat begitu enak, bebas dan lembut…… Oh, ini bergerak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……A-a-aku merasa sangat terhormat bahwa dirimu…… menyukainya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, ini sangat lembut. Dengan catatan, aku tak pernah memegang rubah sebelumnya, jadi ini bagaimana ekornya terlihat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terus mengelus ekor rubahnya, membuat Kon sering kaget tersentak pada setiap elusannya dan rileks kembali. Ia berusaha keras untuk menahannya tanpa berani untuk berbicara, bahkan telinganya bergerak semakin cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, maaf, apa terasa gatal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-t-t-tolong jangan khawatir……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisakah kau menggerakan ekormu sesuai keinginanmu? Sebenarnya, bagaimana ekormu bisa bergerak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ba-bagaimana—!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya dengan santai, namun untuk suatu alasan Kon sedikit meninggikan suaranya tidak karuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, ia membulatkan tekad dan berdiri dengan diam, mulutnya rapat dan kulit putihnya pun merona hingga lehernya. Lalu, dengan punggungnya yang menghadap Harutora, ia perlahan melepas tali yang ada dipinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Se-se-se-se-, Seperti ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapnya dan dengan tiba-tiba menurunkan hakamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekor yang secara konstan gemetar dan pantat putihnya pun berada didepan Harutora—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa, Harutora! Aku berkunjung ke perpustakaan saat mau pulang sebagai pencegahan, dan menyadari bahwa, buku yang aku suruh kau baca masih ada—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume dengan kasar membuka pintu kamar Harutora tanpa mengetuk, tangannya membawa tumpukan buku. Teriakan marah pun terdengar sebagaimana ia berjalan memasuki ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu berhenti, semuanya terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon meratap tanpa bersuara, dengan segera menaikan hakamanya, berusaha untuk tidak terjatuh. Harutora dengan cepat membantu Kon ketika ia terjatuh dalam pelukannya – dan hasilnya keduanya berpelukan satu sama lain sebagaimana hakama Kon jatuh ke lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tumpukan buku yang dibawa Natsume satu persatu jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon telah membeku, namun Harutora mengambil hakama yang terjatuh dengan kecepatan yang sangat, menaikan hakama seperti ia sedang membantu anak kecil untuk memakaikan celananya dan mengikat talinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menarik napas, dalam, dan baru saja ingin membuka muutnya, ketika—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……………...Harutora?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh—“&lt;br /&gt;
“………………Apa yang kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau salah paham—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini pertama kalinya Harutora mendengar Natsume dengan suara seperti itu semenjak ia lahir, dan suara ketika ia menjawab terdengar seperti bukan suaranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, begini, tenanglah dan dengar penjelasanku, oke? Kau salah paham, dia Kon, jangan lihat dia seperti anak kecil, dia sebenarnya adalah rubah. Terlebih lagi, dia adalah shikigami, bukan manusia. Lihat ekor dan telinganya sebagai buktinya. Jadi kau salah, ini tidak seperti yang kau pikirkan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mengerutkan keningnya, matanya dengan ganas memberikan kesan berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diwaktu yang bersamaan, Harutora seperti melihat beberapa jimat sihir yang muncul ditangannya, dan walaupun ia merasa ingin tahu bagaimana ia mengeluarkan jimat tersebut, perhatiannya lebih tertuju dengan kata ‘bahaya’ yang tertera jelas didalamnya. Harutora yang berusaha meluruskan kesalahpahaman pun semakin diam dan diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………Mesum.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………Mati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Na-natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya terlihat seolah-olah telah mengembang – ini apa yang ia lihat dengan kemampuan melihat rohnya, tak mungkin salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mati kau, mesum! Order!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Ketika aku sampai, jantungmu sudah berhenti berdetak.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji dari ruang sebelah memberitahukan Harutora setelahnya. Tentu saja, hal itu hanya sebuah candaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disuatu ruangan digedung apartemen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya menyala didalam ruangan tersebut, namun meresap dengan suasana seram yang tak bisa dijelaskan. Sedikit bau yang menyengat hidung, bau yang aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Efeknya lebih dari yang diduga, sungguh menyedihkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Iya, sangat disayangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah ruangan rahasia yang disediakan sebagai pencegahan, seperti yang disebutkan ‘tiga lubang untuk sarang kelinci’. Tidak ada furnitur ataupun hiasan diruangan tersebut, dan banyak kotak yang telah terbuka diletakkan dilantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kotak tersebut memiliki ukuran yang sama, tiap-tiap kotaknya berjarak satu meter panjangnya. Bagian luarnya tertutupi dengan jimat dan pada bagian dalamnya terdapat barang yang sangat kotor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah Agensi Onmyou telah bergerak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka terlihat tenang dari luar, tapi itu hanya penampilan luarnya saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah para petingginya terlalu waspada? Raja telah dikonfirmasi identitasnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga merasa sama, tapi setidaknya akan lebih mudah untuk kita berpura-pura daripada menjadi mangsa kewaspadaannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan hati-hati ia meraup kotoran yang ada didalam kotak dalam kilat dingin cahaya temaram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak lama setelahnya, ia mengeluarkan objek yang ada didalam kotoran tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pot. Pot yang disegel, dan mantera yang tertulis penuh dibagian luarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggoyang-goyangkan potnya perlahan, dan sesuatu pun munucl dari dalam. Senyum dingin tak tertahan muncul diwajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau sudah menghubungi orang itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau maksud orang penting itu? Tidak secara langsung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin akan berguna, tergantung keadaannya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku tidak berencana untuk unjuk tangan dengan segera jika bisa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia membersihkan kotoran yang ada dipot tersebut, perlahan membuka segel yang ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 5===&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_2&amp;diff=514765</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 2</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_2&amp;diff=514765"/>
		<updated>2017-03-08T15:34:32Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Bagian 3 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 2 – Telinga dan Ekor==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora, karena kau tidak bersalah, kau tak perlu mengkhawatirkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana bisa aku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas pagi telah selesai, dengan Harutors yang masih membawa perasaan bersalah setelah kejadian perkenalan yang kacau balau. Pundaknya terasa berat dan capai, seolah-olah pundaknya adalah batu, membuatnya membuatnya terkulai di meja ruang kelas kelelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang adalah jam istirahat. Banyak murid – termasuk Kyouko – pergi meninggalkan kelas, untuk mencari makan. Tentu saja, tak ada yang berani berbicara dengan Harutora, yang telah membuat keributan tepat setelah ia memasuki kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecuali satu orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haaaah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji tersenyum, terang-terangan. Menganggap dirinya sebagai setengah orang luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menjadi bahan pembicaraan tepat ketika kau masuk, sungguh sempurna, Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Sempurna’ apa yang kau maksud, semuanya sudah selesai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan itu, menunjukan tampilan sebuah kekuasaan di awal untuk mengukur reaksi semua orang menunjukan sebagai seseorang yang mencari orang-orang kuat, tidak buruk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, beerpikir kau memiliki sikap santai seperti itu... Terlebih, bukan aku yang ‘menampilkan sebuah kekuasaan’.”&lt;br /&gt;
Touji biasanya tak diragukan kembali merupakan orang yang seharusnya lebih menarik perhatian, bukan Harutora, namun kali ini Touji benar-benar tertutupi oleh ‘Pasangan Tsuchimikado’, bahkan berkata: “ Dengan seperti ini akan lebih memudahkanku untuk bergerak, jadi aku setuju.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, Natsume. Apakah murid yang bernama Kyouko itu selalu seperti itu? Dia seperti memiliki kebencian yang mendalam terhadap keluarga Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanya Touji, namun Natsume menggelengkan kepalanya, muram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak…… Dia tak pernah menyerangku seperti itu, tapi terkadang ia menunjukan sedikit perlawanannya kepadaku seperti hari ini. Berkatnya, aku juga jadi sedikit bersemangat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku tidak melihatnya sebagai ‘sedikit’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang tidak membuatmu puas? Harutora, aku akan membicarakannya untukmu. Dengan kata lain, melindungi shikigamiku adalah sesuatu yang wajar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Natsume dengan bangga, dan Harutora pun semakin membenamkan dirinya di meja, sudut-sudut mulutnya pun membentuk senyum terbalik.&lt;br /&gt;
Disisi lain, Touji terduduk di atas meja, termenung dalam pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkinkah kita melakukan sesuatu yang membuatnya marah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tak tahu, aku tak tahu sama sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika kau memanggilnya Kurahashi Kyouko tadi, mungkinkah Kurahashi ‘tersebut’? jika seperti itu, mungkin itu berhubungan dengan hal tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia memang berasal dari keluarga tersebut, namun demikian, aku tak mengerti kenapa. Ayahku pernah bertemu dengan keluarganya, tapi aku hampir tak pernah berkontak dengan keluarga Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Natsume, menunjukan ekspresi malu. Harutora tiba-tiba mengangkat kepalanya ketika mendengar nama ‘Kurahashi’, lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, iya, sensei baru saja menyebutkannya, bukankah itu Kur… Tunggu, Natsume, Touji, bukankah kalian terlalu familiar? Bukankah kemarin pertemuan pertama kalian?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya bingung, dan tubuh Natsume pun sekilas terlihat gemetar mendengar hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Touji pernah satu sekolah sebelumnya, dan keduanya berteman baik sebelum semenjak ayah Harutora merawat Touji. Namun Touji baru pertama kali melihat Natsume ketika ia pergi ke Tokyo bersama Harutora kemarin. Waktu itu, Harutora bahkan baru memberitahukannya kalau Natsume adalah perempuan – lagipula, ia telah sering menyebutkan perempuan yang diajak mainnya saat masih kecil kepada Touji sebelum ia mengetahui tentang tradisi keluarga utama. Namun keduanya tak mengatakan hal apapun selain perkenalan sederhana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, abaikan Touji, kenapa Natsume yang biasanya pemalu sekarang berbicara dengan semangatnya pada Touji?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, itu, begini……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah lembut Natsume berubah menjadi kaku dan kata-katanya pun menjadi berantakan, ia pun menatap tak tentu arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda dengan Touji yang tampak tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidakkah kau tahu, Harutora? Orang-orang tak bisa untuk tak datang berbicara denganku, aku adalah pria yang menawan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Berpikir kau dengan bangganya berbicara seperti itu setelah menjadi seorang preman sebelumnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengangkat kepalanya dari meja, mengerutkan dahinya dengan heran. Touji tersenyum dan menaruh tangannya diatas kepala Harutora, mengacak-acak rambutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, tak perlu kau khawatirkan. Untuk suatu alasan, aku merasa ini bukan pertama kalinya aku bertemu dengan orang ini, itu pasti karena kita sangat akrab. Iyakan, Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, benar! Itu benar, Harutora. Kami akrab! Dan yang kucing kupunya sebelumnya bernama Touji, jadi aku merasa cukup dekat dengannya dan aku tak pernah berpikir kalau Touji adalah orang asing sama sekali!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menunjukan senyum palsu, namun Natsume memaksa dirinya untuk tertawa keras. Harutora merasa seperti sebuah komedi sedang bermain didepannya, dan ia pun semakin mengerutkan keningnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Natsume dan Touji memang belum mengeanal satu sama lain sebelumnnya, jadi ia hanya bisa untuk memercayai klaim mereka. Terlebih penting, sebenarnya ia diam-diam khawatir bahwa ‘Aku takut kalau kedua orang yang berbeda kepribadian ini tidak akan akrab’, namun melihat situasinya saat ini……  ia merasa lega melihat keduanya yang tiba-tiba bisa dalam harmoni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah kau cemburu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei kau…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau dan Natsume sudah lama tak bertemu, tapi kami malah menjadi sangat &lt;br /&gt;
akrab dengan cepatnya, jadi dirimu yang cemburu bukankah—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Baiklah, Aku tahu. Sejujurnya, aku akan merasa bermasalah jika kalian bertengkar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar pertanyaan menggoda Touji, Harutora mau tak mau harus menyerah dengan investigasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun menjadi sangat lelah ketika membayangkan keduanya bertengkar, sehingga kini ia hanya bisa berharap bahwa ke depan nanti tak akan ada masalah yang terlalu menyulitkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menoleh ke arah Natsume, seolah-olah memberikan persetujuannya terhadap apa yang mereka nyatakan: “Jadi, baiklah jika seperti itu. Natsume, kau bisa memercayai Touji. Jika kau memerlukan sesuatu, kau juga bisa berbicara padanya, bukan cuma aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………” Namun Natsume tidak merespon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora yang awalnya ingin bersandar, kebingungan, memiringkan tubuhnya untuk melihat Natsume. Ia menyadari bahwa saat ini Natsume berdiri dengan matanya yang melebar, dan pipinya yang memerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ada apa, Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, tidak apa-apa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah? Mungkinkah kau tidak memercayai Touji?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan begitu…… Hanya saja, mmm…… K-kau tak perlu khawatir…… oke? Touji dan aku tidak terlalu akrab……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bersikap malu-malu dan ia berbicara dengan terbata-bata. Harutora pun hanya bisa mengerutkan dahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau coba katakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“M-maksudku, aku memercayai Touji, tapi…… Yang paling…… mmm…… orang yang paling dekat denganku adalah Harutora, aku janji……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbisik lembut tanpa melihat Harutora, Harutora tidak mengerti maksud dari perkataannya dan menoleh ke arah Touji untuk meminta bantuan, namun Touji hanya menatap ke langit-langit untuk suatu alasan. Harutora, yang terlihat kebingungan seperti sebelumnya, merasa seperti dirinya sedang melihat komedi dagelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“N-ngomong-ngomong!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume dengan segera mengganti topik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua akan berjalan lancar antara aku, Touji, dan Harutora! Jadi – kau tak perlu khawatir dengan murid-murid lainnya, bahkan gadis itu. Selama kau berusaha dan serius, aku percaya dia tidak akan macam-macam. Jika ia berani coba-coba untuk mencari masalah denganmu, aku tak akan membiarkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berbicara seperti itu dengan wajah yang memerah, tiba-tiba Natsume menjadi serius, lalu berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama dan yang lebih utama – kita datang ke Akademi Onmyou agar bisa mandiri sesegera mungkin, dan hanya demi tujuan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan tersebut menunjukan gaya hidup Natsume selama di Akademi Onmyou, dan Harutora tanpa sadar duduk dengan tegak ketika mendengar ucapan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ucapan tersebut, Natsume juga pernah bilang kalau ia tidak perlu takut selama ia menunjukan kekuatannya di Akademi Onmyou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dirinya yang berbicara seperti itu sama saja dengan terang-terangan ia menyatakan bahwa ia tak peduli dengan murid-murid lainnya, dan mengakui bahwa dirinya terisolasi dari kelas, tanpa teman. Hal itu membuktikan perkiraan dan kekhawatiran Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Namun, Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukan hal yang baik. Keadaan Natsume memang cukup kompleks dan sulit dimengerti, namun ia masih tak percaya jika menutup diri adalah jalan keluar terbaik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora mengkhawatirkan bagaimana ia harus membicarakan kekhawatirannya…… “Tsuchimikado-kun – Ah, maksudku Natsume-kun.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang murid berbicara dari depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merupakan seorang murid lelaki berkacamata. Harutora dan yang lainnya pun menoleh secara bersamaan, membuatnya terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh – orang itu disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menunjuk ke arah pintu ruang kelas ketika ia berbicara demikian.&lt;br /&gt;
Seorang lelaki bersetelan jas berdiri di koridor luar kelas. Tubuhnya tinggi dan kurus, dan penampilannya cukup tampan. Ia tersenyum ramah ketika sadar Harutora dan yang lainnya melihatnya, sedikit menganggukkan kepalanya sebagai salam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merasa kebingungan, ketika – “Oh! Aku lupa. Maaf Harutora, aku harus pergi.” Ucap Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh…… Aku, aku sedang menjalani kelas spesial sekarang, jadi aku ada kelas ketika istirahat siang…… Apa kau tahu dimana kantin sekolah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, aku harus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu kalian bisa makan duluan, aku mungkin akan kembali sebelum kelas selanjutnya mulai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata demikian dengan segera ia menuruni tangga, bergegas menuju pintu kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tiba-tiba ia berhenti, dengan cepat berbalik menghampiri mereka dan sedikit mendekatkan dirinya ke meja yang mereka tempati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora, Touji, mari lakukan yang terbaik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ah, okay.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Touji merespon bergantian terhadap tatapan yang dipancarkan oleh mata jernihnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tertawa riang seperti anak kecil, membalikkan dirinya seperti seolah-olah ia sedang menari dan akhirnya pergi meninggalkan ruang kelas. Ia berbicara beberapa kata pada laki-laki yang menunggunya di koridor dan dengan segera menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kepergian Natsume yang tiba-tiba, sekujur tubuh Harutora pun merenggang, namun Touji berkata dengan kecut: “Ia sangat gembira.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gembira…… huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menatap ke arah koridor tempat Natsume pergi dengan tatapan kompleks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkin karena dia menggunakan seragam laki-laki, kepribadiannya berubah. Bagaimana aku harus mengatakannya…… ia terasa lebih kekanakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun, yang aneh adalah aku tak merasa kaget sama sekali, melainkan rasanya seperti aku sudah terbiasa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tidak heran.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji berbicara pelan dengan seringai terpampang ketika mendengar Harutora bergumam, tatapannya jelas menunjukan ‘jadi mereka berdua selama ini sama’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi…… Bukankah guru yang datang menjemput Natsume juga seorang guru disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau ingin tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitulah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin dia adalah pacarnya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-hal bodoh apa yang kau bicarakan, Natsume berpura-pura menjadi laki-laki disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terus kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa yang kau maksud!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, Harutora berasal dari daerah pedesaan, dan ketika Touji yang besar di Tokyo berkata seperti itu, ia hampir percaya bahwa ‘hal semacam itu’ tidak aneh di tempat ini. Teman baiknya pun tersenyum melihat Harutora yang terlihat panik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimanapun, Natsume pergi di saat yang tepat. Aku memiliki kesempatan untuk memulai penyelidikan rahasia setelah kejadian tadi pagi – tunggu aku disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora menanyakan hal tersebut, Touji telah memasukkan tangannya ke dalam saku celananya, dengan santai berjalan pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu – “Yo, terima kasih yang tadi.” Ia berbicara dengan ramah pada salah satu murid yang berada dibelakang kelas, murid laki-laki yang baru saja memberitahukan Natsume bahwa ada orang yang mencarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya ia berada dalam kelompok yang membawa bekal ke sekolah, dan ia sedang duduk, dan membuka bekalnya ketika Touji menghampirinya. Matanya melebar ketika murid pindahan – yang telah menjadi pusat perhatian – memanggilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau mengingat namaku? Aku Ato Touji, senang bertemu denganmu. Bagaimana denganmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, ya, aku Momoe, Momoe Tenma…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenma, nama yang cukup mudah diingat. kau bisa memanggilku Touji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, oke, kalau begitu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bisa melihat bahkan dari jauh bahwa Tenma terlihat cukup gugup. Ia memastikan dirinya terlihat sopan ketika berbicara, walaupun Touji terlalu dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya cukup mungil dan terlihat langsing, dengan gaya rambut yang umum dan konservatif. Wajahnya yang mengenakan kacamata menunjukan dirinya yang masih terlihat seperti murid sekolah menengah pertama, sekilas ia terlihat kanak-kanak, namun juga terlihat ramah karena hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Jadi ini penyelidikan yang dimaksud olehnya……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji sepertinya berencana mengambil kesempatan pada tidak adanya Natsume untuk mendengar beberapa informasi dari murid-murid lainnya. &lt;br /&gt;
Namun, dimata Harutora yang melihatnya dari jauh, mereka terlihat seperti seorang murid nakal yang sedang menindas murid suruhannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji kemudian memberitahukan tiga alasan kenapa ia memilih Tenma sebagai objek sumber informasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, Tenma telah bersedia memberitahukan Natsume bahwa ada orang yang mencarinya, yang menunjukan ia tidak memiliki maksud buruk apapun terhadap Natsume, dan juga membuktikan bahwa ia adalah orang yang dengan jujur akan melakukan sesuatu jika diminta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, ia baru saja sedang membuka bekalnya, atau dengan kata lain ia tidak memiliki alasan yang tepat untuk pergi, jadi akan susah untuknya kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, ia terlihat mudah untuk ‘dikelabui‘.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun Harutora merasa bodoh ketika mendengarnya, Touji telah mengobservasi reaksi yang diberikan oleh murid-murid yang ada dikelas ketika Natsume dan Kyouko bertengkar ketika perkenalan tadi, mencari kandidat untuknya mengumpulkan informasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kau baru saja ingin memakan bekalmu? Bisakah kuminta waktunya sebentar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji telah mengantisipasi respon Tenma terlebih dahulu – sebenarnya, ia bertanya dengan sikap yang aneh. Ia berkata ia tidak ingin mengganggunya, namun ia tersenyum menunjuk bangku kosong yang ada disisi Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang diduga Touji, Tenma benar-benar menunjukan senyum naturalnya, menjawab: “Silakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus. Aku baru disini jadi aku tidak familiar sama sekali dengan tempat ini. Bisakah aku bertanya beberapa hal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-begitu. Silakan, jika kau tak keberatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terma kasih banyak. Ah, jangan khawatirkan aku, silakan lanjutkan makanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang menakutkan dari Touji adalah ia memang dulunya adalah murid nakal namun sikapnya sangatlah licin. Sebenarnya, ketika di tahun pertamanya masa sekolah menengah atas, Harutora melihat banyak gadis-gadis yang telah tertipu oleh perbedaan antara penampilan luar yang menyeramkan dan sikap baiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akademi Onmyou benar-benar tempat yang menakjubkan, bukan hanya fasilitasnya saja yang baru, bahkan terdapat sepasang komainu didepan pintu masuk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudmu Alpha dan Omega, huh. Setelah kau terbiasa, kau akan menganggap kedua shikigami tersebut cukup menarik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shikigami, huh. Tentu saja, aku tak tahu bagaimana menggunakan shikigami, tapi mungkinkah kau sudah bisa menggunakannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, aku, aku kurang lebih bisa menggunakan shikigami buatan…… Pada akhirnya pengendalian tatap muka dengan shikigami saat ini cukup baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma sedikit gugup, namun ia masih berbicara dengan Touji. Walaupun Touji telah mengganggu makan siangnya, ia tidak memberengut, jadi kepribadiannya memang baik seperti penampilannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji dengan diam melambai-lambaikan tangannya ke Harutora selagi berbicara dengan Tenma, mungkin menjelaskan ‘kita bisa mendekati orang ini’. Harutora berdiri dengan enggan, berjalan menuju tempat duduk Touji dan Tenma. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Boleh aku bergabung?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh, ah—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kau tak perlu begitu takut. Aku tak tahu bagaimana sebenarnya Natsume, tapi kami tidak berbahaya. Dikarenakan ada dua Tsuchimikado di kelas, kau bisa memanggilku Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tak menyangka bahwa dirinya terlihat lebih menakutkan dibandingkan Touji. Ia tak ingin menghiraukannya, yang kemudian ia memilih untuk duduk didepan Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang ini juga dalam masalah. Dia memang seorang Tsuchimikado, tapi dia dari keluarga cabang dan juga tak mengetahui apapun tentang Onmyoudou. Dan dia dan aku sekolah di sekolah menengah atas biasa sampai musim panas kemarin. Alasan kenapa kami bisa memasuki Akademi Onmyou sebenarnya tak begitu hebat. Apa kau mengetahui keributan besar Onmyouji akhir-akhir ini? Sebenarnya kami terlibat dengan masalah tersebut.” Ucap Touji sambil menyeringai kepada Tenma yang gugup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Touji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dengan segera menyela, namun Touji hanya menjawab: “Tak apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya, Onmyouji yang menyebabkan insiden tersebut berhubungan dengan para petinggi Agensi Onmyou, bagian tersebut bahkan tidak diberitahukan media, dan kami dua orang biasa berakhir dengan terlibat dengan ‘insiden’ tersebut – begitulah yang terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang kau maksud insiden tersebut? Jadi begitu ceritanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma menunjukan keterkejutannya. Sepertinya ia memang telah mendengar perihal insiden musim panas tersebut. Dikarenakan hal tersebut telah menjadi berita nasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menganggukan kepalanya, membenarkan, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nama Tsuchimikado pun menjadi terkenal, dan ia pun mau tak mau harus menahan tekanan yang diberikan olehnya dari yang lain – namun ia tak menyangka kritik publik yang baru saja dia alami, jadi dia putus asa sepanjang pagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimatnya terdengar meremehkan, namun ia menyentuh dagunya ke arah Harutora dengan kasihan. Kata-katanya tidak salah sama sekali, namun retorikanya cukup pintar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Tenma pun melebar mendengar penjelasan tersebut. “Jadi begitu.” Menerima perkataan Touji bahkan terlihat rasa simpati yang muncul dalam tatapannya ketika melihat Harutora. Harutora bersyukur, namun ia meresa Touji terlalu membesar-besarkan, jadi ia pun mau tak mau sedikit ragu-ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji mengangkat bahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun mungkin memang inilah yang kami inginkan, dan aku pun memutuskan untuk menjadi Onmyouji karenanya, namun…… Seperti yang dikatakan Touji, aku memang sedikit dalam masalah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu, sangat disayangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma pun menunjukan senyum ramah ketika ia berbicara. Ia memiliki wajah yang manis, dan Harutora pun akhirnya bisa merasa bahwa saat ini ia sedang berbicara dengan ‘teman kelas’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jadi, kami ingin bertanya sedikit tentang ‘keadaan kelas’, tidak apa-apa jika kau merespon dengan hanya yang kau tahu – murid perempuan tadi pagi, dia dipanggil ‘Kurahashi’ jika aku tidak salah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji memajukan dirinya, seolah-olah sedang berbicara tepat pada telinganya dan langsung ke inti masalah, mungkin menurutnya ini merupakan kesempatan yang tepat. Tenma pun menggumamkan “Ah”, dengan cepat mengerti maksud perkataan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, dia adalah putri dari keluarga Kurahashi. Tapi dia bukanlah gadis yang angkuh, bahkan dia berbicara denganku dengan sikap yang ramah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tapi dia sangat kasar tadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, dia terlihat seperti itu ketika Natsume-kun terlibat…… Sepertinya ia menganggapnya sebagai rival.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum ramah Tenma berubah menjadi sedikit getir. Sepertinya reaksi kyouko pagi tadi tidak mewakili pendapat umum kelas, namun hanya dendam pribadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, bukan itu yang dikhawatirkan oleh Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, benar, berbicara tentang ‘Kurahashi’, aku ingin bertanya sekarang, apa yang membuat keluarga Kurahashi terlihat begitu penting? Apa mereka terkenal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar pertanyaan tersebut, Tenma menunjukan reaksi yang sama seperti Ohtomo sebelumnya, matanya melebar dengan sangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau lihat, dia tidak familiar dengan hal ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera Touji menjawab, dan mulai menjelaskannya kepada Harutora:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Keluarga Kurahashi sama dengan Keluarga Tsuchimikado, mereka adalah keluarga terkenal di Onmyoudou. Keluarga Kurahashi menjadi sorot utama semenjak turunnya keluarga Tsuchimikado. Kau mendengar nama kepala sekolah, bukan? Kurahashi Miyo, nenek tua itu adalah kepala keluarga dari keluarga Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terkenal? Jadi itu kenapa sensei bilang kalau dia adalah ‘figur dibalik layar’, huh…… La-lalu Kyouko juga?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, ia juga berasal dari keluarga Kurahashi, dan bukan hanya itu, dia juga adalah cucu dari kepala sekolah Kurahashi. Terlebih lagi, pimpinan Agensi Onmyou saat ini adalah anak kepala sekolah, yang juga adalah ayahnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjelasan tambahan dari Tenma pun membuat Harutora terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu sangat luar biasa! Ayahku hanyalah seorang doctor Onmyou daerah pinggiran, dan ayah Natsume…… Aku lupa apa yang dia lakukan, namun kupastikan ia bukanlah pegawai pemerintah yang penting. Itu gila! Sungguh keluarga yang luar biasa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah aku juga bilang seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Touji dingin terhadap Harutora yang terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun terlepas dari kehebatannya saat ini, keluarga Tsuchimikado memegang sejarah dan silsilah, dan itulah mengapa Kurahashi-san dalam satu pihak berseteru dengan Natsume-kun – itulah mungkin yang dipercayai semuanya, namun tak berani berucap.” Tenma tersenyum ringan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepihak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu…… Kau bisa mengetahuinya dengan hanya melihat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Tenma, meringis. Orang-orang akan memercayainya ketika melihat sikap dingin Natsume dibandingkan aksi marah Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun itu tak heran ia begitu peduli, karena mereka berdua memanglah dua murid terbaik di kelas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkinkah Kyouko juga sama seperti Natsume, dan mendapat latihan dasar Onmyoudou sejak dia kecil?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak akan aneh jika ia memang mendapatkan latihan tersebut, karena ia adalah putri dari keluarga Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Kyouko adalah Onmyouji yang kuat. Harutora dalam diam mewanti-wanti dirinya bahwa walau ia ditantang, ia pasti tidak akan merasa marah dan dengan segera menyetujuinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun kelas tahun pertama hanya fokus kepada pelajaran, jadi tak ada yang benar-benar yakin dengan kekuatan mereka, hanya saja mereka tampil dengan sempurna pada latihan praktik yang jarang diadakan, dan sepertinya hanya mereka berdua di angkatan ini yang memiliki shikigami tipe pelindung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jelas Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa maksudnya tipe pelindung?” Pertanyaan Harutora mengejutkan Tenma kembali – “Diamlah.” Touji menutup mulutnya mendengar mendengar hal itu, melihat Touji dan Harutora yang bersikap tidak sopan, Tenma tertawa, tanpa sadar sedikit merasa lega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun aku benar-benar terkejut tadi pagi, dan bukan hanya aku. Semuanya tadi pasti merasa terkejut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa? Bukankah mereka memang seperti minyak dan air?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, Kurahashi-san memang sering memprovokasi Natsume-kun, tapi &lt;br /&gt;
Natsume jarang membalasnya seperti itu, itu benar-benar tak seperti dirinya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Tenma sadar bahwa keduanya dekat dengan Natsume dan memberikan tatapan bertanya. Touji menyadarinya dan berkata “Jangan khawatir, bicaralah.” Lagi, ia memberikan tatapan meminta maaf, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia – Natsume-kun biasanya sangat tenang, dan mungkin tak baik mengatakan ini, namun dia sepertinya tidak peduli dengan apapun yang ada disekitarnya. Dan dia selalu memberikan kesan pada semuanya seperti orang yang mendengar dalam diam – bagaimana aku harus mengatakannya? Sungguh tak disangka darinya ketika bertengkar dengan seseorang begitu semangatnya. Kurahashi-san juga marah tadi pagi karena reaksi Natsume-kun menakutinya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma pun mengucapkan perasaannya dengan jujur, dan Harutora dan Touji pun tanpa sadar melirik satu sama lain ketika mereka mendengar hal tersebut. Dari sikap naif Natsume sekarang, sulit untuk mengimajinasikan ‘Natsume yang biasanya’ seperti yang diucapkan Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
……Dipikir baik-baik, itu memang mendekati dengan sifatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengatakan pada dirinya bahwa Natsume yang berpakaian seperti laki-laki terlihat kekanakan, namun Natsume yang sebelumnya – gadis dari keluarga utama yang dekat dengannya sejak Harutora kecil – memberikan kesan yang sama seperti yang dikatakan Tenma. Ia menanggung beban berat sebagai pewaris keluarga Tsuchimikado, dan ingin dengan serius untuk menjadi Onmyouji hebat tanpa mengindahkan hal lain. Ia angkuh dan keras dengan lainnya, gadis seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, kepribadiannya tak bisa langsung terganti walau ia berpakaian seperti lelaki, dan ia terlihat gelisah dan senang hari ini karena—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sangat penting bagi Natsume-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan Tenma tak bermaksud lebih, dan Harutora memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan rasa malunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume telah berusah untuk membelanya, namun ia pasti tak memikirkan efek apa yang akan dimiliki oleh orang sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora hanya ingin tenang di Akademi Onmyou dan berjalan lancar sebisa mungkin, untuk dirinya dan Natsume, karena mungkin bahkan Natsume harus menunjukan kesudiannya untuk dekat dengan teman kelasnya dibandingkan dengan dia dan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jangan khawatir, ‘mari lakukan yang terbaik’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun tergagu, dan Touji berbicara seolah-olah ia melihat pikirannya. Dengan berat Harutora menganggukan kepalanya didepan Tenma yang kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini sudah jelas penghinaan! Kau Bakatora, ini memalukan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume meneriakan komplainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Harutora, yang berbaring diatas meja, telah kehilangan energy untuk merespon, dengan asap hitam tak terlihat membumbung dari keplanya. Touji yang duduk disebelahnya tidak membantunya, hanya melihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku selalu berpikir kau itu idiot, tapi aku tidak berpikir kau akan sebodoh ini hingga kau tidak mengetahui apapun! Sungguh keajaiban kau bisa masuk Akademi Onmyou! Walau jika aku bukanlah Kurahashi Kyouko, aku masih meragukan dirimu yang entah masuk lewat belakang atau tidak!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terus memanggilku idiot idiot, aku hanya tidak tahu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itulah aku bilang kau itu idiot! Kau bertujuan untuk menjadi seorang Onmyouji tapi bahkan kau tidak mengetahui tipe-tipe shikigami, itu adalah bukti bahwa kau benar-benar seorang idiot!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas sore sudah selesai, dan sudah waktunya untuk kelas bubar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan kenapa Natsume sangat marah adalah kelas sore. Sebenarnya, tak ada hal aneh yang terjadi, hanya sebuah hasil yang diluar dugaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, akhirnya datang saat dimana Harutora benar-benar tidak memiliki pengetahuan apapun yang berhubungan dengan Onmyoudou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa saja ragam shikigami General? Apa perbedaan antara Rikujin-shikisen dan General Rikujin? Apa hubungan antara skala bencana spiritual dengan level bahayanya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Uh, itu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ‘uh, itu’! Apa yang sebelumnya kau lakukan selama ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak histeris, bahkan tak mendengar jawaban Harutora “Belajar di sekolah menengah atas biasa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guru yang bertanggung jawab pada kelas itu awalnya berpikir Harutora hanya bercanda, sengaja menjawab salah. Pada akhirnya, ia tetaplah seorang Tsuchimikado walau ia adalah murid baru, jadi beberapa guru berpikir Harutora telah marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, mereka semakin mengerutkan keningnya dan kaget, akhirnya memilih untuk menghiraukan keberadaan Harutora. Semua guru yang datang sore itu menunjukan reaksi yang sama, dan wajah Natsume semakin memucat dan memucat sampai akhirnya menatap dengan sengit ke arah Harutora dengan wajah memerah menahan malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia belajar dengan tergesa-gesa sebelum masuk, jadi ia lupa semuanya setelah tes.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berbaring diatas meja, dan menatap dengan kesal ke arah Touji ketika ia berbicara acuh tak acuh dan tak peduli. “Juga—“ Touji tidak mengalah, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’General Onmyoudou’ membagi shikigami menjadi dua tipe. Satu termasuk dewa, roh, dan binatang – ini merupakan macam-macam roh tradisional yang ada sebagai shikigami disebut shikigami pembantu, tapi sekarang kebanyakan shikigami modern sekarang terbuat dengan menanamkan kekuatan sihir ke dalam wadah buatan manusia. Dengan tambahan, shikigami buatan manusia terbagi menjadi wadah simpel yang dibuat murni dengan kekuatan sihir praktisinya, dan wadah standar yang dapat mampu menahan kekuatan sihir dari luar. Wadah simpel harus dikontrol langsung atau diberikan perintah sebelumnya, tapi shikigami standar tersebut dapat bergerak dengan sendirinya dalam beberapa hal, dan pada umumnya juga terdapat tipe wadah level tingkat tinggi yang bisa berpikir dengan sendirinya dan katanya memiliki kepribadiannya sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kenapa anak biasa dari keluarga biasa sepertimu sangat berpengatahuan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena aku tidak bodoh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“La-lalu apa yang dilakukan shikigami pelindung, shikigami umum atau rumah tangga artinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah metode dari pembuatan atau penggunaanya, dan tidak ada shikigami rumah tangga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, selain Touji, murid lain yang melihatnya sebagai –murid baru dari keluarga Tsuchimikado’ sangatlah terkejut dengan dirinya yang amatir. Mereka berada dikelas yang sama, kejutan pertama, lalu mulai meragukan entah ia serius atau tidak, dan makin lama semakin heran, dan kecewa, hingga akhirnya saking terkejutnya mereka tak tahu harus tertawa atau marah. Bahkan Tenma takjub, dan hal itu benar-benar membuat Harutora terpukul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghiraukan hal tersebut, Kurahashi Kyouko adalah orang yang paling sering mengubah atmosfer kelas.  Tatapan sombong dan mengejek pun diarahkan kepada tuan dari shikagami tersebut, dan Natsume menyusut dalam penghinaan, menundukan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah hal yang paling memalukan yang kualami selama hidupku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bergumam, menahan malu, wajahnya menggelap dan bahunya bergetar. Nada bicaranya terdengr suram, dan atmosfer tegang yang diberikannya pun tak ada jejak untuk tenang ‘hahaha, ini sungguh terlalu’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kursus kilat…… Kau harus mejalani kursus kilat, dan itu harus kursus kilat yang fokus dari neraka! Kau harus mengambil kembali setengah tahun, tidak, enam belas tahun hidupmu yang tertinggal. Pertama adalah ‘Perkenalan terhadap General Onmyoudou’ dan semua referensi buku yang berhubungan ‘Onmyoudou Level Dua’, dan ‘Teori Shikagami Modern’, ‘Penjabaran Sejarah Yin dan Yang’…… Juga bacaan klasik, kau harus membaca ‘Karya Kinugyokuto’, setiap buku ‘Seni Ramalan’, dan juga hal mendasar dari ‘Siklus Perubahan’, ‘Prinsip dari Lima Elemen’, ‘Risalah Baru dalam Onmyouji’, beberapa tentang ‘Pedoman Imperial’……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mengoceh, dan itu terdengar bagaikan suatu rapalan matera ditelinga Harutora, dan bahkan sebuah mantera dengan atribut ‘jahat’ atau ‘gelap’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Harutora, kau tinggal di asrama, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu kita akan memulai kursus kilatmu di asrama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, tapi itu asrama laki-laki……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga seorang ‘murid laki-laki’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, tapi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tak perlu khawatir, aku tahu sihir yang akan membuat terjaga semalaman, dan bahkan mampu sampai seminggu penuh jika kau mengabaikan efek sampingnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menatap serius ke arah Harutora, matanya mengilat dengan berbahaya tanpa ada maksud bercanda. Bahkan Harutora yang kelelahan tanpa sadar membeku, tubuhnya menegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun kemudian……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Natsume, laki-laki tadi siang datang lagi.” Kalimat Touji bagaikan seember air dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria berjas yang muncul ketika istirahat siang melambai-lambaikan tangannya ke arah mereka dari koridor luar ruang kelas. Natsume membuat suara terkejut, nadanya kembali normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tidak, aku lupa kelas tambahan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be-begitu, sangat disayangkan, tapi kita harus menunda kursus kilat tersebut—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berencana untuk mengusulkan supaya mereka melupakan hal tersebut, namun Natsume tiba-tiba menatapnya, membuat dirinya terdiam bagaikan mulutnya dijahit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mengambil buku catatan, menuliskan nama-nama buku dengan pensil mekaniknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ini. Perpustakaan pasti memiliki buku-buku ini, jadi segera pinjam buku-buku tersebut sekarang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menuliskan hal tersebut, ia menyibek lembaran tersebut dan memberikannya ke Harutora, dan segera merapikan barang-barangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan kembali ke asrama nanti, jadi silakan baca buku-buku tersebut terlebih dahulu. Tidak, kau harus menyelesaikannya, itu perintah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dengan tegasnya menyatakan demikian, Natsume dengan segera keluar dari ruangan, figurnya pun menghilang bersama laki-laki tersebut melewati koridor. Shikigami yang ditinggalkan pun bahkan tak sempat mengatakan kalimat keberatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihat lembaran tersebut. Semua artikel literatur dan referensi buku adalah kata yang tak pernah dilihat olehnya, jadi sepertinya ia harus memulai bagaimana cara menyebutkan kata-kata tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus, Harutora, Natsume-sensei sangat termotivasi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Touji, kau tak mungkin telah membaca semua buku ini sebelumnya, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sayangnya, dikarenakan masalah fisik, aku mendapat anemia ketika aku membaca apapun dari sebelum era Heisei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada sembrono teman baiknya akhirnya membuat Harutora merilekskan pundaknya, menghela napas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbicara mengenai nilai, Harutora memang sudah unggul dalam kegagalan, dan disekolah sebelumnya ia sering harus mengambil kelas remed. Tidak heran jika ia akan mengalami hal tersebut ketika memasuki akademi dan tiba-tiba diharap untuk belajar mengenai Onmyoudou seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah semua murid disini telah membaca dan mengingat semua buku ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Murid-murid yang lulus dalam ujian masuk Akademi Onmyou kurang lebih pasti telah membaca buku tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah semua kelas mulai sekarang akan seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah Tenma bilang, kelas tahun pertama berpusat pada materi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun terkulai kembali diatas meja, dan Touji hanya melihat  ke kejauhan sambil mengusa-usap dagunya. Pupil matanya menggelap, dan telah lama kehilangan energinya untuk marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku merasa putus asa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kelas-kelas disini jauh lebih melelahkan dari apa yang kubayangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adakah sihir yang meningkatkan kemampuan otak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sihir bodoh macam apa itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka membuka mata beratnya, mengobrol mengenai topik-topik bodoh. Setelah mengobrol, keduanya terdiam, melihat dengan linglung ke arah podium yang ada didepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid-murid sepertinya terlihat terlalu sibuk untuk mengobrol, dan &lt;br /&gt;
hanya mereka berdua yang tinggal dikelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama setelahnya, Harutora dengan bosan melipat kertasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melipat kedua sisinya, membuat pesawat kertas. Lalu, dengan perlahan mengayunkan lengannya. Ia dan Touji dengan diam melihat pesawat kertas tersebut terbang meninggalkan tangannya dan perlahan terbang melewati kelas, menabrak papan tulis, dan jatuh tak jauh dari podium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku sangat lapar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga lapar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ayo pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memprediksi dengan benar. Tentu saja,masa depannya disini akan sulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akademi Onmyou secara spesifik telah menyiapkan asrama siswa agar siswa yang jauh tempat tinggalnya dapat tinggal diasrama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asrama dibagi menjadi asrama laki-laki dan perempuan, dan terletak hanya sepuluh menit berjalan dari akademi. Berbeda dengan gedung akademi yang baru dibangun, dan bahkan jika umur Harutora dan Touji ditambahkan masih kurang dari sejarah asrama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dinding luar asrama tersebut terbuat dari bata merah. Setelah mereka melewati pintu masuk, disatu sisi terdapat ruang santai dan ruang makan, dan jika lurus terdapat area mandi dan shower yang telah dimodifikasi. Harutora telah ditempatkan di ruang kedua lantai dua, dan Touji satu ruang dibawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih ada waktu sebelum makan malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berjalan menuju lanta kedua dengan langkah berat, berpisah dengan Touji di koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruang asrama tersebut seluas enam tikar tatami, dan tatami yang ditinggalkan murid sebelumnya masih berada diruangan Harutora, tak pernah diganti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kembali ke kamarnya, Harutora menghela napas dalam dengam “Haaah……”, berguling-guling dilantai tanpa mengganti seragamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah sampai ke asrama kemarin sore dan telah mengorganisir barang-barangnya terlebih dahulu, namun yang ada dalam barang bawaannya selain baju ganti hanyalah selimut. Dengan tambahan, furnitur yang ada diruangan tersebut hanya meja lipat, jadi kamarnya tak terlihat hidup sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamar kosong tersebut terlihat seperti Harutora sekarang – Harutora yang ingin menjadi seorang Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku lelah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menatap langit-langit kamar ketika bergumam. Langit-langit kamar tersebut berbeda dengan langit-langit rumahnya, dan keadaan disekitarnya pun berubah drastis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Aku benar-benar berada di Tokyo……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali pertama ia datang ke Tokyo adalah pertama kalinya ia hidup sendiri, walaupun ia tinggal diasrama. Sayangnya, rasa gembira akan kebebasan dari kemarin sore pun telah hilang dalam satu hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku hanya terlalu tak berguna……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah terkejut para guru tidak terlalu masalah baginya. Sikap mereka yang menganggap ia tidak ada adalah hal yang sulit ditanggung olehnya. &lt;br /&gt;
Belum lagi, ia merasa tatapan dingin dan senyum penuh arti yang dilayangkan kepadanya selama kelas berlangsung, dan ia pun menyadari hal itu menjadi tamparan keras bagi imajinasinya setelah ia meninggalkan akademi atas kehendaknya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Ia merasa seperti tertinggal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, keadaan seperti ini setidaknya jauh lebih baik daripada keadaan yang diprediksikan Touji. Sejauh ini, hanya Kurahashi Kyouko yang terlalu menjelek-jelekkan Harutora sebagai Tsuchimikado, jadi ini tak ada hubungannya dengan dirinya yang merasa stress dan keterasingan yang melanda Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalahnya ada pada Harutora itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah belajar sekali sebelum ujian masuk untuk Akademi Onmyou – ia percaya bahwa saat itu dia serius. Namun ia sadar sekarang betapa naifnya pemikiran tersebut saat itu. Ia telah belajar bebisa mungkin selama setengah tahun, ia khawatir bahwa ‘enam belas tahun masa hidupnya’ yang diucapkan  Natsume bukanlah hanya sebuah pernyataan yang dilebih-lebihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…’Itu perintah!’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tch.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun akhirnya mendecakkan lidahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku datang kesini hanya sebagai murid &#039;&#039;dropout&#039;&#039;……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telah menjadi keputusannya untuk pindah, jadi ia tak berharap akan mendapat perlakuan khusus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi… pemikiran ‘Aku datang kesini khusus karenamu untukmu’ enggan untuk pergi dari kepalanya. Ia telah meninggalkan masa lalunya untuk berada disisi Natsume; namun, Natsume merasa senang hanya diawalnya saja, dan menyadari kebodohan Harutora – sebenarnya, seharusnya ia menyadari hal tersebut dari awal – ia langsung mengkhianatinya, menangis ‘ini adalah hal yang paling memalukan selama hidupku.’ Candaan macam apa itu. Ia yang mendapatkan malu, Natsume hanya merasa malu karena dirinya yang membuatnya begitu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika dipikir-pikir, mungkinkah gadis itu menganggap shikigaminya seperti hewan peliharaan yang ia asuh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak pernah bersinggungan dengan dunia Onmyouji sebelumnya, jadi wajar saja jika ia sangat bodoh. Ia seharusnya menghiburnya ketika melihat teman masa kecilnya kesusahan, meyakinkannya dengan tatapan dan suara lembutnya… Jangan khawatir, Harutora, Aku disini……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak mungkin……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mencoba membayangkannya, namun ia tak bisa membayangkan adegan tersebut bagaimanapun ia mencoba. Jika Natsume adalah seorang gadis yang manis, ia tak akan membiarkannya dirinya untuk menjauhi Natsume ketika sekolah menengah pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana ia berpikir dan berpikir, wajah temannya yang telah mati &lt;br /&gt;
pun muncul dalam pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Hokuto.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengingat kembali hari-hari bahagianya ketika ia, Touji dan Hokuto bersenang-senang bersama. Hingga kini, hatinya terasa sakit ketika ia mengingat kenangan tersebut karena tahu waktu tersebut tak kan bisa terulang kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, meskipun shikigami yang berwujud gadis – Hokuto – telah menghilang, seseorang yang mengontrolnya pasti ada disuatu tempat, dan itu tidak mungkin untuk tidak mengalami kembali masa-masa nostalgik tersebut. Mungkin ia bisa melihat Hokuto yang sesungguhnya – orang yang mengendalikan Hokuto, dan merupakan salah satu alasan yang membuat Harutora untuk memasuki dunia Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingin bertemu dengan Hokuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingin bertemu dan berbicara sepuasnya suatu hari nanti. Apa yang &lt;br /&gt;
akan Hokuto pikirkan jika ia tahu kalau ia memasuki Akademi Onmyou dan menderita disana? Mungkinkah ia akan senang akan dirinya, atau memberikannya semangat?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin ia akan terkejut dengan ketidakbergunaanya, tetapi walaupun ia terkejut, ia masih akan tertawa dan memberitahukannya untuk semangat setelahnya. Ia memiliki lidah yang tajam, namun ia sudah pasti tidak sama dengan Natsume yang berpikiran bahwa prestasi merupakan cerminan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, Hokuto dulu bilang bahwa aku harus bertanya pada ayahku mengenai dasar-dasar Onmyoudou.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memiringkan tubuhnya ketika ia menggumamkan hal tersebut.&lt;br /&gt;
Lalu, ia tiba-tiba bangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingat kalau ayahnya memberikannya hadiah perpisahan sebelum ia meninggalkan rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sebuah shikigami – itu dia, sebuah talisman shikigami.&lt;br /&gt;
Dengan segera ia menuju tas atletiknya yang penuh dengan pakaian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku lupa karena aku terlalu sibuk kemarin……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikarenakan tujuanmu ingin menjadi seorang Onmyouji, kau adalah anggota keluarga dari ‘Tsuchimikado’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayahnya bilang seperti itu dan memberikan talisman kepada Harutora ketika ia akan meninggalkn rumah. Ia ingat bahwa ini pertama kalinya ayahnya menyinggung nama ‘Tsuchimikado’ padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tidak mengetahui shikigami macam apa ini, dan ia kepikiran bertanya untuk mengklarifikasinya. Tetapi, ayahnya telah memberikan shikigami ini dengan khusus sambil menyebutkan nama ‘Tsuchimikado’, jadi walaupun jika ia tidak berharap shikigami pembantu hebat seperti naga Natsume – Hokuto, setidaknya ia berharap bahwa shikigaminya mungkin bisa sedikit berguna dan terpandang seperti kkuda putih Yukikaze. Lagi pula, dikarenakan keluarga utama memiliki naga, sudah wajar jika keluarga cabang memiliki harimau. Dan kemungkinan bahwa ia kuat setidaknya bisa membuat guru dan murid lainnya mengaguminya, sebuah shikigami yang menakutkan, dan sangat kuat……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketemu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengeluarkan amplop kertas berukuran sebesar kartu. Kertasnya tipis, seperti sebuah jimat pelindung yang biasa dijual dikuil-kuil, dan bagian belakangnya ditutup dengan sebuah wax, dengan kata ‘Tsuchimikado’ tertulis dibagian depan menggunakan tinta dengan lambang keluarga pentagram. Didalamnya terdapat jimat shikigami – jimat yang biasa digunakan sebagai wadah untuk shikigami. Tetapi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sial, bagaimana aku menggunakan ini?” ia telah menggunakan jimat pemulih dan juga jimat perlindungan secara reflex diinsiden sebelumnya. Selain jimat, ia juga menggunakan – walaupun ia hanya mengayunkannya secara sembarang – ‘Pedang Perlindungan’ yang kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ini kali pertamanya ia memegang jimat shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Natsume akan tahu bagaimana menggunakannya, namun setelah sikapnya yang seperti tadi, ia ingin memberinya kejutan jika ia bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkinkah ini ada intruksi manualnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berharap dengan lemah, Harutora berencana membuka segel yang ada dibagian belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, rasa geli pun muncul pada tanda pentagram yang ada dipipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih tepatnya, terasa seperti sebuah aura.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan berada tepat dibelakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara refleks harutora memutar badannya, menyadari anak kecil yang sedang berlutut dilantai, kedua tangannya diletakkan diatas lantai sebagaimana ia membungkuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun mau tak mau meragukan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa melihat wajahnya dengan jelas karena kepalanya yang ditundukan, namun ia bisa melihat bahwa rambutnya disisir rapi – meskipun terdapat dua tonjolan disisi kepalanya – kepala mungil. Pakaian yang digunakan olehnya hampir sama dengan seragam Akademi Onmyou, namun ini terlihat seperti style original dari seragam tersebut – pakaian kerajaan era-Heian dengan hakama dibagian bawahnya. Pakaiannya jelas terlihat longgar, dan tubuhnya terlihat seperti anak sekolah dasar, tidak, bahkan lebih muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun tak bisa berkata-kata dengan kejadian yang tiba-tiba ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kapan anak ini memasuki kamarnya? Harutora bertanya-tanya disalah satu sudut pikirannya, namun disudut yang lain dengan tenang berpikir bahwa ia tidak mungkin tidak menyadari jika seseorang memasuki kamarnya yang kecil. Pada akhirnya, ia tak tahu menahu darimana asal anak tersebut, kenapa ia ada dikamarnya, atau kenapa ia bersujud kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, hey……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan hati-hati Harutora membuka mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya ketika ia berbicara, punggung anak tersebut bergetar sebagaimana ia sedang disiram dengan air panas. Harutora pun ikut bergetar, menelan kembali kata-kata yang ingin diucapkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ketika itu, sesuatu menarik perhatian Harutora,. Ketika anak kecil itu bergetar, terlihat seperti sesuatu berdesir dari belakang tubuhnya yang bergetar – dengan kata lain, dekat dengan bagian belakang tubuhnya. Dan ketika ia menyadarinya, mata Harutora melebar terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah ekor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah ekor yang ditutupi dengan bulu lurus nan panjang, sebuah ekor yang berbentuk daun yang halus. Harutora hampir lompat karena terkejut, memindahkan arah matanya kembali ke kepalanya anak tersebut. Benda dikepalanya tersebut bukanlah sebuah formasi rambut natural, namun kilas gemetar yang ditunjukan oleh benda tersebut ditutupi dengan bulu yang sama dengan ekornya, telinga runcing berbentuk segitiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau, telingamu…… dan ekormu……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora membuka mulutnya dengan keterkejutan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak kecil tersebut pun mengangkat kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang gadis kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu memiliki poni yang rapi, kulitnya sangat putih bagaikan telah diberi bedak sebelumnya. Penampilannya menunjukan kemudaan yang sesuai dengan umurnya, dan dia terlihat seperti boneka hidup, dengan bahkan rincian detail yang tampak cukup halus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang dikagumi olehnya adalah kedua mata yang jernih dan dalam menatap lurus kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya memberikan kilat biru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata bulat gadis itu berwarna biru, indah seperti kaca, dalam seperti langit, dan membuat Harutora menatap dengan penuh kagum, menyebabkannya untuk lupa akan pertanyaan-pertanyaan yang ia ingin tanyakan pada gadis kecil tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika keduanya saling bertatap satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Airmata pun jatuh dari mata birunya, dan saat itu kesadaran diri &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora kembali, panik seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Hei! Kenapa kau tiba-tiba menangis! Jika dipikir-pikir kembali, siapa kau? ……Ahh, terserahlah, tak peduli siapapun dirimu, tolong jangan menangis!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun merentangkan tangannya namun tak berani untuk menyentuh gadis kecil tersebut, hanya mampu melambai-lambai dengan kacau diudara. Sang gadis melihat tingkah bingung Harutora tanpa terpenjam, matanya yang berair pun semakin melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak lama setelahnya, gadis kecil itu menggigit bibirnya, dengan cepat menghapus air matanya dengan lengan bajunya. Lalu, ia menundukkan kepalanya lagi, dan berucap:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Se-se-se, senang berkenalan denganmu—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun ia mencoba mengeluarkan suaranya, ia hanya mengumpulkan tekadnya untuk mengeluarkan suaranya yang awalnya memang lemah. Suaranya terdengar kanak-kanak seperti penampilan luarnya, dan pikiran Harutora pun menjadi kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Huh? A-apa yang kau katakan? Ada apa ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Na-na-na, namaku adalah Kon, keturunan suci dari rubah Kuzunoha, shi-shi-shikigami  dari Tsuchimikado Harutora-sama yang ditugaskan, kuharap aku bisa menjadi shikigami sesuai harapanmu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bersujud dilantai sebagaimana ia berkata demikian. Tentu saja, Harutora begitu terkejut untuk sampai ia berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…A-apa yang dikatakannya? Leluhur rubah? Keturunan? Harapanmu…… Apanya yang harapan Harutora?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Tak bisa berkata-kata’ sangatlah sempurna menjelaskan kejadian seperti ini. Pikiran Harutora kacau balau, pikirannya berputar-putar hebat, dan pada akhirnya kembali lagi menjadi diam tak berkutik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, telinga dan ekor tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukanlah sebuah aksesoris, dikarenakan itu bisa bergerak, dan itu terlihat begitu nyata. Terlebih lagi, tubuh seorang gadis tak mungkin memiliki telinga dan ekor sungguhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bukanlah seorang gadis manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, ia adalah……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah! Shi-shikigami! Mungkinkah kau adalah shikigami?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora bertanya mengonfirmasi, gadis itu – Kon – dengan segera mengangguk-angguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat itu, akhirnya Harutora mengerti. Ia adalah shikigami, seorang shikigami yang terlihat seperti anak kecil, jadi……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah – ini? Talisman ini…… Shikigami yang diberikan oleh ayahku……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon mengangguk kembali, tatapan waspada pun muncul dari wajah &lt;br /&gt;
mungilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ta-tapi, aku tidak melakukan apa-apa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dikarenakan aku adalah shikigami, aku harus menjaga tuanku sepanjang waktu. Aku me-mendengar panggilanmu sebagaimana aku menjagamu dalam bayangan—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya bingung, dan Kon menjelaskannya dengan suara kecil sebagaimana dirinya gemetar karena terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Ma-maksudmu, kau sudah ada disisiku semenjak ayahku memberikan talisman tersebut? Tapi kau tidak ada waktu itu! Aku tidak melihatmu sama sekali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dikarenakan tuanku tidak memanggilku, aku menyembunyikan diri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bersembunyi? Kau bersembunyi? Kau selalu disana, meskipun aku tidak bisa melihatmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y-ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengonfirmasi untuk yang ketiga kalinya, dan Kon hanya menundukan kepalanya, meratakan ekornya lembutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terlihat tegang dan sangat takut, dan Harutora menemukan kembali rasa tenangnya melihat sang gadis terlihat pegal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu…… Aku, aku mengerti. Setidaknya, pertama angkatlah kepalamu, kau terlalu banyak bersujud hingga aku tak tahu apa yang harus kulakukan, dan itu membuat sulit untuk berbicara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera Kon mengangkat kepalanya ketika Harutora memintanya. Wajah kanak-kanak tersebut asih terlihat kaku, dan rasa waspadanya masih tidak berubah, dan telinganya terkadang akan berkedut seolah-olah tak mampu menahan ketegangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Diingat-ingat, Alpha juga bilang kalimat aneh tadi pagi seperti familiarku telah teregister…… Jadi yang dimaksud olehnya adalah kau.”&lt;br /&gt;
Harutora duduk bersila dihadapan Kon, menimang-nimang shikigami yang ada didepannya lagi. Kon pun semakin terlihat tegang dalam tatapan penilaian tuannya, menggerak-gerakan tubuhnya takut dan membalas tatapan Harutora, tangannya masih berada dilantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengabaikan telinga dan ekor sekarang, Kon Terlihat seperti seorang gadis biasa, namun sungguh terlihat lebih dewasa dari seorang gadis – seharusnya, mungkin anak-anak? – yang seumuran. Selain itu, ia tidak terlihat berbeda dengan manusia biasa. Penamipilannya terlihat sedikit terlalu sempurna, namun matanya yang terus terang, kontur lembut yang diberikan pada wajahnya, dan bibir mungilnya yang terlihat ‘biasa’ saja, terlihat seperti seorang gadis mungil ‘biasa’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Dia adalah seorang shikigami? Gadis sekecil ini pun bisa menjadi shikigami?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Natsume disini, mungkin ia akan menjelaskan kepadanya bahwa shikigami terbiasa tampil dengan wujud ‘anak kecil’, namun Harutora yang tidak tahu menahu mengenai hal tersebut benar-benar tidak tahu harus menyikapi gadis kecil tersebut seperti apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ayah memberikanmu kepadaku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon dengan kuat menganggukan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-Aku juga melayani anggota keluarga cabang Tsuchimikado sebelumnya—“ mungkin menyadari bahwa hanya mengangguk tidak menyelesaikan kebingungan yang dialami Harutora, ia membuka mulutnya untuk menambahi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Kapan itu? Mungkinkah itu ayahku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-Ingatan masa laluku sudah tidak ada, namun sungguh bukan hanya satu generasi keluarga cabang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudmu kau melayani keluarga cabang dari generasi ke generasi? Begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sama seperti Yukikaze yang dimiliki keluarga cabang – Harutora menerima penjelasan tersebut. Dengan kata lain, keluarga cabang memiliki shikigami seperti Yukikaze yang melayani keluarga utama, dan ayahnya telah memberikan salah satu shikigami terssebut kepadnya. Dengan begitu, itu tidak aneh jika waktu itu dengan khusus ayahnya membawa-bawa nama ‘Tsuchimikado’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, jadi kau……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memanggil, dan Kon pun dengan segera menangis dalam ketakutan dan keragu-raguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tu-tuan, tolong panggil aku dengan namaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tuan…… A-aku mengerti, lalu bagaimana jika kau tidak memanggilku ‘tuan’, akan lebih baik jika kau memanggilku Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H,H-H-H, Ha, Ha, Haru-t-t-tora……sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kau tidak perlu begitu gugup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, begitu! Aku tak masalah sama sekali, aku tak masalah, jadi tolong jangan tunjukan ekspresi begitu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata bulat Kon mulai berkaca-kaca kembali, dan Harutora dengan segera berbicara untuk menenangkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenanglah sedikit terlebih dahulu! Rileks! Tarik napas! Oke?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora melakukan sebisa mungkin untuk meyakinkannya. Kon pun menegakkan punggungnya dan membuka mulut kecilnya untu menarik napas sesuai perkataanya. Sifatnya sangat simpel, namun sangat menyusahkan untuk mencari tahu bagaimana ia harus bersikap padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Namun…… ini juga jauh dari ekspetasinya. Ia merasa ini seperti sebuah hubungan antara anak kecil dan walinya daripada shikigami dan tuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Intinya, gadis itu jauh dari ekspetasinya dan bukanlah sebuah shikigami yang bisa dibanggakan oleh pemiliknya kepada orang lain. Ia pasti tidakakn berguna banyak dipertarungan, dan sebaliknya, ia mungkin malah harus melindunginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, masalah utamanya adalah penampilan luarnya. Lagi pula, jika ia membawa gadis kecil ini kemana pun ia pergi, akan ada kemungkinan besar bahwa hal itu akan menimbulkan kekeliruan yang tidak perlu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Ayah sialan itu……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia awalnya percaya bahwa ayahnya akhirnya telah memberikannya selamat karena anaknya dengan serius akan meninggalakan rumah, namun ia pasti tertawa dengan keras dibelakangnya sekarang. Harutora benar-benar bodoh untuk merasa senang dengan ekspetasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, tunggu, Mungkin saja ekspektasinya terhadap Kon salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shikigami tidak bisa dinilai dari penampilan luarnya saja, dan meskipun penampilan luar yang kuat itu bagus, kekuataan sesungguhnyalah yang lebih penting. Tidak menutup kemungkinan shikigami yang kuat sebenarnya bersembunyi dari penampilan gadis kecil tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, bagaimana jika begini. Kon, aku ingin bertanya terlebih dahulu padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon dengan segera kembali menjadi serius ketika Harutora mulai berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama…… Benar, shikigami macam apa dirimu? Tak apa jika kau hanya mengatakan tipemu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya pertanyaan yang menurutnya pertanyaan paling dasar, namun yang hanya dilihatnya adalah wajah bingung dan ekspresi kaku seolah-olah ia bertanya pertanyaan yang tidak dimengerti olehnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Kau tak tahu shikigami tipe apa dirimu? Benar, bukankah kau bilang kau adalah pembantu? Mungkinkah kau adalah shikigami pelindung yang seperti Touji katakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, aku melayani sebagai pembantu Harutora-sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah begitu? Uh…… apa lagi yang dikatakannya? Dengan kata lain, kau tipe buatan manusia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bu-buatan manusia……?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah ceria Kon dengan segera tertutup bayangan. Bulir keringat muncul diwajah muramnya seolah-olah ia percaya bahwa tak ada jawaban sama sekali terhadap dosa yang tidak bisa dimaafkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Kau tak tahu juga? ……Ah, aku tahu, kau melayani beberapa generasi keluarga cabang, jadi mungkinkah kau shikigami kuno jauh sebelum General style ada? Uh, kau tak mengingat masa lalumu, bukan? Tapi setidaknya itu lebih baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingat bahwa Yukikaze juga merupakan shikigami kuno yang didesain sebagai shikigami buatan manusia tingkat tinggi oleh General style, jadi ada kemungkinan bahwa Kon juga setipe dengan Yukikaze.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terserah, ini tak akan berguna untuk lanjut  bertanya, dikarenakan kau juga tidak tahu, jadi aku akan berganti ke topik yang berbeda. Apa gerakan spesialmu? Apa saja yang bisa kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Iya, maafkan aku karena aku lamban, namun gerakan terbaikku adalah teknik bersembunyi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, gerakan bersembunyi, biarkan aku melihatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Se-sesuai perintahmu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, figur Kon pun mengabur dan dengan segera menghilang. Walaupun itu permintaanya sendiri, Harutora masih sangat terkejut melihatnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwah! Kau menghilang! Hebat, aku tak bisa dimana kau berada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun merentangkan tangannya, namun lengannya melewati posisi dimana Kon berada tanpa gangguan sama sekali. Terlihat seperti ia telah bergerak degan instan ke tempat lain dibandingkan dengan menyembunyikan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kon? Apa kau disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh, aku mendengar suaramu! Hebat, kau tidak hanya membuat tubuhmu tidak terlihat, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-Meskipun itu dapat dilakukan, sebenarnya aku hanya meninggalkan tubuhku yang sebenarnya dan menghapus keberadaanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-Meninggalkan tubuhmu? Apa maksudnya itu? Apakah seperti hantu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, aku dalam wujud rohku…… dan bergabung dengan aura disekitar. N-Namun, jika aku berbicara seperti ini, aura disekitar pasti akan berfluktuasi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana Harutora mendengar pemaparan Kon, ia melihat ke arah sumber suara dan melihat sesuatu seperti aura yang mengabur. Tetapi ia tidak melihatnya dengan penglihatan biasanya, melainkan ‘melihat’ aura tersebut dengan kemampuan melihat auranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, jika Kon tidak berbicara, ia tidak akan menyadarinya walaupun dengan kemampuan meihat aura. Jadi ini gerakan bersembunyi yang dimaksud – dengan gembira Harutora menganggukan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, itu bagus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon dengan segera muncul kembali ketika Harutora berbicara. Meskipun Kon tepat berada didepannya, ia hanya ‘tepat berada disana ketika ia menyadarinya’ seperti sebelumnya, muncul dengan tanpa suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm…… Itu terlihat luar biasa, Kon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Te, Te-Te-Terima kasih atas pujiannya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terlalu merendah, gerakan tersebut sungguh luar biasa, aku mengaguminya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-I-Itu biasa saja……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon menundukan wajahnya dengan rona merah dipipinya, ekornya dengan konstan bergerak maju mundur. Ia terlihat malu, dan ekspresinya saat ini terlihat manis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa lagi? Apa kau memiliki gerakan lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-Mengambang diudara……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh, hebatnya! Terlihat seperti sihir! Apa lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-Memanipulasi api……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwah, bo-bola api! Panas! Bola sungguhan! Hebat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon mengambang kurang lebih sekitar lima puluh centimeter diudara sambil berlutut, dan bola api berukuran segenggam tangan muncul diatas kepalanya. Bola api tersebut bertambah dua, jadi bola api yang ada total ada tiga mengambang diruang kamarnya. Bola api tersebut terlihat seperti roh yang berkeliaran, tetapi panas yang diberikan oleh bola api tersebut adalah sungguhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Sangat kuat! Shikigami ini sangatlah hebat!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun ia telah meragukannya sebelumnya, ia dapat bersembunyi, peningkatan, dan menunjukan gerakan sebagaimana shikigami semestinya, simpel namun mudah. Bola api juga – abaikan kekuatannya – bola itu jelas memberikan intimidasi, dan Harutora pun sangat puas mengetahuinya. Ekornya pun bergerak aktif sebagaimana tubuhnya bergeliat senang, tak mampu menyembunyikan rasa senangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Luar biasa, Kon! Apa kau memiliki kemampuan lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Huh? Lain……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon pun membenamkan wajahnya, bola-bola api menghilang, dan Kon pun juga berhenti mengambang diudara. “…Huh?” Wajahnya pun memucat didepan Harutora yang tak tahu menahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, cahaya aneh pun mengilat dari mata birunya seolah-olah tiba-tiba memikirkan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera ia mengubah postur duduknya, menaruh satu kaki didepan sebagaimana tangannya dengan cepat bersamaan menuju balik punggungnya. &lt;br /&gt;
Sesuatu berkilau – sebagaimana Harutora berpikiran demikian, wakizashi yang ia pegang dengan erat dengan segera berada tepat diujung hidungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ji, J-J-Jika Harutora-san perintah, aku tidak akan ragu untuk mengorbankan nyawaku! Mu-Musuh Harutora-sama harus dimusnahkan dengan ‘Kachiwari’ kesayanganku……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapannya galak, dan pedang wakizashi itu mengilat didepan matanya, membuat wajah Harutora menegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Be-begitu, baiklah, Kon. Aku mengerti, aku sudah mengerti, jadi tolong taruh benda itu kembali……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon panik dan dengan segera menaruh kembali wakizashinya sesuai permintaan Harutora. Sepertinya sarung wakizashi tersebut ada didalam ikat pinggangnya. Setelah menaruhnya kembali, ia dengan segera kembali berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Ini tidak baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ba-baiklah, Kon, itu…… K-Kachiwari? Nama yang menakutkan...... Bagaimanapun, jangan mengeluarkan pisau tersebut tanpa seizinku. Mengerti? Kau tidak boleh mengeluarkannya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-Tapi, Harutora-sama, sebagai penjagamu, sudah menjadi tanggung jawabku untuk memastikan keamananmu, jika hal tak terduga—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walaupun jika aku mengalami hal tak terduga, kau masih harus mengonfirmasikannya kepadaku terlebih dahuu! Mengerti?”&lt;br /&gt;
Harutora menyela, dan Kon akhirnya menganggukan kepalanya dengan enggan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Shikigami kecil yang akan mampu mengeluarkan pisaunya tanpa peringatan, biarkan aku rehat sejenak……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia tak yakin kapan shikigami ini dibuat, sepertinya ia harus dengan segera membenarkan cara bicaranya yang terdengar kuno,karena mungkin akan ada suatu hari dimana hal itu akan menunjukan hal berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Jika gadis ini dalam masalah, seluruh tanggung jawab akan jatuh kepadanya, bukan? Bercanda, aku tak bisa mengurusi ini sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merasa kepalanya sakit. Ini bukanlah waktunya untuk berencena untuk menggunakan shikigami agar bisa menaikkan imagenya. Semuanya adalah salah ketidaakberuntungannya, komplain Harutora dalam hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga lalu – ‘Aku selalu berpikir kau bodoh, tapi aku tidak mengira kau akan sebodoh itu hingga kau tidak tahu apa-apa!’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ugh……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapan Natsume pun terngiang dipikirannya, dan Harutora dengan segera menghentikan dirinya yang bersikap sok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…I-Idiot! Bagaimana aku bisa memiliki sikap arogan seperti ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, anak ini jauh memiliki banyak alasan untuk komplain dibandingkan dirinya. Pada akhirnya, ia hanya orang luar yang memiliki nama ‘Tsuchimikado’, yang dimana nilainya tertinggal jauh dan tak dapat mengikuti alur belajar yang ada. Shikigami dengan tuan yang seperti ini yang mendapat keberuntungan buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon sepertinya percaya bahwa Harutora sedang memarahinya, dan kepalanya pun ditundukan dalam diam, dengan telinga yang ada dikepalanya yang terkulai karena depresi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, mungkinkah Kon bersikap seperti ini karena ia merasa telah membuat kesalahan? Mungkin ia percaya bahwa dikarenakan Harutora adalah Tsuchimikado, ia pasti adalah seseorang yang ‘hebat’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Kon, untuk menghindari kesalahpahaman, biar kujelaskan terlebih dahulu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, uh, iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Harutora serius, dan Kon dengan segera menegakkan punggungnya ketika mendengarnya mengeluarkan suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terbatuk-batuk canggung, membasahi tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“De-Dengar Kon, aku akan mengatakannya terus terang, walaupun aku seorang Tsuchimikado, aku tidak seperti Onmyouji hebat yang kau layani sebelumnya. Sejujurnya, aku bahkan tak yakin aku bisa menggunakan kekuatannku sepenuhnya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia berkata seperti itu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata kon tiba-tiba melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keputusasaan yang tak berujung pun terpancar dari mata birunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma, m-m-m-m-m-maksudmu aku tak dibutuhkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya penuh dengan air mata dan tubuh kecilnya pun gemetar dengan sangat, “Tu-Tunggu!” dengan panik Harutora berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak! Kau salah paham! Aku tidak berkata tentang membutuhkanmu atau tidak, ini tidak ada hubungannya dengan hal tersebut, itu bukanlah yang kumaksud…… aku ingin supaya kau tidak terlalu berpikir tinggi tentangku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Kon yang berkaca-kaca pun melebar, terlihat seperti ia tidak mengerti apa yang dimaksud Harutora sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, uh…… aku masih seorang murid – sesuatu seperti Onmyouji trainee dan nilaiku jelek, hampir dilevel bahwa aku benar-benar orang luar, dan aku tidaklah hebat, jadi kau tidak harus terlalu hormat kepadaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berkata banyak bahkan hingga ia merasa malu, namun itulah kenyataannya, ia tak berdaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon mendengar penjelasan Harutora dengan mulut yang tertutup rapat dan keterkejutan yang mewarnai wajahnya. Itu membuatnya mengingat reaksi para guru dan murid tadi, dan ia pun tak mampu untuk tidak menolehkan wajahnya, malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Kon tegas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbicara lancar dan dengan kepercayaan diri dalam suaranya, kebalikan dari sebelumnya. Namun, setelah Harutora menoleh kembali dengan terkejut, ketegasan yang ada pada wajahnya menghilang dan kembali menjadi dirinya yang malu-malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, ia berusaha semampunya untuk menyampaikan pendapatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A, A-Aku menjaga Harutora-sama seharian ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, itu berarti bahwa ia telah melihat semua penampilan bodoh Harutora di Onmyou Akademi tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“La-lalu kau seharusnya tahu benar bahwa aku tidak mengerti apapun sama sekali, bukan? Lalu kenapa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena a-aku adalah shikigami Harutora-sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya alasan itu? Kau sangatlah hormat kepadaku hanya dengan alasan &lt;br /&gt;
tersebut?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya dengan tidak percaya. Kon menunjukan tatapan bingung dan menatapnya ketika mendengarnya berucap seperti itu, seolah-olah itu adalah hal paling wajar. Jika hal itu adalah memang hal yang paling wajar…… Sebagai shikigami Natsume, Harutora pun merasa putus asa membayangkan dunia macam apa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-apa aku merepotkan Harutora-sama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak…… bukan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menjawab acuh tak acuh. Sebenarnya, ia merasa bahwa Kon terlalu meninggikan dirinya, jadi ia merasa sedikit gelisah.&lt;br /&gt;
…Tapi……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataaan Kon menggerakkan hati Harutora setelah seharian penuh mengalami penderitaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dipikir baik-baik, akan menjadi tragedi betul jika shikigaminya menunjukan sikap hina padanya. Sikap Kon tidak akan sekaku itu jika secara perlahan mereka saling mengenal. Secara acak mengayunkan wakizashi tersebut memang masalah yang merepotkan, namun tak ada alasan untuk mengubah pendiriannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, dikarenakan Kon sudah pasti sangat patuh kepada tuannya, ia harus berusaha semampunya untuk menjawab ekspetasinya dan menjadi Onmyouji yang pantas menerima hormatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku mengerti, mulai hari ini kau akan menjadi shikigamiku dan aku akan menjadi tuanmu, walaupun aku adalah tuan yang tak pantas. Mohon bantuannya, Kon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dalam diam telah memutuskan, berkata demikian pada Kon sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pipi Kon merona dan matanya berkaca-kaca untuk sesaat. Dengan segera ia menundukkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A, A-a-aku tidak layak, mohon instruksinya—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sikap dan perkataannya sangat sopan, ekornya pun bergerak-gerak senang seperti anak kecil. Meskipun sebenarnya ia merasa sedikit menyesal, Harutora tak lagi menghiraukannnya ketika melihat Kon yang saat ini begitu senangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Aku memiliki shikigami sekarang. Harutora mencerna kembali fakta tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Baiklah! Lalu, Kon, kau seharian penuh bersamaku, jadi kau mengerti benar bukan orang macam apa aku ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-h-harutora-sama berpikiran luas, bahkan seseorang sepertiku dapat me—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenang, kau tak perlu terburu-buru untuk menjawab, aku hanya bermaksud untuk lanjut bertanya, seperti…… Benar, apakah ada arti khusus dengan telinga dan ekormu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menyembunyikan senyum jailnya, bertanya dengan nada selembut mungkin. Dengan pertanyaan tersebut, Telinga dan ekor Kon dengan segera berdiri dan terlihat waspada seperti terkena serangan kejutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-arti…… aku adalah keturunan roh rubah, jadi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh, kau seekor rubah? Mungkinkah kau rubah magis – tidak, mungkin seekor kitsune?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora awalnya berpikir bahwa kedua hal itu aalah telinga dan ekor anjing. Setelah mendengar pertanyaan tersebut, Kon mengangguk. Jika begitu, lalu bola api yang dimunculkan oleh Kon tadi bisa saja disebut sebagai ‘api rubah’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji telah menjelaskan bahwa standar shikigami buatan adalah mampu memiliki kekuatan sihir eksternal. ‘Kekuatan sihir eksternal’ tersebut dalam hal ini adalah ‘roh rubah’ milik Kon, dengan kata lain, Kon adalah shikigami yang dibentuk berasal dari roh rubah. Walaupun begitu, Harutora sebenarnya tidak mengerti tentang apa itu roh rubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun hanya ber-ohh ria dengan sedikit rasa penasaran, sedikit memajukan dirinya untuk melihat lebih jelas telinga Kon. Mungkin Kon merasa sedikit malu dengan tatapan Harutora, sebagaimana pipinya yang memerah dan ia yang menolehkan wajahnya ke samping…… Namun telinganya malah semakin bergerak-gerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Bisakah aku menyentuhnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hya!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, jika kau keberatan, aku tak akan memaksa—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-t-tidak, bukan begitu, sentuhlah jika kau ingin……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun perlahan memajukan kepalanya dan Harutora merentangkan tangannya sambil “Maaf”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama ia merasakan telinga Kon diantara jari-jarinya. Kon gemetar seperti dialiri listrik ketika ia menyentuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh, lembutnya – Haha, bahkan bergerak, benar-benar seperti anak anjing…… Ahah, baiklah, baiklah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bolehkah aku menyentuh ekormu juga?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Te-tentu saja……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon terlalu malu untuk melihat Harutora ketika ia berbicara, memiringkan punggungnya kepada Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ekornya pun terasa lebih lembut dibandingkan telinganya, dan Harutora berpikir lembut sekali, sambil “Ohh!” ria, senang. Ia sebenarnya cukup menyukai binatang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terasa sangat begitu enak, bebas dan lembut…… Oh, ini bergerak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……A-a-aku merasa sangat terhormat bahwa dirimu…… menyukainya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, ini sangat lembut. Dengan catatan, aku tak pernah memegang rubah sebelumnya, jadi ini bagaimana ekornya terlihat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terus mengelus ekor rubahnya, membuat Kon sering kaget tersentak pada setiap elusannya dan rileks kembali. Ia berusaha keras untuk menahannya tanpa berani untuk berbicara, bahkan telinganya bergerak semakin cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, maaf, apa terasa gatal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-t-t-tolong jangan khawatir……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisakah kau menggerakan ekormu sesuai keinginanmu? Sebenarnya, bagaimana ekormu bisa bergerak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ba-bagaimana—!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya dengan santai, namun untuk suatu alasan Kon sedikit meninggikan suaranya tidak karuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, ia membulatkan tekad dan berdiri dengan diam, mulutnya rapat dan kulit putihnya pun merona hingga lehernya. Lalu, dengan punggungnya yang menghadap Harutora, ia perlahan melepas tali yang ada dipinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Se-se-se-se-, Seperti ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapnya dan dengan tiba-tiba menurunkan hakamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekor yang secara konstan gemetar dan pantat putihnya pun berada didepan Harutora—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa, Harutora! Aku berkunjung ke perpustakaan saat mau pulang sebagai pencegahan, dan menyadari bahwa, buku yang aku suruh kau baca masih ada—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume dengan kasar membuka pintu kamar Harutora tanpa mengetuk, tangannya membawa tumpukan buku. Teriakan marah pun terdengar sebagaimana ia berjalan memasuki ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu berhenti, semuanya terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon meratap tanpa bersuara, dengan segera menaikan hakamanya, berusaha untuk tidak terjatuh. Harutora dengan cepat membantu Kon ketika ia terjatuh dalam pelukannya – dan hasilnya keduanya berpelukan satu sama lain sebagaimana hakama Kon jatuh ke lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tumpukan buku yang dibawa Natsume satu persatu jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon telah membeku, namun Harutora mengambil hakama yang terjatuh dengan kecepatan yang sangat, menaikan hakama seperti ia sedang membantu anak kecil untuk memakaikan celananya dan mengikat talinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menarik napas, dalam, dan baru saja ingin membuka muutnya, ketika—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……………...Harutora?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh—“&lt;br /&gt;
“………………Apa yang kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau salah paham—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini pertama kalinya Harutora mendengar Natsume dengan suara seperti itu semenjak ia lahir, dan suara ketika ia menjawab terdengar seperti bukan suaranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, begini, tenanglah dan dengar penjelasanku, oke? Kau salah paham, dia Kon, jangan lihat dia seperti anak kecil, dia sebenarnya adalah rubah. Terlebih lagi, dia adalah shikigami, bukan manusia. Lihat ekor dan telinganya sebagai buktinya. Jadi kau salah, ini tidak seperti yang kau pikirkan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mengerutkan keningnya, matanya dengan ganas memberikan kesan berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diwaktu yang bersamaan, Harutora seperti melihat beberapa jimat sihir yang muncul ditangannya, dan walaupun ia merasa ingin tahu bagaimana ia mengeluarkan jimat tersebut, perhatiannya lebih tertuju dengan kata ‘bahaya’ yang tertera jelas didalamnya. Harutora yang berusaha meluruskan kesalahpahaman pun semakin diam dan diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………Mesum.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………Mati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Na-natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya terlihat seolah-olah telah mengembang – ini apa yang ia lihat dengan kemampuan melihat rohnya, tak mungkin salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mati kau, mesum! Order!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Ketika aku sampai, jantungmu sudah berhenti berdetak.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji dari ruang sebelah memberitahukan Harutora setelahnya. Tentu saja, hal itu hanya sebuah candaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 4===&lt;br /&gt;
===Bagian 5===&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_2&amp;diff=514764</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 2</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_2&amp;diff=514764"/>
		<updated>2017-03-08T15:33:09Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Bagian 3 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 2 – Telinga dan Ekor==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora, karena kau tidak bersalah, kau tak perlu mengkhawatirkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana bisa aku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas pagi telah selesai, dengan Harutors yang masih membawa perasaan bersalah setelah kejadian perkenalan yang kacau balau. Pundaknya terasa berat dan capai, seolah-olah pundaknya adalah batu, membuatnya membuatnya terkulai di meja ruang kelas kelelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang adalah jam istirahat. Banyak murid – termasuk Kyouko – pergi meninggalkan kelas, untuk mencari makan. Tentu saja, tak ada yang berani berbicara dengan Harutora, yang telah membuat keributan tepat setelah ia memasuki kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecuali satu orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haaaah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji tersenyum, terang-terangan. Menganggap dirinya sebagai setengah orang luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menjadi bahan pembicaraan tepat ketika kau masuk, sungguh sempurna, Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Sempurna’ apa yang kau maksud, semuanya sudah selesai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan itu, menunjukan tampilan sebuah kekuasaan di awal untuk mengukur reaksi semua orang menunjukan sebagai seseorang yang mencari orang-orang kuat, tidak buruk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, beerpikir kau memiliki sikap santai seperti itu... Terlebih, bukan aku yang ‘menampilkan sebuah kekuasaan’.”&lt;br /&gt;
Touji biasanya tak diragukan kembali merupakan orang yang seharusnya lebih menarik perhatian, bukan Harutora, namun kali ini Touji benar-benar tertutupi oleh ‘Pasangan Tsuchimikado’, bahkan berkata: “ Dengan seperti ini akan lebih memudahkanku untuk bergerak, jadi aku setuju.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, Natsume. Apakah murid yang bernama Kyouko itu selalu seperti itu? Dia seperti memiliki kebencian yang mendalam terhadap keluarga Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanya Touji, namun Natsume menggelengkan kepalanya, muram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak…… Dia tak pernah menyerangku seperti itu, tapi terkadang ia menunjukan sedikit perlawanannya kepadaku seperti hari ini. Berkatnya, aku juga jadi sedikit bersemangat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku tidak melihatnya sebagai ‘sedikit’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang tidak membuatmu puas? Harutora, aku akan membicarakannya untukmu. Dengan kata lain, melindungi shikigamiku adalah sesuatu yang wajar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Natsume dengan bangga, dan Harutora pun semakin membenamkan dirinya di meja, sudut-sudut mulutnya pun membentuk senyum terbalik.&lt;br /&gt;
Disisi lain, Touji terduduk di atas meja, termenung dalam pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkinkah kita melakukan sesuatu yang membuatnya marah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tak tahu, aku tak tahu sama sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika kau memanggilnya Kurahashi Kyouko tadi, mungkinkah Kurahashi ‘tersebut’? jika seperti itu, mungkin itu berhubungan dengan hal tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia memang berasal dari keluarga tersebut, namun demikian, aku tak mengerti kenapa. Ayahku pernah bertemu dengan keluarganya, tapi aku hampir tak pernah berkontak dengan keluarga Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Natsume, menunjukan ekspresi malu. Harutora tiba-tiba mengangkat kepalanya ketika mendengar nama ‘Kurahashi’, lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, iya, sensei baru saja menyebutkannya, bukankah itu Kur… Tunggu, Natsume, Touji, bukankah kalian terlalu familiar? Bukankah kemarin pertemuan pertama kalian?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya bingung, dan tubuh Natsume pun sekilas terlihat gemetar mendengar hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Touji pernah satu sekolah sebelumnya, dan keduanya berteman baik sebelum semenjak ayah Harutora merawat Touji. Namun Touji baru pertama kali melihat Natsume ketika ia pergi ke Tokyo bersama Harutora kemarin. Waktu itu, Harutora bahkan baru memberitahukannya kalau Natsume adalah perempuan – lagipula, ia telah sering menyebutkan perempuan yang diajak mainnya saat masih kecil kepada Touji sebelum ia mengetahui tentang tradisi keluarga utama. Namun keduanya tak mengatakan hal apapun selain perkenalan sederhana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, abaikan Touji, kenapa Natsume yang biasanya pemalu sekarang berbicara dengan semangatnya pada Touji?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, itu, begini……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah lembut Natsume berubah menjadi kaku dan kata-katanya pun menjadi berantakan, ia pun menatap tak tentu arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda dengan Touji yang tampak tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidakkah kau tahu, Harutora? Orang-orang tak bisa untuk tak datang berbicara denganku, aku adalah pria yang menawan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Berpikir kau dengan bangganya berbicara seperti itu setelah menjadi seorang preman sebelumnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengangkat kepalanya dari meja, mengerutkan dahinya dengan heran. Touji tersenyum dan menaruh tangannya diatas kepala Harutora, mengacak-acak rambutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, tak perlu kau khawatirkan. Untuk suatu alasan, aku merasa ini bukan pertama kalinya aku bertemu dengan orang ini, itu pasti karena kita sangat akrab. Iyakan, Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, benar! Itu benar, Harutora. Kami akrab! Dan yang kucing kupunya sebelumnya bernama Touji, jadi aku merasa cukup dekat dengannya dan aku tak pernah berpikir kalau Touji adalah orang asing sama sekali!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menunjukan senyum palsu, namun Natsume memaksa dirinya untuk tertawa keras. Harutora merasa seperti sebuah komedi sedang bermain didepannya, dan ia pun semakin mengerutkan keningnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Natsume dan Touji memang belum mengeanal satu sama lain sebelumnnya, jadi ia hanya bisa untuk memercayai klaim mereka. Terlebih penting, sebenarnya ia diam-diam khawatir bahwa ‘Aku takut kalau kedua orang yang berbeda kepribadian ini tidak akan akrab’, namun melihat situasinya saat ini……  ia merasa lega melihat keduanya yang tiba-tiba bisa dalam harmoni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah kau cemburu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei kau…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau dan Natsume sudah lama tak bertemu, tapi kami malah menjadi sangat &lt;br /&gt;
akrab dengan cepatnya, jadi dirimu yang cemburu bukankah—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Baiklah, Aku tahu. Sejujurnya, aku akan merasa bermasalah jika kalian bertengkar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar pertanyaan menggoda Touji, Harutora mau tak mau harus menyerah dengan investigasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun menjadi sangat lelah ketika membayangkan keduanya bertengkar, sehingga kini ia hanya bisa berharap bahwa ke depan nanti tak akan ada masalah yang terlalu menyulitkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menoleh ke arah Natsume, seolah-olah memberikan persetujuannya terhadap apa yang mereka nyatakan: “Jadi, baiklah jika seperti itu. Natsume, kau bisa memercayai Touji. Jika kau memerlukan sesuatu, kau juga bisa berbicara padanya, bukan cuma aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………” Namun Natsume tidak merespon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora yang awalnya ingin bersandar, kebingungan, memiringkan tubuhnya untuk melihat Natsume. Ia menyadari bahwa saat ini Natsume berdiri dengan matanya yang melebar, dan pipinya yang memerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ada apa, Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, tidak apa-apa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah? Mungkinkah kau tidak memercayai Touji?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan begitu…… Hanya saja, mmm…… K-kau tak perlu khawatir…… oke? Touji dan aku tidak terlalu akrab……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bersikap malu-malu dan ia berbicara dengan terbata-bata. Harutora pun hanya bisa mengerutkan dahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau coba katakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“M-maksudku, aku memercayai Touji, tapi…… Yang paling…… mmm…… orang yang paling dekat denganku adalah Harutora, aku janji……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbisik lembut tanpa melihat Harutora, Harutora tidak mengerti maksud dari perkataannya dan menoleh ke arah Touji untuk meminta bantuan, namun Touji hanya menatap ke langit-langit untuk suatu alasan. Harutora, yang terlihat kebingungan seperti sebelumnya, merasa seperti dirinya sedang melihat komedi dagelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“N-ngomong-ngomong!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume dengan segera mengganti topik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua akan berjalan lancar antara aku, Touji, dan Harutora! Jadi – kau tak perlu khawatir dengan murid-murid lainnya, bahkan gadis itu. Selama kau berusaha dan serius, aku percaya dia tidak akan macam-macam. Jika ia berani coba-coba untuk mencari masalah denganmu, aku tak akan membiarkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berbicara seperti itu dengan wajah yang memerah, tiba-tiba Natsume menjadi serius, lalu berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama dan yang lebih utama – kita datang ke Akademi Onmyou agar bisa mandiri sesegera mungkin, dan hanya demi tujuan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan tersebut menunjukan gaya hidup Natsume selama di Akademi Onmyou, dan Harutora tanpa sadar duduk dengan tegak ketika mendengar ucapan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ucapan tersebut, Natsume juga pernah bilang kalau ia tidak perlu takut selama ia menunjukan kekuatannya di Akademi Onmyou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dirinya yang berbicara seperti itu sama saja dengan terang-terangan ia menyatakan bahwa ia tak peduli dengan murid-murid lainnya, dan mengakui bahwa dirinya terisolasi dari kelas, tanpa teman. Hal itu membuktikan perkiraan dan kekhawatiran Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Namun, Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukan hal yang baik. Keadaan Natsume memang cukup kompleks dan sulit dimengerti, namun ia masih tak percaya jika menutup diri adalah jalan keluar terbaik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora mengkhawatirkan bagaimana ia harus membicarakan kekhawatirannya…… “Tsuchimikado-kun – Ah, maksudku Natsume-kun.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang murid berbicara dari depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merupakan seorang murid lelaki berkacamata. Harutora dan yang lainnya pun menoleh secara bersamaan, membuatnya terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh – orang itu disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menunjuk ke arah pintu ruang kelas ketika ia berbicara demikian.&lt;br /&gt;
Seorang lelaki bersetelan jas berdiri di koridor luar kelas. Tubuhnya tinggi dan kurus, dan penampilannya cukup tampan. Ia tersenyum ramah ketika sadar Harutora dan yang lainnya melihatnya, sedikit menganggukkan kepalanya sebagai salam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merasa kebingungan, ketika – “Oh! Aku lupa. Maaf Harutora, aku harus pergi.” Ucap Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh…… Aku, aku sedang menjalani kelas spesial sekarang, jadi aku ada kelas ketika istirahat siang…… Apa kau tahu dimana kantin sekolah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, aku harus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu kalian bisa makan duluan, aku mungkin akan kembali sebelum kelas selanjutnya mulai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata demikian dengan segera ia menuruni tangga, bergegas menuju pintu kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tiba-tiba ia berhenti, dengan cepat berbalik menghampiri mereka dan sedikit mendekatkan dirinya ke meja yang mereka tempati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora, Touji, mari lakukan yang terbaik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ah, okay.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Touji merespon bergantian terhadap tatapan yang dipancarkan oleh mata jernihnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tertawa riang seperti anak kecil, membalikkan dirinya seperti seolah-olah ia sedang menari dan akhirnya pergi meninggalkan ruang kelas. Ia berbicara beberapa kata pada laki-laki yang menunggunya di koridor dan dengan segera menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kepergian Natsume yang tiba-tiba, sekujur tubuh Harutora pun merenggang, namun Touji berkata dengan kecut: “Ia sangat gembira.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gembira…… huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menatap ke arah koridor tempat Natsume pergi dengan tatapan kompleks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkin karena dia menggunakan seragam laki-laki, kepribadiannya berubah. Bagaimana aku harus mengatakannya…… ia terasa lebih kekanakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun, yang aneh adalah aku tak merasa kaget sama sekali, melainkan rasanya seperti aku sudah terbiasa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tidak heran.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji berbicara pelan dengan seringai terpampang ketika mendengar Harutora bergumam, tatapannya jelas menunjukan ‘jadi mereka berdua selama ini sama’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi…… Bukankah guru yang datang menjemput Natsume juga seorang guru disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau ingin tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitulah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin dia adalah pacarnya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-hal bodoh apa yang kau bicarakan, Natsume berpura-pura menjadi laki-laki disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terus kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa yang kau maksud!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, Harutora berasal dari daerah pedesaan, dan ketika Touji yang besar di Tokyo berkata seperti itu, ia hampir percaya bahwa ‘hal semacam itu’ tidak aneh di tempat ini. Teman baiknya pun tersenyum melihat Harutora yang terlihat panik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimanapun, Natsume pergi di saat yang tepat. Aku memiliki kesempatan untuk memulai penyelidikan rahasia setelah kejadian tadi pagi – tunggu aku disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora menanyakan hal tersebut, Touji telah memasukkan tangannya ke dalam saku celananya, dengan santai berjalan pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu – “Yo, terima kasih yang tadi.” Ia berbicara dengan ramah pada salah satu murid yang berada dibelakang kelas, murid laki-laki yang baru saja memberitahukan Natsume bahwa ada orang yang mencarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya ia berada dalam kelompok yang membawa bekal ke sekolah, dan ia sedang duduk, dan membuka bekalnya ketika Touji menghampirinya. Matanya melebar ketika murid pindahan – yang telah menjadi pusat perhatian – memanggilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau mengingat namaku? Aku Ato Touji, senang bertemu denganmu. Bagaimana denganmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, ya, aku Momoe, Momoe Tenma…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenma, nama yang cukup mudah diingat. kau bisa memanggilku Touji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, oke, kalau begitu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bisa melihat bahkan dari jauh bahwa Tenma terlihat cukup gugup. Ia memastikan dirinya terlihat sopan ketika berbicara, walaupun Touji terlalu dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya cukup mungil dan terlihat langsing, dengan gaya rambut yang umum dan konservatif. Wajahnya yang mengenakan kacamata menunjukan dirinya yang masih terlihat seperti murid sekolah menengah pertama, sekilas ia terlihat kanak-kanak, namun juga terlihat ramah karena hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Jadi ini penyelidikan yang dimaksud olehnya……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji sepertinya berencana mengambil kesempatan pada tidak adanya Natsume untuk mendengar beberapa informasi dari murid-murid lainnya. &lt;br /&gt;
Namun, dimata Harutora yang melihatnya dari jauh, mereka terlihat seperti seorang murid nakal yang sedang menindas murid suruhannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji kemudian memberitahukan tiga alasan kenapa ia memilih Tenma sebagai objek sumber informasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, Tenma telah bersedia memberitahukan Natsume bahwa ada orang yang mencarinya, yang menunjukan ia tidak memiliki maksud buruk apapun terhadap Natsume, dan juga membuktikan bahwa ia adalah orang yang dengan jujur akan melakukan sesuatu jika diminta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, ia baru saja sedang membuka bekalnya, atau dengan kata lain ia tidak memiliki alasan yang tepat untuk pergi, jadi akan susah untuknya kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, ia terlihat mudah untuk ‘dikelabui‘.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun Harutora merasa bodoh ketika mendengarnya, Touji telah mengobservasi reaksi yang diberikan oleh murid-murid yang ada dikelas ketika Natsume dan Kyouko bertengkar ketika perkenalan tadi, mencari kandidat untuknya mengumpulkan informasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kau baru saja ingin memakan bekalmu? Bisakah kuminta waktunya sebentar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji telah mengantisipasi respon Tenma terlebih dahulu – sebenarnya, ia bertanya dengan sikap yang aneh. Ia berkata ia tidak ingin mengganggunya, namun ia tersenyum menunjuk bangku kosong yang ada disisi Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang diduga Touji, Tenma benar-benar menunjukan senyum naturalnya, menjawab: “Silakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus. Aku baru disini jadi aku tidak familiar sama sekali dengan tempat ini. Bisakah aku bertanya beberapa hal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-begitu. Silakan, jika kau tak keberatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terma kasih banyak. Ah, jangan khawatirkan aku, silakan lanjutkan makanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang menakutkan dari Touji adalah ia memang dulunya adalah murid nakal namun sikapnya sangatlah licin. Sebenarnya, ketika di tahun pertamanya masa sekolah menengah atas, Harutora melihat banyak gadis-gadis yang telah tertipu oleh perbedaan antara penampilan luar yang menyeramkan dan sikap baiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akademi Onmyou benar-benar tempat yang menakjubkan, bukan hanya fasilitasnya saja yang baru, bahkan terdapat sepasang komainu didepan pintu masuk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudmu Alpha dan Omega, huh. Setelah kau terbiasa, kau akan menganggap kedua shikigami tersebut cukup menarik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shikigami, huh. Tentu saja, aku tak tahu bagaimana menggunakan shikigami, tapi mungkinkah kau sudah bisa menggunakannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, aku, aku kurang lebih bisa menggunakan shikigami buatan…… Pada akhirnya pengendalian tatap muka dengan shikigami saat ini cukup baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma sedikit gugup, namun ia masih berbicara dengan Touji. Walaupun Touji telah mengganggu makan siangnya, ia tidak memberengut, jadi kepribadiannya memang baik seperti penampilannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji dengan diam melambai-lambaikan tangannya ke Harutora selagi berbicara dengan Tenma, mungkin menjelaskan ‘kita bisa mendekati orang ini’. Harutora berdiri dengan enggan, berjalan menuju tempat duduk Touji dan Tenma. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Boleh aku bergabung?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh, ah—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kau tak perlu begitu takut. Aku tak tahu bagaimana sebenarnya Natsume, tapi kami tidak berbahaya. Dikarenakan ada dua Tsuchimikado di kelas, kau bisa memanggilku Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tak menyangka bahwa dirinya terlihat lebih menakutkan dibandingkan Touji. Ia tak ingin menghiraukannya, yang kemudian ia memilih untuk duduk didepan Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang ini juga dalam masalah. Dia memang seorang Tsuchimikado, tapi dia dari keluarga cabang dan juga tak mengetahui apapun tentang Onmyoudou. Dan dia dan aku sekolah di sekolah menengah atas biasa sampai musim panas kemarin. Alasan kenapa kami bisa memasuki Akademi Onmyou sebenarnya tak begitu hebat. Apa kau mengetahui keributan besar Onmyouji akhir-akhir ini? Sebenarnya kami terlibat dengan masalah tersebut.” Ucap Touji sambil menyeringai kepada Tenma yang gugup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Touji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dengan segera menyela, namun Touji hanya menjawab: “Tak apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya, Onmyouji yang menyebabkan insiden tersebut berhubungan dengan para petinggi Agensi Onmyou, bagian tersebut bahkan tidak diberitahukan media, dan kami dua orang biasa berakhir dengan terlibat dengan ‘insiden’ tersebut – begitulah yang terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang kau maksud insiden tersebut? Jadi begitu ceritanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma menunjukan keterkejutannya. Sepertinya ia memang telah mendengar perihal insiden musim panas tersebut. Dikarenakan hal tersebut telah menjadi berita nasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menganggukan kepalanya, membenarkan, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nama Tsuchimikado pun menjadi terkenal, dan ia pun mau tak mau harus menahan tekanan yang diberikan olehnya dari yang lain – namun ia tak menyangka kritik publik yang baru saja dia alami, jadi dia putus asa sepanjang pagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimatnya terdengar meremehkan, namun ia menyentuh dagunya ke arah Harutora dengan kasihan. Kata-katanya tidak salah sama sekali, namun retorikanya cukup pintar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Tenma pun melebar mendengar penjelasan tersebut. “Jadi begitu.” Menerima perkataan Touji bahkan terlihat rasa simpati yang muncul dalam tatapannya ketika melihat Harutora. Harutora bersyukur, namun ia meresa Touji terlalu membesar-besarkan, jadi ia pun mau tak mau sedikit ragu-ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji mengangkat bahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun mungkin memang inilah yang kami inginkan, dan aku pun memutuskan untuk menjadi Onmyouji karenanya, namun…… Seperti yang dikatakan Touji, aku memang sedikit dalam masalah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu, sangat disayangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma pun menunjukan senyum ramah ketika ia berbicara. Ia memiliki wajah yang manis, dan Harutora pun akhirnya bisa merasa bahwa saat ini ia sedang berbicara dengan ‘teman kelas’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jadi, kami ingin bertanya sedikit tentang ‘keadaan kelas’, tidak apa-apa jika kau merespon dengan hanya yang kau tahu – murid perempuan tadi pagi, dia dipanggil ‘Kurahashi’ jika aku tidak salah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji memajukan dirinya, seolah-olah sedang berbicara tepat pada telinganya dan langsung ke inti masalah, mungkin menurutnya ini merupakan kesempatan yang tepat. Tenma pun menggumamkan “Ah”, dengan cepat mengerti maksud perkataan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, dia adalah putri dari keluarga Kurahashi. Tapi dia bukanlah gadis yang angkuh, bahkan dia berbicara denganku dengan sikap yang ramah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tapi dia sangat kasar tadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, dia terlihat seperti itu ketika Natsume-kun terlibat…… Sepertinya ia menganggapnya sebagai rival.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum ramah Tenma berubah menjadi sedikit getir. Sepertinya reaksi kyouko pagi tadi tidak mewakili pendapat umum kelas, namun hanya dendam pribadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, bukan itu yang dikhawatirkan oleh Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, benar, berbicara tentang ‘Kurahashi’, aku ingin bertanya sekarang, apa yang membuat keluarga Kurahashi terlihat begitu penting? Apa mereka terkenal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar pertanyaan tersebut, Tenma menunjukan reaksi yang sama seperti Ohtomo sebelumnya, matanya melebar dengan sangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau lihat, dia tidak familiar dengan hal ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera Touji menjawab, dan mulai menjelaskannya kepada Harutora:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Keluarga Kurahashi sama dengan Keluarga Tsuchimikado, mereka adalah keluarga terkenal di Onmyoudou. Keluarga Kurahashi menjadi sorot utama semenjak turunnya keluarga Tsuchimikado. Kau mendengar nama kepala sekolah, bukan? Kurahashi Miyo, nenek tua itu adalah kepala keluarga dari keluarga Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terkenal? Jadi itu kenapa sensei bilang kalau dia adalah ‘figur dibalik layar’, huh…… La-lalu Kyouko juga?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, ia juga berasal dari keluarga Kurahashi, dan bukan hanya itu, dia juga adalah cucu dari kepala sekolah Kurahashi. Terlebih lagi, pimpinan Agensi Onmyou saat ini adalah anak kepala sekolah, yang juga adalah ayahnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjelasan tambahan dari Tenma pun membuat Harutora terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu sangat luar biasa! Ayahku hanyalah seorang doctor Onmyou daerah pinggiran, dan ayah Natsume…… Aku lupa apa yang dia lakukan, namun kupastikan ia bukanlah pegawai pemerintah yang penting. Itu gila! Sungguh keluarga yang luar biasa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah aku juga bilang seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Touji dingin terhadap Harutora yang terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun terlepas dari kehebatannya saat ini, keluarga Tsuchimikado memegang sejarah dan silsilah, dan itulah mengapa Kurahashi-san dalam satu pihak berseteru dengan Natsume-kun – itulah mungkin yang dipercayai semuanya, namun tak berani berucap.” Tenma tersenyum ringan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepihak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu…… Kau bisa mengetahuinya dengan hanya melihat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Tenma, meringis. Orang-orang akan memercayainya ketika melihat sikap dingin Natsume dibandingkan aksi marah Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun itu tak heran ia begitu peduli, karena mereka berdua memanglah dua murid terbaik di kelas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkinkah Kyouko juga sama seperti Natsume, dan mendapat latihan dasar Onmyoudou sejak dia kecil?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak akan aneh jika ia memang mendapatkan latihan tersebut, karena ia adalah putri dari keluarga Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Kyouko adalah Onmyouji yang kuat. Harutora dalam diam mewanti-wanti dirinya bahwa walau ia ditantang, ia pasti tidak akan merasa marah dan dengan segera menyetujuinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun kelas tahun pertama hanya fokus kepada pelajaran, jadi tak ada yang benar-benar yakin dengan kekuatan mereka, hanya saja mereka tampil dengan sempurna pada latihan praktik yang jarang diadakan, dan sepertinya hanya mereka berdua di angkatan ini yang memiliki shikigami tipe pelindung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jelas Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa maksudnya tipe pelindung?” Pertanyaan Harutora mengejutkan Tenma kembali – “Diamlah.” Touji menutup mulutnya mendengar mendengar hal itu, melihat Touji dan Harutora yang bersikap tidak sopan, Tenma tertawa, tanpa sadar sedikit merasa lega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun aku benar-benar terkejut tadi pagi, dan bukan hanya aku. Semuanya tadi pasti merasa terkejut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa? Bukankah mereka memang seperti minyak dan air?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, Kurahashi-san memang sering memprovokasi Natsume-kun, tapi &lt;br /&gt;
Natsume jarang membalasnya seperti itu, itu benar-benar tak seperti dirinya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Tenma sadar bahwa keduanya dekat dengan Natsume dan memberikan tatapan bertanya. Touji menyadarinya dan berkata “Jangan khawatir, bicaralah.” Lagi, ia memberikan tatapan meminta maaf, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia – Natsume-kun biasanya sangat tenang, dan mungkin tak baik mengatakan ini, namun dia sepertinya tidak peduli dengan apapun yang ada disekitarnya. Dan dia selalu memberikan kesan pada semuanya seperti orang yang mendengar dalam diam – bagaimana aku harus mengatakannya? Sungguh tak disangka darinya ketika bertengkar dengan seseorang begitu semangatnya. Kurahashi-san juga marah tadi pagi karena reaksi Natsume-kun menakutinya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma pun mengucapkan perasaannya dengan jujur, dan Harutora dan Touji pun tanpa sadar melirik satu sama lain ketika mereka mendengar hal tersebut. Dari sikap naif Natsume sekarang, sulit untuk mengimajinasikan ‘Natsume yang biasanya’ seperti yang diucapkan Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
……Dipikir baik-baik, itu memang mendekati dengan sifatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengatakan pada dirinya bahwa Natsume yang berpakaian seperti laki-laki terlihat kekanakan, namun Natsume yang sebelumnya – gadis dari keluarga utama yang dekat dengannya sejak Harutora kecil – memberikan kesan yang sama seperti yang dikatakan Tenma. Ia menanggung beban berat sebagai pewaris keluarga Tsuchimikado, dan ingin dengan serius untuk menjadi Onmyouji hebat tanpa mengindahkan hal lain. Ia angkuh dan keras dengan lainnya, gadis seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, kepribadiannya tak bisa langsung terganti walau ia berpakaian seperti lelaki, dan ia terlihat gelisah dan senang hari ini karena—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sangat penting bagi Natsume-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan Tenma tak bermaksud lebih, dan Harutora memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan rasa malunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume telah berusah untuk membelanya, namun ia pasti tak memikirkan efek apa yang akan dimiliki oleh orang sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora hanya ingin tenang di Akademi Onmyou dan berjalan lancar sebisa mungkin, untuk dirinya dan Natsume, karena mungkin bahkan Natsume harus menunjukan kesudiannya untuk dekat dengan teman kelasnya dibandingkan dengan dia dan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jangan khawatir, ‘mari lakukan yang terbaik’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun tergagu, dan Touji berbicara seolah-olah ia melihat pikirannya. Dengan berat Harutora menganggukan kepalanya didepan Tenma yang kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini sudah jelas penghinaan! Kau Bakatora, ini memalukan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume meneriakan komplainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Harutora, yang berbaring diatas meja, telah kehilangan energy untuk merespon, dengan asap hitam tak terlihat membumbung dari keplanya. Touji yang duduk disebelahnya tidak membantunya, hanya melihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku selalu berpikir kau itu idiot, tapi aku tidak berpikir kau akan sebodoh ini hingga kau tidak mengetahui apapun! Sungguh keajaiban kau bisa masuk Akademi Onmyou! Walau jika aku bukanlah Kurahashi Kyouko, aku masih meragukan dirimu yang entah masuk lewat belakang atau tidak!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terus memanggilku idiot idiot, aku hanya tidak tahu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itulah aku bilang kau itu idiot! Kau bertujuan untuk menjadi seorang Onmyouji tapi bahkan kau tidak mengetahui tipe-tipe shikigami, itu adalah bukti bahwa kau benar-benar seorang idiot!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas sore sudah selesai, dan sudah waktunya untuk kelas bubar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan kenapa Natsume sangat marah adalah kelas sore. Sebenarnya, tak ada hal aneh yang terjadi, hanya sebuah hasil yang diluar dugaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, akhirnya datang saat dimana Harutora benar-benar tidak memiliki pengetahuan apapun yang berhubungan dengan Onmyoudou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa saja ragam shikigami General? Apa perbedaan antara Rikujin-shikisen dan General Rikujin? Apa hubungan antara skala bencana spiritual dengan level bahayanya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Uh, itu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ‘uh, itu’! Apa yang sebelumnya kau lakukan selama ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak histeris, bahkan tak mendengar jawaban Harutora “Belajar di sekolah menengah atas biasa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guru yang bertanggung jawab pada kelas itu awalnya berpikir Harutora hanya bercanda, sengaja menjawab salah. Pada akhirnya, ia tetaplah seorang Tsuchimikado walau ia adalah murid baru, jadi beberapa guru berpikir Harutora telah marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, mereka semakin mengerutkan keningnya dan kaget, akhirnya memilih untuk menghiraukan keberadaan Harutora. Semua guru yang datang sore itu menunjukan reaksi yang sama, dan wajah Natsume semakin memucat dan memucat sampai akhirnya menatap dengan sengit ke arah Harutora dengan wajah memerah menahan malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia belajar dengan tergesa-gesa sebelum masuk, jadi ia lupa semuanya setelah tes.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berbaring diatas meja, dan menatap dengan kesal ke arah Touji ketika ia berbicara acuh tak acuh dan tak peduli. “Juga—“ Touji tidak mengalah, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’General Onmyoudou’ membagi shikigami menjadi dua tipe. Satu termasuk dewa, roh, dan binatang – ini merupakan macam-macam roh tradisional yang ada sebagai shikigami disebut shikigami pembantu, tapi sekarang kebanyakan shikigami modern sekarang terbuat dengan menanamkan kekuatan sihir ke dalam wadah buatan manusia. Dengan tambahan, shikigami buatan manusia terbagi menjadi wadah simpel yang dibuat murni dengan kekuatan sihir praktisinya, dan wadah standar yang dapat mampu menahan kekuatan sihir dari luar. Wadah simpel harus dikontrol langsung atau diberikan perintah sebelumnya, tapi shikigami standar tersebut dapat bergerak dengan sendirinya dalam beberapa hal, dan pada umumnya juga terdapat tipe wadah level tingkat tinggi yang bisa berpikir dengan sendirinya dan katanya memiliki kepribadiannya sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kenapa anak biasa dari keluarga biasa sepertimu sangat berpengatahuan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena aku tidak bodoh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“La-lalu apa yang dilakukan shikigami pelindung, shikigami umum atau rumah tangga artinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah metode dari pembuatan atau penggunaanya, dan tidak ada shikigami rumah tangga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, selain Touji, murid lain yang melihatnya sebagai –murid baru dari keluarga Tsuchimikado’ sangatlah terkejut dengan dirinya yang amatir. Mereka berada dikelas yang sama, kejutan pertama, lalu mulai meragukan entah ia serius atau tidak, dan makin lama semakin heran, dan kecewa, hingga akhirnya saking terkejutnya mereka tak tahu harus tertawa atau marah. Bahkan Tenma takjub, dan hal itu benar-benar membuat Harutora terpukul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghiraukan hal tersebut, Kurahashi Kyouko adalah orang yang paling sering mengubah atmosfer kelas.  Tatapan sombong dan mengejek pun diarahkan kepada tuan dari shikagami tersebut, dan Natsume menyusut dalam penghinaan, menundukan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah hal yang paling memalukan yang kualami selama hidupku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bergumam, menahan malu, wajahnya menggelap dan bahunya bergetar. Nada bicaranya terdengr suram, dan atmosfer tegang yang diberikannya pun tak ada jejak untuk tenang ‘hahaha, ini sungguh terlalu’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kursus kilat…… Kau harus mejalani kursus kilat, dan itu harus kursus kilat yang fokus dari neraka! Kau harus mengambil kembali setengah tahun, tidak, enam belas tahun hidupmu yang tertinggal. Pertama adalah ‘Perkenalan terhadap General Onmyoudou’ dan semua referensi buku yang berhubungan ‘Onmyoudou Level Dua’, dan ‘Teori Shikagami Modern’, ‘Penjabaran Sejarah Yin dan Yang’…… Juga bacaan klasik, kau harus membaca ‘Karya Kinugyokuto’, setiap buku ‘Seni Ramalan’, dan juga hal mendasar dari ‘Siklus Perubahan’, ‘Prinsip dari Lima Elemen’, ‘Risalah Baru dalam Onmyouji’, beberapa tentang ‘Pedoman Imperial’……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mengoceh, dan itu terdengar bagaikan suatu rapalan matera ditelinga Harutora, dan bahkan sebuah mantera dengan atribut ‘jahat’ atau ‘gelap’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Harutora, kau tinggal di asrama, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu kita akan memulai kursus kilatmu di asrama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, tapi itu asrama laki-laki……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga seorang ‘murid laki-laki’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, tapi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tak perlu khawatir, aku tahu sihir yang akan membuat terjaga semalaman, dan bahkan mampu sampai seminggu penuh jika kau mengabaikan efek sampingnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menatap serius ke arah Harutora, matanya mengilat dengan berbahaya tanpa ada maksud bercanda. Bahkan Harutora yang kelelahan tanpa sadar membeku, tubuhnya menegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun kemudian……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Natsume, laki-laki tadi siang datang lagi.” Kalimat Touji bagaikan seember air dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria berjas yang muncul ketika istirahat siang melambai-lambaikan tangannya ke arah mereka dari koridor luar ruang kelas. Natsume membuat suara terkejut, nadanya kembali normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tidak, aku lupa kelas tambahan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be-begitu, sangat disayangkan, tapi kita harus menunda kursus kilat tersebut—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berencana untuk mengusulkan supaya mereka melupakan hal tersebut, namun Natsume tiba-tiba menatapnya, membuat dirinya terdiam bagaikan mulutnya dijahit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mengambil buku catatan, menuliskan nama-nama buku dengan pensil mekaniknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ini. Perpustakaan pasti memiliki buku-buku ini, jadi segera pinjam buku-buku tersebut sekarang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menuliskan hal tersebut, ia menyibek lembaran tersebut dan memberikannya ke Harutora, dan segera merapikan barang-barangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan kembali ke asrama nanti, jadi silakan baca buku-buku tersebut terlebih dahulu. Tidak, kau harus menyelesaikannya, itu perintah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dengan tegasnya menyatakan demikian, Natsume dengan segera keluar dari ruangan, figurnya pun menghilang bersama laki-laki tersebut melewati koridor. Shikigami yang ditinggalkan pun bahkan tak sempat mengatakan kalimat keberatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihat lembaran tersebut. Semua artikel literatur dan referensi buku adalah kata yang tak pernah dilihat olehnya, jadi sepertinya ia harus memulai bagaimana cara menyebutkan kata-kata tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus, Harutora, Natsume-sensei sangat termotivasi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Touji, kau tak mungkin telah membaca semua buku ini sebelumnya, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sayangnya, dikarenakan masalah fisik, aku mendapat anemia ketika aku membaca apapun dari sebelum era Heisei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada sembrono teman baiknya akhirnya membuat Harutora merilekskan pundaknya, menghela napas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbicara mengenai nilai, Harutora memang sudah unggul dalam kegagalan, dan disekolah sebelumnya ia sering harus mengambil kelas remed. Tidak heran jika ia akan mengalami hal tersebut ketika memasuki akademi dan tiba-tiba diharap untuk belajar mengenai Onmyoudou seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah semua murid disini telah membaca dan mengingat semua buku ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Murid-murid yang lulus dalam ujian masuk Akademi Onmyou kurang lebih pasti telah membaca buku tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah semua kelas mulai sekarang akan seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah Tenma bilang, kelas tahun pertama berpusat pada materi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun terkulai kembali diatas meja, dan Touji hanya melihat  ke kejauhan sambil mengusa-usap dagunya. Pupil matanya menggelap, dan telah lama kehilangan energinya untuk marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku merasa putus asa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kelas-kelas disini jauh lebih melelahkan dari apa yang kubayangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adakah sihir yang meningkatkan kemampuan otak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sihir bodoh macam apa itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka membuka mata beratnya, mengobrol mengenai topik-topik bodoh. Setelah mengobrol, keduanya terdiam, melihat dengan linglung ke arah podium yang ada didepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid-murid sepertinya terlihat terlalu sibuk untuk mengobrol, dan &lt;br /&gt;
hanya mereka berdua yang tinggal dikelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama setelahnya, Harutora dengan bosan melipat kertasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melipat kedua sisinya, membuat pesawat kertas. Lalu, dengan perlahan mengayunkan lengannya. Ia dan Touji dengan diam melihat pesawat kertas tersebut terbang meninggalkan tangannya dan perlahan terbang melewati kelas, menabrak papan tulis, dan jatuh tak jauh dari podium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku sangat lapar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga lapar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ayo pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memprediksi dengan benar. Tentu saja,masa depannya disini akan sulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akademi Onmyou secara spesifik telah menyiapkan asrama siswa agar siswa yang jauh tempat tinggalnya dapat tinggal diasrama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asrama dibagi menjadi asrama laki-laki dan perempuan, dan terletak hanya sepuluh menit berjalan dari akademi. Berbeda dengan gedung akademi yang baru dibangun, dan bahkan jika umur Harutora dan Touji ditambahkan masih kurang dari sejarah asrama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dinding luar asrama tersebut terbuat dari bata merah. Setelah mereka melewati pintu masuk, disatu sisi terdapat ruang santai dan ruang makan, dan jika lurus terdapat area mandi dan shower yang telah dimodifikasi. Harutora telah ditempatkan di ruang kedua lantai dua, dan Touji satu ruang dibawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih ada waktu sebelum makan malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berjalan menuju lanta kedua dengan langkah berat, berpisah dengan Touji di koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruang asrama tersebut seluas enam tikar tatami, dan tatami yang ditinggalkan murid sebelumnya masih berada diruangan Harutora, tak pernah diganti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kembali ke kamarnya, Harutora menghela napas dalam dengam “Haaah……”, berguling-guling dilantai tanpa mengganti seragamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah sampai ke asrama kemarin sore dan telah mengorganisir barang-barangnya terlebih dahulu, namun yang ada dalam barang bawaannya selain baju ganti hanyalah selimut. Dengan tambahan, furnitur yang ada diruangan tersebut hanya meja lipat, jadi kamarnya tak terlihat hidup sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamar kosong tersebut terlihat seperti Harutora sekarang – Harutora yang ingin menjadi seorang Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku lelah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menatap langit-langit kamar ketika bergumam. Langit-langit kamar tersebut berbeda dengan langit-langit rumahnya, dan keadaan disekitarnya pun berubah drastis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Aku benar-benar berada di Tokyo……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali pertama ia datang ke Tokyo adalah pertama kalinya ia hidup sendiri, walaupun ia tinggal diasrama. Sayangnya, rasa gembira akan kebebasan dari kemarin sore pun telah hilang dalam satu hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku hanya terlalu tak berguna……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah terkejut para guru tidak terlalu masalah baginya. Sikap mereka yang menganggap ia tidak ada adalah hal yang sulit ditanggung olehnya. &lt;br /&gt;
Belum lagi, ia merasa tatapan dingin dan senyum penuh arti yang dilayangkan kepadanya selama kelas berlangsung, dan ia pun menyadari hal itu menjadi tamparan keras bagi imajinasinya setelah ia meninggalkan akademi atas kehendaknya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Ia merasa seperti tertinggal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, keadaan seperti ini setidaknya jauh lebih baik daripada keadaan yang diprediksikan Touji. Sejauh ini, hanya Kurahashi Kyouko yang terlalu menjelek-jelekkan Harutora sebagai Tsuchimikado, jadi ini tak ada hubungannya dengan dirinya yang merasa stress dan keterasingan yang melanda Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalahnya ada pada Harutora itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah belajar sekali sebelum ujian masuk untuk Akademi Onmyou – ia percaya bahwa saat itu dia serius. Namun ia sadar sekarang betapa naifnya pemikiran tersebut saat itu. Ia telah belajar bebisa mungkin selama setengah tahun, ia khawatir bahwa ‘enam belas tahun masa hidupnya’ yang diucapkan  Natsume bukanlah hanya sebuah pernyataan yang dilebih-lebihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…’Itu perintah!’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tch.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun akhirnya mendecakkan lidahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku datang kesini hanya sebagai murid &#039;&#039;dropout&#039;&#039;……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telah menjadi keputusannya untuk pindah, jadi ia tak berharap akan mendapat perlakuan khusus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi… pemikiran ‘Aku datang kesini khusus karenamu untukmu’ enggan untuk pergi dari kepalanya. Ia telah meninggalkan masa lalunya untuk berada disisi Natsume; namun, Natsume merasa senang hanya diawalnya saja, dan menyadari kebodohan Harutora – sebenarnya, seharusnya ia menyadari hal tersebut dari awal – ia langsung mengkhianatinya, menangis ‘ini adalah hal yang paling memalukan selama hidupku.’ Candaan macam apa itu. Ia yang mendapatkan malu, Natsume hanya merasa malu karena dirinya yang membuatnya begitu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika dipikir-pikir, mungkinkah gadis itu menganggap shikigaminya seperti hewan peliharaan yang ia asuh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak pernah bersinggungan dengan dunia Onmyouji sebelumnya, jadi wajar saja jika ia sangat bodoh. Ia seharusnya menghiburnya ketika melihat teman masa kecilnya kesusahan, meyakinkannya dengan tatapan dan suara lembutnya… Jangan khawatir, Harutora, Aku disini……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak mungkin……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mencoba membayangkannya, namun ia tak bisa membayangkan adegan tersebut bagaimanapun ia mencoba. Jika Natsume adalah seorang gadis yang manis, ia tak akan membiarkannya dirinya untuk menjauhi Natsume ketika sekolah menengah pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana ia berpikir dan berpikir, wajah temannya yang telah mati &lt;br /&gt;
pun muncul dalam pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Hokuto.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengingat kembali hari-hari bahagianya ketika ia, Touji dan Hokuto bersenang-senang bersama. Hingga kini, hatinya terasa sakit ketika ia mengingat kenangan tersebut karena tahu waktu tersebut tak kan bisa terulang kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, meskipun shikigami yang berwujud gadis – Hokuto – telah menghilang, seseorang yang mengontrolnya pasti ada disuatu tempat, dan itu tidak mungkin untuk tidak mengalami kembali masa-masa nostalgik tersebut. Mungkin ia bisa melihat Hokuto yang sesungguhnya – orang yang mengendalikan Hokuto, dan merupakan salah satu alasan yang membuat Harutora untuk memasuki dunia Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingin bertemu dengan Hokuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingin bertemu dan berbicara sepuasnya suatu hari nanti. Apa yang &lt;br /&gt;
akan Hokuto pikirkan jika ia tahu kalau ia memasuki Akademi Onmyou dan menderita disana? Mungkinkah ia akan senang akan dirinya, atau memberikannya semangat?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin ia akan terkejut dengan ketidakbergunaanya, tetapi walaupun ia terkejut, ia masih akan tertawa dan memberitahukannya untuk semangat setelahnya. Ia memiliki lidah yang tajam, namun ia sudah pasti tidak sama dengan Natsume yang berpikiran bahwa prestasi merupakan cerminan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, Hokuto dulu bilang bahwa aku harus bertanya pada ayahku mengenai dasar-dasar Onmyoudou.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memiringkan tubuhnya ketika ia menggumamkan hal tersebut.&lt;br /&gt;
Lalu, ia tiba-tiba bangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingat kalau ayahnya memberikannya hadiah perpisahan sebelum ia meninggalkan rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sebuah shikigami – itu dia, sebuah talisman shikigami.&lt;br /&gt;
Dengan segera ia menuju tas atletiknya yang penuh dengan pakaian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku lupa karena aku terlalu sibuk kemarin……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikarenakan tujuanmu ingin menjadi seorang Onmyouji, kau adalah anggota keluarga dari ‘Tsuchimikado’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayahnya bilang seperti itu dan memberikan talisman kepada Harutora ketika ia akan meninggalkn rumah. Ia ingat bahwa ini pertama kalinya ayahnya menyinggung nama ‘Tsuchimikado’ padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tidak mengetahui shikigami macam apa ini, dan ia kepikiran bertanya untuk mengklarifikasinya. Tetapi, ayahnya telah memberikan shikigami ini dengan khusus sambil menyebutkan nama ‘Tsuchimikado’, jadi walaupun jika ia tidak berharap shikigami pembantu hebat seperti naga Natsume – Hokuto, setidaknya ia berharap bahwa shikigaminya mungkin bisa sedikit berguna dan terpandang seperti kkuda putih Yukikaze. Lagi pula, dikarenakan keluarga utama memiliki naga, sudah wajar jika keluarga cabang memiliki harimau. Dan kemungkinan bahwa ia kuat setidaknya bisa membuat guru dan murid lainnya mengaguminya, sebuah shikigami yang menakutkan, dan sangat kuat……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketemu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengeluarkan amplop kertas berukuran sebesar kartu. Kertasnya tipis, seperti sebuah jimat pelindung yang biasa dijual dikuil-kuil, dan bagian belakangnya ditutup dengan sebuah wax, dengan kata ‘Tsuchimikado’ tertulis dibagian depan menggunakan tinta dengan lambang keluarga pentagram. Didalamnya terdapat jimat shikigami – jimat yang biasa digunakan sebagai wadah untuk shikigami. Tetapi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sial, bagaimana aku menggunakan ini?” ia telah menggunakan jimat pemulih dan juga jimat perlindungan secara reflex diinsiden sebelumnya. Selain jimat, ia juga menggunakan – walaupun ia hanya mengayunkannya secara sembarang – ‘Pedang Perlindungan’ yang kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ini kali pertamanya ia memegang jimat shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Natsume akan tahu bagaimana menggunakannya, namun setelah sikapnya yang seperti tadi, ia ingin memberinya kejutan jika ia bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkinkah ini ada intruksi manualnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berharap dengan lemah, Harutora berencana membuka segel yang ada dibagian belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, rasa geli pun muncul pada tanda pentagram yang ada dipipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih tepatnya, terasa seperti sebuah aura.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan berada tepat dibelakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara refleks harutora memutar badannya, menyadari anak kecil yang sedang berlutut dilantai, kedua tangannya diletakkan diatas lantai sebagaimana ia membungkuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun mau tak mau meragukan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa melihat wajahnya dengan jelas karena kepalanya yang ditundukan, namun ia bisa melihat bahwa rambutnya disisir rapi – meskipun terdapat dua tonjolan disisi kepalanya – kepala mungil. Pakaian yang digunakan olehnya hampir sama dengan seragam Akademi Onmyou, namun ini terlihat seperti style original dari seragam tersebut – pakaian kerajaan era-Heian dengan hakama dibagian bawahnya. Pakaiannya jelas terlihat longgar, dan tubuhnya terlihat seperti anak sekolah dasar, tidak, bahkan lebih muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun tak bisa berkata-kata dengan kejadian yang tiba-tiba ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kapan anak ini memasuki kamarnya? Harutora bertanya-tanya disalah satu sudut pikirannya, namun disudut yang lain dengan tenang berpikir bahwa ia tidak mungkin tidak menyadari jika seseorang memasuki kamarnya yang kecil. Pada akhirnya, ia tak tahu menahu darimana asal anak tersebut, kenapa ia ada dikamarnya, atau kenapa ia bersujud kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, hey……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan hati-hati Harutora membuka mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya ketika ia berbicara, punggung anak tersebut bergetar sebagaimana ia sedang disiram dengan air panas. Harutora pun ikut bergetar, menelan kembali kata-kata yang ingin diucapkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ketika itu, sesuatu menarik perhatian Harutora,. Ketika anak kecil itu bergetar, terlihat seperti sesuatu berdesir dari belakang tubuhnya yang bergetar – dengan kata lain, dekat dengan bagian belakang tubuhnya. Dan ketika ia menyadarinya, mata Harutora melebar terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah ekor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah ekor yang ditutupi dengan bulu lurus nan panjang, sebuah ekor yang berbentuk daun yang halus. Harutora hampir lompat karena terkejut, memindahkan arah matanya kembali ke kepalanya anak tersebut. Benda dikepalanya tersebut bukanlah sebuah formasi rambut natural, namun kilas gemetar yang ditunjukan oleh benda tersebut ditutupi dengan bulu yang sama dengan ekornya, telinga runcing berbentuk segitiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau, telingamu…… dan ekormu……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora membuka mulutnya dengan keterkejutan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak kecil tersebut pun mengangkat kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang gadis kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu memiliki poni yang rapi, kulitnya sangat putih bagaikan telah diberi bedak sebelumnya. Penampilannya menunjukan kemudaan yang sesuai dengan umurnya, dan dia terlihat seperti boneka hidup, dengan bahkan rincian detail yang tampak cukup halus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang dikagumi olehnya adalah kedua mata yang jernih dan dalam menatap lurus kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya memberikan kilat biru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata bulat gadis itu berwarna biru, indah seperti kaca, dalam seperti langit, dan membuat Harutora menatap dengan penuh kagum, menyebabkannya untuk lupa akan pertanyaan-pertanyaan yang ia ingin tanyakan pada gadis kecil tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika keduanya saling bertatap satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Airmata pun jatuh dari mata birunya, dan saat itu kesadaran diri &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora kembali, panik seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Hei! Kenapa kau tiba-tiba menangis! Jika dipikir-pikir kembali, siapa kau? ……Ahh, terserahlah, tak peduli siapapun dirimu, tolong jangan menangis!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun merentangkan tangannya namun tak berani untuk menyentuh gadis kecil tersebut, hanya mampu melambai-lambai dengan kacau diudara. Sang gadis melihat tingkah bingung Harutora tanpa terpenjam, matanya yang berair pun semakin melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak lama setelahnya, gadis kecil itu menggigit bibirnya, dengan cepat menghapus air matanya dengan lengan bajunya. Lalu, ia menundukkan kepalanya lagi, dan berucap:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Se-se-se, senang berkenalan denganmu—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun ia mencoba mengeluarkan suaranya, ia hanya mengumpulkan tekadnya untuk mengeluarkan suaranya yang awalnya memang lemah. Suaranya terdengar kanak-kanak seperti penampilan luarnya, dan pikiran Harutora pun menjadi kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Huh? A-apa yang kau katakan? Ada apa ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Na-na-na, namaku adalah Kon, keturunan suci dari rubah Kuzunoha, shi-shi-shikigami  dari Tsuchimikado Harutora-sama yang ditugaskan, kuharap aku bisa menjadi shikigami sesuai harapanmu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bersujud dilantai sebagaimana ia berkata demikian. Tentu saja, Harutora begitu terkejut untuk sampai ia berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…A-apa yang dikatakannya? Leluhur rubah? Keturunan? Harapanmu…… Apanya yang harapan Harutora?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Tak bisa berkata-kata’ sangatlah sempurna menjelaskan kejadian seperti ini. Pikiran Harutora kacau balau, pikirannya berputar-putar hebat, dan pada akhirnya kembali lagi menjadi diam tak berkutik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, telinga dan ekor tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukanlah sebuah aksesoris, dikarenakan itu bisa bergerak, dan itu terlihat begitu nyata. Terlebih lagi, tubuh seorang gadis tak mungkin memiliki telinga dan ekor sungguhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bukanlah seorang gadis manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, ia adalah……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah! Shi-shikigami! Mungkinkah kau adalah shikigami?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora bertanya mengonfirmasi, gadis itu – Kon – dengan segera mengangguk-angguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat itu, akhirnya Harutora mengerti. Ia adalah shikigami, seorang shikigami yang terlihat seperti anak kecil, jadi……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah – ini? Talisman ini…… Shikigami yang diberikan oleh ayahku……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon mengangguk kembali, tatapan waspada pun muncul dari wajah &lt;br /&gt;
mungilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ta-tapi, aku tidak melakukan apa-apa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dikarenakan aku adalah shikigami, aku harus menjaga tuanku sepanjang waktu. Aku me-mendengar panggilanmu sebagaimana aku menjagamu dalam bayangan—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya bingung, dan Kon menjelaskannya dengan suara kecil sebagaimana dirinya gemetar karena terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Ma-maksudmu, kau sudah ada disisiku semenjak ayahku memberikan talisman tersebut? Tapi kau tidak ada waktu itu! Aku tidak melihatmu sama sekali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dikarenakan tuanku tidak memanggilku, aku menyembunyikan diri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bersembunyi? Kau bersembunyi? Kau selalu disana, meskipun aku tidak bisa melihatmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y-ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengonfirmasi untuk yang ketiga kalinya, dan Kon hanya menundukan kepalanya, meratakan ekornya lembutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terlihat tegang dan sangat takut, dan Harutora menemukan kembali rasa tenangnya melihat sang gadis terlihat pegal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu…… Aku, aku mengerti. Setidaknya, pertama angkatlah kepalamu, kau terlalu banyak bersujud hingga aku tak tahu apa yang harus kulakukan, dan itu membuat sulit untuk berbicara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera Kon mengangkat kepalanya ketika Harutora memintanya. Wajah kanak-kanak tersebut asih terlihat kaku, dan rasa waspadanya masih tidak berubah, dan telinganya terkadang akan berkedut seolah-olah tak mampu menahan ketegangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Diingat-ingat, Alpha juga bilang kalimat aneh tadi pagi seperti familiarku telah teregister…… Jadi yang dimaksud olehnya adalah kau.”&lt;br /&gt;
Harutora duduk bersila dihadapan Kon, menimang-nimang shikigami yang ada didepannya lagi. Kon pun semakin terlihat tegang dalam tatapan penilaian tuannya, menggerak-gerakan tubuhnya takut dan membalas tatapan Harutora, tangannya masih berada dilantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengabaikan telinga dan ekor sekarang, Kon Terlihat seperti seorang gadis biasa, namun sungguh terlihat lebih dewasa dari seorang gadis – seharusnya, mungkin anak-anak? – yang seumuran. Selain itu, ia tidak terlihat berbeda dengan manusia biasa. Penamipilannya terlihat sedikit terlalu sempurna, namun matanya yang terus terang, kontur lembut yang diberikan pada wajahnya, dan bibir mungilnya yang terlihat ‘biasa’ saja, terlihat seperti seorang gadis mungil ‘biasa’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Dia adalah seorang shikigami? Gadis sekecil ini pun bisa menjadi shikigami?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Natsume disini, mungkin ia akan menjelaskan kepadanya bahwa shikigami terbiasa tampil dengan wujud ‘anak kecil’, namun Harutora yang tidak tahu menahu mengenai hal tersebut benar-benar tidak tahu harus menyikapi gadis kecil tersebut seperti apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ayah memberikanmu kepadaku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon dengan kuat menganggukan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-Aku juga melayani anggota keluarga cabang Tsuchimikado sebelumnya—“ mungkin menyadari bahwa hanya mengangguk tidak menyelesaikan kebingungan yang dialami Harutora, ia membuka mulutnya untuk menambahi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Kapan itu? Mungkinkah itu ayahku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-Ingatan masa laluku sudah tidak ada, namun sungguh bukan hanya satu generasi keluarga cabang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudmu kau melayani keluarga cabang dari generasi ke generasi? Begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sama seperti Yukikaze yang dimiliki keluarga cabang – Harutora menerima penjelasan tersebut. Dengan kata lain, keluarga cabang memiliki shikigami seperti Yukikaze yang melayani keluarga utama, dan ayahnya telah memberikan salah satu shikigami terssebut kepadnya. Dengan begitu, itu tidak aneh jika waktu itu dengan khusus ayahnya membawa-bawa nama ‘Tsuchimikado’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, jadi kau……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memanggil, dan Kon pun dengan segera menangis dalam ketakutan dan keragu-raguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tu-tuan, tolong panggil aku dengan namaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tuan…… A-aku mengerti, lalu bagaimana jika kau tidak memanggilku ‘tuan’, akan lebih baik jika kau memanggilku Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H,H-H-H, Ha, Ha, Haru-t-t-tora……sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kau tidak perlu begitu gugup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, begitu! Aku tak masalah sama sekali, aku tak masalah, jadi tolong jangan tunjukan ekspresi begitu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata bulat Kon mulai berkaca-kaca kembali, dan Harutora dengan segera berbicara untuk menenangkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenanglah sedikit terlebih dahulu! Rileks! Tarik napas! Oke?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora melakukan sebisa mungkin untuk meyakinkannya. Kon pun menegakkan punggungnya dan membuka mulut kecilnya untu menarik napas sesuai perkataanya. Sifatnya sangat simpel, namun sangat menyusahkan untuk mencari tahu bagaimana ia harus bersikap padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Namun…… ini juga jauh dari ekspetasinya. Ia merasa ini seperti sebuah hubungan antara anak kecil dan walinya daripada shikigami dan tuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Intinya, gadis itu jauh dari ekspetasinya dan bukanlah sebuah shikigami yang bisa dibanggakan oleh pemiliknya kepada orang lain. Ia pasti tidakakn berguna banyak dipertarungan, dan sebaliknya, ia mungkin malah harus melindunginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, masalah utamanya adalah penampilan luarnya. Lagi pula, jika ia membawa gadis kecil ini kemana pun ia pergi, akan ada kemungkinan besar bahwa hal itu akan menimbulkan kekeliruan yang tidak perlu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Ayah sialan itu……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia awalnya percaya bahwa ayahnya akhirnya telah memberikannya selamat karena anaknya dengan serius akan meninggalakan rumah, namun ia pasti tertawa dengan keras dibelakangnya sekarang. Harutora benar-benar bodoh untuk merasa senang dengan ekspetasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, tunggu, Mungkin saja ekspektasinya terhadap Kon salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shikigami tidak bisa dinilai dari penampilan luarnya saja, dan meskipun penampilan luar yang kuat itu bagus, kekuataan sesungguhnyalah yang lebih penting. Tidak menutup kemungkinan shikigami yang kuat sebenarnya bersembunyi dari penampilan gadis kecil tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, bagaimana jika begini. Kon, aku ingin bertanya terlebih dahulu padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon dengan segera kembali menjadi serius ketika Harutora mulai berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama…… Benar, shikigami macam apa dirimu? Tak apa jika kau hanya mengatakan tipemu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya pertanyaan yang menurutnya pertanyaan paling dasar, namun yang hanya dilihatnya adalah wajah bingung dan ekspresi kaku seolah-olah ia bertanya pertanyaan yang tidak dimengerti olehnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Kau tak tahu shikigami tipe apa dirimu? Benar, bukankah kau bilang kau adalah pembantu? Mungkinkah kau adalah shikigami pelindung yang seperti Touji katakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, aku melayani sebagai pembantu Harutora-sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah begitu? Uh…… apa lagi yang dikatakannya? Dengan kata lain, kau tipe buatan manusia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bu-buatan manusia……?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah ceria Kon dengan segera tertutup bayangan. Bulir keringat muncul diwajah muramnya seolah-olah ia percaya bahwa tak ada jawaban sama sekali terhadap dosa yang tidak bisa dimaafkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Kau tak tahu juga? ……Ah, aku tahu, kau melayani beberapa generasi keluarga cabang, jadi mungkinkah kau shikigami kuno jauh sebelum General style ada? Uh, kau tak mengingat masa lalumu, bukan? Tapi setidaknya itu lebih baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingat bahwa Yukikaze juga merupakan shikigami kuno yang didesain sebagai shikigami buatan manusia tingkat tinggi oleh General style, jadi ada kemungkinan bahwa Kon juga setipe dengan Yukikaze.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terserah, ini tak akan berguna untuk lanjut  bertanya, dikarenakan kau juga tidak tahu, jadi aku akan berganti ke topik yang berbeda. Apa gerakan spesialmu? Apa saja yang bisa kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Iya, maafkan aku karena aku lamban, namun gerakan terbaikku adalah teknik bersembunyi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, gerakan bersembunyi, biarkan aku melihatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Se-sesuai perintahmu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, figur Kon pun mengabur dan dengan segera menghilang. Walaupun itu permintaanya sendiri, Harutora masih sangat terkejut melihatnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwah! Kau menghilang! Hebat, aku tak bisa dimana kau berada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun merentangkan tangannya, namun lengannya melewati posisi dimana Kon berada tanpa gangguan sama sekali. Terlihat seperti ia telah bergerak degan instan ke tempat lain dibandingkan dengan menyembunyikan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kon? Apa kau disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh, aku mendengar suaramu! Hebat, kau tidak hanya membuat tubuhmu tidak terlihat, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-Meskipun itu dapat dilakukan, sebenarnya aku hanya meninggalkan tubuhku yang sebenarnya dan menghapus keberadaanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-Meninggalkan tubuhmu? Apa maksudnya itu? Apakah seperti hantu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, aku dalam wujud rohku…… dan bergabung dengan aura disekitar. N-Namun, jika aku berbicara seperti ini, aura disekitar pasti akan berfluktuasi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana Harutora mendengar pemaparan Kon, ia melihat ke arah sumber suara dan melihat sesuatu seperti aura yang mengabur. Tetapi ia tidak melihatnya dengan penglihatan biasanya, melainkan ‘melihat’ aura tersebut dengan kemampuan melihat auranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, jika Kon tidak berbicara, ia tidak akan menyadarinya walaupun dengan kemampuan meihat aura. Jadi ini gerakan bersembunyi yang dimaksud – dengan gembira Harutora menganggukan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, itu bagus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon dengan segera muncul kembali ketika Harutora berbicara. Meskipun Kon tepat berada didepannya, ia hanya ‘tepat berada disana ketika ia menyadarinya’ seperti sebelumnya, muncul dengan tanpa suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm…… Itu terlihat luar biasa, Kon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Te, Te-Te-Terima kasih atas pujiannya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terlalu merendah, gerakan tersebut sungguh luar biasa, aku mengaguminya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-I-Itu biasa saja……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon menundukan wajahnya dengan rona merah dipipinya, ekornya dengan konstan bergerak maju mundur. Ia terlihat malu, dan ekspresinya saat ini terlihat manis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa lagi? Apa kau memiliki gerakan lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-Mengambang diudara……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh, hebatnya! Terlihat seperti sihir! Apa lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-Memanipulasi api……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwah, bo-bola api! Panas! Bola sungguhan! Hebat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon mengambang kurang lebih sekitar lima puluh centimeter diudara sambil berlutut, dan bola api berukuran segenggam tangan muncul diatas kepalanya. Bola api tersebut bertambah dua, jadi bola api yang ada total ada tiga mengambang diruang kamarnya. Bola api tersebut terlihat seperti roh yang berkeliaran, tetapi panas yang diberikan oleh bola api tersebut adalah sungguhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Sangat kuat! Shikigami ini sangatlah hebat!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun ia telah meragukannya sebelumnya, ia dapat bersembunyi, peningkatan, dan menunjukan gerakan sebagaimana shikigami semestinya, simpel namun mudah. Bola api juga – abaikan kekuatannya – bola itu jelas memberikan intimidasi, dan Harutora pun sangat puas mengetahuinya. Ekornya pun bergerak aktif sebagaimana tubuhnya bergeliat senang, tak mampu menyembunyikan rasa senangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Luar biasa, Kon! Apa kau memiliki kemampuan lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Huh? Lain……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon pun membenamkan wajahnya, bola-bola api menghilang, dan Kon pun juga berhenti mengambang diudara. “…Huh?” Wajahnya pun memucat didepan Harutora yang tak tahu menahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, cahaya aneh pun mengilat dari mata birunya seolah-olah tiba-tiba memikirkan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera ia mengubah postur duduknya, menaruh satu kaki didepan sebagaimana tangannya dengan cepat bersamaan menuju balik punggungnya. &lt;br /&gt;
Sesuatu berkilau – sebagaimana Harutora berpikiran demikian, wakizashi yang ia pegang dengan erat dengan segera berada tepat diujung hidungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ji, J-J-Jika Harutora-san perintah, aku tidak akan ragu untuk mengorbankan nyawaku! Mu-Musuh Harutora-sama harus dimusnahkan dengan ‘Kachiwari’ kesayanganku……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapannya galak, dan pedang wakizashi itu mengilat didepan matanya, membuat wajah Harutora menegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Be-begitu, baiklah, Kon. Aku mengerti, aku sudah mengerti, jadi tolong taruh benda itu kembali……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon panik dan dengan segera menaruh kembali wakizashinya sesuai permintaan Harutora. Sepertinya sarung wakizashi tersebut ada didalam ikat pinggangnya. Setelah menaruhnya kembali, ia dengan segera kembali berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Ini tidak baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ba-baiklah, Kon, itu…… K-Kachiwari? Nama yang menakutkan...... Bagaimanapun, jangan mengeluarkan pisau tersebut tanpa seizinku. Mengerti? Kau tidak boleh mengeluarkannya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-Tapi, Harutora-sama, sebagai penjagamu, sudah menjadi tanggung jawabku untuk memastikan keamananmu, jika hal tak terduga—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walaupun jika aku mengalami hal tak terduga, kau masih harus mengonfirmasikannya kepadaku terlebih dahuu! Mengerti?”&lt;br /&gt;
Harutora menyela, dan Kon akhirnya menganggukan kepalanya dengan enggan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Shikigami kecil yang akan mampu mengeluarkan pisaunya tanpa peringatan, biarkan aku rehat sejenak……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia tak yakin kapan shikigami ini dibuat, sepertinya ia harus dengan segera membenarkan cara bicaranya yang terdengar kuno,karena mungkin akan ada suatu hari dimana hal itu akan menunjukan hal berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Jika gadis ini dalam masalah, seluruh tanggung jawab akan jatuh kepadanya, bukan? Bercanda, aku tak bisa mengurusi ini sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merasa kepalanya sakit. Ini bukanlah waktunya untuk berencena untuk menggunakan shikigami agar bisa menaikkan imagenya. Semuanya adalah salah ketidaakberuntungannya, komplain Harutora dalam hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga lalu – ‘Aku selalu berpikir kau bodoh, tapi aku tidak mengira kau akan sebodoh itu hingga kau tidak tahu apa-apa!’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ugh……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapan Natsume pun terngiang dipikirannya, dan Harutora dengan segera menghentikan dirinya yang bersikap sok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…I-Idiot! Bagaimana aku bisa memiliki sikap arogan seperti ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, anak ini jauh memiliki banyak alasan untuk komplain dibandingkan dirinya. Pada akhirnya, ia hanya orang luar yang memiliki nama ‘Tsuchimikado’, yang dimana nilainya tertinggal jauh dan tak dapat mengikuti alur belajar yang ada. Shikigami dengan tuan yang seperti ini yang mendapat keberuntungan buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon sepertinya percaya bahwa Harutora sedang memarahinya, dan kepalanya pun ditundukan dalam diam, dengan telinga yang ada dikepalanya yang terkulai karena depresi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, mungkinkah Kon bersikap seperti ini karena ia merasa telah membuat kesalahan? Mungkin ia percaya bahwa dikarenakan Harutora adalah Tsuchimikado, ia pasti adalah seseorang yang ‘hebat’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Kon, untuk menghindari kesalahpahaman, biar kujelaskan terlebih dahulu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, uh, iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Harutora serius, dan Kon dengan segera menegakkan punggungnya ketika mendengarnya mengeluarkan suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terbatuk-batuk canggung, membasahi tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“De-Dengar Kon, aku akan mengatakannya terus terang, walaupun aku seorang Tsuchimikado, aku tidak seperti Onmyouji hebat yang kau layani sebelumnya. Sejujurnya, aku bahkan tak yakin aku bisa menggunakan kekuatannku sepenuhnya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia berkata seperti itu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata kon tiba-tiba melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keputusasaan yang tak berujung pun terpancar dari mata birunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma, m-m-m-m-m-maksudmu aku tak dibutuhkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya penuh dengan air mata dan tubuh kecilnya pun gemetar dengan sangat, “Tu-Tunggu!” dengan panik Harutora berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak! Kau salah paham! Aku tidak berkata tentang membutuhkanmu atau tidak, ini tidak ada hubungannya dengan hal tersebut, itu bukanlah yang kumaksud…… aku ingin supaya kau tidak terlalu berpikir tinggi tentangku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Kon yang berkaca-kaca pun melebar, terlihat seperti ia tidak mengerti apa yang dimaksud Harutora sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, uh…… aku masih seorang murid – sesuatu seperti Onmyouji trainee dan nilaiku jelek, hampir dilevel bahwa aku benar-benar orang luar, dan aku tidaklah hebat, jadi kau tidak harus terlalu hormat kepadaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berkata banyak bahkan hingga ia merasa malu, namun itulah kenyataannya, ia tak berdaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon mendengar penjelasan Harutora dengan mulut yang tertutup rapat dan keterkejutan yang mewarnai wajahnya. Itu membuatnya mengingat reaksi para guru dan murid tadi, dan ia pun tak mampu untuk tidak menolehkan wajahnya, malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Kon tegas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbicara lancar dan dengan kepercayaan diri dalam suaranya, kebalikan dari sebelumnya. Namun, setelah Harutora menoleh kembali dengan terkejut, ketegasan yang ada pada wajahnya menghilang dan kembali menjadi dirinya yang malu-malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, ia berusaha semampunya untuk menyampaikan pendapatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A, A-Aku menjaga Harutora-sama seharian ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, itu berarti bahwa ia telah melihat semua penampilan bodoh Harutora di Onmyou Akademi tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“La-lalu kau seharusnya tahu benar bahwa aku tidak mengerti apapun sama sekali, bukan? Lalu kenapa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena a-aku adalah shikigami Harutora-sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya alasan itu? Kau sangatlah hormat kepadaku hanya dengan alasan &lt;br /&gt;
tersebut?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya dengan tidak percaya. Kon menunjukan tatapan bingung dan menatapnya ketika mendengarnya berucap seperti itu, seolah-olah itu adalah hal paling wajar. Jika hal itu adalah memang hal yang paling wajar…… Sebagai shikigami Natsume, Harutora pun merasa putus asa membayangkan dunia macam apa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-apa aku merepotkan Harutora-sama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak…… bukan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menjawab acuh tak acuh. Sebenarnya, ia merasa bahwa Kon terlalu meninggikan dirinya, jadi ia merasa sedikit gelisah.&lt;br /&gt;
…Tapi……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataaan Kon menggerakkan hati Harutora setelah seharian penuh mengalami penderitaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dipikir baik-baik, akan menjadi tragedi betul jika shikigaminya menunjukan sikap hina padanya. Sikap Kon tidak akan sekaku itu jika secara perlahan mereka saling mengenal. Secara acak mengayunkan wakizashi tersebut memang masalah yang merepotkan, namun tak ada alasan untuk mengubah pendiriannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, dikarenakan Kon sudah pasti sangat patuh kepada tuannya, ia harus berusaha semampunya untuk menjawab ekspetasinya dan menjadi Onmyouji yang pantas menerima hormatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku mengerti, mulai hari ini kau akan menjadi shikigamiku dan aku akan menjadi tuanmu, walaupun aku adalah tuan yang tak pantas. Mohon bantuannya, Kon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dalam diam telah memutuskan, berkata demikian pada Kon sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pipi Kon merona dan matanya berkaca-kaca untuk sesaat. Dengan segera ia menundukkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A, A-a-aku tidak layak, mohon instruksinya—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sikap dan perkataannya sangat sopan, ekornya pun bergerak-gerak senang seperti anak kecil. Meskipun sebenarnya ia merasa sedikit menyesal, Harutora tak lagi menghiraukannnya ketika melihat Kon yang saat ini begitu senangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Aku memiliki shikigami sekarang. Harutora mencerna kembali fakta tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Baiklah! Lalu, Kon, kau seharian penuh bersamaku, jadi kau mengerti benar bukan orang macam apa aku ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-h-harutora-sama berpikiran luas, bahkan seseorang sepertiku dapat me—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenang, kau tak perlu terburu-buru untuk menjawab, aku hanya bermaksud untuk lanjut bertanya, seperti…… Benar, apakah ada arti khusus dengan telinga dan ekormu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menyembunyikan senyum jailnya, bertanya dengan nada selembut mungkin. Dengan pertanyaan tersebut, Telinga dan ekor Kon dengan segera berdiri dan terlihat waspada seperti terkena serangan kejutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-arti…… aku adalah keturunan roh rubah, jadi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh, kau seekor rubah? Mungkinkah kau rubah magis – tidak, mungkin seekor kitsune?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora awalnya berpikir bahwa kedua hal itu aalah telinga dan ekor anjing. Setelah mendengar pertanyaan tersebut, Kon mengangguk. Jika begitu, lalu bola api yang dimunculkan oleh Kon tadi bisa saja disebut sebagai ‘api rubah’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji telah menjelaskan bahwa standar shikigami buatan adalah mampu memiliki kekuatan sihir eksternal. ‘Kekuatan sihir eksternal’ tersebut dalam hal ini adalah ‘roh rubah’ milik Kon, dengan kata lain, Kon adalah shikigami yang dibentuk berasal dari roh rubah. Walaupun begitu, Harutora sebenarnya tidak mengerti tentang apa itu roh rubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun hanya ber-ohh ria dengan sedikit rasa penasaran, sedikit memajukan dirinya untuk melihat lebih jelas telinga Kon. Mungkin Kon merasa sedikit malu dengan tatapan Harutora, sebagaimana pipinya yang memerah dan ia yang menolehkan wajahnya ke samping…… Namun telinganya malah semakin bergerak-gerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Bisakah aku menyentuhnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hya!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, jika kau keberatan, aku tak akan memaksa—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-t-tidak, bukan begitu, sentuhlah jika kau ingin……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun perlahan memajukan kepalanya dan Harutora merentangkan tangannya sambil “Maaf”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama ia merasakan telinga Kon diantara jari-jarinya. Kon gemetar seperti dialiri listrik ketika ia menyentuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh, lembutnya – Haha, bahkan bergerak, benar-benar seperti anak anjing…… Ahah, baiklah, baiklah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bolehkah aku menyentuh ekormu juga?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Te-tentu saja……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon terlalu malu untuk melihat Harutora ketika ia berbicara, memiringkan punggungnya kepada Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ekornya pun terasa lebih lembut dibandingkan telinganya, dan Harutora berpikir lembut sekali, sambil “Ohh!” ria, senang. Ia sebenarnya cukup menyukai binatang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terasa sangat begitu enak, bebas dan lembut…… Oh, ini bergerak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……A-a-aku merasa sangat terhormat bahwa dirimu…… menyukainya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, ini sangat lembut. Dengan catatan, aku tak pernah memegang rubah sebelumnya, jadi ini bagaimana ekornya terlihat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terus mengelus ekor rubahnya, membuat Kon sering kaget tersentak pada setiap elusannya dan rileks kembali. Ia berusaha keras untuk menahannya tanpa berani untuk berbicara, bahkan telinganya bergerak semakin cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, maaf, apa terasa gatal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-t-t-tolong jangan khawatir……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisakah kau menggerakan ekormu sesuai keinginanmu? Sebenarnya, bagaimana ekormu bisa bergerak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ba-bagaimana—!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya dengan santai, namun untuk suatu alasan Kon sedikit meninggikan suaranya tidak karuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, ia membulatkan tekad dan berdiri dengan diam, mulutnya rapat dan kulit putihnya pun merona hingga lehernya. Lalu, dengan punggungnya yang menghadap Harutora, ia perlahan melepas tali yang ada dipinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Se-se-se-se-, Seperti ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapnya dan dengan tiba-tiba menurunkan hakamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekor yang secara konstan gemetar dan pantat putihnya pun berada didepan Harutora—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa, Harutora! Aku berkunjung ke perpustakaan saat mau pulang sebagai pencegahan, dan menyadari bahwa, buku yang aku suruh kau baca masih ada—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume dengan kasar membuka pintu kamar Harutora tanpa mengetuk, tangannya membawa tumpukan buku. Teriakan marah pun terdengar sebagaimana ia berjalan memasuki ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu berhenti, semuanya terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon meratap tanpa bersuara, dengan segera menaikan hakamanya, berusaha untuk tidak terjatuh. Harutora dengan cepat membantu Kon ketika ia terjatuh dalam pelukannya – dan hasilnya keduanya berpelukan satu sama lain sebagaimana hakama Kon jatuh ke lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tumpukan buku yang dibawa Natsume satu persatu jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kon telah membeku, namun Harutora mengambil hakama yang terjatuh dengan kecepatan yang sangat, menaikan hakama seperti ia sedang membantu anak kecil untuk memakaikan celananya dan mengikat talinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menarik napas, dalam, dan baru saja ingin membuka muutnya, ketika—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……………...Harutora?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh—“&lt;br /&gt;
“………………Apa yang kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau salah paham—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini pertama kalinya Harutora mendengar Natsume dengan suara seperti itu semenjak ia lahir, dan suara ketika ia menjawab terdengar seperti bukan suaranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, begini, tenanglah dan dengar penjelasanku, oke? Kau salah paham, dia Kon, jangan lihat dia seperti anak kecil, dia sebenarnya adalah rubah. Terlebih lagi, dia adalah shikigami, bukan manusia. Lihat ekor dan telinganya sebagai buktinya. Jadi kau salah, ini tidak seperti yang kau pikirkan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mengerutkan keningnya, matanya dengan ganas memberikan kesan berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diwaktu yang bersamaan, Harutora seperti melihat beberapa jimat sihir yang muncul ditangannya, dan walaupun ia merasa ingin tahu bagaimana ia mengeluarkan jimat tersebut, perhatiannya lebih tertuju dengan kata ‘bahaya’ yang tertera jelas didalamnya. Harutora yang berusaha meluruskan kesalahpahaman pun semakin diam dan diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………Mesum.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………Mati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Na-natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya terlihat seolah-olah telah mengembang – ini apa yang ia lihat dengan kemampuan melihat rohnya, tak mungkin salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mati kau, mesum! Order!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Ketika aku sampai, jantungmu sudah berhenti berdetak.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji dari ruang sebelah memberitahukan Harutora setelahnya. Tentu saja, hal itu hanya sebuah candaan.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_2&amp;diff=514756</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 2</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_2&amp;diff=514756"/>
		<updated>2017-03-08T11:47:41Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Bagian 3 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 2 – Telinga dan Ekor==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora, karena kau tidak bersalah, kau tak perlu mengkhawatirkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana bisa aku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas pagi telah selesai, dengan Harutors yang masih membawa perasaan bersalah setelah kejadian perkenalan yang kacau balau. Pundaknya terasa berat dan capai, seolah-olah pundaknya adalah batu, membuatnya membuatnya terkulai di meja ruang kelas kelelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang adalah jam istirahat. Banyak murid – termasuk Kyouko – pergi meninggalkan kelas, untuk mencari makan. Tentu saja, tak ada yang berani berbicara dengan Harutora, yang telah membuat keributan tepat setelah ia memasuki kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecuali satu orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haaaah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji tersenyum, terang-terangan. Menganggap dirinya sebagai setengah orang luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menjadi bahan pembicaraan tepat ketika kau masuk, sungguh sempurna, Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Sempurna’ apa yang kau maksud, semuanya sudah selesai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan itu, menunjukan tampilan sebuah kekuasaan di awal untuk mengukur reaksi semua orang menunjukan sebagai seseorang yang mencari orang-orang kuat, tidak buruk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, beerpikir kau memiliki sikap santai seperti itu... Terlebih, bukan aku yang ‘menampilkan sebuah kekuasaan’.”&lt;br /&gt;
Touji biasanya tak diragukan kembali merupakan orang yang seharusnya lebih menarik perhatian, bukan Harutora, namun kali ini Touji benar-benar tertutupi oleh ‘Pasangan Tsuchimikado’, bahkan berkata: “ Dengan seperti ini akan lebih memudahkanku untuk bergerak, jadi aku setuju.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, Natsume. Apakah murid yang bernama Kyouko itu selalu seperti itu? Dia seperti memiliki kebencian yang mendalam terhadap keluarga Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanya Touji, namun Natsume menggelengkan kepalanya, muram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak…… Dia tak pernah menyerangku seperti itu, tapi terkadang ia menunjukan sedikit perlawanannya kepadaku seperti hari ini. Berkatnya, aku juga jadi sedikit bersemangat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku tidak melihatnya sebagai ‘sedikit’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang tidak membuatmu puas? Harutora, aku akan membicarakannya untukmu. Dengan kata lain, melindungi shikigamiku adalah sesuatu yang wajar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Natsume dengan bangga, dan Harutora pun semakin membenamkan dirinya di meja, sudut-sudut mulutnya pun membentuk senyum terbalik.&lt;br /&gt;
Disisi lain, Touji terduduk di atas meja, termenung dalam pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkinkah kita melakukan sesuatu yang membuatnya marah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tak tahu, aku tak tahu sama sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika kau memanggilnya Kurahashi Kyouko tadi, mungkinkah Kurahashi ‘tersebut’? jika seperti itu, mungkin itu berhubungan dengan hal tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia memang berasal dari keluarga tersebut, namun demikian, aku tak mengerti kenapa. Ayahku pernah bertemu dengan keluarganya, tapi aku hampir tak pernah berkontak dengan keluarga Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Natsume, menunjukan ekspresi malu. Harutora tiba-tiba mengangkat kepalanya ketika mendengar nama ‘Kurahashi’, lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, iya, sensei baru saja menyebutkannya, bukankah itu Kur… Tunggu, Natsume, Touji, bukankah kalian terlalu familiar? Bukankah kemarin pertemuan pertama kalian?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya bingung, dan tubuh Natsume pun sekilas terlihat gemetar mendengar hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Touji pernah satu sekolah sebelumnya, dan keduanya berteman baik sebelum semenjak ayah Harutora merawat Touji. Namun Touji baru pertama kali melihat Natsume ketika ia pergi ke Tokyo bersama Harutora kemarin. Waktu itu, Harutora bahkan baru memberitahukannya kalau Natsume adalah perempuan – lagipula, ia telah sering menyebutkan perempuan yang diajak mainnya saat masih kecil kepada Touji sebelum ia mengetahui tentang tradisi keluarga utama. Namun keduanya tak mengatakan hal apapun selain perkenalan sederhana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, abaikan Touji, kenapa Natsume yang biasanya pemalu sekarang berbicara dengan semangatnya pada Touji?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, itu, begini……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah lembut Natsume berubah menjadi kaku dan kata-katanya pun menjadi berantakan, ia pun menatap tak tentu arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda dengan Touji yang tampak tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidakkah kau tahu, Harutora? Orang-orang tak bisa untuk tak datang berbicara denganku, aku adalah pria yang menawan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Berpikir kau dengan bangganya berbicara seperti itu setelah menjadi seorang preman sebelumnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengangkat kepalanya dari meja, mengerutkan dahinya dengan heran. Touji tersenyum dan menaruh tangannya diatas kepala Harutora, mengacak-acak rambutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, tak perlu kau khawatirkan. Untuk suatu alasan, aku merasa ini bukan pertama kalinya aku bertemu dengan orang ini, itu pasti karena kita sangat akrab. Iyakan, Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, benar! Itu benar, Harutora. Kami akrab! Dan yang kucing kupunya sebelumnya bernama Touji, jadi aku merasa cukup dekat dengannya dan aku tak pernah berpikir kalau Touji adalah orang asing sama sekali!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menunjukan senyum palsu, namun Natsume memaksa dirinya untuk tertawa keras. Harutora merasa seperti sebuah komedi sedang bermain didepannya, dan ia pun semakin mengerutkan keningnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Natsume dan Touji memang belum mengeanal satu sama lain sebelumnnya, jadi ia hanya bisa untuk memercayai klaim mereka. Terlebih penting, sebenarnya ia diam-diam khawatir bahwa ‘Aku takut kalau kedua orang yang berbeda kepribadian ini tidak akan akrab’, namun melihat situasinya saat ini……  ia merasa lega melihat keduanya yang tiba-tiba bisa dalam harmoni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah kau cemburu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei kau…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau dan Natsume sudah lama tak bertemu, tapi kami malah menjadi sangat &lt;br /&gt;
akrab dengan cepatnya, jadi dirimu yang cemburu bukankah—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Baiklah, Aku tahu. Sejujurnya, aku akan merasa bermasalah jika kalian bertengkar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar pertanyaan menggoda Touji, Harutora mau tak mau harus menyerah dengan investigasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun menjadi sangat lelah ketika membayangkan keduanya bertengkar, sehingga kini ia hanya bisa berharap bahwa ke depan nanti tak akan ada masalah yang terlalu menyulitkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menoleh ke arah Natsume, seolah-olah memberikan persetujuannya terhadap apa yang mereka nyatakan: “Jadi, baiklah jika seperti itu. Natsume, kau bisa memercayai Touji. Jika kau memerlukan sesuatu, kau juga bisa berbicara padanya, bukan cuma aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………” Namun Natsume tidak merespon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora yang awalnya ingin bersandar, kebingungan, memiringkan tubuhnya untuk melihat Natsume. Ia menyadari bahwa saat ini Natsume berdiri dengan matanya yang melebar, dan pipinya yang memerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ada apa, Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, tidak apa-apa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah? Mungkinkah kau tidak memercayai Touji?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan begitu…… Hanya saja, mmm…… K-kau tak perlu khawatir…… oke? Touji dan aku tidak terlalu akrab……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bersikap malu-malu dan ia berbicara dengan terbata-bata. Harutora pun hanya bisa mengerutkan dahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau coba katakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“M-maksudku, aku memercayai Touji, tapi…… Yang paling…… mmm…… orang yang paling dekat denganku adalah Harutora, aku janji……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbisik lembut tanpa melihat Harutora, Harutora tidak mengerti maksud dari perkataannya dan menoleh ke arah Touji untuk meminta bantuan, namun Touji hanya menatap ke langit-langit untuk suatu alasan. Harutora, yang terlihat kebingungan seperti sebelumnya, merasa seperti dirinya sedang melihat komedi dagelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“N-ngomong-ngomong!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume dengan segera mengganti topik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua akan berjalan lancar antara aku, Touji, dan Harutora! Jadi – kau tak perlu khawatir dengan murid-murid lainnya, bahkan gadis itu. Selama kau berusaha dan serius, aku percaya dia tidak akan macam-macam. Jika ia berani coba-coba untuk mencari masalah denganmu, aku tak akan membiarkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berbicara seperti itu dengan wajah yang memerah, tiba-tiba Natsume menjadi serius, lalu berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama dan yang lebih utama – kita datang ke Akademi Onmyou agar bisa mandiri sesegera mungkin, dan hanya demi tujuan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan tersebut menunjukan gaya hidup Natsume selama di Akademi Onmyou, dan Harutora tanpa sadar duduk dengan tegak ketika mendengar ucapan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ucapan tersebut, Natsume juga pernah bilang kalau ia tidak perlu takut selama ia menunjukan kekuatannya di Akademi Onmyou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dirinya yang berbicara seperti itu sama saja dengan terang-terangan ia menyatakan bahwa ia tak peduli dengan murid-murid lainnya, dan mengakui bahwa dirinya terisolasi dari kelas, tanpa teman. Hal itu membuktikan perkiraan dan kekhawatiran Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Namun, Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukan hal yang baik. Keadaan Natsume memang cukup kompleks dan sulit dimengerti, namun ia masih tak percaya jika menutup diri adalah jalan keluar terbaik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora mengkhawatirkan bagaimana ia harus membicarakan kekhawatirannya…… “Tsuchimikado-kun – Ah, maksudku Natsume-kun.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang murid berbicara dari depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merupakan seorang murid lelaki berkacamata. Harutora dan yang lainnya pun menoleh secara bersamaan, membuatnya terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh – orang itu disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menunjuk ke arah pintu ruang kelas ketika ia berbicara demikian.&lt;br /&gt;
Seorang lelaki bersetelan jas berdiri di koridor luar kelas. Tubuhnya tinggi dan kurus, dan penampilannya cukup tampan. Ia tersenyum ramah ketika sadar Harutora dan yang lainnya melihatnya, sedikit menganggukkan kepalanya sebagai salam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merasa kebingungan, ketika – “Oh! Aku lupa. Maaf Harutora, aku harus pergi.” Ucap Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh…… Aku, aku sedang menjalani kelas spesial sekarang, jadi aku ada kelas ketika istirahat siang…… Apa kau tahu dimana kantin sekolah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, aku harus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu kalian bisa makan duluan, aku mungkin akan kembali sebelum kelas selanjutnya mulai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata demikian dengan segera ia menuruni tangga, bergegas menuju pintu kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tiba-tiba ia berhenti, dengan cepat berbalik menghampiri mereka dan sedikit mendekatkan dirinya ke meja yang mereka tempati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora, Touji, mari lakukan yang terbaik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ah, okay.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Touji merespon bergantian terhadap tatapan yang dipancarkan oleh mata jernihnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tertawa riang seperti anak kecil, membalikkan dirinya seperti seolah-olah ia sedang menari dan akhirnya pergi meninggalkan ruang kelas. Ia berbicara beberapa kata pada laki-laki yang menunggunya di koridor dan dengan segera menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kepergian Natsume yang tiba-tiba, sekujur tubuh Harutora pun merenggang, namun Touji berkata dengan kecut: “Ia sangat gembira.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gembira…… huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menatap ke arah koridor tempat Natsume pergi dengan tatapan kompleks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkin karena dia menggunakan seragam laki-laki, kepribadiannya berubah. Bagaimana aku harus mengatakannya…… ia terasa lebih kekanakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun, yang aneh adalah aku tak merasa kaget sama sekali, melainkan rasanya seperti aku sudah terbiasa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tidak heran.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji berbicara pelan dengan seringai terpampang ketika mendengar Harutora bergumam, tatapannya jelas menunjukan ‘jadi mereka berdua selama ini sama’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi…… Bukankah guru yang datang menjemput Natsume juga seorang guru disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau ingin tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitulah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin dia adalah pacarnya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-hal bodoh apa yang kau bicarakan, Natsume berpura-pura menjadi laki-laki disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terus kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa yang kau maksud!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, Harutora berasal dari daerah pedesaan, dan ketika Touji yang besar di Tokyo berkata seperti itu, ia hampir percaya bahwa ‘hal semacam itu’ tidak aneh di tempat ini. Teman baiknya pun tersenyum melihat Harutora yang terlihat panik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimanapun, Natsume pergi di saat yang tepat. Aku memiliki kesempatan untuk memulai penyelidikan rahasia setelah kejadian tadi pagi – tunggu aku disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora menanyakan hal tersebut, Touji telah memasukkan tangannya ke dalam saku celananya, dengan santai berjalan pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu – “Yo, terima kasih yang tadi.” Ia berbicara dengan ramah pada salah satu murid yang berada dibelakang kelas, murid laki-laki yang baru saja memberitahukan Natsume bahwa ada orang yang mencarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya ia berada dalam kelompok yang membawa bekal ke sekolah, dan ia sedang duduk, dan membuka bekalnya ketika Touji menghampirinya. Matanya melebar ketika murid pindahan – yang telah menjadi pusat perhatian – memanggilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau mengingat namaku? Aku Ato Touji, senang bertemu denganmu. Bagaimana denganmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, ya, aku Momoe, Momoe Tenma…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenma, nama yang cukup mudah diingat. kau bisa memanggilku Touji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, oke, kalau begitu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bisa melihat bahkan dari jauh bahwa Tenma terlihat cukup gugup. Ia memastikan dirinya terlihat sopan ketika berbicara, walaupun Touji terlalu dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya cukup mungil dan terlihat langsing, dengan gaya rambut yang umum dan konservatif. Wajahnya yang mengenakan kacamata menunjukan dirinya yang masih terlihat seperti murid sekolah menengah pertama, sekilas ia terlihat kanak-kanak, namun juga terlihat ramah karena hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Jadi ini penyelidikan yang dimaksud olehnya……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji sepertinya berencana mengambil kesempatan pada tidak adanya Natsume untuk mendengar beberapa informasi dari murid-murid lainnya. &lt;br /&gt;
Namun, dimata Harutora yang melihatnya dari jauh, mereka terlihat seperti seorang murid nakal yang sedang menindas murid suruhannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji kemudian memberitahukan tiga alasan kenapa ia memilih Tenma sebagai objek sumber informasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, Tenma telah bersedia memberitahukan Natsume bahwa ada orang yang mencarinya, yang menunjukan ia tidak memiliki maksud buruk apapun terhadap Natsume, dan juga membuktikan bahwa ia adalah orang yang dengan jujur akan melakukan sesuatu jika diminta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, ia baru saja sedang membuka bekalnya, atau dengan kata lain ia tidak memiliki alasan yang tepat untuk pergi, jadi akan susah untuknya kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, ia terlihat mudah untuk ‘dikelabui‘.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun Harutora merasa bodoh ketika mendengarnya, Touji telah mengobservasi reaksi yang diberikan oleh murid-murid yang ada dikelas ketika Natsume dan Kyouko bertengkar ketika perkenalan tadi, mencari kandidat untuknya mengumpulkan informasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kau baru saja ingin memakan bekalmu? Bisakah kuminta waktunya sebentar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji telah mengantisipasi respon Tenma terlebih dahulu – sebenarnya, ia bertanya dengan sikap yang aneh. Ia berkata ia tidak ingin mengganggunya, namun ia tersenyum menunjuk bangku kosong yang ada disisi Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang diduga Touji, Tenma benar-benar menunjukan senyum naturalnya, menjawab: “Silakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus. Aku baru disini jadi aku tidak familiar sama sekali dengan tempat ini. Bisakah aku bertanya beberapa hal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-begitu. Silakan, jika kau tak keberatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terma kasih banyak. Ah, jangan khawatirkan aku, silakan lanjutkan makanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang menakutkan dari Touji adalah ia memang dulunya adalah murid nakal namun sikapnya sangatlah licin. Sebenarnya, ketika di tahun pertamanya masa sekolah menengah atas, Harutora melihat banyak gadis-gadis yang telah tertipu oleh perbedaan antara penampilan luar yang menyeramkan dan sikap baiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akademi Onmyou benar-benar tempat yang menakjubkan, bukan hanya fasilitasnya saja yang baru, bahkan terdapat sepasang komainu didepan pintu masuk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudmu Alpha dan Omega, huh. Setelah kau terbiasa, kau akan menganggap kedua shikigami tersebut cukup menarik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shikigami, huh. Tentu saja, aku tak tahu bagaimana menggunakan shikigami, tapi mungkinkah kau sudah bisa menggunakannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, aku, aku kurang lebih bisa menggunakan shikigami buatan…… Pada akhirnya pengendalian tatap muka dengan shikigami saat ini cukup baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma sedikit gugup, namun ia masih berbicara dengan Touji. Walaupun Touji telah mengganggu makan siangnya, ia tidak memberengut, jadi kepribadiannya memang baik seperti penampilannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji dengan diam melambai-lambaikan tangannya ke Harutora selagi berbicara dengan Tenma, mungkin menjelaskan ‘kita bisa mendekati orang ini’. Harutora berdiri dengan enggan, berjalan menuju tempat duduk Touji dan Tenma. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Boleh aku bergabung?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh, ah—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kau tak perlu begitu takut. Aku tak tahu bagaimana sebenarnya Natsume, tapi kami tidak berbahaya. Dikarenakan ada dua Tsuchimikado di kelas, kau bisa memanggilku Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tak menyangka bahwa dirinya terlihat lebih menakutkan dibandingkan Touji. Ia tak ingin menghiraukannya, yang kemudian ia memilih untuk duduk didepan Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang ini juga dalam masalah. Dia memang seorang Tsuchimikado, tapi dia dari keluarga cabang dan juga tak mengetahui apapun tentang Onmyoudou. Dan dia dan aku sekolah di sekolah menengah atas biasa sampai musim panas kemarin. Alasan kenapa kami bisa memasuki Akademi Onmyou sebenarnya tak begitu hebat. Apa kau mengetahui keributan besar Onmyouji akhir-akhir ini? Sebenarnya kami terlibat dengan masalah tersebut.” Ucap Touji sambil menyeringai kepada Tenma yang gugup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Touji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dengan segera menyela, namun Touji hanya menjawab: “Tak apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya, Onmyouji yang menyebabkan insiden tersebut berhubungan dengan para petinggi Agensi Onmyou, bagian tersebut bahkan tidak diberitahukan media, dan kami dua orang biasa berakhir dengan terlibat dengan ‘insiden’ tersebut – begitulah yang terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang kau maksud insiden tersebut? Jadi begitu ceritanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma menunjukan keterkejutannya. Sepertinya ia memang telah mendengar perihal insiden musim panas tersebut. Dikarenakan hal tersebut telah menjadi berita nasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menganggukan kepalanya, membenarkan, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nama Tsuchimikado pun menjadi terkenal, dan ia pun mau tak mau harus menahan tekanan yang diberikan olehnya dari yang lain – namun ia tak menyangka kritik publik yang baru saja dia alami, jadi dia putus asa sepanjang pagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimatnya terdengar meremehkan, namun ia menyentuh dagunya ke arah Harutora dengan kasihan. Kata-katanya tidak salah sama sekali, namun retorikanya cukup pintar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Tenma pun melebar mendengar penjelasan tersebut. “Jadi begitu.” Menerima perkataan Touji bahkan terlihat rasa simpati yang muncul dalam tatapannya ketika melihat Harutora. Harutora bersyukur, namun ia meresa Touji terlalu membesar-besarkan, jadi ia pun mau tak mau sedikit ragu-ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji mengangkat bahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun mungkin memang inilah yang kami inginkan, dan aku pun memutuskan untuk menjadi Onmyouji karenanya, namun…… Seperti yang dikatakan Touji, aku memang sedikit dalam masalah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu, sangat disayangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma pun menunjukan senyum ramah ketika ia berbicara. Ia memiliki wajah yang manis, dan Harutora pun akhirnya bisa merasa bahwa saat ini ia sedang berbicara dengan ‘teman kelas’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jadi, kami ingin bertanya sedikit tentang ‘keadaan kelas’, tidak apa-apa jika kau merespon dengan hanya yang kau tahu – murid perempuan tadi pagi, dia dipanggil ‘Kurahashi’ jika aku tidak salah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji memajukan dirinya, seolah-olah sedang berbicara tepat pada telinganya dan langsung ke inti masalah, mungkin menurutnya ini merupakan kesempatan yang tepat. Tenma pun menggumamkan “Ah”, dengan cepat mengerti maksud perkataan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, dia adalah putri dari keluarga Kurahashi. Tapi dia bukanlah gadis yang angkuh, bahkan dia berbicara denganku dengan sikap yang ramah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tapi dia sangat kasar tadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, dia terlihat seperti itu ketika Natsume-kun terlibat…… Sepertinya ia menganggapnya sebagai rival.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum ramah Tenma berubah menjadi sedikit getir. Sepertinya reaksi kyouko pagi tadi tidak mewakili pendapat umum kelas, namun hanya dendam pribadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, bukan itu yang dikhawatirkan oleh Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, benar, berbicara tentang ‘Kurahashi’, aku ingin bertanya sekarang, apa yang membuat keluarga Kurahashi terlihat begitu penting? Apa mereka terkenal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar pertanyaan tersebut, Tenma menunjukan reaksi yang sama seperti Ohtomo sebelumnya, matanya melebar dengan sangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau lihat, dia tidak familiar dengan hal ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera Touji menjawab, dan mulai menjelaskannya kepada Harutora:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Keluarga Kurahashi sama dengan Keluarga Tsuchimikado, mereka adalah keluarga terkenal di Onmyoudou. Keluarga Kurahashi menjadi sorot utama semenjak turunnya keluarga Tsuchimikado. Kau mendengar nama kepala sekolah, bukan? Kurahashi Miyo, nenek tua itu adalah kepala keluarga dari keluarga Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terkenal? Jadi itu kenapa sensei bilang kalau dia adalah ‘figur dibalik layar’, huh…… La-lalu Kyouko juga?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, ia juga berasal dari keluarga Kurahashi, dan bukan hanya itu, dia juga adalah cucu dari kepala sekolah Kurahashi. Terlebih lagi, pimpinan Agensi Onmyou saat ini adalah anak kepala sekolah, yang juga adalah ayahnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjelasan tambahan dari Tenma pun membuat Harutora terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu sangat luar biasa! Ayahku hanyalah seorang doctor Onmyou daerah pinggiran, dan ayah Natsume…… Aku lupa apa yang dia lakukan, namun kupastikan ia bukanlah pegawai pemerintah yang penting. Itu gila! Sungguh keluarga yang luar biasa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah aku juga bilang seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Touji dingin terhadap Harutora yang terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun terlepas dari kehebatannya saat ini, keluarga Tsuchimikado memegang sejarah dan silsilah, dan itulah mengapa Kurahashi-san dalam satu pihak berseteru dengan Natsume-kun – itulah mungkin yang dipercayai semuanya, namun tak berani berucap.” Tenma tersenyum ringan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepihak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu…… Kau bisa mengetahuinya dengan hanya melihat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Tenma, meringis. Orang-orang akan memercayainya ketika melihat sikap dingin Natsume dibandingkan aksi marah Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun itu tak heran ia begitu peduli, karena mereka berdua memanglah dua murid terbaik di kelas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkinkah Kyouko juga sama seperti Natsume, dan mendapat latihan dasar Onmyoudou sejak dia kecil?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak akan aneh jika ia memang mendapatkan latihan tersebut, karena ia adalah putri dari keluarga Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Kyouko adalah Onmyouji yang kuat. Harutora dalam diam mewanti-wanti dirinya bahwa walau ia ditantang, ia pasti tidak akan merasa marah dan dengan segera menyetujuinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun kelas tahun pertama hanya fokus kepada pelajaran, jadi tak ada yang benar-benar yakin dengan kekuatan mereka, hanya saja mereka tampil dengan sempurna pada latihan praktik yang jarang diadakan, dan sepertinya hanya mereka berdua di angkatan ini yang memiliki shikigami tipe pelindung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jelas Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa maksudnya tipe pelindung?” Pertanyaan Harutora mengejutkan Tenma kembali – “Diamlah.” Touji menutup mulutnya mendengar mendengar hal itu, melihat Touji dan Harutora yang bersikap tidak sopan, Tenma tertawa, tanpa sadar sedikit merasa lega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun aku benar-benar terkejut tadi pagi, dan bukan hanya aku. Semuanya tadi pasti merasa terkejut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa? Bukankah mereka memang seperti minyak dan air?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, Kurahashi-san memang sering memprovokasi Natsume-kun, tapi &lt;br /&gt;
Natsume jarang membalasnya seperti itu, itu benar-benar tak seperti dirinya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Tenma sadar bahwa keduanya dekat dengan Natsume dan memberikan tatapan bertanya. Touji menyadarinya dan berkata “Jangan khawatir, bicaralah.” Lagi, ia memberikan tatapan meminta maaf, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia – Natsume-kun biasanya sangat tenang, dan mungkin tak baik mengatakan ini, namun dia sepertinya tidak peduli dengan apapun yang ada disekitarnya. Dan dia selalu memberikan kesan pada semuanya seperti orang yang mendengar dalam diam – bagaimana aku harus mengatakannya? Sungguh tak disangka darinya ketika bertengkar dengan seseorang begitu semangatnya. Kurahashi-san juga marah tadi pagi karena reaksi Natsume-kun menakutinya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma pun mengucapkan perasaannya dengan jujur, dan Harutora dan Touji pun tanpa sadar melirik satu sama lain ketika mereka mendengar hal tersebut. Dari sikap naif Natsume sekarang, sulit untuk mengimajinasikan ‘Natsume yang biasanya’ seperti yang diucapkan Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
……Dipikir baik-baik, itu memang mendekati dengan sifatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengatakan pada dirinya bahwa Natsume yang berpakaian seperti laki-laki terlihat kekanakan, namun Natsume yang sebelumnya – gadis dari keluarga utama yang dekat dengannya sejak Harutora kecil – memberikan kesan yang sama seperti yang dikatakan Tenma. Ia menanggung beban berat sebagai pewaris keluarga Tsuchimikado, dan ingin dengan serius untuk menjadi Onmyouji hebat tanpa mengindahkan hal lain. Ia angkuh dan keras dengan lainnya, gadis seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, kepribadiannya tak bisa langsung terganti walau ia berpakaian seperti lelaki, dan ia terlihat gelisah dan senang hari ini karena—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sangat penting bagi Natsume-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan Tenma tak bermaksud lebih, dan Harutora memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan rasa malunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume telah berusah untuk membelanya, namun ia pasti tak memikirkan efek apa yang akan dimiliki oleh orang sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora hanya ingin tenang di Akademi Onmyou dan berjalan lancar sebisa mungkin, untuk dirinya dan Natsume, karena mungkin bahkan Natsume harus menunjukan kesudiannya untuk dekat dengan teman kelasnya dibandingkan dengan dia dan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jangan khawatir, ‘mari lakukan yang terbaik’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun tergagu, dan Touji berbicara seolah-olah ia melihat pikirannya. Dengan berat Harutora menganggukan kepalanya didepan Tenma yang kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini sudah jelas penghinaan! Kau Bakatora, ini memalukan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume meneriakan komplainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Harutora, yang berbaring diatas meja, telah kehilangan energy untuk merespon, dengan asap hitam tak terlihat membumbung dari keplanya. Touji yang duduk disebelahnya tidak membantunya, hanya melihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku selalu berpikir kau itu idiot, tapi aku tidak berpikir kau akan sebodoh ini hingga kau tidak mengetahui apapun! Sungguh keajaiban kau bisa masuk Akademi Onmyou! Walau jika aku bukanlah Kurahashi Kyouko, aku masih meragukan dirimu yang entah masuk lewat belakang atau tidak!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terus memanggilku idiot idiot, aku hanya tidak tahu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itulah aku bilang kau itu idiot! Kau bertujuan untuk menjadi seorang Onmyouji tapi bahkan kau tidak mengetahui tipe-tipe shikigami, itu adalah bukti bahwa kau benar-benar seorang idiot!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas sore sudah selesai, dan sudah waktunya untuk kelas bubar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan kenapa Natsume sangat marah adalah kelas sore. Sebenarnya, tak ada hal aneh yang terjadi, hanya sebuah hasil yang diluar dugaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, akhirnya datang saat dimana Harutora benar-benar tidak memiliki pengetahuan apapun yang berhubungan dengan Onmyoudou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa saja ragam shikigami General? Apa perbedaan antara Rikujin-shikisen dan General Rikujin? Apa hubungan antara skala bencana spiritual dengan level bahayanya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Uh, itu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ‘uh, itu’! Apa yang sebelumnya kau lakukan selama ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak histeris, bahkan tak mendengar jawaban Harutora “Belajar di sekolah menengah atas biasa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guru yang bertanggung jawab pada kelas itu awalnya berpikir Harutora hanya bercanda, sengaja menjawab salah. Pada akhirnya, ia tetaplah seorang Tsuchimikado walau ia adalah murid baru, jadi beberapa guru berpikir Harutora telah marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, mereka semakin mengerutkan keningnya dan kaget, akhirnya memilih untuk menghiraukan keberadaan Harutora. Semua guru yang datang sore itu menunjukan reaksi yang sama, dan wajah Natsume semakin memucat dan memucat sampai akhirnya menatap dengan sengit ke arah Harutora dengan wajah memerah menahan malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia belajar dengan tergesa-gesa sebelum masuk, jadi ia lupa semuanya setelah tes.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berbaring diatas meja, dan menatap dengan kesal ke arah Touji ketika ia berbicara acuh tak acuh dan tak peduli. “Juga—“ Touji tidak mengalah, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’General Onmyoudou’ membagi shikigami menjadi dua tipe. Satu termasuk dewa, roh, dan binatang – ini merupakan macam-macam roh tradisional yang ada sebagai shikigami disebut shikigami pembantu, tapi sekarang kebanyakan shikigami modern sekarang terbuat dengan menanamkan kekuatan sihir ke dalam wadah buatan manusia. Dengan tambahan, shikigami buatan manusia terbagi menjadi wadah simpel yang dibuat murni dengan kekuatan sihir praktisinya, dan wadah standar yang dapat mampu menahan kekuatan sihir dari luar. Wadah simpel harus dikontrol langsung atau diberikan perintah sebelumnya, tapi shikigami standar tersebut dapat bergerak dengan sendirinya dalam beberapa hal, dan pada umumnya juga terdapat tipe wadah level tingkat tinggi yang bisa berpikir dengan sendirinya dan katanya memiliki kepribadiannya sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kenapa anak biasa dari keluarga biasa sepertimu sangat berpengatahuan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena aku tidak bodoh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“La-lalu apa yang dilakukan shikigami pelindung, shikigami umum atau rumah tangga artinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah metode dari pembuatan atau penggunaanya, dan tidak ada shikigami rumah tangga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, selain Touji, murid lain yang melihatnya sebagai –murid baru dari keluarga Tsuchimikado’ sangatlah terkejut dengan dirinya yang amatir. Mereka berada dikelas yang sama, kejutan pertama, lalu mulai meragukan entah ia serius atau tidak, dan makin lama semakin heran, dan kecewa, hingga akhirnya saking terkejutnya mereka tak tahu harus tertawa atau marah. Bahkan Tenma takjub, dan hal itu benar-benar membuat Harutora terpukul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghiraukan hal tersebut, Kurahashi Kyouko adalah orang yang paling sering mengubah atmosfer kelas.  Tatapan sombong dan mengejek pun diarahkan kepada tuan dari shikagami tersebut, dan Natsume menyusut dalam penghinaan, menundukan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah hal yang paling memalukan yang kualami selama hidupku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bergumam, menahan malu, wajahnya menggelap dan bahunya bergetar. Nada bicaranya terdengr suram, dan atmosfer tegang yang diberikannya pun tak ada jejak untuk tenang ‘hahaha, ini sungguh terlalu’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kursus kilat…… Kau harus mejalani kursus kilat, dan itu harus kursus kilat yang fokus dari neraka! Kau harus mengambil kembali setengah tahun, tidak, enam belas tahun hidupmu yang tertinggal. Pertama adalah ‘Perkenalan terhadap General Onmyoudou’ dan semua referensi buku yang berhubungan ‘Onmyoudou Level Dua’, dan ‘Teori Shikagami Modern’, ‘Penjabaran Sejarah Yin dan Yang’…… Juga bacaan klasik, kau harus membaca ‘Karya Kinugyokuto’, setiap buku ‘Seni Ramalan’, dan juga hal mendasar dari ‘Siklus Perubahan’, ‘Prinsip dari Lima Elemen’, ‘Risalah Baru dalam Onmyouji’, beberapa tentang ‘Pedoman Imperial’……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mengoceh, dan itu terdengar bagaikan suatu rapalan matera ditelinga Harutora, dan bahkan sebuah mantera dengan atribut ‘jahat’ atau ‘gelap’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Harutora, kau tinggal di asrama, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu kita akan memulai kursus kilatmu di asrama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, tapi itu asrama laki-laki……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga seorang ‘murid laki-laki’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, tapi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tak perlu khawatir, aku tahu sihir yang akan membuat terjaga semalaman, dan bahkan mampu sampai seminggu penuh jika kau mengabaikan efek sampingnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menatap serius ke arah Harutora, matanya mengilat dengan berbahaya tanpa ada maksud bercanda. Bahkan Harutora yang kelelahan tanpa sadar membeku, tubuhnya menegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun kemudian……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Natsume, laki-laki tadi siang datang lagi.” Kalimat Touji bagaikan seember air dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria berjas yang muncul ketika istirahat siang melambai-lambaikan tangannya ke arah mereka dari koridor luar ruang kelas. Natsume membuat suara terkejut, nadanya kembali normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tidak, aku lupa kelas tambahan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be-begitu, sangat disayangkan, tapi kita harus menunda kursus kilat tersebut—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berencana untuk mengusulkan supaya mereka melupakan hal tersebut, namun Natsume tiba-tiba menatapnya, membuat dirinya terdiam bagaikan mulutnya dijahit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mengambil buku catatan, menuliskan nama-nama buku dengan pensil mekaniknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ini. Perpustakaan pasti memiliki buku-buku ini, jadi segera pinjam buku-buku tersebut sekarang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menuliskan hal tersebut, ia menyibek lembaran tersebut dan memberikannya ke Harutora, dan segera merapikan barang-barangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan kembali ke asrama nanti, jadi silakan baca buku-buku tersebut terlebih dahulu. Tidak, kau harus menyelesaikannya, itu perintah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dengan tegasnya menyatakan demikian, Natsume dengan segera keluar dari ruangan, figurnya pun menghilang bersama laki-laki tersebut melewati koridor. Shikigami yang ditinggalkan pun bahkan tak sempat mengatakan kalimat keberatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihat lembaran tersebut. Semua artikel literatur dan referensi buku adalah kata yang tak pernah dilihat olehnya, jadi sepertinya ia harus memulai bagaimana cara menyebutkan kata-kata tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus, Harutora, Natsume-sensei sangat termotivasi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Touji, kau tak mungkin telah membaca semua buku ini sebelumnya, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sayangnya, dikarenakan masalah fisik, aku mendapat anemia ketika aku membaca apapun dari sebelum era Heisei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada sembrono teman baiknya akhirnya membuat Harutora merilekskan pundaknya, menghela napas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbicara mengenai nilai, Harutora memang sudah unggul dalam kegagalan, dan disekolah sebelumnya ia sering harus mengambil kelas remed. Tidak heran jika ia akan mengalami hal tersebut ketika memasuki akademi dan tiba-tiba diharap untuk belajar mengenai Onmyoudou seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah semua murid disini telah membaca dan mengingat semua buku ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Murid-murid yang lulus dalam ujian masuk Akademi Onmyou kurang lebih pasti telah membaca buku tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah semua kelas mulai sekarang akan seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah Tenma bilang, kelas tahun pertama berpusat pada materi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun terkulai kembali diatas meja, dan Touji hanya melihat  ke kejauhan sambil mengusa-usap dagunya. Pupil matanya menggelap, dan telah lama kehilangan energinya untuk marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku merasa putus asa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kelas-kelas disini jauh lebih melelahkan dari apa yang kubayangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adakah sihir yang meningkatkan kemampuan otak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sihir bodoh macam apa itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka membuka mata beratnya, mengobrol mengenai topik-topik bodoh. Setelah mengobrol, keduanya terdiam, melihat dengan linglung ke arah podium yang ada didepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid-murid sepertinya terlihat terlalu sibuk untuk mengobrol, dan &lt;br /&gt;
hanya mereka berdua yang tinggal dikelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama setelahnya, Harutora dengan bosan melipat kertasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melipat kedua sisinya, membuat pesawat kertas. Lalu, dengan perlahan mengayunkan lengannya. Ia dan Touji dengan diam melihat pesawat kertas tersebut terbang meninggalkan tangannya dan perlahan terbang melewati kelas, menabrak papan tulis, dan jatuh tak jauh dari podium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku sangat lapar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga lapar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ayo pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memprediksi dengan benar. Tentu saja,masa depannya disini akan sulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akademi Onmyou secara spesifik telah menyiapkan asrama siswa agar siswa yang jauh tempat tinggalnya dapat tinggal diasrama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asrama dibagi menjadi asrama laki-laki dan perempuan, dan terletak hanya sepuluh menit berjalan dari akademi. Berbeda dengan gedung akademi yang baru dibangun, dan bahkan jika umur Harutora dan Touji ditambahkan masih kurang dari sejarah asrama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dinding luar asrama tersebut terbuat dari bata merah. Setelah mereka melewati pintu masuk, disatu sisi terdapat ruang santai dan ruang makan, dan jika lurus terdapat area mandi dan shower yang telah dimodifikasi. Harutora telah ditempatkan di ruang kedua lantai dua, dan Touji satu ruang dibawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih ada waktu sebelum makan malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berjalan menuju lanta kedua dengan langkah berat, berpisah dengan Touji di koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruang asrama tersebut seluas enam tikar tatami, dan tatami yang ditinggalkan murid sebelumnya masih berada diruangan Harutora, tak pernah diganti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kembali ke kamarnya, Harutora menghela napas dalam dengam “Haaah……”, berguling-guling dilantai tanpa mengganti seragamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah sampai ke asrama kemarin sore dan telah mengorganisir barang-barangnya terlebih dahulu, namun yang ada dalam barang bawaannya selain baju ganti hanyalah selimut. Dengan tambahan, furnitur yang ada diruangan tersebut hanya meja lipat, jadi kamarnya tak terlihat hidup sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamar kosong tersebut terlihat seperti Harutora sekarang – Harutora yang ingin menjadi seorang Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku lelah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menatap langit-langit kamar ketika bergumam. Langit-langit kamar tersebut berbeda dengan langit-langit rumahnya, dan keadaan disekitarnya pun berubah drastis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Aku benar-benar berada di Tokyo……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali pertama ia datang ke Tokyo adalah pertama kalinya ia hidup sendiri, walaupun ia tinggal diasrama. Sayangnya, rasa gembira akan kebebasan dari kemarin sore pun telah hilang dalam satu hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku hanya terlalu tak berguna……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah terkejut para guru tidak terlalu masalah baginya. Sikap mereka yang menganggap ia tidak ada adalah hal yang sulit ditanggung olehnya. &lt;br /&gt;
Belum lagi, ia merasa tatapan dingin dan senyum penuh arti yang dilayangkan kepadanya selama kelas berlangsung, dan ia pun menyadari hal itu menjadi tamparan keras bagi imajinasinya setelah ia meninggalkan akademi atas kehendaknya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Ia merasa seperti tertinggal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, keadaan seperti ini setidaknya jauh lebih baik daripada keadaan yang diprediksikan Touji. Sejauh ini, hanya Kurahashi Kyouko yang terlalu menjelek-jelekkan Harutora sebagai Tsuchimikado, jadi ini tak ada hubungannya dengan dirinya yang merasa stress dan keterasingan yang melanda Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalahnya ada pada Harutora itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah belajar sekali sebelum ujian masuk untuk Akademi Onmyou – ia percaya bahwa saat itu dia serius. Namun ia sadar sekarang betapa naifnya pemikiran tersebut saat itu. Ia telah belajar bebisa mungkin selama setengah tahun, ia khawatir bahwa ‘enam belas tahun masa hidupnya’ yang diucapkan  Natsume bukanlah hanya sebuah pernyataan yang dilebih-lebihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…’Itu perintah!’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tch.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun akhirnya mendecakkan lidahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku datang kesini hanya sebagai murid &#039;&#039;dropout&#039;&#039;……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telah menjadi keputusannya untuk pindah, jadi ia tak berharap akan mendapat perlakuan khusus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi… pemikiran ‘Aku datang kesini khusus karenamu untukmu’ enggan untuk pergi dari kepalanya. Ia telah meninggalkan masa lalunya untuk berada disisi Natsume; namun, Natsume merasa senang hanya diawalnya saja, dan menyadari kebodohan Harutora – sebenarnya, seharusnya ia menyadari hal tersebut dari awal – ia langsung mengkhianatinya, menangis ‘ini adalah hal yang paling memalukan selama hidupku.’ Candaan macam apa itu. Ia yang mendapatkan malu, Natsume hanya merasa malu karena dirinya yang membuatnya begitu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika dipikir-pikir, mungkinkah gadis itu menganggap shikigaminya seperti hewan peliharaan yang ia asuh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak pernah bersinggungan dengan dunia Onmyouji sebelumnya, jadi wajar saja jika ia sangat bodoh. Ia seharusnya menghiburnya ketika melihat teman masa kecilnya kesusahan, meyakinkannya dengan tatapan dan suara lembutnya… Jangan khawatir, Harutora, Aku disini……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak mungkin……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mencoba membayangkannya, namun ia tak bisa membayangkan adegan tersebut bagaimanapun ia mencoba. Jika Natsume adalah seorang gadis yang manis, ia tak akan membiarkannya dirinya untuk menjauhi Natsume ketika sekolah menengah pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana ia berpikir dan berpikir, wajah temannya yang telah mati &lt;br /&gt;
pun muncul dalam pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Hokuto.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengingat kembali hari-hari bahagianya ketika ia, Touji dan Hokuto bersenang-senang bersama. Hingga kini, hatinya terasa sakit ketika ia mengingat kenangan tersebut karena tahu waktu tersebut tak kan bisa terulang kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, meskipun shikigami yang berwujud gadis – Hokuto – telah menghilang, seseorang yang mengontrolnya pasti ada disuatu tempat, dan itu tidak mungkin untuk tidak mengalami kembali masa-masa nostalgik tersebut. Mungkin ia bisa melihat Hokuto yang sesungguhnya – orang yang mengendalikan Hokuto, dan merupakan salah satu alasan yang membuat Harutora untuk memasuki dunia Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingin bertemu dengan Hokuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingin bertemu dan berbicara sepuasnya suatu hari nanti. Apa yang &lt;br /&gt;
akan Hokuto pikirkan jika ia tahu kalau ia memasuki Akademi Onmyou dan menderita disana? Mungkinkah ia akan senang akan dirinya, atau memberikannya semangat?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin ia akan terkejut dengan ketidakbergunaanya, tetapi walaupun ia terkejut, ia masih akan tertawa dan memberitahukannya untuk semangat setelahnya. Ia memiliki lidah yang tajam, namun ia sudah pasti tidak sama dengan Natsume yang berpikiran bahwa prestasi merupakan cerminan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, Hokuto dulu bilang bahwa aku harus bertanya pada ayahku mengenai dasar-dasar Onmyoudou.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memiringkan tubuhnya ketika ia menggumamkan hal tersebut.&lt;br /&gt;
Lalu, ia tiba-tiba bangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingat kalau ayahnya memberikannya hadiah perpisahan sebelum ia meninggalkan rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sebuah shikigami – itu dia, sebuah talisman shikigami.&lt;br /&gt;
Dengan segera ia menuju tas atletiknya yang penuh dengan pakaian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku lupa karena aku terlalu sibuk kemarin……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikarenakan tujuanmu ingin menjadi seorang Onmyouji, kau adalah anggota keluarga dari ‘Tsuchimikado’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayahnya bilang seperti itu dan memberikan talisman kepada Harutora ketika ia akan meninggalkn rumah. Ia ingat bahwa ini pertama kalinya ayahnya menyinggung nama ‘Tsuchimikado’ padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tidak mengetahui shikigami macam apa ini, dan ia kepikiran bertanya untuk mengklarifikasinya. Tetapi, ayahnya telah memberikan shikigami ini dengan khusus sambil menyebutkan nama ‘Tsuchimikado’, jadi walaupun jika ia tidak berharap shikigami pembantu hebat seperti naga Natsume – Hokuto, setidaknya ia berharap bahwa shikigaminya mungkin bisa sedikit berguna dan terpandang seperti kkuda putih Yukikaze. Lagi pula, dikarenakan keluarga utama memiliki naga, sudah wajar jika keluarga cabang memiliki harimau. Dan kemungkinan bahwa ia kuat setidaknya bisa membuat guru dan murid lainnya mengaguminya, sebuah shikigami yang menakutkan, dan sangat kuat……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketemu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengeluarkan amplop kertas berukuran sebesar kartu. Kertasnya tipis, seperti sebuah jimat pelindung yang biasa dijual dikuil-kuil, dan bagian belakangnya ditutup dengan sebuah wax, dengan kata ‘Tsuchimikado’ tertulis dibagian depan menggunakan tinta dengan lambang keluarga pentagram. Didalamnya terdapat jimat shikigami – jimat yang biasa digunakan sebagai wadah untuk shikigami. Tetapi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sial, bagaimana aku menggunakan ini?” ia telah menggunakan jimat pemulih dan juga jimat perlindungan secara reflex diinsiden sebelumnya. Selain jimat, ia juga menggunakan – walaupun ia hanya mengayunkannya secara sembarang – ‘Pedang Perlindungan’ yang kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ini kali pertamanya ia memegang jimat shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Natsume akan tahu bagaimana menggunakannya, namun setelah sikapnya yang seperti tadi, ia ingin memberinya kejutan jika ia bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkinkah ini ada intruksi manualnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berharap dengan lemah, Harutora berencana membuka segel yang ada dibagian belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, rasa geli pun muncul pada tanda pentagram yang ada dipipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih tepatnya, terasa seperti sebuah aura.&lt;br /&gt;
Dan berada tepat dibelakangnya.&lt;br /&gt;
Secara reflex harutora memutar badannya, menyadari anak kecil yang sedang berlutut dilantai, kedua tangannya diletakkan diatas lantai sebagaimana ia membungkuk.&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
Ia pun mau tak mau meragukan matanya.&lt;br /&gt;
Ia tak bisa melihat wajahnya dengan jelas karena kepalanya yang ditundukan, namun ia bisa melihat bahwa rambutnya disisir rapi – meskipun terdapat dua tonjolan disisi kepalanya – kepala mungil. Pakaian yang digunakan olehnya hampir sama dengan seragam Akademi Onmyou, namun ini terlihat seperti style original dari seragam tersebut – pakaian kerajaan era-Heian dengan hakama dibagian bawahnya. Pakaiannya jelas terlihat longgar, dan tubuhnya terlihat seperti anak sekolah dasar, tidak, bahkan lebih muda.&lt;br /&gt;
“……”&lt;br /&gt;
Ia pun tak bisa berkata-kata dengan kejadian yang tiba-tiba ini.&lt;br /&gt;
Kapan anak ini memasuki kamarnya? Harutora bertanya-tanya disalah satu sudut pikirannya, namun disudut yang lain dengan tenang berpikir bahwa ia tidak mungkin tidak menyadari jika seseorang memasuki kamarnya yang kecil. Pada akhirnya, ia tak tahu menahu darimana asal anak tersebut, kenapa ia ada dikamarnya, atau kenapa ia bersujud kepadanya.&lt;br /&gt;
“Uh, hey……”&lt;br /&gt;
Dengan hati-hati Harutora membuka mulutnya.&lt;br /&gt;
Hanya ketika ia berbicara, punggung anak tersebut bergetar sebagaimana ia sedang disiram dengan air panas. Harutora pun ikut bergetar, menelan kembali kata-kata yang ingin diucapkannya.&lt;br /&gt;
Namun, ketika itu, sesuatu menarik perhatian Harutora,. Ketika anak kecil itu bergetar, terlihat seperti sesuatu berdesir dari belakang tubuhnya yang bergetar – dengan kata lain, dekat dengan bagian belakang tubuhnya. Dan ketika ia menyadarinya, mata Harutora melebar terkejut.&lt;br /&gt;
Sebuah ekor.&lt;br /&gt;
Sebuah ekor yang ditutupi dengan bulu lurus nan panjang, sebuah ekor yang berbentuk daun yang halus. Harutora hampir lompat karena terkejut, memindahkan arah matanya kembali ke kepalanya anak tersebut. Benda dikepalanya tersebut bukanlah sebuah formasi rambut natural, namun kilas gemetar yang ditunjukan oleh benda tersebut ditutupi dengan bulu yang sama dengan ekornya, telinga runcing berbentuk segitiga.&lt;br /&gt;
“Kau, telingamu…… dan ekormu……!”&lt;br /&gt;
Ketika Harutora membuka mulutnya dengan keterkejutan—&lt;br /&gt;
Anak kecil tersebut pun mengangkat kepalanya.&lt;br /&gt;
Seorang gadis kecil.&lt;br /&gt;
Gadis itu memiliki poni yang rapi, kulitnya sangat putih bagaikan telah diberi bedak sebelumnya. Penampilannya menunjukan kemudaan yang sesuai dengan umurnya, dan dia terlihat seperti boneka hidup, dengan bahkan rincian detail yang tampak cukup halus.&lt;br /&gt;
Hal yang dikagumi olehnya adalah kedua mata yang jernih dan dalam menatap lurus kepadanya.&lt;br /&gt;
Matanya memberikan kilat biru.&lt;br /&gt;
Mata bulat gadis itu berwarna biru, indah seperti kaca, dalam seperti langit, dan membuat Harutora menatap dengan penuh kagum, menyebabkannya untuk lupa akan pertanyaan-pertanyaan yang ia ingin tanyakan pada gadis kecil tersebut.&lt;br /&gt;
Ketika keduanya saling bertatap satu sama lain.&lt;br /&gt;
Tiba-tiba—&lt;br /&gt;
Airmata pun jatuh dari mata birunya, dan saat itu kesadaran diri Harutora kembali, panik seketika.&lt;br /&gt;
“Apa? Hei! Kenapa kau tiba-tiba menangis! Jika dipikir-pikir kembali, siapa kau? ……Ahh, terserahlah, tak peduli siapapun dirimu, tolong jangan menangis!”&lt;br /&gt;
Harutora pun merentangkan tangannya namun tak berani untuk menyentuh gadis kecil tersebut, hanya mampu melambai-lambai dengan kacau diudara. Sang gadis melihat tingkah bingung Harutora tanpa terpenjam, matanya yang berair pun semakin melebar.&lt;br /&gt;
Tidak lama setelahnya, gadis kecil itu menggigit bibirnya, dengan cepat menghapus air matanya dengan lengan bajunya. Lalu, ia menundukkan kepalanya lagi, dan berucap:&lt;br /&gt;
“Se-se-se, senang berkenalan denganmu—“&lt;br /&gt;
Walaupun ia mencoba mengeluarkan suaranya, ia hanya mengumpulkan tekadnya untuk mengeluarkan suaranya yang awalnya memang lemah. Suaranya terdengar kanak-kanak seperti penampilan luarnya, dan pikiran Harutora pun menjadi kosong.&lt;br /&gt;
“……Huh? A-apa yang kau katakan? Ada apa ini?”&lt;br /&gt;
“Na-na-na, namaku adalah Kon, keturunan suci dari rubah Kuzunoha, shi-shi-shikigami  dari Tsuchimikado Harutora-sama yang ditugaskan, kuharap aku bisa menjadi shikigami sesuai harapanmu…”&lt;br /&gt;
Ia bersujud dilantai sebagaimana ia berkata demikian. Tentu saja, Harutora begitu terkejut untuk sampai ia berbicara.&lt;br /&gt;
…A-apa yang dikatakannya? Leluhur rubah? Keturunan? Harapanmu…… Apanya yang harapan Harutora?&lt;br /&gt;
‘Tak bisa berkata-kata’ sangatlah sempurna menjelaskan kejadian seperti ini. Pikiran Harutora kacau balau, pikirannya berputar-putar hebat, dan pada akhirnya kembali lagi menjadi diam tak berkutik.&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, telinga dan ekor tersebut.&lt;br /&gt;
Itu bukanlah sebuah aksesoris, dikarenakan itu bisa bergerak, dan itu terlihat begitu nyata. Terlebih lagi, tubuh seorang gadis tak mungkin memiliki telinga dan ekor sungguhan.&lt;br /&gt;
Ia bukanlah seorang gadis manusia.&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, ia adalah……&lt;br /&gt;
“Ah! Shi-shikigami! Mungkinkah kau adalah shikigami?”&lt;br /&gt;
Ketika Harutora bertanya mengonfirmasi, gadis itu – Kon – dengan segera mengangguk-angguk.&lt;br /&gt;
Disaat itu, akhirnya Harutora mengerti. Ia adalah shikigami, seorang shikigami yang terlihat seperti anak kecil, jadi……&lt;br /&gt;
“Mungkinkah – ini? Talisman ini…… Shikigami yang diberikan oleh ayahku……!”&lt;br /&gt;
Kon mengangguk kembali, tatapan waspada pun muncul dari wajah mungilnya.&lt;br /&gt;
“Ta-tapi, aku tidak melakukan apa-apa?&lt;br /&gt;
“Dikarenakan aku adalah shikigami, aku harus menjaga tuanku sepanjang waktu. Aku me-mendengar panggilanmu sebagaimana aku menjagamu dalam bayangan—“&lt;br /&gt;
Harutora bertanya bingung, dan Kon menjelaskannya dengan suara kecil sebagaimana dirinya gemetar karena terkejut.&lt;br /&gt;
“Huh? Ma-maksudmu, kau sudah ada disisiku semenjak ayahku memberikan talisman tersebut? Tapi kau tidak ada waktu itu! Aku tidak melihatmu sama sekali?”&lt;br /&gt;
“Dikarenakan tuanku tidak memanggilku, aku menyembunyikan diri.”&lt;br /&gt;
“Bersembunyi? Kau bersembunyi? Kau selalu disana, meskipun aku tidak bisa melihatmu?”&lt;br /&gt;
“Y-ya.”&lt;br /&gt;
Harutora mengonfirmasi untuk yang ketiga kalinya, dan Kon hanya menundukan kepalanya, meratakan ekornya lembutnya.&lt;br /&gt;
Ia terlihat tegang dan sangat takut, dan Harutora menemukan kembali rasa tenangnya melihat sang gadis terlihat pegal.&lt;br /&gt;
“Begitu…… Aku, aku mengerti. Setidaknya, pertama angkatlah kepalamu, kau terlalu banyak bersujud hingga aku tak tahu apa yang harus kulakukan, dan itu membuat sulit untuk berbicara.”&lt;br /&gt;
Dengan segera Kon mengangkat kepalanya ketika Harutora memintanya. Wajah kanak-kanak tersebut asih terlihat kaku, dan rasa waspadanya masih tidak berubah, dan telinganya terkadang akan berkedut seolah-olah tak mampu menahan ketegangannya.&lt;br /&gt;
“……Diingat-ingat, Alpha juga bilang kalimat aneh tadi pagi seperti familiarku telah teregister…… Jadi yang dimaksud olehnya adalah kau.”&lt;br /&gt;
Harutora duduk bersila dihadapan Kon, menimang-nimang shikigami yang ada didepannya lagi. Kon pun semakin terlihat tegang dalam tatapan penilaian tuannya, menggerak-gerakan tubuhnya takut dan membalas tatapan Harutora, tangannya masih berada dilantai.&lt;br /&gt;
Mengabaikan telinga dan ekor sekarang, Kon Terlihat seperti seorang gadis biasa, namun sungguh terlihat lebih dewasa dari seorang gadis – seharusnya, mungkin anak-anak? – yang seumuran. Selain itu, ia tidak terlihat berbeda dengan manusia biasa. Penamipilannya terlihat sedikit terlalu sempurna, namun matanya yang terus terang, kontur lembut yang diberikan pada wajahnya, dan bibir mungilnya yang terlihat ‘biasa’ saja, terlihat seperti seorang gadis mungil ‘biasa’.&lt;br /&gt;
...Dia adalah seorang shikigami? Gadis sekecil ini pun bisa menjadi shikigami?&lt;br /&gt;
Jika Natsume disini, mungkin ia akan menjelaskan kepadanya bahwa shikigami terbiasa tampil dengan wujud ‘anak kecil’, namun Harutora yang tidak tahu menahu mengenai hal tersebut benar-benar tidak tahu harus menyikapi gadis kecil tersebut seperti apa.&lt;br /&gt;
“……Ayah memberikanmu kepadaku?”&lt;br /&gt;
Kon dengan kuat menganggukan kepalanya.&lt;br /&gt;
“A-Aku juga melayani anggota keluarga cabang Tsuchimikado sebelumnya—“ mungkin menyadari bahwa hanya mengangguk tidak menyelesaikan kebingungan yang dialami Harutora, ia membuka mulutnya untuk menambahi.&lt;br /&gt;
“Apa? Kapan itu? Mungkinkah itu ayahku?”&lt;br /&gt;
“I-Ingatan masa laluku sudah tidak ada, namun sungguh bukan hanya satu generasi keluarga cabang.”&lt;br /&gt;
“Maksudmu kau melayani keluarga cabang dari generasi ke generasi? Begitu.”&lt;br /&gt;
Sama seperti Yukikaze yang dimiliki keluarga cabang – Harutora menerima penjelasan tersebut. Dengan kata lain, keluarga cabang memiliki shikigami seperti Yukikaze yang melayani keluarga utama, dan ayahnya telah memberikan salah satu shikigami terssebut kepadnya. Dengan begitu, itu tidak aneh jika waktu itu dengan khusus ayahnya membawa-bawa nama ‘Tsuchimikado’.&lt;br /&gt;
“Uh, jadi kau……”&lt;br /&gt;
Harutora memanggil, dan Kon pun dengan segera menangis dalam ketakutan dan keragu-raguan.&lt;br /&gt;
“Tu-tuan, tolong panggil aku dengan namaku.”&lt;br /&gt;
“Tuan…… A-aku mengerti, lalu bagaimana jika kau tidak memanggilku ‘tuan’, akan lebih baik jika kau memanggilku Harutora.”&lt;br /&gt;
“H,H-H-H, Ha, Ha, Haru-t-t-tora……sama!”&lt;br /&gt;
“……Kau tidak perlu begitu gugup.”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
“Uh, begitu! Aku tak masalah sama sekali, aku tak masalah, jadi tolong jangan tunjukan ekspresi begitu!”&lt;br /&gt;
Mata bulat Kon mulai berkaca-kaca kembali, dan Harutora dengan segera berbicara untuk menenangkannya.&lt;br /&gt;
“Tenanglah sedikit terlebih dahulu! Rileks! Tarik napas! Oke?”&lt;br /&gt;
Harutora melakukan sebisa mungkin untuk meyakinkannya. Kon pun menegakkan punggungnya dan membuka mulut kecilnya untu menarik napas sesuai perkataanya. Sifatnya sangat simpel, namun sangat menyusahkan untuk mencari tahu bagaimana ia harus bersikap padanya.&lt;br /&gt;
…Namun…… ini juga jauh dari ekspetasinya. Ia merasa ini seperti sebuah hubungan antara anak kecil dan walinya daripada shikigami dan tuannya.&lt;br /&gt;
Intinya, gadis itu jauh dari ekspetasinya dan bukanlah sebuah shikigami yang bisa dibanggakan oleh pemiliknya kepada orang lain. Ia pasti tidakakn berguna banyak dipertarungan, dan sebaliknya, ia mungkin malah harus melindunginya.&lt;br /&gt;
Tetapi, masalah utamanya adalah penampilan luarnya. Lagi pula, jika ia membawa gadis kecil ini kemana pun ia pergi, akan ada kemungkinan besar bahwa hal itu akan menimbulkan kekeliruan yang tidak perlu.&lt;br /&gt;
…Ayah sialan itu……&lt;br /&gt;
Ia awalnya percaya bahwa ayahnya akhirnya telah memberikannya selamat karena anaknya dengan serius akan meninggalakan rumah, namun ia pasti tertawa dengan keras dibelakangnya sekarang. Harutora benar-benar bodoh untuk merasa senang dengan ekspetasinya.&lt;br /&gt;
Tapi, tunggu, Mungkin saja ekspektasinya terhadap Kon salah.&lt;br /&gt;
Shikigami tidak bisa dinilai dari penampilan luarnya saja, dan meskipun penampilan luar yang kuat itu bagus, kekuataan sesungguhnyalah yang lebih penting. Tidak menutup kemungkinan shikigami yang kuat sebenarnya bersembunyi dari penampilan gadis kecil tersebut.&lt;br /&gt;
“Oke, bagaimana jika begini. Kon, aku ingin bertanya terlebih dahulu padamu.”&lt;br /&gt;
Kon dengan segera kembali menjadi serius ketika Harutora mulai berbicara.&lt;br /&gt;
“Pertama…… Benar, shikigami macam apa dirimu? Tak apa jika kau hanya mengatakan tipemu.”&lt;br /&gt;
Harutora bertanya pertanyaan yang menurutnya pertanyaan paling dasar, namun yang hanya dilihatnya adalah wajah bingung dan ekspresi kaku seolah-olah ia bertanya pertanyaan yang tidak dimengerti olehnya.&lt;br /&gt;
“Huh? Kau tak tahu shikigami tipe apa dirimu? Benar, bukankah kau bilang kau adalah pembantu? Mungkinkah kau adalah shikigami pelindung yang seperti Touji katakan?”&lt;br /&gt;
“Ya, aku melayani sebagai pembantu Harutora-sama.”&lt;br /&gt;
“Benarkah begitu? Uh…… apa lagi yang dikatakannya? Dengan kata lain, kau tipe buatan manusia?”&lt;br /&gt;
“Bu-buatan manusia……?”&lt;br /&gt;
Wajah ceria Kon dengan segera tertutup bayangan. Bulir keringat muncul diwajah muramnya seolah-olah ia percaya bahwa tak ada jawaban sama sekali terhadap dosa yang tidak bisa dimaafkan.&lt;br /&gt;
“Huh? Kau tak tahu juga? ……Ah, aku tahu, kau melayani beberapa generasi keluarga cabang, jadi mungkinkah kau shikigami kuno jauh sebelum General style ada? Uh, kau tak mengingat masa lalumu, bukan? Tapi setidaknya itu lebih baik.”&lt;br /&gt;
Ia ingat bahwa Yukikaze juga merupakan shikigami kuno yang didesain sebagai shikigami buatan manusia tingkat tinggi oleh General style, jadi ada kemungkinan bahwa Kon juga setipe dengan Yukikaze.&lt;br /&gt;
“Terserah, ini tak akan berguna untuk lanjut  bertanya, dikarenakan kau juga tidak tahu, jadi aku akan berganti ke topik yang berbeda. Apa gerakan spesialmu? Apa saja yang bisa kau lakukan?”&lt;br /&gt;
“…Iya, maafkan aku karena aku lamban, namun gerakan terbaikku adalah teknik bersembunyi.”&lt;br /&gt;
“Oh, gerakan bersembunyi, biarkan aku melihatnya.”&lt;br /&gt;
“Se-sesuai perintahmu……”&lt;br /&gt;
Berkata demikian, figur Kon pun mengabur dan dengan segera menghilang. Walaupun itu permintaanya sendiri, Harutora masih sangat terkejut melihatnya. &lt;br /&gt;
“Uwah! Kau menghilang! Hebat, aku tak bisa dimana kau berada.”&lt;br /&gt;
Ia pun merentangkan tangannya, namun lengannya melewati posisi dimana Kon berada tanpa gangguan sama sekali. Terlihat seperti ia telah bergerak degan instan ke tempat lain dibandingkan dengan menyembunyikan dirinya.&lt;br /&gt;
“Kon? Apa kau disini?”&lt;br /&gt;
“Iya.”&lt;br /&gt;
“Ohh, aku mendengar suaramu! Hebat, kau tidak hanya membuat tubuhmu tidak terlihat, bukan?”&lt;br /&gt;
“Me-Meskipun itu dapat dilakukan, sebenarnya aku hanya meninggalkan tubuhku yang sebenarnya dan menghapus keberadaanku.”&lt;br /&gt;
“Me-Meninggalkan tubuhmu? Apa maksudnya itu? Apakah seperti hantu?”&lt;br /&gt;
“Iya, aku dalam wujud rohku…… dan bergabung dengan aura disekitar. N-Namun, jika aku berbicara seperti ini, aura disekitar pasti akan berfluktuasi……”&lt;br /&gt;
Sebagaimana Harutora mendengar pemaparan Kon, ia melihat ke arah sumber suara dan melihat sesuatu seperti aura yang mengabur. Tetapi ia tidak melihatnya dengan penglihatan biasanya, melainkan ‘melihat’ aura tersebut dengan kemampuan melihat auranya.&lt;br /&gt;
Namun, jika Kon tidak berbicara, ia tidak akan menyadarinya walaupun dengan kemampuan meihat aura. Jadi ini gerakan bersembunyi yang dimaksud – dengan gembira Harutora menganggukan kepalanya.&lt;br /&gt;
“Oke, itu bagus.”&lt;br /&gt;
Kon dengan segera muncul kembali ketika Harutora berbicara. Meskipun Kon tepat berada didepannya, ia hanya ‘tepat berada disana ketika ia menyadarinya’ seperti sebelumnya, muncul dengan tanpa suara.&lt;br /&gt;
“Hmm…… Itu terlihat luar biasa, Kon.”&lt;br /&gt;
“Te, Te-Te-Terima kasih atas pujiannya……”&lt;br /&gt;
“Jangan terlalu merendah, gerakan tersebut sungguh luar biasa, aku mengaguminya.”&lt;br /&gt;
“I-I-Itu biasa saja……”&lt;br /&gt;
Kon menundukan wajahnya dengan rona merah dipipinya, ekornya dengan konstan bergerak maju mundur. Ia terlihat malu, dan ekspresinya saat ini terlihat manis.&lt;br /&gt;
“Apa lagi? Apa kau memiliki gerakan lain?”&lt;br /&gt;
“Me-Mengambang diudara……!”&lt;br /&gt;
“Ohh, hebatnya! Terlihat seperti sihir! Apa lagi?”&lt;br /&gt;
“Me-Memanipulasi api……!”&lt;br /&gt;
“Uwah, bo-bola api! Panas! Bola sungguhan! Hebat!”&lt;br /&gt;
Kon mengambang kurang lebih sekitar lima puluh centimeter diudara sambil berlutut, dan bola api berukuran segenggam tangan muncul diatas kepalanya. Bola api tersebut bertambah dua, jadi bola api yang ada total ada tiga mengambang diruang kamarnya. Bola api tersebut terlihat seperti roh yang berkeliaran, tetapi panas yang diberikan oleh bola api tersebut adalah sungguhan.&lt;br /&gt;
…Sangat kuat! Shikigami ini sangatlah hebat!&lt;br /&gt;
Walaupun ia telah meragukannya sebelumnya, ia dapat bersembunyi, peningkatan, dan menunjukan gerakan sebagaimana shikigami semestinya, simpel namun mudah. Bola api juga – abaikan kekuatannya – bola itu jelas memberikan intimidasi, dan Harutora pun sangat puas mengetahuinya.&lt;br /&gt;
ekornya pun bergerak aktif sebagaimana tubuhnya bergeliat senang, tak mampu menyembunyikan rasa senangnya.&lt;br /&gt;
Namun…&lt;br /&gt;
“Luar biasa, Kon! Apa kau memiliki kemampuan lain?”&lt;br /&gt;
“……Huh? Lain……”&lt;br /&gt;
Kon pun membenamkan wajahnya, bola-bola api menghilang, dan Kon pun juga berhenti mengambang diudara. “…Huh?” Wajahnya pun memucat didepan Harutora yang tak tahu menahu.&lt;br /&gt;
Lalu, cahaya aneh pun mengilat dari mata birunya seolah-olah tiba-tiba memikirkan sesuatu.&lt;br /&gt;
Dengan segera ia mengubah postur duduknya, menaruh satu kaki didepan sebagaimana tangannya dengan cepat bersamaan menuju balik punggungnya. Sesuatu berkilau – sebagaimana Harutora berpikiran demikian, wakizashi yang ia pegang dengan erat dengan segera berada tepat diujung hidungnya.&lt;br /&gt;
Harutora terkejut.&lt;br /&gt;
“Ji, J-J-Jika Harutora-san perintah, aku tidak akan ragu untuk mengorbankan nyawaku! Mu-Musuh Harutora-sama harus dimusnahkan dengan ‘Kachiwari’ kesayanganku……!”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
Tatapannya galak, dan pedang wakizashi itu mengilat didepan matanya, membuat wajah Harutora menegang.&lt;br /&gt;
“……Be-begitu, baiklah, Kon. Aku mengerti, aku sudah mengerti, jadi tolong taruh benda itu kembali……”&lt;br /&gt;
Kon panik dan dengan segera menaruh kembali wakizashinya sesuai permintaan Harutora. Sepertinya sarung wakizashi tersebut ada didalam ikat pinggangnya. Setelah menaruhnya kembali, ia dengan segera kembali berlutut.&lt;br /&gt;
…Ini tidak baik.&lt;br /&gt;
“Ba-baiklah, Kon, itu…… K-Kachiwari? Nama yang menakutkan...... Bagaimanapun, jangan mengeluarkan pisau tersebut tanpa seizinku. Mengerti? Kau tidak boleh mengeluarkannya!”&lt;br /&gt;
“T-Tapi, Harutora-sama, sebagai penjagamu, sudah menjadi tanggung jawabku untuk memastikan keamananmu, jika hal tak terduga—“&lt;br /&gt;
“Walaupun jika aku mengalami hal tak terduga, kau masih harus mengonfirmasikannya kepadaku terlebih dahuu! Mengerti?”&lt;br /&gt;
Harutora menyela, dan Kon akhirnya menganggukan kepalanya dengan enggan.&lt;br /&gt;
…Shikigami kecil yang akan mampu mengeluarkan pisaunya tanpa peringatan, biarkan aku rehat sejenak……&lt;br /&gt;
Meskipun ia tak yakin kapan shikigami ini dibuat, sepertinya ia harus dengan segera membenarkan cara bicaranya yang terdengar kuno,karena mungkin akan ada suatu hari dimana hal itu akan menunjukan hal berbahaya.&lt;br /&gt;
…Jika gadis ini dalam masalah, seluruh tanggung jawab akan jatuh kepadanya, bukan? Bercanda, aku tak bisa mengurusi ini sendiri.&lt;br /&gt;
Ia merasa kepalanya sakit. Ini bukanlah waktunya untuk berencena untuk menggunakan shikigami agar bisa menaikkan imagenya. Semuanya adalah salah ketidaakberuntungannya, komplain Harutora dalam hati.&lt;br /&gt;
Hingga lalu – ‘Aku selalu berpikir kau bodoh, tapi aku tidak mengira kau akan sebodoh itu hingga kau tidak tahu apa-apa!’&lt;br /&gt;
“Ugh……!”&lt;br /&gt;
Ucapan Natsume pun terngiang dipikirannya, dan Harutora dengan segera menghentikan dirinya yang bersikap sok.&lt;br /&gt;
…I-Idiot! Bagaimana aku bisa memiliki sikap arogan seperti ini!&lt;br /&gt;
Benar, anak ini jauh memiliki banyak alasan untuk komplain dibandingkan dirinya. Pada akhirnya, ia hanya orang luar yang memiliki nama ‘Tsuchimikado’, yang dimana nilainya tertinggal jauh dan tak dapat mengikuti alur belajar yang ada. Shikigami dengan tuan yang seperti ini yang mendapat keberuntungan buruk.&lt;br /&gt;
Kon sepertinya percaya bahwa Harutora sedang memarahinya, dan kepalanya pun ditundukan dalam diam, dengan telinga yang ada dikepalanya yang terkulai karena depresi. &lt;br /&gt;
Disisi lain, mungkinkah Kon bersikap seperti ini karena ia merasa telah membuat kesalahan? Mungkin ia percaya bahwa dikarenakan Harutora adalah Tsuchimikado, ia pasti adalah seseorang yang ‘hebat’.&lt;br /&gt;
“Hei, Kon, untuk menghindari kesalahpahaman, biar kujelaskan terlebih dahulu……”&lt;br /&gt;
“Uh, uh, iya.”&lt;br /&gt;
Suara Harutora serius, dan Kon dengan segera menegakkan punggungnya ketika mendengarnya mengeluarkan suara.&lt;br /&gt;
Ia terbatuk-batuk canggung, membasahi tenggorokannya.&lt;br /&gt;
“De-Dengar Kon, aku akan mengatakannya terus terang, walaupun aku seorang Tsuchimikado, aku tidak seperti Onmyouji hebat yang kau layani sebelumnya. Sejujurnya, aku bahkan tak yakin aku bisa menggunakan kekuatannku sepenuhnya……”&lt;br /&gt;
Ketika ia berkata seperti itu—&lt;br /&gt;
Mata kon tiba-tiba melebar.&lt;br /&gt;
Keputusasaan yang tak berujung pun terpancar dari mata birunya.&lt;br /&gt;
“Ma, m-m-m-m-m-maksudmu aku tak dibutuhkan?”&lt;br /&gt;
Matanya penuh dengan air mata dan tubuh kecilnya pun gemetar dengan sangat, “Tu-Tunggu!” dengan panik Harutora berkata.&lt;br /&gt;
“Tidak! Kau salah paham! Aku tidak berkata tentang membutuhkanmu atau tidak, ini tidak ada hubungannya dengan hal tersebut, itu bukanlah yang kumaksud…… aku ingin supaya kau tidak terlalu berpikir tinggi tentangku.”&lt;br /&gt;
“…?”&lt;br /&gt;
Mata Kon yang berkaca-kaca pun melebar, terlihat seperti ia tidak mengerti apa yang dimaksud Harutora sama sekali.&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, uh…… aku masih seorang murid – sesuatu seperti Onmyouji trainee dan nilaiku jelek, hampir dilevel bahwa aku benar-benar orang luar, dan aku tidaklah hebat, jadi kau tidak harus terlalu hormat kepadaku.”&lt;br /&gt;
Ia berkata banyak bahkan hingga ia merasa malu, namun itulah kenyataannya, ia tak berdaya.&lt;br /&gt;
Kon mendengar penjelasan Harutora dengan mulut yang tertutup rapat dan keterkejutan yang mewarnai wajahnya. Itu membuatnya mengingat reaksi para guru dan murid tadi, dan ia pun tak mampu untuk tidak menolehkan wajahnya, malu.&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
“Itu tidak benar.”&lt;br /&gt;
Ucap Kon tegas.&lt;br /&gt;
Ia berbicara lancar dan dengan kepercayaan diri dalam suaranya, kebalikan dari sebelumnya. Namun, setelah Harutora menoleh kembali dengan terkejut, ketegasan yang ada pada wajahnya menghilang dan kembali menjadi dirinya yang malu-malu.&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, ia berusaha semampunya untuk menyampaikan pendapatnya.&lt;br /&gt;
“A, A-Aku menjaga Harutora-sama seharian ini.”&lt;br /&gt;
“…Ah.”&lt;br /&gt;
Benar, itu berarti bahwa ia telah melihat semua penampilan bodoh Harutora di Onmyou Akademi tadi.&lt;br /&gt;
“La-lalu kau seharusnya tahu benar bahwa aku tidak mengerti apapun sama sekali, bukan? Lalu kenapa……”&lt;br /&gt;
“Karena a-aku adalah shikigami Harutora-sama.”&lt;br /&gt;
“Hanya alasan itu? Kau sangatlah hormat kepadaku hanya dengan alasan tersebut?”&lt;br /&gt;
Harutora bertanya dengan tidak percaya. Kon menunjukan tatapan bingung dan menatapnya ketika mendengarnya berucap seperti itu, seolah-olah itu adalah hal paling wajar. Jika hal itu adalah memang hal yang paling wajar…… Sebagai shikigami Natsume, Harutora pun merasa putus asa membayangkan dunia macam apa itu.&lt;br /&gt;
“A-apa aku merepotkan Harutora-sama?”&lt;br /&gt;
“Tidak…… bukan itu.”&lt;br /&gt;
Harutora menjawab acuh tak acuh. Sebenarnya, ia merasa bahwa Kon terlalu meninggikan dirinya, jadi ia merasa sedikit gelisah.&lt;br /&gt;
….Tapi……&lt;br /&gt;
Perkataaan Kon menggerakkan hati Harutora setelah seharian penuh mengalami penderitaan.&lt;br /&gt;
Dipikir baik-baik, akan menjadi tragedi betul jika shikigaminya menunjukan sikap hina padanya. Sikap Kon tidak akan sekaku itu jika secara perlahan mereka saling mengenal. Secara acak mengayunkan wakizashi tersebut memang masalah yang merepotkan, namun tak ada alasan untuk mengubah pendiriannya.&lt;br /&gt;
Disisi lain, dikarenakan Kon sudah pasti sangat patuh kepada tuannya, ia harus berusaha semampunya untuk menjawab ekspetasinya dan menjadi Onmyouji yang pantas menerima hormatnya.&lt;br /&gt;
“……Aku mengerti, mulai hari ini kau akan menjadi shikigamiku dan aku akan menjadi tuanmu, walaupun aku adalah tuan yang tak pantas. Mohon bantuannya, Kon.”&lt;br /&gt;
Harutora dalam diam telah memutuskan, berkata demikian pada Kon sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
Pipi Kon merona dan matanya berkaca-kaca untuk sesaat. Dengan segera ia menundukkan kepalanya.&lt;br /&gt;
“A, A-a-aku tidak layak, mohon instruksinya—“&lt;br /&gt;
Sikap dan perkataannya sangat sopan, ekornya pun bergerak-gerak senang seperti anak kecil. Meskipun sebenarnya ia merasa sedikit menyesal, Harutora tak lagi menghiraukannnya ketika melihat Kon yang saat ini begitu senangnya.&lt;br /&gt;
…Aku memiliki shikigami sekarang. Harutora mencerna kembali fakta tersebut.&lt;br /&gt;
“……Baiklah! Lalu, Kon, kau seharian penuh bersamaku, jadi kau mengerti benar bukan orang macam apa aku ini?”&lt;br /&gt;
“H-h-harutora-sama berpikiran luas, bahkan seseorang sepertiku dapat me—“&lt;br /&gt;
“Tenang, kau tak perlu terburu-buru untuk menjawab, aku hanya bermaksud untuk lanjut bertanya, seperti…… Benar, apakah ada arti khusus dengan telinga dan ekormu?”&lt;br /&gt;
Harutora menyembunyikan senyum jailnya, bertanya dengan nada selembut mungkin. Dengan pertanyaan tersebut, Telinga dan ekor Kon dengan segera berdiri dan terlihat waspada seperti terkena serangan kejutan.&lt;br /&gt;
“A-arti…… aku adalah keturunan roh rubah, jadi……”&lt;br /&gt;
“Huh, kau seekor rubah? Mungkinkah kau rubah magis – tidak, mungkin seekor kitsune?”&lt;br /&gt;
Harutora awalnya berpikir bahwa kedua hal itu aalah telinga dan ekor anjing. Setelah mendengar pertanyaan tersebut, Kon mengangguk. Jika begitu, lalu bola api yang dimunculkan oleh Kon tadi bisa saja disebut sebagai ‘api rubah’.&lt;br /&gt;
Touji telah menjelaskan bahwa standar shikigami buatan adalah mampu memiliki kekuatan sihir eksternal. ‘Kekuatan sihir eksternal’ tersebut dalam hal ini adalah ‘roh rubah’ milik Kon, dengan kata lain, Kon adalah shikigami yang dibentuk berasal dari roh rubah. Walaupun begitu, Harutora sebenarnya tidak mengerti tentang apa itu roh rubah.&lt;br /&gt;
Ia pun hanya ber-ohh ria dengan sedikit rasa penasaran, sedikit memajukan dirinya untuk melihat lebih jelas telinga Kon. Mungkin Kon merasa sedikit malu dengan tatapan Harutora, sebagaimana pipinya yang memerah dan ia yang menolehkan wajahnya ke samping…… Namun telinganya malah semakin bergerak-gerak.&lt;br /&gt;
“……Bisakah aku menyentuhnya?”&lt;br /&gt;
“Hya!?”&lt;br /&gt;
“Ah, jika kau keberatan, aku tak akan memaksa—“&lt;br /&gt;
“T-t-tidak, bukan begitu, sentuhlah jika kau ingin……”&lt;br /&gt;
Ia pun perlahan memajukan kepalanya dan Harutora merentangkan tangannya sambil “Maaf”.&lt;br /&gt;
Pertama ia merasakan telinga Kon diantara jari-jarinya. Kon gemetar seperti dialiri listrik ketika ia menyentuhnya.&lt;br /&gt;
“Ohh, lembutnya – Haha, bahkan bergerak, benar-benar seperti anak anjing…… Ahah, baiklah, baiklah.”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
“Bolehkah aku menyentuh ekormu juga?”&lt;br /&gt;
“Te-tentu saja……”&lt;br /&gt;
Kon terlalu malu untuk melihat Harutora ketika ia berbicara, memiringkan punggungnya kepada Harutora.&lt;br /&gt;
Bahkan ekornya pun terasa lebih lembut dibandingkan telinganya, dan Harutora berpikir lembut sekali, sambil “Ohh!” ria, senang. Ia sebenarnya cukup menyukai binatang.&lt;br /&gt;
“Terasa sangat begitu enak, bebas dan lembut…… Oh, ini bergerak.”&lt;br /&gt;
“……A-a-aku merasa sangat terhormat bahwa dirimu…… menyukainya……”&lt;br /&gt;
“Yah, ini sangat lembut. Dengan catatan, aku tak pernah memegang rubah sebelumnya, jadi ini bagaimana ekornya terlihat.”&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
Harutora terus mengelus ekor rubahnya, membuat Kon sering kaget tersentak pada setiap elusannya dan rileks kembali. Ia berusaha keras untuk menahannya tanpa berani untuk berbicara, bahkan telinganya bergerak semakin cepat.&lt;br /&gt;
“Ah, maaf, apa terasa gatal?”&lt;br /&gt;
“T-t-t-tolong jangan khawatir……”&lt;br /&gt;
“Bisakah kau menggerakan ekormu sesuai keinginanmu? Sebenarnya, bagaimana ekormu bisa bergerak?”&lt;br /&gt;
“Ba-bagaimana—!?”&lt;br /&gt;
Harutora bertanya dengan santai, namun untuk suatu alasan Kon sedikit meninggikan suaranya tidak karuan.&lt;br /&gt;
Akhirnya, ia membulatkan tekad dan berdiri dengan diam, mulutnya rapat dan kulit putihnya pun merona hingga lehernya. Lalu, dengan punggungnya yang menghadap Harutora, ia perlahan melepas tali yang ada dipinggangnya.&lt;br /&gt;
“Se-se-se-se-, Seperti ini!”&lt;br /&gt;
Ucapnya dan dengan tiba-tiba menurunkan hakamanya.&lt;br /&gt;
Ekor yang secara konstan gemetar dan pantat putihnya pun berada didepan Harutora—&lt;br /&gt;
“Ada apa, Harutora! Aku berkunjung ke perpustakaan saat mau pulang sebagai pencegahan, dan menyadari bahwa, buku yang aku suruh kau baca masih ada—“&lt;br /&gt;
Natsume dengan kasar membuka pintu kamar Harutora tanpa mengetuk, tangannya membawa tumpukan buku. Teriakan marah pun terdengar sebagaimana ia berjalan memasuki ruangan.&lt;br /&gt;
Waktu berhenti, semuanya terdiam.&lt;br /&gt;
Kon meratap tanpa bersuara, dengan segera menaikan hakamanya, berusaha untuk tidak terjatuh. Harutora dengan cepat membantu Kon ketika ia terjatuh dalam pelukannya – dan hasilnya keduanya berpelukan satu sama lain sebagaimana hakama Kon jatuh ke lantai.&lt;br /&gt;
Tumpukan buku yang dibawa Natsume satu persatu jatuh.&lt;br /&gt;
Kon telah membeku, namun Harutora mengambil hakama yang terjatuh dengan kecepatan yang sangat, menaikan hakama seperti ia sedang membantu anak kecil untuk memakaikan celananya dan mengikat talinya.&lt;br /&gt;
Lalu, ia menarik napas, dalam, dan baru saja ingin membuka muutnya, ketika—&lt;br /&gt;
“……………...Harutora?”&lt;br /&gt;
“Uh—“&lt;br /&gt;
“………………Apa yang kau lakukan?”&lt;br /&gt;
“Kau salah paham—“&lt;br /&gt;
Ini pertamam kalinya Harutora mendengar Natsume dengan suara seperti itu semenjak ia lahir, dan suara ketika ia menjawab terdengar seperti bukan suaranya.&lt;br /&gt;
“Uh, begini, tenanglah dan dengar penjelasanku, oke? Kau salah paham, dia Kon, jangan lihat dia seperti anak kecil, dia sebenarnya adalah rubah. Terlebih lagi, dia adalah shikigami, bukan manusia. Lihat ekor dan telinganya sebagai buktinya. Jadi kau salah, ini tidak seperti yang kau pikirkan……”&lt;br /&gt;
Natsume mengerutkan keningnya, matanya dengan ganas memberikan kesan berbahaya.&lt;br /&gt;
Diwaktu yang bersamaan, Harutora seperti melihat beberapa jimat sihir yang muncul ditangannya, dan walaupun ia merasa ingin tahu bagaimana ia mengeluarkan jimat tersebut, perhatiannya lebih tertuju dengan kata ‘bahaya’ yang tertera jelas didalamnya. Harutora yang berusaha meluruskan kesalahpahaman pun semakin diam dan diam.&lt;br /&gt;
“…………Mesum.”&lt;br /&gt;
“Tunggu—“&lt;br /&gt;
“…………Mati.”&lt;br /&gt;
“Na-natsume?”&lt;br /&gt;
Tubuhnya terlihat seolah-olah telah mengembang – ini apa yang ia lihat dengan kemampuan melihat rohnya, tak mungkin salah.&lt;br /&gt;
“Mati kau, mesum! Order!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Ketika aku sampai, jantungmu sudah berhenti berdetak.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji dari ruang sebelah memberitahukan Harutora setelahnya. Tentu saja, hal itu hanya sebuah candaan.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_2&amp;diff=514755</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 2</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_2&amp;diff=514755"/>
		<updated>2017-03-08T11:40:51Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Bagian 2 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 2 – Telinga dan Ekor==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora, karena kau tidak bersalah, kau tak perlu mengkhawatirkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana bisa aku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas pagi telah selesai, dengan Harutors yang masih membawa perasaan bersalah setelah kejadian perkenalan yang kacau balau. Pundaknya terasa berat dan capai, seolah-olah pundaknya adalah batu, membuatnya membuatnya terkulai di meja ruang kelas kelelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang adalah jam istirahat. Banyak murid – termasuk Kyouko – pergi meninggalkan kelas, untuk mencari makan. Tentu saja, tak ada yang berani berbicara dengan Harutora, yang telah membuat keributan tepat setelah ia memasuki kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecuali satu orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haaaah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji tersenyum, terang-terangan. Menganggap dirinya sebagai setengah orang luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menjadi bahan pembicaraan tepat ketika kau masuk, sungguh sempurna, Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Sempurna’ apa yang kau maksud, semuanya sudah selesai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan itu, menunjukan tampilan sebuah kekuasaan di awal untuk mengukur reaksi semua orang menunjukan sebagai seseorang yang mencari orang-orang kuat, tidak buruk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, beerpikir kau memiliki sikap santai seperti itu... Terlebih, bukan aku yang ‘menampilkan sebuah kekuasaan’.”&lt;br /&gt;
Touji biasanya tak diragukan kembali merupakan orang yang seharusnya lebih menarik perhatian, bukan Harutora, namun kali ini Touji benar-benar tertutupi oleh ‘Pasangan Tsuchimikado’, bahkan berkata: “ Dengan seperti ini akan lebih memudahkanku untuk bergerak, jadi aku setuju.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, Natsume. Apakah murid yang bernama Kyouko itu selalu seperti itu? Dia seperti memiliki kebencian yang mendalam terhadap keluarga Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanya Touji, namun Natsume menggelengkan kepalanya, muram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak…… Dia tak pernah menyerangku seperti itu, tapi terkadang ia menunjukan sedikit perlawanannya kepadaku seperti hari ini. Berkatnya, aku juga jadi sedikit bersemangat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku tidak melihatnya sebagai ‘sedikit’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang tidak membuatmu puas? Harutora, aku akan membicarakannya untukmu. Dengan kata lain, melindungi shikigamiku adalah sesuatu yang wajar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Natsume dengan bangga, dan Harutora pun semakin membenamkan dirinya di meja, sudut-sudut mulutnya pun membentuk senyum terbalik.&lt;br /&gt;
Disisi lain, Touji terduduk di atas meja, termenung dalam pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkinkah kita melakukan sesuatu yang membuatnya marah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tak tahu, aku tak tahu sama sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika kau memanggilnya Kurahashi Kyouko tadi, mungkinkah Kurahashi ‘tersebut’? jika seperti itu, mungkin itu berhubungan dengan hal tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia memang berasal dari keluarga tersebut, namun demikian, aku tak mengerti kenapa. Ayahku pernah bertemu dengan keluarganya, tapi aku hampir tak pernah berkontak dengan keluarga Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Natsume, menunjukan ekspresi malu. Harutora tiba-tiba mengangkat kepalanya ketika mendengar nama ‘Kurahashi’, lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, iya, sensei baru saja menyebutkannya, bukankah itu Kur… Tunggu, Natsume, Touji, bukankah kalian terlalu familiar? Bukankah kemarin pertemuan pertama kalian?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya bingung, dan tubuh Natsume pun sekilas terlihat gemetar mendengar hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Touji pernah satu sekolah sebelumnya, dan keduanya berteman baik sebelum semenjak ayah Harutora merawat Touji. Namun Touji baru pertama kali melihat Natsume ketika ia pergi ke Tokyo bersama Harutora kemarin. Waktu itu, Harutora bahkan baru memberitahukannya kalau Natsume adalah perempuan – lagipula, ia telah sering menyebutkan perempuan yang diajak mainnya saat masih kecil kepada Touji sebelum ia mengetahui tentang tradisi keluarga utama. Namun keduanya tak mengatakan hal apapun selain perkenalan sederhana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, abaikan Touji, kenapa Natsume yang biasanya pemalu sekarang berbicara dengan semangatnya pada Touji?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, itu, begini……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah lembut Natsume berubah menjadi kaku dan kata-katanya pun menjadi berantakan, ia pun menatap tak tentu arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda dengan Touji yang tampak tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidakkah kau tahu, Harutora? Orang-orang tak bisa untuk tak datang berbicara denganku, aku adalah pria yang menawan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Berpikir kau dengan bangganya berbicara seperti itu setelah menjadi seorang preman sebelumnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengangkat kepalanya dari meja, mengerutkan dahinya dengan heran. Touji tersenyum dan menaruh tangannya diatas kepala Harutora, mengacak-acak rambutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, tak perlu kau khawatirkan. Untuk suatu alasan, aku merasa ini bukan pertama kalinya aku bertemu dengan orang ini, itu pasti karena kita sangat akrab. Iyakan, Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, benar! Itu benar, Harutora. Kami akrab! Dan yang kucing kupunya sebelumnya bernama Touji, jadi aku merasa cukup dekat dengannya dan aku tak pernah berpikir kalau Touji adalah orang asing sama sekali!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menunjukan senyum palsu, namun Natsume memaksa dirinya untuk tertawa keras. Harutora merasa seperti sebuah komedi sedang bermain didepannya, dan ia pun semakin mengerutkan keningnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Natsume dan Touji memang belum mengeanal satu sama lain sebelumnnya, jadi ia hanya bisa untuk memercayai klaim mereka. Terlebih penting, sebenarnya ia diam-diam khawatir bahwa ‘Aku takut kalau kedua orang yang berbeda kepribadian ini tidak akan akrab’, namun melihat situasinya saat ini……  ia merasa lega melihat keduanya yang tiba-tiba bisa dalam harmoni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah kau cemburu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei kau…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau dan Natsume sudah lama tak bertemu, tapi kami malah menjadi sangat &lt;br /&gt;
akrab dengan cepatnya, jadi dirimu yang cemburu bukankah—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Baiklah, Aku tahu. Sejujurnya, aku akan merasa bermasalah jika kalian bertengkar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar pertanyaan menggoda Touji, Harutora mau tak mau harus menyerah dengan investigasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun menjadi sangat lelah ketika membayangkan keduanya bertengkar, sehingga kini ia hanya bisa berharap bahwa ke depan nanti tak akan ada masalah yang terlalu menyulitkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menoleh ke arah Natsume, seolah-olah memberikan persetujuannya terhadap apa yang mereka nyatakan: “Jadi, baiklah jika seperti itu. Natsume, kau bisa memercayai Touji. Jika kau memerlukan sesuatu, kau juga bisa berbicara padanya, bukan cuma aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………” Namun Natsume tidak merespon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora yang awalnya ingin bersandar, kebingungan, memiringkan tubuhnya untuk melihat Natsume. Ia menyadari bahwa saat ini Natsume berdiri dengan matanya yang melebar, dan pipinya yang memerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ada apa, Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, tidak apa-apa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah? Mungkinkah kau tidak memercayai Touji?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan begitu…… Hanya saja, mmm…… K-kau tak perlu khawatir…… oke? Touji dan aku tidak terlalu akrab……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bersikap malu-malu dan ia berbicara dengan terbata-bata. Harutora pun hanya bisa mengerutkan dahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau coba katakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“M-maksudku, aku memercayai Touji, tapi…… Yang paling…… mmm…… orang yang paling dekat denganku adalah Harutora, aku janji……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbisik lembut tanpa melihat Harutora, Harutora tidak mengerti maksud dari perkataannya dan menoleh ke arah Touji untuk meminta bantuan, namun Touji hanya menatap ke langit-langit untuk suatu alasan. Harutora, yang terlihat kebingungan seperti sebelumnya, merasa seperti dirinya sedang melihat komedi dagelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“N-ngomong-ngomong!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume dengan segera mengganti topik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua akan berjalan lancar antara aku, Touji, dan Harutora! Jadi – kau tak perlu khawatir dengan murid-murid lainnya, bahkan gadis itu. Selama kau berusaha dan serius, aku percaya dia tidak akan macam-macam. Jika ia berani coba-coba untuk mencari masalah denganmu, aku tak akan membiarkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berbicara seperti itu dengan wajah yang memerah, tiba-tiba Natsume menjadi serius, lalu berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama dan yang lebih utama – kita datang ke Akademi Onmyou agar bisa mandiri sesegera mungkin, dan hanya demi tujuan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan tersebut menunjukan gaya hidup Natsume selama di Akademi Onmyou, dan Harutora tanpa sadar duduk dengan tegak ketika mendengar ucapan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ucapan tersebut, Natsume juga pernah bilang kalau ia tidak perlu takut selama ia menunjukan kekuatannya di Akademi Onmyou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dirinya yang berbicara seperti itu sama saja dengan terang-terangan ia menyatakan bahwa ia tak peduli dengan murid-murid lainnya, dan mengakui bahwa dirinya terisolasi dari kelas, tanpa teman. Hal itu membuktikan perkiraan dan kekhawatiran Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Namun, Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukan hal yang baik. Keadaan Natsume memang cukup kompleks dan sulit dimengerti, namun ia masih tak percaya jika menutup diri adalah jalan keluar terbaik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora mengkhawatirkan bagaimana ia harus membicarakan kekhawatirannya…… “Tsuchimikado-kun – Ah, maksudku Natsume-kun.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang murid berbicara dari depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merupakan seorang murid lelaki berkacamata. Harutora dan yang lainnya pun menoleh secara bersamaan, membuatnya terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh – orang itu disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menunjuk ke arah pintu ruang kelas ketika ia berbicara demikian.&lt;br /&gt;
Seorang lelaki bersetelan jas berdiri di koridor luar kelas. Tubuhnya tinggi dan kurus, dan penampilannya cukup tampan. Ia tersenyum ramah ketika sadar Harutora dan yang lainnya melihatnya, sedikit menganggukkan kepalanya sebagai salam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merasa kebingungan, ketika – “Oh! Aku lupa. Maaf Harutora, aku harus pergi.” Ucap Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh…… Aku, aku sedang menjalani kelas spesial sekarang, jadi aku ada kelas ketika istirahat siang…… Apa kau tahu dimana kantin sekolah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, aku harus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu kalian bisa makan duluan, aku mungkin akan kembali sebelum kelas selanjutnya mulai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata demikian dengan segera ia menuruni tangga, bergegas menuju pintu kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tiba-tiba ia berhenti, dengan cepat berbalik menghampiri mereka dan sedikit mendekatkan dirinya ke meja yang mereka tempati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora, Touji, mari lakukan yang terbaik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ah, okay.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Touji merespon bergantian terhadap tatapan yang dipancarkan oleh mata jernihnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tertawa riang seperti anak kecil, membalikkan dirinya seperti seolah-olah ia sedang menari dan akhirnya pergi meninggalkan ruang kelas. Ia berbicara beberapa kata pada laki-laki yang menunggunya di koridor dan dengan segera menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kepergian Natsume yang tiba-tiba, sekujur tubuh Harutora pun merenggang, namun Touji berkata dengan kecut: “Ia sangat gembira.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gembira…… huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menatap ke arah koridor tempat Natsume pergi dengan tatapan kompleks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkin karena dia menggunakan seragam laki-laki, kepribadiannya berubah. Bagaimana aku harus mengatakannya…… ia terasa lebih kekanakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun, yang aneh adalah aku tak merasa kaget sama sekali, melainkan rasanya seperti aku sudah terbiasa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tidak heran.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji berbicara pelan dengan seringai terpampang ketika mendengar Harutora bergumam, tatapannya jelas menunjukan ‘jadi mereka berdua selama ini sama’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi…… Bukankah guru yang datang menjemput Natsume juga seorang guru disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau ingin tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitulah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin dia adalah pacarnya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-hal bodoh apa yang kau bicarakan, Natsume berpura-pura menjadi laki-laki disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terus kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa yang kau maksud!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, Harutora berasal dari daerah pedesaan, dan ketika Touji yang besar di Tokyo berkata seperti itu, ia hampir percaya bahwa ‘hal semacam itu’ tidak aneh di tempat ini. Teman baiknya pun tersenyum melihat Harutora yang terlihat panik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimanapun, Natsume pergi di saat yang tepat. Aku memiliki kesempatan untuk memulai penyelidikan rahasia setelah kejadian tadi pagi – tunggu aku disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora menanyakan hal tersebut, Touji telah memasukkan tangannya ke dalam saku celananya, dengan santai berjalan pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu – “Yo, terima kasih yang tadi.” Ia berbicara dengan ramah pada salah satu murid yang berada dibelakang kelas, murid laki-laki yang baru saja memberitahukan Natsume bahwa ada orang yang mencarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya ia berada dalam kelompok yang membawa bekal ke sekolah, dan ia sedang duduk, dan membuka bekalnya ketika Touji menghampirinya. Matanya melebar ketika murid pindahan – yang telah menjadi pusat perhatian – memanggilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau mengingat namaku? Aku Ato Touji, senang bertemu denganmu. Bagaimana denganmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, ya, aku Momoe, Momoe Tenma…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenma, nama yang cukup mudah diingat. kau bisa memanggilku Touji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, oke, kalau begitu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bisa melihat bahkan dari jauh bahwa Tenma terlihat cukup gugup. Ia memastikan dirinya terlihat sopan ketika berbicara, walaupun Touji terlalu dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya cukup mungil dan terlihat langsing, dengan gaya rambut yang umum dan konservatif. Wajahnya yang mengenakan kacamata menunjukan dirinya yang masih terlihat seperti murid sekolah menengah pertama, sekilas ia terlihat kanak-kanak, namun juga terlihat ramah karena hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Jadi ini penyelidikan yang dimaksud olehnya……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji sepertinya berencana mengambil kesempatan pada tidak adanya Natsume untuk mendengar beberapa informasi dari murid-murid lainnya. &lt;br /&gt;
Namun, dimata Harutora yang melihatnya dari jauh, mereka terlihat seperti seorang murid nakal yang sedang menindas murid suruhannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji kemudian memberitahukan tiga alasan kenapa ia memilih Tenma sebagai objek sumber informasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, Tenma telah bersedia memberitahukan Natsume bahwa ada orang yang mencarinya, yang menunjukan ia tidak memiliki maksud buruk apapun terhadap Natsume, dan juga membuktikan bahwa ia adalah orang yang dengan jujur akan melakukan sesuatu jika diminta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, ia baru saja sedang membuka bekalnya, atau dengan kata lain ia tidak memiliki alasan yang tepat untuk pergi, jadi akan susah untuknya kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, ia terlihat mudah untuk ‘dikelabui‘.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun Harutora merasa bodoh ketika mendengarnya, Touji telah mengobservasi reaksi yang diberikan oleh murid-murid yang ada dikelas ketika Natsume dan Kyouko bertengkar ketika perkenalan tadi, mencari kandidat untuknya mengumpulkan informasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kau baru saja ingin memakan bekalmu? Bisakah kuminta waktunya sebentar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji telah mengantisipasi respon Tenma terlebih dahulu – sebenarnya, ia bertanya dengan sikap yang aneh. Ia berkata ia tidak ingin mengganggunya, namun ia tersenyum menunjuk bangku kosong yang ada disisi Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang diduga Touji, Tenma benar-benar menunjukan senyum naturalnya, menjawab: “Silakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus. Aku baru disini jadi aku tidak familiar sama sekali dengan tempat ini. Bisakah aku bertanya beberapa hal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-begitu. Silakan, jika kau tak keberatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terma kasih banyak. Ah, jangan khawatirkan aku, silakan lanjutkan makanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang menakutkan dari Touji adalah ia memang dulunya adalah murid nakal namun sikapnya sangatlah licin. Sebenarnya, ketika di tahun pertamanya masa sekolah menengah atas, Harutora melihat banyak gadis-gadis yang telah tertipu oleh perbedaan antara penampilan luar yang menyeramkan dan sikap baiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akademi Onmyou benar-benar tempat yang menakjubkan, bukan hanya fasilitasnya saja yang baru, bahkan terdapat sepasang komainu didepan pintu masuk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudmu Alpha dan Omega, huh. Setelah kau terbiasa, kau akan menganggap kedua shikigami tersebut cukup menarik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shikigami, huh. Tentu saja, aku tak tahu bagaimana menggunakan shikigami, tapi mungkinkah kau sudah bisa menggunakannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, aku, aku kurang lebih bisa menggunakan shikigami buatan…… Pada akhirnya pengendalian tatap muka dengan shikigami saat ini cukup baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma sedikit gugup, namun ia masih berbicara dengan Touji. Walaupun Touji telah mengganggu makan siangnya, ia tidak memberengut, jadi kepribadiannya memang baik seperti penampilannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji dengan diam melambai-lambaikan tangannya ke Harutora selagi berbicara dengan Tenma, mungkin menjelaskan ‘kita bisa mendekati orang ini’. Harutora berdiri dengan enggan, berjalan menuju tempat duduk Touji dan Tenma. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Boleh aku bergabung?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh, ah—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kau tak perlu begitu takut. Aku tak tahu bagaimana sebenarnya Natsume, tapi kami tidak berbahaya. Dikarenakan ada dua Tsuchimikado di kelas, kau bisa memanggilku Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tak menyangka bahwa dirinya terlihat lebih menakutkan dibandingkan Touji. Ia tak ingin menghiraukannya, yang kemudian ia memilih untuk duduk didepan Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang ini juga dalam masalah. Dia memang seorang Tsuchimikado, tapi dia dari keluarga cabang dan juga tak mengetahui apapun tentang Onmyoudou. Dan dia dan aku sekolah di sekolah menengah atas biasa sampai musim panas kemarin. Alasan kenapa kami bisa memasuki Akademi Onmyou sebenarnya tak begitu hebat. Apa kau mengetahui keributan besar Onmyouji akhir-akhir ini? Sebenarnya kami terlibat dengan masalah tersebut.” Ucap Touji sambil menyeringai kepada Tenma yang gugup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Touji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dengan segera menyela, namun Touji hanya menjawab: “Tak apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya, Onmyouji yang menyebabkan insiden tersebut berhubungan dengan para petinggi Agensi Onmyou, bagian tersebut bahkan tidak diberitahukan media, dan kami dua orang biasa berakhir dengan terlibat dengan ‘insiden’ tersebut – begitulah yang terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang kau maksud insiden tersebut? Jadi begitu ceritanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma menunjukan keterkejutannya. Sepertinya ia memang telah mendengar perihal insiden musim panas tersebut. Dikarenakan hal tersebut telah menjadi berita nasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menganggukan kepalanya, membenarkan, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nama Tsuchimikado pun menjadi terkenal, dan ia pun mau tak mau harus menahan tekanan yang diberikan olehnya dari yang lain – namun ia tak menyangka kritik publik yang baru saja dia alami, jadi dia putus asa sepanjang pagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimatnya terdengar meremehkan, namun ia menyentuh dagunya ke arah Harutora dengan kasihan. Kata-katanya tidak salah sama sekali, namun retorikanya cukup pintar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Tenma pun melebar mendengar penjelasan tersebut. “Jadi begitu.” Menerima perkataan Touji bahkan terlihat rasa simpati yang muncul dalam tatapannya ketika melihat Harutora. Harutora bersyukur, namun ia meresa Touji terlalu membesar-besarkan, jadi ia pun mau tak mau sedikit ragu-ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji mengangkat bahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun mungkin memang inilah yang kami inginkan, dan aku pun memutuskan untuk menjadi Onmyouji karenanya, namun…… Seperti yang dikatakan Touji, aku memang sedikit dalam masalah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu, sangat disayangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma pun menunjukan senyum ramah ketika ia berbicara. Ia memiliki wajah yang manis, dan Harutora pun akhirnya bisa merasa bahwa saat ini ia sedang berbicara dengan ‘teman kelas’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jadi, kami ingin bertanya sedikit tentang ‘keadaan kelas’, tidak apa-apa jika kau merespon dengan hanya yang kau tahu – murid perempuan tadi pagi, dia dipanggil ‘Kurahashi’ jika aku tidak salah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji memajukan dirinya, seolah-olah sedang berbicara tepat pada telinganya dan langsung ke inti masalah, mungkin menurutnya ini merupakan kesempatan yang tepat. Tenma pun menggumamkan “Ah”, dengan cepat mengerti maksud perkataan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, dia adalah putri dari keluarga Kurahashi. Tapi dia bukanlah gadis yang angkuh, bahkan dia berbicara denganku dengan sikap yang ramah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tapi dia sangat kasar tadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, dia terlihat seperti itu ketika Natsume-kun terlibat…… Sepertinya ia menganggapnya sebagai rival.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum ramah Tenma berubah menjadi sedikit getir. Sepertinya reaksi kyouko pagi tadi tidak mewakili pendapat umum kelas, namun hanya dendam pribadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, bukan itu yang dikhawatirkan oleh Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, benar, berbicara tentang ‘Kurahashi’, aku ingin bertanya sekarang, apa yang membuat keluarga Kurahashi terlihat begitu penting? Apa mereka terkenal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar pertanyaan tersebut, Tenma menunjukan reaksi yang sama seperti Ohtomo sebelumnya, matanya melebar dengan sangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau lihat, dia tidak familiar dengan hal ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera Touji menjawab, dan mulai menjelaskannya kepada Harutora:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Keluarga Kurahashi sama dengan Keluarga Tsuchimikado, mereka adalah keluarga terkenal di Onmyoudou. Keluarga Kurahashi menjadi sorot utama semenjak turunnya keluarga Tsuchimikado. Kau mendengar nama kepala sekolah, bukan? Kurahashi Miyo, nenek tua itu adalah kepala keluarga dari keluarga Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terkenal? Jadi itu kenapa sensei bilang kalau dia adalah ‘figur dibalik layar’, huh…… La-lalu Kyouko juga?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, ia juga berasal dari keluarga Kurahashi, dan bukan hanya itu, dia juga adalah cucu dari kepala sekolah Kurahashi. Terlebih lagi, pimpinan Agensi Onmyou saat ini adalah anak kepala sekolah, yang juga adalah ayahnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjelasan tambahan dari Tenma pun membuat Harutora terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu sangat luar biasa! Ayahku hanyalah seorang doctor Onmyou daerah pinggiran, dan ayah Natsume…… Aku lupa apa yang dia lakukan, namun kupastikan ia bukanlah pegawai pemerintah yang penting. Itu gila! Sungguh keluarga yang luar biasa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah aku juga bilang seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Touji dingin terhadap Harutora yang terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun terlepas dari kehebatannya saat ini, keluarga Tsuchimikado memegang sejarah dan silsilah, dan itulah mengapa Kurahashi-san dalam satu pihak berseteru dengan Natsume-kun – itulah mungkin yang dipercayai semuanya, namun tak berani berucap.” Tenma tersenyum ringan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepihak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu…… Kau bisa mengetahuinya dengan hanya melihat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Tenma, meringis. Orang-orang akan memercayainya ketika melihat sikap dingin Natsume dibandingkan aksi marah Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun itu tak heran ia begitu peduli, karena mereka berdua memanglah dua murid terbaik di kelas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkinkah Kyouko juga sama seperti Natsume, dan mendapat latihan dasar Onmyoudou sejak dia kecil?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak akan aneh jika ia memang mendapatkan latihan tersebut, karena ia adalah putri dari keluarga Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Kyouko adalah Onmyouji yang kuat. Harutora dalam diam mewanti-wanti dirinya bahwa walau ia ditantang, ia pasti tidak akan merasa marah dan dengan segera menyetujuinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun kelas tahun pertama hanya fokus kepada pelajaran, jadi tak ada yang benar-benar yakin dengan kekuatan mereka, hanya saja mereka tampil dengan sempurna pada latihan praktik yang jarang diadakan, dan sepertinya hanya mereka berdua di angkatan ini yang memiliki shikigami tipe pelindung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jelas Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa maksudnya tipe pelindung?” Pertanyaan Harutora mengejutkan Tenma kembali – “Diamlah.” Touji menutup mulutnya mendengar mendengar hal itu, melihat Touji dan Harutora yang bersikap tidak sopan, Tenma tertawa, tanpa sadar sedikit merasa lega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun aku benar-benar terkejut tadi pagi, dan bukan hanya aku. Semuanya tadi pasti merasa terkejut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa? Bukankah mereka memang seperti minyak dan air?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, Kurahashi-san memang sering memprovokasi Natsume-kun, tapi &lt;br /&gt;
Natsume jarang membalasnya seperti itu, itu benar-benar tak seperti dirinya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Tenma sadar bahwa keduanya dekat dengan Natsume dan memberikan tatapan bertanya. Touji menyadarinya dan berkata “Jangan khawatir, bicaralah.” Lagi, ia memberikan tatapan meminta maaf, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia – Natsume-kun biasanya sangat tenang, dan mungkin tak baik mengatakan ini, namun dia sepertinya tidak peduli dengan apapun yang ada disekitarnya. Dan dia selalu memberikan kesan pada semuanya seperti orang yang mendengar dalam diam – bagaimana aku harus mengatakannya? Sungguh tak disangka darinya ketika bertengkar dengan seseorang begitu semangatnya. Kurahashi-san juga marah tadi pagi karena reaksi Natsume-kun menakutinya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma pun mengucapkan perasaannya dengan jujur, dan Harutora dan Touji pun tanpa sadar melirik satu sama lain ketika mereka mendengar hal tersebut. Dari sikap naif Natsume sekarang, sulit untuk mengimajinasikan ‘Natsume yang biasanya’ seperti yang diucapkan Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
……Dipikir baik-baik, itu memang mendekati dengan sifatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengatakan pada dirinya bahwa Natsume yang berpakaian seperti laki-laki terlihat kekanakan, namun Natsume yang sebelumnya – gadis dari keluarga utama yang dekat dengannya sejak Harutora kecil – memberikan kesan yang sama seperti yang dikatakan Tenma. Ia menanggung beban berat sebagai pewaris keluarga Tsuchimikado, dan ingin dengan serius untuk menjadi Onmyouji hebat tanpa mengindahkan hal lain. Ia angkuh dan keras dengan lainnya, gadis seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, kepribadiannya tak bisa langsung terganti walau ia berpakaian seperti lelaki, dan ia terlihat gelisah dan senang hari ini karena—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sangat penting bagi Natsume-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan Tenma tak bermaksud lebih, dan Harutora memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan rasa malunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume telah berusah untuk membelanya, namun ia pasti tak memikirkan efek apa yang akan dimiliki oleh orang sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora hanya ingin tenang di Akademi Onmyou dan berjalan lancar sebisa mungkin, untuk dirinya dan Natsume, karena mungkin bahkan Natsume harus menunjukan kesudiannya untuk dekat dengan teman kelasnya dibandingkan dengan dia dan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jangan khawatir, ‘mari lakukan yang terbaik’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun tergagu, dan Touji berbicara seolah-olah ia melihat pikirannya. Dengan berat Harutora menganggukan kepalanya didepan Tenma yang kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini sudah jelas penghinaan! Kau Bakatora, ini memalukan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume meneriakan komplainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Harutora, yang berbaring diatas meja, telah kehilangan energy untuk merespon, dengan asap hitam tak terlihat membumbung dari keplanya. Touji yang duduk disebelahnya tidak membantunya, hanya melihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku selalu berpikir kau itu idiot, tapi aku tidak berpikir kau akan sebodoh ini hingga kau tidak mengetahui apapun! Sungguh keajaiban kau bisa masuk Akademi Onmyou! Walau jika aku bukanlah Kurahashi Kyouko, aku masih meragukan dirimu yang entah masuk lewat belakang atau tidak!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terus memanggilku idiot idiot, aku hanya tidak tahu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itulah aku bilang kau itu idiot! Kau bertujuan untuk menjadi seorang Onmyouji tapi bahkan kau tidak mengetahui tipe-tipe shikigami, itu adalah bukti bahwa kau benar-benar seorang idiot!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas sore sudah selesai, dan sudah waktunya untuk kelas bubar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan kenapa Natsume sangat marah adalah kelas sore. Sebenarnya, tak ada hal aneh yang terjadi, hanya sebuah hasil yang diluar dugaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, akhirnya datang saat dimana Harutora benar-benar tidak memiliki pengetahuan apapun yang berhubungan dengan Onmyoudou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa saja ragam shikigami General? Apa perbedaan antara Rikujin-shikisen dan General Rikujin? Apa hubungan antara skala bencana spiritual dengan level bahayanya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Uh, itu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ‘uh, itu’! Apa yang sebelumnya kau lakukan selama ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak histeris, bahkan tak mendengar jawaban Harutora “Belajar di sekolah menengah atas biasa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guru yang bertanggung jawab pada kelas itu awalnya berpikir Harutora hanya bercanda, sengaja menjawab salah. Pada akhirnya, ia tetaplah seorang Tsuchimikado walau ia adalah murid baru, jadi beberapa guru berpikir Harutora telah marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, mereka semakin mengerutkan keningnya dan kaget, akhirnya memilih untuk menghiraukan keberadaan Harutora. Semua guru yang datang sore itu menunjukan reaksi yang sama, dan wajah Natsume semakin memucat dan memucat sampai akhirnya menatap dengan sengit ke arah Harutora dengan wajah memerah menahan malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia belajar dengan tergesa-gesa sebelum masuk, jadi ia lupa semuanya setelah tes.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berbaring diatas meja, dan menatap dengan kesal ke arah Touji ketika ia berbicara acuh tak acuh dan tak peduli. “Juga—“ Touji tidak mengalah, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’General Onmyoudou’ membagi shikigami menjadi dua tipe. Satu termasuk dewa, roh, dan binatang – ini merupakan macam-macam roh tradisional yang ada sebagai shikigami disebut shikigami pembantu, tapi sekarang kebanyakan shikigami modern sekarang terbuat dengan menanamkan kekuatan sihir ke dalam wadah buatan manusia. Dengan tambahan, shikigami buatan manusia terbagi menjadi wadah simpel yang dibuat murni dengan kekuatan sihir praktisinya, dan wadah standar yang dapat mampu menahan kekuatan sihir dari luar. Wadah simpel harus dikontrol langsung atau diberikan perintah sebelumnya, tapi shikigami standar tersebut dapat bergerak dengan sendirinya dalam beberapa hal, dan pada umumnya juga terdapat tipe wadah level tingkat tinggi yang bisa berpikir dengan sendirinya dan katanya memiliki kepribadiannya sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kenapa anak biasa dari keluarga biasa sepertimu sangat berpengatahuan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena aku tidak bodoh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“La-lalu apa yang dilakukan shikigami pelindung, shikigami umum atau rumah tangga artinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah metode dari pembuatan atau penggunaanya, dan tidak ada shikigami rumah tangga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, selain Touji, murid lain yang melihatnya sebagai –murid baru dari keluarga Tsuchimikado’ sangatlah terkejut dengan dirinya yang amatir. Mereka berada dikelas yang sama, kejutan pertama, lalu mulai meragukan entah ia serius atau tidak, dan makin lama semakin heran, dan kecewa, hingga akhirnya saking terkejutnya mereka tak tahu harus tertawa atau marah. Bahkan Tenma takjub, dan hal itu benar-benar membuat Harutora terpukul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghiraukan hal tersebut, Kurahashi Kyouko adalah orang yang paling sering mengubah atmosfer kelas.  Tatapan sombong dan mengejek pun diarahkan kepada tuan dari shikagami tersebut, dan Natsume menyusut dalam penghinaan, menundukan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah hal yang paling memalukan yang kualami selama hidupku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bergumam, menahan malu, wajahnya menggelap dan bahunya bergetar. Nada bicaranya terdengr suram, dan atmosfer tegang yang diberikannya pun tak ada jejak untuk tenang ‘hahaha, ini sungguh terlalu’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kursus kilat…… Kau harus mejalani kursus kilat, dan itu harus kursus kilat yang fokus dari neraka! Kau harus mengambil kembali setengah tahun, tidak, enam belas tahun hidupmu yang tertinggal. Pertama adalah ‘Perkenalan terhadap General Onmyoudou’ dan semua referensi buku yang berhubungan ‘Onmyoudou Level Dua’, dan ‘Teori Shikagami Modern’, ‘Penjabaran Sejarah Yin dan Yang’…… Juga bacaan klasik, kau harus membaca ‘Karya Kinugyokuto’, setiap buku ‘Seni Ramalan’, dan juga hal mendasar dari ‘Siklus Perubahan’, ‘Prinsip dari Lima Elemen’, ‘Risalah Baru dalam Onmyouji’, beberapa tentang ‘Pedoman Imperial’……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mengoceh, dan itu terdengar bagaikan suatu rapalan matera ditelinga Harutora, dan bahkan sebuah mantera dengan atribut ‘jahat’ atau ‘gelap’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Harutora, kau tinggal di asrama, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu kita akan memulai kursus kilatmu di asrama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, tapi itu asrama laki-laki……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga seorang ‘murid laki-laki’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, tapi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tak perlu khawatir, aku tahu sihir yang akan membuat terjaga semalaman, dan bahkan mampu sampai seminggu penuh jika kau mengabaikan efek sampingnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menatap serius ke arah Harutora, matanya mengilat dengan berbahaya tanpa ada maksud bercanda. Bahkan Harutora yang kelelahan tanpa sadar membeku, tubuhnya menegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun kemudian……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Natsume, laki-laki tadi siang datang lagi.” Kalimat Touji bagaikan seember air dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria berjas yang muncul ketika istirahat siang melambai-lambaikan tangannya ke arah mereka dari koridor luar ruang kelas. Natsume membuat suara terkejut, nadanya kembali normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tidak, aku lupa kelas tambahan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be-begitu, sangat disayangkan, tapi kita harus menunda kursus kilat tersebut—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berencana untuk mengusulkan supaya mereka melupakan hal tersebut, namun Natsume tiba-tiba menatapnya, membuat dirinya terdiam bagaikan mulutnya dijahit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mengambil buku catatan, menuliskan nama-nama buku dengan pensil mekaniknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ini. Perpustakaan pasti memiliki buku-buku ini, jadi segera pinjam buku-buku tersebut sekarang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menuliskan hal tersebut, ia menyibek lembaran tersebut dan memberikannya ke Harutora, dan segera merapikan barang-barangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan kembali ke asrama nanti, jadi silakan baca buku-buku tersebut terlebih dahulu. Tidak, kau harus menyelesaikannya, itu perintah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dengan tegasnya menyatakan demikian, Natsume dengan segera keluar dari ruangan, figurnya pun menghilang bersama laki-laki tersebut melewati koridor. Shikigami yang ditinggalkan pun bahkan tak sempat mengatakan kalimat keberatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihat lembaran tersebut. Semua artikel literatur dan referensi buku adalah kata yang tak pernah dilihat olehnya, jadi sepertinya ia harus memulai bagaimana cara menyebutkan kata-kata tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus, Harutora, Natsume-sensei sangat termotivasi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Touji, kau tak mungkin telah membaca semua buku ini sebelumnya, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sayangnya, dikarenakan masalah fisik, aku mendapat anemia ketika aku membaca apapun dari sebelum era Heisei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada sembrono teman baiknya akhirnya membuat Harutora merilekskan pundaknya, menghela napas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbicara mengenai nilai, Harutora memang sudah unggul dalam kegagalan, dan disekolah sebelumnya ia sering harus mengambil kelas remed. Tidak heran jika ia akan mengalami hal tersebut ketika memasuki akademi dan tiba-tiba diharap untuk belajar mengenai Onmyoudou seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah semua murid disini telah membaca dan mengingat semua buku ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Murid-murid yang lulus dalam ujian masuk Akademi Onmyou kurang lebih pasti telah membaca buku tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah semua kelas mulai sekarang akan seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah Tenma bilang, kelas tahun pertama berpusat pada materi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun terkulai kembali diatas meja, dan Touji hanya melihat  ke kejauhan sambil mengusa-usap dagunya. Pupil matanya menggelap, dan telah lama kehilangan energinya untuk marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku merasa putus asa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kelas-kelas disini jauh lebih melelahkan dari apa yang kubayangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adakah sihir yang meningkatkan kemampuan otak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sihir bodoh macam apa itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka membuka mata beratnya, mengobrol mengenai topik-topik bodoh. Setelah mengobrol, keduanya terdiam, melihat dengan linglung ke arah podium yang ada didepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid-murid sepertinya terlihat terlalu sibuk untuk mengobrol, dan &lt;br /&gt;
hanya mereka berdua yang tinggal dikelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama setelahnya, Harutora dengan bosan melipat kertasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melipat kedua sisinya, membuat pesawat kertas. Lalu, dengan perlahan mengayunkan lengannya. Ia dan Touji dengan diam melihat pesawat kertas tersebut terbang meninggalkan tangannya dan perlahan terbang melewati kelas, menabrak papan tulis, dan jatuh tak jauh dari podium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku sangat lapar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga lapar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ayo pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memprediksi dengan benar. Tentu saja,masa depannya disini akan sulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akademi Onmyou secara spesifik telah menyiapkan asrama siswa agar siswa yang jauh tempat tinggalnya dapat tinggal diasrama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asrama dibagi menjadi asrama laki-laki dan perempuan, dan terletak hanya sepuluh menit berjalan dari akademi. Berbeda dengan gedung akademi yang baru dibangun, dan bahkan jika umur Harutora dan Touji ditambahkan masih kurang dari sejarah asrama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dinding luar asrama tersebut terbuat dari bata merah. Setelah mereka melewati pintu masuk, disatu sisi terdapat ruang santai dan ruang makan, dan jika lurus terdapat area mandi dan shower yang telah dimodifikasi. Harutora telah ditempatkan di ruang kedua lantai dua, dan Touji satu ruang dibawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih ada waktu sebelum makan malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berjalan menuju lanta kedua dengan langkah berat, berpisah dengan Touji di koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruang asrama tersebut seluas enam tikar tatami, dan tatami yang ditinggalkan murid sebelumnya masih berada diruangan Harutora, tak pernah diganti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kembali ke kamarnya, Harutora menghela napas dalam dengam “Haaah……”, berguling-guling dilantai tanpa mengganti seragamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah sampai ke asrama kemarin sore dan telah mengorganisir barang-barangnya terlebih dahulu, namun yang ada dalam barang bawaannya selain baju ganti hanyalah selimut. Dengan tambahan, furnitur yang ada diruangan tersebut hanya meja lipat, jadi kamarnya tak terlihat hidup sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamar kosong tersebut terlihat seperti Harutora sekarang – Harutora yang ingin menjadi seorang Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku lelah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menatap langit-langit kamar ketika bergumam. Langit-langit kamar tersebut berbeda dengan langit-langit rumahnya, dan keadaan disekitarnya pun berubah drastis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Aku benar-benar berada di Tokyo……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali pertama ia datang ke Tokyo adalah pertama kalinya ia hidup sendiri, walaupun ia tinggal diasrama. Sayangnya, rasa gembira akan kebebasan dari kemarin sore pun telah hilang dalam satu hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku hanya terlalu tak berguna……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah terkejut para guru tidak terlalu masalah baginya. Sikap mereka yang menganggap ia tidak ada adalah hal yang sulit ditanggung olehnya. &lt;br /&gt;
Belum lagi, ia merasa tatapan dingin dan senyum penuh arti yang dilayangkan kepadanya selama kelas berlangsung, dan ia pun menyadari hal itu menjadi tamparan keras bagi imajinasinya setelah ia meninggalkan akademi atas kehendaknya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Ia merasa seperti tertinggal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, keadaan seperti ini setidaknya jauh lebih baik daripada keadaan yang diprediksikan Touji. Sejauh ini, hanya Kurahashi Kyouko yang terlalu menjelek-jelekkan Harutora sebagai Tsuchimikado, jadi ini tak ada hubungannya dengan dirinya yang merasa stress dan keterasingan yang melanda Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalahnya ada pada Harutora itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah belajar sekali sebelum ujian masuk untuk Akademi Onmyou – ia percaya bahwa saat itu dia serius. Namun ia sadar sekarang betapa naifnya pemikiran tersebut saat itu. Ia telah belajar bebisa mungkin selama setengah tahun, ia khawatir bahwa ‘enam belas tahun masa hidupnya’ yang diucapkan  Natsume bukanlah hanya sebuah pernyataan yang dilebih-lebihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…’Itu perintah!’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tch.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun akhirnya mendecakkan lidahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku datang kesini hanya sebagai murid &#039;&#039;dropout&#039;&#039;……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telah menjadi keputusannya untuk pindah, jadi ia tak berharap akan mendapat perlakuan khusus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi… pemikiran ‘Aku datang kesini khusus karenamu untukmu’ enggan untuk pergi dari kepalanya. Ia telah meninggalkan masa lalunya untuk berada disisi Natsume; namun, Natsume merasa senang hanya diawalnya saja, dan menyadari kebodohan Harutora – sebenarnya, seharusnya ia menyadari hal tersebut dari awal – ia langsung mengkhianatinya, menangis ‘ini adalah hal yang paling memalukan selama hidupku.’ Candaan macam apa itu. Ia yang mendapatkan malu, Natsume hanya merasa malu karena dirinya yang membuatnya begitu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika dipikir-pikir, mungkinkah gadis itu menganggap shikigaminya seperti hewan peliharaan yang ia asuh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak pernah bersinggungan dengan dunia Onmyouji sebelumnya, jadi wajar saja jika ia sangat bodoh. Ia seharusnya menghiburnya ketika melihat teman masa kecilnya kesusahan, meyakinkannya dengan tatapan dan suara lembutnya… Jangan khawatir, Harutora, Aku disini……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak mungkin……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mencoba membayangkannya, namun ia tak bisa membayangkan adegan tersebut bagaimanapun ia mencoba. Jika Natsume adalah seorang gadis yang manis, ia tak akan membiarkannya dirinya untuk menjauhi Natsume ketika sekolah menengah pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana ia berpikir dan berpikir, wajah temannya yang telah mati &lt;br /&gt;
pun muncul dalam pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Hokuto.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengingat kembali hari-hari bahagianya ketika ia, Touji dan Hokuto bersenang-senang bersama. Hingga kini, hatinya terasa sakit ketika ia mengingat kenangan tersebut karena tahu waktu tersebut tak kan bisa terulang kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, meskipun shikigami yang berwujud gadis – Hokuto – telah menghilang, seseorang yang mengontrolnya pasti ada disuatu tempat, dan itu tidak mungkin untuk tidak mengalami kembali masa-masa nostalgik tersebut. Mungkin ia bisa melihat Hokuto yang sesungguhnya – orang yang mengendalikan Hokuto, dan merupakan salah satu alasan yang membuat Harutora untuk memasuki dunia Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingin bertemu dengan Hokuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingin bertemu dan berbicara sepuasnya suatu hari nanti. Apa yang &lt;br /&gt;
akan Hokuto pikirkan jika ia tahu kalau ia memasuki Akademi Onmyou dan menderita disana? Mungkinkah ia akan senang akan dirinya, atau memberikannya semangat?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin ia akan terkejut dengan ketidakbergunaanya, tetapi walaupun ia terkejut, ia masih akan tertawa dan memberitahukannya untuk semangat setelahnya. Ia memiliki lidah yang tajam, namun ia sudah pasti tidak sama dengan Natsume yang berpikiran bahwa prestasi merupakan cerminan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, Hokuto dulu bilang bahwa aku harus bertanya pada ayahku mengenai dasar-dasar Onmyoudou.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memiringkan tubuhnya ketika ia menggumamkan hal tersebut.&lt;br /&gt;
Lalu, ia tiba-tiba bangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingat kalau ayahnya memberikannya hadiah perpisahan sebelum ia meninggalkan rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sebuah shikigami – itu dia, sebuah talisman shikigami.&lt;br /&gt;
Dengan segera ia menuju tas atletiknya yang penuh dengan pakaian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku lupa karena aku terlalu sibuk kemarin……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikarenakan tujuanmu ingin menjadi seorang Onmyouji, kau adalah anggota keluarga dari ‘Tsuchimikado’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayahnya bilang seperti itu dan memberikan talisman kepada Harutora ketika ia akan meninggalkn rumah. Ia ingat bahwa ini pertama kalinya ayahnya menyinggung nama ‘Tsuchimikado’ padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tidak mengetahui shikigami macam apa ini, dan ia kepikiran bertanya untuk mengklarifikasinya. Tetapi, ayahnya telah memberikan shikigami ini dengan khusus sambil menyebutkan nama ‘Tsuchimikado’, jadi walaupun jika ia tidak berharap shikigami pembantu hebat seperti naga Natsume – Hokuto, setidaknya ia berharap bahwa shikigaminya mungkin bisa sedikit berguna dan terpandang seperti kkuda putih Yukikaze. Lagi pula, dikarenakan keluarga utama memiliki naga, sudah wajar jika keluarga cabang memiliki harimau. Dan kemungkinan bahwa ia kuat setidaknya bisa membuat guru dan murid lainnya mengaguminya, sebuah shikigami yang menakutkan, dan sangat kuat……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketemu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengeluarkan amplop kertas berukuran sebesar kartu. Kertasnya tipis, seperti sebuah jimat pelindung yang biasa dijual dikuil-kuil, dan bagian belakangnya ditutup dengan sebuah wax, dengan kata ‘Tsuchimikado’ tertulis dibagian depan menggunakan tinta dengan lambang keluarga pentagram. Didalamnya terdapat jimat shikigami – jimat yang biasa digunakan sebagai wadah untuk shikigami. Tetapi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Sial, bagaimana aku menggunakan ini?” ia telah menggunakan jimat pemulih dan juga jimat perlindungan secara reflex diinsiden sebelumnya. Selain jimat, ia juga menggunakan – walaupun ia hanya mengayunkannya secara sembarang – ‘Pedang Perlindungan’ yang kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ini kali pertamanya ia memegang jimat shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Natsume akan tahu bagaimana menggunakannya, namun setelah sikapnya yang seperti tadi, ia ingin memberinya kejutan jika ia bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkinkah ini ada intruksi manualnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berharap dengan lemah, Harutora berencana membuka segel yang ada dibagian belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, rasa geli pun muncul pada tanda pentagram yang ada dipipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_2&amp;diff=514754</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 2</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_2&amp;diff=514754"/>
		<updated>2017-03-08T11:25:34Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: Created page with &amp;quot;==Chapter 2 – Telinga dan Ekor==  ===Bagian 1===  “Harutora, karena kau tidak bersalah, kau tak perlu mengkhawatirkannya.”  “Bagaimana bisa aku……”  Kelas pagi te...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 2 – Telinga dan Ekor==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora, karena kau tidak bersalah, kau tak perlu mengkhawatirkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana bisa aku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas pagi telah selesai, dengan Harutors yang masih membawa perasaan bersalah setelah kejadian perkenalan yang kacau balau. Pundaknya terasa berat dan capai, seolah-olah pundaknya adalah batu, membuatnya membuatnya terkulai di meja ruang kelas kelelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang adalah jam istirahat. Banyak murid – termasuk Kyouko – pergi meninggalkan kelas, untuk mencari makan. Tentu saja, tak ada yang berani berbicara dengan Harutora, yang telah membuat keributan tepat setelah ia memasuki kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecuali satu orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haaaah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji tersenyum, terang-terangan. Menganggap dirinya sebagai setengah orang luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menjadi bahan pembicaraan tepat ketika kau masuk, sungguh sempurna, Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Sempurna’ apa yang kau maksud, semuanya sudah selesai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan itu, menunjukan tampilan sebuah kekuasaan di awal untuk mengukur reaksi semua orang menunjukan sebagai seseorang yang mencari orang-orang kuat, tidak buruk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, beerpikir kau memiliki sikap santai seperti itu... Terlebih, bukan aku yang ‘menampilkan sebuah kekuasaan’.”&lt;br /&gt;
Touji biasanya tak diragukan kembali merupakan orang yang seharusnya lebih menarik perhatian, bukan Harutora, namun kali ini Touji benar-benar tertutupi oleh ‘Pasangan Tsuchimikado’, bahkan berkata: “ Dengan seperti ini akan lebih memudahkanku untuk bergerak, jadi aku setuju.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, Natsume. Apakah murid yang bernama Kyouko itu selalu seperti itu? Dia seperti memiliki kebencian yang mendalam terhadap keluarga Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanya Touji, namun Natsume menggelengkan kepalanya, muram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak…… Dia tak pernah menyerangku seperti itu, tapi terkadang ia menunjukan sedikit perlawanannya kepadaku seperti hari ini. Berkatnya, aku juga jadi sedikit bersemangat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku tidak melihatnya sebagai ‘sedikit’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang tidak membuatmu puas? Harutora, aku akan membicarakannya untukmu. Dengan kata lain, melindungi shikigamiku adalah sesuatu yang wajar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Natsume dengan bangga, dan Harutora pun semakin membenamkan dirinya di meja, sudut-sudut mulutnya pun membentuk senyum terbalik.&lt;br /&gt;
Disisi lain, Touji terduduk di atas meja, termenung dalam pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkinkah kita melakukan sesuatu yang membuatnya marah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tak tahu, aku tak tahu sama sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika kau memanggilnya Kurahashi Kyouko tadi, mungkinkah Kurahashi ‘tersebut’? jika seperti itu, mungkin itu berhubungan dengan hal tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia memang berasal dari keluarga tersebut, namun demikian, aku tak mengerti kenapa. Ayahku pernah bertemu dengan keluarganya, tapi aku hampir tak pernah berkontak dengan keluarga Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Natsume, menunjukan ekspresi malu. Harutora tiba-tiba mengangkat kepalanya ketika mendengar nama ‘Kurahashi’, lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, iya, sensei baru saja menyebutkannya, bukankah itu Kur… Tunggu, Natsume, Touji, bukankah kalian terlalu familiar? Bukankah kemarin pertemuan pertama kalian?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya bingung, dan tubuh Natsume pun sekilas terlihat gemetar mendengar hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Touji pernah satu sekolah sebelumnya, dan keduanya berteman baik sebelum semenjak ayah Harutora merawat Touji. Namun Touji baru pertama kali melihat Natsume ketika ia pergi ke Tokyo bersama Harutora kemarin. Waktu itu, Harutora bahkan baru memberitahukannya kalau Natsume adalah perempuan – lagipula, ia telah sering menyebutkan perempuan yang diajak mainnya saat masih kecil kepada Touji sebelum ia mengetahui tentang tradisi keluarga utama. Namun keduanya tak mengatakan hal apapun selain perkenalan sederhana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, abaikan Touji, kenapa Natsume yang biasanya pemalu sekarang berbicara dengan semangatnya pada Touji?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, itu, begini……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah lembut Natsume berubah menjadi kaku dan kata-katanya pun menjadi berantakan, ia pun menatap tak tentu arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda dengan Touji yang tampak tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidakkah kau tahu, Harutora? Orang-orang tak bisa untuk tak datang berbicara denganku, aku adalah pria yang menawan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Berpikir kau dengan bangganya berbicara seperti itu setelah menjadi seorang preman sebelumnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengangkat kepalanya dari meja, mengerutkan dahinya dengan heran. Touji tersenyum dan menaruh tangannya diatas kepala Harutora, mengacak-acak rambutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, tak perlu kau khawatirkan. Untuk suatu alasan, aku merasa ini bukan pertama kalinya aku bertemu dengan orang ini, itu pasti karena kita sangat akrab. Iyakan, Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, benar! Itu benar, Harutora. Kami akrab! Dan yang kucing kupunya sebelumnya bernama Touji, jadi aku merasa cukup dekat dengannya dan aku tak pernah berpikir kalau Touji adalah orang asing sama sekali!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menunjukan senyum palsu, namun Natsume memaksa dirinya untuk tertawa keras. Harutora merasa seperti sebuah komedi sedang bermain didepannya, dan ia pun semakin mengerutkan keningnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Natsume dan Touji memang belum mengeanal satu sama lain sebelumnnya, jadi ia hanya bisa untuk memercayai klaim mereka. Terlebih penting, sebenarnya ia diam-diam khawatir bahwa ‘Aku takut kalau kedua orang yang berbeda kepribadian ini tidak akan akrab’, namun melihat situasinya saat ini……  ia merasa lega melihat keduanya yang tiba-tiba bisa dalam harmoni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah kau cemburu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei kau…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau dan Natsume sudah lama tak bertemu, tapi kami malah menjadi sangat &lt;br /&gt;
akrab dengan cepatnya, jadi dirimu yang cemburu bukankah—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Baiklah, Aku tahu. Sejujurnya, aku akan merasa bermasalah jika kalian bertengkar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar pertanyaan menggoda Touji, Harutora mau tak mau harus menyerah dengan investigasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun menjadi sangat lelah ketika membayangkan keduanya bertengkar, sehingga kini ia hanya bisa berharap bahwa ke depan nanti tak akan ada masalah yang terlalu menyulitkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menoleh ke arah Natsume, seolah-olah memberikan persetujuannya terhadap apa yang mereka nyatakan: “Jadi, baiklah jika seperti itu. Natsume, kau bisa memercayai Touji. Jika kau memerlukan sesuatu, kau juga bisa berbicara padanya, bukan cuma aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………” Namun Natsume tidak merespon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora yang awalnya ingin bersandar, kebingungan, memiringkan tubuhnya untuk melihat Natsume. Ia menyadari bahwa saat ini Natsume berdiri dengan matanya yang melebar, dan pipinya yang memerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Ada apa, Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, tidak apa-apa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah? Mungkinkah kau tidak memercayai Touji?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan begitu…… Hanya saja, mmm…… K-kau tak perlu khawatir…… oke? Touji dan aku tidak terlalu akrab……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bersikap malu-malu dan ia berbicara dengan terbata-bata. Harutora pun hanya bisa mengerutkan dahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau coba katakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“M-maksudku, aku memercayai Touji, tapi…… Yang paling…… mmm…… orang yang paling dekat denganku adalah Harutora, aku janji……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbisik lembut tanpa melihat Harutora, Harutora tidak mengerti maksud dari perkataannya dan menoleh ke arah Touji untuk meminta bantuan, namun Touji hanya menatap ke langit-langit untuk suatu alasan. Harutora, yang terlihat kebingungan seperti sebelumnya, merasa seperti dirinya sedang melihat komedi dagelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“N-ngomong-ngomong!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume dengan segera mengganti topik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua akan berjalan lancar antara aku, Touji, dan Harutora! Jadi – kau tak perlu khawatir dengan murid-murid lainnya, bahkan gadis itu. Selama kau berusaha dan serius, aku percaya dia tidak akan macam-macam. Jika ia berani coba-coba untuk mencari masalah denganmu, aku tak akan membiarkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berbicara seperti itu dengan wajah yang memerah, tiba-tiba Natsume menjadi serius, lalu berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama dan yang lebih utama – kita datang ke Akademi Onmyou agar bisa mandiri sesegera mungkin, dan hanya demi tujuan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan tersebut menunjukan gaya hidup Natsume selama di Akademi Onmyou, dan Harutora tanpa sadar duduk dengan tegak ketika mendengar ucapan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ucapan tersebut, Natsume juga pernah bilang kalau ia tidak perlu takut selama ia menunjukan kekuatannya di Akademi Onmyou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dirinya yang berbicara seperti itu sama saja dengan terang-terangan ia menyatakan bahwa ia tak peduli dengan murid-murid lainnya, dan mengakui bahwa dirinya terisolasi dari kelas, tanpa teman. Hal itu membuktikan perkiraan dan kekhawatiran Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Namun, Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukan hal yang baik. Keadaan Natsume memang cukup kompleks dan sulit dimengerti, namun ia masih tak percaya jika menutup diri adalah jalan keluar terbaik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora mengkhawatirkan bagaimana ia harus membicarakan kekhawatirannya…… “Tsuchimikado-kun – Ah, maksudku Natsume-kun.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang murid berbicara dari depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merupakan seorang murid lelaki berkacamata. Harutora dan yang lainnya pun menoleh secara bersamaan, membuatnya terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh – orang itu disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menunjuk ke arah pintu ruang kelas ketika ia berbicara demikian.&lt;br /&gt;
Seorang lelaki bersetelan jas berdiri di koridor luar kelas. Tubuhnya tinggi dan kurus, dan penampilannya cukup tampan. Ia tersenyum ramah ketika sadar Harutora dan yang lainnya melihatnya, sedikit menganggukkan kepalanya sebagai salam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merasa kebingungan, ketika – “Oh! Aku lupa. Maaf Harutora, aku harus pergi.” Ucap Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh…… Aku, aku sedang menjalani kelas spesial sekarang, jadi aku ada kelas ketika istirahat siang…… Apa kau tahu dimana kantin sekolah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, aku harus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu kalian bisa makan duluan, aku mungkin akan kembali sebelum kelas selanjutnya mulai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata demikian dengan segera ia menuruni tangga, bergegas menuju pintu kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tiba-tiba ia berhenti, dengan cepat berbalik menghampiri mereka dan sedikit mendekatkan dirinya ke meja yang mereka tempati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora, Touji, mari lakukan yang terbaik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ah, okay.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Touji merespon bergantian terhadap tatapan yang dipancarkan oleh mata jernihnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tertawa riang seperti anak kecil, membalikkan dirinya seperti seolah-olah ia sedang menari dan akhirnya pergi meninggalkan ruang kelas. Ia berbicara beberapa kata pada laki-laki yang menunggunya di koridor dan dengan segera menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kepergian Natsume yang tiba-tiba, sekujur tubuh Harutora pun merenggang, namun Touji berkata dengan kecut: “Ia sangat gembira.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gembira…… huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menatap ke arah koridor tempat Natsume pergi dengan tatapan kompleks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkin karena dia menggunakan seragam laki-laki, kepribadiannya berubah. Bagaimana aku harus mengatakannya…… ia terasa lebih kekanakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun, yang aneh adalah aku tak merasa kaget sama sekali, melainkan rasanya seperti aku sudah terbiasa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tidak heran.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji berbicara pelan dengan seringai terpampang ketika mendengar Harutora bergumam, tatapannya jelas menunjukan ‘jadi mereka berdua selama ini sama’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi…… Bukankah guru yang datang menjemput Natsume juga seorang guru disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau ingin tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitulah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin dia adalah pacarnya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-hal bodoh apa yang kau bicarakan, Natsume berpura-pura menjadi laki-laki disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terus kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa yang kau maksud!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, Harutora berasal dari daerah pedesaan, dan ketika Touji yang besar di Tokyo berkata seperti itu, ia hampir percaya bahwa ‘hal semacam itu’ tidak aneh di tempat ini. Teman baiknya pun tersenyum melihat Harutora yang terlihat panik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimanapun, Natsume pergi di saat yang tepat. Aku memiliki kesempatan untuk memulai penyelidikan rahasia setelah kejadian tadi pagi – tunggu aku disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Harutora menanyakan hal tersebut, Touji telah memasukkan tangannya ke dalam saku celananya, dengan santai berjalan pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu – “Yo, terima kasih yang tadi.” Ia berbicara dengan ramah pada salah satu murid yang berada dibelakang kelas, murid laki-laki yang baru saja memberitahukan Natsume bahwa ada orang yang mencarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya ia berada dalam kelompok yang membawa bekal ke sekolah, dan ia sedang duduk, dan membuka bekalnya ketika Touji menghampirinya. Matanya melebar ketika murid pindahan – yang telah menjadi pusat perhatian – memanggilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau mengingat namaku? Aku Ato Touji, senang bertemu denganmu. Bagaimana denganmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, ya, aku Momoe, Momoe Tenma…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenma, nama yang cukup mudah diingat. kau bisa memanggilku Touji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, oke, kalau begitu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bisa melihat bahkan dari jauh bahwa Tenma terlihat cukup gugup. Ia memastikan dirinya terlihat sopan ketika berbicara, walaupun Touji terlalu dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya cukup mungil dan terlihat langsing, dengan gaya rambut yang umum dan konservatif. Wajahnya yang mengenakan kacamata menunjukan dirinya yang masih terlihat seperti murid sekolah menengah pertama, sekilas ia terlihat kanak-kanak, namun juga terlihat ramah karena hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Jadi ini penyelidikan yang dimaksud olehnya……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji sepertinya berencana mengambil kesempatan pada tidak adanya Natsume untuk mendengar beberapa informasi dari murid-murid lainnya. &lt;br /&gt;
Namun, dimata Harutora yang melihatnya dari jauh, mereka terlihat seperti seorang murid nakal yang sedang menindas murid suruhannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji kemudian memberitahukan tiga alasan kenapa ia memilih Tenma sebagai objek sumber informasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, Tenma telah bersedia memberitahukan Natsume bahwa ada orang yang mencarinya, yang menunjukan ia tidak memiliki maksud buruk apapun terhadap Natsume, dan juga membuktikan bahwa ia adalah orang yang dengan jujur akan melakukan sesuatu jika diminta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, ia baru saja sedang membuka bekalnya, atau dengan kata lain ia tidak memiliki alasan yang tepat untuk pergi, jadi akan susah untuknya kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, ia terlihat mudah untuk ‘dikelabui‘.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun Harutora merasa bodoh ketika mendengarnya, Touji telah mengobservasi reaksi yang diberikan oleh murid-murid yang ada dikelas ketika Natsume dan Kyouko bertengkar ketika perkenalan tadi, mencari kandidat untuknya mengumpulkan informasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kau baru saja ingin memakan bekalmu? Bisakah kuminta waktunya sebentar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji telah mengantisipasi respon Tenma terlebih dahulu – sebenarnya, ia bertanya dengan sikap yang aneh. Ia berkata ia tidak ingin mengganggunya, namun ia tersenyum menunjuk bangku kosong yang ada disisi Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang diduga Touji, Tenma benar-benar menunjukan senyum naturalnya, menjawab: “Silakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus. Aku baru disini jadi aku tidak familiar sama sekali dengan tempat ini. Bisakah aku bertanya beberapa hal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-begitu. Silakan, jika kau tak keberatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terma kasih banyak. Ah, jangan khawatirkan aku, silakan lanjutkan makanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang menakutkan dari Touji adalah ia memang dulunya adalah murid nakal namun sikapnya sangatlah licin. Sebenarnya, ketika di tahun pertamanya masa sekolah menengah atas, Harutora melihat banyak gadis-gadis yang telah tertipu oleh perbedaan antara penampilan luar yang menyeramkan dan sikap baiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akademi Onmyou benar-benar tempat yang menakjubkan, bukan hanya fasilitasnya saja yang baru, bahkan terdapat sepasang komainu didepan pintu masuk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudmu Alpha dan Omega, huh. Setelah kau terbiasa, kau akan menganggap kedua shikigami tersebut cukup menarik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shikigami, huh. Tentu saja, aku tak tahu bagaimana menggunakan shikigami, tapi mungkinkah kau sudah bisa menggunakannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, aku, aku kurang lebih bisa menggunakan shikigami buatan…… Pada akhirnya pengendalian tatap muka dengan shikigami saat ini cukup baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma sedikit gugup, namun ia masih berbicara dengan Touji. Walaupun Touji telah mengganggu makan siangnya, ia tidak memberengut, jadi kepribadiannya memang baik seperti penampilannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji dengan diam melambai-lambaikan tangannya ke Harutora selagi berbicara dengan Tenma, mungkin menjelaskan ‘kita bisa mendekati orang ini’. Harutora berdiri dengan enggan, berjalan menuju tempat duduk Touji dan Tenma. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Boleh aku bergabung?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh, ah—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kau tak perlu begitu takut. Aku tak tahu bagaimana sebenarnya Natsume, tapi kami tidak berbahaya. Dikarenakan ada dua Tsuchimikado di kelas, kau bisa memanggilku Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tak menyangka bahwa dirinya terlihat lebih menakutkan dibandingkan Touji. Ia tak ingin menghiraukannya, yang kemudian ia memilih untuk duduk didepan Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang ini juga dalam masalah. Dia memang seorang Tsuchimikado, tapi dia dari keluarga cabang dan juga tak mengetahui apapun tentang Onmyoudou. Dan dia dan aku sekolah di sekolah menengah atas biasa sampai musim panas kemarin. Alasan kenapa kami bisa memasuki Akademi Onmyou sebenarnya tak begitu hebat. Apa kau mengetahui keributan besar Onmyouji akhir-akhir ini? Sebenarnya kami terlibat dengan masalah tersebut.” Ucap Touji sambil menyeringai kepada Tenma yang gugup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Touji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dengan segera menyela, namun Touji hanya menjawab: “Tak apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya, Onmyouji yang menyebabkan insiden tersebut berhubungan dengan para petinggi Agensi Onmyou, bagian tersebut bahkan tidak diberitahukan media, dan kami dua orang biasa berakhir dengan terlibat dengan ‘insiden’ tersebut – begitulah yang terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang kau maksud insiden tersebut? Jadi begitu ceritanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma menunjukan keterkejutannya. Sepertinya ia memang telah mendengar perihal insiden musim panas tersebut. Dikarenakan hal tersebut telah menjadi berita nasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menganggukan kepalanya, membenarkan, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nama Tsuchimikado pun menjadi terkenal, dan ia pun mau tak mau harus menahan tekanan yang diberikan olehnya dari yang lain – namun ia tak menyangka kritik publik yang baru saja dia alami, jadi dia putus asa sepanjang pagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimatnya terdengar meremehkan, namun ia menyentuh dagunya ke arah Harutora dengan kasihan. Kata-katanya tidak salah sama sekali, namun retorikanya cukup pintar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Tenma pun melebar mendengar penjelasan tersebut. “Jadi begitu.” Menerima perkataan Touji bahkan terlihat rasa simpati yang muncul dalam tatapannya ketika melihat Harutora. Harutora bersyukur, namun ia meresa Touji terlalu membesar-besarkan, jadi ia pun mau tak mau sedikit ragu-ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji mengangkat bahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun mungkin memang inilah yang kami inginkan, dan aku pun memutuskan untuk menjadi Onmyouji karenanya, namun…… Seperti yang dikatakan Touji, aku memang sedikit dalam masalah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu, sangat disayangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma pun menunjukan senyum ramah ketika ia berbicara. Ia memiliki wajah yang manis, dan Harutora pun akhirnya bisa merasa bahwa saat ini ia sedang berbicara dengan ‘teman kelas’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jadi, kami ingin bertanya sedikit tentang ‘keadaan kelas’, tidak apa-apa jika kau merespon dengan hanya yang kau tahu – murid perempuan tadi pagi, dia dipanggil ‘Kurahashi’ jika aku tidak salah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji memajukan dirinya, seolah-olah sedang berbicara tepat pada telinganya dan langsung ke inti masalah, mungkin menurutnya ini merupakan kesempatan yang tepat. Tenma pun menggumamkan “Ah”, dengan cepat mengerti maksud perkataan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, dia adalah putri dari keluarga Kurahashi. Tapi dia bukanlah gadis yang angkuh, bahkan dia berbicara denganku dengan sikap yang ramah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tapi dia sangat kasar tadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, dia terlihat seperti itu ketika Natsume-kun terlibat…… Sepertinya ia menganggapnya sebagai rival.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum ramah Tenma berubah menjadi sedikit getir. Sepertinya reaksi kyouko pagi tadi tidak mewakili pendapat umum kelas, namun hanya dendam pribadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, bukan itu yang dikhawatirkan oleh Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, benar, berbicara tentang ‘Kurahashi’, aku ingin bertanya sekarang, apa yang membuat keluarga Kurahashi terlihat begitu penting? Apa mereka terkenal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar pertanyaan tersebut, Tenma menunjukan reaksi yang sama seperti Ohtomo sebelumnya, matanya melebar dengan sangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau lihat, dia tidak familiar dengan hal ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera Touji menjawab, dan mulai menjelaskannya kepada Harutora:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Keluarga Kurahashi sama dengan Keluarga Tsuchimikado, mereka adalah keluarga terkenal di Onmyoudou. Keluarga Kurahashi menjadi sorot utama semenjak turunnya keluarga Tsuchimikado. Kau mendengar nama kepala sekolah, bukan? Kurahashi Miyo, nenek tua itu adalah kepala keluarga dari keluarga Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terkenal? Jadi itu kenapa sensei bilang kalau dia adalah ‘figur dibalik layar’, huh…… La-lalu Kyouko juga?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, ia juga berasal dari keluarga Kurahashi, dan bukan hanya itu, dia juga adalah cucu dari kepala sekolah Kurahashi. Terlebih lagi, pimpinan Agensi Onmyou saat ini adalah anak kepala sekolah, yang juga adalah ayahnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjelasan tambahan dari Tenma pun membuat Harutora terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu sangat luar biasa! Ayahku hanyalah seorang doctor Onmyou daerah pinggiran, dan ayah Natsume…… Aku lupa apa yang dia lakukan, namun kupastikan ia bukanlah pegawai pemerintah yang penting. Itu gila! Sungguh keluarga yang luar biasa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah aku juga bilang seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Touji dingin terhadap Harutora yang terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun terlepas dari kehebatannya saat ini, keluarga Tsuchimikado memegang sejarah dan silsilah, dan itulah mengapa Kurahashi-san dalam satu pihak berseteru dengan Natsume-kun – itulah mungkin yang dipercayai semuanya, namun tak berani berucap.” Tenma tersenyum ringan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepihak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu…… Kau bisa mengetahuinya dengan hanya melihat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Tenma, meringis. Orang-orang akan memercayainya ketika melihat sikap dingin Natsume dibandingkan aksi marah Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun itu tak heran ia begitu peduli, karena mereka berdua memanglah dua murid terbaik di kelas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkinkah Kyouko juga sama seperti Natsume, dan mendapat latihan dasar Onmyoudou sejak dia kecil?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak akan aneh jika ia memang mendapatkan latihan tersebut, karena ia adalah putri dari keluarga Kurahashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Kyouko adalah Onmyouji yang kuat. Harutora dalam diam mewanti-wanti dirinya bahwa walau ia ditantang, ia pasti tidak akan merasa marah dan dengan segera menyetujuinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun kelas tahun pertama hanya fokus kepada pelajaran, jadi tak ada yang benar-benar yakin dengan kekuatan mereka, hanya saja mereka tampil dengan sempurna pada latihan praktik yang jarang diadakan, dan sepertinya hanya mereka berdua di angkatan ini yang memiliki shikigami tipe pelindung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jelas Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa maksudnya tipe pelindung?” Pertanyaan Harutora mengejutkan Tenma kembali – “Diamlah.” Touji menutup mulutnya mendengar mendengar hal itu, melihat Touji dan Harutora yang bersikap tidak sopan, Tenma tertawa, tanpa sadar sedikit merasa lega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun aku benar-benar terkejut tadi pagi, dan bukan hanya aku. Semuanya tadi pasti merasa terkejut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa? Bukankah mereka memang seperti minyak dan air?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, Kurahashi-san memang sering memprovokasi Natsume-kun, tapi &lt;br /&gt;
Natsume jarang membalasnya seperti itu, itu benar-benar tak seperti dirinya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Tenma sadar bahwa keduanya dekat dengan Natsume dan memberikan tatapan bertanya. Touji menyadarinya dan berkata “Jangan khawatir, bicaralah.” Lagi, ia memberikan tatapan meminta maaf, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia – Natsume-kun biasanya sangat tenang, dan mungkin tak baik mengatakan ini, namun dia sepertinya tidak peduli dengan apapun yang ada disekitarnya. Dan dia selalu memberikan kesan pada semuanya seperti orang yang mendengar dalam diam – bagaimana aku harus mengatakannya? Sungguh tak disangka darinya ketika bertengkar dengan seseorang begitu semangatnya. Kurahashi-san juga marah tadi pagi karena reaksi Natsume-kun menakutinya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenma pun mengucapkan perasaannya dengan jujur, dan Harutora dan Touji pun tanpa sadar melirik satu sama lain ketika mereka mendengar hal tersebut. Dari sikap naif Natsume sekarang, sulit untuk mengimajinasikan ‘Natsume yang biasanya’ seperti yang diucapkan Tenma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
……Dipikir baik-baik, itu memang mendekati dengan sifatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengatakan pada dirinya bahwa Natsume yang berpakaian seperti laki-laki terlihat kekanakan, namun Natsume yang sebelumnya – gadis dari keluarga utama yang dekat dengannya sejak Harutora kecil – memberikan kesan yang sama seperti yang dikatakan Tenma. Ia menanggung beban berat sebagai pewaris keluarga Tsuchimikado, dan ingin dengan serius untuk menjadi Onmyouji hebat tanpa mengindahkan hal lain. Ia angkuh dan keras dengan lainnya, gadis seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, kepribadiannya tak bisa langsung terganti walau ia berpakaian seperti lelaki, dan ia terlihat gelisah dan senang hari ini karena—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sangat penting bagi Natsume-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan Tenma tak bermaksud lebih, dan Harutora memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan rasa malunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume telah berusah untuk membelanya, namun ia pasti tak memikirkan efek apa yang akan dimiliki oleh orang sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora hanya ingin tenang di Akademi Onmyou dan berjalan lancar sebisa mungkin, untuk dirinya dan Natsume, karena mungkin bahkan Natsume harus menunjukan kesudiannya untuk dekat dengan teman kelasnya dibandingkan dengan dia dan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Jangan khawatir, ‘mari lakukan yang terbaik’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun tergagu, dan Touji berbicara seolah-olah ia melihat pikirannya. Dengan berat Harutora menganggukan kepalanya didepan Tenma yang kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=513234</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=513234"/>
		<updated>2017-02-17T16:58:32Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Volume 13 - HITUNGAN&amp;gt;MUNDUR */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Teaser|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr1_cover_cut.jpg|thumb|x400px|Cover for Volume 1]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039; (東京レイヴンズ) adalah light novel Jepang yang ditulis oleh [[:Category:Kouhei Azano|Kōhei Azano]] dan diilustrasikan oleh Sumihei. Serial ini diadaptasi dalam bentuk manga di tahun 2010. Sekitar 24 episode adaptasi anime tayang di jepang mulai tanggal 8 Oktober 2013 sampai 26 Maret 2014, yang meliputi Volume 1 sampai 9, kecuali beberapa cerita pendek dari Volume 4 dan Volume 5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; juga tersedia dalam bahasa berikut:&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Français|Français (French)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo_Ravens_~Russian_Version~|Русский (Russian)]]&lt;br /&gt;
*[https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_Italiano Italian]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Spanish|Español ]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
Tsuchimikado Harutora lahir dalam sebuah keluarga Onmyouji kelas atas, namun dia tidak bisa melihat &amp;quot;energi roh&amp;quot;. Berkat itu, dia telah menikmati kehidupan sehari-hari yang tenang dengan teman-temannya di SMA biasa. Suatu hari, teman masa kecilnya Tsuchimikado Natsume yang merupakan ahli waris keluarga utama, tiba-tiba menghilang. Apakah ini akan menyebabkan takdirnya mulai terlepas!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Lainnya==&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Genre&#039;&#039;&#039;: Action, Romance, Comedy, Supernatural&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Judul Asli&#039;&#039;&#039;: 東京レイヴンズ&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Penulis&#039;&#039;&#039;: Kōhei Azano&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Illustrator&#039;&#039;&#039;: Sumihei&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Volume yang telah dipublikasikan&#039;&#039;&#039;: 1-14, EX 1-3&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Status&#039;&#039;&#039;: Masih berlanjut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Perkenalan Karakter==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;collapsible collapsed&amp;quot; style=&amp;quot;text-align:left; margin:5px 20px clear:both; font-size:100%; background:transparent; width:100%;&amp;quot;&lt;br /&gt;
! style=&amp;quot;background:#cee0f2;&amp;quot; align=&amp;quot;center&amp;quot;| &#039;&#039;&#039;Peringatan mengandung Spoiler!&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Harutora Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Harutora.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Karakter utama dan putra keluarga percabangan klan Tsuchimikado. Meski lahir dalam keluarga Onnyouji yang berbeda, dia tidak memiliki kekuatan sihir. Dia telah hidup normal dan mengubur kembali hidupnya yang mengingat kalau dia tidak bisa melakukan apapun tanpa kekuatan sihir. Saat dia kecil, dia berjanji dengan Natsume untuk menjadi shikigami dan melindunginya. Setelah menyaksikan kematian Hokuto, dia menjadi shikigami Natsume demi menepati janji yang dia buat beberapa tahun lalu. Dia terlihat mempunyai semacam &#039;Nasib sial&#039; yang dia anggap sebagai kutukan kuno yang ditinggalkan oleh leluhurnya. Dia benar-benar lemah dalam belajar dan biasanya diajari oleh Natsume untuk menjauhkan diri setahun.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Natsume Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Natsume.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora dan putri keluarga utama klan Tsuchimikado. Dia adalah anak Onmyouji yang bersekolah di Tokyo dan suka menghabiskan uang. Selama liburan musim panas, dia datang ke kota Harutora untuk mengganggu kehidupan tenangnya dengan tanggung jawab pada janji yang Harutora buat dulu yang telah mengenalnya. Dia adalah ahli waris keluarga Tsuchimikado dan dianggap menjadi reinkarnasi Yakou Tsuchimikado. Sebagai tradisi keluarga, dirinya saat ini menyamar sebagai laki-laki di depan keluarga Onmyouji lain. Dia punya shikigami tipe Gohou yang dipanggil Hokuto, roh naga sejati yang melayani keluarga Tsuchimikado dari generasi ke generasi. Dia sangat peduli dengan reputasi keluarganya dan menanggung beban menjadi ahli waris klan Tsuchimikado berikutnya. Setelah insiden dengan Suzuka Dairenji, dia mengenakan pita yang sama dengan Hokuto yang diberikan oleh Harutora saat memenangkan permainan tembak. Dia peduli dengan Harutora dan jatuh cinta padanya sejak kecil.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Hokuto&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Hokuto.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora. Dia akrab dengan Harutora dan benar-benar cemburu ketika Harutora dicium oleh Suzuka. Selama pertemuan berikutnya dengan Suzuka, dia mengorbankan dirinya demi menyelamatkan Harutora dari shikigami Tsuchigumo milik Suzuka, menyatakan dirinya sebagai shikigami. Hokuto sebenarnya shikigami Natsume, yang digunakan sebagai perantara untuk mendekati Harutora. &#039;Kematian&#039; Hokuto adalah apa yang diberitahukan pada Harutora sebagai shikigami Natsume. Dia membagikan namanya dengan shikigami lain yang dipanggil Hokuto yang merupakan sesosok naga.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Suzuka Dairenji&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Suzuka.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Orang termuda dalam Dua belas Pemimpin Suci yang dijuluki &amp;quot;anak berbakat&amp;quot;. Dia diincar sebagai kriminal karena penelitian dan menggunakan sihir terlarang. Dia mengunjungi kota demi mencari Natsume untuk menawarkan dirinya dalam Ritual Taizan Fukun untuk menghidupkan kembali kakaknya. Dia meneliti Yakou Tsuchimikado dan Ritual Taizan Fukun demi menghidupkan kakaknya lagi. Ini menuntunnya ke dalam pertikaian dengan perwakilan Onmyouji. Walaupun menjadi Onmyouji yang sangat kuat, dia diperlakukan sebagai Pemimpin Suci terlemah karena pernyataan Reiji Kagami. Dia adalah putri Shidou Dairenji. Dia berdosa karena tindakannya yang membawa menuju kematian Hokuto tetapi Harutora melepaskannya dari dosanya ketika dia memberitahu kalau Hokuto dikendalikan dari jarak jauh oleh penggunanya. Sebagian besar sihirnya disegel oleh Perwakilan Onmyouji dan dia kemudian mendaftarkan diri di Akademi Onmyouji sebagai hukuman atas insiden di kota sebelah. Dia memiliki perasaan suka pada Harutora.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Touji Ato&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Touji.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Mantan penjahat dan teman terbaik Harutora dari sekolah. Dia mampu merasakan roh tertentu dan banyak mengetahui tentang Onmyouji. Dia adalah korban Kehancuran Spiritual dari dua tahun lalu. Dokter ayah Harutora merawatnya walau setelah pengaruhnya tersisa. Dia menyadari cara sebelum Harutora kalau Natsume adalah seseorang yang mengendalikan Hokuto. Dia mendaftar ke Akademi Onmyouji di Tokyo bersama dengan Harutora. Dia biasanya membantu kapanpun  dia mendapat masalah. Dia selalu terlihat mengenakan syal hijau. Dua tahun sebelum cerita, diungkapkan kalau dia dirasuki oleh Ogre yang menyebabkan Kehancuran Spiritual. Jadi, pada akhirnya dia menjadi Setengah Ogre dan sekarang mencoba memperoleh kendali untuk menahan Ogre dalam dirinya. Alasan kenapa dia mendaftar ke Akademi Onmyouji adalah untuk membersihkan Ogre dalam dirinya.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Terjemahan==&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap chapter (setelah diedit) harus sesuai dengan pedoman format umum.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|Format Umum/Mode Pedoman]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Pedoman dan Terminologi|Pedoman Proyek Spesifik: Nama dan Terminologi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Halaman Pendaftaran===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah diminta untuk [[Tokyo Ravens (Indonesia):Halaman Registrasi|mendaftar]] bab/chapter yang ingin mereka kerjakan.&#039;&#039;&#039;&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ini merupakan terjemahan &#039;&#039;second hand&#039;&#039; dari bahasa [[Tokyo Ravens|inggris]], bila anda mampu berbahasa jepang dengan baik, sangat dipersilahkan.&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Dan mohon hubungi dulu dengan penerjemah yang aktif kalau ingin berkontribusi. Jika penerjemah tidak ada atau tidak aktif dalam 3 bulan boleh diambil alih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Feedback Forum===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Update==&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;overflow:auto; max-height: 150px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
*17 Februari 2017 - Volume 2 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*13 Desember 2016 - Volume 1 Chapter 4 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*28 November 2016 - Volume 1 Chapter 3 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*21 Oktober 2016 - Volume 1 Chapter 2 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*12 Maret 2016 - Volume 1 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*11 Maret 2016 - Pembaharuan Halaman&lt;br /&gt;
*25 Juni 2013 - Teaser&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039; oleh Kōhei Azano==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 1 - SHAMAN*CLAN===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 1|Chapter 1 - Putra dari Keluarga Cabang]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 2|Chapter 2 - Dimulainya Pemujaan]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 3|Chapter 3 - Tentara Iblis Berlapis Baja]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 4|Chapter 4 - Keturunan Tsuchimikado]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr1 cover cut.jpg|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2 - RAVEN&amp;quot;s NEST===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 1|Chapter 1 - Gagak Muda Akademi]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 2|Chapter 2 - Ears and Tail]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 3|Chapter 3 - Shikigami Showdown]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 4|Chapter 4 - Kodoku]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 5|Chapter 5 - One-Armed Oni]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr2-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3 - cHimAirA DanCE===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 1|Chapter 1 - A New Beginning]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 2|Chapter 2 - Spring Tempest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 3|Chapter 3 - Living Spirits]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 4|Chapter 4 - Destroying the Nue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 5|Chapter 5 - Starting Point]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr3-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4 - KEMBALINYA GADIS-GADIS &amp;amp; hari-hari dalam sarang I===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume4_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 1|Chapter 1 - Star Raid]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 2|Chapter 2 - The Rumored Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 3|Chapter 3 - The Girl&#039;s Next Step]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Short|Short - Chicks In The Nest Prologue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 1|Story 1 - Frog Day]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 2|Story 2 - The Men&#039;s Capriccio]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 3|Story 3 - Escape From Dougenzaka]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 4|Story 4 - Bloody Holiday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr4-cover-cut.jpeg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 5 - hari-hari dalam sarang II &amp;amp; GADIS-GADIS LAGI===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume5_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 1|Chapter 1 - Chicks In The Nest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 1|Story 1 - The Snowscape of the Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 2|Story 2 - Winter Day&#039;s Dinner]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 3|Story 3 - The Tail of Duty]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 4|Story 4 - Cold Memory in Dark]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 2|Chapter 2 - Practical Skills Training Camp]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 3|Chapter 3 - Six People&#039;s Conference]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 4|Chapter 4 - The Girl&#039;s Determination]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr5-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 6 - Black Shaman ASSAULT===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume6_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 1|Chapter 1 - Under The Rainy Season&#039;s Overcast Sky]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 2|Chapter 2 - Letter of Challenge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 3|Chapter 3 - Onmyouji, Visiting]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 4|Chapter 4 - Breaking Through the Enemy Line]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 5|Chapter 5 - Competition of Magic]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr6-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7 - _MUNCULNYA_KEGELAPAN_===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume7_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 1|Chapter 1 - Encounter]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 2|Chapter 2 - An Old Clue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 3|Chapter 3 - Twin-Horned Syndicate]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 4|Chapter 4 - Higekiri]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 5|Chapter 5 - Darkness Emerge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr7-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 8 - over-cry===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume8_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 1|Chapter 1 - Entanglement]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 2|Chapter 2 - The Waking Darkness]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 3|Chapter 3 - Natsume and Kyouko]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 4|Chapter 4 - Revelation]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 5|Chapter 5 - The Tsuchimikado Girl]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr8-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 9 - to The DarkSky===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume9_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 1|Chapter 1 - Death]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 2|Chapter 2 - In the Night]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 3|Chapter 3 - Bared Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 4|Chapter 4 - Counterattack]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr9-cover-cut.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 10 - BEGINS/TEMPLE===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume10_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 1|Chapter 1 - Rabbit from the Temple of Darkness]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 01|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 2|Chapter 2 - Visitors]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 02|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 3|Chapter 3 - Sacred Ground for Conspiracy]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 03|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 4|Chapter 4 - Onmyouji at the Mountain]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 04|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 5|Chapter 5 - Cursed Temple on Fire]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr10-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 11 - change:unchange===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume11_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 1|Chapter 1 - Past and Present]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 2|Chapter 2 - Future and Everyday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 3|Chapter 3 - Time to Hunt]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 4|Chapter 4 - Those Sharpening their Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 5|Chapter 5 - Blue and Pink]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr11-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 12 - Junction of STARs===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume12_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 1|Chapter 1 - Omens of the Banquet]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 2|Chapter 2 - Scenery of Old]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 4|Chapter 4 - Meteor Flurry]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr12-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 13 - COUNT&amp;gt;DOWN===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume13_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 1|Chapter 1 - Dark Clouds Yonder]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 2|Chapter 2 - Omens of the Storm]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 3|Chapter 3 - Dissonance]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 4|Chapter 4 - Journey]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 5|Chapter 5 - Interweaving Travels]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr13-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 14 - EMPEROR.ADVENT===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume14_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 1|Chapter 1]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 2|Chapter 2]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 4|Chapter 4]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr14_001.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===BD Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Supervisor: [[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
* Pengawas Proyek: [[user:Baka-Tsuki Update Indonesia|Baka-Tsuki Update Indonesia]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Penerjemah====&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Aktif&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
*[[user:Ran|Ran]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Konstributor (tidak aktif)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Adipratama|Adipratama]]&lt;br /&gt;
*[[user:Rarara97|Rarara97]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Editor====&lt;br /&gt;
*[[user:Isko|Isko]] (selalu on time, jika diperlukan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Tinjauan Serial==&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 1 SHAMAN*CLAN ---(May 20, 2010, ISBN 978-4-8291-3519-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 2 RAVEN&#039;s NEST ---(September 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3552-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 3 cHImAirA DanCE ---(December 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3592-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 4 GIRL RETURN &amp;amp; days in nest I ---(May 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3637-9)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 5 days in nest II &amp;amp; GIRL AGAIN ---(July 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3657-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 6 Black Shaman ASSAULT ---(October 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3688-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 7 _DARKNESS_EMERGE_ ---(May 19, 2012, ISBN 978-4-8291-3757-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 8 over-cry ---(October 20, 2012, ISBN 978-4-8291-3809-0)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 9 to The DarkSky ---(March 19, 2013, ISBN 978-4-8291-3865-6)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 10 BEGINS/TEMPLE ---(October 19, 2013, ISBN 978-4-0471-2911-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 11 change:unchange ---(April 19, 2014, ISBN 978-4-0407-0087-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 12 Junction of STARs ---(November 20, 2014, ISBN 978-4-04-070139-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 13 COUNT&amp;gt;DOWN ---(March 20, 2015, ISBN 978-4-04-070524-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 14 EMPEROR.ADVENT ---(December 19, 2015, ISBN 978-4-04-070525-5)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX1 party in nest ---(July 20, 2013, ISBN 978-4-8291-3909-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX2 seasons in nest ---(February 20, 2014, ISBN 978-4-0407-0030-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX3 memories in nest ---(September 19, 2015, ISBN 978-4-04-070523-1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;br /&gt;
[[Category:Kouhei Azano]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=513233</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=513233"/>
		<updated>2017-02-17T16:57:53Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Volume 12 - Persimpangan BINTANG-BINTANG */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Teaser|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr1_cover_cut.jpg|thumb|x400px|Cover for Volume 1]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039; (東京レイヴンズ) adalah light novel Jepang yang ditulis oleh [[:Category:Kouhei Azano|Kōhei Azano]] dan diilustrasikan oleh Sumihei. Serial ini diadaptasi dalam bentuk manga di tahun 2010. Sekitar 24 episode adaptasi anime tayang di jepang mulai tanggal 8 Oktober 2013 sampai 26 Maret 2014, yang meliputi Volume 1 sampai 9, kecuali beberapa cerita pendek dari Volume 4 dan Volume 5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; juga tersedia dalam bahasa berikut:&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Français|Français (French)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo_Ravens_~Russian_Version~|Русский (Russian)]]&lt;br /&gt;
*[https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_Italiano Italian]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Spanish|Español ]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
Tsuchimikado Harutora lahir dalam sebuah keluarga Onmyouji kelas atas, namun dia tidak bisa melihat &amp;quot;energi roh&amp;quot;. Berkat itu, dia telah menikmati kehidupan sehari-hari yang tenang dengan teman-temannya di SMA biasa. Suatu hari, teman masa kecilnya Tsuchimikado Natsume yang merupakan ahli waris keluarga utama, tiba-tiba menghilang. Apakah ini akan menyebabkan takdirnya mulai terlepas!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Lainnya==&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Genre&#039;&#039;&#039;: Action, Romance, Comedy, Supernatural&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Judul Asli&#039;&#039;&#039;: 東京レイヴンズ&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Penulis&#039;&#039;&#039;: Kōhei Azano&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Illustrator&#039;&#039;&#039;: Sumihei&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Volume yang telah dipublikasikan&#039;&#039;&#039;: 1-14, EX 1-3&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Status&#039;&#039;&#039;: Masih berlanjut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Perkenalan Karakter==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;collapsible collapsed&amp;quot; style=&amp;quot;text-align:left; margin:5px 20px clear:both; font-size:100%; background:transparent; width:100%;&amp;quot;&lt;br /&gt;
! style=&amp;quot;background:#cee0f2;&amp;quot; align=&amp;quot;center&amp;quot;| &#039;&#039;&#039;Peringatan mengandung Spoiler!&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Harutora Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Harutora.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Karakter utama dan putra keluarga percabangan klan Tsuchimikado. Meski lahir dalam keluarga Onnyouji yang berbeda, dia tidak memiliki kekuatan sihir. Dia telah hidup normal dan mengubur kembali hidupnya yang mengingat kalau dia tidak bisa melakukan apapun tanpa kekuatan sihir. Saat dia kecil, dia berjanji dengan Natsume untuk menjadi shikigami dan melindunginya. Setelah menyaksikan kematian Hokuto, dia menjadi shikigami Natsume demi menepati janji yang dia buat beberapa tahun lalu. Dia terlihat mempunyai semacam &#039;Nasib sial&#039; yang dia anggap sebagai kutukan kuno yang ditinggalkan oleh leluhurnya. Dia benar-benar lemah dalam belajar dan biasanya diajari oleh Natsume untuk menjauhkan diri setahun.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Natsume Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Natsume.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora dan putri keluarga utama klan Tsuchimikado. Dia adalah anak Onmyouji yang bersekolah di Tokyo dan suka menghabiskan uang. Selama liburan musim panas, dia datang ke kota Harutora untuk mengganggu kehidupan tenangnya dengan tanggung jawab pada janji yang Harutora buat dulu yang telah mengenalnya. Dia adalah ahli waris keluarga Tsuchimikado dan dianggap menjadi reinkarnasi Yakou Tsuchimikado. Sebagai tradisi keluarga, dirinya saat ini menyamar sebagai laki-laki di depan keluarga Onmyouji lain. Dia punya shikigami tipe Gohou yang dipanggil Hokuto, roh naga sejati yang melayani keluarga Tsuchimikado dari generasi ke generasi. Dia sangat peduli dengan reputasi keluarganya dan menanggung beban menjadi ahli waris klan Tsuchimikado berikutnya. Setelah insiden dengan Suzuka Dairenji, dia mengenakan pita yang sama dengan Hokuto yang diberikan oleh Harutora saat memenangkan permainan tembak. Dia peduli dengan Harutora dan jatuh cinta padanya sejak kecil.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Hokuto&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Hokuto.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora. Dia akrab dengan Harutora dan benar-benar cemburu ketika Harutora dicium oleh Suzuka. Selama pertemuan berikutnya dengan Suzuka, dia mengorbankan dirinya demi menyelamatkan Harutora dari shikigami Tsuchigumo milik Suzuka, menyatakan dirinya sebagai shikigami. Hokuto sebenarnya shikigami Natsume, yang digunakan sebagai perantara untuk mendekati Harutora. &#039;Kematian&#039; Hokuto adalah apa yang diberitahukan pada Harutora sebagai shikigami Natsume. Dia membagikan namanya dengan shikigami lain yang dipanggil Hokuto yang merupakan sesosok naga.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Suzuka Dairenji&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Suzuka.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Orang termuda dalam Dua belas Pemimpin Suci yang dijuluki &amp;quot;anak berbakat&amp;quot;. Dia diincar sebagai kriminal karena penelitian dan menggunakan sihir terlarang. Dia mengunjungi kota demi mencari Natsume untuk menawarkan dirinya dalam Ritual Taizan Fukun untuk menghidupkan kembali kakaknya. Dia meneliti Yakou Tsuchimikado dan Ritual Taizan Fukun demi menghidupkan kakaknya lagi. Ini menuntunnya ke dalam pertikaian dengan perwakilan Onmyouji. Walaupun menjadi Onmyouji yang sangat kuat, dia diperlakukan sebagai Pemimpin Suci terlemah karena pernyataan Reiji Kagami. Dia adalah putri Shidou Dairenji. Dia berdosa karena tindakannya yang membawa menuju kematian Hokuto tetapi Harutora melepaskannya dari dosanya ketika dia memberitahu kalau Hokuto dikendalikan dari jarak jauh oleh penggunanya. Sebagian besar sihirnya disegel oleh Perwakilan Onmyouji dan dia kemudian mendaftarkan diri di Akademi Onmyouji sebagai hukuman atas insiden di kota sebelah. Dia memiliki perasaan suka pada Harutora.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Touji Ato&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Touji.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Mantan penjahat dan teman terbaik Harutora dari sekolah. Dia mampu merasakan roh tertentu dan banyak mengetahui tentang Onmyouji. Dia adalah korban Kehancuran Spiritual dari dua tahun lalu. Dokter ayah Harutora merawatnya walau setelah pengaruhnya tersisa. Dia menyadari cara sebelum Harutora kalau Natsume adalah seseorang yang mengendalikan Hokuto. Dia mendaftar ke Akademi Onmyouji di Tokyo bersama dengan Harutora. Dia biasanya membantu kapanpun  dia mendapat masalah. Dia selalu terlihat mengenakan syal hijau. Dua tahun sebelum cerita, diungkapkan kalau dia dirasuki oleh Ogre yang menyebabkan Kehancuran Spiritual. Jadi, pada akhirnya dia menjadi Setengah Ogre dan sekarang mencoba memperoleh kendali untuk menahan Ogre dalam dirinya. Alasan kenapa dia mendaftar ke Akademi Onmyouji adalah untuk membersihkan Ogre dalam dirinya.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Terjemahan==&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap chapter (setelah diedit) harus sesuai dengan pedoman format umum.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|Format Umum/Mode Pedoman]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Pedoman dan Terminologi|Pedoman Proyek Spesifik: Nama dan Terminologi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Halaman Pendaftaran===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah diminta untuk [[Tokyo Ravens (Indonesia):Halaman Registrasi|mendaftar]] bab/chapter yang ingin mereka kerjakan.&#039;&#039;&#039;&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ini merupakan terjemahan &#039;&#039;second hand&#039;&#039; dari bahasa [[Tokyo Ravens|inggris]], bila anda mampu berbahasa jepang dengan baik, sangat dipersilahkan.&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Dan mohon hubungi dulu dengan penerjemah yang aktif kalau ingin berkontribusi. Jika penerjemah tidak ada atau tidak aktif dalam 3 bulan boleh diambil alih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Feedback Forum===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Update==&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;overflow:auto; max-height: 150px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
*17 Februari 2017 - Volume 2 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*13 Desember 2016 - Volume 1 Chapter 4 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*28 November 2016 - Volume 1 Chapter 3 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*21 Oktober 2016 - Volume 1 Chapter 2 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*12 Maret 2016 - Volume 1 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*11 Maret 2016 - Pembaharuan Halaman&lt;br /&gt;
*25 Juni 2013 - Teaser&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039; oleh Kōhei Azano==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 1 - SHAMAN*CLAN===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 1|Chapter 1 - Putra dari Keluarga Cabang]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 2|Chapter 2 - Dimulainya Pemujaan]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 3|Chapter 3 - Tentara Iblis Berlapis Baja]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 4|Chapter 4 - Keturunan Tsuchimikado]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr1 cover cut.jpg|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2 - RAVEN&amp;quot;s NEST===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 1|Chapter 1 - Gagak Muda Akademi]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 2|Chapter 2 - Ears and Tail]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 3|Chapter 3 - Shikigami Showdown]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 4|Chapter 4 - Kodoku]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 5|Chapter 5 - One-Armed Oni]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr2-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3 - cHimAirA DanCE===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 1|Chapter 1 - A New Beginning]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 2|Chapter 2 - Spring Tempest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 3|Chapter 3 - Living Spirits]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 4|Chapter 4 - Destroying the Nue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 5|Chapter 5 - Starting Point]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr3-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4 - KEMBALINYA GADIS-GADIS &amp;amp; hari-hari dalam sarang I===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume4_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 1|Chapter 1 - Star Raid]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 2|Chapter 2 - The Rumored Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 3|Chapter 3 - The Girl&#039;s Next Step]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Short|Short - Chicks In The Nest Prologue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 1|Story 1 - Frog Day]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 2|Story 2 - The Men&#039;s Capriccio]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 3|Story 3 - Escape From Dougenzaka]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 4|Story 4 - Bloody Holiday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr4-cover-cut.jpeg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 5 - hari-hari dalam sarang II &amp;amp; GADIS-GADIS LAGI===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume5_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 1|Chapter 1 - Chicks In The Nest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 1|Story 1 - The Snowscape of the Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 2|Story 2 - Winter Day&#039;s Dinner]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 3|Story 3 - The Tail of Duty]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 4|Story 4 - Cold Memory in Dark]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 2|Chapter 2 - Practical Skills Training Camp]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 3|Chapter 3 - Six People&#039;s Conference]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 4|Chapter 4 - The Girl&#039;s Determination]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr5-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 6 - Black Shaman ASSAULT===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume6_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 1|Chapter 1 - Under The Rainy Season&#039;s Overcast Sky]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 2|Chapter 2 - Letter of Challenge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 3|Chapter 3 - Onmyouji, Visiting]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 4|Chapter 4 - Breaking Through the Enemy Line]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 5|Chapter 5 - Competition of Magic]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr6-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7 - _MUNCULNYA_KEGELAPAN_===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume7_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 1|Chapter 1 - Encounter]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 2|Chapter 2 - An Old Clue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 3|Chapter 3 - Twin-Horned Syndicate]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 4|Chapter 4 - Higekiri]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 5|Chapter 5 - Darkness Emerge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr7-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 8 - over-cry===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume8_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 1|Chapter 1 - Entanglement]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 2|Chapter 2 - The Waking Darkness]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 3|Chapter 3 - Natsume and Kyouko]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 4|Chapter 4 - Revelation]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 5|Chapter 5 - The Tsuchimikado Girl]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr8-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 9 - to The DarkSky===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume9_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 1|Chapter 1 - Death]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 2|Chapter 2 - In the Night]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 3|Chapter 3 - Bared Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 4|Chapter 4 - Counterattack]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr9-cover-cut.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 10 - BEGINS/TEMPLE===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume10_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 1|Chapter 1 - Rabbit from the Temple of Darkness]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 01|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 2|Chapter 2 - Visitors]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 02|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 3|Chapter 3 - Sacred Ground for Conspiracy]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 03|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 4|Chapter 4 - Onmyouji at the Mountain]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 04|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 5|Chapter 5 - Cursed Temple on Fire]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr10-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 11 - change:unchange===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume11_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 1|Chapter 1 - Past and Present]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 2|Chapter 2 - Future and Everyday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 3|Chapter 3 - Time to Hunt]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 4|Chapter 4 - Those Sharpening their Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 5|Chapter 5 - Blue and Pink]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr11-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 12 - Junction of STARs===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume12_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 1|Chapter 1 - Omens of the Banquet]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 2|Chapter 2 - Scenery of Old]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 4|Chapter 4 - Meteor Flurry]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr12-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 13 - HITUNGAN&amp;gt;MUNDUR===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume13_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 1|Chapter 1 - Dark Clouds Yonder]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 2|Chapter 2 - Omens of the Storm]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 3|Chapter 3 - Dissonance]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 4|Chapter 4 - Journey]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 5|Chapter 5 - Interweaving Travels]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr13-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 14 - EMPEROR.ADVENT===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume14_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 1|Chapter 1]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 2|Chapter 2]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 4|Chapter 4]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr14_001.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===BD Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Supervisor: [[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
* Pengawas Proyek: [[user:Baka-Tsuki Update Indonesia|Baka-Tsuki Update Indonesia]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Penerjemah====&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Aktif&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
*[[user:Ran|Ran]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Konstributor (tidak aktif)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Adipratama|Adipratama]]&lt;br /&gt;
*[[user:Rarara97|Rarara97]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Editor====&lt;br /&gt;
*[[user:Isko|Isko]] (selalu on time, jika diperlukan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Tinjauan Serial==&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 1 SHAMAN*CLAN ---(May 20, 2010, ISBN 978-4-8291-3519-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 2 RAVEN&#039;s NEST ---(September 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3552-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 3 cHImAirA DanCE ---(December 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3592-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 4 GIRL RETURN &amp;amp; days in nest I ---(May 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3637-9)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 5 days in nest II &amp;amp; GIRL AGAIN ---(July 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3657-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 6 Black Shaman ASSAULT ---(October 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3688-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 7 _DARKNESS_EMERGE_ ---(May 19, 2012, ISBN 978-4-8291-3757-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 8 over-cry ---(October 20, 2012, ISBN 978-4-8291-3809-0)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 9 to The DarkSky ---(March 19, 2013, ISBN 978-4-8291-3865-6)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 10 BEGINS/TEMPLE ---(October 19, 2013, ISBN 978-4-0471-2911-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 11 change:unchange ---(April 19, 2014, ISBN 978-4-0407-0087-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 12 Junction of STARs ---(November 20, 2014, ISBN 978-4-04-070139-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 13 COUNT&amp;gt;DOWN ---(March 20, 2015, ISBN 978-4-04-070524-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 14 EMPEROR.ADVENT ---(December 19, 2015, ISBN 978-4-04-070525-5)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX1 party in nest ---(July 20, 2013, ISBN 978-4-8291-3909-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX2 seasons in nest ---(February 20, 2014, ISBN 978-4-0407-0030-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX3 memories in nest ---(September 19, 2015, ISBN 978-4-04-070523-1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;br /&gt;
[[Category:Kouhei Azano]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=513232</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=513232"/>
		<updated>2017-02-17T16:57:06Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Volume 11 - berubah:tidak berubah */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Teaser|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr1_cover_cut.jpg|thumb|x400px|Cover for Volume 1]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039; (東京レイヴンズ) adalah light novel Jepang yang ditulis oleh [[:Category:Kouhei Azano|Kōhei Azano]] dan diilustrasikan oleh Sumihei. Serial ini diadaptasi dalam bentuk manga di tahun 2010. Sekitar 24 episode adaptasi anime tayang di jepang mulai tanggal 8 Oktober 2013 sampai 26 Maret 2014, yang meliputi Volume 1 sampai 9, kecuali beberapa cerita pendek dari Volume 4 dan Volume 5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; juga tersedia dalam bahasa berikut:&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Français|Français (French)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo_Ravens_~Russian_Version~|Русский (Russian)]]&lt;br /&gt;
*[https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_Italiano Italian]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Spanish|Español ]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
Tsuchimikado Harutora lahir dalam sebuah keluarga Onmyouji kelas atas, namun dia tidak bisa melihat &amp;quot;energi roh&amp;quot;. Berkat itu, dia telah menikmati kehidupan sehari-hari yang tenang dengan teman-temannya di SMA biasa. Suatu hari, teman masa kecilnya Tsuchimikado Natsume yang merupakan ahli waris keluarga utama, tiba-tiba menghilang. Apakah ini akan menyebabkan takdirnya mulai terlepas!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Lainnya==&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Genre&#039;&#039;&#039;: Action, Romance, Comedy, Supernatural&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Judul Asli&#039;&#039;&#039;: 東京レイヴンズ&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Penulis&#039;&#039;&#039;: Kōhei Azano&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Illustrator&#039;&#039;&#039;: Sumihei&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Volume yang telah dipublikasikan&#039;&#039;&#039;: 1-14, EX 1-3&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Status&#039;&#039;&#039;: Masih berlanjut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Perkenalan Karakter==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;collapsible collapsed&amp;quot; style=&amp;quot;text-align:left; margin:5px 20px clear:both; font-size:100%; background:transparent; width:100%;&amp;quot;&lt;br /&gt;
! style=&amp;quot;background:#cee0f2;&amp;quot; align=&amp;quot;center&amp;quot;| &#039;&#039;&#039;Peringatan mengandung Spoiler!&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Harutora Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Harutora.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Karakter utama dan putra keluarga percabangan klan Tsuchimikado. Meski lahir dalam keluarga Onnyouji yang berbeda, dia tidak memiliki kekuatan sihir. Dia telah hidup normal dan mengubur kembali hidupnya yang mengingat kalau dia tidak bisa melakukan apapun tanpa kekuatan sihir. Saat dia kecil, dia berjanji dengan Natsume untuk menjadi shikigami dan melindunginya. Setelah menyaksikan kematian Hokuto, dia menjadi shikigami Natsume demi menepati janji yang dia buat beberapa tahun lalu. Dia terlihat mempunyai semacam &#039;Nasib sial&#039; yang dia anggap sebagai kutukan kuno yang ditinggalkan oleh leluhurnya. Dia benar-benar lemah dalam belajar dan biasanya diajari oleh Natsume untuk menjauhkan diri setahun.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Natsume Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Natsume.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora dan putri keluarga utama klan Tsuchimikado. Dia adalah anak Onmyouji yang bersekolah di Tokyo dan suka menghabiskan uang. Selama liburan musim panas, dia datang ke kota Harutora untuk mengganggu kehidupan tenangnya dengan tanggung jawab pada janji yang Harutora buat dulu yang telah mengenalnya. Dia adalah ahli waris keluarga Tsuchimikado dan dianggap menjadi reinkarnasi Yakou Tsuchimikado. Sebagai tradisi keluarga, dirinya saat ini menyamar sebagai laki-laki di depan keluarga Onmyouji lain. Dia punya shikigami tipe Gohou yang dipanggil Hokuto, roh naga sejati yang melayani keluarga Tsuchimikado dari generasi ke generasi. Dia sangat peduli dengan reputasi keluarganya dan menanggung beban menjadi ahli waris klan Tsuchimikado berikutnya. Setelah insiden dengan Suzuka Dairenji, dia mengenakan pita yang sama dengan Hokuto yang diberikan oleh Harutora saat memenangkan permainan tembak. Dia peduli dengan Harutora dan jatuh cinta padanya sejak kecil.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Hokuto&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Hokuto.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora. Dia akrab dengan Harutora dan benar-benar cemburu ketika Harutora dicium oleh Suzuka. Selama pertemuan berikutnya dengan Suzuka, dia mengorbankan dirinya demi menyelamatkan Harutora dari shikigami Tsuchigumo milik Suzuka, menyatakan dirinya sebagai shikigami. Hokuto sebenarnya shikigami Natsume, yang digunakan sebagai perantara untuk mendekati Harutora. &#039;Kematian&#039; Hokuto adalah apa yang diberitahukan pada Harutora sebagai shikigami Natsume. Dia membagikan namanya dengan shikigami lain yang dipanggil Hokuto yang merupakan sesosok naga.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Suzuka Dairenji&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Suzuka.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Orang termuda dalam Dua belas Pemimpin Suci yang dijuluki &amp;quot;anak berbakat&amp;quot;. Dia diincar sebagai kriminal karena penelitian dan menggunakan sihir terlarang. Dia mengunjungi kota demi mencari Natsume untuk menawarkan dirinya dalam Ritual Taizan Fukun untuk menghidupkan kembali kakaknya. Dia meneliti Yakou Tsuchimikado dan Ritual Taizan Fukun demi menghidupkan kakaknya lagi. Ini menuntunnya ke dalam pertikaian dengan perwakilan Onmyouji. Walaupun menjadi Onmyouji yang sangat kuat, dia diperlakukan sebagai Pemimpin Suci terlemah karena pernyataan Reiji Kagami. Dia adalah putri Shidou Dairenji. Dia berdosa karena tindakannya yang membawa menuju kematian Hokuto tetapi Harutora melepaskannya dari dosanya ketika dia memberitahu kalau Hokuto dikendalikan dari jarak jauh oleh penggunanya. Sebagian besar sihirnya disegel oleh Perwakilan Onmyouji dan dia kemudian mendaftarkan diri di Akademi Onmyouji sebagai hukuman atas insiden di kota sebelah. Dia memiliki perasaan suka pada Harutora.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Touji Ato&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Touji.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Mantan penjahat dan teman terbaik Harutora dari sekolah. Dia mampu merasakan roh tertentu dan banyak mengetahui tentang Onmyouji. Dia adalah korban Kehancuran Spiritual dari dua tahun lalu. Dokter ayah Harutora merawatnya walau setelah pengaruhnya tersisa. Dia menyadari cara sebelum Harutora kalau Natsume adalah seseorang yang mengendalikan Hokuto. Dia mendaftar ke Akademi Onmyouji di Tokyo bersama dengan Harutora. Dia biasanya membantu kapanpun  dia mendapat masalah. Dia selalu terlihat mengenakan syal hijau. Dua tahun sebelum cerita, diungkapkan kalau dia dirasuki oleh Ogre yang menyebabkan Kehancuran Spiritual. Jadi, pada akhirnya dia menjadi Setengah Ogre dan sekarang mencoba memperoleh kendali untuk menahan Ogre dalam dirinya. Alasan kenapa dia mendaftar ke Akademi Onmyouji adalah untuk membersihkan Ogre dalam dirinya.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Terjemahan==&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap chapter (setelah diedit) harus sesuai dengan pedoman format umum.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|Format Umum/Mode Pedoman]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Pedoman dan Terminologi|Pedoman Proyek Spesifik: Nama dan Terminologi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Halaman Pendaftaran===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah diminta untuk [[Tokyo Ravens (Indonesia):Halaman Registrasi|mendaftar]] bab/chapter yang ingin mereka kerjakan.&#039;&#039;&#039;&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ini merupakan terjemahan &#039;&#039;second hand&#039;&#039; dari bahasa [[Tokyo Ravens|inggris]], bila anda mampu berbahasa jepang dengan baik, sangat dipersilahkan.&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Dan mohon hubungi dulu dengan penerjemah yang aktif kalau ingin berkontribusi. Jika penerjemah tidak ada atau tidak aktif dalam 3 bulan boleh diambil alih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Feedback Forum===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Update==&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;overflow:auto; max-height: 150px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
*17 Februari 2017 - Volume 2 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*13 Desember 2016 - Volume 1 Chapter 4 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*28 November 2016 - Volume 1 Chapter 3 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*21 Oktober 2016 - Volume 1 Chapter 2 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*12 Maret 2016 - Volume 1 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*11 Maret 2016 - Pembaharuan Halaman&lt;br /&gt;
*25 Juni 2013 - Teaser&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039; oleh Kōhei Azano==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 1 - SHAMAN*CLAN===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 1|Chapter 1 - Putra dari Keluarga Cabang]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 2|Chapter 2 - Dimulainya Pemujaan]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 3|Chapter 3 - Tentara Iblis Berlapis Baja]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 4|Chapter 4 - Keturunan Tsuchimikado]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr1 cover cut.jpg|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2 - RAVEN&amp;quot;s NEST===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 1|Chapter 1 - Gagak Muda Akademi]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 2|Chapter 2 - Ears and Tail]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 3|Chapter 3 - Shikigami Showdown]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 4|Chapter 4 - Kodoku]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 5|Chapter 5 - One-Armed Oni]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr2-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3 - cHimAirA DanCE===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 1|Chapter 1 - A New Beginning]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 2|Chapter 2 - Spring Tempest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 3|Chapter 3 - Living Spirits]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 4|Chapter 4 - Destroying the Nue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 5|Chapter 5 - Starting Point]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr3-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4 - KEMBALINYA GADIS-GADIS &amp;amp; hari-hari dalam sarang I===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume4_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 1|Chapter 1 - Star Raid]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 2|Chapter 2 - The Rumored Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 3|Chapter 3 - The Girl&#039;s Next Step]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Short|Short - Chicks In The Nest Prologue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 1|Story 1 - Frog Day]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 2|Story 2 - The Men&#039;s Capriccio]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 3|Story 3 - Escape From Dougenzaka]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 4|Story 4 - Bloody Holiday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr4-cover-cut.jpeg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 5 - hari-hari dalam sarang II &amp;amp; GADIS-GADIS LAGI===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume5_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 1|Chapter 1 - Chicks In The Nest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 1|Story 1 - The Snowscape of the Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 2|Story 2 - Winter Day&#039;s Dinner]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 3|Story 3 - The Tail of Duty]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 4|Story 4 - Cold Memory in Dark]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 2|Chapter 2 - Practical Skills Training Camp]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 3|Chapter 3 - Six People&#039;s Conference]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 4|Chapter 4 - The Girl&#039;s Determination]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr5-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 6 - Black Shaman ASSAULT===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume6_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 1|Chapter 1 - Under The Rainy Season&#039;s Overcast Sky]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 2|Chapter 2 - Letter of Challenge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 3|Chapter 3 - Onmyouji, Visiting]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 4|Chapter 4 - Breaking Through the Enemy Line]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 5|Chapter 5 - Competition of Magic]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr6-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7 - _MUNCULNYA_KEGELAPAN_===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume7_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 1|Chapter 1 - Encounter]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 2|Chapter 2 - An Old Clue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 3|Chapter 3 - Twin-Horned Syndicate]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 4|Chapter 4 - Higekiri]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 5|Chapter 5 - Darkness Emerge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr7-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 8 - over-cry===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume8_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 1|Chapter 1 - Entanglement]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 2|Chapter 2 - The Waking Darkness]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 3|Chapter 3 - Natsume and Kyouko]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 4|Chapter 4 - Revelation]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 5|Chapter 5 - The Tsuchimikado Girl]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr8-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 9 - to The DarkSky===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume9_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 1|Chapter 1 - Death]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 2|Chapter 2 - In the Night]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 3|Chapter 3 - Bared Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 4|Chapter 4 - Counterattack]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr9-cover-cut.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 10 - BEGINS/TEMPLE===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume10_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 1|Chapter 1 - Rabbit from the Temple of Darkness]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 01|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 2|Chapter 2 - Visitors]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 02|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 3|Chapter 3 - Sacred Ground for Conspiracy]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 03|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 4|Chapter 4 - Onmyouji at the Mountain]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 04|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 5|Chapter 5 - Cursed Temple on Fire]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr10-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 11 - change:unchange===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume11_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 1|Chapter 1 - Past and Present]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 2|Chapter 2 - Future and Everyday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 3|Chapter 3 - Time to Hunt]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 4|Chapter 4 - Those Sharpening their Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 5|Chapter 5 - Blue and Pink]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr11-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 12 - Persimpangan BINTANG-BINTANG===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume12_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 1|Chapter 1 - Omens of the Banquet]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 2|Chapter 2 - Scenery of Old]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 4|Chapter 4 - Meteor Flurry]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr12-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 13 - HITUNGAN&amp;gt;MUNDUR===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume13_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 1|Chapter 1 - Dark Clouds Yonder]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 2|Chapter 2 - Omens of the Storm]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 3|Chapter 3 - Dissonance]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 4|Chapter 4 - Journey]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 5|Chapter 5 - Interweaving Travels]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr13-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 14 - EMPEROR.ADVENT===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume14_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 1|Chapter 1]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 2|Chapter 2]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 4|Chapter 4]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr14_001.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===BD Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Supervisor: [[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
* Pengawas Proyek: [[user:Baka-Tsuki Update Indonesia|Baka-Tsuki Update Indonesia]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Penerjemah====&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Aktif&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
*[[user:Ran|Ran]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Konstributor (tidak aktif)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Adipratama|Adipratama]]&lt;br /&gt;
*[[user:Rarara97|Rarara97]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Editor====&lt;br /&gt;
*[[user:Isko|Isko]] (selalu on time, jika diperlukan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Tinjauan Serial==&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 1 SHAMAN*CLAN ---(May 20, 2010, ISBN 978-4-8291-3519-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 2 RAVEN&#039;s NEST ---(September 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3552-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 3 cHImAirA DanCE ---(December 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3592-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 4 GIRL RETURN &amp;amp; days in nest I ---(May 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3637-9)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 5 days in nest II &amp;amp; GIRL AGAIN ---(July 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3657-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 6 Black Shaman ASSAULT ---(October 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3688-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 7 _DARKNESS_EMERGE_ ---(May 19, 2012, ISBN 978-4-8291-3757-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 8 over-cry ---(October 20, 2012, ISBN 978-4-8291-3809-0)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 9 to The DarkSky ---(March 19, 2013, ISBN 978-4-8291-3865-6)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 10 BEGINS/TEMPLE ---(October 19, 2013, ISBN 978-4-0471-2911-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 11 change:unchange ---(April 19, 2014, ISBN 978-4-0407-0087-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 12 Junction of STARs ---(November 20, 2014, ISBN 978-4-04-070139-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 13 COUNT&amp;gt;DOWN ---(March 20, 2015, ISBN 978-4-04-070524-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 14 EMPEROR.ADVENT ---(December 19, 2015, ISBN 978-4-04-070525-5)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX1 party in nest ---(July 20, 2013, ISBN 978-4-8291-3909-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX2 seasons in nest ---(February 20, 2014, ISBN 978-4-0407-0030-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX3 memories in nest ---(September 19, 2015, ISBN 978-4-04-070523-1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;br /&gt;
[[Category:Kouhei Azano]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=513231</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=513231"/>
		<updated>2017-02-17T16:56:21Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Volume 10 - PERMULAAN/KUIL */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Teaser|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr1_cover_cut.jpg|thumb|x400px|Cover for Volume 1]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039; (東京レイヴンズ) adalah light novel Jepang yang ditulis oleh [[:Category:Kouhei Azano|Kōhei Azano]] dan diilustrasikan oleh Sumihei. Serial ini diadaptasi dalam bentuk manga di tahun 2010. Sekitar 24 episode adaptasi anime tayang di jepang mulai tanggal 8 Oktober 2013 sampai 26 Maret 2014, yang meliputi Volume 1 sampai 9, kecuali beberapa cerita pendek dari Volume 4 dan Volume 5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; juga tersedia dalam bahasa berikut:&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Français|Français (French)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo_Ravens_~Russian_Version~|Русский (Russian)]]&lt;br /&gt;
*[https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_Italiano Italian]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Spanish|Español ]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
Tsuchimikado Harutora lahir dalam sebuah keluarga Onmyouji kelas atas, namun dia tidak bisa melihat &amp;quot;energi roh&amp;quot;. Berkat itu, dia telah menikmati kehidupan sehari-hari yang tenang dengan teman-temannya di SMA biasa. Suatu hari, teman masa kecilnya Tsuchimikado Natsume yang merupakan ahli waris keluarga utama, tiba-tiba menghilang. Apakah ini akan menyebabkan takdirnya mulai terlepas!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Lainnya==&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Genre&#039;&#039;&#039;: Action, Romance, Comedy, Supernatural&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Judul Asli&#039;&#039;&#039;: 東京レイヴンズ&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Penulis&#039;&#039;&#039;: Kōhei Azano&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Illustrator&#039;&#039;&#039;: Sumihei&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Volume yang telah dipublikasikan&#039;&#039;&#039;: 1-14, EX 1-3&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Status&#039;&#039;&#039;: Masih berlanjut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Perkenalan Karakter==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;collapsible collapsed&amp;quot; style=&amp;quot;text-align:left; margin:5px 20px clear:both; font-size:100%; background:transparent; width:100%;&amp;quot;&lt;br /&gt;
! style=&amp;quot;background:#cee0f2;&amp;quot; align=&amp;quot;center&amp;quot;| &#039;&#039;&#039;Peringatan mengandung Spoiler!&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Harutora Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Harutora.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Karakter utama dan putra keluarga percabangan klan Tsuchimikado. Meski lahir dalam keluarga Onnyouji yang berbeda, dia tidak memiliki kekuatan sihir. Dia telah hidup normal dan mengubur kembali hidupnya yang mengingat kalau dia tidak bisa melakukan apapun tanpa kekuatan sihir. Saat dia kecil, dia berjanji dengan Natsume untuk menjadi shikigami dan melindunginya. Setelah menyaksikan kematian Hokuto, dia menjadi shikigami Natsume demi menepati janji yang dia buat beberapa tahun lalu. Dia terlihat mempunyai semacam &#039;Nasib sial&#039; yang dia anggap sebagai kutukan kuno yang ditinggalkan oleh leluhurnya. Dia benar-benar lemah dalam belajar dan biasanya diajari oleh Natsume untuk menjauhkan diri setahun.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Natsume Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Natsume.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora dan putri keluarga utama klan Tsuchimikado. Dia adalah anak Onmyouji yang bersekolah di Tokyo dan suka menghabiskan uang. Selama liburan musim panas, dia datang ke kota Harutora untuk mengganggu kehidupan tenangnya dengan tanggung jawab pada janji yang Harutora buat dulu yang telah mengenalnya. Dia adalah ahli waris keluarga Tsuchimikado dan dianggap menjadi reinkarnasi Yakou Tsuchimikado. Sebagai tradisi keluarga, dirinya saat ini menyamar sebagai laki-laki di depan keluarga Onmyouji lain. Dia punya shikigami tipe Gohou yang dipanggil Hokuto, roh naga sejati yang melayani keluarga Tsuchimikado dari generasi ke generasi. Dia sangat peduli dengan reputasi keluarganya dan menanggung beban menjadi ahli waris klan Tsuchimikado berikutnya. Setelah insiden dengan Suzuka Dairenji, dia mengenakan pita yang sama dengan Hokuto yang diberikan oleh Harutora saat memenangkan permainan tembak. Dia peduli dengan Harutora dan jatuh cinta padanya sejak kecil.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Hokuto&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Hokuto.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora. Dia akrab dengan Harutora dan benar-benar cemburu ketika Harutora dicium oleh Suzuka. Selama pertemuan berikutnya dengan Suzuka, dia mengorbankan dirinya demi menyelamatkan Harutora dari shikigami Tsuchigumo milik Suzuka, menyatakan dirinya sebagai shikigami. Hokuto sebenarnya shikigami Natsume, yang digunakan sebagai perantara untuk mendekati Harutora. &#039;Kematian&#039; Hokuto adalah apa yang diberitahukan pada Harutora sebagai shikigami Natsume. Dia membagikan namanya dengan shikigami lain yang dipanggil Hokuto yang merupakan sesosok naga.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Suzuka Dairenji&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Suzuka.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Orang termuda dalam Dua belas Pemimpin Suci yang dijuluki &amp;quot;anak berbakat&amp;quot;. Dia diincar sebagai kriminal karena penelitian dan menggunakan sihir terlarang. Dia mengunjungi kota demi mencari Natsume untuk menawarkan dirinya dalam Ritual Taizan Fukun untuk menghidupkan kembali kakaknya. Dia meneliti Yakou Tsuchimikado dan Ritual Taizan Fukun demi menghidupkan kakaknya lagi. Ini menuntunnya ke dalam pertikaian dengan perwakilan Onmyouji. Walaupun menjadi Onmyouji yang sangat kuat, dia diperlakukan sebagai Pemimpin Suci terlemah karena pernyataan Reiji Kagami. Dia adalah putri Shidou Dairenji. Dia berdosa karena tindakannya yang membawa menuju kematian Hokuto tetapi Harutora melepaskannya dari dosanya ketika dia memberitahu kalau Hokuto dikendalikan dari jarak jauh oleh penggunanya. Sebagian besar sihirnya disegel oleh Perwakilan Onmyouji dan dia kemudian mendaftarkan diri di Akademi Onmyouji sebagai hukuman atas insiden di kota sebelah. Dia memiliki perasaan suka pada Harutora.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Touji Ato&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Touji.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Mantan penjahat dan teman terbaik Harutora dari sekolah. Dia mampu merasakan roh tertentu dan banyak mengetahui tentang Onmyouji. Dia adalah korban Kehancuran Spiritual dari dua tahun lalu. Dokter ayah Harutora merawatnya walau setelah pengaruhnya tersisa. Dia menyadari cara sebelum Harutora kalau Natsume adalah seseorang yang mengendalikan Hokuto. Dia mendaftar ke Akademi Onmyouji di Tokyo bersama dengan Harutora. Dia biasanya membantu kapanpun  dia mendapat masalah. Dia selalu terlihat mengenakan syal hijau. Dua tahun sebelum cerita, diungkapkan kalau dia dirasuki oleh Ogre yang menyebabkan Kehancuran Spiritual. Jadi, pada akhirnya dia menjadi Setengah Ogre dan sekarang mencoba memperoleh kendali untuk menahan Ogre dalam dirinya. Alasan kenapa dia mendaftar ke Akademi Onmyouji adalah untuk membersihkan Ogre dalam dirinya.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Terjemahan==&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap chapter (setelah diedit) harus sesuai dengan pedoman format umum.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|Format Umum/Mode Pedoman]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Pedoman dan Terminologi|Pedoman Proyek Spesifik: Nama dan Terminologi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Halaman Pendaftaran===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah diminta untuk [[Tokyo Ravens (Indonesia):Halaman Registrasi|mendaftar]] bab/chapter yang ingin mereka kerjakan.&#039;&#039;&#039;&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ini merupakan terjemahan &#039;&#039;second hand&#039;&#039; dari bahasa [[Tokyo Ravens|inggris]], bila anda mampu berbahasa jepang dengan baik, sangat dipersilahkan.&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Dan mohon hubungi dulu dengan penerjemah yang aktif kalau ingin berkontribusi. Jika penerjemah tidak ada atau tidak aktif dalam 3 bulan boleh diambil alih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Feedback Forum===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Update==&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;overflow:auto; max-height: 150px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
*17 Februari 2017 - Volume 2 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*13 Desember 2016 - Volume 1 Chapter 4 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*28 November 2016 - Volume 1 Chapter 3 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*21 Oktober 2016 - Volume 1 Chapter 2 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*12 Maret 2016 - Volume 1 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*11 Maret 2016 - Pembaharuan Halaman&lt;br /&gt;
*25 Juni 2013 - Teaser&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039; oleh Kōhei Azano==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 1 - SHAMAN*CLAN===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 1|Chapter 1 - Putra dari Keluarga Cabang]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 2|Chapter 2 - Dimulainya Pemujaan]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 3|Chapter 3 - Tentara Iblis Berlapis Baja]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 4|Chapter 4 - Keturunan Tsuchimikado]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr1 cover cut.jpg|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2 - RAVEN&amp;quot;s NEST===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 1|Chapter 1 - Gagak Muda Akademi]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 2|Chapter 2 - Ears and Tail]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 3|Chapter 3 - Shikigami Showdown]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 4|Chapter 4 - Kodoku]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 5|Chapter 5 - One-Armed Oni]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr2-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3 - cHimAirA DanCE===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 1|Chapter 1 - A New Beginning]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 2|Chapter 2 - Spring Tempest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 3|Chapter 3 - Living Spirits]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 4|Chapter 4 - Destroying the Nue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 5|Chapter 5 - Starting Point]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr3-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4 - KEMBALINYA GADIS-GADIS &amp;amp; hari-hari dalam sarang I===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume4_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 1|Chapter 1 - Star Raid]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 2|Chapter 2 - The Rumored Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 3|Chapter 3 - The Girl&#039;s Next Step]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Short|Short - Chicks In The Nest Prologue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 1|Story 1 - Frog Day]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 2|Story 2 - The Men&#039;s Capriccio]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 3|Story 3 - Escape From Dougenzaka]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 4|Story 4 - Bloody Holiday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr4-cover-cut.jpeg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 5 - hari-hari dalam sarang II &amp;amp; GADIS-GADIS LAGI===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume5_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 1|Chapter 1 - Chicks In The Nest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 1|Story 1 - The Snowscape of the Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 2|Story 2 - Winter Day&#039;s Dinner]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 3|Story 3 - The Tail of Duty]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 4|Story 4 - Cold Memory in Dark]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 2|Chapter 2 - Practical Skills Training Camp]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 3|Chapter 3 - Six People&#039;s Conference]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 4|Chapter 4 - The Girl&#039;s Determination]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr5-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 6 - Black Shaman ASSAULT===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume6_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 1|Chapter 1 - Under The Rainy Season&#039;s Overcast Sky]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 2|Chapter 2 - Letter of Challenge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 3|Chapter 3 - Onmyouji, Visiting]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 4|Chapter 4 - Breaking Through the Enemy Line]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 5|Chapter 5 - Competition of Magic]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr6-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7 - _MUNCULNYA_KEGELAPAN_===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume7_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 1|Chapter 1 - Encounter]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 2|Chapter 2 - An Old Clue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 3|Chapter 3 - Twin-Horned Syndicate]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 4|Chapter 4 - Higekiri]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 5|Chapter 5 - Darkness Emerge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr7-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 8 - over-cry===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume8_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 1|Chapter 1 - Entanglement]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 2|Chapter 2 - The Waking Darkness]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 3|Chapter 3 - Natsume and Kyouko]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 4|Chapter 4 - Revelation]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 5|Chapter 5 - The Tsuchimikado Girl]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr8-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 9 - to The DarkSky===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume9_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 1|Chapter 1 - Death]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 2|Chapter 2 - In the Night]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 3|Chapter 3 - Bared Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 4|Chapter 4 - Counterattack]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr9-cover-cut.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 10 - BEGINS/TEMPLE===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume10_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 1|Chapter 1 - Rabbit from the Temple of Darkness]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 01|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 2|Chapter 2 - Visitors]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 02|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 3|Chapter 3 - Sacred Ground for Conspiracy]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 03|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 4|Chapter 4 - Onmyouji at the Mountain]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 04|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 5|Chapter 5 - Cursed Temple on Fire]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr10-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 11 - berubah:tidak berubah===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume11_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 1|Chapter 1 - Past and Present]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 2|Chapter 2 - Future and Everyday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 3|Chapter 3 - Time to Hunt]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 4|Chapter 4 - Those Sharpening their Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 5|Chapter 5 - Blue and Pink]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr11-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 12 - Persimpangan BINTANG-BINTANG===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume12_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 1|Chapter 1 - Omens of the Banquet]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 2|Chapter 2 - Scenery of Old]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 4|Chapter 4 - Meteor Flurry]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr12-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 13 - HITUNGAN&amp;gt;MUNDUR===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume13_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 1|Chapter 1 - Dark Clouds Yonder]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 2|Chapter 2 - Omens of the Storm]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 3|Chapter 3 - Dissonance]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 4|Chapter 4 - Journey]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 5|Chapter 5 - Interweaving Travels]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr13-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 14 - EMPEROR.ADVENT===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume14_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 1|Chapter 1]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 2|Chapter 2]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 4|Chapter 4]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr14_001.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===BD Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Supervisor: [[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
* Pengawas Proyek: [[user:Baka-Tsuki Update Indonesia|Baka-Tsuki Update Indonesia]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Penerjemah====&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Aktif&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
*[[user:Ran|Ran]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Konstributor (tidak aktif)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Adipratama|Adipratama]]&lt;br /&gt;
*[[user:Rarara97|Rarara97]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Editor====&lt;br /&gt;
*[[user:Isko|Isko]] (selalu on time, jika diperlukan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Tinjauan Serial==&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 1 SHAMAN*CLAN ---(May 20, 2010, ISBN 978-4-8291-3519-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 2 RAVEN&#039;s NEST ---(September 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3552-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 3 cHImAirA DanCE ---(December 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3592-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 4 GIRL RETURN &amp;amp; days in nest I ---(May 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3637-9)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 5 days in nest II &amp;amp; GIRL AGAIN ---(July 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3657-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 6 Black Shaman ASSAULT ---(October 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3688-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 7 _DARKNESS_EMERGE_ ---(May 19, 2012, ISBN 978-4-8291-3757-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 8 over-cry ---(October 20, 2012, ISBN 978-4-8291-3809-0)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 9 to The DarkSky ---(March 19, 2013, ISBN 978-4-8291-3865-6)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 10 BEGINS/TEMPLE ---(October 19, 2013, ISBN 978-4-0471-2911-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 11 change:unchange ---(April 19, 2014, ISBN 978-4-0407-0087-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 12 Junction of STARs ---(November 20, 2014, ISBN 978-4-04-070139-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 13 COUNT&amp;gt;DOWN ---(March 20, 2015, ISBN 978-4-04-070524-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 14 EMPEROR.ADVENT ---(December 19, 2015, ISBN 978-4-04-070525-5)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX1 party in nest ---(July 20, 2013, ISBN 978-4-8291-3909-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX2 seasons in nest ---(February 20, 2014, ISBN 978-4-0407-0030-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX3 memories in nest ---(September 19, 2015, ISBN 978-4-04-070523-1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;br /&gt;
[[Category:Kouhei Azano]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=513230</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=513230"/>
		<updated>2017-02-17T16:55:47Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Volume 9 - sampai Langit Gelap */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Teaser|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr1_cover_cut.jpg|thumb|x400px|Cover for Volume 1]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039; (東京レイヴンズ) adalah light novel Jepang yang ditulis oleh [[:Category:Kouhei Azano|Kōhei Azano]] dan diilustrasikan oleh Sumihei. Serial ini diadaptasi dalam bentuk manga di tahun 2010. Sekitar 24 episode adaptasi anime tayang di jepang mulai tanggal 8 Oktober 2013 sampai 26 Maret 2014, yang meliputi Volume 1 sampai 9, kecuali beberapa cerita pendek dari Volume 4 dan Volume 5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; juga tersedia dalam bahasa berikut:&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Français|Français (French)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo_Ravens_~Russian_Version~|Русский (Russian)]]&lt;br /&gt;
*[https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_Italiano Italian]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Spanish|Español ]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
Tsuchimikado Harutora lahir dalam sebuah keluarga Onmyouji kelas atas, namun dia tidak bisa melihat &amp;quot;energi roh&amp;quot;. Berkat itu, dia telah menikmati kehidupan sehari-hari yang tenang dengan teman-temannya di SMA biasa. Suatu hari, teman masa kecilnya Tsuchimikado Natsume yang merupakan ahli waris keluarga utama, tiba-tiba menghilang. Apakah ini akan menyebabkan takdirnya mulai terlepas!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Lainnya==&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Genre&#039;&#039;&#039;: Action, Romance, Comedy, Supernatural&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Judul Asli&#039;&#039;&#039;: 東京レイヴンズ&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Penulis&#039;&#039;&#039;: Kōhei Azano&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Illustrator&#039;&#039;&#039;: Sumihei&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Volume yang telah dipublikasikan&#039;&#039;&#039;: 1-14, EX 1-3&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Status&#039;&#039;&#039;: Masih berlanjut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Perkenalan Karakter==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;collapsible collapsed&amp;quot; style=&amp;quot;text-align:left; margin:5px 20px clear:both; font-size:100%; background:transparent; width:100%;&amp;quot;&lt;br /&gt;
! style=&amp;quot;background:#cee0f2;&amp;quot; align=&amp;quot;center&amp;quot;| &#039;&#039;&#039;Peringatan mengandung Spoiler!&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Harutora Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Harutora.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Karakter utama dan putra keluarga percabangan klan Tsuchimikado. Meski lahir dalam keluarga Onnyouji yang berbeda, dia tidak memiliki kekuatan sihir. Dia telah hidup normal dan mengubur kembali hidupnya yang mengingat kalau dia tidak bisa melakukan apapun tanpa kekuatan sihir. Saat dia kecil, dia berjanji dengan Natsume untuk menjadi shikigami dan melindunginya. Setelah menyaksikan kematian Hokuto, dia menjadi shikigami Natsume demi menepati janji yang dia buat beberapa tahun lalu. Dia terlihat mempunyai semacam &#039;Nasib sial&#039; yang dia anggap sebagai kutukan kuno yang ditinggalkan oleh leluhurnya. Dia benar-benar lemah dalam belajar dan biasanya diajari oleh Natsume untuk menjauhkan diri setahun.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Natsume Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Natsume.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora dan putri keluarga utama klan Tsuchimikado. Dia adalah anak Onmyouji yang bersekolah di Tokyo dan suka menghabiskan uang. Selama liburan musim panas, dia datang ke kota Harutora untuk mengganggu kehidupan tenangnya dengan tanggung jawab pada janji yang Harutora buat dulu yang telah mengenalnya. Dia adalah ahli waris keluarga Tsuchimikado dan dianggap menjadi reinkarnasi Yakou Tsuchimikado. Sebagai tradisi keluarga, dirinya saat ini menyamar sebagai laki-laki di depan keluarga Onmyouji lain. Dia punya shikigami tipe Gohou yang dipanggil Hokuto, roh naga sejati yang melayani keluarga Tsuchimikado dari generasi ke generasi. Dia sangat peduli dengan reputasi keluarganya dan menanggung beban menjadi ahli waris klan Tsuchimikado berikutnya. Setelah insiden dengan Suzuka Dairenji, dia mengenakan pita yang sama dengan Hokuto yang diberikan oleh Harutora saat memenangkan permainan tembak. Dia peduli dengan Harutora dan jatuh cinta padanya sejak kecil.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Hokuto&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Hokuto.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora. Dia akrab dengan Harutora dan benar-benar cemburu ketika Harutora dicium oleh Suzuka. Selama pertemuan berikutnya dengan Suzuka, dia mengorbankan dirinya demi menyelamatkan Harutora dari shikigami Tsuchigumo milik Suzuka, menyatakan dirinya sebagai shikigami. Hokuto sebenarnya shikigami Natsume, yang digunakan sebagai perantara untuk mendekati Harutora. &#039;Kematian&#039; Hokuto adalah apa yang diberitahukan pada Harutora sebagai shikigami Natsume. Dia membagikan namanya dengan shikigami lain yang dipanggil Hokuto yang merupakan sesosok naga.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Suzuka Dairenji&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Suzuka.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Orang termuda dalam Dua belas Pemimpin Suci yang dijuluki &amp;quot;anak berbakat&amp;quot;. Dia diincar sebagai kriminal karena penelitian dan menggunakan sihir terlarang. Dia mengunjungi kota demi mencari Natsume untuk menawarkan dirinya dalam Ritual Taizan Fukun untuk menghidupkan kembali kakaknya. Dia meneliti Yakou Tsuchimikado dan Ritual Taizan Fukun demi menghidupkan kakaknya lagi. Ini menuntunnya ke dalam pertikaian dengan perwakilan Onmyouji. Walaupun menjadi Onmyouji yang sangat kuat, dia diperlakukan sebagai Pemimpin Suci terlemah karena pernyataan Reiji Kagami. Dia adalah putri Shidou Dairenji. Dia berdosa karena tindakannya yang membawa menuju kematian Hokuto tetapi Harutora melepaskannya dari dosanya ketika dia memberitahu kalau Hokuto dikendalikan dari jarak jauh oleh penggunanya. Sebagian besar sihirnya disegel oleh Perwakilan Onmyouji dan dia kemudian mendaftarkan diri di Akademi Onmyouji sebagai hukuman atas insiden di kota sebelah. Dia memiliki perasaan suka pada Harutora.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Touji Ato&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Touji.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Mantan penjahat dan teman terbaik Harutora dari sekolah. Dia mampu merasakan roh tertentu dan banyak mengetahui tentang Onmyouji. Dia adalah korban Kehancuran Spiritual dari dua tahun lalu. Dokter ayah Harutora merawatnya walau setelah pengaruhnya tersisa. Dia menyadari cara sebelum Harutora kalau Natsume adalah seseorang yang mengendalikan Hokuto. Dia mendaftar ke Akademi Onmyouji di Tokyo bersama dengan Harutora. Dia biasanya membantu kapanpun  dia mendapat masalah. Dia selalu terlihat mengenakan syal hijau. Dua tahun sebelum cerita, diungkapkan kalau dia dirasuki oleh Ogre yang menyebabkan Kehancuran Spiritual. Jadi, pada akhirnya dia menjadi Setengah Ogre dan sekarang mencoba memperoleh kendali untuk menahan Ogre dalam dirinya. Alasan kenapa dia mendaftar ke Akademi Onmyouji adalah untuk membersihkan Ogre dalam dirinya.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Terjemahan==&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap chapter (setelah diedit) harus sesuai dengan pedoman format umum.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|Format Umum/Mode Pedoman]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Pedoman dan Terminologi|Pedoman Proyek Spesifik: Nama dan Terminologi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Halaman Pendaftaran===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah diminta untuk [[Tokyo Ravens (Indonesia):Halaman Registrasi|mendaftar]] bab/chapter yang ingin mereka kerjakan.&#039;&#039;&#039;&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ini merupakan terjemahan &#039;&#039;second hand&#039;&#039; dari bahasa [[Tokyo Ravens|inggris]], bila anda mampu berbahasa jepang dengan baik, sangat dipersilahkan.&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Dan mohon hubungi dulu dengan penerjemah yang aktif kalau ingin berkontribusi. Jika penerjemah tidak ada atau tidak aktif dalam 3 bulan boleh diambil alih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Feedback Forum===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Update==&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;overflow:auto; max-height: 150px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
*17 Februari 2017 - Volume 2 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*13 Desember 2016 - Volume 1 Chapter 4 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*28 November 2016 - Volume 1 Chapter 3 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*21 Oktober 2016 - Volume 1 Chapter 2 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*12 Maret 2016 - Volume 1 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*11 Maret 2016 - Pembaharuan Halaman&lt;br /&gt;
*25 Juni 2013 - Teaser&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039; oleh Kōhei Azano==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 1 - SHAMAN*CLAN===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 1|Chapter 1 - Putra dari Keluarga Cabang]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 2|Chapter 2 - Dimulainya Pemujaan]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 3|Chapter 3 - Tentara Iblis Berlapis Baja]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 4|Chapter 4 - Keturunan Tsuchimikado]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr1 cover cut.jpg|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2 - RAVEN&amp;quot;s NEST===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 1|Chapter 1 - Gagak Muda Akademi]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 2|Chapter 2 - Ears and Tail]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 3|Chapter 3 - Shikigami Showdown]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 4|Chapter 4 - Kodoku]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 5|Chapter 5 - One-Armed Oni]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr2-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3 - cHimAirA DanCE===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 1|Chapter 1 - A New Beginning]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 2|Chapter 2 - Spring Tempest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 3|Chapter 3 - Living Spirits]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 4|Chapter 4 - Destroying the Nue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 5|Chapter 5 - Starting Point]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr3-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4 - KEMBALINYA GADIS-GADIS &amp;amp; hari-hari dalam sarang I===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume4_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 1|Chapter 1 - Star Raid]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 2|Chapter 2 - The Rumored Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 3|Chapter 3 - The Girl&#039;s Next Step]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Short|Short - Chicks In The Nest Prologue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 1|Story 1 - Frog Day]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 2|Story 2 - The Men&#039;s Capriccio]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 3|Story 3 - Escape From Dougenzaka]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 4|Story 4 - Bloody Holiday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr4-cover-cut.jpeg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 5 - hari-hari dalam sarang II &amp;amp; GADIS-GADIS LAGI===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume5_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 1|Chapter 1 - Chicks In The Nest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 1|Story 1 - The Snowscape of the Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 2|Story 2 - Winter Day&#039;s Dinner]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 3|Story 3 - The Tail of Duty]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 4|Story 4 - Cold Memory in Dark]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 2|Chapter 2 - Practical Skills Training Camp]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 3|Chapter 3 - Six People&#039;s Conference]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 4|Chapter 4 - The Girl&#039;s Determination]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr5-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 6 - Black Shaman ASSAULT===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume6_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 1|Chapter 1 - Under The Rainy Season&#039;s Overcast Sky]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 2|Chapter 2 - Letter of Challenge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 3|Chapter 3 - Onmyouji, Visiting]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 4|Chapter 4 - Breaking Through the Enemy Line]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 5|Chapter 5 - Competition of Magic]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr6-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7 - _MUNCULNYA_KEGELAPAN_===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume7_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 1|Chapter 1 - Encounter]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 2|Chapter 2 - An Old Clue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 3|Chapter 3 - Twin-Horned Syndicate]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 4|Chapter 4 - Higekiri]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 5|Chapter 5 - Darkness Emerge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr7-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 8 - over-cry===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume8_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 1|Chapter 1 - Entanglement]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 2|Chapter 2 - The Waking Darkness]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 3|Chapter 3 - Natsume and Kyouko]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 4|Chapter 4 - Revelation]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 5|Chapter 5 - The Tsuchimikado Girl]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr8-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 9 - to The DarkSky===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume9_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 1|Chapter 1 - Death]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 2|Chapter 2 - In the Night]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 3|Chapter 3 - Bared Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 4|Chapter 4 - Counterattack]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr9-cover-cut.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 10 - PERMULAAN/KUIL===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume10_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 1|Chapter 1 - Rabbit from the Temple of Darkness]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 01|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 2|Chapter 2 - Visitors]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 02|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 3|Chapter 3 - Sacred Ground for Conspiracy]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 03|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 4|Chapter 4 - Onmyouji at the Mountain]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 04|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 5|Chapter 5 - Cursed Temple on Fire]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr10-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 11 - berubah:tidak berubah===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume11_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 1|Chapter 1 - Past and Present]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 2|Chapter 2 - Future and Everyday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 3|Chapter 3 - Time to Hunt]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 4|Chapter 4 - Those Sharpening their Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 5|Chapter 5 - Blue and Pink]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr11-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 12 - Persimpangan BINTANG-BINTANG===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume12_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 1|Chapter 1 - Omens of the Banquet]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 2|Chapter 2 - Scenery of Old]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 4|Chapter 4 - Meteor Flurry]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr12-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 13 - HITUNGAN&amp;gt;MUNDUR===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume13_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 1|Chapter 1 - Dark Clouds Yonder]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 2|Chapter 2 - Omens of the Storm]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 3|Chapter 3 - Dissonance]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 4|Chapter 4 - Journey]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 5|Chapter 5 - Interweaving Travels]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr13-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 14 - EMPEROR.ADVENT===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume14_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 1|Chapter 1]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 2|Chapter 2]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 4|Chapter 4]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr14_001.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===BD Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Supervisor: [[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
* Pengawas Proyek: [[user:Baka-Tsuki Update Indonesia|Baka-Tsuki Update Indonesia]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Penerjemah====&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Aktif&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
*[[user:Ran|Ran]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Konstributor (tidak aktif)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Adipratama|Adipratama]]&lt;br /&gt;
*[[user:Rarara97|Rarara97]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Editor====&lt;br /&gt;
*[[user:Isko|Isko]] (selalu on time, jika diperlukan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Tinjauan Serial==&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 1 SHAMAN*CLAN ---(May 20, 2010, ISBN 978-4-8291-3519-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 2 RAVEN&#039;s NEST ---(September 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3552-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 3 cHImAirA DanCE ---(December 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3592-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 4 GIRL RETURN &amp;amp; days in nest I ---(May 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3637-9)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 5 days in nest II &amp;amp; GIRL AGAIN ---(July 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3657-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 6 Black Shaman ASSAULT ---(October 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3688-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 7 _DARKNESS_EMERGE_ ---(May 19, 2012, ISBN 978-4-8291-3757-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 8 over-cry ---(October 20, 2012, ISBN 978-4-8291-3809-0)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 9 to The DarkSky ---(March 19, 2013, ISBN 978-4-8291-3865-6)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 10 BEGINS/TEMPLE ---(October 19, 2013, ISBN 978-4-0471-2911-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 11 change:unchange ---(April 19, 2014, ISBN 978-4-0407-0087-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 12 Junction of STARs ---(November 20, 2014, ISBN 978-4-04-070139-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 13 COUNT&amp;gt;DOWN ---(March 20, 2015, ISBN 978-4-04-070524-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 14 EMPEROR.ADVENT ---(December 19, 2015, ISBN 978-4-04-070525-5)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX1 party in nest ---(July 20, 2013, ISBN 978-4-8291-3909-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX2 seasons in nest ---(February 20, 2014, ISBN 978-4-0407-0030-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX3 memories in nest ---(September 19, 2015, ISBN 978-4-04-070523-1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;br /&gt;
[[Category:Kouhei Azano]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=513229</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=513229"/>
		<updated>2017-02-17T16:55:07Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Volume 8 - ujung-tangisan */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Teaser|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr1_cover_cut.jpg|thumb|x400px|Cover for Volume 1]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039; (東京レイヴンズ) adalah light novel Jepang yang ditulis oleh [[:Category:Kouhei Azano|Kōhei Azano]] dan diilustrasikan oleh Sumihei. Serial ini diadaptasi dalam bentuk manga di tahun 2010. Sekitar 24 episode adaptasi anime tayang di jepang mulai tanggal 8 Oktober 2013 sampai 26 Maret 2014, yang meliputi Volume 1 sampai 9, kecuali beberapa cerita pendek dari Volume 4 dan Volume 5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; juga tersedia dalam bahasa berikut:&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Français|Français (French)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo_Ravens_~Russian_Version~|Русский (Russian)]]&lt;br /&gt;
*[https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_Italiano Italian]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Spanish|Español ]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
Tsuchimikado Harutora lahir dalam sebuah keluarga Onmyouji kelas atas, namun dia tidak bisa melihat &amp;quot;energi roh&amp;quot;. Berkat itu, dia telah menikmati kehidupan sehari-hari yang tenang dengan teman-temannya di SMA biasa. Suatu hari, teman masa kecilnya Tsuchimikado Natsume yang merupakan ahli waris keluarga utama, tiba-tiba menghilang. Apakah ini akan menyebabkan takdirnya mulai terlepas!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Lainnya==&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Genre&#039;&#039;&#039;: Action, Romance, Comedy, Supernatural&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Judul Asli&#039;&#039;&#039;: 東京レイヴンズ&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Penulis&#039;&#039;&#039;: Kōhei Azano&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Illustrator&#039;&#039;&#039;: Sumihei&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Volume yang telah dipublikasikan&#039;&#039;&#039;: 1-14, EX 1-3&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Status&#039;&#039;&#039;: Masih berlanjut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Perkenalan Karakter==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;collapsible collapsed&amp;quot; style=&amp;quot;text-align:left; margin:5px 20px clear:both; font-size:100%; background:transparent; width:100%;&amp;quot;&lt;br /&gt;
! style=&amp;quot;background:#cee0f2;&amp;quot; align=&amp;quot;center&amp;quot;| &#039;&#039;&#039;Peringatan mengandung Spoiler!&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Harutora Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Harutora.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Karakter utama dan putra keluarga percabangan klan Tsuchimikado. Meski lahir dalam keluarga Onnyouji yang berbeda, dia tidak memiliki kekuatan sihir. Dia telah hidup normal dan mengubur kembali hidupnya yang mengingat kalau dia tidak bisa melakukan apapun tanpa kekuatan sihir. Saat dia kecil, dia berjanji dengan Natsume untuk menjadi shikigami dan melindunginya. Setelah menyaksikan kematian Hokuto, dia menjadi shikigami Natsume demi menepati janji yang dia buat beberapa tahun lalu. Dia terlihat mempunyai semacam &#039;Nasib sial&#039; yang dia anggap sebagai kutukan kuno yang ditinggalkan oleh leluhurnya. Dia benar-benar lemah dalam belajar dan biasanya diajari oleh Natsume untuk menjauhkan diri setahun.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Natsume Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Natsume.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora dan putri keluarga utama klan Tsuchimikado. Dia adalah anak Onmyouji yang bersekolah di Tokyo dan suka menghabiskan uang. Selama liburan musim panas, dia datang ke kota Harutora untuk mengganggu kehidupan tenangnya dengan tanggung jawab pada janji yang Harutora buat dulu yang telah mengenalnya. Dia adalah ahli waris keluarga Tsuchimikado dan dianggap menjadi reinkarnasi Yakou Tsuchimikado. Sebagai tradisi keluarga, dirinya saat ini menyamar sebagai laki-laki di depan keluarga Onmyouji lain. Dia punya shikigami tipe Gohou yang dipanggil Hokuto, roh naga sejati yang melayani keluarga Tsuchimikado dari generasi ke generasi. Dia sangat peduli dengan reputasi keluarganya dan menanggung beban menjadi ahli waris klan Tsuchimikado berikutnya. Setelah insiden dengan Suzuka Dairenji, dia mengenakan pita yang sama dengan Hokuto yang diberikan oleh Harutora saat memenangkan permainan tembak. Dia peduli dengan Harutora dan jatuh cinta padanya sejak kecil.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Hokuto&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Hokuto.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora. Dia akrab dengan Harutora dan benar-benar cemburu ketika Harutora dicium oleh Suzuka. Selama pertemuan berikutnya dengan Suzuka, dia mengorbankan dirinya demi menyelamatkan Harutora dari shikigami Tsuchigumo milik Suzuka, menyatakan dirinya sebagai shikigami. Hokuto sebenarnya shikigami Natsume, yang digunakan sebagai perantara untuk mendekati Harutora. &#039;Kematian&#039; Hokuto adalah apa yang diberitahukan pada Harutora sebagai shikigami Natsume. Dia membagikan namanya dengan shikigami lain yang dipanggil Hokuto yang merupakan sesosok naga.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Suzuka Dairenji&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Suzuka.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Orang termuda dalam Dua belas Pemimpin Suci yang dijuluki &amp;quot;anak berbakat&amp;quot;. Dia diincar sebagai kriminal karena penelitian dan menggunakan sihir terlarang. Dia mengunjungi kota demi mencari Natsume untuk menawarkan dirinya dalam Ritual Taizan Fukun untuk menghidupkan kembali kakaknya. Dia meneliti Yakou Tsuchimikado dan Ritual Taizan Fukun demi menghidupkan kakaknya lagi. Ini menuntunnya ke dalam pertikaian dengan perwakilan Onmyouji. Walaupun menjadi Onmyouji yang sangat kuat, dia diperlakukan sebagai Pemimpin Suci terlemah karena pernyataan Reiji Kagami. Dia adalah putri Shidou Dairenji. Dia berdosa karena tindakannya yang membawa menuju kematian Hokuto tetapi Harutora melepaskannya dari dosanya ketika dia memberitahu kalau Hokuto dikendalikan dari jarak jauh oleh penggunanya. Sebagian besar sihirnya disegel oleh Perwakilan Onmyouji dan dia kemudian mendaftarkan diri di Akademi Onmyouji sebagai hukuman atas insiden di kota sebelah. Dia memiliki perasaan suka pada Harutora.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Touji Ato&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Touji.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Mantan penjahat dan teman terbaik Harutora dari sekolah. Dia mampu merasakan roh tertentu dan banyak mengetahui tentang Onmyouji. Dia adalah korban Kehancuran Spiritual dari dua tahun lalu. Dokter ayah Harutora merawatnya walau setelah pengaruhnya tersisa. Dia menyadari cara sebelum Harutora kalau Natsume adalah seseorang yang mengendalikan Hokuto. Dia mendaftar ke Akademi Onmyouji di Tokyo bersama dengan Harutora. Dia biasanya membantu kapanpun  dia mendapat masalah. Dia selalu terlihat mengenakan syal hijau. Dua tahun sebelum cerita, diungkapkan kalau dia dirasuki oleh Ogre yang menyebabkan Kehancuran Spiritual. Jadi, pada akhirnya dia menjadi Setengah Ogre dan sekarang mencoba memperoleh kendali untuk menahan Ogre dalam dirinya. Alasan kenapa dia mendaftar ke Akademi Onmyouji adalah untuk membersihkan Ogre dalam dirinya.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Terjemahan==&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap chapter (setelah diedit) harus sesuai dengan pedoman format umum.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|Format Umum/Mode Pedoman]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Pedoman dan Terminologi|Pedoman Proyek Spesifik: Nama dan Terminologi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Halaman Pendaftaran===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah diminta untuk [[Tokyo Ravens (Indonesia):Halaman Registrasi|mendaftar]] bab/chapter yang ingin mereka kerjakan.&#039;&#039;&#039;&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ini merupakan terjemahan &#039;&#039;second hand&#039;&#039; dari bahasa [[Tokyo Ravens|inggris]], bila anda mampu berbahasa jepang dengan baik, sangat dipersilahkan.&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Dan mohon hubungi dulu dengan penerjemah yang aktif kalau ingin berkontribusi. Jika penerjemah tidak ada atau tidak aktif dalam 3 bulan boleh diambil alih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Feedback Forum===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Update==&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;overflow:auto; max-height: 150px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
*17 Februari 2017 - Volume 2 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*13 Desember 2016 - Volume 1 Chapter 4 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*28 November 2016 - Volume 1 Chapter 3 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*21 Oktober 2016 - Volume 1 Chapter 2 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*12 Maret 2016 - Volume 1 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*11 Maret 2016 - Pembaharuan Halaman&lt;br /&gt;
*25 Juni 2013 - Teaser&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039; oleh Kōhei Azano==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 1 - SHAMAN*CLAN===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 1|Chapter 1 - Putra dari Keluarga Cabang]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 2|Chapter 2 - Dimulainya Pemujaan]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 3|Chapter 3 - Tentara Iblis Berlapis Baja]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 4|Chapter 4 - Keturunan Tsuchimikado]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr1 cover cut.jpg|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2 - RAVEN&amp;quot;s NEST===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 1|Chapter 1 - Gagak Muda Akademi]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 2|Chapter 2 - Ears and Tail]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 3|Chapter 3 - Shikigami Showdown]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 4|Chapter 4 - Kodoku]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 5|Chapter 5 - One-Armed Oni]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr2-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3 - cHimAirA DanCE===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 1|Chapter 1 - A New Beginning]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 2|Chapter 2 - Spring Tempest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 3|Chapter 3 - Living Spirits]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 4|Chapter 4 - Destroying the Nue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 5|Chapter 5 - Starting Point]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr3-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4 - KEMBALINYA GADIS-GADIS &amp;amp; hari-hari dalam sarang I===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume4_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 1|Chapter 1 - Star Raid]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 2|Chapter 2 - The Rumored Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 3|Chapter 3 - The Girl&#039;s Next Step]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Short|Short - Chicks In The Nest Prologue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 1|Story 1 - Frog Day]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 2|Story 2 - The Men&#039;s Capriccio]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 3|Story 3 - Escape From Dougenzaka]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 4|Story 4 - Bloody Holiday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr4-cover-cut.jpeg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 5 - hari-hari dalam sarang II &amp;amp; GADIS-GADIS LAGI===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume5_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 1|Chapter 1 - Chicks In The Nest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 1|Story 1 - The Snowscape of the Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 2|Story 2 - Winter Day&#039;s Dinner]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 3|Story 3 - The Tail of Duty]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 4|Story 4 - Cold Memory in Dark]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 2|Chapter 2 - Practical Skills Training Camp]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 3|Chapter 3 - Six People&#039;s Conference]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 4|Chapter 4 - The Girl&#039;s Determination]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr5-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 6 - Black Shaman ASSAULT===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume6_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 1|Chapter 1 - Under The Rainy Season&#039;s Overcast Sky]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 2|Chapter 2 - Letter of Challenge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 3|Chapter 3 - Onmyouji, Visiting]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 4|Chapter 4 - Breaking Through the Enemy Line]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 5|Chapter 5 - Competition of Magic]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr6-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7 - _MUNCULNYA_KEGELAPAN_===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume7_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 1|Chapter 1 - Encounter]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 2|Chapter 2 - An Old Clue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 3|Chapter 3 - Twin-Horned Syndicate]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 4|Chapter 4 - Higekiri]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 5|Chapter 5 - Darkness Emerge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr7-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 8 - over-cry===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume8_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 1|Chapter 1 - Entanglement]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 2|Chapter 2 - The Waking Darkness]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 3|Chapter 3 - Natsume and Kyouko]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 4|Chapter 4 - Revelation]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 5|Chapter 5 - The Tsuchimikado Girl]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr8-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 9 - sampai Langit Gelap===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume9_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 1|Chapter 1 - Death]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 2|Chapter 2 - In the Night]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 3|Chapter 3 - Bared Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 4|Chapter 4 - Counterattack]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr9-cover-cut.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 10 - PERMULAAN/KUIL===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume10_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 1|Chapter 1 - Rabbit from the Temple of Darkness]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 01|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 2|Chapter 2 - Visitors]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 02|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 3|Chapter 3 - Sacred Ground for Conspiracy]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 03|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 4|Chapter 4 - Onmyouji at the Mountain]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 04|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 5|Chapter 5 - Cursed Temple on Fire]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr10-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 11 - berubah:tidak berubah===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume11_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 1|Chapter 1 - Past and Present]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 2|Chapter 2 - Future and Everyday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 3|Chapter 3 - Time to Hunt]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 4|Chapter 4 - Those Sharpening their Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 5|Chapter 5 - Blue and Pink]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr11-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 12 - Persimpangan BINTANG-BINTANG===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume12_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 1|Chapter 1 - Omens of the Banquet]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 2|Chapter 2 - Scenery of Old]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 4|Chapter 4 - Meteor Flurry]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr12-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 13 - HITUNGAN&amp;gt;MUNDUR===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume13_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 1|Chapter 1 - Dark Clouds Yonder]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 2|Chapter 2 - Omens of the Storm]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 3|Chapter 3 - Dissonance]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 4|Chapter 4 - Journey]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 5|Chapter 5 - Interweaving Travels]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr13-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 14 - EMPEROR.ADVENT===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume14_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 1|Chapter 1]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 2|Chapter 2]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 4|Chapter 4]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr14_001.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===BD Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Supervisor: [[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
* Pengawas Proyek: [[user:Baka-Tsuki Update Indonesia|Baka-Tsuki Update Indonesia]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Penerjemah====&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Aktif&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
*[[user:Ran|Ran]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Konstributor (tidak aktif)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Adipratama|Adipratama]]&lt;br /&gt;
*[[user:Rarara97|Rarara97]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Editor====&lt;br /&gt;
*[[user:Isko|Isko]] (selalu on time, jika diperlukan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Tinjauan Serial==&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 1 SHAMAN*CLAN ---(May 20, 2010, ISBN 978-4-8291-3519-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 2 RAVEN&#039;s NEST ---(September 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3552-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 3 cHImAirA DanCE ---(December 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3592-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 4 GIRL RETURN &amp;amp; days in nest I ---(May 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3637-9)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 5 days in nest II &amp;amp; GIRL AGAIN ---(July 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3657-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 6 Black Shaman ASSAULT ---(October 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3688-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 7 _DARKNESS_EMERGE_ ---(May 19, 2012, ISBN 978-4-8291-3757-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 8 over-cry ---(October 20, 2012, ISBN 978-4-8291-3809-0)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 9 to The DarkSky ---(March 19, 2013, ISBN 978-4-8291-3865-6)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 10 BEGINS/TEMPLE ---(October 19, 2013, ISBN 978-4-0471-2911-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 11 change:unchange ---(April 19, 2014, ISBN 978-4-0407-0087-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 12 Junction of STARs ---(November 20, 2014, ISBN 978-4-04-070139-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 13 COUNT&amp;gt;DOWN ---(March 20, 2015, ISBN 978-4-04-070524-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 14 EMPEROR.ADVENT ---(December 19, 2015, ISBN 978-4-04-070525-5)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX1 party in nest ---(July 20, 2013, ISBN 978-4-8291-3909-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX2 seasons in nest ---(February 20, 2014, ISBN 978-4-0407-0030-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX3 memories in nest ---(September 19, 2015, ISBN 978-4-04-070523-1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;br /&gt;
[[Category:Kouhei Azano]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=513228</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=513228"/>
		<updated>2017-02-17T16:54:15Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Volume 6 - SERANGAN Shaman Hitam */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Teaser|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr1_cover_cut.jpg|thumb|x400px|Cover for Volume 1]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039; (東京レイヴンズ) adalah light novel Jepang yang ditulis oleh [[:Category:Kouhei Azano|Kōhei Azano]] dan diilustrasikan oleh Sumihei. Serial ini diadaptasi dalam bentuk manga di tahun 2010. Sekitar 24 episode adaptasi anime tayang di jepang mulai tanggal 8 Oktober 2013 sampai 26 Maret 2014, yang meliputi Volume 1 sampai 9, kecuali beberapa cerita pendek dari Volume 4 dan Volume 5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; juga tersedia dalam bahasa berikut:&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Français|Français (French)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo_Ravens_~Russian_Version~|Русский (Russian)]]&lt;br /&gt;
*[https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_Italiano Italian]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Spanish|Español ]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
Tsuchimikado Harutora lahir dalam sebuah keluarga Onmyouji kelas atas, namun dia tidak bisa melihat &amp;quot;energi roh&amp;quot;. Berkat itu, dia telah menikmati kehidupan sehari-hari yang tenang dengan teman-temannya di SMA biasa. Suatu hari, teman masa kecilnya Tsuchimikado Natsume yang merupakan ahli waris keluarga utama, tiba-tiba menghilang. Apakah ini akan menyebabkan takdirnya mulai terlepas!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Lainnya==&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Genre&#039;&#039;&#039;: Action, Romance, Comedy, Supernatural&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Judul Asli&#039;&#039;&#039;: 東京レイヴンズ&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Penulis&#039;&#039;&#039;: Kōhei Azano&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Illustrator&#039;&#039;&#039;: Sumihei&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Volume yang telah dipublikasikan&#039;&#039;&#039;: 1-14, EX 1-3&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Status&#039;&#039;&#039;: Masih berlanjut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Perkenalan Karakter==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;collapsible collapsed&amp;quot; style=&amp;quot;text-align:left; margin:5px 20px clear:both; font-size:100%; background:transparent; width:100%;&amp;quot;&lt;br /&gt;
! style=&amp;quot;background:#cee0f2;&amp;quot; align=&amp;quot;center&amp;quot;| &#039;&#039;&#039;Peringatan mengandung Spoiler!&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Harutora Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Harutora.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Karakter utama dan putra keluarga percabangan klan Tsuchimikado. Meski lahir dalam keluarga Onnyouji yang berbeda, dia tidak memiliki kekuatan sihir. Dia telah hidup normal dan mengubur kembali hidupnya yang mengingat kalau dia tidak bisa melakukan apapun tanpa kekuatan sihir. Saat dia kecil, dia berjanji dengan Natsume untuk menjadi shikigami dan melindunginya. Setelah menyaksikan kematian Hokuto, dia menjadi shikigami Natsume demi menepati janji yang dia buat beberapa tahun lalu. Dia terlihat mempunyai semacam &#039;Nasib sial&#039; yang dia anggap sebagai kutukan kuno yang ditinggalkan oleh leluhurnya. Dia benar-benar lemah dalam belajar dan biasanya diajari oleh Natsume untuk menjauhkan diri setahun.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Natsume Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Natsume.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora dan putri keluarga utama klan Tsuchimikado. Dia adalah anak Onmyouji yang bersekolah di Tokyo dan suka menghabiskan uang. Selama liburan musim panas, dia datang ke kota Harutora untuk mengganggu kehidupan tenangnya dengan tanggung jawab pada janji yang Harutora buat dulu yang telah mengenalnya. Dia adalah ahli waris keluarga Tsuchimikado dan dianggap menjadi reinkarnasi Yakou Tsuchimikado. Sebagai tradisi keluarga, dirinya saat ini menyamar sebagai laki-laki di depan keluarga Onmyouji lain. Dia punya shikigami tipe Gohou yang dipanggil Hokuto, roh naga sejati yang melayani keluarga Tsuchimikado dari generasi ke generasi. Dia sangat peduli dengan reputasi keluarganya dan menanggung beban menjadi ahli waris klan Tsuchimikado berikutnya. Setelah insiden dengan Suzuka Dairenji, dia mengenakan pita yang sama dengan Hokuto yang diberikan oleh Harutora saat memenangkan permainan tembak. Dia peduli dengan Harutora dan jatuh cinta padanya sejak kecil.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Hokuto&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Hokuto.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora. Dia akrab dengan Harutora dan benar-benar cemburu ketika Harutora dicium oleh Suzuka. Selama pertemuan berikutnya dengan Suzuka, dia mengorbankan dirinya demi menyelamatkan Harutora dari shikigami Tsuchigumo milik Suzuka, menyatakan dirinya sebagai shikigami. Hokuto sebenarnya shikigami Natsume, yang digunakan sebagai perantara untuk mendekati Harutora. &#039;Kematian&#039; Hokuto adalah apa yang diberitahukan pada Harutora sebagai shikigami Natsume. Dia membagikan namanya dengan shikigami lain yang dipanggil Hokuto yang merupakan sesosok naga.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Suzuka Dairenji&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Suzuka.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Orang termuda dalam Dua belas Pemimpin Suci yang dijuluki &amp;quot;anak berbakat&amp;quot;. Dia diincar sebagai kriminal karena penelitian dan menggunakan sihir terlarang. Dia mengunjungi kota demi mencari Natsume untuk menawarkan dirinya dalam Ritual Taizan Fukun untuk menghidupkan kembali kakaknya. Dia meneliti Yakou Tsuchimikado dan Ritual Taizan Fukun demi menghidupkan kakaknya lagi. Ini menuntunnya ke dalam pertikaian dengan perwakilan Onmyouji. Walaupun menjadi Onmyouji yang sangat kuat, dia diperlakukan sebagai Pemimpin Suci terlemah karena pernyataan Reiji Kagami. Dia adalah putri Shidou Dairenji. Dia berdosa karena tindakannya yang membawa menuju kematian Hokuto tetapi Harutora melepaskannya dari dosanya ketika dia memberitahu kalau Hokuto dikendalikan dari jarak jauh oleh penggunanya. Sebagian besar sihirnya disegel oleh Perwakilan Onmyouji dan dia kemudian mendaftarkan diri di Akademi Onmyouji sebagai hukuman atas insiden di kota sebelah. Dia memiliki perasaan suka pada Harutora.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Touji Ato&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Touji.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Mantan penjahat dan teman terbaik Harutora dari sekolah. Dia mampu merasakan roh tertentu dan banyak mengetahui tentang Onmyouji. Dia adalah korban Kehancuran Spiritual dari dua tahun lalu. Dokter ayah Harutora merawatnya walau setelah pengaruhnya tersisa. Dia menyadari cara sebelum Harutora kalau Natsume adalah seseorang yang mengendalikan Hokuto. Dia mendaftar ke Akademi Onmyouji di Tokyo bersama dengan Harutora. Dia biasanya membantu kapanpun  dia mendapat masalah. Dia selalu terlihat mengenakan syal hijau. Dua tahun sebelum cerita, diungkapkan kalau dia dirasuki oleh Ogre yang menyebabkan Kehancuran Spiritual. Jadi, pada akhirnya dia menjadi Setengah Ogre dan sekarang mencoba memperoleh kendali untuk menahan Ogre dalam dirinya. Alasan kenapa dia mendaftar ke Akademi Onmyouji adalah untuk membersihkan Ogre dalam dirinya.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Terjemahan==&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap chapter (setelah diedit) harus sesuai dengan pedoman format umum.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|Format Umum/Mode Pedoman]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Pedoman dan Terminologi|Pedoman Proyek Spesifik: Nama dan Terminologi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Halaman Pendaftaran===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah diminta untuk [[Tokyo Ravens (Indonesia):Halaman Registrasi|mendaftar]] bab/chapter yang ingin mereka kerjakan.&#039;&#039;&#039;&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ini merupakan terjemahan &#039;&#039;second hand&#039;&#039; dari bahasa [[Tokyo Ravens|inggris]], bila anda mampu berbahasa jepang dengan baik, sangat dipersilahkan.&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Dan mohon hubungi dulu dengan penerjemah yang aktif kalau ingin berkontribusi. Jika penerjemah tidak ada atau tidak aktif dalam 3 bulan boleh diambil alih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Feedback Forum===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Update==&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;overflow:auto; max-height: 150px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
*17 Februari 2017 - Volume 2 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*13 Desember 2016 - Volume 1 Chapter 4 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*28 November 2016 - Volume 1 Chapter 3 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*21 Oktober 2016 - Volume 1 Chapter 2 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*12 Maret 2016 - Volume 1 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*11 Maret 2016 - Pembaharuan Halaman&lt;br /&gt;
*25 Juni 2013 - Teaser&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039; oleh Kōhei Azano==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 1 - SHAMAN*CLAN===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 1|Chapter 1 - Putra dari Keluarga Cabang]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 2|Chapter 2 - Dimulainya Pemujaan]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 3|Chapter 3 - Tentara Iblis Berlapis Baja]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 4|Chapter 4 - Keturunan Tsuchimikado]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr1 cover cut.jpg|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2 - RAVEN&amp;quot;s NEST===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 1|Chapter 1 - Gagak Muda Akademi]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 2|Chapter 2 - Ears and Tail]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 3|Chapter 3 - Shikigami Showdown]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 4|Chapter 4 - Kodoku]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 5|Chapter 5 - One-Armed Oni]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr2-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3 - cHimAirA DanCE===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 1|Chapter 1 - A New Beginning]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 2|Chapter 2 - Spring Tempest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 3|Chapter 3 - Living Spirits]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 4|Chapter 4 - Destroying the Nue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 5|Chapter 5 - Starting Point]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr3-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4 - KEMBALINYA GADIS-GADIS &amp;amp; hari-hari dalam sarang I===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume4_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 1|Chapter 1 - Star Raid]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 2|Chapter 2 - The Rumored Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 3|Chapter 3 - The Girl&#039;s Next Step]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Short|Short - Chicks In The Nest Prologue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 1|Story 1 - Frog Day]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 2|Story 2 - The Men&#039;s Capriccio]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 3|Story 3 - Escape From Dougenzaka]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 4|Story 4 - Bloody Holiday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr4-cover-cut.jpeg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 5 - hari-hari dalam sarang II &amp;amp; GADIS-GADIS LAGI===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume5_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 1|Chapter 1 - Chicks In The Nest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 1|Story 1 - The Snowscape of the Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 2|Story 2 - Winter Day&#039;s Dinner]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 3|Story 3 - The Tail of Duty]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 4|Story 4 - Cold Memory in Dark]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 2|Chapter 2 - Practical Skills Training Camp]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 3|Chapter 3 - Six People&#039;s Conference]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 4|Chapter 4 - The Girl&#039;s Determination]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr5-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 6 - Black Shaman ASSAULT===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume6_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 1|Chapter 1 - Under The Rainy Season&#039;s Overcast Sky]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 2|Chapter 2 - Letter of Challenge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 3|Chapter 3 - Onmyouji, Visiting]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 4|Chapter 4 - Breaking Through the Enemy Line]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 5|Chapter 5 - Competition of Magic]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr6-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7 - _MUNCULNYA_KEGELAPAN_===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume7_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 1|Chapter 1 - Encounter]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 2|Chapter 2 - An Old Clue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 3|Chapter 3 - Twin-Horned Syndicate]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 4|Chapter 4 - Higekiri]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 5|Chapter 5 - Darkness Emerge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr7-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 8 - ujung-tangisan===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume8_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 1|Chapter 1 - Entanglement]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 2|Chapter 2 - The Waking Darkness]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 3|Chapter 3 - Natsume and Kyouko]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 4|Chapter 4 - Revelation]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 5|Chapter 5 - The Tsuchimikado Girl]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr8-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 9 - sampai Langit Gelap===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume9_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 1|Chapter 1 - Death]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 2|Chapter 2 - In the Night]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 3|Chapter 3 - Bared Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 4|Chapter 4 - Counterattack]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr9-cover-cut.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 10 - PERMULAAN/KUIL===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume10_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 1|Chapter 1 - Rabbit from the Temple of Darkness]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 01|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 2|Chapter 2 - Visitors]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 02|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 3|Chapter 3 - Sacred Ground for Conspiracy]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 03|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 4|Chapter 4 - Onmyouji at the Mountain]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 04|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 5|Chapter 5 - Cursed Temple on Fire]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr10-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 11 - berubah:tidak berubah===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume11_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 1|Chapter 1 - Past and Present]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 2|Chapter 2 - Future and Everyday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 3|Chapter 3 - Time to Hunt]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 4|Chapter 4 - Those Sharpening their Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 5|Chapter 5 - Blue and Pink]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr11-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 12 - Persimpangan BINTANG-BINTANG===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume12_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 1|Chapter 1 - Omens of the Banquet]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 2|Chapter 2 - Scenery of Old]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 4|Chapter 4 - Meteor Flurry]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr12-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 13 - HITUNGAN&amp;gt;MUNDUR===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume13_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 1|Chapter 1 - Dark Clouds Yonder]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 2|Chapter 2 - Omens of the Storm]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 3|Chapter 3 - Dissonance]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 4|Chapter 4 - Journey]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 5|Chapter 5 - Interweaving Travels]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr13-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 14 - EMPEROR.ADVENT===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume14_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 1|Chapter 1]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 2|Chapter 2]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 4|Chapter 4]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr14_001.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===BD Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Supervisor: [[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
* Pengawas Proyek: [[user:Baka-Tsuki Update Indonesia|Baka-Tsuki Update Indonesia]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Penerjemah====&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Aktif&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
*[[user:Ran|Ran]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Konstributor (tidak aktif)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Adipratama|Adipratama]]&lt;br /&gt;
*[[user:Rarara97|Rarara97]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Editor====&lt;br /&gt;
*[[user:Isko|Isko]] (selalu on time, jika diperlukan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Tinjauan Serial==&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 1 SHAMAN*CLAN ---(May 20, 2010, ISBN 978-4-8291-3519-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 2 RAVEN&#039;s NEST ---(September 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3552-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 3 cHImAirA DanCE ---(December 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3592-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 4 GIRL RETURN &amp;amp; days in nest I ---(May 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3637-9)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 5 days in nest II &amp;amp; GIRL AGAIN ---(July 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3657-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 6 Black Shaman ASSAULT ---(October 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3688-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 7 _DARKNESS_EMERGE_ ---(May 19, 2012, ISBN 978-4-8291-3757-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 8 over-cry ---(October 20, 2012, ISBN 978-4-8291-3809-0)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 9 to The DarkSky ---(March 19, 2013, ISBN 978-4-8291-3865-6)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 10 BEGINS/TEMPLE ---(October 19, 2013, ISBN 978-4-0471-2911-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 11 change:unchange ---(April 19, 2014, ISBN 978-4-0407-0087-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 12 Junction of STARs ---(November 20, 2014, ISBN 978-4-04-070139-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 13 COUNT&amp;gt;DOWN ---(March 20, 2015, ISBN 978-4-04-070524-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 14 EMPEROR.ADVENT ---(December 19, 2015, ISBN 978-4-04-070525-5)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX1 party in nest ---(July 20, 2013, ISBN 978-4-8291-3909-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX2 seasons in nest ---(February 20, 2014, ISBN 978-4-0407-0030-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX3 memories in nest ---(September 19, 2015, ISBN 978-4-04-070523-1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;br /&gt;
[[Category:Kouhei Azano]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=513227</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=513227"/>
		<updated>2017-02-17T16:53:25Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Volume 3 - cHimairA DanCE */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Teaser|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr1_cover_cut.jpg|thumb|x400px|Cover for Volume 1]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039; (東京レイヴンズ) adalah light novel Jepang yang ditulis oleh [[:Category:Kouhei Azano|Kōhei Azano]] dan diilustrasikan oleh Sumihei. Serial ini diadaptasi dalam bentuk manga di tahun 2010. Sekitar 24 episode adaptasi anime tayang di jepang mulai tanggal 8 Oktober 2013 sampai 26 Maret 2014, yang meliputi Volume 1 sampai 9, kecuali beberapa cerita pendek dari Volume 4 dan Volume 5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; juga tersedia dalam bahasa berikut:&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Français|Français (French)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo_Ravens_~Russian_Version~|Русский (Russian)]]&lt;br /&gt;
*[https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_Italiano Italian]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Spanish|Español ]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
Tsuchimikado Harutora lahir dalam sebuah keluarga Onmyouji kelas atas, namun dia tidak bisa melihat &amp;quot;energi roh&amp;quot;. Berkat itu, dia telah menikmati kehidupan sehari-hari yang tenang dengan teman-temannya di SMA biasa. Suatu hari, teman masa kecilnya Tsuchimikado Natsume yang merupakan ahli waris keluarga utama, tiba-tiba menghilang. Apakah ini akan menyebabkan takdirnya mulai terlepas!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Lainnya==&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Genre&#039;&#039;&#039;: Action, Romance, Comedy, Supernatural&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Judul Asli&#039;&#039;&#039;: 東京レイヴンズ&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Penulis&#039;&#039;&#039;: Kōhei Azano&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Illustrator&#039;&#039;&#039;: Sumihei&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Volume yang telah dipublikasikan&#039;&#039;&#039;: 1-14, EX 1-3&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Status&#039;&#039;&#039;: Masih berlanjut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Perkenalan Karakter==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;collapsible collapsed&amp;quot; style=&amp;quot;text-align:left; margin:5px 20px clear:both; font-size:100%; background:transparent; width:100%;&amp;quot;&lt;br /&gt;
! style=&amp;quot;background:#cee0f2;&amp;quot; align=&amp;quot;center&amp;quot;| &#039;&#039;&#039;Peringatan mengandung Spoiler!&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Harutora Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Harutora.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Karakter utama dan putra keluarga percabangan klan Tsuchimikado. Meski lahir dalam keluarga Onnyouji yang berbeda, dia tidak memiliki kekuatan sihir. Dia telah hidup normal dan mengubur kembali hidupnya yang mengingat kalau dia tidak bisa melakukan apapun tanpa kekuatan sihir. Saat dia kecil, dia berjanji dengan Natsume untuk menjadi shikigami dan melindunginya. Setelah menyaksikan kematian Hokuto, dia menjadi shikigami Natsume demi menepati janji yang dia buat beberapa tahun lalu. Dia terlihat mempunyai semacam &#039;Nasib sial&#039; yang dia anggap sebagai kutukan kuno yang ditinggalkan oleh leluhurnya. Dia benar-benar lemah dalam belajar dan biasanya diajari oleh Natsume untuk menjauhkan diri setahun.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Natsume Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Natsume.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora dan putri keluarga utama klan Tsuchimikado. Dia adalah anak Onmyouji yang bersekolah di Tokyo dan suka menghabiskan uang. Selama liburan musim panas, dia datang ke kota Harutora untuk mengganggu kehidupan tenangnya dengan tanggung jawab pada janji yang Harutora buat dulu yang telah mengenalnya. Dia adalah ahli waris keluarga Tsuchimikado dan dianggap menjadi reinkarnasi Yakou Tsuchimikado. Sebagai tradisi keluarga, dirinya saat ini menyamar sebagai laki-laki di depan keluarga Onmyouji lain. Dia punya shikigami tipe Gohou yang dipanggil Hokuto, roh naga sejati yang melayani keluarga Tsuchimikado dari generasi ke generasi. Dia sangat peduli dengan reputasi keluarganya dan menanggung beban menjadi ahli waris klan Tsuchimikado berikutnya. Setelah insiden dengan Suzuka Dairenji, dia mengenakan pita yang sama dengan Hokuto yang diberikan oleh Harutora saat memenangkan permainan tembak. Dia peduli dengan Harutora dan jatuh cinta padanya sejak kecil.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Hokuto&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Hokuto.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora. Dia akrab dengan Harutora dan benar-benar cemburu ketika Harutora dicium oleh Suzuka. Selama pertemuan berikutnya dengan Suzuka, dia mengorbankan dirinya demi menyelamatkan Harutora dari shikigami Tsuchigumo milik Suzuka, menyatakan dirinya sebagai shikigami. Hokuto sebenarnya shikigami Natsume, yang digunakan sebagai perantara untuk mendekati Harutora. &#039;Kematian&#039; Hokuto adalah apa yang diberitahukan pada Harutora sebagai shikigami Natsume. Dia membagikan namanya dengan shikigami lain yang dipanggil Hokuto yang merupakan sesosok naga.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Suzuka Dairenji&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Suzuka.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Orang termuda dalam Dua belas Pemimpin Suci yang dijuluki &amp;quot;anak berbakat&amp;quot;. Dia diincar sebagai kriminal karena penelitian dan menggunakan sihir terlarang. Dia mengunjungi kota demi mencari Natsume untuk menawarkan dirinya dalam Ritual Taizan Fukun untuk menghidupkan kembali kakaknya. Dia meneliti Yakou Tsuchimikado dan Ritual Taizan Fukun demi menghidupkan kakaknya lagi. Ini menuntunnya ke dalam pertikaian dengan perwakilan Onmyouji. Walaupun menjadi Onmyouji yang sangat kuat, dia diperlakukan sebagai Pemimpin Suci terlemah karena pernyataan Reiji Kagami. Dia adalah putri Shidou Dairenji. Dia berdosa karena tindakannya yang membawa menuju kematian Hokuto tetapi Harutora melepaskannya dari dosanya ketika dia memberitahu kalau Hokuto dikendalikan dari jarak jauh oleh penggunanya. Sebagian besar sihirnya disegel oleh Perwakilan Onmyouji dan dia kemudian mendaftarkan diri di Akademi Onmyouji sebagai hukuman atas insiden di kota sebelah. Dia memiliki perasaan suka pada Harutora.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Touji Ato&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Touji.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Mantan penjahat dan teman terbaik Harutora dari sekolah. Dia mampu merasakan roh tertentu dan banyak mengetahui tentang Onmyouji. Dia adalah korban Kehancuran Spiritual dari dua tahun lalu. Dokter ayah Harutora merawatnya walau setelah pengaruhnya tersisa. Dia menyadari cara sebelum Harutora kalau Natsume adalah seseorang yang mengendalikan Hokuto. Dia mendaftar ke Akademi Onmyouji di Tokyo bersama dengan Harutora. Dia biasanya membantu kapanpun  dia mendapat masalah. Dia selalu terlihat mengenakan syal hijau. Dua tahun sebelum cerita, diungkapkan kalau dia dirasuki oleh Ogre yang menyebabkan Kehancuran Spiritual. Jadi, pada akhirnya dia menjadi Setengah Ogre dan sekarang mencoba memperoleh kendali untuk menahan Ogre dalam dirinya. Alasan kenapa dia mendaftar ke Akademi Onmyouji adalah untuk membersihkan Ogre dalam dirinya.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Terjemahan==&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap chapter (setelah diedit) harus sesuai dengan pedoman format umum.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|Format Umum/Mode Pedoman]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Pedoman dan Terminologi|Pedoman Proyek Spesifik: Nama dan Terminologi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Halaman Pendaftaran===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah diminta untuk [[Tokyo Ravens (Indonesia):Halaman Registrasi|mendaftar]] bab/chapter yang ingin mereka kerjakan.&#039;&#039;&#039;&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ini merupakan terjemahan &#039;&#039;second hand&#039;&#039; dari bahasa [[Tokyo Ravens|inggris]], bila anda mampu berbahasa jepang dengan baik, sangat dipersilahkan.&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Dan mohon hubungi dulu dengan penerjemah yang aktif kalau ingin berkontribusi. Jika penerjemah tidak ada atau tidak aktif dalam 3 bulan boleh diambil alih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Feedback Forum===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Update==&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;overflow:auto; max-height: 150px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
*17 Februari 2017 - Volume 2 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*13 Desember 2016 - Volume 1 Chapter 4 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*28 November 2016 - Volume 1 Chapter 3 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*21 Oktober 2016 - Volume 1 Chapter 2 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*12 Maret 2016 - Volume 1 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*11 Maret 2016 - Pembaharuan Halaman&lt;br /&gt;
*25 Juni 2013 - Teaser&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039; oleh Kōhei Azano==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 1 - SHAMAN*CLAN===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 1|Chapter 1 - Putra dari Keluarga Cabang]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 2|Chapter 2 - Dimulainya Pemujaan]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 3|Chapter 3 - Tentara Iblis Berlapis Baja]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 4|Chapter 4 - Keturunan Tsuchimikado]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr1 cover cut.jpg|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2 - RAVEN&amp;quot;s NEST===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 1|Chapter 1 - Gagak Muda Akademi]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 2|Chapter 2 - Ears and Tail]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 3|Chapter 3 - Shikigami Showdown]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 4|Chapter 4 - Kodoku]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 5|Chapter 5 - One-Armed Oni]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr2-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3 - cHimAirA DanCE===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 1|Chapter 1 - A New Beginning]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 2|Chapter 2 - Spring Tempest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 3|Chapter 3 - Living Spirits]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 4|Chapter 4 - Destroying the Nue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 5|Chapter 5 - Starting Point]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr3-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4 - KEMBALINYA GADIS-GADIS &amp;amp; hari-hari dalam sarang I===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume4_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 1|Chapter 1 - Star Raid]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 2|Chapter 2 - The Rumored Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 3|Chapter 3 - The Girl&#039;s Next Step]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Short|Short - Chicks In The Nest Prologue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 1|Story 1 - Frog Day]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 2|Story 2 - The Men&#039;s Capriccio]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 3|Story 3 - Escape From Dougenzaka]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 4|Story 4 - Bloody Holiday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr4-cover-cut.jpeg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 5 - hari-hari dalam sarang II &amp;amp; GADIS-GADIS LAGI===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume5_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 1|Chapter 1 - Chicks In The Nest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 1|Story 1 - The Snowscape of the Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 2|Story 2 - Winter Day&#039;s Dinner]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 3|Story 3 - The Tail of Duty]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 4|Story 4 - Cold Memory in Dark]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 2|Chapter 2 - Practical Skills Training Camp]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 3|Chapter 3 - Six People&#039;s Conference]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 4|Chapter 4 - The Girl&#039;s Determination]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr5-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 6 - SERANGAN Shaman Hitam===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume6_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 1|Chapter 1 - Under The Rainy Season&#039;s Overcast Sky]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 2|Chapter 2 - Letter of Challenge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 3|Chapter 3 - Onmyouji, Visiting]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 4|Chapter 4 - Breaking Through the Enemy Line]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 5|Chapter 5 - Competition of Magic]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr6-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 7 - _MUNCULNYA_KEGELAPAN_===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume7_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 1|Chapter 1 - Encounter]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 2|Chapter 2 - An Old Clue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 3|Chapter 3 - Twin-Horned Syndicate]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 4|Chapter 4 - Higekiri]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 5|Chapter 5 - Darkness Emerge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr7-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 8 - ujung-tangisan===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume8_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 1|Chapter 1 - Entanglement]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 2|Chapter 2 - The Waking Darkness]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 3|Chapter 3 - Natsume and Kyouko]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 4|Chapter 4 - Revelation]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 5|Chapter 5 - The Tsuchimikado Girl]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr8-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 9 - sampai Langit Gelap===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume9_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 1|Chapter 1 - Death]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 2|Chapter 2 - In the Night]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 3|Chapter 3 - Bared Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 4|Chapter 4 - Counterattack]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr9-cover-cut.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 10 - PERMULAAN/KUIL===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume10_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 1|Chapter 1 - Rabbit from the Temple of Darkness]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 01|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 2|Chapter 2 - Visitors]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 02|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 3|Chapter 3 - Sacred Ground for Conspiracy]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 03|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 4|Chapter 4 - Onmyouji at the Mountain]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 04|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 5|Chapter 5 - Cursed Temple on Fire]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr10-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 11 - berubah:tidak berubah===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume11_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 1|Chapter 1 - Past and Present]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 2|Chapter 2 - Future and Everyday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 3|Chapter 3 - Time to Hunt]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 4|Chapter 4 - Those Sharpening their Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 5|Chapter 5 - Blue and Pink]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr11-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 12 - Persimpangan BINTANG-BINTANG===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume12_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 1|Chapter 1 - Omens of the Banquet]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 2|Chapter 2 - Scenery of Old]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 4|Chapter 4 - Meteor Flurry]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr12-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 13 - HITUNGAN&amp;gt;MUNDUR===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume13_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 1|Chapter 1 - Dark Clouds Yonder]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 2|Chapter 2 - Omens of the Storm]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 3|Chapter 3 - Dissonance]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 4|Chapter 4 - Journey]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 5|Chapter 5 - Interweaving Travels]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr13-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 14 - EMPEROR.ADVENT===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume14_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 1|Chapter 1]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 2|Chapter 2]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 4|Chapter 4]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr14_001.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===BD Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Supervisor: [[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
* Pengawas Proyek: [[user:Baka-Tsuki Update Indonesia|Baka-Tsuki Update Indonesia]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Penerjemah====&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Aktif&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
*[[user:Ran|Ran]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Konstributor (tidak aktif)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Adipratama|Adipratama]]&lt;br /&gt;
*[[user:Rarara97|Rarara97]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Editor====&lt;br /&gt;
*[[user:Isko|Isko]] (selalu on time, jika diperlukan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Tinjauan Serial==&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 1 SHAMAN*CLAN ---(May 20, 2010, ISBN 978-4-8291-3519-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 2 RAVEN&#039;s NEST ---(September 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3552-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 3 cHImAirA DanCE ---(December 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3592-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 4 GIRL RETURN &amp;amp; days in nest I ---(May 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3637-9)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 5 days in nest II &amp;amp; GIRL AGAIN ---(July 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3657-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 6 Black Shaman ASSAULT ---(October 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3688-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 7 _DARKNESS_EMERGE_ ---(May 19, 2012, ISBN 978-4-8291-3757-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 8 over-cry ---(October 20, 2012, ISBN 978-4-8291-3809-0)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 9 to The DarkSky ---(March 19, 2013, ISBN 978-4-8291-3865-6)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 10 BEGINS/TEMPLE ---(October 19, 2013, ISBN 978-4-0471-2911-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 11 change:unchange ---(April 19, 2014, ISBN 978-4-0407-0087-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 12 Junction of STARs ---(November 20, 2014, ISBN 978-4-04-070139-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 13 COUNT&amp;gt;DOWN ---(March 20, 2015, ISBN 978-4-04-070524-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 14 EMPEROR.ADVENT ---(December 19, 2015, ISBN 978-4-04-070525-5)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX1 party in nest ---(July 20, 2013, ISBN 978-4-8291-3909-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX2 seasons in nest ---(February 20, 2014, ISBN 978-4-0407-0030-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX3 memories in nest ---(September 19, 2015, ISBN 978-4-04-070523-1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;br /&gt;
[[Category:Kouhei Azano]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=513226</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=513226"/>
		<updated>2017-02-17T16:52:53Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Volume 3 - TariAN cHImAirA */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Teaser|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr1_cover_cut.jpg|thumb|x400px|Cover for Volume 1]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039; (東京レイヴンズ) adalah light novel Jepang yang ditulis oleh [[:Category:Kouhei Azano|Kōhei Azano]] dan diilustrasikan oleh Sumihei. Serial ini diadaptasi dalam bentuk manga di tahun 2010. Sekitar 24 episode adaptasi anime tayang di jepang mulai tanggal 8 Oktober 2013 sampai 26 Maret 2014, yang meliputi Volume 1 sampai 9, kecuali beberapa cerita pendek dari Volume 4 dan Volume 5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; juga tersedia dalam bahasa berikut:&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Français|Français (French)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo_Ravens_~Russian_Version~|Русский (Russian)]]&lt;br /&gt;
*[https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_Italiano Italian]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Spanish|Español ]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
Tsuchimikado Harutora lahir dalam sebuah keluarga Onmyouji kelas atas, namun dia tidak bisa melihat &amp;quot;energi roh&amp;quot;. Berkat itu, dia telah menikmati kehidupan sehari-hari yang tenang dengan teman-temannya di SMA biasa. Suatu hari, teman masa kecilnya Tsuchimikado Natsume yang merupakan ahli waris keluarga utama, tiba-tiba menghilang. Apakah ini akan menyebabkan takdirnya mulai terlepas!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Lainnya==&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Genre&#039;&#039;&#039;: Action, Romance, Comedy, Supernatural&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Judul Asli&#039;&#039;&#039;: 東京レイヴンズ&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Penulis&#039;&#039;&#039;: Kōhei Azano&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Illustrator&#039;&#039;&#039;: Sumihei&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Volume yang telah dipublikasikan&#039;&#039;&#039;: 1-14, EX 1-3&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Status&#039;&#039;&#039;: Masih berlanjut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Perkenalan Karakter==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;collapsible collapsed&amp;quot; style=&amp;quot;text-align:left; margin:5px 20px clear:both; font-size:100%; background:transparent; width:100%;&amp;quot;&lt;br /&gt;
! style=&amp;quot;background:#cee0f2;&amp;quot; align=&amp;quot;center&amp;quot;| &#039;&#039;&#039;Peringatan mengandung Spoiler!&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Harutora Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Harutora.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Karakter utama dan putra keluarga percabangan klan Tsuchimikado. Meski lahir dalam keluarga Onnyouji yang berbeda, dia tidak memiliki kekuatan sihir. Dia telah hidup normal dan mengubur kembali hidupnya yang mengingat kalau dia tidak bisa melakukan apapun tanpa kekuatan sihir. Saat dia kecil, dia berjanji dengan Natsume untuk menjadi shikigami dan melindunginya. Setelah menyaksikan kematian Hokuto, dia menjadi shikigami Natsume demi menepati janji yang dia buat beberapa tahun lalu. Dia terlihat mempunyai semacam &#039;Nasib sial&#039; yang dia anggap sebagai kutukan kuno yang ditinggalkan oleh leluhurnya. Dia benar-benar lemah dalam belajar dan biasanya diajari oleh Natsume untuk menjauhkan diri setahun.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Natsume Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Natsume.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora dan putri keluarga utama klan Tsuchimikado. Dia adalah anak Onmyouji yang bersekolah di Tokyo dan suka menghabiskan uang. Selama liburan musim panas, dia datang ke kota Harutora untuk mengganggu kehidupan tenangnya dengan tanggung jawab pada janji yang Harutora buat dulu yang telah mengenalnya. Dia adalah ahli waris keluarga Tsuchimikado dan dianggap menjadi reinkarnasi Yakou Tsuchimikado. Sebagai tradisi keluarga, dirinya saat ini menyamar sebagai laki-laki di depan keluarga Onmyouji lain. Dia punya shikigami tipe Gohou yang dipanggil Hokuto, roh naga sejati yang melayani keluarga Tsuchimikado dari generasi ke generasi. Dia sangat peduli dengan reputasi keluarganya dan menanggung beban menjadi ahli waris klan Tsuchimikado berikutnya. Setelah insiden dengan Suzuka Dairenji, dia mengenakan pita yang sama dengan Hokuto yang diberikan oleh Harutora saat memenangkan permainan tembak. Dia peduli dengan Harutora dan jatuh cinta padanya sejak kecil.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Hokuto&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Hokuto.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora. Dia akrab dengan Harutora dan benar-benar cemburu ketika Harutora dicium oleh Suzuka. Selama pertemuan berikutnya dengan Suzuka, dia mengorbankan dirinya demi menyelamatkan Harutora dari shikigami Tsuchigumo milik Suzuka, menyatakan dirinya sebagai shikigami. Hokuto sebenarnya shikigami Natsume, yang digunakan sebagai perantara untuk mendekati Harutora. &#039;Kematian&#039; Hokuto adalah apa yang diberitahukan pada Harutora sebagai shikigami Natsume. Dia membagikan namanya dengan shikigami lain yang dipanggil Hokuto yang merupakan sesosok naga.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Suzuka Dairenji&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Suzuka.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Orang termuda dalam Dua belas Pemimpin Suci yang dijuluki &amp;quot;anak berbakat&amp;quot;. Dia diincar sebagai kriminal karena penelitian dan menggunakan sihir terlarang. Dia mengunjungi kota demi mencari Natsume untuk menawarkan dirinya dalam Ritual Taizan Fukun untuk menghidupkan kembali kakaknya. Dia meneliti Yakou Tsuchimikado dan Ritual Taizan Fukun demi menghidupkan kakaknya lagi. Ini menuntunnya ke dalam pertikaian dengan perwakilan Onmyouji. Walaupun menjadi Onmyouji yang sangat kuat, dia diperlakukan sebagai Pemimpin Suci terlemah karena pernyataan Reiji Kagami. Dia adalah putri Shidou Dairenji. Dia berdosa karena tindakannya yang membawa menuju kematian Hokuto tetapi Harutora melepaskannya dari dosanya ketika dia memberitahu kalau Hokuto dikendalikan dari jarak jauh oleh penggunanya. Sebagian besar sihirnya disegel oleh Perwakilan Onmyouji dan dia kemudian mendaftarkan diri di Akademi Onmyouji sebagai hukuman atas insiden di kota sebelah. Dia memiliki perasaan suka pada Harutora.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Touji Ato&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Touji.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Mantan penjahat dan teman terbaik Harutora dari sekolah. Dia mampu merasakan roh tertentu dan banyak mengetahui tentang Onmyouji. Dia adalah korban Kehancuran Spiritual dari dua tahun lalu. Dokter ayah Harutora merawatnya walau setelah pengaruhnya tersisa. Dia menyadari cara sebelum Harutora kalau Natsume adalah seseorang yang mengendalikan Hokuto. Dia mendaftar ke Akademi Onmyouji di Tokyo bersama dengan Harutora. Dia biasanya membantu kapanpun  dia mendapat masalah. Dia selalu terlihat mengenakan syal hijau. Dua tahun sebelum cerita, diungkapkan kalau dia dirasuki oleh Ogre yang menyebabkan Kehancuran Spiritual. Jadi, pada akhirnya dia menjadi Setengah Ogre dan sekarang mencoba memperoleh kendali untuk menahan Ogre dalam dirinya. Alasan kenapa dia mendaftar ke Akademi Onmyouji adalah untuk membersihkan Ogre dalam dirinya.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Terjemahan==&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap chapter (setelah diedit) harus sesuai dengan pedoman format umum.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|Format Umum/Mode Pedoman]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Pedoman dan Terminologi|Pedoman Proyek Spesifik: Nama dan Terminologi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Halaman Pendaftaran===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah diminta untuk [[Tokyo Ravens (Indonesia):Halaman Registrasi|mendaftar]] bab/chapter yang ingin mereka kerjakan.&#039;&#039;&#039;&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ini merupakan terjemahan &#039;&#039;second hand&#039;&#039; dari bahasa [[Tokyo Ravens|inggris]], bila anda mampu berbahasa jepang dengan baik, sangat dipersilahkan.&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Dan mohon hubungi dulu dengan penerjemah yang aktif kalau ingin berkontribusi. Jika penerjemah tidak ada atau tidak aktif dalam 3 bulan boleh diambil alih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Feedback Forum===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Update==&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;overflow:auto; max-height: 150px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
*17 Februari 2017 - Volume 2 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*13 Desember 2016 - Volume 1 Chapter 4 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*28 November 2016 - Volume 1 Chapter 3 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*21 Oktober 2016 - Volume 1 Chapter 2 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*12 Maret 2016 - Volume 1 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*11 Maret 2016 - Pembaharuan Halaman&lt;br /&gt;
*25 Juni 2013 - Teaser&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039; oleh Kōhei Azano==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 1 - SHAMAN*CLAN===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 1|Chapter 1 - Putra dari Keluarga Cabang]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 2|Chapter 2 - Dimulainya Pemujaan]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 3|Chapter 3 - Tentara Iblis Berlapis Baja]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 4|Chapter 4 - Keturunan Tsuchimikado]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr1 cover cut.jpg|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2 - RAVEN&amp;quot;s NEST===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 1|Chapter 1 - Gagak Muda Akademi]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 2|Chapter 2 - Ears and Tail]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 3|Chapter 3 - Shikigami Showdown]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 4|Chapter 4 - Kodoku]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 5|Chapter 5 - One-Armed Oni]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr2-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3 - cHimairA DanCE===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 1|Chapter 1 - A New Beginning]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 2|Chapter 2 - Spring Tempest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 3|Chapter 3 - Living Spirits]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 4|Chapter 4 - Destroying the Nue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 5|Chapter 5 - Starting Point]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr3-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4 - KEMBALINYA GADIS-GADIS &amp;amp; hari-hari dalam sarang I===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume4_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 1|Chapter 1 - Star Raid]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 2|Chapter 2 - The Rumored Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 3|Chapter 3 - The Girl&#039;s Next Step]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Short|Short - Chicks In The Nest Prologue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 1|Story 1 - Frog Day]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 2|Story 2 - The Men&#039;s Capriccio]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 3|Story 3 - Escape From Dougenzaka]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 4|Story 4 - Bloody Holiday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr4-cover-cut.jpeg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 5 - hari-hari dalam sarang II &amp;amp; GADIS-GADIS LAGI===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume5_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 1|Chapter 1 - Chicks In The Nest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 1|Story 1 - The Snowscape of the Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 2|Story 2 - Winter Day&#039;s Dinner]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 3|Story 3 - The Tail of Duty]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 4|Story 4 - Cold Memory in Dark]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 2|Chapter 2 - Practical Skills Training Camp]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 3|Chapter 3 - Six People&#039;s Conference]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 4|Chapter 4 - The Girl&#039;s Determination]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr5-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 6 - SERANGAN Shaman Hitam===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume6_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 1|Chapter 1 - Under The Rainy Season&#039;s Overcast Sky]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 2|Chapter 2 - Letter of Challenge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 3|Chapter 3 - Onmyouji, Visiting]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 4|Chapter 4 - Breaking Through the Enemy Line]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 5|Chapter 5 - Competition of Magic]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr6-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 7 - _MUNCULNYA_KEGELAPAN_===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume7_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 1|Chapter 1 - Encounter]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 2|Chapter 2 - An Old Clue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 3|Chapter 3 - Twin-Horned Syndicate]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 4|Chapter 4 - Higekiri]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 5|Chapter 5 - Darkness Emerge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr7-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 8 - ujung-tangisan===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume8_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 1|Chapter 1 - Entanglement]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 2|Chapter 2 - The Waking Darkness]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 3|Chapter 3 - Natsume and Kyouko]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 4|Chapter 4 - Revelation]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 5|Chapter 5 - The Tsuchimikado Girl]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr8-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 9 - sampai Langit Gelap===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume9_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 1|Chapter 1 - Death]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 2|Chapter 2 - In the Night]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 3|Chapter 3 - Bared Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 4|Chapter 4 - Counterattack]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr9-cover-cut.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 10 - PERMULAAN/KUIL===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume10_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 1|Chapter 1 - Rabbit from the Temple of Darkness]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 01|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 2|Chapter 2 - Visitors]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 02|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 3|Chapter 3 - Sacred Ground for Conspiracy]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 03|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 4|Chapter 4 - Onmyouji at the Mountain]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 04|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 5|Chapter 5 - Cursed Temple on Fire]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr10-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 11 - berubah:tidak berubah===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume11_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 1|Chapter 1 - Past and Present]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 2|Chapter 2 - Future and Everyday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 3|Chapter 3 - Time to Hunt]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 4|Chapter 4 - Those Sharpening their Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 5|Chapter 5 - Blue and Pink]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr11-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 12 - Persimpangan BINTANG-BINTANG===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume12_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 1|Chapter 1 - Omens of the Banquet]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 2|Chapter 2 - Scenery of Old]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 4|Chapter 4 - Meteor Flurry]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr12-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 13 - HITUNGAN&amp;gt;MUNDUR===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume13_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 1|Chapter 1 - Dark Clouds Yonder]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 2|Chapter 2 - Omens of the Storm]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 3|Chapter 3 - Dissonance]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 4|Chapter 4 - Journey]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 5|Chapter 5 - Interweaving Travels]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr13-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 14 - EMPEROR.ADVENT===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume14_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 1|Chapter 1]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 2|Chapter 2]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 4|Chapter 4]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr14_001.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===BD Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Supervisor: [[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
* Pengawas Proyek: [[user:Baka-Tsuki Update Indonesia|Baka-Tsuki Update Indonesia]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Penerjemah====&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Aktif&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
*[[user:Ran|Ran]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Konstributor (tidak aktif)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Adipratama|Adipratama]]&lt;br /&gt;
*[[user:Rarara97|Rarara97]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Editor====&lt;br /&gt;
*[[user:Isko|Isko]] (selalu on time, jika diperlukan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Tinjauan Serial==&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 1 SHAMAN*CLAN ---(May 20, 2010, ISBN 978-4-8291-3519-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 2 RAVEN&#039;s NEST ---(September 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3552-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 3 cHImAirA DanCE ---(December 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3592-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 4 GIRL RETURN &amp;amp; days in nest I ---(May 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3637-9)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 5 days in nest II &amp;amp; GIRL AGAIN ---(July 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3657-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 6 Black Shaman ASSAULT ---(October 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3688-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 7 _DARKNESS_EMERGE_ ---(May 19, 2012, ISBN 978-4-8291-3757-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 8 over-cry ---(October 20, 2012, ISBN 978-4-8291-3809-0)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 9 to The DarkSky ---(March 19, 2013, ISBN 978-4-8291-3865-6)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 10 BEGINS/TEMPLE ---(October 19, 2013, ISBN 978-4-0471-2911-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 11 change:unchange ---(April 19, 2014, ISBN 978-4-0407-0087-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 12 Junction of STARs ---(November 20, 2014, ISBN 978-4-04-070139-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 13 COUNT&amp;gt;DOWN ---(March 20, 2015, ISBN 978-4-04-070524-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 14 EMPEROR.ADVENT ---(December 19, 2015, ISBN 978-4-04-070525-5)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX1 party in nest ---(July 20, 2013, ISBN 978-4-8291-3909-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX2 seasons in nest ---(February 20, 2014, ISBN 978-4-0407-0030-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX3 memories in nest ---(September 19, 2015, ISBN 978-4-04-070523-1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;br /&gt;
[[Category:Kouhei Azano]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=513225</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=513225"/>
		<updated>2017-02-17T16:51:49Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Staff Proyek */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Teaser|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr1_cover_cut.jpg|thumb|x400px|Cover for Volume 1]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039; (東京レイヴンズ) adalah light novel Jepang yang ditulis oleh [[:Category:Kouhei Azano|Kōhei Azano]] dan diilustrasikan oleh Sumihei. Serial ini diadaptasi dalam bentuk manga di tahun 2010. Sekitar 24 episode adaptasi anime tayang di jepang mulai tanggal 8 Oktober 2013 sampai 26 Maret 2014, yang meliputi Volume 1 sampai 9, kecuali beberapa cerita pendek dari Volume 4 dan Volume 5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; juga tersedia dalam bahasa berikut:&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Français|Français (French)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo_Ravens_~Russian_Version~|Русский (Russian)]]&lt;br /&gt;
*[https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_Italiano Italian]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Spanish|Español ]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
Tsuchimikado Harutora lahir dalam sebuah keluarga Onmyouji kelas atas, namun dia tidak bisa melihat &amp;quot;energi roh&amp;quot;. Berkat itu, dia telah menikmati kehidupan sehari-hari yang tenang dengan teman-temannya di SMA biasa. Suatu hari, teman masa kecilnya Tsuchimikado Natsume yang merupakan ahli waris keluarga utama, tiba-tiba menghilang. Apakah ini akan menyebabkan takdirnya mulai terlepas!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Lainnya==&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Genre&#039;&#039;&#039;: Action, Romance, Comedy, Supernatural&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Judul Asli&#039;&#039;&#039;: 東京レイヴンズ&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Penulis&#039;&#039;&#039;: Kōhei Azano&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Illustrator&#039;&#039;&#039;: Sumihei&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Volume yang telah dipublikasikan&#039;&#039;&#039;: 1-14, EX 1-3&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Status&#039;&#039;&#039;: Masih berlanjut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Perkenalan Karakter==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;collapsible collapsed&amp;quot; style=&amp;quot;text-align:left; margin:5px 20px clear:both; font-size:100%; background:transparent; width:100%;&amp;quot;&lt;br /&gt;
! style=&amp;quot;background:#cee0f2;&amp;quot; align=&amp;quot;center&amp;quot;| &#039;&#039;&#039;Peringatan mengandung Spoiler!&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Harutora Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Harutora.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Karakter utama dan putra keluarga percabangan klan Tsuchimikado. Meski lahir dalam keluarga Onnyouji yang berbeda, dia tidak memiliki kekuatan sihir. Dia telah hidup normal dan mengubur kembali hidupnya yang mengingat kalau dia tidak bisa melakukan apapun tanpa kekuatan sihir. Saat dia kecil, dia berjanji dengan Natsume untuk menjadi shikigami dan melindunginya. Setelah menyaksikan kematian Hokuto, dia menjadi shikigami Natsume demi menepati janji yang dia buat beberapa tahun lalu. Dia terlihat mempunyai semacam &#039;Nasib sial&#039; yang dia anggap sebagai kutukan kuno yang ditinggalkan oleh leluhurnya. Dia benar-benar lemah dalam belajar dan biasanya diajari oleh Natsume untuk menjauhkan diri setahun.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Natsume Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Natsume.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora dan putri keluarga utama klan Tsuchimikado. Dia adalah anak Onmyouji yang bersekolah di Tokyo dan suka menghabiskan uang. Selama liburan musim panas, dia datang ke kota Harutora untuk mengganggu kehidupan tenangnya dengan tanggung jawab pada janji yang Harutora buat dulu yang telah mengenalnya. Dia adalah ahli waris keluarga Tsuchimikado dan dianggap menjadi reinkarnasi Yakou Tsuchimikado. Sebagai tradisi keluarga, dirinya saat ini menyamar sebagai laki-laki di depan keluarga Onmyouji lain. Dia punya shikigami tipe Gohou yang dipanggil Hokuto, roh naga sejati yang melayani keluarga Tsuchimikado dari generasi ke generasi. Dia sangat peduli dengan reputasi keluarganya dan menanggung beban menjadi ahli waris klan Tsuchimikado berikutnya. Setelah insiden dengan Suzuka Dairenji, dia mengenakan pita yang sama dengan Hokuto yang diberikan oleh Harutora saat memenangkan permainan tembak. Dia peduli dengan Harutora dan jatuh cinta padanya sejak kecil.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Hokuto&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Hokuto.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora. Dia akrab dengan Harutora dan benar-benar cemburu ketika Harutora dicium oleh Suzuka. Selama pertemuan berikutnya dengan Suzuka, dia mengorbankan dirinya demi menyelamatkan Harutora dari shikigami Tsuchigumo milik Suzuka, menyatakan dirinya sebagai shikigami. Hokuto sebenarnya shikigami Natsume, yang digunakan sebagai perantara untuk mendekati Harutora. &#039;Kematian&#039; Hokuto adalah apa yang diberitahukan pada Harutora sebagai shikigami Natsume. Dia membagikan namanya dengan shikigami lain yang dipanggil Hokuto yang merupakan sesosok naga.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Suzuka Dairenji&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Suzuka.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Orang termuda dalam Dua belas Pemimpin Suci yang dijuluki &amp;quot;anak berbakat&amp;quot;. Dia diincar sebagai kriminal karena penelitian dan menggunakan sihir terlarang. Dia mengunjungi kota demi mencari Natsume untuk menawarkan dirinya dalam Ritual Taizan Fukun untuk menghidupkan kembali kakaknya. Dia meneliti Yakou Tsuchimikado dan Ritual Taizan Fukun demi menghidupkan kakaknya lagi. Ini menuntunnya ke dalam pertikaian dengan perwakilan Onmyouji. Walaupun menjadi Onmyouji yang sangat kuat, dia diperlakukan sebagai Pemimpin Suci terlemah karena pernyataan Reiji Kagami. Dia adalah putri Shidou Dairenji. Dia berdosa karena tindakannya yang membawa menuju kematian Hokuto tetapi Harutora melepaskannya dari dosanya ketika dia memberitahu kalau Hokuto dikendalikan dari jarak jauh oleh penggunanya. Sebagian besar sihirnya disegel oleh Perwakilan Onmyouji dan dia kemudian mendaftarkan diri di Akademi Onmyouji sebagai hukuman atas insiden di kota sebelah. Dia memiliki perasaan suka pada Harutora.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Touji Ato&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Touji.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Mantan penjahat dan teman terbaik Harutora dari sekolah. Dia mampu merasakan roh tertentu dan banyak mengetahui tentang Onmyouji. Dia adalah korban Kehancuran Spiritual dari dua tahun lalu. Dokter ayah Harutora merawatnya walau setelah pengaruhnya tersisa. Dia menyadari cara sebelum Harutora kalau Natsume adalah seseorang yang mengendalikan Hokuto. Dia mendaftar ke Akademi Onmyouji di Tokyo bersama dengan Harutora. Dia biasanya membantu kapanpun  dia mendapat masalah. Dia selalu terlihat mengenakan syal hijau. Dua tahun sebelum cerita, diungkapkan kalau dia dirasuki oleh Ogre yang menyebabkan Kehancuran Spiritual. Jadi, pada akhirnya dia menjadi Setengah Ogre dan sekarang mencoba memperoleh kendali untuk menahan Ogre dalam dirinya. Alasan kenapa dia mendaftar ke Akademi Onmyouji adalah untuk membersihkan Ogre dalam dirinya.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Terjemahan==&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap chapter (setelah diedit) harus sesuai dengan pedoman format umum.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|Format Umum/Mode Pedoman]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Pedoman dan Terminologi|Pedoman Proyek Spesifik: Nama dan Terminologi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Halaman Pendaftaran===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah diminta untuk [[Tokyo Ravens (Indonesia):Halaman Registrasi|mendaftar]] bab/chapter yang ingin mereka kerjakan.&#039;&#039;&#039;&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ini merupakan terjemahan &#039;&#039;second hand&#039;&#039; dari bahasa [[Tokyo Ravens|inggris]], bila anda mampu berbahasa jepang dengan baik, sangat dipersilahkan.&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Dan mohon hubungi dulu dengan penerjemah yang aktif kalau ingin berkontribusi. Jika penerjemah tidak ada atau tidak aktif dalam 3 bulan boleh diambil alih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Feedback Forum===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Update==&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;overflow:auto; max-height: 150px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
*17 Februari 2017 - Volume 2 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*13 Desember 2016 - Volume 1 Chapter 4 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*28 November 2016 - Volume 1 Chapter 3 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*21 Oktober 2016 - Volume 1 Chapter 2 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*12 Maret 2016 - Volume 1 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*11 Maret 2016 - Pembaharuan Halaman&lt;br /&gt;
*25 Juni 2013 - Teaser&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039; oleh Kōhei Azano==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 1 - SHAMAN*CLAN===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 1|Chapter 1 - Putra dari Keluarga Cabang]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 2|Chapter 2 - Dimulainya Pemujaan]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 3|Chapter 3 - Tentara Iblis Berlapis Baja]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 4|Chapter 4 - Keturunan Tsuchimikado]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr1 cover cut.jpg|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2 - RAVEN&amp;quot;s NEST===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 1|Chapter 1 - Gagak Muda Akademi]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 2|Chapter 2 - Ears and Tail]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 3|Chapter 3 - Shikigami Showdown]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 4|Chapter 4 - Kodoku]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 5|Chapter 5 - One-Armed Oni]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr2-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3 - TariAN cHImAirA===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 1|Chapter 1 - A New Beginning]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 2|Chapter 2 - Spring Tempest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 3|Chapter 3 - Living Spirits]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 4|Chapter 4 - Destroying the Nue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 5|Chapter 5 - Starting Point]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr3-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 4 - KEMBALINYA GADIS-GADIS &amp;amp; hari-hari dalam sarang I===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume4_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 1|Chapter 1 - Star Raid]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 2|Chapter 2 - The Rumored Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 3|Chapter 3 - The Girl&#039;s Next Step]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Short|Short - Chicks In The Nest Prologue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 1|Story 1 - Frog Day]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 2|Story 2 - The Men&#039;s Capriccio]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 3|Story 3 - Escape From Dougenzaka]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 4|Story 4 - Bloody Holiday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr4-cover-cut.jpeg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 5 - hari-hari dalam sarang II &amp;amp; GADIS-GADIS LAGI===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume5_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 1|Chapter 1 - Chicks In The Nest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 1|Story 1 - The Snowscape of the Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 2|Story 2 - Winter Day&#039;s Dinner]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 3|Story 3 - The Tail of Duty]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 4|Story 4 - Cold Memory in Dark]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 2|Chapter 2 - Practical Skills Training Camp]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 3|Chapter 3 - Six People&#039;s Conference]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 4|Chapter 4 - The Girl&#039;s Determination]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr5-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 6 - SERANGAN Shaman Hitam===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume6_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 1|Chapter 1 - Under The Rainy Season&#039;s Overcast Sky]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 2|Chapter 2 - Letter of Challenge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 3|Chapter 3 - Onmyouji, Visiting]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 4|Chapter 4 - Breaking Through the Enemy Line]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 5|Chapter 5 - Competition of Magic]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr6-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 7 - _MUNCULNYA_KEGELAPAN_===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume7_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 1|Chapter 1 - Encounter]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 2|Chapter 2 - An Old Clue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 3|Chapter 3 - Twin-Horned Syndicate]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 4|Chapter 4 - Higekiri]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 5|Chapter 5 - Darkness Emerge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr7-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 8 - ujung-tangisan===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume8_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 1|Chapter 1 - Entanglement]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 2|Chapter 2 - The Waking Darkness]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 3|Chapter 3 - Natsume and Kyouko]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 4|Chapter 4 - Revelation]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 5|Chapter 5 - The Tsuchimikado Girl]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr8-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 9 - sampai Langit Gelap===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume9_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 1|Chapter 1 - Death]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 2|Chapter 2 - In the Night]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 3|Chapter 3 - Bared Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 4|Chapter 4 - Counterattack]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr9-cover-cut.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 10 - PERMULAAN/KUIL===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume10_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 1|Chapter 1 - Rabbit from the Temple of Darkness]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 01|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 2|Chapter 2 - Visitors]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 02|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 3|Chapter 3 - Sacred Ground for Conspiracy]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 03|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 4|Chapter 4 - Onmyouji at the Mountain]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 04|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 5|Chapter 5 - Cursed Temple on Fire]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr10-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 11 - berubah:tidak berubah===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume11_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 1|Chapter 1 - Past and Present]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 2|Chapter 2 - Future and Everyday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 3|Chapter 3 - Time to Hunt]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 4|Chapter 4 - Those Sharpening their Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 5|Chapter 5 - Blue and Pink]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr11-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 12 - Persimpangan BINTANG-BINTANG===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume12_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 1|Chapter 1 - Omens of the Banquet]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 2|Chapter 2 - Scenery of Old]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 4|Chapter 4 - Meteor Flurry]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr12-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 13 - HITUNGAN&amp;gt;MUNDUR===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume13_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 1|Chapter 1 - Dark Clouds Yonder]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 2|Chapter 2 - Omens of the Storm]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 3|Chapter 3 - Dissonance]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 4|Chapter 4 - Journey]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 5|Chapter 5 - Interweaving Travels]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr13-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 14 - EMPEROR.ADVENT===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume14_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 1|Chapter 1]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 2|Chapter 2]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 4|Chapter 4]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr14_001.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===BD Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Supervisor: [[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
* Pengawas Proyek: [[user:Baka-Tsuki Update Indonesia|Baka-Tsuki Update Indonesia]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Penerjemah====&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Aktif&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
*[[user:Ran|Ran]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Konstributor (tidak aktif)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Adipratama|Adipratama]]&lt;br /&gt;
*[[user:Rarara97|Rarara97]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Editor====&lt;br /&gt;
*[[user:Isko|Isko]] (selalu on time, jika diperlukan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Tinjauan Serial==&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 1 SHAMAN*CLAN ---(May 20, 2010, ISBN 978-4-8291-3519-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 2 RAVEN&#039;s NEST ---(September 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3552-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 3 cHImAirA DanCE ---(December 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3592-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 4 GIRL RETURN &amp;amp; days in nest I ---(May 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3637-9)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 5 days in nest II &amp;amp; GIRL AGAIN ---(July 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3657-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 6 Black Shaman ASSAULT ---(October 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3688-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 7 _DARKNESS_EMERGE_ ---(May 19, 2012, ISBN 978-4-8291-3757-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 8 over-cry ---(October 20, 2012, ISBN 978-4-8291-3809-0)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 9 to The DarkSky ---(March 19, 2013, ISBN 978-4-8291-3865-6)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 10 BEGINS/TEMPLE ---(October 19, 2013, ISBN 978-4-0471-2911-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 11 change:unchange ---(April 19, 2014, ISBN 978-4-0407-0087-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 12 Junction of STARs ---(November 20, 2014, ISBN 978-4-04-070139-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 13 COUNT&amp;gt;DOWN ---(March 20, 2015, ISBN 978-4-04-070524-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 14 EMPEROR.ADVENT ---(December 19, 2015, ISBN 978-4-04-070525-5)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX1 party in nest ---(July 20, 2013, ISBN 978-4-8291-3909-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX2 seasons in nest ---(February 20, 2014, ISBN 978-4-0407-0030-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX3 memories in nest ---(September 19, 2015, ISBN 978-4-04-070523-1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;br /&gt;
[[Category:Kouhei Azano]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=513136</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=513136"/>
		<updated>2017-02-17T08:31:39Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Update */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Teaser|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr1_cover_cut.jpg|thumb|x400px|Cover for Volume 1]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039; (東京レイヴンズ) adalah light novel Jepang yang ditulis oleh [[:Category:Kouhei Azano|Kōhei Azano]] dan diilustrasikan oleh Sumihei. Serial ini diadaptasi dalam bentuk manga di tahun 2010. Sekitar 24 episode adaptasi anime tayang di jepang mulai tanggal 8 Oktober 2013 sampai 26 Maret 2014, yang meliputi Volume 1 sampai 9, kecuali beberapa cerita pendek dari Volume 4 dan Volume 5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; juga tersedia dalam bahasa berikut:&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Français|Français (French)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo_Ravens_~Russian_Version~|Русский (Russian)]]&lt;br /&gt;
*[https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_Italiano Italian]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Spanish|Español ]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
Tsuchimikado Harutora lahir dalam sebuah keluarga Onmyouji kelas atas, namun dia tidak bisa melihat &amp;quot;energi roh&amp;quot;. Berkat itu, dia telah menikmati kehidupan sehari-hari yang tenang dengan teman-temannya di SMA biasa. Suatu hari, teman masa kecilnya Tsuchimikado Natsume yang merupakan ahli waris keluarga utama, tiba-tiba menghilang. Apakah ini akan menyebabkan takdirnya mulai terlepas!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Lainnya==&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Genre&#039;&#039;&#039;: Action, Romance, Comedy, Supernatural&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Judul Asli&#039;&#039;&#039;: 東京レイヴンズ&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Penulis&#039;&#039;&#039;: Kōhei Azano&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Illustrator&#039;&#039;&#039;: Sumihei&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Volume yang telah dipublikasikan&#039;&#039;&#039;: 1-14, EX 1-3&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Status&#039;&#039;&#039;: Masih berlanjut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Perkenalan Karakter==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;collapsible collapsed&amp;quot; style=&amp;quot;text-align:left; margin:5px 20px clear:both; font-size:100%; background:transparent; width:100%;&amp;quot;&lt;br /&gt;
! style=&amp;quot;background:#cee0f2;&amp;quot; align=&amp;quot;center&amp;quot;| &#039;&#039;&#039;Peringatan mengandung Spoiler!&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Harutora Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Harutora.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Karakter utama dan putra keluarga percabangan klan Tsuchimikado. Meski lahir dalam keluarga Onnyouji yang berbeda, dia tidak memiliki kekuatan sihir. Dia telah hidup normal dan mengubur kembali hidupnya yang mengingat kalau dia tidak bisa melakukan apapun tanpa kekuatan sihir. Saat dia kecil, dia berjanji dengan Natsume untuk menjadi shikigami dan melindunginya. Setelah menyaksikan kematian Hokuto, dia menjadi shikigami Natsume demi menepati janji yang dia buat beberapa tahun lalu. Dia terlihat mempunyai semacam &#039;Nasib sial&#039; yang dia anggap sebagai kutukan kuno yang ditinggalkan oleh leluhurnya. Dia benar-benar lemah dalam belajar dan biasanya diajari oleh Natsume untuk menjauhkan diri setahun.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Natsume Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Natsume.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora dan putri keluarga utama klan Tsuchimikado. Dia adalah anak Onmyouji yang bersekolah di Tokyo dan suka menghabiskan uang. Selama liburan musim panas, dia datang ke kota Harutora untuk mengganggu kehidupan tenangnya dengan tanggung jawab pada janji yang Harutora buat dulu yang telah mengenalnya. Dia adalah ahli waris keluarga Tsuchimikado dan dianggap menjadi reinkarnasi Yakou Tsuchimikado. Sebagai tradisi keluarga, dirinya saat ini menyamar sebagai laki-laki di depan keluarga Onmyouji lain. Dia punya shikigami tipe Gohou yang dipanggil Hokuto, roh naga sejati yang melayani keluarga Tsuchimikado dari generasi ke generasi. Dia sangat peduli dengan reputasi keluarganya dan menanggung beban menjadi ahli waris klan Tsuchimikado berikutnya. Setelah insiden dengan Suzuka Dairenji, dia mengenakan pita yang sama dengan Hokuto yang diberikan oleh Harutora saat memenangkan permainan tembak. Dia peduli dengan Harutora dan jatuh cinta padanya sejak kecil.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Hokuto&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Hokuto.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora. Dia akrab dengan Harutora dan benar-benar cemburu ketika Harutora dicium oleh Suzuka. Selama pertemuan berikutnya dengan Suzuka, dia mengorbankan dirinya demi menyelamatkan Harutora dari shikigami Tsuchigumo milik Suzuka, menyatakan dirinya sebagai shikigami. Hokuto sebenarnya shikigami Natsume, yang digunakan sebagai perantara untuk mendekati Harutora. &#039;Kematian&#039; Hokuto adalah apa yang diberitahukan pada Harutora sebagai shikigami Natsume. Dia membagikan namanya dengan shikigami lain yang dipanggil Hokuto yang merupakan sesosok naga.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Suzuka Dairenji&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Suzuka.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Orang termuda dalam Dua belas Pemimpin Suci yang dijuluki &amp;quot;anak berbakat&amp;quot;. Dia diincar sebagai kriminal karena penelitian dan menggunakan sihir terlarang. Dia mengunjungi kota demi mencari Natsume untuk menawarkan dirinya dalam Ritual Taizan Fukun untuk menghidupkan kembali kakaknya. Dia meneliti Yakou Tsuchimikado dan Ritual Taizan Fukun demi menghidupkan kakaknya lagi. Ini menuntunnya ke dalam pertikaian dengan perwakilan Onmyouji. Walaupun menjadi Onmyouji yang sangat kuat, dia diperlakukan sebagai Pemimpin Suci terlemah karena pernyataan Reiji Kagami. Dia adalah putri Shidou Dairenji. Dia berdosa karena tindakannya yang membawa menuju kematian Hokuto tetapi Harutora melepaskannya dari dosanya ketika dia memberitahu kalau Hokuto dikendalikan dari jarak jauh oleh penggunanya. Sebagian besar sihirnya disegel oleh Perwakilan Onmyouji dan dia kemudian mendaftarkan diri di Akademi Onmyouji sebagai hukuman atas insiden di kota sebelah. Dia memiliki perasaan suka pada Harutora.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Touji Ato&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Touji.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Mantan penjahat dan teman terbaik Harutora dari sekolah. Dia mampu merasakan roh tertentu dan banyak mengetahui tentang Onmyouji. Dia adalah korban Kehancuran Spiritual dari dua tahun lalu. Dokter ayah Harutora merawatnya walau setelah pengaruhnya tersisa. Dia menyadari cara sebelum Harutora kalau Natsume adalah seseorang yang mengendalikan Hokuto. Dia mendaftar ke Akademi Onmyouji di Tokyo bersama dengan Harutora. Dia biasanya membantu kapanpun  dia mendapat masalah. Dia selalu terlihat mengenakan syal hijau. Dua tahun sebelum cerita, diungkapkan kalau dia dirasuki oleh Ogre yang menyebabkan Kehancuran Spiritual. Jadi, pada akhirnya dia menjadi Setengah Ogre dan sekarang mencoba memperoleh kendali untuk menahan Ogre dalam dirinya. Alasan kenapa dia mendaftar ke Akademi Onmyouji adalah untuk membersihkan Ogre dalam dirinya.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Terjemahan==&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap chapter (setelah diedit) harus sesuai dengan pedoman format umum.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|Format Umum/Mode Pedoman]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Pedoman dan Terminologi|Pedoman Proyek Spesifik: Nama dan Terminologi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Halaman Pendaftaran===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah diminta untuk [[Tokyo Ravens (Indonesia):Halaman Registrasi|mendaftar]] bab/chapter yang ingin mereka kerjakan.&#039;&#039;&#039;&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ini merupakan terjemahan &#039;&#039;second hand&#039;&#039; dari bahasa [[Tokyo Ravens|inggris]], bila anda mampu berbahasa jepang dengan baik, sangat dipersilahkan.&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Dan mohon hubungi dulu dengan penerjemah yang aktif kalau ingin berkontribusi. Jika penerjemah tidak ada atau tidak aktif dalam 3 bulan boleh diambil alih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Feedback Forum===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Update==&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;overflow:auto; max-height: 150px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
*17 Februari 2017 - Volume 2 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*13 Desember 2016 - Volume 1 Chapter 4 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*28 November 2016 - Volume 1 Chapter 3 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*21 Oktober 2016 - Volume 1 Chapter 2 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*12 Maret 2016 - Volume 1 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*11 Maret 2016 - Pembaharuan Halaman&lt;br /&gt;
*25 Juni 2013 - Teaser&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039; oleh Kōhei Azano==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 1 - SHAMAN*CLAN===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 1|Chapter 1 - Putra dari Keluarga Cabang]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 2|Chapter 2 - Dimulainya Pemujaan]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 3|Chapter 3 - Tentara Iblis Berlapis Baja]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 4|Chapter 4 - Keturunan Tsuchimikado]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr1 cover cut.jpg|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2 - RAVEN&amp;quot;s NEST===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 1|Chapter 1 - Gagak Muda Akademi]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 2|Chapter 2 - Ears and Tail]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 3|Chapter 3 - Shikigami Showdown]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 4|Chapter 4 - Kodoku]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 5|Chapter 5 - One-Armed Oni]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr2-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3 - TariAN cHImAirA===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 1|Chapter 1 - A New Beginning]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 2|Chapter 2 - Spring Tempest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 3|Chapter 3 - Living Spirits]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 4|Chapter 4 - Destroying the Nue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 5|Chapter 5 - Starting Point]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr3-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 4 - KEMBALINYA GADIS-GADIS &amp;amp; hari-hari dalam sarang I===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume4_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 1|Chapter 1 - Star Raid]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 2|Chapter 2 - The Rumored Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 3|Chapter 3 - The Girl&#039;s Next Step]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Short|Short - Chicks In The Nest Prologue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 1|Story 1 - Frog Day]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 2|Story 2 - The Men&#039;s Capriccio]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 3|Story 3 - Escape From Dougenzaka]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 4|Story 4 - Bloody Holiday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr4-cover-cut.jpeg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 5 - hari-hari dalam sarang II &amp;amp; GADIS-GADIS LAGI===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume5_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 1|Chapter 1 - Chicks In The Nest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 1|Story 1 - The Snowscape of the Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 2|Story 2 - Winter Day&#039;s Dinner]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 3|Story 3 - The Tail of Duty]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 4|Story 4 - Cold Memory in Dark]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 2|Chapter 2 - Practical Skills Training Camp]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 3|Chapter 3 - Six People&#039;s Conference]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 4|Chapter 4 - The Girl&#039;s Determination]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr5-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 6 - SERANGAN Shaman Hitam===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume6_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 1|Chapter 1 - Under The Rainy Season&#039;s Overcast Sky]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 2|Chapter 2 - Letter of Challenge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 3|Chapter 3 - Onmyouji, Visiting]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 4|Chapter 4 - Breaking Through the Enemy Line]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 5|Chapter 5 - Competition of Magic]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr6-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 7 - _MUNCULNYA_KEGELAPAN_===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume7_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 1|Chapter 1 - Encounter]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 2|Chapter 2 - An Old Clue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 3|Chapter 3 - Twin-Horned Syndicate]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 4|Chapter 4 - Higekiri]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 5|Chapter 5 - Darkness Emerge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr7-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 8 - ujung-tangisan===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume8_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 1|Chapter 1 - Entanglement]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 2|Chapter 2 - The Waking Darkness]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 3|Chapter 3 - Natsume and Kyouko]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 4|Chapter 4 - Revelation]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 5|Chapter 5 - The Tsuchimikado Girl]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr8-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 9 - sampai Langit Gelap===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume9_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 1|Chapter 1 - Death]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 2|Chapter 2 - In the Night]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 3|Chapter 3 - Bared Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 4|Chapter 4 - Counterattack]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr9-cover-cut.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 10 - PERMULAAN/KUIL===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume10_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 1|Chapter 1 - Rabbit from the Temple of Darkness]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 01|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 2|Chapter 2 - Visitors]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 02|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 3|Chapter 3 - Sacred Ground for Conspiracy]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 03|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 4|Chapter 4 - Onmyouji at the Mountain]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 04|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 5|Chapter 5 - Cursed Temple on Fire]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr10-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 11 - berubah:tidak berubah===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume11_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 1|Chapter 1 - Past and Present]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 2|Chapter 2 - Future and Everyday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 3|Chapter 3 - Time to Hunt]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 4|Chapter 4 - Those Sharpening their Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 5|Chapter 5 - Blue and Pink]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr11-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 12 - Persimpangan BINTANG-BINTANG===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume12_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 1|Chapter 1 - Omens of the Banquet]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 2|Chapter 2 - Scenery of Old]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 4|Chapter 4 - Meteor Flurry]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr12-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 13 - HITUNGAN&amp;gt;MUNDUR===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume13_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 1|Chapter 1 - Dark Clouds Yonder]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 2|Chapter 2 - Omens of the Storm]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 3|Chapter 3 - Dissonance]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 4|Chapter 4 - Journey]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 5|Chapter 5 - Interweaving Travels]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr13-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 14 - EMPEROR.ADVENT===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume14_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 1|Chapter 1]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 2|Chapter 2]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 4|Chapter 4]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr14_001.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===BD Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Supervisor: &lt;br /&gt;
* Pengawas Proyek: [[user:Baka-Tsuki Update Indonesia|Baka-Tsuki Update Indonesia]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Penerjemah====&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Aktif&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
*[[user:Ran|Ran]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Konstributor (tidak aktif)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Adipratama|Adipratama]]&lt;br /&gt;
*[[user:Rarara97|Rarara97]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Editor====&lt;br /&gt;
*[[user:Isko|Isko]] (selalu on time, jika diperlukan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Tinjauan Serial==&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 1 SHAMAN*CLAN ---(May 20, 2010, ISBN 978-4-8291-3519-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 2 RAVEN&#039;s NEST ---(September 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3552-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 3 cHImAirA DanCE ---(December 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3592-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 4 GIRL RETURN &amp;amp; days in nest I ---(May 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3637-9)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 5 days in nest II &amp;amp; GIRL AGAIN ---(July 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3657-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 6 Black Shaman ASSAULT ---(October 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3688-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 7 _DARKNESS_EMERGE_ ---(May 19, 2012, ISBN 978-4-8291-3757-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 8 over-cry ---(October 20, 2012, ISBN 978-4-8291-3809-0)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 9 to The DarkSky ---(March 19, 2013, ISBN 978-4-8291-3865-6)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 10 BEGINS/TEMPLE ---(October 19, 2013, ISBN 978-4-0471-2911-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 11 change:unchange ---(April 19, 2014, ISBN 978-4-0407-0087-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 12 Junction of STARs ---(November 20, 2014, ISBN 978-4-04-070139-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 13 COUNT&amp;gt;DOWN ---(March 20, 2015, ISBN 978-4-04-070524-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 14 EMPEROR.ADVENT ---(December 19, 2015, ISBN 978-4-04-070525-5)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX1 party in nest ---(July 20, 2013, ISBN 978-4-8291-3909-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX2 seasons in nest ---(February 20, 2014, ISBN 978-4-0407-0030-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX3 memories in nest ---(September 19, 2015, ISBN 978-4-04-070523-1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;br /&gt;
[[Category:Kouhei Azano]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_1&amp;diff=513128</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 1</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_1&amp;diff=513128"/>
		<updated>2017-02-17T08:24:00Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Bagian 4 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 1 – Gagak Muda Akademi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tsuchimikado Yakou memiliki dua pelayan, yang akan membantunya, juga melindunginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang satu bernama Hishamaru, dan satu lagi bernama Kakugyouki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
Ia mengetahui bahwa itu dirinya, hanya dalam pandangan pertama. Momen dimana ia pertama kali melihatnya, ia tak bisa mengontrol detak jantungnya yang berdegup kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketampanannya, fitur wajahnya yang tepat, helaian rambut hitam legamnya yang hampir menyerupai seorang perempuan, dan khususnya auranya yang sangat kuat… Ia sangatlah independen, pendiam, tetapi sangatlah sulit untuk menyembunyikan kehadirannya yang aristrokat dan bermartabat.&lt;br /&gt;
Tiap-tiap murid di Akademi Onmyou memiliki bakatnya masing-masing dalam setiap bidang sihir, tetapi orang ini mengungguli mereka semua. Keberadaanya masih menjadi yang terkuat dikalangan murid-murid baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keturunan dari Onmyouji terhebat Abe no Seimei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pewaris utama Onmyoudou Keluarga Tsuchimikado.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reinkarnasi dari perwujudan Tsuchimikado Yakou – yang dimana dikatakan bahwa ia merupakan leluhur dari Onmyoudou modern, dan menjadi hal yang tabu untuk dibicarakan dalam komunitas sihir – Tsuchimikado Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada satu pun di ruangan kelas ini yang mengetahui latar belakang hidupnya, ia pun menjadi pusat perhatian, namun di saat yang bersamaan tak ada yang berani mengekspresikan keinginannya untuk mengambil insiatif untuk mendekatinya, sehingga keberadaannya menjadi sebuah momok tersendiri. Ia terlihat seperti sudah menyadari keadaan disekitarnya juga posisinya sejak awal, sehingga dengan sengaja ia menjauhkan diri dari yang lainnya, selalu menunjukan sikap yang meninggikan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia selalu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin memang sudah seperti itu di kehidupan masa lalunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Yah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, ketika ia duduk didepannya, ia tahu bahwa setiap murid yang ada di ruangan kelasnya menarik napas, menunggu suatu hal terjadi , namun ia tak peduli.  Walaupun jika semua murid akan menjauhinya nanti, ia akan tetap menemaninya. Ia telah memutuskannya sejak mereka telah berjanji bertahun-tahun lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihat seseorang mendekatinya, ia pun mengangkat kepalanya. Melihat sekilas, senyumannya terlihat cantik bahkan tak terlihat seperti senyuman seorang lelaki, menjadi sebuah perbedaan besar atas impresi pada dirinya di masa lalu, tetapi mungkin apa yang telah berubah adalah kenangannya yang tersamar-samar di dalam hatinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Detak jantungnya pun bedegup dengan kencangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun tersenyum dengan riangnya, berharap hal itu dapat menyembunyikan detak jantungnya yang berdegup kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“La-lama tak bertemu, Natsume-kun…… Apa kau masih mengingatku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa ragu dan waspada pun ditunjukan oleh sepasang mata yang kini menatapnya, yang terlihat seperti bahwa ia mungkin tidak mengingatnya sama sekali. Tidak, mungkin saja ia tidak mengenalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berusaha semampunya untuk menekan rasa khawatir dan antisipasi yang bergemuruh di dalam hatinya, dan berkata: “Aku Kurahashi Kyouko, dari keluarga Kurahashi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia sadar di dalam hatinya bahwa ingatan ini hanyalah sebuah memori masa kecilnya bertahun-tahun lalu. Walaupun begitu, memori tersebut tetaplah memori yang tidak dapat dilupakannya, mungkin ia tidak merasa sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun ia tetap berdoa, berharap bahwa ia sama dengan dirinya, berharap bahwa ia masih mengingat kejadian satu-kali-seumur-hidup tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun ketika ia membuka mulutnya untu berkata ‘Ah, ternyata kau—‘, untuk suatu alasana wajahnya pun memucat, dan nadanya pun terkesan terburu-buru, seola-olah ia mencoba untuk meluruskan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya terdengar sangat melengking dan jelas, seperti seorang perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya pun tiba-tiba berubah dari apa yang ada di kenangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“K-kau dari keluarga Kurahashi – benar? Apa yang kau butuhkan dariku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya terdengar sedikit kesal, bahkan marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia benar-benar telah lupa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa menyalahkan dirinya. Ia mengerti hatinya, tetapi tentu saja ia tetap terkejut mendengarnya. Terutama sikapnya yang dingin dan tatapan yang tertuju padanya seperti ketika ia sedang melihat musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun lama ia telah sadari bahwa mungkin ia telah lupa, tatapan serta sikapnya yang dingin merupakan hal diluar dugaannya. Ia pun mencoba untuk mengontrol emosinya, secara tak sadar menutup mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keheningan tersebut seolah seperti ujung pisau yang menguliti kulitnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terlihat kebingungan ditengah-tengah keheningan tersebut, lalu memiringkan pandangannya ke salah satu sisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“J-Jika tak ada, bisakah kau pergi? Aku ingin – Biarkan aku sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun berdiri dari duduknya, setelah berkata seperti itu, pergi meninggalkannya seolah-olah ia ingin kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak mengejar dirinya, namun berdiri terdiam sambil mencoba menghiraukan tatapan murid-murid di kelasnya, pikirannya terasa kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia mendaftarkan dirinya di akademi ini, ia tak pernah memimpikan adegan seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, inilah reuni yang telah terjadi padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
“Hah, disini? Apa ini gedungnya? Apa benar-benar disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tsuchimikado Harutora pun ternganga tak percaya sambil melihat dengan teliti gedung nan tinggi di hadapannya. Teman baiknya Ato Touji menunjukan sedikit rasa penasaran di sebelahnya, menaikkan pandangannya untuk melihat gedung yang ada di depannya dari balik bandana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr2 013.png|thumbnail]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keeleganan dan juga seni yang ditawarkan sungguhlah memberikan kesan yang berbeda dari gedung-gedung lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Batu granit yang berkilau di bagian luar dindingnya adalah asli, bingkai jendela yang tersusun rapi pun dicat dengan warna scarlet cerah untuk menambahkan kesan indah dalam penampakan eksteriornya, menciptakan kesan yang menyeluruh. Bangunan tersebut disajikan dengan gaya modern namun juga menampilkan suasana khidmat sebuah kuil di saat yang bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lembaga yang mengembangkan banyak Onmyouji Nasional, Akademi Onmyou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gedung sekolah Akademi Onmyou terlihat sangat tinggi di hadapan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kudengar ini adalah sebuah ‘Akademi’, jadi aku pikir itu akan terlihat sangat tua, dan yang lebih penting, bukankah ini sebuah sekolah yang bersejarah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akademi Onmyou memang telah berdiri setengah abad yang lalu, tapi ini adalah gedung sekolah baru yang baru saja selesai tahun lalu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan kata lain, apapun yang ada didalamnya adalah peralatan baru? Pemasukan Onmyouji ternyata bagus juga, ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tak mengetahui itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan Harutora yang sedikit terkejut, Touji selalulah seperti biasa, menjawab seadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keduanya kini berdiri didepan gedung akademi, menggunakan seragam yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, seragam yang mereka gunakan sedikit berbeda dengan seragam yang kebanyakan murid lain pakai, dimana mereka memakai seragam yang jauh lebih gelap – warna hitam bulu burung – yang dimodelkan dengan pakaian era setelah Heian dengan sedikit perubahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mengenakan pakaian seragam Akademi Onmyou, dan mulai hari ini mereka akan menjadi murid dari Akademi Onmyou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku masih merasa seperti orang luar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sebaiknya menyiapkan hatimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah lama siap menjadi seorang Onmyouji…… mungkin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kau sedang membenarkan dirimu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan dingin Touji membalasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah tubuh Touji yang memang terlihat cocok atau memang seragamnya yang memang khusus dibuat untuk orang-orang tinggi, tapi Touji terlihat mencolok ketika pertama kali ia mengenakan seragam Akademi Onmyou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan disisi lain, Harutora yang masih tidak terbiasa dan merasa gellisah dengan seragam barunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena sekarang aku memiliki kemampuan untuk melihat roh dan juga Natsume shikigami, tentu saja aku telah mempersiapkan diriku.  Atau mungkin aku harus mengatakan aku tak punya pilihan selain menerima takdirku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak sadar, ia merasakan tekanan halus dimata kirinya ketika ia mengatakan hal tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dimata kiri Harutora terdapat sebuah pentagram yang menyerupai tato. Itu merupakan bukti bahwa ia telah berjanji untuk menjadi shikigami Natsume – dapat dikatakan bahwa itu adalah tanda dari manteranya.&lt;br /&gt;
Harutora dan Natsume telah dilahirkan di dalam keluarga Onmyoudou bersejarah – Keluarga Tsuchimikado. Mereka telah menjadi teman masa kecil ketika mereka masih kecil. Shikigami dapat dideskripsikan sebagai ‘pelayan’ yang melayani Onmyouji, dan dalam tradisi keluarga Tsuchimikado, anggota keluarga cabang akan menjadi shikigami untuk melayani keluarga utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, anggota keluarga cabang Harutora tidak memiliki kualifikasi untuk menjadi seorang shikigami, tidak seperti anggota keluarga utama Natsume yang telah menunjukan bakatnya sejak kecil. Karena ia tak pernah mengembangkan kemampuannya untuk melihat aura – kemampuan melihat roh – jadi ia menghiraukan tradisi yang mengharuskan dirinya untuk menjadi shikigami Natsume, menjadi siswa sekolah menengah atas biasa yang memelajari hal-hal yang biasa dipelajari siswa sekolah menengah atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, di suatu hari musim panas – yang sebenarnya tak lebih dari setengah bulan yang lalu – Harutora ditarik oleh seorang Onmyouji-yang menyebabkan masalah dan membuatnya kehilangan teman baiknya. Jadi untuk membalaskan dendam temannya, ia menjadi shikigami Natsume, dan memutuskan untuk mengambil jalan sebagai seorang Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai penerus keluarga utama, Natsume telah mendaftar di Akademi Onmyou setelah ia lulus dari sekolah menengah pertama, tetapi Harutora baru mengikuti langkah setelah setengah tahun yang lalu dan baru mendaftar akademi hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”……Waktu itu sangatlah sibuk. Setelah semuanya selesai, aku dengan segera menyiapkan diri untuk ujian masuk, dan pada saat aku benar-benar bisa masuk Akademi Onmyou untuk menjadi seorang Onmyouji, semuanya terasa seperti mimpi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau terlihat ketakutan dimataku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak bisakah kau mengatakannya lebih baik?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluarga Tsuchimmikado sebenarnya merupakan puncak dari Onmyouji Nasional di masa lalu, namun itu dulu sebelum sekarang keadaan memburuk, kehilangan masa jaya, tugas dan tanggung jawabnya. Walaupun ayahnya seorang Dokter Onmyou, Harutora sendiri memilih jalan yang berbeda dari dunia Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai setengah bulan yang lalu, ketika takdirnya menyimpang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, ia telah pindah ke Tokyo, mengenakan seragam Akademi Onmyou, dan berdiri didepan gedung Akademi Onmyou. Perubahan lingkungan yang tiba-tiba – atau bahkan dalam ‘hidupnya’ – masih membuatnya kebingungan, terlepas dari berapa banyak ia menetapkan hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Merupakan perjalanan panjang untuk sampai kesini……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kau baru saja sampai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban Touji tak acuh seperti biasa, kontras dengan Harutora yang perasaaan campur aduk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbicara mengenai Touji, ia juga ikut pindah ke Akademi Onmyou, namun keadaaannya berbebeda dengan keadaan Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dulu, Touji pernah terlibat dalam bencana yang disebabkan oleh roh – lebih dikenal dengan, bencana spiritual – dan dikarenakan efek samping yang masih ia derita sampai saat ini, ia harus menjalani pengobatan oleh dokter Onmyou……yang mana adalah ayah Harutora. Terpengaruh oleh keputusan Harutora untuk memasuki dunia Onmyouji, ia juga bercita-cita menjadi Onmyouji bersama Harutora, agar dapat mengurusi dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita baru saja berdiri di garis awal, jadi ini terlalu cepat untuk merasa takut…… Juga, Harutora, sepertinya kau masih belum mengerti posisimu sama sekali. Jika kau tidak berhati-hati, kau bisa saja ‘dimakan’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Apa yang kau maksud ‘dimakan’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengerutkan dahinya ketika mendengar kalimat yang terdengar &lt;br /&gt;
seperti sebuah ancaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menyeringai, menunjukan senyum congkaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar baik-baik. Meskipun kau dari keluarga cabang, kau terlahir sebagai Tsuchimikado. Ini adalah Akademi Onmyou, siswa-siswi yang bertemu dan berkumpul dari berbagai tempat untuk menjadi seorang Onmyouji. Ini berbeda dari sekolah kita sebelumnya, dan semua orang akan langsung bereaksi ketika mendengar namamu. Tempat ini mungkin sudah gempar atas kepindahanmu, dan kau pastinya akan mendapatkan banyak perhatian bahkan sebelum kau memasuki akademi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-Tapi, Natsume juga ada disini. semenjak ahli waris keluarga utama memasuki akademi, meski anggota keluarga cabang sepertiku datang sekarang pun......”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan naif!” Dengan cepat Touji menyela, merespon tanggapan gugup Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pikirkanlah baik-baik, bagaimana posisi seorang pewaris utama di Akademi Onmyou? Ia merupakan pewaris selanjutnya untuk keluarga Tsuchimikado, dan dijuluki sebagai ‘prodigi’. Tidakkah kau berpikir bahwa dia sangat terkenal dan dikagumi oleh semuanya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, itu, itu masuk akal…..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan sekarang kau, seorang anggota keluarga cabang daripada anggota &lt;br /&gt;
keluarga, tiba-tiba pindah ke Akademi Onmyou – dan juga diwaktu yang ganjil ini. Bagaimanapun, tidak ada yang tidak mengetahui nama Tsuchimaikado dalam bidang ini, dan terlebih lagi nama yang terkenal ‘cukup buruk’, jadi respon mereka mungkin tidak akan terlalu ramah. Masuk akal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, tapi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akan ada orang yang memang ingin tahu atau penasaran terhadap &lt;br /&gt;
keluarga Tsuchimikado, tapi akan ada juga mereka yang cemburu, juga orang-orang yang berencana untuk mennunjukan kemampuan mereka dengan mengalahkan seorang Tsuchimikado, bahkan idiot yang mencoba mendekatkan diri padamu…… Dengan itu, akan ada orang yang berpikiran ‘dikarenakan sang jenius dari keluarga utama tak bisa didekati, aku harus mencoba untuk mendekati orang baru dari keluarga cabang’ – tidakkah akan begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora ingin sekali menyangkalnya dengan berteriak ‘tidak kau salah’, namun bukan saja ia tidak bisa menyangkalnya, bahkan ia percaya bahwa kemungkinan seperti itu akan terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Onmyouji merupakan sebuah profesi yang dikenal sebagai pembasmi-bencana-spiritual di era modern.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun demikian, Onmyouji tetaplah pekerjaan yang tak biasa. Untuk memenuhi persyaratannya, komunitas Onmyouji sangatlah eksklusif dan tertutup. Walaupun ini tak membatasi Onmyouji yang sedang berlatih, namun ini berlaku untuk para siswa atau trainee yang mendalami dunia Onmyouji, seperti Harutora dan Touji yang saat ini akan memulai langkahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa disengaja, Harutora merasa kesialannya akan meningkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi aku hanyalah orang luar!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa pentingnya itu, jika yang mereka pedulikan hanyalah nama Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Touji tenang pada Harutora yang gugup dan memucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teman Harutora yang satu ini dulunya adalah seorang preman jalanan.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilannya memang terlihat seperti orang yang tidak berperasaan, namun sebenarnya Touji adalah orang yang baik. Harutora yakin bahwa Touji akan menolongnya jika ia dalam bahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, tak perlu takut, kau pasti akan baik-baik saja, Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Setidaknya itu adalah kalimat yang cukup meyakinkan yang telah kau katakan ditahun ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menatap dengan curiga ke arah Touji. Rasa khawatir juga kebingungan yang awalnya ia coba hiraukan kini menjadi sebuah perasaan yang nyata akan tekanan dan bahaya oleh ucapan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun ia adalah shikigami Natsume, sebenarnya itu hanyalah sebuah nama, dan sebetulnya ia hanya membuat janji belaka tanpa adanya sebuah kontrak sihir, jadi kekuatan spiritualnya tidak terlalu meningkat. Ia masih orang luar, seperti dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku hanya bisa menjalaninya.” BIsik Harutora, sekai lagi melihat gedung Akademi Onmyou yang menjulang tinggi dihadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah berjanji pada Natsume. Juga—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tunggu dan lihatlah, Hokuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gumam Harutora pada teman yang kini telah menghilang tanpa jejak – namun masih ada disuatu tempat diluar sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Seragam ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kuharap aku bisa menunjukannya kepada Hokuto.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………Kuharap.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk suatu alasan, Touji menjawab cukup lama, dengan rasa bahagia, tak berdaya, rasa bersalah, dan sebuah senyum masam yang tercampur dengan halus didalam ekspresinya. Terlihat kompleks, namun Harutora tak menghiraukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, tak ada gunanya kita membuang waktu disini, ayo!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berucap seperti itu, Harutora dan Touji dengan segera memasuki pintu masuk akademi bersama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada dua pasang pintu otomatis yang diletakkan dipintu masuk Akademi Onmyou, dengan pengaturan yang lebih mirip dengan gedung perusahaan fashionable daripada sebuah sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang diharapkan dari Akademi Onmyou, mantera penjagaan mereka benar-benar hebat.” Ucap Touji tiba-tiba didepan pintu, dan Harutora pun menjawab dengan mengiyakan, menunjukan persetujuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan Touji tidak bermaksud pada penjagaan pada biasanya, namun lebih ke mantera penjagaan magis. Dasar dari sebuah sihir adalah untuk memanipulasi aura yang ada disekitar. Aura yang ada didalam gedung Akademi Onmyou jauh lebih stabil dibandingkan diluar gedung. Meskipun ia tidak mengerti bagaimana hal itu terjadi, namun sepertinya itu merupakan mekanisme yang dibuat oleh sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume telah memberikan mantera pada Harutora yang memberikan kemampuan untuk melihat roh, ketika Natsume membuat Harutora yang awalnya tidak sensitive dengan roh menjadi shikigami Natsume, dengan begitu ia juga mampu merasakan ‘mantera penjagaan’ yang dimaksud Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, tempat Natsume juga terasa seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, lupakan mansion keluarga utama, semua gedung-gedung besar sekarang juga dilengkapi dengan sistem penjagaan terhadap sihir seperti ini, dikarenakan selalu adanya bencana spiritual di Tokyo saat ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata demikian, Touji berjalan melewati pintu otomatis pertama, dan tiba-tiba dengan segera ia berhenti tepat ketika pintu kedua terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Komainu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat patung batu yang terlihat seperti anjing atau singa yang dipajang disisi kiri dan kanan pintu otomatis tersebut, sama seperti bentuk dan gaya komainu yang ada dikuil-kuil. Sekilas, pajangan komainu ini tidak terlihat cocok dengan gaya modern yang diberikan oleh gedung tersebut, namun terlihat sangat padu dengan gedung tersebut setelah dilihat cukup lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, ini lumayan cocok untuk suasana Akademi Onmyou.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan memegangnya sembarangan, mungkin saja mereka menggigit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haha, ini adalah Akademi Onmyou, jadi tak heran jika mereka bisa bergerak atau berbicara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, tentu aku bisa bergerak, dan juga berbicara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cakap komainu, menggerakkan tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak sadar, Harutora melompat kebelakang, dan bahkan Touji yang awalnya hanya bercanda pun melebarkan matanya, terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-itu bergerak! Benda ini benar-benar berbicara!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kau terlihat sangat panik, bukankah kau baru saja bilang kalau tak heran jika kami bisa bergerak atapun berbicara?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab komainu dengan santai, kontras dengan Harutora yang masih terkejut. Benda itu berbicara dengan suara berat, dan komainu lainnya menganggukan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menenangkan dirinya dan menatap komainu tersebut, bertanya: “……Shikigami?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, tapi jangan  pikir bahwa kami hanyalah shikigami biasa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami adalah shikigami personal tingkat tinggi yang ditanamkan sihir kepala sekolah sendiri, dengan nama Alpha dan Omega. Kami telah ditunjuk sebagai penjaga disini oleh master kami sejak Akademi Onmyou dibuka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua komainu berdiri dengan gagahnya. Meskipun dari luar terlihat seperti patung batu, sepertinya mereka memliki kemampuan untuk melentur dan membungkuk&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang mana Alpha, dan yang mana Omega?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Alpha.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Omega.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komainu yang ada disisi kanan dan kiri Harutora menjawab dengan bergantian, jadi dengan kata lain komainu yag ada disisi kanannya adalah Alpha, dan yang satunya lagi adalah Omega. Seseorang akan melihat dengan seksama bahwa ada tanduk pendek yang tumbuh dari kepala Omega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa disadari Harutora menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hebat, bahkan keluarga Natsume tidak memiliki benda seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau sebut benda, bocah? Jangan kasar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shikigami seperti ini memang sangatlah jarang, dan bahkan mereka bisa &lt;br /&gt;
tinggal disini walaupun mereka adalah shikigami kepala sekolah, benar? &lt;br /&gt;
Mungkinkah kalian dibuat semacam dengan tipe mekanik?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, kau cukup berpengatahuan. Namun, memiliki pengetahuan seperti itu merupakan hal yang natural dikarenakan kau adalah murid disekolah ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua komainu menjawab Harutora dan Touji dengan sikap yang cukup ramah, walaupun mereka menggunakan bahasa yang kaku dan arogan, mungkin kepribadiannya ternyata malah cukup ramah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sempat berpikir bahwa aku datang untuk interview disebuah perusahaan, tapi sekarang tiba-tiba menjadi sebuah sekolah sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya kita akan menemukan beberapa hal yang sama seperti ini, cukup menarik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menyeringai pada Harutora yang hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar perkataan temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, sang Alpha pun membenarkan posturnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kami telah mendengar tentang urusan kalian, tapi kami harus menyelesaikan tugas yang diberikan. Pertama, sebutkan namamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, oke, Aku Tsuchimikado Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Ato Touji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua menyebutkan nama mereka dengan lancar, dan kedua komainu tersebut menjadi diam tak bergerak seolah-olah mereka kembali menjadi patung batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, keadaan tersebut tidak berlangsung lama, dan setelah jeda sesaat, komainu tersebut membuka mulutnya kembali:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aura dan bentuk suara dari Tsuchimikado Harutora dan Ato Touji telah dikonfirmasi dan terekam.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selamat datang di Akademi Onmyou. Belajarlah dengan sesama murid-murid lainnya untuk saling memperbaiki dan menjadi Onmyouji yang hebat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Alpha dan Omega dengan suara serius, dan sepertinya Harutora dan Touji telah mendapatkan izin untuk memasuki sistem keamanan sihir sekolah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami juga telah merekam shikigami, tapi lain kali kau harus &lt;br /&gt;
menyebutkan namamu sendiri…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Alpha menambahkan kalimat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora hampir saja lompat karena terkejut, menoleh ke belakang menatap ke arah Touji dan mengecek apa yang ia dengar salah atau tidak. Namun, Touji hanya mengangkat bahunya, juga kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun menatap kembali sang Alpha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau bilang shikigamiku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shikigamiku telah terekam? Apa maksudnya? Aku tak memiliki shikigami apapun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tahu dengan sangat bahwa dia adalah orang luar, dan tentu saja ini merupakan sebuah keajaiban mengetahui bahwa sekarang ia telah masuk di Akademi Onmyou. Tentu saja ia tak pernah memiliki shikigaminya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora, mungkin yang ia maksud adalah dirimu yang menjadi shikigami Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah? Tapi cara ia mengatakannya terdengar aneh. Alpha, bisakah kau ulangi dengan jelas?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alpha membuka mulutnya, ingin menjawab pertanyaan Harutora—“Tunggu.” Namun Omega menyela percakapan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Omega tak bergerak sedikit pun seperti sebelumnya, seperti roh yang telah melayang pergi, kemudian bergerak kembali setelah jeda tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, mereka adalah patung komainu, jadi tak ada perubahan yang signifikan pada ekspresi yang ditunjukan wajah Omega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun tetap menginformasikan Harutora dan Touji dengan nada yang hati-&lt;br /&gt;
hati dan tersusun:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tuan kami telah memberitahu kami bahwa kalian segera menuju ke ruangan kepala sekolah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah itu mereka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bersandar pada dinding, berdiri pada titik buta yang ada dikoridor lantai satu yang dimana tak terlihat dari pintu masuk, dan memerhatikan kedua murid yang memasuki elevator dengan tatapan tertarik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tampang yang membosankan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan berkata seperti itu, mari kita lihat terlebih dulu apa yang akan terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum ringan pun muncul dari bibirnya, lalu ia menarik tubuhnya dari dinding, perlahan pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kantor kepala sekolah terdapat dipuncak gedung akademi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah meninggalkan elevator, mereka tidak mendengar lagi suara dari mesin apapun, Harutora dan Touji pun berjalan menuju ujung koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gedung akademi memiliki koridor yang panjang dan simpel yang terlihat sedikit monoton. Terlihat sedikit seperti museum dari hiasan yang ada di dinding yang mungkin saja adalah sebuah barang terkutuk atau alat sihir. Didinding tersebut, terdapat baju zirah, alat-alat bekas pakai yang terbuat dari timah, jubah-jubah kumuh, katana-katana yang diperbaiki, dan hal-hal lain yang sekiranya barang-barang langka dimata Harutora, semuanya menarik perhatian Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan juga, tidak ada tanda-tanda debu dari bingkai kaca yang membingkai objek tersebut, juga tak ada debu satu pun pada lantainya, bahkan tanaman-tanaman ornamental disamping koridor pun terlihat dirawat dengan cermat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkinkah shikigami yang bertanggung jawab untuk membersihkan tempat ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi pula, gedung ini memiliki komainu sebagai shikigami penjaga. Harutora merasa tertarik, membayangkan dimana para staff memanipulasi shikigami untuk membersihkan gedung ini dimalam hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kukira shikigami digunakan hanya untuk bertarung, seperti naga dan kuda Yukikaze yang Natsume gunakan…… shikigami yang digunakan para Investigator Mistis juga memiliki kegunaan yang sama, tapi mungkinkah ada shikigami yang mengerjakan pekerjaan rumah yang pintar dalam mencuci pakaian dan bersih-bersih?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memang ada shikigami umum yang dijual dipasaran dan memiliki kegunaan yang tak terbatas, tapi untuk menggunakan sihir kelas pertama membutuhkan kualifikasi yang mencukupi, atau dengan kata lain, hanya Eksorsis tertentu yang dapat menggunakannya. Namun harganya juga tak murah, jadi jika memang ada shikigami ‘rumah tangga’, kupikir akan banyak orang yang tak mampu untuk membelinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Maaf, Touji, apa itu sihir kelas pertama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan Harutora membuat Touji menaikkan alisnya, tak mampu untuk tak mendesah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku terkejut kau mampu masuk Akademi Onmyou dengan sikapmu yang seperti itu. Itu adalah pedoman Onmyoudou yang dibuat oleh Agensi Onmyou – simpelnya, itu adalah sihir yang diakui sebagai sihir yang efektif.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sihir Modern dibagi menjadi dua tipe, sihir kelas pertama yang diakui oleh Onmyou Agensi sebagai sihir yang sihir yang benar-benar efektif, dan sihir kelas bawah yang tidak masuk dikategori tersebut. ‘Sihir terlarang kuno’ dan hampir seluruh peramalan jatuh dalam kategori tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penggunaan dari sihir kelas pertama membutuhkan kualifikasi sebagai Onmyouji resmi, atau lebih tepatnya, seseorang harus lulus Ujian Onmyou Kelas Satu atau Kelas Dua yang disenggelerakan oleh Agensi Onmyou. Harutora dan yang lainnya memasuki Akademi Onmyou dengan alasan untuk lulus kualifikasi tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan untuk sihir kelas satu… Bahkan shikigami pun jarang ditemui dikehidupan sehari-hari, karena pada dasarnya penggunaan terhadap Onmyoudo itu dibatasi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh…… Kenapa itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hukumnya mengatakan seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menjelaskan dengan kasual, tangannya masih berada didalam kantung celananya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji sebenarnya telah lama tertarik dengan Onmyoudo semenjak bencana spiritual yang meninggalkan efek samping terhadap tubuhnya. Ia mengandalkan pengetahuan yang ia pelajari sendiri, dibandingkan dengan Harutora yang hidup dengan acuhnya namun terbiasa mendengarkan hal-hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu, dengan kata lain, Akademi Onmyou adalah pengecualian, dengan shikigami dimana-mana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada akhirnya, ini adalah tempat yang khusus didirikan dan dirancang untuk membantu perkembangan Onmyouji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah guru-gurunya juga shikigami – tidak mungkin sampai sejauh itu bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku setidaknya mengetahui bahwa ada shikigami diantara murid-murid ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Benarkah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, dan dia bahkan bodoh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji tersenyum jahat, dan Harutora hanya ‘nn?’, memiringkan kepalanya. Ketika shikigami bodoh tersebut akhirnya menyadari siapa yang dimaksud Touji, keduanya telah sampai didepan kantor kepala sekolah.&lt;br /&gt;
Terdapat sebuah tanda simpel yang menggantung pintu sederhana tersebut &lt;br /&gt;
– ‘Ruang Kepala Sekolah’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menghiraukan Harutora yang mulai gugup kembali, dengan tenang mengetuk pintu ruangan kepala sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada respon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengangkat tangannya, mencoba melanjutkan untuk mengetuk, ketika— &lt;br /&gt;
“Masuk”. Sebuah respon datang dari bawah kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berteriak layaknya anak kecil yang terkejut, sedangkan Touji melangkah mundur dari pintu, juga berusaha menutupi rasa terkejutnya. Seekor kucing mendekati mereka berdua dan sekarang menatap mereka berdua dari lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah kucing calico yang berbulu lebat, dan menunjukan tatapan tajam ketika melihat Harutora dan Touji, dengan pelan mengetuk pintu dengan ekor panjangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pintunya terbuka, silahkan masuk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya kucing yang berbicara merupakan hal lain setelah komainu yang berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apakah ini hobi kepala sekolah? Atau ruangan yang berkaitan dengan Onmyouji memang seperti ini jika kau pergi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mana aku tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya dengan lelah, dan Touji menjawab dengan ekpresi getir. Sang kucing pun melengkungkan tubuhnya dengan tak sabar, mengeongi layaknya kucing normal seolah menyuruh mereka untuk segera dan membuka pintunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Permisi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapnya ketika akan memasuki ruang kepala sekolah. Segera setelah ia membuka pintunya, dengan cepat kucing itu mendahului mereka, berlari ke dalam ruangan tanpa menghiraukan apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Huh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika memasuki ruang kepala sekolah, Harutora langsung bergumam lirih. Atmosfer yang ada didalam ruangan sangatlah berbeda dengan yang ada diluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atmosfer tenang dan nostalgia pun memenuhi ruangan tersebut, seperti kafe era-Taisho.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dinding kuning muda yang memudar, karpet merah tua yang diletakan di lantai, dan rak mantel yang terbuat dari logam disertai pembatas kaca ruangan yang dicat. Dibelakang pembatas ruangan tersebut adalah tempat untuk menerima tamu, dan diantaranya terdapat kursi dan meja yang berwarna tan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, hal yang terlihat paling memukau adalah rak buku yang menutupi kedua sisi dinding. Sebuah jumlah yang mengejutkan dari buku ynag tersusun rapi di rak tersebut. Dan seseorang dapat mengatakan kalau buku-buku tersebut sudah terorganisir. Terdapat literatur jepang serta literatur asing, bahkan dengan beberapa literatur kuno dan dokumen yang terjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan jauh didalam ruangan tersebut…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat sebuah meja besar yang tebuat dari kayu redwood yang ditempatkan didepan jendela, bersama dengan sosok mungil yang dengan diam duduk dibelakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Touji pun saling memandang, dikarenakan keduanya berasumsi bahwa sang kepala sekolah adalah seorang pria, namun orang yang menduduki kursi tersebut adalah seorang wanita tua yang elegan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kucing pun duduk diatas meja, perlahan melompat ke dalam pangkuan sang wanita. Ia menaruh bukunya yang sedang ia baca, perlahan mengusap pelan sang kucing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia mengankat kepalanya, menaruh kacamatanya yang bertengger dihidungnya, dan menatap Harutora dan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selamat datang, aku telah menunggu kedatangan kalian berdua cukup lama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya sama persis dengan suara yang dikeluarkan sang kucing.&lt;br /&gt;
Helaian rambut yang menyentuh pundaknya berwarna abu-abu, dan walaupun ia tua, postur duduknya sangatlah tegap, sangat berlawanan dengan umurnya. Ia mengenakan kimono berwarna coklat yang terlihat sangat cocok untuknya seperti sebuah bagian dari tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tsuchimikado Harutora-san dan Ato Touji-san. Halo, aku kepala sekolah disini, Kurahashi Miyo.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-Halo.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harotora mengucapkan salam, Touji pun menganggukkan kepalanya dengan &lt;br /&gt;
hormat. Lalu, keduanya menjawab wanita tua – permintaan Kurahashi Miyo untuk lebih mendekat ke mejanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin ia masih belum terbiasa dengan seragamnya, atau mungkin sebagai hasil dari atmosfer yang diberikan di ruangan dan sang kepala sekolah, Harutora merasa seperti anak kecil yang sedang menunjukan seragam barunya kepada nenek yang jarang ditemui ketimbang dirinya yang sedang menemui kepala sekolah untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kepala sekolah menatap keduanya tanpa bimbang, dan tiba-tiba terlihat berseri-seri. “Begitu.” Gumamnya sugestif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kalian adalah Hishamaru dan Kakugoukinya Natsume-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terkejut, dengan cepat bertanya. Touji dengan diam hanya memerhatikan sang kepala sekolah, nampak kebingungan dengan apa yang dimaksud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dengan segera sang kepala sekolah mengganti topic yang diiringi dengan senyum hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingat pernah diberitahukan bahwa sebelumnya kalian tidak memiliki kesempatan untuk bersinggungan dengan Onmyoudou di kehidupan sehari-hari kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nadanya ramah sambil mengelus-elus kucing yang ada di pangkuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian pasti sudah bertemu dengan Alpha dan Omega di lantai satu. Ditambah dengan mereka, kucing ini juga shikigamiku. Apa mereka mengagetkanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, se-sedikit……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika begitu aku minta maaf, tapi tolong agar kalian dengan segera dapat menyesuaikan diri, karena kalian mulai saat ini akan hidup di ‘dunia ini’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap kepala sekolah, terus memandang keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ato Touji-san, aku telah mendengar keadaanmu dari ayah Harutora-san. Tekadmu sangatlah luar biasa, jadi tolong berusahalah untuk melawan efek sampingmu.” Ucapnya terlebih dahulu pada Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia berbicara kepada Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tsuchimikao Harutora-san, aku juga telah mendengar dirimu dari orang tuamu dan juga sedikit dari Natsume-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume? Apa yang Natsume katakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya degan terkejut, kepala sekolah hanya tersenyum ringan kemudian mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, anak itu sangatlah sopan. Setelah kau memutuskan untuk memasuki akademi, ia datang kepadaku untuk memberitahukan bahwa kau telah mengikuti tradisi keluarga Tsuchimikado dan telah menjadi shikigaminya. Dan juga, aku mengenal orang-orang di Agensi Onmyou, jadi aku mengetahui beberapa hal mengenai insiden Dairenji Suzuka musim panas ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Touji pun saling bertukar pandang mendengar apa yang dikatakan oleh kepala sekolah. Kepala sekolah Onmyouji telah menyinggung mengenai – Dairenji Suzuka – yang telah mengubah jalan hidup mereka, membuat mereka mengambil kesempatan untuk mendaftarkan diri pada Akademi Onmyou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, insiden tersebut tidak dipublikasikan. Orang luar menganggap bahwa itu dikarenakan dengan umurnya yang masih belia, namun sebenarnya itu dikarenakan kebijakan politik untuk meminimalisirkan efek terhadap publik sekecil mungkin. Dairenji Suzuka adalah seorang Onmyouji Nasional Kelas Satu – salah satu dari ‘Dua Belas Pemimpin Suci’, Onmyouji terbaik dari yang terbaik. Tentu saja Agensi Onmyou menginginkan hal ini dirahasiakan sebisa mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Investigator yang telah diperintahkan untuk melakukan tugas pun dengan tegasnya memberitahukan Harutora dan Touji untuk tidak berbicara mengenai insiden yang terjadi atau apapun yang berhubungan dengan insiden tersebut, dan hanya sebagian kecil dari orang-orang di Agensi Onmyou yang mengetahui kebenaran yang terjadi pada insiden tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin kalian berdua, yang dimana adalah orang luar dalam hal ini, berpikir mengapa kalian diterima ke dalam Akademi Onmyou. Aku secara personal memberikan kalian pengecualian khusus dan mengizinkan kalian untuk masuk, dengan alasan bahwa aku mengetahui kontribusi kalian terhadap masalah tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Se-seperti yang kuduga……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, aku juga berpikir seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji membuka mulutnya untuk pertama kalinya disamping Harutora yang terkejut, bertingkah tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seluruh calon Onmyouji di Negara ini berkumpul di Akademi Onmyou, dan dalam memasukinya sangatlah kompetitif. Bahkan oleh seorang anggota keluarga Tsuchimikado atau seseorang yang memelajari hal tentang Onmyouji sendiri, tidaklah mudah bagi mereka yang ingin mememasukinya – dan bahkan itu belum sampai pada formalitas lainnya. Harutora dan Touji juga sedikit merasa bahwa ada beberapa hal yang disembunyikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau  ingin mengunci rapat mulut kami – apakah itu alasannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji bertanya dengan nada menantang. Harutora pun memberikan tatapan penuh cela terhadapnya, namun teman baiknya sama sekali tidak melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, sang kepala sekolah tetap mempertahankan ekspresinya, bahkan mengakuinya : “aku tak bisa menyangkal pemikiran tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun walaupun begitu, kalian berdua tidak buruk. Contohnya, Harutora-san, apakah kau tahu bahwa kekuatan spiritualmu jauh lebih besar dari kebanyakan orang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah? Ah, kau menyebutnya, aku ingat para penguji memberitahuku bawa aku hanya bagus pada kekuatan spiritualku yang besar saat ujian……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengingat kejadian saat itu. Ia tidak mendengarnya sebagai sebuah pujian saat itu, namun ia malah merasa bahwa saat itu ia sedang dimarahi karena hasil ujiannya yang sangat buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Membiarkan murid yang tak bertalenta masuk namun memiliki tekad, cara terbaik menanganinya adalah dengan menakutinya. Menurutku, kalian berdua memiliki bakat untuk menjadi Onmyouji hebat, dan karena itu aku membiarkan kalian masuk. Tentu saja, ada kemungkinan bahwa pendapatku akan salah. Walaupun begitu, kalian secara resmi telah menjadi siswa Akademi Onmyou, dan apapun yang akan terjadi setelah ini akan tergantung dari kerja keras kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Orang ini terlalu terus-terang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kontras dengan sikapnya yang elegan, sang kepala sekolah berbicara tanpa berbasa-basi. Namun, dibandingkan dengan berterus-terang, mungkin Akademi Onmyou menyikapi siswanya dengan sikap yang berbeda dari sekolah biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana Harutora kebingungan, Touji yang berada disebelahnya mengira-ngira sikap kepala sekolah. Sejujurnya, Harutora yakin bahwa Touji akan menyikapi keberadaannya di Akademi Onmyou seperti orang yang tidak akan peduli dengan keadaan sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Sekolah yang cocok untuknya pasti tidak akan terlalu normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana dengan dirinya? Harutora sedikit gelisah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, benar, satu lagi. Anggap saja sebagai sebuah peringatan kecil dari wanita tua seperti aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera sikapnya berubah, sebagaimana ia menunjukan sikap waspada- namun juga tertarik – menatap ke arah Harutora dan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian pasti tahu tentang ‘rumor’ mengenai Natsume-san, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kepala sekolah berterus-terang diluar apa yang mereka bayangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera Touji menenangkan dirinya, namun Harutora tanpa sadar menganga sambil menatap kepala sekolah. Tak perlu dijawab, mereka berdua telah mengetahui dan sadar rumor tersebut mengacu kemana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala sekolah mengimplikasikan rumor yang menyatakan kalau Natsume adalah reinkarnasi Tsuchimikado Yakou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kepala sekolah tak bergerak, bahkan setelah melihat sikap Harutora dan Touji yang kaku kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dikarenakan efek dari rumor tersebut, Natsume-san menjadi pusat perhatian di akademi, dan mungkin akan berpengaruh pada kalian sebagai orang yang telah mengenal lama Natsume. Jika kau punya masalah, kalian bisa menemuiku kapan pun, dan jika kalian sungkan untuk memberitahukannya padaku, kalian bisa membicarakannya pada wali kelas kalian – aku akan mengenalkan kalian pada Ohtomo-sensei segera. Kami akan membantu kalian semampu kami.” Ucapnya, menghiraukan reaksi yang diberikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu berarti......”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora ingin mngatakan sesuatu, namun kepala sekolah telah berbicara terlebih dahulu: “Tapi – kuharap kalian agar terbiasa dengan keadaannya sesegera mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ter-terbiasa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, karena hal ini akan selalu mengganggu kalian nanti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menutup mulutnya mendengar hal ini. Kepala sekolah telah memberitahukan kebenarannya, namun ia tak pernah membayangkan bagaimana situasi sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume pernah bilang bahwa orang-orang dewasa disekitarnya melihat dirinya dari sudut pandang yang diberikan oleh rumor tersebut. Selama kejadian yang terjadi musim panas lalu, Suzuka juga menangkap Natsume dikarenakan efek dari rumor tersebut. Dan sekarang, Natsume tak bisa membebaskan dirinya dari belitan rumor tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Hanya lahir di keluarga utama Tsuchimikado saja sudah cukup merepotkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa mengabaikannya, dan ia harap setidaknya ia dapat sedikit membantu Natsume dan berbagi beban dengannya. Hal tersebut juga menjadi faktor penting pada keputusan Harutora untuk menjadi shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Aku hanya bisa menanggungnya......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi Harutora mengingat kalimat yang ia gumamkan ketika memasuki gedung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kepala sekolah menatap murid barunya, senyum ramah pun muncul diwajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia bertanya dengan nada santai: “Dan pada poin ini aku penasaran -  bagaimana kesan kalian mengenai Tsuchimikado Yakou&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kesan? Kesan atas Yakou? Jujur, aku tak memiliki kesan yang cukup berarti atas dirinya selain bahwa dirinya berasal dari masa lalu. Ia seperti seorang saudara yang terkenal...... namun dengan semua yang telah terjadi, kupikir ia adalah seorang pembuat masalah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti. Bagaimana menurutmu, Touji-san?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“......Aku yakin bahwa ia adalah orang yang hebat dalam komunitas sihir, dan ia memiliki prestasi yang luar biasa. Dengan kata lain......”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia jenius, tidak diragukan lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Touji, tenang dan tegas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tsuchimikado Yakou...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setengah abad setelah keluarga Tsuchimikado mulai mengalami penurunan setelah Restorasi Meiji, ketika sedang gempar-gemparnya Perang Pasifik di Jepang, seorang ahli sihir jenius menunjukan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yakou merevitalisasikan Onmyoudo atas permintaan pihak militer. Ia mengintegrasikan legenda dan sihir Jepang, mengkonstruksi sistem sihir baru, yaitu ‘Imperial Onmyoudo’, yang merupakan fondasi yang diadopsi oleh ‘General Onmyoudo’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, setelah selesainya Perang Pasifik, terdapat atmosfer kekalahan yang kuat, dan militer Jepang memerintahkan Yakou untuk melakukan upacara sihir skala besar, namun sayangnya gagal – kebanyakan warga biasa memercayainya. Terpengaruh karena kegagalan upacara, aura kota Tokyo pun menjadi kacau-balau, yang mengarah ke kejadian bencana &lt;br /&gt;
spiritual yang sampai sekarang masih sering terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jepang saat ini merupakan satu-satunya negara didunia yang secara resmi diakui dan dizinkan untuk penggunaan sihir. Sebenarnya, hal ini untuk menangani bencana spiritual yang terjadi – kutukan yang ditinggalkan oleh Yakou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, untuk menumpas bencan spiritual yang tiada akhirnya, mereka bergantung mengandalkan Onmyoudo kuat – berkah yang ditinggalkan Yakou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengembangan Onmyou berkaitan erat dengan terjadinya bencana spiritual, dan terjadinya bencana spiritual disebabkan karena Onmyoudo yang belum dikubur dalam-dalam. Dan jika melihat akar permasalahannya, kedua hal ini telah dibawa ke dunia ini oleh seorang jenius yang sama. Ulah Tsuchimikado Yakou yang telah mencipatakan dasar komunitas sihir di Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Seorang pembawa perubahan pada dunia tentu saja akan mendapatkan perhatian yang sangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan Natsume sendiri tidak mengetahui bahwa dirinya benar-benar reinkarnasi Yakou atau bukan, dan tak ada satu orang pun yang benar-benar yakin mengenai ini. Ia memang memiliki bakat sebagai Onmyouji, namun dirinya yang saat ini masih belum bisa ditentukan sebagai persamaan Yakou. Ia tak memiliki memori masa lalu, dan tentu saja tak ada persamaan yang benar-benar dapat terlihat dari dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Dairenji Suzuka yang merupakan salah satu dari Dua Belas Pemimpin Suci percaya bahwa Natsume adalah Yakou, dan tentu saja ia bukanlah satu-satunya yang yakin akan hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akankah suatu hari nanti Natsume akan mengingat masa lalalunya dan menyadarinya bahwa dirinya selama ini adalah Yakou? Ketika hari itu benar-benar datang, perubahan apa yang akan terjadi pada Natsume? Sebagai shikigaminya, apa yang akan ia lakukan nanti?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana Harutora berpikiran demikian…… Sang kepala sekolah tiba-tiba berkata: “…Ia sangat suka bermain shogi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?” Tanya Harutora, dan Touji pun menunjukan ekspresi terkejut yang jarang terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kepala sekolah tak menghiraukannya, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun ia sebenarnya tak pandai bermain shogi, mungkin karena tak adanya bakat? Walau tak pandai dalam shogi ia senang mengajak dan menantang lawan mainnya – namun ia akan merajuk jika ia kalah, memberikan sakit kepala kepada orang yang bermain dengannya. Namun aku juga selalu bersyukur padanya yang selalu mengajarkanku cara bermain shogi. Kalau tidak, aku mungkin tak akan mengenal apa itu shogi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tersenyum nostalgia sebagaimana ia membicarakannya. Harutora kebingungan mendengarnya, namun seketika Touji sadar. Matanya pun melebar terkejut, dari bawah bandananya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kau melihat Tsuchimikado Yakou ketika ia masih hidup?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, aku masih anak-anak saat itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kepala sekolah memberitahukannya. Touji menutup mulutnya mendengar hal tersebut, namun tidak dengan Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah!? Kau bertemu Yakou?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja aku menemuinya, mungkin kalian para pemuda berpikir bahwa ia adalah seseorang dari zaman dahulu – tapi jangan lupa, itu hanya setengah abad yang lalu ketika Jepang diselimuti oleh api peperangan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun tersenyum, seolah-olah ingin menambahkan: ‘tak ada yang luar biasa mengenai hal tersebut.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun Harutora masih tak dapat menyembunyikan keterkejutannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Kepala sekolah bertemu Yakou…… Begitu, jadi masih ada orang-orang yang pernah melihat Yakou dengan mata kepala mereka sendiri……!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yakou merupakan seorang tokoh sejarah dimata Tsuchimikado Harutora, namun seseorang menyaksikan tokoh ‘sejarah’ tersebut dengan mata kepalanya sendiri. Ia pun tak bisa memungkiri atmosfer yang tiba-tiba menjadi berat disekitarnya, dan tak bisa berucap untuk beberapa saat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Namun…… berkata seperti itu bukanlah sesuatu yang luar biasa……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang dihadapannya ini telah hidup cukup lama sebelum akhirnya ia menjadi ‘Kepala Sekolah Akademi Onmyou’. Ia telah melewati masa mudanya sama seperti Yakou, mengalami perang, tumbuh dewasa, memiliki keluarga – ia benar-benar telah hidup cukup lama. Sebelumnya Harutora hanya melihat identitasnya sebagai ‘kepala sekolah’, daripada sebagai ‘Kurahashi Miyo’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala sekolah pun kemudian berbicara kepada yang Harutora: “Yakou juga seorang manusia, Harutora-san.” …Seolah-olah membaca pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tsuchimikado Yakou juga sama sepertimu, lahir di dalam keluarga Tsuchimikado, tumbuh besar di keluarga yang tradisional, dan kemudian bersinar cemerlang sebelum akhirnya ditelan oleh jaman. Hidupnya mungkin, memang tidak biasa, namun ia juga tertawa dan menangis, sama seperti orang biasa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang biasa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, tapi banyak juga orang yang tidak mengerti akan hal ini. Sebagai Tsuchimikado, mungkin kau percaya bahwa Yakou adalah penyebab dari menurunnya citra keluargamu – sebuah momok dalam komunnitas sihir, tapi kau mengetahui ini, bukan? Memang, banyak orang-orang yang beranggapan berbeda mengenai ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Beranggapan berbeda…… Apa maksudnya itu?’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada sekelompok orang yang melihat Yakou sebagai seorang pahlawan dan menggambarkannya sebagai seorang dewa…… Mereka adalah para pemuja fanatik Yakou.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memberikan tatapan bertanya kepada Touji,  mengenai hal ini yang tak pernah ia dengar sebelumnya, namun sepertinya ini juga pertama kalinya touji mendengar hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka mengabaikan sisi kemanusian dalam diri Yakou, secara membabi buta memujanya…… Sayangnya, hal mengenai Natsume pun juga terdengar oleh mereka, dan mereka telah mencoba untuk menghubungi Natsume-san sebelumnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-mereka datang mencari Natsume? Bagaimana……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak mengetahui tentang hal tersebut. Singkatnya, Natsume sedang diincar oleh sekumpulan pemuja fanatic gila tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Keadaan yang kumaksud supaya kalian terbiasa juga menyangkut hal ini. Mereka yakin bahwa rumor tersebut adalah benar. Aku tahu ini terdengar aneh, namun inilah kenyataannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala sekolah memperingatkan mereka, tegas. Harutora pun hanya terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kesan juga merupakan salah satu bentuk dari sebuah sihir…… dan juga sebuah kutukan.” Ucapnya, pelan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rumor pun juga sama. Bentuk sihir seperti ini menyihir hati manusia…… Sihir yang tak diakui oleh Onmyoudo sebagai sihir yang efektif secara kolektif disebut sebagai sihir kelas dua, namun terlepas dari kelas satu atau pun dua, sihir tetaplah sihir. Terlebih lagi, sihir-sihir kuat dan menakutkan secara ketat diklasifikasikan sebagai sihir kelas dua, tapi mungkin ini terlalu sulit untuk kalian pahami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Touji pun hanya terdiam, dan kucing yang ada dipangkuannya pun menguap, seolah-olah berkata: ‘Bagian mana yang susah untuk dimengerti?’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Harutora-san, Touji-san, kau mungkin akan menghadapi perkara sulit kedepan nanti, jadi berusahalah dan atasi masalah tersebut secara perlahan. Aku menantikan performa kalian kedepan nanti, dari diriku secara individual maupun diriku yang sebagai kepala sekolah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, sang kepala sekolah pun tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian, seolah-olah mengetahui pembicaraan sudah selesai, suara ketukan pun datang dari belakang mereka. “Permisi……” mengatakan ini, seorang pria pun menjulurkan kepalanya ke dalam ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kepala sekolah? Ini sudah melewati waktu yang sudah ditetapkan, apakah anda masih ada perlu sebentar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh astaga, aku membuatmu menunggu, maafkan aku. Kami sudah selesai disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, baguslah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laki-laki berperawakan kurus pun memasuki kantor kepala sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terlihat cukup muda, namun sepertinya tak terlalu bersemangat. Rambutnya berantakan, memakai kacamata, dan mengenakan kemeja dan dasi yang sudah lusuh yang ditutupi dengan jas murah juga celana kusut. Senyuman ringan pun muncul di wajah tirusnya, yang lebih memberikannya kesan ‘lemah’ daripada ‘ramah’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, hal yang paling menyolok darinya adalah tongkat yang ada di tangan kanannya. Ketika ia memasuki ruangan, ia menopang dirinya dengan menggunakan tongkat tersebut, berjalan maju dengan menyeret – melihat sekilas ke bawah, tongkat kayu panjang terlihat dari bagian kaki kanan celananya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu merupakan kaki palsu, dan merupakan hal yang jarang ditemui di era modern – sebuah kaki palsu vintage seperti yang biasa digunakan para bajak laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin sadar akan tatapan mereka, laki-laki tersebut tersenyum dengan ramah, mengangkat kaki kanan palsunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh? Ini? Keren, bukan? Aku guru di akademi ini, tapi aku juga seorang Onmyouji, jadi setidaknnya aku harus menaikkan pamorku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang lebih mengejutkan adalah, sang pria berbicara dengan sangat gembira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tak mengerti apayang dibanggakan olehnya – terlebih lagi, yang mereka tak mengerti adalah pamor seperti apa yang yang bisa dinaikkan oleh sebuah kaki palsu, namun sikapnya terlihat cukup antusias dan ia berbicara dengan aksen Kansai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Benar-benar orang aneh……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sadar banwa ia tak sopan, Harutora pun mengerutkan wajahnya, sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia adalah wali kelas kalian, Ohtomo Jin-sensei. Jangan menilainya berdasarkan penampilannya, dia sangatlah kompeten.” Ucap kepala &lt;br /&gt;
sekolah sambil tersenyum&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana bisa kau mengatakan itu kepala sekolah. Ah, terserahlah, memang begitulah, kuharap aku bisa menjadi guru seperti yang kalian harapkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Ohtomo menyeringai. Meskipun ia terlihat seperti orang lemah yang tak dapat diandalkan dari luar, namun senyumnya penuh semangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu ayo, semuanya menunggu kalian berdua di kelas - Kepala sekolah, kami pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo pun menganggukan kepalanya sebagai tanda hormat, membawa Harutora dan Touji keluar dari ruang kepala sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kucing pun mendengkur, seakan memperingatkan mereka untuk: ‘Bekerja keras’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidakkah itu menakutkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika mereka keluar dari ruangan dan berjalan melewati koridor, Ohtomo berbisik kepada Harutora dan Touji, seolah-olah memberitahukan rahasia buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh? Apanya yang menakutkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja kepala sekolah…… Tidakkah kau mengetahuinya? Wanita tua &lt;br /&gt;
itu memang terlihat seperti seorang kepala sekolah, tapi sebenarnya dia adalah figure penting yang berada dibalik-sisi industri ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Kau membicarakan tentang kepala sekolah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar…… Disisi lain, bukankah kau Tsuchimikado? Bagaimana kau tidak mengetahui hal sekecil ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo kebingungan, namun Harutora tak bisa berkata apa-apa, tak mengerti apa yang dimaksud olehnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan Ohtomo malah mendapatkan reaksi dari Touji yang ada disebelah Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi itu Kurahashi yang dimaksud……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gumam Touji. “Benar.” Ohtomo membenarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya dalam pembicaraan ini hanya Harutora yang tak mengerti, dan ia pun memberikan tatapan tak puas ke arah Touji. Namun, Touji hanya membalasnya dengan menatap balik yang seolah-olah berkata: ‘akan kujelaskan nanti’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian harus berhati-hati, shikigami kepala sekolah ada dimana-mana di akademi ini, jadi kau akan tertangkap jika kau coba-coba untuk membolos kelas. Tapi jika kau ingin membolos kelas karena ada urusan, kalian bisa datang kepadaku. Aku berbicara seperti ini karena aku adalah seorang spesialis, jadi aku bisa memberikanmu tips bagaimana untuk menghindari mata dan telinga kepala sekolah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guru semacam ini yang secara terang-terang berbicara tentang membolos kelas ketika pertama kali menemui muridnya terlihat seperti seorang guru yang tidak dapat diandalkan. Harutora pun hanya menjawab ‘yah’ secara acuh tak acuh, dan Touji pun hanya mengerutkan keningnya. Namun sepertinya ia memberikan reaksi seperti ini karena ia tak yakin orang macam apa sebenarnya gurunya ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimanapun, kepala sekolah telah memberitahukan situasi kalian kepadaku. Jika kau berada dalam masalah, jangan ragu untuk membicarakannya denganku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Ohtomo riang, benar-benar berbeda dengan penampilannya. Seperti yang diduga dari Akademi Onmyou, kepala sekolah dan bahkan gurunya pun unik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Dengan demikian, mungkinkah murid-murid disini juga aneh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun ternggelam dalam renungannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, ia membuka mulutnya, bertanya: “Ah, iya, sensei, bisakah aku bertanya sesuatu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah? Secepat itukah dirimu dalam masalah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, aku tak bisa menyebutnya masalah – Kepala sekolah mengatakan &lt;br /&gt;
hal aneh ketika dia pertama kali menemui kami, apakah kau tahu ‘Hishamaru’ dan ‘Kakugyouki’ itu apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Ohtomo yang mana ada didepan mereka berjalan sambil tertatih-tatih, mendengar pertanyaan tersebut. Ia pun berhenti.&lt;br /&gt;
Ia pun berbalik, wajahnya bertanya-tanya – menatap Harutora, dengan tatapan menyelidik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia mengalihkan tatapan bingungnya kearah Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji hanya mengangkat bahu, berkata: “Bukankah kau telah mendengar situasi kami? Orang ini sebenarnya adalah seorang Tsuchimikado, tapi jelasnya, dia hanyalah orang yang tidak mengetahui apa-apa tentang Onmyoudo.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ah? Bagaimana kau bisa berbicara seperti itu Touji, mungkinkah kau mengetahui hal tersebut?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanya Harutora, namun Touji hanya menjawab dengan menganggukan kepalanya. Melihat interaksi mereka berdua, Ohtomo pun hanya dapat bergumam: “……Begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, wajahnya pun berubah serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-san, Hishamaru dan Kakugyouki yang dimaksud adalah nama dari shikigami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shikigami?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, keduanya adalah shikigami milik Tsuchimikado Yakou.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tercengang, dan Ohtomo pun hanya menunjukan senyum suram yang sedikit berbeda dari sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dikatakan bahwa Yakou setidaknya memiliki ribuan shikigami, namun diantara shikigami tersebut hanya dua dari mereka yang selalu ada disisi kanan dan kiri tuannya…… Hishamaru dan Kakugyouki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shikigami……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora akhirnya mengerti maksud dari perkataan kepala sekolah yang diucapkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hishamaru dan Kakugyouki Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala sekolah bukan hanya membandingkan Natsume dengan Yakoou, namun ia juga memberikan penilaian yang sama terhadap Harutora dan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Kepala sekolah juga memercayai bahwa rumor tersebut adalah benar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udara dingin pun seolah mengusap punggungnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kedua shikigami tersebut menjadi petugas Onmyou dimasa militer jepang dulu, dan bahkan disaat perang, shikigami memiliki pangkat dan pelayanan yang luar biasa. Tapi, kekuatan dari kedua shikigami tersebut sangatlah kuat, dan mereka pun masih menjadi objek kekaguman sampai sekarang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah selesai menjelaskan, Ohtomo kembali berjalan dengan kaki lumpuhnya. Harutora dengan segera mengikuti, dan Touji dengan diam turut melangkahkan kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah penjelasan tersebut, Ohtomo yang  tadinya banyak berbicara terdiam seribu bahasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka turun dengan elevator, berjalan melewati koridor dengan petunjuk Ohtomo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama setelahnya – “Sampai.” Ohtomo berhenti didepan sebuah pintu.&lt;br /&gt;
Suara bising pun datang dari balik pintu, jelas seperti perkumpulan anak muda yang berusia setara, memberikan atmosfer khas dari sebuah ‘ruang kelas sekolah’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Ini dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora sangat familiar dengan perasaan seperti ini, walau kini ia berada diarea Akademi Onmyou yang berbeda, namun kegelisahannya menambahkan rasa tegangnya, bahkan lebih. Seperti sebuah ‘sindrom siswa pindahan’. Harutora tingal ditempat yang sama sejak ia kecil, jadi ia tak pernah mengalami berpindah sekolah sejak ia sekolah dasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun lamat-lamat memandang ke arah Touji, menyadari bahwa ia masih bersikap acuh tak acuh. Ia pun akhirnya mencoba bersikap tenang, namun ia tak bisa menyembunyikan detak jantungnya yang berdetak kencang di dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo menaruh tangannya pada gagang pintu, membalikkan badannya dan berkata sambil tersenyum: “Apa kalian sudah siap?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika pintu terbuka, suara bising tadi dengan segera mereda – yang kemudian menjadi sunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah~ Maaf telah membuat kalian menunggu, aku membawa murid baru yang kalian tunggu-tunggu~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo memasuki kelas dengan  tak peduli, dan Harutora pun mengikutinya dari belakang dengan gelisah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruang kelas tersebut cukup luas dan lebar, dan langit-langitnya pun cukup tinggi, dengan konfigurasi ruang kelas yang benar-benar berbeda dengan sekolah umum menengah atas lainnya. Lantainya berundak-undak jadi bagian belakangnya lebih tinggi dari bagian depan, dengan meja yang tetap dan kursi yang tersebar, memberikan kesan kepada Harutora seperti sebuah aula konser sederhana dibandingkan sebuah kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa lelaki dan perempuan yang berumur sama mengenakan seragam Akademi Onmyou, duduk dibarisan bangku yang berundak dan menatapnya.&lt;br /&gt;
Seragam untuk laki-laki berwarna hitam legam, dan perempuannya berwarna putih bersih. Mungkiin dikarenakan gaya desain yang unik, hal itu memberikan kesan aneh seperti sebuah kelompok gagak hitam dan putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Uwah!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan mereka tertuju padanya dari berbagai sudut di ruang kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun itu hanya sebuah tatapan , semakin banyak orang yang menatapnya semakin membuatnya terasa gugup. Ia, yang terbiasa menggunakan tameng pada dirinya dengan bersikap acuh tak acuh untuk melindungi dirinya yang pemalas, sekarang merasa seolah-olah ia dipaksa untuk melepas tameng yang biasa ia gunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, semuanya perhatikan~ kedua orang ini adalah murid ini akan bergabung dengan kelas ini mulai hari ini, Tsuchimikado Harutora dan Ato touji-san. Oke, silahkan sambutannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……A-aku Tsuchimikado Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Ato Touji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah – Hey, perkenalanmu terlalu pendek. Kesan pertama sangatlah penting, kau setidaknya harus lebih mengekspresikannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo menggelengkan kepalanya, terlihat ia sudah mulai bosan. Mungkin Touji tidak peduli dengan hal tersebut, namun Harutora merasa tak berdaya, dan ia sangat khawatir dengan tatapan yang tertuju padanya saat ini, juga murid-murid akademi yang akan ia temui nanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...’Berhati-hatilah untuk tidak ‘dimakan’.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun teringat peringatan yang diberikan Touji. Harutora tidak pernah bisa menilai tatapan seperti apa yang ditujukan olehnya – apakah tatapan tersebut berisi dengan kedengkian atau hanya rasa penasaran, atau mungkin hanya ingin mengecek wajah baru. Namun peringatan Touji terngiang-ngiang di pikirannya, dan tatapan yang tertuju padanya sepert mereka memiliki maksud jahat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang lebih penting, mampukah orang luar seperti dirinya dibandingkan dengan ruang kelas yang seperti ini, dimana berisi murid-murid yang berasal dari berbagai tempat dan telah menetapkan tujuannya untuk menjadi Onmyouji?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lututnya bergetar, gugup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenggorokannya sangatlah terasa kering.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bakatora!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Hah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia seperti mendengar seseorang berbicara, namun tentu saja itu tak &lt;br /&gt;
mungkin terjadi. Sebenarnya, ia hanya mendengar bisik-bisik para murid dan suara Ohtomo yang terdengar santai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun disaat yang bersamaan, ia juga menyadari tatapan tersebut.&lt;br /&gt;
Kedua mata yang memerhatikannya, dan tatapan hangat serta tulus yang menyertainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun membalas menatapnya – Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr2 057.png|thumbnail]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume di depan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Punggungnya tegak sebagaimana ia duduk di ujung ruang kelas tersebut, melihat lurus hanya kepadanya. Ia hanya terdiam duduk ditempatnya, ia terlihat begitu mencolok hingga ia terkejut bahwa ia tidak menyadari keberadaanya lebih dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rambut hitam halusnya diikat dengan pita merah muda, dan paras cantiknya bagaikan bunga segar yang ditempatkan di tengah sinar matahari, yang dilindungi dengan bayangan pucat mimpi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, ia juga bisa langsung melihat semangat, rasa bangga, dan sifat-sifat menakjubkan lainnya yang tersembunyi jauh didalam dirinya. Natsume juga memberikan aura unik dibandingkan dengan murid lain, seolah-olah keberadaannya berbeda dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Benar, disini……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awalnya ia berpikir bahwa tempat ini tak lain dan tak bukan merupakan tempat dimana segala musuh berkumpul, dengan tanpa satu orang pun yang tidak dikenal dan belum pernah ia temui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, itu bukanlah masalahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume ada di Akademi Onmyou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia adalah teman masa kecil Harutora, tuan yang harus ia layani sebagai shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memasuki Akademi Onmyou sama dengan datang untuk berada disisi Natsume. Tubuh dan pikirannya yang gugup pun menjadi tenang ketika ia berpikir seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, ekspresi apa itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak melakukan aksi yang mencolok, dan hanya duduk di tempat duduknya, melihat Harutora dan Touji yang ada di depan kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, mata bulatnya memancarkan kegembiraan. Wajah putihnya sedikit memerah, dan ia dapat melihat bahwa ia bernapas dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti ketika ia masih kecil – ia seperti seorang anak yang tak bisa menyembunyikan kegembiraanya ketika bertemu kembali dengan kawan lamanya. Untuk beberapa saat, Harutora lupa dengan posisinya, kemudian tersenyum kecut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setengah tahun ini, menanggung tatapan yang ditujukan kepadanya seorang diri, hingga sampai akhirnya saat ini datang – untuk menyapa kawan lamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena hal tersebut, Natsume yang biasanya bersikap tenang kini terlihat senang dan bersemangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Aku telah membuatmu menunggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora membalas tatapan Natsume dengan perasaan seperti itu. Mungkin ia terlalu berlebihan, namun ia melihat cahaya yang ada di mata Natsume semakin lama semakin cantik serta cuping hidungnya yang mengembang-kempis dengan lemah lembut. Tentu saja, jika ia bertanya nanti padanya, ia tentu akan menyangkalnya dengan wajah memerah: ‘Tidak mungkin itu terjadi!’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia benar-benar tidak terbiasa melihat cara berpakaiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teman masa kecil yang ada di depannya, tuannya, Natsume. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya saja penampilan dirinya terlihat berbeda dengan Natsume yang dikenal oleh Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis dari keluarga utama tersebut, kini mengenakan seragam hitam – seragam lelaki, rambutnya ia ikat ekor kuda. Ini merupakan kali kedua ia melihat Natsume berpakaian seperti ini dengan mata kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Jadi memang ada tradisi semacam ini……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pewaris keluarga Tsuchimikado harus bertingkah seperti seorang lelaki bagi orang yang melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sama seperti tradisi dimana ‘anggota keluarga cabang diharuskan menjadi shikigami keluarga utama’ yang Harutora jalani, sepertinya hal tersebut memanglah sebuah tradisi yang ada di keluarga utama. Natsume terikat dengan tradisi tersebut, memasuki Akademi Onmyou sebagai seorang lelaki dimana ia harus menyembunyikan identitasnya. Harutora mengetahui hal ini di hari pertama ketika ia sampai ke Tokyo – tepatnya kemarin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Bagaimana dirinya bisa tidak ketahuan, terlebih lagi ia membiarkan rambutnya tetap panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak akan memberitahukan Natsume walaupun ia diancam mati, namun untungnya tubuh rampingnya saat ini tidak terlalu ‘feminin’. Namun, wajahnya lebih kecil dibandingkan dengan seorang pria, dan jika ia berbicara dengan suara aslinya, tentu saja akan memicu banyak kecurigaan. Dan bahkan ia menggunakan pita berwarna merah muda untuk mengikat rambutnya, sepertinya ia benar-benar tidak mengerti bagaimana caranya menyamar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, penampilan natsume terlihat seperti ‘seorang perempuan yang bergaya seperti lelaki’ bagaimanapun harutora melihatnya,  memberikannya penampilan gadis sekolah menengah atas yang berusaha keras untuk berpadu dengan sekolah laki-laki, dengan pakaiannya yang sedikit tidak natural.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Mungkin itu disebabkan karena Natsume tidak memiliki teman disini.&lt;br /&gt;
Natsume yang Harutora kenal sangatlah pemalu dan kurang  bisa sosialisasi, dan ditambah dengan rumor yang menyatakan bahwa dirinya adalah reinkarnasi Yakou, ia mungkin tidak memiliki satu pun orang yang dapat dianggapnya sebagai teman, sehingga identitas aslinya tidak terbongkar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berapa lama ia bisa menyembunyikannnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume memang gadis yang berwajah androgini, namun saat ini ia baru berumur enam belas tahun dan akan menjadi lebih dan lebih feminin kedepan nanti, baik luar maupun dalam. Bisakah ia benar-benar menyembunyikan rahasianya seperti itu? Kini perasaan gelisah pun muncul di dalam hati Harutora, namun berbeda dengan yang sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka masuk satu semester lebih lambat dari yang lainnya dan mungkin mereka tidak bisa mengikuti pelajaran kelas dari awal, jadi semuanya mohon bantuannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Ohtomo dengan seringai ringan. Intinya, saat ini perkenalan telah selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, baru saja Ohtomo selesai berbicara, lengan baju seputih salju pun terangkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah tangan terangkat dari tengah-tengah kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan Harutora pun berbelok, bergerak menjauh dari Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Oh, sangat lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perempuan berseragam putih pun dengan diam mengangkat tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rambut coklatnya yang telihat sedikit ikal diikat, dengan sebagian helaian rambut yang membingkai wajahnya. Tatapannya jelas dan tajam, bulu matanya panjang dan lentik, dan bibirnya yang diberikan sedikit sentuhan lipstick, serasi dengan kulit sehatnya dan memberikan kesan imut namun tak berlebihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajahnya mungil, tidak kalah dengan Natsume, dan tubuhnya jauh lebih terlihat anggun. Dibandingkan dengan Natsume yang androgini, ia sungguhlah gadis cantik yang feminin, dan tak akn sulit untuk membandingkannya sebagai anggota grup idol －atau bahkan leadernya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohtomo-sensei, aku punya pertanyaan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu bertanya dengan suara khas perempuannya. Ohtomo, dengan senang meresponnya: “Kyouko-kun?” sepertinya namanya adalah Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Silakanlah bertanya, seperti tiga ukurannya…… tidak, abaikan tiga ukuran laki-laki, coba tanya mengenai kesukaaannya atau tentang punya tidaknya ia seorang pacar……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidakkah ia menjawab sedikit sembarang? Harutora menatap Ohtomo dengan tidak setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidakkah ini aneh untuknya dengan tiba-tiba pindah ke sekolah ini di waktu yang seperti ini? Itu melanggar peraturan Akademi Onmyou. Bukankah seharusnya mereka harus menunggu sampai tahun depan untuk masuk ke sekolah ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapan gadis itu – Kyouko – bagai panah yang tepat sasaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdengar jelas nada bicaranya menunjukan ketidaksukaannya – Tidak, bukan ketidaksukaan yang jahat, namun rasa kesal atas &lt;br /&gt;
ketidaksukaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Ah, orang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu orang telah muncul, pikir Harutora. Touji sudah lama menduga akan ada murid yang bereaksi seperti ini. Harutora pun semakin gugup, namun senyum dingin malah muncul dari wajah Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, sikap Ohtomo masih terlihat santai, tanpa adanya rasa malu pada ekspresinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, sebenarnya situasinya sedikit rumit, memaksa mereka untuk masuk akademi diwaktu yang tak biasa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisakah aku bertanya situasi macam apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tahu, situasi yang seperti itulah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah itu situasi yang tak bisa dipublikasikan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo tersenyum dari bawah, dan wajah Kyouko pun dengan segera memerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami berusaha untuk masuk Akademi Onmyou dengan berusaha sekeras mungkin dalam ujian yang hanya diadakan satu tahun sekali! Bagaimana orang itu dengan mudahnya masuk hanya karena sebuah alasan yang tidak bisa dipublikasikan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka juga mengerjakan ujian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walaupun begitu, bukankah ujian tersebut terlihat dibuat khusus untuk &lt;br /&gt;
mereka? Itu tidak adil sama sekali!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada akhirnya, keberuntungan juga termasuk bentuk dari suatu kekuatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong jangan abaikan aku dengan candaan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko menegurnya, kesal. Lalu, ia menarik napasnya dalam seolah-olah Ohtomo memaksanya untuk melakukan seperti itu, menenangkan dirinya.&lt;br /&gt;
Walaupun hanya sementara, tatapan Kyouko yang bertaut dengan Ohtomo tiba-tiba terarah pada Harutora. Tatapan mereka bertemu, dan dengan segera ia melepas tatapannya, ekspresi tak suka pun terpapar dengan jelas, yang kemudian ia kembali menatap Ohtomo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia bertanya, dengan tenang dan suara yang keras: “……Apakah karena ia seorang Tsuchimikado?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika suasana ruang kelas menegang karena perkataan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anggota keluarga Tsuchimikado bisa mendapatkan pelayanan khusus? Tidakkah itu tidak adil?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Seperti yang diduga……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua terjadi seperti yang telah diduga Touji. Harutora pun dengn segera menjadi pusat perhatian, dan ia rasanya tak bisa untuk tak ingin menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melirik sekilas pada tatapan yang diberikan oleh Touji, keduanya pun saling bersitatap satu sama lain. Ia tahu tanpa harus bertanya tentu saja tatapannya adalah tatapan mengejek, seolah berkata ‘kau cukup disambut rupanya’. Jika dipikir baik-baik, walaupun Touji bukanlah seorang Tsuchimikado, seharusnya ia merasa bermasalah dengan diskusi tersebut, namun tatapan senang yang muncul ketika masalah datang. Benar-benar tak peduli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Namun……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukannya ia tak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Kyouko. Pelayanan khusus yang didapatkan Harutora dan Touji akan terlihat tidak menyenangkan bagi murid yang bersusah payah dalam menyiapkan persiapan ujian masuk Akademi Onmyou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, meskipun ia tahu ketidaksukaannya sampai-sampai ia harus menantangnya di depan kelas seperti ini, Harutora benar-benar tak tahu bagaimana harus meresponnya, dan mungkin akan lebih mudah jika ia mempermasalahkan hal tersebut dengannya secara pribadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Apa yang harus ia lakukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika nama Tsuchimikado disebutkan, bisik-bisik dalam kelas pun terhenti. Ohtomo bergumam lirih, bingung bagaimana harus menanggapi. Bagaimanapun juga, ia harus meluruskan pernyataan tidak adil tersebut! Pikir harutora, namun mungkin laki-laki itu merasa kalau ini terlihat cukup menarik. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya kini semua bergantung padanya. Ketika Harutora berpikiran seperti itu……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan berlebihan.” Sebuah suara pun memecah keheningan suasana kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara itu datang dari Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berdiri, tangannya diletakkan di atas meja. Bukan hanya Harutora yang terlihat terkejut, dimana Kyouko dan seisi kelas pun juga terkejut. Semua yang ada di kelas – termasuk Ohtomo – melihat ke sumber suara dengan terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Natsume tak menghiraukan reaksi yang ada disekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurahashi Kyouko, bisakah aku mengetahui alasanmu mengungkit-ungkit nama Tsuchimikado? Sebagai sesama Tsuchimikado, aku harus mengklarifikasi bahwa keluarga Tsuchimikado sama sekali tidak mendapatkan pelayanan khusus dari Akademi Onmyou. Jika kau hanya mengatakannya secara sembarang, maka itu merupakan sebuah penghinaan besar untuk keluarga Tsuchimikado. Tolong tarik ucapanmu dan minta maaf kepadanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya terdengar tegas namun tidak benar-benar kasar, seperti sebuah asahan pisau tajam. Seisi kelas pun terdiam, seluruh murid menahan napasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan komentar Natsume yang demikian, wajah Kyouko pun kehilangan warnanya, bagaikan ia telah menerima sebuah serangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ia tak mau mengalah mengenai hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ba-bagaimanapun juga, tolong jelaskan situasinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia malah bersikap ofensif, menantang Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada penjelasan yang meyakinkan! Jika kau tidak dapat menjelaskan, bukankah kebanyakan orang akan mengira-ngira bahwa kekuatan dari keluarga Tsuchimikado mungkin saja berada dibaliknya? Juga—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko tiba-tiba berdiri, menatap Natsume sambil menunjuk Harutora yang berada di podium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora baru saja ingin berbicara, namun didahului oleh Kyouko yang lanjut berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume-kun, bukankah ia adalah shikigamimu? Kau mungkin saja membiarkannya masuk ke Akademi Onmyou untuk membuat shikigamimu agar bisa bersamamu – tidakkah orang-orang akan mengira seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapan Kyouko pun menimbulkan bisik-bisik yang tadi terhenti muncul kembali, dan Harutora terkejut. Selama ini ia berpikir bahwa hanya Natsume, Touji dan dirinyalah yang mengetahui hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah itu terlalu kuno untuk membuat manusia sebagai shikigami, tapi hal itu sepertinya sesuatu yang akan dilakukan oleh seorang Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Kyouko, sengaja memberikan senyum dingin. Penampilan yang mengesankan yang tak bisa dianggap enteng bagaimanapun juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun Natsume tidaklah kalah dalam hal mengesankan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak masuk akal. Memang Harutora adalah shikigamiku, namun tak ada hal yang membuktikan bahwa ia melakukan hal curang untuk memasuki Akademi Onmyou. Bukankah itu wajar? Lagipula, mengapa juga Akademi Onmyou mau untuk melakukan pelayanan khusus pada murid biasa? Dia adalah shikigamiku, itu mungkin alasan mengapa ia masuk, namun itu tak ada hubungannya dengan kenapa ia baru masuk sekarang. Cukup sudah dengan omong kosongmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume terdengar rasional dan tak beremosi. Kyouko pun menyerang kembali, tak membiarkan Natsume pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya murid biasa? Kau adalah pewaris dari keluarga Tsuchimikado—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu biarku luruskan sendiri berdasar dengan ucapanmu. Untuk ‘pewaris keluarga Tsuchimikado’, bukan? Apakah kau percaya jika fasilitas  pelatihan terkemuka Onmyouji senasional akan memberikan pertolongan khusus pada siswa yang tak pantas dan malah akan menghancurkan repitasinya sendiri nanti? Kau seharusnya juga tahu bahwa keluarga Tsuchimikado saat ini mengalami penurunan. Jika kau benar-benar meragukannya, mungkin keluargamu sendirilah yang harusnya patut dicurigakan, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Natsume, dingin. Dan wajah Kyouko pun memucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Intinya, seperti yang kukatakan, rahasia apa yang membuatnya harus masuk di waktu yang ganjil seperti ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidakkah kau mendengar apa kata sensei? Sensei telah bilang kalau ia tak dapat menginformasikannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tak bisa menerima itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu bukan pilihanmu. Terlebih lagi, mau kau menerimanya atau tidak, itu bukanlah urusan kami ataupun  Akademi Onmyou. Masalah ini tak ada hubungannya denganmu, dan kau tak ada hak untuk tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika kau menghalangi jalannya kelas ini dengan spekulasi tak mendasar lagi, kusarankan sebaiknya kau keluar dari kelas. Akademi Onmyou adalah tempat untuk belajar Onmyodou, jadi jangan gunakan sebagai alat untuk memuaskan keinginanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan telinga observer dari sudut pandang ketiga seperti Harutora, ini adalah celaan terang-terangan. Walaupun ia merasa senang kalau Natsume membelanya seperti itu, ia tak bisa untuk tidak tercengang dan berpikir: ‘tak heran jika orang ini tak memiliki teman.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Terlebih lagi idiot itu menganggap dirinya telah ‘menang’, dan menunjukan tatapan penuh kemenangan……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun Natsume berpura-pura bersikap tenang, Harutora dapat melihat dengan sekilas kalau ia terlihat bersemangat mengenai hal ini. Khususnya, adu lidah yang ia telah berikan untuk membela Harutora terlihat memberikan efek yang berbeda dari yang ia kira, sama seperti halnya membuatkannya sekelompok musuh saat ia memasuki akademi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun melihat ke arah Ohtomo seolah-olah ia teringat sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kau tak akan menghentikan mereka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah? ……Oh ya! Aku lupa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guru ini bukan hanya tak dapat diandalkan, ia bahkan tak memerhatikan apapun. Harutora pun mencoba melirik ke arah teman satu-satunya, Touji.  Meskipun Touji sengaja menunjukan sikap acuh tak acuh, ekspresinya menunjukan kegembiraan yang tersembunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masa yang akan datang akan sulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora melihat kedua gadis yang sedang berargumen dan mampu &lt;br /&gt;
menimbulkan suati percikan – salah satu dari mereka adalah perempuan yang mengenakan seragam lelaki – dan merasakan masa depan yang suram terbentang dihadapannya.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_1&amp;diff=513127</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 1</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_1&amp;diff=513127"/>
		<updated>2017-02-17T08:20:48Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Bagian 2 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 1 – Gagak Muda Akademi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tsuchimikado Yakou memiliki dua pelayan, yang akan membantunya, juga melindunginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang satu bernama Hishamaru, dan satu lagi bernama Kakugyouki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
Ia mengetahui bahwa itu dirinya, hanya dalam pandangan pertama. Momen dimana ia pertama kali melihatnya, ia tak bisa mengontrol detak jantungnya yang berdegup kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketampanannya, fitur wajahnya yang tepat, helaian rambut hitam legamnya yang hampir menyerupai seorang perempuan, dan khususnya auranya yang sangat kuat… Ia sangatlah independen, pendiam, tetapi sangatlah sulit untuk menyembunyikan kehadirannya yang aristrokat dan bermartabat.&lt;br /&gt;
Tiap-tiap murid di Akademi Onmyou memiliki bakatnya masing-masing dalam setiap bidang sihir, tetapi orang ini mengungguli mereka semua. Keberadaanya masih menjadi yang terkuat dikalangan murid-murid baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keturunan dari Onmyouji terhebat Abe no Seimei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pewaris utama Onmyoudou Keluarga Tsuchimikado.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reinkarnasi dari perwujudan Tsuchimikado Yakou – yang dimana dikatakan bahwa ia merupakan leluhur dari Onmyoudou modern, dan menjadi hal yang tabu untuk dibicarakan dalam komunitas sihir – Tsuchimikado Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada satu pun di ruangan kelas ini yang mengetahui latar belakang hidupnya, ia pun menjadi pusat perhatian, namun di saat yang bersamaan tak ada yang berani mengekspresikan keinginannya untuk mengambil insiatif untuk mendekatinya, sehingga keberadaannya menjadi sebuah momok tersendiri. Ia terlihat seperti sudah menyadari keadaan disekitarnya juga posisinya sejak awal, sehingga dengan sengaja ia menjauhkan diri dari yang lainnya, selalu menunjukan sikap yang meninggikan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia selalu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin memang sudah seperti itu di kehidupan masa lalunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Yah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, ketika ia duduk didepannya, ia tahu bahwa setiap murid yang ada di ruangan kelasnya menarik napas, menunggu suatu hal terjadi , namun ia tak peduli.  Walaupun jika semua murid akan menjauhinya nanti, ia akan tetap menemaninya. Ia telah memutuskannya sejak mereka telah berjanji bertahun-tahun lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihat seseorang mendekatinya, ia pun mengangkat kepalanya. Melihat sekilas, senyumannya terlihat cantik bahkan tak terlihat seperti senyuman seorang lelaki, menjadi sebuah perbedaan besar atas impresi pada dirinya di masa lalu, tetapi mungkin apa yang telah berubah adalah kenangannya yang tersamar-samar di dalam hatinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Detak jantungnya pun bedegup dengan kencangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun tersenyum dengan riangnya, berharap hal itu dapat menyembunyikan detak jantungnya yang berdegup kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“La-lama tak bertemu, Natsume-kun…… Apa kau masih mengingatku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa ragu dan waspada pun ditunjukan oleh sepasang mata yang kini menatapnya, yang terlihat seperti bahwa ia mungkin tidak mengingatnya sama sekali. Tidak, mungkin saja ia tidak mengenalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berusaha semampunya untuk menekan rasa khawatir dan antisipasi yang bergemuruh di dalam hatinya, dan berkata: “Aku Kurahashi Kyouko, dari keluarga Kurahashi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia sadar di dalam hatinya bahwa ingatan ini hanyalah sebuah memori masa kecilnya bertahun-tahun lalu. Walaupun begitu, memori tersebut tetaplah memori yang tidak dapat dilupakannya, mungkin ia tidak merasa sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun ia tetap berdoa, berharap bahwa ia sama dengan dirinya, berharap bahwa ia masih mengingat kejadian satu-kali-seumur-hidup tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun ketika ia membuka mulutnya untu berkata ‘Ah, ternyata kau—‘, untuk suatu alasana wajahnya pun memucat, dan nadanya pun terkesan terburu-buru, seola-olah ia mencoba untuk meluruskan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya terdengar sangat melengking dan jelas, seperti seorang perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya pun tiba-tiba berubah dari apa yang ada di kenangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“K-kau dari keluarga Kurahashi – benar? Apa yang kau butuhkan dariku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya terdengar sedikit kesal, bahkan marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia benar-benar telah lupa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa menyalahkan dirinya. Ia mengerti hatinya, tetapi tentu saja ia tetap terkejut mendengarnya. Terutama sikapnya yang dingin dan tatapan yang tertuju padanya seperti ketika ia sedang melihat musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun lama ia telah sadari bahwa mungkin ia telah lupa, tatapan serta sikapnya yang dingin merupakan hal diluar dugaannya. Ia pun mencoba untuk mengontrol emosinya, secara tak sadar menutup mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keheningan tersebut seolah seperti ujung pisau yang menguliti kulitnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terlihat kebingungan ditengah-tengah keheningan tersebut, lalu memiringkan pandangannya ke salah satu sisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“J-Jika tak ada, bisakah kau pergi? Aku ingin – Biarkan aku sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun berdiri dari duduknya, setelah berkata seperti itu, pergi meninggalkannya seolah-olah ia ingin kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak mengejar dirinya, namun berdiri terdiam sambil mencoba menghiraukan tatapan murid-murid di kelasnya, pikirannya terasa kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia mendaftarkan dirinya di akademi ini, ia tak pernah memimpikan adegan seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, inilah reuni yang telah terjadi padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
“Hah, disini? Apa ini gedungnya? Apa benar-benar disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tsuchimikado Harutora pun ternganga tak percaya sambil melihat dengan teliti gedung nan tinggi di hadapannya. Teman baiknya Ato Touji menunjukan sedikit rasa penasaran di sebelahnya, menaikkan pandangannya untuk melihat gedung yang ada di depannya dari balik bandana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr2 013.png|thumbnail]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keeleganan dan juga seni yang ditawarkan sungguhlah memberikan kesan yang berbeda dari gedung-gedung lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Batu granit yang berkilau di bagian luar dindingnya adalah asli, bingkai jendela yang tersusun rapi pun dicat dengan warna scarlet cerah untuk menambahkan kesan indah dalam penampakan eksteriornya, menciptakan kesan yang menyeluruh. Bangunan tersebut disajikan dengan gaya modern namun juga menampilkan suasana khidmat sebuah kuil di saat yang bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lembaga yang mengembangkan banyak Onmyouji Nasional, Akademi Onmyou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gedung sekolah Akademi Onmyou terlihat sangat tinggi di hadapan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kudengar ini adalah sebuah ‘Akademi’, jadi aku pikir itu akan terlihat sangat tua, dan yang lebih penting, bukankah ini sebuah sekolah yang bersejarah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akademi Onmyou memang telah berdiri setengah abad yang lalu, tapi ini adalah gedung sekolah baru yang baru saja selesai tahun lalu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan kata lain, apapun yang ada didalamnya adalah peralatan baru? Pemasukan Onmyouji ternyata bagus juga, ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tak mengetahui itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan Harutora yang sedikit terkejut, Touji selalulah seperti biasa, menjawab seadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keduanya kini berdiri didepan gedung akademi, menggunakan seragam yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, seragam yang mereka gunakan sedikit berbeda dengan seragam yang kebanyakan murid lain pakai, dimana mereka memakai seragam yang jauh lebih gelap – warna hitam bulu burung – yang dimodelkan dengan pakaian era setelah Heian dengan sedikit perubahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mengenakan pakaian seragam Akademi Onmyou, dan mulai hari ini mereka akan menjadi murid dari Akademi Onmyou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku masih merasa seperti orang luar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sebaiknya menyiapkan hatimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah lama siap menjadi seorang Onmyouji…… mungkin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kau sedang membenarkan dirimu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan dingin Touji membalasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah tubuh Touji yang memang terlihat cocok atau memang seragamnya yang memang khusus dibuat untuk orang-orang tinggi, tapi Touji terlihat mencolok ketika pertama kali ia mengenakan seragam Akademi Onmyou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan disisi lain, Harutora yang masih tidak terbiasa dan merasa gellisah dengan seragam barunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena sekarang aku memiliki kemampuan untuk melihat roh dan juga Natsume shikigami, tentu saja aku telah mempersiapkan diriku.  Atau mungkin aku harus mengatakan aku tak punya pilihan selain menerima takdirku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak sadar, ia merasakan tekanan halus dimata kirinya ketika ia mengatakan hal tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dimata kiri Harutora terdapat sebuah pentagram yang menyerupai tato. Itu merupakan bukti bahwa ia telah berjanji untuk menjadi shikigami Natsume – dapat dikatakan bahwa itu adalah tanda dari manteranya.&lt;br /&gt;
Harutora dan Natsume telah dilahirkan di dalam keluarga Onmyoudou bersejarah – Keluarga Tsuchimikado. Mereka telah menjadi teman masa kecil ketika mereka masih kecil. Shikigami dapat dideskripsikan sebagai ‘pelayan’ yang melayani Onmyouji, dan dalam tradisi keluarga Tsuchimikado, anggota keluarga cabang akan menjadi shikigami untuk melayani keluarga utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, anggota keluarga cabang Harutora tidak memiliki kualifikasi untuk menjadi seorang shikigami, tidak seperti anggota keluarga utama Natsume yang telah menunjukan bakatnya sejak kecil. Karena ia tak pernah mengembangkan kemampuannya untuk melihat aura – kemampuan melihat roh – jadi ia menghiraukan tradisi yang mengharuskan dirinya untuk menjadi shikigami Natsume, menjadi siswa sekolah menengah atas biasa yang memelajari hal-hal yang biasa dipelajari siswa sekolah menengah atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, di suatu hari musim panas – yang sebenarnya tak lebih dari setengah bulan yang lalu – Harutora ditarik oleh seorang Onmyouji-yang menyebabkan masalah dan membuatnya kehilangan teman baiknya. Jadi untuk membalaskan dendam temannya, ia menjadi shikigami Natsume, dan memutuskan untuk mengambil jalan sebagai seorang Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai penerus keluarga utama, Natsume telah mendaftar di Akademi Onmyou setelah ia lulus dari sekolah menengah pertama, tetapi Harutora baru mengikuti langkah setelah setengah tahun yang lalu dan baru mendaftar akademi hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”……Waktu itu sangatlah sibuk. Setelah semuanya selesai, aku dengan segera menyiapkan diri untuk ujian masuk, dan pada saat aku benar-benar bisa masuk Akademi Onmyou untuk menjadi seorang Onmyouji, semuanya terasa seperti mimpi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau terlihat ketakutan dimataku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak bisakah kau mengatakannya lebih baik?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluarga Tsuchimmikado sebenarnya merupakan puncak dari Onmyouji Nasional di masa lalu, namun itu dulu sebelum sekarang keadaan memburuk, kehilangan masa jaya, tugas dan tanggung jawabnya. Walaupun ayahnya seorang Dokter Onmyou, Harutora sendiri memilih jalan yang berbeda dari dunia Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai setengah bulan yang lalu, ketika takdirnya menyimpang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, ia telah pindah ke Tokyo, mengenakan seragam Akademi Onmyou, dan berdiri didepan gedung Akademi Onmyou. Perubahan lingkungan yang tiba-tiba – atau bahkan dalam ‘hidupnya’ – masih membuatnya kebingungan, terlepas dari berapa banyak ia menetapkan hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Merupakan perjalanan panjang untuk sampai kesini……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kau baru saja sampai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban Touji tak acuh seperti biasa, kontras dengan Harutora yang perasaaan campur aduk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbicara mengenai Touji, ia juga ikut pindah ke Akademi Onmyou, namun keadaaannya berbebeda dengan keadaan Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dulu, Touji pernah terlibat dalam bencana yang disebabkan oleh roh – lebih dikenal dengan, bencana spiritual – dan dikarenakan efek samping yang masih ia derita sampai saat ini, ia harus menjalani pengobatan oleh dokter Onmyou……yang mana adalah ayah Harutora. Terpengaruh oleh keputusan Harutora untuk memasuki dunia Onmyouji, ia juga bercita-cita menjadi Onmyouji bersama Harutora, agar dapat mengurusi dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita baru saja berdiri di garis awal, jadi ini terlalu cepat untuk merasa takut…… Juga, Harutora, sepertinya kau masih belum mengerti posisimu sama sekali. Jika kau tidak berhati-hati, kau bisa saja ‘dimakan’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Apa yang kau maksud ‘dimakan’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengerutkan dahinya ketika mendengar kalimat yang terdengar &lt;br /&gt;
seperti sebuah ancaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menyeringai, menunjukan senyum congkaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar baik-baik. Meskipun kau dari keluarga cabang, kau terlahir sebagai Tsuchimikado. Ini adalah Akademi Onmyou, siswa-siswi yang bertemu dan berkumpul dari berbagai tempat untuk menjadi seorang Onmyouji. Ini berbeda dari sekolah kita sebelumnya, dan semua orang akan langsung bereaksi ketika mendengar namamu. Tempat ini mungkin sudah gempar atas kepindahanmu, dan kau pastinya akan mendapatkan banyak perhatian bahkan sebelum kau memasuki akademi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-Tapi, Natsume juga ada disini. semenjak ahli waris keluarga utama memasuki akademi, meski anggota keluarga cabang sepertiku datang sekarang pun......”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan naif!” Dengan cepat Touji menyela, merespon tanggapan gugup Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pikirkanlah baik-baik, bagaimana posisi seorang pewaris utama di Akademi Onmyou? Ia merupakan pewaris selanjutnya untuk keluarga Tsuchimikado, dan dijuluki sebagai ‘prodigi’. Tidakkah kau berpikir bahwa dia sangat terkenal dan dikagumi oleh semuanya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, itu, itu masuk akal…..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan sekarang kau, seorang anggota keluarga cabang daripada anggota &lt;br /&gt;
keluarga, tiba-tiba pindah ke Akademi Onmyou – dan juga diwaktu yang ganjil ini. Bagaimanapun, tidak ada yang tidak mengetahui nama Tsuchimaikado dalam bidang ini, dan terlebih lagi nama yang terkenal ‘cukup buruk’, jadi respon mereka mungkin tidak akan terlalu ramah. Masuk akal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, tapi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akan ada orang yang memang ingin tahu atau penasaran terhadap &lt;br /&gt;
keluarga Tsuchimikado, tapi akan ada juga mereka yang cemburu, juga orang-orang yang berencana untuk mennunjukan kemampuan mereka dengan mengalahkan seorang Tsuchimikado, bahkan idiot yang mencoba mendekatkan diri padamu…… Dengan itu, akan ada orang yang berpikiran ‘dikarenakan sang jenius dari keluarga utama tak bisa didekati, aku harus mencoba untuk mendekati orang baru dari keluarga cabang’ – tidakkah akan begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora ingin sekali menyangkalnya dengan berteriak ‘tidak kau salah’, namun bukan saja ia tidak bisa menyangkalnya, bahkan ia percaya bahwa kemungkinan seperti itu akan terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Onmyouji merupakan sebuah profesi yang dikenal sebagai pembasmi-bencana-spiritual di era modern.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun demikian, Onmyouji tetaplah pekerjaan yang tak biasa. Untuk memenuhi persyaratannya, komunitas Onmyouji sangatlah eksklusif dan tertutup. Walaupun ini tak membatasi Onmyouji yang sedang berlatih, namun ini berlaku untuk para siswa atau trainee yang mendalami dunia Onmyouji, seperti Harutora dan Touji yang saat ini akan memulai langkahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa disengaja, Harutora merasa kesialannya akan meningkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi aku hanyalah orang luar!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa pentingnya itu, jika yang mereka pedulikan hanyalah nama Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Touji tenang pada Harutora yang gugup dan memucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teman Harutora yang satu ini dulunya adalah seorang preman jalanan.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilannya memang terlihat seperti orang yang tidak berperasaan, namun sebenarnya Touji adalah orang yang baik. Harutora yakin bahwa Touji akan menolongnya jika ia dalam bahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, tak perlu takut, kau pasti akan baik-baik saja, Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Setidaknya itu adalah kalimat yang cukup meyakinkan yang telah kau katakan ditahun ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menatap dengan curiga ke arah Touji. Rasa khawatir juga kebingungan yang awalnya ia coba hiraukan kini menjadi sebuah perasaan yang nyata akan tekanan dan bahaya oleh ucapan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun ia adalah shikigami Natsume, sebenarnya itu hanyalah sebuah nama, dan sebetulnya ia hanya membuat janji belaka tanpa adanya sebuah kontrak sihir, jadi kekuatan spiritualnya tidak terlalu meningkat. Ia masih orang luar, seperti dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku hanya bisa menjalaninya.” BIsik Harutora, sekai lagi melihat gedung Akademi Onmyou yang menjulang tinggi dihadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah berjanji pada Natsume. Juga—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tunggu dan lihatlah, Hokuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gumam Harutora pada teman yang kini telah menghilang tanpa jejak – namun masih ada disuatu tempat diluar sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Seragam ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kuharap aku bisa menunjukannya kepada Hokuto.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………Kuharap.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk suatu alasan, Touji menjawab cukup lama, dengan rasa bahagia, tak berdaya, rasa bersalah, dan sebuah senyum masam yang tercampur dengan halus didalam ekspresinya. Terlihat kompleks, namun Harutora tak menghiraukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, tak ada gunanya kita membuang waktu disini, ayo!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berucap seperti itu, Harutora dan Touji dengan segera memasuki pintu masuk akademi bersama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada dua pasang pintu otomatis yang diletakkan dipintu masuk Akademi Onmyou, dengan pengaturan yang lebih mirip dengan gedung perusahaan fashionable daripada sebuah sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang diharapkan dari Akademi Onmyou, mantera penjagaan mereka benar-benar hebat.” Ucap Touji tiba-tiba didepan pintu, dan Harutora pun menjawab dengan mengiyakan, menunjukan persetujuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan Touji tidak bermaksud pada penjagaan pada biasanya, namun lebih ke mantera penjagaan magis. Dasar dari sebuah sihir adalah untuk memanipulasi aura yang ada disekitar. Aura yang ada didalam gedung Akademi Onmyou jauh lebih stabil dibandingkan diluar gedung. Meskipun ia tidak mengerti bagaimana hal itu terjadi, namun sepertinya itu merupakan mekanisme yang dibuat oleh sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume telah memberikan mantera pada Harutora yang memberikan kemampuan untuk melihat roh, ketika Natsume membuat Harutora yang awalnya tidak sensitive dengan roh menjadi shikigami Natsume, dengan begitu ia juga mampu merasakan ‘mantera penjagaan’ yang dimaksud Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, tempat Natsume juga terasa seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, lupakan mansion keluarga utama, semua gedung-gedung besar sekarang juga dilengkapi dengan sistem penjagaan terhadap sihir seperti ini, dikarenakan selalu adanya bencana spiritual di Tokyo saat ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata demikian, Touji berjalan melewati pintu otomatis pertama, dan tiba-tiba dengan segera ia berhenti tepat ketika pintu kedua terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Komainu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat patung batu yang terlihat seperti anjing atau singa yang dipajang disisi kiri dan kanan pintu otomatis tersebut, sama seperti bentuk dan gaya komainu yang ada dikuil-kuil. Sekilas, pajangan komainu ini tidak terlihat cocok dengan gaya modern yang diberikan oleh gedung tersebut, namun terlihat sangat padu dengan gedung tersebut setelah dilihat cukup lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, ini lumayan cocok untuk suasana Akademi Onmyou.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan memegangnya sembarangan, mungkin saja mereka menggigit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haha, ini adalah Akademi Onmyou, jadi tak heran jika mereka bisa bergerak atau berbicara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, tentu aku bisa bergerak, dan juga berbicara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cakap komainu, menggerakkan tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak sadar, Harutora melompat kebelakang, dan bahkan Touji yang awalnya hanya bercanda pun melebarkan matanya, terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-itu bergerak! Benda ini benar-benar berbicara!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kau terlihat sangat panik, bukankah kau baru saja bilang kalau tak heran jika kami bisa bergerak atapun berbicara?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab komainu dengan santai, kontras dengan Harutora yang masih terkejut. Benda itu berbicara dengan suara berat, dan komainu lainnya menganggukan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menenangkan dirinya dan menatap komainu tersebut, bertanya: “……Shikigami?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, tapi jangan  pikir bahwa kami hanyalah shikigami biasa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami adalah shikigami personal tingkat tinggi yang ditanamkan sihir kepala sekolah sendiri, dengan nama Alpha dan Omega. Kami telah ditunjuk sebagai penjaga disini oleh master kami sejak Akademi Onmyou dibuka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua komainu berdiri dengan gagahnya. Meskipun dari luar terlihat seperti patung batu, sepertinya mereka memliki kemampuan untuk melentur dan membungkuk&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang mana Alpha, dan yang mana Omega?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Alpha.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Omega.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komainu yang ada disisi kanan dan kiri Harutora menjawab dengan bergantian, jadi dengan kata lain komainu yag ada disisi kanannya adalah Alpha, dan yang satunya lagi adalah Omega. Seseorang akan melihat dengan seksama bahwa ada tanduk pendek yang tumbuh dari kepala Omega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa disadari Harutora menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hebat, bahkan keluarga Natsume tidak memiliki benda seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau sebut benda, bocah? Jangan kasar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shikigami seperti ini memang sangatlah jarang, dan bahkan mereka bisa &lt;br /&gt;
tinggal disini walaupun mereka adalah shikigami kepala sekolah, benar? &lt;br /&gt;
Mungkinkah kalian dibuat semacam dengan tipe mekanik?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, kau cukup berpengatahuan. Namun, memiliki pengetahuan seperti itu merupakan hal yang natural dikarenakan kau adalah murid disekolah ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua komainu menjawab Harutora dan Touji dengan sikap yang cukup ramah, walaupun mereka menggunakan bahasa yang kaku dan arogan, mungkin kepribadiannya ternyata malah cukup ramah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sempat berpikir bahwa aku datang untuk interview disebuah perusahaan, tapi sekarang tiba-tiba menjadi sebuah sekolah sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya kita akan menemukan beberapa hal yang sama seperti ini, cukup menarik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menyeringai pada Harutora yang hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar perkataan temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, sang Alpha pun membenarkan posturnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kami telah mendengar tentang urusan kalian, tapi kami harus menyelesaikan tugas yang diberikan. Pertama, sebutkan namamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, oke, Aku Tsuchimikado Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Ato Touji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua menyebutkan nama mereka dengan lancar, dan kedua komainu tersebut menjadi diam tak bergerak seolah-olah mereka kembali menjadi patung batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, keadaan tersebut tidak berlangsung lama, dan setelah jeda sesaat, komainu tersebut membuka mulutnya kembali:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aura dan bentuk suara dari Tsuchimikado Harutora dan Ato Touji telah dikonfirmasi dan terekam.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selamat datang di Akademi Onmyou. Belajarlah dengan sesama murid-murid lainnya untuk saling memperbaiki dan menjadi Onmyouji yang hebat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Alpha dan Omega dengan suara serius, dan sepertinya Harutora dan Touji telah mendapatkan izin untuk memasuki sistem keamanan sihir sekolah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami juga telah merekam shikigami, tapi lain kali kau harus &lt;br /&gt;
menyebutkan namamu sendiri…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Alpha menambahkan kalimat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora hampir saja lompat karena terkejut, menoleh ke belakang menatap ke arah Touji dan mengecek apa yang ia dengar salah atau tidak. Namun, Touji hanya mengangkat bahunya, juga kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun menatap kembali sang Alpha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau bilang shikigamiku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shikigamiku telah terekam? Apa maksudnya? Aku tak memiliki shikigami apapun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tahu dengan sangat bahwa dia adalah orang luar, dan tentu saja ini merupakan sebuah keajaiban mengetahui bahwa sekarang ia telah masuk di Akademi Onmyou. Tentu saja ia tak pernah memiliki shikigaminya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora, mungkin yang ia maksud adalah dirimu yang menjadi shikigami Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah? Tapi cara ia mengatakannya terdengar aneh. Alpha, bisakah kau ulangi dengan jelas?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alpha membuka mulutnya, ingin menjawab pertanyaan Harutora—“Tunggu.” Namun Omega menyela percakapan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Omega tak bergerak sedikit pun seperti sebelumnya, seperti roh yang telah melayang pergi, kemudian bergerak kembali setelah jeda tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, mereka adalah patung komainu, jadi tak ada perubahan yang signifikan pada ekspresi yang ditunjukan wajah Omega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun tetap menginformasikan Harutora dan Touji dengan nada yang hati-&lt;br /&gt;
hati dan tersusun:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tuan kami telah memberitahu kami bahwa kalian segera menuju ke ruangan kepala sekolah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah itu mereka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bersandar pada dinding, berdiri pada titik buta yang ada dikoridor lantai satu yang dimana tak terlihat dari pintu masuk, dan memerhatikan kedua murid yang memasuki elevator dengan tatapan tertarik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tampang yang membosankan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan berkata seperti itu, mari kita lihat terlebih dulu apa yang akan terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum ringan pun muncul dari bibirnya, lalu ia menarik tubuhnya dari dinding, perlahan pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kantor kepala sekolah terdapat dipuncak gedung akademi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah meninggalkan elevator, mereka tidak mendengar lagi suara dari mesin apapun, Harutora dan Touji pun berjalan menuju ujung koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gedung akademi memiliki koridor yang panjang dan simpel yang terlihat sedikit monoton. Terlihat sedikit seperti museum dari hiasan yang ada di dinding yang mungkin saja adalah sebuah barang terkutuk atau alat sihir. Didinding tersebut, terdapat baju zirah, alat-alat bekas pakai yang terbuat dari timah, jubah-jubah kumuh, katana-katana yang diperbaiki, dan hal-hal lain yang sekiranya barang-barang langka dimata Harutora, semuanya menarik perhatian Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan juga, tidak ada tanda-tanda debu dari bingkai kaca yang membingkai objek tersebut, juga tak ada debu satu pun pada lantainya, bahkan tanaman-tanaman ornamental disamping koridor pun terlihat dirawat dengan cermat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkinkah shikigami yang bertanggung jawab untuk membersihkan tempat ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi pula, gedung ini memiliki komainu sebagai shikigami penjaga. Harutora merasa tertarik, membayangkan dimana para staff memanipulasi shikigami untuk membersihkan gedung ini dimalam hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kukira shikigami digunakan hanya untuk bertarung, seperti naga dan kuda Yukikaze yang Natsume gunakan…… shikigami yang digunakan para Investigator Mistis juga memiliki kegunaan yang sama, tapi mungkinkah ada shikigami yang mengerjakan pekerjaan rumah yang pintar dalam mencuci pakaian dan bersih-bersih?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memang ada shikigami umum yang dijual dipasaran dan memiliki kegunaan yang tak terbatas, tapi untuk menggunakan sihir kelas pertama membutuhkan kualifikasi yang mencukupi, atau dengan kata lain, hanya Eksorsis tertentu yang dapat menggunakannya. Namun harganya juga tak murah, jadi jika memang ada shikigami ‘rumah tangga’, kupikir akan banyak orang yang tak mampu untuk membelinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Maaf, Touji, apa itu sihir kelas pertama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan Harutora membuat Touji menaikkan alisnya, tak mampu untuk tak mendesah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku terkejut kau mampu masuk Akademi Onmyou dengan sikapmu yang seperti itu. Itu adalah pedoman Onmyoudou yang dibuat oleh Agensi Onmyou – simpelnya, itu adalah sihir yang diakui sebagai sihir yang efektif.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sihir Modern dibagi menjadi dua tipe, sihir kelas pertama yang diakui oleh Onmyou Agensi sebagai sihir yang sihir yang benar-benar efektif, dan sihir kelas bawah yang tidak masuk dikategori tersebut. ‘Sihir terlarang kuno’ dan hampir seluruh peramalan jatuh dalam kategori tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penggunaan dari sihir kelas pertama membutuhkan kualifikasi sebagai Onmyouji resmi, atau lebih tepatnya, seseorang harus lulus Ujian Onmyou Kelas Satu atau Kelas Dua yang disenggelerakan oleh Agensi Onmyou. Harutora dan yang lainnya memasuki Akademi Onmyou dengan alasan untuk lulus kualifikasi tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan untuk sihir kelas satu… Bahkan shikigami pun jarang ditemui dikehidupan sehari-hari, karena pada dasarnya penggunaan terhadap Onmyoudo itu dibatasi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh…… Kenapa itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hukumnya mengatakan seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menjelaskan dengan kasual, tangannya masih berada didalam kantung celananya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji sebenarnya telah lama tertarik dengan Onmyoudo semenjak bencana spiritual yang meninggalkan efek samping terhadap tubuhnya. Ia mengandalkan pengetahuan yang ia pelajari sendiri, dibandingkan dengan Harutora yang hidup dengan acuhnya namun terbiasa mendengarkan hal-hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu, dengan kata lain, Akademi Onmyou adalah pengecualian, dengan shikigami dimana-mana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada akhirnya, ini adalah tempat yang khusus didirikan dan dirancang untuk membantu perkembangan Onmyouji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah guru-gurunya juga shikigami – tidak mungkin sampai sejauh itu bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku setidaknya mengetahui bahwa ada shikigami diantara murid-murid ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Benarkah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, dan dia bahkan bodoh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji tersenyum jahat, dan Harutora hanya ‘nn?’, memiringkan kepalanya. Ketika shikigami bodoh tersebut akhirnya menyadari siapa yang dimaksud Touji, keduanya telah sampai didepan kantor kepala sekolah.&lt;br /&gt;
Terdapat sebuah tanda simpel yang menggantung pintu sederhana tersebut &lt;br /&gt;
– ‘Ruang Kepala Sekolah’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menghiraukan Harutora yang mulai gugup kembali, dengan tenang mengetuk pintu ruangan kepala sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada respon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengangkat tangannya, mencoba melanjutkan untuk mengetuk, ketika— &lt;br /&gt;
“Masuk”. Sebuah respon datang dari bawah kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berteriak layaknya anak kecil yang terkejut, sedangkan Touji melangkah mundur dari pintu, juga berusaha menutupi rasa terkejutnya. Seekor kucing mendekati mereka berdua dan sekarang menatap mereka berdua dari lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah kucing calico yang berbulu lebat, dan menunjukan tatapan tajam ketika melihat Harutora dan Touji, dengan pelan mengetuk pintu dengan ekor panjangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pintunya terbuka, silahkan masuk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya kucing yang berbicara merupakan hal lain setelah komainu yang berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apakah ini hobi kepala sekolah? Atau ruangan yang berkaitan dengan Onmyouji memang seperti ini jika kau pergi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mana aku tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya dengan lelah, dan Touji menjawab dengan ekpresi getir. Sang kucing pun melengkungkan tubuhnya dengan tak sabar, mengeongi layaknya kucing normal seolah menyuruh mereka untuk segera dan membuka pintunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Permisi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapnya ketika akan memasuki ruang kepala sekolah. Segera setelah ia membuka pintunya, dengan cepat kucing itu mendahului mereka, berlari ke dalam ruangan tanpa menghiraukan apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Huh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika memasuki ruang kepala sekolah, Harutora langsung bergumam lirih. Atmosfer yang ada didalam ruangan sangatlah berbeda dengan yang ada diluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atmosfer tenang dan nostalgia pun memenuhi ruangan tersebut, seperti kafe era-Taisho.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dinding kuning muda yang memudar, karpet merah tua yang diletakan di lantai, dan rak mantel yang terbuat dari logam disertai pembatas kaca ruangan yang dicat. Dibelakang pembatas ruangan tersebut adalah tempat untuk menerima tamu, dan diantaranya terdapat kursi dan meja yang berwarna tan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, hal yang terlihat paling memukau adalah rak buku yang menutupi kedua sisi dinding. Sebuah jumlah yang mengejutkan dari buku ynag tersusun rapi di rak tersebut. Dan seseorang dapat mengatakan kalau buku-buku tersebut sudah terorganisir. Terdapat literatur jepang serta literatur asing, bahkan dengan beberapa literatur kuno dan dokumen yang terjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan jauh didalam ruangan tersebut…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat sebuah meja besar yang tebuat dari kayu redwood yang ditempatkan didepan jendela, bersama dengan sosok mungil yang dengan diam duduk dibelakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Touji pun saling memandang, dikarenakan keduanya berasumsi bahwa sang kepala sekolah adalah seorang pria, namun orang yang menduduki kursi tersebut adalah seorang wanita tua yang elegan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kucing pun duduk diatas meja, perlahan melompat ke dalam pangkuan sang wanita. Ia menaruh bukunya yang sedang ia baca, perlahan mengusap pelan sang kucing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia mengankat kepalanya, menaruh kacamatanya yang bertengger dihidungnya, dan menatap Harutora dan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selamat datang, aku telah menunggu kedatangan kalian berdua cukup lama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya sama persis dengan suara yang dikeluarkan sang kucing.&lt;br /&gt;
Helaian rambut yang menyentuh pundaknya berwarna abu-abu, dan walaupun ia tua, postur duduknya sangatlah tegap, sangat berlawanan dengan umurnya. Ia mengenakan kimono berwarna coklat yang terlihat sangat cocok untuknya seperti sebuah bagian dari tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tsuchimikado Harutora-san dan Ato Touji-san. Halo, aku kepala sekolah disini, Kurahashi Miyo.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-Halo.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harotora mengucapkan salam, Touji pun menganggukkan kepalanya dengan &lt;br /&gt;
hormat. Lalu, keduanya menjawab wanita tua – permintaan Kurahashi Miyo untuk lebih mendekat ke mejanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin ia masih belum terbiasa dengan seragamnya, atau mungkin sebagai hasil dari atmosfer yang diberikan di ruangan dan sang kepala sekolah, Harutora merasa seperti anak kecil yang sedang menunjukan seragam barunya kepada nenek yang jarang ditemui ketimbang dirinya yang sedang menemui kepala sekolah untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kepala sekolah menatap keduanya tanpa bimbang, dan tiba-tiba terlihat berseri-seri. “Begitu.” Gumamnya sugestif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kalian adalah Hishamaru dan Kakugoukinya Natsume-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terkejut, dengan cepat bertanya. Touji dengan diam hanya memerhatikan sang kepala sekolah, nampak kebingungan dengan apa yang dimaksud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dengan segera sang kepala sekolah mengganti topic yang diiringi dengan senyum hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingat pernah diberitahukan bahwa sebelumnya kalian tidak memiliki kesempatan untuk bersinggungan dengan Onmyoudou di kehidupan sehari-hari kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nadanya ramah sambil mengelus-elus kucing yang ada di pangkuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian pasti sudah bertemu dengan Alpha dan Omega di lantai satu. Ditambah dengan mereka, kucing ini juga shikigamiku. Apa mereka mengagetkanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, se-sedikit……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika begitu aku minta maaf, tapi tolong agar kalian dengan segera dapat menyesuaikan diri, karena kalian mulai saat ini akan hidup di ‘dunia ini’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap kepala sekolah, terus memandang keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ato Touji-san, aku telah mendengar keadaanmu dari ayah Harutora-san. Tekadmu sangatlah luar biasa, jadi tolong berusahalah untuk melawan efek sampingmu.” Ucapnya terlebih dahulu pada Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia berbicara kepada Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tsuchimikao Harutora-san, aku juga telah mendengar dirimu dari orang tuamu dan juga sedikit dari Natsume-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume? Apa yang Natsume katakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya degan terkejut, kepala sekolah hanya tersenyum ringan kemudian mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, anak itu sangatlah sopan. Setelah kau memutuskan untuk memasuki akademi, ia datang kepadaku untuk memberitahukan bahwa kau telah mengikuti tradisi keluarga Tsuchimikado dan telah menjadi shikigaminya. Dan juga, aku mengenal orang-orang di Agensi Onmyou, jadi aku mengetahui beberapa hal mengenai insiden Dairenji Suzuka musim panas ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Touji pun saling bertukar pandang mendengar apa yang dikatakan oleh kepala sekolah. Kepala sekolah Onmyouji telah menyinggung mengenai – Dairenji Suzuka – yang telah mengubah jalan hidup mereka, membuat mereka mengambil kesempatan untuk mendaftarkan diri pada Akademi Onmyou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, insiden tersebut tidak dipublikasikan. Orang luar menganggap bahwa itu dikarenakan dengan umurnya yang masih belia, namun sebenarnya itu dikarenakan kebijakan politik untuk meminimalisirkan efek terhadap publik sekecil mungkin. Dairenji Suzuka adalah seorang Onmyouji Nasional Kelas Satu – salah satu dari ‘Dua Belas Pemimpin Suci’, Onmyouji terbaik dari yang terbaik. Tentu saja Agensi Onmyou menginginkan hal ini dirahasiakan sebisa mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Investigator yang telah diperintahkan untuk melakukan tugas pun dengan tegasnya memberitahukan Harutora dan Touji untuk tidak berbicara mengenai insiden yang terjadi atau apapun yang berhubungan dengan insiden tersebut, dan hanya sebagian kecil dari orang-orang di Agensi Onmyou yang mengetahui kebenaran yang terjadi pada insiden tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin kalian berdua, yang dimana adalah orang luar dalam hal ini, berpikir mengapa kalian diterima ke dalam Akademi Onmyou. Aku secara personal memberikan kalian pengecualian khusus dan mengizinkan kalian untuk masuk, dengan alasan bahwa aku mengetahui kontribusi kalian terhadap masalah tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Se-seperti yang kuduga……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, aku juga berpikir seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji membuka mulutnya untuk pertama kalinya disamping Harutora yang terkejut, bertingkah tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seluruh calon Onmyouji di Negara ini berkumpul di Akademi Onmyou, dan dalam memasukinya sangatlah kompetitif. Bahkan oleh seorang anggota keluarga Tsuchimikado atau seseorang yang memelajari hal tentang Onmyouji sendiri, tidaklah mudah bagi mereka yang ingin mememasukinya – dan bahkan itu belum sampai pada formalitas lainnya. Harutora dan Touji juga sedikit merasa bahwa ada beberapa hal yang disembunyikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau  ingin mengunci rapat mulut kami – apakah itu alasannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji bertanya dengan nada menantang. Harutora pun memberikan tatapan penuh cela terhadapnya, namun teman baiknya sama sekali tidak melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, sang kepala sekolah tetap mempertahankan ekspresinya, bahkan mengakuinya : “aku tak bisa menyangkal pemikiran tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun walaupun begitu, kalian berdua tidak buruk. Contohnya, Harutora-san, apakah kau tahu bahwa kekuatan spiritualmu jauh lebih besar dari kebanyakan orang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah? Ah, kau menyebutnya, aku ingat para penguji memberitahuku bawa aku hanya bagus pada kekuatan spiritualku yang besar saat ujian……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengingat kejadian saat itu. Ia tidak mendengarnya sebagai sebuah pujian saat itu, namun ia malah merasa bahwa saat itu ia sedang dimarahi karena hasil ujiannya yang sangat buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Membiarkan murid yang tak bertalenta masuk namun memiliki tekad, cara terbaik menanganinya adalah dengan menakutinya. Menurutku, kalian berdua memiliki bakat untuk menjadi Onmyouji hebat, dan karena itu aku membiarkan kalian masuk. Tentu saja, ada kemungkinan bahwa pendapatku akan salah. Walaupun begitu, kalian secara resmi telah menjadi siswa Akademi Onmyou, dan apapun yang akan terjadi setelah ini akan tergantung dari kerja keras kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Orang ini terlalu terus-terang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kontras dengan sikapnya yang elegan, sang kepala sekolah berbicara tanpa berbasa-basi. Namun, dibandingkan dengan berterus-terang, mungkin Akademi Onmyou menyikapi siswanya dengan sikap yang berbeda dari sekolah biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana Harutora kebingungan, Touji yang berada disebelahnya mengira-ngira sikap kepala sekolah. Sejujurnya, Harutora yakin bahwa Touji akan menyikapi keberadaannya di Akademi Onmyou seperti orang yang tidak akan peduli dengan keadaan sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Sekolah yang cocok untuknya pasti tidak akan terlalu normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana dengan dirinya? Harutora sedikit gelisah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, benar, satu lagi. Anggap saja sebagai sebuah peringatan kecil dari wanita tua seperti aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera sikapnya berubah, sebagaimana ia menunjukan sikap waspada- namun juga tertarik – menatap ke arah Harutora dan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian pasti tahu tentang ‘rumor’ mengenai Natsume-san, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kepala sekolah berterus-terang diluar apa yang mereka bayangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera Touji menenangkan dirinya, namun Harutora tanpa sadar menganga sambil menatap kepala sekolah. Tak perlu dijawab, mereka berdua telah mengetahui dan sadar rumor tersebut mengacu kemana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala sekolah mengimplikasikan rumor yang menyatakan kalau Natsume adalah reinkarnasi Tsuchimikado Yakou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kepala sekolah tak bergerak, bahkan setelah melihat sikap Harutora dan Touji yang kaku kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dikarenakan efek dari rumor tersebut, Natsume-san menjadi pusat perhatian di akademi, dan mungkin akan berpengaruh pada kalian sebagai orang yang telah mengenal lama Natsume. Jika kau punya masalah, kalian bisa menemuiku kapan pun, dan jika kalian sungkan untuk memberitahukannya padaku, kalian bisa membicarakannya pada wali kelas kalian – aku akan mengenalkan kalian pada Ohtomo-sensei segera. Kami akan membantu kalian semampu kami.” Ucapnya, menghiraukan reaksi yang diberikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu berarti......”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora ingin mngatakan sesuatu, namun kepala sekolah telah berbicara terlebih dahulu: “Tapi – kuharap kalian agar terbiasa dengan keadaannya sesegera mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ter-terbiasa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, karena hal ini akan selalu mengganggu kalian nanti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menutup mulutnya mendengar hal ini. Kepala sekolah telah memberitahukan kebenarannya, namun ia tak pernah membayangkan bagaimana situasi sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume pernah bilang bahwa orang-orang dewasa disekitarnya melihat dirinya dari sudut pandang yang diberikan oleh rumor tersebut. Selama kejadian yang terjadi musim panas lalu, Suzuka juga menangkap Natsume dikarenakan efek dari rumor tersebut. Dan sekarang, Natsume tak bisa membebaskan dirinya dari belitan rumor tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Hanya lahir di keluarga utama Tsuchimikado saja sudah cukup merepotkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa mengabaikannya, dan ia harap setidaknya ia dapat sedikit membantu Natsume dan berbagi beban dengannya. Hal tersebut juga menjadi faktor penting pada keputusan Harutora untuk menjadi shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Aku hanya bisa menanggungnya......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi Harutora mengingat kalimat yang ia gumamkan ketika memasuki gedung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kepala sekolah menatap murid barunya, senyum ramah pun muncul diwajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia bertanya dengan nada santai: “Dan pada poin ini aku penasaran -  bagaimana kesan kalian mengenai Tsuchimikado Yakou&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kesan? Kesan atas Yakou? Jujur, aku tak memiliki kesan yang cukup berarti atas dirinya selain bahwa dirinya berasal dari masa lalu. Ia seperti seorang saudara yang terkenal...... namun dengan semua yang telah terjadi, kupikir ia adalah seorang pembuat masalah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti. Bagaimana menurutmu, Touji-san?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“......Aku yakin bahwa ia adalah orang yang hebat dalam komunitas sihir, dan ia memiliki prestasi yang luar biasa. Dengan kata lain......”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia jenius, tidak diragukan lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Touji, tenang dan tegas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tsuchimikado Yakou...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setengah abad setelah keluarga Tsuchimikado mulai mengalami penurunan setelah Restorasi Meiji, ketika sedang gempar-gemparnya Perang Pasifik di Jepang, seorang ahli sihir jenius menunjukan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yakou merevitalisasikan Onmyoudo atas permintaan pihak militer. Ia mengintegrasikan legenda dan sihir Jepang, mengkonstruksi sistem sihir baru, yaitu ‘Imperial Onmyoudo’, yang merupakan fondasi yang diadopsi oleh ‘General Onmyoudo’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, setelah selesainya Perang Pasifik, terdapat atmosfer kekalahan yang kuat, dan militer Jepang memerintahkan Yakou untuk melakukan upacara sihir skala besar, namun sayangnya gagal – kebanyakan warga biasa memercayainya. Terpengaruh karena kegagalan upacara, aura kota Tokyo pun menjadi kacau-balau, yang mengarah ke kejadian bencana &lt;br /&gt;
spiritual yang sampai sekarang masih sering terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jepang saat ini merupakan satu-satunya negara didunia yang secara resmi diakui dan dizinkan untuk penggunaan sihir. Sebenarnya, hal ini untuk menangani bencana spiritual yang terjadi – kutukan yang ditinggalkan oleh Yakou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, untuk menumpas bencan spiritual yang tiada akhirnya, mereka bergantung mengandalkan Onmyoudo kuat – berkah yang ditinggalkan Yakou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengembangan Onmyou berkaitan erat dengan terjadinya bencana spiritual, dan terjadinya bencana spiritual disebabkan karena Onmyoudo yang belum dikubur dalam-dalam. Dan jika melihat akar permasalahannya, kedua hal ini telah dibawa ke dunia ini oleh seorang jenius yang sama. Ulah Tsuchimikado Yakou yang telah mencipatakan dasar komunitas sihir di Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Seorang pembawa perubahan pada dunia tentu saja akan mendapatkan perhatian yang sangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan Natsume sendiri tidak mengetahui bahwa dirinya benar-benar reinkarnasi Yakou atau bukan, dan tak ada satu orang pun yang benar-benar yakin mengenai ini. Ia memang memiliki bakat sebagai Onmyouji, namun dirinya yang saat ini masih belum bisa ditentukan sebagai persamaan Yakou. Ia tak memiliki memori masa lalu, dan tentu saja tak ada persamaan yang benar-benar dapat terlihat dari dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Dairenji Suzuka yang merupakan salah satu dari Dua Belas Pemimpin Suci percaya bahwa Natsume adalah Yakou, dan tentu saja ia bukanlah satu-satunya yang yakin akan hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akankah suatu hari nanti Natsume akan mengingat masa lalalunya dan menyadarinya bahwa dirinya selama ini adalah Yakou? Ketika hari itu benar-benar datang, perubahan apa yang akan terjadi pada Natsume? Sebagai shikigaminya, apa yang akan ia lakukan nanti?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana Harutora berpikiran demikian…… Sang kepala sekolah tiba-tiba berkata: “…Ia sangat suka bermain shogi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?” Tanya Harutora, dan Touji pun menunjukan ekspresi terkejut yang jarang terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kepala sekolah tak menghiraukannya, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun ia sebenarnya tak pandai bermain shogi, mungkin karena tak adanya bakat? Walau tak pandai dalam shogi ia senang mengajak dan menantang lawan mainnya – namun ia akan merajuk jika ia kalah, memberikan sakit kepala kepada orang yang bermain dengannya. Namun aku juga selalu bersyukur padanya yang selalu mengajarkanku cara bermain shogi. Kalau tidak, aku mungkin tak akan mengenal apa itu shogi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tersenyum nostalgia sebagaimana ia membicarakannya. Harutora kebingungan mendengarnya, namun seketika Touji sadar. Matanya pun melebar terkejut, dari bawah bandananya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kau melihat Tsuchimikado Yakou ketika ia masih hidup?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, aku masih anak-anak saat itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kepala sekolah memberitahukannya. Touji menutup mulutnya mendengar hal tersebut, namun tidak dengan Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah!? Kau bertemu Yakou?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja aku menemuinya, mungkin kalian para pemuda berpikir bahwa ia adalah seseorang dari zaman dahulu – tapi jangan lupa, itu hanya setengah abad yang lalu ketika Jepang diselimuti oleh api peperangan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun tersenyum, seolah-olah ingin menambahkan: ‘tak ada yang luar biasa mengenai hal tersebut.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun Harutora masih tak dapat menyembunyikan keterkejutannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Kepala sekolah bertemu Yakou…… Begitu, jadi masih ada orang-orang yang pernah melihat Yakou dengan mata kepala mereka sendiri……!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yakou merupakan seorang tokoh sejarah dimata Tsuchimikado Harutora, namun seseorang menyaksikan tokoh ‘sejarah’ tersebut dengan mata kepalanya sendiri. Ia pun tak bisa memungkiri atmosfer yang tiba-tiba menjadi berat disekitarnya, dan tak bisa berucap untuk beberapa saat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Namun…… berkata seperti itu bukanlah sesuatu yang luar biasa……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang dihadapannya ini telah hidup cukup lama sebelum akhirnya ia menjadi ‘Kepala Sekolah Akademi Onmyou’. Ia telah melewati masa mudanya sama seperti Yakou, mengalami perang, tumbuh dewasa, memiliki keluarga – ia benar-benar telah hidup cukup lama. Sebelumnya Harutora hanya melihat identitasnya sebagai ‘kepala sekolah’, daripada sebagai ‘Kurahashi Miyo’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala sekolah pun kemudian berbicara kepada yang Harutora: “Yakou juga seorang manusia, Harutora-san.” …Seolah-olah membaca pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tsuchimikado Yakou juga sama sepertimu, lahir di dalam keluarga Tsuchimikado, tumbuh besar di keluarga yang tradisional, dan kemudian bersinar cemerlang sebelum akhirnya ditelan oleh jaman. Hidupnya mungkin, memang tidak biasa, namun ia juga tertawa dan menangis, sama seperti orang biasa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang biasa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, tapi banyak juga orang yang tidak mengerti akan hal ini. Sebagai Tsuchimikado, mungkin kau percaya bahwa Yakou adalah penyebab dari menurunnya citra keluargamu – sebuah momok dalam komunnitas sihir, tapi kau mengetahui ini, bukan? Memang, banyak orang-orang yang beranggapan berbeda mengenai ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Beranggapan berbeda…… Apa maksudnya itu?’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada sekelompok orang yang melihat Yakou sebagai seorang pahlawan dan menggambarkannya sebagai seorang dewa…… Mereka adalah para pemuja fanatik Yakou.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memberikan tatapan bertanya kepada Touji,  mengenai hal ini yang tak pernah ia dengar sebelumnya, namun sepertinya ini juga pertama kalinya touji mendengar hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka mengabaikan sisi kemanusian dalam diri Yakou, secara membabi buta memujanya…… Sayangnya, hal mengenai Natsume pun juga terdengar oleh mereka, dan mereka telah mencoba untuk menghubungi Natsume-san sebelumnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-mereka datang mencari Natsume? Bagaimana……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak mengetahui tentang hal tersebut. Singkatnya, Natsume sedang diincar oleh sekumpulan pemuja fanatic gila tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Keadaan yang kumaksud supaya kalian terbiasa juga menyangkut hal ini. Mereka yakin bahwa rumor tersebut adalah benar. Aku tahu ini terdengar aneh, namun inilah kenyataannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala sekolah memperingatkan mereka, tegas. Harutora pun hanya terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kesan juga merupakan salah satu bentuk dari sebuah sihir…… dan juga sebuah kutukan.” Ucapnya, pelan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rumor pun juga sama. Bentuk sihir seperti ini menyihir hati manusia…… Sihir yang tak diakui oleh Onmyoudo sebagai sihir yang efektif secara kolektif disebut sebagai sihir kelas dua, namun terlepas dari kelas satu atau pun dua, sihir tetaplah sihir. Terlebih lagi, sihir-sihir kuat dan menakutkan secara ketat diklasifikasikan sebagai sihir kelas dua, tapi mungkin ini terlalu sulit untuk kalian pahami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Touji pun hanya terdiam, dan kucing yang ada dipangkuannya pun menguap, seolah-olah berkata: ‘Bagian mana yang susah untuk dimengerti?’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Harutora-san, Touji-san, kau mungkin akan menghadapi perkara sulit kedepan nanti, jadi berusahalah dan atasi masalah tersebut secara perlahan. Aku menantikan performa kalian kedepan nanti, dari diriku secara individual maupun diriku yang sebagai kepala sekolah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, sang kepala sekolah pun tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian, seolah-olah mengetahui pembicaraan sudah selesai, suara ketukan pun datang dari belakang mereka. “Permisi……” mengatakan ini, seorang pria pun menjulurkan kepalanya ke dalam ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kepala sekolah? Ini sudah melewati waktu yang sudah ditetapkan, apakah anda masih ada perlu sebentar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh astaga, aku membuatmu menunggu, maafkan aku. Kami sudah selesai disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, baguslah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laki-laki berperawakan kurus pun memasuki kantor kepala sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terlihat cukup muda, namun sepertinya tak terlalu bersemangat. Rambutnya berantakan, memakai kacamata, dan mengenakan kemeja dan dasi yang sudah lusuh yang ditutupi dengan jas murah juga celana kusut. Senyuman ringan pun muncul di wajah tirusnya, yang lebih memberikannya kesan ‘lemah’ daripada ‘ramah’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, hal yang paling menyolok darinya adalah tongkat yang ada di tangan kanannya. Ketika ia memasuki ruangan, ia menopang dirinya dengan menggunakan tongkat tersebut, berjalan maju dengan menyeret – melihat sekilas ke bawah, tongkat kayu panjang terlihat dari bagian kaki kanan celananya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu merupakan kaki palsu, dan merupakan hal yang jarang ditemui di era modern – sebuah kaki palsu vintage seperti yang biasa digunakan para bajak laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin sadar akan tatapan mereka, laki-laki tersebut tersenyum dengan ramah, mengangkat kaki kanan palsunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh? Ini? Keren, bukan? Aku guru di akademi ini, tapi aku juga seorang Onmyouji, jadi setidaknnya aku harus menaikkan pamorku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang lebih mengejutkan adalah, sang pria berbicara dengan sangat gembira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tak mengerti apayang dibanggakan olehnya – terlebih lagi, yang mereka tak mengerti adalah pamor seperti apa yang yang bisa dinaikkan oleh sebuah kaki palsu, namun sikapnya terlihat cukup antusias dan ia berbicara dengan aksen Kansai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Benar-benar orang aneh……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sadar banwa ia tak sopan, Harutora pun mengerutkan wajahnya, sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia adalah wali kelas kalian, Ohtomo Jin-sensei. Jangan menilainya berdasarkan penampilannya, dia sangatlah kompeten.” Ucap kepala &lt;br /&gt;
sekolah sambil tersenyum&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana bisa kau mengatakan itu kepala sekolah. Ah, terserahlah, memang begitulah, kuharap aku bisa menjadi guru seperti yang kalian harapkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Ohtomo menyeringai. Meskipun ia terlihat seperti orang lemah yang tak dapat diandalkan dari luar, namun senyumnya penuh semangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu ayo, semuanya menunggu kalian berdua di kelas - Kepala sekolah, kami pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo pun menganggukan kepalanya sebagai tanda hormat, membawa Harutora dan Touji keluar dari ruang kepala sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kucing pun mendengkur, seakan memperingatkan mereka untuk: ‘Bekerja keras’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidakkah itu menakutkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika mereka keluar dari ruangan dan berjalan melewati koridor, Ohtomo berbisik kepada Harutora dan Touji, seolah-olah memberitahukan rahasia buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh? Apanya yang menakutkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja kepala sekolah…… Tidakkah kau mengetahuinya? Wanita tua &lt;br /&gt;
itu memang terlihat seperti seorang kepala sekolah, tapi sebenarnya dia adalah figure penting yang berada dibalik-sisi industri ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Kau membicarakan tentang kepala sekolah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar…… Disisi lain, bukankah kau Tsuchimikado? Bagaimana kau tidak mengetahui hal sekecil ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo kebingungan, namun Harutora tak bisa berkata apa-apa, tak mengerti apa yang dimaksud olehnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan Ohtomo malah mendapatkan reaksi dari Touji yang ada disebelah Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi itu Kurahashi yang dimaksud……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gumam Touji. “Benar.” Ohtomo membenarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya dalam pembicaraan ini hanya Harutora yang tak mengerti, dan ia pun memberikan tatapan tak puas ke arah Touji. Namun, Touji hanya membalasnya dengan menatap balik yang seolah-olah berkata: ‘akan kujelaskan nanti’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian harus berhati-hati, shikigami kepala sekolah ada dimana-mana di akademi ini, jadi kau akan tertangkap jika kau coba-coba untuk membolos kelas. Tapi jika kau ingin membolos kelas karena ada urusan, kalian bisa datang kepadaku. Aku berbicara seperti ini karena aku adalah seorang spesialis, jadi aku bisa memberikanmu tips bagaimana untuk menghindari mata dan telinga kepala sekolah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guru semacam ini yang secara terang-terang berbicara tentang membolos kelas ketika pertama kali menemui muridnya terlihat seperti seorang guru yang tidak dapat diandalkan. Harutora pun hanya menjawab ‘yah’ secara acuh tak acuh, dan Touji pun hanya mengerutkan keningnya. Namun sepertinya ia memberikan reaksi seperti ini karena ia tak yakin orang macam apa sebenarnya gurunya ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimanapun, kepala sekolah telah memberitahukan situasi kalian kepadaku. Jika kau berada dalam masalah, jangan ragu untuk membicarakannya denganku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Ohtomo riang, benar-benar berbeda dengan penampilannya. Seperti yang diduga dari Akademi Onmyou, kepala sekolah dan bahkan gurunya pun unik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Dengan demikian, mungkinkah murid-murid disini juga aneh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun ternggelam dalam renungannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, ia membuka mulutnya, bertanya: “Ah, iya, sensei, bisakah aku bertanya sesuatu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah? Secepat itukah dirimu dalam masalah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, aku tak bisa menyebutnya masalah – Kepala sekolah mengatakan &lt;br /&gt;
hal aneh ketika dia pertama kali menemui kami, apakah kau tahu ‘Hishamaru’ dan ‘Kakugyouki’ itu apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Ohtomo yang mana ada didepan mereka berjalan sambil tertatih-tatih, mendengar pertanyaan tersebut. Ia pun berhenti.&lt;br /&gt;
Ia pun berbalik, wajahnya bertanya-tanya – menatap Harutora, dengan tatapan menyelidik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia mengalihkan tatapan bingungnya kearah Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji hanya mengangkat bahu, berkata: “Bukankah kau telah mendengar situasi kami? Orang ini sebenarnya adalah seorang Tsuchimikado, tapi jelasnya, dia hanyalah orang yang tidak mengetahui apa-apa tentang Onmyoudo.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ah? Bagaimana kau bisa berbicara seperti itu Touji, mungkinkah kau mengetahui hal tersebut?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanya Harutora, namun Touji hanya menjawab dengan menganggukan kepalanya. Melihat interaksi mereka berdua, Ohtomo pun hanya dapat bergumam: “……Begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, wajahnya pun berubah serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-san, Hishamaru dan Kakugyouki yang dimaksud adalah nama dari shikigami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shikigami?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, keduanya adalah shikigami milik Tsuchimikado Yakou.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tercengang, dan Ohtomo pun hanya menunjukan senyum suram yang sedikit berbeda dari sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dikatakan bahwa Yakou setidaknya memiliki ribuan shikigami, namun diantara shikigami tersebut hanya dua dari mereka yang selalu ada disisi kanan dan kiri tuannya…… Hishamaru dan Kakugyouki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shikigami……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora akhirnya mengerti maksud dari perkataan kepala sekolah yang diucapkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hishamaru dan Kakugyouki Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala sekolah bukan hanya membandingkan Natsume dengan Yakoou, namun ia juga memberikan penilaian yang sama terhadap Harutora dan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Kepala sekolah juga memercayai bahwa rumor tersebut adalah benar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udara dingin pun seolah mengusap punggungnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kedua shikigami tersebut menjadi petugas Onmyou dimasa militer jepang dulu, dan bahkan disaat perang, shikigami memiliki pangkat dan pelayanan yang luar biasa. Tapi, kekuatan dari kedua shikigami tersebut sangatlah kuat, dan mereka pun masih menjadi objek kekaguman sampai sekarang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah selesai menjelaskan, Ohtomo kembali berjalan dengan kaki lumpuhnya. Harutora dengan segera mengikuti, dan Touji dengan diam turut melangkahkan kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah penjelasan tersebut, Ohtomo yang  tadinya banyak berbicara terdiam seribu bahasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka turun dengan elevator, berjalan melewati koridor dengan petunjuk Ohtomo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama setelahnya – “Sampai.” Ohtomo berhenti didepan sebuah pintu.&lt;br /&gt;
Suara bising pun datang dari balik pintu, jelas seperti perkumpulan anak muda yang berusia setara, memberikan atmosfer khas dari sebuah ‘ruang kelas sekolah’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Ini dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora sangat familiar dengan perasaan seperti ini, walau kini ia berada diarea Akademi Onmyou yang berbeda, namun kegelisahannya menambahkan rasa tegangnya, bahkan lebih. Seperti sebuah ‘sindrom siswa pindahan’. Harutora tingal ditempat yang sama sejak ia kecil, jadi ia tak pernah mengalami berpindah sekolah sejak ia sekolah dasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun lamat-lamat memandang ke arah Touji, menyadari bahwa ia masih bersikap acuh tak acuh. Ia pun akhirnya mencoba bersikap tenang, namun ia tak bisa menyembunyikan detak jantungnya yang berdetak kencang di dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo menaruh tangannya pada gagang pintu, membalikkan badannya dan berkata sambil tersenyum: “Apa kalian sudah siap?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika pintu terbuka, suara bising tadi dengan segera mereda – yang kemudian menjadi sunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah~ Maaf telah membuat kalian menunggu, aku membawa murid baru yang kalian tunggu-tunggu~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo memasuki kelas dengan  tak peduli, dan Harutora pun mengikutinya dari belakang dengan gelisah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruang kelas tersebut cukup luas dan lebar, dan langit-langitnya pun cukup tinggi, dengan konfigurasi ruang kelas yang benar-benar berbeda dengan sekolah umum menengah atas lainnya. Lantainya berundak-undak jadi bagian belakangnya lebih tinggi dari bagian depan, dengan meja yang tetap dan kursi yang tersebar, memberikan kesan kepada Harutora seperti sebuah aula konser sederhana dibandingkan sebuah kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa lelaki dan perempuan yang berumur sama mengenakan seragam Akademi Onmyou, duduk dibarisan bangku yang berundak dan menatapnya.&lt;br /&gt;
Seragam untuk laki-laki berwarna hitam legam, dan perempuannya berwarna putih bersih. Mungkiin dikarenakan gaya desain yang unik, hal itu memberikan kesan aneh seperti sebuah kelompok gagak hitam dan putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Uwah!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan mereka tertuju padanya dari berbagai sudut di ruang kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun itu hanya sebuah tatapan , semakin banyak orang yang menatapnya semakin membuatnya terasa gugup. Ia, yang terbiasa menggunakan tameng pada dirinya dengan bersikap acuh tak acuh untuk melindungi dirinya yang pemalas, sekarang merasa seolah-olah ia dipaksa untuk melepas tameng yang biasa ia gunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, semuanya perhatikan~ kedua orang ini adalah murid ini akan bergabung dengan kelas ini mulai hari ini, Tsuchimikado Harutora dan Ato touji-san. Oke, silahkan sambutannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……A-aku Tsuchimikado Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Ato Touji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah – Hey, perkenalanmu terlalu pendek. Kesan pertama sangatlah penting, kau setidaknya harus lebih mengekspresikannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo menggelengkan kepalanya, terlihat ia sudah mulai bosan. Mungkin Touji tidak peduli dengan hal tersebut, namun Harutora merasa tak berdaya, dan ia sangat khawatir dengan tatapan yang tertuju padanya saat ini, juga murid-murid akademi yang akan ia temui nanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...’Berhati-hatilah untuk tidak ‘dimakan’.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun teringat peringatan yang diberikan Touji. Harutora tidak pernah bisa menilai tatapan seperti apa yang ditujukan olehnya – apakah tatapan tersebut berisi dengan kedengkian atau hanya rasa penasaran, atau mungkin hanya ingin mengecek wajah baru. Namun peringatan Touji terngiang-ngiang di pikirannya, dan tatapan yang tertuju padanya sepert mereka memiliki maksud jahat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang lebih penting, mampukah orang luar seperti dirinya dibandingkan dengan ruang kelas yang seperti ini, dimana berisi murid-murid yang berasal dari berbagai tempat dan telah menetapkan tujuannya untuk menjadi Onmyouji?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lututnya bergetar, gugup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenggorokannya sangatlah terasa kering.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bakatora!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Hah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia seperti mendengar seseorang berbicara, namun tentu saja itu tak &lt;br /&gt;
mungkin terjadi. Sebenarnya, ia hanya mendengar bisik-bisik para murid dan suara Ohtomo yang terdengar santai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun disaat yang bersamaan, ia juga menyadari tatapan tersebut.&lt;br /&gt;
Kedua mata yang memerhatikannya, dan tatapan hangat serta tulus yang menyertainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun membalas menatapnya – Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume di depan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Punggungnya tegak sebagaimana ia duduk di ujung ruang kelas tersebut, melihat lurus hanya kepadanya. Ia hanya terdiam duduk ditempatnya, ia terlihat begitu mencolok hingga ia terkejut bahwa ia tidak menyadari keberadaanya lebih dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rambut hitam halusnya diikat dengan pita merah muda, dan paras cantiknya bagaikan bunga segar yang ditempatkan di tengah sinar matahari, yang dilindungi dengan bayangan pucat mimpi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, ia juga bisa langsung melihat semangat, rasa bangga, dan sifat-sifat menakjubkan lainnya yang tersembunyi jauh didalam dirinya. Natsume juga memberikan aura unik dibandingkan dengan murid lain, seolah-olah keberadaannya berbeda dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Benar, disini……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awalnya ia berpikir bahwa tempat ini tak lain dan tak bukan merupakan tempat dimana segala musuh berkumpul, dengan tanpa satu orang pun yang tidak dikenal dan belum pernah ia temui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, itu bukanlah masalahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume ada di Akademi Onmyou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia adalah teman masa kecil Harutora, tuan yang harus ia layani sebagai shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memasuki Akademi Onmyou sama dengan datang untuk berada disisi Natsume. Tubuh dan pikirannya yang gugup pun menjadi tenang ketika ia berpikir seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, ekspresi apa itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak melakukan aksi yang mencolok, dan hanya duduk di tempat duduknya, melihat Harutora dan Touji yang ada di depan kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, mata bulatnya memancarkan kegembiraan. Wajah putihnya sedikit memerah, dan ia dapat melihat bahwa ia bernapas dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti ketika ia masih kecil – ia seperti seorang anak yang tak bisa menyembunyikan kegembiraanya ketika bertemu kembali dengan kawan lamanya. Untuk beberapa saat, Harutora lupa dengan posisinya, kemudian tersenyum kecut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setengah tahun ini, menanggung tatapan yang ditujukan kepadanya seorang diri, hingga sampai akhirnya saat ini datang – untuk menyapa kawan lamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena hal tersebut, Natsume yang biasanya bersikap tenang kini terlihat senang dan bersemangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Aku telah membuatmu menunggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora membalas tatapan Natsume dengan perasaan seperti itu. Mungkin ia terlalu berlebihan, namun ia melihat cahaya yang ada di mata Natsume semakin lama semakin cantik serta cuping hidungnya yang mengembang-kempis dengan lemah lembut. Tentu saja, jika ia bertanya nanti padanya, ia tentu akan menyangkalnya dengan wajah memerah: ‘Tidak mungkin itu terjadi!’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia benar-benar tidak terbiasa melihat cara berpakaiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teman masa kecil yang ada di depannya, tuannya, Natsume. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya saja penampilan dirinya terlihat berbeda dengan Natsume yang dikenal oleh Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis dari keluarga utama tersebut, kini mengenakan seragam hitam – seragam lelaki, rambutnya ia ikat ekor kuda. Ini merupakan kali kedua ia melihat Natsume berpakaian seperti ini dengan mata kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Jadi memang ada tradisi semacam ini……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pewaris keluarga Tsuchimikado harus bertingkah seperti seorang lelaki bagi orang yang melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sama seperti tradisi dimana ‘anggota keluarga cabang diharuskan menjadi shikigami keluarga utama’ yang Harutora jalani, sepertinya hal tersebut memanglah sebuah tradisi yang ada di keluarga utama. Natsume terikat dengan tradisi tersebut, memasuki Akademi Onmyou sebagai seorang lelaki dimana ia harus menyembunyikan identitasnya. Harutora mengetahui hal ini di hari pertama ketika ia sampai ke Tokyo – tepatnya kemarin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Bagaimana dirinya bisa tidak ketahuan, terlebih lagi ia membiarkan rambutnya tetap panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak akan memberitahukan Natsume walaupun ia diancam mati, namun untungnya tubuh rampingnya saat ini tidak terlalu ‘feminin’. Namun, wajahnya lebih kecil dibandingkan dengan seorang pria, dan jika ia berbicara dengan suara aslinya, tentu saja akan memicu banyak kecurigaan. Dan bahkan ia menggunakan pita berwarna merah muda untuk mengikat rambutnya, sepertinya ia benar-benar tidak mengerti bagaimana caranya menyamar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, penampilan natsume terlihat seperti ‘seorang perempuan yang bergaya seperti lelaki’ bagaimanapun harutora melihatnya,  memberikannya penampilan gadis sekolah menengah atas yang berusaha keras untuk berpadu dengan sekolah laki-laki, dengan pakaiannya yang sedikit tidak natural.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Mungkin itu disebabkan karena Natsume tidak memiliki teman disini.&lt;br /&gt;
Natsume yang Harutora kenal sangatlah pemalu dan kurang  bisa sosialisasi, dan ditambah dengan rumor yang menyatakan bahwa dirinya adalah reinkarnasi Yakou, ia mungkin tidak memiliki satu pun orang yang dapat dianggapnya sebagai teman, sehingga identitas aslinya tidak terbongkar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berapa lama ia bisa menyembunyikannnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume memang gadis yang berwajah androgini, namun saat ini ia baru berumur enam belas tahun dan akan menjadi lebih dan lebih feminin kedepan nanti, baik luar maupun dalam. Bisakah ia benar-benar menyembunyikan rahasianya seperti itu? Kini perasaan gelisah pun muncul di dalam hati Harutora, namun berbeda dengan yang sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka masuk satu semester lebih lambat dari yang lainnya dan mungkin mereka tidak bisa mengikuti pelajaran kelas dari awal, jadi semuanya mohon bantuannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Ohtomo dengan seringai ringan. Intinya, saat ini perkenalan telah selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, baru saja Ohtomo selesai berbicara, lengan baju seputih salju pun terangkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah tangan terangkat dari tengah-tengah kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan Harutora pun berbelok, bergerak menjauh dari Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Oh, sangat lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perempuan berseragam putih pun dengan diam mengangkat tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rambut coklatnya yang telihat sedikit ikal diikat, dengan sebagian helaian rambut yang membingkai wajahnya. Tatapannya jelas dan tajam, bulu matanya panjang dan lentik, dan bibirnya yang diberikan sedikit sentuhan lipstick, serasi dengan kulit sehatnya dan memberikan kesan imut namun tak berlebihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajahnya mungil, tidak kalah dengan Natsume, dan tubuhnya jauh lebih terlihat anggun. Dibandingkan dengan Natsume yang androgini, ia sungguhlah gadis cantik yang feminin, dan tak akn sulit untuk membandingkannya sebagai anggota grup idol －atau bahkan leadernya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohtomo-sensei, aku punya pertanyaan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu bertanya dengan suara khas perempuannya. Ohtomo, dengan senang meresponnya: “Kyouko-kun?” sepertinya namanya adalah Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Silakanlah bertanya, seperti tiga ukurannya…… tidak, abaikan tiga ukuran laki-laki, coba tanya mengenai kesukaaannya atau tentang punya tidaknya ia seorang pacar……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidakkah ia menjawab sedikit sembarang? Harutora menatap Ohtomo dengan tidak setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidakkah ini aneh untuknya dengan tiba-tiba pindah ke sekolah ini di waktu yang seperti ini? Itu melanggar peraturan Akademi Onmyou. Bukankah seharusnya mereka harus menunggu sampai tahun depan untuk masuk ke sekolah ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapan gadis itu – Kyouko – bagai panah yang tepat sasaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdengar jelas nada bicaranya menunjukan ketidaksukaannya – Tidak, bukan ketidaksukaan yang jahat, namun rasa kesal atas &lt;br /&gt;
ketidaksukaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Ah, orang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu orang telah muncul, pikir Harutora. Touji sudah lama menduga akan ada murid yang bereaksi seperti ini. Harutora pun semakin gugup, namun senyum dingin malah muncul dari wajah Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, sikap Ohtomo masih terlihat santai, tanpa adanya rasa malu pada ekspresinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, sebenarnya situasinya sedikit rumit, memaksa mereka untuk masuk akademi diwaktu yang tak biasa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisakah aku bertanya situasi macam apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tahu, situasi yang seperti itulah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah itu situasi yang tak bisa dipublikasikan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo tersenyum dari bawah, dan wajah Kyouko pun dengan segera memerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami berusaha untuk masuk Akademi Onmyou dengan berusaha sekeras mungkin dalam ujian yang hanya diadakan satu tahun sekali! Bagaimana orang itu dengan mudahnya masuk hanya karena sebuah alasan yang tidak bisa dipublikasikan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka juga mengerjakan ujian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walaupun begitu, bukankah ujian tersebut terlihat dibuat khusus untuk &lt;br /&gt;
mereka? Itu tidak adil sama sekali!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada akhirnya, keberuntungan juga termasuk bentuk dari suatu kekuatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong jangan abaikan aku dengan candaan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko menegurnya, kesal. Lalu, ia menarik napasnya dalam seolah-olah Ohtomo memaksanya untuk melakukan seperti itu, menenangkan dirinya.&lt;br /&gt;
Walaupun hanya sementara, tatapan Kyouko yang bertaut dengan Ohtomo tiba-tiba terarah pada Harutora. Tatapan mereka bertemu, dan dengan segera ia melepas tatapannya, ekspresi tak suka pun terpapar dengan jelas, yang kemudian ia kembali menatap Ohtomo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia bertanya, dengan tenang dan suara yang keras: “……Apakah karena ia seorang Tsuchimikado?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika suasana ruang kelas menegang karena perkataan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anggota keluarga Tsuchimikado bisa mendapatkan pelayanan khusus? Tidakkah itu tidak adil?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Seperti yang diduga……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua terjadi seperti yang telah diduga Touji. Harutora pun dengn segera menjadi pusat perhatian, dan ia rasanya tak bisa untuk tak ingin menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melirik sekilas pada tatapan yang diberikan oleh Touji, keduanya pun saling bersitatap satu sama lain. Ia tahu tanpa harus bertanya tentu saja tatapannya adalah tatapan mengejek, seolah berkata ‘kau cukup disambut rupanya’. Jika dipikir baik-baik, walaupun Touji bukanlah seorang Tsuchimikado, seharusnya ia merasa bermasalah dengan diskusi tersebut, namun tatapan senang yang muncul ketika masalah datang. Benar-benar tak peduli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Namun……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukannya ia tak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Kyouko. Pelayanan khusus yang didapatkan Harutora dan Touji akan terlihat tidak menyenangkan bagi murid yang bersusah payah dalam menyiapkan persiapan ujian masuk Akademi Onmyou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, meskipun ia tahu ketidaksukaannya sampai-sampai ia harus menantangnya di depan kelas seperti ini, Harutora benar-benar tak tahu bagaimana harus meresponnya, dan mungkin akan lebih mudah jika ia mempermasalahkan hal tersebut dengannya secara pribadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Apa yang harus ia lakukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika nama Tsuchimikado disebutkan, bisik-bisik dalam kelas pun terhenti. Ohtomo bergumam lirih, bingung bagaimana harus menanggapi. Bagaimanapun juga, ia harus meluruskan pernyataan tidak adil tersebut! Pikir harutora, namun mungkin laki-laki itu merasa kalau ini terlihat cukup menarik. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya kini semua bergantung padanya. Ketika Harutora berpikiran seperti itu……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan berlebihan.” Sebuah suara pun memecah keheningan suasana kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara itu datang dari Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berdiri, tangannya diletakkan di atas meja. Bukan hanya Harutora yang terlihat terkejut, dimana Kyouko dan seisi kelas pun juga terkejut. Semua yang ada di kelas – termasuk Ohtomo – melihat ke sumber suara dengan terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Natsume tak menghiraukan reaksi yang ada disekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurahashi Kyouko, bisakah aku mengetahui alasanmu mengungkit-ungkit nama Tsuchimikado? Sebagai sesama Tsuchimikado, aku harus mengklarifikasi bahwa keluarga Tsuchimikado sama sekali tidak mendapatkan pelayanan khusus dari Akademi Onmyou. Jika kau hanya mengatakannya secara sembarang, maka itu merupakan sebuah penghinaan besar untuk keluarga Tsuchimikado. Tolong tarik ucapanmu dan minta maaf kepadanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya terdengar tegas namun tidak benar-benar kasar, seperti sebuah asahan pisau tajam. Seisi kelas pun terdiam, seluruh murid menahan napasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan komentar Natsume yang demikian, wajah Kyouko pun kehilangan warnanya, bagaikan ia telah menerima sebuah serangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ia tak mau mengalah mengenai hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ba-bagaimanapun juga, tolong jelaskan situasinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia malah bersikap ofensif, menantang Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada penjelasan yang meyakinkan! Jika kau tidak dapat menjelaskan, bukankah kebanyakan orang akan mengira-ngira bahwa kekuatan dari keluarga Tsuchimikado mungkin saja berada dibaliknya? Juga—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko tiba-tiba berdiri, menatap Natsume sambil menunjuk Harutora yang berada di podium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora baru saja ingin berbicara, namun didahului oleh Kyouko yang lanjut berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume-kun, bukankah ia adalah shikigamimu? Kau mungkin saja membiarkannya masuk ke Akademi Onmyou untuk membuat shikigamimu agar bisa bersamamu – tidakkah orang-orang akan mengira seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapan Kyouko pun menimbulkan bisik-bisik yang tadi terhenti muncul kembali, dan Harutora terkejut. Selama ini ia berpikir bahwa hanya Natsume, Touji dan dirinyalah yang mengetahui hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah itu terlalu kuno untuk membuat manusia sebagai shikigami, tapi hal itu sepertinya sesuatu yang akan dilakukan oleh seorang Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Kyouko, sengaja memberikan senyum dingin. Penampilan yang mengesankan yang tak bisa dianggap enteng bagaimanapun juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun Natsume tidaklah kalah dalam hal mengesankan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak masuk akal. Memang Harutora adalah shikigamiku, namun tak ada hal yang membuktikan bahwa ia melakukan hal curang untuk memasuki Akademi Onmyou. Bukankah itu wajar? Lagipula, mengapa juga Akademi Onmyou mau untuk melakukan pelayanan khusus pada murid biasa? Dia adalah shikigamiku, itu mungkin alasan mengapa ia masuk, namun itu tak ada hubungannya dengan kenapa ia baru masuk sekarang. Cukup sudah dengan omong kosongmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume terdengar rasional dan tak beremosi. Kyouko pun menyerang kembali, tak membiarkan Natsume pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya murid biasa? Kau adalah pewaris dari keluarga Tsuchimikado—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu biarku luruskan sendiri berdasar dengan ucapanmu. Untuk ‘pewaris keluarga Tsuchimikado’, bukan? Apakah kau percaya jika fasilitas  pelatihan terkemuka Onmyouji senasional akan memberikan pertolongan khusus pada siswa yang tak pantas dan malah akan menghancurkan repitasinya sendiri nanti? Kau seharusnya juga tahu bahwa keluarga Tsuchimikado saat ini mengalami penurunan. Jika kau benar-benar meragukannya, mungkin keluargamu sendirilah yang harusnya patut dicurigakan, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Natsume, dingin. Dan wajah Kyouko pun memucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Intinya, seperti yang kukatakan, rahasia apa yang membuatnya harus masuk di waktu yang ganjil seperti ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidakkah kau mendengar apa kata sensei? Sensei telah bilang kalau ia tak dapat menginformasikannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tak bisa menerima itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu bukan pilihanmu. Terlebih lagi, mau kau menerimanya atau tidak, itu bukanlah urusan kami ataupun  Akademi Onmyou. Masalah ini tak ada hubungannya denganmu, dan kau tak ada hak untuk tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika kau menghalangi jalannya kelas ini dengan spekulasi tak mendasar lagi, kusarankan sebaiknya kau keluar dari kelas. Akademi Onmyou adalah tempat untuk belajar Onmyodou, jadi jangan gunakan sebagai alat untuk memuaskan keinginanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan telinga observer dari sudut pandang ketiga seperti Harutora, ini adalah celaan terang-terangan. Walaupun ia merasa senang kalau Natsume membelanya seperti itu, ia tak bisa untuk tidak tercengang dan berpikir: ‘tak heran jika orang ini tak memiliki teman.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Terlebih lagi idiot itu menganggap dirinya telah ‘menang’, dan menunjukan tatapan penuh kemenangan……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun Natsume berpura-pura bersikap tenang, Harutora dapat melihat dengan sekilas kalau ia terlihat bersemangat mengenai hal ini. Khususnya, adu lidah yang ia telah berikan untuk membela Harutora terlihat memberikan efek yang berbeda dari yang ia kira, sama seperti halnya membuatkannya sekelompok musuh saat ia memasuki akademi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun melihat ke arah Ohtomo seolah-olah ia teringat sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kau tak akan menghentikan mereka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah? ……Oh ya! Aku lupa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guru ini bukan hanya tak dapat diandalkan, ia bahkan tak memerhatikan apapun. Harutora pun mencoba melirik ke arah teman satu-satunya, Touji.  Meskipun Touji sengaja menunjukan sikap acuh tak acuh, ekspresinya menunjukan kegembiraan yang tersembunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masa yang akan datang akan sulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora melihat kedua gadis yang sedang berargumen dan mampu &lt;br /&gt;
menimbulkan suati percikan – salah satu dari mereka adalah perempuan yang mengenakan seragam lelaki – dan merasakan masa depan yang suram terbentang dihadapannya.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_1&amp;diff=513124</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 1</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_1&amp;diff=513124"/>
		<updated>2017-02-17T08:05:52Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Bagian 4 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 1 – Gagak Muda Akademi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tsuchimikado Yakou memiliki dua pelayan, yang akan membantunya, juga melindunginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang satu bernama Hishamaru, dan satu lagi bernama Kakugyouki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
Ia mengetahui bahwa itu dirinya, hanya dalam pandangan pertama. Momen dimana ia pertama kali melihatnya, ia tak bisa mengontrol detak jantungnya yang berdegup kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketampanannya, fitur wajahnya yang tepat, helaian rambut hitam legamnya yang hampir menyerupai seorang perempuan, dan khususnya auranya yang sangat kuat… Ia sangatlah independen, pendiam, tetapi sangatlah sulit untuk menyembunyikan kehadirannya yang aristrokat dan bermartabat.&lt;br /&gt;
Tiap-tiap murid di Akademi Onmyou memiliki bakatnya masing-masing dalam setiap bidang sihir, tetapi orang ini mengungguli mereka semua. Keberadaanya masih menjadi yang terkuat dikalangan murid-murid baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keturunan dari Onmyouji terhebat Abe no Seimei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pewaris utama Onmyoudou Keluarga Tsuchimikado.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reinkarnasi dari perwujudan Tsuchimikado Yakou – yang dimana dikatakan bahwa ia merupakan leluhur dari Onmyoudou modern, dan menjadi hal yang tabu untuk dibicarakan dalam komunitas sihir – Tsuchimikado Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada satu pun di ruangan kelas ini yang mengetahui latar belakang hidupnya, ia pun menjadi pusat perhatian, namun di saat yang bersamaan tak ada yang berani mengekspresikan keinginannya untuk mengambil insiatif untuk mendekatinya, sehingga keberadaannya menjadi sebuah momok tersendiri. Ia terlihat seperti sudah menyadari keadaan disekitarnya juga posisinya sejak awal, sehingga dengan sengaja ia menjauhkan diri dari yang lainnya, selalu menunjukan sikap yang meninggikan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia selalu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin memang sudah seperti itu di kehidupan masa lalunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Yah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, ketika ia duduk didepannya, ia tahu bahwa setiap murid yang ada di ruangan kelasnya menarik napas, menunggu suatu hal terjadi , namun ia tak peduli.  Walaupun jika semua murid akan menjauhinya nanti, ia akan tetap menemaninya. Ia telah memutuskannya sejak mereka telah berjanji bertahun-tahun lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihat seseorang mendekatinya, ia pun mengangkat kepalanya. Melihat sekilas, senyumannya terlihat cantik bahkan tak terlihat seperti senyuman seorang lelaki, menjadi sebuah perbedaan besar atas impresi pada dirinya di masa lalu, tetapi mungkin apa yang telah berubah adalah kenangannya yang tersamar-samar di dalam hatinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Detak jantungnya pun bedegup dengan kencangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun tersenyum dengan riangnya, berharap hal itu dapat menyembunyikan detak jantungnya yang berdegup kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“La-lama tak bertemu, Natsume-kun…… Apa kau masih mengingatku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa ragu dan waspada pun ditunjukan oleh sepasang mata yang kini menatapnya, yang terlihat seperti bahwa ia mungkin tidak mengingatnya sama sekali. Tidak, mungkin saja ia tidak mengenalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berusaha semampunya untuk menekan rasa khawatir dan antisipasi yang bergemuruh di dalam hatinya, dan berkata: “Aku Kurahashi Kyouko, dari keluarga Kurahashi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia sadar di dalam hatinya bahwa ingatan ini hanyalah sebuah memori masa kecilnya bertahun-tahun lalu. Walaupun begitu, memori tersebut tetaplah memori yang tidak dapat dilupakannya, mungkin ia tidak merasa sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun ia tetap berdoa, berharap bahwa ia sama dengan dirinya, berharap bahwa ia masih mengingat kejadian satu-kali-seumur-hidup tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun ketika ia membuka mulutnya untu berkata ‘Ah, ternyata kau—‘, untuk suatu alasana wajahnya pun memucat, dan nadanya pun terkesan terburu-buru, seola-olah ia mencoba untuk meluruskan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya terdengar sangat melengking dan jelas, seperti seorang perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya pun tiba-tiba berubah dari apa yang ada di kenangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“K-kau dari keluarga Kurahashi – benar? Apa yang kau butuhkan dariku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya terdengar sedikit kesal, bahkan marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia benar-benar telah lupa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa menyalahkan dirinya. Ia mengerti hatinya, tetapi tentu saja ia tetap terkejut mendengarnya. Terutama sikapnya yang dingin dan tatapan yang tertuju padanya seperti ketika ia sedang melihat musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun lama ia telah sadari bahwa mungkin ia telah lupa, tatapan serta sikapnya yang dingin merupakan hal diluar dugaannya. Ia pun mencoba untuk mengontrol emosinya, secara tak sadar menutup mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keheningan tersebut seolah seperti ujung pisau yang menguliti kulitnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terlihat kebingungan ditengah-tengah keheningan tersebut, lalu memiringkan pandangannya ke salah satu sisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“J-Jika tak ada, bisakah kau pergi? Aku ingin – Biarkan aku sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun berdiri dari duduknya, setelah berkata seperti itu, pergi meninggalkannya seolah-olah ia ingin kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak mengejar dirinya, namun berdiri terdiam sambil mencoba menghiraukan tatapan murid-murid di kelasnya, pikirannya terasa kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia mendaftarkan dirinya di akademi ini, ia tak pernah memimpikan adegan seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, inilah reuni yang telah terjadi padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
“Hah, disini? Apa ini gedungnya? Apa benar-benar disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tsuchimikado Harutora pun ternganga tak percaya sambil melihat dengan teliti gedung nan tinggi di hadapannya. Teman baiknya Ato Touji menunjukan sedikit rasa penasaran di sebelahnya, menaikkan pandangannya untuk melihat gedung yang ada di depannya dari balik bandana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keeleganan dan juga seni yang ditawarkan sungguhlah memberikan kesan yang berbeda dari gedung-gedung lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Batu granit yang berkilau di bagian luar dindingnya adalah asli, bingkai jendela yang tersusun rapi pun dicat dengan warna scarlet cerah untuk menambahkan kesan indah dalam penampakan eksteriornya, menciptakan kesan yang menyeluruh. Bangunan tersebut disajikan dengan gaya modern namun juga menampilkan suasana khidmat sebuah kuil di saat yang bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lembaga yang mengembangkan banyak Onmyouji Nasional, Akademi Onmyou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gedung sekolah Akademi Onmyou terlihat sangat tinggi di hadapan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kudengar ini adalah sebuah ‘Akademi’, jadi aku pikir itu akan terlihat sangat tua, dan yang lebih penting, bukankah ini sebuah sekolah yang bersejarah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akademi Onmyou memang telah berdiri setengah abad yang lalu, tapi ini adalah gedung sekolah baru yang baru saja selesai tahun lalu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan kata lain, apapun yang ada didalamnya adalah peralatan baru? Pemasukan Onmyouji ternyata bagus juga, ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tak mengetahui itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan Harutora yang sedikit terkejut, Touji selalulah seperti biasa, menjawab seadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keduanya kini berdiri didepan gedung akademi, menggunakan seragam yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, seragam yang mereka gunakan sedikit berbeda dengan seragam yang kebanyakan murid lain pakai, dimana mereka memakai seragam yang jauh lebih gelap – warna hitam bulu burung – yang dimodelkan dengan pakaian era setelah Heian dengan sedikit perubahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mengenakan pakaian seragam Akademi Onmyou, dan mulai hari ini mereka akan menjadi murid dari Akademi Onmyou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku masih merasa seperti orang luar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sebaiknya menyiapkan hatimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah lama siap menjadi seorang Onmyouji…… mungkin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kau sedang membenarkan dirimu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan dingin Touji membalasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah tubuh Touji yang memang terlihat cocok atau memang seragamnya yang memang khusus dibuat untuk orang-orang tinggi, tapi Touji terlihat mencolok ketika pertama kali ia mengenakan seragam Akademi Onmyou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan disisi lain, Harutora yang masih tidak terbiasa dan merasa gellisah dengan seragam barunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena sekarang aku memiliki kemampuan untuk melihat roh dan juga Natsume shikigami, tentu saja aku telah mempersiapkan diriku.  Atau mungkin aku harus mengatakan aku tak punya pilihan selain menerima takdirku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak sadar, ia merasakan tekanan halus dimata kirinya ketika ia mengatakan hal tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dimata kiri Harutora terdapat sebuah pentagram yang menyerupai tato. Itu merupakan bukti bahwa ia telah berjanji untuk menjadi shikigami Natsume – dapat dikatakan bahwa itu adalah tanda dari manteranya.&lt;br /&gt;
Harutora dan Natsume telah dilahirkan di dalam keluarga Onmyoudou bersejarah – Keluarga Tsuchimikado. Mereka telah menjadi teman masa kecil ketika mereka masih kecil. Shikigami dapat dideskripsikan sebagai ‘pelayan’ yang melayani Onmyouji, dan dalam tradisi keluarga Tsuchimikado, anggota keluarga cabang akan menjadi shikigami untuk melayani keluarga utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, anggota keluarga cabang Harutora tidak memiliki kualifikasi untuk menjadi seorang shikigami, tidak seperti anggota keluarga utama Natsume yang telah menunjukan bakatnya sejak kecil. Karena ia tak pernah mengembangkan kemampuannya untuk melihat aura – kemampuan melihat roh – jadi ia menghiraukan tradisi yang mengharuskan dirinya untuk menjadi shikigami Natsume, menjadi siswa sekolah menengah atas biasa yang memelajari hal-hal yang biasa dipelajari siswa sekolah menengah atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, di suatu hari musim panas – yang sebenarnya tak lebih dari setengah bulan yang lalu – Harutora ditarik oleh seorang Onmyouji-yang menyebabkan masalah dan membuatnya kehilangan teman baiknya. Jadi untuk membalaskan dendam temannya, ia menjadi shikigami Natsume, dan memutuskan untuk mengambil jalan sebagai seorang Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai penerus keluarga utama, Natsume telah mendaftar di Akademi Onmyou setelah ia lulus dari sekolah menengah pertama, tetapi Harutora baru mengikuti langkah setelah setengah tahun yang lalu dan baru mendaftar akademi hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”……Waktu itu sangatlah sibuk. Setelah semuanya selesai, aku dengan segera menyiapkan diri untuk ujian masuk, dan pada saat aku benar-benar bisa masuk Akademi Onmyou untuk menjadi seorang Onmyouji, semuanya terasa seperti mimpi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau terlihat ketakutan dimataku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak bisakah kau mengatakannya lebih baik?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluarga Tsuchimmikado sebenarnya merupakan puncak dari Onmyouji Nasional di masa lalu, namun itu dulu sebelum sekarang keadaan memburuk, kehilangan masa jaya, tugas dan tanggung jawabnya. Walaupun ayahnya seorang Dokter Onmyou, Harutora sendiri memilih jalan yang berbeda dari dunia Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai setengah bulan yang lalu, ketika takdirnya menyimpang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, ia telah pindah ke Tokyo, mengenakan seragam Akademi Onmyou, dan berdiri didepan gedung Akademi Onmyou. Perubahan lingkungan yang tiba-tiba – atau bahkan dalam ‘hidupnya’ – masih membuatnya kebingungan, terlepas dari berapa banyak ia menetapkan hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Merupakan perjalanan panjang untuk sampai kesini……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kau baru saja sampai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban Touji tak acuh seperti biasa, kontras dengan Harutora yang perasaaan campur aduk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbicara mengenai Touji, ia juga ikut pindah ke Akademi Onmyou, namun keadaaannya berbebeda dengan keadaan Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dulu, Touji pernah terlibat dalam bencana yang disebabkan oleh roh – lebih dikenal dengan, bencana spiritual – dan dikarenakan efek samping yang masih ia derita sampai saat ini, ia harus menjalani pengobatan oleh dokter Onmyou……yang mana adalah ayah Harutora. Terpengaruh oleh keputusan Harutora untuk memasuki dunia Onmyouji, ia juga bercita-cita menjadi Onmyouji bersama Harutora, agar dapat mengurusi dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita baru saja berdiri di garis awal, jadi ini terlalu cepat untuk merasa takut…… Juga, Harutora, sepertinya kau masih belum mengerti posisimu sama sekali. Jika kau tidak berhati-hati, kau bisa saja ‘dimakan’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Apa yang kau maksud ‘dimakan’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengerutkan dahinya ketika mendengar kalimat yang terdengar &lt;br /&gt;
seperti sebuah ancaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menyeringai, menunjukan senyum congkaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar baik-baik. Meskipun kau dari keluarga cabang, kau terlahir sebagai Tsuchimikado. Ini adalah Akademi Onmyou, siswa-siswi yang bertemu dan berkumpul dari berbagai tempat untuk menjadi seorang Onmyouji. Ini berbeda dari sekolah kita sebelumnya, dan semua orang akan langsung bereaksi ketika mendengar namamu. Tempat ini mungkin sudah gempar atas kepindahanmu, dan kau pastinya akan mendapatkan banyak perhatian bahkan sebelum kau memasuki akademi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-Tapi, Natsume juga ada disini. semenjak ahli waris keluarga utama memasuki akademi, meski anggota keluarga cabang sepertiku datang sekarang pun......”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan naif!” Dengan cepat Touji menyela, merespon tanggapan gugup Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pikirkanlah baik-baik, bagaimana posisi seorang pewaris utama di Akademi Onmyou? Ia merupakan pewaris selanjutnya untuk keluarga Tsuchimikado, dan dijuluki sebagai ‘prodigi’. Tidakkah kau berpikir bahwa dia sangat terkenal dan dikagumi oleh semuanya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, itu, itu masuk akal…..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan sekarang kau, seorang anggota keluarga cabang daripada anggota &lt;br /&gt;
keluarga, tiba-tiba pindah ke Akademi Onmyou – dan juga diwaktu yang ganjil ini. Bagaimanapun, tidak ada yang tidak mengetahui nama Tsuchimaikado dalam bidang ini, dan terlebih lagi nama yang terkenal ‘cukup buruk’, jadi respon mereka mungkin tidak akan terlalu ramah. Masuk akal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, tapi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akan ada orang yang memang ingin tahu atau penasaran terhadap &lt;br /&gt;
keluarga Tsuchimikado, tapi akan ada juga mereka yang cemburu, juga orang-orang yang berencana untuk mennunjukan kemampuan mereka dengan mengalahkan seorang Tsuchimikado, bahkan idiot yang mencoba mendekatkan diri padamu…… Dengan itu, akan ada orang yang berpikiran ‘dikarenakan sang jenius dari keluarga utama tak bisa didekati, aku harus mencoba untuk mendekati orang baru dari keluarga cabang’ – tidakkah akan begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora ingin sekali menyangkalnya dengan berteriak ‘tidak kau salah’, namun bukan saja ia tidak bisa menyangkalnya, bahkan ia percaya bahwa kemungkinan seperti itu akan terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Onmyouji merupakan sebuah profesi yang dikenal sebagai pembasmi-bencana-spiritual di era modern.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun demikian, Onmyouji tetaplah pekerjaan yang tak biasa. Untuk memenuhi persyaratannya, komunitas Onmyouji sangatlah eksklusif dan tertutup. Walaupun ini tak membatasi Onmyouji yang sedang berlatih, namun ini berlaku untuk para siswa atau trainee yang mendalami dunia Onmyouji, seperti Harutora dan Touji yang saat ini akan memulai langkahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa disengaja, Harutora merasa kesialannya akan meningkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi aku hanyalah orang luar!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa pentingnya itu, jika yang mereka pedulikan hanyalah nama Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Touji tenang pada Harutora yang gugup dan memucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teman Harutora yang satu ini dulunya adalah seorang preman jalanan.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilannya memang terlihat seperti orang yang tidak berperasaan, namun sebenarnya Touji adalah orang yang baik. Harutora yakin bahwa Touji akan menolongnya jika ia dalam bahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, tak perlu takut, kau pasti akan baik-baik saja, Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Setidaknya itu adalah kalimat yang cukup meyakinkan yang telah kau katakan ditahun ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menatap dengan curiga ke arah Touji. Rasa khawatir juga kebingungan yang awalnya ia coba hiraukan kini menjadi sebuah perasaan yang nyata akan tekanan dan bahaya oleh ucapan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun ia adalah shikigami Natsume, sebenarnya itu hanyalah sebuah nama, dan sebetulnya ia hanya membuat janji belaka tanpa adanya sebuah kontrak sihir, jadi kekuatan spiritualnya tidak terlalu meningkat. Ia masih orang luar, seperti dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku hanya bisa menjalaninya.” BIsik Harutora, sekai lagi melihat gedung Akademi Onmyou yang menjulang tinggi dihadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah berjanji pada Natsume. Juga—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tunggu dan lihatlah, Hokuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gumam Harutora pada teman yang kini telah menghilang tanpa jejak – namun masih ada disuatu tempat diluar sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Seragam ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kuharap aku bisa menunjukannya kepada Hokuto.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………Kuharap.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk suatu alasan, Touji menjawab cukup lama, dengan rasa bahagia, tak berdaya, rasa bersalah, dan sebuah senyum masam yang tercampur dengan halus didalam ekspresinya. Terlihat kompleks, namun Harutora tak menghiraukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, tak ada gunanya kita membuang waktu disini, ayo!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berucap seperti itu, Harutora dan Touji dengan segera memasuki pintu masuk akademi bersama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada dua pasang pintu otomatis yang diletakkan dipintu masuk Akademi Onmyou, dengan pengaturan yang lebih mirip dengan gedung perusahaan fashionable daripada sebuah sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang diharapkan dari Akademi Onmyou, mantera penjagaan mereka benar-benar hebat.” Ucap Touji tiba-tiba didepan pintu, dan Harutora pun menjawab dengan mengiyakan, menunjukan persetujuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan Touji tidak bermaksud pada penjagaan pada biasanya, namun lebih ke mantera penjagaan magis. Dasar dari sebuah sihir adalah untuk memanipulasi aura yang ada disekitar. Aura yang ada didalam gedung Akademi Onmyou jauh lebih stabil dibandingkan diluar gedung. Meskipun ia tidak mengerti bagaimana hal itu terjadi, namun sepertinya itu merupakan mekanisme yang dibuat oleh sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume telah memberikan mantera pada Harutora yang memberikan kemampuan untuk melihat roh, ketika Natsume membuat Harutora yang awalnya tidak sensitive dengan roh menjadi shikigami Natsume, dengan begitu ia juga mampu merasakan ‘mantera penjagaan’ yang dimaksud Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, tempat Natsume juga terasa seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, lupakan mansion keluarga utama, semua gedung-gedung besar sekarang juga dilengkapi dengan sistem penjagaan terhadap sihir seperti ini, dikarenakan selalu adanya bencana spiritual di Tokyo saat ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata demikian, Touji berjalan melewati pintu otomatis pertama, dan tiba-tiba dengan segera ia berhenti tepat ketika pintu kedua terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Komainu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat patung batu yang terlihat seperti anjing atau singa yang dipajang disisi kiri dan kanan pintu otomatis tersebut, sama seperti bentuk dan gaya komainu yang ada dikuil-kuil. Sekilas, pajangan komainu ini tidak terlihat cocok dengan gaya modern yang diberikan oleh gedung tersebut, namun terlihat sangat padu dengan gedung tersebut setelah dilihat cukup lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, ini lumayan cocok untuk suasana Akademi Onmyou.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan memegangnya sembarangan, mungkin saja mereka menggigit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haha, ini adalah Akademi Onmyou, jadi tak heran jika mereka bisa bergerak atau berbicara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, tentu aku bisa bergerak, dan juga berbicara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cakap komainu, menggerakkan tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak sadar, Harutora melompat kebelakang, dan bahkan Touji yang awalnya hanya bercanda pun melebarkan matanya, terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-itu bergerak! Benda ini benar-benar berbicara!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kau terlihat sangat panik, bukankah kau baru saja bilang kalau tak heran jika kami bisa bergerak atapun berbicara?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab komainu dengan santai, kontras dengan Harutora yang masih terkejut. Benda itu berbicara dengan suara berat, dan komainu lainnya menganggukan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menenangkan dirinya dan menatap komainu tersebut, bertanya: “……Shikigami?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, tapi jangan  pikir bahwa kami hanyalah shikigami biasa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami adalah shikigami personal tingkat tinggi yang ditanamkan sihir kepala sekolah sendiri, dengan nama Alpha dan Omega. Kami telah ditunjuk sebagai penjaga disini oleh master kami sejak Akademi Onmyou dibuka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua komainu berdiri dengan gagahnya. Meskipun dari luar terlihat seperti patung batu, sepertinya mereka memliki kemampuan untuk melentur dan membungkuk&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang mana Alpha, dan yang mana Omega?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Alpha.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Omega.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komainu yang ada disisi kanan dan kiri Harutora menjawab dengan bergantian, jadi dengan kata lain komainu yag ada disisi kanannya adalah Alpha, dan yang satunya lagi adalah Omega. Seseorang akan melihat dengan seksama bahwa ada tanduk pendek yang tumbuh dari kepala Omega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa disadari Harutora menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hebat, bahkan keluarga Natsume tidak memiliki benda seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau sebut benda, bocah? Jangan kasar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shikigami seperti ini memang sangatlah jarang, dan bahkan mereka bisa &lt;br /&gt;
tinggal disini walaupun mereka adalah shikigami kepala sekolah, benar? &lt;br /&gt;
Mungkinkah kalian dibuat semacam dengan tipe mekanik?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, kau cukup berpengatahuan. Namun, memiliki pengetahuan seperti itu merupakan hal yang natural dikarenakan kau adalah murid disekolah ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua komainu menjawab Harutora dan Touji dengan sikap yang cukup ramah, walaupun mereka menggunakan bahasa yang kaku dan arogan, mungkin kepribadiannya ternyata malah cukup ramah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sempat berpikir bahwa aku datang untuk interview disebuah perusahaan, tapi sekarang tiba-tiba menjadi sebuah sekolah sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya kita akan menemukan beberapa hal yang sama seperti ini, cukup menarik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menyeringai pada Harutora yang hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar perkataan temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, sang Alpha pun membenarkan posturnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kami telah mendengar tentang urusan kalian, tapi kami harus menyelesaikan tugas yang diberikan. Pertama, sebutkan namamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, oke, Aku Tsuchimikado Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Ato Touji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua menyebutkan nama mereka dengan lancar, dan kedua komainu tersebut menjadi diam tak bergerak seolah-olah mereka kembali menjadi patung batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, keadaan tersebut tidak berlangsung lama, dan setelah jeda sesaat, komainu tersebut membuka mulutnya kembali:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aura dan bentuk suara dari Tsuchimikado Harutora dan Ato Touji telah dikonfirmasi dan terekam.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selamat datang di Akademi Onmyou. Belajarlah dengan sesama murid-murid lainnya untuk saling memperbaiki dan menjadi Onmyouji yang hebat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Alpha dan Omega dengan suara serius, dan sepertinya Harutora dan Touji telah mendapatkan izin untuk memasuki sistem keamanan sihir sekolah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami juga telah merekam shikigami, tapi lain kali kau harus &lt;br /&gt;
menyebutkan namamu sendiri…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Alpha menambahkan kalimat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora hampir saja lompat karena terkejut, menoleh ke belakang menatap ke arah Touji dan mengecek apa yang ia dengar salah atau tidak. Namun, Touji hanya mengangkat bahunya, juga kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun menatap kembali sang Alpha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau bilang shikigamiku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shikigamiku telah terekam? Apa maksudnya? Aku tak memiliki shikigami apapun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tahu dengan sangat bahwa dia adalah orang luar, dan tentu saja ini merupakan sebuah keajaiban mengetahui bahwa sekarang ia telah masuk di Akademi Onmyou. Tentu saja ia tak pernah memiliki shikigaminya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora, mungkin yang ia maksud adalah dirimu yang menjadi shikigami Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah? Tapi cara ia mengatakannya terdengar aneh. Alpha, bisakah kau ulangi dengan jelas?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alpha membuka mulutnya, ingin menjawab pertanyaan Harutora—“Tunggu.” Namun Omega menyela percakapan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Omega tak bergerak sedikit pun seperti sebelumnya, seperti roh yang telah melayang pergi, kemudian bergerak kembali setelah jeda tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, mereka adalah patung komainu, jadi tak ada perubahan yang signifikan pada ekspresi yang ditunjukan wajah Omega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun tetap menginformasikan Harutora dan Touji dengan nada yang hati-&lt;br /&gt;
hati dan tersusun:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tuan kami telah memberitahu kami bahwa kalian segera menuju ke ruangan kepala sekolah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah itu mereka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bersandar pada dinding, berdiri pada titik buta yang ada dikoridor lantai satu yang dimana tak terlihat dari pintu masuk, dan memerhatikan kedua murid yang memasuki elevator dengan tatapan tertarik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tampang yang membosankan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan berkata seperti itu, mari kita lihat terlebih dulu apa yang akan terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum ringan pun muncul dari bibirnya, lalu ia menarik tubuhnya dari dinding, perlahan pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kantor kepala sekolah terdapat dipuncak gedung akademi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah meninggalkan elevator, mereka tidak mendengar lagi suara dari mesin apapun, Harutora dan Touji pun berjalan menuju ujung koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gedung akademi memiliki koridor yang panjang dan simpel yang terlihat sedikit monoton. Terlihat sedikit seperti museum dari hiasan yang ada di dinding yang mungkin saja adalah sebuah barang terkutuk atau alat sihir. Didinding tersebut, terdapat baju zirah, alat-alat bekas pakai yang terbuat dari timah, jubah-jubah kumuh, katana-katana yang diperbaiki, dan hal-hal lain yang sekiranya barang-barang langka dimata Harutora, semuanya menarik perhatian Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan juga, tidak ada tanda-tanda debu dari bingkai kaca yang membingkai objek tersebut, juga tak ada debu satu pun pada lantainya, bahkan tanaman-tanaman ornamental disamping koridor pun terlihat dirawat dengan cermat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkinkah shikigami yang bertanggung jawab untuk membersihkan tempat ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi pula, gedung ini memiliki komainu sebagai shikigami penjaga. Harutora merasa tertarik, membayangkan dimana para staff memanipulasi shikigami untuk membersihkan gedung ini dimalam hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kukira shikigami digunakan hanya untuk bertarung, seperti naga dan kuda Yukikaze yang Natsume gunakan…… shikigami yang digunakan para Investigator Mistis juga memiliki kegunaan yang sama, tapi mungkinkah ada shikigami yang mengerjakan pekerjaan rumah yang pintar dalam mencuci pakaian dan bersih-bersih?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memang ada shikigami umum yang dijual dipasaran dan memiliki kegunaan yang tak terbatas, tapi untuk menggunakan sihir kelas pertama membutuhkan kualifikasi yang mencukupi, atau dengan kata lain, hanya Eksorsis tertentu yang dapat menggunakannya. Namun harganya juga tak murah, jadi jika memang ada shikigami ‘rumah tangga’, kupikir akan banyak orang yang tak mampu untuk membelinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Maaf, Touji, apa itu sihir kelas pertama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan Harutora membuat Touji menaikkan alisnya, tak mampu untuk tak mendesah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku terkejut kau mampu masuk Akademi Onmyou dengan sikapmu yang seperti itu. Itu adalah pedoman Onmyoudou yang dibuat oleh Agensi Onmyou – simpelnya, itu adalah sihir yang diakui sebagai sihir yang efektif.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sihir Modern dibagi menjadi dua tipe, sihir kelas pertama yang diakui oleh Onmyou Agensi sebagai sihir yang sihir yang benar-benar efektif, dan sihir kelas bawah yang tidak masuk dikategori tersebut. ‘Sihir terlarang kuno’ dan hampir seluruh peramalan jatuh dalam kategori tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penggunaan dari sihir kelas pertama membutuhkan kualifikasi sebagai Onmyouji resmi, atau lebih tepatnya, seseorang harus lulus Ujian Onmyou Kelas Satu atau Kelas Dua yang disenggelerakan oleh Agensi Onmyou. Harutora dan yang lainnya memasuki Akademi Onmyou dengan alasan untuk lulus kualifikasi tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan untuk sihir kelas satu… Bahkan shikigami pun jarang ditemui dikehidupan sehari-hari, karena pada dasarnya penggunaan terhadap Onmyoudo itu dibatasi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh…… Kenapa itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hukumnya mengatakan seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menjelaskan dengan kasual, tangannya masih berada didalam kantung celananya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji sebenarnya telah lama tertarik dengan Onmyoudo semenjak bencana spiritual yang meninggalkan efek samping terhadap tubuhnya. Ia mengandalkan pengetahuan yang ia pelajari sendiri, dibandingkan dengan Harutora yang hidup dengan acuhnya namun terbiasa mendengarkan hal-hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu, dengan kata lain, Akademi Onmyou adalah pengecualian, dengan shikigami dimana-mana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada akhirnya, ini adalah tempat yang khusus didirikan dan dirancang untuk membantu perkembangan Onmyouji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah guru-gurunya juga shikigami – tidak mungkin sampai sejauh itu bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku setidaknya mengetahui bahwa ada shikigami diantara murid-murid ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Benarkah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, dan dia bahkan bodoh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji tersenyum jahat, dan Harutora hanya ‘nn?’, memiringkan kepalanya. Ketika shikigami bodoh tersebut akhirnya menyadari siapa yang dimaksud Touji, keduanya telah sampai didepan kantor kepala sekolah.&lt;br /&gt;
Terdapat sebuah tanda simpel yang menggantung pintu sederhana tersebut &lt;br /&gt;
– ‘Ruang Kepala Sekolah’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menghiraukan Harutora yang mulai gugup kembali, dengan tenang mengetuk pintu ruangan kepala sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada respon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengangkat tangannya, mencoba melanjutkan untuk mengetuk, ketika— &lt;br /&gt;
“Masuk”. Sebuah respon datang dari bawah kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berteriak layaknya anak kecil yang terkejut, sedangkan Touji melangkah mundur dari pintu, juga berusaha menutupi rasa terkejutnya. Seekor kucing mendekati mereka berdua dan sekarang menatap mereka berdua dari lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah kucing calico yang berbulu lebat, dan menunjukan tatapan tajam ketika melihat Harutora dan Touji, dengan pelan mengetuk pintu dengan ekor panjangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pintunya terbuka, silahkan masuk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya kucing yang berbicara merupakan hal lain setelah komainu yang berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apakah ini hobi kepala sekolah? Atau ruangan yang berkaitan dengan Onmyouji memang seperti ini jika kau pergi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mana aku tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya dengan lelah, dan Touji menjawab dengan ekpresi getir. Sang kucing pun melengkungkan tubuhnya dengan tak sabar, mengeongi layaknya kucing normal seolah menyuruh mereka untuk segera dan membuka pintunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Permisi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapnya ketika akan memasuki ruang kepala sekolah. Segera setelah ia membuka pintunya, dengan cepat kucing itu mendahului mereka, berlari ke dalam ruangan tanpa menghiraukan apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Huh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika memasuki ruang kepala sekolah, Harutora langsung bergumam lirih. Atmosfer yang ada didalam ruangan sangatlah berbeda dengan yang ada diluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atmosfer tenang dan nostalgia pun memenuhi ruangan tersebut, seperti kafe era-Taisho.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dinding kuning muda yang memudar, karpet merah tua yang diletakan di lantai, dan rak mantel yang terbuat dari logam disertai pembatas kaca ruangan yang dicat. Dibelakang pembatas ruangan tersebut adalah tempat untuk menerima tamu, dan diantaranya terdapat kursi dan meja yang berwarna tan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, hal yang terlihat paling memukau adalah rak buku yang menutupi kedua sisi dinding. Sebuah jumlah yang mengejutkan dari buku ynag tersusun rapi di rak tersebut. Dan seseorang dapat mengatakan kalau buku-buku tersebut sudah terorganisir. Terdapat literatur jepang serta literatur asing, bahkan dengan beberapa literatur kuno dan dokumen yang terjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan jauh didalam ruangan tersebut…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat sebuah meja besar yang tebuat dari kayu redwood yang ditempatkan didepan jendela, bersama dengan sosok mungil yang dengan diam duduk dibelakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Touji pun saling memandang, dikarenakan keduanya berasumsi bahwa sang kepala sekolah adalah seorang pria, namun orang yang menduduki kursi tersebut adalah seorang wanita tua yang elegan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kucing pun duduk diatas meja, perlahan melompat ke dalam pangkuan sang wanita. Ia menaruh bukunya yang sedang ia baca, perlahan mengusap pelan sang kucing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia mengankat kepalanya, menaruh kacamatanya yang bertengger dihidungnya, dan menatap Harutora dan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selamat datang, aku telah menunggu kedatangan kalian berdua cukup lama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya sama persis dengan suara yang dikeluarkan sang kucing.&lt;br /&gt;
Helaian rambut yang menyentuh pundaknya berwarna abu-abu, dan walaupun ia tua, postur duduknya sangatlah tegap, sangat berlawanan dengan umurnya. Ia mengenakan kimono berwarna coklat yang terlihat sangat cocok untuknya seperti sebuah bagian dari tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tsuchimikado Harutora-san dan Ato Touji-san. Halo, aku kepala sekolah disini, Kurahashi Miyo.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-Halo.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harotora mengucapkan salam, Touji pun menganggukkan kepalanya dengan &lt;br /&gt;
hormat. Lalu, keduanya menjawab wanita tua – permintaan Kurahashi Miyo untuk lebih mendekat ke mejanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin ia masih belum terbiasa dengan seragamnya, atau mungkin sebagai hasil dari atmosfer yang diberikan di ruangan dan sang kepala sekolah, Harutora merasa seperti anak kecil yang sedang menunjukan seragam barunya kepada nenek yang jarang ditemui ketimbang dirinya yang sedang menemui kepala sekolah untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kepala sekolah menatap keduanya tanpa bimbang, dan tiba-tiba terlihat berseri-seri. “Begitu.” Gumamnya sugestif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kalian adalah Hishamaru dan Kakugoukinya Natsume-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terkejut, dengan cepat bertanya. Touji dengan diam hanya memerhatikan sang kepala sekolah, nampak kebingungan dengan apa yang dimaksud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dengan segera sang kepala sekolah mengganti topic yang diiringi dengan senyum hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingat pernah diberitahukan bahwa sebelumnya kalian tidak memiliki kesempatan untuk bersinggungan dengan Onmyoudou di kehidupan sehari-hari kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nadanya ramah sambil mengelus-elus kucing yang ada di pangkuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian pasti sudah bertemu dengan Alpha dan Omega di lantai satu. Ditambah dengan mereka, kucing ini juga shikigamiku. Apa mereka mengagetkanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, se-sedikit……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika begitu aku minta maaf, tapi tolong agar kalian dengan segera dapat menyesuaikan diri, karena kalian mulai saat ini akan hidup di ‘dunia ini’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap kepala sekolah, terus memandang keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ato Touji-san, aku telah mendengar keadaanmu dari ayah Harutora-san. Tekadmu sangatlah luar biasa, jadi tolong berusahalah untuk melawan efek sampingmu.” Ucapnya terlebih dahulu pada Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia berbicara kepada Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tsuchimikao Harutora-san, aku juga telah mendengar dirimu dari orang tuamu dan juga sedikit dari Natsume-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume? Apa yang Natsume katakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya degan terkejut, kepala sekolah hanya tersenyum ringan kemudian mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, anak itu sangatlah sopan. Setelah kau memutuskan untuk memasuki akademi, ia datang kepadaku untuk memberitahukan bahwa kau telah mengikuti tradisi keluarga Tsuchimikado dan telah menjadi shikigaminya. Dan juga, aku mengenal orang-orang di Agensi Onmyou, jadi aku mengetahui beberapa hal mengenai insiden Dairenji Suzuka musim panas ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Touji pun saling bertukar pandang mendengar apa yang dikatakan oleh kepala sekolah. Kepala sekolah Onmyouji telah menyinggung mengenai – Dairenji Suzuka – yang telah mengubah jalan hidup mereka, membuat mereka mengambil kesempatan untuk mendaftarkan diri pada Akademi Onmyou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, insiden tersebut tidak dipublikasikan. Orang luar menganggap bahwa itu dikarenakan dengan umurnya yang masih belia, namun sebenarnya itu dikarenakan kebijakan politik untuk meminimalisirkan efek terhadap publik sekecil mungkin. Dairenji Suzuka adalah seorang Onmyouji Nasional Kelas Satu – salah satu dari ‘Dua Belas Pemimpin Suci’, Onmyouji terbaik dari yang terbaik. Tentu saja Agensi Onmyou menginginkan hal ini dirahasiakan sebisa mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Investigator yang telah diperintahkan untuk melakukan tugas pun dengan tegasnya memberitahukan Harutora dan Touji untuk tidak berbicara mengenai insiden yang terjadi atau apapun yang berhubungan dengan insiden tersebut, dan hanya sebagian kecil dari orang-orang di Agensi Onmyou yang mengetahui kebenaran yang terjadi pada insiden tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin kalian berdua, yang dimana adalah orang luar dalam hal ini, berpikir mengapa kalian diterima ke dalam Akademi Onmyou. Aku secara personal memberikan kalian pengecualian khusus dan mengizinkan kalian untuk masuk, dengan alasan bahwa aku mengetahui kontribusi kalian terhadap masalah tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Se-seperti yang kuduga……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, aku juga berpikir seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji membuka mulutnya untuk pertama kalinya disamping Harutora yang terkejut, bertingkah tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seluruh calon Onmyouji di Negara ini berkumpul di Akademi Onmyou, dan dalam memasukinya sangatlah kompetitif. Bahkan oleh seorang anggota keluarga Tsuchimikado atau seseorang yang memelajari hal tentang Onmyouji sendiri, tidaklah mudah bagi mereka yang ingin mememasukinya – dan bahkan itu belum sampai pada formalitas lainnya. Harutora dan Touji juga sedikit merasa bahwa ada beberapa hal yang disembunyikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau  ingin mengunci rapat mulut kami – apakah itu alasannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji bertanya dengan nada menantang. Harutora pun memberikan tatapan penuh cela terhadapnya, namun teman baiknya sama sekali tidak melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, sang kepala sekolah tetap mempertahankan ekspresinya, bahkan mengakuinya : “aku tak bisa menyangkal pemikiran tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun walaupun begitu, kalian berdua tidak buruk. Contohnya, Harutora-san, apakah kau tahu bahwa kekuatan spiritualmu jauh lebih besar dari kebanyakan orang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah? Ah, kau menyebutnya, aku ingat para penguji memberitahuku bawa aku hanya bagus pada kekuatan spiritualku yang besar saat ujian……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengingat kejadian saat itu. Ia tidak mendengarnya sebagai sebuah pujian saat itu, namun ia malah merasa bahwa saat itu ia sedang dimarahi karena hasil ujiannya yang sangat buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Membiarkan murid yang tak bertalenta masuk namun memiliki tekad, cara terbaik menanganinya adalah dengan menakutinya. Menurutku, kalian berdua memiliki bakat untuk menjadi Onmyouji hebat, dan karena itu aku membiarkan kalian masuk. Tentu saja, ada kemungkinan bahwa pendapatku akan salah. Walaupun begitu, kalian secara resmi telah menjadi siswa Akademi Onmyou, dan apapun yang akan terjadi setelah ini akan tergantung dari kerja keras kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Orang ini terlalu terus-terang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kontras dengan sikapnya yang elegan, sang kepala sekolah berbicara tanpa berbasa-basi. Namun, dibandingkan dengan berterus-terang, mungkin Akademi Onmyou menyikapi siswanya dengan sikap yang berbeda dari sekolah biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana Harutora kebingungan, Touji yang berada disebelahnya mengira-ngira sikap kepala sekolah. Sejujurnya, Harutora yakin bahwa Touji akan menyikapi keberadaannya di Akademi Onmyou seperti orang yang tidak akan peduli dengan keadaan sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Sekolah yang cocok untuknya pasti tidak akan terlalu normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana dengan dirinya? Harutora sedikit gelisah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, benar, satu lagi. Anggap saja sebagai sebuah peringatan kecil dari wanita tua seperti aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera sikapnya berubah, sebagaimana ia menunjukan sikap waspada- namun juga tertarik – menatap ke arah Harutora dan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian pasti tahu tentang ‘rumor’ mengenai Natsume-san, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kepala sekolah berterus-terang diluar apa yang mereka bayangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera Touji menenangkan dirinya, namun Harutora tanpa sadar menganga sambil menatap kepala sekolah. Tak perlu dijawab, mereka berdua telah mengetahui dan sadar rumor tersebut mengacu kemana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala sekolah mengimplikasikan rumor yang menyatakan kalau Natsume adalah reinkarnasi Tsuchimikado Yakou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kepala sekolah tak bergerak, bahkan setelah melihat sikap Harutora dan Touji yang kaku kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dikarenakan efek dari rumor tersebut, Natsume-san menjadi pusat perhatian di akademi, dan mungkin akan berpengaruh pada kalian sebagai orang yang telah mengenal lama Natsume. Jika kau punya masalah, kalian bisa menemuiku kapan pun, dan jika kalian sungkan untuk memberitahukannya padaku, kalian bisa membicarakannya pada wali kelas kalian – aku akan mengenalkan kalian pada Ohtomo-sensei segera. Kami akan membantu kalian semampu kami.” Ucapnya, menghiraukan reaksi yang diberikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu berarti......”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora ingin mngatakan sesuatu, namun kepala sekolah telah berbicara terlebih dahulu: “Tapi – kuharap kalian agar terbiasa dengan keadaannya sesegera mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ter-terbiasa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, karena hal ini akan selalu mengganggu kalian nanti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menutup mulutnya mendengar hal ini. Kepala sekolah telah memberitahukan kebenarannya, namun ia tak pernah membayangkan bagaimana situasi sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume pernah bilang bahwa orang-orang dewasa disekitarnya melihat dirinya dari sudut pandang yang diberikan oleh rumor tersebut. Selama kejadian yang terjadi musim panas lalu, Suzuka juga menangkap Natsume dikarenakan efek dari rumor tersebut. Dan sekarang, Natsume tak bisa membebaskan dirinya dari belitan rumor tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Hanya lahir di keluarga utama Tsuchimikado saja sudah cukup merepotkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa mengabaikannya, dan ia harap setidaknya ia dapat sedikit membantu Natsume dan berbagi beban dengannya. Hal tersebut juga menjadi faktor penting pada keputusan Harutora untuk menjadi shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Aku hanya bisa menanggungnya......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi Harutora mengingat kalimat yang ia gumamkan ketika memasuki gedung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kepala sekolah menatap murid barunya, senyum ramah pun muncul diwajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia bertanya dengan nada santai: “Dan pada poin ini aku penasaran -  bagaimana kesan kalian mengenai Tsuchimikado Yakou&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kesan? Kesan atas Yakou? Jujur, aku tak memiliki kesan yang cukup berarti atas dirinya selain bahwa dirinya berasal dari masa lalu. Ia seperti seorang saudara yang terkenal...... namun dengan semua yang telah terjadi, kupikir ia adalah seorang pembuat masalah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti. Bagaimana menurutmu, Touji-san?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“......Aku yakin bahwa ia adalah orang yang hebat dalam komunitas sihir, dan ia memiliki prestasi yang luar biasa. Dengan kata lain......”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia jenius, tidak diragukan lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Touji, tenang dan tegas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tsuchimikado Yakou...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setengah abad setelah keluarga Tsuchimikado mulai mengalami penurunan setelah Restorasi Meiji, ketika sedang gempar-gemparnya Perang Pasifik di Jepang, seorang ahli sihir jenius menunjukan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yakou merevitalisasikan Onmyoudo atas permintaan pihak militer. Ia mengintegrasikan legenda dan sihir Jepang, mengkonstruksi sistem sihir baru, yaitu ‘Imperial Onmyoudo’, yang merupakan fondasi yang diadopsi oleh ‘General Onmyoudo’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, setelah selesainya Perang Pasifik, terdapat atmosfer kekalahan yang kuat, dan militer Jepang memerintahkan Yakou untuk melakukan upacara sihir skala besar, namun sayangnya gagal – kebanyakan warga biasa memercayainya. Terpengaruh karena kegagalan upacara, aura kota Tokyo pun menjadi kacau-balau, yang mengarah ke kejadian bencana &lt;br /&gt;
spiritual yang sampai sekarang masih sering terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jepang saat ini merupakan satu-satunya negara didunia yang secara resmi diakui dan dizinkan untuk penggunaan sihir. Sebenarnya, hal ini untuk menangani bencana spiritual yang terjadi – kutukan yang ditinggalkan oleh Yakou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, untuk menumpas bencan spiritual yang tiada akhirnya, mereka bergantung mengandalkan Onmyoudo kuat – berkah yang ditinggalkan Yakou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengembangan Onmyou berkaitan erat dengan terjadinya bencana spiritual, dan terjadinya bencana spiritual disebabkan karena Onmyoudo yang belum dikubur dalam-dalam. Dan jika melihat akar permasalahannya, kedua hal ini telah dibawa ke dunia ini oleh seorang jenius yang sama. Ulah Tsuchimikado Yakou yang telah mencipatakan dasar komunitas sihir di Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Seorang pembawa perubahan pada dunia tentu saja akan mendapatkan perhatian yang sangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan Natsume sendiri tidak mengetahui bahwa dirinya benar-benar reinkarnasi Yakou atau bukan, dan tak ada satu orang pun yang benar-benar yakin mengenai ini. Ia memang memiliki bakat sebagai Onmyouji, namun dirinya yang saat ini masih belum bisa ditentukan sebagai persamaan Yakou. Ia tak memiliki memori masa lalu, dan tentu saja tak ada persamaan yang benar-benar dapat terlihat dari dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Dairenji Suzuka yang merupakan salah satu dari Dua Belas Pemimpin Suci percaya bahwa Natsume adalah Yakou, dan tentu saja ia bukanlah satu-satunya yang yakin akan hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akankah suatu hari nanti Natsume akan mengingat masa lalalunya dan menyadarinya bahwa dirinya selama ini adalah Yakou? Ketika hari itu benar-benar datang, perubahan apa yang akan terjadi pada Natsume? Sebagai shikigaminya, apa yang akan ia lakukan nanti?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana Harutora berpikiran demikian…… Sang kepala sekolah tiba-tiba berkata: “…Ia sangat suka bermain shogi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?” Tanya Harutora, dan Touji pun menunjukan ekspresi terkejut yang jarang terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kepala sekolah tak menghiraukannya, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun ia sebenarnya tak pandai bermain shogi, mungkin karena tak adanya bakat? Walau tak pandai dalam shogi ia senang mengajak dan menantang lawan mainnya – namun ia akan merajuk jika ia kalah, memberikan sakit kepala kepada orang yang bermain dengannya. Namun aku juga selalu bersyukur padanya yang selalu mengajarkanku cara bermain shogi. Kalau tidak, aku mungkin tak akan mengenal apa itu shogi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tersenyum nostalgia sebagaimana ia membicarakannya. Harutora kebingungan mendengarnya, namun seketika Touji sadar. Matanya pun melebar terkejut, dari bawah bandananya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kau melihat Tsuchimikado Yakou ketika ia masih hidup?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, aku masih anak-anak saat itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kepala sekolah memberitahukannya. Touji menutup mulutnya mendengar hal tersebut, namun tidak dengan Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah!? Kau bertemu Yakou?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja aku menemuinya, mungkin kalian para pemuda berpikir bahwa ia adalah seseorang dari zaman dahulu – tapi jangan lupa, itu hanya setengah abad yang lalu ketika Jepang diselimuti oleh api peperangan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun tersenyum, seolah-olah ingin menambahkan: ‘tak ada yang luar biasa mengenai hal tersebut.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun Harutora masih tak dapat menyembunyikan keterkejutannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Kepala sekolah bertemu Yakou…… Begitu, jadi masih ada orang-orang yang pernah melihat Yakou dengan mata kepala mereka sendiri……!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yakou merupakan seorang tokoh sejarah dimata Tsuchimikado Harutora, namun seseorang menyaksikan tokoh ‘sejarah’ tersebut dengan mata kepalanya sendiri. Ia pun tak bisa memungkiri atmosfer yang tiba-tiba menjadi berat disekitarnya, dan tak bisa berucap untuk beberapa saat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Namun…… berkata seperti itu bukanlah sesuatu yang luar biasa……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang dihadapannya ini telah hidup cukup lama sebelum akhirnya ia menjadi ‘Kepala Sekolah Akademi Onmyou’. Ia telah melewati masa mudanya sama seperti Yakou, mengalami perang, tumbuh dewasa, memiliki keluarga – ia benar-benar telah hidup cukup lama. Sebelumnya Harutora hanya melihat identitasnya sebagai ‘kepala sekolah’, daripada sebagai ‘Kurahashi Miyo’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala sekolah pun kemudian berbicara kepada yang Harutora: “Yakou juga seorang manusia, Harutora-san.” …Seolah-olah membaca pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tsuchimikado Yakou juga sama sepertimu, lahir di dalam keluarga Tsuchimikado, tumbuh besar di keluarga yang tradisional, dan kemudian bersinar cemerlang sebelum akhirnya ditelan oleh jaman. Hidupnya mungkin, memang tidak biasa, namun ia juga tertawa dan menangis, sama seperti orang biasa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang biasa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, tapi banyak juga orang yang tidak mengerti akan hal ini. Sebagai Tsuchimikado, mungkin kau percaya bahwa Yakou adalah penyebab dari menurunnya citra keluargamu – sebuah momok dalam komunnitas sihir, tapi kau mengetahui ini, bukan? Memang, banyak orang-orang yang beranggapan berbeda mengenai ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Beranggapan berbeda…… Apa maksudnya itu?’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada sekelompok orang yang melihat Yakou sebagai seorang pahlawan dan menggambarkannya sebagai seorang dewa…… Mereka adalah para pemuja fanatik Yakou.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memberikan tatapan bertanya kepada Touji,  mengenai hal ini yang tak pernah ia dengar sebelumnya, namun sepertinya ini juga pertama kalinya touji mendengar hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka mengabaikan sisi kemanusian dalam diri Yakou, secara membabi buta memujanya…… Sayangnya, hal mengenai Natsume pun juga terdengar oleh mereka, dan mereka telah mencoba untuk menghubungi Natsume-san sebelumnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-mereka datang mencari Natsume? Bagaimana……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak mengetahui tentang hal tersebut. Singkatnya, Natsume sedang diincar oleh sekumpulan pemuja fanatic gila tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Keadaan yang kumaksud supaya kalian terbiasa juga menyangkut hal ini. Mereka yakin bahwa rumor tersebut adalah benar. Aku tahu ini terdengar aneh, namun inilah kenyataannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala sekolah memperingatkan mereka, tegas. Harutora pun hanya terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kesan juga merupakan salah satu bentuk dari sebuah sihir…… dan juga sebuah kutukan.” Ucapnya, pelan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rumor pun juga sama. Bentuk sihir seperti ini menyihir hati manusia…… Sihir yang tak diakui oleh Onmyoudo sebagai sihir yang efektif secara kolektif disebut sebagai sihir kelas dua, namun terlepas dari kelas satu atau pun dua, sihir tetaplah sihir. Terlebih lagi, sihir-sihir kuat dan menakutkan secara ketat diklasifikasikan sebagai sihir kelas dua, tapi mungkin ini terlalu sulit untuk kalian pahami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Touji pun hanya terdiam, dan kucing yang ada dipangkuannya pun menguap, seolah-olah berkata: ‘Bagian mana yang susah untuk dimengerti?’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Harutora-san, Touji-san, kau mungkin akan menghadapi perkara sulit kedepan nanti, jadi berusahalah dan atasi masalah tersebut secara perlahan. Aku menantikan performa kalian kedepan nanti, dari diriku secara individual maupun diriku yang sebagai kepala sekolah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, sang kepala sekolah pun tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian, seolah-olah mengetahui pembicaraan sudah selesai, suara ketukan pun datang dari belakang mereka. “Permisi……” mengatakan ini, seorang pria pun menjulurkan kepalanya ke dalam ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kepala sekolah? Ini sudah melewati waktu yang sudah ditetapkan, apakah anda masih ada perlu sebentar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh astaga, aku membuatmu menunggu, maafkan aku. Kami sudah selesai disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, baguslah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laki-laki berperawakan kurus pun memasuki kantor kepala sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terlihat cukup muda, namun sepertinya tak terlalu bersemangat. Rambutnya berantakan, memakai kacamata, dan mengenakan kemeja dan dasi yang sudah lusuh yang ditutupi dengan jas murah juga celana kusut. Senyuman ringan pun muncul di wajah tirusnya, yang lebih memberikannya kesan ‘lemah’ daripada ‘ramah’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, hal yang paling menyolok darinya adalah tongkat yang ada di tangan kanannya. Ketika ia memasuki ruangan, ia menopang dirinya dengan menggunakan tongkat tersebut, berjalan maju dengan menyeret – melihat sekilas ke bawah, tongkat kayu panjang terlihat dari bagian kaki kanan celananya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu merupakan kaki palsu, dan merupakan hal yang jarang ditemui di era modern – sebuah kaki palsu vintage seperti yang biasa digunakan para bajak laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin sadar akan tatapan mereka, laki-laki tersebut tersenyum dengan ramah, mengangkat kaki kanan palsunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh? Ini? Keren, bukan? Aku guru di akademi ini, tapi aku juga seorang Onmyouji, jadi setidaknnya aku harus menaikkan pamorku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang lebih mengejutkan adalah, sang pria berbicara dengan sangat gembira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tak mengerti apayang dibanggakan olehnya – terlebih lagi, yang mereka tak mengerti adalah pamor seperti apa yang yang bisa dinaikkan oleh sebuah kaki palsu, namun sikapnya terlihat cukup antusias dan ia berbicara dengan aksen Kansai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Benar-benar orang aneh……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sadar banwa ia tak sopan, Harutora pun mengerutkan wajahnya, sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia adalah wali kelas kalian, Ohtomo Jin-sensei. Jangan menilainya berdasarkan penampilannya, dia sangatlah kompeten.” Ucap kepala &lt;br /&gt;
sekolah sambil tersenyum&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana bisa kau mengatakan itu kepala sekolah. Ah, terserahlah, memang begitulah, kuharap aku bisa menjadi guru seperti yang kalian harapkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Ohtomo menyeringai. Meskipun ia terlihat seperti orang lemah yang tak dapat diandalkan dari luar, namun senyumnya penuh semangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu ayo, semuanya menunggu kalian berdua di kelas - Kepala sekolah, kami pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo pun menganggukan kepalanya sebagai tanda hormat, membawa Harutora dan Touji keluar dari ruang kepala sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kucing pun mendengkur, seakan memperingatkan mereka untuk: ‘Bekerja keras’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidakkah itu menakutkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika mereka keluar dari ruangan dan berjalan melewati koridor, Ohtomo berbisik kepada Harutora dan Touji, seolah-olah memberitahukan rahasia buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh? Apanya yang menakutkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja kepala sekolah…… Tidakkah kau mengetahuinya? Wanita tua &lt;br /&gt;
itu memang terlihat seperti seorang kepala sekolah, tapi sebenarnya dia adalah figure penting yang berada dibalik-sisi industri ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Kau membicarakan tentang kepala sekolah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar…… Disisi lain, bukankah kau Tsuchimikado? Bagaimana kau tidak mengetahui hal sekecil ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo kebingungan, namun Harutora tak bisa berkata apa-apa, tak mengerti apa yang dimaksud olehnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan Ohtomo malah mendapatkan reaksi dari Touji yang ada disebelah Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi itu Kurahashi yang dimaksud……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gumam Touji. “Benar.” Ohtomo membenarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya dalam pembicaraan ini hanya Harutora yang tak mengerti, dan ia pun memberikan tatapan tak puas ke arah Touji. Namun, Touji hanya membalasnya dengan menatap balik yang seolah-olah berkata: ‘akan kujelaskan nanti’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian harus berhati-hati, shikigami kepala sekolah ada dimana-mana di akademi ini, jadi kau akan tertangkap jika kau coba-coba untuk membolos kelas. Tapi jika kau ingin membolos kelas karena ada urusan, kalian bisa datang kepadaku. Aku berbicara seperti ini karena aku adalah seorang spesialis, jadi aku bisa memberikanmu tips bagaimana untuk menghindari mata dan telinga kepala sekolah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guru semacam ini yang secara terang-terang berbicara tentang membolos kelas ketika pertama kali menemui muridnya terlihat seperti seorang guru yang tidak dapat diandalkan. Harutora pun hanya menjawab ‘yah’ secara acuh tak acuh, dan Touji pun hanya mengerutkan keningnya. Namun sepertinya ia memberikan reaksi seperti ini karena ia tak yakin orang macam apa sebenarnya gurunya ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimanapun, kepala sekolah telah memberitahukan situasi kalian kepadaku. Jika kau berada dalam masalah, jangan ragu untuk membicarakannya denganku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Ohtomo riang, benar-benar berbeda dengan penampilannya. Seperti yang diduga dari Akademi Onmyou, kepala sekolah dan bahkan gurunya pun unik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Dengan demikian, mungkinkah murid-murid disini juga aneh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun ternggelam dalam renungannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, ia membuka mulutnya, bertanya: “Ah, iya, sensei, bisakah aku bertanya sesuatu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah? Secepat itukah dirimu dalam masalah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, aku tak bisa menyebutnya masalah – Kepala sekolah mengatakan &lt;br /&gt;
hal aneh ketika dia pertama kali menemui kami, apakah kau tahu ‘Hishamaru’ dan ‘Kakugyouki’ itu apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Ohtomo yang mana ada didepan mereka berjalan sambil tertatih-tatih, mendengar pertanyaan tersebut. Ia pun berhenti.&lt;br /&gt;
Ia pun berbalik, wajahnya bertanya-tanya – menatap Harutora, dengan tatapan menyelidik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia mengalihkan tatapan bingungnya kearah Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji hanya mengangkat bahu, berkata: “Bukankah kau telah mendengar situasi kami? Orang ini sebenarnya adalah seorang Tsuchimikado, tapi jelasnya, dia hanyalah orang yang tidak mengetahui apa-apa tentang Onmyoudo.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ah? Bagaimana kau bisa berbicara seperti itu Touji, mungkinkah kau mengetahui hal tersebut?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanya Harutora, namun Touji hanya menjawab dengan menganggukan kepalanya. Melihat interaksi mereka berdua, Ohtomo pun hanya dapat bergumam: “……Begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, wajahnya pun berubah serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-san, Hishamaru dan Kakugyouki yang dimaksud adalah nama dari shikigami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shikigami?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, keduanya adalah shikigami milik Tsuchimikado Yakou.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tercengang, dan Ohtomo pun hanya menunjukan senyum suram yang sedikit berbeda dari sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dikatakan bahwa Yakou setidaknya memiliki ribuan shikigami, namun diantara shikigami tersebut hanya dua dari mereka yang selalu ada disisi kanan dan kiri tuannya…… Hishamaru dan Kakugyouki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shikigami……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora akhirnya mengerti maksud dari perkataan kepala sekolah yang diucapkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hishamaru dan Kakugyouki Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala sekolah bukan hanya membandingkan Natsume dengan Yakoou, namun ia juga memberikan penilaian yang sama terhadap Harutora dan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Kepala sekolah juga memercayai bahwa rumor tersebut adalah benar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udara dingin pun seolah mengusap punggungnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kedua shikigami tersebut menjadi petugas Onmyou dimasa militer jepang dulu, dan bahkan disaat perang, shikigami memiliki pangkat dan pelayanan yang luar biasa. Tapi, kekuatan dari kedua shikigami tersebut sangatlah kuat, dan mereka pun masih menjadi objek kekaguman sampai sekarang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah selesai menjelaskan, Ohtomo kembali berjalan dengan kaki lumpuhnya. Harutora dengan segera mengikuti, dan Touji dengan diam turut melangkahkan kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah penjelasan tersebut, Ohtomo yang  tadinya banyak berbicara terdiam seribu bahasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka turun dengan elevator, berjalan melewati koridor dengan petunjuk Ohtomo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama setelahnya – “Sampai.” Ohtomo berhenti didepan sebuah pintu.&lt;br /&gt;
Suara bising pun datang dari balik pintu, jelas seperti perkumpulan anak muda yang berusia setara, memberikan atmosfer khas dari sebuah ‘ruang kelas sekolah’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Ini dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora sangat familiar dengan perasaan seperti ini, walau kini ia berada diarea Akademi Onmyou yang berbeda, namun kegelisahannya menambahkan rasa tegangnya, bahkan lebih. Seperti sebuah ‘sindrom siswa pindahan’. Harutora tingal ditempat yang sama sejak ia kecil, jadi ia tak pernah mengalami berpindah sekolah sejak ia sekolah dasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun lamat-lamat memandang ke arah Touji, menyadari bahwa ia masih bersikap acuh tak acuh. Ia pun akhirnya mencoba bersikap tenang, namun ia tak bisa menyembunyikan detak jantungnya yang berdetak kencang di dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo menaruh tangannya pada gagang pintu, membalikkan badannya dan berkata sambil tersenyum: “Apa kalian sudah siap?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika pintu terbuka, suara bising tadi dengan segera mereda – yang kemudian menjadi sunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah~ Maaf telah membuat kalian menunggu, aku membawa murid baru yang kalian tunggu-tunggu~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo memasuki kelas dengan  tak peduli, dan Harutora pun mengikutinya dari belakang dengan gelisah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruang kelas tersebut cukup luas dan lebar, dan langit-langitnya pun cukup tinggi, dengan konfigurasi ruang kelas yang benar-benar berbeda dengan sekolah umum menengah atas lainnya. Lantainya berundak-undak jadi bagian belakangnya lebih tinggi dari bagian depan, dengan meja yang tetap dan kursi yang tersebar, memberikan kesan kepada Harutora seperti sebuah aula konser sederhana dibandingkan sebuah kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa lelaki dan perempuan yang berumur sama mengenakan seragam Akademi Onmyou, duduk dibarisan bangku yang berundak dan menatapnya.&lt;br /&gt;
Seragam untuk laki-laki berwarna hitam legam, dan perempuannya berwarna putih bersih. Mungkiin dikarenakan gaya desain yang unik, hal itu memberikan kesan aneh seperti sebuah kelompok gagak hitam dan putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Uwah!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan mereka tertuju padanya dari berbagai sudut di ruang kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun itu hanya sebuah tatapan , semakin banyak orang yang menatapnya semakin membuatnya terasa gugup. Ia, yang terbiasa menggunakan tameng pada dirinya dengan bersikap acuh tak acuh untuk melindungi dirinya yang pemalas, sekarang merasa seolah-olah ia dipaksa untuk melepas tameng yang biasa ia gunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, semuanya perhatikan~ kedua orang ini adalah murid ini akan bergabung dengan kelas ini mulai hari ini, Tsuchimikado Harutora dan Ato touji-san. Oke, silahkan sambutannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……A-aku Tsuchimikado Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Ato Touji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah – Hey, perkenalanmu terlalu pendek. Kesan pertama sangatlah penting, kau setidaknya harus lebih mengekspresikannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo menggelengkan kepalanya, terlihat ia sudah mulai bosan. Mungkin Touji tidak peduli dengan hal tersebut, namun Harutora merasa tak berdaya, dan ia sangat khawatir dengan tatapan yang tertuju padanya saat ini, juga murid-murid akademi yang akan ia temui nanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...’Berhati-hatilah untuk tidak ‘dimakan’.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun teringat peringatan yang diberikan Touji. Harutora tidak pernah bisa menilai tatapan seperti apa yang ditujukan olehnya – apakah tatapan tersebut berisi dengan kedengkian atau hanya rasa penasaran, atau mungkin hanya ingin mengecek wajah baru. Namun peringatan Touji terngiang-ngiang di pikirannya, dan tatapan yang tertuju padanya sepert mereka memiliki maksud jahat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang lebih penting, mampukah orang luar seperti dirinya dibandingkan dengan ruang kelas yang seperti ini, dimana berisi murid-murid yang berasal dari berbagai tempat dan telah menetapkan tujuannya untuk menjadi Onmyouji?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lututnya bergetar, gugup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenggorokannya sangatlah terasa kering.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bakatora!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Hah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia seperti mendengar seseorang berbicara, namun tentu saja itu tak &lt;br /&gt;
mungkin terjadi. Sebenarnya, ia hanya mendengar bisik-bisik para murid dan suara Ohtomo yang terdengar santai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun disaat yang bersamaan, ia juga menyadari tatapan tersebut.&lt;br /&gt;
Kedua mata yang memerhatikannya, dan tatapan hangat serta tulus yang menyertainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun membalas menatapnya – Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume di depan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Punggungnya tegak sebagaimana ia duduk di ujung ruang kelas tersebut, melihat lurus hanya kepadanya. Ia hanya terdiam duduk ditempatnya, ia terlihat begitu mencolok hingga ia terkejut bahwa ia tidak menyadari keberadaanya lebih dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rambut hitam halusnya diikat dengan pita merah muda, dan paras cantiknya bagaikan bunga segar yang ditempatkan di tengah sinar matahari, yang dilindungi dengan bayangan pucat mimpi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, ia juga bisa langsung melihat semangat, rasa bangga, dan sifat-sifat menakjubkan lainnya yang tersembunyi jauh didalam dirinya. Natsume juga memberikan aura unik dibandingkan dengan murid lain, seolah-olah keberadaannya berbeda dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Benar, disini……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awalnya ia berpikir bahwa tempat ini tak lain dan tak bukan merupakan tempat dimana segala musuh berkumpul, dengan tanpa satu orang pun yang tidak dikenal dan belum pernah ia temui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, itu bukanlah masalahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume ada di Akademi Onmyou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia adalah teman masa kecil Harutora, tuan yang harus ia layani sebagai shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memasuki Akademi Onmyou sama dengan datang untuk berada disisi Natsume. Tubuh dan pikirannya yang gugup pun menjadi tenang ketika ia berpikir seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, ekspresi apa itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak melakukan aksi yang mencolok, dan hanya duduk di tempat duduknya, melihat Harutora dan Touji yang ada di depan kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, mata bulatnya memancarkan kegembiraan. Wajah putihnya sedikit memerah, dan ia dapat melihat bahwa ia bernapas dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti ketika ia masih kecil – ia seperti seorang anak yang tak bisa menyembunyikan kegembiraanya ketika bertemu kembali dengan kawan lamanya. Untuk beberapa saat, Harutora lupa dengan posisinya, kemudian tersenyum kecut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setengah tahun ini, menanggung tatapan yang ditujukan kepadanya seorang diri, hingga sampai akhirnya saat ini datang – untuk menyapa kawan lamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena hal tersebut, Natsume yang biasanya bersikap tenang kini terlihat senang dan bersemangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Aku telah membuatmu menunggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora membalas tatapan Natsume dengan perasaan seperti itu. Mungkin ia terlalu berlebihan, namun ia melihat cahaya yang ada di mata Natsume semakin lama semakin cantik serta cuping hidungnya yang mengembang-kempis dengan lemah lembut. Tentu saja, jika ia bertanya nanti padanya, ia tentu akan menyangkalnya dengan wajah memerah: ‘Tidak mungkin itu terjadi!’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia benar-benar tidak terbiasa melihat cara berpakaiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teman masa kecil yang ada di depannya, tuannya, Natsume. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya saja penampilan dirinya terlihat berbeda dengan Natsume yang dikenal oleh Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis dari keluarga utama tersebut, kini mengenakan seragam hitam – seragam lelaki, rambutnya ia ikat ekor kuda. Ini merupakan kali kedua ia melihat Natsume berpakaian seperti ini dengan mata kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Jadi memang ada tradisi semacam ini……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pewaris keluarga Tsuchimikado harus bertingkah seperti seorang lelaki bagi orang yang melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sama seperti tradisi dimana ‘anggota keluarga cabang diharuskan menjadi shikigami keluarga utama’ yang Harutora jalani, sepertinya hal tersebut memanglah sebuah tradisi yang ada di keluarga utama. Natsume terikat dengan tradisi tersebut, memasuki Akademi Onmyou sebagai seorang lelaki dimana ia harus menyembunyikan identitasnya. Harutora mengetahui hal ini di hari pertama ketika ia sampai ke Tokyo – tepatnya kemarin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Bagaimana dirinya bisa tidak ketahuan, terlebih lagi ia membiarkan rambutnya tetap panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak akan memberitahukan Natsume walaupun ia diancam mati, namun untungnya tubuh rampingnya saat ini tidak terlalu ‘feminin’. Namun, wajahnya lebih kecil dibandingkan dengan seorang pria, dan jika ia berbicara dengan suara aslinya, tentu saja akan memicu banyak kecurigaan. Dan bahkan ia menggunakan pita berwarna merah muda untuk mengikat rambutnya, sepertinya ia benar-benar tidak mengerti bagaimana caranya menyamar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, penampilan natsume terlihat seperti ‘seorang perempuan yang bergaya seperti lelaki’ bagaimanapun harutora melihatnya,  memberikannya penampilan gadis sekolah menengah atas yang berusaha keras untuk berpadu dengan sekolah laki-laki, dengan pakaiannya yang sedikit tidak natural.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Mungkin itu disebabkan karena Natsume tidak memiliki teman disini.&lt;br /&gt;
Natsume yang Harutora kenal sangatlah pemalu dan kurang  bisa sosialisasi, dan ditambah dengan rumor yang menyatakan bahwa dirinya adalah reinkarnasi Yakou, ia mungkin tidak memiliki satu pun orang yang dapat dianggapnya sebagai teman, sehingga identitas aslinya tidak terbongkar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berapa lama ia bisa menyembunyikannnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume memang gadis yang berwajah androgini, namun saat ini ia baru berumur enam belas tahun dan akan menjadi lebih dan lebih feminin kedepan nanti, baik luar maupun dalam. Bisakah ia benar-benar menyembunyikan rahasianya seperti itu? Kini perasaan gelisah pun muncul di dalam hati Harutora, namun berbeda dengan yang sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka masuk satu semester lebih lambat dari yang lainnya dan mungkin mereka tidak bisa mengikuti pelajaran kelas dari awal, jadi semuanya mohon bantuannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Ohtomo dengan seringai ringan. Intinya, saat ini perkenalan telah selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, baru saja Ohtomo selesai berbicara, lengan baju seputih salju pun terangkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah tangan terangkat dari tengah-tengah kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan Harutora pun berbelok, bergerak menjauh dari Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Oh, sangat lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perempuan berseragam putih pun dengan diam mengangkat tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rambut coklatnya yang telihat sedikit ikal diikat, dengan sebagian helaian rambut yang membingkai wajahnya. Tatapannya jelas dan tajam, bulu matanya panjang dan lentik, dan bibirnya yang diberikan sedikit sentuhan lipstick, serasi dengan kulit sehatnya dan memberikan kesan imut namun tak berlebihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajahnya mungil, tidak kalah dengan Natsume, dan tubuhnya jauh lebih terlihat anggun. Dibandingkan dengan Natsume yang androgini, ia sungguhlah gadis cantik yang feminin, dan tak akn sulit untuk membandingkannya sebagai anggota grup idol －atau bahkan leadernya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohtomo-sensei, aku punya pertanyaan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu bertanya dengan suara khas perempuannya. Ohtomo, dengan senang meresponnya: “Kyouko-kun?” sepertinya namanya adalah Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Silakanlah bertanya, seperti tiga ukurannya…… tidak, abaikan tiga ukuran laki-laki, coba tanya mengenai kesukaaannya atau tentang punya tidaknya ia seorang pacar……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidakkah ia menjawab sedikit sembarang? Harutora menatap Ohtomo dengan tidak setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidakkah ini aneh untuknya dengan tiba-tiba pindah ke sekolah ini di waktu yang seperti ini? Itu melanggar peraturan Akademi Onmyou. Bukankah seharusnya mereka harus menunggu sampai tahun depan untuk masuk ke sekolah ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapan gadis itu – Kyouko – bagai panah yang tepat sasaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdengar jelas nada bicaranya menunjukan ketidaksukaannya – Tidak, bukan ketidaksukaan yang jahat, namun rasa kesal atas &lt;br /&gt;
ketidaksukaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Ah, orang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu orang telah muncul, pikir Harutora. Touji sudah lama menduga akan ada murid yang bereaksi seperti ini. Harutora pun semakin gugup, namun senyum dingin malah muncul dari wajah Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, sikap Ohtomo masih terlihat santai, tanpa adanya rasa malu pada ekspresinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, sebenarnya situasinya sedikit rumit, memaksa mereka untuk masuk akademi diwaktu yang tak biasa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisakah aku bertanya situasi macam apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tahu, situasi yang seperti itulah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah itu situasi yang tak bisa dipublikasikan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo tersenyum dari bawah, dan wajah Kyouko pun dengan segera memerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami berusaha untuk masuk Akademi Onmyou dengan berusaha sekeras mungkin dalam ujian yang hanya diadakan satu tahun sekali! Bagaimana orang itu dengan mudahnya masuk hanya karena sebuah alasan yang tidak bisa dipublikasikan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka juga mengerjakan ujian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walaupun begitu, bukankah ujian tersebut terlihat dibuat khusus untuk &lt;br /&gt;
mereka? Itu tidak adil sama sekali!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada akhirnya, keberuntungan juga termasuk bentuk dari suatu kekuatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong jangan abaikan aku dengan candaan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko menegurnya, kesal. Lalu, ia menarik napasnya dalam seolah-olah Ohtomo memaksanya untuk melakukan seperti itu, menenangkan dirinya.&lt;br /&gt;
Walaupun hanya sementara, tatapan Kyouko yang bertaut dengan Ohtomo tiba-tiba terarah pada Harutora. Tatapan mereka bertemu, dan dengan segera ia melepas tatapannya, ekspresi tak suka pun terpapar dengan jelas, yang kemudian ia kembali menatap Ohtomo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia bertanya, dengan tenang dan suara yang keras: “……Apakah karena ia seorang Tsuchimikado?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika suasana ruang kelas menegang karena perkataan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anggota keluarga Tsuchimikado bisa mendapatkan pelayanan khusus? Tidakkah itu tidak adil?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Seperti yang diduga……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua terjadi seperti yang telah diduga Touji. Harutora pun dengn segera menjadi pusat perhatian, dan ia rasanya tak bisa untuk tak ingin menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melirik sekilas pada tatapan yang diberikan oleh Touji, keduanya pun saling bersitatap satu sama lain. Ia tahu tanpa harus bertanya tentu saja tatapannya adalah tatapan mengejek, seolah berkata ‘kau cukup disambut rupanya’. Jika dipikir baik-baik, walaupun Touji bukanlah seorang Tsuchimikado, seharusnya ia merasa bermasalah dengan diskusi tersebut, namun tatapan senang yang muncul ketika masalah datang. Benar-benar tak peduli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Namun……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukannya ia tak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Kyouko. Pelayanan khusus yang didapatkan Harutora dan Touji akan terlihat tidak menyenangkan bagi murid yang bersusah payah dalam menyiapkan persiapan ujian masuk Akademi Onmyou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, meskipun ia tahu ketidaksukaannya sampai-sampai ia harus menantangnya di depan kelas seperti ini, Harutora benar-benar tak tahu bagaimana harus meresponnya, dan mungkin akan lebih mudah jika ia mempermasalahkan hal tersebut dengannya secara pribadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Apa yang harus ia lakukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika nama Tsuchimikado disebutkan, bisik-bisik dalam kelas pun terhenti. Ohtomo bergumam lirih, bingung bagaimana harus menanggapi. Bagaimanapun juga, ia harus meluruskan pernyataan tidak adil tersebut! Pikir harutora, namun mungkin laki-laki itu merasa kalau ini terlihat cukup menarik. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya kini semua bergantung padanya. Ketika Harutora berpikiran seperti itu……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan berlebihan.” Sebuah suara pun memecah keheningan suasana kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara itu datang dari Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berdiri, tangannya diletakkan di atas meja. Bukan hanya Harutora yang terlihat terkejut, dimana Kyouko dan seisi kelas pun juga terkejut. Semua yang ada di kelas – termasuk Ohtomo – melihat ke sumber suara dengan terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Natsume tak menghiraukan reaksi yang ada disekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurahashi Kyouko, bisakah aku mengetahui alasanmu mengungkit-ungkit nama Tsuchimikado? Sebagai sesama Tsuchimikado, aku harus mengklarifikasi bahwa keluarga Tsuchimikado sama sekali tidak mendapatkan pelayanan khusus dari Akademi Onmyou. Jika kau hanya mengatakannya secara sembarang, maka itu merupakan sebuah penghinaan besar untuk keluarga Tsuchimikado. Tolong tarik ucapanmu dan minta maaf kepadanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya terdengar tegas namun tidak benar-benar kasar, seperti sebuah asahan pisau tajam. Seisi kelas pun terdiam, seluruh murid menahan napasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan komentar Natsume yang demikian, wajah Kyouko pun kehilangan warnanya, bagaikan ia telah menerima sebuah serangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ia tak mau mengalah mengenai hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ba-bagaimanapun juga, tolong jelaskan situasinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia malah bersikap ofensif, menantang Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada penjelasan yang meyakinkan! Jika kau tidak dapat menjelaskan, bukankah kebanyakan orang akan mengira-ngira bahwa kekuatan dari keluarga Tsuchimikado mungkin saja berada dibaliknya? Juga—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko tiba-tiba berdiri, menatap Natsume sambil menunjuk Harutora yang berada di podium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora baru saja ingin berbicara, namun didahului oleh Kyouko yang lanjut berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume-kun, bukankah ia adalah shikigamimu? Kau mungkin saja membiarkannya masuk ke Akademi Onmyou untuk membuat shikigamimu agar bisa bersamamu – tidakkah orang-orang akan mengira seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapan Kyouko pun menimbulkan bisik-bisik yang tadi terhenti muncul kembali, dan Harutora terkejut. Selama ini ia berpikir bahwa hanya Natsume, Touji dan dirinyalah yang mengetahui hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah itu terlalu kuno untuk membuat manusia sebagai shikigami, tapi hal itu sepertinya sesuatu yang akan dilakukan oleh seorang Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Kyouko, sengaja memberikan senyum dingin. Penampilan yang mengesankan yang tak bisa dianggap enteng bagaimanapun juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun Natsume tidaklah kalah dalam hal mengesankan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak masuk akal. Memang Harutora adalah shikigamiku, namun tak ada hal yang membuktikan bahwa ia melakukan hal curang untuk memasuki Akademi Onmyou. Bukankah itu wajar? Lagipula, mengapa juga Akademi Onmyou mau untuk melakukan pelayanan khusus pada murid biasa? Dia adalah shikigamiku, itu mungkin alasan mengapa ia masuk, namun itu tak ada hubungannya dengan kenapa ia baru masuk sekarang. Cukup sudah dengan omong kosongmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume terdengar rasional dan tak beremosi. Kyouko pun menyerang kembali, tak membiarkan Natsume pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya murid biasa? Kau adalah pewaris dari keluarga Tsuchimikado—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu biarku luruskan sendiri berdasar dengan ucapanmu. Untuk ‘pewaris keluarga Tsuchimikado’, bukan? Apakah kau percaya jika fasilitas  pelatihan terkemuka Onmyouji senasional akan memberikan pertolongan khusus pada siswa yang tak pantas dan malah akan menghancurkan repitasinya sendiri nanti? Kau seharusnya juga tahu bahwa keluarga Tsuchimikado saat ini mengalami penurunan. Jika kau benar-benar meragukannya, mungkin keluargamu sendirilah yang harusnya patut dicurigakan, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Natsume, dingin. Dan wajah Kyouko pun memucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Intinya, seperti yang kukatakan, rahasia apa yang membuatnya harus masuk di waktu yang ganjil seperti ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidakkah kau mendengar apa kata sensei? Sensei telah bilang kalau ia tak dapat menginformasikannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tak bisa menerima itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu bukan pilihanmu. Terlebih lagi, mau kau menerimanya atau tidak, itu bukanlah urusan kami ataupun  Akademi Onmyou. Masalah ini tak ada hubungannya denganmu, dan kau tak ada hak untuk tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika kau menghalangi jalannya kelas ini dengan spekulasi tak mendasar lagi, kusarankan sebaiknya kau keluar dari kelas. Akademi Onmyou adalah tempat untuk belajar Onmyodou, jadi jangan gunakan sebagai alat untuk memuaskan keinginanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan telinga observer dari sudut pandang ketiga seperti Harutora, ini adalah celaan terang-terangan. Walaupun ia merasa senang kalau Natsume membelanya seperti itu, ia tak bisa untuk tidak tercengang dan berpikir: ‘tak heran jika orang ini tak memiliki teman.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Terlebih lagi idiot itu menganggap dirinya telah ‘menang’, dan menunjukan tatapan penuh kemenangan……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun Natsume berpura-pura bersikap tenang, Harutora dapat melihat dengan sekilas kalau ia terlihat bersemangat mengenai hal ini. Khususnya, adu lidah yang ia telah berikan untuk membela Harutora terlihat memberikan efek yang berbeda dari yang ia kira, sama seperti halnya membuatkannya sekelompok musuh saat ia memasuki akademi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun melihat ke arah Ohtomo seolah-olah ia teringat sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kau tak akan menghentikan mereka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah? ……Oh ya! Aku lupa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guru ini bukan hanya tak dapat diandalkan, ia bahkan tak memerhatikan apapun. Harutora pun mencoba melirik ke arah teman satu-satunya, Touji.  Meskipun Touji sengaja menunjukan sikap acuh tak acuh, ekspresinya menunjukan kegembiraan yang tersembunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masa yang akan datang akan sulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora melihat kedua gadis yang sedang berargumen dan mampu &lt;br /&gt;
menimbulkan suati percikan – salah satu dari mereka adalah perempuan yang mengenakan seragam lelaki – dan merasakan masa depan yang suram terbentang dihadapannya.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_1&amp;diff=513123</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 1</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_2_Chapter_1&amp;diff=513123"/>
		<updated>2017-02-17T07:52:17Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: Created page with &amp;quot;==Chapter 1 – Gagak Muda Akademi==  Tsuchimikado Yakou memiliki dua pelayan, yang akan membantunya, juga melindunginya.  Yang satu bernama Hishamaru, dan satu lagi bernama K...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 1 – Gagak Muda Akademi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tsuchimikado Yakou memiliki dua pelayan, yang akan membantunya, juga melindunginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang satu bernama Hishamaru, dan satu lagi bernama Kakugyouki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
Ia mengetahui bahwa itu dirinya, hanya dalam pandangan pertama. Momen dimana ia pertama kali melihatnya, ia tak bisa mengontrol detak jantungnya yang berdegup kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketampanannya, fitur wajahnya yang tepat, helaian rambut hitam legamnya yang hampir menyerupai seorang perempuan, dan khususnya auranya yang sangat kuat… Ia sangatlah independen, pendiam, tetapi sangatlah sulit untuk menyembunyikan kehadirannya yang aristrokat dan bermartabat.&lt;br /&gt;
Tiap-tiap murid di Akademi Onmyou memiliki bakatnya masing-masing dalam setiap bidang sihir, tetapi orang ini mengungguli mereka semua. Keberadaanya masih menjadi yang terkuat dikalangan murid-murid baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keturunan dari Onmyouji terhebat Abe no Seimei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pewaris utama Onmyoudou Keluarga Tsuchimikado.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reinkarnasi dari perwujudan Tsuchimikado Yakou – yang dimana dikatakan bahwa ia merupakan leluhur dari Onmyoudou modern, dan menjadi hal yang tabu untuk dibicarakan dalam komunitas sihir – Tsuchimikado Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada satu pun di ruangan kelas ini yang mengetahui latar belakang hidupnya, ia pun menjadi pusat perhatian, namun di saat yang bersamaan tak ada yang berani mengekspresikan keinginannya untuk mengambil insiatif untuk mendekatinya, sehingga keberadaannya menjadi sebuah momok tersendiri. Ia terlihat seperti sudah menyadari keadaan disekitarnya juga posisinya sejak awal, sehingga dengan sengaja ia menjauhkan diri dari yang lainnya, selalu menunjukan sikap yang meninggikan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia selalu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin memang sudah seperti itu di kehidupan masa lalunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Yah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, ketika ia duduk didepannya, ia tahu bahwa setiap murid yang ada di ruangan kelasnya menarik napas, menunggu suatu hal terjadi , namun ia tak peduli.  Walaupun jika semua murid akan menjauhinya nanti, ia akan tetap menemaninya. Ia telah memutuskannya sejak mereka telah berjanji bertahun-tahun lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihat seseorang mendekatinya, ia pun mengangkat kepalanya. Melihat sekilas, senyumannya terlihat cantik bahkan tak terlihat seperti senyuman seorang lelaki, menjadi sebuah perbedaan besar atas impresi pada dirinya di masa lalu, tetapi mungkin apa yang telah berubah adalah kenangannya yang tersamar-samar di dalam hatinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Detak jantungnya pun bedegup dengan kencangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun tersenyum dengan riangnya, berharap hal itu dapat menyembunyikan detak jantungnya yang berdegup kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“La-lama tak bertemu, Natsume-kun…… Apa kau masih mengingatku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa ragu dan waspada pun ditunjukan oleh sepasang mata yang kini menatapnya, yang terlihat seperti bahwa ia mungkin tidak mengingatnya sama sekali. Tidak, mungkin saja ia tidak mengenalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berusaha semampunya untuk menekan rasa khawatir dan antisipasi yang bergemuruh di dalam hatinya, dan berkata: “Aku Kurahashi Kyouko, dari keluarga Kurahashi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia sadar di dalam hatinya bahwa ingatan ini hanyalah sebuah memori masa kecilnya bertahun-tahun lalu. Walaupun begitu, memori tersebut tetaplah memori yang tidak dapat dilupakannya, mungkin ia tidak merasa sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun ia tetap berdoa, berharap bahwa ia sama dengan dirinya, berharap bahwa ia masih mengingat kejadian satu-kali-seumur-hidup tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun ketika ia membuka mulutnya untu berkata ‘Ah, ternyata kau—‘, untuk suatu alasana wajahnya pun memucat, dan nadanya pun terkesan terburu-buru, seola-olah ia mencoba untuk meluruskan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya terdengar sangat melengking dan jelas, seperti seorang perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya pun tiba-tiba berubah dari apa yang ada di kenangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“K-kau dari keluarga Kurahashi – benar? Apa yang kau butuhkan dariku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya terdengar sedikit kesal, bahkan marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia benar-benar telah lupa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa menyalahkan dirinya. Ia mengerti hatinya, tetapi tentu saja ia tetap terkejut mendengarnya. Terutama sikapnya yang dingin dan tatapan yang tertuju padanya seperti ketika ia sedang melihat musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun lama ia telah sadari bahwa mungkin ia telah lupa, tatapan serta sikapnya yang dingin merupakan hal diluar dugaannya. Ia pun mencoba untuk mengontrol emosinya, secara tak sadar menutup mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keheningan tersebut seolah seperti ujung pisau yang menguliti kulitnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terlihat kebingungan ditengah-tengah keheningan tersebut, lalu memiringkan pandangannya ke salah satu sisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“J-Jika tak ada, bisakah kau pergi? Aku ingin – Biarkan aku sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun berdiri dari duduknya, setelah berkata seperti itu, pergi meninggalkannya seolah-olah ia ingin kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak mengejar dirinya, namun berdiri terdiam sambil mencoba menghiraukan tatapan murid-murid di kelasnya, pikirannya terasa kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia mendaftarkan dirinya di akademi ini, ia tak pernah memimpikan adegan seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, inilah reuni yang telah terjadi padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
“Hah, disini? Apa ini gedungnya? Apa benar-benar disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tsuchimikado Harutora pun ternganga tak percaya sambil melihat dengan teliti gedung nan tinggi di hadapannya. Teman baiknya Ato Touji menunjukan sedikit rasa penasaran di sebelahnya, menaikkan pandangannya untuk melihat gedung yang ada di depannya dari balik bandana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keeleganan dan juga seni yang ditawarkan sungguhlah memberikan kesan yang berbeda dari gedung-gedung lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Batu granit yang berkilau di bagian luar dindingnya adalah asli, bingkai jendela yang tersusun rapi pun dicat dengan warna scarlet cerah untuk menambahkan kesan indah dalam penampakan eksteriornya, menciptakan kesan yang menyeluruh. Bangunan tersebut disajikan dengan gaya modern namun juga menampilkan suasana khidmat sebuah kuil di saat yang bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lembaga yang mengembangkan banyak Onmyouji Nasional, Akademi Onmyou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gedung sekolah Akademi Onmyou terlihat sangat tinggi di hadapan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kudengar ini adalah sebuah ‘Akademi’, jadi aku pikir itu akan terlihat sangat tua, dan yang lebih penting, bukankah ini sebuah sekolah yang bersejarah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akademi Onmyou memang telah berdiri setengah abad yang lalu, tapi ini adalah gedung sekolah baru yang baru saja selesai tahun lalu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan kata lain, apapun yang ada didalamnya adalah peralatan baru? Pemasukan Onmyouji ternyata bagus juga, ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tak mengetahui itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan Harutora yang sedikit terkejut, Touji selalulah seperti biasa, menjawab seadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keduanya kini berdiri didepan gedung akademi, menggunakan seragam yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, seragam yang mereka gunakan sedikit berbeda dengan seragam yang kebanyakan murid lain pakai, dimana mereka memakai seragam yang jauh lebih gelap – warna hitam bulu burung – yang dimodelkan dengan pakaian era setelah Heian dengan sedikit perubahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mengenakan pakaian seragam Akademi Onmyou, dan mulai hari ini mereka akan menjadi murid dari Akademi Onmyou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku masih merasa seperti orang luar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sebaiknya menyiapkan hatimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah lama siap menjadi seorang Onmyouji…… mungkin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kau sedang membenarkan dirimu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan dingin Touji membalasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah tubuh Touji yang memang terlihat cocok atau memang seragamnya yang memang khusus dibuat untuk orang-orang tinggi, tapi Touji terlihat mencolok ketika pertama kali ia mengenakan seragam Akademi Onmyou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan disisi lain, Harutora yang masih tidak terbiasa dan merasa gellisah dengan seragam barunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena sekarang aku memiliki kemampuan untuk melihat roh dan juga Natsume shikigami, tentu saja aku telah mempersiapkan diriku.  Atau mungkin aku harus mengatakan aku tak punya pilihan selain menerima takdirku……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak sadar, ia merasakan tekanan halus dimata kirinya ketika ia mengatakan hal tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dimata kiri Harutora terdapat sebuah pentagram yang menyerupai tato. Itu merupakan bukti bahwa ia telah berjanji untuk menjadi shikigami Natsume – dapat dikatakan bahwa itu adalah tanda dari manteranya.&lt;br /&gt;
Harutora dan Natsume telah dilahirkan di dalam keluarga Onmyoudou bersejarah – Keluarga Tsuchimikado. Mereka telah menjadi teman masa kecil ketika mereka masih kecil. Shikigami dapat dideskripsikan sebagai ‘pelayan’ yang melayani Onmyouji, dan dalam tradisi keluarga Tsuchimikado, anggota keluarga cabang akan menjadi shikigami untuk melayani keluarga utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, anggota keluarga cabang Harutora tidak memiliki kualifikasi untuk menjadi seorang shikigami, tidak seperti anggota keluarga utama Natsume yang telah menunjukan bakatnya sejak kecil. Karena ia tak pernah mengembangkan kemampuannya untuk melihat aura – kemampuan melihat roh – jadi ia menghiraukan tradisi yang mengharuskan dirinya untuk menjadi shikigami Natsume, menjadi siswa sekolah menengah atas biasa yang memelajari hal-hal yang biasa dipelajari siswa sekolah menengah atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, di suatu hari musim panas – yang sebenarnya tak lebih dari setengah bulan yang lalu – Harutora ditarik oleh seorang Onmyouji-yang menyebabkan masalah dan membuatnya kehilangan teman baiknya. Jadi untuk membalaskan dendam temannya, ia menjadi shikigami Natsume, dan memutuskan untuk mengambil jalan sebagai seorang Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai penerus keluarga utama, Natsume telah mendaftar di Akademi Onmyou setelah ia lulus dari sekolah menengah pertama, tetapi Harutora baru mengikuti langkah setelah setengah tahun yang lalu dan baru mendaftar akademi hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”……Waktu itu sangatlah sibuk. Setelah semuanya selesai, aku dengan segera menyiapkan diri untuk ujian masuk, dan pada saat aku benar-benar bisa masuk Akademi Onmyou untuk menjadi seorang Onmyouji, semuanya terasa seperti mimpi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau terlihat ketakutan dimataku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak bisakah kau mengatakannya lebih baik?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluarga Tsuchimmikado sebenarnya merupakan puncak dari Onmyouji Nasional di masa lalu, namun itu dulu sebelum sekarang keadaan memburuk, kehilangan masa jaya, tugas dan tanggung jawabnya. Walaupun ayahnya seorang Dokter Onmyou, Harutora sendiri memilih jalan yang berbeda dari dunia Onmyouji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai setengah bulan yang lalu, ketika takdirnya menyimpang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, ia telah pindah ke Tokyo, mengenakan seragam Akademi Onmyou, dan berdiri didepan gedung Akademi Onmyou. Perubahan lingkungan yang tiba-tiba – atau bahkan dalam ‘hidupnya’ – masih membuatnya kebingungan, terlepas dari berapa banyak ia menetapkan hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Merupakan perjalanan panjang untuk sampai kesini……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kau baru saja sampai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban Touji tak acuh seperti biasa, kontras dengan Harutora yang perasaaan campur aduk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbicara mengenai Touji, ia juga ikut pindah ke Akademi Onmyou, namun keadaaannya berbebeda dengan keadaan Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dulu, Touji pernah terlibat dalam bencana yang disebabkan oleh roh – lebih dikenal dengan, bencana spiritual – dan dikarenakan efek samping yang masih ia derita sampai saat ini, ia harus menjalani pengobatan oleh dokter Onmyou……yang mana adalah ayah Harutora. Terpengaruh oleh keputusan Harutora untuk memasuki dunia Onmyouji, ia juga bercita-cita menjadi Onmyouji bersama Harutora, agar dapat mengurusi dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita baru saja berdiri di garis awal, jadi ini terlalu cepat untuk merasa takut…… Juga, Harutora, sepertinya kau masih belum mengerti posisimu sama sekali. Jika kau tidak berhati-hati, kau bisa saja ‘dimakan’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Apa yang kau maksud ‘dimakan’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengerutkan dahinya ketika mendengar kalimat yang terdengar &lt;br /&gt;
seperti sebuah ancaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menyeringai, menunjukan senyum congkaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar baik-baik. Meskipun kau dari keluarga cabang, kau terlahir sebagai Tsuchimikado. Ini adalah Akademi Onmyou, siswa-siswi yang bertemu dan berkumpul dari berbagai tempat untuk menjadi seorang Onmyouji. Ini berbeda dari sekolah kita sebelumnya, dan semua orang akan langsung bereaksi ketika mendengar namamu. Tempat ini mungkin sudah gempar atas kepindahanmu, dan kau pastinya akan mendapatkan banyak perhatian bahkan sebelum kau memasuki akademi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-Tapi, Natsume juga ada disini. semenjak ahli waris keluarga utama memasuki akademi, meski anggota keluarga cabang sepertiku datang sekarang pun......”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan naif!” Dengan cepat Touji menyela, merespon tanggapan gugup Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pikirkanlah baik-baik, bagaimana posisi seorang pewaris utama di Akademi Onmyou? Ia merupakan pewaris selanjutnya untuk keluarga Tsuchimikado, dan dijuluki sebagai ‘prodigi’. Tidakkah kau berpikir bahwa dia sangat terkenal dan dikagumi oleh semuanya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, itu, itu masuk akal…..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan sekarang kau, seorang anggota keluarga cabang daripada anggota &lt;br /&gt;
keluarga, tiba-tiba pindah ke Akademi Onmyou – dan juga diwaktu yang ganjil ini. Bagaimanapun, tidak ada yang tidak mengetahui nama Tsuchimaikado dalam bidang ini, dan terlebih lagi nama yang terkenal ‘cukup buruk’, jadi respon mereka mungkin tidak akan terlalu ramah. Masuk akal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, tapi……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akan ada orang yang memang ingin tahu atau penasaran terhadap &lt;br /&gt;
keluarga Tsuchimikado, tapi akan ada juga mereka yang cemburu, juga orang-orang yang berencana untuk mennunjukan kemampuan mereka dengan mengalahkan seorang Tsuchimikado, bahkan idiot yang mencoba mendekatkan diri padamu…… Dengan itu, akan ada orang yang berpikiran ‘dikarenakan sang jenius dari keluarga utama tak bisa didekati, aku harus mencoba untuk mendekati orang baru dari keluarga cabang’ – tidakkah akan begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora ingin sekali menyangkalnya dengan berteriak ‘tidak kau salah’, namun bukan saja ia tidak bisa menyangkalnya, bahkan ia percaya bahwa kemungkinan seperti itu akan terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Onmyouji merupakan sebuah profesi yang dikenal sebagai pembasmi-bencana-spiritual di era modern.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun demikian, Onmyouji tetaplah pekerjaan yang tak biasa. Untuk memenuhi persyaratannya, komunitas Onmyouji sangatlah eksklusif dan tertutup. Walaupun ini tak membatasi Onmyouji yang sedang berlatih, namun ini berlaku untuk para siswa atau trainee yang mendalami dunia Onmyouji, seperti Harutora dan Touji yang saat ini akan memulai langkahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa disengaja, Harutora merasa kesialannya akan meningkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi aku hanyalah orang luar!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa pentingnya itu, jika yang mereka pedulikan hanyalah nama Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Touji tenang pada Harutora yang gugup dan memucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teman Harutora yang satu ini dulunya adalah seorang preman jalanan.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilannya memang terlihat seperti orang yang tidak berperasaan, namun sebenarnya Touji adalah orang yang baik. Harutora yakin bahwa Touji akan menolongnya jika ia dalam bahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, tak perlu takut, kau pasti akan baik-baik saja, Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Setidaknya itu adalah kalimat yang cukup meyakinkan yang telah kau katakan ditahun ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menatap dengan curiga ke arah Touji. Rasa khawatir juga kebingungan yang awalnya ia coba hiraukan kini menjadi sebuah perasaan yang nyata akan tekanan dan bahaya oleh ucapan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun ia adalah shikigami Natsume, sebenarnya itu hanyalah sebuah nama, dan sebetulnya ia hanya membuat janji belaka tanpa adanya sebuah kontrak sihir, jadi kekuatan spiritualnya tidak terlalu meningkat. Ia masih orang luar, seperti dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku hanya bisa menjalaninya.” BIsik Harutora, sekai lagi melihat gedung Akademi Onmyou yang menjulang tinggi dihadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah berjanji pada Natsume. Juga—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tunggu dan lihatlah, Hokuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gumam Harutora pada teman yang kini telah menghilang tanpa jejak – namun masih ada disuatu tempat diluar sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Seragam ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kuharap aku bisa menunjukannya kepada Hokuto.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………Kuharap.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk suatu alasan, Touji menjawab cukup lama, dengan rasa bahagia, tak berdaya, rasa bersalah, dan sebuah senyum masam yang tercampur dengan halus didalam ekspresinya. Terlihat kompleks, namun Harutora tak menghiraukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, tak ada gunanya kita membuang waktu disini, ayo!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berucap seperti itu, Harutora dan Touji dengan segera memasuki pintu masuk akademi bersama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada dua pasang pintu otomatis yang diletakkan dipintu masuk Akademi Onmyou, dengan pengaturan yang lebih mirip dengan gedung perusahaan fashionable daripada sebuah sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang diharapkan dari Akademi Onmyou, mantera penjagaan mereka benar-benar hebat.” Ucap Touji tiba-tiba didepan pintu, dan Harutora pun menjawab dengan mengiyakan, menunjukan persetujuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan Touji tidak bermaksud pada penjagaan pada biasanya, namun lebih ke mantera penjagaan magis. Dasar dari sebuah sihir adalah untuk memanipulasi aura yang ada disekitar. Aura yang ada didalam gedung Akademi Onmyou jauh lebih stabil dibandingkan diluar gedung. Meskipun ia tidak mengerti bagaimana hal itu terjadi, namun sepertinya itu merupakan mekanisme yang dibuat oleh sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume telah memberikan mantera pada Harutora yang memberikan kemampuan untuk melihat roh, ketika Natsume membuat Harutora yang awalnya tidak sensitive dengan roh menjadi shikigami Natsume, dengan begitu ia juga mampu merasakan ‘mantera penjagaan’ yang dimaksud Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, tempat Natsume juga terasa seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, lupakan mansion keluarga utama, semua gedung-gedung besar sekarang juga dilengkapi dengan sistem penjagaan terhadap sihir seperti ini, dikarenakan selalu adanya bencana spiritual di Tokyo saat ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata demikian, Touji berjalan melewati pintu otomatis pertama, dan tiba-tiba dengan segera ia berhenti tepat ketika pintu kedua terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Komainu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat patung batu yang terlihat seperti anjing atau singa yang dipajang disisi kiri dan kanan pintu otomatis tersebut, sama seperti bentuk dan gaya komainu yang ada dikuil-kuil. Sekilas, pajangan komainu ini tidak terlihat cocok dengan gaya modern yang diberikan oleh gedung tersebut, namun terlihat sangat padu dengan gedung tersebut setelah dilihat cukup lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, ini lumayan cocok untuk suasana Akademi Onmyou.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan memegangnya sembarangan, mungkin saja mereka menggigit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haha, ini adalah Akademi Onmyou, jadi tak heran jika mereka bisa bergerak atau berbicara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, tentu aku bisa bergerak, dan juga berbicara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cakap komainu, menggerakkan tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak sadar, Harutora melompat kebelakang, dan bahkan Touji yang awalnya hanya bercanda pun melebarkan matanya, terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-itu bergerak! Benda ini benar-benar berbicara!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kau terlihat sangat panik, bukankah kau baru saja bilang kalau tak heran jika kami bisa bergerak atapun berbicara?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab komainu dengan santai, kontras dengan Harutora yang masih terkejut. Benda itu berbicara dengan suara berat, dan komainu lainnya menganggukan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menenangkan dirinya dan menatap komainu tersebut, bertanya: “……Shikigami?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, tapi jangan  pikir bahwa kami hanyalah shikigami biasa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami adalah shikigami personal tingkat tinggi yang ditanamkan sihir kepala sekolah sendiri, dengan nama Alpha dan Omega. Kami telah ditunjuk sebagai penjaga disini oleh master kami sejak Akademi Onmyou dibuka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua komainu berdiri dengan gagahnya. Meskipun dari luar terlihat seperti patung batu, sepertinya mereka memliki kemampuan untuk melentur dan membungkuk&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang mana Alpha, dan yang mana Omega?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Alpha.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Omega.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komainu yang ada disisi kanan dan kiri Harutora menjawab dengan bergantian, jadi dengan kata lain komainu yag ada disisi kanannya adalah Alpha, dan yang satunya lagi adalah Omega. Seseorang akan melihat dengan seksama bahwa ada tanduk pendek yang tumbuh dari kepala Omega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa disadari Harutora menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hebat, bahkan keluarga Natsume tidak memiliki benda seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau sebut benda, bocah? Jangan kasar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shikigami seperti ini memang sangatlah jarang, dan bahkan mereka bisa &lt;br /&gt;
tinggal disini walaupun mereka adalah shikigami kepala sekolah, benar? &lt;br /&gt;
Mungkinkah kalian dibuat semacam dengan tipe mekanik?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, kau cukup berpengatahuan. Namun, memiliki pengetahuan seperti itu merupakan hal yang natural dikarenakan kau adalah murid disekolah ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua komainu menjawab Harutora dan Touji dengan sikap yang cukup ramah, walaupun mereka menggunakan bahasa yang kaku dan arogan, mungkin kepribadiannya ternyata malah cukup ramah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sempat berpikir bahwa aku datang untuk interview disebuah perusahaan, tapi sekarang tiba-tiba menjadi sebuah sekolah sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya kita akan menemukan beberapa hal yang sama seperti ini, cukup menarik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menyeringai pada Harutora yang hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar perkataan temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, sang Alpha pun membenarkan posturnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kami telah mendengar tentang urusan kalian, tapi kami harus menyelesaikan tugas yang diberikan. Pertama, sebutkan namamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, oke, Aku Tsuchimikado Harutora.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Ato Touji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua menyebutkan nama mereka dengan lancar, dan kedua komainu tersebut menjadi diam tak bergerak seolah-olah mereka kembali menjadi patung batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, keadaan tersebut tidak berlangsung lama, dan setelah jeda sesaat, komainu tersebut membuka mulutnya kembali:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aura dan bentuk suara dari Tsuchimikado Harutora dan Ato Touji telah dikonfirmasi dan terekam.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selamat datang di Akademi Onmyou. Belajarlah dengan sesama murid-murid lainnya untuk saling memperbaiki dan menjadi Onmyouji yang hebat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Alpha dan Omega dengan suara serius, dan sepertinya Harutora dan Touji telah mendapatkan izin untuk memasuki sistem keamanan sihir sekolah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami juga telah merekam shikigami, tapi lain kali kau harus &lt;br /&gt;
menyebutkan namamu sendiri…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Alpha menambahkan kalimat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora hampir saja lompat karena terkejut, menoleh ke belakang menatap ke arah Touji dan mengecek apa yang ia dengar salah atau tidak. Namun, Touji hanya mengangkat bahunya, juga kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun menatap kembali sang Alpha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau bilang shikigamiku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shikigamiku telah terekam? Apa maksudnya? Aku tak memiliki shikigami apapun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tahu dengan sangat bahwa dia adalah orang luar, dan tentu saja ini merupakan sebuah keajaiban mengetahui bahwa sekarang ia telah masuk di Akademi Onmyou. Tentu saja ia tak pernah memiliki shikigaminya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora, mungkin yang ia maksud adalah dirimu yang menjadi shikigami Natsume?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah? Tapi cara ia mengatakannya terdengar aneh. Alpha, bisakah kau ulangi dengan jelas?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alpha membuka mulutnya, ingin menjawab pertanyaan Harutora—“Tunggu.” Namun Omega menyela percakapan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Omega tak bergerak sedikit pun seperti sebelumnya, seperti roh yang telah melayang pergi, kemudian bergerak kembali setelah jeda tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, mereka adalah patung komainu, jadi tak ada perubahan yang signifikan pada ekspresi yang ditunjukan wajah Omega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun tetap menginformasikan Harutora dan Touji dengan nada yang hati-&lt;br /&gt;
hati dan tersusun:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tuan kami telah memberitahu kami bahwa kalian segera menuju ke ruangan kepala sekolah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah itu mereka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bersandar pada dinding, berdiri pada titik buta yang ada dikoridor lantai satu yang dimana tak terlihat dari pintu masuk, dan memerhatikan kedua murid yang memasuki elevator dengan tatapan tertarik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Tampang yang membosankan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan berkata seperti itu, mari kita lihat terlebih dulu apa yang akan terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum ringan pun muncul dari bibirnya, lalu ia menarik tubuhnya dari dinding, perlahan pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kantor kepala sekolah terdapat dipuncak gedung akademi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah meninggalkan elevator, mereka tidak mendengar lagi suara dari mesin apapun, Harutora dan Touji pun berjalan menuju ujung koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gedung akademi memiliki koridor yang panjang dan simpel yang terlihat sedikit monoton. Terlihat sedikit seperti museum dari hiasan yang ada di dinding yang mungkin saja adalah sebuah barang terkutuk atau alat sihir. Didinding tersebut, terdapat baju zirah, alat-alat bekas pakai yang terbuat dari timah, jubah-jubah kumuh, katana-katana yang diperbaiki, dan hal-hal lain yang sekiranya barang-barang langka dimata Harutora, semuanya menarik perhatian Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan juga, tidak ada tanda-tanda debu dari bingkai kaca yang membingkai objek tersebut, juga tak ada debu satu pun pada lantainya, bahkan tanaman-tanaman ornamental disamping koridor pun terlihat dirawat dengan cermat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Mungkinkah shikigami yang bertanggung jawab untuk membersihkan tempat ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi pula, gedung ini memiliki komainu sebagai shikigami penjaga. Harutora merasa tertarik, membayangkan dimana para staff memanipulasi shikigami untuk membersihkan gedung ini dimalam hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kukira shikigami digunakan hanya untuk bertarung, seperti naga dan kuda Yukikaze yang Natsume gunakan…… shikigami yang digunakan para Investigator Mistis juga memiliki kegunaan yang sama, tapi mungkinkah ada shikigami yang mengerjakan pekerjaan rumah yang pintar dalam mencuci pakaian dan bersih-bersih?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memang ada shikigami umum yang dijual dipasaran dan memiliki kegunaan yang tak terbatas, tapi untuk menggunakan sihir kelas pertama membutuhkan kualifikasi yang mencukupi, atau dengan kata lain, hanya Eksorsis tertentu yang dapat menggunakannya. Namun harganya juga tak murah, jadi jika memang ada shikigami ‘rumah tangga’, kupikir akan banyak orang yang tak mampu untuk membelinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Maaf, Touji, apa itu sihir kelas pertama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan Harutora membuat Touji menaikkan alisnya, tak mampu untuk tak mendesah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku terkejut kau mampu masuk Akademi Onmyou dengan sikapmu yang seperti itu. Itu adalah pedoman Onmyoudou yang dibuat oleh Agensi Onmyou – simpelnya, itu adalah sihir yang diakui sebagai sihir yang efektif.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sihir Modern dibagi menjadi dua tipe, sihir kelas pertama yang diakui oleh Onmyou Agensi sebagai sihir yang sihir yang benar-benar efektif, dan sihir kelas bawah yang tidak masuk dikategori tersebut. ‘Sihir terlarang kuno’ dan hampir seluruh peramalan jatuh dalam kategori tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penggunaan dari sihir kelas pertama membutuhkan kualifikasi sebagai Onmyouji resmi, atau lebih tepatnya, seseorang harus lulus Ujian Onmyou Kelas Satu atau Kelas Dua yang disenggelerakan oleh Agensi Onmyou. Harutora dan yang lainnya memasuki Akademi Onmyou dengan alasan untuk lulus kualifikasi tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan untuk sihir kelas satu… Bahkan shikigami pun jarang ditemui dikehidupan sehari-hari, karena pada dasarnya penggunaan terhadap Onmyoudo itu dibatasi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh…… Kenapa itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hukumnya mengatakan seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menjelaskan dengan kasual, tangannya masih berada didalam kantung celananya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji sebenarnya telah lama tertarik dengan Onmyoudo semenjak bencana spiritual yang meninggalkan efek samping terhadap tubuhnya. Ia mengandalkan pengetahuan yang ia pelajari sendiri, dibandingkan dengan Harutora yang hidup dengan acuhnya namun terbiasa mendengarkan hal-hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu, dengan kata lain, Akademi Onmyou adalah pengecualian, dengan shikigami dimana-mana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada akhirnya, ini adalah tempat yang khusus didirikan dan dirancang untuk membantu perkembangan Onmyouji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkinkah guru-gurunya juga shikigami – tidak mungkin sampai sejauh itu bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku setidaknya mengetahui bahwa ada shikigami diantara murid-murid ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Benarkah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, dan dia bahkan bodoh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji tersenyum jahat, dan Harutora hanya ‘nn?’, memiringkan kepalanya. Ketika shikigami bodoh tersebut akhirnya menyadari siapa yang dimaksud Touji, keduanya telah sampai didepan kantor kepala sekolah.&lt;br /&gt;
Terdapat sebuah tanda simpel yang menggantung pintu sederhana tersebut &lt;br /&gt;
– ‘Ruang Kepala Sekolah’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji menghiraukan Harutora yang mulai gugup kembali, dengan tenang mengetuk pintu ruangan kepala sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada respon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengangkat tangannya, mencoba melanjutkan untuk mengetuk, ketika— &lt;br /&gt;
“Masuk”. Sebuah respon datang dari bawah kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berteriak layaknya anak kecil yang terkejut, sedangkan Touji melangkah mundur dari pintu, juga berusaha menutupi rasa terkejutnya. Seekor kucing mendekati mereka berdua dan sekarang menatap mereka berdua dari lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah kucing calico yang berbulu lebat, dan menunjukan tatapan tajam ketika melihat Harutora dan Touji, dengan pelan mengetuk pintu dengan ekor panjangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pintunya terbuka, silahkan masuk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya kucing yang berbicara merupakan hal lain setelah komainu yang berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Apakah ini hobi kepala sekolah? Atau ruangan yang berkaitan dengan Onmyouji memang seperti ini jika kau pergi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mana aku tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya dengan lelah, dan Touji menjawab dengan ekpresi getir. Sang kucing pun melengkungkan tubuhnya dengan tak sabar, mengeongi layaknya kucing normal seolah menyuruh mereka untuk segera dan membuka pintunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Permisi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapnya ketika akan memasuki ruang kepala sekolah. Segera setelah ia membuka pintunya, dengan cepat kucing itu mendahului mereka, berlari ke dalam ruangan tanpa menghiraukan apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Huh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika memasuki ruang kepala sekolah, Harutora langsung bergumam lirih. Atmosfer yang ada didalam ruangan sangatlah berbeda dengan yang ada diluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atmosfer tenang dan nostalgia pun memenuhi ruangan tersebut, seperti kafe era-Taisho.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dinding kuning muda yang memudar, karpet merah tua yang diletakan di lantai, dan rak mantel yang terbuat dari logam disertai pembatas kaca ruangan yang dicat. Dibelakang pembatas ruangan tersebut adalah tempat untuk menerima tamu, dan diantaranya terdapat kursi dan meja yang berwarna tan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, hal yang terlihat paling memukau adalah rak buku yang menutupi kedua sisi dinding. Sebuah jumlah yang mengejutkan dari buku ynag tersusun rapi di rak tersebut. Dan seseorang dapat mengatakan kalau buku-buku tersebut sudah terorganisir. Terdapat literatur jepang serta literatur asing, bahkan dengan beberapa literatur kuno dan dokumen yang terjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan jauh didalam ruangan tersebut…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat sebuah meja besar yang tebuat dari kayu redwood yang ditempatkan didepan jendela, bersama dengan sosok mungil yang dengan diam duduk dibelakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Touji pun saling memandang, dikarenakan keduanya berasumsi bahwa sang kepala sekolah adalah seorang pria, namun orang yang menduduki kursi tersebut adalah seorang wanita tua yang elegan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kucing pun duduk diatas meja, perlahan melompat ke dalam pangkuan sang wanita. Ia menaruh bukunya yang sedang ia baca, perlahan mengusap pelan sang kucing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia mengankat kepalanya, menaruh kacamatanya yang bertengger dihidungnya, dan menatap Harutora dan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selamat datang, aku telah menunggu kedatangan kalian berdua cukup lama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya sama persis dengan suara yang dikeluarkan sang kucing.&lt;br /&gt;
Helaian rambut yang menyentuh pundaknya berwarna abu-abu, dan walaupun ia tua, postur duduknya sangatlah tegap, sangat berlawanan dengan umurnya. Ia mengenakan kimono berwarna coklat yang terlihat sangat cocok untuknya seperti sebuah bagian dari tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tsuchimikado Harutora-san dan Ato Touji-san. Halo, aku kepala sekolah disini, Kurahashi Miyo.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-Halo.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harotora mengucapkan salam, Touji pun menganggukkan kepalanya dengan &lt;br /&gt;
hormat. Lalu, keduanya menjawab wanita tua – permintaan Kurahashi Miyo untuk lebih mendekat ke mejanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin ia masih belum terbiasa dengan seragamnya, atau mungkin sebagai hasil dari atmosfer yang diberikan di ruangan dan sang kepala sekolah, Harutora merasa seperti anak kecil yang sedang menunjukan seragam barunya kepada nenek yang jarang ditemui ketimbang dirinya yang sedang menemui kepala sekolah untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kepala sekolah menatap keduanya tanpa bimbang, dan tiba-tiba terlihat berseri-seri. “Begitu.” Gumamnya sugestif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kalian adalah Hishamaru dan Kakugoukinya Natsume-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora terkejut, dengan cepat bertanya. Touji dengan diam hanya memerhatikan sang kepala sekolah, nampak kebingungan dengan apa yang dimaksud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dengan segera sang kepala sekolah mengganti topic yang diiringi dengan senyum hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingat pernah diberitahukan bahwa sebelumnya kalian tidak memiliki kesempatan untuk bersinggungan dengan Onmyoudou di kehidupan sehari-hari kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nadanya ramah sambil mengelus-elus kucing yang ada di pangkuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian pasti sudah bertemu dengan Alpha dan Omega di lantai satu. Ditambah dengan mereka, kucing ini juga shikigamiku. Apa mereka mengagetkanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, se-sedikit……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika begitu aku minta maaf, tapi tolong agar kalian dengan segera dapat menyesuaikan diri, karena kalian mulai saat ini akan hidup di ‘dunia ini’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap kepala sekolah, terus memandang keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ato Touji-san, aku telah mendengar keadaanmu dari ayah Harutora-san. Tekadmu sangatlah luar biasa, jadi tolong berusahalah untuk melawan efek sampingmu.” Ucapnya terlebih dahulu pada Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia berbicara kepada Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tsuchimikao Harutora-san, aku juga telah mendengar dirimu dari orang tuamu dan juga sedikit dari Natsume-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natsume? Apa yang Natsume katakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya degan terkejut, kepala sekolah hanya tersenyum ringan kemudian mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, anak itu sangatlah sopan. Setelah kau memutuskan untuk memasuki akademi, ia datang kepadaku untuk memberitahukan bahwa kau telah mengikuti tradisi keluarga Tsuchimikado dan telah menjadi shikigaminya. Dan juga, aku mengenal orang-orang di Agensi Onmyou, jadi aku mengetahui beberapa hal mengenai insiden Dairenji Suzuka musim panas ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Touji pun saling bertukar pandang mendengar apa yang dikatakan oleh kepala sekolah. Kepala sekolah Onmyouji telah menyinggung mengenai – Dairenji Suzuka – yang telah mengubah jalan hidup mereka, membuat mereka mengambil kesempatan untuk mendaftarkan diri pada Akademi Onmyou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, insiden tersebut tidak dipublikasikan. Orang luar menganggap bahwa itu dikarenakan dengan umurnya yang masih belia, namun sebenarnya itu dikarenakan kebijakan politik untuk meminimalisirkan efek terhadap publik sekecil mungkin. Dairenji Suzuka adalah seorang Onmyouji Nasional Kelas Satu – salah satu dari ‘Dua Belas Pemimpin Suci’, Onmyouji terbaik dari yang terbaik. Tentu saja Agensi Onmyou menginginkan hal ini dirahasiakan sebisa mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Investigator yang telah diperintahkan untuk melakukan tugas pun dengan tegasnya memberitahukan Harutora dan Touji untuk tidak berbicara mengenai insiden yang terjadi atau apapun yang berhubungan dengan insiden tersebut, dan hanya sebagian kecil dari orang-orang di Agensi Onmyou yang mengetahui kebenaran yang terjadi pada insiden tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin kalian berdua, yang dimana adalah orang luar dalam hal ini, berpikir mengapa kalian diterima ke dalam Akademi Onmyou. Aku secara personal memberikan kalian pengecualian khusus dan mengizinkan kalian untuk masuk, dengan alasan bahwa aku mengetahui kontribusi kalian terhadap masalah tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Se-seperti yang kuduga……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, aku juga berpikir seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji membuka mulutnya untuk pertama kalinya disamping Harutora yang terkejut, bertingkah tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seluruh calon Onmyouji di Negara ini berkumpul di Akademi Onmyou, dan dalam memasukinya sangatlah kompetitif. Bahkan oleh seorang anggota keluarga Tsuchimikado atau seseorang yang memelajari hal tentang Onmyouji sendiri, tidaklah mudah bagi mereka yang ingin mememasukinya – dan bahkan itu belum sampai pada formalitas lainnya. Harutora dan Touji juga sedikit merasa bahwa ada beberapa hal yang disembunyikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau  ingin mengunci rapat mulut kami – apakah itu alasannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji bertanya dengan nada menantang. Harutora pun memberikan tatapan penuh cela terhadapnya, namun teman baiknya sama sekali tidak melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, sang kepala sekolah tetap mempertahankan ekspresinya, bahkan mengakuinya : “aku tak bisa menyangkal pemikiran tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun walaupun begitu, kalian berdua tidak buruk. Contohnya, Harutora-san, apakah kau tahu bahwa kekuatan spiritualmu jauh lebih besar dari kebanyakan orang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah? Ah, kau menyebutnya, aku ingat para penguji memberitahuku bawa aku hanya bagus pada kekuatan spiritualku yang besar saat ujian……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengingat kejadian saat itu. Ia tidak mendengarnya sebagai sebuah pujian saat itu, namun ia malah merasa bahwa saat itu ia sedang dimarahi karena hasil ujiannya yang sangat buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Membiarkan murid yang tak bertalenta masuk namun memiliki tekad, cara terbaik menanganinya adalah dengan menakutinya. Menurutku, kalian berdua memiliki bakat untuk menjadi Onmyouji hebat, dan karena itu aku membiarkan kalian masuk. Tentu saja, ada kemungkinan bahwa pendapatku akan salah. Walaupun begitu, kalian secara resmi telah menjadi siswa Akademi Onmyou, dan apapun yang akan terjadi setelah ini akan tergantung dari kerja keras kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Orang ini terlalu terus-terang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kontras dengan sikapnya yang elegan, sang kepala sekolah berbicara tanpa berbasa-basi. Namun, dibandingkan dengan berterus-terang, mungkin Akademi Onmyou menyikapi siswanya dengan sikap yang berbeda dari sekolah biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana Harutora kebingungan, Touji yang berada disebelahnya mengira-ngira sikap kepala sekolah. Sejujurnya, Harutora yakin bahwa Touji akan menyikapi keberadaannya di Akademi Onmyou seperti orang yang tidak akan peduli dengan keadaan sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Sekolah yang cocok untuknya pasti tidak akan terlalu normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana dengan dirinya? Harutora sedikit gelisah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, benar, satu lagi. Anggap saja sebagai sebuah peringatan kecil dari wanita tua seperti aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera sikapnya berubah, sebagaimana ia menunjukan sikap waspada- namun juga tertarik – menatap ke arah Harutora dan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian pasti tahu tentang ‘rumor’ mengenai Natsume-san, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kepala sekolah berterus-terang diluar apa yang mereka bayangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera Touji menenangkan dirinya, namun Harutora tanpa sadar menganga sambil menatap kepala sekolah. Tak perlu dijawab, mereka berdua telah mengetahui dan sadar rumor tersebut mengacu kemana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala sekolah mengimplikasikan rumor yang menyatakan kalau Natsume adalah reinkarnasi Tsuchimikado Yakou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kepala sekolah tak bergerak, bahkan setelah melihat sikap Harutora dan Touji yang kaku kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dikarenakan efek dari rumor tersebut, Natsume-san menjadi pusat perhatian di akademi, dan mungkin akan berpengaruh pada kalian sebagai orang yang telah mengenal lama Natsume. Jika kau punya masalah, kalian bisa menemuiku kapan pun, dan jika kalian sungkan untuk memberitahukannya padaku, kalian bisa membicarakannya pada wali kelas kalian – aku akan mengenalkan kalian pada Ohtomo-sensei segera. Kami akan membantu kalian semampu kami.” Ucapnya, menghiraukan reaksi yang diberikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu berarti......”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora ingin mngatakan sesuatu, namun kepala sekolah telah berbicara terlebih dahulu: “Tapi – kuharap kalian agar terbiasa dengan keadaannya sesegera mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ter-terbiasa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, karena hal ini akan selalu mengganggu kalian nanti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menutup mulutnya mendengar hal ini. Kepala sekolah telah memberitahukan kebenarannya, namun ia tak pernah membayangkan bagaimana situasi sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume pernah bilang bahwa orang-orang dewasa disekitarnya melihat dirinya dari sudut pandang yang diberikan oleh rumor tersebut. Selama kejadian yang terjadi musim panas lalu, Suzuka juga menangkap Natsume dikarenakan efek dari rumor tersebut. Dan sekarang, Natsume tak bisa membebaskan dirinya dari belitan rumor tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Hanya lahir di keluarga utama Tsuchimikado saja sudah cukup merepotkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa mengabaikannya, dan ia harap setidaknya ia dapat sedikit membantu Natsume dan berbagi beban dengannya. Hal tersebut juga menjadi faktor penting pada keputusan Harutora untuk menjadi shikigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Aku hanya bisa menanggungnya......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi Harutora mengingat kalimat yang ia gumamkan ketika memasuki gedung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kepala sekolah menatap murid barunya, senyum ramah pun muncul diwajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia bertanya dengan nada santai: “Dan pada poin ini aku penasaran -  bagaimana kesan kalian mengenai Tsuchimikado Yakou&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kesan? Kesan atas Yakou? Jujur, aku tak memiliki kesan yang cukup berarti atas dirinya selain bahwa dirinya berasal dari masa lalu. Ia seperti seorang saudara yang terkenal...... namun dengan semua yang telah terjadi, kupikir ia adalah seorang pembuat masalah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti. Bagaimana menurutmu, Touji-san?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“......Aku yakin bahwa ia adalah orang yang hebat dalam komunitas sihir, dan ia memiliki prestasi yang luar biasa. Dengan kata lain......”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia jenius, tidak diragukan lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Touji, tenang dan tegas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tsuchimikado Yakou...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setengah abad setelah keluarga Tsuchimikado mulai mengalami penurunan setelah Restorasi Meiji, ketika sedang gempar-gemparnya Perang Pasifik di Jepang, seorang ahli sihir jenius menunjukan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yakou merevitalisasikan Onmyoudo atas permintaan pihak militer. Ia mengintegrasikan legenda dan sihir Jepang, mengkonstruksi sistem sihir baru, yaitu ‘Imperial Onmyoudo’, yang merupakan fondasi yang diadopsi oleh ‘General Onmyoudo’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, setelah selesainya Perang Pasifik, terdapat atmosfer kekalahan yang kuat, dan militer Jepang memerintahkan Yakou untuk melakukan upacara sihir skala besar, namun sayangnya gagal – kebanyakan warga biasa memercayainya. Terpengaruh karena kegagalan upacara, aura kota Tokyo pun menjadi kacau-balau, yang mengarah ke kejadian bencana &lt;br /&gt;
spiritual yang sampai sekarang masih sering terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jepang saat ini merupakan satu-satunya negara didunia yang secara resmi diakui dan dizinkan untuk penggunaan sihir. Sebenarnya, hal ini untuk menangani bencana spiritual yang terjadi – kutukan yang ditinggalkan oleh Yakou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, untuk menumpas bencan spiritual yang tiada akhirnya, mereka bergantung mengandalkan Onmyoudo kuat – berkah yang ditinggalkan Yakou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengembangan Onmyou berkaitan erat dengan terjadinya bencana spiritual, dan terjadinya bencana spiritual disebabkan karena Onmyoudo yang belum dikubur dalam-dalam. Dan jika melihat akar permasalahannya, kedua hal ini telah dibawa ke dunia ini oleh seorang jenius yang sama. Ulah Tsuchimikado Yakou yang telah mencipatakan dasar komunitas sihir di Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Seorang pembawa perubahan pada dunia tentu saja akan mendapatkan perhatian yang sangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan Natsume sendiri tidak mengetahui bahwa dirinya benar-benar reinkarnasi Yakou atau bukan, dan tak ada satu orang pun yang benar-benar yakin mengenai ini. Ia memang memiliki bakat sebagai Onmyouji, namun dirinya yang saat ini masih belum bisa ditentukan sebagai persamaan Yakou. Ia tak memiliki memori masa lalu, dan tentu saja tak ada persamaan yang benar-benar dapat terlihat dari dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Dairenji Suzuka yang merupakan salah satu dari Dua Belas Pemimpin Suci percaya bahwa Natsume adalah Yakou, dan tentu saja ia bukanlah satu-satunya yang yakin akan hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akankah suatu hari nanti Natsume akan mengingat masa lalalunya dan menyadarinya bahwa dirinya selama ini adalah Yakou? Ketika hari itu benar-benar datang, perubahan apa yang akan terjadi pada Natsume? Sebagai shikigaminya, apa yang akan ia lakukan nanti?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana Harutora berpikiran demikian…… Sang kepala sekolah tiba-tiba berkata: “…Ia sangat suka bermain shogi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?” Tanya Harutora, dan Touji pun menunjukan ekspresi terkejut yang jarang terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kepala sekolah tak menghiraukannya, lanjut berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun ia sebenarnya tak pandai bermain shogi, mungkin karena tak adanya bakat? Walau tak pandai dalam shogi ia senang mengajak dan menantang lawan mainnya – namun ia akan merajuk jika ia kalah, memberikan sakit kepala kepada orang yang bermain dengannya. Namun aku juga selalu bersyukur padanya yang selalu mengajarkanku cara bermain shogi. Kalau tidak, aku mungkin tak akan mengenal apa itu shogi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tersenyum nostalgia sebagaimana ia membicarakannya. Harutora kebingungan mendengarnya, namun seketika Touji sadar. Matanya pun melebar terkejut, dari bawah bandananya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kau melihat Tsuchimikado Yakou ketika ia masih hidup?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, aku masih anak-anak saat itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kepala sekolah memberitahukannya. Touji menutup mulutnya mendengar hal tersebut, namun tidak dengan Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah!? Kau bertemu Yakou?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja aku menemuinya, mungkin kalian para pemuda berpikir bahwa ia adalah seseorang dari zaman dahulu – tapi jangan lupa, itu hanya setengah abad yang lalu ketika Jepang diselimuti oleh api peperangan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun tersenyum, seolah-olah ingin menambahkan: ‘tak ada yang luar biasa mengenai hal tersebut.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun Harutora masih tak dapat menyembunyikan keterkejutannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Kepala sekolah bertemu Yakou…… Begitu, jadi masih ada orang-orang yang pernah melihat Yakou dengan mata kepala mereka sendiri……!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yakou merupakan seorang tokoh sejarah dimata Tsuchimikado Harutora, namun seseorang menyaksikan tokoh ‘sejarah’ tersebut dengan mata kepalanya sendiri. Ia pun tak bisa memungkiri atmosfer yang tiba-tiba menjadi berat disekitarnya, dan tak bisa berucap untuk beberapa saat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Namun…… berkata seperti itu bukanlah sesuatu yang luar biasa……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang dihadapannya ini telah hidup cukup lama sebelum akhirnya ia menjadi ‘Kepala Sekolah Akademi Onmyou’. Ia telah melewati masa mudanya sama seperti Yakou, mengalami perang, tumbuh dewasa, memiliki keluarga – ia benar-benar telah hidup cukup lama. Sebelumnya Harutora hanya melihat identitasnya sebagai ‘kepala sekolah’, daripada sebagai ‘Kurahashi Miyo’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala sekolah pun kemudian berbicara kepada yang Harutora: “Yakou juga seorang manusia, Harutora-san.” …Seolah-olah membaca pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tsuchimikado Yakou juga sama sepertimu, lahir di dalam keluarga Tsuchimikado, tumbuh besar di keluarga yang tradisional, dan kemudian bersinar cemerlang sebelum akhirnya ditelan oleh jaman. Hidupnya mungkin, memang tidak biasa, namun ia juga tertawa dan menangis, sama seperti orang biasa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang biasa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, tapi banyak juga orang yang tidak mengerti akan hal ini. Sebagai Tsuchimikado, mungkin kau percaya bahwa Yakou adalah penyebab dari menurunnya citra keluargamu – sebuah momok dalam komunnitas sihir, tapi kau mengetahui ini, bukan? Memang, banyak orang-orang yang beranggapan berbeda mengenai ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Beranggapan berbeda…… Apa maksudnya itu?’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada sekelompok orang yang melihat Yakou sebagai seorang pahlawan dan menggambarkannya sebagai seorang dewa…… Mereka adalah para pemuja fanatik Yakou.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memberikan tatapan bertanya kepada Touji,  mengenai hal ini yang tak pernah ia dengar sebelumnya, namun sepertinya ini juga pertama kalinya touji mendengar hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka mengabaikan sisi kemanusian dalam diri Yakou, secara membabi buta memujanya…… Sayangnya, hal mengenai Natsume pun juga terdengar oleh mereka, dan mereka telah mencoba untuk menghubungi Natsume-san sebelumnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me-mereka datang mencari Natsume? Bagaimana……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak mengetahui tentang hal tersebut. Singkatnya, Natsume sedang diincar oleh sekumpulan pemuja fanatic gila tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Keadaan yang kumaksud supaya kalian terbiasa juga menyangkut hal ini. Mereka yakin bahwa rumor tersebut adalah benar. Aku tahu ini terdengar aneh, namun inilah kenyataannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala sekolah memperingatkan mereka, tegas. Harutora pun hanya terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kesan juga merupakan salah satu bentuk dari sebuah sihir…… dan juga sebuah kutukan.” Ucapnya, pelan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rumor pun juga sama. Bentuk sihir seperti ini menyihir hati manusia…… Sihir yang tak diakui oleh Onmyoudo sebagai sihir yang efektif secara kolektif disebut sebagai sihir kelas dua, namun terlepas dari kelas satu atau pun dua, sihir tetaplah sihir. Terlebih lagi, sihir-sihir kuat dan menakutkan secara ketat diklasifikasikan sebagai sihir kelas dua, tapi mungkin ini terlalu sulit untuk kalian pahami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Touji pun hanya terdiam, dan kucing yang ada dipangkuannya pun menguap, seolah-olah berkata: ‘Bagian mana yang susah untuk dimengerti?’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Harutora-san, Touji-san, kau mungkin akan menghadapi perkara sulit kedepan nanti, jadi berusahalah dan atasi masalah tersebut secara perlahan. Aku menantikan performa kalian kedepan nanti, dari diriku secara individual maupun diriku yang sebagai kepala sekolah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, sang kepala sekolah pun tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kemudian, seolah-olah mengetahui pembicaraan sudah selesai, suara ketukan pun datang dari belakang mereka. “Permisi……” mengatakan ini, seorang pria pun menjulurkan kepalanya ke dalam ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kepala sekolah? Ini sudah melewati waktu yang sudah ditetapkan, apakah anda masih ada perlu sebentar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh astaga, aku membuatmu menunggu, maafkan aku. Kami sudah selesai disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, baguslah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laki-laki berperawakan kurus pun memasuki kantor kepala sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terlihat cukup muda, namun sepertinya tak terlalu bersemangat. Rambutnya berantakan, memakai kacamata, dan mengenakan kemeja dan dasi yang sudah lusuh yang ditutupi dengan jas murah juga celana kusut. Senyuman ringan pun muncul di wajah tirusnya, yang lebih memberikannya kesan ‘lemah’ daripada ‘ramah’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, hal yang paling menyolok darinya adalah tongkat yang ada di tangan kanannya. Ketika ia memasuki ruangan, ia menopang dirinya dengan menggunakan tongkat tersebut, berjalan maju dengan menyeret – melihat sekilas ke bawah, tongkat kayu panjang terlihat dari bagian kaki kanan celananya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu merupakan kaki palsu, dan merupakan hal yang jarang ditemui di era modern – sebuah kaki palsu vintage seperti yang biasa digunakan para bajak laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin sadar akan tatapan mereka, laki-laki tersebut tersenyum dengan ramah, mengangkat kaki kanan palsunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh? Ini? Keren, bukan? Aku guru di akademi ini, tapi aku juga seorang Onmyouji, jadi setidaknnya aku harus menaikkan pamorku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang lebih mengejutkan adalah, sang pria berbicara dengan sangat gembira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tak mengerti apayang dibanggakan olehnya – terlebih lagi, yang mereka tak mengerti adalah pamor seperti apa yang yang bisa dinaikkan oleh sebuah kaki palsu, namun sikapnya terlihat cukup antusias dan ia berbicara dengan aksen Kansai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Benar-benar orang aneh……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sadar banwa ia tak sopan, Harutora pun mengerutkan wajahnya, sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia adalah wali kelas kalian, Ohtomo Jin-sensei. Jangan menilainya berdasarkan penampilannya, dia sangatlah kompeten.” Ucap kepala &lt;br /&gt;
sekolah sambil tersenyum&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana bisa kau mengatakan itu kepala sekolah. Ah, terserahlah, memang begitulah, kuharap aku bisa menjadi guru seperti yang kalian harapkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata demikian, Ohtomo menyeringai. Meskipun ia terlihat seperti orang lemah yang tak dapat diandalkan dari luar, namun senyumnya penuh semangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu ayo, semuanya menunggu kalian berdua di kelas - Kepala sekolah, kami pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo pun menganggukan kepalanya sebagai tanda hormat, membawa Harutora dan Touji keluar dari ruang kepala sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang kucing pun mendengkur, seakan memperingatkan mereka untuk: ‘Bekerja keras’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidakkah itu menakutkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika mereka keluar dari ruangan dan berjalan melewati koridor, Ohtomo berbisik kepada Harutora dan Touji, seolah-olah memberitahukan rahasia buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh? Apanya yang menakutkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja kepala sekolah…… Tidakkah kau mengetahuinya? Wanita tua &lt;br /&gt;
itu memang terlihat seperti seorang kepala sekolah, tapi sebenarnya dia adalah figure penting yang berada dibalik-sisi industri ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Kau membicarakan tentang kepala sekolah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar…… Disisi lain, bukankah kau Tsuchimikado? Bagaimana kau tidak mengetahui hal sekecil ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo kebingungan, namun Harutora tak bisa berkata apa-apa, tak mengerti apa yang dimaksud olehnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan Ohtomo malah mendapatkan reaksi dari Touji yang ada disebelah Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi itu Kurahashi yang dimaksud……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gumam Touji. “Benar.” Ohtomo membenarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya dalam pembicaraan ini hanya Harutora yang tak mengerti, dan ia pun memberikan tatapan tak puas ke arah Touji. Namun, Touji hanya membalasnya dengan menatap balik yang seolah-olah berkata: ‘akan kujelaskan nanti’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian harus berhati-hati, shikigami kepala sekolah ada dimana-mana di akademi ini, jadi kau akan tertangkap jika kau coba-coba untuk membolos kelas. Tapi jika kau ingin membolos kelas karena ada urusan, kalian bisa datang kepadaku. Aku berbicara seperti ini karena aku adalah seorang spesialis, jadi aku bisa memberikanmu tips bagaimana untuk menghindari mata dan telinga kepala sekolah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guru semacam ini yang secara terang-terang berbicara tentang membolos kelas ketika pertama kali menemui muridnya terlihat seperti seorang guru yang tidak dapat diandalkan. Harutora pun hanya menjawab ‘yah’ secara acuh tak acuh, dan Touji pun hanya mengerutkan keningnya. Namun sepertinya ia memberikan reaksi seperti ini karena ia tak yakin orang macam apa sebenarnya gurunya ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimanapun, kepala sekolah telah memberitahukan situasi kalian kepadaku. Jika kau berada dalam masalah, jangan ragu untuk membicarakannya denganku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Ohtomo riang, benar-benar berbeda dengan penampilannya. Seperti yang diduga dari Akademi Onmyou, kepala sekolah dan bahkan gurunya pun unik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Dengan demikian, mungkinkah murid-murid disini juga aneh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora pun ternggelam dalam renungannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, ia membuka mulutnya, bertanya: “Ah, iya, sensei, bisakah aku bertanya sesuatu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah? Secepat itukah dirimu dalam masalah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, aku tak bisa menyebutnya masalah – Kepala sekolah mengatakan &lt;br /&gt;
hal aneh ketika dia pertama kali menemui kami, apakah kau tahu ‘Hishamaru’ dan ‘Kakugyouki’ itu apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Ohtomo yang mana ada didepan mereka berjalan sambil tertatih-tatih, mendengar pertanyaan tersebut. Ia pun berhenti.&lt;br /&gt;
Ia pun berbalik, wajahnya bertanya-tanya – menatap Harutora, dengan tatapan menyelidik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia mengalihkan tatapan bingungnya kearah Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji hanya mengangkat bahu, berkata: “Bukankah kau telah mendengar situasi kami? Orang ini sebenarnya adalah seorang Tsuchimikado, tapi jelasnya, dia hanyalah orang yang tidak mengetahui apa-apa tentang Onmyoudo.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ah? Bagaimana kau bisa berbicara seperti itu Touji, mungkinkah kau mengetahui hal tersebut?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanya Harutora, namun Touji hanya menjawab dengan menganggukan kepalanya. Melihat interaksi mereka berdua, Ohtomo pun hanya dapat bergumam: “……Begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, wajahnya pun berubah serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harutora-san, Hishamaru dan Kakugyouki yang dimaksud adalah nama dari shikigami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shikigami?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, keduanya adalah shikigami milik Tsuchimikado Yakou.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tercengang, dan Ohtomo pun hanya menunjukan senyum suram yang sedikit berbeda dari sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dikatakan bahwa Yakou setidaknya memiliki ribuan shikigami, namun diantara shikigami tersebut hanya dua dari mereka yang selalu ada disisi kanan dan kiri tuannya…… Hishamaru dan Kakugyouki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shikigami……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora akhirnya mengerti maksud dari perkataan kepala sekolah yang diucapkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hishamaru dan Kakugyouki Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala sekolah bukan hanya membandingkan Natsume dengan Yakoou, namun ia juga memberikan penilaian yang sama terhadap Harutora dan Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Kepala sekolah juga memercayai bahwa rumor tersebut adalah benar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udara dingin pun seolah mengusap punggungnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Kedua shikigami tersebut menjadi petugas Onmyou dimasa militer jepang dulu, dan bahkan disaat perang, shikigami memiliki pangkat dan pelayanan yang luar biasa. Tapi, kekuatan dari kedua shikigami tersebut sangatlah kuat, dan mereka pun masih menjadi objek kekaguman sampai sekarang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah selesai menjelaskan, Ohtomo kembali berjalan dengan kaki lumpuhnya. Harutora dengan segera mengikuti, dan Touji dengan diam turut melangkahkan kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah penjelasan tersebut, Ohtomo yang  tadinya banyak berbicara terdiam seribu bahasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka turun dengan elevator, berjalan melewati koridor dengan petunjuk Ohtomo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama setelahnya – “Sampai.” Ohtomo berhenti didepan sebuah pintu.&lt;br /&gt;
Suara bising pun datang dari balik pintu, jelas seperti perkumpulan anak muda yang berusia setara, memberikan atmosfer khas dari sebuah ‘ruang kelas sekolah’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Ini dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora sangat familiar dengan perasaan seperti ini, walau kini ia berada diarea Akademi Onmyou yang berbeda, namun kegelisahannya menambahkan rasa tegangnya, bahkan lebih. Seperti sebuah ‘sindrom siswa pindahan’. Harutora tingal ditempat yang sama sejak ia kecil, jadi ia tak pernah mengalami berpindah sekolah sejak ia sekolah dasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun lamat-lamat memandang ke arah Touji, menyadari bahwa ia masih bersikap acuh tak acuh. Ia pun akhirnya mencoba bersikap tenang, namun ia tak bisa menyembunyikan detak jantungnya yang berdetak kencang di dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo menaruh tangannya pada gagang pintu, membalikkan badannya dan berkata sambil tersenyum: “Apa kalian sudah siap?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika pintu terbuka, suara bising tadi dengan segera mereda – yang kemudian menjadi sunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah~ Maaf telah membuat kalian menunggu, aku membawa murid baru yang kalian tunggu-tunggu~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohtomo memasuki kelas dengan  tak peduli, dan Harutora pun mengikutinya dari belakang dengan gelisah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruang kelas tersebut cukup luas dan lebar, dan langit-langitnya pun cukup tinggi, dengan konfigurasi ruang kelas yang benar-benar berbeda dengan sekolah umum menengah atas lainnya. Lantainya berundak-undak jadi bagian belakangnya lebih tinggi dari bagian depan, dengan meja yang tetap dan kursi yang tersebar, memberikan kesan kepada Harutora seperti sebuah aula konser sederhana dibandingkan sebuah kelas.&lt;br /&gt;
Lalu—&lt;br /&gt;
Beberapa lelaki dan perempuan yang berumur sama mengenakan seragam Akademi Onmyou, duduk dibarisan bangku yang berundak dan menatapnya.&lt;br /&gt;
Seragam untuk laki-laki berwarna hitam legam, dan perempuannya berwarna putih bersih. Mungkiin dikarenakan gaya desain yang unik, hal itu memberikan kesan aneh seperti sebuah kelompok gagak hitam dan putih.&lt;br /&gt;
…Uwah!&lt;br /&gt;
Tatapan mereka tertuju padanya dari berbagai sudut di ruang kelas.&lt;br /&gt;
Walaupun itu hanya sebuah tatapan , semakin banyak orang yang menatapnya semakin membuatnya terasa gugup. Ia, yang terbiasa menggunakan tameng pada dirinya dengan bersikap acuh tak acuh untuk melindungi dirinya yang pemalas, sekarang merasa seolah-olah ia dipaksa untuk melepas tameng yang biasa ia gunakan.&lt;br /&gt;
“Baiklah, semuanya perhatikan~ kedua orang ini adalah murid ini akan bergabung dengan kelas ini mulai hari ini, Tsuchimikado Harutora dan Ato touji-san. Oke, silahkan sambutannya.”&lt;br /&gt;
“……A-aku Tsuchimikado Harutora.”&lt;br /&gt;
“Aku Ato Touji.”&lt;br /&gt;
“Yah – Hey, perkenalanmu terlalu pendek. Kesan pertama sangatlah penting, kau setidaknya harus lebih mengekspresikannya.”&lt;br /&gt;
Ohtomo menggelengkan kepalanya, terlihat ia sudah mulai bosan. Mungkin Touji tidak peduli dengan hal tersebut, namun Harutora merasa tak berdaya, dan ia sangat khawatir dengan tatapan yang tertuju padanya saat ini, juga murid-murid akademi yang akan ia temui nanti.&lt;br /&gt;
...’Berhati-hatilah untuk tidak ‘dimakan’.’&lt;br /&gt;
Ia pun teringat peringatan yang diberikan Touji. Harutora tidak pernah bisa menilai tatapan seperti apa yang ditujukan olehnya – apakah tatapan tersebut berisi dengan kedengkian atau hanya rasa penasaran, atau mungkin hanya ingin mengecek wajah baru. Namun peringatan Touji terngiang-ngiang di pikirannya, dan tatapan yang tertuju padanya sepert mereka memiliki maksud jahat.&lt;br /&gt;
Yang lebih penting, mampukah orang luar seperti dirinya dibandingkan dengan ruang kelas yang seperti ini, dimana berisi murid-murid yang berasal dari berbagai tempat dan telah menetapkan tujuannya untuk menjadi Onmyouji?&lt;br /&gt;
Lututnya bergetar, gugup.&lt;br /&gt;
Tenggorokannya sangatlah terasa kering.&lt;br /&gt;
Dan kemudian……&lt;br /&gt;
Bakatora!&lt;br /&gt;
…Hah?&lt;br /&gt;
Ia seperti mendengar seseorang berbicara, namun tentu saja itu tak mungkin terjadi. Sebenarnya, ia hanya mendengar bisik-bisik para murid dan suara Ohtomo yang terdengar santai.&lt;br /&gt;
Namun disaat yang bersamaan, ia juga menyadari tatapan tersebut.&lt;br /&gt;
Kedua mata yang memerhatikannya, dan tatapan hangat serta tulus yang menyertainya.&lt;br /&gt;
Ia pun membalas menatapnya – Natsume.&lt;br /&gt;
Natsume di depan matanya.&lt;br /&gt;
Punggungnya tegak sebagaimana ia duduk di ujung ruang kelas tersebut, melihat lurus hanya kepadanya. Ia hanya terdiam duduk ditempatnya, ia terlihat begitu mencolok hingga ia terkejut bahwa ia tidak menyadari keberadaanya lebih dahulu.&lt;br /&gt;
Rambut hitam halusnya diikat dengan pita merah muda, dan paras cantiknya bagaikan bunga segar yang ditempatkan di tengah sinar matahari, yang dilindungi dengan bayangan pucat mimpi.&lt;br /&gt;
Disisi lain, ia juga bisa langsung melihat semangat, rasa bangga, dan sifat-sifat menakjubkan lainnya yang tersembunyi jauh didalam dirinya. Natsume juga memberikan aura unik dibandingkan dengan murid lain, seolah-olah keberadaannya berbeda dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;
…Benar, disini……&lt;br /&gt;
Awalnya ia berpikir bahwa tempat ini tak lain dan tak bukan merupakan tempat dimana segala musuh berkumpul, dengan tanpa satu orang pun yang tidak dikenal dan belum pernah ia temui.&lt;br /&gt;
Namun, itu bukanlah masalahnya.&lt;br /&gt;
Natsume ada di Akademi Onmyou.&lt;br /&gt;
Ia adalah teman masa kecil Harutora, tuan yang harus ia layani sebagai shikigami.&lt;br /&gt;
Memasuki Akademi Onmyou sama dengan datang untuk berada disisi Natsume. Tubuh dan pikirannya yang gugup pun menjadi tenang ketika ia berpikir seperti itu.&lt;br /&gt;
Disisi lain, ekspresi apa itu?&lt;br /&gt;
Ia tidak melakukan aksi yang mencolok, dan hanya duduk di tempat duduknya, melihat Harutora dan Touji yang ada di depan kelas.&lt;br /&gt;
Namun, mata bulatnya memancarkan kegembiraan. Wajah putihnya sedikit memerah, dan ia dapat melihat bahwa ia bernapas dengan cepat.&lt;br /&gt;
Seperti ketika ia masih kecil – ia seperti seorang anak yang tak bisa menyembunyikan kegembiraanya ketika bertemu kembali dengan kawan lamanya. Untuk beberapa saat, Harutora lupa dengan posisinya, kemudian tersenyum kecut.&lt;br /&gt;
Setengah tahun ini, menanggung tatapan yang ditujukan kepadanya seorang diri, hingga sampai akhirnya saat ini datang – untuk menyapa kawan lamanya.&lt;br /&gt;
Karena hal tersebut, Natsume yang biasanya bersikap tenang kini terlihat senang dan bersemangat.&lt;br /&gt;
…Aku telah membuatmu menunggu.&lt;br /&gt;
Harutora membalas tatapan Natsume dengan perasaan seperti itu. Mungkin ia terlalu berlebihan, namun ia melihat cahaya yang ada di mata Natsume semakin lama semakin cantik serta cuping hidungnya yang mengembang-kempis dengan lemah lembut. Tentu saja, jika ia bertanya nanti padanya, ia tentu akan menyangkalnya dengan wajah memerah: ‘Tidak mungkin itu terjadi!’&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
Ia benar-benar tidak terbiasa melihat cara berpakaiannya.&lt;br /&gt;
Teman masa kecil yang ada di depannya, tuannya, Natsume. &lt;br /&gt;
Hanya saja penampilan dirinya terlihat berbeda dengan Natsume yang dikenal oleh Harutora.&lt;br /&gt;
Gadis dari keluarga utama tersebut, kini mengenakan seragam hitam – seragam lelaki, rambutnya ia ikat ekor kuda. Ini merupakan kali kedua ia melihat Natsume berpakaian seperti ini dengan mata kepalanya.&lt;br /&gt;
…Jadi memang ada tradisi semacam ini……&lt;br /&gt;
Pewaris keluarga Tsuchimikado harus bertingkah seperti seorang lelaki bagi orang yang melihatnya.&lt;br /&gt;
Sama seperti tradisi dimana ‘anggota keluarga cabang diharuskan menjadi shikigami keluarga utama’ yang Harutora jalani, sepertinya hal tersebut memanglah sebuah tradisi yang ada di keluarga utama. Natsume terikat dengan tradisi tersebut, memasuki Akademi Onmyou sebagai seorang lelaki dimana ia harus menyembunyikan identitasnya. Harutora mengetahui hal ini di hari pertama ketika ia sampai ke Tokyo – tepatnya kemarin.&lt;br /&gt;
…Bagaimana dirinya bisa tidak ketahuan, terlebih lagi ia membiarkan rambutnya tetap panjang.&lt;br /&gt;
Ia tidak akan memberitahukan Natsume walaupun ia diancam mati, namun untungnya tubuh rampingnya saat ini tidak terlalu ‘feminin’. Namun, wajahnya lebih kecil dibandingkan dengan seorang pria, dan jika ia berbicara dengan suara aslinya, tentu saja akan memicu banyak kecurigaan. Dan bahkan ia menggunakan pita berwarna merah muda untuk mengikat rambutnya, sepertinya ia benar-benar tidak mengerti bagaimana caranya menyamar.&lt;br /&gt;
Sebenarnya, penampilan natsume terlihat seperti ‘seorang perempuan yang bergaya seperti lelaki’ bagaimanapun harutora melihatnya,  memberikannya penampilan gadis sekolah menengah atas yang berusaha keras untuk berpadu dengan sekolah laki-laki, dengan pakaiannya yang sedikit tidak natural.&lt;br /&gt;
…Mungkin itu disebabkan karena Natsume tidak memiliki teman disini.&lt;br /&gt;
Natsume yang Harutora kenal sangatlah pemalu dan kurang  bisa sosialisasi, dan ditambah dengan rumor yang menyatakan bahwa dirinya adalah reinkarnasi Yakou, ia mungkin tidak memiliki satu pun orang yang dapat dianggapnya sebagai teman, sehingga identitas aslinya tidak terbongkar.&lt;br /&gt;
Berapa lama ia bisa menyembunyikannnya?&lt;br /&gt;
Natsume memang gadis yang berwajah androgini, namun saat ini ia baru berumur enam belas tahun dan akan menjadi lebih dan lebih feminin kedepan nanti, baik luar maupun dalam. Bisakah ia benar-benar menyembunyikan rahasianya seperti itu? Kini perasaan gelisah pun muncul di dalam hati Harutora, namun berbeda dengan yang sebelumnya.&lt;br /&gt;
 “Mereka masuk satu semester lebih lambat dari yang lainnya dan mungkin mereka tidak bisa mengikuti pelajaran kelas dari awal, jadi semuanya mohon bantuannya.”&lt;br /&gt;
Ucap Ohtomo dengan seringai ringan. Intinya, saat ini perkenalan telah selesai.&lt;br /&gt;
Namun, baru saja Ohtomo selesai berbicara, lengan baju seputih salju pun terangkat.&lt;br /&gt;
Sebuah tangan terangkat dari tengah-tengah kelas.&lt;br /&gt;
Tatapan Harutora pun berbelok, bergerak menjauh dari Natsume.&lt;br /&gt;
…Oh, sangat lucu.&lt;br /&gt;
Perempuan berseragam putih pun dengan diam mengangkat tangannya.&lt;br /&gt;
Rambut coklatnya yang telihat sedikit ikal diikat, dengan sebagian helaian rambut yang membingkai wajahnya. Tatapannya jelas dan tajam, bulu matanya panjang dan lentik, dan bibirnya yang diberikan sedikit sentuhan lipstick, serasi dengan kulit sehatnya dan memberikan kesan imut namun tak berlebihan.&lt;br /&gt;
Wajahnya mungil, tidak kalah dengan Natsume, dan tubuhnya jauh lebih terlihat anggun. Dibandingkan dengan Natsume yang androgini, ia sungguhlah gadis cantik yang feminin, dan tak akn sulit untuk membandingkannya sebagai anggota grup idol －atau bahkan leadernya.&lt;br /&gt;
“Ohtomo-sensei, aku punya pertanyaan.”&lt;br /&gt;
Gadis itu bertanya dengan suara khas perempuannya. Ohtomo, dengan senang meresponnya: “Kyouko-kun?” sepertinya namanya adalah Kyouko.&lt;br /&gt;
“Silakanlah bertanya, seperti tiga ukurannya…… tidak, abaikan tiga ukuran laki-laki, coba tanya mengenai kesukaaannya atau tentang punya tidaknya ia seorang pacar……”&lt;br /&gt;
Tidakkah ia menjawab sedikit sembarang? Harutora menatap Ohtomo dengan tidak setuju.&lt;br /&gt;
Namun—&lt;br /&gt;
“Tidakkah ini aneh untuknya dengan tiba-tiba pindah ke sekolah ini di waktu yang seperti ini? Itu melanggar peraturan Akademi Onmyou. Bukankah seharusnya mereka harus menunggu sampai tahun depan untuk masuk ke sekolah ini?”&lt;br /&gt;
Ucapan gadis itu – Kyouko – bagai panah yang tepat sasaran.&lt;br /&gt;
Terdengar jelas nada bicaranya menunjukan ketidaksukaannya – Tidak, bukan ketidaksukaan yang jahat, namun rasa kesal atas ketidaksukaannya.&lt;br /&gt;
…Ah, orang ini.&lt;br /&gt;
Satu orang telah muncul, pikir Harutora. Touji sudah lama menduga akan ada murid yang bereaksi seperti ini. Harutora pun semakin gugup, namun senyum dingin malah muncul dari wajah Touji.&lt;br /&gt;
Disisi lain, sikap Ohtomo masih terlihat santai, tanpa adanya rasa malu pada ekspresinya.&lt;br /&gt;
“Benar, sebenarnya situasinya sedikit rumit, memaksa mereka untuk masuk akadamei diwaktu yang tak biasa.”&lt;br /&gt;
“Bisakah aku bertanya situasi macam apa?”&lt;br /&gt;
“Kau tahu, situasi yang seperti itulah.”&lt;br /&gt;
“Apakah itu situasi yang tak bisa dipublikasikan?”&lt;br /&gt;
“Itu benar.”&lt;br /&gt;
Ohtomo tersenyum dari bawah, dan wajah Kyouko pun dengan segera memerah.&lt;br /&gt;
“Kami berusaha untuk masuk Akademi Onmyou dengan berusaha sekeras mungkin dalam ujian yang hanya diadakan satu tahun sekali! Bagaimana orang itu dengan mudahnya masuk hanya karena sebuah alasan yang tidak bisa dipublikasikan?”&lt;br /&gt;
“Mereka juga mengerjakan ujian.”&lt;br /&gt;
“Walaupun begitu, bukankah ujian tersebut terlihat dibuat khusus untuk mereka? Itu tidak adil sama sekali!”&lt;br /&gt;
“Pada akhirnya, keberuntungan juga termasuk bentuk dari suatu kekuatan.”&lt;br /&gt;
“Tolong jangan abaikan aku dengan candaan!”&lt;br /&gt;
Kyouko menegurnya, kesal. Lalu, ia menarik napasnya dalam seolah-olah Ohtomo memaksanya untuk melakukan seperti itu, menenangkan dirinya.&lt;br /&gt;
Walaupun hanya sementara, tatapan Kyouko yang bertaut dengan Ohtomo tiba-tiba terarah pada Harutora. Tatapan mereka bertemu, dan dengan segera ia melepas tatapannya, ekspresi tak suka pun terpapar dengan jelas, yang kemudian ia kembali menatap Ohtomo.&lt;br /&gt;
Lalu, ia bertanya, dengan tenang dan suara yang keras: “……Apakah karena ia seorang Tsuchimikado?”&lt;br /&gt;
Seketika suasana ruang kelas menegang karena perkataan tersebut.&lt;br /&gt;
“Anggota keluarga Tsuchimikado bisa mendapatkan pelayanan khusus? Tidakkah itu tidak adil?”&lt;br /&gt;
…Seperti yang diduga……&lt;br /&gt;
Semua terjadi seperti yang telah diduga Touji. Harutora pun dengn segera menjadi pusat perhatian, dan ia rasanya tak bisa untuk tak ingin menangis.&lt;br /&gt;
Ia melirik sekilas pada tatapan yang diberikan oleh Touji, keduanya pun saling bersitatap satu sama lain. Ia tahu tanpa harus bertanya tentu saja tatapannya adalah tatapan mengejek, seolah berkata ‘kau cukup disambut rupanya’. Jika dipikir baik-baik, walaupun Touji bukanlah seorang Tsuchimikado, seharusnya ia merasa bermasalah dengan diskusi tersebut, namun tatapan senang yang muncul ketika masalah datang. Benar-benar tak peduli.&lt;br /&gt;
…Namun……&lt;br /&gt;
Bukannya ia tak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Kyouko. Pelayanan khusus yang didapatkan Harutora dan Touji akan terlihat tidak menyenangkan bagi murid yang bersusah payah dalam menyiapkan persiapan ujian masuk Akademi Onmyou.&lt;br /&gt;
Namun, meskipun ia tahu ketidaksukaannya sampai-sampai ia harus menantangnya di depan kelas seperti ini, Harutora benar-benar tak tahu bagaimana harus meresponnya, dan mungkin akan lebih mudah jika ia mempermasalahkan hal tersebut dengannya secara pribadi.&lt;br /&gt;
…Apa yang harus ia lakukan?&lt;br /&gt;
Ketika nama Tsuchimikado disebutkan, bisik-bisik dalam kelas pun terhenti. Ohtomo bergumam lirih, bingung bagaimana harus menanggapi. Bagaimanapun juga, ia harus meluruskan pernyataan tidak adil tersebut! Pikir harutora, namun mungkin laki-laki itu merasa kalau ini terlihat cukup menarik. &lt;br /&gt;
Sepertinya kini semua bergantung padanya. Ketika Harutora berpikiran seperti itu……&lt;br /&gt;
 “Jangan berlebihan.” Sebuah suara pun memecah keheningan suasana kelas.&lt;br /&gt;
Suara itu datang dari Natsume.&lt;br /&gt;
Ia berdiri, tangannya diletakkan di atas meja. Bukan hanya Harutora yang terlihat terkejut, dimana Kyouko dan seisi kelas pun juga terkejut. Semua yang ada di kelas – termasuk Ohtomo – melihat ke sumber suara dengan terkejut.&lt;br /&gt;
Namun, Natsume tak menghiraukan reaksi yang ada disekitarnya.&lt;br /&gt;
“Kurahashi Kyouko, bisakah aku mengetahui alasanmu mengungkit-ungkit nama Tsuchimikado? Sebagai sesama Tsuchimikado, aku harus mengklarifikasi bahwa keluarga Tsuchimikado sama sekali tidak mendapatkan pelayanan khusus dari Akademi Onmyou. Jika kau hanya mengatakannya secara sembarang, maka itu merupakan sebuah penghinaan besar untuk keluarga Tsuchimikado. Tolong tarik ucapanmu dan minta maaf kepadanya.”&lt;br /&gt;
Suaranya terdengar tegas namun tidak benar-benar kasar, seperti sebuah asahan pisau tajam. Seisi kelas pun terdiam, seluruh murid menahan napasnya.&lt;br /&gt;
Dengan komentar Natsume yang demikian, wajah Kyouko pun kehilangan warnanya, bagaikan ia telah menerima sebuah serangan.&lt;br /&gt;
Namun, ia tak mau mengalah mengenai hal tersebut.&lt;br /&gt;
“Ba-bagaimanapun juga, tolong jelaskan situasinya.”&lt;br /&gt;
Ia malah bersikap ofensif, menantang Natsume.&lt;br /&gt;
 “Tidak ada penjelasan yang meyakinkan! Jika kau tidak dapat menjelaskan, bukankah kebanyakan orang akan mengira-ngira bahwa kekuatan dari keluarga Tsuchimikado mungkin saja berada dibaliknya? Juga—“&lt;br /&gt;
Kyouko tiba-tiba berdiri, menatap Natsume sambil menunjuk Harutora yang berada di podium.&lt;br /&gt;
Harutora baru saja ingin berbicara, namun didahului oleh Kyouko yang lanjut berbicara.&lt;br /&gt;
“Natsume-kun, bukankah ia adalah shikigamimu? Kau mungkin saja membiarkannya masuk ke Akademi Onmyou untuk membuat shikigamimu agar bisa bersamamu – tidakkah orang-orang akan mengira seperti itu?”&lt;br /&gt;
Ucapan Kyouko pun menimbulkan bisik-bisik yang tadi terhenti muncul kembali, dan Harutora terkejut. Selama ini ia berpikir bahwa hanya Natsume, Touji dan dirinyalah yang mengetahui hal tersebut.&lt;br /&gt;
“Bukankah itu terlalu kuno untuk membuat manusia sebagai shikigami, tapi hal itu sepertinya sesuatu yang akan dilakukan oleh seorang Tsuchimikado.”&lt;br /&gt;
Ucap Kyouko, sengaja memberikan senyum dingin. Penampilan yang mengesankan yang tak bisa dianggap enteng bagaimanapun juga.&lt;br /&gt;
Namun Natsume tidaklah kalah dalam hal mengesankan.&lt;br /&gt;
“Tak masuk akal. Memang Harutora adalah shikigamiku, namun tak ada hal yang membuktikan bahwa ia melakukan hal curang untuk memasuki Akademi Onmyou. Bukankah itu wajar? Lagipula, mengapa juga Akademi Onmyou mau untuk melakukan pelayanan khusus pada murid biasa? Dia adalah shikigamiku, itu mungkin alasan mengapa ia masuk, namun itu tak ada hubungannya dengan kenapa ia baru masuk sekarang. Cukup sudah dengan omong kosongmu.”&lt;br /&gt;
Natsume terdengar rasional dan tak beremosi. Kyouko pun menyerang kembali, tak membiarkan Natsume pergi.&lt;br /&gt;
 “Hanya murid biasa? Kau adalah pewaris dari keluarga Tsuchimikado—“&lt;br /&gt;
“Kalau begitu biarku luruskan sendiri berdasar dengan ucapanmu. Untuk ‘pewaris keluarga Tsuchimikado’, bukan? Apakah kau percaya jika fasilitas  pelatihan terkemuka Onmyouji senasional akan memberikan pertolongan khusus pada siswa yang tak pantas dan malah akan menghancurkan repitasinya sendiri nanti? Kau seharusnya juga tahu bahwa keluarga Tsuchimikado saat ini mengalami penurunan. Jika kau benar-benar meragukannya, mungkin keluargamu sendirilah yang harusnya patut dicurigakan, bukan?”&lt;br /&gt;
Ucap Natsume, dingin. Dan wajah Kyouko pun memucat.&lt;br /&gt;
“Intinya, seperti yang kukatakan, rahasia apa yang membuatnya harus masuk di waktu yang ganjil seperti ini?”&lt;br /&gt;
“Tidakkah kau mendengar apa kata sensei? Sensei telah bilang kalau ia tak dapat menginformasikannya.”&lt;br /&gt;
 “Aku tak bisa menerima itu!”&lt;br /&gt;
“Itu bukan pilihanmu. Terlebih lagi, mau kau menerimanya atau tidak, itu bukanlah urusan kami ataupun  Akademi Onmyou. Masalah ini tak ada hubungannya denganmu, dan kau tak ada hak untuk tahu.”&lt;br /&gt;
“Ap……!”&lt;br /&gt;
“Jika kau menghalangi jalannya kelas ini dengan spekulasi tak mendasar lagi, kusarankan sebaiknya kau keluar dari kelas. Akademi Onmyou adalah tempat untuk belajar Onmyodou, jadi jangan gunakan sebagai alat untuk memuaskan keinginanmu.”&lt;br /&gt;
Berdasarkan telinga observer dari sudut pandang ketiga seperti Harutora, ini adalah celaan terang-terangan. Walaupun ia merasa senang kalau Natsume membelanya seperti itu, ia tak bisa untuk tidak tercengang dan berpikir: ‘tak heran jika orang ini tak memiliki teman.’&lt;br /&gt;
…Terlebih lagi idiot itu menganggap dirinya telah ‘menang’, dan menunjukan tatapan penuh kemenangan……&lt;br /&gt;
Walaupun Natsume berpura-pura bersikap tenang, Harutora dapat melihat dengan sekilas kalau ia terlihat bersemangat mengenai hal ini. Khususnya, adu lidah yang ia telah berikan untuk membela Harutora terlihat memberikan efek yang berbeda dari yang ia kira, sama seperti halnya membuatkannya sekelompok musuh saat ia memasuki akademi ini.&lt;br /&gt;
Harutora pun melihat ke arah Ohtomo seolah-olah ia teringat sesuatu.&lt;br /&gt;
“……Kau tak akan menghentikan mereka?”&lt;br /&gt;
“Hah? ……Oh ya! Aku lupa!”&lt;br /&gt;
Guru ini bukan hanya tak dapat diandalkan, ia bahkan tak memerhatikan apapun. Harutora pun mencoba melirik ke arah teman satu-satunya, Touji.  Meskipun Touji sengaja menunjukan sikap acuh tak acuh, ekspresinya menunjukan kegembiraan yang tersembunyi.&lt;br /&gt;
Masa yang akan datang akan sulit.&lt;br /&gt;
Harutora melihat kedua gadis yang sedang berargumen dan mampu menimbulkan suati percikan – salah satu dari mereka adalah perempuan yang mengenakan seragam lelaki – dan merasakan masa depan yang suram terbentang dihadapannya.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=513116</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=513116"/>
		<updated>2017-02-17T05:27:46Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Volume 2 - RAVEN&amp;quot;s NEST */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Teaser|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr1_cover_cut.jpg|thumb|x400px|Cover for Volume 1]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039; (東京レイヴンズ) adalah light novel Jepang yang ditulis oleh [[:Category:Kouhei Azano|Kōhei Azano]] dan diilustrasikan oleh Sumihei. Serial ini diadaptasi dalam bentuk manga di tahun 2010. Sekitar 24 episode adaptasi anime tayang di jepang mulai tanggal 8 Oktober 2013 sampai 26 Maret 2014, yang meliputi Volume 1 sampai 9, kecuali beberapa cerita pendek dari Volume 4 dan Volume 5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; juga tersedia dalam bahasa berikut:&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Français|Français (French)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo_Ravens_~Russian_Version~|Русский (Russian)]]&lt;br /&gt;
*[https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_Italiano Italian]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Spanish|Español ]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
Tsuchimikado Harutora lahir dalam sebuah keluarga Onmyouji kelas atas, namun dia tidak bisa melihat &amp;quot;energi roh&amp;quot;. Berkat itu, dia telah menikmati kehidupan sehari-hari yang tenang dengan teman-temannya di SMA biasa. Suatu hari, teman masa kecilnya Tsuchimikado Natsume yang merupakan ahli waris keluarga utama, tiba-tiba menghilang. Apakah ini akan menyebabkan takdirnya mulai terlepas!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Lainnya==&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Genre&#039;&#039;&#039;: Action, Romance, Comedy, Supernatural&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Judul Asli&#039;&#039;&#039;: 東京レイヴンズ&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Penulis&#039;&#039;&#039;: Kōhei Azano&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Illustrator&#039;&#039;&#039;: Sumihei&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Volume yang telah dipublikasikan&#039;&#039;&#039;: 1-14, EX 1-3&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Status&#039;&#039;&#039;: Masih berlanjut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Perkenalan Karakter==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;collapsible collapsed&amp;quot; style=&amp;quot;text-align:left; margin:5px 20px clear:both; font-size:100%; background:transparent; width:100%;&amp;quot;&lt;br /&gt;
! style=&amp;quot;background:#cee0f2;&amp;quot; align=&amp;quot;center&amp;quot;| &#039;&#039;&#039;Peringatan mengandung Spoiler!&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Harutora Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Harutora.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Karakter utama dan putra keluarga percabangan klan Tsuchimikado. Meski lahir dalam keluarga Onnyouji yang berbeda, dia tidak memiliki kekuatan sihir. Dia telah hidup normal dan mengubur kembali hidupnya yang mengingat kalau dia tidak bisa melakukan apapun tanpa kekuatan sihir. Saat dia kecil, dia berjanji dengan Natsume untuk menjadi shikigami dan melindunginya. Setelah menyaksikan kematian Hokuto, dia menjadi shikigami Natsume demi menepati janji yang dia buat beberapa tahun lalu. Dia terlihat mempunyai semacam &#039;Nasib sial&#039; yang dia anggap sebagai kutukan kuno yang ditinggalkan oleh leluhurnya. Dia benar-benar lemah dalam belajar dan biasanya diajari oleh Natsume untuk menjauhkan diri setahun.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Natsume Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Natsume.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora dan putri keluarga utama klan Tsuchimikado. Dia adalah anak Onmyouji yang bersekolah di Tokyo dan suka menghabiskan uang. Selama liburan musim panas, dia datang ke kota Harutora untuk mengganggu kehidupan tenangnya dengan tanggung jawab pada janji yang Harutora buat dulu yang telah mengenalnya. Dia adalah ahli waris keluarga Tsuchimikado dan dianggap menjadi reinkarnasi Yakou Tsuchimikado. Sebagai tradisi keluarga, dirinya saat ini menyamar sebagai laki-laki di depan keluarga Onmyouji lain. Dia punya shikigami tipe Gohou yang dipanggil Hokuto, roh naga sejati yang melayani keluarga Tsuchimikado dari generasi ke generasi. Dia sangat peduli dengan reputasi keluarganya dan menanggung beban menjadi ahli waris klan Tsuchimikado berikutnya. Setelah insiden dengan Suzuka Dairenji, dia mengenakan pita yang sama dengan Hokuto yang diberikan oleh Harutora saat memenangkan permainan tembak. Dia peduli dengan Harutora dan jatuh cinta padanya sejak kecil.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Hokuto&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Hokuto.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora. Dia akrab dengan Harutora dan benar-benar cemburu ketika Harutora dicium oleh Suzuka. Selama pertemuan berikutnya dengan Suzuka, dia mengorbankan dirinya demi menyelamatkan Harutora dari shikigami Tsuchigumo milik Suzuka, menyatakan dirinya sebagai shikigami. Hokuto sebenarnya shikigami Natsume, yang digunakan sebagai perantara untuk mendekati Harutora. &#039;Kematian&#039; Hokuto adalah apa yang diberitahukan pada Harutora sebagai shikigami Natsume. Dia membagikan namanya dengan shikigami lain yang dipanggil Hokuto yang merupakan sesosok naga.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Suzuka Dairenji&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Suzuka.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Orang termuda dalam Dua belas Pemimpin Suci yang dijuluki &amp;quot;anak berbakat&amp;quot;. Dia diincar sebagai kriminal karena penelitian dan menggunakan sihir terlarang. Dia mengunjungi kota demi mencari Natsume untuk menawarkan dirinya dalam Ritual Taizan Fukun untuk menghidupkan kembali kakaknya. Dia meneliti Yakou Tsuchimikado dan Ritual Taizan Fukun demi menghidupkan kakaknya lagi. Ini menuntunnya ke dalam pertikaian dengan perwakilan Onmyouji. Walaupun menjadi Onmyouji yang sangat kuat, dia diperlakukan sebagai Pemimpin Suci terlemah karena pernyataan Reiji Kagami. Dia adalah putri Shidou Dairenji. Dia berdosa karena tindakannya yang membawa menuju kematian Hokuto tetapi Harutora melepaskannya dari dosanya ketika dia memberitahu kalau Hokuto dikendalikan dari jarak jauh oleh penggunanya. Sebagian besar sihirnya disegel oleh Perwakilan Onmyouji dan dia kemudian mendaftarkan diri di Akademi Onmyouji sebagai hukuman atas insiden di kota sebelah. Dia memiliki perasaan suka pada Harutora.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Touji Ato&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Touji.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Mantan penjahat dan teman terbaik Harutora dari sekolah. Dia mampu merasakan roh tertentu dan banyak mengetahui tentang Onmyouji. Dia adalah korban Kehancuran Spiritual dari dua tahun lalu. Dokter ayah Harutora merawatnya walau setelah pengaruhnya tersisa. Dia menyadari cara sebelum Harutora kalau Natsume adalah seseorang yang mengendalikan Hokuto. Dia mendaftar ke Akademi Onmyouji di Tokyo bersama dengan Harutora. Dia biasanya membantu kapanpun  dia mendapat masalah. Dia selalu terlihat mengenakan syal hijau. Dua tahun sebelum cerita, diungkapkan kalau dia dirasuki oleh Ogre yang menyebabkan Kehancuran Spiritual. Jadi, pada akhirnya dia menjadi Setengah Ogre dan sekarang mencoba memperoleh kendali untuk menahan Ogre dalam dirinya. Alasan kenapa dia mendaftar ke Akademi Onmyouji adalah untuk membersihkan Ogre dalam dirinya.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Terjemahan==&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap chapter (setelah diedit) harus sesuai dengan pedoman format umum.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|Format Umum/Mode Pedoman]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Pedoman dan Terminologi|Pedoman Proyek Spesifik: Nama dan Terminologi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Halaman Pendaftaran===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah diminta untuk [[Tokyo Ravens (Indonesia):Halaman Registrasi|mendaftar]] bab/chapter yang ingin mereka kerjakan.&#039;&#039;&#039;&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ini merupakan terjemahan &#039;&#039;second hand&#039;&#039; dari bahasa [[Tokyo Ravens|inggris]], bila anda mampu berbahasa jepang dengan baik, sangat dipersilahkan.&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Dan mohon hubungi dulu dengan penerjemah yang aktif kalau ingin berkontribusi. Jika penerjemah tidak ada atau tidak aktif dalam 3 bulan boleh diambil alih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Feedback Forum===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Update==&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;overflow:auto; max-height: 150px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
*13 Desember 2016 - Volume 1 Chapter 4 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*28 November 2016 - Volume 1 Chapter 3 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*21 Oktober 2016 - Volume 1 Chapter 2 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*12 Maret 2016 - Volume 1 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*11 Maret 2016 - Pembaharuan Halaman&lt;br /&gt;
*25 Juni 2013 - Teaser&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039; oleh Kōhei Azano==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 1 - SHAMAN*CLAN===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 1|Chapter 1 - Putra dari Keluarga Cabang]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 2|Chapter 2 - Dimulainya Pemujaan]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 3|Chapter 3 - Tentara Iblis Berlapis Baja]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 4|Chapter 4 - Keturunan Tsuchimikado]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr1 cover cut.jpg|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2 - RAVEN&amp;quot;s NEST===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 1|Chapter 1 - Gagak Muda Akademi]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 2|Chapter 2 - Ears and Tail]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 3|Chapter 3 - Shikigami Showdown]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 4|Chapter 4 - Kodoku]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 5|Chapter 5 - One-Armed Oni]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr2-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3 - TariAN cHImAirA===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 1|Chapter 1 - A New Beginning]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 2|Chapter 2 - Spring Tempest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 3|Chapter 3 - Living Spirits]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 4|Chapter 4 - Destroying the Nue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 5|Chapter 5 - Starting Point]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr3-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 4 - KEMBALINYA GADIS-GADIS &amp;amp; hari-hari dalam sarang I===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume4_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 1|Chapter 1 - Star Raid]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 2|Chapter 2 - The Rumored Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 3|Chapter 3 - The Girl&#039;s Next Step]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Short|Short - Chicks In The Nest Prologue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 1|Story 1 - Frog Day]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 2|Story 2 - The Men&#039;s Capriccio]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 3|Story 3 - Escape From Dougenzaka]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 4|Story 4 - Bloody Holiday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr4-cover-cut.jpeg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 5 - hari-hari dalam sarang II &amp;amp; GADIS-GADIS LAGI===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume5_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 1|Chapter 1 - Chicks In The Nest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 1|Story 1 - The Snowscape of the Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 2|Story 2 - Winter Day&#039;s Dinner]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 3|Story 3 - The Tail of Duty]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 4|Story 4 - Cold Memory in Dark]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 2|Chapter 2 - Practical Skills Training Camp]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 3|Chapter 3 - Six People&#039;s Conference]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 4|Chapter 4 - The Girl&#039;s Determination]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr5-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 6 - SERANGAN Shaman Hitam===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume6_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 1|Chapter 1 - Under The Rainy Season&#039;s Overcast Sky]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 2|Chapter 2 - Letter of Challenge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 3|Chapter 3 - Onmyouji, Visiting]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 4|Chapter 4 - Breaking Through the Enemy Line]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 5|Chapter 5 - Competition of Magic]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr6-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 7 - _MUNCULNYA_KEGELAPAN_===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume7_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 1|Chapter 1 - Encounter]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 2|Chapter 2 - An Old Clue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 3|Chapter 3 - Twin-Horned Syndicate]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 4|Chapter 4 - Higekiri]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 5|Chapter 5 - Darkness Emerge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr7-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 8 - ujung-tangisan===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume8_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 1|Chapter 1 - Entanglement]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 2|Chapter 2 - The Waking Darkness]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 3|Chapter 3 - Natsume and Kyouko]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 4|Chapter 4 - Revelation]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 5|Chapter 5 - The Tsuchimikado Girl]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr8-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 9 - sampai Langit Gelap===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume9_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 1|Chapter 1 - Death]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 2|Chapter 2 - In the Night]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 3|Chapter 3 - Bared Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 4|Chapter 4 - Counterattack]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr9-cover-cut.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 10 - PERMULAAN/KUIL===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume10_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 1|Chapter 1 - Rabbit from the Temple of Darkness]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 01|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 2|Chapter 2 - Visitors]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 02|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 3|Chapter 3 - Sacred Ground for Conspiracy]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 03|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 4|Chapter 4 - Onmyouji at the Mountain]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 04|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 5|Chapter 5 - Cursed Temple on Fire]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr10-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 11 - berubah:tidak berubah===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume11_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 1|Chapter 1 - Past and Present]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 2|Chapter 2 - Future and Everyday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 3|Chapter 3 - Time to Hunt]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 4|Chapter 4 - Those Sharpening their Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 5|Chapter 5 - Blue and Pink]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr11-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 12 - Persimpangan BINTANG-BINTANG===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume12_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 1|Chapter 1 - Omens of the Banquet]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 2|Chapter 2 - Scenery of Old]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 4|Chapter 4 - Meteor Flurry]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr12-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 13 - HITUNGAN&amp;gt;MUNDUR===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume13_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 1|Chapter 1 - Dark Clouds Yonder]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 2|Chapter 2 - Omens of the Storm]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 3|Chapter 3 - Dissonance]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 4|Chapter 4 - Journey]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 5|Chapter 5 - Interweaving Travels]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr13-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 14 - EMPEROR.ADVENT===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume14_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 1|Chapter 1]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 2|Chapter 2]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 4|Chapter 4]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr14_001.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===BD Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Supervisor: &lt;br /&gt;
* Pengawas Proyek: [[user:Baka-Tsuki Update Indonesia|Baka-Tsuki Update Indonesia]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Penerjemah====&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Aktif&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
*[[user:Ran|Ran]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Konstributor (tidak aktif)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Adipratama|Adipratama]]&lt;br /&gt;
*[[user:Rarara97|Rarara97]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Editor====&lt;br /&gt;
*[[user:Isko|Isko]] (selalu on time, jika diperlukan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Tinjauan Serial==&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 1 SHAMAN*CLAN ---(May 20, 2010, ISBN 978-4-8291-3519-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 2 RAVEN&#039;s NEST ---(September 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3552-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 3 cHImAirA DanCE ---(December 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3592-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 4 GIRL RETURN &amp;amp; days in nest I ---(May 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3637-9)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 5 days in nest II &amp;amp; GIRL AGAIN ---(July 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3657-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 6 Black Shaman ASSAULT ---(October 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3688-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 7 _DARKNESS_EMERGE_ ---(May 19, 2012, ISBN 978-4-8291-3757-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 8 over-cry ---(October 20, 2012, ISBN 978-4-8291-3809-0)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 9 to The DarkSky ---(March 19, 2013, ISBN 978-4-8291-3865-6)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 10 BEGINS/TEMPLE ---(October 19, 2013, ISBN 978-4-0471-2911-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 11 change:unchange ---(April 19, 2014, ISBN 978-4-0407-0087-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 12 Junction of STARs ---(November 20, 2014, ISBN 978-4-04-070139-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 13 COUNT&amp;gt;DOWN ---(March 20, 2015, ISBN 978-4-04-070524-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 14 EMPEROR.ADVENT ---(December 19, 2015, ISBN 978-4-04-070525-5)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX1 party in nest ---(July 20, 2013, ISBN 978-4-8291-3909-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX2 seasons in nest ---(February 20, 2014, ISBN 978-4-0407-0030-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX3 memories in nest ---(September 19, 2015, ISBN 978-4-04-070523-1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;br /&gt;
[[Category:Kouhei Azano]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=513115</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=513115"/>
		<updated>2017-02-17T05:26:54Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Kennaka0813: /* Volume 1 - SHAMAN*CLAN */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Teaser|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr1_cover_cut.jpg|thumb|x400px|Cover for Volume 1]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039; (東京レイヴンズ) adalah light novel Jepang yang ditulis oleh [[:Category:Kouhei Azano|Kōhei Azano]] dan diilustrasikan oleh Sumihei. Serial ini diadaptasi dalam bentuk manga di tahun 2010. Sekitar 24 episode adaptasi anime tayang di jepang mulai tanggal 8 Oktober 2013 sampai 26 Maret 2014, yang meliputi Volume 1 sampai 9, kecuali beberapa cerita pendek dari Volume 4 dan Volume 5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; juga tersedia dalam bahasa berikut:&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Français|Français (French)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo_Ravens_~Russian_Version~|Русский (Russian)]]&lt;br /&gt;
*[https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_Italiano Italian]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Spanish|Español ]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
Tsuchimikado Harutora lahir dalam sebuah keluarga Onmyouji kelas atas, namun dia tidak bisa melihat &amp;quot;energi roh&amp;quot;. Berkat itu, dia telah menikmati kehidupan sehari-hari yang tenang dengan teman-temannya di SMA biasa. Suatu hari, teman masa kecilnya Tsuchimikado Natsume yang merupakan ahli waris keluarga utama, tiba-tiba menghilang. Apakah ini akan menyebabkan takdirnya mulai terlepas!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Lainnya==&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Genre&#039;&#039;&#039;: Action, Romance, Comedy, Supernatural&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Judul Asli&#039;&#039;&#039;: 東京レイヴンズ&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Penulis&#039;&#039;&#039;: Kōhei Azano&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Illustrator&#039;&#039;&#039;: Sumihei&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Volume yang telah dipublikasikan&#039;&#039;&#039;: 1-14, EX 1-3&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Status&#039;&#039;&#039;: Masih berlanjut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Perkenalan Karakter==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;collapsible collapsed&amp;quot; style=&amp;quot;text-align:left; margin:5px 20px clear:both; font-size:100%; background:transparent; width:100%;&amp;quot;&lt;br /&gt;
! style=&amp;quot;background:#cee0f2;&amp;quot; align=&amp;quot;center&amp;quot;| &#039;&#039;&#039;Peringatan mengandung Spoiler!&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Harutora Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Harutora.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Karakter utama dan putra keluarga percabangan klan Tsuchimikado. Meski lahir dalam keluarga Onnyouji yang berbeda, dia tidak memiliki kekuatan sihir. Dia telah hidup normal dan mengubur kembali hidupnya yang mengingat kalau dia tidak bisa melakukan apapun tanpa kekuatan sihir. Saat dia kecil, dia berjanji dengan Natsume untuk menjadi shikigami dan melindunginya. Setelah menyaksikan kematian Hokuto, dia menjadi shikigami Natsume demi menepati janji yang dia buat beberapa tahun lalu. Dia terlihat mempunyai semacam &#039;Nasib sial&#039; yang dia anggap sebagai kutukan kuno yang ditinggalkan oleh leluhurnya. Dia benar-benar lemah dalam belajar dan biasanya diajari oleh Natsume untuk menjauhkan diri setahun.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Natsume Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Natsume.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora dan putri keluarga utama klan Tsuchimikado. Dia adalah anak Onmyouji yang bersekolah di Tokyo dan suka menghabiskan uang. Selama liburan musim panas, dia datang ke kota Harutora untuk mengganggu kehidupan tenangnya dengan tanggung jawab pada janji yang Harutora buat dulu yang telah mengenalnya. Dia adalah ahli waris keluarga Tsuchimikado dan dianggap menjadi reinkarnasi Yakou Tsuchimikado. Sebagai tradisi keluarga, dirinya saat ini menyamar sebagai laki-laki di depan keluarga Onmyouji lain. Dia punya shikigami tipe Gohou yang dipanggil Hokuto, roh naga sejati yang melayani keluarga Tsuchimikado dari generasi ke generasi. Dia sangat peduli dengan reputasi keluarganya dan menanggung beban menjadi ahli waris klan Tsuchimikado berikutnya. Setelah insiden dengan Suzuka Dairenji, dia mengenakan pita yang sama dengan Hokuto yang diberikan oleh Harutora saat memenangkan permainan tembak. Dia peduli dengan Harutora dan jatuh cinta padanya sejak kecil.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Hokuto&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Hokuto.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora. Dia akrab dengan Harutora dan benar-benar cemburu ketika Harutora dicium oleh Suzuka. Selama pertemuan berikutnya dengan Suzuka, dia mengorbankan dirinya demi menyelamatkan Harutora dari shikigami Tsuchigumo milik Suzuka, menyatakan dirinya sebagai shikigami. Hokuto sebenarnya shikigami Natsume, yang digunakan sebagai perantara untuk mendekati Harutora. &#039;Kematian&#039; Hokuto adalah apa yang diberitahukan pada Harutora sebagai shikigami Natsume. Dia membagikan namanya dengan shikigami lain yang dipanggil Hokuto yang merupakan sesosok naga.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Suzuka Dairenji&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Suzuka.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Orang termuda dalam Dua belas Pemimpin Suci yang dijuluki &amp;quot;anak berbakat&amp;quot;. Dia diincar sebagai kriminal karena penelitian dan menggunakan sihir terlarang. Dia mengunjungi kota demi mencari Natsume untuk menawarkan dirinya dalam Ritual Taizan Fukun untuk menghidupkan kembali kakaknya. Dia meneliti Yakou Tsuchimikado dan Ritual Taizan Fukun demi menghidupkan kakaknya lagi. Ini menuntunnya ke dalam pertikaian dengan perwakilan Onmyouji. Walaupun menjadi Onmyouji yang sangat kuat, dia diperlakukan sebagai Pemimpin Suci terlemah karena pernyataan Reiji Kagami. Dia adalah putri Shidou Dairenji. Dia berdosa karena tindakannya yang membawa menuju kematian Hokuto tetapi Harutora melepaskannya dari dosanya ketika dia memberitahu kalau Hokuto dikendalikan dari jarak jauh oleh penggunanya. Sebagian besar sihirnya disegel oleh Perwakilan Onmyouji dan dia kemudian mendaftarkan diri di Akademi Onmyouji sebagai hukuman atas insiden di kota sebelah. Dia memiliki perasaan suka pada Harutora.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Touji Ato&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Touji.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Mantan penjahat dan teman terbaik Harutora dari sekolah. Dia mampu merasakan roh tertentu dan banyak mengetahui tentang Onmyouji. Dia adalah korban Kehancuran Spiritual dari dua tahun lalu. Dokter ayah Harutora merawatnya walau setelah pengaruhnya tersisa. Dia menyadari cara sebelum Harutora kalau Natsume adalah seseorang yang mengendalikan Hokuto. Dia mendaftar ke Akademi Onmyouji di Tokyo bersama dengan Harutora. Dia biasanya membantu kapanpun  dia mendapat masalah. Dia selalu terlihat mengenakan syal hijau. Dua tahun sebelum cerita, diungkapkan kalau dia dirasuki oleh Ogre yang menyebabkan Kehancuran Spiritual. Jadi, pada akhirnya dia menjadi Setengah Ogre dan sekarang mencoba memperoleh kendali untuk menahan Ogre dalam dirinya. Alasan kenapa dia mendaftar ke Akademi Onmyouji adalah untuk membersihkan Ogre dalam dirinya.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Terjemahan==&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap chapter (setelah diedit) harus sesuai dengan pedoman format umum.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|Format Umum/Mode Pedoman]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Pedoman dan Terminologi|Pedoman Proyek Spesifik: Nama dan Terminologi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Halaman Pendaftaran===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah diminta untuk [[Tokyo Ravens (Indonesia):Halaman Registrasi|mendaftar]] bab/chapter yang ingin mereka kerjakan.&#039;&#039;&#039;&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ini merupakan terjemahan &#039;&#039;second hand&#039;&#039; dari bahasa [[Tokyo Ravens|inggris]], bila anda mampu berbahasa jepang dengan baik, sangat dipersilahkan.&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Dan mohon hubungi dulu dengan penerjemah yang aktif kalau ingin berkontribusi. Jika penerjemah tidak ada atau tidak aktif dalam 3 bulan boleh diambil alih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Feedback Forum===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Update==&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;overflow:auto; max-height: 150px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
*13 Desember 2016 - Volume 1 Chapter 4 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*28 November 2016 - Volume 1 Chapter 3 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*21 Oktober 2016 - Volume 1 Chapter 2 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*12 Maret 2016 - Volume 1 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*11 Maret 2016 - Pembaharuan Halaman&lt;br /&gt;
*25 Juni 2013 - Teaser&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039; oleh Kōhei Azano==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 1 - SHAMAN*CLAN===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 1|Chapter 1 - Putra dari Keluarga Cabang]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 2|Chapter 2 - Dimulainya Pemujaan]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 3|Chapter 3 - Tentara Iblis Berlapis Baja]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 4|Chapter 4 - Keturunan Tsuchimikado]] (editing)&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr1 cover cut.jpg|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2 - RAVEN&amp;quot;s NEST===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 1|Chapter 1 - Young Ravens&#039; Academy]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 2|Chapter 2 - Ears and Tail]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 3|Chapter 3 - Shikigami Showdown]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 4|Chapter 4 - Kodoku]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 5|Chapter 5 - One-Armed Oni]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr2-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3 - TariAN cHImAirA===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 1|Chapter 1 - A New Beginning]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 2|Chapter 2 - Spring Tempest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 3|Chapter 3 - Living Spirits]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 4|Chapter 4 - Destroying the Nue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 5|Chapter 5 - Starting Point]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr3-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 4 - KEMBALINYA GADIS-GADIS &amp;amp; hari-hari dalam sarang I===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume4_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 1|Chapter 1 - Star Raid]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 2|Chapter 2 - The Rumored Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 3|Chapter 3 - The Girl&#039;s Next Step]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Short|Short - Chicks In The Nest Prologue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 1|Story 1 - Frog Day]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 2|Story 2 - The Men&#039;s Capriccio]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 3|Story 3 - Escape From Dougenzaka]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 4|Story 4 - Bloody Holiday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr4-cover-cut.jpeg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 5 - hari-hari dalam sarang II &amp;amp; GADIS-GADIS LAGI===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume5_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 1|Chapter 1 - Chicks In The Nest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 1|Story 1 - The Snowscape of the Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 2|Story 2 - Winter Day&#039;s Dinner]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 3|Story 3 - The Tail of Duty]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 4|Story 4 - Cold Memory in Dark]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 2|Chapter 2 - Practical Skills Training Camp]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 3|Chapter 3 - Six People&#039;s Conference]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 4|Chapter 4 - The Girl&#039;s Determination]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr5-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 6 - SERANGAN Shaman Hitam===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume6_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 1|Chapter 1 - Under The Rainy Season&#039;s Overcast Sky]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 2|Chapter 2 - Letter of Challenge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 3|Chapter 3 - Onmyouji, Visiting]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 4|Chapter 4 - Breaking Through the Enemy Line]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 5|Chapter 5 - Competition of Magic]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr6-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 7 - _MUNCULNYA_KEGELAPAN_===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume7_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 1|Chapter 1 - Encounter]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 2|Chapter 2 - An Old Clue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 3|Chapter 3 - Twin-Horned Syndicate]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 4|Chapter 4 - Higekiri]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 5|Chapter 5 - Darkness Emerge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr7-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 8 - ujung-tangisan===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume8_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 1|Chapter 1 - Entanglement]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 2|Chapter 2 - The Waking Darkness]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 3|Chapter 3 - Natsume and Kyouko]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 4|Chapter 4 - Revelation]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 5|Chapter 5 - The Tsuchimikado Girl]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr8-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 9 - sampai Langit Gelap===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume9_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 1|Chapter 1 - Death]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 2|Chapter 2 - In the Night]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 3|Chapter 3 - Bared Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 4|Chapter 4 - Counterattack]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr9-cover-cut.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 10 - PERMULAAN/KUIL===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume10_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 1|Chapter 1 - Rabbit from the Temple of Darkness]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 01|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 2|Chapter 2 - Visitors]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 02|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 3|Chapter 3 - Sacred Ground for Conspiracy]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 03|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 4|Chapter 4 - Onmyouji at the Mountain]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 04|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 5|Chapter 5 - Cursed Temple on Fire]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr10-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 11 - berubah:tidak berubah===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume11_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 1|Chapter 1 - Past and Present]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 2|Chapter 2 - Future and Everyday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 3|Chapter 3 - Time to Hunt]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 4|Chapter 4 - Those Sharpening their Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 5|Chapter 5 - Blue and Pink]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr11-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 12 - Persimpangan BINTANG-BINTANG===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume12_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 1|Chapter 1 - Omens of the Banquet]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 2|Chapter 2 - Scenery of Old]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 4|Chapter 4 - Meteor Flurry]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr12-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 13 - HITUNGAN&amp;gt;MUNDUR===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume13_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 1|Chapter 1 - Dark Clouds Yonder]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 2|Chapter 2 - Omens of the Storm]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 3|Chapter 3 - Dissonance]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 4|Chapter 4 - Journey]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 5|Chapter 5 - Interweaving Travels]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr13-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 14 - EMPEROR.ADVENT===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume14_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 1|Chapter 1]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 2|Chapter 2]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 4|Chapter 4]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr14_001.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===BD Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Supervisor: &lt;br /&gt;
* Pengawas Proyek: [[user:Baka-Tsuki Update Indonesia|Baka-Tsuki Update Indonesia]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Penerjemah====&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Aktif&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
*[[user:Ran|Ran]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Konstributor (tidak aktif)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Adipratama|Adipratama]]&lt;br /&gt;
*[[user:Rarara97|Rarara97]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Editor====&lt;br /&gt;
*[[user:Isko|Isko]] (selalu on time, jika diperlukan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Tinjauan Serial==&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 1 SHAMAN*CLAN ---(May 20, 2010, ISBN 978-4-8291-3519-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 2 RAVEN&#039;s NEST ---(September 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3552-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 3 cHImAirA DanCE ---(December 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3592-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 4 GIRL RETURN &amp;amp; days in nest I ---(May 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3637-9)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 5 days in nest II &amp;amp; GIRL AGAIN ---(July 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3657-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 6 Black Shaman ASSAULT ---(October 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3688-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 7 _DARKNESS_EMERGE_ ---(May 19, 2012, ISBN 978-4-8291-3757-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 8 over-cry ---(October 20, 2012, ISBN 978-4-8291-3809-0)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 9 to The DarkSky ---(March 19, 2013, ISBN 978-4-8291-3865-6)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 10 BEGINS/TEMPLE ---(October 19, 2013, ISBN 978-4-0471-2911-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 11 change:unchange ---(April 19, 2014, ISBN 978-4-0407-0087-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 12 Junction of STARs ---(November 20, 2014, ISBN 978-4-04-070139-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 13 COUNT&amp;gt;DOWN ---(March 20, 2015, ISBN 978-4-04-070524-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 14 EMPEROR.ADVENT ---(December 19, 2015, ISBN 978-4-04-070525-5)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX1 party in nest ---(July 20, 2013, ISBN 978-4-8291-3909-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX2 seasons in nest ---(February 20, 2014, ISBN 978-4-0407-0030-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX3 memories in nest ---(September 19, 2015, ISBN 978-4-04-070523-1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;br /&gt;
[[Category:Kouhei Azano]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kennaka0813</name></author>
	</entry>
</feed>