<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="en">
	<id>https://www.baka-tsuki.org/project/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Nohnyangkut</id>
	<title>Baka-Tsuki - User contributions [en]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://www.baka-tsuki.org/project/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Nohnyangkut"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Special:Contributions/Nohnyangkut"/>
	<updated>2026-06-11T19:31:50Z</updated>
	<subtitle>User contributions</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.1</generator>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Oregairu_(Indonesia):Jilid_7_Bab_2&amp;diff=389351</id>
		<title>Oregairu (Indonesia):Jilid 7 Bab 2</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Oregairu_(Indonesia):Jilid_7_Bab_2&amp;diff=389351"/>
		<updated>2014-09-08T17:23:06Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Nohnyangkut: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Bab 2: Tidak Ada Yang Tahu Mengapa Mereka Datang ke Klub Layanan Sosial==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara mendesis bisa didengar dari katel teh yang dibawa ke ruangan ini beberapa saat yang lalu. Yukinoshita, yang menyadari bahwa air sudah mendidih, dengan rapi melipat sisi majalahnya. Inilah yang akan kalian sebut ‘telinga anjing’. Yukinoshita si penyuka kucing mungkin akan berkata “Itu bukan telinga anjing, tapi telinga dari Lipatan Scottish”. Sekedar informasi, lipatan Scottish merupakan jenis kucing langka dan salah satu dari karakteristik yang membuat mereka terkenal adalah telinga mereka yang terlipat seperti anjing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita meletakkan majalahnya di atas bangku, berdiri, dan berjalan menuju katel teh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama, yang ketika itu sedang bermain dengan ponselnya, memanggil Yukinoshita dengan mata penuh harapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hore! Cemilan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di saat yang sama Yukinoshita menyiapkan cangkir dan daun teh, Yuigahama mengaduk-aduk tasnya dan mengeluarkan keik untuk diminum bersama teh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah cangkir dan pisin yang mewah disiapkan di atas bangku. Ada juga sebuah mug dengan gambar anjing yang terlihat lesu tercetak disana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat musim gugur akan berakhir, kalian akan mulai melihat tanda tanda musim dingin akan datang. Saat aku membaca buku, bayangan dari Yukinoshita menuangkan teh hitam masuk dari sisi pandanganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia mengisi cerek teh kaca dengan air yang mendidih, dedaunan sekilas terlihat menari di sekitarnya. Gerakan yang seperti memutar dan seperti salju yang turun perlahan di bola salju, dedaunan perlahan tenggelam ke dasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Yukinoshita mengisi cangkir yang begitu juga dengan mug, dia berhenti dengan cerek teh di satu tangan. Dia menempelkan tangan satunya lagi di dagunya dan setelah berfikir dengan cermat, dia meraih sebuah gelas kertas di dekatnya dan mengisinya juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti ada sesuatu yang tidak meyakinkannya walaupun dia mengisinya sendiri, dia memandang gelas kertas dengan ekspresi dingin. Dia mengganti daun teh di cerek porselen dan menutupnya dengan penutup supaya tetap hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita mengambil baik cangkir maupun pisin dan kembali ke kursinya. Di sebelahnya adalah Yuigahama, yang mengambil cangkirnya sambil memencet mencet ponselnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang meraih gelas kertas yang kesepian itu. Uap naik seolah olah dia adalah anak kesepian yang terabaikan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Teh...nanti dingin tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku punya lidah kucing”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenyataan bahwa dia sudah menyiapkannya untukku tidak terlihat olehku selama beberapa saat. Tapi aku tidak sejahat itu untuk menolak seseorang yang sudah repot repot menyiapkan sesuatu untukku.&lt;br /&gt;
Aku meraih ke cangkir memberikan kesan bahwa tehnya mungkin sudah lebih dingin sekarang.&lt;br /&gt;
Saat aku meniup dan menyeruput tehnya, Yuigahama memegang mugnya dengan kedua tangan saat meniupnya dan bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh iya, sudah hampir saatnya untuk karya wisata.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alis Yukinoshita bereaksi  merespon kata-kata itu. Hal itu sudah jadi keribuan di kelas akhir akhir ini. Nampaknya tren itu sudah sampai ke klub service, dimana aku bergabung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau sudah memutuskan akan kemana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami akan segera memikirkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tergantung anak anak di kelompokku ingin kemana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karya wisata buatku, pendeknya, tidak lebih daripada perpindahan tempat yang diwajibkan. &lt;br /&gt;
Anak-anak di kelompokku akan dengan terang-terangan mengabaikan pendapatku dan membuat rencana apapun yang kukatakan dan memperlakukanku seperti udara; aku akan mengikuti mereka dengan sunyi.&lt;br /&gt;
Aku tidak benar benar kecewa karena hal seperti itu akan lebih mudah bagiku, tapi entah kenapa hal itu berbeda dari kesenangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketidak biasaan adalah ketidakbiasaan dan untuk kelompok dengan sifat baik dengan anak anak yang ramah, ada kesempatan bahwa mereka akan mendengarkan pendapatmu. Namun mereka nantinya akan mencoba untuk menyingkirkanmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk orang sepertiku yang punya sejarah panjang menjadi ketidakbiasaan, hal itu adalah hal yang jelas. Itu seharusnya sama untuk Yukinoshita yang diperlakukan sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngomong-ngomong Yukinoshita. Apa yang kau lakukan selama acara acara dan karya wisata?”&lt;br /&gt;
Ketika aku menanyakan hal itu dengan rasa ingin tahu, Yukinoshita memiringkan kepalanya dengan cangkirnya di tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“? Apa yang kau maksud?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak punya teman di kelas kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sudut pandang orang ketiga, kau akan berfikir bahwa itu adalah pertanyaan yang amat menyebalkan, namun Yukinoshita tidak menunjukkan rasa terganggu. Dia menjawab dengan tidak berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Jadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, aku penasaran apa yang kau lakukan mengenai kelompok.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dikatakan seperti itu, terlihat bahwa Yukinoshita mengerti apa yang sebenarnya kutanyakan saat dia meletakkan cangkirnya dan membuka mulutnya dengan pandangan dari pendiriannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aah, kalau kau ngomongin itu, aku sudah diajak dan belum menjawab.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah, k-kau diajak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku menjawab kmbali dengan pertanyaan dalam rasa kaget, Yukinoshita membuat ekspresi yang agak cemberut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu imej apa yang kau punya tentangku, tapi kalau soal memutuskan kelompok, aku biasanya tidak punya masalah. Biasanya cewek dari salah satu kelompok datang untuk bicara denganku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukino menyeka rambutnya yang ada di bahunya saat dia bicara dan Yuigahama, yang sedang mendengarkan di dekat, menempelkan mug di bibirnya dan menaikkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, aku bener bener ngerti. Paling enggak untuk kelas J, karena kelas itu penuh sama cewek, mereka pasti suka cewek kayak Yukinon yang ngasih getaran yang dingin banget.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haaaa, ngerti...paling enggak untuk kelas J, ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita adalah penghuni kelas J, seseorang yang bernilai dari budaya internasional. Kelas  diisi 90% perempuan dan tidak seperti kelas biasa, hal hal yang diajari agak berbeda yang memberikan mereka hawa dari SMA khusus perempuan dari suatu tempat. Faktanya, ketika aku melewati kelas, ada bau yang enak, sebenarnya, ada begitu banyak bau bauan yang berbda bersatu, membuatku merasa pusing. Juga, selama musim dingin, ada kemungkinan bahwa para cewek akan menggunakan kaus di dalam rok mereka dn bersenang senang dengan saling menyingkapkan rok. Melihat dari jauh sebenarnya cukup menyenangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kelas Yukinoshita diisi sebagian besar oleh jenis kelamin yang sama, mungkin hal itu menenangkan, nyaman, dan mudah untuk melakukan hal hal yang kau inginkan. Aku juga bisa bilang kalau hal itu memudahkan juga untuk kelompok kelompok terbentuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah salah satu keuntungan ketika ada kekurangan jenis kelamin yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada kasus para cowok, mereka mencoba untuk memamerkan keeksentrikan mereka pada para cewek. Seperti bagaimana Tobe dan teman temannya memukul mukul di kelas beberapa saat yang lalu, atua mereka yang bertingkah seperti berandalam, atau bahkan kelompok cowok cowok yang menderita dari penyakit anak SMP, mereka semua bisa dimasukkan ke dalam kelompok itu. Ah, tentu saja, aku bukan pengecualian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan jadi, cewek cewek mungkin menunjukkan tipe sikap yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktanya, aku yakin Yukinoshita juga punya jumlah yang cukup dari pengalaman di hidupnya hingga saat ini. jika kita mengumpulkan cowok dan cewek dalam satu kelas, seharusnya ada hal hal yang terjadi. Jika ada banyak hal terjadi dalam ruang diantara cowok dan cewek, kemudian banyak juga yang terjadi di kelompok cewek dan cowok. Ada banyak hal yang terjadi dalam hidup dan ada banyak hal terjadi dalam masa tua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haaaaaa~. Kayaknya, aku pingin banget kita pergi ke Okinawa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama duduk dengan rendah dan bicara saat memandang ke atap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Agak dipertanyakan pergi kesana selama musim ini....aku tidak akan merekomendasikannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia mengatakan hal itu, Yukinoshita memandang ke luar jendela. Angin dingin berhembus di luar. Okinawa mungkin ada di bagian selatan negara ini, namun dengan musim seperti ini, tidak mungkin kau bisa melihat ke depan dan teriak “Samudra!”, “Laut”,  “Kapal!” untuk bersenang senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eeeh? Tapi, kalau kita ke Kyoto, gak ada yang bisa dilakuin tahu? Cuma kuil dan kelenteng Buddha tahu? Aku mau kalau, aku baru ngecek tetanggaku...aku bisa ke kuil Asama di Inage kapanpun aku ingin jadi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Betul, luar biasa, kata-kata yang Yuigahama-sekali. Hanya mendengarkan saja membuat kepalaku sakit. Yukinoshita mungkin merasakan hal yang sama sejak dia agak menekankan kuilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau Cuma tidak melihat pentingnya sejarah dan niai budaya sama sekali, kan...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai jawaban dari kata-kata yang bercampur dengan desahan dan gumaman, Yuigahama mengambil posisi melihat ke objek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudku, aku gak tahu apa yang bisa kamu lakukan di kuil setelah sampai disana...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, bukannya aku tidak mengerti apa yang sedang dia katakan. Untuk para cowok yang tidak tertarik pada kuil dan kelenteng Buddha, aku yakin mereka gak akan peduli. kayaknya sebagian besar snak SMA gak mau repot menabung untuk datang pertama ke kuil waktu tahun baru dan acara keluarga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada banyak hal untuk dilakukan. Pertama, tujuan untuk pergi bukan untuk bersenang senang, namun untuk belajar. Tentu saja, tidak hanya untuk searah, namun untuk melihat dan mengalami budaya negara ini langsung...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku gak mikir itu masalahnya disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memotong pendapat Yukinoshita yang agung pendek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh. Kalau begitu, menurutmu untuk apa itu karya wisata?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah olah dia risih dipotong, Yukinoshita memandangku dengan mata yang menantang. Itu sedikit &lt;br /&gt;
mengerikan, nona. Namun, aku tidak mundur disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini yang kupikirkan...itu yang mereka bilang imitasi kehidupan di masyarakat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku ngerti. Itu benar, ada Kereta Peluru, transportasi publik, dan menginap...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita menyilangkan angannya tertarik dan memandang ke bagian kanan atas. Namun, pembicaraanku belum selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau pergi ke perjalanan bisnis yang kau tidak ingin pergi, bertemu atasan yang tidak ingin kau temui, dan kau harus tampil kemanapun kau pergi. Kamu juga tidak bisa memilih dimana bisa tinggal atau juga apa yang kau makan. Dan nomor satu adalah, bahkan karya wisata adalah dimana pendapatmu dikesampingkan ketika kau bertukan ide dan kau mesti menyesuaikan, menyesuaikan, DAN menyesuaikan. Dan dengan uang yang kau punya, kau harus berfikir tentang berbagai hal seperti ‘kado ini harusnya bagus buat dia, dan baik buat dia, harusnya sih ga apa apa kalau dia gak dapat’. Itu mungkin untuk mempelajari jenis jenis hal seperti itu. Dasarnya adalah latihan untuk ketika hal hal tidak terjadi seperti yang kau inginkan, tapi dengan membuat beberapa kompromi, kau bisa bersenang senang dengan biaya menipu dirimu sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku selesai, Yuigahama melihatku dengan mata yang kasihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Woow. Karya wisata Hikki gak terdengar menyenangkan sama sekali...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kau sepesimis itu, kuras akau gak akan bisa membuat rencana apapun...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita bicara dengan perasaan tercengang dan Yuigahama berkata “ah” seolah olah ada sesuatu yang terpikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ta-tapi, biarpun itu seperti yang Hikki bilang, gimana kita menikmati itu terserah kita kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, kurasa...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, terlepas dari kurikulum atau tugas apa yang diberikan padamu, bagimana kau merasakan mengenai hal itu bergantung sepenuhnya mengenai apa yang akan kau lakukan mengenai hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa terduga Yukinoshita tersenyum, memberikan persetujuannya pada sanggahan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kuanggap...bahkan Hikigaya punya satu dua hal yang dia rasa menyenangkan, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu ruangan dengan Totsuka atau mandi dengan Totsuka atau makan dengan Totsuka; kurasa aku cukup menantikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hikki, jadi kau punya hal hal yang kau nikmati?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, ya, paling tidak, aku cukup suka Kyoto.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku menjawab, Yukinoshita melotot padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu mengeutkan...kupikir kau tipe yang menganggap tradisi dan formalitas sosial sebagai sampah.”&lt;br /&gt;
Oh pernyataan yang benar benar kejam yang kau katakan tadi. Tapi, kurasa aku sudah terbiasa dengan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk sekolah seni bebas yang berpusat pada sejarah Jepang dan bahasa Jepang, tempat itu adalah salah satu dari tempat sakral.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bicara mengenai novel sejarah, Shiba Ryotaro khususnya tertarik pada novel “Galaksi Tatami”, dan begitu juga kota Kyoto bahwa aku punya ketertarikan adalah sesuatu yang bisa menggairahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Well, itulah karya wisata, kau tidak bisa pergi ke tempat yang ingin kau datangi. Aku akan pergi sendiri di suatu titik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya sepi banget pergi wisata sendirian...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama bergumam. Nah, kupikir itu cukup menyenangkan. Wisata satu orang. kenyataan bahwa kamu tidak akan bertemu dengan siapapun adalah hal yang membuanya luar biasa. Satu satunya oang yang berfikir sama sepertiku, Yukinoshita, mengangguk setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak benar sama sekali. Pergi wisata sendiri bisa dinikmati dimana kau bisa melihat sekeliling dengan langkahmu sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Betul, betul, gak usah disebutkan kamu menenggelamkan dirimu sendiri di keadaan. Kalau aku lihat sekelompok anak punk SMU yang berisik di taman Ryoanji Ani, aku mungkin Cuma akan ngambil batu dari taman dan memukul kepala mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak akan melakukannya...itu tempat dalam UNESCO.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita tidak terlihat terlalu senang dengan apa yang kukatkan. Namun alasanmu sedikit akademis, ya. Kemanusiaanmu sudah terbelah sih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana dengan kalian? Ada tempat yang ingin kau datangi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku belum lihat tempat tempat sih...Ah, tapi aku ingin lihat Kiyomiza-dera. Tempat itu kan terkenal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kecenderunganmu ngikutin tren keluar...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menjawab tanpa berfikir pada jawaban yang Yuigahama-banget dan dia merengut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayolah, apapun. Menara Kyoto juga pasti bagus juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Chiba juga punya yang kaya gitu tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“itu bukannya menara pelabuhan?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namanya benar benar sama, bener. Kemudian lagi, Cuma namanya yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kursa masuk akal untuk menyambungkan hal hal dari daerah asalku. Aku suka, menara pelabuhan itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku belum punya kesempatan kesana sejak pertunjukan kembang api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita menusuk cinta pada daerah asalku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kau bicara mengenai menara pelabuhan, menara Kobe lebih populer.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gak apa apa, menara Chiba jelas lebih tinggi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku gak tahu apa yang benar benar bagus soal itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita terlihat seperti dia sedang mencoba untuk menghindari sakit kepala sejak dia menekankan pada kuilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi Yukinoshita. Bagaimana denganmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah ditanya, dia berfikir beberapa saat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“aku...ada taman batu Ryoan-ji dan Kiyomizu-ji seperti yang kau dan Yuigahama sebutkan tapi, aku ingin lihat Rakuon-i dan Jishou0ji yang sama terkenalnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu mungkin karena dia belum pernah mendengar nama nama itu sebelumnya karena dia tidak bisa menahan berkedip dengan mata yang kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rakuonjishouji...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan menggabungkan mereka...itu terdengar seperti nama yang benar benar keren, kan?”&lt;br /&gt;
Rakuonjishouji. Dia nampaknya seperti tipe dasar biarawan yang kuat, paling tidak dari namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa seharusnya aku mengatakan nama yang lebih umum, Ginkaku dan Kinkaku contohnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“K...kau seharusnya bilang itu pertama tama! Ah, tapi aku akan pergi ke Kinkaku-ji. Yumiko juga ingin lihat itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terlalu cocok dengan imejnya..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal itu terlalu cocok dengan imejnya yang indah. Saat aku membayangkan ornamen keemasan bergemerincing pada Miura, Yukinoshita terus bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Juga ada Jalan Filosof. Pada saatnya sakura bermekaran, walaupun musim gugur juga datang. Aku ingin melihat pemadndangan spesial di berbagai kuil dan kelenteng waktu malam jika kita bisa menyesuaikan ke dalam jadwal...tapi sekalinya keluar malam, mungkin akan sulit selama karya wisata.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama melihat dengan ekspresi yang bingung pada Yukinoshita, yang lanjut bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Detail sekali...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah, apa kau lihat di Jalan**?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang orang ini, bukannya mereka terlalu semangat soal ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gak juga...itu kan pengetahuan umum soal Kyoto yang semua orang harus tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba merengut, Yukinoshita mengalihkan pandangan dan meraih majalahnya. Menunggu sejenak, &lt;br /&gt;
pada pemeriksaan yang lebih dekat, bahwa majalah yang sedang dia baca benar benar “Jalan”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, amat langka untuk Yukinoshita menantikan wisata dengan begitu lugu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membalik badan sementara menahan hasratku untuk meledakkan tawa. Mataku bertemu dengan Yuigahama yang merasakan hal yang sama dan karena hal itu terasa bahkan lebih lucu, kami tidak bisa menahan ekspresi kami keluar sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“G-Gak ada! Gak ada apa apa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita menusuk kami dengan pandangan dingin, namun Yuigahama yang panik bergusaha untuk menyekanya dengan melambaikan tangannya. Namun hal itu tidak berefek saat Yukinoshita terus memelototi kami dengan rasa dingin  yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A, hahaha...Ah benar, Yukinon, ayo berkeliling sama sama di hari ketiga!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama tertawa dengan ekspresi yang menyedihkan dari sedang dipelototi namun membuat ajakan. Yukinoshita memiringkan kepalanya sebagai jawaban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bersama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, bersama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita balik bertanya dan Yuigahama menunjukkannya senyum yang cerah. Namun Yukinoshita terlihat seperti dia masih berfikir. Pelan pelan, dia membuka mulutnya. Aku sudah menebak apa yang akan dia katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yukinoshita di kelas lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku mengatakan hal itu duluan, Yuigahama mengangguk tanpa keraguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya. Tapi kita bisa ngapain aja di hari ketiga, jadi nanti kuhubungi dan kita bersenang senang di Kyoto.!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak berfikir kita diijinkan melakukan sejauh itu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Gak apa apa kan? Aku juga gak tahu sih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak ini, benar benar tidak karuan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, kalau kami bebas melakukan apa yang kami inginkan, kurasa aku Cuma akan berkeliling. Aku selalu ingin kesana, markas Shinsengumi dan Ikedaya. Sudah elas, Ikedaya berubah jadi bar sekarang. Aku merasa aku akan tertarik jika aku pergi ke sekitar tempat kejadian bersejarah sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat pemikiranku balapan di sekitar pemikiran yang berbeda, Yuigahama melanjutkan pembicaraan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kumaksud, selama pas dengan jadwal. Bagaimana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku tidak keberatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah! Sudah diatur ya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita dengan lembut mengalihkan pandangan sementara Yuigahama yang tersenyum memindahkan kursinya agak lebih dekat pada Yukinoshita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bertanya tanya jika kedekatan ini adalah hal yang sama sekali indah. Tentu saja, walaupun berbeda kelas, jika mereka akan bersenang senang di karya wisata bersama, mungkin itu hal baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau juga Hikki, ayo pergi keliling.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Mm, ah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan Yuigahama menemukan jalannya dalam arahku selama momen terpisah dari mata besarnya. Jawaban pad kata kata itu yang datang dari arah kiri terhambat di tenggorokanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku berfikir bagaimana menjawab, ada sebuah ketukan di pintu yang mengganggu keheningan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masuk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Yukinoshita menawab, pintu terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di pintu adalah orang orang yang tidak terduga. Sebenarnyamsemua orang orang mengejutkan yang datang kemari adalah orang orang yang tidak seharusnya datang kemari sama sekali.***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, saat ini, di depan dari kelompok ini adalah orang orang yang tidak disangka yang datang untuk berkunjung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hayama dan di belakang mereka adalah Tobe, Yamato, dan Ooka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh, empat orang itu. Aku tidak tahu apakah mereka benar benar dalam keadaan yang baik atau tidak, namun untuk orang luar, mereka nampak seperti sebuah kelompok yang dekat dari empat orang.&lt;br /&gt;
Mungkin karena dia sudah pernah datang ke ruangan ini beberapa kali Hayama masuk ke dalam ruangan tanpa ragu-ragu, namun tiga orang lain memasuki ruangan dengan bertanya tanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian, pandangan mereka berhenti padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak perlu dikatakan apa yang mereka pikirkan. Semuanya membuat ekspresi asing bersamaan. Mereka kemudian saling bertukar pandangan sementara yang lain mengintipku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, aku tidak bisa menyalahkan mereka untuk pandangan tidak sopan mereka. itu karena aku juga melakukan hal yang sama pada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa mereka disini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, bukan Cuma aku dengan pertanyaan itu sat Yukinoshita dan Yuigahama juga berfikir hal yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ada hal yang kau butuhkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita bertanya dengan nada dingin dimana Yuigahama mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ditanya, Hayama memandang pada Tobe seolah olah meyakinkan sesuatu. Orang yang bertanya, Tobe, sedang menarik rambutnya berulang kali sambil gelisah dan anehnya hal ini memuakkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aah, dia butuh saran untuk sesuatu, jadi kubawa dia kesini, tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hayama bicara dengan nada yang begitu jauh dan sejenisnya, nampaknya bahwa konsultasi tidak berkaitan dengan Hayama sendiri, tapi dengan salah satu rekan yang mengelilinginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayolah Tobe.”&lt;br /&gt;
“Ceritakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Denan dua orang di sisi memaksanya, baru saat Tobe membuka mulutnya, dia menutupnya dan mulai berfikir dengan sedikit erangan. Apa yang terjadi, apa ni sebuah majalah gaib?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah saatnya berada dalam pemikiran mendalam, dia menggelengkan kepalanya. Rambut panjangnya menggeleng seiring dengan kepalanya sama seperti bagaimana anjing liat mengeringkan dirinya sendiri saat mereka benar benar kebasahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, bener bener gak bisa. Mana bisa aku bicara dengan Hikitani disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hah? Apa urusannya, apa ada penawaran diskon untuk pertengkaran disini? Oh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemarahan yang kurasa sudah membangunkan hatiku yang diisi dengan perasaan kasihan, namun setelah menarik nafas panjang, aku berkelahi dengan kegusaranku dengan tenang. Setelah aku tenang, kupandang sekelilingku. Yamato dan Ooka terkikik, bicara “gak banyak yang bisa kau lakukan, ya” sementara Yamato mendesah. Yuigahama membuka mulutnya kaget sementara bibir Yukinoshita tertutup rapat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejenak sunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pantatku terasa sedikit gatal dan satu satunya yang memecah kesunyian adalah Hayama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tobe. Kita yang kesini untuk bantuan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya sih, tapi, gak mungkin aku ngomongin ini dengan Hikitani ya kau tahulah kaya, dia gak bisa diandalkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka sudah mengakui keberadaanku di kelas dan dalam kasusku, nampaknya aku cukup dibenci, tapi aku tidak berfikir aku akan menemukan kenyataan ini disini dari semua tempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang orang yang datang kesini untuk sebuah permintaan tetap diam, melahirkan kesunyian. Terima kasih untuk hal itu, aku bisa mendengar suara suara dengan cukup baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“menyebalkan...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terima kasih untuk menyuarakan perasaan dalam hatiku. Tapi, Yuigahama, kenapa kau jadi tidak nyaman setelah mengatakan hal itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tobecchi, kammu ga perlu ngomong gitu, kan? Ada cara yang lebih baik buat ngomongin itu.”&lt;br /&gt;
“Yaaa, tapi sepertiiii...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berterima kasih mreka mengatakan padanya untuk berhati hati dengan apa yang dia katakan, tapi kami tidak bisa membuat lebih banyak masalah dengan Yuigahama disini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sama seperti apa yang kupikir akan kulakukan, Yukinoshita sudah siap menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti. Ya, gak ada yang bisa kita lakukan jika itu salahnya Hikigaya. Sudah kuduga...Lalu, maaf, bisa kau tolong pergi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, itu terdengar bagus. Jika mereka tidak bisa bicara karena aku, maka akan lebih baik untukku pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, panggil aku kalau kau perlu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku siap untuk pergi, Yukinoshita memberhentikanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu. Kemana kau pergi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah. Pergi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kulihat Yukinoshita, dia perlahan memindahkan fokus dirinya dariku pada Tobe dan kawan kawannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang pergi adalah mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak hanya aku membeku, tapi begitu juga Tobe dan kawan kawannya. Namun, Yukinoshita lanjut bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurangnya sopan santun dan juga ketidak sopanan yang jelas; kita tidak punya alasan untuk mendengarkan permintaan dari tipe orang seperti ini. sudah cukup jika mereka bisa pergi secepat mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nadanya tidak berbeda dari yang biasa dan nampaknya dia memang yakin. Hanya ekspresinya yang nampaknya lebih dingin. Dengan pandangan yang membeku, Tobe kaku di tempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hawanya buruk...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata kata Yuigama mengiringi kata-kata Yukinoshita yang nampaknya menyeret situasi ini keluar.&lt;br /&gt;
Aku tidak yakin kalau waktu sudah berhenti, namun punggungku sudah mulai membunuhku sejak aku masih berada dalam posisi setengah berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini waktu yang bagus untuk menentukan siapa yang harus keluar sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa tidak kita selesaikan dan keluar dari sini? Apa tidak bisa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Hmm, kami yang salah disini. Tobe ayo diskusikan lagi. Ada sesuatu yang harus kita tahu diantara kita sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hayama mengatakan itu dengan desau kelegaan, nampak seperti dia sudah menyerah. Ya ya, tolong keluar dengan tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, nampak terlihat bahwa kata kata Hayama memicu Tobe dari kekakuannya. Sekalinya dia kembali bergerak, dia mulai menarik rambutnya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, aku tidak bisa mundur sekarang...lagipula, aku ngobrol sama Hikitani musim panas lalu jadi gak apa apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menilah tekad Tobe yang kuat, Hayama mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agakmengejutkan karena dia tidak mendengarkan Hayama setelah dia mencoba untuk menyetopnya, tapi inilah Hayama yang baik hati, luhur, dan adil.  Dia mungkin menghalanginya hanya untuk melihat seberapa serius Tobe. Aslinya, dia adalah tipe yang mendorong dan menyemangati teman temannya, jadi melakukan hal ini tidak aneh sama sekali. Bah, aku tidak mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak yakin apakah dia sedang berkompromi atau tidak, tapi nampaknya hal itu tidak samapai pada Tobe sama sekali. Tobe memasang wajah seolah olah dia sedang mencoba untuk mengatakan sesuatu yang sulit. Uuuuh, jika kau tidak ingin bicara, bisakah aku pulang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya Tobe bersuara. Walaupun dia tidak benar benar tertarik pada apa yang kita harus katakan, kami semua mendengarkan dengan tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ummm...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih tidak akan mengatakannya? Berhentilah merepotkan kami temah. Apa, ini dari program acara selingan atau sesuatu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa kau memainkan iklan ini begitu banyak? Dan baru waktu akan berakhir, kau mulai dari awal lagi. Apa kau ada dalam lompatan waktu? Terima kasih padamu, aku tidak bisa nonton apapun selain anime.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ym, sebenarnya, aku...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah jeda yang teramat panjang, dia akhirnya mulai bicara.&lt;br /&gt;
“Mengenai Ebina, kurasa dia cukup baik, kau tahu? Jadi, di karya wisata, ada sesuatu yang ingin kulakukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mulai bicara dengan beberapa kesan yang dikodekan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Serius?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Yuigahama bersinar. Apa yang kupikirkan sama dengan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, aku menngerti, selama musim panas, dia sama sekali tidak becanda ketika dia mengatakan hal itu waktu wisata di Desa Chiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena aku punya informasi itu duluan, paling tidak aku mengerti dampak dari pembicaraa ini, namun Yukinoshita memiringkan kepalanya dengan pandangan bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena dia  nampaknya tidak mengerti apa yang terjadi, Yuigahama membisikkan padanya di telinga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dasarnya itu bahwa, kamu mau nyatain dan pacaran sama Ebina, gitu kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku mengatakan kata kata itu yang normalnya agak memalukan bagi para cowok di masa pubertas, Tobe menyeka rambutnya sambil berbalik padaku dan menunjuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, ya, tepat. Ditolak kan buruk sekali. Kau benar benar membantu mendapatkan poin utamanya, Hikitani!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar benar perubahan sikap yang tiba tiba...Ya, kurasa masuk akal untuk cowok macam ini. dia mulai bicara padaku secara acak selama wisata musim panas juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haa, kamu gak mau ditolak...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berhentilah bicara hal hal naif itu. Jadi sekali aku mulai kerja sia sia ini, kau akan ditolak; kau bilang itu kerjaanku? *&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu aku lanjut dengan pemikiran bodohku, kupakai tangan kananku sebagai bantal dan bersandar di meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita memasuki pandanganku dan agak dibingungkan, dia menutup mulutnya dengan tangan dan berfikir mengenai sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada satu orang lagi yang memahami cerita itu dan dia adalah Yuigahama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membuat keributan saat ia berdiri dari kursinya dan nampaknya seperti dia siap untuk menempatkan dirinya di dalam percakapan dengan hawa ketertarikan. Matanya bersinar karena penyebutan cerita cinta yang tiba tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu kan gak apa apa, seperti, hal kaya gitu kan ga apa apa! Aku mendukungmu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, Yukinoshita tenggelam dalam pemikiran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tepatnya apa yang kau lakukan untuk pacaran?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu dari dapet-pergi kan...itu apa yang kupikirkan, tapi aku, juga, tidak mengerti. Mungkin, bermain anggar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kduanya terlihat seperti mereka siap untuk mengabulkan permintaannya, namun aku sepertinya tidak sependapat dengan hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sudah dicelakakan dari awal untuk meminta orang lain bekerja sama dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kelas atas SD, jenis topik seperti ini cenderung jadi subjek gosip utama. Tapi aku belum melihat saat saat dimana bekreja sama dengan orang orang membantu keberhasilan. Hal itu biasanya jadi suatu minat dan itulah. Ada juga kasus dimana meminta saran malah menghasilkan lelucon terhadapmu. Yang lainnya adalah dimana mereka tidak pernah berencana membantu, hanya untuk menggunakannya sebagai ancaman saat mereka bertengkar denganmu atau sebagai bahan pertukaran untuk belajar mengenai siapa menyukai siapa. Tuhan, seseorang tidak boleh meremehkan infromasi perang di SD.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, aku tidak ingin menolong atau mendukungnya. Hal itu, hanya mengingatkan terhadap kenangan buruk dan hal hal semacamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kupasang wajah masam, Hayama, dengan senyum yang sama dan pahit, beralih padaku dan bicara.&lt;br /&gt;
“Kurasa gak akan semudah itu ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, ya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak menyangka jawaban itu dan mengalihkan mataku. Ketika kulakukan, mataku bertemu dengan mata Yukinoshita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm?’ itulah yang dia katakan padaku dengan kepala yang condong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Tidak, tidak akan...’ adalah makna yang aku kumpulkan dalam menyampaikan dan dengan mataku membusuk setingkat lebih tinggi, aku sedikit menggelengkan kepalaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Okay...’ adalah apa yang nampaknya dia katakan dan dengan anggukan kecil, dia mmbuka mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, tapi aku tidak merasa kami akan jadi bantuan disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, kami selesai disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku mengerti. Ya, nampaknya tidak salah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hayama mengangguk seolah olah dia diyakinkan dan dia berdiri dengan tenang memandang pada kakinya. Nampaknya bahwa orang orang yang datang kesini untuk saran dan orang orang yang posisinya sedikit berubah, dan bahkan mungkin Hayama, berfikir bahwa kita bisa menyelesaikan setiap masalah kecil.&lt;br /&gt;
Di dunia ini, hal hal yang mungkin dilakukan jumlahnya lebih sedikit daripada hal hal yang tidak mungkin dilakukan dan ini adalah hukumnya. Sayangnya dan disesalkan, aku tidak akan bisa berguna disini. Um, maksudku, sayang sekali, okay. Aku tidak punya pacar jadi, ya, mungkin juga, um...masalah yang sulit, aku percaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ada seseorang yang tidak diyakinkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eeeh, ayolah, ayo tolong mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama memegang blazer Yukinoshita dan menariknya, Yukinoshita yang terjebak sekilas memandangku dan ketika dia melihat Yuigahama, dia berbalik untuk memandangku.&lt;br /&gt;
Hey, tunggu, jangan membuatku jadi hakim disini...aku juga barusan Cuma menjawab dengan negatif, sialan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah olah dia mengerti makna pandangan itu, dia mengambil langkah ke depan. Dengan senyum lebar, dia memandangku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hikitani, oh tidak...Tuan Hikitani, saya menanti panduanmu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, tidak tidak, kau mungkin terlihat sopan berubah seperti ini, tapi ini sebenarnya cukup kasar. Kau bahkan salah menyebut namaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yaaaaaa, tobe terus saja menyebut hal ini dan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami mohon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ooka dan Yamato menyemangatinya sambil tertawa. Setiap saat, aku terjebak dalam minoritas.&lt;br /&gt;
“Yukinon, Tobecchi kelihatan kayak dia butuh bantuan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, kalau kau keras kepala mengenai hal itu kemudian, mari kita sedikit berfikir.”&lt;br /&gt;
Dengan bujukan mata berkaca kaca Yuigahama, Yukinoshita menyerah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hey disana, Nona Yukinoshita, bukannya kau terlalu baik pada Yuigahama akhir-akhir ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan apa yang sudah dikatakan, protes dan menangis “Gaaaak, aku gak mau” tidak akan membawaku kemanapun. Tidak peduli dimana dan kapan, aku akan selalu ada dalam minoritas yang kalah. Saat pendapat minoritas mungkin dihormati, hal itu tidak akan lebih dari Cuma sekedar itu. Aku belajar hal itu dalam kelas studi sosial di SD. Kuasa aku harus mundur disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu, ayo lakukan...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bener deh, makasih sobat. Nona Yukinoshita dan Yui, makasih banyak!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hey, aku. Aku, sobat. ...Bagaimana dengan aku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, apapun itu. Ini tidak seperti aku melakukan Ini untuk rasa terima kasihmu. Aku melakukan ini karena hal ini adalah pekerjaanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan juga, karena aku akan melakukannya, aku hanya akan melakukannya dengan baik, tidak lebih, tidak kurang; itu mottoku. Aku tidak akan berusaha sekuat tenaha, namun aku akan paling tidak mencoba sediki untuk membuatnya sebuah usaha pengalihan. Ini tepatnya apa yang kudapatkan dari Komite Tindakan Festival Budaya baru baru ini. aku akan melakukan cukup sehingga aku tidak akan dipenggal oleh massa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apapun lah, oke...Jadi, tepatnya kau ingin kami ngapain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tahu lah, seperti yang kubilang. Aku mau nyatain yaaa? Mungkin sejenis dukungan?”&lt;br /&gt;
Momen ketika Yuigahama mendengar “Menyatakan”, dia ber’eeh’ dalam respon dengan tangannya menutup bibir yang diikuti dengan nafas yang panjang. Tentu saja, tertarik sendiri namun aku ragu ini benar benar akan lancar. Namun, aku bertanya khususnya untuk beberapa detail.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk sekarang, aku ngerti apa yang kau rasakan. Di sisi lain, aku juga bisa bilang bahwa Cuma ini yang aku dapatkan. Tapi, kau tahu Tobe, kau akan melakukannya, tapi apa kau tahu kalau itu gerakan yang beresiko di pihakmu, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku bicara, Tobe berhenti menarik rambut di belakang kepalanya. “Beresiko? Aah, ya ya, beresiko, benar. beresiko.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak berfikir orang ini memahami apa maksudnya...aku tidak bicara mengenai kucing yang meloncat ke makanannya, kau mndengarku? Atau aku bicara mengenai binatang peliharaan  dari Littbarski yang berada dalam tim JEF dulu sekali, oke?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Level pemahaman Tobe amat meragukan, namun mengesampingkan hal itu, Yuigahama meragukan dan tiba tiba berbalik padaku dan bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang beresiko?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Resiko. Kemungkinan ketahuan dan bahaya atau kehilangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita menjelaskan seperti Pokedex.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu maksudnya! Aku bertanya apa resikonya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita melihat pada Yuigahama dengan ekspresi yang menyegarkan. Aku benar benar mengaggap ini cara kecil untuk mengejeknya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, setelah mendengar apa yang perlu didengar, aku memberkatinya dengan simpati masyarakat. &lt;br /&gt;
Inilah dimana aku harus menjelaskan dari atas ke bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, pertama kamu bakal nyatain? Kemudian kamu bakal dicampakkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah diputuskan kalau dia bakal dicampakkan?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bodoh, bukan Cuma itu. Semua diluar itu akan diputuskan juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama agak terlalu cepat dengan kekagetannya. Itu hanyalah awalannya. Untuk semua yang ditolak, ada kebohongan yang bahkan lebih dari itu. Tidak peruli serendah apa kau pikir dirimu, ada dasar di dalam dasar itu dan itulah kehidupan. Tentu saja, aku bisa terus tenggelam ke dasar tidak peduli sejauh apa aku pergi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Di kmudian hari setelah pernyataanmu, semua orang di kelas pasti tahu. Gak apa apa kalau mereka Cuma tahu. Tapi...kau juga bakal bisa mendengarnya saat itu dan kemudian hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 ˹Kemarin, kalo gak salah Hikigaya nyatain ke Kaori.˼&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
˹Uuuh, si sialan itu buat kaori...˼ Apa yang kau maksud ‘si sialan’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
˹Kudengar dia nyatain lewat sms juga˼&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
˹Tuh kan, itu yang nyeremin banget. Terus, bukannya itu Cuma, kayak, Gak masuk akal banget nyatain lewat sms?˼&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
˹Ya Kaaaaan?˼&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
˹Untung aku gak ngasih dia nomorku˼&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
˹Dia gak akan nyatain ke kamu kok, gak usah khawatir (ketawa)˼&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
˹Hey, itu jahat banget tau (ketawa)˼ atau sejahat apa candaan di obrolan akan terjadi dan itu terjadi begitu saja bahwa aku tidak sengaja mendengarkan dan itu sedikit menyakitkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini benar benar pukulan terakhir. Ketika kau diserang dengan kesedihan terhadap patah hatimu, masyarakat mencoba membunuhmu sebagai bonus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cerita Hikki yang lain...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama mengeluarkan suara kecil. Apa ada maknanya berkata seperti itu? Tidak mungkin aku tahu mengenai orang lain dan karena hal itu, kebanyakan dari ceritaku berputar di sekelilingku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh, gak, gak baik. Sekali aku mulai,aku berakhir dengan memakan waktu lama. Fiuh, melelahkan sekali haha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua benar benar terdiam seolah olah tergerak oleh pidatoku yang berapi api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...mengerti?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kuingatkan semua orang, Yukinoshita menepuk dahinya dan mendesah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Bukannya itu Cuma karena itu adalah kamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, aku bisa bilang kalau aku orang yang penuh dengan pengalaman waktu SMP, kurasa....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, nampaknya Tobe tidak punya pengalaman seperti itu.  Penjelasanku nampaknya tidak mempan saat dia nampaknya baru menyerap makna dari apa yang kukatakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, oke, aku seharusnya baik baik saja selama aku gak nyatain lewat sms. Selain itu, aku suka tipe yang mengambil apapun dalam langkahnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tobe menunjuk dirinya sendiri dengan jempolnya dan Ooka dan Yamato di dekatnya yang berada dalam aliran Tobe menyemangatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nyatain langsung, Tuan Tobe, kau keren banget!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cowok sejati...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah jadi cowok berarti melakukan ini yo.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka terus lanjut, tapi aku suka kalau kau berhenti bersemu...aku tidak ingin menendang Tobe dari angan angannya yang tinggi, tapi resiko itu tidak hanya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Hmm, masalahnya bukan Cuma itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masih ada...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama diselipkan oleh sikap gusar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jelas, ada banyak yang tersisa. Contohnya, hubungan baik antara kalian setelah kamu nyatain.”&lt;br /&gt;
“Sekarang, sekarang, kita udah ngerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah olah mencoba menyenangkanku, Hayama menepuk bahuku dan memotong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kami ngerti jadi nanti kita coba atur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dia mengucapkan itu, satu satunya hal yang bisa kulakukan Cuma menganggup diam. Tidak seperti aku, Hayama seharusnya bisa mengarahkan hal ini dalam arah yang pantas. Kurasa aku tidak perlu khawatir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, ketika dia menaikkan matanya, ekspresinya berbeda dari Hayama yang biasa. Dia melihat ke arah ketiga idiot itu dengan senyum yang pahit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Well, aku ada klub, jadi sisanya terserah kalian...jangan disini terlalu lama, Tobe.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hayama meninggalkan ruangan saat dia mengatakan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah kurasa aku juga pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga ada klub.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ooka dan Yamato mengikuti. Napaknya mereka Cuma memutuskan untuk menemani mereka dan tidak ada maksud untuk mendiskusikan apa yang harus dilakukan dengan kami bersama. Inilah yang mereka bilang membuang bebanmu pada orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya ya, aku nyusul kalian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah gerakan yang sepenuh hati pada mereka, Tobe berbalik pada kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadiiii ya, salam hormat ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Salah hormat’ apanya. Kalau kau ingin memberikan salam hormatmu, satu satunya hal yang kuingat adalah duka dan dokter mekanik. Atau mungkin itu adalah air mata perpisahan! Semangat salam hormat!&lt;br /&gt;
“Dengan semua yang sudah dikatakan, apa yang harus kita lakukan....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nampkah bingung, Yukinoshita menggumam dengan desahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, untuk jenis pembicaraan romantis, kami tidak tahu –bagaimana untuk menyelesaikan. Mungkin kau berkonsultasi dengan orang yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tobe, kenapa kau datang pada kami untuk permintaan ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Kau tahu, itu. Hayato menyarankan dan mendorongku kesini, kau tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudku bukan...bukannya hal ini mudah buat Hayama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku bilang seperti itu, Tobe sekilas memandang kebawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, kau lihat, gimana aku mesti bilang ya, itu. Hayato bener bener cowok keren. Dia kelihatan hebat juga, kau tahu? Jadi dia kelihatan seperti cowok yang gak punya masalah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tobe tidak pelu mengatakan itu untuk kupahami. Walaupun kita mengaduk aduk dalam keluguan cowok cantik itu, adalah fakta bahwa orang orang akan mendapatkan kesan bahwa dia tidak terlalu banyak khawatir mengenai hal hal dalam hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingin mencoba sekuatku untuk jadi super populer!” atau sesuatu pada efek itu ditanamkan dala hawa dimana mereka yang mengagumi orang yang cantik dan saling berbagi masalah masing masing mungkin membuktikan kesulitannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hayama menerima semua orang, orang baik yang tidak bisa menolak mereka. Dia adalah oang baik hingga pada titik dimana aku akan jadi “hooh”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melatih fitur wajah yang sederhana dan punya kualitas yang menyegarkan, tidak hanya dalam penampilan, tapi dalam tingkah laku sebagai seseorang juga, adi hal itu membuatku berfikir bahwa tidak ada orang yang bisa membenci orang semacam ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, inilah tepatnya kenapa. Karena tidak ada yang bisa dibenci mengenai disinya orang orang berakhir menjauhkan diri mereka sendiri darinya. Tanpa ruang untuk menolak, kesempurnaannya sebagai manusia itu sudah jadi senjata dalam dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkaitan dengan Yukinoshita Yukino, dia intinya sama pada Hayama. Namun, untung atau buntung, Yukinoshita punya kepribadian seperti itu. Dia adalah pemilik dari spesifikasi sempurna yang terbuang dalam kata kata dan tingkah lakunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, bahkan jika kau memasukkan itu, Hayama masih sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak hanya penampilannya, tapi juga sopan santun di sekitar orang lain, kemampuannya berfikir di sisinya, emosinya yang berlimpah. Ada terlalu banyak hal untuk dikatakan jika kau memintaku mendaftar kualitas yang bisa  diidolakan darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan itu tepatnya karena hal ini bahwa berada di dekatnya adalah bentuk dari siksaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika membandingkan dirimu dengannya, bagian darimu yang jadi sadar mengenai kualitasnya yang melampaui dirimu, tidak peduli apakah kau setuju atau tidak, tersakiti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa, jika aku memberimu daftar kesalahan Hayama Hayato, itu akan jadi orang itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bisa memahami ini sebagai orang luar. Aku membayangkan mereka yang lebih dekat padanya memiliki tingkat pemahaman yang lebih tinggi daripada aku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi, Yuigahama menunjukkan senyum yang sekilas nampak pahit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya...Hayato tentu saja tidak terlihat seperti dia punya banyak masalah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Tobe membuat respon yang setuju, Yukinoshita mengangguk. Dan kemudian, dengan senyum cerah yang mendadak, dia memandangku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ngerti, jadi itu kenapa kamu datang ke Hikigaya untuk bantuan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hey, kau membuatnya terdengar seperti aku korban masalah cinta yang berpengalaman.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita membuat ekpresi yang luar biasa seperti itu yang aku gak bisa cegah untuk menjawab.&lt;br /&gt;
Namun, Yukinoshima dan Yuigahama dengan pelan mengalihkan mata mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Hm.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita mengeluarkan sebuah desahan pendek, bersimpati sementara Yuigahama menghembuskan nafas seolah olah dia yakin. Dengan itu, keduanya diam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisa gak kalian berhenti tenang waktu mengalihkan pandangan.. atau hal hal bakal jadi lebih serius.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tengah tekananku yang mereda, Tobe menepuk bahuku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi, kayak gitu ya. Aku ngandelin kamu, Hikitani.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Seperti yang kukatakan, kau salah tahu namaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
**Jalan: Agen travel di Jepang&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Nohnyangkut</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei_(Indonesia)&amp;diff=389347</id>
		<title>Ero Manga Sensei (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei_(Indonesia)&amp;diff=389347"/>
		<updated>2014-09-08T17:10:42Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Nohnyangkut: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Status|Active}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Ero Manga Sensei v01 cover.jpg|thumb|Volume 1 Cover]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri &#039;&#039;Ero Manga Sensei&#039;&#039; ini juga tersedia di beberapa bahasa:&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei Español|Español (Spanyol)]]&lt;br /&gt;
*[[Ero_Manga_Sensei|English (Inggris)]]&lt;br /&gt;
----&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ero Manga Sensei: Imōto to Akazu no Ma (エロマンガ先生 妹と開かずの間) adalah seri light novel yang ditulis oleh Tsukasa Fushimi dan diilustrasikan oleh Hiro Kanzaki. Tsukasa Fushimi juga merupakan penulis dari OreImo yang telah tamat. &amp;lt;br&amp;gt; Serinya masih berlangsung di jilid 2.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis Cerita==&lt;br /&gt;
&amp;quot;Komedi romantis kakak-beradik&amp;quot; berkisah tentang Masamune Izumi, anak SMA sekaligus penulis light novel. Adik Masamune yaitu Sagiri, seorang gadis yang tidak pernah keluar kamarnya selama setahun. Bahkan dia memaksa kakaknya untuk membuat dan membawakan makanan untuknya jika ia menghentak-hentakkan kakinya ke lantai. Masamune menginginkan adiknya itu keluar dari kamarnya, karena mereka adalah satu keluarga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Illustrator novel Masamune, mempunyai nama samaran &amp;quot;Ero Manga Sensei&amp;quot;, menggambarkan, gambar yang sungguh mesum, dan sangat handal. Masamune yang belum pernah bertemu dengan sang ilustrator, menduga dia hanyalah pria menjijikan, otaku mesum. Akan tetapi, Kebenarannya terungkap, bahwa &amp;quot;Ero Manga Sensei&amp;quot; ternyata adalah adiknya sendiri! Untuk menambah kekacauan antara adik-kakak ini, gadis cantik, seorang novelis shoujo terlaris menjadi rival mereka!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Dari ANN)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[Ero Manga Sensei:Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Bagi yang ingin berpartisipasi menerjemahkan Light novel ini, silakan daftarkan dirimu ke [[Ero Manga Sensei:Halaman Pendaftaran|&#039;&#039;link ini&#039;&#039;]].&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standards===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Every Chapter (after editing) must conform to the general format guidelines.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Forum===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;If you enjoyed the series, why don&#039;t you tell us in the [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=15&amp;amp;t=6917 Ero Manga Sensei Forum Thread]?&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Updates ==&lt;br /&gt;
*Jilid 1 Bab 1 selesai diterjemahkan&lt;br /&gt;
*Jilid 1 Epilog selesai diterjemahkan&lt;br /&gt;
*Jilid 1 Catatan Penulis selesai diterjemahkan&lt;br /&gt;
*Jilid 2 Bab 1 selesai diterjemahkan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Ero Manga Sensei&#039;&#039; karya Tsukasa Fushimi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; style=&amp;quot;width: 750px; height: 350px; float: left; &amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| style=&amp;quot;width:180px;&amp;quot; | [[Image:Ero Manga Sensei v01 cover.jpg|frameless|center|border|200px]]&amp;lt;br&amp;gt; &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
| valign=&amp;quot;top&amp;quot; |&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;margin: 10px; margin-top: -5px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 1 ([[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1|Full Text]])=== &lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 1|Bab 1]] &lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 2|Bab 2]] 20%&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 3|Bab 3]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 4|Bab 4]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 5|Bab 5]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Afterword|Afterword]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; style=&amp;quot;width: 750px; height: 350px; float: left; &amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| style=&amp;quot;width:180px;&amp;quot; | [[Image:Ero Manga Sensei v02 001.jpg|frameless|center|border|200px]]&amp;lt;br&amp;gt; &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
| valign=&amp;quot;top&amp;quot; |&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;margin: 10px; margin-top: -5px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2 ([[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2|Full Text]])=== &lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Bab 1|Bab 1]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Bab 2|Bab 2]] 30%&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Bab 3|Bab 3]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Bab 4|Bab 4]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Afterword|Afterword]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Project Staff ==&lt;br /&gt;
*Supervisor: [[user:Arthuria|Arthuria]]&lt;br /&gt;
*Project Manager: [[user:Arthuria|Arthuria]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Penerjemah ===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;ACTIVE&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
:*[[User:Arthuria|Arthuria]]&lt;br /&gt;
:*[[User:Celsti|Celsti]]&lt;br /&gt;
:*[[User:Heru Uchiha|Heru Uchiha]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Penyunting dan Tata Letak ===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;ACTIVE&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
:*[[User:Nohnyangkut|Nohnyangkut]] (Jika ada proyek selesai, hubungi saya.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Seri==&lt;br /&gt;
* Volume 1 - エロマンガ先生 妹と開かずの間 (December 10, 2013) {{ISBN|978-4-0486-6081-5}}&lt;br /&gt;
* Volume 2 - エロマンガ先生(2) 妹と世界で一番面白い小説 (May 10, 2014) {{ISBN|978-4-04-866531-5}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Light novel (Indonesian)]]&lt;br /&gt;
[[Category:Hiro Kanzaki]]&lt;br /&gt;
[[Category:Tsukasa Fushimi]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Nohnyangkut</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei:Halaman_Pendaftaran&amp;diff=389346</id>
		<title>Ero Manga Sensei:Halaman Pendaftaran</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei:Halaman_Pendaftaran&amp;diff=389346"/>
		<updated>2014-09-08T17:04:35Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Nohnyangkut: /* Daftar */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Untuk memperjelas prosedur pendaftaran:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&amp;quot;Pertama Datang, Pertama Dilayani&amp;quot;: silahkan daftarkan Bab yang ingin anda terjemahkan (cukup tanda tangani - dengan klik edit - di samping Bab yang ingin anda terjemahkan, tentu saja yang belum di ambil penerjemah lain) jika terdapat suatu Bab (yang sudah di tanda tangani) lebih dari 3 bulan tidak ada update, silahkan kontak supervisor, mungkin pekerjaan dapat dipindahtangankan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimum Bab yang boleh anda daftarkan tidak boleh melebihi setengah dari sebuah Jilid&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah translator tiap Jilid maksimal 2 (kecuali untuk cerita pendek yang tidak berhubungan antar Bab, dengan kata lain, cuma dua orang yang boleh mengerjakan satu &#039;alur cerita&#039;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimal Jilid yang boleh anda kerjakan dalam satu waktu adalah satu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Ini bukan kontrak yang mengikat &amp;quot;Aku harus menyelesaikan yang sudah kudaftarkan&amp;quot;. Pilihan tergantung pada translator dan dapat dinegosiasikan (termasuk yang anda daftarkan sendiri). Akan tetapi sebaiknya jika tidak mampu menyelesaikan/kesulitan sampai bagian tertentu dan merasa tidak sanggup menyelesaikan, harap lepaskan daftar nama anda dari seri tersebut, memberikan kesempatan bagi penerjemah lain yang tertarik untuk mengerjakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Daftar==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 1===&lt;br /&gt;
::*Bab 1 [[User:Sannou|Sannou]] - 30% [[User:Nohnyangkut|Nohnyangkut]] - 70% &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Bab 2 [[User:Heru Uchiha|Heru Uchiha]] Pengerjaan&lt;br /&gt;
::*Bab 3 &lt;br /&gt;
::*Bab 4&lt;br /&gt;
::*Bab 5&lt;br /&gt;
::*Epilogue - [[User:Heru Uchiha|Heru Uchiha]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Catatan Penulis - [[User:Heru Uchiha|Heru Uchiha]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 2===&lt;br /&gt;
::*Bab 1 [[User:Celsti|Celsti]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Bab 2 [[User:Celsti|Celsti]] - Pengerjaan 60%&lt;br /&gt;
::*Bab 3 &lt;br /&gt;
::*Bab 4&lt;br /&gt;
::*Catatan Penulis&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Nohnyangkut</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei_(Indonesia)&amp;diff=389343</id>
		<title>Ero Manga Sensei (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei_(Indonesia)&amp;diff=389343"/>
		<updated>2014-09-08T17:01:06Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Nohnyangkut: /* Volume 1 (Full Text) */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Status|Active}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Ero Manga Sensei v01 cover.jpg|thumb|Volume 1 Cover]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri &#039;&#039;Ero Manga Sensei&#039;&#039; ini juga tersedia di beberapa bahasa:&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei Español|Español (Spanyol)]]&lt;br /&gt;
*[[Ero_Manga_Sensei|English (Inggris)]]&lt;br /&gt;
----&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ero Manga Sensei: Imōto to Akazu no Ma (エロマンガ先生 妹と開かずの間) adalah seri light novel yang ditulis oleh Tsukasa Fushimi dan diilustrasikan oleh Hiro Kanzaki. Tsukasa Fushimi juga merupakan penulis dari OreImo yang telah tamat. &amp;lt;br&amp;gt; Serinya masih berlangsung di jilid 2.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis Cerita==&lt;br /&gt;
&amp;quot;Komedi romantis kakak-beradik&amp;quot; berkisah tentang Masamune Izumi, anak SMA sekaligus penulis light novel. Adik Masamune yaitu Sagiri, seorang gadis yang tidak pernah keluar kamarnya selama setahun. Bahkan dia memaksa kakaknya untuk membuat dan membawakan makanan untuknya jika ia menghentak-hentakkan kakinya ke lantai. Masamune menginginkan adiknya itu keluar dari kamarnya, karena mereka adalah satu keluarga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Illustrator novel Masamune, mempunyai nama samaran &amp;quot;Ero Manga Sensei&amp;quot;, menggambarkan, gambar yang sungguh mesum, dan sangat handal. Masamune yang belum pernah bertemu dengan sang ilustrator, menduga dia hanyalah pria menjijikan, otaku mesum. Akan tetapi, Kebenarannya terungkap, bahwa &amp;quot;Ero Manga Sensei&amp;quot; ternyata adalah adiknya sendiri! Untuk menambah kekacauan antara adik-kakak ini, gadis cantik, seorang novelis shoujo terlaris menjadi rival mereka!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Dari ANN)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[Ero Manga Sensei:Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Bagi yang ingin berpartisipasi menerjemahkan Light novel ini, silakan daftarkan dirimu ke [[Ero Manga Sensei:Halaman Pendaftaran|&#039;&#039;link ini&#039;&#039;]].&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standards===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Every Chapter (after editing) must conform to the general format guidelines.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Forum===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;If you enjoyed the series, why don&#039;t you tell us in the [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=15&amp;amp;t=6917 Ero Manga Sensei Forum Thread]?&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Updates ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Ero Manga Sensei&#039;&#039; karya Tsukasa Fushimi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; style=&amp;quot;width: 750px; height: 350px; float: left; &amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| style=&amp;quot;width:180px;&amp;quot; | [[Image:Ero Manga Sensei v01 cover.jpg|frameless|center|border|200px]]&amp;lt;br&amp;gt; &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
| valign=&amp;quot;top&amp;quot; |&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;margin: 10px; margin-top: -5px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 1 ([[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1|Full Text]])=== &lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 1|Bab 1]] &lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 2|Bab 2]] 20%&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 3|Bab 3]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 4|Bab 4]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 5|Bab 5]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Afterword|Afterword]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; style=&amp;quot;width: 750px; height: 350px; float: left; &amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| style=&amp;quot;width:180px;&amp;quot; | [[Image:Ero Manga Sensei v02 001.jpg|frameless|center|border|200px]]&amp;lt;br&amp;gt; &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
| valign=&amp;quot;top&amp;quot; |&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;margin: 10px; margin-top: -5px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2 ([[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2|Full Text]])=== &lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Bab 1|Bab 1]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Bab 2|Bab 2]] 30%&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Bab 3|Bab 3]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Bab 4|Bab 4]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Afterword|Afterword]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Project Staff ==&lt;br /&gt;
*Supervisor: [[user:Arthuria|Arthuria]]&lt;br /&gt;
*Project Manager: [[user:Arthuria|Arthuria]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Penerjemah ===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;ACTIVE&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
:*[[User:Arthuria|Arthuria]]&lt;br /&gt;
:*[[User:Celsti|Celsti]]&lt;br /&gt;
:*[[User:Heru Uchiha|Heru Uchiha]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Penyunting dan Tata Letak ===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;ACTIVE&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
:*[[User:Nohnyangkut|Nohnyangkut]] (Jika ada proyek selesai, hubungi saya.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Seri==&lt;br /&gt;
* Volume 1 - エロマンガ先生 妹と開かずの間 (December 10, 2013) {{ISBN|978-4-0486-6081-5}}&lt;br /&gt;
* Volume 2 - エロマンガ先生(2) 妹と世界で一番面白い小説 (May 10, 2014) {{ISBN|978-4-04-866531-5}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Light novel (Indonesian)]]&lt;br /&gt;
[[Category:Hiro Kanzaki]]&lt;br /&gt;
[[Category:Tsukasa Fushimi]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Nohnyangkut</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei_(Bahasa_Indonesia):Jilid_1_Bab_1&amp;diff=389342</id>
		<title>Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 1</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei_(Bahasa_Indonesia):Jilid_1_Bab_1&amp;diff=389342"/>
		<updated>2014-09-08T16:59:23Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Nohnyangkut: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Ero Manga Sensei (Indonesia): Jilid 1 Bab 1 (60%)==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menilik kembali saat adik perempuanku pulang ke rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu bulan Maret. Cuacanya bagus dan hangat. Namun, pada hari itu bersalju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bersembunyi di belakang punggung Ibuku, kepalanya menunduk dan diam-diam melirikku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Mulai hari ini, dia adalah adik perempuanmu.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menerima permintaan Ibuku, aku tersenyum dan mengatakan ‘Tentu’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibu mendorongnya maju kedepan. Dengan agak malu dia maju beberapa langkah, menunduk, dan berbisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Senang bertemu denganmu, Onii-san”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, aku jarang bertemu dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Bab 1 ====&lt;br /&gt;
[[File:Ero_Manga_Sensei_v01_009.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
Suatu hari di bulan April, aku sedang membuat makan malam di dapur. Tiba-tiba terdengar *Bang*! Plafon rumah tergoyang sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Bang bang bang bang*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya iya! Ini sudah siap kok!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memegang panci panas dengan satu tangan, dan satunya memecah telur lalu kumasukkan ke atas panci. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Zzzzzhhtttttt*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Aku mengambil telur lain dan mendesah,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- Sungguh merepotkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengerti apa yang terjadi di sini, kalian harus tahu tentang kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namaku Izumi Masamune. Lima belas tahun. Kelas satu SMA.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adik perempuanku bernama Izumi Sagiri. Dua belas tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, entah kenapa, aku hidup hanya berdua dengan adik perempuanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia merupakan satu-satunya keluarga yang aku miliki sekarang. Dia jarang meninggalkan kamarnya --- dalam kata lain, hikikomori &amp;lt;ref&amp;gt;Hikikomori (ひきこもり atau 引き籠もり merupakan sebutan yang berasal dari Jepang untuk seseorang yang menarik diri dari masyarakat dan dunia nyata. Bisa dideskripsikan sebagai seorang penyendiri.&amp;lt;/ref&amp;gt;. Tentu saja dia pun tidak pergi ke sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan hanya itu, bahkan dia tidak membukakan pintu untukku – kakaknya sendiri, sebagai orang tua yang menjaganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku pikir hikikomori sudah tidak ada lagi.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia orang yang sangat suka kebersihan, tapi jika aku tidak pergi keluar rumah, mungkin dia tidak akan mandi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percakapanku dengan adikku hanyalah kejadian itu – suara berisik dari atas plafon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yap, benar-benar merepotkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski demikian, aku juga punya permasalahan sendiri. Tapi, sejujurnya mungkin hal itulah yang membuatku bermasalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus, sudah selesai”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telur goreng dobel di kedua sisi dengan tomat dan daun selada – sepiring salad. Bumbu penyedap yang aku gunakan hanyalah sedikit garam karena aku tidak yakin dengan cita rasa adikku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Makan malam seperti biasa”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah satu tahun, aku selalu membuat makanan ini. Aku meletakkan semuanya di atas piring dan kubawa menuju kamar adikku. Melewati lantai pertama yang kosong, lalu menaiki tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiap langkah, lantai yang kuinjak berdecit. Ini merupakan bel makan malam untuk adik perempuanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidup hanya berdua, rumah ini terlalu besar untuk dua orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di pintu kamar adik perempuanku – si hikikomori – ada cap tulisan dengan bentuk menyerupai hati bertuliskan “Sagiri”. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan lembut aku mengetuk pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sagiri, ini makan malamnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menunggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu menit yang sunyi ~ lalu aku menaruh piring di depan pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Makanannya kutaruh di sini, selamat makan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah tak terhitung ketika aku menggaruk pelipisku dan mendesah. Lalu aku mengambil selembar kertas dan bolpoin dan mulai menulis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menulis pesan di kertas dan kutaruh di samping piring – hari ini juga begitu, aku melakukan hal tersebut untuk berkomunikasi dengan adik perempuanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;--- Keluarlah, aku ingin melihatmu.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah satu-satunya keinginanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu tahun yang lalu, aku bertengkar. Tentu saja itu hanya perumpamaan.Tapi, jika kalian bertanya terhadap apa aku bertengkar, yah...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terhadap adik perempuanku yang menolak untuk keluar dari kamarnya. Terhadap pengasuh kami yang baru saja datang. Saat masih murid  SMA – seperti itulah pertengkarannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami bukanlah kakak beradik yang terjalin oleh hubungan darah alias kandung. Kami hanya anak yang mengikuti orang tua kami saat mereka menikah lagi. Lalu mereka meninggalkan kami untuk berbulan madu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak peduli bagaimana aku melihatnya, mereka bertingkah seperti pasangan siswa SMA yang sedang dimabuk cinta.&lt;br /&gt;
Bagian selanjutnya aku agak lupa, jadi kita lewati saja. Singkatnya, saat ini, kami kakak beradik yang hanya tinggal disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu... adik perempuanku satu-satunya bersembunyi di dalam kamarnya... dan tidak pernah mencoba berkomunikasi dengan orang lain lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berbisik, tidak yakin apakah aku bertanya pada diriku sendiri atau pada adik perempuanku. Mungkin dua-duanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seusai makan malam, aku kembali ke kamarku di lantai pertama dan duduk di depan meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, saatnya bekerja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memulai membuka laptop berukuran B5. &amp;lt;ref&amp;gt;Ukuran kertas. [http://en.wikipedia.org/wiki/Paper_size#B_series | Cek disini]&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang aku bekerja sebagai novelis profesional. Bahasa gaulnya, kalian bisa memanggilku penulis novel ringan.&lt;br /&gt;
Sewaktu tahun pertamaku di SMP, aku mendapatkan hadiah di perlombaan menulis novel ringan. Sejak saat itu, selama tiga tahun, aku bekerja dan pergi ke sekolah di waktu yang sama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal itu termasuk jarang bagi penulis yang masih duduk di bangku SMP, jadi tidak ada orang yang lebih muda dariku di bidang ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena aku mendapatkan hadiah dari karya pertamaku, ada banyak permasalahan dan penderitaan yang dialami penulis lain yang tidak aku mengerti. Saat itu, aku berpikir ‘Aku orang genius’ dan agak sedikit sombong. Meski begitu, kepercayaandiriku yang dusta segera hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, yang hanya aku pikirkan adalah ‘Hanya keberuntunganku’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penaku bernama Izumu Masamune. Seperti nama asliku. &amp;lt;ref&amp;gt;Nama pena seperti halnya nama panggilan atau nama akrab dalam dunia LN&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merahasiakannya dari keluargaku dan teman kerja yang membantuku. Demikian pula dengan teman sekelasku, bahkan mereka tidak tahu ada seorang pengarang di SMA sepertiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---Hingga...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang akan terjadi jika identitasku terbongkar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bergumam dengan rasa risau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini karena kemarin, untuk pertama kalinya aku mengikuti ambil bagian suatu acara. Acara penanda tanganan pertama setelah tiga tahun aku berdebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku akan merasa sangat malu jika teman sekelasku mengetahuinya, jadi aku selalu menolak acara seperti itu. Tapi, kemarin merupakan kasus yang istimewa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bulan kemarin, aku menulis novel tentang pertarungan dengan kekuatan spesial. Setelah itu, akhirnya aku menetapkannya sebagai waktu bagi ‘Izumi Masamune’ untuk muncul di hadapan publik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah sebabnya, kemarin, aku pergi ke sebuah tempat di Ikebukuro, Sunshine.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disana menyenangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski awalnya aku takut akan pengagumku, segera aku menyesuaikan diri. Bagaimanapun juga, hal ini merupakan kesempatan jarang untuk melihat bagaimana karyaku diterima oleh masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Menyenangkan! Aku sangat bahagia! Benar-benar bahagia! Aku sangat menyukai karakter ini&#039;&#039; – seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisa mendengar langsung penggemarku begitu memberikanku dorongan percaya diri dan keberanian yang sangat besar. Itu seperti seluruh jendela baru terbuka di depan mataku. Aku sangat bersukur kepada editorku yang berkata padaku untuk melakukan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejauh ini, semuanya berlangsung baik-baik saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tetap saja, setelah acara penanda tanganan selesai, aku memperhatikan satu hal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah penggemar Izumi Masamune bertemu dengannya, niscaya mereka akan membicarakannya di internet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski ini hanyalah acara penanda tanganan dan dilarang mengambil gambar, fakta kalau aku masih murid SMA akan terbongkar sewaktu aku bicara dengan mereka. Karena nama penaku juga sama dengan nama asliku, ada resiko kalau ada seseorang menemukan kalau aku Izumi Masamune, seorang murid SMA.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gawat. Benar-benar gawat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seseorang di sekolah memanggilku ‘Izumi-sensei’ atau lainnya, mungkin aku akan mati dengan keadaan malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah sebabnya ----&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak mencoba mencari namaku sendiri di internet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Ha...fiuh... tenang.....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengelap keringat di keningku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengingatnya sewaktu debut pertamaku, aku pernah membuat kesalahan sekali. Setelah itu, benar-benar trauma yang buruk sehingga aku berjanji tidak akan pernah mencari nama penaku atau pun novelku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dulu, jiwa psikologisku terserang sangat hebat, bahkan sampai sekarang, aku masih bermasalah ketika memikirkannya. Jadi aku sangat terkesan oleh pengarang-pengarang lain yang bisa dengan santai membaca semua ulasan tentang karya-karya mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berganti topik yang lain. Dibawah pengetahuan yang tangguh tentang betapa berbahayanya tindakanku, kemarin aku mulai mencari-cari tentang acara penanda tanganan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu aku browsing &amp;lt;ref&amp;gt;ada plihan kata selain browsing?&amp;lt;/ref&amp;gt; berbagai macam blog dan membaca komentar mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tadi menyenangkan bisa berbicara dengan Izumi-sensei” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;--- Tidak tidak, justru bisa melihat pembacaku mempunyai waktu yang baik, akulah yang merasa senang.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hm, disini bilang “Izumi-sensei sangat muda, ya, seperti yang ledenda bilang” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;--- Hm? Legenda apa?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;---- Fiuh... Semuanya berjalan baik...untuk sekarang.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menepuk perlahan dadaku dan mulai membaca tentang kesan dari event ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejauh ini, tidak ada yang terlihat tidak normal...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya saja, saat aku memikirkannya, ada sesuatu yang menangkap penglihatanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ugh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tanda tangan Izumi-sensei sangat sulit dibaca.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ughhhhhhhhh”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menjerit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahhh... ahhh....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tulisan tangan Sensei juga sangat jelek~~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wow...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Betul, benar-benar jelek.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sangat jelek.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dimana sih dia mendapatkan pelajaran sekolah dasar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ughhhhhhhhhhhhh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ada batasnya tentang berapa banyak kata-kata pedas yang kalian berikan padaku. Ini merupakan hal paling buruk yang pernah aku lihat.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Tap tap tap*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Blog sialan! Bukannya aku memilih tanda tangan itu! Dari awal aku memang tidak pernah berlatih tanda tangan! Bagaimana aku bisa tahu apa yang harus aku lakukan ketika kalian tiba-tiba menyodorkan selembar kertas padaku yang berisi restumu? Aku penulis, bukan artis, bodoh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengetik dengan marah menggunakan keyboardku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- &amp;lt;nowiki&amp;gt;*Bang*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adik perempuanku menghentak-hentak plafon, memberikan tanda protes “Berisik!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamarnya tepat di atas kamarku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Yaa... yaa... yaaa...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memandang plafon dan menggigit bibirku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu dia! Itulah sebabnya aku membenci internet! Aku benar-benar ingin menangis!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Seandainya itu komentar tanpa nama pun, mereka harus tahu apa yang boleh dan yang tidak boleh dikatakan.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ingat baik-baik.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Tap*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetesan air mataku berlahan jatuh di atas laptop.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang pukul 7 malam. Bermaksud membeli buku untuk mengubah suasana hatiku, aku pergi ke toko buku Takasago. Toko buku merupakan toko yang berusaha sendiri. Mempunyai dua lantai. Meski tidak terlalu besar, namun mempunyai jumlah novel ringan yang cukup dan suasananya juga nyaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar-benar... berlebihan. Hal ini normal di internet,&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang mengatakan kalimat itu sambil tersenyum sinis adalah pelayan toko buku ini, Takasago Tomoe. Perempuan berambut hitam panjang dengan penampilan khusus dan dia juga feminim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggunakan celemek, dialah teman sekelasku dan satu dari beberapa individu yang tahu kebenaran tentang Izumi Masamune.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga tahun yang lalu, sewaktu aku membuat debutku, aku tertangkap basah oleh ayahnya karena tingkah lakuku yang mencurigakan. (Sebenarnya aku hanya melihat-lihat jika ada orang datang dan membeli bukuku). Itu merupakan kenanganku yang paling memalukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, aku menjadi temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, sedang waktunya istirahat. Kami ngobrol di dalam ruangan pegawai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benarkah? Itu normal? Kalau begitu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yap. Penulis. Artis. Sutradara anime. Semuanya juga sama mengertinya. Yah, pikirkan saja sebagai pajak nama baik, namun jangan terlalu dipikirkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A..aku tidak seterkenal itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...masa sih?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku pikir kau agak terlalu optimis.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayangnya, itulah kebenarannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kecepatan menulisku sangat cepat, nama baikku hampir tidak berubah sejak aku berdebut. Setelah cerita ketiga dari Izumi Masamune keluar, aku menjadi penulis yang terkenal. Setidaknya, aku tidak pernah mengakhiri cerita di tengah jalan, jadi aku menganggap diriku loyal dalam karyaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kesuksesan yang tak terduga dari buku-bukuku, novel &#039;Si Serigala Perak&#039; menjadi yang pertama dicetak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan dipikirkan terlalu berat. Komentar kecil tidak akan berimbas pada apapun.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimanapun juga, perkataanmu terdengar lebih buruk dari mereka.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahaha. Hei...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tomoe mengeluarkan smartphone-nya &amp;lt;ref&amp;gt;Handphone dengan berbagai fitur canggih layaknya komputer atau laptop&amp;lt;/ref&amp;gt;, mengeklik sesuatu lalu berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku baru saja melihat-lihat. Ini, bukankah ini blognya ilustratormu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua mataku terbelalak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benarkah? Asli?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yap.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Perlihatkan padaku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini, ini nama pena, &#039;kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tomoe memperlihatkanku nama blog itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Blog Eromanga.&#039; Hanya mendengar dari namanya, kalian mungkin berpikir blog ini bertujuan untuk memperkenalkan komik mesum atau apa.&amp;lt;ref&amp;gt;Ero atau lengkapnya dalam bahasa Inggris - Erotic. Sering disingkat &#039;Ero&#039; oleh orang Jepang berarti tindakan erotis dan yang hal berkaitan dengan erotis.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Ilustrator Aktif. Nama pena berasal dari sebuah nama pulau. Tidak ada hubungannya dengan ero manga.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.... Ini asli....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eromanga ini merupakan ilustratorku saat ini. Laki-laki ini bekerja denganku sejak aku berdebut, jadi aku sangat bersyukur. Setelah tiga tahun bersama, aku merasa &#039;kami ini tim yang baik&#039;, namun---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Wow wow wow! Sedang apa dia?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang mencelaku adalah dia!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Masa-san, apa kau pernah bertemu Eromanga-sensei?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak! Kami hanya saling kontak lewat editor kami!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktanya, bahkan aku tidak tahu orang ini pria atau wanita. Yah, karena dia selalu menampilkan ilustrasi yang moe, kemungkinan dia seorang pria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang illustrator diangkat oleh editor, jadi normalnya kami tidak langsung saling berhubungan. Bahkan setelah tiga tahun, bertatap wajah saja tidak pernah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Emm... apa itu artinya dia membencimu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei! Maksudmu ilustratorku sendiri membenciku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankah itu memang benar? Aku merasa dia sangat marah padamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Masa....?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tapi kenapa? Apa aku melakukan sesuatu yang menyinggung perasaannya?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kami baru bekerja bersama, aku pernah mengomel &#039;Apa-apaan dengan nama pena mesum itu&#039;. Apa dia mendengarnya? Tunggu tunggu... dengan nama seperti &#039;Eromanga&#039;, siapa saja akan membuat berpikir demikian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jika dia membenciku, aku harus meminta maaf... tapi bagaimana melakukannya, ya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan tanya aku, aku pun tidak tahu.&amp;quot;, sambil mengangkat bahunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi tetap saja, menurutku itu hal aneh kalau setelah tiga tahun bekerja bersama, kalian berdua benar-benar tidak tahu sama lain. Bukankah editormu mengatakan sesuatu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yah, bahkan di antara jajaran editor, tidak ada yang pernah bertemu Eromanga-sensei. Dia melakukan pekerjaannya via internet. Kontrak yang mengikat merupakan permintaannya untuk merahasiakan identitasnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Wah, gaya yang aneh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tomoe blak-blakan mengungkapkan pendapatnya. Aku mengerti dengannya. Aku juga mempunyai situasi tersendiri, jadi mungkin ilustratorku juga demikian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa kau pernah mencoba mencarinya Eromanga di internet?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sudah. Tapi hasilnya menuju ke situs Eromanga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Itu hal normal.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau dipikir-pikir lagi. Bagaimana tentang menambahkan nama penamu, atau judul novelmu pada kotak pencarian?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa menurutmu aku ini orang yang akan mencari nama dan novelnya sendiri?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...~ Ah, benar juga. Kau memang orang yang berpegang teguh pada suatu prinsip.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tepat. Jadi, aku sangat bahagia jika kau dapat mencarikannya untukku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya ya~.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tomoe mulai membuka smartphone-nya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau bilang sudah mencari, tapi sebenarnya baru aku yang mengakses blog ini. Terlepas dari ilustrasi, disini ada hal-hal lain.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seperti apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seperti.... kebanyakan video yang di unggah, sih.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Unggahan video? Tapi bukankah dia ilustrator?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Video apaan sih yang dia unggah?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Contohnya, streaming video secara langsung... seperti itulah...?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Emm ~ Aku tidak mengerti.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, lihat Masa-san, ini berita terbaru. Hari ini Eromanga-sensei akan menayangkan tayangan langsung lagi. Kau ingin menontonnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah di &#039;Tokobuku Takasago&#039;, aku telah membeli beberapa novel ringan terbaru. Salah satu peraturanku adalah jangan pernah membeli buku lewat internet, jadi aku mencari tempat lain untuk mencari buku. Itu sangat tidak nyaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membuka pintu rumahku, penuh dengan kegembiraan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku pulang~.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada respon seperti biasa. Tapi, sama sekali aku tidak keberatan. Aku berteriak di tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sagiri ~ jika sudah selesai makan, pastikan piringnya diluar kamar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu aku kembali ke kamarku dan menyalakan laptopku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Video streaming secara langsung.... ini dia!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah bincang-bincang dengan Tomoe, ledakan keanehan terhadap &#039;Eromanga-sensei&#039; muncul di pikiranku. Meski sudah tiga tahun yang lalu, aku terlalu cepat menyerah tentang dia, tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Seperti apa dia? Seperti apa suaranya? Apa yang dia sukai?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apa yang dia pikirkan tentang novelku?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menggerakkan mouse dan melihat-lihat blog tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya blog ini sudah lama dibuat, disitu juga tertulis demikian. Selain dari komentarnya tentang tanda tanganku, terdapat banyak hal di blog itu yang membuatku marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Kuh&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menjeda karena video sudah mulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya baru saja mulai....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awalnya, di layar hanya ada warna hitam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;--- Dengan kata lain, Eromanga-sensei akan segera muncul.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, berlawanan dari dugaanku, layar malah menampakkan pemberitahuan berwarna merah muda bertuliskan &amp;quot;Pembicaraan dengan semua orang ketika menggambar ilustrasi&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Stand by] [Menunggu] Lalu layar bergerak dari kanan ke kiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akan dimulai... Kira-kira dia seperti apa, ya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapanku tertuju pada layar. Lalu ada suara kecil terdengar saat melewati pengganti suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Halo! Selamat malam, semuanya. Hari ini aku akan menggambar sambil berbincang-bincang dengan kalian. Salam kenal.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Aku menyukaimu Ero-sensei!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Aku menyukaimu Ero-sensei!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Salam kenal Ero-sensei.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Aku menyukaimu Ero-sensei!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku, aku tidak tahu ada sesuatu seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Ini lagi.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Ada apa dengan nama penamu, sensei?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Kau memilih nama itu karena kau ingin menggambar ilustrasi ero, &#039;kan?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sudah kukatakan bukan seperti itu! Kalian selalu memanggilku Ero-sensei inilah Ero-sensei itulah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Sudah sudah]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Aku mengandalkanmu, tunjukkan pada kami ilustrasi ero-mu, sensei!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya -- inilah cara dia menyapa penggemarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Hmhm... secara langsung berkomunikasi dengan para penggemarnya.... Aku iri&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membayangkan diriku melakukan hal tersebut -- tetap saja, direkam saat aku menulis novel... Aku bertaruh pasti akan sangat membosankan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akan kukatan dulu, hari ini tidak ada ilustrasi ero.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Layar berubah menjadi lautan ilustrasi. Lalu pena digital muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, tidak orang yang melihat Eromanga-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hari ini, aku ingin memperlihatkan pada kalian ilustrasi ini - Dari karya milik Izumi Masamune yang berjudul &#039;Reinkarnasi Si Serigala Perak&#039;, salah satu heroine utama, &amp;lt;ref&amp;gt; Heroine merupakan tokoh perempuan di sebuah Anime, Manga, ataupun Light novel.&amp;lt;/ref&amp;gt; Akaiusagi-chan! &amp;lt;ref&amp;gt;Akaiusagi jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia berarti Kelinci Merah.&amp;lt;/ref&amp;gt; Dia adalah tokoh favoritku. Meski di jilid ke-tiga, Izumi-sensei tidak menghidupkan dia lagi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ah, maaf.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengatakan maaf di dalam kepalaku. Jadi Eromanga-sensei menyukai tokoh perempuan ini. Aku ingat kalau ilustrasi untuk tokoh ini membutuhkan waktu yang lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apa mungkn dia marah karena alasan tersebut?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Izumi-sensei memang berlebihan. Perempuan imut seperti ini, namun Izumi-sensei malah membunuhnya. Padahal tokoh ini seperti anakku!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat marah-marah kepadaku, pena digital terus bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tidak, tunggu! Sebentar! Apa boleh buat! Ini novel tentang pertarungan!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Seharusnya kesebalanmu kau lemparkan ke Kinshishi &amp;lt;ref&amp;gt;Kinshishi berarti Singa Emas&amp;lt;/ref&amp;gt; yang telah membunuhnya. (Raja terakhir di jilid 3)&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eromanga-sensei mulai mewarnai Akaiusagi sambil menyenandungkan sebuah lagu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;... Hm ~ jadi begitu ilustrasi dibuat.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar-benar tidak seperti yang aku bayangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kursor terus bergerak. Seandainya kalian melihat layar, kalian tidak akan mampu mengikutinya. Bukan hanya itu, kadang kala pena digital dan mouse bergerak pada saat yang sama. Keahlian seperti sihir yang hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, tidak peduli apapun pekerjaan itu, selama bisa berada di tingkat profesional, orang yang menemukannya dengan mudah dapat menikmatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa saat, topik berubah menjadi &#039;Event Penanda Tanganan oleh Izumi Masamune&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh iya, berdasarkan rumor tentang acara perayaan &#039;Serigala Perak&#039;, saya minta maaf, saya tidak bisa ikut. Karena saya tidak mengizinkan identitasku tersingkap. Jadi tolong biarkan Izumi-sensei mengatahuinya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Ada apa? Apa kau lolicon?] &amp;lt;ref&amp;gt;?&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Apa legendanya benar? Izumi sensei benar-benar siswi cantik sekolah dasar?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Diam. Aku juga tidak pernah melihat langsung Izumi-sensei, jadi aku tidak tahu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang mengatakan kalau dia lolicon hanya tersenyum sinis. Mungkin seseorang akan merasa rumit jika ini memang benar, tapi aku terharu. Hal ini merupakan sesuatu yang benar-benar hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biarpun begitu, orang yang mengatakan kalau aku siswi SD yang cantik... mungkin hanya mencoba menggodaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Namaku jelas-jelas nama laki-laki... bagaimana bisa mereka berkesimpulan begitu?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi tetap saja, aku mendengar kalau tanda tangan Izumi-sensei juga sangat jelek.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Yap, sangat sangat jelek.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Seperti gambar yang jelek.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Kalian diam saja! Seadainya itu benar, kalian tidak punya hak mengatakannya!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sialan! Jika aku bertemu dengannya, niscaya aku akan memberikannya pelajaran!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, sudah selesai~?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Kerja bagus Ero~]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Wooaaahhhh.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Terima kasih atas kerja kerasnya.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Hari juga sangat menyenangkan]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Imutnya.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak komentar yang muncul. Ya, itu benar-benar ilustrasi yang bagus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Kali ini, bolehkah aku menyimpannya sebagai wallpaper, sensei?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu ~ silakan~ Terima kasih telah menonton~&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilustrasi telah selesai, tapi video streaming masing berjalan. Mungkin saatnya ngobrolnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Fiuh ~ Setelah berbicara banyak, aku sangat lelah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eromanga-sensei menghela nafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tiap kali aku siaran video langsung, ilustrasi selalu bagus.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Ilustrasi Kinshishi juga bagus.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Semunya oke kok.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Bagaimana dengan beberapa tokoh anime sekarang?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei tunggu, kalian terlalu banyak permintaan! Sebentar!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sunyi, lalu layar komputer yang tadinya penampilang terhenti. Tidak lama kemudian muncul seseorang menggunakan topeng tokoh anime dan headphone.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Wow wow]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Bagus]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;---Hmm, jadi dia mengalihkan kamera. Yang berarti itu adalah Eromanga-sensei.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak seperti siaran televisi pada normalnya, apapun yang dia tunjukkan pada kita adalah acak, tapi bukan hal yang buruk, sih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menggunakan topeng tokoh anime, dengan mantel besar dan topi - aku tidak bisa memastikan seperti apa dia sekarang. Tapi meskipun ruangan gelap dengan gambar yang buram, bisa aku anggap kalau dia lebih pendek dari yang aku duga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eromanga-sensei mengambil majalah anime dan membalik ke halaman ranking tokoh terkenal. Tentu saja tidak ada tokoh dari ceritaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ambillah satu gambar disini. Ah, jika memungkinkah, pilihlah seseorang yang aku suka. Aku sarankah seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu muncul berbagai permintaan di layar. Eromanga-sensei dengan senang ngobrol dengan semua orang -- tapi aku tidak ikut bergabung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena sekarang bukan waktu yang tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...........&amp;quot;&lt;br /&gt;
[[File:Ero_Manga_Sensei_v01_031.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
Percapakan menggembirakan ini sama sekali tidak masuk ke telingaku. Aku diam, dan hanya fokus pada video yang buram ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;................. Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memandang jauh di belakang punggung sensei, di kamar - aku bergumam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disana -- tergeletak makan malam yang aku baru buat untuk adik peremupanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haaaa!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu menit menit berikutnya, aku tersadar dan jujur saja menggelengkan kepalaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Video streaming masih berjalan. Di layar laptopku ada seseorang dengan mantel besar dan ruangan buram. Orang-orang masih ngobrol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi jika aku perhatikan dengan seksama, aku melihat telur dobel di kedua sisi, salad dengan tomat dan daun selada yang familiar, bahkan piring yang sama dengan piring dapur keluargaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang sebenarnya terjadi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bergumam lagi. Kepalaku terasa agak lebih jelas dari sebelumnya, tapi aku masih tidak bisa mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kebetulan semata...?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mungkin. Hanya ada satu kebenaran mengenai itu, tapi aku masih sulit memercayainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......Mungkinkah..... video ini..... berasal..... dari rumahku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menengok plafon dan berbisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tidak mungkin. Tidak mungkin. Tidak mungkin. Tapi...&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan aku takut akan pikiran ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eromanga-sensei menggunakan pengubah suara, mengenakan mantel besar dan sebuah topeng. Berarti, itu tidak ada yang aneh jika dia berubah menjadi perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
..... Aku tidak bisa membuang teori ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkinkah --- Sagiri - orang yang tidak pernah keluar dari kamarnya, orang yang tidak pernah berkomunikasi dengan orang lai - adalah orang sama dengan orang yang dengan gembira berbicara dengan penggemarnya, ilustrator novelku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......Mungkinkah? Bagaimana bisa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terus terang, aku pusing. Tapi pada saat yang sama, sebuah ide muncul di pikiranku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;-- Ini kebetulan.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika &#039;Eromanga-sensei&#039; = &#039;Adik perempuanku, maka &#039;Sagiri&#039;.....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, di layar laptopku mungkin adik perempuanku, yang menolak keluar dari kamarnya, iya kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mesti sulit untuk percaya, tapi masih ada kesempatan! Aku menyerah setelah satu tahun, tapi sekarang adalah kesempatan emasku. Tidak akan kubiarkan terbuang sia-sia!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pikir! Pikir!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memegang kepala dengan kedua tangan, aku menurunkan sikutku di meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.... Sial...Sialan! Aku tidak bisa berpikir apapun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jujur, aku masih menonton video siaran langsung, tapi semua yang aku lakukan adalah menulis sesuatu dan mengirim kepada dia! Apa akan baik-baik saja setelah aku mengirim? Apa yang harus aku lakukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Apa kau adik perempuanku] - Dibantah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Bagaimana kalau keluar sebentar?] - Ditolak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa bedanya jika dibandingkan saat aku membawakannya makanan? Bahkan, aku merasa ada perasahaan tidak enak jika melakukan hal itu. Nantinya akan menjadi hal yang lebih rumit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika mentalku tertendang oleh diriku sendiri, pembicaraan &#039;ilustrasi apa selanjutnya&#039; akan berakhir. Eromanga-sensei kembali ke depan kamera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan, video selanjutnya besok.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sialan! Sudah selesai! Apa yang harus lakukan?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku tidak bisa berpikir apapun ---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sampai jumpa lain waktu. Dadah~?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Terima kasih atas kerja kerasmu]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Aku akan terus menunggunya]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Terima kasih atas kerja kerasmu lagi]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Huh?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, seseorang lupa mematikan kamera setelah pertunjukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Wow tunggu, masih ada kelanjutnya. Wkwk]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Aku menyukaimu Ero Sensei!  Wkwk]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Kamera kamera!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Kau lupa kameramu, sensei]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan penuh penyesalan, Eromanga-sensei tidak mengindahkan peringatan penggemarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;....Ini akan menjadi hal yang buruk...iya &#039;kan?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesalahan ini bisa membuat tragedi dari siapapun yang sedang menonton video tentang &#039;diri sebenarnya&#039; dari orang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contohnya  - atau agaknya, skenario paling buruk, membayangkan seseorang telanjang di depan kamera dan melakukan tindakan mesum yang menyebabkan orang-orang mengutuknya. Terlepas dari bahayanya kehidupan pribadi kalian tersingkap di hadapan publik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Gawat ini! Ini sangat, sangat gawat - hei, hei, tunggu aku.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melompat dari kursiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan aku melakukannya karena ada sesuatu yang tidak terduga terjadi di layar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah ~~ Aku terlalu banyak bersenang-senang. Aku sangat lapar, namun malah lupa memakan makanan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eromanga-sensei berdiri dan mulai melepas bajunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama adalah kaos kaki panjangnya. Lalu mantel besar, sambil dia berpindah dari jangkauan kamera. Selanjutnya, topeng terjatuh di depan kamera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Hei! Identias asli Ero Manga sensei akan terbongkar!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Meski, mungkin seorang yang mesum]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Sialan! Aku tidak bisa melihat apapun. Kembali kesini~]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Kenapa kalian ingin sekali melihat pria mengganti baju?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Hei, pembekalan yang berwarna-warni]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Mungkin akan bagus wkwk]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Clank clank*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;GAWAAAAAAAAAAAATTT&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mengambil laptopku dan berlari keluar kamar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menuju ke lantai dua, menuju &#039;pintu seseorang yang tidak ingin meninggalkan kamarnya&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Gawat! Gawat! Benar-benar gawat!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Kalian mengerti, &#039;kan?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Jika Eromanga-sensei adalah adik perempuanku.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Jika mereka orang yang sama!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Maka tubuh telanjang adik perempuanku akan terbongkar dan seluruh dunia akan melihatnya!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;HENTIKAAAAAAAAAAAAAANN!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Bang*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menggedor pintu kamar adik perempuanku seperti aku ingin meremukkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Bang! Bang! Bang! Bang!*  Aku terus menggedor sambil melihat layar laptopku.&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kameraaaaaa!! Kau lupa mematikan kamera!! Kameraaaaaaaaaaaaaaaa!!!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Bang! Bang! Bang! Bang! Bang!*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sialan! Masih berjalan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini pertama kalinya aku memanggil adik perempuanku tanpa peduli citraku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, aku mencoba usaha keras sialanku. Perhatikan aku! Perhatikan benda itu! Perhatikanlah perhatikanlah  perhatikanlah!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;* Bang! Bang! Bang! Bang! Bang!* &amp;lt;/nowiki&amp;gt; Suara gedor-gedor pintu terdengar ganda, karena suara laptopku yang mengeluarkan suara yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain - tidak ragu tentangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Suara berisik apa sih!?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Apa keluarganya bermasalah? wkwk]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Video siaran langsung berhenti dan mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Terhenti...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koridor kembali tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
.... Aku tidak melihat bagian terakhir, tapi sepertinya.... aku berhasil melakukannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berhasil... iya &#039;kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Huh.... fiuh~~&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menutup mataku dan menarik nafas dalam-dalam. Pundakku bergemetar akibat adrenalin. &amp;lt;ref&amp;gt;Adrenalin atau hormon adrenalin, merupakan kelenjar yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal. Kelenjar ini merangsang jantung berdetak kencang. Contohnya, ketika gugup atau setelah berlari&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.....Aku menyelamatkannya. Aku menyelamatkan.... adik perempuanku yang telanjang....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku patut mendapatkan pujian, &#039;kan?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski aku membuang kesempatan yang bagus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Aku tidak menyesal.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengelap keningku setelah melepas tanganku dari pegangan pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi... pastikan tahu kalau...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan marah aku menatap pintu dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku benar-benar ingin kau membuka pintu ini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Kriek*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; &amp;lt;ref&amp;gt;Suara pintu kalau dibuka begini bukan?&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu yang yang selama setahun tidak pernah sukses aku buka, kini terbuka perlahan ---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang perempuan mengenakan piyama muncul dihadapanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkulit putih. Rambut perak yang agak berantakan. Mata berwata biru tanpa emosi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasakan seandainya aku memalingkan wajahku sebentar, dia akan menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah adik perempuanku, Izumi Sagiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ekskpresi menganga dan terdiamku, dia berbisik:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Onii-san, sudah lama tidak bertemu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah adik perempuanku yang tidak pernah aku lihat selama satu tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak tahu berapa lama aku terbeku disini. Saat aku sadar, adik perempuanku masih berdiri di depanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini merupakan pertemuan kedua kami, tapi menurutku dia cantik. Tidak hanya kecantikan yang vulgar dari seorang aktris, tapi kecantikan alami yang sempurna. Biarpun begitu, karena ini pertama kalinya muncul di pikiranku, itu malah menunjukkan betapa bingungnya aku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua kalinya bertatapan muka dengan adik perempuanku ---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami tidak mengatakan sepatah kata apapun. Waktu berlewat. Aku tidak tahu apa yang dia pikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Hei... orang ini orang yang baru saja membuat video siaran langsung, &#039;kan?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ilutrator dengan nama pena yang benar-benar mesum, &#039;EroManga&#039;?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia muncul dihadapanku seperti itu, aku tidak tahu membuat perhubungannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apa mungkin... aku telah salah?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin satu menit berlewat, akhirnya aku membuka mulutku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.... Lama tak berjumpa.... Mungkin setahun, ya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri tidak membalas. Wajahnya menunjukkan ekspresi marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apa? Apa kau marah?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Yah, jika seseorang tiba-tiba menggedor secara gila-gilaan di depan pintumu, reaksi inilah yang didapatkan. Tapi tetap saja...&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengambil bagian atas layar laptopku. Video siaran langsung telah terpotong, layar menjadi gelap. Lalu dengan perlahan aku memandang wajah adik perempuanku.&lt;br /&gt;
[[File:Ero_Manga_Sensei_v01_041.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mengenai itu.... apa kau &#039;Eromanga-sensei&#039;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada respon. Tapi....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
....Keningnya berkeringat dingan! Dia jelas-jelas dalam keadaan panik!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam hatiku, aku mengatakan &#039;Terdakwa bersalah!&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku terkejut melihat ekspresi rumitnya. Aku selalu berpikiran kalau dia seseorang tanpa emosi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau benar-benar... Barusan video siaran langsung ---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Kuh!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Hah? Ada apa dengannya?&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maksudmu aku salah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri langsung mengangguk, lalu dia melihat kebawah dan bergumam sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang kau katakan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak mendengarmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mendekatkan telingku pada mulut adik perempuanku. Lalu aku mendengar dia berbicara dengan berbisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.....Aku tidak tahu seseorang dengan nama mesum seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Lalu kenapa kau mengambil nama pena itu?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dia dia benar-benar Eromanga-sensei, aku ingin menceramahinya tentang hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri berpaling. Dia punya wajah usang terlihat di wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu.~&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semakin kau mencoba menyangkalnya, semakin buruk hasilnya. Karena jika itu benar-benar kesalahan, maka reaksi awalmu tidak akan seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu apa? Aku tidak bisa apa-apa selain berpikir tentang langkahku selanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri masih terdiam, tiba-tiba dia mencoba menutup pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei tunggu ~ aku tidak akan membiarkanmu pergi!&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Buk*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Kakiku terkait di antara pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri membuka pintunya lagi, melepaskan kakiku dari pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aw aw! Sakit!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.....Keluar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin yang dia maksud &#039;keluarkan kakimu&#039; ---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku sanggah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika aku mundur sekarang, aku merasa kalau aku tidak akan pernah melihat pintu ini terbuka untuk hidupku lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau ilustrator untuk &#039;Reinkarnasi Si Serigala Perak&#039;, Eromanga-sensei, iya &#039;kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Bukan, aku bukan.... bukan....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terlihat seperti akan langsung menangis. Sepertinya aku menggertaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh, sial... Aku tidak berniat melakukakan itu ---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu hebat, loh!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang ingin aku katakan keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri melihatku dengan mata biru berair.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata kita bertemu. Aku mundur sebentar. Yang bisa aku lakukan ialah memaksa tenggorokanku untuk berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baru saja di video siaran langsung, ilustrasi itu sangat indah. Kau juga punya banyak penggemar.... Semua orang gembira.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berpaling dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Karena kau tidak pernah keluar dari kamarmu, aku selalu penasaran apa yang kau lakukan didalam.... Tapi kau melakukan hal yang sangat luar biasa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;..........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun aku mengatakan perasaanku yang sebenarnya, aku tidak bisa melihat ekspresi dari adik perempuanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaanku apa sih yang dia punya? Bingung? Ah.... membuatku malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini terlalu sulit.... Aku harus terus berbiara. Tidak akan kubiarkan percakapan ini mati begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mereka bilang ilustrasimu sangat erotis~&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apa-apaan yang aku katakan?&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apa itu yang harus dikatakan pada adik kecil perempuanmu?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, bukan hanya itu! Tentang....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tentang apa?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku..... sangat gembira.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku harus menjelaskan dari awal. Tentang &#039;identitas asli&#039;-ku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;..... Sagiri..... sebenarnya.... aku....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku akan mengatakan padanya. Mengatakan kenapa aku gembira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku ---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak!!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri berteriak menyela pembicaraanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa aku salah dengar? Aku memandang Sagiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.... Apa.... apa --- tidak?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baru saja kata itu keluar dari mulutku...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Buk*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada sesuatu yang menghantam wajahku saat aku menjawab,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Brak*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pandangan terdistorsi, pintu itu tertutup sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
....Sagiri.... dia melempar gamepad miliknya ke kakak laki-lakinya sendiri!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi, aku bisa bertemu dengan adik perempuanku setelah sekian lama, namun pertemuan kami benar-benar terlalu pendek. Hal yang masih ada adalah rasa sakit di hidungku dan rasa menyesal tidak bisa menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Sial. Ini baru permulaan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kegembiraan melihat adik perempuanku lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Esok harinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam maksud membuat karya novelku selanjutnya, aku pergi ke perusahaan penerbit di Tokyo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menunggu sebentar, editorku, Kugurazaka-san muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hah ~ maaf membuatmu menunggu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berambut panjang, mengenakan pakaian setel atas bawah. Penampilan seperti wanita perkasa. Biarpun begitu wajahnya masih sangat muda, dia terlihat seperti seorang mahasiswi di sebuah kampus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berdiri dan memberikan salam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat siang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf, Izumi-sensei. Rapatku yang sebelumnya lebih lama dari yang aku perkirakan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kagurazaka-san berjalan lalu duduk di depanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Belakangan ini saya sangat sibuk~? Akhir-akhir ini banyak penulis yang sangat antusias~. Kemarin dan beberapa hari sebelumnya, aku hanya tidur selama dua jam. Tapi sudah terbiasa!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha, terima kasih atas kerja sama anda.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, aku menganggap hal itu bukan urusanku. Menurutmu siapa yang membuat karyaku sepopuler itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, meskipun aku berpikir demikian, aku tidak bisa mengatakan dengan keras. Sekarang ini, sebagai freelancer, beliau ini bosku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika aku bertengkar dengan beliau, bisa jadi akan berimbas pada pendapatanku, bahkan mungkin karyaku juga akan bermasalah. Sebelumnya, mungkin aku tidak berpikir itu sebagai permasalahan, tapi saat ini, ini tentang hidup dan mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian, bahkan jika beliau berbaik hati padaku, aku hanya bisa merasakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Jadi, cepatlah dan langsung ke topik utama.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terima kasih atas event tanda tangan beberapa hari yang lalu. Hari ini saya datang untuk mendiskusikan karyaku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sudah kuperkirakan ~ Tapi karena kamu baru saja menyelesaikan jilid terakhirmu, bukankah kamu harus istirahat dulu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya tidak punya banyak waktu. Saya perlu mendapatkan novel terbaru sebelum para pembaca melupaka diri saya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau sangat peka, lalu tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau begitu.... mengenai rekapitulasi novel saya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dapatkah kamu menunjukkannya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membuka tas punggungku dan melemparkan tumpukan dokumen ke atas meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa-apaan ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pengajuan proyek baru. Singkatnya, saya sudah menyelesaikan rekapitulasi untuk tiga jilid dari dua novel.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha? Tunggu? Rakapitulasi? Sudah selesai?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Di dua novel berbeda, satunya tentang pertarungan yang sama dengan kekuatan spesial. Dan yang satunya lagi tentang cerita petualangan. Karena berbeda tipe dengan novel saya yang sebelumnya, aku hanya menyelesaikan satu jilid.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulut Kagurazaka-san berubah menjadi garis tipis sambil membalik &#039;rekapitulasi&#039;-ku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dengar! Ini bukan lagi rekapitulasi atau dokumen pengajuan! Ini naskah yang sudah jadi!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya pikir itu normal, karena semua orang bilang pada saya apa yang harus ditulis. Kagurazaka-san juga bisa mengatakan pada saya apa yang harus saya lakukan setelah membaca itu, &#039;kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankah aku sudah mengajarkanmu kalau rekapitulasi yang bisa diterima itu bisa mengangkut kontennya padaku dalam sepuluh menit?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Apa iya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Naskah besar tidak bisa diputuskan hanya dengan satu kali rapat seperti ini! Yah, memang hal yang bagus kalau kamu sudah menyelesaikan naskah. Kamu bilang sudah menyelesaikan tiga jilid di dua novel berbeda, ya? Kecepatan menulismu memang luar biasa seperti biasa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sebenarnya, aku tidak menginginkan diriku dideskripsikan seperti itu.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke? Disamping itu, tumpukan apa ini? Meski sangat tidak mungkin...tapi apa kamu berencana membuat novel ke-empat?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menjawab:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya. Kali ini, saya berencana merevisi naskah ini menjadi anime.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa kamu bodoh!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Editorku membantingkan tangannya pada meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ada apa? Jika itu menjadi anime, maka tidak peduli berapa banyak saya mencoba, saya tidak akan bisa menyelesaikannya tepat waktu. Jadi saya bersiap kedepan ketika saya masih bisa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak habis pikir orang lain mempunyai khayalan sepertimu. Novelmu itu belum populer, darimana asalnya kepercayaanmu itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ya, aku tahu aku masih punya jalan yang panjang, Tapi dengan perlahan aku meningkat.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya hanya menulis seseuatu yang saya rasakan menarik.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi akulah yang melihat dan menentukan semua ini apakah bagus atau tidak! Aku tahu, tidak mungkin aku bisa menghentikanmu sekarang, tapi aku sangat sibuk, sampai-sampai mau mati! Apa kamu sudah mengerti?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah rapat beakhir. Sebelum beliau pergi, beliau tiba-tiba berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Izumi-sensei, kamu telah berubah~&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dibandingkah setahun yang lalu, aku merasa sekarang kamu lebih dewasa. Atau yang harus aku bilang, kamu terlihat sangat berhasrat. Pertama &#039;Serigala Perak&#039;, lalu gayamu tiba-tiba berubah. Pemula yang normal mungkin akan terperangkap di kepopuleran mereka yang tiba-tiba dan segera terbuang keluar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah ----&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Beliau benar.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebelumnya, saya melakukan hanya sebagai hobi. Saya menulis apapun yang saya rasakan, lalu membaginya dengan orang lain dan senang ketika mereka melihat karya saya. Saya rasa itu sudah cukup.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dulu, aku masih duduk di bangku SMP kelas satu. Jujur saja, bahkan aku tidak peduli karyaku terjual atau tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan aku tidak berpikir menjadi novelis profesional. Tidak peduli aku melihatnya, ini merupakan pekerjaan berat. Aku berencana berhenti setelah memasuki perkuliahan, jadi aku tidak terlalu peduli dengan pekerjaan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sekarang kamu tidak berpikir seperti itu lagi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya butuh uang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jujur saja, jika ‘aku’ yang dulu mendengar ini, pastilah dia akan marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, hari ini, aku tidak bisa melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku harus mendapatkan uang untuk hidup mandiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Emm ~ bukan hal yang buruk.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kagurazaka-san tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benarkah? Dengan alasan normal?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jika Izumi-sensei termotivasi, aku tidak bermasalah dengan hal itu. Mendapatkan uang adalah pemikiran yang sangat normal bagi novelis profesional. Oh, aku baru ingat, aku punya ide untuk membuatmu menggebu-gebu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa? Ilustrator terkenal ingin mengilustrasikan ilustrasi milik saya? &#039;Ichi-sensei&#039; atau siapalah namanya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku selalu penasaran kenapa dia menggunakan nama bolpoin yang aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan seperti itu. Jika ada seseorang lain, ilustratormu, Eromanga-sensei, akan marah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, nama yang sangat sensitif bagiku muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak peduli seberapa cepat Izumi-sensei bekerja, sampai sekarang bahkan Eromanga-sensei tidak pernah mengeluh satu kali pun. Jika kamu berubah, itu terlalu kejam.:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kagurazaka-san terlihat gembira, beliau berencana bertanya Eromanga-sensei untuk karyaku juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Eromanga-sensei, untuk menjadi satu tim denganku merupakan hal yang membuang-buang talentanya. Bahkan aku tidak bisa berharap untuk itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biarpun begitu, sekarang suasana hatiku benar-benar rumit. Karena sebenarnya dia adalah adik perempuanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nanti saya akan berterimakasih padanya dengan sewajarnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Syukurlah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, Kagurazakan-sensei ingin membicarapakan apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Thunh*&amp;quot;&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kagurazaka-san dengan gembira menempatkan setumpuk kertas di meja. Saat dia membuat senyuman itu, hal itu tidak pernah semudah itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Apa.... ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu kesan-kesan tentang &#039;Serigala Perak&#039; yang aku kumpulkan dari internet! Cepat dan bacalah supaya bisa memotivasi dirimu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankah saya sudah bilang kalau saya takut hal itu? Itulah sebabnya saya tidak pernah membaca hal seperti itu di di internet! Bukankah Kagurazaka-san lebih tahu dari orang lain?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu~. Aku tidak mengambil semuanya. Ada berbagai macam komentar yang aku ambil termasuk tipe &#039;tolong lakukan ini, sensei&#039;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;..........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kagurazaka-san merupakan tipe orang yang sering memberika solusi tak terduga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kadang kala aku merasa beliau seperti majikan ketat yang menerapkan kedisiplinannya untuk melakukan hal yang tidak berguna. Kadang kala aku merasa beliau secepatnya mati, tapi dia masih melakukannya untukku supa bisa membuat novel yang lebih bagus. Makanya, saat aku secara ngawur tidak mengikuti anjuran, paling tidak mendengarkannya dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, kemampuan komunikasiku tidak cukup untuk menolaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Editor lain pernah bilang ke saya, &#039;jangan dengarkan opini sejenis itu, terutama dari pembacamu&#039;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benarkah? - Jangan khawatir, aku tidak seperti yang lainnya! Baiklah! Cepatlah baca!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya ya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan enggan aku mengambil tumpukan kertas itu. Ada sebuah tanda yang terlihat  seperti simbol situs forum di atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini~&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Semua yang ada disini berisi kritik tentang novelku! Apa saya berimaginasi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Enggak, itu nyata kok. Ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankah ini seharusnya hadiah untuk memotivasi saya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itulah gayaku. Setelah melihat ini, kamu akan super-termotivasi!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Itulah sebabnya aku tidak mengecek hal ini di internet - sudah berapa kali aku mengatakan hal itu padamu...!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, lupakan. Aku sudah menentukan kalau aku tidak akan berdebat dengan wanita ini. Tapi tetap saja, sebagai novelis, aku harus menjaga komunikasiku dengan para pembacaku. Realitas memang sangat berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Izumi sensei, kemauanmu masih lemah, kamu hanya membaca pendapat pembaca melalui email saja. Jika kamu tidak ingin terlukai, kamu tidak akan bisa tumbuh. Aku hanya berharap sensei akan bisa menulis lebih.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apa itu alasanmu?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Untuk melukaiku? Baru saja kau mencoba melukaiku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Lihatlah, pembacaku, seperti inilah editorku!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak mengatakan apapun, hanya mulai melihat kertas itu, dikepalaku.... Sakit! Sangat sakit! Hatiku sangat sakit!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin ini sesuatu yang biasa bagi editor - tapi lagipula, karena semua kritik ini tentang novelku, kekuatan perusaknya padaku malah lebih hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini sejenis rasa sakit. Rasa sakit antara editor dan pembaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi seorang pengarang, editor merupakan dewa kematian mereka, tapi bagiku, pembacalah yang lebih penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah! Blog ini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku membalik kertas itu, editorku menyela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eromanga-sensei juga menulis kesannya tentang &#039;Serigala Perak&#039; di blognya sendiri! Kamu harus melihatnya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;...... Ini ya.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eromanga-sensei terdengar sangat marah, karena karakter favoritnya ditolak untuk hidup lagi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bayangkan sendiri! Saya sudah dibilang kalau pembentukan karakter ini tidak cukup baik, tapi Kagurazaka-san tidak mendengarkan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Kau benar-benar mengatakannya.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tapi, berdasarkan ingatanku, kali ini beliau memberiku tiga puluh dua pujian.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Selalu plin-plan.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya! Maaf!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merendahkan kepalaku. Di blog Eromanga-sensei, bukan hanya dia mencaciku, dia juga memberikan kesannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasti Sagiri yang telah menulisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berpikir demikan, aku melanjutkan membaca, lalu --&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Apa-apaan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mataku terbelalak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku kembali ke rumah, aku langsung berlari ke tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdiri di depan &#039;pintu yang tidak pernah terbuka&#039;, aku menghembuskan nafas panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena aku berlari kesini dari terminal bis, aku kehabisan nafas. Meski ada sesuatu yang aku rasakan harus aku lakukan, tapi aku tidak tahu bagaimana aku melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sagiri....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di perusahaanku, aku membaca blog milik adikku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mencaciku - paling tidak, itulah yang aku pikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasilnya ---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihat dia &#039;Berputarnya Serigala Perak&#039; - sebuah ilustrasi perayaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilustrasi ini memperlihatkan upaya besar pada detil dan perasaan - ilustrasi sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.....Eromanga-sensei.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua tanganku kusandarkan pada &#039;pintu yang tidak pernah terbuka&#039; sambil bergumam pada diriku sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Serigala Perak&#039; merupakan karyaku yang luar biasa, tapi juga sudah tamat. Sekarang aku sudah memulai baru, dan mungkin tidak akan pernah menulis apapun tentang &#039;Serigala Perak&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi di ilustrasinya Sagiri, karakter itu, yang aku pikir tidak pernah aku lihat lagi melambaikan tangan padaku. Mereka semua berekspresi &#039;Selamat tinggal. Semoga perjalanan kami bagus&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku.... Karena Sagiri.... Aku bisa melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa sangat senang. Karena itu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa kau mendengarku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ingin bertemu Sagiri, ingin berterimakasih padanya. Bukan sebagai kakaknya,tapi sebagai teman kerja Izumi Masamune.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam maksud untuk sukses, ada masalah yang perlu aku selesaikan lebih dulu. Aku pernah mendapatkan kesempatan sangat bagus, tapi aku membuangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sagiri! Eromanga-sensei! Dengarkan aku!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri tidak tahu hal itu, dan aku agak takut menceritakan kebenaran padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dulu, dia memotong pembicaraanku sebelum aku mengatakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku ----&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaanku tercampur aduk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berteriak dari atas paru-paru ke &#039;pintu yang tidak pernah terbuka&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;AKU! AKU PENGARANG DARI &#039;REINKARNASI SI SERIGALA PERAK&#039; - IZUMI MASAMUNE!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Bang*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uh!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Pintu yang tidak pernah terbuka&#039; tiba-tiba terbuka dan menghantam wajahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uh... Uh...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil menutup wajahku, aku terjatuh dengan pantat dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana serius barusan telah meledak. Aku benar-benar tidak ada gunanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;...Bagaimana mengatakannya ya...&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan tadi sering terjadi di novel, tapi di kehidupan nyata, kekuatannya tidak boleh dipandang rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, mustahil untuk menghindar. Aku tidak tahu ada tokoh utama dalam anime yang mudah menangani serangan ini, tapi aku yakin aku masih punya jalan yang panjang sampai aku bisa sejajar dengannya. Setelah beberapa saat merasa sakit, perlahan aku berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang kau lakukan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihat ke atas. Adik perempuanku dengan piyamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti tangan memegang hatiku, aku tidak bisa berkata-kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......Ah.......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pipi Sagiri memerah, matanya terbelalak. Dia terlihat seperti kehilangan kata-kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Be, benarkah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berbisik. Suaranya sangat kecil jika aku tidak mendengarnya dengan baik, aku tidak akan mendengarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tahu itu. Sagiri pun tidak tahu tentang identitas asliku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu juga denganku, aku tidak tahu identitas Eromanga sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai sekarang, akhirnya kami telah mengonfirmasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Onii-san... kamu Izumi Masamune-sensei...? Pengarang &#039;Reinkarnasi Serigala Perak&#039;....?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Ah...iya... hei, kau... eh...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Eromanga-sensei, ya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sunyi. Lalu Sagiri berbisik:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......Aku tidak tahu orang bernama itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melihat kebawah dan tidak mengatakan hal lain. Aku juga terus melihat ke kaki adikku yang halus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, dia menghindari tatapanku, dengan malu dia berpaling dan menarik kembali apa yang dia katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Boleh, bolehkah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya aku mendapat konfirmasi dari teman kerjaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan lembut aku menganggukkan kepalaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa, bukankah kau..... Akhirnya aku bisa bertemu denganmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah hal pertama yang aku katakan pada teman kerjaku selama tiga tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri menggigit bibirnya yang tipis seperti dia menahan sesuatu lalu dia berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Masuklah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Wow!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, bukan itu... kau...baru saja bilang...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu tidak mendengarku? ...Aku bilang, masuklah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bolehkah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarang-jarang aku datang kesini sendirian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Sudah kubilang kamu boleh masuk.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagus.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang aku boleh masuk? Keragu-raguan terus muncul di kepalaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi jawabannya adalah iya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau begitu, maaf mengganggu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan demikian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku masuk ke &#039;pintu yang tidak pernah terbuka&#039; - area terlarang dirumahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku hidup dengan kedua orang tuaku, tidak ada hal seperti &#039;pintu yang tidak pernah terbuka. Kamar ini hanya dibangun setelah ibu dan adik perempuanku datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Sangat gelap.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada suara seperti klik sebelum kamar menjadi terang. Sepertinya Sagiri menyalakan lampu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihat-lihat kamar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebenarannya adalah, ini pertama kalinya aku melihat kamar adik perempuanku. Tapi ini sama saja dibandingkan dengan video tadi. Sebuah kamar berukuran delapan tatami, dan hal pertama yang menarik perhatianku adalah figura-figura yang besar di sekitar dinding.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Wow, semuanya permainan dan buku-buku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam rak buku, ada banyak novel ringan dan permainan untuk para remaja. Semua karyaku juga ada disana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibagian bawah rak digunakan untuk tempat barang-barang perlengkapan permainan. Konsol permainan disimpan di rak TV, hal lainnya yang tidak cocok di rak biarkan tergelak di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan jika ada banyak barang disini, tempat ini tidak terasa hidup. Dengan korden dan figura berwarna-warni, kamar ini terlihat seperti kamar perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baunya juga harum...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi suasananya canggung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sangat bersih.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Um.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu bukan aku yang membersihkan kamarnya. Dia sendiri yang melakukannya. Seperti yang ibu bilang... adikku lebih menyukai semuanya serba bersih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan lembut aku menaruh tanganku di atas kepala adikku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kerja bagus.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Em? &#039;Jangan perlakukanku seperti anak kecil&#039;?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan sentuh aku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat sakit dan sakitnya disini! Seperti ada sesuatu yang menusuk hatiku! Sikap dinginnya seperti gunung es.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil melihat-lihat ruangan, adik perempuanku memintaku dengan ekspresi segan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Cepat...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&#039;Cepat dan tepuk kepalaku&#039;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Cepat! Dan! Duduk!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Ya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa kalian tahu kalau seseorang dengan wajah yang sangat indah dapat menjadi mengerikan saat dia marah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, aku duduk seperti yang dikatakan adikku. Secara perlahan Sagiri duduk di depanku juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Mengenai.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah dia membuka mulutnya, aku mencondongkan kepalaku ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia langsung mendorong wajahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sakit!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa, apa, apa yang kamu lakukan...?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Karena suaramu terlalu kecil, aku mencondongkan kepalaku kedepan supaya bisa mendengar lebih mudah! Melihatmu menjerit seperti itu, aku tersakiti tahu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pipi Sagiri langsung memerah. Perempuan ini cukup mempunyai banyak ekspresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, &#039;jangan dekat-dekat&#039; kan.... Jangan berkata begitu. Aku tidak dapat menahan diriku dekat denganmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Ha.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri berbalik dan berjalan menuju komputer. Lalu dia menggunakan headset.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Apa sekarang kamu mendengarku?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Sagiri berasal dari mikrofon. Tapi kali ini, dia tidak menggunakan perubah suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Ah em, tentu, tidak ada masalah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Paling tidak aku bisa mendengarnya dengan jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi... dipikir-pikir kalau kita berkomunikasi menggunakan mikrofon meskipun kita saling bertatap muka, rasanya seperti tidak nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, &#039;Percakapan Kakak-Beradik&#039; dapat dimulai sekarang. Pertama, Sagiri bilang:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Bagaimana kamu tahu?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski sekarang suaranya lebih keras, tapi dia masih menggunakan kata-kata yang polos.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maksudmu &#039;bagaimana aku tahu kalau kau itu Eromanga-sensei&#039;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar kata-kataku, Sagiri mengangguka sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[...Ini merupakan kecemasanku yang paling utama. Jika tidak, aku tidak akan membiarkanmu masuk.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pikir kalau dia berubah pikirannya setelah mengetahui kalau aku ini Izumi Masamune dan membiarkanku masuk. Sepertinya bukan karena ingin memastikan. Dia hanya membiarkanku masuk karena dia cemas tentang bagaimana aku menemukan identitasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- Aku terlalu sombong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski aku tidak pernah menjaga harapanku atas menganggap adik perempuanku, kenyataanya membuat agak merasa kecewa. Aku menjawab dengan jujur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tadi ada makan malam yang aku buatkan untukmu di layar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Ah.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri berpikir sejenak dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[...Tapi, tapi... bukan hanya waktu itu, tapi apa kamu memilih waktu tersebut untuk melihat video siaran langsungku?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, itu salah satu alasannya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menceritakan semuanya dari awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentang bagaimana setelah acara tanda tangan selseai, aku takut identitasku akan terbongkar. Jadi aku mencari di internet dan menemukan &#039;Blog Eromanga-sensei&#039;, yang mempunyai artikel tentang acara ini. Lalu aku bertanya temanku dan menemukan jadwal video siaran langsung - aku mencerikan semuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau pasti tahu sisanya. Setelah aku tahu identitasmu, aku melihatmu lupa mematikan kamera dan mulai melepas pakaian ---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Ah!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menjadi malu. Mungkin dia membayangkan kalau dia hampir saja dunia melihatnya telanjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Bagus. Kalau begitu... Aku tahu.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...............&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamar menjadi sangat sunyi lagi. Normalnya Sagiri takut pada orang asing. Hal yang dapat dimengerti kalau kami berdua saling diam. Setelah agak lama, akhirnya dia berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[...Aku sudah tahu itu. Onii-san, kamu itu Izumi Masamune-sensei.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, kau benar, Eromanga-sensei.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Aku, aku tidak tahu seseorang dengan nama itu]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Hei, jika kau malu tentang nama itu, kenapa dari awal kau memilih nama panggilan itu?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Biarpun begitu...&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baru saja kau bilang &#039;aku sudah tahu itu&#039;. Apa sebelumnya kau memperhatikanku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri menggeleng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Sewaktu pertemuan kita yang pertama, aku memperhatikan kalau namamu dan nama pengarang itu sama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Begitu ya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami pertama kali bertemu setahun yang lalu. Tapi kami telah bekerjasama selama dua tahun sebelum bertemu. Hal yang luar biasa daripada yang ada di novel. Aku tidak percaya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[...Aku tidak pernah mengira kalau kalian orang yang sama.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku benar-benar tidak pernah mengira seperti itu. Sagiri bergumam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Karena... kesempatan seperti ini terjadi...]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya aku juga berpikir begitu. Kami benar-benar berpikir hal yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[...Mengenai itu... untuk sekarang...pembuktian dan lainnya...]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukti? Untuk membuktikan diriku sebagai Izumi Masamune? Aku punya banyak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti ---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seperti ilustrasi pertama yang Eromanga-sensei buat untuk heroine-ku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dipikir lagi - itu merupakan saat aku berdebut. Pertama kali seseorang membuat ilustrasi dari tokohku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dulu aku... aku sangat senang. Aku mengingatnya baru saja terjadi kemarin. Aku sangat bersyukur kalau aku menulis naskah ratusan halaman sebagai terima kasih untuk Eromanga-sensei.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[!.... Itu... itu seperti terjadi kemarin juga bagiku. Aku mengingatnya kalau kamu bilang sesuatu tentang bagaimana membuatnya lebih baik jika payudaranya agak lebih besar dan hal lain yang seperti itu.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bisakah kau bilang kalau kau telah lupa tentang hal itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi hal ini sesuatu yang Izumi Masamune dan Eromanga-sensei ketahui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dulu... maaf.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[...Kamu... benar-benar... Izumi-sensei.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri memindahkan tangan kanannya ke dada sebelum berdiri. Mungkin ini tindakan tanpa sadar, tapi karena kancing piyamanya terbuka, dan dada putihnya tersingkap!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku juga demikian.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sudah mencoba pandanganku untuk berpaling dari dadanya adik perempuanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku... Kenapa kepalaku kosong sekarang?!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sebagai kakak, aku harus mampu untuk mencoba tenang menghadapi adik perempuanku yang telanjang!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[....]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sunyi kembali. Kami berdua terkejut, kami saling mencoba membaca keadaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak pernah mengira kalau aku hidup satu atap dengan Eromanga-sensei.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Bahkan sekarang, aku tidak percaya itu... Dan aku tidak tahu seseorang dengan nama itu.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami tidak saling bertatap muka, percakapan kami hancur berkeping-keping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[... Tentang... hal ini terlalu tiba-tiba... apa yang harus kita lakukan...]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah... singkatnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski aku masih mempunyai banyak hal untuk dikatakan, tapi saat ini aku tidak bisa berpikir apapun. Demikianlah aku menepuk kedua tanganku bersama dan membuat sikap berdoa:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf membuatmu menggambar ilustrasi ero!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Bo, bodoh!!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan berteriak sambil menggunakan mikrofon!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cepat-cepat aku menutup telingaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ugh ~~&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telingaku berdenging sebentar. Sangat berbahaya ---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana jika gendang telingaku meledak! Bodoh!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Kamu, kamulah yang bodoh!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri meletakkan kedua tangannya ke wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Ero! Mesum! Kali ini juga sama! Hari ini juga! Kepada seorang perempuan! Kamu bilang kamu ingin melakukannya...! Sebenarnya tidak!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perempuan ini... sepertinya kapanpun rasa malunya menembut level tertentu, dia akan menyerang siapapun di depannya dengan refleks. Mungkin itu juga alasan dia melempar game controller padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Jangan marah-marah. Aku hanya ingin meminta maaf kepada adikku yang membantuku menggambar ilustrasi ero.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ngomong-ngomong, kau tidak punya hak memberitahuku dengan kondisi tanpa bra dan kancing piyama terbuka.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Eromangan-sensei yang sekarang lebih erotis.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Ilustrasi ero merupakan pekerjaan, tidak masalah jika aku menyukainya! Tapi kamu tidak diperbolehkan!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;...Jadi kau suka ilustrasi ero?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu aku tidak mengatakannya dengan lantang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[...Oh]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar pertanyaanku, Sagiri lagi-lagi melihat bawah dan bahkan lebih memerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sagiri, meskipun kau menyukai ilustrasi ero, kenapa kau tidak ingin membicarakan mengenai ilustrasi ero?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bertanya. Bukan berarti aku ingin memaksa dia menjawab atau apa, aku hanya merasa ada yang ganjil. Tapi sesaat kata-kata itu keluar dari mulutku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[....Oh...oh...itu...]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Bagaimana mungkin aku mengatakannya!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Bang bang*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sakit! Kau! Kau melemparku dengan controller lagi?!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Onii-san bodoh! Bodoh! Kakak bodoh!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Dia benar-benar sangat marah.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi bukannya aku peduli. Karena suaranya yang kecil, aku kesulitan mendengar suaranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, aku mengerti. Aku tidak akan bertanya lagi. Maaf.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Bagus kalau kamu mengerti.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri mengangkat kedua bahunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Seperti yang diduga dari hikikomori. Keahlian memberhentikan sesuaty di tengah jalan memang benar menyeramkan.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi peragaan penuh erotis dari adik perempuanku membuatku tidak mampu melihatnya secara langsung. Karena nama penanya bernama &#039;Eromangasensei&#039; membuatku langsung berpikir ke hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eromanga-sensei memang ero. Seperti namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah polos Sagiri memerah lagi, dia menunjukku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Oh oh oh... selain itu Onii-san... kamu juga salah dalam banyak hal!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tepatnya &#039;banyak hal&#039; apa yang kau maksud?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Contohnya....ya! Kamu menghabiskan liburanmu di rumah!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku seorang novelis, tentu saja aku harus diam dirumah sewaktu akhir pekan untuk bekerja.!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[...Bahkan kamu tidak pergi keluar sewaktu liburan musim panas?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu juga sama. Hampir saja aku mati karena berlebihan bekerja. Aku telah bekerja beberapa hari tanpa istirahat sekalipun. Bahkan aku lupa membuatkanmu makanan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Tunggu sebentar! Jadi kamu tidak bermaksud memaksaku keluar dengan memotong jadwal makanku?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku hanya lupa. Aku tidak penah berniat membiarkanmu keroncongan. Apa ibumu melakukan hal yang sama?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Onii-san, kamulah yang melakukannya untukku!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ya, sekarang lihat hasilnya...&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Kuh... tidak peduli betapa sulitnya menghentak lantai, lalu tidak ada makanan... Apa kamu mengerti?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin dia ingat kenangan yang kasihan itu, air matanya jatuh dari kedua matanya yang indah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau hanya perlu keluar lalu memakan sesuatu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Aku merasa kalau aku akan tersesat jika aku pergi keluar.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalimat itu terdengar terkenal, tapi saat kau mengatakannya tidak keren sedikitpun.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan dengan pekerjaanku, status hikikomori-mu memasuki level yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Sewaktu liburan musim panas, Onii-san selalu tinggal di rumah dan tidak pernah pergi, jadi aku tidak mau mandi... bahkan ke toilet pun sangat menyeramkan..]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yah, memang benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamarku di lantai satu, dan kamar Sagiri ada di lantai dua yang juga ada toiletnya, jadi dia bisa langsung menyelinap kedalam toilet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Karena Onii-san selalu tinggal di rumah, aku khawatir kalau kamu tidak punya teman.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kekhwawatiranmu tanpa alasan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku punya! Teman-teman ya?! Aku punya teman! Tomoe!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Dan... dan...aku tidak perlu orang lain lagi!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Karena kamu tidak punya teman atau pun pacar, novelmu tidak meyakinkan ketika berurusan dengan persahabatan atau cinta.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau tidak punya hak mengatakannya padaku! Dan itu tidak mempengaruhi karyaku! Aku tahu satu senpai laki-laki yang bukan hanya lebih baik dariku, tapi dia juga mempunyai dua waktu berbeda!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Karena dia memang penulis bagus. Tapi kamu mungkin tidak bisa melakukannya, &#039;kan?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Jangan bicara begitu seolah itu benar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku masih pemula, oke?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Kuh... perempuan ini...&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengarahkan jariku pada Sagiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana denganmu? Ilustrasi pertempuranmu terlihat agak ero!&amp;quot;&lt;br /&gt;
[Apa?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Sagiri terbelalak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Kamu, berani-beraninya kamu mengatakan sesuatu yang tidak harus  &lt;br /&gt;
dikatakan....karena deskripsimu mudah untuk disalah pahami.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sudah kubilang untuk mendapatkan lebih banyak data referensi! Ilustrasimu....  &lt;br /&gt;
contohnya, saat berpostur memegang senapan, sangat menyedihkan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Aku tidak tahu cara yang benar memegang senapan! Jika kamu punya komplain,  &lt;br /&gt;
kenapa kamu tidak memberiku referensi? Bukan hanya referensi, kenapa kamu tidak  &lt;br /&gt;
memberi peringatan sebelum tiba-tiba membuat permintaan baru? Aku tidak tahu  &lt;br /&gt;
caranya menggambar wanita itu!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Karena kalaupun aku memberimu peringatan kau tidak mau melakukannya! Ketika  &lt;br /&gt;
cerita novel masih berlanjut, ilustrasimu malah berubah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku telah membuat tinggi badan pada semua karakter, namun saat ilustrasi jadi, jika  &lt;br /&gt;
kalian membandingkannya, kalian bisa memperhatikan bahwa beberapa dari karakter  &lt;br /&gt;
hanya sampai pada bahu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Tapi.... tapi itu lebih imut!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maksudmu kau hanya menggambar apapun yang kau inginkan! Jika begitu, kenapa  &lt;br /&gt;
aku harus terus meminta bantuan ilustrasimu?!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Kamu tidak bisa begitu! Novelmu akan kehilanga kepopulerannya!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ughhhhhhhh.......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Kuhhhhhhhhhh......]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami berdua mencondongkan badan ke depan dan saling meringis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah contoh sempurna betapa mudahnya percekcokan antara novelis dan ilustrator  &lt;br /&gt;
menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Hm!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami berdua memalingkan kepala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa saat, aku mencoba berbicara dengan suaraku yang paling wajar:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei, kenapa kau melakukan hal itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[....Maksudmu sebabnya aku menjadi seorang ilustrator? Bukan sesuatu yang spesial.  &lt;br /&gt;
Malahan ada banyak perempuan SMP yang memiliki keahlian menggambar lebih baik  &lt;br /&gt;
dariku.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan itu maksudku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merupakan contoh seseorang yang bekerja ketika bersekolah. Juga bukan sesuatu  &lt;br /&gt;
yang spesial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaanku tidak memandang hal ini ---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai sekarang, kupikir setelah Sagiri kehilangan orangtuanya, dia jatuh dalam  &lt;br /&gt;
depresi dan menjadi seorang hikikomori.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sekarang aku mengetahui bahwa dia adikku yang sangat aktif pada pekerjaanya,  &lt;br /&gt;
jadi aku agak mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Menggambar ilustrasi, membuat umpan balik video siaran langsung, berbicara  &lt;br /&gt;
dengan penggemar......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Apa.... maksudmu?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, yah, kenapa kau memutuskan untuk melakukan semua itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Apa, apa tidak boleh?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu saja boleh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung menjawab. Kemudian aku membuat suaraku selembut-lembutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Meski aku merasa bahwa mencaci maki teman kerjamu di blogmu, atau aku dalam hal  &lt;br /&gt;
ini bukan hal yang buruk. Tapi membuat umpan video siaran langsung dan lainnya  &lt;br /&gt;
baik-baik saja, tidak ada masalah dengan hal itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;..........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri tidak mengatakan apapun, dia hanya menatapku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa jantungku agak sesak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudia Sagiri berlahan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.....Karena menyenangkan. Semuanya: menggambar ilustrasi, membuat video siaran  &lt;br /&gt;
langsung, mengobrol dengan semua orang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak menggunakan mikrofon. Dia berkata demikian dengan suaranya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.................&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;..................&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keheningan lagi. Kemudian.....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......Itu....Onii-san juga tidak berencana menanyakan hal ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan itu.&amp;quot; Aku menggelengkan kepala. &amp;quot;Inilah yang ingin aku tanyakan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menggambar dan membuat video karena menyenangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Emm, syukurlah. Aku sangat puas dengan jawaban ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benarkah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, jika mungkin aku mau bertanya lagi daripada ini. Mulai dari awal, semuanya.  &lt;br /&gt;
Karena aku benar-benar tidak tahu tentang kau ----&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sangat tidak berguna. Kita hidup bersama selama setahun di atap yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri berpikir sesaat, lagi-lagi mengambil mikrofonnya dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Awalnya, menggambar..... Ibu mengajariku.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Ketika aku kecil, Ibu membuatkan gambar sederhana atau kartu pos bergambar. Aku  &lt;br /&gt;
sangat bahagia... Kemudian, tidak, aku tida tahu sejak kapan..... aku menjadi  &lt;br /&gt;
profesional.... Ibu bilang aku menakjubkan.... beliau menyanjungku.....]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun ada beberapa bagian terpisah-pisah, Sagiri menyelesaikan kalimatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi seseorang yang mengajari Eromanga-sensei untuk menggambar adalah Ibunya  &lt;br /&gt;
Sagiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Saat Ibu tidak ada disini..... ada kalanya aku tidak bisa menggambar apapun.....]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang kau menyebutkannya --- Aku mengingat waktu seperti itu juga. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Dan sejak aku tidak bisa pergi keluar..... aku tidak tahu apa yang aku lakukan.... lalu  &lt;br /&gt;
secara kebetulan, aku melihat bebera[a video buatan para ilustrator.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku fokuskan semua inderaku, mencoba untuk mengerti semuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Orang itu mengobrol ria dengan orang-orang sambil menggambar. Ketika itu, bahkan  &lt;br /&gt;
dia bisa mendengar opini penggemarnya.... Saat aku melihat video itu, aku sangat iri  &lt;br /&gt;
dan ingin melakukan hal seperti itu.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Begitu rupanya.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Dan kemudian aku mencoba sekali.... Sangat menyenangkan. Semua orang melihat  &lt;br /&gt;
ilustrasiku dan bilang bahwa ilustrasiku imut. Ketika mereka melihat bagaimana aku  &lt;br /&gt;
menggambarnyam mereka terkejut da bilang bahwa aku menakjubkan. Bahkan  &lt;br /&gt;
mereka meminta salinananya. Aku duduk sendirian dirumah, tapi aku bisa berteman  &lt;br /&gt;
dengan semua orang di dunia. Aku bisa menikmat mengobrol dengan mereka,  &lt;br /&gt;
menikmati hal tanpa makna. Kemudian aku merasa ---]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya dia baru saja mempunyai mimpi indah, Sagiri tersipu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Emosional.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;-- Ah ah&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku mengerti bagaimana kamu merasakannya.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Aku ingin ilustrasik menjadi lebih baik. Aku ingin lebih banyak orang melihat  &lt;br /&gt;
ilustrasiku. Sewaktu itu, karena aku tidak bekerja, semua yang aku pikirkan adalah video  &lt;br /&gt;
siaran langsung. .. bukan hanya tentang ilustrasiku, aku memulai bermain permainan  &lt;br /&gt;
dengan semua orang....Lalu.... tanpa sadar, aku menjadi benar-benar tercandu....hehe.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh, aku mengerti.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Jadi begitu yang terjadi. Benar-benar masuk akal.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sejujurnya, aku juga menjadi novelis karena aku melihat bagaimana gembiranya  &lt;br /&gt;
seseorang akan saat-saat dia berbagi novelnya di internet dengan semua orang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[.....Benarkah?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah....yah, sebelum aku berdebut.... aku mencoba untuk menulis sesuatu di internet.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu aku menerima pesan pertama dari seoran penggemar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sangat gembira. Sangat, sangat gembira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahwa itulah bagaimana aku berubah menjadi seperti hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[.....Benarkah.....Izumi-sensei....]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm? Sensei?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Ah! Tidak-tidak, sama sekali bukan apa-apa!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri denga khawatir melambaikan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa &#039;bukan apa-apa&#039; yang hanya kau katakan?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Maksudku hanya bahwa Onii-san juga menulis novel di internet!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Masa? Omong-omong, sewaktu umpan balik video langsung, suaramu terdengar  &lt;br /&gt;
seperti seorang pria. Kenapa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Karena.... aku takut.... dan juga malu...]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang dia maksud? Biar aku pikir sebentar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang terjadi jika Sagiri tida berpura-pura bahwa dia pria, ya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan video siaran langsung mendapatkan reaksi berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalaupun dia tidak melakukannya, seseorang, cepat atau lambar, menjerit &#039;Seorang  &lt;br /&gt;
wanita telah menggambar ini!&#039;. Tentu aku tidak bermaksud itu hal buruk, tapi selalu ada  &lt;br /&gt;
beberapa orang aneh diantara para penggemar. Bagi perempuan berumur dua belas  &lt;br /&gt;
tahun, kemungkinan dia agak merasa takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Begitu, ya. Aku mengerti.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak bisa menahan diri untuk tertawa kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Apa yang kamu tertawakan?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Tidak, hanya saja, aku tidak bisa membayangkan bahwa aku bisa berbicara denganmu  &lt;br /&gt;
seperti ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[.....]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan Sagiri mengepal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku mengira-ngira apa yang dia pikirkan, Sagiri berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Aku hanya membiarkanmu masuk rumah.... Jangan terlalu diambil hati.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Ini juga tidak termasuk bahwa aku membuka hatiku untukmu, Onii-san.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Tentu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun dia memanggilku &#039;Onii-san&#039;, tidak berarti kami kakak-beradik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana tegag kembali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[...Ini kesempatan langka... jadi aku ingin bertanya.... kenapa kamu peduli denganku.  &lt;br /&gt;
Kamu pasti tahu itu.... seseorang sepertiku.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hanya menyebabkan masalah bagi yang lain?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[.....Masalah, masalah besar.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat. Benar, ini bisa saja.... Yah, mau bagagimana lagi. Jika dulu, aku tidak mengoyak  &lt;br /&gt;
pengasuh kami, kemungkinan kami akan berpisah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, kau ingin bertanya kenapa aku peduli dan menjagamu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau benar-benar ingin tahu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[....Ya, aku ingin. Karena sudah jelas bukan karena aku bekerja sebagai ilustrasi novelmu.  &lt;br /&gt;
 Sampai sekarang, kamu tidak tahu tentang itu, namun kamu masih mengasuhku.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ya, seperti yang kamu bilang.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau ingin tahu, hah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengangkat jariku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau begitu, mari buat pertukaran.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Hah?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Buat pertukaran. Saat aku menjawab pertanyaanmu, ijinkan aku mengajukan sebuah  &lt;br /&gt;
kondisi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[..........]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;..........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami diam-diam saling melihat satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau tidak bisa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Aku, aku ingin mendengar kondisimu terlebih dahulu.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak masalah, bukan sesuatu yang patut dipermasalahkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[.....Tidak boleh ada hal mesum.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak akan bertanya kondisi semacam itu! Kenapa kau menganggap bahwa aku  &lt;br /&gt;
akan bertanya sesuatu yang mesum?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Karena sampai sekarang, kamu hanya memintaku membuat ilustrasi ero.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau beralasan semacam itu masuk akal, tapi itu karena dorongan pekerjaan. Belum  &lt;br /&gt;
termasuk dulu, kupikir kau itu pria!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Perempuan ini..... dia benar-benar sangat menyukai ilustrasi ero.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebagai kakak, aku tidak akan melakukan sesuatu yang mesum pada adik kecilku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ini normal, kan?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[...Jadi, kondisi apa yang ingin kamu minta?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tersenyum dan bilang:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Berhentilah menjadi hikikomori dan pegilah keluar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Tidak mau.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yakin? Baiklah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Ha?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Sagiri terbelalak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Karena kau tidak setuju dengan pertukaran, bagaimana dengan juga menambahkan  &lt;br /&gt;
kondisimu sendiri?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Wow.... tapi, bolehkah?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu saja, ini tidak akan bermakna jika aku memaksamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Emm.... ini akan baik saja.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri menunduk dan bergumam sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu, aku akan menjaga perkataanku. Lalu dengarkan jawabanku. Aku mengasuhmu  &lt;br /&gt;
karena --- &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bermaksud menghela. Sagiri berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Karena kau ini adik perempuanku..... Selain itu, ibu bilang padaku untuk mengasuhmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[....Itu alasanmu?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Kenapa dia tidak menjawab &#039;Begitu rupanya&#039;?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menggaruk daguku, berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Satu tahun yang lalu, ketika kau sendirian, aku ingat bahwa Ibu pernah bilang padaku  &lt;br /&gt;
&#039;asuhlah dia untukku&#039;. Aku selalu bertanta-tanya apa yang harus aku lakukan? Bagaimana  &lt;br /&gt;
aku akan &#039;mengasuh dia&#039;? Bahkan sekarang, aku tidak mengerti sepenuhnya. Tapi paling  &lt;br /&gt;
tidak itulah yang aku lakukan setahun ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[....Aku sama sekali tidak mengerti.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yah, tidak masalah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ah, apa-apaan yang aku katakan.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Ini bukan tertawa atau tidak, jangan bohong padaku.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yah, bagaimana mengatakannya, ya. Aku merasakannya sekarang, aku mengasuhku  &lt;br /&gt;
lebih baik dari Ibu. Bahkan kita hidup di satu atap, namun kita tidak pernah saling  &lt;br /&gt;
bertatapan. Aku merasa agak kesepian. Kaulah adik perempuanku, bukan hanya yang  &lt;br /&gt;
aku lakukan untuk mengasuhmu, aku ingin makan bersama denganmu dan lainnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayangnya, aku punya kemampuan untuk melindungi gaya hidup ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[....Kita tidak bicara sebanyak itu.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Faktanya, sama sekali kita tidak pernah bercakap-cakap. Awalan seperti sekarang  &lt;br /&gt;
memang bagus sekali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[....Tidak penting jika itu tidak aku, &#039;kan? Jika kamu merasa kesepian, maka jangan  &lt;br /&gt;
membuat adik perempuanmu seperti aku ini kerepotan merupakan pilihan yang baik.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sepertinya dia masih sadar akan situasinya.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, aku ingin akrab dengamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Kenapa?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Karena kita keluarga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Keluarga? Kita?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menjawab secara tegap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Karena kita hidup bersama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[.....Benarkah? Menurutku tidak demikian. Kalaupun kita hidup bersama, hal itu tidak  &lt;br /&gt;
akan membuat kita menjadi keluarga.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri bergiri dan menunjuk pada pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Aku telah mengatakan semua yang ingin aku katakan. Keluar, Onii-san.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak memaksakan diri dan aku berjalan menuju ke pintu. Segera aku keluar, aku  &lt;br /&gt;
berbalik dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sagiri.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Apa?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terima kasih atas kenangan ilustrasimu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya aku mengatakan apa yang ingin aku katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[------]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adik perempuanku diam sejenak, tapi dengan cepat dia berbalik pada ekspresi tanpa  &lt;br /&gt;
emosinya dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Jangan bodoh. Aku hanya menggambar ilustrasi untukmu karena aku suka  &lt;br /&gt;
menggambar.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dia berbalik dan menutup pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Catatan Penerjemah==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Mundur ke [[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Maju ke [[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 2|Bab 2]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Nohnyangkut</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei_(Bahasa_Indonesia):Jilid_2_Bab_1&amp;diff=385806</id>
		<title>Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Bab 1</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei_(Bahasa_Indonesia):Jilid_2_Bab_1&amp;diff=385806"/>
		<updated>2014-08-26T18:18:35Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Nohnyangkut: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== &amp;lt;big&amp;gt;&#039;&#039;&#039;Bab 1&#039;&#039;&#039;&amp;lt;/big&amp;gt; ==&lt;br /&gt;
[[File:Ero_Manga_Sensei_v02_009.jpg|thumb|right]]&lt;br /&gt;
Izumi Masamune. Umur lima belas tahun .Pelajar SMA.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bekerja sebagai penulis novel sambil tetap bersekolah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama penaku Izumi Masamune, pada dasarnya itu juga nama asliku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena sesuatu hal. Aku hanya hidup berdua dengan seorang adik perempuan hikikomori &amp;lt;ref&amp;gt;Hikikomori (ひきこもり atau 引き籠もり merupakan sebutan yang berasal dari Jepang untuk seseorang yang menarik diri dari masyarakat dan dunia nyata. Bisa dideskripsikan sebagai seorang penyendiri.&amp;lt;/ref&amp;gt; selama setahun ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adikku ini sangat merepotkan – dia tidak pernah keluar dari kamarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami hidup satu atap, tapi aku jarang bisa bertemu dengannya. Aku kesulitan berpikir tentang bagaimana cara untuk memperbaiki situasi ini, di sisi lain setiap hari aku tetap membawa makanannya ke ‘kamar terkunci’ itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga pada sebuah hari di bulan april --- situasi berubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak sengaja, aku mengetahui identitas rahasia dari adik perempuanku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilustrator novelku, Eromanga-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Partnerku yang belum pernah kutemui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Dia&#039; adalah adik perempuanku – Izumi Sagiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang membuat siaran video langsung, seseorang yang menikmati pembicaraan dengan penggemarnya. Seseorang yang menyukai ilustrasi erotis diatas yang lainnya, dan seseorang yang sangat ahli bahkan sampai seorang penulis laris menyukainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah Eromanga-sensei, dan ternyata ‘Dia’ dan adik hikikomori ku adalah orang yang sama!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini bukan lagi sebuah kejutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kupikir ini adalah sebuah kesempatan. Sebuah kesempatan bagiku untuk memperbaiki hubungan dengan adik hikikomoriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena adik perempuanku, yang tinggal bersama denganku – adalah partnerku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi... yah, banyak hal yang terjadi setelahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai contoh, akhirnya Aku bisa melihat adik perempuanku setelah setahun. Pintu dari kamar terkunci itu pun kadang-kadang terbuka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai contoh, penulis laris Yamada Elf. Untuk menjauhkannya dari Eromanga-sensei, aku pun bertanding dengannya.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai contoh, adik perempuanku sekarang tahu bahwa aku mencintainya dari saat kami bertemu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; Lalu aku akan membawamu keluar dari kamarmu untuk menonton anime bersama-sama! Cerita asliku, desain-desain karaktermu, anime kita!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami berbagi satu mimpi yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami berdua mengambil langkah pertama kami bersama-sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:::::::::::::::::: * * * * *&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu terjadi beberapa hari yang lalu. Sekarang, adalah sebuah pagi yang sangat cerah dibulan Juni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti biasa. Aku sedang membuat makanan untuk adik perempuanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini aku membuat salad seafood dan sup wortel. Dan karena aku membuatnya sesuai dengan selera adikku, aku membuatnya kurang asin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika pertama kali aku membuat makanan untuknya, dia tidak mau menyentuh apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahukah kalian berapa kali aku gagal mencoba untuk membuatnya memakan apa saja ? Bagiku itu membutuhkan banyak latihan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Huft.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dulu, aku sangat senang ketika piring yang dikembalikannya dalam keadaan kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara aku sedang menempatkan salad ke piring, langit-langit bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya, Iya, Aku datang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah tanda bahwa adikku sedang lapar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kutinggalkan dapur, melewati ruang keluarga, dan ke koridor. Tangga, yang mengarah ke lantai dua, berada di sebelah kananku. Aku mencoba untuk meletakkan semuanya keatas nampan dan mulai berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuanku – ruangan terkunci – kamar adik perempuanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sagiri - ini makanannya -&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun aku memanggilanya... tidak ada respon, padahal sebelumnya dia memberikan tanda ‘Aku lapar’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, setelah semua yang terjadi, aku tidak punya kesempatan lagi untuk melihat wajah adik perempuanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu sulit untuk mendapatkan sebuah kemajuan... tapi tampaknya situasi telah kembali seperti sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; &#039;&#039;Aku punya seseorang yang aku suka&#039;&#039; &amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaanku kepada Sagiri menjadi sangat rumit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hatiku yang patah masih terasa sakit. Tapi di waktu yang sama, kurasa itu mungkin adalah yang terbaik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun aku mengambil keuntungan dari keadaan dan mencoba untuk memanfaatkannya, perasaanku tetaplah nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin itu adalah yang terbaik, meskipun aku tidak tahu apakah itu benar, aku memutuskan untuk menempatkan perasaanku &lt;br /&gt;
dibelakang dan memenuhi tujuan utamaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- Akan tetapi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dulu, jika Sagiri mengatakan &#039;ya&#039; terhadap pengakuanku... maka akan menjadi apakah kami?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; Apa sih yang sedang kupikirkan ? &amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Aku menggelengkan kepalaku untuk menghilangkan pikiran-pikiran itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sagiri- Makanannya kutaruh didepan pintu - jangan lupa untuk memakannya -&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuletakkan nampan dilantai dan melangkah kembali ke tangga – dan dengan sengaja membuat suara seribut yang kubisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian aku berhenti dan diam-diam kembali ke pintu kamarnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan aku melakukannya adalah --&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena aku sangat ingin melihat wajah adikku lagi – Disamping itu, ada sesuatu yang ingin kukatakan kepada partnerku satu-satunya - Eromanga-sensei, anggota keluargaku satu-satunya – Sagiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa saat kemudian, pintu ruangan terkunci sedikit terbuka dengan sebuah *creakkkkkkkkkkkk*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak perlu dijelaskan lagi, itu adalah Sagiri sedang berusaha untuk mengambil makanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama setelahnya, pintu terus terbuka. Tentu saja, kecuali dia melakukan itu, dia tidak akan bisa mengambil nampan &lt;br /&gt;
kedalam kamarnya. Setelah pintu itu terbuka sekitar tujuh puluh persen, Aku melompat kesana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;!&amp;quot; &lt;br /&gt;
[[File:Ero_Manga_Sensei_v02_017.jpg|thumb|right]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada seorang gadis berambut perak, matanya terbuka lebar. Gadis yang mengenakan piyama itu tidak lain adalah adik perempuanku, Izumi Sagiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adik perempuan yang paling manis di dunia – partner yang paling bisa diandalkan di dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengangkat sebelah tangan untuk menandakan bahwa aku ingin bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya! Oh... &amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian adik perempuanku ---- Memerah&amp;lt;ref&amp;gt;yang dimaksud memerah disini adalah wajah yang menjadi merah&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt; *Creakkkkkkk*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt; *Blam* &amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia langsung menutup pintu. Ugh...jadi dia membenciku...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ini bukanlah mimpimu saja – ini adalah mimpi kita.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun kami telah membuat janji itu, diwaktu itu, aku membuat sebuah pengakuan kepadanya sebagai anggota dari lawan jenis. Sehingga dapat dipahami jika dia menjadi berhati-hati kepadaku... aku juga terpengaruh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi... hari ini, meskipun aku tidak punya rencana, aku tidak bisa mundur lagi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengetuk pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sagiri..em..., Tunggu sebentar! Aku punya sesuatu yang penting yang ingin kukatakan kepadamu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa detik kemudian, pintu berderit dan terbuka sedikit. Dari celah pintu, aku bisa melihat wajah kecil Sagiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sesuatu, yang sangat penting ?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan respon itu adalah sebuah prestasi besar dibandingkan dengan bulan April dan sebelumnya. Dulu, tak peduli berapa kali aku bertanya dia tidak pernah membuka pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah... tentang itu...itu...,&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri tersipu, sepertinya dia merasa malu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia benar-benar berbeda dari penampilannya. Kenyataannya, bukah hal mudah untuk membaca perasaanya melalui raut mukanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri hari ini... ada beberapa raut halus emosi disana, tapi dia juga sangat manis...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu akan menjadi sedikit berlebihan jika alasannya karena dia membaca naskah-seperti-surat-cinta ku...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kak...,Kau... kau punya sesuatu...yang penting...untuk disampaikan kepadaku?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya... Jadi, Aku... &amp;quot; Aku mulai berkata. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tunggu...,tunggu!&amp;quot; dia menyela. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku perlu..., untuk menyiapkan diriku.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menunduk dan berbisik, sebelum melihat keatas dan pelan-pelan menutup pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......Untuk apa dia perlu menyiapkan dirinya ?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memiringkan kepalaku, tidak dapat memahaminya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:::::::::::::::::: * * * * *&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepuluh menit kemudian ---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Nii-san berkata dia mempunyai sesuatu yang penting... untuk diksampaikan kepadaku... apa yang harus kulakukan...) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih tampak malu, adik perempuanku memegang ujung rok pendeknya, yang memperlihatkan paha putihnya yang mulus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak bisa melihat kearahnya, karena jika kulakukan, maka itu akan terlihat seperti dia tidak mengenakan apa-apa dibagian bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa...berpakaian begitu?&amp;quot; bahkan terasa sulit bagiku untuk mengatakan &#039;apa&#039; . &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;..........Tidak sopan ?&amp;quot; Dia bertanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; Bukan, bukan begitu,.....namun...itu...&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sangat ero&#039;&#039;&amp;quot; Seruku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Benarkah begitu ?&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, benar.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh, oke.&amp;quot; Dia setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diam-diam aku memandang kearah adikku dan melihat dia tersenyum gembira. Jujur, dapat kukatakan bahwa hatiku sudah cukup berdetak dengan cepat untuk bisa membunuhku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Kenapa kau terlihat seperti ini sekarang ? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Kenapa hari ini Sagiri memilih mengenakan sebuah rok pendek yang ero dan manis ? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak dapat berpikir apapun. Sekarang, aku berada di surga dan di neraka pada waktu yang sama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat arah pandanganku, Sagiri mencoba berusaha lebih keras untuk memegang ujung roknya kebawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Jangan, jangan dilihat....&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Maaf.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tunggu, kenapa aku meminta maaf ?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Dia sendiri yang memilih ini, sudut bibirnya terangkat sedikit. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentang...&amp;quot; Aku memulai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sagiri... kenapa tiba-tiba kau memilih pakaian ini ? Biasanya kau selalu memakai piyama sebelumnya – ah, mungkinkah!&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Mungkinkah kau memutuskan untuk pergi keluar&#039; adalah hal yang mustahil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menghentikan diriku sendiri untuk menyelesaikan perkataanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lupakan saja, aku tidak percaya keajaiban seperti itu dapat terjadi. Jika hikikomori-nya dapat disembuhkan semudah itu, tahun lalu aku tidak akan sangat kerepotan. Belum lagi fakta bahwa aku tidak akan pernah mengizinkannya keluar memakai pakaian yang erotis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi kenapa...&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Kau tidak tahu?&amp;quot; Dia bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, aku tidak tahu.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mwu....kau benar-benar tidak tahu....meskipun kau membiarkanku membaca benda itu....&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri menggembungkan pipinya, sehingga wajahnya terlihat seperti sebuah balon. Sangat lucu... Tidak, sekarang bukan saat yang tepat. Tidak dapat menebak kenapa dia bersikap tidak senang, aku melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; Itu ?....maksudmu....naskah itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, benar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sagiri tersipu. Disaat dia menyebutkannya, aku merasa malu juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membiarkan Sagiri membaca sebuah naskah yang, pada waktu yang sama juga merupakan sebuah surat cinta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku mempunyai seseorang yang kusuka.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dia menolakku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, apa hubungan diantara itu dan Sagiri mengenakan pakaian yang ero ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melalui banyak pertimbangan, Aku memutuskan untuk mengatakan kesimpulanku: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; Yah, setelah aku membiarkanmu membaca itu, dapat dimengerti jika kau akan menjadi berhati-hati padaku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Aku merasa bahwa jawabanku akan menentukan hubunganku dengan Sagiri mulai dari sekarang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karenanya, aku menatap langsung ke matanya dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku menyukaimu.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;!&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri membeku. Ah- bahkan telinganya memerah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Benar-benar....langsung....&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku telah menyukaimu dari saat kita bertemu – Tapi.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan serius kunyatakan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku juga ingin menjadi kakak laki-laki mu. Adalah hal yang tidak mungkin seorang kakak dan adik untuk bisa saling jatuh cinta, benar bukan ? Jadi jangan khawatir, sebagai kakak laki-laki, aku tidak akan melakukan perbuatan mesum apapun kepada adik perempuanku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;--------------Eh!?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mungkin sekarang kau tidak percaya kepadaku, tetapi aku akan mencoba untuk mendapatkan rasa percaya mu.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan, bukan, bukan itu yang kumaksud.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri tampak bingung, dia menyelaku :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Kenapa kau berpikiran seperti itu ?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa maksudmu?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saat....saat aku berkata &#039;Aku punya seseorang yang kusuka&#039;....&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot; Ah, maksudmu &#039;Aku tidak bisa membalas perasaanmu&#039;, bukan? Aku tahu.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;-------------------------------&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri langsung terdiam. Aku benar-benar tidak bisa menebak apa yang dipikirkannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Sagiri?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...............&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dengan ekspresi yang kosong, Sagiri berjalan ke kamarnya, memakai headphone dan kembali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu kemudian,---- dia berteriak&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Kau benar-benar-------------------------bodoh!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Volume dari jeritan itu menggetarkan wajahku. Cepat-cepat aku menutup telingaku:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;---------! Apa? Apa yang sebenarnya terjadi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mana kutahu! Kau bodoh! Kau membiarkanku melihat benda itu! Karena kau bilang kau punya sesuatu yang penting untuk dikatakan....! Ohhhhhh benar-benar!!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Clang&#039;&#039;, Dia melempar headphonenya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya penuh dengan kemarahan, Sagiri melipat tangannya didada dan bertanya: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi.....hal penting apa yang ingin kau bicarakan?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebelum itu, bisakah kau jelaskan kenapa kau marah----&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu itu, jangan sebutkan itu lagi! Hal penting apa ini, katakan kepadaku!&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Nampaknya sudah tidak mungkin lagi untuk bertanya kepadanya jadi aku langsung saja ke topik utama:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yang penting adalah...baik, akan aku katakan secara langsung.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Ya.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku terbatuk dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mari menulis sebuah outline&amp;lt;ref&amp;gt; Sejenis rekapitulasi/penyuntingan dalam naskah. &amp;lt;/ref&amp;gt; bersama-sama&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...........Eh?&amp;quot;  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:::::::::::::::::: * * * * *&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa menit kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku duduk bersila didalam ruang terkunci, didepan adikku. Sagiri sedang berjongkok, mengenakan gaun wol yang menutupi seluruh tubuhnya, sehingga membuatku mustahil untuk tidak memperhatikan pahanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Sebuah outline....apa yang sebenarnya kau maksud?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mm... akhir-akhir ini, Aku sudah menyelesaikan sebuah naskah orisinil.&amp;quot;  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku berencana untuk menjadikannya sebuah novel, menjadi populer, dan menghasilkan sebuah anime yang berdasarkan dari itu – lalu menontonya bersama-sama denganmu. Itu adalah &#039;mimpi kita&#039;.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;-------Ya.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Untuk memulai langkah pertama kita,....kita perlu untuk memastikan bahwa penerbit dapat menggunakan naskah itu dalam sebuah aktivitas formal.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Setelah kau mempunyai sebuah outline, apakah mudah untuk membuat novel dengan cepat?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tersenyum sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh, bukan begitu. Aku tidak mampu untuk membuat editorku berkata selain dari &#039;kita bisa menggunakan ini&#039;. Jadi, untuk mampu melakukan hal seperti itu, aku berencana untuk menulis sebuah outline.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;..........&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar aku mengatakan ini, Sagiri memiringkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ah, sepertinya dia tidak paham.&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Outline buku – singkatnya, itu seperti sebuah presentasi, sebuah demo – untuk menunjukkan pekerjaanmu, seperti sebuah model dasar.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kondisi normal, outline ini harus diserahkan terlebih dahulu sebelum kau memulai menulis naskah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini seperti kita mengatakan &#039;novelku akan menjadi seperti ini, bolehkah aku menulisnya ?&#039; Begitulah kira-kira.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenyataanya tidak ada cara yang baku untuk menulis, tapi aku tahu bahwa cara ini tidak terlalu buruk. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Tapi, bukankah naskahnya sudah selesai?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yang itu tidak bisa digunakan.&amp;quot; Kataku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa? Itu sangat bagus.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Meskipun kau bilang begitu, itu terlalu memalukan, yang merupakan salah satu alasan aku tidak bisa membiarkan orang lain melihatnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Ah.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;....Apakah kau lupa?&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disamping itu – karena kami adalah kakak dan adik, kami merasa bahwa naskah itu bagus karena kondisi kami. Tapi belum tentu orang lain akan berpikir seperti itu juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan bahkan jika aku langsung menyerahkannya, ada kemungkinan lebih dari 50% kalau itu akan ditolak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lebih dari 50%?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, iya, lebih dari 50%. Meskipun aku tidak dapat menebak apa yang akan dikatakan editorku, peluang itu untuk menjadi sebuah novel tidaklah terlalu bagus.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengulangi apa yang kukatakan: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jika itu ditolak, maka naskah itu tidak akan pernah menjadi sebuah novel.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;!&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sehingga dapat dipastikan aku harus menulis ulang semuanya. Kenyatannya, begitulah cara kerjaku hingga sekarang. Tidak pernah membuat outline apapun. Selalu menyerahkan naskahku secara langsung. Kemudian setelah hasil kerjaku sebelumnya ditolak, dengan segera menulis sesuatu yang baru. Sampai naskahku diterima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itulah ketika aku secara resmi memulai menulis novel. Aku bekerja dengan cara itu sampai sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, hanya untuk kali ini, aku tidak akan menggunakan cara itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kita tidak akan membuat sebuah novel, kita akan membuat sebuah naskah menjadi sebuah novel.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Janjiku dengan Sagiri. Mimpiku dengan Sagiri, pada akhirnya semuanya bergantung kepada hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku &#039;&#039;pasti&#039;&#039; tidak akan membiarkan naskah ini mengalami penolakan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.....Kau benar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Aku tidak perlu berkata lagi. Sagiri sudah mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Jadi, kita hanya mempunyai satu kesempatan untuk menentukan hasilnya. Itu sebabnya kenapa kita perlu untuk membuat hasil yang terbaik, membuat sesuatu untuk melampaui harapan dari editorku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Hm.&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Seorang editor adalah seseorang yang berjuang bersama-sama dengan penulis untuk menghasilkan novel dengan kemungkinan yang terbaik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku masih belum berpengalaman, editorku adalah orang yang membimbingku, partnerku yang tak dapat tergantikan. Tapi diwaktu yang sama, editorku adalah orang yang dapat memberikan sebuah kematian yang kejam kepada anak-anakku yang lucu. Orang yang membawa sebuah sabit dan dengan mudah dapat mengakhiri hidup seorang penulis – seorang utusan dari neraka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah sebabnya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dengarkan baik-baik, Eromanga-sensei. Mulai dari sekarang... kita sedang berperang melawan Malaikat Maut.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini bukanlah berlebihan, bukan sebuah kata acak tak berguna yang berasal dari Penulis Hebat disebelah, ini adalah kenyataan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Editor ... adalah Malaikat Maut.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yap, seorang musuh yang sangat menakutkan. Untuk mengalahkannya, kita memerlukan sebuah senjata.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan senjata yang kami butuhkan untuk mengalahkan malaikat maut, pedang dan kapak untuk novelis.....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kita perlu sebuah outline!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri membuka mulutnya, tapi hanya &#039;Ah,ah....&#039; yang keluar, menunjukkan betapa terkejutnya dia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pandangan pertama, dia masih tetap menunjukkan ekspresi tanpa emosi di wajahnya, tapi kenyataannya dia mungkin melebihkannya sedikit ekspresinya ketika membahas ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Dimengerti. Tapi apa yang harus kulakukan....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankah itu sudah jelas ?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku meletakkan tanganku di bahu Sagiri -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ehhhhh....Nii, Nii-san?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menatap adikku yang tersipu malu dan berkata dengan serius,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Berikan aku satu ilustasi ero dari seorang adik perempuan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;..............&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:::::::::::::::::: * * * * *&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Beberapa detik kemudian --------&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ------------------Yahhhhhhh!&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah kenapa, adikku melemparkan sebuah stik game kearah wajahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Be,be, benar-benar! Mesum! Nii-san....nii-san....tidak berguna!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Didalam ruang terkunci, adikku tampak marah besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apa yang sedang terjadi ? Sebuah kesempatan langka untuk kami berdua agar bisa melihat satu sama lain, dan itu berakhir dengan adegan kekerasan seperti ini.&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;..............&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengusap hidungku yang terasa sakit, pikiranku penuh dengan kebingungan. Diwaktu yang sama, Sagiri memukulkan jarinya kearahku: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana kau bisa berkata kepadaku bahwa....sebuah ilustrasi ero dari adik perempuan....itu....!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu adalah permintaan yang sangat normal! Apa yang salah dengan itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Katakan kepadaku lagi, apa pekerjaanmu ?&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Masalahnya adalah karena Nii-san bertanya &#039;&#039;kepadaku&#039;&#039;, adikmu, untuk membuat sebuah ilustasi ero dari &#039;adik perempuan&#039;!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tokoh wanita utama dari novelku adalah seorang adik perempuan! Aku meminta karena kau suka dan juga hebat dalam menggambar ilustasi-ilustasi ero. Tidak ada maksud lainnya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bohong! Kau- pasti punya alasan yang mesum!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa kau selalu berpikir seperti itu ?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Karena, karena....karena....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malu berat, Sagiri melipat tangannya dan berbisik:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seperti – itu bukan? Nii-san berkata... kau suka padaku sejak saat kita bertemu... dan lain-lain.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;........Ukh.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Jadi inikah alasannya?&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Mungkinkah itu.... bahwa aku.... tidak akan bisa melihat adikku sampai akhir hidupku nanti?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya- kau tidak salah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada gunanya berbohong sekarang. Lebih baik berkata jujur tentang hal itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku sangat menyukaimu.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;........Kuh uh...&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapii! Itu hanya sebatas sebagai kakakmu. Aku tidak akan memikirkah hal-hal mesum apapun kepada adik perempuanku, apalagi berkata seperti itu!&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;--------------&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri menatapku dingin:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmmm- um, hmmm- um, hmmm- um&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Apa maksudnya ekspresi itu?....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berbalik dan cemberut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Bukan apa-apa. Hanya berpikir bahwa jika ini adalah sebuan light novel, apa yang baru saja kau katakan akan mendapat sebuah tanda penekanan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; Apa maksudnya itu ?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah tanda penekanan adalah teks tambahan disebelah kanan&amp;lt;ref&amp;gt; Teks jepang di dalam light novel biasanya ditulis dalam bentuk kolom, dimulai dari kanan ke kiri. Berbeda dengan teks indonesia yang ditulis dari kiri ke kanan. &amp;lt;/ref&amp;gt;. Diantara kami para novelis, beberapa diantaranya selalu mengikuti aturan yang ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri berkata pelan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maksudku adalah, Nii-san. Aku sangat tidak suka padamu. Paham?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.....Ah, begitukah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serius...sepertinya aku masih harus menempuh jalan yang lumayan panjang sampai hubunganku dengannya membaik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengangkat bahu dan menjatuhkannya. Sagiri melakukan hal yang sama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Benar-benar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menghela nafas dan mengambil papan gambar digital nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Sagiri?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;........&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada jawaban. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba matanya kehilangan semua sinarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti miko&amp;lt;ref&amp;gt; Pendeta wanita pada kuil-kuil di Jepang | [http://id.wikipedia.org/wiki/Miko Lebih Lanjut]&amp;lt;/ref&amp;gt; yang tengah dikuasai, cara dia menggerakkan tangannya sudah seperti sebuah ritual suci. Ketika aku tersadar, dia sudah berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;-----------------&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasananya sama seperti ketika orang menyelesaikan sebuah buku yang disukainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian ---- &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selesai.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A, apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini. Digambar berdasarkan diriku. Bukankah dia, heroine&amp;lt;ref&amp;gt; Tokoh utama wanita dalam serial anime.&amp;lt;/ref&amp;gt; yang cocok untukmu ?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah ah....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memandangi papan digital yang sedang kupegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilustrasi dari Sagiri, tentu saja, adalah sebual ilustrasi ero seorang gadis. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mengagumkan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Dapatkah seorang ilustrator menggambar secepat ini?&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Bukan apa-apa. Disamping itu, aku lebih ceroboh daripada biasanya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri melihat kebawah, merasa malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
.....Aku tahu dari editorku bahwa &#039;Kecepatan menggambar Eromanga-sensei tidaklah secepat itu&#039;. Kelihatannya, Sagiri memerlukan sedikit waktu untuk setiap ilustrasi yang diberikannya kepadaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun lalu, aku mengingatnya karena aku menulis total 7 novel, Sagiri juga bekerja sampai pada batasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, dia dapat menggambar sebuah ilustrasi dalam sekejap mata, yang dalam pandanganku adalah sebuah peningkatan. Jelas dia bukan lagi orang yang sama dengan yang dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebenarnya.....menggambar cepat sebuah ilustrasi.....Aku tidak ingin orang lain melihatnya.... tapi aku ingin membandingkannya dengan yang lain....&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Begitukah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia benar-benar ketat dengan hasil gambarnya....Sagiri mengejutkanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu sangat membantu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menyampaikan perasaanku dengan cepat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Emm.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri menerima ucapanku dengan senang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah....&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memperhatikan ilustasi ero ini dengan seksama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bermaksud untuk tidak membiarkan usahanya sia-sia, aku mengatakan komentarku dengan jujur: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Aku merasa ada sesuatu yang salah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri tidak marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa maksudmu ?&amp;quot;, Tanyanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; Buatlah ini sedikit lebih manis.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.......Apa? Cepat jelaskan! Langsung ke intinya!&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi, tetap saja....&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nii-san, tidakkah kau merasa kesal jika setelah menunjukkan novelmu ke editormu, lalu dia berkata kepadamu &#039;Bisakah kau membuatnya lebih baik lagi&#039;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tentu saja aku kesal. Aku sudah pernah mengalami hal itu sebelumnya.&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi perjelaslah maksudmu. Manis....Apa maksud sebenarnya dari manis?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah....erh....manis itu....ah....&amp;quot; &lt;br /&gt;
&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Itu bukanlah sesuatu yang bisa dijelaskan... tapi...&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa itu ? Bagaimana aku bisa paham jika kau tidak menjelaskannya ?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yah....sebuah ilustrasi yang mirip denganmu.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;------------------------------------------------------Apa?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri terdiam, lalu---- &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memerah dengan cepat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A, apa? Nii-san, bagaimana bisa kau berkata seperti itu?!&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya berubah menjadi seperti &amp;gt;&amp;lt;, Dan dia mencoba memukulku denan kedua tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankan kau menyuruhku untuk menjelaskannya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu malah lebih parah! Kau memintaku! Meminta aku membuat &#039;sebuah ilustrasi ero yang mirip seperti adik perempuanku&#039;! Itu terlalu berlebihan! Ini adalah pelelelecehan seksual!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Kau gagap ? Apa kau baik-baik saja?&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu karena kau adalah model yang sempurna untuk seorang adik perempuan di dalam pikiranku, aku tak bisa menahannya! Aku juga merasa malu! Tapi karena ini adalah pekerjaanku, jadi aku terpaksa mengatakannya! Aku serius!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......Mwumwu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih dengan muka yang memerah, Sagiri terdiam. Mungkin karena dia paham apa maksudku. Lalu dia menatapku dengan mata pemberontakan: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Me....meski jika kau berkata bahwa itu harus mirip denganku... Aku masih ragu apa maksudnya itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uh?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ka, Katakan...dengan jelas....&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A, Apa yang kau katakan....?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apa yang baru saja dikatakannya ? Apakah dia baru saja menyuruhku untuk menjelaskan betapa manisnya adikku ?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tepat didepan dirinya ? Ini adalah sebuah lompatan tingkat kesulitan yang besar, Eromanga-sensei! Apakah kau ingin aku mati menanggung malu ?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini adalah pekerjaanmu, bukan? Jadi katakan kepadaku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Baiklah.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa seperti dipaksa untuk melakukan sebuah permainan yang sangat memalukan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yah....bagaimana mengatakannya, ya.....seperti fantasi.....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Fantasi?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seperti peri, atau malaikat.....dan seterusnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Kurasa itu saja sudah cukup. Tolong biarkan aku lepas kali ini. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi, tapi tapi tapi tapi....kesan seperti itu.....&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri gemetaran karena merasa malu juga. Tapi meskipun begitu, dia tetap mengambil penanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;~sret sret~&#039;&#039;, Dengan perlahan sesosok karakter muncul di papan digital.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ada lagi ? Teruslah berbicara....akan kugambar sambil mendengarkan.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri berkata tanpa melihat keatas. Sepertinya menggambar dan berbicara pada waktu yang sama adalah hal yang biasa bagi Eromanga-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan terus terang aku menyebutkan permintaanku: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke. Selanjutnya....buat dia tampak sedikit lebih muda....lalu dadanya sedikit lebih kecil....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh. Padahal aku sudah berlatih keras untuk menggambar gadis berdada besar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maafkan aku.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihat kearah dada adikku dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Karena heroine ini berdada rata.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei, kau melihat kemana ?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan marah! Aku tidak mengejekmu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi aku adalah modelnya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Meski demikian, kau tetap harus mengambil posisi yang netral!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak mungkin aku bisa melakukannya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau begitu kita tamat! Jika kau punya sesuatu untuk dikatakan, tunggu setelah aku selesai bicara. Jika tidak, maka kita tidak akan pernah selesai.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;........&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya dia mendengarkanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, fokus Sagiri kembali ke papan digital dan menyesuaikan ilustrasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Berdada kecil, terlihat muda....lalu....mungkin....&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.....&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sagiri benar-benar manis ketika dia sedang fokus menggambar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
....Meskipun ketika dia melakukan itu, dia kembali ke sifat kekanak-kanakan yang penuh semangat --- tapi itu memiliki daya tarik tersendiri. Elf juga berpikir sama tentang Sagiri, jadi itu bukanlah pendapat pribadiku yang bias( tidak relevan ). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat sisi manis dari adikku, aku tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;........&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Menyadari bahwa aku memandanginya, Sagiri mengangkat kepalanya dan melihatku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...I, Iya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan apa-apa, hanya berpikir kalau aku terkesan, tidak menyangka bahwa kau bisa menggambar ilustasi secepat itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Sama saja.....aku melakukan hal yang sama di video langsungku... sekarang sudah menjadi kebiasaan....&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitukah ? Eromanga-sensei bisa melakukan penyesuaian ke hasil gambarnya jika ada permintaan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi itu sebabnya kenapa dia bisa memiliki kebiasaan itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baru saja, kau bilang bahwa kau tidak ingin orang lain melihat teknik &#039;menggambar cepat ilustasi&#039;. Tapi bagaimana pada saat kau membuat video langsung itu ?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selama video langsung....itu....meskipun aku tidak dapat menjelaskannya....itu adalah kasus yang berbeda. Itu bukan lagi sebuah pekerjaan, itu adalah menggambar untuk kesenangan... ah, meskipun aku bilang itu untuk kesenangan, tapi aku tetap menganggapnya serius, tapi itu tidak seperti ketika aku sedang bekerja.... apakah kau paham?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Sagiri tanpa menghentikan tangannya. Namun, aku dapat melihat bahwa dia mempunyai kemampuan yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak tahu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;........&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri menunjukkan sedikit tanda rasa tidak senang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lupakan saja....lanjutkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Yah......kuharap kau dapat mengubah ero-nya.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Gadis ini, dibandingkan dengan ilustrasimu sebelumnya, tampak lebih menggoda, lebih seksi, dan lebih terbuka, persis seperti ilustasi dari novel Yamada Elf-sensei bukan? Aku tidak mau yang seperti ini, yang kuinginkan....ah, bagaimana menjelaskannya, ya....&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Aku meletakkan tangan kananku dimuka sejenak, lalu melanjutkan:&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Pada dasarnya tanpa buah dada, tapi memiliki wajah yang sangat manis dan belum dewasa. Sebuah tubuh yang langsing dan kecil, dengan sifat yang kekanak-kanakan....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;..........&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Pelipis Sagiri berkerut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi kemudian, dia menyadari bahwa rok pendeknya sudah terangkat keatas, menampakkan pahanya, membuat jantung orang-orang berdetak dengan pikiran mesum.... &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;!&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cepat Sagiri menarik roknya kebawah! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yap! Persis seperti itu ---*Thud* Aduh sakit!!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Keluar! Keluar sekarang!!&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri menahan ujung roknya sembari mengayunkan papan digital kearahku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak punya pilihan selain melangkah mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kita, kita sedang mendiskusikan outline buku kita---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Keluar! Akan kuserahkan ilustasiku nanti! Keluar sekarang juga!!!&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya! Iya!&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:::::::::::::::::: * * * * *&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, aku ditendang keluar dari kamar adikku.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Meskipun itu terjadi secara tiba-tiba, setidaknya aku sudah membuat sedikit peningkatan. Jika Eromanga-sensei berkata seperti itu, maka permintaan ilustrasiku bisa dianggap sudah selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya rencana untuk memasukkan beberapa ilustrasi kedalam outline buku berjalan dengan baik. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku kembali ke kamarku dan berguman: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Masalah yang tersisa....adalah aku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak perlu disembunyikan, tapi aku belum pernah membuat outline untuk novel sebelumnya. Aku benar-benar tidak memiliki ide bagaimana cara melakukannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, aku bisa menemukan beberapa outline yang mirip dari buku-buku atau dari internet. Lalu, setelah melakukan beberapa penyesuaian, aku bisa dengan mudah membuatnya menjadi sebuah outline yang resmi. Bahkan, sekarang aku bisa melakukannya dalam sekejap mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku merasa ada sesuatu yang salah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu dia, sejak debutku, tidak peduli berapa kali aku mencoba membuat sebuah garis besar, setiap aku melihatnya kembali, pemikiran yang sama selalu muncul. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apakah sudah cukup? Atau apakah ini terlalu biasa? Bukan ini yang kuharapkan.... itu haruslah sesuatu yang lebih baik....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menuangkan ideku, paling tidak aku memerlukan 300 halaman. Untuk bisa melakukannya dalam beberapa halaman ---  itu bukanlah sesuatu yang dapat kulakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa – Aku tidak punya pilihan selain membawa naskahku yang sudah jadi kepada editorku setiap waktu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada alasan khusus untuk melakukan sesuatu yang tidak efisien. Meskipun aku ingin, tapi aku tidak bisa menuliskannya. Tidak ada cara lain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika saja ada seseorang yang bisa memberiku saran....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Emmmmm....&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Disaat aku merasa bingung....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Smartphone&amp;lt;ref&amp;gt; Ponsel pintar. &amp;lt;/ref&amp;gt;-ku berbunyi *bip bip - bip bip*, Aku sudah menerima 2 pesan masuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Apa itu?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengambil telepon dari sakuku dan membaca pesannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Didepanku ada--- &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul : Datang dan selamatkan aku!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Isi : Sekarang juga! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengirim : Idiot &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Idiot&#039; didalam kontak teleponku tidak lain adalah tetangga sebelahku – penulis laris Yamada Elf-sensei.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak tahu apa maksdnya itu, tapi untuk sekarang jangan pedulikan dia.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu aku membuka pesan kedua yang masuk pada waktu bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku membacanya ---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;!&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung menjadi waspada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul : Tolong aku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Isi : Disebelah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengirim : Eromanga-sensei&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku datang!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melompat dari kursiku dan berlari ke ‘pintu yang terkunci’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ada apa, Sagiri!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat aku bertanya, pintu langsung terbuka. Sagiri muncul didepanku, masih tetap memakai pakaian wol nya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nii-san, lagi --- itu.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;-— Sama seperti sebelumnya ya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah aku masuk kedalam kamar, aku langsung mengetahui apa masalahnya. Dari arah jendela terdengar sebuah suara aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar-benar, si idiot itu.... Sudah kubilang padanya untuk tidak menakuti adikku.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menarik tirai jendela ke samping. Seperti yang kuduga, beberapa panah mainan menancap di jendela. Si pemanah berada di balkon seberang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei! Berhenti! Apa yang kau lakukan?!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membuka jendela dan berteriak kepada si pemanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihatku, si pemanah meletakkan jari telunjuk di bibirnya dah membuat gerakan &#039;Shhhh&#039;. Itu adalah seorang gadis berambut pirang yang memakai pakaian Lolita kembang, Yamada Elf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti biasa, dia juga memakai pakaian cosplay&amp;lt;ref&amp;gt; Costume Play : sebuah kegiatan dimana seseorang mengenakan pakaian, aksesosi, serta make up seperti tokoh-tokoh didalam serial anime, manga, atau idol | [http://id.wikipedia.org/wiki/Cosplay Lebih lanjut]&amp;lt;/ref&amp;gt; itu didalam rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Shh ? dia ingin aku.... diam?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apakah ada alasan yang mencegahku untuk berteriak?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpaling kearahku, Elf mengeluarkan teleponnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu teleponku berdering. Segera setelah aku mengangkatnya, Suara Elf terdengar: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Ini aku!] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Apakah kau membaca pesanku?] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Lalu kenapa kau tidak kemari! Seorang gadis cantik sedang dalam bahaya!] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku tidak peduli. Itu merepotkan.&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Meminta kepada karakter utama seperti Kirito&amp;lt;ref&amp;gt; Karakter utama dalam serial light novel Sword Art Online (SAO)&amp;lt;/ref&amp;gt; atau Touma itu lebih baik, tahu ?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Kau, kau! Kau benar-benar?! Apakah kau tidak punya hati?] &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku hanya akan menolong adik perempuanku saja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sampai jumpa.&amp;quot; Aku berkata dan akan segera menutup telepon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Tunggu! Jangan ditutup! Aku akan dibunuh!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mencoba menghentikanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Aku akan melakukan apapun! Aku akan melakukan apapun, oke! Mulai dari sekarang, aku akan menjadi adik angkatmu..!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, tidak dan tidak! Itu bukanlah apa yang aku bicarakan --- akan tetapi, dibunuh ? Mengerikan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seharusnya  aku mendengarkan dia sejenak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apakah ada pencuri dirumahmu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Aku terjebak disini, aku tidak bisa keluar dari ruangan ini.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa ? Ada pencuri?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak tahu apakah itu benar, tapi itu terdengar serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Perlukah aku memanggil polisi ?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Tidak perlu, bantu aku keluar dari sini terlebih dahulu.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa rencanamu ?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Kau tahu, aku sedang berpikir tentang waktu dimana kau melompat dari sini....] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Dari balkon ke balkon ya ? Kau berencana untuk melompat ?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihat sekeliling. Sagiri menatapku khawatir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, aku tidak mengizinkanmu untuk masuk ke kamar adikku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Kau, Siscon&amp;lt;ref&amp;gt; Sister Complex : Sebuah gejala dimana seseorang menyukai / mencintai adik perempuannya sendiri (incest love). &amp;lt;/ref&amp;gt; sialan.... kau akan meninggalkanku?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak pernah mengatakan aku tidak akan menolongmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Bagaimana caramu untuk melakukannya ?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dengarkan aku ---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:::::::::::::::::: * * * * *&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- Beberapa menit kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;---seperti itulah kira-kira.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sedang berdiri dibawah balkon kamarnya. Pemandangan ini tampak sedikit mirip dengan Romeo dan Juliet. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke, lompatlah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini menyeramkan! Jika ada sesuatu yang salah, Beberapa tulangku bisa patah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku sudah menyiapkan diriku. Aku pasti akan menangkapmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pastikan kau melakukannya! Kau tidak boleh gagal! – Oke, aku datang!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elf bersiap-siap, mengangkat ujung roknya dan melompat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;~Thud&#039;&#039;, Aku mengangkapnya dalam gaya pengantin &amp;lt;ref&amp;gt; A.K.A princess carry, sebuah gaya untuk mengangkat seorang perempuan - satu tangan berada dibawah kakinya, dan satu tangan lagi berada di punggungnya, seperti seorang pengantin pria membawa pasangannya. Biasanya sebagai penanda tingkat keromantisan dari hubungan antar karakter tersebut.&amp;lt;/ref&amp;gt;. Dia jauh lebih ringan dari yang kuperkirakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Wah – lebih baik dari apa yang kubayangkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tersenyum kepada gadis yang meringkuk di dalam pelukanku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;..............&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seluruh tubuh Elf kaku, dia meletakkan tangannya di leherku. Aku memandangi wajahnya, tidak tahu apa yang harus kulakukan selanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Te,terima kasih. Kau benar benar menolongku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana aku mengatakannya, Yah, aku sedikit terkejut. Cara dia dalam bersikap terasa sedikit ganjil. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sama-sama --- omong-omong, karena kau masih belum ditemukan, masuklah ke dalam rumahku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih dengan membawa Elf dalam gaya pengantin. Aku berlari kembali ke arah rumah Izumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membawanya kedalam ruang keluarga, menempatkannya di sofa dan bertanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi... apa yang terjadi ? Kenapa kau bisa terjebak ? Apakah kau benar-benar yakin, tidak memanggil polisi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankan sudah kubilang, ..aku... aku berada didalam pengawasan orang-orang itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tolong jelaskan maksudmu dengan rinci.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Yah, setidaknya sekarang aku tahu bahwa mereka bukanlah pencuri.&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Siapa &#039;orang-orang itu&#039; ?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah aku bertanya, Elf menjadi pucat, dia memeluk dirinya dengan kedua tangan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Editor dari Fulldrive Library.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oi...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Mereka adalah iblis! Mereka datang untuk memantau gadis lemah sepertiku, untuk melihat apakah aku bekerja atau tidak... Mereka tidak membolehkan aku bermain game kecuali aku menyelesaikan naskah ku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagus! Yamada Elf-sensei, cepatlah kembali bekerja!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung berdiri dari sofa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elf memegang bajuku dan berkata dengan air di matanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tolong jangan mengusirku! Masamune-sensei! Kumohon padamu! Tolonglah aku!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke lepaskan! Kau membuat bajuku menjadi kusut!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku akan... Aku akan melakukan apapun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Benar-benar tidak tahu malu. Kau sungguh tidak ingin bekerja ya ?&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apapun....ya....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mendorong tangan Elf menjauh dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Kau benar-benar akan melakukan apapun yang kuminta?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Ya, seorang gadis tidak pernah menarik kembali kata-katanya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Kenapa mukamu memerah ?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah kalau begitu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bwubwu....&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berpaling ke Elf, yang ekspresinya terlihat seperti dia sedang menunggu gilirannya untuk pergi ke toilet dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ajari aku bagaimana cara untuk membuat outline sebuah novel.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;TIDAAAKKKKKK!! Kau, dasar sampah! Kau ingin melakukan perbuatan mesum kepada seorang wanita terhormat sepertiku – Eh!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat Elf sedang mengutip sebuah baris dari eroge, tiba-tiba dia berhenti, matanya terbuka lebar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...... Baru saja, apa yang kau katakan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&#039;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Itu pertanyaanku. Apa yang baru saja kau katakan ?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku memintamu untuk mengajariku bagaimana cara membuat outline sebuah novel....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak mungkin! Kau, kau serius!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elf nampak sangat terkejut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seorang gadis super cantik sepertiku, baru saja mengatakan Aku akan melakukan apapun &#039;kepadamu’! Apa sekarang kau sedang memikirkan ulang permintaanmu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apa yang kau katakan ?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana bisa kau mengatakan sesuatu seperti itu! Dan kau menyebut dirimu sendiri seorang penggemar ? Tak dapat dipercaya --- kenapa kau tidak membuat sebuah permintaan yang mesum?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seolah-olah aku bisa melakukan itu! Aku bukan seperti seekor kuda untuk persilangan!&amp;quot;&amp;lt;ref&amp;gt;Persilangan disini maksudnya adalah seperti persilangan pada tanaman / hewan untuk menghasilkan keturunan yang baik.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Kau pikir aku ini apa?&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Dan, Kau....kau ingin aku memintamu untuk melakukan sesuatu yang mesum?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mana, mana manamana mungkin! Dasar bodoh!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kau benar-benar tidak bisa dimengerti. Lihat, seluruh wajahmu memerah, kau benar-benar takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persis seperti seorang gadis didalam light novel yang memiliki beberapa kelemahan karakter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kau pasti merasa kebingungan diantara &#039;Sebuah keadaan didalam novel yang kau tulis&#039; dan &#039; Kenyataan&#039;. Benar-benar, kau ini seorang gadis, kau harus tahu batasmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untung saja kau bertemu denganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke, tentang outline novel itu --&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku sedang berusaha mengembalikan topik pembicaraan --- &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Bang bang bang*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Langit-langit bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri mencoba berkomunikasi denganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dan Elf sama-sama melihat keatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baru saja, apakah itu adalah getaran langit-langit legendaris dari seorang hikikomori....baru pertama kali aku mendengarnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah apa yang terjadi sebelumnya, aku sudah menceritakan kepadanya tentang Sagiri dan diriku. Tentu saja, tidak semuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.... Sepertinya dia berkata ‘diam’. Dan nampaknya dia juga marah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei! Kau, kau bisa memahami, apa yang dia katakan ?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu saja, aku cukup yakin dengan pemahamanku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau berbohong, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu saja tidak!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Bang bang bang*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.....Apa maksudnya itu tadi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jenis bang bang bang yang &#039;Sudah cukup, Nii-san. Kesini sebentar&#039;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Memangnya apa perbedaan diantara yang tadi dengan yang sebelumnya ?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Yah, tentu saja orang biasa tidak akan bisa memahaminya.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku akan melihatnya sebentar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku akan meninggalkan ruang keluarga, Elf memanggilku:&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Tunggu dulu.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menoleh kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku juga ingin menemui Eromanga-sensei.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bisa melihat bahwa Elf bermaksud tulus, dia tidak memiliki maksud lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- Benar. Sama sepertiku, dia juga sangat menyukai ilustrasi Eromanga-sensei. Dengan maksud untuk meminta Eromanga-sensei agar menjadi partner nya, dia bahkan menulis sebuah novel yang mengagumkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sekarang dia tahu bahwa idola favoritnya tinggal disebelah rumahnya... dia  pasti ingin untuk menemuinya......belum lagi aku juga berutang kepadanya....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke, aku akan memikirkan sesuatu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benarkah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah senyum yang terang muncul diwajah Elf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ekspresinya, kebahagiannya seperti itu, bahkan aku pun terdiam sejenak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke, tunggu disini.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh? Tapi bukankah dia seorang hikikomori?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Serahkan saja kepadaku, Aku punya rencana.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:::::::::::::::::: * * * * * &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pergi kelantai atas dan menjelaskan kenapa aku kembali tanpa berkata apa-apa, sebelum kembali ke ruang keluarga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Masamune! Dimana Eromanga-sensei ?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elf melompat dari sofa, sepertinya dia akan memberikan sebuah sambutan hangat kepada ilustrator favoritnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berkata kepada si penggemar yang tersenyum:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Disini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan aku menunjukkan laptop ditanganku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;???&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elf nampak bingung. Yah, aku berkata aku akan membolehkan dia bertemu dengan ilustrator favoritnya, akan tetapi aku malah menunjukkan laptop kepadanya. Tentu saja dia bingung. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lihatlah ke layar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Layar ?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Elf mendekat ke layar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Layar laptop sedang menampilkan Skype&amp;lt;ref&amp;gt;Aplikasi Skype.&amp;lt;/ref&amp;gt; dalam mode layar penuh. Dan disana ada seseorang yang memakai mantel besar, dan topeng karakter anime di mukanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Um, senang bertemu denganmu – halo, Yamada Elf-sensei]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Eromanga-sensei?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Bukan, aku tidak kenal orang dengan nama itu]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya – itu adalah Sagiri – dengan pakaian yang sama seperti disaat dia membuat tayangan video langsung itu sebagai Eromanga-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menggunakan fungsi video-chat pada Skype, kami bisa menghubungkan tempat ini dengan ruang terkunci. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karenanya, aku bisa membiarkan adikku untuk menemui Elf tanpa membuatnya keluar dari ruang terkunci – bukan sebagai Sagiri si hikikomori pemalu, tapi sebagai Eromanga-sensei yang sangat bersemangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Masamune, dia berkata dia bukanlah Eromanga-sensei?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu adalah slogan dia, jangan dipikirkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Begitukah? Em -? ...Gadis kecil ini adalah....?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elf melihat ke layar, masih belum yakin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Eromagana-sensei mendekat, dan berkata dengan jelas: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Kau juga kecil -]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena dia mengenakan topeng, adegan ini terlihat sedikit tidak nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu tiba-tiba, &#039;Dia&#039; berkata kepada Elf dengan suara yang tidak dapat dipercaya: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Eh? Eh eh? Hey heyheyhey ----] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku berpikir dia akan melanjutkan untuk mengganggunya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Manis! Elf-sensei, kau benar-benar Manis! Hei hei, celana dalam jenis apa yang sekarang sedang kau pakai ?] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh? ...Itu terbuat dari sutra....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir saja Elf  menjawab, tapi dia segera tersadar dan memerah: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei, hei heihei, apa yang baru saja kau tanyakan? Aku hampir menjawabnya!&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Oo - celana dalam sutra ya? Apa warnanya? Putih?] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dengarkan aku ----!!&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elf menyambar laptop dari tanganku dan mulai mengguncangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Wow wow... jika kau mengguncangnya seperti itu maka itu akan membuatku merasa tidak nyaman.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena suaranya berasal dari pengubah suara, aku tidak bisa menebak apa yang sedang dipikirkannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Masamune!&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elf berpaling kearahku dan menunjuk kearah layar laptop. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa maksudnya ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Ini adalah Eromanga-sensei yang menjadi favoritmu... &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bertanya tentang warna dari celana dalamku pada saat pertemuan pertama ? Itu seperti kakek tua yang mesum!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Kau tahu, tidak ada gunanya memberitahuku tentang hal itu...&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Ehehehe, bolehkah aku memanggilmu Elf-chan ? Apakah itu nama aslimu ? Berapa usiamu?] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kuh....!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elf nampak malu, dia berpaling dari layar dan mengeluh kepadaku:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Orang mesum ini benar-benar Eromanga-sensei? Bukankah ini adalah kau yang tertarik dengan pakaian dalamku lalu merekam video ini untuk menipuku ?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau salah! Aku benar-benar tidak tertarik pakaian dalammu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ini juga pertama kali aku melihatnya! Siapa sangka bahwa Eromanga-sensei akan bereaksi seperti ini terhadap seorang gadis...!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Cobalah terus berbicara dengannya dan kau akan tahu apakah ini adalah rekaman atau bukan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mwu...kau benar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyerah dan menerimanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti saat dia mengambil seseuatu yang kotor, Elf mengambil laptop dan melihat ke layar dengan tatapan yang jijik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Meskipun aku tidak mau mengakuinya.... tapi Eromanga-sensei ini... &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Apakah aku tidak seperti yang kau bayangkan?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tenang Eromanga-sensei menjawab melalui Skype.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan, nama pena &#039;Eromanga-sensei&#039; benar-benar cocok denganmu – hanya saja, yah, ketika kau terlihat seperti &#039;seorang loli&amp;lt;ref&amp;gt; Loli : seorang gadis cantik yang masih berusia sangat muda (biasanya masih berusia dibawah 20 tahun).&amp;lt;/ref&amp;gt; cantik dengan rambut perak&#039;, tapi sebenarnya kau adalah &#039;True Ancestor Vampire&#039;&amp;lt;ref&amp;gt; Sebuah referensi dari Nasuverse, Tsukihime(Visual Novel). True Ancestor (Pewaris Asli) pada dasarnya yaitu vampir yang pertama ada, yang paling terkenal adalah Arcureid.&amp;lt;/ref&amp;gt; – perbedaannya terlalu jauh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Jangan gunakan perbandingan yang aneh seperti itu, tidak peduli betapa mudahnya itu untuk dimengerti.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elf melihat kearahku:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dari naskahmu, kepribadian gadis ini tampaknya jauh lebih buruk.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, tidak. Diri aslinya adalah ero&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Nii!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eromanga-sensei berteriak tanpa memakai pengubah suara. Elf menunjuk Sagiri dan bertanya: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Gadis ini ero?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yup, Heroine di naskahku bersumber dari kepribadian Sagiri.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mencoba untuk menyamarkannya, tapi dia adalah model dasarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Dengarkan aku! Bagian mana dariku yang ero? Dengarkan aku... Dengar!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di layar, Sagiri tampak ketakutan: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Nii, nii-san --- kau membiarkannya membaca naskah itu?] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, aku belum bilang kepadamu ?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dulu, ketika aku dan Elf sedang bertanding, kami membaca naskah lawan kami masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elf mengikutiku dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak hanya membacanya, tapi aku juga tahu semuanya. Luar biasa! Sebuah surat cinta yang panas...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Sampai sejauh itu...... hummmmmmmmmmmmmm] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tunggu, apa ?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elf meletakkan laptop didepannya. Matanya dan Sagiri saling menatap satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
....cuma imajinasiku kah ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika mereka saling bertatapan, kupikir aku melihat kilatan cahaya ditengahnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;........&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;..........&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa saat kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, lupakan saja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elf berkata lebih dulu. Dia tersenyum dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Izinkan aku untuk memperkenalkan diriku kembali... senang bertemu denganmu, Eromanga-sensei. Adalah sebuah kehormatan untukku. Seperti yang kau tahu, aku adalah Yamada Elf. Aku adalah seseorang yang diberkahi kecantikan dari dewa, juga novelis jenius yang akan menyelamatkan industri light novel dari kegelapan.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih dengan cara perkenalan-diri yang berlebihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Em, senang bertemu denganmu, Elf-chan. Aku tidak akan memperkenalkan diri.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah – Tolong gambarkan ilustrasi untuk novelku juga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Oke. Pada saat video langsung berikutnya aku akan menggambarnya.] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa itu bukanlah apa yang Elf minta. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku tidak akan menyerah untuk memintamu menjadi partnerku.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah yang terpikir olehku tentang apa yang diumumkan Elf kepada Eromanga-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Sagiri juga menyadarinya, mungkin juga tidak. Tapi dia segera mengganti topik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Ah - omong-omong, Elf-chan. Apakah hubungangmu dengan Izumi-sensei berjalan baik?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tidak mungkin. Bagaimana bisa.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, meskipun aku berpikir seperti itu, jawaban Elf bukanlah seperti yang kuduga. Dia meletakkan tangannya di bahuku dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bisa dibilang itu -! Kami adalah sahabat! Benar kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan, bukan seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa kau malu begitu! Kita memanggil satu sama lainnya dengan &#039;Masamune&#039; dan &#039;Tuan Putri&#039;, benar kan ?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan mengarang! Sejak kapan aku memanggilmu &#039;Tuan Putri&#039;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Loh? Baru saja ketika kau membawaku seperti seorang putri, bukankah kau memanggilku begitu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak mungkin! Untuk berbicara seperti itu dalam keadaan seperti ini, hanya protagonis dalam tulisanmu saja yang akan melakukannya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Loh loh, sepertinya aku salah – jadi, Masamune, bisakah kau memelukku dan memanggilku &#039;Tuan Putri&#039; dengan sepenuh hati ? Tidak perlu malu-malu, anggap saja ini adalah hadiah untuk aksimu sebelumnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Berhenti bercanda, kau mengganggu, lepaskan aku!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melepaskan tangan Elf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mwu, tidak perlu untuk malu. Dasar pria yang sopan.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sangat menyebalkan.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ini, Eromanga-sensei berkata dengan nada datar, tanpa emosi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Ya - Sebuah hubungan yang sangat baik.] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Begitulah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Siapa saja yang memiliki hubungan yang baik dengan Izumi-sensei bukanlaaaaaaaaaaaaaah urusanku! Apakah kau memanggilku hanya untuk melihat ini?] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Kenapa kau mulai marah sekarang?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, tidak. Seperti yang kukatakan sebelumnya, Elf ingin bertemu Eromanga-sensei --- ditambah lagi aku juga ingin bertanya kepadanya bagaimana cara membuat sebuah outline.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah - Iya, kau benar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya Elf &#039;mengingat&#039; itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya kami bisa kembali ke topic utama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:::::::::::::::::: * * * * * &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami – Izumi Masamune, Yamada Elf, dan Eromanga-sensei – mulai mendiskusikan bagaimana cara membuat outline sebuah  novel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
.....tapi apa yang tidak kami duga adalah.....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi, jika kau bertanya padaku tentang membuat outline, aku juga akan kerepotan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya harapanku membuat komentar tak terduga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Karena sebelumnya aku tidak pernah membuat &#039;ini adalah apa yang akan kutulis&#039;. Sebagai seorang penulis laris, aku tidak pernah menulis outline untuk novel. Semua novelku sudah ada didalam kepalaku, jadi tidak ada gunanya bagiku untuk menuliskannya. Selain itu, outline novel hanyalah sebuah alasan dari penulis untuk menulis sesuatu yang dia inginkan, bukan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;---- Baru saja, apa yang kau katakan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa kalau aku baru saja mendengarkan sesuatu yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebagai contoh, &#039;meskipun deadline&amp;lt;ref&amp;gt;Batas Waktu&amp;lt;/ref&amp;gt; sudah lewat, sebuah game baru dirilis hari ini, jadi aku menghabiskan lima menit untuk menulis sesuatu yang mirip diwaktu deadline itu dan menyerahkannya kepada editorku&#039;. Lalu aku berpikir ‘Oke, hari ini aku menyelesaikan outline!’ Lalu kemudian... &amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elf melanjutkan, sepertinya dia sedang serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pelayanku yang pekerja keras berkata &#039;terima kasih atas pekerjaanmu&#039; atau &#039;kami akan menantikan novelmu yang berikutnya&#039; dan seterusnya.... Lalu aku merasa kalau aku sudah bekerja keras, yang berarti aku bisa menikmati memainkan game baruku dengan aman!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itulah kenapa editormu memutuskan untuk mengawasimu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kau menuai apa yang kau tanam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mau bagaimana lagi! Karena itu adalah game terbaru!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku benar-benar ingin untuk mengekspos diri sebenarnya dari Yamada-sensei kepada penggemarnya. Mereka semua sedang berpikir &#039;Sekarang ini Sensei pasti sedang berusaha keras untuk menulis.&#039; Atau &#039;Aku dapat membaca novel berikutnya dengan segera.&#039; Mereka semua percaya kepadamu... tapi kau masih punya waktu untuk bermain game?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau tidak perlu untuk berkata seperti itu! Aku bukanlah satu-satunya! Kita semua adalah sama!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak mungkin! Kau adalah pengecualian!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mustahil! Semuanya harus bermain dan terus bermain-main!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, Elf dan aku benar-benar berbeda pendapat. Eromanga–sensei menengahi kami:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Izumi-sensei bekerja keras setiap hari.] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh!?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elf dan aku melihat ke layar skype.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Meskipun itu terjadi baru-baru ini, Izumi-sensei menulis sampai tengah malam setiap hari setelah sepulang sekolah.] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, jadi dia tahu. Meskipun dia tidak meninggalkan kamarnya, dia tetap bisa mendengar kamarku ya ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk seorang hikokomori, mereka bisa membangkitkan indera ketujuh&amp;lt;ref&amp;gt; Anime Saint Seiya [saintseiya.wikia.com/wiki/Seventh_sense]&amp;lt;/ref&amp;gt; mereka untuk menyadari ini. Dan tidak perlu disebutkan, ini kemampuan Eromanga-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Di malam hari, kadang-kadang dia berteriak &#039;Aku tidak bisa menulis itu seperti ini!&#039; dan berlari keluar.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu adalah kebiasaan umum dari seorang novelis, jadi tolonglah berpura-pura kau tidak melihatnya. Kami semua adalah sama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Benar kan!? Semua orang seperti itu kan!? Aku bukanlah pengecualian kan!? Aku lega...!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[-- Singkatnya, seperti itulah hari-hari Izumi-sensei. Terlebih lagi selama akhir pekan, dia terus bekerja sampai hari Senin tanpa tidur.] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eromanga-sensei berkata dengan nada sedikit bangga. Lalu dia mengejek Elf: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Aku tidak tahu dengan novelis lainnya. Tapi Izumi-sensei tidaklah sepertimu.] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.... Eromanga-sensei.&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Aku sedikit tersentuh mendengarnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa-apaan itu! Membosankan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elf memegang laptop dan mencoba mengambil inisiatif:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sudah cukup - bekerja nonstop setiap hari itu membosankan - lihatlah negara ini, kapankah mereka mengganti pandangannya mengenai hal ini ? Bekerja keras sepanjang hidupmu tanpa beristirahat? Aku tidak bisa menerimanya. Kenapa kau tidak mengambil contoh lainnya? Mengatur pekerjaanmu? Kenapa kau memilih jalan paling menyedihkan, bekerja tujuh hari dalam seminggu? Benar-benar bodoh! Bisa memilih kapan untuk beristirahat, bukankah itu hal yang baik untuk menjadi seorang novelis yang professional?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis ini benar-benar mengatakan apa saja yang ada dipikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun dia tidak bisa beristirahat dengan bebas, karena sekarang dia sedang berlindung di rumahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang kau katakan? Bukankah bisa bekerja bahkan di akhir pekan adalah hal yang bagus untuk pekerjaan ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah - cukup cukup. Jijik jijik jijik, kau luar biasa menakjubkan. Lakukan apapun yang kau suka, aku tidak peduli.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Mwu.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun semua yang dia katakan membuatku marah, tapi kata-kata terakhirnya... apa aku salah memahaminya?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Elf memberikan laptop kepadaku lalu menunjuk ke layar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;— kita tidak perlu berkata apapun lagi tentang pekerjaan. Tidak peduli berapa lama kita berbicara kita tidak akan pernah sependapat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan akhirnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertemuan formal pertama diantara Eromanga-sensei dan Yamada Elf-sensei secara resmi dimulai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:::::::::::::::::: * * * * *&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Omong-Omong, Masamune, Eromanga-sensei, karena sekarang kita punya waktu luang, bagaimana kalau kita memainkan sebuah game?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elf berkata, sepertinya dia sudah melupakan semua yang baru saja terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[...Oh...yah...baru saja. Bukankah kita sedang mendiskusikan sesuatu?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eromanga-sensei terlihat kaget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, kita sedang membahas mengenai outline novelku, jangan akhiri pembahasan ditengah jalan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benarkah ? Yah, terserahlah – apa kau punya Siscalypse&amp;lt;ref&amp;gt; Sebuah game fighting dalam serial Oreimo (Ya benar, pengarang Eromanga dan Oreimo adalah orang yang sama.)&amp;lt;/ref&amp;gt; atau Street Fighter 4 ? Aku tidak membawa game Monster Hunter ku ---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yamada Elf benar-benar luar biasa dalam hal mengganti topik pembicaraan. Semua orang terkejut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak dapat menahan diri mengingat kembali hari setelah kami memutuskan untuk bertanding, dia langsung memanggilku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Eromanga-sensei agak bingung, dia menjawab:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[...Karena aku tidak bisa meninggalkan kamarku... jika itu online... melalui internet... maka kita bisa...]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah - lalu Masamune! Pinjamkan aku laptop! Ambilkan beberapa camilan dan stik game... dan hal-hal penting lainnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Tunggu, kalian berdua... mengenai outline-ku.... &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankah aku sudah memberikanmu saran yang berharga ? Sisanya lakukanlah sendiri.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku merasa kau tidak memberikanku apapun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elf tidak menghiraukan perkataanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eromanga–sensei, apa yang akan kita mainkan? Ah, Jenis game apa yang aku suka ? Aku melihat banyak sekali konsol game di kamarmu, dan selama video langsung kau juga menyebutkannya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[...Yah....kau menyukainya?] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu saja! Sempurna! Aku bisa bermain denganmu kapanpun aku mau ---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena Elf bersikap seperti seorang teman dekat, Sagiri menjadi terpengaruh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa ini adalah hal yang luar biasa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar-benar...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena dia seperti itu – dia mengambil kesempatan yang pertama dariku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bermain game bersama dengan adikku... Meskipun sudah menghabiskan satu tahun, aku tidak dapat melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit... tidak, Banyak......penyesalan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi ---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang kau butuhkan? Aku akan membawanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diwaktu yang sama, aku merasa senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang Elf katakan – ada beberapa hal yang lebih penting daripada pekerjaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melupakan pekerjaanku sejenak, dan bermain dengan adikku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:::::::::::::::::: * * * * *&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena Elf meminta camilan, aku pergi ke mall didekat stasiun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku kembali dan membuka pintu, aku menyadari bahwa rumahku menjadi sunyi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;..........?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aneh. Sebelum aku pergi, mereka berdua sangat bersemangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa mereka sudah lelah ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena mereka berada di level yang sama, seharusnya mereka masih berperang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun aku merasa sedikit ragu, Aku berjalan melewati pintu masuk dan sampai di pintu ruang keluarga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu aku membukanya dengan pelan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan--- &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;--------------------&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemandangan yang sangat ajaib muncul di hadapanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ba, babababa bagaimana aku mengatakannya...! Itu, itu.... !&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh sial, aku akan langsung menjelaskannya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elf meletakkan laptopku diatas meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Ero_Manga_Sensei_v02_070.jpg|thumb|right]]&lt;br /&gt;
Dan dia sedang mengangkat roknya didepan itu, memperlihatkan celana dalamnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A, ap, apa.... &amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghadapi kenyataan ini, aku kehilangan kemampunaku untuk berkata-kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diwaktu yang sama, Elf – yang sedang melakukan tindakan tak tahu malu ini di ruang keluargaku masih berbicara ke laptop. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei, apakah ini bisa? &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apa yang dia katakan ? Tidak tidaktidak, apa yang sedang dia lakukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini benar-benar tindakan mesum. Apa yang harus kulakukan?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh, hei!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mari akhiri ini sekarang juga. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu akhirnya Elf melihatku, dia kaget, seluruh tubuhnya membeku ditempat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, seperti boneka yang rusak, dengan kaku dia berpaling kearahku:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ja, Jangan melihatku seperti itu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cepat aku mengalihkan pandanganku dan melambaikan tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ma, Masamune!? Su, su sudah berapa lama kau berada disana?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elf berteriak. Seluruh mukanya menjadi merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha! Mung, mungkinkah kau berbohong saat kau berkata bahwa kau akan pergi membeli sesuatu!? Kau sebenarnya masih tetap mengawasiku? Dasar penulis novel mesum! Tidak tahu malu--- &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku benar-benar baru kembali dari berbelanja, Lihat, ini buktinya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengangkat tanganku dan menunjukkan kepadanya kantong plastik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan kau, apa yang kau lakukan didalam ruangan orang lain! Ah, mungkinkah... kau memakai laptopku untuk menunjukkan celana dalammu di website ero....!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak! Kau, kau kau kau, bagaimana bisa kau berpikir seperti itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi katakan padaku apa yang sedang kau lakukan ? Mengangkat rokmu untuk merekam video ero dirimu sendiri ?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berpikir dia akan menyangkalnya, tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar! Kau benar!&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Entah bagaimana aku benar!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang kau rencanakan, meninggalkan video ero-mu di laptopku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari apa yang terlihat, dia cukup gila juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Video itu bukan untukmu! Maksudku, aku hanya menunjukkan celana dalamku kepada Eromanga-sensei!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun kesalahpahaman sudah selesai, sikap Elf tidak berubah.&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Apa yang kau tunjukkan kepada adikku?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Tunggu dulu... aku bingung... jadi....apa yang sebenarnya sedang terjadi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seperti yang kukatakan! Ketika kau tidak ada disini, Eromanga-sensei dan aku bermain game dan sedang chatting, lalu aku meminta &#039;sebuah ilustrasi ero dari heroine di novel debutku&#039; sebagai suvenir.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia benar-benar tidak tahu malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu Eromanga-sensei berkata &#039;perlihatkan kepadaku celana dalammu dan aku akan membuatkan ilustrasi itu.&#039;&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;.................&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku jatuh terduduk, memegang kepalaku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.....Sagiri?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memanggil nama aslinya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
[ Karena, karena...] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di layar, atau lebih tepatnya di layar skype adalah seseorang yang memakai jubah panjang dan topeng. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Karena aku ingin melihat celana dalam!] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Dia benar-benar terdengar seperti seorang kriminal. Haruskah aku memanggil polisi?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditengah semua kesialan ini, dia kembali bersikap sebagai Sagiri bukan sebagai Eromanga-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Ketika aku melihat Yamada-san, Aku merasa bahwa pakaian yang dikenakannya sangat cantik, aku penasaran celana dalam jenis apa yang dipakainya...]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Bisakah aku memintamu untuk berhenti bicara seperti ini melalui pengubah suara?&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang Elf katakan, dia terdengar seperti kakek tua yang mesum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Sebagai seorang ilustrator, ketika aku melihat seorang gadis manis, aku hanya dapat berpikir tentang celana dalamnya. Aku tidak bisa menahannya! Setiap ilustrator akan seperti itu!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
WOW, itu adalah sesuatu yang berbahaya. Untung saja tidak ada ilustrator lainnya disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi sebagai bayaran untuk ilustrasinya, Eromanga-sensei memintaku melakukan pose itu. Aku melakukan apapun yang dia minta, tolong jangan salah paham.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Heheh... ilustrasi telanjang berikutnya dari Yamada-sensei akan menjadi lebih bagus.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Kalian berdua benar-benar akrab.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini seperti hubungan yang saling menguntungkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar bukan? Jika kau berpikir seperti itu juga, maka serahkan Eromanga-sensei kepadaku!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu adalah hal yang mustahil!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menolak permintaan Elf, tapi dia tidak menyerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Omong-omong, Eromanga-sensei. Baru saja kau bilang ‘ilustrasi telanjang berikutnya dari Yamada-sensei akan menjadi lebih bagus’ apa maksudnya itu ? Kau sudah pernah menggambarku sekali?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Iya benar. Aku bahkan membiarkan Nii-san melihatnya.] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hey! Tunggu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Kenapa sekarang namaku tiba-tiba muncul ?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elf menatapku seperti dia adalah seorang korban pemerkosaan: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Masamune...kau...buruk...&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini adalah kesalahpahaman! Sagiri! Tolong jangan mengatakan sesuatu yang bisa dengan mudah disalahartikan! Apa yang baru saja kau katakan terdengar seperti aku meminta adikku untuk menggambar sebuah gambar telanjang dari tetangga sebelah rumah kita...!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Yamada-sensei... Nii-san adalah orang mesum paling parah, kau baru menyadarinya sekarang? ]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan menuangkan minyak kedalam api! Bantu aku untuk memikirkan cara menjelaskan kesalahpahaman ini! Aku tidak ingin dipanggil Elf sebagai orang mesum atau apapun....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh? Apa maksudnya itu ? Apakah itu artinya kau mencintaiku?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku hanya tidak ingin dipanggil mesum oleh orang mesum lainnya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebenarnya kau mencintaiku bukan? Kau ingin menikahiku – si novelis wanita yang cantik, terhormat, dan jenius ini, benar bukan?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak tahan lagi! Aku ingin memutuskan semua hubunganku dengannya! Dia membuat tenggorokanku menjadi sangat sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan akhirnya, ruang keluarga Izumi berubah menjadi sebuah kekacauan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba --- &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Ding dong*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Bel pintu berdering. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Siapa itu?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku meinggalkan Elf dan Eromanga-sensei (di laptop) di ruang keluarga dan pergi ke pintu depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebentar, siapa disitu – ack!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tertegun sejenak. Karena aku mengenali beberapa diantara mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu hari dibulan Juni, kelompok pria yang memakai kacamata matahari dan berpakaian setelan hitam ini&amp;lt;ref&amp;gt; Kira-kira seperti agen dalam film MIB(Men In Black).&amp;lt;/ref&amp;gt; membawa Elf keluar dari rumahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak perlu dijelaskan lagi. Mereka datang kemari untuk mencari Elf yang hilang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;............&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;..............&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diriku dan kelompok berjas hitam ini tidak berkata apa-apa sambil menatap satu sama lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena setelah apa yang terjadi sebelumnya, mereka sudah tahu tentang diriku, dan tentang hubungangku dengan Elf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan sangat sulit untuk membuktikan bahwa aku tidak bersalah. Jadi, kebohongan apa yang sebaiknya kukatakan ---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- Sebenarnya, kenapa aku harus membohongi mereka ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:::::::::::::::::: * * * * *&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu menit kemudian. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Wahhhhhhhhhh!!! Masamune, kau menjualku bukan!!!&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elf ditangkap di ruang keluarga rumahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak---! Aku tidak mau bekerja---! Game! Aku ingin bermain game---! Aku ingin Eromgana-sensei menggambar ilustrasi untukku-! &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelompok berjas hitam yang memakai kacamata itu memegang kaki Elf dan menyeretnya keluar, mengabaikan fakta bahwa kuku jarinya sedang mencoba memegang lantai. Meskipun aku sudah pernah melihat ini sebelumnya, pemandangan ini tetap saja menakutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hanya dapat melihat mereka membawa Elf kearah pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kuh! Aku masih punya penyesalan! Tapi aku percaya padamu, Masamune! Kau pasti akan datang ketempat iblis ini untuk mengurungku..! Aku percaya padamu! Cepatlah datang untuk menolongku !&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039; Jangan mengarang imajinasimu sendiri. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kuh, kuhhhhhhhhhhhhh!!!&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:&#039;&#039;Crekkkkkkkkkk - Brak!!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan itu puntu depan terbanting menutup, semuanya kembali menjadi tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.. Benar-benar... tidak peduli berapa banyak keributan yang dia sebabkan, dia tetap perlu untuk datang kembali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena Elf dibawa keluar dari rumahku, berikutnya dia mungkin akan dipindahkan ke penjara di Shinjuku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[..Nii-san, tentang ilustrasi yang dimintanya, bagaimana... ?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Gambarkan satu untuknya jika kau ada waktu – dan tentang ini...&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihat ke layar laptop dengan pikiran bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.. Video celana dalam ini ... apa yang harus kita lakukan dengannya ?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[ Berikan kepadaku dan segera hapus setelahnya. Aku benar-benar melarangmu untuk melihatnya.]&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;... Ah, benar, menyimpannya bisa menjadi lebih buruk, bukan. Mereka mungkin akan menangkapku karena undang-undang perlindungan anak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Tidak masalah. Kami berdua adalah wanita, dan ini adalah seni – jadi kirimkan itu kepadaku, aku sekarang penuh dengan kreativitas.] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Kau benar-benar ingin melihat celana dalam ? Kenapa kau tidak melihat punyamu sendiri?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku benar-benar ingin mengatakannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Baiklah kalau begitu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berpaling kearah laptop. Eromanga-sensei juga membuka topengnya, dan memperlihatkan wajahnya yang normal. Aku bertanya kepada adikku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sagiri. Ketika aku keluar membeli camilan, apa yang kalian bicarakan ?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[--- Bukan sesuatu yang penting.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Begitukah ? Lalu, apa pendapatmu mengenai Elf ?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Orang Aneh.] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[...Bagaimana ?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ti, Tidak – mari undang dia lagi untuk datang kerumah kita jika ada kesempatan. Tentu saja setelah dia menyelesaikan naskahnya.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[............] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hening sejenak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Um.] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri mengangguk. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Catatan Penerjemah dan Referensi ==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Mundur ke [[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Maju ke [[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Bab 2|Bab 2]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Nohnyangkut</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:Nohnyangkut&amp;diff=382755</id>
		<title>User:Nohnyangkut</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:Nohnyangkut&amp;diff=382755"/>
		<updated>2014-08-17T12:53:03Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Nohnyangkut: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;I&#039;m new translator in Baka-Tsuki. So, please tak care of me, senpai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
....&lt;br /&gt;
Saya tidak menjamin kualitas naskah yang saya terjemahkan&lt;br /&gt;
Tapi jika ada kritik atau lainnya, silakan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contact me: nounonyangkut[at]gmail[dot]com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[http://www.kaskus.co.id/profile/7068560 Kaskus]&lt;br /&gt;
[http://forum.indowebster.com/member.php?u=1070555 Indowebster]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Nohnyangkut</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei_(Bahasa_Indonesia):Jilid_1_Bab_1&amp;diff=382703</id>
		<title>Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 1</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei_(Bahasa_Indonesia):Jilid_1_Bab_1&amp;diff=382703"/>
		<updated>2014-08-17T08:57:23Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Nohnyangkut: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Ero Manga Sensei (Indonesia): Jilid 1 Bab 1 (60%)==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menilik kembali saat adik perempuanku pulang ke rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu bulan Maret. Cuacanya bagus dan hangat. Namun, pada hari itu bersalju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bersembunyi di belakang punggung Ibuku, kepalanya menunduk dan diam-diam melirikku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Mulai hari ini, dia adalah adik perempuanmu.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menerima permintaan Ibuku, aku tersenyum dan mengatakan ‘Tentu’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibu mendorongnya maju kedepan. Dengan agak malu dia maju beberapa langkah, menunduk, dan berbisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Senang bertemu denganmu, Onii-san”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, aku jarang bertemu dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Bab 1 ====&lt;br /&gt;
[[File:Ero_Manga_Sensei_v01_009.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
Suatu hari di bulan April, aku sedang membuat makan malam di dapur. Tiba-tiba terdengar *Bang*! Plafon rumah tergoyang sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Bang bang bang bang*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya iya! Ini sudah siap kok!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memegang panci panas dengan satu tangan, dan satunya memecah telur lalu kumasukkan ke atas panci. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Zzzzzhhtttttt*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Aku mengambil telur lain dan mendesah,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- Sungguh merepotkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengerti apa yang terjadi di sini, kalian harus tahu tentang kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namaku Izumi Masamune. Lima belas tahun. Kelas satu SMA.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adik perempuanku bernama Izumi Sagiri. Dua belas tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, entah kenapa, aku hidup hanya berdua dengan adik perempuanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia merupakan satu-satunya keluarga yang aku miliki sekarang. Dia jarang meninggalkan kamarnya --- dalam kata lain, hikikomori &amp;lt;ref&amp;gt;Hikikomori (ひきこもり atau 引き籠もり merupakan sebutan yang berasal dari Jepang untuk seseorang yang menarik diri dari masyarakat dan dunia nyata. Bisa dideskripsikan sebagai seorang penyendiri.&amp;lt;/ref&amp;gt;. Tentu saja dia pun tidak pergi ke sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan hanya itu, bahkan dia tidak membukakan pintu untukku – kakaknya sendiri, sebagai orang tua yang menjaganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku pikir hikikomori sudah tidak ada lagi.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia orang yang sangat suka kebersihan, tapi jika aku tidak pergi keluar rumah, mungkin dia tidak akan mandi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percakapanku dengan adikku hanyalah kejadian itu – suara berisik dari atas plafon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yap, benar-benar merepotkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun demikian, aku juga punya permasalahan sendiri. Tapi, sejujurnya mungkin hal itulah yang membuatku bermasalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus, sudah selesai”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telur goreng dobel di kedua sisi dengan tomat dan daun selada – sepiring salad. Bumbu penyedap yang aku gunakan hanyalah sedikit garam karena aku tidak yakin dengan cita rasa adikku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Makan malam seperti biasa”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah satu tahun, aku selalu membuat makanan ini. Aku meletakkan semuanya di atas piring dan kubawa menuju kamar adikku. Melewati lantai pertama yang kosong, lalu menaiki tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiap langkah, lantai yang kuinjak mencicit. Ini merupakan bel makan malam untuk adik perempuanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidup hanya berdua, rumah ini terlalu besar untuk dua orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di pintu kamar adik perempuanku – si hikikomori – ada cap tulisan dengan bentuk menyerupai hati bertuliskan “Sagiri”. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan lembut aku mengetuk pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sagiri, ini makan malamnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menunggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu menit yang sunyi ~ lalu aku menaruh piring di depan pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Makanannya kutaruh di sini, selamat makan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah tak terhitung ketika aku menggaruk pelipisku dan mendesah. Lalu aku mengambil selembar kertas dan bolpoin dan mulai menulis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menulis pesan di kertas dan kutaruh di samping piring – hari ini juga begitu, aku melakukan hal tersebut untuk berkomunikasi dengan adik perempuanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;--- Keluarlah, aku ingin melihatmu.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah satu-satunya keinginanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu tahun yang lalu, aku bertengkar. Tentu saja itu hanya perumpamaan.Tapi, jika kalian bertanya terhadap apa aku bertengkar, yah...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terhadap adik perempuanku yang menolak untuk keluar dari kamarnya. Terhadap pengasuh kami yang baru saja datang. Saat masih murid  SMA – seperti itulah pertengkarannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami bukanlah kakak adik yang terjalin oleh hubunga darah. Kami hanya anak yang mengikuti orang tua kami saat mereka menikah lagi. Lalu mereka meninggalkan kami untuk berbulan madu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak peduli bagaimana aku melihatnya, mereka bertingkah seperti pasangan siswa SMA yang sedang dimabuk cinta.&lt;br /&gt;
Bagian selanjutnya aku agak lupa, jadi kita lewati saja. Singkatnya, saat ini, kami kakak beradik yang hanya tinggal disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu... adik perempuanku satu-satunya bersembunyi di dalam kamarnya... dan tidak pernah mencoba berkomunikasi dengan orang lain lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berbisik, tidak yakin apakah aku bertanya pada diriku sendiri atau pada adik perempuanku. Mungkin dua-duanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seusai makan malam, aku kembali ke kamarku di lantai pertama dan duduk di depan meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, saatnya bekerja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memulai membuka laptop berukuran B5. &amp;lt;ref&amp;gt;Ukuran kertas. [http://en.wikipedia.org/wiki/Paper_size#B_series | Cek disini]&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang aku bekerja sebagai novelis profesional. Bahasa gaulnya, kalian bisa memanggilku penulis light novel.&lt;br /&gt;
Sewaktu tahun pertamaku di SMP, aku mendapatkan hadiah di perlombaan menulis light novel. Sejak saat itu, selama tiga tahun, aku bekerja dan pergi ke sekolah di waktu yang sama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal itu termasuk jarang bagi penulis yang masih duduk di bangku SMP, jadi tidak orang yang lebih muda dariku di bidang ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena aku mendapatkan hadiah dari usaha pertamaku, ada banyak permasalahan dan penderitaan yang dialami penulis lain yang tidak aku mengerti. Saat itu, aku berpikir ‘Aku orang genius’ dan agak sedikit sombong. Meski begitu, kepercayaandiriku yang dusta segera hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, yang hanya aku pikirkan adalah ‘Hanya keberuntunganku’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bolpoinku bernama Izumu Masamune. Seperti nama asliku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merahasiakannya dari keluargaku dan teman kerja yang membantuku. Demikian pula dengan teman sekelasku, bahkan mereka tidak tahu ada seorang pengarang di SMA sepertiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---Hingga...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang akan terjadi jika aku terekspos?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bergumam dengan rasa risau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini karena kemarin, untuk pertama kalinya aku mengikuti ambil bagian suatu event. Event autograf &amp;lt;ref&amp;gt;Bisa diartikan penanda tanganan kontrak.&amp;lt;/ref&amp;gt; pertama setelah tiga tahun aku berdebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku akan merasa sangat malu jika teman sekelasku mengetahuinya, jadi aku selalu menolak event seperti itu. Tapi, kemarin merupakan kasus yang istimewa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bulan kemarin, aku menulis novel tentang pertarungan dengan kekuatan spesial. Setelah itu, akhirnya aku menetapkannya sebagai waktu bagi ‘Izumi Masamune’ untuk muncul di hadapan publik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah sebabnya, kemarin, aku pergi ke sebuah tempat di Ikebukuro, Sunshine.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disana menyenangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski awalnya aku takut akan pengagumku, segera aku menyesuaikan diri. Bagaimanapun juga, hal ini merupakan kesempatan jarang untuk melihat bagaimana karyaku diterima oleh masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Menyenangkan! Aku sangat bahagia! Benar-benar bahagia! Aku sangat menyukai karakter ini&#039;&#039; – seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisa mendengar langsung penggemarku begitu memberikanku dorongan percaya diri dan keberanian yang sangat besar. Itu seperti seluruh jendela baru terbuka di depan mataku. Aku sangat bersukur kepada editorku yang berkata padaku untuk melakukan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejauh ini, semuanya berlangsung baik-baik saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tetap saja, setelah acara autograf selesai, aku memerhatikan satu hal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah penggemar Izumi Masamune bertemu dengannya, niscaya mereka akan membicarakannya di internet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski ini hanyalah event penanda tanganan dan dilarang mengambil gambar, fakta aku masih murid SMA akan terbongkar sewaktu aku bicara dengan mereka. Karena nama bolpoinku juga sama dengan nama asliku, ada resiko kalau ada seseorang menemukan kalau aku Izumi Masamune, seorang murid SMA.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gawat. Benar-benar gawat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seseorang di sekolah memanggilku ‘Izumi-sensei’ atau lainnya, mungkin aku akan mati dengan keadaan malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah sebabnya ----&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak mencoba mencari namaku sendiri di internet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Ha...fiuh... tenang.....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengelap keringat di keningku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengingatnya sewaktu debut pertamaku, aku pernah membuat kesalahan sekali. Setelah itu, benar-benar trauma yang buruk sehingga aku berjanji tidak akan pernah mencari nama bolpoinku atau novelku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dulu, jiwa psikologisku terserang sangat hebat, bahkan sampai sekarang, aku masih bermasalah ketika memikirkannya. Jadi aku sangat terkesan oleh pengarang itu yang bisa dengan santai membaca semua ulasan tentang karya-karya mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berganti topik yang lain. Dibawah pengetahuan yang tangguh tentang betapa berbahayanya tindakanku, kemarin aku mulai mencari-cari tentang event autograf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu aku browsing &amp;lt;ada plihan kata selain browsing?&amp;gt; berbagai macam blog dan membaca komentar mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tadi menyenangkan bisa berbicara dengan Izumi-sensei” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;--- Tidak tidak, justru bisa melihat pembacaku mempunyai waktu yang baik, akulah yang merasa senang.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Hm, disini bilang “Izumi-sensei sangat muda, ya, seperti yang ledenda bilang” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;--- Hm? Legenda apa?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;---- Fiuh... Semuanya berjalan baik...untuk sekarang.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menepuk perlahan dadaku dan mulai membaca tentang kesan dari event ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejauh ini, tidak ada yang terlihat tidak normal...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya saja, saat aku memikirkannya, ada sesuatu yang menangkap penglihatanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ugh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tanda tangan Izumi-sensei sangat sulit dibaca.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ughhhhhhhhh”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menjerit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahhh... ahhh....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tulisan tangan Sensei juga sangat jelek~~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wow...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Betul, benar-benar jelek.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sangat jelek.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dimana sih dia mendapatkan pelajaran sekolah dasar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ughhhhhhhhhhhhh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ada batasnya tentang berapa banyak kata-kata pedas yang kalian berikan padaku. Ini merupakan hal paling buruk yang pernah aku lihat.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Tap tap tap*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Blog sialan! Bukannya aku memilih tanda tangan itu! Dari awal aku memang tidak pernah berlatih tanda tangan! Bagaimana aku bisa tahu apa yang harus aku lakukan ketika kalian tiba-tiba menyodorkan selembar kertas padaku yang berisi restumu? Aku penulis, bukan artis, bodoh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengetik dengan marah menggunakan keyboardku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- &amp;lt;nowiki&amp;gt;*Bang*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adik perempuanku menghentak-hentak atap, memberikan tanda protes “Berisik!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamarnya tepat di atas kamarku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Yaa... yaa... yaaa...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memandang plafon dan menggigit bibirku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu dia! Itulah sebabnya aku membenci internet! Aku benar-benar ingin menangis!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Seandainya itu komentar tanpa nama pun, mereka harus tahu apa yang boleh dan yang tidak boleh dikatakan.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ingat baik-baik.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Tap*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetesan air mataku berlahan jatuh di atas laptop.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang pukul 7 malam. Bermaksud membeli buku untuk mengubah suasana hatiku, aku pergi ke toko buku Takasago. Toko buku merupakan toko yang berusaha sendiri. Mempunyai dua lantai. Meski tidak terlalu besar, namun mempunyai jumlah light novel yang cukup dan suasana yang nyaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar-benar... berlebihan. Hal ini normal di internet,&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang mengatakan kalimat itu sambil tersenyum sinis adalah pelayan toko buku ini, Takasago Tomoe. Perempuan berambut hitam panjang dengan penampilan khusus dan dia juga feminim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggunakan celemek, dialah teman sekelasku dan satu dari beberapa individu yang tahu kebenaran tentang Izumi Masamune.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga tahun yang lalu, sewaktu aku membuat debutku, aku tertangkap basah oleh ayahnya karena tingkah lakuku yang mencurigakan. (Sebenarnya aku hanya melihat-lihat jika ada orang datang dan membeli bukuku). Itu merupakan kenanganku yang paling memalukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, aku menjadi temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, sedang waktunya istirahat. Kami ngobrol di dalam ruangan pegawai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benarkah? Itu normal? Kalau begitu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yap. Penulis. Artis. Sutradara anime. Semuanya juga sama mengertinya. Yah, pikirkan saja sebagai pajak nama baik, namun jangan terlalu dipikirkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A..aku tidak seterkenal itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...masa sih?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku pikir kau agak terlalu optimis.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayangnya, itulah kebenarannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kecepatan menulisku sangat cepat, nama baikku hampir tidak berubah sejak debutku. Setelah cerita ketiga dari Izumi Masamune keluar, aku menjadi penulis yang terkenal. Setidaknya, aku tidak pernah mengakhiri cerita di tengah jalan, jadi aku menganggap diriku loyal dalam karyaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kesuksesan yang tak terduga dari buku-bukuku, novel &#039;Si Serigala Perak&#039; menjadi yang pertama dicetak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan dipikirkan terlalu berat. Komentar kecil tidak akan berimbas pada apapun.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimanapun juga, perkataanmu terdengar lebih buruk dari mereka.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahaha. Hei...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tomoe mengeluarkan smartphone-nya &amp;lt;ref&amp;gt;Handphone dengan berbagai fitur canggih layaknya komputer atau laptop&amp;lt;/ref&amp;gt;, mengeklik sesuatu lalu berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku baru saja melihat-lihat. Ini, bukankah itu blognya ilustratormu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua mataku terbelalak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benarkah? Itu nyata?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yap.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Perlihatkan padaku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini, ini nama pena, &#039;kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tomoe memperlihatkanku nama blog itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Blog Eromanga.&#039; Hanya mendengar dari namanya, kalian mungkin berpikir blog ini bertujuan untuk memperkenalkan komik mesum atau apa.&amp;lt;ref&amp;gt;Ero atau lengkapnya dalam bahasa Inggris - Erotic. Sering disingkat &#039;Ero&#039; oleh orang Jepang berarti tindakan erotis dan yang hal berkaitan dengan erotis.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Ilustrator Aktif. Nama bolpoin datang dari sebuah pulau. Tidak ada hubungannya dengan ero manga.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.... Ini nyata....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eromanga ini merupakan ilustratorku saat ini. Dia bekerja denganku sejak debutku, jadi aku sangat bersyukur. Setelah tiga tahun bersama, aku merasa &#039;kami ini tim yang baik&#039;, namun---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Wow wow wow! Sedang apa dia?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang mencelaku adalah dia!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Masa-san, apau kau pernah bertemu Eromanga-sensei?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak! Kami hanya saling kontak lewat editor kami!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktanya, bahkan aku tidak tahu orang ini pria atau wanita. Yah, karena dia selalu menampilkan ilustrasi yang moe, kemungkinan dia seorang pria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang ilustrator yang diangkat oleh editor, jadi normalnya kami tidak langsung saling berhubungan. Bahkan setelah tiga tahun, bertatap wajah saja tidak pernah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Emm... apa itu artinya dia membencimu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei! Maksudmu ilustratorku sendiri membenciku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankah itu memang benar? Aku merasa dia sangat marah padamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Masa....?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tapi kenapa? Apa aku melakukan sesuatu yang menyinggung perasaannya?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kami baru bekerja bersama, aku pernah mengomel &#039;Apa-apaan dengan nama bolpoin mesum itu&#039;. Apa dia mendengarnya? Tunggu tunggu... dengan nama seperti &#039;Eromanga&#039;, siapa saja akan membuat hubungan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jika dia membenciku, aku harus meminta maaf... tapi bagaimana melakukannya, ya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan tanya aku, aku pun tidak tahu.&amp;quot;, sambil mengangkat bahunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi tetap saja, menurutku itu hal aneh kalau setelah tiga tahun bekerja bersama, kalian berdua benar-benar tidak tahu sama lain. Bukankah editormu mengatakan sesuatu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yah, bahkan di antara jajaran editor, tidak ada yang pernah bertemu Eromanga-sensei. Dia melakukan pekerjaannya via internet. Kontrak yang mengikat merupakan permintaannya untuk merahasiakan identitasnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Wah, gaya yang aneh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tomoe blak-blakan mengungkapkan pendapatnya. Aku mengerti dengannya. Aku juga mempunyai situasi tersendiri, jadi mungkin ilustratorku juga demikian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa kau pernah mencoba mencarinya Eromanga di internet?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sudah. Tapi hasilnya menuju ke situs Eromanga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Itu hal normal.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau dipikir-pikir lagi. Bagaimana tentang menambahkan nama bolpoinmu, atau judul novelmu pada kotak pencarian?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa menurutmu aku ini orang yang akan mencari nama dan novelnya sendiri?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...~ Ah, benar juga. Kau seperti orang yang berpegang teguh pada suatu prinsip.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tepat. Jadi, aku sangat bahagia jika kau dapat mencarikannta untukku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya ya~.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tomoe mulai membuka smartphone-nya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau bilang sudah mencari, tapi sebenarnya baru aku yang mengakses blog ini. Terlepas dari ilustrasi, disini ada hal-hal lain.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seperti apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seperti.... kebanyakan video yang di unggah, sih.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Unggahan video? Tapi bukankah dia ilustrator?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Video apaan sih yang dia unggah?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Contohnya, streaming video secara langsung... seperti itu...?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Emm ~ Aku tidak mengerti.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, lihat Masa-san, ini berita terbaru. Hari ini Eromanga-sensei akan menayangkan tayangan langsung lagi. Kau ingin menontonnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah di &#039;Tokobuku Takasago&#039;, aku telah membeli beberapa light novel terbaru. Salah satu peraturanku adalah jangan pernah membeli buku lewat internet, jadi aku mencari tempat lain untuk mencari buku. Itu sangat tidak nyaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membuka jendela rumahku, peuh dengan kegembiraan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku pulang~.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada respon seperti biasa. Tapi, sama sekali aku tidak keberatan. Aku berteriak di tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sagiri ~ jika sudah selesai makan, pastikan piringnya diluar kamar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu aku kembali ke kamarku dan menyalakan laptopku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Video streaming secara langsung.... ini dia!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah bincang-bincang dengan Tomoe, ledakan keanehan kepada &#039;Eromanga-sensei&#039; muncul di pikiranku. Meski sudah tiga tahun yang lalu, aku terlalu cepat menyerah tentang dia, tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Seperti apa dia? Seperti apa suaranya? Apa yang dia sukai?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apa yang dia pikirkan tentang novelku?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menggerakkan mouse dan melihat-lihat blog tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya blog ini sudah lama dibuat, disitu juga tertulis demikian. Selain dari komentarnya tentang tanda tanganku, terdapat banyak hal di blog itu yang membuatku marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Kuh&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menjeda karena video sudah mulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat baru saja mulai....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awalnya, di layar hanya ada warna hitam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;--- Dalam kata lain, Eromanga-sensei akan segera muncul.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, berlawanan dari dugaanku, layar malah menampakkan pemberitahuan berwarna merah muda bertuliskan &amp;quot;Pembicaraan dengan semua orang ketika menggambar ilustrasi&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Stand by] [Waiting] &amp;lt;ref&amp;gt; Stand by = bersedia; Waiting= menunggu. &amp;lt;/ref&amp;gt; Lalu layar bergerak dari kanan ke kiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akan dimulai... Kira-kira dia seperti apa, ya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapanku tertuju pada layar. Lalu ada suara kecil terdengar saat melewati pemindah suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Halo! Selamat malam, semuanya. Hari ini aku akan menggambar sambil berbincang-bincang dengan kalian. Salam kenal.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Aku menyukaimu Ero-sensei!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Aku menyukaimu Ero-sensei!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Salam kenal Ero-sensei.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Aku menyukaimu Ero-sensei!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku, aku tidak tahu ada sesuatu seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Ini lagi.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Ada apa dengan nama bolpoinmu, sensei?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Kau memilih nama itu karena kau ingin menggambar ilustrasi ero, &#039;kan?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sudah kukatakan bukan seperti itu! Kalian selalu memanggilku Ero-sensei ini Ero-sensei itu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Benar benar]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Aku mengandalkanmu, tunjukkan pada kami ilustrasi ero-mu, sensei!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya -- inilah cara dia menyapa penggemarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Hmhm... secara langsung berkomunikasi dengan para penggemarnya.... Aku iri&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membayangkan diriku melakukan hal tersebut -- tetap saja, direkam saat aku menulis novel... Aku bertaruh pasti akan sangat membosankan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akan kukatan dulu, hari ini tidak ada ilustrasi ero.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Layar berubah menjadi lautan ilustrasi. Lalu bolpoin digital muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, tidak orang yang melihat Eromanga-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hari ini, aku ingin memperlihatkan pada kalian ilustrasi ini - Dari karya milik Izumi Masamune yang berjudul &#039;Reinkarnasi Si Serigala Perak&#039;, salah satu heroine utama, &amp;lt;ref&amp;gt; Heroine merupakan tokoh perempuan di sebuah Anime, Manga, ataupun Light novel.&amp;lt;/ref&amp;gt; Akaiusagi-chan! &amp;lt;ref&amp;gt;Akaiusagi jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia berarti Kelinci Merah.&amp;lt;/ref&amp;gt; Dia adalah tokoh favoritku. Meski di jilid ke-tiga, Izumi-sensei tidak menghidupka dia lagi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ah, maaf.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengatakan maaf di dalam kepalaku. Jadi Eromanga-sensei menyukai tokoh perempuan ini. Aku ingat kalau ilustrasi untuk tokoh ini membutuh waktu yang lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apa mungkn dia marah karena alasan tersebut?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Izumi-sensei memang berlebihan. Perempuan imut seperti ini, namun Izumi-sensei malah membunuhnya. Padahal tokoh ini seperti anakku!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat marah-marah kepadaku, bolpoin digital terus bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tidak, tunggu! Sebentar! Apa boleh buat! Ini novel tentang pertarungan!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Seharusnya kesebalanmu kau lemparkan ke Kinshishi &amp;lt;ref&amp;gt;Kinshishi berarti Singa Emas&amp;lt;/ref&amp;gt; yang telah membunuhnya. (Raja terakhir di jilid 3)&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eromanga-sensei mulai mewarnai Akaiusagi sambil menyenandungkan sebuah lagu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;... Hm ~ jadi begitu ilustrasi dibuat.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar-benar tidak seperti yang aku bayangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kursor terus bergerak. Seandainya kalian melihat layar, kalian tidak akan mampu mengikutinya. Bukan hanya itu, kadang kala bolpoin digital dan mouse bergerak pada saat yang sama. Keahlian seperti sihir yang hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, tidak peduli apapun pekerjaan itu, selama bisa berada di tingkat profesional, orang yang menemukannya dengan mudah akan dapat menikmatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberap saat, topik berubah menjadi &#039;Event Penanda Tanganan oleh Izumi Masamune&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh iya, berdasarkan rumor tentang acara perayaan &#039;Serigala Perak&#039;, saya minta maaf, saya tidak bisa ikut. Karena aku tidak mengizinkan identitasku tersingkap. Jadi tolong biarkan Izumi-sensei mengatahuinya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Ada apa? Apa kau lolicon?] &amp;lt;ref&amp;gt;?&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Apa legendanya benar? Izumi sensei benar-benar siswi cantik sekolah dasar?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Diam. Aku juga tidak pernah melihat langsung Izumi-sensei, jadi aku tidak tahu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang mengataka kalau dia lolicon hanya tersenyum sinis. Mungkin seseorang akan merasa rumit jika ini memang benar, tapi aku terharu. Hal ini merupakan sesuatu yang benar-benar hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biarpun begitu, orang yang mengatakan kalau aku siswi SD yang cantik... mungkin hanya mencoba menggodaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Namaku jelas-jelas nama laku-laku... bagaimana bisa mereka berkesimpulang begitu?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi tetap saja, aku mendengar kalau tanda tangan Izumi-sensei juga sangat jelek.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Yap, sangat sangat jelek.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Seperti gambar yang jelek.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Kalian diam saja! Seadainya itu benar, kalian tidak punya mengatakannya!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sialan! Jika aku bertemu dengannya, niscaya aku akan memberikannya pelajaran!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, sudah selesai~?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Kerja bagus Ero~]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Wooaaahhhh.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Terima kasih atas kerja keras.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Hari juga sangat menyenangkan]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Imutnya.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak komentar yang muncul. Ya, itu benar-benar ilustrasi yang bagus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Kali ini, bolehkah aku menyimpannya sebagai wallpaper, sensei?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu ~ silakan~ Terima kasih telah menonton~&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilustrasi telah selesai, tapi video streaming masing berjalan. Mungkin saatnya ngobrolnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Fiuh ~ Setelah berbicara banyak, aku sangat lelah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eromanga-sensei mengeluarkan nafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tiap kali aku siaran video langsung, ilustrasi selalu bagus.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Ilustrasi Kinshishi juga bagus.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Semunya oke, kok.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Bagaimana dengan beberapa tokoh anime sekarang?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei tunggu, kalian terlalu banyak permintaan! Sebentar!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sunyi, lalu layar komputer yang tadinya penampilang terhenti. Tidak lama kemudian muncul seseorang menggunakan topeng tokoh anime dan headphone.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Wow wow]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Nice]&amp;lt;ref&amp;gt;Bagus&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;---Hmm, jadi dia mengalihkan kamera. Yang berarti itu adalah Eromanga-sensei.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak seperti siaran televisi pada normalnya, apapun yang dia tentukan pada kita adalah acak, tapi bukan hal yang buruk, sih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menggunakan topeng tokoh anime, dengan mantel besar dan topi - aku tidak bisa memastikan seperti apa dia sekarang. Tapi meskipun ruangan gelap dengan gambar yang buram, bisa aku anggap kalau dia lebih pendek dari yang aku duga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Eromanga-sensei mengambil majalah anime dan membalik ke halaman ranking tokoh terkenal. Tentu saja tidak ada tokoh dari ceritaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ambillah satu gambar disini. Ah, jika memungkinkah, pilihlah seseorang yang aku suka. Aku sarankah seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu muncul berbagai permintaan di layar. Eromanga-sensei dengan senang ngobrol dengan semua orang -- tapi aku tidak ikut bergabung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena sekarang bukan waktu yang tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...........&amp;quot;&lt;br /&gt;
[[File:Ero_Manga_Sensei_v01_031.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
Percapakan menggembirakan ini sama sekali tidak masuk ke telingaku. Aku diam, dan hanya fokus pada video yang buram ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;................. Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memandang jauh di belakang punggung sensei, di kamar - aku bergumam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disana -- tergeletak makan malam yang aku baru buat untuk adik peremupanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haaaa!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu menit menit berikutnya, aku tersadar dan jujur saja menggelengkan kepalaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Video streaming masih berjalan. Di layar laptopku ada seseorang dengan mantel besar dan ruangan buram. Orang-orang masih ngobrol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi jika aku perhatikan dengan seksama, aku melihat telur dobel di kedua sisi, salad dengan tomat dan daun selada yang familiar, bahkan piring yang sama dengan piring dapur keluargaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang sebenarnya terjadi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bergumam lagi. Kepalaku terasa agak lebih jelas dari sebelumnya, tapi aku masih tidak bisa mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kebetulan semata...?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mungkin. Hanya ada satu kebenaran mengenai itu, tapi aku masih sulit memercayainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......Mungkinkah..... video ini..... berasal..... dari rumahku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menengok plafon dan berbisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tidak mungkin. Tidak mungkin. Tidak mungkin. Tapi...&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan aku takut akan pikiran ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eromanga-sensei menggunakan pengubah suara, mengenakan mantel besar dan sebuah topeng. Berarti, itu tidak ada yang aneh jika dia berubah menjadi perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
..... Aku tidak bisa membuang teori ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkinkah --- Sagiri - orang yang tidak pernah keluar dari kamarnya, orang yang tidak pernah berkomunikasi dengan orang lai - adalah orang sama dengan orang yang dengan gembira berbicara dengan penggemarnya, ilustrator novelku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......Mungkinkah? Bagaimana bisa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terus terang, aku pusing. Tapi pada saat yang sama, sebuah ide muncul di pikiranku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;-- Ini kebetulan.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika &#039;Eromanga-sensei&#039; = &#039;Adik perempuanku, maka &#039;Sagiri&#039;.....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, di layar laptopu mungkin adik perempuanku, yang menolak keluar dari kamarnya, iya kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mesti sulit untuk percaya, tapi masih ada kesempatan! Aku menyerah setelah satu tahun, tapi sekarang adalah kesempatan emasku. Tidak akan kubiarkan terbuang sia-sia!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pikir! Pikir!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memegang kepala dengan kedua tangan, aku menurunkah sikutku di meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.... Sial...Sialan! Aku tidak bisa berpikir apapun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jujur, aku masih menonton video siaran langsung, tapi semua yang aku lakukan adalah menulis sesuatu dan mengirim kepada dia! Apa akan baik-baik saja setelah aku mengirim? Apa yang harus aku lakukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Apa kau adik perempuanku] - Dibantah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Bagaimana kalau keluar sebentar?] - Ditolak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa bedanya jika dibandingkan saat aku membawakannya makanan? Bahkan, aku merasa ada perasahaan tidak enak jika melakukan hal itu. Nantinya akan menjadi hal yang lebih rumit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika mentalku tertendang oleh diriku sendiri, pembicaraan &#039;ilustrasi apa selanjutnya&#039; akan berakhir. Eromanga-sensei kembali ke depan kamera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan, video selanjutnya besok.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sialan! Sudah selesai! Apa yang harus lakukan?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keika aku tidak bisa berpikir apapun ---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sampai jumpa lain waktu. Dadah~?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Terima kasih atas kerja kerasmu]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Aku akan terus menunggunya]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Terima kasih atas kerja kerasmu lagi]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Huh?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, seseorang lupa mematikan kamera setelah pertunjukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Wow tunggu, masih ada kelanjutnya. Wkwk]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Aku menyukaimu Ero Sensei!  Wkwk]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Kamera kamera!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Kau lupa kameramu, sensei]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan penuh penyesalan, Eromanga-sensei tidak mengindahkan peringatan penggemarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;....Ini akan menjadi hal yang buruk...iya &#039;kan?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesalahan ini bisa membuat tragedi dari siapapun yang sedang menonton video tentang &#039;diri sebenarnya&#039; dari orang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contohynya  - atau agaknya, skenario paling buruk, membayangkan seseorang telanjang di depan kamera dan melakukan tindakan mesum yang menyebabkan orang-orang mengutuk mereka. Terlepas dari bahayanya kehidupan pribadi kalian tersingkap di hadapan publik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Gawat ini! Ini sangat, sangat gawat - hei, hei, tunggu aku.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melompat dari kursiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan aku melakukannya karena ada sesuatu yang tidak terduga terjadi di layar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah ~~ Aku terlalu banyak bersenang-senang. Aku sangat lapar, namun malah lupa memakan makanan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eromanga-sensei berdiri dan mulai melepas bajunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama adalah kaos kaki panjangnya. Lalu mantel besar, sambil dia berpindah dari jangkauan kamera. Selanjutnya, topeng terjatuh di depan kamera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Hei! Identias asli Ero Manga sensei akan terbongkar!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Meski, mungkin seorang yang mesum]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Sialan! Aku tidak bisa melihat apapun. Kembali kesini~]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Kenapa kalian ingin sekali melihat pria mengganti baju?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Hei, pembekalan yang berwarna-warni]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Mungkin akan bagus wkwk]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Clank clank*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;GAWAAAAAAAAAAAATTT&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mengambil laptopku dan berlari keluar kamar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menuju ke lantau dua, menuju &#039;pintu seseorang yang tidak ingin meninggalkan kamarnya&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Gawat! Gawat! Benar-benar gawat!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Kalian mengerti, &#039;kan?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Jika Eromanga-sensei adalah adik perempuanku.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Jika mereka orang yang sama!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Maka tubuh telanjang adik perempuanku akan terbongkar dan seluruh dunia akan melihatnya!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;HENTIKAAAAAAAAAAAAAANN!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Bang*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menggedor pintu kamar adik perempuanku seperti aku ingin meremukkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Bang! Bang! Bang! Bang!*  Aku terus menggedor sambil melihat layar laptopku.&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kameraaaaaa!! Kau lupa mematikan kamera!! Kameraaaaaaaaaaaaaaaa!!!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Bang! Bang! Bang! Bang! Bang!*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sialan! Masih berjalan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini pertama kalinya aku memanggil adik perempuanku tanpa peduli citraku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, aku mencoba usaha keras sialanku. Perhatikan aku! Perhatikan benda itu! Perhatikanlah perhatikanlah  perhatikanlah!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;* Bang! Bang! Bang! Bang! Bang!* &amp;lt;/nowiki&amp;gt; Suara gedor-gedor pintu terdenga ganda, karena suara laptopku yang mengeluarkan suara yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain - tidak ragu tentangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Suara berisik apa sih!?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Apa keluarganya bermasalah? wkwk]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Video siaran langsung berhenti dan mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Terhenti...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koridor kembali tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
.... Aku tidak melihat bagian terakhir, tapi sepertinya.... aku berhasil melakukannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berhasil... iya &#039;kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Huh.... fiuh~~&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menutup mataku dan menarik nafas dalam-dalam. Pundakku bergemetar akibat adrenalin. &amp;lt;ref&amp;gt;Adrenalin atau hormon adrenalin, merupakan kelenjar yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal. Kelenjar ini merangsang jantung berdetak kencang. Contohnya, ketika gugup atau setelah berlari&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.....Aku menyelamatkannya. Aku menyelemamatkan.... adik perempuanku yang telanjang....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku patut mendapatkan pujian, &#039;kan?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski aku membuang kesempatan yang bagus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Aku tidak menyesal.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengelap keningku setelah melepas tanganku dari pegangan pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi... pastikan tahu kalau...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan marah aku menatap pintu dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku benar-benar ingin kau membuka pintu ini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Kriek*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; &amp;lt;ref&amp;gt;Suara pintu kalau dibuka begini bukan?&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu yang yang selama setahun tidak pernah sukses aku buka, kini terbuka perlahan ---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang perempuang mengenakan piyama muncul dihadapanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkulit putih. Rambut perak yang agak berantakan. Mata berwata biru tanpa emosi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasakan seandainya aku memalingkah wajahku sebentar, dia akan menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah adik perempuanku, Izumi Sagiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ekskpresi menganga dan terdiamku, dia berbisik:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Onii-san, sudah lama tidak bertemu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah adik perempuanku yang tidak pernah aku lihat selama satu tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak tahu berapa lama aku terbeku disini. Saat aku sadar, adik perempuanku masih berdiri di depanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini merupakan pertemuan kedua kami, tapi menurutku dia cantik. Tidak hanya kecantikan yang vulgar daro seorang aktris, tapi kecantikan alami yang sempurna. Biarpun begitu, karena ini pertama kalinya muncul di pikiranku, itu malah &lt;br /&gt;
menunjukkan betapa bingungnya aku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua kalinya bertatapan muka dengan adik perempuanku ---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami tidak mengatakan sepatah kata apapun. Waktu berlewat. Aku tidak tahu apa yang dia pikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Hei... orang ini orang yang baru saja membuat video siaran langsung, &#039;kan?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ilutrator dengan nama bolpoin yang benar-benar mesum, &#039;EroManga&#039;?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia muncul dihadapanku seperti itu, aku tidak tahu membuat perhubungannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apa mungkin... aku telah salah?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin satu menit berlewat, akhirnya aku membuka mulutku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.... Lama tak berjumpa.... Mungkin setahun, ya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri tidak membalas. Wajahnya menunjukkan ekspresi marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apa? Apa kau marah?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Yah, jika seseorang tiba-tiba menggedor secara gila-gilaan di depan pintumu, reaksi inilah yang didapatkan. Tapi tetap saja...&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengambil bagian atas layar laptopku. Video siaran langsung telah terpotong, layar menjadi gelap. Lalu dengan perlahan aku memandang wajah adik perempuanku.&lt;br /&gt;
[[File:Ero_Manga_Sensei_v01_041.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mengenai itu.... apa kau &#039;Eromanga-sensei&#039;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada respon. Tapi....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
....Keningnya berkeringat dingan! Dia jelas-jelas dalam keadaan panik!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dala hatiku, aku mengatakan &#039;Terdakwa bersalah!&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku terkejut melihat ekspresi rumitnya. Aku selalu berpikiran kalau dia seseorang tanpa emosi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau benar-benar... Barusan video siaran langsung ---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Kuh!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Hah? Ada apa dengannya?&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maksudmu aku salah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri langsung mengangguk, lalu dia melihat kebawah dan bergumam sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang kau katakan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak mendengarmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mendekatkan telingkau pada mulut adik perempuanku. Lalu aku mendengar dia berbicara dengan berbisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.....Aku tidak tahu seseorang dengan nama mesum seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Lalu kenapa kau mengambil nama bolpoin itu?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dia dia benar-benar Eromanga-sensei, aku ingin menceramahinya tentang hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri berpaling. Dia punya wajah usang terlihat di wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu.~&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semakin kau mencoba menyangkalnya, semakin buruk hasilnya. Karena jika itu benar-benar kesalahan, maka reaksi awalmu tidak akan seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu apa? Aku tidak bisa apa-apa selain berpikir tentang langkahku selanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri masih terdiam, tiba-tiba dia mencoba menutup pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei tunggu ~ aku tidak akan membiarkanmu pergi!&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Buk*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Kakiku terkait di antara pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri membuka pintunya lagi, melepaskan kakiku dari pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aw aw! Sakit!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.....Keluar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin yang dia maksud &#039;keluarkan kakimu&#039; ---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku sanggah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika aku mundur sekarang, aku merasa kalau aku tidak akan pernah melihat pintu ini terbuka untuk hidupku lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau ilustrator untuk &#039;Reinkarnasi Si Serigala Perak&#039;, Eromanga-sensei, iya &#039;kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Bukan, aku bukan.... bukan....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terlihat seperti akan langsung menangis. Sepertinya aku menggertaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh, dial... Aku tidak berniat melakukakn itu ---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu hebat, loh!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang ingin aku katakan keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri melihatku dengan mata biru berair.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata kita bertemu. Aku mundur sebentar. Yang bisa aku lakukan ialah memaksa tenggorokanku untuk berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baru saja di videp siaran langsung, ilustrasi itu sangat indah. Kau juga punya banyak penggemar.... Semua orang gembira.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berpaling dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Karena kau tidak pernah keluar dari kamarmu, aku selalu penasaran apa yang kau lakukan didalam.... Tapi kau melakukan hal yang sangat luar biasa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;..........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun aku mengatakan perasaanku yang sebenarnya, aku tidak bisa melihat ekspresi dari adik perempuanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaanku apa sih yang dia punya? Bingung? Ah.... membuatku malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini terlalu sulit.... Aku harus terus berbiara. Tidak akan kubiarkan percakapan ini mati begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mereka bilang ilustrasimu sangat erotis~&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apa-apaan yang aku katakan?&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apa itu yang harus dikatakan pada adik kecil perempuanmu?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, bukan hanya itu! Tentang....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tentang apa?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku..... sangat gembira.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku harus menjelaskan dari awal. Tentang &#039;identitas asli&#039;-ku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;..... Sagiri..... sebenarnya.... aku....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku akan mengatakan padanya. Mengatakan kenapa aku gembira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku ---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak!!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri berteriak menyela pembicaraanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa aku salah dengar? Aku memandang Sagiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.... Apa.... apa --- tidak?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baru saja kata itu keluar dari mulutku...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Buk*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada sesuatu yang menghantam wajahku saat aku menjawab,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Brak*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pandangan terdistorsi, pintu itu tertutup sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
....Sagiri.... dia melempar gamepad miliknya ke kakak laki-lakinya sendiri!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi, aku bisa bertemu dengan adik perempuanku setelah sekian lama, namun pertemuan kami benar-benar terlalu pendek. Hanya  hal yang masih ada adalah rasa sakit di hidungku dan rasa menyesal tidak bisa menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Sial. Ini baru permulaan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kegembiraan melihat adik perempuanku lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Esok harinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam maksud membuat karya novelku selanjutnya, aku pergi ke perusahaan penerbit di Tokyo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menunggu sebentar, editorku, Kugurazaka-san muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hah ~ maaf membuatmu menunggu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berambut panjang, mengenakan pakaian setel atas bawah. Penampilan seperti wanita perkasa. Biarpun begitu wajahnya masih sangat muda, dia terlihat seperti seorang mahasiswi di sebuah kampus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berdiri dan memberikan salam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat siang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf, Izumi-sensei. Rapatku yang sebelumnya lebih lama dari yang aku perkirakan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kagurazaka-san berjalan lalu duduk di depanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Belakangan ini saya sangat sibuk~? Akhir-akhi banyak penulis yang sangat antusias~. Kemarin dan beberapa hari sebelumnya, aku hanya tidur selama dua jam. Tapi sudah terbiasa!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha, terima kasih atas kerja sama anda.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, aku menganggap hal itu bukan urusanku. Menurutmu siapa yang membuat karyaku sepopuler itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, meskipun aku berpikir demikian, aku tidak bisa mengatakan dengan keras. Sekarang ini, sebagai freelancer, beliau ini bosku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika aku bertengkar dengan beliau, bisa jadi akan berimbas pada pendapatanku, bahkan mungkin karyaku juga akan bermasalah. Sebelumnya, mungkin aku tidak berpikir itu sebagai permasalahan, tapi saat ini, ini tentang hidup dan mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian, bahkan jika beliau berbaik hati padaku, aku hanya bisa merasakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Jadi, cepatlah dan langsung ke topik utama.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terima kasih atas event tanda tangan beberapa hari yang lalu. Hari ini saya datang untuk mendiskusikan karyaku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sudah kuperkirakan ~ Tapi karena kamu baru saja menyelesaikan jilid terakhirmu, bukankah kamu harus istirahat dulu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya tidak punya banyak waktu. Saya perlu mendapatkan novel terbaru sebelum para pembaca melupaka diri saya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau sangat peka, lalu tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau begitu.... mengenai rekapitulasi novel saya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dapatkah kamu menunjukkan kepadanya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membuka tas punggungku dan melemparkan tumpukan dokumen ke atas meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa-apaan ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pengajuan proyek baru. Singkatnya, saya sudah menyelesaikan rekapitulasi untuk tiga jilid dari dua novel.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha? Tunggu? Rakapitulasi? Sudah selesai?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Di dua novel berbeda, satunya tentang pertarungan yang sama dengan kekuatan spesial. Dan yang satunya lagi tentang cerita petualangan. Karena berbeda tipe dengan novel saya yang sebelumnya, aku hanya menyelesaikan satu jilid.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulut Kagurazaka-san berubah menjadi garis tipis sambil membalik &#039;rekapitulasi&#039;-ku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dengar! Ini bukan lagi rekapitulasi atau dokumen pengajuan! Ini naskah yang sudah jadi!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya pikir itu normal, karena semua orang bilang pada saya apa yang harus ditulis. Kagurazaka-san juga bisa mengatakan pada saya apa yang harus saya lakukan setelah membaca itu, &#039;kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankah aku sudah mengajarkanmu kalau rekapitulasi yang bisa diterima itu bisa mengangkut kontennya padaku dalam sepuluh menit?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Apa iya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Naskah besar tidak bisa diputuskan hanya dengan satu kali rapat seperti ini! Yah, memang hal yang bagus kalau kamu sudah menyelesaikan naskah. Kamu bilang sudah menyelesaikan tiga jilid di dua novel berbeda, ya? Kecepatan menulismu memang luar biasa seperti biasa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sebenarnya, aku tidak menginginkan diriku dideskripsikan seperti itu.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke? Disamping itu, tumpukan apa ini? Meski sangat tidak mungkin...tapi apa kamu berencara membuat novel ke-empat, &#039;kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menjawab:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya. Kali ini, saya berencana merevisi skrip ini menjadi anime.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa kamu bodoh!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Editorku membantingkan tangannya pada meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ada yang salah? Jika itu menjadi anime, maka tidak peduli berapa banyak saya mencoba, saya tidak akan bisa menyelesaikannya tepat waktu. Jadi saya bersiap kedepan saat saya masih bisa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak habis pikir orang lain mempunyai khayalan sepertimu. Novelmu itu belum populer, darimana asalnya kepercayaanmu itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ya, aku tahu aku masih punya jalan yang panjang, Tapi dengan perlahan aku meningkat.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya hanya menulis seseuatu yang saya rasakan menarik.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi akulah yang melihat dan menentukan semua ini apakah bagus atau tidak! Aku tahu, tidak mungkin aku bisa menghentikanmu sekarang, tapi aku sangat sibuk, sampai-sampai mau mati! Apa kamu sudah mengerti?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah rapat beakhir. Sebelum beliau pergi, beliau tiba-tiba berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Izumi-sensei, kamu telah berubah~&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dibandingkah setahun yang lalu, aku merasa sekarang kamu lebih dewasa. Atau yang harus aku bilang, kamu terlihat sangat berhasrat. Pertama &#039;Serigala Perak&#039;, lalu gayamu tiba-tiba berubah. Pemula yang normal mungkin akan terperangkap di kepopuleran mereka yang tiba-tiba dan segera terbuang keluar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah ----&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Beliau benar.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebelumnya, saya melakukan hanya sebagai hobi. Saya menulis apapun yang saya rasakan, lalu membaginya dengan orang lain dan senang ketika mereka melihat karya saya. Saya rasa itu sudah cukup.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dulu, aku masih duduk di bangku SMP kelas satu. Jujur saja, bahkan aku tidak peduli karyaku terjual atau tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan aku tidak berpikir menjadi novelis profesional. Tidak peduli aku melihatnya, ini merupakan pekerjaan berat. Aku berencana berhenti setelah memasuki perkuliahan, jadi aku tidak terlalu peduli dengan pekerjaan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sekarang kamu tidak berpikir seperti itu lagi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya butuh uang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jujur saja, jika aku yang dulu mendengar ini, pastilah dia akan marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, hari ini, aku tidak bisa melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku harus mendapatkan uang untuk hidup mandiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Emm ~ bukan hal yang buruk.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kagurazaka-san tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benarkah? Dengan alasan normal?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jika Izumi-sensei termotivasi, aku tidak bermasalah dengan hal itu. Mendapatkan uang adalah pemikiran yang sangat normal bagi novelis profesional. Oh, aku baru ingat, aku punya ide untuk membuatmu menggebu-gebu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa? Ilustrator terkenal ingin mengilustrasikan ilustrasi milik saya? &#039;Ichi-sensei&#039; atau siapalah namanya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku selalu penasaran kenapa dia menggunakan nama bolpoin yang aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan seperti itu. Jika ada seseorang lain, ilustratormu, Eromanga-sensei, akan marah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, nama yang sangat sensitif bagiku muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak peduli seberapa cepat Izumi-sensei bekerja, sampai sekarang bahkan Eromanga-sensei tidak pernah mengeluh satu kali pun. Jika kamu berubah, itu terlalu kejam.:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kagurazaka-san terlihat gembira, beliau berencana bertanya Eromanga-sensei untuk karyaku juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Eromanga-sensei, untuk menjadi satu tim denganku merupakan hal yang membuang-buang talentanya. Bahkan aku tidak bisa berharap untuk itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biarpun begitu, sekarang suasana hatiku benar-benar rumit. Karena sebenarnya dia adalah adik perempuanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nanti saya akan berterimakasih padanya dengan sewajarnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Syukurlah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, Kagurazakan-sensei ingin membicarapakan apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Thunh*&amp;quot;&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kagurazaka-san dengan gembira menempatkan setumpuk kertas di meja. Saat dia membuat senyuman itu, hal itu tidak pernah semudah itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Apa.... ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu kesan-kesan tentang &#039;Serigala Perak&#039; yang aku kumpulkan dari internet! Cepat dan bacalah supaya bisa memotivasi dirimu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankah saya sudah bilang kalau saya takut hal itu? Itulah sebabnya saya tidak pernah membaca hal seperti itu di di internet! Bukankah Kagurazaka-san lebih tahu dari orang lain?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu~. Aku tidak mengambil semuanya. Ada berbagai macam komentar yang aku ambil termasuk tipe &#039;tolong lakukan ini, sensei&#039;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;..........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kagurazaka-san merupakan tipe orang yang sering memberika solusi tak terduga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kadang kala aku merasa beliau seperti majikan ketat yang menerapkan kedisiplinannya untuk melakukan hal yang tidak berguna. Kadang kala aku merasa beliau secepatnya mati, tapi dia masih melakukannya untukku supa bisa membuat novel yang lebih bagus. Makanya, saat aku secara ngawur tidak mengikuti anjuran, paling tidak mendengarkannya dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, kemampuan komunikasiku tidak cukup untuk menolaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Editor lain pernah bilang ke saya, &#039;jangan dengarkan opini sejenis itu, terutama dari pembacamu&#039;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benarkah? - Jangan khawatir, aku tidak seperti yang lainnya! Baiklah! Cepatlah baca!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya ya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan enggan aku mengambil tumpukan kertas itu. Ada sebuah tanda yang terlihat  seperti simbol situs forum di atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini~&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Semua yang ada disini berisi kritik tentang novelku! Apa saya berimaginasi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Enggak, itu nyata kok. Ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankah ini seharusnya hadiah untuk memotivasi saya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itulah gayaku. Setelah melihat ini, kamu akan super-termotivasi!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Itulah sebabnya aku tidak mengecek hal ini di internet - sudah berapa kali aku mengatakan hal itu padamu...!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, lupakan. Aku sudah menentukan kalau aku tidak akan berdebat dengan wanita ini. Tapi tetap saja, sebagai novelis, aku harus menjaga komunikasiku dengan para pembacaku. Realitas memang sangat berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Izumi sensei, kemauanmu masih lemah, kamu hanya membaca pendapat pembaca melalui email saja. Jika kamu tidak ingin terlukai, kamu tidak akan bisa tumbuh. Aku hanya berharap sensei akan bisa menulis lebih.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apa itu alasanmu?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Untuk melukaiku? Baru saja kau mencoba melukaiku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Lihatlah, pembacaku, seperti inilah editorku!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak mengatakan apapun, hanya mulai melihat kertas itu, dikepalaku.... Sakit! Sangat sakit! Hatiku sangat sakit!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin ini sesuatu yang biasa bagi editor - tapi lagipula, karena semua kritik ini tentang novelku, kekuatan perusaknya padaku malah lebih hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini sejenis rasa sakit. Rasa sakit antara editor dan pembaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi seorang pengarang, editor merupakan dewa kematian mereka, tapi bagiku, pembacalah yang lebih penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah! Blog ini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku membalik kertas itu, editorku menyela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eromanga-sensei juga menulis kesannya tentang &#039;Serigala Perak&#039; di blognya sendiri! Kamu harus melihatnya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;...... Ini ya.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eromanga-sensei terdengar sangat marah, karena karakter favoritnya ditolak untuk hidup lagi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bayangkan sendiri! Saya sudah dibilang kalau pembentukan karakter ini tidak cukup baik, tapi Kagurazaka-san tidak mendengarkan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Kau benar-benar mengatakannya.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tapi, berdasarkan ingatanku, kali ini beliau memberiku tiga puluh dua pujian.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Selalu plin-plan.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya! Maaf!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merendahkan kepalaku. Di blog Eromanga-sensei, bukan hanya dia mencaciku, dia juga memberikan kesannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasti Sagiri yang telah menulisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berpikir demikan, aku melanjutkan membaca, lalu --&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Apa-apaan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mataku terbelalak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku kembali ke rumah, aku langsung berlari ke tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdiri di depan &#039;pintu yang tidak pernah terbuka&#039;, aku menghembuskan nafas panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena aku berlari kesini dari terminal bis, aku kehabisan nafas. Meski ada sesuatu yang aku rasakan harus aku lakukan, tapi aku tidak tahu bagaimana aku melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sagiri....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di perusahaanku, aku membaca blog milik adikku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mencaciku - paling tidak, itulah yang aku pikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasilnya ---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihat dia &#039;Berputarnya Serigala Perak&#039; - sebuah ilustrasi perayaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilustrasi ini memperlihatkan upaya besar pada detil dan perasaan - ilustrasi sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.....Eromanga-sensei.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua tanganku kusandarkan pada &#039;pintu yang tidak pernah terbuka&#039; sambil bergumam pada diriku sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Serigala Perak&#039; merupakan karyaku yang luar biasa, tapi juga sudah tamat. Sekarang aku sudah memulai baru, dan mungkin tidak akan pernah menulis apapun tentang &#039;Serigala Perak&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi di ilustrasinya Sagiri, karakter itu, yang aku pikir tidak pernah aku lihat lagi melambaikan tangan padaku. Mereka semua berekspresi &#039;Selamat tinggal. Semoga perjalanan kami bagus&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku.... Karena Sagiri.... Aku bisa melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
60%&lt;br /&gt;
==Catatan Penerjemah==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Mundur ke [[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Maju ke [[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 2|Bab 2]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Nohnyangkut</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei_(Bahasa_Indonesia):Jilid_1_Bab_1&amp;diff=382702</id>
		<title>Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 1</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei_(Bahasa_Indonesia):Jilid_1_Bab_1&amp;diff=382702"/>
		<updated>2014-08-17T08:47:10Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Nohnyangkut: /* Ero Manga Sensei (Indonesia): Jilid 1 Bab 1 (10%) */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Ero Manga Sensei (Indonesia): Jilid 1 Bab 1 (60%)==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menilik kembali saat adik perempuanku pulang ke rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu bulan Maret. Cuacanya bagus dan hangat. Namun, pada hari itu bersalju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bersembunyi di belakang punggung Ibuku, kepalanya menunduk dan diam-diam melirikku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Mulai hari ini, dia adalah adik perempuanmu.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menerima permintaan Ibuku, aku tersenyum dan mengatakan ‘Tentu’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibu mendorongnya maju kedepan. Dengan agak malu dia maju beberapa langkah, menunduk, dan berbisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Senang bertemu denganmu, Onii-san”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, aku jarang bertemu dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Bab 1 ====&lt;br /&gt;
[[File:Ero_Manga_Sensei_v01_009.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
Suatu hari di bulan April, aku sedang membuat makan malam di dapur. Tiba-tiba terdengar *Bang*! Plafon rumah tergoyang sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Bang bang bang bang*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya iya! Ini sudah siap kok!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memegang panci panas dengan satu tangan, dan satunya memecah telur lalu kumasukkan ke atas panci. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Zzzzzhhtttttt*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Aku mengambil telur lain dan mendesah,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- Sungguh merepotkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengerti apa yang terjadi di sini, kalian harus tahu tentang kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namaku Izumi Masamune. Lima belas tahun. Kelas satu SMA.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adik perempuanku bernama Izumi Sagiri. Dua belas tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, entah kenapa, aku hidup hanya berdua dengan adik perempuanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia merupakan satu-satunya keluarga yang aku miliki sekarang. Dia jarang meninggalkan kamarnya --- dalam kata lain, hikikomori &amp;lt;ref&amp;gt;Hikikomori (ひきこもり atau 引き籠もり merupakan sebutan yang berasal dari Jepang untuk seseorang yang menarik diri dari masyarakat dan dunia nyata. Bisa dideskripsikan sebagai seorang penyendiri.&amp;lt;/ref&amp;gt;. Tentu saja dia pun tidak pergi ke sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan hanya itu, bahkan dia tidak membukakan pintu untukku – kakaknya sendiri, sebagai orang tua yang menjaganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku pikir hikikomori sudah tidak ada lagi.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia orang yang sangat suka kebersihan, tapi jika aku tidak pergi keluar rumah, mungkin dia tidak akan mandi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percakapanku dengan adikku hanyalah kejadian itu – suara berisik dari atas plafon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yap, benar-benar merepotkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun demikian, aku juga punya permasalahan sendiri. Tapi, sejujurnya mungkin hal itulah yang membuatku bermasalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus, sudah selesai”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telur goreng dobel di kedua sisi dengan tomat dan daun selada – sepiring salad. Bumbu penyedap yang aku gunakan hanyalah sedikit garam karena aku tidak yakin dengan cita rasa adikku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Makan malam seperti biasa”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah satu tahun, aku selalu membuat makanan ini. Aku meletakkan semuanya di atas piring dan kubawa menuju kamar adikku. Melewati lantai pertama yang kosong, lalu menaiki tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiap langkah, lantai yang kuinjak mencicit. Ini merupakan bel makan malam untuk adik perempuanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidup hanya berdua, rumah ini terlalu besar untuk dua orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di pintu kamar adik perempuanku – si hikikomori – ada cap tulisan dengan bentuk menyerupai hati bertuliskan “Sagiri”. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan lembut aku mengetuk pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sagiri, ini makan malamnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menunggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu menit yang sunyi ~ lalu aku menaruh piring di depan pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Makanannya kutaruh di sini, selamat makan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah tak terhitung ketika aku menggaruk pelipisku dan mendesah. Lalu aku mengambil selembar kertas dan bolpoin dan mulai menulis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menulis pesan di kertas dan kutaruh di samping piring – hari ini juga begitu, aku melakukan hal tersebut untuk berkomunikasi dengan adik perempuanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;--- Keluarlah, aku ingin melihatmu.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah satu-satunya keinginanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu tahun yang lalu, aku bertengkar. Tentu saja itu hanya perumpamaan.Tapi, jika kalian bertanya terhadap apa aku bertengkar, yah...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terhadap adik perempuanku yang menolak untuk keluar dari kamarnya. Terhadap pengasuh kami yang baru saja datang. Saat masih murid  SMA – seperti itulah pertengkarannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami bukanlah kakak adik yang terjalin oleh hubunga darah. Kami hanya anak yang mengikuti orang tua kami saat mereka menikah lagi. Lalu mereka meninggalkan kami untuk berbulan madu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak peduli bagaimana aku melihatnya, mereka bertingkah seperti pasangan siswa SMA yang sedang dimabuk cinta.&lt;br /&gt;
Bagian selanjutnya aku agak lupa, jadi kita lewati saja. Singkatnya, saat ini, kami kakak beradik yang hanya tinggal disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu... adik perempuanku satu-satunya bersembunyi di dalam kamarnya... dan tidak pernah mencoba berkomunikasi dengan orang lain lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berbisik, tidak yakin apakah aku bertanya pada diriku sendiri atau pada adik perempuanku. Mungkin dua-duanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seusai makan malam, aku kembali ke kamarku di lantai pertama dan duduk di depan meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, saatnya bekerja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memulai membuka laptop berukuran B5. &amp;lt;ref&amp;gt;Ukuran kertas. [http://en.wikipedia.org/wiki/Paper_size#B_series | Cek disini]&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang aku bekerja sebagai novelis profesional. Bahasa gaulnya, kalian bisa memanggilku penulis light novel.&lt;br /&gt;
Sewaktu tahun pertamaku di SMP, aku mendapatkan hadiah di perlombaan menulis light novel. Sejak saat itu, selama tiga tahun, aku bekerja dan pergi ke sekolah di waktu yang sama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal itu termasuk jarang bagi penulis yang masih duduk di bangku SMP, jadi tidak orang yang lebih muda dariku di bidang ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena aku mendapatkan hadiah dari usaha pertamaku, ada banyak permasalahan dan penderitaan yang dialami penulis lain yang tidak aku mengerti. Saat itu, aku berpikir ‘Aku orang genius’ dan agak sedikit sombong. Meski begitu, kepercayaandiriku yang dusta segera hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, yang hanya aku pikirkan adalah ‘Hanya keberuntunganku’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bolpoinku bernama Izumu Masamune. Seperti nama asliku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merahasiakannya dari keluargaku dan teman kerja yang membantuku. Demikian pula dengan teman sekelasku, bahkan mereka tidak tahu ada seorang pengarang di SMA sepertiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---Hingga...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang akan terjadi jika aku terekspos?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bergumam dengan rasa risau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini karena kemarin, untuk pertama kalinya aku mengikuti ambil bagian suatu event. Event autograf &amp;lt;ref&amp;gt;Bisa diartikan penanda tanganan kontrak.&amp;lt;/ref&amp;gt; pertama setelah tiga tahun aku berdebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku akan merasa sangat malu jika teman sekelasku mengetahuinya, jadi aku selalu menolak event seperti itu. Tapi, kemarin merupakan kasus yang istimewa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bulan kemarin, aku menulis novel tentang pertarungan dengan kekuatan spesial. Setelah itu, akhirnya aku menetapkannya sebagai waktu bagi ‘Izumi Masamune’ untuk muncul di hadapan publik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah sebabnya, kemarin, aku pergi ke sebuah tempat di Ikebukuro, Sunshine.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disana menyenangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski awalnya aku takut akan pengagumku, segera aku menyesuaikan diri. Bagaimanapun juga, hal ini merupakan kesempatan jarang untuk melihat bagaimana karyaku diterima oleh masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Menyenangkan! Aku sangat bahagia! Benar-benar bahagia! Aku sangat menyukai karakter ini&#039;&#039; – seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisa mendengar langsung penggemarku begitu memberikanku dorongan percaya diri dan keberanian yang sangat besar. Itu seperti seluruh jendela baru terbuka di depan mataku. Aku sangat bersukur kepada editorku yang berkata padaku untuk melakukan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejauh ini, semuanya berlangsung baik-baik saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tetap saja, setelah acara autograf selesai, aku memerhatikan satu hal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah penggemar Izumi Masamune bertemu dengannya, niscaya mereka akan membicarakannya di internet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski ini hanyalah event penanda tanganan dan dilarang mengambil gambar, fakta aku masih murid SMA akan terbongkar sewaktu aku bicara dengan mereka. Karena nama bolpoinku juga sama dengan nama asliku, ada resiko kalau ada seseorang menemukan kalau aku Izumi Masamune, seorang murid SMA.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gawat. Benar-benar gawat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seseorang di sekolah memanggilku ‘Izumi-sensei’ atau lainnya, mungkin aku akan mati dengan keadaan malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah sebabnya ----&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak mencoba mencari namaku sendiri di internet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Ha...fiuh... tenang.....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengelap keringat di keningku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengingatnya sewaktu debut pertamaku, aku pernah membuat kesalahan sekali. Setelah itu, benar-benar trauma yang buruk sehingga aku berjanji tidak akan pernah mencari nama bolpoinku atau novelku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dulu, jiwa psikologisku terserang sangat hebat, bahkan sampai sekarang, aku masih bermasalah ketika memikirkannya. Jadi aku sangat terkesan oleh pengarang itu yang bisa dengan santai membaca semua ulasan tentang karya-karya mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berganti topik yang lain. Dibawah pengetahuan yang tangguh tentang betapa berbahayanya tindakanku, kemarin aku mulai mencari-cari tentang event autograf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu aku browsing &amp;lt;ada plihan kata selain browsing?&amp;gt; berbagai macam blog dan membaca komentar mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tadi menyenangkan bisa berbicara dengan Izumi-sensei” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;--- Tidak tidak, justru bisa melihat pembacaku mempunyai waktu yang baik, akulah yang merasa senang.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Hm, disini bilang “Izumi-sensei sangat muda, ya, seperti yang ledenda bilang” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;--- Hm? Legenda apa?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;---- Fiuh... Semuanya berjalan baik...untuk sekarang.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menepuk perlahan dadaku dan mulai membaca tentang kesan dari event ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejauh ini, tidak ada yang terlihat tidak normal...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya saja, saat aku memikirkannya, ada sesuatu yang menangkap penglihatanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ugh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tanda tangan Izumi-sensei sangat sulit dibaca.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ughhhhhhhhh”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menjerit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahhh... ahhh....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tulisan tangan Sensei juga sangat jelek~~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wow...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Betul, benar-benar jelek.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sangat jelek.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dimana sih dia mendapatkan pelajaran sekolah dasar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ughhhhhhhhhhhhh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ada batasnya tentang berapa banyak kata-kata pedas yang kalian berikan padaku. Ini merupakan hal paling buruk yang pernah aku lihat.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Tap tap tap*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Blog sialan! Bukannya aku memilih tanda tangan itu! Dari awal aku memang tidak pernah berlatih tanda tangan! Bagaimana aku bisa tahu apa yang harus aku lakukan ketika kalian tiba-tiba menyodorkan selembar kertas padaku yang berisi restumu? Aku penulis, bukan artis, bodoh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengetik dengan marah menggunakan keyboardku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- &amp;lt;nowiki&amp;gt;*Bang*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adik perempuanku menghentak-hentak atap, memberikan tanda protes “Berisik!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamarnya tepat di atas kamarku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Yaa... yaa... yaaa...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memandang plafon dan menggigit bibirku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu dia! Itulah sebabnya aku membenci internet! Aku benar-benar ingin menangis!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Seandainya itu komentar tanpa nama pun, mereka harus tahu apa yang boleh dan yang tidak boleh dikatakan.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ingat baik-baik.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Tap*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetesan air mataku berlahan jatuh di atas laptop.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang pukul 7 malam. Bermaksud membeli buku untuk mengubah suasana hatiku, aku pergi ke toko buku Takasago. Toko buku merupakan toko yang berusaha sendiri. Mempunyai dua lantai. Meski tidak terlalu besar, namun mempunyai jumlah light novel yang cukup dan suasana yang nyaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar-benar... berlebihan. Hal ini normal di internet,&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang mengatakan kalimat itu sambil tersenyum sinis adalah pelayan toko buku ini, Takasago Tomoe. Perempuan berambut hitam panjang dengan penampilan khusus dan dia juga feminim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggunakan celemek, dialah teman sekelasku dan satu dari beberapa individu yang tahu kebenaran tentang Izumi Masamune.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga tahun yang lalu, sewaktu aku membuat debutku, aku tertangkap basah oleh ayahnya karena tingkah lakuku yang mencurigakan. (Sebenarnya aku hanya melihat-lihat jika ada orang datang dan membeli bukuku). Itu merupakan kenanganku yang paling memalukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, aku menjadi temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, sedang waktunya istirahat. Kami ngobrol di dalam ruangan pegawai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benarkah? Itu normal? Kalau begitu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yap. Penulis. Artis. Sutradara anime. Semuanya juga sama mengertinya. Yah, pikirkan saja sebagai pajak nama baik, namun jangan terlalu dipikirkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A..aku tidak seterkenal itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...masa sih?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku pikir kau agak terlalu optimis.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayangnya, itulah kebenarannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kecepatan menulisku sangat cepat, nama baikku hampir tidak berubah sejak debutku. Setelah cerita ketiga dari Izumi Masamune keluar, aku menjadi penulis yang terkenal. Setidaknya, aku tidak pernah mengakhiri cerita di tengah jalan, jadi aku menganggap diriku loyal dalam karyaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kesuksesan yang tak terduga dari buku-bukuku, novel &#039;Si Serigala Perak&#039; menjadi yang pertama dicetak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan dipikirkan terlalu berat. Komentar kecil tidak akan berimbas pada apapun.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimanapun juga, perkataanmu terdengar lebih buruk dari mereka.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahaha. Hei...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tomoe mengeluarkan smartphone-nya &amp;lt;ref&amp;gt;Handphone dengan berbagai fitur canggih layaknya komputer atau laptop&amp;lt;/ref&amp;gt;, mengeklik sesuatu lalu berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku baru saja melihat-lihat. Ini, bukankah itu blognya ilustratormu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua mataku terbelalak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benarkah? Itu nyata?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yap.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Perlihatkan padaku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini, ini nama pena, &#039;kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tomoe memperlihatkanku nama blog itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Blog Eromanga.&#039; Hanya mendengar dari namanya, kalian mungkin berpikir blog ini bertujuan untuk memperkenalkan komik mesum atau apa.&amp;lt;ref&amp;gt;Ero atau lengkapnya dalam bahasa Inggris - Erotic. Sering disingkat &#039;Ero&#039; oleh orang Jepang berarti tindakan erotis dan yang hal berkaitan dengan erotis.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Ilustrator Aktif. Nama bolpoin datang dari sebuah pulau. Tidak ada hubungannya dengan ero manga.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.... Ini nyata....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eromanga ini merupakan ilustratorku saat ini. Dia bekerja denganku sejak debutku, jadi aku sangat bersyukur. Setelah tiga tahun bersama, aku merasa &#039;kami ini tim yang baik&#039;, namun---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Wow wow wow! Sedang apa dia?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang mencelaku adalah dia!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Masa-san, apau kau pernah bertemu Eromanga-sensei?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak! Kami hanya saling kontak lewat editor kami!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktanya, bahkan aku tidak tahu orang ini pria atau wanita. Yah, karena dia selalu menampilkan ilustrasi yang moe, kemungkinan dia seorang pria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang ilustrator yang diangkat oleh editor, jadi normalnya kami tidak langsung saling berhubungan. Bahkan setelah tiga tahun, bertatap wajah saja tidak pernah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Emm... apa itu artinya dia membencimu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei! Maksudmu ilustratorku sendiri membenciku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankah itu memang benar? Aku merasa dia sangat marah padamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Masa....?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tapi kenapa? Apa aku melakukan sesuatu yang menyinggung perasaannya?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kami baru bekerja bersama, aku pernah mengomel &#039;Apa-apaan dengan nama bolpoin mesum itu&#039;. Apa dia mendengarnya? Tunggu tunggu... dengan nama seperti &#039;Eromanga&#039;, siapa saja akan membuat hubungan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jika dia membenciku, aku harus meminta maaf... tapi bagaimana melakukannya, ya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan tanya aku, aku pun tidak tahu.&amp;quot;, sambil mengangkat bahunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi tetap saja, menurutku itu hal aneh kalau setelah tiga tahun bekerja bersama, kalian berdua benar-benar tidak tahu sama lain. Bukankah editormu mengatakan sesuatu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yah, bahkan di antara jajaran editor, tidak ada yang pernah bertemu Eromanga-sensei. Dia melakukan pekerjaannya via internet. Kontrak yang mengikat merupakan permintaannya untuk merahasiakan identitasnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Wah, gaya yang aneh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tomoe blak-blakan mengungkapkan pendapatnya. Aku mengerti dengannya. Aku juga mempunyai situasi tersendiri, jadi mungkin ilustratorku juga demikian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa kau pernah mencoba mencarinya Eromanga di internet?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sudah. Tapi hasilnya menuju ke situs Eromanga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Itu hal normal.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau dipikir-pikir lagi. Bagaimana tentang menambahkan nama bolpoinmu, atau judul novelmu pada kotak pencarian?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa menurutmu aku ini orang yang akan mencari nama dan novelnya sendiri?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...~ Ah, benar juga. Kau seperti orang yang berpegang teguh pada suatu prinsip.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tepat. Jadi, aku sangat bahagia jika kau dapat mencarikannta untukku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya ya~.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tomoe mulai membuka smartphone-nya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau bilang sudah mencari, tapi sebenarnya baru aku yang mengakses blog ini. Terlepas dari ilustrasi, disini ada hal-hal lain.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seperti apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seperti.... kebanyakan video yang di unggah, sih.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Unggahan video? Tapi bukankah dia ilustrator?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Video apaan sih yang dia unggah?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Contohnya, streaming video secara langsung... seperti itu...?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Emm ~ Aku tidak mengerti.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, lihat Masa-san, ini berita terbaru. Hari ini Eromanga-sensei akan menayangkan tayangan langsung lagi. Kau ingin menontonnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah di &#039;Tokobuku Takasago&#039;, aku telah membeli beberapa light novel terbaru. Salah satu peraturanku adalah jangan pernah membeli buku lewat internet, jadi aku mencari tempat lain untuk mencari buku. Itu sangat tidak nyaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membuka jendela rumahku, peuh dengan kegembiraan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku pulang~.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada respon seperti biasa. Tapi, sama sekali aku tidak keberatan. Aku berteriak di tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sagiri ~ jika sudah selesai makan, pastikan piringnya diluar kamar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu aku kembali ke kamarku dan menyalakan laptopku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Video streaming secara langsung.... ini dia!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah bincang-bincang dengan Tomoe, ledakan keanehan kepada &#039;Eromanga-sensei&#039; muncul di pikiranku. Meski sudah tiga tahun yang lalu, aku terlalu cepat menyerah tentang dia, tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Seperti apa dia? Seperti apa suaranya? Apa yang dia sukai?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apa yang dia pikirkan tentang novelku?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menggerakkan mouse dan melihat-lihat blog tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya blog ini sudah lama dibuat, disitu juga tertulis demikian. Selain dari komentarnya tentang tanda tanganku, terdapat banyak hal di blog itu yang membuatku marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Kuh&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menjeda karena video sudah mulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat baru saja mulai....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awalnya, di layar hanya ada warna hitam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;--- Dalam kata lain, Eromanga-sensei akan segera muncul.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, berlawanan dari dugaanku, layar malah menampakkan pemberitahuan berwarna merah muda bertuliskan &amp;quot;Pembicaraan dengan semua orang ketika menggambar ilustrasi&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Stand by] [Waiting] &amp;lt;ref&amp;gt; Stand by = bersedia; Waiting= menunggu. &amp;lt;/ref&amp;gt; Lalu layar bergerak dari kanan ke kiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akan dimulai... Kira-kira dia seperti apa, ya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapanku tertuju pada layar. Lalu ada suara kecil terdengar saat melewati pemindah suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Halo! Selamat malam, semuanya. Hari ini aku akan menggambar sambil berbincang-bincang dengan kalian. Salam kenal.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Aku menyukaimu Ero-sensei!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Aku menyukaimu Ero-sensei!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Salam kenal Ero-sensei.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Aku menyukaimu Ero-sensei!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku, aku tidak tahu ada sesuatu seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Ini lagi.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Ada apa dengan nama bolpoinmu, sensei?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Kau memilih nama itu karena kau ingin menggambar ilustrasi ero, &#039;kan?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sudah kukatakan bukan seperti itu! Kalian selalu memanggilku Ero-sensei ini Ero-sensei itu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Benar benar]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Aku mengandalkanmu, tunjukkan pada kami ilustrasi ero-mu, sensei!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya -- inilah cara dia menyapa penggemarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Hmhm... secara langsung berkomunikasi dengan para penggemarnya.... Aku iri&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membayangkan diriku melakukan hal tersebut -- tetap saja, direkam saat aku menulis novel... Aku bertaruh pasti akan sangat membosankan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akan kukatan dulu, hari ini tidak ada ilustrasi ero.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Layar berubah menjadi lautan ilustrasi. Lalu bolpoin digital muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, tidak orang yang melihat Eromanga-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hari ini, aku ingin memperlihatkan pada kalian ilustrasi ini - Dari karya milik Izumi Masamune yang berjudul &#039;Reinkarnasi Si Serigala Perak&#039;, salah satu heroine utama, &amp;lt;ref&amp;gt; Heroine merupakan tokoh perempuan di sebuah Anime, Manga, ataupun Light novel.&amp;lt;/ref&amp;gt; Akaiusagi-chan! &amp;lt;ref&amp;gt;Akaiusagi jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia berarti Kelinci Merah.&amp;lt;/ref&amp;gt; Dia adalah tokoh favoritku. Meski di jilid ke-tiga, Izumi-sensei tidak menghidupka dia lagi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ah, maaf.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengatakan maaf di dalam kepalaku. Jadi Eromanga-sensei menyukai tokoh perempuan ini. Aku ingat kalau ilustrasi untuk tokoh ini membutuh waktu yang lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apa mungkn dia marah karena alasan tersebut?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Izumi-sensei memang berlebihan. Perempuan imut seperti ini, namun Izumi-sensei malah membunuhnya. Padahal tokoh ini seperti anakku!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat marah-marah kepadaku, bolpoin digital terus bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tidak, tunggu! Sebentar! Apa boleh buat! Ini novel tentang pertarungan!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Seharusnya kesebalanmu kau lemparkan ke Kinshishi &amp;lt;ref&amp;gt;Kinshishi berarti Singa Emas&amp;lt;/ref&amp;gt; yang telah membunuhnya. (Raja terakhir di jilid 3)&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eromanga-sensei mulai mewarnai Akaiusagi sambil menyenandungkan sebuah lagu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;... Hm ~ jadi begitu ilustrasi dibuat.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar-benar tidak seperti yang aku bayangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kursor terus bergerak. Seandainya kalian melihat layar, kalian tidak akan mampu mengikutinya. Bukan hanya itu, kadang kala bolpoin digital dan mouse bergerak pada saat yang sama. Keahlian seperti sihir yang hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, tidak peduli apapun pekerjaan itu, selama bisa berada di tingkat profesional, orang yang menemukannya dengan mudah akan dapat menikmatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberap saat, topik berubah menjadi &#039;Event Penanda Tanganan oleh Izumi Masamune&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh iya, berdasarkan rumor tentang acara perayaan &#039;Serigala Perak&#039;, saya minta maaf, saya tidak bisa ikut. Karena aku tidak mengizinkan identitasku tersingkap. Jadi tolong biarkan Izumi-sensei mengatahuinya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Ada apa? Apa kau lolicon?] &amp;lt;ref&amp;gt;?&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Apa legendanya benar? Izumi sensei benar-benar siswi cantik sekolah dasar?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Diam. Aku juga tidak pernah melihat langsung Izumi-sensei, jadi aku tidak tahu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang mengataka kalau dia lolicon hanya tersenyum sinis. Mungkin seseorang akan merasa rumit jika ini memang benar, tapi aku terharu. Hal ini merupakan sesuatu yang benar-benar hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biarpun begitu, orang yang mengatakan kalau aku siswi SD yang cantik... mungkin hanya mencoba menggodaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Namaku jelas-jelas nama laku-laku... bagaimana bisa mereka berkesimpulang begitu?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi tetap saja, aku mendengar kalau tanda tangan Izumi-sensei juga sangat jelek.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Yap, sangat sangat jelek.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Seperti gambar yang jelek.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Kalian diam saja! Seadainya itu benar, kalian tidak punya mengatakannya!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sialan! Jika aku bertemu dengannya, niscaya aku akan memberikannya pelajaran!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, sudah selesai~?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Kerja bagus Ero~]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Wooaaahhhh.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Terima kasih atas kerja keras.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Hari juga sangat menyenangkan]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Imutnya.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak komentar yang muncul. Ya, itu benar-benar ilustrasi yang bagus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Kali ini, bolehkah aku menyimpannya sebagai wallpaper, sensei?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu ~ silakan~ Terima kasih telah menonton~&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilustrasi telah selesai, tapi video streaming masing berjalan. Mungkin saatnya ngobrolnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Fiuh ~ Setelah berbicara banyak, aku sangat lelah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eromanga-sensei mengeluarkan nafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tiap kali aku siaran video langsung, ilustrasi selalu bagus.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Ilustrasi Kinshishi juga bagus.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Semunya oke, kok.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Bagaimana dengan beberapa tokoh anime sekarang?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei tunggu, kalian terlalu banyak permintaan! Sebentar!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sunyi, lalu layar komputer yang tadinya penampilang terhenti. Tidak lama kemudian muncul seseorang menggunakan topeng tokoh anime dan headphone.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Wow wow]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Nice]&amp;lt;ref&amp;gt;Bagus&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;---Hmm, jadi dia mengalihkan kamera. Yang berarti itu adalah Eromanga-sensei.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak seperti siaran televisi pada normalnya, apapun yang dia tentukan pada kita adalah acak, tapi bukan hal yang buruk, sih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menggunakan topeng tokoh anime, dengan mantel besar dan topi - aku tidak bisa memastikan seperti apa dia sekarang. Tapi meskipun ruangan gelap dengan gambar yang buram, bisa aku anggap kalau dia lebih pendek dari yang aku duga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Eromanga-sensei mengambil majalah anime dan membalik ke halaman ranking tokoh terkenal. Tentu saja tidak ada tokoh dari ceritaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ambillah satu gambar disini. Ah, jika memungkinkah, pilihlah seseorang yang aku suka. Aku sarankah seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu muncul berbagai permintaan di layar. Eromanga-sensei dengan senang ngobrol dengan semua orang -- tapi aku tidak ikut bergabung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena sekarang bukan waktu yang tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...........&amp;quot;&lt;br /&gt;
[[File:Ero_Manga_Sensei_v01_031.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
Percapakan menggembirakan ini sama sekali tidak masuk ke telingaku. Aku diam, dan hanya fokus pada video yang buram ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;................. Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memandang jauh di belakang punggung sensei, di kamar - aku bergumam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disana -- tergeletak makan malam yang aku baru buat untuk adik peremupanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haaaa!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu menit menit berikutnya, aku tersadar dan jujur saja menggelengkan kepalaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Video streaming masih berjalan. Di layar laptopku ada seseorang dengan mantel besar dan ruangan buram. Orang-orang masih ngobrol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi jika aku perhatikan dengan seksama, aku melihat telur dobel di kedua sisi, salad dengan tomat dan daun selada yang familiar, bahkan piring yang sama dengan piring dapur keluargaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang sebenarnya terjadi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bergumam lagi. Kepalaku terasa agak lebih jelas dari sebelumnya, tapi aku masih tidak bisa mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kebetulan semata...?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mungkin. Hanya ada satu kebenaran mengenai itu, tapi aku masih sulit memercayainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......Mungkinkah..... video ini..... berasal..... dari rumahku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menengok plafon dan berbisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tidak mungkin. Tidak mungkin. Tidak mungkin. Tapi...&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan aku takut akan pikiran ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eromanga-sensei menggunakan pengubah suara, mengenakan mantel besar dan sebuah topeng. Berarti, itu tidak ada yang aneh jika dia berubah menjadi perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
..... Aku tidak bisa membuang teori ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkinkah --- Sagiri - orang yang tidak pernah keluar dari kamarnya, orang yang tidak pernah berkomunikasi dengan orang lai - adalah orang sama dengan orang yang dengan gembira berbicara dengan penggemarnya, ilustrator novelku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......Mungkinkah? Bagaimana bisa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terus terang, aku pusing. Tapi pada saat yang sama, sebuah ide muncul di pikiranku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;-- Ini kebetulan.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika &#039;Eromanga-sensei&#039; = &#039;Adik perempuanku, maka &#039;Sagiri&#039;.....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, di layar laptopu mungkin adik perempuanku, yang menolak keluar dari kamarnya, iya kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mesti sulit untuk percaya, tapi masih ada kesempatan! Aku menyerah setelah satu tahun, tapi sekarang adalah kesempatan emasku. Tidak akan kubiarkan terbuang sia-sia!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pikir! Pikir!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memegang kepala dengan kedua tangan, aku menurunkah sikutku di meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.... Sial...Sialan! Aku tidak bisa berpikir apapun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jujur, aku masih menonton video siaran langsung, tapi semua yang aku lakukan adalah menulis sesuatu dan mengirim kepada dia! Apa akan baik-baik saja setelah aku mengirim? Apa yang harus aku lakukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Apa kau adik perempuanku] - Dibantah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Bagaimana kalau keluar sebentar?] - Ditolak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa bedanya jika dibandingkan saat aku membawakannya makanan? Bahkan, aku merasa ada perasahaan tidak enak jika melakukan hal itu. Nantinya akan menjadi hal yang lebih rumit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika mentalku tertendang oleh diriku sendiri, pembicaraan &#039;ilustrasi apa selanjutnya&#039; akan berakhir. Eromanga-sensei kembali ke depan kamera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan, video selanjutnya besok.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sialan! Sudah selesai! Apa yang harus lakukan?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keika aku tidak bisa berpikir apapun ---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sampai jumpa lain waktu. Dadah~?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Terima kasih atas kerja kerasmu]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Aku akan terus menunggunya]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Terima kasih atas kerja kerasmu lagi]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Huh?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, seseorang lupa mematikan kamera setelah pertunjukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Wow tunggu, masih ada kelanjutnya. Wkwk]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Aku menyukaimu Ero Sensei!  Wkwk]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Kamera kamera!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Kau lupa kameramu, sensei]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan penuh penyesalan, Eromanga-sensei tidak mengindahkan peringatan penggemarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;....Ini akan menjadi hal yang buruk...iya &#039;kan?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesalahan ini bisa membuat tragedi dari siapapun yang sedang menonton video tentang &#039;diri sebenarnya&#039; dari orang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contohynya  - atau agaknya, skenario paling buruk, membayangkan seseorang telanjang di depan kamera dan melakukan tindakan mesum yang menyebabkan orang-orang mengutuk mereka. Terlepas dari bahayanya kehidupan pribadi kalian tersingkap di hadapan publik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Gawat ini! Ini sangat, sangat gawat - hei, hei, tunggu aku.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melompat dari kursiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan aku melakukannya karena ada sesuatu yang tidak terduga terjadi di layar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah ~~ Aku terlalu banyak bersenang-senang. Aku sangat lapar, namun malah lupa memakan makanan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eromanga-sensei berdiri dan mulai melepas bajunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama adalah kaos kaki panjangnya. Lalu mantel besar, sambil dia berpindah dari jangkauan kamera. Selanjutnya, topeng terjatuh di depan kamera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Hei! Identias asli Ero Manga sensei akan terbongkar!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Meski, mungkin seorang yang mesum]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Sialan! Aku tidak bisa melihat apapun. Kembali kesini~]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Kenapa kalian ingin sekali melihat pria mengganti baju?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Hei, pembekalan yang berwarna-warni]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Mungkin akan bagus wkwk]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Clank clank*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;GAWAAAAAAAAAAAATTT&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mengambil laptopku dan berlari keluar kamar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menuju ke lantau dua, menuju &#039;pintu seseorang yang tidak ingin meninggalkan kamarnya&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Gawat! Gawat! Benar-benar gawat!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Kalian mengerti, &#039;kan?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Jika Eromanga-sensei adalah adik perempuanku.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Jika mereka orang yang sama!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Maka tubuh telanjang adik perempuanku akan terbongkar dan seluruh dunia akan melihatnya!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;HENTIKAAAAAAAAAAAAAANN!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Bang*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menggedor pintu kamar adik perempuanku seperti aku ingin meremukkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Bang! Bang! Bang! Bang!*  Aku terus menggedor sambil melihat layar laptopku.&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kameraaaaaa!! Kau lupa mematikan kamera!! Kameraaaaaaaaaaaaaaaa!!!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Bang! Bang! Bang! Bang! Bang!*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sialan! Masih berjalan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini pertama kalinya aku memanggil adik perempuanku tanpa peduli citraku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, aku mencoba usaha keras sialanku. Perhatikan aku! Perhatikan benda itu! Perhatikanlah perhatikanlah  perhatikanlah!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;* Bang! Bang! Bang! Bang! Bang!* &amp;lt;/nowiki&amp;gt; Suara gedor-gedor pintu terdenga ganda, karena suara laptopku yang mengeluarkan suara yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain - tidak ragu tentangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Suara berisik apa sih!?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Apa keluarganya bermasalah? wkwk]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Video siaran langsung berhenti dan mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Terhenti...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koridor kembali tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
.... Aku tidak melihat bagian terakhir, tapi sepertinya.... aku berhasil melakukannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berhasil... iya &#039;kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Huh.... fiuh~~&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menutup mataku dan menarik nafas dalam-dalam. Pundakku bergemetar akibat adrenalin. &amp;lt;ref&amp;gt;Adrenalin atau hormon adrenalin, merupakan kelenjar yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal. Kelenjar ini merangsang jantung berdetak kencang. Contohnya, ketika gugup atau setelah berlari&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.....Aku menyelamatkannya. Aku menyelemamatkan.... adik perempuanku yang telanjang....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku patut mendapatkan pujian, &#039;kan?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski aku membuang kesempatan yang bagus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Aku tidak menyesal.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengelap keningku setelah melepas tanganku dari pegangan pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi... pastikan tahu kalau...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan marah aku menatap pintu dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku benar-benar ingin kau membuka pintu ini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Kriek*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; &amp;lt;ref&amp;gt;Suara pintu kalau dibuka begini bukan?&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu yang yang selama setahun tidak pernah sukses aku buka, kini terbuka perlahan ---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang perempuang mengenakan piyama muncul dihadapanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkulit putih. Rambut perak yang agak berantakan. Mata berwata biru tanpa emosi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasakan seandainya aku memalingkah wajahku sebentar, dia akan menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah adik perempuanku, Izumi Sagiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ekskpresi menganga dan terdiamku, dia berbisik:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Onii-san, sudah lama tidak bertemu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah adik perempuanku yang tidak pernah aku lihat selama satu tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak tahu berapa lama aku terbeku disini. Saat aku sadar, adik perempuanku masih berdiri di depanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini merupakan pertemuan kedua kami, tapi menurutku dia cantik. Tidak hanya kecantikan yang vulgar daro seorang aktris, tapi kecantikan alami yang sempurna. Biarpun begitu, karena ini pertama kalinya muncul di pikiranku, itu malah &lt;br /&gt;
menunjukkan betapa bingungnya aku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua kalinya bertatapan muka dengan adik perempuanku ---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami tidak mengatakan sepatah kata apapun. Waktu berlewat. Aku tidak tahu apa yang dia pikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Hei... orang ini orang yang baru saja membuat video siaran langsung, &#039;kan?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ilutrator dengan nama bolpoin yang benar-benar mesum, &#039;EroManga&#039;?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia muncul dihadapanku seperti itu, aku tidak tahu membuat perhubungannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apa mungkin... aku telah salah?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin satu menit berlewat, akhirnya aku membuka mulutku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.... Lama tak berjumpa.... Mungkin setahun, ya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri tidak membalas. Wajahnya menunjukkan ekspresi marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apa? Apa kau marah?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Yah, jika seseorang tiba-tiba menggedor secara gila-gilaan di depan pintumu, reaksi inilah yang didapatkan. Tapi tetap saja...&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengambil bagian atas layar laptopku. Video siaran langsung telah terpotong, layar menjadi gelap. Lalu dengan perlahan aku memandang wajah adik perempuanku.&lt;br /&gt;
[[File:Ero_Manga_Sensei_v01_041.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mengenai itu.... apa kau &#039;Eromanga-sensei&#039;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada respon. Tapi....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
....Keningnya berkeringat dingan! Dia jelas-jelas dalam keadaan panik!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dala hatiku, aku mengatakan &#039;Terdakwa bersalah!&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku terkejut melihat ekspresi rumitnya. Aku selalu berpikiran kalau dia seseorang tanpa emosi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau benar-benar... Barusan video siaran langsung ---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Kuh!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Hah? Ada apa dengannya?&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maksudmu aku salah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri langsung mengangguk, lalu dia melihat kebawah dan bergumam sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang kau katakan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak mendengarmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mendekatkan telingkau pada mulut adik perempuanku. Lalu aku mendengar dia berbicara dengan berbisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.....Aku tidak tahu seseorang dengan nama mesum seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Lalu kenapa kau mengambil nama bolpoin itu?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dia dia benar-benar Eromanga-sensei, aku ingin menceramahinya tentang hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri berpaling. Dia punya wajah usang terlihat di wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu.~&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semakin kau mencoba menyangkalnya, semakin buruk hasilnya. Karena jika itu benar-benar kesalahan, maka reaksi awalmu tidak akan seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu apa? Aku tidak bisa apa-apa selain berpikir tentang langkahku selanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri masih terdiam, tiba-tiba dia mencoba menutup pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei tunggu ~ aku tidak akan membiarkanmu pergi!&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Buk*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Kakiku terkait di antara pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri membuka pintunya lagi, melepaskan kakiku dari pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aw aw! Sakit!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.....Keluar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin yang dia maksud &#039;keluarkan kakimu&#039; ---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku sanggah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika aku mundur sekarang, aku merasa kalau aku tidak akan pernah melihat pintu ini terbuka untuk hidupku lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau ilustrator untuk &#039;Reinkarnasi Si Serigala Perak&#039;, Eromanga-sensei, iya &#039;kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Bukan, aku bukan.... bukan....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terlihat seperti akan langsung menangis. Sepertinya aku menggertaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh, dial... Aku tidak berniat melakukakn itu ---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu hebat, loh!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang ingin aku katakan keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri melihatku dengan mata biru berair.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata kita bertemu. Aku mundur sebentar. Yang bisa aku lakukan ialah memaksa tenggorokanku untuk berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baru saja di videp siaran langsung, ilustrasi itu sangat indah. Kau juga punya banyak penggemar.... Semua orang gembira.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berpaling dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Karena kau tidak pernah keluar dari kamarmu, aku selalu penasaran apa yang kau lakukan didalam.... Tapi kau melakukan hal yang sangat luar biasa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;..........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun aku mengatakan perasaanku yang sebenarnya, aku tidak bisa melihat ekspresi dari adik perempuanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaanku apa sih yang dia punya? Bingung? Ah.... membuatku malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini terlalu sulit.... Aku harus terus berbiara. Tidak akan kubiarkan percakapan ini mati begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mereka bilang ilustrasimu sangat erotis~&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apa-apaan yang aku katakan?&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apa itu yang harus dikatakan pada adik kecil perempuanmu?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, bukan hanya itu! Tentang....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tentang apa?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku..... sangat gembira.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku harus menjelaskan dari awal. Tentang &#039;identitas asli&#039;-ku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;..... Sagiri..... sebenarnya.... aku....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku akan mengatakan padanya. Mengatakan kenapa aku gembira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku ---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak!!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sagiri berteriak menyela pembicaraanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa aku salah dengar? Aku memandang Sagiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.... Apa.... apa --- tidak?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baru saja kata itu keluar dari mulutku...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Buk*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada sesuatu yang menghantam wajahku saat aku menjawab,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Brak*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pandangan terdistorsi, pintu itu tertutup sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
....Sagiri.... dia melempar gamepad miliknya ke kakak laki-lakinya sendiri!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi, aku bisa bertemu dengan adik perempuanku setelah sekian lama, namun pertemuan kami benar-benar terlalu pendek. Hanya  hal yang masih ada adalah rasa sakit di hidungku dan rasa menyesal tidak bisa menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Sial. Ini baru permulaan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kegembiraan melihat adik perempuanku lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Esok harinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam maksud membuat karya novelku selanjutnya, aku pergi ke perusahaan penerbit di Tokyo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menunggu sebentar, editorku, Kugurazaka-san muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hah ~ maaf membuatmu menunggu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berambut panjang, mengenakan pakaian setel atas bawah. Penampilan seperti wanita perkasa. Biarpun begitu wajahnya masih sangat muda, dia terlihat seperti seorang mahasiswi di sebuah kampus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berdiri dan memberikan salam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat siang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf, Izumi-sensei. Rapatku yang sebelumnya lebih lama dari yang aku perkirakan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kagurazaka-san berjalan lalu duduk di depanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Belakangan ini saya sangat sibuk~? Akhir-akhi banyak penulis yang sangat antusias~. Kemarin dan beberapa hari sebelumnya, aku hanya tidur selama dua jam. Tapi sudah terbiasa!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha, terima kasih atas kerja sama anda.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, aku menganggap hal itu bukan urusanku. Menurutmu siapa yang membuat karyaku sepopuler itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, meskipun aku berpikir demikian, aku tidak bisa mengatakan dengan keras. Sekarang ini, sebagai freelancer, beliau ini bosku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika aku bertengkar dengan beliau, bisa jadi akan berimbas pada pendapatanku, bahkan mungkin karyaku juga akan bermasalah. Sebelumnya, mungkin aku tidak berpikir itu sebagai permasalahan, tapi saat ini, ini tentang hidup dan mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian, bahkan jika beliau berbaik hati padaku, aku hanya bisa merasakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Jadi, cepatlah dan langsung ke topik utama.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terima kasih atas event tanda tangan beberapa hari yang lalu. Hari ini saya datang untuk mendiskusikan karyaku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sudah kuperkirakan ~ Tapi karena kamu baru saja menyelesaikan jilid terakhirmu, bukankah kamu harus istirahat dulu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya tidak punya banyak waktu. Saya perlu mendapatkan novel terbaru sebelum para pembaca melupaka diri saya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau sangat peka, lalu tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau begitu.... mengenai rekapitulasi novel saya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dapatkah kamu menunjukkan kepadanya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membuka tas punggungku dan melemparkan tumpukan dokumen ke atas meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa-apaan ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pengajuan proyek baru. Singkatnya, saya sudah menyelesaikan rekapitulasi untuk tiga jilid dari dua novel.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha? Tunggu? Rakapitulasi? Sudah selesai?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Di dua novel berbeda, satunya tentang pertarungan yang sama dengan kekuatan spesial. Dan yang satunya lagi tentang cerita petualangan. Karena berbeda tipe dengan novel saya yang sebelumnya, aku hanya menyelesaikan satu jilid.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulut Kagurazaka-san berubah menjadi garis tipis sambil membalik &#039;rekapitulasi&#039;-ku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dengar! Ini bukan lagi rekapitulasi atau dokumen pengajuan! Ini naskah yang sudah jadi!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya pikir itu normal, karena semua orang bilang pada saya apa yang harus ditulis. Kagurazaka-san juga bisa mengatakan pada saya apa yang harus saya lakukan setelah membaca itu, &#039;kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankah aku sudah mengajarkanmu kalau rekapitulasi yang bisa diterima itu bisa mengangkut kontennya padaku dalam sepuluh menit?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Apa iya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Naskah besar tidak bisa diputuskan hanya dengan satu kali rapat seperti ini! Yah, memang hal yang bagus kalau kamu sudah menyelesaikan naskah. Kamu bilang sudah menyelesaikan tiga jilid di dua novel berbeda, ya? Kecepatan menulismu memang luar biasa seperti biasa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sebenarnya, aku tidak menginginkan diriku dideskripsikan seperti itu.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke? Disamping itu, tumpukan apa ini? Meski sangat tidak mungkin...tapi apa kamu berencara membuat novel ke-empat, &#039;kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menjawab:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya. Kali ini, saya berencana merevisi skrip ini menjadi anime.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa kamu bodoh!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Editorku membantingkan tangannya pada meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ada yang salah? Jika itu menjadi anime, maka tidak peduli berapa banyak saya mencoba, saya tidak akan bisa menyelesaikannya tepat waktu. Jadi saya bersiap kedepan saat saya masih bisa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak habis pikir orang lain mempunyai khayalan sepertimu. Novelmu itu belum populer, darimana asalnya kepercayaanmu itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ya, aku tahu aku masih punya jalan yang panjang, Tapi dengan perlahan aku meningkat.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya hanya menulis seseuatu yang saya rasakan menarik.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi akulah yang melihat dan menentukan semua ini apakah bagus atau tidak! Aku tahu, tidak mungkin aku bisa menghentikanmu sekarang, tapi aku sangat sibuk, sampai-sampai mau mati! Apa kamu sudah mengerti?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah rapat beakhir. Sebelum beliau pergi, beliau tiba-tiba berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Izumi-sensei, kamu telah berubah~&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dibandingkah setahun yang lalu, aku merasa sekarang kamu lebih dewasa. Atau yang harus aku bilang, kamu terlihat sangat berhasrat. Pertama &#039;Serigala Perak&#039;, lalu gayamu tiba-tiba berubah. Pemula yang normal mungkin akan terperangkap di kepopuleran mereka yang tiba-tiba dan segera terbuang keluar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah ----&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Beliau benar.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebelumnya, saya melakukan hanya sebagai hobi. Saya menulis apapun yang saya rasakan, lalu membaginya dengan orang lain dan senang ketika mereka melihat karya saya. Saya rasa itu sudah cukup.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dulu, aku masih duduk di bangku SMP kelas satu. Jujur saja, bahkan aku tidak peduli karyaku terjual atau tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan aku tidak berpikir menjadi novelis profesional. Tidak peduli aku melihatnya, ini merupakan pekerjaan berat. Aku berencana berhenti setelah memasuki perkuliahan, jadi aku tidak terlalu peduli dengan pekerjaan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sekarang kamu tidak berpikir seperti itu lagi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya butuh uang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jujur saja, jika aku yang dulu mendengar ini, pastilah dia akan marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, hari ini, aku tidak bisa melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku harus mendapatkan uang untuk hidup mandiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Emm ~ bukan hal yang buruk.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kagurazaka-san tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benarkah? Dengan alasan normal?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jika Izumi-sensei termotivasi, aku tidak bermasalah dengan hal itu. Mendapatkan uang adalah pemikiran yang sangat normal bagi novelis profesional. Oh, aku baru ingat, aku punya ide untuk membuatmu menggebu-gebu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa? Ilustrator terkenal ingin mengilustrasikan ilustrasi milik saya? &#039;Ichi-sensei&#039; atau siapalah namanya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku selalu penasaran kenapa dia menggunakan nama bolpoin yang aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan seperti itu. Jika ada seseorang lain, ilustratormu, Eromanga-sensei, akan marah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, nama yang sangat sensitif bagiku muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak peduli seberapa cepat Izumi-sensei bekerja, sampai sekarang bahkan Eromanga-sensei tidak pernah mengeluh satu kali pun. Jika kamu berubah, itu terlalu kejam.:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kagurazaka-san terlihat gembira, beliau berencana bertanya Eromanga-sensei untuk karyaku juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Eromanga-sensei, untuk menjadi satu tim denganku merupakan hal yang membuang-buang talentanya. Bahkan aku tidak bisa berharap untuk itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biarpun begitu, sekarang suasana hatiku benar-benar rumit. Karena sebenarnya dia adalah adik perempuanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nanti saya akan berterimakasih padanya dengan sewajarnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Syukurlah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, Kagurazakan-sensei ingin membicarapakan apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Thunh*&amp;quot;&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kagurazaka-san dengan gembira menempatkan setumpuk kertas di meja. Saat dia membuat senyuman itu, hal itu tidak pernah semudah itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Apa.... ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu kesan-kesan tentang &#039;Serigala Perak&#039; yang aku kumpulkan dari internet! Cepat dan bacalah supaya bisa memotivasi dirimu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankah saya sudah bilang kalau saya takut hal itu? Itulah sebabnya saya tidak pernah membaca hal seperti itu di di internet! Bukankah Kagurazaka-san lebih tahu dari orang lain?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu~. Aku tidak mengambil semuanya. Ada berbagai macam komentar yang aku ambil termasuk tipe &#039;tolong lakukan ini, sensei&#039;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;..........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kagurazaka-san merupakan tipe orang yang sering memberika solusi tak terduga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kadang kala aku merasa beliau seperti majikan ketat yang menerapkan kedisiplinannya untuk melakukan hal yang tidak berguna. Kadang kala aku merasa beliau secepatnya mati, tapi dia masih melakukannya untukku supa bisa membuat novel yang lebih bagus. Makanya, saat aku secara ngawur tidak mengikuti anjuran, paling tidak mendengarkannya dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, kemampuan komunikasiku tidak cukup untuk menolaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Editor lain pernah bilang ke saya, &#039;jangan dengarkan opini sejenis itu, terutama dari pembacamu&#039;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benarkah? - Jangan khawatir, aku tidak seperti yang lainnya! Baiklah! Cepatlah baca!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya ya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan enggan aku mengambil tumpukan kertas itu. Ada sebuah tanda yang terlihat  seperti simbol situs forum di atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini~&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Semua yang ada disini berisi kritik tentang novelku! Apa saya berimaginasi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Enggak, itu nyata kok. Ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankah ini seharusnya hadiah untuk memotivasi saya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itulah gayaku. Setelah melihat ini, kamu akan super-termotivasi!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Itulah sebabnya aku tidak mengecek hal ini di internet - sudah berapa kali aku mengatakan hal itu padamu...!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, lupakan. Aku sudah menentukan kalau aku tidak akan berdebat dengan wanita ini. Tapi tetap saja, sebagai novelis, aku harus menjaga komunikasiku dengan para pembacaku. Realitas memang sangat berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Izumi sensei, kemauanmu masih lemah, kamu hanya membaca pendapat pembaca melalui email saja. Jika kamu tidak ingin terlukai, kamu tidak akan bisa tumbuh. Aku hanya berharap sensei akan bisa menulis lebih.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apa itu alasanmu?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Untuk melukaiku? Baru saja kau mencoba melukaiku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Lihatlah, pembacaku, seperti inilah editorku!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak mengatakan apapun, hanya mulai melihat kertas itu, dikepalaku.... Sakit! Sangat sakit! Hatiku sangat sakit!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin ini sesuatu yang biasa bagi editor - tapi lagipula, karena semua kritik ini tentang novelku, kekuatan perusaknya padaku malah lebih hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini sejenis rasa sakit. Rasa sakit antara editor dan pembaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi seorang pengarang, editor merupakan dewa kematian mereka, tapi bagiku, pembacalah yang lebih penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah! Blog ini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku membalik kertas itu, editorku menyela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eromanga-sensei juga menulis kesannya tentang &#039;Serigala Perak&#039; di blognya sendiri! Kamu harus melihatnya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;...... Ini ya.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eromanga-sensei terdengar sangat marah, karena karakter favoritnya ditolak untuk hidup lagi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bayangkan sendiri! Saya sudah dibilang kalau pembentukan karakter ini tidak cukup baik, tapi Kagurazaka-san tidak mendengarkan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Kau benar-benar mengatakannya.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tapi, berdasarkan ingatanku, kali ini beliau memberiku tiga puluh dua pujian.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Selalu plin-plan.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya! Maaf!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merendahkan kepalaku. Di blog Eromanga-sensei, bukan hanya dia mencaciku, dia juga memberikan kesannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasti Sagiri yang telah menulisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berpikir demikan, aku melanjutkan membaca, lalu --&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Apa-apaan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mataku terbelalak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku kembali ke rumah, aku langsung berlari ke tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdiri di depan &#039;pintu yang tidak pernah terbuka&#039;, aku menghembuskan nafas panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena aku berlari kesini dari terminal bis, aku kehabisan nafas. Meski ada sesuatu yang aku rasakan harus aku lakukan, tapi aku tidak tahu bagaimana aku melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sagiri....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di perusahaanku, aku membaca blog milik adikku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mencaciku - paling tidak, itulah yang aku pikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasilnya ---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihat dia &#039;Berputarnya Serigala Perak&#039; - sebuah ilustrasi perayaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilustrasi ini memperlihatkan upaya besar pada detil dan perasaan - ilustrasi sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.....Eromanga-sensei.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua tanganku kusandarkan pada &#039;pintu yang tidak pernah terbuka&#039; sambil bergumam pada diriku sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Serigala Perak&#039; merupakan karyaku yang luar biasa, tapi juga sudah tamat. Sekarang aku sudah memulai baru, dan mungkin tidak akan pernah menulis apapun tentang &#039;Serigala Perak&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi di ilustrasinya Sagiri, karakter itu, yang aku pikir tidak pernah aku lihat lagi melambaikan tangan padaku. Mereka semua berekspresi &#039;Selamat tinggal. Semoga perjalanan kami bagus&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku.... Karena Sagiri.... Aku bisa melakukannya.&lt;br /&gt;
&amp;lt;references/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
60%&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Nohnyangkut</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei_(Indonesia)&amp;diff=382698</id>
		<title>Ero Manga Sensei (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei_(Indonesia)&amp;diff=382698"/>
		<updated>2014-08-17T08:39:28Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Nohnyangkut: /* Ero Manga Sensei karya Tsukasa Fushimi */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Status|Active}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Ero Manga Sensei v01 cover.jpg|thumb|Volume 1 Cover]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri &#039;&#039;Ero Manga Sensei&#039;&#039; ini juga tersedia di beberapa bahasa:&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei Español|Español (Spanyol)]]&lt;br /&gt;
*[[Ero_Manga_Sensei|English (Inggris)]]&lt;br /&gt;
----&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ero Manga Sensei: Imōto to Akazu no Ma (エロマンガ先生 妹と開かずの間) adalah seri light novel yang ditulis oleh Tsukasa Fushimi dan diilustrasikan oleh Hiro Kanzaki. Tsukasa Fushimi juga merupakan penulis dari OreImo yang telah tamat. &amp;lt;br&amp;gt; Serinya masih berlangsung di jilid 2.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis Cerita==&lt;br /&gt;
&amp;quot;Komedi romantis kakak-beradik&amp;quot; berkisah tentang Masamune Izumi, anak SMA sekaligus penulis light novel. Adik Masamune yaitu Sagiri, seorang gadis yang tidak pernah keluar kamarnya selama setahun. Bahkan dia memaksa kakaknya untuk membuat dan membawakan makanan untuknya jika ia menghentak-hentakkan kakinya ke lantai. Masamune menginginkan adiknya itu keluar dari kamarnya, karena mereka adalah satu keluarga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Illustrator novel Masamune, mempunyai nama samaran &amp;quot;Ero Manga Sensei&amp;quot;, menggambarkan, gambar yang sungguh mesum, dan sangat handal. Masamune yang belum pernah bertemu dengan sang ilustrator, menduga dia hanyalah pria menjijikan, otaku mesum. Akan tetapi, Kebenarannya terungkap, bahwa &amp;quot;Ero Manga Sensei&amp;quot; ternyata adalah adiknya sendiri! Untuk menambah kekacauan antara adik-kakak ini, gadis cantik, seorang novelis shoujo terlaris menjadi rival mereka!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Dari ANN)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[Ero Manga Sensei:Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Bagi yang ingin berpartisipasi menerjemahkan Light novel ini, silakan daftarkan dirimu ke [[Ero Manga Sensei:Halaman Pendaftaran|&#039;&#039;link ini&#039;&#039;]].&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standards===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Every Chapter (after editing) must conform to the general format guidelines.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Forum===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;If you enjoyed the series, why don&#039;t you tell us in the [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=15&amp;amp;t=6917 Ero Manga Sensei Forum Thread]?&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Updates ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Ero Manga Sensei&#039;&#039; karya Tsukasa Fushimi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; style=&amp;quot;width: 750px; height: 350px; float: left; &amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| style=&amp;quot;width:180px;&amp;quot; | [[Image:Ero Manga Sensei v01 cover.jpg|frameless|center|border|200px]]&amp;lt;br&amp;gt; &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
| valign=&amp;quot;top&amp;quot; |&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;margin: 10px; margin-top: -5px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 1 ([[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1|Full Text]])=== &lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 1|Bab 1]] 60%&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 2|Bab 2]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 3|Bab 3]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 4|Bab 4]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 5|Bab 5]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Afterword|Afterword]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; style=&amp;quot;width: 750px; height: 350px; float: left; &amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| style=&amp;quot;width:180px;&amp;quot; | [[Image:Ero Manga Sensei v02 001.jpg|frameless|center|border|200px]]&amp;lt;br&amp;gt; &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
| valign=&amp;quot;top&amp;quot; |&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;margin: 10px; margin-top: -5px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2 ([[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2|Full Text]])=== &lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Bab 1|Bab 1]] 10%&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Bab 2|Bab 2]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Bab 3|Bab 3]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Bab 4|Bab 4]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Afterword|Afterword]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Project Staff ==&lt;br /&gt;
*Supervisor: [[user:Arthuria|Arthuria]]&lt;br /&gt;
*Project Manager: [[user:Arthuria|Arthuria]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Penerjemah ===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;ACTIVE&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
:*[[User:Arthuria|Arthuria]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Penyunting dan Tata Letak ===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;ACTIVE&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
:*[[User:Nohnyangkut|Nohnyangkut]] (Jika ada proyek selesai, hubungi saya.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Seri==&lt;br /&gt;
* Volume 1 - エロマンガ先生 妹と開かずの間 (December 10, 2013) {{ISBN|978-4-0486-6081-5}}&lt;br /&gt;
* Volume 2 - エロマンガ先生(2) 妹と世界で一番面白い小説 (May 10, 2014) {{ISBN|978-4-04-866531-5}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Light novel (Indonesian)]]&lt;br /&gt;
[[Category:Hiro Kanzaki]]&lt;br /&gt;
[[Category:Tsukasa Fushimi]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Nohnyangkut</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei:Halaman_Pendaftaran&amp;diff=382697</id>
		<title>Ero Manga Sensei:Halaman Pendaftaran</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei:Halaman_Pendaftaran&amp;diff=382697"/>
		<updated>2014-08-17T08:24:24Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Nohnyangkut: /* Jilid 1 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Untuk memperjelas prosedur pendaftaran:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&amp;quot;Pertama Datang, Pertama Dilayani&amp;quot;: silahkan daftarkan Bab yang ingin anda terjemahkan (cukup tanda tangani - dengan klik edit - di samping Bab yang ingin anda terjemahkan, tentu saja yang belum di ambil penerjemah lain) jika terdapat suatu Bab (yang sudah di tanda tangani) lebih dari 3 bulan tidak ada update, silahkan kontak supervisor, mungkin pekerjaan dapat dipindahtangankan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimum Bab yang boleh anda daftarkan tidak boleh melebihi setengah dari sebuah Jilid&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah translator tiap Jilid maksimal 2 (kecuali untuk cerita pendek yang tidak berhubungan antar Bab, dengan kata lain, cuma dua orang yang boleh mengerjakan satu &#039;alur cerita&#039;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimal Jilid yang boleh anda kerjakan dalam satu waktu adalah satu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Ini bukan kontrak yang mengikat &amp;quot;Aku harus menyelesaikan yang sudah kudaftarkan&amp;quot;. Pilihan tergantung pada translator dan dapat dinegosiasikan (termasuk yang anda daftarkan sendiri). Akan tetapi sebaiknya jika tidak mampu menyelesaikan/kesulitan sampai bagian tertentu dan merasa tidak sanggup menyelesaikan, harap lepaskan daftar nama anda dari seri tersebut, memberikan kesempatan bagi penerjemah lain yang tertarik untuk mengerjakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Daftar==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 1===&lt;br /&gt;
::*Bab 1 [[User:Sannou|Sannou]] - 30% [[User:Nohnyangkut|Nohnyangkut]] - Pengerjaan&lt;br /&gt;
::*Bab 2 &lt;br /&gt;
::*Bab 3 &lt;br /&gt;
::*Bab 4&lt;br /&gt;
::*Bab 5&lt;br /&gt;
::*Catatan Penulis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 2===&lt;br /&gt;
::*Bab 1 [[User:Celsti|Celsti]] - Pengerjaan (10%)&lt;br /&gt;
::*Bab 2 &lt;br /&gt;
::*Bab 3 &lt;br /&gt;
::*Bab 4&lt;br /&gt;
::*Catatan Penulis&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Nohnyangkut</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei_(Indonesia)&amp;diff=382365</id>
		<title>Ero Manga Sensei (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei_(Indonesia)&amp;diff=382365"/>
		<updated>2014-08-16T11:36:37Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Nohnyangkut: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Status|Active}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Ero Manga Sensei v01 cover.jpg|thumb|Volume 1 Cover]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri &#039;&#039;Ero Manga Sensei&#039;&#039; ini juga tersedia di beberapa bahasa:&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei Español|Español (Spanyol)]]&lt;br /&gt;
*[[Ero_Manga_Sensei|English (Inggris)]]&lt;br /&gt;
----&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ero Manga Sensei: Imōto to Akazu no Ma (エロマンガ先生 妹と開かずの間) adalah seri light novel yang ditulis oleh Tsukasa Fushimi dan diilustrasikan oleh Hiro Kanzaki. Tsukasa Fushimi juga merupakan penulis dari OreImo yang telah tamat. &amp;lt;br&amp;gt; Serinya masih berlangsung di jilid 2.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis Cerita==&lt;br /&gt;
&amp;quot;Komedi romantis kakak-beradik&amp;quot; berkisah tentang Masamune Izumi, anak SMA sekaligus penulis light novel. Adik Masamune yaitu Sagiri, seorang gadis yang tidak pernah keluar kamarnya selama setahun. Bahkan dia memaksa kakaknya untuk membuat dan membawakan makanan untuknya jika ia menghentak-hentakkan kakinya ke lantai. Masamune menginginkan adiknya itu keluar dari kamarnya, karena mereka adalah satu keluarga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Illustrator novel Masamune, mempunyai nama samaran &amp;quot;Ero Manga Sensei&amp;quot;, menggambarkan, gambar yang sungguh mesum, dan sangat handal. Masamune yang belum pernah bertemu dengan sang ilustrator, menduga dia hanyalah pria menjijikan, otaku mesum. Akan tetapi, Kebenarannya terungkap, bahwa &amp;quot;Ero Manga Sensei&amp;quot; ternyata adalah adiknya sendiri! Untuk menambah kekacauan antara adik-kakak ini, gadis cantik, seorang novelis shoujo terlaris menjadi rival mereka!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Dari ANN)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[Ero Manga Sensei:Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Bagi yang ingin berpartisipasi menerjemahkan Light novel ini, silakan daftarkan dirimu ke [[Ero Manga Sensei:Halaman Pendaftaran|&#039;&#039;link ini&#039;&#039;]].&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standards===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Every Chapter (after editing) must conform to the general format guidelines.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Forum===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;If you enjoyed the series, why don&#039;t you tell us in the [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=15&amp;amp;t=6917 Ero Manga Sensei Forum Thread]?&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Updates ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Ero Manga Sensei&#039;&#039; karya Tsukasa Fushimi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; style=&amp;quot;width: 750px; height: 350px; float: left; &amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| style=&amp;quot;width:180px;&amp;quot; | [[Image:Ero Manga Sensei v01 cover.jpg|frameless|center|border|200px]]&amp;lt;br&amp;gt; &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
| valign=&amp;quot;top&amp;quot; |&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;margin: 10px; margin-top: -5px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 1 ([[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1|Full Text]])=== &lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 1|Bab 1]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 2|Bab 2]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 3|Bab 3]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 4|Bab 4]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 5|Bab 5]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Afterword|Afterword]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; style=&amp;quot;width: 750px; height: 350px; float: left; &amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| style=&amp;quot;width:180px;&amp;quot; | [[Image:Ero Manga Sensei v02 001.jpg|frameless|center|border|200px]]&amp;lt;br&amp;gt; &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
| valign=&amp;quot;top&amp;quot; |&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;margin: 10px; margin-top: -5px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2 ([[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2|Full Text]])=== &lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Bab 1|Bab 1]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Bab 2|Bab 2]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Bab 3|Bab 3]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Bab 4|Bab 4]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Afterword|Afterword]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Project Staff ==&lt;br /&gt;
*Supervisor: [[user:Arthuria|Arthuria]]&lt;br /&gt;
*Project Manager: [[user:Arthuria|Arthuria]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Penerjemah ===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;ACTIVE&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
:*[[User:Arthuria|Arthuria]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Penyunting dan Tata Letak ===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;ACTIVE&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
:*[[User:Nohnyangkut|Nohnyangkut]] (Jika ada proyek selesai, hubungi saya.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Seri==&lt;br /&gt;
* Volume 1 - エロマンガ先生 妹と開かずの間 (December 10, 2013) {{ISBN|978-4-0486-6081-5}}&lt;br /&gt;
* Volume 2 - エロマンガ先生(2) 妹と世界で一番面白い小説 (May 10, 2014) {{ISBN|978-4-04-866531-5}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Light novel (Indonesian)]]&lt;br /&gt;
[[Category:Hiro Kanzaki]]&lt;br /&gt;
[[Category:Tsukasa Fushimi]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Nohnyangkut</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei_(Bahasa_Indonesia):Jilid_2_Ilustrasi&amp;diff=382364</id>
		<title>Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Ilustrasi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei_(Bahasa_Indonesia):Jilid_2_Ilustrasi&amp;diff=382364"/>
		<updated>2014-08-16T11:34:54Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Nohnyangkut: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&amp;lt;gallery&amp;gt;&lt;br /&gt;
Image:Ero Manga Sensei v02 000.jpg|&#039;&#039;&#039;Sampul&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Ero Manga Sensei v02 001.jpg|&#039;&#039;&#039;Halaman 001&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Ero Manga Sensei v02 002.jpg|&#039;&#039;&#039;Halaman 002&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Ero Manga Sensei v02 005-004-003.jpg|&#039;&#039;&#039;Halaman 005-004-003&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Ero Manga Sensei v02 008-007-006.jpg|&#039;&#039;&#039;Halaman 008-007-006&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Ero Manga Sensei v02 009.jpg|&#039;&#039;&#039;Halaman 009&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Ero Manga Sensei v02 017.jpg|&#039;&#039;&#039;Halaman 017&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Ero Manga Sensei v02 070.jpg|&#039;&#039;&#039;Halaman 070&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Ero Manga Sensei v02 120.jpg|&#039;&#039;&#039;Halaman 120&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Ero Manga Sensei v02 154.jpg|&#039;&#039;&#039;Halaman 154&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Ero Manga Sensei v02 227.jpg|&#039;&#039;&#039;Halaman 227&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Ero Manga Sensei v02 229.jpg|&#039;&#039;&#039;Halaman 229&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Ero Manga Sensei v02 231-230.jpg|&#039;&#039;&#039;Halaman 231-230&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Ero Manga Sensei v02 303.jpg|&#039;&#039;&#039;Halaman 303&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Ero Manga Sensei v02 331.jpg|&#039;&#039;&#039;Halaman 331&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/gallery&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan Penerjemah===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;references/&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &#039;&#039;&#039;Kembali ke&#039;&#039;&#039; [[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| &#039;&#039;&#039;Lanjut ke&#039;&#039;&#039; [[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Bab 1 | Bab 1]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Nohnyangkut</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei_(Bahasa_Indonesia):Jilid_2_Ilustrasi&amp;diff=382363</id>
		<title>Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Ilustrasi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei_(Bahasa_Indonesia):Jilid_2_Ilustrasi&amp;diff=382363"/>
		<updated>2014-08-16T11:32:56Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Nohnyangkut: Created page with &amp;quot;&amp;lt;gallery&amp;gt; Image:Ero Manga Sensei v02 000.jpg|&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Sampul&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; Image:Ero Manga Sensei v02 001.jpg|&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Halaman 001&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; Image:Ero Manga Sensei v02 002.jpg|&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Halaman 002&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; Image:Ero M...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&amp;lt;gallery&amp;gt;&lt;br /&gt;
Image:Ero Manga Sensei v02 000.jpg|&#039;&#039;&#039;Sampul&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Ero Manga Sensei v02 001.jpg|&#039;&#039;&#039;Halaman 001&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Ero Manga Sensei v02 002.jpg|&#039;&#039;&#039;Halaman 002&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Ero Manga Sensei v02 005-004-003.jpg|&#039;&#039;&#039;Halaman 005-004-003&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Ero Manga Sensei v02 008-007-006.jpg|&#039;&#039;&#039;Halaman 008-007-006&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Ero Manga Sensei v02 009.jpg|&#039;&#039;&#039;Halaman 009&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Ero Manga Sensei v02 017.jpg|&#039;&#039;&#039;Halaman 017&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Ero Manga Sensei v02 070.jpg|&#039;&#039;&#039;Halaman 070&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Ero Manga Sensei v02 120.jpg|&#039;&#039;&#039;Halaman 120&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Ero Manga Sensei v02 154.jpg|&#039;&#039;&#039;Halaman 154&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Ero Manga Sensei v02 227.jpg|&#039;&#039;&#039;Halaman 227&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Ero Manga Sensei v02 229.jpg|&#039;&#039;&#039;Halaman 229&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Ero Manga Sensei v02 231-230.jpg|&#039;&#039;&#039;Halaman 231-230&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Ero Manga Sensei v02 303.jpg|&#039;&#039;&#039;Halaman 303&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Ero Manga Sensei v02 331.jpg|&#039;&#039;&#039;Halaman 331&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/gallery&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Nohnyangkut</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei_(Indonesia)&amp;diff=382362</id>
		<title>Ero Manga Sensei (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei_(Indonesia)&amp;diff=382362"/>
		<updated>2014-08-16T11:29:44Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Nohnyangkut: /* Volume 2 (Full Text) */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:Ero Manga Sensei v01 cover.jpg|thumb|Volume 1 Cover]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri &#039;&#039;Ero Manga Sensei&#039;&#039; ini juga tersedia di beberapa bahasa:&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei Español|Español (Spanyol)]]&lt;br /&gt;
*[[Ero_Manga_Sensei|English (Inggris)]]&lt;br /&gt;
----&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ero Manga Sensei: Imōto to Akazu no Ma (エロマンガ先生 妹と開かずの間) adalah seri light novel yang ditulis oleh Tsukasa Fushimi dan diilustrasikan oleh Hiro Kanzaki. Tsukasa Fushimi juga merupakan penulis dari OreImo yang telah tamat. &amp;lt;br&amp;gt; Serinya masih berlangsung di jilid 2.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis Cerita==&lt;br /&gt;
&amp;quot;Komedi romantis kakak-beradik&amp;quot; berkisah tentang Masamune Izumi, anak SMA sekaligus penulis light novel. Adik Masamune yaitu Sagiri, seorang gadis yang tidak pernah keluar kamarnya selama setahun. Bahkan dia memaksa kakaknya untuk membuat dan membawakan makanan untuknya jika ia menghentak-hentakkan kakinya ke lantai. Masamune menginginkan adiknya itu keluar dari kamarnya, karena mereka adalah satu keluarga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Illustrator novel Masamune, mempunyai nama samaran &amp;quot;Ero Manga Sensei&amp;quot;, menggambarkan, gambar yang sungguh mesum, dan sangat handal. Masamune yang belum pernah bertemu dengan sang ilustrator, menduga dia hanyalah pria menjijikan, otaku mesum. Akan tetapi, Kebenarannya terungkap, bahwa &amp;quot;Ero Manga Sensei&amp;quot; ternyata adalah adiknya sendiri! Untuk menambah kekacauan antara adik-kakak ini, gadis cantik, seorang novelis shoujo terlaris menjadi rival mereka!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Dari ANN)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[Ero Manga Sensei:Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Bagi yang ingin berpartisipasi menerjemahkan Light novel ini, silakan daftarkan dirimu ke [[Ero Manga Sensei:Halaman Pendaftaran|&#039;&#039;link ini&#039;&#039;]].&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standards===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Every Chapter (after editing) must conform to the general format guidelines.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Forum===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;If you enjoyed the series, why don&#039;t you tell us in the [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=15&amp;amp;t=6917 Ero Manga Sensei Forum Thread]?&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Updates ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Ero Manga Sensei&#039;&#039; karya Tsukasa Fushimi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; style=&amp;quot;width: 750px; height: 350px; float: left; &amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| style=&amp;quot;width:180px;&amp;quot; | [[Image:Ero Manga Sensei v01 cover.jpg|frameless|center|border|200px]]&amp;lt;br&amp;gt; &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
| valign=&amp;quot;top&amp;quot; |&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;margin: 10px; margin-top: -5px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 1 ([[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1|Full Text]])=== &lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 1|Bab 1]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 2|Bab 2]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 3|Bab 3]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 4|Bab 4]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 5|Bab 5]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Afterword|Afterword]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; style=&amp;quot;width: 750px; height: 350px; float: left; &amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| style=&amp;quot;width:180px;&amp;quot; | [[Image:Ero Manga Sensei v02 001.jpg|frameless|center|border|200px]]&amp;lt;br&amp;gt; &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
| valign=&amp;quot;top&amp;quot; |&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;margin: 10px; margin-top: -5px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2 ([[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2|Full Text]])=== &lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Bab 1|Bab 1]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Bab 2|Bab 2]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Bab 3|Bab 3]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Bab 4|Bab 4]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Afterword|Afterword]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Project Staff ==&lt;br /&gt;
*Supervisor: [[user:Arthuria|Arthuria]]&lt;br /&gt;
*Project Manager: [[user:Arthuria|Arthuria]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Penerjemah ===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;ACTIVE&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
:*[[User:Arthuria|Arthuria]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Penyunting dan Tata Letak ===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;ACTIVE&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
:*[[User:Nohnyangkut|Nohnyangkut]] (Jika ada proyek selesai, hubungi saya.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Seri==&lt;br /&gt;
* Volume 1 - エロマンガ先生 妹と開かずの間 (December 10, 2013) {{ISBN|978-4-0486-6081-5}}&lt;br /&gt;
* Volume 2 - エロマンガ先生(2) 妹と世界で一番面白い小説 (May 10, 2014) {{ISBN|978-4-04-866531-5}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Light novel (Indonesian)]]&lt;br /&gt;
[[Category:Hiro Kanzaki]]&lt;br /&gt;
[[Category:Tsukasa Fushimi]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Nohnyangkut</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei_(Indonesia)&amp;diff=382360</id>
		<title>Ero Manga Sensei (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei_(Indonesia)&amp;diff=382360"/>
		<updated>2014-08-16T11:28:28Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Nohnyangkut: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:Ero Manga Sensei v01 cover.jpg|thumb|Volume 1 Cover]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri &#039;&#039;Ero Manga Sensei&#039;&#039; ini juga tersedia di beberapa bahasa:&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei Español|Español (Spanyol)]]&lt;br /&gt;
*[[Ero_Manga_Sensei|English (Inggris)]]&lt;br /&gt;
----&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ero Manga Sensei: Imōto to Akazu no Ma (エロマンガ先生 妹と開かずの間) adalah seri light novel yang ditulis oleh Tsukasa Fushimi dan diilustrasikan oleh Hiro Kanzaki. Tsukasa Fushimi juga merupakan penulis dari OreImo yang telah tamat. &amp;lt;br&amp;gt; Serinya masih berlangsung di jilid 2.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis Cerita==&lt;br /&gt;
&amp;quot;Komedi romantis kakak-beradik&amp;quot; berkisah tentang Masamune Izumi, anak SMA sekaligus penulis light novel. Adik Masamune yaitu Sagiri, seorang gadis yang tidak pernah keluar kamarnya selama setahun. Bahkan dia memaksa kakaknya untuk membuat dan membawakan makanan untuknya jika ia menghentak-hentakkan kakinya ke lantai. Masamune menginginkan adiknya itu keluar dari kamarnya, karena mereka adalah satu keluarga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Illustrator novel Masamune, mempunyai nama samaran &amp;quot;Ero Manga Sensei&amp;quot;, menggambarkan, gambar yang sungguh mesum, dan sangat handal. Masamune yang belum pernah bertemu dengan sang ilustrator, menduga dia hanyalah pria menjijikan, otaku mesum. Akan tetapi, Kebenarannya terungkap, bahwa &amp;quot;Ero Manga Sensei&amp;quot; ternyata adalah adiknya sendiri! Untuk menambah kekacauan antara adik-kakak ini, gadis cantik, seorang novelis shoujo terlaris menjadi rival mereka!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Dari ANN)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[Ero Manga Sensei:Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Bagi yang ingin berpartisipasi menerjemahkan Light novel ini, silakan daftarkan dirimu ke [[Ero Manga Sensei:Halaman Pendaftaran|&#039;&#039;link ini&#039;&#039;]].&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standards===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Every Chapter (after editing) must conform to the general format guidelines.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Forum===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;If you enjoyed the series, why don&#039;t you tell us in the [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=15&amp;amp;t=6917 Ero Manga Sensei Forum Thread]?&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Updates ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Ero Manga Sensei&#039;&#039; karya Tsukasa Fushimi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; style=&amp;quot;width: 750px; height: 350px; float: left; &amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| style=&amp;quot;width:180px;&amp;quot; | [[Image:Ero Manga Sensei v01 cover.jpg|frameless|center|border|200px]]&amp;lt;br&amp;gt; &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
| valign=&amp;quot;top&amp;quot; |&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;margin: 10px; margin-top: -5px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 1 ([[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1|Full Text]])=== &lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 1|Bab 1]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 2|Bab 2]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 3|Bab 3]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 4|Bab 4]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 5|Bab 5]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
::*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Afterword|Afterword]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; style=&amp;quot;width: 750px; height: 350px; float: left; &amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| style=&amp;quot;width:180px;&amp;quot; | [[Image:Ero Manga Sensei v02 001.jpg|frameless|center|border|200px]]&amp;lt;br&amp;gt; &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
| valign=&amp;quot;top&amp;quot; |&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;margin: 10px; margin-top: -5px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2 ([[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2|Full Text]])=== &lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Bab 1|Bab 1]]&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Bab 2|Bab 2]]&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Bab 3|Bab 3]]&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Bab 4|Bab 4]]&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Afterword|Afterword]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
== Project Staff ==&lt;br /&gt;
*Supervisor: [[user:Arthuria|Arthuria]]&lt;br /&gt;
*Project Manager: [[user:Arthuria|Arthuria]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Penerjemah ===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;ACTIVE&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
:*[[User:Arthuria|Arthuria]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Penyunting dan Tata Letak ===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;ACTIVE&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
:*[[User:Nohnyangkut|Nohnyangkut]] (Jika ada proyek selesai, hubungi saya.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Seri==&lt;br /&gt;
* Volume 1 - エロマンガ先生 妹と開かずの間 (December 10, 2013) {{ISBN|978-4-0486-6081-5}}&lt;br /&gt;
* Volume 2 - エロマンガ先生(2) 妹と世界で一番面白い小説 (May 10, 2014) {{ISBN|978-4-04-866531-5}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Light novel (Indonesian)]]&lt;br /&gt;
[[Category:Hiro Kanzaki]]&lt;br /&gt;
[[Category:Tsukasa Fushimi]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Nohnyangkut</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei_(Indonesia)&amp;diff=382358</id>
		<title>Ero Manga Sensei (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei_(Indonesia)&amp;diff=382358"/>
		<updated>2014-08-16T11:09:21Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Nohnyangkut: /* Penyunting */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:Ero Manga Sensei v01 cover.jpg|thumb|Volume 1 Cover]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri &#039;&#039;Ero Manga Sensei&#039;&#039; ini juga tersedia di beberapa bahasa:&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei Español|Español (Spanyol)]]&lt;br /&gt;
*[[Ero_Manga_Sensei|English (Inggris)]]&lt;br /&gt;
----&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ero Manga Sensei: Imōto to Akazu no Ma (エロマンガ先生 妹と開かずの間) adalah seri light novel yang ditulis oleh Tsukasa Fushimi dan diilustrasikan oleh Hiro Kanzaki. Tsukasa Fushimi juga merupakan penulis dari OreImo yang telah tamat. &amp;lt;br&amp;gt; Serinya masih berlangsung di jilid 1.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis Cerita==&lt;br /&gt;
&amp;quot;Komedi romantis kakak-beradik&amp;quot; berkisah tentang Masamune Izumi, anak SMA sekaligus penulis light novel. Adik Masamune yaitu Sagiri, seorang gadis yang tidak pernah keluar kamarnya selama setahun. Bahkan dia memaksa kakaknya untuk membuat dan membawakan makanan untuknya jika ia menghentak-hentakkan kakinya ke lantai. Masamune menginginkan adiknya itu keluar dari kamarnya, karena mereka adalah satu keluarga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Illustrator novel Masamune, mempunyai nama samaran &amp;quot;Ero Manga Sensei&amp;quot;, menggambarkan, gambar yang sungguh mesum, dan sangat handal. Masamune yang belum pernah bertemu dengan sang ilustrator, menduga dia hanyalah pria menjijikan, otaku mesum. Akan tetapi, Kebenarannya terungkap, bahwa &amp;quot;Ero Manga Sensei&amp;quot; ternyata adalah adiknya sendiri! Untuk menambah kekacauan antara adik-kakak ini, gadis cantik, seorang novelis shoujo terlaris menjadi rival mereka!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(From ANN)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[Ero Manga Sensei:Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi yang ingin berpartisipasi menerjemahkan Light novel ini, silakan daftarkan dirimu ke [[Ero Manga Sensei:Halaman Pendaftaran|&#039;&#039;link ini&#039;&#039;]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standards===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Every Chapter (after editing) must conform to the general format guidelines.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Forum===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;If you enjoyed the series, why don&#039;t you tell us in the [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=15&amp;amp;t=6917 Ero Manga Sensei Forum Thread]?&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Updates ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Ero Manga Sensei&#039;&#039; karya Tsukasa Fushimi==&lt;br /&gt;
===Volume 1 ([[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1|Full Text]])=== &lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 1|Bab 1]]&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 2|Bab 2]]&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 3|Bab 3]]&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 4|Bab 4]]&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 5|Bab 5]]&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Afterword|Afterword]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2 ([[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2|Full Text]])=== &lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Bab 1|Bab 1]]&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Bab 2|Bab 2]]&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Bab 3|Bab 3]]&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Bab 4|Bab 4]]&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Afterword|Afterword]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Project Staff ==&lt;br /&gt;
*Supervisor: [[user:Arthuria|Arthuria]]&lt;br /&gt;
*Project Manager: [[user:Arthuria|Arthuria]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Penerjemah ===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;ACTIVE&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
:*[[User:Arthuria|Arthuria]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Penyunting dan Tata Letak ===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;ACTIVE&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
:*[[User:Nohnyangkut|Nohnyangkut]] (Jika ada proyek selesai, hubungi saya.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Series Overview==&lt;br /&gt;
* Volume 1 - エロマンガ先生 妹と開かずの間 (December 10, 2013) {{ISBN|978-4-0486-6081-5}}&lt;br /&gt;
* Volume 2 - エロマンガ先生(2) 妹と世界で一番面白い小説 (May 10, 2014) {{ISBN|978-4-04-866531-5}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Light novel (Indonesian)]]&lt;br /&gt;
[[Category:Hiro Kanzaki]]&lt;br /&gt;
[[Category:Tsukasa Fushimi]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Nohnyangkut</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei_(Indonesia)&amp;diff=382299</id>
		<title>Ero Manga Sensei (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei_(Indonesia)&amp;diff=382299"/>
		<updated>2014-08-16T06:21:18Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Nohnyangkut: /* Project Staff */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:Ero Manga Sensei v01 cover.jpg|thumb|Volume 1 Cover]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri &#039;&#039;Ero Manga Sensei&#039;&#039; ini juga tersedia di beberapa bahasa:&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei Español|Español (Spanyol)]]&lt;br /&gt;
*[[Ero_Manga_Sensei|English (Inggris)]]&lt;br /&gt;
----&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ero Manga Sensei: Imōto to Akazu no Ma (エロマンガ先生 妹と開かずの間) adalah seri light novel yang ditulis oleh Tsukasa Fushimi dan diilustrasikan oleh Hiro Kanzaki. Tsukasa Fushimi juga merupakan penulis dari OreImo yang telah tamat. &amp;lt;br&amp;gt; Serinya masih berlangsung di jilid 1.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis Cerita==&lt;br /&gt;
&amp;quot;Komedi romantis kakak-beradik&amp;quot; berkisah tentang Masamune Izumi, anak SMA sekaligus penulis light novel. Adik Masamune yaitu Sagiri, seorang gadis yang tidak pernah keluar kamarnya selama setahun. Bahkan dia memaksa kakaknya untuk membuat dan membawakan makanan untuknya jika ia menghentak-hentakkan kakinya ke lantai. Masamune menginginkan adiknya itu keluar dari kamarnya, karena mereka adalah satu keluarga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Illustrator novel Masamune, mempunyai nama samaran &amp;quot;Ero Manga Sensei&amp;quot;, menggambarkan, gambar yang sungguh mesum, dan sangat handal. Masamune yang belum pernah bertemu dengan sang ilustrator, menduga dia hanyalah pria menjijikan, otaku mesum. Akan tetapi, Kebenarannya terungkap, bahwa &amp;quot;Ero Manga Sensei&amp;quot; ternyata adalah adiknya sendiri! Untuk menambah kekacauan antara adik-kakak ini, gadis cantik, seorang novelis shoujo terlaris menjadi rival mereka!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(From ANN)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[Ero Manga Sensei:Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi yang ingin berpartisipasi menerjemahkan Light novel ini, silakan daftarkan dirimu ke [[Ero Manga Sensei:Halaman Pendaftaran|&#039;&#039;link ini&#039;&#039;]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standards===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Every Chapter (after editing) must conform to the general format guidelines.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Forum===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;If you enjoyed the series, why don&#039;t you tell us in the [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=15&amp;amp;t=6917 Ero Manga Sensei Forum Thread]?&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Updates ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Ero Manga Sensei&#039;&#039; karya Tsukasa Fushimi==&lt;br /&gt;
===Volume 1 ([[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1|Full Text]])=== &lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 1|Bab 1]]&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 2|Bab 2]]&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 3|Bab 3]]&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 4|Bab 4]]&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 5|Bab 5]]&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Afterword|Afterword]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2 ([[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2|Full Text]])=== &lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Bab 1|Bab 1]]&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Bab 2|Bab 2]]&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Bab 3|Bab 3]]&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 2 Bab 4|Bab 4]]&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
*[[Ero Manga Sensei (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Afterword|Afterword]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Project Staff ==&lt;br /&gt;
*Supervisor: [[user:Arthuria|Arthuria]]&lt;br /&gt;
*Project Manager: [[user:Arthuria|Arthuria]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Penerjemah ===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;ACTIVE&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
:*[[User:Arthuria|Arthuria]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Penyunting ===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;ACTIVE&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
:*[[User:Nohnyangkut|Nohnyangkut]] (Jika ada proyek selesai, hubungi saya.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Series Overview==&lt;br /&gt;
* Volume 1 - エロマンガ先生 妹と開かずの間 (December 10, 2013) {{ISBN|978-4-0486-6081-5}}&lt;br /&gt;
* Volume 2 - エロマンガ先生(2) 妹と世界で一番面白い小説 (May 10, 2014) {{ISBN|978-4-04-866531-5}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Light novel (Indonesian)]]&lt;br /&gt;
[[Category:Hiro Kanzaki]]&lt;br /&gt;
[[Category:Tsukasa Fushimi]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Nohnyangkut</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei:Halaman_Pendaftaran&amp;diff=382297</id>
		<title>Ero Manga Sensei:Halaman Pendaftaran</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei:Halaman_Pendaftaran&amp;diff=382297"/>
		<updated>2014-08-16T06:19:17Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Nohnyangkut: /* Daftar */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Untuk memperjelas prosedur pendaftaran:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&amp;quot;Pertama Datang, Pertama Dilayani&amp;quot;: silahkan daftarkan Bab yang ingin anda terjemahkan (cukup tanda tangani - dengan klik edit - di samping Bab yang ingin anda terjemahkan, tentu saja yang belum di ambil penerjemah lain) jika terdapat suatu Bab (yang sudah di tanda tangani) lebih dari 3 bulan tidak ada update, silahkan kontak supervisor, mungkin pekerjaan dapat dipindahtangankan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimum Bab yang boleh anda daftarkan tidak boleh melebihi setengah dari sebuah Jilid&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah translator tiap Jilid maksimal 2 (kecuali untuk cerita pendek yang tidak berhubungan antar Bab, dengan kata lain, cuma dua orang yang boleh mengerjakan satu &#039;alur cerita&#039;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimal Jilid yang boleh anda kerjakan dalam satu waktu adalah satu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Ini bukan kontrak yang mengikat &amp;quot;Aku harus menyelesaikan yang sudah kudaftarkan&amp;quot;. Pilihan tergantung pada translator dan dapat dinegosiasikan (termasuk yang anda daftarkan sendiri). Akan tetapi sebaiknya jika tidak mampu menyelesaikan/kesulitan sampai bagian tertentu dan merasa tidak sanggup menyelesaikan, harap lepaskan daftar nama anda dari seri tersebut, memberikan kesempatan bagi penerjemah lain yang tertarik untuk mengerjakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Daftar==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 1===&lt;br /&gt;
::*Bab 1 [[User:Sannou|Sannou]] - Pengerjaan&lt;br /&gt;
::*Bab 2 &lt;br /&gt;
::*Bab 3 &lt;br /&gt;
::*Bab 4&lt;br /&gt;
::*Bab 5&lt;br /&gt;
::*Catatan Penulis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 2===&lt;br /&gt;
::*Bab 1 [[User:Celsti|Celsti]] - Pengerjaan&lt;br /&gt;
::*Bab 2 &lt;br /&gt;
::*Bab 3 &lt;br /&gt;
::*Bab 4&lt;br /&gt;
::*Catatan Penulis&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Nohnyangkut</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei:Halaman_Pendaftaran&amp;diff=382110</id>
		<title>Ero Manga Sensei:Halaman Pendaftaran</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei:Halaman_Pendaftaran&amp;diff=382110"/>
		<updated>2014-08-15T17:17:08Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Nohnyangkut: /* Jilid 1 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Untuk memperjelas prosedur pendaftaran:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&amp;quot;Pertama Datang, Pertama Dilayani&amp;quot;: silahkan daftarkan Bab yang ingin anda terjemahkan (cukup tanda tangani - dengan klik edit - di samping Bab yang ingin anda terjemahkan, tentu saja yang belum di ambil penerjemah lain) jika terdapat suatu Bab (yang sudah di tanda tangani) lebih dari 3 bulan tidak ada update, silahkan kontak supervisor, mungkin pekerjaan dapat dipindahtangankan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimum Bab yang boleh anda daftarkan tidak boleh melebihi setengah dari sebuah Jilid&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah translator tiap Jilid maksimal 2 (kecuali untuk cerita pendek yang tidak berhubungan antar Bab, dengan kata lain, cuma dua orang yang boleh mengerjakan satu &#039;alur cerita&#039;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimal Jilid yang boleh anda kerjakan dalam satu waktu adalah satu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Ini bukan kontrak yang mengikat &amp;quot;Aku harus menyelesaikan yang sudah kudaftarkan&amp;quot;. Pilihan tergantung pada translator dan dapat dinegosiasikan (termasuk yang anda daftarkan sendiri). Akan tetapi sebaiknya jika tidak mampu menyelesaikan/kesulitan sampai bagian tertentu dan merasa tidak sanggup menyelesaikan, harap lepaskan daftar nama anda dari seri tersebut, memberikan kesempatan bagi penerjemah lain yang tertarik untuk mengerjakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Daftar==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 1===&lt;br /&gt;
::*Bab 1 [[User:Sannou|Sannou]] - Pengerjaan&lt;br /&gt;
::*Bab 2 [[User:Nohnyangkut|Nohnyangkut]] - Pengerjaan&lt;br /&gt;
::*Bab 3 &lt;br /&gt;
::*Bab 4&lt;br /&gt;
::*Bab 5&lt;br /&gt;
::*Catatan Penulis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 2===&lt;br /&gt;
::*Bab 1 [[User:Celsti|Celsti]] - Pengerjaan&lt;br /&gt;
::*Bab 2 &lt;br /&gt;
::*Bab 3 &lt;br /&gt;
::*Bab 4&lt;br /&gt;
::*Catatan Penulis&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Nohnyangkut</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:Nohnyangkut&amp;diff=382072</id>
		<title>User:Nohnyangkut</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:Nohnyangkut&amp;diff=382072"/>
		<updated>2014-08-15T12:53:38Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Nohnyangkut: Created page with &amp;quot;   ....  Contact me: nounonyangkut@gmail.com  [http://www.kaskus.co.id/profile/7068560 Kaskus] [http://forum.indowebster.com/member.php?u=1070555 Indowebster]&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contact me: nounonyangkut@gmail.com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[http://www.kaskus.co.id/profile/7068560 Kaskus]&lt;br /&gt;
[http://forum.indowebster.com/member.php?u=1070555 Indowebster]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Nohnyangkut</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei:Halaman_Pendaftaran&amp;diff=382070</id>
		<title>Ero Manga Sensei:Halaman Pendaftaran</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Ero_Manga_Sensei:Halaman_Pendaftaran&amp;diff=382070"/>
		<updated>2014-08-15T12:52:51Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Nohnyangkut: /* Jilid 1 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Untuk memperjelas prosedur pendaftaran:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&amp;quot;Pertama Datang, Pertama Dilayani&amp;quot;: silahkan daftarkan Bab yang ingin anda terjemahkan (cukup tanda tangani - dengan klik edit - di samping Bab yang ingin anda terjemahkan, tentu saja yang belum di ambil penerjemah lain) jika terdapat suatu Bab (yang sudah di tanda tangani) lebih dari 3 bulan tidak ada update, silahkan kontak supervisor, mungkin pekerjaan dapat dipindahtangankan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimum Bab yang boleh anda daftarkan tidak boleh melebihi setengah dari sebuah Jilid&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah translator tiap Jilid maksimal 2 (kecuali untuk cerita pendek yang tidak berhubungan antar Bab, dengan kata lain, cuma dua orang yang boleh mengerjakan satu &#039;alur cerita&#039;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimal Jilid yang boleh anda kerjakan dalam satu waktu adalah satu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Ini bukan kontrak yang mengikat &amp;quot;Aku harus menyelesaikan yang sudah kudaftarkan&amp;quot;. Pilihan tergantung pada translator dan dapat dinegosiasikan (termasuk yang anda daftarkan sendiri). Akan tetapi sebaiknya jika tidak mampu menyelesaikan/kesulitan sampai bagian tertentu dan merasa tidak sanggup menyelesaikan, harap lepaskan daftar nama anda dari seri tersebut, memberikan kesempatan bagi penerjemah lain yang tertarik untuk mengerjakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Daftar==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 1===&lt;br /&gt;
::*Bab 1 [[User:Sannou|Sannou]] - Pengerjaan&lt;br /&gt;
::*Bab 2 [[User:Nohnyangkut|Nohnyangkut]] - Pengerjaan&lt;br /&gt;
::*Bab 3 [[User:Nohnyangkut|Nohnyangkut]] - Pengerjaan&lt;br /&gt;
::*Bab 4&lt;br /&gt;
::*Bab 5&lt;br /&gt;
::*Catatan Penulis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 2===&lt;br /&gt;
::*Bab 1 &lt;br /&gt;
::*Bab 2 &lt;br /&gt;
::*Bab 3 &lt;br /&gt;
::*Bab 4&lt;br /&gt;
::*Catatan Penulis&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Nohnyangkut</name></author>
	</entry>
</feed>