<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="en">
	<id>https://www.baka-tsuki.org/project/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Oca1409</id>
	<title>Baka-Tsuki - User contributions [en]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://www.baka-tsuki.org/project/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Oca1409"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Special:Contributions/Oca1409"/>
	<updated>2026-05-18T09:08:54Z</updated>
	<subtitle>User contributions</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.1</generator>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Lahir_Kembali_-_Hari_ke-32&amp;diff=524987</id>
		<title>Iris on Rainy Days Indo: Lahir Kembali - Hari ke-32</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Lahir_Kembali_-_Hari_ke-32&amp;diff=524987"/>
		<updated>2017-08-09T05:29:40Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Oca1409: Created page with &amp;quot;===Hari Ke-32===  Sejak pertama kali aku datang ke lahan kostruksi, sebulan telah berlalu.  Aku masih memikirkan tentang mereka berdua sampai sekarang. Sebuah robot tinggi bes...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===Hari Ke-32===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak pertama kali aku datang ke lahan kostruksi, sebulan telah berlalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku masih memikirkan tentang mereka berdua sampai sekarang. Sebuah robot tinggi besar dan robot seorang gadis kecil – nomor Lima Belas dan Tiga Puluh Delapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua robot yang sama sekali berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, si robot raksasa, nomor Lima Belas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memiliki badan yang besar, tapi gerakannya lambat. Meskipun dia terlihat gahar dengan membawa setumpuk material bekas dengan langkah besar, tapi sepertinya dia akan terjatuh karena tersandung lumpur. Juga, penampilannya setelah terjatuh, wajahnya menghadap ke atas sementara kaki dan tangannya bergerak-gerak seperti serangga yang terbalik – jujur saja, itu sangat menggelikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebaliknya, gerakan si robot gadis – nomor 38 – sangat gesit. Dia melewati robot lain secepat angin. Dia jadi terlihat seperti seekor kucing atau tupai, yang memberikan kesan seperti binatang kecil tapi gesit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kapanpun si robot gadis itu melewati si robot raksasa nomor 15, mereka selalu akan mengatakan sesuatu. Biasanya, mereka memberikan respon seperti ‘Hey!’ ‘Baik-baik saja?’ ‘Aku pergi!’ dan sebagainya, kemudian dia akan mengetuk pelan pinggul si raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua terlihat seperti sepasang sahabat yang sudah mengenal lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, kita tidak pernah satu lokasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di lahan konstruksi, rekan-rekan robotku tidak mengenal kata ‘bersosialisasi’. Mereka hanya akan membawa material dari pagi sampai sore, dan hari mereka akan diakhiri dengan dimatikan dayanya pada larut malam. Disini, satu-satunya hubungan yang dialani oleh mereka adalah bahwa robot harus mengikuti perintah manusia, dan tidak ada selain itu. Tidak ada percakapan, dan tidak ada saling membantu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nomor Lima Belas dan Tiga Puluh Delapan bukanlah satu-satunya robot yang bisa berbicara. Aku melihat banyak robot lain yang menjawab ‘Ya’ ‘Mengerti’ ‘Maafkan saya’ dan seterusnya setelah diperintah oleh bos manusia. Beberapa diantaranya mengatakan ‘Maaf!’ ketika saling bertabrakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, aku tidak pernah melihat robot lain berbincang-bincang selama sebulan aku di sini, kecuali si nomor Lima Belas dan Tiga Puluh Delapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan itulah mengapa mereka berdua menadi eksistensi yang berarti bagiku diantara ratusan robot lainnya.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Oca1409</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Lahir_Kembali_-_Hari_ke-8&amp;diff=523341</id>
		<title>Iris on Rainy Days Indo: Lahir Kembali - Hari ke-8</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Lahir_Kembali_-_Hari_ke-8&amp;diff=523341"/>
		<updated>2017-07-19T04:28:57Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Oca1409: Created page with &amp;quot;===Hari ke-8===  Seminggu telah berlalu, tapi aku tetap mengulangi kegiatan yang sama.  Sebagai robot pekerja nomor ’108’, aku tetap memindahkan bahan-bahan material bekas...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===Hari ke-8===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seminggu telah berlalu, tapi aku tetap mengulangi kegiatan yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai robot pekerja nomor ’108’, aku tetap memindahkan bahan-bahan material bekas konstruksi seperti biasa. Visiku tetap monokrom, langit, laut dan tanah semuanya menjadi abu-abu. ‘Hujan’ itu menjunukan tanda-tanda tidak akan berhenti. Suara gemerisik itu berbunyi terus-menerus, tidak terhitung berapa kali garis-garis putih muncul didepan mataku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku terus mengulangi kegiatan-kegiatanku kurang lebih 120 kali tiap hari – antara 116 kali dan 128 kali, menjadi terbiasa, bolak balik di area. Tanpa istirahat. Para pekerja bekerja sampai 18 jam perhari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah bolak-balik di area lebih dari ribuan kali, aku mengerti beberapa hal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, area itu dibagi menjadi 2 ruangan besar. ‘Jeroan’ dan ‘usus’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mesin-mesin besar seperti Derek dan truk pengangkat akan mengangkut tumpukan besar  material limbah konstruksi disekitar laut. Material-material yang dihilangkan akan dikumpulkan di tempat yang sama, ditumpuk tinggi seperti menara yang tinggi. Itulah ‘jeroan’ itu. Tugas Robot-robot seperti kami adalah pergi ke lereng, dan memunguti material  limbah-limbah konstruksi di ‘jeroan’ ke bagian interior dari area, ‘usus’ itu. Melintas diantara jeroan dan usus adalah tugas kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarak yang ditempuh untuk bolak balik adalah sekitar 200 meter, sementara lereng merupakan jalan yang curam. Permukaan jalan yang membuat kami sulit untuk berjalan itu, adalah jalanan kotor yang harus kita lewati berulang-ulang. Alasan kenapa truk tidak bisa mengangkut material limbah konstruksi langsung dari area, adalah karena tanahnya sangat lembek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, material limbah konstruksi adalah makanan cepat saji. Sampah akan jadi sama seperti limbah, tapi aku tidak tahu bagaimana bisa disebut seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada begitu banyak jenis-jenis material limbah konstruksi, seperti lempengan baja, dan potongan metal hangus. Senjata dan dan sisa-sisa dari ledakan kadang terlihat sesekali. Kemudian, apakah kemungkinan tempat ini adalah fasilitas penghubung ke kemiliteran? Area ini dikelilingi oleh tinggi, untaian kawat baja,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini, kami para robot dipindahkan ke ‘makanan cepat saji’ sebelumnya dari ‘jeroan’ ke ‘usus’. Setelah mengangkuti material limbah konstruksi ke jeroan, kita harus menempatkannya di  ban berjalan. Seperti namanya ‘usus’, bentuk dari ban berjalan itu juga seperti usus besar dan kecil. Disisi lain di peralatan transportasi, pekerjaaan sepuluh pekerja di gas masker adalah memilah material limbah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, aku berfikir bahwa para pekerja adalah manusia juga. Namun dari pergerakan mereka dan nomor seri yang mereka teriakkan kepada inspector yang marah, mereka semua robot. Aku tidak tahu alasan kenapa mereka semua mengenakan gas masker, tapi mungkin mereka bersentuhan langsung dengan material-material yang berbahaya untuk robot.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya hampir semua pekerja yang bekerja di tempat kosntruksi penghancuran ini adalah robot. Tugas manusia hanya memantau dan memberi perintah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita harus melakukan pekerjaan untuk mereka seperti budak, melakukan pekerjaan seperti semut yang mengangkut makanan yang sama, membawa material limbah tanpa berhenti. Setelah pekerjaan selesai, kita akan kembali ke sarang kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minggu ini, aku tidak memikirkan soal Profesor. Setiap saat aku tidak membantu tapi mengingat itu, aku akan memaksa emosi dalam lubuk hatiku. Ini karena aku percaya, jika aku menghadapi memoriku sendiri ketika berhadapan dengan kenyataa, aku tidak sanggup menahannnya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini, aku perlahan-lahan berhenti berfikir. Apa yang sedang kulakukan, kenapa aku melakukan ini—hari-hari berlalu, dan pertanyaan-pertanyaan berhenti muncul di otakku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya Tuhan yang tahu kapan, aku akan menjadi salah satu robot bisu, robot-robot abu-abu.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Oca1409</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Lahir_Kembali_-_Hari_ke-15&amp;diff=523179</id>
		<title>Iris on Rainy Days Indo: Lahir Kembali - Hari ke-15</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Lahir_Kembali_-_Hari_ke-15&amp;diff=523179"/>
		<updated>2017-07-17T08:27:43Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Oca1409: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===Hari Ke-15===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dunia monokrom dimana langit dan bumi kehilangan semua warnanya, aku juga mondar-mandir di lahan konstruksi hari ini. Dari ‘usus’ ke ‘jerohan’ dan sebaliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terus-terusan mondar-mandir di tempat seperti ini sebanyak seribu delapan ratus dua belas kali, aku bahkan akan berpapasan dengan ‘rekan’ku meskipun aku tidak menginginkannya. Seiring berlalunya waktu, siluet abu-abu mereka yang seperti hantu logam terus bertumpuk dalam benakku yang kosong. Seperti ruang kosong yang diselimuti debu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlepas dari itu, karena kebiasaan robot yang menyedihkan, setelah aku menyusun data, aku membuat sebuah kesimpulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut adalah detailnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;-	Jumlah total robot pekerja ......10&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Hanya robot yang membawa material di bagian ‘usus’ dan ‘jerohan’ yang dihitung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;- Kategori A (Ketinggian)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah satu meter .... 23&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di atas satu meter, di bawah dua meter .... 81&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua meter ke atas .... 6&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;-	Kategori B (Type)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbuat dari rongsokan .... 93&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Robot bekas .... 17&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Dinilai dari penampilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;- Kategori C (Sistem Pergerakan Tubuh Bagian Bawah)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Continuous Track (Roda kayak di Tank – penerj.) .... 82&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Empat kaki .... 26&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua kaki .... 2&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awalnya, mereka hanyalah angka-angka tanpa arti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi bagiku, deretan nomor yang terakhir – khususnya yang bertuliskan ‘dua kaki .... 2’ di kategori C, sangatlah berarti bagiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka adalah si nomor Lima Belas dan Tiga Puluh Delapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- Siapa mereka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat memindahkan material bekas, aku menyesuaikan sudut lensaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandanganku kemudian berhenti pada sebuah robot raksasa yang memiliki tinggi dan lebar lebih dari dua meter – nomor identifikasi ‘Lima Belas’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tungkai yang sangat kuat mencuat dari tubuh abu-abunya yang terlihat seperti drum. Hanya kakinya yang berwarna hitam seperti mengenakan sepatu. Tubuh raksasanya akan membuat dia gampang dilihat dari manapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nomor Lima Belas memiliki kekuatan yang sangat besar, dia dengan mudah menggunakan lengannya untuk mengangkut material seberat ratusan kilogram. Dia juga mondar-mandir di lahan konstruksi hari ini. Sebagai tipe berkaki dua, jejak kakinya yang sebesar kaki gajah tercetak di mana-mana. Rekan-rekanku dan aku akan melewati bekas jejaknya setidaknya tiga kali sehari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ada lagi seseorang yang kuperhatikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia (perempuan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, bukan dia (laki-laki), tapi dia (perempuan). Robot bertipe dua kaki lainnya – nomor identifikasi ‘Tiga Puluh Delapan’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sekitar dua kepala lebih tinggi dariku, dan kuperkirakan tingginya seratus empat puluh sentimeter. Dia mengenakan pakaian seperti tukang kayu, dan rambut panjangnya diikat dengan pita rambut dan menggantung di depan bahu kanannya. Dengan langkah yang enerjik, dia juga membawa material bekas dan mondar mandi di lahan konstruksi hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara ratusan robot yang ada di sini, tidak ada yang sangat mirip dengan manusia kecuali dia. Badannya tidak terdiri dari rongsokan. Tungkai dan badannya sepertinya merupakan bagian yang unik darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai tambahan, si robot gadis – nomor Tiga Puluh Delapan – dan si robot raksasa – nomor Lima Belas – sering bekerja bersama. Mereka kadang berjalan bergandengan, dan ngobrol dengan asyik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang mereka bicarakan? Siapa mereka? Saat sedang memindahkan limbah material, aku tidak bisa berhenti memikirkan mereka berdua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyebab mengapa aku merasa seperti ini, aku juga tidak tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, aku merasa hanya dengan menatap mereka berdua, aku bisa merasa sedikit lega di tengah realita yang jahat ini.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Oca1409</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Lahir_Kembali_-_Hari_ke-15&amp;diff=523178</id>
		<title>Iris on Rainy Days Indo: Lahir Kembali - Hari ke-15</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Lahir_Kembali_-_Hari_ke-15&amp;diff=523178"/>
		<updated>2017-07-17T08:26:23Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Oca1409: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===Hari Ke-15===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dunia monokrom dimana langit dan bumi kehilangan semua warnanya, aku juga mondar-mandir di lahan konstruksi hari ini. Dari ‘usus’ ke ‘jerohan’ dan sebaliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terus-terusan mondar-mandir di tempat seperti ini sebanyak seribu delapan ratus dua belas kali, aku bahkan akan berpapasan dengan ‘rekan’ku meskipun aku tidak menginginkannya. Seiring berlalunya waktu, siluet abu-abu mereka yang seperti hantu logam terus bertumpuk dalam benakku yang kosong. Seperti ruang kosong yang diselimuti debu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlepas dari itu, karena kebiasaan robot yang menyedihkan, setelah aku menyusun data, aku membuat sebuah kesimpulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut adalah detailnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;-	Jumlah total robot pekerja ......10&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Hanya robot yang membawa material di bagian ‘usus’ dan ‘jerohan’ yang dihitung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;- Kategori A (Ketinggian)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Dibawah satu meter .... 23&lt;br /&gt;
Di atas satu meter, di bawah dua meter .... 81&lt;br /&gt;
Dua meter ke atas .... 6&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;-	Kategori B (Type)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Terbuat dari rongsokan .... 93&lt;br /&gt;
Robot bekas .... 17&lt;br /&gt;
*Dinilai dari penampilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;- Kategori C (Sistem Pergerakan Tubuh Bagian Bawah)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Continuous Track (Roda kayak di Tank – penerj.) .... 82&lt;br /&gt;
Empat kaki .... 26&lt;br /&gt;
Dua kaki .... 2&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awalnya, mereka hanyalah angka-angka tanpa arti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi bagiku, deretan nomor yang terakhir – khususnya yang bertuliskan ‘dua kaki .... 2’ di kategori C, sangatlah berarti bagiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka adalah si nomor Lima Belas dan Tiga Puluh Delapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- Siapa mereka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat memindahkan material bekas, aku menyesuaikan sudut lensaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandanganku kemudian berhenti pada sebuah robot raksasa yang memiliki tinggi dan lebar lebih dari dua meter – nomor identifikasi ‘Lima Belas’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tungkai yang sangat kuat mencuat dari tubuh abu-abunya yang terlihat seperti drum. Hanya kakinya yang berwarna hitam seperti mengenakan sepatu. Tubuh raksasanya akan membuat dia gampang dilihat dari manapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nomor Lima Belas memiliki kekuatan yang sangat besar, dia dengan mudah menggunakan lengannya untuk mengangkut material seberat ratusan kilogram. Dia juga mondar-mandir di lahan konstruksi hari ini. Sebagai tipe berkaki dua, jejak kakinya yang sebesar kaki gajah tercetak di mana-mana. Rekan-rekanku dan aku akan melewati bekas jejaknya setidaknya tiga kali sehari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ada lagi seseorang yang kuperhatikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia (perempuan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, bukan dia (laki-laki), tapi dia (perempuan). Robot bertipe dua kaki lainnya – nomor identifikasi ‘Tiga Puluh Delapan’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sekitar dua kepala lebih tinggi dariku, dan kuperkirakan tingginya seratus empat puluh sentimeter. Dia mengenakan pakaian seperti tukang kayu, dan rambut panjangnya diikat dengan pita rambut dan menggantung di depan bahu kanannya. Dengan langkah yang enerjik, dia juga membawa material bekas dan mondar mandi di lahan konstruksi hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara ratusan robot yang ada di sini, tidak ada yang sangat mirip dengan manusia kecuali dia. Badannya tidak terdiri dari rongsokan. Tungkai dan badannya sepertinya merupakan bagian yang unik darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai tambahan, si robot gadis – nomor Tiga Puluh Delapan – dan si robot raksasa – nomor Lima Belas – sering bekerja bersama. Mereka kadang berjalan bergandengan, dan ngobrol dengan asyik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang mereka bicarakan? Siapa mereka? Saat sedang memindahkan limbah material, aku tidak bisa berhenti memikirkan mereka berdua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyebab mengapa aku merasa seperti ini, aku juga tidak tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, aku merasa hanya dengan menatap mereka berdua, aku bisa merasa sedikit lega di tengah realita yang jahat ini.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Oca1409</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Lahir_Kembali_-_Hari_ke-15&amp;diff=523177</id>
		<title>Iris on Rainy Days Indo: Lahir Kembali - Hari ke-15</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Lahir_Kembali_-_Hari_ke-15&amp;diff=523177"/>
		<updated>2017-07-17T08:24:30Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Oca1409: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;Hari Ke-15&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dunia monokrom dimana langit dan bumi kehilangan semua warnanya, aku juga mondar-mandir di lahan konstruksi hari ini. Dari ‘usus’ ke ‘jerohan’ dan sebaliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terus-terusan mondar-mandir di tempat seperti ini sebanyak seribu delapan ratus dua belas kali, aku bahkan akan berpapasan dengan ‘rekan’ku meskipun aku tidak menginginkannya. Seiring berlalunya waktu, siluet abu-abu mereka yang seperti hantu logam terus bertumpuk dalam benakku yang kosong. Seperti ruang kosong yang diselimuti debu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlepas dari itu, karena kebiasaan robot yang menyedihkan, setelah aku menyusun data, aku membuat sebuah kesimpulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut adalah detailnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===-	Jumlah total robot pekerja ......10===&lt;br /&gt;
*Hanya robot yang membawa material di bagian ‘usus’ dan ‘jerohan’ yang dihitung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===- Kategori A (Ketinggian)===&lt;br /&gt;
Dibawah satu meter .... 23&lt;br /&gt;
Di atas satu meter, di bawah dua meter .... 81&lt;br /&gt;
Dua meter ke atas .... 6&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===-	Kategori B (Type)===&lt;br /&gt;
Terbuat dari rongsokan .... 93&lt;br /&gt;
Robot bekas .... 17&lt;br /&gt;
*Dinilai dari penampilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===- Kategori C (Sistem Pergerakan Tubuh Bagian Bawah)===&lt;br /&gt;
Continuous Track (Roda kayak di Tank – penerj.) .... 82&lt;br /&gt;
Empat kaki .... 26&lt;br /&gt;
Dua kaki .... 2&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awalnya, mereka hanyalah angka-angka tanpa arti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi bagiku, deretan nomor yang terakhir – khususnya yang bertuliskan ‘dua kaki .... 2’ di kategori C, sangatlah berarti bagiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka adalah si nomor Lima Belas dan Tiga Puluh Delapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- Siapa mereka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat memindahkan material bekas, aku menyesuaikan sudut lensaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandanganku kemudian berhenti pada sebuah robot raksasa yang memiliki tinggi dan lebar lebih dari dua meter – nomor identifikasi ‘Lima Belas’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tungkai yang sangat kuat mencuat dari tubuh abu-abunya yang terlihat seperti drum. Hanya kakinya yang berwarna hitam seperti mengenakan sepatu. Tubuh raksasanya akan membuat dia gampang dilihat dari manapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nomor Lima Belas memiliki kekuatan yang sangat besar, dia dengan mudah menggunakan lengannya untuk mengangkut material seberat ratusan kilogram. Dia juga mondar-mandir di lahan konstruksi hari ini. Sebagai tipe berkaki dua, jejak kakinya yang sebesar kaki gajah tercetak di mana-mana. Rekan-rekanku dan aku akan melewati bekas jejaknya setidaknya tiga kali sehari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ada lagi seseorang yang kuperhatikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia (perempuan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, bukan dia (laki-laki), tapi dia (perempuan). Robot bertipe dua kaki lainnya – nomor identifikasi ‘Tiga Puluh Delapan’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sekitar dua kepala lebih tinggi dariku, dan kuperkirakan tingginya seratus empat puluh sentimeter. Dia mengenakan pakaian seperti tukang kayu, dan rambut panjangnya diikat dengan pita rambut dan menggantung di depan bahu kanannya. Dengan langkah yang enerjik, dia juga membawa material bekas dan mondar mandi di lahan konstruksi hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara ratusan robot yang ada di sini, tidak ada yang sangat mirip dengan manusia kecuali dia. Badannya tidak terdiri dari rongsokan. Tungkai dan badannya sepertinya merupakan bagian yang unik darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai tambahan, si robot gadis – nomor Tiga Puluh Delapan – dan si robot raksasa – nomor Lima Belas – sering bekerja bersama. Mereka kadang berjalan bergandengan, dan ngobrol dengan asyik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang mereka bicarakan? Siapa mereka? Saat sedang memindahkan limbah material, aku tidak bisa berhenti memikirkan mereka berdua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyebab mengapa aku merasa seperti ini, aku juga tidak tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, aku merasa hanya dengan menatap mereka berdua, aku bisa merasa sedikit lega di tengah realita yang jahat ini.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Oca1409</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Lahir_Kembali_-_Hari_ke-15&amp;diff=523176</id>
		<title>Iris on Rainy Days Indo: Lahir Kembali - Hari ke-15</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Lahir_Kembali_-_Hari_ke-15&amp;diff=523176"/>
		<updated>2017-07-17T08:23:30Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Oca1409: /* Hari Ke-15 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===Hari Ke-15===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dunia monokrom dimana langit dan bumi kehilangan semua warnanya, aku juga mondar-mandir di lahan konstruksi hari ini. Dari ‘usus’ ke ‘jerohan’ dan sebaliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terus-terusan mondar-mandir di tempat seperti ini sebanyak seribu delapan ratus dua belas kali, aku bahkan akan berpapasan dengan ‘rekan’ku meskipun aku tidak menginginkannya. Seiring berlalunya waktu, siluet abu-abu mereka yang seperti hantu logam terus bertumpuk dalam benakku yang kosong. Seperti ruang kosong yang diselimuti debu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlepas dari itu, karena kebiasaan robot yang menyedihkan, setelah aku menyusun data, aku membuat sebuah kesimpulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut adalah detailnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===-	Jumlah total robot pekerja ......10===&lt;br /&gt;
*Hanya robot yang membawa material di bagian ‘usus’ dan ‘jerohan’ yang dihitung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===- Kategori A (Ketinggian)===&lt;br /&gt;
Dibawah satu meter .... 23&lt;br /&gt;
Di atas satu meter, di bawah dua meter .... 81&lt;br /&gt;
Dua meter ke atas .... 6&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===-	Kategori B (Type)===&lt;br /&gt;
Terbuat dari rongsokan .... 93&lt;br /&gt;
Robot bekas .... 17&lt;br /&gt;
*Dinilai dari penampilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===- Kategori C (Sistem Pergerakan Tubuh Bagian Bawah)===&lt;br /&gt;
Continuous Track (Roda kayak di Tank – penerj.) .... 82&lt;br /&gt;
Empat kaki .... 26&lt;br /&gt;
Dua kaki .... 2&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awalnya, mereka hanyalah angka-angka tanpa arti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi bagiku, deretan nomor yang terakhir – khususnya yang bertuliskan ‘dua kaki .... 2’ di kategori C, sangatlah berarti bagiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka adalah si nomor Lima Belas dan Tiga Puluh Delapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- Siapa mereka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat memindahkan material bekas, aku menyesuaikan sudut lensaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandanganku kemudian berhenti pada sebuah robot raksasa yang memiliki tinggi dan lebar lebih dari dua meter – nomor identifikasi ‘Lima Belas’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tungkai yang sangat kuat mencuat dari tubuh abu-abunya yang terlihat seperti drum. Hanya kakinya yang berwarna hitam seperti mengenakan sepatu. Tubuh raksasanya akan membuat dia gampang dilihat dari manapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nomor Lima Belas memiliki kekuatan yang sangat besar, dia dengan mudah menggunakan lengannya untuk mengangkut material seberat ratusan kilogram. Dia juga mondar-mandir di lahan konstruksi hari ini. Sebagai tipe berkaki dua, jejak kakinya yang sebesar kaki gajah tercetak di mana-mana. Rekan-rekanku dan aku akan melewati bekas jejaknya setidaknya tiga kali sehari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ada lagi seseorang yang kuperhatikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia (perempuan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, bukan dia (laki-laki), tapi dia (perempuan). Robot bertipe dua kaki lainnya – nomor identifikasi ‘Tiga Puluh Delapan’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sekitar dua kepala lebih tinggi dariku, dan kuperkirakan tingginya seratus empat puluh sentimeter. Dia mengenakan pakaian seperti tukang kayu, dan rambut panjangnya diikat dengan pita rambut dan menggantung di depan bahu kanannya. Dengan langkah yang enerjik, dia juga membawa material bekas dan mondar mandi di lahan konstruksi hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara ratusan robot yang ada di sini, tidak ada yang sangat mirip dengan manusia kecuali dia. Badannya tidak terdiri dari rongsokan. Tungkai dan badannya sepertinya merupakan bagian yang unik darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai tambahan, si robot gadis – nomor Tiga Puluh Delapan – dan si robot raksasa – nomor Lima Belas – sering bekerja bersama. Mereka kadang berjalan bergandengan, dan ngobrol dengan asyik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang mereka bicarakan? Siapa mereka? Saat sedang memindahkan limbah material, aku tidak bisa berhenti memikirkan mereka berdua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyebab mengapa aku merasa seperti ini, aku juga tidak tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, aku merasa hanya dengan menatap mereka berdua, aku bisa merasa sedikit lega di tengah realita yang jahat ini.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Oca1409</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Lahir_Kembali_-_Hari_ke-15&amp;diff=523175</id>
		<title>Iris on Rainy Days Indo: Lahir Kembali - Hari ke-15</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Lahir_Kembali_-_Hari_ke-15&amp;diff=523175"/>
		<updated>2017-07-17T08:21:49Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Oca1409: Created page with &amp;quot;===Hari Ke-15===  Di dunia monokrom dimana langit dan bumi kehilangan semua warnanya, aku juga mondar-mandir di lahan konstruksi hari ini. Dari ‘usus’ ke ‘jerohan’ dan...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===Hari Ke-15===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dunia monokrom dimana langit dan bumi kehilangan semua warnanya, aku juga mondar-mandir di lahan konstruksi hari ini. Dari ‘usus’ ke ‘jerohan’ dan sebaliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terus-terusan mondar-mandir di tempat seperti ini sebanyak seribu delapan ratus dua belas kali, aku bahkan akan berpapasan dengan ‘rekan’ku meskipun aku tidak menginginkannya. Seiring berlalunya waktu, siluet abu-abu mereka yang seperti hantu logam terus bertumpuk dalam benakku yang kosong. Seperti ruang kosong yang diselimuti debu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlepas dari itu, karena kebiasaan robot yang menyedihkan, setelah aku menyusun data, aku membuat sebuah kesimpulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut adalah detailnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-	Jumlah total robot pekerja ......10&lt;br /&gt;
*Hanya robot yang membawa material di bagian ‘usus’ dan ‘jerohan’ yang dihitung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Kategori A (Ketinggian)&lt;br /&gt;
Dibawah satu meter .... 23&lt;br /&gt;
Di atas satu meter, di bawah dua meter .... 81&lt;br /&gt;
Dua meter ke atas .... 6&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-	Kategori B (Type)&lt;br /&gt;
Terbuat dari rongsokan .... 93&lt;br /&gt;
Robot bekas .... 17&lt;br /&gt;
*Dinilai dari penampilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Kategori C (Sistem Pergerakan Tubuh Bagian Bawah)&lt;br /&gt;
Continuous Track (Roda kayak di Tank – penerj.) .... 82&lt;br /&gt;
Empat kaki .... 26&lt;br /&gt;
Dua kaki .... 2&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awalnya, mereka hanyalah angka-angka tanpa arti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi bagiku, deretan nomor yang terakhir – khususnya yang bertuliskan ‘dua kaki .... 2’ di kategori C, sangatlah berarti bagiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka adalah si nomor Lima Belas dan Tiga Puluh Delapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- Siapa mereka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat memindahkan material bekas, aku menyesuaikan sudut lensaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandanganku kemudian berhenti pada sebuah robot raksasa yang memiliki tinggi dan lebar lebih dari dua meter – nomor identifikasi ‘Lima Belas’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tungkai yang sangat kuat mencuat dari tubuh abu-abunya yang terlihat seperti drum. Hanya kakinya yang berwarna hitam seperti mengenakan sepatu. Tubuh raksasanya akan membuat dia gampang dilihat dari manapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nomor Lima Belas memiliki kekuatan yang sangat besar, dia dengan mudah menggunakan lengannya untuk mengangkut material seberat ratusan kilogram. Dia juga mondar-mandir di lahan konstruksi hari ini. Sebagai tipe berkaki dua, jejak kakinya yang sebesar kaki gajah tercetak di mana-mana. Rekan-rekanku dan aku akan melewati bekas jejaknya setidaknya tiga kali sehari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ada lagi seseorang yang kuperhatikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia (perempuan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, bukan dia (laki-laki), tapi dia (perempuan). Robot bertipe dua kaki lainnya – nomor identifikasi ‘Tiga Puluh Delapan’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sekitar dua kepala lebih tinggi dariku, dan kuperkirakan tingginya seratus empat puluh sentimeter. Dia mengenakan pakaian seperti tukang kayu, dan rambut panjangnya diikat dengan pita rambut dan menggantung di depan bahu kanannya. Dengan langkah yang enerjik, dia juga membawa material bekas dan mondar mandi di lahan konstruksi hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara ratusan robot yang ada di sini, tidak ada yang sangat mirip dengan manusia kecuali dia. Badannya tidak terdiri dari rongsokan. Tungkai dan badannya sepertinya merupakan bagian yang unik darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai tambahan, si robot gadis – nomor Tiga Puluh Delapan – dan si robot raksasa – nomor Lima Belas – sering bekerja bersama. Mereka kadang berjalan bergandengan, dan ngobrol dengan asyik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang mereka bicarakan? Siapa mereka? Saat sedang memindahkan limbah material, aku tidak bisa berhenti memikirkan mereka berdua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyebab mengapa aku merasa seperti ini, aku juga tidak tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, aku merasa hanya dengan menatap mereka berdua, aku bisa merasa sedikit lega di tengah realita yang jahat ini.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Oca1409</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Lahir_Kembali_-_Hari_ke-2&amp;diff=523174</id>
		<title>Iris on Rainy Days Indo: Lahir Kembali - Hari ke-2</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Lahir_Kembali_-_Hari_ke-2&amp;diff=523174"/>
		<updated>2017-07-17T06:51:32Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Oca1409: Created page with &amp;quot;===Hari Ke-2===  Hari ini, aku melanjutkan ‘pekerjaan’ yang kulakukan kemarin.  Pekerjaan yang kulakukan hari ini sama seperti kemarin. Mengangkut bekas bahan-bahan konstr...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===Hari Ke-2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini, aku melanjutkan ‘pekerjaan’ yang kulakukan kemarin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pekerjaan yang kulakukan hari ini sama seperti kemarin. Mengangkut bekas bahan-bahan konstruksi – mengangkut puing dan batangan logam yang nyaris mencapai langit itu adalah tugas para robot ini. Terdapat setumpuk tinggi bahan bekas konstruksi di sini, dan terdapat tanda bekas terbakar di mana-mana. Sepertinya tempat ini merupakan reruntuhan yang tersisa dari ledakan bom di sebuah bangunan besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain reruntuhan, terhampar lautan berwarna abu-abu. Tidak, lautan harusnya berwarna biru. Itu karena pengelihatanku monokrom, dan hanya bisa membedakan warna putih, hitam, dan abu-abu, aku tidak akan tahu mengenai warna lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penglihatanku masih buruk. Garis-garis putih seperti yang terdapat di film-film lama masih muncul dalam pandanganku. Suara berkeresek masih terdengar non-stop. Jadi aku menyebutnya ‘hujan’. Garis-garis putih adalah rintik hujan, sedangkan suara bisingnya adalah suara hujan. Hanya itu yang bisa kulihat dan kudengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibalik hujan itu, terdapat ratusan robot yang berbaris tak  beraturan, juga sedang membawa bahan bekas konstruksi. Kebanyakan tungkai mereka tidak sesuai dengan badannya, karena mereka juga robot yang dibuat dari barang bekas. Dengan tanpa bicara mereka mengangkut bahan bekas konstruksi non-stop.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengangkut material diantara mereka sambil memikirkan kejadian kemarin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang kulakukan di sini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibuat oleh Professor, tinggal dengan Professor, bekerja untuk Professor, dimiliki secara eksklusif oleh Professor. Itulah aku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, ada apa dengan kondisi saat ini? Tubuh indah dan hangat milik seorang gadiss kini tiada lagi. Digantikan dengan dengan barang rongsokan yang digabung-gabungkan – teropong untuk mata, speaker kecil sebagai mulut, badan yang pendek dan tebal, dan potongan rel bekas di bagian bawah tubuhku – tubuh jelek yang akan membuat orang merasa mual hanya dengan melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku kembali merasa jijik kepada diriku sendiri beberapa kali dalam hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara ‘tuk’, ada yang melempari kepalaku. Sebuah batu sebesar kepalan tangan menggelinding di depanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berhenti melamun, nomor 108!” terdengar suara teriakan marah dari pengawas, “Siapa yang bilang kau boleh istirahat! Sana cepat bergerak!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maafkan aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah meminta maaf dengan suara elektronisku, dengan limbung aku mengubah arah jalanku, dan naik ke atas lereng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memulai perjalananku yang keempat puluh tiga hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah langit yang kelabu dan suram, aku lanjut mengerjakan pekerjaan yang mengesalkan ini. Ada lebih dari seratus rekan di lereng di depanku, dan sangat banyak jalur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan aku mengulang proses yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang kulakukan di sini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Datangnya malam diumumkan pada akhir hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku masuk ke gudang, menancapkan steker ke badanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya saat dayaku dimatikan, hujannya akan berhenti.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Oca1409</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Lahir_Kembali_-_Hari_ke-1&amp;diff=523172</id>
		<title>Iris on Rainy Days Indo: Lahir Kembali - Hari ke-1</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Lahir_Kembali_-_Hari_ke-1&amp;diff=523172"/>
		<updated>2017-07-17T04:15:09Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Oca1409: Created page with &amp;quot;===&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Bab 2 – Lahir Kembali&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;===  “Selamat datang di klub baca malam hari.” (Lilith Sunlight)  ===Hari Ke-1===  --  Swoosh.  --?  Ada sebuah suara.  Seperti hujan---  S...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===&#039;&#039;&#039;Bab 2 – Lahir Kembali&#039;&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selamat datang di klub baca malam hari.” (Lilith Sunlight)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Hari Ke-1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Swoosh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada sebuah suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti hujan---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti tayangan TV yang jelek---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang menusuk---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian aku bangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---aku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesadaranku perlahan pulih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---….hi…dup…?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku masih hidup--- setidaknya, sirkuit mentalku tidak rusak parah sampai aku tidak bisa mengetahui apapun yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, bidang pandanganku tidak begitu jelas. Kualitas penglihatanku sangat buruk, ada banyak partikel seperti pasir yang menari-nari di depan mataku. Selain itu, terdapat ‘garis-garis’ yang biasanya muncul di film-film kuno. Ada beberapa garis putih yang muncul di hadapanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang paling menyedihkan ialah pandanganku menjadi monokrom – tanpa warna. Konyol sekali melihat dunia hanya berwarna hitam dan putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- Apa… ada apa ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mencoba mengorek ingatanku yang masih samar-samar ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku diubah menjadi potongan logam di pabrik pembongkaran. Lengan dan kakiku dibuang, sedangkan kepala dan badanku telah dipotong-potong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- Lalu, di mana ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengaturan pendengaranku perlahan kembali berfungsi. Sekarang aku bias membedakan suara-suara di sekitarku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi, pindahkan kesana!” “Berhentilah membuang-buang waktu!” “Bergeraklah yang cepat, Idiot!” – teriakan marah dan suara berisik lainnya berlangsung di sekitarku. Ada juga suara dentang logam yang berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- Lahan… konstruksi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihat ke sekelilingku. Tapi penglihatan monokromku yang kehilangan warna tidak dapat menangkap situasi saat ini dengan jelas. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apalagi, garis-garis putih yang seperti hujan hampir memenuhi bidang pandangku. Itu seperti aku melihat melalui kacamata yang banyak goresannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk memahami situasi, aku memicingkan mata untuk berpikir sebentar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- Siapa ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat sebuah penampakan, aku menoleh dan melihat ke sebuah robot.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Robot ini aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepalanya seperti ember logam yang diberi mata yang mirip degan lensa teropong, dan dia juga punya mulut yang sebenarnya adalah sebuah speaker. Penampilannya benar-benar seperti produk eksperimen anak sekolah pada jaman dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badannya juga mengerikan. Lengan kirinya lebih pendek sepuluh sentimeter dari lengan kanannya, jemarinya membengkak seperti memuai. Dia tidak punya kaki, yang menggantikannya kemudian adalah sebuah tongkat panjang yang berkarat. Ukuran dan kesesuaian bagian badan robot tersebut benar-benar buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mungkin salah satu robot sederhana yang dari suku cadang bekas yang kemudian dihubungkan kepada inti sistem dan sirkuit mental, dan kemudian dipaksakan hidup. Mungkin ini juga seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Robot itu barusan memandangku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- apa ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan merasa agak kurang nyaman, aku mundur, dan robot itu juga ikut mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- Eh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengangkat ‘tangan kanan’ku, dan robot itu mengangkat ‘tangan kiri’nya. Itu membuatku merasa seperti bercermin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihat tanganku. Jemariku terlihat bengkak seperti yang dimiliki oleh robot yang di hadapanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- Mungkin…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan tersebut membuatku gemetar. Meskipun begitu, ada perasaan niscaya yang menyeruak di dalam diriku. Aku telah dibongkar, dan &lt;br /&gt;
berubah menjadi potongan logam. Lalu bagaimana mungkin aku akan memiliki tubuh asliku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu artinya….&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melangkahkan kaki anehku untuk mendekati’nya’. Dan ‘dia’ juga mendekat padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Robot yang bayangannya terpantul di cermin itu, tidak lain adalah, aku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
♠&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menatap’nya’ sesaat. Karena aku sangat kaget, aku jadi membisu. Bahkan aku tidak bisa menggerakkan badanku.&lt;br /&gt;
[[File:Iord 104.jpg|200px|thumb]]&lt;br /&gt;
--- Ini… aku…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiranku tidak bisa mencerna apa yang terjadi pada diriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memandang kepada robot yang ada di hadapanku sekali lagi. Kepala seperti ember yang terbalik, mata seperti teropong, dan speaker kecil sebagai mulut. Lengan kiri yang aneh dan pendek – bukan, apa itu lengan kanan – &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mn….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mulai merasa mual. Itu adalah rasa mual yang amat parah yang menyeruak dari dalam tenggorokanku, seolah badanku perlahan membusuk.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badanku kemudian mengalami kejang sebentar, menahan muntah sehingga tidak bisa keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah perasaan tersebut mereda, aku tiba-tiba mulai merasa jijik kepada’nya’, yang berdiri di hadapanku. Itu benar-benar rasa jijik kepada diri sendiri yang sangat parah sampai bisa membuat orang putus asa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, aku bertingkah seolah sudah gila – aku mungkin memang sudah gila pada kenyataannya – dan mulai menghantamkan kepalaku ke cermin yang menampilkan bayanganku. Seolah aku bisa menyingkirkan penampilanku yang sekarang dengan melakukan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini semua bohong. Tidak, aku tidak ingin mempercayai semua ini. Aku mengutuki robot di depanku berkali-kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dimana langit yang biru itu? Dimana tungkai panjang yang kubanggakan itu? Kulit putih saljuku? Rambut maroonku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa, kenapa ini---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa aku menjadi robot jelek ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin akibat dari benturan, sebuah suara berkelontang berasal dari kepalaku. Sepertinya ada bagian yang terlepas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- Itu benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sudah memtuuskan. Aku tidak ingin badan yang seperti ini. Aku bisa saja menghancurkannya menjadi berkeping-keping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka dari itu, aku mulai membentur-benturkan kepalaku lagi. Dengan seluruh kekuatanku, aku menghantamkan kepalaku lagi dan lagi. Aku tidak bisa merasakan sakit. Retakan kemudian muncul di cermin, dan kepalaku jadi agak penyok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi, robot baru! Apa yang kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah teriakan marah muncul dari belakangku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan bergerak! Ini perintah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langsung setelah aku mendengar perintahnya, badanku tiba-tiba diam. Badanku tidak bisa bergerak, seperti dibekukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang laki-laki yang mengenakan pakaian abu-abu menghampiriku. Sebuah badge seperti logo perusahaan tercetak di dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria tersebut berdiri di depanku, dan memandangiku dengan mata gelapnya yang seperti rawa berlumpur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pengisian….. sepertinya baik-baik saja. Dengar, bergegaslah dan pergi ke posmu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengerti….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaraku bukan lagi seperti suara gadis kecil, tapi suara elektronis biasa. Suara elektronis yang memiliki emosi yang sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benakku masih bingung, tapi tubuhku mulai bergerak berkeriut, dan agak mundur sedikit. Saat ini, aku menyadari bahwa benda yang sejak tadi kugunakan untuk membenturkan kepalaku adalah sebuah cermin yang besar. Di sampingnya, ada banyak sekali sampah yang terdapat di area itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo cepat bekerja! Ini perintah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan marah dari pria tersebut membuat badanku membatu dan kakiku mulai bergerak sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mungkin berjalan dari lereng sepanjang sekitar seratus meter. Batangan logam, beton dan bahan material lainnya ditumpuk seperti bukit di area tersebut. Robot lainnya membawa material-material ini menaiki lereng. Dan sepertinya membawa bahan konstruksi kini menjadi pekerjaan baruku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, aku mulai membawanya. Meskipun aku agak enggan melakukannya, aku tidak bisa mengabaikan perintah yang diberikan. Kode komando yang terpasang di sirkuit keamananku membuatku bergerak tanpa melanggar perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di mana ini? Kenapa aku melakukan pekerjaan seperti ini? Aku sama sekali tidak tahu. Aku membawa material beberapa kali, puluhan kali, mondar-mandir di area konstruksi. Saat aku berhenti berjalan, teriakan marah akan mencapaiku seperti panah. Setiap kali begitu, tubuhku akan membeku dan bergerak tanpa seizinku seperti dihipnotis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, matahari yang berwarna abu-abu tenggelam di horizon. Meskipun begitu, pekerjaannya masih berlanjut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat larut malam. Setelah akhirnya menyelesaikan pekerjaan kami untuk hari itu, aku dan robot lainnya berkumpul di dekat gudang. Puing dan material lain menumpuk di gudang, sementara papan-papan persegi disusun rapi di depanku. Papan-papan tersebut adalah tempat untuk mengisi daya. Para robot dibariskan di depan papan pengisian, menyambungkan steker ke badan mereka masing-masing. Adegan itu terlihat seperti mayat yang berjajar menunggu diberi makan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berdiri di depan batu nisan itu, menunggu giliran. Saat pegawainya tiba, tutup di depan dadaku dibuka dengan bunyi keriut, lalu seutas kabel tebal ditancapkan di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah itu, aku kehilangan kesadaranku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Oca1409</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:Prolog&amp;diff=523099</id>
		<title>Iris on Rainy Days Indo:Prolog</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:Prolog&amp;diff=523099"/>
		<updated>2017-07-15T08:42:22Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Oca1409: Created page with &amp;quot;Berikut adalah sisa-sisa dari robot yang telah dihancurkan.  Lengan kirinya telah terpisah dari bahunya. Lengan kirinya yang tersisa membengkok kea rah yang tidak wajar. Tubuh...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Berikut adalah sisa-sisa dari robot yang telah dihancurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lengan kirinya telah terpisah dari bahunya. Lengan kirinya yang tersisa membengkok kea rah yang tidak wajar. Tubuh bagian bawahnya, yang terburai, menghilang. Dari perutnya, katup dan bagian-bagian yang terlihat seperti organ berjumbai berantakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekilas, robot ini seperti tak lebih dari sebuah rongsokan. Tapi di masa lalu, dia hidup bahagia dengan melayani sebuah keluarga dan dicintai oleh pemiliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
HRM021-a, terdaftar dengan nama Iris Rain Umbrella.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan data pada sirkuit mental milik HRM021-a, rekaman ini direkonstruksi oleh Ralph Ciel, dari Laboratorium Robotik Pertama, Universitas Oval.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Oca1409</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Terbongkar_-_Hari_Terbongkarnya&amp;diff=523049</id>
		<title>Iris on Rainy Days Indo: Terbongkar - Hari Terbongkarnya</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Terbongkar_-_Hari_Terbongkarnya&amp;diff=523049"/>
		<updated>2017-07-14T07:06:46Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Oca1409: /* Hari Pembongkaran */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===Hari Pembongkaran===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mendengar suara dengung yang teredam- clank, clank.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ban berjalannya bergerak dengan ritme yang teratur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan telanjang bulat, aku terbaring lemah di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berada di sebuah pabrik yang menangani mesin yang berada di pinggiran Oval City – yang secara umum dikenal sebagai pabrik robot. Saat dimana diputuskan bahwa aku akan diubah menjadi potongan logam, aku diangkut dengan truk dan dibawa kemari. Itu sama seperti robot lainnya, tapi mereka lebih seperti robot yang akan diturunkan di lahan eksekusi, karena tidak ada yang berbiara sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seraya terantuk-antuk di bak truk, aku merenungkan alasan kenapa tidak ada yang mau membeliku. Apakah itu karena usaha bunuh diriku yang diketahui saat pemeriksaan sirkuit mental? Atau apakah itu karena aku dibuat mirip dengan adik Professor, sehingga sulit dijual? Atau apakah karena harga robot model baru terlalu mahal, sehingga mereka menyingkirkanku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi setidaknya aku yakin akan satu hal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku akan segera dibongkar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa aku duduk di sini seperti ini? Kemana saat-saat yang indah dan menyenangkan bersama Professor menghilang? Fakta bahwa aku akan segera dibongkar terasa seperti mimpi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak bisa lari. Dengan adanya sirkuit keamananku, sirkuit mentalku sepenuhnya terkunci. Dan lagi, batereku akan segera habis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menunggu saat-saat tersebut perlahan menghampiriku. Ban beralannya berputar tanpa henti. Area bagian pembongkaran semakin terlihat dan bagaikan setan yang akan menelanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wadah rokok yang tergantung di leherku mengeluarkan suara gemeretak, pelan-pelan bergetar di dadaku seperti makhluk hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku mencapai lantai abu-abu yang tidak menyenangkan, lengan pembongkarnya menahan lengaan kananku. Seperti rang yang ditangkap oleh polisi, sikuku di pelintir ke belakang dengan suara gemeretak. Alarm peringatan terus menerus berdering di benakku, sehingga aku segera menghentikan prgramnya. Itu tidak akan berguna saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada ratusan tonjolan di lengan mesinnya, dan mereka tiba-tiba menggeliat seperti tentakel. Tonjolan-tonjolan itu kemudian mengeluarkan sesuatu yang lengket berwarna putih yang menjerat lenganku. Cairan tersebut seperti alat pemadam kebakaran yang mencegah sesuatu terbakar. Cairan yang panas dan bergelembung itu terlihat seperti air sabun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kananku diselimuti gelembung-gelembung putih, kemudian lengan pembongkarnya menembakkan sinar laser, dan mulai memotong lenganku. Rasa sakit yang sangat parah segera membuatku menangis melolong, sehingga secara reflex aku mematikan fungsi sensorikku. Jika tidak begitu, maka aku bisa jadi gila.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama setelah itu, suara otot buatan yang tercabik-cabik mulai menggema. Katup yang menyalurkan minyak mesin pada tubuhku telah terpotong. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara-suara bising akan muncul ketika minyak mesinnya tercecer mengenai sinar lasernya, dan mengeluarkan asap dengan bau yang membuat mual di saat yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga puluh dua detik setelah prosesnya dimulai, lengan kananku sudah sepenuhnya terpotong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kehilangan lengan kananku, selanjutnya adalah lengan kiriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lengan pembongkar tersebut memelintir lengan kiriku. Ratusan tonjolan yang terdapat di permukaannya kemudian menyemprotkan zat berwarna putih seperti ulat yang sedang mengalami metamorphosis, meratakannya ke lengan kiriku. Asap mengepul, sinar laser membentuk pola melengkung di lenganku, dan mematahkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, lengan kiriku sepenuhnya terpotong dari badanku. Seluruh proses tersebut memakan waktu tiga puluh empat detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah lenganku, selanjutnya adalah kaki kananku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian yang akan dipotong diluruskan dengan suara gemeretak dan dilumuri gelembung-gelembung yang tadi, kemudian sinar laser yang berwarna biru ditembakkan, dan muncullah asap yang baunya memuakkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kakiku lebih tebal daripada lenganku, prosedur ini memakan waktu yang lebih lama. Satu menit sebelas detik totalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, aku memperhatikan bahwa kaki kananku yang sedang dipotong memiliki label yang tertempel di atasnya. Bagian itu tidak akan menjadi milikku lagi, tapi akan menjadi ‘barang dagangan’ yang akan diperjualbelikan di pasar barang bekas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaki kananku yang terpotong menggelinding ke tempat daur ulang disamping ban berjalan. Puluhan ‘kaki’ dari robot lain bergabung disitu seperti mayat yang dimutilasi. Beberapa kaki masih bergerak-gerak, dan terlihat sangat menjijikkan. Mesin pembongkaran mulai menangani kaki kiriku setelah kaki kananku selesai dipotong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hanya bisa memandangi laser biru tersebut dengan termenung. Aku tidak bisa memfokuskan pandanganku kepada hal lainnya, dan pandanganku juga mengabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hanya berharap ini semua cepat selesai. Bahkan sedetik lebih cepat juga tidak apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka dari itu, aku mencoba kabur dari realita, dengan memikirkan Professor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami berencana pergi ke taman hiburan minggu depan. Kami akan menonton film lagi minggu selanjutnya. Kami akan membeli baju-baju bulan depan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, sinar lasernya munul dalam pandanganku. Aku langsung terpikir akan sesuatu. Apakah laser itu adalah laser yang sama seperti yang digunakan untuk melumpuhkan para robot?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh iya, berbicara mengenai senjata laser – aku jadi memiliki pertanyaan lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang terjadi kepada robot yang mengamuk di plaza air mancur?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku kembali ke kenyataan, kaki kiriku sudah tiada. Aku tidak yakin berapa lama prosesnya berlangsung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku terbaring di ban berjalan dengan tanpa anggota gerakku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, proses pemotongan kepalaku dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua lengan pembongkar menjepit kepalaku. Rasanya dingin, kasar, dan keras. Itu sangat berbeda dengan lengan Professor yang kokoh dan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu lengan mesin tersebut kemudian menempelkan pisau bedah berwarna biru di leherku. Bilah panas itu mendekat sedikit demi sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku masih mencoba lari dari kenyataan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempatku melarikan diri adalah tentu saja dengan mengingat Professor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- dia bilang bahwa dia ingin mengatakan tentang sesuatu saat dia sudah pulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah percakapan terakhirku dengan Professor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu benar, Professor---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---apa yang dia katakan… yah, hadiah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hadiah apa yang anda bicarakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara tercabik menggema, kemudian kepalaku terpisah dari tubuhku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa katup yang seperti pembuluh darah menggantung di bagian bawah kepalaku. Aku menatap tubuhku melalui bagian depan katup. Bagian dada dan perutku menggeliat tanpa henti seperti makhluk hidup aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang anehnya lagi ialah aku tidak merasa takut sedikitpun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda dengan lenganku yang terpotong, hatiku merasa baik-baik saja. Selanjutnya, aku dengan tenang akan menyongsong kematian. Tapi ini bukanlah karena perubahan perasaan yang cepat, bukan karena aku telah menyaksikan kehidupan dan kematian di depan mataku, tapi karena hatiku sudah mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, lengan pembongkar mendekat ke kepalaku, satu-satunya bagian yang tersisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian mereka mulai memotong kepalaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, kulit kepalaku dirobek, rambut maroonku yang kubanggakan terlepas bersamaan dengan kulit kepalaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, alat logam berbentuk bulat menusuk rongga mataku sehingga bola mataku terdorong keluar dengan bunyi ‘pop’. Pandangan bola mata kananku yang sudah terdorong keluar bertemu dengan mata kiriku. Tapi kemudian bola mata kiriku juga terdorong keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya hilang dari duniaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, sesuatu seperti batang dijejalkan ke dalam telingaku. Aku tidak bisa mengetahui benda apa itu karena aku tidak bisa melihat. Lalu sesuatu yang seperti laser membentuk dua lingkaran di wajahku, dan telinga serta sisitem pendengaranku juga tercerabut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara menghilang dari duniaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mesin itu lanjut dengan mengulitiku, dan aku perlahan jadi seperti buah. Mencabut gigiku, lidahku, hidungku---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bisa melihat, mendengar, membaui, dan merasakan apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, aku masih memikirkan Professor sampai detik terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dimana anda sekarang, Professor?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah anda di surga? Nyamankah di sana? Apa anda sudah makan? Ingatlah untuk tidak merokok di tempat tidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemana saya akan pergi setelah ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ada surga untuk para robot? Seperti apa tempatnya? Apakah dapurnya berfungsi? Apakah pelayan tokonya ramah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa anda meninggal?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah itu karena saya tidak patuh? Apa karena saya tidak menonton film dengan benar? Atau karena saya tidak mengerjakan laporan dengan serius?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor. Saya sangat ingin bertemu dengan anda. Saya sangat sangat sangat sangat sangat ingin bertemu dengan anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah masih mungkin bagi kita untuk bertemu? Bisakah saya masuk ke surga para manusia tetap sebagai robot?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahhhh, Professor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah surga manusia dekat dengan surga para robot----&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Oca1409</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Terbongkar_-_Hari_Terbongkarnya&amp;diff=523048</id>
		<title>Iris on Rainy Days Indo: Terbongkar - Hari Terbongkarnya</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Terbongkar_-_Hari_Terbongkarnya&amp;diff=523048"/>
		<updated>2017-07-14T07:05:52Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Oca1409: Created page with &amp;quot;===Hari Pembongkaran===  Aku mendengar suara dengung yang teredam- clank, clank.  Ban berjalannya bergerak dengan ritme yang teratur.  Dengan telanjang bulat, aku terbaring le...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===Hari Pembongkaran===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mendengar suara dengung yang teredam- clank, clank.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ban berjalannya bergerak dengan ritme yang teratur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan telanjang bulat, aku terbaring lemah di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berada di sebuah pabrik yang menangani mesin yang berada di pinggiran Oval City – yang secara umum dikenal sebagai pabrik robot. Saat dimana diputuskan bahwa aku akan diubah menjadi potongan logam, aku diangkut dengan truk dan dibawa kemari. Itu sama seperti robot lainnya, tapi mereka lebih seperti robot yang akan diturunkan di lahan eksekusi, karena tidak ada yang berbiara sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seraya terantuk-antuk di bak truk, aku merenungkan alasan kenapa tidak ada yang mau membeliku. Apakah itu karena usaha bunuh diriku yang diketahui saat pemeriksaan sirkuit mental? Atau apakah itu karena aku dibuat mirip dengan adik Professor, sehingga sulit dijual? Atau apakah karena harga robot model baru terlalu mahal, sehingga mereka menyingkirkanku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi setidaknya aku yakin akan satu hal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku akan segera dibongkar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa aku duduk di sini seperti ini? Kemana saat-saat yang indah dan menyenangkan bersama Professor menghilang? Fakta bahwa aku akan segera dibongkar terasa seperti mimpi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak bisa lari. Dengan adanya sirkuit keamananku, sirkuit mentalku sepenuhnya terkunci. Dan lagi, batereku akan segera habis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menunggu saat-saat tersebut perlahan menghampiriku. Ban beralannya berputar tanpa henti. Area bagian pembongkaran semakin terlihat dan bagaikan setan yang akan menelanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wadah rokok yang tergantung di leherku mengeluarkan suara gemeretak, pelan-pelan bergetar di dadaku seperti makhluk hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku mencapai lantai abu-abu yang tidak menyenangkan, lengan pembongkarnya menahan lengaan kananku. Seperti rang yang ditangkap oleh polisi, sikuku di pelintir ke belakang dengan suara gemeretak. Alarm peringatan terus menerus berdering di benakku, sehingga aku segera menghentikan prgramnya. Itu tidak akan berguna saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada ratusan tonjolan di lengan mesinnya, dan mereka tiba-tiba menggeliat seperti tentakel. Tonjolan-tonjolan itu kemudian mengeluarkan sesuatu yang lengket berwarna putih yang menjerat lenganku. Cairan tersebut seperti alat pemadam kebakaran yang mencegah sesuatu terbakar. Cairan yang panas dan bergelembung itu terlihat seperti air sabun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kananku diselimuti gelembung-gelembung putih, kemudian lengan pembongkarnya menembakkan sinar laser, dan mulai memotong lenganku. Rasa sakit yang sangat parah segera membuatku menangis melolong, sehingga secara reflex aku mematikan fungsi sensorikku. Jika tidak begitu, maka aku bisa jadi gila.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama setelah itu, suara otot buatan yang tercabik-cabik mulai menggema. Katup yang menyalurkan minyak mesin pada tubuhku telah terpotong. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara-suara bising akan muncul ketika minyak mesinnya tercecer mengenai sinar lasernya, dan mengeluarkan asap dengan bau yang membuat mual di saat yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga puluh dua detik setelah prosesnya dimulai, lengan kananku sudah sepenuhnya terpotong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kehilangan lengan kananku, selanjutnya adalah lengan kiriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lengan pembongkar tersebut memelintir lengan kiriku. Ratusan tonjolan yang terdapat di permukaannya kemudian menyemprotkan zat berwarna putih seperti ulat yang sedang mengalami metamorphosis, meratakannya ke lengan kiriku. Asap mengepul, sinar laser membentuk pola melengkung di lenganku, dan mematahkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, lengan kiriku sepenuhnya terpotong dari badanku. Seluruh proses tersebut memakan waktu tiga puluh empat detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah lenganku, selanjutnya adalah kaki kananku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian yang akan dipotong diluruskan dengan suara gemeretak dan dilumuri gelembung-gelembung yang tadi, kemudian sinar laser yang berwarna biru ditembakkan, dan muncullah asap yang baunya memuakkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kakiku lebih tebal daripada lenganku, prosedur ini memakan waktu yang lebih lama. Satu menit sebelas detik totalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, aku memperhatikan bahwa kaki kananku yang sedang dipotong memiliki label yang tertempel di atasnya. Bagian itu tidak akan menjadi milikku lagi, tapi akan menjadi ‘barang dagangan’ yang akan diperjualbelikan di pasar barang bekas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaki kananku yang terpotong menggelinding ke tempat daur ulang disamping ban berjalan. Puluhan ‘kaki’ dari robot lain bergabung disitu seperti mayat yang dimutilasi. Beberapa kaki masih bergerak-gerak, dan terlihat sangat menjijikkan. Mesin pembongkaran mulai menangani kaki kiriku setelah kaki kananku selesai dipotong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hanya bisa memandangi laser biru tersebut dengan termenung. Aku tidak bisa memfokuskan pandanganku kepada hal lainnya, dan pandanganku juga mengabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hanya berharap ini semua cepat selesai. Bahkan sedetik lebih cepat juga tidak apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka dari itu, aku mencoba kabur dari realita, dengan memikirkan Professor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami berencana pergi ke taman hiburan minggu depan. Kami akan menonton film lagi minggu selanjutnya. Kami akan membeli baju-baju bulan depan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, sinar lasernya munul dalam pandanganku. Aku langsung terpikir akan sesuatu. Apakah laser itu adalah laser yang sama seperti yang digunakan untuk melumpuhkan para robot?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh iya, berbicara mengenai senjata laser – aku jadi memiliki pertanyaan lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang terjadi kepada robot yang mengamuk di plaza air mancur?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku kembali ke kenyataan, kaki kiriku sudah tiada. Aku tidak yakin berapa lama prosesnya berlangsung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku terbaring di ban berjalan dengan tanpa anggota gerakku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, proses pemotongan kepalaku dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua lengan pembongkar menjepit kepalaku. Rasanya dingin, kasar, dan keras. Itu sangat berbeda dengan lengan Professor yang kokoh dan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu lengan mesin tersebut kemudian menempelkan pisau bedah berwarna biru di leherku. Bilah panas itu mendekat sedikit demi sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku masih mencoba lari dari kenyataan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempatku melarikan diri adalah tentu saja dengan mengingat Professor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- dia bilang bahwa dia ingin mengatakan tentang sesuatu saat dia sudah pulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah percakapan terakhirku dengan Professor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu benar, Professor---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---apa yang dia katakan… yah, hadiah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hadiah apa yang anda bicarakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara tercabik menggema, kemudian kepalaku terpisah dari tubuhku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa katup yang seperti pembuluh darah menggantung di bagian bawah kepalaku. Aku menatap tubuhku melalui bagian depan katup. Bagian dada dan perutku menggeliat tanpa henti seperti makhluk hidup aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang anehnya lagi ialah aku tidak merasa takut sedikitpun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda dengan lenganku yang terpotong, hatiku merasa baik-baik saja. Selanjutnya, aku dengan tenang akan menyongsong kematian. Tapi ini bukanlah karena perubahan perasaan yang cepat, bukan karena aku telah menyaksikan kehidupan dan kematian di depan mataku, tapi karena hatiku sudah mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, lengan pembongkar mendekat ke kepalaku, satu-satunya bagian yang tersisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian mereka mulai memotong kepalaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, kulit kepalaku dirobek, rambut maroonku yang kubanggakan terlepas bersamaan dengan kulit kepalaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, alat logam berbentuk bulat menusuk rongga mataku sehingga bola mataku terdorong keluar dengan bunyi ‘pop’. Pandangan bola mata kananku yang sudah terdorong keluar bertemu dengan mata kiriku. Tapi kemudian bola mata kiriku juga terdorong keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya hilang dari duniaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, sesuatu seperti batang dijejalkan ke dalam telingaku. Aku tidak bisa mengetahui benda apa itu karena aku tidak bisa melihat. Lalu sesuatu yang seperti laser membentuk dua lingkaran di wajahku, dan telinga serta sisitem pendengaranku juga tercerabut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara menghilang dari duniaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mesin itu lanjut dengan mengulitiku, dan aku perlahan jadi seperti buah. Mencabut gigiku, lidahku, hidungku---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bisa melihat, mendengar, membaui, dan merasakan apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, aku masih memikirkan Professor sampai detik terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dimana anda sekarang, Professor?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah anda di surga? Nyamankah di sana? Apa anda sudah makan? Ingatlah untuk tidak merokok di tempat tidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemana saya akan pergi setelah ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ada surga untuk para robot? Seperti apa tempatnya? Apakah dapurnya berfungsi? Apakah pelayan tokonya ramah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa anda meninggal?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah itu karena saya tidak patuh? Apa karena saya tidak menonton film dengan benar? Atau karena saya tidak mengerjakan laporan dengan serius?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor. Saya sangat ingin bertemu dengan anda. Saya sangat sangat sangat sangat sangat ingin bertemu dengan anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah masih mungkin bagi kita untuk bertemu? Bisakah saya masuk ke surga para manusia tetap sebagai robot?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahhhh, Professor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah surge manusia dekat dengan surga para robot----&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Oca1409</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Surat_-_Kolom_Berita_%E2%80%93_Robot_Modern_-_%22Akhir_Dari_Robot_Tertentu%22&amp;diff=522799</id>
		<title>Iris on Rainy Days Indo: Surat - Kolom Berita – Robot Modern - &quot;Akhir Dari Robot Tertentu&quot;</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Surat_-_Kolom_Berita_%E2%80%93_Robot_Modern_-_%22Akhir_Dari_Robot_Tertentu%22&amp;diff=522799"/>
		<updated>2017-07-09T07:55:51Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Oca1409: Created page with &amp;quot;===Kutipan Kolom ‘Oval Times’ 16 Agustus===  &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Robot Modern 35 ‘Akhir dari Robot Tertentu.’&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;  Itu terjadi pada pagi hari tanggal 10 Agustus.  Di Venus Fountain Plaz...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===Kutipan Kolom ‘Oval Times’ 16 Agustus===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Robot Modern 35 ‘Akhir dari Robot Tertentu.’&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu terjadi pada pagi hari tanggal 10 Agustus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Venus Fountain Plaza di depan Stasiun Oval, seorang pria yang sedang merokok untuk menghabiskan waktu sembari menunggu kereta melihat sebuah kejadian aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah robot ambruk di depan patung dewi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika hanya begitu, maka hal tersebut tidaklah penting, tapi sisi keanehannya terletak pada bagaimana cara robot tersebut bersikap.&lt;br /&gt;
Robot yang ambruk itu hanya memiliki tubuh bagian atas, dan bagian bawah tubuhnya seperti habis dibom. Hanya kepala dan lengan kanannya yang melekat di badannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, robot  itu merangkak sambil merentangkan satu-satunya lengannya, menyeret tubuhnya ke depan, menyeberangi jalan utama di jalan umum untuk sampai ke patung dewi tersebut. Perlu sekitar sepuluh menit untuk merangkak menempuh jarak sekitar seratus meter dan kemudian menaruh sesuatu di kaki patung dewi saat robot itu sampai ke tengah air mancur. Itu adalah sebuah wadah rokok berwarna perak. Setelah itu, robot tersebut terlihat menggumamkan sesuatu seperti sedang bercakap-cakap dengan patung tersebut. Mungkin karena robot itu kehabisan baterai, dia langsung berhenti setelahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah merenungkan tentang insiden ini, saya mengingat kuliah yang disampaikan oleh Professor Umbrella yang terhormat yang memiliki kuasa dalam teknik robotic yang meninggal karena kecelakaan Mei lalu. Professor menduga bahwa robot yang sedang mengalami ‘halusinasi’ mungkin merupakan salah satu tanda-tanda yang terjadi saat mereka mengamuk. Hal itu mungkin merupakan halusinasi yang muncul dari keinginan kuat si robot untuk mencari pemilik kesayangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Professor meninggal, meskipun tidak ada bukti yang mendukung hipotesis ini, saya masih tertarik kepada teorinya. Apakah robot yang muncul di fountain plaza juga mengalami halusinasi pada saat terakhirnya? Jika Professor Umbrella masih hidup, saya akan langsung menanyakan pendapatnya. ……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Dihilangkan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut hasil yang telah saya peroleh dari Departemen Pengaturan Robot cabang Oval, sisa-sisa robot tersebut sudah dihancurkan menjadi potongan logam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Penulis – Karen Cloudy)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Oca1409</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Eksekusi_-_battery%3D00:00:00&amp;diff=522193</id>
		<title>Iris on Rainy Days Indo: Eksekusi - battery=00:00:00</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Eksekusi_-_battery%3D00:00:00&amp;diff=522193"/>
		<updated>2017-07-03T08:13:36Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Oca1409: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;Batere = 00:00:00&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Profesor, Profesorku benar-benar berdiri di sana, dia tersenyum padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku kehilangan seluruh tenagaku, tapi aku lega. Sebuah perasaan merasuk ke dalam ragaku, dan aku memandang Profesor dengan termenung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahhh, Profesor. Anda masih hidup. Kenapa anda tidak memeberitahuku sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, Profesor. Kenapa aku merasa bahwa anda terlihat agak berbeda saat ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa anda tidak memakai kacamata anda? Apakah ketinggalan di rumah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa anda tidak mengenakan wadah rokok di leher anda? Ahhh, itu karena aku sedang memegangnya. Aku akan segera mengembalikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa anda memakai gaun putih hari ini? Itu berbeda dari jas putih yang biasanya anda kenakan. Apa kita punya baju seperti itu di rumah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan, dan, Profesor, Profesor---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa anda berdiri di tengah air mancur?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Iord 266.jpg|200px|thumb|center]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Oca1409</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Eksekusi_-_battery%3D00:00:00&amp;diff=522192</id>
		<title>Iris on Rainy Days Indo: Eksekusi - battery=00:00:00</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Eksekusi_-_battery%3D00:00:00&amp;diff=522192"/>
		<updated>2017-07-03T08:12:13Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Oca1409: Created page with &amp;quot;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Batere = 00:00:00&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;  Tapi Profesor, Profesorku benar-benar berdiri di sana, dia tersenyum padaku.  Aku kehilangan seluruh tenagaku, tapi aku lega. Sebuah perasaan merasuk...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;Batere = 00:00:00&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Profesor, Profesorku benar-benar berdiri di sana, dia tersenyum padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku kehilangan seluruh tenagaku, tapi aku lega. Sebuah perasaan merasuk ke dalam ragaku, dan aku memandang Profesor dengan termenung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahhh, Profesor. Anda masih hidup. Kenapa anda tidak memeberitahuku sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, Profesor. Kenapa aku merasa bahwa anda terlihat agak berbeda saat ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa anda tidak memakai kacamata anda? Apakah ketinggalan di rumah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa anda tidak mengenakan wadah rokok di leher anda? Ahhh, itu karena aku sedang memegangnya. Aku akan segera mengembalikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa anda memakai gaun putih hari ini? Itu berbeda dari jas putih yang biasanya anda kenakan. Apa kita punya baju seperti itu di rumah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan, dan, Profesor, Profesor---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa anda berdiri di tengah air mancur?&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Oca1409</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Surat_-_Berita_Laporan_%E2%80%93_%22Pasukan_Pertahanan_Nasional_Menekan_Invasi_Robot%22&amp;diff=522191</id>
		<title>Iris on Rainy Days Indo: Surat - Berita Laporan – &quot;Pasukan Pertahanan Nasional Menekan Invasi Robot&quot;</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Surat_-_Berita_Laporan_%E2%80%93_%22Pasukan_Pertahanan_Nasional_Menekan_Invasi_Robot%22&amp;diff=522191"/>
		<updated>2017-07-03T07:49:31Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Oca1409: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==&#039;&#039;&#039;Bab 4 - Surat&#039;&#039;&#039;==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iris, aku sangat mencintaimu.” (Wendy von Umbrella)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Kutipan ‘Oval Times’ edisi sore 10 Agustus===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Pasukan Pertahanan Nasional Menekan Pemberontakan Robot&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Insiden pemberontakan robot yang terjadi pada larut malam tanggal sembilan Agustus di RL Composite Construction Co. Ltd. akhirnya berhasil ditekan oleh Pasukan Pertahanan Nasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah robot raksasa yang melawan di daerah pinggiran Ovalite City berhasil dipukul mundur oleh serangan dari militer. Setelah diinvestigasi, diketahui bahwa robot tersebut adalah robot militer model ‘F-110’ yang pernah ikut pada peperangan di utara, dan merupakan kekuatan utama Mech Corps dengan nama ‘Ouroboros’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenai alasan penggunaan robot senjata yang terbengkalai dalam kegiatan konstruksi, RL Company belum membuat pernyataan publik. Selain itu, departemen militer dan perusahaan perakit robot, Galosh Company, yang turut serta dalam pengembangan model ‘F-110’ seharusnya menunggu……&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Oca1409</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Surat_-_Berita_Laporan_%E2%80%93_%22Pasukan_Pertahanan_Nasional_Menekan_Invasi_Robot%22&amp;diff=522190</id>
		<title>Iris on Rainy Days Indo: Surat - Berita Laporan – &quot;Pasukan Pertahanan Nasional Menekan Invasi Robot&quot;</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Surat_-_Berita_Laporan_%E2%80%93_%22Pasukan_Pertahanan_Nasional_Menekan_Invasi_Robot%22&amp;diff=522190"/>
		<updated>2017-07-03T07:47:57Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Oca1409: Created page with &amp;quot;==&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Bab 4 - Surat&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;==  “Iris, aku sangat mencintaimu.” (Wendy von Umbrella)  ===Kutipan ‘Oval Times’ edisi sore 10 Agustus===  &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Pasukan Pertahanan Nasional Menekan...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==&#039;&#039;&#039;Bab 4 - Surat&#039;&#039;&#039;==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iris, aku sangat mencintaimu.” (Wendy von Umbrella)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Kutipan ‘Oval Times’ edisi sore 10 Agustus===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Pasukan Pertahanan Nasional Menekan Pemberontakan Robot&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Insiden pemberontakan robot yang terjadi pada larut malam tanggal sembilan Agustus di RL Composite Construction Co. Ltd. akhirnya berhasil ditekan oleh Pasukan Pertahanan Nasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah robot raksasa yang melawan di daerah pinggiran Ovalite City berhasil dipukul mundur oleh serangan dari militer. Setelah diinvestigasi, diketahui bahwa robot tersebut adalah robot militer model ‘F-110’ yang pernah ikut pada peperangan di utara, dan merupakan kekuatan utama Mech Corps dengan nama ‘Ouroboros’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenai alasan penggunaan robot senjata yang terbengkalai dalam kegiatan konstruksi, RL Company tidak membuat pernyataan publik. Selain itu, departemen militer dan perusaah perakit robot, Galosh Company, yang turut serta dalam pengembangan model ‘F-110’ seharusnya menunggu……&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Oca1409</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Surat_-_Berita_Laporan_%E2%80%93_%22Kertas_Terselip_Pada_Laporan_Yang_Teridentifikasi_Sebagai_Literatur_Anak-anak%22&amp;diff=522189</id>
		<title>Iris on Rainy Days Indo: Surat - Berita Laporan – &quot;Kertas Terselip Pada Laporan Yang Teridentifikasi Sebagai Literatur Anak-anak&quot;</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Surat_-_Berita_Laporan_%E2%80%93_%22Kertas_Terselip_Pada_Laporan_Yang_Teridentifikasi_Sebagai_Literatur_Anak-anak%22&amp;diff=522189"/>
		<updated>2017-07-03T07:28:15Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Oca1409: Created page with &amp;quot;===Kutipan ‘Oval Times’ Edisi Sosial 14 Agustus===  &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Kertas yang Terselip pada Laporan yang Teridentifikasi Sebagai Literatur Anak-anak&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;  Departemen hubungan masyaraka...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===Kutipan ‘Oval Times’ Edisi Sosial 14 Agustus===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Kertas yang Terselip pada Laporan yang Teridentifikasi Sebagai Literatur Anak-anak&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Departemen hubungan masyarakat milik militer membuat pernyataan resmi terkait insiden pemberontakan robot yang terjadi di perusahaan RL pada tanggal sembilan Agustus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat badan dari robot raksasa ‘F-110’ yang bertahan sampai akhir meledak, banyak lembaran kertas yang tercecer saat itu. Warga sangat ingin tahu dengan isi kertas tersebut, jadi kemudian hasil penyelidikan mengenai isinya diumumkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kertas tersebut berasal dari sejumlah buku. Sisa-sisa dari kertas yang telah terbakar dikonfirmasi berasal dari buku bacaan anak-anak ‘Third-Rate Demon God Visa Darke’ (Total delapan volume, Terbitan Highcut), karangan Sandy Windbell.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun hubungan antara buku tersebut dengan peristiwa pemberontakan robot, hal itu masih diinvestigasi.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Oca1409</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Terbongkar_-_1_Hari_Sebelumnya&amp;diff=522188</id>
		<title>Iris on Rainy Days Indo: Terbongkar - 1 Hari Sebelumnya</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Terbongkar_-_1_Hari_Sebelumnya&amp;diff=522188"/>
		<updated>2017-07-03T07:04:11Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Oca1409: Created page with &amp;quot;===Satu Hari Sebelumnya===  Saat siang hari, seorang tamu datang.  Seorang pria tidak dikenal dengan seragam abu-abu muncul didepan pintu dengan 3 robot besar dan kasar. Merek...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===Satu Hari Sebelumnya===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat siang hari, seorang tamu datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang pria tidak dikenal dengan seragam abu-abu muncul didepan pintu dengan 3 robot besar dan kasar. Mereka mengumumkan bahwa mereka dari Robots Management Oval Branch, mengatakan kalau mereka disini untuk mengambil hak atas kepemilikanku. Melihat seperti aku berbau oli mesin, pria itu mengkerutkan dahi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku adalah property Profesor, tapi sepertinya Profesor tidak memiliki saudara., jadi tidak ada seorang pun dapat mewarisiku. Jadi, aku telah menjadi saudara ipar ‘res nullius’, dan aku dikategorikan kedalam properti bangsa. Mereka menuntut kepemilikanku sebagai perwakilan  Negara – itulah yang mereka jelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dihimpit dan diseret oleh kedua robot itu menuju rak yang kuat di mobil pengawal. Aku tidak bisa melawan, karena tidak ada lagi tenaga yang tersisa dalam diriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah sampai di kantor Departemen Manajemen Robot, pria dengan tangan kekar itu memegangiku,menuntunku ke tempaat tujuan. Dengan pengawalan robot-robot baja, aku dibawa ke tempat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah pabrik pemeliharaan robot. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum robot-robot bisa dijual di pasaran sebagai sebuah produk., mereka harus bisa memenuhi standar pemuasan dan keamanan yang ditetapkan oleh pemerintah, jadi mereka di tes disini. Robot yang lolos tes pengecekan akan dibawa ke pelelangan dengan dengan pihak-pihak tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah pembuatan tahap awalku, Profesor adalah orang yang melakukan pemeliharaan dan pengecekan terhadapku, jadi ini adalah pertama kalinya bagi ku untuk melihat pabrik pemeliharaan robot. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Lepaskan bajumu”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memerintah kepadaku. Tanpa adanya pengenalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ragu-ragu melepas pakaianku dengan tangan yang gemetar. Setelah kaus kaki dan celemek ku, adalah bajuku--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Jangan membuang-buang waktu”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inspektur itu memerintahku, dengan hanya pakaian dalamku, dan menatapku dengan ganas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Cepat, lepaskan semua”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak dari inspektur-inspektur pria itu memandang ke arahku. “Kami semua orang dewasa, apa yang membuatmu malu!” ejekan dari seseorang membuat, mereka tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melepas pakaianku,mereka mulai mendekatiku dengan malu-malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan pria-pria itu menjalari tubuhku. Beberapa melakukannya untuk mesin, beberapa lagi melakukan hal tidak senonoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hanya bisa terdiam membiarkan mereka menyentuhku sesuai keinginan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Otakku dipenuhi dengan hal-hal memalukan dan menjijikan begitu inspeksi itu berakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengecekan Mental Sirkuit, konfirmasi kontrol pergerakan, pengecekan keamanan sirkuit. Prosedur pengecekan datang silih berganti, saat aku hanya berpindah dari sini kesana di pabrik ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tidak mengembalikan pakaian ku, jadi aku tetap telanjang. Kotak rokok yang bergantung di leherku satu-satunya yang tersisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, aku menjalani tes terakhir ‘tes penjualan  baru’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Tes penjualan baru’ adalah pelelangan untuk mengembalikan standar memuaskan dan keamanan robot ke pasaran. Jika robot tidak memiliki pembeli, dia akan diedarkan ke pasar suku cadang bekas—akan dibongkar menjadi potongan-potongan metal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum tes dimulai, aku harus memakai ’kerah’ di ruang tunggu. Kerah itu berfungsi sebagai label untuk pimpinan produk, nomor dan kode bar tercetak disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berjalan menuju ruangan tes penjualan baru, melihat-;lihat ruangan galeri menggunakan alat pembawa barang. Robot-robot yang lain berjalan bersama dalam barisan. , dan duduk di alat pembawa barang dalam giliran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kecepatan 10 CM per detik, aku berputar di alat pembawa barang itu. Disisi lain dari kamera-kamera, orang-orang mungkin memutuskan robot mana yang akan dibeli, bertanya pada diri mereka sendiri pertanyaan seperti “Bisakah benda ini dijual” “Apakah itu memiliki harga” dan lain sebagainya. Sekararang, aku hanya dududk melamun, memikirkan hal-hal sepele seperti “Atapnya begitu putih itu aneh” “ Hari apa ini? Dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya seperti itu, aku terus berputar dengan alat pembawa barang itu. Robot-robot lain ikut berputar bersamaku. Ini adalah komedi putar yang mengatur hidup dan mati kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama putaran ke sepuluh, aku ditarik dari sabuk. Tidak ada yang membeliku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya masa depan ku adalah menjadi lempengan metal.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Oca1409</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Terbongkar_-_2_Hari_Sebelumnya&amp;diff=522187</id>
		<title>Iris on Rainy Days Indo: Terbongkar - 2 Hari Sebelumnya</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Terbongkar_-_2_Hari_Sebelumnya&amp;diff=522187"/>
		<updated>2017-07-03T06:49:51Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Oca1409: Created page with &amp;quot;===Dua Hari Sebelumnya===  Hari ini adalah hari pertama sejak Profesor meninggal.  Aku menghabiskan waktuku dengan malas di rumah. Aku hanya duduk terdiam sepanjsang malam, me...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===Dua Hari Sebelumnya===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini adalah hari pertama sejak Profesor meninggal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menghabiskan waktuku dengan malas di rumah. Aku hanya duduk terdiam sepanjsang malam, menatap pemandangan diluar jendela kamar. Langit terlihat begitu gelap, burung-burung berkicau. Mereka terlihat mennyandungkan nyanyian kedamaian. Namun, aku merasa seperti satu-satunya orang yang tersisa dimuka bumi ini. Aku tidak sedih, ini lebih seperti aku tidak bisa menerima kenyataan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak tahu harus apa, aku hanya melakukan rutinitas pekerjaanku seperti biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pekerjaan-pekerjaan ku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membersihkan rumah, memotong rumput, membayar tagihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mencuci pakaian Profesor, tangan ku gemetar. Setelah menyiapkan makanan, aku terkejut, menyadari bahwa tidak ada yang akan menghabiskannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kasur dikamar Profesor begitu dingin. Aku berfikir bahwa itu tidak akan pernah menjadi hangat menyerang pikiranku, hal ini begitu menyakitkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak tau lagi apa yang harus kulakukan. Tapi, aku hanya melanjutkan pekerjaan rumahku. Itu adalah caraku melarikan diri dari kenyataan. Bagi ku meghadapi kenyataan benar-benar menakutkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat malam tiba, tidak ada lagi yang harus ku kerjakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku duduk di balkon diluar kamar, memeluk lututku. Aku merasa mungkin Profesor akan kembali jika aku menunggu sedikit lebih lama. Itulah kenapa aku menggenggam tempat rokoknya dan menunggunya sepanjang malam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Profesor tetap tidak kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--PERINGATAN--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat fajar menyingsing, ada sebuah suara datang dari sirkuit otakku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--BATERAI LEMAH DALAM 5 MENIT--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara tanpa intonasi, berbicara dengan nada cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--SEGERA LAKUKAN PENGISIAN ULANG--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berdiri dengan lemah dan berjalan tertatih menuju labolatorium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam perjalananku, aku terjatuh di lantai karena kehabisan daya. Kaki kanan ku bergerak- gerak aneh. Menyeret kakiku yang satunya, aku berjalan dengan lambat menuju labolatori.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Duduk di kasur putih susu, aku membuka pergelangan tangan ku. Unit pengisian daya muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu aku berfikir untuk memotong pergelangan tangan ku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika aku memotong pergelangan tangan ku, aku akan mati. Aku menemukan cara termudah untuk pergi. Aku bisa pergi ke tempat Dokter pergi.&lt;br /&gt;
Keadaan mentalku begitu berantakan sejak kepergian Profesoor, dengan segera aku melakukannya untuk mewujudkan gairahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memegang tombol kembali, aku menekan tombol itu. Udara panas menyembur dari mulutku. Setelah itu, kepulan api merah muncul. Perlahan, aku memindahkan pembakar itu ke pergelangan tangan ku. Lelehan-lelehan metal berjatuhan seperti keringat dan unit pengisian ulang perlahan-lahan meleleh. Dalam sepuluh detik, sambungan elektronik itu terbakar seluruhnya. Mesin hitam itu mengeluarkan oli dalam jumlah yang banyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah adegan yang  menyeramkan. Minyak menyembur dari pergelangan tangan ku bahkan mengenai atap. Labolatori yang awalnya berwarna putih seputih salju berubah menjadi hitam dengan oli yang bau. Melihat pemandangan dalam keadaan yang menyenagkan, suara elektronik “PERINGATAN! PERINGATAN! PERINGATAN! PERINGATAN!” didalam sirkuit berfikirku berteriak dengan kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya dalam 5 menit oli didalam mesin mengalir keluar dari tubuhku. Hanya ada cairan hitam pekat keluar dari tangan ku. Ini hampir seperti air mancur diluar stasiun Square.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengalami rasa yang sangat menyakitkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak pernah merasa seperti ini sebelumnya. Pusing, mual dan rasa sakit seperti tengkorak ku terbelah dan tergores, menghantamku lagi dan lagi. Seperti manusia yang meminum racun, bibirku gemetaran. Rasanya sangat sakit, aku berguling-guling karena rasa sakit di lantai dan memeluk dadaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--PERHATIAN! 30 DETIK SEBELUM DAYA MATI! SEGERA LAKUKAN PROSEDUR PERAWATAN!--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti biasanya, suara cepat, suara elektronik itu mengumumkan kematianku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, seperti orang gila, mataku terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--Tidak! Aku tidak ingin mati!--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berdiri dengan panic dan meraih kabel pengisi daya dengan kasar. Berulang kali aku berusaha untuk memmasukkannya ke dalam lubang pengisian daya di pergelangan tanganku. Namun unit pengisian daya itu sudah rusak karena panas. Seperti menjahit dengan jarum, semua usahaku untuk menyambungkan kabel itu gagal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--DAYA HABIS DALAM 10, 9, 8, 7…--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Panik dalam ketakutan, aku terus berusaha memasukkan kabel itu dengan unit pengisian daya di pergelangan tanganku. Colok. Colok. Colok. Colok. Aku tidak mau mati. Aku tidak mau mati. Aku tidak mau mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara renyah muncul dari kabel yang sudah tersambung dengan unit pengisian daya. Elektrik dan oli mesin mulai terpompa dalam tubuhku. Suara-suara peringatan itu berhenti, dan aku terbebas dari rasa yang sangat menyakitkan dan perasaan mual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku benar-benar lega, dari lubuk hatiku yang paling dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah…aku tidak bisa mati sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--bagus?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku benar-benar terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah bagus kalau aku tidak mati?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…saat Profesor sudah mati?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah hidup sendiri adalah hal yang membahagiakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah hidup dengan tidak bersalah dan dan hidup dengan hal memalukan adalah hal yang membahagiakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sisi lain dalam diriku terus berbisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iris Rain Umbrella. Kenapa kamu tetap hidup? Bagaimanapun kau adalah robot. Kenapa kau takut mati? Orang yang kau layani sudah pergi dengan tenang, apalagi yang berharga untuk hidupmu. Walaupun begitu kenapa kau masih tetap ingin hidup? Mati! Mati! Cepat mati sekarang!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat merasa jijik dengan diriku sendiri, aku mencakar kepalaku dengan keras dan berusaha untuk mencabut rambut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak diragukan lagi, aku terobsesi untuk hidup. Aku ingin hidup. Aku tidak mau mati. Itulah yang aku rasakan, apa yang kusadari, setelah mengadapi kematian untuk yang pertama kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku meremehkan diriku sendiri. Merasa bersalah karena sangat mencintai Profesor. Menyesal karena setiap hari tidak mengungkapkan perasaan ku tanpa malu-malu, aku tidak memaksakan diri untuk ikut dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kapanpun aku menarik rambutku, kabel yang melekat di pergelangan tangan ku jatuh ke lantai. Itu sangat menyusahkan, tapi aku tidak berani untuk mengambilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dinding dan atap menjadi hitam dan  bau. Duduk diatas darah hitam yang menyembur dari tubuhku, aku tetap menarik rambutku seperti orang gila. Lusinan lembar rambut terlepas dari kepalaku dan jatuh ke lantai.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Oca1409</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Terbongkar_-_3_Hari_Sebelumnya&amp;diff=521777</id>
		<title>Iris on Rainy Days Indo: Terbongkar - 3 Hari Sebelumnya</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Terbongkar_-_3_Hari_Sebelumnya&amp;diff=521777"/>
		<updated>2017-06-28T07:06:59Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Oca1409: Created page with &amp;quot;===Tiga Hari Sebelumnya===  Pagi ini berbeda dari biasanya.  Hari ini dimulai dengan suram, hujan yang tidak berhenti-henti. Ini seperti langit sedang menangis karena akan ber...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===Tiga Hari Sebelumnya===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagi ini berbeda dari biasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini dimulai dengan suram, hujan yang tidak berhenti-henti. Ini seperti langit sedang menangis karena akan berpisah dengan matahari; hujan yang manis membuat orang-orang tertekan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membangunkan profesor dan menyiapkan sarapan setelah itu. Tapi hari ini, untuk beberapa alasan, tanpa sengaa aku menhanguskan telur, kenapa ya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di pagi yang tidak biasa ini, prosefor mengatakan hal-hal yang tidak biasa juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iris, erm……..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika berjalan ke pintu keluar, Profesor melihatku dari halaman yang menghubungkan jalan diluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa, Profesor?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelah aku pulang nanti, aku ingin mengatakan sesuatu yang penting padamu”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sesuatu……penting?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor mengangguk sambil memegang payungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekpresinya begitu tenang, tapi juga tampak kesepian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bertanya, “Apa ada yang salah?” dan menaikan payung ku lebih tinggi, untuk melihat wajah profesor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan memberitahumu setelah pulang. Yah, setelah makan malam.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya benar-benar tidak suka jika anda misterius seperti ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku akan memberitahumu setelah pulang. Yah, setelah makan malam.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh heh heh. Mnn, ini bukan sesuatu yang buruk. Bagaimana aku harus mengatakan ini….. Ah, kamu bisa menganggapnya hadiah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berteriak keras “itu bagus!” dan menganggkat payungku lebih tinggi lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap- apa yang akan Anda berikan pada saya!? Saya ingin berkas pernikahan dengan Profesor!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan biara omong kosong. Ah, tapi berkas pernikahan huh…. Itu tidak menjamin ‘kebahagiaan abadi’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Abadi? Ap-apa itu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku akan memberitahukanmu nanti. Jadilah gadis baik sampai saat itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengerti! Profesornya Iris akan jadi gadis baik juga hari ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor mulai melangkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hati-hati dijalan! Cepat pulang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menolehkan kepalanya kebelakang, Profesor melambaikan tangannya tingi-tingi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Payung biru itu seperti gambar warna air yang dicat ringan, kehilangan focus dalam tetes hujan dan menadi berkabut. Profesor lenyap seperti itu setelah di tikungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan mulai lebat. Aku berjalan kembali ke ambang pintu. Untuk beberapa alasan, aku tiba-tiba merasakan seseorang menarik rambutku, jadi aku berbalik sebelum memasuki rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada seorangpun di pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
♠&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siang ini, aku sudah menyelesaikan pekeraan rumahku dan tugas untuk mengisi ulang daya ku. Setelah itu, aku mulai belajar dengan keras di sofa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini berjudul ‘New: Basic Theory of Robot Engineering’, dan aku meminjam ini dari koleksi buku-buku Profesor. Profesor adalah seorang sosok gadis cantik yang luar biasa, tapi rak bukunya dipenuhi dengan buku-buku akademi, tanpa ada satupun buku tentang fashion.&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, aku membaca bab ‘Emotions and Expression of Robots’ di buku ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tema dari bab ini menceritakan bagaimana ‘emosi’ maksud dari circuit mental robot akan berefek ke ‘ekspresi’ yang diekpresikan ke wajah buatan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia biasanya tertawa saat mereka senang dan menangis saat mereka sedih.&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, hal itu berbeda dengan robot. Jika spesial sirkuit mental tidak dibuat, robot tidak akan memiliki ‘ekspresi’, jika kulit buatan dan otot mereka tidak dimodifikasi oleh teksini yang handal, robot-robot tidak anak bisa mengkomunikasikan ‘ekspresi’ juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai tambahan ekspresi manusia begitu rumit. Hanya aksi dari ‘tertawa’, hehehehe adalah tertawa, hohoho juga, sebuah senyuman lembut, senyuman manis, senyuman malu-malu dan lain-lain, dan ada begitu banyak perbedaan antara ekspresi-ekspresi lainnya. Ekspresi-ekspresi manusia bisa dikategorikan kedalam kurang lebih jutaan; hanya dengan membuat perubahan kecil ke sirkuit mental, robot-robot bisa mengungkapkan ekspresinya seperti kehidupan. Karenanya, ekpresi wajah dan bahasa software pengenalan adalah yang terbaik dan yang paling mahal di pasar robot. Harga dari software ekspresi kadang-kadang bisa lebih mahal dari harga robot itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam tubuh ku diinstal versi software terbaru. Aku begitu bersyukur pada Profesor untung membiarkanku tertawa dan menangis, marah, mengamuk dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menutup buku yang kubaca. Sekarang pukul 5.45 sore.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor akan segera pulang. Aku harus menyiapkan makan malam sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari satu jam sudah berlalu, dan sekarang pukul  7.30 malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--Profesor begitu terlambat……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor belum kembali juga. Dia terlambat kurang lebih sejam, tiga belas menit dan dua puluh detik. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Panci di dapur sudah terisi dengan makan malam untuk hari ini— Laulyl ditata mentega cair, dan itu hanya butuh sedikit dipanaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--Ini begitu aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor akan menghubungi setiap kali dia pulang kerumah. Bahkan, aku tidak menerima pesan apapun darinya hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ingin menghubungi ponsel Profesor, tapi dia mengingatkanku untuk tidak menghubunginya saat dia bekerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak sabar menatap jarum jam di dinding.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tik tok, tik tok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor belum kembali juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tik tok, tik tok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sudah menyelesaikan seluruh pekerjaan ku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tik tok, tik tok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belum kembali, belum kembali?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jam dinding terus berputar, dua putaran, tiga putaran—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba setelah mencapai putaran ketujuh…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Trriiiiiing, triiiiiing……… Telepon di koridor berdering.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- itu pasti Profesor!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku segera berlari kencang ke koridor dan meraih receiver telepon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Halo, maaf membuat anda menunggu! Ini dengan Kediaman Umbrella!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menunggu balasan dari seberang dengan jantung yang berdebar-debar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf menelepon selarut ini. Ini dari Laboratorium Robotik Pertama Universitas Oval.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang menjawab dari seberang telepon adalah suara seorang pria. Laboratorium Robotik Pertama adalah tempat Profesor bekerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengetahui bahwa itu bukan Profesor, aku langsung kecewa, tapi aku masih menjawab dengan sopan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya adalah robot milik Wendy von Umbrella. Majikan saya saat ini sedang tidak berada di tempat, jadi, silahkan tinggalkan pesan jika anda ingin menghubunginya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menjawab dengan nada seperti mesin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah diam beberapa saat, pria tersebut berkata dengan pelan: “Saya asisten Profesor Umbrella, Ralph Ciel.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sensitivitas fungsi pendengaranku segera menajam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu. Terima kasih telah membantu majikan saya selama ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…..tentang Profesor Umbrella.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- Ini aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasakan kulitku merinding saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa orang ini menelpon kesini secara khusus?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dia ingin berbicara dengan Profesor, dia hanya perlu menghubungi nomor ponselnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa cemas dan takut merayap padaku seperti serangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“E-erm!” Maka dari itu, aku tidak tahan untuk bertanya, “Apa ada sesuatu yang terjadi pada Profesor!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia agak ragu sejenak, tapi kemudian berbicara dengan nada yang pasti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebenaran yang tajam kemudian menusuk pendengaranku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Profesor Umbrella telah meninggal dalam sebuah kecelakaan.”&lt;br /&gt;
---?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang terjadi---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpikirlah,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dunia,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“---halo, halo halo!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara seseorang terdengar dari receiver.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- tamu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berpikir tentang berapa lama waktu yang sudah berlalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- seorang tamu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara elektronik itu terus memanggilku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- ada seorang tamu di depan pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, aku mulai kembali sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada sesuatu yang menyentuh kakiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihat ke bawah dan mendapati receiver telepon menggantung dan mengayun pelan mengenai kakiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- ahhh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jariku mulai bergetar..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---Professor…..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingatan yang tadi terlupakan tiba-tiba muncul dari alam sadarku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---karena sebuah kecelakaan….&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---ada telepon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telepon yang mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---ada tamu. Tolong segera sambut mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena suara elektronis itu menyentakku, aku  mulai berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nyaris seperti berlari, aku menuruni lantai lalu membuka pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan pergi ke luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
♠&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di luar, hari telah malam dan semuanya gelap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berjalan ke pintu  lengkung, mendapati sebuah mobil hitam terparkir di jalan di depan  pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di luar kursi pengemudi, seorang pria dengan setelan dan wajah yang sedih berdiri di sana. Pria tersebut masih muda, tapi wajahnya pucat dan pipinya cekung seperti orang tua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memanggilnya, lalu dia meniggalkan badan mobil tempatnya bersandar barusan dengan terkejut, mengisyaratkan bahwa dia adalah asistennya, Ralph Ciel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dialah orang yang melakukan telepon yang menakutkan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anda Nona Iris Rain Umbrella…..huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ralph berujar dengan suara pelan. Aku mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, pintu mobil terbuka. Karena Ralph yang menyuruh, aku duduk di samping kursi pengemudi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak menanyakan kemana kita akan pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
♠&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat di mobil, aku melihat keluar jendela dengan mata yang tidak fokus. Lampu-lampu neon di Commercial Street memancarkan cahaya tipis seperti meteor yang jatuh, menjauh dariku perlahan-lahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ralph tidak mengatakan apapun. Itu bukan karena dia khawatir tentangku jika mengatakan sesuatu, tapi lebih seperti dia tidak punya kekuatan untuk bicara. Yang paling tidak mengenakkan ialah bahwa topik paling umum diantara kami berdua adalah tentang Profesor, tapi jika kita membicarakannya, kita akan harus kembali ke berita buruk itu lagi.&lt;br /&gt;
Setelah sekitar sepuluh menit, kami sampai di rumah sakit. Aku turun dari mobil dan memandang kepada bangunan putih yang menyambut kami malam ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ralph membawaku ke pintu masuk basement rumah sakit. Kami melewati beberapa pemeriksaan kemanan sepanjang jalan, di lobi dan di lift, dan kartu identitas dan barang lain milik kami juga ikut diperiksa. Setelah mengetahui bahwa aku adalah robot milik Profesor, beberapa orang melihat ke arahku dengan penasaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamarnya berada di ujung koridor lantai B4.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendorong pintu dengan tanda ‘ruang jenazah’ di luarnya, aku bisa melihat sebuah kapsul sepanjang kira-kira dua meter di tengah ruangan. Menurut Ralph, tubuh Profesor disimpan di kapsul putih tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum membuka kotaknya, Ralph menjelaskan ‘insiden’ tersebut secara singkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tadi pagi, Profesor sedang berada di lab analisis bedah tujuh di lantai dua belas, sedang melakukan ‘pembedahan resmi’. Ada cukup banyak insden robot mengamuk seperti ini yang terjadi akhir-akhir ini, dan robot-robot tersebut terus menerus dikirim ke lab. Saat ini aku teringat dengan robot yang mengamuk di Venus Fountain Plaza.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Insiden tersebut terjadi tiga puluh menit setelah pembedahan dimulai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ralph  membasahi bibirnya yang kering lalu melanjutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah robot tersebut dibawa ke ruang analisis bedah, Profesor dan kelompok Ralph mulai membedahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembedahannya berlangsung selama kurang lebih setengah jam, dan saat itu kecelakaannya terjadi. Robot tersebut tiba-tiba menyala, berdiri, dan mulai mengamuk. Meskipun baterenya masih sedikit, dia menyala tanpa sebab. Sebelum mereka sempat mengunakan senjata laser, robot tersebut meruntuhkan tembokdi ruangan tersebut dengankekuatan yang di luar akal manusia dalam keadaan normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Profesor Umbrella adalah orang yang berada paling dekat saat itu……. Karena semuanya terjadi begitu cepat, Profesor tidak sempat kabur, sehingga robot itu---“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perut Profesor tertusuk sampai tembus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, robot tersebut diserang oleh senjata laser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan di sinilah kita sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tutup berwarna putih dari kapsul itu membuka seperti bunga yang mekar, kemudian jasadnya muncul di depanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pro- fesor….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan terhuyung aku berjalan menuju Professor, yang terbaring di dalam, seperti sedang tidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Profesor telah kehilangan ronanya, tapi terlihat begitu damai, seperti sedang tidur saja. Meskipun begitu, setitik darah masih terlihat di sudut bibirnya. Darah kering yang melekat di dada dan perutnya kelihatan amat kontras dengan wajahnya yang putih, jadi aku tidak tahan untuk tak memandanginya selama beberapa lama. Seperti mawar merah yang diawetkan di dalam es, Profesor memancarkan kecantikan yang abadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengulurkan tanganku untuk menyentuh wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badan Profesor begitu dingin sampai-sampai aku mencurigai ada gangguan yang terjadi di fungsi pendeteksi temperaturku. Suhu badannya jauh lebih rendah daripada orang yang hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mulai merintih dalam hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor. Ini aku, Iris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor. Apakah itu sakit? Anda kehilangan banyak darah, jadi pasti sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor. Kenapa anda tetap melakukan hal yang berbahaya? Kenapa anda tidak membiarkan yang lain yang mengurus robot tersebut?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor. Profesor, yang selalu membantu para robot selama ini, kenapa anda harusterbunuh oleh robot? Itu konyol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor. Saya di sini. Iris di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi Profesor. Tolong buka mata anda. Beri saya perintaah. Goda aku. Belai rambutku---&lt;br /&gt;
Saat itulah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Hal’ itu mengusik pandanganku. Setelah menatap lekat-lekat, aku melihat sebuah wadah rokok berwarna silver yang familiar di meja kecil di dalam kapsul yang berisi jasad Profesor. Profesor sangat menyayangi  wadah rokok ini yang terlihat seperti kalung.&lt;br /&gt;
Aku mengulurkan tanganku untuk meraihnya dan jemariku bergetar hebat.&lt;br /&gt;
Terdapat darah kering di luarnya, dan hanya ada rokok elektrik yaang kulihat saat membuka tutupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahhh….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan aku melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah foto kecil dijejalkan di dalam tutupnya. Latar belakang foto itu adalah poster film, dan ada seorang gadis dan seorang wanita yang tersenyum jahil dan melingkarkan tangannya di bahu si gadis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalaah fotoku bersama Profesor yang kami ambil sebelum ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saat Profesor Umbrella meninggal, beliau masih menggenggam wadah rokok itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ujar Ralph dengan suara pelan.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Oca1409</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Terbongkar_-_4_Hari_Sebelumnya&amp;diff=521257</id>
		<title>Iris on Rainy Days Indo: Terbongkar - 4 Hari Sebelumnya</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Terbongkar_-_4_Hari_Sebelumnya&amp;diff=521257"/>
		<updated>2017-06-21T07:52:08Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Oca1409: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===Empat Hari Sebelumnya===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari Minggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengenakan gaun putih dengan renda, dan sedang mengecek penampilanku sendiri di depan cermin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku akan berkencan dengan Profesor hari ini. Ya, hanya kencan setengah hari untuk makan siang dan menonton film.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iris, kita akan segera berangkat~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdengar suara Profesor dari lantai bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, saya segera kesana!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merespon dengan suara keras, sambil mengenakan topi jerami. Topi tersebut untuk menyembunyikan antenna yang terdapat di atas telingaku, sehingga tidak akan ada anak kecil yang penasaran akan berteriak “Robot! Itu robot!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---Penampilan oke, topi siap, daya batere penuh!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku segera bergegas turun setelah mengecek semua yang kubutuhkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor berdiri di pintu depan dengan mengenakan pakaiannya yang biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---Sungguh menawan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemeja biru dan celana jins hijau itu sebenarnya pakaian yang lumayan kasual,tapi karena dia sangat tinggi, hal tersebut malah semakin menunjukkan sosoknya yang menonjol. Jika saat ini terdapat kuda putih di sebelahnya, maka dia akan terlihat seperti seorang pangeran – tapi analogi ini sepertinya terlalu aneh.&lt;br /&gt;
Sebuah wadah rokok berwarna perak terlihat berkilau di depan dadanya. Karena Profesor menggantungkan wadah rokok itu di lehernya, jadi itu kelihatan seperti kalung. Wadah rokok itu berisi rokok elektrik miliknya yang berbentuk angka 8.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Profesor, bagaimana penampilanku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memutar badanku seperti seorang ballerina. Gaun dan topiku melambai pelan terkena angin. Professor menyipitkan matanya, seperti silau karena matahari lalu berkata “Mnn, itu cocok untukmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu cocok untukmu… Itu cocok untukmu… Itu cocok untukmu… Itu cocok untukmu… Kata-kata Profesor terngiang-ngiang di sirkuit jiwaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh, hanya mendengarnya membuatku bahagia sepanjang hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo berangkat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor berjalan sambil menyibakkan rambut panjangnya. Aku memegang tangannya saat berdiri di sebelahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat pintunya terbuka, langit biru yang begitu cerah – sampai membuat orang ingin bernyanyi – menyambut kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menunjukkan sertifikasi robotku di loket, kemudian petugasnya mengukurku. Karena antennaku tersembunyi, jadi mereka curiga kepadaku karena mereka tidak bisa mengidentifikasi apakah aku manusia atau robot.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya elevatornya sedang dimatikan hari ini; karena kami berpapasan dengan beberapa teknisi di pintu masuk bioskop. Lebih separuh dari mereka merupakan robot pekerja, sepertinya model HRL004 jika melihat dari penampilannya. Yang manapun itu, mereka adalah model lama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Robot pekerja telah ada lebih lama dibanding robot keluarga. Karena banyak dari mereka yang dijual di pasaran, maka mereka sering terlihat di jalan-jalan. Menjadi pelayan di restoran, satpam di malam hari, pembantu di lobi perusahaan, dan tukang kayu – penggunaan mereka benar-benar bermacam-macam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Robot keluarga yang sudah tua juga sering dijual di pasar barang bekas dan digunakan kembali sebagai robot pekerja. Robot yang berbentuk gadis muda biasanya memasuki pasar robot pekerja dengan cara seperti ini. Akhir-akhir ini, orang yang menggabungkan bagian-bagian bekas dari sebuah robot untuk membuat robot yang baru makin meningkat, dan masalah yang dapat timbul karena hal tersebut telah menjadi permasalahan di masyarakat. Hal itu, ngomong-ngomong, bertentangan dengan hukum mengenai orang yang tidak berkualifikasi yang menciptakan robot, sama seperti fakta bahwa seseorang tidak bisa merakit mobil begitu saja lalu mengemudikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah masuk ke bioskop, Profesor dan aku memilih tempat duduk di bagian belakang ruangan. Kami menaruh jus dan popcorn di meja kecil yang terdapat di sela-sela kursi. Lima menit kemudian, filmnya dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Profesor.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa hari ini kita nonton film horor?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua gadis muda yang menonton film horor bersama merupakan sesuatu yang aneh. Orang lain yang menonton di sini adalah para pasangan anak laki-laki dan perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menganalisa perilaku zombie bisa digunakan sebagai referensi untuk teori kontrol gerakan pada robot.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh...... Teori kontrol gerakan........”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor selalu bersemangat terhadap risetnya. Aku tak bisa berhenti kagum di dalam hati: “Seperti yang diharapkan dari Profesor,” ketika sekilas rasa geli terlihat dari sudut bibir Profesor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh, kenapa anda tersenyum?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada, Iris benar-benar gadis yang polos dan baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak tahu kenapa Profesor memujiku, tapi itu juga membuatku senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu benar, Profesor. Berdasarkan investigasi saya, film yang berjudul ‘This is a Fateful Encounter’ adalah yang paling populer, sebuah mahakarya yang begitu menyentuh.... Jarang-jarang kita datang kemari, jadi apa anda ingin menontonnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah itu film romantis?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya pikir tidak apa-apa menonton film romantis.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cerita yang seperti itu sangat payah, tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-Bagaimana dengan film bertema monster? Seperti ‘Monster Showdown: Vanilla vs Chocola’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin akan ada banyak anak kecil yang menonton. Tidak bisa. Mereka akan membuat keramaian saat menonton.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu bagaimana dengan ‘Third-rate Demon God Visa Darke’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah itu serial? Aku belum melihat seri pertamanya, jadi bagaimana aku bisa mengerti ceritanya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uuuu….. Anda tahu kan kalau saya sangat takut melihat film horror?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menggembungkan pipiku dan mulai merasa kesal. Professor tertawa terbahak-bahak saat melihatku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, tiba-tiba terdengar suara bel dan filmnya dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zombie yang sudah lama ditunggu-tunggu kemudian muncul dengan berjalan menyeret kaki dengan terpincang-pincang sampai memenuhi layar.&lt;br /&gt;
Begitulah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lumayan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor memberikan kesannya terhadap film tersebut, puas. Sepertinya dia merasa bahwa efek khusus di film horror itu cukup memadai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan aku, aku menjadi sebuah robot dengan muka pucat yang sedikit-sedikit mengejang saat ada adegan kekerasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iris, kau baik-baik saja?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B- b- b- bagaimana mungkin saya baik-baik saja?! A- ap- apa-apaan itu, dipotong-potong dengan bunyi bzzztt~ lalu mendadak muncul ‘dong~!’”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ini adalah film horror, aku berpikir bahwa ini lebih seperti film kekerasan yang berdarah-darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tengah-tengah film, aku mencoba untuk memeluk Profesor beberapa kali karena ketakutan tapi dia mendororngku dengan tangan kanananya dan dengan tanpa ekspresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mencoba membuang ingatanku tentang darah yang mengucur, otak yang terburai dan usus yang menggeliat, yang terpatri di sirkuit jiwaku dengan menggelengkan kepalaku, meskipun aku tahu kalau hal itu tidak akan berefek apa-apa terhadap data yang terlanjur masuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena kupikir kita jarang kesini, bagaimana kalau kita mengambil gambar untuk kenang-kenangan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh~ Disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memanggil seorang pekerja di dekat situ, Profesor memberikan kameranya kepada pekerja tersebut. Sepertinya Profesor akan mengambil foto kenang-kenangan kami di depan poster film horror ‘Nightmare~ Rotten Nightmare’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, ayo kita cari tempat lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak bisa. Hari ini kita menonton film horror, jadi kita harus mengambil fotonya di sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita akan dikutuk kalau mengambil foto di sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu bukan alasan yang ilmiah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memegang sikuku erat-erat, Profesor merangkulku di depan poster tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badan kami menempel dengan erat, dan ini akan jadi momen yang hebat suatu saat. Tapi sekarang, aku hanya merasa bahwa lengan zombie yang di poster sewaktu-waktu akan melompat keluar. Terutama zombie yang bagian bawahnya terpotong, ususnya terburai; aku bahkan gemetar dengan hanya memikirkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, cheese!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata begitu, si pekerja menekan shutternya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti itulah, aku berada di dalam foto dengan wajah pucat pasi dan senyum yang dipaksakan, sementara Profesor dengan senyum jahilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah makan siang di restoran dekat situ, kami berbelanja bahan-bahan selama 30 menit untuk makan malam; kemudian kami pulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di perjalanan pulang, aku dan Profesor bergandengan tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sekarang, Profesor sedang membaca Koran yang dia beli di kios. Salah satu isinya adalah tentang ‘Unit yang Dibentuk dari Robot Model Baru Untuk Meratakan Basis Musuh.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Membaca sambil berjalan itu berbahaya, Profesor.”&lt;br /&gt;
[[File:Iord 050.jpg|200px|thumb]]&lt;br /&gt;
“Tidak apa-apa. Toh aku memegang tanganmu, Iris.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dasar……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu karena berita spesial di ‘Oval Times’ benar-benar menarik adi aku tidak bisa melewatkannya. Crane Cloudy adalah salah satu peneliti robot unggulan di dunia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Profesor sedang berkencan denganku, dia sangat sibuk dengan korannya. Aku cemburu dengan koran itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil menarik tangan Profesor, yang sedang memegang Koran di tangan satunya, kami pun tiba di Venus Plaza.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- Itu dia!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar lima puluh meter dari plaza, aku melihat toko itu. Temboknya hancur, tanahnya tersuruk, dan juga terdapat garis kuning di luar yang melarang orang-orang masuk. Ini adalah tempat terjadinya tindak kriminal robot yang kulihat di berita televisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Profesor.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor akhirnya mengalihkan perhatiannya dari korannya dan mendongak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentang itu……” Aku menunjuk kepada toko yang dindingnya runtuh itu. Profesor mengangguk lalu menjawabnya “Tempat terjadinya robot yang mengamuk itu?” &lt;br /&gt;
Sepertinya Profesor juga mengetahui hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa robot itu mengamuk?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengungkapkan keraguanku tentang hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor langsung merendahkan suaranya dan menjawab: “Aku diperintahkan untuk menjaga rahasia tentang ini, jadi aku tidak bisa memberitahumu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh?” Aku bertanya dengan bingung. “Diperintahkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor tersenyum tipis dan mengedikkan bahu saat berkata: Aku hanya bercanda.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Robot tersebut dikirim ke pusat penelitian kami untuk menjalani pembedahan. Dan kelompok kami yang bertanggungawab atas robot itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengedip terkejut. Aku tidak pernah menduga bahwa robot yang kulihat di berita akan berurusan dengan Profesor. Saat memikirkan hal tersebut, badan yang terspesialisasi dalam urusan robot adalah ‘Laboratorium Robotik Pertama Universitas Oval’ yang juga merupakan tempat Profesor bekerja, jadi wajar saja jika hal tersebut terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tahu maksudku kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mnn, ya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor meletakkan telunjuknya di dagunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sederhananya, kami berpikir bahwa ‘arus pendek yang terjadi di system penggerak yang menyebabkan gangguan di sistem keamanannya.’ Meskipun begitu, kami masih belum sepenuhnya yakin mengenai beberapa hal karena robot tersebut sudah rusak parah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Robot memiliki sekumpulan sirkuit yang disebut tiga sistem utama. Mereka adalah sirkuit logika, sirkuit pengendali gerakan, dan sirkuit keamanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika diibaratkan sebagai manusia, sirkuit mental adalah otak, sirkuit pengendali gerakan adalah saraf tulang belakang dan sistem saraf. Perintah yang diberikan oleh sirkuit mental akan ditransmisikan ke seluruh tubuh melalui sirkuit pengendali gerakan, dan menyebabkan anggota badan bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sirkuit keamanan lebih seperti sistem rem darurat yang akan mencegah dua sistem pertama tadi mengalami gangguan. Semua robot harus memasang sirkuit kemanan; para perakit telah diperintahkan oleh pemerintah untuk melakukan hal itu, jadi aku juga punya sirkuit seperti itu di dalam tubuhku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga masih punya sesuatu yang kukhawatirkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor lanjut berbicara. Dia mengeluarkan rokoknya dari dalam wadah dan menghisapnya. Rokok elektrik itu kemudian mengepulkan asap ungu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelah memulihkan data dari sirkuit mentalnya, aku menemukan sesuatu yang aneh. Sepertinya robot bisa memiliki ‘ilusi’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ilusi…huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor mengangguk. Aroma asam manis menguar dari rokoknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Robot itu sepertinya sedang mengejar ‘seseorang’ yang hanya bisa dilihatnya. Jika kau menjelaskannya seperti ini, kau mungkin akan mudah menjelaskan perilaku robot tersebut secara logis. Robot itu menghancurkan pintu karena ‘orang itu’ berada di balik itu, dan dia berjalan ke arah air mancur juga karena ‘orang itu’ pergi kesana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Robot memiliki halusinasi. Mungkinkah itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pernah menerima laporan tentang pengaturan visual dan warna milik robot mengalami kerusakan sebelumnya, tapi kasus ini berbeda dari biasanya…. Selain itu, anggota lain di kelompok kami tidak menyadari hal ini sebelum aku yang mengatakannya. Benar-benar….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Profesor berkilat seperti matahari musim panas, dan suaranya juga agak bersemangat. Kapanpun dia berbicara tentang hal yang berkaitan dengan robot, Profesor menjadi begitu bersemangat. Aku suka melihat Profesor yang seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, karena topik kita saat ini adalah tindak kejahatan robot, perasaaanku agak rumit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh….?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba Profesor berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iris, tunggu di sini sebentar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, Profesor berjalan ke seberang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berjalan menghampiri sebuah robot yang tergeletak di tanah. Kaki kanannya patah, badannya hancur, dan dia bergelung seperti kucing di teras toko yang tutup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor tidak peduli bajunya kotor dan dia membawa bagian atas robot itu lalu menyandarkannya di pintu toko. Kemudian, dia mulai memeriksa robot tersebut dengan ekspresi yang amat serius. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, model 007 huh…” Profesor bergumam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor kemudian mengeluarkan sebuah batere cadangan dari sakunyadan memasukkannya ke dalam dada robot tersebut. Setelah beberapa detik, terdengar bunyi ‘bip’, dan dada si robot mengejang sesaat seperti saat diestrum ketika detak jantung manusia berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus sekali, sirkuit mentalnya masih berfungsi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengeluarkan baterenya, Profesor mengambil ponselnya dan menelepon seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…..Ah, Ralph? Ini aku. Aku di dekat Fountain Plaza sekarang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor dengan cepat menceritakan tentang model dan kondisi robot itu kepada orang di seberang telepon. Percakapan tersebut berakhir dalam 30 menit, kemudian Profesor mengamati penutup jalan yang tergeletak di dekatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anak ini…. Sepertinya telah melewati jalan yang gelap dan sempit ini….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang dikatakan Profesor, robot itu sepertinya muncul dari gorong-gorong karena tubuhnya sangat kotor. Saat membayangkan tentang robot yang merangkak melalui gorong-gorong yang sempit dan gelap, aku merasa mual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor kemudian merekatkan stiker degan tulisan ‘Laboratorium Robotik Pertama Universitas Oval: Informasi Reklamasi Final’ di dada robot tersebut, kemudian berkata padaku “Maaf menunggu lama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Profesor, apa anda barusan menelpon pusat riset?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Aku mengusahakan beberapa hal untuk bisa membawa anak ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menoleh untuk melihat robot tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anda bisa memperbaikinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, aku takkan tahu sebelum mencobanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor sering memperbaiki robot yang tergeletak di jalan. Jika dia mengetahui identitas robot tersebut, dia akan mengontak pemilik resminya. Meskipun sebagian robot yang beruntung akan diambil kembali oleh pemiliknya, sedangkan sebagian besar berakhir di ruang penyimpanan di pusat riset.&lt;br /&gt;
Jika robot tersebut diklaim terlebih dulu oleh Departemen Manajemen Robot, maka dia akan dihancurkan setelah melalui beberapa proses. Dari perspektif ini, robot yang ditemukan oleh Profesor sangatlah beruntung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berjalan dengan bergandengan tangan, aku bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Professor.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa anda sering membantu memperbaiki robot?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, ya....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor berpikir sebentar lalu menatapku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin... karena... itulah tujuan keberadaanku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa bahwa senyum yang Profesor berikan benar-benar tulus tapi tersirat kesedihan yang mendalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi seperti ini terkadang muncul di wajah Profesor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
♠&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah makan malam pada hari itu, Profesor memulai ‘percakapan spesial’ yang sudah lama kunantikan. Itu karena Profesor menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat dari yang kuperkirakan. Hari ini aku mendapat percakapan khusus dan kencan juga; benar-benar hari yang spesial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memindahkan meja dan kursi ke lab riset sambil menyiapkan papan kecil dan penghapus, kemudian aku juga menyiapkan makanan ringan dan teh. Selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah percakapan spesial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu merupakan pembicaraan pribadi yang diperuntukkan bagiku dari waktu ke waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor memberi kuliah di Universitas Oval setiap minggu. Karena beliau adalah sorang jenius muda terdepan dalam teknik robotik, kelasnya akan selalu dipenuhi orang-orang yang ingin mendengar kuliahnya. Bahkan banyak juga yang berasal dari universitas lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkuliahan Profesor sangat spesial dan akan selalu dimulai dengan topik-topik filosofis seberti ‘Robot dan Etika,’ ‘Robot dan Cinta’ dan  sebagainya. Saat dulu aku mempelajari tentang materi tersebut, aku berteriak “Aku juga ingin ikut!,” tapi akhirnya aku tetap tidak bisa ikut. Aku ingin melihat secara langsung, Profesor berdiri di depan dengan mengenakan jas putih dan memegang penunjuk, sedang mengajar dengan postur heroic dan nada yang tegas. Karena robot tidak memiliki hak untuk bersekolah, maka jika aku hadir diam-diam di kuliahnya, hal itu akan merepotkan Profesor. Saat aku sudah akan menyerah, Profesor memberiku saran:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kita tidak mengadakan kuliah sendiri di rumah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulai saat itu, Wendy von Umbrella memgadakan kelas spesial untuk Iris Rain Umbrella seorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku kemudian mengeluarkan buku catatan tebal dari folder kesayanganku. Buku tersebut dipenuhi oleh tulisan-tulisan pertanyaan yang kuajukan saat kuliah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti misalnya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah robot mengalami perkembangan psikologis?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah robot mengalami pubertas dan masa transisi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa bedanya emosi pada manusia dan robot?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisakah robot masuk surga?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah suatu hari manusia bisa menikahi robot?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seberapa besar rasa cinta Profesor padaku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun terdapat juga beberapa pertanyaan pribadi, hal itu masih bisa ditoleransi karena ini masih terhitung sebagai percakapan pribadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, kembalilah ke tempat dudukmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor kemudian masuk ke lab. Hari ini, dia mengenakan jas putih di luar pakaiannya, rambut indahnya diikat di belakang. Sedangkan aku, aku memakai pakaian maidku yang biasanya, jadi kombinasi diantara kami terlihat aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor menaruh tangannya di podium kayu yang dia bawa dari universitas lalu berkata: “Mari mulai mengabsen.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iris Rain Umbrella.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hadir! Hadir, hadir, hadir!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berdiri dari balik meja, mengacungkan tanganku dengan bersemangat seperti anak kecilyang baru masuk sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iris.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu hanya perlu mengatakan ‘hadir’ satu kali saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sangat bahagia saat ini. Akan lebih bagus kalau robot bisa pergi ke sekolah suatu hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor berdeham sebentar lalu memulai kuliah dengan ‘Baiklah, buka halaman lima puluh dua.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membuka buku bacaan yang digunakan Profesor di universitas. Karena aku membacanya berkali-kali, buku itu sudah agak kumal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tema kuliah pada hari ini adalah ‘Arti Eksistensi Robot.’ Saat ini, jenis riset ini dikategorikan sebagai psikologi robot. Sebuah tesis yang kubicarakan sekitar delapan tahun lalu menyebabkan diskusi panas......”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor mengatakan hal tersebut dengan cepat. Papan tulisnya kemudian segera dipenuhi dengan tulisan indah Profesor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merekam semua perkataan Profesor di buku catatan. Tentu saja, sirkuit mentalku sudah menyimpan perkuliahan tersebut secara otomatis, tapi itu tidak akan terasa seperti kuliah. Hal yang terpenting adalah suasana dan perilaku kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga puluh menit kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“......Hmm, itu tadi adalah sejarah dari ‘arti hidup’ dan ‘kebersihan mental’ mulai dari robot model lama sampai yang model terbaru. Meskipun penyusunannya agak jelek jika dilihat dari sudut pandang akademis, tapi hal itu bisa menjadi referensi bagi para mahasiswa...... Ada pertanyaan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengacungkan tangan kananku dan melambaikannya berkali-kali. Tapi disini hanya ada satu murid saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iris.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kuliah anda sangat menarik, terima kasih!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal pertama yang harus dilakukan adalah bersikap sopan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemudian, tentng ‘arti ksistensi’ yang profesor jelaskan barusan, apakah itu termasuk ‘robot harus melayani majikannya’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja. Mempelajari robot memang lazim dalam keluarga robot tersebut; arti mereka sebenarnya adalah melayani pemiliknya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kalau begitu arti eksistensiku adalah untuk melayani Profesor.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana kau bisa menyimpulkannya begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena aku mencintai Profesor.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, baiklah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengatakan ‘baiklah’ satu kali saja cukup; Profesor yang mengatakan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau benar-benar cerewet.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor mendesah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia menuliskan tabel dan penjelasan di papan, aku memikirkan tema hari ini – arti eksistensi kita. Akhirnya, setelah aku mengumpulkan sebuah laporan sederhana mengenai pendapatku, kuliah tersebut akan segera selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah selesai!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wow, cepat sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti detektif yang telah memecahkan kasus yang sulit, aku menghempaskan laporanku ke podium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Laporan Impresi (Ke-18)” Tema..... Robot dan Arti Eksistensinya.&lt;br /&gt;
Arti eksistensiku adalah Profesor. Profesrku yang tercinta. Aku mencintaimu, Profesor. Menikahlah denganku, Profesor. Selesai!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah membaca laporanku, ekspresi Profesor menjadi sekaku wajah polisi yang keduluan detektif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Erm, Iris.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Laporanmu hanya satu arah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi itu sudah menjelaskan segalanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Motivasimu benar-benar rendah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sangat termotivasi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau mengejekku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak bisa melewatkan kemungkinan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendesah, Profesor mengeluarkan rokok elektriknya dari wadahnya.&lt;br /&gt;
Dia melepas salah satu bagiannya dan menghisapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Profesor, rokok.....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak apa-apa. Ini bukan di universitas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan begitu... Tapi dilarang merokok di lab.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ekspresi seperti orang yang akan mengamuk, Profesor berkata sambil merengut: “Kuliah hari ini cukup sampai di sini!”&lt;br /&gt;
Dia melepas jas putihnya, melemparkannya kemeja, dan meninggalkan kelas dengan cepat sambil meninggalkan asap ungu di belakangnya. “Benar-benar.” Perkataan Profesor itu nyaris tak terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengambil laporan yang kutulis. Diatasnya terdapat tulisan merah besar berbunyi “REDO”&lt;br /&gt;
Lelucon hari ini sepertinya memang agak berlebihan. Itu karena kelas spesial ini adalah kesempatanku menjahili Profesor, jadi aku tidak tahan untuk tidak melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin harus membuatkan teh dan kue untuk Profesor untuk memperbaiki moodnya.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Oca1409</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Terbongkar_-_4_Hari_Sebelumnya&amp;diff=521256</id>
		<title>Iris on Rainy Days Indo: Terbongkar - 4 Hari Sebelumnya</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Terbongkar_-_4_Hari_Sebelumnya&amp;diff=521256"/>
		<updated>2017-06-21T07:50:01Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Oca1409: Created page with &amp;quot;===Empat Hari Sebelumnya===  Hari Minggu.  Aku mengenakan gaun putih dengan renda, dan sedang mengecek penampilanku sendiri di depan cermin.  Aku akan berkencan dengan Profeso...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===Empat Hari Sebelumnya===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari Minggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengenakan gaun putih dengan renda, dan sedang mengecek penampilanku sendiri di depan cermin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku akan berkencan dengan Profesor hari ini. Ya, hanya kencan setengah hari untuk makan siang dan menonton film.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iris, kita akan segera berangkat~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdengar suara Profesor dari lantai bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, saya segera kesana!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merespon dengan suara keras, sambil mengenakan topi jerami. Topi tersebut untuk menyembunyikan antenna yang terdapat di atas telingaku, sehingga tidak akan ada anak kecil yang penasaran akan berteriak “Robot! Itu robot!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---Penampilan oke, topi siap, daya batere penuh!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku segera bergegas turun setelah mengecek semua yang kubutuhkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor berdiri di pintu depan dengan mengenakan pakaiannya yang biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---Sungguh menawan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemeja biru dan celana jins hijau itu sebenarnya pakaian yang lumayan kasual,tapi karena dia sangat tinggi, hal tersebut malah semakin menunjukkan sosoknya yang menonjol. Jika saat ini terdapat kuda putih di sebelahnya, maka dia akan terlihat seperti seorang pangeran – tapi analogi ini sepertinya terlalu aneh.&lt;br /&gt;
Sebuah wadah rokok berwarna perak terlihat berkilau di depan dadanya. Karena Profesor menggantungkan wadah rokok itu di lehernya, jadi itu kelihatan seperti kalung. Wadah rokok itu berisi rokok elektrik miliknya yang berbentuk angka 8.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Profesor, bagaimana penampilanku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memutar badanku seperti seorang ballerina. Gaun dan topiku melambai pelan terkena angin. Professor menyipitkan matanya, seperti silau karena matahari lalu berkata “Mnn, itu cocok untukmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu cocok untukmu… Itu cocok untukmu… Itu cocok untukmu… Itu cocok untukmu… Kata-kata Profesor terngiang-ngiang di sirkuit jiwaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh, hanya mendengarnya membuatku bahagia sepanjang hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo berangkat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor berjalan sambil menyibakkan rambut panjangnya. Aku memegang tangannya saat berdiri di sebelahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat pintunya terbuka, langit biru yang begitu cerah – sampai membuat orang ingin bernyanyi – menyambut kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menunjukkan sertifikasi robotku di loket, kemudian petugasnya mengukurku. Karena antennaku tersembunyi, jadi mereka curiga kepadaku karena mereka tidak bisa mengidentifikasi apakah aku manusia atau robot.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya elevatornya sedang dimatikan hari ini; karena kami berpapasan dengan beberapa teknisi di pintu masuk bioskop. Lebih separuh dari mereka merupakan robot pekerja, sepertinya model HRL004 jika melihat dari penampilannya. Yang manapun itu, mereka adalah model lama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Robot pekerja telah ada lebih lama dibanding robot keluarga. Karena banyak dari mereka yang dijual di pasaran, maka mereka sering terlihat di jalan-jalan. Menjadi pelayan di restoran, satpam di malam hari, pembantu di lobi perusahaan, dan tukang kayu – penggunaan mereka benar-benar bermacam-macam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Robot keluarga yang sudah tua juga sering dijual di pasar barang bekas dan digunakan kembali sebagai robot pekerja. Robot yang berbentuk gadis muda biasanya memasuki pasar robot pekerja dengan cara seperti ini. Akhir-akhir ini, orang yang menggabungkan bagian-bagian bekas dari sebuah robot untuk membuat robot yang baru makin meningkat, dan masalah yang dapat timbul karena hal tersebut telah menjadi permasalahan di masyarakat. Hal itu, ngomong-ngomong, bertentangan dengan hukum mengenai orang yang tidak berkualifikasi yang menciptakan robot, sama seperti fakta bahwa seseorang tidak bisa merakit mobil begitu saja lalu mengemudikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah masuk ke bioskop, Profesor dan aku memilih tempat duduk di bagian belakang ruangan. Kami menaruh jus dan popcorn di meja kecil yang terdapat di sela-sela kursi. Lima menit kemudian, filmnya dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Profesor.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa hari ini kita nonton film horor?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua gadis muda yang menonton film horor bersama merupakan sesuatu yang aneh. Orang lain yang menonton di sini adalah para pasangan anak laki-laki dan perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menganalisa perilaku zombie bisa digunakan sebagai referensi untuk teori kontrol gerakan pada robot.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh...... Teori kontrol gerakan........”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor selalu bersemangat terhadap risetnya. Aku tak bisa berhenti kagum di dalam hati: “Seperti yang diharapkan dari Profesor,” ketika sekilas rasa geli terlihat dari sudut bibir Profesor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh, kenapa anda tersenyum?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada, Iris benar-benar gadis yang polos dan baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak tahu kenapa Profesor memujiku, tapi itu juga membuatku senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu benar, Profesor. Berdasarkan investigasi saya, film yang berjudul ‘This is a Fateful Encounter’ adalah yang paling populer, sebuah mahakarya yang begitu menyentuh.... Jarang-jarang kita datang kemari, jadi apa anda ingin menontonnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah itu film romantis?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya pikir tidak apa-apa menonton film romantis.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cerita yang seperti itu sangat payah, tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-Bagaimana dengan film bertema monster? Seperti ‘Monster Showdown: Vanilla vs Chocola’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin akan ada banyak anak kecil yang menonton. Tidak bisa. Mereka akan membuat keramaian saat menonton.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu bagaimana dengan ‘Third-rate Demon God Visa Darke’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah itu serial? Aku belum melihat seri pertamanya, jadi bagaimana aku bisa mengerti ceritanya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uuuu….. Anda tahu kan kalau saya sangat takut melihat film horror?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menggembungkan pipiku dan mulai merasa kesal. Professor tertawa terbahak-bahak saat melihatku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, tiba-tiba terdengar suara bel dan filmnya dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zombie yang sudah lama ditunggu-tunggu kemudian muncul dengan berjalan menyeret kaki dengan terpincang-pincang sampai memenuhi layar.&lt;br /&gt;
Begitulah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lumayan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor memberikan kesannya terhadap film tersebut, puas. Sepertinya dia merasa bahwa efek khusus di film horror itu cukup memadai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan aku, aku menjadi sebuah robot dengan muka pucat yang sedikit-sedikit mengejang saat ada adegan kekerasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iris, kau baik-baik saja?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B- b- b- bagaimana mungkin saya baik-baik saja?! A- ap- apa-apaan itu, dipotong-potong dengan bunyi bzzztt~ lalu mendadak muncul ‘dong~!’”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ini adalah film horror, aku berpikir bahwa ini lebih seperti film kekerasan yang berdarah-darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tengah-tengah film, aku mencoba untuk memeluk Profesor beberapa kali karena ketakutan tapi dia mendororngku dengan tangan kanananya dan dengan tanpa ekspresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mencoba membuang ingatanku tentang darah yang mengucur, otak yang terburai dan usus yang menggeliat, yang terpatri di sirkuit jiwaku dengan menggelengkan kepalaku, meskipun aku tahu kalau hal itu tidak akan berefek apa-apa terhadap data yang terlanjur masuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena kupikir kita jarang kesini, bagaimana kalau kita mengambil gambar untuk kenang-kenangan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh~ Disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memanggil seorang pekerja di dekat situ, Profesor memberikan kameranya kepada pekerja tersebut. Sepertinya Profesor akan mengambil foto kenang-kenangan kami di depan poster film horror ‘Nightmare~ Rotten Nightmare’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, ayo kita cari tempat lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak bisa. Hari ini kita menonton film horror, jadi kita harus mengambil fotonya di sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita akan dikutuk kalau mengambil foto di sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu bukan alasan yang ilmiah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memegang sikuku erat-erat, Profesor merangkulku di depan poster tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badan kami menempel dengan erat, dan ini akan jadi momen yang hebat suatu saat. Tapi sekarang, aku hanya merasa bahwa lengan zombie yang di poster sewaktu-waktu akan melompat keluar. Terutama zombie yang bagian bawahnya terpotong, ususnya terburai; aku bahkan gemetar dengan hanya memikirkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, cheese!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata begitu, si pekerja menekan shutternya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti itulah, aku berada di dalam foto dengan wajah pucat pasi dan senyum yang dipaksakan, sementara Profesor dengan senyum jahilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah makan siang di restoran dekat situ, kami berbelanja bahan-bahan selama 30 menit untuk makan malam; kemudian kami pulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di perjalanan pulang, aku dan Profesor bergandengan tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sekarang, Profesor sedang membaca Koran yang dia beli di kios. Salah satu isinya adalah tentang ‘Unit yang Dibentuk dari Robot Model Baru Untuk Meratakan Basis Musuh.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Membaca sambil berjalan itu berbahaya, Profesor.”&lt;br /&gt;
[[File:Iord 050.jpg|200px|thumb]]&lt;br /&gt;
“Tidak apa-apa. Toh aku memegang tanganmu, Iris.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dasar……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu karena berita spesial di ‘Oval Times’ benar-benar menarik adi aku tidak bisa melewatkannya. Crane Cloudy adalah salah satu peneliti robot unggulan di dunia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Profesor sedang berkencan denganku, dia sangat sibuk dengan korannya. Aku cemburu dengan koran itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil menarik tangan Profesor, yang sedang memegang Koran di tangan satunya, kami pun tiba di Venus Plaza.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- Itu dia!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar lima puluh meter dari plaza, aku melihat toko itu. Temboknya hancur, tanahnya tersuruk, dan juga terdapat garis kuning di luar yang melarang orang-orang masuk. Ini adalah tempat terjadinya tindak kriminal robot yang kulihat di berita televisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Profesor.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor akhirnya mengalihkan perhatiannya dari korannya dan mendongak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentang itu……” Aku menunjuk kepada toko yang dindingnya runtuh itu. Profesor mengangguk lalu menjawabnya “Tempat terjadinya robot yang mengamuk itu?” &lt;br /&gt;
Sepertinya Profesor juga mengetahui hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa robot itu mengamuk?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengungkapkan keraguanku tentang hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor langsung merendahkan suaranya dan menjawab: “Aku diperintahkan untuk menjaga rahasia tentang ini, jadi aku tidak bisa memberitahumu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh?” Aku bertanya dengan bingung. “Diperintahkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor tersenyum tipis dan mengedikkan bahu saat berkata: Aku hanya bercanda.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Robot tersebut dikirim ke pusat penelitian kami untuk menjalani pembedahan. Dan kelompok kami yang bertanggungawab atas robot itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengedip terkejut. Aku tidak pernah menduga bahwa robot yang kulihat di berita akan berurusan dengan Profesor. Saat memikirkan hal tersebut, badan yang terspesialisasi dalam urusan robot adalah ‘Laboratorium Robotik Pertama Universitas Oval’ yang juga merupakan tempat Profesor bekerja, jadi wajar saja jika hal tersebut terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tahu maksudku kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mnn, ya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor meletakkan telunjuknya di dagunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sederhananya, kami berpikir bahwa ‘arus pendek yang terjadi di system penggerak yang menyebabkan gangguan di sistem keamanannya.’ Meskipun begitu, kami masih belum sepenuhnya yakin mengenai beberapa hal karena robot tersebut sudah rusak parah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Robot memiliki sekumpulan sirkuit yang disebut tiga sistem utama. Mereka adalah sirkuit logika, sirkuit pengendali gerakan, dan sirkuit keamanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika diibaratkan sebagai manusia, sirkuit mental adalah otak, sirkuit pengendali gerakan adalah saraf tulang belakang dan sistem saraf. Perintah yang diberikan oleh sirkuit mental akan ditransmisikan ke seluruh tubuh melalui sirkuit pengendali gerakan, dan menyebabkan anggota badan bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sirkuit keamanan lebih seperti sistem rem darurat yang akan mencegah dua sistem pertama tadi mengalami gangguan. Semua robot harus memasang sirkuit kemanan; para perakit telah diperintahkan oleh pemerintah untuk melakukan hal itu, jadi aku juga punya sirkuit seperti itu di dalam tubuhku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga masih punya sesuatu yang kukhawatirkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor lanjut berbicara. Dia mengeluarkan rokoknya dari dalam wadah dan menghisapnya. Rokok elektrik itu kemudian mengepulkan asap ungu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelah memulihkan data dari sirkuit mentalnya, aku menemukan sesuatu yang aneh. Sepertinya robot bisa memiliki ‘ilusi’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ilusi…huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor mengangguk. Aroma asam manis menguar dari rokoknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Robot itu sepertinya sedang mengejar ‘seseorang’ yang hanya bisa dilihatnya. Jika kau menjelaskannya seperti ini, kau mungkin akan mudah menjelaskan perilaku robot tersebut secara logis. Robot itu menghancurkan pintu karena ‘orang itu’ berada di balik itu, dan dia berjalan ke arah air mancur juga karena ‘orang itu’ pergi kesana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Robot memiliki halusinasi. Mungkinkah itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pernah menerima laporan tentang pengaturan visual dan warna milik robot mengalami kerusakan sebelumnya, tapi kasus ini berbeda dari biasanya…. Selain itu, anggota lain di kelompok kami tidak menyadari hal ini sebelum aku yang mengatakannya. Benar-benar….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Profesor berkilat seperti matahari musim panas, dan suaranya juga agak bersemangat. Kapanpun dia berbicara tentang hal yang berkaitan dengan robot, Profesor menjadi begitu bersemangat. Aku suka melihat Profesor yang seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, karena topik kita saat ini adalah tindak kejahatan robot, perasaaanku agak rumit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh….?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba Profesor berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iris, tunggu di sini sebentar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, Profesor berjalan ke seberang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berjalan menghampiri sebuah robot yang tergeletak di tanah. Kaki kanannya patah, badannya hancur, dan dia bergelung seperti kucing di teras toko yang tutup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor tidak peduli bajunya kotor dan dia membawa bagian atas robot itu lalu menyandarkannya di pintu toko. Kemudian, dia mulai memeriksa robot tersebut dengan ekspresi yang amat serius. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, model 007 huh…” Profesor bergumam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor kemudian mengeluarkan sebuah batere cadangan dari sakunyadan memasukkannya ke dalam dada robot tersebut. Setelah beberapa detik, terdengar bunyi ‘bip’, dan dada si robot mengejang sesaat seperti saat diestrum ketika detak jantung manusia berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus sekali, sirkuit mentalnya masih berfungsi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengeluarkan baterenya, Profesor mengambil ponselnya dan menelepon seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…..Ah, Ralph? Ini aku. Aku di dekat Fountain Plaza sekarang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor dengan cepat menceritakan tentang model dan kondisi robot itu kepada orang di seberang telepon. Percakapan tersebut berakhir dalam 30 menit, kemudian Profesor mengamati penutup jalan yang tergeletak di dekatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anak ini…. Sepertinya telah melewati jalan yang gelap dan sempit ini….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang dikatakan Profesor, robot itu sepertinya muncul dari gorong-gorong karena tubuhnya sangat kotor. Saat membayangkan tentang robot yang merangkak melalui gorong-gorong yang sempit dan gelap, aku merasa mual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor kemudian merekatkan stiker degan tulisan ‘Laboratorium Robotik Pertama Universitas Oval: Informasi Reklamasi Final’ di dada robot tersebut, kemudian berkata padaku “Maaf menunggu lama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Profesor, apa anda barusan menelpon pusat riset?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Aku mengusahakan beberapa hal untuk bisa membawa anak ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menoleh untuk melihat robot tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anda bisa memperbaikinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, aku takkan tahu sebelum mencobanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor sering memperbaiki robot yang tergeletak di jalan. Jika dia mengetahui identitas robot tersebut, dia akan mengontak pemilik resminya. Meskipun sebagian robot yang beruntung akan diambil kembali oleh pemiliknya, sedangkan sebagian besar berakhir di ruang penyimpanan di pusat riset.&lt;br /&gt;
Jika robot tersebut diklaim terlebih dulu oleh Departemen Manajemen Robot, maka dia akan dihancurkan setelah melalui beberapa proses. Dari perspektif ini, robot yang ditemukan oleh Profesor sangatlah beruntung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berjalan dengan bergandengan tangan, aku bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Professor.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa anda sering membantu memperbaiki robot?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, ya....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor berpikir sebentar lalu menatapku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin... karena... itulah tujuan keberadaanku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa bahwa senyum yang Profesor berikan benar-benar tulus tapi tersirat kesedihan yang mendalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi seperti ini terkadang muncul di wajah Profesor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
♠&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah makan malam pada hari itu, Profesor memulai ‘percakapan spesial’ yang sudah lama kunantikan. Itu karena Profesor menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat dari yang kuperkirakan. Hari ini aku mendapat percakapan khusus dan kencan juga; benar-benar hari yang spesial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memindahkan meja dan kursi ke lab riset sambil menyiapkan papan kecil dan penghapus, kemudian aku juga menyiapkan makanan ringan dan teh. Selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah percakapan spesial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu merupakan pembicaraan pribadi yang diperuntukkan bagiku dari waktu ke waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor memberi kuliah di Universitas Oval setiap minggu. Karena beliau adalah sorang jenius muda terdepan dalam teknik robotik, kelasnya akan selalu dipenuhi orang-orang yang ingin mendengar kuliahnya. Bahkan banyak juga yang berasal dari universitas lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkuliahan Profesor sangat spesial dan akan selalu dimulai dengan topik-topik filosofis seberti ‘Robot dan Etika,’ ‘Robot dan Cinta’ dan  sebagainya. Saat dulu aku mempelajari tentang materi tersebut, aku berteriak “Aku juga ingin ikut!,” tapi akhirnya aku tetap tidak bisa ikut. Aku ingin melihat secara langsung, Profesor berdiri di depan dengan mengenakan jas putih dan memegang penunjuk, sedang mengajar dengan postur heroic dan nada yang tegas. Karena robot tidak memiliki hak untuk bersekolah, maka jika aku hadir diam-diam di kuliahnya, hal itu akan merepotkan Profesor. Saat aku sudah akan menyerah, Profesor memberiku saran:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kita tidak mengadakan kuliah sendiri di rumah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulai saat itu, Wendy von Umbrella memgadakan kelas spesial untuk Iris Rain Umbrella seorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku kemudian mengeluarkan buku catatan tebal dari folder kesayanganku. Buku tersebut dipenuhi oleh tulisan-tulisan pertanyaan yang kuajukan saat kuliah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti misalnya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah robot mengalami perkembangan psikologis?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah robot mengalami pubertas dan masa transisi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa bedanya emosi pada manusia dan robot?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisakah robot masuk surga?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah suatu hari manusia bisa menikahi robot?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seberapa besar rasa cinta Profesor padaku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun terdapat juga beberapa pertanyaan pribadi, hal itu masih bisa ditoleransi karena ini masih terhitung sebagai percakapan pribadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, kembalilah ke tempat dudukmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor kemudian masuk ke lab. Hari ini, dia mengenakan jas putih di luar pakaiannya, rambut indahnya diikat di belakang. Sedangkan aku, aku memakai pakaian maidku yang biasanya, jadi kombinasi diantara kami terlihat aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor menaruh tangannya di podium kayu yang dia bawa dari universitas lalu berkata: “Mari mulai mengabsen.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iris Rain Umbrella.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hadir! Hadir, hadir, hadir!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berdiri dari balik meja, mengacungkan tanganku dengan bersemangat seperti anak kecilyang baru masuk sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iris.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu hanya perlu mengatakan ‘hadir’ satu kali saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sangat bahagia saat ini. Akan lebih bagus kalau robot bisa pergi ke sekolah suatu hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor berdeham sebentar lalu memulai kuliah dengan ‘Baiklah, buka halaman lima puluh dua.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membuka buku bacaan yang digunakan Profesor di universitas. Karena aku membacanya berkali-kali, buku itu sudah agak kumal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tema kuliah pada hari ini adalah ‘Arti Eksistensi Robot.’ Saat ini, jenis riset ini dikategorikan sebagai psikologi robot. Sebuah tesis yang kubicarakan sekitar delapan tahun lalu menyebabkan diskusi panas......”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor mengatakan hal tersebut dengan cepat. Papan tulisnya kemudian segera dipenuhi dengan tulisan indah Profesor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merekam semua perkataan Profesor di buku catatan. Tentu saja, sirkuit mentalku sudah menyimpan perkuliahan tersebut secara otomatis, tapi itu tidak akan terasa seperti kuliah. Hal yang terpenting adalah suasana dan perilaku kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga puluh menit kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“......Hmm, itu tadi adalah sejarah dari ‘arti hidup’ dan ‘kebersihan mental’ mulai dari robot model lama sampai yang model terbaru. Meskipun penyusunannya agak jelek jika dilihat dari sudut pandang akademis, tapi hal itu bisa menjadi referensi bagi para mahasiswa...... Ada pertanyaan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengacungkan tangan kananku dan melambaikannya berkali-kali. Tapi disini hanya ada satu murid saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iris.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kuliah anda sangat menarik, terima kasih!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal pertama yang harus dilakukan adalah bersikap sopan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemudian, tentng ‘arti ksistensi’ yang profesor jelaskan barusan, apakah itu termasuk ‘robot harus melayani majikannya’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja. Mempelajari robot memang lazim dalam keluarga robot tersebut; arti mereka sebenarnya adalah melayani pemiliknya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kalau begitu arti eksistensiku adalah untuk melayani Profesor.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana kau bisa menyimpulkannya begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena aku mencintai Profesor.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, baiklah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengatakan ‘baiklah’ satu kali saja cukup; Profesor yang mengatakan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau benar-benar cerewet.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor mendesah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia menuliskan tabel dan penjelasan di papan, aku memikirkan tema hari ini – arti eksistensi kita. Akhirnya, setelah aku mengumpulkan sebuah laporan sederhana mengenai pendapatku, kuliah tersebut akan segera selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah selesai!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wow, cepat sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti detektif yang telah memecahkan kasus yang sulit, aku menghempaskan laporanku ke podium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Laporan Impresi (Ke-18)” Tema..... Robot dan Arti Eksistensinya.&lt;br /&gt;
Arti eksistensiku adalah Profesor. Profesrku yang tercinta. Aku mencintaimu, Profesor. Menikahlah denganku, Profesor. Selesai!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah membaca laporanku, ekspresi Profesor menjadi sekaku wajah polisi yang keduluan detektif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Erm, Iris.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Laporanmu hanya satu arah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi itu sudah menjelaskan segalanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Motivasimu benar-benar rendah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sangat termotivasi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau mengejekku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak bisa melewatkan kemungkinan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendesah, Profesor mengeluarkan rokok elektriknya dari wadahnya.&lt;br /&gt;
Dia melepas salah satu bagiannya dan menghisapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Profesor, rokok.....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak apa-apa. Ini bukan di universitas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan begitu... Tapi dilarang merokok di lab.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ekspresi seperti orang yang akan mengamuk, Profesor berkata sambil merengut: “Kuliah hari ini cukup sampai di sini!”&lt;br /&gt;
Dia melepas jas putihnya, melemparkannya kemeja, dan meninggalkan kelas dengan cepat sambil meninggalkan asap ungu di belakangnya. “Benar-benar.” Perkataan Profesor itu nyaris tak terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengambil laporan yang kutulis. Diatasnya terdapat tulisan merah besar berbunyi “REDO”&lt;br /&gt;
Lelucon hari ini sepertinya memang agak berlebihan. Itu karena kelas spesial ini adalah kesempatanku menjahili Profesor, jadi aku tidak tahan untuk tidak melakukannya.&lt;br /&gt;
Mungkin harus membuatkan teh dan kue untuk Profesor untuk memperbaiki moodnya.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Oca1409</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Terbongkar_-_6_Hari_Sebelumnya&amp;diff=520491</id>
		<title>Iris on Rainy Days Indo: Terbongkar - 6 Hari Sebelumnya</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Terbongkar_-_6_Hari_Sebelumnya&amp;diff=520491"/>
		<updated>2017-06-09T04:03:39Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Oca1409: Created page with &amp;quot;===Six Days Before===  “Terima kasih sudah berlangganan!”  Suara pelayan tersebut, seperti biasa, terdengar begitu bersemangat di belakangku. Aku kemudian berjalan menuju...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===Six Days Before===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih sudah berlangganan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara pelayan tersebut, seperti biasa, terdengar begitu bersemangat di belakangku. Aku kemudian berjalan menuju kediaman Umbrella. Jika kemarin aku membawa ikan La Bier besar, hari ini aku membawa kaki sapi berwarna coklat dan daun bawang. Aku benar-benar terlihat seperti dihimpit oleh daging dan bawang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berjalan dengan cepat dan orang-orang di jalan menatapku. Setelah aku pikir-pikir lagi, menu makan malam di kediaman Umbrella selalu diketahui oleh orang-orang. Tadi malam kami memasak stew pot La Bier, dan hari ini menunya adalah sup daging dengan bawang ala Oval.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memutari sudut dan berjalan lewat Venus Fountain Plaza, aku tiba di Commerce Avenue.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kota Oval begitu menawan, dengan sungai yang mengalir di sekitarnya dan terlihat berbentuk oval dari atas. Daerah ini pernah dilanda banjir, tapi populasinya – baik pendatang atau warga setempat – terus meningkat sejak sistem pengairan dan pembuangannya selesai dibangun. Ngomong-ngomong, tempat kerja Profesor – Laboratorium Robotik Pertama Universitas Oval – adalah bangunan tertinggi di kota ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pusat penelitian robot tersebut hampir seluruhnya menjadi tujuan wisata, sehingga warganya sangat toleran terhadap robot. Setidaknya, tidak ada papan dengan tulisan ‘Robot dilarang masuk’ yang ditempel di bus atau di restoran. Namun bahkan di kota yang seperi ini, tidak semua orang toleran terhadap robot. Seperti barusan, sekelompok ibu-ibu yang tinggal di sekitar sini bergosip “Lihat, itu kan  robot milik profesor wanita itu” “Ya, dan itu sangat aneh...”. Aku tidak mendengarkan percakapan tersebut dengan sengaja, itu hanyalah salah satu fungsiku yang secara otomatis mendeteksi suara-suara yang ada di sekitarku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, aku harus menekankan bahwa aku adalah robot biasa yang diciptakan oleh Profesor untuk mengerjakan pekerjaan rumah, dan nomor sertifikasiku adalah HRM021-a. Tugasku adalah mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga dan berbincang-bincang dengan Profesor. Benar-benar tidak ada selain itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya saja orang-orang memang senang bergosip, dan makin lama rumornya makin bertambah. Diantara gosip yang tidak mengenakkan itu mengatakan bahwa ilmuwan robotik top Wendy von Umbrella adalah seorang lesbian dan memiliki ketertarikan yang menyimpang terhadap robot yang mengambil bentuk gadis kecil – dan semacamnya. Mungkin karena Profesor adalah wanita lajang dan telah banyak menolak orang yang melamarnya yang membuat rumor seperti itu muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang ada sebagian orang yang menggunakan robot wanita untuk melakukan ‘hal seperti itu’. Aku tidak bisa menyangkalnya, bahkan keuntungan dari segmen pasar tersebut menyumbang sangat banyak bagi industri robot. Beberapa orang kaya bahkan membeli beberapa jenis robot yang sama untuk membuat ‘harem virtual’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, hal tersebut memang ada, tapi Profesor bukanlah orang yang seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sudah melayaninya selama tiga tahun dan Profesor tidak pernah meminta layanan seksual dariku. Dia tidak akan berbuat seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor membuatku karena ‘adik’nya meninggal dalam sebuah kecelakaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di suatu musim gugur empat tahun yang lalu, Umbrella bersaudara pergi liburan bersama. Profesor yang mengemudikan mobilnya. Saat dalam perjalanan, mereka bertabrakan dengan sebuah truk yang menerobos garis tengah. Pihak yang bersalah tentu saja si pengemudi truk, tapi Profesor yang merasa bertanggung jawab atas kematian adiknya. Sejak saat itu tidak ada mobil di kediaman Umbrella.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama adiknya adalah Iris Rain Umbrella. Dan aku juga dinamai demikian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menjadi ‘pengganti’ adiknya. Sama seperti rokok elektrik yang menggantikan rokok konvensional, aku juga hanya merupakan tiruan yang terlihat sangat mirip dengan aslinya. Setiap Profesor memandangku, dia bukan melihatku, tapi melihat adiknya yang mewujud pada diriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku baik-baik saja dengan hal tersebut. Profesor selalu merawatku; jika aku ingin pergi keluar untuk bermain atau aku sedang menginginkan sesuatu, dia biasanya akan mengiyakan permintaanku. Dan yang paling penting adalah sikap lembutnya kepadaku. Jika aku masih tidak senang dengan hal itu, maka aku sungguh orang yang tidak bersyukur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kadang-kadang ada sedikit rasa sakit di dadaku seperti tertusuk duri dari bunga mawar, tapi aku menganggapnya biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
♠&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini, setelah makan malam adalah saatnya perawatan mingguanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo kita mulai~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan mengenakan jas laboratorium berwarna putih, Profesor memasuki laboratorium riset. Dia memegang setumpuk folder. Melihat hal ini, aku menunjukkan ekspresi enggan dan memalingkan muka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu karena aku tidak menyukai proses perawatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor segera mengeluarkan senter kecil dari sakunya, kemudian menekan saklarnya, dan mengarahkan sinarnya ke mataku. Ini bukan untuk memeriksa kematian, tapi untuk mengetahui apakah pupilku berfungsi dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, Profesor mengambil beberapa kartu dan mengocoknya dengan cepat seperti pesulap, kemudian meletakannya di depanku. Aku langsung menjawab nama gambar yang muncul di hadapanku – “Bintang, salib, apel, persegi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Bagus sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sistem visual dinamisku sepertinya berfungsi dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, Profesor mengatakan “Ayo, ahh~” seperti pengasuh yang sedang merawat anak-anak. Aku langsung merasa agak malu. Profesor membuka mulutku dengan jarinya yang mengenakan sarung tangan, dengan cermat memeriksa kondisi mulutku. Aku sendiri tidak bisa berhenti mengeluarkan suara terengah-engah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor dengan cepat menuliskan hasilnya di selembar kertas di sampingnya. Itu adalah dokumen resmi yang akan dikirim ke kantor pemerintahan setelah ini. Hukum menyatakan bahwa keluarga pemilik robot harus melakukan pemeriksaan rutin dua kali dalam setahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untukku, pemeriksaan tersebut dilakukan setiap minggu. Mungkin karena aku adalah robot model baru, jadi aku harus melakukan berbagai pemeriksaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selanjutnya adalah pemeriksaan kulit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- ini dia! Pemeriksaan kulit!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti namanya, ini adalah pemeriksaan terhadap seluruh permukaan kulitku. Yang artinya – aku harus melepas bajuku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama, wajahmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor memegang wajahku dengan kedua tangannya, menarikku makin dekat kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- Uwaa!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor menatap wajahku sampai seperti akan membakarku. Iris amber gelapnya semakin mendekat ke arahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm....” Profesor mengamatiku dengan begitu serius sampai seolah-olah dia akan menjilat wajahku. Aku sendiri membeku tapi jantungku berdetak cepat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika aku bergerak sedikit saja, wajah kami akan bersentuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kulit wajahmu baik-baik saja.” Profesor segera menuliskan hasilnya. Kemudian dia mengatakan ini dengan santai: “Sekarang buka bajumu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B- Baik, Prof...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akupun melepas kaus kakiku dengan gugup dan menaruhnya ke dalam keranjang pakaian. Kemudian aku melepas riasan kepala maid, apron dan baju, hanya menyisakan bra dan celana pendekku. Aku sama sekali tidak merasa kedinginan. Malah badanku merasa begitu panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan Profesor menyuruhku melepaskan bajuku bukan karena untuk melakukan hal-hal yang cabul. Pemeriksaan kulit ini bertujuan untuk memeriksa apakah ada goresan atau perubahan lain pada kulit buatanku. Wajah, leher, bahu, lengan, perut dan punggung, Profesor mengecek semuanya dengan begitu serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- Ahh... huu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kulit buatanku dapat merasakan nafas Profesor, sehingga aku merinding. Meskipun aku mendapatkan perawatan seperti itu tiap minggu selama tiga tahun, aku masih belum terbiasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, lepaskan bra mu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uuu.....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku segera menguatkan diriku dengan berkata “Tidak.... Tidak apa-apa” saat meletakkan tanganku di punggungku. Jika aku tidak mengikutinya, maka waktu pemeriksaannya akan makin lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku lalu melepaskan bra biru mudaku, memperlihatkan dadaku yang putih. Tidak terlalu besar atau kecil, Profesor bilang bahwa bentuk yang lembut sangat cocok untuk gadis di usia ini. Karena aku meniru sosok adik Profesor, maka mungkin ukuran dadanya juga seperti milikku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor melepas kacamatanya dan melihat dengan seksama. Aku menjadi sangat malu sampai aku mungkin bisa menyemburkan api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu, lepaskan celana dalammu juga.”&lt;br /&gt;
profesor menuliskan hasilnya di kertas dan dengan santai mengatakan instruksi selanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- Uuuuuu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengaitkan jariku ke celana dalamku dan dengan enggan melepaskannya. Aku merasa sangat malu sampai terasa mau pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melepas celana dalamku, aku benar-benar telanjang bulat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Biar kulihat......”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor segera berjongkok di depanku. Kemudian dia mengamati bagian ‘depan’ dan ‘belakang’ ku. Aku bisa merasakan nafas Profesor, dan kepalanya sedikit menyentuh perut bawahku. Jika orang lain melihat ini, mereka akan berpikir yang tidak-tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm.... Ini....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara lembut Profesor langsung berubah menjadi kasar. Sepertinya dia telah menemukan ‘itu’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Noda itu lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanyaku padanya, sementara Profesor menjawab sambil mengeceknya: “Ya. Ada satu di pantat kananmu.” Kemudian, dia menggunakan jarinya untuk menyentuh noda tersebut. Badanku berayun sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diameternya lima sentimeter dan warnanya ungu muda.......”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor menuliskan ciri-ciri noda tersebut di kertas. Untuk beberapa alasan, kadang muncul noda-noda seperti itu di tubuhku. Tempatnya sendiri berpindah-pindah. Bahkan kadang ada yang munul di waahku. Awalnya aku terkejut, tapi sekarang aku sudah terbiasa dengan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu bisa diperbaiki?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor mengeluarkan sebuah alat yang lebih kecil dari senter tadi dan menekankan alat tersebut ke bagian bawahku. Metode ini disebut metode pembersihan dengan pemisahan optik, atau nama lainnya adalah ‘membersihkan noda’ di kulit buatanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, sudah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor menepuk pantatku. Aku memeganya dengan pelan-pelan, lalu segera memakai bra dan celana dalamku. Untung saja bekas yang menempel hari ini sangat kecil. Jika bekas tersebut lebih besar, aku mungkin masih berdiri telanjang di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo kita beristirahat sebentar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata begitu, Profesor meninggalkan lab riset. Karena disini tidak boleh merokok, dia akan merokok di koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemeriksaan tersebut akhirnya selesai. Aku langsung bersantai kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi reputasi Profesor, aku akan menjelaskan sedikit – Profesor memeriksaku sendiri dan memilih tidak membawaku ke spesialis karena jika aku menolak untuk diperiksa sendiri, aku harus melakukan perawatan di tempat lain. Dan aku mungkin harus menunjukkan tubuhku pada teknisi yang berjenis kelamin laki-laki. Bahkan memikirkannya saja membuatku takut….&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, Profesor mengambil sertifikasi untuk menjadi teknisi robot dan  mengambil tanggung jawab untuk perawatanku. Hal itu juga mengurangi prosedur memusingkan yakni dengan harus mengunjungi beberapa departemen pemerintah yang berbeda-beda. Aku bisa di periksa di rumah seperti ini hanya karena &lt;br /&gt;
Profesor sangat peduli padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---Aku mengerti itu, tapi……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lima menit kemudian, Profesor duduk kembali dan berkata “Baiklah, dan menyilangkan tangan di dadanya. Masih ada banyak dokumen pemeriksaan, dan aku harus melakukan pemindaian terhadap sirkuit jiwa, verifikasi kendali perilaku dan pemeriksaan terhadap sirkuit keamananku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil merasa kesal, aku menatap Profesor dengan bersungut-sungut seperti anak kecil yang menatap seorang dokter yang memegang jarum suntik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melihat tatapanku, Profesor berbicara dengan nada yang aneh seperti kepada anak yang manja “Ara, Nona Iris, apa kau ingin mengatakan sesuatu?” mulutnya mengindikasikan rasa gelinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sebal aku melengos.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Oca1409</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Terbongkar_-_5_Hari_Sebelumnya&amp;diff=520490</id>
		<title>Iris on Rainy Days Indo: Terbongkar - 5 Hari Sebelumnya</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Terbongkar_-_5_Hari_Sebelumnya&amp;diff=520490"/>
		<updated>2017-06-09T03:15:43Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Oca1409: Created page with &amp;quot;===Lima Hari Sebelumnya===  Pada hari setelah pemeliharaan.  Aku melanjutkan menyapu lantai dan mencuci seperti biasa, tapi aku punya banyak waktu luang setelah siang. Yah, it...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===Lima Hari Sebelumnya===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada hari setelah pemeliharaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melanjutkan menyapu lantai dan mencuci seperti biasa, tapi aku punya banyak waktu luang setelah siang. Yah, itu adalah kesalahan kepribadianku karena aku akan merasa tidak nyaman jika aku tidak menyelesaikan pekerjaan ku segera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---Kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kira- kira pada pukul 4.12 profesor kembali&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“hmm, remote, remote……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berteriak ‘aku menemukannya’ berbaring setelah membawakan remote ke meja, dan menyalakan televisi. Pasti akan jadi lebih mudah jika aku menyimpan sebuah remote di dalam tubuhku, tapi sayangnya aku tidak memiliki fungsi itu. Sekali lagi professor berkata, ‘jika aku mengistal sesuatu yang bodoh, akan merepotkan saat pemeliharaan.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada layar besar sedang menampilkan berita hari ini. Skandal politikus, situasi tentara di utara, dan kasus pembunuhan dimana-mana. Aku menatap kosong pada mulut presenter wanita yang berkomat-kamit itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mnnn, ini begitu membosankan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menahan posisiku saat ini dan menekan tombol remote, yang menimbulkan suara klik. Saluran-saluran di tv itu terus berganti, tapi tidak ada satupun tayangan  saluran memasak atau game show yang kusukai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ogah-ogahan menggantinya kembali ke saluran berita, dan ‘itu’ secara tiba-tiba muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘siang ini, sebuah robot tiba-tiba mengamuk di Stasiun Oval di Venus Fountain Plaza’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Venus Fountain Plaza adalah tempat dimana patung dewi yang sangat terlihat seperti professor berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siaran berita melaporkan bahwa sebuah robot besar yang bekerja di toko suku cadang bekas di dekat sini berterteriak-riak dan kemudian mengamuk. Robot itu memukul dan menghancurkan dinding di toko, kemudian berpindah ke air mancur plaza. Setelah menerima sebuah panggilan, polisi merespon ke lokasi dan menyelesaikan masalahnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘ini adalah rekaman dari insiden tersebut.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah presenter itu selesai berbicara, tayangan berpindah ke tayangan lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini mungkin rekaman yang diambil dari kamera CCTV. Pada layar, sebuah robot abu-abu bberbentuk silinder datang dan menggerak-gerakkan tangannya. Dia berulang-ulang memukul dinding di toko, terlihat seperti pemuda, orang yang energic di film dengan pemuda, actor yang menjiwai, terlihat sangat mirip seperti manusia. Beberapa goresan jelas seperti kilat bisa terlihat dibagian belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, dengan gemetar robot itu berjalan ke plaza.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---Ahhh, itu tidak boleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berdoa dalam hatiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---Kau tidak boleh kesana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi keinginanku tidak tersampaikan kepadanya. Robot itu melangkah menuju ke keramaian plaza. Seperti yang diharapkan, aksinya menyebabkan kekacauan yang besar karena orang-orang tua yang sedang mengobrol, anak-anak kecil yang berisik, dan pasangan-pasangan yang sedang bermesraan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Robot itu berdiri sendirian setelah orang-orang bubar. Hanya air mancur yang berdansa berirama dibelakang robot itu, membentuk tetesan-tetesan berwarna pelangi yang tak terhitung. Adegan aneh itu memungkiri kenyataan dari situasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian, tiba-tiba-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa tanda lebam ditubuh robot itu seperti kunang-kunang yang hinggap. Robot itu menundukan kepalanya perlahan untuk melihat bagian itu, kemudian sinar laser tiba-tiba menembus udara. Cahaya laser itu menembus kulit metal robot itu dan banyak uap mengepul seperti larva saat itu menyentuh air mancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah senapan laser polisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembakan kedua. Laser itu memanacarkan suara yang dalam. Cahaya laser itu menembus melalui udara dan dan menembus tangan kanan robot itu dari pundak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu terjatuh ke tanah dengan ‘suara bising’. Robot itu menunduk untuk mengambil lengan kirinya, dan tembakan ketiga menghantamnya  dengan tepat. &lt;br /&gt;
Tangan kirinya yang terulur diselimuti dengan panacaran sinar biru seperti tongkat peniup kaca yang memancarkan percikan yang kejam. &lt;br /&gt;
Tidak lama setelah itu, tembakan ke empat mengenai kaki kanannya, yang menyebabkan dia kehilangan keseimbangannya, kemudian kelima, keenam, ketujuh terus menembaknya---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---Ahhhh, hentikan itu, aku tidak mau melihat itu lagi!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisa dibilang bahwa dia dengan mudahnya musnah. Sekitar 30 detik setelah tembakan pertama, sebagian besar bagian tubuh robot terbelah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Robot itu sekarang terdiam, 5 orang menggunakan helm metal seperti mangkuk ikan terburu-buru menuju TKP. Mereka adalah unit polisi special penuh dengan perlengkapan dengan perlengkapan baja silver dan mereka disebut dengan Pasukan Pembersih Limbah. Mereka memegang senapan laser dengan tajam, bola berbentuk maalah, special senajata sepanjang 1 meter yang digunakan oleh unit melawan robot. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka mulai memunguti bagian-bagian robot, salah satu dari mereka memungut ‘kepala’ dari robot tersebut dan mengangkatnya ke udara seperti rampasan perang. Minyak dari mesin hitam mengalir keluar dari kepala seperti darah, memerik tanah dengan bintik berminyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa jijik dengan pemandangan itu. Aku merasa mual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah rekaman itu berhenti, wajah presenternya muncul kembali di layar. Dia berkata bahwa ini adalah robot ke tiga di kota Oval bulan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Robot kriminal. Itulah apa yang mereka panggil ketika sebuah robot yang melakukan kejahatan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada  kategori dari robot criminal: pertama adalah kejahatan yang disebabkan oleh manusia menggunakan robot, yang kedua adalah kejahatan yang disebabkan oleh robot yang mengamuk pada diri sendiri. Bagaimana bisa orang menentukan yang mana robot mengamuk dikarnakan kesalahan teknis atau karena keinginan dari pemiliknya? Pejabat dan &#039;unit pembedahan peradilan&#039; tidak bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Insiden robot mengamuk terjadi kurang dari satu persen dari keelakaan mobil, tapi berita selalu melebih-lebihkan berita itu. Dikarenakan tekanan publik, perusahaan robot mungkin harus menarik produknya. Proses dari menangani masalah ini sebenarnya sama dengan penanganan masalah produk lainnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun karena harga robot jauh lebih mahal dari mobil mewah, itu adalah pukulan keras untuk perusahaan itu. Kasus-kasus dari perusahaan yang bangkrut karena harus menarik produk mereka terlalu jarang tidak jarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak seharusnya menonton ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mematikan TV dan berbaring di tikar membentuk ‘ 大, menutup mata ku. &lt;br /&gt;
Ketika robot-robot ingin menenangkan diri, mereka menutup mata mereka. Menutup sementara indra visual memberi efek mengistirahatkan fungsi rangsangan mereka di metal sirkuit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak menyadari kalau diluar hujan. Aku hanya bisa mendengar suara hujan di ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Video tentang robot yang malang mulai muncul di anganku. Bagian-bagian robot akan muncul di toko suku cadang bekas, atau akan mungkin seutuhnya meleleh pada besi tua. Setelah semuanya, dia tiba-tiba mengamuk, menghancurkn fasilitas public dan kedamaian. Seseorang benar-benar tidak bisa mengharapkan hal lain kecuali menjadi logam bekas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pertanyaan muncul dihati ku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa dia tiba-tiba muncul dan mengamuk?&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Oca1409</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Terbongkar_-_7_Hari_Sebelumnya&amp;diff=520267</id>
		<title>Iris on Rainy Days Indo: Terbongkar - 7 Hari Sebelumnya</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Iris_on_Rainy_Days_Indo:_Terbongkar_-_7_Hari_Sebelumnya&amp;diff=520267"/>
		<updated>2017-06-05T06:46:13Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Oca1409: Created page with &amp;quot;==&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Bab 1 - Terbongkar&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;== thumb &amp;quot;Hati-hati di jalan! Pulanglah lebih awal!&amp;quot; (Iris Rain Umbrella)   ===Terbongkar: 7 Hari Sebelumn...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==&#039;&#039;&#039;Bab 1 - Terbongkar&#039;&#039;&#039;==&lt;br /&gt;
[[File:Iris on Rainy Days p012.jpg|200px|thumb]]&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hati-hati di jalan! Pulanglah lebih awal!&amp;quot; (Iris Rain Umbrella) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Terbongkar: 7 Hari Sebelumnya===&lt;br /&gt;
Di pusat Venus Fountain Plaza, berdirilah sebuah patung dewi yang sangat menakjubkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memiliki tungkai dan lengan yang ramping, kulit seputih susu, dan sosok yang begitu agung. Hari ini, dewi tersebut menyunggingkan senyum simpul di wajahnya, dan dalam diam mengamati sekitarnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kota Oval pernah runtuh saat terjadi peperangan. Saat sebagian besar daerah di kota tersebut terbakar habis, hanya patung dewi itu yang secara ajaib selamat dengan tanpa tergores. Sejak saat itu, patung dewi tersebut menjadi simbol harapan dan kebangkitan, dan dilindungi sebagai aset budaya terpenting milik negara kami. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain patung dewi setinggi 170 cm itu, air mancur tersebut memancurkan banyak air yang berwarna-warni. Di bangku coklat yang banyak terdapat di sekitar air mancur, para orang tua saling mengobrol, anak-anak sedang bermain, dan pasangan-pasangan kekasih asyik memadu kasih. Suasana penuh harmoni tersebut seperti yang terdapat di dalam lukisan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-benar-benar mirip. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian aku mendengar suara keriutan, dan aku segera menyesuaikan fungsi pupil di dalam sistem visualku. Setelah memfokuskan pandangan ke arah patung dewi, aku mendesah pelan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Patung dewi tersebut terlihat seperti Professor. Profesor merupakan peneliti robot unggulan, Doktor Wendy von Umbrella, Ph. D. Aku sangat bangga padanya: dia merupakan sosok yang tinggi, cantik, anggun, memiliki rambut berwarna hitam, dan memakai kacamata dengan gagang perak mengkilap yang sangat cocok baginya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara aku sedang membayangkan sosok Profesor, aku tengah menatap patung dewi dengan tatapan kosong ketika kemudian tercium bau asam manis dari asap rokok. Aku lalu memutar leherku untuk mencari sumber bau tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang duduk di bangku dan sedang merokok adalah seorang lelaki paruh baya yang mengenakan setelan biru gelap. Dia sedang membaca Oval Daily edisi hari ini; tapi barusan dia mulai melihatku dengan sembunyi-sembunyi tiap beberapa saat. Aku menyapanya sambil tersenyum, dan dengan tersipu dia mengalihkan pandangannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rokok elektrik, ngomong-ngomong, merupakan produk yang digunakan untuk latihan berhenti merokok. Bentuknya bundar seperti namanya dan ukurannya sebesar lingkaran yang dibuat dengan jempol dan telunjuk. Saat orang akan menghisapnya, rokok bundar itu akan mendadak tegak, dan kemudian ujungnya dapat dinyalakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun rokok itu digunakan untuk menggantikan tembakau dan membantu perokok untuk berhenti, akhir-akhir ini banyak perokok yang membelinya karena mereka suka dengan aromanya. Rokok elektrik yang paling populer adalah yang berbentuk angka 8 dengan menggabungkan dua rokok menjadi satu. Rokok yang seperti ini bisa dipisah menjadi dua bagian, satu untuk merokok, dan satunya untuk wadah abu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tahu tentang hal itu karena Profesor Umbrella menyukai rokok yang seperti itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Mnn. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku kembali memandang patung dewi itu lagi, dan mulai merenung. Patung dewi itu benar-benar mirip dengan Profesor. Tapi, aku merasa ada &#039;sesuatu&#039; yang kurang. Setiap aku melihatnya, aku punya perasaan aneh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat pertanyaan sia-sia ini muncul di benakku, waktu telah habis. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Lima menit lagi, kau akan terlambat untuk pulang dari waktu yang dijadwalkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara elektrik dari sirkuit jiwaku mengingatkanku untuk cepat pulang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Baiklah, ini sudah hampir waktunya pergi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku kemudian berbalik dan segera pulang. Keranjang belanja di tananku dipenuhi oleh bahan-bahan untuk makan malam hari ini, dan seekor ikan La Bier yang berkilat licin kuletakkan di punggungku sehingga orang-orang di jalan menoleh saat melihatku. Wajar kalau mereka terkejut melihatku membawa ikan besar sepanjang satu meter sedangkan tinggiku sendiri hanya seratus lima puluh sentimeter. Tapi setelah mereka tahu kalau aku adalah robot, mereka memakluminya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membedakan antara robot dan manusia sangatlah mudah. Yang memiliki antena bundar di telinganya (mirip seperti earphone) adalah robot, yang tidak punya itu adalah manusia. &amp;quot;Itu robot dari kediaman Umbrella!&amp;quot;- sebuah suara sangat jelas memasuki sistem pendengaranku. Jadi aku tersenyum kepada orang tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun robot yang dimiliki sebuah keluarga bukanlah hal yang aneh, karena Profesor adalah orang yang terkenal, aku selalu diperhatikan saat aku lewat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berjalan sekitar sepuluh menit dari Fountain Plaza, aku tiba di kediaman Umbrella. Dengan menghadap pintu berwarna biru-ivy itu aku berkata: &amp;quot;Nomor sertifikasi HRM021-a, Iris Rain Umbrella. Aku pulang.&amp;quot; Setelah suara elektronis berkata &amp;quot;Sertifikasi selesai, silahkan masuk&amp;quot;, pintu besar itu lalu membuka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kediaman Umbrella adalah tempat yang sangat besar. Terdapat halaman yang luasnya seperti tiga petak stasiun, dan benar-benar luas jika dibandingkan dengan tempat tinggal para administrator. Dinding luar yang menggunakan bata merah membuat orang mengerti tentang keagungan sejarah dan tradisi keluarga Umbrella. &lt;br /&gt;
Setelah memasuki tempat tinggalnya, akan terdapat aula yang mewah. Sinar matahari yang masuk dari luar akan mengenai tempat lilin dan menghasilkan pantulan yang berwarna-warni. Karpet yang terhampar di lantai terlihat sama seperti yang biasanya ada di kastil kuno. Berbagai lukisan raksasa tergantung di tembok. Setiap lukisan harganya cukup untuk berfoya-foya selama hidup. &lt;br /&gt;
Setelah melewati koridor dengan lantai yang sangat mengkilap, aku menaruh ikan yang kubawa di lemari pendingin. Aku merasa agak baikan setelahnya, dan aku berjalan ke arah ruangan paling barat di lantai ini - ruang riset. Di ruang riset terdapat banyak alat dan bahan, ruang yang bersih tapi dingin itu seperti lapangan bersalju saat musim dingin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian aku duduk di ranjang berwarna krem dekat dinding dan mengecek status meterku. &lt;br /&gt;
Batere 82.50%, kotoran tubuh 1.73%. Tenaganya masih cukup untuk bekerja, tapi Profesor menyuruhku mengisi ulang. Jadi aku akan mengisi. &lt;br /&gt;
Setelah membersihkan tabung panjang dengan bahan kimia dua kali, aku membuka tutup di pergelangan tanganku, terdapat selang penghubung disitu. Jika aku melakukan kesalahan dalam tahapannya, minyak mesin berwarna hitam itu akan tercecer di ruangan ini, jadi aku harus sangat berhati-hati. &lt;br /&gt;
Aku memasukkan tabung tersebut ke tangan kanan dan kiriku secara berurutan, lalu kutekan sebuah tombol di mesinnya. Tenaga listrik dan minyak pelumas lainnya secara perlahan mengalir melalui selang penghubung di pergelangan tanganku. Pada saat yang sama, kotoran berwarna coklat tersedot keluar melalui pergelangan tangan kiriku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di bagian awal pedoman perawatan robot dikatakan bahwa sistemnya sama seperti manusia yang menggunakan infus. Memang benar, sistem tersebut mengeluarkan dan membersihkan kotoran di dalam tubuh, jadi lebih seperti dialisis buatan daripada infus. &lt;br /&gt;
Aku mendongak saat mengisi batere, melihat ke lapisan logam di langit-langit. Cerminnya memantulkan seluruh bayangan diriku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara teknis, tidak ada perbedaan gender pada robot, tapi aku nampak seperti anak perempuan. Umurku diatur menjadi sekitar lima belas tahun. Aku memiliki mata biru dengan alis lentik dan rambut bergelombang sebahu dengan warna maroon. Panjang tungkai dan lenganku hampir sama dengan Profesor dan wajahku sangat cantik seperti Profesor - Aku tahu ini karena Profesor selalu memuji kecantikanku - bukan hanya pendapatku saja. &lt;br /&gt;
Baju Maid yang kupakai dirancang dalam gaya seperti di dongeng-dongeng. Sebuah bandana pelayan terpasang di kepalaku, sementara potongan apronnya memperjelas lekukan dadaku. Gaun berwarna peach yang kupakai ketat di bagian pinggang, sementara bagian bawahnya sangat longgar, dan membuat orang melihatnya seperti baju pengantin. Di mana Profesor membeli pakaian pelayan yang cantik ini, pikirku? Sampai sekarang itu masih menjadi misteri. &lt;br /&gt;
Setelah dua belas menit lebih satu detik, proses pengisian selesai. Batere 99.93%, kotoran di tubuh 0.02%. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Baiklah, target telah tercapai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku turun dari ranjang, meninggalkan ruang riset. Tujuanku selanjutnya adalah dapur, karena aku harus menyiapkan makan malam. &lt;br /&gt;
Di dapur yang luas dan tidak kalah dengan restoran berkelas itu, aku mulai merebus ikan La Bier. Ada banyak panci, wastafel, dan kompor gas di sini, tapi aku selalu memasak di bagian kiri dapur. Profesor sangatlah kaya, dan dia bahkan bisa mempekerjakan lebih dari sepuluh, atau dua puluh juru masak, tapi dia tidak memiliki satupun sampai sekarang. Tak hanya juru masak, dia juga tidak mempekerjakan pelayan, dan aku harus mengurus kediaman Umbrella yang sangat luas ini. Aku hanya berusaha sekuat tenaga, dengan rajin mengerjakan hal-hal seperti memasak, mencuci baju dan menyapu lantai. &lt;br /&gt;
Aku segera memotong ikan La Bier, dan mengangkat potongan ikannya secara perlahan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-- 200.0025 gram. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara aku mencari resep yang terdapat di sirkuit jiwaku, aku menyelesaikan persiapan membuat rebusan Bill Labier. Ngomong-ngomong, ‘La Bier’ adalah ikan yang mirip dengan salmon, sedangkan ‘La Bier’ sendiri adalah nama orang. Aku pernah mendengar seorang nelayan bernama La Bier berhasil menangkap ikan La Bier besar beberapa waktu lalu, dan dia membutuhkan waktu semalaman untuk menghabiskannya. Dia memasaknya dengan cara memotong-motongnya lalu merebusnya bersama dengan beberapa rempah – itulah cara masak La Bier yang sebenarnya. Memang kedengarannya gampang, tapi kalau kau ingin memasaknya dengan benar, kau memerlukan beberapa teknik dalam memasaknya. Gampangnya, kau harus mengatur apinya dengan seksama dan dengan sabar menghilangkan busanya.&lt;br /&gt;
Sejak saat aku mengambil pisau dapur, dua puluh tujuh menit telah berlalu, dan aku menyelesaikan pekerjaanku. Aku menaruh sisa makanan ke dalam lemari es. Profesor tidak memiliki banyak tamu, jadi mungkin sisa makanan ini akan membusuk di dalam lemari es. Dengan banyaknya bahan yang dibeli dan dapur yang begitu luas, keluarga Umbrella mungkin memang boros.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku mengeluh dengan suara pelan, sebuah suara elektonik bergema di benakku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- Profesor Wendy von Umbrella sudah pulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia kembali!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bergegas dari dapur, melewati aula, dan dengan kasar membuka pintu. Dengan baju yang berkibar, aku segera berlari ke halaman depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- Profesor! Profesor!! Profesor!!!&lt;br /&gt;
Seseorang yang melewati gerbang adalah seseorang wanita yang tinggi, berambut hitam, dan memakai jaket, terlihat seanggun angsa da terlihat begitu cantik meskipun dia tak memakai make up – Profesorku berjalan santai menujuku. Dan dia kemudian melambaikan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa peduli akan kehabisan batere, aku berlari sekuat tenaga menuju Profesor. Aku berlari dengan kecepatan seratus meter dalam 9 detik, dan mengerem dengan mendadak tiga meter di depan Profesor. Aku tidak berkeringat maupun terengah-engah, tapi badanku mengeluarkan panas seperti kompor yang dihidupkan, seolah-olah tubuhku dipanaskan. Sosok Profesor bergerak-gerak dalam sirkuit jiwaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selamat datang kembali, Profesor!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merentangkan lenganku saat menyambut Profesor. Hal ini mungkin terlihat berlebihan, tapi itulah caraku menunjukkan rasa sayangku kepada Profesor.&lt;br /&gt;
Profesor melihatku sambil tersenyum. Dia mematikan rokoknya dan membersihkan debunya. Sistem penciumanku mendeteksi bau asam manis setelahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pulang, Iris. Apakah kau bertingkah baik hari ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah suara yang agak dalam dan dingin bagi seorang perempuan. Kacamata berbingkai perak di hidungnya membuat wajah bijaknya bahkan lebih terlihat luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya! Saya sudah bertingkah laku dengan sangat baik hari ini, Profesor!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu. Lalu bagaimana dengan makan malamnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya memasak La Bier stew pot!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus sekali”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor menjulurkan tangan kanannya padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- Ini dia!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dengan bahagia menanti saat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan Profesor dengan lembut menyentuh pucuk kepalaku. Dia kemudian mengelus-elus rambut maroonku dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini benar-benar kebahagiaan yang tiada tara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku, yang terlihat seperti kucing yang dielus-elus, membuat suara kepuasan dengan tenggorokanku. Aku menikmati menjalin kontak dengan tangan lembut Profesor, dan bau asam manis dari tembakau yang menggelitik hidungku.&lt;br /&gt;
♠&lt;br /&gt;
Makan malam selalu menjadi saat yang membuatku gugup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor dengan perlahan menyendok sepotong ikan La Bier dari potnya. Dia kemudian melanjutkan dengan memakai pisau kecil untuk memotong ikannya, menusukkan garpu kemudian melahapnya dengan bibirnya yang semerah mawar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena sedang mengunyah, wajah Profesor bergerak sedikit. Aku menatap wajahnya dengan agak khawatir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- Profesor, bagaimana? Enakkah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkali-kali aku bertanya dalam hati, menunggu Profesor mengatakan pendapatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor memutar lehernya. Kemudian, sirkuit jiwaku mendadak dingin. Jika digambarkan dalam sudut pandang manusia, itu seperti rasa dingin yang menjalar di punggungku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“E- e- e- mmm, anu, apakah ada yang salah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanyaku dengan cepat sambil merasa agak pusing. Bagi Iris Umbrella yang selalu bangga dengan kemampuannya melakukan pekerjaan rumah tangga, diberi tahu kalau masakanku tidak enak bagaikan mendapat pertanyaan tentang apa arti eksistensiku sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau boleh jujur...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor, dengan menaikkan satu alis indahnya, berkata dengan nada yang kurang menyenangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“K...Kalau boleh j...jujur?” aku menanti dengan gugup komentar selanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, kemudian mulut Profesor melengkung membentuk senyuman. Dia lalu berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini sangat enak”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sangat terkejut dan tanpa sadar membuat suara “Eh...?” yang terdengar bodoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah... Eh? Apa anda tidak menyukainya....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, ini sangat enak. Dan kupikir kau mengatur apinya dengan baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“............”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh? Ada apa, Iris? Kenapa kau menunjukkan ekspresi tercekat begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kau bisa bilang bahwa Profesor adalah seorang S. Ya, S dalam permainan S&amp;amp;M. Seorang yang sadis. Dia selalu menggunakan hal-hal seperti ini untuk menjebakku. Ngomong-ngomong, ini adalah yang kedua puluh empat kalinya. Hal yang disesalkan dari sebuah robot adalah mereka dapat mengingat berapa kali sesuatu yang sepele seperti ini terjadi.&lt;br /&gt;
[[File:Iris on Rainy Days p025.jpg|200px|thumb]]&lt;br /&gt;
“Ya ampun, Profesor! Saya sudah mengatakan untuk tidak membuat lelucon yang seperti itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melempar serbet dengan marah kepada Profesor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi, oi, itu terlalu berlebihan”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Stew pot La Bier itulah yang berlebihan! Anda memberitahu saya untuk membeli seekor, dan apa yang akan anda lakukan dengan itu semua!”&lt;br /&gt;
Dengan santai Profesor menjawab “Aku akan menghabiskannya dalam 2 hari,” dan meneruskan makan. Aku membalas “Anda selalu berbohong.......,” meremas serbet terakhir, melemparnya, dan serbet itu mengenai lengan Profesor dengan bunyi plop.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mnn, ini sangat enak. Iris sangat pintar memasak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ujar profesor dengan berhati-hati, dan menyuapkan sepotong La Bier lagi ke mulutnya. Meskipun aku agak merasa kesal, melihat Profesor menikmati stew nya, ada sedikit kepuasan dalam hatiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah makan malam, Profesor pergi ke kamar mandi. Saat mencuci piring, aku mengingat-ingat kelakuan-kelakuan Profesor yang kekanak-kanakan, tertawa sebentar, lalu merasa sebal, tapi aku masih terus tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini, Profesor masih kelihatan cantik, masih suka mengolok-olok orang, masih lembut dan mengelus rambutku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- Mmm, saat ini aku merasa puas dan tidak dapat berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malam yang damai begitu cepat berlalu, dan sekarang waktunya tidur. Aku mengganti pakaianku dengan piyama kesayanganku yang bermotif bunga-bunga, kemudian mengetuk pintu kamar Professor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Profesor, maaf mengganggu”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku masuk ke dalam kamarnya. Seperti biasa, Profesor memakai piyama ungu yang agak terbuka di bagiuan dadanya, dan sedang berbaring di ranjangnya. Dia sedang menghisap rokok elektriknya. Bau asam manis bercampur dengan sedikit aroma peppermint, dan aroma tersebut berhembus bersama dengan asap rokok. Slogan di televisi yang mengatakan “Rasa dari cinta pertamamu”, sepertinya sangat tepat. Itu benar – itu adalah rasa dari cinta pertamaku. Cinta antara Profesor dan aku – aku ingin merasakannya juga, tapi hanya aku saja yang jatuh cinta, Profesor sendiri cukup kalem menyikapinya.&lt;br /&gt;
Aku mengerti perasaan ini mungkin sia-sia, jadi sebaiknya aku berhati-hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Profesor, merokok di tempat tidur itu tidak sopan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak melanggar hukum.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan bisa menyebabkan kebakaran.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak pernah dengar ada cirgarette yang menyebabkan kebakaran”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor menatap langit-langit, terus mengepulkan asap. Ah, benar, ‘cirgarette’ adalah nama lain dari rokok elektrik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Data mengatakan ada delapan kejadian total di tahun ini”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memblokir pandangan Profesor dengan melihatnya dari atas pandangannya. Asapnya membuat mataku perih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berapa kali hal tersebut terjadi di Kota Oval?” Profesor terus merokok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.......Nol”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu ini tidak apa-apa”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi anda tidak bisa menggunakan hal tersebut sebagai dalih, Profesor”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dengan keras kepala merebut rokok tersebut dari Profesor. “Ah, kembalikan!” Profesor segera duduk dan mengulurkan tangannya ke sikuku.&lt;br /&gt;
Sebagai balasan karena Profesor mengerjaiku saat makan malam, aku berlari ke sekeliling kamar sambil memegang rokoknya. Profesor segera bangkit dan mengejarku. Aku bersembunyi di belakang meja dan kursi agar Profesor tidak bisa menangkapku. Meskipun kelihatan kekanak-kanakan, masih ada sisi menyenangkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--- Ah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Patung dewi itu tidak memakai kacamata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa?” Profesor menatapku dari ranjang. Aku secara perlahan memiringkan kepalaku, dan mengatakan pendapatku dengan jujur: “Profesor sangat... cocok mengenakan kacamata dan merokok.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Kenapa kau tiba-tiba berkata begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, itu hanya pendapatku.... Tidak apa-apa kan, Profesor?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan tersebut berarti, “Bolehkah aku masuk ke selimut Profesor?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemarilah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor mengangkat selimutnya dan melambai padaku. Aku berkata “Permisi,” kemudian dengan gugup berbaring di sebelah Profesor. Setelah itu aku bergelung dan mendongakkan kepalaku untuk melihat Profesor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami berbaring begitu dekat, dan aku bisa melihat bayanganku di pupilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selamat tidur, Profesor,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku kemudian menyandarkan kepalaku di dada Profesor yang besar dan lembut. Rasanya begitu nyaman dan aromanya begitu harum.&lt;br /&gt;
Professor memelukku dengan lembut dan mengelus rambutku. Kemudian dia berkata “Selamat tidur, Iris” dan mencium keningku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengubah statusku ke mode tidur, aku memasuki dunia mimpi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku juga senang hari ini.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Oca1409</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:Oca1409&amp;diff=519542</id>
		<title>User:Oca1409</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:Oca1409&amp;diff=519542"/>
		<updated>2017-05-23T03:08:14Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Oca1409: Created page with &amp;quot;Saya... hanya ingin membantu sedikit agar proyeknya tidak macet terlalu lama. Saya suka Highschool DXD.&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Saya... hanya ingin membantu sedikit agar proyeknya tidak macet terlalu lama. Saya suka Highschool DXD.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Oca1409</name></author>
	</entry>
</feed>