<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="en">
	<id>https://www.baka-tsuki.org/project/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Shirayuki</id>
	<title>Baka-Tsuki - User contributions [en]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://www.baka-tsuki.org/project/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Shirayuki"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Special:Contributions/Shirayuki"/>
	<updated>2026-05-08T06:35:26Z</updated>
	<subtitle>User contributions</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.1</generator>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter3&amp;diff=195889</id>
		<title>Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1 Chapter3</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter3&amp;diff=195889"/>
		<updated>2012-10-11T02:40:16Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: /* Part 1 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 3: Si Grimoir Tersenyum Damai. &amp;lt;i&amp;gt;”Forget_me_not.”&amp;lt;/i&amp;gt;==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 1===&lt;br /&gt;
Dia tidak mengerti. Dia tidak mengerti apa yang gadis itu katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kamijou sedang terbaring lemah dan berdarah-darah di jalan dan melihat ke arah Kanzaki, dia pikir dia sedang berhalusinasi saat mendengar apa yang Kanzaki katakan karena syok. Bagaimanapun juga, tidak masuk akal. Index sedang berusaha melarikan diri ke Gereja Anglikan karena dikejar penyihir. Bagaimana mungkin penyihir yang mengejarnya berasal dari Gereja Anglikan yang sama itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pernahkah kau mendengar tentang ingatan sempurna?” tanya Kanzaki Kaori. Suaranya sangat lemah dan dia kelihatan kesakitan. Saat itu, sulit dipercaya kalau dia adalah salah satu dari 10 penyihir terhebat di London. Dia hanya terlihat seperti seorang gadis yang kelelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, itu adalah identitas sebenarnya dari 103.000 grimoir miliknya, &#039;kan?” Kamijou menggerakkan bibirnya yang pecah. “Semuanya ada di kepalanya. Tapi aku sulit memercayai kalau dia bisa mengingat tiap-tiap hal yang dilihatnya sekilas saja, sih. Maksudku, dia itu seorang idiot. Dia sama sekali tidak terlihat sejenius itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Dia kelihatan seperti apa bagimu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya seorang gadis biasa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki malah lebih terlihat lelah daripada terkejut, dan dia berkata, “Kaupikir dia bisa kabur dari kejaran kami selama setahun penuh kalau dia ‘hanya seorang gadis biasa’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Stiyl punya apinya dan aku punya Nanasen dan Yuisen. Dia melawan penyihir yang menyebutkan nama sihir mereka, tapi dia tidak bisa mengandalkan kekuatan supernatural sepertimu atau sihir sepertiku. Dia hanya bisa berlari.” Kanzaki tersenyum menghina diri sendiri. “Dan Stiyl dan aku hanyalah dua orang lawan. Bahkan aku pun tidak bisa bertahan selama sebulan melawan seluruh anggota organisasi Necessarius.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou akhirnya mengetahui kebenaran mengenai Index. Dia tidak bisa kabur bahkan hanya empat hari saja meskipun memiliki Imagine Breaker yang bisa menghancurkan bahkan sistem-sistem buatan Tuhan dalam satu pukulan. Dan walau begitu, gadis itu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia itu, tidak diragukan lagi, seorang jenius,” Kanzaki menyatakan. “Saking jeniusnya hingga menggunakan kemampuannya di jalan yang salah bisa menyebabkan bencana.&amp;lt;ref&amp;gt;Seperti dalam prolog, ini permainan kata: “jenius” dan “bencana” adalah homofon dalam bahasa Jepang&amp;lt;/ref&amp;gt; Alasan kenapa para petinggi di gereja tidak memperlakukan dia seperti biasa itu jelas. Mereka takut padanya. Semua orang takut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin begitu.” Kamijou menggigit bibirnya yang berdarah. “Tapi dia masih seorang manusia. Dia bukan sebuah alat. Aku tidak bisa...membiarkanmu memanggilnya begitu...!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar.” Kanzaki mengangguk. “Tapi spesifikasinya sekarang tidak jauh berbeda dengan orang biasa seperti kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lebih dari 85% dari otak Index terisi oleh 103.000 grimoir. Sisa 15%-nya hanya hampir tidak cukup baginya untuk berfungsi sama seperti kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu memang mengagumkan, tapi ada sesuatu yang Kamijou ingin ketahui lebih dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Memangnya kenapa? Apa yang kalian lakukan? Kalian adalah bagian dari gereja yang sama dengan Index, &#039;kan? Necessarius apalah itu. Kenapa kalian mengejar-ngejarnya? Kenapa Index bilang kalau kalian adalah penyihir jahat dari sebuah asosiasi sihir&amp;lt;!--magic cabal--&amp;gt;? Kamijou diam-diam merapatkan gerahamnya. “Atau kau sedang mencoba mengatakan kalau Index-lah yang menipuku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak bisa memercayai itu. Kalau dia hanya mencoba untuk menggunakan Kamijou, dia tidak bisa melihat alasan kenapa dia mempertaruhkan nyawanya dan bahkan mendapatkan tebasan di punggungnya untuk menyelamatkan Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan bahkan tanpa pemikiran logis seperti itu, Kamijou tetap tidak mau memercayainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Dia tidak berbohong,” balas Kanzaki setelah ragu sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terdengar seperti sedang menahan napasnya dan hatinya sedang dihancurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia tidak ingat apa pun. Dia tidak ingat kalau kami juga dari Necessarius atau alasan kenapa dia dikejar-kejar. Karena dia tidak ingat, dia harus menggunakan pengetahuannya untuk mengisi celah-celah kosong di ingatannya. Tidak mengherankan jika dia mengasumsikan bahwa penyihir yang mengejar Index Librorum Prohibitorum itu berasal dari sebuah asosiasi sihir&amp;lt;!--magic cabal--&amp;gt; yang mengincar 103.000 grimoir miliknya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou teringat sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index telah kehilangan seluruh ingatan sebelum sekitar setahun yang lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi tunggu. Tunggu dulu. Itu tidak masuk akal. Index punya ingatan sempurna, &#039;kan? Jadi kenapa dia lupa? Apa yang membuat dia kehilangan ingatannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia tidak kehilangan ingatannya.” Kanzaki bahkan sampai berhenti bernapas. “Secara teknis, aku yang menghapusnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou bahkan tidak perlu bertanya bagaimana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-&amp;lt;i&amp;gt;Tolong jangan buat aku memberikannya, bocah.&amp;lt;/i&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-&amp;lt;i&amp;gt;Aku tidak mau memberikannya lagi.&amp;lt;/i&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kenapa?” tanyanya. “Kenapa!? Kupikir kau adalah rekan Index! Dan bukan cuma Index yang yang berpikir seperti itu. Aku bisa tahu dari wajahmu! Kau menganggap Index sebagai rekan yang berharga, &#039;kan!? Jadi kenapa!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengingat kembali senyuman yang telah Index berikan padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyuman yang berada di balik kesendirian yang berujung pada jadinya dia sebagai satu-satunya orang yang Index kenal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kami harus melakukannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa!?” teriaknya seakan-akan sedang melolong pada bulan di atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena jika tidak, Index akan mati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Napasnya berhenti.&amp;lt;/i&amp;gt; Dengan alasan yang tidak bisa dijelaskan, panas dari malam musim panas yang dia rasakan di kulitnya menghilang. Kelima indranya menipis seolah-olah mencoba kabur dari kenyataan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti... Terasa seperti kalau dia telah menjadi mayat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang kubilang, 85% dari otaknya diisi oleh hapalan 103.000 grimoir.” Pundak Kanzaki sedikit bergetar. “Dia hanya punya sisa 15% untuk digunakan seperti biasa. Kalau dia terus mengumpulkan ingatan seperti manusia biasa, otaknya akan cepat meledak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyangkalan. Bukannya menggunakan logika atau pemikiran, otak Kamijou hanya menyangkalnya begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudku...maksudku...bagaimana bisa? Kaubilang dia sama seperti kita dengan sisa 15% itu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, tapi dia berbeda dengan kita dalam satu hal. Dia punya ingatan sempurna.” Semua emosi perlahan meninggalkan suara Kanzaki. “Pikirkan lagi apa ingatan sempurna itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kemampuan untuk tidak melupakan apa pun yang kaulihat bahkan hanya sekali, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan apakah kemampuan untuk melupakan itu benar-benar hal yang buruk?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kapasitas otak manusia itu secara mengejutkan cukup kecil. Satu-satunya alasan otak manusia bisa berfungsi selama 100 tahun adalah karena ingatan yang tidak diperlukan dibuang lewat proses melupakan. Contohnya, kau tidak ingat apa yang kau makan pada makan malam seminggu yang lalu, &#039;kan? Otak semua orang melalui proses ini tanpa mereka sadari. Kalau tidak, orang-orang tidak akan bisa hidup. Tapi,” Kanzaki berkata dengan suara sedingin es, “dia tidak bisa melakukan ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia tidak bisa melupakan apa pun, baik itu jumlah daun di pohon di sisi jalan, wajah tiap-tiap orang selama jam sibuk, atau bentuk tiap-tiap tetes hujan yang jatuh dari langit. Semua ingatan sampah yang tidak berguna itu mengisi kepalanya dalam waktu singkat.” Suara Kanzaki membeku. “Hanya memiliki 15% yang tersisa di otaknya adalah pukulan fatal untuknya. Karena dia tidak bisa melupakannya sendiri, satu-satunya cara dia untuk terus hidup adalah dengan adanya orang lain yang membuatnya lupa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran Kamijou pecah berkeping-keping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apa...cerita macam apa ini? Kupikir ini adalah cerita tentang seorang laki-laki tidak menarik yang menyelamatkan seorang gadis malang yang sedang dikejar-kejar penyihir jahat, mengenal gadis itu lebih dekat, dan akhirnya merasakan sedikit sakit di dadanya ketika dia memandang gadis itu pergi di akhirnya.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-&amp;lt;i&amp;gt;Jadi aku datang untuk melindunginya sebelum&amp;lt;/i&amp;gt; siapa saja yang ingin menggunakan buku-buku itu &amp;lt;i&amp;gt;datang untuk membawanya pergi.&amp;lt;/i&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-&amp;lt;i&amp;gt;Aku ingin membawanya ke dalam perlindungan kami tanpa perlu memberikan nama sihirku&amp;lt;/i&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Berapa lama?” tanya Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena dia menanyakan pertanyaan itu dan tidak berlanjut menyangkalnya, dia pasti telah menerimanya di lubuk hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berapa lama lagi sampai otaknya meledak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ingatannya dihapus dalam interval tepat satu tahun.” Kanzaki kedengaran lelah. “Batasnya adalah tiga hari dari sekarang. Tidak bisa dilakukan terlalu cepat atau terlalu lambat. &amp;lt;i&amp;gt;Kalau tidak dilakukan tepat saat itu, ingatannya tidak bisa dihapus.&amp;lt;/i&amp;gt; ...Kuharap dia belum merasakan sakit kepala parah yang mendahuluinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou syok. Memang benar bahwa Index telah mengatakan kalau dia kehilangan ingatan tentang kejadian dari sebelum satu tahun lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sakit kepala. Kamijou mengasumsikan kalau Index pingsan karena sihir pemulihan itu. Bagaimanapun juga, Index-lah yang paling tahu tentang sihir di antara mereka dan dia telah mengatakan seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Tapi bagaimana kalau Index salah?&amp;lt;/i&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana kalau selama ini dia bergerak dalam keadaan di mana pikirannya bisa hancur kapan saja?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau mengerti sekarang?” tanya Kanzaki Kaori. Tidak ada air mata seakan dia menolak membiarkan dirinya menunjukkan ekspresi murahan seperti itu. “Kami tidak ingin melukainya. Bahkan sebenarnya, tidak ada cara untuk menyelamatkannya tanpa kami. Jadi maukah kau menyerahkannya pada kami sebelum aku harus memberikan nama sihirku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Index muncul di mata pikiran Kamijou, jadi dia merapatkan giginya dan menutup erat matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan juga, kalau kami menghapus ingatannya dia tidak akan mengingatmu. Kaulihat bagaimana dia melihat kami, bukan? Tak peduli bagaimana perasaannya padamu sekarang, saat dia membuka matanya, dia hanya akan melihatmu sebagai seorang musuh alami yang menginginkan 103.000 grimoir miliknya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, Kamijou merasa ada sesuatu yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menyelamatkannya tidak akan menghasilkan apa-apa untukmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa maksudmu dengan itu?” Perasaan itu meledak seketika seperti minyak yang dituang ke api. “Persetan dengan itu! Apa urusannya dia ingat atau tidak!? Kelihatannya kau tidak mengerti, jadi aku akan memberitahumu. Aku adalah rekan Index. Aku memutuskan untuk tetap di sisinya apa pun yang terjadi! Bahkan walau tidak tertulis dalam Injil kalian yang berharga, itu tidak akan berubah!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kupikir ada yang aneh. Kalau dia cuma lupa, tidak bisakah kalian menghilangkan kesalahpahaman itu dengan menjelaskan semuanya padanya? Kenapa kalian tetap membiarkannya salah paham? Kenapa kalian mengejar-ngejarnya seperti musuhnya!? Kenapa kalian memutuskan untuk meninggalkannya!? Apa kau tahu bagaimana perasaann-..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diam! Kau tidak tahu apa-apa!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemarahan Kamijou dihancurkan oleh teriakan Kanzaki yang menyerangnya dari atas. Bukan kata-kata yang dia ucapkan yang kelihatannya meremas hati Kamijou, tapi perasaan sebenarnya yang seperti ditelanjangi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan sok mengerti!! Kaupikir, bagaimana perasaan kami yang menghapus ingatannya selama ini? Bagaimana mungkin kau bisa mengerti!? Bicaramu seolah-olah Stiyl adalah seorang pembunuh sadis, tapi apa kau tahu bagaimana perasaannya ketika melihatnya denganmu!? Apa kau tahu seberapa menderitanya dia!? Apa kau tahu seberapa sulit baginya untuk menyebut dirinya sendiri sebagai musuhnya!? Apa yang kau tahu tentang perasaan Stiyl ketika dia terus mengotori dirinya sendiri demi rekannya yang berharga!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap-...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum Kamijou sempat mengeluarkan keterkejutannya pada perubahan sikapnya yang tiba-tiba itu, Kanzaki menendangnya di bagian sampingnya seperti sebuah bola. Serangan tanpa ditahan-tahan itu menerbangkan tubuh Kamijou ke udara. Setelah mendarat, dia berguling-guling sejauh dua atau tiga meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia merasakan darah mengalir dari perutnya sampai ke mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Kanzaki melompat lurus ke atas sehingga bulan tepat di belakangnya sebelum Kamijou sempat menggeliat kesakitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti sebuah lelucon, dia melompat 3 meter lurus ke atas hanya dengan kekuatan kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendengar suara benda tumpul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ujung datar dari sarung Shichiten Shichitou telah menghancurkan lengan kamijou seperti hak dari sepatu hak tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia bahkan tidak bisa berteriak kesakitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi di wajah Kanzaki kelihatan seperti dia akan menangis darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak takut pada Nanasen atau Yuisen atau kekuatan salah satu dari sepuluh penyihir terhebat di London.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia takut pada emosi mentah manusia yang menghujaninya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami juga sudah mencoba! Kami mencoba semua yang kami bisa! Kami menghabiskan musim semi untuk mencoba, kami menghabiskan musim panas untuk mencoba, kami menghabiskan musim gugur untuk mencoba, dan kami menghabiskan musim dingin untuk mencoba! Kami berjanji untuk membuat kenangan agar dia tidak akan lupa dan kami membuat jurnal dan album foto!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ujung sarung itu menghujaninya lagi dan lagi seperti mesin jahit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakinya, tangannya, perutnya, dadanya, mukanya. Pukulan-pukulan tumpul itu menghancurkan tubuhnya lagi dan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Tapi tidak ada yang berhasil.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mendengar dia menggertakkan giginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangannya berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahkan ketika kami menunjukkannya jurnal dan album foto itu, dia hanya minta maaf karena dia tidak ingat. Tak peduli apa yang kami lakukan dan sebanyak apa pun kami mencoba, bahkan kalau kami membuat ulang kenangan itu dari nol, tidak ada yang berhasil. Semuanya kembali ke nol bahkan kalau kau adalah keluarganya, temannya, atau kekasihnya.” Dia gemetar sampai terlihat seperti tidak bisa melangkah lagi. “Kami...tidak bisa menahannya lagi. Kami tidak tahan melihat senyumannya lebih lama lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kepribadian Index, harus mengucapkan selamat tinggal pasti sama sakitnya dengan kematian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harus mengalami itu berulang-ulang kali pasti terasa seperti hidup di neraka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah mengalami kemalangan berupa perpisahan, dia akan melupakan itu semua dan dengan tragis mulai berlari ke arah kemalangan sama yang sudah ditentukan sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa Kanzaki dan Stiyl memilih untuk meringankan kemalangannya sebanyak mungkin dibanding memberinya keberuntungan yang kejam berupa mengenal mereka. Kalau Index tidak pernah punya kenangan berharga yang harus dia lupakan, maka pukulan dari kehilangan ingatannya akan melemah. Itulah kenapa mereka meninggalkan peran sebagai teman baiknya dan memainkan peran sebagai musuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka akan menghapus kenangannya untuk membuat neraka terakhir itu semudah mungkin untuknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah bagaimana, Kamijou mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka adalah penyihir ahli. Mereka bisa membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin. Selama Index kehilangan ingatannya lagi dan lagi, mereka pasti telah mencari cara untuk membuatnya tidak harus kehilangan ingatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi mereka tidak pernah berhasil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Index pasti tidak menyalahkan Stiyl atau Kanzaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pasti telah memberikan senyuman yang sama seperti yang selalu dilakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dipaksa untuk menyambung ulang hubungan dengannya setiap kali telah membuat Kanzaki dan Stiyl menyalahkan diri mereka sendiri dan berpikir kalau menyerah adalah satu-satunya pilihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi itu..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Persetan dengan itu!” Kamijou merapatkan rahangnya. “Pemikiran seperti itu hanya memperhitungkan diri kalian sendiri. Kalian bahkan tidak memikirkan Index sedikit pun! Jangan menimpakan kesalahan dari kepengecutan kalian padanya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepanjang tahun ini, Index telah terus kabur sendirian tanpa mengandalkan orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak bisa menerima kalau penghapusan ingatan itu adalah pilihan terbaik. Dia tidak akan membolehkan dirinya menerima pilihan itu. Dia tidak mau menerimanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu...apalagi yang harus kami lakukan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki menggenggam sarung Shichiten Shichitou dan mengayunkannya dengan penuh tenaga ke arah wajah Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggerakkan tangan kanannya yang babak belur dan menggenggam sarungnya tepat sebelum menghantam wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak lagi merasa takut atau gugup pada penyihir itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badannya bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badannya bergerak!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kau sedikit lebih kuat...” Kamijou menggertakkan giginya. “Kalau saja kaugunakan kata-kata rubah&amp;lt;ref&amp;gt;Di Jepang, &amp;lt;i&amp;gt;kitsune&amp;lt;/i&amp;gt;/rubah biasanya digambarkan sebagai mahluk yang punya kekuatan sihir. http://id.wikipedia.org/wiki/Kitsune&amp;lt;/ref&amp;gt; yang cukup kuat hingga jadi kenyataan! Kalau dia takut kehilangan kenangan tahun itu, kalian hanya perlu memberikannya kenangan yang lebih indah selama tahun depannya! Kalau kebahagiaan yang cukup besar hingga bisa menghapus rasa takut akan kehilangan kenangannya menunggunya, dia tidak akan perlu terus berlari! Cukup begitu saja yang diperlukan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memaksa menggerakkan tangan kirinya yang pundaknya telah patah dan memegang sarung pedangnya dengan tangan kirinya juga. Dia memaksakan tubuhnya yang babak belur ke posisi berdiri. Darah mengucur dari berbagai bagian tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau serius berpikir untuk bertarung dalam keadaan seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Di...am.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang akan kaudapatkan dengan bertarung?” Kanzaki kelihatan benar-benar bingung. “Bahkan kalau kau berhasil mengalahkanku, Necessarius masih menunggu di belakangku. Aku mungkin pernah bilang kalau aku adalah salah satu dari 10 penyihir terhebat di London, tapi ada orang-orang yang lebih kuat dariku. ...Dari pandangan gereja, aku ini tidak lebih dari seorang bawahan untuk dikirim ke negara pulau Timur Jauh ni.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya memang benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau mereka benar-benar adalah rekan Index, mereka pasti telah melawan cara gereja yang memperlakukannya seperti sebuah alat. Bahwa mereka tidak melakukannya berarti ada selisih kekuatan yang cukup jauh untuk mencegahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kubilang...diam!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi itu tidak penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memaksa tubuhnya bergerak walaupun tubuhnya gemetar seperti dia akan segera mati dan memelototi Kanzaki yang berdiri tepat di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah pandangan biasa yang tidak memiliki kekuatan nyata, tapi cukup untuk membuat satu dari 10 penyihir terhebat di London mundur selangkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak masalah! Apa kau terpaksa melindungi orang-orang hanya karena kau punya kekuatan!?” Kamijou maju selangkah dengan kakinya yang babak belur. “Bukan, bukan karena itu, &#039;kan!? Jangan bohong! Kau berusaha memperoleh kekuatan karena ada sesuatu yang ingin kaulindungi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menggenggam kerah Kanzaki dengan tangan kirinya yang babak belur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kau memperoleh kekuatan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkan tinju berdarah dengan tangan kanannya yang babak belur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa yang ingin kaulindungi!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menggunakan tinju lemah itu untuk memukul wajah Kanzaki. Tidak ada apa pun yang mirip dengan tenaga pada pukulan itu dan kepalan tangan yang Kamijou gunakan untuk memukul itu malah menyemburkan darah seperti tomat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, Kanzaki mundur terhuyung seakan dia benar-benar telah dipukul dengan keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melepaskan Shichiten Shichitou. Pedang itu berputar ketika jatuh ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu apa-apaan yang kaulakukan di sini!?” Dia melihat ke arah Kanzaki yang telah terduduk di tanah. “Kalau kau punya kekuatan sebanyak itu...kalau kau punya kekuatan seperkasa itu, jadi kenapa kau begitu tidak berdaya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanah bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau begitu yang dirasakan oleh Kamijou. Saat berikutnya dia tumbang ke tanah seakan listrik yang menggerakkan tubuhnya telah dimatikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Bangun...lah... Serangan balik...akan datang...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penglihatannya diwarnai kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou memaksa tubuhnya yang telah kehilangan terlalu banyak darah untuk melihat atau kembali bangkit. Dia bergerak untuk mencoba bertahan dari serangan balik Kanzaki. Dan yang terbaik yang bisa dia lakukan hanyalah menggerakkan satu ujung jarinya seperti ulat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tidak ada serangan balik yang datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenggorokan keringnya dan panas tingginya membangunkan Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Touma?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dia sadar kalau dia sedang berada di apartemen Komoe-sensei, dia juga menyadari kalau Index memandanginya dan dia sedang berbaring di futon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara mengejutkan, dia melihat sinar matahari yang terang masuk melalui jendela. Malam itu, Kamijou memang telah dikalahkan oleh Kanzaki dan kehilangan kesadaran di depan musuhnya. Dia tidak punya ingatan apa pun di antara itu dan terbangun di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sederhananya, dia terlalu tidak puas dengan apa yang terjadi untuk bahkan bernapas lega karena masih hidup. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei tidak terlihat di sana. Dia pasti sedang keluar entah ke mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya tanda darinya adalah semangkuk bubur yang ada di atas meja teh di sebelah Index. Mungkin tidak adil bagi Index, tapi dia ragu kalau dia bisa memasaknya dengan bagaimana dia meminta makanan setelah tersangkut di balkonnya, jadi dia mengasumsikan kalau Komoe-sensei yang membuat bubur itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar-benar... Kau memperlakukanku seperti aku sakit saja.” Kamijou mencoba bergerak. “Adu-duh. Apa-apaan ini? Karena matahari sudah naik, aku pasti pingsan sepanjang malam. Sekarang jam berapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan sepanjang malam,” balas Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata itu seperti tercekat di tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menaikkan satu alis matanya dan Index berkata, “Sudah tiga hari.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tiga hari... Tunggu, apa!? Kenapa aku tertidur begitu lama!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu!!” Index berteriak tiba-tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Napas Kamijou tercekat di tenggorokannya karena teriakan yang kedengaran seperti luapan kemarahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak tahu, tidak tahu, tidak tahu! Aku benar-benar tidak tahu apa-apa! Aku terlalu fokus untuk mengelabui penyihir api yang ada di rumahmu sampai aku tidak berpikir sedikit pun tentang kemungkinan kalau kau harus menghadapi penyihir lain!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan marahnya bukan ditujukan pada Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya sedang mengoyak dirinya sendiri dan Kamijou sangat bingung sampai tidak bisa memotongnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Touma, Komoe bilang kau pingsan di tengah jalan. Dialah yang membawamu kembali ke apartemen. Saat itu aku sangat senang. Aku tidak tahu kau sedang di ambang kematian sementara aku tidak melakukan apa pun selain merasa senang karena kita berhasil kabur dari penyihir bodoh itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata Index tiba-tiba terhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu diikuti oleh sedikit kekosongan yang cukup untuknya menarik napas perlahan dan menyiapkan poin utama dari omelannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku tidak bisa menyelamatkanmu, Touma.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pundak kecil Index bergetar. Dia duduk tak bergerak sambil menggigit bibir bawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan walau begitu Index tidak mengeluarkan air mata untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hatinya tidak membolehkan bahkan sedikit pun sentimen atau simpati. Kamijou menyadari kalau dia tidak bisa memberi kata-kata hiburan untuk seseorang yang telah berjanji untuk tidak menunjukkan sedikit pun air mata bahkan untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi dia berpikir tentang hal lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bisa menyerang berapa kali pun kalau mereka mau. Bahkan tidak mengejutkan kalau mereka telah mengambil Index tiga hari yang lalu ketika Kamijou pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi kenapa? Kamijou berekspresi bingung dalam hatinya. Dia tidak bisa mengetahui apa yang musuh mereka pikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia juga merasa kalau frasa “tiga hari” seperti punya arti yang lebih dalam. Dengan perasaan seperti banyak serangga merayap di punggungnya, Kamijou tiba-tiba mengingat sesuatu kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Batas waktunya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“? Touma, ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Index hanya melihat Kamijou bingung. Kalau dia mengingatnya, berarti para penyihir itu pasti belum menghapus ingatannya. Dan dari bagaimana dia bersikap, gejalanya juga belum muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasa lega, tapi dia juga ingin membunuh dirinya sendiri karena menyia-nyiakan tiga hari terakhir yang berharga itu. Tapi dia menyembunyikan itu semua dalam dadanya. Dia tidak ingin Index tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Sialan. Aku tidak bisa bergerak. Apa-apaan ini? Kenapa aku dipenuhi perban?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sakit?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sakit? Kalau sakit, aku akan menggeliat kesakitan. Ada apa dengan perban di seluruh tubuhku ini? Apa kau tidak pikir kalau kau terlalu berlebihan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tidak mengatakan apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian air mata menggenang di matanya seakan dia tidak bisa menahannya lebih lama lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu menusuk hati Kamijou lebih dari apa pun yang mungkin dia teriakkan padanya. Dan kemudian dia menyadari kalau &amp;lt;i&amp;gt;tidak merasakan sakit sedikit pun adalah hal yang buruk.&amp;lt;/i&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei tidak bisa menggunakan sihir pemulihan lagi. Dia cukup yakin kalau Index telah mengatakan itu. Akan lebih cepat kalau dia bisa menyembuhkan lukanya dengan menggunakan sedikit MP seperti dalam RPG, tapi sepertinya dunia ini tidak sebaik itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanannya yang hancur dibalut oleh perban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau dipikir-pikir, seorang esper yang sudah melalui Kurikulum tidak bisa menggunakan sihir, kan? Merepotkan saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Benar. &amp;lt;i&amp;gt;Jalurnya berbeda&amp;lt;/i&amp;gt; antara seorang manusia biasa dengan seorang esper,” kata gadis itu dengan nada tidak yakin. “memang kelihatannya perban itu akan menyembuhkan lukanya...tapi sains kalian benar-benar merepotkan. Sihir kami akan lebih cepat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin begitu, tapi aku akan baik-baik saja tanpa menggunakan sesuatu yang seperti sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...&amp;lt;i&amp;gt;Apa maksudmu ‘sesuatu yang seperti’&amp;lt;/i&amp;gt;?” Index mencibir menggerutu pada komentar Kamijou. “Touma, apa kau &amp;lt;i&amp;gt;masih&amp;lt;/i&amp;gt; tidak percaya sihir? Kau sama keras kepalanya dengan seseorang yang cintanya tak berbalas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudku bukan seperti itu.” Kamijou menggelengkan kepalanya yang masih menempel di atas bantal. “Kalau bisa, aku tidak ingin melihat wajahmu yang itu ketika kaubicara tentang sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengingat kembali ekspresi di wajahnya ketika dia memberikan penjelasan tentang sihir &amp;lt;i&amp;gt;rune&amp;lt;/i&amp;gt; di lorong asramanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya sedingin bulan purnama pucat dan setepat gerigi jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-katanya lebih sopan dari pemandu tur bus dan meski begitu lebih tidak punya kemanusiaan dari ATM bank.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah keberadaan yang dikenal sebagai Index Librorum Prohibitorum, perpustakaan grimoir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia masih tidak bisa percaya kalau itu adalah orang yang sama dengan gadis yang duduk di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau lebih tepatnya, dia tidak mau memercayainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“? Toumai kau tidak suka penjelasan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah...? Tunggu, kau tidak ingat? Kau berbicara tentang &amp;lt;i&amp;gt;rune&amp;lt;/i&amp;gt; di depan Stiyl seperti semacam boneka. Sejujurnya, aku tidak suka itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Um...Oh, aku mengerti. Aku...terbangun lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terbangun?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Caranya mengatakan itu membuatnya kedengaran seperti wujud seperti-boneka itu adalah dirinya yang sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti gadis baik hati yang ada di depannya adalah wujudnya yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, tapi tolong jangan katakan terlalu banyak tentang seperti apa aku ketika aku terbangun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak bisa menanyakan kenapa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum dia bisa mengatakan apa pun, Index berkata, “Berbicara ketika kau tidak sadar itu sesuatu seperti berbicara dalam tidur. Memalukan. Dan juga,” dia berkata. “Sepertinya aku menjadi lebih dan lebih mirip seperti mesin yang dingin dan itu membuatku takut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tersenyum seakan dia sebenarnya akan pingsan segera tapi tidak ingin membuat siapa pun khawatir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah ekspresi yang mesin mana pun tidak bisa buat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah senyuman yang hanya bisa dibuat manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Maaf.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v01_211.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou hanya meminta maaf. Dia merasa tidak enak karena berpikir barang sedetik kalau dia adalah sesuatu selain manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak apa-apa, dasar bodoh.” Komentar Index yang membuat tidak jelas apakah benar-benar tidak apa-apa atau tidak itu diiringi senyuman kecil. “Kau lapar? Kita punya bubur, buah, dan kudapan. Hidangan penuh dengan pokok-pokok untuk orang sakit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana aku bisa makan dengan tanganku ya-...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya mengambang ketika dia menyadari kalau Index sedang memegang sumpit di dalam kepalan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Um, Index-san?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Sudah terlambat untuk mulai mengkhawatirkan ini sekarang. Kalau aku tidak menyuapimu seperti ini, kau pasti sudah kelaparan sampai mati selama tiga hari ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Oke, baiklah. Beri aku waktu untuk berpikir, tuhan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa? Kau tidak lapar?” Index meletakkan sumpitnya. “Apa kau ingin aku membasuh tubuhmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“..............................................Um?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah perasaan yang tidak dapat dijelaskan merayapi tubuh Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Huh? Apa perasaan buruk yang tidak bisa dibandingkan ini? Apakah ketidaknyamanan yang membuatku berpikir kalau melihat video tiga hari ini akan membuatku mati karena malu?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Okay, aku ragu kalau kau bermaksud buruk, tapi duduk saja di sana, Index.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?” Index terdiam sebelum bertanya, “Tapi aku memang sedang duduk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index pasti mempunyai niat baik sembari duduk di sana dengan memegang sebuah handuk, tapi Kamijou tidak bisa menempelkan kata “inosen” padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh...” Kamijou tadi terdiam dan sekarang berusaha mengubah subyek pembicaraan. “Aku tadi berpikir tentang bagaimana kau terlihat dari sini di futon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa aku kelihatan aneh? Aku seorang biarawati, jadi aku bisa merawat orang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak berpikir kalau dia kelihatan aneh. Pakaian biarawati putih bersihnya dan sikap keibuannya membuatnya terlihat seperti seorang biarawati yang sebenarnya. (Walaupun ini sangat menghinanya, dia terkejut ketika melihat ini.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan yang lebih penting...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara dia melihatnya dengan mata berkaca-kaca dan pipi merah mudanya karena menangis, dia terlihat sedikit...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi entah kenapa, dia tidak bisa tahan kalau mengatakan itu keras-keras, jadi dia berkata, “Oh, bukan apa-apa. Aku sadar kalau bulu hidungmu juga berwarna perak, itu saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“......................................................”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyuman Index mengering di tempatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Touma, Touma. Apa kautahu apa yang ada di tangan kananku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, bubur...Jangan, tunggu! Jangan serahkan itu pada gravitasi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat berikutnya, Kamijou Touma menemui kemalangan berupa diisinya penglihatannya dengan warna putih dari bubur dan mangkuknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dan Index mempelajari secara langsung kalau bubur itu sulit dibersihkan dari futon atau piyama. Index sedang bertarung melawan bulir-bulir nasi lembek dengan tanda-tanda air mata di matanya, tapi sebuah ketukan di pintu menarik perhatiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu Komoe?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa kau tidak akan minta maaf?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak terbakar karena buburnya sudah mendingin ketika dilempar padanya, tapi Kamijou tetap pingsan ketika karbohidrat itu mengenainya karena dia mengira kalau panasnya membakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah? Apa yang kalian lakukan di depan rumahku?” kata sebuah suara di sisi lain dari pintu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya Komoe-sensei telah melihat siapa pun itu yang mengetuk pintu ketika dia kembali entah dari mana dia pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Jadi siapa?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou terlihat kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamijou-chan, aku tidak yakin apa yang sedang terjadi, tapi kelihatannya kita punya tamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintunya terbuka dengan suara “klek”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahu Kamijou melonjak terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di belakang Komoe-sensei berdiri dua penyihir yang familiar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keduanya terlihat sedikit kega ketika melihat Index duduk seperti biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengerutkan wajahnya curiga. Kalau dipikirkan biasa, mereka ada di sana untuk mengambil Index. Tapi mereka bisa melakukan itu tiga hari sebelumnya ketika Kamijou pingsan. Tidak ada alasan bagi mereka untuk membiarkannya tetap bebas sampai hari “perawatan”nya. Mereka bisa saja mengurungnya entah di mana sampai waktunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Jadi kenapa mereka &amp;lt;i&amp;gt;menunggu sampai sekarang&amp;lt;/i&amp;gt; untuk datang?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Otot Kamijou menegang ketika dia mengingat kembali kekuatan dari api dan pedang para penyihir itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Kamijou tidak lagi punya alasan untuk begitu saja melawan Stiyl dan Kanzaki. Mereka bukan “Pasukan A dari Asosiasi Sihir Jahat”; mereka berasal dari gereja Index untuk membawanya ke dalam rawatan mereka. Kamijou khawatir tentang Index. Pada akhirnya, dia tidak punya hal lain yang bisa dilakukannya selain bekerja sama dengan mereka dan memberikannya pada gereja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi itu hanya dari sudut pandang Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para penyihir itu tidak punya alasan unntuk bekerja sama dengan Kamijou. Sederhananya, tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak memutuskan kepala Kamijou saat itu juga dan membawa Index pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl kelihatan menikmati fakta bahwa Kamijou menegang ketika melihat mereka, dan berkata, “Heh. Kelihatannya kami tidak perlu khawatir kalau kau akan kabur dengan cedera seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, Kamijou akhirnya menyadari apa yang “musuh”nya coba lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Kalau dia sendiri, Index bisa melarikan diri dari para penyihir&amp;lt;/i&amp;gt;. Bagaimanapun juga, dia telah mengelabui gereja selama hampir setahun sendirian. Bahkan kalau mereka menangkapnya dan menguncinya entah di mana, dia mungkin bisa dengan mudah kabur &amp;lt;i&amp;gt;kalau dia sendirian&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan hanya beberapa hari hingga batas waktunya, mereka mungkin tidak bisa menyusulnya lagi kalau dia benar-benar mulai melarikan diri lagi. Kalau mereka memenjarakannya entah di mana, dia mungkin kabur dan mungkin saja dia bisa kabur bahkan di tengah upacaranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, hal yang sama tidak bisa dikatakan kalau dia dibebani dengan seorang yang terluka seperti Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa para penyihir itu tidak membunuh Kamijou. Dan itulah kenapa mereka membiarkannya kembali pada Index. Mereka ingin Index menolak untuk menyerah menyelamatkannya sehingga dia berfungsi sebagai belenggu yang berguna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka membiarkannya hanya supaya mereka bisa dengan lebih aman dan lebih pasti membawa Index ke rawatan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pergi, penyihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sekarang Index berdiri di antara para penyihir dan Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berdiri dan merentangkan tangannya. Dia terlihat seperti sebuah salib penanggung dosa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua berjalan seperti yang telah para penyihir itu rencanakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index menyerah untuk kabur karena belenggu berupa Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl dan Kanzaki berkenyut sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Seakan mereka tidak tahan melihatnya walaupun semua berjalan persis seperti yang mereka pikirkan.&amp;lt;/i&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou bertanya-tanya ekspresi seperti apa yang ada di wajah Index. Dia membelakanginya, jadi dia tidak bisa melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi para penyihir hebat itu membeku di tempat. Komoe-sensei bukan target langsung dari perasaannya, tapi dia juga mengalihkan pandangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou bertanya-tanya apa yang sedang mereka rasakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bertanya-tanya seperti apa rasanya dilihat seperti itu oleh seseorang yang kau bisa sampai membunuh orang lain demi dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Berhenti, Index. Mereka bukan musuh ki-...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pergi!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tidak mendengarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong... Aku akan pergi ke mana pun yang kalian mau dan aku akan lakukan apa pun yang kalian inginkan. Jadi tolong, aku mohon...” Sedikit tangisan perempuan tercampur dalam hati dari nada memusuhi yang dia usahakan. “Tolong jangan lukai Touma lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seberapa besar itu memukul para penyihir yang pernah menjadi rekan terhebatnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat – benar-benar sesaat – senyuman sakit seakan mereka telah menyerah melakukan sesuatu muncul di wajah kedua penyihir itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi kemudian mata mereka membeku seperti sebuah saklar telah ditekan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan pandangan orang yang melihat rekannya; pandangan beku milik penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan itu memegang keyakinan mereka untuk meringankan kemalangan perpisahan sebanyak mungkin dan bukan memberikannya keberuntungan kejam berupa mengenal mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan itu memegang perasaan mereka untuknya yang cukup kuat hingga mereka memilih untuk membuang persahabatan mereka dan menjadi musuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal-hal itu tidak akan hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena mereka tidak berani untuk memberitahunya yang sebenarnya, mereka hanya bisa memperhatikan skenario terburuk yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&amp;lt;i&amp;gt;Batas waktunya akan tiba dalam 12 jam 38 menit,&amp;lt;/i&amp;gt;” Stiyl mengumumkan dalam nada seorang penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index pasti tidak tahu apa yang dia maksud dengan “batas waktu”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami hanya ingin melihat apakah belenggunya berfungsi atau tidak jadi kami tidak perlu khawatir kalau dia kabur ketika waktunya tiba. Lebih efektif dari yang kami kira. Kalaukau tidak ingin mainan itu diambil darimu, buang semua harapan untuk kabur. Mengerti?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu pasti sebuah akting. Mereka ingin merayakan dengan air mata bahagia bahwa Index baik-baik saja. Mereka ingin mengelus kepalanya dan menyentuhkan dahi mereka dengan dahinya untuk memeriksa suhunya. Seperti itulah seberapa pentingnya dia bagi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua hal buruk yang Stiyl katakan tentang Index hanyalah untuk menyempurnakan akting itu. Dia sebenarnya ingin merentangkan tangannya sendiri dan bertindak sebagai tameng untuk Index. Kamijou tidak bisa membayangkan seberapa kuat kekuatan mental yang diperlukan untuk melakukan apa yang dilakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tidak memberi respon apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keduanya tidak melakukan dan mengatakan apa pun lagi. Mereka hanya meninggalkan ruangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kenapa jadi begini...?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggertakkan giginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak apa-apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, Index menurunkan tangannya yang terangkat dan perlahan berbalik ke arah Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou secara insting menutup matanya. Dia tidak tahan melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak tahan melihat wajah Index yang penuh air mata dan kelegaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau aku membuat kesepakatan dengan mereka...” Dia mendengar sebuah suara dalam kegelapan. “Aku bisa menjaga kehidupanmu agar tidak dihancurkan lagi, Touma. Aku tidak akan membiarkan mereka mengganggu hidupmu lagi, jadi jangan khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak bisa merespon. Dia hanya berpikir dalam kegelapan matanya yang tertutup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Bisakah aku melepaskan kenangan ketika kami bersama?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malam tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index sedang tertidur di samping futon. Karena mereka tertidur sejak sebelum matahari terbenam, lampu kamar itu tidak hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya Komoe-sensei telah pergi ke pemandian umum meninggalkan mereka hanya berdua di kamar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak sepenuhnya yakin itu yang terjadi karena Kamijou sendiri tertidur karena kondisinya yang buruk dan hari sudah malam ketika dia terbangun. Kamar Komoe-sensei tidak mempunyai jam, jadi dia tidak tahu pukul berapa saat itu. Udara terasa sangat dingin ketika frasa “batas waktu” merayap ke dalam pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index pasti sangat gugup selama tiga hari ke belakang karena dia tertidur setelah diserang kelelahan. Dia tertidur dengan mulut terbuka dan terlihat seperti seorang anak yang lelah setelah merawat ibunya yang sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya Index telah membuang tujuan awalnya yang hanya sekedar pergi ke sebuah gereja Anglikan. Kalau Kamijou memaksakan dirinya berdiri dalam kondisinya yang babak belur dan mencoba membawanya ke sebuah gereja, dia mungkin akan menentangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia merasa sedikit malu karena gadis itu kadang menggumamkan namanya dalam tidurnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Index yang seperti anak kucing yang tak berdaya memberikan Kamijou perasaan yang kompleks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak masalah seberapa tinggi niat yang dia tunjukkan, semua pada akhirnya akan berjalan seperti yang gereja inginkan. Entah Index sampai dengan selamat ke sebuah gereja atau tertangkap oleh para penyihir di tengah jalan, dia akhirnya tetap akan diambil oleh Necessarius dan ingatannya dihapus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba telepon berdering.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telepon di kamar Komoe-sensei adalah telepon dial putar warna hitam yang bisa disebut sebagai barang antik. Kamijou dengan perlahan menoleh ke arah telepon yang mengeluarkan suara dering zaman dulu yang kedengaran seperti jam alarm.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia merasa dia benar-benar harus menjawab teleponnya, tapi dia juga tidak tahu apakah menjawab telepon Komoe-sensei tanpa izinnya adalah benar. Bagaimanapun juga, dia menggenggam gagangnya. Dia tidak begitu peduli tentang menjawab teleponnya, tapi dia akan merasa tidak enak kalau suara deringan ribut itu membangunkan Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini aku... Kau bisa tahu siapa aku, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang keluar dari gagang itu adalah suara perempuan yang sopan. Bahkan walau melalui telepon, dia bisa tahu kalau perempuan itu sedang mencoba untuk memelankan suaranya seperti membicarakan rahasia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kanzaki...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan, akan lebih baik kalau kita tidak tahu nama satu sama lain. Apa dia...Apa Index di sana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia sedang tidur, tapi... Tunggu, bagaimana kau bisa tahu nomor ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami tahu alamatnya, jadi tidak begitu susah untuk mencarinya.” Suara Kanzaki tidak tenang. “Kalau dia sedang tidur, ini sempurna. Dengarkan apa yang akan kukatakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?” Kamijou mengerutkan alisnya curiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang sudah kusebutkan sebelumnya, batas waktunya adalah malam ini tepat tengah malam. Kami telah membuat jadwal untuk mengakhiri semuanya saat itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hati Kamijou membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tahu kalau tidak ada cara lain untuk menyelamatkan Index. Dia tahu itu, tapi ketika “akhir”nya disodorkan ke mukanya seperti itu, dia merasa tersudut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi...” Napas Kamijou memendek. “Kenapa kau memberitahuku ini? Berhentilah. Kalau kau memberitahuku ini, aku akhirnya mungkin jadi ingin melawan kalian walau pun sampai terbunuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara dari gagang itu terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi itu bukan keheningan utuh. Dia bisa mendengar suara napas yang ditahan tercampur di dalamnya. Keheningan yang sangat manusiawi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Kalau begitu, apa kau perlu waktu untuk perpisahanmu?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap-...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan jujur padamu. Ketika kami pertama kali harus menghapus ingatannya, kami menghabiskan tiga hari sebelumnya hanya berfokus untuk membuat kenangan. Pada malam terakhir, kami tidak melakukan apa-apa selain menempel padanya sambil terisak. Aku percaya kau punya hak untuk kesempatan yang sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan main-main denganku.” Kamijou pikir dia akan menghancurkan gagang di genggamannya. “Itu sama saja dengan menyerah! Kau cuma menyuruhku untuk membuang hak untuk berusaha!! Kau cuma menyuruhku untuk membuang hak untuk melawan ini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kau tidak mengerti, biar kukatakan satu hal: aku belum menyerah. Bahkan aku tidak akan bisa menyerah apa pun yang terjadi! Kalau aku gagal 100 kali, aku akan bangkit lagi 100 kali. Kalau aku gagal 1000 kali, aku akan merayap bangkit 1000 kali! Cuma begitu saja! Aku akan melakukan apa yang kalian tidak bisa lakukan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini bukan sebuah percakapan atau negosiasi. Ini hanyalah sebuah pesan dan sebuah perintah. Apa pun yang kau berniat lakukan, kami akan membawanya di waktu yang sudah ditentukan. Kalau kau mencoba menghentikan kami, kami akan menghancurkanmu.” Suara penyihir itu semulus suara resepsonis sebuah bank. “Kau mungkin berusaha untuk bernegosiasi denganku dengan berharap pada kebaikan manusia yang tersisa padaku, tapi persis karena itulah aku memberikanmu perintah ketat ini.” Suara Kanzaki sama dinginnya dengan pedang Jepang yang dikeluarkan di udara malam. “Kau akan mengatakan perpisahan padanya dan pergi sebelum kami tiba. Peranmu tidak lebih dari menjadi belenggu untuknya. Takdir dari rantai yang sudah kehilangan tuujuannya adalah dipotong.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan penyihir itu bukan sekedar kata-kata permusuhan atau cemoohan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terdengar seperti sedang mencoba menghentikan seseorang yang terluka melawan agar dia tidak membuka lukanya lebih lebar lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“P...persetan.” Nada suaranya anehnya membuat Kamijou jengkel dan dia membalasnya. “Semua orang menimpakan ketidakmampuan mereka padku. Kalian berdua adalah penyihir, kan? Kupikir penyihir membuat yang tak mungkin menjadi mungkin!? Tapi lihat dirimu! Apa kau benar-benar tidak bisa melakukan apa pun tentang ini dengan sihir!? Apa kau benar-benar bisa berdiri di depan Index dan dengan bangga memberitahunya kalau kalian sudah mencoba segala cara!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... &amp;lt;i&amp;gt;Tidak ada yang bisa dilakukan tentang ini dengan sihir&amp;lt;/i&amp;gt;. Aku tidak bangga tentang hal ini, tapi aku merasa tidak mungkin berbohong pada gadis itu,” kata Kanzaki sambil menggertakkan giginya. “Kalau kami bisa melakukan apa pun, kami akan melakukannya dari dulu. Tidak ada yang ingin menggunakan ultimatum kejam ini kalau tidak perlu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya kau bahkan tidak bisa menyerah kalau kau tidak mengerti situasinya. Aku tidak pikir ini adalah penggunaan yang bagus dari saat-saat terakhirmu dengannya, tapi &amp;lt;i&amp;gt;aku akan memberikanmu sebuah tangan membantu yang penuh keputusasaan&amp;lt;/i&amp;gt;.” Penyihir itu dengan lancar berbicara seakan sedang membaca Injil. “Ingatan sempurnanya bukanlah suatu tipe kekuatan psikis dan bukanlah suatu tipe sihir. Itu adalah bagian alami darinya. Sama seperti penglihatan yang buruk atau alergi. &amp;lt;i&amp;gt;Itu bukanlah suatu tipe kutukan yang bisa dihancurkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami adalah penyihir. Dengan keadaan apa pun yang diciptakan oleh sihir, ada bahaya kalau keadaan itu ditiadakan oleh sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kupikir itu adalah sistem pertahanan anti-&amp;lt;i&amp;gt;occult&amp;lt;/i&amp;gt; yang diciptakan oleh spesialis sihir? Tidak bisakah kalian melakukan sesuatu dengan 103.000 grimoir milik Index!? Dia bilang mengendalikan buku-buku itu bisa memberikanmu kekuatan Tuhan, tapi kalau itu bahkan tidak bisa menyembuhkan kepala seorang gadis, itu tidak kedengaran terlalu hebat untukku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, kau sedang mengacu pada Dewa Sihir. Gereja sangat takut akan pemberontakan Index. Itulah kenapa mereka memasang ‘kalung’&amp;lt;ref&amp;gt;TN: Kalung di sini sebenarnya lebih kepada kalung anjing untuk menahan gerakan, tapi saya merasa tidak enak kalu mengartikannya seperti itu.&amp;lt;/ref&amp;gt;&amp;lt;!--collar as in kalung anjing untuk S/M play--&amp;gt; padanya supaya perawatan yang hanya gereja bisa lakukan harus dilaksanakan sekali dalam setahun dengan menghapus ingatannya. Apa kau benar-benar pikir mereka akan membiarkan sedikit pun kemungkinan untuknya melepaskan kalung&amp;lt;!--collar--&amp;gt; itu sendirian?” Kanzaki berbicara pelan. “Mungkin ada bias dalam 103.000 grimoirnya. Contohnya, dia mungkin tidak diperbolehkan untuk menghapal grimoir yang berisi cara memanipulasi ingatan. Aku berani bertaruh kalau gereja sudah membuat semacam sistem keamanan seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan,” umpat Kamijou di sela napasnya. “ ...Kaubilang 80% dari otak Index itu ditempati oleh pengetahuan dari 103.000 grimoir, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya. Sepertinya yang sebenarnya adalah 85%, tapi tidak mungkin bagi kami para penyihir untuk menghancurkan grimoir-grimoir ini. Bagaimanapun juga sebuah grimoir Asli bahkan tidak bisa dihancurkan oleh seorang inkuisitor. Ini berarti bahwa kami hanya bisa mengosongkan sisa 15%, ingatannya, untuk menambah ruang kosong dalam kepalanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kalau begitu bagaimana dengan kami dari sisi sains?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou bertanya-tanya apakah hal itu mungkin. Para penyihir ini mengenal bidang mereka, sihir, depan belakang, dan mereka tidak bisa melakukannya. Kalau mereka masih belum menyerah, sudah sepantasnya untuk bergerak ke bidang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contohnya, ada bidang sains.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kalau mereka pergi ke sana, masuk akal untuk menyuruh seseorang bertindak sebagai perantara. Sama seperti meminta penduduk lokal membantumu ketika kau perlu berjalan melalui negara yang tidak familiar dan bernegosiasi dengan bermacam-macam orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Dulu aku pernah memikirkan hal yang sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak menyangka dia akan mengatakan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya, aku hanya tidak tahu apa yang harus kulakukan. Dunia sihir yang kupercayai sepenuhnya tidak bisa menyelamatkan satu orang gadis. Aku mengerti perasaan berusaha menggenggam jerami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou punya firasat tentang apa yang akan mengikuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rasanya tidak enak untuk menyerahkannya kepada sains.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah memperkirakannya, tapi benar-benar mendengarnya masih terasa seperti ditusuk di otak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu kalian tidak bisa melakukan apa yang kami tidak bisa. Metode kasar kalian berupa mengisi tubuhnya dengan entah obat-obatan apa dan memotong-motongnya dengan pisau bedah tidak akan melakukan apa pun kecuali memendekkan umurnya secara tidak perlu. &amp;lt;i&amp;gt;Aku tidak mau melihatnya dipermainkan&amp;lt;!--violated, kalau diperkosa asli ga enak...--&amp;gt; oleh mesin&amp;lt;/i&amp;gt;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, cukup. Bagaimana mungkin kau bisa mengatakan itu ketika kau bahkan belum pernah mencobanya? Aku punya pertanyaan untukmu. Kau terus bicara tentang menghancurkan ingatan, tapi apa kau benar-benar tahu apakah kehilangan ingatan itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada jawaban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Dia pasti benar-benar tidak tahu banyak tentang sains.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menarik beberapa buku teks Kurikulum yang berada di lantai ke arahnya dengan kakinya. Itu adalah resep dari pengembangan kekuatan yang berisi campuran neurosains, psikologi langka, dan obat-obatan reaksioner.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana mungkin kau berbicara terus-terusan tentang ingatan sempurna dan kehilangan ingatan kalau kau bahkan tidak tahu apa itu? Ada banyak jenis berbeda dari hilang ingatan.” Dia mulai membolak-balik halaman buku itu. “Ada penuaan...kurasa seperti kepikunan. Dan katanya kau bisa kehilangan ingatanmu karena mabuk dengan alkohol. Ada penyakit otak yang disebut Alzheimer dan ada TIA di mana darah berhenti mengalir ke otakmu dan ingatanmu menghilang. Hilangnya ingatan juga adalah efek samping dari anestesi umum seperti halothane, isoflurane, dan fentanyl, atau turunan dari asam barbiturat, dan dari obat-obatan seperti benzodiazepine.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“??? Benzo...apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Kanzaki terdengar lemah untuk dirinya, tapi Kamijou tidak punya kewajiban untuk menjelaskan semua itu padanya, jadi dia mengacuhkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sederhananya, ada berjuta cara untuk menghilangkan ingatan seseorang secara medis. Artinya ada metode-metode yang kalian tidak dapat gunakan yang bisa menghilangkan 103.000 grimoirnya, dasar bodoh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Napas Kanzaki membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, metode-metode ini tidak membuang ingatan. Melainkan menghancurkan sel otak. Seorang tua yang pikun tidak bisa mengingat lebih banyak hanya karena dia kehilangan beberapa ingatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Kamijou tidak mengatakan bagian itu. Bahkan walau hanya sebuah gertakan, dia harus menghentikan para penyihir itu menghapus secara paksa ingatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan ini adalah Academy City. Ada banyak esper yang bisa memanipulasi pikiran manusia dengan kekuatan seperti Psikometri atau Marionette&amp;lt;ref&amp;gt;lit: boneka&amp;lt;/ref&amp;gt;. Belum lagi ada banyak fasilitas riset di mana-mana. Masih terlalu cepat untuk menyerah. Katanya, bahkan ada seorang Level 5 di Tokiwadai yang bisa menghilangkan ingatan orang lain hanya dengan menyentuhnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sanalah sinar harapan terakhir berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada suara dari gagang telepon itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou terus melanjutkan untuk benar-benar mengalahkan Kanzaki yang mulai menunjukkan tanda-tanda keraguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi? Apa yang akan kau lakukan, penyihir? Apa kau masih akan menghalangi jalanku? Apa kau akan menyerah untuk berusaha ketika nyawa seseorang menjadi taruhannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kata-kata itu terlalu murahan untuk meyakinkan seorang musuh,” kata Kanzaki dengan sedikit nada menghina diri sendiri. “Kami punya metode yang teruji ampuh untuk menyelamatkan nyawanya. Aku tidak bisa memercayai perjudianmu yang belum dites ini. Apa kau benar-benar berpikir kalau kau bisa mengubahnya dengan pernyataan nekat seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tetap diam untuk sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mencoba untuk memikirkan sebuah sanggahan, tapi dia tidak bisa memikirkan satu pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak punya pilihan lain selain menerimanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Cukup benar. Pada akhirnya, kita memang tidak bisa mengerti satu sama lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak punya pilihan lain selain menerima kalau gadis itu adalah musuhnya walaupun ada kesempatan dia bisa mengerti karena dia pernah berada dalam situasi yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar. Kalau semua orang yang menginginkan hal yang sama selalu menjadi teman, dunia ini akan sepenuhnya terisi kedamaian,” katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pegangan Kamijou pada gagang itu sedikit menguat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanannya yang babak belur itu adalah senjatanya satu-satunya dan itu bisa meniadakan bahkan sistem-sistem yang diciptakan Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kalau begitu kau adalah musuh bebuyutanku dan aku akan mengalahkanmu,” katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan perbedaan spesifikasi kita, hasilnya akan sangat jelas. Kau masih berniat untuk memanggil kartu ini?&amp;lt;ref name=&amp;quot;judi&amp;quot;&amp;gt;TN: saya tahu ini istilah dalam judi, tapi saya ga yakin nerjemahinnya. Call this hand = mengambil keputusan ini. I raise = aku ikut/setuju.&amp;lt;/ref&amp;gt;”&lt;br /&gt;
“Sempurna. Aku naikkan.&amp;lt;ref name=&amp;quot;judi&amp;quot; /&amp;gt; Aku hanya perlu mengundangmu ke keadaan di mana aku pasti menang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou memamerkan taringnya ke arah gagang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl pasti tidak lebih lemah dari Kamijou. Kamijou menang hanya karena Stiyl dikalahkan oleh sistem &amp;lt;i&amp;gt;sprinkler&amp;lt;/i&amp;gt;. Singkatnya, perbedaan dalam kekuatan bisa ditambal dengan strategi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Agar kau tahu saja, ketika gadis itu pingsan setelah ini, kau harus memikirkannya sebagai tanda sudah terlambat.” Kata-kata Kanzaki setajam ujung pedang. “Kami akan berada di sana tengah malam. Kau tidak punya banyak waktu lagi, tapi buatlah usaha-usaha sia-sia terakhirmu itu usaha yang bagus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak akan melihatku menangis, penyihir. Aku akan menyelamatkannya dan mencuri semua adegan kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetap di sana dan tunggu kami,” katanya dan memutuskan panggilannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou meletakkan gagangnya dalam diam dan melihat ke langit-langit seakan sedang memandang bulan di langit malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengayunkan tinju kanannya ke lantai tatami seperti sedang memukul lawan yang telah dia kunci. Tangan kanannya yang terluka tidak terasa sakit sedikit pun. Kepalanya begitu kacaunya hingga rasa sakitnya telah diterbangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berakting sedikit sombong di telepon, tapi dia bukan seorang dokter bedah otak atau seorang profesor neurosains. Mungkin ada yang bisa dilakukan secara ilmiah, tapi siswa SMA biasa itu tidak tahu persis apa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, dia tidak bisa berhenti begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia merasakan ketidaksabaran dan ketidaknyamanan yang intens seakan dia disuruh untuk kembali ke kota setelah ditinggalkan di tengah gurun pasir di mana tidak ada hal lain selain horizon yang terlihat di segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat batas waktu itu tiba, para penyihir itu akan tanpa ampun menghancurkan ingatan Index.  Mereka mungkin sudah menunggu di dekat apartemen, berencana untuk menangkapnya kalau mereka mencoba kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melihat wajah Index yang sedang tidur meringkuk di atas lantai tatami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia lalu berdiri tegak, penuh semangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City punya lebih dari 1000 fasilitas riset besar dan kecil, tapi siswa SMA kelas 1 seperti Kamijou tidak punya koneksi dengan satu pun dari fasilitas itu. Dia akan harus menghubungi Komoe-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ada yang bisa dilakukan dalam waktu lebih sedikit dari satu hari adalah pertanyaan yang valid. Batas waktu Index semakin dekat, tapi Kamijou punya rencana rahasia untuk itu. Kalau otaknya akan meledak kalau dia terus menambah ingatan, bukankah dia bisa mengulur waktu dengan menidurkannya sehingga dia tidak mendapatkan ingatan tambahan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Obat seperti di Romeo dan Juliet yang membuat seseorang dalam keadaan mati suri terdengar sangat tidak realistis, tapi dia tidak perlu melakukan sejauh itu. Pada dasarnya, dia hanya perlu menidurkannya dengan gas tertawa, satu anestesi umum yang digunakan untuk operasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak perlu khawatir kalau dia bermimpi dalam tidurnya dan membuat ingatan baru dengan cara itu. Kamijou pernah belajar sedikit tentang sistem yang terjadi dalam tidur di pelajaran pengembangan kekuatan. Dia cukup yakin kalau manusia hanya bermimpi dalam keadaan tidur ringan. Setelah seseorang memasuki keadaan tidur pulas, &amp;lt;i&amp;gt;otaknya beristirahat hingga bahkan melupakan kalau dia pernah bermimpi&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, Kamijou butuh dua hal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang pertama adalah menghubungi Komoe-sensei dan mencari bantuan dari fasilitas riset yang berhubungan dengan entah neurosains atau kekuatan esper yang berhubungan dengan pikiran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang kedua adalah menyelinap melewati para penyihir itu dan membawa Index pergi atau membuat keadaan  di mana dia bisa mengalahkan kedua penyihir itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou memutuskan untuk memulai dengan menelepon Komoe-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi ketika dia pikir-pikir lagi, dia sebenarnya tidak tahu nomor ponselnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wow, aku ini seorang idiot...” katanya hampir ingin membunuh dirinya sendiri sambil melihat sekeliling ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak melihat apa-apa yang tidak biasa, tapi kamar ukuran 4.5 tatami yang sumpek itu terlihat seperti semacam labirin. Tanpa lampu yang hidup, ruangan itu segelap lautan waktu malam dan buku-buku dan kaleng bir yang berjatuhan mengotori kantai kelihatan seperti bisa menyembunyikan sesuatu di baliknya. Ketika dia berpikir tentang semua laci di lemari pakaian dan lemari lain, dia merasa kesadarannya akan pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mencoba mencari nomor ponsel yang bahkan mungkin tidak ada di sana terdengar seperti tugas yang menggilakan. Itu terasa seperti dia harus mencari sebuah tempat pembuangan akhir raksasa untuk mencari sbuah baterai yang tidak sengaja dia buang pada hari sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, dia tidak bisa berhenti. Kamijou mulai membalikkan semua yang ada di daerah itu mencari sebuah memo atau sesuatu yang nomor teleponnya tertulis di atasnya. Setiap menit dan setiap detik berharga, jadi mencari sesuatu yang bahkan mungkin tidak ada di sana adalah suatu hal yang tidak waras untuk dilakukan. Setiap kali jantungnya berdetak, hal itu membuatnya marah dan setiap kali dia bernapas, ketidaksabaran semakin memanas dalam dirinya. Dilihat sekilas, mungkin terlihat kalau dia cuma sedang melemparkan semua yang ada di dekatnya karena marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memeriksa dalam-dalam sebuah lemari dan dia mengeluarkan semua buku di lemari buku. Sementara Kamijou merusuhi tempat itu, Index terus tertidur meringkuk di lantai yang membuat seperti waktu telah berhenti untuknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihatnya dalam mode “kucing dalam kotatsu”, dia entah kenapa merasa ingin memukulnya, tapi di saat yang sama, sepotong kertas yang tersangkut di sebuah buku tulis yang kelihatannya digunakan untuk buku akun rumah tangga terbang ke lantai dekat kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah tagihan rinci ponsel Komoe-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou segera mengambil potongan kertas itu dan menemukan sebuah nomor 11 digit tertulis di sana. Kelihatannya dia telah menghabiskan sebesar 142.500 Yen untuk tagihan ponsel bulam sebelumnya. Dia pasti terjebak dengan ponsel yang jelek. Biasanya dia akan tertawa berguling-gulinng selama 3 hari karena temuan itu, tapi itu bukan waktunya. Dia harus meneleponnya, jadi dia menuju telepon hitam itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia merasa sudah banyak waktu yang dihabiskan untuk mencari nomor telepon itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak tahu apakah beberapa jam sudah lewat atau sebenarnya cuma beberapa menit. Hati Kamijou terasa begitu tersudutnya hingga &amp;lt;i&amp;gt;sense&amp;lt;/i&amp;gt; waktunya meleset begitu jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memanggil nomor itu dan Komoe-sensei menjawabnya pada deringan ketiga seakan telah mengepaskan waktunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan mulut yang hampir berbusa, Kamijou meneriakkan “penjelasan” yang sulit bahkan untuknya untuk dimengerti karena pikirannya tidak bisa menyusun apa yang ingin dia katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Hm? Bidangku adalah Pyrokinesis, jadi aku tidak punya banyak koneksi dalam hal-hal yang berhubungan dengan Mind Hound. Kau mungkin bisa menggunakan Institusi Takizawa atau rumah sakit Universitas Todai, tapi peralatan mereka adalah kelas dua. Memanggil esper yang menguasai bidang itu adalah pilihan paling aman. Aku tahu Yotsuba-san dari Judgment adalah Telepath Level 5 dan dia kemungkinan besar mau membantu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak memberikannya penjelasan yang begitu jelas, tapi Komoe-sensei tetap menjawab dengan cepat. &amp;lt;!--rattled off, mungkin menyerocos lebih cocok.--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou benar-benar memutuskan kalau dia seharusnya berkonsultasi dengannya sejak awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi Kamijou-chan. Bahkan kalau para guru yang melakukan riset adalah orang-orang gila yang menukarbalikkan malam dengan siang mereka, mereka kemungkinan tidak suka kalau ditelepon oleh seorang murid pada jam segini. Bagaimana kalau kita persiapkan sebuah ranjang di satu fasilitas untuk sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? ...Tidak, sensei. Maaf, tapi ini darurat. Tidak bisakah kita membangunkan mereka sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi,” kata Komoe-sensei terdengar sedikit kesal, “ini sudah jam 12.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tiba-tiba membeku di tempatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamar itu tidak mempunyai jam. Tapi bahkan kalau ada, Kamijou tidak akan punya keberanian untuk melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangannya berpusat ke Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia meringkuk pulas di atas lantai tatami, tapi lengan dan kakinya yang tergeletak tidak bergerak. Tidak bergerak sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...In...dex?” panggil Kamijou pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tidak bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persis seperti seseorang yang demam, dia tidur pulas dan tidak merespon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara keluar dari gagang telepon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Kamijou menjatuhkannya sebelum dia bisa mengetahui apa yang sedang dikatakan. Keringat mengucur dari telapak tangannya. Perasaan yang sangat buruk membebani perutnya sperti sebuah bola bowling telah dijatuhkan di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendengar suara langkah kaki di lorong menuju apartemen itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-&amp;lt;i&amp;gt;Kami akan berada di sana tengah malam. Kau tidak punya banyak waktu lagi, tapi buatlah usaha-usaha sia-sia terakhirmu itu usaha yang bagus.&amp;lt;/i&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat saat Kamijou mengingat kembali kata-kata itu, pintu apartemen didobrak terbuka dari luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinar bulan yang pucat masuk ke kamar itu seperti sinar matahari yang bersinar melalui dedaunan ke sebuah daerah yang lebat dalam hutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan lingkaran sempurna bulan di belakangnya, kedua penyihir itu berdiri di depan pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itı, semua jarum jam di seluruh Jepang menandakan kalau saat itu tepat tengah malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti batas waktu seorang gadis tertentu sudah habis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu artinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Previous [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1 Chapter2 |Chapter 2]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1 Chapter4 |Chapter 4]]&lt;br /&gt;
|-&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter2&amp;diff=195880</id>
		<title>Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1 Chapter2</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter2&amp;diff=195880"/>
		<updated>2012-10-11T01:03:24Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: /* Part 4 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 2: Si Ilusionis Memberikan Kematian. The_7th-Egde.==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu malam. Sirene beberapa truk pemadam kebakaran dan sebuah ambulan meraung dari jalan utama dan melewatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asrama itu kelihatannya hampir seluruhnya sudah kosong, tapi alarm kebakaran yang berbunyi dan &#039;&#039;sprinkler&#039;&#039; yang terus menyirami gedung menandakan telah terjadi suatu peristiwa di sana. Dalam waktu singkat, asrama yang kosong itu sudah diisi dengan truk pemadam kebakaran dan orang-orang yang menonton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou telah menggunakan tangan kanannya untuk menghancurkan fungsi pelacak pada kerudung milik Index di kamarnya sebelum membawanya. Kalau dia membiarkannya tetap aktif dan asal membuangnya, dia mungkin bisa mengelabui para pengejar, tapi gadis itu dengan keras kepala memaksa kalau dia ingin membawa kerudungnya tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma mendecakkan lidahnya di sebuah gang. Dia menggendong tubuh berdarah Index di tangannya karena dia tidak bisa membiarkan lukanya menyentuh tanah yang kotor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak bisa menyerahkan Index ke ambulans.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City pada dasarnya tidak menyukai kehadiran orang luar. Itulah kenapa kota ini membangun dinding yang mengelilingi kota dan meluncurkan tiga satelit yang secara nonstop memonitor semuanya. Bahkan para pengemudi truk yang menyuplai toko serba ada memerlukan kartu ID eksklusif untuk masuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, informasi tentang orang luar tanpa ID seperti Index akan tersebar kalau dia dirawat di rumah sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan musuhnya adalah bagian dari sebuah organisasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia diserang di sana, orang-orang di sekitarnya bisa ikut terlibat. Apalagi jika diserang saat sedang memulihkan diri atau sedang dioperasi, dia pasti semakin tidak berdaya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi aku tidak bisa hanya meninggalkannya seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku...akan baik-baik saja. Kalau kau...bisa menghentikan pendarahannya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Index terdengar lemah dan tidak menunjukkan tanda-tanda dari suara mekanis yang dia gunakan ketika menjelaskan tentang &#039;&#039;rune&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan itulah kenapa Kamijou segera tahu kalau apa yang dikatakannya itu salah. Lukanya tak bisa ditangani oleh seorang amatir dengan membalut perban di sekelilingnya. Kamijou terbiasa berkelahi, jadi dia memberi pertolongan pertama pada dirinya sendiri untuk kebanyakan luka yang menurutnya lebih baik dirahasiakan. Tapi luka di punggungnya cukup parah sampai-sampai membuat Kamijou kehilangan ketenangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinggal satu hal tersisa yang bisa mereka andalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia masih tidak memercayainya, tapi dia tidak punya apa-apa yang lain untuk dipercayai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, hei! Kau bisa mendengarku?” Kamijou menampar pipi Index pelan. “Apakah ada sesuatu yang bisa menyembuhkan luka dalam 103.000 grimoir milikmu itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sihir dalam benak Kamijou tidak lebih dari sihir serangan dan sihir pemulihan dari RPG.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar Index telah mengatakan kalau dia secara alami tidak bisa menangani kekuatan sihir dan karenanya tidak bisa menggunakan sihir, tapi Kamijou bisa menangani kekuatan supernatural, jadi cukup jika Index memberitahunya apa yang perlu dia lakukan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernapasan Index tipis, tapi lebih karena kehilangan darah dibanding rasa sakit. Bibir pucatnya bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada...tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Kamijou menjadi cerah sejenak sampai kata “tapi” mencapai pikirannya dengan terlambat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau...tidak bisa melakukannya...” Index mengeluarkan napas kecil. “Bahkan kalau aku...mengajarkanmu mantranya...kekuatanmu pasti... akan menghalangi ...aduh...bahkan kalau kau...menirunya dengan sempurna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat ke arah tangan kanannya dengan syok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imagine Breaker. Kekuatan yang bersemayam di sana memang telah meniadakan api milik Stiyl secara utuh. Jadi ada kemungkinan kalau itu akan meniadakan sihir pemulihan Index dengan cara yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial! Lagi-lagi... Kenapa tangan kanan ini selalu saja mengganggu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi itu cuma berarti dia perlu memanggil seseorang. Seperti Aogami Pierce atau si gadis Biri-Biri Misaka Mikoto. Wajah beberapa orang tangguh yang tidak perlu dia khawatirkan kalau terlibat masalah seperti ini mengambang di pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?” Index terdiam sejenak. “Bukan... Bukan itu yang aku maksud.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan tangan kananmu... Masalahnya adalah... kau itu seorang esper.” Di malam yang panas itu, dia menggigil seperti berada di atas gunung bersalju di tengah musim dingin. “Sihir itu bukan...sesuatu yang bisa digunakan oleh ‘orang-orang berbakat’ seperti kalian, para esper. ‘Orang-orang tak berbakat’ ingin melakukan...apa yang ‘orang-orang berbakat’ bisa lakukan...jadi mereka menciptakan mantra dan ritual tertentu...yang dikenal sebagai sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou sudah akan berteriak, “Ini bukan waktunya untuk penjelasan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak mengerti...? &#039;&#039;Penyirkuitannya berbeda antara ‘orang-orang berbakat’ dan ‘orang-orang tak berbakat’... ‘Orang-orang berbakat’ tidak bisa menggunakan sistem yang diciptakan...untuk ‘orang-orang tak berbakat’...&#039;&#039;”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap-...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou diam seribu bahasa. Memang benar kalau obat-obatan dan elektroda-elektroda digunakan pada esper-esper seperti Kamijou untuk &#039;&#039;dengan paksa mengembangkan penyirkuitan otak mereka dengan cara yang berbeda dengan manusia biasa&#039;&#039;. Memang benar kalau tubuh mereka &#039;&#039;berbeda dengan yang lainnya&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia tidak bisa memercayainya. Tidak, dia tidak &#039;&#039;mau&#039;&#039; memercayainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.3 juta pelajar tinggal di Academy City. Tiap-tiap dari mereka telah melalui Kurikulum pengembangan kekuatan. Bahkan walaupun kau tidak bisa tahu dengan melihat mereka, bahkan kalau mereka tidak bisa membengkokkan sendok meskipun telah berusaha begitu keras hingga pembuluh darah di otak mereka pecah, dan &#039;&#039;bahkan kalau mereka adalah yang terlemah dari para esper, mereka memang terbuat berbeda dari orang biasa&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, orang-orang yang tinggal di kota itu tidak bisa menggunakan sihir, hal satu-satunya yang bisa menyelamatkan gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada satu cara untuk menyelamatkan orang yang berbaring di depannya, tapi tidak ada yang bisa menyelamatkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial...” Kamijou menampakkan gigi taringnya seperti hewan buas. “Kenapa ini bisa terjadi? Kenapa ini bisa terjadi!? Apa-apaan ini!? Bagaimana mungkin ini adil!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh Index semakin gemetaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beban yang menurut Kamijou paling sulit dipikul adalah bahwa &#039;&#039;gadis itu dihukum karena ketidakmampuan dirinya sendiri&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ ‘Berbakat’ pantatmu,” umpatnya. “Aku bahkan tidak bisa menyelamatkan gadis yang menderita di depan mataku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia tidak bisa memikirkan cara lain untuk menyelesaikan situasi itu. Fakta bahwa 2.3 juta pelajar yang tinggal di kota itu tidak bisa menggunakan sihir adalah peraturan yang perlu dia pecahkan lebih dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tiba-tiba menyadari sesuatu yang aneh tentang apa yang telah dia pikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Pelajar?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, orang biasa ‘tak berbakat’ mana pun bisa menggunakan sihir, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Eh? Iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan tak akan berakhir sia-sia karena orang itu tidak punya bakat dalam sihir, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak...perlu khawatir tentang itu... Selama mereka mempersiapkannya dan melakukannya dengan benar...bahkan murid SMP pun seharusnya bisa melakukannya.” Index berpikir sejenak. “Tapi kalau mereka salah urutannya, jalur-jalur di otak mereka dan penyirkuitan syarafnya bisa hangus... Tapi dengan pengetahuan dari 103.000 grimoir milikku, tidak akan ada masalah. Jangan khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa berpikir, dia melihat ke atas seakan ingin melolong ke bulan di langit malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar terdapat 2.3 juta pelajar tinggal di Academy City dan bahwa mereka semua telah dikembangkan supaya memiliki semacam kekuatan psikis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, para guru yang mengembangkan mereka adalah manusia normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kuharap dia belum tidur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah seorang guru muncul dalam pikiran Kamijou Touma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Tsukuyomi Komoe, guru wali kelasnya dengan tinggi 135 cm, yang masih cocok memakai sebuah &#039;&#039;randoseru&#039;&#039; merah&amp;lt;ref&amp;gt;Di Jepang, anak TK biasanya memakai ransel merah.&amp;lt;/ref&amp;gt; walaupun dia adalah seorang guru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menelepon Aogami Pierce dari sebuah telepon umum untuk menanyakan alamat Komoe-sensei. (Kamijou telah menjatuhkan dan merusakkan telepon genggamnya pagi itu. Alasan Aogami Pierce tahu alamat rumah Komoe adalah sebuah misteri. Kamijou curiga kalau dia adalah seorang &#039;&#039;stalker&#039;&#039;.) Kamijou lalu mulai berjalan sambil menggendong Index yang terlihat begitu lemas di punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini dia tempatnya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tiba setelah berjalan 15 menit dari lorong belakang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat tidak cocok dengan penampilannya yang mirip anak umur umur 12 tahun, tempat tinggalnya berada di gedung apartemen kayu dua tingkat yang kelihatan sangat tua dan bobrok hingga Kamijou merasa kalau apartemen itu pasti telah bertahan dari serangan bom di Tokyo. Karena mesin cucinya ada di lorong luar, gedung itu pasti tidak punya kamar mandi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biasanya, Kamijou akan membuat lelucon tentang itu selama sepuluh menit ke depan, tapi saat itu dia bahkan tidak tersenyum sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memeriksa papan nama di pintu-pintu di lantai satu, dia menaiki tangga metal yang bobrok dan berkarat dan mengecek pintu-pintu di atas sana. Ketika dia sampai ke pintu paling jauh ke belakang di lantai 2, dia akhirnya menemukan nama “Tsukuyomi Komoe” yang tertulis dalam huruf hiragana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou membunyikan belnya dua kali, kemudian menendang pintu itu dengan seluruh kekuatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakinya yang menghantam pintu mengeluarkan suara keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi pintu itu bergeming. Seperti biasa, Kamijou Touma merasa sial karena dia mendengar suara retak dari jempol besarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“~ ~ ~!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, iya, iyaaa! Pintu anti-&#039;&#039;salesman&#039;&#039; koran itu adalah satu-satunya yang kokoh di sini. Aku akan membukanya, oke?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kenapa tidak kutunggu saja tadi?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kamijou memikirkan itu dengan mata berkaca-kaca, pintunya terbuka, dan kepala Komoe-sensei yang memakai piyama menyembul melalui celahnya. Ekspresi rileksnya jelas menunjukkan kalau dia tidak bisa melihat luka di punggung Index dari posisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wa, Kamijou-chan. Apa kau mulai kerja sambilan sebagai &#039;&#039;salesman&#039;&#039; koran?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Koran mana yang pekerjanya meminta orang lain dengan seorang biarawati di punggungnya?” kata Kamijou dengan tidak senang. “Aku ada sedikit masalah, jadi aku akan masuk. Permisi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-tunggu, tunggu, tunggu!” Komoe-sensei dengan panik mencoba menghalangi jalan Kamijou ketika Kamijou mendorongnya ke samping. “A-aku tidak bisa membiarkanmu tiba-tiba masuk ke kamarku. Dan itu bukan hanya karena kamarku seperti kapal pecah dengan kaleng bir kosong mengotori lantai dan puntung rokok yang menumpuk di asbak!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v01_127.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku ingin tahu kalau kau bisa membuat lelucon yang sama setelah melihat apa yang kubawa di punggungku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-aku tidak bercanda! ...Gyahhh!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi sekarang kau menyadarinya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tadi tidak melihat kalau kau terluka begitu parah di punggungmu, Kamijou-chan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei mulai panik karena tiba-tiba melihat darah dan Kamijou akhirnya berhasil mendorongnya ke samping dan memasuki kamar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamar itu terlihat seperti kamar milik seorang lelaki paruh baya yang suka bertaruh di pacuan kuda.  Di atas lantai tatami yang sudah usang, kaleng bir kosong yang tak terhitung jumlahnya berserakan, dan di  asbak perak itu terdapat gunungan puntung rokok. Seperti sebuah lelucon, bahkan ada meja teh dengan tipe yang seorang bapak keras kepala akan balikkan di tengah ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku mengerti. Jadi kau tidak bercanda.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurasa ini bukan waktu yang tepat, tapi apa kau punya masalah dengan gadis yang merokok?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasa itu bukan itu masalahnya ketika dia melihat wali kelasnya yang kelihatan berumur 12 tahun menendang beberapa kaleng bir yang menghalangi untuk membuka tempat kosong.  Dia tidak ingin duduk di lantai tatami yang usang, tapi ini bukan waktunya untuk memikirkan harus mempersiapkan sebuah futon terlebih dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membaringkan Index telungkup di lantai untuk memastikan lukanya tidak menyentuh lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bentuk robekan bajunya menyembunyikan luka sebenarnya dari penglihatan, tapi cairan merah pekat mengalir keluar seperti minyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-bukankah seharusnya kau memanggil ambulans? T-teleponnya ada di sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei menunjuk ke arah salah satu sudut ruangan dengan tangan gemetar. Entah kenapa, teleponnya adalah telepon hitam dengan putaran dial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Mana&#039;&#039; di dalam darah sedang mengalir keluar bersama darah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dan Komoe-sensei dengan refleks berbalik ke arah Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index masih terbaring lemas di lantai, tapi matanya diam-diam terbuka bahkan dengan kepala menghadap ke samping seperti sebuah boneka rusak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya lebih dingin dari cahaya bulan yang pucat dan lebih tepat dari gerigi sebuah jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya benar-benar tenteram sempurna hingga terlihat seperti bukan mata manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Peringatan: Bab 2, Ayat 6. Hilangnya daya kehidupan yang dikenal sebagai &#039;&#039;mana&#039;&#039; karena kehilangan darah telah melebihi batas tertentu, jadi Pena John&amp;lt;ref&amp;gt;TN: Sebenarnya lebih tepat kalau diterjemahkan sebagai Pena Yohanes, nama salah satu murid Jesus.&amp;lt;/ref&amp;gt; sedang dibangunkan dengan paksa. ...Jika situasi ini terus berlanjut, tubuhku akan kehilangan daya kehidupan minimum yang diperlukan dan akan meninggal dunia dalam waktu sekitar 15 menit sesuai dengan standar menit internasional yang didefinisikan oleh menara jam di London. Sebaiknya kau mengikuti instruksi yang akan kuberikan untuk melakukan perawatan yang paling efisien.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei memandang Index dengan syok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak bisa menyalahkannya. Bahkan walaupun dia telah mendengar suara itu sekali sebelumnya, dia sama sekali tidak bisa terbiasa dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melirik ke Komoe-sensei dan berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia memintanya melakukan sihir secara terang-terangan, dia pasti akan berkata kalau itu bukan waktunya untuk berpura-pura menjadi gadis penyihir dan dia terlalu tua untuk hal-hal seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi bagaimana dia harus meyakinkannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm. Sensei, Sensei. Karena ini keadaan darurat, aku akan menjelaskannya dengan singkat. Aku perlu memberi tahu sebuah rahasia, jadi ke sinilah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melambaikan tangannya seperti sedang memanggil seekor anjing kecil dan Komoe-sensei mendekatinya tanpa berhati-hati sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf,” pinta maaf Kamijou pada Index di antara napasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengangkat bajunya yang terkoyak untuk memperlihatkan luka parah yang tersembunyi di bawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ee!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak bisa menyalahkan Komoe-sensei yang melompat terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lukanya sangat parah hingga mampu mengejutkan Kamijou. Lukanya berbentuk garis lurus horizontal sepanjang punggungnya seakan-akan punggungnya adalah kotak karton yang dipotong seseorang dengan menggunakan penggaris dan &#039;&#039;cutter&#039;&#039;. Darah merah, otot warna pink, lemak warna kuning, dan bahkan sesuatu yang keras dan putih yang sepertinya adalah tulang belakangnya bisa terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika luka itu diibaratkan sebagai mulut warna merah, bibir di sekitarnya telah menjadi sangat pucat seperti seseorang yang baru saja berada di dalam kolam renang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gh...” Kamijou berusaha menahan rasa pusingnya dan dengan hati-hati menurunkan pakaian yang basah oleh darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika pakaian itu menyentuh lukanya, mata sedingin es Index tidak bergerak sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Iya!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan memanggil ambulans. Selama itu, kau dengarkan apa yang gadis ini katakan dan lakukan apa pun yang dia katakan... Cukup pastikan dia tidak kehilangan kesadaran. Seperti yang bisa kaulihat dari pakaiannya, dia orang yang religius. Terima kasih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia menganggapnya tidak lebih dari sekadar untuk menghibur gadis itu, dia akan tetap memandang sihir sebagai sesuatu yang mustahil. Karena itu, Kamijou telah mengubah fokus pikiran Komoe-sensei dari merawat luka menjadi melanjutkan percakapan dengan gadis itu dengan cara apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei mengangguk dengan ekspresi yang sangat serius dan wajah yang pucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau sebuah ambulans tiba sebelum sihir itu selesai, “penghiburan” itu akan berakhir. Itu berarti dia sebenarnya tidak bisa memanggil ambulans.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tidak berarti Kamijou harus pergi. Bagaimanapun juga, dia cukup memanggil 117 dengan telepon hitam kamar itu dan berpura-pura sedang memanggil ambulans padahal sebenarnya berbicara dengan rekaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah sebenarnya ada di tempat lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Index,” kata Kamijou pelan pada Index yang tetap berbaring lemah di lantai. “Adakah yang bisa kulakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada. Pilihan terbaik adalah perginya kau.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemilihan kata yang terlalu jelas dan terus terang membuat Kamijou mengepalkan tinju tangannya begitu kuatnya hingga terasa sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang bisa Kamijou lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan semua itu karena tangan kanannya akan meniadakan sihir pemulihan hanya dengan berada di ruangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kalau begitu, Sensei. Aku akan pergi mencari telepon umum.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu...eh? Kamijou-chan, aku punya telepon di si—...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengacuhkan perkataan Komoe-sensei, membuka pintu, dan meninggalkan kamar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menggertakkan giginya karena fakta bahwa &#039;&#039;dia tidak bisa melakukan apa pun selain meninggalkan tempat itu&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berlari melintasi kota di malam hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika berlari, dia mengepalkan tangan kanannya yang bisa meniadakan bahkan sistem milik Tuhan tapi tidak bisa melindungi satu orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Kamijou Touma meninggalkan kamar itu, Index menggerakkan bibir pucatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jam berapa sekarang dalam Waktu Standar Jepang? Dan juga, tanggal berapa ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang jam 8.30 malam tanggal 20 Juli...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sepertinya tidak melihat jam. Apakah waktu itu akurat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak punya jam di kamarku, tapi jam internalku akurat sampai ke detik-detiknya, jadi jangan khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak perlu meragukan aku seperti itu. Aku pernah dengar kalau beberapa joki punya jam internal yang akurat hingga ke sepersepuluh detik dan kau bisa mengaturnya dengan kebiasaan makan dan ritme aktivitas tertentu,” balas Komoe-sensei bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mungkin bukan seorang esper, tapi dia memang seorang warga Academy City. Pandangan tentang tingkat pengetahuan mana yang normal dalam bidang medis dan ilmiah berbeda di antara orang-orang yang ada di dalam kota dan orang-orang di luar kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih berbaring telungkup di lantai, Index melirik ke luar jendela hanya dengan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dari lokasi bintang dan sudut bulan...yang sesuai dengan arah Sirius dengan galat sebesar 0.038. Untuk memastikannya sekali lagi, waktu sekarang dalam Waktu Standar Jepang adalah 8.30 PM tanggal 20 Juli, apakah itu benar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya. Yah, secara teknis sekarang sudah lewat 53 detik, tapi... Ah, jangan!! Jangan bangkit!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei dengan panik mencoba mendorong Index berbaring ketika dia mencoba untuk duduk yang dapat melukai tubuhnya yang sudah terluka lebih jauh, tapi pandangan Index tidak goyah sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangannya tidak menakutkan ataupun menusuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua emosi hilang dari matanya seperti sebuah saklar telah dimatikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada tanda keberadaan nyata di matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah-olah jiwanya telah hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada masalah. Bisa diregenerasi,” kata Index sambil menuju meja teh di tengah ruangan. “Saat ini sedang di dekat ujung Cancer. Waktunya antara jam 8 dan 12 tengah malam. Arahnya adalah Barat. Di bawah perlindungan Undine, peran malaikatnya adalah sebagai kerubin...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Komoe-sensei yang menelan ludah bisa terdengar ke seluruh ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa terduga, Index mulai menggambar suatu bentuk di atas meja teh kecil itu dengan jarinya yang berdarah. Bahkan orang-orang yang tidak tahu tentang lingkaran sihir akan mengenali kalau itu adalah sesuatu yang religius. Komoe-sensei sudah dilanda rasa takut, tapi sekarang rasanya begitu berat hingga dia tidak bisa bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menggambar lingkaran darah yang memenuhi meja teh, Index menggambar simbol berbentuk bintang yang dikenal sebagai pentagram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulisan dalam bahasa aneh tertulis di sekelilingnya. Kata-kata itu sepertinya adalah hal yang sama dengan yang Index gumamkan. Dia telah bertanya tentang rasi bintang dan waktu karena kata-kata yang ditulis berbeda berdasarkan waktu dan musim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Index mempersiapkan sihirnya, dia tidak terlihat seperti seseorang yang terluka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fokusnya yang ekstrim membuat rasa sakitnya seperti telah diputuskan untuk sementara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa ngeri diam-diam turun di punggung Komoe-sensei ketka dia mendengar tetesan darah yang keluar dari punggung gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-a-a-apa ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sihir.” Index berhenti setelah satu kata itu. “Aku sekarang membutuhkan tubuhmu dan bantuanmu. Kalau kau melakukan seperti yang kukataan, tidak ada yang akan menemui kesialan dan kau tidak akan menjadi sasaran dendam seseorang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-bagaimana bisa kau mengatakan itu dengan tenang!? Cukup berbaring dan tunggu ambulans! Umm...perban, perban. Dengan luka separah ini, aku perlu membalut daerah sekitar arteri untuk menghentikan aliran darah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perawatan setingkat itu tidak bisa menutup lukaku dengan sempurna. Aku tidak familier dengan istilah ambulans, tapi apakah itu bisa menutup luka ini dengan sempurna dalam waktu 15 menit berikutnya dan menyuplaiku dengan tingkat &#039;&#039;mana&#039;&#039; yang dibutuhkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar sebuah ambulans akan memakan waktu 10 menit untuk tiba bahkan kalau mereka memanggilnya tepat saat itu juga. Akan memakan waktu yang sama untuk membawanya ke rumah sakit dan perawatannya tidak akan dimulai tepat saat dia tiba di rumah sakit. Komoe-sensei tidak terlalu mengerti apa arti istilah &#039;&#039;occult&#039;&#039; seperti &#039;&#039;mana&#039;&#039;, tapi memang benar kalau hanya menutup luka saja tidak akan mengembalikan staminanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan kalau luka itu ditutup tepat saat itu dengan jarum dan benang, akankah gadis pucat itu jadi terlalu lemah untuk hidup cukup lama sampai bisa memulihkan semua staminanya yang hilang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong,” kata Index tanpa mengubah ekspresinya sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Campuran darah segar dan air liur menetes dari sudut mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada intensitas di dirinya. Tidak ada pula yang menakutkan dalam dirinya. Tapi ketenangan dan kesabarannya lebih menakutkan dari keduanya. Bagaimanapun, yang dia lakukan hanya akan melebarkan lukanya. Dia terlihat seperti sebuah mesin rusak yang terus bekerja tanpa menyadari kalau ada yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Jika aku melakukan sesuatu yang membuatnya melawanku, situasinya bisa menjadi lebih buruk.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei menghela napas. Dia tentu saja tidak percaya sihir. Walaupun begitu, Kamijou telah memintanya untuk tetap melanjutkan percakapan agar memastikan gadis itu tidak kehilangan kesadarannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang bisa dia lakukan hanya mencoba agar tidak memprovokasi gadis yang duduk di depannya dan menaruh harapannya pada Kamijou agar memanggil ambulans secepat mungkin —atau  lebih cepat lagi— dan pada pertolongan pertama yang hebat dari EMT di dalam ambulans.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi apa yang harus kulakukan? Aku bukan seorang gadis penyihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku berterima kasih atas kerja samamu. Pertama...ambil itu...itu...apa nama benda hitam itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“? Oh, itu adalah &amp;lt;i&amp;gt;memory card video game&amp;lt;/i&amp;gt;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“??? ...Yah, baiklah. Bagaimanapun juga, ambil benda hitam itu dan tempatkan di tengah meja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Secara teknis, itu adalah meja teh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei melakukan seperti yang diperintahkan dan meletakkan &#039;&#039;memory card&#039;&#039; di tengah meja teh. Dia kemudian mengambil sebuah kotak pensil mekanik, sebuah kotak coklat kosong, dan dua buku sampul tipis dan meletakkannya di atas meja juga. Dia juga mengambil dua figurin kecil yang didapatnya dari makanannya, dan menjejerkannya bersebelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei bertanya-tanya apa maksudnya, tapi Index masih benar-benar serius walaupun kelihatan seperti akan pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua keluhan Komoe-sensei menghilang di depan pandangan setajam pedang Jepang yang datang dari wajah pucat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ini? Kau menyebutnya sihir, tapi bukankah ini cuma bermain boneka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang, semuanya terlihat sebagai versi miniatur dari kamar itu. &#039;&#039;Memory card&#039;&#039; adalah meja teh, dua buku yang berdiri adalah lemari buku dan lemari baju, dan dua figurin itu berada di tempat yang sama persis dengan kedua orang di dalam kamar itu. Ketika manik-manik kaca disebarkan ke atas meja teh, manik-manik itu seperti berhenti di tempat-tempat yang benar-benar mereplikasi kaleng bir yang berserakan di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahannya tidak menjadi masalah. Sama seperti bagaimana sebuah kaca pembesar tetap membesarkan tanpa peduli kalau lensanya terbuat dari kaca atau plastik. Selama bentuk dan perannya sama, ritual ini mungkin dilakukan,” gumam Index dibanjiri keringat. “Aku memerlukanmu untuk menjalankan instruksiku secara akurat. Kalau kau salah dalam urutannya, jalur-jalur di otakmu dan penyirkuitan syarafmu bisa terbakar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“???”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengatakan kalau kegagalan akan mengubah tubuhmu menjadi daging cincang dan membunuhmu. Tolong hati-hati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bh!?” Komoe-sensei hampir muntah, tapi Index melanjutkan tanpa memedulikannya sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita sekarang akan membuat kuil bagi malaikat untuk turun ke dalamnya. Ikuti aku dan rapalkanlah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang Index katakan setelah itu tak lagi bisa disebut kata-kata, hanya sebuah suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa memikirkan artinya, Komoe-sensei mencoba meniru nadanya dalam sesuatu seperti senandung atau nyanyian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kyahh!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, figurin di atas meja teh mulai “bernyanyi” bersama. “Kyahh!?” teriak salah satunya dengan waktu yang persis sama. Figurin itu bergetar. Sama seperti getaran yang dipancarkan sepanjang tali pada telepon tali dan keluar sebagai suara dari gelas kertas di ujung lain, figurin itu bergetar dan mereproduksi suara Komoe-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan Komoe-sensei tidak panik dan lari keluar dari kamar itu tepat saat itu juga kemungkinan karena dia tinggal di sebuah kota dengan 2.3 juta esper di dalamnya. Manusia biasa akan berpikir kalau mereka sudah menjadi gila.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sambungan selesai.” Suara Index dan suara dari meja teh membuatnya terdengar ganda. “Kuil yang dibuat di atas meja telah tersambung dengan kamar ini. Secara sederhana, semua yang terjadi di ruangan ini akan terjadi di meja dan semua yang terjadi di meja akan terjadi di ruangan ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mendorong pelan meja teh itu dengan kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat saat itu, seluruh apartemen bergoyang di bawah kaki Komoe-sensei seakan terkena guncangan hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bisa merasakan udara pengap kamar itu menjadi sebersih udara di hutan di pagi hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tidak ada sesuatu seperti malaikat. Yang ada di sana hanyalah apa yang hanya bisa dideskripsikan sebagai keberadaan yang tak terlihat. Perasaan aneh menyerbu seluruh tubuh Komoe-sensei seakan dia sedang diawasi oleh ribuan bola mata dari segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian Index tiba-tiba berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bayangkan! Bayangkan seorang malaikat emas dengan tubuh anak-anak! Bayangkan seorang malaikat cantik dengan dua sayap!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika melaksanakan sihir, menentukan medan itu penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai contoh, sebuah kerikil yang dilempar ke laut tidak menimbulkan riak yang besar. Tapi sebuah kerikil yang dijatuhkan ke dalam ember akan menimbulkan riak yang cukup besar. Sama dengan itu. Untuk mengubah dunia dengan sihir, medan tempat pengubahan akan terjadi perlu dibatasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang pelindung adalah dewa sementara dalam sebuah dunia yang dibatasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau seseorang mengimajinasikan seorang pelindung dengan benar, menentukan bentuknya, dan mengontrolnya dengan bebas secara benar, orang itu bisa dengan mudah menyebabkan hal-hal misterius terjadi dalam medan terbatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei tidak mengerti penjelasan seperti itu dan dia kesulitan membayangkan seorang malaikat. Istilah “malaikat emas” hanya membuatnya memikirkan benda itu, yang satu berwarna emas atau lima berwarna perak.&amp;lt;ref&amp;gt;Ini adalah referensi pada permen Jepang yang dikenal sebagai Chocoballs. Kalau kau beruntung, bungkusnya akan memiliki entah satu malaikat emas atau malaikat perak tercetak di atasnya. Satu malaikat emas atau lima malaikat perak bisa ditukarkan dengan sekaleng mainan.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika bayangan dalam pikiran Komoe-sensei kehilangan koherensi, keberadaan di sekitarnya juga ikut dan kehilangan bentuknya. Perasaan tidak nyaman menuruni punggung Komoe-sensei seakan dia dibalut dalam lumpur busuk dari bawah rawa-rawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cukup bayangkan saja! Ritual ini tidak akan benar-benar memanggil seorang malaikat. Itu hanyalah kumpulan &#039;&#039;mana&#039;&#039; yang tak terlihat. Bentuknya akan sesuai dengan keinginanmu sebagai pengguna sihir!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pasti telah benar-benar putus asa bahkan suara dingin mekanis Index menjadi setajam titisan es.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Komoe-sensei melebar karena perubahan tiba-tiba itu dan dengan segera mulai bergumam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Malaikat lucu, malaikat lucu, malaikat lucu.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan buram, dia dengan panik mengingat sebuah gambar seorang gadis malaikat yang telah dia lihat dalam sebuah manga shoujo jauh sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa pun itu, yang terasa seperti lumpur tak terlihat yang berada di udara ruangan itu, mengambil bentuk seolah-olah telah dipaksa masuk ke dalam balon berbentuk manusia...atau setidaknya kelihatan seperti itu bagi Komoe-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia dengan takut-takut membuka matanya untuk memeriksa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Hah? &#039;&#039;Ini sebenarnya tidak memanggil seorang malaikat&#039;&#039;?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika keraguan itu memasuki pikirannya, balon air berbentuk manusia itu meledak dan lumpur tak terlihat itu terserak ke seluruh ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kyahh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Pembentukan bentuknya telah gagal.” Index melihat ke sekeliling dengan pandangan tajamnya. “Jika kuil ini paling tidak dilindungi oleh seorang Undine warna biru, itu cukup. ...Lanjutkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-katanya cukup positif, tapi mata Index seperti tidak tersenyum sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei tersentak seperti seorang anak yang orang tuanya baru saja melihat hasil tes gagal yang dia coba sembunyikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rapalkan. Ritual ini akan selesai sebentar lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perinyah tajam itu tidak membiarkan Komoe-sensei kehilangan ketenangannya walaupun kebingungannya meningkat dan pikirannya mengendur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index, Komoe-sensei, dan kedua figurin di atas meja bernyanyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Punggung figurin Index di atas meja mulai meleleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti karet yang didekatkan pada macis. Meleleh, permukaannya kehilangan ketidakberaturannya, menjadi mulus, mendingin, dan mengeras sekali lagi, dan bentuknya kembali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei merasa seperti hatinya sedang membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, Index sedang duduk di seberang meja teh darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak punya keberanian untuk mengitarinya dan melihat apa yang terjadi pada punggung Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah pucat Index ditutupi keringat berminyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata seperti kacanya masih tidak menunjukkan tanda kesakitan atau penderitaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pengembalian &#039;&#039;mana&#039;&#039; dan penstabilan kondisi telah dikonfirmasi. Mengembalikan Pena John ke mode tidur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti sebuah saklar telah ditekan, cahaya lembut kembali ke mata Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti api yang dinyalakan di perapian yang dingin, kehangatan mengisi atmosfer kamar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan di mata Index sangat baik dan hangat sehingga Komoe-sensei mau tidak mau merasakan kehangatan itu. Itu adalah pandangan seorang gadis biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang kalau pelindung yang turun sudah kembali dan kuil ini dihancurkan, semuanya akan berakhir.” Index tersenyum susah payah. “Inilah yang disebut sihir. Sama seperti apel dan ringo&amp;lt;ref&amp;gt;Ringo adalah bahasa Jepang untuk apel.&amp;lt;/ref&amp;gt; berarti hal yang sama. Kau tidak memerlukan tongkat kaca ketika payung plastik itu sama jernihnya. Sama seperti kartu tarot. Selama desain dan nomornya cocok, kau bisa melakukan ramalan dengan potongan dari belakang manga shoujo.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keringat Index tidak berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei menjadi semakin takut. Dia mulai berpikir kalau apa yang telah dia lakukan hanya membuat kondisi Index lebih buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir.” Saat itu Index kelihatan siap untuk pingsan. “Sama seperti demam. Kau membutuhkan kekuatanmu sendiri untuk sembuh. Lukanya sendiri sudah tertutup, jadi aku akan baik-baik saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah dia mengatakan itu, Index tumbang ke samping. Figurinnya juga jatuh. Meja teh itu bergoyang sedikit dan kamar yang terhubung dengannya terguncang hebat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei baru saja akan berlari mengelilingi meja teh menuju Index, tapi Index mulai bernyanyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Komoe-sensei mengikutinya dan menyanyikan satu lagu terakhir, suasana aneh itu kembali menjadi suasana pengap seperti biasa dari apartemen itu. Komoe-sensei dengan hati-hati menggoyangkan meja tehnya, tapi tidak ada yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Syukurlah.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Komoe-sensei menutup matanya lega, Index berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei berpikir kalau siapa pun akan lega kalau luka mematikan mereka sembuh, tapi biarawati itu mengatakan sesuatu yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Aku senang aku tidak membebani siapa pun dengan apa pun&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei memandang Index terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...&#039;&#039;Kalau aku mati di sini, dia mungkin harus menanggung beban&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index menutup matanya seperti sedang bermimpi dan tidak mengatakan hal lain. Ketika gadis itu ditebas di punggungnya dan pingsan dan ketika dia melakukan ritual aneh itu, dia tidak pernah satu kali pun memikirkan dirinya sendiri. Dia memikirkan orang yang telah membawanya ke sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei tidak bisa berpikir seperti itu. Dia tidak punya seseorang untuk dipikirkan seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa dia menanyakan satu hal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia yakin Index sudah tertidur dan tidak akan mendengarnya, tapi karena itulah dia menanyakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan walaupun begitu, gadis itu menjawab dengan dengan matanya masih tertutup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak pernah merasa seperti itu pada orang lain sebelumnya dan dia tidak tahu perasaan apa itu. Tapi ketika Kamijou marah demi dirinya saat menghadapi penyihir itu, dia ingin orang itu lari bahkan kalau dia harus merangkak padanya dan memaksanya. Dan ketika dia telah lari dari Innocentius, dia berpikir kalau dia akan menangis ketika orang itu kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak benar-benar mengerti, tapi ketika dia bersamanya, tidak ada hal yang berjalan seperti dia inginkan dan dia merasa seperti didorong-dorong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu hal-hal yang tidak diperkirakan itu begitu menyenangkan dan membuatnya bahagia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sendiri tidak tahu perasaan apa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, Index tertidur lelap dengan senyuman di wajahnya seperti sedang bermimpi indah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah fajar tiba, gejala yang terlihat pada Index sangat mirip dengan gejala demam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index hanya bisa terbaring di tempat tidur karena panas tinggi dan sakit kepala. Hidungnya tidak ingusan dan suaranya tidak serak karena itu bukan terjadi karena virus. Hanya masalah mengembalikan staminanya yang hilang, jadi seberapa banyak pun obat pilek penguat imun yang dia minum tidak akan menyelesaikan apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Jadi kenapa kau cuma memakai celana dalam di bawah sana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Index berbaring dengan handuk lembab di dahinya, dia pasti tidak tahan dengan kelembaban panas di dalam futon, jadi satu kakinya dia keluarkan ke arah Kamijou. Dia sedang memakai atasan piyama hijau pucat tetapi pahanya yang berwarna kulit cerah keluar sampai pangkalnya. Karena demamnya, warna kulitnya jadi sedikit pink.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Handuknya telah menjadi hangat, jadi Komoe-sensei mencelupkannya ke dalam baskom berisi air dan mengeringkannya sambil memelototi Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kamijou-chan. Kurasa pakaian itu terlalu berlebihan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pakaian itu” kemungkinan besar merujuk pada pakaian biarawati warna putih yang diselimuti peniti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou setuju 100% tentang itu, tapi Index kelihatan seperti kucing yang tidak senang karena pakaian biasanya direbut darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertanyaan sebenarnya adalah kenapa piyama milik seorang wanita dewasa perokok-berat-pencinta-bir sepertimu bisa pas dengan Index. Memangnya berapa perbedaan umur kalian?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap—?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei (umur tidak diketahui) tidak bisa berkata-kata, tapi Index ikut menendangnya ketika dia sudah jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong jangan remehkan aku seperti itu. Piyama ini sebenarnya sedikit sempit di bagian dada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa...tidak mungkin! Tidak mungkin benar. Sekarang kalian cuma mengolok-olokku!” protes Komoe-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya, apa kau bahkan punya sesuatu di bagian dada yang bisa membuatnya terasa sempit?” tanya Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kedua perempuan itu memelototinya, jiwa Kamijou secara refleks memasuki mode bersujud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Betul, betul. Ngomong-ngomong, Kamijou-chan, siapa sebenarnya gadis ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adikku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bohong sekali. Dengan rambut perak dan mata biru seperti itu, dia jelas-jelas seorang warga asing!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adik tiriku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kau orang mesum?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku cuma bercanda! Aku cukup mengetahui kalau &#039;&#039;adik tiri&#039;&#039; itu tata krama yang buruk tapi adik &#039;&#039;kandung&#039;&#039; itu melanggar peraturan!&amp;lt;ref&amp;gt;Mengawini/mencintai.&amp;lt;/ref&amp;gt;&amp;lt;/i&amp;gt;”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamijou-chan,” katanya, tiba-tiba berganti ke suara gurunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou terdiam. Tidak mengejutkan kalau Komoe-sensei ingin tahu apa yang sedang terjadi. Kamijou tidak hanya telah membawa orang asing yang aneh padanya, tapi gadis itu juga mempunyai luka tebasan di punggungnya yang jelas-jelas berbau berita buruk dan Komoe-sensei bahkan dibuat ikut dalam ritual sihir yang aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan sangat sulit untuk memintanya menutup mata pada semua ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei, boleh aku bertanya satu hal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kau menanyakan ini agar kau bisa memberi tahu polisi atau dewan pengurus Academy City?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya,” kata Komoe-sensei segera sambil mengangguk. Tanpa keraguan sedikit pun, dia telah mengatakan pada muridnya kalau dia akan mengadukan mereka. “Aku tidak tahu ada di situasi seperti apa kalian berdua berada.” Komoe-sensei tersenyum. “Tapi kalau itu terjadi di Academy City ini, adalah tugas kami sebagai guru untuk menyelesaikannya. Bertanggung jawab terhadap anak-anak adalah tugas orang dewasa. Sekarang ketika aku tahu kalau kau berada dalam masalah, aku tidak bisa duduk diam begitu saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah yang Tsukuyomi Komoe katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan walau begitu dia tidak punya kemampuan, kekuatan, dan kewajiban untuk melakukan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia hanya mengatakannya dengan keterusterangan setajam katana terkenal yang memotong di tempat dan waktu yang tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku cuma...” kata Kamijou sebelum berhenti. (...tidak boleh melawannya.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou telah hidup selama sekitar 15 tahun yang panjang dan dia tidak pernah melihat orang lain seperti guru itu yang tipenya biasa hanya telihat di drama dan bahkan tidak ada lagi di film-film.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kau adalah orang yang benar-benar asing, aku tidak akan ragu-ragu melibatkanmu, tapi aku berutang padamu untuk sihir itu, jadi aku tidak bisa membiarkanmu terlibat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Respon Kamijou sama terus terangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah cukup melihat orang-orang yang mau melindungi orang lain tanpa imbalan terluka di depan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei terdiam sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mhh. Aku tidak akan membiarkanmu lepas hanya dengan mencoba mengelabuiku dengan perkataan keren seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...? Sensei, kenapa kau berdiri dan menuju pintu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku memberi penundaan penghakiman. Aku harus pergi ke supermarket untuk belanja. Kamijou-chan, pikirkan baik-baik apa yang perlu kaukatakan padaku selama itu. Dan...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin aku bisa terlarut dalam belanja hingga aku lupa. Jangan curang ketika aku kembali. Pastikan kau memberitahuku, oke?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou pikir Komoe-sensei tersenyum ketika mengatakan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara pintu apartemen membuka dan kemudian menutup, Kamijou dan Index tinggal berdua di ruangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Dia mencoba berbaik hati.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan senyuman seorang anak yang merencanakan sesuatu di wajahnya ketika mengatakan itu, Kamijou punya firasat kalau Komoe-sensei akan “lupa tentang semuanya” ketika dia kembali dari supermarket.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia kemudian memutuskan untuk berkonsultasi dengannya tentang ini, dia akan berpura-pura marah dan berkata “Kenapa kau tidak memberitahuku lebih cepat!? Aku benar-benar lupa!” sambil dengan senang hati setuju membantu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menghela napas, Kamijou berbalik ke arah Index yang berbaring di dalam futon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Maaf. Aku tahu ini bukan waktunya untuk khawatir tentang penampilan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir. Ini jalan terbaik.” Index menggeleng. “Tidak baik melibatkannya lebih jauh lagi ...Dan dia tidak boleh menggunakan sihir lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengerutkan alisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Grimoir itu berbahaya. Yang tertulis di dalamnya adalah pengetahuan menyimpang dan tidak umum dan juga hukum-hukum gila yang menghancurkan hukum biasa dari dunia ini. Entah digunakan untuk kebaikan atau kejahatan, benda-benda itu tetap adalah racun di dunia ini. Sekadar mempelajari pengetahuan ‘dunia yang berbeda’ akan menghancurkan otak orang yang mempelajarinya,” jelas Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mencoba menerjemahkannya dalam cara yang dia mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Jadi seperti memaksa menjalankan sebuah program yang tidak cocok dengan OS komputer itu?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Otak dan rohku dilindungi oleh &#039;&#039;barrier&#039;&#039; religius, dan para penyihir yang mencoba untuk melampaui manusia harus melewati batas-batas pengetahuan umum mereka agar sampai ke keadaan pikiran yang diinginkan yang hampir bisa disamakan sebagai satu jenis kegilaan. Tapi, untuk orang biasa dari negara yang tidak terlalu religius seperti Jepang, semuanya bisa berakhir hanya dengan menggunakan satu mantra lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-aku mengerti...” Kamijou entah bagaimana berhasil membuat syok yang dia terima tidak kelihatan. “Yah, sayang sekali. Padahal aku berharap dia bisa melakukan alkimia untukku. Kau tahu alkimia, kan? Yang bisa mengubah timbal menjadi emas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tentu saja menutupi fakta kalau dia mengetahui ini dari sebuah RPG penyatuan benda dengan seorang ahli alkimia wanita muda sebagai protagonisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, ada sebuah teknik untuk itu yang disebut Ars Magna, tapi mempersiapkan peralatannya dengan bahan-bahan modern akan mempunyai biaya sebesar...um...7 triliun yen dalam mata uang negara ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...................................Yah, sama saja bohong,” gumam Kamijou tanpa nyawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tersenyum lemah dan berkata, “...Yeah. Mengubah timbal menjadi emas tidak menghasilkan apa pun selain membuat para bangsawan senang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi...tunggu. Sekarang setelah kupikir-pikir, bagaimana melakukannya? Bagaimana cara kerjanya? Kalau kau mengubah timbal menjadi emas, apakah kau menyusun atom-atom Pb menjadi Au?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak begitu tahu, tapi itu cuma teknik abad ke-14.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, apa maksudmu sama dengan yang kupikirkan? Kalau itu mungkin benar-benar mengubah susunan atom!? Maksudmu, kau bisa menyebabkan peluruhan proton tanpa sebuah akselerator partikel dan fusi nuklir tanpa sebuah reaktor nuklir? Tunggu sebentar. Bahkan aku tidak yakin ketujuh Level 5 dari Academy City bisa melakukan itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“???”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, jangan kelihatan bingung seperti itu! Um...um...Ah. Kalau kau penasaran seberapa mengagumkannya itu, hal-hal seperti itu membuat kami bisa menciptakan robot atomik atau &#039;&#039;mobile suit&#039;&#039; dengan mudah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benda apa itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya dengan tiga kata, dia mampu membuang semua mimpi para lelaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala Kamijou tertunduk lemas, Index sepertinya merasa kalau dia telah melakukan sesuatu yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-bagaimanapun juga, pedang suci dan tongkat sihir yang digunakan dalam ritual bisa dibuat dengan bahan modern sebagai penggantinya, tapi ada batasnya. ...Ini khususnya berlaku untuk benda suci yang terkait dengan Tuhan seperti Tombak Longinus, Cawan Suci Joseph, atau The_ROOD. Bahkan setelah seribu tahun, sepertinya tidak ada pengganti yang bisa dibuat...aduh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dia berbicara terus-terusan dengan semangat, dia mulai memegang pelipisnya seperti habis mabuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma melihat wajah Index yang berbaring di futon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia punya 103.000  grimoir dalam kepalanya. Hanya membaca salah satunya bisa membuatmu gila dan walau begitu dia telah memasukkan setiap huruf dari semua buku itu ke dalam kepalanya. Seberapa banyak rasa sakit yang proses itu sebabkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu Index tidak pernah sekali pun mengeluh tentang rasa sakitnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau ingin tahu?” tanyanya seakan meminta maaf pada Kamijou dan mengabaikan rasa sakitnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada bicara Index yang biasanya riang telah menghasilkan konteks yang membuat suara tenang itu mencolok dan seperti membawa determinasi yang lebih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Dasar Sensei bodoh.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Situasi Index tidak begitu masalah bagi Kamijou. Bagaimanapun situasi dia berada, tidak mungkin Kamijou bisa meninggalkannya. Selama Kamijou bisa mengalahkan musuhnya dan menjaganya agar tetap aman, dia rasa tidak ada alasan untuk menggali luka lama Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau ingin tahu bagaimana keadaanku?” ulang gadis yang menyebut dirinya Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menetapkan pikirannya dan menjawab, “Itu membuatku merasa seperti seorang pendeta, kau tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di satu sisi, memang benar. Dia merasa seperti seorang pendeta yang mendengarkan pengakuan seorang pendosa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tahu kenapa?” tanya Index. “Gereja Kristen awalnya adalah satu organisasi, tapi sekarang ada Katolik, Protestan, Katolik Roma, Ortodoks Rusia, Anglikan, Nestorian, Athanasian, Gnostik, dan banyak lagi. Apa kau tahu kenapa perpecahan ini terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yahh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou paling tidak telah membaca sepintas buku teks sejarahnya, jadi dia sedikit tahu jawabannya. Tapi dia ragu untuk menyebutkannya di depan Index yang “sebenarnya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cukup bagus.” Index tersenyum. “Karena politik dicampur dalam gereja. Sekte-sekte berpisah, bertentangan satu sama lain, dan bertarung. Pada akhirnya, bahkan orang-orang yang memercayai Tuhan yang sama menjadi musuh bagi satu sama lain. Bahkan ketika kami percaya pada Tuhan yang sama, kami masing-masing menjalani jalan yang berbeda dari berbagai jalan yang tersebar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, pikiran orang-orang tentang hal tertentu secara alami berbeda-beda. Beberapa ingin menghasilkan uang dengan perkataan Tuhan dan yang lainnya menolak untuk membiarkan itu. Beberapa merasa lebih dicintai Tuhan lebih dari orang lain di dunia dan yang lainnya tidak menerima itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelah sekte-sekte itu berhenti berhubungan satu sama lain, masing-masing dari kami menjalani perkembangan yang terisolasi yang memberikan kami karakteristik masing-masing. Kami berubah sesuai situasi atau kebudayaan negara kami.” Index mengeluarkan napas singkat. “Gereja Katolik Roma mengelola dan mengontrol dunia, Gereja Ortodoks Rusia mencari dan memusnahkan &amp;lt;i&amp;gt;occult&amp;lt;/i&amp;gt;, dan Gereja Anglikan tempatku berada...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata Index terhenti di tenggorokannya sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Inggris adalah negara sihir,” katanya seakan itu adalah kenangan pahit. “Jadi Gereja Anglikan sangat unggul dalam kebudayaan anti-penyihir dan teknik-teknik seperti pemburuan &#039;&#039;witch&#039;&#039;&amp;lt;ref&amp;gt;Salah satu jenis pengguna sihir dari Inggris&amp;lt;/ref&amp;gt; dan Inkuisisi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di London saja terdapat sejumlah perusahaan umum yang menyebut diri sendiri sebagai asosiasi sihir&amp;lt;!--magic cabal--&amp;gt; dan jumlah perusahaan kosong yang hanya terdapat di atas kertas ada sepuluh kali lipatnya. Metode coba-dan-galat mereka yang dimulai sebagai cara untuk melindungi warga dari “penyihir jahat yang bersembuyi di kota” telah berkembang pada satu arah terlalu jauh dan pada titik tertentu menjadi budaya pembantaian dan eksekusi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gereja Anglikan memiliki divisi khusus,” kata Index seperti mengakui dosanya sendiri. “Divisi itu menginvestigasi sihir dan mengembangkan tindakan balasan yang digunakan untuk mengalahkan penyihir.  Dikenal sebagai Necessarius.” Dia benar-benar terdengar seperti biarawati. “Kalau kau tidak mengetahui musuhmu, kau tidak bisa bertahan dari serangan mereka. Tapi, mengerti seorang musuh yang tidak murni akan membuat hatimu sendiri tidak murni dan menyentuh seorang musuh yang tidak murni akan membuat tubuhmu sendiri tidak murni. Itulah kenapa Necessarius, gereja dari kejahatan yang dibutuhkan, diciptakan untuk menarik semua ketidakmurnian itu ke satu tempat. Dan kasus paling ekstrimnya adalah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“103.000 grimoir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar.” Index mengangguk kecil. “Sihir adalah sesuatu yang mirip seperti sebuah persamaan matematis. Kalau kau dengan ahli membalikkan perhitungannya, kau bisa menetralkan serangan lawanmu. Itulah kenapa 103.000 grimoir ini dimasukkan ke dalamku. ...Kalau kau mengetahui sihir dari seluruh dunia, kau bisa menetralkan sihir dari seluruh dunia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat ke arah tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah berpikir kalau tangan kanannya tidak ada gunanya. Kekuatan tangan kanannya bahkan tidak mampu mengalahkan seorang berandalan, tidak bisa meningkatkan nilai tesnya, dan juga tidak bisa membantunya menggoda cewek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi gadis ini telah melewati neraka untuk memperoleh hal yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kalau grimoir ini sebegitu berbahayanya dan kalian tahu di mana tempatnya, kenapa kalian tidak membakarnya tanpa membacanya? Selama ada orang yang membaca dan belajar dari grimoir ini, penyihir akan terus-terusan muncul tanpa ada akhirnya, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukunya sendiri tidak lebih penting daripada isinya. Bahkan kalau kau menyingkirkan sebuah buku Asli, penyihir yang mengetahui isinya akan mewariskannya pada pengikutnya, jadi melakukan itu tidak ada artinya. Walau seseorang yang melakukan itu disebut sebagai &#039;&#039;sorcerer&#039;&#039; dan bukan penyihir,” jelas Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Seperti data yang diposkan di Internet? Bahkan kalau kau menghapus data aslinya, kopian-kopian data itu akan terus ada.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan juga, sebuah grimoir itu tidak lebih dari sebuah buku teks.” Index terdengar seperti merasa sakit. “Hanya membacanya saja tidak membuatmu jadi seorang penyihir. Para penyihir mengubahnya agar cocok dengan diri mereka masing-masing dan membuat sihir jenis baru.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak seperti data dan lebih seperti virus komputer yang berubah terus-terusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk benar-benar menghilangkan virus itu, kau harus menganalisis virus itu dan membuat perangkat lunak antivirus yang baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang sudah kukatakan, grimoir itu berbahaya.” Index memicingkan matanya. “Ketika menghancurkan sebuah kopian saja, seorang Inkuisitor ahli harus menjahit tertutup matanya untuk mencegah polusi pada otaknya, dan bahkan setelah itu diperlukan lima tahun pembatisan untuk menghilangkan sepenuhnya polusi itu darinya. Pikiran manusia tidak mampu menangani sebuah buku Asli. Satu-satunya pilihan yang tersisa untuk 103.000 buku Asli yang tersebar di seluruh dunia adalah dengan menyegelnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan-akan dia sedang berdiskusi tentang apa yang harus dilakukan dengan koleksi yang sangat besar dari sisa senjata nuklir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan sebenarnya, &#039;&#039;kurang lebih memang begitu&#039;&#039;. Kemungkinan besar, orang yang menulis grimoir itu sendiri tidak menyangka ini terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tch. Tapi bukankah sihir bisa digunakan orang normal mana pun selain kami, para esper? Kalau begitu bukankah grimoir ini akan menyebar ke seluruh dunia dalam waktu singkat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengingat kembali api milik Stiyl. Bagaimana kalau semua orang di dunia bisa menggunakan kekuatan seperti itu? Pengetahuan umum di dunia yang fondasinya terbangun dari sains akan runtuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau...tidak perlu khawatir tentang itu. Asosiasi-asosiasi sihir&amp;lt;!--magic cabals--&amp;gt; tidak akan gegabah membiarkan grimoir keluar ke masyarakat umum.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“? Kenapa tidak? Bukankah akan lebih baik bagi mereka kalau memiliki lebih banyak rekan yang bertarung untuk mereka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Tepat karena itulah&#039;&#039;. Kalau setiap orang yang mempunyai senjata adalah teman, tidak akan ada peperangan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya karena dua orang mengetahui sihir tidak berarti mereka berada di pihak yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena mereka tahu kekuatan kartu truf merekalah maka mereka tidak mau dengan gegabah menambah musuh penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Grimoir-grimoir itu diperlakukan seperti rancangan senjata baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm. Kurasa aku mengerti.” Kamijou terlihat hanyut berpikir. “Jadi intinya, mereka ingin mendapatkan &#039;&#039;bom&#039;&#039; yang ada di dalam kepalamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah sebuah perpustakaan dengan kopian sempurna dari 103.000 grimoir Asli di dunia dalam kepalanya. Mendapatkannya berarti mendapatkan seluruh sihir di dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Benar.” Suaranya terdengar seperti dia akan segera tewas. “Dengan 103.000 grimoir, kau bisa membengkokkan apa pun di dunia sesuai kehendakmu tanpa terkecuali. Itulah yang kami sebut sebagai Dewa Sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan dewa dunia iblis&amp;lt;ref&amp;gt; (魔神 Majin, lit. &amp;quot;Magic God&amp;quot;) Kanji pertama bisa berarti sihir atau iblis&amp;lt;/ref&amp;gt;, tapi seseorang yang telah menguasai sihir seutuhnya sampai pada titik memasuki wilayah dewa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Dewa Sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Berengsek.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menyadarinya, Kamijou mulai menggertakkan gigi gerahamnya. Kamijou bisa tahu dari sikap Index kalau 103.000 grimoir dimasukkan ke kepalanya bukan karena keinginannya. Kamijou mengingat kembali api milik Stiyl. Dia hidup seperti itu tanpa alasan lain selain untuk mencegah sebanyak mungkin korban sebisanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahan dengan bagaimana para penyihir itu menggunakan perasaan itu demi keuntungan mereka dan dia tidak tahan bagaimana gereja menyebut Index sebagai “tidak murni”. Mereka semua memperlakukan seorang manusia sebagai sebuah benda dan Index pasti tidak melihat apa pun selain orang-orang yang melakukan itu. Fakta bahwa dia masih memikirkan semua orang selain dirinya walaupun telah mendapatkan perlakuan sedemikian rupa adalah hal yang membuat Kamijou paling tidak tahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Maaf.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahu apa yang menyebabkan dia begitu marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi satu kata itu benar-benar membuatnya sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menjentik dahi Index pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Oh, ayolah. Kenapa kau tidak memberitahuku hal sepenting itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index membeku ketika Kamijou memandang gadis yang terbaring itu dengan memamerkan gigi taringnya. Matanya terbuka lebar seakan-akan dia telah melakukan sesuatu yang sangat salah dan bibirnya bergerak cepat seperti ingin mengatakan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi aku tidak berpikir kau akan memercayaiku dan aku tidak ingin menakutimu. Dan...um...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index kelihatan akan menangis dan suaranya semakin kecil ketika berbicara. Kamijou hampir tidak mendengarnya di ujung kalimatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau begitu, Kamijou mendengarnya mengatakan “aku tidak mau kau membenciku”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, peduli setan!!” Dia benar-benar mendengar suara sesuatu yang patah. “Jangan remehkan orang dan memperkirakan seperti apa mereka dengan pikiranmu sendiri! Rahasia gereja? 103.000 grimoir? Yeah, itu semua hebat dan mengagumkan. Dan ya, semuanya kelihatan sangat absurd sampai aku masih belum benar-benar memercayainya. Tapi...” Kamijou berhenti sejenak. “&#039;&#039;Cuma begitu saja&#039;&#039;?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Index terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir kecilnya bergerak cepat seperti sedang mencoba mengatakan sesuatu, tapi tidak ada kata-kata yang keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan remehkan aku seperti itu. Apa kau benar-benar berpikir kalau aku akan memanggilmu menyeramkan atau menjijikkan atau apalah hanya karena kau menghapal 103.000 grimoir!? Apa kaupikir aku akan meninggalkanmu dan lari ketika para penyihir itu muncul? Persetan. Kalau cuma itu saja yang aku bisa, dari awal aku tidak akan membiarkanmu masuk ke kamar asramaku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kamijou berbicara, dia akhirnya menyadari apa yang menyebabkan dia begitu marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou hanya ingin membantu Index. Dia tidak ingin melihat Index tersakiti lagi. Itu saja. Dan walau begitu dia tidak membiarkan Kamijou melindunginya sementara dia mati-matian melindungi Kamijou. Kamijou hanya ingin mendengar dia meminta tolong sekali saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal itu sangat membuatnya frustasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat, sangat frustasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Percayalah padaku sedikit. Jangan memperkirakan nilai orang-orang seenakmu saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya itu. Bahkan kalau dia tidak punya kekuatan di tangan kanan dan hanyalah seorang manusia biasa, tetap bukan alasan bagi Kamijou untuk mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v01_157.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada alasan seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index hanya memandang wajah Kamijou dengan kagum untuk beberapa saat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi kemudian air mata mulai menggenangi matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah-olah matanya terbuat dari es dan mulai mencair.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index merapatkan bibirnya agar tidak sesenggukan, tapi bibirnya bergetar seakan dia tidak dapat menahannya lebih lama lagi. Dia menarik futon sampai ke mulutnya dan menggigitnya. Tetes air mata di matanya menjadi begitu besar hingga kelihatannya dia akan menangis seperti anak TK kalau bukan karena selimut itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan besar, air mata itu bukan hanya sekedar respon dari kata-kata yang Kamijou baru saja katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak cukup sombong sampai berpikir begitu. Dia ragu kata-katanya memberi pengaruh sebesar itu padanya. Kemungkinan besar, sesuatu yang telah menumpuk di dalam dirinya mengalir keluar dengan kata-kata darinya sebagai pemicunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia merasa hatinya retak karena pemikiran kalau tidak ada yang pernah mengatakan kata-kata seperti itu padanya sebelumnya, Kamijou juga merasa kalau dia akhirnya telah melihat “kelemahan” Index yang membuatnya sedikit senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Kamijou bukan orang mesum yang senang melihat gadis menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, suasana itu sangat canggung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau Komoe-sensei masuk tanpa mengetahui situasinya, Kamijou yakin kalau dia akan tanpa ragu menyuruhnya untuk mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U-um... Kau tahu. Aku punya tangan kananku, jadi tidak ada penyihir yang bisa mengimbangiku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Tapi...hik...kau bilang kau punya pelajaran tambahan selama liburan musim panas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa aku pernah mengatakan itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku yakin kau pernah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya, gadis yang telah menghapal dengan sempurna 103.000 buku itu mempunyai ingatan yang sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan merasa tidak enak karena mengacaukan kehidupan sehari-hari seseorang untuk sesuatu seperti ini. Pelajaran tambahanku tidak sepenting itu. Sekolahku tidak ingin membuatku tinggal kelas kalau mereka bisa mencegahnya, jadi jika aku bolos dari pelajaran tambahan, aku bisa pergi ke pelajaran tambahan dari pelajaran tambahan itu. Aku bisa menundanya selama yang kuperlu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau Komoe-sensei mendengar itu, kamar itu pasti telah berubah menjadi medan perang, tapi dia tidak peduli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan air mata masih di matanya, Index melihat ke Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Jadi kenapa kau begitu terburu-buru untuk pergi ke pelajaran tambahanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...........................Oh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berpikir ke belakang. Memang benar, setelah dia menelanjangi Index dengan menghancurkan Gereja Berjalan-nya dengan Imagine Breaker, sehingga suasana waktu itu hening seperti dalam elevator yang tertutup, dia memang terburu-buru...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena kau punya rencana dan karena kau punya kehidupan normal, aku merasa salah kalau mengganggu semua itu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“O-oh. Yeah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku menyusahkanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku menyusahkanmu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dia mengulangi itu dengan air mata di matanya, sudah tidak mungkin bagi Kamijou untuk mencoba menyangkalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mwinta mwaaf!” Kamijou Touma meminta maaf sambil dengan cepat memasuki mode bersujud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index perlahan duduk seperti orang sakit di futon, memegang telinga Kamijou, dan menggigit bagian atas kepalanya seolah-olah kepalanya adalah onigiri raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar 600 meter dari sana, di atas bangunan dengan banyak penghuni, Stiyl melepaskan teropongnya dari matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah mencari tahu siapa bocah yang bersama Index. ...Bagaimana keadaan Index”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menoleh, Stiyl menjawab gadis yang berbicara padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia masih hidup. Tapi itu berarti mereka punya seorang pengguna sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu tidak memberi respon, tapi sepertinya dia lebih merasa lega bahwa tidak ada yang mati dibandingkan khawatir akan seorang musuh baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu berumur 18 tahun, tapi dia sekepala lebih pendek dari Stiyl yang hanya berumur 14.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi memang, tinggi Stiyl melebihi 2 meter, jadi gadis itu masih terhitung tinggi jika dibandingkan dengan tinggi rata-rata orang Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rambut hitam sepanjang pinggangnya diikat ekor kuda. Di pinggangnya terdapat sebuah pedang Jepang sepanjang lebih dari dua meter yang disarungkan. Tipe yang dikenal sebagai “pedang perintah” yang digunakan di ritual memanggil hujan dalam agama Shinto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi akan sedikit sulit untuk menyebutnya sebagai gadis cantik Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memakai celana jins usang dan kaos putih. Entah kenapa, bagian kaki kiri dari jinsnya dipotong seluruhnya sampai pangkal pahanya, kain berlebih di bawah T-shirt-nya diikat jadi bagian perutnya dapat terlihat, dia memakai sepatu bot setinggi lutut, dan pedang Jepang-nya tergantung dalam sarung kulit seperti sebuah pistol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terlihat seperti seorang &#039;&#039;sheriff&#039;&#039; dari Barat yang telah menukar pistolnya dengan pedang Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti Stiyl si pendeta berbau parfum, pakaiannya sangat tidak normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi siapa sebenarnya orang itu, Kanzaki?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentang itu...aku tidak bisa mendapatkan banyak informasi mengenai bocah itu. Setidaknya, sepertinya dia bukan seorang penyihir atau berkekuatan supernatural lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa, apa kau ingin mengatakan kalau dia cuma siswa SMA biasa?” Stiyl menyalakan rokok yang dia keluarkan hanya dengan memandang ujungnya. “Berhenti saja. Mungkin tidak kelihatan seperti itu, tapi aku adalah seorang penyihir yang telah sepenuhnya menganalisis 24 &#039;&#039;rune&#039;&#039; yang ada dan mengembangkan 6 &#039;&#039;rune&#039;&#039; baru yang kuat. Dunia ini tidak sebaik itu sampai membiarkan seorang amatir tanpa kekuatan mendorong balik api penghakiman milik Innocentius.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan dengan bantuan dari Index, dia dengan seketika membuat rencana menggunakan bantuan. Ditambah lagi tangan kanannya yang aneh. Kalau dia adalah seorang manusia biasa di Jepang, maka Jepang benar-benar negara penuh misteri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar.” Kanzaki Kaori memicingkan matanya. “Masalah sebenarnya adalah seseorang dengan kemampuan tempur sebanyak itu dikategorikan sebagai tidak lebih dari seorang murid tidak punya harapan yang sering terlibat perkelahian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City memiliki sisi tersembunyi bahwa kota itu adalah institusi yang memproduksi esper secara massal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan kalau organisasi tempat Stiyl dan Kanzaki bekerja sedang menyembunyikan keberadaan Index, Stiyl dan Kanzaki telah menghubungi organisasi yang dikenal sebagai Institusi Lima Elemen lebih dulu untuk mendapatkan izin memasuki kota itu. Bahkan grup sihir yang dikenal sebagai yang terhebat di dunia tidak bisa tetap tersembunyi dalam wilayah musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin informasinya dengan sengaja ditutup-tutupi. Dan juga, luka Index disembuhkan dengan sihir. Kanzaki, apa ada organisasi sihir lain di Timur Jauh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka telah memutuskan kalau bocah itu pasti memiliki organisasi lain selain Institusi Lima Elemen di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka salah mengira kalau organisasi lain ini sepenuhnya menghilangkan semua informasi tentang Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau mereka melakukan sesuatu di kota ini, para informan dari Institusi Lima Elemen pasti telah mengetahuinya.” Kanzaki menutup matanya. “Kita punya musuh yang jumlahnya tidak diketahui, sementara kita sendiri tanpa bala bantuan. Ini perkembangan yang menyulitkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya adalah kesalahpahaman. Imagine Breaker milik Kamijou Touma tidak punya efek apa pun kecuali digunakan pada kekuatan supernatural. Dengan kata lain, System Scan milik Academy City tidak bisa mengukur kekuatannya karena menggunakan mesin untuk mengukurnya. Ya, itu adalah salah satu kesialan Kamijou karena dia diperlakukan sebagai seorang Level 0 padahal mempunyai tangan kanan kelas tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dalam skenario terburuk, hal ini bisa berkembang menjadi pertarungan sihir melawan sebuah organisasi. Stiyl, kudengar &#039;&#039;rune&#039;&#039;-mu punya kelemahan fatal dalam hal ketahanan air.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah mengompensasikan itu. Aku melaminating &#039;&#039;rune&#039;&#039;-nya. Trik yang sama tidak akan berlaku padaku lagi.” Seperti pesulap panggung, dia mengeluarkan &#039;&#039;rune&#039;&#039; yang sekarang kelihatan sangat mirip dengan kartu koleksi. “Kali ini, aku akan menempatkan &#039;&#039;barrier&#039;&#039; dengan radisu 2 kilometer di sekitar areanya dan bukan hanya pada bangunannya. Untuk itu, dibutuhkan 164.000 kartu dan persiapannya akan memakan waktu 60 jam untuk diselesaikan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak seperti dalam &#039;&#039;video game&#039;&#039;, sihir yang sebenarnya memerlukan lebih dari hanya sekadar mengucapkan mantra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin memang kelihatannya hanya itu saja yang diperlukan kalau dilihat sekilas, tapi ada sedikit persiapan yang diperlukan di balik layar. Api milik Stiyl adalah tipe yang membutuhkan instruksi kira-kira “Ambil sebuah taring serigala perak yang telah dimandikan sinar bulan selama 10 tahun dan...” Karena itu, kecepatan Stiyl sebenarnya adalah kecepatan seorang ahli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, pertarungan sihir adalah masalah membaca apa yang akan datang. Ketika pertarungan dimulai, kau pada dasarnya sudah terjebak dalam perangkap berupa &#039;&#039;barrier&#039;&#039; milik musuh. Ketika bertahan, kau perlu memastikan apa mantra musuhmu, dan mencari cara untuk membalikkannya ke musuhmu. Ketika menyerang, kau harus memprediksi serangan balik seperti apa yang akan datang dan mengatur kembali mantramu sesuai apa yang terjadi. Tidak seperti bela diri sederhana, kau perlu memikirkan 100-200 langkah ke depan di tengah situasi yang terus berubah. Walaupun istilah kasar seperti “pertarungan” digunakan, sebenarnya itu lebih seperti adu intelek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, pasukan musuh yang tidak diketahui jumlahnya membuat seorang penyihir berada dalam posisi yang sangat tidak menguntungkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Dia kelihatan sangat senang,” kata penyihir &#039;&#039;rune&#039;&#039; tiba-tiba sembari memandang 600 meter ke depan tanpa menggunakan teropongnya. “Dia kelihatan sangat, sangat senang. Dia selalu hidup dalam kehidupan menyenangkan seperti itu.” Dia terdengar seperti sedang meludahkan semacam cairan kental. “Seberapa lama kita harus terus mengoyaknya hingga berkeping-keping?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki memandang 600 meter ke depan dari belakang Stiyl.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan tanpa menggunakan teropong atau sihir, dia bisa melihat jelas dengan pandangan 8.0-nya. Melalui jendela, dia bisa melihat gadis itu menggigiti kepala bocah itu dengan marah sedangkan bocah itu mengayun-ayunkan tangannya dan mencoba berontak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pasti perasaan yang sangat pelik,” kata Kanzaki seperti sebuah mesin. “&#039;&#039;Bagi orang sepertimu yang pernah berada dalam posisi yang sama seperti itu&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku sudah terbiasa,” jawab penyihir api itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia benar-benar telah mengalami perasaan seperti itu berkali-kali sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Waktunya mandi♪ Waktunya mandi♪” nyanyi Index sembari berjalan di samping Kamijou, memegang baskom mandi dengan kedua tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan-akan ingin menunjukkan kalau dia sudah tidak sakit lagi, dia mengganti pakaiannya dari piyama menjadi jubah biarawati yang penuh penitinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahu trik sulap apa yang Index gunakan, tapi jubah yang berdarah-darah itu bersih sempurna. Dia punya firasat kalau jubah itu akan terkoyak-koyak jika Index memasukkannya secara utuh ke dalam mesin cuci, jadi dia penasaran apakah Index memisahkannya dan mencuci tiap-tiap bagiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu begitu mengganggumu? Sejujurnya, aku tidak peduli dengan baunya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tipe yang suka bau keringat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudku bukan begitu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah tiga hari, dia akhirnya cukup sehat untuk bisa keluar rumah dan mandi adalah permintaan pertamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apartemen Komoe-sensei tidak punya apa pun yang yang mirip dengan kamar mandi, jadi pilihan mereka hanya meminjam kamar mandi di kamar manajer atau pergi ke pemandian umum yang bobrok di dekat sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena alasan itulah, anak laki-laki dan gadis muda itu kini sedang berjalan di trotoar pada malam hari dengan baskom mandi di tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya era kebudayaan Jepang mana yang kita tinggali sekarang?” Komoe-sensei berkomentar dengan senyum ketika menjelaskan sistem pemandian umum. Dia membiarkan Kamijou dan Index tinggal di apartemennya tanpa menanyakan detail situasi mereka. Kamijou ikut menginap dengan Index karena dia tidak ingin kembali ke asramanya yang tidak diragukan lagi sedang diawasi oleh musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Touma, Touma,” kata Index dengan suara teredam karena dia sedang menggigit bagian lengan atas kaus Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kebiasaannya menggigit orang, kelakuannya itu tidak lebih dari gerakan yang mirip dengan memegang baju seseorang untuk menarik perhatiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa?” jawab Kamijou jengkel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagi itu, Index sadar kalau dia tidak mengetahui nama Kamijou, jadi Kamijou memperkenalkan dirinya kepadanya. Sejak saat itu, dia telah memanggil namanya sekitar 60.000 kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada apa-apa. Aku cuma suka memanggil namamu walaupun tidak ada alasannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Index mirip dengan seorang anak yang pergi ke taman hiburan untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index terlihat begitu lengket kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan besar karena apa yang terjadi tiga hari sebelumnya, tapi Kamijou tidak lebih senang dibanding tidak yakin harus merasa bagaimana tentang fakta bahwa tidak ada yang pernah mengatakan sesuatu sedasar itu pada Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Komoe bilang pemandian umum Jepang punya kopi susu. Apa itu kopi susu? Seperti &amp;lt;i&amp;gt;cappuccino&amp;lt;/i&amp;gt;?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak akan menemukan yang seelegan itu di pemandian umum. Jangan berharap terlalu tinggi,” kata Kamijou. “Hmm, tapi bak mandi raksasa mungkin akan membuatmu terkejut. Di Inggris, yang paling umum adalah bak mandi yang sempit seperti yang ada di hotel, &#039;kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? ...Aku tidak begitu tahu.” Index memiringkan kepalanya ke samping seperti memang benar-benar tidak tahu. “Hal pertama yang kuingat dimulai di sini, di Jepang. Aku tidak begitu tahu bagaimana keadaan di Inggris sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Hmm. Jadi itu kenapa kau bisa berbicara bahasa Jepang dengan lancar. Kalau kau di sini sejak kecil, berarti kau sendiri praktis adalah orang Jepang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban Index tadi membuat Kamijou berpikir bahwa keyakinan Index kalau dia akan aman jika kabur ke Gereja Anglikan sedikit kurang bisa diandalkan. Awalnya dia berpikir gadis itu akan pulang ke rumahnya, tapi dia sebenarnya malah akan pergi ke negara yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bukan. Maksudku bukan seperti itu.” Index menggelengkan kepalanya, mengayun-ayunkan rambut perak panjangnya. “Sepertinya, aku lahir dan dibesarkan di Katedral St. George di London. Sepertinya, aku baru datang ke sini sekitar satu tahun lalu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengerutkan dahinya karena kata yang tidak jelas itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah. Aku tidak punya ingatan dari sebelum sekitar satu tahun yang lalu ketika aku tiba di sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persis seperti anak kecil yang menuju taman hiburan untuk pertama kali dalam hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesempurnaan senyuman itulah yang menunjukkan kepada Kamijou rasa takut dan rasa sakit di baliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika aku pertama kali bangun di sebuah gang, aku tidak tahu siapa diriku. Yang kutahu hanyalah bahwa aku harus kabur. Aku tidak ingat apa yang kumakan pada makan malam malam sebelumnya, tapi pengetahuan tentang hal-hal seperti sihir, Index Librorum Prohibitorum, dan Necessarius terus berputar dalam pikiranku. Hal itu begitu menakutkan...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kau bahkan tidak tahu kenapa kau kehilangan ingatanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu benar,” jawabnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahu sama sekali tentang psikologi, tapi dia tahu dari &amp;lt;i&amp;gt;video game&amp;lt;/i&amp;gt; dan drama kalau ada dua penyebab utama amnesia: terkena benturan keras di kepala atau menyegel sebuah kenangan yang tidak bisa dipikul hatimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan...” gumam Kamijou sambil melihat ke langit malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun dia memang merasa marah pada para penyihir yang bisa melakukan hal seperti itu ke seorang gadis sepertinya, dia lebih merasa dikuasai oleh rasa ketidakberdayaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sekarang tahu kenapa Index melindunginya dan menjadi sangat lengket padanya. Itu hanya karena &amp;lt;i&amp;gt;Kamijou secara kebetulan&amp;lt;/i&amp;gt; adalah orang pertama yang dia kenal setelah menghabiskan satu tahun sendirian di dunia tanpa mengetahui apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua ini tidak menyenangkan Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak tahu kenapa, tapi entah kenapa jawaban &amp;lt;i&amp;gt;itu&amp;lt;/i&amp;gt; benar-benar membuatnya jengkel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mh? Touma, apa kau marah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan itu menangkap basah dia, tapi Kamijou berhasil berpura-pura tidak marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau aku membuatmu marah entah karena apa, aku minta maaf. Touma, apa yang membuatmu begitu marah? Pubertas?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak ingin mendengarmu berbicara tentang pubertas dengan badanmu yang seperti anak kecil itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mh. Apa maksudnya itu? Aku benar-benar berpikir kalau kau marah. Atau kau cuma berpura-pura marah untuk membuatku merasa susah? Aku tidak suka sisimu yang itu, Touma.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, jangan mengatakan itu ketika kau tidak pernah benar-benar menyukaiku. Aku tidak mengharapkan kejadian indah mirip komedi romantis seperti itu denganmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah? ...Kenapa kau memelototiku seperti itu, Tuan Putri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika dia mencoba mencairkan suasana dengan lelucon, Index tidak memberikan respon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aneh. Ini aneh. Kenapa Index melipat tangannya, melihatku dengan air mata di matanya dan ekspresi terluka di wajahnya, dan menggigit bibir bawahnya?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Touma.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?” Kamijou merespon, memutuskan kalau dia lebih baik merespon karena Index memanggil namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendapat firasat kuat tentang kesialan yang akan datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku benci kau.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat saat itu, Kamijou mendapatkan banyak &amp;lt;i&amp;gt;experience point&amp;lt;/i&amp;gt; untuk pengalaman langka berupa seorang gadis yang menggigit seluruh bagian atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index berjalan lebih dulu ke arah pemandian umum sendirian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, Kamijou berjalan lesu ke arah pemandian umum. Awalnya dia telah mencoba berlari mengejar Index, tapi biarawati putih yang marah itu lari seperti kucing liar setiap kali melihatnya. Walau begitu, dia akan tetap melihat punggung Index setelah berjalan beberapa saat seperti sedang ditunggu Index. Setelah itu, siklus ini akan berulang. Index benar-benar seperti kucing yang plin-plan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Yah, kami sedang menuju tempat yang sama, jadi pada akhirnya kami pasti akan bertemu lagi.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pikiran itu, Kamijou menyerah mengejarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditambah lagi dia merasa kalau ada kemalangan yang pasti datang berupa penahanan oleh polisi kalau seseorang melihatnya (kelihatannya) mengejar seorang biarawati Inggris muda yang lemah dan tak berdaya di jalan yang gelap seperti seekor Namahage.&amp;lt;ref&amp;gt;Semacam siluman dari Jepang. http://en.wikipedia.org/wiki/Namahage&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Biarawati dari Inggris, hm?” gumam Kamijou di sela napasnya sambil berjalan di jalan yang gelap sendirian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tahu kalau Index akan dibawa ke markas Gereja Anglikan di London kalau dia membawanya ke salah satu gereja mereka di Jepang. Tidak ada lagi yang tersisa untuk Kamijou lakukan. Semuanya pasti akan berakhir dengan ucapan seperti, “Mungkin waktunya singkat, tapi terima kasih. Aku tidak akan pernah melupakanmu karena aku punya ingatan sempurna”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasa sesuatu yang tajam menusuk-nusuk dadanya, tapi dia tidak tahu apakah ada hal lain yang bisa dilakukannya. Kalau Index tidak berada di bawah perlindungan gereja, dia akan terus dikejar oleh para penyihir itu. Lagi pula, tidak realistis mencoba mengikuti Index ke Inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka hidup di dunia yang berbeda, mereka berdiri di tempat berbeda, dan mereka berada di dimensi yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tinggal di dunia ESP ilmiah dan dia tinggal di dunia &amp;lt;i&amp;gt;occult&amp;lt;/i&amp;gt; sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti daratan dan lautan, kedua dunia mereka tidak akan berlintas jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cuma begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cuma begitu saja, tapi hal itu masih membuatnya jengkel seperti ada tulang ikan yang tersangkut di tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba pemikirannya yang berputar sia-sia terhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada sesuatu yang salah. Kamijou memeriksa waktu yang terpampang di papan iklan elektronik milik sebuah &amp;lt;i&amp;gt;department store&amp;lt;/i&amp;gt;. Tepat jam 8 malam. Masih ada banyak waktu sebelum waktunya orang-orang tidur, tapi keheningan mencekam menyelimuti area itu seperti berada di hutan pada malam hari. Perasaan aneh yang tidak pada tempatnya menyelimuti area itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kalau dipikir-pikir, aku belum melihat seorang pun sejak berjalan dengan Index...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ekspresi bingung, Kamijou berjalan lebih jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan ketika dia tiba di jalan besar dengan 3 lajur di setiap arah, perasaan tidak pada tempatnya itu berganti menjadi perasaan kalau segala sesuatunya benar-benar salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Tidak ada orang di sana&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada seorang pun yang masuk atau keluar dari mal yang berbaris di sisi jalan seperti minuman di rak toko serba ada. Trotoar yang biasanya terasa terlalu sempit sekarang terasa terlalu luas dan tidak ada satu mobil pun yang berjalan di jalan yang mirip landasan pacu itu. Semua mobil yang diparkir di sisi jalan kosong seakan sudah dibuang pemiliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti melihat jalan di ladang nun jauh di pedesaan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini karena Stiyl telah mengukir &amp;lt;i&amp;gt;rune&amp;lt;/i&amp;gt; Opila untuk membuat sebuah medan pembersih manusia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara perempuan tiba-tiba memasuki kepalanya seakan-akan sebuah pedang Jepang menusuk tembus bagian tengah wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak menyadarinya sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu tidak bersembunyi di balik apa pun dan dia juga tidak menyelinap dari belakangnya. Dia berdiri di tengah jalan lebar seperti landasan pacu sekitar 10 meter di depannya, menghalangi jalannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah jelas ini bukan lagi perkara tidak melihat atau menyadarinya karena kegelapan. Sesaat sebelumnya, memang benar-benar tidak ada seorang pun di sana. Tapi dalam satu kedipan mata, gadis itu muncul di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua orang di sekitar area ini telah dialihkan fokusnya jadi mereka tidak akan berpikir untuk mendekati area ini untuk tujuan tertentu. Kebanyakan orang sepertinya berada di dalam bangunan-bangunan, jadi jangan khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badannya bereaksi bereaksi lebih cepat dari pikurannya. Semua darah di tubuhnya seperti berkumpul di tangan kanannya. Dengan rasa sakit seperti ada seutas tali mengikat kencang pergelangan tangannya, insting Kamijou merasa bahwa gadis itu berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu memakai T-shirt dan jins yang satu bagian kakinya dipotong dengan berani, jadi pakaiannya tidak terlalu jauh berbeda dari apa yang disebut normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, sebuah pedang Jepang yang panjangnya lebih dari dua meter yang bergantung di pinggangnya seperti pistol, mengeluarkan hawa membunuh yang membeku. Bilahnya tersembunyi dalam sarung pedangnya, tapi sarung hitam itu terlihat sama penuh sejarahnya dengan sebuah tiang dari bangunan Jepang tua, jadi terlihat jelas kalau pedang itu asli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Penghancur Iblis Penyuci Tuhan.&amp;lt;ref&amp;gt;“God Purifying Demon Destroyer” (神浄の討魔) dibaca sebagai “Kamijou no Touma” tapi menggunakan kanji yang berbeda dengan nama Touma (上条当麻).&amp;lt;/ref&amp;gt; Nama sebenarnya &amp;lt;!--true name--&amp;gt;yang sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi gadis itu sendiri tidak menunjukkan tanda-tanda gugup sedikit pun. Cara bicaranya yang seperti sedang mengobrol santai membuatnya jauh lebih menakutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Siapa kau?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Kanzaki Kaori. ...Aku tidak ingin memberikan namaku yang lain kalau bisa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namamu yang lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah sedikit memperkirakan itu, tapi Kamijou tetap mundur selangkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama sihir. Itu adalah “nama membunuh” yang telah Stiyl berikan sebelum menyerang Kamijou dengan sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi...apa? Apa kau juga dari asosiasi sihir atau apalah itu sama seperti Stiyl?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?” Untuk sesaat, Kanzaki mengernyit ragu. “Oh, apa kau mendengar itu dari Index?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah asosiasi sihir. Organisasi yang mengejar Index untuk mendapatkan 103.000 grimoir-nya. Sebuah grup yang berjuang untuk menjadi Dewa Sihir, orang-orang yang telah menguasai sihir sepenuhnya hingga bisa membengkokkan apa pun di dunia sesuai kehendak mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya.” Kanzaki menutup satu matanya. “Aku ingin membawa dia ke dalam perlindungan kami tanpa perlu memberikan nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggigil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou punya kartu truf berupa tangan kanannya, tapi tetap saja musuh yang berdiri di depannya membuat punggungnya menggigil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Dan kalau aku menolak?” kata Kamijou. Dia tidak punya alasan untuk mundur walaupun merasa takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu aku tidak punya pilihan lain.” Kanzaki menutup mata yang satunya lagi. “Aku akan memberikan namaku sampai dia kembali ke dalam perlindungan kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guncangan seperti gempa membuat tanah di bawah kaki Kamijou bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti ada sebuah bom yang meledak. Langit malam di sudut penglihatannya yang harusnya ditutupi kegelapan biru pucat menjadi warna oranye terang seperti matahari tenggelam. Api raksasa menyebar beberapa ratus meter ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Index...!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuhnya adalah sebuah organisasi dan Kamijou tahu nama seorang penyihir api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou secara refleks melihat ke arah api yang meledak itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan di saat itu, tebasan Kanzaki Kaori tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada jarak 10 meter antara Kamijou dan Kanzaki. Dan juga, katana milik Kanzaki panjangnya lebih dari dua meter, jadi sepertinya tidak mungkin bagi tangan langsing feminimnya untuk menariknya dari sarungnya, apalagi mengayunkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&amp;lt;i&amp;gt;Tapi seperti itulah yang terlihat&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat berikutnya, angin di atas kepala Kamijou terpotong seakan gadis itu sedang menembakkan laser raksasa. Kamijou membeku karena syok dan baling-baling sebuah kincir angin pembangkit listrik di belakang kanannya terpotong diagonal seakan terbuat dari mentega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong hentikan ini,” kata suara 10 meter di depannya. “Mengabaikan peringatanku hanya akan berujung pada kematian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang sepanjang 2 meter milik Kanzaki sudah kembali ke sarungnya. Serangan itu sangat cepat hingga Kamijou bahkan tidak pernah melihat bilahnya menyentuh udara luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya alasan dia masih berdiri di sana adalah karena Kanzaki dengan sengaja membuat serangannya meleset. Situasinya kelihatan sangat tidak nyata sampai dia hampir tidak menyadari fakta itu. Musuhnya terlalu kuat sampai pikirannya tidak bisa mengikuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara benturan kuat, baling-baling kincir angin yang terpotong jatuh ke tanah di belakang Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan walaupun puing-puing baling-baling itu jatuh begitu dekat, Kamijou masih tidak bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggertakkan giginya karena pedang itu pasti sangat tajam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki membuka salah satu matanya yang tertutup dan berkata, “Aku bertanya kepadamu sekali lagi.” Dia memicingkan matanya sedikit. “Aku ingin membawanya ke dalam perlindungan kami tanpa perlu memberikan nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada keraguan dalam suara Kanzaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya begitu dingin hingga dia terlihat seperti mengatakan tingkat kehancuran seperti itu bukanlah sesuatu yang pantas untuk membuat orang terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...A-apa-apaan yang kaukatakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan-akan kakinya tertempel ke tanah, dia tidak bisa maju ke depan atau melangkah mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakinya bergetar seakan dia baru saja selesai berlari maraton dan dia bisa merasakan tenaganya meninggalkan kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak punya alasan untuk menyerah pada-...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan menanyakannya sebanyak apa pun yang diperlukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sesaat – benar-benar sesaat – tangan kanan Kanzaki menjadi buram dan menghilang seperti &amp;lt;i&amp;gt;bug&amp;lt;/i&amp;gt; dalam sebuah &amp;lt;i&amp;gt;video game&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara raungan, sesuatu terbang ke arah Kamijou dengan kecepatan menakutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasa seperti senjata laser raksasa sedang ditembakkan dari segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti tornado raksasa yang terbuat dari pedang-pedang udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma melihat topan itu memotong aspal, lampu jalan, dan pohon-pohon yang berbaris di jalan dalam interval tertentu hingga menjadi berkeping-keping seolah-olah dipotong dengan &amp;lt;i&amp;gt;waterjet&amp;lt;/i&amp;gt;&amp;lt;ref&amp;gt;Mesin yang bisa memotong dengan menembakkan jet air. http://en.wikipedia.org/wiki/Water_jet_cutter&amp;lt;/ref&amp;gt; industri. Bongkahan aspal berukuran kepalan tangan terbang dan menghantam bahu kanan Kamijou. Cukup untuk menerbangkan dan membuatnya hampir pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil memegang bahu kanannya, Kamijou melihat sekelilingnya hanya dengan menggerakkan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu... dua... tiga, empat, lima, enam, tujuh. Total sebanyak tujuh tebasan lurus dari pedang  berlanjut sampai lusinan meter di sepanjang tanah yang datar. Tebasan-tebasan itu datang dari sudut acak dan kelihatan seperti goresan kuku di pintu baja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendengar suara katana gadis itu yang dimasukkan kembali ke sarungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingin membawa dia ke bawah perlindungan kami tanpa perlu memberikan nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tangan kanannya masih di gagang pedang, Kanzaki mengucapkan kata-kata itu tanpa kebencian atau kemarahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuh serangan. Kamijou bahkan tidak bisa melihat satu serangan pun, tapi Kanzaki melakukan tujuh serangan iai&amp;lt;ref&amp;gt;Tipe bela diri pedang yang serangannya berupa tebasan cepat dari dalam gagang dan langsung dimasukkan kembali ke gagang. http://en.wikipedia.org/wiki/Iai&amp;lt;/ref&amp;gt; dalam sekejap. Bahkan kalau dia mau, satu atau seluruh tujuh serangan itu bisa menjadi serangan mematikan yang memotong Kamijou menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan. Kamijou hanya sekali saja mendengar suara metalik dari pedang yang disarungkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan besar tadi adalah &amp;lt;i&amp;gt;kekuatan supernatural&amp;lt;/i&amp;gt; yang dikenal sebagai sihir. Dia memakai sihir yang memanjangkan jarak satu serangan itu sebanyak lusinan meter dan memberikannya kemampuan berpedang untuk menyerang tujuh kali walaupun hanya dengan sekali menarik pedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kecepatan serangan Nanasen&amp;lt;ref&amp;gt;Nanasen berarti “Tujuh Kilatan”.&amp;lt;/ref&amp;gt; yang Shichiten Shichitou&amp;lt;ref&amp;gt;Shichiten Shichitou berarti “Tujuh Pedang Tujuh Langit”.&amp;lt;/ref&amp;gt;-ku lakukan itu cukup untuk membunuhmu tujuh kali dalam waktu yang dikenal sebagai sekejap. Orang-orang menyebutnya sebagai pembunuhan instan. Menyebutnya sebagai pembunuhan instan pasti rasanya tidak jauh dari kenyataannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam diam, Kamijou mengepalkan tinjunya dengan kekuatan yang cukup untuk menghancurkan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki punya kecepatan, kekuatan, dan jarak yang mengerikan. Kemungkinan besar, serangan memotong itu berhubungan dengan kekuatan supernatural yang dikenal sebagai sihir. Kalau begitu, Kamijou hanya perlu menyentuh serangan aslinya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Teruslah bermimpi,” katanya, memotong pemikiran Kamijou. “Aku sudah dengar dari Stiyl kalau tangan kananmu bisa meniadakan sihir entah bagaimana caranya. Tapi apakah aku benar kalau berpikir bahwa kau tidak bisa melakukan itu kecuali kau menyentuhnya dengan tangan kananmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sekali. Tangan kanan Kamijou tidak berguna kalau dia tidak bisa menyentuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan masalah kecepatan. Tidak seperti Biri-Biri dari Misaka Mikoto&amp;lt;ref&amp;gt;Serangan listrik. Dalam bahasa Jepang, suara listrik adalah “biri biri”.&amp;lt;/ref&amp;gt; dan Railgun yang ditembakkan dalam garis lurus, dia tidak bisa memprediksi ke mana Nanasen milik Kanzaki Kaori akan datang karena perubahan konstannya. Kalau Kamijou mencoba menggunakan Imagine Breaker, tujuh tebasan itu kemungkinan akan memotong tangannya berkeping-keping hanya dalam satu kedipan mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan terus menanyakannya sebanyak yang diperlukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Kanzaki menggenggam gagang Shichiten Shichitou di pinggangnya tanpa bersuara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasakan keringat dingin di pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau &amp;lt;i&amp;gt;mood&amp;lt;/i&amp;gt; Kanzaki berubah dan serius ingin membunuh, Kamijou pasti akan terpotong-potong menjadi bagian-bagian kecil dalam sekejap. Mengingat dia telah memotong pohon-pohon yang berjejer di jalan berkeping-keping dari jarak lusinan meter, mencoba lari atau menggunakan sesuatu sebagai tameng adalah bunuh diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menghitung jarak antara dirinya dan Kanzaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar 10 meter. Kalau dia berlari secepat yang tubuh fisiknya mampu, dia bisa menutup jarak itu dalam empat langkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Bergeraklah.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou memberikan perintah dengan putus asa pada kakinya yang seperti ditempel ke tanah dengan lem instan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akankah kau membiarkan kami membawanya ke dalam perlindungan kami sebelum aku memberikan nama sihirku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Bergeraklah!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia maju selangkah ke depan seakan mengoyakkan kakinya dari tanah. Satu alis Kanzaki naik ketika Kamijou bergerak maju dengan langkah eksplosif seperti sebuah peluru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh... Ohhhhhhhhhhhh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia maju selangkah lagi. Kalau dia tidak bisa kabur, tidak bisa menghindar ke kiri atau ke kanan, dan tidak bisa menggunakan apa pun sebagai tameng, maka satu-satunya pilihan yang tersisa adalah maju dan membuka jalan untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu apa yang mendorongmu sampai sejauh ini, tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki menghela napas yang lebih dikarenakan oleh rasa kasihan dibandingkan keterkejutan. Kemudian...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nanasen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Potongan-potongan kecil dari aspal dan pohon yang hancur melayang di udara seperti debu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan angin yang meraung, awan debu itu terpotong kecil-kecil di depan mata Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah... Ohh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tahu dalam kepalanya bahwa dia bisa meniadakannya kalau dia menyentuhnya dengan tangan kanannya, tapi hatinya segera memilih untuk menghindar. Dia menunduk dengan begitu kuatnya hingga terlihat seperti dia sedang mengayunkan kepalanya ke bawah dan jantungnya membeku ketika tujuh serangan menebas itu lewat di atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak memperhitungkan itu dan dia tidak mungkin berhasil menghindar kalau dia memperhitungkannya. Dia berhasil menghindar karena murni keberuntungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian dia mengambil satu langkah kuat lagi, yang ketiga dari empat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak peduli seberapa aneh serangan Nanasen itu, pada dasarnya serangan itu tetaplah masih sebuah serangan iai. Iai adalah teknik berpedang kuno yang mengeluarkan satu serangan mematikan yang dimulai dengan gerakan menarik pedang dari sarungnya. Artinya, pada saat pedangnya berada di luar sarungnya akan membuat penggunanya tak berdaya dan tidak bisa menggunakan serangan iai lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia mengambil langkah terakhir itu untuk mencapai Kanzaki, dia akan menang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harapan terakhir yang pikiran itu berikan pecah berkeping-keping dengan suara “klik” kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah suara metalik kecil yang terlalu pendek dari sebuah katana yang dikembalikan ke dalam sarungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nanasen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raungan itu datang tepat dari depan Kamijou dalam jarak kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketujuh serangan itu mengejarnya bahkan sebelum refleks tubuhnya bisa beraksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan...Ahhhhhhhhhh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengulurkan tinju kanannya ke arah tebasan di depannya, tapi itu lebih mirip usaha defensif untuk menangkap bola yang dilemparkan ke wajahnya daripada sebuah serangan ofensif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama itu adalah kekuatan supernatural, tangan kanan Kamijou bisa meniadakannya bahkan kalau itu adalah kekuatan Tuhan atau kekuatan vampir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena berada dalam jarak sedekat itu, ketujuh serangan itu tiba sebagai satu seangan tanpa menyebar. Itu berarti dia bisa menghancurkan ketujuhnya dengan satu pukulan Imagine Breaker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat serangan-serangan itu bersinar biru di bawah sinar bulan, kulit dari satu jari di tinju Kamijou menyentuhnya halus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Dan ditelan&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap...!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak menghilang. Bahkan dengan Imagine Breaker, serangan absurd itu tidak menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou segera mencoba menyentakkan tangannya ke belakang, tapi dia tidak berhasil tepat pada waktunya. Bagaimanapun juga, dia telah menjulurkan tangannya sendiri ke serangan pedang Jepang yang akan datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki memicingkan matanya sedikit ketika melihat Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat berikutnya, suara basah dari daging yang dipotong memenuhi area itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou memegang tangan kanannya yang berdarah dengan tangan kirinya dan jatuh berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, dia terkejut ketika melihat bahwa kelima jarinya masih utuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini tentu saja bukan karena jemari Kamijou itu kuat dan kemampuan Kanzaki itu rendah. Tubuh Kamijou tidak terpotong-potong karena fakta sederhana bahwa Kanzaki telah menahan diri, lebih menahan dirinya lagi, dan membiarkannya hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih berlutut, Kamijou melihat ke atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki berdiri dengan lingkaran sempurna bulan biru di belakangnya. Dia bisa melihat sesuatu seperti benang-benang merah di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelihatan seperti jaring laba-laba. Hanya ketika darah Kamijou menutupinya seperti embun malam di atas jaring laba-labalah dia bisa melihat tujuh kawat baja itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak percaya...” Kamijou menggertakkan giginya. “Apa kau bukan seorang penyihir?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katana yang besarnya menggelikan itu tidak lebih dari sebuah hiasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mengejutkan kalau Kamijou tidak bisa melihat saat dia menarik pedangnya. Kanzaki tidak pernah menarik pedangnya keluar. Dia hanya menggerakkan pedangnya sedikit di dalam sarungnya dan kemudian menggerakkannya ke tempat semula. Gerakan itu adalah untuk menyembunyikan tangan yang menggerakkan ketujuh kawat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan Kamijou relatif tidak terluka karena Kanzaki telah mengendurkan kawatnya tepat sebelum memutuskan jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang sudah kubilang, aku sudah dengar tentang kemampuanmu dari Stiyl.” Kanzaki kedengaran tidak tertarik. “Saat itulah aku menyadarinya. Kekuatanmu bukan dalam jumlah yang lebih besar, tapi adalah tipe yang berbeda. Sama seperti gunting-batu-kertas. Seberapa banyak pun kau menggunakan batu, kau tidak akan pernah mengalahkan kertasku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengepalkan tangannya yang berdarah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kelihatannya kau salah tentang sesuatu.” Kelihatannya menyakitkan bagi Kanzaki untuk melihatnya. “Aku tidak menyembunyikan ketidakmampuan dengan sebuah trik murahan. Shichiten Shichitou bukan sekedar hiasan saja. Di balik Nanasen adalah Yuisen&amp;lt;ref&amp;gt;Yuisen berarti “Satu Kilatan”.&amp;lt;/ref&amp;gt; yang sebenarnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkan tinju berdarahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan yang lebih penting, aku masih belum memberikan nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong jangan buat aku memberikannya, bocah.” Kanzaki menggigit bibirnya. “Aku tidak mau memberikannya lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinju Kamijou yang terkepal gemetar. Kanzaki jelas berbeda dari Stiyl. Dia bukan kuda poni yang hanya tahu satu trik saja. Dari paling dasar dari semua dasar dan yang paling dasar dari semua fondasi, dia benar-benar terbuat berbeda dari Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Seperti aku bisa menyerah saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, Kamijou tidak melepas kepalan tangannya. Dia tetap menutup tangan kanannya walaupun tidak bisa merasakan apa pun di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tidak menyerah dan tetap berusaha menghadap ke arah Kamijou ketika punggungnya ditebas oleh penyihir itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kaubilang? ...Aku tidak bisa mendengarmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kubilang tutup mulutmu, dasar robot sialan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengepalkan tinjunya yang berdarah dan mencoba mengayunkannya ke wajah gadis yang berdiri di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi ujung sepatu bot Kanzaki menusuk ulu hatinya sebelum dia sempat melakukannya. Seluruh udara dalam paru-parunya keluar dari mulutnya dan sarung hitam Shichiten Shichitou menghantamnya wajahnya seperti sebuah tongkat baseball. Badannya berputar seperti tornado dan dia menghantam tanah dengan bahu lebih dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belum sempat berteriak kesakitan, Kamijou melihat bagian bawah sepatu bot itu turun untuk menghancurkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mencoba menghindar, dia segera berguling ke samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nanasen.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kata itu memasuki telinga Kamijou, tujuh tebasan memecahkan aspal di sekitarnya sampai berkeping-keping. Seluruh tubuh Kamijou dihujani oleh pecahan-pecahan kecil dari segala penjuru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gh...Ah...!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggeliat kesakitan di tempatnya ketika diserang oleh rasa sakit yang intens, bagaikan dikeroyok dan dipukuli oleh lima-enam orang. Kanzaki mendekatinya dengan menyeret sepatu botnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aku harus bangkit...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi kakinya terlalu lelah untuk bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurasa sudah cukup.” Suara kecilnya terdengar iba. “Tidak ada alasan bagimu untuk melakukan sejauh ini untuknya. Mampu bertahan 30 detik saja melawan satu dari sepuluh penyihir terhebat di London adalah prestasi luar biasa. Dia tidak akan menyalahkanmu yang telah berusaha sejauh ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran Kamijou kabur, tapi dia berhasil mengingat sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengingat kalau Index memang tidak akan menyalahkannya apa pun yang dia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tapi...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat karena Index terus menahan semuanya tanpa menyalahkan orang lainlah yang membuat Kamijou tidak bisa menyerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia ingin menyelamatkan Index, gadis yang tetap tersenyum begitu sempurna setelah mengalami semua ini dan bukannya ekspresi yang mampu menyayat hati siapa pun yang melihatnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memaksakan tangan kanannya yang hancur menjadi sebuah tinju seakan tangannya adalah seekor serangga yang sekarat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya masih bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya bergerak ketika dia memintanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kenapa?” bisik Kamijou dari posisinya yang masih terbaring di tanah. “Tampaknya kau tidak menyukai ini. Kau tidak seperti orang bernama Stiyl itu. Kau ragu untuk membunuh musuhmu. Kau bisa dengan mudah membunuhku sejak awal kalau kau mau, tapi kau &amp;lt;i&amp;gt;tidak melakukannya&amp;lt;/i&amp;gt;. ...Kau masih cukup punya jalan pikiran manusia normal yang &amp;lt;i&amp;gt;ragu&amp;lt;/i&amp;gt; untuk hal-hal seperti itu, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki telah menanyakannya lagi dan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah meminta agar semua diselesaikan sebelum dia harus memberikan nama sihirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir &amp;lt;i&amp;gt;rune&amp;lt;/i&amp;gt; yang menamakan dirinya Stiyl Magnus tidak menunjukkan keraguan sedikit pun dalam hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki Kaori terdiam, tapi rasa sakit yang dideritanya membuat pikiran Kamijou terlalu kabur untuk menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu kau pasti tahu, &#039;kan? Kau tahu bahwa mengejar-ngejar seorang gadis sampai dia pingsan karena lapar dan kemudian menebas punggungnya dengan pedang itu salah, &#039;kan?” Dia mengucapkannya seperti batuk darah, sementara Kanzaki hanya bisa lanjut mendengarkannya. “Apa kau tahu kalau dia tidak punya ingatan sebelum satu tahun yang lalu karena kalian? Apa-apaan yang kalian lakukan padanya sambil mengejarnya sampai menyebabkan hal seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak mendapat respon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak bisa mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mungkin bisa mengerti kalau penyihir ini mencoba mendapatkan 103.000 grimoir untuk menjadi seorang Dewa Sihir yang (katanya) bisa membengkokkan aturan-aturan dunia untuk mengabulkan permintaan seperti menyembuhkan seorang anak dengan penyakit yang tidak tersembuhkan atau melakukan sesuatu untuk seorang kekasih yang sudah mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi bukan itu yang sedang dilakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah bagian dari sebuah organisasi. Dia melakukan ini karena dia disuruh karena itu adalah tugasnya, dan itu adalah yang diperintahkan padanya. Hanya itu saja yang membuatnya sampai mengejar seorang gadis dan menebas punggungnya terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa?” Kamijou mengulang, rahangnya dirapatkan. “Aku cuma pecundang yang tidak bisa menyelamatkan seorang gadis setelah mempertaruhkan nyawaku dengan sia-sia demi melawanmu. Aku cuma orang lemah yang tidak bisa melakukan apa pun selain terbaring di tanah dan melihatmu membawanya pergi.” Dia terdengar seperti akan menangis seperti seorang anak kecil pada saat itu juga. “Tapi kau itu berbeda, &#039;kan?” Dia sendiri tidak tahu apa yang sedang dia katakan. “Dengan kekuatanmu kau bisa melindungi siapa pun atau apa pun dan menyelamatkan apa pun atau siapa pun.” Dia tidak tahu dengan siapa dia sedang berbicara. “Jadi kenapa kau melakukan ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dia menyesal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyesali bahwa dia telah berpikir kalau dia bisa melindungi semua yang dia inginkan dengan kekuatan kecil yang dia punya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyesali bahwa seseorang dengan kekuatan sehebat itu hanya menggunakannya untuk memburu seorang gadis kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyesali bahwa situasi ini seperti mengatakan kalau dia itu bahkan lebih hina dari orang seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyesali itu semua dan dia pikir dia akan menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keheningan menumpuk di atas keheningan, suasana yang hening menjadi semakin hening.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau pikiran Kamijou sedang jernih, dia pasti akan terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang tersudut adalah Kanzaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan beberapa kata saja, dia telah menyudutkan satu dari sepuluh penyihir terhebat di London.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak benar-benar bermaksud untuk menebas punggungnya. Kupikir &amp;lt;i&amp;gt;barrier&amp;lt;/i&amp;gt; dari jubah biarawati Gereja Berjalan-nya masih berfungsi... Aku hanya menebasnya karena aku benar-benar yakin serangan itu tidak akan melukainya... Tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak mengerti apa yang Kanzaki katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak melakukan ini karena aku mau,” kata Kanzaki. “Tapi dia tidak bisa hidup kalau aku tidak melakukan ini. ...Dia akan...mati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki kedengaran seperti seorang anak yang akan menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Organisasi tempat aku berada sama dengannya. Aku berasal dari Necessarius milik Gereja Anglikan,” katanya seakan memuntahkan darah. “Dia adalah rekanku...dan temanku yang berharga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Previous [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1 Chapter1|Chapter 1]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1 Chapter3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
|-&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter2&amp;diff=194694</id>
		<title>Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1 Chapter2</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter2&amp;diff=194694"/>
		<updated>2012-10-06T16:00:13Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: /* Part 4 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 2: Si Ilusionis Memberikan Kematian. The_7th-Egde.==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu malam. Sirene beberapa truk pemadam kebakaran dan sebuah ambulan meraung dari jalan utama dan melewatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asrama itu kelihatannya hampir seluruhnya sudah kosong, tapi alarm kebakaran yang berbunyi dan &#039;&#039;sprinkler&#039;&#039; yang terus menyirami gedung menandakan telah terjadi suatu peristiwa di sana. Dalam waktu singkat, asrama yang kosong itu sudah diisi dengan truk pemadam kebakaran dan orang-orang yang menonton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou telah menggunakan tangan kanannya untuk menghancurkan fungsi pelacak pada kerudung milik Index di kamarnya sebelum membawanya. Kalau dia membiarkannya tetap aktif dan asal membuangnya, dia mungkin bisa mengelabui para pengejar, tapi gadis itu dengan keras kepala memaksa kalau dia ingin membawa kerudungnya tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma mendecakkan lidahnya di sebuah gang. Dia menggendong tubuh berdarah Index di tangannya karena dia tidak bisa membiarkan lukanya menyentuh tanah yang kotor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak bisa menyerahkan Index ke ambulans.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City pada dasarnya tidak menyukai kehadiran orang luar. Itulah kenapa kota ini membangun dinding yang mengelilingi kota dan meluncurkan tiga satelit yang secara nonstop memonitor semuanya. Bahkan para pengemudi truk yang menyuplai toko serba ada memerlukan kartu ID eksklusif untuk masuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, informasi tentang orang luar tanpa ID seperti Index akan tersebar kalau dia dirawat di rumah sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan musuhnya adalah bagian dari sebuah organisasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia diserang di sana, orang-orang di sekitarnya bisa ikut terlibat. Apalagi jika diserang saat sedang memulihkan diri atau sedang dioperasi, dia pasti semakin tidak berdaya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi aku tidak bisa hanya meninggalkannya seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku...akan baik-baik saja. Kalau kau...bisa menghentikan pendarahannya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Index terdengar lemah dan tidak menunjukkan tanda-tanda dari suara mekanis yang dia gunakan ketika menjelaskan tentang &#039;&#039;rune&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan itulah kenapa Kamijou segera tahu kalau apa yang dikatakannya itu salah. Lukanya tak bisa ditangani oleh seorang amatir dengan membalut perban di sekelilingnya. Kamijou terbiasa berkelahi, jadi dia memberi pertolongan pertama pada dirinya sendiri untuk kebanyakan luka yang menurutnya lebih baik dirahasiakan. Tapi luka di punggungnya cukup parah sampai-sampai membuat Kamijou kehilangan ketenangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinggal satu hal tersisa yang bisa mereka andalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia masih tidak memercayainya, tapi dia tidak punya apa-apa yang lain untuk dipercayai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, hei! Kau bisa mendengarku?” Kamijou menampar pipi Index pelan. “Apakah ada sesuatu yang bisa menyembuhkan luka dalam 103.000 grimoir milikmu itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sihir dalam benak Kamijou tidak lebih dari sihir serangan dan sihir pemulihan dari RPG.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar Index telah mengatakan kalau dia secara alami tidak bisa menangani kekuatan sihir dan karenanya tidak bisa menggunakan sihir, tapi Kamijou bisa menangani kekuatan supernatural, jadi cukup jika Index memberitahunya apa yang perlu dia lakukan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernapasan Index tipis, tapi lebih karena kehilangan darah dibanding rasa sakit. Bibir pucatnya bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada...tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Kamijou menjadi cerah sejenak sampai kata “tapi” mencapai pikirannya dengan terlambat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau...tidak bisa melakukannya...” Index mengeluarkan napas kecil. “Bahkan kalau aku...mengajarkanmu mantranya...kekuatanmu pasti... akan menghalangi ...aduh...bahkan kalau kau...menirunya dengan sempurna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat ke arah tangan kanannya dengan syok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imagine Breaker. Kekuatan yang bersemayam di sana memang telah meniadakan api milik Stiyl secara utuh. Jadi ada kemungkinan kalau itu akan meniadakan sihir pemulihan Index dengan cara yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial! Lagi-lagi... Kenapa tangan kanan ini selalu saja mengganggu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi itu cuma berarti dia perlu memanggil seseorang. Seperti Aogami Pierce atau si gadis Biri-Biri Misaka Mikoto. Wajah beberapa orang tangguh yang tidak perlu dia khawatirkan kalau terlibat masalah seperti ini mengambang di pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?” Index terdiam sejenak. “Bukan... Bukan itu yang aku maksud.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan tangan kananmu... Masalahnya adalah... kau itu seorang esper.” Di malam yang panas itu, dia menggigil seperti berada di atas gunung bersalju di tengah musim dingin. “Sihir itu bukan...sesuatu yang bisa digunakan oleh ‘orang-orang berbakat’ seperti kalian, para esper. ‘Orang-orang tak berbakat’ ingin melakukan...apa yang ‘orang-orang berbakat’ bisa lakukan...jadi mereka menciptakan mantra dan ritual tertentu...yang dikenal sebagai sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou sudah akan berteriak, “Ini bukan waktunya untuk penjelasan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak mengerti...? &#039;&#039;Penyirkuitannya berbeda antara ‘orang-orang berbakat’ dan ‘orang-orang tak berbakat’... ‘Orang-orang berbakat’ tidak bisa menggunakan sistem yang diciptakan...untuk ‘orang-orang tak berbakat’...&#039;&#039;”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap-...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou diam seribu bahasa. Memang benar kalau obat-obatan dan elektroda-elektroda digunakan pada esper-esper seperti Kamijou untuk &#039;&#039;dengan paksa mengembangkan penyirkuitan otak mereka dengan cara yang berbeda dengan manusia biasa&#039;&#039;. Memang benar kalau tubuh mereka &#039;&#039;berbeda dengan yang lainnya&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia tidak bisa memercayainya. Tidak, dia tidak &#039;&#039;mau&#039;&#039; memercayainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.3 juta pelajar tinggal di Academy City. Tiap-tiap dari mereka telah melalui Kurikulum pengembangan kekuatan. Bahkan walaupun kau tidak bisa tahu dengan melihat mereka, bahkan kalau mereka tidak bisa membengkokkan sendok meskipun telah berusaha begitu keras hingga pembuluh darah di otak mereka pecah, dan &#039;&#039;bahkan kalau mereka adalah yang terlemah dari para esper, mereka memang terbuat berbeda dari orang biasa&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, orang-orang yang tinggal di kota itu tidak bisa menggunakan sihir, hal satu-satunya yang bisa menyelamatkan gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada satu cara untuk menyelamatkan orang yang berbaring di depannya, tapi tidak ada yang bisa menyelamatkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial...” Kamijou menampakkan gigi taringnya seperti hewan buas. “Kenapa ini bisa terjadi? Kenapa ini bisa terjadi!? Apa-apaan ini!? Bagaimana mungkin ini adil!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh Index semakin gemetaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beban yang menurut Kamijou paling sulit dipikul adalah bahwa &#039;&#039;gadis itu dihukum karena ketidakmampuan dirinya sendiri&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ ‘Berbakat’ pantatmu,” umpatnya. “Aku bahkan tidak bisa menyelamatkan gadis yang menderita di depan mataku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia tidak bisa memikirkan cara lain untuk menyelesaikan situasi itu. Fakta bahwa 2.3 juta pelajar yang tinggal di kota itu tidak bisa menggunakan sihir adalah peraturan yang perlu dia pecahkan lebih dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tiba-tiba menyadari sesuatu yang aneh tentang apa yang telah dia pikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Pelajar?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, orang biasa ‘tak berbakat’ mana pun bisa menggunakan sihir, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Eh? Iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan tak akan berakhir sia-sia karena orang itu tidak punya bakat dalam sihir, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak...perlu khawatir tentang itu... Selama mereka mempersiapkannya dan melakukannya dengan benar...bahkan murid SMP pun seharusnya bisa melakukannya.” Index berpikir sejenak. “Tapi kalau mereka salah urutannya, jalur-jalur di otak mereka dan penyirkuitan syarafnya bisa hangus... Tapi dengan pengetahuan dari 103.000 grimoir milikku, tidak akan ada masalah. Jangan khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa berpikir, dia melihat ke atas seakan ingin melolong ke bulan di langit malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar terdapat 2.3 juta pelajar tinggal di Academy City dan bahwa mereka semua telah dikembangkan supaya memiliki semacam kekuatan psikis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, para guru yang mengembangkan mereka adalah manusia normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kuharap dia belum tidur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah seorang guru muncul dalam pikiran Kamijou Touma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Tsukuyomi Komoe, guru wali kelasnya dengan tinggi 135 cm, yang masih cocok memakai sebuah &#039;&#039;randoseru&#039;&#039; merah&amp;lt;ref&amp;gt;Di Jepang, anak TK biasanya memakai ransel merah.&amp;lt;/ref&amp;gt; walaupun dia adalah seorang guru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menelepon Aogami Pierce dari sebuah telepon umum untuk menanyakan alamat Komoe-sensei. (Kamijou telah menjatuhkan dan merusakkan telepon genggamnya pagi itu. Alasan Aogami Pierce tahu alamat rumah Komoe adalah sebuah misteri. Kamijou curiga kalau dia adalah seorang &#039;&#039;stalker&#039;&#039;.) Kamijou lalu mulai berjalan sambil menggendong Index yang terlihat begitu lemas di punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini dia tempatnya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tiba setelah berjalan 15 menit dari lorong belakang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat tidak cocok dengan penampilannya yang mirip anak umur umur 12 tahun, tempat tinggalnya berada di gedung apartemen kayu dua tingkat yang kelihatan sangat tua dan bobrok hingga Kamijou merasa kalau apartemen itu pasti telah bertahan dari serangan bom di Tokyo. Karena mesin cucinya ada di lorong luar, gedung itu pasti tidak punya kamar mandi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biasanya, Kamijou akan membuat lelucon tentang itu selama sepuluh menit ke depan, tapi saat itu dia bahkan tidak tersenyum sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memeriksa papan nama di pintu-pintu di lantai satu, dia menaiki tangga metal yang bobrok dan berkarat dan mengecek pintu-pintu di atas sana. Ketika dia sampai ke pintu paling jauh ke belakang di lantai 2, dia akhirnya menemukan nama “Tsukuyomi Komoe” yang tertulis dalam huruf hiragana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou membunyikan belnya dua kali, kemudian menendang pintu itu dengan seluruh kekuatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakinya yang menghantam pintu mengeluarkan suara keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi pintu itu bergeming. Seperti biasa, Kamijou Touma merasa sial karena dia mendengar suara retak dari jempol besarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“~ ~ ~!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, iya, iyaaa! Pintu anti-&#039;&#039;salesman&#039;&#039; koran itu adalah satu-satunya yang kokoh di sini. Aku akan membukanya, oke?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kenapa tidak kutunggu saja tadi?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kamijou memikirkan itu dengan mata berkaca-kaca, pintunya terbuka, dan kepala Komoe-sensei yang memakai piyama menyembul melalui celahnya. Ekspresi rileksnya jelas menunjukkan kalau dia tidak bisa melihat luka di punggung Index dari posisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wa, Kamijou-chan. Apa kau mulai kerja sambilan sebagai &#039;&#039;salesman&#039;&#039; koran?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Koran mana yang pekerjanya meminta orang lain dengan seorang biarawati di punggungnya?” kata Kamijou dengan tidak senang. “Aku ada sedikit masalah, jadi aku akan masuk. Permisi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-tunggu, tunggu, tunggu!” Komoe-sensei dengan panik mencoba menghalangi jalan Kamijou ketika Kamijou mendorongnya ke samping. “A-aku tidak bisa membiarkanmu tiba-tiba masuk ke kamarku. Dan itu bukan hanya karena kamarku seperti kapal pecah dengan kaleng bir kosong mengotori lantai dan puntung rokok yang menumpuk di asbak!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v01_127.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku ingin tahu kalau kau bisa membuat lelucon yang sama setelah melihat apa yang kubawa di punggungku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-aku tidak bercanda! ...Gyahhh!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi sekarang kau menyadarinya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tadi tidak melihat kalau kau terluka begitu parah di punggungmu, Kamijou-chan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei mulai panik karena tiba-tiba melihat darah dan Kamijou akhirnya berhasil mendorongnya ke samping dan memasuki kamar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamar itu terlihat seperti kamar milik seorang lelaki paruh baya yang suka bertaruh di pacuan kuda.  Di atas lantai tatami yang sudah usang, kaleng bir kosong yang tak terhitung jumlahnya berserakan, dan di  asbak perak itu terdapat gunungan puntung rokok. Seperti sebuah lelucon, bahkan ada meja teh dengan tipe yang seorang bapak keras kepala akan balikkan di tengah ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku mengerti. Jadi kau tidak bercanda.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurasa ini bukan waktu yang tepat, tapi apa kau punya masalah dengan gadis yang merokok?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasa itu bukan itu masalahnya ketika dia melihat wali kelasnya yang kelihatan berumur 12 tahun menendang beberapa kaleng bir yang menghalangi untuk membuka tempat kosong.  Dia tidak ingin duduk di lantai tatami yang usang, tapi ini bukan waktunya untuk memikirkan harus mempersiapkan sebuah futon terlebih dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membaringkan Index telungkup di lantai untuk memastikan lukanya tidak menyentuh lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bentuk robekan bajunya menyembunyikan luka sebenarnya dari penglihatan, tapi cairan merah pekat mengalir keluar seperti minyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-bukankah seharusnya kau memanggil ambulans? T-teleponnya ada di sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei menunjuk ke arah salah satu sudut ruangan dengan tangan gemetar. Entah kenapa, teleponnya adalah telepon hitam dengan putaran dial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Mana&#039;&#039; di dalam darah sedang mengalir keluar bersama darah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dan Komoe-sensei dengan refleks berbalik ke arah Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index masih terbaring lemas di lantai, tapi matanya diam-diam terbuka bahkan dengan kepala menghadap ke samping seperti sebuah boneka rusak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya lebih dingin dari cahaya bulan yang pucat dan lebih tepat dari gerigi sebuah jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya benar-benar tenteram sempurna hingga terlihat seperti bukan mata manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Peringatan: Bab 2, Ayat 6. Hilangnya daya kehidupan yang dikenal sebagai &#039;&#039;mana&#039;&#039; karena kehilangan darah telah melebihi batas tertentu, jadi Pena John&amp;lt;ref&amp;gt;TN: Sebenarnya lebih tepat kalau diterjemahkan sebagai Pena Yohanes, nama salah satu murid Jesus.&amp;lt;/ref&amp;gt; sedang dibangunkan dengan paksa. ...Jika situasi ini terus berlanjut, tubuhku akan kehilangan daya kehidupan minimum yang diperlukan dan akan meninggal dunia dalam waktu sekitar 15 menit sesuai dengan standar menit internasional yang didefinisikan oleh menara jam di London. Sebaiknya kau mengikuti instruksi yang akan kuberikan untuk melakukan perawatan yang paling efisien.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei memandang Index dengan syok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak bisa menyalahkannya. Bahkan walaupun dia telah mendengar suara itu sekali sebelumnya, dia sama sekali tidak bisa terbiasa dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melirik ke Komoe-sensei dan berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia memintanya melakukan sihir secara terang-terangan, dia pasti akan berkata kalau itu bukan waktunya untuk berpura-pura menjadi gadis penyihir dan dia terlalu tua untuk hal-hal seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi bagaimana dia harus meyakinkannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm. Sensei, Sensei. Karena ini keadaan darurat, aku akan menjelaskannya dengan singkat. Aku perlu memberi tahu sebuah rahasia, jadi ke sinilah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melambaikan tangannya seperti sedang memanggil seekor anjing kecil dan Komoe-sensei mendekatinya tanpa berhati-hati sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf,” pinta maaf Kamijou pada Index di antara napasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengangkat bajunya yang terkoyak untuk memperlihatkan luka parah yang tersembunyi di bawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ee!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak bisa menyalahkan Komoe-sensei yang melompat terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lukanya sangat parah hingga mampu mengejutkan Kamijou. Lukanya berbentuk garis lurus horizontal sepanjang punggungnya seakan-akan punggungnya adalah kotak karton yang dipotong seseorang dengan menggunakan penggaris dan &#039;&#039;cutter&#039;&#039;. Darah merah, otot warna pink, lemak warna kuning, dan bahkan sesuatu yang keras dan putih yang sepertinya adalah tulang belakangnya bisa terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika luka itu diibaratkan sebagai mulut warna merah, bibir di sekitarnya telah menjadi sangat pucat seperti seseorang yang baru saja berada di dalam kolam renang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gh...” Kamijou berusaha menahan rasa pusingnya dan dengan hati-hati menurunkan pakaian yang basah oleh darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika pakaian itu menyentuh lukanya, mata sedingin es Index tidak bergerak sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Iya!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan memanggil ambulans. Selama itu, kau dengarkan apa yang gadis ini katakan dan lakukan apa pun yang dia katakan... Cukup pastikan dia tidak kehilangan kesadaran. Seperti yang bisa kaulihat dari pakaiannya, dia orang yang religius. Terima kasih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia menganggapnya tidak lebih dari sekadar untuk menghibur gadis itu, dia akan tetap memandang sihir sebagai sesuatu yang mustahil. Karena itu, Kamijou telah mengubah fokus pikiran Komoe-sensei dari merawat luka menjadi melanjutkan percakapan dengan gadis itu dengan cara apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei mengangguk dengan ekspresi yang sangat serius dan wajah yang pucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau sebuah ambulans tiba sebelum sihir itu selesai, “penghiburan” itu akan berakhir. Itu berarti dia sebenarnya tidak bisa memanggil ambulans.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tidak berarti Kamijou harus pergi. Bagaimanapun juga, dia cukup memanggil 117 dengan telepon hitam kamar itu dan berpura-pura sedang memanggil ambulans padahal sebenarnya berbicara dengan rekaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah sebenarnya ada di tempat lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Index,” kata Kamijou pelan pada Index yang tetap berbaring lemah di lantai. “Adakah yang bisa kulakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada. Pilihan terbaik adalah perginya kau.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemilihan kata yang terlalu jelas dan terus terang membuat Kamijou mengepalkan tinju tangannya begitu kuatnya hingga terasa sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang bisa Kamijou lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan semua itu karena tangan kanannya akan meniadakan sihir pemulihan hanya dengan berada di ruangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kalau begitu, Sensei. Aku akan pergi mencari telepon umum.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu...eh? Kamijou-chan, aku punya telepon di si—...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengacuhkan perkataan Komoe-sensei, membuka pintu, dan meninggalkan kamar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menggertakkan giginya karena fakta bahwa &#039;&#039;dia tidak bisa melakukan apa pun selain meninggalkan tempat itu&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berlari melintasi kota di malam hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika berlari, dia mengepalkan tangan kanannya yang bisa meniadakan bahkan sistem milik Tuhan tapi tidak bisa melindungi satu orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Kamijou Touma meninggalkan kamar itu, Index menggerakkan bibir pucatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jam berapa sekarang dalam Waktu Standar Jepang? Dan juga, tanggal berapa ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang jam 8.30 malam tanggal 20 Juli...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sepertinya tidak melihat jam. Apakah waktu itu akurat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak punya jam di kamarku, tapi jam internalku akurat sampai ke detik-detiknya, jadi jangan khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak perlu meragukan aku seperti itu. Aku pernah dengar kalau beberapa joki punya jam internal yang akurat hingga ke sepersepuluh detik dan kau bisa mengaturnya dengan kebiasaan makan dan ritme aktivitas tertentu,” balas Komoe-sensei bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mungkin bukan seorang esper, tapi dia memang seorang warga Academy City. Pandangan tentang tingkat pengetahuan mana yang normal dalam bidang medis dan ilmiah berbeda di antara orang-orang yang ada di dalam kota dan orang-orang di luar kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih berbaring telungkup di lantai, Index melirik ke luar jendela hanya dengan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dari lokasi bintang dan sudut bulan...yang sesuai dengan arah Sirius dengan galat sebesar 0.038. Untuk memastikannya sekali lagi, waktu sekarang dalam Waktu Standar Jepang adalah 8.30 PM tanggal 20 Juli, apakah itu benar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya. Yah, secara teknis sekarang sudah lewat 53 detik, tapi... Ah, jangan!! Jangan bangkit!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei dengan panik mencoba mendorong Index berbaring ketika dia mencoba untuk duduk yang dapat melukai tubuhnya yang sudah terluka lebih jauh, tapi pandangan Index tidak goyah sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangannya tidak menakutkan ataupun menusuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua emosi hilang dari matanya seperti sebuah saklar telah dimatikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada tanda keberadaan nyata di matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah-olah jiwanya telah hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada masalah. Bisa diregenerasi,” kata Index sambil menuju meja teh di tengah ruangan. “Saat ini sedang di dekat ujung Cancer. Waktunya antara jam 8 dan 12 tengah malam. Arahnya adalah Barat. Di bawah perlindungan Undine, peran malaikatnya adalah sebagai kerubin...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Komoe-sensei yang menelan ludah bisa terdengar ke seluruh ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa terduga, Index mulai menggambar suatu bentuk di atas meja teh kecil itu dengan jarinya yang berdarah. Bahkan orang-orang yang tidak tahu tentang lingkaran sihir akan mengenali kalau itu adalah sesuatu yang religius. Komoe-sensei sudah dilanda rasa takut, tapi sekarang rasanya begitu berat hingga dia tidak bisa bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menggambar lingkaran darah yang memenuhi meja teh, Index menggambar simbol berbentuk bintang yang dikenal sebagai pentagram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulisan dalam bahasa aneh tertulis di sekelilingnya. Kata-kata itu sepertinya adalah hal yang sama dengan yang Index gumamkan. Dia telah bertanya tentang rasi bintang dan waktu karena kata-kata yang ditulis berbeda berdasarkan waktu dan musim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Index mempersiapkan sihirnya, dia tidak terlihat seperti seseorang yang terluka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fokusnya yang ekstrim membuat rasa sakitnya seperti telah diputuskan untuk sementara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa ngeri diam-diam turun di punggung Komoe-sensei ketka dia mendengar tetesan darah yang keluar dari punggung gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-a-a-apa ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sihir.” Index berhenti setelah satu kata itu. “Aku sekarang membutuhkan tubuhmu dan bantuanmu. Kalau kau melakukan seperti yang kukataan, tidak ada yang akan menemui kesialan dan kau tidak akan menjadi sasaran dendam seseorang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-bagaimana bisa kau mengatakan itu dengan tenang!? Cukup berbaring dan tunggu ambulans! Umm...perban, perban. Dengan luka separah ini, aku perlu membalut daerah sekitar arteri untuk menghentikan aliran darah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perawatan setingkat itu tidak bisa menutup lukaku dengan sempurna. Aku tidak familier dengan istilah ambulans, tapi apakah itu bisa menutup luka ini dengan sempurna dalam waktu 15 menit berikutnya dan menyuplaiku dengan tingkat &#039;&#039;mana&#039;&#039; yang dibutuhkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar sebuah ambulans akan memakan waktu 10 menit untuk tiba bahkan kalau mereka memanggilnya tepat saat itu juga. Akan memakan waktu yang sama untuk membawanya ke rumah sakit dan perawatannya tidak akan dimulai tepat saat dia tiba di rumah sakit. Komoe-sensei tidak terlalu mengerti apa arti istilah &#039;&#039;occult&#039;&#039; seperti &#039;&#039;mana&#039;&#039;, tapi memang benar kalau hanya menutup luka saja tidak akan mengembalikan staminanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan kalau luka itu ditutup tepat saat itu dengan jarum dan benang, akankah gadis pucat itu jadi terlalu lemah untuk hidup cukup lama sampai bisa memulihkan semua staminanya yang hilang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong,” kata Index tanpa mengubah ekspresinya sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Campuran darah segar dan air liur menetes dari sudut mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada intensitas di dirinya. Tidak ada pula yang menakutkan dalam dirinya. Tapi ketenangan dan kesabarannya lebih menakutkan dari keduanya. Bagaimanapun, yang dia lakukan hanya akan melebarkan lukanya. Dia terlihat seperti sebuah mesin rusak yang terus bekerja tanpa menyadari kalau ada yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Jika aku melakukan sesuatu yang membuatnya melawanku, situasinya bisa menjadi lebih buruk.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei menghela napas. Dia tentu saja tidak percaya sihir. Walaupun begitu, Kamijou telah memintanya untuk tetap melanjutkan percakapan agar memastikan gadis itu tidak kehilangan kesadarannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang bisa dia lakukan hanya mencoba agar tidak memprovokasi gadis yang duduk di depannya dan menaruh harapannya pada Kamijou agar memanggil ambulans secepat mungkin —atau  lebih cepat lagi— dan pada pertolongan pertama yang hebat dari EMT di dalam ambulans.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi apa yang harus kulakukan? Aku bukan seorang gadis penyihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku berterima kasih atas kerja samamu. Pertama...ambil itu...itu...apa nama benda hitam itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“? Oh, itu adalah &amp;lt;i&amp;gt;memory card video game&amp;lt;/i&amp;gt;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“??? ...Yah, baiklah. Bagaimanapun juga, ambil benda hitam itu dan tempatkan di tengah meja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Secara teknis, itu adalah meja teh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei melakukan seperti yang diperintahkan dan meletakkan &#039;&#039;memory card&#039;&#039; di tengah meja teh. Dia kemudian mengambil sebuah kotak pensil mekanik, sebuah kotak coklat kosong, dan dua buku sampul tipis dan meletakkannya di atas meja juga. Dia juga mengambil dua figurin kecil yang didapatnya dari makanannya, dan menjejerkannya bersebelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei bertanya-tanya apa maksudnya, tapi Index masih benar-benar serius walaupun kelihatan seperti akan pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua keluhan Komoe-sensei menghilang di depan pandangan setajam pedang Jepang yang datang dari wajah pucat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ini? Kau menyebutnya sihir, tapi bukankah ini cuma bermain boneka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang, semuanya terlihat sebagai versi miniatur dari kamar itu. &#039;&#039;Memory card&#039;&#039; adalah meja teh, dua buku yang berdiri adalah lemari buku dan lemari baju, dan dua figurin itu berada di tempat yang sama persis dengan kedua orang di dalam kamar itu. Ketika manik-manik kaca disebarkan ke atas meja teh, manik-manik itu seperti berhenti di tempat-tempat yang benar-benar mereplikasi kaleng bir yang berserakan di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahannya tidak menjadi masalah. Sama seperti bagaimana sebuah kaca pembesar tetap membesarkan tanpa peduli kalau lensanya terbuat dari kaca atau plastik. Selama bentuk dan perannya sama, ritual ini mungkin dilakukan,” gumam Index dibanjiri keringat. “Aku memerlukanmu untuk menjalankan instruksiku secara akurat. Kalau kau salah dalam urutannya, jalur-jalur di otakmu dan penyirkuitan syarafmu bisa terbakar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“???”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengatakan kalau kegagalan akan mengubah tubuhmu menjadi daging cincang dan membunuhmu. Tolong hati-hati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bh!?” Komoe-sensei hampir muntah, tapi Index melanjutkan tanpa memedulikannya sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita sekarang akan membuat kuil bagi malaikat untuk turun ke dalamnya. Ikuti aku dan rapalkanlah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang Index katakan setelah itu tak lagi bisa disebut kata-kata, hanya sebuah suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa memikirkan artinya, Komoe-sensei mencoba meniru nadanya dalam sesuatu seperti senandung atau nyanyian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kyahh!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, figurin di atas meja teh mulai “bernyanyi” bersama. “Kyahh!?” teriak salah satunya dengan waktu yang persis sama. Figurin itu bergetar. Sama seperti getaran yang dipancarkan sepanjang tali pada telepon tali dan keluar sebagai suara dari gelas kertas di ujung lain, figurin itu bergetar dan mereproduksi suara Komoe-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan Komoe-sensei tidak panik dan lari keluar dari kamar itu tepat saat itu juga kemungkinan karena dia tinggal di sebuah kota dengan 2.3 juta esper di dalamnya. Manusia biasa akan berpikir kalau mereka sudah menjadi gila.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sambungan selesai.” Suara Index dan suara dari meja teh membuatnya terdengar ganda. “Kuil yang dibuat di atas meja telah tersambung dengan kamar ini. Secara sederhana, semua yang terjadi di ruangan ini akan terjadi di meja dan semua yang terjadi di meja akan terjadi di ruangan ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mendorong pelan meja teh itu dengan kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat saat itu, seluruh apartemen bergoyang di bawah kaki Komoe-sensei seakan terkena guncangan hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bisa merasakan udara pengap kamar itu menjadi sebersih udara di hutan di pagi hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tidak ada sesuatu seperti malaikat. Yang ada di sana hanyalah apa yang hanya bisa dideskripsikan sebagai keberadaan yang tak terlihat. Perasaan aneh menyerbu seluruh tubuh Komoe-sensei seakan dia sedang diawasi oleh ribuan bola mata dari segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian Index tiba-tiba berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bayangkan! Bayangkan seorang malaikat emas dengan tubuh anak-anak! Bayangkan seorang malaikat cantik dengan dua sayap!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika melaksanakan sihir, menentukan medan itu penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai contoh, sebuah kerikil yang dilempar ke laut tidak menimbulkan riak yang besar. Tapi sebuah kerikil yang dijatuhkan ke dalam ember akan menimbulkan riak yang cukup besar. Sama dengan itu. Untuk mengubah dunia dengan sihir, medan tempat pengubahan akan terjadi perlu dibatasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang pelindung adalah dewa sementara dalam sebuah dunia yang dibatasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau seseorang mengimajinasikan seorang pelindung dengan benar, menentukan bentuknya, dan mengontrolnya dengan bebas secara benar, orang itu bisa dengan mudah menyebabkan hal-hal misterius terjadi dalam medan terbatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei tidak mengerti penjelasan seperti itu dan dia kesulitan membayangkan seorang malaikat. Istilah “malaikat emas” hanya membuatnya memikirkan benda itu, yang satu berwarna emas atau lima berwarna perak.&amp;lt;ref&amp;gt;Ini adalah referensi pada permen Jepang yang dikenal sebagai Chocoballs. Kalau kau beruntung, bungkusnya akan memiliki entah satu malaikat emas atau malaikat perak tercetak di atasnya. Satu malaikat emas atau lima malaikat perak bisa ditukarkan dengan sekaleng mainan.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika bayangan dalam pikiran Komoe-sensei kehilangan koherensi, keberadaan di sekitarnya juga ikut dan kehilangan bentuknya. Perasaan tidak nyaman menuruni punggung Komoe-sensei seakan dia dibalut dalam lumpur busuk dari bawah rawa-rawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cukup bayangkan saja! Ritual ini tidak akan benar-benar memanggil seorang malaikat. Itu hanyalah kumpulan &#039;&#039;mana&#039;&#039; yang tak terlihat. Bentuknya akan sesuai dengan keinginanmu sebagai pengguna sihir!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pasti telah benar-benar putus asa bahkan suara dingin mekanis Index menjadi setajam titisan es.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Komoe-sensei melebar karena perubahan tiba-tiba itu dan dengan segera mulai bergumam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Malaikat lucu, malaikat lucu, malaikat lucu.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan buram, dia dengan panik mengingat sebuah gambar seorang gadis malaikat yang telah dia lihat dalam sebuah manga shoujo jauh sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa pun itu, yang terasa seperti lumpur tak terlihat yang berada di udara ruangan itu, mengambil bentuk seolah-olah telah dipaksa masuk ke dalam balon berbentuk manusia...atau setidaknya kelihatan seperti itu bagi Komoe-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia dengan takut-takut membuka matanya untuk memeriksa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Hah? &#039;&#039;Ini sebenarnya tidak memanggil seorang malaikat&#039;&#039;?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika keraguan itu memasuki pikirannya, balon air berbentuk manusia itu meledak dan lumpur tak terlihat itu terserak ke seluruh ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kyahh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Pembentukan bentuknya telah gagal.” Index melihat ke sekeliling dengan pandangan tajamnya. “Jika kuil ini paling tidak dilindungi oleh seorang Undine warna biru, itu cukup. ...Lanjutkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-katanya cukup positif, tapi mata Index seperti tidak tersenyum sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei tersentak seperti seorang anak yang orang tuanya baru saja melihat hasil tes gagal yang dia coba sembunyikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rapalkan. Ritual ini akan selesai sebentar lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perinyah tajam itu tidak membiarkan Komoe-sensei kehilangan ketenangannya walaupun kebingungannya meningkat dan pikirannya mengendur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index, Komoe-sensei, dan kedua figurin di atas meja bernyanyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Punggung figurin Index di atas meja mulai meleleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti karet yang didekatkan pada macis. Meleleh, permukaannya kehilangan ketidakberaturannya, menjadi mulus, mendingin, dan mengeras sekali lagi, dan bentuknya kembali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei merasa seperti hatinya sedang membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, Index sedang duduk di seberang meja teh darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak punya keberanian untuk mengitarinya dan melihat apa yang terjadi pada punggung Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah pucat Index ditutupi keringat berminyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata seperti kacanya masih tidak menunjukkan tanda kesakitan atau penderitaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pengembalian &#039;&#039;mana&#039;&#039; dan penstabilan kondisi telah dikonfirmasi. Mengembalikan Pena John ke mode tidur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti sebuah saklar telah ditekan, cahaya lembut kembali ke mata Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti api yang dinyalakan di perapian yang dingin, kehangatan mengisi atmosfer kamar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan di mata Index sangat baik dan hangat sehingga Komoe-sensei mau tidak mau merasakan kehangatan itu. Itu adalah pandangan seorang gadis biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang kalau pelindung yang turun sudah kembali dan kuil ini dihancurkan, semuanya akan berakhir.” Index tersenyum susah payah. “Inilah yang disebut sihir. Sama seperti apel dan ringo&amp;lt;ref&amp;gt;Ringo adalah bahasa Jepang untuk apel.&amp;lt;/ref&amp;gt; berarti hal yang sama. Kau tidak memerlukan tongkat kaca ketika payung plastik itu sama jernihnya. Sama seperti kartu tarot. Selama desain dan nomornya cocok, kau bisa melakukan ramalan dengan potongan dari belakang manga shoujo.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keringat Index tidak berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei menjadi semakin takut. Dia mulai berpikir kalau apa yang telah dia lakukan hanya membuat kondisi Index lebih buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir.” Saat itu Index kelihatan siap untuk pingsan. “Sama seperti demam. Kau membutuhkan kekuatanmu sendiri untuk sembuh. Lukanya sendiri sudah tertutup, jadi aku akan baik-baik saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah dia mengatakan itu, Index tumbang ke samping. Figurinnya juga jatuh. Meja teh itu bergoyang sedikit dan kamar yang terhubung dengannya terguncang hebat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei baru saja akan berlari mengelilingi meja teh menuju Index, tapi Index mulai bernyanyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Komoe-sensei mengikutinya dan menyanyikan satu lagu terakhir, suasana aneh itu kembali menjadi suasana pengap seperti biasa dari apartemen itu. Komoe-sensei dengan hati-hati menggoyangkan meja tehnya, tapi tidak ada yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Syukurlah.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Komoe-sensei menutup matanya lega, Index berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei berpikir kalau siapa pun akan lega kalau luka mematikan mereka sembuh, tapi biarawati itu mengatakan sesuatu yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Aku senang aku tidak membebani siapa pun dengan apa pun&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei memandang Index terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...&#039;&#039;Kalau aku mati di sini, dia mungkin harus menanggung beban&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index menutup matanya seperti sedang bermimpi dan tidak mengatakan hal lain. Ketika gadis itu ditebas di punggungnya dan pingsan dan ketika dia melakukan ritual aneh itu, dia tidak pernah satu kali pun memikirkan dirinya sendiri. Dia memikirkan orang yang telah membawanya ke sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei tidak bisa berpikir seperti itu. Dia tidak punya seseorang untuk dipikirkan seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa dia menanyakan satu hal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia yakin Index sudah tertidur dan tidak akan mendengarnya, tapi karena itulah dia menanyakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan walaupun begitu, gadis itu menjawab dengan dengan matanya masih tertutup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak pernah merasa seperti itu pada orang lain sebelumnya dan dia tidak tahu perasaan apa itu. Tapi ketika Kamijou marah demi dirinya saat menghadapi penyihir itu, dia ingin orang itu lari bahkan kalau dia harus merangkak padanya dan memaksanya. Dan ketika dia telah lari dari Innocentius, dia berpikir kalau dia akan menangis ketika orang itu kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak benar-benar mengerti, tapi ketika dia bersamanya, tidak ada hal yang berjalan seperti dia inginkan dan dia merasa seperti didorong-dorong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu hal-hal yang tidak diperkirakan itu begitu menyenangkan dan membuatnya bahagia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sendiri tidak tahu perasaan apa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, Index tertidur lelap dengan senyuman di wajahnya seperti sedang bermimpi indah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah fajar tiba, gejala yang terlihat pada Index sangat mirip dengan gejala demam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index hanya bisa terbaring di tempat tidur karena panas tinggi dan sakit kepala. Hidungnya tidak ingusan dan suaranya tidak serak karena itu bukan terjadi karena virus. Hanya masalah mengembalikan staminanya yang hilang, jadi seberapa banyak pun obat pilek penguat imun yang dia minum tidak akan menyelesaikan apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Jadi kenapa kau cuma memakai celana dalam di bawah sana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Index berbaring dengan handuk lembab di dahinya, dia pasti tidak tahan dengan kelembaban panas di dalam futon, jadi satu kakinya dia keluarkan ke arah Kamijou. Dia sedang memakai atasan piyama hijau pucat tetapi pahanya yang berwarna kulit cerah keluar sampai pangkalnya. Karena demamnya, warna kulitnya jadi sedikit pink.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Handuknya telah menjadi hangat, jadi Komoe-sensei mencelupkannya ke dalam baskom berisi air dan mengeringkannya sambil memelototi Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kamijou-chan. Kurasa pakaian itu terlalu berlebihan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pakaian itu” kemungkinan besar merujuk pada pakaian biarawati warna putih yang diselimuti peniti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou setuju 100% tentang itu, tapi Index kelihatan seperti kucing yang tidak senang karena pakaian biasanya direbut darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertanyaan sebenarnya adalah kenapa piyama milik seorang wanita dewasa perokok-berat-pencinta-bir sepertimu bisa pas dengan Index. Memangnya berapa perbedaan umur kalian?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap—?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei (umur tidak diketahui) tidak bisa berkata-kata, tapi Index ikut menendangnya ketika dia sudah jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong jangan remehkan aku seperti itu. Piyama ini sebenarnya sedikit sempit di bagian dada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa...tidak mungkin! Tidak mungkin benar. Sekarang kalian cuma mengolok-olokku!” protes Komoe-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya, apa kau bahkan punya sesuatu di bagian dada yang bisa membuatnya terasa sempit?” tanya Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kedua perempuan itu memelototinya, jiwa Kamijou secara refleks memasuki mode bersujud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Betul, betul. Ngomong-ngomong, Kamijou-chan, siapa sebenarnya gadis ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adikku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bohong sekali. Dengan rambut perak dan mata biru seperti itu, dia jelas-jelas seorang warga asing!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adik tiriku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kau orang mesum?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku cuma bercanda! Aku cukup mengetahui kalau &#039;&#039;adik tiri&#039;&#039; itu tata krama yang buruk tapi adik &#039;&#039;kandung&#039;&#039; itu melanggar peraturan!&amp;lt;ref&amp;gt;Mengawini/mencintai.&amp;lt;/ref&amp;gt;&amp;lt;/i&amp;gt;”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamijou-chan,” katanya, tiba-tiba berganti ke suara gurunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou terdiam. Tidak mengejutkan kalau Komoe-sensei ingin tahu apa yang sedang terjadi. Kamijou tidak hanya telah membawa orang asing yang aneh padanya, tapi gadis itu juga mempunyai luka tebasan di punggungnya yang jelas-jelas berbau berita buruk dan Komoe-sensei bahkan dibuat ikut dalam ritual sihir yang aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan sangat sulit untuk memintanya menutup mata pada semua ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei, boleh aku bertanya satu hal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kau menanyakan ini agar kau bisa memberi tahu polisi atau dewan pengurus Academy City?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya,” kata Komoe-sensei segera sambil mengangguk. Tanpa keraguan sedikit pun, dia telah mengatakan pada muridnya kalau dia akan mengadukan mereka. “Aku tidak tahu ada di situasi seperti apa kalian berdua berada.” Komoe-sensei tersenyum. “Tapi kalau itu terjadi di Academy City ini, adalah tugas kami sebagai guru untuk menyelesaikannya. Bertanggung jawab terhadap anak-anak adalah tugas orang dewasa. Sekarang ketika aku tahu kalau kau berada dalam masalah, aku tidak bisa duduk diam begitu saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah yang Tsukuyomi Komoe katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan walau begitu dia tidak punya kemampuan, kekuatan, dan kewajiban untuk melakukan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia hanya mengatakannya dengan keterusterangan setajam katana terkenal yang memotong di tempat dan waktu yang tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku cuma...” kata Kamijou sebelum berhenti. (...tidak boleh melawannya.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou telah hidup selama sekitar 15 tahun yang panjang dan dia tidak pernah melihat orang lain seperti guru itu yang tipenya biasa hanya telihat di drama dan bahkan tidak ada lagi di film-film.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kau adalah orang yang benar-benar asing, aku tidak akan ragu-ragu melibatkanmu, tapi aku berutang padamu untuk sihir itu, jadi aku tidak bisa membiarkanmu terlibat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Respon Kamijou sama terus terangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah cukup melihat orang-orang yang mau melindungi orang lain tanpa imbalan terluka di depan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei terdiam sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mhh. Aku tidak akan membiarkanmu lepas hanya dengan mencoba mengelabuiku dengan perkataan keren seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...? Sensei, kenapa kau berdiri dan menuju pintu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku memberi penundaan penghakiman. Aku harus pergi ke supermarket untuk belanja. Kamijou-chan, pikirkan baik-baik apa yang perlu kaukatakan padaku selama itu. Dan...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin aku bisa terlarut dalam belanja hingga aku lupa. Jangan curang ketika aku kembali. Pastikan kau memberitahuku, oke?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou pikir Komoe-sensei tersenyum ketika mengatakan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara pintu apartemen membuka dan kemudian menutup, Kamijou dan Index tinggal berdua di ruangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Dia mencoba berbaik hati.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan senyuman seorang anak yang merencanakan sesuatu di wajahnya ketika mengatakan itu, Kamijou punya firasat kalau Komoe-sensei akan “lupa tentang semuanya” ketika dia kembali dari supermarket.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia kemudian memutuskan untuk berkonsultasi dengannya tentang ini, dia akan berpura-pura marah dan berkata “Kenapa kau tidak memberitahuku lebih cepat!? Aku benar-benar lupa!” sambil dengan senang hati setuju membantu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menghela napas, Kamijou berbalik ke arah Index yang berbaring di dalam futon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Maaf. Aku tahu ini bukan waktunya untuk khawatir tentang penampilan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir. Ini jalan terbaik.” Index menggeleng. “Tidak baik melibatkannya lebih jauh lagi ...Dan dia tidak boleh menggunakan sihir lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengerutkan alisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Grimoir itu berbahaya. Yang tertulis di dalamnya adalah pengetahuan menyimpang dan tidak umum dan juga hukum-hukum gila yang menghancurkan hukum biasa dari dunia ini. Entah digunakan untuk kebaikan atau kejahatan, benda-benda itu tetap adalah racun di dunia ini. Sekadar mempelajari pengetahuan ‘dunia yang berbeda’ akan menghancurkan otak orang yang mempelajarinya,” jelas Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mencoba menerjemahkannya dalam cara yang dia mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Jadi seperti memaksa menjalankan sebuah program yang tidak cocok dengan OS komputer itu?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Otak dan rohku dilindungi oleh &#039;&#039;barrier&#039;&#039; religius, dan para penyihir yang mencoba untuk melampaui manusia harus melewati batas-batas pengetahuan umum mereka agar sampai ke keadaan pikiran yang diinginkan yang hampir bisa disamakan sebagai satu jenis kegilaan. Tapi, untuk orang biasa dari negara yang tidak terlalu religius seperti Jepang, semuanya bisa berakhir hanya dengan menggunakan satu mantra lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-aku mengerti...” Kamijou entah bagaimana berhasil membuat syok yang dia terima tidak kelihatan. “Yah, sayang sekali. Padahal aku berharap dia bisa melakukan alkimia untukku. Kau tahu alkimia, kan? Yang bisa mengubah timbal menjadi emas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tentu saja menutupi fakta kalau dia mengetahui ini dari sebuah RPG penyatuan benda dengan seorang ahli alkimia wanita muda sebagai protagonisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, ada sebuah teknik untuk itu yang disebut Ars Magna, tapi mempersiapkan peralatannya dengan bahan-bahan modern akan mempunyai biaya sebesar...um...7 triliun yen dalam mata uang negara ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...................................Yah, sama saja bohong,” gumam Kamijou tanpa nyawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tersenyum lemah dan berkata, “...Yeah. Mengubah timbal menjadi emas tidak menghasilkan apa pun selain membuat para bangsawan senang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi...tunggu. Sekarang setelah kupikir-pikir, bagaimana melakukannya? Bagaimana cara kerjanya? Kalau kau mengubah timbal menjadi emas, apakah kau menyusun atom-atom Pb menjadi Au?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak begitu tahu, tapi itu cuma teknik abad ke-14.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, apa maksudmu sama dengan yang kupikirkan? Kalau itu mungkin benar-benar mengubah susunan atom!? Maksudmu, kau bisa menyebabkan peluruhan proton tanpa sebuah akselerator partikel dan fusi nuklir tanpa sebuah reaktor nuklir? Tunggu sebentar. Bahkan aku tidak yakin ketujuh Level 5 dari Academy City bisa melakukan itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“???”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, jangan kelihatan bingung seperti itu! Um...um...Ah. Kalau kau penasaran seberapa mengagumkannya itu, hal-hal seperti itu membuat kami bisa menciptakan robot atomik atau &#039;&#039;mobile suit&#039;&#039; dengan mudah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benda apa itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya dengan tiga kata, dia mampu membuang semua mimpi para lelaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala Kamijou tertunduk lemas, Index sepertinya merasa kalau dia telah melakukan sesuatu yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-bagaimanapun juga, pedang suci dan tongkat sihir yang digunakan dalam ritual bisa dibuat dengan bahan modern sebagai penggantinya, tapi ada batasnya. ...Ini khususnya berlaku untuk benda suci yang terkait dengan Tuhan seperti Tombak Longinus, Cawan Suci Joseph, atau The_ROOD. Bahkan setelah seribu tahun, sepertinya tidak ada pengganti yang bisa dibuat...aduh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dia berbicara terus-terusan dengan semangat, dia mulai memegang pelipisnya seperti habis mabuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma melihat wajah Index yang berbaring di futon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia punya 103.000  grimoir dalam kepalanya. Hanya membaca salah satunya bisa membuatmu gila dan walau begitu dia telah memasukkan setiap huruf dari semua buku itu ke dalam kepalanya. Seberapa banyak rasa sakit yang proses itu sebabkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu Index tidak pernah sekali pun mengeluh tentang rasa sakitnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau ingin tahu?” tanyanya seakan meminta maaf pada Kamijou dan mengabaikan rasa sakitnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada bicara Index yang biasanya riang telah menghasilkan konteks yang membuat suara tenang itu mencolok dan seperti membawa determinasi yang lebih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Dasar Sensei bodoh.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Situasi Index tidak begitu masalah bagi Kamijou. Bagaimanapun situasi dia berada, tidak mungkin Kamijou bisa meninggalkannya. Selama Kamijou bisa mengalahkan musuhnya dan menjaganya agar tetap aman, dia rasa tidak ada alasan untuk menggali luka lama Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau ingin tahu bagaimana keadaanku?” ulang gadis yang menyebut dirinya Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menetapkan pikirannya dan menjawab, “Itu membuatku merasa seperti seorang pendeta, kau tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di satu sisi, memang benar. Dia merasa seperti seorang pendeta yang mendengarkan pengakuan seorang pendosa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tahu kenapa?” tanya Index. “Gereja Kristen awalnya adalah satu organisasi, tapi sekarang ada Katolik, Protestan, Katolik Roma, Ortodoks Rusia, Anglikan, Nestorian, Athanasian, Gnostik, dan banyak lagi. Apa kau tahu kenapa perpecahan ini terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yahh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou paling tidak telah membaca sepintas buku teks sejarahnya, jadi dia sedikit tahu jawabannya. Tapi dia ragu untuk menyebutkannya di depan Index yang “sebenarnya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cukup bagus.” Index tersenyum. “Karena politik dicampur dalam gereja. Sekte-sekte berpisah, bertentangan satu sama lain, dan bertarung. Pada akhirnya, bahkan orang-orang yang memercayai Tuhan yang sama menjadi musuh bagi satu sama lain. Bahkan ketika kami percaya pada Tuhan yang sama, kami masing-masing menjalani jalan yang berbeda dari berbagai jalan yang tersebar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, pikiran orang-orang tentang hal tertentu secara alami berbeda-beda. Beberapa ingin menghasilkan uang dengan perkataan Tuhan dan yang lainnya menolak untuk membiarkan itu. Beberapa merasa lebih dicintai Tuhan lebih dari orang lain di dunia dan yang lainnya tidak menerima itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelah sekte-sekte itu berhenti berhubungan satu sama lain, masing-masing dari kami menjalani perkembangan yang terisolasi yang memberikan kami karakteristik masing-masing. Kami berubah sesuai situasi atau kebudayaan negara kami.” Index mengeluarkan napas singkat. “Gereja Katolik Roma mengelola dan mengontrol dunia, Gereja Ortodoks Rusia mencari dan memusnahkan &amp;lt;i&amp;gt;occult&amp;lt;/i&amp;gt;, dan Gereja Anglikan tempatku berada...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata Index terhenti di tenggorokannya sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Inggris adalah negara sihir,” katanya seakan itu adalah kenangan pahit. “Jadi Gereja Anglikan sangat unggul dalam kebudayaan anti-penyihir dan teknik-teknik seperti pemburuan &#039;&#039;witch&#039;&#039;&amp;lt;ref&amp;gt;Salah satu jenis pengguna sihir dari Inggris&amp;lt;/ref&amp;gt; dan Inkuisisi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di London saja terdapat sejumlah perusahaan umum yang menyebut diri sendiri sebagai asosiasi sihir&amp;lt;!--magic cabal--&amp;gt; dan jumlah perusahaan kosong yang hanya terdapat di atas kertas ada sepuluh kali lipatnya. Metode coba-dan-galat mereka yang dimulai sebagai cara untuk melindungi warga dari “penyihir jahat yang bersembuyi di kota” telah berkembang pada satu arah terlalu jauh dan pada titik tertentu menjadi budaya pembantaian dan eksekusi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gereja Anglikan memiliki divisi khusus,” kata Index seperti mengakui dosanya sendiri. “Divisi itu menginvestigasi sihir dan mengembangkan tindakan balasan yang digunakan untuk mengalahkan penyihir.  Dikenal sebagai Necessarius.” Dia benar-benar terdengar seperti biarawati. “Kalau kau tidak mengetahui musuhmu, kau tidak bisa bertahan dari serangan mereka. Tapi, mengerti seorang musuh yang tidak murni akan membuat hatimu sendiri tidak murni dan menyentuh seorang musuh yang tidak murni akan membuat tubuhmu sendiri tidak murni. Itulah kenapa Necessarius, gereja dari kejahatan yang dibutuhkan, diciptakan untuk menarik semua ketidakmurnian itu ke satu tempat. Dan kasus paling ekstrimnya adalah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“103.000 grimoir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar.” Index mengangguk kecil. “Sihir adalah sesuatu yang mirip seperti sebuah persamaan matematis. Kalau kau dengan ahli membalikkan perhitungannya, kau bisa menetralkan serangan lawanmu. Itulah kenapa 103.000 grimoir ini dimasukkan ke dalamku. ...Kalau kau mengetahui sihir dari seluruh dunia, kau bisa menetralkan sihir dari seluruh dunia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat ke arah tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah berpikir kalau tangan kanannya tidak ada gunanya. Kekuatan tangan kanannya bahkan tidak mampu mengalahkan seorang berandalan, tidak bisa meningkatkan nilai tesnya, dan juga tidak bisa membantunya menggoda cewek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi gadis ini telah melewati neraka untuk memperoleh hal yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kalau grimoir ini sebegitu berbahayanya dan kalian tahu di mana tempatnya, kenapa kalian tidak membakarnya tanpa membacanya? Selama ada orang yang membaca dan belajar dari grimoir ini, penyihir akan terus-terusan muncul tanpa ada akhirnya, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukunya sendiri tidak lebih penting daripada isinya. Bahkan kalau kau menyingkirkan sebuah buku Asli, penyihir yang mengetahui isinya akan mewariskannya pada pengikutnya, jadi melakukan itu tidak ada artinya. Walau seseorang yang melakukan itu disebut sebagai &#039;&#039;sorcerer&#039;&#039; dan bukan penyihir,” jelas Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Seperti data yang diposkan di Internet? Bahkan kalau kau menghapus data aslinya, kopian-kopian data itu akan terus ada.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan juga, sebuah grimoir itu tidak lebih dari sebuah buku teks.” Index terdengar seperti merasa sakit. “Hanya membacanya saja tidak membuatmu jadi seorang penyihir. Para penyihir mengubahnya agar cocok dengan diri mereka masing-masing dan membuat sihir jenis baru.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak seperti data dan lebih seperti virus komputer yang berubah terus-terusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk benar-benar menghilangkan virus itu, kau harus menganalisis virus itu dan membuat perangkat lunak antivirus yang baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang sudah kukatakan, grimoir itu berbahaya.” Index memicingkan matanya. “Ketika menghancurkan sebuah kopian saja, seorang Inkuisitor ahli harus menjahit tertutup matanya untuk mencegah polusi pada otaknya, dan bahkan setelah itu diperlukan lima tahun pembatisan untuk menghilangkan sepenuhnya polusi itu darinya. Pikiran manusia tidak mampu menangani sebuah buku Asli. Satu-satunya pilihan yang tersisa untuk 103.000 buku Asli yang tersebar di seluruh dunia adalah dengan menyegelnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan-akan dia sedang berdiskusi tentang apa yang harus dilakukan dengan koleksi yang sangat besar dari sisa senjata nuklir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan sebenarnya, &#039;&#039;kurang lebih memang begitu&#039;&#039;. Kemungkinan besar, orang yang menulis grimoir itu sendiri tidak menyangka ini terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tch. Tapi bukankah sihir bisa digunakan orang normal mana pun selain kami, para esper? Kalau begitu bukankah grimoir ini akan menyebar ke seluruh dunia dalam waktu singkat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengingat kembali api milik Stiyl. Bagaimana kalau semua orang di dunia bisa menggunakan kekuatan seperti itu? Pengetahuan umum di dunia yang fondasinya terbangun dari sains akan runtuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau...tidak perlu khawatir tentang itu. Asosiasi-asosiasi sihir&amp;lt;!--magic cabals--&amp;gt; tidak akan gegabah membiarkan grimoir keluar ke masyarakat umum.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“? Kenapa tidak? Bukankah akan lebih baik bagi mereka kalau memiliki lebih banyak rekan yang bertarung untuk mereka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Tepat karena itulah&#039;&#039;. Kalau setiap orang yang mempunyai senjata adalah teman, tidak akan ada peperangan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya karena dua orang mengetahui sihir tidak berarti mereka berada di pihak yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena mereka tahu kekuatan kartu truf merekalah maka mereka tidak mau dengan gegabah menambah musuh penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Grimoir-grimoir itu diperlakukan seperti rancangan senjata baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm. Kurasa aku mengerti.” Kamijou terlihat hanyut berpikir. “Jadi intinya, mereka ingin mendapatkan &#039;&#039;bom&#039;&#039; yang ada di dalam kepalamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah sebuah perpustakaan dengan kopian sempurna dari 103.000 grimoir Asli di dunia dalam kepalanya. Mendapatkannya berarti mendapatkan seluruh sihir di dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Benar.” Suaranya terdengar seperti dia akan segera tewas. “Dengan 103.000 grimoir, kau bisa membengkokkan apa pun di dunia sesuai kehendakmu tanpa terkecuali. Itulah yang kami sebut sebagai Dewa Sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan dewa dunia iblis&amp;lt;ref&amp;gt; (魔神 Majin, lit. &amp;quot;Magic God&amp;quot;) Kanji pertama bisa berarti sihir atau iblis&amp;lt;/ref&amp;gt;, tapi seseorang yang telah menguasai sihir seutuhnya sampai pada titik memasuki wilayah dewa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Dewa Sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Berengsek.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menyadarinya, Kamijou mulai menggertakkan gigi gerahamnya. Kamijou bisa tahu dari sikap Index kalau 103.000 grimoir dimasukkan ke kepalanya bukan karena keinginannya. Kamijou mengingat kembali api milik Stiyl. Dia hidup seperti itu tanpa alasan lain selain untuk mencegah sebanyak mungkin korban sebisanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahan dengan bagaimana para penyihir itu menggunakan perasaan itu demi keuntungan mereka dan dia tidak tahan bagaimana gereja menyebut Index sebagai “tidak murni”. Mereka semua memperlakukan seorang manusia sebagai sebuah benda dan Index pasti tidak melihat apa pun selain orang-orang yang melakukan itu. Fakta bahwa dia masih memikirkan semua orang selain dirinya walaupun telah mendapatkan perlakuan sedemikian rupa adalah hal yang membuat Kamijou paling tidak tahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Maaf.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahu apa yang menyebabkan dia begitu marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi satu kata itu benar-benar membuatnya sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menjentik dahi Index pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Oh, ayolah. Kenapa kau tidak memberitahuku hal sepenting itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index membeku ketika Kamijou memandang gadis yang terbaring itu dengan memamerkan gigi taringnya. Matanya terbuka lebar seakan-akan dia telah melakukan sesuatu yang sangat salah dan bibirnya bergerak cepat seperti ingin mengatakan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi aku tidak berpikir kau akan memercayaiku dan aku tidak ingin menakutimu. Dan...um...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index kelihatan akan menangis dan suaranya semakin kecil ketika berbicara. Kamijou hampir tidak mendengarnya di ujung kalimatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau begitu, Kamijou mendengarnya mengatakan “aku tidak mau kau membenciku”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, peduli setan!!” Dia benar-benar mendengar suara sesuatu yang patah. “Jangan remehkan orang dan memperkirakan seperti apa mereka dengan pikiranmu sendiri! Rahasia gereja? 103.000 grimoir? Yeah, itu semua hebat dan mengagumkan. Dan ya, semuanya kelihatan sangat absurd sampai aku masih belum benar-benar memercayainya. Tapi...” Kamijou berhenti sejenak. “&#039;&#039;Cuma begitu saja&#039;&#039;?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Index terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir kecilnya bergerak cepat seperti sedang mencoba mengatakan sesuatu, tapi tidak ada kata-kata yang keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan remehkan aku seperti itu. Apa kau benar-benar berpikir kalau aku akan memanggilmu menyeramkan atau menjijikkan atau apalah hanya karena kau menghapal 103.000 grimoir!? Apa kaupikir aku akan meninggalkanmu dan lari ketika para penyihir itu muncul? Persetan. Kalau cuma itu saja yang aku bisa, dari awal aku tidak akan membiarkanmu masuk ke kamar asramaku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kamijou berbicara, dia akhirnya menyadari apa yang menyebabkan dia begitu marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou hanya ingin membantu Index. Dia tidak ingin melihat Index tersakiti lagi. Itu saja. Dan walau begitu dia tidak membiarkan Kamijou melindunginya sementara dia mati-matian melindungi Kamijou. Kamijou hanya ingin mendengar dia meminta tolong sekali saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal itu sangat membuatnya frustasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat, sangat frustasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Percayalah padaku sedikit. Jangan memperkirakan nilai orang-orang seenakmu saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya itu. Bahkan kalau dia tidak punya kekuatan di tangan kanan dan hanyalah seorang manusia biasa, tetap bukan alasan bagi Kamijou untuk mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v01_157.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada alasan seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index hanya memandang wajah Kamijou dengan kagum untuk beberapa saat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi kemudian air mata mulai menggenangi matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah-olah matanya terbuat dari es dan mulai mencair.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index merapatkan bibirnya agar tidak sesenggukan, tapi bibirnya bergetar seakan dia tidak dapat menahannya lebih lama lagi. Dia menarik futon sampai ke mulutnya dan menggigitnya. Tetes air mata di matanya menjadi begitu besar hingga kelihatannya dia akan menangis seperti anak TK kalau bukan karena selimut itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan besar, air mata itu bukan hanya sekedar respon dari kata-kata yang Kamijou baru saja katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak cukup sombong sampai berpikir begitu. Dia ragu kata-katanya memberi pengaruh sebesar itu padanya. Kemungkinan besar, sesuatu yang telah menumpuk di dalam dirinya mengalir keluar dengan kata-kata darinya sebagai pemicunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia merasa hatinya retak karena pemikiran kalau tidak ada yang pernah mengatakan kata-kata seperti itu padanya sebelumnya, Kamijou juga merasa kalau dia akhirnya telah melihat “kelemahan” Index yang membuatnya sedikit senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Kamijou bukan orang mesum yang senang melihat gadis menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, suasana itu sangat canggung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau Komoe-sensei masuk tanpa mengetahui situasinya, Kamijou yakin kalau dia akan tanpa ragu menyuruhnya untuk mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U-um... Kau tahu. Aku punya tangan kananku, jadi tidak ada penyihir yang bisa mengimbangiku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Tapi...hik...kau bilang kau punya pelajaran tambahan selama liburan musim panas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa aku pernah mengatakan itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku yakin kau pernah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya, gadis yang telah menghapal dengan sempurna 103.000 buku itu mempunyai ingatan yang sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan merasa tidak enak karena mengacaukan kehidupan sehari-hari seseorang untuk sesuatu seperti ini. Pelajaran tambahanku tidak sepenting itu. Sekolahku tidak ingin membuatku tinggal kelas kalau mereka bisa mencegahnya, jadi jika aku bolos dari pelajaran tambahan, aku bisa pergi ke pelajaran tambahan dari pelajaran tambahan itu. Aku bisa menundanya selama yang kuperlu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau Komoe-sensei mendengar itu, kamar itu pasti telah berubah menjadi medan perang, tapi dia tidak peduli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan air mata masih di matanya, Index melihat ke Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Jadi kenapa kau begitu terburu-buru untuk pergi ke pelajaran tambahanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...........................Oh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berpikir ke belakang. Memang benar, setelah dia menelanjangi Index dengan menghancurkan Gereja Berjalan-nya dengan Imagine Breaker, sehingga suasana waktu itu hening seperti dalam elevator yang tertutup, dia memang terburu-buru...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena kau punya rencana dan karena kau punya kehidupan normal, aku merasa salah kalau mengganggu semua itu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“O-oh. Yeah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku menyusahkanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku menyusahkanmu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dia mengulangi itu dengan air mata di matanya, sudah tidak mungkin bagi Kamijou untuk mencoba menyangkalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mwinta mwaaf!” Kamijou Touma meminta maaf sambil dengan cepat memasuki mode bersujud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index perlahan duduk seperti orang sakit di futon, memegang telinga Kamijou, dan menggigit bagian atas kepalanya seolah-olah kepalanya adalah onigiri raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar 600 meter dari sana, di atas bangunan dengan banyak penghuni, Stiyl melepaskan teropongnya dari matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah mencari tahu siapa bocah yang bersama Index. ...Bagaimana keadaan Index”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menoleh, Stiyl menjawab gadis yang berbicara padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia masih hidup. Tapi itu berarti mereka punya seorang pengguna sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu tidak memberi respon, tapi sepertinya dia lebih merasa lega bahwa tidak ada yang mati dibandingkan khawatir akan seorang musuh baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu berumur 18 tahun, tapi dia sekepala lebih pendek dari Stiyl yang hanya berumur 14.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi memang, tinggi Stiyl melebihi 2 meter, jadi gadis itu masih terhitung tinggi jika dibandingkan dengan tinggi rata-rata orang Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rambut hitam sepanjang pinggangnya diikat ekor kuda. Di pinggangnya terdapat sebuah pedang Jepang sepanjang lebih dari dua meter yang disarungkan. Tipe yang dikenal sebagai “pedang perintah” yang digunakan di ritual memanggil hujan dalam agama Shinto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi akan sedikit sulit untuk menyebutnya sebagai gadis cantik Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memakai celana jins usang dan kaos putih. Entah kenapa, bagian kaki kiri dari jinsnya dipotong seluruhnya sampai pangkal pahanya, kain berlebih di bawah T-shirt-nya diikat jadi bagian perutnya dapat terlihat, dia memakai sepatu bot setinggi lutut, dan pedang Jepang-nya tergantung dalam sarung kulit seperti sebuah pistol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terlihat seperti seorang &#039;&#039;sheriff&#039;&#039; dari Barat yang telah menukar pistolnya dengan pedang Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti Stiyl si pendeta berbau parfum, pakaiannya sangat tidak normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi siapa sebenarnya orang itu, Kanzaki?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentang itu...aku tidak bisa mendapatkan banyak informasi mengenai bocah itu. Setidaknya, sepertinya dia bukan seorang penyihir atau berkekuatan supernatural lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa, apa kau ingin mengatakan kalau dia cuma siswa SMA biasa?” Stiyl menyalakan rokok yang dia keluarkan hanya dengan memandang ujungnya. “Berhenti saja. Mungkin tidak kelihatan seperti itu, tapi aku adalah seorang penyihir yang telah sepenuhnya menganalisis 24 &#039;&#039;rune&#039;&#039; yang ada dan mengembangkan 6 &#039;&#039;rune&#039;&#039; baru yang kuat. Dunia ini tidak sebaik itu sampai membiarkan seorang amatir tanpa kekuatan mendorong balik api penghakiman milik Innocentius.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan dengan bantuan dari Index, dia dengan seketika membuat rencana menggunakan bantuan. Ditambah lagi tangan kanannya yang aneh. Kalau dia adalah seorang manusia biasa di Jepang, maka Jepang benar-benar negara penuh misteri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar.” Kanzaki Kaori memicingkan matanya. “Masalah sebenarnya adalah seseorang dengan kemampuan tempur sebanyak itu dikategorikan sebagai tidak lebih dari seorang murid tidak punya harapan yang sering terlibat perkelahian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City memiliki sisi tersembunyi bahwa kota itu adalah institusi yang memproduksi esper secara massal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan kalau organisasi tempat Stiyl dan Kanzaki bekerja sedang menyembunyikan keberadaan Index, Stiyl dan Kanzaki telah menghubungi organisasi yang dikenal sebagai Institusi Lima Elemen lebih dulu untuk mendapatkan izin memasuki kota itu. Bahkan grup sihir yang dikenal sebagai yang terhebat di dunia tidak bisa tetap tersembunyi dalam wilayah musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin informasinya dengan sengaja ditutup-tutupi. Dan juga, luka Index disembuhkan dengan sihir. Kanzaki, apa ada organisasi sihir lain di Timur Jauh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka telah memutuskan kalau bocah itu pasti memiliki organisasi lain selain Institusi Lima Elemen di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka salah mengira kalau organisasi lain ini sepenuhnya menghilangkan semua informasi tentang Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau mereka melakukan sesuatu di kota ini, para informan dari Institusi Lima Elemen pasti telah mengetahuinya.” Kanzaki menutup matanya. “Kita punya musuh yang jumlahnya tidak diketahui, sementara kita sendiri tanpa bala bantuan. Ini perkembangan yang menyulitkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya adalah kesalahpahaman. Imagine Breaker milik Kamijou Touma tidak punya efek apa pun kecuali digunakan pada kekuatan supernatural. Dengan kata lain, System Scan milik Academy City tidak bisa mengukur kekuatannya karena menggunakan mesin untuk mengukurnya. Ya, itu adalah salah satu kesialan Kamijou karena dia diperlakukan sebagai seorang Level 0 padahal mempunyai tangan kanan kelas tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dalam skenario terburuk, hal ini bisa berkembang menjadi pertarungan sihir melawan sebuah organisasi. Stiyl, kudengar &#039;&#039;rune&#039;&#039;-mu punya kelemahan fatal dalam hal ketahanan air.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah mengompensasikan itu. Aku melaminating &#039;&#039;rune&#039;&#039;-nya. Trik yang sama tidak akan berlaku padaku lagi.” Seperti pesulap panggung, dia mengeluarkan &#039;&#039;rune&#039;&#039; yang sekarang kelihatan sangat mirip dengan kartu koleksi. “Kali ini, aku akan menempatkan &#039;&#039;barrier&#039;&#039; dengan radisu 2 kilometer di sekitar areanya dan bukan hanya pada bangunannya. Untuk itu, dibutuhkan 164.000 kartu dan persiapannya akan memakan waktu 60 jam untuk diselesaikan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak seperti dalam &#039;&#039;video game&#039;&#039;, sihir yang sebenarnya memerlukan lebih dari hanya sekadar mengucapkan mantra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin memang kelihatannya hanya itu saja yang diperlukan kalau dilihat sekilas, tapi ada sedikit persiapan yang diperlukan di balik layar. Api milik Stiyl adalah tipe yang membutuhkan instruksi kira-kira “Ambil sebuah taring serigala perak yang telah dimandikan sinar bulan selama 10 tahun dan...” Karena itu, kecepatan Stiyl sebenarnya adalah kecepatan seorang ahli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, pertarungan sihir adalah masalah membaca apa yang akan datang. Ketika pertarungan dimulai, kau pada dasarnya sudah terjebak dalam perangkap berupa &#039;&#039;barrier&#039;&#039; milik musuh. Ketika bertahan, kau perlu memastikan apa mantra musuhmu, dan mencari cara untuk membalikkannya ke musuhmu. Ketika menyerang, kau harus memprediksi serangan balik seperti apa yang akan datang dan mengatur kembali mantramu sesuai apa yang terjadi. Tidak seperti bela diri sederhana, kau perlu memikirkan 100-200 langkah ke depan di tengah situasi yang terus berubah. Walaupun istilah kasar seperti “pertarungan” digunakan, sebenarnya itu lebih seperti adu intelek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, pasukan musuh yang tidak diketahui jumlahnya membuat seorang penyihir berada dalam posisi yang sangat tidak menguntungkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Dia kelihatan sangat senang,” kata penyihir &#039;&#039;rune&#039;&#039; tiba-tiba sembari memandang 600 meter ke depan tanpa menggunakan teropongnya. “Dia kelihatan sangat, sangat senang. Dia selalu hidup dalam kehidupan menyenangkan seperti itu.” Dia terdengar seperti sedang meludahkan semacam cairan kental. “Seberapa lama kita harus terus mengoyaknya hingga berkeping-keping?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki memandang 600 meter ke depan dari belakang Stiyl.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan tanpa menggunakan teropong atau sihir, dia bisa melihat jelas dengan pandangan 8.0-nya. Melalui jendela, dia bisa melihat gadis itu menggigiti kepala bocah itu dengan marah sedangkan bocah itu mengayun-ayunkan tangannya dan mencoba berontak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pasti perasaan yang sangat pelik,” kata Kanzaki seperti sebuah mesin. “&#039;&#039;Bagi orang sepertimu yang pernah berada dalam posisi yang sama seperti itu&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku sudah terbiasa,” jawab penyihir api itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia benar-benar telah mengalami perasaan seperti itu berkali-kali sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Waktunya mandi♪ Waktunya mandi♪” nyanyi Index sembari berjalan di samping Kamijou, memegang baskom mandi dengan kedua tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan-akan ingin menunjukkan kalau dia sudah tidak sakit lagi, dia mengganti pakaiannya dari piyama menjadi jubah biarawati yang penuh penitinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahu trik sulap apa yang Index gunakan, tapi jubah yang berdarah-darah itu bersih sempurna. Dia punya firasat kalau jubah itu akan terkoyak-koyak jika Index memasukkannya secara utuh ke dalam mesin cuci, jadi dia penasaran apakah Index memisahkannya dan mencuci tiap-tiap bagiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu begitu mengganggumu? Sejujurnya, aku tidak peduli dengan baunya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tipe yang suka bau keringat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudku bukan begitu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah tiga hari, dia akhirnya cukup sehat untuk bisa keluar rumah dan mandi adalah permintaan pertamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apartemen Komoe-sensei tidak punya apa pun yang yang mirip dengan kamar mandi, jadi pilihan mereka hanya meminjam kamar mandi di kamar manajer atau pergi ke pemandian umum yang bobrok di dekat sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena alasan itulah, anak laki-laki dan gadis muda itu kini sedang berjalan di trotoar pada malam hari dengan baskom mandi di tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya era kebudayaan Jepang mana yang kita tinggali sekarang?” Komoe-sensei berkomentar dengan senyum ketika menjelaskan sistem pemandian umum. Dia membiarkan Kamijou dan Index tinggal di apartemennya tanpa menanyakan detail situasi mereka. Kamijou ikut menginap dengan Index karena dia tidak ingin kembali ke asramanya yang tidak diragukan lagi sedang diawasi oleh musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Touma, Touma,” kata Index dengan suara teredam karena dia sedang menggigit bagian lengan atas kaus Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kebiasaannya menggigit orang, kelakuannya itu tidak lebih dari gerakan yang mirip dengan memegang baju seseorang untuk menarik perhatiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa?” jawab Kamijou jengkel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagi itu, Index sadar kalau dia tidak mengetahui nama Kamijou, jadi Kamijou memperkenalkan dirinya kepadanya. Sejak saat itu, dia telah memanggil namanya sekitar 60.000 kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada apa-apa. Aku cuma suka memanggil namamu walaupun tidak ada alasannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Index mirip dengan seorang anak yang pergi ke taman hiburan untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index terlihat begitu lengket kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan besar karena apa yang terjadi tiga hari sebelumnya, tapi Kamijou tidak lebih senang dibanding tidak yakin harus merasa bagaimana tentang fakta bahwa tidak ada yang pernah mengatakan sesuatu sedasar itu pada Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Komoe bilang pemandian umum Jepang punya kopi susu. Apa itu kopi susu? Seperti &amp;lt;i&amp;gt;cappuccino&amp;lt;/i&amp;gt;?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak akan menemukan yang seelegan itu di pemandian umum. Jangan berharap terlalu tinggi,” kata Kamijou. “Hmm, tapi bak mandi raksasa mungkin akan membuatmu terkejut. Di Inggris, yang paling umum adalah bak mandi yang sempit seperti yang ada di hotel, &#039;kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? ...Aku tidak begitu tahu.” Index memiringkan kepalanya ke samping seperti memang benar-benar tidak tahu. “Hal pertama yang kuingat dimulai di sini, di Jepang. Aku tidak begitu tahu bagaimana keadaan di Inggris sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Hmm. Jadi itu kenapa kau bisa berbicara bahasa Jepang dengan lancar. Kalau kau di sini sejak kecil, berarti kau sendiri praktis adalah orang Jepang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban Index tadi membuat Kamijou berpikir bahwa keyakinan Index kalau dia akan aman jika kabur ke Gereja Anglikan sedikit kurang bisa diandalkan. Awalnya dia berpikir gadis itu akan pulang ke rumahnya, tapi dia sebenarnya malah akan pergi ke negara yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bukan. Maksudku bukan seperti itu.” Index menggelengkan kepalanya, mengayun-ayunkan rambut perak panjangnya. “Sepertinya, aku lahir dan dibesarkan di Katedral St. George di London. Sepertinya, aku baru datang ke sini sekitar satu tahun lalu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengerutkan dahinya karena kata yang tidak jelas itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah. Aku tidak punya ingatan dari sebelum sekitar satu tahun yang lalu ketika aku tiba di sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persis seperti anak kecil yang menuju taman hiburan untuk pertama kali dalam hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesempurnaan senyuman itulah yang menunjukkan kepada Kamijou rasa takut dan rasa sakit di baliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika aku pertama kali bangun di sebuah gang, aku tidak tahu siapa diriku. Yang kutahu hanyalah bahwa aku harus kabur. Aku tidak ingat apa yang kumakan pada makan malam malam sebelumnya, tapi pengetahuan tentang hal-hal seperti sihir, Index Librorum Prohibitorum, dan Necessarius terus berputar dalam pikiranku. Hal itu begitu menakutkan...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kau bahkan tidak tahu kenapa kau kehilangan ingatanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu benar,” jawabnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahu sama sekali tentang psikologi, tapi dia tahu dari &amp;lt;i&amp;gt;video game&amp;lt;/i&amp;gt; dan drama kalau ada dua penyebab utama amnesia: terkena benturan keras di kepala atau menyegel sebuah kenangan yang tidak bisa dipikul hatimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan...” gumam Kamijou sambil melihat ke langit malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun dia memang merasa marah pada para penyihir yang bisa melakukan hal seperti itu ke seorang gadis sepertinya, dia lebih merasa dikuasai oleh rasa ketidakberdayaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sekarang tahu kenapa Index melindunginya dan menjadi sangat lengket padanya. Itu hanya karena &amp;lt;i&amp;gt;Kamijou secara kebetulan&amp;lt;/i&amp;gt; adalah orang pertama yang dia kenal setelah menghabiskan satu tahun sendirian di dunia tanpa mengetahui apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua ini tidak menyenangkan Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak tahu kenapa, tapi entah kenapa jawaban &amp;lt;i&amp;gt;itu&amp;lt;/i&amp;gt; benar-benar membuatnya jengkel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mh? Touma, apa kau marah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan itu menangkap basah dia, tapi Kamijou berhasil berpura-pura tidak marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau aku membuatmu marah entah karena apa, aku minta maaf. Touma, apa yang membuatmu begitu marah? Pubertas?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak ingin mendengarmu berbicara tentang pubertas dengan badanmu yang seperti anak kecil itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mh. Apa maksudnya itu? Aku benar-benar berpikir kalau kau marah. Atau kau cuma berpura-pura marah untuk membuatku merasa susah? Aku tidak suka sisimu yang itu, Touma.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, jangan mengatakan itu ketika kau tidak pernah benar-benar menyukaiku. Aku tidak mengharapkan kejadian indah mirip komedi romantis seperti itu denganmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah? ...Kenapa kau memelototiku seperti itu, Tuan Putri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika dia mencoba mencairkan suasana dengan lelucon, Index tidak memberikan respon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aneh. Ini aneh. Kenapa Index melipat tangannya, melihatku dengan air mata di matanya dan ekspresi terluka di wajahnya, dan menggigit bibir bawahnya?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Touma.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?” Kamijou merespon, memutuskan kalau dia lebih baik merespon karena Index memanggil namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendapat firasat kuat tentang kesialan yang akan datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku benci kau.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat saat itu, Kamijou mendapatkan banyak &amp;lt;i&amp;gt;experience point&amp;lt;/i&amp;gt; untuk pengalaman langka berupa seorang gadis yang menggigit seluruh bagian atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index berjalan lebih dulu ke arah pemandian umum sendirian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, Kamijou berjalan lesu ke arah pemandian umum. Awalnya dia telah mencoba berlari mengejar Index, tapi biarawati putih yang marah itu lari seperti kucing liar setiap kali melihatnya. Walau begitu, dia akan tetap melihat punggung Index setelah berjalan beberapa saat seperti sedang ditunggu Index. Setelah itu, siklus ini akan berulang. Index benar-benar seperti kucing yang plin-plan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Yah, kami sedang menuju tempat yang sama, jadi pada akhirnya kami pasti akan bertemu lagi.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pikiran itu, Kamijou menyerah mengejarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditambah lagi dia merasa kalau ada kemalangan yang pasti datang berupa penahanan oleh polisi kalau seseorang melihatnya (kelihatannya) mengejar seorang biarawati Inggris muda yang lemah dan tak berdaya di jalan yang gelap seperti seekor Namahage.&amp;lt;ref&amp;gt;Semacam siluman dari Jepang. http://en.wikipedia.org/wiki/Namahage&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Biarawati dari Inggris, hm?” gumam Kamijou di sela napasnya sambil berjalan di jalan yang gelap sendirian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tahu kalau Index akan dibawa ke markas Gereja Anglikan di London kalau dia membawanya ke salah satu gereja mereka di Jepang. Tidak ada lagi yang tersisa untuk Kamijou lakukan. Semuanya pasti akan berakhir dengan ucapan seperti, “Mungkin waktunya singkat, tapi terima kasih. Aku tidak akan pernah melupakanmu karena aku punya ingatan sempurna”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasa sesuatu yang tajam menusuk-nusuk dadanya, tapi dia tidak tahu apakah ada hal lain yang bisa dilakukannya. Kalau Index tidak berada di bawah perlindungan gereja, dia akan terus dikejar oleh para penyihir itu. Lagi pula, tidak realistis mencoba mengikuti Index ke Inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka hidup di dunia yang berbeda, mereka berdiri di tempat berbeda, dan mereka berada di dimensi yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tinggal di dunia ESP ilmiah dan dia tinggal di dunia &amp;lt;i&amp;gt;occult&amp;lt;/i&amp;gt; sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti daratan dan lautan, kedua dunia mereka tidak akan berlintas jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cuma begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cuma begitu saja, tapi hal itu masih membuatnya jengkel seperti ada tulang ikan yang tersangkut di tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba pemikirannya yang berputar sia-sia terhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada sesuatu yang salah. Kamijou memeriksa waktu yang terpampang di papan iklan elektronik milik sebuah &amp;lt;i&amp;gt;department store&amp;lt;/i&amp;gt;. Tepat jam 8 malam. Masih ada banyak waktu sebelum waktunya orang-orang tidur, tapi keheningan mencekam menyelimuti area itu seperti berada di hutan pada malam hari. Perasaan aneh yang tidak pada tempatnya menyelimuti area itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kalau dipikir-pikir, aku belum melihat seorang pun sejak berjalan dengan Index...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ekspresi bingung, Kamijou berjalan lebih jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan ketika dia tiba di jalan besar dengan 3 lajur di setiap arah, perasaan tidak pada tempatnya itu berganti menjadi perasaan kalau segala sesuatunya benar-benar salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Tidak ada orang di sana&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada seorang pun yang masuk atau keluar dari mal yang berbaris di sisi jalan seperti minuman di rak toko serba ada. Trotoar yang biasanya terasa terlalu sempit sekarang terasa terlalu luas dan tidak ada satu mobil pun yang berjalan di jalan yang mirip landasan pacu itu. Semua mobil yang diparkir di sisi jalan kosong seakan sudah dibuang pemiliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti melihat jalan di ladang nun jauh di pedesaan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini karena Stiyl telah mengukir &amp;lt;i&amp;gt;rune&amp;lt;/i&amp;gt; Opila untuk membuat sebuah medan pembersih manusia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara perempuan tiba-tiba memasuki kepalanya seakan-akan sebuah pedang Jepang menusuk tembus bagian tengah wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak menyadarinya sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu tidak bersembunyi di balik apa pun dan dia juga tidak menyelinap dari belakangnya. Dia berdiri di tengah jalan lebar seperti landasan pacu sekitar 10 meter di depannya, menghalangi jalannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah jelas ini bukan lagi perkara tidak melihat atau menyadarinya karena kegelapan. Sesaat sebelumnya, memang benar-benar tidak ada seorang pun di sana. Tapi dalam satu kedipan mata, gadis itu muncul di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua orang di sekitar area ini telah dialihkan fokusnya jadi mereka tidak akan berpikir untuk mendekati area ini untuk tujuan tertentu. Kebanyakan orang sepertinya berada di dalam bangunan-bangunan, jadi jangan khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badannya bereaksi bereaksi lebih cepat dari pikurannya. Semua darah di tubuhnya seperti berkumpul di tangan kanannya. Dengan rasa sakit seperti ada seutas tali mengikat kencang pergelangan tangannya, insting Kamijou merasa bahwa gadis itu berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu memakai T-shirt dan jins yang satu bagian kakinya dipotong dengan berani, jadi pakaiannya tidak terlalu jauh berbeda dari apa yang disebut normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, sebuah pedang Jepang yang panjangnya lebih dari dua meter yang bergantung di pinggangnya seperti pistol, mengeluarkan hawa membunuh yang membeku. Bilahnya tersembunyi dalam sarung pedangnya, tapi sarung hitam itu terlihat sama penuh sejarahnya dengan sebuah tiang dari bangunan Jepang tua, jadi terlihat jelas kalau pedang itu asli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Penghancur Iblis Penyuci Tuhan.&amp;lt;ref&amp;gt;“God Purifying Demon Destroyer” (神浄の討魔) dibaca sebagai “Kamijou no Touma” tapi menggunakan kanji yang berbeda dengan nama Touma (上条当麻).&amp;lt;/ref&amp;gt; Nama sebenarnya &amp;lt;!--true name--&amp;gt;yang sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi gadis itu sendiri tidak menunjukkan tanda-tanda gugup sedikit pun. Cara bicaranya yang seperti sedang mengobrol santai membuatnya jauh lebih menakutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Siapa kau?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Kanzaki Kaori. ...Aku tidak ingin memberikan namaku yang lain kalau bisa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namamu yang lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah sedikit memperkirakan itu, tapi Kamijou tetap mundur selangkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama sihir. Itu adalah “nama membunuh” yang telah Stiyl berikan sebelum menyerang Kamijou dengan sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi...apa? Apa kau juga dari asosiasi sihir atau apalah itu sama seperti Stiyl?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?” Untuk sesaat, Kanzaki mengernyit ragu. “Oh, apa kau mendengar itu dari Index?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah asosiasi sihir. Organisasi yang mengejar Index untuk mendapatkan 103.000 grimoir-nya. Sebuah grup yang berjuang untuk menjadi Dewa Sihir, orang-orang yang telah menguasai sihir sepenuhnya hingga bisa membengkokkan apa pun di dunia sesuai kehendak mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya.” Kanzaki menutup satu matanya. “Aku ingin membawa dia ke dalam perlindungan kami tanpa perlu memberikan nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggigil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou punya kartu truf berupa tangan kanannya, tapi tetap saja musuh yang berdiri di depannya membuat punggungnya menggigil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Dan kalau aku menolak?” kata Kamijou. Dia tidak punya alasan untuk mundur walaupun merasa takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu aku tidak punya pilihan lain.” Kanzaki menutup mata yang satunya lagi. “Aku akan memberikan namaku sampai dia kembali ke dalam perlindungan kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guncangan seperti gempa membuat tanah di bawah kaki Kamijou bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti ada sebuah bom yang meledak. Langit malam di sudut penglihatannya yang harusnya ditutupi kegelapan biru pucat menjadi warna oranye terang seperti matahari tenggelam. Api raksasa menyebar beberapa ratus meter ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Index...!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuhnya adalah sebuah organisasi dan Kamijou tahu nama seorang penyihir api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou secara refleks melihat ke arah api yang meledak itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan di saat itu, tebasan Kanzaki Kaori tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada jarak 10 meter antara Kamijou dan Kanzaki. Dan juga, katana milik Kanzaki panjangnya lebih dari dua meter, jadi sepertinya tidak mungkin bagi tangan langsing feminimnya untuk menariknya dari sarungnya, apalagi mengayunkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&amp;lt;i&amp;gt;Tapi seperti itulah yang terlihat&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat berikutnya, angin di atas kepala Kamijou terpotong seakan gadis itu sedang menembakkan laser raksasa. Kamijou membeku karena syok dan baling-baling sebuah kincir angin pembangkit listrik di belakang kanannya terpotong diagonal seakan terbuat dari mentega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong hentikan ini,” kata suara 10 meter di depannya. “Mengabaikan peringatanku hanya akan berujung pada kematian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang sepanjang 2 meter milik Kanzaki sudah kembali ke sarungnya. Serangan itu sangat cepat hingga Kamijou bahkan tidak pernah melihat bilahnya menyentuh udara luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya alasan dia masih berdiri di sana adalah karena Kanzaki dengan sengaja membuat serangannya meleset. Situasinya kelihatan sangat tidak nyata sampai dia hampir tidak menyadari fakta itu. Musuhnya terlalu kuat sampai pikirannya tidak bisa mengikuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara benturan kuat, baling-baling kincir angin yang terpotong jatuh ke tanah di belakang Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan walaupun puing-puing baling-baling itu jatuh begitu dekat, Kamijou masih tidak bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggertakkan giginya karena pedang itu pasti sangat tajam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki membuka salah satu matanya yang tertutup dan berkata, “Aku bertanya kepadamu sekali lagi.” Dia memicingkan matanya sedikit. “Aku ingin membawanya ke dalam perlindungan kami tanpa perlu memberikan nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada keraguan dalam suara Kanzaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya begitu dingin hingga dia terlihat seperti mengatakan tingkat kehancuran seperti itu bukanlah sesuatu yang pantas untuk membuat orang terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...A-apa-apaan yang kaukatakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan-akan kakinya tertempel ke tanah, dia tidak bisa maju ke depan atau melangkah mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakinya bergetar seakan dia baru saja selesai berlari maraton dan dia bisa merasakan tenaganya meninggalkan kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak punya alasan untuk menyerah pada-...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan menanyakannya sebanyak apa pun yang diperlukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sesaat – benar-benar sesaat – tangan kanan Kanzaki menjadi buram dan menghilang seperti &amp;lt;i&amp;gt;bug&amp;lt;/i&amp;gt; dalam sebuah &amp;lt;i&amp;gt;video game&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara raungan, sesuatu terbang ke arah Kamijou dengan kecepatan menakutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasa seperti senjata laser raksasa sedang ditembakkan dari segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti tornado raksasa yang terbuat dari pedang-pedang udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma melihat topan itu memotong aspal, lampu jalan, dan pohon-pohon yang berbaris di jalan dalam interval tertentu hingga menjadi berkeping-keping seolah-olah dipotong dengan &amp;lt;i&amp;gt;waterjet&amp;lt;/i&amp;gt;&amp;lt;ref&amp;gt;Mesin yang bisa memotong dengan menembakkan jet air. http://en.wikipedia.org/wiki/Water_jet_cutter&amp;lt;/ref&amp;gt; industri. Bongkahan aspal berukuran kepalan tangan terbang dan menghantam bahu kanan Kamijou. Cukup untuk menerbangkan dan membuatnya hampir pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil memegang bahu kanannya, Kamijou melihat sekelilingnya hanya dengan menggerakkan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu... dua... tiga, empat, lima, enam, tujuh. Total sebanyak tujuh tebasan lurus dari pedang  berlanjut sampai lusinan meter di sepanjang tanah yang datar. Tebasan-tebasan itu datang dari sudut acak dan kelihatan seperti goresan kuku di pintu baja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendengar suara katana gadis itu yang dimasukkan kembali ke sarungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingin membawa dia ke bawah perlindungan kami tanpa perlu memberikan nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tangan kanannya masih di gagang pedang, Kanzaki mengucapkan kata-kata itu tanpa kebencian atau kemarahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuh serangan. Kamijou bahkan tidak bisa melihat satu serangan pun, tapi Kanzaki melakukan tujuh serangan iai&amp;lt;ref&amp;gt;Tipe bela diri pedang yang serangannya berupa tebasan cepat dari dalam gagang dan langsung dimasukkan kembali ke gagang. http://en.wikipedia.org/wiki/Iai&amp;lt;/ref&amp;gt; dalam sekejap. Bahkan kalau dia mau, satu atau seluruh tujuh serangan itu bisa menjadi serangan mematikan yang memotong Kamijou menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan. Kamijou hanya sekali saja mendengar suara metalik dari pedang yang disarungkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan besar tadi adalah &amp;lt;i&amp;gt;kekuatan supernatural&amp;lt;/i&amp;gt; yang dikenal sebagai sihir. Dia memakai sihir yang memanjangkan jarak satu serangan itu sebanyak lusinan meter dan memberikannya kemampuan berpedang untuk menyerang tujuh kali walaupun hanya dengan sekali menarik pedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kecepatan serangan Nanasen&amp;lt;ref&amp;gt;Nanasen berarti “Tujuh Kilatan”.&amp;lt;/ref&amp;gt; yang Shichiten Shichitou&amp;lt;ref&amp;gt;Shichiten Shichitou berarti “Tujuh Pedang Tujuh Langit”.&amp;lt;/ref&amp;gt;-ku lakukan itu cukup untuk membunuhmu tujuh kali dalam waktu yang dikenal sebagai sekejap. Orang-orang menyebutnya sebagai pembunuhan instan. Menyebutnya sebagai pembunuhan instan pasti rasanya tidak jauh dari kenyataannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam diam, Kamijou mengepalkan tinjunya dengan kekuatan yang cukup untuk menghancurkan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki punya kecepatan, kekuatan, dan jarak yang mengerikan. Kemungkinan besar, serangan memotong itu berhubungan dengan kekuatan supernatural yang dikenal sebagai sihir. Kalau begitu, Kamijou hanya perlu menyentuh serangan aslinya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Teruslah bermimpi,” katanya, memotong pemikiran Kamijou. “Aku sudah dengar dari Stiyl kalau tangan kananmu bisa meniadakan sihir entah bagaimana caranya. Tapi apakah aku benar kalau berpikir bahwa kau tidak bisa melakukan itu kecuali kau menyentuhnya dengan tangan kananmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sekali. Tangan kanan Kamijou tidak berguna kalau dia tidak bisa menyentuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan masalah kecepatan. Tidak seperti Biri-Biri dari Misaka Mikoto&amp;lt;ref&amp;gt;Serangan listrik. Dalam bahasa Jepang, suara listrik adalah “biri biri”.&amp;lt;/ref&amp;gt; dan Railgun yang ditembakkan dalam garis lurus, dia tidak bisa memprediksi ke mana Nanasen milik Kanzaki Kaori akan datang karena perubahan konstannya. Kalau Kamijou mencoba menggunakan Imagine Breaker, tujuh tebasan itu kemungkinan akan memotong tangannya berkeping-keping hanya dalam satu kedipan mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan terus menanyakannya sebanyak yang diperlukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Kanzaki menggenggam gagang Shichiten Shichitou di pinggangnya tanpa bersuara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasakan keringat dingin di pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau &amp;lt;i&amp;gt;mood&amp;lt;/i&amp;gt; Kanzaki berubah dan serius ingin membunuh, Kamijou pasti akan terpotong-potong menjadi bagian-bagian kecil dalam sekejap. Mengingat dia telah memotong pohon-pohon yang berjejer di jalan berkeping-keping dari jarak lusinan meter, mencoba lari atau menggunakan sesuatu sebagai tameng adalah bunuh diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menghitung jarak antara dirinya dan Kanzaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar 10 meter. Kalau dia berlari secepat yang tubuh fisiknya mampu, dia bisa menutup jarak itu dalam empat langkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Bergeraklah.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou memberikan perintah dengan putus asa pada kakinya yang seperti ditempel ke tanah dengan lem instan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akankah kau membiarkan kami membawanya ke dalam perlindungan kami sebelum aku memberikan nama sihirku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Bergeraklah!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia maju selangkah ke depan seakan mengoyakkan kakinya dari tanah. Satu alis Kanzaki naik ketika Kamijou bergerak maju dengan langkah eksplosif seperti sebuah peluru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh... Ohhhhhhhhhhhh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia maju selangkah lagi. Kalau dia tidak bisa kabur, tidak bisa menghindar ke kiri atau ke kanan, dan tidak bisa menggunakan apa pun sebagai tameng, maka satu-satunya pilihan yang tersisa adalah maju dan membuka jalan untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu apa yang mendorongmu sampai sejauh ini, tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki menghela napas yang lebih dikarenakan oleh rasa kasihan dibandingkan keterkejutan. Kemudian...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nanasen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Potongan-potongan kecil dari aspal dan pohon yang hancur melayang di udara seperti debu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan angin yang meraung, awan debu itu terpotong kecil-kecil di depan mata Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah... Ohh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tahu dalam kepalanya bahwa dia bisa meniadakannya kalau dia menyentuhnya dengan tangan kanannya, tapi hatinya segera memilih untuk menghindar. Dia menunduk dengan begitu kuatnya hingga terlihat seperti dia sedang mengayunkan kepalanya ke bawah dan jantungnya membeku ketika tujuh serangan menebas itu lewat di atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak memperhitungkan itu dan dia tidak mungkin berhasil menghindar kalau dia memperhitungkannya. Dia berhasil menghindar karena murni keberuntungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian dia mengambil satu langkah kuat lagi, yang ketiga dari empat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak peduli seberapa aneh serangan Nanasen itu, pada dasarnya serangan itu tetaplah masih sebuah serangan iai. Iai adalah teknik berpedang kuno yang mengeluarkan satu serangan mematikan yang dimulai dengan gerakan menarik pedang dari sarungnya. Artinya, pada saat pedangnya berada di luar sarungnya akan membuat penggunanya tak berdaya dan tidak bisa menggunakan serangan iai lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia mengambil langkah terakhir itu untuk mencapai Kanzaki, dia akan menang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harapan terakhir yang pikiran itu berikan pecah berkeping-keping dengan suara “klik” kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah suara metalik kecil yang terlalu pendek dari sebuah katana yang dikembalikan ke dalam sarungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nanasen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raungan itu datang tepat dari depan Kamijou dalam jarak kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketujuh serangan itu mengejarnya bahkan sebelum refleks tubuhnya bisa beraksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan...Ahhhhhhhhhh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengulurkan tinju kanannya ke arah tebasan di depannya, tapi itu lebih mirip usaha defensif untuk menangkap bola yang dilemparkan ke wajahnya daripada sebuah serangan ofensif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama itu adalah kekuatan supernatural, tangan kanan Kamijou bisa meniadakannya bahkan kalau itu adalah kekuatan Tuhan atau kekuatan vampir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena berada dalam jarak sedekat itu, ketujuh serangan itu tiba sebagai satu seangan tanpa menyebar. Itu berarti dia bisa menghancurkan ketujuhnya dengan satu pukulan Imagine Breaker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat serangan-serangan itu bersinar biru di bawah sinar bulan, kulit dari satu jari di tinju Kamijou menyentuhnya halus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Dan ditelan&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap...!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak menghilang. Bahkan dengan Imagine Breaker, serangan absurd itu tidak menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou segera mencoba menyentakkan tangannya ke belakang, tapi dia tidak berhasil tepat pada waktunya. Bagaimanapun juga, dia telah menjulurkan tangannya sendiri ke serangan pedang Jepang yang akan datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki memicingkan matanya sedikit ketika melihat Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat berikutnya, suara basah dari daging yang dipotong memenuhi area itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou memegang tangan kanannya yang berdarah dengan tangan kirinya dan jatuh berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, dia terkejut ketika melihat bahwa kelima jarinya masih utuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini tentu saja bukan karena jemari Kamijou itu kuat dan kemampuan Kanzaki itu rendah. Tubuh Kamijou tidak terpotong-potong karena fakta sederhana bahwa Kanzaki telah menahan diri, lebih menahan dirinya lagi, dan membiarkannya hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih berlutut, Kamijou melihat ke atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki berdiri dengan lingkaran sempurna bulan biru di belakangnya. Dia bisa melihat sesuatu seperti benang-benang merah di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelihatan seperti jaring laba-laba. Hanya ketika darah Kamijou menutupinya seperti embun malam di atas jaring laba-labalah dia bisa melihat tujuh kawat baja itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak percaya...” Kamijou menggertakkan giginya. “Apa kau bukan seorang penyihir?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katana yang besarnya menggelikan itu tidak lebih dari sebuah hiasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mengejutkan kalau Kamijou tidak bisa melihat saat dia menarik pedangnya. Kanzaki tidak pernah menarik pedangnya keluar. Dia hanya menggerakkan pedangnya sedikit di dalam sarungnya dan kemudian menggerakkannya ke tempat semula. Gerakan itu adalah untuk menyembunyikan tangan yang menggerakkan ketujuh kawat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan Kamijou relatif tidak terluka karena Kanzaki telah mengendurkan kawatnya tepat sebelum memutuskan jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang sudah kubilang, aku sudah dengar tentang kemampuanmu dari Stiyl.” Kanzaki kedengaran tidak tertarik. “Saat itulah aku menyadarinya. Kekuatanmu bukan dalam jumlah yang lebih besar, tapi adalah tipe yang berbeda. Sama seperti gunting-batu-kertas. Seberapa banyak pun kau menggunakan batu, kau tidak akan pernah mengalahkan kertasku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengepalkan tangannya yang berdarah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kelihatannya kau salah tentang sesuatu.” Kelihatannya menyakitkan bagi Kanzaki untuk melihatnya. “Aku tidak menyembunyikan ketidakmampuan dengan sebuah trik murahan. Shichiten Shichitou bukan sekedar hiasan saja. Di balik Nanasen adalah Yuisen&amp;lt;ref&amp;gt;Yuisen berarti “Satu Kilatan”.&amp;lt;/ref&amp;gt; yang sebenarnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkan tinju berdarahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan yang lebih penting, aku masih belum memberikan nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong jangan buat aku memberikannya, bocah.” Kanzaki menggigit bibirnya. “Aku tidak mau memberikannya lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinju Kamijou yang terkepal gemetar. Kanzaki jelas berbeda dari Stiyl. Dia bukan kuda poni yang hanya tahu satu trik saja. Dari paling dasar dari semua dasar dan yang paling dasar dari semua fondasi, dia benar-benar terbuat berbeda dari Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Seperti aku bisa menyerah saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, Kamijou tidak melepas kepalan tangannya. Dia tetap menutup tangan kanannya walaupun tidak bisa merasakan apa pun di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tidak menyerah dan tetap berusaha menghadap ke arah Kamijou ketika punggungnya ditebas oleh penyihir itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kaubilang? ...Aku tidak bisa mendengarmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kubilang tutup mulutmu, dasar robot sialan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengepalkan tinjunya yang berdarah dan mencoba mengayunkannya ke wajah gadis yang berdiri di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi ujung sepatu bot Kanzaki menusuk ulu hatinya sebelum dia sempat melakukannya. Seluruh udara dalam paru-parunya keluar dari mulutnya dan sarung hitam Shichiten Shichitou menghantamnya wajahnya seperti sebuah tongkat baseball. Badannya berputar seperti tornado dan dia menghantam tanah dengan bahu lebih dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belum sempat berteriak kesakitan, Kamijou melihat bagian bawah sepatu bot itu turun untuk menghancurkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mencoba menghindar, dia segera berguling ke samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nanasen.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kata itu memasuki telinga Kamijou, tujuh tebasan memecahkan aspal di sekitarnya sampai berkeping-keping. Seluruh tubuh Kamijou dihujani oleh pecahan-pecahan kecil dari segala penjuru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gh...Ah...!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggeliat kesakitan di tempatnya ketika diserang oleh rasa sakit yang intens, bagaikan dikeroyok dan dipukuli oleh lima-enam orang. Kanzaki mendekatinya dengan menyeret sepatu botnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aku harus bangkit...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi kakinya terlalu lelah untuk bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurasa sudah cukup.” Suara kecilnya terdengar iba. “Tidak ada alasan bagimu untuk melakukan sejauh ini untuknya. Mampu bertahan 30 detik saja melawan satu dari sepuluh penyihir terhebat di London adalah prestasi luar biasa. Dia tidak akan menyalahkanmu yang telah berusaha sejauh ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran Kamijou kabur, tapi dia berhasil mengingat sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengingat kalau Index memang tidak akan menyalahkannya apa pun yang dia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tapi...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat karena Index terus menahan semuanya tanpa menyalahkan orang lainlah yang membuat Kamijou tidak bisa menyerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia ingin menyelamatkan Index, gadis yang tetap tersenyum begitu sempurna setelah mengalami semua ini dan bukannya ekspresi yang mampu menyayat hati siapa pun yang melihatnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memaksakan tangan kanannya yang hancur menjadi sebuah tinju seakan tangannya adalah seekor serangga yang sekarat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya masih bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya bergerak ketika dia memintanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kenapa?” bisik Kamijou dari posisinya yang masih terbaring di tanah. “Tampaknya kau tidak menyukai ini. Kau tidak seperti orang bernama Stiyl itu. Kau ragu untuk membunuh musuhmu. Kau bisa dengan mudah membunuhku sejak awal kalau kau mau, tapi kau &amp;lt;i&amp;gt;tidak melakukannya&amp;lt;/i&amp;gt;. ...Kau masih cukup punya jalan pikiran manusia normal yang &amp;lt;i&amp;gt;ragu&amp;lt;/i&amp;gt; untuk hal-hal seperti itu, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki telah menanyakannya lagi dan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah meminta agar semua diselesaikan sebelum dia harus memberikan nama sihirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir &amp;lt;i&amp;gt;rune&amp;lt;/i&amp;gt; yang menamakan dirinya Stiyl Magnus tidak menunjukkan keraguan sedikit pun dalam hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki Kaori terdiam, tapi rasa sakit yang dideritanya membuat pikiran Kamijou terlalu kabur untuk menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu kau pasti tahu, &#039;kan? Kau tahu bahwa mengejar-ngejar seorang gadis sampai dia pingsan karena lapar dan kemudian menebas punggungnya dengan pedang itu salah, &#039;kan?” Dia mengucapkannya seperti batuk darah, sementara Kanzaki hanya bisa lanjut mendengarkannya. “Apa kau tahu kalau dia tidak punya ingatan sebelum satu tahun yang lalu karena kalian? Apa-apaan yang kalian lakukan padanya sambil mengejarnya sampai menyebabkan hal seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak mendapat respon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak bisa mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mungkin bisa mengerti kalau penyihir ini mencoba mendapatkan 103.000 grimoir untuk menjadi seorang Dewa Sihir yang (katanya) bisa membengkokkan aturan-aturan dunia untuk mengabulkan permintaan seperti menyembuhkan seorang anak dengan penyakit yang tidak tersembuhkan atau melakukan sesuatu untuk seorang kekasih yang sudah mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi bukan itu yang sedang dilakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah bagian dari sebuah organisasi. Dia melakukan ini karena dia disuruh karena itu adalah tugasnya, dan itu adalah yang diperintahkan padanya. Hanya itu saja yang membuatnya sampai mengejar seorang gadis dan menebas punggungnya terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa?” Kamijou mengulang, rahangnya dirapatkan. “Aku cuma pecundang yang tidak bisa menyelamatkan seorang gadis setelah mempertaruhkan nyawaku dengan sia-sia demi melawanmu. Aku cuma orang lemah yang tidak bisa melakukan apa pun selain terbaring di tanah dan melihatmu membawanya pergi.” Dia terdengar seperti akan menangis seperti seorang anak kecil pada saat itu juga. “Tapi kau itu berbeda, &#039;kan?” Dia sendiri tidak tahu apa yang sedang dia katakan. “Dengan kekuatanmu kau bisa melindungi siapa pun atau apa pun dan menyelamatkan apa pun atau siapa pun.” Dia tidak tahu dengan siapa dia sedang berbicara. “Jadi kenapa kau melakukan ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dia menyesal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyesali bahwa dia telah berpikir kalau dia bisa melindungi semua yang dia inginkan dengan kekuatan kecil yang dia punya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyesali bahwa seseorang dengan kekuatan sehebat itu hanya menggunakannya untuk memburu seorang gadis kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyesali bahwa situasi ini seperti mengatakan kalau dia itu bahkan lebih hina dari orang seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyesali itu semua dan dia pikir dia akan menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keheningan menumpuk di atas keheningan, suasana yang hening menjadi semakin hening.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau pikiran Kamijou sedang jernih, dia pasti akan terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang tersudut adalah Kanzaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan beberapa kata saja, dia telah menyudutkan satu dari sepuluh penyihir tehebat di London.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak benar-benar bermaksud untuk menebas punggungnya. Kupikir &amp;lt;i&amp;gt;barrier&amp;lt;/i&amp;gt; dari jubah biarawati Gereja Berjalan-nya masih berfungsi... Aku hanya menebasnya karena aku benar-benar yakin serangan itu tidak akan melukainya... Tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak mengerti apa yang Kanzaki katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak melakukan ini karena aku mau,” kata Kanzaki. “Tapi dia tidak bisa hidup kalau aku tidak melakukan ini. ...Dia akan...mati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki kedengaran seperti seorang anak yang akan menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Organisasi tempat aku berada sama dengannya. Aku berasal dari Necessarius milik Gereja Anglikan,” katanya seakan memuntahkan darah. “Dia adalah rekanku...dan temanku yang berharga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Previous [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1 Chapter1|Chapter 1]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1 Chapter3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
|-&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_(Indonesia)&amp;diff=193999</id>
		<title>Toaru Majutsu no Index (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_(Indonesia)&amp;diff=193999"/>
		<updated>2012-10-04T09:20:41Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: /* Updates */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:To Aru Majutsu no Index cover.jpg|200px|thumb|Volume 01 cover.]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;!--Kalau ada yang mau bantu saya...;_;--&amp;gt;&lt;br /&gt;
To Aru Majutsu no Index (とある魔術の禁書目録) project page.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Toaru Majutsu no Index&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; (とある魔術の禁書目録（インデックス）) adalah sebuah serial light novel yang ditulis oleh Kazuma Kamachi (鎌池 和馬) dan diilustrasikan oleh Kiyotaka Haimura (灰村 キヨタカ). Serial ini diterbitkan olrh [http://en.wikipedia.org/wiki/ASCII_Media_Works ASCII Media Works] dalam [http://en.wikipedia.org/wiki/Dengeki_Bunko Dengeki Bunko]. Saat ini terdapat 24 volume serial pertama--dua di antaranya adalah kumpulan SS (short stories,cerita pendek), lima volume serial kedua (&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Toaru Majutsu no Index: New Testament&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;), dan tujuh volume Side Stories (cerita sampingan). Serial ini telah diadaptasi menjadi manga dan dua season anime. Serial ini juga menghasilkan sebuah manga spin-off &#039;&#039;A Certain Scientific Railgun&#039;&#039; (とある科学の超電磁砲（レールガン）), yang sekarang sudah diterbitkan dalam 7 volume tankobon dan juga telah diadaptasi menjadi anime.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri &#039;&#039;To Aru Majutsu no Index&#039;&#039; juga terdapat dalam berbagai bahasa: :&lt;br /&gt;
*[[To Aru Majutsu no Index| Toaru Majutsu no Index~English]] &lt;br /&gt;
*[[To Aru Majutsu no Index ~ Russian]]&lt;br /&gt;
*[[To Aru Majutsu no Index ~ Español (Spanish)]]&lt;br /&gt;
*[[To Aru Majutsu no Index ~ Deutsch (German)|Toaru Majutsu no Index ~ Deutsch (German)]]&lt;br /&gt;
*[[To Aru Majutsu no Index ~ Italiano (Italian)|Toaru Majutsu no Index ~ Italiano (Italia)]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Nb: proses penerjemahan tergantung dalam versinya masing-masing.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Datang ke [http://www.baka-tsuki.org/forums/index.php Forum]untuk mendiskusikan seri ini dan informasi lainnya dari Baka-Tsuki. Thread untuk berdiskusi, menyampaikan komentar, dan saran khusus mengenai seri ini ada di [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=3099 sini]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
Meskipun berlatar belakang di sebuah kota yang para siswanya memiliki kekuatan super berkat teknologi canggih, tetapi di dunia ini sihir juga ada. Tangan kanan Touma Kamijou, Imagine Breaker, dapat meniadakan semua sihir, kekuatan psikis, ataupun kekuatan suci, tetapi tidak nasib buruknya sendiri. Suatu hari ia menemukan seorang gadis kecil yang tergeletak di pagar balkonnya. Ternyata ia adalah seorang biarawati dari Gereja Inggris, dan dalam otaknya telah terekam Indeks-Librorum-Prohibitorum - semua buku sihir yang telah dihapus dari peredaran oleh Gereja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Penghargaan==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Kono Light Novel ga Sugoi! (このライトノベルがすごい!) 2009&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*4th Place in Best Novel Series, Kazuma Kamachi &amp;lt;!-- from japanese wikipedia --&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*3rd Place in Best Male Character, Kamijou Touma&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
*1st Place in Best Female Character, Misaka Mikoto&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*3rd Place in Best Character, Kamijou Touma&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*6th Place in Best Character, Misaka Mikoto&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Kono Light Novel ga Sugoi! (このライトノベルがすごい!) 2010&#039;&#039;&#039; &amp;lt;!-- from english wikipedia--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*9th Place in Best Novel Series, Kazuma Kamachi &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Kono Light Novel ga Sugoi! (このライトノベルがすごい!) 2011&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*1st Place in Best Novel Series, Kazuma Kamachi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*1st Place in Best Illustrator, Kiyotaka Haimura&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*1st Place in Best Male Character, Kamijou Touma&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*2nd Place in Best Male Character, Accelerator&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*1st Place in Best Female Character, Misaka Mikoto&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*3rd Place in Best Female Character, Index&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*7th Place in Best Female Character, Itsuwa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*1st Place in Best Character, Kamijou Touma&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*2nd Place in Best Character, Misaka Mikoto&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*3rd Place in Best Character, Accelerator&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Kono Light Novel ga Sugoi! (このライトノベルがすごい!) 2012&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*2nd Place in Best Novel Series, Kazuma Kamachi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*2nd Place in Best Illustrator, Kiyotaka Haimura&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*2nd Place in Best Male Character, Kamijou Touma&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*4th Place in Best Male Character, Accelerator&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*1st Place in Best Female Character, Misaka Mikoto&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penerjemah  ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[To_Aru_Majutsu_no_Index:Registration versi Indonesia|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapapun yang ingin membantu untuk menerjemahkan ataupun mengedit dipersilahkan.&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah diminta untuk menandai semua bab yang ingin mereka terjemahkan di  [[To_Aru_Majutsu_no_Index:Registration versi Indonesia|halaman pendaftaran]]&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Format Standards ===&lt;br /&gt;
Setiap bab (setelah disunting) harus dikonfirmasikan hingga memenuhi format standar. Lihat &#039;&#039;link&#039;&#039; di samping. [[Format_guideline|Format/Style Guideline]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lihat juga halaman [[To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia: Terminologi|Istilah dan Terminologi]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk diterjemahkan, cukup melihat dari seri [[Toaru_Majutsu_no_Index|Toaru Majutsu no Index versi bahasa Inggris]], namun apabila kalian bisa menerjemahkan bahasa Jepang juga, kami harap kalian bisa menjadi penerjemah dari versi Jepang. Tak perlu takut bila ada kesalahan, kami bisa memperbaiki kesalahan tersebut jika memang dibutuhkan. Kami akan sangat berterima kasih atas bantuan yang telah kalian berikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Updates==&lt;br /&gt;
Update sebelumnya bisa dilihat di [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:_Update_Lama|sini]].&lt;br /&gt;
*3 Oktober 2012 - Jilid 3 Bab 3 selesai diterjemahkan&lt;br /&gt;
*2 Oktober 2012 - Jilid 3 Bab 2 selesai diterjemahkan&lt;br /&gt;
*27 September 2012 - Jilid 3 Bab 1 selesai diterjemahkan&lt;br /&gt;
*19 September 2012 - Jilid 3 Prolog selesai diterjemahkan&lt;br /&gt;
*17 September 2012 - Jilid 1 dan SS2 Bab 20 selesai diterjemahkan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Seri &#039;&#039;Toaru Majutsu no Index&#039;&#039; oleh Kazuma Kamachi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 1 ([[Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1|Teks Utuh]])===&lt;br /&gt;
::*[[Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1 Illustrations|Ilustrasi]]&lt;br /&gt;
::*[[Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1 Prolog|Prolog: Kisah Si Anak Laki-Laki Pembunuh Ilusi &amp;amp;mdash; The_Imagine-Breaker]]&lt;br /&gt;
::*[[Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1 Chapter1|Bab 1: Si Penyihir Mendarat di Menara &amp;amp;mdash; FAIR,_Occasionally_GIRL]] &lt;br /&gt;
::*[[Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1 Chapter2|Bab 2: Si Ilusionis Memberikan Kematian &amp;amp;mdash; The_7th-Egde]]&lt;br /&gt;
::*[[Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1 Chapter3|Bab 3: Si Grimoir Tersenyum Damai &amp;amp;mdash; &amp;quot;Forget_me_not.&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1 Chapter4|Bab 4: Si Pengusir Setan Memilih Akhirnya &amp;amp;mdash; (N)Ever_Say_Good_bye]]&lt;br /&gt;
::*[[Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1 Epilog|Epilog: Kesimpulan dari Gadis Indeks Buku Terlarang &amp;amp;mdash; Index-Librorum-Prohibitorum]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 2===&lt;br /&gt;
::*[[To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume2 Illustrations|Ilustrasi]]&lt;br /&gt;
::*[[To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume2 Pendahuluan|Prolog: Hari yang Sama Seperti Biasa &amp;amp;mdash; The_Beginning_of_The_End.]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume2_Chapter1|Chapter 1: Sebuah Menara Kaca &amp;amp;mdash; The_Tower_of_BABEL.]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume2_Chapter2|Chapter 2: Si Pemburu Penyihir Bergerak Bersama Api &amp;amp;mdash;　By_The_Holy_Rood...]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume2_Chapter3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume2_Chapter4|Chapter 4]]&lt;br /&gt;
::*Epilog&lt;br /&gt;
::*[[To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume2 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 3===&lt;br /&gt;
::*[[To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume3 Illustrations|Ilustrasi]]&lt;br /&gt;
::*[[Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume3 Prolog|Prolog: Radio Noise &amp;amp;mdash; Level2&amp;lt;!--(レディオノイズ　Level2)--&amp;gt;]]&lt;br /&gt;
::*[[Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume3 Chapter1|Chapter 1: Imagine Breaker &amp;amp;mdash; Level0(and_More)]] &lt;br /&gt;
::*[[Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume3 Chapter2|Chapter 2: Radio Noise &amp;amp;mdash; Level 2(Product_Model)]]&lt;br /&gt;
::*[[Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume3 Chapter3|Chapter 3: Railgun — Level5]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Epilog&lt;br /&gt;
::*[[To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume3 Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 4===&lt;br /&gt;
::*[[To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume4 Illustrations|Ilustrasi]]&lt;br /&gt;
::*Prolog&lt;br /&gt;
::*Chapter 1 &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Epilog&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 5===&lt;br /&gt;
::*[[To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Jilid5 Ilustrasi|Ilustrasi]]&lt;br /&gt;
::*Prolog&lt;br /&gt;
::*Chapter 1 &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*[[To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume5 Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 6===&lt;br /&gt;
::*[[To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Jilid6 Ilustrasi|Ilustrasi]]&lt;br /&gt;
::*Prolog&lt;br /&gt;
::*Chapter 1 &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Epilog&lt;br /&gt;
::*[[To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume6 Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 7===&lt;br /&gt;
::*[[To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7 Illustrations|Ilustrasi]]&lt;br /&gt;
::*[[To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7 Prolog|Prolog: Aksi Dimulai -- The_Page_is_Opened (need QC)]]&lt;br /&gt;
::*[[To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7 Bab 1|Bab 1 - Academy City — Science_Worship (3/8)]]&lt;br /&gt;
::*[[To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7 Bab 2|Bab 2 - Gereja Katolik Roma]]&lt;br /&gt;
::*[[To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7 Bab 3|Bab 3 - Gereja Anglikan]]&lt;br /&gt;
::*[[To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7 Bab 4|Bab 4 - Gereja Campuran AMAKUSA]]&lt;br /&gt;
::*[[To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7 Epilog|Epilog: Halaman Itu Ditutup]]&lt;br /&gt;
::*[[To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7 Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 8===&lt;br /&gt;
::*[[To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume8 Illustrations|Ilustrasi]]&lt;br /&gt;
::*[[To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume8 Prolog|Prolog: Satu Dari Lima Jari -- A_TOKIWA-DAI&#039;s_World. ]]&lt;br /&gt;
::*[[To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume8 Chapter 1|Chapter 1: Suasana Usai Sekolah Para Cewek --After_School_of_Angels. ]] &lt;br /&gt;
::*[[To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume8 Chapter 2|Chapter 2: Cewek-Cewek Saling Berhadapan -- Space_and_Point. ]] --&amp;gt; Perlu Edit gede-gedean untuk kata-kata yang salah tulis&lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Epilog&lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 9===&lt;br /&gt;
::*[[To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume9 Illustrations|Ilustrasi]]&lt;br /&gt;
::*[[To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume9 Pendahuluan|Prolog: Persiapan Dilihat dari Pihak Ketiga &amp;amp;mdash; Parent&#039;s_View_Point.]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 1 &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 10===&lt;br /&gt;
::*[[To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Jilid10 Ilustrasi|Ilustrasi]]&lt;br /&gt;
::*Prolog &lt;br /&gt;
::*Chapter 5 &lt;br /&gt;
::*Chapter 6 &lt;br /&gt;
::*Chapter 7 &lt;br /&gt;
::*Chapter 8&lt;br /&gt;
::*Epilog&lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 11===&lt;br /&gt;
::*[[To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Jilid11 Ilustrasi|Ilustrasi]]&lt;br /&gt;
::*Prolog&lt;br /&gt;
::*Chapter 1 &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4&lt;br /&gt;
::*Chapter 5&lt;br /&gt;
::*Epilog&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 12===&lt;br /&gt;
::*[[To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume12 Illustrations|Ilustrasi]]&lt;br /&gt;
::*[[To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume12 Pendahulu|Prolog]] &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter 5&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 13===&lt;br /&gt;
::*[[To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume13 Illustrations|Ilustrasi]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 6&lt;br /&gt;
::*Chapter 7 &lt;br /&gt;
::*Chapter 8 &lt;br /&gt;
::*Chapter 9 &lt;br /&gt;
::*Chapter 10 &lt;br /&gt;
::*Epilog&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===SS Jilid 1===&lt;br /&gt;
::*Ilustrasi&lt;br /&gt;
::*Prolog: The Calm Before the Start of War &amp;amp;mdash; Breakfast.&amp;lt;!--(開戦前の穏やかな一日　Breakfast.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 1: Pot with Meat and the Appetite for Great Tactics &amp;amp;mdash; A_Required_Thing.&amp;lt;!--(鍋と肉と食欲の大戦術　A_Required_Thing.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 2: A Dull Gray Alley &amp;amp;mdash; Skill_Out.&amp;lt;!--(灰色の無味乾燥な路地　Skill_Out.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 3: Women&#039;s Dorm of the Anglican Church &amp;amp;mdash; Russian_Roulette.&amp;lt;!--(イギリス清教の女子寮　Russian_Roulette.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 4: A Drunk Mother&#039;s Circumstances &amp;amp;mdash; The_Two_Leading_Roles.&amp;lt;!--(酔っ払った母親の事情　The_Two_Leading_Roles.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*[[Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia: SS Jilid1: Epilog|Epilog: Keinginan yang Satu dan Sebuah Kunci Kecil &amp;amp;mdash; The_Present_Target.&amp;lt;!--(一つの意志と小さな鍵　The_Present_Target.)--&amp;gt;]]&lt;br /&gt;
::*[[Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia: SS Jilid1: Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 14===&lt;br /&gt;
::*[[To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume13 Illustrations|Ilustrasi]]&lt;br /&gt;
::*Prolog&lt;br /&gt;
::*Chapter 1&lt;br /&gt;
::*Chapter 2&lt;br /&gt;
::*Chapter 3&lt;br /&gt;
::*Chapter 4&lt;br /&gt;
::*Epilog&lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 15===&lt;br /&gt;
::*[[To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume15 Illustrations|Ilustrasi]]&lt;br /&gt;
::*[[To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume15 Pendahuluan|Prolog: Peluru Timah Terbaik Untukmu, Sayangku &amp;amp;mdash; Management]]&lt;br /&gt;
::*[[To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa_Indonesia:Volume15 Bab 1|Chapter 1: Senapan yang Tak Mungkin Meleset, Tidak Terdengar oleh Semua &amp;amp;mdash; Compass.]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 2&lt;br /&gt;
::*Chapter 3&lt;br /&gt;
::*Chapter 4&lt;br /&gt;
::*Chapter 5&lt;br /&gt;
::*Epilog&lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 16===&lt;br /&gt;
::*[[To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Jilid16 Ilustrasi|Ilustrasi]]&lt;br /&gt;
::*Prolog&lt;br /&gt;
::*Chapter 1&lt;br /&gt;
::*Chapter 2&lt;br /&gt;
::*Chapter 3&lt;br /&gt;
::*Chapter 4&lt;br /&gt;
::*Epilog&lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===SS Jilid 2===&lt;br /&gt;
::*[[Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:SSVolume2 Ilustrasi|Ilustrasi]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 1: Those Who Seek Bundles of Cash and a Battle &amp;amp;mdash; The Third Friday of January.&amp;lt;!--(札束とバトルを求める者達 一月、第三金曜日)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 2: A Warrior and Dancer from Norse Mythology &amp;amp;mdash; The First Friday of February.&amp;lt;!--(北欧神話圏の戦士と踊り子 二月、第一金曜日)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 3: A Father&#039;s Wish Creates a Point of Contact and an Interaction &amp;amp;mdash; The Fourth Friday of February.&amp;lt;!--(父の願いは接点と交流を 二月、第四金曜日)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 4: The True Strength of the Seventh of the Seven &amp;amp;mdash; The Third Friday of March.&amp;lt;!--(七人の内の七番目の実力は 三月、第三金曜日)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 5: What Is It that the World Lacks? &amp;amp;mdash; The First Friday of April.&amp;lt;!--(世界に足りないものは何か 四月、第一金曜日)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 6: Getting to the Heart of the Discussion at the Beauty Salon &amp;amp;mdash; The Fourth Friday of April.&amp;lt;!--(美容院にて世間話と核心を 四月、第四金曜日)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 7: Someone Behind the Scenes is Unprepared and Has to Clean Up &amp;amp;mdash; The Second Friday of May.&amp;lt;!--(ある黒幕の下準備と後始末 五月、第二金曜日)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 8: A Kunoichi Is Someone Who Appears Unexpectedly &amp;amp;mdash; The Fourth Friday of May.&amp;lt;!--(くノ一は突然出現するもの 五月、第四金曜日)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 9: The Relations of the Real World Are Unneeded in the Electric World &amp;amp;mdash; The Second Friday of June.&amp;lt;!--(電子に現世の関係性は不要 六月、第二金曜日)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 10: Would You Accept or Decline an Invitation for the Night? &amp;amp;mdash; The First Friday of July.&amp;lt;!--(一夜の誘いは乗るか蹴るか 七月、第一金曜日)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 11: Every Field Has Exceptions &amp;amp;mdash; The Second Friday of July.&amp;lt;!--(例外はどんな分野にもある 七月、第二金曜日)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 12: A Debate Between a Sniper and a Bomber &amp;amp;mdash; The Fourth Friday of July.&amp;lt;!--(狙撃手と爆弾魔による討論 七月、第四金曜日)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 13: The Accuracy of Their Collective Fortunes &amp;amp;mdash; The Fourth Friday of August.&amp;lt;!--(彼女達の集団的占いの精度 八月、第四金曜日)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 14: The Dance Between Gatekeeper and Intruder &amp;amp;mdash; The Third Friday of September.&amp;lt;!--(門番と侵入者は踊り踊られ 九月、第三金曜日)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 15: Art Is Divided Between Geniuses and Eccentrics &amp;amp;mdash; The Fourth Friday of September.&amp;lt;!--(芸術は天才と変人を分ける 九月、第四金曜日)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 16: There Is a Reason They Do Not Look Like Mothers &amp;amp;mdash; The Fifth Friday of September.&amp;lt;!--(母に見えないのは訳がある 九月、第五金曜日)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 17: B Movies and Unpolished Gemstones &amp;amp;mdash; The First Friday of October.&amp;lt;!--(B級映画と未研磨の原石 一〇月、第一金曜日)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 18: Worthy of Carrying On That Name &amp;amp;mdash; The First Friday of October.&amp;lt;!--(その名を継ぐにふさわしき 一〇月、第一金曜日)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 19: Shining Gemstones and Bloodstained Rights &amp;amp;mdash; The Second Friday of October.&amp;lt;!--(輝く原石と血みどろの利権 一〇月、第二金曜日)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*[[Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:SSVolume2 Chapter 20|Chapter 20: Cara Merespon Sejumlah Tragedi yang Terjadi Secara Simultan &amp;amp;mdash; Jumat Kedua Bulan Oktober.&amp;lt;!--(複数同時悲劇への対応とは 一〇月、第二金曜日)--&amp;gt;]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 21: Those with an Undetermined Identity &amp;amp;mdash; The Second Friday of October.&amp;lt;!--(正体など判断できない者達 一〇月、第二金曜日)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 22: The Conclusion Cannot Be Grasped Individually &amp;amp;mdash; The Second Friday of October.&amp;lt;!--(個人にその結末は掴めない 一〇月、第二金曜日)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 17===&lt;br /&gt;
::*Ilustrasi&lt;br /&gt;
::*Prolog&lt;br /&gt;
::*Chapter 1: The Incongruity of Casual Conversation &amp;amp;mdash; Irregular_Spark.&amp;lt;!--(何気ないやり取りの違和 Irregular_Spark.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 2: A Steel Battlefield Floating Above the Clouds &amp;amp;mdash; Sky_Bus_365.&amp;lt;!--(雲の上に浮かぶ鋼の戦場 Sky_Bus_365.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 3: Magic Cabal of the British Labyrinth &amp;amp;mdash; N∴L∴&amp;lt;!--(イギリス迷路の魔術結社 N∴L∴)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 4: The Sword that Brings War and Disaster &amp;amp;mdash; Sword_of_Mercy.&amp;lt;!--(その剣は戦と災厄を招く Sword_of_Mercy.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Epilog: Everyone&#039;s Expectations and In Their Hearts &amp;amp;mdash; War_in_Britain.&amp;lt;!--(それぞれの思惑と胸の内 War_in_Britain.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 18===&lt;br /&gt;
::*Ilustrasi&lt;br /&gt;
::*Chapter 5: The Mercenary and the Knight&#039;s Encounter and Clash &amp;amp;mdash; Another_Hero.&amp;lt;!--(傭兵と騎士の邂逅と激突 Another_Hero.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 6: Destruction of the Knights&#039; and Princess&#039;s Defensive Line &amp;amp;mdash; Safety_in_Subway.&amp;lt;!--(騎士と王女の防衛線破壊 Safety_in_Subway.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 7: A Wonderful Enemy Who Is Both a Princess and a Queen &amp;amp;mdash; Curtana_Original.&amp;lt;!--(王女と女王の素敵な悪党 Curtana_Original.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 8: The Queen and the People&#039;s General Election &amp;amp;mdash; Union_Jack.&amp;lt;!--(女王と国家の国民総選挙 Union_Jack.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Epilog: The Nation and a Powerful Enemy Even Further Behind It All &amp;amp;mdash; Next_Step.&amp;lt;!--(国家と黒幕の更なる強敵 Next_Step.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 19===&lt;br /&gt;
::*Ilustrasi&lt;br /&gt;
::*Prolog: The Uninteresting Exchanges Between Evil-doers &amp;amp;mdash; Key_Shop.&amp;lt;!--(悪党の退屈なやりとり Key_Shop.)--&amp;gt;     &lt;br /&gt;
::*Chapter 1: Goodwill Shall Be Trusted for Now &amp;amp;mdash; Dark_Hero.&amp;lt;!--(善意ぐらい信じている Dark_Hero.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 2: A Simple Yet Complex Problem &amp;amp;mdash; V.S._Calamity.&amp;lt;!--(単純かつ複雑な問題点 V.S._Calamity.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 3: Destruction Will Open Up a Wider Path &amp;amp;mdash; Battle_to_Die.&amp;lt;!--(破滅はさらに道を開く Battle_to_Die.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 4: Two Monsters Inviting You to Hell &amp;amp;mdash; Dragon(≠Angel).&amp;lt;!--(地獄へ誘う二つの怪物 Dragon(≠Angel).)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Epilog: They Will Not Let It End a Tragedy &amp;amp;mdash; Brave_in_Hand.&amp;lt;!--(悲劇では終わらせない Brave_in_Hand.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 20===&lt;br /&gt;
::*Ilustrasi&lt;br /&gt;
::*Proclamation of War&amp;lt;!--Original 宣戦布告, check translation.--&amp;gt;&amp;lt;!--Might it be &amp;quot;Declaration of War&amp;quot;?--ed. Enigma: Apparently 宣戦 means Declaration of War, and with 布告 added, it becomes proclamation.--&amp;gt;      &lt;br /&gt;
::*Prologue: A Sky that Stinks of Gunpowder &amp;amp;mdash; Shooting_Game.&amp;lt;!--(火薬が鼻につく天空 Shooting_Game.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 1: Good and Evil, They Each Enter the Country &amp;amp;mdash; World_War_III.&amp;lt;!--(善と悪、各々の入国 World_War_III.)--&amp;gt;      &lt;br /&gt;
::*Chapter 2: The Beginning of the Invasion and the Counterattack &amp;amp;mdash; Angel_Stalker.&amp;lt;!--(侵攻と逆襲の幕開け Angel_Stalker.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 3: The Stand-Off Against the Wall of Doubt &amp;amp;mdash; Great_Complex.&amp;lt;!--(疑念の壁と対峙せよ Great_Complex.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 4: Now Is the Time to Strike Back &amp;amp;mdash; Heroes_Congregate.&amp;lt;!--(ここからが反撃の時 Heroes_Congregate.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*War Report&lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 21===&lt;br /&gt;
::*Ilustrasi&lt;br /&gt;
::*War Report 2&lt;br /&gt;
::*Chapter 5: The Complex Game Board that Is a Battlefield &amp;amp;mdash; Enter_Project.&amp;lt;!--(戦場という複雑な盤 Enter_Project.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 6: The True Darkness Unfolds &amp;amp;mdash; Up_the_Castle.&amp;lt;!--(展開される本物の闇 Up_the_Castle.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 7: An Angel Massacring from the Heavens &amp;amp;mdash; MISHA_the_Angel_&amp;quot;GABRIEL&amp;quot;.&amp;lt;!--(天空に皆殺しの天使 MISHA_the_Angel_&amp;quot;GABRIEL&amp;quot;.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 8: Their Many-Sided Counterattack &amp;amp;mdash; Combination.&amp;lt;!--(彼らの多角的な反撃 Combination.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*War Report 3&lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 22===&lt;br /&gt;
::*Ilustrasi&lt;br /&gt;
::*War Report 4&lt;br /&gt;
::*Chapter 9: The Time When a Huge Distortion Has Been Corrected &amp;amp;mdash; Broken_Right_Hand.&amp;lt;!--(第九章 巨大な歪みを正す時. Broken_Right_Hand.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 10: Completion of the Final Spell&#039;s Preliminary Preparations &amp;amp;mdash; Rebirth_the...&amp;lt;!--(第一〇章 最終術式下準備完了. Rebirth_the...)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 11: In the Shining Golden Sky &amp;amp;mdash; Star_of_Bethlehem.&amp;lt;!--(第一一章 黄金に輝く天空にて. Star_of_Bethlehem.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 12: Final Battle at the Arctic Ocean &amp;amp;mdash; Last_Fight.&amp;lt;!--(第一ニ章 北極海の最後の決着. Last_Fight.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Epilog: Silence and the End of the Boy &amp;amp;mdash; Silent_to_Small_Fire.&amp;lt;!--(終章 静寂と少年の終わり. Silent_to_Small_Fire.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Proclamation of Armistice.&amp;lt;!--終戦宣言. --&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==The Toaru Majutsu no Index: New Testament series==&lt;br /&gt;
[[Image:NT To Aru Majutsu no Index cover.jpg|200px|thumb|NT Volume 1 cover]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Sinopsis:&#039;&#039;&#039; Perang Dunia Ketiga yang dicetuskan oleh anggota terakhir dari organisasi rahasia Sisi Kanan Tuhan dari Gereja Katolik Roma &amp;lt;!--This is a work of fiction guys. There&#039;re some parts that&#039;s exactly known to all to be untrue.--&amp;gt; telah diakhiri oleh Kamijou Touma. &amp;lt;!-- This is a world where Kamijou Touma does not exist. --&amp;gt; Dengan sisi Sihir yang sedang menyusun diri, Sabbath &amp;lt;!--Link menyusul,bila perlu.--&amp;gt; untuk pengikut mereka sudah tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di markas besar dari sisi Ilmiah, Academy City, esper Level 5 terkuat, Accelerator, telah mencuci tangannya keluar dari &amp;quot;Kegelapan&amp;quot;. Bersama dengan Last Order dan Misaka WORST, dia melalui baik hari-hari yang ribut maupun hari-hari yang santai&amp;lt;!--gentle--&amp;gt;, dan tenang. Tidak ada tanda-tanda dari GROUP.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Esper Level 0 dari Skill-Out, Hamazura Shiage, dengan material untuk bernegosiasi yang dia dapatkan di Rusia yang menyinggung &amp;lt;!--pertain--&amp;gt; Kegelapan itu, telah kembali dan membentuk ITEM yang baru dengan Kinuhata, Takitsubo, dan Mugino dan memulai operasi mereka. Kedamaian akhirnya telah datang ke tangan para alumni dari sisi gelap kota ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, sebuah kegelapan baru, Freshman&amp;lt;!--Perlu diterjemahkan &amp;quot;orang baru&amp;quot;?--&amp;gt;, muncul di depan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===NT Jilid 1===&lt;br /&gt;
::*Ilustrasi&lt;br /&gt;
::*Prolog: The People Who Became the Protagonists By Some Kind of Mistake &amp;amp;mdash; War?&amp;lt;!--何かの手違いで主役になった人達--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 1: A Peaceful Academy City Without &amp;quot;Him&amp;quot; &amp;amp;mdash; City.&amp;lt;!--“彼”のいない平和的な学園都市--&amp;gt;    &lt;br /&gt;
::*Chapter 2: What Lies Ahead, What Should Be Chosen &amp;amp;mdash; Dream.&amp;lt;!--これから先の事、選択するべき事--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 3: A Slight Margin and an Omen That Connects to the Next &amp;amp;mdash; Girl.&amp;lt;!--わずかな余白と次へと繋がる予兆--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 4: The Right to Become a Good Person and the Right to Reject It &amp;amp;mdash; Black.&amp;lt;!--善人になる権利と突っぱねる権利--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 5: Even If He Does Not Become a Hero &amp;amp;mdash; Knight(s).&amp;lt;!--たとえヒーローにはなれなくても--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Epilog: A Modest Feast and Invited Dark Clouds &amp;amp;mdash; Witch.&amp;lt;!--ささやかなる祝宴と招かれる暗雲--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===NT Jilid 2===&lt;br /&gt;
::*Ilustrasi&lt;br /&gt;
::*Prologue: Unknown Purpose, but Still a Threat — Radiosonde_Castle.&lt;br /&gt;
::*Chapter 1:  A New Territory, Magic Afterwards — Lecture_One.&lt;br /&gt;
::*Chapter 2: Unchanging Days, Occasional Differences — Lecture_Two.&lt;br /&gt;
::*Chapter 3: Accepted One, but There is Unrest — Lecture_Three.&lt;br /&gt;
::*Chapter 4: Invitation, and That Name is... — Lecture_Four_(and_More).&lt;br /&gt;
::*Epilogue: A Rest, but a Mixture in the Dark Side — Birdway&#039;s_Speech.&lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===NT Jilid 3=== &lt;br /&gt;
::*Ilustrasi&lt;br /&gt;
::*Prolog: In the Fiftieth State — Crisis_of_Blue_Ocean.&lt;br /&gt;
::*Chapter 1: Which Side Will Deliver a Preemptive Strike? — First_Contact.&lt;br /&gt;
::*Chapter 2: The Trigger — Natural_Bomb.&lt;br /&gt;
::*Chapter 3: The Target of the Scorching Lava — Case_to_War.&lt;br /&gt;
::*Chapter 4: Isolation and the Collapse of the Rules — Trident.&lt;br /&gt;
::*Chapter 5: For What Purpose Should That Strength Be Used? — The_Old_Glory.&lt;br /&gt;
::*Epilog: Reliable Birdway — Queen_Period.&lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===NT VJilid 4===&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;150&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
*Ilustrasi&lt;br /&gt;
*Main.01&lt;br /&gt;
*Sub.02&lt;br /&gt;
*Sub.03&lt;br /&gt;
*Sub.04&lt;br /&gt;
*Sub.05&lt;br /&gt;
*Sub.06&lt;br /&gt;
*Period.07&lt;br /&gt;
*Sub.08&lt;br /&gt;
*Sub.09&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;150&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
*Sub.10&lt;br /&gt;
*Main.11&lt;br /&gt;
*Main.12&lt;br /&gt;
*Sub.13&lt;br /&gt;
*Sub.14&lt;br /&gt;
*Sub.15&lt;br /&gt;
*Sub.16&lt;br /&gt;
*Sub.17&lt;br /&gt;
*Sub.18&lt;br /&gt;
*Sub.19&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|} &lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;150&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
*Main.20&lt;br /&gt;
*Period.21&lt;br /&gt;
*Sub.22&lt;br /&gt;
*Sub.23&lt;br /&gt;
*Sub.24&lt;br /&gt;
*Sub.25&lt;br /&gt;
*Sub.26&lt;br /&gt;
*Sub.27&lt;br /&gt;
*Sub.28&lt;br /&gt;
*Sub.29&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|} &lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;300&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot;   &lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
*Main.30&lt;br /&gt;
*Main.31&lt;br /&gt;
*Period.32&lt;br /&gt;
*Sub.33&lt;br /&gt;
*&amp;lt;!--Chapter.34--&amp;gt;A_Cardinal_Error.34&lt;br /&gt;
*&amp;lt;!--Chapter.35--&amp;gt;Connection Process &amp;lt;!--接続過程--&amp;gt;&lt;br /&gt;
*&amp;lt;!--Chapter.36--&amp;gt;Chapter n:Even if There is Death &amp;lt;!--たとえ死があったとしても--&amp;gt; — Dead_to...&lt;br /&gt;
*&amp;lt;!--Chapter.37--&amp;gt;Profound Destruction — ﾙ9ﾆ1bｶｹrｻ991ﾏ&amp;lt;!--深刻な破損, Extensive Damage?--&amp;gt;&lt;br /&gt;
*Kata Penutup&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Side Stories==&lt;br /&gt;
===Toaru Majutsu no Index SP===&lt;br /&gt;
::*Ilustrasi&lt;br /&gt;
::*Stiyl Magnus&lt;br /&gt;
::*Mark Space&lt;br /&gt;
::*Kamijou Touma&lt;br /&gt;
::*Uiharu Kazari&lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Toaru Majutsu no Index: Railgun SS: Liberal Arts City ([[Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia: Railgun SS: Liberal Arts City|Teks Utuh]])===&lt;br /&gt;
::*[[To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia: Railgun SS: Liberal Arts City Ilustrasi|Ilustrasi]]&lt;br /&gt;
::*[[Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia: Railgun SS: Liberal Arts City Chapter1|Chapter 1]]&lt;br /&gt;
::*[[Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia: Railgun SS: Liberal Arts City Chapter2|Chapter 2]]&lt;br /&gt;
::*[[Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia: Railgun SS: Liberal Arts City Chapter3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
::*[[Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia: Railgun SS: Liberal Arts City Chapter4|Chapter 4]]&lt;br /&gt;
::*[[Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia: Railgun SS: Liberal Arts City Chapter5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
::*[[Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia: Railgun SS: Liberal Arts City Chapter6|Chapter 6]]&lt;br /&gt;
::*[[Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia: Railgun SS: Liberal Arts City Chapter7|Chapter 7]]&lt;br /&gt;
::*[[Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia: Railgun SS: Liberal Arts City Chapter8|Chapter 8]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Toaru Majutsu no Index SS: Norse Mythology===&lt;br /&gt;
::*Ilustrasi&lt;br /&gt;
::*Chapter 1: The Whereabouts of the Restraints &amp;amp;mdash; GLEIPNIR.&amp;lt;!--(拘束の行方 GLEIPNIR.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 2: When Will We Outgrow Tropical Countries? &amp;amp;mdash; YMIR&#039;s_ocean.&amp;lt;!--(南国を卒業するのは いつの日か YMIR&#039;s_ocean.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 3: The True Meaning of Environmental Protection &amp;amp;mdash; RULIC_letters.&amp;lt;!--(環境保護の真意 RULIC_letters.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 4: This and That About Life &amp;amp;mdash; ALFAR.&amp;lt;!--(第四話 いのちのあれこれ ALFAR.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 5: Marine Prison &amp;amp;mdash; NAGLFAR.&amp;lt;!--(海洋牢獄 NAGLFAR.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 6: The Best Moment &amp;amp;mdash; BIFROST.&amp;lt;!--(最高の一瞬 BIFROST.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 7: The Destination of Salvation &amp;amp;mdash; GUNGNIR.&amp;lt;!--(救いの行き先 GUNGNIR.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
::*Chapter 8: The One who Teaches the Secret Rune &amp;amp;mdash; VALKYRIE.&amp;lt;!--(秘されし文字を 伝える者 VALKYRIE.)--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Toaru Majutsu no Index: Railgun SS2: Shopping Mall Demonstration===&lt;br /&gt;
::*Ilustrasi&lt;br /&gt;
::*Chapter 1&lt;br /&gt;
::*Chapter 2&lt;br /&gt;
::*Chapter 3&lt;br /&gt;
::*Chapter 4&lt;br /&gt;
::*Chapter 5&lt;br /&gt;
::*Chapter 6&lt;br /&gt;
::*Chapter 7&lt;br /&gt;
::*Chapter 8&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Toaru Jihanki no Fanfare===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Toaru Majutsu No Index: Love Letter SS===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Toaru Kagaku no Railgun SS: A Superfluous Story, or A Certain Incident’s End===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Project Staff==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Pengurus Proyek:  &lt;br /&gt;
*Pengawas Proyek: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penerjemah===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Aktif&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Undesco|undesco]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tidak Aktif&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:mochisan|mochisan]]&lt;br /&gt;
:*[[user:arczyx|arczyx]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Kili|Kili]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Gerrymon|Gerrymon]]&lt;br /&gt;
:*[[user:TheRadiants|TheRadiants]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Haibu.hiiru|Haibu.hiiru]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua penyunting yang dapat berbahasa Inggris dan Indonesia dengan baik dan benar dipersilakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Aktif&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:xenocross|xenocross]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Ikhtisar Serial==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Serial Pertama&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Toaru Majutsu no Index (April 10, 2004, ISBN 4-8402-2658-X)&lt;br /&gt;
*Toaru Majutsu no Index 2 (June 10, 2004, ISBN 4-8402-2701-2)&lt;br /&gt;
*Toaru Majutsu no Index 3 (September 10, 2004, ISBN 4-8402-2785-3)&lt;br /&gt;
*Toaru Majutsu no Index 4 (December 10, 2004, ISBN 4-8402-2858-2)&lt;br /&gt;
*Toaru Majutsu no Index 5 (April 10, 2005, ISBN 4-8402-3025-0)&lt;br /&gt;
*Toaru Majutsu no Index 6 (July 10, 2005, ISBN 4-8402-2973-2)&lt;br /&gt;
*Toaru Majutsu no Index 7 (November 10, 2005, ISBN 4-8402-3205-9)&lt;br /&gt;
*Toaru Majutsu no Index 8 (January 10, 2006, ISBN 4-8402-3269-5)&lt;br /&gt;
*Toaru Majutsu no Index 9 (April 10, 2006, ISBN 4-8402-3385-3)&lt;br /&gt;
*Toaru Majutsu no Index 10 (May 10, 2006, ISBN 4-8402-3428-0)&lt;br /&gt;
*Toaru Majutsu no Index 11 (October 10, 2006, ISBN 4-8402-3581-3)&lt;br /&gt;
*Toaru Majutsu no Index 12 (January 10, 2007, ISBN 978-4-8402-3683-6)&lt;br /&gt;
*Toaru Majutsu no Index 13 (April 10, 2007, ISBN 978-4-8402-3801-4)&lt;br /&gt;
*Toaru Majutsu no Index SS (July 10, 2007, ISBN 978-4-8402-3912-7)&lt;br /&gt;
*Toaru Majutsu no Index 14 (November 10, 2007, ISBN 978-4-8402-4062-8)&lt;br /&gt;
*Toaru Majutsu no Index 15 (January 10, 2008, ISBN 978-4-8402-4145-8)&lt;br /&gt;
*Toaru Majutsu no Index 16 (June 10, 2008, ISBN 978-4-04-867086-9)&lt;br /&gt;
*Toaru Majutsu no Index SS 2 (November 10, 2008, ISBN 978-4-04-867342-6)&lt;br /&gt;
*Toaru Majutsu no Index 17 (March 10, 2009, ISBN 978-4-04-867591-8)&lt;br /&gt;
*Toaru Majutsu no Index 18 (July 10, 2009, ISBN 978-4-04-867897-1)&lt;br /&gt;
*Toaru Majutsu no Index 19 (November 10, 2009, ISBN 978-4-04-868069-1)&lt;br /&gt;
*Toaru Majutsu no Index 20 (March 10, 2010, ISBN 978-4-04-868393-7)&lt;br /&gt;
*Toaru Majutsu no Index 21 (August 10, 2010, ISBN 978-4-04-868762-1)&lt;br /&gt;
*Toaru Majutsu no Index 22 (October 10, 2010, ISBN 978-4-04-868972-4)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Serial Kedua&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Toaru Majutsu no Index: New Testament (March 10, 2011, ISBN 978-4-04-870319-2)&lt;br /&gt;
*Toaru Majutsu no Index: New Testament 2 (August 10, 2011, ISBN 978-4-04-870738-1)&lt;br /&gt;
*Toaru Majutsu no Index: New Testament 3 (December 10, 2011, ISBN 978-4-04-886240-0)&lt;br /&gt;
*Toaru Majutsu no Index: New Testament 4 (March 10, 2012, ISBN 978-4-04-886373-5)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Lainnya&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Toaru Majutsu no Index SP (collection of four side stories released in one book, previously known as: Stiyl SS, Mark Space SS, Mars SS, and Uiharu SS)&lt;br /&gt;
*Toaru Majutsu no Index: Railgun SS: Liberal Arts City (eight-part side story, bundled with the Limited Edition DVDs of Season 1 of the Toaru Majutsu no Index anime)&lt;br /&gt;
*Toaru Majutsu no Index SS: Norse Mythology (eight-part side story, bundled with the Limited Edition DVDs of the Toaru Kagaku no Railgun anime)&lt;br /&gt;
*Toaru Majutsu no Index: Railgun SS2: Shopping Mall Demonstration (eight-part side story, bundled with the Limited Edition DVDs of Season 2 of the Toaru Majutsu no Index anime)&lt;br /&gt;
*Toaru Jihanki no Fanfare (special mini-novel by Baccano! and Durarara!! author, Narita Ryogho, bundled with the Special Edition of Volume 5 of the Toaru Kagaku no Railgun manga)&lt;br /&gt;
*Toaru Majutsu no Index: Love Letter SS (side story released in artbook Rainbow Spectrum: Colors)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Informasi Lebih Lanjut==&lt;br /&gt;
* [http://en.wikipedia.org/wiki/To_Aru_Majutsu_no_Index The wikipedia article].&lt;br /&gt;
* [http://www12.atwiki.jp/index-index/ とある魔術の禁書目録　Index] (日本語、そしてネタバレの危険性がある！)&lt;br /&gt;
*[http://toarumajutsunoindex.wikia.com/wiki/Toaru_Majutsu_no_Index_Wiki Toaru Majutsu no Index Wikia]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Alternative Languages]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Undesco&amp;diff=193998</id>
		<title>User talk:Undesco</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Undesco&amp;diff=193998"/>
		<updated>2012-10-04T09:19:23Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;kalau sempet ya, lagi banyak kerjaan [[User:Xenocross|Xenocross]] ([[User talk:Xenocross|talk]]) 22:24, 26 August 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
meski yg kamu katakan give me some ideas, that&#039;s not it. Sesuatu yg bisa kamu lakukan tapi tidak bisa kamu lakukan di saat bersamaan. Kalau punya teman yg ambil filsafat..tehe.. It&#039;s confusing, even for me to explain. [[User:Tony Yon|&amp;lt;span style=&amp;quot;color:green;font:bold 10pt times new roman itc&amp;quot;&amp;gt;Tony Yon&amp;lt;/span&amp;gt;]] ([[User talk:Tony Yon#top|&amp;lt;span style=&amp;quot;color:blue;font:bold 10pt times new roman itc&amp;quot;&amp;gt;Talk&amp;lt;/span&amp;gt;]]) 06:55, 2 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya. Itu translatornya udah pada MIA semua (seenggaknya dari Toaru), haha [[User:Arczyx|Arczyx]] ([[User talk:Arczyx|talk]]) 01:29, 8 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iya kecuali TheRadiants, dia terakhir update 25 juli 2012 jadi secara teknis belum MIA, kalo mau ngambil bagian dia coba message dulu aja, kalo seminggu belum dibales ambil aja berarti. [[User:Arczyx|Arczyx]] ([[User talk:Arczyx|talk]]) 01:44, 8 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya jadi editor numpang lewat saja. Sekalian minta daftar terminologi yang dipakai. Bingung karena istilahnya ganti-ganti. -_-&#039;&lt;br /&gt;
Contoh yang sering berubah: psychic powers (istilah yang saya pakai kemampuan paranormal) dan supernatural powers (kekuatan supernatural). &lt;br /&gt;
Pernah, mungkin. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 18:48, 9 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya juga bingung sih pilihan katanya. Psikis kan berasal dari kata psike yang artinya adalah jiwa; sukma; rohani, sementara paranormal adalah sesuatu yang sulit dijelaskan dengan akal sehat/secara ilmiah. Awalnya sih saya juga mau pakai psikis, tapi akhirnya pake paranormal (meskipun di sini psychic power bisa dijelaskan secara ilmiah, lel). Oh, btw, supranatural itu nggak baku, yang baku adalah supernatural. :p [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 00:32, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya ngikut aja sih. Wah, hebat. Ternyata ga bahasa Indonesia. o_O [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 07:34, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lel, diedit. Btw, supernatural kayaknya ga perlu dimasukin. Terjemahan supernatural kan juga supernatural. Kemudian, saya udah agak lupa, tapi istilah witch, sorcerer, dan magician di Index tuh ada kaitannya dengan gender ga sih? Misalnya witch biasanya perempuan, sementara sorcerer biasanya laki-laki. Kalo magician sih biasanya penyihir pemula. Nah, di Index ada perbedaan seperti itu nggak? Kalo susah cari padanan katanya, mending tetep Inggris aja. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 08:51, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setahuku, kata ganti ku-, &#039;&#039;kau-&#039;&#039;, -ku, -mu, dan -nya emang digabung. Tapi, saya ngeditnya ga terlalu strict, sih. Yang saya gabung kebanyakan hanya kau+kata dasar+akhiran (e.g. kaupikirkan). Kalau kau+kata dasar aja, cuma kadang-kadang aja saya gabung tergantung feeling, lebih cocok digabung atau dipisah (mungkin karena kebanyakan melihat versi yang salah sih, kalau yang bener mungkin semua digabung tanpa terkecuali). Tapi kalo ada awalan tetep saya pisah (e.g. kau membawa, bukan kaumembawa). [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 19:52, 12 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Editor diedit, lel. &amp;gt;_&amp;lt;&lt;br /&gt;
Btw, part 7 ternyata cuma pake Google Translate, atau level si penterjemah cuma sebatas Google Translate. /facepalm [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 21:52, 14 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gpp sih, toh saya ini termasukk sering typo. Cuma ironis aja, soalnya editor kan harusnya kerjaannya memperbaiki typo. lel. Yang betul kuyup kok, another typo. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hm, saya juga termasuk literal kok, soalnya yang diterjemahkan adalah hasil terjemahkan (istilahnya apa ya, lupa). Seandainya terjemahan pertama udah liberal, nanti isinya bisa jauh melenceng dari aslinya kalo terjemahan keduanya ikut-ikutan liberal. Prolog dan Bab 1 yang saya edit ini juga terlalu liberal, makanya saya edit biar ga terlalu liberal (malah ada yang liberalnya keterlaluan sampai artinya berkebalikan dari Inggrisnya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
He eh, pake apostrof karena singkatan dari &#039;akan&#039; atau &#039;bukan&#039;. Kayak &#039;til dari kata until. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 02:27, 15 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
O-oishii desu... -ups, wrong reply.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata literal banget ya? Kalo pake standarnya 8thsin, mungkin masuk kategori LS-1, lel. Oh, yang guru itu ya? Tapi &#039;wajah seorang guru tertentu&#039; kok kesannya aneh gitu dibacanya... [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 20:23, 15 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sungguh sangat sial!&amp;quot; Kalau kurang pas, silakan diganti saja. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 03:28, 19 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Err, urutannya juta, miliar, triliun. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 19:26, 19 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dapet dari mana billion? Di versi Inggris-nya kan trillion? [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 04:31, 20 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Heavy Object==&lt;br /&gt;
Oh that! 【】 was the previous solution I proposed for whispers/mutters. I&#039;ll be removing them and changing the color of those lines. If I&#039;ve missed any, please tell me. [[User:Zero2001|Zero2001]] - [[User_talk:Zero2001|Talk]] -  13:42, 30 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I think you should read through the whole thing again. It sounds like you&#039;ve forgotten something. Or maybe you&#039;re confusing it with another project like Infinite Stratos. [[User:Zero2001|Zero2001]] - [[User_talk:Zero2001|Talk]] -  14:22, 30 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
================&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh, saya di-PM di Kaskus ada yang nanya FB-mu tuh. Jawab gih sono. Mo pedekate aja pake muter-muter gini. =_____= [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 11:48, 1 October 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebut ID-nya nggak ya? Katanya sih kamu udah ditanya tapi ga mau njawab. Makanya dia tanya saya. Harusnya kamu tau kan siapa? =____=a [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 12:38, 1 October 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
He eh. Kasihan tuh, desperate banget kayaknya. Kasih tau sana, lol. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 13:09, 1 October 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kayaknya ga perlu deh. Lagian cuma 1 bab. Minimal 1 volume gitu mungkin. Sekarang juga saya lagi rada sibuk. ;_; [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 04:19, 4 October 2012 (CDT)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter2&amp;diff=193705</id>
		<title>Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1 Chapter2</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter2&amp;diff=193705"/>
		<updated>2012-10-03T06:59:13Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: /* Part 4 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 2: Si Ilusionis Memberikan Kematian. The_7th-Egde.==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu malam. Sirene beberapa truk pemadam kebakaran dan sebuah ambulan meraung dari jalan utama dan melewatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asrama itu kelihatannya hampir seluruhnya sudah kosong, tapi alarm kebakaran yang berbunyi dan &#039;&#039;sprinkler&#039;&#039; yang terus menyirami gedung menandakan telah terjadi suatu peristiwa di sana. Dalam waktu singkat, asrama yang kosong itu sudah diisi dengan truk pemadam kebakaran dan orang-orang yang menonton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou telah menggunakan tangan kanannya untuk menghancurkan fungsi pelacak pada kerudung milik Index di kamarnya sebelum membawanya. Kalau dia membiarkannya tetap aktif dan asal membuangnya, dia mungkin bisa mengelabui para pengejar, tapi gadis itu dengan keras kepala memaksa kalau dia ingin membawa kerudungnya tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma mendecakkan lidahnya di sebuah gang. Dia menggendong tubuh berdarah Index di tangannya karena dia tidak bisa membiarkan lukanya menyentuh tanah yang kotor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak bisa menyerahkan Index ke ambulans.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City pada dasarnya tidak menyukai kehadiran orang luar. Itulah kenapa kota ini membangun dinding yang mengelilingi kota dan meluncurkan tiga satelit yang secara nonstop memonitor semuanya. Bahkan para pengemudi truk yang menyuplai toko serba ada memerlukan kartu ID eksklusif untuk masuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, informasi tentang orang luar tanpa ID seperti Index akan tersebar kalau dia dirawat di rumah sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan musuhnya adalah bagian dari sebuah organisasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia diserang di sana, orang-orang di sekitarnya bisa ikut terlibat. Apalagi jika diserang saat sedang memulihkan diri atau sedang dioperasi, dia pasti semakin tidak berdaya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi aku tidak bisa hanya meninggalkannya seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku...akan baik-baik saja. Kalau kau...bisa menghentikan pendarahannya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Index terdengar lemah dan tidak menunjukkan tanda-tanda dari suara mekanis yang dia gunakan ketika menjelaskan tentang &#039;&#039;rune&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan itulah kenapa Kamijou segera tahu kalau apa yang dikatakannya itu salah. Lukanya tak bisa ditangani oleh seorang amatir dengan membalut perban di sekelilingnya. Kamijou terbiasa berkelahi, jadi dia memberi pertolongan pertama pada dirinya sendiri untuk kebanyakan luka yang menurutnya lebih baik dirahasiakan. Tapi luka di punggungnya cukup parah sampai-sampai membuat Kamijou kehilangan ketenangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinggal satu hal tersisa yang bisa mereka andalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia masih tidak memercayainya, tapi dia tidak punya apa-apa yang lain untuk dipercayai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, hei! Kau bisa mendengarku?” Kamijou menampar pipi Index pelan. “Apakah ada sesuatu yang bisa menyembuhkan luka dalam 103.000 grimoir milikmu itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sihir dalam benak Kamijou tidak lebih dari sihir serangan dan sihir pemulihan dari RPG.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar Index telah mengatakan kalau dia secara alami tidak bisa menangani kekuatan sihir dan karenanya tidak bisa menggunakan sihir, tapi Kamijou bisa menangani kekuatan supernatural, jadi cukup jika Index memberitahunya apa yang perlu dia lakukan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernapasan Index tipis, tapi lebih karena kehilangan darah dibanding rasa sakit. Bibir pucatnya bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada...tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Kamijou menjadi cerah sejenak sampai kata “tapi” mencapai pikirannya dengan terlambat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau...tidak bisa melakukannya...” Index mengeluarkan napas kecil. “Bahkan kalau aku...mengajarkanmu mantranya...kekuatanmu pasti... akan menghalangi ...aduh...bahkan kalau kau...menirunya dengan sempurna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat ke arah tangan kanannya dengan syok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imagine Breaker. Kekuatan yang bersemayam di sana memang telah meniadakan api milik Stiyl secara utuh. Jadi ada kemungkinan kalau itu akan meniadakan sihir pemulihan Index dengan cara yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial! Lagi-lagi... Kenapa tangan kanan ini selalu saja mengganggu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi itu cuma berarti dia perlu memanggil seseorang. Seperti Aogami Pierce atau si gadis Biri-Biri Misaka Mikoto. Wajah beberapa orang tangguh yang tidak perlu dia khawatirkan kalau terlibat masalah seperti ini mengambang di pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?” Index terdiam sejenak. “Bukan... Bukan itu yang aku maksud.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan tangan kananmu... Masalahnya adalah... kau itu seorang esper.” Di malam yang panas itu, dia menggigil seperti berada di atas gunung bersalju di tengah musim dingin. “Sihir itu bukan...sesuatu yang bisa digunakan oleh ‘orang-orang berbakat’ seperti kalian, para esper. ‘Orang-orang tak berbakat’ ingin melakukan...apa yang ‘orang-orang berbakat’ bisa lakukan...jadi mereka menciptakan mantra dan ritual tertentu...yang dikenal sebagai sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou sudah akan berteriak, “Ini bukan waktunya untuk penjelasan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak mengerti...? &#039;&#039;Penyirkuitannya berbeda antara ‘orang-orang berbakat’ dan ‘orang-orang tak berbakat’... ‘Orang-orang berbakat’ tidak bisa menggunakan sistem yang diciptakan...untuk ‘orang-orang tak berbakat’...&#039;&#039;”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap-...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou diam seribu bahasa. Memang benar kalau obat-obatan dan elektroda-elektroda digunakan pada esper-esper seperti Kamijou untuk &#039;&#039;dengan paksa mengembangkan penyirkuitan otak mereka dengan cara yang berbeda dengan manusia biasa&#039;&#039;. Memang benar kalau tubuh mereka &#039;&#039;berbeda dengan yang lainnya&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia tidak bisa memercayainya. Tidak, dia tidak &#039;&#039;mau&#039;&#039; memercayainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.3 juta pelajar tinggal di Academy City. Tiap-tiap dari mereka telah melalui Kurikulum pengembangan kekuatan. Bahkan walaupun kau tidak bisa tahu dengan melihat mereka, bahkan kalau mereka tidak bisa membengkokkan sendok meskipun telah berusaha begitu keras hingga pembuluh darah di otak mereka pecah, dan &#039;&#039;bahkan kalau mereka adalah yang terlemah dari para esper, mereka memang terbuat berbeda dari orang biasa&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, orang-orang yang tinggal di kota itu tidak bisa menggunakan sihir, hal satu-satunya yang bisa menyelamatkan gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada satu cara untuk menyelamatkan orang yang berbaring di depannya, tapi tidak ada yang bisa menyelamatkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial...” Kamijou menampakkan gigi taringnya seperti hewan buas. “Kenapa ini bisa terjadi? Kenapa ini bisa terjadi!? Apa-apaan ini!? Bagaimana mungkin ini adil!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh Index semakin gemetaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beban yang menurut Kamijou paling sulit dipikul adalah bahwa &#039;&#039;gadis itu dihukum karena ketidakmampuan dirinya sendiri&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ ‘Berbakat’ pantatmu,” umpatnya. “Aku bahkan tidak bisa menyelamatkan gadis yang menderita di depan mataku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia tidak bisa memikirkan cara lain untuk menyelesaikan situasi itu. Fakta bahwa 2.3 juta pelajar yang tinggal di kota itu tidak bisa menggunakan sihir adalah peraturan yang perlu dia pecahkan lebih dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tiba-tiba menyadari sesuatu yang aneh tentang apa yang telah dia pikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Pelajar?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, orang biasa ‘tak berbakat’ mana pun bisa menggunakan sihir, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Eh? Iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan tak akan berakhir sia-sia karena orang itu tidak punya bakat dalam sihir, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak...perlu khawatir tentang itu... Selama mereka mempersiapkannya dan melakukannya dengan benar...bahkan murid SMP pun seharusnya bisa melakukannya.” Index berpikir sejenak. “Tapi kalau mereka salah urutannya, jalur-jalur di otak mereka dan penyirkuitan syarafnya bisa hangus... Tapi dengan pengetahuan dari 103.000 grimoir milikku, tidak akan ada masalah. Jangan khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa berpikir, dia melihat ke atas seakan ingin melolong ke bulan di langit malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar terdapat 2.3 juta pelajar tinggal di Academy City dan bahwa mereka semua telah dikembangkan supaya memiliki semacam kekuatan psikis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, para guru yang mengembangkan mereka adalah manusia normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kuharap dia belum tidur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah seorang guru muncul dalam pikiran Kamijou Touma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Tsukuyomi Komoe, guru wali kelasnya dengan tinggi 135 cm, yang masih cocok memakai sebuah &#039;&#039;randoseru&#039;&#039; merah&amp;lt;ref&amp;gt;Di Jepang, anak TK biasanya memakai ransel merah.&amp;lt;/ref&amp;gt; walaupun dia adalah seorang guru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menelepon Aogami Pierce dari sebuah telepon umum untuk menanyakan alamat Komoe-sensei. (Kamijou telah menjatuhkan dan merusakkan telepon genggamnya pagi itu. Alasan Aogami Pierce tahu alamat rumah Komoe adalah sebuah misteri. Kamijou curiga kalau dia adalah seorang &#039;&#039;stalker&#039;&#039;.) Kamijou lalu mulai berjalan sambil menggendong Index yang terlihat begitu lemas di punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini dia tempatnya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tiba setelah berjalan 15 menit dari lorong belakang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat tidak cocok dengan penampilannya yang mirip anak umur umur 12 tahun, tempat tinggalnya berada di gedung apartemen kayu dua tingkat yang kelihatan sangat tua dan bobrok hingga Kamijou merasa kalau apartemen itu pasti telah bertahan dari serangan bom di Tokyo. Karena mesin cucinya ada di lorong luar, gedung itu pasti tidak punya kamar mandi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biasanya, Kamijou akan membuat lelucon tentang itu selama sepuluh menit ke depan, tapi saat itu dia bahkan tidak tersenyum sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memeriksa papan nama di pintu-pintu di lantai satu, dia menaiki tangga metal yang bobrok dan berkarat dan mengecek pintu-pintu di atas sana. Ketika dia sampai ke pintu paling jauh ke belakang di lantai 2, dia akhirnya menemukan nama “Tsukuyomi Komoe” yang tertulis dalam huruf hiragana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou membunyikan belnya dua kali, kemudian menendang pintu itu dengan seluruh kekuatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakinya yang menghantam pintu mengeluarkan suara keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi pintu itu bergeming. Seperti biasa, Kamijou Touma merasa sial karena dia mendengar suara retak dari jempol besarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“~ ~ ~!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, iya, iyaaa! Pintu anti-&#039;&#039;salesman&#039;&#039; koran itu adalah satu-satunya yang kokoh di sini. Aku akan membukanya, oke?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kenapa tidak kutunggu saja tadi?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kamijou memikirkan itu dengan mata berkaca-kaca, pintunya terbuka, dan kepala Komoe-sensei yang memakai piyama menyembul melalui celahnya. Ekspresi rileksnya jelas menunjukkan kalau dia tidak bisa melihat luka di punggung Index dari posisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wa, Kamijou-chan. Apa kau mulai kerja sambilan sebagai &#039;&#039;salesman&#039;&#039; koran?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Koran mana yang pekerjanya meminta orang lain dengan seorang biarawati di punggungnya?” kata Kamijou dengan tidak senang. “Aku ada sedikit masalah, jadi aku akan masuk. Permisi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-tunggu, tunggu, tunggu!” Komoe-sensei dengan panik mencoba menghalangi jalan Kamijou ketika Kamijou mendorongnya ke samping. “A-aku tidak bisa membiarkanmu tiba-tiba masuk ke kamarku. Dan itu bukan hanya karena kamarku seperti kapal pecah dengan kaleng bir kosong mengotori lantai dan puntung rokok yang menumpuk di asbak!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v01_127.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku ingin tahu kalau kau bisa membuat lelucon yang sama setelah melihat apa yang kubawa di punggungku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-aku tidak bercanda! ...Gyahhh!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi sekarang kau menyadarinya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tadi tidak melihat kalau kau terluka begitu parah di punggungmu, Kamijou-chan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei mulai panik karena tiba-tiba melihat darah dan Kamijou akhirnya berhasil mendorongnya ke samping dan memasuki kamar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamar itu terlihat seperti kamar milik seorang lelaki paruh baya yang suka bertaruh di pacuan kuda.  Di atas lantai tatami yang sudah usang, kaleng bir kosong yang tak terhitung jumlahnya berserakan, dan di  asbak perak itu terdapat gunungan puntung rokok. Seperti sebuah lelucon, bahkan ada meja teh dengan tipe yang seorang bapak keras kepala akan balikkan di tengah ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku mengerti. Jadi kau tidak bercanda.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurasa ini bukan waktu yang tepat, tapi apa kau punya masalah dengan gadis yang merokok?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasa itu bukan itu masalahnya ketika dia melihat wali kelasnya yang kelihatan berumur 12 tahun menendang beberapa kaleng bir yang menghalangi untuk membuka tempat kosong.  Dia tidak ingin duduk di lantai tatami yang usang, tapi ini bukan waktunya untuk memikirkan harus mempersiapkan sebuah futon terlebih dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membaringkan Index telungkup di lantai untuk memastikan lukanya tidak menyentuh lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bentuk robekan bajunya menyembunyikan luka sebenarnya dari penglihatan, tapi cairan merah pekat mengalir keluar seperti minyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-bukankah seharusnya kau memanggil ambulans? T-teleponnya ada di sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei menunjuk ke arah salah satu sudut ruangan dengan tangan gemetar. Entah kenapa, teleponnya adalah telepon hitam dengan putaran dial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Mana&#039;&#039; di dalam darah sedang mengalir keluar bersama darah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dan Komoe-sensei dengan refleks berbalik ke arah Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index masih terbaring lemas di lantai, tapi matanya diam-diam terbuka bahkan dengan kepala menghadap ke samping seperti sebuah boneka rusak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya lebih dingin dari cahaya bulan yang pucat dan lebih tepat dari gerigi sebuah jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya benar-benar tenteram sempurna hingga terlihat seperti bukan mata manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Peringatan: Bab 2, Ayat 6. Hilangnya daya kehidupan yang dikenal sebagai &#039;&#039;mana&#039;&#039; karena kehilangan darah telah melebihi batas tertentu, jadi Pena John&amp;lt;ref&amp;gt;TN: Sebenarnya lebih tepat kalau diterjemahkan sebagai Pena Yohanes, nama salah satu murid Jesus.&amp;lt;/ref&amp;gt; sedang dibangunkan dengan paksa. ...Jika situasi ini terus berlanjut, tubuhku akan kehilangan daya kehidupan minimum yang diperlukan dan akan meninggal dunia dalam waktu sekitar 15 menit sesuai dengan standar menit internasional yang didefinisikan oleh menara jam di London. Sebaiknya kau mengikuti instruksi yang akan kuberikan untuk melakukan perawatan yang paling efisien.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei memandang Index dengan syok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak bisa menyalahkannya. Bahkan walaupun dia telah mendengar suara itu sekali sebelumnya, dia sama sekali tidak bisa terbiasa dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melirik ke Komoe-sensei dan berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia memintanya melakukan sihir secara terang-terangan, dia pasti akan berkata kalau itu bukan waktunya untuk berpura-pura menjadi gadis penyihir dan dia terlalu tua untuk hal-hal seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi bagaimana dia harus meyakinkannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm. Sensei, Sensei. Karena ini keadaan darurat, aku akan menjelaskannya dengan singkat. Aku perlu memberi tahu sebuah rahasia, jadi ke sinilah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melambaikan tangannya seperti sedang memanggil seekor anjing kecil dan Komoe-sensei mendekatinya tanpa berhati-hati sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf,” pinta maaf Kamijou pada Index di antara napasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengangkat bajunya yang terkoyak untuk memperlihatkan luka parah yang tersembunyi di bawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ee!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak bisa menyalahkan Komoe-sensei yang melompat terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lukanya sangat parah hingga mampu mengejutkan Kamijou. Lukanya berbentuk garis lurus horizontal sepanjang punggungnya seakan-akan punggungnya adalah kotak karton yang dipotong seseorang dengan menggunakan penggaris dan &#039;&#039;cutter&#039;&#039;. Darah merah, otot warna pink, lemak warna kuning, dan bahkan sesuatu yang keras dan putih yang sepertinya adalah tulang belakangnya bisa terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika luka itu diibaratkan sebagai mulut warna merah, bibir di sekitarnya telah menjadi sangat pucat seperti seseorang yang baru saja berada di dalam kolam renang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gh...” Kamijou berusaha menahan rasa pusingnya dan dengan hati-hati menurunkan pakaian yang basah oleh darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika pakaian itu menyentuh lukanya, mata sedingin es Index tidak bergerak sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Iya!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan memanggil ambulans. Selama itu, kau dengarkan apa yang gadis ini katakan dan lakukan apa pun yang dia katakan... Cukup pastikan dia tidak kehilangan kesadaran. Seperti yang bisa kaulihat dari pakaiannya, dia orang yang religius. Terima kasih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia menganggapnya tidak lebih dari sekadar untuk menghibur gadis itu, dia akan tetap memandang sihir sebagai sesuatu yang mustahil. Karena itu, Kamijou telah mengubah fokus pikiran Komoe-sensei dari merawat luka menjadi melanjutkan percakapan dengan gadis itu dengan cara apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei mengangguk dengan ekspresi yang sangat serius dan wajah yang pucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau sebuah ambulans tiba sebelum sihir itu selesai, “penghiburan” itu akan berakhir. Itu berarti dia sebenarnya tidak bisa memanggil ambulans.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tidak berarti Kamijou harus pergi. Bagaimanapun juga, dia cukup memanggil 117 dengan telepon hitam kamar itu dan berpura-pura sedang memanggil ambulans padahal sebenarnya berbicara dengan rekaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah sebenarnya ada di tempat lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Index,” kata Kamijou pelan pada Index yang tetap berbaring lemah di lantai. “Adakah yang bisa kulakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada. Pilihan terbaik adalah perginya kau.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemilihan kata yang terlalu jelas dan terus terang membuat Kamijou mengepalkan tinju tangannya begitu kuatnya hingga terasa sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang bisa Kamijou lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan semua itu karena tangan kanannya akan meniadakan sihir pemulihan hanya dengan berada di ruangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kalau begitu, Sensei. Aku akan pergi mencari telepon umum.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu...eh? Kamijou-chan, aku punya telepon di si—...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengacuhkan perkataan Komoe-sensei, membuka pintu, dan meninggalkan kamar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menggertakkan giginya karena fakta bahwa &#039;&#039;dia tidak bisa melakukan apa pun selain meninggalkan tempat itu&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berlari melintasi kota di malam hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika berlari, dia mengepalkan tangan kanannya yang bisa meniadakan bahkan sistem milik Tuhan tapi tidak bisa melindungi satu orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Kamijou Touma meninggalkan kamar itu, Index menggerakkan bibir pucatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jam berapa sekarang dalam Waktu Standar Jepang? Dan juga, tanggal berapa ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang jam 8.30 malam tanggal 20 Juli...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sepertinya tidak melihat jam. Apakah waktu itu akurat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak punya jam di kamarku, tapi jam internalku akurat sampai ke detik-detiknya, jadi jangan khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak perlu meragukan aku seperti itu. Aku pernah dengar kalau beberapa joki punya jam internal yang akurat hingga ke sepersepuluh detik dan kau bisa mengaturnya dengan kebiasaan makan dan ritme aktivitas tertentu,” balas Komoe-sensei bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mungkin bukan seorang esper, tapi dia memang seorang warga Academy City. Pandangan tentang tingkat pengetahuan mana yang normal dalam bidang medis dan ilmiah berbeda di antara orang-orang yang ada di dalam kota dan orang-orang di luar kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih berbaring telungkup di lantai, Index melirik ke luar jendela hanya dengan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dari lokasi bintang dan sudut bulan...yang sesuai dengan arah Sirius dengan galat sebesar 0.038. Untuk memastikannya sekali lagi, waktu sekarang dalam Waktu Standar Jepang adalah 8.30 PM tanggal 20 Juli, apakah itu benar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya. Yah, secara teknis sekarang sudah lewat 53 detik, tapi... Ah, jangan!! Jangan bangkit!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei dengan panik mencoba mendorong Index berbaring ketika dia mencoba untuk duduk yang dapat melukai tubuhnya yang sudah terluka lebih jauh, tapi pandangan Index tidak goyah sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangannya tidak menakutkan ataupun menusuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua emosi hilang dari matanya seperti sebuah saklar telah dimatikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada tanda keberadaan nyata di matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah-olah jiwanya telah hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada masalah. Bisa diregenerasi,” kata Index sambil menuju meja teh di tengah ruangan. “Saat ini sedang di dekat ujung Cancer. Waktunya antara jam 8 dan 12 tengah malam. Arahnya adalah Barat. Di bawah perlindungan Undine, peran malaikatnya adalah sebagai kerubin...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Komoe-sensei yang menelan ludah bisa terdengar ke seluruh ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa terduga, Index mulai menggambar suatu bentuk di atas meja teh kecil itu dengan jarinya yang berdarah. Bahkan orang-orang yang tidak tahu tentang lingkaran sihir akan mengenali kalau itu adalah sesuatu yang religius. Komoe-sensei sudah dilanda rasa takut, tapi sekarang rasanya begitu berat hingga dia tidak bisa bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menggambar lingkaran darah yang memenuhi meja teh, Index menggambar simbol berbentuk bintang yang dikenal sebagai pentagram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulisan dalam bahasa aneh tertulis di sekelilingnya. Kata-kata itu sepertinya adalah hal yang sama dengan yang Index gumamkan. Dia telah bertanya tentang rasi bintang dan waktu karena kata-kata yang ditulis berbeda berdasarkan waktu dan musim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Index mempersiapkan sihirnya, dia tidak terlihat seperti seseorang yang terluka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fokusnya yang ekstrim membuat rasa sakitnya seperti telah diputuskan untuk sementara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa ngeri diam-diam turun di punggung Komoe-sensei ketka dia mendengar tetesan darah yang keluar dari punggung gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-a-a-apa ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sihir.” Index berhenti setelah satu kata itu. “Aku sekarang membutuhkan tubuhmu dan bantuanmu. Kalau kau melakukan seperti yang kukataan, tidak ada yang akan menemui kesialan dan kau tidak akan menjadi sasaran dendam seseorang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-bagaimana bisa kau mengatakan itu dengan tenang!? Cukup berbaring dan tunggu ambulans! Umm...perban, perban. Dengan luka separah ini, aku perlu membalut daerah sekitar arteri untuk menghentikan aliran darah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perawatan setingkat itu tidak bisa menutup lukaku dengan sempurna. Aku tidak familier dengan istilah ambulans, tapi apakah itu bisa menutup luka ini dengan sempurna dalam waktu 15 menit berikutnya dan menyuplaiku dengan tingkat &#039;&#039;mana&#039;&#039; yang dibutuhkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar sebuah ambulans akan memakan waktu 10 menit untuk tiba bahkan kalau mereka memanggilnya tepat saat itu juga. Akan memakan waktu yang sama untuk membawanya ke rumah sakit dan perawatannya tidak akan dimulai tepat saat dia tiba di rumah sakit. Komoe-sensei tidak terlalu mengerti apa arti istilah &#039;&#039;occult&#039;&#039; seperti &#039;&#039;mana&#039;&#039;, tapi memang benar kalau hanya menutup luka saja tidak akan mengembalikan staminanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan kalau luka itu ditutup tepat saat itu dengan jarum dan benang, akankah gadis pucat itu jadi terlalu lemah untuk hidup cukup lama sampai bisa memulihkan semua staminanya yang hilang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong,” kata Index tanpa mengubah ekspresinya sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Campuran darah segar dan air liur menetes dari sudut mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada intensitas di dirinya. Tidak ada pula yang menakutkan dalam dirinya. Tapi ketenangan dan kesabarannya lebih menakutkan dari keduanya. Bagaimanapun, yang dia lakukan hanya akan melebarkan lukanya. Dia terlihat seperti sebuah mesin rusak yang terus bekerja tanpa menyadari kalau ada yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Jika aku melakukan sesuatu yang membuatnya melawanku, situasinya bisa menjadi lebih buruk.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei menghela napas. Dia tentu saja tidak percaya sihir. Walaupun begitu, Kamijou telah memintanya untuk tetap melanjutkan percakapan agar memastikan gadis itu tidak kehilangan kesadarannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang bisa dia lakukan hanya mencoba agar tidak memprovokasi gadis yang duduk di depannya dan menaruh harapannya pada Kamijou agar memanggil ambulans secepat mungkin —atau  lebih cepat lagi— dan pada pertolongan pertama yang hebat dari EMT di dalam ambulans.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi apa yang harus kulakukan? Aku bukan seorang gadis penyihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku berterima kasih atas kerja samamu. Pertama...ambil itu...itu...apa nama benda hitam itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“? Oh, itu adalah &amp;lt;i&amp;gt;memory card video game&amp;lt;/i&amp;gt;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“??? ...Yah, baiklah. Bagaimanapun juga, ambil benda hitam itu dan tempatkan di tengah meja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Secara teknis, itu adalah meja teh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei melakukan seperti yang diperintahkan dan meletakkan &#039;&#039;memory card&#039;&#039; di tengah meja teh. Dia kemudian mengambil sebuah kotak pensil mekanik, sebuah kotak coklat kosong, dan dua buku sampul tipis dan meletakkannya di atas meja juga. Dia juga mengambil dua figurin kecil yang didapatnya dari makanannya, dan menjejerkannya bersebelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei bertanya-tanya apa maksudnya, tapi Index masih benar-benar serius walaupun kelihatan seperti akan pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua keluhan Komoe-sensei menghilang di depan pandangan setajam pedang Jepang yang datang dari wajah pucat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ini? Kau menyebutnya sihir, tapi bukankah ini cuma bermain boneka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang, semuanya terlihat sebagai versi miniatur dari kamar itu. &#039;&#039;Memory card&#039;&#039; adalah meja teh, dua buku yang berdiri adalah lemari buku dan lemari baju, dan dua figurin itu berada di tempat yang sama persis dengan kedua orang di dalam kamar itu. Ketika manik-manik kaca disebarkan ke atas meja teh, manik-manik itu seperti berhenti di tempat-tempat yang benar-benar mereplikasi kaleng bir yang berserakan di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahannya tidak menjadi masalah. Sama seperti bagaimana sebuah kaca pembesar tetap membesarkan tanpa peduli kalau lensanya terbuat dari kaca atau plastik. Selama bentuk dan perannya sama, ritual ini mungkin dilakukan,” gumam Index dibanjiri keringat. “Aku memerlukanmu untuk menjalankan instruksiku secara akurat. Kalau kau salah dalam urutannya, jalur-jalur di otakmu dan penyirkuitan syarafmu bisa terbakar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“???”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengatakan kalau kegagalan akan mengubah tubuhmu menjadi daging cincang dan membunuhmu. Tolong hati-hati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bh!?” Komoe-sensei hampir muntah, tapi Index melanjutkan tanpa memedulikannya sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita sekarang akan membuat kuil bagi malaikat untuk turun ke dalamnya. Ikuti aku dan rapalkanlah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang Index katakan setelah itu tak lagi bisa disebut kata-kata, hanya sebuah suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa memikirkan artinya, Komoe-sensei mencoba meniru nadanya dalam sesuatu seperti senandung atau nyanyian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kyahh!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, figurin di atas meja teh mulai “bernyanyi” bersama. “Kyahh!?” teriak salah satunya dengan waktu yang persis sama. Figurin itu bergetar. Sama seperti getaran yang dipancarkan sepanjang tali pada telepon tali dan keluar sebagai suara dari gelas kertas di ujung lain, figurin itu bergetar dan mereproduksi suara Komoe-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan Komoe-sensei tidak panik dan lari keluar dari kamar itu tepat saat itu juga kemungkinan karena dia tinggal di sebuah kota dengan 2.3 juta esper di dalamnya. Manusia biasa akan berpikir kalau mereka sudah menjadi gila.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sambungan selesai.” Suara Index dan suara dari meja teh membuatnya terdengar ganda. “Kuil yang dibuat di atas meja telah tersambung dengan kamar ini. Secara sederhana, semua yang terjadi di ruangan ini akan terjadi di meja dan semua yang terjadi di meja akan terjadi di ruangan ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mendorong pelan meja teh itu dengan kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat saat itu, seluruh apartemen bergoyang di bawah kaki Komoe-sensei seakan terkena guncangan hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bisa merasakan udara pengap kamar itu menjadi sebersih udara di hutan di pagi hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tidak ada sesuatu seperti malaikat. Yang ada di sana hanyalah apa yang hanya bisa dideskripsikan sebagai keberadaan yang tak terlihat. Perasaan aneh menyerbu seluruh tubuh Komoe-sensei seakan dia sedang diawasi oleh ribuan bola mata dari segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian Index tiba-tiba berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bayangkan! Bayangkan seorang malaikat emas dengan tubuh anak-anak! Bayangkan seorang malaikat cantik dengan dua sayap!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika melaksanakan sihir, menentukan medan itu penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai contoh, sebuah kerikil yang dilempar ke laut tidak menimbulkan riak yang besar. Tapi sebuah kerikil yang dijatuhkan ke dalam ember akan menimbulkan riak yang cukup besar. Sama dengan itu. Untuk mengubah dunia dengan sihir, medan tempat pengubahan akan terjadi perlu dibatasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang pelindung adalah dewa sementara dalam sebuah dunia yang dibatasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau seseorang mengimajinasikan seorang pelindung dengan benar, menentukan bentuknya, dan mengontrolnya dengan bebas secara benar, orang itu bisa dengan mudah menyebabkan hal-hal misterius terjadi dalam medan terbatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei tidak mengerti penjelasan seperti itu dan dia kesulitan membayangkan seorang malaikat. Istilah “malaikat emas” hanya membuatnya memikirkan benda itu, yang satu berwarna emas atau lima berwarna perak.&amp;lt;ref&amp;gt;Ini adalah referensi pada permen Jepang yang dikenal sebagai Chocoballs. Kalau kau beruntung, bungkusnya akan memiliki entah satu malaikat emas atau malaikat perak tercetak di atasnya. Satu malaikat emas atau lima malaikat perak bisa ditukarkan dengan sekaleng mainan.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika bayangan dalam pikiran Komoe-sensei kehilangan koherensi, keberadaan di sekitarnya juga ikut dan kehilangan bentuknya. Perasaan tidak nyaman menuruni punggung Komoe-sensei seakan dia dibalut dalam lumpur busuk dari bawah rawa-rawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cukup bayangkan saja! Ritual ini tidak akan benar-benar memanggil seorang malaikat. Itu hanyalah kumpulan &#039;&#039;mana&#039;&#039; yang tak terlihat. Bentuknya akan sesuai dengan keinginanmu sebagai pengguna sihir!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pasti telah benar-benar putus asa bahkan suara dingin mekanis Index menjadi setajam titisan es.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Komoe-sensei melebar karena perubahan tiba-tiba itu dan dengan segera mulai bergumam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Malaikat lucu, malaikat lucu, malaikat lucu.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan buram, dia dengan panik mengingat sebuah gambar seorang gadis malaikat yang telah dia lihat dalam sebuah manga shoujo jauh sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa pun itu, yang terasa seperti lumpur tak terlihat yang berada di udara ruangan itu, mengambil bentuk seolah-olah telah dipaksa masuk ke dalam balon berbentuk manusia...atau setidaknya kelihatan seperti itu bagi Komoe-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia dengan takut-takut membuka matanya untuk memeriksa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Hah? &#039;&#039;Ini sebenarnya tidak memanggil seorang malaikat&#039;&#039;?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika keraguan itu memasuki pikirannya, balon air berbentuk manusia itu meledak dan lumpur tak terlihat itu terserak ke seluruh ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kyahh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Pembentukan bentuknya telah gagal.” Index melihat ke sekeliling dengan pandangan tajamnya. “Jika kuil ini paling tidak dilindungi oleh seorang Undine warna biru, itu cukup. ...Lanjutkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-katanya cukup positif, tapi mata Index seperti tidak tersenyum sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei tersentak seperti seorang anak yang orang tuanya baru saja melihat hasil tes gagal yang dia coba sembunyikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rapalkan. Ritual ini akan selesai sebentar lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perinyah tajam itu tidak membiarkan Komoe-sensei kehilangan ketenangannya walaupun kebingungannya meningkat dan pikirannya mengendur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index, Komoe-sensei, dan kedua figurin di atas meja bernyanyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Punggung figurin Index di atas meja mulai meleleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti karet yang didekatkan pada macis. Meleleh, permukaannya kehilangan ketidakberaturannya, menjadi mulus, mendingin, dan mengeras sekali lagi, dan bentuknya kembali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei merasa seperti hatinya sedang membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, Index sedang duduk di seberang meja teh darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak punya keberanian untuk mengitarinya dan melihat apa yang terjadi pada punggung Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah pucat Index ditutupi keringat berminyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata seperti kacanya masih tidak menunjukkan tanda kesakitan atau penderitaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pengembalian &#039;&#039;mana&#039;&#039; dan penstabilan kondisi telah dikonfirmasi. Mengembalikan Pena John ke mode tidur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti sebuah saklar telah ditekan, cahaya lembut kembali ke mata Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti api yang dinyalakan di perapian yang dingin, kehangatan mengisi atmosfer kamar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan di mata Index sangat baik dan hangat sehingga Komoe-sensei mau tidak mau merasakan kehangatan itu. Itu adalah pandangan seorang gadis biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang kalau pelindung yang turun sudah kembali dan kuil ini dihancurkan, semuanya akan berakhir.” Index tersenyum susah payah. “Inilah yang disebut sihir. Sama seperti apel dan ringo&amp;lt;ref&amp;gt;Ringo adalah bahasa Jepang untuk apel.&amp;lt;/ref&amp;gt; berarti hal yang sama. Kau tidak memerlukan tongkat kaca ketika payung plastik itu sama jernihnya. Sama seperti kartu tarot. Selama desain dan nomornya cocok, kau bisa melakukan ramalan dengan potongan dari belakang manga shoujo.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keringat Index tidak berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei menjadi semakin takut. Dia mulai berpikir kalau apa yang telah dia lakukan hanya membuat kondisi Index lebih buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir.” Saat itu Index kelihatan siap untuk pingsan. “Sama seperti demam. Kau membutuhkan kekuatanmu sendiri untuk sembuh. Lukanya sendiri sudah tertutup, jadi aku akan baik-baik saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah dia mengatakan itu, Index tumbang ke samping. Figurinnya juga jatuh. Meja teh itu bergoyang sedikit dan kamar yang terhubung dengannya terguncang hebat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei baru saja akan berlari mengelilingi meja teh menuju Index, tapi Index mulai bernyanyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Komoe-sensei mengikutinya dan menyanyikan satu lagu terakhir, suasana aneh itu kembali menjadi suasana pengap seperti biasa dari apartemen itu. Komoe-sensei dengan hati-hati menggoyangkan meja tehnya, tapi tidak ada yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Syukurlah.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Komoe-sensei menutup matanya lega, Index berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei berpikir kalau siapa pun akan lega kalau luka mematikan mereka sembuh, tapi biarawati itu mengatakan sesuatu yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Aku senang aku tidak membebani siapa pun dengan apa pun&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei memandang Index terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...&#039;&#039;Kalau aku mati di sini, dia mungkin harus menanggung beban&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index menutup matanya seperti sedang bermimpi dan tidak mengatakan hal lain. Ketika gadis itu ditebas di punggungnya dan pingsan dan ketika dia melakukan ritual aneh itu, dia tidak pernah satu kali pun memikirkan dirinya sendiri. Dia memikirkan orang yang telah membawanya ke sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei tidak bisa berpikir seperti itu. Dia tidak punya seseorang untuk dipikirkan seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa dia menanyakan satu hal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia yakin Index sudah tertidur dan tidak akan mendengarnya, tapi karena itulah dia menanyakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan walaupun begitu, gadis itu menjawab dengan dengan matanya masih tertutup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak pernah merasa seperti itu pada orang lain sebelumnya dan dia tidak tahu perasaan apa itu. Tapi ketika Kamijou marah demi dirinya saat menghadapi penyihir itu, dia ingin orang itu lari bahkan kalau dia harus merangkak padanya dan memaksanya. Dan ketika dia telah lari dari Innocentius, dia berpikir kalau dia akan menangis ketika orang itu kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak benar-benar mengerti, tapi ketika dia bersamanya, tidak ada hal yang berjalan seperti dia inginkan dan dia merasa seperti didorong-dorong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu hal-hal yang tidak diperkirakan itu begitu menyenangkan dan membuatnya bahagia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sendiri tidak tahu perasaan apa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, Index tertidur lelap dengan senyuman di wajahnya seperti sedang bermimpi indah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah fajar tiba, gejala yang terlihat pada Index sangat mirip dengan gejala demam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index hanya bisa terbaring di tempat tidur karena panas tinggi dan sakit kepala. Hidungnya tidak ingusan dan suaranya tidak serak karena itu bukan terjadi karena virus. Hanya masalah mengembalikan staminanya yang hilang, jadi seberapa banyak pun obat pilek penguat imun yang dia minum tidak akan menyelesaikan apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Jadi kenapa kau cuma memakai celana dalam di bawah sana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Index berbaring dengan handuk lembab di dahinya, dia pasti tidak tahan dengan kelembaban panas di dalam futon, jadi satu kakinya dia keluarkan ke arah Kamijou. Dia sedang memakai atasan piyama hijau pucat tetapi pahanya yang berwarna kulit cerah keluar sampai pangkalnya. Karena demamnya, warna kulitnya jadi sedikit pink.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Handuknya telah menjadi hangat, jadi Komoe-sensei mencelupkannya ke dalam baskom berisi air dan mengeringkannya sambil memelototi Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kamijou-chan. Kurasa pakaian itu terlalu berlebihan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pakaian itu” kemungkinan besar merujuk pada pakaian biarawati warna putih yang diselimuti peniti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou setuju 100% tentang itu, tapi Index kelihatan seperti kucing yang tidak senang karena pakaian biasanya direbut darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertanyaan sebenarnya adalah kenapa piyama milik seorang wanita dewasa perokok-berat-pencinta-bir sepertimu bisa pas dengan Index. Memangnya berapa perbedaan umur kalian?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap—?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei (umur tidak diketahui) tidak bisa berkata-kata, tapi Index ikut menendangnya ketika dia sudah jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong jangan remehkan aku seperti itu. Piyama ini sebenarnya sedikit sempit di bagian dada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa...tidak mungkin! Tidak mungkin benar. Sekarang kalian cuma mengolok-olokku!” protes Komoe-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya, apa kau bahkan punya sesuatu di bagian dada yang bisa membuatnya terasa sempit?” tanya Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kedua perempuan itu memelototinya, jiwa Kamijou secara refleks memasuki mode bersujud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Betul, betul. Ngomong-ngomong, Kamijou-chan, siapa sebenarnya gadis ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adikku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bohong sekali. Dengan rambut perak dan mata biru seperti itu, dia jelas-jelas seorang warga asing!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adik tiriku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kau orang mesum?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku cuma bercanda! Aku cukup mengetahui kalau &#039;&#039;adik tiri&#039;&#039; itu tata krama yang buruk tapi adik &#039;&#039;kandung&#039;&#039; itu melanggar peraturan!&amp;lt;ref&amp;gt;Mengawini/mencintai.&amp;lt;/ref&amp;gt;&amp;lt;/i&amp;gt;”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamijou-chan,” katanya, tiba-tiba berganti ke suara gurunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou terdiam. Tidak mengejutkan kalau Komoe-sensei ingin tahu apa yang sedang terjadi. Kamijou tidak hanya telah membawa orang asing yang aneh padanya, tapi gadis itu juga mempunyai luka tebasan di punggungnya yang jelas-jelas berbau berita buruk dan Komoe-sensei bahkan dibuat ikut dalam ritual sihir yang aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan sangat sulit untuk memintanya menutup mata pada semua ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei, boleh aku bertanya satu hal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kau menanyakan ini agar kau bisa memberi tahu polisi atau dewan pengurus Academy City?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya,” kata Komoe-sensei segera sambil mengangguk. Tanpa keraguan sedikit pun, dia telah mengatakan pada muridnya kalau dia akan mengadukan mereka. “Aku tidak tahu ada di situasi seperti apa kalian berdua berada.” Komoe-sensei tersenyum. “Tapi kalau itu terjadi di Academy City ini, adalah tugas kami sebagai guru untuk menyelesaikannya. Bertanggung jawab terhadap anak-anak adalah tugas orang dewasa. Sekarang ketika aku tahu kalau kau berada dalam masalah, aku tidak bisa duduk diam begitu saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah yang Tsukuyomi Komoe katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan walau begitu dia tidak punya kemampuan, kekuatan, dan kewajiban untuk melakukan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia hanya mengatakannya dengan keterusterangan setajam katana terkenal yang memotong di tempat dan waktu yang tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku cuma...” kata Kamijou sebelum berhenti. (...tidak boleh melawannya.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou telah hidup selama sekitar 15 tahun yang panjang dan dia tidak pernah melihat orang lain seperti guru itu yang tipenya biasa hanya telihat di drama dan bahkan tidak ada lagi di film-film.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kau adalah orang yang benar-benar asing, aku tidak akan ragu-ragu melibatkanmu, tapi aku berutang padamu untuk sihir itu, jadi aku tidak bisa membiarkanmu terlibat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Respon Kamijou sama terus terangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah cukup melihat orang-orang yang mau melindungi orang lain tanpa imbalan terluka di depan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei terdiam sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mhh. Aku tidak akan membiarkanmu lepas hanya dengan mencoba mengelabuiku dengan perkataan keren seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...? Sensei, kenapa kau berdiri dan menuju pintu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku memberi penundaan penghakiman. Aku harus pergi ke supermarket untuk belanja. Kamijou-chan, pikirkan baik-baik apa yang perlu kaukatakan padaku selama itu. Dan...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin aku bisa terlarut dalam belanja hingga aku lupa. Jangan curang ketika aku kembali. Pastikan kau memberitahuku, oke?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou pikir Komoe-sensei tersenyum ketika mengatakan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara pintu apartemen membuka dan kemudian menutup, Kamijou dan Index tinggal berdua di ruangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Dia mencoba berbaik hati.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan senyuman seorang anak yang merencanakan sesuatu di wajahnya ketika mengatakan itu, Kamijou punya firasat kalau Komoe-sensei akan “lupa tentang semuanya” ketika dia kembali dari supermarket.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia kemudian memutuskan untuk berkonsultasi dengannya tentang ini, dia akan berpura-pura marah dan berkata “Kenapa kau tidak memberitahuku lebih cepat!? Aku benar-benar lupa!” sambil dengan senang hati setuju membantu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menghela napas, Kamijou berbalik ke arah Index yang berbaring di dalam futon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Maaf. Aku tahu ini bukan waktunya untuk khawatir tentang penampilan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir. Ini jalan terbaik.” Index menggeleng. “Tidak baik melibatkannya lebih jauh lagi ...Dan dia tidak boleh menggunakan sihir lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengerutkan alisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Grimoir itu berbahaya. Yang tertulis di dalamnya adalah pengetahuan menyimpang dan tidak umum dan juga hukum-hukum gila yang menghancurkan hukum biasa dari dunia ini. Entah digunakan untuk kebaikan atau kejahatan, benda-benda itu tetap adalah racun di dunia ini. Sekadar mempelajari pengetahuan ‘dunia yang berbeda’ akan menghancurkan otak orang yang mempelajarinya,” jelas Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mencoba menerjemahkannya dalam cara yang dia mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Jadi seperti memaksa menjalankan sebuah program yang tidak cocok dengan OS komputer itu?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Otak dan rohku dilindungi oleh &#039;&#039;barrier&#039;&#039; religius, dan para penyihir yang mencoba untuk melampaui manusia harus melewati batas-batas pengetahuan umum mereka agar sampai ke keadaan pikiran yang diinginkan yang hampir bisa disamakan sebagai satu jenis kegilaan. Tapi, untuk orang biasa dari negara yang tidak terlalu religius seperti Jepang, semuanya bisa berakhir hanya dengan menggunakan satu mantra lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-aku mengerti...” Kamijou entah bagaimana berhasil membuat syok yang dia terima tidak kelihatan. “Yah, sayang sekali. Padahal aku berharap dia bisa melakukan alkimia untukku. Kau tahu alkimia, kan? Yang bisa mengubah timbal menjadi emas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tentu saja menutupi fakta kalau dia mengetahui ini dari sebuah RPG penyatuan benda dengan seorang ahli alkimia wanita muda sebagai protagonisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, ada sebuah teknik untuk itu yang disebut Ars Magna, tapi mempersiapkan peralatannya dengan bahan-bahan modern akan mempunyai biaya sebesar...um...7 triliun yen dalam mata uang negara ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...................................Yah, sama saja bohong,” gumam Kamijou tanpa nyawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tersenyum lemah dan berkata, “...Yeah. Mengubah timbal menjadi emas tidak menghasilkan apa pun selain membuat para bangsawan senang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi...tunggu. Sekarang setelah kupikir-pikir, bagaimana melakukannya? Bagaimana cara kerjanya? Kalau kau mengubah timbal menjadi emas, apakah kau menyusun atom-atom Pb menjadi Au?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak begitu tahu, tapi itu cuma teknik abad ke-14.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, apa maksudmu sama dengan yang kupikirkan? Kalau itu mungkin benar-benar mengubah susunan atom!? Maksudmu, kau bisa menyebabkan peluruhan proton tanpa sebuah akselerator partikel dan fusi nuklir tanpa sebuah reaktor nuklir? Tunggu sebentar. Bahkan aku tidak yakin ketujuh Level 5 dari Academy City bisa melakukan itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“???”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, jangan kelihatan bingung seperti itu! Um...um...Ah. Kalau kau penasaran seberapa mengagumkannya itu, hal-hal seperti itu membuat kami bisa menciptakan robot atomik atau &#039;&#039;mobile suit&#039;&#039; dengan mudah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benda apa itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya dengan tiga kata, dia mampu membuang semua mimpi para lelaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala Kamijou tertunduk lemas, Index sepertinya merasa kalau dia telah melakukan sesuatu yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-bagaimanapun juga, pedang suci dan tongkat sihir yang digunakan dalam ritual bisa dibuat dengan bahan modern sebagai penggantinya, tapi ada batasnya. ...Ini khususnya berlaku untuk benda suci yang terkait dengan Tuhan seperti Tombak Longinus, Cawan Suci Joseph, atau The_ROOD. Bahkan setelah seribu tahun, sepertinya tidak ada pengganti yang bisa dibuat...aduh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dia berbicara terus-terusan dengan semangat, dia mulai memegang pelipisnya seperti habis mabuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma melihat wajah Index yang berbaring di futon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia punya 103.000  grimoir dalam kepalanya. Hanya membaca salah satunya bisa membuatmu gila dan walau begitu dia telah memasukkan setiap huruf dari semua buku itu ke dalam kepalanya. Seberapa banyak rasa sakit yang proses itu sebabkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu Index tidak pernah sekali pun mengeluh tentang rasa sakitnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau ingin tahu?” tanyanya seakan meminta maaf pada Kamijou dan mengabaikan rasa sakitnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada bicara Index yang biasanya riang telah menghasilkan konteks yang membuat suara tenang itu mencolok dan seperti membawa determinasi yang lebih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Dasar Sensei bodoh.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Situasi Index tidak begitu masalah bagi Kamijou. Bagaimanapun situasi dia berada, tidak mungkin Kamijou bisa meninggalkannya. Selama Kamijou bisa mengalahkan musuhnya dan menjaganya agar tetap aman, dia rasa tidak ada alasan untuk menggali luka lama Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau ingin tahu bagaimana keadaanku?” ulang gadis yang menyebut dirinya Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menetapkan pikirannya dan menjawab, “Itu membuatku merasa seperti seorang pendeta, kau tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di satu sisi, memang benar. Dia merasa seperti seorang pendeta yang mendengarkan pengakuan seorang pendosa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tahu kenapa?” tanya Index. “Gereja Kristen awalnya adalah satu organisasi, tapi sekarang ada Katolik, Protestan, Katolik Roma, Ortodoks Rusia, Anglikan, Nestorian, Athanasian, Gnostik, dan banyak lagi. Apa kau tahu kenapa perpecahan ini terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yahh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou paling tidak telah membaca sepintas buku teks sejarahnya, jadi dia sedikit tahu jawabannya. Tapi dia ragu untuk menyebutkannya di depan Index yang “sebenarnya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cukup bagus.” Index tersenyum. “Karena politik dicampur dalam gereja. Sekte-sekte berpisah, bertentangan satu sama lain, dan bertarung. Pada akhirnya, bahkan orang-orang yang memercayai Tuhan yang sama menjadi musuh bagi satu sama lain. Bahkan ketika kami percaya pada Tuhan yang sama, kami masing-masing menjalani jalan yang berbeda dari berbagai jalan yang tersebar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, pikiran orang-orang tentang hal tertentu secara alami berbeda-beda. Beberapa ingin menghasilkan uang dengan perkataan Tuhan dan yang lainnya menolak untuk membiarkan itu. Beberapa merasa lebih dicintai Tuhan lebih dari orang lain di dunia dan yang lainnya tidak menerima itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelah sekte-sekte itu berhenti berhubungan satu sama lain, masing-masing dari kami menjalani perkembangan yang terisolasi yang memberikan kami karakteristik masing-masing. Kami berubah sesuai situasi atau kebudayaan negara kami.” Index mengeluarkan napas singkat. “Gereja Katolik Roma mengelola dan mengontrol dunia, Gereja Ortodoks Rusia mencari dan memusnahkan &amp;lt;i&amp;gt;occult&amp;lt;/i&amp;gt;, dan Gereja Anglikan tempatku berada...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata Index terhenti di tenggorokannya sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Inggris adalah negara sihir,” katanya seakan itu adalah kenangan pahit. “Jadi Gereja Anglikan sangat unggul dalam kebudayaan anti-penyihir dan teknik-teknik seperti pemburuan &#039;&#039;witch&#039;&#039;&amp;lt;ref&amp;gt;Salah satu jenis pengguna sihir dari Inggris&amp;lt;/ref&amp;gt; dan Inkuisisi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di London saja terdapat sejumlah perusahaan umum yang menyebut diri sendiri sebagai asosiasi sihir&amp;lt;!--magic cabal--&amp;gt; dan jumlah perusahaan kosong yang hanya terdapat di atas kertas ada sepuluh kali lipatnya. Metode coba-dan-galat mereka yang dimulai sebagai cara untuk melindungi warga dari “penyihir jahat yang bersembuyi di kota” telah berkembang pada satu arah terlalu jauh dan pada titik tertentu menjadi budaya pembantaian dan eksekusi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gereja Anglikan memiliki divisi khusus,” kata Index seperti mengakui dosanya sendiri. “Divisi itu menginvestigasi sihir dan mengembangkan tindakan balasan yang digunakan untuk mengalahkan penyihir.  Dikenal sebagai Necessarius.” Dia benar-benar terdengar seperti biarawati. “Kalau kau tidak mengetahui musuhmu, kau tidak bisa bertahan dari serangan mereka. Tapi, mengerti seorang musuh yang tidak murni akan membuat hatimu sendiri tidak murni dan menyentuh seorang musuh yang tidak murni akan membuat tubuhmu sendiri tidak murni. Itulah kenapa Necessarius, gereja dari kejahatan yang dibutuhkan, diciptakan untuk menarik semua ketidakmurnian itu ke satu tempat. Dan kasus paling ekstrimnya adalah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“103.000 grimoir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar.” Index mengangguk kecil. “Sihir adalah sesuatu yang mirip seperti sebuah persamaan matematis. Kalau kau dengan ahli membalikkan perhitungannya, kau bisa menetralkan serangan lawanmu. Itulah kenapa 103.000 grimoir ini dimasukkan ke dalamku. ...Kalau kau mengetahui sihir dari seluruh dunia, kau bisa menetralkan sihir dari seluruh dunia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat ke arah tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah berpikir kalau tangan kanannya tidak ada gunanya. Kekuatan tangan kanannya bahkan tidak mampu mengalahkan seorang berandalan, tidak bisa meningkatkan nilai tesnya, dan juga tidak bisa membantunya menggoda cewek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi gadis ini telah melewati neraka untuk memperoleh hal yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kalau grimoir ini sebegitu berbahayanya dan kalian tahu di mana tempatnya, kenapa kalian tidak membakarnya tanpa membacanya? Selama ada orang yang membaca dan belajar dari grimoir ini, penyihir akan terus-terusan muncul tanpa ada akhirnya, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukunya sendiri tidak lebih penting daripada isinya. Bahkan kalau kau menyingkirkan sebuah buku Asli, penyihir yang mengetahui isinya akan mewariskannya pada pengikutnya, jadi melakukan itu tidak ada artinya. Walau seseorang yang melakukan itu disebut sebagai &#039;&#039;sorcerer&#039;&#039; dan bukan penyihir,” jelas Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Seperti data yang diposkan di Internet? Bahkan kalau kau menghapus data aslinya, kopian-kopian data itu akan terus ada.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan juga, sebuah grimoir itu tidak lebih dari sebuah buku teks.” Index terdengar seperti merasa sakit. “Hanya membacanya saja tidak membuatmu jadi seorang penyihir. Para penyihir mengubahnya agar cocok dengan diri mereka masing-masing dan membuat sihir jenis baru.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak seperti data dan lebih seperti virus komputer yang berubah terus-terusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk benar-benar menghilangkan virus itu, kau harus menganalisis virus itu dan membuat perangkat lunak antivirus yang baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang sudah kukatakan, grimoir itu berbahaya.” Index memicingkan matanya. “Ketika menghancurkan sebuah kopian saja, seorang Inkuisitor ahli harus menjahit tertutup matanya untuk mencegah polusi pada otaknya, dan bahkan setelah itu diperlukan lima tahun pembatisan untuk menghilangkan sepenuhnya polusi itu darinya. Pikiran manusia tidak mampu menangani sebuah buku Asli. Satu-satunya pilihan yang tersisa untuk 103.000 buku Asli yang tersebar di seluruh dunia adalah dengan menyegelnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan-akan dia sedang berdiskusi tentang apa yang harus dilakukan dengan koleksi yang sangat besar dari sisa senjata nuklir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan sebenarnya, &#039;&#039;kurang lebih memang begitu&#039;&#039;. Kemungkinan besar, orang yang menulis grimoir itu sendiri tidak menyangka ini terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tch. Tapi bukankah sihir bisa digunakan orang normal mana pun selain kami, para esper? Kalau begitu bukankah grimoir ini akan menyebar ke seluruh dunia dalam waktu singkat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengingat kembali api milik Stiyl. Bagaimana kalau semua orang di dunia bisa menggunakan kekuatan seperti itu? Pengetahuan umum di dunia yang fondasinya terbangun dari sains akan runtuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau...tidak perlu khawatir tentang itu. Asosiasi-asosiasi sihir&amp;lt;!--magic cabals--&amp;gt; tidak akan gegabah membiarkan grimoir keluar ke masyarakat umum.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“? Kenapa tidak? Bukankah akan lebih baik bagi mereka kalau memiliki lebih banyak rekan yang bertarung untuk mereka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Tepat karena itulah&#039;&#039;. Kalau setiap orang yang mempunyai senjata adalah teman, tidak akan ada peperangan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya karena dua orang mengetahui sihir tidak berarti mereka berada di pihak yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena mereka tahu kekuatan kartu truf merekalah maka mereka tidak mau dengan gegabah menambah musuh penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Grimoir-grimoir itu diperlakukan seperti rancangan senjata baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm. Kurasa aku mengerti.” Kamijou terlihat hanyut berpikir. “Jadi intinya, mereka ingin mendapatkan &#039;&#039;bom&#039;&#039; yang ada di dalam kepalamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah sebuah perpustakaan dengan kopian sempurna dari 103.000 grimoir Asli di dunia dalam kepalanya. Mendapatkannya berarti mendapatkan seluruh sihir di dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Benar.” Suaranya terdengar seperti dia akan segera tewas. “Dengan 103.000 grimoir, kau bisa membengkokkan apa pun di dunia sesuai kehendakmu tanpa terkecuali. Itulah yang kami sebut sebagai Dewa Sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan dewa dunia iblis&amp;lt;ref&amp;gt; (魔神 Majin, lit. &amp;quot;Magic God&amp;quot;) Kanji pertama bisa berarti sihir atau iblis&amp;lt;/ref&amp;gt;, tapi seseorang yang telah menguasai sihir seutuhnya sampai pada titik memasuki wilayah dewa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Dewa Sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Berengsek.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menyadarinya, Kamijou mulai menggertakkan gigi gerahamnya. Kamijou bisa tahu dari sikap Index kalau 103.000 grimoir dimasukkan ke kepalanya bukan karena keinginannya. Kamijou mengingat kembali api milik Stiyl. Dia hidup seperti itu tanpa alasan lain selain untuk mencegah sebanyak mungkin korban sebisanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahan dengan bagaimana para penyihir itu menggunakan perasaan itu demi keuntungan mereka dan dia tidak tahan bagaimana gereja menyebut Index sebagai “tidak murni”. Mereka semua memperlakukan seorang manusia sebagai sebuah benda dan Index pasti tidak melihat apa pun selain orang-orang yang melakukan itu. Fakta bahwa dia masih memikirkan semua orang selain dirinya walaupun telah mendapatkan perlakuan sedemikian rupa adalah hal yang membuat Kamijou paling tidak tahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Maaf.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahu apa yang menyebabkan dia begitu marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi satu kata itu benar-benar membuatnya sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menjentik dahi Index pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Oh, ayolah. Kenapa kau tidak memberitahuku hal sepenting itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index membeku ketika Kamijou memandang gadis yang terbaring itu dengan memamerkan gigi taringnya. Matanya terbuka lebar seakan-akan dia telah melakukan sesuatu yang sangat salah dan bibirnya bergerak cepat seperti ingin mengatakan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi aku tidak berpikir kau akan memercayaiku dan aku tidak ingin menakutimu. Dan...um...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index kelihatan akan menangis dan suaranya semakin kecil ketika berbicara. Kamijou hampir tidak mendengarnya di ujung kalimatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau begitu, Kamijou mendengarnya mengatakan “aku tidak mau kau membenciku”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, peduli setan!!” Dia benar-benar mendengar suara sesuatu yang patah. “Jangan remehkan orang dan memperkirakan seperti apa mereka dengan pikiranmu sendiri! Rahasia gereja? 103.000 grimoir? Yeah, itu semua hebat dan mengagumkan. Dan ya, semuanya kelihatan sangat absurd sampai aku masih belum benar-benar memercayainya. Tapi...” Kamijou berhenti sejenak. “&#039;&#039;Cuma begitu saja&#039;&#039;?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Index terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir kecilnya bergerak cepat seperti sedang mencoba mengatakan sesuatu, tapi tidak ada kata-kata yang keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan remehkan aku seperti itu. Apa kau benar-benar berpikir kalau aku akan memanggilmu menyeramkan atau menjijikkan atau apalah hanya karena kau menghapal 103.000 grimoir!? Apa kaupikir aku akan meninggalkanmu dan lari ketika para penyihir itu muncul? Persetan. Kalau cuma itu saja yang aku bisa, dari awal aku tidak akan membiarkanmu masuk ke kamar asramaku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kamijou berbicara, dia akhirnya menyadari apa yang menyebabkan dia begitu marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou hanya ingin membantu Index. Dia tidak ingin melihat Index tersakiti lagi. Itu saja. Dan walau begitu dia tidak membiarkan Kamijou melindunginya sementara dia mati-matian melindungi Kamijou. Kamijou hanya ingin mendengar dia meminta tolong sekali saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal itu sangat membuatnya frustasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat, sangat frustasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Percayalah padaku sedikit. Jangan memperkirakan nilai orang-orang seenakmu saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya itu. Bahkan kalau dia tidak punya kekuatan di tangan kanan dan hanyalah seorang manusia biasa, tetap bukan alasan bagi Kamijou untuk mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v01_157.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada alasan seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index hanya memandang wajah Kamijou dengan kagum untuk beberapa saat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi kemudian air mata mulai menggenangi matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah-olah matanya terbuat dari es dan mulai mencair.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index merapatkan bibirnya agar tidak sesenggukan, tapi bibirnya bergetar seakan dia tidak dapat menahannya lebih lama lagi. Dia menarik futon sampai ke mulutnya dan menggigitnya. Tetes air mata di matanya menjadi begitu besar hingga kelihatannya dia akan menangis seperti anak TK kalau bukan karena selimut itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan besar, air mata itu bukan hanya sekedar respon dari kata-kata yang Kamijou baru saja katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak cukup sombong sampai berpikir begitu. Dia ragu kata-katanya memberi pengaruh sebesar itu padanya. Kemungkinan besar, sesuatu yang telah menumpuk di dalam dirinya mengalir keluar dengan kata-kata darinya sebagai pemicunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia merasa hatinya retak karena pemikiran kalau tidak ada yang pernah mengatakan kata-kata seperti itu padanya sebelumnya, Kamijou juga merasa kalau dia akhirnya telah melihat “kelemahan” Index yang membuatnya sedikit senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Kamijou bukan orang mesum yang senang melihat gadis menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, suasana itu sangat canggung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau Komoe-sensei masuk tanpa mengetahui situasinya, Kamijou yakin kalau dia akan tanpa ragu menyuruhnya untuk mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U-um... Kau tahu. Aku punya tangan kananku, jadi tidak ada penyihir yang bisa mengimbangiku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Tapi...hik...kau bilang kau punya pelajaran tambahan selama liburan musim panas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa aku pernah mengatakan itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku yakin kau pernah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya, gadis yang telah menghapal dengan sempurna 103.000 buku itu mempunyai ingatan yang sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan merasa tidak enak karena mengacaukan kehidupan sehari-hari seseorang untuk sesuatu seperti ini. Pelajaran tambahanku tidak sepenting itu. Sekolahku tidak ingin membuatku tinggal kelas kalau mereka bisa mencegahnya, jadi jika aku bolos dari pelajaran tambahan, aku bisa pergi ke pelajaran tambahan dari pelajaran tambahan itu. Aku bisa menundanya selama yang kuperlu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau Komoe-sensei mendengar itu, kamar itu pasti telah berubah menjadi medan perang, tapi dia tidak peduli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan air mata masih di matanya, Index melihat ke Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Jadi kenapa kau begitu terburu-buru untuk pergi ke pelajaran tambahanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...........................Oh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berpikir ke belakang. Memang benar, setelah dia menelanjangi Index dengan menghancurkan Gereja Berjalan-nya dengan Imagine Breaker, sehingga suasana waktu itu hening seperti dalam elevator yang tertutup, dia memang terburu-buru...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena kau punya rencana dan karena kau punya kehidupan normal, aku merasa salah kalau mengganggu semua itu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“O-oh. Yeah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku menyusahkanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku menyusahkanmu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dia mengulangi itu dengan air mata di matanya, sudah tidak mungkin bagi Kamijou untuk mencoba menyangkalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mwinta mwaaf!” Kamijou Touma meminta maaf sambil dengan cepat memasuki mode bersujud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index perlahan duduk seperti orang sakit di futon, memegang telinga Kamijou, dan menggigit bagian atas kepalanya seolah-olah kepalanya adalah onigiri raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar 600 meter dari sana, di atas bangunan dengan banyak penghuni, Stiyl melepaskan teropongnya dari matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah mencari tahu siapa bocah yang bersama Index. ...Bagaimana keadaan Index”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menoleh, Stiyl menjawab gadis yang berbicara padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia masih hidup. Tapi itu berarti mereka punya seorang pengguna sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu tidak memberi respon, tapi sepertinya dia lebih merasa lega bahwa tidak ada yang mati dibandingkan khawatir akan seorang musuh baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu berumur 18 tahun, tapi dia sekepala lebih pendek dari Stiyl yang hanya berumur 14.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi memang, tinggi Stiyl melebihi 2 meter, jadi gadis itu masih terhitung tinggi jika dibandingkan dengan tinggi rata-rata orang Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rambut hitam sepanjang pinggangnya diikat ekor kuda. Di pinggangnya terdapat sebuah pedang Jepang sepanjang lebih dari dua meter yang disarungkan. Tipe yang dikenal sebagai “pedang perintah” yang digunakan di ritual memanggil hujan dalam agama Shinto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi akan sedikit sulit untuk menyebutnya sebagai gadis cantik Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memakai celana jins usang dan kaos putih. Entah kenapa, bagian kaki kiri dari jinsnya dipotong seluruhnya sampai pangkal pahanya, kain berlebih di bawah T-shirt-nya diikat jadi bagian perutnya dapat terlihat, dia memakai sepatu bot setinggi lutut, dan pedang Jepang-nya tergantung dalam sarung kulit seperti sebuah pistol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terlihat seperti seorang &#039;&#039;sheriff&#039;&#039; dari Barat yang telah menukar pistolnya dengan pedang Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti Stiyl si pendeta berbau parfum, pakaiannya sangat tidak normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi siapa sebenarnya orang itu, Kanzaki?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentang itu...aku tidak bisa mendapatkan banyak informasi mengenai bocah itu. Setidaknya, sepertinya dia bukan seorang penyihir atau berkekuatan supernatural lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa, apa kau ingin mengatakan kalau dia cuma siswa SMA biasa?” Stiyl menyalakan rokok yang dia keluarkan hanya dengan memandang ujungnya. “Berhenti saja. Mungkin tidak kelihatan seperti itu, tapi aku adalah seorang penyihir yang telah sepenuhnya menganalisis 24 &#039;&#039;rune&#039;&#039; yang ada dan mengembangkan 6 &#039;&#039;rune&#039;&#039; baru yang kuat. Dunia ini tidak sebaik itu sampai membiarkan seorang amatir tanpa kekuatan mendorong balik api penghakiman milik Innocentius.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan dengan bantuan dari Index, dia dengan seketika membuat rencana menggunakan bantuan. Ditambah lagi tangan kanannya yang aneh. Kalau dia adalah seorang manusia biasa di Jepang, maka Jepang benar-benar negara penuh misteri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar.” Kanzaki Kaori memicingkan matanya. “Masalah sebenarnya adalah seseorang dengan kemampuan tempur sebanyak itu dikategorikan sebagai tidak lebih dari seorang murid tidak punya harapan yang sering terlibat perkelahian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City memiliki sisi tersembunyi bahwa kota itu adalah institusi yang memproduksi esper secara massal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan kalau organisasi tempat Stiyl dan Kanzaki bekerja sedang menyembunyikan keberadaan Index, Stiyl dan Kanzaki telah menghubungi organisasi yang dikenal sebagai Institusi Lima Elemen lebih dulu untuk mendapatkan izin memasuki kota itu. Bahkan grup sihir yang dikenal sebagai yang terhebat di dunia tidak bisa tetap tersembunyi dalam wilayah musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin informasinya dengan sengaja ditutup-tutupi. Dan juga, luka Index disembuhkan dengan sihir. Kanzaki, apa ada organisasi sihir lain di Timur Jauh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka telah memutuskan kalau bocah itu pasti memiliki organisasi lain selain Institusi Lima Elemen di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka salah mengira kalau organisasi lain ini sepenuhnya menghilangkan semua informasi tentang Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau mereka melakukan sesuatu di kota ini, para informan dari Institusi Lima Elemen pasti telah mengetahuinya.” Kanzaki menutup matanya. “Kita punya musuh yang jumlahnya tidak diketahui, sementara kita sendiri tanpa bala bantuan. Ini perkembangan yang menyulitkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya adalah kesalahpahaman. Imagine Breaker milik Kamijou Touma tidak punya efek apa pun kecuali digunakan pada kekuatan supernatural. Dengan kata lain, System Scan milik Academy City tidak bisa mengukur kekuatannya karena menggunakan mesin untuk mengukurnya. Ya, itu adalah salah satu kesialan Kamijou karena dia diperlakukan sebagai seorang Level 0 padahal mempunyai tangan kanan kelas tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dalam skenario terburuk, hal ini bisa berkembang menjadi pertarungan sihir melawan sebuah organisasi. Stiyl, kudengar &#039;&#039;rune&#039;&#039;-mu punya kelemahan fatal dalam hal ketahanan air.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah mengompensasikan itu. Aku melaminating &#039;&#039;rune&#039;&#039;-nya. Trik yang sama tidak akan berlaku padaku lagi.” Seperti pesulap panggung, dia mengeluarkan &#039;&#039;rune&#039;&#039; yang sekarang kelihatan sangat mirip dengan kartu koleksi. “Kali ini, aku akan menempatkan &#039;&#039;barrier&#039;&#039; dengan radisu 2 kilometer di sekitar areanya dan bukan hanya pada bangunannya. Untuk itu, dibutuhkan 164.000 kartu dan persiapannya akan memakan waktu 60 jam untuk diselesaikan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak seperti dalam &#039;&#039;video game&#039;&#039;, sihir yang sebenarnya memerlukan lebih dari hanya sekadar mengucapkan mantra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin memang kelihatannya hanya itu saja yang diperlukan kalau dilihat sekilas, tapi ada sedikit persiapan yang diperlukan di balik layar. Api milik Stiyl adalah tipe yang membutuhkan instruksi kira-kira “Ambil sebuah taring serigala perak yang telah dimandikan sinar bulan selama 10 tahun dan...” Karena itu, kecepatan Stiyl sebenarnya adalah kecepatan seorang ahli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, pertarungan sihir adalah masalah membaca apa yang akan datang. Ketika pertarungan dimulai, kau pada dasarnya sudah terjebak dalam perangkap berupa &#039;&#039;barrier&#039;&#039; milik musuh. Ketika bertahan, kau perlu memastikan apa mantra musuhmu, dan mencari cara untuk membalikkannya ke musuhmu. Ketika menyerang, kau harus memprediksi serangan balik seperti apa yang akan datang dan mengatur kembali mantramu sesuai apa yang terjadi. Tidak seperti bela diri sederhana, kau perlu memikirkan 100-200 langkah ke depan di tengah situasi yang terus berubah. Walaupun istilah kasar seperti “pertarungan” digunakan, sebenarnya itu lebih seperti adu intelek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, pasukan musuh yang tidak diketahui jumlahnya membuat seorang penyihir berada dalam posisi yang sangat tidak menguntungkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Dia kelihatan sangat senang,” kata penyihir &#039;&#039;rune&#039;&#039; tiba-tiba sembari memandang 600 meter ke depan tanpa menggunakan teropongnya. “Dia kelihatan sangat, sangat senang. Dia selalu hidup dalam kehidupan menyenangkan seperti itu.” Dia terdengar seperti sedang meludahkan semacam cairan kental. “Seberapa lama kita harus terus mengoyaknya hingga berkeping-keping?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki memandang 600 meter ke depan dari belakang Stiyl.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan tanpa menggunakan teropong atau sihir, dia bisa melihat jelas dengan pandangan 8.0-nya. Melalui jendela, dia bisa melihat gadis itu menggigiti kepala bocah itu dengan marah sedangkan bocah itu mengayun-ayunkan tangannya dan mencoba berontak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pasti perasaan yang sangat pelik,” kata Kanzaki seperti sebuah mesin. “&#039;&#039;Bagi orang sepertimu yang pernah berada dalam posisi yang sama seperti itu&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku sudah terbiasa,” jawab penyihir api itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia benar-benar telah mengalami perasaan seperti itu berkali-kali sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Waktunya mandi♪ Waktunya mandi♪” nyanyi Index sembari berjalan di samping Kamijou, memegang baskom mandi dengan kedua tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan-akan ingin menunjukkan kalau dia sudah tidak sakit lagi, dia mengganti pakaiannya dari piyama menjadi jubah biarawati yang penuh penitinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahu trik sulap apa yang Index gunakan, tapi jubah yang berdarah-darah itu bersih sempurna. Dia punya firasat kalau jubah itu akan terkoyak-koyak jika Index memasukkannya secara utuh ke dalam mesin cuci, jadi dia penasaran apakah Index memisahkannya dan mencuci tiap-tiap bagiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu begitu mengganggumu? Sejujurnya, aku tidak peduli dengan baunya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tipe yang suka bau keringat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudku bukan begitu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah tiga hari, dia akhirnya cukup sehat untuk bisa keluar rumah dan mandi adalah permintaan pertamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apartemen Komoe-sensei tidak punya apa pun yang yang mirip dengan kamar mandi, jadi pilihan mereka hanya meminjam kamar mandi di kamar manajer atau pergi ke pemandian umum yang bobrok di dekat sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena alasan itulah, anak laki-laki dan gadis muda itu kini sedang berjalan di trotoar pada malam hari dengan baskom mandi di tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya era kebudayaan Jepang mana yang kita tinggali sekarang?” Komoe-sensei berkomentar dengan senyum ketika menjelaskan sistem pemandian umum. Dia membiarkan Kamijou dan Index tinggal di apartemennya tanpa menanyakan detail situasi mereka. Kamijou ikut menginap dengan Index karena dia tidak ingin kembali ke asramanya yang tidak diragukan lagi sedang diawasi oleh musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Touma, Touma,” kata Index dengan suara teredam karena dia sedang menggigit bagian lengan atas kaus Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kebiasaannya menggigit orang, kelakuannya itu tidak lebih dari gerakan yang mirip dengan memegang baju seseorang untuk menarik perhatiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa?” jawab Kamijou jengkel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagi itu, Index sadar kalau dia tidak mengetahui nama Kamijou, jadi Kamijou memperkenalkan dirinya kepadanya. Sejak saat itu, dia telah memanggil namanya sekitar 60.000 kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada apa-apa. Aku cuma suka memanggil namamu walaupun tidak ada alasannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Index mirip dengan seorang anak yang pergi ke taman hiburan untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index terlihat begitu lengket kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan besar karena apa yang terjadi tiga hari sebelumnya, tapi Kamijou tidak lebih senang dibanding tidak yakin harus merasa bagaimana tentang fakta bahwa tidak ada yang pernah mengatakan sesuatu sedasar itu pada Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Komoe bilang pemandian umum Jepang punya kopi susu. Apa itu kopi susu? Seperti &amp;lt;i&amp;gt;cappuccino&amp;lt;/i&amp;gt;?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak akan menemukan yang seelegan itu di pemandian umum. Jangan berharap terlalu tinggi,” kata Kamijou. “Hmm, tapi bak mandi raksasa mungkin akan membuatmu terkejut. Di Inggris, yang paling umum adalah bak mandi yang sempit seperti yang ada di hotel, &#039;kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? ...Aku tidak begitu tahu.” Index memiringkan kepalanya ke samping seperti memang benar-benar tidak tahu. “Hal pertama yang kuingat dimulai di sini, di Jepang. Aku tidak begitu tahu bagaimana keadaan di Inggris sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Hmm. Jadi itu kenapa kau bisa berbicara bahasa Jepang dengan lancar. Kalau kau di sini sejak kecil, berarti kau sendiri praktis adalah orang Jepang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban Index tadi membuat Kamijou berpikir bahwa keyakinan Index kalau dia akan aman jika kabur ke Gereja Anglikan sedikit kurang bisa diandalkan. Awalnya dia berpikir gadis itu akan pulang ke rumahnya, tapi dia sebenarnya malah akan pergi ke negara yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bukan. Maksudku bukan seperti itu.” Index menggelengkan kepalanya, mengayun-ayunkan rambut perak panjangnya. “Sepertinya, aku lahir dan dibesarkan di Katedral St. George di London. Sepertinya, aku baru datang ke sini sekitar satu tahun lalu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengerutkan dahinya karena kata yang tidak jelas itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah. Aku tidak punya ingatan dari sebelum sekitar satu tahun yang lalu ketika aku tiba di sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persis seperti anak kecil yang menuju taman hiburan untuk pertama kali dalam hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesempurnaan senyuman itulah yang menunjukkan kepada Kamijou rasa takut dan rasa sakit di baliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika aku pertama kali bangun di sebuah gang, aku tidak tahu siapa diriku. Yang kutahu hanyalah bahwa aku harus kabur. Aku tidak ingat apa yang kumakan pada makan malam malam sebelumnya, tapi pengetahuan tentang hal-hal seperti sihir, Index Librorum Prohibitorum, dan Necessarius terus berputar dalam pikiranku. Hal itu begitu menakutkan...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kau bahkan tidak tahu kenapa kau kehilangan ingatanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu benar,” jawabnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahu sama sekali tentang psikologi, tapi dia tahu dari &amp;lt;i&amp;gt;video game&amp;lt;/i&amp;gt; dan drama kalau ada dua penyebab utama amnesia: terkena benturan keras di kepala atau menyegel sebuah kenangan yang tidak bisa dipikul hatimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan...” gumam Kamijou sambil melihat ke langit malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun dia memang merasa marah pada para penyihir yang bisa melakukan hal seperti itu ke seorang gadis sepertinya, dia lebih merasa dikuasai oleh rasa ketidakberdayaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sekarang tahu kenapa Index melindunginya dan menjadi sangat lengket padanya. Itu hanya karena &amp;lt;i&amp;gt;Kamijou secara kebetulan&amp;lt;/i&amp;gt; adalah orang pertama yang dia kenal setelah menghabiskan satu tahun sendirian di dunia tanpa mengetahui apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua ini tidak menyenangkan Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak tahu kenapa, tapi entah kenapa jawaban &amp;lt;i&amp;gt;itu&amp;lt;/i&amp;gt; benar-benar membuatnya jengkel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mh? Touma, apa kau marah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan itu menangkap basah dia, tapi Kamijou berhasil berpura-pura tidak marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau aku membuatmu marah entah karena apa, aku minta maaf. Touma, apa yang membuatmu begitu marah? Pubertas?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak ingin mendengarmu berbicara tentang pubertas dengan badanmu yang seperti anak kecil itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mh. Apa maksudnya itu? Aku benar-benar berpikir kalau kau marah. Atau kau cuma berpura-pura marah untuk membuatku merasa susah? Aku tidak suka sisimu yang itu, Touma.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, jangan mengatakan itu ketika kau tidak pernah benar-benar menyukaiku. Aku tidak mengharapkan kejadian indah mirip komedi romantis seperti itu denganmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah? ...Kenapa kau memelototiku seperti itu, Tuan Putri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika dia mencoba mencairkan suasana dengan lelucon, Index tidak memberikan respon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aneh. Ini aneh. Kenapa Index melipat tangannya, melihatku dengan air mata di matanya dan ekspresi terluka di wajahnya, dan menggigit bibir bawahnya?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Touma.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?” Kamijou merespon, memutuskan kalau dia lebih baik merespon karena Index memanggil namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendapat firasat kuat tentang kesialan yang akan datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku benci kau.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat saat itu, Kamijou mendapatkan banyak &amp;lt;i&amp;gt;experience point&amp;lt;/i&amp;gt; untuk pengalaman langka berupa seorang gadis yang menggigit seluruh bagian atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index berjalan lebih dulu ke arah pemandian umum sendirian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, Kamijou berjalan lesu ke arah pemandian umum. Awalnya dia telah mencoba berlari mengejar Index, tapi biarawati putih yang marah itu lari seperti kucing liar setiap kali melihatnya. Walau begitu, dia akan tetap melihat punggung Index setelah berjalan beberapa saat seperti sedang ditunggu Index. Setelah itu, siklus ini akan berulang. Index benar-benar seperti kucing yang plin-plan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Yah, kami sedang menuju tempat yang sama, jadi pada akhirnya kami pasti akan bertemu lagi.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pikiran itu, Kamijou menyerah mengejarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditambah lagi dia merasa kalau ada kemalangan yang pasti datang berupa penahanan oleh polisi kalau seseorang melihatnya (kelihatannya) mengejar seorang biarawati Inggris muda yang lemah dan tak berdaya di jalan yang gelap seperti seekor Namahage.&amp;lt;ref&amp;gt;Semacam siluman dari Jepang. http://en.wikipedia.org/wiki/Namahage&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Biarawati dari Inggris, hm?” gumam Kamijou di sela napasnya sambil berjalan di jalan yang gelap sendirian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tahu kalau Index akan dibawa ke markas Gereja Anglikan di London kalau dia membawanya ke salah satu gereja mereka di Jepang. Tidak ada lagi yang tersisa untuk Kamijou lakukan. Semuanya pasti akan berakhir dengan ucapan seperti, “Mungkin waktunya singkat, tapi terima kasih. Aku tidak akan pernah melupakanmu karena aku punya ingatan sempurna”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasa sesuatu yang tajam menusuk-nusuk dadanya, tapi dia tidak tahu apakah ada hal lain yang bisa dilakukannya. Kalau Index tidak berada di bawah perlindungan gereja, dia akan terus dikejar oleh para penyihir itu. Lagi pula, tidak realistis mencoba mengikuti Index ke Inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka hidup di dunia yang berbeda, mereka berdiri di tempat berbeda, dan mereka berada di dimensi yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tinggal di dunia ESP ilmiah dan dia tinggal di dunia &amp;lt;i&amp;gt;occult&amp;lt;/i&amp;gt; sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti daratan dan lautan, kedua dunia mereka tidak akan berlintas jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cuma begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cuma begitu saja, tapi hal itu masih membuatnya jengkel seperti ada tulang ikan yang tersangkut di tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba pemikirannya yang berputar sia-sia terhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada sesuatu yang salah. Kamijou memeriksa waktu yang terpampang di papan iklan elektronik milik sebuah &amp;lt;i&amp;gt;department store&amp;lt;/i&amp;gt;. Tepat jam 8 malam. Masih ada banyak waktu sebelum waktunya orang-orang tidur, tapi keheningan mencekam menyelimuti area itu seperti berada di hutan pada malam hari. Perasaan aneh yang tidak pada tempatnya menyelimuti area itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kalau dipikir-pikir, aku belum melihat seorang pun sejak berjalan dengan Index...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ekspresi bingung, Kamijou berjalan lebih jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan ketika dia tiba di jalan besar dengan 3 lajur di setiap arah, perasaan tidak pada tempatnya itu berganti menjadi perasaan kalau segala sesuatunya benar-benar salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Tidak ada orang di sana&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada seorang pun yang masuk atau keluar dari mal yang berbaris di sisi jalan seperti minuman di rak toko serba ada. Trotoar yang biasanya terasa terlalu sempit sekarang terasa terlalu luas dan tidak ada satu mobil pun yang berjalan di jalan yang mirip landasan pacu itu. Semua mobil yang diparkir di sisi jalan kosong seakan sudah dibuang pemiliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti melihat jalan di ladang nun jauh di pedesaan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini karena Stiyl telah mengukir &amp;lt;i&amp;gt;rune&amp;lt;/i&amp;gt; Opila untuk membuat sebuah medan pembersih manusia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara perempuan tiba-tiba memasuki kepalanya seakan-akan sebuah pedang Jepang menusuk tembus bagian tengah wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak menyadarinya sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu tidak bersembunyi di balik apa pun dan dia juga tidak menyelinap dari belakangnya. Dia berdiri di tengah jalan lebar seperti landasan pacu sekitar 10 meter di depannya, menghalangi jalannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah jelas ini bukan lagi perkara tidak melihat atau menyadarinya karena kegelapan. Sesaat sebelumnya, memang benar-benar tidak ada seorang pun di sana. Tapi dalam satu kedipan mata, gadis itu muncul di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua orang di sekitar area ini telah dialihkan fokusnya jadi mereka tidak akan berpikir untuk mendekati area ini untuk tujuan tertentu. Kebanyakan orang sepertinya berada di dalam bangunan-bangunan, jadi jangan khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badannya bereaksi bereaksi lebih cepat dari pikurannya. Semua darah di tubuhnya seperti berkumpul di tangan kanannya. Dengan rasa sakit seperti ada seutas tali mengikat kencang pergelangan tangannya, insting Kamijou merasa bahwa gadis itu berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu memakai T-shirt dan jins yang satu bagian kakinya dipotong dengan berani, jadi pakaiannya tidak terlalu jauh berbeda dari apa yang disebut normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, sebuah pedang Jepang yang panjangnya lebih dari dua meter yang bergantung di pinggangnya seperti pistol, mengeluarkan hawa membunuh yang membeku. Bilahnya tersembunyi dalam sarung pedangnya, tapi sarung hitam itu terlihat sama penuh sejarahnya dengan sebuah tiang dari bangunan Jepang tua, jadi terlihat jelas kalau pedang itu asli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Penghancur Iblis Penyuci Tuhan.&amp;lt;ref&amp;gt;“God Purifying Demon Destroyer” (神浄の討魔) dibaca sebagai “Kamijou no Touma” tapi menggunakan kanji yang berbeda dengan nama Touma (上条当麻).&amp;lt;/ref&amp;gt; Nama sebenarnya &amp;lt;!--true name--&amp;gt;yang sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi gadis itu sendiri tidak menunjukkan tanda-tanda gugup sedikit pun. Cara bicaranya yang seperti sedang mengobrol santai membuatnya jauh lebih menakutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Siapa kau?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Kanzaki Kaori. ...Aku tidak ingin memberikan namaku yang lain kalau bisa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namamu yang lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah sedikit memperkirakan itu, tapi Kamijou tetap mundur selangkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama sihir. Itu adalah “nama membunuh” yang telah Stiyl berikan sebelum menyerang Kamijou dengan sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi...apa? Apa kau juga dari asosiasi sihir atau apalah itu sama seperti Stiyl?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?” Untuk sesaat, Kanzaki mengernyit ragu. “Oh, apa kau mendengar itu dari Index?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah asosiasi sihir. Organisasi yang mengejar Index untuk mendapatkan 103.000 grimoir-nya. Sebuah grup yang berjuang untuk menjadi Dewa Sihir, orang-orang yang telah menguasai sihir sepenuhnya hingga bisa membengkokkan apa pun di dunia sesuai kehendak mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya.” Kanzaki menutup satu matanya. “Aku ingin membawa dia ke dalam perlindungan kami tanpa perlu memberikan nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggigil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou punya kartu truf berupa tangan kanannya, tapi tetap saja musuh yang berdiri di depannya membuat punggungnya menggigil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Dan kalau aku menolak?” kata Kamijou. Dia tidak punya alasan untuk mundur walaupun merasa takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu aku tidak punya pilihan lain.” Kanzaki menutup mata yang satunya lagi. “Aku akan memberikan namaku sampai dia kembali ke dalam perlindungan kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guncangan seperti gempa membuat tanah di bawah kaki Kamijou bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti ada sebuah bom yang meledak. Langit malam di sudut penglihatannya yang harusnya ditutupi kegelapan biru pucat menjadi warna oranye terang seperti matahari tenggelam. Api raksasa menyebar beberapa ratus meter ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Index...!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuhnya adalah sebuah organisasi dan Kamijou tahu nama seorang penyihir api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou secara refleks melihat ke arah api yang meledak itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan di saat itu, tebasan Kanzaki Kaori tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada jarak 10 meter antara Kamijou dan Kanzaki. Dan juga, katana milik Kanzaki panjangnya lebih dari dua meter, jadi sepertinya tidak mungkin bagi tangan langsing feminimnya untuk menariknya dari sarungnya, apalagi mengayunkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&amp;lt;i&amp;gt;Tapi seperti itulah yang terlihat&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat berikutnya, angin di atas kepala Kamijou terpotong seakan gadis itu sedang menembakkan laser raksasa. Kamijou membeku karena syok dan baling-baling sebuah kincir angin pembangkit listrik di belakang kanannya terpotong diagonal seakan terbuat dari mentega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong hentikan ini,” kata suara 10 meter di depannya. “Mengabaikan peringatanku hanya akan berujung pada kematian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang sepanjang 2 meter milik Kanzaki sudah kembali ke sarungnya. Serangan itu sangat cepat hingga Kamijou bahkan tidak pernah melihat bilahnya menyentuh udara luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya alasan dia masih berdiri di sana adalah karena Kanzaki dengan sengaja membuat serangannya meleset. Situasinya kelihatan sangat tidak nyata sampai dia hampir tidak menyadari fakta itu. Musuhnya terlalu kuat sampai pikirannya tidak bisa mengikuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara benturan kuat, baling-baling kincir angin yang terpotong jatuh ke tanah di belakang Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan walaupun puing-puing baling-baling itu jatuh begitu dekat, Kamijou masih tidak bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggertakkan giginya karena pedang itu pasti sangat tajam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki membuka salah satu matanya yang tertutup dan berkata, “Aku bertanya kepadamu sekali lagi.” Dia memicingkan matanya sedikit. “Aku ingin membawanya ke dalam perlindungan kami tanpa perlu memberikan nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada keraguan dalam suara Kanzaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya begitu dingin hingga dia terlihat seperti mengatakan tingkat kehancuran seperti itu bukanlah sesuatu yang pantas untuk membuat orang terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...A-apa-apaan yang kaukatakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan-akan kakinya tertempel ke tanah, dia tidak bisa maju ke depan atau melangkah mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakinya bergetar seakan dia baru saja selesai berlari maraton dan dia bisa merasakan tenaganya meninggalkan kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak punya alasan untuk menyerah pada-...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan menanyakannya sebanyak apa pun yang diperlukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sesaat – benar-benar sesaat – tangan kanan Kanzaki menjadi buram dan menghilang seperti &amp;lt;i&amp;gt;bug&amp;lt;/i&amp;gt; dalam sebuah &amp;lt;i&amp;gt;video game&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara raungan, sesuatu terbang ke arah Kamijou dengan kecepatan menakutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasa seperti senjata laser raksasa sedang ditembakkan dari segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti tornado raksasa yang terbuat dari pedang-pedang udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma melihat topan itu memotong aspal, lampu jalan, dan pohon-pohon yang berbaris di jalan dalam interval tertentu hingga menjadi berkeping-keping seolah-olah dipotong dengan &amp;lt;i&amp;gt;waterjet&amp;lt;/i&amp;gt;&amp;lt;ref&amp;gt;Mesin yang bisa memotong dengan menembakkan jet air. http://en.wikipedia.org/wiki/Water_jet_cutter&amp;lt;/ref&amp;gt; industri. Bongkahan aspal berukuran kepalan tangan terbang dan menghantam bahu kanan Kamijou. Cukup untuk menerbangkan dan membuatnya hampir pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil memegang bahu kanannya, Kamijou melihat sekelilingnya hanya dengan menggerakkan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu... dua... tiga, empat, lima, enam, tujuh. Total sebanyak tujuh tebasan lurus dari pedang  berlanjut sampai lusinan meter di sepanjang tanah yang datar. Tebasan-tebasan itu datang dari sudut acak dan kelihatan seperti goresan kuku di pintu baja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendengar suara katana gadis itu yang dimasukkan kembali ke sarungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingin membawa dia ke bawah perlindungan kami tanpa perlu memberikan nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tangan kanannya masih di gagang pedang, Kanzaki mengucapkan kata-kata itu tanpa kebencian atau kemarahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuh serangan. Kamijou bahkan tidak bisa melihat satu serangan pun, tapi Kanzaki melakukan tujuh serangan iai&amp;lt;ref&amp;gt;Tipe bela diri pedang yang serangannya berupa tebasan cepat dari dalam gagang dan langsung dimasukkan kembali ke gagang. http://en.wikipedia.org/wiki/Iai&amp;lt;/ref&amp;gt; dalam sekejap. Bahkan kalau dia mau, satu atau seluruh tujuh serangan itu bisa menjadi serangan mematikan yang memotong Kamijou menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan. Kamijou hanya sekali saja mendengar suara metalik dari pedang yang disarungkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan besar tadi adalah &amp;lt;i&amp;gt;kekuatan supernatural&amp;lt;/i&amp;gt; yang dikenal sebagai sihir. Dia memakai sihir yang memanjangkan jarak satu serangan itu sebanyak lusinan meter dan memberikannya kemampuan berpedang untuk menyerang tujuh kali walaupun hanya dengan sekali menarik pedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kecepatan serangan Nanasen&amp;lt;ref&amp;gt;Nanasen berarti “Tujuh Kilatan”.&amp;lt;/ref&amp;gt; yang Shichiten Shichitou&amp;lt;ref&amp;gt;Shichiten Shichitou berarti “Tujuh Pedang Tujuh Langit”.&amp;lt;/ref&amp;gt;-ku lakukan itu cukup untuk membunuhmu tujuh kali dalam waktu yang dikenal sebagai sekejap. Orang-orang menyebutnya sebagai pembunuhan instan. Menyebutnya sebagai pembunuhan instan pasti rasanya tidak jauh dari kenyataannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam diam, Kamijou mengepalkan tinjunya dengan kekuatan yang cukup untuk menghancurkan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki punya kecepatan, kekuatan, dan jarak yang mengerikan. Kemungkinan besar, serangan memotong itu berhubungan dengan kekuatan supernatural yang dikenal sebagai sihir. Kalau begitu, Kamijou hanya perlu menyentuh serangan aslinya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Teruslah bermimpi,” katanya, memotong pemikiran Kamijou. “Aku sudah dengar dari Stiyl kalau tangan kananmu bisa meniadakan sihir entah bagaimana caranya. Tapi apakah aku benar kalau berpikir bahwa kau tidak bisa melakukan itu kecuali kau menyentuhnya dengan tangan kananmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sekali. Tangan kanan Kamijou tidak berguna kalau dia tidak bisa menyentuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan masalah kecepatan. Tidak seperti Biri-Biri dari Misaka Mikoto&amp;lt;ref&amp;gt;Serangan listrik. Dalam bahasa Jepang, suara listrik adalah “biri biri”.&amp;lt;/ref&amp;gt; dan Railgun yang ditembakkan dalam garis lurus, dia tidak bisa memprediksi ke mana Nanasen milik Kanzaki Kaori akan datang karena perubahan konstannya. Kalau Kamijou mencoba menggunakan Imagine Breaker, tujuh tebasan itu kemungkinan akan memotong tangannya berkeping-keping hanya dalam satu kedipan mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan terus menanyakannya sebanyak yang diperlukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Kanzaki menggenggam gagang Shichiten Shichitou di pinggangnya tanpa bersuara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasakan keringat dingin di pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau &amp;lt;i&amp;gt;mood&amp;lt;/i&amp;gt; Kanzaki berubah dan serius ingin membunuh, Kamijou pasti akan terpotong-potong menjadi bagian-bagian kecil dalam sekejap. Mengingat dia telah memotong pohon-pohon yang berjejer di jalan berkeping-keping dari jarak lusinan meter, mencoba lari atau menggunakan sesuatu sebagai tameng adalah bunuh diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menghitung jarak antara dirinya dan Kanzaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar 10 meter. Kalau dia berlari secepat yang tubuh fisiknya mampu, dia bisa menutup jarak itu dalam empat langkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Bergeraklah.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou memberikan perintah dengan putus asa pada kakinya yang seperti ditempel ke tanah dengan lem instan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akankah kau membiarkan kami membawanya ke dalam perlindungan kami sebelum aku memberikan nama sihirku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Bergeraklah!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia maju selangkah ke depan seakan mengoyakkan kakinya dari tanah. Satu alis Kanzaki naik ketika Kamijou bergerak maju dengan langkah eksplosif seperti sebuah peluru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh... Ohhhhhhhhhhhh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia maju selangkah lagi. Kalau dia tidak bisa kabur, tidak bisa menghindar ke kiri atau ke kanan, dan tidak bisa menggunakan apa pun sebagai tameng, maka satu-satunya pilihan yang tersisa adalah maju dan membuka jalan untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu apa yang mendorongmu sampai sejauh ini, tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki menghela napas yang lebih dikarenakan oleh rasa kasihan dibandingkan keterkejutan. Kemudian...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nanasen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Potongan-potongan kecil dari aspal dan pohon yang hancur melayang di udara seperti debu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan angin yang meraung, awan debu itu terpotong kecil-kecil di depan mata Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah... Ohh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tahu dalam kepalanya bahwa dia bisa meniadakannya kalau dia menyentuhnya dengan tangan kanannya, tapi hatinya segera memilih untuk menghindar. Dia menunduk dengan begitu kuatnya hingga terlihat seperti dia sedang mengayunkan kepalanya ke bawah dan jantungnya membeku ketika tujuh serangan menebas itu lewat di atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak memperhitungkan itu dan dia tidak mungkin berhasil menghindar kalau dia memperhitungkannya. Dia berhasil menghindar karena murni keberuntungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian dia mengambil satu langkah kuat lagi, yang ketiga dari empat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak peduli seberapa aneh serangan Nanasen itu, pada dasarnya serangan itu tetaplah masih sebuah serangan iai. Iai adalah teknik berpedang kuno yang mengeluarkan satu serangan mematikan yang dimulai dengan gerakan menarik pedang dari sarungnya. Artinya, pada saat pedangnya berada di luar sarungnya akan membuat penggunanya tak berdaya dan tidak bisa menggunakan serangan iai lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia mengambil langkah terakhir itu untuk mencapai Kanzaki, dia akan menang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harapan terakhir yang pikiran itu berikan pecah berkeping-keping dengan suara “klik” kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah suara metalik kecil yang terlalu pendek dari sebuah katana yang dikembalikan ke dalam sarungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nanasen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raungan itu datang tepat dari depan Kamijou dalam jarak kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketujuh serangan itu mengejarnya bahkan sebelum refleks tubuhnya bisa beraksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan...Ahhhhhhhhhh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengulurkan tinju kanannya ke arah tebasan di depannya, tapi itu lebih mirip usaha defensif untuk menangkap bola yang dilemparkan ke wajahnya daripada sebuah serangan ofensif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama itu adalah kekuatan supernatural, tangan kanan Kamijou bisa meniadakannya bahkan kalau itu adalah kekuatan Tuhan atau kekuatan vampir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena berada dalam jarak sedekat itu, ketujuh serangan itu tiba sebagai satu seangan tanpa menyebar. Itu berarti dia bisa menghancurkan ketujuhnya dengan satu pukulan Imagine Breaker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat serangan-serangan itu bersinar biru di bawah sinar bulan, kulit dari satu jari di tinju Kamijou menyentuhnya halus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Dan ditelan&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap...!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak menghilang. Bahkan dengan Imagine Breaker, serangan absurd itu tidak menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou segera mencoba menyentakkan tangannya ke belakang, tapi dia tidak berhasil tepat pada waktunya. Bagaimanapun juga, dia telah menjulurkan tangannya sendiri ke serangan pedang Jepang yang akan datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki memicingkan matanya sedikit ketika melihat Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat berikutnya, suara basah dari daging yang dipotong memenuhi area itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou memegang tangan kanannya yang berdarah dengan tangan kirinya dan jatuh berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, dia terkejut ketika melihat bahwa kelima jarinya masih utuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini tentu saja bukan karena jemari Kamijou itu kuat dan kemampuan Kanzaki itu rendah. Tubuh Kamijou tidak terpotong-potong karena fakta sederhana bahwa Kanzaki telah menahan diri, lebih menahan dirinya lagi, dan membiarkannya hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih berlutut, Kamijou melihat ke atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki berdiri dengan lingkaran sempurna bulan biru di belakangnya. Dia bisa melihat sesuatu seperti benang-benang merah di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelihatan seperti jaring laba-laba. Hanya ketika darah Kamijou menutupinya seperti embun malam di atas jaring laba-labalah dia bisa melihat tujuh kawat baja itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak percaya...” Kamijou menggertakkan giginya. “Apa kau bukan seorang penyihir?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katana yang besarnya menggelikan itu tidak lebih dari sebuah hiasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mengejutkan kalau Kamijou tidak bisa melihat saat dia menarik pedangnya. Kanzaki tidak pernah menarik pedangnya keluar. Dia hanya menggerakkan pedangnya sedikit di dalam sarungnya dan kemudian menggerakkannya ke tempat semula. Gerakan itu adalah untuk menyembunyikan tangan yang menggerakkan ketujuh kawat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan Kamijou relatif tidak terluka karena Kanzaki telah mengendurkan kawatnya tepat sebelum memutuskan jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang sudah kubilang, aku sudah dengar tentang kemampuanmu dari Stiyl.” Kanzaki kedengaran tidak tertarik. “Saat itulah aku menyadarinya. Kekuatanmu bukan dalam jumlah yang lebih besar, tapi adalah tipe yang berbeda. Sama seperti gunting-batu-kertas. Seberapa banyak pun kau menggunakan batu, kau tidak akan pernah mengalahkan kertasku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengepalkan tangannya yang berdarah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kelihatannya kau salah tentang sesuatu.” Kelihatannya menyakitkan bagi Kanzaki untuk melihatnya. “Aku tidak menyembunyikan ketidakmampuan dengan sebuah trik murahan. Shichiten Shichitou bukan sekedar hiasan saja. Di balik Nanasen adalah Yuisen&amp;lt;ref&amp;gt;Yuisen berarti “Satu Kilatan”.&amp;lt;/ref&amp;gt; yang sebenarnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkan tinju berdarahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan yang lebih penting, aku masih belum memberikan nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong jangan buat aku memberikannya, bocah.” Kanzaki menggigit bibirnya. “Aku tidak mau memberikannya lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinju Kamijou yang terkepal gemetar. Kanzaki jelas berbeda dari Stiyl. Dia bukan kuda poni yang hanya tahu satu trik saja. Dari paling dasar dari semua dasar dan yang paling dasar dari semua fondasi, dia benar-benar terbuat berbeda dari Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Seperti aku bisa menyerah saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, Kamijou tidak melepas kepalan tangannya. Dia tetap menutup tangan kanannya walaupun tidak bisa merasakan apa pun di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tidak menyerah ketika mencoba menoleh pada Kamijou ketika dipotong di punggungnya oleh penyihir itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kaubilang? ...Aku tidak bisa mendengarmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kubilang tutup mulutmu, dasar robot sialan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengepalkan tinjunya yang berdarah dan mencoba mengayunkannya ke wajah gadis yang berdiri di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi ujung dari sepatu bot Kanzaki menusuk ulu hatinya sebelum dia bisa melakukannya. Seluruh udara dalam paru-parunya keluar dari mulutnya dan sarung hitam Shichiten Shichitou menghantamnya di sisi wajah seperti sebuah tongkat baseball. Badannya berputar seperti tornado dan dia menghantam tanah dengan bahu lebih dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum dia bisa berteriak kesakitan, Kamijou melihat bagian bawah sepatu bot itu turun untuk menghancurkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mencoba menghindar, dia segera berguling ke samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nanasen.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kata itu memasuki telinga Kamijou, tujuh tebasan memecahkan aspal di sekitarnya berkeping-keping. Seluruh tubuh Kamijou dihujani oleh pecahan-pecahan kecil dari segala penjuru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gh...Ah...!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggeliat kesakitan di tempatnya ketika diserang oleh rasa sakit yang intens, mirip dengan dikeroyok dan dipukuli oleh lima enam orang. Kanzaki mendekatinya dengan sepatu botnya yang menggesek tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aku harus bangkit...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi kakinya terlalu lelah untuk bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu pastinya sudah cukup.” Suara kecilnya benar-benar terdengar terluka. “Tidak ada alasan bagimu untuk melakukan sejauh ini untuknya. Bertahan bahkan 30 detik melawan satu dari sepuluh penyihir teratas di London adalah prestasi bagus. Dia tidak akan menyalahkanmu setelah kau melakukan sejauh ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran Kamijou buram, tapi dia berhasil mengingat sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengingat kalau Index memang tidak akan menyalahkannya apa pun yang dia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tapi...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persis karena Index berlanjut menahan semuanya tanpa menyalahkan orang lainlah Kamijou tidak bisa menyerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia ingin menyelamatkan gadis yang tersenyum begitu sempurna walau ekspresinya seharusnya adalah yang menyayat hati. &#039;&#039;&#039;(&amp;lt;!--ga enak. He wanted to save that girl who smiled so perfectly with that otherwise heartbreaking expression.--&amp;gt;)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memaksakan tangan kanannya yang hancur menjadi sebuah tinju seakan tangannya adalah seekor serangga yang sekarat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya masih bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya bergerak ketika dia memintanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kenapa?” bisik Kamijou dari posisinya yang terbaring di tanah. “Kelihatannya kau tidak menyukai ini. Kau tidak seperti orang bernama Stiyl itu. Kau ragu untuk membunuh musuhmu. Kau bisa dengan mudah membunuhku sejak awal kalau kau mau, tapi kau &amp;lt;i&amp;gt;tidak melakukannya&amp;lt;/i&amp;gt;. ...Kau masih punya jalan pikiran manusia yang cukup normal untuk &amp;lt;i&amp;gt;ragu&amp;lt;/i&amp;gt; mengenai hal-hal seperti itu, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki telah menanyakannya lagi dan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah meminta agar semua diselesaikan sebelum dia harus memberikan nama sihirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir &amp;lt;i&amp;gt;rune&amp;lt;/i&amp;gt; yang menamakan dirinya Stiyl Magnus tidak menunjukkan keraguan sedikit pun dalam hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki Kaori terdiam, tapi pikiran Kamijou terlalu kabur karena rasa sakit untuk menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu kau pasti tahu, &#039;kan? Kau tahu bahwa mengejar-ngejar seorang gadis sampai dia pingsan karena lapar dan kemudian menebas punggungnya dengan pedang itu salah, &#039;kan?” Dia mengeluarkan perkataan itu seperti batuk darah, sementara Kanzaki hanya bisa lanjut mendengarkannya. “Apa kau tahu kalau dia tidak punya ingatan lebih dari satu tahun karena kalian? Apa-apaan yang kalian lakukan padanya sambil mengejarnya sampai menyebabkan hal seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak mendapat respon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak bisa mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mungkin bisa mengerti kalau penyihir ini mencoba mendapatkan 103.000 grimoir untuk menjadi seorang Dewa Sihir yang (katanya) bisa membengkokkan aturan-aturan dunia untuk mengabulkan permintaan seperti menyembuhkan seorang anak dengan penyakit yang tidak tersembuhkan atau melakukan sesuatu untuk seorang kekasih yang sudah mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi bukan itu yang sedang dilakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah bagian dari sebuah organisasi. Dia melakukan ini karena dia disuruh, karena itu adalah tugasnya, dan itu adalah yang diperintahkan padanya. Hanya itu saja yang membuatnya sampai mengejar seorang gadis dan menebas punggungnya terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa?” Kamijou mengulang, rahangnya dirapatkan. “Aku cuma pecundang yang tidak bisa menyelamatkan seorang gadis setelah mempertaruhkan nyawaku mencoba melawanmu sia-sia. Aku cuma orang lemah yang tidak bisa melakukan apa pun selain terbaring di tanah dan melihatmu membawanya pergi.” Dia terdengar seperti dia akan menangis seperti seorang anak kecil dalam waktu dekat. “Tapi kau itu berbeda, &#039;kan?” Dia tidak tahu apa yang sedang dia sendiri katakan. “Dengan kekuatanmu kau bisa melindungi siapa pun atau apa pun dan menyelamatkan apa pun atau siapa pun.” Dia tidak tahu dengan siapa dia sedang berbicara. “Jadi kenapa kau melakukan ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dia menyesal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyesali bahwa dia telah berpikir kalau dia bisa melindungi semua yang dia inginkan dengan kekuatan kecil yang dia punya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyesali bahwa seseorang dengan kekuatan sehebat itu hanya menggunakannya untuk memburu seorang gadis kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyesali bahwa situasi ini seperti mengatakan kalau dia itu bahkan lebih hina dari orang seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyesali itu semua dan dia pikir dia akan menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keheningan menumpuk di atas keheningan, menciptakan keheningan yang bahkan lebih hening.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau pikiran Kamijou sedang jernih, dia pasti akan terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang tersudut adalah Kanzaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan beberapa kata saja, dia telah menyudutkan satu dari sepuluh penyihir teratas di London.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak benar-benar bermaksud untuk membelah punggungnya. Kupikir &amp;lt;i&amp;gt;barrier&amp;lt;/i&amp;gt; dari jubah biarawati Gereja Berjalan-nya masih berfungsi... Aku hanya menebasnya karena aku benar-benar yakin itu tidak akan melukainya... Tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak mengerti apa yang Kanzaki katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak melakukan ini karena aku mau,” kata Kanzaki. “Tapi dia tidak bisa hidup kalau aku tidak melakukan ini. ...Dia akan...mati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki kedengaran seperti seorang anak yang akan menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Organisasi tempat aku berada sama dengannya. Aku berasal dari Necessarius milik Gereja Anglikan,” katanya seakan memuntahkan darah. “Dia adalah rekanku...dan temanku yang berharga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Previous [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1 Chapter1|Chapter 1]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1 Chapter3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
|-&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Undesco&amp;diff=193379</id>
		<title>User talk:Undesco</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Undesco&amp;diff=193379"/>
		<updated>2012-10-01T18:09:11Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;kalau sempet ya, lagi banyak kerjaan [[User:Xenocross|Xenocross]] ([[User talk:Xenocross|talk]]) 22:24, 26 August 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
meski yg kamu katakan give me some ideas, that&#039;s not it. Sesuatu yg bisa kamu lakukan tapi tidak bisa kamu lakukan di saat bersamaan. Kalau punya teman yg ambil filsafat..tehe.. It&#039;s confusing, even for me to explain. [[User:Tony Yon|&amp;lt;span style=&amp;quot;color:green;font:bold 10pt times new roman itc&amp;quot;&amp;gt;Tony Yon&amp;lt;/span&amp;gt;]] ([[User talk:Tony Yon#top|&amp;lt;span style=&amp;quot;color:blue;font:bold 10pt times new roman itc&amp;quot;&amp;gt;Talk&amp;lt;/span&amp;gt;]]) 06:55, 2 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya. Itu translatornya udah pada MIA semua (seenggaknya dari Toaru), haha [[User:Arczyx|Arczyx]] ([[User talk:Arczyx|talk]]) 01:29, 8 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iya kecuali TheRadiants, dia terakhir update 25 juli 2012 jadi secara teknis belum MIA, kalo mau ngambil bagian dia coba message dulu aja, kalo seminggu belum dibales ambil aja berarti. [[User:Arczyx|Arczyx]] ([[User talk:Arczyx|talk]]) 01:44, 8 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya jadi editor numpang lewat saja. Sekalian minta daftar terminologi yang dipakai. Bingung karena istilahnya ganti-ganti. -_-&#039;&lt;br /&gt;
Contoh yang sering berubah: psychic powers (istilah yang saya pakai kemampuan paranormal) dan supernatural powers (kekuatan supernatural). &lt;br /&gt;
Pernah, mungkin. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 18:48, 9 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya juga bingung sih pilihan katanya. Psikis kan berasal dari kata psike yang artinya adalah jiwa; sukma; rohani, sementara paranormal adalah sesuatu yang sulit dijelaskan dengan akal sehat/secara ilmiah. Awalnya sih saya juga mau pakai psikis, tapi akhirnya pake paranormal (meskipun di sini psychic power bisa dijelaskan secara ilmiah, lel). Oh, btw, supranatural itu nggak baku, yang baku adalah supernatural. :p [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 00:32, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya ngikut aja sih. Wah, hebat. Ternyata ga bahasa Indonesia. o_O [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 07:34, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lel, diedit. Btw, supernatural kayaknya ga perlu dimasukin. Terjemahan supernatural kan juga supernatural. Kemudian, saya udah agak lupa, tapi istilah witch, sorcerer, dan magician di Index tuh ada kaitannya dengan gender ga sih? Misalnya witch biasanya perempuan, sementara sorcerer biasanya laki-laki. Kalo magician sih biasanya penyihir pemula. Nah, di Index ada perbedaan seperti itu nggak? Kalo susah cari padanan katanya, mending tetep Inggris aja. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 08:51, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setahuku, kata ganti ku-, &#039;&#039;kau-&#039;&#039;, -ku, -mu, dan -nya emang digabung. Tapi, saya ngeditnya ga terlalu strict, sih. Yang saya gabung kebanyakan hanya kau+kata dasar+akhiran (e.g. kaupikirkan). Kalau kau+kata dasar aja, cuma kadang-kadang aja saya gabung tergantung feeling, lebih cocok digabung atau dipisah (mungkin karena kebanyakan melihat versi yang salah sih, kalau yang bener mungkin semua digabung tanpa terkecuali). Tapi kalo ada awalan tetep saya pisah (e.g. kau membawa, bukan kaumembawa). [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 19:52, 12 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Editor diedit, lel. &amp;gt;_&amp;lt;&lt;br /&gt;
Btw, part 7 ternyata cuma pake Google Translate, atau level si penterjemah cuma sebatas Google Translate. /facepalm [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 21:52, 14 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gpp sih, toh saya ini termasukk sering typo. Cuma ironis aja, soalnya editor kan harusnya kerjaannya memperbaiki typo. lel. Yang betul kuyup kok, another typo. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hm, saya juga termasuk literal kok, soalnya yang diterjemahkan adalah hasil terjemahkan (istilahnya apa ya, lupa). Seandainya terjemahan pertama udah liberal, nanti isinya bisa jauh melenceng dari aslinya kalo terjemahan keduanya ikut-ikutan liberal. Prolog dan Bab 1 yang saya edit ini juga terlalu liberal, makanya saya edit biar ga terlalu liberal (malah ada yang liberalnya keterlaluan sampai artinya berkebalikan dari Inggrisnya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
He eh, pake apostrof karena singkatan dari &#039;akan&#039; atau &#039;bukan&#039;. Kayak &#039;til dari kata until. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 02:27, 15 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
O-oishii desu... -ups, wrong reply.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata literal banget ya? Kalo pake standarnya 8thsin, mungkin masuk kategori LS-1, lel. Oh, yang guru itu ya? Tapi &#039;wajah seorang guru tertentu&#039; kok kesannya aneh gitu dibacanya... [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 20:23, 15 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sungguh sangat sial!&amp;quot; Kalau kurang pas, silakan diganti saja. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 03:28, 19 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Err, urutannya juta, miliar, triliun. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 19:26, 19 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dapet dari mana billion? Di versi Inggris-nya kan trillion? [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 04:31, 20 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Heavy Object==&lt;br /&gt;
Oh that! 【】 was the previous solution I proposed for whispers/mutters. I&#039;ll be removing them and changing the color of those lines. If I&#039;ve missed any, please tell me. [[User:Zero2001|Zero2001]] - [[User_talk:Zero2001|Talk]] -  13:42, 30 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I think you should read through the whole thing again. It sounds like you&#039;ve forgotten something. Or maybe you&#039;re confusing it with another project like Infinite Stratos. [[User:Zero2001|Zero2001]] - [[User_talk:Zero2001|Talk]] -  14:22, 30 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
================&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh, saya di-PM di Kaskus ada yang nanya FB-mu tuh. Jawab gih sono. Mo pedekate aja pake muter-muter gini. =_____= [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 11:48, 1 October 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebut ID-nya nggak ya? Katanya sih kamu udah ditanya tapi ga mau njawab. Makanya dia tanya saya. Harusnya kamu tau kan siapa? =____=a [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 12:38, 1 October 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
He eh. Kasihan tuh, desperate banget kayaknya. Kasih tau sana, lol. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 13:09, 1 October 2012 (CDT)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Undesco&amp;diff=193375</id>
		<title>User talk:Undesco</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Undesco&amp;diff=193375"/>
		<updated>2012-10-01T17:38:32Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;kalau sempet ya, lagi banyak kerjaan [[User:Xenocross|Xenocross]] ([[User talk:Xenocross|talk]]) 22:24, 26 August 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
meski yg kamu katakan give me some ideas, that&#039;s not it. Sesuatu yg bisa kamu lakukan tapi tidak bisa kamu lakukan di saat bersamaan. Kalau punya teman yg ambil filsafat..tehe.. It&#039;s confusing, even for me to explain. [[User:Tony Yon|&amp;lt;span style=&amp;quot;color:green;font:bold 10pt times new roman itc&amp;quot;&amp;gt;Tony Yon&amp;lt;/span&amp;gt;]] ([[User talk:Tony Yon#top|&amp;lt;span style=&amp;quot;color:blue;font:bold 10pt times new roman itc&amp;quot;&amp;gt;Talk&amp;lt;/span&amp;gt;]]) 06:55, 2 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya. Itu translatornya udah pada MIA semua (seenggaknya dari Toaru), haha [[User:Arczyx|Arczyx]] ([[User talk:Arczyx|talk]]) 01:29, 8 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iya kecuali TheRadiants, dia terakhir update 25 juli 2012 jadi secara teknis belum MIA, kalo mau ngambil bagian dia coba message dulu aja, kalo seminggu belum dibales ambil aja berarti. [[User:Arczyx|Arczyx]] ([[User talk:Arczyx|talk]]) 01:44, 8 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya jadi editor numpang lewat saja. Sekalian minta daftar terminologi yang dipakai. Bingung karena istilahnya ganti-ganti. -_-&#039;&lt;br /&gt;
Contoh yang sering berubah: psychic powers (istilah yang saya pakai kemampuan paranormal) dan supernatural powers (kekuatan supernatural). &lt;br /&gt;
Pernah, mungkin. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 18:48, 9 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya juga bingung sih pilihan katanya. Psikis kan berasal dari kata psike yang artinya adalah jiwa; sukma; rohani, sementara paranormal adalah sesuatu yang sulit dijelaskan dengan akal sehat/secara ilmiah. Awalnya sih saya juga mau pakai psikis, tapi akhirnya pake paranormal (meskipun di sini psychic power bisa dijelaskan secara ilmiah, lel). Oh, btw, supranatural itu nggak baku, yang baku adalah supernatural. :p [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 00:32, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya ngikut aja sih. Wah, hebat. Ternyata ga bahasa Indonesia. o_O [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 07:34, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lel, diedit. Btw, supernatural kayaknya ga perlu dimasukin. Terjemahan supernatural kan juga supernatural. Kemudian, saya udah agak lupa, tapi istilah witch, sorcerer, dan magician di Index tuh ada kaitannya dengan gender ga sih? Misalnya witch biasanya perempuan, sementara sorcerer biasanya laki-laki. Kalo magician sih biasanya penyihir pemula. Nah, di Index ada perbedaan seperti itu nggak? Kalo susah cari padanan katanya, mending tetep Inggris aja. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 08:51, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setahuku, kata ganti ku-, &#039;&#039;kau-&#039;&#039;, -ku, -mu, dan -nya emang digabung. Tapi, saya ngeditnya ga terlalu strict, sih. Yang saya gabung kebanyakan hanya kau+kata dasar+akhiran (e.g. kaupikirkan). Kalau kau+kata dasar aja, cuma kadang-kadang aja saya gabung tergantung feeling, lebih cocok digabung atau dipisah (mungkin karena kebanyakan melihat versi yang salah sih, kalau yang bener mungkin semua digabung tanpa terkecuali). Tapi kalo ada awalan tetep saya pisah (e.g. kau membawa, bukan kaumembawa). [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 19:52, 12 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Editor diedit, lel. &amp;gt;_&amp;lt;&lt;br /&gt;
Btw, part 7 ternyata cuma pake Google Translate, atau level si penterjemah cuma sebatas Google Translate. /facepalm [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 21:52, 14 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gpp sih, toh saya ini termasukk sering typo. Cuma ironis aja, soalnya editor kan harusnya kerjaannya memperbaiki typo. lel. Yang betul kuyup kok, another typo. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hm, saya juga termasuk literal kok, soalnya yang diterjemahkan adalah hasil terjemahkan (istilahnya apa ya, lupa). Seandainya terjemahan pertama udah liberal, nanti isinya bisa jauh melenceng dari aslinya kalo terjemahan keduanya ikut-ikutan liberal. Prolog dan Bab 1 yang saya edit ini juga terlalu liberal, makanya saya edit biar ga terlalu liberal (malah ada yang liberalnya keterlaluan sampai artinya berkebalikan dari Inggrisnya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
He eh, pake apostrof karena singkatan dari &#039;akan&#039; atau &#039;bukan&#039;. Kayak &#039;til dari kata until. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 02:27, 15 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
O-oishii desu... -ups, wrong reply.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata literal banget ya? Kalo pake standarnya 8thsin, mungkin masuk kategori LS-1, lel. Oh, yang guru itu ya? Tapi &#039;wajah seorang guru tertentu&#039; kok kesannya aneh gitu dibacanya... [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 20:23, 15 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sungguh sangat sial!&amp;quot; Kalau kurang pas, silakan diganti saja. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 03:28, 19 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Err, urutannya juta, miliar, triliun. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 19:26, 19 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dapet dari mana billion? Di versi Inggris-nya kan trillion? [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 04:31, 20 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Heavy Object==&lt;br /&gt;
Oh that! 【】 was the previous solution I proposed for whispers/mutters. I&#039;ll be removing them and changing the color of those lines. If I&#039;ve missed any, please tell me. [[User:Zero2001|Zero2001]] - [[User_talk:Zero2001|Talk]] -  13:42, 30 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I think you should read through the whole thing again. It sounds like you&#039;ve forgotten something. Or maybe you&#039;re confusing it with another project like Infinite Stratos. [[User:Zero2001|Zero2001]] - [[User_talk:Zero2001|Talk]] -  14:22, 30 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
================&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh, saya di-PM di Kaskus ada yang nanya FB-mu tuh. Jawab gih sono. Mo pedekate aja pake muter-muter gini. =_____= [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 11:48, 1 October 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebut ID-nya nggak ya? Katanya sih kamu udah ditanya tapi ga mau njawab. Makanya dia tanya saya. Harusnya kamu tau kan siapa? =____=a [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 12:38, 1 October 2012 (CDT)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Undesco&amp;diff=193359</id>
		<title>User talk:Undesco</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Undesco&amp;diff=193359"/>
		<updated>2012-10-01T16:48:01Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;kalau sempet ya, lagi banyak kerjaan [[User:Xenocross|Xenocross]] ([[User talk:Xenocross|talk]]) 22:24, 26 August 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
meski yg kamu katakan give me some ideas, that&#039;s not it. Sesuatu yg bisa kamu lakukan tapi tidak bisa kamu lakukan di saat bersamaan. Kalau punya teman yg ambil filsafat..tehe.. It&#039;s confusing, even for me to explain. [[User:Tony Yon|&amp;lt;span style=&amp;quot;color:green;font:bold 10pt times new roman itc&amp;quot;&amp;gt;Tony Yon&amp;lt;/span&amp;gt;]] ([[User talk:Tony Yon#top|&amp;lt;span style=&amp;quot;color:blue;font:bold 10pt times new roman itc&amp;quot;&amp;gt;Talk&amp;lt;/span&amp;gt;]]) 06:55, 2 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya. Itu translatornya udah pada MIA semua (seenggaknya dari Toaru), haha [[User:Arczyx|Arczyx]] ([[User talk:Arczyx|talk]]) 01:29, 8 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iya kecuali TheRadiants, dia terakhir update 25 juli 2012 jadi secara teknis belum MIA, kalo mau ngambil bagian dia coba message dulu aja, kalo seminggu belum dibales ambil aja berarti. [[User:Arczyx|Arczyx]] ([[User talk:Arczyx|talk]]) 01:44, 8 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya jadi editor numpang lewat saja. Sekalian minta daftar terminologi yang dipakai. Bingung karena istilahnya ganti-ganti. -_-&#039;&lt;br /&gt;
Contoh yang sering berubah: psychic powers (istilah yang saya pakai kemampuan paranormal) dan supernatural powers (kekuatan supernatural). &lt;br /&gt;
Pernah, mungkin. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 18:48, 9 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya juga bingung sih pilihan katanya. Psikis kan berasal dari kata psike yang artinya adalah jiwa; sukma; rohani, sementara paranormal adalah sesuatu yang sulit dijelaskan dengan akal sehat/secara ilmiah. Awalnya sih saya juga mau pakai psikis, tapi akhirnya pake paranormal (meskipun di sini psychic power bisa dijelaskan secara ilmiah, lel). Oh, btw, supranatural itu nggak baku, yang baku adalah supernatural. :p [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 00:32, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya ngikut aja sih. Wah, hebat. Ternyata ga bahasa Indonesia. o_O [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 07:34, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lel, diedit. Btw, supernatural kayaknya ga perlu dimasukin. Terjemahan supernatural kan juga supernatural. Kemudian, saya udah agak lupa, tapi istilah witch, sorcerer, dan magician di Index tuh ada kaitannya dengan gender ga sih? Misalnya witch biasanya perempuan, sementara sorcerer biasanya laki-laki. Kalo magician sih biasanya penyihir pemula. Nah, di Index ada perbedaan seperti itu nggak? Kalo susah cari padanan katanya, mending tetep Inggris aja. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 08:51, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setahuku, kata ganti ku-, &#039;&#039;kau-&#039;&#039;, -ku, -mu, dan -nya emang digabung. Tapi, saya ngeditnya ga terlalu strict, sih. Yang saya gabung kebanyakan hanya kau+kata dasar+akhiran (e.g. kaupikirkan). Kalau kau+kata dasar aja, cuma kadang-kadang aja saya gabung tergantung feeling, lebih cocok digabung atau dipisah (mungkin karena kebanyakan melihat versi yang salah sih, kalau yang bener mungkin semua digabung tanpa terkecuali). Tapi kalo ada awalan tetep saya pisah (e.g. kau membawa, bukan kaumembawa). [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 19:52, 12 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Editor diedit, lel. &amp;gt;_&amp;lt;&lt;br /&gt;
Btw, part 7 ternyata cuma pake Google Translate, atau level si penterjemah cuma sebatas Google Translate. /facepalm [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 21:52, 14 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gpp sih, toh saya ini termasukk sering typo. Cuma ironis aja, soalnya editor kan harusnya kerjaannya memperbaiki typo. lel. Yang betul kuyup kok, another typo. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hm, saya juga termasuk literal kok, soalnya yang diterjemahkan adalah hasil terjemahkan (istilahnya apa ya, lupa). Seandainya terjemahan pertama udah liberal, nanti isinya bisa jauh melenceng dari aslinya kalo terjemahan keduanya ikut-ikutan liberal. Prolog dan Bab 1 yang saya edit ini juga terlalu liberal, makanya saya edit biar ga terlalu liberal (malah ada yang liberalnya keterlaluan sampai artinya berkebalikan dari Inggrisnya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
He eh, pake apostrof karena singkatan dari &#039;akan&#039; atau &#039;bukan&#039;. Kayak &#039;til dari kata until. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 02:27, 15 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
O-oishii desu... -ups, wrong reply.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata literal banget ya? Kalo pake standarnya 8thsin, mungkin masuk kategori LS-1, lel. Oh, yang guru itu ya? Tapi &#039;wajah seorang guru tertentu&#039; kok kesannya aneh gitu dibacanya... [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 20:23, 15 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sungguh sangat sial!&amp;quot; Kalau kurang pas, silakan diganti saja. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 03:28, 19 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Err, urutannya juta, miliar, triliun. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 19:26, 19 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dapet dari mana billion? Di versi Inggris-nya kan trillion? [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 04:31, 20 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Heavy Object==&lt;br /&gt;
Oh that! 【】 was the previous solution I proposed for whispers/mutters. I&#039;ll be removing them and changing the color of those lines. If I&#039;ve missed any, please tell me. [[User:Zero2001|Zero2001]] - [[User_talk:Zero2001|Talk]] -  13:42, 30 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I think you should read through the whole thing again. It sounds like you&#039;ve forgotten something. Or maybe you&#039;re confusing it with another project like Infinite Stratos. [[User:Zero2001|Zero2001]] - [[User_talk:Zero2001|Talk]] -  14:22, 30 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
================&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh, saya di-PM di Kaskus ada yang nanya FB-mu tuh. Jawab gih sono. Mo pedekate aja pake muter-muter gini. =_____= [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 11:48, 1 October 2012 (CDT)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter2&amp;diff=191721</id>
		<title>Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1 Chapter2</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter2&amp;diff=191721"/>
		<updated>2012-09-26T15:04:13Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: /* Part 4 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 2: Si Ilusionis Memberikan Kematian. The_7th-Egde.==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu malam. Sirene beberapa truk pemadam kebakaran dan sebuah ambulan meraung dari jalan utama dan melewatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asrama itu kelihatannya hampir seluruhnya sudah kosong, tapi alarm kebakaran yang berbunyi dan &#039;&#039;sprinkler&#039;&#039; yang terus menyirami gedung menandakan telah terjadi suatu peristiwa di sana. Dalam waktu singkat, asrama yang kosong itu sudah diisi dengan truk pemadam kebakaran dan orang-orang yang menonton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou telah menggunakan tangan kanannya untuk menghancurkan fungsi pelacak pada kerudung milik Index di kamarnya sebelum membawanya. Kalau dia membiarkannya tetap aktif dan asal membuangnya, dia mungkin bisa mengelabui para pengejar, tapi gadis itu dengan keras kepala memaksa kalau dia ingin membawa kerudungnya tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma mendecakkan lidahnya di sebuah gang. Dia menggendong tubuh berdarah Index di tangannya karena dia tidak bisa membiarkan lukanya menyentuh tanah yang kotor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak bisa menyerahkan Index ke ambulans.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City pada dasarnya tidak menyukai kehadiran orang luar. Itulah kenapa kota ini membangun dinding yang mengelilingi kota dan meluncurkan tiga satelit yang secara nonstop memonitor semuanya. Bahkan para pengemudi truk yang menyuplai toko serba ada memerlukan kartu ID eksklusif untuk masuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, informasi tentang orang luar tanpa ID seperti Index akan tersebar kalau dia dirawat di rumah sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan musuhnya adalah bagian dari sebuah organisasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia diserang di sana, orang-orang di sekitarnya bisa ikut terlibat. Apalagi jika diserang saat sedang memulihkan diri atau sedang dioperasi, dia pasti semakin tidak berdaya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi aku tidak bisa hanya meninggalkannya seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku...akan baik-baik saja. Kalau kau...bisa menghentikan pendarahannya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Index terdengar lemah dan tidak menunjukkan tanda-tanda dari suara mekanis yang dia gunakan ketika menjelaskan tentang &#039;&#039;rune&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan itulah kenapa Kamijou segera tahu kalau apa yang dikatakannya itu salah. Lukanya tak bisa ditangani oleh seorang amatir dengan membalut perban di sekelilingnya. Kamijou terbiasa berkelahi, jadi dia memberi pertolongan pertama pada dirinya sendiri untuk kebanyakan luka yang menurutnya lebih baik dirahasiakan. Tapi luka di punggungnya cukup parah sampai-sampai membuat Kamijou kehilangan ketenangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinggal satu hal tersisa yang bisa mereka andalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia masih tidak memercayainya, tapi dia tidak punya apa-apa yang lain untuk dipercayai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, hei! Kau bisa mendengarku?” Kamijou menampar pipi Index pelan. “Apakah ada sesuatu yang bisa menyembuhkan luka dalam 103.000 grimoir milikmu itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sihir dalam benak Kamijou tidak lebih dari sihir serangan dan sihir pemulihan dari RPG.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar Index telah mengatakan kalau dia secara alami tidak bisa menangani kekuatan sihir dan karenanya tidak bisa menggunakan sihir, tapi Kamijou bisa menangani kekuatan supernatural, jadi cukup jika Index memberitahunya apa yang perlu dia lakukan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernapasan Index tipis, tapi lebih karena kehilangan darah dibanding rasa sakit. Bibir pucatnya bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada...tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Kamijou menjadi cerah sejenak sampai kata “tapi” mencapai pikirannya dengan terlambat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau...tidak bisa melakukannya...” Index mengeluarkan napas kecil. “Bahkan kalau aku...mengajarkanmu mantranya...kekuatanmu pasti... akan menghalangi ...aduh...bahkan kalau kau...menirunya dengan sempurna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat ke arah tangan kanannya dengan syok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imagine Breaker. Kekuatan yang bersemayam di sana memang telah meniadakan api milik Stiyl secara utuh. Jadi ada kemungkinan kalau itu akan meniadakan sihir pemulihan Index dengan cara yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial! Lagi-lagi... Kenapa tangan kanan ini selalu saja mengganggu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi itu cuma berarti dia perlu memanggil seseorang. Seperti Aogami Pierce atau si gadis Biri-Biri Misaka Mikoto. Wajah beberapa orang tangguh yang tidak perlu dia khawatirkan kalau terlibat masalah seperti ini mengambang di pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?” Index terdiam sejenak. “Bukan... Bukan itu yang aku maksud.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan tangan kananmu... Masalahnya adalah... kau itu seorang esper.” Di malam yang panas itu, dia menggigil seperti berada di atas gunung bersalju di tengah musim dingin. “Sihir itu bukan...sesuatu yang bisa digunakan oleh ‘orang-orang berbakat’ seperti kalian, para esper. ‘Orang-orang tak berbakat’ ingin melakukan...apa yang ‘orang-orang berbakat’ bisa lakukan...jadi mereka menciptakan mantra dan ritual tertentu...yang dikenal sebagai sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou sudah akan berteriak, “Ini bukan waktunya untuk penjelasan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak mengerti...? &#039;&#039;Penyirkuitannya berbeda antara ‘orang-orang berbakat’ dan ‘orang-orang tak berbakat’... ‘Orang-orang berbakat’ tidak bisa menggunakan sistem yang diciptakan...untuk ‘orang-orang tak berbakat’...&#039;&#039;”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap-...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou diam seribu bahasa. Memang benar kalau obat-obatan dan elektroda-elektroda digunakan pada esper-esper seperti Kamijou untuk &#039;&#039;dengan paksa mengembangkan penyirkuitan otak mereka dengan cara yang berbeda dengan manusia biasa&#039;&#039;. Memang benar kalau tubuh mereka &#039;&#039;berbeda dengan yang lainnya&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia tidak bisa memercayainya. Tidak, dia tidak &#039;&#039;mau&#039;&#039; memercayainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.3 juta pelajar tinggal di Academy City. Tiap-tiap dari mereka telah melalui Kurikulum pengembangan kekuatan. Bahkan walaupun kau tidak bisa tahu dengan melihat mereka, bahkan kalau mereka tidak bisa membengkokkan sendok meskipun telah berusaha begitu keras hingga pembuluh darah di otak mereka pecah, dan &#039;&#039;bahkan kalau mereka adalah yang terlemah dari para esper, mereka memang terbuat berbeda dari orang biasa&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, orang-orang yang tinggal di kota itu tidak bisa menggunakan sihir, hal satu-satunya yang bisa menyelamatkan gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada satu cara untuk menyelamatkan orang yang berbaring di depannya, tapi tidak ada yang bisa menyelamatkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial...” Kamijou menampakkan gigi taringnya seperti hewan buas. “Kenapa ini bisa terjadi? Kenapa ini bisa terjadi!? Apa-apaan ini!? Bagaimana mungkin ini adil!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh Index semakin gemetaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beban yang menurut Kamijou paling sulit dipikul adalah bahwa &#039;&#039;gadis itu dihukum karena ketidakmampuan dirinya sendiri&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ ‘Berbakat’ pantatmu,” umpatnya. “Aku bahkan tidak bisa menyelamatkan gadis yang menderita di depan mataku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia tidak bisa memikirkan cara lain untuk menyelesaikan situasi itu. Fakta bahwa 2.3 juta pelajar yang tinggal di kota itu tidak bisa menggunakan sihir adalah peraturan yang perlu dia pecahkan lebih dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tiba-tiba menyadari sesuatu yang aneh tentang apa yang telah dia pikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Pelajar?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, orang biasa ‘tak berbakat’ mana pun bisa menggunakan sihir, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Eh? Iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan tak akan berakhir sia-sia karena orang itu tidak punya bakat dalam sihir, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak...perlu khawatir tentang itu... Selama mereka mempersiapkannya dan melakukannya dengan benar...bahkan murid SMP pun seharusnya bisa melakukannya.” Index berpikir sejenak. “Tapi kalau mereka salah urutannya, jalur-jalur di otak mereka dan penyirkuitan syarafnya bisa hangus... Tapi dengan pengetahuan dari 103.000 grimoir milikku, tidak akan ada masalah. Jangan khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa berpikir, dia melihat ke atas seakan ingin melolong ke bulan di langit malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar terdapat 2.3 juta pelajar tinggal di Academy City dan bahwa mereka semua telah dikembangkan supaya memiliki semacam kekuatan psikis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, para guru yang mengembangkan mereka adalah manusia normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kuharap dia belum tidur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah seorang guru muncul dalam pikiran Kamijou Touma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Tsukuyomi Komoe, guru wali kelasnya dengan tinggi 135 cm, yang masih cocok memakai sebuah &#039;&#039;randoseru&#039;&#039; merah&amp;lt;ref&amp;gt;Di Jepang, anak TK biasanya memakai ransel merah.&amp;lt;/ref&amp;gt; walaupun dia adalah seorang guru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menelepon Aogami Pierce dari sebuah telepon umum untuk menanyakan alamat Komoe-sensei. (Kamijou telah menjatuhkan dan merusakkan telepon genggamnya pagi itu. Alasan Aogami Pierce tahu alamat rumah Komoe adalah sebuah misteri. Kamijou curiga kalau dia adalah seorang &#039;&#039;stalker&#039;&#039;.) Kamijou lalu mulai berjalan sambil menggendong Index yang terlihat begitu lemas di punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini dia tempatnya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tiba setelah berjalan 15 menit dari lorong belakang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat tidak cocok dengan penampilannya yang mirip anak umur umur 12 tahun, tempat tinggalnya berada di gedung apartemen kayu dua tingkat yang kelihatan sangat tua dan bobrok hingga Kamijou merasa kalau apartemen itu pasti telah bertahan dari serangan bom di Tokyo. Karena mesin cucinya ada di lorong luar, gedung itu pasti tidak punya kamar mandi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biasanya, Kamijou akan membuat lelucon tentang itu selama sepuluh menit ke depan, tapi saat itu dia bahkan tidak tersenyum sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memeriksa papan nama di pintu-pintu di lantai satu, dia menaiki tangga metal yang bobrok dan berkarat dan mengecek pintu-pintu di atas sana. Ketika dia sampai ke pintu paling jauh ke belakang di lantai 2, dia akhirnya menemukan nama “Tsukuyomi Komoe” yang tertulis dalam huruf hiragana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou membunyikan belnya dua kali, kemudian menendang pintu itu dengan seluruh kekuatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakinya yang menghantam pintu mengeluarkan suara keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi pintu itu bergeming. Seperti biasa, Kamijou Touma merasa sial karena dia mendengar suara retak dari jempol besarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“~ ~ ~!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, iya, iyaaa! Pintu anti-&#039;&#039;salesman&#039;&#039; koran itu adalah satu-satunya yang kokoh di sini. Aku akan membukanya, oke?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kenapa tidak kutunggu saja tadi?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kamijou memikirkan itu dengan mata berkaca-kaca, pintunya terbuka, dan kepala Komoe-sensei yang memakai piyama menyembul melalui celahnya. Ekspresi rileksnya jelas menunjukkan kalau dia tidak bisa melihat luka di punggung Index dari posisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wa, Kamijou-chan. Apa kau mulai kerja sambilan sebagai &#039;&#039;salesman&#039;&#039; koran?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Koran mana yang pekerjanya meminta orang lain dengan seorang biarawati di punggungnya?” kata Kamijou dengan tidak senang. “Aku ada sedikit masalah, jadi aku akan masuk. Permisi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-tunggu, tunggu, tunggu!” Komoe-sensei dengan panik mencoba menghalangi jalan Kamijou ketika Kamijou mendorongnya ke samping. “A-aku tidak bisa membiarkanmu tiba-tiba masuk ke kamarku. Dan itu bukan hanya karena kamarku seperti kapal pecah dengan kaleng bir kosong mengotori lantai dan puntung rokok yang menumpuk di asbak!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v01_127.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku ingin tahu kalau kau bisa membuat lelucon yang sama setelah melihat apa yang kubawa di punggungku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-aku tidak bercanda! ...Gyahhh!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi sekarang kau menyadarinya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tadi tidak melihat kalau kau terluka begitu parah di punggungmu, Kamijou-chan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei mulai panik karena tiba-tiba melihat darah dan Kamijou akhirnya berhasil mendorongnya ke samping dan memasuki kamar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamar itu terlihat seperti kamar milik seorang lelaki paruh baya yang suka bertaruh di pacuan kuda.  Di atas lantai tatami yang sudah usang, kaleng bir kosong yang tak terhitung jumlahnya berserakan, dan di  asbak perak itu terdapat gunungan puntung rokok. Seperti sebuah lelucon, bahkan ada meja teh dengan tipe yang seorang bapak keras kepala akan balikkan di tengah ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku mengerti. Jadi kau tidak bercanda.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurasa ini bukan waktu yang tepat, tapi apa kau punya masalah dengan gadis yang merokok?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasa itu bukan itu masalahnya ketika dia melihat wali kelasnya yang kelihatan berumur 12 tahun menendang beberapa kaleng bir yang menghalangi untuk membuka tempat kosong.  Dia tidak ingin duduk di lantai tatami yang usang, tapi ini bukan waktunya untuk memikirkan harus mempersiapkan sebuah futon terlebih dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membaringkan Index telungkup di lantai untuk memastikan lukanya tidak menyentuh lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bentuk robekan bajunya menyembunyikan luka sebenarnya dari penglihatan, tapi cairan merah pekat mengalir keluar seperti minyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-bukankah seharusnya kau memanggil ambulans? T-teleponnya ada di sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei menunjuk ke arah salah satu sudut ruangan dengan tangan gemetar. Entah kenapa, teleponnya adalah telepon hitam dengan putaran dial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Mana&#039;&#039; di dalam darah sedang mengalir keluar bersama darah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dan Komoe-sensei dengan refleks berbalik ke arah Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index masih terbaring lemas di lantai, tapi matanya diam-diam terbuka bahkan dengan kepala menghadap ke samping seperti sebuah boneka rusak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya lebih dingin dari cahaya bulan yang pucat dan lebih tepat dari gerigi sebuah jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya benar-benar tenteram sempurna hingga terlihat seperti bukan mata manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Peringatan: Bab 2, Ayat 6. Hilangnya daya kehidupan yang dikenal sebagai &#039;&#039;mana&#039;&#039; karena kehilangan darah telah melebihi batas tertentu, jadi Pena John&amp;lt;ref&amp;gt;TN: Sebenarnya lebih tepat kalau diterjemahkan sebagai Pena Yohanes, nama salah satu murid Jesus.&amp;lt;/ref&amp;gt; sedang dibangunkan dengan paksa. ...Jika situasi ini terus berlanjut, tubuhku akan kehilangan daya kehidupan minimum yang diperlukan dan akan meninggal dunia dalam waktu sekitar 15 menit sesuai dengan standar menit internasional yang didefinisikan oleh menara jam di London. Sebaiknya kau mengikuti instruksi yang akan kuberikan untuk melakukan perawatan yang paling efisien.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei memandang Index dengan syok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak bisa menyalahkannya. Bahkan walaupun dia telah mendengar suara itu sekali sebelumnya, dia sama sekali tidak bisa terbiasa dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melirik ke Komoe-sensei dan berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia memintanya melakukan sihir secara terang-terangan, dia pasti akan berkata kalau itu bukan waktunya untuk berpura-pura menjadi gadis penyihir dan dia terlalu tua untuk hal-hal seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi bagaimana dia harus meyakinkannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm. Sensei, Sensei. Karena ini keadaan darurat, aku akan menjelaskannya dengan singkat. Aku perlu memberi tahu sebuah rahasia, jadi ke sinilah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melambaikan tangannya seperti sedang memanggil seekor anjing kecil dan Komoe-sensei mendekatinya tanpa berhati-hati sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf,” pinta maaf Kamijou pada Index di antara napasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengangkat bajunya yang terkoyak untuk memperlihatkan luka parah yang tersembunyi di bawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ee!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak bisa menyalahkan Komoe-sensei yang melompat terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lukanya sangat parah hingga mampu mengejutkan Kamijou. Lukanya berbentuk garis lurus horizontal sepanjang punggungnya seakan-akan punggungnya adalah kotak karton yang dipotong seseorang dengan menggunakan penggaris dan &#039;&#039;cutter&#039;&#039;. Darah merah, otot warna pink, lemak warna kuning, dan bahkan sesuatu yang keras dan putih yang sepertinya adalah tulang belakangnya bisa terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika luka itu diibaratkan sebagai mulut warna merah, bibir di sekitarnya telah menjadi sangat pucat seperti seseorang yang baru saja berada di dalam kolam renang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gh...” Kamijou berusaha menahan rasa pusingnya dan dengan hati-hati menurunkan pakaian yang basah oleh darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika pakaian itu menyentuh lukanya, mata sedingin es Index tidak bergerak sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Iya!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan memanggil ambulans. Selama itu, kau dengarkan apa yang gadis ini katakan dan lakukan apa pun yang dia katakan... Cukup pastikan dia tidak kehilangan kesadaran. Seperti yang bisa kaulihat dari pakaiannya, dia orang yang religius. Terima kasih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia menganggapnya tidak lebih dari sekadar untuk menghibur gadis itu, dia akan tetap memandang sihir sebagai sesuatu yang mustahil. Karena itu, Kamijou telah mengubah fokus pikiran Komoe-sensei dari merawat luka menjadi melanjutkan percakapan dengan gadis itu dengan cara apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei mengangguk dengan ekspresi yang sangat serius dan wajah yang pucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau sebuah ambulans tiba sebelum sihir itu selesai, “penghiburan” itu akan berakhir. Itu berarti dia sebenarnya tidak bisa memanggil ambulans.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tidak berarti Kamijou harus pergi. Bagaimanapun juga, dia cukup memanggil 117 dengan telepon hitam kamar itu dan berpura-pura sedang memanggil ambulans padahal sebenarnya berbicara dengan rekaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah sebenarnya ada di tempat lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Index,” kata Kamijou pelan pada Index yang tetap berbaring lemah di lantai. “Adakah yang bisa kulakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada. Pilihan terbaik adalah perginya kau.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemilihan kata yang terlalu jelas dan terus terang membuat Kamijou mengepalkan tinju tangannya begitu kuatnya hingga terasa sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang bisa Kamijou lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan semua itu karena tangan kanannya akan meniadakan sihir pemulihan hanya dengan berada di ruangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kalau begitu, Sensei. Aku akan pergi mencari telepon umum.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu...eh? Kamijou-chan, aku punya telepon di si—...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengacuhkan perkataan Komoe-sensei, membuka pintu, dan meninggalkan kamar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menggertakkan giginya karena fakta bahwa &#039;&#039;dia tidak bisa melakukan apa pun selain meninggalkan tempat itu&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berlari melintasi kota di malam hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika berlari, dia mengepalkan tangan kanannya yang bisa meniadakan bahkan sistem milik Tuhan tapi tidak bisa melindungi satu orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Kamijou Touma meninggalkan kamar itu, Index menggerakkan bibir pucatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jam berapa sekarang dalam Waktu Standar Jepang? Dan juga, tanggal berapa ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang jam 8.30 malam tanggal 20 Juli...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sepertinya tidak melihat jam. Apakah waktu itu akurat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak punya jam di kamarku, tapi jam internalku akurat sampai ke detik-detiknya, jadi jangan khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak perlu meragukan aku seperti itu. Aku pernah dengar kalau beberapa joki punya jam internal yang akurat hingga ke sepersepuluh detik dan kau bisa mengaturnya dengan kebiasaan makan dan ritme aktivitas tertentu,” balas Komoe-sensei bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mungkin bukan seorang esper, tapi dia memang seorang warga Academy City. Pandangan tentang tingkat pengetahuan mana yang normal dalam bidang medis dan ilmiah berbeda di antara orang-orang yang ada di dalam kota dan orang-orang di luar kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih berbaring telungkup di lantai, Index melirik ke luar jendela hanya dengan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dari lokasi bintang dan sudut bulan...yang sesuai dengan arah Sirius dengan galat sebesar 0.038. Untuk memastikannya sekali lagi, waktu sekarang dalam Waktu Standar Jepang adalah 8.30 PM tanggal 20 Juli, apakah itu benar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya. Yah, secara teknis sekarang sudah lewat 53 detik, tapi... Ah, jangan!! Jangan bangkit!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei dengan panik mencoba mendorong Index berbaring ketika dia mencoba untuk duduk yang dapat melukai tubuhnya yang sudah terluka lebih jauh, tapi pandangan Index tidak goyah sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangannya tidak menakutkan ataupun menusuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua emosi hilang dari matanya seperti sebuah saklar telah dimatikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada tanda keberadaan nyata di matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah-olah jiwanya telah hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada masalah. Bisa diregenerasi,” kata Index sambil menuju meja teh di tengah ruangan. “Saat ini sedang di dekat ujung Cancer. Waktunya antara jam 8 dan 12 tengah malam. Arahnya adalah Barat. Di bawah perlindungan Undine, peran malaikatnya adalah sebagai kerubin...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Komoe-sensei yang menelan ludah bisa terdengar ke seluruh ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa terduga, Index mulai menggambar suatu bentuk di atas meja teh kecil itu dengan jarinya yang berdarah. Bahkan orang-orang yang tidak tahu tentang lingkaran sihir akan mengenali kalau itu adalah sesuatu yang religius. Komoe-sensei sudah dilanda rasa takut, tapi sekarang rasanya begitu berat hingga dia tidak bisa bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menggambar lingkaran darah yang memenuhi meja teh, Index menggambar simbol berbentuk bintang yang dikenal sebagai pentagram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulisan dalam bahasa aneh tertulis di sekelilingnya. Kata-kata itu sepertinya adalah hal yang sama dengan yang Index gumamkan. Dia telah bertanya tentang rasi bintang dan waktu karena kata-kata yang ditulis berbeda berdasarkan waktu dan musim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Index mempersiapkan sihirnya, dia tidak terlihat seperti seseorang yang terluka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fokusnya yang ekstrim membuat rasa sakitnya seperti telah diputuskan untuk sementara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa ngeri diam-diam turun di punggung Komoe-sensei ketka dia mendengar tetesan darah yang keluar dari punggung gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-a-a-apa ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sihir.” Index berhenti setelah satu kata itu. “Aku sekarang membutuhkan tubuhmu dan bantuanmu. Kalau kau melakukan seperti yang kukataan, tidak ada yang akan menemui kesialan dan kau tidak akan menjadi sasaran dendam seseorang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-bagaimana bisa kau mengatakan itu dengan tenang!? Cukup berbaring dan tunggu ambulans! Umm...perban, perban. Dengan luka separah ini, aku perlu membalut daerah sekitar arteri untuk menghentikan aliran darah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perawatan setingkat itu tidak bisa menutup lukaku dengan sempurna. Aku tidak familier dengan istilah ambulans, tapi apakah itu bisa menutup luka ini dengan sempurna dalam waktu 15 menit berikutnya dan menyuplaiku dengan tingkat &#039;&#039;mana&#039;&#039; yang dibutuhkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar sebuah ambulans akan memakan waktu 10 menit untuk tiba bahkan kalau mereka memanggilnya tepat saat itu juga. Akan memakan waktu yang sama untuk membawanya ke rumah sakit dan perawatannya tidak akan dimulai tepat saat dia tiba di rumah sakit. Komoe-sensei tidak terlalu mengerti apa arti istilah &#039;&#039;occult&#039;&#039; seperti &#039;&#039;mana&#039;&#039;, tapi memang benar kalau hanya menutup luka saja tidak akan mengembalikan staminanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan kalau luka itu ditutup tepat saat itu dengan jarum dan benang, akankah gadis pucat itu jadi terlalu lemah untuk hidup cukup lama sampai bisa memulihkan semua staminanya yang hilang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong,” kata Index tanpa mengubah ekspresinya sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Campuran darah segar dan air liur menetes dari sudut mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada intensitas di dirinya. Tidak ada pula yang menakutkan dalam dirinya. Tapi ketenangan dan kesabarannya lebih menakutkan dari keduanya. Bagaimanapun, yang dia lakukan hanya akan melebarkan lukanya. Dia terlihat seperti sebuah mesin rusak yang terus bekerja tanpa menyadari kalau ada yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Jika aku melakukan sesuatu yang membuatnya melawanku, situasinya bisa menjadi lebih buruk.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei menghela napas. Dia tentu saja tidak percaya sihir. Walaupun begitu, Kamijou telah memintanya untuk tetap melanjutkan percakapan agar memastikan gadis itu tidak kehilangan kesadarannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang bisa dia lakukan hanya mencoba agar tidak memprovokasi gadis yang duduk di depannya dan menaruh harapannya pada Kamijou agar memanggil ambulans secepat mungkin —atau  lebih cepat lagi— dan pada pertolongan pertama yang hebat dari EMT di dalam ambulans.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi apa yang harus kulakukan? Aku bukan seorang gadis penyihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku berterima kasih atas kerja samamu. Pertama...ambil itu...itu...apa nama benda hitam itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“? Oh, itu adalah &amp;lt;i&amp;gt;memory card video game&amp;lt;/i&amp;gt;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“??? ...Yah, baiklah. Bagaimanapun juga, ambil benda hitam itu dan tempatkan di tengah meja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Secara teknis, itu adalah meja teh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei melakukan seperti yang diperintahkan dan meletakkan &#039;&#039;memory card&#039;&#039; di tengah meja teh. Dia kemudian mengambil sebuah kotak pensil mekanik, sebuah kotak coklat kosong, dan dua buku sampul tipis dan meletakkannya di atas meja juga. Dia juga mengambil dua figurin kecil yang didapatnya dari makanannya, dan menjejerkannya bersebelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei bertanya-tanya apa maksudnya, tapi Index masih benar-benar serius walaupun kelihatan seperti akan pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua keluhan Komoe-sensei menghilang di depan pandangan setajam pedang Jepang yang datang dari wajah pucat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ini? Kau menyebutnya sihir, tapi bukankah ini cuma bermain boneka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang, semuanya terlihat sebagai versi miniatur dari kamar itu. &#039;&#039;Memory card&#039;&#039; adalah meja teh, dua buku yang berdiri adalah lemari buku dan lemari baju, dan dua figurin itu berada di tempat yang sama persis dengan kedua orang di dalam kamar itu. Ketika manik-manik kaca disebarkan ke atas meja teh, manik-manik itu seperti berhenti di tempat-tempat yang benar-benar mereplikasi kaleng bir yang berserakan di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahannya tidak menjadi masalah. Sama seperti bagaimana sebuah kaca pembesar tetap membesarkan tanpa peduli kalau lensanya terbuat dari kaca atau plastik. Selama bentuk dan perannya sama, ritual ini mungkin dilakukan,” gumam Index dibanjiri keringat. “Aku memerlukanmu untuk menjalankan instruksiku secara akurat. Kalau kau salah dalam urutannya, jalur-jalur di otakmu dan penyirkuitan syarafmu bisa terbakar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“???”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengatakan kalau kegagalan akan mengubah tubuhmu menjadi daging cincang dan membunuhmu. Tolong hati-hati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bh!?” Komoe-sensei hampir muntah, tapi Index melanjutkan tanpa memedulikannya sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita sekarang akan membuat kuil bagi malaikat untuk turun ke dalamnya. Ikuti aku dan rapalkanlah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang Index katakan setelah itu tak lagi bisa disebut kata-kata, hanya sebuah suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa memikirkan artinya, Komoe-sensei mencoba meniru nadanya dalam sesuatu seperti senandung atau nyanyian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kyahh!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, figurin di atas meja teh mulai “bernyanyi” bersama. “Kyahh!?” teriak salah satunya dengan waktu yang persis sama. Figurin itu bergetar. Sama seperti getaran yang dipancarkan sepanjang tali pada telepon tali dan keluar sebagai suara dari gelas kertas di ujung lain, figurin itu bergetar dan mereproduksi suara Komoe-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan Komoe-sensei tidak panik dan lari keluar dari kamar itu tepat saat itu juga kemungkinan karena dia tinggal di sebuah kota dengan 2.3 juta esper di dalamnya. Manusia biasa akan berpikir kalau mereka sudah menjadi gila.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sambungan selesai.” Suara Index dan suara dari meja teh membuatnya terdengar ganda. “Kuil yang dibuat di atas meja telah tersambung dengan kamar ini. Secara sederhana, semua yang terjadi di ruangan ini akan terjadi di meja dan semua yang terjadi di meja akan terjadi di ruangan ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mendorong pelan meja teh itu dengan kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat saat itu, seluruh apartemen bergoyang di bawah kaki Komoe-sensei seakan terkena guncangan hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bisa merasakan udara pengap kamar itu menjadi sebersih udara di hutan di pagi hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tidak ada sesuatu seperti malaikat. Yang ada di sana hanyalah apa yang hanya bisa dideskripsikan sebagai keberadaan yang tak terlihat. Perasaan aneh menyerbu seluruh tubuh Komoe-sensei seakan dia sedang diawasi oleh ribuan bola mata dari segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian Index tiba-tiba berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bayangkan! Bayangkan seorang malaikat emas dengan tubuh anak-anak! Bayangkan seorang malaikat cantik dengan dua sayap!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika melaksanakan sihir, menentukan medan itu penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai contoh, sebuah kerikil yang dilempar ke laut tidak menimbulkan riak yang besar. Tapi sebuah kerikil yang dijatuhkan ke dalam ember akan menimbulkan riak yang cukup besar. Sama dengan itu. Untuk mengubah dunia dengan sihir, medan tempat pengubahan akan terjadi perlu dibatasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang pelindung adalah dewa sementara dalam sebuah dunia yang dibatasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau seseorang mengimajinasikan seorang pelindung dengan benar, menentukan bentuknya, dan mengontrolnya dengan bebas secara benar, orang itu bisa dengan mudah menyebabkan hal-hal misterius terjadi dalam medan terbatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei tidak mengerti penjelasan seperti itu dan dia kesulitan membayangkan seorang malaikat. Istilah “malaikat emas” hanya membuatnya memikirkan benda itu, yang satu berwarna emas atau lima berwarna perak.&amp;lt;ref&amp;gt;Ini adalah referensi pada permen Jepang yang dikenal sebagai Chocoballs. Kalau kau beruntung, bungkusnya akan memiliki entah satu malaikat emas atau malaikat perak tercetak di atasnya. Satu malaikat emas atau lima malaikat perak bisa ditukarkan dengan sekaleng mainan.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika bayangan dalam pikiran Komoe-sensei kehilangan koherensi, keberadaan di sekitarnya juga ikut dan kehilangan bentuknya. Perasaan tidak nyaman menuruni punggung Komoe-sensei seakan dia dibalut dalam lumpur busuk dari bawah rawa-rawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cukup bayangkan saja! Ritual ini tidak akan benar-benar memanggil seorang malaikat. Itu hanyalah kumpulan &#039;&#039;mana&#039;&#039; yang tak terlihat. Bentuknya akan sesuai dengan keinginanmu sebagai pengguna sihir!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pasti telah benar-benar putus asa bahkan suara dingin mekanis Index menjadi setajam titisan es.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Komoe-sensei melebar karena perubahan tiba-tiba itu dan dengan segera mulai bergumam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Malaikat lucu, malaikat lucu, malaikat lucu.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan buram, dia dengan panik mengingat sebuah gambar seorang gadis malaikat yang telah dia lihat dalam sebuah manga shoujo jauh sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa pun itu, yang terasa seperti lumpur tak terlihat yang berada di udara ruangan itu, mengambil bentuk seolah-olah telah dipaksa masuk ke dalam balon berbentuk manusia...atau setidaknya kelihatan seperti itu bagi Komoe-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia dengan takut-takut membuka matanya untuk memeriksa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Hah? &#039;&#039;Ini sebenarnya tidak memanggil seorang malaikat&#039;&#039;?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika keraguan itu memasuki pikirannya, balon air berbentuk manusia itu meledak dan lumpur tak terlihat itu terserak ke seluruh ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kyahh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Pembentukan bentuknya telah gagal.” Index melihat ke sekeliling dengan pandangan tajamnya. “Jika kuil ini paling tidak dilindungi oleh seorang Undine warna biru, itu cukup. ...Lanjutkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-katanya cukup positif, tapi mata Index seperti tidak tersenyum sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei tersentak seperti seorang anak yang orang tuanya baru saja melihat hasil tes gagal yang dia coba sembunyikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rapalkan. Ritual ini akan selesai sebentar lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perinyah tajam itu tidak membiarkan Komoe-sensei kehilangan ketenangannya walaupun kebingungannya meningkat dan pikirannya mengendur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index, Komoe-sensei, dan kedua figurin di atas meja bernyanyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Punggung figurin Index di atas meja mulai meleleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti karet yang didekatkan pada macis. Meleleh, permukaannya kehilangan ketidakberaturannya, menjadi mulus, mendingin, dan mengeras sekali lagi, dan bentuknya kembali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei merasa seperti hatinya sedang membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, Index sedang duduk di seberang meja teh darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak punya keberanian untuk mengitarinya dan melihat apa yang terjadi pada punggung Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah pucat Index ditutupi keringat berminyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata seperti kacanya masih tidak menunjukkan tanda kesakitan atau penderitaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pengembalian &#039;&#039;mana&#039;&#039; dan penstabilan kondisi telah dikonfirmasi. Mengembalikan Pena John ke mode tidur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti sebuah saklar telah ditekan, cahaya lembut kembali ke mata Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti api yang dinyalakan di perapian yang dingin, kehangatan mengisi atmosfer kamar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan di mata Index sangat baik dan hangat sehingga Komoe-sensei mau tidak mau merasakan kehangatan itu. Itu adalah pandangan seorang gadis biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang kalau pelindung yang turun sudah kembali dan kuil ini dihancurkan, semuanya akan berakhir.” Index tersenyum susah payah. “Inilah yang disebut sihir. Sama seperti apel dan ringo&amp;lt;ref&amp;gt;Ringo adalah bahasa Jepang untuk apel.&amp;lt;/ref&amp;gt; berarti hal yang sama. Kau tidak memerlukan tongkat kaca ketika payung plastik itu sama jernihnya. Sama seperti kartu tarot. Selama desain dan nomornya cocok, kau bisa melakukan ramalan dengan potongan dari belakang manga shoujo.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keringat Index tidak berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei menjadi semakin takut. Dia mulai berpikir kalau apa yang telah dia lakukan hanya membuat kondisi Index lebih buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir.” Saat itu Index kelihatan siap untuk pingsan. “Sama seperti demam. Kau membutuhkan kekuatanmu sendiri untuk sembuh. Lukanya sendiri sudah tertutup, jadi aku akan baik-baik saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah dia mengatakan itu, Index tumbang ke samping. Figurinnya juga jatuh. Meja teh itu bergoyang sedikit dan kamar yang terhubung dengannya terguncang hebat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei baru saja akan berlari mengelilingi meja teh menuju Index, tapi Index mulai bernyanyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Komoe-sensei mengikutinya dan menyanyikan satu lagu terakhir, suasana aneh itu kembali menjadi suasana pengap seperti biasa dari apartemen itu. Komoe-sensei dengan hati-hati menggoyangkan meja tehnya, tapi tidak ada yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Syukurlah.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Komoe-sensei menutup matanya lega, Index berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei berpikir kalau siapa pun akan lega kalau luka mematikan mereka sembuh, tapi biarawati itu mengatakan sesuatu yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Aku senang aku tidak membebani siapa pun dengan apa pun&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei memandang Index terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...&#039;&#039;Kalau aku mati di sini, dia mungkin harus menanggung beban&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index menutup matanya seperti sedang bermimpi dan tidak mengatakan hal lain. Ketika gadis itu ditebas di punggungnya dan pingsan dan ketika dia melakukan ritual aneh itu, dia tidak pernah satu kali pun memikirkan dirinya sendiri. Dia memikirkan orang yang telah membawanya ke sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei tidak bisa berpikir seperti itu. Dia tidak punya seseorang untuk dipikirkan seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa dia menanyakan satu hal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia yakin Index sudah tertidur dan tidak akan mendengarnya, tapi karena itulah dia menanyakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan walaupun begitu, gadis itu menjawab dengan dengan matanya masih tertutup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak pernah merasa seperti itu pada orang lain sebelumnya dan dia tidak tahu perasaan apa itu. Tapi ketika Kamijou marah demi dirinya saat menghadapi penyihir itu, dia ingin orang itu lari bahkan kalau dia harus merangkak padanya dan memaksanya. Dan ketika dia telah lari dari Innocentius, dia berpikir kalau dia akan menangis ketika orang itu kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak benar-benar mengerti, tapi ketika dia bersamanya, tidak ada hal yang berjalan seperti dia inginkan dan dia merasa seperti didorong-dorong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu hal-hal yang tidak diperkirakan itu begitu menyenangkan dan membuatnya bahagia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sendiri tidak tahu perasaan apa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, Index tertidur lelap dengan senyuman di wajahnya seperti sedang bermimpi indah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah fajar tiba, gejala yang terlihat pada Index sangat mirip dengan gejala demam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index hanya bisa terbaring di tempat tidur karena panas tinggi dan sakit kepala. Hidungnya tidak ingusan dan suaranya tidak serak karena itu bukan terjadi karena virus. Hanya masalah mengembalikan staminanya yang hilang, jadi seberapa banyak pun obat pilek penguat imun yang dia minum tidak akan menyelesaikan apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Jadi kenapa kau cuma memakai celana dalam di bawah sana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Index berbaring dengan handuk lembab di dahinya, dia pasti tidak tahan dengan kelembaban panas di dalam futon, jadi satu kakinya dia keluarkan ke arah Kamijou. Dia sedang memakai atasan piyama hijau pucat tetapi pahanya yang berwarna kulit cerah keluar sampai pangkalnya. Karena demamnya, warna kulitnya jadi sedikit pink.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Handuknya telah menjadi hangat, jadi Komoe-sensei mencelupkannya ke dalam baskom berisi air dan mengeringkannya sambil memelototi Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kamijou-chan. Kurasa pakaian itu terlalu berlebihan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pakaian itu” kemungkinan besar merujuk pada pakaian biarawati warna putih yang diselimuti peniti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou setuju 100% tentang itu, tapi Index kelihatan seperti kucing yang tidak senang karena pakaian biasanya direbut darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertanyaan sebenarnya adalah kenapa piyama milik seorang wanita dewasa perokok-berat-pencinta-bir sepertimu bisa pas dengan Index. Memangnya berapa perbedaan umur kalian?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap—?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei (umur tidak diketahui) tidak bisa berkata-kata, tapi Index ikut menendangnya ketika dia sudah jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong jangan remehkan aku seperti itu. Piyama ini sebenarnya sedikit sempit di bagian dada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa...tidak mungkin! Tidak mungkin benar. Sekarang kalian cuma mengolok-olokku!” protes Komoe-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya, apa kau bahkan punya sesuatu di bagian dada yang bisa membuatnya terasa sempit?” tanya Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kedua perempuan itu memelototinya, jiwa Kamijou secara refleks memasuki mode bersujud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Betul, betul. Ngomong-ngomong, Kamijou-chan, siapa sebenarnya gadis ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adikku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bohong sekali. Dengan rambut perak dan mata biru seperti itu, dia jelas-jelas seorang warga asing!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adik tiriku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kau orang mesum?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku cuma bercanda! Aku cukup mengetahui kalau &#039;&#039;adik tiri&#039;&#039; itu tata krama yang buruk tapi adik &#039;&#039;kandung&#039;&#039; itu melanggar peraturan!&amp;lt;ref&amp;gt;Mengawini/mencintai.&amp;lt;/ref&amp;gt;&amp;lt;/i&amp;gt;”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamijou-chan,” katanya, tiba-tiba berganti ke suara gurunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou terdiam. Tidak mengejutkan kalau Komoe-sensei ingin tahu apa yang sedang terjadi. Kamijou tidak hanya telah membawa orang asing yang aneh padanya, tapi gadis itu juga mempunyai luka tebasan di punggungnya yang jelas-jelas berbau berita buruk dan Komoe-sensei bahkan dibuat ikut dalam ritual sihir yang aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan sangat sulit untuk memintanya menutup mata pada semua ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei, boleh aku bertanya satu hal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kau menanyakan ini agar kau bisa memberi tahu polisi atau dewan pengurus Academy City?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya,” kata Komoe-sensei segera sambil mengangguk. Tanpa keraguan sedikit pun, dia telah mengatakan pada muridnya kalau dia akan mengadukan mereka. “Aku tidak tahu ada di situasi seperti apa kalian berdua berada.” Komoe-sensei tersenyum. “Tapi kalau itu terjadi di Academy City ini, adalah tugas kami sebagai guru untuk menyelesaikannya. Bertanggung jawab terhadap anak-anak adalah tugas orang dewasa. Sekarang ketika aku tahu kalau kau berada dalam masalah, aku tidak bisa duduk diam begitu saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah yang Tsukuyomi Komoe katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan walau begitu dia tidak punya kemampuan, kekuatan, dan kewajiban untuk melakukan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia hanya mengatakannya dengan keterusterangan setajam katana terkenal yang memotong di tempat dan waktu yang tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku cuma...” kata Kamijou sebelum berhenti. (...tidak boleh melawannya.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou telah hidup selama sekitar 15 tahun yang panjang dan dia tidak pernah melihat orang lain seperti guru itu yang tipenya biasa hanya telihat di drama dan bahkan tidak ada lagi di film-film.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kau adalah orang yang benar-benar asing, aku tidak akan ragu-ragu melibatkanmu, tapi aku berutang padamu untuk sihir itu, jadi aku tidak bisa membiarkanmu terlibat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Respon Kamijou sama terus terangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah cukup melihat orang-orang yang mau melindungi orang lain tanpa imbalan terluka di depan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei terdiam sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mhh. Aku tidak akan membiarkanmu lepas hanya dengan mencoba mengelabuiku dengan perkataan keren seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...? Sensei, kenapa kau berdiri dan menuju pintu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku memberi penundaan penghakiman. Aku harus pergi ke supermarket untuk belanja. Kamijou-chan, pikirkan baik-baik apa yang perlu kaukatakan padaku selama itu. Dan...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin aku bisa terlarut dalam belanja hingga aku lupa. Jangan curang ketika aku kembali. Pastikan kau memberitahuku, oke?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou pikir Komoe-sensei tersenyum ketika mengatakan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara pintu apartemen membuka dan kemudian menutup, Kamijou dan Index tinggal berdua di ruangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Dia mencoba berbaik hati.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan senyuman seorang anak yang merencanakan sesuatu di wajahnya ketika mengatakan itu, Kamijou punya firasat kalau Komoe-sensei akan “lupa tentang semuanya” ketika dia kembali dari supermarket.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia kemudian memutuskan untuk berkonsultasi dengannya tentang ini, dia akan berpura-pura marah dan berkata “Kenapa kau tidak memberitahuku lebih cepat!? Aku benar-benar lupa!” sambil dengan senang hati setuju membantu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menghela napas, Kamijou berbalik ke arah Index yang berbaring di dalam futon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Maaf. Aku tahu ini bukan waktunya untuk khawatir tentang penampilan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir. Ini jalan terbaik.” Index menggeleng. “Tidak baik melibatkannya lebih jauh lagi ...Dan dia tidak boleh menggunakan sihir lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengerutkan alisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Grimoir itu berbahaya. Yang tertulis di dalamnya adalah pengetahuan menyimpang dan tidak umum dan juga hukum-hukum gila yang menghancurkan hukum biasa dari dunia ini. Entah digunakan untuk kebaikan atau kejahatan, benda-benda itu tetap adalah racun di dunia ini. Sekadar mempelajari pengetahuan ‘dunia yang berbeda’ akan menghancurkan otak orang yang mempelajarinya,” jelas Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mencoba menerjemahkannya dalam cara yang dia mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Jadi seperti memaksa menjalankan sebuah program yang tidak cocok dengan OS komputer itu?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Otak dan rohku dilindungi oleh &#039;&#039;barrier&#039;&#039; religius, dan para penyihir yang mencoba untuk melampaui manusia harus melewati batas-batas pengetahuan umum mereka agar sampai ke keadaan pikiran yang diinginkan yang hampir bisa disamakan sebagai satu jenis kegilaan. Tapi, untuk orang biasa dari negara yang tidak terlalu religius seperti Jepang, semuanya bisa berakhir hanya dengan menggunakan satu mantra lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-aku mengerti...” Kamijou entah bagaimana berhasil membuat syok yang dia terima tidak kelihatan. “Yah, sayang sekali. Padahal aku berharap dia bisa melakukan alkimia untukku. Kau tahu alkimia, kan? Yang bisa mengubah timbal menjadi emas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tentu saja menutupi fakta kalau dia mengetahui ini dari sebuah RPG penyatuan benda dengan seorang ahli alkimia wanita muda sebagai protagonisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, ada sebuah teknik untuk itu yang disebut Ars Magna, tapi mempersiapkan peralatannya dengan bahan-bahan modern akan mempunyai biaya sebesar...um...7 triliun yen dalam mata uang negara ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...................................Yah, sama saja bohong,” gumam Kamijou tanpa nyawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tersenyum lemah dan berkata, “...Yeah. Mengubah timbal menjadi emas tidak menghasilkan apa pun selain membuat para bangsawan senang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi...tunggu. Sekarang setelah kupikir-pikir, bagaimana melakukannya? Bagaimana cara kerjanya? Kalau kau mengubah timbal menjadi emas, apakah kau menyusun atom-atom Pb menjadi Au?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak begitu tahu, tapi itu cuma teknik abad ke-14.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, apa maksudmu sama dengan yang kupikirkan? Kalau itu mungkin benar-benar mengubah susunan atom!? Maksudmu, kau bisa menyebabkan peluruhan proton tanpa sebuah akselerator partikel dan fusi nuklir tanpa sebuah reaktor nuklir? Tunggu sebentar. Bahkan aku tidak yakin ketujuh Level 5 dari Academy City bisa melakukan itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“???”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, jangan kelihatan bingung seperti itu! Um...um...Ah. Kalau kau penasaran seberapa mengagumkannya itu, hal-hal seperti itu membuat kami bisa menciptakan robot atomik atau &#039;&#039;mobile suit&#039;&#039; dengan mudah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benda apa itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya dengan tiga kata, dia mampu membuang semua mimpi para lelaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala Kamijou tertunduk lemas, Index sepertinya merasa kalau dia telah melakukan sesuatu yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-bagaimanapun juga, pedang suci dan tongkat sihir yang digunakan dalam ritual bisa dibuat dengan bahan modern sebagai penggantinya, tapi ada batasnya. ...Ini khususnya berlaku untuk benda suci yang terkait dengan Tuhan seperti Tombak Longinus, Cawan Suci Joseph, atau The_ROOD. Bahkan setelah seribu tahun, sepertinya tidak ada pengganti yang bisa dibuat...aduh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dia berbicara terus-terusan dengan semangat, dia mulai memegang pelipisnya seperti habis mabuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma melihat wajah Index yang berbaring di futon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia punya 103.000  grimoir dalam kepalanya. Hanya membaca salah satunya bisa membuatmu gila dan walau begitu dia telah memasukkan setiap huruf dari semua buku itu ke dalam kepalanya. Seberapa banyak rasa sakit yang proses itu sebabkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu Index tidak pernah sekali pun mengeluh tentang rasa sakitnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau ingin tahu?” tanyanya seakan meminta maaf pada Kamijou dan mengabaikan rasa sakitnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada bicara Index yang biasanya riang telah menghasilkan konteks yang membuat suara tenang itu mencolok dan seperti membawa determinasi yang lebih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Dasar Sensei bodoh.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Situasi Index tidak begitu masalah bagi Kamijou. Bagaimanapun situasi dia berada, tidak mungkin Kamijou bisa meninggalkannya. Selama Kamijou bisa mengalahkan musuhnya dan menjaganya agar tetap aman, dia rasa tidak ada alasan untuk menggali luka lama Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau ingin tahu bagaimana keadaanku?” ulang gadis yang menyebut dirinya Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menetapkan pikirannya dan menjawab, “Itu membuatku merasa seperti seorang pendeta, kau tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di satu sisi, memang benar. Dia merasa seperti seorang pendeta yang mendengarkan pengakuan seorang pendosa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tahu kenapa?” tanya Index. “Gereja Kristen awalnya adalah satu organisasi, tapi sekarang ada Katolik, Protestan, Katolik Roma, Ortodoks Rusia, Anglikan, Nestorian, Athanasian, Gnostik, dan banyak lagi. Apa kau tahu kenapa perpecahan ini terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yahh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou paling tidak telah membaca sepintas buku teks sejarahnya, jadi dia sedikit tahu jawabannya. Tapi dia ragu untuk menyebutkannya di depan Index yang “sebenarnya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cukup bagus.” Index tersenyum. “Karena politik dicampur dalam gereja. Sekte-sekte berpisah, bertentangan satu sama lain, dan bertarung. Pada akhirnya, bahkan orang-orang yang memercayai Tuhan yang sama menjadi musuh bagi satu sama lain. Bahkan ketika kami percaya pada Tuhan yang sama, kami masing-masing menjalani jalan yang berbeda dari berbagai jalan yang tersebar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, pikiran orang-orang tentang hal tertentu secara alami berbeda-beda. Beberapa ingin menghasilkan uang dengan perkataan Tuhan dan yang lainnya menolak untuk membiarkan itu. Beberapa merasa lebih dicintai Tuhan lebih dari orang lain di dunia dan yang lainnya tidak menerima itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelah sekte-sekte itu berhenti berhubungan satu sama lain, masing-masing dari kami menjalani perkembangan yang terisolasi yang memberikan kami karakteristik masing-masing. Kami berubah sesuai situasi atau kebudayaan negara kami.” Index mengeluarkan napas singkat. “Gereja Katolik Roma mengelola dan mengontrol dunia, Gereja Ortodoks Rusia mencari dan memusnahkan &amp;lt;i&amp;gt;occult&amp;lt;/i&amp;gt;, dan Gereja Anglikan tempatku berada...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata Index terhenti di tenggorokannya sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Inggris adalah negara sihir,” katanya seakan itu adalah kenangan pahit. “Jadi Gereja Anglikan sangat unggul dalam kebudayaan anti-penyihir dan teknik-teknik seperti pemburuan &#039;&#039;witch&#039;&#039;&amp;lt;ref&amp;gt;Salah satu jenis pengguna sihir dari Inggris&amp;lt;/ref&amp;gt; dan Inkuisisi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di London saja terdapat sejumlah perusahaan umum yang menyebut diri sendiri sebagai asosiasi sihir&amp;lt;!--magic cabal--&amp;gt; dan jumlah perusahaan kosong yang hanya terdapat di atas kertas ada sepuluh kali lipatnya. Metode coba-dan-galat mereka yang dimulai sebagai cara untuk melindungi warga dari “penyihir jahat yang bersembuyi di kota” telah berkembang pada satu arah terlalu jauh dan pada titik tertentu menjadi budaya pembantaian dan eksekusi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gereja Anglikan memiliki divisi khusus,” kata Index seperti mengakui dosanya sendiri. “Divisi itu menginvestigasi sihir dan mengembangkan tindakan balasan yang digunakan untuk mengalahkan penyihir.  Dikenal sebagai Necessarius.” Dia benar-benar terdengar seperti biarawati. “Kalau kau tidak mengetahui musuhmu, kau tidak bisa bertahan dari serangan mereka. Tapi, mengerti seorang musuh yang tidak murni akan membuat hatimu sendiri tidak murni dan menyentuh seorang musuh yang tidak murni akan membuat tubuhmu sendiri tidak murni. Itulah kenapa Necessarius, gereja dari kejahatan yang dibutuhkan, diciptakan untuk menarik semua ketidakmurnian itu ke satu tempat. Dan kasus paling ekstrimnya adalah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“103.000 grimoir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar.” Index mengangguk kecil. “Sihir adalah sesuatu yang mirip seperti sebuah persamaan matematis. Kalau kau dengan ahli membalikkan perhitungannya, kau bisa menetralkan serangan lawanmu. Itulah kenapa 103.000 grimoir ini dimasukkan ke dalamku. ...Kalau kau mengetahui sihir dari seluruh dunia, kau bisa menetralkan sihir dari seluruh dunia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat ke arah tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah berpikir kalau tangan kanannya tidak ada gunanya. Kekuatan tangan kanannya bahkan tidak mampu mengalahkan seorang berandalan, tidak bisa meningkatkan nilai tesnya, dan juga tidak bisa membantunya menggoda cewek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi gadis ini telah melewati neraka untuk memperoleh hal yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kalau grimoir ini sebegitu berbahayanya dan kalian tahu di mana tempatnya, kenapa kalian tidak membakarnya tanpa membacanya? Selama ada orang yang membaca dan belajar dari grimoir ini, penyihir akan terus-terusan muncul tanpa ada akhirnya, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukunya sendiri tidak lebih penting daripada isinya. Bahkan kalau kau menyingkirkan sebuah buku Asli, penyihir yang mengetahui isinya akan mewariskannya pada pengikutnya, jadi melakukan itu tidak ada artinya. Walau seseorang yang melakukan itu disebut sebagai &#039;&#039;sorcerer&#039;&#039; dan bukan penyihir,” jelas Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Seperti data yang diposkan di Internet? Bahkan kalau kau menghapus data aslinya, kopian-kopian data itu akan terus ada.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan juga, sebuah grimoir itu tidak lebih dari sebuah buku teks.” Index terdengar seperti merasa sakit. “Hanya membacanya saja tidak membuatmu jadi seorang penyihir. Para penyihir mengubahnya agar cocok dengan diri mereka masing-masing dan membuat sihir jenis baru.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak seperti data dan lebih seperti virus komputer yang berubah terus-terusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk benar-benar menghilangkan virus itu, kau harus menganalisis virus itu dan membuat perangkat lunak antivirus yang baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang sudah kukatakan, grimoir itu berbahaya.” Index memicingkan matanya. “Ketika menghancurkan sebuah kopian saja, seorang Inkuisitor ahli harus menjahit tertutup matanya untuk mencegah polusi pada otaknya, dan bahkan setelah itu diperlukan lima tahun pembatisan untuk menghilangkan sepenuhnya polusi itu darinya. Pikiran manusia tidak mampu menangani sebuah buku Asli. Satu-satunya pilihan yang tersisa untuk 103.000 buku Asli yang tersebar di seluruh dunia adalah dengan menyegelnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan-akan dia sedang berdiskusi tentang apa yang harus dilakukan dengan koleksi yang sangat besar dari sisa senjata nuklir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan sebenarnya, &#039;&#039;kurang lebih memang begitu&#039;&#039;. Kemungkinan besar, orang yang menulis grimoir itu sendiri tidak menyangka ini terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tch. Tapi bukankah sihir bisa digunakan orang normal mana pun selain kami, para esper? Kalau begitu bukankah grimoir ini akan menyebar ke seluruh dunia dalam waktu singkat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengingat kembali api milik Stiyl. Bagaimana kalau semua orang di dunia bisa menggunakan kekuatan seperti itu? Pengetahuan umum di dunia yang fondasinya terbangun dari sains akan runtuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau...tidak perlu khawatir tentang itu. Asosiasi-asosiasi sihir&amp;lt;!--magic cabals--&amp;gt; tidak akan gegabah membiarkan grimoir keluar ke masyarakat umum.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“? Kenapa tidak? Bukankah akan lebih baik bagi mereka kalau memiliki lebih banyak rekan yang bertarung untuk mereka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Tepat karena itulah&#039;&#039;. Kalau setiap orang yang mempunyai senjata adalah teman, tidak akan ada peperangan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya karena dua orang mengetahui sihir tidak berarti mereka berada di pihak yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena mereka tahu kekuatan kartu truf merekalah maka mereka tidak mau dengan gegabah menambah musuh penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Grimoir-grimoir itu diperlakukan seperti rancangan senjata baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm. Kurasa aku mengerti.” Kamijou terlihat hanyut berpikir. “Jadi intinya, mereka ingin mendapatkan &#039;&#039;bom&#039;&#039; yang ada di dalam kepalamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah sebuah perpustakaan dengan kopian sempurna dari 103.000 grimoir Asli di dunia dalam kepalanya. Mendapatkannya berarti mendapatkan seluruh sihir di dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Benar.” Suaranya terdengar seperti dia akan segera tewas. “Dengan 103.000 grimoir, kau bisa membengkokkan apa pun di dunia sesuai kehendakmu tanpa terkecuali. Itulah yang kami sebut sebagai Dewa Sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan dewa dunia iblis&amp;lt;ref&amp;gt; (魔神 Majin, lit. &amp;quot;Magic God&amp;quot;) Kanji pertama bisa berarti sihir atau iblis&amp;lt;/ref&amp;gt;, tapi seseorang yang telah menguasai sihir seutuhnya sampai pada titik memasuki wilayah dewa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Dewa Sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Berengsek.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menyadarinya, Kamijou mulai menggertakkan gigi gerahamnya. Kamijou bisa tahu dari sikap Index kalau 103.000 grimoir dimasukkan ke kepalanya bukan karena keinginannya. Kamijou mengingat kembali api milik Stiyl. Dia hidup seperti itu tanpa alasan lain selain untuk mencegah sebanyak mungkin korban sebisanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahan dengan bagaimana para penyihir itu menggunakan perasaan itu demi keuntungan mereka dan dia tidak tahan bagaimana gereja menyebut Index sebagai “tidak murni”. Mereka semua memperlakukan seorang manusia sebagai sebuah benda dan Index pasti tidak melihat apa pun selain orang-orang yang melakukan itu. Fakta bahwa dia masih memikirkan semua orang selain dirinya walaupun telah mendapatkan perlakuan sedemikian rupa adalah hal yang membuat Kamijou paling tidak tahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Maaf.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahu apa yang menyebabkan dia begitu marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi satu kata itu benar-benar membuatnya sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menjentik dahi Index pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Oh, ayolah. Kenapa kau tidak memberitahuku hal sepenting itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index membeku ketika Kamijou memandang gadis yang terbaring itu dengan memamerkan gigi taringnya. Matanya terbuka lebar seakan-akan dia telah melakukan sesuatu yang sangat salah dan bibirnya bergerak cepat seperti ingin mengatakan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi aku tidak berpikir kau akan memercayaiku dan aku tidak ingin menakutimu. Dan...um...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index kelihatan akan menangis dan suaranya semakin kecil ketika berbicara. Kamijou hampir tidak mendengarnya di ujung kalimatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau begitu, Kamijou mendengarnya mengatakan “aku tidak mau kau membenciku”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, peduli setan!!” Dia benar-benar mendengar suara sesuatu yang patah. “Jangan remehkan orang dan memperkirakan seperti apa mereka dengan pikiranmu sendiri! Rahasia gereja? 103.000 grimoir? Yeah, itu semua hebat dan mengagumkan. Dan ya, semuanya kelihatan sangat absurd sampai aku masih belum benar-benar memercayainya. Tapi...” Kamijou berhenti sejenak. “&#039;&#039;Cuma begitu saja&#039;&#039;?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Index terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir kecilnya bergerak cepat seperti sedang mencoba mengatakan sesuatu, tapi tidak ada kata-kata yang keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan remehkan aku seperti itu. Apa kau benar-benar berpikir kalau aku akan memanggilmu menyeramkan atau menjijikkan atau apalah hanya karena kau menghapal 103.000 grimoir!? Apa kaupikir aku akan meninggalkanmu dan lari ketika para penyihir itu muncul? Persetan. Kalau cuma itu saja yang aku bisa, dari awal aku tidak akan membiarkanmu masuk ke kamar asramaku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kamijou berbicara, dia akhirnya menyadari apa yang menyebabkan dia begitu marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou hanya ingin membantu Index. Dia tidak ingin melihat Index tersakiti lagi. Itu saja. Dan walau begitu dia tidak membiarkan Kamijou melindunginya sementara dia mati-matian melindungi Kamijou. Kamijou hanya ingin mendengar dia meminta tolong sekali saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal itu sangat membuatnya frustasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat, sangat frustasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Percayalah padaku sedikit. Jangan memperkirakan nilai orang-orang seenakmu saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya itu. Bahkan kalau dia tidak punya kekuatan di tangan kanan dan hanyalah seorang manusia biasa, tetap bukan alasan bagi Kamijou untuk mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v01_157.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada alasan seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index hanya memandang wajah Kamijou dengan kagum untuk beberapa saat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi kemudian air mata mulai menggenangi matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah-olah matanya terbuat dari es dan mulai mencair.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index merapatkan bibirnya agar tidak sesenggukan, tapi bibirnya bergetar seakan dia tidak dapat menahannya lebih lama lagi. Dia menarik futon sampai ke mulutnya dan menggigitnya. Tetes air mata di matanya menjadi begitu besar hingga kelihatannya dia akan menangis seperti anak TK kalau bukan karena selimut itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan besar, air mata itu bukan hanya sekedar respon dari kata-kata yang Kamijou baru saja katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak cukup sombong sampai berpikir begitu. Dia ragu kata-katanya memberi pengaruh sebesar itu padanya. Kemungkinan besar, sesuatu yang telah menumpuk di dalam dirinya mengalir keluar dengan kata-kata darinya sebagai pemicunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia merasa hatinya retak karena pemikiran kalau tidak ada yang pernah mengatakan kata-kata seperti itu padanya sebelumnya, Kamijou juga merasa kalau dia akhirnya telah melihat “kelemahan” Index yang membuatnya sedikit senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Kamijou bukan orang mesum yang senang melihat gadis menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, suasana itu sangat canggung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau Komoe-sensei masuk tanpa mengetahui situasinya, Kamijou yakin kalau dia akan tanpa ragu menyuruhnya untuk mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U-um... Kau tahu. Aku punya tangan kananku, jadi tidak ada penyihir yang bisa mengimbangiku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Tapi...hik...kau bilang kau punya pelajaran tambahan selama liburan musim panas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa aku pernah mengatakan itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku yakin kau pernah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya, gadis yang telah menghapal dengan sempurna 103.000 buku itu mempunyai ingatan yang sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan merasa tidak enak karena mengacaukan kehidupan sehari-hari seseorang untuk sesuatu seperti ini. Pelajaran tambahanku tidak sepenting itu. Sekolahku tidak ingin membuatku tinggal kelas kalau mereka bisa mencegahnya, jadi jika aku bolos dari pelajaran tambahan, aku bisa pergi ke pelajaran tambahan dari pelajaran tambahan itu. Aku bisa menundanya selama yang kuperlu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau Komoe-sensei mendengar itu, kamar itu pasti telah berubah menjadi medan perang, tapi dia tidak peduli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan air mata masih di matanya, Index melihat ke Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Jadi kenapa kau begitu terburu-buru untuk pergi ke pelajaran tambahanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...........................Oh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berpikir ke belakang. Memang benar, setelah dia menelanjangi Index dengan menghancurkan Gereja Berjalan-nya dengan Imagine Breaker, sehingga suasana waktu itu hening seperti dalam elevator yang tertutup, dia memang terburu-buru...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena kau punya rencana dan karena kau punya kehidupan normal, aku merasa salah kalau mengganggu semua itu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“O-oh. Yeah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku menyusahkanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku menyusahkanmu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dia mengulangi itu dengan air mata di matanya, sudah tidak mungkin bagi Kamijou untuk mencoba menyangkalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mwinta mwaaf!” Kamijou Touma meminta maaf sambil dengan cepat memasuki mode bersujud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index perlahan duduk seperti orang sakit di futon, memegang telinga Kamijou, dan menggigit bagian atas kepalanya seolah-olah kepalanya adalah onigiri raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar 600 meter dari sana, di atas bangunan dengan banyak penghuni, Stiyl melepaskan teropongnya dari matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah mencari tahu siapa bocah yang bersama Index. ...Bagaimana keadaan Index”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menoleh, Stiyl menjawab gadis yang berbicara padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia masih hidup. Tapi itu berarti mereka punya seorang pengguna sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu tidak memberi respon, tapi sepertinya dia lebih merasa lega bahwa tidak ada yang mati dibandingkan khawatir akan seorang musuh baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu berumur 18 tahun, tapi dia sekepala lebih pendek dari Stiyl yang hanya berumur 14.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi memang, tinggi Stiyl melebihi 2 meter, jadi gadis itu masih terhitung tinggi jika dibandingkan dengan tinggi rata-rata orang Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rambut hitam sepanjang pinggangnya diikat ekor kuda. Di pinggangnya terdapat sebuah pedang Jepang sepanjang lebih dari dua meter yang disarungkan. Tipe yang dikenal sebagai “pedang perintah” yang digunakan di ritual memanggil hujan dalam agama Shinto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi akan sedikit sulit untuk menyebutnya sebagai gadis cantik Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memakai celana jins usang dan kaos putih. Entah kenapa, bagian kaki kiri dari jinsnya dipotong seluruhnya sampai pangkal pahanya, kain berlebih di bawah T-shirt-nya diikat jadi bagian perutnya dapat terlihat, dia memakai sepatu bot setinggi lutut, dan pedang Jepang-nya tergantung dalam sarung kulit seperti sebuah pistol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terlihat seperti seorang &#039;&#039;sheriff&#039;&#039; dari Barat yang telah menukar pistolnya dengan pedang Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti Stiyl si pendeta berbau parfum, pakaiannya sangat tidak normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi siapa sebenarnya orang itu, Kanzaki?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentang itu...aku tidak bisa mendapatkan banyak informasi mengenai bocah itu. Setidaknya, sepertinya dia bukan seorang penyihir atau berkekuatan supernatural lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa, apa kau ingin mengatakan kalau dia cuma siswa SMA biasa?” Stiyl menyalakan rokok yang dia keluarkan hanya dengan memandang ujungnya. “Berhenti saja. Mungkin tidak kelihatan seperti itu, tapi aku adalah seorang penyihir yang telah sepenuhnya menganalisis 24 &#039;&#039;rune&#039;&#039; yang ada dan mengembangkan 6 &#039;&#039;rune&#039;&#039; baru yang kuat. Dunia ini tidak sebaik itu sampai membiarkan seorang amatir tanpa kekuatan mendorong balik api penghakiman milik Innocentius.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan dengan bantuan dari Index, dia dengan seketika membuat rencana menggunakan bantuan. Ditambah lagi tangan kanannya yang aneh. Kalau dia adalah seorang manusia biasa di Jepang, maka Jepang benar-benar negara penuh misteri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar.” Kanzaki Kaori memicingkan matanya. “Masalah sebenarnya adalah seseorang dengan kemampuan tempur sebanyak itu dikategorikan sebagai tidak lebih dari seorang murid tidak punya harapan yang sering terlibat perkelahian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City memiliki sisi tersembunyi bahwa kota itu adalah institusi yang memproduksi esper secara massal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan kalau organisasi tempat Stiyl dan Kanzaki bekerja sedang menyembunyikan keberadaan Index, Stiyl dan Kanzaki telah menghubungi organisasi yang dikenal sebagai Institusi Lima Elemen lebih dulu untuk mendapatkan izin memasuki kota itu. Bahkan grup sihir yang dikenal sebagai yang terhebat di dunia tidak bisa tetap tersembunyi dalam wilayah musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin informasinya dengan sengaja ditutup-tutupi. Dan juga, luka Index disembuhkan dengan sihir. Kanzaki, apa ada organisasi sihir lain di Timur Jauh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka telah memutuskan kalau bocah itu pasti memiliki organisasi lain selain Institusi Lima Elemen di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka salah mengira kalau organisasi lain ini sepenuhnya menghilangkan semua informasi tentang Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau mereka melakukan sesuatu di kota ini, para informan dari Institusi Lima Elemen pasti telah mengetahuinya.” Kanzaki menutup matanya. “Kita punya musuh yang jumlahnya tidak diketahui, sementara kita sendiri tanpa bala bantuan. Ini perkembangan yang menyulitkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya adalah kesalahpahaman. Imagine Breaker milik Kamijou Touma tidak punya efek apa pun kecuali digunakan pada kekuatan supernatural. Dengan kata lain, System Scan milik Academy City tidak bisa mengukur kekuatannya karena menggunakan mesin untuk mengukurnya. Ya, itu adalah salah satu kesialan Kamijou karena dia diperlakukan sebagai seorang Level 0 padahal mempunyai tangan kanan kelas tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dalam skenario terburuk, hal ini bisa berkembang menjadi pertarungan sihir melawan sebuah organisasi. Stiyl, kudengar &#039;&#039;rune&#039;&#039;-mu punya kelemahan fatal dalam hal ketahanan air.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah mengompensasikan itu. Aku melaminating &#039;&#039;rune&#039;&#039;-nya. Trik yang sama tidak akan berlaku padaku lagi.” Seperti pesulap panggung, dia mengeluarkan &#039;&#039;rune&#039;&#039; yang sekarang kelihatan sangat mirip dengan kartu koleksi. “Kali ini, aku akan menempatkan &#039;&#039;barrier&#039;&#039; dengan radisu 2 kilometer di sekitar areanya dan bukan hanya pada bangunannya. Untuk itu, dibutuhkan 164.000 kartu dan persiapannya akan memakan waktu 60 jam untuk diselesaikan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak seperti dalam &#039;&#039;video game&#039;&#039;, sihir yang sebenarnya memerlukan lebih dari hanya sekadar mengucapkan mantra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin memang kelihatannya hanya itu saja yang diperlukan kalau dilihat sekilas, tapi ada sedikit persiapan yang diperlukan di balik layar. Api milik Stiyl adalah tipe yang membutuhkan instruksi kira-kira “Ambil sebuah taring serigala perak yang telah dimandikan sinar bulan selama 10 tahun dan...” Karena itu, kecepatan Stiyl sebenarnya adalah kecepatan seorang ahli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, pertarungan sihir adalah masalah membaca apa yang akan datang. Ketika pertarungan dimulai, kau pada dasarnya sudah terjebak dalam perangkap berupa &#039;&#039;barrier&#039;&#039; milik musuh. Ketika bertahan, kau perlu memastikan apa mantra musuhmu, dan mencari cara untuk membalikkannya ke musuhmu. Ketika menyerang, kau harus memprediksi serangan balik seperti apa yang akan datang dan mengatur kembali mantramu sesuai apa yang terjadi. Tidak seperti bela diri sederhana, kau perlu memikirkan 100-200 langkah ke depan di tengah situasi yang terus berubah. Walaupun istilah kasar seperti “pertarungan” digunakan, sebenarnya itu lebih seperti adu intelek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, pasukan musuh yang tidak diketahui jumlahnya membuat seorang penyihir berada dalam posisi yang sangat tidak menguntungkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Dia kelihatan sangat senang,” kata penyihir &#039;&#039;rune&#039;&#039; tiba-tiba sembari memandang 600 meter ke depan tanpa menggunakan teropongnya. “Dia kelihatan sangat, sangat senang. Dia selalu hidup dalam kehidupan menyenangkan seperti itu.” Dia terdengar seperti sedang meludahkan semacam cairan kental. “Seberapa lama kita harus terus mengoyaknya hingga berkeping-keping?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki memandang 600 meter ke depan dari belakang Stiyl.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan tanpa menggunakan teropong atau sihir, dia bisa melihat jelas dengan pandangan 8.0-nya. Melalui jendela, dia bisa melihat gadis itu menggigiti kepala bocah itu dengan marah sedangkan bocah itu mengayun-ayunkan tangannya dan mencoba berontak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pasti perasaan yang sangat pelik,” kata Kanzaki seperti sebuah mesin. “&#039;&#039;Bagi orang sepertimu yang pernah berada dalam posisi yang sama seperti itu&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku sudah terbiasa,” jawab penyihir api itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia benar-benar telah mengalami perasaan seperti itu berkali-kali sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Waktunya mandi♪ Waktunya mandi♪” nyanyi Index sembari berjalan di samping Kamijou, memegang baskom mandi dengan kedua tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan-akan ingin menunjukkan kalau dia sudah tidak sakit lagi, dia mengganti pakaiannya dari piyama menjadi jubah biarawati yang penuh penitinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahu trik sulap apa yang Index gunakan, tapi jubah yang berdarah-darah itu bersih sempurna. Dia punya firasat kalau jubah itu akan terkoyak-koyak jika Index memasukkannya secara utuh ke dalam mesin cuci, jadi dia penasaran apakah Index memisahkannya dan mencuci tiap-tiap bagiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu begitu mengganggumu? Sejujurnya, aku tidak peduli dengan baunya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tipe yang suka bau keringat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudku bukan begitu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah tiga hari, dia akhirnya cukup sehat untuk bisa keluar rumah dan mandi adalah permintaan pertamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apartemen Komoe-sensei tidak punya apa pun yang yang mirip dengan kamar mandi, jadi pilihan mereka hanya meminjam kamar mandi di kamar manajer atau pergi ke pemandian umum yang bobrok di dekat sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena alasan itulah, anak laki-laki dan gadis muda itu kini sedang berjalan di trotoar pada malam hari dengan baskom mandi di tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya era kebudayaan Jepang mana yang kita tinggali sekarang?” Komoe-sensei berkomentar dengan senyum ketika menjelaskan sistem pemandian umum. Dia membiarkan Kamijou dan Index tinggal di apartemennya tanpa menanyakan detail situasi mereka. Kamijou ikut menginap dengan Index karena dia tidak ingin kembali ke asramanya yang tidak diragukan lagi sedang diawasi oleh musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Touma, Touma,” kata Index dengan suara teredam karena dia sedang menggigit bagian lengan atas kaus Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kebiasaannya menggigit orang, kelakuannya itu tidak lebih dari gerakan yang mirip dengan memegang baju seseorang untuk menarik perhatiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa?” jawab Kamijou jengkel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagi itu, Index sadar kalau dia tidak mengetahui nama Kamijou, jadi Kamijou memperkenalkan dirinya kepadanya. Sejak saat itu, dia telah memanggil namanya sekitar 60.000 kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada apa-apa. Aku cuma suka memanggil namamu walaupun tidak ada alasannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Index mirip dengan seorang anak yang pergi ke taman hiburan untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index terlihat begitu lengket kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan besar karena apa yang terjadi tiga hari sebelumnya, tapi Kamijou tidak lebih senang dibanding tidak yakin harus merasa bagaimana tentang fakta bahwa tidak ada yang pernah mengatakan sesuatu sedasar itu pada Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Komoe bilang pemandian umum Jepang punya kopi susu. Apa itu kopi susu? Seperti &amp;lt;i&amp;gt;cappuccino&amp;lt;/i&amp;gt;?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak akan menemukan yang seelegan itu di pemandian umum. Jangan berharap terlalu tinggi,” kata Kamijou. “Hmm, tapi bak mandi raksasa mungkin akan membuatmu terkejut. Di Inggris, yang paling umum adalah bak mandi yang sempit seperti yang ada di hotel, &#039;kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? ...Aku tidak begitu tahu.” Index memiringkan kepalanya ke samping seperti memang benar-benar tidak tahu. “Hal pertama yang kuingat dimulai di sini, di Jepang. Aku tidak begitu tahu bagaimana keadaan di Inggris sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Hmm. Jadi itu kenapa kau bisa berbicara bahasa Jepang dengan lancar. Kalau kau di sini sejak kecil, berarti kau sendiri praktis adalah orang Jepang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban Index tadi membuat Kamijou berpikir bahwa keyakinan Index kalau dia akan aman jika kabur ke Gereja Anglikan sedikit kurang bisa diandalkan. Awalnya dia berpikir gadis itu akan pulang ke rumahnya, tapi dia sebenarnya malah akan pergi ke negara yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bukan. Maksudku bukan seperti itu.” Index menggelengkan kepalanya, mengayun-ayunkan rambut perak panjangnya. “Sepertinya, aku lahir dan dibesarkan di Katedral St. George di London. Sepertinya, aku baru datang ke sini sekitar satu tahun lalu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengerutkan dahinya karena kata yang tidak jelas itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah. Aku tidak punya ingatan dari sebelum sekitar satu tahun yang lalu ketika aku tiba di sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persis seperti anak kecil yang menuju taman hiburan untuk pertama kali dalam hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesempurnaan senyuman itulah yang menunjukkan kepada Kamijou rasa takut dan rasa sakit di baliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika aku pertama kali bangun di sebuah gang, aku tidak tahu siapa diriku. Yang kutahu hanyalah bahwa aku harus kabur. Aku tidak ingat apa yang kumakan pada makan malam malam sebelumnya, tapi pengetahuan tentang hal-hal seperti sihir, Index Librorum Prohibitorum, dan Necessarius terus berputar dalam pikiranku. Hal itu begitu menakutkan...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kau bahkan tidak tahu kenapa kau kehilangan ingatanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu benar,” jawabnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahu sama sekali tentang psikologi, tapi dia tahu dari &amp;lt;i&amp;gt;video game&amp;lt;/i&amp;gt; dan drama kalau ada dua penyebab utama amnesia: terkena benturan keras di kepala atau menyegel sebuah kenangan yang tidak bisa dipikul hatimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan...” gumam Kamijou sambil melihat ke langit malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun dia memang merasa marah pada para penyihir yang bisa melakukan hal seperti itu ke seorang gadis sepertinya, dia lebih merasa dikuasai oleh rasa ketidakberdayaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sekarang tahu kenapa Index melindunginya dan menjadi sangat lengket padanya. Itu hanya karena &amp;lt;i&amp;gt;Kamijou secara kebetulan&amp;lt;/i&amp;gt; adalah orang pertama yang dia kenal setelah menghabiskan satu tahun sendirian di dunia tanpa mengetahui apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua ini tidak menyenangkan Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak tahu kenapa, tapi entah kenapa jawaban &amp;lt;i&amp;gt;itu&amp;lt;/i&amp;gt; benar-benar membuatnya jengkel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mh? Touma, apa kau marah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan itu menangkap basah dia, tapi Kamijou berhasil berpura-pura tidak marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau aku membuatmu marah entah karena apa, aku minta maaf. Touma, apa yang membuatmu begitu marah? Pubertas?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak ingin mendengarmu berbicara tentang pubertas dengan badanmu yang seperti anak kecil itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mh. Apa maksudnya itu? Aku benar-benar berpikir kalau kau marah. Atau kau cuma berpura-pura marah untuk membuatku merasa susah? Aku tidak suka sisimu yang itu, Touma.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, jangan mengatakan itu ketika kau tidak pernah benar-benar menyukaiku. Aku tidak mengharapkan kejadian indah mirip komedi romantis seperti itu denganmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah? ...Kenapa kau memelototiku seperti itu, Tuan Putri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika dia mencoba mencairkan suasana dengan lelucon, Index tidak memberikan respon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aneh. Ini aneh. Kenapa Index melipat tangannya, melihatku dengan air mata di matanya dan ekspresi terluka di wajahnya, dan menggigit bibir bawahnya?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Touma.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?” Kamijou merespon, memutuskan kalau dia lebih baik merespon karena Index memanggil namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendapat firasat kuat tentang kesialan yang akan datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku benci kau.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat saat itu, Kamijou mendapatkan banyak &amp;lt;i&amp;gt;experience point&amp;lt;/i&amp;gt; untuk pengalaman langka berupa seorang gadis yang menggigit seluruh bagian atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index berjalan lebih dulu ke arah pemandian umum sendirian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, Kamijou berjalan lesu ke arah pemandian umum. Awalnya dia telah mencoba berlari mengejar Index, tapi biarawati putih yang marah itu lari seperti kucing liar setiap kali melihatnya. Walau begitu, dia akan tetap melihat punggung Index setelah berjalan beberapa saat seperti sedang ditunggu Index. Setelah itu, siklus ini akan berulang. Index benar-benar seperti kucing yang plin-plan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Yah, kami sedang menuju tempat yang sama, jadi pada akhirnya kami pasti akan bertemu lagi.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pikiran itu, Kamijou menyerah mengejarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditambah lagi dia merasa kalau ada kemalangan yang pasti datang berupa penahanan oleh polisi kalau seseorang melihatnya (kelihatannya) mengejar seorang biarawati Inggris muda yang lemah dan tak berdaya di jalan yang gelap seperti seekor Namahage.&amp;lt;ref&amp;gt;Semacam siluman dari Jepang. http://en.wikipedia.org/wiki/Namahage&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Biarawati dari Inggris, hm?” gumam Kamijou di sela napasnya sambil berjalan di jalan yang gelap sendirian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tahu kalau Index akan dibawa ke markas Gereja Anglikan di London kalau dia membawanya ke salah satu gereja mereka di Jepang. Tidak ada lagi yang tersisa untuk Kamijou lakukan. Semuanya pasti akan berakhir dengan ucapan seperti, “Mungkin waktunya singkat, tapi terima kasih. Aku tidak akan pernah melupakanmu karena aku punya ingatan sempurna”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasa sesuatu yang tajam menusuk-nusuk dadanya, tapi dia tidak tahu apakah ada hal lain yang bisa dilakukannya. Kalau Index tidak berada di bawah perlindungan gereja, dia akan terus dikejar oleh para penyihir itu. Lagi pula, tidak realistis mencoba mengikuti Index ke Inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka hidup di dunia yang berbeda, mereka berdiri di tempat berbeda, dan mereka berada di dimensi yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tinggal di dunia ESP ilmiah dan dia tinggal di dunia &amp;lt;i&amp;gt;occult&amp;lt;/i&amp;gt; sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti daratan dan lautan, kedua dunia mereka tidak akan berlintas jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cuma begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cuma begitu saja, tapi hal itu masih membuatnya jengkel seperti ada tulang ikan yang tersangkut di tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba pemikirannya yang berputar sia-sia terhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada sesuatu yang salah. Kamijou memeriksa waktu yang terpampang di papan iklan elektronik milik sebuah &amp;lt;i&amp;gt;department store&amp;lt;/i&amp;gt;. Tepat jam 8 malam. Masih ada banyak waktu sebelum waktunya orang-orang tidur, tapi keheningan mencekam menyelimuti area itu seperti berada di hutan pada malam hari. Perasaan aneh yang tidak pada tempatnya menyelimuti area itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kalau dipikir-pikir, aku belum melihat seorang pun sejak berjalan dengan Index...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ekspresi bingung, Kamijou berjalan lebih jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan ketika dia tiba di jalan besar dengan 3 lajur di setiap arah, perasaan tidak pada tempatnya itu berganti menjadi perasaan kalau segala sesuatunya benar-benar salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Tidak ada orang di sana&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada seorang pun yang masuk atau keluar dari mal yang berbaris di sisi jalan seperti minuman di rak toko serba ada. Trotoar yang biasanya terasa terlalu sempit sekarang terasa terlalu luas dan tidak ada satu mobil pun yang berjalan di jalan yang mirip landasan pacu itu. Semua mobil yang diparkir di sisi jalan kosong seakan sudah dibuang pemiliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti melihat jalan di ladang nun jauh di pedesaan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini karena Stiyl telah mengukir &amp;lt;i&amp;gt;rune&amp;lt;/i&amp;gt; Opila untuk membuat sebuah medan pembersih manusia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara perempuan tiba-tiba memasuki kepalanya seakan-akan sebuah pedang Jepang menusuk tembus bagian tengah wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak menyadarinya sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu tidak bersembunyi di balik apa pun dan dia juga tidak menyelinap dari belakangnya. Dia berdiri di tengah jalan lebar seperti landasan pacu sekitar 10 meter di depannya, menghalangi jalannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah jelas ini bukan lagi perkara tidak melihat atau menyadarinya karena kegelapan. Sesaat sebelumnya, memang benar-benar tidak ada seorang pun di sana. Tapi dalam satu kedipan mata, gadis itu muncul di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua orang di sekitar area ini telah dialihkan fokusnya jadi mereka tidak akan berpikir untuk mendekati area ini untuk tujuan tertentu. Kebanyakan orang sepertinya berada di dalam bangunan-bangunan, jadi jangan khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badannya bereaksi bereaksi lebih cepat dari pikurannya. Semua darah di tubuhnya seperti berkumpul di tangan kanannya. Dengan rasa sakit seperti ada seutas tali mengikat kencang pergelangan tangannya, insting Kamijou merasa bahwa gadis itu berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu memakai T-shirt dan jins yang satu bagian kakinya dipotong dengan berani, jadi pakaiannya tidak terlalu jauh berbeda dari apa yang disebut normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, sebuah pedang Jepang yang panjangnya lebih dari dua meter yang bergantung di pinggangnya seperti pistol, mengeluarkan hawa membunuh yang membeku. Bilahnya tersembunyi dalam sarung pedangnya, tapi sarung hitam itu terlihat sama penuh sejarahnya dengan sebuah tiang dari bangunan Jepang tua, jadi terlihat jelas kalau pedang itu asli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Penghancur Iblis Penyuci Tuhan.&amp;lt;ref&amp;gt;“God Purifying Demon Destroyer” (神浄の討魔) dibaca sebagai “Kamijou no Touma” tapi menggunakan kanji yang berbeda dengan nama Touma (上条当麻).&amp;lt;/ref&amp;gt; Nama sebenarnya &amp;lt;!--true name--&amp;gt;yang sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi gadis itu sendiri tidak menunjukkan tanda-tanda gugup sedikit pun. Cara bicaranya yang seperti sedang mengobrol santai membuatnya jauh lebih menakutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Siapa kau?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Kanzaki Kaori. ...Aku tidak ingin memberikan namaku yang lain kalau bisa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namamu yang lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah sedikit memperkirakan itu, tapi Kamijou tetap mundur selangkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama sihir. Itu adalah “nama membunuh” yang telah Stiyl berikan sebelum menyerang Kamijou dengan sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi...apa? Apa kau juga dari asosiasi sihir atau apalah itu sama seperti Stiyl?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?” Untuk sesaat, Kanzaki mengernyit ragu. “Oh, apa kau mendengar itu dari Index?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah asosiasi sihir. Organisasi yang mengejar Index untuk mendapatkan 103.000 grimoir-nya. Sebuah grup yang berjuang untuk menjadi Dewa Sihir, orang-orang yang telah menguasai sihir sepenuhnya hingga bisa membengkokkan apa pun di dunia sesuai kehendak mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya.” Kanzaki menutup satu matanya. “Aku ingin membawa dia ke dalam perlindungan kami tanpa perlu memberikan nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggigil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou punya kartu truf berupa tangan kanannya, tapi tetap saja musuh yang berdiri di depannya membuat punggungnya menggigil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Dan kalau aku menolak?” kata Kamijou. Dia tidak punya alasan untuk mundur walaupun merasa takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu aku tidak punya pilihan lain.” Kanzaki menutup mata yang satunya lagi. “Aku akan memberikan namaku sampai dia kembali ke dalam perlindungan kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guncangan seperti gempa membuat tanah di bawah kaki Kamijou bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti ada sebuah bom yang meledak. Langit malam di sudut penglihatannya yang harusnya ditutupi kegelapan biru pucat menjadi warna oranye terang seperti matahari tenggelam. Api raksasa menyebar beberapa ratus meter ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Index...!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuhnya adalah sebuah organisasi dan Kamijou tahu nama seorang penyihir api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou secara refleks melihat ke arah api yang meledak itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan di saat itu, tebasan Kanzaki Kaori tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada jarak 10 meter antara Kamijou dan Kanzaki. Dan juga, katana milik Kanzaki panjangnya lebih dari dua meter, jadi sepertinya tidak mungkin bagi tangan langsing feminimnya untuk menariknya dari sarungnya, apalagi mengayunkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&amp;lt;i&amp;gt;Tapi seperti itulah yang terlihat&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat berikutnya, angin di atas kepala Kamijou terpotong seakan gadis itu sedang menembakkan laser raksasa. Kamijou membeku karena syok dan baling-baling sebuah kincir angin pembangkit listrik di belakang kanannya terpotong diagonal seakan terbuat dari mentega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong hentikan ini,” kata suara 10 meter di depannya. “Mengabaikan peringatanku hanya akan berujung pada kematian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang sepanjang 2 meter milik Kanzaki sudah kembali ke sarungnya. Serangan itu sangat cepat hingga Kamijou bahkan tidak pernah melihat bilahnya menyentuh udara luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya alasan dia masih berdiri di sana adalah karena Kanzaki dengan sengaja membuat serangannya meleset. Situasinya kelihatan sangat tidak nyata sampai dia hampir tidak menyadari fakta itu. Musuhnya terlalu kuat sampai pikirannya tidak bisa mengikuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara benturan kuat, baling-baling kincir angin yang terpotong jatuh ke tanah di belakang Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan walaupun puing-puing baling-baling itu jatuh begitu dekat, Kamijou masih tidak bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggertakkan giginya karena pedang itu pasti sangat tajam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki membuka salah satu matanya yang tertutup dan berkata, “Aku bertanya kepadamu sekali lagi.” Dia memicingkan matanya sedikit. “Aku ingin membawanya ke dalam perlindungan kami tanpa perlu memberikan nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada keraguan dalam suara Kanzaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya begitu dingin hingga dia terlihat seperti mengatakan tingkat kehancuran seperti itu bukanlah sesuatu yang pantas untuk membuat orang terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...A-apa-apaan yang kaukatakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan-akan kakinya tertempel ke tanah, dia tidak bisa maju ke depan atau melangkah mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakinya bergetar seakan dia baru saja selesai berlari maraton dan dia bisa merasakan tenaganya meninggalkan kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak punya alasan untuk menyerah pada-...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan menanyakannya sebanyak apa pun yang diperlukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sesaat – benar-benar sesaat – tangan kanan Kanzaki menjadi buram dan menghilang seperti &amp;lt;i&amp;gt;bug&amp;lt;/i&amp;gt; dalam sebuah &amp;lt;i&amp;gt;video game&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara raungan, sesuatu terbang ke arah Kamijou dengan kecepatan menakutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasa seperti senjata laser raksasa sedang ditembakkan dari segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti tornado raksasa yang terbuat dari pedang-pedang udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma melihat topan itu memotong aspal, lampu jalan, dan pohon-pohon yang berbaris di jalan dalam interval tertentu hingga menjadi berkeping-keping seolah-olah dipotong dengan &amp;lt;i&amp;gt;waterjet&amp;lt;/i&amp;gt;&amp;lt;ref&amp;gt;Mesin yang bisa memotong dengan menembakkan jet air. http://en.wikipedia.org/wiki/Water_jet_cutter&amp;lt;/ref&amp;gt; industri. Bongkahan aspal berukuran kepalan tangan terbang dan menghantam bahu kanan Kamijou. Cukup untuk menerbangkan dan membuatnya hampir pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil memegang bahu kanannya, Kamijou melihat sekelilingnya hanya dengan menggerakkan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu...dua..tiga, empat, lima, enam, tujuh. Total sebanyak tujuh tebasan pedang lurus berlanjut sampai lusinan meter sepanjang tanah yang datar. Tebasan-tebasan itu datang dari sudut acak dan kelihatan seperti goresan kuku di pintu baja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendengar suara katana gadis itu kembali ke sarungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingin membawa dia ke bawah rawatan kami tanpa perlu memberikan nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tangan kanannya masih di gagang pedang, Kanzaki hanya mengatakan kata-kata itu tanpa kebencian atau kemarahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuh serangan. Kamijou tidak bisa melihat bahkan satu serangan pun, tapi Kanzaki telah melakukan tujuh serangan iai&amp;lt;ref&amp;gt;Tipe beladiri pedang yang serangannya berupa tebasan cepat dari dalam gagang dan langsung dimasukkan kembali ke gagang. http://en.wikipedia.org/wiki/Iai&amp;lt;/ref&amp;gt; dalam satu saat itu. Dan kalau dia mau, satu atau seluruh tujuh serangan itu bisa menjadi serangan mematikan yang memotong Kamijou menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan. Kamijou hanya mendengar suara metalik dari pedang yang disarungkan sekali saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan besar adalah &amp;lt;i&amp;gt;kekuatan supernatural&amp;lt;/i&amp;gt; yang dikenal sebagai sihir. Dia memakai sihir yang memanjangkan jarak satu serangan itu sebanyak lusinan meter dan memberikannya kemampuan berpedang untuk menyerang tujuh kali walau mengeluarkannya hanya sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kecepatan serangan Nanasen&amp;lt;ref&amp;gt;Nanasen berarti “Tujuh Kilatan”.&amp;lt;/ref&amp;gt; yang Shichiten Shichitou&amp;lt;ref&amp;gt;Shichiten Shichitou berarti “Tujuh Pedang Tujuh Langit”.&amp;lt;/ref&amp;gt;-ku lakukan itu cukup untuk membunuhmu tujuh kali dalam waktu yang dikenal sebagai sesaat. Orang-orang menyebutnya sebagai pembunuhan instan. Menyebutnya sebagai pembunuhan instan pasti rasanya tidak jauh dari kenyataannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam diam, Kamijou mengepalkan tinjunya dengan kekuatan yang cukup untuk menghancurkan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki punya kecepatan, kekuatan, dan jarak yang mengerikan. Kemungkinan besar, serangan memotong itu berhubungan dengan kekuatan supernatural yang dikenal sebagai sihir. Kalau begitu, Kamijou hanya perlu menyentuh serangan aslinya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Teruslah bermimpi,” katanya, memotong pemikiran Kamijou. “Aku sudah dengar dari Stiyl kalau tangan kananmu bisa meniadakan sihir entah bagaimana caranya. Tapi apakah aku benar kalau berpikir bahwa kau tidak bisa melakukan itu kecuali kau menyentuhnya dengan tangan kananmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sekali. Tangan kanan Kamijou tidak ada gunanya kalau dia tidak bisa menyentuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan masalah kecepatan. Tidak seperti Biri Biri dari Misaka Mikoto&amp;lt;ref&amp;gt;Serangan listrik. Dalam bahasa Jepang, suara listrik adalah “biri biri”.&amp;lt;/ref&amp;gt; dan Railgun yang ditembakkan dalam garis lurus, dia tidak bisa memprediksi ke mana Nanasen milik Kanzaki Kaori akan datang karena perubahan konstannya. Kalau Kamijou mencoba menggunakan Imagine Breaker, tujuh tebasan itu kemungkinan akan memotong tangannya berkeping-keping sejak awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan menanyakannya sebanyak apa pun yang diperlukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Kanzaki dengan diam memegang gagang Shichiten Shichitou di pinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasakan keringat dingin di pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau &amp;lt;i&amp;gt;mood&amp;lt;/i&amp;gt; Kanzaki berubah dan dia masuk untuk membunuh, Kamijou pasti akan terpotong-potong menjadi bagian kecil dalam sesaat. Dengan bagaimana dia telah memotong pohon-pohon yang berjejer di jalan berkeping-keping dalam jarak lusinan meter, mencoba lari atau menggunakan sesuatu sebagai tameng adalah bunuh diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou memerhitungkan jarak antara dirinya dan Kanzaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar 10 meter. Kalau dia berlari secepat yang tubuh fisiknya bisa lakukan, dia bisa menutup jarak itu dalam empat langkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Bergeraklah.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou memberikan perintah putus asa pada kakinya yang seperti ditempel ke tanah dengan lem instan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akankah kau membiarkan kami membawanya ke dalam rawatan kami sebelum aku memberikan nama sihirku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Bergeraklah!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia maju selangkah ke depan seakan mengoyakkan kakinya dari tanah. Satu alis Kanzaki naik ketika Kamijou bergerak maju dengan langkah eksplosif seperti sebuah peluru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh... Ohhhhhhhhhhhh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia maju selangkah lagi. Kalau dia tidak bisa kabur, tidak bisa menghindar ke kiri atau ke kanan, dan tidak bisa menggunakan apa pun sebagai tameng, maka satu-satunya pilihan yang tersisa adalah maju dan membuka jalan untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu apa yang mendorongmu sampai sejauh ini, tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki menghela napas yang lebih memiliki rasa kasihan dibandingkan keterkejutan. Kemudian...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nanasen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Potongan-potongan kecil dari aspal dan pohon yang hancur melayang di udara seperti debu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan angin yang meraung, awan debu itu terpotong kecil-kecil di depan mata Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah... Ohh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tahu dalam kepalanya bahwa dia bisa meniadakannya kalau dia menyentuhnya dengan tangan kanannya, tapi hatinya segera memilih untuk menghindar. Dia menunduk dengan begitu kuatnya hingga terlihat seperti dia sedang mengayunkan kepalanya ke bawah dan jantungnya membeku ketika tujuh serangan menebas itu lewat di atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak memerhitungkan itu dan dia tidak mungkin berhasil menghindar kalau dia memerhitungkannya. Dia hanya berhasil menghindar murni karena keberuntungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian dia mengambil satu langkah kuat lagi, yang ketiga dari empat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak peduli seberapa aneh serangan Nanasen itu, itu pada dasarnya masih sebuah serangan iai. Iai adalah teknik berpedang kuno yang mengeluarkan satu serangan mematikan yang dimulai dengan gerakan mengeluarkan pedang dari sarungnya. Itu berarti waktu ketika pedangnya berada di luar sarungnya akan membuat penggunanya tak berdaya dan tidak bisa menggunakan serangan iai lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia mengambil langkah terakhir itu untuk mencapai Kanzaki, dia akan menang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harapan terakhir yang pikiran itu berikan pecah berkeping-keping dengan suara “klik” kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah suara metalik kecil yang terlalu pendek dari sebuah katana yang dikembalikan ke dalam sarungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nanasen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raungan itu datang tepat dari depan Kamijou dalam jarak kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketujuh serangan itu mengejarnya bahkan sebelum refleks tubuhnya bisa beraksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan...Ahhhhhhhhhh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengulurkan tinju kanannya ke arah tebasan di depannya, tapi itu lebih mirip usaha defensif untuk menangkap bola yang dilemparkan ke wajahnya dibanding sebuah serangan ofensif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama itu adalah kekuatan supernatural, tangan kanan Kamijou bisa meniadakannya bahkan kalau itu adalah kekuatan Tuhan atau kekuatan vampir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena berada dalam jarak sedekat itu, ketujuh serangan itu tiba sebagai satu seangan tanpa menyebar. Itu berarti dia bisa menghancurkan ketujuhnya dengan satu pukulan Imagine Breaker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat serangan-serangan itu bersinar biru di bawah sinar bulan, kulit dari satu jari di tinju Kamijou menyentuhnya halus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Dan ditelan&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap...!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak menghilang. Bahkan dengan Imagine Breaker, serangan absurd itu tidak menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou segera mencoba menyentakkan tangannya ke belakang, tapi dia tidak berhasil dalam waktunya. Bagaimanapun juga, dia telah menjulurkan tangannya sendiri ke serangan pedang Jepang yang akan datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki memicingkan matanya sedikit ketika melihat Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat berikutnya, suara basah dari daging yang dipotong memenuhi area itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou memegang tangan kanannya yang berdarah dengan tangan kirinya dan jatuh berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sejujurnya terkejut ketika menemukan kalau kelima jarinya masih utuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini tentu saja bukan karena jemari Kamijou itu kuat dan kemampuan Kanzaki itu rendah. Tubuh Kamijou tidak terpotong-potong karena fakta sederhana bahwa Kanzaki telah menahan diri, lebih menahan dirinya lagi, dan membiarkannya hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih berlutut, Kamijou melihat ke atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki berdiri dengan lingkaran sempurna bulan biru di belakangnya. Dia bisa melihat sesuatu seperti benang-benang merah di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelihatan seperti jaring laba-laba. Hanya ketika darah Kamijou menutupinya seperti embun malam di atas jaring laba-labalah dia bisa melihat tujuh kawat baja itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak percaya...” Kamijou menggertakkan giginya. “Apa kau bahkan bukan seorang penyihir?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katana yang besarnya menggelikan itu tidak lebih dari sebuah hiasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mengejutkan kalau Kamijou tidak bisa melihat saat dia menarik pedangnya. Kanzaki tidak pernah menarik pedangnya keluar. Dia hanya menggerakkan pedangnya sedikit di dalam sarungnya dan kemudian menggerakkannya ke tempat semula. Gerakan itu adalah untuk menyembunyikan tangan yang menggerakkan ketujuh kawat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan Kamijou relatif tidak terluka karena Kanzaki telah mengendurkan kawatnya tepat sebelum memutuskan jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang sudah kubilang, aku sudah dengar tentang kemampuanmu dari Stiyl.” Kanzaki kedengaran tidak tertarik. “Saat itulah aku menyadarinya. Kekuatanmu bukan dalam jumlah yang lebih besar, tapi adalah tipe yang berbeda. Sama seperti gunting-batu-kertas. Seberapa banyak pun kau menggunakan batu, kau tidak akan pernah mengalahkan kertasku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengepalkan tangannya yang berdarah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kelihatannya kau salah tentang sesuatu.” Kelihatannya menyakitkan bagi Kanzaki untuk melihatnya. “Aku tidak menyembunyikan ketidakmampuan dengan sebuah trik murahan. Shichiten Shichitou bukan sekedar hiasan saja. Di balik Nanasen adalah Yuisen&amp;lt;ref&amp;gt;Yuisen berarti “Satu Kilatan”.&amp;lt;/ref&amp;gt; yang sebenarnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkan tinju berdarahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan yang lebih penting, aku masih belum memberikan nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong jangan buat aku memberikannya, bocah.” Kanzaki menggigit bibirnya. “Aku tidak mau memberikannya lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinju Kamijou yang terkepal gemetar. Kanzaki jelas berbeda dari Stiyl. Dia bukan kuda poni yang hanya tahu satu trik saja. Dari paling dasar dari semua dasar dan yang paling dasar dari semua fondasi, dia benar-benar terbuat berbeda dari Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Seperti aku bisa menyerah saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, Kamijou tidak melepas kepalan tangannya. Dia tetap menutup tangan kanannya walaupun tidak bisa merasakan apa pun di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tidak menyerah ketika mencoba menoleh pada Kamijou ketika dipotong di punggungnya oleh penyihir itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kaubilang? ...Aku tidak bisa mendengarmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kubilang tutup mulutmu, dasar robot sialan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengepalkan tinjunya yang berdarah dan mencoba mengayunkannya ke wajah gadis yang berdiri di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi ujung dari sepatu bot Kanzaki menusuk ulu hatinya sebelum dia bisa melakukannya. Seluruh udara dalam paru-parunya keluar dari mulutnya dan sarung hitam Shichiten Shichitou menghantamnya di sisi wajah seperti sebuah tongkat baseball. Badannya berputar seperti tornado dan dia menghantam tanah dengan bahu lebih dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum dia bisa berteriak kesakitan, Kamijou melihat bagian bawah sepatu bot itu turun untuk menghancurkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mencoba menghindar, dia segera berguling ke samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nanasen.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kata itu memasuki telinga Kamijou, tujuh tebasan memecahkan aspal di sekitarnya berkeping-keping. Seluruh tubuh Kamijou dihujani oleh pecahan-pecahan kecil dari segala penjuru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gh...Ah...!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggeliat kesakitan di tempatnya ketika diserang oleh rasa sakit yang intens, mirip dengan dikeroyok dan dipukuli oleh lima enam orang. Kanzaki mendekatinya dengan sepatu botnya yang menggesek tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aku harus bangkit...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi kakinya terlalu lelah untuk bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu pastinya sudah cukup.” Suara kecilnya benar-benar terdengar terluka. “Tidak ada alasan bagimu untuk melakukan sejauh ini untuknya. Bertahan bahkan 30 detik melawan satu dari sepuluh penyihir teratas di London adalah prestasi bagus. Dia tidak akan menyalahkanmu setelah kau melakukan sejauh ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran Kamijou buram, tapi dia berhasil mengingat sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengingat kalau Index memang tidak akan menyalahkannya apa pun yang dia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tapi...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persis karena Index berlanjut menahan semuanya tanpa menyalahkan orang lainlah Kamijou tidak bisa menyerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia ingin menyelamatkan gadis yang tersenyum begitu sempurna walau ekspresinya seharusnya adalah yang menyayat hati. &#039;&#039;&#039;(&amp;lt;!--ga enak. He wanted to save that girl who smiled so perfectly with that otherwise heartbreaking expression.--&amp;gt;)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memaksakan tangan kanannya yang hancur menjadi sebuah tinju seakan tangannya adalah seekor serangga yang sekarat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya masih bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya bergerak ketika dia memintanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kenapa?” bisik Kamijou dari posisinya yang terbaring di tanah. “Kelihatannya kau tidak menyukai ini. Kau tidak seperti orang bernama Stiyl itu. Kau ragu untuk membunuh musuhmu. Kau bisa dengan mudah membunuhku sejak awal kalau kau mau, tapi kau &amp;lt;i&amp;gt;tidak melakukannya&amp;lt;/i&amp;gt;. ...Kau masih punya jalan pikiran manusia yang cukup normal untuk &amp;lt;i&amp;gt;ragu&amp;lt;/i&amp;gt; mengenai hal-hal seperti itu, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki telah menanyakannya lagi dan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah meminta agar semua diselesaikan sebelum dia harus memberikan nama sihirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir &amp;lt;i&amp;gt;rune&amp;lt;/i&amp;gt; yang menamakan dirinya Stiyl Magnus tidak menunjukkan keraguan sedikit pun dalam hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki Kaori terdiam, tapi pikiran Kamijou terlalu kabur karena rasa sakit untuk menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu kau pasti tahu, &#039;kan? Kau tahu bahwa mengejar-ngejar seorang gadis sampai dia pingsan karena lapar dan kemudian menebas punggungnya dengan pedang itu salah, &#039;kan?” Dia mengeluarkan prkataan itu seperti batuk darah, sementara Kanzaki hanya bisa lanjut mendengarkannya. “Apa kau tahu kalau dia tidak punya ingatan lebih dari satu tahun karena kalian? Apa-apaan yang kalian lakukan padanya sambil mengejarnya sampai menyebabkan hal seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak mendapat respon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak bisa mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mungkin bisa mengerti kalau penyihir ini mencoba mendapatkan 103.000 grimoir untuk menjadi seorang Dewa Sihir yang (katanya) bisa membengkokkan aturan-aturan dunia untuk mengabulkan permintaan seperti menyembuhkan seorang anak dengan penyakit yang tidak tersembuhkan atau melakukan sesuatu untuk seorang kekasih yang sudah mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi bukan itu yang sedang dilakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah bagian dari sebuah organisasi. Dia melakukan ini karena dia disuruh, karena itu adalah tugasnya, dan itu adalah yang diperintahkan padanya. Hanya itu saja yang membuatnya sampai mengejar seorang gadis dan menebas punggungnya terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa?” Kamijou mengulang, rahangnya dirapatkan. “Aku cuma pecundang yang tidak bisa menyelamatkan seorang gadis setelah mempertaruhkan nyawaku mencoba melawanmu sia-sia. Aku cuma orang lemah yang tidak bisa melakukan apa pun selain terbaring di tanah dan melihatmu membawanya pergi.” Dia terdengar seperti dia akan menangis seperti seorang anak kecil dalam waktu dekat. “Tapi kau itu berbeda, &#039;kan?” Dia tidak tahu apa yang sedang dia sendiri katakan. “Dengan kekuatanmu kau bisa melindungi siapa pun atau apa pun dan menyelamatkan apa pun atau siapa pun.” Dia tidak tahu dengan siapa dia sedang berbicara. “Jadi kenapa kau melakukan ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dia menyesal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyesali bahwa dia telah berpikir kalau dia bisa melindungi semua yang dia inginkan dengan kekuatan kecil yang dia punya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyesali bahwa seseorang dengan kekuatan sehebat itu hanya menggunakannya untuk memburu seorang gadis kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyesali bahwa situasi ini seperti mengatakan kalau dia itu bahkan lebih hina dari orang seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyesali itu semua dan dia pikir dia akan menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keheningan menumpuk di atas keheningan, menciptakan keheningan yang bahkan lebih hening.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau pikiran Kamijou sedang jernih, dia pasti akan terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang tersudut adalah Kanzaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan beberapa kata saja, dia telah menyudutkan satu dari sepuluh penyihir teratas di London.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak benar-benar bermaksud untuk membelah punggungnya. Kupikir &amp;lt;i&amp;gt;barrier&amp;lt;/i&amp;gt; dari jubah biarawati Gereja Berjalan-nya masih berfungsi... Aku hanya menebasnya karena aku benar-benar yakin itu tidak akan melukainya... Tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak mengerti apa yang Kanzaki katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak melakukan ini karena aku mau,” kata Kanzaki. “Tapi dia tidak bisa hidup kalau aku tidak melakukan ini. ...Dia akan...mati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki kedengaran seperti seorang anak yang akan menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Organisasi tempat aku berada sama dengannya. Aku berasal dari Necessarius milik Gereja Anglikan,” katanya seakan memuntahkan darah. “Dia adalah rekanku...dan temanku yang berharga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Previous [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1 Chapter1|Chapter 1]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1 Chapter3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
|-&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter2&amp;diff=190652</id>
		<title>Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1 Chapter2</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter2&amp;diff=190652"/>
		<updated>2012-09-22T04:39:47Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: /* Part 3 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 2: Si Ilusionis Memberikan Kematian. The_7th-Egde.==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu malam. Sirene beberapa truk pemadam kebakaran dan sebuah ambulan meraung dari jalan utama dan melewatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asrama itu kelihatannya hampir seluruhnya sudah kosong, tapi alarm kebakaran yang berbunyi dan &#039;&#039;sprinkler&#039;&#039; yang terus menyirami gedung menandakan telah terjadi suatu peristiwa di sana. Dalam waktu singkat, asrama yang kosong itu sudah diisi dengan truk pemadam kebakaran dan orang-orang yang menonton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou telah menggunakan tangan kanannya untuk menghancurkan fungsi pelacak pada kerudung milik Index di kamarnya sebelum membawanya. Kalau dia membiarkannya tetap aktif dan asal membuangnya, dia mungkin bisa mengelabui para pengejar, tapi gadis itu dengan keras kepala memaksa kalau dia ingin membawa kerudungnya tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma mendecakkan lidahnya di sebuah gang. Dia menggendong tubuh berdarah Index di tangannya karena dia tidak bisa membiarkan lukanya menyentuh tanah yang kotor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak bisa menyerahkan Index ke ambulans.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City pada dasarnya tidak menyukai kehadiran orang luar. Itulah kenapa kota ini membangun dinding yang mengelilingi kota dan meluncurkan tiga satelit yang secara nonstop memonitor semuanya. Bahkan para pengemudi truk yang menyuplai toko serba ada memerlukan kartu ID eksklusif untuk masuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, informasi tentang orang luar tanpa ID seperti Index akan tersebar kalau dia dirawat di rumah sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan musuhnya adalah bagian dari sebuah organisasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia diserang di sana, orang-orang di sekitarnya bisa ikut terlibat. Apalagi jika diserang saat sedang memulihkan diri atau sedang dioperasi, dia pasti semakin tidak berdaya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi aku tidak bisa hanya meninggalkannya seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku...akan baik-baik saja. Kalau kau...bisa menghentikan pendarahannya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Index terdengar lemah dan tidak menunjukkan tanda-tanda dari suara mekanis yang dia gunakan ketika menjelaskan tentang &#039;&#039;rune&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan itulah kenapa Kamijou segera tahu kalau apa yang dikatakannya itu salah. Lukanya tak bisa ditangani oleh seorang amatir dengan membalut perban di sekelilingnya. Kamijou terbiasa berkelahi, jadi dia memberi pertolongan pertama pada dirinya sendiri untuk kebanyakan luka yang menurutnya lebih baik dirahasiakan. Tapi luka di punggungnya cukup parah sampai-sampai membuat Kamijou kehilangan ketenangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinggal satu hal tersisa yang bisa mereka andalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia masih tidak memercayainya, tapi dia tidak punya apa-apa yang lain untuk dipercayai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, hei! Kau bisa mendengarku?” Kamijou menampar pipi Index pelan. “Apakah ada sesuatu yang bisa menyembuhkan luka dalam 103.000 grimoir milikmu itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sihir dalam benak Kamijou tidak lebih dari sihir serangan dan sihir pemulihan dari RPG.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar Index telah mengatakan kalau dia secara alami tidak bisa menangani kekuatan sihir dan karenanya tidak bisa menggunakan sihir, tapi Kamijou bisa menangani kekuatan supernatural, jadi cukup jika Index memberitahunya apa yang perlu dia lakukan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernapasan Index tipis, tapi lebih karena kehilangan darah dibanding rasa sakit. Bibir pucatnya bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada...tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Kamijou menjadi cerah sejenak sampai kata “tapi” mencapai pikirannya dengan terlambat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau...tidak bisa melakukannya...” Index mengeluarkan napas kecil. “Bahkan kalau aku...mengajarkanmu mantranya...kekuatanmu pasti... akan menghalangi ...aduh...bahkan kalau kau...menirunya dengan sempurna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat ke arah tangan kanannya dengan syok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imagine Breaker. Kekuatan yang bersemayam di sana memang telah meniadakan api milik Stiyl secara utuh. Jadi ada kemungkinan kalau itu akan meniadakan sihir pemulihan Index dengan cara yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial! Lagi-lagi... Kenapa tangan kanan ini selalu saja mengganggu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi itu cuma berarti dia perlu memanggil seseorang. Seperti Aogami Pierce atau si gadis Biri-Biri Misaka Mikoto. Wajah beberapa orang tangguh yang tidak perlu dia khawatirkan kalau terlibat masalah seperti ini mengambang di pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?” Index terdiam sejenak. “Bukan... Bukan itu yang aku maksud.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan tangan kananmu... Masalahnya adalah... kau itu seorang esper.” Di malam yang panas itu, dia menggigil seperti berada di atas gunung bersalju di tengah musim dingin. “Sihir itu bukan...sesuatu yang bisa digunakan oleh ‘orang-orang berbakat’ seperti kalian, para esper. ‘Orang-orang tak berbakat’ ingin melakukan...apa yang ‘orang-orang berbakat’ bisa lakukan...jadi mereka menciptakan mantra dan ritual tertentu...yang dikenal sebagai sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou sudah akan berteriak, “Ini bukan waktunya untuk penjelasan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak mengerti...? &#039;&#039;Penyirkuitannya berbeda antara ‘orang-orang berbakat’ dan ‘orang-orang tak berbakat’... ‘Orang-orang berbakat’ tidak bisa menggunakan sistem yang diciptakan...untuk ‘orang-orang tak berbakat’...&#039;&#039;”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap-...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou diam seribu bahasa. Memang benar kalau obat-obatan dan elektroda-elektroda digunakan pada esper-esper seperti Kamijou untuk &#039;&#039;dengan paksa mengembangkan penyirkuitan otak mereka dengan cara yang berbeda dengan manusia biasa&#039;&#039;. Memang benar kalau tubuh mereka &#039;&#039;berbeda dengan yang lainnya&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia tidak bisa memercayainya. Tidak, dia tidak &#039;&#039;mau&#039;&#039; memercayainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.3 juta pelajar tinggal di Academy City. Tiap-tiap dari mereka telah melalui Kurikulum pengembangan kekuatan. Bahkan walaupun kau tidak bisa tahu dengan melihat mereka, bahkan kalau mereka tidak bisa membengkokkan sendok meskipun telah berusaha begitu keras hingga pembuluh darah di otak mereka pecah, dan &#039;&#039;bahkan kalau mereka adalah yang terlemah dari para esper, mereka memang terbuat berbeda dari orang biasa&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, orang-orang yang tinggal di kota itu tidak bisa menggunakan sihir, hal satu-satunya yang bisa menyelamatkan gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada satu cara untuk menyelamatkan orang yang berbaring di depannya, tapi tidak ada yang bisa menyelamatkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial...” Kamijou menampakkan gigi taringnya seperti hewan buas. “Kenapa ini bisa terjadi? Kenapa ini bisa terjadi!? Apa-apaan ini!? Bagaimana mungkin ini adil!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh Index semakin gemetaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beban yang menurut Kamijou paling sulit dipikul adalah bahwa &#039;&#039;gadis itu dihukum karena ketidakmampuan dirinya sendiri&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ ‘Berbakat’ pantatmu,” umpatnya. “Aku bahkan tidak bisa menyelamatkan gadis yang menderita di depan mataku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia tidak bisa memikirkan cara lain untuk menyelesaikan situasi itu. Fakta bahwa 2.3 juta pelajar yang tinggal di kota itu tidak bisa menggunakan sihir adalah peraturan yang perlu dia pecahkan lebih dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tiba-tiba menyadari sesuatu yang aneh tentang apa yang telah dia pikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Pelajar?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, orang biasa ‘tak berbakat’ mana pun bisa menggunakan sihir, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Eh? Iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan tak akan berakhir sia-sia karena orang itu tidak punya bakat dalam sihir, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak...perlu khawatir tentang itu... Selama mereka mempersiapkannya dan melakukannya dengan benar...bahkan murid SMP pun seharusnya bisa melakukannya.” Index berpikir sejenak. “Tapi kalau mereka salah urutannya, jalur-jalur di otak mereka dan penyirkuitan syarafnya bisa hangus... Tapi dengan pengetahuan dari 103.000 grimoir milikku, tidak akan ada masalah. Jangan khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa berpikir, dia melihat ke atas seakan ingin melolong ke bulan di langit malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar terdapat 2.3 juta pelajar tinggal di Academy City dan bahwa mereka semua telah dikembangkan supaya memiliki semacam kekuatan psikis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, para guru yang mengembangkan mereka adalah manusia normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kuharap dia belum tidur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah seorang guru muncul dalam pikiran Kamijou Touma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Tsukuyomi Komoe, guru wali kelasnya dengan tinggi 135 cm, yang masih cocok memakai sebuah &#039;&#039;randoseru&#039;&#039; merah&amp;lt;ref&amp;gt;Di Jepang, anak TK biasanya memakai ransel merah.&amp;lt;/ref&amp;gt; walaupun dia adalah seorang guru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menelepon Aogami Pierce dari sebuah telepon umum untuk menanyakan alamat Komoe-sensei. (Kamijou telah menjatuhkan dan merusakkan telepon genggamnya pagi itu. Alasan Aogami Pierce tahu alamat rumah Komoe adalah sebuah misteri. Kamijou curiga kalau dia adalah seorang &#039;&#039;stalker&#039;&#039;.) Kamijou lalu mulai berjalan sambil menggendong Index yang terlihat begitu lemas di punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini dia tempatnya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tiba setelah berjalan 15 menit dari lorong belakang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat tidak cocok dengan penampilannya yang mirip anak umur umur 12 tahun, tempat tinggalnya berada di gedung apartemen kayu dua tingkat yang kelihatan sangat tua dan bobrok hingga Kamijou merasa kalau apartemen itu pasti telah bertahan dari serangan bom di Tokyo. Karena mesin cucinya ada di lorong luar, gedung itu pasti tidak punya kamar mandi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biasanya, Kamijou akan membuat lelucon tentang itu selama sepuluh menit ke depan, tapi saat itu dia bahkan tidak tersenyum sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memeriksa papan nama di pintu-pintu di lantai satu, dia menaiki tangga metal yang bobrok dan berkarat dan mengecek pintu-pintu di atas sana. Ketika dia sampai ke pintu paling jauh ke belakang di lantai 2, dia akhirnya menemukan nama “Tsukuyomi Komoe” yang tertulis dalam huruf hiragana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou membunyikan belnya dua kali, kemudian menendang pintu itu dengan seluruh kekuatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakinya yang menghantam pintu mengeluarkan suara keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi pintu itu bergeming. Seperti biasa, Kamijou Touma merasa sial karena dia mendengar suara retak dari jempol besarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“~ ~ ~!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, iya, iyaaa! Pintu anti-&#039;&#039;salesman&#039;&#039; koran itu adalah satu-satunya yang kokoh di sini. Aku akan membukanya, oke?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kenapa tidak kutunggu saja tadi?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kamijou memikirkan itu dengan mata berkaca-kaca, pintunya terbuka, dan kepala Komoe-sensei yang memakai piyama menyembul melalui celahnya. Ekspresi rileksnya jelas menunjukkan kalau dia tidak bisa melihat luka di punggung Index dari posisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wa, Kamijou-chan. Apa kau mulai kerja sambilan sebagai &#039;&#039;salesman&#039;&#039; koran?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Koran mana yang pekerjanya meminta orang lain dengan seorang biarawati di punggungnya?” kata Kamijou dengan tidak senang. “Aku ada sedikit masalah, jadi aku akan masuk. Permisi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-tunggu, tunggu, tunggu!” Komoe-sensei dengan panik mencoba menghalangi jalan Kamijou ketika Kamijou mendorongnya ke samping. “A-aku tidak bisa membiarkanmu tiba-tiba masuk ke kamarku. Dan itu bukan hanya karena kamarku seperti kapal pecah dengan kaleng bir kosong mengotori lantai dan puntung rokok yang menumpuk di asbak!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v01_127.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku ingin tahu kalau kau bisa membuat lelucon yang sama setelah melihat apa yang kubawa di punggungku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-aku tidak bercanda! ...Gyahhh!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi sekarang kau menyadarinya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tadi tidak melihat kalau kau terluka begitu parah di punggungmu, Kamijou-chan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei mulai panik karena tiba-tiba melihat darah dan Kamijou akhirnya berhasil mendorongnya ke samping dan memasuki kamar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamar itu terlihat seperti kamar milik seorang lelaki paruh baya yang suka bertaruh di pacuan kuda.  Di atas lantai tatami yang sudah usang, kaleng bir kosong yang tak terhitung jumlahnya berserakan, dan di  asbak perak itu terdapat gunungan puntung rokok. Seperti sebuah lelucon, bahkan ada meja teh dengan tipe yang seorang bapak keras kepala akan balikkan di tengah ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku mengerti. Jadi kau tidak bercanda.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurasa ini bukan waktu yang tepat, tapi apa kau punya masalah dengan gadis yang merokok?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasa itu bukan itu masalahnya ketika dia melihat wali kelasnya yang kelihatan berumur 12 tahun menendang beberapa kaleng bir yang menghalangi untuk membuka tempat kosong.  Dia tidak ingin duduk di lantai tatami yang usang, tapi ini bukan waktunya untuk memikirkan harus mempersiapkan sebuah futon terlebih dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membaringkan Index telungkup di lantai untuk memastikan lukanya tidak menyentuh lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bentuk robekan bajunya menyembunyikan luka sebenarnya dari penglihatan, tapi cairan merah pekat mengalir keluar seperti minyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-bukankah seharusnya kau memanggil ambulans? T-teleponnya ada di sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei menunjuk ke arah salah satu sudut ruangan dengan tangan gemetar. Entah kenapa, teleponnya adalah telepon hitam dengan putaran dial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Mana&#039;&#039; di dalam darah sedang mengalir keluar bersama darah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dan Komoe-sensei dengan refleks berbalik ke arah Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index masih terbaring lemas di lantai, tapi matanya diam-diam terbuka bahkan dengan kepala menghadap ke samping seperti sebuah boneka rusak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya lebih dingin dari cahaya bulan yang pucat dan lebih tepat dari gerigi sebuah jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya benar-benar tenteram sempurna hingga terlihat seperti bukan mata manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Peringatan: Bab 2, Ayat 6. Hilangnya daya kehidupan yang dikenal sebagai &#039;&#039;mana&#039;&#039; karena kehilangan darah telah melebihi batas tertentu, jadi Pena John&amp;lt;ref&amp;gt;TN: Sebenarnya lebih tepat kalau diterjemahkan sebagai Pena Yohanes, nama salah satu murid Jesus.&amp;lt;/ref&amp;gt; sedang dibangunkan dengan paksa. ...Jika situasi ini terus berlanjut, tubuhku akan kehilangan daya kehidupan minimum yang diperlukan dan akan meninggal dunia dalam waktu sekitar 15 menit sesuai dengan standar menit internasional yang didefinisikan oleh menara jam di London. Sebaiknya kau mengikuti instruksi yang akan kuberikan untuk melakukan perawatan yang paling efisien.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei memandang Index dengan syok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak bisa menyalahkannya. Bahkan walaupun dia telah mendengar suara itu sekali sebelumnya, dia sama sekali tidak bisa terbiasa dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melirik ke Komoe-sensei dan berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia memintanya melakukan sihir secara terang-terangan, dia pasti akan berkata kalau itu bukan waktunya untuk berpura-pura menjadi gadis penyihir dan dia terlalu tua untuk hal-hal seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi bagaimana dia harus meyakinkannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm. Sensei, Sensei. Karena ini keadaan darurat, aku akan menjelaskannya dengan singkat. Aku perlu memberi tahu sebuah rahasia, jadi ke sinilah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melambaikan tangannya seperti sedang memanggil seekor anjing kecil dan Komoe-sensei mendekatinya tanpa berhati-hati sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf,” pinta maaf Kamijou pada Index di antara napasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengangkat bajunya yang terkoyak untuk memperlihatkan luka parah yang tersembunyi di bawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ee!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak bisa menyalahkan Komoe-sensei yang melompat terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lukanya sangat parah hingga mampu mengejutkan Kamijou. Lukanya berbentuk garis lurus horizontal sepanjang punggungnya seakan-akan punggungnya adalah kotak karton yang dipotong seseorang dengan menggunakan penggaris dan &#039;&#039;cutter&#039;&#039;. Darah merah, otot warna pink, lemak warna kuning, dan bahkan sesuatu yang keras dan putih yang sepertinya adalah tulang belakangnya bisa terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika luka itu diibaratkan sebagai mulut warna merah, bibir di sekitarnya telah menjadi sangat pucat seperti seseorang yang baru saja berada di dalam kolam renang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gh...” Kamijou berusaha menahan rasa pusingnya dan dengan hati-hati menurunkan pakaian yang basah oleh darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika pakaian itu menyentuh lukanya, mata sedingin es Index tidak bergerak sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Iya!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan memanggil ambulans. Selama itu, kau dengarkan apa yang gadis ini katakan dan lakukan apa pun yang dia katakan... Cukup pastikan dia tidak kehilangan kesadaran. Seperti yang bisa kaulihat dari pakaiannya, dia orang yang religius. Terima kasih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia menganggapnya tidak lebih dari sekadar untuk menghibur gadis itu, dia akan tetap memandang sihir sebagai sesuatu yang mustahil. Karena itu, Kamijou telah mengubah fokus pikiran Komoe-sensei dari merawat luka menjadi melanjutkan percakapan dengan gadis itu dengan cara apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei mengangguk dengan ekspresi yang sangat serius dan wajah yang pucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau sebuah ambulans tiba sebelum sihir itu selesai, “penghiburan” itu akan berakhir. Itu berarti dia sebenarnya tidak bisa memanggil ambulans.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tidak berarti Kamijou harus pergi. Bagaimanapun juga, dia cukup memanggil 117 dengan telepon hitam kamar itu dan berpura-pura sedang memanggil ambulans padahal sebenarnya berbicara dengan rekaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah sebenarnya ada di tempat lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Index,” kata Kamijou pelan pada Index yang tetap berbaring lemah di lantai. “Adakah yang bisa kulakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada. Pilihan terbaik adalah perginya kau.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemilihan kata yang terlalu jelas dan terus terang membuat Kamijou mengepalkan tinju tangannya begitu kuatnya hingga terasa sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang bisa Kamijou lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan semua itu karena tangan kanannya akan meniadakan sihir pemulihan hanya dengan berada di ruangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kalau begitu, Sensei. Aku akan pergi mencari telepon umum.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu...eh? Kamijou-chan, aku punya telepon di si—...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengacuhkan perkataan Komoe-sensei, membuka pintu, dan meninggalkan kamar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menggertakkan giginya karena fakta bahwa &#039;&#039;dia tidak bisa melakukan apa pun selain meninggalkan tempat itu&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berlari melintasi kota di malam hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika berlari, dia mengepalkan tangan kanannya yang bisa meniadakan bahkan sistem milik Tuhan tapi tidak bisa melindungi satu orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Kamijou Touma meninggalkan kamar itu, Index menggerakkan bibir pucatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jam berapa sekarang dalam Waktu Standar Jepang? Dan juga, tanggal berapa ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang jam 8.30 malam tanggal 20 Juli...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sepertinya tidak melihat jam. Apakah waktu itu akurat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak punya jam di kamarku, tapi jam internalku akurat sampai ke detik-detiknya, jadi jangan khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak perlu meragukan aku seperti itu. Aku pernah dengar kalau beberapa joki punya jam internal yang akurat hingga ke sepersepuluh detik dan kau bisa mengaturnya dengan kebiasaan makan dan ritme aktivitas tertentu,” balas Komoe-sensei bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mungkin bukan seorang esper, tapi dia memang seorang warga Academy City. Pandangan tentang tingkat pengetahuan mana yang normal dalam bidang medis dan ilmiah berbeda di antara orang-orang yang ada di dalam kota dan orang-orang di luar kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih berbaring telungkup di lantai, Index melirik ke luar jendela hanya dengan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dari lokasi bintang dan sudut bulan...yang sesuai dengan arah Sirius dengan galat sebesar 0.038. Untuk memastikannya sekali lagi, waktu sekarang dalam Waktu Standar Jepang adalah 8.30 PM tanggal 20 Juli, apakah itu benar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya. Yah, secara teknis sekarang sudah lewat 53 detik, tapi... Ah, jangan!! Jangan bangkit!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei dengan panik mencoba mendorong Index berbaring ketika dia mencoba untuk duduk yang dapat melukai tubuhnya yang sudah terluka lebih jauh, tapi pandangan Index tidak goyah sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangannya tidak menakutkan ataupun menusuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua emosi hilang dari matanya seperti sebuah saklar telah dimatikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada tanda keberadaan nyata di matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah-olah jiwanya telah hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada masalah. Bisa diregenerasi,” kata Index sambil menuju meja teh di tengah ruangan. “Saat ini sedang di dekat ujung Cancer. Waktunya antara jam 8 dan 12 tengah malam. Arahnya adalah Barat. Di bawah perlindungan Undine, peran malaikatnya adalah sebagai kerubin...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Komoe-sensei yang menelan ludah bisa terdengar ke seluruh ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa terduga, Index mulai menggambar suatu bentuk di atas meja teh kecil itu dengan jarinya yang berdarah. Bahkan orang-orang yang tidak tahu tentang lingkaran sihir akan mengenali kalau itu adalah sesuatu yang religius. Komoe-sensei sudah dilanda rasa takut, tapi sekarang rasanya begitu berat hingga dia tidak bisa bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menggambar lingkaran darah yang memenuhi meja teh, Index menggambar simbol berbentuk bintang yang dikenal sebagai pentagram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulisan dalam bahasa aneh tertulis di sekelilingnya. Kata-kata itu sepertinya adalah hal yang sama dengan yang Index gumamkan. Dia telah bertanya tentang rasi bintang dan waktu karena kata-kata yang ditulis berbeda berdasarkan waktu dan musim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Index mempersiapkan sihirnya, dia tidak terlihat seperti seseorang yang terluka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fokusnya yang ekstrim membuat rasa sakitnya seperti telah diputuskan untuk sementara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa ngeri diam-diam turun di punggung Komoe-sensei ketka dia mendengar tetesan darah yang keluar dari punggung gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-a-a-apa ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sihir.” Index berhenti setelah satu kata itu. “Aku sekarang membutuhkan tubuhmu dan bantuanmu. Kalau kau melakukan seperti yang kukataan, tidak ada yang akan menemui kesialan dan kau tidak akan menjadi sasaran dendam seseorang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-bagaimana bisa kau mengatakan itu dengan tenang!? Cukup berbaring dan tunggu ambulans! Umm...perban, perban. Dengan luka separah ini, aku perlu membalut daerah sekitar arteri untuk menghentikan aliran darah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perawatan setingkat itu tidak bisa menutup lukaku dengan sempurna. Aku tidak familier dengan istilah ambulans, tapi apakah itu bisa menutup luka ini dengan sempurna dalam waktu 15 menit berikutnya dan menyuplaiku dengan tingkat &#039;&#039;mana&#039;&#039; yang dibutuhkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar sebuah ambulans akan memakan waktu 10 menit untuk tiba bahkan kalau mereka memanggilnya tepat saat itu juga. Akan memakan waktu yang sama untuk membawanya ke rumah sakit dan perawatannya tidak akan dimulai tepat saat dia tiba di rumah sakit. Komoe-sensei tidak terlalu mengerti apa arti istilah &#039;&#039;occult&#039;&#039; seperti &#039;&#039;mana&#039;&#039;, tapi memang benar kalau hanya menutup luka saja tidak akan mengembalikan staminanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan kalau luka itu ditutup tepat saat itu dengan jarum dan benang, akankah gadis pucat itu jadi terlalu lemah untuk hidup cukup lama sampai bisa memulihkan semua staminanya yang hilang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong,” kata Index tanpa mengubah ekspresinya sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Campuran darah segar dan air liur menetes dari sudut mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada intensitas di dirinya. Tidak ada pula yang menakutkan dalam dirinya. Tapi ketenangan dan kesabarannya lebih menakutkan dari keduanya. Bagaimanapun, yang dia lakukan hanya akan melebarkan lukanya. Dia terlihat seperti sebuah mesin rusak yang terus bekerja tanpa menyadari kalau ada yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Jika aku melakukan sesuatu yang membuatnya melawanku, situasinya bisa menjadi lebih buruk.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei menghela napas. Dia tentu saja tidak percaya sihir. Walaupun begitu, Kamijou telah memintanya untuk tetap melanjutkan percakapan agar memastikan gadis itu tidak kehilangan kesadarannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang bisa dia lakukan hanya mencoba agar tidak memprovokasi gadis yang duduk di depannya dan menaruh harapannya pada Kamijou agar memanggil ambulans secepat mungkin —atau  lebih cepat lagi— dan pada pertolongan pertama yang hebat dari EMT di dalam ambulans.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi apa yang harus kulakukan? Aku bukan seorang gadis penyihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku berterima kasih atas kerja samamu. Pertama...ambil itu...itu...apa nama benda hitam itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“? Oh, itu adalah &amp;lt;i&amp;gt;memory card video game&amp;lt;/i&amp;gt;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“??? ...Yah, baiklah. Bagaimanapun juga, ambil benda hitam itu dan tempatkan di tengah meja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Secara teknis, itu adalah meja teh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei melakukan seperti yang diperintahkan dan meletakkan &#039;&#039;memory card&#039;&#039; di tengah meja teh. Dia kemudian mengambil sebuah kotak pensil mekanik, sebuah kotak coklat kosong, dan dua buku sampul tipis dan meletakkannya di atas meja juga. Dia juga mengambil dua figurin kecil yang didapatnya dari makanannya, dan menjejerkannya bersebelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei bertanya-tanya apa maksudnya, tapi Index masih benar-benar serius walaupun kelihatan seperti akan pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua keluhan Komoe-sensei menghilang di depan pandangan setajam pedang Jepang yang datang dari wajah pucat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ini? Kau menyebutnya sihir, tapi bukankah ini cuma bermain boneka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang, semuanya terlihat sebagai versi miniatur dari kamar itu. &#039;&#039;Memory card&#039;&#039; adalah meja teh, dua buku yang berdiri adalah lemari buku dan lemari baju, dan dua figurin itu berada di tempat yang sama persis dengan kedua orang di dalam kamar itu. Ketika manik-manik kaca disebarkan ke atas meja teh, manik-manik itu seperti berhenti di tempat-tempat yang benar-benar mereplikasi kaleng bir yang berserakan di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahannya tidak menjadi masalah. Sama seperti bagaimana sebuah kaca pembesar tetap membesarkan tanpa peduli kalau lensanya terbuat dari kaca atau plastik. Selama bentuk dan perannya sama, ritual ini mungkin dilakukan,” gumam Index dibanjiri keringat. “Aku memerlukanmu untuk menjalankan instruksiku secara akurat. Kalau kau salah dalam urutannya, jalur-jalur di otakmu dan penyirkuitan syarafmu bisa terbakar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“???”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengatakan kalau kegagalan akan mengubah tubuhmu menjadi daging cincang dan membunuhmu. Tolong hati-hati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bh!?” Komoe-sensei hampir muntah, tapi Index melanjutkan tanpa memedulikannya sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita sekarang akan membuat kuil bagi malaikat untuk turun ke dalamnya. Ikuti aku dan rapalkanlah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang Index katakan setelah itu tak lagi bisa disebut kata-kata, hanya sebuah suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa memikirkan artinya, Komoe-sensei mencoba meniru nadanya dalam sesuatu seperti senandung atau nyanyian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kyahh!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, figurin di atas meja teh mulai “bernyanyi” bersama. “Kyahh!?” teriak salah satunya dengan waktu yang persis sama. Figurin itu bergetar. Sama seperti getaran yang dipancarkan sepanjang tali pada telepon tali dan keluar sebagai suara dari gelas kertas di ujung lain, figurin itu bergetar dan mereproduksi suara Komoe-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan Komoe-sensei tidak panik dan lari keluar dari kamar itu tepat saat itu juga kemungkinan karena dia tinggal di sebuah kota dengan 2.3 juta esper di dalamnya. Manusia biasa akan berpikir kalau mereka sudah menjadi gila.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sambungan selesai.” Suara Index dan suara dari meja teh membuatnya terdengar ganda. “Kuil yang dibuat di atas meja telah tersambung dengan kamar ini. Secara sederhana, semua yang terjadi di ruangan ini akan terjadi di meja dan semua yang terjadi di meja akan terjadi di ruangan ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mendorong pelan meja teh itu dengan kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat saat itu, seluruh apartemen bergoyang di bawah kaki Komoe-sensei seakan terkena guncangan hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bisa merasakan udara pengap kamar itu menjadi sebersih udara di hutan di pagi hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tidak ada sesuatu seperti malaikat. Yang ada di sana hanyalah apa yang hanya bisa dideskripsikan sebagai keberadaan yang tak terlihat. Perasaan aneh menyerbu seluruh tubuh Komoe-sensei seakan dia sedang diawasi oleh ribuan bola mata dari segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian Index tiba-tiba berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bayangkan! Bayangkan seorang malaikat emas dengan tubuh anak-anak! Bayangkan seorang malaikat cantik dengan dua sayap!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika melaksanakan sihir, menentukan medan itu penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai contoh, sebuah kerikil yang dilempar ke laut tidak menimbulkan riak yang besar. Tapi sebuah kerikil yang dijatuhkan ke dalam ember akan menimbulkan riak yang cukup besar. Sama dengan itu. Untuk mengubah dunia dengan sihir, medan tempat pengubahan akan terjadi perlu dibatasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang pelindung adalah dewa sementara dalam sebuah dunia yang dibatasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau seseorang mengimajinasikan seorang pelindung dengan benar, menentukan bentuknya, dan mengontrolnya dengan bebas secara benar, orang itu bisa dengan mudah menyebabkan hal-hal misterius terjadi dalam medan terbatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei tidak mengerti penjelasan seperti itu dan dia kesulitan membayangkan seorang malaikat. Istilah “malaikat emas” hanya membuatnya memikirkan benda itu, yang satu berwarna emas atau lima berwarna perak.&amp;lt;ref&amp;gt;Ini adalah referensi pada permen Jepang yang dikenal sebagai Chocoballs. Kalau kau beruntung, bungkusnya akan memiliki entah satu malaikat emas atau malaikat perak tercetak di atasnya. Satu malaikat emas atau lima malaikat perak bisa ditukarkan dengan sekaleng mainan.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika bayangan dalam pikiran Komoe-sensei kehilangan koherensi, keberadaan di sekitarnya juga ikut dan kehilangan bentuknya. Perasaan tidak nyaman menuruni punggung Komoe-sensei seakan dia dibalut dalam lumpur busuk dari bawah rawa-rawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cukup bayangkan saja! Ritual ini tidak akan benar-benar memanggil seorang malaikat. Itu hanyalah kumpulan &#039;&#039;mana&#039;&#039; yang tak terlihat. Bentuknya akan sesuai dengan keinginanmu sebagai pengguna sihir!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pasti telah benar-benar putus asa bahkan suara dingin mekanis Index menjadi setajam titisan es.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Komoe-sensei melebar karena perubahan tiba-tiba itu dan dengan segera mulai bergumam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Malaikat lucu, malaikat lucu, malaikat lucu.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan buram, dia dengan panik mengingat sebuah gambar seorang gadis malaikat yang telah dia lihat dalam sebuah manga shoujo jauh sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa pun itu, yang terasa seperti lumpur tak terlihat yang berada di udara ruangan itu, mengambil bentuk seolah-olah telah dipaksa masuk ke dalam balon berbentuk manusia...atau setidaknya kelihatan seperti itu bagi Komoe-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia dengan takut-takut membuka matanya untuk memeriksa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Hah? &#039;&#039;Ini sebenarnya tidak memanggil seorang malaikat&#039;&#039;?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika keraguan itu memasuki pikirannya, balon air berbentuk manusia itu meledak dan lumpur tak terlihat itu terserak ke seluruh ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kyahh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Pembentukan bentuknya telah gagal.” Index melihat ke sekeliling dengan pandangan tajamnya. “Jika kuil ini paling tidak dilindungi oleh seorang Undine warna biru, itu cukup. ...Lanjutkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-katanya cukup positif, tapi mata Index seperti tidak tersenyum sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei tersentak seperti seorang anak yang orang tuanya baru saja melihat hasil tes gagal yang dia coba sembunyikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rapalkan. Ritual ini akan selesai sebentar lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perinyah tajam itu tidak membiarkan Komoe-sensei kehilangan ketenangannya walaupun kebingungannya meningkat dan pikirannya mengendur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index, Komoe-sensei, dan kedua figurin di atas meja bernyanyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Punggung figurin Index di atas meja mulai meleleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti karet yang didekatkan pada macis. Meleleh, permukaannya kehilangan ketidakberaturannya, menjadi mulus, mendingin, dan mengeras sekali lagi, dan bentuknya kembali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei merasa seperti hatinya sedang membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, Index sedang duduk di seberang meja teh darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak punya keberanian untuk mengitarinya dan melihat apa yang terjadi pada punggung Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah pucat Index ditutupi keringat berminyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata seperti kacanya masih tidak menunjukkan tanda kesakitan atau penderitaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pengembalian &#039;&#039;mana&#039;&#039; dan penstabilan kondisi telah dikonfirmasi. Mengembalikan Pena John ke mode tidur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti sebuah saklar telah ditekan, cahaya lembut kembali ke mata Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti api yang dinyalakan di perapian yang dingin, kehangatan mengisi atmosfer kamar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan di mata Index sangat baik dan hangat sehingga Komoe-sensei mau tidak mau merasakan kehangatan itu. Itu adalah pandangan seorang gadis biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang kalau pelindung yang turun sudah kembali dan kuil ini dihancurkan, semuanya akan berakhir.” Index tersenyum susah payah. “Inilah yang disebut sihir. Sama seperti apel dan ringo&amp;lt;ref&amp;gt;Ringo adalah bahasa Jepang untuk apel.&amp;lt;/ref&amp;gt; berarti hal yang sama. Kau tidak memerlukan tongkat kaca ketika payung plastik itu sama jernihnya. Sama seperti kartu tarot. Selama desain dan nomornya cocok, kau bisa melakukan ramalan dengan potongan dari belakang manga shoujo.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keringat Index tidak berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei menjadi semakin takut. Dia mulai berpikir kalau apa yang telah dia lakukan hanya membuat kondisi Index lebih buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir.” Saat itu Index kelihatan siap untuk pingsan. “Sama seperti demam. Kau membutuhkan kekuatanmu sendiri untuk sembuh. Lukanya sendiri sudah tertutup, jadi aku akan baik-baik saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah dia mengatakan itu, Index tumbang ke samping. Figurinnya juga jatuh. Meja teh itu bergoyang sedikit dan kamar yang terhubung dengannya terguncang hebat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei baru saja akan berlari mengelilingi meja teh menuju Index, tapi Index mulai bernyanyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Komoe-sensei mengikutinya dan menyanyikan satu lagu terakhir, suasana aneh itu kembali menjadi suasana pengap seperti biasa dari apartemen itu. Komoe-sensei dengan hati-hati menggoyangkan meja tehnya, tapi tidak ada yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Syukurlah.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Komoe-sensei menutup matanya lega, Index berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei berpikir kalau siapa pun akan lega kalau luka mematikan mereka sembuh, tapi biarawati itu mengatakan sesuatu yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Aku senang aku tidak membebani siapa pun dengan apa pun&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei memandang Index terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...&#039;&#039;Kalau aku mati di sini, dia mungkin harus menanggung beban&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index menutup matanya seperti sedang bermimpi dan tidak mengatakan hal lain. Ketika gadis itu ditebas di punggungnya dan pingsan dan ketika dia melakukan ritual aneh itu, dia tidak pernah satu kali pun memikirkan dirinya sendiri. Dia memikirkan orang yang telah membawanya ke sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei tidak bisa berpikir seperti itu. Dia tidak punya seseorang untuk dipikirkan seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa dia menanyakan satu hal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia yakin Index sudah tertidur dan tidak akan mendengarnya, tapi karena itulah dia menanyakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan walaupun begitu, gadis itu menjawab dengan dengan matanya masih tertutup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak pernah merasa seperti itu pada orang lain sebelumnya dan dia tidak tahu perasaan apa itu. Tapi ketika Kamijou marah demi dirinya saat menghadapi penyihir itu, dia ingin orang itu lari bahkan kalau dia harus merangkak padanya dan memaksanya. Dan ketika dia telah lari dari Innocentius, dia berpikir kalau dia akan menangis ketika orang itu kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak benar-benar mengerti, tapi ketika dia bersamanya, tidak ada hal yang berjalan seperti dia inginkan dan dia merasa seperti didorong-dorong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu hal-hal yang tidak diperkirakan itu begitu menyenangkan dan membuatnya bahagia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sendiri tidak tahu perasaan apa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, Index tertidur lelap dengan senyuman di wajahnya seperti sedang bermimpi indah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah fajar tiba, gejala yang terlihat pada Index sangat mirip dengan gejala demam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index hanya bisa terbaring di tempat tidur karena panas tinggi dan sakit kepala. Hidungnya tidak ingusan dan suaranya tidak serak karena itu bukan terjadi karena virus. Hanya masalah mengembalikan staminanya yang hilang, jadi seberapa banyak pun obat pilek penguat imun yang dia minum tidak akan menyelesaikan apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Jadi kenapa kau cuma memakai celana dalam di bawah sana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Index berbaring dengan handuk lembab di dahinya, dia pasti tidak tahan dengan kelembaban panas di dalam futon, jadi satu kakinya dia keluarkan ke arah Kamijou. Dia sedang memakai atasan piyama hijau pucat tetapi pahanya yang berwarna kulit cerah keluar sampai pangkalnya. Karena demamnya, warna kulitnya jadi sedikit pink.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Handuknya telah menjadi hangat, jadi Komoe-sensei mencelupkannya ke dalam baskom berisi air dan mengeringkannya sambil memelototi Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kamijou-chan. Kurasa pakaian itu terlalu berlebihan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pakaian itu” kemungkinan besar merujuk pada pakaian biarawati warna putih yang diselimuti peniti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou setuju 100% tentang itu, tapi Index kelihatan seperti kucing yang tidak senang karena pakaian biasanya direbut darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertanyaan sebenarnya adalah kenapa piyama milik seorang wanita dewasa perokok-berat-pencinta-bir sepertimu bisa pas dengan Index. Memangnya berapa perbedaan umur kalian?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap—?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei (umur tidak diketahui) tidak bisa berkata-kata, tapi Index ikut menendangnya ketika dia sudah jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong jangan remehkan aku seperti itu. Piyama ini sebenarnya sedikit sempit di bagian dada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa...tidak mungkin! Tidak mungkin benar. Sekarang kalian cuma mengolok-olokku!” protes Komoe-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya, apa kau bahkan punya sesuatu di bagian dada yang bisa membuatnya terasa sempit?” tanya Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kedua perempuan itu memelototinya, jiwa Kamijou secara refleks memasuki mode bersujud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Betul, betul. Ngomong-ngomong, Kamijou-chan, siapa sebenarnya gadis ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adikku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bohong sekali. Dengan rambut perak dan mata biru seperti itu, dia jelas-jelas seorang warga asing!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adik tiriku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kau orang mesum?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku cuma bercanda! Aku cukup mengetahui kalau &#039;&#039;adik tiri&#039;&#039; itu tata krama yang buruk tapi adik &#039;&#039;kandung&#039;&#039; itu melanggar peraturan!&amp;lt;ref&amp;gt;Mengawini/mencintai.&amp;lt;/ref&amp;gt;&amp;lt;/i&amp;gt;”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamijou-chan,” katanya, tiba-tiba berganti ke suara gurunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou terdiam. Tidak mengejutkan kalau Komoe-sensei ingin tahu apa yang sedang terjadi. Kamijou tidak hanya telah membawa orang asing yang aneh padanya, tapi gadis itu juga mempunyai luka tebasan di punggungnya yang jelas-jelas berbau berita buruk dan Komoe-sensei bahkan dibuat ikut dalam ritual sihir yang aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan sangat sulit untuk memintanya menutup mata pada semua ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei, boleh aku bertanya satu hal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kau menanyakan ini agar kau bisa memberi tahu polisi atau dewan pengurus Academy City?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya,” kata Komoe-sensei segera sambil mengangguk. Tanpa keraguan sedikit pun, dia telah mengatakan pada muridnya kalau dia akan mengadukan mereka. “Aku tidak tahu ada di situasi seperti apa kalian berdua berada.” Komoe-sensei tersenyum. “Tapi kalau itu terjadi di Academy City ini, adalah tugas kami sebagai guru untuk menyelesaikannya. Bertanggung jawab terhadap anak-anak adalah tugas orang dewasa. Sekarang ketika aku tahu kalau kau berada dalam masalah, aku tidak bisa duduk diam begitu saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah yang Tsukuyomi Komoe katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan walau begitu dia tidak punya kemampuan, kekuatan, dan kewajiban untuk melakukan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia hanya mengatakannya dengan keterusterangan setajam katana terkenal yang memotong di tempat dan waktu yang tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku cuma...” kata Kamijou sebelum berhenti. (...tidak boleh melawannya.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou telah hidup selama sekitar 15 tahun yang panjang dan dia tidak pernah melihat orang lain seperti guru itu yang tipenya biasa hanya telihat di drama dan bahkan tidak ada lagi di film-film.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kau adalah orang yang benar-benar asing, aku tidak akan ragu-ragu melibatkanmu, tapi aku berutang padamu untuk sihir itu, jadi aku tidak bisa membiarkanmu terlibat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Respon Kamijou sama terus terangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah cukup melihat orang-orang yang mau melindungi orang lain tanpa imbalan terluka di depan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei terdiam sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mhh. Aku tidak akan membiarkanmu lepas hanya dengan mencoba mengelabuiku dengan perkataan keren seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...? Sensei, kenapa kau berdiri dan menuju pintu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku memberi penundaan penghakiman. Aku harus pergi ke supermarket untuk belanja. Kamijou-chan, pikirkan baik-baik apa yang perlu kaukatakan padaku selama itu. Dan...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin aku bisa terlarut dalam belanja hingga aku lupa. Jangan curang ketika aku kembali. Pastikan kau memberitahuku, oke?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou pikir Komoe-sensei tersenyum ketika mengatakan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara pintu apartemen membuka dan kemudian menutup, Kamijou dan Index tinggal berdua di ruangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Dia mencoba berbaik hati.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan senyuman seorang anak yang merencanakan sesuatu di wajahnya ketika mengatakan itu, Kamijou punya firasat kalau Komoe-sensei akan “lupa tentang semuanya” ketika dia kembali dari supermarket.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia kemudian memutuskan untuk berkonsultasi dengannya tentang ini, dia akan berpura-pura marah dan berkata “Kenapa kau tidak memberitahuku lebih cepat!? Aku benar-benar lupa!” sambil dengan senang hati setuju membantu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menghela napas, Kamijou berbalik ke arah Index yang berbaring di dalam futon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Maaf. Aku tahu ini bukan waktunya untuk khawatir tentang penampilan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir. Ini jalan terbaik.” Index menggeleng. “Tidak baik melibatkannya lebih jauh lagi ...Dan dia tidak boleh menggunakan sihir lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengerutkan alisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Grimoir itu berbahaya. Yang tertulis di dalamnya adalah pengetahuan menyimpang dan tidak umum dan juga hukum-hukum gila yang menghancurkan hukum biasa dari dunia ini. Entah digunakan untuk kebaikan atau kejahatan, benda-benda itu tetap adalah racun di dunia ini. Sekadar mempelajari pengetahuan ‘dunia yang berbeda’ akan menghancurkan otak orang yang mempelajarinya,” jelas Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mencoba menerjemahkannya dalam cara yang dia mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Jadi seperti memaksa menjalankan sebuah program yang tidak cocok dengan OS komputer itu?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Otak dan rohku dilindungi oleh &#039;&#039;barrier&#039;&#039; religius, dan para penyihir yang mencoba untuk melampaui manusia harus melewati batas-batas pengetahuan umum mereka agar sampai ke keadaan pikiran yang diinginkan yang hampir bisa disamakan sebagai satu jenis kegilaan. Tapi, untuk orang biasa dari negara yang tidak terlalu religius seperti Jepang, semuanya bisa berakhir hanya dengan menggunakan satu mantra lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-aku mengerti...” Kamijou entah bagaimana berhasil membuat syok yang dia terima tidak kelihatan. “Yah, sayang sekali. Padahal aku berharap dia bisa melakukan alkimia untukku. Kau tahu alkimia, kan? Yang bisa mengubah timbal menjadi emas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tentu saja menutupi fakta kalau dia mengetahui ini dari sebuah RPG penyatuan benda dengan seorang ahli alkimia wanita muda sebagai protagonisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, ada sebuah teknik untuk itu yang disebut Ars Magna, tapi mempersiapkan peralatannya dengan bahan-bahan modern akan mempunyai biaya sebesar...um...7 triliun yen dalam mata uang negara ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...................................Yah, sama saja bohong,” gumam Kamijou tanpa nyawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tersenyum lemah dan berkata, “...Yeah. Mengubah timbal menjadi emas tidak menghasilkan apa pun selain membuat para bangsawan senang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi...tunggu. Sekarang setelah kupikir-pikir, bagaimana melakukannya? Bagaimana cara kerjanya? Kalau kau mengubah timbal menjadi emas, apakah kau menyusun atom-atom Pb menjadi Au?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak begitu tahu, tapi itu cuma teknik abad ke-14.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, apa maksudmu sama dengan yang kupikirkan? Kalau itu mungkin benar-benar mengubah susunan atom!? Maksudmu, kau bisa menyebabkan peluruhan proton tanpa sebuah akselerator partikel dan fusi nuklir tanpa sebuah reaktor nuklir? Tunggu sebentar. Bahkan aku tidak yakin ketujuh Level 5 dari Academy City bisa melakukan itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“???”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, jangan kelihatan bingung seperti itu! Um...um...Ah. Kalau kau penasaran seberapa mengagumkannya itu, hal-hal seperti itu membuat kami bisa menciptakan robot atomik atau &#039;&#039;mobile suit&#039;&#039; dengan mudah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benda apa itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya dengan tiga kata, dia mampu membuang semua mimpi para lelaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala Kamijou tertunduk lemas, Index sepertinya merasa kalau dia telah melakukan sesuatu yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-bagaimanapun juga, pedang suci dan tongkat sihir yang digunakan dalam ritual bisa dibuat dengan bahan modern sebagai penggantinya, tapi ada batasnya. ...Ini khususnya berlaku untuk benda suci yang terkait dengan Tuhan seperti Tombak Longinus, Cawan Suci Joseph, atau The_ROOD. Bahkan setelah seribu tahun, sepertinya tidak ada pengganti yang bisa dibuat...aduh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dia berbicara terus-terusan dengan semangat, dia mulai memegang pelipisnya seperti habis mabuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma melihat wajah Index yang berbaring di futon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia punya 103.000  grimoir dalam kepalanya. Hanya membaca salah satunya bisa membuatmu gila dan walau begitu dia telah memasukkan setiap huruf dari semua buku itu ke dalam kepalanya. Seberapa banyak rasa sakit yang proses itu sebabkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu Index tidak pernah sekali pun mengeluh tentang rasa sakitnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau ingin tahu?” tanyanya seakan meminta maaf pada Kamijou dan mengabaikan rasa sakitnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada bicara Index yang biasanya riang telah menghasilkan konteks yang membuat suara tenang itu mencolok dan seperti membawa determinasi yang lebih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Dasar Sensei bodoh.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Situasi Index tidak begitu masalah bagi Kamijou. Bagaimanapun situasi dia berada, tidak mungkin Kamijou bisa meninggalkannya. Selama Kamijou bisa mengalahkan musuhnya dan menjaganya agar tetap aman, dia rasa tidak ada alasan untuk menggali luka lama Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau ingin tahu bagaimana keadaanku?” ulang gadis yang menyebut dirinya Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menetapkan pikirannya dan menjawab, “Itu membuatku merasa seperti seorang pendeta, kau tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di satu sisi, memang benar. Dia merasa seperti seorang pendeta yang mendengarkan pengakuan seorang pendosa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tahu kenapa?” tanya Index. “Gereja Kristen awalnya adalah satu organisasi, tapi sekarang ada Katolik, Protestan, Katolik Roma, Ortodoks Rusia, Anglikan, Nestorian, Athanasian, Gnostik, dan banyak lagi. Apa kau tahu kenapa perpecahan ini terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yahh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou paling tidak telah membaca sepintas buku teks sejarahnya, jadi dia sedikit tahu jawabannya. Tapi dia ragu untuk menyebutkannya di depan Index yang “sebenarnya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cukup bagus.” Index tersenyum. “Karena politik dicampur dalam gereja. Sekte-sekte berpisah, bertentangan satu sama lain, dan bertarung. Pada akhirnya, bahkan orang-orang yang memercayai Tuhan yang sama menjadi musuh bagi satu sama lain. Bahkan ketika kami percaya pada Tuhan yang sama, kami masing-masing menjalani jalan yang berbeda dari berbagai jalan yang tersebar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, pikiran orang-orang tentang hal tertentu secara alami berbeda-beda. Beberapa ingin menghasilkan uang dengan perkataan Tuhan dan yang lainnya menolak untuk membiarkan itu. Beberapa merasa lebih dicintai Tuhan lebih dari orang lain di dunia dan yang lainnya tidak menerima itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelah sekte-sekte itu berhenti berhubungan satu sama lain, masing-masing dari kami menjalani perkembangan yang terisolasi yang memberikan kami karakteristik masing-masing. Kami berubah sesuai situasi atau kebudayaan negara kami.” Index mengeluarkan napas singkat. “Gereja Katolik Roma mengelola dan mengontrol dunia, Gereja Ortodoks Rusia mencari dan memusnahkan &amp;lt;i&amp;gt;occult&amp;lt;/i&amp;gt;, dan Gereja Anglikan tempatku berada...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata Index terhenti di tenggorokannya sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Inggris adalah negara sihir,” katanya seakan itu adalah kenangan pahit. “Jadi Gereja Anglikan sangat unggul dalam kebudayaan anti-penyihir dan teknik-teknik seperti pemburuan &#039;&#039;witch&#039;&#039;&amp;lt;ref&amp;gt;Salah satu jenis pengguna sihir dari Inggris&amp;lt;/ref&amp;gt; dan Inkuisisi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di London saja terdapat sejumlah perusahaan umum yang menyebut diri sendiri sebagai asosiasi sihir&amp;lt;!--magic cabal--&amp;gt; dan jumlah perusahaan kosong yang hanya terdapat di atas kertas ada sepuluh kali lipatnya. Metode coba-dan-galat mereka yang dimulai sebagai cara untuk melindungi warga dari “penyihir jahat yang bersembuyi di kota” telah berkembang pada satu arah terlalu jauh dan pada titik tertentu menjadi budaya pembantaian dan eksekusi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gereja Anglikan memiliki divisi khusus,” kata Index seperti mengakui dosanya sendiri. “Divisi itu menginvestigasi sihir dan mengembangkan tindakan balasan yang digunakan untuk mengalahkan penyihir.  Dikenal sebagai Necessarius.” Dia benar-benar terdengar seperti biarawati. “Kalau kau tidak mengetahui musuhmu, kau tidak bisa bertahan dari serangan mereka. Tapi, mengerti seorang musuh yang tidak murni akan membuat hatimu sendiri tidak murni dan menyentuh seorang musuh yang tidak murni akan membuat tubuhmu sendiri tidak murni. Itulah kenapa Necessarius, gereja dari kejahatan yang dibutuhkan, diciptakan untuk menarik semua ketidakmurnian itu ke satu tempat. Dan kasus paling ekstrimnya adalah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“103.000 grimoir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar.” Index mengangguk kecil. “Sihir adalah sesuatu yang mirip seperti sebuah persamaan matematis. Kalau kau dengan ahli membalikkan perhitungannya, kau bisa menetralkan serangan lawanmu. Itulah kenapa 103.000 grimoir ini dimasukkan ke dalamku. ...Kalau kau mengetahui sihir dari seluruh dunia, kau bisa menetralkan sihir dari seluruh dunia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat ke arah tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah berpikir kalau tangan kanannya tidak ada gunanya. Kekuatan tangan kanannya bahkan tidak mampu mengalahkan seorang berandalan, tidak bisa meningkatkan nilai tesnya, dan juga tidak bisa membantunya menggoda cewek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi gadis ini telah melewati neraka untuk memperoleh hal yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kalau grimoir ini sebegitu berbahayanya dan kalian tahu di mana tempatnya, kenapa kalian tidak membakarnya tanpa membacanya? Selama ada orang yang membaca dan belajar dari grimoir ini, penyihir akan terus-terusan muncul tanpa ada akhirnya, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukunya sendiri tidak lebih penting daripada isinya. Bahkan kalau kau menyingkirkan sebuah buku Asli, penyihir yang mengetahui isinya akan mewariskannya pada pengikutnya, jadi melakukan itu tidak ada artinya. Walau seseorang yang melakukan itu disebut sebagai &#039;&#039;sorcerer&#039;&#039; dan bukan penyihir,” jelas Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Seperti data yang diposkan di Internet? Bahkan kalau kau menghapus data aslinya, kopian-kopian data itu akan terus ada.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan juga, sebuah grimoir itu tidak lebih dari sebuah buku teks.” Index terdengar seperti merasa sakit. “Hanya membacanya saja tidak membuatmu jadi seorang penyihir. Para penyihir mengubahnya agar cocok dengan diri mereka masing-masing dan membuat sihir jenis baru.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak seperti data dan lebih seperti virus komputer yang berubah terus-terusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk benar-benar menghilangkan virus itu, kau harus menganalisis virus itu dan membuat perangkat lunak antivirus yang baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang sudah kukatakan, grimoir itu berbahaya.” Index memicingkan matanya. “Ketika menghancurkan sebuah kopian saja, seorang Inkuisitor ahli harus menjahit tertutup matanya untuk mencegah polusi pada otaknya, dan bahkan setelah itu diperlukan lima tahun pembatisan untuk menghilangkan sepenuhnya polusi itu darinya. Pikiran manusia tidak mampu menangani sebuah buku Asli. Satu-satunya pilihan yang tersisa untuk 103.000 buku Asli yang tersebar di seluruh dunia adalah dengan menyegelnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan-akan dia sedang berdiskusi tentang apa yang harus dilakukan dengan koleksi yang sangat besar dari sisa senjata nuklir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan sebenarnya, &#039;&#039;kurang lebih memang begitu&#039;&#039;. Kemungkinan besar, orang yang menulis grimoir itu sendiri tidak menyangka ini terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tch. Tapi bukankah sihir bisa digunakan orang normal mana pun selain kami, para esper? Kalau begitu bukankah grimoir ini akan menyebar ke seluruh dunia dalam waktu singkat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengingat kembali api milik Stiyl. Bagaimana kalau semua orang di dunia bisa menggunakan kekuatan seperti itu? Pengetahuan umum di dunia yang fondasinya terbangun dari sains akan runtuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau...tidak perlu khawatir tentang itu. Asosiasi-asosiasi sihir&amp;lt;!--magic cabals--&amp;gt; tidak akan gegabah membiarkan grimoir keluar ke masyarakat umum.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“? Kenapa tidak? Bukankah akan lebih baik bagi mereka kalau memiliki lebih banyak rekan yang bertarung untuk mereka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Tepat karena itulah&#039;&#039;. Kalau setiap orang yang mempunyai senjata adalah teman, tidak akan ada peperangan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya karena dua orang mengetahui sihir tidak berarti mereka berada di pihak yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena mereka tahu kekuatan kartu truf merekalah maka mereka tidak mau dengan gegabah menambah musuh penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Grimoir-grimoir itu diperlakukan seperti rancangan senjata baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm. Kurasa aku mengerti.” Kamijou terlihat hanyut berpikir. “Jadi intinya, mereka ingin mendapatkan &#039;&#039;bom&#039;&#039; yang ada di dalam kepalamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah sebuah perpustakaan dengan kopian sempurna dari 103.000 grimoir Asli di dunia dalam kepalanya. Mendapatkannya berarti mendapatkan seluruh sihir di dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Benar.” Suaranya terdengar seperti dia akan segera tewas. “Dengan 103.000 grimoir, kau bisa membengkokkan apa pun di dunia sesuai kehendakmu tanpa terkecuali. Itulah yang kami sebut sebagai Dewa Sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan dewa dunia iblis&amp;lt;ref&amp;gt; (魔神 Majin, lit. &amp;quot;Magic God&amp;quot;) Kanji pertama bisa berarti sihir atau iblis&amp;lt;/ref&amp;gt;, tapi seseorang yang telah menguasai sihir seutuhnya sampai pada titik memasuki wilayah dewa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Dewa Sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Berengsek.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menyadarinya, Kamijou mulai menggertakkan gigi gerahamnya. Kamijou bisa tahu dari sikap Index kalau 103.000 grimoir dimasukkan ke kepalanya bukan karena keinginannya. Kamijou mengingat kembali api milik Stiyl. Dia hidup seperti itu tanpa alasan lain selain untuk mencegah sebanyak mungkin korban sebisanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahan dengan bagaimana para penyihir itu menggunakan perasaan itu demi keuntungan mereka dan dia tidak tahan bagaimana gereja menyebut Index sebagai “tidak murni”. Mereka semua memperlakukan seorang manusia sebagai sebuah benda dan Index pasti tidak melihat apa pun selain orang-orang yang melakukan itu. Fakta bahwa dia masih memikirkan semua orang selain dirinya walaupun telah mendapatkan perlakuan sedemikian rupa adalah hal yang membuat Kamijou paling tidak tahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Maaf.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahu apa yang menyebabkan dia begitu marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi satu kata itu benar-benar membuatnya sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menjentik dahi Index pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Oh, ayolah. Kenapa kau tidak memberitahuku hal sepenting itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index membeku ketika Kamijou memandang gadis yang terbaring itu dengan memamerkan gigi taringnya. Matanya terbuka lebar seakan-akan dia telah melakukan sesuatu yang sangat salah dan bibirnya bergerak cepat seperti ingin mengatakan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi aku tidak berpikir kau akan memercayaiku dan aku tidak ingin menakutimu. Dan...um...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index kelihatan akan menangis dan suaranya semakin kecil ketika berbicara. Kamijou hampir tidak mendengarnya di ujung kalimatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau begitu, Kamijou mendengarnya mengatakan “aku tidak mau kau membenciku”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, peduli setan!!” Dia benar-benar mendengar suara sesuatu yang patah. “Jangan remehkan orang dan memperkirakan seperti apa mereka dengan pikiranmu sendiri! Rahasia gereja? 103.000 grimoir? Yeah, itu semua hebat dan mengagumkan. Dan ya, semuanya kelihatan sangat absurd sampai aku masih belum benar-benar memercayainya. Tapi...” Kamijou berhenti sejenak. “&#039;&#039;Cuma begitu saja&#039;&#039;?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Index terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir kecilnya bergerak cepat seperti sedang mencoba mengatakan sesuatu, tapi tidak ada kata-kata yang keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan remehkan aku seperti itu. Apa kau benar-benar berpikir kalau aku akan memanggilmu menyeramkan atau menjijikkan atau apalah hanya karena kau menghapal 103.000 grimoir!? Apa kaupikir aku akan meninggalkanmu dan lari ketika para penyihir itu muncul? Persetan. Kalau cuma itu saja yang aku bisa, dari awal aku tidak akan membiarkanmu masuk ke kamar asramaku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kamijou berbicara, dia akhirnya menyadari apa yang menyebabkan dia begitu marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou hanya ingin membantu Index. Dia tidak ingin melihat Index tersakiti lagi. Itu saja. Dan walau begitu dia tidak membiarkan Kamijou melindunginya sementara dia mati-matian melindungi Kamijou. Kamijou hanya ingin mendengar dia meminta tolong sekali saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal itu sangat membuatnya frustasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat, sangat frustasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Percayalah padaku sedikit. Jangan memperkirakan nilai orang-orang seenakmu saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya itu. Bahkan kalau dia tidak punya kekuatan di tangan kanan dan hanyalah seorang manusia biasa, tetap bukan alasan bagi Kamijou untuk mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v01_157.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada alasan seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index hanya memandang wajah Kamijou dengan kagum untuk beberapa saat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi kemudian air mata mulai menggenangi matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah-olah matanya terbuat dari es dan mulai mencair.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index merapatkan bibirnya agar tidak sesenggukan, tapi bibirnya bergetar seakan dia tidak dapat menahannya lebih lama lagi. Dia menarik futon sampai ke mulutnya dan menggigitnya. Tetes air mata di matanya menjadi begitu besar hingga kelihatannya dia akan menangis seperti anak TK kalau bukan karena selimut itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan besar, air mata itu bukan hanya sekedar respon dari kata-kata yang Kamijou baru saja katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak cukup sombong sampai berpikir begitu. Dia ragu kata-katanya memberi pengaruh sebesar itu padanya. Kemungkinan besar, sesuatu yang telah menumpuk di dalam dirinya mengalir keluar dengan kata-kata darinya sebagai pemicunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia merasa hatinya retak karena pemikiran kalau tidak ada yang pernah mengatakan kata-kata seperti itu padanya sebelumnya, Kamijou juga merasa kalau dia akhirnya telah melihat “kelemahan” Index yang membuatnya sedikit senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Kamijou bukan orang mesum yang senang melihat gadis menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, suasana itu sangat canggung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau Komoe-sensei masuk tanpa mengetahui situasinya, Kamijou yakin kalau dia akan tanpa ragu menyuruhnya untuk mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U-um... Kau tahu. Aku punya tangan kananku, jadi tidak ada penyihir yang bisa mengimbangiku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Tapi...hik...kau bilang kau punya pelajaran tambahan selama liburan musim panas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa aku pernah mengatakan itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku yakin kau pernah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya, gadis yang telah menghapal dengan sempurna 103.000 buku itu mempunyai ingatan yang sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan merasa tidak enak karena mengacaukan kehidupan sehari-hari seseorang untuk sesuatu seperti ini. Pelajaran tambahanku tidak sepenting itu. Sekolahku tidak ingin membuatku tinggal kelas kalau mereka bisa mencegahnya, jadi jika aku bolos dari pelajaran tambahan, aku bisa pergi ke pelajaran tambahan dari pelajaran tambahan itu. Aku bisa menundanya selama yang kuperlu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau Komoe-sensei mendengar itu, kamar itu pasti telah berubah menjadi medan perang, tapi dia tidak peduli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan air mata masih di matanya, Index melihat ke Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Jadi kenapa kau begitu terburu-buru untuk pergi ke pelajaran tambahanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...........................Oh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berpikir ke belakang. Memang benar, setelah dia menelanjangi Index dengan menghancurkan Gereja Berjalan-nya dengan Imagine Breaker, sehingga suasana waktu itu hening seperti dalam elevator yang tertutup, dia memang terburu-buru...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena kau punya rencana dan karena kau punya kehidupan normal, aku merasa salah kalau mengganggu semua itu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“O-oh. Yeah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku menyusahkanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku menyusahkanmu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dia mengulangi itu dengan air mata di matanya, sudah tidak mungkin bagi Kamijou untuk mencoba menyangkalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mwinta mwaaf!” Kamijou Touma meminta maaf sambil dengan cepat memasuki mode bersujud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index perlahan duduk seperti orang sakit di futon, memegang telinga Kamijou, dan menggigit bagian atas kepalanya seolah-olah kepalanya adalah onigiri raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar 600 meter dari sana, di atas bangunan dengan banyak penghuni, Stiyl melepaskan teropongnya dari matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah mencari tahu siapa bocah yang bersama Index. ...Bagaimana keadaan Index”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menoleh, Stiyl menjawab gadis yang berbicara padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia masih hidup. Tapi itu berarti mereka punya seorang pengguna sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu tidak memberi respon, tapi sepertinya dia lebih merasa lega bahwa tidak ada yang mati dibandingkan khawatir akan seorang musuh baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu berumur 18 tahun, tapi dia sekepala lebih pendek dari Stiyl yang hanya berumur 14.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi memang, tinggi Stiyl melebihi 2 meter, jadi gadis itu masih terhitung tinggi jika dibandingkan dengan tinggi rata-rata orang Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rambut hitam sepanjang pinggangnya diikat ekor kuda. Di pinggangnya terdapat sebuah pedang Jepang sepanjang lebih dari dua meter yang disarungkan. Tipe yang dikenal sebagai “pedang perintah” yang digunakan di ritual memanggil hujan dalam agama Shinto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi akan sedikit sulit untuk menyebutnya sebagai gadis cantik Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memakai celana jins usang dan kaos putih. Entah kenapa, bagian kaki kiri dari jinsnya dipotong seluruhnya sampai pangkal pahanya, kain berlebih di bawah T-shirt-nya diikat jadi bagian perutnya dapat terlihat, dia memakai sepatu bot setinggi lutut, dan pedang Jepang-nya tergantung dalam sarung kulit seperti sebuah pistol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terlihat seperti seorang &#039;&#039;sheriff&#039;&#039; dari Barat yang telah menukar pistolnya dengan pedang Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti Stiyl si pendeta berbau parfum, pakaiannya sangat tidak normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi siapa sebenarnya orang itu, Kanzaki?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentang itu...aku tidak bisa mendapatkan banyak informasi mengenai bocah itu. Setidaknya, sepertinya dia bukan seorang penyihir atau berkekuatan supernatural lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa, apa kau ingin mengatakan kalau dia cuma siswa SMA biasa?” Stiyl menyalakan rokok yang dia keluarkan hanya dengan memandang ujungnya. “Berhenti saja. Mungkin tidak kelihatan seperti itu, tapi aku adalah seorang penyihir yang telah sepenuhnya menganalisis 24 &#039;&#039;rune&#039;&#039; yang ada dan mengembangkan 6 &#039;&#039;rune&#039;&#039; baru yang kuat. Dunia ini tidak sebaik itu sampai membiarkan seorang amatir tanpa kekuatan mendorong balik api penghakiman milik Innocentius.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan dengan bantuan dari Index, dia dengan seketika membuat rencana menggunakan bantuan. Ditambah lagi tangan kanannya yang aneh. Kalau dia adalah seorang manusia biasa di Jepang, maka Jepang benar-benar negara penuh misteri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar.” Kanzaki Kaori memicingkan matanya. “Masalah sebenarnya adalah seseorang dengan kemampuan tempur sebanyak itu dikategorikan sebagai tidak lebih dari seorang murid tidak punya harapan yang sering terlibat perkelahian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City memiliki sisi tersembunyi bahwa kota itu adalah institusi yang memproduksi esper secara massal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan kalau organisasi tempat Stiyl dan Kanzaki bekerja sedang menyembunyikan keberadaan Index, Stiyl dan Kanzaki telah menghubungi organisasi yang dikenal sebagai Institusi Lima Elemen lebih dulu untuk mendapatkan izin memasuki kota itu. Bahkan grup sihir yang dikenal sebagai yang terhebat di dunia tidak bisa tetap tersembunyi dalam wilayah musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin informasinya dengan sengaja ditutup-tutupi. Dan juga, luka Index disembuhkan dengan sihir. Kanzaki, apa ada organisasi sihir lain di Timur Jauh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka telah memutuskan kalau bocah itu pasti memiliki organisasi lain selain Institusi Lima Elemen di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka salah mengira kalau organisasi lain ini sepenuhnya menghilangkan semua informasi tentang Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau mereka melakukan sesuatu di kota ini, para informan dari Institusi Lima Elemen pasti telah mengetahuinya.” Kanzaki menutup matanya. “Kita punya musuh yang jumlahnya tidak diketahui, sementara kita sendiri tanpa bala bantuan. Ini perkembangan yang menyulitkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya adalah kesalahpahaman. Imagine Breaker milik Kamijou Touma tidak punya efek apa pun kecuali digunakan pada kekuatan supernatural. Dengan kata lain, System Scan milik Academy City tidak bisa mengukur kekuatannya karena menggunakan mesin untuk mengukurnya. Ya, itu adalah salah satu kesialan Kamijou karena dia diperlakukan sebagai seorang Level 0 padahal mempunyai tangan kanan kelas tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dalam skenario terburuk, hal ini bisa berkembang menjadi pertarungan sihir melawan sebuah organisasi. Stiyl, kudengar &#039;&#039;rune&#039;&#039;-mu punya kelemahan fatal dalam hal ketahanan air.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah mengompensasikan itu. Aku melaminating &#039;&#039;rune&#039;&#039;-nya. Trik yang sama tidak akan berlaku padaku lagi.” Seperti pesulap panggung, dia mengeluarkan &#039;&#039;rune&#039;&#039; yang sekarang kelihatan sangat mirip dengan kartu koleksi. “Kali ini, aku akan menempatkan &#039;&#039;barrier&#039;&#039; dengan radisu 2 kilometer di sekitar areanya dan bukan hanya pada bangunannya. Untuk itu, dibutuhkan 164.000 kartu dan persiapannya akan memakan waktu 60 jam untuk diselesaikan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak seperti dalam &#039;&#039;video game&#039;&#039;, sihir yang sebenarnya memerlukan lebih dari hanya sekadar mengucapkan mantra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin memang kelihatannya hanya itu saja yang diperlukan kalau dilihat sekilas, tapi ada sedikit persiapan yang diperlukan di balik layar. Api milik Stiyl adalah tipe yang membutuhkan instruksi kira-kira “Ambil sebuah taring serigala perak yang telah dimandikan sinar bulan selama 10 tahun dan...” Karena itu, kecepatan Stiyl sebenarnya adalah kecepatan seorang ahli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, pertarungan sihir adalah masalah membaca apa yang akan datang. Ketika pertarungan dimulai, kau pada dasarnya sudah terjebak dalam perangkap berupa &#039;&#039;barrier&#039;&#039; milik musuh. Ketika bertahan, kau perlu memastikan apa mantra musuhmu, dan mencari cara untuk membalikkannya ke musuhmu. Ketika menyerang, kau harus memprediksi serangan balik seperti apa yang akan datang dan mengatur kembali mantramu sesuai apa yang terjadi. Tidak seperti bela diri sederhana, kau perlu memikirkan 100-200 langkah ke depan di tengah situasi yang terus berubah. Walaupun istilah kasar seperti “pertarungan” digunakan, sebenarnya itu lebih seperti adu intelek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, pasukan musuh yang tidak diketahui jumlahnya membuat seorang penyihir berada dalam posisi yang sangat tidak menguntungkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Dia kelihatan sangat senang,” kata penyihir &#039;&#039;rune&#039;&#039; tiba-tiba sembari memandang 600 meter ke depan tanpa menggunakan teropongnya. “Dia kelihatan sangat, sangat senang. Dia selalu hidup dalam kehidupan menyenangkan seperti itu.” Dia terdengar seperti sedang meludahkan semacam cairan kental. “Seberapa lama kita harus terus mengoyaknya hingga berkeping-keping?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki memandang 600 meter ke depan dari belakang Stiyl.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan tanpa menggunakan teropong atau sihir, dia bisa melihat jelas dengan pandangan 8.0-nya. Melalui jendela, dia bisa melihat gadis itu menggigiti kepala bocah itu dengan marah sedangkan bocah itu mengayun-ayunkan tangannya dan mencoba berontak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pasti perasaan yang sangat pelik,” kata Kanzaki seperti sebuah mesin. “&#039;&#039;Bagi orang sepertimu yang pernah berada dalam posisi yang sama seperti itu&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku sudah terbiasa,” jawab penyihir api itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia benar-benar telah mengalami perasaan seperti itu berkali-kali sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Waktunya mandi♪ Waktunya mandi♪” nyanyi Index sembari berjalan di samping Kamijou, memegang baskom mandi dengan kedua tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan-akan ingin menunjukkan kalau dia sudah tidak sakit lagi, dia mengganti pakaiannya dari piyama menjadi jubah biarawati yang penuh penitinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahu trik sulap apa yang Index gunakan, tapi jubah yang berdarah-darah itu bersih sempurna. Dia punya firasat kalau jubah itu akan terkoyak-koyak jika Index memasukkannya secara utuh ke dalam mesin cuci, jadi dia penasaran apakah Index memisahkannya dan mencuci tiap-tiap bagiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu begitu mengganggumu? Sejujurnya, aku tidak peduli dengan baunya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tipe yang suka bau keringat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudku bukan begitu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah tiga hari, dia akhirnya cukup sehat untuk bisa keluar rumah dan mandi adalah permintaan pertamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apartemen Komoe-sensei tidak punya apa pun yang yang mirip dengan kamar mandi, jadi pilihan mereka hanya meminjam kamar mandi di kamar manajer atau pergi ke pemandian umum yang bobrok di dekat sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena alasan itulah, anak laki-laki dan gadis muda itu kini sedang berjalan di trotoar pada malam hari dengan baskom mandi di tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya era kebudayaan Jepang mana yang kita tinggali sekarang?” Komoe-sensei berkomentar dengan senyum ketika menjelaskan sistem pemandian umum. Dia membiarkan Kamijou dan Index tinggal di apartemennya tanpa menanyakan detail situasi mereka. Kamijou ikut menginap dengan Index karena dia tidak ingin kembali ke asramanya yang tidak diragukan lagi sedang diawasi oleh musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Touma, Touma,” kata Index dengan suara teredam karena dia sedang menggigit bagian lengan atas kaus Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kebiasaannya menggigit orang, kelakuannya itu tidak lebih dari gerakan yang mirip dengan memegang baju seseorang untuk menarik perhatiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa?” jawab Kamijou jengkel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagi itu, Index sadar kalau dia tidak mengetahui nama Kamijou, jadi Kamijou memperkenalkan dirinya kepadanya. Sejak saat itu, dia telah memanggil namanya sekitar 60.000 kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada apa-apa. Aku cuma suka memanggil namamu walaupun tidak ada alasannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Index mirip dengan seorang anak yang pergi ke taman hiburan untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index terlihat begitu lengket kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan besar karena apa yang terjadi tiga hari sebelumnya, tapi Kamijou tidak lebih senang dibanding tidak yakin harus merasa bagaimana tentang fakta bahwa tidak ada yang pernah mengatakan sesuatu sedasar itu pada Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Komoe bilang pemandian umum Jepang punya kopi susu. Apa itu kopi susu? Seperti &amp;lt;i&amp;gt;cappuccino&amp;lt;/i&amp;gt;?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak akan menemukan yang seelegan itu di pemandian umum. Jangan berharap terlalu tinggi,” kata Kamijou. “Hmm, tapi bak mandi raksasa mungkin akan membuatmu terkejut. Di Inggris, yang paling umum adalah bak mandi yang sempit seperti yang ada di hotel, &#039;kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? ...Aku tidak begitu tahu.” Index memiringkan kepalanya ke samping seperti memang benar-benar tidak tahu. “Hal pertama yang kuingat dimulai di sini, di Jepang. Aku tidak begitu tahu bagaimana keadaan di Inggris sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Hmm. Jadi itu kenapa kau bisa berbicara bahasa Jepang dengan lancar. Kalau kau di sini sejak kecil, berarti kau sendiri praktis adalah orang Jepang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban Index tadi membuat Kamijou berpikir bahwa keyakinan Index kalau dia akan aman jika kabur ke Gereja Anglikan sedikit kurang bisa diandalkan. Awalnya dia berpikir gadis itu akan pulang ke rumahnya, tapi dia sebenarnya malah akan pergi ke negara yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bukan. Maksudku bukan seperti itu.” Index menggelengkan kepalanya, mengayun-ayunkan rambut perak panjangnya. “Sepertinya, aku lahir dan dibesarkan di Katedral St. George di London. Sepertinya, aku baru datang ke sini sekitar satu tahun lalu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengerutkan dahinya karena kata yang tidak jelas itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah. Aku tidak punya ingatan dari sebelum sekitar satu tahun yang lalu ketika aku tiba di sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persis seperti anak kecil yang menuju taman hiburan untuk pertama kali dalam hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesempurnaan senyuman itulah yang menunjukkan kepada Kamijou rasa takut dan rasa sakit di baliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika aku pertama kali bangun di sebuah gang, aku tidak tahu siapa diriku. Yang kutahu hanyalah bahwa aku harus kabur. Aku tidak ingat apa yang kumakan pada makan malam malam sebelumnya, tapi pengetahuan tentang hal-hal seperti sihir, Index Librorum Prohibitorum, dan Necessarius terus berputar dalam pikiranku. Hal itu begitu menakutkan...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kau bahkan tidak tahu kenapa kau kehilangan ingatanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu benar,” jawabnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahu sama sekali tentang psikologi, tapi dia tahu dari &amp;lt;i&amp;gt;video game&amp;lt;/i&amp;gt; dan drama kalau ada dua penyebab utama amnesia: terkena benturan keras di kepala atau menyegel sebuah kenangan yang tidak bisa dipikul hatimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan...” gumam Kamijou sambil melihat ke langit malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun dia memang merasa marah pada para penyihir yang bisa melakukan hal seperti itu ke seorang gadis sepertinya, dia lebih merasa dikuasai oleh rasa ketidakberdayaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sekarang tahu kenapa Index melindunginya dan menjadi sangat lengket padanya. Itu hanya karena &amp;lt;i&amp;gt;Kamijou secara kebetulan&amp;lt;/i&amp;gt; adalah orang pertama yang dia kenal setelah menghabiskan satu tahun sendirian di dunia tanpa mengetahui apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua ini tidak menyenangkan Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak tahu kenapa, tapi entah kenapa jawaban &amp;lt;i&amp;gt;itu&amp;lt;/i&amp;gt; benar-benar membuatnya jengkel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mh? Touma, apa kau marah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan itu menangkap basah dia, tapi Kamijou berhasil berpura-pura tidak marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau aku membuatmu marah entah karena apa, aku minta maaf. Touma, apa yang membuatmu begitu marah? Pubertas?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak ingin mendengarmu berbicara tentang pubertas dengan badanmu yang seperti anak kecil itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mh. Apa maksudnya itu? Aku benar-benar berpikir kalau kau marah. Atau kau cuma berpura-pura marah untuk membuatku merasa susah? Aku tidak suka sisimu yang itu, Touma.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, jangan mengatakan itu ketika kau tidak pernah benar-benar menyukaiku. Aku tidak mengharapkan kejadian indah mirip komedi romantis seperti itu denganmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah? ...Kenapa kau memelototiku seperti itu, Tuan Putri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika dia mencoba mencairkan suasana dengan lelucon, Index tidak memberikan respon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aneh. Ini aneh. Kenapa Index melipat tangannya, melihatku dengan air mata di matanya dan ekspresi terluka di wajahnya, dan menggigit bibir bawahnya?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Touma.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?” Kamijou merespon, memutuskan kalau dia lebih baik merespon karena Index memanggil namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendapat firasat kuat tentang kesialan yang akan datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku benci kau.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat saat itu, Kamijou mendapatkan banyak &amp;lt;i&amp;gt;experience point&amp;lt;/i&amp;gt; untuk pengalaman langka berupa seorang gadis yang menggigit seluruh bagian atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index berjalan lebih dulu ke arah pemandian umum sendirian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, Kamijou berjalan santai ke arah pemandian umum. Awalnya dia telah mencoba berlari mengejar Index, tapi biarawati putih yang marah itu lari seperti kucing liar setiap kali melihatnya. Walau begitu, dia akan tetap melihat punggung Index setelah berjalan sedikit jauh seperti dia sedang menunggunya. Setelah itu, siklus ini akan berulang. Dia benar-benar seperti kucing yang plin-plan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Yah, kami sedang menuju tempat yang sama, jadi pada akhirnya kami pasti akan bertemu lagi.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pikiran itu, Kamijou menyerah mengejarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditambah lagi kalau dia merasa kalau ada kemalangan yang pasti datang berupa ditahan polisi kalau seseorang melihatnya (kelihatannya) mengejar seorang biarawati Inggris muda yang lemah dan tak berdaya di jalan yang gelap seperti seekor Namahage.&amp;lt;ref&amp;gt;Semacam siluman dari Jepang. http://en.wikipedia.org/wiki/Namahage&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Biarawati dari Inggris, hm?” gumam Kamijou di sela napasnya sambil berjalan di jalan yang gelap sendirian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tahu kalau Index akan dibawa ke markas Gereja Anglikan di London kalau dia membawanya ke salah satu gereja mereka di Jepang. Tidak ada lagi yang tersisa untuk Kamijou lakukan. Semuanya pasti akan berakhir dengan ucapan seperti “Mungkin waktunya singkat, tapi terima kasih. Aku tidak akan pernah melupakanmu karena aku punya ingatan sempurna”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasa sesuatu yang tajam menusuk-nusuk dadanya, tapi dia tidak tahu apakah ada hal lain yang bisa dilakukannya. Kalau Index tidak dibawa ke perlindungan gereja, dia akan terus dikejar oleh para penyihir itu. Dan juga, tidak realistis mencoba mengikuti Index ke Inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka hidup di dunia yang berbeda, mereka berdiri di tempat berbeda, dan mereka berada di dimensi yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tinggal di dunia ESP ilmiah dan dia tinggal di dunia &amp;lt;i&amp;gt;occult&amp;lt;/i&amp;gt; sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti daratan dan lautan, kedua dunia mereka tidak akan berlintas jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cuma begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cuma begitu saja, tapi itu masih membuatnya jengkel seperti ada tulang ikan yang tersangkut di tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba pemikirannya yang berputar sia-sia terhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada sesuatu yang salah. Kamijou memeriksa waktu yang terpampang di papan iklan elektronik milik sebuah &amp;lt;i&amp;gt;department store&amp;lt;/i&amp;gt;. Tepat jam 8 malam. Masih ada banyak waktu sebelum kebanyakan orang tidur, tapi keheningan mencekam menyelimuti area itu seperti berada di hutan pada malam hari. Perasaan aneh yang tidak pada tempatnya menyelimuti area itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kalau dipikir-pikir, aku belum melihat seorang pun sejak berjalan dengan Index...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ekspresi bingung, Kamijou berjalan lebih jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan ketika dia tiba ke jalan besar dengan 3 lajur di setiap arah, perasaan tidak pada tempatnya itu berganti menjadi perasaan seutuhnya kalau semuanya salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Tidak ada orang di sana&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada seorang pun yang masuk atau keluar dari &amp;lt;i&amp;gt;department store&amp;lt;/i&amp;gt; yang berbaris di sisi jalan seperti minuman di rak toko serba ada. Trotoar yang biasanya terasa terlalu sempit sekarang terasa terlalu luas dan tidak satu mobil pun yang berjalan di jalan yang mirip landasan pacu itu. Semua mobil yang diparkir di sisi jalan kosong seakan sudah dibuang pemiliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti melihat jalan di ladang nun jauh di pedesaan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini karena Stiyl telah mengukir &amp;lt;i&amp;gt;rune&amp;lt;/i&amp;gt; Opila untuk membuat sebuah medan pembersih manusia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara perempuan tiba-tiba memasuki kepalanya seakan-akan sebuah pedang Jepang menusuk tembus bagian tengah wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu tidak bersembunyi di balik apa pun dan dia juga tidak menyelinap dari belakangnya. Dia berdiri di tengah jalan lebar seperti landasan pacu sekitar 10 meter di depannya, menghalangi jalannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini sudah melebihi tingkat tidak melihat atau menyadarinya karena kegelapan. Sesaat sebelumnya, memang benar-benar tidak ada seorang pun di sana. Tapi dalam waktu yang dibutuhkan untuk berkedip, gadis itu muncul di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua orang di sekitar area ini telah dialihkan fokusnya jadi mereka tidak akan berpikir untuk mendekati area ini untuk tujuan tertentu. Kebanyakan orang sepertinya berada di dalam bangunan-bangunan, jadi jangan khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badannya bereaksi sebelum pikirannya bisa. Semua darah di tubuhnya seperti berkumpul di tangan kanannya. Dengan rasa sakit seperti ada seutas tali mengikat kencang pergelangannya , insting Kamijou merasa bahwa gadis itu berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu memakai T-shirt dan jins yang satu bagian kakinya dipotong dengan berani, jadi pakaiannya tidak terlalu jauh berbeda dari apa yang disebut normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, sebuah pedang Jepang yang panjangnya lebih dari dua meter, bergantung di pinggangnya seperti pistol, memberikan hawa membunuh yang membeku. Bilahnya tersembunyi dalam sarung pedangnya, tapi sarung hitam itu terlihat sama penuh sejarahnya dengan sebuah tiang dari bangunan Jepang tua, jadi terlihat jelas kalau pedang itu asli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Penghancur Iblis Pensuci Tuhan.&amp;lt;ref&amp;gt;“God Purifying Demon Destroyer” (神浄の討魔) dibaca sebagai “Kamijou no Touma” tapi menggunakan kanji yang berbeda dengan nama Touma (上条当麻).&amp;lt;/ref&amp;gt; Nama sebenarnya &amp;lt;!--true name--&amp;gt;yang sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi gadis itu sendiri tidak menunjukkan tanda-tanda gugup sedikit pun. Caranya bicara dengan kenyamanan seseorang yang sedang berbincang ringan membuat semuanya jauh lebih menakutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Siapa kau?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Kanzaki Kaori. ...Aku tidak ingin memberikan namaku yang lain kalau bisa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namamu yang lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah sedikit memerkirakan itu, tapi Kamijou tetap mundur selangkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama sihir. Itu adalah “nama membunuh” yang telah Stiyl berikan sebelum menyerang Kamijou dengan sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi...apa? Apa kau juga dari asosiasi sihir atau apalah itu sama seperti Stiyl?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?” Untuk sesaat, Kanzaki mengernyit ragu. “Oh, apa kau mendengar itu dari Index?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah asosiasi sihir. Organisasi yang mengejar Index untuk mendapatkan 103.000 grimoir-nya. Sebuah grup yang berjuang untuk menjadi Dewa Sihir, orang-orang yang telah menguasai sihir sepenuhnya hingga bisa membengkokkan apa pun di dunia sesuai kehendak mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya.” Kanzaki menutup satu matanya. “Aku ingin membawa dia ke dalam rawatan kami tanpa perlu memberikan nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggigil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou punya kartu truf berupa tangan kanannya tapi tetap saja musuh yang berdiri di depannya membuat punggungnya menggigil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Dan kalau aku menolak?” kata Kamijou walau begitu. Dia tidak punya alasan untuk mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu aku tidak punya pilihan lain.” Kanzaki menutup mata yang satunya lagi. “Aku akan harus memberi namaku sampai dia kembali ke rawatan kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guncangan seperti gempa membuat tanah di bawah kaki Kamijou bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti ada sebuah bom yang meledak. Langit malam di sudut penglihatannya yang harusnya ditutupi kegelapan biru pucat menjadi warna oranye terang seperti matahari tenggelam. Api raksasa menyebar beberapa ratus meter ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Index...!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuhnya adalah sebuah organisasi dan Kamijou tahu nama seorang penyihir api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou secara refleks melihat ke arah api yang meledak itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan di saat itu, serangan menebas Kanzaki Kaori tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada jarak 10 meter antara Kamijou dan Kanzaki. Dan juga, katana milik Kanzaki panjangnya lebih dari dua meter, jadi sepertinya tidak mungkin bagi tangan langsing feminimnya untuk menariknya dari sarungnya, apalagi mengayunkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&amp;lt;i&amp;gt;Tapi seperti itulah yang terlihat&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat berikutnya, angin di atas kepala Kamijou terpotong seakan gadis itu sedang memegang laser raksasa. Kamijou membeku karena syok dan bilah sebuah kincir angin pembangkit listrik di belakang kanannya terpotong diagonal seakan terbuat dari mentega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong hentikan ini,” kata suara 10 meter di depannya. “Mengabaikan peringatanku hanya akan berujung pada kematian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang 2 meter+ Kanzaki sudah kembali ke sarungnya. Serangan itu sangat cepat hingga Kamijou bahkan tidak pernah melihat bilahnya menyentuh udara luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya alasan dia masih berdiri di sana adalah karena Kanzaki dengan sengaja membuat serangannya meleset. Situasinya kelihatan sangat tidak nyata sampai dia hampir tidak menyadari fakta itu. Musuhnya terlalu kuat sampai pikirannya tidak bisa mengikuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara benturan kuat, bilah kincir angin yang terpotong jatuh ke tanah di belakang Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan walaupun puing bilah itu jatuh begitu dekat, Kamijou masih tidak bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggertakkan giginya karena pedang itu pasti sangat tajam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki membuka salah satu matanya yang tertutup dan berkata, “Aku akan menanyakanmu lagi.” Dia memicingkan matanya sedikit. “Aku ingin membawanya ke dalam rawatan kami tanpa perlu memberikan nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada keraguan dalam suara Kanzaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya begitu dingin hingga dia terlihat seperti mengatakan tingkat kehancuran seperti itu bukanlah sesuatu yang pantas untuk membuatmu terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...A-apa-apaan yang kaukatakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan kakinya tertempel ke tanah, dia tidak bisa maju ke depan atau melangkah mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakinya bergetar seakan dia baru saja selesai berlari sepanjang maraton dan dia bisa merasakan tenaganya meninggalkan kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak punya alasan untuk menyerah pada-...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan menanyakannya sebanyak apa pun yang diperlukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sesaat – benar-benar sesaat – tangan kanan Kanzaki menjadi buram dan menghilang seperti &amp;lt;i&amp;gt;bug&amp;lt;/i&amp;gt; dalam sebuah &amp;lt;i&amp;gt;video game&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara raungan, sesuatu terbang ke arah Kamijou dengan kecepatan menakutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasa seperti senjata laser raksasa sedang ditembakkan dari segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti tornado raksasa yang terbuat dari pedang-pedang udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma memandang sementara topan itu memotong aspal, lampu jalan, dan pohon-pohon yang berbaris di jalan dalam interval tertentu menjadi berkeping-keping seakan dipotong dengan &amp;lt;i&amp;gt;waterjet&amp;lt;/i&amp;gt;&amp;lt;ref&amp;gt;Mesin yang bisa memotong dengan menembakkan jet air. http://en.wikipedia.org/wiki/Water_jet_cutter&amp;lt;/ref&amp;gt; industri. Sepotong aspal berukuran kepalan tangan terbang dan menghantam bahu kanan Kamijou. Itu saja cukup untuk menerbangkannya dan hampir membuatnya pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil memegang bahu kanannya, Kamijou melihat sekelilingnya hanya dengan menggerakkan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu...dua..tiga, empat, lima, enam, tujuh. Total sebanyak tujuh tebasan pedang lurus berlanjut sampai lusinan meter sepanjang tanah yang datar. Tebasan-tebasan itu datang dari sudut acak dan kelihatan seperti goresan kuku di pintu baja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendengar suara katana gadis itu kembali ke sarungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingin membawa dia ke bawah rawatan kami tanpa perlu memberikan nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tangan kanannya masih di gagang pedang, Kanzaki hanya mengatakan kata-kata itu tanpa kebencian atau kemarahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuh serangan. Kamijou tidak bisa melihat bahkan satu serangan pun, tapi Kanzaki telah melakukan tujuh serangan iai&amp;lt;ref&amp;gt;Tipe beladiri pedang yang serangannya berupa tebasan cepat dari dalam gagang dan langsung dimasukkan kembali ke gagang. http://en.wikipedia.org/wiki/Iai&amp;lt;/ref&amp;gt; dalam satu saat itu. Dan kalau dia mau, satu atau seluruh tujuh serangan itu bisa menjadi serangan mematikan yang memotong Kamijou menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan. Kamijou hanya mendengar suara metalik dari pedang yang disarungkan sekali saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan besar adalah &amp;lt;i&amp;gt;kekuatan supernatural&amp;lt;/i&amp;gt; yang dikenal sebagai sihir. Dia memakai sihir yang memanjangkan jarak satu serangan itu sebanyak lusinan meter dan memberikannya kemampuan berpedang untuk menyerang tujuh kali walau mengeluarkannya hanya sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kecepatan serangan Nanasen&amp;lt;ref&amp;gt;Nanasen berarti “Tujuh Kilatan”.&amp;lt;/ref&amp;gt; yang Shichiten Shichitou&amp;lt;ref&amp;gt;Shichiten Shichitou berarti “Tujuh Pedang Tujuh Langit”.&amp;lt;/ref&amp;gt;-ku lakukan itu cukup untuk membunuhmu tujuh kali dalam waktu yang dikenal sebagai sesaat. Orang-orang menyebutnya sebagai pembunuhan instan. Menyebutnya sebagai pembunuhan instan pasti rasanya tidak jauh dari kenyataannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam diam, Kamijou mengepalkan tinjunya dengan kekuatan yang cukup untuk menghancurkan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki punya kecepatan, kekuatan, dan jarak yang mengerikan. Kemungkinan besar, serangan memotong itu berhubungan dengan kekuatan supernatural yang dikenal sebagai sihir. Kalau begitu, Kamijou hanya perlu menyentuh serangan aslinya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Teruslah bermimpi,” katanya, memotong pemikiran Kamijou. “Aku sudah dengar dari Stiyl kalau tangan kananmu bisa meniadakan sihir entah bagaimana caranya. Tapi apakah aku benar kalau berpikir bahwa kau tidak bisa melakukan itu kecuali kau menyentuhnya dengan tangan kananmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sekali. Tangan kanan Kamijou tidak ada gunanya kalau dia tidak bisa menyentuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan masalah kecepatan. Tidak seperti Biri Biri dari Misaka Mikoto&amp;lt;ref&amp;gt;Serangan listrik. Dalam bahasa Jepang, suara listrik adalah “biri biri”.&amp;lt;/ref&amp;gt; dan Railgun yang ditembakkan dalam garis lurus, dia tidak bisa memprediksi ke mana Nanasen milik Kanzaki Kaori akan datang karena perubahan konstannya. Kalau Kamijou mencoba menggunakan Imagine Breaker, tujuh tebasan itu kemungkinan akan memotong tangannya berkeping-keping sejak awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan menanyakannya sebanyak apa pun yang diperlukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Kanzaki dengan diam memegang gagang Shichiten Shichitou di pinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasakan keringat dingin di pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau &amp;lt;i&amp;gt;mood&amp;lt;/i&amp;gt; Kanzaki berubah dan dia masuk untuk membunuh, Kamijou pasti akan terpotong-potong menjadi bagian kecil dalam sesaat. Dengan bagaimana dia telah memotong pohon-pohon yang berjejer di jalan berkeping-keping dalam jarak lusinan meter, mencoba lari atau menggunakan sesuatu sebagai tameng adalah bunuh diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou memerhitungkan jarak antara dirinya dan Kanzaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar 10 meter. Kalau dia berlari secepat yang tubuh fisiknya bisa lakukan, dia bisa menutup jarak itu dalam empat langkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Bergeraklah.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou memberikan perintah putus asa pada kakinya yang seperti ditempel ke tanah dengan lem instan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akankah kau membiarkan kami membawanya ke dalam rawatan kami sebelum aku memberikan nama sihirku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Bergeraklah!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia maju selangkah ke depan seakan mengoyakkan kakinya dari tanah. Satu alis Kanzaki naik ketika Kamijou bergerak maju dengan langkah eksplosif seperti sebuah peluru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh... Ohhhhhhhhhhhh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia maju selangkah lagi. Kalau dia tidak bisa kabur, tidak bisa menghindar ke kiri atau ke kanan, dan tidak bisa menggunakan apa pun sebagai tameng, maka satu-satunya pilihan yang tersisa adalah maju dan membuka jalan untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu apa yang mendorongmu sampai sejauh ini, tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki menghela napas yang lebih memiliki rasa kasihan dibandingkan keterkejutan. Kemudian...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nanasen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Potongan-potongan kecil dari aspal dan pohon yang hancur melayang di udara seperti debu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan angin yang meraung, awan debu itu terpotong kecil-kecil di depan mata Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah... Ohh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tahu dalam kepalanya bahwa dia bisa meniadakannya kalau dia menyentuhnya dengan tangan kanannya, tapi hatinya segera memilih untuk menghindar. Dia menunduk dengan begitu kuatnya hingga terlihat seperti dia sedang mengayunkan kepalanya ke bawah dan jantungnya membeku ketika tujuh serangan menebas itu lewat di atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak memerhitungkan itu dan dia tidak mungkin berhasil menghindar kalau dia memerhitungkannya. Dia hanya berhasil menghindar murni karena keberuntungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian dia mengambil satu langkah kuat lagi, yang ketiga dari empat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak peduli seberapa aneh serangan Nanasen itu, itu pada dasarnya masih sebuah serangan iai. Iai adalah teknik berpedang kuno yang mengeluarkan satu serangan mematikan yang dimulai dengan gerakan mengeluarkan pedang dari sarungnya. Itu berarti waktu ketika pedangnya berada di luar sarungnya akan membuat penggunanya tak berdaya dan tidak bisa menggunakan serangan iai lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia mengambil langkah terakhir itu untuk mencapai Kanzaki, dia akan menang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harapan terakhir yang pikiran itu berikan pecah berkeping-keping dengan suara “klik” kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah suara metalik kecil yang terlalu pendek dari sebuah katana yang dikembalikan ke dalam sarungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nanasen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raungan itu datang tepat dari depan Kamijou dalam jarak kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketujuh serangan itu mengejarnya bahkan sebelum refleks tubuhnya bisa beraksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan...Ahhhhhhhhhh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengulurkan tinju kanannya ke arah tebasan di depannya, tapi itu lebih mirip usaha defensif untuk menangkap bola yang dilemparkan ke wajahnya dibanding sebuah serangan ofensif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama itu adalah kekuatan supernatural, tangan kanan Kamijou bisa meniadakannya bahkan kalau itu adalah kekuatan Tuhan atau kekuatan vampir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena berada dalam jarak sedekat itu, ketujuh serangan itu tiba sebagai satu seangan tanpa menyebar. Itu berarti dia bisa menghancurkan ketujuhnya dengan satu pukulan Imagine Breaker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat serangan-serangan itu bersinar biru di bawah sinar bulan, kulit dari satu jari di tinju Kamijou menyentuhnya halus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Dan ditelan&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap...!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak menghilang. Bahkan dengan Imagine Breaker, serangan absurd itu tidak menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou segera mencoba menyentakkan tangannya ke belakang, tapi dia tidak berhasil dalam waktunya. Bagaimanapun juga, dia telah menjulurkan tangannya sendiri ke serangan pedang Jepang yang akan datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki memicingkan matanya sedikit ketika melihat Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat berikutnya, suara basah dari daging yang dipotong memenuhi area itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou memegang tangan kanannya yang berdarah dengan tangan kirinya dan jatuh berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sejujurnya terkejut ketika menemukan kalau kelima jarinya masih utuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini tentu saja bukan karena jemari Kamijou itu kuat dan kemampuan Kanzaki itu rendah. Tubuh Kamijou tidak terpotong-potong karena fakta sederhana bahwa Kanzaki telah menahan diri, lebih menahan dirinya lagi, dan membiarkannya hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih berlutut, Kamijou melihat ke atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki berdiri dengan lingkaran sempurna bulan biru di belakangnya. Dia bisa melihat sesuatu seperti benang-benang merah di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelihatan seperti jaring laba-laba. Hanya ketika darah Kamijou menutupinya seperti embun malam di atas jaring laba-labalah dia bisa melihat tujuh kawat baja itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak percaya...” Kamijou menggertakkan giginya. “Apa kau bahkan bukan seorang penyihir?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katana yang besarnya menggelikan itu tidak lebih dari sebuah hiasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mengejutkan kalau Kamijou tidak bisa melihat saat dia menarik pedangnya. Kanzaki tidak pernah menarik pedangnya keluar. Dia hanya menggerakkan pedangnya sedikit di dalam sarungnya dan kemudian menggerakkannya ke tempat semula. Gerakan itu adalah untuk menyembunyikan tangan yang menggerakkan ketujuh kawat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan Kamijou relatif tidak terluka karena Kanzaki telah mengendurkan kawatnya tepat sebelum memutuskan jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang sudah kubilang, aku sudah dengar tentang kemampuanmu dari Stiyl.” Kanzaki kedengaran tidak tertarik. “Saat itulah aku menyadarinya. Kekuatanmu bukan dalam jumlah yang lebih besar, tapi adalah tipe yang berbeda. Sama seperti gunting-batu-kertas. Seberapa banyak pun kau menggunakan batu, kau tidak akan pernah mengalahkan kertasku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengepalkan tangannya yang berdarah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kelihatannya kau salah tentang sesuatu.” Kelihatannya menyakitkan bagi Kanzaki untuk melihatnya. “Aku tidak menyembunyikan ketidakmampuan dengan sebuah trik murahan. Shichiten Shichitou bukan sekedar hiasan saja. Di balik Nanasen adalah Yuisen&amp;lt;ref&amp;gt;Yuisen berarti “Satu Kilatan”.&amp;lt;/ref&amp;gt; yang sebenarnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkan tinju berdarahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan yang lebih penting, aku masih belum memberikan nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong jangan buat aku memberikannya, bocah.” Kanzaki menggigit bibirnya. “Aku tidak mau memberikannya lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinju Kamijou yang terkepal gemetar. Kanzaki jelas berbeda dari Stiyl. Dia bukan kuda poni yang hanya tahu satu trik saja. Dari paling dasar dari semua dasar dan yang paling dasar dari semua fondasi, dia benar-benar terbuat berbeda dari Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Seperti aku bisa menyerah saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, Kamijou tidak melepas kepalan tangannya. Dia tetap menutup tangan kanannya walaupun tidak bisa merasakan apa pun di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tidak menyerah ketika mencoba menoleh pada Kamijou ketika dipotong di punggungnya oleh penyihir itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kaubilang? ...Aku tidak bisa mendengarmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kubilang tutup mulutmu, dasar robot sialan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengepalkan tinjunya yang berdarah dan mencoba mengayunkannya ke wajah gadis yang berdiri di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi ujung dari sepatu bot Kanzaki menusuk ulu hatinya sebelum dia bisa melakukannya. Seluruh udara dalam paru-parunya keluar dari mulutnya dan sarung hitam Shichiten Shichitou menghantamnya di sisi wajah seperti sebuah tongkat baseball. Badannya berputar seperti tornado dan dia menghantam tanah dengan bahu lebih dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum dia bisa berteriak kesakitan, Kamijou melihat bagian bawah sepatu bot itu turun untuk menghancurkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mencoba menghindar, dia segera berguling ke samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nanasen.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kata itu memasuki telinga Kamijou, tujuh tebasan memecahkan aspal di sekitarnya berkeping-keping. Seluruh tubuh Kamijou dihujani oleh pecahan-pecahan kecil dari segala penjuru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gh...Ah...!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggeliat kesakitan di tempatnya ketika diserang oleh rasa sakit yang intens, mirip dengan dikeroyok dan dipukuli oleh lima enam orang. Kanzaki mendekatinya dengan sepatu botnya yang menggesek tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aku harus bangkit...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi kakinya terlalu lelah untuk bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu pastinya sudah cukup.” Suara kecilnya benar-benar terdengar terluka. “Tidak ada alasan bagimu untuk melakukan sejauh ini untuknya. Bertahan bahkan 30 detik melawan satu dari sepuluh penyihir teratas di London adalah prestasi bagus. Dia tidak akan menyalahkanmu setelah kau melakukan sejauh ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran Kamijou buram, tapi dia berhasil mengingat sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengingat kalau Index memang tidak akan menyalahkannya apa pun yang dia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tapi...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persis karena Index berlanjut menahan semuanya tanpa menyalahkan orang lainlah Kamijou tidak bisa menyerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia ingin menyelamatkan gadis yang tersenyum begitu sempurna walau ekspresinya seharusnya adalah yang menyayat hati. &#039;&#039;&#039;(&amp;lt;!--ga enak. He wanted to save that girl who smiled so perfectly with that otherwise heartbreaking expression.--&amp;gt;)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memaksakan tangan kanannya yang hancur menjadi sebuah tinju seakan tangannya adalah seekor serangga yang sekarat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya masih bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya bergerak ketika dia memintanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kenapa?” bisik Kamijou dari posisinya yang terbaring di tanah. “Kelihatannya kau tidak menyukai ini. Kau tidak seperti orang bernama Stiyl itu. Kau ragu untuk membunuh musuhmu. Kau bisa dengan mudah membunuhku sejak awal kalau kau mau, tapi kau &amp;lt;i&amp;gt;tidak melakukannya&amp;lt;/i&amp;gt;. ...Kau masih punya jalan pikiran manusia yang cukup normal untuk &amp;lt;i&amp;gt;ragu&amp;lt;/i&amp;gt; mengenai hal-hal seperti itu, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki telah menanyakannya lagi dan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah meminta agar semua diselesaikan sebelum dia harus memberikan nama sihirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir &amp;lt;i&amp;gt;rune&amp;lt;/i&amp;gt; yang menamakan dirinya Stiyl Magnus tidak menunjukkan keraguan sedikit pun dalam hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki Kaori terdiam, tapi pikiran Kamijou terlalu kabur karena rasa sakit untuk menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu kau pasti tahu, &#039;kan? Kau tahu bahwa mengejar-ngejar seorang gadis sampai dia pingsan karena lapar dan kemudian menebas punggungnya dengan pedang itu salah, &#039;kan?” Dia mengeluarkan prkataan itu seperti batuk darah, sementara Kanzaki hanya bisa lanjut mendengarkannya. “Apa kau tahu kalau dia tidak punya ingatan lebih dari satu tahun karena kalian? Apa-apaan yang kalian lakukan padanya sambil mengejarnya sampai menyebabkan hal seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak mendapat respon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak bisa mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mungkin bisa mengerti kalau penyihir ini mencoba mendapatkan 103.000 grimoir untuk menjadi seorang Dewa Sihir yang (katanya) bisa membengkokkan aturan-aturan dunia untuk mengabulkan permintaan seperti menyembuhkan seorang anak dengan penyakit yang tidak tersembuhkan atau melakukan sesuatu untuk seorang kekasih yang sudah mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi bukan itu yang sedang dilakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah bagian dari sebuah organisasi. Dia melakukan ini karena dia disuruh, karena itu adalah tugasnya, dan itu adalah yang diperintahkan padanya. Hanya itu saja yang membuatnya sampai mengejar seorang gadis dan menebas punggungnya terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa?” Kamijou mengulang, rahangnya dirapatkan. “Aku cuma pecundang yang tidak bisa menyelamatkan seorang gadis setelah mempertaruhkan nyawaku mencoba melawanmu sia-sia. Aku cuma orang lemah yang tidak bisa melakukan apa pun selain terbaring di tanah dan melihatmu membawanya pergi.” Dia terdengar seperti dia akan menangis seperti seorang anak kecil dalam waktu dekat. “Tapi kau itu berbeda, &#039;kan?” Dia tidak tahu apa yang sedang dia sendiri katakan. “Dengan kekuatanmu kau bisa melindungi siapa pun atau apa pun dan menyelamatkan apa pun atau siapa pun.” Dia tidak tahu dengan siapa dia sedang berbicara. “Jadi kenapa kau melakukan ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dia menyesal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyesali bahwa dia telah berpikir kalau dia bisa melindungi semua yang dia inginkan dengan kekuatan kecil yang dia punya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyesali bahwa seseorang dengan kekuatan sehebat itu hanya menggunakannya untuk memburu seorang gadis kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyesali bahwa situasi ini seperti mengatakan kalau dia itu bahkan lebih hina dari orang seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyesali itu semua dan dia pikir dia akan menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keheningan menumpuk di atas keheningan, menciptakan keheningan yang bahkan lebih hening.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau pikiran Kamijou sedang jernih, dia pasti akan terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang tersudut adalah Kanzaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan beberapa kata saja, dia telah menyudutkan satu dari sepuluh penyihir teratas di London.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak benar-benar bermaksud untuk membelah punggungnya. Kupikir &amp;lt;i&amp;gt;barrier&amp;lt;/i&amp;gt; dari jubah biarawati Gereja Berjalan-nya masih berfungsi... Aku hanya menebasnya karena aku benar-benar yakin itu tidak akan melukainya... Tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak mengerti apa yang Kanzaki katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak melakukan ini karena aku mau,” kata Kanzaki. “Tapi dia tidak bisa hidup kalau aku tidak melakukan ini. ...Dia akan...mati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki kedengaran seperti seorang anak yang akan menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Organisasi tempat aku berada sama dengannya. Aku berasal dari Necessarius milik Gereja Anglikan,” katanya seakan memuntahkan darah. “Dia adalah rekanku...dan temanku yang berharga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Previous [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1 Chapter1|Chapter 1]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1 Chapter3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
|-&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter2&amp;diff=190629</id>
		<title>Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1 Chapter2</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter2&amp;diff=190629"/>
		<updated>2012-09-22T03:42:49Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: /* Part 2 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 2: Si Ilusionis Memberikan Kematian. The_7th-Egde.==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu malam. Sirene beberapa truk pemadam kebakaran dan sebuah ambulan meraung dari jalan utama dan melewatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asrama itu kelihatannya hampir seluruhnya sudah kosong, tapi alarm kebakaran yang berbunyi dan &#039;&#039;sprinkler&#039;&#039; yang terus menyirami gedung menandakan telah terjadi suatu peristiwa di sana. Dalam waktu singkat, asrama yang kosong itu sudah diisi dengan truk pemadam kebakaran dan orang-orang yang menonton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou telah menggunakan tangan kanannya untuk menghancurkan fungsi pelacak pada kerudung milik Index di kamarnya sebelum membawanya. Kalau dia membiarkannya tetap aktif dan asal membuangnya, dia mungkin bisa mengelabui para pengejar, tapi gadis itu dengan keras kepala memaksa kalau dia ingin membawa kerudungnya tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma mendecakkan lidahnya di sebuah gang. Dia menggendong tubuh berdarah Index di tangannya karena dia tidak bisa membiarkan lukanya menyentuh tanah yang kotor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak bisa menyerahkan Index ke ambulans.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City pada dasarnya tidak menyukai kehadiran orang luar. Itulah kenapa kota ini membangun dinding yang mengelilingi kota dan meluncurkan tiga satelit yang secara nonstop memonitor semuanya. Bahkan para pengemudi truk yang menyuplai toko serba ada memerlukan kartu ID eksklusif untuk masuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, informasi tentang orang luar tanpa ID seperti Index akan tersebar kalau dia dirawat di rumah sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan musuhnya adalah bagian dari sebuah organisasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia diserang di sana, orang-orang di sekitarnya bisa ikut terlibat. Apalagi jika diserang saat sedang memulihkan diri atau sedang dioperasi, dia pasti semakin tidak berdaya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi aku tidak bisa hanya meninggalkannya seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku...akan baik-baik saja. Kalau kau...bisa menghentikan pendarahannya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Index terdengar lemah dan tidak menunjukkan tanda-tanda dari suara mekanis yang dia gunakan ketika menjelaskan tentang &#039;&#039;rune&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan itulah kenapa Kamijou segera tahu kalau apa yang dikatakannya itu salah. Lukanya tak bisa ditangani oleh seorang amatir dengan membalut perban di sekelilingnya. Kamijou terbiasa berkelahi, jadi dia memberi pertolongan pertama pada dirinya sendiri untuk kebanyakan luka yang menurutnya lebih baik dirahasiakan. Tapi luka di punggungnya cukup parah sampai-sampai membuat Kamijou kehilangan ketenangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinggal satu hal tersisa yang bisa mereka andalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia masih tidak memercayainya, tapi dia tidak punya apa-apa yang lain untuk dipercayai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, hei! Kau bisa mendengarku?” Kamijou menampar pipi Index pelan. “Apakah ada sesuatu yang bisa menyembuhkan luka dalam 103.000 grimoir milikmu itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sihir dalam benak Kamijou tidak lebih dari sihir serangan dan sihir pemulihan dari RPG.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar Index telah mengatakan kalau dia secara alami tidak bisa menangani kekuatan sihir dan karenanya tidak bisa menggunakan sihir, tapi Kamijou bisa menangani kekuatan supernatural, jadi cukup jika Index memberitahunya apa yang perlu dia lakukan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernapasan Index tipis, tapi lebih karena kehilangan darah dibanding rasa sakit. Bibir pucatnya bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada...tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Kamijou menjadi cerah sejenak sampai kata “tapi” mencapai pikirannya dengan terlambat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau...tidak bisa melakukannya...” Index mengeluarkan napas kecil. “Bahkan kalau aku...mengajarkanmu mantranya...kekuatanmu pasti... akan menghalangi ...aduh...bahkan kalau kau...menirunya dengan sempurna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat ke arah tangan kanannya dengan syok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imagine Breaker. Kekuatan yang bersemayam di sana memang telah meniadakan api milik Stiyl secara utuh. Jadi ada kemungkinan kalau itu akan meniadakan sihir pemulihan Index dengan cara yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial! Lagi-lagi... Kenapa tangan kanan ini selalu saja mengganggu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi itu cuma berarti dia perlu memanggil seseorang. Seperti Aogami Pierce atau si gadis Biri-Biri Misaka Mikoto. Wajah beberapa orang tangguh yang tidak perlu dia khawatirkan kalau terlibat masalah seperti ini mengambang di pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?” Index terdiam sejenak. “Bukan... Bukan itu yang aku maksud.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan tangan kananmu... Masalahnya adalah... kau itu seorang esper.” Di malam yang panas itu, dia menggigil seperti berada di atas gunung bersalju di tengah musim dingin. “Sihir itu bukan...sesuatu yang bisa digunakan oleh ‘orang-orang berbakat’ seperti kalian, para esper. ‘Orang-orang tak berbakat’ ingin melakukan...apa yang ‘orang-orang berbakat’ bisa lakukan...jadi mereka menciptakan mantra dan ritual tertentu...yang dikenal sebagai sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou sudah akan berteriak, “Ini bukan waktunya untuk penjelasan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak mengerti...? &#039;&#039;Penyirkuitannya berbeda antara ‘orang-orang berbakat’ dan ‘orang-orang tak berbakat’... ‘Orang-orang berbakat’ tidak bisa menggunakan sistem yang diciptakan...untuk ‘orang-orang tak berbakat’...&#039;&#039;”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap-...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou diam seribu bahasa. Memang benar kalau obat-obatan dan elektroda-elektroda digunakan pada esper-esper seperti Kamijou untuk &#039;&#039;dengan paksa mengembangkan penyirkuitan otak mereka dengan cara yang berbeda dengan manusia biasa&#039;&#039;. Memang benar kalau tubuh mereka &#039;&#039;berbeda dengan yang lainnya&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia tidak bisa memercayainya. Tidak, dia tidak &#039;&#039;mau&#039;&#039; memercayainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.3 juta pelajar tinggal di Academy City. Tiap-tiap dari mereka telah melalui Kurikulum pengembangan kekuatan. Bahkan walaupun kau tidak bisa tahu dengan melihat mereka, bahkan kalau mereka tidak bisa membengkokkan sendok meskipun telah berusaha begitu keras hingga pembuluh darah di otak mereka pecah, dan &#039;&#039;bahkan kalau mereka adalah yang terlemah dari para esper, mereka memang terbuat berbeda dari orang biasa&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, orang-orang yang tinggal di kota itu tidak bisa menggunakan sihir, hal satu-satunya yang bisa menyelamatkan gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada satu cara untuk menyelamatkan orang yang berbaring di depannya, tapi tidak ada yang bisa menyelamatkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial...” Kamijou menampakkan gigi taringnya seperti hewan buas. “Kenapa ini bisa terjadi? Kenapa ini bisa terjadi!? Apa-apaan ini!? Bagaimana mungkin ini adil!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh Index semakin gemetaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beban yang menurut Kamijou paling sulit dipikul adalah bahwa &#039;&#039;gadis itu dihukum karena ketidakmampuan dirinya sendiri&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ ‘Berbakat’ pantatmu,” umpatnya. “Aku bahkan tidak bisa menyelamatkan gadis yang menderita di depan mataku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia tidak bisa memikirkan cara lain untuk menyelesaikan situasi itu. Fakta bahwa 2.3 juta pelajar yang tinggal di kota itu tidak bisa menggunakan sihir adalah peraturan yang perlu dia pecahkan lebih dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tiba-tiba menyadari sesuatu yang aneh tentang apa yang telah dia pikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Pelajar?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, orang biasa ‘tak berbakat’ mana pun bisa menggunakan sihir, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Eh? Iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan tak akan berakhir sia-sia karena orang itu tidak punya bakat dalam sihir, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak...perlu khawatir tentang itu... Selama mereka mempersiapkannya dan melakukannya dengan benar...bahkan murid SMP pun seharusnya bisa melakukannya.” Index berpikir sejenak. “Tapi kalau mereka salah urutannya, jalur-jalur di otak mereka dan penyirkuitan syarafnya bisa hangus... Tapi dengan pengetahuan dari 103.000 grimoir milikku, tidak akan ada masalah. Jangan khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa berpikir, dia melihat ke atas seakan ingin melolong ke bulan di langit malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar terdapat 2.3 juta pelajar tinggal di Academy City dan bahwa mereka semua telah dikembangkan supaya memiliki semacam kekuatan psikis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, para guru yang mengembangkan mereka adalah manusia normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kuharap dia belum tidur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah seorang guru muncul dalam pikiran Kamijou Touma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Tsukuyomi Komoe, guru wali kelasnya dengan tinggi 135 cm, yang masih cocok memakai sebuah &#039;&#039;randoseru&#039;&#039; merah&amp;lt;ref&amp;gt;Di Jepang, anak TK biasanya memakai ransel merah.&amp;lt;/ref&amp;gt; walaupun dia adalah seorang guru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menelepon Aogami Pierce dari sebuah telepon umum untuk menanyakan alamat Komoe-sensei. (Kamijou telah menjatuhkan dan merusakkan telepon genggamnya pagi itu. Alasan Aogami Pierce tahu alamat rumah Komoe adalah sebuah misteri. Kamijou curiga kalau dia adalah seorang &#039;&#039;stalker&#039;&#039;.) Kamijou lalu mulai berjalan sambil menggendong Index yang terlihat begitu lemas di punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini dia tempatnya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tiba setelah berjalan 15 menit dari lorong belakang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat tidak cocok dengan penampilannya yang mirip anak umur umur 12 tahun, tempat tinggalnya berada di gedung apartemen kayu dua tingkat yang kelihatan sangat tua dan bobrok hingga Kamijou merasa kalau apartemen itu pasti telah bertahan dari serangan bom di Tokyo. Karena mesin cucinya ada di lorong luar, gedung itu pasti tidak punya kamar mandi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biasanya, Kamijou akan membuat lelucon tentang itu selama sepuluh menit ke depan, tapi saat itu dia bahkan tidak tersenyum sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memeriksa papan nama di pintu-pintu di lantai satu, dia menaiki tangga metal yang bobrok dan berkarat dan mengecek pintu-pintu di atas sana. Ketika dia sampai ke pintu paling jauh ke belakang di lantai 2, dia akhirnya menemukan nama “Tsukuyomi Komoe” yang tertulis dalam huruf hiragana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou membunyikan belnya dua kali, kemudian menendang pintu itu dengan seluruh kekuatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakinya yang menghantam pintu mengeluarkan suara keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi pintu itu bergeming. Seperti biasa, Kamijou Touma merasa sial karena dia mendengar suara retak dari jempol besarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“~ ~ ~!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, iya, iyaaa! Pintu anti-&#039;&#039;salesman&#039;&#039; koran itu adalah satu-satunya yang kokoh di sini. Aku akan membukanya, oke?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kenapa tidak kutunggu saja tadi?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kamijou memikirkan itu dengan mata berkaca-kaca, pintunya terbuka, dan kepala Komoe-sensei yang memakai piyama menyembul melalui celahnya. Ekspresi rileksnya jelas menunjukkan kalau dia tidak bisa melihat luka di punggung Index dari posisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wa, Kamijou-chan. Apa kau mulai kerja sambilan sebagai &#039;&#039;salesman&#039;&#039; koran?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Koran mana yang pekerjanya meminta orang lain dengan seorang biarawati di punggungnya?” kata Kamijou dengan tidak senang. “Aku ada sedikit masalah, jadi aku akan masuk. Permisi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-tunggu, tunggu, tunggu!” Komoe-sensei dengan panik mencoba menghalangi jalan Kamijou ketika Kamijou mendorongnya ke samping. “A-aku tidak bisa membiarkanmu tiba-tiba masuk ke kamarku. Dan itu bukan hanya karena kamarku seperti kapal pecah dengan kaleng bir kosong mengotori lantai dan puntung rokok yang menumpuk di asbak!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v01_127.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku ingin tahu kalau kau bisa membuat lelucon yang sama setelah melihat apa yang kubawa di punggungku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-aku tidak bercanda! ...Gyahhh!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi sekarang kau menyadarinya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tadi tidak melihat kalau kau terluka begitu parah di punggungmu, Kamijou-chan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei mulai panik karena tiba-tiba melihat darah dan Kamijou akhirnya berhasil mendorongnya ke samping dan memasuki kamar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamar itu terlihat seperti kamar milik seorang lelaki paruh baya yang suka bertaruh di pacuan kuda.  Di atas lantai tatami yang sudah usang, kaleng bir kosong yang tak terhitung jumlahnya berserakan, dan di  asbak perak itu terdapat gunungan puntung rokok. Seperti sebuah lelucon, bahkan ada meja teh dengan tipe yang seorang bapak keras kepala akan balikkan di tengah ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku mengerti. Jadi kau tidak bercanda.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurasa ini bukan waktu yang tepat, tapi apa kau punya masalah dengan gadis yang merokok?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasa itu bukan itu masalahnya ketika dia melihat wali kelasnya yang kelihatan berumur 12 tahun menendang beberapa kaleng bir yang menghalangi untuk membuka tempat kosong.  Dia tidak ingin duduk di lantai tatami yang usang, tapi ini bukan waktunya untuk memikirkan harus mempersiapkan sebuah futon terlebih dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membaringkan Index telungkup di lantai untuk memastikan lukanya tidak menyentuh lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bentuk robekan bajunya menyembunyikan luka sebenarnya dari penglihatan, tapi cairan merah pekat mengalir keluar seperti minyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-bukankah seharusnya kau memanggil ambulans? T-teleponnya ada di sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei menunjuk ke arah salah satu sudut ruangan dengan tangan gemetar. Entah kenapa, teleponnya adalah telepon hitam dengan putaran dial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Mana&#039;&#039; di dalam darah sedang mengalir keluar bersama darah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dan Komoe-sensei dengan refleks berbalik ke arah Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index masih terbaring lemas di lantai, tapi matanya diam-diam terbuka bahkan dengan kepala menghadap ke samping seperti sebuah boneka rusak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya lebih dingin dari cahaya bulan yang pucat dan lebih tepat dari gerigi sebuah jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya benar-benar tenteram sempurna hingga terlihat seperti bukan mata manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Peringatan: Bab 2, Ayat 6. Hilangnya daya kehidupan yang dikenal sebagai &#039;&#039;mana&#039;&#039; karena kehilangan darah telah melebihi batas tertentu, jadi Pena John&amp;lt;ref&amp;gt;TN: Sebenarnya lebih tepat kalau diterjemahkan sebagai Pena Yohanes, nama salah satu murid Jesus.&amp;lt;/ref&amp;gt; sedang dibangunkan dengan paksa. ...Jika situasi ini terus berlanjut, tubuhku akan kehilangan daya kehidupan minimum yang diperlukan dan akan meninggal dunia dalam waktu sekitar 15 menit sesuai dengan standar menit internasional yang didefinisikan oleh menara jam di London. Sebaiknya kau mengikuti instruksi yang akan kuberikan untuk melakukan perawatan yang paling efisien.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei memandang Index dengan syok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak bisa menyalahkannya. Bahkan walaupun dia telah mendengar suara itu sekali sebelumnya, dia sama sekali tidak bisa terbiasa dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melirik ke Komoe-sensei dan berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia memintanya melakukan sihir secara terang-terangan, dia pasti akan berkata kalau itu bukan waktunya untuk berpura-pura menjadi gadis penyihir dan dia terlalu tua untuk hal-hal seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi bagaimana dia harus meyakinkannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm. Sensei, Sensei. Karena ini keadaan darurat, aku akan menjelaskannya dengan singkat. Aku perlu memberi tahu sebuah rahasia, jadi ke sinilah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melambaikan tangannya seperti sedang memanggil seekor anjing kecil dan Komoe-sensei mendekatinya tanpa berhati-hati sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf,” pinta maaf Kamijou pada Index di antara napasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengangkat bajunya yang terkoyak untuk memperlihatkan luka parah yang tersembunyi di bawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ee!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak bisa menyalahkan Komoe-sensei yang melompat terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lukanya sangat parah hingga mampu mengejutkan Kamijou. Lukanya berbentuk garis lurus horizontal sepanjang punggungnya seakan-akan punggungnya adalah kotak karton yang dipotong seseorang dengan menggunakan penggaris dan &#039;&#039;cutter&#039;&#039;. Darah merah, otot warna pink, lemak warna kuning, dan bahkan sesuatu yang keras dan putih yang sepertinya adalah tulang belakangnya bisa terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika luka itu diibaratkan sebagai mulut warna merah, bibir di sekitarnya telah menjadi sangat pucat seperti seseorang yang baru saja berada di dalam kolam renang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gh...” Kamijou berusaha menahan rasa pusingnya dan dengan hati-hati menurunkan pakaian yang basah oleh darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika pakaian itu menyentuh lukanya, mata sedingin es Index tidak bergerak sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Iya!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan memanggil ambulans. Selama itu, kau dengarkan apa yang gadis ini katakan dan lakukan apa pun yang dia katakan... Cukup pastikan dia tidak kehilangan kesadaran. Seperti yang bisa kaulihat dari pakaiannya, dia orang yang religius. Terima kasih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia menganggapnya tidak lebih dari sekadar untuk menghibur gadis itu, dia akan tetap memandang sihir sebagai sesuatu yang mustahil. Karena itu, Kamijou telah mengubah fokus pikiran Komoe-sensei dari merawat luka menjadi melanjutkan percakapan dengan gadis itu dengan cara apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei mengangguk dengan ekspresi yang sangat serius dan wajah yang pucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau sebuah ambulans tiba sebelum sihir itu selesai, “penghiburan” itu akan berakhir. Itu berarti dia sebenarnya tidak bisa memanggil ambulans.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tidak berarti Kamijou harus pergi. Bagaimanapun juga, dia cukup memanggil 117 dengan telepon hitam kamar itu dan berpura-pura sedang memanggil ambulans padahal sebenarnya berbicara dengan rekaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah sebenarnya ada di tempat lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Index,” kata Kamijou pelan pada Index yang tetap berbaring lemah di lantai. “Adakah yang bisa kulakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada. Pilihan terbaik adalah perginya kau.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemilihan kata yang terlalu jelas dan terus terang membuat Kamijou mengepalkan tinju tangannya begitu kuatnya hingga terasa sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang bisa Kamijou lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan semua itu karena tangan kanannya akan meniadakan sihir pemulihan hanya dengan berada di ruangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kalau begitu, Sensei. Aku akan pergi mencari telepon umum.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu...eh? Kamijou-chan, aku punya telepon di si—...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengacuhkan perkataan Komoe-sensei, membuka pintu, dan meninggalkan kamar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menggertakkan giginya karena fakta bahwa &#039;&#039;dia tidak bisa melakukan apa pun selain meninggalkan tempat itu&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berlari melintasi kota di malam hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika berlari, dia mengepalkan tangan kanannya yang bisa meniadakan bahkan sistem milik Tuhan tapi tidak bisa melindungi satu orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Kamijou Touma meninggalkan kamar itu, Index menggerakkan bibir pucatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jam berapa sekarang dalam Waktu Standar Jepang? Dan juga, tanggal berapa ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang jam 8.30 malam tanggal 20 Juli...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sepertinya tidak melihat jam. Apakah waktu itu akurat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak punya jam di kamarku, tapi jam internalku akurat sampai ke detik-detiknya, jadi jangan khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak perlu meragukan aku seperti itu. Aku pernah dengar kalau beberapa joki punya jam internal yang akurat hingga ke sepersepuluh detik dan kau bisa mengaturnya dengan kebiasaan makan dan ritme aktivitas tertentu,” balas Komoe-sensei bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mungkin bukan seorang esper, tapi dia memang seorang warga Academy City. Pandangan tentang tingkat pengetahuan mana yang normal dalam bidang medis dan ilmiah berbeda di antara orang-orang yang ada di dalam kota dan orang-orang di luar kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih berbaring telungkup di lantai, Index melirik ke luar jendela hanya dengan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dari lokasi bintang dan sudut bulan...yang sesuai dengan arah Sirius dengan galat sebesar 0.038. Untuk memastikannya sekali lagi, waktu sekarang dalam Waktu Standar Jepang adalah 8.30 PM tanggal 20 Juli, apakah itu benar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya. Yah, secara teknis sekarang sudah lewat 53 detik, tapi... Ah, jangan!! Jangan bangkit!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei dengan panik mencoba mendorong Index berbaring ketika dia mencoba untuk duduk yang dapat melukai tubuhnya yang sudah terluka lebih jauh, tapi pandangan Index tidak goyah sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangannya tidak menakutkan ataupun menusuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua emosi hilang dari matanya seperti sebuah saklar telah dimatikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada tanda keberadaan nyata di matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah-olah jiwanya telah hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada masalah. Bisa diregenerasi,” kata Index sambil menuju meja teh di tengah ruangan. “Saat ini sedang di dekat ujung Cancer. Waktunya antara jam 8 dan 12 tengah malam. Arahnya adalah Barat. Di bawah perlindungan Undine, peran malaikatnya adalah sebagai kerubin...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Komoe-sensei yang menelan ludah bisa terdengar ke seluruh ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa terduga, Index mulai menggambar suatu bentuk di atas meja teh kecil itu dengan jarinya yang berdarah. Bahkan orang-orang yang tidak tahu tentang lingkaran sihir akan mengenali kalau itu adalah sesuatu yang religius. Komoe-sensei sudah dilanda rasa takut, tapi sekarang rasanya begitu berat hingga dia tidak bisa bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menggambar lingkaran darah yang memenuhi meja teh, Index menggambar simbol berbentuk bintang yang dikenal sebagai pentagram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulisan dalam bahasa aneh tertulis di sekelilingnya. Kata-kata itu sepertinya adalah hal yang sama dengan yang Index gumamkan. Dia telah bertanya tentang rasi bintang dan waktu karena kata-kata yang ditulis berbeda berdasarkan waktu dan musim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Index mempersiapkan sihirnya, dia tidak terlihat seperti seseorang yang terluka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fokusnya yang ekstrim membuat rasa sakitnya seperti telah diputuskan untuk sementara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa ngeri diam-diam turun di punggung Komoe-sensei ketka dia mendengar tetesan darah yang keluar dari punggung gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-a-a-apa ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sihir.” Index berhenti setelah satu kata itu. “Aku sekarang membutuhkan tubuhmu dan bantuanmu. Kalau kau melakukan seperti yang kukataan, tidak ada yang akan menemui kesialan dan kau tidak akan menjadi sasaran dendam seseorang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-bagaimana bisa kau mengatakan itu dengan tenang!? Cukup berbaring dan tunggu ambulans! Umm...perban, perban. Dengan luka separah ini, aku perlu membalut daerah sekitar arteri untuk menghentikan aliran darah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perawatan setingkat itu tidak bisa menutup lukaku dengan sempurna. Aku tidak familier dengan istilah ambulans, tapi apakah itu bisa menutup luka ini dengan sempurna dalam waktu 15 menit berikutnya dan menyuplaiku dengan tingkat &#039;&#039;mana&#039;&#039; yang dibutuhkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar sebuah ambulans akan memakan waktu 10 menit untuk tiba bahkan kalau mereka memanggilnya tepat saat itu juga. Akan memakan waktu yang sama untuk membawanya ke rumah sakit dan perawatannya tidak akan dimulai tepat saat dia tiba di rumah sakit. Komoe-sensei tidak terlalu mengerti apa arti istilah &#039;&#039;occult&#039;&#039; seperti &#039;&#039;mana&#039;&#039;, tapi memang benar kalau hanya menutup luka saja tidak akan mengembalikan staminanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan kalau luka itu ditutup tepat saat itu dengan jarum dan benang, akankah gadis pucat itu jadi terlalu lemah untuk hidup cukup lama sampai bisa memulihkan semua staminanya yang hilang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong,” kata Index tanpa mengubah ekspresinya sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Campuran darah segar dan air liur menetes dari sudut mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada intensitas di dirinya. Tidak ada pula yang menakutkan dalam dirinya. Tapi ketenangan dan kesabarannya lebih menakutkan dari keduanya. Bagaimanapun, yang dia lakukan hanya akan melebarkan lukanya. Dia terlihat seperti sebuah mesin rusak yang terus bekerja tanpa menyadari kalau ada yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Jika aku melakukan sesuatu yang membuatnya melawanku, situasinya bisa menjadi lebih buruk.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei menghela napas. Dia tentu saja tidak percaya sihir. Walaupun begitu, Kamijou telah memintanya untuk tetap melanjutkan percakapan agar memastikan gadis itu tidak kehilangan kesadarannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang bisa dia lakukan hanya mencoba agar tidak memprovokasi gadis yang duduk di depannya dan menaruh harapannya pada Kamijou agar memanggil ambulans secepat mungkin —atau  lebih cepat lagi— dan pada pertolongan pertama yang hebat dari EMT di dalam ambulans.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi apa yang harus kulakukan? Aku bukan seorang gadis penyihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku berterima kasih atas kerja samamu. Pertama...ambil itu...itu...apa nama benda hitam itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“? Oh, itu adalah &amp;lt;i&amp;gt;memory card video game&amp;lt;/i&amp;gt;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“??? ...Yah, baiklah. Bagaimanapun juga, ambil benda hitam itu dan tempatkan di tengah meja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Secara teknis, itu adalah meja teh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei melakukan seperti yang diperintahkan dan meletakkan &#039;&#039;memory card&#039;&#039; di tengah meja teh. Dia kemudian mengambil sebuah kotak pensil mekanik, sebuah kotak coklat kosong, dan dua buku sampul tipis dan meletakkannya di atas meja juga. Dia juga mengambil dua figurin kecil yang didapatnya dari makanannya, dan menjejerkannya bersebelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei bertanya-tanya apa maksudnya, tapi Index masih benar-benar serius walaupun kelihatan seperti akan pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua keluhan Komoe-sensei menghilang di depan pandangan setajam pedang Jepang yang datang dari wajah pucat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ini? Kau menyebutnya sihir, tapi bukankah ini cuma bermain boneka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang, semuanya terlihat sebagai versi miniatur dari kamar itu. &#039;&#039;Memory card&#039;&#039; adalah meja teh, dua buku yang berdiri adalah lemari buku dan lemari baju, dan dua figurin itu berada di tempat yang sama persis dengan kedua orang di dalam kamar itu. Ketika manik-manik kaca disebarkan ke atas meja teh, manik-manik itu seperti berhenti di tempat-tempat yang benar-benar mereplikasi kaleng bir yang berserakan di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahannya tidak menjadi masalah. Sama seperti bagaimana sebuah kaca pembesar tetap membesarkan tanpa peduli kalau lensanya terbuat dari kaca atau plastik. Selama bentuk dan perannya sama, ritual ini mungkin dilakukan,” gumam Index dibanjiri keringat. “Aku memerlukanmu untuk menjalankan instruksiku secara akurat. Kalau kau salah dalam urutannya, jalur-jalur di otakmu dan penyirkuitan syarafmu bisa terbakar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“???”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengatakan kalau kegagalan akan mengubah tubuhmu menjadi daging cincang dan membunuhmu. Tolong hati-hati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bh!?” Komoe-sensei hampir muntah, tapi Index melanjutkan tanpa memedulikannya sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita sekarang akan membuat kuil bagi malaikat untuk turun ke dalamnya. Ikuti aku dan rapalkanlah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang Index katakan setelah itu tak lagi bisa disebut kata-kata, hanya sebuah suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa memikirkan artinya, Komoe-sensei mencoba meniru nadanya dalam sesuatu seperti senandung atau nyanyian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kyahh!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, figurin di atas meja teh mulai “bernyanyi” bersama. “Kyahh!?” teriak salah satunya dengan waktu yang persis sama. Figurin itu bergetar. Sama seperti getaran yang dipancarkan sepanjang tali pada telepon tali dan keluar sebagai suara dari gelas kertas di ujung lain, figurin itu bergetar dan mereproduksi suara Komoe-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan Komoe-sensei tidak panik dan lari keluar dari kamar itu tepat saat itu juga kemungkinan karena dia tinggal di sebuah kota dengan 2.3 juta esper di dalamnya. Manusia biasa akan berpikir kalau mereka sudah menjadi gila.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sambungan selesai.” Suara Index dan suara dari meja teh membuatnya terdengar ganda. “Kuil yang dibuat di atas meja telah tersambung dengan kamar ini. Secara sederhana, semua yang terjadi di ruangan ini akan terjadi di meja dan semua yang terjadi di meja akan terjadi di ruangan ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mendorong pelan meja teh itu dengan kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat saat itu, seluruh apartemen bergoyang di bawah kaki Komoe-sensei seakan terkena guncangan hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bisa merasakan udara pengap kamar itu menjadi sebersih udara di hutan di pagi hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tidak ada sesuatu seperti malaikat. Yang ada di sana hanyalah apa yang hanya bisa dideskripsikan sebagai keberadaan yang tak terlihat. Perasaan aneh menyerbu seluruh tubuh Komoe-sensei seakan dia sedang diawasi oleh ribuan bola mata dari segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian Index tiba-tiba berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bayangkan! Bayangkan seorang malaikat emas dengan tubuh anak-anak! Bayangkan seorang malaikat cantik dengan dua sayap!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika melaksanakan sihir, menentukan medan itu penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai contoh, sebuah kerikil yang dilempar ke laut tidak menimbulkan riak yang besar. Tapi sebuah kerikil yang dijatuhkan ke dalam ember akan menimbulkan riak yang cukup besar. Sama dengan itu. Untuk mengubah dunia dengan sihir, medan tempat pengubahan akan terjadi perlu dibatasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang pelindung adalah dewa sementara dalam sebuah dunia yang dibatasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau seseorang mengimajinasikan seorang pelindung dengan benar, menentukan bentuknya, dan mengontrolnya dengan bebas secara benar, orang itu bisa dengan mudah menyebabkan hal-hal misterius terjadi dalam medan terbatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei tidak mengerti penjelasan seperti itu dan dia kesulitan membayangkan seorang malaikat. Istilah “malaikat emas” hanya membuatnya memikirkan benda itu, yang satu berwarna emas atau lima berwarna perak.&amp;lt;ref&amp;gt;Ini adalah referensi pada permen Jepang yang dikenal sebagai Chocoballs. Kalau kau beruntung, bungkusnya akan memiliki entah satu malaikat emas atau malaikat perak tercetak di atasnya. Satu malaikat emas atau lima malaikat perak bisa ditukarkan dengan sekaleng mainan.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika bayangan dalam pikiran Komoe-sensei kehilangan koherensi, keberadaan di sekitarnya juga ikut dan kehilangan bentuknya. Perasaan tidak nyaman menuruni punggung Komoe-sensei seakan dia dibalut dalam lumpur busuk dari bawah rawa-rawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cukup bayangkan saja! Ritual ini tidak akan benar-benar memanggil seorang malaikat. Itu hanyalah kumpulan &#039;&#039;mana&#039;&#039; yang tak terlihat. Bentuknya akan sesuai dengan keinginanmu sebagai pengguna sihir!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pasti telah benar-benar putus asa bahkan suara dingin mekanis Index menjadi setajam titisan es.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Komoe-sensei melebar karena perubahan tiba-tiba itu dan dengan segera mulai bergumam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Malaikat lucu, malaikat lucu, malaikat lucu.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan buram, dia dengan panik mengingat sebuah gambar seorang gadis malaikat yang telah dia lihat dalam sebuah manga shoujo jauh sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa pun itu, yang terasa seperti lumpur tak terlihat yang berada di udara ruangan itu, mengambil bentuk seolah-olah telah dipaksa masuk ke dalam balon berbentuk manusia...atau setidaknya kelihatan seperti itu bagi Komoe-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia dengan takut-takut membuka matanya untuk memeriksa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Hah? &#039;&#039;Ini sebenarnya tidak memanggil seorang malaikat&#039;&#039;?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika keraguan itu memasuki pikirannya, balon air berbentuk manusia itu meledak dan lumpur tak terlihat itu terserak ke seluruh ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kyahh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Pembentukan bentuknya telah gagal.” Index melihat ke sekeliling dengan pandangan tajamnya. “Jika kuil ini paling tidak dilindungi oleh seorang Undine warna biru, itu cukup. ...Lanjutkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-katanya cukup positif, tapi mata Index seperti tidak tersenyum sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei tersentak seperti seorang anak yang orang tuanya baru saja melihat hasil tes gagal yang dia coba sembunyikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rapalkan. Ritual ini akan selesai sebentar lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perinyah tajam itu tidak membiarkan Komoe-sensei kehilangan ketenangannya walaupun kebingungannya meningkat dan pikirannya mengendur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index, Komoe-sensei, dan kedua figurin di atas meja bernyanyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Punggung figurin Index di atas meja mulai meleleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti karet yang didekatkan pada macis. Meleleh, permukaannya kehilangan ketidakberaturannya, menjadi mulus, mendingin, dan mengeras sekali lagi, dan bentuknya kembali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei merasa seperti hatinya sedang membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, Index sedang duduk di seberang meja teh darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak punya keberanian untuk mengitarinya dan melihat apa yang terjadi pada punggung Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah pucat Index ditutupi keringat berminyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata seperti kacanya masih tidak menunjukkan tanda kesakitan atau penderitaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pengembalian &#039;&#039;mana&#039;&#039; dan penstabilan kondisi telah dikonfirmasi. Mengembalikan Pena John ke mode tidur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti sebuah saklar telah ditekan, cahaya lembut kembali ke mata Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti api yang dinyalakan di perapian yang dingin, kehangatan mengisi atmosfer kamar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan di mata Index sangat baik dan hangat sehingga Komoe-sensei mau tidak mau merasakan kehangatan itu. Itu adalah pandangan seorang gadis biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang kalau pelindung yang turun sudah kembali dan kuil ini dihancurkan, semuanya akan berakhir.” Index tersenyum susah payah. “Inilah yang disebut sihir. Sama seperti apel dan ringo&amp;lt;ref&amp;gt;Ringo adalah bahasa Jepang untuk apel.&amp;lt;/ref&amp;gt; berarti hal yang sama. Kau tidak memerlukan tongkat kaca ketika payung plastik itu sama jernihnya. Sama seperti kartu tarot. Selama desain dan nomornya cocok, kau bisa melakukan ramalan dengan potongan dari belakang manga shoujo.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keringat Index tidak berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei menjadi semakin takut. Dia mulai berpikir kalau apa yang telah dia lakukan hanya membuat kondisi Index lebih buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir.” Saat itu Index kelihatan siap untuk pingsan. “Sama seperti demam. Kau membutuhkan kekuatanmu sendiri untuk sembuh. Lukanya sendiri sudah tertutup, jadi aku akan baik-baik saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah dia mengatakan itu, Index tumbang ke samping. Figurinnya juga jatuh. Meja teh itu bergoyang sedikit dan kamar yang terhubung dengannya terguncang hebat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei baru saja akan berlari mengelilingi meja teh menuju Index, tapi Index mulai bernyanyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Komoe-sensei mengikutinya dan menyanyikan satu lagu terakhir, suasana aneh itu kembali menjadi suasana pengap seperti biasa dari apartemen itu. Komoe-sensei dengan hati-hati menggoyangkan meja tehnya, tapi tidak ada yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Syukurlah.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Komoe-sensei menutup matanya lega, Index berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei berpikir kalau siapa pun akan lega kalau luka mematikan mereka sembuh, tapi biarawati itu mengatakan sesuatu yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Aku senang aku tidak membebani siapa pun dengan apa pun&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei memandang Index terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...&#039;&#039;Kalau aku mati di sini, dia mungkin harus menanggung beban&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index menutup matanya seperti sedang bermimpi dan tidak mengatakan hal lain. Ketika gadis itu ditebas di punggungnya dan pingsan dan ketika dia melakukan ritual aneh itu, dia tidak pernah satu kali pun memikirkan dirinya sendiri. Dia memikirkan orang yang telah membawanya ke sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei tidak bisa berpikir seperti itu. Dia tidak punya seseorang untuk dipikirkan seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa dia menanyakan satu hal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia yakin Index sudah tertidur dan tidak akan mendengarnya, tapi karena itulah dia menanyakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan walaupun begitu, gadis itu menjawab dengan dengan matanya masih tertutup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak pernah merasa seperti itu pada orang lain sebelumnya dan dia tidak tahu perasaan apa itu. Tapi ketika Kamijou marah demi dirinya saat menghadapi penyihir itu, dia ingin orang itu lari bahkan kalau dia harus merangkak padanya dan memaksanya. Dan ketika dia telah lari dari Innocentius, dia berpikir kalau dia akan menangis ketika orang itu kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak benar-benar mengerti, tapi ketika dia bersamanya, tidak ada hal yang berjalan seperti dia inginkan dan dia merasa seperti didorong-dorong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu hal-hal yang tidak diperkirakan itu begitu menyenangkan dan membuatnya bahagia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sendiri tidak tahu perasaan apa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, Index tertidur lelap dengan senyuman di wajahnya seperti sedang bermimpi indah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah fajar tiba, gejala yang terlihat pada Index sangat mirip dengan gejala demam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index hanya bisa terbaring di tempat tidur karena panas tinggi dan sakit kepala. Hidungnya tidak ingusan dan suaranya tidak serak karena itu bukan terjadi karena virus. Hanya masalah mengembalikan staminanya yang hilang, jadi seberapa banyak pun obat pilek penguat imun yang dia minum tidak akan menyelesaikan apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Jadi kenapa kau cuma memakai celana dalam di bawah sana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Index berbaring dengan handuk lembab di dahinya, dia pasti tidak tahan dengan kelembaban panas di dalam futon, jadi satu kakinya dia keluarkan ke arah Kamijou. Dia sedang memakai atasan piyama hijau pucat tetapi pahanya yang berwarna kulit cerah keluar sampai pangkalnya. Karena demamnya, warna kulitnya jadi sedikit pink.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Handuknya telah menjadi hangat, jadi Komoe-sensei mencelupkannya ke dalam baskom berisi air dan mengeringkannya sambil memelototi Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kamijou-chan. Kurasa pakaian itu terlalu berlebihan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pakaian itu” kemungkinan besar merujuk pada pakaian biarawati warna putih yang diselimuti peniti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou setuju 100% tentang itu, tapi Index kelihatan seperti kucing yang tidak senang karena pakaian biasanya direbut darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertanyaan sebenarnya adalah kenapa piyama milik seorang wanita dewasa perokok-berat-pencinta-bir sepertimu bisa pas dengan Index. Memangnya berapa perbedaan umur kalian?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap—?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei (umur tidak diketahui) tidak bisa berkata-kata, tapi Index ikut menendangnya ketika dia sudah jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong jangan remehkan aku seperti itu. Piyama ini sebenarnya sedikit sempit di bagian dada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa...tidak mungkin! Tidak mungkin benar. Sekarang kalian cuma mengolok-olokku!” protes Komoe-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya, apa kau bahkan punya sesuatu di bagian dada yang bisa membuatnya terasa sempit?” tanya Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kedua perempuan itu memelototinya, jiwa Kamijou secara refleks memasuki mode bersujud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Betul, betul. Ngomong-ngomong, Kamijou-chan, siapa sebenarnya gadis ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adikku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bohong sekali. Dengan rambut perak dan mata biru seperti itu, dia jelas-jelas seorang warga asing!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adik tiriku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kau orang mesum?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku cuma bercanda! Aku cukup mengetahui kalau &#039;&#039;adik tiri&#039;&#039; itu tata krama yang buruk tapi adik &#039;&#039;kandung&#039;&#039; itu melanggar peraturan!&amp;lt;ref&amp;gt;Mengawini/mencintai.&amp;lt;/ref&amp;gt;&amp;lt;/i&amp;gt;”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamijou-chan,” katanya, tiba-tiba berganti ke suara gurunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou terdiam. Tidak mengejutkan kalau Komoe-sensei ingin tahu apa yang sedang terjadi. Kamijou tidak hanya telah membawa orang asing yang aneh padanya, tapi gadis itu juga mempunyai luka tebasan di punggungnya yang jelas-jelas berbau berita buruk dan Komoe-sensei bahkan dibuat ikut dalam ritual sihir yang aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan sangat sulit untuk memintanya menutup mata pada semua ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei, boleh aku bertanya satu hal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kau menanyakan ini agar kau bisa memberi tahu polisi atau dewan pengurus Academy City?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya,” kata Komoe-sensei segera sambil mengangguk. Tanpa keraguan sedikit pun, dia telah mengatakan pada muridnya kalau dia akan mengadukan mereka. “Aku tidak tahu ada di situasi seperti apa kalian berdua berada.” Komoe-sensei tersenyum. “Tapi kalau itu terjadi di Academy City ini, adalah tugas kami sebagai guru untuk menyelesaikannya. Bertanggung jawab terhadap anak-anak adalah tugas orang dewasa. Sekarang ketika aku tahu kalau kau berada dalam masalah, aku tidak bisa duduk diam begitu saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah yang Tsukuyomi Komoe katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan walau begitu dia tidak punya kemampuan, kekuatan, dan kewajiban untuk melakukan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia hanya mengatakannya dengan keterusterangan setajam katana terkenal yang memotong di tempat dan waktu yang tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku cuma...” kata Kamijou sebelum berhenti. (...tidak boleh melawannya.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou telah hidup selama sekitar 15 tahun yang panjang dan dia tidak pernah melihat orang lain seperti guru itu yang tipenya biasa hanya telihat di drama dan bahkan tidak ada lagi di film-film.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kau adalah orang yang benar-benar asing, aku tidak akan ragu-ragu melibatkanmu, tapi aku berutang padamu untuk sihir itu, jadi aku tidak bisa membiarkanmu terlibat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Respon Kamijou sama terus terangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah cukup melihat orang-orang yang mau melindungi orang lain tanpa imbalan terluka di depan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei terdiam sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mhh. Aku tidak akan membiarkanmu lepas hanya dengan mencoba mengelabuiku dengan perkataan keren seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...? Sensei, kenapa kau berdiri dan menuju pintu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku memberi penundaan penghakiman. Aku harus pergi ke supermarket untuk belanja. Kamijou-chan, pikirkan baik-baik apa yang perlu kaukatakan padaku selama itu. Dan...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin aku bisa terlarut dalam belanja hingga aku lupa. Jangan curang ketika aku kembali. Pastikan kau memberitahuku, oke?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou pikir Komoe-sensei tersenyum ketika mengatakan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara pintu apartemen membuka dan kemudian menutup, Kamijou dan Index tinggal berdua di ruangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Dia mencoba berbaik hati.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan senyuman seorang anak yang merencanakan sesuatu di wajahnya ketika mengatakan itu, Kamijou punya firasat kalau Komoe-sensei akan “lupa tentang semuanya” ketika dia kembali dari supermarket.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia kemudian memutuskan untuk berkonsultasi dengannya tentang ini, dia akan berpura-pura marah dan berkata “Kenapa kau tidak memberitahuku lebih cepat!? Aku benar-benar lupa!” sambil dengan senang hati setuju membantu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menghela napas, Kamijou berbalik ke arah Index yang berbaring di dalam futon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Maaf. Aku tahu ini bukan waktunya untuk khawatir tentang penampilan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir. Ini jalan terbaik.” Index menggeleng. “Tidak baik melibatkannya lebih jauh lagi ...Dan dia tidak boleh menggunakan sihir lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengerutkan alisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Grimoir itu berbahaya. Yang tertulis di dalamnya adalah pengetahuan menyimpang dan tidak umum dan juga hukum-hukum gila yang menghancurkan hukum biasa dari dunia ini. Entah digunakan untuk kebaikan atau kejahatan, benda-benda itu tetap adalah racun di dunia ini. Sekadar mempelajari pengetahuan ‘dunia yang berbeda’ akan menghancurkan otak orang yang mempelajarinya,” jelas Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mencoba menerjemahkannya dalam cara yang dia mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Jadi seperti memaksa menjalankan sebuah program yang tidak cocok dengan OS komputer itu?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Otak dan rohku dilindungi oleh &#039;&#039;barrier&#039;&#039; religius, dan para penyihir yang mencoba untuk melampaui manusia harus melewati batas-batas pengetahuan umum mereka agar sampai ke keadaan pikiran yang diinginkan yang hampir bisa disamakan sebagai satu jenis kegilaan. Tapi, untuk orang biasa dari negara yang tidak terlalu religius seperti Jepang, semuanya bisa berakhir hanya dengan menggunakan satu mantra lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-aku mengerti...” Kamijou entah bagaimana berhasil membuat syok yang dia terima tidak kelihatan. “Yah, sayang sekali. Padahal aku berharap dia bisa melakukan alkimia untukku. Kau tahu alkimia, kan? Yang bisa mengubah timbal menjadi emas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tentu saja menutupi fakta kalau dia mengetahui ini dari sebuah RPG penyatuan benda dengan seorang ahli alkimia wanita muda sebagai protagonisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, ada sebuah teknik untuk itu yang disebut Ars Magna, tapi mempersiapkan peralatannya dengan bahan-bahan modern akan mempunyai biaya sebesar...um...7 triliun yen dalam mata uang negara ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...................................Yah, sama saja bohong,” gumam Kamijou tanpa nyawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tersenyum lemah dan berkata, “...Yeah. Mengubah timbal menjadi emas tidak menghasilkan apa pun selain membuat para bangsawan senang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi...tunggu. Sekarang setelah kupikir-pikir, bagaimana melakukannya? Bagaimana cara kerjanya? Kalau kau mengubah timbal menjadi emas, apakah kau menyusun atom-atom Pb menjadi Au?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak begitu tahu, tapi itu cuma teknik abad ke-14.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, apa maksudmu sama dengan yang kupikirkan? Kalau itu mungkin benar-benar mengubah susunan atom!? Maksudmu, kau bisa menyebabkan peluruhan proton tanpa sebuah akselerator partikel dan fusi nuklir tanpa sebuah reaktor nuklir? Tunggu sebentar. Bahkan aku tidak yakin ketujuh Level 5 dari Academy City bisa melakukan itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“???”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, jangan kelihatan bingung seperti itu! Um...um...Ah. Kalau kau penasaran seberapa mengagumkannya itu, hal-hal seperti itu membuat kami bisa menciptakan robot atomik atau &#039;&#039;mobile suit&#039;&#039; dengan mudah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benda apa itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya dengan tiga kata, dia mampu membuang semua mimpi para lelaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala Kamijou tertunduk lemas, Index sepertinya merasa kalau dia telah melakukan sesuatu yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-bagaimanapun juga, pedang suci dan tongkat sihir yang digunakan dalam ritual bisa dibuat dengan bahan modern sebagai penggantinya, tapi ada batasnya. ...Ini khususnya berlaku untuk benda suci yang terkait dengan Tuhan seperti Tombak Longinus, Cawan Suci Joseph, atau The_ROOD. Bahkan setelah seribu tahun, sepertinya tidak ada pengganti yang bisa dibuat...aduh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dia berbicara terus-terusan dengan semangat, dia mulai memegang pelipisnya seperti habis mabuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma melihat wajah Index yang berbaring di futon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia punya 103.000  grimoir dalam kepalanya. Hanya membaca salah satunya bisa membuatmu gila dan walau begitu dia telah memasukkan setiap huruf dari semua buku itu ke dalam kepalanya. Seberapa banyak rasa sakit yang proses itu sebabkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu Index tidak pernah sekali pun mengeluh tentang rasa sakitnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau ingin tahu?” tanyanya seakan meminta maaf pada Kamijou dan mengabaikan rasa sakitnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada bicara Index yang biasanya riang telah menghasilkan konteks yang membuat suara tenang itu mencolok dan seperti membawa determinasi yang lebih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Dasar Sensei bodoh.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Situasi Index tidak begitu masalah bagi Kamijou. Bagaimanapun situasi dia berada, tidak mungkin Kamijou bisa meninggalkannya. Selama Kamijou bisa mengalahkan musuhnya dan menjaganya agar tetap aman, dia rasa tidak ada alasan untuk menggali luka lama Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau ingin tahu bagaimana keadaanku?” ulang gadis yang menyebut dirinya Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menetapkan pikirannya dan menjawab, “Itu membuatku merasa seperti seorang pendeta, kau tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di satu sisi, memang benar. Dia merasa seperti seorang pendeta yang mendengarkan pengakuan seorang pendosa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tahu kenapa?” tanya Index. “Gereja Kristen awalnya adalah satu organisasi, tapi sekarang ada Katolik, Protestan, Katolik Roma, Ortodoks Rusia, Anglikan, Nestorian, Athanasian, Gnostik, dan banyak lagi. Apa kau tahu kenapa perpecahan ini terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yahh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou paling tidak telah membaca sepintas buku teks sejarahnya, jadi dia sedikit tahu jawabannya. Tapi dia ragu untuk menyebutkannya di depan Index yang “sebenarnya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cukup bagus.” Index tersenyum. “Karena politik dicampur dalam gereja. Sekte-sekte berpisah, bertentangan satu sama lain, dan bertarung. Pada akhirnya, bahkan orang-orang yang memercayai Tuhan yang sama menjadi musuh bagi satu sama lain. Bahkan ketika kami percaya pada Tuhan yang sama, kami masing-masing menjalani jalan yang berbeda dari berbagai jalan yang tersebar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, pikiran orang-orang tentang hal tertentu secara alami berbeda-beda. Beberapa ingin menghasilkan uang dengan perkataan Tuhan dan yang lainnya menolak untuk membiarkan itu. Beberapa merasa lebih dicintai Tuhan lebih dari orang lain di dunia dan yang lainnya tidak menerima itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelah sekte-sekte itu berhenti berhubungan satu sama lain, masing-masing dari kami menjalani perkembangan yang terisolasi yang memberikan kami karakteristik masing-masing. Kami berubah sesuai situasi atau kebudayaan negara kami.” Index mengeluarkan napas singkat. “Gereja Katolik Roma mengelola dan mengontrol dunia, Gereja Ortodoks Rusia mencari dan memusnahkan &amp;lt;i&amp;gt;occult&amp;lt;/i&amp;gt;, dan Gereja Anglikan tempatku berada...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata Index terhenti di tenggorokannya sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Inggris adalah negara sihir,” katanya seakan itu adalah kenangan pahit. “Jadi Gereja Anglikan sangat unggul dalam kebudayaan anti-penyihir dan teknik-teknik seperti pemburuan &#039;&#039;witch&#039;&#039;&amp;lt;ref&amp;gt;Salah satu jenis pengguna sihir dari Inggris&amp;lt;/ref&amp;gt; dan Inkuisisi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di London saja terdapat sejumlah perusahaan umum yang menyebut diri sendiri sebagai asosiasi sihir&amp;lt;!--magic cabal--&amp;gt; dan jumlah perusahaan kosong yang hanya terdapat di atas kertas ada sepuluh kali lipatnya. Metode coba-dan-galat mereka yang dimulai sebagai cara untuk melindungi warga dari “penyihir jahat yang bersembuyi di kota” telah berkembang pada satu arah terlalu jauh dan pada titik tertentu menjadi budaya pembantaian dan eksekusi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gereja Anglikan memiliki divisi khusus,” kata Index seperti mengakui dosanya sendiri. “Divisi itu menginvestigasi sihir dan mengembangkan tindakan balasan yang digunakan untuk mengalahkan penyihir.  Dikenal sebagai Necessarius.” Dia benar-benar terdengar seperti biarawati. “Kalau kau tidak mengetahui musuhmu, kau tidak bisa bertahan dari serangan mereka. Tapi, mengerti seorang musuh yang tidak murni akan membuat hatimu sendiri tidak murni dan menyentuh seorang musuh yang tidak murni akan membuat tubuhmu sendiri tidak murni. Itulah kenapa Necessarius, gereja dari kejahatan yang dibutuhkan, diciptakan untuk menarik semua ketidakmurnian itu ke satu tempat. Dan kasus paling ekstrimnya adalah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“103.000 grimoir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar.” Index mengangguk kecil. “Sihir adalah sesuatu yang mirip seperti sebuah persamaan matematis. Kalau kau dengan ahli membalikkan perhitungannya, kau bisa menetralkan serangan lawanmu. Itulah kenapa 103.000 grimoir ini dimasukkan ke dalamku. ...Kalau kau mengetahui sihir dari seluruh dunia, kau bisa menetralkan sihir dari seluruh dunia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat ke arah tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah berpikir kalau tangan kanannya tidak ada gunanya. Kekuatan tangan kanannya bahkan tidak mampu mengalahkan seorang berandalan, tidak bisa meningkatkan nilai tesnya, dan juga tidak bisa membantunya menggoda cewek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi gadis ini telah melewati neraka untuk memperoleh hal yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kalau grimoir ini sebegitu berbahayanya dan kalian tahu di mana tempatnya, kenapa kalian tidak membakarnya tanpa membacanya? Selama ada orang yang membaca dan belajar dari grimoir ini, penyihir akan terus-terusan muncul tanpa ada akhirnya, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukunya sendiri tidak lebih penting daripada isinya. Bahkan kalau kau menyingkirkan sebuah buku Asli, penyihir yang mengetahui isinya akan mewariskannya pada pengikutnya, jadi melakukan itu tidak ada artinya. Walau seseorang yang melakukan itu disebut sebagai &#039;&#039;sorcerer&#039;&#039; dan bukan penyihir,” jelas Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Seperti data yang diposkan di Internet? Bahkan kalau kau menghapus data aslinya, kopian-kopian data itu akan terus ada.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan juga, sebuah grimoir itu tidak lebih dari sebuah buku teks.” Index terdengar seperti merasa sakit. “Hanya membacanya saja tidak membuatmu jadi seorang penyihir. Para penyihir mengubahnya agar cocok dengan diri mereka masing-masing dan membuat sihir jenis baru.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak seperti data dan lebih seperti virus komputer yang berubah terus-terusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk benar-benar menghilangkan virus itu, kau harus menganalisis virus itu dan membuat perangkat lunak antivirus yang baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang sudah kukatakan, grimoir itu berbahaya.” Index memicingkan matanya. “Ketika menghancurkan sebuah kopian saja, seorang Inkuisitor ahli harus menjahit tertutup matanya untuk mencegah polusi pada otaknya, dan bahkan setelah itu diperlukan lima tahun pembatisan untuk menghilangkan sepenuhnya polusi itu darinya. Pikiran manusia tidak mampu menangani sebuah buku Asli. Satu-satunya pilihan yang tersisa untuk 103.000 buku Asli yang tersebar di seluruh dunia adalah dengan menyegelnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan-akan dia sedang berdiskusi tentang apa yang harus dilakukan dengan koleksi yang sangat besar dari sisa senjata nuklir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan sebenarnya, &#039;&#039;kurang lebih memang begitu&#039;&#039;. Kemungkinan besar, orang yang menulis grimoir itu sendiri tidak menyangka ini terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tch. Tapi bukankah sihir bisa digunakan orang normal mana pun selain kami, para esper? Kalau begitu bukankah grimoir ini akan menyebar ke seluruh dunia dalam waktu singkat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengingat kembali api milik Stiyl. Bagaimana kalau semua orang di dunia bisa menggunakan kekuatan seperti itu? Pengetahuan umum di dunia yang fondasinya terbangun dari sains akan runtuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau...tidak perlu khawatir tentang itu. Asosiasi-asosiasi sihir&amp;lt;!--magic cabals--&amp;gt; tidak akan gegabah membiarkan grimoir keluar ke masyarakat umum.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“? Kenapa tidak? Bukankah akan lebih baik bagi mereka kalau memiliki lebih banyak rekan yang bertarung untuk mereka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Tepat karena itulah&#039;&#039;. Kalau setiap orang yang mempunyai senjata adalah teman, tidak akan ada peperangan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya karena dua orang mengetahui sihir tidak berarti mereka berada di pihak yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena mereka tahu kekuatan kartu truf merekalah maka mereka tidak mau dengan gegabah menambah musuh penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Grimoir-grimoir itu diperlakukan seperti rancangan senjata baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm. Kurasa aku mengerti.” Kamijou terlihat hanyut berpikir. “Jadi intinya, mereka ingin mendapatkan &#039;&#039;bom&#039;&#039; yang ada di dalam kepalamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah sebuah perpustakaan dengan kopian sempurna dari 103.000 grimoir Asli di dunia dalam kepalanya. Mendapatkannya berarti mendapatkan seluruh sihir di dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Benar.” Suaranya terdengar seperti dia akan segera tewas. “Dengan 103.000 grimoir, kau bisa membengkokkan apa pun di dunia sesuai kehendakmu tanpa terkecuali. Itulah yang kami sebut sebagai Dewa Sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan dewa dunia iblis&amp;lt;ref&amp;gt; (魔神 Majin, lit. &amp;quot;Magic God&amp;quot;) Kanji pertama bisa berarti sihir atau iblis&amp;lt;/ref&amp;gt;, tapi seseorang yang telah menguasai sihir seutuhnya sampai pada titik memasuki wilayah dewa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Dewa Sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Berengsek.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menyadarinya, Kamijou mulai menggertakkan gigi gerahamnya. Kamijou bisa tahu dari sikap Index kalau 103.000 grimoir dimasukkan ke kepalanya bukan karena keinginannya. Kamijou mengingat kembali api milik Stiyl. Dia hidup seperti itu tanpa alasan lain selain untuk mencegah sebanyak mungkin korban sebisanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahan dengan bagaimana para penyihir itu menggunakan perasaan itu demi keuntungan mereka dan dia tidak tahan bagaimana gereja menyebut Index sebagai “tidak murni”. Mereka semua memperlakukan seorang manusia sebagai sebuah benda dan Index pasti tidak melihat apa pun selain orang-orang yang melakukan itu. Fakta bahwa dia masih memikirkan semua orang selain dirinya walaupun telah mendapatkan perlakuan sedemikian rupa adalah hal yang membuat Kamijou paling tidak tahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Maaf.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahu apa yang menyebabkan dia begitu marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi satu kata itu benar-benar membuatnya sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menjentik dahi Index pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Oh, ayolah. Kenapa kau tidak memberitahuku hal sepenting itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index membeku ketika Kamijou memandang gadis yang terbaring itu dengan memamerkan gigi taringnya. Matanya terbuka lebar seakan-akan dia telah melakukan sesuatu yang sangat salah dan bibirnya bergerak cepat seperti ingin mengatakan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi aku tidak berpikir kau akan memercayaiku dan aku tidak ingin menakutimu. Dan...um...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index kelihatan akan menangis dan suaranya semakin kecil ketika berbicara. Kamijou hampir tidak mendengarnya di ujung kalimatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau begitu, Kamijou mendengarnya mengatakan “aku tidak mau kau membenciku”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, peduli setan!!” Dia benar-benar mendengar suara sesuatu yang patah. “Jangan remehkan orang dan memperkirakan seperti apa mereka dengan pikiranmu sendiri! Rahasia gereja? 103.000 grimoir? Yeah, itu semua hebat dan mengagumkan. Dan ya, semuanya kelihatan sangat absurd sampai aku masih belum benar-benar memercayainya. Tapi...” Kamijou berhenti sejenak. “&#039;&#039;Cuma begitu saja&#039;&#039;?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Index terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir kecilnya bergerak cepat seperti sedang mencoba mengatakan sesuatu, tapi tidak ada kata-kata yang keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan remehkan aku seperti itu. Apa kau benar-benar berpikir kalau aku akan memanggilmu menyeramkan atau menjijikkan atau apalah hanya karena kau menghapal 103.000 grimoir!? Apa kaupikir aku akan meninggalkanmu dan lari ketika para penyihir itu muncul? Persetan. Kalau cuma itu saja yang aku bisa, dari awal aku tidak akan membiarkanmu masuk ke kamar asramaku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kamijou berbicara, dia akhirnya menyadari apa yang menyebabkan dia begitu marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou hanya ingin membantu Index. Dia tidak ingin melihat Index tersakiti lagi. Itu saja. Dan walau begitu dia tidak membiarkan Kamijou melindunginya sementara dia mati-matian melindungi Kamijou. Kamijou hanya ingin mendengar dia meminta tolong sekali saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal itu sangat membuatnya frustasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat, sangat frustasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Percayalah padaku sedikit. Jangan memperkirakan nilai orang-orang seenakmu saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya itu. Bahkan kalau dia tidak punya kekuatan di tangan kanan dan hanyalah seorang manusia biasa, tetap bukan alasan bagi Kamijou untuk mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v01_157.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada alasan seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index hanya memandang wajah Kamijou dengan kagum untuk beberapa saat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi kemudian air mata mulai menggenangi matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah-olah matanya terbuat dari es dan mulai mencair.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index merapatkan bibirnya agar tidak sesenggukan, tapi bibirnya bergetar seakan dia tidak dapat menahannya lebih lama lagi. Dia menarik futon sampai ke mulutnya dan menggigitnya. Tetes air mata di matanya menjadi begitu besar hingga kelihatannya dia akan menangis seperti anak TK kalau bukan karena selimut itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan besar, air mata itu bukan hanya sekedar respon dari kata-kata yang Kamijou baru saja katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak cukup sombong sampai berpikir begitu. Dia ragu kata-katanya memberi pengaruh sebesar itu padanya. Kemungkinan besar, sesuatu yang telah menumpuk di dalam dirinya mengalir keluar dengan kata-kata darinya sebagai pemicunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia merasa hatinya retak karena pemikiran kalau tidak ada yang pernah mengatakan kata-kata seperti itu padanya sebelumnya, Kamijou juga merasa kalau dia akhirnya telah melihat “kelemahan” Index yang membuatnya sedikit senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Kamijou bukan orang mesum yang senang melihat gadis menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, suasana itu sangat canggung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau Komoe-sensei masuk tanpa mengetahui situasinya, Kamijou yakin kalau dia akan tanpa ragu menyuruhnya untuk mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U-um... Kau tahu. Aku punya tangan kananku, jadi tidak ada penyihir yang bisa mengimbangiku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Tapi...hik...kau bilang kau punya pelajaran tambahan selama liburan musim panas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa aku pernah mengatakan itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku yakin kau pernah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya, gadis yang telah menghapal dengan sempurna 103.000 buku itu mempunyai ingatan yang sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan merasa tidak enak karena mengacaukan kehidupan sehari-hari seseorang untuk sesuatu seperti ini. Pelajaran tambahanku tidak sepenting itu. Sekolahku tidak ingin membuatku tinggal kelas kalau mereka bisa mencegahnya, jadi jika aku bolos dari pelajaran tambahan, aku bisa pergi ke pelajaran tambahan dari pelajaran tambahan itu. Aku bisa menundanya selama yang kuperlu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau Komoe-sensei mendengar itu, kamar itu pasti telah berubah menjadi medan perang, tapi dia tidak peduli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan air mata masih di matanya, Index melihat ke Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Jadi kenapa kau begitu terburu-buru untuk pergi ke pelajaran tambahanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...........................Oh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berpikir ke belakang. Memang benar, setelah dia menelanjangi Index dengan menghancurkan Gereja Berjalan-nya dengan Imagine Breaker, sehingga suasana waktu itu hening seperti dalam elevator yang tertutup, dia memang terburu-buru...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena kau punya rencana dan karena kau punya kehidupan normal, aku merasa salah kalau mengganggu semua itu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“O-oh. Yeah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku menyusahkanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku menyusahkanmu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dia mengulangi itu dengan air mata di matanya, sudah tidak mungkin bagi Kamijou untuk mencoba menyangkalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mwinta mwaaf!” Kamijou Touma meminta maaf sambil dengan cepat memasuki mode bersujud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index perlahan duduk seperti orang sakit di futon, memegang telinga Kamijou, dan menggigit bagian atas kepalanya seolah-olah kepalanya adalah onigiri raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar 600 meter dari sana, di atas bangunan dengan banyak penghuni, Stiyl melepaskan teropongnya dari matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah mencari tahu siapa bocah yang bersama Index. ...Bagaimana keadaan Index”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menoleh, Stiyl menjawab gadis yang berbicara padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia masih hidup. Tapi itu berarti mereka punya seorang pengguna sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu tidak memberi respon, tapi sepertinya dia lebih merasa lega bahwa tidak ada yang mati dibandingkan khawatir akan seorang musuh baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu berumur 18 tahun, tapi dia sekepala lebih pendek dari Stiyl yang hanya berumur 14.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi memang, tinggi Stiyl melebihi 2 meter, jadi gadis itu masih terhitung tinggi jika dibandingkan dengan tinggi rata-rata orang Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rambut hitam sepanjang pinggangnya diikat ekor kuda. Di pinggangnya terdapat sebuah pedang Jepang sepanjang lebih dari dua meter yang disarungkan. Tipe yang dikenal sebagai “pedang perintah” yang digunakan di ritual memanggil hujan dalam agama Shinto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi akan sedikit sulit untuk menyebutnya sebagai gadis cantik Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memakai celana jins usang dan kaos putih. Entah kenapa, bagian kaki kiri dari jinsnya dipotong seluruhnya sampai pangkal pahanya, kain berlebih di bawah T-shirt-nya diikat jadi bagian perutnya dapat terlihat, dia memakai sepatu bot setinggi lutut, dan pedang Jepang-nya tergantung dalam sarung kulit seperti sebuah pistol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terlihat seperti seorang &#039;&#039;sheriff&#039;&#039; dari Barat yang telah menukar pistolnya dengan pedang Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti Stiyl si pendeta berbau parfum, pakaiannya sangat tidak normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi siapa sebenarnya orang itu, Kanzaki?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentang itu...aku tidak bisa mendapatkan banyak informasi mengenai bocah itu. Setidaknya, sepertinya dia bukan seorang penyihir atau berkekuatan supernatural lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa, apa kau ingin mengatakan kalau dia cuma siswa SMA biasa?” Stiyl menyalakan rokok yang dia keluarkan hanya dengan memandang ujungnya. “Berhenti saja. Mungkin tidak kelihatan seperti itu, tapi aku adalah seorang penyihir yang telah sepenuhnya menganalisis 24 &#039;&#039;rune&#039;&#039; yang ada dan mengembangkan 6 &#039;&#039;rune&#039;&#039; baru yang kuat. Dunia ini tidak sebaik itu sampai membiarkan seorang amatir tanpa kekuatan mendorong balik api penghakiman milik Innocentius.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan dengan bantuan dari Index, dia dengan seketika membuat rencana menggunakan bantuan. Ditambah lagi tangan kanannya yang aneh. Kalau dia adalah seorang manusia biasa di Jepang, maka Jepang benar-benar negara penuh misteri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar.” Kanzaki Kaori memicingkan matanya. “Masalah sebenarnya adalah seseorang dengan kemampuan tempur sebanyak itu dikategorikan sebagai tidak lebih dari seorang murid tidak punya harapan yang sering terlibat perkelahian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City memiliki sisi tersembunyi bahwa kota itu adalah institusi yang memproduksi esper secara massal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan kalau organisasi tempat Stiyl dan Kanzaki bekerja sedang menyembunyikan keberadaan Index, Stiyl dan Kanzaki telah menghubungi organisasi yang dikenal sebagai Institusi Lima Elemen lebih dulu untuk mendapatkan izin memasuki kota itu. Bahkan grup sihir yang dikenal sebagai yang terhebat di dunia tidak bisa tetap tersembunyi dalam wilayah musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin informasinya dengan sengaja ditutup-tutupi. Dan juga, luka Index disembuhkan dengan sihir. Kanzaki, apa ada organisasi sihir lain di Timur Jauh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka telah memutuskan kalau bocah itu pasti memiliki organisasi lain selain Institusi Lima Elemen di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka salah mengira kalau organisasi lain ini sepenuhnya menghilangkan semua informasi tentang Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau mereka melakukan sesuatu di kota ini, para informan dari Institusi Lima Elemen pasti telah mengetahuinya.” Kanzaki menutup matanya. “Kita punya musuh yang jumlahnya tidak diketahui, sementara kita sendiri tanpa bala bantuan. Ini perkembangan yang menyulitkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya adalah kesalahpahaman. Imagine Breaker milik Kamijou Touma tidak punya efek apa pun kecuali digunakan pada kekuatan supernatural. Dengan kata lain, System Scan milik Academy City tidak bisa mengukur kekuatannya karena menggunakan mesin untuk mengukurnya. Ya, itu adalah salah satu kesialan Kamijou karena dia diperlakukan sebagai seorang Level 0 padahal mempunyai tangan kanan kelas tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dalam skenario terburuk, hal ini bisa berkembang menjadi pertarungan sihir melawan sebuah organisasi. Stiyl, kudengar &#039;&#039;rune&#039;&#039;-mu punya kelemahan fatal dalam hal ketahanan air.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah mengompensasikan itu. Aku melaminating &#039;&#039;rune&#039;&#039;-nya. Trik yang sama tidak akan berlaku padaku lagi.” Seperti pesulap panggung, dia mengeluarkan &#039;&#039;rune&#039;&#039; yang sekarang kelihatan sangat mirip dengan kartu koleksi. “Kali ini, aku akan menempatkan &#039;&#039;barrier&#039;&#039; dengan radisu 2 kilometer di sekitar areanya dan bukan hanya pada bangunannya. Untuk itu, dibutuhkan 164.000 kartu dan persiapannya akan memakan waktu 60 jam untuk diselesaikan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak seperti dalam &#039;&#039;video game&#039;&#039;, sihir yang sebenarnya memerlukan lebih dari hanya sekadar mengucapkan mantra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin memang kelihatannya hanya itu saja yang diperlukan kalau dilihat sekilas, tapi ada sedikit persiapan yang diperlukan di balik layar. Api milik Stiyl adalah tipe yang membutuhkan instruksi kira-kira “Ambil sebuah taring serigala perak yang telah dimandikan sinar bulan selama 10 tahun dan...” Karena itu, kecepatan Stiyl sebenarnya adalah kecepatan seorang ahli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, pertarungan sihir adalah masalah membaca apa yang akan datang. Ketika pertarungan dimulai, kau pada dasarnya sudah terjebak dalam perangkap berupa &#039;&#039;barrier&#039;&#039; milik musuh. Ketika bertahan, kau perlu memastikan apa mantra musuhmu, dan mencari cara untuk membalikkannya ke musuhmu. Ketika menyerang, kau harus memprediksi serangan balik seperti apa yang akan datang dan mengatur kembali mantramu sesuai apa yang terjadi. Tidak seperti bela diri sederhana, kau perlu memikirkan 100-200 langkah ke depan di tengah situasi yang terus berubah. Walaupun istilah kasar seperti “pertarungan” digunakan, sebenarnya itu lebih seperti adu intelek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, pasukan musuh yang tidak diketahui jumlahnya membuat seorang penyihir berada dalam posisi yang sangat tidak menguntungkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Dia kelihatan sangat senang,” kata penyihir &#039;&#039;rune&#039;&#039; tiba-tiba sembari memandang 600 meter ke depan tanpa menggunakan teropongnya. “Dia kelihatan sangat, sangat senang. Dia selalu hidup dalam kehidupan menyenangkan seperti itu.” Dia terdengar seperti sedang meludahkan semacam cairan kental. “Seberapa lama kita harus terus mengoyaknya hingga berkeping-keping?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki memandang 600 meter ke depan dari belakang Stiyl.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan tanpa menggunakan teropong atau sihir, dia bisa melihat jelas dengan pandangan 8.0-nya. Melalui jendela, dia bisa melihat gadis itu menggigiti kepala bocah itu dengan marah sedangkan bocah itu mengayun-ayunkan tangannya dan mencoba berontak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pasti perasaan yang sangat pelik,” kata Kanzaki seperti sebuah mesin. “&#039;&#039;Bagi orang sepertimu yang pernah berada dalam posisi yang sama seperti itu&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku sudah terbiasa,” jawab penyihir api itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia benar-benar telah mengalami perasaan seperti itu berkali-kali sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Waktunya mandi♪ Waktunya mandi♪” nyanyi Index sembari berjalan di samping Kamijou, memegang baskom mandi dengan kedua tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan berkata kalau dia sudah tidak sakit lagi, dia mengganti pakaiannya dari piyama menjadi jubah biarawati yang penuh penitinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahu trik sulap apa yang dia gunakan, tapi jubah yang berdarah-darah itu bersih sempurna. Dia punya firasat kalau jubah itu akan terkoyak-koyak kalau Inex memasukkannya secara utuh ke dalam mesin cuci, jadi dia penasaran apakah Index memisahkannya dan mencuci tiap-tiap bagiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu begitu mengganggumu? Sejujurnya, aku tidak peduli dengan baunya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tipe yang suka bau keringat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudku bukan begitu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah tiga hari, dia akhirnya merasa cukup baik untuk bisa keluar rumah dan mandi adalah permintaan pertamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apartemen Komoe-sensei tidak punya apa pun yang bahkan hanya mirip dengan tempat mandi, jadi pilihan mereka hanya meminjam kamar mandi di kamar manajer atau pergi ke pemandian umum yang bobrok di dekat sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka anak laki-laki dan perempuan muda itu sedang berjalan di trotoar pada malam hari dengan baskom mandi di tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya era kebudayaan Jepang mana yang kita tinggali sekarang?” Komoe-sensei berkomentar dengan senyum ketika menjelaskan sistem pemandian umum. Dia membiarkan Kamijou dan Index tinggal di apartemennya tanpa menanyakan detail situasi mereka. Kamijou ikut menginap dengan Index karena dia tidak ingin kembali ke asramanya yang tidak diragukan lagi sedang diawasi oleh musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Touma, Touma,” kata Index dengan suara teredam karena dia sedang menggigit bagian lengan atas kaus Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kebiasaannya menggigit orang, itu tidak lebih dari gerakan yang mirip dengan memegang baju seseorang untuk menarik perhatiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa?” jawab Kamijou jengkel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagi itu, Index sadar kalau dia tidak mengetahui nama Kamijou, jadi Kamijou memperkenalkan dirinya kepadanya. Sejak saat itu, dia telah memanggil namanya sekitar 60.000 kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada apa-apa. Aku cuma suka memanggil namamu walaupun tidak ada alasannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Index mirip dengan seorang anak yang pergi ke taman hiburan untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index seperti sangat menempel padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan besar karena apa yang terjadi tiga hari sebelumnya, tapi Kamijou tidak lebih senang dibanding tidak yakin harus merasa bagaimana tentang fakta bahwa tidak ada yang pernah mengatakan sesuatu sedasar itu pada Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Komoe bilang pemandian umum Jepang punya kopi susu. Apa itu kopi susu? Seperti &amp;lt;i&amp;gt;cappuccino&amp;lt;/i&amp;gt;?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak akan menemukan yang seelegan itu di pemandian umum. Jangan berharap terlalu tinggi,” kata Kamijou. “Hmm, tapi bak mandi raksasa mungkin akan membuatmu terkejut. Di Inggris, yang paling umum adalah bak mandi yang sempit seperti yang ada di hotel, &#039;kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? ...Aku tidak begitu tahu.” Index memiringkan kepalanya ke samping seperti memang benar-benar tidak tahu. “Hal pertama yang kuingat dimulai di sini, di Jepang. Aku tidak begitu tahu bagaimana keadaan di Inggris sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Hmm. Jadi itu kenapa kau bisa berbicara bahasa Jepang dengan lancar. Kalau kau di sini sejak kecil, berarti kau sendiri praktis adalah orang Jepang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi itu membuat keyakinannya kalau dia akan aman kalau kabur ke Gereja Anglikan sedikit tidak kredibel. Kamijou pikir gadis itu akan pergi pulang ke rumahnya, tapi dia sebenarnya akan pergi ke negara yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bukan. Maksudku bukan seperti itu.” Index menggelengkan kepalanya, mengayun-ayunkan rambut perak panjangnya. “Sepertinya, aku lahir dan dibesarkan di Katedral St. George di London. Sepertinya, aku baru datang ke sini sekitar satu tahun lalu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengerutkan dahinya karena kata yang tidak jelas itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah. Aku tidak punya ingatan dari sebelum sekitar satu tahun yang lalu ketika aku tiba di sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persis seperti anak kecil yang menuju taman hiburan untuk pertama kali dalam hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesempurnaan senyuman itulah yang menunjukkan Kamijou rasa takut dan rasa sakit di baliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika aku pertama kali bangun di sebuah gang, aku tidak tahu siapa diriku. Yang kutahu hanyalah bahwa aku harus kabur. Aku tidak ingat apa yang kumakan pada makan malam malam sebelumnya, tapi pengetahuan tentang hal-hal seperti sihir, Index Librorum Prohibitorum, dan Necessarius terus berputar dalam pikiranku. Hal itu begitu menakutkan...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kau bahkan tidak tahu kenapa kau kehilangan ingatanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu benar,” jawabnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahu sama sekali tentang psikologi, tapi dia tahu dari &amp;lt;i&amp;gt;video game&amp;lt;/i&amp;gt; dan drama kalau ada dua penyebab utama amnesia: terkena benturan keras di kepala atau menyegel sebuah kenangan yang hatimu tidak bisa pikul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan...” gumam Kamijou sambil melihat ke langit malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara dia memang merasa marah pada para penyihir yang bisa melakukan hal seperti itu ke seorang gadis sepertinya, dia lebih merasa dikuasai oleh rasa ketidakberdayaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sekarang tahu kenapa Index melindunginya dan menjadi sangat menempel padanya. Itu hanya karena &amp;lt;i&amp;gt;Kamijou secara kebetulan&amp;lt;/i&amp;gt; adalah orang pertama yang dia tahu setelah menghabiskan satu tahun sendirian di dunia tanpa mengetahui apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini tidak menyenangkan Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak tahu kenapa, tapi entah kenapa jawaban &amp;lt;i&amp;gt;itu&amp;lt;/i&amp;gt; benar-benar membuatnya jengkel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mh? Touma, apa kau marah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan itu menangkap basah dia, tapi Kamijou berhasil berpura-pura tidak marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau aku membuatmu marah entah karena apa, aku minta maaf. Touma, apa yang membuatmu begitu marah? Pubertas?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak mau mendengarmu berbicara tentang pubertas dengan badanmu yang seperti anak kecil itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mh. Apa maksudnya itu? Aku benar-benar berpikir kalau kau marah. Atau kau cuma berpura-pura marah untuk membuatku merasa susah? Aku tidak suka sisimu yang itu, Touma.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, jangan mengatakan itu ketika kau tidak pernah benar-benar menyukaiku. Aku tidak mengharapkan kejadian indah mirip komedi romantis seperti itu denganmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah? ...Kenapa kau memelototiku seperti itu, tuan putri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika dia mencoba memaksanya ke arah lelucon, Index tidak memberikan respon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aneh. Ini aneh. Kenapa Index melipat tangannya, melihatku dengan air mata di matanya dan ekspresi terluka di wajahnya, dan menggigit bibir bawahnya?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Touma.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?” Kamijou merespon, memutuskan kalau dia lebih baik merespon karena Index memanggil namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendapat firasat kuat tentang kesialan yang akan datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku benci kau.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat saat itu, Kamijou mendapatkan banyak &amp;lt;i&amp;gt;experience point&amp;lt;/i&amp;gt; untuk pengalaman langka berupa seorang gadis yang menggigit seluruh bagian atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index berjalan lebih dulu ke arah pemandian umum sendirian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, Kamijou berjalan santai ke arah pemandian umum. Awalnya dia telah mencoba berlari mengejar Index, tapi biarawati putih yang marah itu lari seperti kucing liar setiap kali melihatnya. Walau begitu, dia akan tetap melihat punggung Index setelah berjalan sedikit jauh seperti dia sedang menunggunya. Setelah itu, siklus ini akan berulang. Dia benar-benar seperti kucing yang plin-plan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Yah, kami sedang menuju tempat yang sama, jadi pada akhirnya kami pasti akan bertemu lagi.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pikiran itu, Kamijou menyerah mengejarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditambah lagi kalau dia merasa kalau ada kemalangan yang pasti datang berupa ditahan polisi kalau seseorang melihatnya (kelihatannya) mengejar seorang biarawati Inggris muda yang lemah dan tak berdaya di jalan yang gelap seperti seekor Namahage.&amp;lt;ref&amp;gt;Semacam siluman dari Jepang. http://en.wikipedia.org/wiki/Namahage&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Biarawati dari Inggris, hm?” gumam Kamijou di sela napasnya sambil berjalan di jalan yang gelap sendirian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tahu kalau Index akan dibawa ke markas Gereja Anglikan di London kalau dia membawanya ke salah satu gereja mereka di Jepang. Tidak ada lagi yang tersisa untuk Kamijou lakukan. Semuanya pasti akan berakhir dengan ucapan seperti “Mungkin waktunya singkat, tapi terima kasih. Aku tidak akan pernah melupakanmu karena aku punya ingatan sempurna”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasa sesuatu yang tajam menusuk-nusuk dadanya, tapi dia tidak tahu apakah ada hal lain yang bisa dilakukannya. Kalau Index tidak dibawa ke perlindungan gereja, dia akan terus dikejar oleh para penyihir itu. Dan juga, tidak realistis mencoba mengikuti Index ke Inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka hidup di dunia yang berbeda, mereka berdiri di tempat berbeda, dan mereka berada di dimensi yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tinggal di dunia ESP ilmiah dan dia tinggal di dunia &amp;lt;i&amp;gt;occult&amp;lt;/i&amp;gt; sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti daratan dan lautan, kedua dunia mereka tidak akan berlintas jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cuma begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cuma begitu saja, tapi itu masih membuatnya jengkel seperti ada tulang ikan yang tersangkut di tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba pemikirannya yang berputar sia-sia terhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada sesuatu yang salah. Kamijou memeriksa waktu yang terpampang di papan iklan elektronik milik sebuah &amp;lt;i&amp;gt;department store&amp;lt;/i&amp;gt;. Tepat jam 8 malam. Masih ada banyak waktu sebelum kebanyakan orang tidur, tapi keheningan mencekam menyelimuti area itu seperti berada di hutan pada malam hari. Perasaan aneh yang tidak pada tempatnya menyelimuti area itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kalau dipikir-pikir, aku belum melihat seorang pun sejak berjalan dengan Index...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ekspresi bingung, Kamijou berjalan lebih jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan ketika dia tiba ke jalan besar dengan 3 lajur di setiap arah, perasaan tidak pada tempatnya itu berganti menjadi perasaan seutuhnya kalau semuanya salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Tidak ada orang di sana&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada seorang pun yang masuk atau keluar dari &amp;lt;i&amp;gt;department store&amp;lt;/i&amp;gt; yang berbaris di sisi jalan seperti minuman di rak toko serba ada. Trotoar yang biasanya terasa terlalu sempit sekarang terasa terlalu luas dan tidak satu mobil pun yang berjalan di jalan yang mirip landasan pacu itu. Semua mobil yang diparkir di sisi jalan kosong seakan sudah dibuang pemiliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti melihat jalan di ladang nun jauh di pedesaan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini karena Stiyl telah mengukir &amp;lt;i&amp;gt;rune&amp;lt;/i&amp;gt; Opila untuk membuat sebuah medan pembersih manusia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara perempuan tiba-tiba memasuki kepalanya seakan-akan sebuah pedang Jepang menusuk tembus bagian tengah wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu tidak bersembunyi di balik apa pun dan dia juga tidak menyelinap dari belakangnya. Dia berdiri di tengah jalan lebar seperti landasan pacu sekitar 10 meter di depannya, menghalangi jalannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini sudah melebihi tingkat tidak melihat atau menyadarinya karena kegelapan. Sesaat sebelumnya, memang benar-benar tidak ada seorang pun di sana. Tapi dalam waktu yang dibutuhkan untuk berkedip, gadis itu muncul di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua orang di sekitar area ini telah dialihkan fokusnya jadi mereka tidak akan berpikir untuk mendekati area ini untuk tujuan tertentu. Kebanyakan orang sepertinya berada di dalam bangunan-bangunan, jadi jangan khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badannya bereaksi sebelum pikirannya bisa. Semua darah di tubuhnya seperti berkumpul di tangan kanannya. Dengan rasa sakit seperti ada seutas tali mengikat kencang pergelangannya , insting Kamijou merasa bahwa gadis itu berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu memakai T-shirt dan jins yang satu bagian kakinya dipotong dengan berani, jadi pakaiannya tidak terlalu jauh berbeda dari apa yang disebut normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, sebuah pedang Jepang yang panjangnya lebih dari dua meter, bergantung di pinggangnya seperti pistol, memberikan hawa membunuh yang membeku. Bilahnya tersembunyi dalam sarung pedangnya, tapi sarung hitam itu terlihat sama penuh sejarahnya dengan sebuah tiang dari bangunan Jepang tua, jadi terlihat jelas kalau pedang itu asli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Penghancur Iblis Pensuci Tuhan.&amp;lt;ref&amp;gt;“God Purifying Demon Destroyer” (神浄の討魔) dibaca sebagai “Kamijou no Touma” tapi menggunakan kanji yang berbeda dengan nama Touma (上条当麻).&amp;lt;/ref&amp;gt; Nama sebenarnya &amp;lt;!--true name--&amp;gt;yang sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi gadis itu sendiri tidak menunjukkan tanda-tanda gugup sedikit pun. Caranya bicara dengan kenyamanan seseorang yang sedang berbincang ringan membuat semuanya jauh lebih menakutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Siapa kau?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Kanzaki Kaori. ...Aku tidak ingin memberikan namaku yang lain kalau bisa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namamu yang lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah sedikit memerkirakan itu, tapi Kamijou tetap mundur selangkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama sihir. Itu adalah “nama membunuh” yang telah Stiyl berikan sebelum menyerang Kamijou dengan sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi...apa? Apa kau juga dari asosiasi sihir atau apalah itu sama seperti Stiyl?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?” Untuk sesaat, Kanzaki mengernyit ragu. “Oh, apa kau mendengar itu dari Index?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah asosiasi sihir. Organisasi yang mengejar Index untuk mendapatkan 103.000 grimoir-nya. Sebuah grup yang berjuang untuk menjadi Dewa Sihir, orang-orang yang telah menguasai sihir sepenuhnya hingga bisa membengkokkan apa pun di dunia sesuai kehendak mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya.” Kanzaki menutup satu matanya. “Aku ingin membawa dia ke dalam rawatan kami tanpa perlu memberikan nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggigil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou punya kartu truf berupa tangan kanannya tapi tetap saja musuh yang berdiri di depannya membuat punggungnya menggigil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Dan kalau aku menolak?” kata Kamijou walau begitu. Dia tidak punya alasan untuk mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu aku tidak punya pilihan lain.” Kanzaki menutup mata yang satunya lagi. “Aku akan harus memberi namaku sampai dia kembali ke rawatan kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guncangan seperti gempa membuat tanah di bawah kaki Kamijou bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti ada sebuah bom yang meledak. Langit malam di sudut penglihatannya yang harusnya ditutupi kegelapan biru pucat menjadi warna oranye terang seperti matahari tenggelam. Api raksasa menyebar beberapa ratus meter ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Index...!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuhnya adalah sebuah organisasi dan Kamijou tahu nama seorang penyihir api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou secara refleks melihat ke arah api yang meledak itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan di saat itu, serangan menebas Kanzaki Kaori tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada jarak 10 meter antara Kamijou dan Kanzaki. Dan juga, katana milik Kanzaki panjangnya lebih dari dua meter, jadi sepertinya tidak mungkin bagi tangan langsing feminimnya untuk menariknya dari sarungnya, apalagi mengayunkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&amp;lt;i&amp;gt;Tapi seperti itulah yang terlihat&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat berikutnya, angin di atas kepala Kamijou terpotong seakan gadis itu sedang memegang laser raksasa. Kamijou membeku karena syok dan bilah sebuah kincir angin pembangkit listrik di belakang kanannya terpotong diagonal seakan terbuat dari mentega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong hentikan ini,” kata suara 10 meter di depannya. “Mengabaikan peringatanku hanya akan berujung pada kematian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang 2 meter+ Kanzaki sudah kembali ke sarungnya. Serangan itu sangat cepat hingga Kamijou bahkan tidak pernah melihat bilahnya menyentuh udara luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya alasan dia masih berdiri di sana adalah karena Kanzaki dengan sengaja membuat serangannya meleset. Situasinya kelihatan sangat tidak nyata sampai dia hampir tidak menyadari fakta itu. Musuhnya terlalu kuat sampai pikirannya tidak bisa mengikuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara benturan kuat, bilah kincir angin yang terpotong jatuh ke tanah di belakang Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan walaupun puing bilah itu jatuh begitu dekat, Kamijou masih tidak bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggertakkan giginya karena pedang itu pasti sangat tajam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki membuka salah satu matanya yang tertutup dan berkata, “Aku akan menanyakanmu lagi.” Dia memicingkan matanya sedikit. “Aku ingin membawanya ke dalam rawatan kami tanpa perlu memberikan nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada keraguan dalam suara Kanzaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya begitu dingin hingga dia terlihat seperti mengatakan tingkat kehancuran seperti itu bukanlah sesuatu yang pantas untuk membuatmu terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...A-apa-apaan yang kaukatakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan kakinya tertempel ke tanah, dia tidak bisa maju ke depan atau melangkah mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakinya bergetar seakan dia baru saja selesai berlari sepanjang maraton dan dia bisa merasakan tenaganya meninggalkan kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak punya alasan untuk menyerah pada-...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan menanyakannya sebanyak apa pun yang diperlukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sesaat – benar-benar sesaat – tangan kanan Kanzaki menjadi buram dan menghilang seperti &amp;lt;i&amp;gt;bug&amp;lt;/i&amp;gt; dalam sebuah &amp;lt;i&amp;gt;video game&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara raungan, sesuatu terbang ke arah Kamijou dengan kecepatan menakutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasa seperti senjata laser raksasa sedang ditembakkan dari segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti tornado raksasa yang terbuat dari pedang-pedang udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma memandang sementara topan itu memotong aspal, lampu jalan, dan pohon-pohon yang berbaris di jalan dalam interval tertentu menjadi berkeping-keping seakan dipotong dengan &amp;lt;i&amp;gt;waterjet&amp;lt;/i&amp;gt;&amp;lt;ref&amp;gt;Mesin yang bisa memotong dengan menembakkan jet air. http://en.wikipedia.org/wiki/Water_jet_cutter&amp;lt;/ref&amp;gt; industri. Sepotong aspal berukuran kepalan tangan terbang dan menghantam bahu kanan Kamijou. Itu saja cukup untuk menerbangkannya dan hampir membuatnya pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil memegang bahu kanannya, Kamijou melihat sekelilingnya hanya dengan menggerakkan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu...dua..tiga, empat, lima, enam, tujuh. Total sebanyak tujuh tebasan pedang lurus berlanjut sampai lusinan meter sepanjang tanah yang datar. Tebasan-tebasan itu datang dari sudut acak dan kelihatan seperti goresan kuku di pintu baja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendengar suara katana gadis itu kembali ke sarungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingin membawa dia ke bawah rawatan kami tanpa perlu memberikan nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tangan kanannya masih di gagang pedang, Kanzaki hanya mengatakan kata-kata itu tanpa kebencian atau kemarahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuh serangan. Kamijou tidak bisa melihat bahkan satu serangan pun, tapi Kanzaki telah melakukan tujuh serangan iai&amp;lt;ref&amp;gt;Tipe beladiri pedang yang serangannya berupa tebasan cepat dari dalam gagang dan langsung dimasukkan kembali ke gagang. http://en.wikipedia.org/wiki/Iai&amp;lt;/ref&amp;gt; dalam satu saat itu. Dan kalau dia mau, satu atau seluruh tujuh serangan itu bisa menjadi serangan mematikan yang memotong Kamijou menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan. Kamijou hanya mendengar suara metalik dari pedang yang disarungkan sekali saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan besar adalah &amp;lt;i&amp;gt;kekuatan supernatural&amp;lt;/i&amp;gt; yang dikenal sebagai sihir. Dia memakai sihir yang memanjangkan jarak satu serangan itu sebanyak lusinan meter dan memberikannya kemampuan berpedang untuk menyerang tujuh kali walau mengeluarkannya hanya sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kecepatan serangan Nanasen&amp;lt;ref&amp;gt;Nanasen berarti “Tujuh Kilatan”.&amp;lt;/ref&amp;gt; yang Shichiten Shichitou&amp;lt;ref&amp;gt;Shichiten Shichitou berarti “Tujuh Pedang Tujuh Langit”.&amp;lt;/ref&amp;gt;-ku lakukan itu cukup untuk membunuhmu tujuh kali dalam waktu yang dikenal sebagai sesaat. Orang-orang menyebutnya sebagai pembunuhan instan. Menyebutnya sebagai pembunuhan instan pasti rasanya tidak jauh dari kenyataannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam diam, Kamijou mengepalkan tinjunya dengan kekuatan yang cukup untuk menghancurkan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki punya kecepatan, kekuatan, dan jarak yang mengerikan. Kemungkinan besar, serangan memotong itu berhubungan dengan kekuatan supernatural yang dikenal sebagai sihir. Kalau begitu, Kamijou hanya perlu menyentuh serangan aslinya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Teruslah bermimpi,” katanya, memotong pemikiran Kamijou. “Aku sudah dengar dari Stiyl kalau tangan kananmu bisa meniadakan sihir entah bagaimana caranya. Tapi apakah aku benar kalau berpikir bahwa kau tidak bisa melakukan itu kecuali kau menyentuhnya dengan tangan kananmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sekali. Tangan kanan Kamijou tidak ada gunanya kalau dia tidak bisa menyentuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan masalah kecepatan. Tidak seperti Biri Biri dari Misaka Mikoto&amp;lt;ref&amp;gt;Serangan listrik. Dalam bahasa Jepang, suara listrik adalah “biri biri”.&amp;lt;/ref&amp;gt; dan Railgun yang ditembakkan dalam garis lurus, dia tidak bisa memprediksi ke mana Nanasen milik Kanzaki Kaori akan datang karena perubahan konstannya. Kalau Kamijou mencoba menggunakan Imagine Breaker, tujuh tebasan itu kemungkinan akan memotong tangannya berkeping-keping sejak awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan menanyakannya sebanyak apa pun yang diperlukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Kanzaki dengan diam memegang gagang Shichiten Shichitou di pinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasakan keringat dingin di pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau &amp;lt;i&amp;gt;mood&amp;lt;/i&amp;gt; Kanzaki berubah dan dia masuk untuk membunuh, Kamijou pasti akan terpotong-potong menjadi bagian kecil dalam sesaat. Dengan bagaimana dia telah memotong pohon-pohon yang berjejer di jalan berkeping-keping dalam jarak lusinan meter, mencoba lari atau menggunakan sesuatu sebagai tameng adalah bunuh diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou memerhitungkan jarak antara dirinya dan Kanzaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar 10 meter. Kalau dia berlari secepat yang tubuh fisiknya bisa lakukan, dia bisa menutup jarak itu dalam empat langkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Bergeraklah.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou memberikan perintah putus asa pada kakinya yang seperti ditempel ke tanah dengan lem instan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akankah kau membiarkan kami membawanya ke dalam rawatan kami sebelum aku memberikan nama sihirku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Bergeraklah!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia maju selangkah ke depan seakan mengoyakkan kakinya dari tanah. Satu alis Kanzaki naik ketika Kamijou bergerak maju dengan langkah eksplosif seperti sebuah peluru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh... Ohhhhhhhhhhhh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia maju selangkah lagi. Kalau dia tidak bisa kabur, tidak bisa menghindar ke kiri atau ke kanan, dan tidak bisa menggunakan apa pun sebagai tameng, maka satu-satunya pilihan yang tersisa adalah maju dan membuka jalan untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu apa yang mendorongmu sampai sejauh ini, tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki menghela napas yang lebih memiliki rasa kasihan dibandingkan keterkejutan. Kemudian...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nanasen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Potongan-potongan kecil dari aspal dan pohon yang hancur melayang di udara seperti debu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan angin yang meraung, awan debu itu terpotong kecil-kecil di depan mata Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah... Ohh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tahu dalam kepalanya bahwa dia bisa meniadakannya kalau dia menyentuhnya dengan tangan kanannya, tapi hatinya segera memilih untuk menghindar. Dia menunduk dengan begitu kuatnya hingga terlihat seperti dia sedang mengayunkan kepalanya ke bawah dan jantungnya membeku ketika tujuh serangan menebas itu lewat di atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak memerhitungkan itu dan dia tidak mungkin berhasil menghindar kalau dia memerhitungkannya. Dia hanya berhasil menghindar murni karena keberuntungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian dia mengambil satu langkah kuat lagi, yang ketiga dari empat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak peduli seberapa aneh serangan Nanasen itu, itu pada dasarnya masih sebuah serangan iai. Iai adalah teknik berpedang kuno yang mengeluarkan satu serangan mematikan yang dimulai dengan gerakan mengeluarkan pedang dari sarungnya. Itu berarti waktu ketika pedangnya berada di luar sarungnya akan membuat penggunanya tak berdaya dan tidak bisa menggunakan serangan iai lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia mengambil langkah terakhir itu untuk mencapai Kanzaki, dia akan menang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harapan terakhir yang pikiran itu berikan pecah berkeping-keping dengan suara “klik” kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah suara metalik kecil yang terlalu pendek dari sebuah katana yang dikembalikan ke dalam sarungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nanasen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raungan itu datang tepat dari depan Kamijou dalam jarak kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketujuh serangan itu mengejarnya bahkan sebelum refleks tubuhnya bisa beraksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan...Ahhhhhhhhhh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengulurkan tinju kanannya ke arah tebasan di depannya, tapi itu lebih mirip usaha defensif untuk menangkap bola yang dilemparkan ke wajahnya dibanding sebuah serangan ofensif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama itu adalah kekuatan supernatural, tangan kanan Kamijou bisa meniadakannya bahkan kalau itu adalah kekuatan Tuhan atau kekuatan vampir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena berada dalam jarak sedekat itu, ketujuh serangan itu tiba sebagai satu seangan tanpa menyebar. Itu berarti dia bisa menghancurkan ketujuhnya dengan satu pukulan Imagine Breaker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat serangan-serangan itu bersinar biru di bawah sinar bulan, kulit dari satu jari di tinju Kamijou menyentuhnya halus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Dan ditelan&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap...!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak menghilang. Bahkan dengan Imagine Breaker, serangan absurd itu tidak menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou segera mencoba menyentakkan tangannya ke belakang, tapi dia tidak berhasil dalam waktunya. Bagaimanapun juga, dia telah menjulurkan tangannya sendiri ke serangan pedang Jepang yang akan datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki memicingkan matanya sedikit ketika melihat Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat berikutnya, suara basah dari daging yang dipotong memenuhi area itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou memegang tangan kanannya yang berdarah dengan tangan kirinya dan jatuh berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sejujurnya terkejut ketika menemukan kalau kelima jarinya masih utuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini tentu saja bukan karena jemari Kamijou itu kuat dan kemampuan Kanzaki itu rendah. Tubuh Kamijou tidak terpotong-potong karena fakta sederhana bahwa Kanzaki telah menahan diri, lebih menahan dirinya lagi, dan membiarkannya hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih berlutut, Kamijou melihat ke atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki berdiri dengan lingkaran sempurna bulan biru di belakangnya. Dia bisa melihat sesuatu seperti benang-benang merah di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelihatan seperti jaring laba-laba. Hanya ketika darah Kamijou menutupinya seperti embun malam di atas jaring laba-labalah dia bisa melihat tujuh kawat baja itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak percaya...” Kamijou menggertakkan giginya. “Apa kau bahkan bukan seorang penyihir?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katana yang besarnya menggelikan itu tidak lebih dari sebuah hiasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mengejutkan kalau Kamijou tidak bisa melihat saat dia menarik pedangnya. Kanzaki tidak pernah menarik pedangnya keluar. Dia hanya menggerakkan pedangnya sedikit di dalam sarungnya dan kemudian menggerakkannya ke tempat semula. Gerakan itu adalah untuk menyembunyikan tangan yang menggerakkan ketujuh kawat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan Kamijou relatif tidak terluka karena Kanzaki telah mengendurkan kawatnya tepat sebelum memutuskan jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang sudah kubilang, aku sudah dengar tentang kemampuanmu dari Stiyl.” Kanzaki kedengaran tidak tertarik. “Saat itulah aku menyadarinya. Kekuatanmu bukan dalam jumlah yang lebih besar, tapi adalah tipe yang berbeda. Sama seperti gunting-batu-kertas. Seberapa banyak pun kau menggunakan batu, kau tidak akan pernah mengalahkan kertasku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengepalkan tangannya yang berdarah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kelihatannya kau salah tentang sesuatu.” Kelihatannya menyakitkan bagi Kanzaki untuk melihatnya. “Aku tidak menyembunyikan ketidakmampuan dengan sebuah trik murahan. Shichiten Shichitou bukan sekedar hiasan saja. Di balik Nanasen adalah Yuisen&amp;lt;ref&amp;gt;Yuisen berarti “Satu Kilatan”.&amp;lt;/ref&amp;gt; yang sebenarnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkan tinju berdarahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan yang lebih penting, aku masih belum memberikan nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong jangan buat aku memberikannya, bocah.” Kanzaki menggigit bibirnya. “Aku tidak mau memberikannya lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinju Kamijou yang terkepal gemetar. Kanzaki jelas berbeda dari Stiyl. Dia bukan kuda poni yang hanya tahu satu trik saja. Dari paling dasar dari semua dasar dan yang paling dasar dari semua fondasi, dia benar-benar terbuat berbeda dari Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Seperti aku bisa menyerah saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, Kamijou tidak melepas kepalan tangannya. Dia tetap menutup tangan kanannya walaupun tidak bisa merasakan apa pun di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tidak menyerah ketika mencoba menoleh pada Kamijou ketika dipotong di punggungnya oleh penyihir itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kaubilang? ...Aku tidak bisa mendengarmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kubilang tutup mulutmu, dasar robot sialan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengepalkan tinjunya yang berdarah dan mencoba mengayunkannya ke wajah gadis yang berdiri di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi ujung dari sepatu bot Kanzaki menusuk ulu hatinya sebelum dia bisa melakukannya. Seluruh udara dalam paru-parunya keluar dari mulutnya dan sarung hitam Shichiten Shichitou menghantamnya di sisi wajah seperti sebuah tongkat baseball. Badannya berputar seperti tornado dan dia menghantam tanah dengan bahu lebih dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum dia bisa berteriak kesakitan, Kamijou melihat bagian bawah sepatu bot itu turun untuk menghancurkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mencoba menghindar, dia segera berguling ke samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nanasen.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kata itu memasuki telinga Kamijou, tujuh tebasan memecahkan aspal di sekitarnya berkeping-keping. Seluruh tubuh Kamijou dihujani oleh pecahan-pecahan kecil dari segala penjuru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gh...Ah...!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggeliat kesakitan di tempatnya ketika diserang oleh rasa sakit yang intens, mirip dengan dikeroyok dan dipukuli oleh lima enam orang. Kanzaki mendekatinya dengan sepatu botnya yang menggesek tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aku harus bangkit...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi kakinya terlalu lelah untuk bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu pastinya sudah cukup.” Suara kecilnya benar-benar terdengar terluka. “Tidak ada alasan bagimu untuk melakukan sejauh ini untuknya. Bertahan bahkan 30 detik melawan satu dari sepuluh penyihir teratas di London adalah prestasi bagus. Dia tidak akan menyalahkanmu setelah kau melakukan sejauh ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran Kamijou buram, tapi dia berhasil mengingat sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengingat kalau Index memang tidak akan menyalahkannya apa pun yang dia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tapi...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persis karena Index berlanjut menahan semuanya tanpa menyalahkan orang lainlah Kamijou tidak bisa menyerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia ingin menyelamatkan gadis yang tersenyum begitu sempurna walau ekspresinya seharusnya adalah yang menyayat hati. &#039;&#039;&#039;(&amp;lt;!--ga enak. He wanted to save that girl who smiled so perfectly with that otherwise heartbreaking expression.--&amp;gt;)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memaksakan tangan kanannya yang hancur menjadi sebuah tinju seakan tangannya adalah seekor serangga yang sekarat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya masih bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya bergerak ketika dia memintanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kenapa?” bisik Kamijou dari posisinya yang terbaring di tanah. “Kelihatannya kau tidak menyukai ini. Kau tidak seperti orang bernama Stiyl itu. Kau ragu untuk membunuh musuhmu. Kau bisa dengan mudah membunuhku sejak awal kalau kau mau, tapi kau &amp;lt;i&amp;gt;tidak melakukannya&amp;lt;/i&amp;gt;. ...Kau masih punya jalan pikiran manusia yang cukup normal untuk &amp;lt;i&amp;gt;ragu&amp;lt;/i&amp;gt; mengenai hal-hal seperti itu, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki telah menanyakannya lagi dan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah meminta agar semua diselesaikan sebelum dia harus memberikan nama sihirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir &amp;lt;i&amp;gt;rune&amp;lt;/i&amp;gt; yang menamakan dirinya Stiyl Magnus tidak menunjukkan keraguan sedikit pun dalam hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki Kaori terdiam, tapi pikiran Kamijou terlalu kabur karena rasa sakit untuk menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu kau pasti tahu, &#039;kan? Kau tahu bahwa mengejar-ngejar seorang gadis sampai dia pingsan karena lapar dan kemudian menebas punggungnya dengan pedang itu salah, &#039;kan?” Dia mengeluarkan prkataan itu seperti batuk darah, sementara Kanzaki hanya bisa lanjut mendengarkannya. “Apa kau tahu kalau dia tidak punya ingatan lebih dari satu tahun karena kalian? Apa-apaan yang kalian lakukan padanya sambil mengejarnya sampai menyebabkan hal seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak mendapat respon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak bisa mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mungkin bisa mengerti kalau penyihir ini mencoba mendapatkan 103.000 grimoir untuk menjadi seorang Dewa Sihir yang (katanya) bisa membengkokkan aturan-aturan dunia untuk mengabulkan permintaan seperti menyembuhkan seorang anak dengan penyakit yang tidak tersembuhkan atau melakukan sesuatu untuk seorang kekasih yang sudah mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi bukan itu yang sedang dilakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah bagian dari sebuah organisasi. Dia melakukan ini karena dia disuruh, karena itu adalah tugasnya, dan itu adalah yang diperintahkan padanya. Hanya itu saja yang membuatnya sampai mengejar seorang gadis dan menebas punggungnya terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa?” Kamijou mengulang, rahangnya dirapatkan. “Aku cuma pecundang yang tidak bisa menyelamatkan seorang gadis setelah mempertaruhkan nyawaku mencoba melawanmu sia-sia. Aku cuma orang lemah yang tidak bisa melakukan apa pun selain terbaring di tanah dan melihatmu membawanya pergi.” Dia terdengar seperti dia akan menangis seperti seorang anak kecil dalam waktu dekat. “Tapi kau itu berbeda, &#039;kan?” Dia tidak tahu apa yang sedang dia sendiri katakan. “Dengan kekuatanmu kau bisa melindungi siapa pun atau apa pun dan menyelamatkan apa pun atau siapa pun.” Dia tidak tahu dengan siapa dia sedang berbicara. “Jadi kenapa kau melakukan ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dia menyesal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyesali bahwa dia telah berpikir kalau dia bisa melindungi semua yang dia inginkan dengan kekuatan kecil yang dia punya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyesali bahwa seseorang dengan kekuatan sehebat itu hanya menggunakannya untuk memburu seorang gadis kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyesali bahwa situasi ini seperti mengatakan kalau dia itu bahkan lebih hina dari orang seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyesali itu semua dan dia pikir dia akan menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keheningan menumpuk di atas keheningan, menciptakan keheningan yang bahkan lebih hening.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau pikiran Kamijou sedang jernih, dia pasti akan terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang tersudut adalah Kanzaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan beberapa kata saja, dia telah menyudutkan satu dari sepuluh penyihir teratas di London.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak benar-benar bermaksud untuk membelah punggungnya. Kupikir &amp;lt;i&amp;gt;barrier&amp;lt;/i&amp;gt; dari jubah biarawati Gereja Berjalan-nya masih berfungsi... Aku hanya menebasnya karena aku benar-benar yakin itu tidak akan melukainya... Tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak mengerti apa yang Kanzaki katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak melakukan ini karena aku mau,” kata Kanzaki. “Tapi dia tidak bisa hidup kalau aku tidak melakukan ini. ...Dia akan...mati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki kedengaran seperti seorang anak yang akan menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Organisasi tempat aku berada sama dengannya. Aku berasal dari Necessarius milik Gereja Anglikan,” katanya seakan memuntahkan darah. “Dia adalah rekanku...dan temanku yang berharga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Previous [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1 Chapter1|Chapter 1]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1 Chapter3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
|-&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hakomari_(Indonesia):Jilid_1_Catatan_Pengarang&amp;diff=190298</id>
		<title>Hakomari (Indonesia):Jilid 1 Catatan Pengarang</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hakomari_(Indonesia):Jilid_1_Catatan_Pengarang&amp;diff=190298"/>
		<updated>2012-09-21T01:32:47Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Catatan Pengarang==&lt;br /&gt;
Halo, namaku Eiji Mikage.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah lebih dari tiga tahun sejak karyaku yang sebelumnya. Jika ada pembaca yang menantikan buku terbaruku, aku mohon maaf. Dan juga, terima kasih karena tidak melupakanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada saat di mana aku terhenti, tapi itu bukan berarti kalau aku berhenti menulis. Alasan mengapa aku tidak menerbitkan buku selama tiga tahun adalah karena kelemahanku sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menulis buku ini dengan maksud untuk memuaskan para pembaca. Dasar mengenai maksudku untuk menulis novel juga telah berubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi aku juga merasa khawatir dengan semua perubahan ini. Tidakkah kualitas tulisanku akan menghilang? Tidakkah pembacaku yang setia akan merasa terkhianati olehku? Tidakkah karyaku akan terpendam di bawah berbagai buku hebat lainnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah rasa khawatir - dan takut - yang kuhadapi disaat aku menulis «Utsuro no Hako to Zero no Maria».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi rasa khawatir dan takut ini menghilang sebelum kusadari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena aku menyadari kalau buku ini tidak lain adalah buku milikku sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku percaya kalau ini telah menjadi sebuah buku, aku akan bisa mengatakan «Cobalah baca» pada para pembaca yang menyukai karya-karyaku yang sebelumnya, pada para pembaca yang tidak menyukainya, dan juga para pembaca yang tidak mengetahuiku hingga sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana? Bukankah menarik, setelah kau mencoba membacanya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika jawabannya «YA», maka tidak ada rasa senang yang lebih besar bagiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, ini adalah bukuku yang ke-4 dan juga buku pertamaku yang menyertakan ilustrasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, awalnya aku khawatir kalau pandangan pembaca akan berubah karena ilustrasinya, tapi ketika aku menerima sebuah surat dengan sebuah gambar di dalamnya, aku mengubah pikiranku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sensasi di mana karakter yang kubuat sendiri berhenti menjadi milikku seorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sensasi di mana karakter buatanku lepas dari kendaliku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, aku tidak tahu bagaimana penampilan karakterku hingga aku hampir selesai menulis, jadi efek yang terasa hanya sedikit saja, tapi aku akan memasukkan &amp;quot;kemandirian dari karakterku&amp;quot; di karyaku yang berikutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak sabar untuk mengetahui bagaimana hasilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, aku menerima banyak bantuan dari orang-orang saat menulis buku ini. Untuk mengatakannya dengan jelas, beban dari rasa terima kasihku berbeda kali ini. Karena aku akhirnya bisa merasakan dengan kuat untuk pertama kalinya kalau aku bisa menyelesaikan buku seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, kalimat terima kasihku akan panjang. Mohon dimaafkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua orang di tim editor dari ASCII Media Arts. Sang &#039;&#039;proofreader&#039;&#039;. Sang &#039;&#039;designer&#039;&#039;. Terima-kasih pada kalian semua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
415-san yang telah menggambarkan ilustrasinya untukku. Awalnya aku khawatir dengan ilustrasinya, tapi segera setelah aku melihat ilustrasi dari 415-san, rasa khawatirku menghilang. Sejak itu hari-hariku berubah di mana aku berilusi sambil memandangi ilustrasinya dengan senyuman menyeringai di wajahku seharian penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teman-temanku dan orang-orang yang bekerja denganku di tempat kerja sambilanku telah membantuku mengembangkan diriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluargaku yang telah menjagaku ketika aku mendapat masalah saat membuat buku ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuu Fujiwara-san. aku benar-benar berterima-kasih karena telah menyemangatiku ketika aku hampir membusuk karena naskahku ditolak terus-menerus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan tentu saja Kawamoto-san yang menginstruksikanku. Jika bukan karenamu, buku ini tidak akan pernah ada. Aku takjub kau tidak meninggalkanku, melihat bagaimana diriku di masa lalu - tidak bercanda. Kau membantuku tumbuh di berbagai aspek, bukan hanya mengenai buku. Aku benar-benar berterima-kasih. Salam dan hormat juga untuk selanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian juga aku ingin berterima kasih pada para pembaca yang mengambil buku ini ke tangan kalian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Novel ada karena ada pembaca yang membacanya. Kalian semua juga merupakan bagian dari novel ini... yang mungkin agak sedikit tidak sopan untuk dikatakan, tapi apa pun itu, kalian adalah bagian yang tidak dapat tergantikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuharap aku bisa menyampaikan rasa terima kasihku kepada semua orang dengan, paling tidak, agak menarik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuharap kita bisa terus berasosiasi untuk waktu yang lama mulai sekarang jika mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, selain itu, mohon maaf karena telah menulis penutup yang membosankan seperti ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Eiji Mikage&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Comments===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Eiji Mikage&#039;&#039;&#039;&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
Aku tinggal di Saitama. Ukuran sepatuku adalah 24.5cm. Sangat sulit mencari sepatu dengan ukuran seperti ini. Ketika aku pergi bowling dengan beberapa teman pada suatu hari, penyewaan sepatunya hanya memiliki sepatu yang bergambar Hello Kitty untuk sepatu yang seukuran dengan kakiku. Sial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;415&#039;&#039;&#039;&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
Aku tinggal dengan damai di ujung kota Tokyo Metropolitan area dengan sebuah pensil mekanik di tanganku.&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ruanganku selalu berantakan dengan semua manga dan dokumen di sana, jadi aku mencoba untuk membuat kamarku terlihat indah selama lebih dari sebulan sebagai tujuan tahun ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Balik ke [[Utsuro_no_Hako Bahasa Indonesia:Jilid 1 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Utsuro no Hako to Zero no Maria Bahasa Indonesia|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hakomari_(Indonesia):Jilid_1_Epilog&amp;diff=190295</id>
		<title>Hakomari (Indonesia):Jilid 1 Epilog</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hakomari_(Indonesia):Jilid_1_Epilog&amp;diff=190295"/>
		<updated>2012-09-21T01:21:08Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Epilog==&lt;br /&gt;
Cuacanya sangat bagus dengan warna biru cerah yang membentang di langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal pertama yang kulakukan setelah bangun adalah memastikan tanggal hari ini dengan telepon genggamkuku. «7 April». Hari ini tanggal «7 April». Aku juga mengeceknya di koran dan di TV untuk memastikan kalau ini benar-benar tanggal «7 April». Yah, tentu saja aku tahu kalau tidak ada artinya melakukan hal seperti itu. Tapi sejak saat aku terlibat dalam &#039;Rejecting Classroom&#039;, aku menjadi terbiasa melakukannya. Jika tidak melakukannya aku akan merasa sangat cemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejadian di dalam &#039;Rejecting Classroom&#039; tertinggal dalam ingatanku. Tapi ingatanku tidak sempurna. Rasanya seperti melihat gambar suatu tempat yang tidak pernah kulihat atau kukunjugi sebelumnya. &#039;Box&#039;, Maria, &#039;Zero&#039; - aku tahu tentang mereka. Tapi kesan tentang mereka sudah tidak ada lagi. Kekesalan, kesedihan - tidak ada yang tersisa. Jadi jika aku jatuh cinta dengan seseorang, aku pasti sudah lupa sekarang. Mungkin aku perlahan-lahan akan melupakan semua ingatan itu karena mereka terlalu samar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Termasuk Maria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang kumaksud adalah, sejak awal kami memang tidak seharusnya bertemu, jadi aku yakin kami tidak akan bertemu untuk yang kedua kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun juga, sekarang adalah «7 April», hari dari upacara pembukaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku telah menjadi siswa kelas dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelasku berganti dari yang sebelumnya di lantai 4 menjadi di lantai 3. Pemandangannya tidak terlalu berubah menjadi lebih baik meskipun ruang kelasnya berganti lantai dan bergeser ke arah barat sedikit. Meski begitu, udaranya terasa sangat berbeda ketika aku memasuki ruang kelas 2-3. Aku menjadi sangat berdebar-debar hingga dadaku sesak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memeriksa tempat dudukku yang tertulis di atas meja guru, aku duduk di kursiku. Teman-teman sekelasku yang baru menjawab dengan ceria ketika aku menyapa mereka dengan ringan dengan kata-kata «Semoga kita bisa berteman baik». Ya, suasananya terasa nyaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu orang lagi memasuki kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melihat ke arahku dan mengangkat tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Heyho, Hoshii! Kita sekelas lagi!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski kata-katanya biasa saja, pandangan 15 orang lainnya yang berada di kelas terfokus pada kami. Ya, Haruaki masih berisik seperti biasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Haruaki.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mh, ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihatnya dengan mata curiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yang asli?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Apa gue terlihat palsu? Atau elo berpikir kalau gue mempunyai kembaran? Apa elo terpengaruh oleh suatu manga yang super terkenal &amp;lt;ref&amp;gt;Yang dimaksud mungkin manga Touch karya Mitsuru Adachi&amp;lt;/ref&amp;gt; hingga sekarang elo berpikir kalau semua pitcher baseball di SMA mempunyai kembaran?!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Tidak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah kenapa aku malah jadi mulai meragukan sifat Haruaki itu sendiri...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh iya, Hoshii! Kalau dipikir-pikir--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pagi, Haru dan Kazu-kun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Datang suara baru yang menyela omongan Haruaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kokone berdiri di depan pintu kelas. Dan di sampingnya ada Daiya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, apa mereka berdua datang ke sekolah bersama-sama seperti sepasang kekasih lagi? Jika aku mengatakan hal itu, Daiya pasti akan membuatku mengalami hal yang memalukan seharian penuh, jadi aku tidak mengatakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jantungku sempat berdebar lebih cepat, ketika disapa oleh seorang gadis, tapi yaaaah, ternyata cuma kamu, Kiri? Sia-sia aku berdebar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hey Haru... Apa-apaan reaksi elo itu? Emangnya elo pikir elo itu siapa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Er, yah, gue hanya mau elo berhenti terlalu memikirkan gue sampai elo mengejar gue hanya untuk sekelas dengan gue.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haa... jadi elo mencoba menyembunyikan rasa malu elo karena terpesona oleh gue dengan kata-kata seperti itu? Elo itu cepe~~lti anak kecil, ya kan Haru-chan? Ah, iya juga. Apa akhirnya elo bisa berhenti menggunakan suara &#039;Moe&#039;gue sebagai nada dering hp-elo?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Emangnya siapa yang melakukan hal seperti itu!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;«Tuanku~»... ayolah! Sekarang adalah kesempatan elo untuk menambah beberapa kata-kata baru ke koleksi suara &#039;Haru Moe-Moe&#039; elo! Apa perlu gue beri satu kesempatan lagi? Jika elo mau, gue bisa menambahkan kata-kata seperti «Selamat datang~» kali ini?!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa-apaan pembicaraan ini... Tolong hentikan itu, itu memalukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haa... hey Kazu, apa elo punya pemantik api? Gue ingin menyalakannya dan memasukkannya ke dalam mulut Kiri sekarang juga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan bagaimana dengan elo, Daiya? Apa elo cemburu karena gue cuma memberikan suara Moe Moe gue kepada Haru? Jangan khawatir! Jika elo berlutut dan mencium kaki gue, gue akan mengatakan «Onii-chan» untuk elo, yang mempunyai fetish adik perempuan. Oh, bukankah gue baik hati?!&amp;quot;&amp;lt;!--I&#039;d rather like &amp;quot;Aren&#039;t I kind?&amp;quot; at the end, but I don&#039;t know whether it&#039;s correct english. and &amp;quot;Am I not kind?&amp;quot; sounds like crap. at least in that situation--&amp;gt;&amp;lt;!-- It should work by now. Google told me. --&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana kalau «Aku menyesal karena sudah dilahirkan»?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Tidak ada yang berubah sama sekali meskipun kelasnya berganti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi inilah yang kuinginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa agak kesepian tanpa Maria dan Mogi-san, tapi semua ini adalah alasan mengapa aku menghancurkan &#039;Rejecting Classroom&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Kenapa elo nyengir-nyengir sendiri? Itu menjijikkan, Kazu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daiya menunjuk kearahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, benar. Kazu-kun nyengir. Aku berani bertaruh kalau dia sedang mengimajinasikan perempuan yang duduk di sampingnya, terpeleset dengan ceroboh--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak sedang berimajinasi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku segera menyangkalnya, membuat Kokone mengerutkan bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lagian siapa sih yang duduk di samping elo? Apa elo tahu? Apa dia gadis cantik?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruaki bertanya padaku sambil duduk di kursi yang dibicarakan tanpa malu sedikit pun. Aku tahu karena aku juga memeriksa nama-nama orang yang duduk dekat denganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya. Dia gadis yang cantik!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sungguh?! Siapa dia?!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia punya tempat duduk sendiri. Aku lega akan hal itu. Kenyataan kalau dia punya tempat duduk itu berarti kemungkinan kalau dia akan duduk di sini juga ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat duduknya tidak akan di sampingku lagi ketika dia kembali, tapi aku tidak peduli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menyebutkan nama gadis yang duduk di sampingku sambil tersenyum pada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;lt;u&amp;gt;Dia Mogi-san&amp;lt;/u&amp;gt;!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p style=&amp;quot;font-size:2em; text-align: center;&amp;quot;&amp;gt;✵&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari itu aku hampir berpikir kalau hujan akan turun selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menuju ke rumah sakit segera setelah mendengar kecelakaan Mogi-san dari Daiya, Jadi aku tidak masuk sekolah. Aku menggunakan taksi karena rumah sakit tempat dia dibawa tidak berada di dalam kota. Aku sendiri tidak percaya melakukannya, mengingat kalau aku menghargai kehidupan damai lebih dari apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi aku harus melakukannya. Karena aku bertarung melawan &#039;Rejecting Classroom&#039;, aku harus tahu hasilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku adalah orang yang pertama datang ke rumah sakit bahkan sebelum keluarganya. Lalu aku menunggu bersama dengan mereka, meski salah disangka sebagai pacarnya, hingga operasinya selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Operasinya berhasil... sepertinya. Tapi Mogi-san pada akhirnya tidak sadarkan diri di hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku baru bisa bertemu dengannya dua hari kemudian karena aku tidak diperbolehkan memasuki ruang ICU. Saat itu dia sudah dipindahkan ke bangsal umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mogi-san yang berada di kasurnya terlihat sangat menyedihkan. Suara dari &#039;&#039;electro-cardiogram&#039;&#039; dan pernapasan buatan membuat gendang telingaku bergetar. Kedua kaki dan tangannya dibalut, wajahnya dipenuhi dengan memar dan satu tangannya tergantung ke bawah, berwarna keunguan karena infus di pembuluh venanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat badan penuh terluka temanku di rumah sakit saja cukup untuk membuatku ingin menangis. Tapi bukan hanya aku yang ingin menangis. Aku tidak boleh menangis di depannya. Aku menahan air mataku dan melihat ke arah wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mogi-san terlihat terkejut ketika dia melihatku.Yah, aku juga tidak terlalu yakin karena dia tidak menggerakkan otot mukanya sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluarganya memberitahuku kalau dia telah sadar, tapi dia tidak berbicara sepatah kata pun akibat syok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Mogi-san membuka mulutnya, mencoba memberitahuku sesuatu dengan seluruh tenaganya. Aku bilang padanya untuk tidak memaksakan dirinya, tapi dia tidak mendengarkanku dan terus mencoba berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mogi-san mengarahkan kata-kata pertamanya padaku, membuat masker oksigennya menjadi putih karena napasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;--Aku sangat senang. Aku tidak mati.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak begitu mengerti perkataannya, tapi kata-katanya terdengar seperti itu bagiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mogi-san menangis setelah mengatakan hal itu. Ketika aku mengalihkan pandanganku ke sekeliling karena tidak bisa melihat ke arahnya, aku menemukan tasnya yang sudah kotor di samping kasurnya. Aku melihat bungkusan berwarna perak di bagian tasnya yang terbuka. Mengetahui apa benda itu, aku mengambilnya dengan tanganku tanpa sadar. Umaibo rasa Teriyaki Burger. Umaibo itu sudah hancur dan tidak seperti bentuk awalnya lagi. Ketika aku menyentuhnya tanpa berpikir apa pun, tiba-tiba aku tidak bisa menahannya lagi dan menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak tahu kenapa ini terjadi di saat sepeti ini. Aku mengingat kalau dia memberikannya padaku di dunia itu, tapi aku tidak bisa mengingat mengapa dia melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air mataku ini asli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu aku mengunjunginya di rumah sakit beberapa kali. Mogi-san mencoba berbicara padaku seceria mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ketika aku tidak sadar, aku mendapat mimpi yang sangat panjang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mogi-san berkata begitu sekali. Sepertinya dia mempercayai kalau itu semua hanyalah mimpi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pikiran tiba-tiba muncul di kepalaku. Mogi-san tidak bisa lari dari nasib tertabrak truk di dunia itu. Dan fakta kalau dia selamat setiap kali pun tidak berubah. Ini mungkin alasan kenapa &#039;Rejecting Classroom&#039; tidak hancur, berapa kali pun dia mengalami kecelakaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi meski dia selamat, sepertinya dia tidak akan bisa menggerakkan tubuh bagian bawahnya lagi. Pada saat kecelakaan, dia mengalami benturan di punggungnya yang membuat saraf tulang belakangnya terluka. Kemungkinan sembuhnya bukan hanya sedikit, tetapi mustahil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hanya bisa diam karena tidak tahu apa yang harus kukatakan padanya. Untuk menghilangkan kesunyian Mogi-san berkata sesuatu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku selalu berpikir kalau aku akan memikirkan &#039;Aku lebih baik mati&#039; jika keadaanku seperti ini. Kau mengerti hal itu kan, Hoshino-kun? Lagi pula aku tidak akan bisa berjalan dengan kedua kakiku lagi. Bahkan jika aku ingin pergi membeli jajanan di mini market di sebelah rumah, aku tidak akan bisa melakukannya lagi dengan bebas. Aku hanya bisa pergi jika aku bergantung pada seseorang atau jika aku menggunakan kursi roda. Begitu sulitnya hanya untuk membeli jajanan! Bukankah itu kejam? Tapi ini aneh. Aku sama sekali tidak berpikir untuk mati. Aku heran kenapa? Aku berpikir begitu, sungguh, dari dasar hatiku yang terdalam---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---kalau aku senang karena aku masih hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mogi-san berkata begitu tanpa berpura-pura sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, aku tidak apa-apa. Aku juga tidak akan berhenti sekolah. Berapa lama pun waktu yang dibutuhkan, aku akan sembuh. Mungkin aku tidak akan berada di sekolah yang sama dengan kalian lagi, tapi aku tidak akan menyerah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tersenyum dan menunjukkan otot lengannya yang lemah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agak memalukan untuk mengakuinya, tapi pada saat itu aku menangis terisak-isak di depannya. Aku senang. Senang karena keinginannya yang paling penting terkabulkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--Apa ada yang bisa kulakukan untukmu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ingin membantunya secepat mungkin. Aku benar-benar berpikir seperti itu. Makanya aku bertanya padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mogi-san menjawab dimulai dari, &amp;quot;Aku sangat senang kau menanyakan hal itu&amp;quot; dan melanjutkannya dengan malu-malu,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku ingin kau menyediakan tempat untukku kembali. Aku ingin kau sekali lagi membuat tempat untukku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--Sekali lagi? Apa aku pernah membuat tempat seperti itu untukmu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......di dalam mimpi panjangku, kau membuatnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menjawab seperti itu, entah kenapa Mogi-san mengalihkan pandangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p style=&amp;quot;font-size:2em; text-align: center;&amp;quot;&amp;gt;✵&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat upacara pembukaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengingat sesuatu saat Haruaki menghela napas selama pidato kepala sekolah di gedung olahraga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Omong-omong, Haruaki. Bukankah ada yang ingin kaukatakan padaku pagi ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mh? ...Aah, iya! Benar! Gue mendengar beberapa rumor kalau ada gadis yang sangat cantik di antara murid baru!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruaki menyenggol pundakku dan mengedipkan sebelah matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yah, kalau begitu aku tidak peduli. Lagi pula sebagai senior aku tidak akan punya kesempatan untuk berbicara padanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa elo idiot?! Hanya dengan bisa melihat gadis cantik saja sudah merupakan kebahagiaan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak ingin mempercayai standar kebahagiaan miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi kapan kau mendengar rumor itu? Hari ini, &#039;kan, pertama kalinya kita bisa melihat siswa baru?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Semoga keajaiban tidak akan pernah berakhir! Itu adalah informasi dari Daiyan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Daiya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak percaya. Aku tidak pernah sekali pun mendengar Daiya berbicara tentang seorang perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Elo tidak mempercayai gue, benar, &#039;kan? Tapi ada alasan yang kuat kenapa Daiyan tahu akan hal itu! Elo tahu kalau Daiyan hanya salah menjawab dua soal dari seluruh soal di dalam ujian masuk, &#039;kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya. Dia sering membanggakan hal itu. Kalau dia telah menciptakan rekor baru di sekolah kita.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Rekor ini dipecahkan hanya dalam satu tahun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruaki berkata begitu, bahagia dari seluruh hatinya. Dia benar-benar tidak bisa tertolong lagi. ...Tapi aku bisa mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Err? Apa hubungannya hal ini dengan Daiya mengetahui tentang gadis cantik itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau benar-benar tidak peka, Hoshii. Apa yang gue katakan adalah, gadis cantik ini mengalahkan rekornya dengan mendapat nilai yang sempurna di semua mata pelajaran. Jadi, Daiyan diberi tahu oleh guru, sebagai pemegang rekor sebelumnya. Guru itu juga mengatakan pada saat yang sama kalau dia sangat cantik hingga bahkan dia, sebagai orang dewasa, menjadi gugup di hadapannya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berlebihan. Menjadi gugup... meski telah hidup jauh lebih lama?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pidato pembukaan dari kepala sekolah berakhir selama kami berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketua OSIS menyalakan microphonenya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terima kasih banyak, Kepala Sekolah. ...Mari lanjutkan dengan salam dari perwakilan murid baru--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lihat, dia keluar! Si cantik yang dirumorkan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengerti. Dia adalah perwakilan yang melakukan pemberian salam karena dia adalah murid peringkat teratas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini mulai membuatku tertarik, jadi aku melihat sekeliling untuk menemukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Perwakilan dari kelas satu--Maria Otonashi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maria--Otonashi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah nama yang sepertinya sangat kukenal. ...tidak, tidak. Itu tidak mungkin. Lagi pula Maria kan dipanggil sebagai Aya Otonashi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baik.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi suara ini tidak salah lagi miliknya. Itu suara Maria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aah, aku mengerti. Akhirnya aku mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
«Jika kau lupa, ingatlah sekarang. Namaku adalah «Maria».»&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hah. Jadi dia mengatakan yang sebenarnya waktu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Oh? Jadi aku selama ini aku memanggil Maria dengan nama depannya...? UWAA! UWAAAAAA!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Kenapa muka elo memerah, Hoshii?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menaiki tangga dengan lebih elegan dibanding siapa pun juga. Dia sudah mempunyai aura kehadiran yang hebat, karena dia sudah hidup lebih lama dibanding semua orang di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid-murid menjadi berisik hanya dengan melihat ke arahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah wajah yang sangat kukenal. Wajahnya yang telah berada di sisiku untuk waktu yang lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengenakan seragam baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, kupikir dia curang. Aku tidak pernah menyangka kalau dia lebih muda daripada aku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maria memandang sekeliling, sambil berdiri di atas podium. Tatapannya bertemu denganku. Dan entah kenapa matanya berhenti di arahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dia tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhku dengan mudah membatu sepenuhnya karena tatapan dan senyumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maria memulai pidatonya tanpa mengalihkan pandangannya dari arahku. Bahkan murid-murid yang berisik menjadi diam karena mendengar suaranya yang mengagumkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidakkah dia terus melihat ke arah sini? Oh sial, mungkinkah dia jatuh cinta pada gue?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruaki mengeluarkan candaannya, tapi aku terlalu terpaku terhadap tatapan Maria hingga aku tidak bisa membalas kata-katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hanya melihat ke arah Maria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maria hanya melihat ke arahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;--Dengan ini aku mengakhiri salam dari kelas satu. Ini adalah perwakilan dari kelas satu, Maria Otonashi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maria turun dari podium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan tepat setelah dia melakukannya, murid-murid menjadi berisik lagi. Tidak, bukan hanya murid. Bahkan guru-guru pun kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, tidak salah lagi akulah yang paling bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena Maria tidak kembali ke tempatnya sendiri, malah menuju ke arahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid-murid secara otomatis memberikan ruang di arah dia berjalan, terkesan oleh wibawanya. Maria menggunakan kesempatan itu dan berjalan lurus ke arahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah jalan terbentuk dari tempatnya ke arahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aah, dasar. Apa dia belum menyingkirkan kebiasaannya dari dunia itu? Mungkin tidak apa-apa untuk tidak menahan diri di dunia itu, tapi itu tidak berlaku di sini, ya, &#039;kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sudah menyadari kalau kehidupan sehari-hariku akan hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haha--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, meski begitu aku tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sungguh mengganggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sungguh mengganggu, tapi tidak... itu tidak terasa seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, murid-murid di depanku menyingkir. Haruaki pun menyingkir dariku. Kami dikelilingi oleh ruangan kosong hampir seperti di dalam pusat angin topan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tengah ruang kosong ini, Maria berdiri di depanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kupikir kami tidak akan bertemu lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi kalau dipikir-pikir, tidak mungkin dia tidak akan datang kepadaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi pula, tujuannya, &#039;kan, untuk mendapatkan sebuah &#039;box&#039;. Dia tidak punya pilihan lain selain mendekatiku, yang mejadi sasaran dari &#039;Zero&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maria tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan gampangnya ia membuka mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, dengan gampangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku selalu berada di sisimu tidak peduli berapa lama pun waktu berlalu--itulah bagaimana aku menyatakan perang terhadapmu waktu itu, tapi ini sepertinya masih akan berlanjut.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengatakan hal itu, dia memperkenalkan dirinya sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;lt;u&amp;gt;Aku adalah «Maria Otonashi»&amp;lt;/u&amp;gt;. Senang berkenalan denganmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid baru itu membungkuk dengan dalam, seperti yang dulu dia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, aku memberikan tepuk tangan seperti yang dulu kulakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama beberapa waktu, hanya tepuk tanganku yang berbunyi di dalam ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Haruaki mulai menepuk tangannya tanpa tahu situasinya. Mengikutinya, seseorang mulai menepuk tangan juga. Meski tidak ada seorang pun yang tahu apa yang terjadi, tepuk tangannya semakin keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tengah-tengah tepuk tangan yang luar biasa ini, dia mengangkat wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia tidak tersenyum lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkan tangannya dengan kuat dan melihat lurus ke arahku dengan gerakan yang mengagumkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Balik ke [[Utsuro_no_Hako Bahasa Indonesia:Jilid 1 Pertama kali (2)|Pertama kali (2)]]&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Utsuro no Hako to Zero no Maria Bahasa Indonesia|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Lanjut ke [[Utsuro_no_Hako Bahasa Indonesia:Jilid 1 Catatan Pengarang|Catatan Pengarang]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hakomari_(Indonesia):Jilid_1_Epilog&amp;diff=190292</id>
		<title>Hakomari (Indonesia):Jilid 1 Epilog</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hakomari_(Indonesia):Jilid_1_Epilog&amp;diff=190292"/>
		<updated>2012-09-21T01:15:21Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: Undo revision 190291 by Shirayuki (talk)&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Epilog==&lt;br /&gt;
Cuacanya sangat bagus dengan warna biru cerah yang membentang di langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal pertama yang kulakukan setelah bangun adalah memastikan tanggal hari ini dengan telepon genggamkuku. «7 April». Hari ini tanggal «7 April». Aku juga mengeceknya di koran dan di TV untuk memastikan kalau ini benar-benar tanggal «7 April». Yah, tentu saja aku tahu kalau tidak ada artinya melakukan hal seperti itu. Tapi sejak saat aku terlibat dalam &#039;Rejecting Classroom&#039;, aku menjadi terbiasa melakukannya. Jika tidak melakukannya aku akan merasa sangat cemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejadian di dalam &#039;Rejecting Classroom&#039; tertinggal dalam ingatanku. Tapi ingatanku tidak sempurna. Rasanya seperti melihat gambar suatu tempat yang tidak pernah kulihat atau kukunjugi sebelumnya. &#039;Box&#039;, Maria, &#039;Zero&#039; - aku tahu tentang mereka. Tapi kesan tentang mereka sudah tidak ada lagi. Kekesalan, kesedihan - tidak ada yang tersisa. Jadi jika aku jatuh cinta dengan seseorang, aku pasti sudah lupa sekarang. Mungkin aku perlahan-lahan akan melupakan semua ingatan itu karena mereka terlalu samar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Termasuk Maria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang kumaksud adalah, sejak awal kami memang tidak seharusnya bertemu, jadi aku yakin kami tidak akan bertemu untuk yang kedua kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun juga, sekarang adalah «7 April», hari dari upacara pembukaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku telah menjadi siswa kelas dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelasku berganti dari yang sebelumnya di lantai 4 menjadi di lantai 3. Pemandangannya tidak terlalu berubah menjadi lebih baik meskipun ruang kelasnya berganti lantai dan bergeser ke arah barat sedikit. Meski begitu, udaranya terasa sangat berbeda ketika aku memasuki ruang kelas 2-3. Aku menjadi sangat berdebar-debar hingga dadaku sesak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memeriksa tempat dudukku yang tertulis di atas meja guru, aku duduk di kursiku. Teman-teman sekelasku yang baru menjawab dengan ceria ketika aku menyapa mereka dengan ringan dengan kata-kata «Semoga kita bisa berteman baik». Ya, suasananya terasa nyaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu orang lagi memasuki kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melihat ke arahku dan mengangkat tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Heyho, Hoshii! Kita sekelas lagi!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski kata-katanya biasa saja, pandangan 15 orang lainnya yang berada di kelas terfokus pada kami. Ya, Haruaki masih berisik seperti biasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Haruaki.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mh, ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihatnya dengan mata curiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yang asli?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Apa gue terlihat palsu? Atau elo berpikir kalau gue mempunyai kembaran? Apa elo terpengaruh oleh suatu manga yang super terkenal &amp;lt;ref&amp;gt; yang dimaksud mungkin manga Touch karya Mitsuru Adachi &amp;lt;/ref&amp;gt; hingga sekarang elo berpikir kalau semua pitcher baseball di SMA mempunyai kembaran?!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Tidak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah kenapa aku malah jadi mulai meragukan sifat Haruaki itu sendiri...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh iya, Hoshii! Kalau dipikir-pikir--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pagi, Haru dan Kazu-kun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Datang suara baru yang menyela omongan Haruaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kokone berdiri di depan pintu kelas. Dan di sampingnya ada Daiya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, apa mereka berdua datang ke sekolah bersama-sama seperti sepasang kekasih lagi? Jika aku mengatakan hal itu, Daiya pasti akan membuatku mengalami hal yang memalukan seharian penuh, jadi aku tidak mengatakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jantungku sempat berdebar lebih cepat, ketika disapa oleh seorang gadis, tapi yaaaah, ternyata cuma kamu, Kiri? Sia-sia aku berdebar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hey Haru... Apa-apaan reaksi elo itu? Emangnya elo pikir elo itu siapa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Er, yah, gue hanya mau elo berhenti terlalu memikirkan gue sampai elo mengejar gue hanya untuk sekelas dengan gue.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haa... jadi elo mencoba menyembunyikan rasa malu elo karena terpesona oleh gue dengan kata-kata seperti itu? Elo itu cepe~~lti anak kecil, ya kan Haru-chan? Ah, iya juga. Apa akhirnya elo bisa berhenti menggunakan suara &#039;Moe&#039;gue sebagai nada dering hp-elo?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Emangnya siapa yang melakukan hal seperti itu!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;«Tuanku~»... ayolah! Sekarang adalah kesempatan elo untuk menambah beberapa kata-kata baru ke koleksi suara &#039;Haru Moe-Moe&#039; elo! Apa perlu gue beri satu kesempatan lagi? Jika elo mau, gue bisa menambahkan kata-kata seperti «Selamat datang~» kali ini?!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa-apaan pembicaraan ini... Tolong hentikan itu, itu memalukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haa... hey Kazu, apa elo punya pemantik api? Gue ingin menyalakannya dan memasukkannya ke dalam mulut Kiri sekarang juga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan bagaimana dengan elo, Daiya? Apa elo cemburu karena gue cuma memberikan suara Moe Moe gue kepada Haru? Jangan khawatir! Jika elo berlutut dan mencium kaki gue, gue akan mengatakan «Onii-chan» untuk elo, yang mempunyai fetish adik perempuan. Oh, bukankah gue baik hati?!&amp;quot;&amp;lt;!--I&#039;d rather like &amp;quot;Aren&#039;t I kind?&amp;quot; at the end, but I don&#039;t know whether it&#039;s correct english. and &amp;quot;Am I not kind?&amp;quot; sounds like crap. at least in that situation--&amp;gt;&amp;lt;!-- It should work by now. Google told me. --&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana kalau «Aku menyesal karena sudah dilahirkan»?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Tidak ada yang berubah sama sekali meskipun kelasnya berganti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi inilah yang kuinginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa agak kesepian tanpa Maria dan Mogi-san, tapi semua ini adalah alasan mengapa aku menghancurkan &#039;Rejecting Classroom&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Kenapa elo nyengir-nyengir sendiri? Itu menjijikkan, Kazu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daiya menunjuk kearahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, benar. Kazu-kun nyengir. Aku berani bertaruh kalau dia sedang mengimajinasikan perempuan yang duduk di sampingnya, terpeleset dengan ceroboh--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak sedang berimajinasi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku segera menyangkalnya, membuat Kokone mengerutkan bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lagian siapa sih yang duduk di samping elo? Apa elo tahu? Apa dia gadis cantik?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruaki bertanya padaku sambil duduk di kursi yang dibicarakan tanpa malu sedikit pun. Aku tahu karena aku juga memeriksa nama-nama orang yang duduk dekat denganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya. Dia gadis yang cantik!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sungguh?! Siapa dia?!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia punya tempat duduk sendiri. Aku lega akan hal itu. Kenyataan kalau dia punya tempat duduk itu berarti kemungkinan kalau dia akan duduk di sini juga ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat duduknya tidak akan di sampingku lagi ketika dia kembali, tapi aku tidak peduli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menyebutkan nama gadis yang duduk di sampingku sambil tersenyum pada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;lt;u&amp;gt;Dia Mogi-san&amp;lt;/u&amp;gt;!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p style=&amp;quot;font-size:2em; text-align: center;&amp;quot;&amp;gt;✵&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari itu aku hampir berpikir kalau hujan akan turun selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menuju ke rumah sakit segera setelah mendengar kecelakaan Mogi-san dari Daiya, Jadi aku tidak masuk sekolah. Aku menggunakan taksi karena rumah sakit tempat dia dibawa tidak berada di dalam kota. Aku sendiri tidak percaya melakukannya, mengingat kalau aku menghargai kehidupan damai lebih dari apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi aku harus melakukannya. Karena aku bertarung melawan &#039;Rejecting Classroom&#039;, aku harus tahu hasilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku adalah orang yang pertama datang ke rumah sakit bahkan sebelum keluarganya. Lalu aku menunggu bersama dengan mereka, meski salah disangka sebagai pacarnya, hingga operasinya selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Operasinya berhasil... sepertinya. Tapi Mogi-san pada akhirnya tidak sadarkan diri di hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku baru bisa bertemu dengannya dua hari kemudian karena aku tidak diperbolehkan memasuki ruang ICU. Saat itu dia sudah dipindahkan ke bangsal umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mogi-san yang berada di kasurnya terlihat sangat menyedihkan. Suara dari &#039;&#039;electro-cardiogram&#039;&#039; dan pernapasan buatan membuat gendang telingaku bergetar. Kedua kaki dan tangannya dibalut, wajahnya dipenuhi dengan memar dan satu tangannya tergantung ke bawah, berwarna keunguan karena infus di pembuluh venanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat badan penuh terluka temanku di rumah sakit saja cukup untuk membuatku ingin menangis. Tapi bukan hanya aku yang ingin menangis. Aku tidak boleh menangis di depannya. Aku menahan air mataku dan melihat ke arah wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mogi-san terlihat terkejut ketika dia melihatku.Yah, aku juga tidak terlalu yakin karena dia tidak menggerakkan otot mukanya sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluarganya memberitahuku kalau dia telah sadar, tapi dia tidak berbicara sepatah kata pun akibat syok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Mogi-san membuka mulutnya, mencoba memberitahuku sesuatu dengan seluruh tenaganya. Aku bilang padanya untuk tidak memaksakan dirinya, tapi dia tidak mendengarkanku dan terus mencoba berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mogi-san mengarahkan kata-kata pertamanya padaku, membuat masker oksigennya menjadi putih karena napasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;--Aku sangat senang. Aku tidak mati.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak begitu mengerti perkataannya, tapi kata-katanya terdengar seperti itu bagiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mogi-san menangis setelah mengatakan hal itu. Ketika aku mengalihkan pandanganku ke sekeliling karena tidak bisa melihat ke arahnya, aku menemukan tasnya yang sudah kotor di samping kasurnya. Aku melihat bungkusan berwarna perak di bagian tasnya yang terbuka. Mengetahui apa benda itu, aku mengambilnya dengan tanganku tanpa sadar. Umaibo rasa Teriyaki Burger. Umaibo itu sudah hancur dan tidak seperti bentuk awalnya lagi. Ketika aku menyentuhnya tanpa berpikir apa pun, tiba-tiba aku tidak bisa menahannya lagi dan menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak tahu kenapa ini terjadi di saat sepeti ini. Aku mengingat kalau dia memberikannya padaku di dunia itu, tapi aku tidak bisa mengingat mengapa dia melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air mataku ini asli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu aku mengunjunginya di rumah sakit beberapa kali. Mogi-san mencoba berbicara padaku seceria mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ketika aku tidak sadar, aku mendapat mimpi yang sangat panjang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mogi-san berkata begitu sekali. Sepertinya dia mempercayai kalau itu semua hanyalah mimpi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pikiran tiba-tiba muncul di kepalaku. Mogi-san tidak bisa lari dari nasib tertabrak truk di dunia itu. Dan fakta kalau dia selamat setiap kali pun tidak berubah. Ini mungkin alasan kenapa &#039;Rejecting Classroom&#039; tidak hancur, berapa kali pun dia mengalami kecelakaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi meski dia selamat, sepertinya dia tidak akan bisa menggerakkan tubuh bagian bawahnya lagi. Pada saat kecelakaan, dia mengalami benturan di punggungnya yang membuat saraf tulang belakangnya terluka. Kemungkinan sembuhnya bukan hanya sedikit, tetapi mustahil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hanya bisa diam karena tidak tahu apa yang harus kukatakan padanya. Untuk menghilangkan kesunyian Mogi-san berkata sesuatu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku selalu berpikir kalau aku akan memikirkan &#039;Aku lebih baik mati&#039; jika keadaanku seperti ini. Kau mengerti hal itu kan, Hoshino-kun? Lagi pula aku tidak akan bisa berjalan dengan kedua kakiku lagi. Bahkan jika aku ingin pergi membeli jajanan di mini market di sebelah rumah, aku tidak akan bisa melakukannya lagi dengan bebas. Aku hanya bisa pergi jika aku bergantung pada seseorang atau jika aku menggunakan kursi roda. Begitu sulitnya hanya untuk membeli jajanan! Bukankah itu kejam? Tapi ini aneh. Aku sama sekali tidak berpikir untuk mati. Aku heran kenapa? Aku berpikir begitu, sungguh, dari dasar hatiku yang terdalam---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---kalau aku senang karena aku masih hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mogi-san berkata begitu tanpa berpura-pura sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, aku tidak apa-apa. Aku juga tidak akan berhenti sekolah. Berapa lama pun waktu yang dibutuhkan, aku akan sembuh. Mungkin aku tidak akan berada di sekolah yang sama dengan kalian lagi, tapi aku tidak akan menyerah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tersenyum dan menunjukkan otot lengannya yang lemah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agak memalukan untuk mengakuinya, tapi pada saat itu aku menangis terisak-isak di depannya. Aku senang. Senang karena keinginannya yang paling penting terkabulkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--Apa ada yang bisa kulakukan untukmu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ingin membantunya secepat mungkin. Aku benar-benar berpikir seperti itu. Makanya aku bertanya padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mogi-san menjawab dimulai dari, &amp;quot;Aku sangat senang kau menanyakan hal itu&amp;quot; dan melanjutkannya dengan malu-malu,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku ingin kau menyediakan tempat untukku kembali. Aku ingin kau sekali lagi membuat tempat untukku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--Sekali lagi? Apa aku pernah membuat tempat seperti itu untukmu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......di dalam mimpi panjangku, kau membuatnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menjawab seperti itu, entah kenapa Mogi-san mengalihkan pandangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p style=&amp;quot;font-size:2em; text-align: center;&amp;quot;&amp;gt;✵&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat upacara pembukaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengingat sesuatu saat Haruaki menghela napas selama pidato kepala sekolah di gedung olahraga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Omong-omong, Haruaki. Bukankah ada yang ingin kaukatakan padaku pagi ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mh? ...Aah, iya! Benar! Gue mendengar beberapa rumor kalau ada gadis yang sangat cantik di antara murid baru!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruaki menyenggol pundakku dan mengedipkan sebelah matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yah, kalau begitu aku tidak peduli. Lagi pula sebagai senior aku tidak akan punya kesempatan untuk berbicara padanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa elo idiot?! Hanya dengan bisa melihat gadis cantik saja sudah merupakan kebahagiaan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak ingin mempercayai standar kebahagiaan miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi kapan kau mendengar rumor itu? Hari ini, &#039;kan, pertama kalinya kita bisa melihat siswa baru?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Semoga keajaiban tidak akan pernah berakhir! Itu adalah informasi dari Daiyan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Daiya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak percaya. Aku tidak pernah sekali pun mendengar Daiya berbicara tentang seorang perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Elo tidak mempercayai gue, benar, &#039;kan? Tapi ada alasan yang kuat kenapa Daiyan tahu akan hal itu! Elo tahu kalau Daiyan hanya salah menjawab dua soal dari seluruh soal di dalam ujian masuk, &#039;kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya. Dia sering membanggakan hal itu. Kalau dia telah menciptakan rekor baru di sekolah kita.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Rekor ini dipecahkan hanya dalam satu tahun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruaki berkata begitu, bahagia dari seluruh hatinya. Dia benar-benar tidak bisa tertolong lagi. ...Tapi aku bisa mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Err? Apa hubungannya hal ini dengan Daiya mengetahui tentang gadis cantik itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau benar-benar tidak peka, Hoshii. Apa yang gue katakan adalah, gadis cantik ini mengalahkan rekornya dengan mendapat nilai yang sempurna di semua mata pelajaran. Jadi, Daiyan diberi tahu oleh guru, sebagai pemegang rekor sebelumnya. Guru itu juga mengatakan pada saat yang sama kalau dia sangat cantik hingga bahkan dia, sebagai orang dewasa, menjadi gugup di hadapannya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berlebihan. Menjadi gugup... meski telah hidup jauh lebih lama?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pidato pembukaan dari kepala sekolah berakhir selama kami berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketua OSIS menyalakan microphonenya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terima kasih banyak, Kepala Sekolah. ...Mari lanjutkan dengan salam dari perwakilan murid baru--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lihat, dia keluar! Si cantik yang dirumorkan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengerti. Dia adalah perwakilan yang melakukan pemberian salam karena dia adalah murid peringkat teratas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini mulai membuatku tertarik, jadi aku melihat sekeliling untuk menemukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Perwakilan dari kelas satu--Maria Otonashi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maria--Otonashi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah nama yang sepertinya sangat kukenal. ...tidak, tidak. Itu tidak mungkin. Lagi pula Maria kan dipanggil sebagai Aya Otonashi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baik.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi suara ini tidak salah lagi miliknya. Itu suara Maria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aah, aku mengerti. Akhirnya aku mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
«Jika kau lupa, ingatlah sekarang. Namaku adalah «Maria».»&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hah. Jadi dia mengatakan yang sebenarnya waktu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Oh? Jadi aku selama ini aku memanggil Maria dengan nama depannya...? UWAA! UWAAAAAA!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Kenapa muka elo memerah, Hoshii?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menaiki tangga dengan lebih elegan dibanding siapa pun juga. Dia sudah mempunyai aura kehadiran yang hebat, karena dia sudah hidup lebih lama dibanding semua orang di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid-murid menjadi berisik hanya dengan melihat ke arahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah wajah yang sangat kukenal. Wajahnya yang telah berada di sisiku untuk waktu yang lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengenakan seragam baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, kupikir dia curang. Aku tidak pernah menyangka kalau dia lebih muda daripada aku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maria memandang sekeliling, sambil berdiri di atas podium. Tatapannya bertemu denganku. Dan entah kenapa matanya berhenti di arahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dia tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhku dengan mudah membatu sepenuhnya karena tatapan dan senyumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maria memulai pidatonya tanpa mengalihkan pandangannya dari arahku. Bahkan murid-murid yang berisik menjadi diam karena mendengar suaranya yang mengagumkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidakkah dia terus melihat ke arah sini? Oh sial, mungkinkah dia jatuh cinta pada gue?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruaki mengeluarkan candaannya, tapi aku terlalu terpaku terhadap tatapan Maria hingga aku tidak bisa membalas kata-katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hanya melihat ke arah Maria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maria hanya melihat ke arahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;--Dengan ini aku mengakhiri salam dari kelas satu. Ini adalah perwakilan dari kelas satu, Maria Otonashi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maria turun dari podium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan tepat setelah dia melakukannya, murid-murid menjadi berisik lagi. Tidak, bukan hanya murid. Bahkan guru-guru pun kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, tidak salah lagi akulah yang paling bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena Maria tidak kembali ke tempatnya sendiri, malah menuju ke arahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid-murid secara otomatis memberikan ruang di arah dia berjalan, terkesan oleh wibawanya. Maria menggunakan kesempatan itu dan berjalan lurus ke arahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah jalan terbentuk dari tempatnya ke arahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aah, dasar. Apa dia belum menyingkirkan kebiasaannya dari dunia itu? Mungkin tidak apa-apa untuk tidak menahan diri di dunia itu, tapi itu tidak berlaku di sini, ya, &#039;kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sudah menyadari kalau kehidupan sehari-hariku akan hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haha--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, meski begitu aku tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sungguh mengganggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sungguh mengganggu, tapi tidak... itu tidak terasa seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, murid-murid di depanku menyingkir. Haruaki pun menyingkir dariku. Kami dikelilingi oleh ruangan kosong hampir seperti di dalam pusat angin topan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tengah ruang kosong ini, Maria berdiri di depanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kupikir kami tidak akan bertemu lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi kalau dipikir-pikir, tidak mungkin dia tidak akan datang kepadaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi pula, tujuannya, &#039;kan, untuk mendapatkan sebuah &#039;box&#039;. Dia tidak punya pilihan lain selain mendekatiku, yang mejadi sasaran dari &#039;Zero&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maria tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan gampangnya ia membuka mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, dengan gampangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku selalu berada di sisimu tidak peduli berapa lama pun waktu berlalu--itulah bagaimana aku menyatakan perang terhadapmu waktu itu, tapi ini sepertinya masih akan berlanjut.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengatakan hal itu, dia memperkenalkan dirinya sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;lt;u&amp;gt;Aku adalah «Maria Otonashi»&amp;lt;/u&amp;gt;. Senang berkenalan denganmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid baru itu membungkuk dengan dalam, seperti yang dulu dia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, aku memberikan tepuk tangan seperti yang dulu kulakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama beberapa waktu, hanya tepuk tanganku yang berbunyi di dalam ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Haruaki mulai menepuk tangannya tanpa tahu situasinya. Mengikutinya, seseorang mulai menepuk tangan juga. Meski tidak ada seorang pun yang tahu apa yang terjadi, tepuk tangannya semakin keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tengah-tengah tepuk tangan yang luar biasa ini, dia mengangkat wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia tidak tersenyum lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkan tangannya dengan kuat dan melihat lurus ke arahku dengan gerakan yang mengagumkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Balik ke [[Utsuro_no_Hako Bahasa Indonesia:Jilid 1 Pertama kali (2)|Pertama kali (2)]]&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Utsuro no Hako to Zero no Maria Bahasa Indonesia|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Lanjut ke [[Utsuro_no_Hako Bahasa Indonesia:Jilid 1 Catatan Pengarang|Catatan Pengarang]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hakomari_(Indonesia):Jilid_1_Epilog&amp;diff=190291</id>
		<title>Hakomari (Indonesia):Jilid 1 Epilog</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hakomari_(Indonesia):Jilid_1_Epilog&amp;diff=190291"/>
		<updated>2012-09-21T01:14:22Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Epilog==&lt;br /&gt;
Cuacanya sangat bagus dengan warna biru cerah yang membentang di langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal pertama yang kulakukan setelah bangun adalah memastikan tanggal hari ini dengan telepon genggamkuku. «7 April». Hari ini tanggal «7 April». Aku juga mengeceknya di koran dan di TV untuk memastikan kalau ini benar-benar tanggal «7 April». Yah, tentu saja aku tahu kalau tidak ada artinya melakukan hal seperti itu. Tapi sejak saat aku terlibat dalam &#039;Rejecting Classroom&#039;, aku menjadi terbiasa melakukannya. Jika tidak melakukannya aku akan merasa sangat cemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejadian di dalam &#039;Rejecting Classroom&#039; tertinggal dalam ingatanku. Tapi ingatanku tidak sempurna. Rasanya seperti melihat gambar suatu tempat yang tidak pernah kulihat atau kukunjugi sebelumnya. &#039;Box&#039;, Maria, &#039;Zero&#039; - aku tahu tentang mereka. Tapi kesan tentang mereka sudah tidak ada lagi. Kekesalan, kesedihan - tidak ada yang tersisa. Jadi jika aku jatuh cinta dengan seseorang, aku pasti sudah lupa sekarang. Mungkin aku perlahan-lahan akan melupakan semua ingatan itu karena mereka terlalu samar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Termasuk Maria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang kumaksud adalah, sejak awal kami memang tidak seharusnya bertemu, jadi aku yakin kami tidak akan bertemu untuk yang kedua kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun juga, sekarang adalah «7 April», hari dari upacara pembukaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku telah menjadi siswa kelas dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelasku berganti dari yang sebelumnya di lantai 4 menjadi di lantai 3. Pemandangannya tidak terlalu berubah menjadi lebih baik meskipun ruang kelasnya berganti lantai dan bergeser ke arah barat sedikit. Meski begitu, udaranya terasa sangat berbeda ketika aku memasuki ruang kelas 2-3. Aku menjadi sangat berdebar-debar hingga dadaku sesak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memeriksa tempat dudukku yang tertulis di atas meja guru, aku duduk di kursiku. Teman-teman sekelasku yang baru menjawab dengan ceria ketika aku menyapa mereka dengan ringan dengan kata-kata «Semoga kita bisa berteman baik». Ya, suasananya terasa nyaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu orang lagi memasuki kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melihat ke arahku dan mengangkat tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Heyho, Hoshii! Kita sekelas lagi!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski kata-katanya biasa saja, pandangan 15 orang lainnya yang berada di kelas terfokus pada kami. Ya, Haruaki masih berisik seperti biasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Haruaki.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mh, ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihatnya dengan mata curiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yang asli?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Apa gue terlihat palsu? Atau elo berpikir kalau gue mempunyai kembaran? Apa elo terpengaruh oleh suatu manga yang super terkenal &amp;lt;ref&amp;gt; yang dimaksud mungkin manga Touch karya Mitsuru Adachi&amp;lt;ref/&amp;gt; hingga sekarang elo berpikir kalau semua pitcher baseball di SMA mempunyai kembaran?!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Tidak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah kenapa aku malah jadi mulai meragukan sifat Haruaki itu sendiri...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh iya, Hoshii! Kalau dipikir-pikir--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pagi, Haru dan Kazu-kun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Datang suara baru yang menyela omongan Haruaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kokone berdiri di depan pintu kelas. Dan di sampingnya ada Daiya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, apa mereka berdua datang ke sekolah bersama-sama seperti sepasang kekasih lagi? Jika aku mengatakan hal itu, Daiya pasti akan membuatku mengalami hal yang memalukan seharian penuh, jadi aku tidak mengatakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jantungku sempat berdebar lebih cepat, ketika disapa oleh seorang gadis, tapi yaaaah, ternyata cuma kamu, Kiri? Sia-sia aku berdebar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hey Haru... Apa-apaan reaksi elo itu? Emangnya elo pikir elo itu siapa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Er, yah, gue hanya mau elo berhenti terlalu memikirkan gue sampai elo mengejar gue hanya untuk sekelas dengan gue.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haa... jadi elo mencoba menyembunyikan rasa malu elo karena terpesona oleh gue dengan kata-kata seperti itu? Elo itu cepe~~lti anak kecil, ya kan Haru-chan? Ah, iya juga. Apa akhirnya elo bisa berhenti menggunakan suara &#039;Moe&#039;gue sebagai nada dering hp-elo?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Emangnya siapa yang melakukan hal seperti itu!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;«Tuanku~»... ayolah! Sekarang adalah kesempatan elo untuk menambah beberapa kata-kata baru ke koleksi suara &#039;Haru Moe-Moe&#039; elo! Apa perlu gue beri satu kesempatan lagi? Jika elo mau, gue bisa menambahkan kata-kata seperti «Selamat datang~» kali ini?!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa-apaan pembicaraan ini... Tolong hentikan itu, itu memalukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haa... hey Kazu, apa elo punya pemantik api? Gue ingin menyalakannya dan memasukkannya ke dalam mulut Kiri sekarang juga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan bagaimana dengan elo, Daiya? Apa elo cemburu karena gue cuma memberikan suara Moe Moe gue kepada Haru? Jangan khawatir! Jika elo berlutut dan mencium kaki gue, gue akan mengatakan «Onii-chan» untuk elo, yang mempunyai fetish adik perempuan. Oh, bukankah gue baik hati?!&amp;quot;&amp;lt;!--I&#039;d rather like &amp;quot;Aren&#039;t I kind?&amp;quot; at the end, but I don&#039;t know whether it&#039;s correct english. and &amp;quot;Am I not kind?&amp;quot; sounds like crap. at least in that situation--&amp;gt;&amp;lt;!-- It should work by now. Google told me. --&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana kalau «Aku menyesal karena sudah dilahirkan»?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Tidak ada yang berubah sama sekali meskipun kelasnya berganti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi inilah yang kuinginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa agak kesepian tanpa Maria dan Mogi-san, tapi semua ini adalah alasan mengapa aku menghancurkan &#039;Rejecting Classroom&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Kenapa elo nyengir-nyengir sendiri? Itu menjijikkan, Kazu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daiya menunjuk kearahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, benar. Kazu-kun nyengir. Aku berani bertaruh kalau dia sedang mengimajinasikan perempuan yang duduk di sampingnya, terpeleset dengan ceroboh--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak sedang berimajinasi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku segera menyangkalnya, membuat Kokone mengerutkan bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lagian siapa sih yang duduk di samping elo? Apa elo tahu? Apa dia gadis cantik?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruaki bertanya padaku sambil duduk di kursi yang dibicarakan tanpa malu sedikit pun. Aku tahu karena aku juga memeriksa nama-nama orang yang duduk dekat denganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya. Dia gadis yang cantik!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sungguh?! Siapa dia?!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia punya tempat duduk sendiri. Aku lega akan hal itu. Kenyataan kalau dia punya tempat duduk itu berarti kemungkinan kalau dia akan duduk di sini juga ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat duduknya tidak akan di sampingku lagi ketika dia kembali, tapi aku tidak peduli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menyebutkan nama gadis yang duduk di sampingku sambil tersenyum pada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;lt;u&amp;gt;Dia Mogi-san&amp;lt;/u&amp;gt;!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p style=&amp;quot;font-size:2em; text-align: center;&amp;quot;&amp;gt;✵&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari itu aku hampir berpikir kalau hujan akan turun selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menuju ke rumah sakit segera setelah mendengar kecelakaan Mogi-san dari Daiya, Jadi aku tidak masuk sekolah. Aku menggunakan taksi karena rumah sakit tempat dia dibawa tidak berada di dalam kota. Aku sendiri tidak percaya melakukannya, mengingat kalau aku menghargai kehidupan damai lebih dari apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi aku harus melakukannya. Karena aku bertarung melawan &#039;Rejecting Classroom&#039;, aku harus tahu hasilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku adalah orang yang pertama datang ke rumah sakit bahkan sebelum keluarganya. Lalu aku menunggu bersama dengan mereka, meski salah disangka sebagai pacarnya, hingga operasinya selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Operasinya berhasil... sepertinya. Tapi Mogi-san pada akhirnya tidak sadarkan diri di hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku baru bisa bertemu dengannya dua hari kemudian karena aku tidak diperbolehkan memasuki ruang ICU. Saat itu dia sudah dipindahkan ke bangsal umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mogi-san yang berada di kasurnya terlihat sangat menyedihkan. Suara dari &#039;&#039;electro-cardiogram&#039;&#039; dan pernapasan buatan membuat gendang telingaku bergetar. Kedua kaki dan tangannya dibalut, wajahnya dipenuhi dengan memar dan satu tangannya tergantung ke bawah, berwarna keunguan karena infus di pembuluh venanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat badan penuh terluka temanku di rumah sakit saja cukup untuk membuatku ingin menangis. Tapi bukan hanya aku yang ingin menangis. Aku tidak boleh menangis di depannya. Aku menahan air mataku dan melihat ke arah wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mogi-san terlihat terkejut ketika dia melihatku.Yah, aku juga tidak terlalu yakin karena dia tidak menggerakkan otot mukanya sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluarganya memberitahuku kalau dia telah sadar, tapi dia tidak berbicara sepatah kata pun akibat syok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Mogi-san membuka mulutnya, mencoba memberitahuku sesuatu dengan seluruh tenaganya. Aku bilang padanya untuk tidak memaksakan dirinya, tapi dia tidak mendengarkanku dan terus mencoba berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mogi-san mengarahkan kata-kata pertamanya padaku, membuat masker oksigennya menjadi putih karena napasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;--Aku sangat senang. Aku tidak mati.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak begitu mengerti perkataannya, tapi kata-katanya terdengar seperti itu bagiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mogi-san menangis setelah mengatakan hal itu. Ketika aku mengalihkan pandanganku ke sekeliling karena tidak bisa melihat ke arahnya, aku menemukan tasnya yang sudah kotor di samping kasurnya. Aku melihat bungkusan berwarna perak di bagian tasnya yang terbuka. Mengetahui apa benda itu, aku mengambilnya dengan tanganku tanpa sadar. Umaibo rasa Teriyaki Burger. Umaibo itu sudah hancur dan tidak seperti bentuk awalnya lagi. Ketika aku menyentuhnya tanpa berpikir apa pun, tiba-tiba aku tidak bisa menahannya lagi dan menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak tahu kenapa ini terjadi di saat sepeti ini. Aku mengingat kalau dia memberikannya padaku di dunia itu, tapi aku tidak bisa mengingat mengapa dia melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air mataku ini asli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu aku mengunjunginya di rumah sakit beberapa kali. Mogi-san mencoba berbicara padaku seceria mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ketika aku tidak sadar, aku mendapat mimpi yang sangat panjang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mogi-san berkata begitu sekali. Sepertinya dia mempercayai kalau itu semua hanyalah mimpi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pikiran tiba-tiba muncul di kepalaku. Mogi-san tidak bisa lari dari nasib tertabrak truk di dunia itu. Dan fakta kalau dia selamat setiap kali pun tidak berubah. Ini mungkin alasan kenapa &#039;Rejecting Classroom&#039; tidak hancur, berapa kali pun dia mengalami kecelakaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi meski dia selamat, sepertinya dia tidak akan bisa menggerakkan tubuh bagian bawahnya lagi. Pada saat kecelakaan, dia mengalami benturan di punggungnya yang membuat saraf tulang belakangnya terluka. Kemungkinan sembuhnya bukan hanya sedikit, tetapi mustahil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hanya bisa diam karena tidak tahu apa yang harus kukatakan padanya. Untuk menghilangkan kesunyian Mogi-san berkata sesuatu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku selalu berpikir kalau aku akan memikirkan &#039;Aku lebih baik mati&#039; jika keadaanku seperti ini. Kau mengerti hal itu kan, Hoshino-kun? Lagi pula aku tidak akan bisa berjalan dengan kedua kakiku lagi. Bahkan jika aku ingin pergi membeli jajanan di mini market di sebelah rumah, aku tidak akan bisa melakukannya lagi dengan bebas. Aku hanya bisa pergi jika aku bergantung pada seseorang atau jika aku menggunakan kursi roda. Begitu sulitnya hanya untuk membeli jajanan! Bukankah itu kejam? Tapi ini aneh. Aku sama sekali tidak berpikir untuk mati. Aku heran kenapa? Aku berpikir begitu, sungguh, dari dasar hatiku yang terdalam---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---kalau aku senang karena aku masih hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mogi-san berkata begitu tanpa berpura-pura sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, aku tidak apa-apa. Aku juga tidak akan berhenti sekolah. Berapa lama pun waktu yang dibutuhkan, aku akan sembuh. Mungkin aku tidak akan berada di sekolah yang sama dengan kalian lagi, tapi aku tidak akan menyerah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tersenyum dan menunjukkan otot lengannya yang lemah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agak memalukan untuk mengakuinya, tapi pada saat itu aku menangis terisak-isak di depannya. Aku senang. Senang karena keinginannya yang paling penting terkabulkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--Apa ada yang bisa kulakukan untukmu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ingin membantunya secepat mungkin. Aku benar-benar berpikir seperti itu. Makanya aku bertanya padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mogi-san menjawab dimulai dari, &amp;quot;Aku sangat senang kau menanyakan hal itu&amp;quot; dan melanjutkannya dengan malu-malu,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku ingin kau menyediakan tempat untukku kembali. Aku ingin kau sekali lagi membuat tempat untukku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--Sekali lagi? Apa aku pernah membuat tempat seperti itu untukmu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......di dalam mimpi panjangku, kau membuatnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menjawab seperti itu, entah kenapa Mogi-san mengalihkan pandangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p style=&amp;quot;font-size:2em; text-align: center;&amp;quot;&amp;gt;✵&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat upacara pembukaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengingat sesuatu saat Haruaki menghela napas selama pidato kepala sekolah di gedung olahraga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Omong-omong, Haruaki. Bukankah ada yang ingin kaukatakan padaku pagi ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mh? ...Aah, iya! Benar! Gue mendengar beberapa rumor kalau ada gadis yang sangat cantik di antara murid baru!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruaki menyenggol pundakku dan mengedipkan sebelah matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yah, kalau begitu aku tidak peduli. Lagi pula sebagai senior aku tidak akan punya kesempatan untuk berbicara padanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa elo idiot?! Hanya dengan bisa melihat gadis cantik saja sudah merupakan kebahagiaan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak ingin mempercayai standar kebahagiaan miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi kapan kau mendengar rumor itu? Hari ini, &#039;kan, pertama kalinya kita bisa melihat siswa baru?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Semoga keajaiban tidak akan pernah berakhir! Itu adalah informasi dari Daiyan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Daiya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak percaya. Aku tidak pernah sekali pun mendengar Daiya berbicara tentang seorang perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Elo tidak mempercayai gue, benar, &#039;kan? Tapi ada alasan yang kuat kenapa Daiyan tahu akan hal itu! Elo tahu kalau Daiyan hanya salah menjawab dua soal dari seluruh soal di dalam ujian masuk, &#039;kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya. Dia sering membanggakan hal itu. Kalau dia telah menciptakan rekor baru di sekolah kita.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Rekor ini dipecahkan hanya dalam satu tahun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruaki berkata begitu, bahagia dari seluruh hatinya. Dia benar-benar tidak bisa tertolong lagi. ...Tapi aku bisa mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Err? Apa hubungannya hal ini dengan Daiya mengetahui tentang gadis cantik itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau benar-benar tidak peka, Hoshii. Apa yang gue katakan adalah, gadis cantik ini mengalahkan rekornya dengan mendapat nilai yang sempurna di semua mata pelajaran. Jadi, Daiyan diberi tahu oleh guru, sebagai pemegang rekor sebelumnya. Guru itu juga mengatakan pada saat yang sama kalau dia sangat cantik hingga bahkan dia, sebagai orang dewasa, menjadi gugup di hadapannya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berlebihan. Menjadi gugup... meski telah hidup jauh lebih lama?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pidato pembukaan dari kepala sekolah berakhir selama kami berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketua OSIS menyalakan microphonenya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terima kasih banyak, Kepala Sekolah. ...Mari lanjutkan dengan salam dari perwakilan murid baru--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lihat, dia keluar! Si cantik yang dirumorkan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengerti. Dia adalah perwakilan yang melakukan pemberian salam karena dia adalah murid peringkat teratas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini mulai membuatku tertarik, jadi aku melihat sekeliling untuk menemukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Perwakilan dari kelas satu--Maria Otonashi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maria--Otonashi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah nama yang sepertinya sangat kukenal. ...tidak, tidak. Itu tidak mungkin. Lagi pula Maria kan dipanggil sebagai Aya Otonashi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baik.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi suara ini tidak salah lagi miliknya. Itu suara Maria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aah, aku mengerti. Akhirnya aku mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
«Jika kau lupa, ingatlah sekarang. Namaku adalah «Maria».»&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hah. Jadi dia mengatakan yang sebenarnya waktu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Oh? Jadi aku selama ini aku memanggil Maria dengan nama depannya...? UWAA! UWAAAAAA!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Kenapa muka elo memerah, Hoshii?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menaiki tangga dengan lebih elegan dibanding siapa pun juga. Dia sudah mempunyai aura kehadiran yang hebat, karena dia sudah hidup lebih lama dibanding semua orang di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid-murid menjadi berisik hanya dengan melihat ke arahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah wajah yang sangat kukenal. Wajahnya yang telah berada di sisiku untuk waktu yang lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengenakan seragam baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, kupikir dia curang. Aku tidak pernah menyangka kalau dia lebih muda daripada aku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maria memandang sekeliling, sambil berdiri di atas podium. Tatapannya bertemu denganku. Dan entah kenapa matanya berhenti di arahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dia tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhku dengan mudah membatu sepenuhnya karena tatapan dan senyumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maria memulai pidatonya tanpa mengalihkan pandangannya dari arahku. Bahkan murid-murid yang berisik menjadi diam karena mendengar suaranya yang mengagumkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidakkah dia terus melihat ke arah sini? Oh sial, mungkinkah dia jatuh cinta pada gue?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruaki mengeluarkan candaannya, tapi aku terlalu terpaku terhadap tatapan Maria hingga aku tidak bisa membalas kata-katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hanya melihat ke arah Maria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maria hanya melihat ke arahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;--Dengan ini aku mengakhiri salam dari kelas satu. Ini adalah perwakilan dari kelas satu, Maria Otonashi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maria turun dari podium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan tepat setelah dia melakukannya, murid-murid menjadi berisik lagi. Tidak, bukan hanya murid. Bahkan guru-guru pun kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, tidak salah lagi akulah yang paling bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena Maria tidak kembali ke tempatnya sendiri, malah menuju ke arahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid-murid secara otomatis memberikan ruang di arah dia berjalan, terkesan oleh wibawanya. Maria menggunakan kesempatan itu dan berjalan lurus ke arahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah jalan terbentuk dari tempatnya ke arahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aah, dasar. Apa dia belum menyingkirkan kebiasaannya dari dunia itu? Mungkin tidak apa-apa untuk tidak menahan diri di dunia itu, tapi itu tidak berlaku di sini, ya, &#039;kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sudah menyadari kalau kehidupan sehari-hariku akan hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haha--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, meski begitu aku tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sungguh mengganggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sungguh mengganggu, tapi tidak... itu tidak terasa seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, murid-murid di depanku menyingkir. Haruaki pun menyingkir dariku. Kami dikelilingi oleh ruangan kosong hampir seperti di dalam pusat angin topan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tengah ruang kosong ini, Maria berdiri di depanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kupikir kami tidak akan bertemu lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi kalau dipikir-pikir, tidak mungkin dia tidak akan datang kepadaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi pula, tujuannya, &#039;kan, untuk mendapatkan sebuah &#039;box&#039;. Dia tidak punya pilihan lain selain mendekatiku, yang mejadi sasaran dari &#039;Zero&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maria tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan gampangnya ia membuka mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, dengan gampangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku selalu berada di sisimu tidak peduli berapa lama pun waktu berlalu--itulah bagaimana aku menyatakan perang terhadapmu waktu itu, tapi ini sepertinya masih akan berlanjut.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengatakan hal itu, dia memperkenalkan dirinya sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;lt;u&amp;gt;Aku adalah «Maria Otonashi»&amp;lt;/u&amp;gt;. Senang berkenalan denganmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid baru itu membungkuk dengan dalam, seperti yang dulu dia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, aku memberikan tepuk tangan seperti yang dulu kulakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama beberapa waktu, hanya tepuk tanganku yang berbunyi di dalam ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Haruaki mulai menepuk tangannya tanpa tahu situasinya. Mengikutinya, seseorang mulai menepuk tangan juga. Meski tidak ada seorang pun yang tahu apa yang terjadi, tepuk tangannya semakin keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tengah-tengah tepuk tangan yang luar biasa ini, dia mengangkat wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia tidak tersenyum lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkan tangannya dengan kuat dan melihat lurus ke arahku dengan gerakan yang mengagumkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Balik ke [[Utsuro_no_Hako Bahasa Indonesia:Jilid 1 Pertama kali (2)|Pertama kali (2)]]&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Utsuro no Hako to Zero no Maria Bahasa Indonesia|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Lanjut ke [[Utsuro_no_Hako Bahasa Indonesia:Jilid 1 Catatan Pengarang|Catatan Pengarang]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hakomari_(Indonesia):Jilid_1_Epilog&amp;diff=190290</id>
		<title>Hakomari (Indonesia):Jilid 1 Epilog</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hakomari_(Indonesia):Jilid_1_Epilog&amp;diff=190290"/>
		<updated>2012-09-21T01:13:36Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Epilog==&lt;br /&gt;
Cuacanya sangat bagus dengan warna biru cerah yang membentang di langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal pertama yang kulakukan setelah bangun adalah memastikan tanggal hari ini dengan telepon genggamkuku. «7 April». Hari ini tanggal «7 April». Aku juga mengeceknya di koran dan di TV untuk memastikan kalau ini benar-benar tanggal «7 April». Yah, tentu saja aku tahu kalau tidak ada artinya melakukan hal seperti itu. Tapi sejak saat aku terlibat dalam &#039;Rejecting Classroom&#039;, aku menjadi terbiasa melakukannya. Jika tidak melakukannya aku akan merasa sangat cemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejadian di dalam &#039;Rejecting Classroom&#039; tertinggal dalam ingatanku. Tapi ingatanku tidak sempurna. Rasanya seperti melihat gambar suatu tempat yang tidak pernah kulihat atau kukunjugi sebelumnya. &#039;Box&#039;, Maria, &#039;Zero&#039; - aku tahu tentang mereka. Tapi kesan tentang mereka sudah tidak ada lagi. Kekesalan, kesedihan - tidak ada yang tersisa. Jadi jika aku jatuh cinta dengan seseorang, aku pasti sudah lupa sekarang. Mungkin aku perlahan-lahan akan melupakan semua ingatan itu karena mereka terlalu samar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Termasuk Maria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang kumaksud adalah, sejak awal kami memang tidak seharusnya bertemu, jadi aku yakin kami tidak akan bertemu untuk yang kedua kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun juga, sekarang adalah «7 April», hari dari upacara pembukaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku telah menjadi siswa kelas dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelasku berganti dari yang sebelumnya di lantai 4 menjadi di lantai 3. Pemandangannya tidak terlalu berubah menjadi lebih baik meskipun ruang kelasnya berganti lantai dan bergeser ke arah barat sedikit. Meski begitu, udaranya terasa sangat berbeda ketika aku memasuki ruang kelas 2-3. Aku menjadi sangat berdebar-debar hingga dadaku sesak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memeriksa tempat dudukku yang tertulis di atas meja guru, aku duduk di kursiku. Teman-teman sekelasku yang baru menjawab dengan ceria ketika aku menyapa mereka dengan ringan dengan kata-kata «Semoga kita bisa berteman baik». Ya, suasananya terasa nyaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu orang lagi memasuki kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melihat ke arahku dan mengangkat tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Heyho, Hoshii! Kita sekelas lagi!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski kata-katanya biasa saja, pandangan 15 orang lainnya yang berada di kelas terfokus pada kami. Ya, Haruaki masih berisik seperti biasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Haruaki.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mh, ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihatnya dengan mata curiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yang asli?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Apa gue terlihat palsu? Atau elo berpikir kalau gue mempunyai kembaran? Apa elo terpengaruh oleh suatu manga yang super terkenal &amp;lt;ref&amp;gt; yang dimaksud mungkin manga Touch karya Mitsuru Adachi&amp;lt;/ref&amp;gt; hingga sekarang elo berpikir kalau semua pitcher baseball di SMA mempunyai kembaran?!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Tidak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah kenapa aku malah jadi mulai meragukan sifat Haruaki itu sendiri...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh iya, Hoshii! Kalau dipikir-pikir--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pagi, Haru dan Kazu-kun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Datang suara baru yang menyela omongan Haruaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kokone berdiri di depan pintu kelas. Dan di sampingnya ada Daiya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, apa mereka berdua datang ke sekolah bersama-sama seperti sepasang kekasih lagi? Jika aku mengatakan hal itu, Daiya pasti akan membuatku mengalami hal yang memalukan seharian penuh, jadi aku tidak mengatakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jantungku sempat berdebar lebih cepat, ketika disapa oleh seorang gadis, tapi yaaaah, ternyata cuma kamu, Kiri? Sia-sia aku berdebar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hey Haru... Apa-apaan reaksi elo itu? Emangnya elo pikir elo itu siapa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Er, yah, gue hanya mau elo berhenti terlalu memikirkan gue sampai elo mengejar gue hanya untuk sekelas dengan gue.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haa... jadi elo mencoba menyembunyikan rasa malu elo karena terpesona oleh gue dengan kata-kata seperti itu? Elo itu cepe~~lti anak kecil, ya kan Haru-chan? Ah, iya juga. Apa akhirnya elo bisa berhenti menggunakan suara &#039;Moe&#039;gue sebagai nada dering hp-elo?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Emangnya siapa yang melakukan hal seperti itu!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;«Tuanku~»... ayolah! Sekarang adalah kesempatan elo untuk menambah beberapa kata-kata baru ke koleksi suara &#039;Haru Moe-Moe&#039; elo! Apa perlu gue beri satu kesempatan lagi? Jika elo mau, gue bisa menambahkan kata-kata seperti «Selamat datang~» kali ini?!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa-apaan pembicaraan ini... Tolong hentikan itu, itu memalukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haa... hey Kazu, apa elo punya pemantik api? Gue ingin menyalakannya dan memasukkannya ke dalam mulut Kiri sekarang juga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan bagaimana dengan elo, Daiya? Apa elo cemburu karena gue cuma memberikan suara Moe Moe gue kepada Haru? Jangan khawatir! Jika elo berlutut dan mencium kaki gue, gue akan mengatakan «Onii-chan» untuk elo, yang mempunyai fetish adik perempuan. Oh, bukankah gue baik hati?!&amp;quot;&amp;lt;!--I&#039;d rather like &amp;quot;Aren&#039;t I kind?&amp;quot; at the end, but I don&#039;t know whether it&#039;s correct english. and &amp;quot;Am I not kind?&amp;quot; sounds like crap. at least in that situation--&amp;gt;&amp;lt;!-- It should work by now. Google told me. --&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana kalau «Aku menyesal karena sudah dilahirkan»?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Tidak ada yang berubah sama sekali meskipun kelasnya berganti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi inilah yang kuinginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa agak kesepian tanpa Maria dan Mogi-san, tapi semua ini adalah alasan mengapa aku menghancurkan &#039;Rejecting Classroom&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Kenapa elo nyengir-nyengir sendiri? Itu menjijikkan, Kazu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daiya menunjuk kearahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, benar. Kazu-kun nyengir. Aku berani bertaruh kalau dia sedang mengimajinasikan perempuan yang duduk di sampingnya, terpeleset dengan ceroboh--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak sedang berimajinasi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku segera menyangkalnya, membuat Kokone mengerutkan bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lagian siapa sih yang duduk di samping elo? Apa elo tahu? Apa dia gadis cantik?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruaki bertanya padaku sambil duduk di kursi yang dibicarakan tanpa malu sedikit pun. Aku tahu karena aku juga memeriksa nama-nama orang yang duduk dekat denganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya. Dia gadis yang cantik!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sungguh?! Siapa dia?!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia punya tempat duduk sendiri. Aku lega akan hal itu. Kenyataan kalau dia punya tempat duduk itu berarti kemungkinan kalau dia akan duduk di sini juga ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat duduknya tidak akan di sampingku lagi ketika dia kembali, tapi aku tidak peduli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menyebutkan nama gadis yang duduk di sampingku sambil tersenyum pada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;lt;u&amp;gt;Dia Mogi-san&amp;lt;/u&amp;gt;!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p style=&amp;quot;font-size:2em; text-align: center;&amp;quot;&amp;gt;✵&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari itu aku hampir berpikir kalau hujan akan turun selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menuju ke rumah sakit segera setelah mendengar kecelakaan Mogi-san dari Daiya, Jadi aku tidak masuk sekolah. Aku menggunakan taksi karena rumah sakit tempat dia dibawa tidak berada di dalam kota. Aku sendiri tidak percaya melakukannya, mengingat kalau aku menghargai kehidupan damai lebih dari apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi aku harus melakukannya. Karena aku bertarung melawan &#039;Rejecting Classroom&#039;, aku harus tahu hasilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku adalah orang yang pertama datang ke rumah sakit bahkan sebelum keluarganya. Lalu aku menunggu bersama dengan mereka, meski salah disangka sebagai pacarnya, hingga operasinya selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Operasinya berhasil... sepertinya. Tapi Mogi-san pada akhirnya tidak sadarkan diri di hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku baru bisa bertemu dengannya dua hari kemudian karena aku tidak diperbolehkan memasuki ruang ICU. Saat itu dia sudah dipindahkan ke bangsal umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mogi-san yang berada di kasurnya terlihat sangat menyedihkan. Suara dari &#039;&#039;electro-cardiogram&#039;&#039; dan pernapasan buatan membuat gendang telingaku bergetar. Kedua kaki dan tangannya dibalut, wajahnya dipenuhi dengan memar dan satu tangannya tergantung ke bawah, berwarna keunguan karena infus di pembuluh venanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat badan penuh terluka temanku di rumah sakit saja cukup untuk membuatku ingin menangis. Tapi bukan hanya aku yang ingin menangis. Aku tidak boleh menangis di depannya. Aku menahan air mataku dan melihat ke arah wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mogi-san terlihat terkejut ketika dia melihatku.Yah, aku juga tidak terlalu yakin karena dia tidak menggerakkan otot mukanya sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluarganya memberitahuku kalau dia telah sadar, tapi dia tidak berbicara sepatah kata pun akibat syok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Mogi-san membuka mulutnya, mencoba memberitahuku sesuatu dengan seluruh tenaganya. Aku bilang padanya untuk tidak memaksakan dirinya, tapi dia tidak mendengarkanku dan terus mencoba berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mogi-san mengarahkan kata-kata pertamanya padaku, membuat masker oksigennya menjadi putih karena napasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;--Aku sangat senang. Aku tidak mati.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak begitu mengerti perkataannya, tapi kata-katanya terdengar seperti itu bagiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mogi-san menangis setelah mengatakan hal itu. Ketika aku mengalihkan pandanganku ke sekeliling karena tidak bisa melihat ke arahnya, aku menemukan tasnya yang sudah kotor di samping kasurnya. Aku melihat bungkusan berwarna perak di bagian tasnya yang terbuka. Mengetahui apa benda itu, aku mengambilnya dengan tanganku tanpa sadar. Umaibo rasa Teriyaki Burger. Umaibo itu sudah hancur dan tidak seperti bentuk awalnya lagi. Ketika aku menyentuhnya tanpa berpikir apa pun, tiba-tiba aku tidak bisa menahannya lagi dan menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak tahu kenapa ini terjadi di saat sepeti ini. Aku mengingat kalau dia memberikannya padaku di dunia itu, tapi aku tidak bisa mengingat mengapa dia melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air mataku ini asli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu aku mengunjunginya di rumah sakit beberapa kali. Mogi-san mencoba berbicara padaku seceria mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ketika aku tidak sadar, aku mendapat mimpi yang sangat panjang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mogi-san berkata begitu sekali. Sepertinya dia mempercayai kalau itu semua hanyalah mimpi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pikiran tiba-tiba muncul di kepalaku. Mogi-san tidak bisa lari dari nasib tertabrak truk di dunia itu. Dan fakta kalau dia selamat setiap kali pun tidak berubah. Ini mungkin alasan kenapa &#039;Rejecting Classroom&#039; tidak hancur, berapa kali pun dia mengalami kecelakaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi meski dia selamat, sepertinya dia tidak akan bisa menggerakkan tubuh bagian bawahnya lagi. Pada saat kecelakaan, dia mengalami benturan di punggungnya yang membuat saraf tulang belakangnya terluka. Kemungkinan sembuhnya bukan hanya sedikit, tetapi mustahil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hanya bisa diam karena tidak tahu apa yang harus kukatakan padanya. Untuk menghilangkan kesunyian Mogi-san berkata sesuatu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku selalu berpikir kalau aku akan memikirkan &#039;Aku lebih baik mati&#039; jika keadaanku seperti ini. Kau mengerti hal itu kan, Hoshino-kun? Lagi pula aku tidak akan bisa berjalan dengan kedua kakiku lagi. Bahkan jika aku ingin pergi membeli jajanan di mini market di sebelah rumah, aku tidak akan bisa melakukannya lagi dengan bebas. Aku hanya bisa pergi jika aku bergantung pada seseorang atau jika aku menggunakan kursi roda. Begitu sulitnya hanya untuk membeli jajanan! Bukankah itu kejam? Tapi ini aneh. Aku sama sekali tidak berpikir untuk mati. Aku heran kenapa? Aku berpikir begitu, sungguh, dari dasar hatiku yang terdalam---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---kalau aku senang karena aku masih hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mogi-san berkata begitu tanpa berpura-pura sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, aku tidak apa-apa. Aku juga tidak akan berhenti sekolah. Berapa lama pun waktu yang dibutuhkan, aku akan sembuh. Mungkin aku tidak akan berada di sekolah yang sama dengan kalian lagi, tapi aku tidak akan menyerah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tersenyum dan menunjukkan otot lengannya yang lemah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agak memalukan untuk mengakuinya, tapi pada saat itu aku menangis terisak-isak di depannya. Aku senang. Senang karena keinginannya yang paling penting terkabulkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--Apa ada yang bisa kulakukan untukmu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ingin membantunya secepat mungkin. Aku benar-benar berpikir seperti itu. Makanya aku bertanya padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mogi-san menjawab dimulai dari, &amp;quot;Aku sangat senang kau menanyakan hal itu&amp;quot; dan melanjutkannya dengan malu-malu,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku ingin kau menyediakan tempat untukku kembali. Aku ingin kau sekali lagi membuat tempat untukku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--Sekali lagi? Apa aku pernah membuat tempat seperti itu untukmu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......di dalam mimpi panjangku, kau membuatnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menjawab seperti itu, entah kenapa Mogi-san mengalihkan pandangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p style=&amp;quot;font-size:2em; text-align: center;&amp;quot;&amp;gt;✵&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat upacara pembukaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengingat sesuatu saat Haruaki menghela napas selama pidato kepala sekolah di gedung olahraga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Omong-omong, Haruaki. Bukankah ada yang ingin kaukatakan padaku pagi ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mh? ...Aah, iya! Benar! Gue mendengar beberapa rumor kalau ada gadis yang sangat cantik di antara murid baru!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruaki menyenggol pundakku dan mengedipkan sebelah matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yah, kalau begitu aku tidak peduli. Lagi pula sebagai senior aku tidak akan punya kesempatan untuk berbicara padanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa elo idiot?! Hanya dengan bisa melihat gadis cantik saja sudah merupakan kebahagiaan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak ingin mempercayai standar kebahagiaan miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi kapan kau mendengar rumor itu? Hari ini, &#039;kan, pertama kalinya kita bisa melihat siswa baru?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Semoga keajaiban tidak akan pernah berakhir! Itu adalah informasi dari Daiyan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Daiya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak percaya. Aku tidak pernah sekali pun mendengar Daiya berbicara tentang seorang perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Elo tidak mempercayai gue, benar, &#039;kan? Tapi ada alasan yang kuat kenapa Daiyan tahu akan hal itu! Elo tahu kalau Daiyan hanya salah menjawab dua soal dari seluruh soal di dalam ujian masuk, &#039;kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya. Dia sering membanggakan hal itu. Kalau dia telah menciptakan rekor baru di sekolah kita.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Rekor ini dipecahkan hanya dalam satu tahun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruaki berkata begitu, bahagia dari seluruh hatinya. Dia benar-benar tidak bisa tertolong lagi. ...Tapi aku bisa mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Err? Apa hubungannya hal ini dengan Daiya mengetahui tentang gadis cantik itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau benar-benar tidak peka, Hoshii. Apa yang gue katakan adalah, gadis cantik ini mengalahkan rekornya dengan mendapat nilai yang sempurna di semua mata pelajaran. Jadi, Daiyan diberi tahu oleh guru, sebagai pemegang rekor sebelumnya. Guru itu juga mengatakan pada saat yang sama kalau dia sangat cantik hingga bahkan dia, sebagai orang dewasa, menjadi gugup di hadapannya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berlebihan. Menjadi gugup... meski telah hidup jauh lebih lama?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pidato pembukaan dari kepala sekolah berakhir selama kami berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketua OSIS menyalakan microphonenya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terima kasih banyak, Kepala Sekolah. ...Mari lanjutkan dengan salam dari perwakilan murid baru--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lihat, dia keluar! Si cantik yang dirumorkan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengerti. Dia adalah perwakilan yang melakukan pemberian salam karena dia adalah murid peringkat teratas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini mulai membuatku tertarik, jadi aku melihat sekeliling untuk menemukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Perwakilan dari kelas satu--Maria Otonashi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maria--Otonashi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah nama yang sepertinya sangat kukenal. ...tidak, tidak. Itu tidak mungkin. Lagi pula Maria kan dipanggil sebagai Aya Otonashi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baik.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi suara ini tidak salah lagi miliknya. Itu suara Maria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aah, aku mengerti. Akhirnya aku mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
«Jika kau lupa, ingatlah sekarang. Namaku adalah «Maria».»&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hah. Jadi dia mengatakan yang sebenarnya waktu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Oh? Jadi aku selama ini aku memanggil Maria dengan nama depannya...? UWAA! UWAAAAAA!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Kenapa muka elo memerah, Hoshii?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menaiki tangga dengan lebih elegan dibanding siapa pun juga. Dia sudah mempunyai aura kehadiran yang hebat, karena dia sudah hidup lebih lama dibanding semua orang di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid-murid menjadi berisik hanya dengan melihat ke arahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah wajah yang sangat kukenal. Wajahnya yang telah berada di sisiku untuk waktu yang lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengenakan seragam baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, kupikir dia curang. Aku tidak pernah menyangka kalau dia lebih muda daripada aku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maria memandang sekeliling, sambil berdiri di atas podium. Tatapannya bertemu denganku. Dan entah kenapa matanya berhenti di arahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dia tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhku dengan mudah membatu sepenuhnya karena tatapan dan senyumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maria memulai pidatonya tanpa mengalihkan pandangannya dari arahku. Bahkan murid-murid yang berisik menjadi diam karena mendengar suaranya yang mengagumkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidakkah dia terus melihat ke arah sini? Oh sial, mungkinkah dia jatuh cinta pada gue?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruaki mengeluarkan candaannya, tapi aku terlalu terpaku terhadap tatapan Maria hingga aku tidak bisa membalas kata-katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hanya melihat ke arah Maria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maria hanya melihat ke arahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;--Dengan ini aku mengakhiri salam dari kelas satu. Ini adalah perwakilan dari kelas satu, Maria Otonashi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maria turun dari podium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan tepat setelah dia melakukannya, murid-murid menjadi berisik lagi. Tidak, bukan hanya murid. Bahkan guru-guru pun kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, tidak salah lagi akulah yang paling bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena Maria tidak kembali ke tempatnya sendiri, malah menuju ke arahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid-murid secara otomatis memberikan ruang di arah dia berjalan, terkesan oleh wibawanya. Maria menggunakan kesempatan itu dan berjalan lurus ke arahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah jalan terbentuk dari tempatnya ke arahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aah, dasar. Apa dia belum menyingkirkan kebiasaannya dari dunia itu? Mungkin tidak apa-apa untuk tidak menahan diri di dunia itu, tapi itu tidak berlaku di sini, ya, &#039;kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sudah menyadari kalau kehidupan sehari-hariku akan hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haha--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, meski begitu aku tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sungguh mengganggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sungguh mengganggu, tapi tidak... itu tidak terasa seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, murid-murid di depanku menyingkir. Haruaki pun menyingkir dariku. Kami dikelilingi oleh ruangan kosong hampir seperti di dalam pusat angin topan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tengah ruang kosong ini, Maria berdiri di depanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kupikir kami tidak akan bertemu lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi kalau dipikir-pikir, tidak mungkin dia tidak akan datang kepadaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi pula, tujuannya, &#039;kan, untuk mendapatkan sebuah &#039;box&#039;. Dia tidak punya pilihan lain selain mendekatiku, yang mejadi sasaran dari &#039;Zero&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maria tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan gampangnya ia membuka mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, dengan gampangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku selalu berada di sisimu tidak peduli berapa lama pun waktu berlalu--itulah bagaimana aku menyatakan perang terhadapmu waktu itu, tapi ini sepertinya masih akan berlanjut.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengatakan hal itu, dia memperkenalkan dirinya sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;lt;u&amp;gt;Aku adalah «Maria Otonashi»&amp;lt;/u&amp;gt;. Senang berkenalan denganmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid baru itu membungkuk dengan dalam, seperti yang dulu dia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, aku memberikan tepuk tangan seperti yang dulu kulakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama beberapa waktu, hanya tepuk tanganku yang berbunyi di dalam ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Haruaki mulai menepuk tangannya tanpa tahu situasinya. Mengikutinya, seseorang mulai menepuk tangan juga. Meski tidak ada seorang pun yang tahu apa yang terjadi, tepuk tangannya semakin keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tengah-tengah tepuk tangan yang luar biasa ini, dia mengangkat wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia tidak tersenyum lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkan tangannya dengan kuat dan melihat lurus ke arahku dengan gerakan yang mengagumkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Balik ke [[Utsuro_no_Hako Bahasa Indonesia:Jilid 1 Pertama kali (2)|Pertama kali (2)]]&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Utsuro no Hako to Zero no Maria Bahasa Indonesia|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Lanjut ke [[Utsuro_no_Hako Bahasa Indonesia:Jilid 1 Catatan Pengarang|Catatan Pengarang]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hakomari_(Indonesia):Jilid_1_Epilog&amp;diff=190192</id>
		<title>Hakomari (Indonesia):Jilid 1 Epilog</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hakomari_(Indonesia):Jilid_1_Epilog&amp;diff=190192"/>
		<updated>2012-09-20T16:30:19Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: /* Epilog */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Epilog==&lt;br /&gt;
Cuacanya sangat bagus dengan warna biru cerah yang membentang di langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal pertama yang kulakukan setelah bangun adalah memastikan tanggal hari ini dengan telepon genggamkuku. «7 April». Hari ini tanggal «7 April». Aku juga mengeceknya di koran dan di TV untuk memastikan kalau ini benar-benar tanggal «7 April». Yah, tentu saja aku tahu kalau tidak ada artinya melakukan hal seperti itu. Tapi sejak saat aku terlibat dalam &#039;Rejecting Classroom&#039;, aku menjadi terbiasa melakukannya. Jika tidak melakukannya aku akan merasa sangat cemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejadian di dalam &#039;Rejecting Classroom&#039; tertinggal dalam ingatanku. Tapi ingatanku tidak sempurna. Rasanya seperti melihat gambar suatu tempat yang tidak pernah kulihat atau kukunjugi sebelumnya. &#039;Box&#039;, Maria, &#039;Zero&#039; - aku tahu tentang mereka. Tapi kesan tentang mereka sudah tidak ada lagi. Kekesalan, kesedihan - tidak ada yang tersisa. Jadi jika aku jatuh cinta dengan seseorang, aku pasti sudah lupa sekarang. Mungkin aku perlahan-lahan akan melupakan semua ingatan itu karena mereka terlalu samar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Termasuk Maria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang kumaksud adalah, sejak awal kami memang tidak seharusnya bertemu, jadi aku yakin kami tidak akan bertemu untuk yang kedua kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun juga, sekarang adalah «7 April», hari dari upacara pembukaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku telah menjadi siswa kelas dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelasku berganti dari yang sebelumnya di lantai 4 menjadi di lantai 3. Pemandangannya tidak terlalu berubah menjadi lebih baik meskipun ruang kelasnya berganti lantai dan bergeser ke arah barat sedikit. Meski begitu, udaranya terasa sangat berbeda ketika aku memasuki ruang kelas 2-3. Aku menjadi sangat berdebar-debar hingga dadaku sesak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memeriksa tempat dudukku yang tertulis di atas meja guru, aku duduk di kursiku. Teman-teman sekelasku yang baru menjawab dengan ceria ketika aku menyapa mereka dengan ringan dengan kata-kata «Semoga kita bisa berteman baik». Ya, suasananya terasa nyaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu orang lagi memasuki kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melihat ke arahku dan mengangkat tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Heyho, Hoshii! Kita sekelas lagi!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski kata-katanya biasa saja, pandangan 15 orang lainnya yang berada di kelas terfokus pada kami. Ya, Haruaki masih berisik seperti biasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Haruaki.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mh, ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihatnya dengan mata curiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yang asli?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Apa gue terlihat palsu? Atau elo berpikir kalau gue mempunyai kembaran? Apa elo terpengaruh oleh suatu manga yang super terkenal &amp;lt;ref&amp;gt; yang dimaksud mungkin manga Touch karya Mitsuru Adachi&amp;lt;/ref&amp;gt; hingga sekarang elo berpikir kalau semua pitcher baseball di SMA mempunyai kembaran?!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Tidak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah kenapa aku malah jadi mulai meragukan sifat Haruaki itu sendiri...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh iya, Hoshii! Kalau dipikir-pikir--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pagi, Haru dan Kazu-kun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Datang suara baru yang menyela omongan Haruaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kokone berdiri di depan pintu kelas. Dan di sampingnya ada Daiya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, apa mereka berdua datang ke sekolah bersama-sama seperti sepasang kekasih lagi? Jika aku mengatakan hal itu, Daiya pasti akan membuatku mengalami hal yang memalukan seharian penuh, jadi aku tidak mengatakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jantungku sempat berdebar lebih cepat, ketika disapa oleh seorang gadis, tapi yaaaah, ternyata cuma kamu, Kiri? Sia-sia aku berdebar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hey Haru... Apa-apaan reaksi elo itu? Emangnya elo pikir elo itu siapa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Er, yah, gue hanya mau elo berhenti terlalu memikirkan gue sampai elo mengejar gue hanya untuk sekelas dengan gue.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haa... jadi elo mencoba menyembunyikan rasa malu elo karena terpesona oleh gue dengan kata-kata seperti itu? Elo itu cepe~~lti anak kecil, ya kan Haru-chan? Ah, iya juga. Apa akhirnya elo bisa berhenti menggunakan suara &#039;Moe&#039;gue sebagai nada dering hp-elo?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Emangnya siapa yang melakukan hal seperti itu!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;«Tuanku~»... ayolah! Sekarang adalah kesempatan elo untuk menambah beberapa kata-kata baru ke koleksi suara &#039;Haru Moe-Moe&#039; elo! Apa perlu gue beri satu kesempatan lagi? Jika elo mau, gue bisa menambahkan kata-kata seperti «Selamat datang~» kali ini?!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa-apaan pembicaraan ini... Tolong hentikan itu, itu memalukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haa... hey Kazu, apa elo punya pemantik api? Gue ingin menyalakannya dan memasukkannya ke dalam mulut Kiri sekarang juga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan bagaimana dengan elo, Daiya? Apa elo cemburu karena gue cuma memberikan suara Moe Moe gue kepada Haru? Jangan khawatir! Jika elo berlutut dan mencium kaki gue, gue akan mengatakan «Onii-chan» untuk elo, yang mempunyai fetish adik perempuan. Oh, bukankah gue baik hati?!&amp;quot;&amp;lt;!--I&#039;d rather like &amp;quot;Aren&#039;t I kind?&amp;quot; at the end, but I don&#039;t know whether it&#039;s correct english. and &amp;quot;Am I not kind?&amp;quot; sounds like crap. at least in that situation--&amp;gt;&amp;lt;!-- It should work by now. Google told me. --&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana kalau «Aku menyesal karena sudah dilahirkan»?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Tidak ada yang berubah sama sekali meskipun kelasnya berganti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi inilah yang kuinginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa agak kesepian tanpa Maria dan Mogi-san, tapi semua ini adalah alasan mengapa aku menghancurkan &#039;Rejecting Classroom&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Kenapa elo nyengir-nyengir sendiri? Itu menjijikkan, Kazu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daiya menunjuk kearahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, benar. Kazu-kun nyengir. Aku berani bertaruh kalau dia sedang mengimajinasikan perempuan yang duduk di sampingnya, terpeleset dengan ceroboh--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak sedang berimajinasi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku segera menyangkalnya, membuat Kokone mengerutkan bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lagian siapa sih yang duduk di samping elo? Apa elo tahu? Apa dia gadis cantik?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruaki bertanya padaku sambil duduk di kursi yang dibicarakan tanpa malu sedikit pun. Aku tahu karena aku juga memeriksa nama-nama orang yang duduk dekat denganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya. Dia gadis yang cantik!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sungguh?! Siapa dia?!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia punya tempat duduk sendiri. Aku lega akan hal itu. Kenyataan kalau dia punya tempat duduk itu berarti kemungkinan kalau dia akan duduk di sini juga ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat duduknya tidak akan di sampingku lagi ketika dia kembali, tapi aku tidak peduli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menyebutkan nama gadis yang duduk di sampingku sambil tersenyum pada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;lt;u&amp;gt;Dia Mogi-san&amp;lt;/u&amp;gt;!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p style=&amp;quot;font-size:2em; text-align: center;&amp;quot;&amp;gt;✵&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari itu aku hampir berpikir kalau hujan akan turun selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menuju ke rumah sakit segera setelah mendengar kecelakaan Mogi-san dari Daiya, Jadi aku tidak masuk sekolah. Aku menggunakan taksi karena rumah sakit tempat dia dibawa tidak berada di dalam kota. Aku sendiri tidak percaya melakukannya, mengingat kalau aku menghargai kehidupan damai lebih dari apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi aku harus melakukannya. Karena aku bertarung melawan &#039;Rejecting Classroom&#039;, aku harus tahu hasilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku adalah orang yang pertama datang ke rumah sakit bahkan sebelum keluarganya. Lalu aku menunggu bersama dengan mereka, meski salah disangka sebagai pacarnya, hingga operasinya selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Operasinya berhasil... sepertinya. Tapi Mogi-san pada akhirnya tidak sadarkan diri di hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku baru bisa bertemu dengannya dua hari kemudian karena aku tidak diperbolehkan memasuki ruang ICU. Saat itu dia sudah dipindahkan ke bangsal umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mogi-san yang berada di kasurnya terlihat sangat menyedihkan. Suara dari &#039;&#039;electro-cardiogram&#039;&#039; dan pernapasan buatan membuat gendang telingaku bergetar. Kedua kaki dan tangannya dibalut, wajahnya dipenuhi dengan memar dan satu tangannya tergantung ke bawah, berwarna keunguan karena infus di pembuluh venanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat badan penuh terluka temanku di rumah sakit saja cukup untuk membuatku ingin menangis. Tapi bukan hanya aku yang ingin menangis. Aku tidak boleh menangis di depannya. Aku menahan air mataku dan melihat ke arah wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mogi-san terlihat terkejut ketika dia melihatku.Yah, aku juga tidak terlalu yakin karena dia tidak menggerakkan otot mukanya sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluarganya memberitahuku kalau dia telah sadar, tapi dia tidak berbicara sepatah kata pun akibat syok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Mogi-san membuka mulutnya, mencoba memberitahuku sesuatu dengan seluruh tenaganya. Aku bilang padanya untuk tidak memaksakan dirinya, tapi dia tidak mendengarkanku dan terus mencoba berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mogi-san mengarahkan kata-kata pertamanya padaku, membuat masker oksigennya menjadi putih karena napasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;--Aku sangat senang. Aku tidak mati.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak begitu mengerti perkataannya, tapi kata-katanya terdengar seperti itu bagiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mogi-san menangis setelah mengatakan hal itu. Ketika aku mengalihkan pandanganku ke sekeliling karena tidak bisa melihat ke arahnya, aku menemukan tasnya yang sudah kotor di samping kasurnya. Aku melihat bungkusan berwarna perak di bagian tasnya yang terbuka. Mengetahui apa benda itu, aku mengambilnya dengan tanganku tanpa sadar. Umaibo rasa Teriyaki Burger. Umaibo itu sudah hancur dan tidak seperti bentuk awalnya lagi. Ketika aku menyentuhnya tanpa berpikir apa pun, tiba-tiba aku tidak bisa menahannya lagi dan menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak tahu kenapa ini terjadi di saat sepeti ini. Aku mengingat kalau dia memberikannya padaku di dunia itu, tapi aku tidak bisa mengingat mengapa dia melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air mataku ini asli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu aku mengunjunginya di rumah sakit beberapa kali. Mogi-san mencoba berbicara padaku seceria mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ketika aku tidak sadar, aku mendapat mimpi yang sangat panjang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mogi-san berkata begitu sekali. Sepertinya dia mempercayai kalau itu semua hanyalah mimpi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pikiran tiba-tiba muncul di kepalaku. Mogi-san tidak bisa lari dari nasib tertabrak truk di dunia itu. Dan kalau dia selamat setiap kalipun tidak berubah. Ini mungkin alasan kenapa &#039;Rejecting Classroom&#039; tidak hancur, berapa kalipun dia mengalami kecelakaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi meski dia selamat, sepertinya dia tidak akan bisa menggerakkan tubuh bagian bawahnya lagi. Pada saat kecelakaan, dia mengalami benturan di punggungnya yang membuat tulang belakangnya terluka. Kemungkinan sembuhnya bukan hanya sedikit, tetapi mustahil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hanya bisa diam karena tidak tahu apa yang harus kukatakan padanya. Untuk menghilangkan kesunyian Mogi-san berkata sesuatu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku selalu berpikir kalau aku akan memikirkan &#039;Aku lebih baik mati&#039; jika keadaanku seperti ini. Kau mengerti hal itu kan, Hoshino-kun? Lagi pula aku tidak akan bisa berjalan dengan kedua kakiku lagi. Bahkan jika aku ingin pergi membeli jajanan di mini market di sebelah rumah, aku tidak akan bisa melakukannya lagi dengan bebas. Aku hanya bisa pergi jika aku bergantung pada seseorang atau jika aku menggunakan kursi roda. Begitu sulitnya hanya untuk membeli jajanan! Bukankah itu kejam? Tapi ini aneh. Aku sama sekali tidak berpikir untuk mati. Aku heran kenapa? Aku berpikir begitu, sungguh, dari dasar hatiku yang terdalam---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---kalau aku senang karena aku masih hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mogi-san berkata begitu tanpa berpura-pura sedikitpun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi aku tidak apa-apa. Aku juga tidak akan berhenti sekolah. Berapa lamapun waktu yang dibutuhkan, aku akan sembuh. Mungkin aku tidak akan berada di sekolah yang sama dengan kalian lagi, tapi aku tidak akan menyerah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tersenyum dan menunjukkan otot lengannya yang lemah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu agak memalukan untuk mengakuinya, tapi pada saat itu aku menangis terisak-isak didepannya. Aku senang. Senang karena keinginannya yang paling penting terkabulkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--apa ada yang bisa kulakukan untukmu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ingin membantunya secepat mungkin. Aku benar-benar berpikir seperti itu. Makanya aku bertanya padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mogi-san menjawab dimulai dari, &amp;quot;Aku sangat senang kau menanyakan hal itu&amp;quot; dan melanjutkannya dengan segan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku ingin kau menyediakan tempat untukku kembali. Aku ingin kau sekali lagi membuat tempat untukku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--Sekali lagi? Apa aku pernah membuat tempat seperti itu untukmu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......didalam mimpi panjang yang kau punya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menjawab seperti itu, entah kenapa Mogi-san mengalihkan pandangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p style=&amp;quot;font-size:2em; text-align: center;&amp;quot;&amp;gt;✵&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat upacara pembukaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengingat sesuatu saat Haruaki menghela napas selama pidato kepala sekolah di gedung olahraga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Omong-omong, Haruaki. Bukankah ada yang kau ingin katakan padaku pagi ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mh? ...aah, iya! Benar! Gue mendengar beberapa rumor kalau ada gadis yang sangat cantik diantara murid baru!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruaki menyenggol pundakku dan mengedipkan sebelah matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yah, kalau begitu aku tidak peduli. Lagipula sebagai senior aku tidak akan punya kesempatan untuk berbicara padanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa elo idiot?! Hanya dengan bisa melihat gadis cantik saja sudah merupakan kebahagiaan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak ingin mempercayai standar kebahagiaan miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi kapan kau mendengar rumor itu? Hari ini kan pertama kalinya kita bisa melihat siswa baru?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Semoga keajaiban tidak akan pernah berakhir! Itu adalah informasi dari Daiyan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Daiya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak percaya. Aku tidak pernah sekalipun mendengar Daiya berbicara tentang seorang perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Elo tidak mempercayai gue, benar kan? Tapi ada alasan yang kuat kenapa Daiyan tahu akan hal itu! Elo tahu kan kalau Daiyan hanya salah menjawab dua soal dari seluruh soal didalam ujian masuk, ya kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya. Dia sering membanggakan hal itu. Kalau dia telah menciptakan rekor baru di sekolah kita.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Rekor ini dipecahkan hanya dalam satu tahun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruaki berkata begitu, bahagia dari seluruh hatinya. Dia benar-benar tidak bisa tertolong lagi. ...Tapi aku bisa mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Err? Apa hubungannya hal ini dengan Daiya mengetahui tentang gadis cantik itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau benar-benar tidak peka, Hoshii. Apa yang gue katakan adalah, gadis cantik ini mengalahkan rekornya dengan mendapat nilai yang sempurna di semua mata pelajaran. Jadi, Daiyan diberitahu oleh guru, sebagai pemegang rekor sebelumnya. Guru itu juga mengatakan pada saat yang sama kalau dia sangat cantik hingga bahkan dia, sebagai orang dewasa, menjadi gugup.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berlebihan. Menjadi gugup... meski telah hidup jauh lebih lama?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pidato pembukaan dari kepala sekolah berakhir selama kami berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketua osis menyalakan microphonenya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terima kasih banyak, kepala sekolah. ...mari lanjutkan dengan salam dari perwakilan murid baru--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lihat, dia keluar! Si cantik yang dirumorkan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengerti. Dia adalah perwakilan yang melakukan pemberian salam karena dia adalah murid peringkat teratas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini mulai membuatku tertarik, jadi aku melihat sekeliling untuk menemukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Perwakilan dari kelas satu--Maria Otonashi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maria--Otonashi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah nama yang sepertinya sangat kukenal. ...tidak, tidak. Itu tidak mungkin. Lagipula Maria kan dipanggil sebagai Aya Otonashi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baik.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi suara ini tidak salah lagi miliknya. Itu suara Maria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aah, aku mengerti. Akhirnya aku mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
«Jika kau lupa, ingatlah sekarang. Namaku adalah «Maria».»&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hah. Jadi dia mengatakan yang sebenarnya waktu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...oh? Jadi aku selama ini Aku memanggil Maria dengan nama depannya...? UWAA! UWAAAAAA!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...kenapa muka elo memerah, Hoshii?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menaiki tangga dengan lebih elegan dibanding siapapun juga. Dia sudah mempunyai aura kehadiran yang hebat, karena dia sudah hidup lebih lama dibanding semua orang disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid-murid menjadi berisik hanya dengan melihat kearahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah wajah yang sangat kukenal. Wajahnya yang telah berada disisiku untuk waktu yang lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengenakan seragam baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, Kupikir dia curang. Aku tidak pernah menyangka kalau dia lebih muda daripada aku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maria memandang sekeliling, sambil berdiri diatas podium. Tatapannya bertemu denganku. Dan entah kenapa matanya berhenti diarahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dia tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhku dengan mudah membatu sepenuhnya karena tatapan dan senyumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maria memulai pidatonya tanpa mengalihkan pandangannya dari arahku. Bahkan murid-murid yang berisik menjadi diam karena mendengar suaranya yang mengagumkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidakkah dia terus melihat kearah sini? Oh sial, mungkinkah dia jatuh cinta pada gue?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruaki mengeluarkan candaannya, tapi aku terlalu terpaku terhadap tatapan Maria hingga aku tidak bisa membalas kata-katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hanya melihat kearah Maria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maria hanya melihat kearahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;--dengan ini aku mengakhiri salam dari kelas satu. Ini adalah perwakilan dari kelas satu, Maria Otonashi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maria turun dari podium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan tepat setelah dia melakukannya, murid-murid menjadi berisik lagi. Tidak, bukan hanya murid. Bahkan guru-guru pun kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, tidak salah lagi akulah yang paling bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena Maria tidak kembali ke tempatnya sendiri, malah menuju kearahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid-murid secara otomatis memberikan ruang diarah dia berjalan, terkesan oleh wibawanya. Maria menggunakan kesempatan itu dan berjalan lurus kearahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah jalan terbentuk dari tempatnya kearahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aah, dasar. Apa dia belum menyingkirkan kebiasaannya dari dunia itu? Itu mungkin tidak apa-apa untuk tidak menahan diri di dunia itu, tapi itu tidak berlaku disini, ya kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sudah menyadari kalau kehidupan sehari-hariku akan hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haha--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, meski begitu aku tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sungguh mengganggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sungguh mengganggu, tapi tidak... itu tidak terasa seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, murid-murid didepanku menyingkir. Haruaki pun menyingkir dariku. Kami dikelilingi oleh ruangan kosong hampir seperti didalam pusat angin topan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditengah dari ruangan kosong ini, Maria berdiri didepanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kupikir kami tidak akan bertemu lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi kalau dipikir-pikir, tidak mungkin dia tidak akan datang kepadaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi pula, tujuannya kan untuk mendapatkan sebuah &#039;box&#039;. Dia tidak punya pilihan lain selain mendekatiku, yang mejadi sasaran dari &#039;Zero&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maria tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan gampangnya ia membuka mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, dengan gampangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku selalu berada disisimu tidak peduli berapa lamapun waktu berlalu--itulah bagaimana aku menyatakan perang terhadapmu waktu itu, tapi ini sepertinya masih akan berlanjut.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengatakan hal itu, dia memperkenalkan dirinya sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;lt;u&amp;gt;Aku adalah «Maria Otonashi»&amp;lt;/u&amp;gt;. Senang berkenalan denganmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid baru itu membungkuk dengan dalam, seperti yang dulu dia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, aku memberikan tepuk tangan seperti yang dulu kulakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama beberapa waktu, hanya tepuk tanganku yang berbunyi didalam ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Haruaki mulai menepuk tangannya tanpa tahu situasinya. Mengikutinya, seseorang mulai menepuk tangan juga. Meski tidak ada seorangpun yang tahu apa yang terjadi, tepuk tangannya semakin keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditengah-tengah tepuk tangan yang luar biasa ini, dia mengangkat wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia tidak tersenyum lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkan tangannya dengan kuat dan melihat lurus kearahku dengan gerakan yang mengagumkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Balik ke [[Utsuro_no_Hako Bahasa Indonesia:Jilid 1 Pertama kali (2)|Pertama kali (2)]]&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Utsuro no Hako to Zero no Maria Bahasa Indonesia|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Lanjut ke [[Utsuro_no_Hako Bahasa Indonesia:Jilid 1 Catatan Pengarang|Catatan Pengarang]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Undesco&amp;diff=190074</id>
		<title>User talk:Undesco</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Undesco&amp;diff=190074"/>
		<updated>2012-09-20T09:31:50Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;kalau sempet ya, lagi banyak kerjaan [[User:Xenocross|Xenocross]] ([[User talk:Xenocross|talk]]) 22:24, 26 August 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
meski yg kamu katakan give me some ideas, that&#039;s not it. Sesuatu yg bisa kamu lakukan tapi tidak bisa kamu lakukan di saat bersamaan. Kalau punya teman yg ambil filsafat..tehe.. It&#039;s confusing, even for me to explain. [[User:Tony Yon|&amp;lt;span style=&amp;quot;color:green;font:bold 10pt times new roman itc&amp;quot;&amp;gt;Tony Yon&amp;lt;/span&amp;gt;]] ([[User talk:Tony Yon#top|&amp;lt;span style=&amp;quot;color:blue;font:bold 10pt times new roman itc&amp;quot;&amp;gt;Talk&amp;lt;/span&amp;gt;]]) 06:55, 2 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya. Itu translatornya udah pada MIA semua (seenggaknya dari Toaru), haha [[User:Arczyx|Arczyx]] ([[User talk:Arczyx|talk]]) 01:29, 8 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iya kecuali TheRadiants, dia terakhir update 25 juli 2012 jadi secara teknis belum MIA, kalo mau ngambil bagian dia coba message dulu aja, kalo seminggu belum dibales ambil aja berarti. [[User:Arczyx|Arczyx]] ([[User talk:Arczyx|talk]]) 01:44, 8 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya jadi editor numpang lewat saja. Sekalian minta daftar terminologi yang dipakai. Bingung karena istilahnya ganti-ganti. -_-&#039;&lt;br /&gt;
Contoh yang sering berubah: psychic powers (istilah yang saya pakai kemampuan paranormal) dan supernatural powers (kekuatan supernatural). &lt;br /&gt;
Pernah, mungkin. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 18:48, 9 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya juga bingung sih pilihan katanya. Psikis kan berasal dari kata psike yang artinya adalah jiwa; sukma; rohani, sementara paranormal adalah sesuatu yang sulit dijelaskan dengan akal sehat/secara ilmiah. Awalnya sih saya juga mau pakai psikis, tapi akhirnya pake paranormal (meskipun di sini psychic power bisa dijelaskan secara ilmiah, lel). Oh, btw, supranatural itu nggak baku, yang baku adalah supernatural. :p [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 00:32, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya ngikut aja sih. Wah, hebat. Ternyata ga bahasa Indonesia. o_O [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 07:34, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lel, diedit. Btw, supernatural kayaknya ga perlu dimasukin. Terjemahan supernatural kan juga supernatural. Kemudian, saya udah agak lupa, tapi istilah witch, sorcerer, dan magician di Index tuh ada kaitannya dengan gender ga sih? Misalnya witch biasanya perempuan, sementara sorcerer biasanya laki-laki. Kalo magician sih biasanya penyihir pemula. Nah, di Index ada perbedaan seperti itu nggak? Kalo susah cari padanan katanya, mending tetep Inggris aja. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 08:51, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setahuku, kata ganti ku-, &#039;&#039;kau-&#039;&#039;, -ku, -mu, dan -nya emang digabung. Tapi, saya ngeditnya ga terlalu strict, sih. Yang saya gabung kebanyakan hanya kau+kata dasar+akhiran (e.g. kaupikirkan). Kalau kau+kata dasar aja, cuma kadang-kadang aja saya gabung tergantung feeling, lebih cocok digabung atau dipisah (mungkin karena kebanyakan melihat versi yang salah sih, kalau yang bener mungkin semua digabung tanpa terkecuali). Tapi kalo ada awalan tetep saya pisah (e.g. kau membawa, bukan kaumembawa). [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 19:52, 12 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Editor diedit, lel. &amp;gt;_&amp;lt;&lt;br /&gt;
Btw, part 7 ternyata cuma pake Google Translate, atau level si penterjemah cuma sebatas Google Translate. /facepalm [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 21:52, 14 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gpp sih, toh saya ini termasukk sering typo. Cuma ironis aja, soalnya editor kan harusnya kerjaannya memperbaiki typo. lel. Yang betul kuyup kok, another typo. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hm, saya juga termasuk literal kok, soalnya yang diterjemahkan adalah hasil terjemahkan (istilahnya apa ya, lupa). Seandainya terjemahan pertama udah liberal, nanti isinya bisa jauh melenceng dari aslinya kalo terjemahan keduanya ikut-ikutan liberal. Prolog dan Bab 1 yang saya edit ini juga terlalu liberal, makanya saya edit biar ga terlalu liberal (malah ada yang liberalnya keterlaluan sampai artinya berkebalikan dari Inggrisnya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
He eh, pake apostrof karena singkatan dari &#039;akan&#039; atau &#039;bukan&#039;. Kayak &#039;til dari kata until. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 02:27, 15 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
O-oishii desu... -ups, wrong reply.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata literal banget ya? Kalo pake standarnya 8thsin, mungkin masuk kategori LS-1, lel. Oh, yang guru itu ya? Tapi &#039;wajah seorang guru tertentu&#039; kok kesannya aneh gitu dibacanya... [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 20:23, 15 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sungguh sangat sial!&amp;quot; Kalau kurang pas, silakan diganti saja. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 03:28, 19 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Err, urutannya juta, miliar, triliun. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 19:26, 19 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dapet dari mana billion? Di versi Inggris-nya kan trillion? [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 04:31, 20 September 2012 (CDT)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Undesco&amp;diff=189972</id>
		<title>User talk:Undesco</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Undesco&amp;diff=189972"/>
		<updated>2012-09-20T00:26:39Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;kalau sempet ya, lagi banyak kerjaan [[User:Xenocross|Xenocross]] ([[User talk:Xenocross|talk]]) 22:24, 26 August 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
meski yg kamu katakan give me some ideas, that&#039;s not it. Sesuatu yg bisa kamu lakukan tapi tidak bisa kamu lakukan di saat bersamaan. Kalau punya teman yg ambil filsafat..tehe.. It&#039;s confusing, even for me to explain. [[User:Tony Yon|&amp;lt;span style=&amp;quot;color:green;font:bold 10pt times new roman itc&amp;quot;&amp;gt;Tony Yon&amp;lt;/span&amp;gt;]] ([[User talk:Tony Yon#top|&amp;lt;span style=&amp;quot;color:blue;font:bold 10pt times new roman itc&amp;quot;&amp;gt;Talk&amp;lt;/span&amp;gt;]]) 06:55, 2 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya. Itu translatornya udah pada MIA semua (seenggaknya dari Toaru), haha [[User:Arczyx|Arczyx]] ([[User talk:Arczyx|talk]]) 01:29, 8 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iya kecuali TheRadiants, dia terakhir update 25 juli 2012 jadi secara teknis belum MIA, kalo mau ngambil bagian dia coba message dulu aja, kalo seminggu belum dibales ambil aja berarti. [[User:Arczyx|Arczyx]] ([[User talk:Arczyx|talk]]) 01:44, 8 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya jadi editor numpang lewat saja. Sekalian minta daftar terminologi yang dipakai. Bingung karena istilahnya ganti-ganti. -_-&#039;&lt;br /&gt;
Contoh yang sering berubah: psychic powers (istilah yang saya pakai kemampuan paranormal) dan supernatural powers (kekuatan supernatural). &lt;br /&gt;
Pernah, mungkin. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 18:48, 9 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya juga bingung sih pilihan katanya. Psikis kan berasal dari kata psike yang artinya adalah jiwa; sukma; rohani, sementara paranormal adalah sesuatu yang sulit dijelaskan dengan akal sehat/secara ilmiah. Awalnya sih saya juga mau pakai psikis, tapi akhirnya pake paranormal (meskipun di sini psychic power bisa dijelaskan secara ilmiah, lel). Oh, btw, supranatural itu nggak baku, yang baku adalah supernatural. :p [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 00:32, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya ngikut aja sih. Wah, hebat. Ternyata ga bahasa Indonesia. o_O [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 07:34, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lel, diedit. Btw, supernatural kayaknya ga perlu dimasukin. Terjemahan supernatural kan juga supernatural. Kemudian, saya udah agak lupa, tapi istilah witch, sorcerer, dan magician di Index tuh ada kaitannya dengan gender ga sih? Misalnya witch biasanya perempuan, sementara sorcerer biasanya laki-laki. Kalo magician sih biasanya penyihir pemula. Nah, di Index ada perbedaan seperti itu nggak? Kalo susah cari padanan katanya, mending tetep Inggris aja. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 08:51, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setahuku, kata ganti ku-, &#039;&#039;kau-&#039;&#039;, -ku, -mu, dan -nya emang digabung. Tapi, saya ngeditnya ga terlalu strict, sih. Yang saya gabung kebanyakan hanya kau+kata dasar+akhiran (e.g. kaupikirkan). Kalau kau+kata dasar aja, cuma kadang-kadang aja saya gabung tergantung feeling, lebih cocok digabung atau dipisah (mungkin karena kebanyakan melihat versi yang salah sih, kalau yang bener mungkin semua digabung tanpa terkecuali). Tapi kalo ada awalan tetep saya pisah (e.g. kau membawa, bukan kaumembawa). [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 19:52, 12 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Editor diedit, lel. &amp;gt;_&amp;lt;&lt;br /&gt;
Btw, part 7 ternyata cuma pake Google Translate, atau level si penterjemah cuma sebatas Google Translate. /facepalm [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 21:52, 14 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gpp sih, toh saya ini termasukk sering typo. Cuma ironis aja, soalnya editor kan harusnya kerjaannya memperbaiki typo. lel. Yang betul kuyup kok, another typo. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hm, saya juga termasuk literal kok, soalnya yang diterjemahkan adalah hasil terjemahkan (istilahnya apa ya, lupa). Seandainya terjemahan pertama udah liberal, nanti isinya bisa jauh melenceng dari aslinya kalo terjemahan keduanya ikut-ikutan liberal. Prolog dan Bab 1 yang saya edit ini juga terlalu liberal, makanya saya edit biar ga terlalu liberal (malah ada yang liberalnya keterlaluan sampai artinya berkebalikan dari Inggrisnya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
He eh, pake apostrof karena singkatan dari &#039;akan&#039; atau &#039;bukan&#039;. Kayak &#039;til dari kata until. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 02:27, 15 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
O-oishii desu... -ups, wrong reply.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata literal banget ya? Kalo pake standarnya 8thsin, mungkin masuk kategori LS-1, lel. Oh, yang guru itu ya? Tapi &#039;wajah seorang guru tertentu&#039; kok kesannya aneh gitu dibacanya... [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 20:23, 15 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sungguh sangat sial!&amp;quot; Kalau kurang pas, silakan diganti saja. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 03:28, 19 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Err, urutannya juta, miliar, triliun. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 19:26, 19 September 2012 (CDT)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter2&amp;diff=189883</id>
		<title>Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1 Chapter2</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter2&amp;diff=189883"/>
		<updated>2012-09-19T16:01:28Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: /* Part 2 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 2: Si Ilusionis Memberikan Kematian. The_7th-Egde.==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu malam. Sirene beberapa truk pemadam kebakaran dan sebuah ambulan meraung dari jalan utama dan melewatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asrama itu kelihatannya hampir seluruhnya sudah kosong, tapi alarm kebakaran yang berbunyi dan &#039;&#039;sprinkler&#039;&#039; yang terus menyirami gedung menandakan telah terjadi suatu peristiwa di sana. Dalam waktu singkat, asrama yang kosong itu sudah diisi dengan truk pemadam kebakaran dan orang-orang yang menonton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou telah menggunakan tangan kanannya untuk menghancurkan fungsi pelacak pada kerudung milik Index di kamarnya sebelum membawanya. Kalau dia membiarkannya tetap aktif dan asal membuangnya, dia mungkin bisa mengelabui para pengejar, tapi gadis itu dengan keras kepala memaksa kalau dia ingin membawa kerudungnya tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma mendecakkan lidahnya di sebuah gang. Dia menggendong tubuh berdarah Index di tangannya karena dia tidak bisa membiarkan lukanya menyentuh tanah yang kotor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak bisa menyerahkan Index ke ambulans.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City pada dasarnya tidak menyukai kehadiran orang luar. Itulah kenapa kota ini membangun dinding yang mengelilingi kota dan meluncurkan tiga satelit yang secara nonstop memonitor semuanya. Bahkan para pengemudi truk yang menyuplai toko serba ada memerlukan kartu ID eksklusif untuk masuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, informasi tentang orang luar tanpa ID seperti Index akan tersebar kalau dia dirawat di rumah sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan musuhnya adalah bagian dari sebuah organisasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia diserang di sana, orang-orang di sekitarnya bisa ikut terlibat. Apalagi jika diserang saat sedang memulihkan diri atau sedang dioperasi, dia pasti semakin tidak berdaya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi aku tidak bisa hanya meninggalkannya seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku...akan baik-baik saja. Kalau kau...bisa menghentikan pendarahannya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Index terdengar lemah dan tidak menunjukkan tanda-tanda dari suara mekanis yang dia gunakan ketika menjelaskan tentang &#039;&#039;rune&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan itulah kenapa Kamijou segera tahu kalau apa yang dikatakannya itu salah. Lukanya tak bisa ditangani oleh seorang amatir dengan membalut perban di sekelilingnya. Kamijou terbiasa berkelahi, jadi dia memberi pertolongan pertama pada dirinya sendiri untuk kebanyakan luka yang menurutnya lebih baik dirahasiakan. Tapi luka di punggungnya cukup parah sampai-sampai membuat Kamijou kehilangan ketenangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinggal satu hal tersisa yang bisa mereka andalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia masih tidak memercayainya, tapi dia tidak punya apa-apa yang lain untuk dipercayai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, hei! Kau bisa mendengarku?” Kamijou menampar pipi Index pelan. “Apakah ada sesuatu yang bisa menyembuhkan luka dalam 103.000 grimoir milikmu itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sihir dalam benak Kamijou tidak lebih dari sihir serangan dan sihir pemulihan dari RPG.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar Index telah mengatakan kalau dia secara alami tidak bisa menangani kekuatan sihir dan karenanya tidak bisa menggunakan sihir, tapi Kamijou bisa menangani kekuatan supernatural, jadi cukup jika Index memberitahunya apa yang perlu dia lakukan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernapasan Index tipis, tapi lebih karena kehilangan darah dibanding rasa sakit. Bibir pucatnya bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada...tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Kamijou menjadi cerah sejenak sampai kata “tapi” mencapai pikirannya dengan terlambat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau...tidak bisa melakukannya...” Index mengeluarkan napas kecil. “Bahkan kalau aku...mengajarkanmu mantranya...kekuatanmu pasti... akan menghalangi ...aduh...bahkan kalau kau...menirunya dengan sempurna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat ke arah tangan kanannya dengan syok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imagine Breaker. Kekuatan yang bersemayam di sana memang telah meniadakan api milik Stiyl secara utuh. Jadi ada kemungkinan kalau itu akan meniadakan sihir pemulihan Index dengan cara yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial! Lagi-lagi... Kenapa tangan kanan ini selalu saja mengganggu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi itu cuma berarti dia perlu memanggil seseorang. Seperti Aogami Pierce atau si gadis Biri-Biri Misaka Mikoto. Wajah beberapa orang tangguh yang tidak perlu dia khawatirkan kalau terlibat masalah seperti ini mengambang di pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?” Index terdiam sejenak. “Bukan... Bukan itu yang aku maksud.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan tangan kananmu... Masalahnya adalah... kau itu seorang esper.” Di malam yang panas itu, dia menggigil seperti berada di atas gunung bersalju di tengah musim dingin. “Sihir itu bukan...sesuatu yang bisa digunakan oleh ‘orang-orang berbakat’ seperti kalian, para esper. ‘Orang-orang tak berbakat’ ingin melakukan...apa yang ‘orang-orang berbakat’ bisa lakukan...jadi mereka menciptakan mantra dan ritual tertentu...yang dikenal sebagai sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou sudah akan berteriak, “Ini bukan waktunya untuk penjelasan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak mengerti...? &#039;&#039;Penyirkuitannya berbeda antara ‘orang-orang berbakat’ dan ‘orang-orang tak berbakat’... ‘Orang-orang berbakat’ tidak bisa menggunakan sistem yang diciptakan...untuk ‘orang-orang tak berbakat’...&#039;&#039;”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap-...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou diam seribu bahasa. Memang benar kalau obat-obatan dan elektroda-elektroda digunakan pada esper-esper seperti Kamijou untuk &#039;&#039;dengan paksa mengembangkan penyirkuitan otak mereka dengan cara yang berbeda dengan manusia biasa&#039;&#039;. Memang benar kalau tubuh mereka &#039;&#039;berbeda dengan yang lainnya&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia tidak bisa memercayainya. Tidak, dia tidak &#039;&#039;mau&#039;&#039; memercayainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.3 juta pelajar tinggal di Academy City. Tiap-tiap dari mereka telah melalui Kurikulum pengembangan kekuatan. Bahkan walaupun kau tidak bisa tahu dengan melihat mereka, bahkan kalau mereka tidak bisa membengkokkan sendok meskipun telah berusaha begitu keras hingga pembuluh darah di otak mereka pecah, dan &#039;&#039;bahkan kalau mereka adalah yang terlemah dari para esper, mereka memang terbuat berbeda dari orang biasa&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, orang-orang yang tinggal di kota itu tidak bisa menggunakan sihir, hal satu-satunya yang bisa menyelamatkan gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada satu cara untuk menyelamatkan orang yang berbaring di depannya, tapi tidak ada yang bisa menyelamatkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial...” Kamijou menampakkan gigi taringnya seperti hewan buas. “Kenapa ini bisa terjadi? Kenapa ini bisa terjadi!? Apa-apaan ini!? Bagaimana mungkin ini adil!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh Index semakin gemetaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beban yang menurut Kamijou paling sulit dipikul adalah bahwa &#039;&#039;gadis itu dihukum karena ketidakmampuan dirinya sendiri&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ ‘Berbakat’ pantatmu,” umpatnya. “Aku bahkan tidak bisa menyelamatkan gadis yang menderita di depan mataku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia tidak bisa memikirkan cara lain untuk menyelesaikan situasi itu. Fakta bahwa 2.3 juta pelajar yang tinggal di kota itu tidak bisa menggunakan sihir adalah peraturan yang perlu dia pecahkan lebih dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tiba-tiba menyadari sesuatu yang aneh tentang apa yang telah dia pikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Pelajar?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, orang biasa ‘tak berbakat’ mana pun bisa menggunakan sihir, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Eh? Iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan tak akan berakhir sia-sia karena orang itu tidak punya bakat dalam sihir, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak...perlu khawatir tentang itu... Selama mereka mempersiapkannya dan melakukannya dengan benar...bahkan murid SMP pun seharusnya bisa melakukannya.” Index berpikir sejenak. “Tapi kalau mereka salah urutannya, jalur-jalur di otak mereka dan penyirkuitan syarafnya bisa hangus... Tapi dengan pengetahuan dari 103.000 grimoir milikku, tidak akan ada masalah. Jangan khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa berpikir, dia melihat ke atas seakan ingin melolong ke bulan di langit malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar terdapat 2.3 juta pelajar tinggal di Academy City dan bahwa mereka semua telah dikembangkan supaya memiliki semacam kekuatan psikis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, para guru yang mengembangkan mereka adalah manusia normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kuharap dia belum tidur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah seorang guru muncul dalam pikiran Kamijou Touma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Tsukuyomi Komoe, guru wali kelasnya dengan tinggi 135 cm, yang masih cocok memakai sebuah &#039;&#039;randoseru&#039;&#039; merah&amp;lt;ref&amp;gt;Di Jepang, anak TK biasanya memakai ransel merah.&amp;lt;/ref&amp;gt; walaupun dia adalah seorang guru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menelepon Aogami Pierce dari sebuah telepon umum untuk menanyakan alamat Komoe-sensei. (Kamijou telah menjatuhkan dan merusakkan telepon genggamnya pagi itu. Alasan Aogami Pierce tahu alamat rumah Komoe adalah sebuah misteri. Kamijou curiga kalau dia adalah seorang &#039;&#039;stalker&#039;&#039;.) Kamijou lalu mulai berjalan sambil menggendong Index yang terlihat begitu lemas di punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini dia tempatnya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tiba setelah berjalan 15 menit dari lorong belakang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat tidak cocok dengan penampilannya yang mirip anak umur umur 12 tahun, tempat tinggalnya berada di gedung apartemen kayu dua tingkat yang kelihatan sangat tua dan bobrok hingga Kamijou merasa kalau apartemen itu pasti telah bertahan dari serangan bom di Tokyo. Karena mesin cucinya ada di lorong luar, gedung itu pasti tidak punya kamar mandi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biasanya, Kamijou akan membuat lelucon tentang itu selama sepuluh menit ke depan, tapi saat itu dia bahkan tidak tersenyum sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memeriksa papan nama di pintu-pintu di lantai satu, dia menaiki tangga metal yang bobrok dan berkarat dan mengecek pintu-pintu di atas sana. Ketika dia sampai ke pintu paling jauh ke belakang di lantai 2, dia akhirnya menemukan nama “Tsukuyomi Komoe” yang tertulis dalam huruf hiragana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou membunyikan belnya dua kali, kemudian menendang pintu itu dengan seluruh kekuatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakinya yang menghantam pintu mengeluarkan suara keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi pintu itu bergeming. Seperti biasa, Kamijou Touma merasa sial karena dia mendengar suara retak dari jempol besarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“~ ~ ~!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, iya, iyaaa! Pintu anti-&#039;&#039;salesman&#039;&#039; koran itu adalah satu-satunya yang kokoh di sini. Aku akan membukanya, oke?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kenapa tidak kutunggu saja tadi?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kamijou memikirkan itu dengan mata berkaca-kaca, pintunya terbuka, dan kepala Komoe-sensei yang memakai piyama menyembul melalui celahnya. Ekspresi rileksnya jelas menunjukkan kalau dia tidak bisa melihat luka di punggung Index dari posisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wa, Kamijou-chan. Apa kau mulai kerja sambilan sebagai &#039;&#039;salesman&#039;&#039; koran?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Koran mana yang pekerjanya meminta orang lain dengan seorang biarawati di punggungnya?” kata Kamijou dengan tidak senang. “Aku ada sedikit masalah, jadi aku akan masuk. Permisi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-tunggu, tunggu, tunggu!” Komoe-sensei dengan panik mencoba menghalangi jalan Kamijou ketika Kamijou mendorongnya ke samping. “A-aku tidak bisa membiarkanmu tiba-tiba masuk ke kamarku. Dan itu bukan hanya karena kamarku seperti kapal pecah dengan kaleng bir kosong mengotori lantai dan puntung rokok yang menumpuk di asbak!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v01_127.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku ingin tahu kalau kau bisa membuat lelucon yang sama setelah melihat apa yang kubawa di punggungku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-aku tidak bercanda! ...Gyahhh!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi sekarang kau menyadarinya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tadi tidak melihat kalau kau terluka begitu parah di punggungmu, Kamijou-chan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei mulai panik karena tiba-tiba melihat darah dan Kamijou akhirnya berhasil mendorongnya ke samping dan memasuki kamar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamar itu terlihat seperti kamar milik seorang lelaki paruh baya yang suka bertaruh di pacuan kuda.  Di atas lantai tatami yang sudah usang, kaleng bir kosong yang tak terhitung jumlahnya berserakan, dan di  asbak perak itu terdapat gunungan puntung rokok. Seperti sebuah lelucon, bahkan ada meja teh dengan tipe yang seorang bapak keras kepala akan balikkan di tengah ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku mengerti. Jadi kau tidak bercanda.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurasa ini bukan waktu yang tepat, tapi apa kau punya masalah dengan gadis yang merokok?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasa itu bukan itu masalahnya ketika dia melihat wali kelasnya yang kelihatan berumur 12 tahun menendang beberapa kaleng bir yang menghalangi untuk membuka tempat kosong.  Dia tidak ingin duduk di lantai tatami yang usang, tapi ini bukan waktunya untuk memikirkan harus mempersiapkan sebuah futon terlebih dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membaringkan Index telungkup di lantai untuk memastikan lukanya tidak menyentuh lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bentuk robekan bajunya menyembunyikan luka sebenarnya dari penglihatan, tapi cairan merah pekat mengalir keluar seperti minyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-bukankah seharusnya kau memanggil ambulans? T-teleponnya ada di sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei menunjuk ke arah salah satu sudut ruangan dengan tangan gemetar. Entah kenapa, teleponnya adalah telepon hitam dengan putaran dial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Mana&#039;&#039; di dalam darah sedang mengalir keluar bersama darah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dan Komoe-sensei dengan refleks berbalik ke arah Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index masih terbaring lemas di lantai, tapi matanya diam-diam terbuka bahkan dengan kepala menghadap ke samping seperti sebuah boneka rusak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya lebih dingin dari cahaya bulan yang pucat dan lebih tepat dari gerigi sebuah jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya benar-benar tenteram sempurna hingga terlihat seperti bukan mata manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Peringatan: Bab 2, Ayat 6. Hilangnya daya kehidupan yang dikenal sebagai &#039;&#039;mana&#039;&#039; karena kehilangan darah telah melebihi batas tertentu, jadi Pena John&amp;lt;ref&amp;gt;TN: Sebenarnya lebih tepat kalau diterjemahkan sebagai Pena Yohanes, nama salah satu murid Jesus.&amp;lt;/ref&amp;gt; sedang dibangunkan dengan paksa. ...Jika situasi ini terus berlanjut, tubuhku akan kehilangan daya kehidupan minimum yang diperlukan dan akan meninggal dunia dalam waktu sekitar 15 menit sesuai dengan standar menit internasional yang didefinisikan oleh menara jam di London. Sebaiknya kau mengikuti instruksi yang akan kuberikan untuk melakukan perawatan yang paling efisien.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei memandang Index dengan syok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak bisa menyalahkannya. Bahkan walaupun dia telah mendengar suara itu sekali sebelumnya, dia sama sekali tidak bisa terbiasa dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melirik ke Komoe-sensei dan berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia memintanya melakukan sihir secara terang-terangan, dia pasti akan berkata kalau itu bukan waktunya untuk berpura-pura menjadi gadis penyihir dan dia terlalu tua untuk hal-hal seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi bagaimana dia harus meyakinkannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm. Sensei, Sensei. Karena ini keadaan darurat, aku akan menjelaskannya dengan singkat. Aku perlu memberi tahu sebuah rahasia, jadi ke sinilah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melambaikan tangannya seperti sedang memanggil seekor anjing kecil dan Komoe-sensei mendekatinya tanpa berhati-hati sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf,” pinta maaf Kamijou pada Index di antara napasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengangkat bajunya yang terkoyak untuk memperlihatkan luka parah yang tersembunyi di bawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ee!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak bisa menyalahkan Komoe-sensei yang melompat terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lukanya sangat parah hingga mampu mengejutkan Kamijou. Lukanya berbentuk garis lurus horizontal sepanjang punggungnya seakan-akan punggungnya adalah kotak karton yang dipotong seseorang dengan menggunakan penggaris dan &#039;&#039;cutter&#039;&#039;. Darah merah, otot warna pink, lemak warna kuning, dan bahkan sesuatu yang keras dan putih yang sepertinya adalah tulang belakangnya bisa terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika luka itu diibaratkan sebagai mulut warna merah, bibir di sekitarnya telah menjadi sangat pucat seperti seseorang yang baru saja berada di dalam kolam renang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gh...” Kamijou berusaha menahan rasa pusingnya dan dengan hati-hati menurunkan pakaian yang basah oleh darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika pakaian itu menyentuh lukanya, mata sedingin es Index tidak bergerak sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Iya!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan memanggil ambulans. Selama itu, kau dengarkan apa yang gadis ini katakan dan lakukan apa pun yang dia katakan... Cukup pastikan dia tidak kehilangan kesadaran. Seperti yang bisa kaulihat dari pakaiannya, dia orang yang religius. Terima kasih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia menganggapnya tidak lebih dari sekadar untuk menghibur gadis itu, dia akan tetap memandang sihir sebagai sesuatu yang mustahil. Karena itu, Kamijou telah mengubah fokus pikiran Komoe-sensei dari merawat luka menjadi melanjutkan percakapan dengan gadis itu dengan cara apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei mengangguk dengan ekspresi yang sangat serius dan wajah yang pucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau sebuah ambulans tiba sebelum sihir itu selesai, “penghiburan” itu akan berakhir. Itu berarti dia sebenarnya tidak bisa memanggil ambulans.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tidak berarti Kamijou harus pergi. Bagaimanapun juga, dia cukup memanggil 117 dengan telepon hitam kamar itu dan berpura-pura sedang memanggil ambulans padahal sebenarnya berbicara dengan rekaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah sebenarnya ada di tempat lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Index,” kata Kamijou pelan pada Index yang tetap berbaring lemah di lantai. “Adakah yang bisa kulakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada. Pilihan terbaik adalah perginya kau.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemilihan kata yang terlalu jelas dan terus terang membuat Kamijou mengepalkan tinju tangannya begitu kuatnya hingga terasa sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang bisa Kamijou lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan semua itu karena tangan kanannya akan meniadakan sihir pemulihan hanya dengan berada di ruangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kalau begitu, Sensei. Aku akan pergi mencari telepon umum.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu...eh? Kamijou-chan, aku punya telepon di si—...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengacuhkan perkataan Komoe-sensei, membuka pintu, dan meninggalkan kamar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menggertakkan giginya karena fakta bahwa &#039;&#039;dia tidak bisa melakukan apa pun selain meninggalkan tempat itu&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berlari melintasi kota di malam hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika berlari, dia mengepalkan tangan kanannya yang bisa meniadakan bahkan sistem milik Tuhan tapi tidak bisa melindungi satu orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Kamijou Touma meninggalkan kamar itu, Index menggerakkan bibir pucatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jam berapa sekarang dalam Waktu Standar Jepang? Dan juga, tanggal berapa ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang jam 8.30 malam tanggal 20 Juli...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sepertinya tidak melihat jam. Apakah waktu itu akurat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak punya jam di kamarku, tapi jam internalku akurat sampai ke detik-detiknya, jadi jangan khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak perlu meragukan aku seperti itu. Aku pernah dengar kalau beberapa joki punya jam internal yang akurat hingga ke sepersepuluh detik dan kau bisa mengaturnya dengan kebiasaan makan dan ritme aktivitas tertentu,” balas Komoe-sensei bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mungkin bukan seorang esper, tapi dia memang seorang warga Academy City. Pandangan tentang tingkat pengetahuan mana yang normal dalam bidang medis dan ilmiah berbeda di antara orang-orang yang ada di dalam kota dan orang-orang di luar kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih berbaring telungkup di lantai, Index melirik ke luar jendela hanya dengan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dari lokasi bintang dan sudut bulan...yang sesuai dengan arah Sirius dengan galat sebesar 0.038. Untuk memastikannya sekali lagi, waktu sekarang dalam Waktu Standar Jepang adalah 8.30 PM tanggal 20 Juli, apakah itu benar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya. Yah, secara teknis sekarang sudah lewat 53 detik, tapi... Ah, jangan!! Jangan bangkit!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei dengan panik mencoba mendorong Index berbaring ketika dia mencoba untuk duduk yang dapat melukai tubuhnya yang sudah terluka lebih jauh, tapi pandangan Index tidak goyah sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangannya tidak menakutkan ataupun menusuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua emosi hilang dari matanya seperti sebuah saklar telah dimatikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada tanda keberadaan nyata di matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah-olah jiwanya telah hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada masalah. Bisa diregenerasi,” kata Index sambil menuju meja teh di tengah ruangan. “Saat ini sedang di dekat ujung Cancer. Waktunya antara jam 8 dan 12 tengah malam. Arahnya adalah Barat. Di bawah perlindungan Undine, peran malaikatnya adalah sebagai kerubin...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Komoe-sensei yang menelan ludah bisa terdengar ke seluruh ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa terduga, Index mulai menggambar suatu bentuk di atas meja teh kecil itu dengan jarinya yang berdarah. Bahkan orang-orang yang tidak tahu tentang lingkaran sihir akan mengenali kalau itu adalah sesuatu yang religius. Komoe-sensei sudah dilanda rasa takut, tapi sekarang rasanya begitu berat hingga dia tidak bisa bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menggambar lingkaran darah yang memenuhi meja teh, Index menggambar simbol berbentuk bintang yang dikenal sebagai pentagram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulisan dalam bahasa aneh tertulis di sekelilingnya. Kata-kata itu sepertinya adalah hal yang sama dengan yang Index gumamkan. Dia telah bertanya tentang rasi bintang dan waktu karena kata-kata yang ditulis berbeda berdasarkan waktu dan musim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Index mempersiapkan sihirnya, dia tidak terlihat seperti seseorang yang terluka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fokusnya yang ekstrim membuat rasa sakitnya seperti telah diputuskan untuk sementara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa ngeri diam-diam turun di punggung Komoe-sensei ketka dia mendengar tetesan darah yang keluar dari punggung gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-a-a-apa ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sihir.” Index berhenti setelah satu kata itu. “Aku sekarang membutuhkan tubuhmu dan bantuanmu. Kalau kau melakukan seperti yang kukataan, tidak ada yang akan menemui kesialan dan kau tidak akan menjadi sasaran dendam seseorang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-bagaimana bisa kau mengatakan itu dengan tenang!? Cukup berbaring dan tunggu ambulans! Umm...perban, perban. Dengan luka separah ini, aku perlu membalut daerah sekitar arteri untuk menghentikan aliran darah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perawatan setingkat itu tidak bisa menutup lukaku dengan sempurna. Aku tidak familier dengan istilah ambulans, tapi apakah itu bisa menutup luka ini dengan sempurna dalam waktu 15 menit berikutnya dan menyuplaiku dengan tingkat &#039;&#039;mana&#039;&#039; yang dibutuhkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar sebuah ambulans akan memakan waktu 10 menit untuk tiba bahkan kalau mereka memanggilnya tepat saat itu juga. Akan memakan waktu yang sama untuk membawanya ke rumah sakit dan perawatannya tidak akan dimulai tepat saat dia tiba di rumah sakit. Komoe-sensei tidak terlalu mengerti apa arti istilah &#039;&#039;occult&#039;&#039; seperti &#039;&#039;mana&#039;&#039;, tapi memang benar kalau hanya menutup luka saja tidak akan mengembalikan staminanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan kalau luka itu ditutup tepat saat itu dengan jarum dan benang, akankah gadis pucat itu jadi terlalu lemah untuk hidup cukup lama sampai bisa memulihkan semua staminanya yang hilang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong,” kata Index tanpa mengubah ekspresinya sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Campuran darah segar dan air liur menetes dari sudut mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada intensitas di dirinya. Tidak ada pula yang menakutkan dalam dirinya. Tapi ketenangan dan kesabarannya lebih menakutkan dari keduanya. Bagaimanapun, yang dia lakukan hanya akan melebarkan lukanya. Dia terlihat seperti sebuah mesin rusak yang terus bekerja tanpa menyadari kalau ada yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Jika aku melakukan sesuatu yang membuatnya melawanku, situasinya bisa menjadi lebih buruk.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei menghela napas. Dia tentu saja tidak percaya sihir. Walaupun begitu, Kamijou telah memintanya untuk tetap melanjutkan percakapan agar memastikan gadis itu tidak kehilangan kesadarannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang bisa dia lakukan hanya mencoba agar tidak memprovokasi gadis yang duduk di depannya dan menaruh harapannya pada Kamijou agar memanggil ambulans secepat mungkin —atau  lebih cepat lagi— dan pada pertolongan pertama yang hebat dari EMT di dalam ambulans.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi apa yang harus kulakukan? Aku bukan seorang gadis penyihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku berterima kasih atas kerja samamu. Pertama...ambil itu...itu...apa nama benda hitam itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“? Oh, itu adalah &amp;lt;i&amp;gt;memory card video game&amp;lt;/i&amp;gt;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“??? ...Yah, baiklah. Bagaimanapun juga, ambil benda hitam itu dan tempatkan di tengah meja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Secara teknis, itu adalah meja teh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei melakukan seperti yang diperintahkan dan meletakkan &#039;&#039;memory card&#039;&#039; di tengah meja teh. Dia kemudian mengambil sebuah kotak pensil mekanik, sebuah kotak coklat kosong, dan dua buku sampul tipis dan meletakkannya di atas meja juga. Dia juga mengambil dua figurin kecil yang didapatnya dari makanannya, dan menjejerkannya bersebelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei bertanya-tanya apa maksudnya, tapi Index masih benar-benar serius walaupun kelihatan seperti akan pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua keluhan Komoe-sensei menghilang di depan pandangan setajam pedang Jepang yang datang dari wajah pucat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ini? Kau menyebutnya sihir, tapi bukankah ini cuma bermain boneka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang, semuanya terlihat sebagai versi miniatur dari kamar itu. &#039;&#039;Memory card&#039;&#039; adalah meja teh, dua buku yang berdiri adalah lemari buku dan lemari baju, dan dua figurin itu berada di tempat yang sama persis dengan kedua orang di dalam kamar itu. Ketika manik-manik kaca disebarkan ke atas meja teh, manik-manik itu seperti berhenti di tempat-tempat yang benar-benar mereplikasi kaleng bir yang berserakan di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahannya tidak menjadi masalah. Sama seperti bagaimana sebuah kaca pembesar tetap membesarkan tanpa peduli kalau lensanya terbuat dari kaca atau plastik. Selama bentuk dan perannya sama, ritual ini mungkin dilakukan,” gumam Index dibanjiri keringat. “Aku memerlukanmu untuk menjalankan instruksiku secara akurat. Kalau kau salah dalam urutannya, jalur-jalur di otakmu dan penyirkuitan syarafmu bisa terbakar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“???”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengatakan kalau kegagalan akan mengubah tubuhmu menjadi daging cincang dan membunuhmu. Tolong hati-hati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bh!?” Komoe-sensei hampir muntah, tapi Index melanjutkan tanpa memedulikannya sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita sekarang akan membuat kuil bagi malaikat untuk turun ke dalamnya. Ikuti aku dan rapalkanlah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang Index katakan setelah itu tak lagi bisa disebut kata-kata, hanya sebuah suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa memikirkan artinya, Komoe-sensei mencoba meniru nadanya dalam sesuatu seperti senandung atau nyanyian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kyahh!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, figurin di atas meja teh mulai “bernyanyi” bersama. “Kyahh!?” teriak salah satunya dengan waktu yang persis sama. Figurin itu bergetar. Sama seperti getaran yang dipancarkan sepanjang tali pada telepon tali dan keluar sebagai suara dari gelas kertas di ujung lain, figurin itu bergetar dan mereproduksi suara Komoe-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan Komoe-sensei tidak panik dan lari keluar dari kamar itu tepat saat itu juga kemungkinan karena dia tinggal di sebuah kota dengan 2.3 juta esper di dalamnya. Manusia biasa akan berpikir kalau mereka sudah menjadi gila.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sambungan selesai.” Suara Index dan suara dari meja teh membuatnya terdengar ganda. “Kuil yang dibuat di atas meja telah tersambung dengan kamar ini. Secara sederhana, semua yang terjadi di ruangan ini akan terjadi di meja dan semua yang terjadi di meja akan terjadi di ruangan ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mendorong pelan meja teh itu dengan kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat saat itu, seluruh apartemen bergoyang di bawah kaki Komoe-sensei seakan terkena guncangan hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bisa merasakan udara pengap kamar itu menjadi sebersih udara di hutan di pagi hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tidak ada sesuatu seperti malaikat. Yang ada di sana hanyalah apa yang hanya bisa dideskripsikan sebagai keberadaan yang tak terlihat. Perasaan aneh menyerbu seluruh tubuh Komoe-sensei seakan dia sedang diawasi oleh ribuan bola mata dari segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian Index tiba-tiba berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bayangkan! Bayangkan seorang malaikat emas dengan tubuh anak-anak! Bayangkan seorang malaikat cantik dengan dua sayap!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika melaksanakan sihir, menentukan medan itu penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai contoh, sebuah kerikil yang dilempar ke laut tidak menimbulkan riak yang besar. Tapi sebuah kerikil yang dijatuhkan ke dalam ember akan menimbulkan riak yang cukup besar. Sama dengan itu. Untuk mengubah dunia dengan sihir, medan tempat pengubahan akan terjadi perlu dibatasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang pelindung adalah dewa sementara dalam sebuah dunia yang dibatasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau seseorang mengimajinasikan seorang pelindung dengan benar, menentukan bentuknya, dan mengontrolnya dengan bebas secara benar, orang itu bisa dengan mudah menyebabkan hal-hal misterius terjadi dalam medan terbatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei tidak mengerti penjelasan seperti itu dan dia kesulitan membayangkan seorang malaikat. Istilah “malaikat emas” hanya membuatnya memikirkan benda itu, yang satu berwarna emas atau lima berwarna perak.&amp;lt;ref&amp;gt;Ini adalah referensi pada permen Jepang yang dikenal sebagai Chocoballs. Kalau kau beruntung, bungkusnya akan memiliki entah satu malaikat emas atau malaikat perak tercetak di atasnya. Satu malaikat emas atau lima malaikat perak bisa ditukarkan dengan sekaleng mainan.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika bayangan dalam pikiran Komoe-sensei kehilangan koherensi, keberadaan di sekitarnya juga ikut dan kehilangan bentuknya. Perasaan tidak nyaman menuruni punggung Komoe-sensei seakan dia dibalut dalam lumpur busuk dari bawah rawa-rawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cukup bayangkan saja! Ritual ini tidak akan benar-benar memanggil seorang malaikat. Itu hanyalah kumpulan &#039;&#039;mana&#039;&#039; yang tak terlihat. Bentuknya akan sesuai dengan keinginanmu sebagai pengguna sihir!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pasti telah benar-benar putus asa bahkan suara dingin mekanis Index menjadi setajam titisan es.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Komoe-sensei melebar karena perubahan tiba-tiba itu dan dengan segera mulai bergumam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Malaikat lucu, malaikat lucu, malaikat lucu.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan buram, dia dengan panik mengingat sebuah gambar seorang gadis malaikat yang telah dia lihat dalam sebuah manga shoujo jauh sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa pun itu, yang terasa seperti lumpur tak terlihat yang berada di udara ruangan itu, mengambil bentuk seolah-olah telah dipaksa masuk ke dalam balon berbentuk manusia...atau setidaknya kelihatan seperti itu bagi Komoe-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia dengan takut-takut membuka matanya untuk memeriksa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Hah? &#039;&#039;Ini sebenarnya tidak memanggil seorang malaikat&#039;&#039;?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika keraguan itu memasuki pikirannya, balon air berbentuk manusia itu meledak dan lumpur tak terlihat itu terserak ke seluruh ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kyahh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Pembentukan bentuknya telah gagal.” Index melihat ke sekeliling dengan pandangan tajamnya. “Jika kuil ini paling tidak dilindungi oleh seorang Undine warna biru, itu cukup. ...Lanjutkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-katanya cukup positif, tapi mata Index seperti tidak tersenyum sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei tersentak seperti seorang anak yang orang tuanya baru saja melihat hasil tes gagal yang dia coba sembunyikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rapalkan. Ritual ini akan selesai sebentar lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perinyah tajam itu tidak membiarkan Komoe-sensei kehilangan ketenangannya walaupun kebingungannya meningkat dan pikirannya mengendur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index, Komoe-sensei, dan kedua figurin di atas meja bernyanyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Punggung figurin Index di atas meja mulai meleleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti karet yang didekatkan pada macis. Meleleh, permukaannya kehilangan ketidakberaturannya, menjadi mulus, mendingin, dan mengeras sekali lagi, dan bentuknya kembali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei merasa seperti hatinya sedang membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, Index sedang duduk di seberang meja teh darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak punya keberanian untuk mengitarinya dan melihat apa yang terjadi pada punggung Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah pucat Index ditutupi keringat berminyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata seperti kacanya masih tidak menunjukkan tanda kesakitan atau penderitaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pengembalian &#039;&#039;mana&#039;&#039; dan penstabilan kondisi telah dikonfirmasi. Mengembalikan Pena John ke mode tidur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti sebuah saklar telah ditekan, cahaya lembut kembali ke mata Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti api yang dinyalakan di perapian yang dingin, kehangatan mengisi atmosfer kamar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan di mata Index sangat baik dan hangat sehingga Komoe-sensei mau tidak mau merasakan kehangatan itu. Itu adalah pandangan seorang gadis biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang kalau pelindung yang turun sudah kembali dan kuil ini dihancurkan, semuanya akan berakhir.” Index tersenyum susah payah. “Inilah yang disebut sihir. Sama seperti apel dan ringo&amp;lt;ref&amp;gt;Ringo adalah bahasa Jepang untuk apel.&amp;lt;/ref&amp;gt; berarti hal yang sama. Kau tidak memerlukan tongkat kaca ketika payung plastik itu sama jernihnya. Sama seperti kartu tarot. Selama desain dan nomornya cocok, kau bisa melakukan ramalan dengan potongan dari belakang manga shoujo.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keringat Index tidak berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei menjadi semakin takut. Dia mulai berpikir kalau apa yang telah dia lakukan hanya membuat kondisi Index lebih buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir.” Saat itu Index kelihatan siap untuk pingsan. “Sama seperti demam. Kau membutuhkan kekuatanmu sendiri untuk sembuh. Lukanya sendiri sudah tertutup, jadi aku akan baik-baik saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah dia mengatakan itu, Index tumbang ke samping. Figurinnya juga jatuh. Meja teh itu bergoyang sedikit dan kamar yang terhubung dengannya terguncang hebat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei baru saja akan berlari mengelilingi meja teh menuju Index, tapi Index mulai bernyanyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Komoe-sensei mengikutinya dan menyanyikan satu lagu terakhir, suasana aneh itu kembali menjadi suasana pengap seperti biasa dari apartemen itu. Komoe-sensei dengan hati-hati menggoyangkan meja tehnya, tapi tidak ada yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Syukurlah.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Komoe-sensei menutup matanya lega, Index berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei berpikir kalau siapa pun akan lega kalau luka mematikan mereka sembuh, tapi biarawati itu mengatakan sesuatu yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Aku senang aku tidak membebani siapa pun dengan apa pun&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei memandang Index terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...&#039;&#039;Kalau aku mati di sini, dia mungkin harus menanggung beban&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index menutup matanya seperti sedang bermimpi dan tidak mengatakan hal lain. Ketika gadis itu ditebas di punggungnya dan pingsan dan ketika dia melakukan ritual aneh itu, dia tidak pernah satu kali pun memikirkan dirinya sendiri. Dia memikirkan orang yang telah membawanya ke sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei tidak bisa berpikir seperti itu. Dia tidak punya seseorang untuk dipikirkan seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa dia menanyakan satu hal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia yakin Index sudah tertidur dan tidak akan mendengarnya, tapi karena itulah dia menanyakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan walaupun begitu, gadis itu menjawab dengan dengan matanya masih tertutup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak pernah merasa seperti itu pada orang lain sebelumnya dan dia tidak tahu perasaan apa itu. Tapi ketika Kamijou marah demi dirinya saat menghadapi penyihir itu, dia ingin orang itu lari bahkan kalau dia harus merangkak padanya dan memaksanya. Dan ketika dia telah lari dari Innocentius, dia berpikir kalau dia akan menangis ketika orang itu kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak benar-benar mengerti, tapi ketika dia bersamanya, tidak ada hal yang berjalan seperti dia inginkan dan dia merasa seperti didorong-dorong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu hal-hal yang tidak diperkirakan itu begitu menyenangkan dan membuatnya bahagia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sendiri tidak tahu perasaan apa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, Index tertidur lelap dengan senyuman di wajahnya seperti sedang bermimpi indah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah fajar tiba, gejala yang terlihat pada Index sangat mirip dengan gejala demam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index hanya bisa terbaring di tempat tidur karena panas tinggi dan sakit kepala. Hidungnya tidak ingusan dan suaranya tidak serak karena itu bukan terjadi karena virus. Hanya masalah mengembalikan staminanya yang hilang, jadi seberapa banyak pun obat pilek penguat imun yang dia minum tidak akan menyelesaikan apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Jadi kenapa kau cuma memakai celana dalam di bawah sana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Index berbaring dengan handuk lembab di dahinya, dia pasti tidak tahan dengan kelembaban panas di dalam futon, jadi satu kakinya dia keluarkan ke arah Kamijou. Dia sedang memakai atasan piyama hijau pucat tetapi pahanya yang berwarna kulit cerah keluar sampai pangkalnya. Karena demamnya, warna kulitnya jadi sedikit pink.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Handuknya telah menjadi hangat, jadi Komoe-sensei mencelupkannya ke dalam baskom berisi air dan mengeringkannya sambil memelototi Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kamijou-chan. Kurasa pakaian itu terlalu berlebihan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pakaian itu” kemungkinan besar merujuk pada pakaian biarawati warna putih yang diselimuti peniti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou setuju 100% tentang itu, tapi Index kelihatan seperti kucing yang tidak senang karena pakaian biasanya direbut darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertanyaan sebenarnya adalah kenapa piyama milik seorang wanita dewasa perokok-berat-pencinta-bir sepertimu bisa pas dengan Index. Memangnya berapa perbedaan umur kalian?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap—?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei (umur tidak diketahui) tidak bisa berkata-kata, tapi Index ikut menendangnya ketika dia sudah jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong jangan remehkan aku seperti itu. Piyama ini sebenarnya sedikit sempit di bagian dada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa...tidak mungkin! Tidak mungkin benar. Sekarang kalian cuma mengolok-olokku!” protes Komoe-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya, apa kau bahkan punya sesuatu di bagian dada yang bisa membuatnya terasa sempit?” tanya Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kedua perempuan itu memelototinya, jiwa Kamijou secara refleks memasuki mode bersujud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Betul, betul. Ngomong-ngomong, Kamijou-chan, siapa sebenarnya gadis ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adikku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bohong sekali. Dengan rambut perak dan mata biru seperti itu, dia jelas-jelas seorang warga asing!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adik tiriku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kau orang mesum?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku cuma bercanda! Aku cukup mengetahui kalau &#039;&#039;adik tiri&#039;&#039; itu tata krama yang buruk tapi adik &#039;&#039;kandung&#039;&#039; itu melanggar peraturan!&amp;lt;ref&amp;gt;Mengawini/mencintai.&amp;lt;/ref&amp;gt;&amp;lt;/i&amp;gt;”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamijou-chan,” katanya, tiba-tiba berganti ke suara gurunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou terdiam. Tidak mengejutkan kalau Komoe-sensei ingin tahu apa yang sedang terjadi. Kamijou tidak hanya telah membawa orang asing yang aneh padanya, tapi gadis itu juga mempunyai luka tebasan di punggungnya yang jelas-jelas berbau berita buruk dan Komoe-sensei bahkan dibuat ikut dalam ritual sihir yang aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan sangat sulit untuk memintanya menutup mata pada semua ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei, boleh aku bertanya satu hal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kau menanyakan ini agar kau bisa memberi tahu polisi atau dewan pengurus Academy City?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya,” kata Komoe-sensei segera sambil mengangguk. Tanpa keraguan sedikit pun, dia telah mengatakan pada muridnya kalau dia akan mengadukan mereka. “Aku tidak tahu ada di situasi seperti apa kalian berdua berada.” Komoe-sensei tersenyum. “Tapi kalau itu terjadi di Academy City ini, adalah tugas kami sebagai guru untuk menyelesaikannya. Bertanggung jawab terhadap anak-anak adalah tugas orang dewasa. Sekarang ketika aku tahu kalau kau berada dalam masalah, aku tidak bisa duduk diam begitu saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah yang Tsukuyomi Komoe katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan walau begitu dia tidak punya kemampuan, kekuatan, dan kewajiban untuk melakukan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia hanya mengatakannya dengan keterusterangan setajam katana terkenal yang memotong di tempat dan waktu yang tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku cuma...” kata Kamijou sebelum berhenti. (...tidak boleh melawannya.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou telah hidup selama sekitar 15 tahun yang panjang dan dia tidak pernah melihat orang lain seperti guru itu yang tipenya biasa hanya telihat di drama dan bahkan tidak ada lagi di film-film.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kau adalah orang yang benar-benar asing, aku tidak akan ragu-ragu melibatkanmu, tapi aku berutang padamu untuk sihir itu, jadi aku tidak bisa membiarkanmu terlibat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Respon Kamijou sama terus terangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah cukup melihat orang-orang yang mau melindungi orang lain tanpa imbalan terluka di depan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei terdiam sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mhh. Aku tidak akan membiarkanmu lepas hanya dengan mencoba mengelabuiku dengan perkataan keren seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...? Sensei, kenapa kau berdiri dan menuju pintu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku memberi penundaan penghakiman. Aku harus pergi ke supermarket untuk belanja. Kamijou-chan, pikirkan baik-baik apa yang perlu kaukatakan padaku selama itu. Dan...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin aku bisa terlarut dalam belanja hingga aku lupa. Jangan curang ketika aku kembali. Pastikan kau memberitahuku, oke?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou pikir Komoe-sensei tersenyum ketika mengatakan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara pintu apartemen membuka dan kemudian menutup, Kamijou dan Index tinggal berdua di ruangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Dia mencoba berbaik hati.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan senyuman seorang anak yang merencanakan sesuatu di wajahnya ketika mengatakan itu, Kamijou punya firasat kalau Komoe-sensei akan “lupa tentang semuanya” ketika dia kembali dari supermarket.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia kemudian memutuskan untuk berkonsultasi dengannya tentang ini, dia akan berpura-pura marah dan berkata “Kenapa kau tidak memberitahuku lebih cepat!? Aku benar-benar lupa!” sambil dengan senang hati setuju membantu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menghela napas, Kamijou berbalik ke arah Index yang berbaring di dalam futon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Maaf. Aku tahu ini bukan waktunya untuk khawatir tentang penampilan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir. Ini jalan terbaik.” Index menggeleng. “Tidak baik melibatkannya lebih jauh lagi ...Dan dia tidak boleh menggunakan sihir lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengerutkan alisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Grimoir itu berbahaya. Yang tertulis di dalamnya adalah pengetahuan menyimpang dan tidak umum dan juga hukum-hukum gila yang menghancurkan hukum biasa dari dunia ini. Entah digunakan untuk kebaikan atau kejahatan, benda-benda itu tetap adalah racun di dunia ini. Sekadar mempelajari pengetahuan ‘dunia yang berbeda’ akan menghancurkan otak orang yang mempelajarinya,” jelas Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mencoba menerjemahkannya dalam cara yang dia mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Jadi seperti memaksa menjalankan sebuah program yang tidak cocok dengan OS komputer itu?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Otak dan rohku dilindungi oleh &#039;&#039;barrier&#039;&#039; religius, dan para penyihir yang mencoba untuk melampaui manusia harus melewati batas-batas pengetahuan umum mereka agar sampai ke keadaan pikiran yang diinginkan yang hampir bisa disamakan sebagai satu jenis kegilaan. Tapi, untuk orang biasa dari negara yang tidak terlalu religius seperti Jepang, semuanya bisa berakhir hanya dengan menggunakan satu mantra lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-aku mengerti...” Kamijou entah bagaimana berhasil membuat syok yang dia terima tidak kelihatan. “Yah, sayang sekali. Padahal aku berharap dia bisa melakukan alkimia untukku. Kau tahu alkimia, kan? Yang bisa mengubah timbal menjadi emas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tentu saja menutupi fakta kalau dia mengetahui ini dari sebuah RPG penyatuan benda dengan seorang ahli alkimia wanita muda sebagai protagonisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, ada sebuah teknik untuk itu yang disebut Ars Magna, tapi mempersiapkan peralatannya dengan bahan-bahan modern akan mempunyai biaya sebesar...um...7 triliun yen dalam mata uang negara ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...................................Yah, sama saja bohong,” gumam Kamijou tanpa nyawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tersenyum lemah dan berkata, “...Yeah. Mengubah timbal menjadi emas tidak menghasilkan apa pun selain membuat para bangsawan senang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi...tunggu. Sekarang setelah kupikir-pikir, bagaimana melakukannya? Bagaimana cara kerjanya? Kalau kau mengubah timbal menjadi emas, apakah kau menyusun atom-atom Pb menjadi Au?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak begitu tahu, tapi itu cuma teknik abad ke-14.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, apa maksudmu sama dengan yang kupikirkan? Kalau itu mungkin benar-benar mengubah susunan atom!? Maksudmu, kau bisa menyebabkan peluruhan proton tanpa sebuah akselerator partikel dan fusi nuklir tanpa sebuah reaktor nuklir? Tunggu sebentar. Bahkan aku tidak yakin ketujuh Level 5 dari Academy City bisa melakukan itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“???”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, jangan kelihatan bingung seperti itu! Um...um...Ah. Kalau kau penasaran seberapa mengagumkannya itu, hal-hal seperti itu membuat kami bisa menciptakan robot atomik atau &#039;&#039;mobile suit&#039;&#039; dengan mudah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benda apa itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya dengan tiga kata, dia mampu membuang semua mimpi para lelaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala Kamijou tertunduk lemas, Index sepertinya merasa kalau dia telah melakukan sesuatu yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-bagaimanapun juga, pedang suci dan tongkat sihir yang digunakan dalam ritual bisa dibuat dengan bahan modern sebagai penggantinya, tapi ada batasnya. ...Ini khususnya berlaku untuk benda suci yang terkait dengan Tuhan seperti Tombak Longinus, Cawan Suci Joseph, atau The_ROOD. Bahkan setelah seribu tahun, sepertinya tidak ada pengganti yang bisa dibuat...aduh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dia berbicara terus-terusan dengan semangat, dia mulai memegang pelipisnya seperti habis mabuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma melihat wajah Index yang berbaring di futon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia punya 103.000  grimoir dalam kepalanya. Hanya membaca salah satunya bisa membuatmu gila dan walau begitu dia telah memasukkan setiap huruf dari semua buku itu ke dalam kepalanya. Seberapa banyak rasa sakit yang proses itu sebabkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu Index tidak pernah sekali pun mengeluh tentang rasa sakitnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau ingin tahu?” tanyanya seakan meminta maaf pada Kamijou dan mengabaikan rasa sakitnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada bicara Index yang biasanya riang telah menghasilkan konteks yang membuat suara tenang itu mencolok dan seperti membawa determinasi yang lebih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Dasar Sensei bodoh.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Situasi Index tidak begitu masalah bagi Kamijou. Bagaimanapun situasi dia berada, tidak mungkin Kamijou bisa meninggalkannya. Selama Kamijou bisa mengalahkan musuhnya dan menjaganya agar tetap aman, dia rasa tidak ada alasan untuk menggali luka lama Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau ingin tahu bagaimana keadaanku?” ulang gadis yang menyebut dirinya Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menetapkan pikirannya dan menjawab, “Itu membuatku merasa seperti seorang pendeta, kau tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di satu sisi, memang benar. Dia merasa seperti seorang pendeta yang mendengarkan pengakuan seorang pendosa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tahu kenapa?” tanya Index. “Gereja Kristen awalnya adalah satu organisasi, tapi sekarang ada Katolik, Protestan, Katolik Roma, Ortodoks Rusia, Anglikan, Nestorian, Athanasian, Gnostik, dan banyak lagi. Apa kau tahu kenapa perpecahan ini terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yahh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou paling tidak telah membaca sepintas buku teks sejarahnya, jadi dia sedikit tahu jawabannya. Tapi dia ragu untuk menyebutkannya di depan Index yang “sebenarnya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cukup bagus.” Index tersenyum. “Karena politik dicampur dalam gereja. Sekte-sekte berpisah, bertentangan satu sama lain, dan bertarung. Pada akhirnya, bahkan orang-orang yang memercayai Tuhan yang sama menjadi musuh bagi satu sama lain. Bahkan ketika kami percaya pada Tuhan yang sama, kami masing-masing menjalani jalan yang berbeda dari berbagai jalan yang tersebar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, pikiran orang-orang tentang hal tertentu secara alami berbeda-beda. Beberapa ingin menghasilkan uang dengan perkataan Tuhan dan yang lainnya menolak untuk membiarkan itu. Beberapa merasa lebih dicintai Tuhan lebih dari orang lain di dunia dan yang lainnya tidak menerima itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelah sekte-sekte itu berhenti berhubungan satu sama lain, kami masing-masing melalui perkembangan yang terisolasi yang memberikan kami karakteristik masing-masing. Kami berubah sesuai situasi atau kebudayaan negara kami.” Index mengeluarkan napas singkat. “Gereja Katolik Roma mengelola dan mengontrol dunia, Gereja Ortodoks Rusia mencari dan memusnahkan &amp;lt;i&amp;gt;occult&amp;lt;/i&amp;gt;, dan Gereja Anglikan tempatku berada...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata Index terhenti di tenggorokannya sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Inggris adalah negara sihir,” katanya seakan itu adalah kenangan pahit. “Jadi Gereja Anglikan sangat unggul dalam kebudayaan anti-penyihir dan teknik-teknik seperti pemburuan &#039;&#039;witch&#039;&#039;&amp;lt;ref&amp;gt;Salah satu jenis pengguna sihir dari Inggris&amp;lt;/ref&amp;gt; dan Inkuisisi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di London saja terdapat sejumlah perusahaan umum yang menyebut diri sendiri sebagai asosiasi sihir&amp;lt;!--magic cabal--&amp;gt; dan ada sepuluh kali lipatnya perusahaan kosong yang hanya terdapat di atas kertas. Metode coba-dan-galat mereka yang dimulai sebagai cara untuk melindungi warga dari “penyihir jahat yang bersembuyi di kota” telah berkembang pada satu arah terlalu jauh dan pada titik tertentu menjadi budaya pembantaian dan eksekusi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gereja Anglikan memiliki divisi khusus,” kata Index seperti mengakui dosanya sendiri. “Divisi itu menginvestigasi sihir dan mengembangkan tindak balas yang digunakan untuk mengalahkan penyihir.  Dikenal sebagai Necessarius.” Dia benar-benar terdengar seperti biarawati. “Kalau kau tidak mengetahui musuhmu, kau tidak bisa bertahan dari serangan mereka. Tapi, mengerti seorang musuh yang tidak murni akan membuat hatimu sendiri tidak murni dan menyentuh seorang musuh yang tidak murni akan membuat tubuhmu sendiri tidak murni. Itulah kenapa Necessarius, gereja dari kejahatan yang dibutuhkan, diciptakan untuk menarik semua ketidakmurnian itu ke satu tempat. Dan kasus paling ekstrimnya adalah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“103.000 grimoir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar.” Index mengangguk kecil. “Sihir adalah sesuatu yang mirip seperti sebuah persamaan matematis. Kalau kau dengan ahli membalikkan perhitungannya, kau bisa menetralkan serangan lawanmu. Itulah kenapa 103.000 grimoir ini dimasukkan ke dalamku. ...Kalau kau mengetahui sihir dari seluruh dunia, kau bisa menetralkan sihir dari seluruh dunia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat ke arah tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah berpikir kalau tangan kanannya tidak ada gunanya. Kekuatan tangan kanannya tidak bisa membuatnya mengalahkan bahkan seorang preman, tidak bisa menaikkan nilainya dalam ujian, dan tidak bisa membuatnya populer dengan para gadis, jadi dia tidak memedulikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi gadis ini telah melewati neraka untuk memperoleh hal yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kalau grimoir ini sebegitu berbahayanya dan kalian tahu di mana tempatnya, kenapa kalian tidak membakarnya tanpa membacanya? Selama ada orang yang membaca dan belajar dari grimoir ini, penyihir akan terus-terusan muncul tanpa ada akhirnya, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukunya sendiri tidak lebih penting daripada isinya. Bahkan kalau kau menyingkirkan sebuah buku Asli, penyihir yang mengetahui isinya akan mewariskannya pada pengikutnya, jadi melakukan itu tidak ada artinya. Walau seseorang yang melakukan itu disebut sebagai &#039;&#039;sorcerer&#039;&#039; dan bukan penyihir,” jelas Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Seperti data yang diposkan di Internet? Bahkan kalau kau menghapus data aslinya, kopian-kopian data itu akan terus ada.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan juga, sebuah grimoir itu tidak lebih dari sebuah buku teks.” Index terdengar seperti merasa sakit. “Hanya membacanya tidak membuatmu jadi seorang penyihir. Para penyihir mengubahnya agar cocok dengan diri mereka masing-masing dan membuat sihir jenis baru.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak seperti data dan lebih seperti virus komputer yang berubah terus-terusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk benar-benar menghilangkan virus itu, kau harus menganalisa virus itu dan membuat perangkat lunak antivirus yang baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang sudah kukatakan, grimoir itu berbahaya.” Index memicingkan matanya. “Ketika menghancurkan sebuah kopian saja, seorang Inkuisitor ahli harus menjahit tertutup matanya untuk mencegah polusi pada otaknya, dan bahkan setelah itu diperlukan 5 tahun baptisme untuk menghilangkan sepenuhnya polusi itu darinya. Pikiran manusia tidak dapat menangani sebuah buku Asli. Pilihan satu-satunya untuk 103.000 buku Asli yang tersebar di seluruh dunia adalah menyegelnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan-akan dia sedang berdiskusi tentang apa yang harus dilakukan dengan koleksi yang sangat besar dari sisa senjata nuklir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan sebenarnya, &#039;&#039;kurang lebih memang begitu&#039;&#039;. Kemungkinan besar, orang yang menulis grimoir itu sendiri tidak menyangka ini terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tch. Tapi bukankah sihir bisa digunakan orang normal mana pun selain kami, para esper? Kalau begitu bukankah ini akan menyebar ke seluruh dunia dalam waktu singkat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengingat kembali api milik Stiyl. Bagaimana kalau semua orang di dunia bisa menggunakan kekuatan seperti itu? Pengetahuan umum di dunia yang fondasinya terbangun dalam sains akan runtuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau...tidak perlu khawatir tentang itu. Asosiasi-asosiasi sihir&amp;lt;!--magic cabals--&amp;gt; tidak akan gegabah membiarkan grimoir keluar ke masyarakat umum.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“? Kenapa tidak? Bukankah akan lebih baik bagi mereka kalau memiliki lebih banyak rekan yang bertarung untuk mereka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Tepat karena itulah&#039;&#039;. Kalau setiap orang yang mempunyai senjata adalah teman, tidak akan ada peperangan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya karena dua orang mengetahui sihir tidak berarti mereka berada di pihak yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena mereka tahu kekuatan kartu truf merekalah mereka tidak mau dengan gegabah menghasilkan penyihir lawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Grimoir-grimoir itu diperlakukan seperti rancangan senjata baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm. Kurasa aku mengerti.” Kamijou terlihat hanyut berpikir. “Jadi intinya, mereka ingin mendapatkan &#039;&#039;bom&#039;&#039; yang ada di dalam kepalamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah sebuah perpustakaan dengan kopian sempurna dari 103.000 grimoir Asli di dunia dalam kepalanya. Mendapatkannya berarti mendapatkan seluruh sihir di dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Benar.” Dari suaranya, kedengarannya seperti dia akan tewas saat itu juga. “Dengan 103.000 grimoir, kau bisa membengkokkan apa pun di dunia sesuai kehendakmu tanpa terkecuali. Itulah yang kami sebut sebagai Dewa Sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan dewa dunia iblis&amp;lt;ref&amp;gt; (魔神 Majin, lit. &amp;quot;Magic God&amp;quot;) Kanji pertama bisa berarti sihir atau iblis&amp;lt;/ref&amp;gt;, tapi seseorang yang telah menguasai sihir seutuhnya sampai pada titik memasuki wilayah dewa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Dewa Sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Brengsek.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menyadarinya, Kamijou mulai menggertakkan gigi gerahamnya. Dia bisa tahu dari sikap Index kalau dia memiliki 103.000 grimoir yang dimasukkan ke kepalanya bukan karena dia mau. Kamijou mengingat kembali api milik Stiyl. Dia hidup seperti itu tanpa alasan lain selain mencegah sebanyak mungkin korban sebisanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahan dengan bagaimana para penyihir itu menggunakan perasaan itu demi keuntungan mereka dan dia tidak tahan bagaimana gereja menyebut Index sebagai “tidak murni”. Mereka semua memperlakukan seorang manusia sebagai sebuah benda dan Index pasti tidak melihat apa pun selain orang-orang yang melakukan itu. Fakta bahwa dia masih memikirkan semua orang selain dirinya walaupun begitu adalah apa yang Kamijou paling tidak tahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Maaf.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahu apa yang menyebabkan dia begitu marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi satu kata itu benar-benar membuatnya sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menjentik dahi Index pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Oh, ayolah. Kenapa kau tidak memberitahuku hal sepenting itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index membeku ketika Kamijou memandang gadis yang terbaring itu dengan memamerkan gigi taringnya. Matanya terbuka lebar seakan dia telah melakukan sesuatu yang sangat salah dan bibirnya bergerak cepat seperti ingin mengatakan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi aku tidak pikir kau akan memercayaiku dan aku tidak ingin menakutkanmu. Dan...um...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index kelihatan akan menangis dan suaranya semakin kecil ketika berbicara. Kamijou hampir tidak mendengarnya di ujung kalimatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau begitu, Kamijou mendengarnya mengatakan “aku tidak mau kau membenciku”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, peduli setan!!” Dia benar-benar mendengar suara sesuatu yang patah. “Jangan remehkan orang dan memerkirakan seperti apa mereka dengan pikiranmu sendiri! Rahasia gereja? 103.000 grimoir? Yeah, itu semua hebat dan mengagumkan. Dan ya, semuanya kelihatan sangat absurd sampai aku masih belum benar-benar memercayainya. Tapi...” Kamijou berhenti sejenak. “&#039;&#039;Cuma begitu saja&#039;&#039;?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Index terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir kecilnya bergerak cepat seperti sedang mencoba mengatakan sesuatu, tapi tidak ada kata-kata yang keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan remehkan aku seperti itu. Apa kau benar-benar berpikir kalau aku akan memanggilmu menyeramkan atau menjijikkan atau apalah hanya karena kau menghapal 103.000 grimoir!? Apa kaupikir aku akan meninggalkanmu dan lari ketika para penyihir itu muncul? Persetan. Kalau cuma itu saja yang aku bisa, dari awal aku tidak akan membiarkanmu masuk ke kamar asramaku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kamijou berbicara, dia akhirnya menyadari apa yang menyebabkan dia begitu marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou hanya ingin membantu Index. Dia tidak ingin melihat Index tersakiti lagi. Itu saja. Dan walau begitu dia tidak membiarkan Kamijou melindunginya ketika gadis itu mempertaruhkan dirinya untuk melindunginya. Kamijou hanya ingin mendengar dia meminta tolong sekali saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sangat membuatnya frustasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat, sangat frustasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Percayalah padaku sedikit. Jangan memerkirakan nilai orang-orang dengan pikiranmu sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya itu saja. Bahkan kalau dia tidak punya tangan kanannya dan hanyalah seorang manusia biasa, itu bukan alasan bagi Kamijou untuk mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v01_157.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada alasan seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index hanya memandang wajah Kamijou dengan kagum untuk beberapa saat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi kemudian air mata mulai menggenangi matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah-olah matanya terbuat dari es dan mulai mencair.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index merapatkan bibirnya agar tidak mengeluarkan segukan, tapi bibirnya bergetar seakan dia tidak dapat menahannya lebih lama lagi. Dia menarik futon sampai ke mulutnya dan menggigitnya. Tetes air mata di matanya menjadi begitu besar hingga kelihatannya dia akan menangis seperti anak TK kalau bukan karena selimut itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan besar, air mata itu bukan hanya sekedar respon dari kata-kata yang Kamijou baru saja katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak cukup sombong sampai berpikir begitu. Dia ragu kata-katanya memberi pengaruh sebesar itu padanya. Kemungkinan besar, sesuatu yang telah menumpuk di dalam dirinya mengalir keluar dengan kata-kata darinya sebagai pelatuknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia merasa hatinya retak karena pemikiran kalau tidak ada yang pernah mengatakan kata-kata seperti itu padanya sebelumnya, Kamijou juga merasa kalau dia akhirnya telah melihat “kelemahan” Index yang membuatnya sedikit senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Kamijou bukan semacam orang mesum yang senang melihat gadis menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, suasana itu sangat canggung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau Komoe-sensei tanpa mengetahui situasinya masuk saat itu, Kamijou yakin kalau dia akan tanpa ragu menyuruhnya untuk mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U-um... Kau tahu. Aku punya tangan kananku, jadi tidak ada penyihir yang bisa mengimbangiku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Tapi...hik...kau bilang kau punya pelajaran tambahan selama liburan musim panas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa aku pernah mengatakan itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku yakin kau pernah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya, gadis yang telah menghapal dengan sempurna 103.000 buku mempunyai ingatan yang sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan merasa tidak enak karena mengacaukan kehidupan sehari-hari seseorang untuk sesuatu seperti ini. Pelajaran tambahanku tidak sepenting itu. Sekolah tidak ingin membuatku tinggal kelas kalau mereka bisa, jadi aku bisa bolos dari pelajaran tambahan, aku bisa pergi ke pelajaran tambahan dari pelajaran tambahan itu. Aku bisa menundanya selama yang kuperlu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau Komoe-sensei mendengar itu, kamar itu pasti telah berubah menjadi medan perang, tapi dia tidak peduli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan air mata masih di matanya, Index melihat ke Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Jadi kenapa kau begitu terburu-buru untuk pergi ke pelajaran tambahanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...........................Oh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berpikir ke belakang. Memang benar, setelah dia menelanjanginya dengan menghancurkan Gereja Berjalan-nya dengan Imagine Breaker dan keheningan seperti dalam elevator tertutup itu, dia memang terburu-buru...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena kau punya rencana dan karena kau punya kehidupan normal, aku merasa salah kalau mengganggu semua itu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“O-oh. Yeah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku menyusahkanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku menyusahkanmu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dia mengulangi itu dengan air mata di matanya, sudah tidak mungkin lagi mencoba untuk melepaskan diri darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mwinta mwaaf!” Kamijou Touma meminta maaf sambil dengan cepat memasuki mode bersujud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index perlahan duduk seperti orang sakit di futon, memegang telinga Kamijou, dan menggigit bagian atas kepalanya seolah-olah kepalanya adalah onigiri raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar 600 meter dari sana di atas bangunan dengan banyak penghuni, Stiyl melepaskan teropongnya dari matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah mencari tahu siapa bocah yang bersama Index. ...Dia bagaimana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menoleh, Stiyl menjawab gadis yang berbicara padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia masih hidup. Tapi itu berarti mereka punya seorang pengguna sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu tidak memberi respon, tapi sepertinya dia lebih merasa lega bahwa tidak ada yang mati dibandingkan khawatir akan seorang musuh baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu berumur 18, tapi dia sekepala lebih pendek dari Stiyl yang hanya berumur 14.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi memang, tinggi Stiyl melebihi 2 meter, jadi gadis itu masih terhitung tinggi jika dibandingkan dengan tinggi rata-rata orang Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rambut hitam sepanjang pinggangnya diikat ekor kuda. Di pinggangnya terdapat sebuah pedang Jepang sepanjang lebih dari dua meter yang disarungkan. Tipe yang dikenal sebagai “pedang perintah” yang digunakan di ritual memanggil hujan dalam agama Shinto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi akan sedikit sulit untuk menyebutnya sebagai contoh kecantikan gadis Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memakai celana jins usang dan kaos putih. Entah kenapa, bagian kaki kiri dari jinsnya dipotong seluruhnya sampai pangkal pahanya, kain berlebih di bawah T-shirt-nya diikat jadi bagian perutnya dapat terlihat, dia memakai sepatu &amp;lt;i&amp;gt;boots&amp;lt;/i&amp;gt; setinggi lutut, dan pedang Jepang-nya tergantung dalam sarung kulit seperti sebuah pistol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terlihat seperti seorang &#039;&#039;sheriff&#039;&#039; dari Barat yang telah menukar pistolnya dengan pedang Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti Stiyl si pendeta berbau parfum, pakaiannya sangat tidak normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi siapa sebenarnya orang itu, Kanzaki?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentang itu...aku tidak bisa mendapatkan banyak informasi mengenai bocah itu. Setidaknya, sepertinya dia bukan seorang penyihir atau berkekuatan supernatural lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa, apa kau ingin mengatakan kalau dia cuma siswa SMA biasa?” Stiyl menyalakan rokok yang dia keluarkan hanya dengan memandang ujungnya. “Berhenti saja. Mungkin tidak kelihatan seperti itu, tapi aku adalah seorang penyihir yang telah sepenuhnya menganalisa 24 &#039;&#039;rune&#039;&#039; yang ada dan mengembangkan 6 &#039;&#039;rune&#039;&#039; baru yang kuat. Dunia ini tidak sebaik itu sampai membiarkan seorang amatir tanpa kekuatan mendorong balik api penghakiman milik Innocentius.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan dengan bantuan dari Index, dia telah membuat rencana menggunakan bantuan itu dengan segera. Ditambah lagi tangan kanannya yang aneh. Kalau itu adalah seorang manusia biasa di Jepang, maka itu benar-benar adalah negara penuh misteri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar.” Kanzaki Kaori memicingkan matanya. “Masalah sebenarnya adalah seseorang dengan kemampuan tempur sebanyak itu dikategorikan sebagai tidak lebih dari seorang murid tidak punya harapan yang sering terlibat perkelahian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City memiliki sisi tersembunyi bahwa itu adalah institusi yang memproduksi esper secara masal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan kalau organisasi tempat Stiyl dan Kanzaki bekerja sedang menyembunyikan keberadaan Index, Stiyl dan Kanzaki telah menghubungi organisasi yang dikenal sebagai Institusi Lima Elemen lebih dulu untuk mendapatkan izin memasuki kota itu. Bahkan grup sihir yang dikenal sebagai yang terhebat di dunia tidak bisa tetap tersembunyi dalam wilayah musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin informasinya dengan sengaja dihalangi. Dan juga, luka Index disembuhkan dengan sihir. Kanzaki, apa ada organisasi sihir lain di Timur Jauh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka telah memutuskan kalau bocah itu pasti memiliki organisasi lain selain Institusi Lima Elemen di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka telah salah percaya kalau organisasi lain ini sepenuhnya menghilangkan semua informasi tentang Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau mereka melakukan sesuatu di kota ini, para informan dari Institusi Lima Elemen pasti telah mengetahuinya.” Kanzaki menutup matanya. “Kita punya musuh yang jumlahnya tidak diketahui dan tidak ada kesempatan dikirimkan bala bantuan. Ini perkembangan yang menyulitkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya adalah kesalahpahaman. Imagine Breaker milik Kamijou Touma tidak punya efek apa pun kecuali digunakan pada kekuatan supernatural. Dengan kata lain, System Scan milik Academy City tidak bisa mengukur kekuatannya karena menggunakan mesin untuk mengukurnya. Maka Kamijou punya kesialan diperlakukan sebagai seorang Level 0 padahal mempunyai tangan kanan kelas tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dalam skenario terburuk, ini bisa berkembang menjadi pertarungan sihir melawan sebuah organisasi. Stiyl, kudengar &#039;&#039;rune&#039;&#039;-mu punya kelemahan fatal dalam hal ketahanan air.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah mengkompensasikan itu. Aku me-&#039;&#039;laminating&#039;&#039; rune-nya. Trik yang sama tidak akan bekerja padaku lagi.” Seperti pesulap panggung, dia mengeluarkan &#039;&#039;rune&#039;&#039; yang sekarang kelihatan sangat mirip dengan &#039;&#039;trading card&#039;&#039;. “Kali ini, aku akan menempatkan &#039;&#039;barrier&#039;&#039; 2 kilometer di sekitar areanya dan bukan hanya pada bangunannya. Ini akan menggunakan 164.000 kartu dan persiapannya akan memakan waktu 60 jam untuk diselesaikan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak seperti dalam &#039;&#039;video game&#039;&#039;, sihir yang sebenarnya memerlukan lebih dari hanya sekadar mengucapkan mantra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin memang kelihatannya hanya itu saja yang diperlukan kalau dilihat sekilas, tapi ada sedikit persiapan yang diperlukan di balik layar. Api milik Stiyl adalah jenis yang mempunyai instruksi kira-kira “Ambil sebuah taring serigala perak yang telah dimandikan sinar bulan selama 10 tahun dan...” Karena itu, kecepatan Stiyl sebenarnya adalah kecepatan seorang ahli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, pertarungan sihir adalah masalah membaca apa yang akan datang. Ketika pertarungan dimulai, kau pada dasarnya sudah terjebak dalam perangkap berupa &#039;&#039;barrier&#039;&#039; milik musuh. Ketika bertahan, kau perlu memastikan apa mantra musuhmu, dan mencari cara untuk membalikkannya ke musuhmu. Ketika menyerang, kau harus memprediksi serangan balik seperti apa yang akan datang dan mengatur kembali mantramu sesuai apa yang terjadi. Tidak seperti bela diri sederhana, kau perlu memikirkan 100-200 langkah ke depan di tengah keadaan sekitar yang terus berubah. Walaupun istilah kasar seperti “pertarungan” digunakan, sebenarnya itu lebih seperti adu intelek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, pasukan musuh yang tidak diketahui jumlahnya membuat seorang penyihir berada dalam posisi yang sangat tidak menguntungkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Dia kelihatan sangat senang,” kata penyihir &#039;&#039;rune&#039;&#039; tiba-tiba sembari memandang 600 meter ke depan tanpa menggunakan teropongnya. “Dia kelihatan sangat, sangat senang. Dia selalu hidup dalam kehidupan menyenangkan seperti itu.” Dia terdengar seperti sedang meludahkan semacam cairan kental. “Seberapa lama kita harus terus mengoyakkannya berkeping-keping?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki memandang 600 meter ke depan dari belakang Stiyl.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan tanpa menggunakan teropong atau sihir, dia bisa melihat jelas dengan pandangan 8.0-nya. Melalui jendela, dia bisa melihat gadis itu menggigiti kepala bocah itu dengan marah sedangkan bocah itu mengayun-ayunkan tangannya dan mencoba berontak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pasti perasaan yang sangat pelik,” kata Kanzaki seperti sebuah mesin. “&#039;&#039;Bagi seseorang sepertimu yang pernah berada dalam posisi yang sama seperti itu&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku sudah terbiasa,” jawab penyihir api itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia benar-benar telah mengalami perasaan seperti itu berkali-kali sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Waktunya mandi♪ Waktunya mandi♪” nyanyi Index sembari berjalan di samping Kamijou, memegang baskom mandi dengan kedua tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan berkata kalau dia sudah selesai menjadi orang sakit, dia mengganti pakaiannya dari piyama menjadi jubah biarawati yang penuh penitinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahu trik sulap apa yang dia gunakan, tapi jubah yang berdarah-darah itu bersih sempurna. Dia punya firasat kalau jubah itu akan terkoyak-koyak kalau dia memasukkannya ke dalam mesin cuci, jadi dia penasaran apakah dia memisahkannya dan mencuci tiap-tiap bagiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu begitu mengganggumu? Sejujurnya, aku tidak peduli dengan baunya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tipe yang suka bau keringat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudku bukan begitu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah tiga hari, dia akhirnya merasa cukup baik untuk bisa keluar rumah dan mandi adalah permintaan pertamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apartemen Komoe-sensei tidak punya apa pun yang bahkan hanya mirip dengan tempat mandi, jadi pilihan mereka hanya meminjam kamar mandi di kamar manajer atau pergi ke pemandian umum yang bobrok di dekat sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka anak laki-laki dan perempuan muda itu sedang berjalan di trotoar pada malam hari dengan baskom mandi di tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya era kebudayaan Jepang yang mana yang kita tinggali sekarang?” Komoe-sensei berkomentar dengan senyum ketika menjelaskan sistem pemandian umum. Dia membiarkan Kamijou dan Index tinggal di apartemennya tanpa menanyakan detail situasi mereka. Kamijou ikut menginap dengannya karena dia tidak ingin kembali ke asramanya yang tidak diragukan lagi sedang diawasi oleh musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Touma, Touma,” kata Index dengan suara teredam karena dia sedang menggigit bagian lengan atas kaus Touma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kebiasaannya menggigit orang, itu tidak lebih dari gerakan yang mirip dengan memegang baju seseorang untuk menarik perhatiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa?” jawab Kamijou jengkel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagi itu, Index sadar kalau dia tidak mengetahui nama Kamijou, jadi Kamijou memperkenalkan dirinya kepadanya. Sejak saat itu, dia telah memanggil namanya sekitar 60.000 kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada apa-apa. Aku cuma suka memanggil namamu walaupun tidak ada alasannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Index mirip dengan seorang anak yang pergi ke taman hiburan untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index seperti sangat menempel padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan besar karena apa yang terjadi tiga hari sebelumnya, tapi Kamijou tidak lebih senang dibanding tidak yakin harus merasa bagaimana tentang fakta bahwa tidak ada yang pernah mengatakan sesuatu sedasar itu pada Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Komoe bilang pemandian umum Jepang punya kopi susu. Apa itu kopi susu? Seperti &amp;lt;i&amp;gt;cappuccino&amp;lt;/i&amp;gt;?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak akan menemukan sesuatu seelegan itu di pemandian umum. Jangan berharap terlalu tinggi,” kata Kamijou. “Hmm, tapi bak mandi raksasa mungkin akan membuatmu terkejut. Di Inggris, bak mandi yang sempit seperti yang ada di hotel adalah yang paling umum, &#039;kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? ...Aku tidak begitu tahu.” Index memiringkan kepalanya ke samping seperti memang benar-benar tidak tahu. “Hal pertama yang kuingat dimulai di sini di Jepang. Aku tidak begitu tahu bagaimana keadaan di Inggris sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Hmm. Jadi itu kenapa kau bisa berbicara bahasa Jepang dengan lancar. Kalau kau di sini sejak kecil, berarti kau sendiri praktis adalah orang Jepang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi itu membuat keyakinannya kalau dia akan aman kalau kabur ke Gereja Anglikan sedikit tidak kredibel. Dia pikir gadis itu akan pergi pulang ke rumahnya, tapi dia sebenarnya akan pergi ke negara yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bukan. Maksudku bukan seperti itu.” Index menggelengkan kepalanya, mengayun-ayunkan rambut perak panjangnya. “Sepertinya, aku lahir dan dibesarkan di Katedral St. George di London. Sepertinya, aku baru datang ke sini sekitar satu tahun lalu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengerutkan dahinya karena kata yang tidak jelas itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah. Aku tidak punya ingatan dari sebelum sekitar satu tahun yang lalu ketika aku tiba di sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persis seperti anak kecil yang menuju taman hiburan untuk pertama kali dalam hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesempurnaan senyuman itulah yang menunjukkan Kamijou rasa takut dan rasa sakit di baliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika aku pertama kali bangun di sebuah gang, aku tidak tahu siapa diriku. Yang kutahu hanyalah aku harus kabur. Aku tidak ingat apa yang kumakan pada makan malam malam sebelumnya, tapi pengetahuan tentang hal-hal seperti sihir, Index Librorum Prohibitorum, dan Necessarius terus berputar dalam pikiranku. Hal itu begitu menakutkan...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kau bahkan tidak tahu kenapa kau kehilangan ingatanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu benar,” jawabnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahu sama sekali tentang psikologi, tapi dia tahu dari &amp;lt;i&amp;gt;video game&amp;lt;/i&amp;gt; dan drama kalau ada dua penyebab utama amnesia: terkena benturan keras di kepala atau menyegel sebuah kenangan yang hatimu tidak bisa pikul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan...” gumam Kamijou sambil melihat ke langit malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara dia memang merasa marah pada para penyihir yang bisa melakukan hal seperti itu ke seorang gadis sepertinya, dia lebih merasa dikuasai oleh rasa ketidakmampuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sekarang tahu kenapa Index melindunginya dan menjadi sangat menempel padanya. Itu hanya karena &amp;lt;i&amp;gt;Kamijou secara kebetulan&amp;lt;/i&amp;gt; adalah orang pertama yang dia tahu setelah menghabiskan satu tahun sendirian di dunia tanpa mengetahui apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini tidak menyenangkan Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak tahu kenapa, tapi entah kenapa jawaban &amp;lt;i&amp;gt;itu&amp;lt;/i&amp;gt; benar-benar membuatnya jengkel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mh? Touma, apa kau marah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan itu menangkap basah dia, tapi Kamijou berhasil berpura-pura tidak tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau aku membuatmu marah entah karena apa, aku minta maaf. Touma, apa yang membuatmu begitu marah? Pubertas?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak mau mendengarmu berbicara tentang pubertas dengan badanmu yang seperti anak kecil itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mh. Apa maksudnya itu? Aku benar-benar berpikir kalau kau marah. Atau kau cuma berpura-pura marah untuk membuatku merasa susah? Aku tidak suka sisimu yang itu, Touma.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, jangan mengatakan itu ketika kau tidak pernah benar-benar menyukaiku. Aku tidak mengharapkan kejadian indah mirip komedi romantis seperti itu denganmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah? ...Kenapa kau memelototiku seperti itu, tuan putri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika dia mencoba memaksanya ke arah lelucon, Index tidak memberikan respon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aneh. Ini aneh. Kenapa Index melipat tangannya, melihatku dengan air mata di matanya dan ekspresi terluka di wajahnya, dan menggigit bibir bawahnya?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Touma.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?” Kamijou merespon, memutuskan kalau dia lebih baik merespon karena Index memanggil namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendapat firasat kuat tentang kesialan yang akan datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku benci kau.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat saat itu, Kamijou mendapatkan banyak &amp;lt;i&amp;gt;experience point&amp;lt;/i&amp;gt; untuk pengalaman langka berupa seorang gadis yang menggigit seluruh bagian atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index berjalan lebih dulu ke arah pemandian umum sendirian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, Kamijou berjalan santai ke arah pemandian umum. Awalnya dia telah mencoba berlari mengejar Index, tapi biarawati putih yang marah itu lari seperti kucing liar setiap kali melihatnya. Walau begitu, dia akan tetap melihat punggung Index setelah berjalan sedikit jauh seperti dia sedang menunggunya. Setelah itu, siklus ini akan berulang. Dia benar-benar seperti kucing yang plin-plan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Yah, kami sedang menuju tempat yang sama, jadi pada akhirnya kami akan bertemu lagi.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pikiran itu, Kamijou menyerah mengejarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditambah lagi kalau dia merasa kemalangan yang pasti datang berupa ditahan polisi kalau seseorang melihatnya (kelihatannya) mengejar seorang biarawati Inggris muda yang lemah dan tak berdaya di jalan yang gelap seperti seekor Namahage.&amp;lt;ref&amp;gt;Semacam siluman dari Jepang. http://en.wikipedia.org/wiki/Namahage&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Biarawati dari Inggris, hm?” gumam Kamijou di sela napasnya sambil berjalan di jalan yang gelap sendirian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tahu kalau Index akan dibawa ke markas Gereja Anglikan di London kalau dia membawanya ke salah satu gereja mereka di Jepang. Tidak ada lagi yang tersisa untuk Kamijou lakukan. Semuanya pasti akan berakhir dengan sesuatu seperti “Mungkin waktunya singkat, tapi terima kasih. Aku tidak akan pernah melupakanmu karena aku punya ingatan sempurna”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasa sesuatu yang tajam menusuk-nusuk dadanya, tapi dia tidak tahu apakah ada hal lain yang bisa dilakukannya. Kalau Index tidak dibawa ke perlindungan gereja, dia akan terus dikejar oleh para penyihir itu. Dan juga, tidak realistis mencoba mengikuti Index ke Inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka hidup di dunia yang berbeda, mereka berdiri di tempat berbeda, dan mereka berada di dimensi yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tinggal di dunia ESP ilmiah dan dia tinggal di dunia &amp;lt;i&amp;gt;occult&amp;lt;/i&amp;gt; sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti daratan dan lautan, kedua dunia mereka tidak akan berlintas jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cuma begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cuma begitu saja, tapi itu masih membuatnya jengkel seperti tulang ikan tersangkut di tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba pemikirannya yang berputar sia-sia terhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada sesuatu yang salah. Kamijou memeriksa waktu yang terpampang di sebuah papan iklan elektronik milik sebuah &amp;lt;i&amp;gt;department store&amp;lt;/i&amp;gt;. Tepat jam 8 malam. Masih ada banyak waktu sebelum kebanyakan orang tidur, tapi keheningan mencekam menyelimuti area itu seperti berada di hutan pada malam hari. Perasaan aneh yang tidak pada tempatnya menyelimuti area itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kalau dipikir-pikir, aku belum melihat seorang pun sejak berjalan dengan Index...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ekspresi bingung, Kamijou berjalan lebih jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan ketika dia tiba ke jalan besar dengan 3 lajur di setiap arah, perasaan tidak pada tempatnya itu berganti menjadi perasaan seutuhnya kalau semuanya salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Tidak ada orang di sana&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada seorang pun yang masuk atau keluar dari &amp;lt;i&amp;gt;department store&amp;lt;/i&amp;gt; yang berbaris di sisi jalan seperti minuman di rak toko serba ada. Trotoar yang biasanya terasa terlalu sempit sekarang terasa terlalu luas dan tidak satu mobil pun yang berjalan di jalan yang mirip landasan pacu itu. Semua mobil yang diparkir di sisi jalan kosong seakan sudah dibuang pemiliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti melihat jalan di ladang jauh di pedesaan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini karena Stiyl telah memahat &amp;lt;i&amp;gt;rune&amp;lt;/i&amp;gt; Opila untuk membuat sebuah medan pembersih manusia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara perempuan tiba-tiba memasuki kepalanya seakan-akan sebuah pedang Jepang menusuk tembus bagian tengah wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu tidak bersembunyi di balik apa pun dan dia juga tidak menyelinap dari belakangnya. Dia berdiri di tengah jalan lebar seperti landasan pacu sekitar 10 meter di depannya, menghalangi jalannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini sudah melebihi tingkat tidak melihat atau menyadarinya karena kegelapan. Sesaat sebelumnya, memang benar-benar tidak ada seorang pun di sana. Tapi dalam waktu yang dibutuhkan untuk berkedip, gadis itu muncul di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua orang di sekitar area ini telah dialihkan fokusnya jadi mereka tidak akan berpikir untuk mendekati area ini untuk tujuan tertentu. Kebanyakan orang sepertinya berada di dalam bangunan-bangunan, jadi jangan khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badannya bereaksi sebelum pikirannya bisa. Semua darah di tubuhnya seperti berkumpul di tangan kanannya. Dengan rasa sakit seperti ada seutas tali mengikat kencang pergelangannya , insting Kamijou merasa bahwa gadis itu berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu memakai T-shirt dan jins yang satu bagian kakinya dipotong dengan berani, jadi pakaiannya tidak terlalu jauh berbeda dari apa yang disebut normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, pedang Jepang yang panjangnya lebih dari dua meter yang bergantung di pinggangnya seperti pistol memberikan hawa membunuh yang membeku. Bilahnya tersembunyi dalam sarung pedangnya, tapi sarung hitam itu terlihat sama penuh sejarahnya dengan sebuah tiang dari bangunan Jepang tua, jadi terlihat jelas kalau pedang itu asli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Penghancur Iblis Pensuci Tuhan.&amp;lt;ref&amp;gt;“God Purifying Demon Destroyer” (神浄の討魔) dibaca sebagai “Kamijou no Touma” tapi menggunakan kanji yang berbeda dengan nama Touma (上条当麻).&amp;lt;/ref&amp;gt; Nama sebenarnya &amp;lt;!--true name--&amp;gt;yang sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi gadis itu sendiri tidak menunjukkan tanda-tanda gugup sedikit pun. Caranya bicara dengan kenyamanan seseorang yang sedang berbincang biasa membuat semuanya jauh lebih menakutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Siapa kau?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Kanzaki Kaori. ...Aku tidak ingin memberikan namaku yang lain kalau bisa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namamu yang lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah sedikit memerkirakan itu, tapi Kamijou tetap mundur selangkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama sihir. Itu adalah “nama membunuh” yang telah Stiyl berikan sebelum menyerang Kamijou dengan sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi...apa? Apa kau juga dari asosiasi sihir atau apalah itu sama seperti Stiyl?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?” Untuk sesaat, Kanzaki mengerut ragu. “Oh, apa kau mendengar itu dari Index?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah asosiasi sihir. Organisasi yang mengejar Index untuk mendapatkan 103.000 grimoir-nya. Sebuah grup yang berjuang untuk menjadi Dewa Sihir, orang-orang yang telah menguasai sihir sepenuhnya hingga bisa membengkokkan apa pun di dunia sesuai kehendak mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya.” Kanzaki menutup satu matanya. “Aku ingin membawa dia ke dalam rawatan kami tanpa perlu memberikan nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggigil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou punya kartu truf berupa tangan kanannya dan walaupun begitu musuh yang berdiri di depannya membuat punggungnya menggigil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Dan kalau aku menolak?” kata Kamijou walau begitu. Dia tidak punya alasan untuk mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu aku tidak punya pilihan lain.” Kanzaki menutup mata yang satunya lagi. “Aku akan harus memberi namaku sampai dia kembali ke rawatan kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guncangan seperti gempa membuat tanah di bawah kaki Kamijou bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti ada sebuah bom yang meledak. Langit malam di sudut penglihatannya yang harusnya ditutupi kegelapan biru pucat menjadi warna oranye terang seperti matahari tenggelam. Api raksasa menyebar beberapa ratus meter ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Index...!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuhnya adalah sebuah organisasi dan Kamijou tahu nama seorang penyihir api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou secara refleks melihat ke arah api yang meledak itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan di saat itu, serangan menebas Kanzaki Kaori tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarak 10 meter berada antara Kamijou dan Kanzaki. Dan juga, katana milik Kanzaki panjangnya lebih dari dua meter, jadi sepertinya tidak mungkin bagi tangan langsing feminimnya untuk menariknya dari sarungnya, apalagi mengayunkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&amp;lt;i&amp;gt;Tapi seperti itulah yang terlihat&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat berikutnya, angin di atas kepala Kamijou terpotong seakan gadis itu sedang memegang laser raksasa. Kamijou membeku karena syok dan bilah sebuah kincir angin pembangkit listrik di belakang kanannya terpotong diagonal seakan terbuat dari mentega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong hentikan ini,” kata suara 10 meter di depannya. “Mengacuhkan peringatanku hanya akan berujung pada kematian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang 2 meter+ Kanzaki sudah kembali ke sarungnya. Serangan itu sangat cepat hingga Kamijou bahkan tidak pernah melihat bilahnya menyentuh udara luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya alasan dia masih berdiri di sana adalah karena Kanzaki dengan sengaja membuat serangannya meleset. Situasinya kelihatan sangat tidak nyata sampai dia hampir tidak menyadari fakta itu. Musuhnya terlalu kuat sampai pikirannya tidak bisa mengikuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara benturan kuat, bilah kincir angin yang terpotong jatuh ke tanah di belakang Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan walaupun puing bilah itu jatuh begitu dekat, Kamijou masih tidak bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggertakkan giginya karena pedang itu pasti sangat tajam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki membuka salah satu matanya yang tertutup dan berkata, “Aku akan menanyakanmu lagi.” Dia memicingkan matanya sedikit. “Aku ingin membawanya ke dalam rawatan kami tanpa perlu memberikan nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada keraguan dalam suara Kanzaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya begitu dingin hingga dia terlihat seperti mengatakan tingkat kehancuran seperti itu bukanlah sesuatu yang pantas untuk membuatmu terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...A-apa-apaan yang kau bilang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan kakinya tertempel ke tanah, dia tidak bisa maju ke depan atau melangkah mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakinya bergetar seakan dia baru saja selesai berlari sepanjang maraton dan dia bisa merasakan tenaganya meninggalkan kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak punya alasan untuk menyerah pada-...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan menanyakannya sebanyak apa pun yang diperlukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sesaat – benar-benar sesaat – tangan kanan Kanzaki menjadi buram dan menghilang seperti &amp;lt;i&amp;gt;bug&amp;lt;/i&amp;gt; dalam sebuah &amp;lt;i&amp;gt;video game&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara raungan, sesuatu terbang ke arah Kamijou dengan kecepatan menakutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasa seperti senjata laser raksasa sedang ditembakkan dari segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti tornado raksasa yang terbuat dari pedang-pedang udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma memandang sementara topan itu memotong aspal, lampu jalan, dan pohon-pohon yang berbaris di jalan dalam interval tertentu menjadi berkeping-keping seakan dipotong dengan &amp;lt;i&amp;gt;waterjet&amp;lt;/i&amp;gt;&amp;lt;ref&amp;gt;Mesin yang bisa memotong dengan menembakkan jet air. http://en.wikipedia.org/wiki/Water_jet_cutter&amp;lt;/ref&amp;gt; industri. Sepotong aspal berukuran kepalan tangan terbang dan menghantam bahu kanan Kamijou. Itu cukup untuk menerbangkannya dan hampir membuatnya pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil memegang bahu kanannya, Kamijou melihat sekelilingnya hanya dengan menggerakkan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu...dua..tiga, empat, lima, enam, tujuh. Total sebanyak tujuh tebasan pedang lurus berlanjut sampai lusinan meter sepanjang tanah yang datar. Tebasan-tebasan itu datang dari sudut acak dan kelihatan seperti goresan kuku di pintu baja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendengar suara katana gadis itu kembali ke sarungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingin membawa dia ke bawah rawatan kami tanpa perlu memberikan nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tangan kanannya masih di gagang pedang, Kanzaki hanya mengatakan kata-kata itu tanpa kebencian atau kemarahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuh serangan. Kamijou tidak bisa melihat bahkan satu serangan pun, tapi dia telah melakukan tujuh serangan iai&amp;lt;ref&amp;gt;Tipe beladiri pedang yang serangannya berupa tebasan cepat dari dalam gagang dan langsung dimasukkan kembali ke gagang. http://en.wikipedia.org/wiki/Iai&amp;lt;/ref&amp;gt; dalam satu saat itu. Dan kalau dia mau, satu atau seluruh tujuh serangan itu bisa menjadi serangan mematikan yang memotong Kamijou menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan. Dia hanya mendengar suara metalik dari pedang yang disarungkan sekali saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan besar adalah &amp;lt;i&amp;gt;kekuatan supernatural&amp;lt;/i&amp;gt; yang dikenal sebagai sihir. Dia memakai sihir yang memanjangkan jarak satu serangan itu sebanyak lusinan meter dan memberikannya kemampuan berpedang untuk menyerang tujuh kali walau mengeluarkannya hanya sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kecepatan serangan Nanasen&amp;lt;ref&amp;gt;Nanasen berarti “Tujuh Kilatan”.&amp;lt;/ref&amp;gt; yang Shichiten Shichitou&amp;lt;ref&amp;gt;Shichiten Shichitou berarti “Tujuh Pedang Tujuh Langit”.&amp;lt;/ref&amp;gt;-ku lakukan itu cukup untuk membunuhmu tujuh kali dalam waktu yang dikenal sebagai sesaat. Orang-orang menyebutnya sebagai pembunuhan instan. Menyebutnya sebagai pembunuhan pasti rasanya tidak jauh dari kenyataannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam diam, Kamijou mengepalkan tinjunya dengan kekuatan yang cukup untuk menghancurkan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia punya kecepatan, kekuatan, dan jarak yang mengerikan. Kemungkinan besar, serangan memotong itu berhubungan dengan kekuatan supernatural yang dikenal sebagai sihir. Kalau begitu, Kamijou hanya perlu menyentuh serangan aslinya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Teruslah bermimpi,” katanya, memotong pemikirannya. “Aku sudah dengar dari Stiyl kalau tangan kananmu bisa meniadakan sihir entah bagaimana caranya. Tapi apakah aku benar kalau berpikir bahwa kau tidak bisa melakukan itu kecuali kau menyentuhnya dengan tangan kananmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sekali. Tangan kanan Kamijou tidak ada gunanya kalau dia tidak bisa menyentuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan masalah kecepatan. Tidak seperti Biri Biri dari Misaka Mikoto&amp;lt;ref&amp;gt;Serangan listrik. Dalam bahasa Jepang, suara listrik adalah “biri biri”.&amp;lt;/ref&amp;gt; dan Railgun yang ditembakkan dalam garis lurus, dia tidak bisa memprediksi ke mana Nanasen milik Kanzaki Kaori akan datang karena perubahan konstannya. Kalau Kamijou mencoba menggunakan Imagine Breaker, tujuh tebasan itu kemungkinan akan memotong tangannya berkeping-keping sejak awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan menanyakannya sebanyak apa pun yang diperlukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Kanzaki dengan diam memegang gagang Shichiten Shichitou di pinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasakan keringat dingin di pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau &amp;lt;i&amp;gt;mood&amp;lt;/i&amp;gt; Kanzaki berubah dan dia masuk untuk membunuh, Kamijou pasti akan terpotong-potong menjadi bagian kecil dalam sesaat. Dengan bagaimana dia telah memotong pohon-pohon yang berjejer di jalan berkeping-keping dalam jarak lusinan meter, mencoba lari atau menggunakan sesuatu sebagai tameng adalah bunuh diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou memerhitungkan jarak antara dirinya dan Kanzaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar 10 meter. Kalau dia berlari secepat yang tubuh fisiknya bisa lakukan, dia bisa menutup jarak itu dalam empat langkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Bergeraklah.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou memberikan perintah putus asa pada kakinya yang seperti ditempel ke tanah dengan lem instan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akankah kau membiarkan kami membawanya ke dalam rawatan kami sebelum aku memberikan nama sihirku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Bergeraklah!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia maju selangkah ke depan seakan mengoyakkan kakinya dari tanah. Satu alis Kanzaki naik ketika Kamijou bergerak maju dengan langkah eksplosif seperti sebuah peluru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh... Ohhhhhhhhhhhh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia maju selangkah lagi. Kalau dia tidak bisa kabur, tidak bisa menghindar ke kiri atau ke kanan, dan tidak bisa menggunakan apa pun sebagai tameng, maka satu-satunya pilihan yang tersisa adalah maju dan membuka jalan untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu apa yang mendorongmu sampai sejauh ini, tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki menghela napas yang lebih memiliki rasa kasihan dibandingkan keterkejutan. Kemudian...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nanasen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Potongan-potongan kecil dari aspal dan pohon yang hancur melayang di udara seperti debu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan angin yang meraung, awan debu itu terpotong kecil-kecil di depan mata Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah... Ohh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tahu dalam kepalanya bahwa dia bisa meniadakannya kalau dia menyentuhnya dengan tangan kanannya, tapi hatinya segera memilih untuk menghindar. Dia menunduk dengan begitu kuatnya hingga terlihat seperti dia sedang mengayunkan kepalanya ke bawah dan jantungnya membeku ketika tujuh serangan menebas itu lewat di atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak memerhitungkan itu dan dia tidak mungkin berhasil menghindar kalau dia memerhitungkannya. Dia hanya berhasil menghindar murni karena keberuntungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian dia mengambil satu langkah kuat lagi, yang ketiga dari empat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak peduli seberapa aneh serangan Nanasen itu, itu pada dasarnya masih sebuah serangan iai. Itu adalah teknik berpedang kuno yang mengeluarkan satu serangan mematikan yang dimulai dengan mengeluarkan pedang dari sarungnya. Itu berarti waktu ketika pedangnya berada di luar sarungnya akan membuat penggunanya tak berdaya dan tidak bisa menggunakan serangan iai lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia mengambil langkah terakhir itu untuk mencapai Kanzaki, dia akan menang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harapan terakhir yang pikiran itu berikan pecah berkeping-keping dengan suara “klik” kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah suara metalik kecil yang terlalu pendek dari sebuah katana yang dikembalikan ke dalam sarungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nanasen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raungan itu datang tepat dari depan Kamijou dalam jarak kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketujuh serangan itu mengejarnya bahkan sebelum refleks tubuhnya bisa beraksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan...Ahhhhhhhhhh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengulurkan tinju kanannya ke arah tebasan di depannya, tapi itu lebih mirip usaha defensif untuk menangkap bola yang dilemparkan ke wajahnya dibanding sebuah serangan ofensif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama itu adalah kekuatan supernatural, tangan kanan Kamijou bisa meniadakannya bahkan kalau itu adalah kekuatan Tuhan atau kekuatan vampir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena berada dalam jarak sedekat itu, ketujuh serangan itu tiba sebagai satu tanpa menyebar. Itu berarti dia bisa menghancurkan ketujuhnya dengan satu pukulan Imagine Breaker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat serangan-serangan itu bersinar biru di bawah sinar bulan, kulit dari satu jari di tinju Kamijou menyentuhnya halus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Dan dimakan&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap...!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak menghilang. Bahkan dengan Imagine Breaker, serangan absurd itu tidak menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou segera mencoba menyentakkan tangannya ke belakang, tapi dia tidak berhasil dalam waktunya. Bagaimanapun juga, dia telah menjulurkan tangannya sendiri ke serangan pedang Jepang yang akan datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki memicingkan matanya sedikit ketika melihat Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat berikutnya, suara basah dari daging yang dipotong memenuhi area itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou memegang tangan kanannya yang berdarah dengan tangan kirinya dan jatuh berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sejujurnya terkejut ketika menemukan kalau kelima jarinya masih utuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini tentu saja bukan karena jemari Kamijou itu kuat dan kemampuan Kanzaki itu rendah. Tubuh Kamijou tidak terpotong-potong karena fakta sederhana bahwa Kanzaki telah menahan diri, lebih menahan dirinya lagi, dan membiarkannya hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih berlutut, Kamijou melihat ke atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki berdiri dengan lingkaran sempurna bulan biru di belakangnya. Dia bisa melihat sesuatu seperti benang-benang merah di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu kelihatan seperti jaring laba-laba. Hanya ketika darah Kamijou menutupinya seperti embun malam di atas jaring laba-labalah dia bisa melihat tujuh kawat baja itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak percaya...” Kamijou menggertakkan giginya. “Apa kau bahkan bukan seorang penyihir?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katana yang besarnya menggelikan itu tidak lebih dari sebuah hiasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mengejutkan kalau dia tidak bisa melihat saat dia menarik pedangnya. Kanzaki tidak pernah menarik pedangnya keluar. Dia hanya menggerakkan pedangnya sedikit di dalam sarungnya dan kemudian menggerakkannya ke tempat semula. Gerakan itu adalah untuk menyembunyikan tangan yang menggerakkan ketujuh kawat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan Kamijou relatif tidak terluka karena Kanzaki telah mengendurkan kawatnya tepat sebelum memutuskan jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang sudah kubilang, aku sudah dengar tentang kemampuanmu dari Stiyl.” Kanzaki kedengaran tidak tertarik. “Saat itulah aku menyadarinya. Kekuatanmu bukan dalam jumlah yang lebih besar, tapi adalah tipe yang berbeda. Sama seperti gunting-batu-kertas. Seberapa banyak pun kau menggunakan batu, kau tidak akan pernah mengalahkan kertasku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengepalkan tangannya yang berdarah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kelihatannya kau salah tentang sesuatu.” Kelihatannya menyakitkan bagi Kanzaki untuk melihatnya. “Aku tidak menyembunyikan ketidakmampuan dengan sebuah trik murahan. Shichiten Shichitou bukan sekedar hiasan saja. Di balik Nanasen adalah Yuisen&amp;lt;ref&amp;gt;Yuisen berarti “Satu Kilatan”.&amp;lt;/ref&amp;gt; yang sebenarnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkan tinju berdarahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan yang lebih penting, aku masih belum memberikan nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong jangan buat aku memberikannya, bocah.” Kanzaki menggigit bibirnya. “Aku tidak mau memberikannya lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinju Kamijou yang terkepal gemetar. Dia jelas berbeda dari Stiyl. Dia bukan kuda poni yang hanya tahu satu trik saja. Dari paling dasar dari semua dasar dan yang paling dasar dari semua fondasi, dia benar-benar terbuat berbeda dari Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Seperti aku bisa menyerah saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, Kamijou tidak melepas kepalan tangannya. Dia tetap menutup tangan kanannya walaupun tidak bisa merasakan apa pun di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tidak menyerah ketika mencoba menoleh pada Kamijou ketika dipotong di punggungnya oleh penyihir itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kaubilang? ...Aku tidak bisa mendengarmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kubilang tutup mulutmu, dasar robot sialan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengepalkan tinjunya yang berdarah dan mencoba mengayunkannya ke wajah gadis yang berdiri di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi ujung dari sepatu bot Kanzaki menusuk ulu hatinya sebelum dia bisa melakukannya. Seluruh udara dalam paru-parunya keluar dari mulutnya dan sarung hitam Shichiten Shichitou menghantamnya di sisi wajah seperti sebuah tongkat baseball. Badannya berputar seperti tornado dan dia menghantam tanah dengan bahu lebih dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum dia bisa berteriak kesakitan, Kamijou melihat bagian bawah sepatu bot itu turun untuk menghancurkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mencoba menghindar, dia segera berguling ke samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nanasen.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kata itu memasuki telinga Kamijou, tujuh tebasan memecahkan aspal di sekitarnya berkeping-keping. Seluruh tubuh Kamijou dihujani oleh pecahan-pecahan kecil dari segala penjuru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gh...Ah...!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggeliat kesakitan di tempatnya ketika diserang oleh rasa sakit yang intens, mirip dengan dikeroyok dan dipukuli oleh lima enam orang. Kanzaki mendekatinya dengan sepatu botnya yang menggesek tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aku harus bangkit...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi kakinya terlalu lelah untuk bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu pastinya sudah cukup.” Suara kecilnya benar-benar terdengar terluka. “Tidak ada alasan bagimu untuk melakukan sejauh ini untuknya. Bertahan bahkan 30 detik melawan satu dari sepuluh penyihir teratas di London adalah pencapaian yang cukup bagus. Dia tidak akan menyalahkanmu setelah kau melakukan sejauh ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran Kamijou buram, tapi dia berhasil mengingat sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengingat kalau Index memang tidak akan menyalahkannya apa pun yang dia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tapi...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persis karena dia berlanjut menahan semuanya tanpa menyalahkan orang lainlah Kamijou tidak bisa menyerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia ingin menyelamatkan gadis yang tersenyum begitu sempurna walau ekspresinya seharusnya adalah yang menyayat hati. &#039;&#039;&#039;(&amp;lt;!--lol ga enak. He wanted to save that girl who smiled so perfectly with that otherwise heartbreaking expression.--&amp;gt;)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memaksakan tangan kanannya yang hancur menjadi sebuah tinju seakan tangannya adalah seekor serangga yang sekarat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya masih bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya bergerak ketika dia memintanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kenapa?” bisik Kamijou dari posisinya yang terbaring di tanah. “Kelihatannya kau tidak menyukai ini. Kau tidak seperti orang bernama Stiyl itu. Kau ragu untuk membunuh musuhmu. Kau bisa dengan mudah membunuhku sejak awal kalau kau mau, tapi kau &amp;lt;i&amp;gt;tidak melakukannya&amp;lt;/i&amp;gt;. ...Kau masih punya jalan pikiran manusia yang cukup normal untuk &amp;lt;i&amp;gt;ragu&amp;lt;/i&amp;gt; mengenai hal-hal seperti itu, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki telah menanyakannya lagi dan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah meminta agar semua diselesaikan sebelum dia harus memberikan nama sihirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir &amp;lt;i&amp;gt;rune&amp;lt;/i&amp;gt; yang menamakan dirinya Stiyl Magnus tidak menunjukkan keraguan sedikit pun dalam hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki Kaori terdiam, tapi pikiran Kamijou terlalu kabur karena seluruh rasa sakit untuk menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu kau pasti tahu, &#039;kan? Kau tahu bahwa mengejar-ngejar seorang gadis sampai dia pingsan karena lapar dan kemudian menebas punggungnya dengan pedang itu salah, &#039;kan?” Dia mengeluarkan itu seperti batuk darah, sementara Kanzaki hanya bisa lanjut mendengarkannya. “Apa kau tahu kalau dia tidak punya ingatan lebih dari satu tahun karena kalian? Apa-apaan yang kalian lakukan padanya sambil mengejarnya sampai menyebabkan hal seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak mendapat respon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak bisa mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mungkin bisa mengerti kalau penyihir ini mencoba mendapatkan 103.000 grimoir untuk menjadi seorang Dewa Sihir yang (katanya) bisa membengkokkan aturan-aturan dunia untuk mengabulkan permintaan seperti menyembuhkan seorang anak dengan penyakit yang tidak tersembuhkan atau melakukan sesuatu untuk seorang kekasih yang sudah mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi bukan itu yang sedang dilakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah bagian dari sebuah organisasi. Dia melakukan ini karena dia disuruh, karena itu adalah tugasnya, dan itu adalah yang diperintahkan padanya. Hanya itu saja yang membuatnya sampai mengejar seorang gadis dan menebas punggungnya terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa?” Kamijou mengulang, rahangnya dirapatkan. “Aku cuma pecundang yang tidak bisa menyelamatkan seorang gadis setelah mempertaruhkan nyawaku mencoba melawanmu sia-sia. Aku cuma orang lemah yang tidak bisa melakukan apa pun selain terbaring di tanah dan melihatmu membawanya pergi.” Dia terdengar seperti dia akan menangis seperti seorang anak kecil dalam waktu dekat. “Tapi kau itu berbeda, &#039;kan?” Dia tidak tahu apa yang sedang dia sendiri katakan. “Dengan kekuatanmu kau bisa melindungi siapa pun atau apa pun dan menyelamatkan apa pun atau siapa pun.” Dia tidak tahu dengan siapa dia sedang berbicara. “Jadi kenapa kau melakukan ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dia menyesal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyesali bahwa dia telah berpikir kalau dia bisa melindungi semua yang dia inginkan dengan kekuatan kecil yang dia punya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyesali bahwa seseorang dengan kekuatan sehebat itu hanya menggunakannya untuk memburu seorang gadis kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyesali bahwa situasi ini seperti mengatakan kalau dia itu bahkan lebih hina dari orang seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyesali itu semua dan dia pikir dia akan menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keheningan menumpuk di atas keheningan, menciptakan keheningan yang bahkan lebih hening.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau pikiran Kamijou sedang jernih, dia pasti akan terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang tersudut adalah Kanzaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan beberapa kata saja, dia telah menyudutkan satu dari sepuluh penyihir teratas di London.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak benar-benar bermaksud untuk membelah punggungnya. Kupikir &amp;lt;i&amp;gt;barrier&amp;lt;/i&amp;gt; dari jubah biarawati Gereja Berjalan-nya masih berfungsi... Aku hanya menebasnya karena aku benar-benar yakin itu tidak akan melukainya... Tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak mengerti apa yang Kanzaki katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak melakukan ini karena aku mau,” kata Kanzaki. “Tapi dia tidak bisa hidup kalau aku tidak melakukan ini. ...Dia akan...mati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki kedengaran seperti seorang anak yang akan menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Organisasi tempat aku berada sama dengannya. Aku berasal dari Necessarius milik Gereja Anglikan,” katanya seakan memuntahkan darah. “Dia adalah rekanku...dan temanku yang berharga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Previous [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1 Chapter1|Chapter 1]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1 Chapter3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
|-&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hakomari_(Indonesia):Jilid_1_Pertama_kali_(2)&amp;diff=189871</id>
		<title>Hakomari (Indonesia):Jilid 1 Pertama kali (2)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hakomari_(Indonesia):Jilid_1_Pertama_kali_(2)&amp;diff=189871"/>
		<updated>2012-09-19T15:07:27Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: /* Pertama kali (2) */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Pertama kali (2)==&lt;br /&gt;
&amp;quot;Namaku Aya Otonashi. Senang bertemu denganmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid pindahan itu berkata dengan senyuman kecil di wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terpukau dengan penampilannya, para gadis mulai menjadi berisik, sedangkan para pria tidak bisa berkata apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja aku bukan pengecualian. Kurasa aku belum pernah melihat orang yang lebih menawan daripada dia sebelumnya. Aku tidak bisa mengalihkan mataku bahkan jika aku ingin. Mata kami bertemu. Seketika, aku terpikat oleh matanya. Murid pindahan itu terlihat sakan-akan dia telah terbiasa oleh reaksiku dan tersenyum padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu hampir membuatku pusing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jatuh cinta padanya mungkin mustahil. Kami terlalu berbeda. Hampir bisa dibilang kalau kami tidak hidup di dunia yang sama. Mungkin terdengar kejam, tapi kupikir semua orang pasti akan setuju setelah melihat dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pertama-tama aku ingin membuat sebuah pernyataan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aya Otonashi berbicara masih dengan senyuman sempurna di wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tolong, --- jangan berteman dengan Aya Otonashi — denganku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruang kelas menjadi sunyi seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernyataan itu cukup untuk membuat seluruh kelas yang berisik menjadi terdiam. Itu hampir seperti sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tolong jangan salah paham. Jika mungkin, aku ingin sekali berteman dengan kalian semua. Tapi, itu tidak mungkin. Karena ---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;— keberadaan dari Aya Otonashi &amp;lt;u&amp;gt;hanyalah sebuah ilusi.&amp;lt;/u&amp;gt;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menelan ludahku meski aku masih tidak mengerti apa yang dia bicarakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sejak awal kita memang tidak cocok. Kita terlihat seperti hantu dari sudut pandang orang lain. Karena aku adalah &#039;murid pindahan&#039;. Aku tidak mempunyai hubungan dengan siapa pun - dan tidak ada satu pun yang mengenalku - serta aku akan terus-menerus kembali ke keadaan ini. Aku harus mempertahankan dan menjaga keadaan di mana aku tidak mempunyai hubungan dengan siapa pun untuk waktu yang lama. Jadi kupikir tidak ada salahnya menyebutku sebagai hantu. Tapi meski aku adalah hantu aku masih mempunyai kepribadian. Aku juga merasa sedih akan hal itu. Tapi aku tidak punya pilihan lain selain menerimanya. Karena segera setelah aku tidak mampu lagi menerima diriku sebagai sebuah ilusi - segera setelah aku tidak bisa menahannya lagi - aku akan terperangkap oleh pengulangan palsu ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku masih tidak mengerti sama sekali. Satu-satunya hal yang kumengerti adalah kalau dia sangat serius sehingga tidak ada seorang pun yang menganggap perkataannya sebagai sebuah lelucon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Untuk menjadi sebuah ilusi, aku meninggalkan nama asliku di dalam &#039;box&#039; ini. Aku takut kalau aku menggunakan nama asliku malah akan membebani diriku sendiri. Dan jika aku terperangkap oleh pengulangan palsu ini, kalian semua mungkin akan dihapus.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melanjutkan pidatonya dengan suara yang tegas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oleh karena itu, aku — harus terus menjadi sebuah ilusi, menjadi Aya Otonashi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, begitu. Aku tidak mengerti arti perkataannya, tapi dia masih belum menjadi «Aya Otonashi».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia akan menjadi «Aya Otonashi».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mungkin tidak menginginkannya. Itu bukanlah hal yang diharapkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski begitu dia tetap tidak memilihi pilihan lain selain menjadi «Aya Otonashi».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi aku tidak kuat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengatakannya dengan pahit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kupikir akan ada waktu di mana aku ingin mengeluh. Tetapi, aku akan berhenti menjadi «Aya Otonashi» segera setelah aku menunjukkan tanda-tanda kelemahan apa pun nanti. Karena itu, aku akan menunjukkan kelemahan ini sekarang. Aku—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu kebetulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, kupikir itu hanya kebetulan, tapi tidak diragukan lagi---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—dia melihat ke arahku sambil berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku — ingin seseorang untuk berada di sisiku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian dia tersenyum padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau begitu, izinkan aku untuk memperkenalkan diriku sekali lagi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berbicara seperti untuk meyakinkan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;lt;u&amp;gt;Namaku «Aya Otonashi»&amp;lt;/u&amp;gt;. Kuharap kita bisa berteman dengan baik selama waktu panjang yang menanti kita.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aya Otonashi menunduk dalam-dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami semua masih terdiam, tidak yakin bagaimana harus bereaksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, aku menepuk tanganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara dari tepuk tanganku adalah satu-satunya yang terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya seseorang mengikuti tepuk tanganku. Setelah dia, ada orang lain lagi mulai bertepuk tangan juga. Suara tepuk tangannya perlahan tapi pasti menjadi semakin keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika semua teman sekelasku menepuk tangan, akhirnya dia mengangkat wajahnya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia tidak tersenyum lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkan tangannya dengan kuat dan melihat lurus ke depan dengan gaya yang mengagumkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Utsuro_no_Hako_vol1_pic3.jpg]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Balik ke [[Utsuro_no_Hako Bahasa Indonesia:Jilid 1 Ke-27756 kali|Ke-27,756 kali]]&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Utsuro no Hako to Zero no Maria Bahasa Indonesia|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Lanjut ke [[Utsuro_no_Hako Bahasa Indonesia:Jilid 1 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Undesco&amp;diff=189796</id>
		<title>User talk:Undesco</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Undesco&amp;diff=189796"/>
		<updated>2012-09-19T08:28:12Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;kalau sempet ya, lagi banyak kerjaan [[User:Xenocross|Xenocross]] ([[User talk:Xenocross|talk]]) 22:24, 26 August 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
meski yg kamu katakan give me some ideas, that&#039;s not it. Sesuatu yg bisa kamu lakukan tapi tidak bisa kamu lakukan di saat bersamaan. Kalau punya teman yg ambil filsafat..tehe.. It&#039;s confusing, even for me to explain. [[User:Tony Yon|&amp;lt;span style=&amp;quot;color:green;font:bold 10pt times new roman itc&amp;quot;&amp;gt;Tony Yon&amp;lt;/span&amp;gt;]] ([[User talk:Tony Yon#top|&amp;lt;span style=&amp;quot;color:blue;font:bold 10pt times new roman itc&amp;quot;&amp;gt;Talk&amp;lt;/span&amp;gt;]]) 06:55, 2 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya. Itu translatornya udah pada MIA semua (seenggaknya dari Toaru), haha [[User:Arczyx|Arczyx]] ([[User talk:Arczyx|talk]]) 01:29, 8 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iya kecuali TheRadiants, dia terakhir update 25 juli 2012 jadi secara teknis belum MIA, kalo mau ngambil bagian dia coba message dulu aja, kalo seminggu belum dibales ambil aja berarti. [[User:Arczyx|Arczyx]] ([[User talk:Arczyx|talk]]) 01:44, 8 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya jadi editor numpang lewat saja. Sekalian minta daftar terminologi yang dipakai. Bingung karena istilahnya ganti-ganti. -_-&#039;&lt;br /&gt;
Contoh yang sering berubah: psychic powers (istilah yang saya pakai kemampuan paranormal) dan supernatural powers (kekuatan supernatural). &lt;br /&gt;
Pernah, mungkin. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 18:48, 9 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya juga bingung sih pilihan katanya. Psikis kan berasal dari kata psike yang artinya adalah jiwa; sukma; rohani, sementara paranormal adalah sesuatu yang sulit dijelaskan dengan akal sehat/secara ilmiah. Awalnya sih saya juga mau pakai psikis, tapi akhirnya pake paranormal (meskipun di sini psychic power bisa dijelaskan secara ilmiah, lel). Oh, btw, supranatural itu nggak baku, yang baku adalah supernatural. :p [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 00:32, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya ngikut aja sih. Wah, hebat. Ternyata ga bahasa Indonesia. o_O [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 07:34, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lel, diedit. Btw, supernatural kayaknya ga perlu dimasukin. Terjemahan supernatural kan juga supernatural. Kemudian, saya udah agak lupa, tapi istilah witch, sorcerer, dan magician di Index tuh ada kaitannya dengan gender ga sih? Misalnya witch biasanya perempuan, sementara sorcerer biasanya laki-laki. Kalo magician sih biasanya penyihir pemula. Nah, di Index ada perbedaan seperti itu nggak? Kalo susah cari padanan katanya, mending tetep Inggris aja. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 08:51, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setahuku, kata ganti ku-, &#039;&#039;kau-&#039;&#039;, -ku, -mu, dan -nya emang digabung. Tapi, saya ngeditnya ga terlalu strict, sih. Yang saya gabung kebanyakan hanya kau+kata dasar+akhiran (e.g. kaupikirkan). Kalau kau+kata dasar aja, cuma kadang-kadang aja saya gabung tergantung feeling, lebih cocok digabung atau dipisah (mungkin karena kebanyakan melihat versi yang salah sih, kalau yang bener mungkin semua digabung tanpa terkecuali). Tapi kalo ada awalan tetep saya pisah (e.g. kau membawa, bukan kaumembawa). [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 19:52, 12 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Editor diedit, lel. &amp;gt;_&amp;lt;&lt;br /&gt;
Btw, part 7 ternyata cuma pake Google Translate, atau level si penterjemah cuma sebatas Google Translate. /facepalm [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 21:52, 14 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gpp sih, toh saya ini termasukk sering typo. Cuma ironis aja, soalnya editor kan harusnya kerjaannya memperbaiki typo. lel. Yang betul kuyup kok, another typo. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hm, saya juga termasuk literal kok, soalnya yang diterjemahkan adalah hasil terjemahkan (istilahnya apa ya, lupa). Seandainya terjemahan pertama udah liberal, nanti isinya bisa jauh melenceng dari aslinya kalo terjemahan keduanya ikut-ikutan liberal. Prolog dan Bab 1 yang saya edit ini juga terlalu liberal, makanya saya edit biar ga terlalu liberal (malah ada yang liberalnya keterlaluan sampai artinya berkebalikan dari Inggrisnya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
He eh, pake apostrof karena singkatan dari &#039;akan&#039; atau &#039;bukan&#039;. Kayak &#039;til dari kata until. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 02:27, 15 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
O-oishii desu... -ups, wrong reply.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata literal banget ya? Kalo pake standarnya 8thsin, mungkin masuk kategori LS-1, lel. Oh, yang guru itu ya? Tapi &#039;wajah seorang guru tertentu&#039; kok kesannya aneh gitu dibacanya... [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 20:23, 15 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sungguh sangat sial!&amp;quot; Kalau kurang pas, silakan diganti saja. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 03:28, 19 September 2012 (CDT)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hakomari_(Indonesia):Jilid_1_Ke-27755_kali_(5)&amp;diff=189555</id>
		<title>Hakomari (Indonesia):Jilid 1 Ke-27755 kali (5)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hakomari_(Indonesia):Jilid_1_Ke-27755_kali_(5)&amp;diff=189555"/>
		<updated>2012-09-18T12:22:45Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: /* Ke-27,755 kali (5) */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Ke-27,755 kali (5)==&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;&amp;quot;Aku tidak akan meninggalkanmu sendirian di sini!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya karena kata-kata itu, aku bisa kembali menjadi Kasumi Mogi yang dulu untuk beberapa saat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku benar-benar bodoh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukankah aku sudah memutuskannya? Bukankah sejak awal aku sudah memutuskan kalau aku akan menghancurkan &#039;box&#039;-nya sebelum aku kehilangan tujuanku dan mempermalukan diriku sendiri?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi semua pengulangan yang tak terbatas itu membuat tekadku terus melemah dan melemah hingga seluruh tekad yang kukumpulkan itu menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu itu, ketika aku membunuh seseorang yang namanya sudah tidak kuingat lagi, aku telah kehilangan semua harapan untuk kembali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hanya karena ini, hanya karena kata-kata seperti ini, aku--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---itu masih mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cintaku telah menyelamatkan diriku di saat-saat terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi aku tahu kalau aku akan segera terperangkap lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku akan terperangkap lagi oleh &#039;box&#039; itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, selagi aku masih «Kasumi Mogi» --- aku harus membunuh diriku sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat tinggal, Kazu-kun.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sekarang, &#039;box&#039; yang tidak bisa memberikanku kebahagiaan meskipun sangat praktis ini, akan hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bisa meninggalkan dunia ini di dekat orang yang kucintai. Mungkin ini malah kejadian yang membahagiakan bagiku. Jadi, tidak apa-apa jika seperti ini. Aku tidak apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menutup mataku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak akan membuka kedua mataku la---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Siapa yang mengizinkanmu untuk mati?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku terkejut dan membuka kedua mataku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang tak kukenal yang dulu memberikanku &#039;box&#039; itu berdiri di sana. Kazu-kun sepertinya tidak menyadarinya, jadi kurasa hanya aku yang bisa melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika mata kami bertemu, orang itu tersenyum dengan tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku masih ingin mengamati anak itu. Akan menyusahkanku jika kau mengakhiri semua ini sesukamu sendiri. Ini adalah kesempatan yang luar biasa karena aku memiliki kesempatan untuk mengobservasi anak itu dalam waktu yang tidak terbatas.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa? ...Apa yang dia katakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi yah, kupikir itu tidak menyenangkan jika situasinya selalu sama. Hm... sebenarnya ini bertentangan dengan prinsipku, tapi bolehkah aku mengambil &#039;box&#039; itu kembali? Aku akan mengutak-atiknya sedikit. Lagi pula, kau, &#039;kan, berniat untuk menghancurkannya, jadi kau pasti tidak keberatan, &#039;kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menunggu jawabanku, dia menempatkan tangannya di dadaku. Di saat dia melakukannya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ugh, aaaah! AAaaAAahhh!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasakan sakit yang tak terbayangkan. Rasa sakit yang mampu membuatku berteriak, meskipun aku sudah terbiasa ditabrak truk, bahkan aku tidak bersuara ketika menusuk diriku sendiri. Rasa sakit ini berbeda. Rasanya seperti  jiwaku dipotong hingga seribu bagian. Rasa sakit yang menyerang langsung ke saraf dan tidak bisa ditahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengeluarkan &#039;box&#039; yang sebesar tangan itu dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aah, kupikir kau sudah tahu, tapi kukatakan sekali lagi, &#039;box&#039; ini tidak bisa bekerja tanpamu lagi. Jadi kau akan kumasukkan ke dalam &#039;box&#039; ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengatakannya, dia mulai melipatku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melipat dan melipatku, lalu memasukkanku ke dalam &#039;box&#039; itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kazu-kun. Kumohon, Kazu-kun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tahu kalau aku egois. Aku juga tahu kalau aku kurang ajar karena masih memohon padamu setelah melakukan hal seperti itu padamu. Tapi, tapi --- aku tidak---aku tidak tahan lagi--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kazu-kun, tolong aku---&amp;lt;/i&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Balik ke [[Utsuro_no_Hako Bahasa Indonesia:Jilid 1 Ke-10000 kali|Ke-10,000 kali]]&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Utsuro no Hako to Zero no Maria Bahasa Indonesia|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Lanjut ke [[Utsuro_no_Hako Bahasa Indonesia:Jilid 1 Ke-27756 kali|Ke-27,756 kali]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hakomari_(Indonesia):Jilid_1_Ke-27755_kali_(4)&amp;diff=189552</id>
		<title>Hakomari (Indonesia):Jilid 1 Ke-27755 kali (4)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hakomari_(Indonesia):Jilid_1_Ke-27755_kali_(4)&amp;diff=189552"/>
		<updated>2012-09-18T11:59:33Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: /* Ke-27,755 kali (4) */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Ke-27,755 kali (4)==&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;&amp;quot;---Aku harus membunuh diriku sendiri.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mati-matian memerintahkan diriku sendiri. Hanya ini satu-satunya cara. Satu-satunya cara bagiku untuk mencegah diriku menjadi «diriku» yang palsu lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku akan membuang segalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya ini cara yang bisa kupikirkan untuk menebus dosa-dosaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menusukkan pisau dapur itu ke bagian tengah tubuhku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku terjatuh di atas tubuh Kazu-kun. Wajahnya tepat berada di depanku. Dia akhirnya menyadari apa yang telah kulakukan dan melihat ke arahku dengan mata yang terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tolong jangan membuat wajah seperti itu. Aku mencoba menenangkannya dengan tersenyum --- tapi kemudian aku sadar kalau aku tidak bisa tersenyum lagi. Lagi pula aku sudah tidak pernah tersenyum ataupun menangis lagi selama puluhan tahun terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Temperatur tubuhku semakin dan semakin menurun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuharap semua kekotoran di dalam diriku juga akan pergi bersama dengan temperatur tubuhku...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
«Aku tidak akan meninggalkanmu sendirian di sini!»&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terima kasih. Tapi itu tidak mungkin. Sejak awal itu tidak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana mungkin itu bisa terwujud? Soalnya---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---Aku sudah lama mati.&amp;lt;/i&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Balik ke [[Utsuro_no_Hako Bahasa Indonesia:Jilid 1 Ke-27755 kali (3)|Ke-27,755 kali (3)]]&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Utsuro no Hako to Zero no Maria Bahasa Indonesia|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Lanjut ke [[Utsuro_no_Hako Bahasa Indonesia:Jilid 1 Ke-0 kali (2)|Ke-0 kali (2)]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hakomari_(Indonesia):Jilid_1_Ke-10000_kali&amp;diff=189551</id>
		<title>Hakomari (Indonesia):Jilid 1 Ke-10000 kali</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hakomari_(Indonesia):Jilid_1_Ke-10000_kali&amp;diff=189551"/>
		<updated>2012-09-18T11:55:47Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Ke-10,000 kali==&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;&amp;quot;Kumohon, hentikan! Kumohon, jangan bunuh aku!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak akan mengacuhkan permohonannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku akan membunuh Haruaki Usui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi pula, bukankah dia sendiri yang menyarankannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mem***uh Haruaki Usui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian aku menghilang. Seseorang yang dulu dikenal sebagai Kasumi Mogi menghilang. Kupikir aku tidak akan pernah lagi melihat &#039;aku&#039; yang sudah hancur di penderitaan, menjadi debu dan tertiup terbawa angin menuju ke suatu tempat. Meski begitu, tubuhku akan tetap pulih kembali. Tubuhku akan tetap pulih kembali untuk selamanya, meskipun kosong di dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa sesuatu memasuki tubuh kosongku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu yang kotor yang terlahir di &#039;box&#039; ini. Sesuatu yang benar-benar tidak masuk akal dan berbau menjijikkan seperti sekumpulan serangga mati digabung bersama kotoran. Aku menolaknya. Aku terus menolaknya. Tapi aku tahu dengan baik kalau: Aku bisa saja menolak benda ini semauku,  tapi benda ini akan memasuki tubuhku sedikit demi sedikit melalui celah di tubuhku. Benda itu mendengus titik lemahku bagaikan seekor Hyena dan mulai mewarnaiku hitam pekat dengan memakan tubuhku. Aku menjadi hitam pekat dan bahkan kehilangan kesadaran siapa diriku sebenarnya. Aku menjadi seorang tiruan yang masih menggunakan wajah asliku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tetap saja, aku nggak bisa membiarkan ini selesai begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku akan menghabiskan waktuku hari ini tanpa rasa penyesalan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---hari tanpa rasa penyesalan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hahaha.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa aku bodoh? Bagaimana aku bisa melakukannya di sini? Ini adalah dunia setelah kematianku. Jadi bagaimana mungkin penyesalanku di dunia nyata hilang dengan melakukan sesuatu di dunia alternatif ini? Bahkan jika Kazuki mengakui perasaannya padaku di dunia ini, tetap saja semuanya sia-sia. Bagaimana mungkin aku bisa merasa puas di &#039;hari ini&#039; yang benar-benar terpisah dari dunia nyata?  ...Lihat, tidak ada satu pun yang logis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhiran yang sudah kutunggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengejar hal ini, selama pengulangan yang sudah terjadi selama ini, aku sudah mencoba sebisaku untuk melakukan percakapan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi aku bahkan tidak tahu apakah ini akhir yang benar-benar aku inginkan selama ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sudah mencarinya selama ini tanpa mengetahui benda apa itu sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian, aku sampai pada kesimpulan kalau ternyata, tidak ada akhiran seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak mau mati!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aah --- Heh. akhirnya, aku tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi itulah &#039;keinginanku&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi itulah kenapa &#039;keinginanku&#039; tidak bisa dipenuhi untuk selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan karena aku tidak bisa mengetahui hal itu sebelumnya, aku mengubah &#039;box&#039; terlalu banyak. &#039;Keinginanku&#039; yang menyimpang ini berganti menjadi «belenggu» yang tidak mau menghilang. «Belenggu» ini ada di dalam &#039;box&#039;, dan tidak mau menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
«Belenggu» ini tetap berada padaku dan terus menggerakkan tubuh palsuku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi aku yakin meski aku menghilang, &#039;box&#039; ini tidak akan menghilang. Tidak akan pernah. &amp;lt;/i&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Balik ke [[Utsuro_no_Hako Bahasa Indonesia:Jilid 1 Ke-9999 kali|Ke-9,999 kali]]&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Utsuro no Hako to Zero no Maria Bahasa Indonesia|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Lanjut ke [[Utsuro_no_Hako Bahasa Indonesia:Jilid 1 Ke-27755 kali (5)|Ke-27,755 kali (5)]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hakomari_(Indonesia):Jilid_1_Ke-10000_kali&amp;diff=189550</id>
		<title>Hakomari (Indonesia):Jilid 1 Ke-10000 kali</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hakomari_(Indonesia):Jilid_1_Ke-10000_kali&amp;diff=189550"/>
		<updated>2012-09-18T11:53:37Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: /* Ke-10,000 kali */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Ke-10,000 kali==&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kumohon, hentikan! Kumohon, jangan bunuh aku!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak akan mengacuhkan permohonannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku akan membunuh Haruaki Usui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi pula, bukankah dia sendiri yang menyarankannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mem***uh Haruaki Usui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian aku menghilang. Seseorang yang dulu dikenal sebagai Kasumi Mogi menghilang. Kupikir aku tidak akan pernah lagi melihat &#039;aku&#039; yang sudah hancur di penderitaan, menjadi debu dan tertiup terbawa angin menuju ke suatu tempat. Meski begitu, tubuhku akan tetap pulih kembali. Tubuhku akan tetap pulih kembali untuk selamanya, meskipun kosong di dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa sesuatu memasuki tubuh kosongku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu yang kotor yang terlahir di &#039;box&#039; ini. Sesuatu yang benar-benar tidak masuk akal dan berbau menjijikkan seperti sekumpulan serangga mati digabung bersama kotoran. Aku menolaknya. Aku terus menolaknya. Tapi aku tahu dengan baik kalau: Aku bisa saja menolak benda ini semauku,  tapi benda ini akan memasuki tubuhku sedikit demi sedikit melalui celah di tubuhku. Benda itu mendengus titik lemahku bagaikan seekor Hyena dan mulai mewarnaiku hitam pekat dengan memakan tubuhku. Aku menjadi hitam pekat dan bahkan kehilangan kesadaran siapa diriku sebenarnya. Aku menjadi seorang tiruan yang masih menggunakan wajah asliku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tetap saja, aku nggak bisa membiarkan ini selesai begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku akan menghabiskan waktuku hari ini tanpa rasa penyesalan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---hari tanpa rasa penyesalan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hahaha.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa aku bodoh? Bagaimana aku bisa melakukannya di sini? Ini adalah dunia setelah kematianku. Jadi bagaimana mungkin penyesalanku di dunia nyata hilang dengan melakukan sesuatu di dunia alternatif ini? Bahkan jika Kazuki mengakui perasaannya padaku di dunia ini, tetap saja semuanya sia-sia. Bagaimana mungkin aku bisa merasa puas di &#039;hari ini&#039; yang benar-benar terpisah dari dunia nyata?  ...Lihat, tidak ada satu pun yang logis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhiran yang sudah kutunggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengejar hal ini, selama pengulangan yang sudah terjadi selama ini, aku sudah mencoba sebisaku untuk melakukan percakapan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi aku bahkan tidak tahu apakah ini akhir yang benar-benar aku inginkan selama ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sudah mencarinya selama ini tanpa mengetahui benda apa itu sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian, aku sampai pada kesimpulan kalau ternyata, tidak ada akhiran seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak mau mati!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aah --- Heh. akhirnya, aku tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi itulah &#039;keinginanku&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi itulah kenapa &#039;keinginanku&#039; tidak bisa dipenuhi untuk selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan karena aku tidak bisa mengetahui hal itu sebelumnya, aku mengubah &#039;box&#039; terlalu banyak. &#039;Keinginanku&#039; yang menyimpang ini berganti menjadi «belenggu» yang tidak mau menghilang. «Belenggu» ini ada di dalam &#039;box&#039;, dan tidak mau menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
«Belenggu» ini tetap berada padaku dan terus menggerakkan tubuh palsuku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi aku yakin meski aku menghilang, &#039;box&#039; ini tidak akan menghilang. Tidak akan pernah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Balik ke [[Utsuro_no_Hako Bahasa Indonesia:Jilid 1 Ke-9999 kali|Ke-9,999 kali]]&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Utsuro no Hako to Zero no Maria Bahasa Indonesia|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Lanjut ke [[Utsuro_no_Hako Bahasa Indonesia:Jilid 1 Ke-27755 kali (5)|Ke-27,755 kali (5)]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter2&amp;diff=188819</id>
		<title>Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1 Chapter2</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter2&amp;diff=188819"/>
		<updated>2012-09-16T08:02:41Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: /* Part 1 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 2: Si Ilusionis Memberikan Kematian. The_7th-Egde.==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu malam. Sirene beberapa truk pemadam kebakaran dan sebuah ambulan meraung dari jalan utama dan melewatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asrama itu kelihatannya hampir seluruhnya sudah kosong, tapi alarm kebakaran yang berbunyi dan &#039;&#039;sprinkler&#039;&#039; yang terus menyirami gedung menandakan telah terjadi suatu peristiwa di sana. Dalam waktu singkat, asrama yang kosong itu sudah diisi dengan truk pemadam kebakaran dan orang-orang yang menonton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou telah menggunakan tangan kanannya untuk menghancurkan fungsi pelacak pada kerudung milik Index di kamarnya sebelum membawanya. Kalau dia membiarkannya tetap aktif dan asal membuangnya, dia mungkin bisa mengelabui para pengejar, tapi gadis itu dengan keras kepala memaksa kalau dia ingin membawa kerudungnya tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma mendecakkan lidahnya di sebuah gang. Dia menggendong tubuh berdarah Index di tangannya karena dia tidak bisa membiarkan lukanya menyentuh tanah yang kotor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak bisa menyerahkan Index ke ambulans.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City pada dasarnya tidak menyukai kehadiran orang luar. Itulah kenapa kota ini membangun dinding yang mengelilingi kota dan meluncurkan tiga satelit yang secara nonstop memonitor semuanya. Bahkan para pengemudi truk yang menyuplai toko serba ada memerlukan kartu ID eksklusif untuk masuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, informasi tentang orang luar tanpa ID seperti Index akan tersebar kalau dia dirawat di rumah sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan musuhnya adalah bagian dari sebuah organisasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia diserang di sana, orang-orang di sekitarnya bisa ikut terlibat. Apalagi jika diserang saat sedang memulihkan diri atau sedang dioperasi, dia pasti semakin tidak berdaya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi aku tidak bisa hanya meninggalkannya seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku...akan baik-baik saja. Kalau kau...bisa menghentikan pendarahannya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Index terdengar lemah dan tidak menunjukkan tanda-tanda dari suara mekanis yang dia gunakan ketika menjelaskan tentang &#039;&#039;rune&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan itulah kenapa Kamijou segera tahu kalau apa yang dikatakannya itu salah. Lukanya tak bisa ditangani oleh seorang amatir dengan membalut perban di sekelilingnya. Kamijou terbiasa berkelahi, jadi dia memberi pertolongan pertama pada dirinya sendiri untuk kebanyakan luka yang menurutnya lebih baik dirahasiakan. Tapi luka di punggungnya cukup parah sampai-sampai membuat Kamijou kehilangan ketenangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinggal satu hal tersisa yang bisa mereka andalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia masih tidak memercayainya, tapi dia tidak punya apa-apa yang lain untuk dipercayai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, hei! Kau bisa mendengarku?” Kamijou menampar pipi Index pelan. “Apakah ada sesuatu yang bisa menyembuhkan luka dalam 103.000 grimoir milikmu itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sihir dalam benak Kamijou tidak lebih dari sihir serangan dan sihir pemulihan dari RPG.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar Index telah mengatakan kalau dia secara alami tidak bisa menangani kekuatan sihir dan karenanya tidak bisa menggunakan sihir, tapi Kamijou bisa menangani kekuatan supernatural, jadi cukup jika Index memberitahunya apa yang perlu dia lakukan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernapasan Index tipis, tapi lebih karena kehilangan darah dibanding rasa sakit. Bibir pucatnya bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada...tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Kamijou menjadi cerah sejenak sampai kata “tapi” mencapai pikirannya dengan terlambat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau...tidak bisa melakukannya...” Index mengeluarkan napas kecil. “Bahkan kalau aku...mengajarkanmu mantranya...kekuatanmu pasti... akan menghalangi ...aduh...bahkan kalau kau...menirunya dengan sempurna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat ke arah tangan kanannya dengan syok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imagine Breaker. Kekuatan yang bersemayam di sana memang telah meniadakan api milik Stiyl secara utuh. Jadi ada kemungkinan kalau itu akan meniadakan sihir pemulihan Index dengan cara yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial! Lagi-lagi... Kenapa tangan kanan ini selalu saja mengganggu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi itu cuma berarti dia perlu memanggil seseorang. Seperti Aogami Pierce atau si gadis Biri-Biri Misaka Mikoto. Wajah beberapa orang tangguh yang tidak perlu dia khawatirkan kalau terlibat masalah seperti ini mengambang di pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?” Index terdiam sejenak. “Bukan... Bukan itu yang aku maksud.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan tangan kananmu... Masalahnya adalah... kau itu seorang esper.” Di malam yang panas itu, dia menggigil seperti berada di atas gunung bersalju di tengah musim dingin. “Sihir itu bukan...sesuatu yang bisa digunakan oleh ‘orang-orang berbakat’ seperti kalian, para esper. ‘Orang-orang tak berbakat’ ingin melakukan...apa yang ‘orang-orang berbakat’ bisa lakukan...jadi mereka menciptakan mantra dan ritual tertentu...yang dikenal sebagai sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou sudah akan berteriak, “Ini bukan waktunya untuk penjelasan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak mengerti...? &#039;&#039;Penyirkuitannya berbeda antara ‘orang-orang berbakat’ dan ‘orang-orang tak berbakat’... ‘Orang-orang berbakat’ tidak bisa menggunakan sistem yang diciptakan...untuk ‘orang-orang tak berbakat’...&#039;&#039;”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap-...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou diam seribu bahasa. Memang benar kalau obat-obatan dan elektroda-elektroda digunakan pada esper-esper seperti Kamijou untuk &#039;&#039;dengan paksa mengembangkan penyirkuitan otak mereka dengan cara yang berbeda dengan manusia biasa&#039;&#039;. Memang benar kalau tubuh mereka &#039;&#039;berbeda dengan yang lainnya&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia tidak bisa memercayainya. Tidak, dia tidak &#039;&#039;mau&#039;&#039; memercayainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.3 juta pelajar tinggal di Academy City. Tiap-tiap dari mereka telah melalui Kurikulum pengembangan kekuatan. Bahkan walaupun kau tidak bisa tahu dengan melihat mereka, bahkan kalau mereka tidak bisa membengkokkan sendok meskipun telah berusaha begitu keras hingga pembuluh darah di otak mereka pecah, dan &#039;&#039;bahkan kalau mereka adalah yang terlemah dari para esper, mereka memang terbuat berbeda dari orang biasa&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, orang-orang yang tinggal di kota itu tidak bisa menggunakan sihir, hal satu-satunya yang bisa menyelamatkan gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada satu cara untuk menyelamatkan orang yang berbaring di depannya, tapi tidak ada yang bisa menyelamatkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial...” Kamijou menampakkan gigi taringnya seperti hewan buas. “Kenapa ini bisa terjadi? Kenapa ini bisa terjadi!? Apa-apaan ini!? Bagaimana mungkin ini adil!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh Index semakin gemetaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beban yang menurut Kamijou paling sulit dipikul adalah bahwa &#039;&#039;gadis itu dihukum karena ketidakmampuan dirinya sendiri&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ ‘Berbakat’ pantatmu,” umpatnya. “Aku bahkan tidak bisa menyelamatkan gadis yang menderita di depan mataku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia tidak bisa memikirkan cara lain untuk menyelesaikan situasi itu. Fakta bahwa 2.3 juta pelajar yang tinggal di kota itu tidak bisa menggunakan sihir adalah peraturan yang perlu dia pecahkan lebih dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tiba-tiba menyadari sesuatu yang aneh tentang apa yang telah dia pikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Pelajar?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, orang biasa ‘tak berbakat’ mana pun bisa menggunakan sihir, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Eh? Iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan tak akan berakhir sia-sia karena orang itu tidak punya bakat dalam sihir, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak...perlu khawatir tentang itu... Selama mereka mempersiapkannya dan melakukannya dengan benar...bahkan murid SMP pun seharusnya bisa melakukannya.” Index berpikir sejenak. “Tapi kalau mereka salah urutannya, jalur-jalur di otak mereka dan penyirkuitan syarafnya bisa hangus... Tapi dengan pengetahuan dari 103.000 grimoir milikku, tidak akan ada masalah. Jangan khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa berpikir, dia melihat ke atas seakan ingin melolong ke bulan di langit malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar terdapat 2.3 juta pelajar tinggal di Academy City dan bahwa mereka semua telah dikembangkan supaya memiliki semacam kekuatan psikis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, para guru yang mengembangkan mereka adalah manusia normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kuharap dia belum tidur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah seorang guru muncul dalam pikiran Kamijou Touma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Tsukuyomi Komoe, guru wali kelasnya dengan tinggi 135 cm, yang masih cocok memakai sebuah &#039;&#039;randoseru&#039;&#039; merah&amp;lt;ref&amp;gt;Di Jepang, anak TK biasanya memakai ransel merah.&amp;lt;/ref&amp;gt; walaupun dia adalah seorang guru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menelepon Aogami Pierce dari sebuah telepon umum untuk menanyakan alamat Komoe-sensei. (Kamijou telah menjatuhkan dan merusakkan telepo genggamnya pagi itu. Alasan Aogami Pierce tahu alamat rumah Komoe adalah sebuah misteri. Kamijou curiga kalau dia adalah seorang &#039;&#039;stalker&#039;&#039;.) Kamijou lalu mulai berjalan sambil menggendong Index yang terlihat begitu lemas di punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini dia tempatnya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tiba setelah berjalan 15 menit dari lorong belakang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat tidak cocok dengan penampilannya yang mirip anak umur umur 12 tahun, tempat tinggalnya berada di gedung apartemen kayu dua tingkat yang kelihatan sangat tua dan bobrok hingga Kamijou merasa kalau apartemen itu pasti telah bertahan dari serangan bom di Tokyo. Karena mesin cucinya ada di lorong luar, gedung itu pasti tidak punya kamar mandi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biasanya, Kamijou akan membuat lelucon tentang itu selama sepuluh menit ke depan, tapi saat itu dia bahkan tidak tersenyum sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memeriksa papan nama di pintu-pintu di lantai satu, dia menaiki tangga metal yang bobrok dan berkarat dan mengecek pintu-pintu di atas sana. Ketika dia sampai ke pintu paling jauh ke belakang di lantai 2, dia akhirnya menemukan nama “Tsukuyomi Komoe” yang tertulis dalam huruf hiragana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou membunyikan belnya dua kali, kemudian menendang pintu itu dengan seluruh kekuatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakinya yang menghantam pintu mengeluarkan suara keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi pintu itu bergeming. Seperti biasa, Kamijou Touma merasa sial karena dia mendengar suara retak dari jempol besarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“~ ~ ~!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, iya, iyaaa! Pintu anti-&#039;&#039;salesman&#039;&#039; koran itu adalah satu-satunya yang kokoh di sini. Aku akan membukanya, oke?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kenapa tidak kutunggu saja tadi?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kamijou memikirkan itu dengan mata berkaca-kaca, pintunya terbuka, dan kepala Komoe-sensei yang memakai piyama menyembul melalui celahnya. Ekspresi rileksnya jelas menunjukkan kalau dia tidak bisa melihat luka di punggung Index dari posisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wa, Kamijou-chan. Apa kau mulai kerja sambilan sebagai &#039;&#039;salesman&#039;&#039; koran?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Koran mana yang pekerjanya meminta orang lain dengan seorang biarawati di punggungnya?” kata Kamijou dengan tidak senang. “Aku ada sedikit masalah, jadi aku akan masuk. Permisi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-tunggu, tunggu, tunggu!” Komoe-sensei dengan panik mencoba menghalangi jalan Kamijou ketika Kamijou mendorongnya ke samping. “A-aku tidak bisa membiarkanmu tiba-tiba masuk ke kamarku. Dan itu bukan hanya karena kamarku seperti kapal pecah dengan kaleng bir kosong mengotori lantai dan puntung rokok yang menumpuk di asbak!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v01_127.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku ingin tahu kalau kau bisa membuat lelucon yang sama setelah melihat apa yang kubawa di punggungku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-aku tidak bercanda! ...Gyahhh!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi sekarang kau menyadarinya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tadi tidak melihat kalau kau terluka begitu parah di punggungmu, Kamijou-chan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei mulai panik karena tiba-tiba melihat darah dan Kamijou akhirnya berhasil mendorongnya ke samping dan memasuki kamar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamar itu terlihat seperti kamar milik seorang lelaki paruh baya yang suka bertaruh di pacuan kuda.  Di atas lantai tatami yang sudah usang, kaleng bir kosong yang tak terhitung jumlahnya berserakan, dan di  asbak perak itu terdapat gunungan puntung rokok. Seperti sebuah lelucon, bahkan ada meja teh dengan tipe yang seorang bapak keras kepala akan balikkan di tengah ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku mengerti. Jadi kau tidak bercanda.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurasa ini bukan waktu yang tepat, tapi apa kau punya masalah dengan gadis yang merokok?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasa itu bukan itu masalahnya ketika dia melihat wali kelasnya yang kelihatan berumur 12 tahun menendang beberapa kaleng bir yang menghalangi untuk membuka tempat kosong.  Dia tidak ingin duduk di lantai tatami yang usang, tapi ini bukan waktunya untuk memikirkan harus mempersiapkan sebuah futon terlebih dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membaringkan Index telungkup di lantai untuk memastikan lukanya tidak menyentuh lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BEntuk robekan bajunya menyembunyikan luka sebenarnya dari penglihatan, tapi cairan merah pekat mengalir keluar seperti minyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-bukankah seharusnya kau memanggil ambulans? T-teleponnya ada di sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei menunjuk ke arah salah satu sudut ruangan dengan tangan gemetar. Entah kenapa, teleponnya adalah telepon hitam dengan putaran dial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Mana&#039;&#039; di dalam darah sedang mengalir keluar bersama darah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dan Komoe-sensei dengan refleks berbalik ke arah Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index masih terbaring lemas di lantai, tapi matanya diam-diam terbuka bahkan dengan kepala menghadap ke samping seperti sebuah boneka rusak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya lebih dingin dari cahaya bulan yang pucat dan lebih tepat dari gerigi sebuah jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya benar-benar tenteram sempurna hingga terliat seperti bukan mata manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Peringatan: Bab 2, Ayat 6. Hilangnya daya kehidupan yang dikenal sebagai &#039;&#039;mana&#039;&#039; karena kehilangan darah telah melebihi batas tertentu, jadi Pena John&amp;lt;ref&amp;gt;TN: Sebenarnya lebih tepat kalau diterjemahkan sebagai Pena Yohanes, nama salah satu murid Jesus.&amp;lt;/ref&amp;gt; sedang dibangunkan dengan paksa. ...Jika situasi ini terus berlanjut, tubuhku akan kehilangan daya kehidupan minimum yang diperlukan dan akan meninggal dunia dalam waktu sekitar 15 menit sesuai dengan standar menit internasional yang didefinisikan oleh menara jam di London. Sebaiknya kau mengikuti instruksi yang akan kuberikan untuk melakukan perawatan yang paling efisien.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei memandang Index dengan syok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak bisa menyalahkannya. Bahkan walaupun dia telah mendengar suara itu sekali sebelumnya, dia sama sekali tidak bisa terbiasa dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melirik ke Komoe-sensei dan berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia memintanya melakukan sihir secara terang-terangan, dia pasti akan berkata kalau itu bukan waktunya untuk berpura-pura menjadi gadis penyihir dan dia terlalu tua untuk hal-hal seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi bagaimana dia harus meyakinkannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm. Sensei, Sensei. Karena ini keadaan darurat, aku akan menjelaskannya dengan singkat. Aku perlu memberi tahu sebuah rahasia, jadi ke sinilah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melambaikan tangannya seperti sedang memanggil seekor anjing kecil dan Komoe-sensei mendekatinya tanpa berhati-hati sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf,” pinta maaf Kamijou pada Index di antara napasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengangkat bajunya yang terkoyak untuk memperlihatkan luka parah yang tersembunyi di bawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ee!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak bisa menyalahkan Komoe-sensei yang melompat terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lukanya sangat parah hingga mampu mengejutkan Kamijou. Lukanya berbentuk garis lurus horizontal sepanjang punggungnya seakan-akan punggungnya adalah kotak karton yang dipotong seseorang dengan menggunakan penggaris dan &#039;&#039;cutter&#039;&#039;. Darah merah, otot warna pink, lemak warna kuning, dan bahkan sesuatu yang keras dan putih yang sepertinya adalah tulang belakangnya bisa terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika luka itu diibaratkan sebagai mulut warna merah, bibir di sekitarnya telah menjadi sangat pucat seperti seseorang yang baru saja berada di dalam kolam renang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gh...” Kamijou berusaha menahan rasa pusingnya dan dengan hati-hati menurunkan pakaian yang basah oleh darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika pakaian itu menyentuh lukanya, mata sedingin es Index tidak bergerak sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Iya!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan memanggil ambulans. Selama itu, kau dengarkan apa yang gadis ini katakan dan lakukan apa pun yang dia katakan... Cukup pastikan dia tidak kehilangan kesadaran. Seperti yang bisa kaulihat dari pakaiannya, dia orang yang religius. Terima kasih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia menganggapnya tidak lebih dari sekadar untuk menghibur gadis itu, dia akan tetap memandang sihir sebagai sesuatu yang mustahil. Karena itu, Kamijou telah mengubah fokus pikiran Komoe-sensei dari merawat luka menjadi melanjutkan percakapan dengan gadis itu dengan cara apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei mengangguk dengan ekspresi yang sangat serius dan wajah yang pucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau sebuah ambulans tiba sebelum sihir itu selesai, “penghiburan” itu akan berakhir. Itu berarti dia sebenarnya tidak bisa memanggil ambulans.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tidak berarti Kamijou harus pergi. Bagaimanapun juga, dia cukup memanggil 117 dengan telepon hitam kamar itu dan berpura-pura sedang memanggil ambulans padahal sebenarnya berbicara dengan rekaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah sebenarnya ada di tempat lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Index,” kata Kamijou pelan pada Index yang tetap berbaring lemah di lantai. “Adakah yang bisa kulakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada. Pilihan terbaik adalah perginya kau.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemilihan kata yang terlalu jelas dan terus terang membuat Kamijou mengepalkan tinju tangannya begitu kuatnya hingga terasa sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang bisa Kamijou lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan semua itu karena tangan kanannya akan meniadakan sihir pemulihan hanya dengan berada di ruangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kalau begitu, Sensei. Aku akan pergi mencari telepon umum.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu...eh? Kamijou-chan, aku punya telepon di si—...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengacuhkan perkataan Komoe-sensei, membuka pintu, dan meninggalkan kamar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menggertakkan giginya karena fakta bahwa &#039;&#039;dia tidak bisa melakukan apa pun selain meninggalkan tempat itu&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berlari melintasi kota di malam hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika berlari, dia mengepalkan tangan kanannya yang bisa meniadakan bahkan sistem milik Tuhan tapi tidak bisa melindungi satu orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Kamijou Touma meninggalkan kamar itu, Index menggerakkan bibir pucatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jam berapa sekarang dalam Waktu Standar Jepang? Dan juga, tanggal berapa ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang jam 8.30 malam tanggal 20 Juli...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sepertinya tidak melihat jam. Apakah waktu itu akurat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak punya jam di kamarku, tapi jam internalku akurat sampai ke detik-detiknya, jadi jangan khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak perlu meragukan aku seperti itu. Aku pernah dengar kalau beberapa joki punya jam internal yang akurat hingga ke sepersepuluh detik dan kau bisa mengaturnya dengan kebiasaan makan dan ritme aktivitas tertentu,” balas Komoe-sensei bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mungkin bukan seorang esper, tapi dia memang seorang warga Academy City. Pandangan tentang tingkat pengetahuan mana yang normal dalam bidang medis dan ilmiah berbeda di antara orang-orang yang ada di dalam kota dan orang-orang di luar kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih berbaring telungkup di lantai, Index melirik ke luar jendela hanya dengan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dari lokasi bintang dan sudut bulan...yang sesuai dengan arah Sirius dengan galat sebesar 0.038. Untuk memastikannya sekali lagi, waktu sekarang dalam Waktu Standar Jepang adalah 8.30 PM tanggal 20 Juli, apakah itu benar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya. Yah, secara teknis sekarang sudah lewat 53 detik, tapi... Ah, jangan!! Jangan bangkit!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei dengan panik mencoba mendorong Index berbaring ketika dia mencoba untuk duduk yang dapat melukai tubuhnya yang sudah terluka lebih jauh, tapi pandangan Index tidak goyah sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangannya tidak menakutkan ataupun menusuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua emosi hilang dari matanya seperti sebuah saklar telah dimatikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada tanda keberadaan nyata di matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah-olah jiwanya telah hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada masalah. Bisa diregenerasi,” kata Index sambil menuju meja teh di tengah ruangan. “Saat ini sedang di dekat ujung Cancer. Waktunya antara jam 8 dan 12 tengah malam. Arahnya adalah Barat. Di bawah perlindungan Undine, peran malaikatnya adalah sebagai kerubin...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Komoe-sensei yang menelan ludah bisa terdengar ke seluruh ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa terduga, Index mulai menggambar suatu bentuk di atas meja teh kecil itu dengan jarinya yang berdarah. Bahkan orang-orang yang tidak tahu tentang lingkaran sihir akan mengenali kalau itu adalah sesuatu yang religius. Komoe-sensei sudah dilanda rasa takut, tapi sekarang rasanya begitu berat hingga dia tidak bisa bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menggambar lingkaran darah yang memenuhi meja teh, Index menggambar simbol berbentuk bintang yang dikenal sebagai pentagram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulisan dalam bahasa aneh tertulis di sekelilingnya. Kata-kata itu sepertinya adalah hal yang sama dengan yang Index gumamkan. Dia telah bertanya tentang rasi bintang dan waktu karena kata-kata yang ditulis berbeda berdasarkan waktu dan musim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Index mempersiapkan sihirnya, dia tidak terlihat seperti seseorang yang terluka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fokusnya yang ekstrim membuat rasa sakitnya seperti telah diputuskan untuk sementara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa ngeri diam-diam turun di punggung Komoe-sensei ketka dia mendengar tetesan darah yang keluar dari punggung gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-a-a-apa ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sihir.” Index berhenti setelah satu kata itu. “Aku sekarang membutuhkan tubuhmu dan bantuanmu. Kalau kau melakukan seperti yang kukataan, tidak ada yang akan menemui kesialan dan kau tidak akan menjadi sasaran dendam seseorang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-bagaimana bisa kau mengatakan itu dengan tenang!? Cukup berbaring dan tunggu ambulans! Umm...perban, perban. Dengan luka separah ini, aku perlu membalut daerah sekitar arteri untuk menghentikan aliran darah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perawatan setingkat itu tidak bisa menutup lukaku dengan sempurna. Aku tidak familier dengan istilah ambulans, tapi apakah itu bisa menutup luka ini dengan sempurna dalam waktu 15 menit berikutnya dan menyuplaiku dengan tingkat &#039;&#039;mana&#039;&#039; yang dibutuhkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar sebuah ambulans akan memakan waktu 10 menit untuk tiba bahkan kalau mereka memanggilnya tepat saat itu juga. Akan memakan waktu yang sama untuk membawanya ke rumah sakit dan perawatannya tidak akan dimulai tepat saat dia tiba di rumah sakit. Komoe-sensei tidak terlalu mengerti apa arti istilah &#039;&#039;occult&#039;&#039; seperti &#039;&#039;mana&#039;&#039;, tapi memang benar kalau hanya menutup luka saja tidak akan mengembalikan staminanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan kalau luka itu ditutup tepat saat itu dengan jarum dan benang, akankah gadis pucat itu jadi terlalu lemah untuk hidup cukup lama sampai bisa memulihkan semua staminanya yang hilang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong,” kata Index tanpa mengubah ekspresinya sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Campuran darah segar dan air liur menetes dari sudut mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada intensitas di dirinya. Tidak ada pula yang menakutkan dalam dirinya. Tapi ketenangan dan kesabarannya lebih menakutkan dari keduanya. Bagaimanapun, yang dia lakukan hanya akan melebarkan lukanya. Dia terlihat seperti sebuah mesin rusak yang terus bekerja tanpa menyadari kalau ada yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Jika aku melakukan sesuatu yang membuatnya melawanku, situasinya bisa menjadi lebih buruk.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei menghela napas. Dia tentu saja tidak percaya sihir. Walaupun begitu, Kamijou telah memintanya untuk tetap melanjutkan percakapan agar memastikan gadis itu tidak kehilangan kesadarannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang bisa dia lakukan hanya mencoba agar tidak memprovokasi gadis yang duduk di depannya dan menaruh harapannya pada Kamijou agar memanggil ambulans secepat mungkin —atau  lebih cepat lagi— dan pada pertolongann pertama yang hebat dari EMT di dalam ambulans.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi apa yang harus kulakukan? Aku bukan seorang gadis penyihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku berterima kasih atas kerja samamu. Pertama...ambil itu...itu...apa nama benda hitam itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“? Oh, itu adalah [ı]memory card video game.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“??? ...Yah, baiklah. Bagaimanapun juga, ambil benda hitam itu dan tempatkan di tengah meja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Secara teknis, itu adalah meja teh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei melakukan seperti yang diperintahkan dan meletakkan &#039;&#039;memory card&#039;&#039; di tengah meja teh. Dia kemudian mengambil sebuah kotak pensil mekanik, sebuah kotak coklat kosong, dan dua buku sampul tipis dan meletakkannya di atas meja juga. Dia juga mengambil dua figurin kecil yang didapatnya dari makanannya, dan menjejerkannya bersebelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei bertanya-tanya apa maksudnya, tapi Index masih benar-benar serius walaupun kelihatan seperti akan pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua keluhan Komoe-sensei menghilang di depan pandangan setajam pedang Jepang yang datang dari wajah pucat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ini? Kau menyebutnya sihir, tapi bukankah ini cuma bermain boneka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang, semuanya terlihat sebagai versi miniatur dari kamar itu. &#039;&#039;Memory card&#039;&#039; adalah meja teh, dua buku yang berdiri adalah lemari buku dan lemari baju, dan dua figurin itu berada di tempat yang sama persis dengan kedua orang di dalam kamar itu. Ketika manik-manik kaca disebarkan ke atas meja teh, manik-manik itu seperti berhenti di tempat-tempat yang benar-benar mereplikasi kaleng bir yang berserakan di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahannya tidak menjadi masalah. Sama seperti bagaimana sebuah kaca pembesar tetap membesarkan tanpa peduli kalau lensanya terbuat dari kaca atau plastik. Selama bentuk dan perannya sama, ritual ini mungkin dilakukan,” gumam Index dibanjiri keringat. “Aku memerlukanmu untuk menjalankan instruksiku secara akurat. Kalau kau salah dalam urutannya, jalur-jalur di otakmu dan penyirkuitan syarafmu bisa terbakar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“???”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengatakan kalau kegagalan akan mengubah tubuhmu menjadi daging cincang dan membunuhmu. Tolong hati-hati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bh!?” Komoe-sensei hampir muntah, tapi Index melanjutkan tanpa memedulikannya sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita sekarang akan membuat kuil bagi malaikat untuk turun ke dalamnya. Ikuti aku dan rapalkanlah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang Index katakan setelah itu tak lagi bisa disebut kata-kata, hanya sebuah suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa memikirkan artinya, Komoe-sensei mencoba meniru nadanya dalam sesuatu seperti senandung atau nyanyian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kyahh!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, figurin di atas meja teh mulai “bernyanyi” bersama. “Kyahh!?” teriak salah satunya dengan waktu yang persis sama. Figurin itu bergetar. Sama seperti getaran yang dipancarkan sepanjang tali pada telepon tali dan keluar sebagai suara dari gelas kertas di ujung lain, figurin itu bergetar dan mereproduksi suara Komoe-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan Komoe-sensei tidak panik dan lari keluar dari kamar itu tepat saat itu juga kemungkinan karena dia tinggal di sebuah kota dengan 2.3 juta esper di dalamnya. Manusia biasa akan berpikir kalau mereka sudah menjadi gila.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sambungan selesai.” Suara Index dan suara dari meja teh membuatnya terdengar ganda. “Kuil yang dibuat di atas meja telah tersambung dengan kamar ini. Secara sederhana, semua yang terjadi di ruangan ini akan terjadi di meja dan semua yang terjadi di meja akan terjadi di ruangan ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mendorong pelan meja teh itu dengan kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat saat itu, seluruh apartemen bergoyang di bawah kaki Komoe-sensei seakan terkena guncangan hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bisa merasakan udara pengap kamar itu menjadi sebersih udara di hutan di pagi hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tidak ada sesuatu seperti malaikat. Yang ada di sana hanyalah apa yang hanya bisa dideskripsikan sebagai keberadaan yang tak terlihat. Perasaan aneh menyerbu seluruh tubuh Komoe-sensei seakan dia sedang diawasi oleh ribuan bola mata dari segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian Index tiba-tiba berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bayangkan! Bayangkan seorang malaikat emas dengan tubuh anak-anak! Bayangkan seorang malaikat cantik dengan dua sayap!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika melaksanakan sihir, menentukan medan itu penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai contoh, sebuah kerikil yang dilempar ke laut tidak menimbulkan riak yang besar. Tapi sebuah kerikil yang dijatuhkan ke dalam ember akan menimbulkan riak yang cukup besar. Sama dengan itu. Untuk mengubah dunia dengan sihir, medan tempat pengubahan akan terjadi perlu dibatasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang pelindung adalah dewa sementara dalam sebuah dunia yang dibatasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau seseorang mengimajinasikan seorang pelindung dengan benar, menentukan bentuknya, dan mengontrolnya dengan bebas secara benat, orang itu bisa dengan mudah menyebabkan hal-hal misterius terjadi dalam medan terbatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei tidak mengerti penjelasan seperti itu dan dia kesulitan membayangkan seorang malaikat. Istilah “malaikat emas” hanya membuatnya memikirkan benda itu, yang satu berwarna emas atau lima berwarna perak.&amp;lt;ref&amp;gt;Ini adalah referensi pada permen Jepang yang dikenal sebagai Chocoballs. Kalau kau beruntung, bungkusnya akan memiliki entah satu malaikat emas atau malaikat perak tercetak di atasnya. Satu malaikat emas atau lima malaikat perak bisa ditukarkan dengan sekaleng mainan.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika bayangan dalam pikiran Komoe-sensei kehilangan koherensi, keberadaan di sekitarnya juga ikut dan kehilangan bentuknya. Perasaan tidak nyaman menuruni punggung Komoe-sensei seakan dia dibalut dalam lumpur busuk dari bawah rawa-rawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cukup bayangkan saja! Ritual ini tidak akan benar-benar memanggil seorang malaikat. Itu hanyalah kumpulan &#039;&#039;mana&#039;&#039; yang tak terlihat. Bentuknya akan sesuai dengan keinginanmu sebagai pengguna sihir!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pasti telah benar-benar putus asa bahkan suara dingin mekanis Index menjadi setajam titisan es.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Komoe-sensei melebar karena perubahan tiba-tiba itu dan dengan segera mulai bergumam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Malaikat lucu, malaikat lucu, malaikat lucu.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan buram, dia dengan panik mengingat sebuah gambar seorang gadis malaikat yang telah dia lihat dalam sebuah manga shoujo jauh sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa pun itu, yang terasa seperti lumpur tak terlihat yang berada di udara ruangan itu, mengambil bentuk seolah-olah telah dipaksa masuk ke dalam balon berbentuk manusia...atau setidaknya kelihatan seperti itu bagi Komoe-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia dengan takut-takut membuka matanya untuk memeriksa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Hah? &#039;&#039;Ini sebenarnya tidak memanggil seorang malaikat&#039;&#039;?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika keraguan itu memasuki pikirannya, balon air berbentuk manusia itu meledak dan lumpur tak terlihat itu terserak ke seluruh ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kyahh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Pembentukan bentuknya telah gagal.” Index melihat ke sekeliling dengan pandangan tajamnya. “Jika kuil ini paling tidak dilindungi oleh seorang Undine warna biru, itu cukup. ...Lanjutkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-katanya cukup positif, tapi mata Index seperti tidak tersenyum sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei tersentak seperti seorang anak yang orang tuanya baru saja melihat hasil tes gagal yang dia coba sembunyikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rapalkan. Ritual ini akan selesai sebentar lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perinyah tajam itu tidak membiarkan Komoe-sensei kehilangan ketenangannya walaupun kebingungannya meningkat dan pikirannya mengendur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index, Komoe-sensei, dan kedua figurin di atas meja bernyanyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Punggung figurin Index di atas meja mulai meleleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti karet yang didekatkan pada macis. Meleleh, permukaannya kehilangan ketidakberaturannya, menjadi mulus, mendingin, dan mengeras sekali lagi, dan bentuknya kembali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei merasa seperti hatinya sedang membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, Index sedang duduk di seberang meja teh darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak punya keberanian untuk mengitarinya dan melihat apa yang terjadi pada punggung Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah pucat Index ditutupi keringat berminyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata seperti kacanya masih tidak menunjukkan tanda kesakitan atau penderitaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pengembalian &#039;&#039;mana&#039;&#039; dan penstabilan kondisi telah dikonfirmasi. Mengembalikan Pena John ke mode tidur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti sebuah saklar telah ditekan, cahaya lembut kembali ke mata Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti api yang dinyalakan di perapian yang dingin, kehangatan mengisi atmosfer kamar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan di mata Index sangat baik dan hangat sehingga Komoe-sensei mau tidak mau merasakan kehangatan itu. Itu adalah pandangan seorang gadis biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang kalau pelindung yang turun sudah kembali dan kuil ini dihancurkan, semuanya akan berakhir.” Index tersenyum susah payah. “Inilah yang disebut sihir. Sama seperti apel dan ringo&amp;lt;ref&amp;gt;Ringo adalah bahasa Jepang untuk apel.&amp;lt;/ref&amp;gt; berarti hal yang sama. Kau tidak memerlukan tongkat kaca ketika payung plastik itu sama jernihnya. Sama seperti kartu tarot. Selama desain dan nomornya cocok, kau bisa melakukan ramalan dengan potongan dari belakang manga shoujo.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keringat Index tidak berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei menjadi semakin takut. Dia mulai berpikir kalau apa yang telah dia lakukan hanya membuat kondisi Index lebih buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir.” Saat itu Index kelihatan siap untuk pingsan. “Sama seperti demam. Kau membutuhkan kekuatanmu sendiri untuk sembuh. Lukanya sendiri sudah tertutup, jadi aku akan baik-baik saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah dia mengatakan itu, Index tumbang ke samping. Figurinnya juga jatuh. Meja teh itu bergoyang sedikit dan kamar yang terhubung dengannya terguncang hebat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei baru saja akan berlari mengelilingi meja teh menuju Index, tapi Index mulai bernyanyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Komoe-sensei mengikutinya dan menyanyikan satu lagu terakhir, suasana aneh itu kembali menjadi suasana pengap seperti biasa dari apartemen itu. Komoe-sensei dengan hati-hati menggoyangkan meja tehnya, tapi tidak ada yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Syukurlah.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Komoe-sensei menutup matanya lega, Index berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei berpikir kalau siapa pun akan lega kalau luka mematikan mereka sembuh, tapi biarawati itu mengatakan sesuatu yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Aku senang aku tidak membebani siapa pun dengan apa pun&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei memandang Index terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...&#039;&#039;Kalau aku mati di sini, dia mungkin harus menanggung beban&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index menutup matanya seperti sedang bermimpi dan tidak mengatakan hal lain. Ketika gadis itu ditebas di punggungnya dan pingsan dan ketika dia melakukan ritual aneh itu, dia tidak pernah satu kali pun memikirkan dirinya sendiri. Dia memikirkan orang yang telah membawanya ke sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei tidak bisa berpikir seperti itu. Dia tidak punya seseorang untuk dipikirkan seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa dia menanyakan satu hal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia yakin Index sudah tertidur dan tidak akan mendengarnya, tapi karena itulah dia menanyakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan walaupun begitu, gadis itu menjawab dengan dengan matanya masih tertutup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak pernah merasa seperti itu pada orang lain sebelumnya dan dia tidak tahu perasaan apa itu. Tapi ketika Kamijou marah demi dirinya saat menghadapi penyihir itu, dia ingin orang itu lari bahkan kalau dia harus merangkak padanya dan memaksanya. Dan ketika dia telah lari dari Innocentius, dia berpikir kalau dia akan menangis ketika orang itu kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak benar-benar mengerti, tapi ketika dia bersamanya, tidak ada hal yang berjalan seperti dia inginkan dan dia merasa seperti didorong-dorong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu hal-hal yang tidak diperkirakan itu begitu menyenangkan dan membuatnya bahagia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sendiri tidak tahu perasaan apa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, Index tertidur lelap dengan senyuman di wajahnya seperti sedang bermimpi indah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah fajar tiba, gejala yang terlihat sangat mirip dengan gejala pilek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tidak bisa keluar dari tempat tidur karena panas tinggi dan sakit kepala. Hidungnya tidak ingusan dan suaranya tidak serak karena itu terjadi bukan karena virus. Hanya masalah mengembalikan staminanya yang hilang, jadi seberapa banyak pun obat pilekpenguat imun yang dia minum, hal itu tidak akan menyelesaikan apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Jadi kenapa kau hanya memakai celana dalam di bawah sana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Index berbaring dengan handuk lembab di dahinya, dia pasti tidak tahan dengan kelembaban yang panas di dalam futon, jadi satu kakinya dia keluarkan ke arah Kamijout. Dia sedang memakai atasan piyama hijau pucat tetapi pahanya yang berwarna kulit cerah keluar sampai pangkalnya. Karena demamnya, warna kulitnya sedikit pink.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Handuknya telah menjadi hangat, jadi Komoe-sensei menyelupkannya ke dalam baskom berisi air dan mengeringkannya sambil memelototi Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kamijou-chan. Kurasa pakaian itu terlalu berlebih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pakaian itu” kemungkinan besar merujuk pada pakaian biarawati warna putih yang diselimuti peniti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou setuju 100% tentang itu, tapi Index kelihatan seperti kucing yang tidak senang karena pakaian biasanya diambil darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertanyaan sebenarnya adalah kenapa piyama milik seorang dewasa perokok berat yang suka bir sepertimu sangat pas dengan Index. Memangnya berapa perbedaan umur antara kalian?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap—?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei (umur tidak diketahui) tidak bisa berkata-kata, tapi Index ikut menendangnya ketika dia sudah jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong jangan remehkan aku seperti itu. Piyama ini sebenarnya sedikit sempit di bagian dada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa...tidak mungkin! Tidak mungkin benar. Sekarang kalian cuma mengolok-olokku!” protes Komoe-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya, apa kau bahkan punya sesuatu di bagian dada yang bisa membuat sempit?” tanya Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kedua perempuan itu memelototinya, jiwa Kamijou secara refleks memasuki mode bersujud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Betul, betul. Ngomong-ngomong, Kamijou-chan, siapa sebenarna gadis ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adikku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bohong sekali. Dengan rambut perak dan mata biru seperti itu, dia jelas-jelas seorang warga asing!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adik tiriku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kau seorang mesum?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku cuma bercanda! Aku cukup mengetahui kalau &#039;&#039;adik tiri&#039;&#039; itu tata krama yang buruk tapi adik &#039;&#039;kandung&#039;&#039; itu melanggar peraturan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamijou-chan,” katanya, tiba-tiba berganti ke suara gurunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou terdiam. Tidak mengejutkan kalau Komoe-sensei ingin tahu apa yang sedang terjadi. Tidak hanya dia telah membawa seorang asing yang aneh padanya, tapi gadis itu juga mempunyai luka sabetan di punggungnya yang jelas-jelas berbau berita buruk dan Komoe-sensei bahkan dibuat ikut dalam sihir yang aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan sangat sulit untuk memintanya menutup mata pada semua ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei, boleh aku bertanya satu hal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kau menanyakan ini agar kau bisa memberitahu polisi atau dewan pengurus Academy City?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya,” kata Komoe-sensei segera sambil mengangguk. Tanpa keraguan sedikit pun, dia telah mengatakan pada muridnya kalau dia akan mengadukan mereka. “Aku tidak tahu ada di situasi seperti apa kalian berdua berada.” Komoe-sensei tersenyum. “Tapi kalau itu terjadi di sini di Academy City, adalah tugas kami sebagai guru untuk menyelesaikannya. Bertanggung jawab terhadap anak-anak adalah tugas orang dewasa. Sekarang ketika aku tahu kalau kau berada dalam semacam masalah, aku tidak bisa duduk diam saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah yang Tsukuyomi Komoe katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan walau begitu dia tidak punya kemampuan, kekuatan, dan kewajiban untuk melakukan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia hanya mengatakannya dengan keterusterangan setajam katana terkenal yang memotong di tempat yang tepat di waktu yang tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku cuma...” kata Kamijou sebelum menyelesaikannya pelan. (...tidak boleh melawannya.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou telah hidup selama sekitar 15 tahun yang panjang dan dia tidak pernah melihat orang lain seperti guru itu yang tipenya biasa hanya telihat di drama dan bahkan tidak lagi ada di film-film.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kau adalah orang yang benar-benar asing, aku tidak akan ragu-ragu melibatkanmu, tapi aku berhutang padamu untuk sihir itu, jadi aku tidak bisa membiarkanmu terlibat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Respon Kamijou sama terus terangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah cukup melihat orang-orang yang mau melindungi orang lain tanpa imbalan terluka di depan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei terdiam sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mhh. Aku tidak akan membiarkanmu lepas hanya dengan mencoba menipuku dengan perkataan keren seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...? Sensei, kenapa kau berdiri dan menuju pintu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku memberi penundaan penghakiman. Aku harus pergi ke supermarket untuk belanja. Kamijou-chan, kau pikirkan baik-baik apa yang kau perlu katakan padaku selama itu. Dan...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin aku bisa terlarut dalam belanja hingga aku lupa. Jangan curang ketika aku kembali. Pastikan kau memberitahuku, oke?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou pikir Komoe-sensei tersenyum ketika mengatakan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara pintu apartemen membuka dan kemudian menutup, Kamijou dan Index tinggal berdua di ruangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Dia mencoba berbaik hati.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan senyuman seorang anak yang merencanakan sesuatu di wajahnya, Kamijou punya firasat kalau Komoe-sensei akan “lupa tentang semuanya” ketika dia kembali dari supermarket.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia kemudian memutuskan untuk berkonsultasi dengannya tentang ini, dia akan berpura-pura marah dan berkata “Kenapa kau tidak memberitahuku lebih cepat!? Aku benar-benar lupa!” sambil dengan senang hati setuju membantu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menghela napas, Kamijou berbalik ke arah Index yang berbaring di dalam futon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Maaf. Aku tahu ini bukan waktunya untuk khawatir tentang penampilan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir. Ini adalah yang terbaik.” Index menggeleng. “Akan salah untuk melibatkannya lebih jauh. ...Dan dia tidak boleh menggunakan sihir lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengerutkan alisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Grimoir itu berbahaya. Yang tertulis di dalamnya adalah pengetahuan menyimpang dan tidak umum dan juga hukum-hukum gila yang menghancurkan hukum biasa dari dunia ini. Apakah digunakan untuk kebaikan atau kejahatan, benda-benda itu tetap adalah racun di dunia ini. Sekedar mempelajari pengetahuan ‘dunia yang berbeda’ akan menghancurkan otak orang yang mempelajarinya,” jelas Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mencoba menerjemahkannya dalam cara yang dia mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Jadi seperti memaksa menjalankan sebuah program yang tidak kompatibel dengan OS komputer itu?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Otakku dan ruhku dilindungi oleh &#039;&#039;barrier&#039;&#039; religius, dan para penyihir yang mencoba untuk melampaui manusia harus melewati batas-batas pengetahuan umum mereka agar sampai ke keadaan pikiran yang diinginkan yang hampir bisa disamakan sebagai satu jenis kegilaan. Tapi, untuk seorang biasa dari negara yang tidak terlalu religius seperti Jepang, semuanya bisa tamat hanya dengan menggunakan satu mantra lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-aku mengerti...” Kamijou entah bagaimana berhasil tidak membiarkan syok yang dia terima kelihatan. “Yah, sayang sekali. Aku berharap dia bisa melakukan alkimia untukku. Kau tahu alkimia, kan? Itu bisa mengubah timbal menjadi emas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tentu saja tidak meninggalkan fakta kalau dia mengetahui ini dari sebuah RPG penyatuan benda dengan seorang ahli alkimia wanita muda sebagai protagonisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, ada sebuah teknik untuk itu yang disebut Ars Magna, tapi mempersiapkan peralatannya dengan bahan-bahan modern akan mempunyai biaya sebesar...um...7 milyar Yen dalam mata uang negara ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...................................Yah, itu pastinya tidak sesuai harganya,” gumam Kamijou tanpa nyawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tersenyum lemah dan berkata, “...Yeah. Mengubah timbal menjadi emas tidak menghasilkan apa pun selain membuat para bangsawan senang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi...tunggu. Sekarang setelah kupikir-pikir, apa yang dilakukannya? Bagaimana cara kerjanya? Kalau kau mengubah timbal menjadi emas, apakah kau menyusun atom-atom Pb menjadi Au?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak begitu tahu, tapi itu cuma teknik abad ke-14.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, apa maksudmu sama seperti yang kupikir kaumaksud? Itu mungkin benar-benar mengubah susunan atom!? Maksudmu kau bisa menyebabkan peluruhan proton tanpa sebuah akselerator partikel dan fusi nuklir tanpa sebuah reaktor nuklir? Tunggu sebentar. Bahkan aku tidak yakin ketujuh Level 5 dari Academy City bisa melakukan itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“???”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, jangan kelihatan bingung seperti itu! Um...um...Ah. Kalau kau penasaran seberapa mengagumkannya itu, hal-hal seperti itu bisa membuat kami bisa menciptakan robot atomik atau &#039;&#039;mobile suit&#039;&#039; dengan mudah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benda apa itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tiga kata itu dia membuang semua mimpi para lelaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala Kamijou tertunduk lemas, Index kelihatan merasa kalau dia telah melakukan sesuatu yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-bagaimanapun juga, pedang suci dan tongkat sihir yang digunakan upacara bisa dibuat dengan bahan modern sebagai pengganti, tapi ada batasnya. ...Ini khususnya berlaku untuk benda suci yang terkait dengan Tuhan seperti Tombak Longinus, Cawan Suci Joseph, atau The_ROOD. Bahkan setelah seribu tahun, sepertinya tidak ada pengganti yang bisa dibuat...aduh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dia berbicara terus-terusan dengan semangat, dia mulai memegang pelipisnya seperti habis mabuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma melihat wajah Index yang berbaring di futon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia punya 103.000  grimoir dalam kepalanya. Hanya membaca salah satunya bisa membuatmu gila dan walau begitu dia telah memasukkan setiap masing-masing huruf dari semua buku itu ke dalam kepalanya. Seberapa banyak rasa sakit yang proses itu sebabkan untuknya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan walau begitu Index tidak pernah sekali pun mengeluh tentang rasa sakitnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau ingin tahu?” tanyanya seakan meminta maaf pada Kamijou dan mengacuhkan rasa sakitnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada bicara Index yang biasanya riang telah menghasilkan konteks yang membuat suara tenang itu mencolok dan seperti membawa determinasi yang lebih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Dasar sensei bodoh.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Situasi Index tidak begitu masalah bagi Kamijou. Apa pun situasi dia berada, tidak mungkin dia bisa meninggalkannya. Selama dia bisa mengalahkan musuhnya dan menjaganya tetap aman, dia rasa tidak ada alasan untuk menggali luka lamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau ingin tahu bagaimana keadaanku?” ulang gadis yang menamai dirinya Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menetapkan pikirannya dan menjawab, “Itu seperti membuatku merasa seperti seorang pendeta, kau tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam satu jalan, memang benar. Dia merasa seperti seorang pendeta yang mendengarkan pengakuan seorang pendosa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tahu kenapa?” tanya Index. “Gereja Kristen awalnya adalah satu organisasi, tapi sekarang ada Katolik, Protestan, Katolik Roma, Ortodoks Rusia, Anglikan, Nestorian, Athanasian, Gnostik, dan banyak lagi. Apa kau tahu kenapa perpecahan ini terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yahh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou paling tidak telah membaca sepintas buku teks sejarahnya, jadi dia punya ide jawabannya apa. Tapi dia ragu untuk menyebutkannya di depan Index yang “sebenarnya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cukup bagus.” Index tersenyum. “Karena politik dicampur dalam gereja. Sekte-sekte memisah, menentang satu sama lain, dan bertarung. Pada akhirnya, bahkan orang-orang yang memercayai Tuhan yang sama adalah musuh bagi satu sama lain. Bahkan ketika kami percaya pada Tuhan yang sama, kami masing-masing menjalani jalan yang berbeda dari banyak jalan yang tersebar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, pikiran orang-orang tentang hal tertentu secara alami berbeda-beda. Beberapa ingin menghasilkan uang dengan perkataan tuhan dan yang lainnya menolak untuk membiarkan itu. Beberapa merasa lebih dicintai tuhan lebih dari orang lain di dunia ini dan yang lainnya tidak menerima itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelah sekte-sekte itu berhenti berhubungan satu sama lain, kami masing-masing melalui perkembangan yang terisolasi yang memberikan kami karakteristik masing-masing. Kami berubah sesuai situasi atau kebudayaan negara kami.” Index mengeluarkan napas singkat. “Gereja Katolik Roma mengelola dan mengontrol dunia, Gereja Ortodoks Rusia mencari dan memusnahkan okult, dan Gereja Anglikan tempatku berada...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata Index terhenti di tenggorokannya sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Inggris adalah negara sihir,” katanya seakan itu adalah kenangan pahit. “Jadi Gereja Anglikan sangat unggul dalam kebudayaan anti-penyihir dan teknik-teknik seperti pemburuan &#039;&#039;witch&#039;&#039;&amp;lt;ref&amp;gt;Salah satu jenis pengguna sihir dari Inggris&amp;lt;/ref&amp;gt; dan Inkuisisi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di London saja terdapat sejumlah perusahaan umum yang menyebut diri sendiri sebagai asosiasi sihir&amp;lt;!--magic cabal--&amp;gt; dan ada sepuluh kali lipatnya perusahaan kosong yang hanya terdapat di atas kertas. Metode coba dan galat mereka yang dimulai sebagai cara melindungi warga dari “penyihir jahat yang bersembuyi di kota” telah berkembang pada satu arah terlalu jauh dan pada titik tertentu menjadi budaya pembantaian dan eksekusi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gereja Anglikan memiliki divisi khusus,” kata Index seperti mengakui dosanya sendiri. “Divisi itu menginvestigasi sihir dan mengembangkan tindak balas yang digunakan untuk mengalahkan penyihir.  Dikenal sebagai Necessarius.” Dia benar-benar terdengar seperti biarawati. “Kalau kau tidak mengetahui musuhmu, kau tidak bisa bertahan dari serangan mereka. Tapi, mengerti seorang musuh yang tidak murni akan membuat hatimu sendiri tidak murni dan menyentuh seorang musuh yang tidak murni akan membuat tubuhmu sendiri tidak murni. Itulah kenapa Necessarius, gereja dari kejahatan yang dibutuhkan, diciptakan untuk menarik semua ketidakmurnian itu ke satu tempat. Dan kasus paling ekstrimnya adalah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“103.000 grimoir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya.” Index mengangguk kecil. “Sihir adalah sesuatu yang mirip sebuah persamaan. Kalau kau dengan ahli membalikkan perhitungannya, kau bisa menetralkan serangan lawanmu. Itulah kenapa 103.000 grimoir ini dimasukkan ke dalamku. ...Kalau kau mengetahui sihir dari seluruh dunia, kau bisa menetralkan sihir dari seluruh dunia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat ke arah tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah berpikir kalau tangan kanannya tidak ada gunanya. Kekuatan tangan kanannya tidak bisa membuatnya mengalahkan bahkan seorang preman, tidak bisa menaikkan nilainya dalam ujian, dan tidak bisa membuatnya populer dengan para gadis, jadi dia tidak memedulikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi gadis ini telah melewati neraka untuk memperoleh hal yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kalau grimoir ini sebegitu berbahayanya dan kalian tahu di mana tempatnya, kenapa kalian tidak membakarnya tanpa membacanya? Selama ada orang yang membaca dan belajar dari grimoir ini, penyihir akan terus-terusan muncul tanpa akhir, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukunya sendiri tidak lebih penting daripada isinya. Bahkan kalau kau menyingkirkan sebuah buku Asli, penyihir yang mengetahui isinya akan mewariskannya pada pengikutnya, jadi melakukan itu tidak ada artinya. Walau seseorang yang melakukan itu disebut sebagai &#039;&#039;sorcerer&#039;&#039; dan bukan penyihir,” jelas Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Seperti data yang diposkan di Internet? Bahkan kalau kau menghapus data aslinya, kopian-kopian data itu akan terus ada.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan juga, sebuah grimoir itu tidak lebih dari sebuah buku teks.” Index terdengar seperti merasa sakit. “Hanya membacanya tidak membuatmu jadi seorang penyihir. Para penyihir mengubahnya agar cocok dengan diri mereka masing-masing dan membuat jenis sihir baru.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak seperti data dan lebih seperti virus komputer yang berubah terus-terusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk benar-benar menghilangkan virus itu, kau harus menganalisa virus itu dan membuat perangkat lunak antivirus yang baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang sudah kukatakan, grimoir itu berbahaya.” Index memicingkan matanya. “Ketika menghancurkan sebuah kopian saja, seorang Inkuisitor ahli harus menjahit tertutup matanya untuk mencegah polusi pada otaknya, dan bahkan setelah itu diperlukan 5 tahun baptisme untuk menghilangkan sepenuhnya polusi itu darinya. Pikiran manusia tidak dapat menangani sebuah buku Asli. Pilihan satu-satunya untuk 103.000 buku Asli yang tersebar di seluruh dunia adalah menyegelnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan-akan dia sedang berdiskusi tentang apa yang harus dilakukan dengan koleksi yang sangat besar dari senjata nuklir sisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan sebenarnya, &#039;&#039;kurang lebih memang begitu&#039;&#039;. Kemungkinan besar, orang yang menulisnya sendiri tidak menyangka ini terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tch. Tapi bukankah sihir bisa digunakan orang normal mana pun selain kami, para esper? Kalau begitu bukankah ini akan menyebar ke seluruh dunia dalam waktu singkat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengingat kembali api milik Stiyl. Bagaimana kalau semua orang di dunia bisa menggunakan kekuatan seperti itu? Pengetahuan umum di dunia yang fondasinya terbangun dalam sains akan runtuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau...tidak perlu khawatir tentang itu. Asosiasi-asosiasi sihir&amp;lt;!--magic cabals--&amp;gt; tidak akan gegabah membiarkan grimoir keluar ke masyarakat umum.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“? Kenapa tidak? Bukankah akan lebih baik bagi mereka kalau memiliki lebih banyak rekan yang bertarung untuk mereka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Tepat karena itulah&#039;&#039;. Kalau setiap orang yang mempunyai senjata adalah teman, tidak akan ada peperangan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya karena dua orang mengetahui sihir tidak berarti mereka ada di pihak yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena mereka tahu kekuatan kartu truf merekalah mereka tidak mau dengan gegabah menghasilkan penyihir lawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Grimoir-grimoir itu diperlakukan seperti rancangan senjata baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm. Kurasa aku mengerti.” Kamijou terlihat hanyut berpikir. “Jadi intinya, mereka ingin mendapatkan &#039;&#039;bom&#039;&#039; yang ada di dalam kepalamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah sebuah perpustakaan dengan kopian sempurna dari 103.000 grimoir Asli di dunia dalam kepalanya. Mendapatkannya berarti mendapatkan seluruh sihir di dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Benar.” Dari suaranya, kedengarannya seperti dia akan tewas saat itu juga. “Dengan 103.000 grimoir, kau bisa membengkokkan apa pun di dunia sesuai kehendakmu tanpa terkecuali. Itulah yang kami sebut sebagai Dewa Sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan dewa dunia iblis&amp;lt;ref&amp;gt; (魔神 Majin, lit. &amp;quot;Magic God&amp;quot;) Kanji pertama bisa berarti sihir atau iblis&amp;lt;/ref&amp;gt;, tapi seseorang yang telah menguasai sihir seutuhnya sampai pada titik memasuki wilayah dewa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Dewa Sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Brengsek.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menyadarinya, Kamijou mulai menggertakkan gigi gerahamnya. Dia bisa tahu dari sikap Index kalau dia bukan memiliki 103.000 grimoir yang dimasukkan ke kepalanya karena dia mau. Kamijou mengingat kembali api milik Stiyl. Dia hidup seperti itu tanpa alasan lain selain mencegah sebanyak mungkin korban sebisanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahan dengan bagaimana para penyihir itu menggunakan perasaan itu demi keuntungan mereka dan dia tidak tahan bagaiman gereja menyebutnya sebagai “tidak murni”. Mereka semua memperlakukan seorang manusia sebagai sebuah benda dan Index pasti tidak melihat apa pun selain orang-orang yang melakukan itu. Fakta bahwa dia masih memikirkan semua orang selain dirinya walaupun begitu adalah apa yang Kamijou paling tidak tahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Maaf.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahu apa yang menyebabkan dia begitu marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi satu kata itu benar-benar membuatnya sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menjentik dahi Index pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Oh, ayolah. Kenapa kau tidak memberitahuku hal sepenting itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index membeku ketika Kamijou memandang gadis yang terbaring itu dengan gigi taringnya kelihatan. Matanya terbuka lebar seakan dia telah melakukan sesuatu yang sangat salah dan bibirnya bergerak cepat seperti ingin mengatakan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi aku tidak pikir kau akan memercayaiku dan aku tidak ingin menakutkanmu. Dan...um...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index kelihatan akan menangis dan suaranya semakin kecil ketika berbicara. Kamijou hampir tidak mendengarnya di ujungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau begitu, Kamijou mendengarnya mengatakan “aku tidak mau kau membenciku”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, peduli setan!!” Dia benar-benar mendengar suara sesuatu yang patah. “Jangan remehkan orang dan memerkirakan seperti apa mereka dengan pikiranmu sendiri! Rahasia gereja? 103.000 grimoir? Yeah, itu semua hebat dan mengagumkan. Dan ya, semuanya kelihatan sangat absurd sampai aku belum benar-benar memercayainya. Tapi...” Kamijou berhenti sejenak. “&#039;&#039;Cuma begitu saja&#039;&#039;?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Index terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir kecilnya bergerak cepat seperti sedang mencoba mengatakan sesuatu, tapi tidak ada kata-kata yang keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan remehkan aku seperti itu. Apa kau benar-benar berpikir kalau aku akan memanggilmu menyeramkan atau menjijikkan atau apalah hanya karena kau menghapal 103.000 grimoir!? Apa kau pikir aku akan meninggalkanmu dan lari ketika para penyihir muncul? Persetan. Kalau cuma itu saja yang aku bisa, dari awal aku tidak akan membiarkanmu masuk ke kamarku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kamijou berbicara, dia akhirnya menyadari apa yang menyebabkan dia begitu marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou hanya ingin membantu Index. Dia tidak ingin melihat Index tersakiti lagi. Itu saja. Dan walau begitu dia tidak membiarkan Kamijou melindunginya ketika gadis itu mempertaruhkan dirinya untuk melindunginya. Kamijou hanya ingin mendengar dia meminta tolong sekali saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sangat membuatnya frustasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat, sangat frustasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Percayalah padaku sedikit. Jangan memerkirakan nilai orang-orang dengan pikiranmu sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya itu saja. Bahkan kalau dia tidak punya tangan kanannya dan hanyalah manusia biasa, itu bukan alasan bagi Kamijou untuk mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v01_157.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada alasan seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index hanya memandang wajah Kamijou dengan kagum untuk beberapa saat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi kemudian air mata mulai menggenangi matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan matanya terbuat dari es dan mulai mencair.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index merapatkan bibirnya agar tidak mengeluarkan segukan, tapi bibirnya bergetar seakan dia tidak dapat menahannya lebih lama lagi. Dia menarik futon sampai ke mulutnya dan menggigitnya. Tetes air mata di matanya menjadi begitu besar hingga kelihatannya dia akan menangis seperti anak TK kalau bukan karena selimut itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan besar, air mata itu bukan hanya sekedar respon dari kata-kata yang Kamijou baru saja katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak cukup sombong sampai berpikir begitu. Dia ragu kata-katanya memberi pengaruh sebesar itu padanya. Kemungkinan besar, sesuatu yang telah menumpuk di dalam dirinya mengalir keluar dengan kata-katanya sebagai pelatuknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia merasa hatinya retak karena pikiran kalau tidak ada yang pernah mengatakan kata-kata seperti itu padanya sebelumnya, Kamijou juga merasa kalau dia akhirnya telah melihat “kelemahan” Index yang membuatnya sedikit senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Kamijou bukan semacam orang mesum yang senang melihat gadis menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, suasana itu sangat canggung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau Komoe-sensei tanpa mengetahui masuk saat itu, dia yakin kalau dia akan tanpa ragu menyuruhnya untuk mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U-um... Kau tahu. Aku punya tangan kananku, jadi tidak ada penyihir yang bisa mengimbangiku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Tapi...hik...kau bilang kau punya pelajaran tambahan selama liburan musim panas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa aku pernah mengatakan itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku yakin kau pernah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya, gadis yang telah menghapal dengan sempurna 103.000 buku mempunyai ingatan yang sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan merasa tidak enak karena mengacaukan kehidupan sehari-hari seseorang untuk sesuatu seperti ini. Pelajaran tambahanku tidak sepenting itu. Sekolah tidak ingin membuatku tinggal kelas kalau mereka bisa, jadi aku bisa bolos dari pelajaran tambahan, aku bisa pergi ke pelajaran tambahan dari pelajaran tambahan itu. Aku bisa menundanya selama yang kuperlu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau Komoe-sensei mendengar itu, kamar itu pasti telah berubah menjadi medan perang, tapi dia tidak peduli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan air mata masih di matanya, Index melihat ke Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Jadi kenapa kau begitu terburu-buru untuk pergi ke pelajaran tambahanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...........................Oh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berpikir ke belakang. Memang benar, setelah dia menelanjanginya dengan menghancurkan Gereja Berjalan-nya dengan Imagine Breaker dan keheningan seperti dalam elevator tertutup itu, dia memang terburu-buru...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena kau punya rencana dan karena kau punya kehidupan normal, aku merasa salah kalau mengganggu semua itu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“O-oh. Yeah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku menyusahkanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku menyusahkanmu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dia mengulangi itu dengan air mata di matanya, sudah tidak mungkin lagi mencoba untuk melepaskan diri darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mwinta mwaaf!” Kamijou Touma meminta maaf sambil dengan cepat memasuki mode bersujud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index perlahan duduk seperti orang sakit di futon, memegang telinga Kamijou, dan menggigit bagian atas kepalanya seakan itu adalah onigiri raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar 600 meter dari sana di atas bangunan dengan banyak penghuni, Stiyl melepaskan teropongnya dari matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah mencaritahu siapa bocah yang bersama Index. ...Dia bagaimana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menoleh, Stiyl menjawab gadis yang berbicara padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia masih hidup. Tapi itu berarti mereka punya seorang pengguna sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu tidak memberi respon, tapi sepertinya dia lebih merasa lega bahwa tidak ada yang mati dibandingkan khawatir akan seorang musuh baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu berumur 18, tapi dia sekepala lebih pendek dari Stiyl yang hanya berumur 14.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi memang, tinggi Stiyl melebihi 2 meter, jadi gadis itu masih terhitung tinggi jika dibandingkan dengan tinggi rata-rata orang Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rambut hitam sepanjang pinggangnya diikat ekor kuda. Di pinggangnya terdapat sebuah pedang Jepang sepanjang lebih dari dua meter yang disarungkan. Tipe yang dikenal sebagai “pedang perintah” yang digunakan di upacara memanggil hujan dalam Shinto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi akan sedikit sulit untuk menyebutnya sebagai gadis Jepang cantik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memakai celana jins usang dan kaos putih. Entah kenapa, bagian kaki kiri dari jinsnya dipotong seluruhnya sampai pangkal pahanya, kain berlebih di bawah T-shirt-nya diikat jadi bagian perutnya dapat terlihat, dia memakai sepatu boots setinggi lutut, dan pedang Jepang-nya tergantung dalam sarung kulit seakan itu adalah pistol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terlihat seperti seorang &#039;&#039;sheriff&#039;&#039; dari Barat yang telah menukar pistolnya dengan pedang Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti Stiyl si pendeta berbau parfum, pakaiannya sangat tidak normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi siapa sebenarnya orang itu, Kanzaki?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentang itu...aku tidak bisa mendapatkan banyak informasi mengenai bocah itu. Setidaknya, sepertinya dia bukan seorang penyihir atau berkekuatan supernatural dengan cara lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa, apa kau ingin mengatakan kalau dia cuma siswa SMA biasa?” Stiyl menyalakan rokok yang dia keluarkan hanya dengan memandang ujungnya. “Berhenti saja. Mungkin tidak kelihatan, tapi aku adalah seorang penyihir yang telah sepenuhnya menganalisa 24 &#039;&#039;rune&#039;&#039; yang ada dan mengembangkan 6 &#039;&#039;rune&#039;&#039; baru yang kuat. Dunia ini tidak sebaik itu sampai membiarkan seorang amatir tanpa kekuatan mendorong balik api penghakiman milik Innocentius.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan dengan bantuan dari Index, dia telah membuat rencana menggunakan bantuan itu dengan segera. Ditambah lagi ada yang tangan kanannya yang aneh. Kalau itu adalah manusia biasa di Jepang, maka itu adalah benar-benar negara penuh misteri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar.” Kanzaki Kaori memicingkan matanya. “Masalah sebenarnya adalah seseorang dengan kemampuan tempur sebanyak itu dikategorikan sebagai tidak lebih dari seorang murid tidak punya harapan yang sering terlibat perkelahian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City memiliki sisi tersembunyi bahwa itu adalah institusi yang memproduksi esper secara masal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan kalau organisasi tempat Stiyl dan Kanzaki bekerja sedang menyembunyikan keberadaan Index, Stiyl dan Kanzaki telah menghubungi organisasi yang dikenal sebagai Institusi Lima Elemen sebelumnya untuk mendapatkan izin memasuki kota itu. Bahkan grup sihir yang dikenal sebagai yang terhebat di dunia tidak bisa tetap tersembunyi dalam wilayah musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin informasinya dengan sengaja dihalangi. Dan juga, luka Index disembuhkan dengan sihir. Kanzaki, apa ada organisasi sihir lain di Timur Jauh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka telah memutuskan kalau bocah itu pasti memiliki organisasi lain selain Institusi Lima Elemen di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka telah dengan salah percaya kalau organisasi lain ini sepenuhnya menghilangkan semua informasi tentang Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau mereka melakukan sesuatu di kota ini, para informan dari Institusi Lima Elemen pasti telah mengetahuinya.” Kanzaki menutup matanya. “Kita punya musuh yang jumlahnya tidak diketahui dan tidak ada kesempatan dikirimkan bala bantuan. Ini perkembangan yang menyulitkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya adalah kesalahpahaman. Imagine Breaker milik Kamijou Touma tidak punya efek apa pun kecuali digunakan pada kekuatan supernatural. Dengan kata lain, System Scan milik Academy City tidak bisa mengukur kekuatannya karena menggunakan mesin untuk mengukurnya. Dan maka Kamijou punya kesialan diperlakukan sebagai seorang Level 0 padahal mempunyai tangan kanan kelas tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dalam skenario terburuk, ini bisa berkembang menjadi pertarungan sihir melawan sebuah organisasi. Stiyl, kudengar &#039;&#039;rune&#039;&#039;-mu punya kelemahan fatal dalam hal ketahanan air.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah mengkompensasikan itu. Aku me-&#039;&#039;laminating&#039;&#039; rune-nya. Trik yang sama tidak akan bekerja padaku lagi.” Seperti pesulap panggung, dia mengeluarkan &#039;&#039;rune&#039;&#039; yang sekarang kelihatan sangat mirip seperti &#039;&#039;trading card&#039;&#039;. “Kali ini, aku akan menempatkan &#039;&#039;barrier&#039;&#039; 2 kilometer di sekitar areanya dan bukan hanya pada bangunannya. Ini akan menggunakan 164.000 kartu dan persiapannya akan memakan waktu 60 jam untuk diselesaikan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak seperti dalam &#039;&#039;video game&#039;&#039;, sihir yang sebenarnya memerlukan lebih dari hanya mengucapkan mantra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin memang kelihatannya hanya itu saja yang diperlukan kalau dilihat sekilas, tapi sedikit persiapan diperlukan di balik layar. Api milik Stiyl adalah jenis yang mempunyai instruksi sekitar “Ambil sebuah taring serigala perak yang telah dimandikan sinar bulan selama 10 tahun dan...” Karena itu, kecepatan Stiyl sebenarnya adalah kecepatan seorang ahli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, pertarungan sihir adalah masalah membaca apa yang akan datang. Ketika pertarungan dimulai, kau pada dasarnya sudah terjebak dalam perangkap yang berupa &#039;&#039;barrier&#039;&#039; milik musuh. Ketika bertahan, kau perlu memastikan apa mantra musuhmu, dan mencari cara untuk membalikkannya ke musuhmu. Ketika menyerang, kau harus memprediksi serangan balik seperti apa yang akan datang dan mengatur kembali mantramu sesuai apa yang terjadi. Tidak seperti bela diri sederhana, kau perlu memikirkan 100-200 langkah ke depan di tengah keadaan sekitar yang terus berubah. Walaupun istilah kasar seperti “pertarungan” digunakan, sebenarnya itu lebih seperti adu intelek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, pasukan musuh yang tidak diketahui jumlahnya membuat seorang penyihir berada dalam posisi yang sangat tidak menguntungkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Dia kelihatan sangat senang,” kata penyihir &#039;&#039;rune&#039;&#039; tiba-tiba sembari memandang 600 meter ke depan tanpa menggunakan teropongnya. “Dia kelihatan sangat, sangat senang. Dia selalu hidup dalam kehidupan menyenangkan seperti itu.” Dia terdengar seperti sedah meludahkan semacam cairan kental. “Seberapa lama kita harus terus mengoyakkannya berkeping-keping?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki memandang 600 meter ke depan dari belakang Stiyl.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan tanpa menggunakan teropong atau sihir, dia bisa melihat jelas dengan pandangan 8.0-nya. Melalui jendela, dia bisa melihat gadis itu menggigiti kepala bocah itu dengan marah sedangkan dia mengayun-ayunkan tangannya dan mencoba berontak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pasti perasaan yang sangat pelik,” kata Kanzaki seperti sebuah mesin. “&#039;&#039;Bagi seseorang sepertimu yang pernah berada dalam posisi yang sama seperti itu&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku sudah terbiasa,” jawab penyihir api itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia benar-benar telah mengalami perasaan seperti itu berkali-kali sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Waktunya mandi♪ Waktunya mandi♪” nyanyi Index sembari berjalan di samping Kamijou, memegang baskom mandi dengan kedua tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan berkata kalau dia sudah selesai menjadi orang sakit, dia mengganti pakaiannya dari piyama menjadi jubah biarawati yang penuh penitinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahu trik sulap apa yang dia gunakan, tapi jubah yang berdarah-darah itu bersih sempurna. Dia punya firasat kalau jubah itu akan terkoyak-koyak kalau dia memasukkannya ke dalam mesin cuci, jadi dia penasaran apakah dia memisahkannya dan mencuci tiap-tiap bagiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu begitu mengganggumu? Sejujurnya, aku tidak peduli dengan baunya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tipe yang suka bau keringat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudku bukan begitu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah tiga hari, dia akhirnya merasa cukup baik untuk bisa keluar rumah dan mandi adalah permintaan pertamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apartemen Komoe-sensei tidak punya apa pun yang bahkan hanya mirip dengan tempat mandi, jadi pilihan mereka hanya meminjam kamar mandi di kamar manajer atau pergi ke pemandian umum yang bobrok di dekat sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka anak laki-laki dan perempuan muda itu sedang berjalan di trotoar pada malam hari dengan baskom mandi di tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya era kebudayaan Jepang yang mana yang kita tinggali sekarang?” Komoe-sensei berkomentar dengan senyum ketika menjelaskan sistem pemandian umum. Dia membiarkan Kamijou dan Index tinggal di apartemennya tanpa menanyakan detail situasi mereka. Kamijou ikut menginap dengannya karena dia tidak ingin kembali ke asramanya yang tidak diragukan lagi sedang diawasi oleh musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Touma, Touma,” kata Index dengan suara teredam karena dia sedang menggigit bagian lengan atas kaus Touma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kebiasaannya menggigit orang, itu tidak lebih dari gerakan yang mirip dengan memegang baju seseorang untuk menarik perhatiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa?” jawab Kamijou jengkel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagi itu, Index sadar kalau dia tidak mengetahui namanya, jadi dia memperkenalkan dirinya kepadanya. Sejak saat itu, dia telah memanggil namanya sekitar 60.000 kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada apa-apa. Aku cuma suka memanggil namamu walaupun tidak ada alasannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Index mirip dengan seorang anak yang pergi ke taman hiburan untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index seperti sangat menempel padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan besar karena apa yang terjadi tiga hari sebelumnya, tapi Kamijou tidak lebih senang dari ketidakyakinan harus merasa bagaimana tentang fakta bahwa tidak ada yang pernah mengatakan sesuatu sedasar itu pada Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Komoe bilang pemandian umum Jepang punya kopi susu. Apa itu kopi susu? Seperti &amp;lt;i&amp;gt;cappuccino&amp;lt;/i&amp;gt;?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak akan menemukan sesuatu seelegan itu di pemandian umum. Jangan berharap terlalu tinggi,” kata Kamijou. “Hmm, tapi bak mandi raksasa mungkin akan membuatmu terkejut. Di Inggris, bak mandi yang sempit seperti yang ada di hotel adalah yang paling umum, kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? ...Aku tidak begitu tahu.” Index memiringkan kepalanya ke samping seperti memang benar-benar tidak tahu. “Hal pertama yang kuingat dimulai di sini di Jepang. Aku tidak begitu tahu bagaimana keadaan di Inggris sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Hmm. Jadi itu kenapa kau bisa berbicara bahasa Jepang dengan lancar. Kalau kau di sini sejak kecil, berarti kau sendiri praktis adalah orang Jepang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi itu membuat keyakinannya kalau dia akan aman kalau kabur ke Gereja Anglikan sedikit tidak kredibel. Dia pikir gadis itu akan pergi pulang ke rumahnya, tapi dia sebenarnya akan pergi ke negara yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bukan. Maksudku bukan seperti itu.” Index menggelengkan kepalanya, mengayun-ayunkan rambut perak panjangnya. “Sepertinya, aku lahir dan dibesarkan di Katedral St. George di London. Sepertinya, aku baru datang ke sini sekitar satu tahun lalu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengerutkan dahinya karena kata yang tidak jelas itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah. Aku tidak punya ingatan dari sebelum sekitar satu tahun yang lalu ketika aku tiba di sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persis seperti anak kecil yang menuju taman hiburan untuk pertama kali dalam hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesempurnaan senyuman itulah yang menunjukkan Kamijou rasa takut dan rasa sakit di baliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika aku pertama kali bangun di sebuah gang, aku tidak tahu siapa diriku. Yang kutahu hanyalah aku harus kabur. Aku tidak ingat apa yang kumakan pada makan malam malam sebelumnya, tapi pengetahuan tentang hal-hal seperti sihir, Index Librorum Prohibitorum, dan Necessarius terus berputar dalam pikiranku. Hal itu begitu menakutkan...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kau bahkan tidak tahu kenapa kau kehilangan ingatanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu benar,” jawabnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahu sama sekali tentang psikologi, tapi dia tahu dari &amp;lt;i&amp;gt;video game&amp;lt;/i&amp;gt; dan drama kalau ada dua penyebab utama amnesia: terkena benturan keras di kepala atau menyegel sebuah kenangan yang hatimu tidak bisa tahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan...” gumam Kamijou sambil melihat ke langit malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara dia memang merasa marah pada para penyihir yang bisa melakukan hal seperti itu ke seorang gadis sepertinya, dia lebih merasa dikuasai oleh rasa ketidakmampuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sekarang tahu kenapa Index melindunginya dan menjadi sangat menempel padanya. Itu hanya karena &amp;lt;i&amp;gt;Kamijou secara kebetulan&amp;lt;/i&amp;gt; adalah orang pertama yang dia tahu setelah menghabiskan satu tahun sendirian di dunia tanpa mengetahui apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini tidak menyenangkan Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak tahu kenapa, tapi entah kenapa jawaban &amp;lt;i&amp;gt;itu&amp;lt;/i&amp;gt; benar-benar membuatnya jengkel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mh? Touma, apa kau marah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan itu menangkap basah dia, tapi Kamijou berhasil berpura-pura tidak tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau aku membuatmu marah entah karena apa, aku minta maaf. Touma, apa yang membuatmu begitu marah? Pubertas?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak mau mendengarmu berbicara tentang pubertas dengan badanmu yang seperti anak kecil itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mh. Apa maksudnya itu? Aku benar-benar berpikir kalau kau marah. Atau kau cuma berpura-pura marah untuk membuatku susah? Aku tidak suka sisimu yang itu, Touma.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, jangan mengatakan itu ketika kau tidak pernah benar-benar menyukaiku. Aku tidak mengharapkan kejadian mengagumkan mirip komedi romantis seperti itu denganmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah? ...Kenapa kau memelototiku seperti itu, tuan putri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika dia mencoba memaksanya ke arah lelucon, Index tidak memberikan respon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aneh. Ini aneh. Kenapa Index melipat tangannya, melihatku dengan air mata di matanya dan ekspresi terluka di wajahnya, dan menggigit bibir bawahnya?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Touma.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?” Kamijou merespon, memutuskan kalau dia lebih baik merespon karena dia memanggil namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendapat firasat kuat tentang kesialan yang akan datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku benci kau.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat saat itu, Kamijou mendapatkan banyak &amp;lt;i&amp;gt;experience point&amp;lt;/i&amp;gt; untuk pengalaman langka berupa seorang gadis yang menggigit seluruh bagian atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index berjalan lebih dulu ke arah pemandian umum sendirian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, Kamijou berjalan ke arah pemandian umum. Awalnya dia telah mencoba berlari mengejar Index, tapi biarawati putih yang marah itu lari seperti kucing liar setiap kali melihatnya. Walau begitu, dia akan tetap melihat punggung Index setelah berjalan sedikit jauh seakan dia sedang menunggunya. Setelah itu, siklus ini akan berulang. Dia benar-benar seperti kucing yang plin-plan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Yah, kami sedang menuju tempat yang sama, jadi pada akhirnya kami akan bertemu lagi.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pikiran itu, Kamijou menyerah mengejarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditambah lagi kalau dia merasa kesialan yang pasti datang berupa ditahan polisi kalau seseorang melihatnya (kelihatannya) mengejar seorang biarawati Inggris muda yang lemah dan tak berdaya di jalan yang gelap seperti seekor Namahage.&amp;lt;ref&amp;gt;Semacam siluman dari Jepang. http://en.wikipedia.org/wiki/Namahage&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Biarawati dari Inggris, hm?” gumam Kamijou di sela napasnya sambil berjalan di jalan yang gelap sendirian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tahu kalau Index akan dibawa ke markas Gereja Anglikan di London kalau dia membawanya ke salah satu gereja mereka di Jepang. Akan tidak ada lagi yang tersisa untuk Kamijou lakukan. Semuanya pasti akan berakhir dengan sesuatu seperti “Mungkin waktunya singkat, tapi terima kasih. Aku tidak akan pernah melupakanmu karena aku punya ingatan sempurna”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasa sesuatu yang tajam menusuk-nusuk dadanya, tapi dia tidak tahu apa hal lain yang bisa dilakukannya. Kalau Index tidak dibawa ke perlindungan gereja, dia akan terus dikejar oleh para penyihir itu. Dan juga, tidak realistis mencoba mengikuti Index ke Inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka hidup di dunia yang berbeda, mereka berdiri di tempat berbeda, dan mereka berada di dimensi yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tinggal di dunia ESP ilmiah dan dia tinggal di dunia &amp;lt;i&amp;gt;occult&amp;lt;/i&amp;gt; sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti daratan dan lautan, kedua dunia mereka tidak akan berlintas jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cuma begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cuma begitu saja, tapi itu masih membuatnya jengkel seperti tulang ikan tersangkut di tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba pemikirannya yang berputar sia-sia terhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada sesuatu yang salah. Kamijou memeriksa waktu yang terpampang di sebuah papan iklan elektronik milik sebuah &amp;lt;i&amp;gt;department store&amp;lt;/i&amp;gt;. Tepat jam 8 malam. Masih ada banyak waktu sebelum kebanyakan orang tidur, tapi keheningan mencekam menyelimuti area itu seperti berada di hutan pada malam hari. Perasaan aneh yang tidak pada tempatnya menyelimuti area itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kalau dipikir-pikir, aku belum melihat seorang pun sejak berjalan dengan Index...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ekspresi bingung, Kamijou berjalan lebih jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan ketika dia tiba ke jalan besar dengan 3 lajur di setiap arah, perasaan tidak pada tempatnya itu berganti menjadi perasaan penuh kalau semuanya salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Tidak ada orang di sana&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada seorang pun yang masuk atau keluar dari &amp;lt;i&amp;gt;department store&amp;lt;/i&amp;gt; yang berbaris di sisi jalan seperti minuman di rak toko serba ada. Trotoar yang biasanya terasa terlalu sempit sekarang terasa terlalu luas dan tidak satu mobil pun yang berjalan di jalan yang mirip landasan pacu itu. Semua mobil yang diparkir di sisi jalan kosong seakan sudah dibuang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti melihat jalan di ladang jauh di pedesaan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini karena Stiyl telah memahat &amp;lt;i&amp;gt;rune&amp;lt;/i&amp;gt; Opila untuk sebuah medan pembersih manusia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara perempuan tiba-tiba memasuki kepalanya seakan-akan sebuah pedang Jepang menusuk tembus bagian tengah wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu tidak bersembunyi di balik apa pun dan dia juga tidak menyelinap dari belakangnya. Dia berdiri di tengah jalan lebar seperti landasan pacu sekitar 10 meter di depannya, menghalangi jalannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu melebihi tingkat tidak melihat atau menyadarinya karena kegelapan. Sesaat sebelumnya, memang benar-benar tidak ada seorang pun di sana. Tapi dalam waktu yang dibutuhkannya untuk berkedip, gadis itu muncul di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua orang di sekitar area ini telah dialihkan fokusnya jadi mereka tidak akan berpikir untuk mendekati area ini untuk alasan tertentu. Kebanyakan orang sepertinya berada di dalam bangunan-bangunan, jadi jangan khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badannya berreaksi sebelum pikirannya bisa. Semua darah di tubuhnya seperti berkumpul di tangan kanannya. Dengan rasa sakit seperti seutas tali mengikat pergelangannya kencang, Kamijou secara insting merasa bahwa gadis itu berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu memakai T-shirt dan jins yang satu bagian kakinya dipotong dengan berani, jadi pakaiannya tidak terlalu jauh berbeda dari yang normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, pedang Jepang yang panjangnya lebih dari dua meter yang bergantung di pinggangnya seperti pistol memberikan hawa membunuh yang membeku. Bilahnya tersembunyi dalam sarunhnya, tapi sarung hitam itu terlihat sama penuh sejarahnya dengan sebuah tiang dari bangunan Jepang tua, jadi terlihat jelas kalau pedang itu asli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Penghancur Iblis Pensuci Tuhan.&amp;lt;ref&amp;gt;“God Purifying Demon Destroyer” (神浄の討魔) dibaca sebagai “Kamijou no Touma” tapi menggunakan kanji yang berbeda dengan nama Touma (上条当麻).&amp;lt;/ref&amp;gt; Nama sebenarnya &amp;lt;!--true name--&amp;gt;yang sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi gadis itu sendiri tidak menunjukkan tanda-tanda gugup sedikit pun. Caranya bicara dengan kenyamanan seseorang yang sedang berbincang biasa membuat semuanya jauh lebih menakutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Siapa kau?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Kanzaki Kaori. ...Aku tidak ingin memberikan namaku yang lain kalau bisa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namamu yang lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah sedikit memperkirakan itu, tapi Kamijou tetap mundur selangkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama sihir. Itu adalah “nama membunuh” yang telah Stiyl berikan sebelum menyerang Kamijou dengan sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi...apa? Apa kau juga dari asosiasi sihir atau apalah itu sama seperti Stiyl?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?” Untuk sesaat, Kanzaki mengerut ragu. “Oh, apa kau mendengar itu dari Index?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah asosiasi sihir. Organisasi yang mengejar Index untuk mendapatkan 103.000 grimoir-nya. Sebuah grup yang berjuang untuk menjadi Dewa Sihir, orang-orang yang telah menguasai sihir sepenuhnya hingga bisa membengkokkan apa pun di dunia sesuai kehendak mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya.” Kanzaki menutup satu matanya. “Aku ingin membawa dia ke bawah rawatan kami tanpa perlu memberikan nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggigil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou punya kartu truf berupa tangan kanannya dan walaupun begitu musuh yang berdiri di depannya membuat punggungnya menggigil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Dan kalau aku menolak?” kata Kamijou walau begitu. Dia tidak punya alasan untuk mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu aku tidak punya pilihan lain.” Kanzaki menutup mata yang satunya lagi. “Aku akan harus memberi namaku sampai dia kembali ke rawatan kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guncangan seperti gempa membuat tanah di bawah kaki Kamijou bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti sebuah bom yang meledak. Langit malam di sudut penglihatannya yang harusnya ditutupi kegelapan biru pucat menjadi warna oranye terang seperti matahari tenggelam. Api raksasa menyebar beberapa ratus meter ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Index...!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuhnya adalah sebuah organisasi dan Kamijou tahu nama seorang penyihir api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou secara refleks melihat ke arah api yang meledak itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan di saat itu, serangan menebas Kanzaki Kaorai tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarak 10 meter berada antara Kamijou dan Kanzaki. Dan juga, katana milik Kanzaki panjangnya lebih dari dua meter, jadi sepertinya tidak mungkin bagi tangan langsing feminimnya untuk menariknya dari sarungnya, apalagi mengayunkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&amp;lt;i&amp;gt;Tapi seperti itulah yang terlihat&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat berikutnya, angin di atas kepala Kamijou terpotong seakan dia sedang memegang laser raksasa. Kamijou membeku karena syok dan bilah sebuah kincir angin di belakang kanannya terpotong diagonal seakan terbuat dari mentega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong hentikan ini,” kata suara 10 meter di depannya. “Mengacuhkan peringatanku hanya akan berujung pada kematian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang 2 meter+ Kanzaki sudah kembali ke sarungnya. Serangan itu sangat cepat hingga Kamijou bahkan tidak pernah melihat bilahnya menyentuh udara luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya alasan dia masih berdiri di sana adalah karena Kanzaki dengan sengaja meleset. Situasinya kelihatan sangat tidak nyata sampai dia hampir tidak menyadari fakta itu. Musuhnya sangat terlalu kuat sampai pikirannya tidak bisa mengikuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara benturan kuat, bilah kincir angin yang terpotong jatuh ke tanah di belakang Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan walaupun puing bilah itu jatuh begitu dekat, Kamijou masih tidak bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggertakkan giginya karena seberapa amat sangat tajam pedang itu pasti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki membuka salah satu matanya yang tertutup dan berkata, “Aku akan menanyakanmu lagi.” Dia memicingkan matanya sedikit. “Aku ingin membawanya ke bawah rawatan kami tanpa perlu memberikan nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada keraguan dalam suara Kanzaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya begitu dingin hingga dia terlihat seperti mengatakan tingkat kehancuran seperti itu bukanlah sesuatu yang pantas untuk terkejut karenanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...A-apa-apaan yang kau bilang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan kakinya tertempel ke tanah, dia tidak bisa maju ke depan atau melangkah mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakinya bergetar seakan dia baru saja selesai berlari sepanjang maraton dan dan dia bisa merasakan kekuatan meninggalkan kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak punya alasan untuk menyerah pada-...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan menanyakannya sebanyak apa pun yang diperlukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sesaat – benar-benar sesaat – tangan kanan Kanzaki menjadi buram dan menghilang seperti &amp;lt;i&amp;gt;bug&amp;lt;/i&amp;gt; dalam sebuah &amp;lt;i&amp;gt;video game&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara raungan, sesuatu terbang ke arah Kamijou dengan kecepatan menakutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasa seperti senjata laser raksasa sedang ditembakkan dari segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti tornado raksasa yang terbuat dari pedang-pedang udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma memandang sementara topan itu memotong aspal, lampu jalan, dan pohon-pohon yang berbaris di jalan dalam interval tertentu menjadi berkeping-keping seakan dipotong dengan &amp;lt;i&amp;gt;waterjet&amp;lt;/i&amp;gt;&amp;lt;ref&amp;gt;Mesin yang bisa memotong dengan menembakkan jet air. http://en.wikipedia.org/wiki/Water_jet_cutter&amp;lt;/ref&amp;gt; industri. Sepotong aspal berukuran kepalan tangan terbang dan menghantam bahu kanan Kamijou. Itu cukup untuk menerbangkannya dan hampir membuatnya pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil memegang bahu kanannya, Kamijou melihat sekelilingnya hanya dengan menggerakkan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu...dua..tiga, empat, lima, enam, tujuh. Total sebanyak tujuh tebasan pedang lurus berlanjut sampai beberapa lusin meter sepanjang tanah yang datar. Tebasan-tebasan itu datang dari sudut acak dan kelihatan seperti goresan kuku di pintu baja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendengar suara katananya kembali ke sarungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingin membawa dia ke bawah rawatan kami tanpa perlu memberikan nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tangan kanannya masih di gagang pedang, Kanzaki hanya mengatakan kata-kata itu tanpa kebencian atau kemarahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuh serangan. Kamijou tidak bisa melihat bahkan satu serangan pun, tapi dia telah melakukan tujuh serangan iai&amp;lt;ref&amp;gt;Tipe beladiri pedang yang serangannya berupa tebasan cepat dari dalam gagang dan langsung dimasukkan kembali ke gagang. http://en.wikipedia.org/wiki/Iai&amp;lt;/ref&amp;gt; dalam satu saat itu. Dan kalau dia mau, satu atau semua dari tujuh serangan itu bisa menjadi serangan mematikan yang memotong Kamijou menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan. Dia hanya mendengar suara metalik dari pedang yang disarungkan sekali saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan besar adalah &amp;lt;i&amp;gt;kekuatan supernatural&amp;lt;/i&amp;gt; yang dikenal sebagai sihir. Dia memakai sihir yang memanjangkan jarak satu serangan itu sebanyak lusinan meter dan memberikannya kemampuan berpedang untuk menyerang tujuh kali walau mengeluarkannya hanya sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kecepatan serangan Nanasen&amp;lt;ref&amp;gt;Nanasen berarti “Tujuh Kilatan”.&amp;lt;/ref&amp;gt; yang Shichiten Shichitou&amp;lt;ref&amp;gt;Shichiten Shichitou berarti “Tujuh Pedang Tujuh Langit”.&amp;lt;/ref&amp;gt;-ku lakukan itu cukup untuk membunuhmu tujuh kali dalam waktu yang dikenal sebagai sesaat. Orang-orang menyebutnya sebagai pembunuhan instan. Menyebutnya sebagai pembunuhan yang pasti tidak jauh dari kenyataannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam diam, Kamijou mengepalkan tinjunya dengan kekuatan yang cukup untuk menghancurkan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia punya kecepatan, kekuatan, dan jarak yang mengerikan. Kemungkinan besar, serangan memotong itu berhubungan dengan kekuatan supernatural yang dikenal sebagai sihir. Kalau begitu, dia hanya perlu menyentuh serangan aslinya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Teruslah bermimpi,” katanya, memotong pemikirannya. “Aku sudah dengar dari Stiyl kalau tangan kananmu bisa meniadakan sihir entah bagaimana. Tapi apakah aku benar kalau berpikir bahwa kau tidak bisa melakukan itu kecuali kau menyentuhnya dengan tangan kananmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sekali. Tangan kanan Kamijou tidak ada gunanya kalau dia tidak bisa menyentuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan masalah kecepatan. Tidak seperti Biri Biri dari Misaka Mikoto&amp;lt;ref&amp;gt;Serangan listrik. Dalam bahasa Jepang, suara listrik adalah “biri biri”.&amp;lt;/ref&amp;gt; dan Railgun yang ditembakkan dalam garis lurus, dia tidak bisa memprediksi ke mana Nanasen milik Kanzaki Kaori akan datang karena perubahan konstannya. Kalau Kamijou mencoba menggunakan Imagine Breaker, tujuh tebasan itu kemungkinan akan memotong berkeping-keping tangannya sejak awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan menanyakannya sebanyak apa pun yang diperlukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Kanzaki dengan diam memegang gagang Shichiten Shichitou di pinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasakan keringat dingin di pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau &amp;lt;i&amp;gt;mood&amp;lt;/i&amp;gt; Kanzaki berubah dan dia masuk untuk membunuh, Kamijou pasti akan terpotong-potong menjadi bagian kecil dalam sesaat. Dengan bagaimana dia telah memotong pohon-pohon yang berjejer di jalan berkeping-keping dalam jarak beberapa lusin meter, mencoba lari atau menggunakan sesuatu sebagai tameng adalah bunuh diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou memperhitungkan jarak antara dirinya dan Kanzaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar 10 meter. Kalau dia berlari secepat yang tubuh fisiknya bisa biarkan, dia bisa menutup jarak itu dalam empat langkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Bergeraklah.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou memberikan perintah putus asa pada kakinya yang seperti ditempel ke tanah dengan lem instan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akankah kau membiarkan kami membawanya ke bawah rawatan kami sebelum aku memberikan nama sihirku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Bergeraklah!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia maju selangkah ke depan seakan mengoyakkan kakinya dari tanah. Satu alis Kanzaki naik ketika Kamijou bergerak maju dengan langkah eksplosif seperti sebuah peluru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh... Ohhhhhhhhhhhh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia maju selangkah lagi. Kalau dia tidak bisa kabur, tidak bisa menghindar ke kiri atau ke kanan, dan tidak bisa menggunakan apa pun sebagai tameng, maka satu-satunya pilihan yang tersisa adalah maju dan membuka jalan untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu apa yang mendorongmu sampai sejauh ini, tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki menghela napas yang lebih memiliki rasa kasihan dibandingkan keterkejutan. Kemudian...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nanasen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Potongan-potongan kecil dari aspal dan pohon yang hancur melayang di udara seperti debu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan angin yang meraung, awan debu itu terpotong kecil-kecil di depan mata Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah... Ohh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tahu dalam kepalanya bahwa dia bisa meniadakannya kalau dia menyentuhnya dengan tangan kanannya, tapi hatinya segera memilih untuk menghindar. Dia menunduk dengan begitu kuatnya hingga terlihat seperti dia sedang mengayunkan kepalanya ke bawah dan jantungnya membeku ketika tujuh serangan menebas itu lewat di atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak memperhitungkan itu dan dia tidak mungkin berhasil menghindar kalau dia memperhitungkannya. Dia hanya berhasil menghindar murni karena keberuntungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian dia mengambil satu langkah kuat lagi, yang ketiga dari empat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak peduli seberapa aneh serangan Nanasen itu, itu pada dasarnya masih sebuah serangan iai. Itu adalah teknik berpedang kuno yang mengeluarkan satu serangan mematikan yang dimulai dengan mengeluarkan pedang dari sarungnya. Itu berarti waktu ketika pedangnya berada di luar sarungnya akan membuat penggunanya tanpa pertahanan dan tidak bisa menggunakan serangan iai lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia mengambil langkah terakhir itu untuk mencapai Kanzaki, dia akan menang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harapan terakhir yang pikiran itu berikan pecah berkeping-keping dengan suara “klik” kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah suara metalik kecil yang terlalu pendek dari sebuah katana yang dikembalikan ke dalam sarungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nanasen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raungan itu datang tepat dari depan Kamijou dalam jarak kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketujuh serangan itu mengejarnya bahkan sebelum refleks tubuhnya bisa beraksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan...Ahhhhhhhhhh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengulurkan tinju kanannya ke arah tebasan di depannya, tapi itu lebih mirip usaha defensif untuk menangkap bola yang dilemparkan ke wajahnya dibanding sebuah serangan ofensif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama itu adalah kekuatan supernatural, tangan kanan Kamijou bisa meniadakannya bahkan kalau itu adalah kekuatan tuhan atau kekuatan vampir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena berada dalam jarak sedekat itu, ketujuh serangan itu tiba sebagai satu tanpa menyebar. Itu berarti dia bisa menghancurkan ketujuhnya dengan satu pukulan Imagine Breaker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat serangan-serangan itu bersinar biru di bawah sinar bulan, kulit dari satu jari di tinju Kamijou menyentuhnya halus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Dan dimakan&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap...!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak menghilang. Bahkan dengan Imagine Breaker, serangan absurd itu tidak menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou segera mencoba menyentakkan tangannya ke belakang, tapi dia tidak berhasil dalam waktunya. Bagaimanapun juga, dia telah menjulurkan tangannya sendiri ke serangan pedang Jepang yang akan datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki memicingkan matanya sedikit ketika melihat Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat berikutnya, suara basah dari daging yang dipotong memenuhi area itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou memegang tangan kanannya yang berdarah dengan tangan kirinya dan jatuh berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sejujurnya terkejut ketika menemukan kalau kelima jarinya masih utuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini tentu saja bukan karena jemari Kamijou itu kuat dan kemampuan Kanzaki itu rendah. Tubuh Kamijou tidak terpotong-potong karena fakta sederhana bahwa dia telah menahan diri, menahan dirinya lagi, dan membiarkannya hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih berlutut, Kamijou melihat ke atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki berdiri dengan lingkaran sempurna bulan biru di belakangnya. Dia bisa melihat sesuatu seperti benang-benang merah di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu kelihatan seperti jaring laba-laba. Hanya ketika darah Kamijou menutupinya seperti embun malam di atas jaring laba-labalah dia bisa melihat tujuh kawat baja itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak percaya...” Kamijou menggertakkan giginya. “Apa kau bahkan bukan seorang penyihir?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katana yang besarnya menggelikan itu tidak lebih dari sebuah hiasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mengejutkan kalau dia tidak bisa melihat saat dia menarik pedangnya. Kanzaki tidak pernah menarik pedangnya keluar. Dia hanya menggerakkan pedangnya sedikit di dalam sarungnya dan kemudian menggerakkannya ke tempat semula. Gerakan itu adalah untuk menyembunyikan tangan yang menggerakkan ketujuh kawat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan Kamijou relatif tidak terluka karena Kanzaki telah mengendurkan kawatnya tepat sebelum memutuskan jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang sudah kubilang, aku sudah dengar tentang kemampuanmu dari Stiyl.” Kanzaki kedengaran tidak tertarik. “Saat itulah aku menyadarinya. Kekuatanmu bukan dalam jumlah yang lebih besar, tapi adalah tipe yang berbeda. Sama seperti gunting-batu-kertas. Seberapa banyak pun kau menggunakan batu, kau tidak akan pernah mengalahkan kertasku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengepalkan tangannya yang berdarah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kelihatannya kau salah tentang sesuatu.” Kelihatannya menyakitkan bagi Kanzaki untuk melihatnya. “Aku tidak menyembunyikan ketidakmampuan dengan sebuah trik murahan. Shichiten Shichitou bukan sekedar hiasan saja. Di balik Nanasen adalah Yuisen&amp;lt;ref&amp;gt;Yuisen berarti “Satu Kilatan”.&amp;lt;/ref&amp;gt; yang sebenarnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkan tinju berdarahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan yang lebih penting, aku masih belum memberikan nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong jangan buat aku memberikannya, bocah.” Kanzaki menggigit bibirnya. “Aku tidak mau memberikannya lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinjunya yang terkepal gemetar. Dia jelas berbeda dari Stiyl. Dia bukan kuda poni yang hanya tahu satu trik saja. Dari paling dasar dari semua dasar dan yang paling dasar dari semua fondasi, dia terbuat benar-benar berbeda dari Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Seperti aku bisa menyerah saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, Kamijou tidak melepas kepalan tangannya. Dia tetap menutup tangan kanannya walaupun tidak bisa merasakan apa pun di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tidak menyerah ketika mencoba menoleh pada Kamijou ketika dipotong di punggungnya oleh penyihir itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kaubilang? ...Aku tidak bisa mendengarku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kubilang tutup mulutmu, dasar robot sialan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengepalkan tinjunya yang berdarah dan mencoba mengayunkannya ke wajah gadis yang berdiri di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi ujung dari sepatu bot Kanzaki menusuk ulu hatinya sebelum dia bisa melakukannya. Seluruh udara dalam paru-parunya keluar dari mulutnya dan sarung hitam Shichiten Shichitou menghantamnya di sisi wajah seperti sebuah tongkat baseball. Badannya berputar seperti tornado dan dia menghantam tanah dengan bahu lebih dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum dia bisa berteriak kesakitan, Kamijou melihat bagian bawah sepatu bot itu turun untuk menghancurkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mencoba mengghindar, dia segera berguling ke samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nanasen.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kata itu memasuki telinga Kamijou, tujuh tebasan memecahkan aspal di sekitarnya berkeping-keping. Seluruh tubuh Kamijou dihujani oleh ledakan pecahan-pecahan kecil dari segala penjuru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gh...Ah...!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggeliat kesakitan di tempatnya ketika diserang oleh rasa sakit yang intens mirip dengan dikeroyok dan dipukuli oleh lima enam orang. Kanzaki mendekatinya dengan sepatu botnya yang menggesek tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aku harus bangkit...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi kakinya terlalu lelah untuk bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu pastinya sudah cukup.” Suara kecilnya benar-benar terdengar terluka. “Tidak ada alasan bagimu untuk melakukan sejauh ini untuknya. Bertahan bahkan 30 detik melawan satu dari sepuluh penyihir teratas di London adalah pencapaian yang cukup bagus. Dia tidak akan menyalahkanmu setelah kau melakukan sejauh ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran Kamijou buram, tapi dia berhasil mengingat sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengingat kalau Index memang tidak akan menyalahkannya apa pun yang dia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tapi...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persis karena dia berlanjut menahan semuanya tanpa menyalahkan orang lainlah dia tidak bisa menyerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia ingin menyelamatkan gadis yang tersenyum begitu sempurna walau ekspresinya seharusnya adalah yang menyayat hati. &#039;&#039;&#039;(&amp;lt;!--lol ga enak. He wanted to save that girl who smiled so perfectly with that otherwise heartbreaking expression.--&amp;gt;)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memaksakan tangan kanannya yang hancur menjadi sebuah tinju seakan tangannya adalah seekor serangga yang sekarat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya masih bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya bergerak ketika dia memintanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kenapa?” bisik Kamijou dari posisinya yang terbaring di tanah. “Kelihatannya kau tidak menyukai ini. Kau tidak seperti orang bernama Stiyl itu. Kau ragu untuk membunuh musuhmu. Kau bisa dengan mudah membunuhku sejak awal kalau kau mau, tapi kau &amp;lt;i&amp;gt;tidak melakukannya&amp;lt;/i&amp;gt;. ...Kau masih punya jalan pikiran manusia yang cukup normal untuk &amp;lt;i&amp;gt;ragu&amp;lt;/i&amp;gt; mengenai hal-hal seperti itu, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki telah menanyakannya lagi dan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah meminta agar semua diselesaikan sebelum dia harus memberikan nama sihirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir &amp;lt;i&amp;gt;rune&amp;lt;/i&amp;gt; yang menamakan dirinya Stiyl Magnus tidak menunjukkan keraguan sedikit pun di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki Kaori terdiam, tapi pikiran Kamijou terlalu kabur karena seluruh rasa sakit untuk menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu kau pasti tahu, kan? Kau tahu bahwa mengejar-ngejar sorang gadis sampai dia pingsan karena lapar dan kemudian menebas punggungnya dengan pedang itu salah, kan?” Dia mengeluarkan hal itu seperti batuk darah, sementara Kanzaki hanya bisa lanjut mendengarkannya. “Apa kau tahu kalau dia tidak punya ingatan lebih dari satu tahun karena kalian? Apa-apaan yang kalian lakukan padanya sambil mengejarnya sampai menyebabkan hal seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak mendapat respon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak bisa mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mungkin bisa mengerti kalau penyihir ini mencoba mendapatkan 103.000 grimoir untuk menjadi seorang Dewa Sihir yang (katanya) bisa membengkokkan aturan-aturan dunia untuk mengabulkan permintaan seperti menyembuhkan seorang anak dengan penyakit yang tidak tersembuhkan atau melakukan sesuatu untuk kekasih yang mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi bukan itu yang sedang dilakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah bagian dari sebuah organisasi. Dia melakukan ini karena dia disuruh, karena itu adalah tugasnya, dan itu adalah yang diperintahkan padanya. Hanya itu saja yang membuatnya sampai mengejar seorang gadis dan menebas punggungnya terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa?” Kamijou mengulang, rahangnya dirapatkan. “Aku cuma pecundang yang tidak bisa menyelamatkan seorang gadis setelah mempertaruhkan nyawaku mencoba melawanmu sia-sia. Aku cuma orang lemah yang tidak bisa melakukan apa pun selain terbaring di tanah dan melihatmu membawanya pergi.” Dia terdengar seperti dia akan menangis seperti seorang anak kecil dalam waktu dekat. “Tapi kau itu berbeda, kan?” Dia tidak tahu apa yang sedang dia katakan. “Dengan kekuatanmu kau bisa melindungi siapa pun atau apa pun dan menyelamatkan apa pun atau siapa pun.” Dia tidak tahu dengan siapa dia sedang berbicara. “Jadi kenapa kau melakukan ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dia menyesal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyesali bahwa dia telah berpikir kalau dia bisa melindungi semua yang dia inginkan dengan kekuatan kecil yang dia punya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyesali bahwa seseorang dengan kekuatan sehebat itu hanya menggunakannya untuk memburu seorang gadis kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyesali bahwa situasi ini seperti mengatakan kalau dia itu bahkan lebih hina dari orang seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyesali itu semua dan dia pikir dia akan menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keheningan menumpuk di atas keheningan, menciptakan keheningan yang bahkan lebih hening.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau pikiran Kamijou sedang jernih, dia pasti akan terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang tersudut adalah Kanzaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan beberapa kata saja, dia telah menyudutkan satu dari sepuluh penyihir teratas di London.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak benar-benar bermaksud untuk membelah punggungnya. Kupikir &amp;lt;i&amp;gt;barrier&amp;lt;/i&amp;gt; dari jubah biarawati Gereja Berjalan-nya masih berfungsi... Aku hanya menebasnya karena aku benar-benar yakin itu tidak akan melukainya... Tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak mengerti apa yang Kanzaki katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak melakukan ini karena aku mau,” kata Kanzaki. “Tapi dia tidak bisa hidup kalau aku tidak melakukan ini. ...Dia akan...mati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki kedengaran seperti seorang anak yang akan menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Organisasi tempat aku berada sama dengannya. Aku berasal dari Necessarius milik Gereja Anglikan,” katanya seakan memuntahkan darah. “Dia adalah rekanku...dan temanku yang berharga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Previous [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1 Chapter1|Chapter 1]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1 Chapter3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
|-&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Undesco&amp;diff=188766</id>
		<title>User talk:Undesco</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Undesco&amp;diff=188766"/>
		<updated>2012-09-16T01:24:12Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;kalau sempet ya, lagi banyak kerjaan [[User:Xenocross|Xenocross]] ([[User talk:Xenocross|talk]]) 22:24, 26 August 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
meski yg kamu katakan give me some ideas, that&#039;s not it. Sesuatu yg bisa kamu lakukan tapi tidak bisa kamu lakukan di saat bersamaan. Kalau punya teman yg ambil filsafat..tehe.. It&#039;s confusing, even for me to explain. [[User:Tony Yon|&amp;lt;span style=&amp;quot;color:green;font:bold 10pt times new roman itc&amp;quot;&amp;gt;Tony Yon&amp;lt;/span&amp;gt;]] ([[User talk:Tony Yon#top|&amp;lt;span style=&amp;quot;color:blue;font:bold 10pt times new roman itc&amp;quot;&amp;gt;Talk&amp;lt;/span&amp;gt;]]) 06:55, 2 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya. Itu translatornya udah pada MIA semua (seenggaknya dari Toaru), haha [[User:Arczyx|Arczyx]] ([[User talk:Arczyx|talk]]) 01:29, 8 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iya kecuali TheRadiants, dia terakhir update 25 juli 2012 jadi secara teknis belum MIA, kalo mau ngambil bagian dia coba message dulu aja, kalo seminggu belum dibales ambil aja berarti. [[User:Arczyx|Arczyx]] ([[User talk:Arczyx|talk]]) 01:44, 8 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya jadi editor numpang lewat saja. Sekalian minta daftar terminologi yang dipakai. Bingung karena istilahnya ganti-ganti. -_-&#039;&lt;br /&gt;
Contoh yang sering berubah: psychic powers (istilah yang saya pakai kemampuan paranormal) dan supernatural powers (kekuatan supernatural). &lt;br /&gt;
Pernah, mungkin. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 18:48, 9 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya juga bingung sih pilihan katanya. Psikis kan berasal dari kata psike yang artinya adalah jiwa; sukma; rohani, sementara paranormal adalah sesuatu yang sulit dijelaskan dengan akal sehat/secara ilmiah. Awalnya sih saya juga mau pakai psikis, tapi akhirnya pake paranormal (meskipun di sini psychic power bisa dijelaskan secara ilmiah, lel). Oh, btw, supranatural itu nggak baku, yang baku adalah supernatural. :p [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 00:32, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya ngikut aja sih. Wah, hebat. Ternyata ga bahasa Indonesia. o_O [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 07:34, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lel, diedit. Btw, supernatural kayaknya ga perlu dimasukin. Terjemahan supernatural kan juga supernatural. Kemudian, saya udah agak lupa, tapi istilah witch, sorcerer, dan magician di Index tuh ada kaitannya dengan gender ga sih? Misalnya witch biasanya perempuan, sementara sorcerer biasanya laki-laki. Kalo magician sih biasanya penyihir pemula. Nah, di Index ada perbedaan seperti itu nggak? Kalo susah cari padanan katanya, mending tetep Inggris aja. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 08:51, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setahuku, kata ganti ku-, &#039;&#039;kau-&#039;&#039;, -ku, -mu, dan -nya emang digabung. Tapi, saya ngeditnya ga terlalu strict, sih. Yang saya gabung kebanyakan hanya kau+kata dasar+akhiran (e.g. kaupikirkan). Kalau kau+kata dasar aja, cuma kadang-kadang aja saya gabung tergantung feeling, lebih cocok digabung atau dipisah (mungkin karena kebanyakan melihat versi yang salah sih, kalau yang bener mungkin semua digabung tanpa terkecuali). Tapi kalo ada awalan tetep saya pisah (e.g. kau membawa, bukan kaumembawa). [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 19:52, 12 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Editor diedit, lel. &amp;gt;_&amp;lt;&lt;br /&gt;
Btw, part 7 ternyata cuma pake Google Translate, atau level si penterjemah cuma sebatas Google Translate. /facepalm [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 21:52, 14 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gpp sih, toh saya ini termasukk sering typo. Cuma ironis aja, soalnya editor kan harusnya kerjaannya memperbaiki typo. lel. Yang betul kuyup kok, another typo. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hm, saya juga termasuk literal kok, soalnya yang diterjemahkan adalah hasil terjemahkan (istilahnya apa ya, lupa). Seandainya terjemahan pertama udah liberal, nanti isinya bisa jauh melenceng dari aslinya kalo terjemahan keduanya ikut-ikutan liberal. Prolog dan Bab 1 yang saya edit ini juga terlalu liberal, makanya saya edit biar ga terlalu liberal (malah ada yang liberalnya keterlaluan sampai artinya berkebalikan dari Inggrisnya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
He eh, pake apostrof karena singkatan dari &#039;akan&#039; atau &#039;bukan&#039;. Kayak &#039;til dari kata until. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 02:27, 15 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
O-oishii desu... -ups, wrong reply.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata literal banget ya? Kalo pake standarnya 8thsin, mungkin masuk kategori LS-1, lel. Oh, yang guru itu ya? Tapi &#039;wajah seorang guru tertentu&#039; kok kesannya aneh gitu dibacanya... [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 20:23, 15 September 2012 (CDT)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Undesco&amp;diff=188765</id>
		<title>User talk:Undesco</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Undesco&amp;diff=188765"/>
		<updated>2012-09-16T01:23:35Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;kalau sempet ya, lagi banyak kerjaan [[User:Xenocross|Xenocross]] ([[User talk:Xenocross|talk]]) 22:24, 26 August 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
meski yg kamu katakan give me some ideas, that&#039;s not it. Sesuatu yg bisa kamu lakukan tapi tidak bisa kamu lakukan di saat bersamaan. Kalau punya teman yg ambil filsafat..tehe.. It&#039;s confusing, even for me to explain. [[User:Tony Yon|&amp;lt;span style=&amp;quot;color:green;font:bold 10pt times new roman itc&amp;quot;&amp;gt;Tony Yon&amp;lt;/span&amp;gt;]] ([[User talk:Tony Yon#top|&amp;lt;span style=&amp;quot;color:blue;font:bold 10pt times new roman itc&amp;quot;&amp;gt;Talk&amp;lt;/span&amp;gt;]]) 06:55, 2 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya. Itu translatornya udah pada MIA semua (seenggaknya dari Toaru), haha [[User:Arczyx|Arczyx]] ([[User talk:Arczyx|talk]]) 01:29, 8 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iya kecuali TheRadiants, dia terakhir update 25 juli 2012 jadi secara teknis belum MIA, kalo mau ngambil bagian dia coba message dulu aja, kalo seminggu belum dibales ambil aja berarti. [[User:Arczyx|Arczyx]] ([[User talk:Arczyx|talk]]) 01:44, 8 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya jadi editor numpang lewat saja. Sekalian minta daftar terminologi yang dipakai. Bingung karena istilahnya ganti-ganti. -_-&#039;&lt;br /&gt;
Contoh yang sering berubah: psychic powers (istilah yang saya pakai kemampuan paranormal) dan supernatural powers (kekuatan supernatural). &lt;br /&gt;
Pernah, mungkin. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 18:48, 9 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya juga bingung sih pilihan katanya. Psikis kan berasal dari kata psike yang artinya adalah jiwa; sukma; rohani, sementara paranormal adalah sesuatu yang sulit dijelaskan dengan akal sehat/secara ilmiah. Awalnya sih saya juga mau pakai psikis, tapi akhirnya pake paranormal (meskipun di sini psychic power bisa dijelaskan secara ilmiah, lel). Oh, btw, supranatural itu nggak baku, yang baku adalah supernatural. :p [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 00:32, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya ngikut aja sih. Wah, hebat. Ternyata ga bahasa Indonesia. o_O [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 07:34, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lel, diedit. Btw, supernatural kayaknya ga perlu dimasukin. Terjemahan supernatural kan juga supernatural. Kemudian, saya udah agak lupa, tapi istilah witch, sorcerer, dan magician di Index tuh ada kaitannya dengan gender ga sih? Misalnya witch biasanya perempuan, sementara sorcerer biasanya laki-laki. Kalo magician sih biasanya penyihir pemula. Nah, di Index ada perbedaan seperti itu nggak? Kalo susah cari padanan katanya, mending tetep Inggris aja. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 08:51, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setahuku, kata ganti ku-, &#039;&#039;kau-&#039;&#039;, -ku, -mu, dan -nya emang digabung. Tapi, saya ngeditnya ga terlalu strict, sih. Yang saya gabung kebanyakan hanya kau+kata dasar+akhiran (e.g. kaupikirkan). Kalau kau+kata dasar aja, cuma kadang-kadang aja saya gabung tergantung feeling, lebih cocok digabung atau dipisah (mungkin karena kebanyakan melihat versi yang salah sih, kalau yang bener mungkin semua digabung tanpa terkecuali). Tapi kalo ada awalan tetep saya pisah (e.g. kau membawa, bukan kaumembawa). [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 19:52, 12 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Editor diedit, lel. &amp;gt;_&amp;lt;&lt;br /&gt;
Btw, part 7 ternyata cuma pake Google Translate, atau level si penterjemah cuma sebatas Google Translate. /facepalm [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 21:52, 14 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gpp sih, toh saya ini termasukk sering typo. Cuma ironis aja, soalnya editor kan harusnya kerjaannya memperbaiki typo. lel. Yang betul kuyup kok, another typo. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hm, saya juga termasuk literal kok, soalnya yang diterjemahkan adalah hasil terjemahkan (istilahnya apa ya, lupa). Seandainya terjemahan pertama udah liberal, nanti isinya bisa jauh melenceng dari aslinya kalo terjemahan keduanya ikut-ikutan liberal. Prolog dan Bab 1 yang saya edit ini juga terlalu liberal, makanya saya edit biar ga terlalu liberal (malah ada yang liberalnya keterlaluan sampai artinya berkebalikan dari Inggrisnya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
He eh, pake apostrof karena singkatan dari &#039;akan&#039; atau &#039;bukan&#039;. Kayak &#039;til dari kata until. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 02:27, 15 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
O-oishii desu... -ups, wrong reply.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata literal banget ya? Kalo pake standarnya 8thsin, mungkin masuk kategori LS-1, lel. Oh, yang guru itu ya? Tapi &#039;wajah seorang guru tertentu&#039; kok kesannya aneh gitu dibacanya... [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 20:23, 15 September 2012 (CDT)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter2&amp;diff=188685</id>
		<title>Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1 Chapter2</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter2&amp;diff=188685"/>
		<updated>2012-09-15T17:35:32Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: /* Part 1 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 2: Si Ilusionis Memberikan Kematian. The_7th-Egde.==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu malam. Sirene beberapa truk pemadam kebakaran dan sebuah ambulan meraung dari jalan utama dan melewatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asrama itu kelihatannya hampir seluruhnya sudah kosong, tapi alarm kebakaran yang berbunyi dan &#039;&#039;sprinkler&#039;&#039; yang terus menyirami gedung menandakan telah terjadi suatu peristiwa di sana. Dalam waktu singkat, asrama yang kosong itu sudah diisi dengan truk pemadam kebakaran dan orang-orang yang menonton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou telah menggunakan tangan kanannya untuk menghancurkan fungsi pelacak pada kerudung milik Index di kamarnya sebelum membawanya. Kalau dia membiarkannya tetap aktif dan asal membuangnya, dia mungkin bisa mengelabui para pengejar, tapi gadis itu dengan keras kepala memaksa kalau dia ingin membawa kerudungnya tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma mendecakkan lidahnya di sebuah gang. Dia menggendong tubuh berdarah Index di tangannya karena dia tidak bisa membiarkan lukanya menyentuh tanah yang kotor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak bisa menyerahkan Index ke ambulans.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City pada dasarnya tidak menyukai kehadiran orang luar. Itulah kenapa kota ini membangun dinding yang mengelilingi kota dan meluncurkan tiga satelit yang secara nonstop memonitor semuanya. Bahkan para pengemudi truk yang menyuplai toko serba ada memerlukan kartu ID eksklusif untuk masuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, informasi tentang orang luar tanpa ID seperti Index akan tersebar kalau dia dirawat di rumah sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan musuhnya adalah bagian dari sebuah organisasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia diserang di sana, orang-orang di sekitarnya bisa ikut terlibat. Apalagi jika diserang saat sedang memulihkan diri atau sedang dioperasi, dia pasti semakin tidak berdaya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi aku tidak bisa hanya meninggalkannya seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku...akan baik-baik saja. Kalau kau...bisa menghentikan pendarahannya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Index terdengar lemah dan tidak menunjukkan tanda-tanda dari suara mekanis yang dia gunakan ketika menjelaskan tentang &#039;&#039;rune&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan itulah kenapa Kamijou segera tahu kalau apa yang dikatakannya itu salah. Lukanya tak bisa ditangani oleh seorang amatir dengan membalut perban di sekelilingnya. Kamijou terbiasa berkelahi, jadi dia memberi pertolongan pertama pada dirinya sendiri untuk kebanyakan luka yang menurutnya lebih baik dirahasiakan. Tapi luka di punggungnya cukup parah sampai-sampai membuat Kamijou kehilangan ketenangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinggal satu hal tersisa yang bisa mereka andalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia masih tidak memercayainya, tapi dia tidak punya apa-apa yang lain untuk dipercayai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, hei! Kau bisa mendengarku?” Kamijou menampar pipi Index pelan. “Apakah ada sesuatu yang bisa menyembuhkan luka dalam 103.000 grimoir milikmu itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sihir dalam benak Kamijou tidak lebih dari sihir serangan dan sihir pemulihan dari RPG.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar Index telah mengatakan kalau dia secara alami tidak bisa menangani kekuatan sihir dan karenanya tidak bisa menggunakan sihir, tapi Kamijou bisa menangani kekuatan supernatural, jadi cukup jika Index memberitahunya apa yang perlu dia lakukan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernapasan Index tipis, tapi lebih karena kehilangan darah dibanding rasa sakit. Bibir pucatnya bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada...tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Kamijou menjadi cerah sejenak sampai kata “tapi” mencapai pikirannya dengan terlambat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau...tidak bisa melakukannya...” Index mengeluarkan napas kecil. “Bahkan kalau aku...mengajarkanmu mantranya...kekuatanmu pasti... akan menghalangi ...aduh...bahkan kalau kau...menirunya dengan sempurna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat ke arah tangan kanannya dengan syok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imagine Breaker. Kekuatan yang bersemayam di sana memang telah meniadakan api milik Stiyl secara utuh. Jadi ada kemungkinan kalau itu akan meniadakan sihir pemulihan Index dengan cara yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial! Lagi-lagi... Kenapa tangan kanan ini selalu saja mengganggu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi itu cuma berarti dia perlu memanggil seseorang. Seperti Aogami Pierce atau si gadis Biri-Biri Misaka Mikoto. Wajah beberapa orang tangguh yang tidak perlu dia khawatirkan kalau terlibat masalah seperti ini mengambang di pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?” Index terdiam sejenak. “Bukan... Bukan itu yang aku maksud.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan tangan kananmu... Masalahnya adalah... kau itu seorang esper.” Di malam yang panas itu, dia menggigil seperti berada di atas gunung bersalju di tengah musim dingin. “Sihir itu bukan...sesuatu yang bisa digunakan oleh ‘orang-orang berbakat’ seperti kalian, para esper. ‘Orang-orang tak berbakat’ ingin melakukan...apa yang ‘orang-orang berbakat’ bisa lakukan...jadi mereka menciptakan mantra dan ritual tertentu...yang dikenal sebagai sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou sudah akan berteriak, “Ini bukan waktunya untuk penjelasan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak mengerti...? &#039;&#039;Penyirkuitannya berbeda antara ‘orang-orang berbakat’ dan ‘orang-orang tak berbakat’... ‘Orang-orang berbakat’ tidak bisa menggunakan sistem yang diciptakan...untuk ‘orang-orang tak berbakat’...&#039;&#039;”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap-...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou diam seribu bahasa. Memang benar kalau obat-obatan dan elektroda-elektroda digunakan pada esper-esper seperti Kamijou untuk &#039;&#039;dengan paksa mengembangkan penyirkuitan otak mereka dengan cara yang berbeda dengan manusia biasa&#039;&#039;. Memang benar kalau tubuh mereka &#039;&#039;berbeda dengan yang lainnya&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia tidak bisa memercayainya. Tidak, dia tidak &#039;&#039;mau&#039;&#039; memercayainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.3 juta pelajar tinggal di Academy City. Tiap-tiap dari mereka telah melalui Kurikulum pengembangan kekuatan. Bahkan walaupun kau tidak bisa tahu dengan melihat mereka, bahkan kalau mereka tidak bisa membengkokkan sendok meskipun telah berusaha begitu keras hingga pembuluh darah di otak mereka pecah, dan &#039;&#039;bahkan kalau mereka adalah yang terlemah dari para esper, mereka memang terbuat berbeda dari orang biasa&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, orang-orang yang tinggal di kota itu tidak bisa menggunakan sihir, hal satu-satunya yang bisa menyelamatkan gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada satu cara untuk menyelamatkan orang yang berbaring di depannya, tapi tidak ada yang bisa menyelamatkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial...” Kamijou menampakkan gigi taringnya seperti hewan buas. “Kenapa ini bisa terjadi? Kenapa ini bisa terjadi!? Apa-apaan ini!? Bagaimana mungkin ini adil!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh Index semakin gemetaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beban yang menurut Kamijou paling sulit dipikul adalah bahwa &#039;&#039;gadis itu dihukum karena ketidakmampuan dirinya sendiri&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ ‘Berbakat’ pantatmu,” umpatnya. “Aku bahkan tidak bisa menyelamatkan gadis yang menderita di depan mataku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia tidak bisa memikirkan cara lain untuk menyelesaikan situasi itu. Fakta bahwa 2.3 juta pelajar yang tinggal di kota itu tidak bisa menggunakan sihir adalah peraturan yang perlu dia pecahkan lebih dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tiba-tiba menyadari sesuatu yang aneh tentang apa yang telah dia pikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Pelajar?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, orang biasa ‘tak berbakat’ mana pun bisa menggunakan sihir, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Eh? Iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan tak akan berakhir sia-sia karena orang itu tidak punya bakat dalam sihir, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak...perlu khawatir tentang itu... Selama mereka mempersiapkannya dan melakukannya dengan benar...bahkan murid SMP pun seharusnya bisa melakukannya.” Index berpikir sejenak. “Tapi kalau mereka salah urutannya, jalur-jalur di otak mereka dan penyirkuitan syarafnya bisa hangus... Tapi dengan pengetahuan dari 103.000 grimoir milikku, tidak akan ada masalah. Jangan khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa berpikir, dia melihat ke atas seakan ingin melolong ke bulan di langit malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar terdapat 2.3 juta pelajar tinggal di Academy City dan bahwa mereka semua telah dikembangkan supaya memiliki semacam kekuatan psikis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, para guru yang mengembangkan mereka adalah manusia normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kuharap dia belum tidur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah seorang guru muncul dalam pikiran Kamijou Touma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Tsukuyomi Komoe, guru wali kelasnya dengan tinggi 135 cm, yang masih cocok memakai sebuah &#039;&#039;randoseru&#039;&#039; merah&amp;lt;ref&amp;gt;Di Jepang, anak TK biasanya memakai ransel merah.&amp;lt;/ref&amp;gt; walaupun dia adalah seorang guru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggunakan sebuah telepon umum untuk mendapatkan alamat Komoe-sensei dari Aogami Pierce. (Kamijou telah menjatuhkan dan merusakkan teleponnya pagi itu. Kenapa Aogami Pierce tahu alamat rumah Komoe adalah sebuah misteri. Kamijou curiga kalau dia adalah seorang &#039;&#039;stalker&#039;&#039;.) Kamijou lalu mulai berjalan dengan tubuh lemas Index di punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini tempatnya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tiba setelah 15 menit berjalan dari lorong belakang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat tidak cocok dengan penampilan umur 12 tahunnya, rumahnya berada di gedung apartemen kayu dua tingkat yang kelihatan sangat tua dan bobrok hingga Kamijou merasa kalau itu pasti sudah bertahan dari pengeboman Tokyo. Karena mesin cucinya ada tepat di lorong luar, gedung itu pasti tidak punya kamar mandi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biasanya, Kamijou akan membuat lelucon tentang itu untuk sepuluh menit ke depan, tapi dia bahkan tidak tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memeriksa papan nama di pintu-pintu di lantai satu, dia menaiki tangga metal yang bobrok dan berkarat dan mengecek pintu-pintu di atas sana. Ketika dia sampai ke pintu paling jauh ke belakang di lantai 2, dia akhirnya menemukan “Tsukuyomi Komoe” yang tertulis dalam hiragana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou membunyikan belnya dua kali dan kemudian menendang pintu itu dengan seluruh kekuatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakinya yang menghantam pintu mengeluarkan suara keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi pintu itu tidak goyah sedikit pun. Seperti biasa, Kamijou Touma punya kesialan karena dia merasa mendengar suara retak dari jempol besarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“~ ~ ~!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, iya, iyaaa! Pintu anti-&#039;&#039;salesman&#039;&#039; koran itu adalah satu-satunya yang kokoh di sini. Aku akan membukanya, oke?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kenapa aku tidak tunggu saja?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kamijou memikirkan itu dengan mata berkaca-kaca, pintunya terbuka dan kepala Komoe-sensei yang memakai piyama menyembul melalui celahnya. Ekspresi rileksnya membuat jelas kalau dia tidak bisa melihat luka di punggung Index dari posisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wa, Kamijou-chan. Apa kau mulai kerja sambilan sebagai &#039;&#039;salesman&#039;&#039; koran?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Koran mana yang pekerjanya meminta orang lain dengan seorang biarawati di punggungnya?” kata Kamijou dengan tidak senang. “Aku ada dalam sedikit masalah, jadi aku akan masuk. Permisi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-tunggu, tunggu, tunggu!” Komoe-sensei dengan panik mencoba menghalangi jalan Kamijou ketika dia mendorongnya ke samping. “A-aku tidak bisa membiarkanmu tiba-tiba masuk ke kamarku. Dan itu bukan hanya karena kamarku adalah sebuah kekacauan dengan kaleng bir kosong mengotori lantai dan ujung rokok yang menumpuk di asbak!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v01_127.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Coba lihat kalau kau bisa membuat lelucon yang sama setelah melihat apa yang kubawa di punggungku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-aku tidak bercanda! ...Gyahhh!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi sekarang kau menyadarinya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tadi tidak melihat kalau kau terluka begitu parah di punggungmu, Kamijou-chan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei mulai panik karena tiba-tiba melihat darah dan Kamijou akhirnya berhasil mendorongnya ke samping dan memasuki kamar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamar itu kelihatan seperti kamar milik seorang lelaki paruh baya yang suka bertaruh di balapan kuda.  Lantai tatami yang sudah usang, kaleng bir kosong yang tak terhitung terlempar di atasnya, dan asbak perak itu, benar-benar ada gunung ujung rokok di dalamnya. Seperti sebuah lelucon, bahkan ada meja teh tipe yang seorang bapak keras kepala akan balikkan di tengah ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku mengerti. Jadi kau tidak bercanda.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurasa ini bukan waktu yang tepat, tapi apa kau punya masalah dengan gadis yang merokok?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasa itu bukan masalah yang tepat ketika dia melihat wali kelasnya yang kelihatan berumur 12 tahun dan menendang beberapa kaleng bir yang menghalangi untuk membuka tempat kosong.  Dia tidak ingin duduk di lantai tatami yang usang, tapi tidak ada waktu untuk khawatir tentang mempersiapkan sebuah futon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membaringkan Index telungkup di lantai untuk memastikan lukanya tidak menyentuh lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara bajunya koyak menyembunyikan luka sebenarnya dari penglihatan, tapi cairan merah pekat mengalir keluar seperti minyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-bukankah seharusnya kau memanggil ambulans? T-teleponnya ada di sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei menunjuk ke arah satu sudut ruangan dengan tangan gemetar. Entah kenapa, teleponnya adalah telepon hitam dengan dial berputar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Mana&#039;&#039; dalam darah sedang mengalir keluar bersama darah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dan Komoe-sensi dengan refleks berbalik ke arah Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index masih terbaring lemas di lantai, tapi matanya dengan hening terbuka bahkan ketika kepalanya terbaring di sisinya seperti sebuah boneka rusak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya lebih dingin dari cahaya bulan yang pucat dan lebih tepat dari gerigi sebuah jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya benar-benar tenteram sempurna hingga membuatnya seperti bukan milik manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Peringatan: Bab 2, Ayat 6. Hilangnya daya kehidupan yang dikenal sebagai &#039;&#039;mana&#039;&#039; karena kehilangan darah telah melebihi jumlah tertentu, jadi Pena John sedang dibangunkan dengan paksa. ...Jika situasi ini terus berlanjut, tubuhku akan kehilangan daya kehidupan minimum yang diperlukan dan meninggal dunia dalam waktu sekitar 15 menit sesuai dengan standar menit internasional yang didefinisikan oleh menara jam di London. Akan sangat bagus jika kau mengikuti instruksi yang akan aku berikan untuk melakukan perawatan yang paling efisien.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei memandang Index dengan syok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak bisa menyalahkannya. Bahkan walaupun dia telah mendengar suara itu sekali sebelumnya, dia sama sekali tidak bisa terbiasa dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melirik ke Komoe-sensei dan berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia memintanya melakukan sihir secara terang-terangan, dia pasti akan berkata kalau itu bukan waktunya untuk berpura-pura menjadi gadis penyihir dan dia terlalu tua untuk hal-hal seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi bagaimana dia harus meyakinkannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm. Sensei, Sensei. Karena ini keadaan darurat, aku akan menjelaskannya dengan singkat. Aku perlu memberitahukanmu sebuah rahasia, jadi ke sinilah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melambaikan tangannya seperti sedang memanggil seekor anjing kecil dan Komoe-sensei mendekatinya tanpa berhati-hati sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf,” pinta maaf Kamijou pada Index di antara napasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengangkat bajunya yang koyak untuk memperlihatkan luka parah yang tersembunyi di bawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ee!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak bisa menyalahkan Komoe-sensei yang melompat terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lukanya sangat parah hingga bahkan mengejutkan Kamijou. Lukanya berbentuk garis lurus horizontal sepanjang punggungnya seakan punggungnya adalah kotak karton yang seseorang telah potong menggunakan penggaris dan &#039;&#039;cutter&#039;&#039;. Di balik darah merah, otot warna pink, lemak warna kuning, dan bahkan sesuatu yang keras dan putih yang sepertinya adalah tulang belakangnya bisa terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau luka itu dilihat sebagai mulut warna merah, bibir di sekitarnya telah menjadi sangat pucat seperti seseorang yang telah berada di dalam kolam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gh...” Kamijou mendorong pergi rasa pusingnya dan dengan hati-hati menurunkan pakaian yang basah oleh darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika pakaian itu menyentuh lukanya, mata sedingin es Index tidak bergerak sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sesei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Iya!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan memanggil ambulans. Selama itu, kau dengarkan apa yang gadis ini katakan dan lakukan apa pun yang dia katakan... Cukup pastikan dia tidak kehilangan kesadaran. Seperti yang bisa kau lihat dari pakaiannya, dia seorang yang religius. Terima kasih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia memandangnya tidak lebih dari sekedar menghibur gadis itu, dia akan terus memandang sihir sebagai sesuatu yang tidak mungkin. Karena itu, Kamijou telah mengubah fokus pikiran Komoe-sensei dari merawat lukanya menjadi melanjutkan percakapan itu dengan cara apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei mengangguk dengan ekspresi yang sangat serius dan wajah yang pucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau sebuah ambulans tiba sebelum sihir itu selesai, “penghiburan” itu akan berakhir. Itu berarti dia sebenarnya tidak bisa memanggil ambulans.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi hanya itu saja tidak berarti Kamijou harus pergi. Bagaimanapun juga, dia cukup memanggil 117 dengan telepon hitam kamar itu dan berpura-pura sedang memanggil ambulans padahal sebenarnya berbicara dengan rekaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah sebenarnya ada di tempat lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Index,” kata Kamijou pelan pada Index yang tetap berbaring lemah di lantai. “Adakah yang bisa kulakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada. Pilihan terbaik adalah perginya kau.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemilihan kata yang terlalu jelas dan langsung membuat Kamijou mengepalkan tinju tangannya begitu kerasnya hingga menyakitkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang Kamijou bisa lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan semua itu karena tangan kanannya yang akan meniadakan sihir pemulihan hanya dengan berada di ruangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kalau begitu, Sensei. Aku akan pergi mencari telepon umum.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu...eh? Kamijou-chan, aku punya telepon di si—...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengacuhkan perkataan Komoe-sensei, membuka pintu, dan meninggalkan kamar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menggertakkan giginya karena fakta bahwa &#039;&#039;dia tidak bisa melakukan apa pun selain meninggalkan tempat itu&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berlari melintasi kota di malam hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika berlari, dia mengepalkan tangan kanannya yang bisa meniadakan bahkan sistem milik tuhan tapi tidak bisa melindungi satu orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Kamijou Touma meninggalkan kamar itu, Index menggerakkan bibir pucatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jam berapa sekarang dalam Waktu Standar Jepang? Dan juga, tanggal berapa ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang jam 8.30 PM tanggal 20 Juli...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sepertinya tidak melihat jam. Apakah waktu itu akurat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak punya jam di kamarku, tapi jam internalku itu akurat sampai detik-detiknya, jadi jangan khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak perlu meragukan aku seperti itu. Aku pernah dengar kalau beberapa joki punya jam internal yang akurat hingga persepuluh detik dan kau bisa mengaturnya dengan kebiasaan makan tertentu dan ritme aktivitas tertentu,” balas Komoe-sensei bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mungkin bukan seorang esper, tapi dia memang seorang warga Academy City. Pemikiran tentang tingkat pengetahuan mana yang normal dalam bidang medis dan ilmiah berbeda di antara orang-orang yang ada di dalam kota dan orang-orang di luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih berbaring telungkup di lantai, Index melirik ke luar jendela hanya dengan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dari lokasi bintang dan sudut bulan...yang sesuai dengan arah Sirius dengan galat sebesar 0.038. Sekarang untuk memeriksa sekali lagi. Waktu sekarang dalam Waktu Standar Jepang adalah 8.30 PM tanggal 20 Juli, apakah itu benar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya. Yah, secara teknis sekarang sudah 53 detik lewat, tapi... Ah, jangan!! Jangan bangkit!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei dengan panik mencoba mendorong Index berbaring ketika dia mencoba untuk duduk yang akan melukai tubuhnya yang sudah terluka lebih jauh, tapi pandangan Index tidak goyah sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangannya tidak menakutkan ataupun menusuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua emosi hilang dari matanya seperti sebuah steker telah dimatikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada tanda keberadaan nyata di matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan-akan nyawanya telah hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada masalah. Ini bisa ditumbuhkan kembali,” kata Index sambil menuju meja teh di tengah ruangan. “Saat ini sedang di dekat ujung Cancer. Waktunya antara jam 8 dan 12 tengah malam. Arahnya adalah Barat. Di bawah perlindungan Undine, peran malaikatnya adalah sebagai cherub...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Komoe-sensei yang menelan napas bisa terdengar ke seluruh ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak terduga, Index mulai menggambar suatu bentuk di atas meja teh kecil itu dengan jarinya yang berdarah. Bahkan mereka yang tidak tahu sebuah lingkaran sihir itu apa akan menyadari kalau itu adalah sesuatu yang religius. Komoe-sensei sudah takut-takut,  tapi sekarang sesuatu memberatinya hingga dia tidak bisa bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menggambar lingkaran darah yang mengisi meja teh, Index menggambar simbol berbentuk bintang yang dikenal sebagai pentagram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulisan dalam bahasa aneh tertulis di sekelilingnya. Kata-kata itu sepertinya adalah hal yang sama dengan yang Index gumamkan. Dia telah bertanya tentang rasi bintang dan waktu karena kata-kata yang ditulis berubah berdasarkan waktu dan musim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Index mempersiapkan sihirnya, dia tidak menunjukkan kelemahan seseorang yang terluka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fokusnya yang ekstrim membuat seperti rasa sakitnya telah diputuskan untuk sementara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa dingin diam-diam turun di punggung Komoe-sensei ketka dia mendengar tetesan darah yang keluar dari punggung gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-a-a-apa ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sihir.” Index berhenti setelah satu kata itu. “Aku sekarang akan membutuhkan tubuhmu dan bantuanmu. Kalau kau melakukan seperti yang kukataan, tidak ada yang akan menemui kesialan dan kau tidak akan menjadi sasaran dari dendam seseorang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-bagaimana bisa kau mengatakan itu dengan tenang!? Cukup berbaring dan tunggu ambulans! Umm...perban, perban. Dengan luka separah ini, aku perlu mengikat daerah sekitar arteri untuk menghentikan aliran darah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perawatan setingkat itu tidak bisa menutup lukaku dengan sempurna. Aku tidak familiar dengan istilah ambulans, tapi apakah itu bisa menutup luka ini dengan sempurna dalam waktu 15 menit berikutnya dan menyuplaiku dengan tingkat &#039;&#039;mana&#039;&#039; yang dibutuhkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar sebuah ambulans akan memakan waktu 10 menit untuk tiba bahkan kalau mereka memanggilnya tepat saat itu. Akan memakan waktu yang sama untuk membawanya ke rumah sakit dan perawatannya tidak akan dimulai tepat saat dia tiba di rumah sakit. Komoe-sensei tidak terlalu mengerti apa arti istilah &#039;&#039;occult&#039;&#039; seperti &#039;&#039;mana&#039;&#039;, tapi memang benar kalau hanya menutup luka tidak akan mengembalikan staminanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan kalau luka itu ditutup tepat saat itu dengan jarum dan benang, akankah gadis pucat itu jadi terlalu lemah untuk hidup cukup lama untuk memulihkan semua staminanya yang hilang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong,” kata Index tanpa mengubah ekspresinya sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Campuran darah segar dan air liur menetes dari sudut mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada intensitas di dirinya. Tidak ada pula yang menakutkan dalam dirinya. Tapi ketenangan dan kesabarannya lebih menakutkan dari keduanya. Bagaimana apa pun yang dia lakukan seperti melebarkan lukanya membuatnya seperti sebuah mesin rusak yang terus bekerja tanpa menyadari kalau ada yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kalau aku melakukan sesuatu yang membuatnya melawanku, situasinya bisa menjadi lebih buruk.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei menghela napas. Dia tentu saja tidak percaya sihir. Walaupun begitu, Kamijou telah memintanya untuk tetap melanjutkan percakapan agar memastikan gadis itu tidak kehilangan kesadarannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang bisa dia lakukan hanya mencoba agar tidak memprovokasi gadis yang duduk di depannya dan menaruh harapannya pada Kamijou agar memanggil ambulans secepat mungkin —atau  lebih cepat lagi— dan pada pertolongann pertama yang baik dari EMT di dalam ambulans.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi apa yang harus kulakukan? Aku bukan seorang gadis penyihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku berterima kasih atas kerjasamamu. Pertama...ambil itu...itu...apa nama benda hitam itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“? Oh, itu adalah [ı]memory card video game.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“??? ...Yah, baiklah. Bagaimanapun juga, ambil benda hitam itu dan tempatkan di tengah meja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Secara teknis, itu adalah meja teh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei melakukan seperti yang diperintahkan dan meletakkan &#039;&#039;memory card&#039;&#039; di tengah meja teh. Dia kemudian mengambil sebuah kotak ujung pensil mekanik, sebuah kotak coklat kosong, dan dua buku sampul tipis dan meletakkannya di atas meja juga. Dia juga mengambil dua figurin kecil yang didapatnya dari makanannya, dan menjejerkannya bersebelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei bertanya-tanya apa maksudnya, tapi Index masih benar-benar serius walaupun kelihatan seperti akan pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua keluhan Komoe-sensei menghilang di depan pandangan setajam pedang Jepang yang datang dari wajah pucat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ini? Kau menyebutnya sihir, tapi bukankah ini cuma bermain boneka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang, semuanya terlihat sebagai versi miniatur dari kamar itu. &#039;&#039;Memory card&#039;&#039; adalah meja teh, dua buku yang berdiri adalah lemari buku dan lemari baju, dan dua figurin itu berada di tempat yang sama persis dengan kedua orang di dalam kamar itu. Ketika manik-manik kaca disebarkan ke atas meja teh, manik-manik itu seperti berhenti di tempat-tempat yang benar-benar meniru kaleng bir yang berserakan di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahannya tidak menjadi masalah. Sama seperti bagaimana sebuah kaca pembesar tetap membesarkan tanpa peduli kalau lensanya terbuat dari kaca atau plastik. Selama bentuk dan perannya sama, upacara ini mungkin dilakukan,” gumam Index dibanjiri keringat. “Aku hanya perlu kau untuk secara akurat menjalankan instruksiku. Kalau kau salah dalam urutannya, jalur-jalur di otakmu dan penyirkuitan syarafmu bisa terbakar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“???”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengatakan kalau kegagalan akan mengubah tubuhmu menjadi daging cincang dan membunuhmu. Tolong hati-hati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bh!?” Komoe-sensei hampir muntah, tapi Index melanjutkan tanpa memedulikannya sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita sekarang akan membuat kuil bagi malaikat untuk turun ke dalamnya. Ikuti aku dan bernyanyilah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang Index katakan setelah itu bukan lagi kata-kata dan menjadi tidak lain tapi sebuah suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa memikirkan artinya, Komoe-sensei mencoba meniru nadanya dalam sesuatu seperti senandung atau nyanyian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kyahh!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, figurin di atas meja teh mulai “bernyanyi” bersama. “Kyahh!?” teriak salah satunya dengan waktu yang persis sama. Figurin itu bergetar. Sama seperti getaran yang dipancarkan sepanjang tali pada telepon tali dan keluar sebagai suara di gelas kertas di ujung lain, figurin itu bergetar dan mereproduksi suara Komoe-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan Komoe-sensei tidak panik dan lari keluar dari kamar itu tepat saat itu juga kemungkinan karena dia tinggal di sebuah kota dengan 2.3 juta esper di dalamnya. Manusia biasa akan berpikir kalau mereka sudah menjadi gila.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sambungan selesai.” Suara Index dan suara dari meja teh membuatnya terdengar ganda. “Kuil yang dibuat di atas meja telah tersambung dengan kamar ini. Secara sederhana, semua yang terjadi di ruangan ini akan terjadi di meja dan semua yang terjadi di meja akan terjadi di ruangan ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mendorong pelan meja teh itu dengan kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat saat itu, seluruh apartemen bergoyang di bawah kaki Komoe-sensei seakan terkena guncangan hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bisa merasakan udara pengap kamar itu menjadi sebersih udara di hutan di pagi hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tidak ada sesuatu seperti malaikat. Yang ada di sana hanyalah apa yang hanya bisa dideskripsikan sebagai keberadaan yang tak terlihat. Perasaan aneh menyerbu seluruh tubuh Komoe-sensei seakan dia sedang diawasi oleh ribuan bola mata dari segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian Index tiba-tiba berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bayangkan! Bayangkan seorang malaikat emas dengan tubuh anak-anak! Bayangkan seorang malaikat cantik dengan dua sayap!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika melaksanakan sihir, menentukan medan itu penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai contoh, sebuah kerikil yang dilempar ke laut tidak menimbulkan riak yang besar. Tapi sebuah kerikil yang dijatuhkan ke dalam ember akan menimbulkan riak yang cukup besar. Sama dengan itu. Untuk mengubah dunia dengan sihir, medan tempat pengubahan akan terjadi perlu dibatasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang pelindung adalah tuhan sementara dalam sebuah dunia yang dibatasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau seseorang membayangkan seorang pelindung dengan benar, menyatakan bentuknya, dan mengontrolnya dengan bebas, orang itu bisa dengan mudah menyebabkan hal-hal misterius terjadi dalam medan terbatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei tidak menerima penjelasan seperti itu dan dia kesulitan membayangkan seorang malaikat. Istilah “malaikat emas” hanya membuatnya memikirkan benda yang tentang satu yang emas atau lima yang perak.&amp;lt;ref&amp;gt;Ini adalah referensi pada permen Jepang yang dikenal sebagai Chocoballs. Kalau kau beruntung, bungkusnya akan memiliki entah satu malaikat emas atau malaikat perak tercetak di atasnya. Satu malaikat emas atau lima malaikat perak bisa ditukarkan dengan sekaleng mainan.&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika bayangan dalam pikiran Komoe-sensei kehilangan koherensi, keberadaan di sekitarnya juga ikut dan kehilangan bentuknya. Perasaan tidak menyenangkan menuruni punggung Komoe-sensei seakan dia dibalut dalam lumpur busuk dari bawah rawa-rawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cukup bayangkan saja! Ini tidak akan benar-benar memanggil seorang malaikat. Itu hanyalah kumpulan &#039;&#039;mana&#039;&#039; yang tak terlihat. Itu akan mengambil bentuk sesuai keinginanmu sebagai pengguna sihir!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pasti telah benar-benar putus asa bahkan suara dingin mekanis Index menjadi setajam titisan es.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Komoe-sensei melebar karena perubahan tiba-tiba itu dan dengan segera mulai bergumam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Malaikat lucu, malaikat lucu, malaikat lucu.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan buram, dia dengan panik mengingat sebuah gambar seorang gadis malaikat yang telah dia lihat dalam sebuah manga shoujo jauh sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa pun itu yang terasa seperti lumpur tak terlihat yang berada di udara ruangan itu mengambil bentuk seakan telah dipaksa masuk ke dalam balon berbentuk manusia...atau setidaknya kelihatan seperti itu bagi Komoe-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia dengan takut-takut membuka matanya untuk memeriksa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Hah? &#039;&#039;Ini sebenarnya tidak memanggil seorang malaikat&#039;&#039;?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika keraguan itu memasuki pikirannya, balon air berbentuk manusia itu meledak dan lumpur tak terlihat itu terserak ke seluruh ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kyahh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Pembentukan bentuknya telah gagal.” Index melihat ke sekeliling dengan pandangan tajamnya. “Jika kuil ini paling tidak dilindungi oleh seorang Undine warna biru, itu cukup. ...Lanjutkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-katanya cukup positif, tapi mata Index seperti tidak tersenyum sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei tersentak seperti seorang anak yang orang tuanya baru saja melihat hasil tes gagal yang dia coba sembunyikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bernyanyilah. Ini akan selesai hanya dengan sedikit lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perinyah tajam itu tidak membiarkan Komoe-sensei kehilangan ketenangannya walaupun kebingungannya yang meningkat dan pikirannya yang mengendur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index, Komoe-sensei, dan kedua figurin di atas meja bernyanyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Punggung figurin Index di atas meja mulai meleleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti karet yang didekatkan pada mancis. Meleleh, permukaannya kehilangan ketidakberaturannya, menjadi mulus, mendingin dan mengeras sekali lagi, dan bentuknya kembali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei merasa seperti hatinya sedang membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, Index sedang duduk di seberang meja teh darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak punya keberanian untuk mengitarinya dan melihat apa yang terjadi pada punggung Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah pucat Index ditutupi keringat berminyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata seperti kacanya masih tidak menunjukkan tanda kesakitan atau penderitaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pengembalian &#039;&#039;mana&#039;&#039; dan penstabilan kondisi telah dikonfirmasi. Mengembalikan Pena John ke mode tidur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti sebuah tombol telah ditekan, cahaya lembut kembali ke mata Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti api yang dinyalakan di perapian yang dingin, kehangatan mengisi atmosfer kamar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan di mata Index sangat baik dan hangat hingga Komoe-sensei harus merasakan kehangatan itu. Itu adalah pandangan seorang gadis biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang kalau pelindung yang sudah turun kembali dan kuil ini dihancurkan, semuanya akan berakhir.” Index tersenyum susah payah. “Inilah sihir itu. Sama seperti apel dan ringo&amp;lt;ref&amp;gt;Ringo adalah bahasa Jepang untuk apel.&amp;lt;/ref&amp;gt; berarti hal yang sama. Kau tidak memerlukan tongkat kaca ketika payung plastik itu sama jernihnya. Sama seperti kartu tarot. Selama desain dan nomornya cocok, kau bisa melakukan ramalan dengan potongan dari belakang manga shoujo.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keringat Index tidak berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei menjadi bahkan lebih takut. Dia mulai berpikir kalau apa yang telah dia lakukan hanya membuat kondisi Index lebih buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir.” Saat itu Index kelihatan siap untuk pingsan. “Sama seperti demam. Kau membutuhkan kekuatanmu sendiri untuk sembuh. Lukanya sendiri sudah tertutup, jadi aku akan baik-baik saka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah dia mengatakan itu, Index tumbang ke samping. Figurinnya juga jatuh. Meja teh itu bergoyang sedikit dan kamar yang terhubung dengannya diserbu oleh guncangan hebat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei baru saja akan berlari mengelilingi meja teh menuju Index, tapi Index mulai bernyanyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Komoe-sensei mengikutinya dan menyanyikan satu lagu terakhir, suasana aneh itu kembali menjadi suasana pengap biasa dari apartemen itu. Komoe-sensei dengan hati-hati menggoyangkan meja tehnya, tapi tidak ada yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Syukurlah.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Komoe-sensei menutup matanya lega, Index berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei berpikir kalau siapa pun akan lega kalau luka mematikan mereka sembuh, tapi biarawati itu mengatakan sesuatu yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Aku senang aku tidak membebani siapa pun dengan apa pun&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei memandang Index terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...&#039;&#039;Kalau aku mati di sini, dia mungkin harus menanggung beban&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index menutup matanya seperti sedang bermimpi dan tidak mengatakan hal lain. Ketika gadis itu dipotong di punggungnya dan pingsan dan ketika dia melakukan ritual aneh itu, dia tidak pernah satu kali pun memikirkan dirinya sendiri. Dia memikirkan orang yang telah membawanya ke sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei tidak bisa berpikir seperti itu. Dia tidak punya seseorang untuk dipikirkan seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa dia menanyakan satu hal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia yakin Index sudah tertidur dan tidak akan mendengarnya, tapi karena itulah dia menanyakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan walaupun begitu, gadis itu menjawab dengan dengan matanya masih tertutup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak pernah merasa seperti itu pada orang lain sebelumnya dan dia tidak tahu perasaan apa itu. Tapi ketika dia menjadi marah untuknya ketika menghadapi penyihir itu, dia ingin orang itu lari bahkan kalau dia harus merangkak padanya dan memaksanya. Dan ketika dia telah lari dari Innocentius, dia berpikir kalau dia akan menangis ketika orang itu kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak benar-benar mengerti, tapi ketika dia bersamanya, tidak ada hal yang berjalan seperti dia inginkan dan dia merasa seperti didorong-dorong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan walaupun, begitu hal-hal yang tidak bisa diperkirakan itu begitu menyenangkan dan membuatnya bahagia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak tahu perasaan apa itu, walau begitu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, Index tertidur lelap dengan senyuman di wajahnya seperti sedang bermimpi indah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah fajar tiba, gejala yang terlihat sangat mirip dengan gejala pilek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tidak bisa keluar dari tempat tidur karena panas tinggi dan sakit kepala. Hidungnya tidak ingusan dan suaranya tidak serak karena itu terjadi bukan karena virus. Hanya masalah mengembalikan staminanya yang hilang, jadi seberapa banyak pun obat pilekpenguat imun yang dia minum, hal itu tidak akan menyelesaikan apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Jadi kenapa kau hanya memakai celana dalam di bawah sana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Index berbaring dengan handuk lembab di dahinya, dia pasti tidak tahan dengan kelembaban yang panas di dalam futon, jadi satu kakinya dia keluarkan ke arah Kamijout. Dia sedang memakai atasan piyama hijau pucat tetapi pahanya yang berwarna kulit cerah keluar sampai pangkalnya. Karena demamnya, warna kulitnya sedikit pink.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Handuknya telah menjadi hangat, jadi Komoe-sensei menyelupkannya ke dalam baskom berisi air dan mengeringkannya sambil memelototi Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kamijou-chan. Kurasa pakaian itu terlalu berlebih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pakaian itu” kemungkinan besar merujuk pada pakaian biarawati warna putih yang diselimuti peniti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou setuju 100% tentang itu, tapi Index kelihatan seperti kucing yang tidak senang karena pakaian biasanya diambil darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertanyaan sebenarnya adalah kenapa piyama milik seorang dewasa perokok berat yang suka bir sepertimu sangat pas dengan Index. Memangnya berapa perbedaan umur antara kalian?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap—?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei (umur tidak diketahui) tidak bisa berkata-kata, tapi Index ikut menendangnya ketika dia sudah jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong jangan remehkan aku seperti itu. Piyama ini sebenarnya sedikit sempit di bagian dada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa...tidak mungkin! Tidak mungkin benar. Sekarang kalian cuma mengolok-olokku!” protes Komoe-sensei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya, apa kau bahkan punya sesuatu di bagian dada yang bisa membuat sempit?” tanya Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kedua perempuan itu memelototinya, jiwa Kamijou secara refleks memasuki mode bersujud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Betul, betul. Ngomong-ngomong, Kamijou-chan, siapa sebenarna gadis ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adikku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bohong sekali. Dengan rambut perak dan mata biru seperti itu, dia jelas-jelas seorang warga asing!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adik tiriku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kau seorang mesum?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku cuma bercanda! Aku cukup mengetahui kalau &#039;&#039;adik tiri&#039;&#039; itu tata krama yang buruk tapi adik &#039;&#039;kandung&#039;&#039; itu melanggar peraturan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamijou-chan,” katanya, tiba-tiba berganti ke suara gurunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou terdiam. Tidak mengejutkan kalau Komoe-sensei ingin tahu apa yang sedang terjadi. Tidak hanya dia telah membawa seorang asing yang aneh padanya, tapi gadis itu juga mempunyai luka sabetan di punggungnya yang jelas-jelas berbau berita buruk dan Komoe-sensei bahkan dibuat ikut dalam sihir yang aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan sangat sulit untuk memintanya menutup mata pada semua ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sensei, boleh aku bertanya satu hal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kau menanyakan ini agar kau bisa memberitahu polisi atau dewan pengurus Academy City?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya,” kata Komoe-sensei segera sambil mengangguk. Tanpa keraguan sedikit pun, dia telah mengatakan pada muridnya kalau dia akan mengadukan mereka. “Aku tidak tahu ada di situasi seperti apa kalian berdua berada.” Komoe-sensei tersenyum. “Tapi kalau itu terjadi di sini di Academy City, adalah tugas kami sebagai guru untuk menyelesaikannya. Bertanggung jawab terhadap anak-anak adalah tugas orang dewasa. Sekarang ketika aku tahu kalau kau berada dalam semacam masalah, aku tidak bisa duduk diam saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah yang Tsukuyomi Komoe katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan walau begitu dia tidak punya kemampuan, kekuatan, dan kewajiban untuk melakukan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia hanya mengatakannya dengan keterusterangan setajam katana terkenal yang memotong di tempat yang tepat di waktu yang tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku cuma...” kata Kamijou sebelum menyelesaikannya pelan. (...tidak boleh melawannya.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou telah hidup selama sekitar 15 tahun yang panjang dan dia tidak pernah melihat orang lain seperti guru itu yang tipenya biasa hanya telihat di drama dan bahkan tidak lagi ada di film-film.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kau adalah orang yang benar-benar asing, aku tidak akan ragu-ragu melibatkanmu, tapi aku berhutang padamu untuk sihir itu, jadi aku tidak bisa membiarkanmu terlibat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Respon Kamijou sama terus terangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah cukup melihat orang-orang yang mau melindungi orang lain tanpa imbalan terluka di depan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komoe-sensei terdiam sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mhh. Aku tidak akan membiarkanmu lepas hanya dengan mencoba menipuku dengan perkataan keren seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...? Sensei, kenapa kau berdiri dan menuju pintu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku memberi penundaan penghakiman. Aku harus pergi ke supermarket untuk belanja. Kamijou-chan, kau pikirkan baik-baik apa yang kau perlu katakan padaku selama itu. Dan...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin aku bisa terlarut dalam belanja hingga aku lupa. Jangan curang ketika aku kembali. Pastikan kau memberitahuku, oke?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou pikir Komoe-sensei tersenyum ketika mengatakan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara pintu apartemen membuka dan kemudian menutup, Kamijou dan Index tinggal berdua di ruangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Dia mencoba berbaik hati.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan senyuman seorang anak yang merencanakan sesuatu di wajahnya, Kamijou punya firasat kalau Komoe-sensei akan “lupa tentang semuanya” ketika dia kembali dari supermarket.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia kemudian memutuskan untuk berkonsultasi dengannya tentang ini, dia akan berpura-pura marah dan berkata “Kenapa kau tidak memberitahuku lebih cepat!? Aku benar-benar lupa!” sambil dengan senang hati setuju membantu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menghela napas, Kamijou berbalik ke arah Index yang berbaring di dalam futon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Maaf. Aku tahu ini bukan waktunya untuk khawatir tentang penampilan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir. Ini adalah yang terbaik.” Index menggeleng. “Akan salah untuk melibatkannya lebih jauh. ...Dan dia tidak boleh menggunakan sihir lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengerutkan alisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Grimoir itu berbahaya. Yang tertulis di dalamnya adalah pengetahuan menyimpang dan tidak umum dan juga hukum-hukum gila yang menghancurkan hukum biasa dari dunia ini. Apakah digunakan untuk kebaikan atau kejahatan, benda-benda itu tetap adalah racun di dunia ini. Sekedar mempelajari pengetahuan ‘dunia yang berbeda’ akan menghancurkan otak orang yang mempelajarinya,” jelas Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mencoba menerjemahkannya dalam cara yang dia mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Jadi seperti memaksa menjalankan sebuah program yang tidak kompatibel dengan OS komputer itu?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Otakku dan ruhku dilindungi oleh &#039;&#039;barrier&#039;&#039; religius, dan para penyihir yang mencoba untuk melampaui manusia harus melewati batas-batas pengetahuan umum mereka agar sampai ke keadaan pikiran yang diinginkan yang hampir bisa disamakan sebagai satu jenis kegilaan. Tapi, untuk seorang biasa dari negara yang tidak terlalu religius seperti Jepang, semuanya bisa tamat hanya dengan menggunakan satu mantra lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-aku mengerti...” Kamijou entah bagaimana berhasil tidak membiarkan syok yang dia terima kelihatan. “Yah, sayang sekali. Aku berharap dia bisa melakukan alkimia untukku. Kau tahu alkimia, kan? Itu bisa mengubah timbal menjadi emas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tentu saja tidak meninggalkan fakta kalau dia mengetahui ini dari sebuah RPG penyatuan benda dengan seorang ahli alkimia wanita muda sebagai protagonisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, ada sebuah teknik untuk itu yang disebut Ars Magna, tapi mempersiapkan peralatannya dengan bahan-bahan modern akan mempunyai biaya sebesar...um...7 milyar Yen dalam mata uang negara ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...................................Yah, itu pastinya tidak sesuai harganya,” gumam Kamijou tanpa nyawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tersenyum lemah dan berkata, “...Yeah. Mengubah timbal menjadi emas tidak menghasilkan apa pun selain membuat para bangsawan senang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi...tunggu. Sekarang setelah kupikir-pikir, apa yang dilakukannya? Bagaimana cara kerjanya? Kalau kau mengubah timbal menjadi emas, apakah kau menyusun atom-atom Pb menjadi Au?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak begitu tahu, tapi itu cuma teknik abad ke-14.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, apa maksudmu sama seperti yang kupikir kaumaksud? Itu mungkin benar-benar mengubah susunan atom!? Maksudmu kau bisa menyebabkan peluruhan proton tanpa sebuah akselerator partikel dan fusi nuklir tanpa sebuah reaktor nuklir? Tunggu sebentar. Bahkan aku tidak yakin ketujuh Level 5 dari Academy City bisa melakukan itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“???”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, jangan kelihatan bingung seperti itu! Um...um...Ah. Kalau kau penasaran seberapa mengagumkannya itu, hal-hal seperti itu bisa membuat kami bisa menciptakan robot atomik atau &#039;&#039;mobile suit&#039;&#039; dengan mudah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benda apa itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tiga kata itu dia membuang semua mimpi para lelaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala Kamijou tertunduk lemas, Index kelihatan merasa kalau dia telah melakukan sesuatu yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“B-bagaimanapun juga, pedang suci dan tongkat sihir yang digunakan upacara bisa dibuat dengan bahan modern sebagai pengganti, tapi ada batasnya. ...Ini khususnya berlaku untuk benda suci yang terkait dengan Tuhan seperti Tombak Longinus, Cawan Suci Joseph, atau The_ROOD. Bahkan setelah seribu tahun, sepertinya tidak ada pengganti yang bisa dibuat...aduh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dia berbicara terus-terusan dengan semangat, dia mulai memegang pelipisnya seperti habis mabuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma melihat wajah Index yang berbaring di futon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia punya 103.000  grimoir dalam kepalanya. Hanya membaca salah satunya bisa membuatmu gila dan walau begitu dia telah memasukkan setiap masing-masing huruf dari semua buku itu ke dalam kepalanya. Seberapa banyak rasa sakit yang proses itu sebabkan untuknya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan walau begitu Index tidak pernah sekali pun mengeluh tentang rasa sakitnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau ingin tahu?” tanyanya seakan meminta maaf pada Kamijou dan mengacuhkan rasa sakitnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada bicara Index yang biasanya riang telah menghasilkan konteks yang membuat suara tenang itu mencolok dan seperti membawa determinasi yang lebih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Dasar sensei bodoh.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Situasi Index tidak begitu masalah bagi Kamijou. Apa pun situasi dia berada, tidak mungkin dia bisa meninggalkannya. Selama dia bisa mengalahkan musuhnya dan menjaganya tetap aman, dia rasa tidak ada alasan untuk menggali luka lamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau ingin tahu bagaimana keadaanku?” ulang gadis yang menamai dirinya Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menetapkan pikirannya dan menjawab, “Itu seperti membuatku merasa seperti seorang pendeta, kau tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam satu jalan, memang benar. Dia merasa seperti seorang pendeta yang mendengarkan pengakuan seorang pendosa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tahu kenapa?” tanya Index. “Gereja Kristen awalnya adalah satu organisasi, tapi sekarang ada Katolik, Protestan, Katolik Roma, Ortodoks Rusia, Anglikan, Nestorian, Athanasian, Gnostik, dan banyak lagi. Apa kau tahu kenapa perpecahan ini terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yahh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou paling tidak telah membaca sepintas buku teks sejarahnya, jadi dia punya ide jawabannya apa. Tapi dia ragu untuk menyebutkannya di depan Index yang “sebenarnya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cukup bagus.” Index tersenyum. “Karena politik dicampur dalam gereja. Sekte-sekte memisah, menentang satu sama lain, dan bertarung. Pada akhirnya, bahkan orang-orang yang memercayai Tuhan yang sama adalah musuh bagi satu sama lain. Bahkan ketika kami percaya pada Tuhan yang sama, kami masing-masing menjalani jalan yang berbeda dari banyak jalan yang tersebar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, pikiran orang-orang tentang hal tertentu secara alami berbeda-beda. Beberapa ingin menghasilkan uang dengan perkataan tuhan dan yang lainnya menolak untuk membiarkan itu. Beberapa merasa lebih dicintai tuhan lebih dari orang lain di dunia ini dan yang lainnya tidak menerima itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelah sekte-sekte itu berhenti berhubungan satu sama lain, kami masing-masing melalui perkembangan yang terisolasi yang memberikan kami karakteristik masing-masing. Kami berubah sesuai situasi atau kebudayaan negara kami.” Index mengeluarkan napas singkat. “Gereja Katolik Roma mengelola dan mengontrol dunia, Gereja Ortodoks Rusia mencari dan memusnahkan okult, dan Gereja Anglikan tempatku berada...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata Index terhenti di tenggorokannya sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Inggris adalah negara sihir,” katanya seakan itu adalah kenangan pahit. “Jadi Gereja Anglikan sangat unggul dalam kebudayaan anti-penyihir dan teknik-teknik seperti pemburuan &#039;&#039;witch&#039;&#039;&amp;lt;ref&amp;gt;Salah satu jenis pengguna sihir dari Inggris&amp;lt;/ref&amp;gt; dan Inkuisisi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di London saja terdapat sejumlah perusahaan umum yang menyebut diri sendiri sebagai asosiasi sihir&amp;lt;!--magic cabal--&amp;gt; dan ada sepuluh kali lipatnya perusahaan kosong yang hanya terdapat di atas kertas. Metode coba dan galat mereka yang dimulai sebagai cara melindungi warga dari “penyihir jahat yang bersembuyi di kota” telah berkembang pada satu arah terlalu jauh dan pada titik tertentu menjadi budaya pembantaian dan eksekusi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gereja Anglikan memiliki divisi khusus,” kata Index seperti mengakui dosanya sendiri. “Divisi itu menginvestigasi sihir dan mengembangkan tindak balas yang digunakan untuk mengalahkan penyihir.  Dikenal sebagai Necessarius.” Dia benar-benar terdengar seperti biarawati. “Kalau kau tidak mengetahui musuhmu, kau tidak bisa bertahan dari serangan mereka. Tapi, mengerti seorang musuh yang tidak murni akan membuat hatimu sendiri tidak murni dan menyentuh seorang musuh yang tidak murni akan membuat tubuhmu sendiri tidak murni. Itulah kenapa Necessarius, gereja dari kejahatan yang dibutuhkan, diciptakan untuk menarik semua ketidakmurnian itu ke satu tempat. Dan kasus paling ekstrimnya adalah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“103.000 grimoir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya.” Index mengangguk kecil. “Sihir adalah sesuatu yang mirip sebuah persamaan. Kalau kau dengan ahli membalikkan perhitungannya, kau bisa menetralkan serangan lawanmu. Itulah kenapa 103.000 grimoir ini dimasukkan ke dalamku. ...Kalau kau mengetahui sihir dari seluruh dunia, kau bisa menetralkan sihir dari seluruh dunia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat ke arah tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah berpikir kalau tangan kanannya tidak ada gunanya. Kekuatan tangan kanannya tidak bisa membuatnya mengalahkan bahkan seorang preman, tidak bisa menaikkan nilainya dalam ujian, dan tidak bisa membuatnya populer dengan para gadis, jadi dia tidak memedulikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi gadis ini telah melewati neraka untuk memperoleh hal yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kalau grimoir ini sebegitu berbahayanya dan kalian tahu di mana tempatnya, kenapa kalian tidak membakarnya tanpa membacanya? Selama ada orang yang membaca dan belajar dari grimoir ini, penyihir akan terus-terusan muncul tanpa akhir, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukunya sendiri tidak lebih penting daripada isinya. Bahkan kalau kau menyingkirkan sebuah buku Asli, penyihir yang mengetahui isinya akan mewariskannya pada pengikutnya, jadi melakukan itu tidak ada artinya. Walau seseorang yang melakukan itu disebut sebagai &#039;&#039;sorcerer&#039;&#039; dan bukan penyihir,” jelas Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Seperti data yang diposkan di Internet? Bahkan kalau kau menghapus data aslinya, kopian-kopian data itu akan terus ada.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan juga, sebuah grimoir itu tidak lebih dari sebuah buku teks.” Index terdengar seperti merasa sakit. “Hanya membacanya tidak membuatmu jadi seorang penyihir. Para penyihir mengubahnya agar cocok dengan diri mereka masing-masing dan membuat jenis sihir baru.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak seperti data dan lebih seperti virus komputer yang berubah terus-terusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk benar-benar menghilangkan virus itu, kau harus menganalisa virus itu dan membuat perangkat lunak antivirus yang baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang sudah kukatakan, grimoir itu berbahaya.” Index memicingkan matanya. “Ketika menghancurkan sebuah kopian saja, seorang Inkuisitor ahli harus menjahit tertutup matanya untuk mencegah polusi pada otaknya, dan bahkan setelah itu diperlukan 5 tahun baptisme untuk menghilangkan sepenuhnya polusi itu darinya. Pikiran manusia tidak dapat menangani sebuah buku Asli. Pilihan satu-satunya untuk 103.000 buku Asli yang tersebar di seluruh dunia adalah menyegelnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan-akan dia sedang berdiskusi tentang apa yang harus dilakukan dengan koleksi yang sangat besar dari senjata nuklir sisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan sebenarnya, &#039;&#039;kurang lebih memang begitu&#039;&#039;. Kemungkinan besar, orang yang menulisnya sendiri tidak menyangka ini terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tch. Tapi bukankah sihir bisa digunakan orang normal mana pun selain kami, para esper? Kalau begitu bukankah ini akan menyebar ke seluruh dunia dalam waktu singkat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengingat kembali api milik Stiyl. Bagaimana kalau semua orang di dunia bisa menggunakan kekuatan seperti itu? Pengetahuan umum di dunia yang fondasinya terbangun dalam sains akan runtuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau...tidak perlu khawatir tentang itu. Asosiasi-asosiasi sihir&amp;lt;!--magic cabals--&amp;gt; tidak akan gegabah membiarkan grimoir keluar ke masyarakat umum.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“? Kenapa tidak? Bukankah akan lebih baik bagi mereka kalau memiliki lebih banyak rekan yang bertarung untuk mereka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Tepat karena itulah&#039;&#039;. Kalau setiap orang yang mempunyai senjata adalah teman, tidak akan ada peperangan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya karena dua orang mengetahui sihir tidak berarti mereka ada di pihak yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena mereka tahu kekuatan kartu truf merekalah mereka tidak mau dengan gegabah menghasilkan penyihir lawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Grimoir-grimoir itu diperlakukan seperti rancangan senjata baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm. Kurasa aku mengerti.” Kamijou terlihat hanyut berpikir. “Jadi intinya, mereka ingin mendapatkan &#039;&#039;bom&#039;&#039; yang ada di dalam kepalamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah sebuah perpustakaan dengan kopian sempurna dari 103.000 grimoir Asli di dunia dalam kepalanya. Mendapatkannya berarti mendapatkan seluruh sihir di dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Benar.” Dari suaranya, kedengarannya seperti dia akan tewas saat itu juga. “Dengan 103.000 grimoir, kau bisa membengkokkan apa pun di dunia sesuai kehendakmu tanpa terkecuali. Itulah yang kami sebut sebagai Dewa Sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan dewa dunia iblis&amp;lt;ref&amp;gt; (魔神 Majin, lit. &amp;quot;Magic God&amp;quot;) Kanji pertama bisa berarti sihir atau iblis&amp;lt;/ref&amp;gt;, tapi seseorang yang telah menguasai sihir seutuhnya sampai pada titik memasuki wilayah dewa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Dewa Sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Brengsek.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menyadarinya, Kamijou mulai menggertakkan gigi gerahamnya. Dia bisa tahu dari sikap Index kalau dia bukan memiliki 103.000 grimoir yang dimasukkan ke kepalanya karena dia mau. Kamijou mengingat kembali api milik Stiyl. Dia hidup seperti itu tanpa alasan lain selain mencegah sebanyak mungkin korban sebisanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahan dengan bagaimana para penyihir itu menggunakan perasaan itu demi keuntungan mereka dan dia tidak tahan bagaiman gereja menyebutnya sebagai “tidak murni”. Mereka semua memperlakukan seorang manusia sebagai sebuah benda dan Index pasti tidak melihat apa pun selain orang-orang yang melakukan itu. Fakta bahwa dia masih memikirkan semua orang selain dirinya walaupun begitu adalah apa yang Kamijou paling tidak tahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Maaf.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahu apa yang menyebabkan dia begitu marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi satu kata itu benar-benar membuatnya sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menjentik dahi Index pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Oh, ayolah. Kenapa kau tidak memberitahuku hal sepenting itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index membeku ketika Kamijou memandang gadis yang terbaring itu dengan gigi taringnya kelihatan. Matanya terbuka lebar seakan dia telah melakukan sesuatu yang sangat salah dan bibirnya bergerak cepat seperti ingin mengatakan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi aku tidak pikir kau akan memercayaiku dan aku tidak ingin menakutkanmu. Dan...um...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index kelihatan akan menangis dan suaranya semakin kecil ketika berbicara. Kamijou hampir tidak mendengarnya di ujungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau begitu, Kamijou mendengarnya mengatakan “aku tidak mau kau membenciku”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, peduli setan!!” Dia benar-benar mendengar suara sesuatu yang patah. “Jangan remehkan orang dan memerkirakan seperti apa mereka dengan pikiranmu sendiri! Rahasia gereja? 103.000 grimoir? Yeah, itu semua hebat dan mengagumkan. Dan ya, semuanya kelihatan sangat absurd sampai aku belum benar-benar memercayainya. Tapi...” Kamijou berhenti sejenak. “&#039;&#039;Cuma begitu saja&#039;&#039;?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Index terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir kecilnya bergerak cepat seperti sedang mencoba mengatakan sesuatu, tapi tidak ada kata-kata yang keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan remehkan aku seperti itu. Apa kau benar-benar berpikir kalau aku akan memanggilmu menyeramkan atau menjijikkan atau apalah hanya karena kau menghapal 103.000 grimoir!? Apa kau pikir aku akan meninggalkanmu dan lari ketika para penyihir muncul? Persetan. Kalau cuma itu saja yang aku bisa, dari awal aku tidak akan membiarkanmu masuk ke kamarku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kamijou berbicara, dia akhirnya menyadari apa yang menyebabkan dia begitu marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou hanya ingin membantu Index. Dia tidak ingin melihat Index tersakiti lagi. Itu saja. Dan walau begitu dia tidak membiarkan Kamijou melindunginya ketika gadis itu mempertaruhkan dirinya untuk melindunginya. Kamijou hanya ingin mendengar dia meminta tolong sekali saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sangat membuatnya frustasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat, sangat frustasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Percayalah padaku sedikit. Jangan memerkirakan nilai orang-orang dengan pikiranmu sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya itu saja. Bahkan kalau dia tidak punya tangan kanannya dan hanyalah manusia biasa, itu bukan alasan bagi Kamijou untuk mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v01_157.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada alasan seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index hanya memandang wajah Kamijou dengan kagum untuk beberapa saat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi kemudian air mata mulai menggenangi matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan matanya terbuat dari es dan mulai mencair.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index merapatkan bibirnya agar tidak mengeluarkan segukan, tapi bibirnya bergetar seakan dia tidak dapat menahannya lebih lama lagi. Dia menarik futon sampai ke mulutnya dan menggigitnya. Tetes air mata di matanya menjadi begitu besar hingga kelihatannya dia akan menangis seperti anak TK kalau bukan karena selimut itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan besar, air mata itu bukan hanya sekedar respon dari kata-kata yang Kamijou baru saja katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak cukup sombong sampai berpikir begitu. Dia ragu kata-katanya memberi pengaruh sebesar itu padanya. Kemungkinan besar, sesuatu yang telah menumpuk di dalam dirinya mengalir keluar dengan kata-katanya sebagai pelatuknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia merasa hatinya retak karena pikiran kalau tidak ada yang pernah mengatakan kata-kata seperti itu padanya sebelumnya, Kamijou juga merasa kalau dia akhirnya telah melihat “kelemahan” Index yang membuatnya sedikit senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Kamijou bukan semacam orang mesum yang senang melihat gadis menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, suasana itu sangat canggung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau Komoe-sensei tanpa mengetahui masuk saat itu, dia yakin kalau dia akan tanpa ragu menyuruhnya untuk mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U-um... Kau tahu. Aku punya tangan kananku, jadi tidak ada penyihir yang bisa mengimbangiku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Tapi...hik...kau bilang kau punya pelajaran tambahan selama liburan musim panas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa aku pernah mengatakan itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku yakin kau pernah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya, gadis yang telah menghapal dengan sempurna 103.000 buku mempunyai ingatan yang sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan merasa tidak enak karena mengacaukan kehidupan sehari-hari seseorang untuk sesuatu seperti ini. Pelajaran tambahanku tidak sepenting itu. Sekolah tidak ingin membuatku tinggal kelas kalau mereka bisa, jadi aku bisa bolos dari pelajaran tambahan, aku bisa pergi ke pelajaran tambahan dari pelajaran tambahan itu. Aku bisa menundanya selama yang kuperlu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau Komoe-sensei mendengar itu, kamar itu pasti telah berubah menjadi medan perang, tapi dia tidak peduli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan air mata masih di matanya, Index melihat ke Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Jadi kenapa kau begitu terburu-buru untuk pergi ke pelajaran tambahanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...........................Oh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berpikir ke belakang. Memang benar, setelah dia menelanjanginya dengan menghancurkan Gereja Berjalan-nya dengan Imagine Breaker dan keheningan seperti dalam elevator tertutup itu, dia memang terburu-buru...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena kau punya rencana dan karena kau punya kehidupan normal, aku merasa salah kalau mengganggu semua itu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“O-oh. Yeah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku menyusahkanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku menyusahkanmu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dia mengulangi itu dengan air mata di matanya, sudah tidak mungkin lagi mencoba untuk melepaskan diri darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mwinta mwaaf!” Kamijou Touma meminta maaf sambil dengan cepat memasuki mode bersujud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index perlahan duduk seperti orang sakit di futon, memegang telinga Kamijou, dan menggigit bagian atas kepalanya seakan itu adalah onigiri raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar 600 meter dari sana di atas bangunan dengan banyak penghuni, Stiyl melepaskan teropongnya dari matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah mencaritahu siapa bocah yang bersama Index. ...Dia bagaimana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menoleh, Stiyl menjawab gadis yang berbicara padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia masih hidup. Tapi itu berarti mereka punya seorang pengguna sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu tidak memberi respon, tapi sepertinya dia lebih merasa lega bahwa tidak ada yang mati dibandingkan khawatir akan seorang musuh baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu berumur 18, tapi dia sekepala lebih pendek dari Stiyl yang hanya berumur 14.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi memang, tinggi Stiyl melebihi 2 meter, jadi gadis itu masih terhitung tinggi jika dibandingkan dengan tinggi rata-rata orang Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rambut hitam sepanjang pinggangnya diikat ekor kuda. Di pinggangnya terdapat sebuah pedang Jepang sepanjang lebih dari dua meter yang disarungkan. Tipe yang dikenal sebagai “pedang perintah” yang digunakan di upacara memanggil hujan dalam Shinto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi akan sedikit sulit untuk menyebutnya sebagai gadis Jepang cantik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memakai celana jins usang dan kaos putih. Entah kenapa, bagian kaki kiri dari jinsnya dipotong seluruhnya sampai pangkal pahanya, kain berlebih di bawah T-shirt-nya diikat jadi bagian perutnya dapat terlihat, dia memakai sepatu boots setinggi lutut, dan pedang Jepang-nya tergantung dalam sarung kulit seakan itu adalah pistol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terlihat seperti seorang &#039;&#039;sheriff&#039;&#039; dari Barat yang telah menukar pistolnya dengan pedang Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti Stiyl si pendeta berbau parfum, pakaiannya sangat tidak normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi siapa sebenarnya orang itu, Kanzaki?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentang itu...aku tidak bisa mendapatkan banyak informasi mengenai bocah itu. Setidaknya, sepertinya dia bukan seorang penyihir atau berkekuatan supernatural dengan cara lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa, apa kau ingin mengatakan kalau dia cuma siswa SMA biasa?” Stiyl menyalakan rokok yang dia keluarkan hanya dengan memandang ujungnya. “Berhenti saja. Mungkin tidak kelihatan, tapi aku adalah seorang penyihir yang telah sepenuhnya menganalisa 24 &#039;&#039;rune&#039;&#039; yang ada dan mengembangkan 6 &#039;&#039;rune&#039;&#039; baru yang kuat. Dunia ini tidak sebaik itu sampai membiarkan seorang amatir tanpa kekuatan mendorong balik api penghakiman milik Innocentius.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan dengan bantuan dari Index, dia telah membuat rencana menggunakan bantuan itu dengan segera. Ditambah lagi ada yang tangan kanannya yang aneh. Kalau itu adalah manusia biasa di Jepang, maka itu adalah benar-benar negara penuh misteri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar.” Kanzaki Kaori memicingkan matanya. “Masalah sebenarnya adalah seseorang dengan kemampuan tempur sebanyak itu dikategorikan sebagai tidak lebih dari seorang murid tidak punya harapan yang sering terlibat perkelahian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City memiliki sisi tersembunyi bahwa itu adalah institusi yang memproduksi esper secara masal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan kalau organisasi tempat Stiyl dan Kanzaki bekerja sedang menyembunyikan keberadaan Index, Stiyl dan Kanzaki telah menghubungi organisasi yang dikenal sebagai Institusi Lima Elemen sebelumnya untuk mendapatkan izin memasuki kota itu. Bahkan grup sihir yang dikenal sebagai yang terhebat di dunia tidak bisa tetap tersembunyi dalam wilayah musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin informasinya dengan sengaja dihalangi. Dan juga, luka Index disembuhkan dengan sihir. Kanzaki, apa ada organisasi sihir lain di Timur Jauh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka telah memutuskan kalau bocah itu pasti memiliki organisasi lain selain Institusi Lima Elemen di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka telah dengan salah percaya kalau organisasi lain ini sepenuhnya menghilangkan semua informasi tentang Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau mereka melakukan sesuatu di kota ini, para informan dari Institusi Lima Elemen pasti telah mengetahuinya.” Kanzaki menutup matanya. “Kita punya musuh yang jumlahnya tidak diketahui dan tidak ada kesempatan dikirimkan bala bantuan. Ini perkembangan yang menyulitkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya adalah kesalahpahaman. Imagine Breaker milik Kamijou Touma tidak punya efek apa pun kecuali digunakan pada kekuatan supernatural. Dengan kata lain, System Scan milik Academy City tidak bisa mengukur kekuatannya karena menggunakan mesin untuk mengukurnya. Dan maka Kamijou punya kesialan diperlakukan sebagai seorang Level 0 padahal mempunyai tangan kanan kelas tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dalam skenario terburuk, ini bisa berkembang menjadi pertarungan sihir melawan sebuah organisasi. Stiyl, kudengar &#039;&#039;rune&#039;&#039;-mu punya kelemahan fatal dalam hal ketahanan air.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah mengkompensasikan itu. Aku me-&#039;&#039;laminating&#039;&#039; rune-nya. Trik yang sama tidak akan bekerja padaku lagi.” Seperti pesulap panggung, dia mengeluarkan &#039;&#039;rune&#039;&#039; yang sekarang kelihatan sangat mirip seperti &#039;&#039;trading card&#039;&#039;. “Kali ini, aku akan menempatkan &#039;&#039;barrier&#039;&#039; 2 kilometer di sekitar areanya dan bukan hanya pada bangunannya. Ini akan menggunakan 164.000 kartu dan persiapannya akan memakan waktu 60 jam untuk diselesaikan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak seperti dalam &#039;&#039;video game&#039;&#039;, sihir yang sebenarnya memerlukan lebih dari hanya mengucapkan mantra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin memang kelihatannya hanya itu saja yang diperlukan kalau dilihat sekilas, tapi sedikit persiapan diperlukan di balik layar. Api milik Stiyl adalah jenis yang mempunyai instruksi sekitar “Ambil sebuah taring serigala perak yang telah dimandikan sinar bulan selama 10 tahun dan...” Karena itu, kecepatan Stiyl sebenarnya adalah kecepatan seorang ahli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, pertarungan sihir adalah masalah membaca apa yang akan datang. Ketika pertarungan dimulai, kau pada dasarnya sudah terjebak dalam perangkap yang berupa &#039;&#039;barrier&#039;&#039; milik musuh. Ketika bertahan, kau perlu memastikan apa mantra musuhmu, dan mencari cara untuk membalikkannya ke musuhmu. Ketika menyerang, kau harus memprediksi serangan balik seperti apa yang akan datang dan mengatur kembali mantramu sesuai apa yang terjadi. Tidak seperti bela diri sederhana, kau perlu memikirkan 100-200 langkah ke depan di tengah keadaan sekitar yang terus berubah. Walaupun istilah kasar seperti “pertarungan” digunakan, sebenarnya itu lebih seperti adu intelek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, pasukan musuh yang tidak diketahui jumlahnya membuat seorang penyihir berada dalam posisi yang sangat tidak menguntungkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Dia kelihatan sangat senang,” kata penyihir &#039;&#039;rune&#039;&#039; tiba-tiba sembari memandang 600 meter ke depan tanpa menggunakan teropongnya. “Dia kelihatan sangat, sangat senang. Dia selalu hidup dalam kehidupan menyenangkan seperti itu.” Dia terdengar seperti sedah meludahkan semacam cairan kental. “Seberapa lama kita harus terus mengoyakkannya berkeping-keping?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki memandang 600 meter ke depan dari belakang Stiyl.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan tanpa menggunakan teropong atau sihir, dia bisa melihat jelas dengan pandangan 8.0-nya. Melalui jendela, dia bisa melihat gadis itu menggigiti kepala bocah itu dengan marah sedangkan dia mengayun-ayunkan tangannya dan mencoba berontak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pasti perasaan yang sangat pelik,” kata Kanzaki seperti sebuah mesin. “&#039;&#039;Bagi seseorang sepertimu yang pernah berada dalam posisi yang sama seperti itu&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku sudah terbiasa,” jawab penyihir api itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia benar-benar telah mengalami perasaan seperti itu berkali-kali sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Waktunya mandi♪ Waktunya mandi♪” nyanyi Index sembari berjalan di samping Kamijou, memegang baskom mandi dengan kedua tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan berkata kalau dia sudah selesai menjadi orang sakit, dia mengganti pakaiannya dari piyama menjadi jubah biarawati yang penuh penitinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahu trik sulap apa yang dia gunakan, tapi jubah yang berdarah-darah itu bersih sempurna. Dia punya firasat kalau jubah itu akan terkoyak-koyak kalau dia memasukkannya ke dalam mesin cuci, jadi dia penasaran apakah dia memisahkannya dan mencuci tiap-tiap bagiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu begitu mengganggumu? Sejujurnya, aku tidak peduli dengan baunya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tipe yang suka bau keringat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudku bukan begitu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah tiga hari, dia akhirnya merasa cukup baik untuk bisa keluar rumah dan mandi adalah permintaan pertamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apartemen Komoe-sensei tidak punya apa pun yang bahkan hanya mirip dengan tempat mandi, jadi pilihan mereka hanya meminjam kamar mandi di kamar manajer atau pergi ke pemandian umum yang bobrok di dekat sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka anak laki-laki dan perempuan muda itu sedang berjalan di trotoar pada malam hari dengan baskom mandi di tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya era kebudayaan Jepang yang mana yang kita tinggali sekarang?” Komoe-sensei berkomentar dengan senyum ketika menjelaskan sistem pemandian umum. Dia membiarkan Kamijou dan Index tinggal di apartemennya tanpa menanyakan detail situasi mereka. Kamijou ikut menginap dengannya karena dia tidak ingin kembali ke asramanya yang tidak diragukan lagi sedang diawasi oleh musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Touma, Touma,” kata Index dengan suara teredam karena dia sedang menggigit bagian lengan atas kaus Touma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kebiasaannya menggigit orang, itu tidak lebih dari gerakan yang mirip dengan memegang baju seseorang untuk menarik perhatiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa?” jawab Kamijou jengkel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagi itu, Index sadar kalau dia tidak mengetahui namanya, jadi dia memperkenalkan dirinya kepadanya. Sejak saat itu, dia telah memanggil namanya sekitar 60.000 kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada apa-apa. Aku cuma suka memanggil namamu walaupun tidak ada alasannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Index mirip dengan seorang anak yang pergi ke taman hiburan untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index seperti sangat menempel padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan besar karena apa yang terjadi tiga hari sebelumnya, tapi Kamijou tidak lebih senang dari ketidakyakinan harus merasa bagaimana tentang fakta bahwa tidak ada yang pernah mengatakan sesuatu sedasar itu pada Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Komoe bilang pemandian umum Jepang punya kopi susu. Apa itu kopi susu? Seperti &amp;lt;i&amp;gt;cappuccino&amp;lt;/i&amp;gt;?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak akan menemukan sesuatu seelegan itu di pemandian umum. Jangan berharap terlalu tinggi,” kata Kamijou. “Hmm, tapi bak mandi raksasa mungkin akan membuatmu terkejut. Di Inggris, bak mandi yang sempit seperti yang ada di hotel adalah yang paling umum, kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? ...Aku tidak begitu tahu.” Index memiringkan kepalanya ke samping seperti memang benar-benar tidak tahu. “Hal pertama yang kuingat dimulai di sini di Jepang. Aku tidak begitu tahu bagaimana keadaan di Inggris sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Hmm. Jadi itu kenapa kau bisa berbicara bahasa Jepang dengan lancar. Kalau kau di sini sejak kecil, berarti kau sendiri praktis adalah orang Jepang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi itu membuat keyakinannya kalau dia akan aman kalau kabur ke Gereja Anglikan sedikit tidak kredibel. Dia pikir gadis itu akan pergi pulang ke rumahnya, tapi dia sebenarnya akan pergi ke negara yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bukan. Maksudku bukan seperti itu.” Index menggelengkan kepalanya, mengayun-ayunkan rambut perak panjangnya. “Sepertinya, aku lahir dan dibesarkan di Katedral St. George di London. Sepertinya, aku baru datang ke sini sekitar satu tahun lalu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengerutkan dahinya karena kata yang tidak jelas itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah. Aku tidak punya ingatan dari sebelum sekitar satu tahun yang lalu ketika aku tiba di sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persis seperti anak kecil yang menuju taman hiburan untuk pertama kali dalam hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesempurnaan senyuman itulah yang menunjukkan Kamijou rasa takut dan rasa sakit di baliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika aku pertama kali bangun di sebuah gang, aku tidak tahu siapa diriku. Yang kutahu hanyalah aku harus kabur. Aku tidak ingat apa yang kumakan pada makan malam malam sebelumnya, tapi pengetahuan tentang hal-hal seperti sihir, Index Librorum Prohibitorum, dan Necessarius terus berputar dalam pikiranku. Hal itu begitu menakutkan...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kau bahkan tidak tahu kenapa kau kehilangan ingatanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu benar,” jawabnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahu sama sekali tentang psikologi, tapi dia tahu dari &amp;lt;i&amp;gt;video game&amp;lt;/i&amp;gt; dan drama kalau ada dua penyebab utama amnesia: terkena benturan keras di kepala atau menyegel sebuah kenangan yang hatimu tidak bisa tahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan...” gumam Kamijou sambil melihat ke langit malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara dia memang merasa marah pada para penyihir yang bisa melakukan hal seperti itu ke seorang gadis sepertinya, dia lebih merasa dikuasai oleh rasa ketidakmampuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sekarang tahu kenapa Index melindunginya dan menjadi sangat menempel padanya. Itu hanya karena &amp;lt;i&amp;gt;Kamijou secara kebetulan&amp;lt;/i&amp;gt; adalah orang pertama yang dia tahu setelah menghabiskan satu tahun sendirian di dunia tanpa mengetahui apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini tidak menyenangkan Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak tahu kenapa, tapi entah kenapa jawaban &amp;lt;i&amp;gt;itu&amp;lt;/i&amp;gt; benar-benar membuatnya jengkel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mh? Touma, apa kau marah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan itu menangkap basah dia, tapi Kamijou berhasil berpura-pura tidak tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau aku membuatmu marah entah karena apa, aku minta maaf. Touma, apa yang membuatmu begitu marah? Pubertas?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak mau mendengarmu berbicara tentang pubertas dengan badanmu yang seperti anak kecil itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mh. Apa maksudnya itu? Aku benar-benar berpikir kalau kau marah. Atau kau cuma berpura-pura marah untuk membuatku susah? Aku tidak suka sisimu yang itu, Touma.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, jangan mengatakan itu ketika kau tidak pernah benar-benar menyukaiku. Aku tidak mengharapkan kejadian mengagumkan mirip komedi romantis seperti itu denganmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah? ...Kenapa kau memelototiku seperti itu, tuan putri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika dia mencoba memaksanya ke arah lelucon, Index tidak memberikan respon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aneh. Ini aneh. Kenapa Index melipat tangannya, melihatku dengan air mata di matanya dan ekspresi terluka di wajahnya, dan menggigit bibir bawahnya?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Touma.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?” Kamijou merespon, memutuskan kalau dia lebih baik merespon karena dia memanggil namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendapat firasat kuat tentang kesialan yang akan datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku benci kau.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat saat itu, Kamijou mendapatkan banyak &amp;lt;i&amp;gt;experience point&amp;lt;/i&amp;gt; untuk pengalaman langka berupa seorang gadis yang menggigit seluruh bagian atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index berjalan lebih dulu ke arah pemandian umum sendirian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, Kamijou berjalan ke arah pemandian umum. Awalnya dia telah mencoba berlari mengejar Index, tapi biarawati putih yang marah itu lari seperti kucing liar setiap kali melihatnya. Walau begitu, dia akan tetap melihat punggung Index setelah berjalan sedikit jauh seakan dia sedang menunggunya. Setelah itu, siklus ini akan berulang. Dia benar-benar seperti kucing yang plin-plan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Yah, kami sedang menuju tempat yang sama, jadi pada akhirnya kami akan bertemu lagi.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pikiran itu, Kamijou menyerah mengejarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditambah lagi kalau dia merasa kesialan yang pasti datang berupa ditahan polisi kalau seseorang melihatnya (kelihatannya) mengejar seorang biarawati Inggris muda yang lemah dan tak berdaya di jalan yang gelap seperti seekor Namahage.&amp;lt;ref&amp;gt;Semacam siluman dari Jepang. http://en.wikipedia.org/wiki/Namahage&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Biarawati dari Inggris, hm?” gumam Kamijou di sela napasnya sambil berjalan di jalan yang gelap sendirian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tahu kalau Index akan dibawa ke markas Gereja Anglikan di London kalau dia membawanya ke salah satu gereja mereka di Jepang. Akan tidak ada lagi yang tersisa untuk Kamijou lakukan. Semuanya pasti akan berakhir dengan sesuatu seperti “Mungkin waktunya singkat, tapi terima kasih. Aku tidak akan pernah melupakanmu karena aku punya ingatan sempurna”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasa sesuatu yang tajam menusuk-nusuk dadanya, tapi dia tidak tahu apa hal lain yang bisa dilakukannya. Kalau Index tidak dibawa ke perlindungan gereja, dia akan terus dikejar oleh para penyihir itu. Dan juga, tidak realistis mencoba mengikuti Index ke Inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka hidup di dunia yang berbeda, mereka berdiri di tempat berbeda, dan mereka berada di dimensi yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tinggal di dunia ESP ilmiah dan dia tinggal di dunia &amp;lt;i&amp;gt;occult&amp;lt;/i&amp;gt; sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti daratan dan lautan, kedua dunia mereka tidak akan berlintas jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cuma begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cuma begitu saja, tapi itu masih membuatnya jengkel seperti tulang ikan tersangkut di tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba pemikirannya yang berputar sia-sia terhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada sesuatu yang salah. Kamijou memeriksa waktu yang terpampang di sebuah papan iklan elektronik milik sebuah &amp;lt;i&amp;gt;department store&amp;lt;/i&amp;gt;. Tepat jam 8 malam. Masih ada banyak waktu sebelum kebanyakan orang tidur, tapi keheningan mencekam menyelimuti area itu seperti berada di hutan pada malam hari. Perasaan aneh yang tidak pada tempatnya menyelimuti area itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kalau dipikir-pikir, aku belum melihat seorang pun sejak berjalan dengan Index...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ekspresi bingung, Kamijou berjalan lebih jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan ketika dia tiba ke jalan besar dengan 3 lajur di setiap arah, perasaan tidak pada tempatnya itu berganti menjadi perasaan penuh kalau semuanya salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Tidak ada orang di sana&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada seorang pun yang masuk atau keluar dari &amp;lt;i&amp;gt;department store&amp;lt;/i&amp;gt; yang berbaris di sisi jalan seperti minuman di rak toko serba ada. Trotoar yang biasanya terasa terlalu sempit sekarang terasa terlalu luas dan tidak satu mobil pun yang berjalan di jalan yang mirip landasan pacu itu. Semua mobil yang diparkir di sisi jalan kosong seakan sudah dibuang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti melihat jalan di ladang jauh di pedesaan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini karena Stiyl telah memahat &amp;lt;i&amp;gt;rune&amp;lt;/i&amp;gt; Opila untuk sebuah medan pembersih manusia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara perempuan tiba-tiba memasuki kepalanya seakan-akan sebuah pedang Jepang menusuk tembus bagian tengah wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu tidak bersembunyi di balik apa pun dan dia juga tidak menyelinap dari belakangnya. Dia berdiri di tengah jalan lebar seperti landasan pacu sekitar 10 meter di depannya, menghalangi jalannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu melebihi tingkat tidak melihat atau menyadarinya karena kegelapan. Sesaat sebelumnya, memang benar-benar tidak ada seorang pun di sana. Tapi dalam waktu yang dibutuhkannya untuk berkedip, gadis itu muncul di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua orang di sekitar area ini telah dialihkan fokusnya jadi mereka tidak akan berpikir untuk mendekati area ini untuk alasan tertentu. Kebanyakan orang sepertinya berada di dalam bangunan-bangunan, jadi jangan khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badannya berreaksi sebelum pikirannya bisa. Semua darah di tubuhnya seperti berkumpul di tangan kanannya. Dengan rasa sakit seperti seutas tali mengikat pergelangannya kencang, Kamijou secara insting merasa bahwa gadis itu berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu memakai T-shirt dan jins yang satu bagian kakinya dipotong dengan berani, jadi pakaiannya tidak terlalu jauh berbeda dari yang normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, pedang Jepang yang panjangnya lebih dari dua meter yang bergantung di pinggangnya seperti pistol memberikan hawa membunuh yang membeku. Bilahnya tersembunyi dalam sarunhnya, tapi sarung hitam itu terlihat sama penuh sejarahnya dengan sebuah tiang dari bangunan Jepang tua, jadi terlihat jelas kalau pedang itu asli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Penghancur Iblis Pensuci Tuhan.&amp;lt;ref&amp;gt;“God Purifying Demon Destroyer” (神浄の討魔) dibaca sebagai “Kamijou no Touma” tapi menggunakan kanji yang berbeda dengan nama Touma (上条当麻).&amp;lt;/ref&amp;gt; Nama sebenarnya &amp;lt;!--true name--&amp;gt;yang sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi gadis itu sendiri tidak menunjukkan tanda-tanda gugup sedikit pun. Caranya bicara dengan kenyamanan seseorang yang sedang berbincang biasa membuat semuanya jauh lebih menakutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Siapa kau?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Kanzaki Kaori. ...Aku tidak ingin memberikan namaku yang lain kalau bisa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namamu yang lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah sedikit memperkirakan itu, tapi Kamijou tetap mundur selangkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama sihir. Itu adalah “nama membunuh” yang telah Stiyl berikan sebelum menyerang Kamijou dengan sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi...apa? Apa kau juga dari asosiasi sihir atau apalah itu sama seperti Stiyl?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?” Untuk sesaat, Kanzaki mengerut ragu. “Oh, apa kau mendengar itu dari Index?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah asosiasi sihir. Organisasi yang mengejar Index untuk mendapatkan 103.000 grimoir-nya. Sebuah grup yang berjuang untuk menjadi Dewa Sihir, orang-orang yang telah menguasai sihir sepenuhnya hingga bisa membengkokkan apa pun di dunia sesuai kehendak mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya.” Kanzaki menutup satu matanya. “Aku ingin membawa dia ke bawah rawatan kami tanpa perlu memberikan nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggigil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou punya kartu truf berupa tangan kanannya dan walaupun begitu musuh yang berdiri di depannya membuat punggungnya menggigil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Dan kalau aku menolak?” kata Kamijou walau begitu. Dia tidak punya alasan untuk mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu aku tidak punya pilihan lain.” Kanzaki menutup mata yang satunya lagi. “Aku akan harus memberi namaku sampai dia kembali ke rawatan kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guncangan seperti gempa membuat tanah di bawah kaki Kamijou bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti sebuah bom yang meledak. Langit malam di sudut penglihatannya yang harusnya ditutupi kegelapan biru pucat menjadi warna oranye terang seperti matahari tenggelam. Api raksasa menyebar beberapa ratus meter ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Index...!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuhnya adalah sebuah organisasi dan Kamijou tahu nama seorang penyihir api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou secara refleks melihat ke arah api yang meledak itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan di saat itu, serangan menebas Kanzaki Kaorai tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarak 10 meter berada antara Kamijou dan Kanzaki. Dan juga, katana milik Kanzaki panjangnya lebih dari dua meter, jadi sepertinya tidak mungkin bagi tangan langsing feminimnya untuk menariknya dari sarungnya, apalagi mengayunkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&amp;lt;i&amp;gt;Tapi seperti itulah yang terlihat&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat berikutnya, angin di atas kepala Kamijou terpotong seakan dia sedang memegang laser raksasa. Kamijou membeku karena syok dan bilah sebuah kincir angin di belakang kanannya terpotong diagonal seakan terbuat dari mentega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong hentikan ini,” kata suara 10 meter di depannya. “Mengacuhkan peringatanku hanya akan berujung pada kematian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang 2 meter+ Kanzaki sudah kembali ke sarungnya. Serangan itu sangat cepat hingga Kamijou bahkan tidak pernah melihat bilahnya menyentuh udara luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya alasan dia masih berdiri di sana adalah karena Kanzaki dengan sengaja meleset. Situasinya kelihatan sangat tidak nyata sampai dia hampir tidak menyadari fakta itu. Musuhnya sangat terlalu kuat sampai pikirannya tidak bisa mengikuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara benturan kuat, bilah kincir angin yang terpotong jatuh ke tanah di belakang Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan walaupun puing bilah itu jatuh begitu dekat, Kamijou masih tidak bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggertakkan giginya karena seberapa amat sangat tajam pedang itu pasti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki membuka salah satu matanya yang tertutup dan berkata, “Aku akan menanyakanmu lagi.” Dia memicingkan matanya sedikit. “Aku ingin membawanya ke bawah rawatan kami tanpa perlu memberikan nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada keraguan dalam suara Kanzaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya begitu dingin hingga dia terlihat seperti mengatakan tingkat kehancuran seperti itu bukanlah sesuatu yang pantas untuk terkejut karenanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...A-apa-apaan yang kau bilang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan kakinya tertempel ke tanah, dia tidak bisa maju ke depan atau melangkah mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakinya bergetar seakan dia baru saja selesai berlari sepanjang maraton dan dan dia bisa merasakan kekuatan meninggalkan kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak punya alasan untuk menyerah pada-...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan menanyakannya sebanyak apa pun yang diperlukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sesaat – benar-benar sesaat – tangan kanan Kanzaki menjadi buram dan menghilang seperti &amp;lt;i&amp;gt;bug&amp;lt;/i&amp;gt; dalam sebuah &amp;lt;i&amp;gt;video game&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara raungan, sesuatu terbang ke arah Kamijou dengan kecepatan menakutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasa seperti senjata laser raksasa sedang ditembakkan dari segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti tornado raksasa yang terbuat dari pedang-pedang udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma memandang sementara topan itu memotong aspal, lampu jalan, dan pohon-pohon yang berbaris di jalan dalam interval tertentu menjadi berkeping-keping seakan dipotong dengan &amp;lt;i&amp;gt;waterjet&amp;lt;/i&amp;gt;&amp;lt;ref&amp;gt;Mesin yang bisa memotong dengan menembakkan jet air. http://en.wikipedia.org/wiki/Water_jet_cutter&amp;lt;/ref&amp;gt; industri. Sepotong aspal berukuran kepalan tangan terbang dan menghantam bahu kanan Kamijou. Itu cukup untuk menerbangkannya dan hampir membuatnya pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil memegang bahu kanannya, Kamijou melihat sekelilingnya hanya dengan menggerakkan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu...dua..tiga, empat, lima, enam, tujuh. Total sebanyak tujuh tebasan pedang lurus berlanjut sampai beberapa lusin meter sepanjang tanah yang datar. Tebasan-tebasan itu datang dari sudut acak dan kelihatan seperti goresan kuku di pintu baja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendengar suara katananya kembali ke sarungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingin membawa dia ke bawah rawatan kami tanpa perlu memberikan nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tangan kanannya masih di gagang pedang, Kanzaki hanya mengatakan kata-kata itu tanpa kebencian atau kemarahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuh serangan. Kamijou tidak bisa melihat bahkan satu serangan pun, tapi dia telah melakukan tujuh serangan iai&amp;lt;ref&amp;gt;Tipe beladiri pedang yang serangannya berupa tebasan cepat dari dalam gagang dan langsung dimasukkan kembali ke gagang. http://en.wikipedia.org/wiki/Iai&amp;lt;/ref&amp;gt; dalam satu saat itu. Dan kalau dia mau, satu atau semua dari tujuh serangan itu bisa menjadi serangan mematikan yang memotong Kamijou menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan. Dia hanya mendengar suara metalik dari pedang yang disarungkan sekali saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan besar adalah &amp;lt;i&amp;gt;kekuatan supernatural&amp;lt;/i&amp;gt; yang dikenal sebagai sihir. Dia memakai sihir yang memanjangkan jarak satu serangan itu sebanyak lusinan meter dan memberikannya kemampuan berpedang untuk menyerang tujuh kali walau mengeluarkannya hanya sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kecepatan serangan Nanasen&amp;lt;ref&amp;gt;Nanasen berarti “Tujuh Kilatan”.&amp;lt;/ref&amp;gt; yang Shichiten Shichitou&amp;lt;ref&amp;gt;Shichiten Shichitou berarti “Tujuh Pedang Tujuh Langit”.&amp;lt;/ref&amp;gt;-ku lakukan itu cukup untuk membunuhmu tujuh kali dalam waktu yang dikenal sebagai sesaat. Orang-orang menyebutnya sebagai pembunuhan instan. Menyebutnya sebagai pembunuhan yang pasti tidak jauh dari kenyataannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam diam, Kamijou mengepalkan tinjunya dengan kekuatan yang cukup untuk menghancurkan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia punya kecepatan, kekuatan, dan jarak yang mengerikan. Kemungkinan besar, serangan memotong itu berhubungan dengan kekuatan supernatural yang dikenal sebagai sihir. Kalau begitu, dia hanya perlu menyentuh serangan aslinya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Teruslah bermimpi,” katanya, memotong pemikirannya. “Aku sudah dengar dari Stiyl kalau tangan kananmu bisa meniadakan sihir entah bagaimana. Tapi apakah aku benar kalau berpikir bahwa kau tidak bisa melakukan itu kecuali kau menyentuhnya dengan tangan kananmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sekali. Tangan kanan Kamijou tidak ada gunanya kalau dia tidak bisa menyentuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan masalah kecepatan. Tidak seperti Biri Biri dari Misaka Mikoto&amp;lt;ref&amp;gt;Serangan listrik. Dalam bahasa Jepang, suara listrik adalah “biri biri”.&amp;lt;/ref&amp;gt; dan Railgun yang ditembakkan dalam garis lurus, dia tidak bisa memprediksi ke mana Nanasen milik Kanzaki Kaori akan datang karena perubahan konstannya. Kalau Kamijou mencoba menggunakan Imagine Breaker, tujuh tebasan itu kemungkinan akan memotong berkeping-keping tangannya sejak awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan menanyakannya sebanyak apa pun yang diperlukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Kanzaki dengan diam memegang gagang Shichiten Shichitou di pinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasakan keringat dingin di pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau &amp;lt;i&amp;gt;mood&amp;lt;/i&amp;gt; Kanzaki berubah dan dia masuk untuk membunuh, Kamijou pasti akan terpotong-potong menjadi bagian kecil dalam sesaat. Dengan bagaimana dia telah memotong pohon-pohon yang berjejer di jalan berkeping-keping dalam jarak beberapa lusin meter, mencoba lari atau menggunakan sesuatu sebagai tameng adalah bunuh diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou memperhitungkan jarak antara dirinya dan Kanzaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar 10 meter. Kalau dia berlari secepat yang tubuh fisiknya bisa biarkan, dia bisa menutup jarak itu dalam empat langkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Bergeraklah.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou memberikan perintah putus asa pada kakinya yang seperti ditempel ke tanah dengan lem instan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akankah kau membiarkan kami membawanya ke bawah rawatan kami sebelum aku memberikan nama sihirku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Bergeraklah!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia maju selangkah ke depan seakan mengoyakkan kakinya dari tanah. Satu alis Kanzaki naik ketika Kamijou bergerak maju dengan langkah eksplosif seperti sebuah peluru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh... Ohhhhhhhhhhhh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia maju selangkah lagi. Kalau dia tidak bisa kabur, tidak bisa menghindar ke kiri atau ke kanan, dan tidak bisa menggunakan apa pun sebagai tameng, maka satu-satunya pilihan yang tersisa adalah maju dan membuka jalan untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu apa yang mendorongmu sampai sejauh ini, tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki menghela napas yang lebih memiliki rasa kasihan dibandingkan keterkejutan. Kemudian...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nanasen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Potongan-potongan kecil dari aspal dan pohon yang hancur melayang di udara seperti debu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan angin yang meraung, awan debu itu terpotong kecil-kecil di depan mata Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah... Ohh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tahu dalam kepalanya bahwa dia bisa meniadakannya kalau dia menyentuhnya dengan tangan kanannya, tapi hatinya segera memilih untuk menghindar. Dia menunduk dengan begitu kuatnya hingga terlihat seperti dia sedang mengayunkan kepalanya ke bawah dan jantungnya membeku ketika tujuh serangan menebas itu lewat di atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak memperhitungkan itu dan dia tidak mungkin berhasil menghindar kalau dia memperhitungkannya. Dia hanya berhasil menghindar murni karena keberuntungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian dia mengambil satu langkah kuat lagi, yang ketiga dari empat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak peduli seberapa aneh serangan Nanasen itu, itu pada dasarnya masih sebuah serangan iai. Itu adalah teknik berpedang kuno yang mengeluarkan satu serangan mematikan yang dimulai dengan mengeluarkan pedang dari sarungnya. Itu berarti waktu ketika pedangnya berada di luar sarungnya akan membuat penggunanya tanpa pertahanan dan tidak bisa menggunakan serangan iai lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia mengambil langkah terakhir itu untuk mencapai Kanzaki, dia akan menang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harapan terakhir yang pikiran itu berikan pecah berkeping-keping dengan suara “klik” kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah suara metalik kecil yang terlalu pendek dari sebuah katana yang dikembalikan ke dalam sarungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nanasen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raungan itu datang tepat dari depan Kamijou dalam jarak kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketujuh serangan itu mengejarnya bahkan sebelum refleks tubuhnya bisa beraksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan...Ahhhhhhhhhh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengulurkan tinju kanannya ke arah tebasan di depannya, tapi itu lebih mirip usaha defensif untuk menangkap bola yang dilemparkan ke wajahnya dibanding sebuah serangan ofensif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama itu adalah kekuatan supernatural, tangan kanan Kamijou bisa meniadakannya bahkan kalau itu adalah kekuatan tuhan atau kekuatan vampir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena berada dalam jarak sedekat itu, ketujuh serangan itu tiba sebagai satu tanpa menyebar. Itu berarti dia bisa menghancurkan ketujuhnya dengan satu pukulan Imagine Breaker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat serangan-serangan itu bersinar biru di bawah sinar bulan, kulit dari satu jari di tinju Kamijou menyentuhnya halus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Dan dimakan&amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap...!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak menghilang. Bahkan dengan Imagine Breaker, serangan absurd itu tidak menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou segera mencoba menyentakkan tangannya ke belakang, tapi dia tidak berhasil dalam waktunya. Bagaimanapun juga, dia telah menjulurkan tangannya sendiri ke serangan pedang Jepang yang akan datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki memicingkan matanya sedikit ketika melihat Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat berikutnya, suara basah dari daging yang dipotong memenuhi area itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou memegang tangan kanannya yang berdarah dengan tangan kirinya dan jatuh berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sejujurnya terkejut ketika menemukan kalau kelima jarinya masih utuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini tentu saja bukan karena jemari Kamijou itu kuat dan kemampuan Kanzaki itu rendah. Tubuh Kamijou tidak terpotong-potong karena fakta sederhana bahwa dia telah menahan diri, menahan dirinya lagi, dan membiarkannya hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih berlutut, Kamijou melihat ke atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki berdiri dengan lingkaran sempurna bulan biru di belakangnya. Dia bisa melihat sesuatu seperti benang-benang merah di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu kelihatan seperti jaring laba-laba. Hanya ketika darah Kamijou menutupinya seperti embun malam di atas jaring laba-labalah dia bisa melihat tujuh kawat baja itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak percaya...” Kamijou menggertakkan giginya. “Apa kau bahkan bukan seorang penyihir?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katana yang besarnya menggelikan itu tidak lebih dari sebuah hiasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mengejutkan kalau dia tidak bisa melihat saat dia menarik pedangnya. Kanzaki tidak pernah menarik pedangnya keluar. Dia hanya menggerakkan pedangnya sedikit di dalam sarungnya dan kemudian menggerakkannya ke tempat semula. Gerakan itu adalah untuk menyembunyikan tangan yang menggerakkan ketujuh kawat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan Kamijou relatif tidak terluka karena Kanzaki telah mengendurkan kawatnya tepat sebelum memutuskan jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang sudah kubilang, aku sudah dengar tentang kemampuanmu dari Stiyl.” Kanzaki kedengaran tidak tertarik. “Saat itulah aku menyadarinya. Kekuatanmu bukan dalam jumlah yang lebih besar, tapi adalah tipe yang berbeda. Sama seperti gunting-batu-kertas. Seberapa banyak pun kau menggunakan batu, kau tidak akan pernah mengalahkan kertasku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengepalkan tangannya yang berdarah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kelihatannya kau salah tentang sesuatu.” Kelihatannya menyakitkan bagi Kanzaki untuk melihatnya. “Aku tidak menyembunyikan ketidakmampuan dengan sebuah trik murahan. Shichiten Shichitou bukan sekedar hiasan saja. Di balik Nanasen adalah Yuisen&amp;lt;ref&amp;gt;Yuisen berarti “Satu Kilatan”.&amp;lt;/ref&amp;gt; yang sebenarnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkan tinju berdarahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan yang lebih penting, aku masih belum memberikan nama sihirku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong jangan buat aku memberikannya, bocah.” Kanzaki menggigit bibirnya. “Aku tidak mau memberikannya lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinjunya yang terkepal gemetar. Dia jelas berbeda dari Stiyl. Dia bukan kuda poni yang hanya tahu satu trik saja. Dari paling dasar dari semua dasar dan yang paling dasar dari semua fondasi, dia terbuat benar-benar berbeda dari Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Seperti aku bisa menyerah saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, Kamijou tidak melepas kepalan tangannya. Dia tetap menutup tangan kanannya walaupun tidak bisa merasakan apa pun di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tidak menyerah ketika mencoba menoleh pada Kamijou ketika dipotong di punggungnya oleh penyihir itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kaubilang? ...Aku tidak bisa mendengarku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kubilang tutup mulutmu, dasar robot sialan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengepalkan tinjunya yang berdarah dan mencoba mengayunkannya ke wajah gadis yang berdiri di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi ujung dari sepatu bot Kanzaki menusuk ulu hatinya sebelum dia bisa melakukannya. Seluruh udara dalam paru-parunya keluar dari mulutnya dan sarung hitam Shichiten Shichitou menghantamnya di sisi wajah seperti sebuah tongkat baseball. Badannya berputar seperti tornado dan dia menghantam tanah dengan bahu lebih dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum dia bisa berteriak kesakitan, Kamijou melihat bagian bawah sepatu bot itu turun untuk menghancurkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mencoba mengghindar, dia segera berguling ke samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nanasen.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kata itu memasuki telinga Kamijou, tujuh tebasan memecahkan aspal di sekitarnya berkeping-keping. Seluruh tubuh Kamijou dihujani oleh ledakan pecahan-pecahan kecil dari segala penjuru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gh...Ah...!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggeliat kesakitan di tempatnya ketika diserang oleh rasa sakit yang intens mirip dengan dikeroyok dan dipukuli oleh lima enam orang. Kanzaki mendekatinya dengan sepatu botnya yang menggesek tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aku harus bangkit...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi kakinya terlalu lelah untuk bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu pastinya sudah cukup.” Suara kecilnya benar-benar terdengar terluka. “Tidak ada alasan bagimu untuk melakukan sejauh ini untuknya. Bertahan bahkan 30 detik melawan satu dari sepuluh penyihir teratas di London adalah pencapaian yang cukup bagus. Dia tidak akan menyalahkanmu setelah kau melakukan sejauh ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran Kamijou buram, tapi dia berhasil mengingat sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengingat kalau Index memang tidak akan menyalahkannya apa pun yang dia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tapi...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persis karena dia berlanjut menahan semuanya tanpa menyalahkan orang lainlah dia tidak bisa menyerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia ingin menyelamatkan gadis yang tersenyum begitu sempurna walau ekspresinya seharusnya adalah yang menyayat hati. &#039;&#039;&#039;(&amp;lt;!--lol ga enak. He wanted to save that girl who smiled so perfectly with that otherwise heartbreaking expression.--&amp;gt;)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memaksakan tangan kanannya yang hancur menjadi sebuah tinju seakan tangannya adalah seekor serangga yang sekarat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya masih bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya bergerak ketika dia memintanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kenapa?” bisik Kamijou dari posisinya yang terbaring di tanah. “Kelihatannya kau tidak menyukai ini. Kau tidak seperti orang bernama Stiyl itu. Kau ragu untuk membunuh musuhmu. Kau bisa dengan mudah membunuhku sejak awal kalau kau mau, tapi kau &amp;lt;i&amp;gt;tidak melakukannya&amp;lt;/i&amp;gt;. ...Kau masih punya jalan pikiran manusia yang cukup normal untuk &amp;lt;i&amp;gt;ragu&amp;lt;/i&amp;gt; mengenai hal-hal seperti itu, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki telah menanyakannya lagi dan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah meminta agar semua diselesaikan sebelum dia harus memberikan nama sihirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir &amp;lt;i&amp;gt;rune&amp;lt;/i&amp;gt; yang menamakan dirinya Stiyl Magnus tidak menunjukkan keraguan sedikit pun di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki Kaori terdiam, tapi pikiran Kamijou terlalu kabur karena seluruh rasa sakit untuk menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu kau pasti tahu, kan? Kau tahu bahwa mengejar-ngejar sorang gadis sampai dia pingsan karena lapar dan kemudian menebas punggungnya dengan pedang itu salah, kan?” Dia mengeluarkan hal itu seperti batuk darah, sementara Kanzaki hanya bisa lanjut mendengarkannya. “Apa kau tahu kalau dia tidak punya ingatan lebih dari satu tahun karena kalian? Apa-apaan yang kalian lakukan padanya sambil mengejarnya sampai menyebabkan hal seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak mendapat respon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak bisa mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mungkin bisa mengerti kalau penyihir ini mencoba mendapatkan 103.000 grimoir untuk menjadi seorang Dewa Sihir yang (katanya) bisa membengkokkan aturan-aturan dunia untuk mengabulkan permintaan seperti menyembuhkan seorang anak dengan penyakit yang tidak tersembuhkan atau melakukan sesuatu untuk kekasih yang mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi bukan itu yang sedang dilakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah bagian dari sebuah organisasi. Dia melakukan ini karena dia disuruh, karena itu adalah tugasnya, dan itu adalah yang diperintahkan padanya. Hanya itu saja yang membuatnya sampai mengejar seorang gadis dan menebas punggungnya terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa?” Kamijou mengulang, rahangnya dirapatkan. “Aku cuma pecundang yang tidak bisa menyelamatkan seorang gadis setelah mempertaruhkan nyawaku mencoba melawanmu sia-sia. Aku cuma orang lemah yang tidak bisa melakukan apa pun selain terbaring di tanah dan melihatmu membawanya pergi.” Dia terdengar seperti dia akan menangis seperti seorang anak kecil dalam waktu dekat. “Tapi kau itu berbeda, kan?” Dia tidak tahu apa yang sedang dia katakan. “Dengan kekuatanmu kau bisa melindungi siapa pun atau apa pun dan menyelamatkan apa pun atau siapa pun.” Dia tidak tahu dengan siapa dia sedang berbicara. “Jadi kenapa kau melakukan ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dia menyesal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyesali bahwa dia telah berpikir kalau dia bisa melindungi semua yang dia inginkan dengan kekuatan kecil yang dia punya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyesali bahwa seseorang dengan kekuatan sehebat itu hanya menggunakannya untuk memburu seorang gadis kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyesali bahwa situasi ini seperti mengatakan kalau dia itu bahkan lebih hina dari orang seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyesali itu semua dan dia pikir dia akan menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keheningan menumpuk di atas keheningan, menciptakan keheningan yang bahkan lebih hening.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau pikiran Kamijou sedang jernih, dia pasti akan terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang tersudut adalah Kanzaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan beberapa kata saja, dia telah menyudutkan satu dari sepuluh penyihir teratas di London.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak benar-benar bermaksud untuk membelah punggungnya. Kupikir &amp;lt;i&amp;gt;barrier&amp;lt;/i&amp;gt; dari jubah biarawati Gereja Berjalan-nya masih berfungsi... Aku hanya menebasnya karena aku benar-benar yakin itu tidak akan melukainya... Tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak mengerti apa yang Kanzaki katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak melakukan ini karena aku mau,” kata Kanzaki. “Tapi dia tidak bisa hidup kalau aku tidak melakukan ini. ...Dia akan...mati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki kedengaran seperti seorang anak yang akan menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Organisasi tempat aku berada sama dengannya. Aku berasal dari Necessarius milik Gereja Anglikan,” katanya seakan memuntahkan darah. “Dia adalah rekanku...dan temanku yang berharga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Previous [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1 Chapter1|Chapter 1]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1 Chapter3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
|-&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter1&amp;diff=188665</id>
		<title>Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1 Chapter1</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter1&amp;diff=188665"/>
		<updated>2012-09-15T16:22:58Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: /* Part 7 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 1 : Penyihir Mendarat di Kota. &#039;&#039;FAIR,_Occasionally_GIRL.&#039;&#039;==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 1===                     &lt;br /&gt;
                            &lt;br /&gt;
Lahir di antara 20 Januari dan 18 Februari, kamu tidak bisa dihentikan, tidak peduli dalam cinta, bisnis, ataupun keberuntungan! Tidak peduli apa pun yang kamu lakukan, pasti hasilnya baik, jadi belilah tiket lotre! Tapi, hanya karena kamu populer, jangan berpacaran dengan tiga atau empat gadis sekaligus…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ok, ok … aku sudah tahu hasilnya akan seperti ini, aku tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
20 Juli, hari pertama liburan musim panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam suatu ruangan asrama di “Kota Akademi” yang AC-nya rusak, udara panas mengalir masuk memenuhi tempat tertutup itu, menyebabkan Kamijou Touma tidak bisa melakukan apa-apa. Sepertinya alasannya adalah ada sambaran petir yang menghancurkan lebih dari 80% perangkat listrik kota, termasuk kulkasnya sehingga makanan di dalamnya membusuk. Dia ingin makan mi instan, tapi malah jatuh ke baskom. Baik, dia harus keluar dan makan. Tapi, ketika sedang mencari dompetnya, dia menginjak kartu ATM-nya, merusaknya. Dia bermaksud untuk melanjutkan tidur, tapi menerima panggilan kasih sayang dari wali kelasnya, dan mendengar, “Kamijou-chan yang bodoh, waktunya pelajaran tambahan♥ “.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tahu bahwa horoskop yang berkelip di ujung laporan cuaca di layar TV tidak akan akurat. Tapi tak seorang pun bisa tertawa atas perbedaan yang sangat jauh itu.  &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku tahu, aku tahu hasilnya akan seperti ini … Tapi apa aku tidak bisa mengeluh sedikit saja?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Horoskop untuknya tidak pernah akurat. Dia tidak pernah merasakan jimat keberuntungan bekerja; inilah kehidupan sehari–hari Kamijou Touma. Awalnya, dia berpikir bahwa kesialannya juga berlangsung dalam keluarganya, tapi ternyata ayahnya memenangkan tempat keempat pada hadiah lotre sebelumnya (sekitar 100.000 yen). Ibunya pernah memenangkan mesin penjual otomatis secara terus–menerus, dan akhirnya memainkannya tanpa henti. Dia lalu mulai curiga apakah dia benar–benar anak mereka, tapi setelah berpikir lebih jauh, dia ingat dia tidak punya adik, dan tidak ada yang meneruskan “garis keturunan” mereka. Bagaimana bisa mereka menghadapinya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, Kamijou Touma itu selalu sial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu sialnya sampai hidupnya bagai lelucon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, Kamijou Touma tidak akan pesimis selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak pernah sekali pun mengandalkan “keberuntungan”, yang membuatnya sangat mudah menyesuaikan diri.  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
“Baik. Sekarang, aku harus mengurus kartu ATM dan kulkas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggaruk kepalanya sambil melihat–lihat kamarnya. Dia bisa mengganti kartu ATM selama dia punya rekening, tapi yang bermasalah adalah kulkasnya. Bukan, masalah yang paling mendesak adalah sarapannya. Di samping itu, pelajaran tambahan pada dasarnya hanya program pengembangan kekuatan, jadi dia akan dipaksa minum tablet atau semacamnya; Meminumnya di saat perut kosong tentu bukanlah ide yang bagus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mungkin akan ke toko serba ada dan beli sesuatu, pikir Kamijou sambil melepas kaos yang telah dipakainya sebagai piyama, dan berganti ke seragam musim panasnya. Seperti semua anak tanpa otak lainnya, Kamijou menghabiskan semalaman penuh untuk berpesta merayakan hari pertama liburannya seperti orang sedang mabuk, dan sekarang, kepalanya sakit karena kurang tidur. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Membolos pelajaran selama 4 bulan dalam satu semester, dan hanya perlu ikut kelas tambahan selama seminggu? Ini pertukaran yang bagus.” Kamijou mencoba untuk berpikir positif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cuacanya bagus, sebaiknya kujemur futonku...” Kamijou berbicara sendiri sambil mengumpulkan suasana hati positif, dan membuka pintu geser ke balkon. Jika dia membiarkan futonnya disinari matahari sekarang, futonnya akan kering dan lembut saat dia kembali dari pelajaran tambahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dilihat baik – baik, tembok blok tetangga jaraknya hanya sekitar 2 meter dari balkon pada lantai 7 ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa langit begitu biru~? Kenapa masa depan begitu gelap~?” Kamijou menyanyi untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat menyedihkan. Awalnya dia bermaksud untuk menghibur dirinya sendiri. Tapi, ternyata memaksakan dirinya untuk menyanyikan lagu tersebut dengan riang gembira hanya membuatnya makin sedih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping itu, dia hanya membuat lelucon sendirian; tidak ada orang yang membetulkannya. Kesepian ini betul–betul bisa dipahami. Meskipun begitu, Kamijou masih tetap melipat futonnya, dan membawanya keluar. Jika dia bahkan tidak bisa membawa futon, dia betul–betul menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, Kamijou tiba–tiba menginjak sesuatu yang lembut dan berair. Melihatnya dekat–dekat, dia sadar bahwa itu adalah roti yakisoba yang dibungkus plastik. Karena sudah dikeluarkan dari kulkas, seharusnya roti itu sudah busuk sekarang.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Semoga tidak akan hujan tiba – tiba... “&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Ini adalah firasat buruk yang datang dari hatinya, tapi Kamijou tetap membawa futonnya ke balkon.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Pada saat itu, Kamijou melihat bahwa sudah ada futon di balkon.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Meskipun tempat  ini adalah asrama murid, struktur bangunannya mirip dengan apartemen bertingkat tinggi biasa. Kamijou tinggal di satu ruangan, yang berarti tidak seharusnya ada orang lain yang akan menjemur futon di sini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dilihat baik–baik, dia sadar bahwa benda yang dijemur itu bukan futon.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Benda itu adalah seorang gadis berpakaian putih.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ah?!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Futon jatuh dari tangannya, dan mendarat di tanah.&lt;br /&gt;
Ini aneh, betul – betul bodoh. Gadis ini sepertinya dalam keadaan koma karena pinggangnya terbaring di balkon, tubuhnya membengkok setengah, dan bagian tubuhnya tergantung ke bawah.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia berumur... mungkin 14 atau 15? Selain itu, dia sepertinya berumur lebih muda dari Kamijou kira–kira 1 atau 2 tahun. Dia pasti orang asing karena tidak hanya kulitnya sangat putih tapi rambutnya juga... tidak, warnanya perak. Rambutnya sangat panjang, dan karena tubuhnya membengkok ke bawah, wajahnya tertutup, jadi dia tidak bisa melihat wajahnya. Jika gadis itu berdiri, rambutnya mungkin mencapai pinggang, &#039;kan? &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wa, ini pertama kalinya aku bertemu Suster&amp;lt;ref&amp;gt;Suster yang dimaksud adalah suster gereja dan dalam bahasa Inggris Suster=Sister= adik perempuan&amp;lt;/ref&amp;gt;… tidak, yang kumaksud bukan adik perempuan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baju itu apa namanya? Jubah suster? Di samping itu, baju itu seharusnya hanya dipakai suster gereja. Baju itu terlihat seperti gaun panjang dari Barat dan panjangnya bisa mencapai pergelangan kaki. Dia juga memakai kerudung yang menutupi kepalanya. Jubah suster biasanya berwarna hitam, tapi jubah gadis ini putih bersih. Bahan untuk membuatnya seharusnya sutra, tapi jubah itu rasanya sangat berbeda dari yang lain. Ada sulaman warna emas dijahit pada setiap tepinya. Kamijou tak bisa memercayai seberapa berbedanya kesan yang diberikan hanya karena perbedaan warna pada pakaian yang desainnya sama persis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari indah gadis itu tiba–tiba bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepalanya pelan–pelan naik. Rambutnya yang seperti sutra bergerak ke samping secara alami, dan seperti tirai yang ditarik ke atas, wajah gadis itu terlihat di depan Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Uuu... WAAHH!!!&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Gadis ini terlihat manis juga. Mata hijaunya cocok dengan kulit putihnya, yang membuat Kamijou merasa seperti itu adalah karena ini adalah hal baru. Gadis itu terlihat seperti boneka.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tapi, yang membuat Kamijou panik bukan kemanisannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Alasannya adalah karena dia &#039;orang asing&#039;. Kemampuan berbahasa Inggris Kamijou itu sesuai dengan kritik yang dikatakan oleh  guru Bahasa Inggrisnya, “Jangan pernah sekali pun berbicara dengan orang asing!!” Jika gadis ini yang berasal dari luar negeri adalah seorang penjual bulu atau alat kontrasepsi lain, sepertinya tanpa sadar Kamijou akan menghabiskan sedikit uangnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Bibir gadis yang manis dan entah kenapa kering itu perlahan mengucapkan beberapa kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengambil langkah mundur. Nyek! Suara itu muncul ketika dia sekali lagi menginjak roti yakisobanya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku lapar.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sekejap, Kamijou berpikir bahwa dia benar–benar bodoh untuk mendengar bahasa asing gadis itu seperti bahasa Jepang. Seperti murid bodoh yang menyanyi secara acak meski tidak tahu liriknya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku lapar.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku lapar.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku bilang... aku lapar...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Melihat ini Kamijou mempertahankan keadaan bekunya, gadis berambut perak itu seperti mengungkapkan ketidakpuasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini suram, betul – betul suram. Kenapa dia merasa bahwa gadis itu berbicara bahasa Jepang?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ah... Mmm...” Kamijou menatap gadis di atas pagar balkon dan berkata, “Apa sekarang? Apakah kamu ingin mengatakan kalau kamu roboh karena kecapekan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Mungkin lebih tepat dikatakan kalo aku sudah roboh dan hampir mati ”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...” Gadis ini benar–benar lancar berbahasa Jepang.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Hei, aku akan sangat berterima kasih jika kamu mau mengisi perutku.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou melihat roti yakisoba yang sudah busuk dan diinjaknya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia memutuskan bahwa tak peduli dari mana gadis ini berasal, dia tidak akan mau terlibat dengannya. Kamijou berpikir liar, &#039;Kenapa aku tidak membantunya mencapai kebahagiaan di tempat yang sangat, sangat jauh?&#039; Dia membawa roti yakisoba yang berair itu, lengkap dengan bungkus plastiknya, ke dekat mulut gadis itu. Kamijou berpikir, &#039;Setelah mencium ini, bahkan seorang gila pun akan lari jauh, jauh sekali, &#039;kan?&#039; Seperti di Kyoto, jika pemilik rumah menuang teh di atas nasi, itu artinya dia bermaksud untuk “ mengusir pengunjungnya” —&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Terima kasih, aku makan.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
DIa melahap roti, pembungkus plastik, dan tangan Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Hanya seperti itu, dengan tangisan kesialan, Kamijou memulai hari baru dalam hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama–tama, biarkan aku memperkenalkan diri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kenapa tidak menjelaskan alasanmu menggantung di balkonku—?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namaku Index.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti orang bakal percaya saja jika itu adalah nama asli! Apa itu ‘Index’? Memangnya kau daftar isi?”&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
“Seperti yang kaulihat, aku berasal dari gereja. Ah, ini adalah hal penting: Aku bukan bagian dari Vatikan, tapi dari Anglikan.”  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak peduli apa yang kaukatakan. Dan juga, jangan hindari pertanyaanku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya tidak cukup jika kubilang Index? Ah, nama sihirku adalah Dedicatus545.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi? Halo, halo? Boleh aku tahu dari planet mana aku mendapat saluran ini?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Melihat Kamijou memasukkan jarinya ke telinganya sendiri dengan santai, Index menggigit kuku ibu jarinya. Sepertinya menggigit jarinya sendiri adalah kebiasaannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kenapa aku harus duduk dengan sopan dan berhadap-hadapan dengannya di depan meja kaca ini? Seperti orang mau dijodohkan saja, pikir Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sekarang ini, Kamijou seharusnya siap–siap ke sekolah untuk mengikuti kelas tambahan musim panasnya, tapi dia tidak ingin meninggalkan gadis misterius ini di kamarnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dan hal terburuk adalah gadis berambut perak yang menyebut dirinya Index ini sepertinya menyukai kamarnya, terlihat dari gelagatnya yang ingin bermalas-malasan di lantai kamar ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mungkin ini salah satu &#039;kesialan&#039; yang ditarik Kamijou? Jika iya, ini buruk.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
[[Image:Index_v01_031.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Jadi, jika kamu bisa mengisi perutku, aku akan sangat beterima kasih.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kenapa aku harus melakukan itu? Apa gunanya meningkatkan cara pandangmu terhadapku? Jika aku akan memulai kejadian aneh dan sampai ke ‘rute Index’, lebih baik aku mati saja!!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Emm… apa itu bahasa gaul? Maaf, aku tidak mengerti yang kaukatakan.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sudah dapat diduga bahwa orang asing tidak mengerti budaya otaku Jepang.&amp;lt;ref&amp;gt;otaku adalah maniak anime/manga Jepang&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Tapi jika kamu mau mengusirku, aku mungkin akan pingsan setelah berjalan 3 langkah, &#039;kan?” tanya gadis itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kamu akan pingsan…? Itu bukan urusanku.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Jika itu terjadi, aku akan menggunakan sisa-sisa tenagaku untuk menulis pesan kematian. Ya, itu adalah fotomu.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika aku diselamatkan seseorang, aku akan berbohong kalu aku dikunci di kamar ini, disiksa habis – habisan… dan bahkan aku bisa berkata kau memaksaku memakai pakaian ini.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kau berani mengancamku!? Kamu ternyata juga cukup tahu, &#039;kan!!?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Index memiringkan kepalanya, memperlihatkan wajah bingung. Dia seperti anak kucing yang baru saja melihat cermin untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Gadis itu sukses membuat Kamijou jengkel. Kamijou merasa hanya dirinya saja yang kebagian tidak enaknya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tunggu saja! Kau ingin makan, &#039;kan!?&#039;&#039; Kamijou berlari ke dapur dengan marah. Makanan dalam kulkas sudah busuk, jadi dia mungkin akan memenuhi mulut gadis itu dengan makanan itu. Kamijou tidak akan merasa rugi. Maka, Kamijou menuangkan makanan sisa itu ke dalam panci, dan menggorengnya seperti sayuran. Jika dia memanaskannya, tidak seorang pun akan mati, &#039;kan?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Coba pikir, dari mana gadis ini datang?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Meskipun ada orang asing di Academy City, gadis ini tidak mempunyai “aura” yang dimiliki penduduk sini. Tapi, jika dia datang dari luar, itu juga aneh. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Academy City adalah kota yang terdiri dari ratusan sekolah. Tapi sebenarnya lebih tepat dikatakan sekolah asrama yang sebesar kota. Academy City menempati sepertiga tanah Tokyo dan dikelilingi tembok seperti Tembok Raksasa Cina. Meskipun tidak seketat penjara, tidak mudah untuk masuk ke dalam. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
...Atau begitulah yang kelihatannya. Sebenarnya suatu universitas teknik telah meluncurkan 3 satelit untuk memonitor Academy City sepanjang waktu dalam samaran sebuah eksperimen. Setiap orang yang keluar-masuk kota akan dilacak dan diselidiki. Jika satelit itu menemukan seseorang mencurigakan  yang tidak cocok dengan data di gerbang kota, Anti-Skill dan anggota Judgement dari setiap sekolah akan dikerahkan…&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mungkin ini gara–gara gadis listrik yang mengeluarkan badai petir sehingga gadis aneh ini tidak ditemukan? pikir Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Oh, ya, kenapa kamu bergantungan di pagar balkonku?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou bertanya pada gadis itu sambil menuangkan kecap ke dalam wajan makanan jahat itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku tidak bergantungan di sana.” &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Lalu apa? Jangan katakan kamu dibawa angin dan mendarat di sini?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“…Boleh dibilang begitu.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou, yang hanya bercanda, dengan tajam membelokkan kepalanya untuk menatap gadis itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku ingin loncat dari atap gedung itu ke atap gedung ini, tapi aku jatuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atap? Kamijou melihat langit – langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daerah ini adalah tempat dibangunnya asrama murah bagi siswa. Gedung setinggi delapan tingkat diatur berderet-deret. Hanya dari melihat balkon saja, seseorang akan tahu jarak antaratap hanya sekitar dua meter. Bukannya tidak mungkin untuk meloncat dari atap ke atap, tapi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau serius? Tinggi atapnya delapan tingkat! Kamu akan mati jika tidak hati–hati!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Yeah, orang yang mati karena bunuh diri juga tidak akan diberi kuburan.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Index memberi jawaban yang membingungkan, dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Tapi tidak ada pilihan lain; Aku harus melakukannya supaya bisa kabur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ka...bur?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar kata yang memiliki arti berbahaya itu, Kamijou secara tidak sengaja mengerutkan dahinya. Tapi Index memberi jawaban “Nn” seperti anak kecil, dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sedang dikejar-kejar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan yang menggerakkan wajan berhenti dengan sendirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebetulnya, aku bisa saja loncat, tapi seseorang menyerangku dari belakang ketika sedang meloncat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis yang menyebut dirinya Index terlihat tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena itulah, aku jatuh dan mendarat di pagar balkonmu. Maaf.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun dia tidak mengejek dirinya sendiri atau membuatnya terdengar ironis, dia hanya memberi Kamijou Touma sebuah senyuman yang murni tanpa rasa bersalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Diserang’...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Ah... Jangan khawatir dengan lukaku. Pakaian ini juga berfungsi sebagai &#039;&#039;barrier&#039;&#039; pertahanan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu &#039;&#039;barrier&#039;&#039; pertahanan? Apakah itu pakaian anti peluru?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu berputar seperti sedang memamerkan baju yang baru dibelinya. Dia tidak terlihat terluka. Tapi, apa benar dia ‘diserang’? Jika semua ini hanyalah imajinasinya, mungkin lebih bisa dipercaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun demikian...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktanya adalah dia benar-benar menggantung di pagar balkon lantai tujuh Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika begitu, apakah cerita gadis itu benar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Siapa’ yang menyerangnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mulai merenung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seberapa banyak keberanian yang dibutuhkan orang untuk meloncat dari gedung bertingkat delapan ke gedung lain? Seberapa beruntungnyakah dia bergantung di pagar balkon pada lantai tujuh? Apa maksudnya dia masih tanpa luka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang sedang mengejarku, kata gadis itu tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengatakan ini sambil tersenyum. Seberapa rumitkah cerita di balik senyumnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou betul–betul tidak tahu apa yang dialami Index, jadi dia tidak mengerti kata–katanya sama sekali. Bahkan jika Index menjelaskan semuanya dari awal, paling baik dia hanya bisa mengerti setengahnya. Sisa setengahnya tidak akan dia mengerti sekeras apa pun dia mencoba. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tapi Kamijou mengerti sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah dia sudah bergantungan di pagar balkon di lantai tujuh. Jika dia tidak hati–hati, dia bisa saja mendarat di jalanan aspal. Ini membuat Kamijou khawatir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Makan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Index muncul dari belakang Kamijou. Dia menggenggam sumpit dengan tangannya. Sepertinya dia tidak tahu bagaimana cara memakai sumpit meskipun dia bisa berbicara bahasa Jepang dengan lancarnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menatap wajan dengan semangat. Ekspresi wajahnya seperti kucing yang baru saja diambil dari kardus pada hari hujan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Ah... “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di wajan, makanannya tidak berbeda dari sampah, ‘sayuran goreng’(dengan racun di dalamnya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat gadis lapar ini, Kamijou merasa nurani malaikat yang ada pada dirinya (yang muncul bersamaan dengan iblis yang seperti dirinya) bergulat kesakitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah... eh ... aku ... aku... . Karena kamu sangat lapar, tolong jangan makan makanan sisa yang menjijikkan ini. Kenapa kita tidak ke restoran keluarga? Atau mungkin kita bisa pesan antar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak bisa menunggu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah... mm... “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kelihatannya juga tidak buruk. Ini adalah sesuatu yang kamu buat tanpa meminta imbalan, jadi seharusnya rasanya enak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada waktu itu, Index benar–benar seperti seorang suster, memberikan senyum yang berseri–seri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa mempedulikan Kamijou, yang perutnya bergejolak, Index mengepalkan tangannya, dan menyendok makanan dari wajan dengan sumpitnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat, rasanya tidak terlalu buruk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be... benarkah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu sepertinya penuh perhatian ya, membuat makanan asam untuk melegakan kelelahanku, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Eh... a... asam?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir, aku berani makan makanan asam. Terima kasih; kau seperti seorang kakak laki–laki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan senyum yang berseri–seri, Index tetap melanjutkan makan, ada tauge di wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Wo.. UUU... WOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan cepat mengangkat wajan dengan kecepatan supersonik. Dia melihat Index, yang sangat kurang puas, sambil berpikir bahwa dia akan ke neraka sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu juga lapar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Ah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau tidak, bisakah kamu memberiku sayuran itu? Aku tidak bisa menunggu... “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index melihat Kamijou, mulutnya menggigit ujung sumpitnya. Melihat Index seperti ini, Kamijou bertekad.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini kemauan Tuhan. Tuhan menyuruhnya menyelesaikan apa yang dia mulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, ini bukan kesialannya; ini kesalahannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma menuangkan ‘sampah’ panas  ke dalam mulutnya, menunjukkan sebuah senyuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, gadis yang menyebut dirinya Index menunjukkan wajah tidak senangnya sambil mengerikiti biskuit. Cara dia memegang kedua biskuit dengan kedua tangannya sambil mengerikitinya membuat dia terlihat seperti tupai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Oh, ya, katamu ada seseorang yang mengeja-ngejarmu. Siapa dia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou, yang akhirnya kembali dari neraka, tiba–tiba menanyakan pertanyaan paling penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, Kamijou tidak akan begitu pedulinya pada gadis yang baru dia kenal selama tiga puluh menit, tapi sudah terlambat baginya untuk tidak ikut terlibat dalam masalah gadis tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku akan berpura-pura ramah, pikir Kamijou. Meskipun dia tidak bisa membantunya memecahkan masalah, paling tidak dia bisa berkata bahwa dia sudah mencoba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mm... “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu berkata dengan suara yang haus,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu—mungkin Rosicrucians atau S∴M∴ aka Stella Matutina. Kupikir grup semacam itulah, sayangnya aku belum tahu nama mereka... dan nama tidak ada artinya bagi mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Mereka’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengulanginya dengan sikap bingung. Musuhnya adalah organisasi? Suatu kelompok?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Index, yang sedang dikejar, terlihat tenang. Setelah memberikan “Mn” untuk menegaskannya, dia berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka adalah asosiasi sihir&amp;lt;!--magic cabal--&amp;gt;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Sihir... ? Emm... apa itu tipuan? Apa aku salah dengar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah... eh... ? Emm... apa bahasa Jepangku aneh? Maksudku magic(=sihir). Sebuah asosiasi sihir&amp;lt;!--magic cabal--&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang karena dia menjelaskan dalam bahasa Inggris, Kamijou semakin bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu? Apa kau membicarakan suatu organisasi baru yang menggunakan ajaran agama misterius baru untuk berkhotbah di depan umum, mengatakan, ‘Kalian yang tidak percaya akan menderita karena kemarahan Tuhan.’ Dan memaksa mereka untuk makan suatu obat aneh sebelum mencuci otak mereka? Kedengarannya berbahaya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Sepertinya, aku merasa kau mempermainkanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Kau mempermainkanku, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Maaf, ini tidak mungkin. Aku betul–betul tidak bisa percaya keberadaan sihir. Aku akrab dengan kekuatan supernatural seperti menyalakan api atau melihat tembus pandang, tapi sihir... Aku betul–betul tidak bisa percaya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memiringkan kepalanya dan merenung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ada orang biasa yang dengan tegas percaya bahwa llmu pengetahuan bisa memecahkan segalanya, dia akan berteriak, “Di dunia ini tidak ada hal yang tidak bisa dibuktikan ilmu pengetahuan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun demikian, tangan kanan Kamijou betul-betul mempunyai suatu kekuatan spesial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama dia punya kekuatan spesial aneh yang disebut Imagine Breaker, bahkan keajaiban yang hanya muncul di mitos akan terhapus selama itu hanyalah kekuatan supernatural.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kekuatan supernatural adalah hal biasa di Academy City. Dengan menyuntikkan obat ke dalam pembuluh darah, membiarkan listrik merambat ke leher, dan memperdengarkan suatu ritme khusus dari headset, semua otak bisa “berkembang”. Semua bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan, jadi siapa yang bisa menolak keberadaannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak mengerti apa yang kaukatakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak harus mengerti! Semua tahu, tidak diragukan lagi bahwa kekuatan super itu nyata!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu kenapa sihir tidak... ? Tidak diragukan juga bahwa sihir itu nyata!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index terlihat sangat tidak senang. Pandangannya seperti orang yang hewan peliharaannya dikritik orang lain sebagai kucing kampungan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh... biar kukatakan ini. Kamu tahu janken?&amp;lt;ref&amp;gt;Suit Jepang, kertas-batu-gunting&amp;lt;/ref&amp;gt; Eh, tunggu, itu budaya global, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Sepertinya suatu bentuk budaya Jepang, tapi aku tahu itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika aku kalah sepuluh kali dari sepuluh kali janken, apa kaupikir ada alasan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Wu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Tidak ada alasan, &#039;kan? Tapi manusia akan percaya bahwa ada sesuatu yang bekerja!&#039;&#039;”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berkata dalam nada tidak tertarik,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kebanyakan orang biasa akan berpikir, &#039;Kenapa aku begitu sial?&#039; dan bertanya–tanya apakah ada kekuatan yang tidak terlihat di sekitarnya. Ketika seseorang berpikir seperti itu dan menghubungkannya dengan astrologi, apa yang akan terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Seperti, &#039;Zodiakmu Cancer, dan kamu sangat sial sekarang, lebih baik jangan berjudi&#039;, atau hal–hal lain macam itu, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Segala macam &#039;sihir, kekuatan misterius&#039; yang terjadi di sekitar kita berkembang seperti itu. Manusia membayangkan bahwa ada suatu kekuatan tidak terlihat yang menentukan keberuntungan mereka, dan akan percaya kalau hal–hal sepele semuanya adalah hasil kerja takdir; inilah sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengerutkan bibirnya seperti kucing yang tidak senang. Setelah sementara waktu, dia berkata, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Sepertinya kau tidak punya alasan untuk percaya pada sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yap. Tapi karena aku serius memikirkannya, aku tidak bisa percaya kata–kata bodoh itu. Siapa yang percaya keberadaan penyihir yang hanya ada di dongeng? Jika kamu bisa menghabiskan MP-mu untuk membangkitkan orang mati, siapa yang mau mengembangkan kekuatan spesial? Bagaimana mungkin aku percaya &#039;sihir&#039; yang tidak punya bukti alamiah di belakangnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka yang menganggap kemampuan paranormal sebagai sesuatu yang ganjil dan misterius hanyalah orang bodoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Academy City, kemampuan paranormal termasuk pengetahuan umum dan bisa dijelaskan oleh Ilmu Pengetahuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Tapi sihir benar–benar ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengerutkan bibirnya. Mungkin sihir itu seperti pilar rohani baginya, seperti Imagine Breaker untuk Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, terserah yang kaukatakan. Lalu kenapa mereka mengejarmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sihir betul–betul ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sihir betul–betul ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya dia ingin Kamijou untuk mengakuinya tidak peduli seperti apa pun caranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik, beri tahu aku, apa itu sihir? Bisakah kamu menembak bola api dari tanganmu? Bahkan tanpa melewati pelajaran kekuatan super, bisakah kamu menembak bola api? Coba lakukan di depanku dan aku mungkin akan percaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak punya mana, jadi aku tidak bisa pakai sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa bedanya dengan seorang pengguna kekuatan gadungan mengatakan, “Kamera akan menggangguku, jadi aku tidak bisa membengkokkan sendok”?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping itu, pikiran Kamijou juga agak bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski dia berkata bahwa tidak ada hal seperti sihir, Kamijou tidak sepenuhnya mengerti kemampuan tangan kanannya, Imagine Breaker. Bagaimana bisa? Kekuatan apa yang tidak terlihat dalam ruang itu? Bahkan di Academy City, yang merupakan pihak paling berwenang dalam mengembangkan kemampuan esper, tidak dapat menjelaskan kemampuan Kamijou hanya melalui pemeriksaan tubuh, yang menyebabkan dia dicap sebagai esper “Level 0”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, dia tidak mendapat kekuatannya dari program pengembangan ilmu pengetahuan; tapi, itu adalah kekuatan yang melekat pada tangan kanannya sejak dia lahir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski dia selalu berkata bahwa tidak mungkin ada sihir di dunia ini, dia sendiri punya kekuatan aneh yang membantah semua logika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
... Tapi dia tidak bisa hanya membuat kesimpulan tanpa dasar &#039;karena kekuatan yang tidak dapat dijelaskan di dunia, maka sihir benar-benar ada&#039; seperti itu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Sihir itu ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik, aku akan menganggap sihir itu ada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menganggap?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, kita anggap saja sihir itu ada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengabaikan gangguan Index dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu kenapa kamu dikejar orang–orang itu? Apakah ada hubungannya dengan pakaianmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merujuk pada jubah suster dari sutra yang bersulamkan emas dan berwarna putih bersih. Dengan kata lain, dia bertanya, “Apa ini melibatkan gereja?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Karena aku adalah sebuah indeks.”&amp;lt;ref&amp;gt;Indeks ini maksudnya adalah suatu indeks buku, bukan namanya sediri&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku rasa mereka mengejar 103.000 grimoir yang kumiliki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Kenapa aku tambah bingung sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kamu seperti tidak ingin peduli ketika aku belum menjelaskannya? Kamu agak tidak sabaran, ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik, akan kusimpulkan. Aku tidak tahu apa itu grimoir, tapi mereka hanya buku, kan? Seperti kamus?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mm. Buku Eibon, Lemegeton, Buku Tanpa Nama, Buku Ritual Kanibal, Buku Orang Mati... ini contohnya. Necronomicon terlalu terkenal sehingga masih banyak imitasi lain di luar sana, jadi kurang bisa dijadikan pegangan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um... Aku tidak begitu peduli isi bukunya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou ingin mengatakan, “ini semua, &#039;kan, cuma omong kosong”, tapi menekan dirinya sendiri untuk menelan kata – kata ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Katamu kau memiliki seratus ribu buku; di mana mereka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setidaknya, dia ingin memperjelas hal itu. Seratus ribu buku bisa memenuhi satu perpustakaan penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa maksudmu kau punya kunci ke suatu gudang besar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index menggelengkan kepalanya, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku membawa semua 103.000 buku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Apa? Kamijou mengerut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Kau tidak mencoba bilang bahwa orang bodoh tidak bisa lihat, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika tidak bodoh pun tetap tidak akan bisa melihatnya! Akan sia–sia jika orang dapat melihatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap kata yang Index katakan sepertinya terlalu jauh; rasanya seperti dia sedang dipermainkan. Kamijou melihat ke kiri dan kanan, mencari buku tua yang terlihat seperti grimoir. Dia hanya bisa melihat majalah game, manga yang tersebar di lantai dan PR musim panas yang telah disingkirkan ke pojok ruangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Huuhh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou, yang sudah dihibur fantasi Index, akhirnya tidak tahan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkinkah skenario &#039;seseorang mengejarku&#039; ini hanya imajinasi liar gadis itu? Jika iya, dan dia betul–betul lompat dari gedung bertingkat delapan, gagal, dan mendarat di pagar balkon... Baik, sebaiknya  tidak terlibat dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Bukankah bertentangan kalau kamu percaya kekuatan supranatural tapi sihir tidak?” Index mengerutkan bibirnya dan mengatakan dengan tidak senang, “Apa hebatnya kemampuan supernatural, coba? Kau seharusnya tidak merendahkan yang lain hanya karena kau punya suatu kemampuan khusus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan lembut mengeluh,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, kamu benar. Hanya dengan sedikit tipuan dan kita dikelompokkan menurut sistem level. Pemikiran seperti itu mengerikan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merendahkan kepalanya, melihat tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanannya tidak bisa menembakkan api atau listrik, tidak bisa melepaskan cahaya, dan tidak bisa mengeluarkan suara. Dan tentu saja, tidak akan ada garis–garis aneh muncul di pergelangan tangannya. Tapi tangan kanan Kamijou bisa menghilangkan segala kekuatan supernatural. Tidak peduli sifat bawaannya atau tujuannya, bahkan keajaiban yang muncul di mitos akan dihancurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk orang di kota ini, namun, kekuatan super sudah seperti dorongan dari pilar rohani. Jangan mencari–cari terlalu banyak kesalahan. Dan di samping itu, aku juga salah satu dari mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baguslah kalau kamu mengerti, idiot! Huh, kenapa kamu mengacaukan isi otakmu? Kamu bisa membengkokkan sendok dengan tanganmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh, apa yang bisa dipamerkan dari orang yang menyerahkan karakter alamiahnya untuk sesuatu yang jauh di dalam kulit?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Bisakah aku menjejali mulut cerewetmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ke- kekerasan tidak bisa menakutiku!” Index terlihat seperti kucing yang tidak senang, dan berkata, “Kamu bicara banyak tentang kekuatan super, tapi kamu tidak terlihat punya kekuatan itu sendiri!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Eh, tentang itu... bagaimana aku mengatakannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasa kesulitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia jarang punya kesempatan untuk menjelaskan Imagine Breaker ke orang lain. Bahkan jika pernah, karena kemampuannya hanya bereaksi pada kekuatan supernatural, jika orang lain tidak dapat menerima kenyataan bahwa kekuatan super ada, penjelasannya akan sia – sia saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Unn, tangan kananku... ah, biar aku jelaskan. Ini alami; tidak ada pewarna buatan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika tangan kananku bersentuhan dengan...kekuatan khusus apa pun, baik bola api berkekuatan nuklir ataupun railgun, bahkan keajaiban dari Tuhan akan dihapus tanpa jejak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...eh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Ekspresi apa itu? Kau seperti baru saja melihat katalog belanja untuk membeli kristal keberuntungan yang cantik!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aduh... kamu, seorang ateis yang tidak pernah mengenal nama Tuhan, berkata bahwa keajaiban dari Tuhan akan terhapus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk bepikir bahwa Index akan menggunakan jari kecilnya untuk menggali telinganya sambil tertawa sinis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Ugh, ini membuatku kesal! Aku tidak suka dibodohi oleh gadis sihir palsu yang mengatakan bahwa sihir benar–benar ada, hanya saja tidak bisa membuktikannya membuatku panas...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar Kamijou menggumam seperti itu, Index sepertinya juga marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-Aku bukan gadis sihir palsu! Sihir benar–benar ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu buktikan padaku, kau pemakai kostum Haloween! Aku akan menggunakan Imagine Breaker-ku untuk mengancurkan sihirmu dan kita lihat siapa yang benar! Dasar anak imajinatif!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik, akan kutunjukkan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index dengan marah mengangkat tangannya, “Ini! Pakaian ini! Pakaian ini adalah pelindung pertahanan paling mutakhir yang disebut Gereja Berjalan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengangkat kedua tangannya, mebuat Kamijou melihat jubah suster yang membuatnya memikirkan cangkir teh kelas atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu Gereja Berjalan?! Aku tidak mengerti sedikit pun dari hal yang kaukatakan! Semua yang kaukatakan adalah istilah–istilah aneh seperti indeks dan pelindung pertahanan! Bisakah kau menjelaskan dengan cara yang bisa kumengerti? Terlalu membingungkan! Tidak pernahkah kamu menjelaskan sesuatu yang mendalam dengan cara yang mudah dimengerti?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau... kau tidak pernah mencoba untuk mengerti, dan sekarang kau mengeluh padaku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengayunkan tangannya dengan marah, “Sekarang, akan kubuktikan daripada hanya berbicara saja! Kamu bisa menggunakan pisau dapur untuk menusukku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik! Akan kulakukan... tunggu... apa yang kaupikirkan?! Tentu saja aku akan menusukmu! Apa kau mencoba menjebakku?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah! Kau tidak percaya padaku, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index dengan semangat menggerakkan bahunya ke atas dan bawah, “Pakaian ini memasukkan semua unsur penting dari sebuah gereja, jadi bisa dibilang &#039;Gereja dalam bentuk pakaian&#039;! Tenunan kainnya, jahitan garisnya, bahkan sulamannya juga. Semuanya direncanakan dengan hati–hati! Sebuah pisau dapur semata tidak akan menyakitiku sama sekali!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pikir kamu hanya menggertak... jika aku benar-benar menusukmu, aku akan jadi berandalan remaja paling bodoh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak memercayaiku! Pakaian ini bisa menduplikat sama persis efeknya dengan Kain Kafan Suci dari Turin, pakaian yang dipakai seorang Santo ketika ditusuk oleh Tombak Longinus. Maka, kemapuan pertahanannya adalah kelas Paus. Dalam istilahmu, kekuatannya setingkat dengan perlindungan bom nuklir, &#039;kan? Tidak peduli apakah serangan fisik ataupun sihir, pakaian ini akan menerima, dan menyerapnya... Bukankah aku berkata aku mendarat di balkonmu karena aku diserang dari belakang? Jika aku tidak punya Gereja Berjalan ini, tubuhku pasti sudah berlubang! Apa kau mengerti?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis ini benar–benar cerewet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat pakaiannya dari sisi gelapnya, pendapat Kamijou tentang Index telah turun drastis ke yang terburuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, betul–betul mengesankan... tapi jika itu adalah kekuatan supernatural dan tangan kananku memegangnya, pakaianmu akan hilang, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu jika kekuatanmu benar–benar nyata~ Hoho— “ Index tersenyum menghina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berpikir, aku ambil taruhannya! Dan memegang pundak Index dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh...?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia merasakan perasaan yang betul–betul aneh... seperti dia sedang mencoba untuk menangkap awan. Seperti semua benturan yang diserap spons lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Tunggu sebentar...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou, yang sudah tenang, mulai berpikir sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika apa yang dikatakan Index, walau kedengarannya bodoh, itu benar dan pakaian yang disebut Gereja Berjalan ini betul–betul ditenun bersamaan dengan kekuatan supernatural, apa yang akan terjadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kekuatan supernatural itu hancur, bukankah pakaian itu akan berantakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“TIDAKKKKK MUNGKINNNNNNNNN?!” Perasaan menginjak kedewasaan yang tiba–tiba membuat Kamijou bereaksi dengan teriakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— AAAAAHHHHHHHHHH... eh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berpikir, sial, tadi itu membuatku khawatir saja. Meskipun dia juga merasa kasihan pada gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat! &#039;Kan?! Imagine Breaker apaan? Tidak ada yang terjadi!” Index meletakkan tangannya di pinggangnya, mengangkat dada kecilnya, dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekejap kemudian pakaian Index terurai seperti pita hadiah, menyebar di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index v01 051.jpg|thumb]] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benang yang menjaga jubah suster itu tetap utuh mengendur, dan jubah itu menjadi potongan-potongan kain. Hanya penutup kepalanya yang masih utuh, tapi mungkin itu karena penutup kepalanya tidak tersambung dengan pakaian yang dia sentuh. Sepenuhnya, membuat hal ini lebih menghina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index hanya berdiri di sana, tangannya di pinggang, dada kecilnya terangkat, dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang menutupi tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rupanya gadis bernama Index ini mempunyai kebiasaan menggigit orang jika marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AW! AW! AW! Berhenti menggigitku! Apa kau pikir kau itu nyamuk dari perkemahan musim panas?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index, yang hanya mengenakan selimut yang menutupinya, duduk tegak lurus di lantai, menggunakan setumpuk besar peniti dalam usaha yang telaten (dan sia–sia) untuk memperbaiki pakaian susternya kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana tidak menyenangkan dan mengerikan mendominasi ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, tidak seperti pembunuh berantai yang akan berjalan ke ruangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ ... Emm, permisi, Tuan Putri? Maaf mengganggu, tapi ada kaos kecil dan celana pendek di sini... ”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suster itu menatap kembali padanya, melotot seperti ular.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... emm... Tuan Putri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma merasa bahwa gadis di depannya memiliki banyak ekspresi wajah sambil mencoba untuk melanjutkan percakapan dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Barusan itu salahku, ok?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mendapat balasan gadis itu dalam bentuk jam alarm terbang yang dilempar ke wajahnya. Ketika Kamijou berteriak kaget, sebuah bantal besar juga terbang. Setelah bantal, sebuah konsol game dan sebuah tape rekorder mini juga terbang dengan mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana bisa kamu dengan santainya mengatakan hal seperti itu setelah hal memalukan ini?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Emm... ini... itu... sebetulnya, pelayanmu lebih dari sedikit gugup sekarang ini. Bagaimana aku mengatakannya... &#039;Inilah masa muda!&#039;?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau masih bercanda... uuuuuuuuuuuuu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya! Ya! Aku minta maaf! Aku minta maaf! Aku minta maaf! … itu adalah kaset video yang kusewa, bukan saputangan! TOLONG JANGAN MENGGIGITNYA!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma bersujud di lantai dalam sikap yang berlebihan sambil meminta maaf pada gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, Kamijou, yang baru pertama kali dalam hidupnya melihat dengan mata kepalanya sendiri gadis yang telanjang bulat dalam kemuliaan, sangat gugup sampai rasanya hatinya sedang diremas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baguslah dia tidak bisa melihatnya dari mukaku, pikirnya. Tapi pikirannya, sialnya, hanya pikiran belaka. Jika dia melihat cermin, dia akan tahu kalau semuanya terbaca di wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah jadi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara isak dan pilek, Index menyelesaikan kerajinan pekerjaan rumah tangga yang kejam untuk mengembalikan pakaian suster itu ke bentuk semula. Setelah memutarnya untuk melihatnya... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Hah. Pakaian suster dengan peniti yang berkelap–kelip dengan jumlah tak  terhitung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... (Tetesan keringat)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Erm, apa kamu betul–betul akan memakai itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau betul–betul akan memakai tipuan yang seperti &#039;&#039;iron maiden&#039;&#039; ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... (Air mata).”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dalam bahasa Jepang disebut &#039;kasur jarum&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... uu... uuuuuuuu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku salah! Aku minta maaf!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tiba–tiba berlutut di lantai, memukulkan kepalanya ke lantai seperti bawang putih yang dihancurkan. Kontrasnya, Index seperti anak kecil yang diganggu sambil menggigit keras kabel TV. Jika dia meneruskannya, kabel itu akan putus di tengah–tengahnya. Sungguh kucing yang kasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku harus memakainya! Aku, &#039;kan, masih seorang suster!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index membuat geraman aneh sambil memakai gaunnya di bawah selimut, meniru gerakan ulat. Bagian yang tidak tertutupi selimut hanyalah kepalanya, yang terlihat semerah bom.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ah, caramu mengganti pakaian mengingatkanku akan pelajaran renang di sekolah-“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kamu masih melihat? Kamu seharusnya membalikkan kepalamu, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu tidak akan mati hanya karena aku melihatmu telanjang. Lagi pula, setalah terlihat tanpa busana, ganti baju saja bukan apa–apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index berhenti sebentar, tapi melihat Kamijou yang mungkin belum sadar atau belum percaya bahwa dia mengatakan sesuatu yang salah lagi, jadi dia melanjutkan memakai pakaiannya. Kerudungnya jatuh ke lantai, tapi sepertinya dia lebih fokus memakai bajunya dalam selimut jadi dia belum menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahu apa yang akan dikatakannya, tapi dia tahu situasinya akan bertambah canggung jika tak seorang pun bicara. Seperti dalam elevator bersama orang asing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kamijou terus berharap dia bisa kabur dari kenyataan, sesuatu memotong garis paling depan pikirannya: pelajaran tambahan musim panas!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wah, sial! Aku ada pelajaran tambahan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat jam tangannya, “ Ah… emm… aku harus ke sekolah sekarang. Apa yang akan kaulakukan? Jika mau tinggal di sini, aku akan memberimu kunci.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ide “mengusir gadis itu” sudah sepenuhnya hilang dari pikiran Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena pakaian suster Index, Gereja Berjalan, bereaksi terhadap Imagine Breaker, Kamijou punya bukti bahwa pakaian Index betul–betul memiliki kekuatan supernatural. Kata–katanya tadi sudah tidak terdengar seperti fantasi lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berkata dia dikejar penyihir dan jatuh dari atap ke pagar balkon Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berkata dia harus terus berlari supaya nyawanya selamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benarkah ada sekelompok penyihir yang datang dari dongeng dan mengacau di kota sains yang bahkan mengubah kekuatan supernatural menjadi kenyataan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Bahkan jika dia itu tidak benar, Kamijou ingin Index tinggal di sini dan menenangkan diri setelah melihatnya begitu kesulitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tidak perlu. Aku akan pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun dia bicara seperti itu, Index memperlihatkan wajah kesulitan sambil pelan–pelan bangun dari lantai. Dia berjalan melewati Kamijou seperti hantu dan sepertinya dia lupa memakai kerudungnya yang jatuh ke lantai ketika dia memakai pakaian susternya. Kamijou ingin mengambil dan mengembalikan padanya, tapi takut kalau kekuatan tangan kanannya akan menghancurkan kerudung itu juga. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… emm… anu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Jangan terlalu banyak berpikir!” Index menolehkan kepalanya, dan berkata, “aku tidak pergi karena aku marah; Aku pergi karena jika aku terlalu lama tinggal di sini, orang–orang itu mungkin kembali ke sini. Kamu tidak ingin kamarmu dihancurkan, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar Index mengatakan kata–kata  mengerikan dengan mudahnya, Kamijou tidak tahu bagaimana untuk membalasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index pelan–pelan berjalan ke pintu masuk dan keluar. Kamijou mengejarnya dengan panik, berpikir bahwa dia seharusnya membantunya, jadi dia mengecek isi dompetnya. Tapi ternyata isinya cuma 320 yen. Meskipun begitu, Kamijou ingin menjaga Index di sini, di mana dia aman,jadi dia cepat–cepat berlari menuju pintu, tapi kakinya menyandung bingkai pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AH… AWWWWWWW! OOOOOOOOO!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index berbalik ke arah teriakan, dan melihat Kamijou memegang kakinya dan berteriak kesakitan. Sakit di kakinya membuatnya meloncat–loncat, menyebabkan telepon genggamnya jatuh ke lantai. Ketika Kamijou sadar semua sudah terlambat, dan sebuah retakan bisa didengar dari layar kaca HP-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uuuuu… uuuuuuuuuuuuuuuuuuu… Aku benar-benar sial…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin bukan sial, melainkan kikuk?” Index tersenyum, “tapi karena Imagine Breaker-mu nyata, mungkin memang sudah seharusnya begitu, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Apa maksudmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, ini adalah isu dari pihak Sihir, jadi mungkin kamu tidak akan percaya kalau aku mengatakannya,” Index tertawa sambil mengatakan, “jika perlindungan Tuhan dan benang merah takdir benar-benar ada, mereka akan dihancurkan oleh tangan kananmu juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengguncangkan pakaian susternya yang dipasangi peniti, berkata, “Seperti Gereja Berjalan yang aslinya memiliki kekuatan Tuhan. Pakaian ini merupakan perlindungan dari Tuhan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh… apanya yang ‘beruntung’ atau ‘sial’? Bukankah itu hanya kemungkinan dan statistik? Bagaimana mungkin itu benar-“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum dia sempat menyelesaikan pernyataannya Kamijou merasakan listrik statis ketika dia menyetuh gagang pintu, mengagetkan Kamijou dan menyebabkan seluruh tubuhnya berguncang secara refleks. Ototnya gemetar dengan cara yang belum terbiasa, dan betis kanannya kram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Uuuuuuu… “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengerang selama kira–kira enam detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… erm … Suster-san…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tolong jelaskan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Logikanya sebutulnya cukup sederhana,” kata Index seolah-olah hal ini sudah jelas. “Jika kekuatan tangan kananmu itu nyata, berarti adanya kekuatan itu di tangan kananmu akan terus menghapus keberuntunganmu secara terus menerus”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.. Jadi maksudmu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selama tangan kananmu menyentuh udara, kamu akan terus–terusan sial.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AAAAAAHHHHHHHHH! Aku betul-betul sial!!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Kamijou tidak percaya hal ghaib, tapi dia sangat peka dengan kejadian yang disebut kemalangan. Dalam kehidupan sehari–hari Kamijou, dia sering kali begitu sialnya sampai dia mersa seluruh jagad raya memusuhinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan yang berdiri di depan Kamijou Touma yang malang adalah seorang suster berpakaian putih bersih dan bersinar dengan senyuman seperti dewi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua orang yang melihatnya akan memberitahumu bahwa itu ekspresi untuk membuatmu percaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kesialan yang sesungguhanya adalah mempunyai kekuatan itu sejak lahir.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat suster yang tersenyum di depannya, Kamijou tidak bisa menahan air matanya… hei… tunggu dulu, itu bukan maksud yang ingin dia sampaikan… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, aku tidak bicara tentang itu! Kamu… apa kamu punya tempat tinggal lain setelah pergi dari sini? Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi, tapi penyihir–penyihir itu mungkin masih berkeliaran dekat sini, &#039;kan? Rumahku lebih aman. Apa kamu ingin tinggal di sini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan memancing ‘musuh’ jika aku tetap di sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana bisa kamu begitu yakin? Selama kamu tidak menarik perhatian dan tinggal di dalam ruangan ini, kamu tidak akan ketahuan, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak semudah itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index menggenggam kerah pakaiannya dan berkata, “Pakaian ini disebut Gereja Berjalan. Pakaian ini dijaga oleh sihir. Meski Gereja memanggilnya kekuatan Tuhan, sebetulnya itu mirip dengan sihir. Dengan kata lain, ‘musuh’ bisa menggunakan ciri khusus sihir dari Gereja Berjalan dan menemukanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu kenapa kamu memakai apa yang pada dasarnya tidak lebih dari penarik musuh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena tingkat pertahanannya adalah kelas Paus… sebelum dihancurkan oleh tangan kananmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau saja tidak dihancurkan tangan kananmu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku minta maaf… tolong jangan menatapku dengan mata penuh air mata itu… tunggu. Dipikir–pikir, karena Gereja Berjalan-mu dihancurkan oleh tangan kananku, mereka seharusnya tidak bisa melacaknya lagi, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka masih akan tahu kalau Gereja Berjalan-ku hancur. Seperti kataku: Kemampuan pertahanan Gereja Berjalan adalah kelas Paus. Dengan kata lain, seperti sebuah benteng... jika aku adalah ‘musuh’, bahkan jika aku tidak tahu kenapa Benteng Berjalan hancur, aku pasti tidak akan membiarkan kesempatan seperti itu lepas. &#039;Kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu! Bukannya itu adalah alasan yang membuatmu lebih tidak bisa pergi sendirian! Meskipun aku masih tidak percaya apa yang kamu sebut ‘sihir’, tapi jika ‘musuh’ benar–benar mengejarmu, bagaimana bisa aku membiarkanmu membahayakan nyawamu di luar sana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tertegun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ekspresinya, dia betul–betul terlihat seperti gadis biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Maksudmu jika aku akan turun ke neraka, kamu akan menemaniku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tersenyum. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memberikan senyuman yang memilukan hati yang membuat Kamijou terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di belakang kata–kata halus itu ada permohonan tersembunyi; &#039;&#039;tolong jangan terlibat dengan hal ini&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir, aku bukannya tidak punya teman. Selama aku bisa lari ke gereja, orang–orang di sana akan melindungiku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… oh? Lalu… Di mana gereja itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“London.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya itu terlalu jauh? Berapa lama kamu akan lari?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Ah, jangan khawatir! Seharusnya ada beberapa cabang kecil di Jepang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pakaian suster yang penuh peniti itu bergoyang ke sana–sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis kecil yang terlihat seperti ibu rumah tangga yang sering diganggu berkata, “Gereja… ya, sepertinya ada satu di kota ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang biasa yang mendengar kata “gereja” akan segera berpikir tentang bangunan besar tempat pernikahan diadakan. Di Jepang, gereja–gereja itu sangat kecil. Meski berada di Jepang, budaya Kristen belum mengakar di sana, dan dengan seringnya gempa bumi yang dialami Jepang, sulit untuk memepertahankan “bangunan dengan nilai bersejarah”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gereja yang Kamijou lihat dari ujung matanya ketika naik kereta hanyalah kompleks apartemen dengan salib yang didirikan di atap. Awalnya dia malah mengira itu adalah gereja milik para konglomerat baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm… tapi tidak semua gereja bisa… aku termasuk sekte British...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Erm,… dalam arti luas, Agama Kristen sebetulnya dibagi menjadi banyak sekte,” Index menjelaskan dengan canggung, “agama Kristen secara umum dibagi menjadi Katolik dan Protestan. Aku termasuk sisi Katolik, yang dibagi lagi menjadi Gereja Katolik Roma, yang berpusat di Kota Vatikan; Gereja Ortodoks Rusia, yang berpusat di Rusia; dan Gereja Anglikan, yang berpusat di Katedral St. George.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jadi apa yang akan terjadi jika kamu salah masuk?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan diusir,” Kata index dengan dengan senyuman pahit. “Ortodoks Rusia dan Anglikan sebagian besar berpusat di negaranya sendiri, jadi keduanya tidak mempunyai banyak cabang di Jepang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semakin Kamijou mendengar, semakin dia merasa ada sesuatu yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin sebelum Index menyerah karena lapar, dia sudah sudah mengunjungi beberapa gereja dan diusir beberapa kali, memaksanya untuk berlari demi nyawanya? Itu bukan pikiran yang melegakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir. Aku akan baik-baik saja asalkan bisa mencapai gereja milik Anglikan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba–tiba, Kamijou memikirkan kekuatan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi! Jika kamu ada masalah, carilah aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, hanya itu yang bisa dia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun dia punya kekuatan untuk membunuh Tuhan itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mn, aku akan kembali jika lapar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memberikan sebuah senyuman yang seperti bunga morning glory. Senyum sempurna itu membuat Kamijou tidak bisa berkata–kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah robot pembersih mendekat, bergerak mengitari sosok Index, dan melanjutkan perjalanannya ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“YAAAH!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum sempurna hilang dalam sekejap ketika Index jatuh ke belakang. Cara dia bergetar, seperti kakinya terkena kram. *DONG*! Kepala belakangnya menghantam tembok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—! Benda aneh baru saja keluar begitu saja…?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Index terisi dengan air mata sambil menjerit, bahkan lupa untuk mengelus kepala belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau berlebihan! Itu hanya robot pembersih!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah robot pembersih yang terlihat seperti silinder logam besar dengan roda di bawahnya, menggunakan pel berbentuk lingkaran untuk membersihkan lantai. Sebuah kamera yang dipasang dekat ujung atasnya membuatnya bisa menghindari penghalang. Semua gadis yang memakai rok mini membencinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Begitu. Jepang bukan hanya negara teknologi, melainkan juga negara di mana bahkan Agathion dimekanisasi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat Index yang terlihat kagum oleh Jepang karena alasan aneh membuat rambut Kamijou berdiri sampai ujungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini Academy City! Kamu bisa melihat benda seperti itu di mana–mana!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Academy City?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar. Bagian barat Tokyo relatif lambat dalam perkembangan, jadi bagian itu dibeli untuk mendirikan kota ini. ‘Kota sekolah’ yang di dalamnya terdapat puluhan universitas dan ratusan SD, SMP, dan SMA.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh sambil melanjutkan, “Delapan puluh persen dari orang yang tinggal di sini adalah siswa, dan semua apartemen yang terlihat seperti kondominium (kompleks apartemen yang sangat besar) sebetulnya adalah asrama siswa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City tidak hanya mendidik siswa dalam bidang akademik, tapi juga menanam kekuatan super dan pengembangan tubuh secara rahasia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Jadi layar di jalanan mungkin agak berbeda dari yang biasa. Mesin penjual makanan otomatis, kincir angin praktis untuk menghasilkan listrik, dan robot pembersih barusan… Ada banyak benda seperti itu yang dikembangkan oleh universitas di sini. Tingkat teknologi di sini kasarnya dua puluh tahun lebih maju dari dunia luar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm… “ Index menatap robot pembersih itu, dan berkata, “Jadi semua bangunan di daerah ini milik Academy City?|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yap… jika kamu mencari Gereja Inggris di sini, nasihatku adalah coba cari di luar kota ini. Gereja di sini sebagian besar mungkin mengajarkan teologi atau psikologis-Jungian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memberikan “Mn” sambil menganggukkan kepalanya. Pada waktu itulah Index baru menggunakan tangannya untuk memegang kepala belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… eg? Ah… eh? Ke… kerudungku hilang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu baru sadar? Kerudungmu jatuh tadi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maksud Kamijou adalah “kamu menjatuhkannya saat ganti baju di bawah selimut”, tapi sepertinya Index mendengarnya sebagai “kamu menjatuhkannya saat kamu ditakuti robot pembersih dan jatuh”. Index mencari di sekitar koridor. Gagal menemukannya, beberapa tanda tanya muncul di atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-HA! Benar! Pasti Agathion mekanis itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index sepertinya telah sepenuhnya salah paham sambil berlari mengejar robot pembersih yang berbelok di ujung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Emm… situasi apa–apaan ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat kembali kamarnya, pada kerudung Index, dan melihat kembali ke koridor; Index sudah menghilang. Sungguh cara yang tidak berperasaan untuk pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu membuatnya memikirkan sesuatu tanpa dasar: Bahkan jika dunia ini hancur, gadis itu masih akan terus bertahan hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitulah pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 5===  &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hai~ Sensei telah membuat beberapa bahan pelajaran, jadi aku akan memberikannya~. Ini akan jadi isi pelajaran hari ini~”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sudah satu semester dia berada di kelas ini, tapi bahkan sekarang, Kamijou masih tidak memercayainya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Wali kelas 1-7, Tsukuyomi Komoe berdiri di depan meja. Para murid hanya bisa melihat kepala guru ini jika dia berdiri di belakang mejanya. Tingginya 135 cm, dan katanya dia ingin naik &#039;&#039;roller coaster&#039;&#039;, tapi ditolak karena kaitannya dengan keselamatan. Tidak masalah siapa yang melihatnya, semua orang akan merasa bahwa dia adalah seorang anak berumur dua belas tahun yang seharusnya memakai helm keamanan kuning dan membawa tas punggung merah dan sebuah suling soprano. Karena itulah guru yang seperti anak–anak ini termasuk salah satu dari tujuh misteri di sekolah.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Meski aku tidak melarang kalian untuk mengobrol, kalian harus mendengarkan apa yang Sensei katakan, ok~? Sensei sudah bekerja keras untuk menyiapkan semua pertanyaan untuk tes ini. Jika gagal, kamu akan dihukum dengan pelajaran Penglihatan Tembus Pandang.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Sensei, apa kau membicarakan tentang bermain poker dengan penutup mata? Itu, &#039;kan, bagian dai Kurikulum Penglihatan Tembus Pandang! Kudengar kami tidak boleh pulang kecuali bisa menang sepuluh kali berturut–turut meskipun kami tidak bisa melihat kartunya. Kalo begitu kami semua tidak akan bisa pulang sampai besok pagi!”, protes Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ya~ tapi Kamijou, nilaimu untuk pengembangan kekuatan tidak cukup. Jadi kamu tetap harus mengikuti pelajaran Penglihatan Tembus Pandang, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou merasa bahwa dia tidak bisa menangani senyum ala &#039;&#039;salesman&#039;&#039; dari gurunya ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Oo, sepertinya Komoe betul–betul suka padamu Kami-yan...!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Duduk di sebelah Kamijou adalah ketua kelas (laki-laki) dengan rambut biru dan tindikan di telinganya, yang mengatakan sesuatu yang bodoh pada Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Tidakkah kau merasa guru yang dengan senangnya berjinjit dan berbuat iseng di depan papan tulis sedang bersikap memusuhiku....?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa...? Guru manis itu? Apakah ada masalah kalau kamu gagal dalam beberapa mata pelajarannya? Kamu pasti akan mendapat banyak pengalaman jika dimarahi anak kecil seperti itu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ternyata sebutan pedofil tidak cukup untukmu, dasar &#039;&#039;masochist&#039;&#039;!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“AHA— ! Menjadi seorang pedofil hanya satu dari kesenanganku. Aku tidak &#039;&#039;hanya&#039;&#039; suka gadis kecil, tahu~!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Ketika Kamijou hampir merespon dengan ucapan “Dasar kau omnivora pemakan sampah”,&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kalian berdua di sana! Kalian akan bermain Telur Columbus jika terus berbicara!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Telur Columbus ini membutuhkan seseorang untuk menyeimbangkan sebuah telur mentah untuk berdiri di meja tanpa bantuan apa pun. Bahkan murid yang belajar Psikokinesis harus bekerja keras sampai pembuluh darah di otaknya hampir pecah untuk menahan telurnya supaya tidak jatuh; ini karena jika tekanannya terlalu besar, telur itu akan pecah. Dan juga, mereka yang gagal akan harus tinggal sampai keesokan paginya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou dan Aogami Pierce hanya bisa menatap Tsukuyomi Komoe yang berdiri di panggung, bahkan hampir lupa untuk bernapas.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa kalian mengerti~?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sungguh senyum yang mengerikan.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Komoe-sensei sangat membenci orang–orang yang menyebut kata “kecil”, tapi menyukai orang yang memanggilnya “imut”.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Namun, Komoe-sensei tidak keberatan jika murid–muridnya tidak melihatnya sebagai guru. Tentu saja karena di sini adalah Academy City. Delapan puluh persen dari populasi di sini adalah siswa, jadi kota ini bisa disebut Neverland &amp;lt;ref&amp;gt;Neverland di sini mengacu pada pulau fiksi dalam cerita Peter Pan karya J. M. Barrie.&amp;lt;/ref&amp;gt;. Maka, kritik pada guru–guru di sini lebih keras dari sekolah–sekolah lain di luar. Di samping itu, kemampuan siswa di sini diukur dengan kemampuan akademis dan juga kekuatan supernaturalnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Di sini, peran para guru adalah untuk mengembangkan kekuatan para siswanya meskipun mereka sendiri sebetulnya tidak memiliki kekuatan apa pun. Para guru olahraga dan staf pengajar yang seperti instruktur semuanya seperti berasal dari unit militer  negara lain karena mereka bisa menghadapi para siswa Level 3 yang laksana monster dengan menggunakan kekuatan mereka sendiri. Tentu saja, Komoe-sensei, yang mengajar kimia, tidak seperti.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku bilang, Kami-yan…” &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Dimarahi Komoe-sensei, tidakkah membuatmu senang?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Hanya kau yang merasa senang, idiot! Cukup, diam! Musim panas kita akan hancur jika kita dipaksa main dengan telur mentah ketika kita tidak punya kekuatan Psikokinesis! Berhenti memberiku masalah dengan logat Kansai palsu itu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“L-logat Kansai palsu? Kenapa aku harus memalsukan logat Kansai? Aku orang asli dari Osaka~!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Diam! Kau lahir di desa penuh ladang padi! Aku sudah jengkel; berhenti buat aku berpikir untuk berdebat denganmu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“A... A-a-aku tidak lahir di desa ladang padi! Ah... ah... takoyakinya betul – betul enak~”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Berhenti mencoba jadi orang Kansai. Apa kamu juga akan membawa takoyaki hanya supaya lebih terlihat seperti Orang Kansai asli?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa yang kaubicarakan? Orang asli Kansai sekalipun tidak hanya makan takoyaki saja, &#039;kan?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Benar, &#039;kan? Eh, tunggu ... tapi... eh... benar nggak, ya?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kau menunjukkan jati dirimu, dasar orang Kansai palsu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh, dan melihat ke luar jendela.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Jika dia tahu pelajaran tambahan akan begini membosankan, dia pasti sudah menemani Index.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Meski Gereja Berjalan yang dipakai Index bereaksi terhadap tangan kanan Kamijou —baik, penggunaan kata “bereaksi” mungkin agak meremehkan- bukan berarti Kamijou percaya keberadaan sihir. Mungkin 80-90% dari apa yang dikatakan Index dibuat–buat, mungkin dia hanya salah paham setelah melihat fenomena alami sebagai sihir.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tapi...&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Ikan yang lepas selalu terlihat sangat besar...&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh lagi. Dibandingkan dengan terperangkap dalam kelas tanpa AC ini, dia seharusnya mengikuti Index ke dunia fantasi sihir dan pedang pasti lebih menarik. Dan jika dia ambil bagian dalam kegiatannya, mungkin akan ada -agak dipaksakan menyebutnya cantik- pasangan wanita manis untuknya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou ingat kerudung suster yang ditinggalkan Index di kamarnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Pada akhirnya, dia tidak mengembalikannya. Jika dia ingin mengembalikannya, dia masih punya kesempatan. Bahkan jika Index hilang, asalkan dia mencarinya dengan serius, pasti akan ketemu. Bahkan jika dia tidak bisa menemukannya, logis untuk Kamijou mengayun–ayunkan kerudungnyanya sambil berlari di jalanan.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sekarang Kamijou berpikir, sebetulnya Kamijou ingin meninggalkan sesuatu sebagai pengikat mereka berdua. Kamijou diam–diam berharap bahwa suatu hari dia akan kembali untuk mengambil benda yang dilupakannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Ini karena senyum gadis itu begitu sempurna.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Jika dia tidak meninggalkan sesuatu sebagai pengekang mereka berdua, rasanya dia akan menghilang di antara jarinya seperti hantu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou hanya takut pada hal ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
...Apa yang terjadi?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou, yang sedang romantis, tiba–tiba sadar akan sesuatu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou agaknya kejam pada gadis yang bergantungan di pagar balkonnya, tapi dia tidak begitu membenci gadis itu. Dia pastinya merasa sedikit menyesal karena mungkin dia tidak akan bertemu dia lagi di lain waktu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...Ah... sial!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mengatakan “Cheh” dalam mulutnya. Jika tahu akan menyesal sekarang, dia seharusnya memaksanya tinggal sejak dari awal.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Coba pikir, “103.000 grimoir” apa yang tadi dia bicarakan?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Asosiasi sihir itu mengejar Index (Asosiasi? Apa mereka perusahaan swasta?), dia dengar mereka mengejarnya karena “103.000 grimoir” itu- paling tidak, itulah yang dia katakan. Sedangkan bagi Index, dia lari karena nyawanya terancam sambil membawa “103.000 grimoir” itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Yang dibawa Index bukanlah sebuah kunci atau peta tempat semua grimoir itu disimpan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kamijou bertanya di mana buku–buku itu, Index menjawab, “Semuanya di sini”.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“... Apa maksudnya?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou hanya memiringkan kepalanya. Gereja Berjalan yang dipakai Index bereaksi terhadap Imagine Breaker Kamijou, itu berarti bahwa apa yang dikatakannya tidak sepenuhnya salah.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Sensei, Kamijou sedang menatap rok gadis–gadis dari klub tenis!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mendengar Aogami Pierce memalsukan gaya bicara Kansai yang sulit itu, Kamijou melepaskan “Ah” ketika kesadarannya ditarik kembali ke ruang kelas.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Komoe-sensei terdiam.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sepertinya Komoe-sensei betul–betul syok dan sedih karena murid yang bernama Kamijou Touma tidak memerhatikan pelajaran. Ekspresi wajahnya seperti anak kecil berumur dua belas tahun yang baru sadar pada hari musim dingin bahwa Sinterklas itu tidak nyata.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Saat Kamijou memikirkan tentang ini, seluruh isi kelas menatapnya. Sepertinya mereka adalah anggota Asosiasi Pelindung Hak Asasi Anak.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Seharusnya ini pelajaran tambahan musim panas, tapi Kamijou tertahan sampa waktu pembubaran normal.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“... Sungguh sial.”, gumam Kamijou sembari memandang kincir angin dengan tiga baling-baling yang berkerlip terkena sinar matahari senja. Karena sekolah melarang muridnya untuk keluar malam, bus dan kereta terakhir di Academy City adalah saat jam sekolah berakhir. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou, yang tidak berhasil mengejar bus terakhir, hanya bisa menyusuri jalan di kawasan perbelanjaan yang panas dengan lesu. Robot keamanan lewat di depan Kamijou, dan robot itu juga didesain sehingga terlihat seperti tong metal dengan roda di bawahnya. Fungsinya seperti alat pengawas tindak kriminal. Awalnya robot itu didesain seperti robot anak anjing, tapi robot anak anjing terlalu menarik perhatian anak kecil, membuat mereka sulit bergerak. Maka, mereka semua diubah menjadi seperti tong metal. Hm, alasan ini agak lucu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“AH! Akhirnya ketemu, kamu! Oi... tunggu! Berhenti! Aku memanggilmu! Cepat berhenti!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahan terhadap panas di musim panas ketika dia melihat robot keamanan bergerak pelan–pelan di sampingnya, berpikir.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ke mana Index pergi setelah mengejar robot itu?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia tidak sadar kalau teriakan dari belakang itu ditujukan padanya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia hanya merasa sangat berisik di belakangnya, jadi dia menoleh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
[[Image:Index v01 071.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara tersebut keluar dari mulut seorang siswi SMP. Dia mengenakan blus berlengan pendek, sweater musim panas, dan rok lipat. Rambutnya sebahu dan agak bersinar kemerahan karena pantulan sinar matahari senja. Akan tetapi, terlihatnya wajahnya masih lebih merah lagi. Pada saat itu, Kamijou sadar siapa gadis itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...Ah... kamu lagi, Biri-Biri Si Murid SMP.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Berhenti memanggilku Biri-Biri! Namaku Misaka Mikoto! Kenapa kau masih tidak ingat? Aku juga ingat kau memanggilku Biri-Biri saat pertama kali kita bertemu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Pertama kali aku bertemu denganmu...?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mulai mengingat–ingat.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Hm, benar. Pertama kali bertemu dia, dia sedang dipermalukan oleh beberapa berandalan. Ingin menunjukkan semangat Urashima Tarou dengan menasihati mereka supaya tidak mencuri dompet gadis lemah, dia hanya dihadiahi gadis itu dengan reaksi kasar, “Kau terlalu berisik, berhenti menggangguku!” dan menyerangnya dengan ledakan petir. Tentu saja, Kamijou menetralisasinya dengan tangan kanannya, tapi gadis itu kaget... “Eh? Apa yang terjadi? Kenapa tidak kena? Bagaimana kalau ini... eh? Tidak kena juga...”Kejadian demi kejadian terjadi, hingga akhirnya seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“... Eh? Kenapa? Aku tidak begitu sedih, tapi kenapa aku begitu sedih, Ibu?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kenapa kau menatap jauh...?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou agak lelah, karena baru saja menyelesaikan pelajaran tambahannya, jadi dia memutuskan untuk tidak terlalu memikirkan cara dia berurusan dengan Biri-Biri di depannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Seorang gadis menatap Kamijou. Gadis ini adalah gadis Railgun dari kemarin. Dia betul–betul tidak senang kalau kalah dari orang lain, jadi dia datang ke Kamijou untuk balas dendam, tapi pada akhirnya selalu frustrasi.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kau sedang bicara dengan siapa barusan...?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Gadis ini memiliki sifat keras yang tidak mengakui kekalahannya, tapi dia sebetulnya takut sendirian dan sekarang bertugas mengurus hewan peliharaan di kelasnya.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Berhenti mengarang-arang cerita!!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Misaka Mikoto benar–benar frustrasi sampai–sampai dia mengayun-ayunkan tangannya, sehingga menarik perhatian para pejalan kaki di sekitarnya. Sudah bisa ditebak, karena seragam musim panas yang dia kenakan dengan desain yang sebenarnya biasa-biasa saja adalah seragam SMP Tokiwadai, salah satu dari lima sekolah paling bergengsi dan elit di Academy City. Siswi-siswi dari SMP Tokiwadai berkepribadian halus dan sopan. Tapi entah kenapa, mereka sering terlihat sendirian bahkan di stasiun pada jam sibuk. Jadi, akan sangat mengejutkan jika seseorang melihat siswi Tokiwadai duduk di lantai kereta dan bermain dengan telepon genggam mereka seperti penumpang lainnya. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Eh? Oh, ya, ada apa, Biri-Biri? Bukankah ini tanggal 20 Juli? Kenapa masih pakai seragam sekolahmu? Apa kamu juga ikut pelajaran tambahan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ugh… kau…, diam!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku mengerti, kamu tidak merasa bahwa kelinci di kelasmu cukup aman, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Berhenti memasukkan hewan di kepribadianku, dasar berandalan! Akan kubuat kau membayar! Kakimu akan gemetar seperti katak tersetrum listrik! Cepat persiapkan permintaan terakhirmu sekarang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Tidak.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kenapa?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Karena aku bukan pengurus binatang peliharaan di kelas.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kau... masih mempermainkanku?!?!?!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Thomp!*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Si gadis SMP menginjak keras ubin di jalur untuk pejalan kaki.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dalam sekejap, telepon genggam orang–orang yang lewat mengeluarkan suara rusak, kabel televisi di jalan perbelanjaan tiba–tiba terpotong, dan bahkan robot keamanan mengeluarkan suara berisik yang aneh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Rambut dari si siswi SMP mengeluarkan suara yang seperti listrik statis.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Pemakai kekuatan Level 5 yang bisa menembakkan Railgun dari tubuhnya ini memberikan senyum menakutkan seperti hewan buas yang memamerkan taringnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Hmph! Bagaimana? Apa ini memperjelas pikiranmu- Mmmph… !”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou dengan panik menggunakan tangannya untuk menutupi mulut Misaka Mikoto sepenuhnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Di… diam! Tolong jangan katakan apa pun! Tidakkah kamu lihat orang yang telepon genggamnya rusak terlihat tidak senang!? Jika mereka tahu kamu yang melakukannya, kamu harus membayar mereka, apalagi untuk TV kabelnya -siapa tahu berapa yang harus kita bayar!!&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Karena pertemuannya dengan si gadis berambut perak belum lama ini, Kamijou yang biasanya hanya berdoa saat Natal, mulai berdoa kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mungkin doanya berhasil, karena tak seorang pun mendekati Kamijou dan Mikoto.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Saat Kamijou mengeluarkan nafas kelegaannya (Ketika Mikoto mulai sesak karena tangannya),&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Bahaya! Bahaya! Kesalahan Nomor 100231-YF. Ditemukan serangan gelombang elekromagnetik yang melanggar hukum keelektromagnetisan. Keabnormalan sistem terdeteksi. Bisa jadi serangan teroris pengguna elektrik; tolong jangan gunakan peralatan elektronik apa pun.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Imagine Breaker dan Railgun gemetar saat mereka menoleh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tong metal besar di sisi jalan mengeluarkan asap sambil mengeluarkan peringatan yang tidak bisa dimengerti.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sesaat kemudian, robot keamanan mengeluarkan suara sirene yang keras dan melengking.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tentu, mereka harus lari.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Lari melewati lorong, menendang ember air plastik, menakuti kucing hitam, melanjutkan untuk lari ke depan. Tunggu sebentar, aku tidak melakukan hal yang salah, kenapa aku juga lari? Kamijou berpikir saat berlari. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau dia berpikir seperti itu, dia tetap berlari Dia ingat ada program televisi yang memberi tahu kalau harga satu robot keamanan adalah 1,2 juta yen.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Uuu… sialnya! Semua karena aku terlibat dengan orang seperti ini!!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa maksudmu orang seperti ini? Namaku Misaka Mikoto!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Setelah lari ke suatu tempat yang dalam di bagian terdalam dari lorong, keduanya akhirnya berhenti.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Area kosong berbentuk persegi panjang ini  sepertinya dibentuk saat salah satu gedung disingkirkan. Tempat ini sangat cocok untuk bermain basket &#039;&#039;three-on-three&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
‘Kamu terlalu berisik  Biri-Biri! Kaulah orang yang merusak semua alat elektronik di rumahku. Sekarang apa lagi yang kauinginkan!?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Siapa suruh jadi orang menjengkelkan?!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa salahku!? Pernahkah aku berbuat kasar padamu!?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kemarin, Kamijou menggunakan tangan kanannya untuk membendung semua serangan Mikoto, termasuk Railgun, pasir besi yang dikendalikan sehingga mirip pedang cambuk besi, gelombang elektromagnetik kuat yang menarget organ dalam, dan serangan terakhirnya berupa petir yang benar-benar turun dari langit.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tapi semua itu tidak bisa menyakiti Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Selama itu kekuatan supernatural, Kamijou Touma bisa meniadakan semuanya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kau lelah karena kau terus menyerangku. &#039;kan? Staminamu tidak cukup, berhenti menyalahkanku!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“… Ugh…!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mikoto mengertakkan giginya dengan marah, dan berkata, &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“I-itu tidak dihitung sebagai kekalahanku! Aku bahkan tidak diserang sekali pun! Seharusnya ini imbang!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Huuh, tidak butuh. Kamu menang. Meski aku memukulmu karena frustasi, AC rusakku tetap tidak bisa diperbaiki.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ugh…! Tunggu sebentar! Cepat bertarung serius denganku!!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Melihat Mikoto melambaikan tangannya dengan liar sambil meraung, Kamijou mengeluh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kamu yakin aku boleh serius?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mikoto tidak bisa mengatakan apa pun.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou dengan lembut mengepalkan tinjunya, dan membukanya lagi. Gerakan sederhana ini cukup untuk membuat Misaka Mikoto mengeluarkan keringat dingin. Dia bahkan tidak bisa mundur selangkah pun; dia hanya bisa tetap mengakar di tempat itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou bisa menghalangi semua serangan Mikoto begitu saja, tapi Mikoto tidak mengetahui apa kekuatan Kamijou sebenarnya. Baginya Kamijou benar-benar lawan yang megerikan.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Bisa diduga kalau Mikoto akan takut karena Kamijou Touma adalah orang yang bisa menghalangi semua serangan Mikoto selama lebih dari dua jam dan tetap tidak terluka sedikit pun. Sudah tentu dia akan bertanya-tanya apa yang terjadi bila Kamijou serius.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh, lalu mengalihkan pandangannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mikoto sepertinya bisa lepas dari benagg tak terlihat yang seolah-olah mengikatnya saat dia akhirnya mengambil beberapa langkah mundur, satu per satu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“… Kenapa aku… begitu sial…?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Melihat Mikoto begitu takut, Kamijou, terlihat agak sedih, dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Alat listrik di kamarku rusak, bertemu penyihir palsu pagi ini, dan aku bertemu Biri-Biri sore ini…”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Pe… penyihir…? Apa itu…?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou termenung sesaat, dan berkata, &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Hm, aku pun juga ingin tahu…&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Biasanya, Mikoto akan berteriak, “Dasar berandalan, apa kau sedang mempermainkanku!? Atau kekuatan anehmu membakar otakmu?” dan mengeluarkan sejumlah serangan gelombang elektromagnetik. Tapi saat ini, dia hanya bisa mengintip wajah Kamijou dengan takut-takut.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tentu saja, Kamijou hanya menakutinya, tapi melihat dia jadi begitu takut, dia merasa sedikit iba.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
…Penyihir…&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou tiba – tiba mengingatnya. Ketika bicara dengan suster putih itu, kata itu keluar secara alami, tapi sekarang saat dia tidak di sini, Kamijou menyadari betapa jauh kata itu dari kehidupannya saat ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kenapa dia bisa mengatakan kata seperti itu begitu mudahnya ketika dia bersama Index?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Apakah ada atmosfer misterius yang membuat Kamijou percaya padanya secara tidak sadar?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“… Apa yang aku pikirkan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou sepenuhnya mengabaikan Misaka Mikoto si Biri-Biri yang gemetar seperti anak anjing yang menggerutu sendiri.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Takdirnya dengan Index terpotong hanya seperti ini. Dunia ini begitu luas, dan tidak mungkin untuk mengharapkan sebuah pertemuan kebetulan. Tidak ada artinya memikirkan apa arti kata penyihir.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Meski begitu, Kamijou tidak bisa lupa.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia ingat kerudung putih yang dijatuhkan Index di kamarnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Hal terakhir yang dia tinggalkan, pengikat di antara keduanya, terus mengikat hati Kamijou, membuatnya gelisah.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Bahkan Kamijou tidak tahu kenapa dia begitu memikirkannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia seharusnya adalah orang yang bahkan bisa membunuh Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 6===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
320 yen… Kelihatannya dia tidak bisa mendapatkan semangkok besar gyuudon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ukuran sedang, huh…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi para gadis yang terbiasa makan dengan porsi sebesar &#039;&#039;light novel&#039;&#039; mungkin tidak akan mengerti bahwa bagi anak laki–laki yang sedang dalam masa pubertas, gyuudon berukuran sedang hanya bisa disebut kudapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyia–nyiakan waktu dengan si gadis Biri-Biri, Kamijou memasuki restoran gyuudon untuk menyelesaikan &#039;kudapan&#039;-nya, Dengan kembalian yang hanya sebesar 30 yen (termasuk pajak), dia kembali ke depan asramanya di bawah matahari tenggelam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada seorang pun di sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin semuanya sedang bermain–main dengan gila karena saat ini adalah awal liburan musim panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan luar asrama itu terlihat khas seperti apartemen dengan satu ruangan. Dalam gedung persegi panjang ini, ada barisan pintu di dinding di sepanjang koridor. Tidak adanya penutup plastik di pagarnya menunjukkan bahwa gedung ini adalah asrama laki–laki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu depan dan balkon yang berada di sisi seberang kamar dibangun di samping kanan dan kiri gedung jika dilihat dari jalan. Dengan kata lain, mereka terletak di sela-sela antara gedung satu dan yang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski ada sistem kunci otomatis di pintu masuk utama, asrama tetangga jaraknya hanya terpisah dua meter. Menyerang tempat ini mudah. Seperti apa yang dilakukan Index pagi tadi, hanya perlu melompat saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memasuki pintu masuk utama, Kamijou melewati sebuah gudang yang digunakan oleh manajer asrama tersebut sebagai ruangannya, sebelum akhirnya sampai di elevator. Elevator di sini lebih sempit dan lebih kotor dari yang digunakan untuk mengangkat barang–barang di tempat pembangunan. Huruf “R” yang menyimbolkan atap disegel dengan papan logam, untuk mencegah para Romeo dan Juliet naik ke atap di malam hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti oven microwave, elevator mengeluarkan suara “ding” ketika berhenti di lantai tujuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu elevatornya mengeluarkan suara berderak, dan pelan–pelan terbelah dua. Mulai tidak sabar, Kamijou mendorong pintu elevator ke samping. Meskipun ini lantai ketujuh, tidak ada hembusan angin sama sekali. Ditambah lagi, jarak antargedung yang sangat dekat membuat hawa di sana makin panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou akhirnya menyadari sesuatu. Di ujung koridor, di depan pintu kamarnya, ada tiga robot pembersih yang berkumpul di sana. Jarang sekali tiga robot berkumpul pada satu tempat yang sama. Apalagi hanya ada lima robot pembersih di asrama ini. Tiga robot ini bergerak mundur dan maju dalam frekuensi yang tetap, dan sepertinya ada yang kotor di bawah sana. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Entah kenapa, Kamijou mendapat firasat buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Robot pembersih besar ini bahkan bisa menyingkirkan permen karet yang tertempel di lantai. Kotoran macam apa yang membuat bahkan tiga mesin itu sulit menyingkirkannya? Apa tetangga samping kamarnya, Tsuchimikado Motoharu demi menyerahkan keperjakaannya, mencoba mabuk untuk bertindak seperti berandalan, dan muntah di depan pintunya layaknya di tiang telepon? Setelah memikirkan ini, Kamijou merasa menggigil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa–apaan yang…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia mempunyai kecenderungan untuk tertarik pada sesuatu yang mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa sadar Kamijou maju beberapa langkah, hingga akhirnya dia melihat hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang gadis sihir Index telah pingsan di sana karena lapar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Umm…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski sebagian ditutupi oleh robot, semua orang bisa tahu kalau suster putih dengan peniti bersinar di seluruh pakaiannya itu sudah pingsan lagi di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga robot tersebut terus memukulkan tubuhnya terhadap Index, tapi dia tidak bergerak sama sekali. Ini semua membuatnya terlihat makin menyedihkan, seperti sedang dipatuk oleh para gagak. Sebetulnya, robot pembersih seharusnya bisa menghindari pejalan kaki dan penghalang, dengan kata lain robot itu tidak memperlakukan Index sebagai manusia. Sungguh kasihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kurasa, ini juga termasuk kesialan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski dia mengatakan ini, jika ada cermin di depannya, Kamijou Touma akan syok karena ekspresinya sendiri. Semua orang akan bilang dia sedang tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping itu, Kamijou masih merasa gelisah. Meski jika hal tentang penyihir ini tidak nyata, ada kemungkinan gadis ini dikejar–kejar oleh anggota kelompok pemujaan misterius baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat dia  begitu saja muncul di depannya dengan cara yang paling alami (khas Index) seperti ini, Kamijou merasa senang. Dan bahkan jika dia mengabaikan kekhawatirannya, hanya melihatnya lagi adalah sesuatu yang patut dijadikan alasan untuk membuatnya senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tiba-tiba ingat satu benda yang ditinggalkannya secara tidak sengaja. Kerudung putih itu. Saat ini, bagi Kamijou, kerudung tersebut bagaikan jimat yang berhasil bekerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi! Apa yang kamu lakukan di sini lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berteriak sambil mulai berlari ke depan. Hanya pemandangan ini saja membuat Kamijou terlihat seperti anak SD yang tidak bisa tidur di malam sebelum bertamasya pada esoknya. Dia mendekatinya selangkah demi selangkah, dan perasaan ini seperti berlari dengan senang untuk membeli RPG pada saat hari rilisnya. Bahkan Kamijou sendiri tidak tahu kenapa dia begitu gembira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index masih belum sadar kalau Kamijou sudah di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat melihat Index seperti ini, Kamijou Touma berpikir bahwa pose itu benar-benar cocok dengannya, dan merasa hal itu sangatlah lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Kamijou akhirnya menyadari bahwa Index sedang terbaring dalam kolam darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ah…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sekejap, bukan kaget yang dia rasakan, melainkan kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya, pandangannya dihalangi oleh para robot pembersih, jadi dia tidak melihatnya. Index, yang sedang terbaring di lantai, memiliki luka berbentuk garis horizontal di dekat pinggangnya. Meskipun jelas bahwa luka itu diakibatkan oleh tebasan pedang, naman lukanya sangat lurus seolah-olah pelakunya menggunakan penggaris dan &#039;&#039;cutter&#039;&#039; untuk melukainya. Juga, ujung rambut peraknya juga terpotong rapi. Bahkan rambut peraknya berubah merah karena terlumur darah yang mengalir keluar dari lukanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, Kamijou bahkan tidak berpikir bahwa itu adalah darah manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semenit lalu, dan semenit kemudian-perbedaan besar pada kenyataan membuat Kamijou bingung. Cairan merah ini… apa ini saus tomat? Apa Index begitu laparnya sampai dia menggunakan tenaga terakhirnya untuk memeras saus tomat? Gambaran ini sungguh lucu, dan Kamijou sangat ingin tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia tidak bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana bisa dia tertawa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga robot mengeluarkan bunyi berdering, bergerak mundur dan maju. Mereka masih membersihkan noda di lantai, cairan merah yang masih mengalir keluar dari tubuh Index dan menyebar di lantai. Seperti mereka menggunakan kain kotor di atas lukanya, mencoba menghisap bagian dalam Index keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berhenti… berhenti! Sial!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou akhirnya menyadari kenyataan saat dia dengan panik mencoba untuk mengangkat satu robot pembersih yang berkumpul di sekitar Index yang terluka parah. Tapi, robot pembersih dibuat berat untuk mencegah mereka dicuri. Ditambah dengan kekuatan yang mereka miliki, sulit untuk menarik mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, robot pembersih itu hanya membersihkan noda yang menyebar di lantai, dan tidak betul–betul menyentuh luka Index. Tapi di mata Kamijou, robot pembersih ini tidak jauh berbeda dari lalat yang berkumpul di sekitar luka yang membusuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski Kamijou mencoba sepenuhnya, sulit untuk menarik satu saja robot pembersih, apalagi tiga. Dan ketika dia mencoba menyingkirkan salah satunya, yang dua masih tetap membersihkan noda merah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah anak laki–laki yang bisa membunuh Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dia malah tidak bisa menangani mainan – mainan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Index tidak mengejeknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir yang sudah mengungu tidak bergerak sedikit pun. Dan mungkin saja dia sudah tidak bernafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial! Sial!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran Kamijou kacau dan dia heran, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang terjadi? Apa kau bercanda?! Siapa orang berengsek yang melakukan ini kepadamu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh? Kami penyihir yang melakukan ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang datang dari belakang sudah jelas tidak datang dari mulut Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou membalikkan badannya dengan keras, dalam  sikap tubuh yang siap bergerak maju.  Elevator… tidak ada. Tapi ada seorang pria berdiri dekat tangga darurat. Sepertinya dia naik lewat tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang pucat yang tingginya sekitar dua meter. Dia terlihat lebih muda dari Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terlihat seumuran dengan Index, sekitar empat belas, lima belas tahun. Melihat tingginya, dia sepertinya orang asing. Mengenai pakaiannya… dia terlihat seperti pendeta dari gereja, dia memakai jubah pendeta hitam. Tapi meskipun dicari di seluruh dunia, sepertinya tidak akan ada seorang pun yang percaya bahwa orang ini adalah seorang pendeta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin dia berdiri melawan angin, karena meski jaraknya paling tidak lima belas meter dari Kamijou, Kamijou sudah bisa  mencium bau &#039;&#039;cologne&#039;&#039; manis. Rambut pirang sebahunya berwarna merah seperti matahari tenggelam, dan ada cincin–cincin  perak di ke-20 jarinya. Dia memakai banyak anting, dan ada aksesoris telepon genggam terlihat bergelantungan di sakunya. Rokoknya yang menyala terlihat bergerak di tepi mulutnya, dan hal yang paling berlebihan adalah dia memiliki tato barcode di bawah mata kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasanya tidak benar untuk memanggilnya pendeta, ataupun memanggilnya berandalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria itu berdiri di koridor. Atmosfer yang mengelilinginya jelas terlihat abnormal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index v01 085.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sana, sepertinya semua logika yang Kamijou tahu tidak lagi cocok, seperti mengikuti aturan yang berbeda. Atmosfer aneh ini terus menyebar seperti sedang dipegang oleh tentakel yang licin dan dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaan yang dirasakan Kamijou saat ini bukan rasa takut atau kemarahan melainkan perasaan bingung dan gelisah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti perasaan saat dompet dicuri ketika berada di luar negeri, penuh keputusasaan dan kesepian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaan seperti terdapat tentakel yang licin dan dingin pelan–pelan menyebar ke seluruh tubuhnya… Jantungnya mulai membeku. Saat ini, Kamijou sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang ini adalah penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat ini telah menjadi dunia lain di mana penyihir benar-benar ada dan nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou bisa menyadarinya hanya dengan sekali lihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun dia masih tidak percaya akan keberadaan penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya saja, Kamijou yakin bahwa orang yang berdiri di hadapannya bukanlah penghuni dari dunia yang biasa dia tinggali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uu? Mmmm… sepertinya serangan gadis itu betul-betul berat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu menggigit rokoknya sambil melihat sekitar, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kudengar Kanzaki yang menebasnya, tapi ini… tadinya aku lega ketika tidak melihat jejak darah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu melihat robot pembersih di belakang Kamijou Touma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index sepertinya ditebas di tempat lain dan berjuang untuk kabur hingga akhirnya bisa sampai ke sini sebelum pingsan. Seharusnya ada jejak darah di mana–mana, tapi sepertinya sudah dibersihkan oleh robot pembersih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi… kenapa…?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou secara tidak sengaja bergumam sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Kamu tanya kenapa dia kembali ke sini? Siapa tahu, mungkin dia lupa sesuatu. Oh, ya, ketika dia kuserang kemarin, kulihat dia masih memakai kerudung. Mungkinkah dia menghilangkannya di suatu tempat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir di depannya betul–betul menggunakan kata–kata “kembali ke sini”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, ketika Index berputar–putar selama seharian, dia sedang diawasi oleh mereka. Mereka bahkan tahu kalau kerudungnya jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengatakan tadi kalau para penyihir bisa merasakan kekuatan sihir dari Gereja Berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia juga berkata tadi kalau para penyihir ini mengikutinya lewat kekuatan supernatural dari Gereja Berjalan. Jadi, mereka juga seharusnya tahu bahwa Gereja Berjalan hancur saat &amp;quot;sinyal&amp;quot;-nya terputus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Index pun seharusnya juga tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sudah tahu, tapi tampaknya dia masih mengandalkan kekuatan pertahanan yang dimiliki oleh Gereja Berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi… kenapa dia di sini lagi? Mengapa dia masih perlu mengambil kembali kerudungnya dari Gereja Berjalan yang tak lagi berguna itu? Tangan kanan Kamijou sudah menghancurkannya, jadi tidak ada gunanya dia mengambil kerudung itu kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Maksudmu jika aku akan turun ke neraka, kamu akan menemaniku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sekejap, semua semuanya menjadi jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou akhirnya ingat. Kerudung dari Gereja Berjalan yang ditinggalkan dalam kamar Kamijou belum disentuh tangan kanan Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, topi itu masih memancarkan energi sihir. Dia pasti khawatir kalau para penyihir akan mengikuti jejak energi sihir itu dan sampai di kamar Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka, dia membuat resiko yang besar untuk “kembali ke sini”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Dasar bodoh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada gunanya mengambil risiko ini. Gereja Berjalan tersebut hancur adalah kesalahan Kamijou. Kamijou sudah tahu kalau kerudung suster itu tertinggal di kamarnya; hanya saja dia tetap meninggalkannya di sana. Dan yang lebih penting… Index tidak punya kewajiban, tugas, ataupun hak untuk melindungi nyawa Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski begitu, dia tetap kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk orang asing, orang bernama Kamijou Touma yang baru dia temui selama tiga puluh menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengambil risiko dengan taruhan nyawanya untuk mencegah Kamijou Touma terlibat dalam pertarungannya melawan para penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Dasar bodoh…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index yang berbaring diam tak bergerak tambah membuat Kamijou geram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya, Index memberi tahu Kamijou bahwa kesialan Kamijou disebabkan oleh tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Kamijou akan secara tidak sadar menghapus semua kekuatan supernatural seperti berkah Tuhan dan benang merah pengikat takdir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Kamijou tidak secara asal menggunakan tangan kanannya untuk menyentuhnya, Gereja Berjalan dari jubah suster itu tidak akan hancur, dan dia tidak perlu membahayakan nyawanya seperti ini untuk kembali ke sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, ini bukan masalah utamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan karena kemampuan yang dimiliki tangan kanan Kamijou, tidak peduli apa Gereja Berjalan hancur atau tidak, ini bukan alasan yang tepat untuk kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini semua karena Kamijou menginginkan suatu ikatan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Andai saja dia mengembalikan kerudung suster itu, semuanya tidak akan jadi seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Oi oi? Jangan melihatku seperti itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rokok di mulut penyihir itu bergerak-gerak ketika dia berkata, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan aku yang menebasnya; yang melakukannya Kanzaki. Dan aku yakin Kanzaki tidak bermaksud untuk melukai dia. Gereja Berjalan yang dikenakannya mempunyai pertahanan mutlak, dan tingkat serangan seperti itu seharusnya tidak meninggalkan bekas padanya… Aku heran bagaimana bisa Gereja Berjalan hancur? Kalau naga St. George belum turun, pelindung setingkat Paus tidak bisa dihancurkan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah bergumam sendiri pada akhirnya, senyum penyihir itu menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, itu hanya untuk sekejap. Saat berikutnya, rokoknya kembali bergerak ke atas karena dia mulai tersenyum di mulutnya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou secara tidak sadar menanyakan pertanyaan yang bahkan dia tidak ingin dijawab oleh orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa…? Aku tidak percaya sihir seperti yang ada di dongeng-dongeng, dan aku tidak terlalu mengerti tentang penyihir atau siapapun kau. Tapi tidak adakah tipe yang baik dan yang jahat? Tidak adakah penyhir yang bertugas melindungi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tahu dengan sangat jelas bahwa, sebagai orang munafik, dia tidak punya hak untuk menanyakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping itu, dia sudah meninggalkan Index dan kembali ke kehidupan normalnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski begitu, Kamijou harus bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian main keroyok hanya demi mengejar gadis kecil ini, mengejarnya ke mana pun dia pergi, dan bahkan melukainya separah ini… Bagaimana bisa kau berdiri di atas keadilanmu setelah melakukan hal seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah kubilang, yang menebasnya bukan aku, melainkan Kanzaki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu betul-betul menggunakan kata-kata sederhana tanpa perasaan menyesal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi, walaupun ada luka ataupun tidak, kami masih harus membawa dia kembali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Membawa… kembali…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak mengerti arti kata–kata ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Ah… Aku mengerti. Aku baru saja mendengar kau mengatakan penyihir, jadi aku anggap kau tahu semuanya! Kurasa dia sebenarnya juga takut melibatkanmu dalam hal ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu menghembuskan asap, dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, kami perlu membawanya kembali. Yah, bukan gadis itu sih yang ingin kami bawa kembali, melainkan 103.000 grimoir yang dibawanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… ‘103.000 grimoir’ itu lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, ya, pandangan agama di negara ini sedikit lemah, jadi mungkin kau tidak mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu tersenyum sambil menjelaskan dengan nada bosan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Index Librorum Prohibitorum adalah katalog dari semua buku sihir jahat yang dirasa oleh Gereja akan mengotori jiwa orang hanya dengan membacanya. Jika gereja mengumumkan bahwa ada banyak buku sihir jahat di dunia, orang masih bisa secara tidak sengaja mendapatkannya jika mereka tidak tahu judulnya, &#039;kan? Maka, gereja dengan sengaja menjadikan gadis itu sebagai tempat untuk &#039;&#039;membawa&#039;&#039; 103.000 buku berbahaya itu. Ah, ya, aku menasihatimu supaya berhati–hati. Untuk negara dengan pandangan yang lemah terhadap agama, buku sihir yang dibawa dia bisa melumpuhkan siapapun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Index jelas tidak membawa buku sihir sama sekali. Dia jelas–jelas hanya mengenakan jubah suster, dan jika dia menyembunyikan buku sihir di dalamnya, orang pasti bisa melihatnya. Di samping itu, bagaimana bisa satu orang membawa 100.000 buku sihir ke mana–mana? 100.000 buku sihir bisa memenuhi satu perpustakaan penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“JANGAN BERCANDA?! DI MANA BUKU SIHIR ITU!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada dalam memorinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu bicara begitu saja,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pernahkah kau dengar ingatan sempurna? Katanya itu adalah kemampuan untuk bisa mengingat segala sesuatu yang telah dilihat meskipun hanya dalam sekejap dan tak akan pernah bisa dilupakan meskipun hanya satu kalimat, bahkan satu huruf pun. Dasarnya, &#039;&#039;scanner&#039;&#039; berwujud manusia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu tertawa, dan bicara dalam nada yang tidak tertarik, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini bukan sihir kami, ataupun kekuatan yang kalian miliki itu; ini hanya kemampuan khususnya. Dalam otaknya terdapat buku sihir dari seluruh dunia: Museum Inggris, Museum Louvre, Museum Vatikan, runtuhan Pataliputra, kota kuno Compiegne, Mont-Saint-Michel Abbey… Buku–buku sihir ini aslinya disegel dan tidak bisa dicuri, &#039;&#039;tapi dia bisa menggunakan mata itu untuk mencuri buku–buku sihir itu&#039;&#039; dan menyimpannya dalam otaknya, seperti perpustakaan sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana mungkin hal seperti ini ada?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Grimoir apa? Ingatan Sempurna apa? Ini semua konyol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, masalahnya bukanlah apakah semua ini nyata, melainkan ada gadis yang ditebas oleh orang–orang yang &#039;&#039;percaya&#039;&#039; pada hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun, dia sendiri tidak memiliki kekuatan sihir, jadi dia tak berbahaya. .”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu dengan senang menggetarkan rokok di mulutnya sambil berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya saja, karena penyetop telah dipersiapkan, berarti gereja pasti memiliki suatu alasan. Tapi, hal seperti ini tidak ada hubungannya dengan penyhir sepertiku. Yang ingin kutekankan hanyalah bahwa 103.000 grimoir itu berbahaya. Pasti akan ada banyak masalah jika dia jatuh ke tangan orang jahat yang ingin menggunakan grimoir-grimoir itu, jadi kami melindunginya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Melin…dungi…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tertegun. Saat ini, Index sedang terbaring dalam kolam darah, tapi bisa-bisanya dia mengatakan hal seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, melindungi. Tak masalah seberapa baik dan bijaksananya dia, gadis itu tetap tidak akan tahan terhadap interogasi dan siksaan dengan obat. Hanya memikirkan kalo dia sampai jatuh ke tangan orang-orang seperti mereka saja sudah membuat hatiku sakit, lho!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian tubuh Kamijou mulai gemetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini bukan hanya kemarahan biasa, rasa merinding mulai muncul di lengan Kamijou. Pria di hadapannya percaya bahwa dia benar. Dia hidup tanpa pernah melihat kesalahannya sendiri. Melihat orang seperti ini, Kamijou merasa dia seperti dilempar ke dalam kolam penuh ribuan siput; rasa mual menyebar di seluruh tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kalimat muncul di pikiran Kamijou: Sebuah kelompok agama fanatik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang – orang ini menyakiti orang lain karena &#039;&#039;khayalan&#039;&#039; tanpa dasar mereka, membuatnya sangat marah, sudah mencapai batas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bajingan…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti merespon terhadap kemarahannya, Kamijou merasa tangan kanannya juga bertambah panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakinya yang sebelumnya seperti tertanam di lantai kini mulai bergerak tanpa sadar. Kamijou menerjang ke arah si penyhir dengan tubuhnya, bagaikan peluru meriam. Tangan kanannya terkepal keras, sampai dia merasa hampir menghancurkan jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Kamijou tidak berguna; tangannya tidak mampu mengalahkan berandalan, tidak bisa meningkatkan nilai tesnya, dan juga tidak bisa membantunya menggoda cewek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi paling tidak tangannya bisa digunakan untuk meninju bajingan yang ada di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namaku Stiyl Magnus- tapi saat ini sebaiknya kusebut namaku Fortis931…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu terlihat tidak bergerak sambil tersenyum ringan, menggetarkan rokoknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, penyihir itu mulai menggumamkan suatu kata–kata dengan lembut, dan dengan ekspresi wajah seperti sedang mengenalkan kucing tersayangnya yang baru saja lahir pada seseorang, dia mulai menjelaskan pada Kamijou,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu nama sihirku. Kurasa kau tidak familier dengan nama sihir, &#039;kan? Untuk suatu alasan, ketika kami para penyihir menggunakan sihir, kami dilarang untuk menyebutkan nama asli kami. Ini adalah tradisi kuno yang diturunkan turun temurun, jadi aku tidak tahu alasan pastinya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keduanya berjarak sekitar lima belas meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma menghapus setengah jaraknya hanya dengan tiga langkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Fortis’… dalam Bahasa Jepang, atinya ‘kuat’; namun demikian, asal katanya tidak penting. Yang penting bagi para penyihir, meneriakkan nama sihirnya tidak hanya berarti kami akan menggunakan sihir; tapi juga mewakili—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou maju dua langkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi senyum penyihir itu tidak menghilang. Mungkin untuknya, Kamijou tidak cukup hebat untuk membuatnya berhenti tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—nama membunuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang penyihir Stiyl Magnus mengeluarkan roko dari mulutnya, dan menjentikkannya ke samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan abu dan nyala api, rokok itu terbang lurus melewati pagar besi, dan menyentuh tembok gedung tetangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah garis oranye mengikuti jejak asapnya, mengenai tembok, dan mengeluarkan percikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenaz (Wahai api) —“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Stiyl membisikkan ini, garis oranye ini tiba – tiba meledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang api muncul dalam wujud garis lurus seolah-olah seseorang menyemprotkan selang kebakaran yang berisi bensin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cat di tembok perlahan menghitam, seperti ada pemantik yang digunakan untuk membakarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya dengan melihatnya, mata Kamijou seperti sedang dibakar. Secara reflek dia berhenti berlari lalu menutupi wajahnya dengan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berhenti begitu mendadak, seolah-olah kakinya telah dipaku di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keraguan muncul dalam benaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imagine Breaker dikatakan bisa menghilangkan kekuatan supernatural apa pun. Bahkan Railgun sang esper Level 5, Biri-Biri, yang bisa menghancurkan tempat perlindungan antinuklir, mampu ditiadakan dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, hanya ada satu masalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou belum pernah melihat kekuatan supernatural selain kekuatan psikis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, dia belum pernah mencoba ini sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Mencobanya pada sihir.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Benarkah tangan kanannya ampuh dalam menghadapi kekuatan aneh seperti sihir?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Purisaz Naupiz Gebo (Berikan berkah dari penderitaan sang raksasa)!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat senyum si penyihir dari celah jari-jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl Magnus tersenyum sambil  mengayunkan pedang apinya ke Kamijou Touma. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat pedang api itu menyentuh Kamijou, pedang api itu kehilangan bentuknya, dan meledak di semua arah seperti letusan gunung api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Panas, kilatan cahaya, ledakan, dan asap muncul di sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa aku sedikit kelewatan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu bergumam sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemandangan di depannya terlihat seperti baru saja dibom. Stiyl menggaruk kepalanya. Dia menoleh ke sana kemari untuk memastikan tidak ada orang yang datang ke tempat itu. Hari ini adalah hari pertama liburan musim panas, jadi hampir semua orang yang tinggal di sini sedang tidak ada di tempat. Tapi jika ada &#039;&#039;hikikomori&#039;&#039; &amp;lt;ref&amp;gt; Orang yang suka mengurung diri di kamarnya&amp;lt;/ref&amp;gt; pasti akan timbul banyak masalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan di depannya dikaburkan oleh asap hitam dan api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dia merasa tidak perlu memeriksa kondisi si bocah. Tubuh manusia akan langsung meleleh sebelum sempat terbakar jika berada pada temperatur di atas 2000 derajat Celsius. Tetapi serangan yang bagaikan api neraka tadi bahkan memiliki suhu sebesar 3000 derajat Celsius. Takdir anak ini sudah pasti seperti pagar besi yang sudah meleleh seperti permen. Tubuhnya pasti sudah tersebar ke segala arah bagaikan permen karet yang menempel di sana-sini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl mengeluh, berpikir,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untungnya aku sengaja membuatnya marah dan menyingkirkannya dari Index. Jika dia menggunakan Index untuk melindungi dirinya, ini akan jadi lebih rumit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dipikir-pikir, dia tidak bisa membawa kembali Index sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl mengeluh lagi. Tembok api di depannya menghalanginya langkahnya untuk sampai ke tempat Index berada.  Jika ada tangga darurat di sisi lainnya, dia bisa saja memutar dan menggunakannya, tapi bisa saja Index akan menemui ajalnya jika dia tertangkap dalam api ketika dia sedang memutar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl menggelengkan kepalanya dengan enggan. Setelah itu, dia mencoba melihat lewat asap tebal itu dan berkata, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf mengganggumu, tapi kau telah gagal. Melihat standarmu, sepertinya kau tidak akan bisa mengalahkanku walau kita bertarung 1000 kali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa katamu… yang tidak tidak bisa mengalahkanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang keluar dari api neraka menyebabkan sang penyihir membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*BOOM!*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Diawali dengan suara seperti raungan, dinding api dan asap mulai berputar-putar, hingga akhirnya lenyap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti tornado yang tiba–tiba muncul di tengah–tengah api dan asap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma berdiri di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagar besi  meleleh seperti permen, cat di lantai dan tembok menjadi terkelupas, dan cahaya yang meleleh di bawah panas yang luar biasa terus menitik ke bawah, tapi dalam neraka yang berapi–api ini, anak laki–laki itu masih berdiri di sana tanpa terluka sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, apa yang aku takutkan…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan kesal memelintir bibirnya sambil bergumam pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah tangan kanan ini yang menghancurkan Gereja Berjalan milik Index… ?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, Kamijou tidak mengerti apa itu sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak mengerti bagaimana sihir bekerja, dan tidak mengerti konveksi macam apa yang bekerja di udara yang tak terlihat. Bahkan jika ada seseorang yang menjelaskan padanya, dia hanya akan tahu sekitar setengahnya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Kamijou si idiot ini tahu satu hal:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, sihir tetaplah kekuatan supernatural.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Api merah terang yang tertiup pergi belum sepenuhnya padam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Api yang tersisa mengelilingi Kamijou seperti lingkaran sempurna, terus membakar. Tapi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menyingkirlah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengatakan ini sambil menyentuh api itu dengan tangan kanannya, dan dalam sekejap, api sihir yang panasnya melebihi 3000 derajat Celcius itu menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti meniup semua lilin yang ada di kue ulang tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma melihat penyihir yang ada di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir di depannya mulai terlihat kebingungan seperti manusia normal jika melihat peristiwa tak teduga seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, para penyihir itu juga manusia biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka akan merasa sakit jika dipukul, mereka akan berdarah jika dilukai dengan pisau murah sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Mereka hanyalah manusia biasa&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaki Kamijou tak lagi dipenuhi rasa ketakutan dan tubuhnya tak lagi dibekukan oleh kengeriannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan dan kaki Kamijou mulai bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BERGERAK!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ugh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di lain pihak, Stiyl merasa takut melihat fenomena yang tidak bisa dijelaskan ini, dan mengambil satu langkah mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat sekelilingnya, serangan itu sepertinya tidak memiliki celah. Jika begitu, apa anak laki–laki ini sekuat itu hingga bisa menahan suhu 3000 derajat Celsius? Tidak, manusia tidak bisa bertahan terhadap api itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma tidak peduli apa yang Stiyl pikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tangan kanan yang dikepalkan sekeras batu, Kamijou pelan–pelan bergerak ke arah Stiyl, mengambil selangkah maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cheh!’”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl mengayunkan tangan kanannya secara horizontal, dan membuat pedang api baru, menerbangkannya ke arah Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang itu meledak lagi. Api dan asap bertebaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi setelah api dan asap menyebar, Kamijou Touma masih berdiri di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Jangan–jangan… dia bisa menggunakan sihir?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl bergumam sendiri. Tapi, dia cepat–cepat menyangkal asumsi itu. Tak mungkin ada penyihir di negara ini yang tahu lebih banyak tentang Natal daripada sihir, padahal Natal yang mereka ketahui hanya sebatas hari untuk berkencan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan… dan di samping itu… jika Index, yang tidak memiliki kekuatan sihir, bersekutu dengan penyihir lain, dia tidak perlu kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semengerikan itulah memori yang dimiliki Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
103.000 grimoir yang dibawanya bahkan lebih berbahaya dari senjata nuklir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua nyawa akan mati, apel akan selalu jatuh, 1 ditambah 1 akan selalu sama dengan 2. Dengan grimoir-grimoir itu, kau bisa mengubah hukum yang seharusnya alami dan tak mungkin bisa diubah tersebut. Hukum tersebut bisa dihancurkan lalu ditulis ulang kembali untuk menciptakan suatu hukum baru. Kau bisa membuat 1 ditambah 1  menjadi 3, apel–apel akan jatuh ke atas, dan nyawa yang sudah mati dapat dihidupkan kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang penyihir yang bisa melakukan ini disebut Majin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini tidak merujuk pada dewa dunia iblis&amp;lt;ref&amp;gt;(魔神 Majin, lit. &amp;quot;Magic God&amp;quot;) Kanji pertama bisa berarti sihir atau iblis&amp;lt;/ref&amp;gt;, tapi pada penyihir yang telah benar-benar menguasai sihir hingga sampai pada taraf telah memasuki wilayah Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Dewa Sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau begitu, dia tidak bisa merasakan kekuatan sihir apa pun dari anak ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia seharusnya bisa mengatahui jika anak ini adalah seorang penyhir hanya dengan sekali lihat, tapi anak di depannya itu tidak memiliki &#039;&#039;bau&#039;&#039; milik dunia yang sama dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, bagaimana dia melakukannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menyembunyikan gemetarannya, Stiyl mengayunkan pedang apinya pada Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, pedangnya tidak meledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggunakan tangna kanannya untuk memukul pedang api itu seperti sedang mengusir lalat, dan pada waktu itu, pedang api itu hancur berantakan seperti kaca pecah, dan lenyap dari udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang api bersuhu 3000 derajat Celsius telah dihancurkan oleh tangan kanan yang tidak ditingkatkan kekuatannya oleh sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Ah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba–tiba, betul–betul tiba–tiba, Stiyl Magnus memikirkan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gereja Berjalan di pakaian suster Index mempunyai &#039;&#039;barrier&#039;&#039; kelas Paus, dan kekuatannya bisa menandingi Katedral London. &#039;&#039;Barrier&#039;&#039; ini dikatakan tidak bisa dirusak kalau naga St. George belum turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Gereja Berjalan Index telah sepenuhnya hancur. Terbukti dari Kanzaki yang mampu menebasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa yang melakukannya? Dan Bagaimana?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou sudah berada tepat di depan Stiyl.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu langkah lagi, dan dia akan ada dalam jangkauan tinjunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...MTWOFFTO (Satu dari lima elemen yang membentuk dunia), IIGOIIF (oh pencipta api agung)...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl mulai mengeluarkan keringat dingin. Untuknya, organisme yang memakai seragam musim panas dan memiliki bentuk manusia ini mungkin bukan manusia di balik kulitnya, tapi suatu material misterius dan tebal. Memikirkan tentang ini, dia merasa dingin mengalir di tulang belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“IIBOL (Cahaya penyelamatan yang melahirkan kehidupan),AIIAOE (Cahaya penghukum yang menghukum para penjahat)… IIMH (Dengan membawa kedamaian dan keseimbangan pada waktu yang sama),AIIBOD (juga menghancurkan kemalangan gelap dan dingin)… IINF (Api adalah namanya),IIMS (pedang adalah gelarnya)! ICR (Terbentuklah),MMBOP (Jadilah kekuatan yang memakan tubuhku ) —!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian dada dari jubah pendeta Stiyl mulai robek, dan suatu kekuatan dari dalam menyebabkan kancing bajunya lepas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*BOOM!*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Sebuah ledakan besar bisa didengar- hasil dari api menyerap oksigen. Sebuah gumpalan api raksasa keluar dari dalam mantelnya. Itu bukan sekadar gumpalan api biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di pusat api merah terang terdapat suatu inti yang setebal dan sehitam-pekat minyak yang terus menitik. Inti itu terlihat seperti manusia, dan inti yang terus terbakar ini membuat orang berpikir tentang burung di laut yang dinodai oleh minyak setelah ada kecelakaan kapal tanker di laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namanya adalah Innocentius, artinya adalah ”Kau pasti kubunuh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang dewa api raksasa dengan niat membunuh itu merentangkan kedua tangannya, menerjang Kamijou Touma seperti sebuah meriam—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“JANGAN MENGHALANGIKU!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*THOMP!*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan kesal mengayunkan punggung tangannya, seperti mendorong jaring laba–laba ke samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan mudahnya menghancurkan kartu truf terakhir Stiyl Magnus. Sang manusia minyak yang seperti dewa api raksasa ini meledak lalu tersebar di lantai, seperti bola air yang ditusuk jarum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, Kamijou Touma tidak mengambil langkah ke depan. Tentu saja, tidak ada suatu alasan jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou hanya melihat Stiyl terus tertawa terkekeh–kekeh bahkan setelah kartu andalannya sudah ditangani. Ekspresi ini membuat Kamijou takut untuk mengambil langkah terakhir dengan mudahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara cairan kental bergelembung bisa didengar di seluruh tempat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… ?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou panik sambil mundur selangkah. Pada saat itu, buih hitam berkumpul dari seluruh tempat, dan kembali membentuk sebuah bentuk manusia.&lt;br /&gt;
Jika dia sudah mengambil langkah maju, dia pasti sudah diserang dari semua arah oleh api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou bingung dengan apa yang terjadi di handapannya. Jika pernyataannya tentang efek Imagine Breaker dari tangan kanannya itu benar, maka bahkan keajaiban yang digambarkan di legenda pun bisa dihancurkan. Selama sihir juga disebut kekuatan supernatural, seharusnya kekuatan itu menghilang sepenuhnya setelah tersentuh sekali, tapi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minyak dalam api itu bergerak, berubah bentuk, dan akhirnya membentuk sebuah raksasa yang membawa pedang 2 tangan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, itu bukan pedang, melainkan salib raksasa yang panjangnya lebih dari  2 meter dan biasa digunakan untuk menyalib seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raksasa itu mengangkat salib itu dengan kedua tangannya, dan menghantamkannya kepada Kamijou seperti kapak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan cepat menggunakan tangan kanannya untuk menepisnya. Di samping kemampuan tangan kanannya, Kamijou hanya seorang murid SMA biasa. Melihat serangan yang datang seperti ini, dia tidak bisa melihat dengan jelas dan menghindarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*CLANG!*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Salib dan tangan kanan bertabrakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, salib itu tidak menghilang. Kamijou merasa tangan kanannya seperti memegang lapisan karet. Akan tetapi, dia merasa tangan kanannya tidak akan bertahan lama. Di samping itu, musuhnya menggunakan dua tangan, dan Kamijou hanya bisa menggunakan satu. Salib api itu mulai mendekati Kamijou dari atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou, yang tidak tahu apa yang terjadi, menyadari sesuatu. Benda bertubuh api yang disebut Innocentius ini bereaksi terhadap tangan kanan Kamijou, tapi dia bisa langsung hidup kembali setelah dihancurkan. Waktu di antara penghancuran dan kebangkitannya bahkan sepertinya tidak sampai sepersepuluh detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemampuan tangan kanannya telah tersegel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali dia melepaskan tangan kanannya, Kamijou akan dibakar menjadi debu oleh Innocentius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Rune&#039;&#039;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou sepertinya mendengar sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Situasi tegang ini membuatnya tidak bisa menoleh ke belakang. Namun, Kamijou bisa mendengar suara orang yang bicara itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ke-24 huruf yang melambangkan misteri dan rahasia telah digunakan sebagai bahasa sihir oleh orang–orang Jerman  sejab abad ke-2, dan dikatakan bahwa bahasa itu adalah asal-muasal bahasa Inggris Kuno.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski Kamijou bisa mendengar suara Index, dia masih tidak bisa percaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan keadaan tubuhnya yang seperti itu, kenapa dia bisa bicara dengan begitu tenang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Menyerang Innocentius secara langsung tidak efektif. Sebelum ukiran &#039;&#039;rune&#039;&#039; di lantai, atap, dan dinding dihapus, dia akan terus hidup kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggunakan tangan kirinya untuk memegang lengan kanannya, nyaris tidak bisa menahan salib itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan takut-takut, dia menatap ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu masih berbaring di sana. Tapi, Kamijou tidak bisa memanggil-“nya” Index karena mata gadis itu tampak seperti robot tanpa emosi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan setiap kata yang dikatakan gadis itu, lukanya terus mengeluarkan darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, gadis itu tidak peduli pada luka di punggungnya; dia seperti sebuah mesin yang dirancang untuk menjelaskan sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau… k- kau Index, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Aku adalah perpustakaan sihir yang tergabung dengan Sektor 0 dari Anglikan Inggris, ‘Necessarius’. Nama diriku adalah Index Librorum Prohibitorum, tapi dapat disingkat Index.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat bagaimana perpustakaan sihir bernama bertindak seperti ini, Kamijou merasa seluruh tubuhnya dingin, bahkan lupa kalau dia hampir dihancurkan oleh dewa api raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah mengakhiri pengenalan diri, jadi aku akan kembali pada penjelasan tentang &#039;&#039;rune&#039;&#039;. Sederhananya, mereka seperti pantulan bulan di danau; walaupun seseorang menggunakan pedang untuk menebasnya, itu tidak ada artinya. Jika seseorang ingin memotong bulan di air, mereka harus menghancurkan bulan yang asli di langit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Index mengatakan ini, Kamijou ingat pada musuh di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa maksudnya bahwa ini bukan tubuh utama dari kekuatan supernatural ini? Seperti hubungan antara film dan foto, akankah sang dewa api raksasa terus hidup kembali jika kekuatan supernatural lain yang membuatnya hidup kembali dihancurkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, Kamijou tetap belum percaya sepenuhnya pada perkataan Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tetap mengganggap sihir itu tidak nyata meskipun telah mengalami semua kejadian ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengingat tangan kanannya telah disegel oleh Innocentius, Kamijou terjebak dan tidak bisa bergerak sedikit pun. Namu dia bisa tetap mencoba menguji perkataan Index. Dalam keadaan Index yang seperti ini, tidak mungkin Kamijou meminta bantuan darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Abu menjadi abu… “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou terbelalak. Dari balik dewa api raksasa, Stiyl membuat pedang api dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Debu menjadi debu… “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pedang api berwarna biru keputihan muncul di tangan kirinya; tidak ada suara yang dibuatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Squeamish Bloody Rood!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan teriakan yang penuh semangat, dua pedang api diayunkan secara horizontal ke arah sang dewa api raksasa dari kanan dan kiri seperti sebuah gunting. Kamijou, yang tangan kanannya disegel oleh Innocentius, tidak bisa menahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sial… sial… Harus kabur dulu—!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma bahkan tidak diberi kesempatan untuk berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua pedang api mengenai dewa api raksasa, dan, seperti bom raksasa yang sudah disulut, sebuah ledakan besar terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 7===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika api dan asap lenyap, keadaan sekeliling terlihat seperti neraka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagar besi melumer layaknya permen, bahkan ubin di lantainya telah meleleh menjadi sesuatu seperti lem. Cat pada dinding terkelupas hingga semennya terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si bocah tak terlihat di mana pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biar begitu, Stiyl mendengar langkah kaki seseorang yang berlari sepanjang tangga turun koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Innocentius,&amp;quot; bisiknya dan api yang menjalar di sekitar kembali ke bentuk manusia, pergi menuju tangga, dan mengikuti langkah kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl terlihat takjub. Tak ada yang sehebat itu bisa terjadi. Sesaat sebelum ledakan,  ketika Stiyl mengayunkan dua pedang apinya hingga menembus dewa api raksasa, Kamijou telah kabur dengan tangan kanannya dan melompati tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia jatuh, ia menggenggam tangga satu lantai di bawahnya dan menarik dirinya sendiri ke koridor. Dia menariknya dengan keberanian murni, ya .. itu terbilang nekat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl tersenyum lembut. Kamijou kini tahu kelemahan &#039;&#039;rune&#039;&#039; berkat pengetahuan dari 103,000 grimoir milik Index. Seperti yang dia bilang, sihir &#039;&#039;rune&#039;&#039; yang Stiyl gunakan telah diaktifkan oleh ukiran itu. Bisa juga diartikan bahwa dengan menghapus ukiran itu akan meniadakan bahkan sihir yang terhebat sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi apa?&amp;quot; Ekspresi Stiyl nampak tidak cemas. &amp;quot;Kau tak akan bisa melakukannya. Mustahil bagimu untuk menghapus seluruh &#039;&#039;rune&#039;&#039; yang diukir di gedung ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A..Aku kira, aku benar-benar akan mati tadi!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melompat ke pagar lantai 7 dengan nekat, jantung Kamijou masih berdebar dalam dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia berlari menyusuri koridor, dia melihat sekitar. Dia belum benar-benar percaya pada apa yang Index katakan. Dia hanya mencoba untuk menjauh dari Innocentius agar dia bisa mendapat beberapa waktu untuk mempersiapkan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sialan! Apa apaan ini!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sulit bagi Kamijou untuk tidak berteriak ketika dia melihat apa yang ada di hadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak perlu bertanya-tanya di mana &#039;&#039;rune&#039;&#039; itu terukir pada gedung asrama. Faktanya, dia telah menemukan mereka. Mereka ada di lantai, di pintu, dan di tabung pemadam api. Secarik kertas sekitar ukuran kartu telepon tersangkut di seluruh gedung seperti Hoichi si Tanpa Telinga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan saran Index (dia sebenarnya tidak suka harus mengingat wajah Index yang mirip boneka saat memberinya saran), dia menduga bahwa sihir itu seperti sinyal pemblokir yang kemudian disebut sebagai &#039;&#039;barrier&#039;&#039; dan &#039;&#039;rune&#039;&#039; seperti antena yang mengirimkan sinyal. Tapi bisakah dia menyobek satu per satu dari puluhan ribu &amp;quot;antena&amp;quot;?.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan deruan oksigen yang terhisap, sebuah api berbentuk manusia jatuh ke sisi berlawanan dari pagar besi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sial!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dia tertangkap lagi, dia tidak akan bisa menyobek kertas-kertas itu. Kamijou cepat-cepat melesat ke tangga darurat di sisinya. Saat melompat lebih jauh ke bawah, dia bisa melihat carikan kertas ditempel di pojokan tangga dan atap dengan simbol aneh tertulis di sana. Simbol itu pasti adalah &#039;&#039;rune&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka jelas-jelas telah diproduksi masal dengan mesin fotokopi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou hampir meneriakkan &amp;quot;Bagaimana sebuah salinan sampah seperti itu bisa berkerja!?&amp;quot; tapi ia ingat bahwa lampiran di &#039;&#039;manga shoujo&#039;&#039; bisa digunakan untuk ramalan tarot dan bahkan kitab diproduksi masal di toko percetakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tau kan... hal gaib itu gak wajar)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia merasa ingin menangis. Puluhan ribu &amp;quot;ukiran &#039;&#039;rune&#039;&#039;&amp;quot; itu agaknya tertempel di seluruh gedung. Bisakah dia menemukannya satu per satu? Saat ini pun, Stiyl masih terus menempelkan kertas kopian di gedung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan-akan ingin memutuskan rangkaian pikirannya, Innocentius melompat dari tangga di atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sial!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menyerah untuk melanjutkan menuruni anak tangga dan berlari menuju koridor di samping. Ketika dewa api raksasa mendarat di lantai, api menyebar di sekitar dan mengisi koridor bahkan saat api itu memantul karena menghantam lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koridor itu lurus, dan Kamijou tak mungkin lolos dari Innocentius jika hanya mengandalkan kecepatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat jalan masuk menuju tangga darurat. Berdasarkan papan penunjuk, dia berada di lantai kedua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan auman, Innocentius menerjang maju untuk menangkap tangan kanan Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu-uwah!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukannya menggunakan tangan kanannya atau berlari spanjang koridor, Kamijou malah memilih melompati tangga lantai kedua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Kamijou melompat, dia baru sadar bahwa di bawah adalah aspal dan ada beberapa sepeda yang berhenti di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Waaaaaaaahhhhhhhhh!!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berhasil mendarat di antara dua sepada, tapi tetap saja dia masih mendarat di aspal yang keras. Dia mencoba untuk menekuk lututnya untuk meredam jatuhnya, tapi dia mendengar suara yang tak enak dari pergelangan kakinya. Dia hanya melompat dari lantai dua, sehingga kakainya tidak ada yang patah. Namun, tampaknya dia melukai kedua pergelangan kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendengar deruan api yang menghisap oksigen datang dari atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou bergegas berdiri, sambil menendangi sepeda, namun pengejarnya tidak juga turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat ke atas dengan muka heran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih membuat suara raungan, Innocentius bergelantungan di tangga lantai kedua dan memerhatikan Kamijou yang ada di bawah. Seperti ada tembok tak terlihat yang menahannya untuk mengikuti Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rupanya, &#039;&#039;rune&#039;&#039; itu hanya diletakan di gedung asrama. Kamijou berhasil untuk kabur dari api Stiyl dengan meninggalkan gedung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat hal tersebut, sepertinya dia kini tahu sedikit tentang sistem tak terlihat dari sihir. Dia tidak sedang melawan musuh tak masuk akal seperti penyihir di RPG yang bisa melakukan apa pun dengan merapalkan mantra. Malah, lawannya bertindak  berdasarkan peraturan yang sama dengan PSY yang  Kamijou tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menghela napas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah nyawanya terbebas dari segala ancaman, Kamijou merasa lemas. Dia duduk di tanah tanpa pikir panjang. Dia sama sekali tidak takut. Malahan, dia diserang oleh perasaan lain yang lebih seperti kelelahan. Dia mulai berpikiran jika dia bisa kabur dari bahaya hanya dengan melarikan diri saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tahu, polisi&amp;quot; oceh Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa ia tidak memikirkan itu sebelumnya? Polisi Academy City bisa dibilang unit spesial anti-esper. Kamijou bisa saja melaporkannya kepada mereka daripada harus membahayakan hidupnya sndiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengecek saku celananya, tapi telepon genggamnya telah diremukkan oleh kakinya sendiri pagi itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou memerhatikan jalan. Dia mencari telepon umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak melakukan itu untuk melarikan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Maksudmu jika aku akan turun ke neraka, kamu akan menemaniku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kata itu masih menancap di dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sama sekali tidak melakukan sesuatu yang salah. Dia sama sekali tidak melakukan sesuatu yang salah. Tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam situasi yang sama, Index kembali untuk Kamijou Touma. Kamijou hanya tak bisa memercayai dia telah mengalami kejadian berbahaya bersama orang asing yang baru dia kenal tak lebih dari setengah jam itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sialan. Itu benar. Jika aku tidak ingin mengikutimu ke dasar neraka,&amp;quot; Kamijou tersenyum, &amp;quot;aku hanya perlu membawa mu keluar dari sana.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia merasa sudah saatnya dia mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak tahu bagaimana sihir bekerja, tapi dia tidak perlu tahu apa yang terjadi di tempat yang tidak bisa dia lihat. Dia bisa mengirim &#039;&#039;email&#039;&#039; tanpa perlu diagram sirkuit pada HPnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Haaah. Setelah mengerti hal itu, ternyata sihir cuma biasa-biasa saja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tahu harus berbuat apa, jadi sekarang dia hanya cukup mencobanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan bila dia gagal, itu masih lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pagar besi membengkok lalu patah. Patahan yang berkilau jingga itu jatuh ke bawah.  Kamijou dengan segera berguling menjauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mungkin sudah sadar, tapi dia masih harus melakukan sesuatu pada Innocentius itu sebelum bisa menyelamatkan Index. Masalah sebenarnya terletak pada puluhan ribu &#039;&#039;rune&#039;&#039; itu. Bisakah dia menyobek semua kertas yang tertempel di gedung?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau tahu, aku kaget alarm kebakaran tidak berbunyi setelah semua apa yang terjadi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengatakan itu tanpa pikir panjang, tapi Kamijou Touma membatu saat dia mengucapkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alarm kebakaran?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alarm kebakaran yang terpasang di sekeliling gedung tiba-tiba berbunyi pada saat yang bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tengah-tengah deruan suara bagaikan badai yang terdengar sekeras serangan bom, Stiyl melihat langit-langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, &#039;&#039;sprinkler&#039;&#039; yang terpasang di langit-langit menyemprotkan air laksana badai hujan buatan. Karena merasa pemadam kebakaran akan terlalu merepotkan jika sampai datang, Stiyl telah menuliskan perintahnya kepada Innocentius agar ia tidak menyentuh sensor keamanan. Itu berarti Kamijou Touma-lah yang menekan tombol alarm kebakaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah dia pikir dengan begitu dia dapat mematikan api Innocentius?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemikiran seperti itu sangat konyol, tapi si penyihir yang basah kuyup hanya karena alasan tak masuk akal seperti merasa sangat marah dan jengkel hingga rasanya pembuluh darah di dalam kepalanya akan pecah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl memerhatikan alarm kebakaran merah pada dinding dengan jengkel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya mudah untuk mematikan alarmnya, tapi dia tidak bisa menghentikannya sendiri. Karena sekarang sedang liburan musim panas, sebagian besar penghuni asrama tidak ada di tempat, tapi akan sangat merepotkan bila pemadam kebakaran sampai datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Hm.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl memeriksa sekitar dan lalu dengan cepat membawa Index dan pergi. Tujuannya adalah membawa kembali Index, jadi tak ada alasan dia sampai harus terlihat sebagai pembunuh Kamijou. Dengan waktu yang tersisa sebelum pemadam kebakaran datang, dia bisa meninggalkan Innocentius  dalam mode pengejaran otomatis dan bocah itu akan mendapatkan pelukan api nyaman yang akan membuatnya menjadi arang atau abu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ini tidak berarti elevator terhenti, &#039;kan?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendengar bahwa elevator dibuat berhenti bila dalam keadaan darurat. Jika benar, itu akan membuat Stiyl frustasi. Dia sekarang berada di lantai 7. Walaupun Index adalah seorang gadis, menggendong orang pingsan turun lewat tangga akan sanggat melelahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa dia lega saat mendengar bunyi ding seperti microwave yang datang dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dia menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa itu? Siapa yang berada dalam elevator?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah malam libur musim panas dan dia sudah mengecek untuk meyakinkan bahwa semua siswa telah meninggalkan asrama, sehingga gedung telah sepi. Lalu siapa itu dan mengapa mereka memerlukan elevator?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu elevator berdering saat terbuka. Sebuah langkah kaki di lantai yang basah karena siraman air dari &#039;&#039;sprinkler&#039;&#039; bergema di sepanjang lorong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl memutar tubuhnya perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sama tidak tahu kenapa badannya gemetaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma berdiri di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apa? Apa yang terjadi pada Innocentius?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikirannya berputar-putar dengan kacau di kepala Stiyl. Innocentius bisa diibaratkan rudal pengejar pada pesawat tempur. Setelah sasarannya terkunci, takkan ada yang bisa menghindarinya. Tak peduli kau lari atau sembunyi, ia akan menggunakan api 3000 derajat celsius-nya untuk melelehkan semua dinding maupun rintangan, wala penghalangnya terbuat dari baja sekalipun, dan akan terus mengejarmu. Seharusnya takkan bisa lolos hanya dengan  sekadar berlari di sekitar gedung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi ternyata Kamijou Touma berdiri di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berdiri di sana tak terpengaruh, tak terhentikan, tak terbantahkan, dan yang paling penting, seorang musuh alami yang tanpa keraguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jika dipikir, &#039;&#039;rune&#039;&#039; seharusnya terukir di dinding atau di lantai, &#039;kan?&amp;quot; kata Kamijou saat hujan buatan yang dingin menghujaninya. &amp;quot;Sungguh, kau itu benar-benar hebat. Sejujurnya, aku tak akan menang jika kau mengukirnya dengan sebuah pisau. Silakan menyombongkan diri kalau mau.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saatnya dia berbicara, Kamijou Touma mengangkat tangan kanannya dan menunjuk ke atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menunjuk ke langit-langit. Ke &#039;&#039;sprinkler&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Tidak Mungkin! Api bersuhu 3000 derajat tak akan bisa dipadamkan dengan itu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan bodoh. Bukan apinya. Bagaimana kau menempelkan benda itu segala tempat di gedung ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl lalu mengingat kembali puluhan ribu kertas &#039;&#039;rune&#039;&#039; yang ia pasang di asrama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kertas lemah pada air. Bahkan anak TK pun tahu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menyemprotkan air ke seluruh gedung dengan &#039;&#039;sprinkler&#039;&#039;, tidak masalah jika ada puluhan ribu &#039;&#039;rune&#039;&#039; di sana. Dia tidak perlu berlari mengelilingi gedung. Bahkan, dia bisa menekan satu tombol dan menghancurkan semua carikan kertas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Otot muka si penyihir pun kejang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Innocentius!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekejap setalah dia meneriakkan itu, pintu elevator di belakang Kamijou meleleh seperti permen dan si dewa api raksasa merayap sepanjang koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiap kali tetesan air jatuh ke badan apinya, tetesan-tetesan itu menguap dengan suara dengusan buas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha Ha Ha. Ah ha ha ha ha ha! Hebat! Kau punya indra bertarung seorang genius! Tapi kau kurang pengalaman. Kertas kopian tidak sama dengan kertas toilet. Hanya karena sedikit basah, kertas-kertas itu tidak akan benar-benar terlarut!&amp;quot; Si penyihir melebarkan tangannya ketika tawa meledak dari mulutnya lalu dia berteriak, &amp;quot;Bunuh dia!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Innocentius mengayunkan tangannya seperti sebuah palu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Menyingkirlah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma membuat satu pernyataan. Dia bahkan tidak memutar badannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Kamijou menyentuh si dewa api raksasa dengan punggung tangannya dan dewa api itu akhirnya meledak ke seluruh penjuru dengan suara yang menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jantung Stiyl Magnus berhenti sekejap saking terkejutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah meledak, Innocentius tidak hidup kembali. Potongan daging seperti oli bekas terpercik ke seluruh tempat dan yang bisa mereka lakukan hanya sedikit menggeliat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ti...dak....mungkin...bagaimana....bisa! &#039;&#039;Rune&#039;&#039;-ku belum hancur!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana dengan tintanya?&amp;quot; Kelihatannya perlu 5 tahun untuk suara Kamijou Touma sampai ke telinga Stiyl. &amp;quot;Bahkan bila kertas kopian belum hancur, air akan membuat tinta luntur,&amp;quot; kata Kamijou, &amp;quot;walaupun tampaknya belum semuanya luntur.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian yang menggeliat dari Innocentius hilang menjadi udara seiring dengan guyuran hujan buatan dari &#039;&#039;sprinkler&#039;&#039;. Seolah-olah tinta pada kertas kopian yang ditempel di gedung satu per satu luntur karena siraman air, mengakibatkan Innocentius kehilangan kekuatan sedikit demi sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Potongan daging menghilang satu per satu hingga akhirnya yang terakhir lebur dan menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Innocentius...Innocentius!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata si penyihir itu seperti orang yang meneriaki gagang telepon setelah teleponnya diputus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu sekarang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma menggambil langkah maju menuju Stiyl Magnus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Inno...centius...,&amp;quot; kata si penyihir... namun tak ada yang menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma menggambil langkah maju lagi menuju Stiyl Magnus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Innocentius...Innocentius, Innocentius!&amp;quot; teriak si penyihir.... namun tetap saja tidak ada yang muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma akhirnya mulai menerjang maju menuju Stiyl Magnus seperti peluru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A-abu untuk abu, debu untuk debu, Squeamish Bloody Rood&amp;quot; Si penyihir akhirnya berteriak, tapi bahkan tidak ada pedang api muncul, apalagi dari dewa api raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma mulai mendekati Stiyl Magnus dan semakin mendekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkan tinjunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkan tangan kanannya yang benar-benar normal. Dia mengepalkan tangan kanannya yang tak akan berguna kecuali dia gunakan itu pada suatu macam kekuatan supernatural. Dia mengepalkan tangan kanannya yang tidak mampu mengalahkan bahkan seorang berandalan, tidak bisa meningkatkan nilai tesnya, dan juga tidak bisa membantunya menggoda cewek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tangan kanannya bisa juga berguna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi pula, dia bisa menggunakannya untuk memukul bajingan yang berdiri di hadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinju Kamijou Touma mendarat di muka si penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badan si penyihir berputar seperti baling-baling bambu dan belakang kepalanya membentur pagar besi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Previous [[Toaru_Majutsu_no_Index_%7E_Bahasa_Indonesia:Volume1_Illustrations|Ilustrasi]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1 Chapter2|Chapter 2]]&lt;br /&gt;
|-&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hakomari_(Indonesia):Jilid_1_Ke-9999_kali&amp;diff=188661</id>
		<title>Hakomari (Indonesia):Jilid 1 Ke-9999 kali</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hakomari_(Indonesia):Jilid_1_Ke-9999_kali&amp;diff=188661"/>
		<updated>2012-09-15T15:10:05Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: /* Ke-9,999 kali */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Ke-9,999 kali==&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Dia telah mengatakan padaku cara untuk menghapuskan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana cara kau meyakinkan diri bahwa kau tidak akan bertemu seseorang lagi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruaki menyarankan banyak cara padaku. Begitu banyak cara hingga aku muak mendengarnya. Akhirnya, kami sampai pada kesimpulan kalau perasaan bersalah adalah cara terbaik untuk membuat seseorang tidak ingin bertemu dengan orang tertentu. Lagi-lagi, seperti biasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan, seperti biasanya, dia juga memberitahuku bagaimana cara supaya aku bisa menciptakan perasaan bersalah itu terhadap seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa kau tidak membunuhnya saja?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruaki-kun dengan bercanda menyarankan cara terakhir yang tersisa bagiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu adalah cara yang paling efektif. Yah, tapi jika kau memang membunuhnya, kau tidak perlu khawatir untuk bertemu dengannya lagi, heh!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa aku harus &#039;menolak&#039; Haruaki-kun? Yah, kupikir kalau dia lenyap akan membuat perbedaan besar di dalam hubunganku dan Kazu-kun yang sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidup di dunia ini mirip dengan bermain Tetris yang tidak bisa diakhiri. Awalnya kau berusaha keras untuk melewati nilai tertinggi yang ada. Itu memang menyenangkan. Tapi pada akhirnya kau akan berhenti mempedulikan tentang nilaimu. Lagi pula, tidak peduli apakah kau mencapai nilai tertinggi atau tidak; itu hanyalah sebuah permainan yang akan direset. Dan kemudian kau akan mengulanginya dari awal lagi. Tidak ada yang berubah bahkan jika kau mengalami Game Over. Kau masih mencoba untuk bersenang-senang, tapi jika kau tidak bermain dengan sungguh-sungguh, layarnya akan penuh dengan cepat. Membosankan, tidak menarik, dan menjadi semakin sulit dimainkan. Menyakitkan. Kau kehilangan semangat untuk menggerakkan baloknya. Kau hanya tidak peduli. Tapi bahkan jika kau tidak peduli, baloknya akan tetap berdatangan. Tidak peduli berapa kali pun mereka mencapai puncak, kau tidak bisa menghentikan permainannya. Jika aku berhenti, aku akan mati. Dan aku tidak menginginkan hal itu karena aku mempunyai tujuan yang harus kucapai. Aku harus melewati hari ini tanpa penyesalan. Itulah kenapa aku harus mengubah keadaan saat ini bagaimanapun caranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Haruaki adalah salah satu bagian penting dari keadaan saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makanya, aku harus &#039;menolak-&#039;nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......Apa kau bisa sekali lagi memberitahuku bagaimana aku bisa menciptakan perasaan bersalah itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Ada apa Kasumi? Yah, aku tidak peduli, sih...,&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kata Haruaki, seperti biasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;lt;u&amp;gt;Kenapa kau tidak membunuhnya saja&amp;lt;/u&amp;gt;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ini, itu adalah jawaban yang ke-1000 kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar! Itulah satu-satunya cara. Ya, memang begitulah seharusnya. Kau mengerti, &#039;kan? Kau mengatakan hal itu padaku sebanyak 1,000 kali, jadi kau mengerti, &#039;kan? Atau mungkin, kau &#039;&#039;ingin&#039;&#039; aku melakukannya, ya kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Kau ingin aku membunuhmu, benar, &#039;kan?&amp;lt;/i&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Balik ke [[Utsuro_no_Hako Bahasa Indonesia:Jilid 1 Ke-9000 kali|Ke-9,000 kali]]&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Utsuro no Hako to Zero no Maria Bahasa Indonesia|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Lanjut ke [[Utsuro_no_Hako Bahasa Indonesia:Jilid 1 Ke-10000 kali|Ke-10,000 kali]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Prolog&amp;diff=188579</id>
		<title>Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1 Prolog</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Prolog&amp;diff=188579"/>
		<updated>2012-09-15T08:10:56Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: /* Pendahuluan: Kisah Si Anak Laki-Laki Pembunuh Ilusi. &amp;#039;The_Imagine-Breaker.&amp;#039; */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Template:PREVIEW}}&lt;br /&gt;
==Pendahuluan: Kisah Si Anak Laki-Laki Pembunuh Ilusi. &#039;The_Imagine-Breaker.&#039;==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh?! Sialan! Sialan! Arghhh, sungguh sial!!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun dia tahu kalau teriakan paniknya membuatnya kedengaran seperti maniak, Kamijou Touma tidak mempunyai keinginan untuk menghentikan pelarian jauhnya. Sambil melarikan diri ke gang di malam yang sudah larut ini, dia melirik ke belakang punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Delapan orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun dia sudah berlari hampir dua kilometer, masih saja ada delapan orang yang mengejarnya. Tentu saja, untuk Kamijou Touma, yang bukan  koki untuk mantan tentara asing&amp;lt;ref&amp;gt;[http://en.wikipedia.org/wiki/Under_Siege Under Siege]&amp;lt;/ref&amp;gt; atau ninja &#039;cyber&#039; yang masih tersisa di zaman modern, kemungkinan untuk menang dari musuh sebanyak itu adalah kecil. Lebih jelasnya, perkelahian melawan lebih dari 3 orang dengan anak SMA lain akan terlalu berat untuknya. Dengan jumlah sekian, lupakan untuk membandingkan kemampuan atau semacamnya, perkelahian sudah jelas hal yang sia-sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou terus berlari dan menendang ember polietilen yang sedikit kotor, membuat seekor kucing hitam kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
19 Juli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, 19 Juli adalah hari yang buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu senangnya dia karena esok harinya menandakan dimulainya liburan musim panas, dia pergi ke toko buku dan membeli sebuah manga yang dilihat dari sampulnya aja udah kelihatan jelek. Dilanjutkan ke sebuah restoran keluarga untuk sekali-kali makan makanan yang enak. Masih dalam suasana hati yang gembira, ketika ia melihat seorang gadis SMP dikelilingi oleh beberapa berandalan mabuk, sehingga dia punya ide gila ini di kepalanya bahwa &#039;Hei, mungkin saya harus membantu&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak mengira semua teman-teman mereka akan mulai bermunculan keluar dari kamar mandi bersama-sama. Dia selalu berpikir jika hanya wanita yang diperbolehkan untuk pergi ke kamar mandi bersama-sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Aku buru-buru keluar dari sana sebelum aku mendapatkan melon dan escargot lasagna yang akhirnya kupesan, sekarang aku malah diperlakukan seperti &amp;quot;orang yang sehabis makan kemudian kabur&amp;quot; bahkan sebelum sempat memakan apa pun! Arghhh, ada apa dengan kesialan  ini!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Gyuh!&amp;quot;, Kamijou berteriak, sambil memegangi kepalanya kepalanya ketika dia keluar dari gang ke jalan utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bulan memancarkan cahayanya di Academy City, yang ukurannya kira-kira sepertiga dari Tokyo dan dipenuhi oleh pasangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini semua karena tanggal 19 Juli. Kamijou, yang tak punya pacar, berteriak dari dalam hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sana-sini, berdiri baling-baling raksasa yang merupakan bagian generator bertenaga angin, bercahaya seperti air mata bersinar di bawah sinar bulan dan lampu kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berlari melewati beberapa pasangan supaya bisa berlari lebih cepat. Dia menatap tangan kanannya sambil berlari. Di dalamnya tersembunyi sebuah kekuatan yang tidak berguna dalam keadaan seperti ini. Tidak akan membantu dia mengalahkan bahkan seorang berandalan pun, tidak meningkatkan nilai tes, dan tidak membuatnya populer di antara para gadis juga. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uwaaa! Sungguh sangat sial!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Kamijou berhasil lolos  dari kelompok pengejar, mereka masih dapat menggunakan handphone untuk memanggil bala bantuan yang akan datang dengan mengendarai motor-motornya. Satu-satunya hal yang bisa dia lakukan adalah membuat mereka lelah dengan bertindak sebagai umpan, memancing para pengejar mengikutinya untuk menghabiskan stamina mereka. Mirip seperti olahraga tinju, membiarkan lawan memukulmu sembarangan untuk menghabiskan kekuatan fisiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Motif Kamijou pada akhirnya adalah &amp;quot;jalan terbaik&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkelahi tidaklah berguna, dan dia akan menganggap &amp;quot;kemenangan&amp;quot; dicapai jika pengejarnya menyerah. Setidaknya, Kamijou sangat percaya diri dalam lari jarak jauh. Lagi pula, para pengejar berada dalam kondisi kesehatan yang buruk yang diakibatkan konsumsi rokok dan alkohol dalam jangka waktu lama. Mereka juga memakai sepatu boot, sepatu dengan fungsionalitas nol. Bahkan tanpa memperhitungkan kecepatan dan sprint yang dibutuhkan untuk menyusul, lari jarak jauh standar saja, pasti tidak mungkin bagi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berlari dari satu gang ke gang lain, dia melihat satu per satu pengejarnya mulai menyerah. Mereka membungkuk ke depan dengan tangan memegang lututnya masing-masing. Saat itu dia merasa taktik ini memang cara terbaik untuk mengakhiri hal ini tanpa ada seorang pun yang terluka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Si-sialan... Kenapa masa mudaku harus dipertaruhkan untuk hal ini!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang menyedihkan. Ke mana pun ia melihat, hanya ada pasangan muda yang penuh kebahagiaan dan mimpi; Tidak tahan hal tersebut, dalam hati dia merasa kalo dia telah sampai pada akhir hidupnya yang pendek. Bahkan jika tanggalnya berbeda, ketika liburan musim panas sudah dimulai, dia tetap tanpa cinta dan komedi. Pikiran ini membuatnya merasa lebih parah dari pecundang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari belakang, terdengar hinaan salah seorang berandalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Orr!! Sialan, kau anak bangsat; berhenti, kau raja kabur!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan hinaan seperti itu, bahkan Kamijou marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Diam! Kau tidak K.O kan? Berterimakasihlah karena aku tak mengabaikan kalian tadi, dasar orang ber-IQ monyet(IQ 80)!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou meneriakkan balasan, sadar bahwa ia menghabiskan staminanya karena hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Tanpa terluka sedikit pun, kalian semua harusnya berterima kasih padaku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar 2 kilometer kemudian, berkeringat dan bercucuran air mata, ia akhirnya keluar dari daerah perkotaan dan sampai ke pinggir sebuah sungai besar. Sebuah jembatan besi dibangun di atas sungai, panjanganya sekitar 150 meter. Tidak ada mobil di sekeliling. Di depan Kamijou adalah jembatan besi yang diselimuti kegelapan malam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika menyebrangi jembatan tersebut, Kamijou menoleh ke belakang- dan berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para pengejarnya sudah menghilang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Huff... Mereka akhirnya menyerah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menahan keinginannya untuk segera duduk di sana, menarik napas panjang sembari memandang ke atas melihat langit malam. Setelah menyelesaikan masalah tanpa ada yang terluka, ia hanya ingin sedikit waktu untuk memuji diri sendiri atas keberhasilannya menyelesaikan masalah tanpa adanya seorang pun yang terluka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haiss. Kamu pikir kamu siapa? Berpura-pura menjadi orang baik, melindungi para berandalan... Apa kamu seorang guru sekolah antusias &amp;lt;ref&amp;gt;[http://en.wikipedia.org/wiki/Great_Teacher_OnizukaGreat Teacher Onizuka]&amp;lt;/ref&amp;gt;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badan Kamijou membeku karena kaget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena tidak ada satu pun lampu di jembatan besi, Kamijou tidak menyadari kehadiran orang itu. Kira-kira 5 meter di depan, dari arah datangnya Kamijou, seorang gadis muda berdiri sendirian- seorang anak SMP biasa yang memakai rok abu-abu, blus lengan pendek, dan sweater musim panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ke langit malam, Kamijou, secara serius mempertimbangkan untuk segera berbaring. Anak perempuan yang digoda di restoran keluarga tadi adalah anak perempuan yang berdiri di hadapannya sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Jadi, karena itulah mereka berhenti mengejarku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yeah, mereka menjengkelkan, jadi kupanggang saja mereka.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Bachin*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;, suara kilatan putih-biru menggema.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan karena anak perempuan itu memegang stun gun. Setiap kali rambutnya yang sebahu dan berwarna coklat muda berayun, kilatan memancar seperti percikan dari elektroda.&lt;br /&gt;
Ketika sebuah plastik supermarket yang diterbangkan angin mendekati wajahnya, kilatan putih-biru menembaknya seperti sistem pertahanan otomatis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Whoa!&amp;quot;. Kamijou berseru, dan satu kata itu membuatnya capek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
19 Juli.  Begitulah, dia pergi ke toko buku dan membeli sebuah manga yang dilihat dari sampulnya aja udah kelihatan jelek, berlanjut pergi ke sebuah restoran keluarga untuk sekali-kali makan makanan yang enak, dan sialnya melihat seorang gadis SMP dikelilingi oleh beberapa berandalan mabuk, sehingga dia berusaha menolong mereka. Ya, mereka. Bukan si gadislah yang ingin ditolong oleh Kamijou, melainkan para berandalan yang ceroboh karena menggoda si gadis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menghela napas. Gadis itu selalu seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tidak ingat nama satu sama lain, walaupun telah bertemu selama hampir satu bulan. Dengan kata lain, mereka bukan teman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini, ia akan dihantam dengan sangat parah sampai babak belur. Dalam pikiran angkuh sang gadis, itulah cara yang cocok dalam menghadapi Kamijou. Tetapi semua pertarungan mereka sampai saat ini berakhir dengan kemenangan total Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Jika aku kalah telak sekali, perasaannya akan lega,&#039; pikir Kamijou. Namun, keahlian bersandiwaranya sangat jelek, dahulu ketika dia &amp;quot;pingsan&amp;quot; sambil memasang muka seperti setan, gadis itu mengejarnya sepanjang malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Hei, apa sih yang pernah kulakukan padamu?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak bisa membiarkan fakta bahwa ada seseorang lebih kuat daripada diriku. Itu alasan yang cukup bagiku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitulah dia. Bahkan Kamijou merasa karakter dalam permainan street fighting mempunyai tujuan yang lebih jelas daripada tujuan si gadis ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi kau mengolok-olokku, ya, &#039;kan. Aku ini Level 5, kau tau? Apakah kau pikir aku akan mengaluarkan semua kemampuanku saat melawan level 0? Aku tahu bagaimana mengurus orang-orang lemah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kota ini, anggapan &amp;quot;preman jalanan = yang paling kuat&amp;quot; tidaklah berlaku. Sebagai dropout dari kurikulum perkembangan ESP, mereka hanyalah Level 0 tanpa kemampuan apa pun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang terkuat di kota ini adalah orang-orang seperti gadis ini, para esper.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Umm, bolehkah aku mengatakan sesuatu? Aku tahu betul bahwa kamu memiliki level bakat 1 di antara 328.571 orang, tapi jika kamu ingin hidup panjang, kupikir akan lebih baik jika kau berhenti bicara begitu merendahkan kepada orang lain.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Diam! Menyuntikkan obat langsung ke pembuluh darah, menusuk otak langsung lewat belakang telinga, sudah melakukan semua hal aneh seperti itu tetapi tetap saja tidak bisa membengkokkan sebuah sendok... Dengan cara apalagi orang tidak berguna seperti itu bisa digolongkan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, Academy City adalah tempat seperti itu. Dengan memakai istilah Menghapal dan Mengulang, sekolah - sekolah memasukkan &amp;quot;pengembangan otak&amp;quot; ke dalam kurikulum secara diam-diam - Hanya sebuah sisi lain dari Academy City. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, tidak semua dari 2,3 juta &amp;quot;siswa&amp;quot; yang tinggal di Academy City mampu mendapatkan kemampuan seperti yang ada di komik. Sekitar  60% dari para siswa, setelah berusaha dengan keras sampai hampir memecahkan pembuluh darah di otak, tidak bisa sedikit pun membengkokkan sendok; Mereka ini digolongkan tidak berguna (level 0).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jika ingin membengkokkan sendok, bisa menggunakan tang; jika ingin membuat api, bisa membeli pemantik rokok murah. Jika membutuhkan sesuatu seperti telepati, sudah ada ponsel bukan? Bukankah kekuatan ESP tak ada gunanya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kata-kata Kamijou, seorang yang digolongkan tidak berguna oleh lembaga pusat pengujian Academy City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Intinya, kalian semua aneh, kenapa mengejar produk sampingan ESP sebegitu niatnya? Bukankah tujuan asli kita lebih besar dari itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar hal ini, gadis yang merupakan satu dari 7 orang Level 5 di seluruh Academy City, menaikkan sudut bibirnya dan tertawa:&lt;br /&gt;
&amp;quot;Huh? Tujuan yang itu. Bagaimana bunyinya? Oh ya, &#039;Umat manusia tidak dapat melakukan perhitungan Tuhan, maka mereka harus pertama-tama melampaui batas-batas umat manusia sebelum dapat memahami jawaban Tuhan?&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tertawa mengejek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;---Ha, Kau membuatku tertawa. Sebenarnya apa itu pikiran Tuhan? Hei, kau tahu, tentang kabar burung bahwa peta DNA-ku dianalisis untuk membuat klon manusia untuk tujuan militer. Sepertinya ada tujuan lebih besar daripada tujuan utama, ya, &#039;kan? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata seperti itu, ia tiba-tiba berhenti dan sepertinya udara di sekitarnya berubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Tapi, itu kata-kata seorang yang kuat, benar, &#039;kan?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seorang yang kuat, seorang yang kuat, seorang yang kuat! Mempunyai bakat dari lahir, mendapatkan kekuatan, dan sama sekali tidak mengerti kesulitan dan usaha... kata-katamu seperti tokoh utama dari komik: keras dan benar sendiri!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zazezezazezaza. Suara ombak mulai datang dari bawah jembatan besi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya ada tujuh orang Level 5 di Academy City; dalam perjuangan mereka mencapai puncak, berapa banyak &amp;quot;kemanusiaan&amp;quot; mereka yang dibuang? Api hitam yang memberi petunjuk akan hal itu menyala dari kata-kata tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menolaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena apa yang telah ia ucapkan. Karena ia percaya hal seperti itu tidak bernilai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juga karena, ia belum pernah kalah terhadap gadis itu sebelumnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei, hei! Kamu sudah melihat hasil pemeriksaan fisik tahunan, kan? Aku hanya Level 0, sedangkan kamu Level 5! Tanyakan pada orang yang lagi lewat, &amp;quot;Siapa yang lebih hebat?&amp;quot; dan mereka semua akan menjawab dengan pasti!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengembangan kemampuan yang dilakukan di Academy City sangat berpedoman pada ilmu farmasi, ilmu kedokteran otak, dan ilmu fisiologi. Semuanya berdasarkan hal yang ilmiah. Jika mengikuti kurikulum, orang tanpa kekuatan dapat mencapai tingkat di mana mereka setidaknya bisa membengkokkan sendok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Kamijou Touma bahkan tidak bisa melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mesin pengukur Academy City menggolongkannya sebagai orang dengan kemampuan benar-benar &amp;quot;nol&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nol, ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si gadis mengulang hanya kata itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangannya masuk ke saku bajunya dan mengambil sebuah koin - sebuah koin untuk game arcade.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei, kau pernah mendengar istilah [http://id.wikipedia.org/wiki/Railgun &#039;Railgun&#039;]?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hah?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Secara teori, menembakkan peluru besi melalui elektromagnet ultra-kuat, seperti mesin kereta linear  - tetapi ini untuk senjata kapal perang&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ping! Gadis itu menjentikkan koin ke udara dengan ibu jari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hyun, hyun. Koin yang berputar jatuh kembali ke atas ibu jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seperti ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah ia berkata, tanpa suara, sebuah garis cahaya berwarna oranye melintas di area dekat kepala Kamijou. Melihat bekas cahaya dari garis itu berasal dari ibu jari si gadis, Ia menyimpulkan bahwa dari situlah asal dari sinar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti kilatan petir, suara guntur menggema satu momen setelahnya. Gelombang shock yang merobek atmosfer terjadi di dekat telinganya dan membuat dia kehilangan keseimbangan. Dengan terhuyung-huyung Kamijou menoleh ke belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada titik di mana sinar oranye menghantam permukaan jembatan besi, bekasnya mirip seperti jika sebuah pesawat melakukan pendaratan darurat dan mengikis aspal. Jejak sinar oranye, yang panjangnya tiga puluh meter lurus ke sisi seberang dan meninggalkan jejak kerusakan, masih bertahan bahkan lama setelahnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bahkan koin seperti ini bisa terbang dengan kecepatan tiga kali kecepatan suara kalau energi yang cukup diberikan, ya tidak? Walaupun koin tersebut akan meleleh setelah mencapai 50 meter karena gesekan udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jembatan besi dan beton bergoyang seperti jembatan gantung yang rapuh. Gagi, Bishi. Suara baut logam lepas dan terpental menggema lagi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.............&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasakan tubuhnya menggigil, seperti ketika es kering dialirkan ke seluruh pembuluh darah di tubuhnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zogun! Cairan tubuhnya keluar menjadi keringat dan menguap, dan rasanya aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oi, oi! Jangan bilang bahwa itu digunakan untuk mengusir para pengejar tadi? &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau idiot. Aku memilih lawan yang yang tepat untuk menggunakannya. Aku tidak ingin dengan ceroboh menjadi seorang pembunuh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berbicara begitu, kilat terbang dari rambut coklat gadis itu seperti percikan elektroda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&#039;Ini&#039; sudah cukup untuk mengusir para Level 0 itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, percikan putih-biru melesat dari rambut depannya, dan seperti tombak, petir itu menyerang Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal seperti &amp;quot;menghindar&amp;quot; adalah tidak mungkin; lawannya adalah kilatan putih-biru yang ditembakkan dari rambut ahoge si Level 5. Ini sama seperti melihat petir datang dengan kecepatan cahaya dan mencoba untuk menghindarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Duaar! Sebuah ledakan terjadi satu momen setelahnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk melindungi wajahnya, ia dengan refleks mengangkat tangan kanannya, yang menabrak tombak petir dan mengaduk-aduk isi perutnya. Serangan itu tercerai-berai ke berbagai arah seperti percikan, dan menghantam kerangka besi jembatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Atau sepertinya begitu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, mengapa kau tidak terluka sama sekali?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-katanya santai, tetapi gadis tersebut melotot ke arah Kamijou sembari menunjukkan gigi taringnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arus listrik bertegangan tinggi yang tercerai-berai ke sekeliling mempunyai energi yang dapat melelehkan kerangka besi jembatan; walaupun begitu, tangan kanan Kamijou, yang menerima serangan langsung, tidak apa-apa. Bahkan tidak ada satu pun bekas terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Kamijou dengan sempurna menangkis tembakan petir yang berkekuatan ratusan juta volts.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebenarnya, apa sih ini? Kemampuan seperti ini bahkan tidak tercatat di bank data Academy City. Jika aku adalah jenius 1 di antara 328.571, lalu bukankah kamu, satu-satunya di Academy City, bencana 1 di antara 2.300.000 ?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang gadis bergumam getir. Kamijou tidak menjawabnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jika aku bertarung dengan mempertimbangkan hal itu, mungkin saja aku bisa meningkatkan levelku. Kamu juga berpikir begitu, &#039;kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Meskipun begitu, kau tetap saja selalu kalah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Respon langsung yang berasal dari kening gadis itu berupa &amp;quot;serangan tombak petir&amp;quot;, datang menyerang dengan kecepatan sedikit melebihi kecepatan suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, itu pun juga pecah, tersebar ke berbagai arah seketika itu menghantam tangan kanan Kamijou. Seperti menepis balon air ke samping. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imagine Breaker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekuatan psikis ini, mulai dari yang sering menjadi bahan tertawaan program televisi publik sampai dengan yang dibuat  dengan berbagai berbagai rumus oleh Academy City. Segala sesuatu yang menggunakan kekuatan supernatural semacam itu, bahkan keajaiban Tuhan sekalipun, maka Imagine Breaker dapat meniadakannya tanpa masalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak terkecuali kekuatan supernatural si gadis, Railgun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, Imagine Breaker Kamijou hanya berlaku pada kekuatan supernatural seperti itu. Secara sederhana, kemampuannya tersebut dapat melindunginya dari bola api seorang esper, tapi bukan pecahan beton yang diakibatkan oleh hantaman bola api pada beton-beton di sekitarnya, Keefektifan-nya pun terbatas dari &amp;quot;pergelangan tangan kanan dan seterusnya&amp;quot;; jika tempat lain yang terkena, dia akan tetap terbakar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan mati! Sungguh akan mati! Benar benar akan mati! Kyaaaa!! Demikian pikirnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma mulai menjadi kaku, namun berhasil untuk mempertahankan wajah yang tenang. Meskipun dia berhasil mengangkat tangan kanannya dan berhasil meniadakan kecepatan suara &amp;quot;serangan tombak petir&amp;quot;, itu hanya kebetulan di mana serangannya bertabrakan dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jantungnya berdebar, Kamijou mati-matian meluruskan segalanya dengan senyum dewasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang harus kukatakan... Kemalangan, eh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan begitulah bagaimana Kamijou menutup hari tersebut, satu hari itu, 19 July. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan satu kalimat, dia benar benar terlihat seperti sedang berduka untuk dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Untukmu, itu hampir benar, bukan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Notes ===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Illustrations|Illustrasi]]&lt;br /&gt;
| Return to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter1|Chapter 1]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter1&amp;diff=188578</id>
		<title>Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1 Chapter1</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter1&amp;diff=188578"/>
		<updated>2012-09-15T08:08:15Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: /* Chapter 1 : Penyihir Mendarat di Kota. FAIR,_Occasionally_GIRL. */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 1 : Penyihir Mendarat di Kota. &#039;&#039;FAIR,_Occasionally_GIRL.&#039;&#039;==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 1===                     &lt;br /&gt;
                            &lt;br /&gt;
Lahir di antara 20 Januari dan 18 Februari, kamu tidak bisa dihentikan, tidak peduli dalam cinta, bisnis, ataupun keberuntungan! Tidak peduli apa pun yang kamu lakukan, pasti hasilnya baik, jadi belilah tiket lotre! Tapi, hanya karena kamu populer, jangan berpacaran dengan tiga atau empat gadis sekaligus…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ok, ok … aku sudah tahu hasilnya akan seperti ini, aku tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
20 Juli, hari pertama liburan musim panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam suatu ruangan asrama di “Kota Akademi” yang AC-nya rusak, udara panas mengalir masuk memenuhi tempat tertutup itu, menyebabkan Kamijou Touma tidak bisa melakukan apa-apa. Sepertinya alasannya adalah ada sambaran petir yang menghancurkan lebih dari 80% perangkat listrik kota, termasuk kulkasnya sehingga makanan di dalamnya membusuk. Dia ingin makan mi instan, tapi malah jatuh ke baskom. Baik, dia harus keluar dan makan. Tapi, ketika sedang mencari dompetnya, dia menginjak kartu ATM-nya, merusaknya. Dia bermaksud untuk melanjutkan tidur, tapi menerima panggilan kasih sayang dari wali kelasnya, dan mendengar, “Kamijou-chan yang bodoh, waktunya pelajaran tambahan♥ “.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tahu bahwa horoskop yang berkelip di ujung laporan cuaca di layar TV tidak akan akurat. Tapi tak seorang pun bisa tertawa atas perbedaan yang sangat jauh itu.  &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku tahu, aku tahu hasilnya akan seperti ini … Tapi apa aku tidak bisa mengeluh sedikit saja?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Horoskop untuknya tidak pernah akurat. Dia tidak pernah merasakan jimat keberuntungan bekerja; inilah kehidupan sehari–hari Kamijou Touma. Awalnya, dia berpikir bahwa kesialannya juga berlangsung dalam keluarganya, tapi ternyata ayahnya memenangkan tempat keempat pada hadiah lotre sebelumnya (sekitar 100.000 yen). Ibunya pernah memenangkan mesin penjual otomatis secara terus–menerus, dan akhirnya memainkannya tanpa henti. Dia lalu mulai curiga apakah dia benar–benar anak mereka, tapi setelah berpikir lebih jauh, dia ingat dia tidak punya adik, dan tidak ada yang meneruskan “garis keturunan” mereka. Bagaimana bisa mereka menghadapinya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, Kamijou Touma itu selalu sial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu sialnya sampai hidupnya bagai lelucon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, Kamijou Touma tidak akan pesimis selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak pernah sekali pun mengandalkan “keberuntungan”, yang membuatnya sangat mudah menyesuaikan diri.  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
“Baik. Sekarang, aku harus mengurus kartu ATM dan kulkas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggaruk kepalanya sambil melihat–lihat kamarnya. Dia bisa mengganti kartu ATM selama dia punya rekening, tapi yang bermasalah adalah kulkasnya. Bukan, masalah yang paling mendesak adalah sarapannya. Di samping itu, pelajaran tambahan pada dasarnya hanya program pengembangan kekuatan, jadi dia akan dipaksa minum tablet atau semacamnya; Meminumnya di saat perut kosong tentu bukanlah ide yang bagus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mungkin akan ke toko serba ada dan beli sesuatu, pikir Kamijou sambil melepas kaos yang telah dipakainya sebagai piyama, dan berganti ke seragam musim panasnya. Seperti semua anak tanpa otak lainnya, Kamijou menghabiskan semalaman penuh untuk berpesta merayakan hari pertama liburannya seperti orang sedang mabuk, dan sekarang, kepalanya sakit karena kurang tidur. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Membolos pelajaran selama 4 bulan dalam satu semester, dan hanya perlu ikut kelas tambahan selama seminggu? Ini pertukaran yang bagus.” Kamijou mencoba untuk berpikir positif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cuacanya bagus, sebaiknya kujemur futonku...” Kamijou berbicara sendiri sambil mengumpulkan suasana hati positif, dan membuka pintu geser ke balkon. Jika dia membiarkan futonnya disinari matahari sekarang, futonnya akan kering dan lembut saat dia kembali dari pelajaran tambahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dilihat baik – baik, tembok blok tetangga jaraknya hanya sekitar 2 meter dari balkon pada lantai 7 ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa langit begitu biru~? Kenapa masa depan begitu gelap~?” Kamijou menyanyi untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat menyedihkan. Awalnya dia bermaksud untuk menghibur dirinya sendiri. Tapi, ternyata memaksakan dirinya untuk menyanyikan lagu tersebut dengan riang gembira hanya membuatnya makin sedih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping itu, dia hanya membuat lelucon sendirian; tidak ada orang yang membetulkannya. Kesepian ini betul–betul bisa dipahami. Meskipun begitu, Kamijou masih tetap melipat futonnya, dan membawanya keluar. Jika dia bahkan tidak bisa membawa futon, dia betul–betul menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, Kamijou tiba–tiba menginjak sesuatu yang lembut dan berair. Melihatnya dekat–dekat, dia sadar bahwa itu adalah roti yakisoba yang dibungkus plastik. Karena sudah dikeluarkan dari kulkas, seharusnya roti itu sudah busuk sekarang.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Semoga tidak akan hujan tiba – tiba... “&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Ini adalah firasat buruk yang datang dari hatinya, tapi Kamijou tetap membawa futonnya ke balkon.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Pada saat itu, Kamijou melihat bahwa sudah ada futon di balkon.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Meskipun tempat  ini adalah asrama murid, struktur bangunannya mirip dengan apartemen bertingkat tinggi biasa. Kamijou tinggal di satu ruangan, yang berarti tidak seharusnya ada orang lain yang akan menjemur futon di sini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dilihat baik–baik, dia sadar bahwa benda yang dijemur itu bukan futon.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Benda itu adalah seorang gadis berpakaian putih.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ah?!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Futon jatuh dari tangannya, dan mendarat di tanah.&lt;br /&gt;
Ini aneh, betul – betul bodoh. Gadis ini sepertinya dalam keadaan koma karena pinggangnya terbaring di balkon, tubuhnya membengkok setengah, dan bagian tubuhnya tergantung ke bawah.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia berumur... mungkin 14 atau 15? Selain itu, dia sepertinya berumur lebih muda dari Kamijou kira–kira 1 atau 2 tahun. Dia pasti orang asing karena tidak hanya kulitnya sangat putih tapi rambutnya juga... tidak, warnanya perak. Rambutnya sangat panjang, dan karena tubuhnya membengkok ke bawah, wajahnya tertutup, jadi dia tidak bisa melihat wajahnya. Jika gadis itu berdiri, rambutnya mungkin mencapai pinggang, &#039;kan? &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wa, ini pertama kalinya aku bertemu Suster&amp;lt;ref&amp;gt;Suster yang dimaksud adalah suster gereja dan dalam bahasa Inggris Suster=Sister= adik perempuan&amp;lt;/ref&amp;gt;… tidak, yang kumaksud bukan adik perempuan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baju itu apa namanya? Jubah suster? Di samping itu, baju itu seharusnya hanya dipakai suster gereja. Baju itu terlihat seperti gaun panjang dari Barat dan panjangnya bisa mencapai pergelangan kaki. Dia juga memakai kerudung yang menutupi kepalanya. Jubah suster biasanya berwarna hitam, tapi jubah gadis ini putih bersih. Bahan untuk membuatnya seharusnya sutra, tapi jubah itu rasanya sangat berbeda dari yang lain. Ada sulaman warna emas dijahit pada setiap tepinya. Kamijou tak bisa memercayai seberapa berbedanya kesan yang diberikan hanya karena perbedaan warna pada pakaian yang desainnya sama persis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari indah gadis itu tiba–tiba bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepalanya pelan–pelan naik. Rambutnya yang seperti sutra bergerak ke samping secara alami, dan seperti tirai yang ditarik ke atas, wajah gadis itu terlihat di depan Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Uuu... WAAHH!!!&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Gadis ini terlihat manis juga. Mata hijaunya cocok dengan kulit putihnya, yang membuat Kamijou merasa seperti itu adalah karena ini adalah hal baru. Gadis itu terlihat seperti boneka.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tapi, yang membuat Kamijou panik bukan kemanisannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Alasannya adalah karena dia &#039;orang asing&#039;. Kemampuan berbahasa Inggris Kamijou itu sesuai dengan kritik yang dikatakan oleh  guru Bahasa Inggrisnya, “Jangan pernah sekali pun berbicara dengan orang asing!!” Jika gadis ini yang berasal dari luar negeri adalah seorang penjual bulu atau alat kontrasepsi lain, sepertinya tanpa sadar Kamijou akan menghabiskan sedikit uangnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Bibir gadis yang manis dan entah kenapa kering itu perlahan mengucapkan beberapa kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengambil langkah mundur. Nyek! Suara itu muncul ketika dia sekali lagi menginjak roti yakisobanya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku lapar.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sekejap, Kamijou berpikir bahwa dia benar–benar bodoh untuk mendengar bahasa asing gadis itu seperti bahasa Jepang. Seperti murid bodoh yang menyanyi secara acak meski tidak tahu liriknya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku lapar.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku lapar.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku bilang... aku lapar...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Melihat ini Kamijou mempertahankan keadaan bekunya, gadis berambut perak itu seperti mengungkapkan ketidakpuasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini suram, betul – betul suram. Kenapa dia merasa bahwa gadis itu berbicara bahasa Jepang?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ah... Mmm...” Kamijou menatap gadis di atas pagar balkon dan berkata, “Apa sekarang? Apakah kamu ingin mengatakan kalau kamu roboh karena kecapekan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Mungkin lebih tepat dikatakan kalo aku sudah roboh dan hampir mati ”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...” Gadis ini benar–benar lancar berbahasa Jepang.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Hei, aku akan sangat berterima kasih jika kamu mau mengisi perutku.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou melihat roti yakisoba yang sudah busuk dan diinjaknya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia memutuskan bahwa tak peduli dari mana gadis ini berasal, dia tidak akan mau terlibat dengannya. Kamijou berpikir liar, &#039;Kenapa aku tidak membantunya mencapai kebahagiaan di tempat yang sangat, sangat jauh?&#039; Dia membawa roti yakisoba yang berair itu, lengkap dengan bungkus plastiknya, ke dekat mulut gadis itu. Kamijou berpikir, &#039;Setelah mencium ini, bahkan seorang gila pun akan lari jauh, jauh sekali, &#039;kan?&#039; Seperti di Kyoto, jika pemilik rumah menuang teh di atas nasi, itu artinya dia bermaksud untuk “ mengusir pengunjungnya” —&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Terima kasih, aku makan.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
DIa melahap roti, pembungkus plastik, dan tangan Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Hanya seperti itu, dengan tangisan kesialan, Kamijou memulai hari baru dalam hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama–tama, biarkan aku memperkenalkan diri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kenapa tidak menjelaskan alasanmu menggantung di balkonku—?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namaku Index.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti orang bakal percaya saja jika itu adalah nama asli! Apa itu ‘Index’? Memangnya kau daftar isi?”&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
“Seperti yang kaulihat, aku berasal dari gereja. Ah, ini adalah hal penting: Aku bukan bagian dari Vatikan, tapi dari Anglikan.”  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak peduli apa yang kaukatakan. Dan juga, jangan hindari pertanyaanku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya tidak cukup jika kubilang Index? Ah, nama sihirku adalah Dedicatus545.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi? Halo, halo? Boleh aku tahu dari planet mana aku mendapat saluran ini?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Melihat Kamijou memasukkan jarinya ke telinganya sendiri dengan santai, Index menggigit kuku ibu jarinya. Sepertinya menggigit jarinya sendiri adalah kebiasaannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kenapa aku harus duduk dengan sopan dan berhadap-hadapan dengannya di depan meja kaca ini? Seperti orang mau dijodohkan saja, pikir Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sekarang ini, Kamijou seharusnya siap–siap ke sekolah untuk mengikuti kelas tambahan musim panasnya, tapi dia tidak ingin meninggalkan gadis misterius ini di kamarnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dan hal terburuk adalah gadis berambut perak yang menyebut dirinya Index ini sepertinya menyukai kamarnya, terlihat dari gelagatnya yang ingin bermalas-malasan di lantai kamar ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mungkin ini salah satu &#039;kesialan&#039; yang ditarik Kamijou? Jika iya, ini buruk.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
[[Image:Index_v01_031.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Jadi, jika kamu bisa mengisi perutku, aku akan sangat beterima kasih.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kenapa aku harus melakukan itu? Apa gunanya meningkatkan cara pandangmu terhadapku? Jika aku akan memulai kejadian aneh dan sampai ke ‘rute Index’, lebih baik aku mati saja!!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Emm… apa itu bahasa gaul? Maaf, aku tidak mengerti yang kaukatakan.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sudah dapat diduga bahwa orang asing tidak mengerti budaya otaku Jepang.&amp;lt;ref&amp;gt;otaku adalah maniak anime/manga Jepang&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Tapi jika kamu mau mengusirku, aku mungkin akan pingsan setelah berjalan 3 langkah, &#039;kan?” tanya gadis itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kamu akan pingsan…? Itu bukan urusanku.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Jika itu terjadi, aku akan menggunakan sisa-sisa tenagaku untuk menulis pesan kematian. Ya, itu adalah fotomu.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika aku diselamatkan seseorang, aku akan berbohong kalu aku dikunci di kamar ini, disiksa habis – habisan… dan bahkan aku bisa berkata kau memaksaku memakai pakaian ini.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kau berani mengancamku!? Kamu ternyata juga cukup tahu, &#039;kan!!?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Index memiringkan kepalanya, memperlihatkan wajah bingung. Dia seperti anak kucing yang baru saja melihat cermin untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Gadis itu sukses membuat Kamijou jengkel. Kamijou merasa hanya dirinya saja yang kebagian tidak enaknya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tunggu saja! Kau ingin makan, &#039;kan!?&#039;&#039; Kamijou berlari ke dapur dengan marah. Makanan dalam kulkas sudah busuk, jadi dia mungkin akan memenuhi mulut gadis itu dengan makanan itu. Kamijou tidak akan merasa rugi. Maka, Kamijou menuangkan makanan sisa itu ke dalam panci, dan menggorengnya seperti sayuran. Jika dia memanaskannya, tidak seorang pun akan mati, &#039;kan?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Coba pikir, dari mana gadis ini datang?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Meskipun ada orang asing di Academy City, gadis ini tidak mempunyai “aura” yang dimiliki penduduk sini. Tapi, jika dia datang dari luar, itu juga aneh. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Academy City adalah kota yang terdiri dari ratusan sekolah. Tapi sebenarnya lebih tepat dikatakan sekolah asrama yang sebesar kota. Academy City menempati sepertiga tanah Tokyo dan dikelilingi tembok seperti Tembok Raksasa Cina. Meskipun tidak seketat penjara, tidak mudah untuk masuk ke dalam. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
...Atau begitulah yang kelihatannya. Sebenarnya suatu universitas teknik telah meluncurkan 3 satelit untuk memonitor Academy City sepanjang waktu dalam samaran sebuah eksperimen. Setiap orang yang keluar-masuk kota akan dilacak dan diselidiki. Jika satelit itu menemukan seseorang mencurigakan  yang tidak cocok dengan data di gerbang kota, Anti-Skill dan anggota Judgement dari setiap sekolah akan dikerahkan…&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mungkin ini gara–gara gadis listrik yang mengeluarkan badai petir sehingga gadis aneh ini tidak ditemukan? pikir Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Oh, ya, kenapa kamu bergantungan di pagar balkonku?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou bertanya pada gadis itu sambil menuangkan kecap ke dalam wajan makanan jahat itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku tidak bergantungan di sana.” &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Lalu apa? Jangan katakan kamu dibawa angin dan mendarat di sini?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“…Boleh dibilang begitu.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou, yang hanya bercanda, dengan tajam membelokkan kepalanya untuk menatap gadis itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku ingin loncat dari atap gedung itu ke atap gedung ini, tapi aku jatuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atap? Kamijou melihat langit – langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daerah ini adalah tempat dibangunnya asrama murah bagi siswa. Gedung setinggi delapan tingkat diatur berderet-deret. Hanya dari melihat balkon saja, seseorang akan tahu jarak antaratap hanya sekitar dua meter. Bukannya tidak mungkin untuk meloncat dari atap ke atap, tapi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau serius? Tinggi atapnya delapan tingkat! Kamu akan mati jika tidak hati–hati!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Yeah, orang yang mati karena bunuh diri juga tidak akan diberi kuburan.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Index memberi jawaban yang membingungkan, dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Tapi tidak ada pilihan lain; Aku harus melakukannya supaya bisa kabur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ka...bur?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar kata yang memiliki arti berbahaya itu, Kamijou secara tidak sengaja mengerutkan dahinya. Tapi Index memberi jawaban “Nn” seperti anak kecil, dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sedang dikejar-kejar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan yang menggerakkan wajan berhenti dengan sendirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebetulnya, aku bisa saja loncat, tapi seseorang menyerangku dari belakang ketika sedang meloncat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis yang menyebut dirinya Index terlihat tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena itulah, aku jatuh dan mendarat di pagar balkonmu. Maaf.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun dia tidak mengejek dirinya sendiri atau membuatnya terdengar ironis, dia hanya memberi Kamijou Touma sebuah senyuman yang murni tanpa rasa bersalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Diserang’...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Ah... Jangan khawatir dengan lukaku. Pakaian ini juga berfungsi sebagai &#039;&#039;barrier&#039;&#039; pertahanan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu &#039;&#039;barrier&#039;&#039; pertahanan? Apakah itu pakaian anti peluru?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu berputar seperti sedang memamerkan baju yang baru dibelinya. Dia tidak terlihat terluka. Tapi, apa benar dia ‘diserang’? Jika semua ini hanyalah imajinasinya, mungkin lebih bisa dipercaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun demikian...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktanya adalah dia benar-benar menggantung di pagar balkon lantai tujuh Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika begitu, apakah cerita gadis itu benar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Siapa’ yang menyerangnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mulai merenung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seberapa banyak keberanian yang dibutuhkan orang untuk meloncat dari gedung bertingkat delapan ke gedung lain? Seberapa beruntungnyakah dia bergantung di pagar balkon pada lantai tujuh? Apa maksudnya dia masih tanpa luka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang sedang mengejarku, kata gadis itu tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengatakan ini sambil tersenyum. Seberapa rumitkah cerita di balik senyumnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou betul–betul tidak tahu apa yang dialami Index, jadi dia tidak mengerti kata–katanya sama sekali. Bahkan jika Index menjelaskan semuanya dari awal, paling baik dia hanya bisa mengerti setengahnya. Sisa setengahnya tidak akan dia mengerti sekeras apa pun dia mencoba. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tapi Kamijou mengerti sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah dia sudah bergantungan di pagar balkon di lantai tujuh. Jika dia tidak hati–hati, dia bisa saja mendarat di jalanan aspal. Ini membuat Kamijou khawatir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Makan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Index muncul dari belakang Kamijou. Dia menggenggam sumpit dengan tangannya. Sepertinya dia tidak tahu bagaimana cara memakai sumpit meskipun dia bisa berbicara bahasa Jepang dengan lancarnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menatap wajan dengan semangat. Ekspresi wajahnya seperti kucing yang baru saja diambil dari kardus pada hari hujan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Ah... “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di wajan, makanannya tidak berbeda dari sampah, ‘sayuran goreng’(dengan racun di dalamnya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat gadis lapar ini, Kamijou merasa nurani malaikat yang ada pada dirinya (yang muncul bersamaan dengan iblis yang seperti dirinya) bergulat kesakitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah... eh ... aku ... aku... . Karena kamu sangat lapar, tolong jangan makan makanan sisa yang menjijikkan ini. Kenapa kita tidak ke restoran keluarga? Atau mungkin kita bisa pesan antar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak bisa menunggu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah... mm... “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kelihatannya juga tidak buruk. Ini adalah sesuatu yang kamu buat tanpa meminta imbalan, jadi seharusnya rasanya enak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada waktu itu, Index benar–benar seperti seorang suster, memberikan senyum yang berseri–seri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa mempedulikan Kamijou, yang perutnya bergejolak, Index mengepalkan tangannya, dan menyendok makanan dari wajan dengan sumpitnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat, rasanya tidak terlalu buruk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be... benarkah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu sepertinya penuh perhatian ya, membuat makanan asam untuk melegakan kelelahanku, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Eh... a... asam?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir, aku berani makan makanan asam. Terima kasih; kau seperti seorang kakak laki–laki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan senyum yang berseri–seri, Index tetap melanjutkan makan, ada tauge di wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Wo.. UUU... WOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan cepat mengangkat wajan dengan kecepatan supersonik. Dia melihat Index, yang sangat kurang puas, sambil berpikir bahwa dia akan ke neraka sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu juga lapar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Ah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau tidak, bisakah kamu memberiku sayuran itu? Aku tidak bisa menunggu... “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index melihat Kamijou, mulutnya menggigit ujung sumpitnya. Melihat Index seperti ini, Kamijou bertekad.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini kemauan Tuhan. Tuhan menyuruhnya menyelesaikan apa yang dia mulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, ini bukan kesialannya; ini kesalahannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma menuangkan ‘sampah’ panas  ke dalam mulutnya, menunjukkan sebuah senyuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, gadis yang menyebut dirinya Index menunjukkan wajah tidak senangnya sambil mengerikiti biskuit. Cara dia memegang kedua biskuit dengan kedua tangannya sambil mengerikitinya membuat dia terlihat seperti tupai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Oh, ya, katamu ada seseorang yang mengeja-ngejarmu. Siapa dia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou, yang akhirnya kembali dari neraka, tiba–tiba menanyakan pertanyaan paling penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, Kamijou tidak akan begitu pedulinya pada gadis yang baru dia kenal selama tiga puluh menit, tapi sudah terlambat baginya untuk tidak ikut terlibat dalam masalah gadis tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku akan berpura-pura ramah, pikir Kamijou. Meskipun dia tidak bisa membantunya memecahkan masalah, paling tidak dia bisa berkata bahwa dia sudah mencoba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mm... “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu berkata dengan suara yang haus,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu—mungkin Rosicrucians atau S∴M∴ aka Stella Matutina. Kupikir grup semacam itulah, sayangnya aku belum tahu nama mereka... dan nama tidak ada artinya bagi mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Mereka’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengulanginya dengan sikap bingung. Musuhnya adalah organisasi? Suatu kelompok?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Index, yang sedang dikejar, terlihat tenang. Setelah memberikan “Mn” untuk menegaskannya, dia berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka adalah asosiasi sihir&amp;lt;!--magic cabal--&amp;gt;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Sihir... ? Emm... apa itu tipuan? Apa aku salah dengar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah... eh... ? Emm... apa bahasa Jepangku aneh? Maksudku magic(=sihir). Sebuah asosiasi sihir&amp;lt;!--magic cabal--&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang karena dia menjelaskan dalam bahasa Inggris, Kamijou semakin bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu? Apa kau membicarakan suatu organisasi baru yang menggunakan ajaran agama misterius baru untuk berkhotbah di depan umum, mengatakan, ‘Kalian yang tidak percaya akan menderita karena kemarahan Tuhan.’ Dan memaksa mereka untuk makan suatu obat aneh sebelum mencuci otak mereka? Kedengarannya berbahaya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Sepertinya, aku merasa kau mempermainkanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Kau mempermainkanku, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Maaf, ini tidak mungkin. Aku betul–betul tidak bisa percaya keberadaan sihir. Aku akrab dengan kekuatan supernatural seperti menyalakan api atau melihat tembus pandang, tapi sihir... Aku betul–betul tidak bisa percaya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memiringkan kepalanya dan merenung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ada orang biasa yang dengan tegas percaya bahwa llmu pengetahuan bisa memecahkan segalanya, dia akan berteriak, “Di dunia ini tidak ada hal yang tidak bisa dibuktikan ilmu pengetahuan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun demikian, tangan kanan Kamijou betul-betul mempunyai suatu kekuatan spesial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama dia punya kekuatan spesial aneh yang disebut Imagine Breaker, bahkan keajaiban yang hanya muncul di mitos akan terhapus selama itu hanyalah kekuatan supernatural.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kekuatan supernatural adalah hal biasa di Academy City. Dengan menyuntikkan obat ke dalam pembuluh darah, membiarkan listrik merambat ke leher, dan memperdengarkan suatu ritme khusus dari headset, semua otak bisa “berkembang”. Semua bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan, jadi siapa yang bisa menolak keberadaannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak mengerti apa yang kaukatakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak harus mengerti! Semua tahu, tidak diragukan lagi bahwa kekuatan super itu nyata!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu kenapa sihir tidak... ? Tidak diragukan juga bahwa sihir itu nyata!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index terlihat sangat tidak senang. Pandangannya seperti orang yang hewan peliharaannya dikritik orang lain sebagai kucing kampungan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh... biar kukatakan ini. Kamu tahu janken?&amp;lt;ref&amp;gt;Suit Jepang, kertas-batu-gunting&amp;lt;/ref&amp;gt; Eh, tunggu, itu budaya global, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Sepertinya suatu bentuk budaya Jepang, tapi aku tahu itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika aku kalah sepuluh kali dari sepuluh kali janken, apa kaupikir ada alasan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Wu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Tidak ada alasan, &#039;kan? Tapi manusia akan percaya bahwa ada sesuatu yang bekerja!&#039;&#039;”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berkata dalam nada tidak tertarik,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kebanyakan orang biasa akan berpikir, &#039;Kenapa aku begitu sial?&#039; dan bertanya–tanya apakah ada kekuatan yang tidak terlihat di sekitarnya. Ketika seseorang berpikir seperti itu dan menghubungkannya dengan astrologi, apa yang akan terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Seperti, &#039;Zodiakmu Cancer, dan kamu sangat sial sekarang, lebih baik jangan berjudi&#039;, atau hal–hal lain macam itu, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Segala macam &#039;sihir, kekuatan misterius&#039; yang terjadi di sekitar kita berkembang seperti itu. Manusia membayangkan bahwa ada suatu kekuatan tidak terlihat yang menentukan keberuntungan mereka, dan akan percaya kalau hal–hal sepele semuanya adalah hasil kerja takdir; inilah sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengerutkan bibirnya seperti kucing yang tidak senang. Setelah sementara waktu, dia berkata, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Sepertinya kau tidak punya alasan untuk percaya pada sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yap. Tapi karena aku serius memikirkannya, aku tidak bisa percaya kata–kata bodoh itu. Siapa yang percaya keberadaan penyihir yang hanya ada di dongeng? Jika kamu bisa menghabiskan MP-mu untuk membangkitkan orang mati, siapa yang mau mengembangkan kekuatan spesial? Bagaimana mungkin aku percaya &#039;sihir&#039; yang tidak punya bukti alamiah di belakangnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka yang menganggap kemampuan paranormal sebagai sesuatu yang ganjil dan misterius hanyalah orang bodoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Academy City, kemampuan paranormal termasuk pengetahuan umum dan bisa dijelaskan oleh Ilmu Pengetahuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Tapi sihir benar–benar ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengerutkan bibirnya. Mungkin sihir itu seperti pilar rohani baginya, seperti Imagine Breaker untuk Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, terserah yang kaukatakan. Lalu kenapa mereka mengejarmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sihir betul–betul ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sihir betul–betul ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya dia ingin Kamijou untuk mengakuinya tidak peduli seperti apa pun caranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik, beri tahu aku, apa itu sihir? Bisakah kamu menembak bola api dari tanganmu? Bahkan tanpa melewati pelajaran kekuatan super, bisakah kamu menembak bola api? Coba lakukan di depanku dan aku mungkin akan percaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak punya mana, jadi aku tidak bisa pakai sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa bedanya dengan seorang pengguna kekuatan gadungan mengatakan, “Kamera akan menggangguku, jadi aku tidak bisa membengkokkan sendok”?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping itu, pikiran Kamijou juga agak bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski dia berkata bahwa tidak ada hal seperti sihir, Kamijou tidak sepenuhnya mengerti kemampuan tangan kanannya, Imagine Breaker. Bagaimana bisa? Kekuatan apa yang tidak terlihat dalam ruang itu? Bahkan di Academy City, yang merupakan pihak paling berwenang dalam mengembangkan kemampuan esper, tidak dapat menjelaskan kemampuan Kamijou hanya melalui pemeriksaan tubuh, yang menyebabkan dia dicap sebagai esper “Level 0”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, dia tidak mendapat kekuatannya dari program pengembangan ilmu pengetahuan; tapi, itu adalah kekuatan yang melekat pada tangan kanannya sejak dia lahir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski dia selalu berkata bahwa tidak mungkin ada sihir di dunia ini, dia sendiri punya kekuatan aneh yang membantah semua logika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
... Tapi dia tidak bisa hanya membuat kesimpulan tanpa dasar &#039;karena kekuatan yang tidak dapat dijelaskan di dunia, maka sihir benar-benar ada&#039; seperti itu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Sihir itu ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik, aku akan menganggap sihir itu ada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menganggap?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, kita anggap saja sihir itu ada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengabaikan gangguan Index dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu kenapa kamu dikejar orang–orang itu? Apakah ada hubungannya dengan pakaianmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merujuk pada jubah suster dari sutra yang bersulamkan emas dan berwarna putih bersih. Dengan kata lain, dia bertanya, “Apa ini melibatkan gereja?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Karena aku adalah sebuah indeks.”&amp;lt;ref&amp;gt;Indeks ini maksudnya adalah suatu indeks buku, bukan namanya sediri&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku rasa mereka mengejar 103.000 grimoir yang kumiliki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Kenapa aku tambah bingung sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kamu seperti tidak ingin peduli ketika aku belum menjelaskannya? Kamu agak tidak sabaran, ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik, akan kusimpulkan. Aku tidak tahu apa itu grimoir, tapi mereka hanya buku, kan? Seperti kamus?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mm. Buku Eibon, Lemegeton, Buku Tanpa Nama, Buku Ritual Kanibal, Buku Orang Mati... ini contohnya. Necronomicon terlalu terkenal sehingga masih banyak imitasi lain di luar sana, jadi kurang bisa dijadikan pegangan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um... Aku tidak begitu peduli isi bukunya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou ingin mengatakan, “ini semua, &#039;kan, cuma omong kosong”, tapi menekan dirinya sendiri untuk menelan kata – kata ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Katamu kau memiliki seratus ribu buku; di mana mereka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setidaknya, dia ingin memperjelas hal itu. Seratus ribu buku bisa memenuhi satu perpustakaan penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa maksudmu kau punya kunci ke suatu gudang besar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index menggelengkan kepalanya, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku membawa semua 103.000 buku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Apa? Kamijou mengerut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Kau tidak mencoba bilang bahwa orang bodoh tidak bisa lihat, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika tidak bodoh pun tetap tidak akan bisa melihatnya! Akan sia–sia jika orang dapat melihatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap kata yang Index katakan sepertinya terlalu jauh; rasanya seperti dia sedang dipermainkan. Kamijou melihat ke kiri dan kanan, mencari buku tua yang terlihat seperti grimoir. Dia hanya bisa melihat majalah game, manga yang tersebar di lantai dan PR musim panas yang telah disingkirkan ke pojok ruangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Huuhh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou, yang sudah dihibur fantasi Index, akhirnya tidak tahan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkinkah skenario &#039;seseorang mengejarku&#039; ini hanya imajinasi liar gadis itu? Jika iya, dan dia betul–betul lompat dari gedung bertingkat delapan, gagal, dan mendarat di pagar balkon... Baik, sebaiknya  tidak terlibat dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Bukankah bertentangan kalau kamu percaya kekuatan supranatural tapi sihir tidak?” Index mengerutkan bibirnya dan mengatakan dengan tidak senang, “Apa hebatnya kemampuan supernatural, coba? Kau seharusnya tidak merendahkan yang lain hanya karena kau punya suatu kemampuan khusus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan lembut mengeluh,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, kamu benar. Hanya dengan sedikit tipuan dan kita dikelompokkan menurut sistem level. Pemikiran seperti itu mengerikan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merendahkan kepalanya, melihat tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanannya tidak bisa menembakkan api atau listrik, tidak bisa melepaskan cahaya, dan tidak bisa mengeluarkan suara. Dan tentu saja, tidak akan ada garis–garis aneh muncul di pergelangan tangannya. Tapi tangan kanan Kamijou bisa menghilangkan segala kekuatan supernatural. Tidak peduli sifat bawaannya atau tujuannya, bahkan keajaiban yang muncul di mitos akan dihancurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk orang di kota ini, namun, kekuatan super sudah seperti dorongan dari pilar rohani. Jangan mencari–cari terlalu banyak kesalahan. Dan di samping itu, aku juga salah satu dari mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baguslah kalau kamu mengerti, idiot! Huh, kenapa kamu mengacaukan isi otakmu? Kamu bisa membengkokkan sendok dengan tanganmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh, apa yang bisa dipamerkan dari orang yang menyerahkan karakter alamiahnya untuk sesuatu yang jauh di dalam kulit?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Bisakah aku menjejali mulut cerewetmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ke- kekerasan tidak bisa menakutiku!” Index terlihat seperti kucing yang tidak senang, dan berkata, “Kamu bicara banyak tentang kekuatan super, tapi kamu tidak terlihat punya kekuatan itu sendiri!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Eh, tentang itu... bagaimana aku mengatakannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasa kesulitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia jarang punya kesempatan untuk menjelaskan Imagine Breaker ke orang lain. Bahkan jika pernah, karena kemampuannya hanya bereaksi pada kekuatan supernatural, jika orang lain tidak dapat menerima kenyataan bahwa kekuatan super ada, penjelasannya akan sia – sia saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Unn, tangan kananku... ah, biar aku jelaskan. Ini alami; tidak ada pewarna buatan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika tangan kananku bersentuhan dengan...kekuatan khusus apa pun, baik bola api berkekuatan nuklir ataupun railgun, bahkan keajaiban dari Tuhan akan dihapus tanpa jejak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...eh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Ekspresi apa itu? Kau seperti baru saja melihat katalog belanja untuk membeli kristal keberuntungan yang cantik!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aduh... kamu, seorang ateis yang tidak pernah mengenal nama Tuhan, berkata bahwa keajaiban dari Tuhan akan terhapus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk bepikir bahwa Index akan menggunakan jari kecilnya untuk menggali telinganya sambil tertawa sinis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Ugh, ini membuatku kesal! Aku tidak suka dibodohi oleh gadis sihir palsu yang mengatakan bahwa sihir benar–benar ada, hanya saja tidak bisa membuktikannya membuatku panas...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar Kamijou menggumam seperti itu, Index sepertinya juga marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-Aku bukan gadis sihir palsu! Sihir benar–benar ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu buktikan padaku, kau pemakai kostum Haloween! Aku akan menggunakan Imagine Breaker-ku untuk mengancurkan sihirmu dan kita lihat siapa yang benar! Dasar anak imajinatif!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik, akan kutunjukkan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index dengan marah mengangkat tangannya, “Ini! Pakaian ini! Pakaian ini adalah pelindung pertahanan paling mutakhir yang disebut Gereja Berjalan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengangkat kedua tangannya, mebuat Kamijou melihat jubah suster yang membuatnya memikirkan cangkir teh kelas atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu Gereja Berjalan?! Aku tidak mengerti sedikit pun dari hal yang kaukatakan! Semua yang kaukatakan adalah istilah–istilah aneh seperti indeks dan pelindung pertahanan! Bisakah kau menjelaskan dengan cara yang bisa kumengerti? Terlalu membingungkan! Tidak pernahkah kamu menjelaskan sesuatu yang mendalam dengan cara yang mudah dimengerti?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau... kau tidak pernah mencoba untuk mengerti, dan sekarang kau mengeluh padaku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengayunkan tangannya dengan marah, “Sekarang, akan kubuktikan daripada hanya berbicara saja! Kamu bisa menggunakan pisau dapur untuk menusukku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik! Akan kulakukan... tunggu... apa yang kaupikirkan?! Tentu saja aku akan menusukmu! Apa kau mencoba menjebakku?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah! Kau tidak percaya padaku, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index dengan semangat menggerakkan bahunya ke atas dan bawah, “Pakaian ini memasukkan semua unsur penting dari sebuah gereja, jadi bisa dibilang &#039;Gereja dalam bentuk pakaian&#039;! Tenunan kainnya, jahitan garisnya, bahkan sulamannya juga. Semuanya direncanakan dengan hati–hati! Sebuah pisau dapur semata tidak akan menyakitiku sama sekali!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pikir kamu hanya menggertak... jika aku benar-benar menusukmu, aku akan jadi berandalan remaja paling bodoh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak memercayaiku! Pakaian ini bisa menduplikat sama persis efeknya dengan Kain Kafan Suci dari Turin, pakaian yang dipakai seorang Santo ketika ditusuk oleh Tombak Longinus. Maka, kemapuan pertahanannya adalah kelas Paus. Dalam istilahmu, kekuatannya setingkat dengan perlindungan bom nuklir, &#039;kan? Tidak peduli apakah serangan fisik ataupun sihir, pakaian ini akan menerima, dan menyerapnya... Bukankah aku berkata aku mendarat di balkonmu karena aku diserang dari belakang? Jika aku tidak punya Gereja Berjalan ini, tubuhku pasti sudah berlubang! Apa kau mengerti?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis ini benar–benar cerewet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat pakaiannya dari sisi gelapnya, pendapat Kamijou tentang Index telah turun drastis ke yang terburuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, betul–betul mengesankan... tapi jika itu adalah kekuatan supernatural dan tangan kananku memegangnya, pakaianmu akan hilang, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu jika kekuatanmu benar–benar nyata~ Hoho— “ Index tersenyum menghina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berpikir, aku ambil taruhannya! Dan memegang pundak Index dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh...?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia merasakan perasaan yang betul–betul aneh... seperti dia sedang mencoba untuk menangkap awan. Seperti semua benturan yang diserap spons lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Tunggu sebentar...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou, yang sudah tenang, mulai berpikir sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika apa yang dikatakan Index, walau kedengarannya bodoh, itu benar dan pakaian yang disebut Gereja Berjalan ini betul–betul ditenun bersamaan dengan kekuatan supernatural, apa yang akan terjadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kekuatan supernatural itu hancur, bukankah pakaian itu akan berantakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“TIDAKKKKK MUNGKINNNNNNNNN?!” Perasaan menginjak kedewasaan yang tiba–tiba membuat Kamijou bereaksi dengan teriakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— AAAAAHHHHHHHHHH... eh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berpikir, sial, tadi itu membuatku khawatir saja. Meskipun dia juga merasa kasihan pada gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat! &#039;Kan?! Imagine Breaker apaan? Tidak ada yang terjadi!” Index meletakkan tangannya di pinggangnya, mengangkat dada kecilnya, dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekejap kemudian pakaian Index terurai seperti pita hadiah, menyebar di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index v01 051.jpg|thumb]] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benang yang menjaga jubah suster itu tetap utuh mengendur, dan jubah itu menjadi potongan-potongan kain. Hanya penutup kepalanya yang masih utuh, tapi mungkin itu karena penutup kepalanya tidak tersambung dengan pakaian yang dia sentuh. Sepenuhnya, membuat hal ini lebih menghina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index hanya berdiri di sana, tangannya di pinggang, dada kecilnya terangkat, dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang menutupi tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rupanya gadis bernama Index ini mempunyai kebiasaan menggigit orang jika marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AW! AW! AW! Berhenti menggigitku! Apa kau pikir kau itu nyamuk dari perkemahan musim panas?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index, yang hanya mengenakan selimut yang menutupinya, duduk tegak lurus di lantai, menggunakan setumpuk besar peniti dalam usaha yang telaten (dan sia–sia) untuk memperbaiki pakaian susternya kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana tidak menyenangkan dan mengerikan mendominasi ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, tidak seperti pembunuh berantai yang akan berjalan ke ruangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ ... Emm, permisi, Tuan Putri? Maaf mengganggu, tapi ada kaos kecil dan celana pendek di sini... ”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suster itu menatap kembali padanya, melotot seperti ular.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... emm... Tuan Putri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma merasa bahwa gadis di depannya memiliki banyak ekspresi wajah sambil mencoba untuk melanjutkan percakapan dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Barusan itu salahku, ok?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mendapat balasan gadis itu dalam bentuk jam alarm terbang yang dilempar ke wajahnya. Ketika Kamijou berteriak kaget, sebuah bantal besar juga terbang. Setelah bantal, sebuah konsol game dan sebuah tape rekorder mini juga terbang dengan mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana bisa kamu dengan santainya mengatakan hal seperti itu setelah hal memalukan ini?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Emm... ini... itu... sebetulnya, pelayanmu lebih dari sedikit gugup sekarang ini. Bagaimana aku mengatakannya... &#039;Inilah masa muda!&#039;?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau masih bercanda... uuuuuuuuuuuuu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya! Ya! Aku minta maaf! Aku minta maaf! Aku minta maaf! … itu adalah kaset video yang kusewa, bukan saputangan! TOLONG JANGAN MENGGIGITNYA!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma bersujud di lantai dalam sikap yang berlebihan sambil meminta maaf pada gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, Kamijou, yang baru pertama kali dalam hidupnya melihat dengan mata kepalanya sendiri gadis yang telanjang bulat dalam kemuliaan, sangat gugup sampai rasanya hatinya sedang diremas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baguslah dia tidak bisa melihatnya dari mukaku, pikirnya. Tapi pikirannya, sialnya, hanya pikiran belaka. Jika dia melihat cermin, dia akan tahu kalau semuanya terbaca di wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah jadi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara isak dan pilek, Index menyelesaikan kerajinan pekerjaan rumah tangga yang kejam untuk mengembalikan pakaian suster itu ke bentuk semula. Setelah memutarnya untuk melihatnya... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Hah. Pakaian suster dengan peniti yang berkelap–kelip dengan jumlah tak  terhitung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... (Tetesan keringat)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Erm, apa kamu betul–betul akan memakai itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau betul–betul akan memakai tipuan yang seperti &#039;&#039;iron maiden&#039;&#039; ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... (Air mata).”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dalam bahasa Jepang disebut &#039;kasur jarum&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... uu... uuuuuuuu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku salah! Aku minta maaf!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tiba–tiba berlutut di lantai, memukulkan kepalanya ke lantai seperti bawang putih yang dihancurkan. Kontrasnya, Index seperti anak kecil yang diganggu sambil menggigit keras kabel TV. Jika dia meneruskannya, kabel itu akan putus di tengah–tengahnya. Sungguh kucing yang kasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku harus memakainya! Aku, &#039;kan, masih seorang suster!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index membuat geraman aneh sambil memakai gaunnya di bawah selimut, meniru gerakan ulat. Bagian yang tidak tertutupi selimut hanyalah kepalanya, yang terlihat semerah bom.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ah, caramu mengganti pakaian mengingatkanku akan pelajaran renang di sekolah-“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kamu masih melihat? Kamu seharusnya membalikkan kepalamu, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu tidak akan mati hanya karena aku melihatmu telanjang. Lagi pula, setalah terlihat tanpa busana, ganti baju saja bukan apa–apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index berhenti sebentar, tapi melihat Kamijou yang mungkin belum sadar atau belum percaya bahwa dia mengatakan sesuatu yang salah lagi, jadi dia melanjutkan memakai pakaiannya. Kerudungnya jatuh ke lantai, tapi sepertinya dia lebih fokus memakai bajunya dalam selimut jadi dia belum menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahu apa yang akan dikatakannya, tapi dia tahu situasinya akan bertambah canggung jika tak seorang pun bicara. Seperti dalam elevator bersama orang asing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kamijou terus berharap dia bisa kabur dari kenyataan, sesuatu memotong garis paling depan pikirannya: pelajaran tambahan musim panas!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wah, sial! Aku ada pelajaran tambahan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat jam tangannya, “ Ah… emm… aku harus ke sekolah sekarang. Apa yang akan kaulakukan? Jika mau tinggal di sini, aku akan memberimu kunci.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ide “mengusir gadis itu” sudah sepenuhnya hilang dari pikiran Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena pakaian suster Index, Gereja Berjalan, bereaksi terhadap Imagine Breaker, Kamijou punya bukti bahwa pakaian Index betul–betul memiliki kekuatan supernatural. Kata–katanya tadi sudah tidak terdengar seperti fantasi lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berkata dia dikejar penyihir dan jatuh dari atap ke pagar balkon Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berkata dia harus terus berlari supaya nyawanya selamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benarkah ada sekelompok penyihir yang datang dari dongeng dan mengacau di kota sains yang bahkan mengubah kekuatan supernatural menjadi kenyataan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Bahkan jika dia itu tidak benar, Kamijou ingin Index tinggal di sini dan menenangkan diri setelah melihatnya begitu kesulitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tidak perlu. Aku akan pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun dia bicara seperti itu, Index memperlihatkan wajah kesulitan sambil pelan–pelan bangun dari lantai. Dia berjalan melewati Kamijou seperti hantu dan sepertinya dia lupa memakai kerudungnya yang jatuh ke lantai ketika dia memakai pakaian susternya. Kamijou ingin mengambil dan mengembalikan padanya, tapi takut kalau kekuatan tangan kanannya akan menghancurkan kerudung itu juga. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… emm… anu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Jangan terlalu banyak berpikir!” Index menolehkan kepalanya, dan berkata, “aku tidak pergi karena aku marah; Aku pergi karena jika aku terlalu lama tinggal di sini, orang–orang itu mungkin kembali ke sini. Kamu tidak ingin kamarmu dihancurkan, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar Index mengatakan kata–kata  mengerikan dengan mudahnya, Kamijou tidak tahu bagaimana untuk membalasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index pelan–pelan berjalan ke pintu masuk dan keluar. Kamijou mengejarnya dengan panik, berpikir bahwa dia seharusnya membantunya, jadi dia mengecek isi dompetnya. Tapi ternyata isinya cuma 320 yen. Meskipun begitu, Kamijou ingin menjaga Index di sini, di mana dia aman,jadi dia cepat–cepat berlari menuju pintu, tapi kakinya menyandung bingkai pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AH… AWWWWWWW! OOOOOOOOO!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index berbalik ke arah teriakan, dan melihat Kamijou memegang kakinya dan berteriak kesakitan. Sakit di kakinya membuatnya meloncat–loncat, menyebabkan telepon genggamnya jatuh ke lantai. Ketika Kamijou sadar semua sudah terlambat, dan sebuah retakan bisa didengar dari layar kaca HP-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uuuuu… uuuuuuuuuuuuuuuuuuu… Aku benar-benar sial…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin bukan sial, melainkan kikuk?” Index tersenyum, “tapi karena Imagine Breaker-mu nyata, mungkin memang sudah seharusnya begitu, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Apa maksudmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, ini adalah isu dari pihak Sihir, jadi mungkin kamu tidak akan percaya kalau aku mengatakannya,” Index tertawa sambil mengatakan, “jika perlindungan Tuhan dan benang merah takdir benar-benar ada, mereka akan dihancurkan oleh tangan kananmu juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengguncangkan pakaian susternya yang dipasangi peniti, berkata, “Seperti Gereja Berjalan yang aslinya memiliki kekuatan Tuhan. Pakaian ini merupakan perlindungan dari Tuhan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh… apanya yang ‘beruntung’ atau ‘sial’? Bukankah itu hanya kemungkinan dan statistik? Bagaimana mungkin itu benar-“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum dia sempat menyelesaikan pernyataannya Kamijou merasakan listrik statis ketika dia menyetuh gagang pintu, mengagetkan Kamijou dan menyebabkan seluruh tubuhnya berguncang secara refleks. Ototnya gemetar dengan cara yang belum terbiasa, dan betis kanannya kram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Uuuuuuu… “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengerang selama kira–kira enam detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… erm … Suster-san…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tolong jelaskan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Logikanya sebutulnya cukup sederhana,” kata Index seolah-olah hal ini sudah jelas. “Jika kekuatan tangan kananmu itu nyata, berarti adanya kekuatan itu di tangan kananmu akan terus menghapus keberuntunganmu secara terus menerus”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.. Jadi maksudmu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selama tangan kananmu menyentuh udara, kamu akan terus–terusan sial.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AAAAAAHHHHHHHHH! Aku betul-betul sial!!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Kamijou tidak percaya hal ghaib, tapi dia sangat peka dengan kejadian yang disebut kemalangan. Dalam kehidupan sehari–hari Kamijou, dia sering kali begitu sialnya sampai dia mersa seluruh jagad raya memusuhinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan yang berdiri di depan Kamijou Touma yang malang adalah seorang suster berpakaian putih bersih dan bersinar dengan senyuman seperti dewi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua orang yang melihatnya akan memberitahumu bahwa itu ekspresi untuk membuatmu percaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kesialan yang sesungguhanya adalah mempunyai kekuatan itu sejak lahir.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat suster yang tersenyum di depannya, Kamijou tidak bisa menahan air matanya… hei… tunggu dulu, itu bukan maksud yang ingin dia sampaikan… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, aku tidak bicara tentang itu! Kamu… apa kamu punya tempat tinggal lain setelah pergi dari sini? Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi, tapi penyihir–penyihir itu mungkin masih berkeliaran dekat sini, &#039;kan? Rumahku lebih aman. Apa kamu ingin tinggal di sini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan memancing ‘musuh’ jika aku tetap di sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana bisa kamu begitu yakin? Selama kamu tidak menarik perhatian dan tinggal di dalam ruangan ini, kamu tidak akan ketahuan, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak semudah itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index menggenggam kerah pakaiannya dan berkata, “Pakaian ini disebut Gereja Berjalan. Pakaian ini dijaga oleh sihir. Meski Gereja memanggilnya kekuatan Tuhan, sebetulnya itu mirip dengan sihir. Dengan kata lain, ‘musuh’ bisa menggunakan ciri khusus sihir dari Gereja Berjalan dan menemukanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu kenapa kamu memakai apa yang pada dasarnya tidak lebih dari penarik musuh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena tingkat pertahanannya adalah kelas Paus… sebelum dihancurkan oleh tangan kananmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau saja tidak dihancurkan tangan kananmu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku minta maaf… tolong jangan menatapku dengan mata penuh air mata itu… tunggu. Dipikir–pikir, karena Gereja Berjalan-mu dihancurkan oleh tangan kananku, mereka seharusnya tidak bisa melacaknya lagi, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka masih akan tahu kalau Gereja Berjalan-ku hancur. Seperti kataku: Kemampuan pertahanan Gereja Berjalan adalah kelas Paus. Dengan kata lain, seperti sebuah benteng... jika aku adalah ‘musuh’, bahkan jika aku tidak tahu kenapa Benteng Berjalan hancur, aku pasti tidak akan membiarkan kesempatan seperti itu lepas. &#039;Kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu! Bukannya itu adalah alasan yang membuatmu lebih tidak bisa pergi sendirian! Meskipun aku masih tidak percaya apa yang kamu sebut ‘sihir’, tapi jika ‘musuh’ benar–benar mengejarmu, bagaimana bisa aku membiarkanmu membahayakan nyawamu di luar sana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tertegun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ekspresinya, dia betul–betul terlihat seperti gadis biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Maksudmu jika aku akan turun ke neraka, kamu akan menemaniku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tersenyum. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memberikan senyuman yang memilukan hati yang membuat Kamijou terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di belakang kata–kata halus itu ada permohonan tersembunyi; &#039;&#039;tolong jangan terlibat dengan hal ini&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir, aku bukannya tidak punya teman. Selama aku bisa lari ke gereja, orang–orang di sana akan melindungiku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… oh? Lalu… Di mana gereja itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“London.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya itu terlalu jauh? Berapa lama kamu akan lari?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Ah, jangan khawatir! Seharusnya ada beberapa cabang kecil di Jepang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pakaian suster yang penuh peniti itu bergoyang ke sana–sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis kecil yang terlihat seperti ibu rumah tangga yang sering diganggu berkata, “Gereja… ya, sepertinya ada satu di kota ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang biasa yang mendengar kata “gereja” akan segera berpikir tentang bangunan besar tempat pernikahan diadakan. Di Jepang, gereja–gereja itu sangat kecil. Meski berada di Jepang, budaya Kristen belum mengakar di sana, dan dengan seringnya gempa bumi yang dialami Jepang, sulit untuk memepertahankan “bangunan dengan nilai bersejarah”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gereja yang Kamijou lihat dari ujung matanya ketika naik kereta hanyalah kompleks apartemen dengan salib yang didirikan di atap. Awalnya dia malah mengira itu adalah gereja milik para konglomerat baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm… tapi tidak semua gereja bisa… aku termasuk sekte British...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Erm,… dalam arti luas, Agama Kristen sebetulnya dibagi menjadi banyak sekte,” Index menjelaskan dengan canggung, “agama Kristen secara umum dibagi menjadi Katolik dan Protestan. Aku termasuk sisi Katolik, yang dibagi lagi menjadi Gereja Katolik Roma, yang berpusat di Kota Vatikan; Gereja Ortodoks Rusia, yang berpusat di Rusia; dan Gereja Anglikan, yang berpusat di Katedral St. George.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jadi apa yang akan terjadi jika kamu salah masuk?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan diusir,” Kata index dengan dengan senyuman pahit. “Ortodoks Rusia dan Anglikan sebagian besar berpusat di negaranya sendiri, jadi keduanya tidak mempunyai banyak cabang di Jepang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semakin Kamijou mendengar, semakin dia merasa ada sesuatu yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin sebelum Index menyerah karena lapar, dia sudah sudah mengunjungi beberapa gereja dan diusir beberapa kali, memaksanya untuk berlari demi nyawanya? Itu bukan pikiran yang melegakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir. Aku akan baik-baik saja asalkan bisa mencapai gereja milik Anglikan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba–tiba, Kamijou memikirkan kekuatan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi! Jika kamu ada masalah, carilah aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, hanya itu yang bisa dia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun dia punya kekuatan untuk membunuh Tuhan itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mn, aku akan kembali jika lapar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memberikan sebuah senyuman yang seperti bunga morning glory. Senyum sempurna itu membuat Kamijou tidak bisa berkata–kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah robot pembersih mendekat, bergerak mengitari sosok Index, dan melanjutkan perjalanannya ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“YAAAH!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum sempurna hilang dalam sekejap ketika Index jatuh ke belakang. Cara dia bergetar, seperti kakinya terkena kram. *DONG*! Kepala belakangnya menghantam tembok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—! Benda aneh baru saja keluar begitu saja…?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Index terisi dengan air mata sambil menjerit, bahkan lupa untuk mengelus kepala belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau berlebihan! Itu hanya robot pembersih!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah robot pembersih yang terlihat seperti silinder logam besar dengan roda di bawahnya, menggunakan pel berbentuk lingkaran untuk membersihkan lantai. Sebuah kamera yang dipasang dekat ujung atasnya membuatnya bisa menghindari penghalang. Semua gadis yang memakai rok mini membencinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Begitu. Jepang bukan hanya negara teknologi, melainkan juga negara di mana bahkan Agathion dimekanisasi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat Index yang terlihat kagum oleh Jepang karena alasan aneh membuat rambut Kamijou berdiri sampai ujungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini Academy City! Kamu bisa melihat benda seperti itu di mana–mana!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Academy City?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar. Bagian barat Tokyo relatif lambat dalam perkembangan, jadi bagian itu dibeli untuk mendirikan kota ini. ‘Kota sekolah’ yang di dalamnya terdapat puluhan universitas dan ratusan SD, SMP, dan SMA.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh sambil melanjutkan, “Delapan puluh persen dari orang yang tinggal di sini adalah siswa, dan semua apartemen yang terlihat seperti kondominium (kompleks apartemen yang sangat besar) sebetulnya adalah asrama siswa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City tidak hanya mendidik siswa dalam bidang akademik, tapi juga menanam kekuatan super dan pengembangan tubuh secara rahasia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Jadi layar di jalanan mungkin agak berbeda dari yang biasa. Mesin penjual makanan otomatis, kincir angin praktis untuk menghasilkan listrik, dan robot pembersih barusan… Ada banyak benda seperti itu yang dikembangkan oleh universitas di sini. Tingkat teknologi di sini kasarnya dua puluh tahun lebih maju dari dunia luar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm… “ Index menatap robot pembersih itu, dan berkata, “Jadi semua bangunan di daerah ini milik Academy City?|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yap… jika kamu mencari Gereja Inggris di sini, nasihatku adalah coba cari di luar kota ini. Gereja di sini sebagian besar mungkin mengajarkan teologi atau psikologis-Jungian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memberikan “Mn” sambil menganggukkan kepalanya. Pada waktu itulah Index baru menggunakan tangannya untuk memegang kepala belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… eg? Ah… eh? Ke… kerudungku hilang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu baru sadar? Kerudungmu jatuh tadi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maksud Kamijou adalah “kamu menjatuhkannya saat ganti baju di bawah selimut”, tapi sepertinya Index mendengarnya sebagai “kamu menjatuhkannya saat kamu ditakuti robot pembersih dan jatuh”. Index mencari di sekitar koridor. Gagal menemukannya, beberapa tanda tanya muncul di atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-HA! Benar! Pasti Agathion mekanis itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index sepertinya telah sepenuhnya salah paham sambil berlari mengejar robot pembersih yang berbelok di ujung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Emm… situasi apa–apaan ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat kembali kamarnya, pada kerudung Index, dan melihat kembali ke koridor; Index sudah menghilang. Sungguh cara yang tidak berperasaan untuk pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu membuatnya memikirkan sesuatu tanpa dasar: Bahkan jika dunia ini hancur, gadis itu masih akan terus bertahan hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitulah pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 5===  &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hai~ Sensei telah membuat beberapa bahan pelajaran, jadi aku akan memberikannya~. Ini akan jadi isi pelajaran hari ini~”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sudah satu semester dia berada di kelas ini, tapi bahkan sekarang, Kamijou masih tidak memercayainya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Wali kelas 1-7, Tsukuyomi Komoe berdiri di depan meja. Para murid hanya bisa melihat kepala guru ini jika dia berdiri di belakang mejanya. Tingginya 135 cm, dan katanya dia ingin naik &#039;&#039;roller coaster&#039;&#039;, tapi ditolak karena kaitannya dengan keselamatan. Tidak masalah siapa yang melihatnya, semua orang akan merasa bahwa dia adalah seorang anak berumur dua belas tahun yang seharusnya memakai helm keamanan kuning dan membawa tas punggung merah dan sebuah suling soprano. Karena itulah guru yang seperti anak–anak ini termasuk salah satu dari tujuh misteri di sekolah.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Meski aku tidak melarang kalian untuk mengobrol, kalian harus mendengarkan apa yang Sensei katakan, ok~? Sensei sudah bekerja keras untuk menyiapkan semua pertanyaan untuk tes ini. Jika gagal, kamu akan dihukum dengan pelajaran Penglihatan Tembus Pandang.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Sensei, apa kau membicarakan tentang bermain poker dengan penutup mata? Itu, &#039;kan, bagian dai Kurikulum Penglihatan Tembus Pandang! Kudengar kami tidak boleh pulang kecuali bisa menang sepuluh kali berturut–turut meskipun kami tidak bisa melihat kartunya. Kalo begitu kami semua tidak akan bisa pulang sampai besok pagi!”, protes Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ya~ tapi Kamijou, nilaimu untuk pengembangan kekuatan tidak cukup. Jadi kamu tetap harus mengikuti pelajaran Penglihatan Tembus Pandang, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou merasa bahwa dia tidak bisa menangani senyum ala &#039;&#039;salesman&#039;&#039; dari gurunya ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Oo, sepertinya Komoe betul–betul suka padamu Kami-yan...!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Duduk di sebelah Kamijou adalah ketua kelas (laki-laki) dengan rambut biru dan tindikan di telinganya, yang mengatakan sesuatu yang bodoh pada Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Tidakkah kau merasa guru yang dengan senangnya berjinjit dan berbuat iseng di depan papan tulis sedang bersikap memusuhiku....?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa...? Guru manis itu? Apakah ada masalah kalau kamu gagal dalam beberapa mata pelajarannya? Kamu pasti akan mendapat banyak pengalaman jika dimarahi anak kecil seperti itu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ternyata sebutan pedofil tidak cukup untukmu, dasar &#039;&#039;masochist&#039;&#039;!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“AHA— ! Menjadi seorang pedofil hanya satu dari kesenanganku. Aku tidak &#039;&#039;hanya&#039;&#039; suka gadis kecil, tahu~!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Ketika Kamijou hampir merespon dengan ucapan “Dasar kau omnivora pemakan sampah”,&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kalian berdua di sana! Kalian akan bermain Telur Columbus jika terus berbicara!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Telur Columbus ini membutuhkan seseorang untuk menyeimbangkan sebuah telur mentah untuk berdiri di meja tanpa bantuan apa pun. Bahkan murid yang belajar Psikokinesis harus bekerja keras sampai pembuluh darah di otaknya hampir pecah untuk menahan telurnya supaya tidak jatuh; ini karena jika tekanannya terlalu besar, telur itu akan pecah. Dan juga, mereka yang gagal akan harus tinggal sampai keesokan paginya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou dan Aogami Pierce hanya bisa menatap Tsukuyomi Komoe yang berdiri di panggung, bahkan hampir lupa untuk bernapas.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa kalian mengerti~?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sungguh senyum yang mengerikan.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Komoe-sensei sangat membenci orang–orang yang menyebut kata “kecil”, tapi menyukai orang yang memanggilnya “imut”.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Namun, Komoe-sensei tidak keberatan jika murid–muridnya tidak melihatnya sebagai guru. Tentu saja karena di sini adalah Academy City. Delapan puluh persen dari populasi di sini adalah siswa, jadi kota ini bisa disebut Neverland &amp;lt;ref&amp;gt;Neverland di sini mengacu pada pulau fiksi dalam cerita Peter Pan karya J. M. Barrie.&amp;lt;/ref&amp;gt;. Maka, kritik pada guru–guru di sini lebih keras dari sekolah–sekolah lain di luar. Di samping itu, kemampuan siswa di sini diukur dengan kemampuan akademis dan juga kekuatan supernaturalnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Di sini, peran para guru adalah untuk mengembangkan kekuatan para siswanya meskipun mereka sendiri sebetulnya tidak memiliki kekuatan apa pun. Para guru olahraga dan staf pengajar yang seperti instruktur semuanya seperti berasal dari unit militer  negara lain karena mereka bisa menghadapi para siswa Level 3 yang laksana monster dengan menggunakan kekuatan mereka sendiri. Tentu saja, Komoe-sensei, yang mengajar kimia, tidak seperti.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku bilang, Kami-yan…” &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Dimarahi Komoe-sensei, tidakkah membuatmu senang?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Hanya kau yang merasa senang, idiot! Cukup, diam! Musim panas kita akan hancur jika kita dipaksa main dengan telur mentah ketika kita tidak punya kekuatan Psikokinesis! Berhenti memberiku masalah dengan logat Kansai palsu itu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“L-logat Kansai palsu? Kenapa aku harus memalsukan logat Kansai? Aku orang asli dari Osaka~!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Diam! Kau lahir di desa penuh ladang padi! Aku sudah jengkel; berhenti buat aku berpikir untuk berdebat denganmu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“A... A-a-aku tidak lahir di desa ladang padi! Ah... ah... takoyakinya betul – betul enak~”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Berhenti mencoba jadi orang Kansai. Apa kamu juga akan membawa takoyaki hanya supaya lebih terlihat seperti Orang Kansai asli?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa yang kaubicarakan? Orang asli Kansai sekalipun tidak hanya makan takoyaki saja, &#039;kan?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Benar, &#039;kan? Eh, tunggu ... tapi... eh... benar nggak, ya?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kau menunjukkan jati dirimu, dasar orang Kansai palsu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh, dan melihat ke luar jendela.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Jika dia tahu pelajaran tambahan akan begini membosankan, dia pasti sudah menemani Index.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Meski Gereja Berjalan yang dipakai Index bereaksi terhadap tangan kanan Kamijou —baik, penggunaan kata “bereaksi” mungkin agak meremehkan- bukan berarti Kamijou percaya keberadaan sihir. Mungkin 80-90% dari apa yang dikatakan Index dibuat–buat, mungkin dia hanya salah paham setelah melihat fenomena alami sebagai sihir.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tapi...&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Ikan yang lepas selalu terlihat sangat besar...&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh lagi. Dibandingkan dengan terperangkap dalam kelas tanpa AC ini, dia seharusnya mengikuti Index ke dunia fantasi sihir dan pedang pasti lebih menarik. Dan jika dia ambil bagian dalam kegiatannya, mungkin akan ada -agak dipaksakan menyebutnya cantik- pasangan wanita manis untuknya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou ingat kerudung suster yang ditinggalkan Index di kamarnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Pada akhirnya, dia tidak mengembalikannya. Jika dia ingin mengembalikannya, dia masih punya kesempatan. Bahkan jika Index hilang, asalkan dia mencarinya dengan serius, pasti akan ketemu. Bahkan jika dia tidak bisa menemukannya, logis untuk Kamijou mengayun–ayunkan kerudungnyanya sambil berlari di jalanan.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sekarang Kamijou berpikir, sebetulnya Kamijou ingin meninggalkan sesuatu sebagai pengikat mereka berdua. Kamijou diam–diam berharap bahwa suatu hari dia akan kembali untuk mengambil benda yang dilupakannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Ini karena senyum gadis itu begitu sempurna.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Jika dia tidak meninggalkan sesuatu sebagai pengekang mereka berdua, rasanya dia akan menghilang di antara jarinya seperti hantu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou hanya takut pada hal ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
...Apa yang terjadi?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou, yang sedang romantis, tiba–tiba sadar akan sesuatu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou agaknya kejam pada gadis yang bergantungan di pagar balkonnya, tapi dia tidak begitu membenci gadis itu. Dia pastinya merasa sedikit menyesal karena mungkin dia tidak akan bertemu dia lagi di lain waktu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...Ah... sial!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mengatakan “Cheh” dalam mulutnya. Jika tahu akan menyesal sekarang, dia seharusnya memaksanya tinggal sejak dari awal.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Coba pikir, “103.000 grimoir” apa yang tadi dia bicarakan?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Asosiasi sihir itu mengejar Index (Asosiasi? Apa mereka perusahaan swasta?), dia dengar mereka mengejarnya karena “103.000 grimoir” itu- paling tidak, itulah yang dia katakan. Sedangkan bagi Index, dia lari karena nyawanya terancam sambil membawa “103.000 grimoir” itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Yang dibawa Index bukanlah sebuah kunci atau peta tempat semua grimoir itu disimpan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kamijou bertanya di mana buku–buku itu, Index menjawab, “Semuanya di sini”.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“... Apa maksudnya?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou hanya memiringkan kepalanya. Gereja Berjalan yang dipakai Index bereaksi terhadap Imagine Breaker Kamijou, itu berarti bahwa apa yang dikatakannya tidak sepenuhnya salah.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Sensei, Kamijou sedang menatap rok gadis–gadis dari klub tenis!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mendengar Aogami Pierce memalsukan gaya bicara Kansai yang sulit itu, Kamijou melepaskan “Ah” ketika kesadarannya ditarik kembali ke ruang kelas.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Komoe-sensei terdiam.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sepertinya Komoe-sensei betul–betul syok dan sedih karena murid yang bernama Kamijou Touma tidak memerhatikan pelajaran. Ekspresi wajahnya seperti anak kecil berumur dua belas tahun yang baru sadar pada hari musim dingin bahwa Sinterklas itu tidak nyata.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Saat Kamijou memikirkan tentang ini, seluruh isi kelas menatapnya. Sepertinya mereka adalah anggota Asosiasi Pelindung Hak Asasi Anak.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Seharusnya ini pelajaran tambahan musim panas, tapi Kamijou tertahan sampa waktu pembubaran normal.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“... Sungguh sial.”, gumam Kamijou sembari memandang kincir angin dengan tiga baling-baling yang berkerlip terkena sinar matahari senja. Karena sekolah melarang muridnya untuk keluar malam, bus dan kereta terakhir di Academy City adalah saat jam sekolah berakhir. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou, yang tidak berhasil mengejar bus terakhir, hanya bisa menyusuri jalan di kawasan perbelanjaan yang panas dengan lesu. Robot keamanan lewat di depan Kamijou, dan robot itu juga didesain sehingga terlihat seperti tong metal dengan roda di bawahnya. Fungsinya seperti alat pengawas tindak kriminal. Awalnya robot itu didesain seperti robot anak anjing, tapi robot anak anjing terlalu menarik perhatian anak kecil, membuat mereka sulit bergerak. Maka, mereka semua diubah menjadi seperti tong metal. Hm, alasan ini agak lucu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“AH! Akhirnya ketemu, kamu! Oi... tunggu! Berhenti! Aku memanggilmu! Cepat berhenti!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahan terhadap panas di musim panas ketika dia melihat robot keamanan bergerak pelan–pelan di sampingnya, berpikir.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ke mana Index pergi setelah mengejar robot itu?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia tidak sadar kalau teriakan dari belakang itu ditujukan padanya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia hanya merasa sangat berisik di belakangnya, jadi dia menoleh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
[[Image:Index v01 071.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara tersebut keluar dari mulut seorang siswi SMP. Dia mengenakan blus berlengan pendek, sweater musim panas, dan rok lipat. Rambutnya sebahu dan agak bersinar kemerahan karena pantulan sinar matahari senja. Akan tetapi, terlihatnya wajahnya masih lebih merah lagi. Pada saat itu, Kamijou sadar siapa gadis itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...Ah... kamu lagi, Biri-Biri Si Murid SMP.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Berhenti memanggilku Biri-Biri! Namaku Misaka Mikoto! Kenapa kau masih tidak ingat? Aku juga ingat kau memanggilku Biri-Biri saat pertama kali kita bertemu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Pertama kali aku bertemu denganmu...?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mulai mengingat–ingat.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Hm, benar. Pertama kali bertemu dia, dia sedang dipermalukan oleh beberapa berandalan. Ingin menunjukkan semangat Urashima Tarou dengan menasihati mereka supaya tidak mencuri dompet gadis lemah, dia hanya dihadiahi gadis itu dengan reaksi kasar, “Kau terlalu berisik, berhenti menggangguku!” dan menyerangnya dengan ledakan petir. Tentu saja, Kamijou menetralisasinya dengan tangan kanannya, tapi gadis itu kaget... “Eh? Apa yang terjadi? Kenapa tidak kena? Bagaimana kalau ini... eh? Tidak kena juga...”Kejadian demi kejadian terjadi, hingga akhirnya seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“... Eh? Kenapa? Aku tidak begitu sedih, tapi kenapa aku begitu sedih, Ibu?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kenapa kau menatap jauh...?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou agak lelah, karena baru saja menyelesaikan pelajaran tambahannya, jadi dia memutuskan untuk tidak terlalu memikirkan cara dia berurusan dengan Biri-Biri di depannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Seorang gadis menatap Kamijou. Gadis ini adalah gadis Railgun dari kemarin. Dia betul–betul tidak senang kalau kalah dari orang lain, jadi dia datang ke Kamijou untuk balas dendam, tapi pada akhirnya selalu frustrasi.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kau sedang bicara dengan siapa barusan...?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Gadis ini memiliki sifat keras yang tidak mengakui kekalahannya, tapi dia sebetulnya takut sendirian dan sekarang bertugas mengurus hewan peliharaan di kelasnya.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Berhenti mengarang-arang cerita!!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Misaka Mikoto benar–benar frustrasi sampai–sampai dia mengayun-ayunkan tangannya, sehingga menarik perhatian para pejalan kaki di sekitarnya. Sudah bisa ditebak, karena seragam musim panas yang dia kenakan dengan desain yang sebenarnya biasa-biasa saja adalah seragam SMP Tokiwadai, salah satu dari lima sekolah paling bergengsi dan elit di Academy City. Siswi-siswi dari SMP Tokiwadai berkepribadian halus dan sopan. Tapi entah kenapa, mereka sering terlihat sendirian bahkan di stasiun pada jam sibuk. Jadi, akan sangat mengejutkan jika seseorang melihat siswi Tokiwadai duduk di lantai kereta dan bermain dengan telepon genggam mereka seperti penumpang lainnya. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Eh? Oh, ya, ada apa, Biri-Biri? Bukankah ini tanggal 20 Juli? Kenapa masih pakai seragam sekolahmu? Apa kamu juga ikut pelajaran tambahan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ugh… kau…, diam!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku mengerti, kamu tidak merasa bahwa kelinci di kelasmu cukup aman, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Berhenti memasukkan hewan di kepribadianku, dasar berandalan! Akan kubuat kau membayar! Kakimu akan gemetar seperti katak tersetrum listrik! Cepat persiapkan permintaan terakhirmu sekarang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Tidak.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kenapa?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Karena aku bukan pengurus binatang peliharaan di kelas.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kau... masih mempermainkanku?!?!?!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Thomp!*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Si gadis SMP menginjak keras ubin di jalur untuk pejalan kaki.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dalam sekejap, telepon genggam orang–orang yang lewat mengeluarkan suara rusak, kabel televisi di jalan perbelanjaan tiba–tiba terpotong, dan bahkan robot keamanan mengeluarkan suara berisik yang aneh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Rambut dari si siswi SMP mengeluarkan suara yang seperti listrik statis.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Pemakai kekuatan Level 5 yang bisa menembakkan Railgun dari tubuhnya ini memberikan senyum menakutkan seperti hewan buas yang memamerkan taringnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Hmph! Bagaimana? Apa ini memperjelas pikiranmu- Mmmph… !”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou dengan panik menggunakan tangannya untuk menutupi mulut Misaka Mikoto sepenuhnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Di… diam! Tolong jangan katakan apa pun! Tidakkah kamu lihat orang yang telepon genggamnya rusak terlihat tidak senang!? Jika mereka tahu kamu yang melakukannya, kamu harus membayar mereka, apalagi untuk TV kabelnya -siapa tahu berapa yang harus kita bayar!!&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Karena pertemuannya dengan si gadis berambut perak belum lama ini, Kamijou yang biasanya hanya berdoa saat Natal, mulai berdoa kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mungkin doanya berhasil, karena tak seorang pun mendekati Kamijou dan Mikoto.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Saat Kamijou mengeluarkan nafas kelegaannya (Ketika Mikoto mulai sesak karena tangannya),&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Bahaya! Bahaya! Kesalahan Nomor 100231-YF. Ditemukan serangan gelombang elekromagnetik yang melanggar hukum keelektromagnetisan. Keabnormalan sistem terdeteksi. Bisa jadi serangan teroris pengguna elektrik; tolong jangan gunakan peralatan elektronik apa pun.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Imagine Breaker dan Railgun gemetar saat mereka menoleh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tong metal besar di sisi jalan mengeluarkan asap sambil mengeluarkan peringatan yang tidak bisa dimengerti.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sesaat kemudian, robot keamanan mengeluarkan suara sirene yang keras dan melengking.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tentu, mereka harus lari.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Lari melewati lorong, menendang ember air plastik, menakuti kucing hitam, melanjutkan untuk lari ke depan. Tunggu sebentar, aku tidak melakukan hal yang salah, kenapa aku juga lari? Kamijou berpikir saat berlari. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau dia berpikir seperti itu, dia tetap berlari Dia ingat ada program televisi yang memberi tahu kalau harga satu robot keamanan adalah 1,2 juta yen.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Uuu… sialnya! Semua karena aku terlibat dengan orang seperti ini!!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa maksudmu orang seperti ini? Namaku Misaka Mikoto!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Setelah lari ke suatu tempat yang dalam di bagian terdalam dari lorong, keduanya akhirnya berhenti.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Area kosong berbentuk persegi panjang ini  sepertinya dibentuk saat salah satu gedung disingkirkan. Tempat ini sangat cocok untuk bermain basket &#039;&#039;three-on-three&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
‘Kamu terlalu berisik  Biri-Biri! Kaulah orang yang merusak semua alat elektronik di rumahku. Sekarang apa lagi yang kauinginkan!?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Siapa suruh jadi orang menjengkelkan?!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa salahku!? Pernahkah aku berbuat kasar padamu!?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kemarin, Kamijou menggunakan tangan kanannya untuk membendung semua serangan Mikoto, termasuk Railgun, pasir besi yang dikendalikan sehingga mirip pedang cambuk besi, gelombang elektromagnetik kuat yang menarget organ dalam, dan serangan terakhirnya berupa petir yang benar-benar turun dari langit.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tapi semua itu tidak bisa menyakiti Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Selama itu kekuatan supernatural, Kamijou Touma bisa meniadakan semuanya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kau lelah karena kau terus menyerangku. &#039;kan? Staminamu tidak cukup, berhenti menyalahkanku!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“… Ugh…!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mikoto mengertakkan giginya dengan marah, dan berkata, &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“I-itu tidak dihitung sebagai kekalahanku! Aku bahkan tidak diserang sekali pun! Seharusnya ini imbang!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Huuh, tidak butuh. Kamu menang. Meski aku memukulmu karena frustasi, AC rusakku tetap tidak bisa diperbaiki.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ugh…! Tunggu sebentar! Cepat bertarung serius denganku!!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Melihat Mikoto melambaikan tangannya dengan liar sambil meraung, Kamijou mengeluh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kamu yakin aku boleh serius?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mikoto tidak bisa mengatakan apa pun.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou dengan lembut mengepalkan tinjunya, dan membukanya lagi. Gerakan sederhana ini cukup untuk membuat Misaka Mikoto mengeluarkan keringat dingin. Dia bahkan tidak bisa mundur selangkah pun; dia hanya bisa tetap mengakar di tempat itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou bisa menghalangi semua serangan Mikoto begitu saja, tapi Mikoto tidak mengetahui apa kekuatan Kamijou sebenarnya. Baginya Kamijou benar-benar lawan yang megerikan.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Bisa diduga kalau Mikoto akan takut karena Kamijou Touma adalah orang yang bisa menghalangi semua serangan Mikoto selama lebih dari dua jam dan tetap tidak terluka sedikit pun. Sudah tentu dia akan bertanya-tanya apa yang terjadi bila Kamijou serius.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh, lalu mengalihkan pandangannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mikoto sepertinya bisa lepas dari benagg tak terlihat yang seolah-olah mengikatnya saat dia akhirnya mengambil beberapa langkah mundur, satu per satu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“… Kenapa aku… begitu sial…?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Melihat Mikoto begitu takut, Kamijou, terlihat agak sedih, dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Alat listrik di kamarku rusak, bertemu penyihir palsu pagi ini, dan aku bertemu Biri-Biri sore ini…”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Pe… penyihir…? Apa itu…?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou termenung sesaat, dan berkata, &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Hm, aku pun juga ingin tahu…&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Biasanya, Mikoto akan berteriak, “Dasar berandalan, apa kau sedang mempermainkanku!? Atau kekuatan anehmu membakar otakmu?” dan mengeluarkan sejumlah serangan gelombang elektromagnetik. Tapi saat ini, dia hanya bisa mengintip wajah Kamijou dengan takut-takut.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tentu saja, Kamijou hanya menakutinya, tapi melihat dia jadi begitu takut, dia merasa sedikit iba.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
…Penyihir…&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou tiba – tiba mengingatnya. Ketika bicara dengan suster putih itu, kata itu keluar secara alami, tapi sekarang saat dia tidak di sini, Kamijou menyadari betapa jauh kata itu dari kehidupannya saat ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kenapa dia bisa mengatakan kata seperti itu begitu mudahnya ketika dia bersama Index?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Apakah ada atmosfer misterius yang membuat Kamijou percaya padanya secara tidak sadar?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“… Apa yang aku pikirkan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou sepenuhnya mengabaikan Misaka Mikoto si Biri-Biri yang gemetar seperti anak anjing yang menggerutu sendiri.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Takdirnya dengan Index terpotong hanya seperti ini. Dunia ini begitu luas, dan tidak mungkin untuk mengharapkan sebuah pertemuan kebetulan. Tidak ada artinya memikirkan apa arti kata penyihir.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Meski begitu, Kamijou tidak bisa lupa.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia ingat kerudung putih yang dijatuhkan Index di kamarnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Hal terakhir yang dia tinggalkan, pengikat di antara keduanya, terus mengikat hati Kamijou, membuatnya gelisah.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Bahkan Kamijou tidak tahu kenapa dia begitu memikirkannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia seharusnya adalah orang yang bahkan bisa membunuh Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 6===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
320 yen… Kelihatannya dia tidak bisa mendapatkan semangkok besar gyuudon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ukuran sedang, huh…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi para gadis yang terbiasa makan dengan porsi sebesar &#039;&#039;light novel&#039;&#039; mungkin tidak akan mengerti bahwa bagi anak laki–laki yang sedang dalam masa pubertas, gyuudon berukuran sedang hanya bisa disebut kudapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyia–nyiakan waktu dengan si gadis Biri-Biri, Kamijou memasuki restoran gyuudon untuk menyelesaikan &#039;kudapan&#039;-nya, Dengan kembalian yang hanya sebesar 30 yen (termasuk pajak), dia kembali ke depan asramanya di bawah matahari tenggelam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada seorang pun di sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin semuanya sedang bermain–main dengan gila karena saat ini adalah awal liburan musim panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan luar asrama itu terlihat khas seperti apartemen dengan satu ruangan. Dalam gedung persegi panjang ini, ada barisan pintu di dinding di sepanjang koridor. Tidak adanya penutup plastik di pagarnya menunjukkan bahwa gedung ini adalah asrama laki–laki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu depan dan balkon yang berada di sisi seberang kamar dibangun di samping kanan dan kiri gedung jika dilihat dari jalan. Dengan kata lain, mereka terletak di sela-sela antara gedung satu dan yang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski ada sistem kunci otomatis di pintu masuk utama, asrama tetangga jaraknya hanya terpisah dua meter. Menyerang tempat ini mudah. Seperti apa yang dilakukan Index pagi tadi, hanya perlu melompat saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memasuki pintu masuk utama, Kamijou melewati sebuah gudang yang digunakan oleh manajer asrama tersebut sebagai ruangannya, sebelum akhirnya sampai di elevator. Elevator di sini lebih sempit dan lebih kotor dari yang digunakan untuk mengangkat barang–barang di tempat pembangunan. Huruf “R” yang menyimbolkan atap disegel dengan papan logam, untuk mencegah para Romeo dan Juliet naik ke atap di malam hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti oven microwave, elevator mengeluarkan suara “ding” ketika berhenti di lantai tujuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu elevatornya mengeluarkan suara berderak, dan pelan–pelan terbelah dua. Mulai tidak sabar, Kamijou mendorong pintu elevator ke samping. Meskipun ini lantai ketujuh, tidak ada hembusan angin sama sekali. Ditambah lagi, jarak antargedung yang sangat dekat membuat hawa di sana makin panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou akhirnya menyadari sesuatu. Di ujung koridor, di depan pintu kamarnya, ada tiga robot pembersih yang berkumpul di sana. Jarang sekali tiga robot berkumpul pada satu tempat yang sama. Apalagi hanya ada lima robot pembersih di asrama ini. Tiga robot ini bergerak mundur dan maju dalam frekuensi yang tetap, dan sepertinya ada yang kotor di bawah sana. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Entah kenapa, Kamijou mendapat firasat buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Robot pembersih besar ini bahkan bisa menyingkirkan permen karet yang tertempel di lantai. Kotoran macam apa yang membuat bahkan tiga mesin itu sulit menyingkirkannya? Apa tetangga samping kamarnya, Tsuchimikado Motoharu demi menyerahkan keperjakaannya, mencoba mabuk untuk bertindak seperti berandalan, dan muntah di depan pintunya layaknya di tiang telepon? Setelah memikirkan ini, Kamijou merasa menggigil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa–apaan yang…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia mempunyai kecenderungan untuk tertarik pada sesuatu yang mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa sadar Kamijou maju beberapa langkah, hingga akhirnya dia melihat hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang gadis sihir Index telah pingsan di sana karena lapar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Umm…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski sebagian ditutupi oleh robot, semua orang bisa tahu kalau suster putih dengan peniti bersinar di seluruh pakaiannya itu sudah pingsan lagi di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga robot tersebut terus memukulkan tubuhnya terhadap Index, tapi dia tidak bergerak sama sekali. Ini semua membuatnya terlihat makin menyedihkan, seperti sedang dipatuk oleh para gagak. Sebetulnya, robot pembersih seharusnya bisa menghindari pejalan kaki dan penghalang, dengan kata lain robot itu tidak memperlakukan Index sebagai manusia. Sungguh kasihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kurasa, ini juga termasuk kesialan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski dia mengatakan ini, jika ada cermin di depannya, Kamijou Touma akan syok karena ekspresinya sendiri. Semua orang akan bilang dia sedang tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping itu, Kamijou masih merasa gelisah. Meski jika hal tentang penyihir ini tidak nyata, ada kemungkinan gadis ini dikejar–kejar oleh anggota kelompok pemujaan misterius baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat dia  begitu saja muncul di depannya dengan cara yang paling alami (khas Index) seperti ini, Kamijou merasa senang. Dan bahkan jika dia mengabaikan kekhawatirannya, hanya melihatnya lagi adalah sesuatu yang patut dijadikan alasan untuk membuatnya senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tiba-tiba ingat satu benda yang ditinggalkannya secara tidak sengaja. Kerudung putih itu. Saat ini, bagi Kamijou, kerudung tersebut bagaikan jimat yang berhasil bekerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi! Apa yang kamu lakukan di sini lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berteriak sambil mulai berlari ke depan. Hanya pemandangan ini saja membuat Kamijou terlihat seperti anak SD yang tidak bisa tidur di malam sebelum bertamasya pada esoknya. Dia mendekatinya selangkah demi selangkah, dan perasaan ini seperti berlari dengan senang untuk membeli RPG pada saat hari rilisnya. Bahkan Kamijou sendiri tidak tahu kenapa dia begitu gembira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index masih belum sadar kalau Kamijou sudah di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat melihat Index seperti ini, Kamijou Touma berpikir bahwa pose itu benar-benar cocok dengannya, dan merasa hal itu sangatlah lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Kamijou akhirnya menyadari bahwa Index sedang terbaring dalam kolam darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ah…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sekejap, bukan kaget yang dia rasakan, melainkan kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya, pandangannya dihalangi oleh para robot pembersih, jadi dia tidak melihatnya. Index, yang sedang terbaring di lantai, memiliki luka berbentuk garis horizontal di dekat pinggangnya. Meskipun jelas bahwa luka itu diakibatkan oleh tebasan pedang, naman lukanya sangat lurus seolah-olah pelakunya menggunakan penggaris dan &#039;&#039;cutter&#039;&#039; untuk melukainya. Juga, ujung rambut peraknya juga terpotong rapi. Bahkan rambut peraknya berubah merah karena terlumur darah yang mengalir keluar dari lukanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, Kamijou bahkan tidak berpikir bahwa itu adalah darah manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semenit lalu, dan semenit kemudian-perbedaan besar pada kenyataan membuat Kamijou bingung. Cairan merah ini… apa ini saus tomat? Apa Index begitu laparnya sampai dia menggunakan tenaga terakhirnya untuk memeras saus tomat? Gambaran ini sungguh lucu, dan Kamijou sangat ingin tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia tidak bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana bisa dia tertawa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga robot mengeluarkan bunyi berdering, bergerak mundur dan maju. Mereka masih membersihkan noda di lantai, cairan merah yang masih mengalir keluar dari tubuh Index dan menyebar di lantai. Seperti mereka menggunakan kain kotor di atas lukanya, mencoba menghisap bagian dalam Index keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berhenti… berhenti! Sial!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou akhirnya menyadari kenyataan saat dia dengan panik mencoba untuk mengangkat satu robot pembersih yang berkumpul di sekitar Index yang terluka parah. Tapi, robot pembersih dibuat berat untuk mencegah mereka dicuri. Ditambah dengan kekuatan yang mereka miliki, sulit untuk menarik mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, robot pembersih itu hanya membersihkan noda yang menyebar di lantai, dan tidak betul–betul menyentuh luka Index. Tapi di mata Kamijou, robot pembersih ini tidak jauh berbeda dari lalat yang berkumpul di sekitar luka yang membusuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski Kamijou mencoba sepenuhnya, sulit untuk menarik satu saja robot pembersih, apalagi tiga. Dan ketika dia mencoba menyingkirkan salah satunya, yang dua masih tetap membersihkan noda merah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah anak laki–laki yang bisa membunuh Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dia malah tidak bisa menangani mainan – mainan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Index tidak mengejeknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir yang sudah mengungu tidak bergerak sedikit pun. Dan mungkin saja dia sudah tidak bernafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial! Sial!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran Kamijou kacau dan dia heran, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang terjadi? Apa kau bercanda?! Siapa orang berengsek yang melakukan ini kepadamu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh? Kami penyihir yang melakukan ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang datang dari belakang sudah jelas tidak datang dari mulut Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou membalikkan badannya dengan keras, dalam  sikap tubuh yang siap bergerak maju.  Elevator… tidak ada. Tapi ada seorang pria berdiri dekat tangga darurat. Sepertinya dia naik lewat tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang pucat yang tingginya sekitar dua meter. Dia terlihat lebih muda dari Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terlihat seumuran dengan Index, sekitar empat belas, lima belas tahun. Melihat tingginya, dia sepertinya orang asing. Mengenai pakaiannya… dia terlihat seperti pendeta dari gereja, dia memakai jubah pendeta hitam. Tapi meskipun dicari di seluruh dunia, sepertinya tidak akan ada seorang pun yang percaya bahwa orang ini adalah seorang pendeta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin dia berdiri melawan angin, karena meski jaraknya paling tidak lima belas meter dari Kamijou, Kamijou sudah bisa  mencium bau &#039;&#039;cologne&#039;&#039; manis. Rambut pirang sebahunya berwarna merah seperti matahari tenggelam, dan ada cincin–cincin  perak di ke-20 jarinya. Dia memakai banyak anting, dan ada aksesoris telepon genggam terlihat bergelantungan di sakunya. Rokoknya yang menyala terlihat bergerak di tepi mulutnya, dan hal yang paling berlebihan adalah dia memiliki tato barcode di bawah mata kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasanya tidak benar untuk memanggilnya pendeta, ataupun memanggilnya berandalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria itu berdiri di koridor. Atmosfer yang mengelilinginya jelas terlihat abnormal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index v01 085.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sana, sepertinya semua logika yang Kamijou tahu tidak lagi cocok, seperti mengikuti aturan yang berbeda. Atmosfer aneh ini terus menyebar seperti sedang dipegang oleh tentakel yang licin dan dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaan yang dirasakan Kamijou saat ini bukan rasa takut atau kemarahan melainkan perasaan bingung dan gelisah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti perasaan saat dompet dicuri ketika berada di luar negeri, penuh keputusasaan dan kesepian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaan seperti terdapat tentakel yang licin dan dingin pelan–pelan menyebar ke seluruh tubuhnya… Jantungnya mulai membeku. Saat ini, Kamijou sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang ini adalah penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat ini telah menjadi dunia lain di mana penyihir benar-benar ada dan nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou bisa menyadarinya hanya dengan sekali lihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun dia masih tidak percaya akan keberadaan penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya saja, Kamijou yakin bahwa orang yang berdiri di hadapannya bukanlah penghuni dari dunia yang biasa dia tinggali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uu? Mmmm… sepertinya serangan gadis itu betul-betul berat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu menggigit rokoknya sambil melihat sekitar, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kudengar Kanzaki yang menebasnya, tapi ini… tadinya aku lega ketika tidak melihat jejak darah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu melihat robot pembersih di belakang Kamijou Touma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index sepertinya ditebas di tempat lain dan berjuang untuk kabur hingga akhirnya bisa sampai ke sini sebelum pingsan. Seharusnya ada jejak darah di mana–mana, tapi sepertinya sudah dibersihkan oleh robot pembersih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi… kenapa…?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou secara tidak sengaja bergumam sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Kamu tanya kenapa dia kembali ke sini? Siapa tahu, mungkin dia lupa sesuatu. Oh, ya, ketika dia kuserang kemarin, kulihat dia masih memakai kerudung. Mungkinkah dia menghilangkannya di suatu tempat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir di depannya betul–betul menggunakan kata–kata “kembali ke sini”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, ketika Index berputar–putar selama seharian, dia sedang diawasi oleh mereka. Mereka bahkan tahu kalau kerudungnya jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengatakan tadi kalau para penyihir bisa merasakan kekuatan sihir dari Gereja Berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia juga berkata tadi kalau para penyihir ini mengikutinya lewat kekuatan supernatural dari Gereja Berjalan. Jadi, mereka juga seharusnya tahu bahwa Gereja Berjalan hancur saat &amp;quot;sinyal&amp;quot;-nya terputus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Index pun seharusnya juga tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sudah tahu, tapi tampaknya dia masih mengandalkan kekuatan pertahanan yang dimiliki oleh Gereja Berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi… kenapa dia di sini lagi? Mengapa dia masih perlu mengambil kembali kerudungnya dari Gereja Berjalan yang tak lagi berguna itu? Tangan kanan Kamijou sudah menghancurkannya, jadi tidak ada gunanya dia mengambil kerudung itu kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Maksudmu jika aku akan turun ke neraka, kamu akan menemaniku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sekejap, semua semuanya menjadi jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou akhirnya ingat. Kerudung dari Gereja Berjalan yang ditinggalkan dalam kamar Kamijou belum disentuh tangan kanan Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, topi itu masih memancarkan energi sihir. Dia pasti khawatir kalau para penyihir akan mengikuti jejak energi sihir itu dan sampai di kamar Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka, dia membuat resiko yang besar untuk “kembali ke sini”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Dasar bodoh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada gunanya mengambil risiko ini. Gereja Berjalan tersebut hancur adalah kesalahan Kamijou. Kamijou sudah tahu kalau kerudung suster itu tertinggal di kamarnya; hanya saja dia tetap meninggalkannya di sana. Dan yang lebih penting… Index tidak punya kewajiban, tugas, ataupun hak untuk melindungi nyawa Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski begitu, dia tetap kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk orang asing, orang bernama Kamijou Touma yang baru dia temui selama tiga puluh menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengambil risiko dengan taruhan nyawanya untuk mencegah Kamijou Touma terlibat dalam pertarungannya melawan para penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Dasar bodoh…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index yang berbaring diam tak bergerak tambah membuat Kamijou geram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya, Index memberi tahu Kamijou bahwa kesialan Kamijou disebabkan oleh tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Kamijou akan secara tidak sadar menghapus semua kekuatan supernatural seperti berkah Tuhan dan benang merah pengikat takdir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Kamijou tidak secara asal menggunakan tangan kanannya untuk menyentuhnya, Gereja Berjalan dari jubah suster itu tidak akan hancur, dan dia tidak perlu membahayakan nyawanya seperti ini untuk kembali ke sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, ini bukan masalah utamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan karena kemampuan yang dimiliki tangan kanan Kamijou, tidak peduli apa Gereja Berjalan hancur atau tidak, ini bukan alasan yang tepat untuk kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini semua karena Kamijou menginginkan suatu ikatan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Andai saja dia mengembalikan kerudung suster itu, semuanya tidak akan jadi seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Oi oi? Jangan melihatku seperti itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rokok di mulut penyihir itu bergerak-gerak ketika dia berkata, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan aku yang menebasnya; yang melakukannya Kanzaki. Dan aku yakin Kanzaki tidak bermaksud untuk melukai dia. Gereja Berjalan yang dikenakannya mempunyai pertahanan mutlak, dan tingkat serangan seperti itu seharusnya tidak meninggalkan bekas padanya… Aku heran bagaimana bisa Gereja Berjalan hancur? Kalau naga St. George belum turun, pelindung setingkat Paus tidak bisa dihancurkan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah bergumam sendiri pada akhirnya, senyum penyihir itu menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, itu hanya untuk sekejap. Saat berikutnya, rokoknya kembali bergerak ke atas karena dia mulai tersenyum di mulutnya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou secara tidak sadar menanyakan pertanyaan yang bahkan dia tidak ingin dijawab oleh orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa…? Aku tidak percaya sihir seperti yang ada di dongeng-dongeng, dan aku tidak terlalu mengerti tentang penyihir atau siapapun kau. Tapi tidak adakah tipe yang baik dan yang jahat? Tidak adakah penyhir yang bertugas melindungi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tahu dengan sangat jelas bahwa, sebagai orang munafik, dia tidak punya hak untuk menanyakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping itu, dia sudah meninggalkan Index dan kembali ke kehidupan normalnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski begitu, Kamijou harus bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian main keroyok hanya demi mengejar gadis kecil ini, mengejarnya ke mana pun dia pergi, dan bahkan melukainya separah ini… Bagaimana bisa kau berdiri di atas keadilanmu setelah melakukan hal seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah kubilang, yang menebasnya bukan aku, melainkan Kanzaki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu betul-betul menggunakan kata-kata sederhana tanpa perasaan menyesal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi, walaupun ada luka ataupun tidak, kami masih harus membawa dia kembali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Membawa… kembali…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak mengerti arti kata–kata ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Ah… Aku mengerti. Aku baru saja mendengar kau mengatakan penyihir, jadi aku anggap kau tahu semuanya! Kurasa dia sebenarnya juga takut melibatkanmu dalam hal ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu menghembuskan asap, dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, kami perlu membawanya kembali. Yah, bukan gadis itu sih yang ingin kami bawa kembali, melainkan 103.000 grimoir yang dibawanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… ‘103.000 grimoir’ itu lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, ya, pandangan agama di negara ini sedikit lemah, jadi mungkin kau tidak mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu tersenyum sambil menjelaskan dengan nada bosan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Index Librorum Prohibitorum adalah katalog dari semua buku sihir jahat yang dirasa oleh Gereja akan mengotori jiwa orang hanya dengan membacanya. Jika gereja mengumumkan bahwa ada banyak buku sihir jahat di dunia, orang masih bisa secara tidak sengaja mendapatkannya jika mereka tidak tahu judulnya, &#039;kan? Maka, gereja dengan sengaja menjadikan gadis itu sebagai tempat untuk &#039;&#039;membawa&#039;&#039; 103.000 buku berbahaya itu. Ah, ya, aku menasihatimu supaya berhati–hati. Untuk negara dengan pandangan yang lemah terhadap agama, buku sihir yang dibawa dia bisa melumpuhkan siapapun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Index jelas tidak membawa buku sihir sama sekali. Dia jelas–jelas hanya mengenakan jubah suster, dan jika dia menyembunyikan buku sihir di dalamnya, orang pasti bisa melihatnya. Di samping itu, bagaimana bisa satu orang membawa 100.000 buku sihir ke mana–mana? 100.000 buku sihir bisa memenuhi satu perpustakaan penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“JANGAN BERCANDA?! DI MANA BUKU SIHIR ITU!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada dalam memorinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu bicara begitu saja,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pernahkah kau dengar ingatan sempurna? Katanya itu adalah kemampuan untuk bisa mengingat segala sesuatu yang telah dilihat meskipun hanya dalam sekejap dan tak akan pernah bisa dilupakan meskipun hanya satu kalimat, bahkan satu huruf pun. Dasarnya, &#039;&#039;scanner&#039;&#039; berwujud manusia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu tertawa, dan bicara dalam nada yang tidak tertarik, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini bukan sihir kami, ataupun kekuatan yang kalian miliki itu; ini hanya kemampuan khususnya. Dalam otaknya terdapat buku sihir dari seluruh dunia: Museum Inggris, Museum Louvre, Museum Vatikan, runtuhan Pataliputra, kota kuno Compiegne, Mont-Saint-Michel Abbey… Buku–buku sihir ini aslinya disegel dan tidak bisa dicuri, &#039;&#039;tapi dia bisa menggunakan mata itu untuk mencuri buku–buku sihir itu&#039;&#039; dan menyimpannya dalam otaknya, seperti perpustakaan sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana mungkin hal seperti ini ada?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Grimoir apa? Ingatan Sempurna apa? Ini semua konyol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, masalahnya bukanlah apakah semua ini nyata, melainkan ada gadis yang ditebas oleh orang–orang yang &#039;&#039;percaya&#039;&#039; pada hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun, dia sendiri tidak memiliki kekuatan sihir, jadi dia tak berbahaya. .”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu dengan senang menggetarkan rokok di mulutnya sambil berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya saja, karena penyetop telah dipersiapkan, berarti gereja pasti memiliki suatu alasan. Tapi, hal seperti ini tidak ada hubungannya dengan penyhir sepertiku. Yang ingin kutekankan hanyalah bahwa 103.000 grimoir itu berbahaya. Pasti akan ada banyak masalah jika dia jatuh ke tangan orang jahat yang ingin menggunakan grimoir-grimoir itu, jadi kami melindunginya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Melin…dungi…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tertegun. Saat ini, Index sedang terbaring dalam kolam darah, tapi bisa-bisanya dia mengatakan hal seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, melindungi. Tak masalah seberapa baik dan bijaksananya dia, gadis itu tetap tidak akan tahan terhadap interogasi dan siksaan dengan obat. Hanya memikirkan kalo dia sampai jatuh ke tangan orang-orang seperti mereka saja sudah membuat hatiku sakit, lho!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian tubuh Kamijou mulai gemetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini bukan hanya kemarahan biasa, rasa merinding mulai muncul di lengan Kamijou. Pria di hadapannya percaya bahwa dia benar. Dia hidup tanpa pernah melihat kesalahannya sendiri. Melihat orang seperti ini, Kamijou merasa dia seperti dilempar ke dalam kolam penuh ribuan siput; rasa mual menyebar di seluruh tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kalimat muncul di pikiran Kamijou: Sebuah kelompok agama fanatik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang – orang ini menyakiti orang lain karena &#039;&#039;khayalan&#039;&#039; tanpa dasar mereka, membuatnya sangat marah, sudah mencapai batas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bajingan…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti merespon terhadap kemarahannya, Kamijou merasa tangan kanannya juga bertambah panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakinya yang sebelumnya seperti tertanam di lantai kini mulai bergerak tanpa sadar. Kamijou menerjang ke arah si penyhir dengan tubuhnya, bagaikan peluru meriam. Tangan kanannya terkepal keras, sampai dia merasa hampir menghancurkan jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Kamijou tidak berguna; tangannya tidak mampu mengalahkan berandalan, tidak bisa meningkatkan nilai tesnya, dan juga tidak bisa membantunya menggoda cewek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi paling tidak tangannya bisa digunakan untuk meninju bajingan yang ada di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namaku Stiyl Magnus- tapi saat ini sebaiknya kusebut namaku Fortis931…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu terlihat tidak bergerak sambil tersenyum ringan, menggetarkan rokoknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, penyihir itu mulai menggumamkan suatu kata–kata dengan lembut, dan dengan ekspresi wajah seperti sedang mengenalkan kucing tersayangnya yang baru saja lahir pada seseorang, dia mulai menjelaskan pada Kamijou,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu nama sihirku. Kurasa kau tidak familier dengan nama sihir, &#039;kan? Untuk suatu alasan, ketika kami para penyihir menggunakan sihir, kami dilarang untuk menyebutkan nama asli kami. Ini adalah tradisi kuno yang diturunkan turun temurun, jadi aku tidak tahu alasan pastinya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keduanya berjarak sekitar lima belas meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma menghapus setengah jaraknya hanya dengan tiga langkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Fortis’… dalam Bahasa Jepang, atinya ‘kuat’; namun demikian, asal katanya tidak penting. Yang penting bagi para penyihir, meneriakkan nama sihirnya tidak hanya berarti kami akan menggunakan sihir; tapi juga mewakili—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou maju dua langkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi senyum penyihir itu tidak menghilang. Mungkin untuknya, Kamijou tidak cukup hebat untuk membuatnya berhenti tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—nama membunuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang penyihir Stiyl Magnus mengeluarkan roko dari mulutnya, dan menjentikkannya ke samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan abu dan nyala api, rokok itu terbang lurus melewati pagar besi, dan menyentuh tembok gedung tetangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah garis oranye mengikuti jejak asapnya, mengenai tembok, dan mengeluarkan percikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenaz (Wahai api) —“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Stiyl membisikkan ini, garis oranye ini tiba – tiba meledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang api muncul dalam wujud garis lurus seolah-olah seseorang menyemprotkan selang kebakaran yang berisi bensin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cat di tembok perlahan menghitam, seperti ada pemantik yang digunakan untuk membakarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya dengan melihatnya, mata Kamijou seperti sedang dibakar. Secara reflek dia berhenti berlari lalu menutupi wajahnya dengan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berhenti begitu mendadak, seolah-olah kakinya telah dipaku di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keraguan muncul dalam benaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imagine Breaker dikatakan bisa menghilangkan kekuatan supernatural apa pun. Bahkan Railgun sang esper Level 5, Biri-Biri, yang bisa menghancurkan tempat perlindungan antinuklir, mampu ditiadakan dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, hanya ada satu masalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou belum pernah melihat kekuatan supernatural selain kekuatan psikis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, dia belum pernah mencoba ini sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Mencobanya pada sihir.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Benarkah tangan kanannya ampuh dalam menghadapi kekuatan aneh seperti sihir?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Purisaz Naupiz Gebo (Berikan berkah dari penderitaan sang raksasa)!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat senyum si penyihir dari celah jari-jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl Magnus tersenyum sambil  mengayunkan pedang apinya ke Kamijou Touma. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat pedang api itu menyentuh Kamijou, pedang api itu kehilangan bentuknya, dan meledak di semua arah seperti letusan gunung api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Panas, kilatan cahaya, ledakan, dan asap muncul di sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa aku sedikit kelewatan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu bergumam sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemandangan di depannya terlihat seperti baru saja dibom. Stiyl menggaruk kepalanya. Dia menoleh ke sana kemari untuk memastikan tidak ada orang yang datang ke tempat itu. Hari ini adalah hari pertama liburan musim panas, jadi hampir semua orang yang tinggal di sini sedang tidak ada di tempat. Tapi jika ada &#039;&#039;hikikomori&#039;&#039; &amp;lt;ref&amp;gt; Orang yang suka mengurung diri di kamarnya&amp;lt;/ref&amp;gt; pasti akan timbul banyak masalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan di depannya dikaburkan oleh asap hitam dan api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dia merasa tidak perlu memeriksa kondisi si bocah. Tubuh manusia akan langsung meleleh sebelum sempat terbakar jika berada pada temperatur di atas 2000 derajat Celsius. Tetapi serangan yang bagaikan api neraka tadi bahkan memiliki suhu sebesar 3000 derajat Celsius. Takdir anak ini sudah pasti seperti pagar besi yang sudah meleleh seperti permen. Tubuhnya pasti sudah tersebar ke segala arah bagaikan permen karet yang menempel di sana-sini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl mengeluh, berpikir,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untungnya aku sengaja membuatnya marah dan menyingkirkannya dari Index. Jika dia menggunakan Index untuk melindungi dirinya, ini akan jadi lebih rumit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dipikir-pikir, dia tidak bisa membawa kembali Index sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl mengeluh lagi. Tembok api di depannya menghalanginya langkahnya untuk sampai ke tempat Index berada.  Jika ada tangga darurat di sisi lainnya, dia bisa saja memutar dan menggunakannya, tapi bisa saja Index akan menemui ajalnya jika dia tertangkap dalam api ketika dia sedang memutar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl menggelengkan kepalanya dengan enggan. Setelah itu, dia mencoba melihat lewat asap tebal itu dan berkata, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf mengganggumu, tapi kau telah gagal. Melihat standarmu, sepertinya kau tidak akan bisa mengalahkanku walau kita bertarung 1000 kali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa katamu… yang tidak tidak bisa mengalahkanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang keluar dari api neraka menyebabkan sang penyihir membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*BOOM!*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Diawali dengan suara seperti raungan, dinding api dan asap mulai berputar-putar, hingga akhirnya lenyap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti tornado yang tiba–tiba muncul di tengah–tengah api dan asap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma berdiri di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagar besi  meleleh seperti permen, cat di lantai dan tembok menjadi terkelupas, dan cahaya yang meleleh di bawah panas yang luar biasa terus menitik ke bawah, tapi dalam neraka yang berapi–api ini, anak laki–laki itu masih berdiri di sana tanpa terluka sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, apa yang aku takutkan…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan kesal memelintir bibirnya sambil bergumam pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah tangan kanan ini yang menghancurkan Gereja Berjalan milik Index… ?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, Kamijou tidak mengerti apa itu sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak mengerti bagaimana sihir bekerja, dan tidak mengerti konveksi macam apa yang bekerja di udara yang tak terlihat. Bahkan jika ada seseorang yang menjelaskan padanya, dia hanya akan tahu sekitar setengahnya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Kamijou si idiot ini tahu satu hal:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, sihir tetaplah kekuatan supernatural.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Api merah terang yang tertiup pergi belum sepenuhnya padam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Api yang tersisa mengelilingi Kamijou seperti lingkaran sempurna, terus membakar. Tapi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menyingkirlah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengatakan ini sambil menyentuh api itu dengan tangan kanannya, dan dalam sekejap, api sihir yang panasnya melebihi 3000 derajat Celcius itu menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti meniup semua lilin yang ada di kue ulang tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma melihat penyihir yang ada di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir di depannya mulai terlihat kebingungan seperti manusia normal jika melihat peristiwa tak teduga seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, para penyihir itu juga manusia biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka akan merasa sakit jika dipukul, mereka akan berdarah jika dilukai dengan pisau murah sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Mereka hanyalah manusia biasa&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaki Kamijou tak lagi dipenuhi rasa ketakutan dan tubuhnya tak lagi dibekukan oleh kengeriannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan dan kaki Kamijou mulai bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BERGERAK!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ugh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di lain pihak, Stiyl merasa takut melihat fenomena yang tidak bisa dijelaskan ini, dan mengambil satu langkah mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat sekelilingnya, serangan itu sepertinya tidak memiliki celah. Jika begitu, apa anak laki–laki ini sekuat itu hingga bisa menahan suhu 3000 derajat Celsius? Tidak, manusia tidak bisa bertahan terhadap api itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma tidak peduli apa yang Stiyl pikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tangan kanan yang dikepalkan sekeras batu, Kamijou pelan–pelan bergerak ke arah Stiyl, mengambil selangkah maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cheh!’”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl mengayunkan tangan kanannya secara horizontal, dan membuat pedang api baru, menerbangkannya ke arah Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang itu meledak lagi. Api dan asap bertebaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi setelah api dan asap menyebar, Kamijou Touma masih berdiri di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Jangan–jangan… dia bisa menggunakan sihir?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl bergumam sendiri. Tapi, dia cepat–cepat menyangkal asumsi itu. Tak mungkin ada penyihir di negara ini yang tahu lebih banyak tentang Natal daripada sihir, padahal Natal yang mereka ketahui hanya sebatas hari untuk berkencan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan… dan di samping itu… jika Index, yang tidak memiliki kekuatan sihir, bersekutu dengan penyihir lain, dia tidak perlu kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semengerikan itulah memori yang dimiliki Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
103.000 grimoir yang dibawanya bahkan lebih berbahaya dari senjata nuklir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua nyawa akan mati, apel akan selalu jatuh, 1 ditambah 1 akan selalu sama dengan 2. Dengan grimoir-grimoir itu, kau bisa mengubah hukum yang seharusnya alami dan tak mungkin bisa diubah tersebut. Hukum tersebut bisa dihancurkan lalu ditulis ulang kembali untuk menciptakan suatu hukum baru. Kau bisa membuat 1 ditambah 1  menjadi 3, apel–apel akan jatuh ke atas, dan nyawa yang sudah mati dapat dihidupkan kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang penyihir yang bisa melakukan ini disebut Majin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini tidak merujuk pada dewa dunia iblis&amp;lt;ref&amp;gt;(魔神 Majin, lit. &amp;quot;Magic God&amp;quot;) Kanji pertama bisa berarti sihir atau iblis&amp;lt;/ref&amp;gt;, tapi pada penyihir yang telah benar-benar menguasai sihir hingga sampai pada taraf telah memasuki wilayah Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Dewa Sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau begitu, dia tidak bisa merasakan kekuatan sihir apa pun dari anak ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia seharusnya bisa mengatahui jika anak ini adalah seorang penyhir hanya dengan sekali lihat, tapi anak di depannya itu tidak memiliki &#039;&#039;bau&#039;&#039; milik dunia yang sama dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, bagaimana dia melakukannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menyembunyikan gemetarannya, Stiyl mengayunkan pedang apinya pada Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, pedangnya tidak meledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggunakan tangna kanannya untuk memukul pedang api itu seperti sedang mengusir lalat, dan pada waktu itu, pedang api itu hancur berantakan seperti kaca pecah, dan lenyap dari udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang api bersuhu 3000 derajat Celsius telah dihancurkan oleh tangan kanan yang tidak ditingkatkan kekuatannya oleh sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Ah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba–tiba, betul–betul tiba–tiba, Stiyl Magnus memikirkan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gereja Berjalan di pakaian suster Index mempunyai &#039;&#039;barrier&#039;&#039; kelas Paus, dan kekuatannya bisa menandingi Katedral London. &#039;&#039;Barrier&#039;&#039; ini dikatakan tidak bisa dirusak kalau naga St. George belum turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Gereja Berjalan Index telah sepenuhnya hancur. Terbukti dari Kanzaki yang mampu menebasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa yang melakukannya? Dan Bagaimana?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou sudah berada tepat di depan Stiyl.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu langkah lagi, dan dia akan ada dalam jangkauan tinjunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...MTWOFFTO (Satu dari lima elemen yang membentuk dunia), IIGOIIF (oh pencipta api agung)...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl mulai mengeluarkan keringat dingin. Untuknya, organisme yang memakai seragam musim panas dan memiliki bentuk manusia ini mungkin bukan manusia di balik kulitnya, tapi suatu material misterius dan tebal. Memikirkan tentang ini, dia merasa dingin mengalir di tulang belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“IIBOL (Cahaya penyelamatan yang melahirkan kehidupan),AIIAOE (Cahaya penghukum yang menghukum para penjahat)… IIMH (Dengan membawa kedamaian dan keseimbangan pada waktu yang sama),AIIBOD (juga menghancurkan kemalangan gelap dan dingin)… IINF (Api adalah namanya),IIMS (pedang adalah gelarnya)! ICR (Terbentuklah),MMBOP (Jadilah kekuatan yang memakan tubuhku ) —!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian dada dari jubah pendeta Stiyl mulai robek, dan suatu kekuatan dari dalam menyebabkan kancing bajunya lepas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*BOOM!*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Sebuah ledakan besar bisa didengar- hasil dari api menyerap oksigen. Sebuah gumpalan api raksasa keluar dari dalam mantelnya. Itu bukan sekadar gumpalan api biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di pusat api merah terang terdapat suatu inti yang setebal dan sehitam-pekat minyak yang terus menitik. Inti itu terlihat seperti manusia, dan inti yang terus terbakar ini membuat orang berpikir tentang burung di laut yang dinodai oleh minyak setelah ada kecelakaan kapal tanker di laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namanya adalah Innocentius, artinya adalah ”Kau pasti kubunuh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang dewa api raksasa dengan niat membunuh itu merentangkan kedua tangannya, menerjang Kamijou Touma seperti sebuah meriam—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“JANGAN MENGHALANGIKU!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*THOMP!*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan kesal mengayunkan punggung tangannya, seperti mendorong jaring laba–laba ke samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan mudahnya menghancurkan kartu truf terakhir Stiyl Magnus. Sang manusia minyak yang seperti dewa api raksasa ini meledak lalu tersebar di lantai, seperti bola air yang ditusuk jarum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, Kamijou Touma tidak mengambil langkah ke depan. Tentu saja, tidak ada suatu alasan jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou hanya melihat Stiyl terus tertawa terkekeh–kekeh bahkan setelah kartu andalannya sudah ditangani. Ekspresi ini membuat Kamijou takut untuk mengambil langkah terakhir dengan mudahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara cairan kental bergelembung bisa didengar di seluruh tempat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… ?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou panik sambil mundur selangkah. Pada saat itu, buih hitam berkumpul dari seluruh tempat, dan kembali membentuk sebuah bentuk manusia.&lt;br /&gt;
Jika dia sudah mengambil langkah maju, dia pasti sudah diserang dari semua arah oleh api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou bingung dengan apa yang terjadi di handapannya. Jika pernyataannya tentang efek Imagine Breaker dari tangan kanannya itu benar, maka bahkan keajaiban yang digambarkan di legenda pun bisa dihancurkan. Selama sihir juga disebut kekuatan supernatural, seharusnya kekuatan itu menghilang sepenuhnya setelah tersentuh sekali, tapi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minyak dalam api itu bergerak, berubah bentuk, dan akhirnya membentuk sebuah raksasa yang membawa pedang 2 tangan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, itu bukan pedang, melainkan salib raksasa yang panjangnya lebih dari  2 meter dan biasa digunakan untuk menyalib seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raksasa itu mengangkat salib itu dengan kedua tangannya, dan menghantamkannya kepada Kamijou seperti kapak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan cepat menggunakan tangan kanannya untuk menepisnya. Di samping kemampuan tangan kanannya, Kamijou hanya seorang murid SMA biasa. Melihat serangan yang datang seperti ini, dia tidak bisa melihat dengan jelas dan menghindarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*CLANG!*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Salib dan tangan kanan bertabrakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, salib itu tidak menghilang. Kamijou merasa tangan kanannya seperti memegang lapisan karet. Akan tetapi, dia merasa tangan kanannya tidak akan bertahan lama. Di samping itu, musuhnya menggunakan dua tangan, dan Kamijou hanya bisa menggunakan satu. Salib api itu mulai mendekati Kamijou dari atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou, yang tidak tahu apa yang terjadi, menyadari sesuatu. Benda bertubuh api yang disebut Innocentius ini bereaksi terhadap tangan kanan Kamijou, tapi dia bisa langsung hidup kembali setelah dihancurkan. Waktu di antara penghancuran dan kebangkitannya bahkan sepertinya tidak sampai sepersepuluh detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemampuan tangan kanannya telah tersegel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali dia melepaskan tangan kanannya, Kamijou akan dibakar menjadi debu oleh Innocentius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Rune&#039;&#039;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou sepertinya mendengar sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Situasi tegang ini membuatnya tidak bisa menoleh ke belakang. Namun, Kamijou bisa mendengar suara orang yang bicara itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ke-24 huruf yang melambangkan misteri dan rahasia telah digunakan sebagai bahasa sihir oleh orang–orang Jerman  sejab abad ke-2, dan dikatakan bahwa bahasa itu adalah asal-muasal bahasa Inggris Kuno.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski Kamijou bisa mendengar suara Index, dia masih tidak bisa percaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan keadaan tubuhnya yang seperti itu, kenapa dia bisa bicara dengan begitu tenang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Menyerang Innocentius secara langsung tidak efektif. Sebelum ukiran &#039;&#039;rune&#039;&#039; di lantai, atap, dan dinding dihapus, dia akan terus hidup kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggunakan tangan kirinya untuk memegang lengan kanannya, nyaris tidak bisa menahan salib itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan takut-takut, dia menatap ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu masih berbaring di sana. Tapi, Kamijou tidak bisa memanggil-“nya” Index karena mata gadis itu tampak seperti robot tanpa emosi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan setiap kata yang dikatakan gadis itu, lukanya terus mengeluarkan darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, gadis itu tidak peduli pada luka di punggungnya; dia seperti sebuah mesin yang dirancang untuk menjelaskan sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau… k- kau Index, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Aku adalah perpustakaan sihir yang tergabung dengan Sektor 0 dari Anglikan Inggris, ‘Necessarius’. Nama diriku adalah Index Librorum Prohibitorum, tapi dapat disingkat Index.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat bagaimana perpustakaan sihir bernama bertindak seperti ini, Kamijou merasa seluruh tubuhnya dingin, bahkan lupa kalau dia hampir dihancurkan oleh dewa api raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah mengakhiri pengenalan diri, jadi aku akan kembali pada penjelasan tentang &#039;&#039;rune&#039;&#039;. Sederhananya, mereka seperti pantulan bulan di danau; walaupun seseorang menggunakan pedang untuk menebasnya, itu tidak ada artinya. Jika seseorang ingin memotong bulan di air, mereka harus menghancurkan bulan yang asli di langit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Index mengatakan ini, Kamijou ingat pada musuh di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa maksudnya bahwa ini bukan tubuh utama dari kekuatan supernatural ini? Seperti hubungan antara film dan foto, akankah sang dewa api raksasa terus hidup kembali jika kekuatan supernatural lain yang membuatnya hidup kembali dihancurkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, Kamijou tetap belum percaya sepenuhnya pada perkataan Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tetap mengganggap sihir itu tidak nyata meskipun telah mengalami semua kejadian ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengingat tangan kanannya telah disegel oleh Innocentius, Kamijou terjebak dan tidak bisa bergerak sedikit pun. Namu dia bisa tetap mencoba menguji perkataan Index. Dalam keadaan Index yang seperti ini, tidak mungkin Kamijou meminta bantuan darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Abu menjadi abu… “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou terbelalak. Dari balik dewa api raksasa, Stiyl membuat pedang api dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Debu menjadi debu… “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pedang api berwarna biru keputihan muncul di tangan kirinya; tidak ada suara yang dibuatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Squeamish Bloody Rood!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan teriakan yang penuh semangat, dua pedang api diayunkan secara horizontal ke arah sang dewa api raksasa dari kanan dan kiri seperti sebuah gunting. Kamijou, yang tangan kanannya disegel oleh Innocentius, tidak bisa menahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sial… sial… Harus kabur dulu—!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma bahkan tidak diberi kesempatan untuk berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua pedang api mengenai dewa api raksasa, dan, seperti bom raksasa yang sudah disulut, sebuah ledakan besar terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 7===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika api dan asap lenyap, keadaan sekeliling terlihat seperti neraka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagar besi melumer layaknya permen, bahkan ubin di lantainya telah meleleh menjadi sesuatu seperti lem. Cat pada dinding terkelupas hingga semennya terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si bocah tak terlihat di mana pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biar begitu, Stiyl mendengar langkah kaki seseorang yang berlari sepanjang tangga turun koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Innocentius,&amp;quot; bisiknya dan api yang menjalar di sekitar kembali ke bentuk manusia, pergi menuju tangga, dan mengikuti langkah kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl terlihat takjub. Tak ada yang sehebat itu bisa terjadi. Sesaat sebelum ledakan,  ketika Stiyl mengayunkan dua pedang apinya hingga menembus dewa api raksasa, Kamijou telah kabur dengan tangan kanannya dan melompati tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia jatuh, ia menggenggam tangga satu lantai di bawahnya dan menarik dirinya sendiri ke koridor. Dia menariknya dengan keberanian murni, ya .. itu terbilang nekat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl tersenyum lembut. Kamijou kini tahu kelemahan &#039;&#039;rune&#039;&#039; berkat pengetahuan dari 103,000 grimoir milik Index. Seperti yang dia bilang, sihir &#039;&#039;rune&#039;&#039; yang Stiyl gunakan telah diaktifkan oleh ukiran itu. Bisa juga diartikan bahwa dengan menghapus ukiran itu akan meniadakan bahkan sihir yang terhebat sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi apa?&amp;quot; Ekspresi Stiyl nampak tidak cemas. &amp;quot;Kau tak akan bisa melakukannya. Mustahil bagimu untuk menghapus seluruh &#039;&#039;rune&#039;&#039; yang diukir di gedung ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A..Aku kira, aku benar-benar akan mati tadi!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melompat ke pagar lantai 7 dengan nekat, jantung Kamijou masih berdebar dalam dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia berlari menyusuri koridor, dia melihat sekitar. Dia belum benar-benar percaya pada apa yang Index katakan. Dia hanya mencoba untuk menjauh dari Innocentius agar dia bisa mendapat beberapa waktu untuk mempersiapkan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sialan! Apa apaan ini!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sulit bagi Kamijou untuk tidak berteriak ketika dia melihat apa yang ada di hadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak perlu bertanya-tanya di mana &#039;&#039;rune&#039;&#039; itu terukir pada gedung asrama. Faktanya, dia telah menemukan mereka. Mereka ada di lantai, di pintu, dan di tabung pemadam api. Secarik kertas sekitar ukuran kartu telepon tersangkut di seluruh gedung seperti Hoichi si Tanpa Telinga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan saran Index (dia sebenarnya tidak suka harus mengingat wajah Index yang mirip boneka saat memberinya saran), dia menduga bahwa sihir itu seperti sinyal pemblokir yang kemudian disebut sebagai &#039;&#039;barrier&#039;&#039; dan &#039;&#039;rune&#039;&#039; seperti antena yang mengirimkan sinyal. Tapi bisakah dia menyobek satu per satu dari puluhan ribu &amp;quot;antena&amp;quot;?.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan deruan oksigen yang terhisap, sebuah api berbentuk manusia jatuh ke sisi berlawanan dari pagar besi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sial!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dia tertangkap lagi, dia tidak akan bisa menyobek kertas-kertas itu. Kamijou cepat-cepat melesat ke tangga darurat di sisinya. Saat melompat lebih jauh ke bawah, dia bisa melihat carikan kertas ditempel di pojokan tangga dan atap dengan simbol aneh tertulis di sana. Simbol itu pasti adalah &#039;&#039;rune&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka jelas-jelas telah diproduksi masal dengan mesin fotokopi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou hampir meneriakkan &amp;quot;Bagaimana sebuah salinan sampah seperti itu bisa berkerja!?&amp;quot; tapi ia ingat bahwa lampiran di &#039;&#039;manga shoujo&#039;&#039; bisa digunakan untuk ramalan tarot dan bahkan kitab diproduksi masal di toko percetakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tau kan... hal gaib itu gak wajar)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia merasa ingin menangis. Puluhan ribu &amp;quot;ukiran &#039;&#039;rune&#039;&#039;&amp;quot; itu agaknya tertempel di seluruh gedung. Bisakah dia menemukannya satu per satu? Saat ini pun, Stiyl masih terus menempelkan kertas kopian di gedung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan-akan ingin memutuskan rangkaian pikirannya, Innocentius melompat dari tangga di atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sial!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menyerah untuk melanjutkan menuruni anak tangga dan berlari menuju koridor di samping. Ketika dewa api raksasa mendarat di lantai, api menyebar di sekitar dan mengisi koridor bahkan saat api itu memantul karena menghantam lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koridor itu lurus, dan Kamijou tak mungkin lolos dari Innocentius jika hanya mengandalkan kecepatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat jalan masuk menuju tangga darurat. Berdasarkan papan penunjuk, dia berada di lantai kedua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan auman, Innocentius menerjang maju untuk menangkap tangan kanan Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu-uwah!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukannya menggunakan tangan kanannya atau berlari spanjang koridor, Kamijou malah memilih melompati tangga lantai kedua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Kamijou melompat, dia baru sadar bahwa di bawah adalah aspal dan ada beberapa sepeda yang berhenti di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Waaaaaaaahhhhhhhhh!!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berhasil mendarat di antara dua sepada, tapi tetap saja dia masih mendarat di aspal yang keras. Dia mencoba untuk menekuk lututnya untuk meredam jatuhnya, tapi dia mendengar suara yang tak enak dari pergelangan kakinya. Dia hanya melompat dari lantai dua, sehingga kakainya tidak ada yang patah. Namun, tampaknya dia melukai kedua pergelangan kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendengar deruan api yang menghisap oksigen datang dari atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou bergegas berdiri, sambil menendangi sepeda, namun pengejarnya tidak juga turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat ke atas dengan muka heran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih membuat suara raungan, Innocentius bergelantungan di tangga lantai kedua dan memerhatikan Kamijou yang ada di bawah. Seperti ada tembok tak terlihat yang menahannya untuk mengikuti Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rupanya, &#039;&#039;rune&#039;&#039; itu hanya diletakan di gedung asrama. Kamijou berhasil untuk kabur dari api Stiyl dengan meninggalkan gedung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat hal tersebut, sepertinya dia kini tahu sedikit tentang sistem tak terlihat dari sihir. Dia tidak sedang melawan musuh tak masuk akal seperti penyihir di RPG yang bisa melakukan apa pun dengan merapalkan mantra. Malah, lawannya bertindak  berdasarkan peraturan yang sama dengan PSY yang  Kamijou tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menghela napas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah nyawanya terbebas dari segala ancaman, Kamijou merasa lemas. Dia duduk di tanah tanpa pikir panjang. Dia sama sekali tidak takut. Malahan, dia diserang oleh perasaan lain yang lebih seperti kelelahan. Dia mulai berpikiran jika dia bisa kabur dari bahaya hanya dengan melarikan diri saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tahu, polisi&amp;quot; oceh Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa ia tidak memikirkan itu sebelumnya? Polisi Academy City bisa dibilang unit spesial anti-esper. Kamijou bisa saja melaporkannya kepada mereka daripada harus membahayakan hidupnya sndiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengecek saku celananya, tapi telepon genggamnya telah diremukkan oleh kakinya sendiri pagi itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou memerhatikan jalan. Dia mencari telepon umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak melakukan itu untuk melarikan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Maksudmu jika aku akan turun ke neraka, kamu akan menemaniku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kata itu masih menancap di dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sama sekali tidak melakukan sesuatu yang salah. Dia sama sekali tidak melakukan sesuatu yang salah. Tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam situasi yang sama, Index kembali untuk Kamijou Touma. Kamijou hanya tak bisa memercayai dia telah mengalami kejadian berbahaya bersama orang asing yang baru dia kenal tak lebih dari setengah jam itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sialan. Itu benar. Jika aku tidak ingin mengikutimu ke dasar neraka,&amp;quot; Kamijou tersenyum, &amp;quot;aku hanya perlu membawa mu keluar dari sana.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia merasa sudah saatnya dia mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak tahu bagaimana sihir bekerja, tapi dia tidak perlu tahu apa yang terjadi di tempat yang tidak bisa dia lihat. Dia bisa mengirim &#039;&#039;email&#039;&#039; tanpa perlu diagram sirkuit pada HPnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Haaah. Setelah mengerti hal itu, ternyata sihir cuma biasa-biasa saja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tahu harus berbuat apa, jadi sekarang dia hanya cukup mencobanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan bila dia gagal, itu masih lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pagar besi membengkok lalu patah. Patahan yang berkilau jingga itu jatuh ke bawah.  Kamijou dengan segera berguling menjauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mungkin sudah sadar, tapi dia masih harus melakukan sesuatu pada Innocentius itu sebelum bisa menyelamatkan Index. Masalah sebenarnya terletak pada puluhan ribu &#039;&#039;rune&#039;&#039; itu. Bisakah dia menyobek semua kertas yang tertempel di gedung?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau tahu, aku kaget alarm kebakaran tidak berbunyi setelah semua apa yang terjadi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengatakan itu tanpa pikir panjang, tapi Kamijou Touma membatu saat dia mengucapkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alarm kebakaran?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alarm kebakaran yang terpasang di sekeliling gedung tidak ada yang berbunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tengah-tengah deruan suara bagaikan badai yang terdengar sekeras serangan bom, Stiyl melihat langit-langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, &#039;&#039;sprinkler&#039;&#039; yang terpasang di langit-langit menyemprotkan air laksana badai hujan buatan. Karena merasa pemadam kebakaran akan terlalu merepotkan jika sampai datang, Stiyl telah menuliskan perintahnya kepada Innocentius agar ia tidak menyentuh sensor keamanan. Itu berarti Kamijou Touma-lah yang menekan tombol alarm kebakaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah dia pikir dengan begitu dia dapat mematikan api Innocentius?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemikiran seperti itu sangat konyol, tapi si penyihir yang basah kuyup hanya karena alasan tak masuk akal seperti merasa sangat marah dan jengkel hingga rasanya pembuluh darah di dalam kepalanya akan pecah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl memerhatikan alarm kebakaran merah pada dinding dengan jengkel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya mudah untuk mematikan alarmnya, tapi dia tidak bisa menghentikannya sendiri. Karena sekarang sedang liburan musim panas, sebagian besar penghuni asrama tidak ada di tempat, tapi akan sangat merepotkan bila pemadam kebakaran sampai datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Hm.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl memeriksa sekitar dan lalu dengan cepat membawa Index dan pergi. Tujuannya adalah membawa kembali Index, jadi tak ada alasan dia sampai harus terlihat sebagai pembunuh Kamijou. Dengan waktu yang tersisa sebelum pemadam kebakaran datang, dia bisa meninggalkan Innocentius  dalam mode pengejaran otomatis dan bocah itu akan mendapatkan pelukan api nyaman yang akan membuatnya menjadi arang atau abu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ini tidak berarti elevator terhenti, &#039;kan?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendengar bahwa elevator dibuat berhenti bila dalam keadaan darurat. Jika benar, itu akan membuat Stiyl frustasi. Dia sekarang berada di lantai 7. Walaupun Index adalah seorang gadis, menggendong orang pingsan turun lewat tangga akan sanggat melelahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa dia lega saat mendengar bunyi ding seperti microwave yang datang dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dia menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa itu? Siapa yang berada dalam elevator?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah malam libur musim panas dan dia sudah mengecek untuk meyakinkan bahwa semua siswa telah meninggalkan asrama, sehingga gedung telah sepi. Lalu siapa itu dan mengapa mereka memerlukan elevator?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu elevator berdering saat terbuka. Sebuah langkah kaki di lantai yang basah karena siraman air dari &#039;&#039;sprinkler&#039;&#039; bergema di sepanjang lorong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl memutar tubuhnya perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sama tidak tahu kenapa badannya gemetaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma berdiri di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apa? Apa yang terjadi pada Innocentius?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikirannya berputar-putar dengan kacau di kepala Stiyl. Innocentius bisa diibaratkan rudal pengejar pada pesawat tempur. Setelah sasarannya terkunci, takkan ada yang bisa menghindarinya. Tak peduli kau lari atau sembunyi, ia akan menggunakan api 3000 derajat celsius-nya untuk melelehkan semua dinding maupun rintangan, wala penghalangnya terbuat dari baja sekalipun, dan akan terus mengejarmu. Seharusnya takkan bisa lolos hanya dengan  sekadar berlari di sekitar gedung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi ternyata Kamijou Touma berdiri di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berdiri di sana tak terpengaruh, tak terhentikan, tak terbantahkan, dan yang paling penting, seorang musuh alami yang tanpa keraguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jika dipikir, &#039;&#039;rune&#039;&#039; seharusnya terukir di dinding atau di lantai, &#039;kan?&amp;quot; kata Kamijou saat hujan buatan yang dingin menghujaninya. &amp;quot;Sungguh, kau itu benar-benar hebat. Sejujurnya, aku tak akan menang jika kau mengukirnya dengan sebuah pisau. Silakan menyombongkan diri kalau mau.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saatnya dia berbicara, Kamijou Touma mengangkat tangan kanannya dan menunjuk ke atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menunjuk ke langit-langit. Ke &#039;&#039;sprinkler&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Tidak Mungkin! Api bersuhu 3000 derajat tak akan bisa dipadamkan dengan itu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan bodoh. Bukan apinya. Bagaimana kau menempelkan benda itu segala tempat di gedung ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl lalu mengingat kembali puluhan ribu kertas &#039;&#039;rune&#039;&#039; yang ia pasang di asrama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kertas lemah pada air. Bahkan anak TK pun tahu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menyemprotkan air ke seluruh gedung dengan &#039;&#039;sprinkler&#039;&#039;, tidak masalah jika ada puluhan ribu &#039;&#039;rune&#039;&#039; di sana. Dia tidak perlu berlari mengelilingi gedung. Bahkan, dia bisa menekan satu tombol dan menghancurkan semua carikan kertas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Otot muka si penyihir pun kejang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Innocentius!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekejap setalah dia meneriakkan itu, pintu elevator di belakang Kamijou meleleh seperti permen dan si dewa api raksasa merayap sepanjang koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiap kali tetesan air jatuh ke badan apinya, tetesan-tetesan itu menguap dengan suara dengusan buas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha Ha Ha. Ah ha ha ha ha ha! Hebat! Kau punya indra bertarung seorang genius! Tapi kau kurang pengalaman. Kertas kopian tidak sama dengan kertas toilet. Hanya karena sedikit basah, kertas-kertas itu tidak akan benar-benar terlarut!&amp;quot; Si penyihir melebarkan tangannya ketika tawa meledak dari mulutnya lalu dia berteriak, &amp;quot;Bunuh dia!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Innocentius mengayunkan tangannya seperti sebuah palu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Menyingkirlah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma membuat satu pernyataan. Dia bahkan tidak memutar badannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Kamijou menyentuh si dewa api raksasa dengan punggung tangannya dan dewa api itu akhirnya meledak ke seluruh penjuru dengan suara yang menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jantung Stiyl Magnus berhenti sekejap saking terkejutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah meledak, Innocentius tidak hidup kembali. Potongan daging seperti oli bekas terpercik ke seluruh tempat dan yang bisa mereka lakukan hanya sedikit menggeliat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ti...dak....mungkin...bagaimana....bisa! &#039;&#039;Rune&#039;&#039;-ku belum hancur!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana dengan tintanya?&amp;quot; Kelihatannya perlu 5 tahun untuk suara Kamijou Touma sampai ke telinga Stiyl. &amp;quot;Bahkan bila kertas kopian belum hancur, air akan membuat tinta luntur,&amp;quot; kata Kamijou, &amp;quot;walaupun tampaknya belum semuanya luntur.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian yang menggeliat dari Innocentius hilang menjadi udara seiring dengan guyuran hujan buatan dari &#039;&#039;sprinkler&#039;&#039;. Seolah-olah tinta pada kertas kopian yang ditempel di gedung satu per satu luntur karena siraman air, mengakibatkan Innocentius kehilangan kekuatan sedikit demi sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Potongan daging menghilang satu per satu hingga akhirnya yang terakhir lebur dan menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Innocentius...Innocentius!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata si penyihir itu seperti orang yang meneriaki gagang telepon setelah teleponnya diputus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu sekarang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma menggambil langkah maju menuju Stiyl Magnus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Inno...centius...,&amp;quot; kata si penyihir... namun tak ada yang menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma menggambil langkah maju lagi menuju Stiyl Magnus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Innocentius...Innocentius, Innocentius!&amp;quot; teriak si penyihir.... namun tetap saja tidak ada yang muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma akhirnya mulai menerjang maju menuju Stiyl Magnus seperti peluru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A-abu untuk abu, debu untuk debu, Squeamish Bloody Rood&amp;quot; Si penyihir akhirnya berteriak, tapi bahkan tidak ada pedang api muncul, apalagi dari dewa api raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma mulai mendekati Stiyl Magnus dan semakin mendekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkan tinjunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkan tangan kanannya yang benar-benar normal. Dia mengepalkan tangan kanannya yang tak akan berguna kecuali dia gunakan itu pada suatu macam kekuatan supernatural. Dia mengepalkan tangan kanannya yang tidak mampu mengalahkan bahkan seorang berandalan, tidak bisa meningkatkan nilai tesnya, dan juga tidak bisa membantunya menggoda cewek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tangan kanannya bisa juga berguna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi pula, dia bisa menggunakannya untuk memukul bajingan yang berdiri di hadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinju Kamijou Touma mendarat di muka si penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badan si penyihir berputar seperti baling-baling bambu dan belakang kepalanya membentur pagar besi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Previous [[Toaru_Majutsu_no_Index_%7E_Bahasa_Indonesia:Volume1_Illustrations|Ilustrasi]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1 Chapter2|Chapter 2]]&lt;br /&gt;
|-&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Undesco&amp;diff=188569</id>
		<title>User talk:Undesco</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Undesco&amp;diff=188569"/>
		<updated>2012-09-15T07:27:28Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;kalau sempet ya, lagi banyak kerjaan [[User:Xenocross|Xenocross]] ([[User talk:Xenocross|talk]]) 22:24, 26 August 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
meski yg kamu katakan give me some ideas, that&#039;s not it. Sesuatu yg bisa kamu lakukan tapi tidak bisa kamu lakukan di saat bersamaan. Kalau punya teman yg ambil filsafat..tehe.. It&#039;s confusing, even for me to explain. [[User:Tony Yon|&amp;lt;span style=&amp;quot;color:green;font:bold 10pt times new roman itc&amp;quot;&amp;gt;Tony Yon&amp;lt;/span&amp;gt;]] ([[User talk:Tony Yon#top|&amp;lt;span style=&amp;quot;color:blue;font:bold 10pt times new roman itc&amp;quot;&amp;gt;Talk&amp;lt;/span&amp;gt;]]) 06:55, 2 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya. Itu translatornya udah pada MIA semua (seenggaknya dari Toaru), haha [[User:Arczyx|Arczyx]] ([[User talk:Arczyx|talk]]) 01:29, 8 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iya kecuali TheRadiants, dia terakhir update 25 juli 2012 jadi secara teknis belum MIA, kalo mau ngambil bagian dia coba message dulu aja, kalo seminggu belum dibales ambil aja berarti. [[User:Arczyx|Arczyx]] ([[User talk:Arczyx|talk]]) 01:44, 8 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya jadi editor numpang lewat saja. Sekalian minta daftar terminologi yang dipakai. Bingung karena istilahnya ganti-ganti. -_-&#039;&lt;br /&gt;
Contoh yang sering berubah: psychic powers (istilah yang saya pakai kemampuan paranormal) dan supernatural powers (kekuatan supernatural). &lt;br /&gt;
Pernah, mungkin. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 18:48, 9 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya juga bingung sih pilihan katanya. Psikis kan berasal dari kata psike yang artinya adalah jiwa; sukma; rohani, sementara paranormal adalah sesuatu yang sulit dijelaskan dengan akal sehat/secara ilmiah. Awalnya sih saya juga mau pakai psikis, tapi akhirnya pake paranormal (meskipun di sini psychic power bisa dijelaskan secara ilmiah, lel). Oh, btw, supranatural itu nggak baku, yang baku adalah supernatural. :p [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 00:32, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya ngikut aja sih. Wah, hebat. Ternyata ga bahasa Indonesia. o_O [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 07:34, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lel, diedit. Btw, supernatural kayaknya ga perlu dimasukin. Terjemahan supernatural kan juga supernatural. Kemudian, saya udah agak lupa, tapi istilah witch, sorcerer, dan magician di Index tuh ada kaitannya dengan gender ga sih? Misalnya witch biasanya perempuan, sementara sorcerer biasanya laki-laki. Kalo magician sih biasanya penyihir pemula. Nah, di Index ada perbedaan seperti itu nggak? Kalo susah cari padanan katanya, mending tetep Inggris aja. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 08:51, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setahuku, kata ganti ku-, &#039;&#039;kau-&#039;&#039;, -ku, -mu, dan -nya emang digabung. Tapi, saya ngeditnya ga terlalu strict, sih. Yang saya gabung kebanyakan hanya kau+kata dasar+akhiran (e.g. kaupikirkan). Kalau kau+kata dasar aja, cuma kadang-kadang aja saya gabung tergantung feeling, lebih cocok digabung atau dipisah (mungkin karena kebanyakan melihat versi yang salah sih, kalau yang bener mungkin semua digabung tanpa terkecuali). Tapi kalo ada awalan tetep saya pisah (e.g. kau membawa, bukan kaumembawa). [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 19:52, 12 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Editor diedit, lel. &amp;gt;_&amp;lt;&lt;br /&gt;
Btw, part 7 ternyata cuma pake Google Translate, atau level si penterjemah cuma sebatas Google Translate. /facepalm [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 21:52, 14 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gpp sih, toh saya ini termasukk sering typo. Cuma ironis aja, soalnya editor kan harusnya kerjaannya memperbaiki typo. lel. Yang betul kuyup kok, another typo. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hm, saya juga termasuk literal kok, soalnya yang diterjemahkan adalah hasil terjemahkan (istilahnya apa ya, lupa). Seandainya terjemahan pertama udah liberal, nanti isinya bisa jauh melenceng dari aslinya kalo terjemahan keduanya ikut-ikutan liberal. Prolog dan Bab 1 yang saya edit ini juga terlalu liberal, makanya saya edit biar ga terlalu liberal (malah ada yang liberalnya keterlaluan sampai artinya berkebalikan dari Inggrisnya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
He eh, pake apostrof karena singkatan dari &#039;akan&#039; atau &#039;bukan&#039;. Kayak &#039;til dari kata until. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 02:27, 15 September 2012 (CDT)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Prolog&amp;diff=188567</id>
		<title>Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1 Prolog</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Prolog&amp;diff=188567"/>
		<updated>2012-09-15T07:23:43Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Template:PREVIEW}}&lt;br /&gt;
==Pendahuluan: Kisah Si Anak Laki-Laki Pembunuh Ilusi. &#039;The_Imagine-Breaker.&#039;==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh?! Sialan! Sialan! Arghhh, sungguh sial!!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun dia tahu kalau teriakan paniknya membuatnya kedengaran seperti maniak, Kamijou Touma tidak mempunyai keinginan untuk menghentikan pelarian jauhnya. Sambil melarikan diri ke gang di malam yang sudah larut ini, dia melirik ke belakang punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Delapan orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun dia sudah berlari hampir dua kilometer, masih saja ada delapan orang yang mengejarnya. Tentu saja, untuk Kamijou Touma, yang bukan  koki untuk mantan tentara asing&amp;lt;ref&amp;gt;[http://en.wikipedia.org/wiki/Under_Siege Under Siege]&amp;lt;/ref&amp;gt; atau ninja &#039;cyber&#039; yang masih tersisa di zaman modern, kemungkinan untuk menang dari musuh sebanyak itu adalah kecil. Lebih jelasnya, perkelahian melawan lebih dari 3 orang dengan anak SMA lain akan terlalu berat untuknya. Dengan jumlah sekian, lupakan untuk membandingkan kemampuan atau semacamnya, perkelahian sudah jelas hal yang sia-sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou terus berlari dan menendang ember polietilen yang sedikit kotor, membuat seekor kucing hitam kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
19 Juli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, 19 Juli adalah hari yang buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu senangnya dia karena esok harinya menandakan dimulainya liburan musim panas, dia pergi ke toko buku dan membeli sebuah manga yang dilihat dari sampulnya aja udah kelihatan jelek. Dilanjutkan ke sebuah restoran keluarga untuk sekali-kali makan makanan yang enak. Masih dalam suasana hati yang gembira, ketika ia melihat seorang gadis SMP dikelilingi oleh beberapa berandalan mabuk, sehingga dia punya ide gila ini di kepalanya bahwa &#039;Hei, mungkin saya harus membantu&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak mengira semua teman-teman mereka akan mulai bermunculan keluar dari kamar mandi bersama-sama. Dia selalu berpikir jika hanya wanita yang diperbolehkan untuk pergi ke kamar mandi bersama-sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Aku buru-buru keluar dari sana sebelum aku mendapatkan melon dan escargot lasagna yang akhirnya kupesan, sekarang aku malah diperlakukan seperti &amp;quot;orang yang sehabis makan kemudian kabur&amp;quot; bahkan sebelum sempat memakan apa pun! Arghhh, ada apa dengan kesialan  ini!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Gyuh!&amp;quot;, Kamijou berteriak, sambil memegangi kepalanya kepalanya ketika dia keluar dari gang ke jalan utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bulan memancarkan cahayanya di Academy City, yang ukurannya kira-kira sepertiga dari Tokyo dan dipenuhi oleh pasangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini semua karena tanggal 19 Juli. Kamijou, yang tak punya pacar, berteriak dari dalam hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sana-sini, berdiri baling-baling raksasa yang merupakan bagian generator bertenaga angin, bercahaya seperti air mata bersinar di bawah sinar bulan dan lampu kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berlari melewati beberapa pasangan supaya bisa berlari lebih cepat. Dia menatap tangan kanannya sambil berlari. Di dalamnya tersembunyi sebuah kekuatan yang tidak berguna dalam keadaan seperti ini. Tidak akan membantu dia mengalahkan bahkan seorang berandalan pun, tidak meningkatkan nilai tes, dan tidak membuatnya populer di antara para gadis juga. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uwaaa! Sungguh sangat sial!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Kamijou berhasil lolos  dari kelompok pengejar, mereka masih dapat menggunakan handphone untuk memanggil bala bantuan yang akan datang dengan mengendarai motor-motornya. Satu-satunya hal yang bisa dia lakukan adalah membuat mereka lelah dengan bertindak sebagai umpan, memancing para pengejar mengikutinya untuk menghabiskan stamina mereka. Mirip seperti olahraga tinju, membiarkan lawan memukulmu sembarangan untuk menghabiskan kekuatan fisiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Motif Kamijou pada akhirnya adalah &amp;quot;jalan terbaik&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkelahi tidaklah berguna, dan dia akan menganggap &amp;quot;kemenangan&amp;quot; dicapai jika pengejarnya menyerah. Setidaknya, Kamijou sangat percaya diri dalam lari jarak jauh. Lagi pula, para pengejar berada dalam kondisi kesehatan yang buruk yang diakibatkan konsumsi rokok dan alkohol dalam jangka waktu lama. Mereka juga memakai sepatu boot, sepatu dengan fungsionalitas nol. Bahkan tanpa memperhitungkan kecepatan dan sprint yang dibutuhkan untuk menyusul, lari jarak jauh standar saja, pasti tidak mungkin bagi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berlari dari satu gang ke gang lain, dia melihat satu per satu pengejarnya mulai menyerah. Mereka membungkuk ke depan dengan tangan memegang lututnya masing-masing. Saat itu dia merasa taktik ini memang cara terbaik untuk mengakhiri hal ini tanpa ada seorang pun yang terluka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Si-sialan... Kenapa masa mudaku harus dipertaruhkan untuk hal ini!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang menyedihkan. Ke mana pun ia melihat, hanya ada pasangan muda yang penuh kebahagiaan dan mimpi; Tidak tahan hal tersebut, dalam hati dia merasa kalo dia telah sampai pada akhir hidupnya yang pendek. Bahkan jika tanggalnya berbeda, ketika liburan musim panas sudah dimulai, dia tetap tanpa cinta dan komedi. Pikiran ini membuatnya merasa lebih parah dari pecundang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari belakang, terdengar hinaan salah seorang berandalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Orr!! Sialan, kau anak bangsat; berhenti, kau raja kabur!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan hinaan seperti itu, bahkan Kamijou marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Diam! Kau tidak K.O kan? Berterimakasihlah karena aku tak mengabaikan kalian tadi, dasar orang ber-IQ monyet(IQ 80)!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou meneriakkan balasan, sadar bahwa ia menghabiskan staminanya karena hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Tanpa terluka sedikit pun, kalian semua harusnya berterima kasih padaku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar 2 kilometer kemudian, berkeringat dan bercucuran air mata, ia akhirnya keluar dari daerah perkotaan dan sampai ke pinggir sebuah sungai besar. Sebuah jembatan besi dibangun di atas sungai, panjanganya sekitar 150 meter. Tidak ada mobil di sekeliling. Di depan Kamijou adalah jembatan besi yang diselimuti kegelapan malam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika menyebrangi jembatan tersebut, Kamijou menoleh ke belakang- dan berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para pengejarnya sudah menghilang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Huff... Mereka akhirnya menyerah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menahan keinginannya untuk segera duduk di sana, menarik napas panjang sembari memandang ke atas melihat langit malam. Setelah menyelesaikan masalah tanpa ada yang terluka, ia hanya ingin sedikit waktu untuk memuji diri sendiri atas keberhasilannya menyelesaikan masalah tanpa adanya seorang pun yang terluka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haiss. Kamu pikir kamu siapa? Berpura-pura menjadi orang baik, melindungi para berandalan... Apa kamu seorang guru sekolah antusias &amp;lt;ref&amp;gt;[http://en.wikipedia.org/wiki/Great_Teacher_OnizukaGreat Teacher Onizuka]&amp;lt;/ref&amp;gt;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badan Kamijou membeku karena kaget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena tidak ada satu pun lampu di jembatan besi, Kamijou tidak menyadari kehadiran orang itu. Kira-kira 5 meter di depan, dari arah datangnya Kamijou, seorang gadis muda berdiri sendirian- seorang anak SMP biasa yang memakai rok abu-abu, blus lengan pendek, dan sweater musim panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ke langit malam, Kamijou, secara serius mempertimbangkan untuk segera berbaring. Anak perempuan yang digoda di restoran keluarga tadi adalah anak perempuan yang berdiri di hadapannya sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Jadi, karena itulah mereka berhenti mengejarku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yeah, mereka menjengkelkan, jadi kupanggang saja mereka.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Bachin*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;, suara kilatan putih-biru menggema&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan karena anak perempuan itu memegang stun gun. Setiap kali rambutnya yang sebahu dan berwarna coklat muda berayun, kilatan memancar seperti percikan dari elektroda.&lt;br /&gt;
Ketika sebuah plastik supermarket yang diterbangkan angin mendekati wajahnya, kilatan putih-biru menembaknya seperti sistem pertahanan otomatis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Whoa!&amp;quot;. Kamijou berseru, dan satu kata itu membuatnya capek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
19 Juli.  Begitulah, dia pergi ke toko buku dan membeli sebuah manga yang dilihat dari sampulnya aja udah kelihatan jelek, berlanjut pergi ke sebuah restoran keluarga untuk sekali-kali makan makanan yang enak, dan sialnya melihat seorang gadis SMP dikelilingi oleh beberapa berandalan mabuk, sehingga dia berusaha menolong mereka. Ya, mereka. Bukan si gadislah yang ingin ditolong oleh Kamijou, melainkan para berandalan yang ceroboh karena menggoda si gadis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menghela napas. Gadis itu selalu seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tidak ingat nama satu sama lain, walaupun telah bertemu selama hampir satu bulan. Dengan kata lain, mereka bukan teman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini, ia akan dihantam dengan sangat parah sampai babak belur. Dalam pikiran angkuh sang gadis, itulah cara yang cocok dalam menghadapi Kamijou. Tetapi semua pertarungan mereka sampai saat ini berakhir dengan kemenangan total Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Jika aku kalah telak sekali, perasaannya akan lega,&#039; pikir Kamijou. Namun, keahlian bersandiwaranya sangat jelek, dahulu ketika dia &amp;quot;pingsan&amp;quot; sambil memasang muka seperti setan, gadis itu mengejarnya sepanjang malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Hei, apa sih yang pernah kulakukan padamu?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak bisa membiarkan fakta bahwa ada seseorang lebih kuat daripada diriku. Itu alasan yang cukup bagiku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitulah dia. Bahkan Kamijou merasa karakter dalam permainan street fighting mempunyai tujuan yang lebih jelas daripada tujuan si gadis ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi kau mengolok-olokku, ya, &#039;kan. Aku ini Level 5, kau tau? Apakah kau pikir aku akan mengaluarkan semua kemampuanku saat melawan level 0? Aku tahu bagaimana mengurus orang-orang lemah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kota ini, anggapan &amp;quot;preman jalanan = yang paling kuat&amp;quot; tidaklah berlaku. Sebagai dropout dari kurikulum perkembangan ESP, mereka hanyalah Level 0 tanpa kemampuan apa pun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang terkuat di kota ini adalah orang-orang seperti gadis ini, para esper.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Umm, bolehkah aku mengatakan sesuatu? Aku tahu betul bahwa kamu memiliki level bakat 1 di antara 328.571 orang, tapi jika kamu ingin hidup panjang, kupikir akan lebih baik jika kau berhenti bicara begitu merendahkan kepada orang lain.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Diam! Menyuntikkan obat langsung ke pembuluh darah, menusuk otak langsung lewat belakang telinga, sudah melakukan semua hal aneh seperti itu tetapi tetap saja tidak bisa membengkokkan sebuah sendok... Dengan cara apalagi orang tidak berguna seperti itu bisa digolongkan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, Academy City adalah tempat seperti itu. Dengan memakai istilah Menghapal dan Mengulang, sekolah - sekolah memasukkan &amp;quot;pengembangan otak&amp;quot; ke dalam kurikulum secara diam-diam - Hanya sebuah sisi lain dari Academy City. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, tidak semua dari 2,3 juta &amp;quot;siswa&amp;quot; yang tinggal di Academy City mampu mendapatkan kemampuan seperti yang ada di komik. Sekitar  60% dari para siswa, setelah berusaha dengan keras sampai hampir memecahkan pembuluh darah di otak, tidak bisa sedikit pun membengkokkan sendok; Mereka ini digolongkan tidak berguna (level 0).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jika ingin membengkokkan sendok, bisa menggunakan tang; jika ingin membuat api, bisa membeli pemantik rokok murah. Jika membutuhkan sesuatu seperti telepati, sudah ada ponsel bukan? Bukankah kekuatan ESP tak ada gunanya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kata-kata Kamijou, seorang yang digolongkan tidak berguna oleh lembaga pusat pengujian Academy City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Intinya, kalian semua aneh, kenapa mengejar produk sampingan ESP sebegitu niatnya? Bukankah tujuan asli kita lebih besar dari itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar hal ini, gadis yang merupakan satu dari 7 orang Level 5 di seluruh Academy City, menaikkan sudut bibirnya dan tertawa:&lt;br /&gt;
&amp;quot;Huh? Tujuan yang itu. Bagaimana bunyinya? Oh ya, &#039;Umat manusia tidak dapat melakukan perhitungan Tuhan, maka mereka harus pertama-tama melampaui batas-batas umat manusia sebelum dapat memahami jawaban Tuhan?&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tertawa mengejek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;---Ha, Kau membuatku tertawa. Sebenarnya apa itu pikiran Tuhan? Hei, kau tahu, tentang kabar burung bahwa peta DNA-ku dianalisis untuk membuat klon manusia untuk tujuan militer. Sepertinya ada tujuan lebih besar daripada tujuan utama, ya, &#039;kan? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata seperti itu, ia tiba-tiba berhenti dan sepertinya udara di sekitarnya berubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Tapi, itu kata-kata seorang yang kuat, benar, &#039;kan?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seorang yang kuat, seorang yang kuat, seorang yang kuat! Mempunyai bakat dari lahir, mendapatkan kekuatan, dan sama sekali tidak mengerti kesulitan dan usaha... kata-katamu seperti tokoh utama dari komik: keras dan benar sendiri!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zazezezazezaza. Suara ombak mulai datang dari bawah jembatan besi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya ada tujuh orang Level 5 di Academy City; dalam perjuangan mereka mencapai puncak, berapa banyak &amp;quot;kemanusiaan&amp;quot; mereka yang dibuang? Api hitam yang memberi petunjuk akan hal itu menyala dari kata-kata tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menolaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena apa yang telah ia ucapkan. Karena ia percaya hal seperti itu tidak bernilai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juga karena, ia belum pernah kalah terhadap gadis itu sebelumnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei, hei! Kamu sudah melihat hasil pemeriksaan fisik tahunan, kan? Aku hanya Level 0, sedangkan kamu Level 5! Tanyakan pada orang yang lagi lewat, &amp;quot;Siapa yang lebih hebat?&amp;quot; dan mereka semua akan menjawab dengan pasti!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengembangan kemampuan yang dilakukan di Academy City sangat berpedoman pada ilmu farmasi, ilmu kedokteran otak, dan ilmu fisiologi. Semuanya berdasarkan hal yang ilmiah. Jika mengikuti kurikulum, orang tanpa kekuatan dapat mencapai tingkat di mana mereka setidaknya bisa membengkokkan sendok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Kamijou Touma bahkan tidak bisa melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mesin pengukur Academy City menggolongkannya sebagai orang dengan kemampuan benar-benar &amp;quot;nol&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nol, ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si gadis mengulang hanya kata itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangannya masuk ke saku bajunya dan mengambil sebuah koin - sebuah koin untuk game arcade.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei, kau pernah mendengar istilah [http://id.wikipedia.org/wiki/Railgun &#039;Railgun&#039;]?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hah?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Secara teori, menembakkan peluru besi melalui elektromagnet ultra-kuat, seperti mesin kereta linear  - tetapi ini untuk senjata kapal perang&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ping! Gadis itu menjentikkan koin ke udara dengan ibu jari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hyun, hyun. Koin yang berputar jatuh kembali ke atas ibu jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seperti ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah ia berkata, tanpa suara, sebuah garis cahaya berwarna oranye melintas di area dekat kepala Kamijou. Melihat bekas cahaya dari garis itu berasal dari ibu jari si gadis, Ia menyimpulkan bahwa dari situlah asal dari sinar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti kilatan petir, suara guntur menggema satu momen setelahnya. Gelombang shock yang merobek atmosfer terjadi di dekat telinganya dan membuat dia kehilangan keseimbangan. Dengan terhuyung-huyung Kamijou menoleh ke belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada titik di mana sinar oranye menghantam permukaan jembatan besi, bekasnya mirip seperti jika sebuah pesawat melakukan pendaratan darurat dan mengikis aspal. Jejak sinar oranye, yang panjangnya tiga puluh meter lurus ke sisi seberang dan meninggalkan jejak kerusakan, masih bertahan bahkan lama setelahnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bahkan koin seperti ini bisa terbang dengan kecepatan tiga kali kecepatan suara kalau energi yang cukup diberikan, ya tidak? Walaupun koin tersebut akan meleleh setelah mencapai 50 meter karena gesekan udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jembatan besi dan beton bergoyang seperti jembatan gantung yang rapuh. Gagi, Bishi. Suara baut logam lepas dan terpental menggema lagi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.............&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasakan tubuhnya menggigil, seperti ketika es kering dialirkan ke seluruh pembuluh darah di tubuhnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zogun! Cairan tubuhnya keluar menjadi keringat dan menguap, dan rasanya aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oi, oi! Jangan bilang bahwa itu digunakan untuk mengusir para pengejar tadi? &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau idiot. Aku memilih lawan yang yang tepat untuk menggunakannya. Aku tidak ingin dengan ceroboh menjadi seorang pembunuh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berbicara begitu, kilat terbang dari rambut coklat gadis itu seperti percikan elektroda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&#039;Ini&#039; sudah cukup untuk mengusir para Level 0 itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, percikan putih-biru melesat dari rambut depannya, dan seperti tombak, petir itu menyerang Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal seperti &amp;quot;menghindar&amp;quot; adalah tidak mungkin; lawannya adalah kilatan putih-biru yang ditembakkan dari rambut ahoge si Level 5. Ini sama seperti melihat petir datang dengan kecepatan cahaya dan mencoba untuk menghindarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Duaar! Sebuah ledakan terjadi satu momen setelahnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk melindungi wajahnya, ia dengan refleks mengangkat tangan kanannya, yang menabrak tombak petir dan mengaduk-aduk isi perutnya. Serangan itu tercerai-berai ke berbagai arah seperti percikan, dan menghantam kerangka besi jembatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Atau sepertinya begitu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, mengapa kau tidak terluka sama sekali?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-katanya santai, tetapi gadis tersebut melotot ke arah Kamijou sembari menunjukkan gigi taringnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arus listrik bertegangan tinggi yang tercerai-berai ke sekeliling mempunyai energi yang dapat melelehkan kerangka besi jembatan; walaupun begitu, tangan kanan Kamijou, yang menerima serangan langsung, tidak apa-apa. Bahkan tidak ada satu pun bekas terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Kamijou dengan sempurna menangkis tembakan petir yang berkekuatan ratusan juta volts.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebenarnya, apa sih ini? Kemampuan seperti ini bahkan tidak tercatat di bank data Academy City. Jika aku adalah jenius 1 di antara 328.571, lalu bukankah kamu, satu-satunya di Academy City, bencana 1 di antara 2.300.000 ?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang gadis bergumam getir. Kamijou tidak menjawabnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jika aku bertarung dengan mempertimbangkan hal itu, mungkin saja aku bisa meningkatkan levelku. Kamu juga berpikir begitu, &#039;kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Meskipun begitu, kau tetap saja selalu kalah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Respon langsung yang berasal dari kening gadis itu berupa &amp;quot;serangan tombak petir&amp;quot;, datang menyerang dengan kecepatan sedikit melebihi kecepatan suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, itu pun juga pecah, tersebar ke berbagai arah seketika itu menghantam tangan kanan Kamijou. Seperti menepis balon air ke samping. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imagine Breaker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekuatan psikis ini, mulai dari yang sering menjadi bahan tertawaan program televisi publik sampai dengan yang dibuat  dengan berbagai berbagai rumus oleh Academy City. Segala sesuatu yang menggunakan kekuatan supernatural semacam itu, bahkan keajaiban Tuhan sekalipun, maka Imagine Breaker dapat meniadakannya tanpa masalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak terkecuali kekuatan supernatural si gadis, Railgun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, Imagine Breaker Kamijou hanya berlaku pada kekuatan supernatural seperti itu. Secara sederhana, kemampuannya tersebut dapat melindunginya dari bola api seorang esper, tapi bukan pecahan beton yang diakibatkan oleh hantaman bola api pada beton-beton di sekitarnya, Keefektifan-nya pun terbatas dari &amp;quot;pergelangan tangan kanan dan seterusnya&amp;quot;; jika tempat lain yang terkena, dia akan tetap terbakar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan mati! Sungguh akan mati! Benar benar akan mati! Kyaaaa!! Demikian pikirnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma mulai menjadi kaku, namun berhasil untuk mempertahankan wajah yang tenang. Meskipun dia berhasil mengangkat tangan kanannya dan berhasil meniadakan kecepatan suara &amp;quot;serangan tombak petir&amp;quot;, itu hanya kebetulan di mana serangannya bertabrakan dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jantungnya berdebar, Kamijou mati-matian meluruskan segalanya dengan senyum dewasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang harus kukatakan... Kemalangan, eh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan begitulah bagaimana Kamijou menutup hari tersebut, satu hari itu, 19 July. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan satu kalimat, dia benar benar terlihat seperti sedang berduka untuk dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Untukmu, itu hampir benar, bukan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Notes ===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Illustrations|Illustrasi]]&lt;br /&gt;
| Return to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter1|Chapter 1]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Undesco&amp;diff=188516</id>
		<title>User talk:Undesco</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Undesco&amp;diff=188516"/>
		<updated>2012-09-15T02:52:41Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;kalau sempet ya, lagi banyak kerjaan [[User:Xenocross|Xenocross]] ([[User talk:Xenocross|talk]]) 22:24, 26 August 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
meski yg kamu katakan give me some ideas, that&#039;s not it. Sesuatu yg bisa kamu lakukan tapi tidak bisa kamu lakukan di saat bersamaan. Kalau punya teman yg ambil filsafat..tehe.. It&#039;s confusing, even for me to explain. [[User:Tony Yon|&amp;lt;span style=&amp;quot;color:green;font:bold 10pt times new roman itc&amp;quot;&amp;gt;Tony Yon&amp;lt;/span&amp;gt;]] ([[User talk:Tony Yon#top|&amp;lt;span style=&amp;quot;color:blue;font:bold 10pt times new roman itc&amp;quot;&amp;gt;Talk&amp;lt;/span&amp;gt;]]) 06:55, 2 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya. Itu translatornya udah pada MIA semua (seenggaknya dari Toaru), haha [[User:Arczyx|Arczyx]] ([[User talk:Arczyx|talk]]) 01:29, 8 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iya kecuali TheRadiants, dia terakhir update 25 juli 2012 jadi secara teknis belum MIA, kalo mau ngambil bagian dia coba message dulu aja, kalo seminggu belum dibales ambil aja berarti. [[User:Arczyx|Arczyx]] ([[User talk:Arczyx|talk]]) 01:44, 8 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya jadi editor numpang lewat saja. Sekalian minta daftar terminologi yang dipakai. Bingung karena istilahnya ganti-ganti. -_-&#039;&lt;br /&gt;
Contoh yang sering berubah: psychic powers (istilah yang saya pakai kemampuan paranormal) dan supernatural powers (kekuatan supernatural). &lt;br /&gt;
Pernah, mungkin. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 18:48, 9 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya juga bingung sih pilihan katanya. Psikis kan berasal dari kata psike yang artinya adalah jiwa; sukma; rohani, sementara paranormal adalah sesuatu yang sulit dijelaskan dengan akal sehat/secara ilmiah. Awalnya sih saya juga mau pakai psikis, tapi akhirnya pake paranormal (meskipun di sini psychic power bisa dijelaskan secara ilmiah, lel). Oh, btw, supranatural itu nggak baku, yang baku adalah supernatural. :p [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 00:32, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya ngikut aja sih. Wah, hebat. Ternyata ga bahasa Indonesia. o_O [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 07:34, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lel, diedit. Btw, supernatural kayaknya ga perlu dimasukin. Terjemahan supernatural kan juga supernatural. Kemudian, saya udah agak lupa, tapi istilah witch, sorcerer, dan magician di Index tuh ada kaitannya dengan gender ga sih? Misalnya witch biasanya perempuan, sementara sorcerer biasanya laki-laki. Kalo magician sih biasanya penyihir pemula. Nah, di Index ada perbedaan seperti itu nggak? Kalo susah cari padanan katanya, mending tetep Inggris aja. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 08:51, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setahuku, kata ganti ku-, &#039;&#039;kau-&#039;&#039;, -ku, -mu, dan -nya emang digabung. Tapi, saya ngeditnya ga terlalu strict, sih. Yang saya gabung kebanyakan hanya kau+kata dasar+akhiran (e.g. kaupikirkan). Kalau kau+kata dasar aja, cuma kadang-kadang aja saya gabung tergantung feeling, lebih cocok digabung atau dipisah (mungkin karena kebanyakan melihat versi yang salah sih, kalau yang bener mungkin semua digabung tanpa terkecuali). Tapi kalo ada awalan tetep saya pisah (e.g. kau membawa, bukan kaumembawa). [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 19:52, 12 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Editor diedit, lel. &amp;gt;_&amp;lt;&lt;br /&gt;
Btw, part 7 ternyata cuma pake Google Translate, atau level si penterjemah cuma sebatas Google Translate. /facepalm [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 21:52, 14 September 2012 (CDT)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter1&amp;diff=188515</id>
		<title>Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1 Chapter1</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter1&amp;diff=188515"/>
		<updated>2012-09-15T02:49:39Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: /* Part 7 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 1 : Penyihir Mendarat di Kota. &#039;&#039;FAIR,_Occasionally_GIRL.&#039;&#039;==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 1===                     &lt;br /&gt;
                            &lt;br /&gt;
Lahir di antara 20 Januari dan 18 Februari, kamu tidak bisa dihentikan, tidak peduli dalam cinta, bisnis, ataupun keberuntungan! Tidak peduli apa pun yang kamu lakukan, pasti hasilnya baik, jadi belilah tiket lotre! Tapi, hanya karena kamu populer, jangan berpacaran dengan tiga atau empat gadis sekaligus…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ok, ok … aku sudah tahu hasilnya akan seperti ini, aku tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
20 Juli, hari pertama liburan musim panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam suatu ruangan asrama di “Kota Akademi” yang AC-nya rusak, udara panas mengalir masuk memenuhi tempat tertutup itu, menyebabkan Kamijou Touma tidak bisa melakukan apa-apa. Sepertinya alasannya adalah ada sambaran petir yang menghancurkan lebih dari 80% perangkat listrik kota, termasuk kulkasnya sehingga makanan di dalamnya membusuk. Dia ingin makan mi instan, tapi malah jatuh ke baskom. Baik, dia harus keluar dan makan. Tapi, ketika sedang mencari dompetnya, dia menginjak kartu ATM-nya, merusaknya. Dia bermaksud untuk melanjutkan tidur, tapi menerima panggilan kasih sayang dari wali kelasnya, dan mendengar, “Kamijou-chan yang bodoh, waktunya pelajaran tambahan♥ “.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tahu bahwa horoskop yang berkelip di ujung laporan cuaca di layar TV tidak akan akurat. Tapi tak seorang pun bisa tertawa atas perbedaan yang sangat jauh itu.  &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku tahu, aku tahu hasilnya akan seperti ini … Tapi apa aku tidak bisa mengeluh sedikit saja?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Horoskop untuknya tidak pernah akurat. Dia tidak pernah merasakan jimat keberuntungan bekerja; inilah kehidupan sehari–hari Kamijou Touma. Awalnya, dia berpikir bahwa kesialannya juga berlangsung dalam keluarganya, tapi ternyata ayahnya memenangkan tempat keempat pada hadiah lotre sebelumnya (sekitar 100.000 yen). Ibunya pernah memenangkan mesin penjual otomatis secara terus–menerus, dan akhirnya memainkannya tanpa henti. Dia lalu mulai curiga apakah dia benar–benar anak mereka, tapi setelah berpikir lebih jauh, dia ingat dia tidak punya adik, dan tidak ada yang meneruskan “garis keturunan” mereka. Bagaimana bisa mereka menghadapinya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, Kamijou Touma itu selalu sial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu sialnya sampai hidupnya bagai lelucon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, Kamijou Touma tidak akan pesimis selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak pernah sekali pun mengandalkan “keberuntungan”, yang membuatnya sangat mudah menyesuaikan diri.  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
“Baik. Sekarang, aku harus mengurus kartu ATM dan kulkas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggaruk kepalanya sambil melihat–lihat kamarnya. Dia bisa mengganti kartu ATM selama dia punya rekening, tapi yang bermasalah adalah kulkasnya. Bukan, masalah yang paling mendesak adalah sarapannya. Di samping itu, pelajaran tambahan pada dasarnya hanya program pengembangan kekuatan, jadi dia akan dipaksa minum tablet atau semacamnya; Meminumnya di saat perut kosong tentu bukanlah ide yang bagus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mungkin akan ke toko serba ada dan beli sesuatu, pikir Kamijou sambil melepas kaos yang telah dipakainya sebagai piyama, dan berganti ke seragam musim panasnya. Seperti semua anak tanpa otak lainnya, Kamijou menghabiskan semalaman penuh untuk berpesta merayakan hari pertama liburannya seperti orang sedang mabuk, dan sekarang, kepalanya sakit karena kurang tidur. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Membolos pelajaran selama 4 bulan dalam satu semester, dan hanya perlu ikut kelas tambahan selama seminggu? Ini pertukaran yang bagus.” Kamijou mencoba untuk berpikir positif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cuacanya bagus, sebaiknya kujemur futonku...” Kamijou berbicara sendiri sambil mengumpulkan suasana hati positif, dan membuka pintu geser ke balkon. Jika dia membiarkan futonnya disinari matahari sekarang, futonnya akan kering dan lembut saat dia kembali dari pelajaran tambahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dilihat baik – baik, tembok blok tetangga jaraknya hanya sekitar 2 meter dari balkon pada lantai 7 ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa langit begitu biru~? Kenapa masa depan begitu gelap~?” Kamijou menyanyi untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat menyedihkan. Awalnya dia bermaksud untuk menghibur dirinya sendiri. Tapi, ternyata memaksakan dirinya untuk menyanyikan lagu tersebut dengan riang gembira hanya membuatnya makin sedih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping itu, dia hanya membuat lelucon sendirian; tidak ada orang yang membetulkannya. Kesepian ini betul–betul bisa dipahami. Meskipun begitu, Kamijou masih tetap melipat futonnya, dan membawanya keluar. Jika dia bahkan tidak bisa membawa futon, dia betul–betul menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, Kamijou tiba–tiba menginjak sesuatu yang lembut dan berair. Melihatnya dekat–dekat, dia sadar bahwa itu adalah roti yakisoba yang dibungkus plastik. Karena sudah dikeluarkan dari kulkas, seharusnya roti itu sudah busuk sekarang.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Semoga tidak akan hujan tiba – tiba... “&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Ini adalah firasat buruk yang datang dari hatinya, tapi Kamijou tetap membawa futonnya ke balkon.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Pada saat itu, Kamijou melihat bahwa sudah ada futon di balkon.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Meskipun tempat  ini adalah asrama murid, struktur bangunannya mirip dengan apartemen bertingkat tinggi biasa. Kamijou tinggal di satu ruangan, yang berarti tidak seharusnya ada orang lain yang akan menjemur futon di sini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dilihat baik–baik, dia sadar bahwa benda yang dijemur itu bukan futon.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Benda itu adalah seorang gadis berpakaian putih.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ah?!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Futon jatuh dari tangannya, dan mendarat di tanah.&lt;br /&gt;
Ini aneh, betul – betul bodoh. Gadis ini sepertinya dalam keadaan koma karena pinggangnya terbaring di balkon, tubuhnya membengkok setengah, dan bagian tubuhnya tergantung ke bawah.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia berumur... mungkin 14 atau 15? Selain itu, dia sepertinya berumur lebih muda dari Kamijou kira–kira 1 atau 2 tahun. Dia pasti orang asing karena tidak hanya kulitnya sangat putih tapi rambutnya juga... tidak, warnanya perak. Rambutnya sangat panjang, dan karena tubuhnya membengkok ke bawah, wajahnya tertutup, jadi dia tidak bisa melihat wajahnya. Jika gadis itu berdiri, rambutnya mungkin mencapai pinggang, &#039;kan? &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wa, ini pertama kalinya aku bertemu Suster&amp;lt;ref&amp;gt;Suster yang dimaksud adalah suster gereja dan dalam bahasa Inggris Suster=Sister= adik perempuan&amp;lt;/ref&amp;gt;… tidak, yang kumaksud bukan adik perempuan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baju itu apa namanya? Jubah suster? Di samping itu, baju itu seharusnya hanya dipakai suster gereja. Baju itu terlihat seperti gaun panjang dari Barat dan panjangnya bisa mencapai pergelangan kaki. Dia juga memakai kerudung yang menutupi kepalanya. Jubah suster biasanya berwarna hitam, tapi jubah gadis ini putih bersih. Bahan untuk membuatnya seharusnya sutra, tapi jubah itu rasanya sangat berbeda dari yang lain. Ada sulaman warna emas dijahit pada setiap tepinya. Kamijou tak bisa mempercayai seberapa berbedanya kesan yang diberikan hanya karena perbedaan warna pada pakaian yang desainnya sama persis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari indah gadis itu tiba–tiba bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepalanya pelan–pelan naik. Rambutnya yang seperti sutra bergerak ke samping secara alami, dan seperti tirai yang ditarik ke atas, wajah gadis itu terlihat di depan Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Uuu... WAAHH!!!&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Gadis ini terlihat manis juga. Mata hijaunya cocok dengan kulit putihnya, yang membuat Kamijou merasa seperti itu adalah karena ini adalah hal baru. Gadis itu terlihat seperti boneka.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tapi, yang membuat Kamijou panik bukan kemanisannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Alasannya adalah karena dia &#039;orang asing&#039;. Kemampuan berbahasa Inggris Kamijou itu sesuai dengan kritik yang dikatakan oleh  guru Bahasa Inggrisnya, “Jangan pernah sekali pun berbicara dengan orang asing!!” Jika gadis ini yang berasal dari luar negeri adalah seorang penjual bulu atau alat kontrasepsi lain, sepertinya tanpa sadar Kamijou akan menghabiskan sedikit uangnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Bibir gadis yang manis dan entah kenapa kering itu perlahan mengucapkan beberapa kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengambil langkah mundur. Nyek! Suara itu muncul ketika dia sekali lagi menginjak roti yakisobanya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku lapar.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sekejap, Kamijou berpikir bahwa dia benar–benar bodoh untuk mendengar bahasa asing gadis itu seperti bahasa Jepang. Seperti murid bodoh yang menyanyi secara acak meski tidak tahu liriknya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku lapar.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku lapar.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku bilang... aku lapar...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Melihat ini Kamijou mempertahankan keadaan bekunya, gadis berambut perak itu seperti mengungkapkan ketidakpuasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini suram, betul – betul suram. Kenapa dia merasa bahwa gadis itu berbicara bahasa Jepang?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ah... Mmm...” Kamijou menatap gadis di atas pagar balkon dan berkata, “Apa sekarang? Apakah kamu ingin mengatakan kalau kamu roboh karena kecapekan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Mungkin lebih tepat dikatakan kalo aku sudah roboh dan hampir mati ”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...” Gadis ini benar–benar lancar berbahasa Jepang.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Hei, aku akan sangat berterima kasih jika kamu mau mengisi perutku.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou melihat roti yakisoba yang sudah busuk dan diinjaknya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia memutuskan bahwa tak peduli dari mana gadis ini berasal, dia tidak akan mau terlibat dengannya. Kamijou berpikir liar, &#039;Kenapa aku tidak membantunya mencapai kebahagiaan di tempat yang sangat, sangat jauh?&#039; Dia membawa roti yakisoba yang berair itu, lengkap dengan bungkus plastiknya, ke dekat mulut gadis itu. Kamijou berpikir, &#039;Setelah mencium ini, bahkan seorang gila pun akan lari jauh, jauh sekali, &#039;kan?&#039; Seperti di Kyoto, jika pemilik rumah menuang teh di atas nasi, itu artinya dia bermaksud untuk “ mengusir pengunjungnya” —&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Terima kasih, aku makan.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
DIa melahap roti, pembungkus plastik, dan tangan Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Hanya seperti itu, dengan tangisan kesialan, Kamijou memulai hari baru dalam hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama–tama, biarkan aku memperkenalkan diri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kenapa tidak menjelaskan alasanmu menggantung di balkonku—?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namaku Index.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti orang bakal percaya saja jika itu adalah nama asli! Apa itu ‘Index’? Memangnya kau daftar isi?”&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
“Seperti yang kaulihat, aku berasal dari gereja. Ah, ini adalah hal penting: Aku bukan bagian dari Vatikan, tapi dari Anglikan.”  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak peduli apa yang kaukatakan. Dan juga, jangan hindari pertanyaanku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya tidak cukup jika kubilang Index? Ah, nama sihirku adalah Dedicatus545.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi? Halo, halo? Boleh aku tahu dari planet mana aku mendapat saluran ini?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Melihat Kamijou memasukkan jarinya ke telinganya sendiri dengan santai, Index menggigit kuku ibu jarinya. Sepertinya menggigit jarinya sendiri adalah kebiasaannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kenapa aku harus duduk dengan sopan dan berhadap-hadapan dengannya di depan meja kaca ini? Seperti orang mau dijodohkan saja, pikir Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sekarang ini, Kamijou seharusnya siap–siap ke sekolah untuk mengikuti kelas tambahan musim panasnya, tapi dia tidak ingin meninggalkan gadis misterius ini di kamarnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dan hal terburuk adalah gadis berambut perak yang menyebut dirinya Index ini sepertinya menyukai kamarnya, terlihat dari gelagatnya yang ingin bermalas-malasan di lantai kamar ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mungkin ini salah satu &#039;kesialan&#039; yang ditarik Kamijou? Jika iya, ini buruk.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
[[Image:Index_v01_031.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Jadi, jika kamu bisa mengisi perutku, aku akan sangat beterima kasih.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kenapa aku harus melakukan itu? Apa gunanya meningkatkan cara pandangmu terhadapku? Jika aku akan memulai kejadian aneh dan sampai ke ‘rute Index’, lebih baik aku mati saja!!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Emm… apa itu bahasa gaul? Maaf, aku tidak mengerti yang kaukatakan.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sudah dapat diduga bahwa orang asing tidak mengerti budaya otaku Jepang.&amp;lt;ref&amp;gt;otaku adalah maniak anime/manga Jepang&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Tapi jika kamu mau mengusirku, aku mungkin akan pingsan setelah berjalan 3 langkah, &#039;kan?” tanya gadis itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kamu akan pingsan…? Itu bukan urusanku.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Jika itu terjadi, aku akan menggunakan sisa-sisa tenagaku untuk menulis pesan kematian. Ya, itu adalah fotomu.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika aku diselamatkan seseorang, aku akan berbohong kalu aku dikunci di kamar ini, disiksa habis – habisan… dan bahkan aku bisa berkata kau memaksaku memakai pakaian ini.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“KAU BERANI MENGANCAMKU!? KAMU TERNYATA JUGA CUKUP TAHU BUDAYA OTAKU, &#039;KAN!!?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Index memiringkan kepalanya, memperlihatkan wajah bingung. Dia seperti anak kucing yang baru saja melihat cermin untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Gadis itu sukses membuat Kamijou jengkel. Kamijou merasa hanya dirinya saja yang kebagian tidak enaknya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tunggu saja! Kau ingin makan, &#039;kan!?&#039;&#039; Kamijou berlari ke dapur dengan marah. Makanan dalam kulkas sudah busuk, jadi dia mungkin akan memenuhi mulut gadis itu dengan makanan itu. Kamijou tidak akan merasa rugi. Maka, Kamijou menuangkan makanan sisa itu ke dalam panci, dan menggorengnya seperti sayuran. Jika dia memanaskannya, tidak seorang pun akan mati, &#039;kan?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Coba pikir, dari mana gadis ini datang?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Meskipun ada orang asing di Academy City, gadis ini tidak mempunyai “aura” yang dimiliki penduduk sini. Tapi, jika dia datang dari luar, itu juga aneh. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Academy City adalah kota yang terdiri dari ratusan sekolah. Tapi sebenarnya lebih tepat dikatakan sekolah asrama yang sebesar kota. Academy City menempati sepertiga tanah Tokyo dan dikelilingi tembok seperti Tembok Raksasa Cina. Meskipun tidak seketat penjara, tidak mudah untuk masuk ke dalam. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
...Atau begitulah yang kelihatannya. Sebenarnya suatu universitas teknik telah meluncurkan 3 satelit untuk memonitor Academy City sepanjang waktu dalam samaran sebuah eksperimen. Setiap orang yang keluar-masuk kota akan dilacak dan diselidiki. Jika satelit itu menemukan seseorang mencurigakan  yang tidak cocok dengan data di gerbang kota, Anti-Skill dan anggota Judgement dari setiap sekolah akan dikerahkan…&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mungkin ini gara–gara gadis listrik yang mengeluarkan badai petir sehingga gadis aneh ini tidak ditemukan? pikir Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Oh, ya, kenapa kamu bergantungan di pagar balkonku?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou bertanya pada gadis itu sambil menuangkan kecap ke dalam wajan makanan jahat itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku tidak bergantungan di sana.” &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Lalu apa? Jangan katakan kamu dibawa angin dan mendarat di sini?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“…Boleh dibilang begitu.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou, yang hanya bercanda, dengan tajam membelokkan kepalanya untuk menatap gadis itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku ingin loncat dari atap gedung itu ke atap gedung ini, tapi aku jatuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atap? Kamijou melihat langit – langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daerah ini adalah tempat dibangunnya asrama murah bagi siswa. Bangunan setinggi delapan tingkat diatur berderet-deret. Hanya dari melihat balkon saja, seseorang akan tahu jarak antaratap hanya sekitar dua meter. Bukannya tidak mungkin untuk meloncat dari atap ke atap, tapi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau serius? Tinggi atapnya delapan tingkat! Kamu akan mati jika tidak hati–hati!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Yeah, orang yang mati karena bunuh diri juga tidak akan diberi kuburan.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Index memberi jawaban yang membingungkan, dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Tapi tidak ada pilihan lain; Aku harus melakukannya supaya bisa kabur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ka...bur?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar kata yang memiliki arti berbahaya itu, Kamijou secara tidak sengaja mengerutkan dahinya. Tapi Index memberi jawaban “Nn” seperti anak kecil, dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sedang dikejar-kejar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan yang menggerakkan wajan berhenti dengan sendirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebetulnya, aku bisa saja loncat, tapi seseorang menyerangku dari belakang ketika sedang meloncat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis yang menyebut dirinya Index terlihat tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena itulah, aku jatuh dan mendarat di pagar balkonmu. Maaf.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun dia tidak mengejek dirinya sendiri atau membuatnya terdengar ironis, dia hanya memberi Kamijou Touma sebuah senyuman yang murni tanpa rasa bersalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Diserang’...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Ah... Jangan khawatir dengan lukaku. Pakaian ini juga berfungsi sebagai &#039;&#039;barrier&#039;&#039; pertahanan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu &#039;&#039;barrier&#039;&#039; pertahanan? Apakah itu pakaian anti peluru?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu berputar seperti sedang memamerkan baju yang baru dibelinya. Dia tidak terlihat terluka. Tapi, apa benar dia ‘diserang’? Jika semua ini hanyalah imajinasinya, mungkin lebih bisa dipercaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun demikian...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktanya adalah dia benar-benar menggantung di pagar balkon lantai tujuh Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika begitu, apakah cerita gadis itu benar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Siapa’ yang menyerangnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mulai merenung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seberapa banyak keberanian yang dibutuhkan orang untuk meloncat dari bangunan bertingkat delapan ke gedung lain? Seberapa beruntungnyakah dia bergantung di pagar balkon pada lantai tujuh? Apa maksudnya dia masih tanpa luka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang sedang mengejarku, kata gadis itu tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengatakan ini sambil tersenyum. Seberapa rumitkah cerita di balik senyumnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou betul–betul tidak tahu apa yang dialami Index, jadi dia tidak mengerti kata–katanya sama sekali. Bahkan jika Index menjelaskan semuanya dari awal, paling baik dia hanya bisa mengerti setengahnya. Sisa setengahnya tidak akan dia mengerti sekeras apa pun dia mencoba. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tapi Kamijou mengerti sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah dia sudah bergantungan di pagar balkon di lantai tujuh. Jika dia tidak hati–hati, dia bisa saja mendarat di jalanan aspal. Ini membuat Kamijou khawatir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Makan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Index muncul dari belakang Kamijou. Dia menggenggam sumpit dengan tangannya. Sepertinya dia tidak tahu bagaimana cara memakai sumpit meskipun dia bisa berbicara bahasa Jepang dengan lancarnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menatap wajan dengan semangat. Ekspresi wajahnya seperti kucing yang baru saja diambil dari kardus pada hari hujan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Ah... “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di wajan, makanannya tidak berbeda dari sampah, ‘sayuran goreng’(dengan racun di dalamnya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat gadis lapar ini, Kamijou merasa nurani malaikat yang ada pada dirinya (yang muncul bersamaan dengan iblis yang seperti dirinya) bergulat kesakitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah... eh ... aku ... aku... . Karena kamu sangat lapar, tolong jangan makan makanan sisa yang menjijikkan ini. Kenapa kita tidak ke restoran keluarga? Atau mungkin kita bisa pesan antar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak bisa menunggu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah... mm... “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kelihatannya juga tidak buruk. Ini adalah sesuatu yang kamu buat tanpa meminta imbalan, jadi seharusnya rasanya enak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada waktu itu, Index benar–benar seperti seorang suster, memberikan senyum yang berseri–seri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa mempedulikan Kamijou, yang perutnya bergejolak, Index mengepalkan tangannya, dan menyendok makanan dari wajan dengan sumpitnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat, rasanya tidak terlalu buruk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be... benarkah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu sepertinya penuh perhatian ya, membuat makanan asam untuk melegakan kelelahanku, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Eh... a... asam?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir, aku berani makan makanan asam. Terima kasih; kau seperti seorang kakak laki–laki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan senyum yang berseri–seri, Index tetap melanjutkan makan, ada tauge di wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Wo.. UUU... WOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan cepat mengangkat wajan dengan kecepatan supersonik. Dia melihat Index, yang sangat kurang puas, sambil berpikir bahwa dia akan ke neraka sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu juga lapar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Ah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau tidak, bisakah kamu memberiku sayuran itu? Aku tidak bisa menunggu... “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index melihat Kamijou, mulutnya menggigit ujung sumpitnya. Melihat Index seperti ini, Kamijou bertekad.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini kemauan Tuhan. Tuhan menyuruhnya menyelesaikan apa yang dia mulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, ini bukan kesialannya; ini kesalahannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma menuangkan ‘sampah’ panas  ke dalam mulutnya, menunjukkan sebuah senyuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, gadis yang menyebut dirinya Index menunjukkan wajah tidak senangnya sambil mengerikiti biskuit. Cara dia memegang kedua biskuit dengan kedua tangannya sambil mengerikitinya membuat dia terlihat seperti tupai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Oh, ya, katamu ada seseorang yang mengeja-ngejarmu. Siapa dia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou, yang akhirnya kembali dari neraka, tiba–tiba menanyakan pertanyaan paling penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, Kamijou tidak akan begitu pedulinya pada gadis yang baru dia kenal selama tiga puluh menit, tapi sudah terlambat baginya untuk tidak ikut terlibat dalam masalah gadis tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku akan berpura-pura ramah, pikir Kamijou. Meskipun dia tidak bisa membantunya memecahkan masalah, paling tidak dia bisa berkata bahwa dia sudah mencoba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mm... “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu berkata dengan suara yang haus,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu—mungkin Rosicrucians atau S∴M∴ aka Stella Matutina. Kupikir grup semacam itulah, sayangnya aku belum tahu nama mereka... dan nama tidak ada artinya bagi mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Mereka’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengulanginya dengan sikap bingung. Musuhnya adalah organisasi? Suatu kelompok?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Index, yang sedang dikejar, terlihat tenang. Setelah memberikan “Mn” untuk menegaskannya, dia berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka adalah asosiasi sihir&amp;lt;!--magic cabal--&amp;gt;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Sihir... ? Emm... apa itu tipuan? Apa aku salah dengar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah... eh... ? Emm... apa bahasa Jepangku aneh? Maksudku magic(=sihir). Sebuah asosiasi sihir&amp;lt;!--magic cabal--&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang karena dia menjelaskan dalam bahasa Inggris, Kamijou semakin bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu? Apa kau membicarakan suatu organisasi baru yang menggunakan ajaran agama misterius baru untuk berkhotbah di depan umum, mengatakan, ‘Kalian yang tidak percaya akan menderita karena kemarahan Tuhan.’ Dan memaksa mereka untuk makan suatu obat aneh sebelum mencuci otak mereka? Kedengarannya berbahaya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Sepertinya, aku merasa kau mempermainkanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Kau mempermainkanku, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Maaf, ini tidak mungkin. Aku betul–betul tidak bisa percaya keberadaan sihir. Aku akrab dengan kekuatan supernatural seperti menyalakan api atau melihat tembus pandang, tapi sihir... Aku betul–betul tidak bisa percaya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memiringkan kepalanya dan merenung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ada orang biasa yang dengan tegas percaya bahwa llmu pengetahuan bisa memecahkan segalanya, dia akan berteriak, “Di dunia ini tidak ada hal yang tidak bisa dibuktikan ilmu pengetahuan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun demikian, tangan kanan Kamijou betul-betul mempunyai suatu kekuatan spesial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama dia punya kekuatan spesial aneh yang disebut Imagine Breaker, bahkan keajaiban yang hanya muncul di mitos akan terhapus selama itu hanyalah kekuatan supernatural.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kekuatan supernatural adalah hal biasa di Academy City. Dengan menyuntikkan obat ke dalam pembuluh darah, membiarkan listrik merambat ke leher, dan memperdengarkan suatu ritme khusus dari headset, semua otak bisa “berkembang”. Semua bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan, jadi siapa yang bisa menolak keberadaannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak mengerti apa yang kaukatakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak harus mengerti! Semua tahu, tidak diragukan lagi bahwa kekuatan super itu nyata!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu kenapa sihir tidak... ? Tidak diragukan juga bahwa sihir itu nyata!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index terlihat sangat tidak senang. Pandangannya seperti orang yang hewan peliharaannya dikritik orang lain sebagai kucing kampungan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh... biar kukatakan ini. Kamu tahu janken?&amp;lt;ref&amp;gt;Suit Jepang, kertas-batu-gunting&amp;lt;/ref&amp;gt; Eh, tunggu, itu budaya global, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Sepertinya suatu bentuk budaya Jepang, tapi aku tahu itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika aku kalah sepuluh kali dari sepuluh kali janken, apa kaupikir ada alasan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Wu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Tidak ada alasan, &#039;kan? Tapi manusia akan percaya bahwa ada sesuatu yang bekerja!&#039;&#039;”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berkata dalam nada tidak tertarik,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kebanyakan orang biasa akan berpikir, &#039;Kenapa aku begitu sial?&#039; dan bertanya–tanya apakah ada kekuatan yang tidak terlihat di sekitarnya. Ketika seseorang berpikir seperti itu dan menghubungkannya dengan astrologi, apa yang akan terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Seperti, &#039;Zodiakmu Cancer, dan kamu sangat sial sekarang, lebih baik jangan berjudi&#039;, atau hal–hal lain macam itu, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Segala macam &#039;sihir, kekuatan misterius&#039; yang terjadi di sekitar kita berkembang seperti itu. Manusia membayangkan bahwa ada suatu kekuatan tidak terlihat yang menentukan keberuntungan mereka, dan akan percaya kalau hal–hal sepele semuanya adalah hasil kerja takdir; inilah sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengerutkan bibirnya seperti kucing yang tidak senang. Setelah sementara waktu, dia berkata, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Sepertinya kau tidak punya alasan untuk percaya pada sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yap. Tapi karena aku serius memikirkannya, aku tidak bisa percaya kata–kata bodoh itu. Siapa yang percaya keberadaan penyihir yang hanya ada di dongeng? Jika kamu bisa menghabiskan MP-mu untuk membangkitkan orang mati, siapa yang mau mengembangkan kekuatan spesial? Bagaimana mungkin aku percaya &#039;sihir&#039; yang tidak punya bukti alamiah di belakangnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka yang menganggap kemampuan paranormal sebagai sesuatu yang ganjil dan misterius hanyalah orang bodoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Academy City, kemampuan paranormal termasuk pengetahuan umum dan bisa dijelaskan oleh Ilmu Pengetahuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Tapi sihir benar–benar ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengerutkan bibirnya. Mungkin sihir itu seperti pilar rohani baginya, seperti Imagine Breaker untuk Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, terserah yang kaukatakan. Lalu kenapa mereka mengejarmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sihir betul–betul ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sihir betul–betul ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya dia ingin Kamijou untuk mengakuinya tidak peduli seperti apa pun caranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik, beri tahu aku, apa itu sihir? Bisakah kamu menembak bola api dari tanganmu? Bahkan tanpa melewati pelajaran kekuatan super, bisakah kamu menembak bola api? Coba lakukan di depanku dan aku mungkin akan percaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak punya mana, jadi aku tidak bisa pakai sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa bedanya dengan seorang pengguna kekuatan gadungan mengatakan, “Kamera akan menggangguku, jadi aku tidak bisa membengkokkan sendok”?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping itu, pikiran Kamijou juga agak bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski dia berkata bahwa tidak ada hal seperti sihir, Kamijou tidak sepenuhnya mengerti kemampuan tangan kanannya, Imagine Breaker. Bagaimana bisa? Kekuatan apa yang tidak terlihat dalam ruang itu? Bahkan di Academy City, yang merupakan pihak paling berwenang dalam mengembangkan kemampuan esper, tidak dapat menjelaskan kemampuan Kamijou hanya melalui pemeriksaan tubuh, yang menyebabkan dia dicap sebagai esper “Level 0”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, dia tidak mendapat kekuatannya dari program pengembangan ilmu pengetahuan; tapi, itu adalah kekuatan yang melekat pada tangan kanannya sejak dia lahir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski dia selalu berkata bahwa tidak mungkin ada sihir di dunia ini, dia sendiri punya kekuatan aneh yang membantah semua logika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
... Tapi dia tidak bisa hanya membuat kesimpulan tanpa dasar &#039;karena kekuatan yang tidak dapat dijelaskan di dunia, maka sihir benar-benar ada&#039; seperti itu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Sihir itu ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik, aku akan menganggap sihir itu ada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menganggap?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, kita anggap saja sihir itu ada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengabaikan gangguan Index dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu kenapa kamu dikejar orang–orang itu? Apakah ada hubungannya dengan pakaianmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merujuk pada jubah suster dari sutra yang bersulamkan emas dan berwarna putih bersih. Dengan kata lain, dia bertanya, “Apa ini melibatkan gereja?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Karena aku adalah sebuah indeks.”&amp;lt;ref&amp;gt;Indeks ini maksudnya adalah suatu indeks buku, bukan namanya sediri&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku rasa mereka mengejar 103.000 grimoir yang kumiliki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Kenapa aku tambah bingung sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kamu seperti tidak ingin peduli ketika aku belum menjelaskannya? Kamu agak tidak sabaran, ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik, akan kusimpulkan. Aku tidak tahu apa itu grimoir, tapi mereka hanya buku, kan? Seperti kamus?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mm. Buku Eibon, Lemegeton, Buku Tanpa Nama, Buku Ritual Kanibal, Buku Orang Mati... ini contohnya. Necronomicon terlalu terkenal sehingga masih banyak imitasi lain di luar sana, jadi kurang bisa dijadikan pegangan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um... Aku tidak begitu peduli isi bukunya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou ingin mengatakan, “ini semua, &#039;kan, cuma omong kosong”, tapi menekan dirinya sendiri untuk menelan kata – kata ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Katamu kau memiliki seratus ribu buku; di mana mereka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setidaknya, dia ingin memperjelas hal itu. Seratus ribu buku bisa memenuhi satu perpustakaan penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa maksudmu kau punya kunci ke suatu gudang besar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index menggelengkan kepalanya, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku membawa semua 103.000 buku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Apa? Kamijou mengerut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Kau tidak mencoba bilang bahwa orang bodoh tidak bisa lihat, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika tidak bodoh pun tetap tidak akan bisa melihatnya! Akan sia–sia jika orang dapat melihatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap kata yang Index katakan sepertinya terlalu jauh; rasanya seperti dia sedang dipermainkan. Kamijou melihat ke kiri dan kanan, mencari buku tua yang terlihat seperti grimoir. Dia hanya bisa melihat majalah game, manga yang tersebar di lantai dan PR musim panas yang telah disingkirkan ke pojok ruangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Huuhh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou, yang sudah dihibur fantasi Index, akhirnya tidak tahan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkinkah skenario &#039;seseorang mengejarku&#039; ini hanya imajinasi liar gadis itu? Jika iya, dan dia betul–betul lompat dari gedung bertingkat delapan, gagal, dan mendarat di pagar balkon... Baik, sebaiknya  tidak terlibat dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Bukankah bertentangan kalau kamu percaya kekuatan supranatural tapi sihir tidak?” Index mengerutkan bibirnya dan mengatakan dengan tidak senang, “Apa hebatnya kemampuan supernatural, coba? Kau seharusnya tidak merendahkan yang lain hanya karena kau punya suatu kemampuan khusus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan lembut mengeluh,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, kamu benar. Hanya dengan sedikit tipuan dan kita dikelompokkan menurut sistem level. Pemikiran seperti itu mengerikan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merendahkan kepalanya, melihat tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanannya tidak bisa menembakkan api atau listrik, tidak bisa melepaskan cahaya, dan tidak bisa mengeluarkan suara. Dan tentu saja, tidak akan ada garis–garis aneh muncul di pergelangan tangannya. Tapi tangan kanan Kamijou bisa menghilangkan segala kekuatan supernatural. Tidak peduli sifat bawaannya atau tujuannya, bahkan keajaiban yang muncul di mitos akan dihancurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk orang di kota ini, namun, kekuatan super sudah seperti dorongan dari pilar rohani. Jangan mencari–cari terlalu banyak kesalahan. Dan di samping itu, aku juga salah satu dari mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baguslah kalau kamu mengerti, idiot! Huh, kenapa kamu mengacaukan isi otakmu? Kamu bisa membengkokkan sendok dengan tanganmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh, apa yang bisa dipamerkan dari orang yang menyerahkan karakter alamiahnya untuk sesuatu yang jauh di dalam kulit?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Bisakah aku menjejali mulut cerewetmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ke- kekerasan tidak bisa menakutiku!” Index terlihat seperti kucing yang tidak senang, dan berkata, “Kamu bicara banyak tentang kekuatan super, tapi kamu tidak terlihat punya kekuatan itu sendiri!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Eh, tentang itu... bagaimana aku mengatakannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasa kesulitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia jarang punya kesempatan untuk menjelaskan Imagine Breaker ke orang lain. Bahkan jika pernah, karena kemampuannya hanya bereaksi pada kekuatan supernatural, jika orang lain tidak dapat menerima kenyataan bahwa kekuatan super ada, penjelasannya akan sia – sia saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Unn, tangan kananku... ah, biar aku jelaskan. Ini alami; tidak ada pewarna buatan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika tangan kananku bersentuhan dengan...kekuatan khusus apa pun, baik bola api berkekuatan nuklir ataupun railgun, bahkan keajaiban dari Tuhan akan dihapus tanpa jejak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...eh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Ekspresi apa itu? Kau seperti baru saja melihat katalog belanja untuk membeli kristal keberuntungan yang cantik!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aduh... kamu, seorang ateis yang tidak pernah mengenal nama Tuhan, berkata bahwa keajaiban dari Tuhan akan terhapus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk bepikir bahwa Index akan menggunakan jari kecilnya untuk menggali telinganya sambil tertawa sinis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Ugh, ini membuatku kesal! Aku tidak suka dibodohi oleh gadis sihir palsu yang mengatakan bahwa sihir benar–benar ada, hanya saja tidak bisa membuktikannya membuatku panas...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar Kamijou menggumam seperti itu, Index sepertinya juga marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-Aku bukan gadis sihir palsu! Sihir benar–benar ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu buktikan padaku, kau pemakai kostum Haloween! Aku akan menggunakan Imagine Breaker-ku untuk mengancurkan sihirmu dan kita lihat siapa yang benar! Dasar anak imajinatif!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik, akan kutunjukkan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index dengan marah mengangkat tangannya, “Ini! Pakaian ini! Pakaian ini adalah pelindung pertahanan paling mutakhir yang disebut Gereja Berjalan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengangkat kedua tangannya, mebuat Kamijou melihat jubah suster yang membuatnya memikirkan cangkir teh kelas atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu Gereja Berjalan?! Aku tidak mengerti sedikit pun dari hal yang kaukatakan! Semua yang kaukatakan adalah istilah–istilah aneh seperti indeks dan pelindung pertahanan! Bisakah kau menjelaskan dengan cara yang bisa kumengerti? Terlalu membingungkan! Tidak pernahkah kamu menjelaskan sesuatu yang mendalam dengan cara yang mudah dimengerti?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau... kau tidak pernah mencoba untuk mengerti, dan sekarang kau mengeluh padaku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengayunkan tangannya dengan marah, “Sekarang, akan kubuktikan daripada hanya berbicara saja! Kamu bisa menggunakan pisau dapur untuk menusukku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik! Akan kulakukan... tunggu... apa yang kaupikirkan?! Tentu saja aku akan menusukmu! Apa kau mencoba menjebakku?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah! Kau tidak percaya padaku, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index dengan semangat menggerakkan bahunya ke atas dan bawah, “Pakaian ini memasukkan semua unsur penting dari sebuah gereja, jadi bisa dibilang &#039;Gereja dalam bentuk pakaian&#039;! Tenunan kainnya, jahitan garisnya, bahkan sulamannya juga. Semuanya direncanakan dengan hati–hati! Sebuah pisau dapur semata tidak akan menyakitiku sama sekali!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pikir kamu hanya menggertak... jika aku benar-benar menusukmu, aku akan jadi berandalan remaja paling bodoh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak mempercayaiku! Pakaian ini bisa menduplikat sama persis efeknya dengan Kain Kafan Suci dari Turin, pakaian yang dipakai seorang Santo ketika ditusuk oleh Tombak Longinus. Maka, kemapuan pertahanannya adalah kelas Paus. Dalam istilahmu, kekuatannya setingkat dengan perlindungan bom nuklir, &#039;kan? Tidak peduli apakah serangan fisik ataupun sihir, pakaian ini akan menerima, dan menyerapnya... Bukankah aku berkata aku mendarat di balkonmu karena aku diserang dari belakang? Jika aku tidak punya Gereja Berjalan ini, tubuhku pasti sudah berlubang! Apa kau mengerti?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis ini benar–benar cerewet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat pakaiannya dari sisi gelapnya, pendapat Kamijou tentang Index telah turun drastis ke yang terburuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, betul–betul mengesankan... tapi jika itu adalah kekuatan supernatural dan tangan kananku memegangnya, pakaianmu akan hilang, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu jika kekuatanmu benar–benar nyata~ Hoho— “ Index tersenyum menghina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berpikir, aku ambil taruhannya! Dan memegang pundak Index dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh...?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia merasakan perasaan yang betul–betul aneh... seperti dia sedang mencoba untuk menangkap awan. Seperti semua benturan yang diserap spons lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Tunggu sebentar...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou, yang sudah tenang, mulai berpikir sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika apa yang dikatakan Index, walau kedengarannya bodoh, itu benar dan pakaian yang disebut Gereja Berjalan ini betul–betul ditenun bersamaan dengan kekuatan supernatural, apa yang akan terjadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kekuatan supernatural itu hancur, bukankah pakaian itu akan berantakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“TIDAKKKKK MUNGKINNNNNNNNN?!” Perasaan menginjak kedewasaan yang tiba–tiba membuat Kamijou bereaksi dengan teriakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— AAAAAHHHHHHHHHH... eh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berpikir, sial, tadi itu membuatku khawatir saja. Meskipun dia juga merasa kasihan pada gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat! &#039;Kan?! Imagine Breaker apaan? Tidak ada yang terjadi!” Index meletakkan tangannya di pinggangnya, mengangkat dada kecilnya, dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekejap kemudian pakaian Index terurai seperti pita hadiah, menyebar di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index v01 051.jpg|thumb]] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benang yang menjaga jubah suster itu tetap utuh mengendur, dan jubah itu menjadi potongan-potongan kain. Hanya penutup kepalanya yang masih utuh, tapi mungkin itu karena penutup kepalanya tidak tersambung dengan pakaian yang dia sentuh. Sepenuhnya, membuat hal ini lebih menghina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index hanya berdiri di sana, tangannya di pinggang, dada kecilnya terangkat, dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang menutupi tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rupanya gadis bernama Index ini mempunyai kebiasaan menggigit orang jika marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AW! AW! AW! Berhenti menggigitku! Apa kau pikir kau itu nyamuk dari perkemahan musim panas?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index, yang hanya mengenakan selimut yang menutupinya, duduk tegak lurus di lantai, menggunakan setumpuk besar peniti dalam usaha yang telaten (dan sia–sia) untuk memperbaiki pakaian susternya kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana tidak menyenangkan dan mengerikan mendominasi ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, tidak seperti pembunuh berantai yang akan berjalan ke ruangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ ... Emm, permisi, Tuan Putri? Maaf mengganggu, tapi ada kaos kecil dan celana pendek di sini... ”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suster itu menatap kembali padanya, melotot seperti ular.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... emm... Tuan Putri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma merasa bahwa gadis di depannya memiliki banyak ekspresi wajah sambil mencoba untuk melanjutkan percakapan dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Barusan itu salahku, ok?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mendapat balasan gadis itu dalam bentuk jam alarm terbang yang dilempar ke wajahnya. Ketika Kamijou berteriak kaget, sebuah bantal besar juga terbang. Setelah bantal, sebuah konsol game dan sebuah tape rekorder mini juga terbang dengan mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana bisa kamu dengan santainya mengatakan hal seperti itu setelah hal memalukan ini?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Emm... ini... itu... sebetulnya, pelayanmu lebih dari sedikit gugup sekarang ini. Bagaimana aku mengatakannya... &#039;Inilah masa muda!&#039;?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau masih bercanda... uuuuuuuuuuuuu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya! Ya! Aku minta maaf! Aku minta maaf! Aku minta maaf! … itu adalah kaset video yang kusewa, bukan saputangan! TOLONG JANGAN MENGGIGITNYA!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma bersujud di lantai dalam sikap yang berlebihan sambil meminta maaf pada gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, Kamijou, yang baru pertama kali dalam hidupnya melihat dengan mata kepalanya sendiri gadis yang telanjang bulat dalam kemuliaan, sangat gugup sampai rasanya hatinya sedang diremas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baguslah dia tidak bisa melihatnya dari mukaku, pikirnya. Tapi pikirannya, sialnya, hanya pikiran belaka. Jika dia melihat cermin, dia akan tahu kalau semuanya terbaca di wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah jadi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara isak dan pilek, Index menyelesaikan kerajinan pekerjaan rumah tangga yang kejam untuk mengembalikan pakaian suster itu ke bentuk semula. Setelah memutarnya untuk melihatnya... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Hah. Pakaian suster dengan peniti yang berkelap–kelip dengan jumlah tak  terhitung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... (Tetesan keringat)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Erm, apa kamu betul–betul akan memakai itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau betul–betul akan memakai tipuan yang seperti &#039;&#039;iron maiden&#039;&#039; ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... (Air mata).”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dalam bahasa Jepang disebut &#039;kasur jarum&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... uu... uuuuuuuu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AKU SALAH! AKU MINTA MAAF!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tiba–tiba berlutut di lantai, memukulkan kepalanya ke lantai seperti bawang putih yang dihancurkan. Kontrasnya, Index seperti anak kecil yang diganggu sambil menggigit keras kabel TV. Jika dia meneruskannya, kabel itu akan putus di tengah–tengahnya. Sungguh kucing yang kasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku harus memakainya! Aku, &#039;kan, masih seorang suster!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index membuat geraman aneh sambil memakai gaunnya di bawah selimut, meniru gerakan ulat. Bagian yang tidak tertutupi selimut hanyalah kepalanya, yang terlihat semerah bom.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ah, caramu mengganti pakaian mengingatkanku akan pelajaran renang di sekolah-“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kamu masih melihat? Kamu seharusnya membalikkan kepalamu, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu tidak akan mati hanya karena aku melihatmu telanjang. Lagi pula, setalah terlihat tanpa busana, ganti baju saja bukan apa–apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index berhenti sebentar, tapi melihat Kamijou yang mungkin belum sadar atau belum percaya bahwa dia mengatakan sesuatu yang salah lagi, jadi dia melanjutkan memakai pakaiannya. Kerudungnya jatuh ke lantai, tapi sepertinya dia lebih fokus memakai bajunya dalam selimut jadi dia belum menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahu apa yang akan dikatakannya, tapi dia tahu situasinya akan bertambah canggung jika tak seorang pun bicara. Seperti dalam elevator bersama orang asing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kamijou terus berharap dia bisa kabur dari kenyataan, sesuatu memotong garis paling depan pikirannya: pelajaran tambahan musim panas!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“WA! SIAL! AKU ADA PELAJARAN TAMBAHAN!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat jam tangannya, “ Ah… emm… aku harus ke sekolah sekarang. Apa yang akan kaulakukan? Jika mau tinggal di sini, aku akan memberimu kunci.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ide “mengusir gadis itu” sudah sepenuhnya hilang dari pikiran Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena pakaian suster Index, Gereja Berjalan, bereaksi terhadap Imagine Breaker, Kamijou punya bukti bahwa pakaian Index betul–betul memiliki kekuatan supernatural. Kata–katanya tadi sudah tidak terdengar seperti fantasi lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berkata dia dikejar penyihir dan jatuh dari atap ke pagar balkon Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berkata dia harus terus berlari supaya nyawanya selamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benarkah ada sekelompok penyihir yang datang dari dongeng dan mengacau di kota sains yang bahkan mengubah kekuatan supernatural menjadi kenyataan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Bahkan jika dia itu tidak benar, Kamijou ingin Index tinggal di sini dan menenangkan diri setelah melihatnya begitu kesulitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tidak perlu. Aku akan pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun dia bicara seperti itu, Index memperlihatkan wajah kesulitan sambil pelan–pelan bangun dari lantai. Dia berjalan melewati Kamijou seperti hantu dan sepertinya dia lupa memakai kerudungnya yang jatuh ke lantai ketika dia memakai pakaian susternya. Kamijou ingin mengambil dan mengembalikan padanya, tapi takut kalau kekuatan tangan kanannya akan menghancurkan kerudung itu juga. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… emm… anu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Jangan terlalu banyak berpikir!” Index menolehkan kepalanya, dan berkata, “aku tidak pergi karena aku marah; Aku pergi karena jika aku terlalu lama tinggal di sini, orang–orang itu mungkin kembali ke sini. Kamu tidak ingin kamarmu dihancurkan, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar Index mengatakan kata–kata  mengerikan dengan mudahnya, Kamijou tidak tahu bagaimana untuk membalasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index pelan–pelan berjalan ke pintu masuk dan keluar. Kamijou mengejarnya dengan panik, berpikir bahwa dia seharusnya membantunya, jadi dia mengecek isi dompetnya. Tapi ternyata isinya cuma 320 yen. Meskipun begitu, Kamijou ingin menjaga Index di sini, di mana dia aman,jadi dia cepat–cepat berlari menuju pintu, tapi kakinya menyandung bingkai pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AH… AWWWWWWW! OOOOOOOOO!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index berbalik ke arah teriakan, dan melihat Kamijou memegang kakinya dan berteriak kesakitan. Sakit di kakinya membuatnya meloncat–loncat, menyebabkan telepon genggamnya jatuh ke lantai. Ketika Kamijou sadar semua sudah terlambat, dan sebuah retakan bisa didengar dari layar kaca HP-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uuuuu… uuuuuuuuuuuuuuuuuuu… Aku benar-benar sial…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin bukan sial, melainkan kikuk?” Index tersenyum, “tapi karena Imagine Breaker-mu nyata, mungkin memang sudah seharusnya begitu, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Apa maksudmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, ini adalah isu dari pihak Sihir, jadi mungkin kamu tidak akan percaya kalau aku mengatakannya,” Index tertawa sambil mengatakan, “jika perlindungan Tuhan dan benang merah takdir benar-benar ada, mereka akan dihancurkan oleh tangan kananmu juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengguncangkan pakaian susternya yang dipasangi peniti, berkata, “Seperti Gereja Berjalan yang aslinya memiliki kekuatan Tuhan. Pakaian ini merupakan perlindungan dari Tuhan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh… apanya yang ‘beruntung’ atau ‘sial’? Bukankah itu hanya kemungkinan dan statistik? Bagaimana mungkin itu benar-“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum dia sempat menyelesaikan pernyataannya Kamijou merasakan listrik statis ketika dia menyetuh gagang pintu, mengagetkan Kamijou dan menyebabkan seluruh tubuhnya berguncang secara refleks. Ototnya gemetar dengan cara yang belum terbiasa, dan betis kanannya kram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Uuuuuuu… “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengerang selama kira–kira enam detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… erm … Suster-san…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tolong jelaskan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Logikanya sebutulnya cukup sederhana,” kata Index seolah-olah hal ini sudah jelas. “Jika kekuatan tangan kananmu itu nyata, berarti adanya kekuatan itu di tangan kananmu akan terus menghapus keberuntunganmu secara terus menerus”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.. Jadi maksudmu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selama tangan kananmu menyentuh udara, kamu akan terus–terusan sial.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AAAAAAHHHHHHHHH! AKU BETUL–BETUL SIAL!!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Kamijou tidak percaya hal ghaib, tapi dia sangat peka dengan kejadian yang disebut kemalangan. Dalam kehidupan sehari–hari Kamijou, dia sering kali begitu sialnya sampai dia mersa seluruh jagad raya memusuhinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan yang berdiri di depan Kamijou Touma yang malang adalah seorang suster berpakaian putih bersih dan bersinar dengan senyuman seperti dewi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua orang yang melihatnya akan memberitahumu bahwa itu ekspresi untuk membuatmu percaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kesialan yang sesungguhanya adalah mempunyai kekuatan itu sejak lahir.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat suster yang tersenyum di depannya, Kamijou tidak bisa menahan air matanya… hei… tunggu dulu, itu bukan maksud yang ingin dia sampaikan… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, aku tidak bicara tentang itu! Kamu… apa kamu punya tempat tinggal lain setelah pergi dari sini? Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi, tapi penyihir–penyihir itu mungkin masih berkeliaran dekat sini, &#039;kan? Rumahku lebih aman. Apa kamu ingin tinggal di sini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan memancing ‘musuh’ jika aku tetap di sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana bisa kamu begitu yakin? Selama kamu tidak menarik perhatian dan tinggal di dalam ruangan ini, kamu tidak akan ketahuan, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak semudah itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index menggenggam kerah pakaiannya dan berkata, “Pakaian ini disebut Gereja Berjalan. Pakaian ini dijaga oleh sihir. Meski Gereja memanggilnya kekuatan Tuhan, sebetulnya itu mirip dengan sihir. Dengan kata lain, ‘musuh’ bisa menggunakan ciri khusus sihir dari Gereja Berjalan dan menemukanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu kenapa kamu memakai apa yang pada dasarnya tidak lebih dari penarik musuh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena tingkat pertahanannya adalah kelas Paus… sebelum dihancurkan oleh tangan kananmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau saja tidak dihancurkan tangan kananmu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku minta maaf… tolong jangan menatapku dengan mata penuh air mata itu… tunggu. Dipikir–pikir, karena Gereja Berjalan-mu dihancurkan oleh tangan kananku, mereka seharusnya tidak bisa melacaknya lagi, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka masih akan tahu kalau Gereja Berjalan-ku hancur. Seperti kataku: Kemampuan pertahanan Gereja Berjalan adalah kelas Paus. Dengan kata lain, seperti sebuah benteng... jika aku adalah ‘musuh’, bahkan jika aku tidak tahu kenapa Benteng Berjalan hancur, aku pasti tidak akan membiarkan kesempatan seperti itu lepas. &#039;Kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu! Bukannya itu adalah alasan yang membuatmu lebih tidak bisa pergi sendirian! Meskipun aku masih tidak percaya apa yang kamu sebut ‘sihir’, tapi jika ‘musuh’ benar–benar mengejarmu, bagaimana bisa aku membiarkanmu membahayakan nyawamu di luar sana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tertegun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ekspresinya, dia betul–betul terlihat seperti gadis biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Maksudmu jika aku akan turun ke neraka, kamu akan menemaniku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tersenyum. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memberikan senyuman yang memilukan hati yang membuat Kamijou terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di belakang kata–kata halus itu ada permohonan tersembunyi; &#039;&#039;tolong jangan terlibat dengan hal ini&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir, aku bukannya tidak punya teman. Selama aku bisa lari ke gereja, orang–orang di sana akan melindungiku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… oh? Lalu… Di mana gereja itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“London.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya itu terlalu jauh? Berapa lama kamu akan lari?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Ah, jangan khawatir! Seharusnya ada beberapa cabang kecil di Jepang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pakaian suster yang penuh peniti itu bergoyang ke sana–sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis kecil yang terlihat seperti ibu rumah tangga yang sering diganggu berkata, “Gereja… ya, sepertinya ada satu di kota ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang biasa yang mendengar kata “gereja” akan segera berpikir tentang bangunan besar tempat pernikahan diadakan. Di Jepang, gereja–gereja itu sangat kecil. Meski berada di Jepang, budaya Kristen belum mengakar di sana, dan dengan seringnya gempa bumi yang dialami Jepang, sulit untuk memepertahankan “bangunan dengan nilai bersejarah”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gereja yang Kamijou lihat dari ujung matanya ketika naik kereta hanyalah kompleks apartemen dengan salib yang didirikan di atap. Awalnya dia malah mengira itu adalah gereja milik para konglomerat baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm… tapi tidak semua gereja bisa… aku termasuk sekte British...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Erm,… dalam arti luas, Agama Kristen sebetulnya dibagi menjadi banyak sekte,” Index menjelaskan dengan canggung, “agama Kristen secara umum dibagi menjadi Katolik dan Protestan. Aku termasuk sisi Katolik, yang dibagi lagi menjadi Gereja Katolik Roma, yang berpusat di Kota Vatikan; Gereja Ortodoks Rusia, yang berpusat di Rusia; dan Gereja Anglikan, yang berpusat di Katedral St. George.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jadi apa yang akan terjadi jika kamu salah masuk?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan diusir,” Kata index dengan dengan senyuman pahit. “Ortodoks Rusia dan Anglikan sebagian besar berpusat di negaranya sendiri, jadi keduanya tidak mempunyai banyak cabang di Jepang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semakin Kamijou mendengar, semakin dia merasa ada sesuatu yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin sebelum Index menyerah karena lapar, dia sudah sudah mengunjungi beberapa gereja dan diusir beberapa kali, memaksanya untuk berlari demi nyawanya? Itu bukan pikiran yang melegakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir. Aku akan baik-baik saja asalkan bisa mencapai gereja milik Anglikan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba–tiba, Kamijou memikirkan kekuatan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi! Jika kamu ada masalah, carilah aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, hanya itu yang bisa dia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun dia punya kekuatan untuk membunuh Tuhan itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mn, aku akan kembali jika lapar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memberikan sebuah senyuman yang seperti bunga morning glory. Senyum sempurna itu membuat Kamijou tidak bisa berkata–kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah robot pembersih mendekat, bergerak mengitari sosok Index, dan melanjutkan perjalanannya ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“YAAAH!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum sempurna hilang dalam sekejap ketika Index jatuh ke belakang. Cara dia bergetar, seperti kakinya terkena kram. *DONG*! Kepala belakangnya menghantam tembok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—! BENDA ANEH BARU SAJA KELUAR BEGITU SAJA…?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Index terisi dengan air mata sambil menjerit, bahkan lupa untuk mengelus kepala belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“KAU BERLEBIHAN! ITU HANYA ROBOT PEMBERSIH!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah robot pembersih yang terlihat seperti silinder logam besar dengan roda di bawahnya, menggunakan pel berbentuk lingkaran untuk membersihkan lantai. Sebuah kamera yang dipasang dekat ujung atasnya membuatnya bisa menghindari penghalang. Semua gadis yang memakai rok mini membencinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Begitu. Jepang bukan hanya negara teknologi, melainkan juga negara di mana bahkan Agathion dimekanisasi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat Index yang terlihat kagum oleh Jepang karena alasan aneh membuat rambut Kamijou berdiri sampai ujungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini Academy City! Kamu bisa melihat benda seperti itu di mana–mana!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Academy City?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar. Bagian barat Tokyo relatif lambat dalam perkembangan, jadi bagian itu dibeli untuk mendirikan kota ini. ‘Kota sekolah’ yang di dalamnya terdapat puluhan universitas dan ratusan SD, SMP, dan SMA.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh sambil melanjutkan, “Delapan puluh persen dari orang yang tinggal di sini adalah siswa, dan semua apartemen yang terlihat seperti kondominium (kompleks apartemen yang sangat besar) sebetulnya adalah asrama siswa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City tidak hanya mendidik siswa dalam bidang akademik, tapi juga menanam kekuatan super dan pengembangan tubuh secara rahasia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Jadi layar di jalanan mungkin agak berbeda dari yang biasa. Mesin penjual makanan otomatis, kincir angin praktis untuk menghasilkan listrik, dan robot pembersih barusan… Ada banyak benda seperti itu yang dikembangkan oleh universitas di sini. Tingkat teknologi di sini kasarnya dua puluh tahun lebih maju dari dunia luar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm… “ Index menatap robot pembersih itu, dan berkata, “Jadi semua bangunan di daerah ini milik Academy City?|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yap… jika kamu mencari Gereja Inggris di sini, nasihatku adalah coba cari di luar kota ini. Gereja di sini sebagian besar mungkin mengajarkan teologi atau psikologis-Jungian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memberikan “Mn” sambil menganggukkan kepalanya. Pada waktu itulah Index baru menggunakan tangannya untuk memegang kepala belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… eg? Ah… eh? Ke… kerudungku hilang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu baru sadar? Kerudungmu jatuh tadi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maksud Kamijou adalah “kamu menjatuhkannya saat ganti baju di bawah selimut”, tapi sepertinya Index mendengarnya sebagai “kamu menjatuhkannya saat kamu ditakuti robot pembersih dan jatuh”. Index mencari di sekitar koridor. Gagal menemukannya, beberapa tanda tanya muncul di atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-HA! Benar! Pasti Agathion mekanis itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index sepertinya telah sepenuhnya salah paham sambil berlari mengejar robot pembersih yang berbelok di ujung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Emm… situasi apa–apaan ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat kembali kamarnya, pada kerudung Index, dan melihat kembali ke koridor; Index sudah menghilang. Sungguh cara yang tidak berperasaan untuk pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu membuatnya memikirkan sesuatu tanpa dasar: Bahkan jika dunia ini hancur, gadis itu masih akan terus bertahan hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitulah pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 5===  &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hai~ Sensei telah membuat beberapa bahan pelajaran, jadi aku akan memberikannya~. Ini akan jadi isi pelajaran hari ini~”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sudah satu semester dia berada di kelas ini, tapi bahkan sekarang, Kamijou masih tidak mempercayainya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Wali kelas 1-7, Tsukuyomi Komoe berdiri di depan meja. Para murid hanya bisa melihat kepala guru ini jika dia berdiri di belakang mejanya. Tingginya 135 cm, dan katanya dia ingin naik &#039;&#039;roller coaster&#039;&#039;, tapi ditolak karena kaitannya dengan keselamatan. Tidak masalah siapa yang melihatnya, semua orang akan merasa bahwa dia adalah seorang anak berumur dua belas tahun yang seharusnya memakai helm keamanan kuning dan membawa tas punggung merah dan sebuah suling soprano. Karena itulah guru yang seperti anak–anak ini termasuk salah satu dari tujuh misteri di sekolah.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Meski aku tidak melarang kalian untuk mengobrol, kalian harus mendengarkan apa yang Sensei katakan, ok~? Sensei sudah bekerja keras untuk menyiapkan semua pertanyaan untuk tes ini. Jika gagal, kamu akan dihukum dengan pelajaran Penglihatan Tembus Pandang.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Sensei, apa kau membicarakan tentang bermain poker dengan penutup mata? Itu, &#039;kan, bagian dai Kurikulum Penglihatan Tembus Pandang! Kudengar kami tidak boleh pulang kecuali bisa menang sepuluh kali berturut–turut meskipun kami tidak bisa melihat kartunya. Kalo begitu kami semua tidak akan bisa pulang sampai besok pagi!”, protes Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ya~ tapi Kamijou, nilaimu untuk pengembangan kekuatan tidak cukup. Jadi kamu tetap harus mengikuti pelajaran Penglihatan Tembus Pandang, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou merasa bahwa dia tidak bisa menangani senyum ala &#039;&#039;salesman&#039;&#039; dari gurunya ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Oo, sepertinya Komoe betul–betul suka padamu Kami-yan...!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Duduk di sebelah Kamijou adalah ketua kelas (laki-laki) dengan rambut biru dan tindikan di telinganya, yang mengatakan sesuatu yang bodoh pada Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Tidakkah kau merasa guru yang dengan senangnya berjinjit dan berbuat iseng di depan papan tulis sedang bersikap memusuhiku....?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa...? Guru manis itu? Apakah ada masalah kalau kamu gagal dalam beberapa mata pelajarannya? Kamu pasti akan mendapat banyak pengalaman jika dimarahi anak kecil seperti itu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ternyata sebutan pedofil tidak cukup untukmu, dasar &#039;&#039;masochist&#039;&#039;!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“AHA— ! Menjadi seorang pedofil hanya satu dari kesenanganku. Aku tidak &#039;&#039;hanya&#039;&#039; suka gadis kecil, tahu~!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Ketika Kamijou hampir merespon dengan ucapan “Dasar kau omnivora pemakan sampah”,&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kalian berdua di sana! Kalian akan bermain Telur Columbus jika terus berbicara!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Telur Columbus ini membutuhkan seseorang untuk menyeimbangkan sebuah telur mentah untuk berdiri di meja tanpa bantuan apa pun. Bahkan murid yang belajar Psikokinesis harus bekerja keras sampai pembuluh darah di otaknya hampir pecah untuk menahan telurnya supaya tidak jatuh; ini karena jika tekanannya terlalu besar, telur itu akan pecah. Dan juga, mereka yang gagal akan harus tinggal sampai keesokan paginya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou dan Aogami Pierce hanya bisa menatap Tsukuyomi Komoe yang berdiri di panggung, bahkan hampir lupa untuk bernapas.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa kalian mengerti~?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sungguh senyum yang mengerikan.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Komoe-sensei sangat membenci orang–orang yang menyebut kata “kecil”, tapi menyukai orang yang memanggilnya “imut”.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Namun, Komoe-sensei tidak keberatan jika murid–muridnya tidak melihatnya sebagai guru. Tentu saja karena di sini adalah Academy City. Delapan puluh persen dari populasi di sini adalah siswa, jadi kota ini bisa disebut Neverland &amp;lt;ref&amp;gt;Neverland di sini mengacu pada pulau fiksi dalam cerita Peter Pan karya J. M. Barrie.&amp;lt;/ref&amp;gt;. Maka, kritik pada guru–guru di sini lebih keras dari sekolah–sekolah lain di luar. Di samping itu, kemampuan siswa di sini diukur dengan kemampuan akademis dan juga kekuatan supernaturalnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Di sini, peran para guru adalah untuk mengembangkan kekuatan para siswanya meskipun mereka sendiri sebetulnya tidak memiliki kekuatan apa pun. Para guru olahraga dan staf pengajar yang seperti instruktur semuanya seperti berasal dari unit militer  negara lain karena mereka bisa menghadapi para siswa Level 3 yang laksana monster dengan menggunakan kekuatan mereka sendiri. Tentu saja, Komoe-sensei, yang mengajar kimia, tidak seperti.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku bilang, Kami-yan…” &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Dimarahi Komoe-sensei, tidakkah membuatmu senang?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Hanya kau yang merasa senang, idiot! Cukup, diam! Musim panas kita akan hancur jika kita dipaksa main dengan telur mentah ketika kita tidak punya kekuatan Psikokinesis! Berhenti memberiku masalah dengan logat Kansai palsu itu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“L-logat Kansai palsu? Kenapa aku harus memalsukan logat Kansai? Aku orang asli dari Osaka~!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Diam! Kau lahir di desa penuh ladang padi! Aku sudah jengkel; berhenti buat aku berpikir untuk berdebat denganmu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“A... A-a-aku tidak lahir di desa ladang padi! Ah... ah... takoyakinya betul – betul enak~”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Berhenti mencoba jadi orang Kansai. Apa kamu juga akan membawa takoyaki hanya supaya lebih terlihat seperti Orang Kansai asli?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa yang kaubicarakan? Orang asli Kansai sekalipun tidak hanya makan takoyaki saja, &#039;kan?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Benar, &#039;kan? Eh, tunggu ... tapi... eh... benar nggak, ya?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kau menunjukkan jati dirimu, dasar orang Kansai palsu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh, dan melihat ke luar jendela.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Jika dia tahu pelajaran tambahan akan begini membosankan, dia pasti sudah menemani Index.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Meski Gereja Berjalan yang dipakai Index bereaksi terhadap tangan kanan Kamijou —baik, penggunaan kata “bereaksi” mungkin agak meremehkan- bukan berarti Kamijou percaya keberadaan sihir. Mungkin 80-90% dari apa yang dikatakan Index dibuat–buat, mungkin dia hanya salah paham setelah melihat fenomena alami sebagai sihir.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tapi...&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Ikan yang lepas selalu terlihat sangat besar...&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh lagi. Dibandingkan dengan terperangkap dalam kelas tanpa AC ini, dia seharusnya mengikuti Index ke dunia fantasi sihir dan pedang pasti lebih menarik. Dan jika dia ambil bagian dalam kegiatannya, mungkin akan ada -agak dipaksakan menyebutnya cantik- pasangan wanita manis untuknya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou ingat kerudung suster yang ditinggalkan Index di kamarnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Pada akhirnya, dia tidak mengembalikannya. Jika dia ingin mengembalikannya, dia masih punya kesempatan. Bahkan jika Index hilang, asalkan dia mencarinya dengan serius, pasti akan ketemu. Bahkan jika dia tidak bisa menemukannya, logis untuk Kamijou mengayun–ayunkan kerudungnyanya sambil berlari di jalanan.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sekarang Kamijou berpikir, sebetulnya Kamijou ingin meninggalkan sesuatu sebagai pengikat mereka berdua. Kamijou diam–diam berharap bahwa suatu hari dia akan kembali untuk mengambil benda yang dilupakannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Ini karena senyum gadis itu begitu sempurna.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Jika dia tidak meninggalkan sesuatu sebagai pengekang mereka berdua, rasanya dia akan menghilang di antara jarinya seperti hantu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou hanya takut pada hal ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
...Apa yang terjadi?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou, yang sedang romantis, tiba–tiba sadar akan sesuatu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou agaknya kejam pada gadis yang bergantungan di pagar balkonnya, tapi dia tidak begitu membenci gadis itu. Dia pastinya merasa sedikit menyesal karena mungkin dia tidak akan bertemu dia lagi di lain waktu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...Ah... sial!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mengatakan “Cheh” dalam mulutnya. Jika tahu akan menyesal sekarang, dia seharusnya memaksanya tinggal sejak dari awal.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Coba pikir, “103.000 grimoir” apa yang tadi dia bicarakan?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Asosiasi sihir itu mengejar Index (Asosiasi? Apa mereka perusahaan swasta?), dia dengar mereka mengejarnya karena “103.000 grimoir” itu- paling tidak, itulah yang dia katakan. Sedangkan bagi Index, dia lari karena nyawanya terancam sambil membawa “103.000 grimoir” itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Yang dibawa Index bukanlah sebuah kunci atau peta tempat semua grimoir itu disimpan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kamijou bertanya di mana buku–buku itu, Index menjawab, “Semuanya di sini”.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“... Apa maksudnya?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou hanya memiringkan kepalanya. Gereja Berjalan yang dipakai Index bereaksi terhadap Imagine Breaker Kamijou, itu berarti bahwa apa yang dikatakannya tidak sepenuhnya salah.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Sensei, Kamijou sedang menatap rok gadis–gadis dari klub tenis!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mendengar Aogami Pierce memalsukan gaya bicara Kansai yang sulit itu, Kamijou melepaskan “Ah” ketika kesadarannya ditarik kembali ke ruang kelas.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Komoe-sensei terdiam.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sepertinya Komoe-sensei betul–betul syok dan sedih karena murid yang bernama Kamijou Touma tidak memperhatikan pelajaran. Ekspresi wajahnya seperti anak kecil berumur dua belas tahun yang baru sadar pada hari musim dingin bahwa Sinterklas itu tidak nyata.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Saat Kamijou memikirkan tentang ini, seluruh isi kelas menatapnya. Sepertinya mereka adalah anggota Asosiasi Pelindung Hak Asasi Anak.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Seharusnya ini pelajaran tambahan musim panas, tapi Kamijou tertahan sampa waktu pembubaran normal.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“... Sungguh sial.”, gumam Kamijou sembari memandang kincir angin dengan tiga baling-baling yang berkerlip terkena sinar matahari senja. Karena sekolah melarang muridnya untuk keluar malam, bus dan kereta terakhir di Academy City adalah saat jam sekolah berakhir. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou, yang tidak berhasil mengejar bus terakhir, hanya bisa menyusuri jalan di kawasan perbelanjaan yang panas dengan lesu. Robot keamanan lewat di depan Kamijou, dan robot itu juga didesain sehingga terlihat seperti tong metal dengan roda di bawahnya. Fungsinya seperti alat pengawas tindak kriminal. Awalnya robot itu didesain seperti robot anak anjing, tapi robot anak anjing terlalu menarik perhatian anak kecil, membuat mereka sulit bergerak. Maka, mereka semua diubah menjadi seperti tong metal. Hm, alasan ini agak lucu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“AH! Akhirnya ketemu, kamu! Oi... tunggu! Berhenti! Aku memanggilmu! Cepat berhenti!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahan terhadap panas di musim panas ketika dia melihat robot keamanan bergerak pelan–pelan di sampingnya, berpikir.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ke mana Index pergi setelah mengejar robot itu?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia tidak sadar kalau teriakan dari belakang itu ditujukan padanya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia hanya merasa sangat berisik di belakangnya, jadi dia menoleh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
[[Image:Index v01 071.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara tersebut keluar dari mulut seorang siswi SMP. Dia mengenakan blus berlengan pendek, sweater musim panas, dan rok lipat. Rambutnya sebahu dan agak bersinar kemerahan karena pantulan sinar matahari senja. Akan tetapi, terlihatnya wajahnya masih lebih merah lagi. Pada saat itu, Kamijou sadar siapa gadis itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...Ah... kamu lagi, Biri-Biri Si Murid SMP.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Berhenti memanggilku Biri-Biri! Namaku Misaka Mikoto! Kenapa kau masih tidak ingat? Aku juga ingat kau memanggilku Biri-Biri saat pertama kali kita bertemu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Pertama kali aku bertemu denganmu...?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mulai mengingat–ingat.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Hm, benar. Pertama kali bertemu dia, dia sedang dipermalukan oleh beberapa berandalan. Ingin menunjukkan semangat Urashima Tarou dengan menasihati mereka supaya tidak mencuri dompet gadis lemah, dia hanya dihadiahi gadis itu dengan reaksi kasar, “Kau terlalu berisik, berhenti menggangguku!” dan menyerangnya dengan ledakan petir. Tentu saja, Kamijou menetralisasinya dengan tangan kanannya, tapi gadis itu kaget... “Eh? Apa yang terjadi? Kenapa tidak kena? Bagaimana kalau ini... eh? Tidak kena juga...”Kejadian demi kejadian terjadi, hingga akhirnya seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“... Eh? Kenapa? Aku tidak begitu sedih, tapi kenapa aku begitu sedih, Ibu?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kenapa kau menatap jauh...?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou agak lelah, karena baru saja menyelesaikan pelajaran tambahannya, jadi dia memutuskan untuk tidak terlalu memikirkan cara dia berurusan dengan Biri-Biri di depannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Seorang gadis menatap Kamijou. Gadis ini adalah gadis Railgun dari kemarin. Dia betul–betul tidak senang kalau kalah dari orang lain, jadi dia datang ke Kamijou untuk balas dendam, tapi pada akhirnya selalu frustrasi.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kau sedang bicara dengan siapa barusan...?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Gadis ini memiliki sifat keras yang tidak mengakui kekalahannya, tapi dia sebetulnya takut sendirian dan sekarang bertugas mengurus hewan peliharaan di kelasnya.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Berhenti mengarang-arang cerita!!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Misaka Mikoto benar–benar frustrasi sampai–sampai dia mengayun-ayunkan tangannya, sehingga menarik perhatian para pejalan kaki di sekitarnya. Sudah bisa ditebak, karena seragam musim panas yang dia kenakan dengan desain yang sebenarnya biasa-biasa saja adalah seragam SMP Tokiwadai, salah satu dari lima sekolah paling bergengsi dan elit di Academy City. Siswi-siswi dari SMP Tokiwadai berkepribadian halus dan sopan. Tapi entah kenapa, mereka sering terlihat sendirian bahkan di stasiun pada jam sibuk. Jadi, akan sangat mengejutkan jika seseorang melihat siswi Tokiwadai duduk di lantai kereta dan bermain dengan telepon genggam mereka seperti penumpang lainnya. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Eh? Oh, ya, ada apa, Biri-Biri? Bukankah ini tanggal 20 Juli? Kenapa masih pakai seragam sekolahmu? Apa kamu juga ikut pelajaran tambahan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ugh… kau…, diam!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku mengerti, kamu tidak merasa bahwa kelinci di kelasmu cukup aman, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Berhenti memasukkan hewan di kepribadianku, dasar berandalan! Akan kubuat kau membayar! Kakimu akan gemetar seperti katak tersetrum listrik! Cepat persiapkan permintaan terakhirmu sekarang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Tidak.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kenapa?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Karena aku bukan pengurus binatang peliharaan di kelas.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kau... masih mempermainkanku?!?!?!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Thomp!*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Si gadis SMP menginjak keras ubin di jalur untuk pejalan kaki.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dalam sekejap, telepon genggam orang–orang yang lewat mengeluarkan suara rusak, kabel televisi di jalan perbelanjaan tiba–tiba terpotong, dan bahkan robot keamanan mengeluarkan suara berisik yang aneh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Rambut dari si siswi SMP mengeluarkan suara yang seperti listrik statis.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Pemakai kekuatan Level 5 yang bisa menembakkan Railgun dari tubuhnya ini memberikan senyum menakutkan seperti hewan buas yang memamerkan taringnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Hmph! Bagaimana? Apa ini memperjelas pikiranmu- Mmmph… !”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou dengan panik menggunakan tangannya untuk menutupi mulut Misaka Mikoto sepenuhnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Di… diam! Tolong jangan katakan apa pun! Tidakkah kamu lihat orang yang telepon genggamnya rusak terlihat tidak senang!? Jika mereka tahu kamu yang melakukannya, kamu harus membayar mereka, apalagi untuk TV kabelnya -siapa tahu berapa yang harus kita bayar!!&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Karena pertemuannya dengan si gadis berambut perak belum lama ini, Kamijou yang biasanya hanya berdoa saat Natal, mulai berdoa kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mungkin doanya berhasil, karena tak seorang pun mendekati Kamijou dan Mikoto.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Saat Kamijou mengeluarkan nafas kelegaannya (Ketika Mikoto mulai sesak karena tangannya),&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Bahaya! Bahaya! Kesalahan Nomor 100231-YF. Ditemukan serangan gelombang elekromagnetik yang melanggar hukum keelektromagnetisan. Keabnormalan sistem terdeteksi. Bisa jadi serangan teroris pengguna elektrik; tolong jangan gunakan peralatan elektronik apa pun.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Imagine Breaker dan Railgun gemetar saat mereka menoleh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tong metal besar di sisi jalan mengeluarkan asap sambil mengeluarkan peringatan yang tidak bisa dimengerti.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sesaat kemudian, robot keamanan mengeluarkan suara sirene yang keras dan melengking.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tentu, mereka harus lari.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Lari melewati lorong, menendang ember air plastik, menakuti kucing hitam, melanjutkan untuk lari ke depan. Tunggu sebentar, aku tidak melakukan hal yang salah, kenapa aku juga lari? Kamijou berpikir saat berlari. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau dia berpikir seperti itu, dia tetap berlari Dia ingat ada program televisi yang memberi tahu kalau harga satu robot keamanan adalah 1,2 juta yen.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Uuu… sialnya! Semua karena aku terlibat dengan orang seperti ini!!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa maksudmu orang seperti ini? Namaku Misaka Mikoto!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Setelah lari ke suatu tempat yang dalam di bagian terdalam dari lorong, keduanya akhirnya berhenti.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Area kosong berbentuk persegi panjang ini  sepertinya dibentuk saat salah satu gedung disingkirkan. Tempat ini sangat cocok untuk bermain basket &#039;&#039;three-on-three&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
‘Kamu terlalu berisik  Biri-Biri! Kaulah orang yang merusak semua alat elektronik di rumahku. Sekarang apa lagi yang kauinginkan!?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Siapa suruh jadi orang menjengkelkan?!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa salahku!? Pernahkah aku berbuat kasar padamu!?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kemarin, Kamijou menggunakan tangan kanannya untuk membendung semua serangan Mikoto, termasuk Railgun, pasir besi yang dikendalikan sehingga mirip pedang cambuk besi, gelombang elektromagnetik kuat yang menarget organ dalam, dan serangan terakhirnya berupa petir yang benar-benar turun dari langit.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tapi semua itu tidak bisa menyakiti Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Selama itu kekuatan supernatural, Kamijou Touma bisa meniadakan semuanya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kau lelah karena kau terus menyerangku. &#039;kan? Staminamu tidak cukup, berhenti menyalahkanku!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“… Ugh…!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mikoto mengertakkan giginya dengan marah, dan berkata, &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“I-itu tidak dihitung sebagai kekalahanku! Aku bahkan tidak diserang sekali pun! Seharusnya ini imbang!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Huuh, tidak butuh. Kamu menang. Meski aku memukulmu karena frustasi, AC rusakku tetap tidak bisa diperbaiki.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ugh…! Tunggu sebentar! Cepat bertarung serius denganku!!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Melihat Mikoto melambaikan tangannya dengan liar sambil meraung, Kamijou mengeluh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kamu yakin aku boleh serius?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mikoto tidak bisa mengatakan apa pun.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou dengan lembut mengepalkan tinjunya, dan membukanya lagi. Gerakan sederhana ini cukup untuk membuat Misaka Mikoto mengeluarkan keringat dingin. Dia bahkan tidak bisa mundur selangkah pun; dia hanya bisa tetap mengakar di tempat itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou bisa menghalangi semua serangan Mikoto begitu saja, tapi Mikoto tidak mengetahui apa kekuatan Kamijou sebenarnya. Baginya Kamijou benar-benar lawan yang megerikan.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Bisa diduga kalau Mikoto akan takut karena Kamijou Touma adalah orang yang bisa menghalangi semua serangan Mikoto selama lebih dari dua jam dan tetap tidak terluka sedikit pun. Sudah tentu dia akan bertanya-tanya apa yang terjadi bila Kamijou serius.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh, lalu mengalihkan pandangannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mikoto sepertinya bisa lepas dari benagg tak terlihat yang seolah-olah mengikatnya saat dia akhirnya mengambil beberapa langkah mundur, satu per satu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“… Kenapa aku… begitu sial…?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Melihat Mikoto begitu takut, Kamijou, terlihat agak sedih, dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Alat listrik di kamarku rusak, bertemu penyihir palsu pagi ini, dan aku bertemu Biri-Biri sore ini…”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Pe… penyihir…? Apa itu…?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou termenung sesaat, dan berkata, &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Hm, aku pun juga ingin tahu…&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Biasanya, Mikoto akan berteriak, “Dasar berandalan, apa kau sedang mempermainkanku!? Atau kekuatan anehmu membakar otakmu?” dan mengeluarkan sejumlah serangan gelombang elektromagnetik. Tapi saat ini, dia hanya bisa mengintip wajah Kamijou dengan takut-takut.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tentu saja, Kamijou hanya menakutinya, tapi melihat dia jadi begitu takut, dia merasa sedikit iba.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
…Penyihir…&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou tiba – tiba mengingatnya. Ketika bicara dengan suster putih itu, kata itu keluar secara alami, tapi sekarang saat dia tidak di sini, Kamijou menyadari betapa jauh kata itu dari kehidupannya saat ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kenapa dia bisa mengatakan kata seperti itu begitu mudahnya ketika dia bersama Index?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Apakah ada atmosfer misterius yang membuat Kamijou percaya padanya secara tidak sadar?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“… Apa yang aku pikirkan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou sepenuhnya mengabaikan Misaka Mikoto si Biri-Biri yang gemetar seperti anak anjing yang menggerutu sendiri.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Takdirnya dengan Index terpotong hanya seperti ini. Dunia ini begitu luas, dan tidak mungkin untuk mengharapkan sebuah pertemuan kebetulan. Tidak ada artinya memikirkan apa arti kata penyihir.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Meski begitu, Kamijou tidak bisa lupa.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia ingat kerudung putih yang dijatuhkan Index di kamarnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Hal terakhir yang dia tinggalkan, pengikat di antara keduanya, terus mengikat hati Kamijou, membuatnya gelisah.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Bahkan Kamijou tidak tahu kenapa dia begitu memikirkannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia seharusnya adalah orang yang bahkan bisa membunuh Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 6===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
320 yen… Kelihatannya dia tidak bisa mendapatkan semangkok besar gyuudon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ukuran sedang, huh…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi para gadis yang terbiasa makan dengan porsi sebesar &#039;&#039;light novel&#039;&#039; mungkin tidak akan mengerti bahwa bagi anak laki–laki yang sedang dalam masa pubertas, gyuudon berukuran sedang hanya bisa disebut kudapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyia–nyiakan waktu dengan si gadis Biri-Biri, Kamijou memasuki restoran gyuudon untuk menyelesaikan &#039;kudapan&#039;-nya, Dengan kembalian yang hanya sebesar 30 yen (termasuk pajak), dia kembali ke depan asramanya di bawah matahari tenggelam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada seorang pun di sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin semuanya sedang bermain–main dengan gila karena saat ini adalah awal liburan musim panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan luar asrama itu terlihat khas seperti apartemen dengan satu ruangan. Dalam gedung persegi panjang ini, ada barisan pintu di dinding di sepanjang koridor. Tidak adanya penutup plastik di pagarnya menunjukkan bahwa bangunan ini adalah asrama laki–laki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu depan dan balkon yang berada di sisi seberang kamar dibangun di samping kanan dan kiri bangunan jika dilihat dari jalan. Dengan kata lain, mereka terletak di sela-sela antara bangunan satu dan yang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski ada sistem kunci otomatis di pintu masuk utama, asrama tetangga jaraknya hanya terpisah dua meter. Menyerang tempat ini mudah. Seperti apa yang dilakukan Index pagi tadi, hanya perlu melompat saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memasuki pintu masuk utama, Kamijou melewati sebuah gudang yang digunakan oleh manajer asrama tersebut sebagai ruangannya, sebelum akhirnya sampai di elevator. Elevator di sini lebih sempit dan lebih kotor dari yang digunakan untuk mengangkat barang–barang di tempat pembangunan. Huruf “R” yang menyimbolkan atap disegel dengan papan logam, untuk mencegah para Romeo dan Juliet naik ke atap di malam hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti oven microwave, elevator mengeluarkan suara “ding” ketika berhenti di lantai tujuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu elevatornya mengeluarkan suara berderak, dan pelan–pelan terbelah dua. Mulai tidak sabar, Kamijou mendorong pintu elevator ke samping. Meskipun ini lantai ketujuh, tidak ada hembusan angin sama sekali. Ditambah lagi, jarak antarbangunan yang sangat dekat membuat hawa di sana makin panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou akhirnya menyadari sesuatu. Di ujung koridor, di depan pintu kamarnya, ada tiga robot pembersih yang berkumpul di sana. Jarang sekali tiga robot berkumpul pada satu tempat yang sama. Apalagi hanya ada lima robot pembersih di asrama ini. Tiga robot ini bergerak mundur dan maju dalam frekuensi yang tetap, dan sepertinya ada yang kotor di bawah sana. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Entah kenapa, Kamijou mendapat firasat buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Robot pembersih besar ini bahkan bisa menyingkirkan permen karet yang tertempel di lantai. Kotoran macam apa yang membuat bahkan tiga mesin itu sulit menyingkirkannya? Apa tetangga samping kamarnya, Tsuchimikado Motoharu demi menyerahkan keperjakaannya, mencoba mabuk untuk bertindak seperti berandalan, dan muntah di depan pintunya layaknya di tiang telepon? Setelah memikirkan ini, Kamijou merasa menggigil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa–apaan yang…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia mempunyai kecenderungan untuk tertarik pada sesuatu yang mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa sadar Kamijou maju beberapa langkah, hingga akhirnya dia melihat hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang gadis sihir Index telah pingsan di sana karena lapar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Umm…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski sebagian ditutupi oleh robot, semua orang bisa tahu kalau suster putih dengan peniti bersinar di seluruh pakaiannya itu sudah pingsan lagi di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga robot tersebut terus memukulkan tubuhnya terhadap Index, tapi dia tidak bergerak sama sekali. Ini semua membuatnya terlihat makin menyedihkan, seperti sedang dipatuk oleh para gagak. Sebetulnya, robot pembersih seharusnya bisa menghindari pejalan kaki dan penghalang, dengan kata lain robot itu tidak memperlakukan Index sebagai manusia. Sungguh kasihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kurasa, ini juga termasuk kesialan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski dia mengatakan ini, jika ada cermin di depannya, Kamijou Touma akan syok karena ekspresinya sendiri. Semua orang akan bilang dia sedang tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping itu, Kamijou masih merasa gelisah. Meski jika hal tentang penyihir ini tidak nyata, ada kemungkinan gadis ini dikejar–kejar oleh anggota kelompok pemujaan misterius baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat dia  begitu saja muncul di depannya dengan cara yang paling alami (khas Index) seperti ini, Kamijou merasa senang. Dan bahkan jika dia mengabaikan kekhawatirannya, hanya melihatnya lagi adalah sesuatu yang patut dijadikan alasan untuk membuatnya senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tiba-tiba ingat satu benda yang ditinggalkannya secara tidak sengaja. Kerudung putih itu. Saat ini, bagi Kamijou, kerudung tersebut bagaikan jimat yang berhasil bekerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi! Apa yang kamu lakukan di sini lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berteriak sambil mulai berlari ke depan. Hanya pemandangan ini saja membuat Kamijou terlihat seperti anak SD yang tidak bisa tidur di malam sebelum bertamasya pada esoknya. Dia mendekatinya selangkah demi selangkah, dan perasaan ini seperti berlari dengan senang untuk membeli RPG pada saat hari rilisnya. Bahkan Kamijou sendiri tidak tahu kenapa dia begitu gembira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index masih belum sadar kalau Kamijou sudah di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat melihat Index seperti ini, Kamijou Touma berpikir bahwa pose itu benar-benar cocok dengannya, dan merasa hal itu sangatlah lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Kamijou akhirnya menyadari bahwa Index sedang terbaring dalam kolam darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ah…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sekejap, bukan kaget yang dia rasakan, melainkan kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya, pandangannya dihalangi oleh para robot pembersih, jadi dia tidak melihatnya. Index, yang sedang terbaring di lantai, memiliki luka berbentuk garis horizontal di dekat pinggangnya. Meskipun jelas bahwa luka itu diakibatkan oleh tebasan pedang, naman lukanya sangat lurus seolah-olah pelakunya menggunakan penggaris dan &#039;&#039;cutter&#039;&#039; untuk melukainya. Juga, ujung rambut peraknya juga terpotong rapi. Bahkan rambut peraknya berubah merah karena terlumur darah yang mengalir keluar dari lukanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, Kamijou bahkan tidak berpikir bahwa itu adalah darah manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semenit lalu, dan semenit kemudian-perbedaan besar pada kenyataan membuat Kamijou bingung. Cairan merah ini… apa ini saus tomat? Apa Index begitu laparnya sampai dia menggunakan tenaga terakhirnya untuk memeras saus tomat? Gambaran ini sungguh lucu, dan Kamijou sangat ingin tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia tidak bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana bisa dia tertawa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga robot mengeluarkan bunyi berdering, bergerak mundur dan maju. Mereka masih membersihkan noda di lantai, cairan merah yang masih mengalir keluar dari tubuh Index dan menyebar di lantai. Seperti mereka menggunakan kain kotor di atas lukanya, mencoba menghisap bagian dalam Index keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berhenti… berhenti! Sial!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou akhirnya menyadari kenyataan saat dia dengan panik mencoba untuk mengangkat satu robot pembersih yang berkumpul di sekitar Index yang terluka parah. Tapi, robot pembersih dibuat berat untuk mencegah mereka dicuri. Ditambah dengan kekuatan yang mereka miliki, sulit untuk menarik mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, robot pembersih itu hanya membersihkan noda yang menyebar di lantai, dan tidak betul–betul menyentuh luka Index. Tapi di mata Kamijou, robot pembersih ini tidak jauh berbeda dari lalat yang berkumpul di sekitar luka yang membusuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski Kamijou mencoba sepenuhnya, sulit untuk menarik satu saja robot pembersih, apalagi tiga. Dan ketika dia mencoba menyingkirkan salah satunya, yang dua masih tetap membersihkan noda merah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah anak laki–laki yang bisa membunuh Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dia malah tidak bisa menangani mainan – mainan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Index tidak mengejeknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir yang sudah mengungu tidak bergerak sedikit pun. Dan mungkin saja dia sudah tidak bernafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial! Sial!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran Kamijou kacau dan dia heran, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang terjadi? Apa kau bercanda?! Siapa orang berengsek yang melakukan ini kepadamu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh? Kami penyihir yang melakukan ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang datang dari belakang sudah jelas tidak datang dari mulut Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou membalikkan badannya dengan keras, dalam  sikap tubuh yang siap bergerak maju.  Elevator… tidak ada. Tapi ada seorang pria berdiri dekat tangga darurat. Sepertinya dia naik lewat tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang pucat yang tingginya sekitar dua meter. Dia terlihat lebih muda dari Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terlihat seumuran dengan Index, sekitar empat belas, lima belas tahun. Melihat tingginya, dia sepertinya orang asing. Mengenai pakaiannya… dia terlihat seperti pendeta dari gereja, dia memakai jubah pendeta hitam. Tapi meskipun dicari di seluruh dunia, sepertinya tidak akan ada seorang pun yang percaya bahwa orang ini adalah seorang pendeta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin dia berdiri melawan angin, karena meski jaraknya paling tidak lima belas meter dari Kamijou, Kamijou sudah bisa  mencium bau &#039;&#039;cologne&#039;&#039; manis. Rambut pirang sebahunya berwarna merah seperti matahari tenggelam, dan ada cincin–cincin  perak di ke-20 jarinya. Dia memakai banyak anting, dan ada aksesoris telepon genggam terlihat bergelantungan di sakunya. Rokoknya yang menyala terlihat bergerak di tepi mulutnya, dan hal yang paling berlebihan adalah dia memiliki tato barcode di bawah mata kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasanya tidak benar untuk memanggilnya pendeta, ataupun memanggilnya berandalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria itu berdiri di koridor. Atmosfer yang mengelilinginya jelas terlihat abnormal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index v01 085.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sana, sepertinya semua logika yang Kamijou tahu tidak lagi cocok, seperti mengikuti aturan yang berbeda. Atmosfer aneh ini terus menyebar seperti sedang dipegang oleh tentakel yang licin dan dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaan yang dirasakan Kamijou saat ini bukan rasa takut atau kemarahan melainkan perasaan bingung dan gelisah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti perasaan saat dompet dicuri ketika berada di luar negeri, penuh keputusasaan dan kesepian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaan seperti terdapat tentakel yang licin dan dingin pelan–pelan menyebar ke seluruh tubuhnya… Jantungnya mulai membeku. Saat ini, Kamijou sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang ini adalah penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat ini telah menjadi dunia lain di mana penyihir benar-benar ada dan nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou bisa menyadarinya hanya dengan sekali lihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun dia masih tidak percaya akan keberadaan penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya saja, Kamijou yakin bahwa orang yang berdiri di hadapannya bukanlah penghuni dari dunia yang biasa dia tinggali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uu? Mmmm… sepertinya serangan gadis itu betul-betul berat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu menggigit rokoknya sambil melihat sekitar, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kudengar Kanzaki yang menebasnya, tapi ini… tadinya aku lega ketika tidak melihat jejak darah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu melihat robot pembersih di belakang Kamijou Touma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index sepertinya ditebas di tempat lain dan berjuang untuk kabur hingga akhirnya bisa sampai ke sini sebelum pingsan. Seharusnya ada jejak darah di mana–mana, tapi sepertinya sudah dibersihkan oleh robot pembersih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi… kenapa…?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou secara tidak sengaja bergumam sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Kamu tanya kenapa dia kembali ke sini? Siapa tahu, mungkin dia lupa sesuatu. Oh, ya, ketika dia kuserang kemarin, kulihat dia masih memakai kerudung. Mungkinkah dia menghilangkannya di suatu tempat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir di depannya betul–betul menggunakan kata–kata “kembali ke sini”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, ketika Index berputar–putar selama seharian, dia sedang diawasi oleh mereka. Mereka bahkan tahu kalau kerudungnya jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengatakan tadi kalau para penyihir bisa merasakan kekuatan sihir dari Gereja Berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia juga berkata tadi kalau para penyihir ini mengikutinya lewat kekuatan supernatural dari Gereja Berjalan. Jadi, mereka juga seharusnya tahu bahwa Gereja Berjalan hancur saat &amp;quot;sinyal&amp;quot;-nya terputus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Index pun seharusnya juga tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sudah tahu, tapi tampaknya dia masih mengandalkan kekuatan pertahanan yang dimiliki oleh Gereja Berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi… kenapa dia di sini lagi? Mengapa dia masih perlu mengambil kembali kerudungnya dari Gereja Berjalan yang tak lagi berguna itu? Tangan kanan Kamijou sudah menghancurkannya, jadi tidak ada gunanya dia mengambil kerudung itu kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Maksudmu jika aku akan turun ke neraka, kamu akan menemaniku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sekejap, semua semuanya menjadi jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou akhirnya ingat. Kerudung dari Gereja Berjalan yang ditinggalkan dalam kamar Kamijou belum disentuh tangan kanan Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, topi itu masih memancarkan energi sihir. Dia pasti khawatir kalau para penyihir akan mengikuti jejak energi sihir itu dan sampai di kamar Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka, dia membuat resiko yang besar untuk “kembali ke sini”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Dasar bodoh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada gunanya mengambil risiko ini. Gereja Berjalan tersebut hancur adalah kesalahan Kamijou. Kamijou sudah tahu kalau kerudung suster itu tertinggal di kamarnya; hanya saja dia tetap meninggalkannya di sana. Dan yang lebih penting… Index tidak punya kewajiban, tugas, ataupun hak untuk melindungi nyawa Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski begitu, dia tetap kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk orang asing, orang bernama Kamijou Touma yang baru dia temui selama tiga puluh menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengambil risiko dengan taruhan nyawanya untuk mencegah Kamijou Touma terlibat dalam pertarungannya melawan para penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Dasar bodoh…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index yang berbaring diam tak bergerak tambah membuat Kamijou geram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya, Index memberi tahu Kamijou bahwa kesialan Kamijou disebabkan oleh tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Kamijou akan secara tidak sadar menghapus semua kekuatan supernatural seperti berkah Tuhan dan benang merah pengikat takdir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Kamijou tidak secara asal menggunakan tangan kanannya untuk menyentuhnya, Gereja Berjalan dari jubah suster itu tidak akan hancur, dan dia tidak perlu membahayakan nyawanya seperti ini untuk kembali ke sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, ini bukan masalah utamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan karena kemampuan yang dimiliki tangan kanan Kamijou, tidak peduli apa Gereja Berjalan hancur atau tidak, ini bukan alasan yang tepat untuk kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini semua karena Kamijou menginginkan suatu ikatan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Andai saja dia mengembalikan kerudung suster itu, semuanya tidak akan jadi seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Oi oi? Jangan melihatku seperti itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rokok di mulut penyihir itu bergerak-gerak ketika dia berkata, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan aku yang menebasnya; yang melakukannya Kanzaki. Dan aku yakin Kanzaki tidak bermaksud untuk melukai dia. Gereja Berjalan yang dikenakannya mempunyai pertahanan mutlak, dan tingkat serangan seperti itu seharusnya tidak meninggalkan bekas padanya… Aku heran bagaimana bisa Gereja Berjalan hancur? Kalau naga St. George belum turun, pelindung setingkat Paus tidak bisa dihancurkan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah bergumam sendiri pada akhirnya, senyum penyihir itu menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, itu hanya untuk sekejap. Saat berikutnya, rokoknya kembali bergerak ke atas karena dia mulai tersenyum di mulutnya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou secara tidak sadar menanyakan pertanyaan yang bahkan dia tidak ingin dijawab oleh orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa…? Aku tidak percaya sihir seperti yang ada di dongeng-dongeng, dan aku tidak terlalu mengerti tentang penyihir atau siapapun kau. Tapi tidak adakah tipe yang baik dan yang jahat? Tidak adakah penyhir yang bertugas melindungi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tahu dengan sangat jelas bahwa, sebagai orang munafik, dia tidak punya hak untuk menanyakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping itu, dia sudah meninggalkan Index dan kembali ke kehidupan normalnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski begitu, Kamijou harus bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian main keroyok hanya demi mengejar gadis kecil ini, mengejarnya ke mana pun dia pergi, dan bahkan melukainya separah ini… Bagaimana bisa kau berdiri di atas keadilanmu setelah melakukan hal seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah kubilang, yang menebasnya bukan aku, melainkan Kanzaki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu betul-betul menggunakan kata-kata sederhana tanpa perasaan menyesal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi, walaupun ada luka ataupun tidak, kami masih harus membawa dia kembali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Membawa… kembali…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak mengerti arti kata–kata ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Ah… Aku mengerti. Aku baru saja mendengar kau mengatakan penyihir, jadi aku anggap kau tahu semuanya! Kurasa dia sebenarnya juga takut melibatkanmu dalam hal ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu menghembuskan asap, dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, kami perlu membawanya kembali. Yah, bukan gadis itu sih yang ingin kami bawa kembali, melainkan 103.000 grimoir yang dibawanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… ‘103.000 grimoir’ itu lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, ya, pandangan agama di negara ini sedikit lemah, jadi mungkin kau tidak mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu tersenyum sambil menjelaskan dengan nada bosan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Index Librorum Prohibitorum adalah katalog dari semua buku sihir jahat yang dirasa oleh Gereja akan mengotori jiwa orang hanya dengan membacanya. Jika gereja mengumumkan bahwa ada banyak buku sihir jahat di dunia, orang masih bisa secara tidak sengaja mendapatkannya jika mereka tidak tahu judulnya, &#039;kan? Maka, gereja dengan sengaja menjadikan gadis itu sebagai tempat untuk &#039;&#039;membawa&#039;&#039; 103.000 buku berbahaya itu. Ah, ya, aku menasihatimu supaya berhati–hati. Untuk negara dengan pandangan yang lemah terhadap agama, buku sihir yang dibawa dia bisa melumpuhkan siapapun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Index jelas tidak membawa buku sihir sama sekali. Dia jelas–jelas hanya mengenakan jubah suster, dan jika dia menyembunyikan buku sihir di dalamnya, orang pasti bisa melihatnya. Di samping itu, bagaimana bisa satu orang membawa 100.000 buku sihir ke mana–mana? 100.000 buku sihir bisa memenuhi satu perpustakaan penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“JANGAN BERCANDA?! DI MANA BUKU SIHIR ITU!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada dalam memorinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu bicara begitu saja,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pernahkah kau dengar ingatan sempurna? Katanya itu adalah kemampuan untuk bisa mengingat segala sesuatu yang telah dilihat meskipun hanya dalam sekejap dan tak akan pernah bisa dilupakan meskipun hanya satu kalimat, bahkan satu huruf pun. Dasarnya, &#039;&#039;scanner&#039;&#039; berwujud manusia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu tertawa, dan bicara dalam nada yang tidak tertarik, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini bukan sihir kami, ataupun kekuatan yang kalian miliki itu; ini hanya kemampuan khususnya. Dalam otaknya terdapat buku sihir dari seluruh dunia: Museum Inggris, Museum Louvre, Museum Vatikan, runtuhan Pataliputra, kota kuno Compiegne, Mont-Saint-Michel Abbey… Buku–buku sihir ini aslinya disegel dan tidak bisa dicuri, &#039;&#039;tapi dia bisa menggunakan mata itu untuk mencuri buku–buku sihir itu&#039;&#039; dan menyimpannya dalam otaknya, seperti perpustakaan sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana mungkin hal seperti ini ada?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Grimoir apa? Ingatan Sempurna apa? Ini semua konyol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, masalahnya bukanlah apakah semua ini nyata, melainkan ada gadis yang ditebas oleh orang–orang yang &#039;&#039;percaya&#039;&#039; pada hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun, dia sendiri tidak memiliki kekuatan sihir, jadi dia tak berbahaya. .”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu dengan senang menggetarkan rokok di mulutnya sambil berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya saja, karena penyetop telah dipersiapkan, berarti gereja pasti memiliki suatu alasan. Tapi, hal seperti ini tidak ada hubungannya dengan penyhir sepertiku. Yang ingin kutekankan hanyalah bahwa 103.000 grimoir itu berbahaya. Pasti akan ada banyak masalah jika dia jatuh ke tangan orang jahat yang ingin menggunakan grimoir-grimoir itu, jadi kami melindunginya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Melin…dungi…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tertegun. Saat ini, Index sedang terbaring dalam kolam darah, tapi bisa-bisanya dia mengatakan hal seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, melindungi. Tak masalah seberapa baik dan bijaksananya dia, gadis itu tetap tidak akan tahan terhadap interogasi dan siksaan dengan obat. Hanya memikirkan kalo dia sampai jatuh ke tangan orang-orang seperti mereka saja sudah membuat hatiku sakit, lho!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian tubuh Kamijou mulai gemetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini bukan hanya kemarahan biasa, rasa merinding mulai muncul di lengan Kamijou. Pria di hadapannya percaya bahwa dia benar. Dia hidup tanpa pernah melihat kesalahannya sendiri. Melihat orang seperti ini, Kamijou merasa dia seperti dilempar ke dalam kolam penuh ribuan siput; rasa mual menyebar di seluruh tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kalimat muncul di pikiran Kamijou: Sebuah kelompok agama fanatik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang – orang ini menyakiti orang lain karena &#039;&#039;khayalan&#039;&#039; tanpa dasar mereka, membuatnya sangat marah, sudah mencapai batas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bajingan…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti merespon terhadap kemarahannya, Kamijou merasa tangan kanannya juga bertambah panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakinya yang sebelumnya seperti tertanam di lantai kini mulai bergerak tanpa sadar. Kamijou menerjang ke arah si penyhir dengan tubuhnya, bagaikan peluru meriam. Tangan kanannya terkepal keras, sampai dia merasa hampir menghancurkan jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Kamijou tidak berguna; tangannya tidak mampu mengalahkan berandalan, tidak bisa meningkatkan nilai tesnya, dan juga tidak bisa membantunya menggoda cewek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi paling tidak tangannya bisa digunakan untuk meninju bajingan yang ada di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namaku Stiyl Magnus- tapi saat ini sebaiknya kusebut namaku Fortis931…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu terlihat tidak bergerak sambil tersenyum ringan, menggetarkan rokoknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, penyihir itu mulai menggumamkan suatu kata–kata dengan lembut, dan dengan ekspresi wajah seperti sedang mengenalkan kucing tersayangnya yang baru saja lahir pada seseorang, dia mulai menjelaskan pada Kamijou,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu nama sihirku. Kurasa kau tidak familier dengan nama sihir, &#039;kan? Untuk suatu alasan, ketika kami para penyihir menggunakan sihir, kami dilarang untuk menyebutkan nama asli kami. Ini adalah tradisi kuno yang diturunkan turun temurun, jadi aku tidak tahu alasan pastinya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keduanya berjarak sekitar lima belas meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma menghapus setengah jaraknya hanya dengan tiga langkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Fortis’… dalam Bahasa Jepang, atinya ‘kuat’; namun demikian, asal katanya tidak penting. Yang penting bagi para penyihir, meneriakkan nama sihirnya tidak hanya berarti kami akan menggunakan sihir; tapi juga mewakili—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou maju dua langkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi senyum penyihir itu tidak menghilang. Mungkin untuknya, Kamijou tidak cukup hebat untuk membuatnya berhenti tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—nama membunuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang penyihir Stiyl Magnus mengeluarkan roko dari mulutnya, dan menjentikkannya ke samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan abu dan nyala api, rokok itu terbang lurus melewati pagar besi, dan menyentuh tembok gedung tetangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah garis oranye mengikuti jejak asapnya, mengenai tembok, dan mengeluarkan percikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenaz (Wahai api) —“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Stiyl membisikkan ini, garis oranye ini tiba – tiba meledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang api muncul dalam wujud garis lurus seolah-olah seseorang menyemprotkan selang kebakaran yang berisi bensin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cat di tembok perlahan menghitam, seperti ada pemantik yang digunakan untuk membakarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya dengan melihatnya, mata Kamijou seperti sedang dibakar. Secara reflek dia berhenti berlari lalu menutupi wajahnya dengan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berhenti begitu mendadak, seolah-olah kakinya telah dipaku di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keraguan muncul dalam benaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imagine Breaker dikatakan bisa menghilangkan kekuatan supernatural apa pun. Bahkan Railgun sang esper Level 5, Biri-Biri, yang bisa menghancurkan tempat perlindungan antinuklir, mampu ditiadakan dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, hanya ada satu masalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou belum pernah melihat kekuatan supernatural selain kekuatan psikis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, dia belum pernah mencoba ini sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Mencobanya pada sihir.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Benarkah tangan kanannya ampuh dalam menghadapi kekuatan aneh seperti sihir?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Purisaz Naupiz Gebo (Berikan berkah dari penderitaan sang raksasa)!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat senyum si penyihir dari celah jari-jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl Magnus tersenyum sambil  mengayunkan pedang apinya ke Kamijou Touma. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat pedang api itu menyentuh Kamijou, pedang api itu kehilangan bentuknya, dan meledak di semua arah seperti letusan gunung api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Panas, kilatan cahaya, ledakan, dan asap muncul di sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa aku sedikit kelewatan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu bergumam sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemandangan di depannya terlihat seperti baru saja dibom. Stiyl menggaruk kepalanya. Dia menoleh ke sana kemari untuk memastikan tidak ada orang yang datang ke tempat itu. Hari ini adalah hari pertama liburan musim panas, jadi hampir semua orang yang tinggal di sini sedang tidak ada di tempat. Tapi jika ada &#039;&#039;hikikomori&#039;&#039; &amp;lt;ref&amp;gt; Orang yang suka mengurung diri di kamarnya&amp;lt;/ref&amp;gt; pasti akan timbul banyak masalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan di depannya dikaburkan oleh asap hitam dan api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dia merasa tidak perlu memeriksa kondisi si bocah. Tubuh manusia akan langsung meleleh sebelum sempat terbakar jika berada pada temperatur di atas 2000 derajat Celsius. Tetapi serangan yang bagaikan api neraka tadi bahkan memiliki suhu sebesar 3000 derajat Celsius. Takdir anak ini sudah pasti seperti pagar besi yang sudah meleleh seperti permen. Tubuhnya pasti sudah tersebar ke segala arah bagaikan permen karet yang menempel di sana-sini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl mengeluh, berpikir,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untungnya aku sengaja membuatnya marah dan menyingkirkannya dari Index. Jika dia menggunakan Index untuk melindungi dirinya, ini akan jadi lebih rumit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dipikir-pikir, dia tidak bisa membawa kembali Index sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl mengeluh lagi. Tembok api di depannya menghalanginya langkahnya untuk sampai ke tempat Index berada.  Jika ada tangga darurat di sisi lainnya, dia bisa saja memutar dan menggunakannya, tapi bisa saja Index akan menemui ajalnya jika dia tertangkap dalam api ketika dia sedang memutar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl menggelengkan kepalanya dengan enggan. Setelah itu, dia mencoba melihat lewat asap tebal itu dan berkata, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf mengganggumu, tapi kau telah gagal. Melihat standarmu, sepertinya kau tidak akan bisa mengalahkanku walau kita bertarung 1000 kali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa katamu… yang tidak tidak bisa mengalahkanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang keluar dari api neraka menyebabkan sang penyihir membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*BOOM!*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Diawali dengan suara seperti raungan, dinding api dan asap mulai berputar-putar, hingga akhirnya lenyap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti tornado yang tiba–tiba muncul di tengah–tengah api dan asap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma berdiri di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagar besi  meleleh seperti permen, cat di lantai dan tembok menjadi terkelupas, dan cahaya yang meleleh di bawah panas yang luar biasa terus menitik ke bawah, tapi dalam neraka yang berapi–api ini, anak laki–laki itu masih berdiri di sana tanpa terluka sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, apa yang aku takutkan…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan kesal memelintir bibirnya sambil bergumam pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah tangan kanan ini yang menghancurkan Gereja Berjalan milik Index… ?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, Kamijou tidak mengerti apa itu sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak mengerti bagaimana sihir bekerja, dan tidak mengerti konveksi macam apa yang bekerja di udara yang tak terlihat. Bahkan jika ada seseorang yang menjelaskan padanya, dia hanya akan tahu sekitar setengahnya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Kamijou si idiot ini tahu satu hal:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, sihir tetaplah kekuatan supernatural.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Api merah terang yang tertiup pergi belum sepenuhnya padam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Api yang tersisa mengelilingi Kamijou seperti lingkaran sempurna, terus membakar. Tapi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menyingkirlah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengatakan ini sambil menyentuh api itu dengan tangan kanannya, dan dalam sekejap, api sihir yang panasnya melebihi 3000 derajat Celcius itu menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti meniup semua lilin yang ada di kue ulang tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma melihat penyihir yang ada di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir di depannya mulai terlihat kebingungan seperti manusia normal jika melihat peristiwa tak teduga seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, para penyihir itu juga manusia biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka akan merasa sakit jika dipukul, mereka akan berdarah jika dilukai dengan pisau murah sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Mereka hanyalah manusia biasa&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaki Kamijou tak lagi dipenuhi rasa ketakutan dan tubuhnya tak lagi dibekukan oleh kengeriannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan dan kaki Kamijou mulai bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BERGERAK!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ugh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di lain pihak, Stiyl merasa takut melihat fenomena yang tidak bisa dijelaskan ini, dan mengambil satu langkah mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat sekelilingnya, serangan itu sepertinya tidak memiliki celah. Jika begitu, apa anak laki–laki ini sekuat itu hingga bisa menahan suhu 3000 derajat Celsius? Tidak, manusia tidak bisa bertahan terhadap api itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma tidak peduli apa yang Stiyl pikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tangan kanan yang dikepalkan sekeras batu, Kamijou pelan–pelan bergerak ke arah Stiyl, mengambil selangkah maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cheh!’”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl mengayunkan tangan kanannya secara horizontal, dan membuat pedang api baru, menerbangkannya ke arah Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang itu meledak lagi. Api dan asap bertebaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi setelah api dan asap menyebar, Kamijou Touma masih berdiri di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Jangan–jangan… dia bisa menggunakan sihir?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl bergumam sendiri. Tapi, dia cepat–cepat menyangkal asumsi itu. Tak mungkin ada penyihir di negara ini yang tahu lebih banyak tentang Natal daripada sihir, padahal Natal yang mereka ketahui hanya sebatas hari untuk berkencan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan… dan di samping itu… jika Index, yang tidak memiliki kekuatan sihir, bersekutu dengan penyihir lain, dia tidak perlu kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semengerikan itulah memori yang dimiliki Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
103.000 grimoir yang dibawanya bahkan lebih berbahaya dari senjata nuklir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua nyawa akan mati, apel akan selalu jatuh, 1 ditambah 1 akan selalu sama dengan 2. Dengan grimoir-grimoir itu, kau bisa mengubah hukum yang seharusnya alami dan tak mungkin bisa diubah tersebut. Hukum tersebut bisa dihancurkan lalu ditulis ulang kembali untuk menciptakan suatu hukum baru. Kau bisa membuat 1 ditambah 1  menjadi 3, apel–apel akan jatuh ke atas, dan nyawa yang sudah mati dapat dihidupkan kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang penyihir yang bisa melakukan ini disebut Majin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini tidak merujuk pada dewa dunia iblis&amp;lt;ref&amp;gt;(魔神 Majin, lit. &amp;quot;Magic God&amp;quot;) Kanji pertama bisa berarti sihir atau iblis&amp;lt;/ref&amp;gt;, tapi pada penyihir yang telah benar-benar menguasai sihir hingga sampai pada taraf telah memasuki wilayah Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Dewa Sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau begitu, dia tidak bisa merasakan kekuatan sihir apa pun dari anak ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia seharusnya bisa mengatahui jika anak ini adalah seorang penyhir hanya dengan sekali lihat, tapi anak di depannya itu tidak memiliki &#039;&#039;bau&#039;&#039; milik dunia yang sama dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, bagaimana dia melakukannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menyembunyikan gemetarannya, Stiyl mengayunkan pedang apinya pada Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, pedangnya tidak meledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggunakan tangna kanannya untuk memukul pedang api itu seperti sedang mengusir lalat, dan pada waktu itu, pedang api itu hancur berantakan seperti kaca pecah, dan lenyap dari udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang api bersuhu 3000 derajat Celsius telah dihancurkan oleh tangan kanan yang tidak ditingkatkan kekuatannya oleh sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Ah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba–tiba, betul–betul tiba–tiba, Stiyl Magnus memikirkan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gereja Berjalan di pakaian suster Index mempunyai &#039;&#039;barrier&#039;&#039; kelas Paus, dan kekuatannya bisa menandingi Katedral London. &#039;&#039;Barrier&#039;&#039; ini dikatakan tidak bisa dirusak kalau naga St. George belum turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Gereja Berjalan Index telah sepenuhnya hancur. Terbukti dari Kanzaki yang mampu menebasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa yang melakukannya? Dan Bagaimana?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou sudah berada tepat di depan Stiyl.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu langkah lagi, dan dia akan ada dalam jangkauan tinjunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...MTWOFFTO (Satu dari lima elemen yang membentuk dunia), IIGOIIF (oh pencipta api agung)...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl mulai mengeluarkan keringat dingin. Untuknya, organisme yang memakai seragam musim panas dan memiliki bentuk manusia ini mungkin bukan manusia di balik kulitnya, tapi suatu material misterius dan tebal. Memikirkan tentang ini, dia merasa dingin mengalir di tulang belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“IIBOL (Cahaya penyelamatan yang melahirkan kehidupan),AIIAOE (Cahaya penghukum yang menghukum para penjahat)… IIMH (Dengan membawa kedamaian dan keseimbangan pada waktu yang sama),AIIBOD (juga menghancurkan kemalangan gelap dan dingin)… IINF (Api adalah namanya),IIMS (pedang adalah gelarnya)! ICR (Terbentuklah),MMBOP (Jadilah kekuatan yang memakan tubuhku ) —!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian dada dari jubah pendeta Stiyl mulai robek, dan suatu kekuatan dari dalam menyebabkan kancing bajunya lepas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*BOOM!*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Sebuah ledakan besar bisa didengar- hasil dari api menyerap oksigen. Sebuah gumpalan api raksasa keluar dari dalam mantelnya. Itu bukan sekadar gumpalan api biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di pusat api merah terang terdapat suatu inti yang setebal dan sehitam-pekat minyak yang terus menitik. Inti itu terlihat seperti manusia, dan inti yang terus terbakar ini membuat orang berpikir tentang burung di laut yang dinodai oleh minyak setelah ada kecelakaan kapal tanker di laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namanya adalah Innocentius, artinya adalah ”Kau pasti kubunuh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang dewa api raksasa dengan niat membunuh itu merentangkan kedua tangannya, menerjang Kamijou Touma seperti sebuah meriam—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“JANGAN MENGHALANGIKU!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*THOMP!*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan kesal mengayunkan punggung tangannya, seperti mendorong jaring laba–laba ke samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan mudahnya menghancurkan kartu truf terakhir Stiyl Magnus. Sang manusia minyak yang seperti dewa api raksasa ini meledak lalu tersebar di lantai, seperti bola air yang ditusuk jarum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, Kamijou Touma tidak mengambil langkah ke depan. Tentu saja, tidak ada suatu alasan jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou hanya melihat Stiyl terus tertawa terkekeh–kekeh bahkan setelah kartu andalannya sudah ditangani. Ekspresi ini membuat Kamijou takut untuk mengambil langkah terakhir dengan mudahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara cairan kental bergelembung bisa didengar di seluruh tempat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… ?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou panik sambil mundur selangkah. Pada saat itu, buih hitam berkumpul dari seluruh tempat, dan kembali membentuk sebuah bentuk manusia.&lt;br /&gt;
Jika dia sudah mengambil langkah maju, dia pasti sudah diserang dari semua arah oleh api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou bingung dengan apa yang terjadi di handapannya. Jika pernyataannya tentang efek Imagine Breaker dari tangan kanannya itu benar, maka bahkan keajaiban yang digambarkan di legenda pun bisa dihancurkan. Selama sihir juga disebut kekuatan supernatural, seharusnya kekuatan itu menghilang sepenuhnya setelah tersentuh sekali, tapi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minyak dalam api itu bergerak, berubah bentuk, dan akhirnya membentuk sebuah raksasa yang membawa pedang 2 tangan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, itu bukan pedang, melainkan salib raksasa yang panjangnya lebih dari  2 meter dan biasa digunakan untuk menyalib seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raksasa itu mengangkat salib itu dengan kedua tangannya, dan menghantamkannya kepada Kamijou seperti kapak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan cepat menggunakan tangan kanannya untuk menepisnya. Di samping kemampuan tangan kanannya, Kamijou hanya seorang murid SMA biasa. Melihat serangan yang datang seperti ini, dia tidak bisa melihat dengan jelas dan menghindarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*CLANG!*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Salib dan tangan kanan bertabrakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, salib itu tidak menghilang. Kamijou merasa tangan kanannya seperti memegang lapisan karet. Akan tetapi, dia merasa tangan kanannya tidak akan bertahan lama. Di samping itu, musuhnya menggunakan dua tangan, dan Kamijou hanya bisa menggunakan satu. Salib api itu mulai mendekati Kamijou dari atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou, yang tidak tahu apa yang terjadi, menyadari sesuatu. Benda bertubuh api yang disebut Innocentius ini bereaksi terhadap tangan kanan Kamijou, tapi dia bisa langsung hidup kembali setelah dihancurkan. Waktu di antara penghancuran dan kebangkitannya bahkan sepertinya tidak sampai sepersepuluh detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemampuan tangan kanannya telah tersegel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali dia melepaskan tangan kanannya, Kamijou akan dibakar menjadi debu oleh Innocentius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Rune&#039;&#039;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou sepertinya mendengar sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Situasi tegang ini membuatnya tidak bisa menoleh ke belakang. Namun, Kamijou bisa mendengar suara orang yang bicara itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ke-24 huruf yang melambangkan misteri dan rahasia telah digunakan sebagai bahasa sihir oleh orang–orang Jerman  sejab abad ke-2, dan dikatakan bahwa bahasa itu adalah asal-muasal bahasa Inggris Kuno.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski Kamijou bisa mendengar suara Index, dia masih tidak bisa percaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan keadaan tubuhnya yang seperti itu, kenapa dia bisa bicara dengan begitu tenang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Menyerang Innocentius secara langsung tidak efektif. Sebelum ukiran &#039;&#039;rune&#039;&#039; di lantai, atap, dan dinding dihapus, dia akan terus hidup kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggunakan tangan kirinya untuk memegang lengan kanannya, nyaris tidak bisa menahan salib itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan takut-takut, dia menatap ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu masih berbaring di sana. Tapi, Kamijou tidak bisa memanggil-“nya” Index karena mata gadis itu tampak seperti robot tanpa emosi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan setiap kata yang dikatakan gadis itu, lukanya terus mengeluarkan darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, gadis itu tidak peduli pada luka di punggungnya; dia seperti sebuah mesin yang dirancang untuk menjelaskan sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau… k- kau Index, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Aku adalah perpustakaan sihir yang tergabung dengan Sektor 0 dari Anglikan Inggris, ‘Necessarius’. Nama diriku adalah Index Librorum Prohibitorum, tapi dapat disingkat Index.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat bagaimana perpustakaan sihir bernama bertindak seperti ini, Kamijou merasa seluruh tubuhnya dingin, bahkan lupa kalau dia hampir dihancurkan oleh dewa api raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah mengakhiri pengenalan diri, jadi aku akan kembali pada penjelasan tentang &#039;&#039;rune&#039;&#039;. Sederhananya, mereka seperti pantulan bulan di danau; walaupun seseorang menggunakan pedang untuk menebasnya, itu tidak ada artinya. Jika seseorang ingin memotong bulan di air, mereka harus menghancurkan bulan yang asli di langit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Index mengatakan ini, Kamijou ingat pada musuh di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa maksudnya bahwa ini bukan tubuh utama dari kekuatan supernatural ini? Seperti hubungan antara film dan foto, akankah sang dewa api raksasa terus hidup kembali jika kekuatan supernatural lain yang membuatnya hidup kembali dihancurkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, Kamijou tetap belum percaya sepenuhnya pada perkataan Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tetap mengganggap sihir itu tidak nyata meskipun telah mengalami semua kejadian ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengingat tangan kanannya telah disegel oleh Innocentius, Kamijou terjebak dan tidak bisa bergerak sedikit pun. Namu dia bisa tetap mencoba menguji perkataan Index. Dalam keadaan Index yang seperti ini, tidak mungkin Kamijou meminta bantuan darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Abu menjadi abu… “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou terbelalak. Dari balik dewa api raksasa, Stiyl membuat pedang api dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Debu menjadi debu… “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pedang api berwarna biru keputihan muncul di tangan kirinya; tidak ada suara yang dibuatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Squeamish Bloody Rood!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan teriakan yang penuh semangat, dua pedang api diayunkan secara horizontal ke arah sang dewa api raksasa dari kanan dan kiri seperti sebuah gunting. Kamijou, yang tangan kanannya disegel oleh Innocentius, tidak bisa menahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sial… sial… Harus kabur dulu—!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma bahkan tidak diberi kesempatan untuk berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua pedang api mengenai dewa api raksasa, dan, seperti bom raksasa yang sudah disulut, sebuah ledakan besar terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 7===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika api dan asap lenyap, keadaan sekeliling terlihat seperti neraka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagar besi melumer layaknya permen, bahkan ubin di lantainya telah meleleh menjadi sesuatu seperti lem. Cat pada dinding terkelupas hingga semennya terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si bocah tak terlihat di mana pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biar begitu, Stiyl mendengar langkah kaki seseorang yang berlari sepanjang tangga turun koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Innocentius,&amp;quot; bisiknya dan api yang menjalar di sekitar kembali ke bentuk manusia, pergi menuju tangga, dan mengikuti langkah kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl terlihat takjub. Tak ada yang sehebat itu bisa terjadi. Sesaat sebelum ledakan,  ketika Stiyl mengayunkan dua pedang apinya hingga menembus dewa api raksasa, Kamijou telah kabur dengan tangan kanannya dan melompati tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia jatuh, ia menggenggam tangga satu lantai di bawahnya dan menarik dirinya sendiri ke koridor. Dia menariknya dengan keberanian murni, ya .. itu terbilang nekat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl tersenyum lembut. Kamijou kini tahu kelemahan &#039;&#039;rune&#039;&#039; berkat pengetahuan dari 103,000 grimoir milik Index. Seperti yang dia bilang, sihir &#039;&#039;rune&#039;&#039; yang Stiyl gunakan telah diaktifkan oleh ukiran itu. Bisa juga diartikan bahwa dengan menghapus ukiran itu akan meniadakan bahkan sihir yang terhebat sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi apa?&amp;quot; Ekspresi Stiyl nampak tidak cemas. &amp;quot;Kau tak akan bisa melakukannya. Mustahil bagimu untuk menghapus seluruh &#039;&#039;rune&#039;&#039; yang diukir di bangunan ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A..Aku kira, aku benar-benar akan mati tadi!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melompat ke pagar lantai 7 dengan nekat, jantung Kamijou masih berdebar dalam dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia berlari menyusuri koridor, dia melihat sekitar. Dia belum benar-benar percaya pada apa yang Index katakan. Dia hanya mencoba untuk menjauh dari Innocentius agar dia bisa mendapat beberapa waktu untuk mempersiapkan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sialan! Apa apaan ini!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sulit bagi Kamijou untuk tidak berteriak ketika dia melihat apa yang ada di hadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak perlu bertanya-tanya di mana &#039;&#039;rune&#039;&#039; itu terukir pada gedung asrama. Faktanya, dia telah menemukan mereka. Mereka ada di lantai, di pintu, dan di tabung pemadam api. Secarik kertas sekitar ukuran kartu telepon tersangkut di seluruh bangunan seperti Hoichi si Tanpa Telinga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan saran Index (dia sebenarnya tidak suka harus mengingat wajah Index yang mirip boneka saat memberinya saran), dia menduga bahwa sihir itu seperti sinyal pemblokir yang kemudian disebut sebagai &#039;&#039;barrier&#039;&#039; dan &#039;&#039;rune&#039;&#039; seperti antena yang mengirimkan sinyal. Tapi bisakah dia menyobek satu per satu dari puluhan ribu &amp;quot;antena&amp;quot;?.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan deruan oksigen yang terhisap, sebuah api berbentuk manusia jatuh ke sisi berlawanan dari pagar besi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sial!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dia tertangkap lagi, dia tidak akan bisa menyobek kertas-kertas itu. Kamijou cepat-cepat melesat ke tangga darurat di sisinya. Saat melompat lebih jauh ke bawah, dia bisa melihat carikan kertas ditempel di pojokan tangga dan atap dengan simbol aneh tertulis di sana. Simbol itu pasti adalah &#039;&#039;rune&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka jelas-jelas telah diproduksi masal dengan mesin fotokopi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou hampir meneriakkan &amp;quot;Bagaimana sebuah salinan sampah seperti itu bisa berkerja!?&amp;quot; tapi ia ingat bahwa lampiran di &#039;&#039;manga shoujo&#039;&#039; bisa digunakan untuk ramalan tarot dan bahkan kitab diproduksi masal di toko percetakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tau kan... hal gaib itu gak wajar)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia merasa ingin menangis. Puluhan ribu &amp;quot;ukiran &#039;&#039;rune&#039;&#039;&amp;quot; itu agaknya tertempel di seluruh gedung. Bisakah dia menemukannya satu per satu? Saat ini pun, Stiyl masih terus menempelkan kertas kopian di gedung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan-akan ingin memutuskan rangkaian pikirannya, Innocentius melompat dari tangga di atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sial!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menyerah untuk melanjutkan menuruni anak tangga dan berlari menuju koridor di samping. Ketika dewa api raksasa mendarat di lantai, api menyebar di sekitar dan mengisi koridor bahkan saat api itu memantul karena menghantam lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koridor itu lurus, dan Kamijou tak mungkin lolos dari Innocentius jika hanya mengandalkan kecepatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat jalan masuk menuju tangga darurat. Berdasarkan papan penunjuk, dia berada di lantai kedua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan auman, Innocentius menerjang maju untuk menangkap tangan kanan Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu-uwah!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukannya menggunakan tangan kanannya atau berlari spanjang koridor, Kamijou malah memilih melompati tangga lantai kedua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Kamijou melompat, dia baru sadar bahwa di bawah adalah aspal dan ada beberapa sepeda yang berhenti di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Waaaaaaaahhhhhhhhh!!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berhasil mendarat di antara dua sepada, tapi tetap saja dia masih mendarat di aspal yang keras. Dia mencoba untuk menekuk lututnya untuk meredam jatuhnya, tapi dia mendengar suara yang tak enak dari pergelangan kakinya. Dia hanya melompat dari lantai dua, sehingga kakainya tidak ada yang patah. Namun, tampaknya dia melukai kedua pergelangan kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendengar deruan api yang menghisap oksigen datang dari atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou bergegas berdiri, sambil menendangi sepeda, namun pengejarnya tidak juga turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat ke atas dengan muka heran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih membuat suara raungan, Innocentius bergelantungan di tangga lantai kedua dan memerhatikan Kamijou yang ada di bawah. Seperti ada tembok tak terlihat yang menahannya untuk mengikuti Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rupanya, &#039;&#039;rune&#039;&#039; itu hanya diletakan di gedung asrama. Kamijou berhasil untuk kabur dari api Stiyl dengan meninggalkan gedung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat hal tersebut, sepertinya dia kini tahu sedikit tentang sistem tak terlihat dari sihir. Dia tidak sedang melawan musuh tak masuk akal seperti penyihir di RPG yang bisa melakukan apa pun dengan merapalkan mantra. Malah, lawannya bertindak  berdasarkan peraturan yang sama dengan PSY yang  Kamijou tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menghelas napas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah nyawanya terbebas dari segala ancaman, Kamijou merasa lemas. Dia duduk di tanah tanpa pikir panjang. Dia sama sekali tidak takut. Malahan, dia diserang oleh perasaan lain yang lebih seperti kelelahan. Dia mulai berpikiran jika dia bisa kabur dari bahaya hanya dengan melarikan diri saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tahu, polisi&amp;quot; oceh Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa ia tidak memikirkan itu sebelumnya? Polisi Academy City bisa dibilang unit spesial anti-esper. Kamijou bisa saja melaporkannya kepada mereka daripada harus membahayakan hidupnya sndiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengecek saku celananya, tapi telepon genggamnya telah diremukkan oleh kakinya sendiri pagi itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou memerhatikan jalan. Dia mencari telepon umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak melakukan itu untuk melarikan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Maksudmu jika aku akan turun ke neraka, kamu akan menemaniku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kata itu masih menancap di dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sama sekali tidak melakukan sesuatu yang salah. Dia sama sekali tidak melakukan sesuatu yang salah. Tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam situasi yang sama, Index kembali untuk Kamijou Touma. Kamijou hanya tak bisa memercayai dia telah mengalami kejadian berbahaya bersama orang asing yang baru dia kenal tak lebih dari setengah jam itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sialan. Itu benar. Jika aku tidak ingin mengikutimu ke dasar neraka,&amp;quot; Kamijou tersenyum, &amp;quot;aku hanya perlu membawa mu keluar dari sana.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia merasa sudah saatnya dia mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak tahu bagaimana sihir bekerja, tapi dia tidak perlu tahu apa yang terjadi di tempat yang tidak bisa dia lihat. Dia bisa mengirim &#039;&#039;email&#039;&#039; tanpa perlu diagram sirkuit pada HPnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Haaah. Setelah mengerti hal itu, ternyata sihir cuma biasa-biasa saja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tahu harus berbuat apa, jadi sekarang dia hanya cukup mencobanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan bila dia gagal, itu masih lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pagar besi membengkok lalu patah. Patahan yang berkilau jingga itu jatuh ke bawah.  Kamijou dengan segera berguling menjauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mungkin sudah sadar, tapi dia masih harus melakukan sesuatu pada Innocentius itu sebelum bisa menyelamatkan Index. Masalah sebenarnya terletak pada puluhan ribu &#039;&#039;rune&#039;&#039; itu. Bisakah dia menyobek semua kertas yang tertempel di gedung?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau tahu, aku kaget alarm kebakaran tidak berbunyi setelah semua apa yang terjadi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengatakan itu tanpa pikir panjang, tapi Kamijou Touma membatu saat dia mengucapkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alarm kebakaran?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alarm kebakaran yang terpasang di sekeliling gedung tidak ada yang berbunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tengah-tengah deruan suara bagaikan badai yang terdengar sekeras serangan bom, Stiyl melihat langit-langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, &#039;&#039;sprinkler&#039;&#039; yang terpasang di langit-langit menyemprotkan air laksana badai hujan buatan. Karena merasa pemadam kebakaran akan terlalu merepotkan jika sampai datang, Stiyl telah menuliskan perintahnya kepada Innocentius agar ia tidak menyentuh sensor keamanan. Itu berarti Kamijou Touma-lah yang menekan tombol alarm kebakaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah dia pikir dengan begitu dia dapat mematikan api Innocentius?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemikiran seperti itu sangat konyol, tapi si penyihir yang basah kunyup hanya karena alasan tak masuk akal seperti merasa sangat marah dan jengkel hingga rasanya pembuluh darah di dalam kepalanya akan pecah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl memerhatikan alarm kebakaran merah pada dinding dengan jengkel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya mudah untuk mematikan alarmnya, tapi dia tidak bisa menghentikannya sendiri. Karena sekarang sedang liburan musim panas, sebagian besar penghuni asrama tidak ada di tempat, tapi akan sangat merepotkan bila pemadam kebakaran sampai datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Hm.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl memeriksa sekitar dan lalu dengan cepat membawa Index dan pergi. Tujuannya adalah membawa kembali Index, jadi tak ada alasan dia sampai harus terlihat sebagai pembunuh Kamijou. Dengan waktu yang tersisa sebelum pemadam kebakaran datang, dia bisa meninggalkan Innocentius  dalam mode pengejaran otomatis dan bocah itu akan mendapatkan pelukan api nyaman yang akan membuatnya menjadi arang atau abu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ini tidak berarti elevator terhenti, &#039;kan?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendengar bahwa elevator dibuat berhenti bila dalam keadaan darurat. Jika benar, itu akan membuat Stiyl frustasi. Dia sekarang berada di lantai 7. Walaupun Index adalah seorang gadis, menggendong orang pingsan turun lewat tangga akan sanggat melelahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa dia lega saat mendengar bunyi ding seperti microwave yang datang dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dia menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa itu? Siapa yang berada dalam elevator?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah malam libur musim panas dan dia sudah mengecek untuk meyakinkan bahwa semua siswa telah meninggalkan asrama, sehingga gedung telah sepi. Lalu siapa itu dan mengapa mereka memerlukan elevator?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu elevator berdering saat terbuka. Sebuah langkah kaki di lantai yang basah karena siraman air dari &#039;&#039;sprinkle&#039;&#039; bergema di sepanjang lorong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl memutar tubuhnya perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sama tidak tahu kenapa badannya gemetaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma berdiri di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apa? Apa yang terjadi pada Innocentius?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikirannya berputar-putar dengan kacau di kepala Stiyl. Innocentius bisa diibaratkan rudal pengejar pada pesawat tempur. Setelah sasarannya terkunci, takkan ada yang bisa menghindarinya. Tak peduli kau lari atau sembunyi, ia akan menggunakan api 3000 derajat celsius-nya untuk melelehkan semua dinding maupun rintangan, wala penghalangnya terbuat dari baja sekalipun, dan akan terus mengejarmu. Seharusnya takkan bisa lolos hanya dengan  sekadar berlari di sekitar gedung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi ternyata Kamijou Touma berdiri di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berdiri di sana tak terpengaruh, tak terhentikan, tak terbantahkan, dan yang paling penting, seorang musuh alami yang tanpa keraguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jika dipikir, &#039;&#039;rune&#039;&#039; seharusnya terukir di dinding atau di lantai, &#039;kan?&amp;quot; kata Kamijou saat hujan buatan yang dingin menghujaninya. &amp;quot;Sungguh, kau itu benar-benar hebat. Sejujurnya, aku tak akan menang jika kau mengukirnya dengan sebuah pisau. Silakan menyombongkan diri kalau mau.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saatnya dia berbicara, Kamijou Touma mengangkat tangan kanannya dan menunjuk ke atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menunjuk ke langit-langit. Ke &#039;&#039;sprinkle&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Tidak Mungkin! Api bersuhu 3000 derajat tak akan bisa dipadamkan dengan itu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan bodoh. Bukan apinya. Bagaimana kau menempelkan benda itu segala tempat di gedung ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl lalu mengingat kembali puluhan ribu kertas &#039;&#039;rune&#039;&#039; yang ia pasang di asrama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kertas lemah pada air. Bahkan anak TK pun tahu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menyemprotkan air ke seluruh gedung dengan &#039;&#039;sprinkle&#039;&#039;, tidak masalah jika ada puluhan ribu &#039;&#039;rune&#039;&#039; di sana. Dia tidak perlu berlari mengelilingi gedung. Bahkan, dia bisa menekan satu tombol dan menghancurkan semua carikan kertas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Otot muka si penyihir pun kejang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Innocentius!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekejap setalah dia meneriakkan itu, pintu elevator di belakang Kamijou meleleh seperti permen dan si dewa api raksasa merayap sepanjang koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiap kali tetesan air jatuh ke badan apinya, tetesan-tetesan itu menguap dengan suara dengusan buas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha Ha Ha. Ah ha ha ha ha ha! Hebat! Kau punya indra bertarung seorang genius! Tapi kau kurang pengalaman. Kertas kopian tidak sama dengan kertas toilet. Hanya karena sedikit basah, kertas-kertas itu tidak akan benar-benar terlarut!&amp;quot; Si penyihir melebarkan tangannya ketika tawa meledak dari mulutnya lalu dia berteriak, &amp;quot;Bunuh dia!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Innocentius mengayunkan tangannya seperti sebuah palu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Menyingkirlah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma membuat satu pernyataan. Dia bahkan tidak memutar badannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Kamijou menyentuh si dewa api raksasa dengan punggung tangannya dan dewa api itu akhirnya meledak ke seluruh penjuru dengan suara yang menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jantung Stiyl Magnus berhenti sekejap saking terkejutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah meledak, Innocentius tidak hidup kembali. Potongan daging seperti oli bekas terpercik ke seluruh tempat dan yang bisa mereka lakukan hanya sedikit menggeliat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ti...dak....mungkin...bagaimana....bisa! &#039;&#039;Rune&#039;&#039;-ku belum hancur!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana dengan tintanya?&amp;quot; Kelihatannya perlu 5 tahun untuk suara Kamijou Touma sampai ke telinga Stiyl. &amp;quot;Bahkan bila kertas kopian belum hancur, air akan membuat tinta luntur,&amp;quot; kata Kamijou, &amp;quot;walaupun tampaknya belum semuanya luntur.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian yang menggeliat dari Innocentius hilang menjadi udara seiring dengan guyuran hujan buatan dari &#039;&#039;sprinkle&#039;&#039;. Seolah-olah tinta pada kertas kopian yang ditempel di gedung satu per satu luntur karena siraman air, mengakibatkan Innocentius kehilangan kekuatan sedikit demi sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Potongan daging menghilang satu per satu hingga akhirnya yang terakhir lebur dan menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Innocentius...Innocentius!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata si penyihir itu seperti orang yang meneriaki gagang telepon setelah teleponnya diputus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu sekarang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma menggambil langkah maju menuju Stiyl Magnus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Inno...centius...,&amp;quot; kata si penyihir... namun tak ada yang menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma menggambil langkah maju lagi menuju Stiyl Magnus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Innocentius...Innocentius, Innocentius!&amp;quot; teriak si penyihir.... namun tetap saja tidak ada yang muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma akhirnya mulai menerjang maju menuju Stiyl Magnus seperti peluru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A-abu untuk abu, debu untuk debu, Squeamish Bloody Rood&amp;quot; Si penyihir akhirnya berteriak, tapi bahkan tidak ada pedang api muncul, apalagi dari dewa api raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma mulai mendekati Stiyl Magnus dan semakin mendekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkan tinjunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkan tangan kanannya yang benar-benar normal. Dia mengepalkan tangan kanannya yang tak akan berguna kecuali dia gunakan itu pada suatu macam kekuatan supernatural. Dia mengepalkan tangan kanannya yang tidak mampu mengalahkan bahkan seorang berandalan, tidak bisa meningkatkan nilai tesnya, dan juga tidak bisa membantunya menggoda cewek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tangan kanannya bisa juga berguna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi pula, dia bisa menggunakannya untuk memukul bajingan yang berdiri di hadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinju Kamijou Touma mendarat di muka si penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badan si penyihir berputar seperti baling-baling bambu dan belakang kepalanya membentur pagar besi..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Previous [[Toaru_Majutsu_no_Index_%7E_Bahasa_Indonesia:Volume1_Illustrations|Ilustrasi]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1 Chapter2|Chapter 2]]&lt;br /&gt;
|-&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter1&amp;diff=188409</id>
		<title>Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1 Chapter1</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter1&amp;diff=188409"/>
		<updated>2012-09-14T16:24:24Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: /* Part 7 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 1 : Penyihir Mendarat di Kota. &#039;&#039;FAIR,_Occasionally_GIRL.&#039;&#039;==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 1===                     &lt;br /&gt;
                            &lt;br /&gt;
Lahir di antara 20 Januari dan 18 Februari, kamu tidak bisa dihentikan, tidak peduli dalam cinta, bisnis, ataupun keberuntungan! Tidak peduli apa pun yang kamu lakukan, pasti hasilnya baik, jadi belilah tiket lotre! Tapi, hanya karena kamu populer, jangan berpacaran dengan tiga atau empat gadis sekaligus…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ok, ok … aku sudah tahu hasilnya akan seperti ini, aku tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
20 Juli, hari pertama liburan musim panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam suatu ruangan asrama di “Kota Akademi” yang AC-nya rusak, udara panas mengalir masuk memenuhi tempat tertutup itu, menyebabkan Kamijou Touma tidak bisa melakukan apa-apa. Sepertinya alasannya adalah ada sambaran petir yang menghancurkan lebih dari 80% perangkat listrik kota, termasuk kulkasnya sehingga makanan di dalamnya membusuk. Dia ingin makan mi instan, tapi malah jatuh ke baskom. Baik, dia harus keluar dan makan. Tapi, ketika sedang mencari dompetnya, dia menginjak kartu ATM-nya, merusaknya. Dia bermaksud untuk melanjutkan tidur, tapi menerima panggilan kasih sayang dari wali kelasnya, dan mendengar, “Kamijou-chan yang bodoh, waktunya pelajaran tambahan♥ “.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tahu bahwa horoskop yang berkelip di ujung laporan cuaca di layar TV tidak akan akurat. Tapi tak seorang pun bisa tertawa atas perbedaan yang sangat jauh itu.  &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku tahu, aku tahu hasilnya akan seperti ini … Tapi apa aku tidak bisa mengeluh sedikit saja?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Horoskop untuknya tidak pernah akurat. Dia tidak pernah merasakan jimat keberuntungan bekerja; inilah kehidupan sehari–hari Kamijou Touma. Awalnya, dia berpikir bahwa kesialannya juga berlangsung dalam keluarganya, tapi ternyata ayahnya memenangkan tempat keempat pada hadiah lotre sebelumnya (sekitar 100.000 yen). Ibunya pernah memenangkan mesin penjual otomatis secara terus–menerus, dan akhirnya memainkannya tanpa henti. Dia lalu mulai curiga apakah dia benar–benar anak mereka, tapi setelah berpikir lebih jauh, dia ingat dia tidak punya adik, dan tidak ada yang meneruskan “garis keturunan” mereka. Bagaimana bisa mereka menghadapinya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, Kamijou Touma itu selalu sial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu sialnya sampai hidupnya bagai lelucon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, Kamijou Touma tidak akan pesimis selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak pernah sekali pun mengandalkan “keberuntungan”, yang membuatnya sangat mudah menyesuaikan diri.  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
“Baik. Sekarang, aku harus mengurus kartu ATM dan kulkas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggaruk kepalanya sambil melihat–lihat kamarnya. Dia bisa mengganti kartu ATM selama dia punya rekening, tapi yang bermasalah adalah kulkasnya. Bukan, masalah yang paling mendesak adalah sarapannya. Di samping itu, pelajaran tambahan pada dasarnya hanya program pengembangan kekuatan, jadi dia akan dipaksa minum tablet atau semacamnya; Meminumnya di saat perut kosong tentu bukanlah ide yang bagus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mungkin akan ke toko serba ada dan beli sesuatu, pikir Kamijou sambil melepas kaos yang telah dipakainya sebagai piyama, dan berganti ke seragam musim panasnya. Seperti semua anak tanpa otak lainnya, Kamijou menghabiskan semalaman penuh untuk berpesta merayakan hari pertama liburannya seperti orang sedang mabuk, dan sekarang, kepalanya sakit karena kurang tidur. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Membolos pelajaran selama 4 bulan dalam satu semester, dan hanya perlu ikut kelas tambahan selama seminggu? Ini pertukaran yang bagus.” Kamijou mencoba untuk berpikir positif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cuacanya bagus, sebaiknya kujemur futonku...” Kamijou berbicara sendiri sambil mengumpulkan suasana hati positif, dan membuka pintu geser ke balkon. Jika dia membiarkan futonnya disinari matahari sekarang, futonnya akan kering dan lembut saat dia kembali dari pelajaran tambahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dilihat baik – baik, tembok blok tetangga jaraknya hanya sekitar 2 meter dari balkon pada lantai 7 ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa langit begitu biru~? Kenapa masa depan begitu gelap~?” Kamijou menyanyi untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat menyedihkan. Awalnya dia bermaksud untuk menghibur dirinya sendiri. Tapi, ternyata memaksakan dirinya untuk menyanyikan lagu tersebut dengan riang gembira hanya membuatnya makin sedih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping itu, dia hanya membuat lelucon sendirian; tidak ada orang yang membetulkannya. Kesepian ini betul–betul bisa dipahami. Meskipun begitu, Kamijou masih tetap melipat futonnya, dan membawanya keluar. Jika dia bahkan tidak bisa membawa futon, dia betul–betul menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, Kamijou tiba–tiba menginjak sesuatu yang lembut dan berair. Melihatnya dekat–dekat, dia sadar bahwa itu adalah roti yakisoba yang dibungkus plastik. Karena sudah dikeluarkan dari kulkas, seharusnya roti itu sudah busuk sekarang.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Semoga tidak akan hujan tiba – tiba... “&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Ini adalah firasat buruk yang datang dari hatinya, tapi Kamijou tetap membawa futonnya ke balkon.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Pada saat itu, Kamijou melihat bahwa sudah ada futon di balkon.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Meskipun tempat  ini adalah asrama murid, struktur bangunannya mirip dengan apartemen bertingkat tinggi biasa. Kamijou tinggal di satu ruangan, yang berarti tidak seharusnya ada orang lain yang akan menjemur futon di sini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dilihat baik–baik, dia sadar bahwa benda yang dijemur itu bukan futon.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Benda itu adalah seorang gadis berpakaian putih.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ah?!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Futon jatuh dari tangannya, dan mendarat di tanah.&lt;br /&gt;
Ini aneh, betul – betul bodoh. Gadis ini sepertinya dalam keadaan koma karena pinggangnya terbaring di balkon, tubuhnya membengkok setengah, dan bagian tubuhnya tergantung ke bawah.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia berumur... mungkin 14 atau 15? Selain itu, dia sepertinya berumur lebih muda dari Kamijou kira–kira 1 atau 2 tahun. Dia pasti orang asing karena tidak hanya kulitnya sangat putih tapi rambutnya juga... tidak, warnanya perak. Rambutnya sangat panjang, dan karena tubuhnya membengkok ke bawah, wajahnya tertutup, jadi dia tidak bisa melihat wajahnya. Jika gadis itu berdiri, rambutnya mungkin mencapai pinggang, &#039;kan? &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wa, ini pertama kalinya aku bertemu Suster&amp;lt;ref&amp;gt;Suster yang dimaksud adalah suster gereja dan dalam bahasa Inggris Suster=Sister= adik perempuan&amp;lt;/ref&amp;gt;… tidak, yang kumaksud bukan adik perempuan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baju itu apa namanya? Jubah suster? Di samping itu, baju itu seharusnya hanya dipakai suster gereja. Baju itu terlihat seperti gaun panjang dari Barat dan panjangnya bisa mencapai pergelangan kaki. Dia juga memakai kerudung yang menutupi kepalanya. Jubah suster biasanya berwarna hitam, tapi jubah gadis ini putih bersih. Bahan untuk membuatnya seharusnya sutra, tapi jubah itu rasanya sangat berbeda dari yang lain. Ada sulaman warna emas dijahit pada setiap tepinya. Kamijou tak bisa mempercayai seberapa berbedanya kesan yang diberikan hanya karena perbedaan warna pada pakaian yang desainnya sama persis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari indah gadis itu tiba–tiba bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepalanya pelan–pelan naik. Rambutnya yang seperti sutra bergerak ke samping secara alami, dan seperti tirai yang ditarik ke atas, wajah gadis itu terlihat di depan Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Uuu... WAAHH!!!&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Gadis ini terlihat manis juga. Mata hijaunya cocok dengan kulit putihnya, yang membuat Kamijou merasa seperti itu adalah karena ini adalah hal baru. Gadis itu terlihat seperti boneka.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tapi, yang membuat Kamijou panik bukan kemanisannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Alasannya adalah karena dia &#039;orang asing&#039;. Kemampuan berbahasa Inggris Kamijou itu sesuai dengan kritik yang dikatakan oleh  guru Bahasa Inggrisnya, “Jangan pernah sekali pun berbicara dengan orang asing!!” Jika gadis ini yang berasal dari luar negeri adalah seorang penjual bulu atau alat kontrasepsi lain, sepertinya tanpa sadar Kamijou akan menghabiskan sedikit uangnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Bibir gadis yang manis dan entah kenapa kering itu perlahan mengucapkan beberapa kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengambil langkah mundur. Nyek! Suara itu muncul ketika dia sekali lagi menginjak roti yakisobanya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku lapar.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sekejap, Kamijou berpikir bahwa dia benar–benar bodoh untuk mendengar bahasa asing gadis itu seperti bahasa Jepang. Seperti murid bodoh yang menyanyi secara acak meski tidak tahu liriknya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku lapar.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku lapar.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku bilang... aku lapar...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Melihat ini Kamijou mempertahankan keadaan bekunya, gadis berambut perak itu seperti mengungkapkan ketidakpuasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini suram, betul – betul suram. Kenapa dia merasa bahwa gadis itu berbicara bahasa Jepang?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ah... Mmm...” Kamijou menatap gadis di atas pagar balkon dan berkata, “Apa sekarang? Apakah kamu ingin mengatakan kalau kamu roboh karena kecapekan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Mungkin lebih tepat dikatakan kalo aku sudah roboh dan hampir mati ”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...” Gadis ini benar–benar lancar berbahasa Jepang.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Hei, aku akan sangat berterima kasih jika kamu mau mengisi perutku.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou melihat roti yakisoba yang sudah busuk dan diinjaknya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia memutuskan bahwa tak peduli dari mana gadis ini berasal, dia tidak akan mau terlibat dengannya. Kamijou berpikir liar, &#039;Kenapa aku tidak membantunya mencapai kebahagiaan di tempat yang sangat, sangat jauh?&#039; Dia membawa roti yakisoba yang berair itu, lengkap dengan bungkus plastiknya, ke dekat mulut gadis itu. Kamijou berpikir, &#039;Setelah mencium ini, bahkan seorang gila pun akan lari jauh, jauh sekali, &#039;kan?&#039; Seperti di Kyoto, jika pemilik rumah menuang teh di atas nasi, itu artinya dia bermaksud untuk “ mengusir pengunjungnya” —&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Terima kasih, aku makan.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
DIa melahap roti, pembungkus plastik, dan tangan Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Hanya seperti itu, dengan tangisan kesialan, Kamijou memulai hari baru dalam hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama–tama, biarkan aku memperkenalkan diri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kenapa tidak menjelaskan alasanmu menggantung di balkonku—?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namaku Index.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti orang bakal percaya saja jika itu adalah nama asli! Apa itu ‘Index’? Memangnya kau daftar isi?”&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
“Seperti yang kaulihat, aku berasal dari gereja. Ah, ini adalah hal penting: Aku bukan bagian dari Vatikan, tapi dari Anglikan.”  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak peduli apa yang kaukatakan. Dan juga, jangan hindari pertanyaanku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya tidak cukup jika kubilang Index? Ah, nama sihirku adalah Dedicatus545.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi? Halo, halo? Boleh aku tahu dari planet mana aku mendapat saluran ini?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Melihat Kamijou memasukkan jarinya ke telinganya sendiri dengan santai, Index menggigit kuku ibu jarinya. Sepertinya menggigit jarinya sendiri adalah kebiasaannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kenapa aku harus duduk dengan sopan dan berhadap-hadapan dengannya di depan meja kaca ini? Seperti orang mau dijodohkan saja, pikir Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sekarang ini, Kamijou seharusnya siap–siap ke sekolah untuk mengikuti kelas tambahan musim panasnya, tapi dia tidak ingin meninggalkan gadis misterius ini di kamarnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dan hal terburuk adalah gadis berambut perak yang menyebut dirinya Index ini sepertinya menyukai kamarnya, terlihat dari gelagatnya yang ingin bermalas-malasan di lantai kamar ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mungkin ini salah satu &#039;kesialan&#039; yang ditarik Kamijou? Jika iya, ini buruk.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
[[Image:Index_v01_031.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Jadi, jika kamu bisa mengisi perutku, aku akan sangat beterima kasih.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kenapa aku harus melakukan itu? Apa gunanya meningkatkan cara pandangmu terhadapku? Jika aku akan memulai kejadian aneh dan sampai ke ‘rute Index’, lebih baik aku mati saja!!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Emm… apa itu bahasa gaul? Maaf, aku tidak mengerti yang kaukatakan.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sudah dapat diduga bahwa orang asing tidak mengerti budaya otaku Jepang.&amp;lt;ref&amp;gt;otaku adalah maniak anime/manga Jepang&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Tapi jika kamu mau mengusirku, aku mungkin akan pingsan setelah berjalan 3 langkah, &#039;kan?” tanya gadis itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kamu akan pingsan…? Itu bukan urusanku.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Jika itu terjadi, aku akan menggunakan sisa-sisa tenagaku untuk menulis pesan kematian. Ya, itu adalah fotomu.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika aku diselamatkan seseorang, aku akan berbohong kalu aku dikunci di kamar ini, disiksa habis – habisan… dan bahkan aku bisa berkata kau memaksaku memakai pakaian ini.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“KAU BERANI MENGANCAMKU!? KAMU TERNYATA JUGA CUKUP TAHU BUDAYA OTAKU, &#039;KAN!!?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Index memiringkan kepalanya, memperlihatkan wajah bingung. Dia seperti anak kucing yang baru saja melihat cermin untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Gadis itu sukses membuat Kamijou jengkel. Kamijou merasa hanya dirinya saja yang kebagian tidak enaknya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tunggu saja! Kau ingin makan, &#039;kan!?&#039;&#039; Kamijou berlari ke dapur dengan marah. Makanan dalam kulkas sudah busuk, jadi dia mungkin akan memenuhi mulut gadis itu dengan makanan itu. Kamijou tidak akan merasa rugi. Maka, Kamijou menuangkan makanan sisa itu ke dalam panci, dan menggorengnya seperti sayuran. Jika dia memanaskannya, tidak seorang pun akan mati, &#039;kan?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Coba pikir, dari mana gadis ini datang?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Meskipun ada orang asing di Academy City, gadis ini tidak mempunyai “aura” yang dimiliki penduduk sini. Tapi, jika dia datang dari luar, itu juga aneh. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Academy City adalah kota yang terdiri dari ratusan sekolah. Tapi sebenarnya lebih tepat dikatakan sekolah asrama yang sebesar kota. Academy City menempati sepertiga tanah Tokyo dan dikelilingi tembok seperti Tembok Raksasa Cina. Meskipun tidak seketat penjara, tidak mudah untuk masuk ke dalam. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
...Atau begitulah yang kelihatannya. Sebenarnya suatu universitas teknik telah meluncurkan 3 satelit untuk memonitor Academy City sepanjang waktu dalam samaran sebuah eksperimen. Setiap orang yang keluar-masuk kota akan dilacak dan diselidiki. Jika satelit itu menemukan seseorang mencurigakan  yang tidak cocok dengan data di gerbang kota, Anti-Skill dan anggota Judgement dari setiap sekolah akan dikerahkan…&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mungkin ini gara–gara gadis listrik yang mengeluarkan badai petir sehingga gadis aneh ini tidak ditemukan? pikir Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Oh, ya, kenapa kamu bergantungan di pagar balkonku?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou bertanya pada gadis itu sambil menuangkan kecap ke dalam wajan makanan jahat itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku tidak bergantungan di sana.” &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Lalu apa? Jangan katakan kamu dibawa angin dan mendarat di sini?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“…Boleh dibilang begitu.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou, yang hanya bercanda, dengan tajam membelokkan kepalanya untuk menatap gadis itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku ingin loncat dari atap gedung itu ke atap gedung ini, tapi aku jatuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atap? Kamijou melihat langit – langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daerah ini adalah tempat dibangunnya asrama murah bagi siswa. Bangunan setinggi delapan tingkat diatur berderet-deret. Hanya dari melihat balkon saja, seseorang akan tahu jarak antaratap hanya sekitar dua meter. Bukannya tidak mungkin untuk meloncat dari atap ke atap, tapi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau serius? Tinggi atapnya delapan tingkat! Kamu akan mati jika tidak hati–hati!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Yeah, orang yang mati karena bunuh diri juga tidak akan diberi kuburan.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Index memberi jawaban yang membingungkan, dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Tapi tidak ada pilihan lain; Aku harus melakukannya supaya bisa kabur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ka...bur?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar kata yang memiliki arti berbahaya itu, Kamijou secara tidak sengaja mengerutkan dahinya. Tapi Index memberi jawaban “Nn” seperti anak kecil, dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sedang dikejar-kejar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan yang menggerakkan wajan berhenti dengan sendirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebetulnya, aku bisa saja loncat, tapi seseorang menyerangku dari belakang ketika sedang meloncat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis yang menyebut dirinya Index terlihat tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena itulah, aku jatuh dan mendarat di pagar balkonmu. Maaf.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun dia tidak mengejek dirinya sendiri atau membuatnya terdengar ironis, dia hanya memberi Kamijou Touma sebuah senyuman yang murni tanpa rasa bersalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Diserang’...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Ah... Jangan khawatir dengan lukaku. Pakaian ini juga berfungsi sebagai &#039;&#039;barrier&#039;&#039; pertahanan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu &#039;&#039;barrier&#039;&#039; pertahanan? Apakah itu pakaian anti peluru?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu berputar seperti sedang memamerkan baju yang baru dibelinya. Dia tidak terlihat terluka. Tapi, apa benar dia ‘diserang’? Jika semua ini hanyalah imajinasinya, mungkin lebih bisa dipercaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun demikian...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktanya adalah dia benar-benar menggantung di pagar balkon lantai tujuh Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika begitu, apakah cerita gadis itu benar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Siapa’ yang menyerangnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mulai merenung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seberapa banyak keberanian yang dibutuhkan orang untuk meloncat dari bangunan bertingkat delapan ke gedung lain? Seberapa beruntungnyakah dia bergantung di pagar balkon pada lantai tujuh? Apa maksudnya dia masih tanpa luka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang sedang mengejarku, kata gadis itu tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengatakan ini sambil tersenyum. Seberapa rumitkah cerita di balik senyumnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou betul–betul tidak tahu apa yang dialami Index, jadi dia tidak mengerti kata–katanya sama sekali. Bahkan jika Index menjelaskan semuanya dari awal, paling baik dia hanya bisa mengerti setengahnya. Sisa setengahnya tidak akan dia mengerti sekeras apa pun dia mencoba. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tapi Kamijou mengerti sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah dia sudah bergantungan di pagar balkon di lantai tujuh. Jika dia tidak hati–hati, dia bisa saja mendarat di jalanan aspal. Ini membuat Kamijou khawatir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Makan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Index muncul dari belakang Kamijou. Dia menggenggam sumpit dengan tangannya. Sepertinya dia tidak tahu bagaimana cara memakai sumpit meskipun dia bisa berbicara bahasa Jepang dengan lancarnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menatap wajan dengan semangat. Ekspresi wajahnya seperti kucing yang baru saja diambil dari kardus pada hari hujan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Ah... “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di wajan, makanannya tidak berbeda dari sampah, ‘sayuran goreng’(dengan racun di dalamnya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat gadis lapar ini, Kamijou merasa nurani malaikat yang ada pada dirinya (yang muncul bersamaan dengan iblis yang seperti dirinya) bergulat kesakitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah... eh ... aku ... aku... . Karena kamu sangat lapar, tolong jangan makan makanan sisa yang menjijikkan ini. Kenapa kita tidak ke restoran keluarga? Atau mungkin kita bisa pesan antar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak bisa menunggu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah... mm... “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kelihatannya juga tidak buruk. Ini adalah sesuatu yang kamu buat tanpa meminta imbalan, jadi seharusnya rasanya enak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada waktu itu, Index benar–benar seperti seorang suster, memberikan senyum yang berseri–seri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa mempedulikan Kamijou, yang perutnya bergejolak, Index mengepalkan tangannya, dan menyendok makanan dari wajan dengan sumpitnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat, rasanya tidak terlalu buruk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be... benarkah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu sepertinya penuh perhatian ya, membuat makanan asam untuk melegakan kelelahanku, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Eh... a... asam?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir, aku berani makan makanan asam. Terima kasih; kau seperti seorang kakak laki–laki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan senyum yang berseri–seri, Index tetap melanjutkan makan, ada tauge di wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Wo.. UUU... WOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan cepat mengangkat wajan dengan kecepatan supersonik. Dia melihat Index, yang sangat kurang puas, sambil berpikir bahwa dia akan ke neraka sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu juga lapar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Ah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau tidak, bisakah kamu memberiku sayuran itu? Aku tidak bisa menunggu... “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index melihat Kamijou, mulutnya menggigit ujung sumpitnya. Melihat Index seperti ini, Kamijou bertekad.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini kemauan Tuhan. Tuhan menyuruhnya menyelesaikan apa yang dia mulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, ini bukan kesialannya; ini kesalahannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma menuangkan ‘sampah’ panas  ke dalam mulutnya, menunjukkan sebuah senyuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, gadis yang menyebut dirinya Index menunjukkan wajah tidak senangnya sambil mengerikiti biskuit. Cara dia memegang kedua biskuit dengan kedua tangannya sambil mengerikitinya membuat dia terlihat seperti tupai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Oh, ya, katamu ada seseorang yang mengeja-ngejarmu. Siapa dia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou, yang akhirnya kembali dari neraka, tiba–tiba menanyakan pertanyaan paling penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, Kamijou tidak akan begitu pedulinya pada gadis yang baru dia kenal selama tiga puluh menit, tapi sudah terlambat baginya untuk tidak ikut terlibat dalam masalah gadis tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku akan berpura-pura ramah, pikir Kamijou. Meskipun dia tidak bisa membantunya memecahkan masalah, paling tidak dia bisa berkata bahwa dia sudah mencoba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mm... “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu berkata dengan suara yang haus,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu—mungkin Rosicrucians atau S∴M∴ aka Stella Matutina. Kupikir grup semacam itulah, sayangnya aku belum tahu nama mereka... dan nama tidak ada artinya bagi mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Mereka’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengulanginya dengan sikap bingung. Musuhnya adalah organisasi? Suatu kelompok?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Index, yang sedang dikejar, terlihat tenang. Setelah memberikan “Mn” untuk menegaskannya, dia berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka adalah asosiasi sihir&amp;lt;!--magic cabal--&amp;gt;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Sihir... ? Emm... apa itu tipuan? Apa aku salah dengar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah... eh... ? Emm... apa bahasa Jepangku aneh? Maksudku magic(=sihir). Sebuah asosiasi sihir&amp;lt;!--magic cabal--&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang karena dia menjelaskan dalam bahasa Inggris, Kamijou semakin bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu? Apa kau membicarakan suatu organisasi baru yang menggunakan ajaran agama misterius baru untuk berkhotbah di depan umum, mengatakan, ‘Kalian yang tidak percaya akan menderita karena kemarahan Tuhan.’ Dan memaksa mereka untuk makan suatu obat aneh sebelum mencuci otak mereka? Kedengarannya berbahaya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Sepertinya, aku merasa kau mempermainkanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Kau mempermainkanku, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Maaf, ini tidak mungkin. Aku betul–betul tidak bisa percaya keberadaan sihir. Aku akrab dengan kekuatan supernatural seperti menyalakan api atau melihat tembus pandang, tapi sihir... Aku betul–betul tidak bisa percaya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memiringkan kepalanya dan merenung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ada orang biasa yang dengan tegas percaya bahwa llmu pengetahuan bisa memecahkan segalanya, dia akan berteriak, “Di dunia ini tidak ada hal yang tidak bisa dibuktikan ilmu pengetahuan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun demikian, tangan kanan Kamijou betul-betul mempunyai suatu kekuatan spesial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama dia punya kekuatan spesial aneh yang disebut Imagine Breaker, bahkan keajaiban yang hanya muncul di mitos akan terhapus selama itu hanyalah kekuatan supernatural.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kekuatan supernatural adalah hal biasa di Academy City. Dengan menyuntikkan obat ke dalam pembuluh darah, membiarkan listrik merambat ke leher, dan memperdengarkan suatu ritme khusus dari headset, semua otak bisa “berkembang”. Semua bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan, jadi siapa yang bisa menolak keberadaannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak mengerti apa yang kaukatakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak harus mengerti! Semua tahu, tidak diragukan lagi bahwa kekuatan super itu nyata!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu kenapa sihir tidak... ? Tidak diragukan juga bahwa sihir itu nyata!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index terlihat sangat tidak senang. Pandangannya seperti orang yang hewan peliharaannya dikritik orang lain sebagai kucing kampungan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh... biar kukatakan ini. Kamu tahu janken?&amp;lt;ref&amp;gt;Suit Jepang, kertas-batu-gunting&amp;lt;/ref&amp;gt; Eh, tunggu, itu budaya global, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Sepertinya suatu bentuk budaya Jepang, tapi aku tahu itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika aku kalah sepuluh kali dari sepuluh kali janken, apa kaupikir ada alasan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Wu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Tidak ada alasan, &#039;kan? Tapi manusia akan percaya bahwa ada sesuatu yang bekerja!&#039;&#039;”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berkata dalam nada tidak tertarik,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kebanyakan orang biasa akan berpikir, &#039;Kenapa aku begitu sial?&#039; dan bertanya–tanya apakah ada kekuatan yang tidak terlihat di sekitarnya. Ketika seseorang berpikir seperti itu dan menghubungkannya dengan astrologi, apa yang akan terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Seperti, &#039;Zodiakmu Cancer, dan kamu sangat sial sekarang, lebih baik jangan berjudi&#039;, atau hal–hal lain macam itu, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Segala macam &#039;sihir, kekuatan misterius&#039; yang terjadi di sekitar kita berkembang seperti itu. Manusia membayangkan bahwa ada suatu kekuatan tidak terlihat yang menentukan keberuntungan mereka, dan akan percaya kalau hal–hal sepele semuanya adalah hasil kerja takdir; inilah sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengerutkan bibirnya seperti kucing yang tidak senang. Setelah sementara waktu, dia berkata, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Sepertinya kau tidak punya alasan untuk percaya pada sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yap. Tapi karena aku serius memikirkannya, aku tidak bisa percaya kata–kata bodoh itu. Siapa yang percaya keberadaan penyihir yang hanya ada di dongeng? Jika kamu bisa menghabiskan MP-mu untuk membangkitkan orang mati, siapa yang mau mengembangkan kekuatan spesial? Bagaimana mungkin aku percaya &#039;sihir&#039; yang tidak punya bukti alamiah di belakangnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka yang menganggap kemampuan paranormal sebagai sesuatu yang ganjil dan misterius hanyalah orang bodoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Academy City, kemampuan paranormal termasuk pengetahuan umum dan bisa dijelaskan oleh Ilmu Pengetahuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Tapi sihir benar–benar ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengerutkan bibirnya. Mungkin sihir itu seperti pilar rohani baginya, seperti Imagine Breaker untuk Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, terserah yang kaukatakan. Lalu kenapa mereka mengejarmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sihir betul–betul ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sihir betul–betul ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya dia ingin Kamijou untuk mengakuinya tidak peduli seperti apa pun caranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik, beri tahu aku, apa itu sihir? Bisakah kamu menembak bola api dari tanganmu? Bahkan tanpa melewati pelajaran kekuatan super, bisakah kamu menembak bola api? Coba lakukan di depanku dan aku mungkin akan percaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak punya mana, jadi aku tidak bisa pakai sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa bedanya dengan seorang pengguna kekuatan gadungan mengatakan, “Kamera akan menggangguku, jadi aku tidak bisa membengkokkan sendok”?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping itu, pikiran Kamijou juga agak bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski dia berkata bahwa tidak ada hal seperti sihir, Kamijou tidak sepenuhnya mengerti kemampuan tangan kanannya, Imagine Breaker. Bagaimana bisa? Kekuatan apa yang tidak terlihat dalam ruang itu? Bahkan di Academy City, yang merupakan pihak paling berwenang dalam mengembangkan kemampuan esper, tidak dapat menjelaskan kemampuan Kamijou hanya melalui pemeriksaan tubuh, yang menyebabkan dia dicap sebagai esper “Level 0”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, dia tidak mendapat kekuatannya dari program pengembangan ilmu pengetahuan; tapi, itu adalah kekuatan yang melekat pada tangan kanannya sejak dia lahir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski dia selalu berkata bahwa tidak mungkin ada sihir di dunia ini, dia sendiri punya kekuatan aneh yang membantah semua logika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
... Tapi dia tidak bisa hanya membuat kesimpulan tanpa dasar &#039;karena kekuatan yang tidak dapat dijelaskan di dunia, maka sihir benar-benar ada&#039; seperti itu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Sihir itu ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik, aku akan menganggap sihir itu ada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menganggap?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, kita anggap saja sihir itu ada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengabaikan gangguan Index dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu kenapa kamu dikejar orang–orang itu? Apakah ada hubungannya dengan pakaianmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merujuk pada jubah suster dari sutra yang bersulamkan emas dan berwarna putih bersih. Dengan kata lain, dia bertanya, “Apa ini melibatkan gereja?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Karena aku adalah sebuah indeks.”&amp;lt;ref&amp;gt;Indeks ini maksudnya adalah suatu indeks buku, bukan namanya sediri&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku rasa mereka mengejar 103.000 grimoir yang kumiliki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Kenapa aku tambah bingung sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kamu seperti tidak ingin peduli ketika aku belum menjelaskannya? Kamu agak tidak sabaran, ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik, akan kusimpulkan. Aku tidak tahu apa itu grimoir, tapi mereka hanya buku, kan? Seperti kamus?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mm. Buku Eibon, Lemegeton, Buku Tanpa Nama, Buku Ritual Kanibal, Buku Orang Mati... ini contohnya. Necronomicon terlalu terkenal sehingga masih banyak imitasi lain di luar sana, jadi kurang bisa dijadikan pegangan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um... Aku tidak begitu peduli isi bukunya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou ingin mengatakan, “ini semua, &#039;kan, cuma omong kosong”, tapi menekan dirinya sendiri untuk menelan kata – kata ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Katamu kau memiliki seratus ribu buku; di mana mereka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setidaknya, dia ingin memperjelas hal itu. Seratus ribu buku bisa memenuhi satu perpustakaan penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa maksudmu kau punya kunci ke suatu gudang besar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index menggelengkan kepalanya, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku membawa semua 103.000 buku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Apa? Kamijou mengerut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Kau tidak mencoba bilang bahwa orang bodoh tidak bisa lihat, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika tidak bodoh pun tetap tidak akan bisa melihatnya! Akan sia–sia jika orang dapat melihatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap kata yang Index katakan sepertinya terlalu jauh; rasanya seperti dia sedang dipermainkan. Kamijou melihat ke kiri dan kanan, mencari buku tua yang terlihat seperti grimoir. Dia hanya bisa melihat majalah game, manga yang tersebar di lantai dan PR musim panas yang telah disingkirkan ke pojok ruangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Huuhh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou, yang sudah dihibur fantasi Index, akhirnya tidak tahan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkinkah skenario &#039;seseorang mengejarku&#039; ini hanya imajinasi liar gadis itu? Jika iya, dan dia betul–betul lompat dari gedung bertingkat delapan, gagal, dan mendarat di pagar balkon... Baik, sebaiknya  tidak terlibat dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Bukankah bertentangan kalau kamu percaya kekuatan supranatural tapi sihir tidak?” Index mengerutkan bibirnya dan mengatakan dengan tidak senang, “Apa hebatnya kemampuan supernatural, coba? Kau seharusnya tidak merendahkan yang lain hanya karena kau punya suatu kemampuan khusus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan lembut mengeluh,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, kamu benar. Hanya dengan sedikit tipuan dan kita dikelompokkan menurut sistem level. Pemikiran seperti itu mengerikan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merendahkan kepalanya, melihat tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanannya tidak bisa menembakkan api atau listrik, tidak bisa melepaskan cahaya, dan tidak bisa mengeluarkan suara. Dan tentu saja, tidak akan ada garis–garis aneh muncul di pergelangan tangannya. Tapi tangan kanan Kamijou bisa menghilangkan segala kekuatan supernatural. Tidak peduli sifat bawaannya atau tujuannya, bahkan keajaiban yang muncul di mitos akan dihancurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk orang di kota ini, namun, kekuatan super sudah seperti dorongan dari pilar rohani. Jangan mencari–cari terlalu banyak kesalahan. Dan di samping itu, aku juga salah satu dari mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baguslah kalau kamu mengerti, idiot! Huh, kenapa kamu mengacaukan isi otakmu? Kamu bisa membengkokkan sendok dengan tanganmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh, apa yang bisa dipamerkan dari orang yang menyerahkan karakter alamiahnya untuk sesuatu yang jauh di dalam kulit?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Bisakah aku menjejali mulut cerewetmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ke- kekerasan tidak bisa menakutiku!” Index terlihat seperti kucing yang tidak senang, dan berkata, “Kamu bicara banyak tentang kekuatan super, tapi kamu tidak terlihat punya kekuatan itu sendiri!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Eh, tentang itu... bagaimana aku mengatakannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasa kesulitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia jarang punya kesempatan untuk menjelaskan Imagine Breaker ke orang lain. Bahkan jika pernah, karena kemampuannya hanya bereaksi pada kekuatan supernatural, jika orang lain tidak dapat menerima kenyataan bahwa kekuatan super ada, penjelasannya akan sia – sia saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Unn, tangan kananku... ah, biar aku jelaskan. Ini alami; tidak ada pewarna buatan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika tangan kananku bersentuhan dengan...kekuatan khusus apa pun, baik bola api berkekuatan nuklir ataupun railgun, bahkan keajaiban dari Tuhan akan dihapus tanpa jejak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...eh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Ekspresi apa itu? Kau seperti baru saja melihat katalog belanja untuk membeli kristal keberuntungan yang cantik!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aduh... kamu, seorang ateis yang tidak pernah mengenal nama Tuhan, berkata bahwa keajaiban dari Tuhan akan terhapus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk bepikir bahwa Index akan menggunakan jari kecilnya untuk menggali telinganya sambil tertawa sinis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Ugh, ini membuatku kesal! Aku tidak suka dibodohi oleh gadis sihir palsu yang mengatakan bahwa sihir benar–benar ada, hanya saja tidak bisa membuktikannya membuatku panas...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar Kamijou menggumam seperti itu, Index sepertinya juga marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-Aku bukan gadis sihir palsu! Sihir benar–benar ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu buktikan padaku, kau pemakai kostum Haloween! Aku akan menggunakan Imagine Breaker-ku untuk mengancurkan sihirmu dan kita lihat siapa yang benar! Dasar anak imajinatif!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik, akan kutunjukkan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index dengan marah mengangkat tangannya, “Ini! Pakaian ini! Pakaian ini adalah pelindung pertahanan paling mutakhir yang disebut Gereja Berjalan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengangkat kedua tangannya, mebuat Kamijou melihat jubah suster yang membuatnya memikirkan cangkir teh kelas atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu Gereja Berjalan?! Aku tidak mengerti sedikit pun dari hal yang kaukatakan! Semua yang kaukatakan adalah istilah–istilah aneh seperti indeks dan pelindung pertahanan! Bisakah kau menjelaskan dengan cara yang bisa kumengerti? Terlalu membingungkan! Tidak pernahkah kamu menjelaskan sesuatu yang mendalam dengan cara yang mudah dimengerti?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau... kau tidak pernah mencoba untuk mengerti, dan sekarang kau mengeluh padaku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengayunkan tangannya dengan marah, “Sekarang, akan kubuktikan daripada hanya berbicara saja! Kamu bisa menggunakan pisau dapur untuk menusukku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik! Akan kulakukan... tunggu... apa yang kaupikirkan?! Tentu saja aku akan menusukmu! Apa kau mencoba menjebakku?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah! Kau tidak percaya padaku, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index dengan semangat menggerakkan bahunya ke atas dan bawah, “Pakaian ini memasukkan semua unsur penting dari sebuah gereja, jadi bisa dibilang &#039;Gereja dalam bentuk pakaian&#039;! Tenunan kainnya, jahitan garisnya, bahkan sulamannya juga. Semuanya direncanakan dengan hati–hati! Sebuah pisau dapur semata tidak akan menyakitiku sama sekali!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pikir kamu hanya menggertak... jika aku benar-benar menusukmu, aku akan jadi berandalan remaja paling bodoh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak mempercayaiku! Pakaian ini bisa menduplikat sama persis efeknya dengan Kain Kafan Suci dari Turin, pakaian yang dipakai seorang Santo ketika ditusuk oleh Tombak Longinus. Maka, kemapuan pertahanannya adalah kelas Paus. Dalam istilahmu, kekuatannya setingkat dengan perlindungan bom nuklir, &#039;kan? Tidak peduli apakah serangan fisik ataupun sihir, pakaian ini akan menerima, dan menyerapnya... Bukankah aku berkata aku mendarat di balkonmu karena aku diserang dari belakang? Jika aku tidak punya Gereja Berjalan ini, tubuhku pasti sudah berlubang! Apa kau mengerti?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis ini benar–benar cerewet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat pakaiannya dari sisi gelapnya, pendapat Kamijou tentang Index telah turun drastis ke yang terburuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, betul–betul mengesankan... tapi jika itu adalah kekuatan supernatural dan tangan kananku memegangnya, pakaianmu akan hilang, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu jika kekuatanmu benar–benar nyata~ Hoho— “ Index tersenyum menghina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berpikir, aku ambil taruhannya! Dan memegang pundak Index dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh...?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia merasakan perasaan yang betul–betul aneh... seperti dia sedang mencoba untuk menangkap awan. Seperti semua benturan yang diserap spons lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Tunggu sebentar...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou, yang sudah tenang, mulai berpikir sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika apa yang dikatakan Index, walau kedengarannya bodoh, itu benar dan pakaian yang disebut Gereja Berjalan ini betul–betul ditenun bersamaan dengan kekuatan supernatural, apa yang akan terjadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kekuatan supernatural itu hancur, bukankah pakaian itu akan berantakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“TIDAKKKKK MUNGKINNNNNNNNN?!” Perasaan menginjak kedewasaan yang tiba–tiba membuat Kamijou bereaksi dengan teriakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— AAAAAHHHHHHHHHH... eh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berpikir, sial, tadi itu membuatku khawatir saja. Meskipun dia juga merasa kasihan pada gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat! &#039;Kan?! Imagine Breaker apaan? Tidak ada yang terjadi!” Index meletakkan tangannya di pinggangnya, mengangkat dada kecilnya, dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekejap kemudian pakaian Index terurai seperti pita hadiah, menyebar di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index v01 051.jpg|thumb]] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benang yang menjaga jubah suster itu tetap utuh mengendur, dan jubah itu menjadi potongan-potongan kain. Hanya penutup kepalanya yang masih utuh, tapi mungkin itu karena penutup kepalanya tidak tersambung dengan pakaian yang dia sentuh. Sepenuhnya, membuat hal ini lebih menghina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index hanya berdiri di sana, tangannya di pinggang, dada kecilnya terangkat, dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang menutupi tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rupanya gadis bernama Index ini mempunyai kebiasaan menggigit orang jika marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AW! AW! AW! Berhenti menggigitku! Apa kau pikir kau itu nyamuk dari perkemahan musim panas?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index, yang hanya mengenakan selimut yang menutupinya, duduk tegak lurus di lantai, menggunakan setumpuk besar peniti dalam usaha yang telaten (dan sia–sia) untuk memperbaiki pakaian susternya kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana tidak menyenangkan dan mengerikan mendominasi ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, tidak seperti pembunuh berantai yang akan berjalan ke ruangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ ... Emm, permisi, Tuan Putri? Maaf mengganggu, tapi ada kaos kecil dan celana pendek di sini... ”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suster itu menatap kembali padanya, melotot seperti ular.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... emm... Tuan Putri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma merasa bahwa gadis di depannya memiliki banyak ekspresi wajah sambil mencoba untuk melanjutkan percakapan dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Barusan itu salahku, ok?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mendapat balasan gadis itu dalam bentuk jam alarm terbang yang dilempar ke wajahnya. Ketika Kamijou berteriak kaget, sebuah bantal besar juga terbang. Setelah bantal, sebuah konsol game dan sebuah tape rekorder mini juga terbang dengan mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana bisa kamu dengan santainya mengatakan hal seperti itu setelah hal memalukan ini?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Emm... ini... itu... sebetulnya, pelayanmu lebih dari sedikit gugup sekarang ini. Bagaimana aku mengatakannya... &#039;Inilah masa muda!&#039;?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau masih bercanda... uuuuuuuuuuuuu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya! Ya! Aku minta maaf! Aku minta maaf! Aku minta maaf! … itu adalah kaset video yang kusewa, bukan saputangan! TOLONG JANGAN MENGGIGITNYA!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma bersujud di lantai dalam sikap yang berlebihan sambil meminta maaf pada gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, Kamijou, yang baru pertama kali dalam hidupnya melihat dengan mata kepalanya sendiri gadis yang telanjang bulat dalam kemuliaan, sangat gugup sampai rasanya hatinya sedang diremas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baguslah dia tidak bisa melihatnya dari mukaku, pikirnya. Tapi pikirannya, sialnya, hanya pikiran belaka. Jika dia melihat cermin, dia akan tahu kalau semuanya terbaca di wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah jadi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara isak dan pilek, Index menyelesaikan kerajinan pekerjaan rumah tangga yang kejam untuk mengembalikan pakaian suster itu ke bentuk semula. Setelah memutarnya untuk melihatnya... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Hah. Pakaian suster dengan peniti yang berkelap–kelip dengan jumlah tak  terhitung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... (Tetesan keringat)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Erm, apa kamu betul–betul akan memakai itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau betul–betul akan memakai tipuan yang seperti &#039;&#039;iron maiden&#039;&#039; ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... (Air mata).”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dalam bahasa Jepang disebut &#039;kasur jarum&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... uu... uuuuuuuu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AKU SALAH! AKU MINTA MAAF!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tiba–tiba berlutut di lantai, memukulkan kepalanya ke lantai seperti bawang putih yang dihancurkan. Kontrasnya, Index seperti anak kecil yang diganggu sambil menggigit keras kabel TV. Jika dia meneruskannya, kabel itu akan putus di tengah–tengahnya. Sungguh kucing yang kasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku harus memakainya! Aku, &#039;kan, masih seorang suster!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index membuat geraman aneh sambil memakai gaunnya di bawah selimut, meniru gerakan ulat. Bagian yang tidak tertutupi selimut hanyalah kepalanya, yang terlihat semerah bom.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ah, caramu mengganti pakaian mengingatkanku akan pelajaran renang di sekolah-“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kamu masih melihat? Kamu seharusnya membalikkan kepalamu, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu tidak akan mati hanya karena aku melihatmu telanjang. Lagi pula, setalah terlihat tanpa busana, ganti baju saja bukan apa–apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index berhenti sebentar, tapi melihat Kamijou yang mungkin belum sadar atau belum percaya bahwa dia mengatakan sesuatu yang salah lagi, jadi dia melanjutkan memakai pakaiannya. Kerudungnya jatuh ke lantai, tapi sepertinya dia lebih fokus memakai bajunya dalam selimut jadi dia belum menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahu apa yang akan dikatakannya, tapi dia tahu situasinya akan bertambah canggung jika tak seorang pun bicara. Seperti dalam elevator bersama orang asing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kamijou terus berharap dia bisa kabur dari kenyataan, sesuatu memotong garis paling depan pikirannya: pelajaran tambahan musim panas!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“WA! SIAL! AKU ADA PELAJARAN TAMBAHAN!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat jam tangannya, “ Ah… emm… aku harus ke sekolah sekarang. Apa yang akan kaulakukan? Jika mau tinggal di sini, aku akan memberimu kunci.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ide “mengusir gadis itu” sudah sepenuhnya hilang dari pikiran Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena pakaian suster Index, Gereja Berjalan, bereaksi terhadap Imagine Breaker, Kamijou punya bukti bahwa pakaian Index betul–betul memiliki kekuatan supernatural. Kata–katanya tadi sudah tidak terdengar seperti fantasi lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berkata dia dikejar penyihir dan jatuh dari atap ke pagar balkon Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berkata dia harus terus berlari supaya nyawanya selamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benarkah ada sekelompok penyihir yang datang dari dongeng dan mengacau di kota sains yang bahkan mengubah kekuatan supernatural menjadi kenyataan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Bahkan jika dia itu tidak benar, Kamijou ingin Index tinggal di sini dan menenangkan diri setelah melihatnya begitu kesulitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tidak perlu. Aku akan pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun dia bicara seperti itu, Index memperlihatkan wajah kesulitan sambil pelan–pelan bangun dari lantai. Dia berjalan melewati Kamijou seperti hantu dan sepertinya dia lupa memakai kerudungnya yang jatuh ke lantai ketika dia memakai pakaian susternya. Kamijou ingin mengambil dan mengembalikan padanya, tapi takut kalau kekuatan tangan kanannya akan menghancurkan kerudung itu juga. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… emm… anu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Jangan terlalu banyak berpikir!” Index menolehkan kepalanya, dan berkata, “aku tidak pergi karena aku marah; Aku pergi karena jika aku terlalu lama tinggal di sini, orang–orang itu mungkin kembali ke sini. Kamu tidak ingin kamarmu dihancurkan, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar Index mengatakan kata–kata  mengerikan dengan mudahnya, Kamijou tidak tahu bagaimana untuk membalasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index pelan–pelan berjalan ke pintu masuk dan keluar. Kamijou mengejarnya dengan panik, berpikir bahwa dia seharusnya membantunya, jadi dia mengecek isi dompetnya. Tapi ternyata isinya cuma 320 yen. Meskipun begitu, Kamijou ingin menjaga Index di sini, di mana dia aman,jadi dia cepat–cepat berlari menuju pintu, tapi kakinya menyandung bingkai pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AH… AWWWWWWW! OOOOOOOOO!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index berbalik ke arah teriakan, dan melihat Kamijou memegang kakinya dan berteriak kesakitan. Sakit di kakinya membuatnya meloncat–loncat, menyebabkan telepon genggamnya jatuh ke lantai. Ketika Kamijou sadar semua sudah terlambat, dan sebuah retakan bisa didengar dari layar kaca HP-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uuuuu… uuuuuuuuuuuuuuuuuuu… Aku benar-benar sial…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin bukan sial, melainkan kikuk?” Index tersenyum, “tapi karena Imagine Breaker-mu nyata, mungkin memang sudah seharusnya begitu, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Apa maksudmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, ini adalah isu dari pihak Sihir, jadi mungkin kamu tidak akan percaya kalau aku mengatakannya,” Index tertawa sambil mengatakan, “jika perlindungan Tuhan dan benang merah takdir benar-benar ada, mereka akan dihancurkan oleh tangan kananmu juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengguncangkan pakaian susternya yang dipasangi peniti, berkata, “Seperti Gereja Berjalan yang aslinya memiliki kekuatan Tuhan. Pakaian ini merupakan perlindungan dari Tuhan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh… apanya yang ‘beruntung’ atau ‘sial’? Bukankah itu hanya kemungkinan dan statistik? Bagaimana mungkin itu benar-“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum dia sempat menyelesaikan pernyataannya Kamijou merasakan listrik statis ketika dia menyetuh gagang pintu, mengagetkan Kamijou dan menyebabkan seluruh tubuhnya berguncang secara refleks. Ototnya gemetar dengan cara yang belum terbiasa, dan betis kanannya kram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Uuuuuuu… “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengerang selama kira–kira enam detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… erm … Suster-san…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tolong jelaskan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Logikanya sebutulnya cukup sederhana,” kata Index seolah-olah hal ini sudah jelas. “Jika kekuatan tangan kananmu itu nyata, berarti adanya kekuatan itu di tangan kananmu akan terus menghapus keberuntunganmu secara terus menerus”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.. Jadi maksudmu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selama tangan kananmu menyentuh udara, kamu akan terus–terusan sial.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AAAAAAHHHHHHHHH! AKU BETUL–BETUL SIAL!!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Kamijou tidak percaya hal ghaib, tapi dia sangat peka dengan kejadian yang disebut kemalangan. Dalam kehidupan sehari–hari Kamijou, dia sering kali begitu sialnya sampai dia mersa seluruh jagad raya memusuhinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan yang berdiri di depan Kamijou Touma yang malang adalah seorang suster berpakaian putih bersih dan bersinar dengan senyuman seperti dewi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua orang yang melihatnya akan memberitahumu bahwa itu ekspresi untuk membuatmu percaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kesialan yang sesungguhanya adalah mempunyai kekuatan itu sejak lahir.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat suster yang tersenyum di depannya, Kamijou tidak bisa menahan air matanya… hei… tunggu dulu, itu bukan maksud yang ingin dia sampaikan… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, aku tidak bicara tentang itu! Kamu… apa kamu punya tempat tinggal lain setelah pergi dari sini? Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi, tapi penyihir–penyihir itu mungkin masih berkeliaran dekat sini, &#039;kan? Rumahku lebih aman. Apa kamu ingin tinggal di sini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan memancing ‘musuh’ jika aku tetap di sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana bisa kamu begitu yakin? Selama kamu tidak menarik perhatian dan tinggal di dalam ruangan ini, kamu tidak akan ketahuan, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak semudah itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index menggenggam kerah pakaiannya dan berkata, “Pakaian ini disebut Gereja Berjalan. Pakaian ini dijaga oleh sihir. Meski Gereja memanggilnya kekuatan Tuhan, sebetulnya itu mirip dengan sihir. Dengan kata lain, ‘musuh’ bisa menggunakan ciri khusus sihir dari Gereja Berjalan dan menemukanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu kenapa kamu memakai apa yang pada dasarnya tidak lebih dari penarik musuh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena tingkat pertahanannya adalah kelas Paus… sebelum dihancurkan oleh tangan kananmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau saja tidak dihancurkan tangan kananmu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku minta maaf… tolong jangan menatapku dengan mata penuh air mata itu… tunggu. Dipikir–pikir, karena Gereja Berjalan-mu dihancurkan oleh tangan kananku, mereka seharusnya tidak bisa melacaknya lagi, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka masih akan tahu kalau Gereja Berjalan-ku hancur. Seperti kataku: Kemampuan pertahanan Gereja Berjalan adalah kelas Paus. Dengan kata lain, seperti sebuah benteng... jika aku adalah ‘musuh’, bahkan jika aku tidak tahu kenapa Benteng Berjalan hancur, aku pasti tidak akan membiarkan kesempatan seperti itu lepas. &#039;Kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu! Bukannya itu adalah alasan yang membuatmu lebih tidak bisa pergi sendirian! Meskipun aku masih tidak percaya apa yang kamu sebut ‘sihir’, tapi jika ‘musuh’ benar–benar mengejarmu, bagaimana bisa aku membiarkanmu membahayakan nyawamu di luar sana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tertegun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ekspresinya, dia betul–betul terlihat seperti gadis biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Maksudmu jika aku akan turun ke neraka, kamu akan menemaniku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tersenyum. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memberikan senyuman yang memilukan hati yang membuat Kamijou terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di belakang kata–kata halus itu ada permohonan tersembunyi; &#039;&#039;tolong jangan terlibat dengan hal ini&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir, aku bukannya tidak punya teman. Selama aku bisa lari ke gereja, orang–orang di sana akan melindungiku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… oh? Lalu… Di mana gereja itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“London.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya itu terlalu jauh? Berapa lama kamu akan lari?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Ah, jangan khawatir! Seharusnya ada beberapa cabang kecil di Jepang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pakaian suster yang penuh peniti itu bergoyang ke sana–sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis kecil yang terlihat seperti ibu rumah tangga yang sering diganggu berkata, “Gereja… ya, sepertinya ada satu di kota ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang biasa yang mendengar kata “gereja” akan segera berpikir tentang bangunan besar tempat pernikahan diadakan. Di Jepang, gereja–gereja itu sangat kecil. Meski berada di Jepang, budaya Kristen belum mengakar di sana, dan dengan seringnya gempa bumi yang dialami Jepang, sulit untuk memepertahankan “bangunan dengan nilai bersejarah”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gereja yang Kamijou lihat dari ujung matanya ketika naik kereta hanyalah kompleks apartemen dengan salib yang didirikan di atap. Awalnya dia malah mengira itu adalah gereja milik para konglomerat baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm… tapi tidak semua gereja bisa… aku termasuk sekte British...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Erm,… dalam arti luas, Agama Kristen sebetulnya dibagi menjadi banyak sekte,” Index menjelaskan dengan canggung, “agama Kristen secara umum dibagi menjadi Katolik dan Protestan. Aku termasuk sisi Katolik, yang dibagi lagi menjadi Gereja Katolik Roma, yang berpusat di Kota Vatikan; Gereja Ortodoks Rusia, yang berpusat di Rusia; dan Gereja Anglikan, yang berpusat di Katedral St. George.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jadi apa yang akan terjadi jika kamu salah masuk?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan diusir,” Kata index dengan dengan senyuman pahit. “Ortodoks Rusia dan Anglikan sebagian besar berpusat di negaranya sendiri, jadi keduanya tidak mempunyai banyak cabang di Jepang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semakin Kamijou mendengar, semakin dia merasa ada sesuatu yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin sebelum Index menyerah karena lapar, dia sudah sudah mengunjungi beberapa gereja dan diusir beberapa kali, memaksanya untuk berlari demi nyawanya? Itu bukan pikiran yang melegakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir. Aku akan baik-baik saja asalkan bisa mencapai gereja milik Anglikan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba–tiba, Kamijou memikirkan kekuatan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi! Jika kamu ada masalah, carilah aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, hanya itu yang bisa dia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun dia punya kekuatan untuk membunuh Tuhan itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mn, aku akan kembali jika lapar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memberikan sebuah senyuman yang seperti bunga morning glory. Senyum sempurna itu membuat Kamijou tidak bisa berkata–kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah robot pembersih mendekat, bergerak mengitari sosok Index, dan melanjutkan perjalanannya ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“YAAAH!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum sempurna hilang dalam sekejap ketika Index jatuh ke belakang. Cara dia bergetar, seperti kakinya terkena kram. *DONG*! Kepala belakangnya menghantam tembok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—! BENDA ANEH BARU SAJA KELUAR BEGITU SAJA…?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Index terisi dengan air mata sambil menjerit, bahkan lupa untuk mengelus kepala belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“KAU BERLEBIHAN! ITU HANYA ROBOT PEMBERSIH!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah robot pembersih yang terlihat seperti silinder logam besar dengan roda di bawahnya, menggunakan pel berbentuk lingkaran untuk membersihkan lantai. Sebuah kamera yang dipasang dekat ujung atasnya membuatnya bisa menghindari penghalang. Semua gadis yang memakai rok mini membencinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Begitu. Jepang bukan hanya negara teknologi, melainkan juga negara di mana bahkan Agathion dimekanisasi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat Index yang terlihat kagum oleh Jepang karena alasan aneh membuat rambut Kamijou berdiri sampai ujungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini Academy City! Kamu bisa melihat benda seperti itu di mana–mana!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Academy City?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar. Bagian barat Tokyo relatif lambat dalam perkembangan, jadi bagian itu dibeli untuk mendirikan kota ini. ‘Kota sekolah’ yang di dalamnya terdapat puluhan universitas dan ratusan SD, SMP, dan SMA.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh sambil melanjutkan, “Delapan puluh persen dari orang yang tinggal di sini adalah siswa, dan semua apartemen yang terlihat seperti kondominium (kompleks apartemen yang sangat besar) sebetulnya adalah asrama siswa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City tidak hanya mendidik siswa dalam bidang akademik, tapi juga menanam kekuatan super dan pengembangan tubuh secara rahasia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Jadi layar di jalanan mungkin agak berbeda dari yang biasa. Mesin penjual makanan otomatis, kincir angin praktis untuk menghasilkan listrik, dan robot pembersih barusan… Ada banyak benda seperti itu yang dikembangkan oleh universitas di sini. Tingkat teknologi di sini kasarnya dua puluh tahun lebih maju dari dunia luar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm… “ Index menatap robot pembersih itu, dan berkata, “Jadi semua bangunan di daerah ini milik Academy City?|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yap… jika kamu mencari Gereja Inggris di sini, nasihatku adalah coba cari di luar kota ini. Gereja di sini sebagian besar mungkin mengajarkan teologi atau psikologis-Jungian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memberikan “Mn” sambil menganggukkan kepalanya. Pada waktu itulah Index baru menggunakan tangannya untuk memegang kepala belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… eg? Ah… eh? Ke… kerudungku hilang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu baru sadar? Kerudungmu jatuh tadi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maksud Kamijou adalah “kamu menjatuhkannya saat ganti baju di bawah selimut”, tapi sepertinya Index mendengarnya sebagai “kamu menjatuhkannya saat kamu ditakuti robot pembersih dan jatuh”. Index mencari di sekitar koridor. Gagal menemukannya, beberapa tanda tanya muncul di atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-HA! Benar! Pasti Agathion mekanis itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index sepertinya telah sepenuhnya salah paham sambil berlari mengejar robot pembersih yang berbelok di ujung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Emm… situasi apa–apaan ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat kembali kamarnya, pada kerudung Index, dan melihat kembali ke koridor; Index sudah menghilang. Sungguh cara yang tidak berperasaan untuk pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu membuatnya memikirkan sesuatu tanpa dasar: Bahkan jika dunia ini hancur, gadis itu masih akan terus bertahan hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitulah pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 5===  &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hai~ Sensei telah membuat beberapa bahan pelajaran, jadi aku akan memberikannya~. Ini akan jadi isi pelajaran hari ini~”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sudah satu semester dia berada di kelas ini, tapi bahkan sekarang, Kamijou masih tidak mempercayainya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Wali kelas 1-7, Tsukuyomi Komoe berdiri di depan meja. Para murid hanya bisa melihat kepala guru ini jika dia berdiri di belakang mejanya. Tingginya 135 cm, dan katanya dia ingin naik &#039;&#039;roller coaster&#039;&#039;, tapi ditolak karena kaitannya dengan keselamatan. Tidak masalah siapa yang melihatnya, semua orang akan merasa bahwa dia adalah seorang anak berumur dua belas tahun yang seharusnya memakai helm keamanan kuning dan membawa tas punggung merah dan sebuah suling soprano. Karena itulah guru yang seperti anak–anak ini termasuk salah satu dari tujuh misteri di sekolah.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Meski aku tidak melarang kalian untuk mengobrol, kalian harus mendengarkan apa yang Sensei katakan, ok~? Sensei sudah bekerja keras untuk menyiapkan semua pertanyaan untuk tes ini. Jika gagal, kamu akan dihukum dengan pelajaran Penglihatan Tembus Pandang.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Sensei, apa kau membicarakan tentang bermain poker dengan penutup mata? Itu, &#039;kan, bagian dai Kurikulum Penglihatan Tembus Pandang! Kudengar kami tidak boleh pulang kecuali bisa menang sepuluh kali berturut–turut meskipun kami tidak bisa melihat kartunya. Kalo begitu kami semua tidak akan bisa pulang sampai besok pagi!”, protes Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ya~ tapi Kamijou, nilaimu untuk pengembangan kekuatan tidak cukup. Jadi kamu tetap harus mengikuti pelajaran Penglihatan Tembus Pandang, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou merasa bahwa dia tidak bisa menangani senyum ala &#039;&#039;salesman&#039;&#039; dari gurunya ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Oo, sepertinya Komoe betul–betul suka padamu Kami-yan...!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Duduk di sebelah Kamijou adalah ketua kelas (laki-laki) dengan rambut biru dan tindikan di telinganya, yang mengatakan sesuatu yang bodoh pada Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Tidakkah kau merasa guru yang dengan senangnya berjinjit dan berbuat iseng di depan papan tulis sedang bersikap memusuhiku....?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa...? Guru manis itu? Apakah ada masalah kalau kamu gagal dalam beberapa mata pelajarannya? Kamu pasti akan mendapat banyak pengalaman jika dimarahi anak kecil seperti itu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ternyata sebutan pedofil tidak cukup untukmu, dasar &#039;&#039;masochist&#039;&#039;!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“AHA— ! Menjadi seorang pedofil hanya satu dari kesenanganku. Aku tidak &#039;&#039;hanya&#039;&#039; suka gadis kecil, tahu~!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Ketika Kamijou hampir merespon dengan ucapan “Dasar kau omnivora pemakan sampah”,&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kalian berdua di sana! Kalian akan bermain Telur Columbus jika terus berbicara!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Telur Columbus ini membutuhkan seseorang untuk menyeimbangkan sebuah telur mentah untuk berdiri di meja tanpa bantuan apa pun. Bahkan murid yang belajar Psikokinesis harus bekerja keras sampai pembuluh darah di otaknya hampir pecah untuk menahan telurnya supaya tidak jatuh; ini karena jika tekanannya terlalu besar, telur itu akan pecah. Dan juga, mereka yang gagal akan harus tinggal sampai keesokan paginya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou dan Aogami Pierce hanya bisa menatap Tsukuyomi Komoe yang berdiri di panggung, bahkan hampir lupa untuk bernapas.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa kalian mengerti~?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sungguh senyum yang mengerikan.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Komoe-sensei sangat membenci orang–orang yang menyebut kata “kecil”, tapi menyukai orang yang memanggilnya “imut”.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Namun, Komoe-sensei tidak keberatan jika murid–muridnya tidak melihatnya sebagai guru. Tentu saja karena di sini adalah Academy City. Delapan puluh persen dari populasi di sini adalah siswa, jadi kota ini bisa disebut Neverland &amp;lt;ref&amp;gt;Neverland di sini mengacu pada pulau fiksi dalam cerita Peter Pan karya J. M. Barrie.&amp;lt;/ref&amp;gt;. Maka, kritik pada guru–guru di sini lebih keras dari sekolah–sekolah lain di luar. Di samping itu, kemampuan siswa di sini diukur dengan kemampuan akademis dan juga kekuatan supernaturalnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Di sini, peran para guru adalah untuk mengembangkan kekuatan para siswanya meskipun mereka sendiri sebetulnya tidak memiliki kekuatan apa pun. Para guru olahraga dan staf pengajar yang seperti instruktur semuanya seperti berasal dari unit militer  negara lain karena mereka bisa menghadapi para siswa Level 3 yang laksana monster dengan menggunakan kekuatan mereka sendiri. Tentu saja, Komoe-sensei, yang mengajar kimia, tidak seperti.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku bilang, Kami-yan…” &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Dimarahi Komoe-sensei, tidakkah membuatmu senang?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Hanya kau yang merasa senang, idiot! Cukup, diam! Musim panas kita akan hancur jika kita dipaksa main dengan telur mentah ketika kita tidak punya kekuatan Psikokinesis! Berhenti memberiku masalah dengan logat Kansai palsu itu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“L-logat Kansai palsu? Kenapa aku harus memalsukan logat Kansai? Aku orang asli dari Osaka~!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Diam! Kau lahir di desa penuh ladang padi! Aku sudah jengkel; berhenti buat aku berpikir untuk berdebat denganmu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“A... A-a-aku tidak lahir di desa ladang padi! Ah... ah... takoyakinya betul – betul enak~”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Berhenti mencoba jadi orang Kansai. Apa kamu juga akan membawa takoyaki hanya supaya lebih terlihat seperti Orang Kansai asli?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa yang kaubicarakan? Orang asli Kansai sekalipun tidak hanya makan takoyaki saja, &#039;kan?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Benar, &#039;kan? Eh, tunggu ... tapi... eh... benar nggak, ya?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kau menunjukkan jati dirimu, dasar orang Kansai palsu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh, dan melihat ke luar jendela.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Jika dia tahu pelajaran tambahan akan begini membosankan, dia pasti sudah menemani Index.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Meski Gereja Berjalan yang dipakai Index bereaksi terhadap tangan kanan Kamijou —baik, penggunaan kata “bereaksi” mungkin agak meremehkan- bukan berarti Kamijou percaya keberadaan sihir. Mungkin 80-90% dari apa yang dikatakan Index dibuat–buat, mungkin dia hanya salah paham setelah melihat fenomena alami sebagai sihir.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tapi...&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Ikan yang lepas selalu terlihat sangat besar...&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh lagi. Dibandingkan dengan terperangkap dalam kelas tanpa AC ini, dia seharusnya mengikuti Index ke dunia fantasi sihir dan pedang pasti lebih menarik. Dan jika dia ambil bagian dalam kegiatannya, mungkin akan ada -agak dipaksakan menyebutnya cantik- pasangan wanita manis untuknya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou ingat kerudung suster yang ditinggalkan Index di kamarnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Pada akhirnya, dia tidak mengembalikannya. Jika dia ingin mengembalikannya, dia masih punya kesempatan. Bahkan jika Index hilang, asalkan dia mencarinya dengan serius, pasti akan ketemu. Bahkan jika dia tidak bisa menemukannya, logis untuk Kamijou mengayun–ayunkan kerudungnyanya sambil berlari di jalanan.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sekarang Kamijou berpikir, sebetulnya Kamijou ingin meninggalkan sesuatu sebagai pengikat mereka berdua. Kamijou diam–diam berharap bahwa suatu hari dia akan kembali untuk mengambil benda yang dilupakannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Ini karena senyum gadis itu begitu sempurna.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Jika dia tidak meninggalkan sesuatu sebagai pengekang mereka berdua, rasanya dia akan menghilang di antara jarinya seperti hantu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou hanya takut pada hal ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
...Apa yang terjadi?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou, yang sedang romantis, tiba–tiba sadar akan sesuatu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou agaknya kejam pada gadis yang bergantungan di pagar balkonnya, tapi dia tidak begitu membenci gadis itu. Dia pastinya merasa sedikit menyesal karena mungkin dia tidak akan bertemu dia lagi di lain waktu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...Ah... sial!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mengatakan “Cheh” dalam mulutnya. Jika tahu akan menyesal sekarang, dia seharusnya memaksanya tinggal sejak dari awal.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Coba pikir, “103.000 grimoir” apa yang tadi dia bicarakan?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Asosiasi sihir itu mengejar Index (Asosiasi? Apa mereka perusahaan swasta?), dia dengar mereka mengejarnya karena “103.000 grimoir” itu- paling tidak, itulah yang dia katakan. Sedangkan bagi Index, dia lari karena nyawanya terancam sambil membawa “103.000 grimoir” itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Yang dibawa Index bukanlah sebuah kunci atau peta tempat semua grimoir itu disimpan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kamijou bertanya di mana buku–buku itu, Index menjawab, “Semuanya di sini”.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“... Apa maksudnya?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou hanya memiringkan kepalanya. Gereja Berjalan yang dipakai Index bereaksi terhadap Imagine Breaker Kamijou, itu berarti bahwa apa yang dikatakannya tidak sepenuhnya salah.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Sensei, Kamijou sedang menatap rok gadis–gadis dari klub tenis!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mendengar Aogami Pierce memalsukan gaya bicara Kansai yang sulit itu, Kamijou melepaskan “Ah” ketika kesadarannya ditarik kembali ke ruang kelas.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Komoe-sensei terdiam.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sepertinya Komoe-sensei betul–betul syok dan sedih karena murid yang bernama Kamijou Touma tidak memperhatikan pelajaran. Ekspresi wajahnya seperti anak kecil berumur dua belas tahun yang baru sadar pada hari musim dingin bahwa Sinterklas itu tidak nyata.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Saat Kamijou memikirkan tentang ini, seluruh isi kelas menatapnya. Sepertinya mereka adalah anggota Asosiasi Pelindung Hak Asasi Anak.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Seharusnya ini pelajaran tambahan musim panas, tapi Kamijou tertahan sampa waktu pembubaran normal.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“... Sungguh sial.”, gumam Kamijou sembari memandang kincir angin dengan tiga baling-baling yang berkerlip terkena sinar matahari senja. Karena sekolah melarang muridnya untuk keluar malam, bus dan kereta terakhir di Academy City adalah saat jam sekolah berakhir. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou, yang tidak berhasil mengejar bus terakhir, hanya bisa menyusuri jalan di kawasan perbelanjaan yang panas dengan lesu. Robot keamanan lewat di depan Kamijou, dan robot itu juga didesain sehingga terlihat seperti tong metal dengan roda di bawahnya. Fungsinya seperti alat pengawas tindak kriminal. Awalnya robot itu didesain seperti robot anak anjing, tapi robot anak anjing terlalu menarik perhatian anak kecil, membuat mereka sulit bergerak. Maka, mereka semua diubah menjadi seperti tong metal. Hm, alasan ini agak lucu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“AH! Akhirnya ketemu, kamu! Oi... tunggu! Berhenti! Aku memanggilmu! Cepat berhenti!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahan terhadap panas di musim panas ketika dia melihat robot keamanan bergerak pelan–pelan di sampingnya, berpikir.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ke mana Index pergi setelah mengejar robot itu?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia tidak sadar kalau teriakan dari belakang itu ditujukan padanya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia hanya merasa sangat berisik di belakangnya, jadi dia menoleh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
[[Image:Index v01 071.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara tersebut keluar dari mulut seorang siswi SMP. Dia mengenakan blus berlengan pendek, sweater musim panas, dan rok lipat. Rambutnya sebahu dan agak bersinar kemerahan karena pantulan sinar matahari senja. Akan tetapi, terlihatnya wajahnya masih lebih merah lagi. Pada saat itu, Kamijou sadar siapa gadis itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...Ah... kamu lagi, Biri-Biri Si Murid SMP.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Berhenti memanggilku Biri-Biri! Namaku Misaka Mikoto! Kenapa kau masih tidak ingat? Aku juga ingat kau memanggilku Biri-Biri saat pertama kali kita bertemu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Pertama kali aku bertemu denganmu...?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mulai mengingat–ingat.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Hm, benar. Pertama kali bertemu dia, dia sedang dipermalukan oleh beberapa berandalan. Ingin menunjukkan semangat Urashima Tarou dengan menasihati mereka supaya tidak mencuri dompet gadis lemah, dia hanya dihadiahi gadis itu dengan reaksi kasar, “Kau terlalu berisik, berhenti menggangguku!” dan menyerangnya dengan ledakan petir. Tentu saja, Kamijou menetralisasinya dengan tangan kanannya, tapi gadis itu kaget... “Eh? Apa yang terjadi? Kenapa tidak kena? Bagaimana kalau ini... eh? Tidak kena juga...”Kejadian demi kejadian terjadi, hingga akhirnya seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“... Eh? Kenapa? Aku tidak begitu sedih, tapi kenapa aku begitu sedih, Ibu?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kenapa kau menatap jauh...?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou agak lelah, karena baru saja menyelesaikan pelajaran tambahannya, jadi dia memutuskan untuk tidak terlalu memikirkan cara dia berurusan dengan Biri-Biri di depannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Seorang gadis menatap Kamijou. Gadis ini adalah gadis Railgun dari kemarin. Dia betul–betul tidak senang kalau kalah dari orang lain, jadi dia datang ke Kamijou untuk balas dendam, tapi pada akhirnya selalu frustrasi.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kau sedang bicara dengan siapa barusan...?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Gadis ini memiliki sifat keras yang tidak mengakui kekalahannya, tapi dia sebetulnya takut sendirian dan sekarang bertugas mengurus hewan peliharaan di kelasnya.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Berhenti mengarang-arang cerita!!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Misaka Mikoto benar–benar frustrasi sampai–sampai dia mengayun-ayunkan tangannya, sehingga menarik perhatian para pejalan kaki di sekitarnya. Sudah bisa ditebak, karena seragam musim panas yang dia kenakan dengan desain yang sebenarnya biasa-biasa saja adalah seragam SMP Tokiwadai, salah satu dari lima sekolah paling bergengsi dan elit di Academy City. Siswi-siswi dari SMP Tokiwadai berkepribadian halus dan sopan. Tapi entah kenapa, mereka sering terlihat sendirian bahkan di stasiun pada jam sibuk. Jadi, akan sangat mengejutkan jika seseorang melihat siswi Tokiwadai duduk di lantai kereta dan bermain dengan telepon genggam mereka seperti penumpang lainnya. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Eh? Oh, ya, ada apa, Biri-Biri? Bukankah ini tanggal 20 Juli? Kenapa masih pakai seragam sekolahmu? Apa kamu juga ikut pelajaran tambahan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ugh… kau…, diam!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku mengerti, kamu tidak merasa bahwa kelinci di kelasmu cukup aman, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Berhenti memasukkan hewan di kepribadianku, dasar berandalan! Akan kubuat kau membayar! Kakimu akan gemetar seperti katak tersetrum listrik! Cepat persiapkan permintaan terakhirmu sekarang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Tidak.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kenapa?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Karena aku bukan pengurus binatang peliharaan di kelas.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kau... masih mempermainkanku?!?!?!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Thomp!*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Si gadis SMP menginjak keras ubin di jalur untuk pejalan kaki.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dalam sekejap, telepon genggam orang–orang yang lewat mengeluarkan suara rusak, kabel televisi di jalan perbelanjaan tiba–tiba terpotong, dan bahkan robot keamanan mengeluarkan suara berisik yang aneh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Rambut dari si siswi SMP mengeluarkan suara yang seperti listrik statis.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Pemakai kekuatan Level 5 yang bisa menembakkan Railgun dari tubuhnya ini memberikan senyum menakutkan seperti hewan buas yang memamerkan taringnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Hmph! Bagaimana? Apa ini memperjelas pikiranmu- Mmmph… !”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou dengan panik menggunakan tangannya untuk menutupi mulut Misaka Mikoto sepenuhnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Di… diam! Tolong jangan katakan apa pun! Tidakkah kamu lihat orang yang telepon genggamnya rusak terlihat tidak senang!? Jika mereka tahu kamu yang melakukannya, kamu harus membayar mereka, apalagi untuk TV kabelnya -siapa tahu berapa yang harus kita bayar!!&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Karena pertemuannya dengan si gadis berambut perak belum lama ini, Kamijou yang biasanya hanya berdoa saat Natal, mulai berdoa kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mungkin doanya berhasil, karena tak seorang pun mendekati Kamijou dan Mikoto.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Saat Kamijou mengeluarkan nafas kelegaannya (Ketika Mikoto mulai sesak karena tangannya),&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Bahaya! Bahaya! Kesalahan Nomor 100231-YF. Ditemukan serangan gelombang elekromagnetik yang melanggar hukum keelektromagnetisan. Keabnormalan sistem terdeteksi. Bisa jadi serangan teroris pengguna elektrik; tolong jangan gunakan peralatan elektronik apa pun.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Imagine Breaker dan Railgun gemetar saat mereka menoleh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tong metal besar di sisi jalan mengeluarkan asap sambil mengeluarkan peringatan yang tidak bisa dimengerti.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sesaat kemudian, robot keamanan mengeluarkan suara sirene yang keras dan melengking.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tentu, mereka harus lari.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Lari melewati lorong, menendang ember air plastik, menakuti kucing hitam, melanjutkan untuk lari ke depan. Tunggu sebentar, aku tidak melakukan hal yang salah, kenapa aku juga lari? Kamijou berpikir saat berlari. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau dia berpikir seperti itu, dia tetap berlari Dia ingat ada program televisi yang memberi tahu kalau harga satu robot keamanan adalah 1,2 juta yen.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Uuu… sialnya! Semua karena aku terlibat dengan orang seperti ini!!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa maksudmu orang seperti ini? Namaku Misaka Mikoto!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Setelah lari ke suatu tempat yang dalam di bagian terdalam dari lorong, keduanya akhirnya berhenti.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Area kosong berbentuk persegi panjang ini  sepertinya dibentuk saat salah satu gedung disingkirkan. Tempat ini sangat cocok untuk bermain basket &#039;&#039;three-on-three&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
‘Kamu terlalu berisik  Biri-Biri! Kaulah orang yang merusak semua alat elektronik di rumahku. Sekarang apa lagi yang kauinginkan!?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Siapa suruh jadi orang menjengkelkan?!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa salahku!? Pernahkah aku berbuat kasar padamu!?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kemarin, Kamijou menggunakan tangan kanannya untuk membendung semua serangan Mikoto, termasuk Railgun, pasir besi yang dikendalikan sehingga mirip pedang cambuk besi, gelombang elektromagnetik kuat yang menarget organ dalam, dan serangan terakhirnya berupa petir yang benar-benar turun dari langit.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tapi semua itu tidak bisa menyakiti Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Selama itu kekuatan supernatural, Kamijou Touma bisa meniadakan semuanya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kau lelah karena kau terus menyerangku. &#039;kan? Staminamu tidak cukup, berhenti menyalahkanku!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“… Ugh…!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mikoto mengertakkan giginya dengan marah, dan berkata, &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“I-itu tidak dihitung sebagai kekalahanku! Aku bahkan tidak diserang sekali pun! Seharusnya ini imbang!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Huuh, tidak butuh. Kamu menang. Meski aku memukulmu karena frustasi, AC rusakku tetap tidak bisa diperbaiki.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ugh…! Tunggu sebentar! Cepat bertarung serius denganku!!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Melihat Mikoto melambaikan tangannya dengan liar sambil meraung, Kamijou mengeluh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kamu yakin aku boleh serius?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mikoto tidak bisa mengatakan apa pun.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou dengan lembut mengepalkan tinjunya, dan membukanya lagi. Gerakan sederhana ini cukup untuk membuat Misaka Mikoto mengeluarkan keringat dingin. Dia bahkan tidak bisa mundur selangkah pun; dia hanya bisa tetap mengakar di tempat itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou bisa menghalangi semua serangan Mikoto begitu saja, tapi Mikoto tidak mengetahui apa kekuatan Kamijou sebenarnya. Baginya Kamijou benar-benar lawan yang megerikan.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Bisa diduga kalau Mikoto akan takut karena Kamijou Touma adalah orang yang bisa menghalangi semua serangan Mikoto selama lebih dari dua jam dan tetap tidak terluka sedikit pun. Sudah tentu dia akan bertanya-tanya apa yang terjadi bila Kamijou serius.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh, lalu mengalihkan pandangannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mikoto sepertinya bisa lepas dari benagg tak terlihat yang seolah-olah mengikatnya saat dia akhirnya mengambil beberapa langkah mundur, satu per satu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“… Kenapa aku… begitu sial…?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Melihat Mikoto begitu takut, Kamijou, terlihat agak sedih, dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Alat listrik di kamarku rusak, bertemu penyihir palsu pagi ini, dan aku bertemu Biri-Biri sore ini…”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Pe… penyihir…? Apa itu…?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou termenung sesaat, dan berkata, &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Hm, aku pun juga ingin tahu…&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Biasanya, Mikoto akan berteriak, “Dasar berandalan, apa kau sedang mempermainkanku!? Atau kekuatan anehmu membakar otakmu?” dan mengeluarkan sejumlah serangan gelombang elektromagnetik. Tapi saat ini, dia hanya bisa mengintip wajah Kamijou dengan takut-takut.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tentu saja, Kamijou hanya menakutinya, tapi melihat dia jadi begitu takut, dia merasa sedikit iba.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
…Penyihir…&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou tiba – tiba mengingatnya. Ketika bicara dengan suster putih itu, kata itu keluar secara alami, tapi sekarang saat dia tidak di sini, Kamijou menyadari betapa jauh kata itu dari kehidupannya saat ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kenapa dia bisa mengatakan kata seperti itu begitu mudahnya ketika dia bersama Index?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Apakah ada atmosfer misterius yang membuat Kamijou percaya padanya secara tidak sadar?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“… Apa yang aku pikirkan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou sepenuhnya mengabaikan Misaka Mikoto si Biri-Biri yang gemetar seperti anak anjing yang menggerutu sendiri.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Takdirnya dengan Index terpotong hanya seperti ini. Dunia ini begitu luas, dan tidak mungkin untuk mengharapkan sebuah pertemuan kebetulan. Tidak ada artinya memikirkan apa arti kata penyihir.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Meski begitu, Kamijou tidak bisa lupa.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia ingat kerudung putih yang dijatuhkan Index di kamarnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Hal terakhir yang dia tinggalkan, pengikat di antara keduanya, terus mengikat hati Kamijou, membuatnya gelisah.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Bahkan Kamijou tidak tahu kenapa dia begitu memikirkannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia seharusnya adalah orang yang bahkan bisa membunuh Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 6===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
320 yen… Kelihatannya dia tidak bisa mendapatkan semangkok besar gyuudon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ukuran sedang, huh…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi para gadis yang terbiasa makan dengan porsi sebesar &#039;&#039;light novel&#039;&#039; mungkin tidak akan mengerti bahwa bagi anak laki–laki yang sedang dalam masa pubertas, gyuudon berukuran sedang hanya bisa disebut kudapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyia–nyiakan waktu dengan si gadis Biri-Biri, Kamijou memasuki restoran gyuudon untuk menyelesaikan &#039;kudapan&#039;-nya, Dengan kembalian yang hanya sebesar 30 yen (termasuk pajak), dia kembali ke depan asramanya di bawah matahari tenggelam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada seorang pun di sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin semuanya sedang bermain–main dengan gila karena saat ini adalah awal liburan musim panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan luar asrama itu terlihat khas seperti apartemen dengan satu ruangan. Dalam gedung persegi panjang ini, ada barisan pintu di dinding di sepanjang koridor. Tidak adanya penutup plastik di pagarnya menunjukkan bahwa bangunan ini adalah asrama laki–laki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu depan dan balkon yang berada di sisi seberang kamar dibangun di samping kanan dan kiri bangunan jika dilihat dari jalan. Dengan kata lain, mereka terletak di sela-sela antara bangunan satu dan yang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski ada sistem kunci otomatis di pintu masuk utama, asrama tetangga jaraknya hanya terpisah dua meter. Menyerang tempat ini mudah. Seperti apa yang dilakukan Index pagi tadi, hanya perlu melompat saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memasuki pintu masuk utama, Kamijou melewati sebuah gudang yang digunakan oleh manajer asrama tersebut sebagai ruangannya, sebelum akhirnya sampai di elevator. Elevator di sini lebih sempit dan lebih kotor dari yang digunakan untuk mengangkat barang–barang di tempat pembangunan. Huruf “R” yang menyimbolkan atap disegel dengan papan logam, untuk mencegah para Romeo dan Juliet naik ke atap di malam hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti oven microwave, elevator mengeluarkan suara “ding” ketika berhenti di lantai tujuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu elevatornya mengeluarkan suara berderak, dan pelan–pelan terbelah dua. Mulai tidak sabar, Kamijou mendorong pintu elevator ke samping. Meskipun ini lantai ketujuh, tidak ada hembusan angin sama sekali. Ditambah lagi, jarak antarbangunan yang sangat dekat membuat hawa di sana makin panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou akhirnya menyadari sesuatu. Di ujung koridor, di depan pintu kamarnya, ada tiga robot pembersih yang berkumpul di sana. Jarang sekali tiga robot berkumpul pada satu tempat yang sama. Apalagi hanya ada lima robot pembersih di asrama ini. Tiga robot ini bergerak mundur dan maju dalam frekuensi yang tetap, dan sepertinya ada yang kotor di bawah sana. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Entah kenapa, Kamijou mendapat firasat buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Robot pembersih besar ini bahkan bisa menyingkirkan permen karet yang tertempel di lantai. Kotoran macam apa yang membuat bahkan tiga mesin itu sulit menyingkirkannya? Apa tetangga samping kamarnya, Tsuchimikado Motoharu demi menyerahkan keperjakaannya, mencoba mabuk untuk bertindak seperti berandalan, dan muntah di depan pintunya layaknya di tiang telepon? Setelah memikirkan ini, Kamijou merasa menggigil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa–apaan yang…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia mempunyai kecenderungan untuk tertarik pada sesuatu yang mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa sadar Kamijou maju beberapa langkah, hingga akhirnya dia melihat hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang gadis sihir Index telah pingsan di sana karena lapar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Umm…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski sebagian ditutupi oleh robot, semua orang bisa tahu kalau suster putih dengan peniti bersinar di seluruh pakaiannya itu sudah pingsan lagi di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga robot tersebut terus memukulkan tubuhnya terhadap Index, tapi dia tidak bergerak sama sekali. Ini semua membuatnya terlihat makin menyedihkan, seperti sedang dipatuk oleh para gagak. Sebetulnya, robot pembersih seharusnya bisa menghindari pejalan kaki dan penghalang, dengan kata lain robot itu tidak memperlakukan Index sebagai manusia. Sungguh kasihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kurasa, ini juga termasuk kesialan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski dia mengatakan ini, jika ada cermin di depannya, Kamijou Touma akan syok karena ekspresinya sendiri. Semua orang akan bilang dia sedang tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping itu, Kamijou masih merasa gelisah. Meski jika hal tentang penyihir ini tidak nyata, ada kemungkinan gadis ini dikejar–kejar oleh anggota kelompok pemujaan misterius baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat dia  begitu saja muncul di depannya dengan cara yang paling alami (khas Index) seperti ini, Kamijou merasa senang. Dan bahkan jika dia mengabaikan kekhawatirannya, hanya melihatnya lagi adalah sesuatu yang patut dijadikan alasan untuk membuatnya senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tiba-tiba ingat satu benda yang ditinggalkannya secara tidak sengaja. Kerudung putih itu. Saat ini, bagi Kamijou, kerudung tersebut bagaikan jimat yang berhasil bekerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi! Apa yang kamu lakukan di sini lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berteriak sambil mulai berlari ke depan. Hanya pemandangan ini saja membuat Kamijou terlihat seperti anak SD yang tidak bisa tidur di malam sebelum bertamasya pada esoknya. Dia mendekatinya selangkah demi selangkah, dan perasaan ini seperti berlari dengan senang untuk membeli RPG pada saat hari rilisnya. Bahkan Kamijou sendiri tidak tahu kenapa dia begitu gembira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index masih belum sadar kalau Kamijou sudah di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat melihat Index seperti ini, Kamijou Touma berpikir bahwa pose itu benar-benar cocok dengannya, dan merasa hal itu sangatlah lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Kamijou akhirnya menyadari bahwa Index sedang terbaring dalam kolam darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ah…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sekejap, bukan kaget yang dia rasakan, melainkan kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya, pandangannya dihalangi oleh para robot pembersih, jadi dia tidak melihatnya. Index, yang sedang terbaring di lantai, memiliki luka berbentuk garis horizontal di dekat pinggangnya. Meskipun jelas bahwa luka itu diakibatkan oleh tebasan pedang, naman lukanya sangat lurus seolah-olah pelakunya menggunakan penggaris dan &#039;&#039;cutter&#039;&#039; untuk melukainya. Juga, ujung rambut peraknya juga terpotong rapi. Bahkan rambut peraknya berubah merah karena terlumur darah yang mengalir keluar dari lukanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, Kamijou bahkan tidak berpikir bahwa itu adalah darah manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semenit lalu, dan semenit kemudian-perbedaan besar pada kenyataan membuat Kamijou bingung. Cairan merah ini… apa ini saus tomat? Apa Index begitu laparnya sampai dia menggunakan tenaga terakhirnya untuk memeras saus tomat? Gambaran ini sungguh lucu, dan Kamijou sangat ingin tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia tidak bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana bisa dia tertawa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga robot mengeluarkan bunyi berdering, bergerak mundur dan maju. Mereka masih membersihkan noda di lantai, cairan merah yang masih mengalir keluar dari tubuh Index dan menyebar di lantai. Seperti mereka menggunakan kain kotor di atas lukanya, mencoba menghisap bagian dalam Index keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berhenti… berhenti! Sial!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou akhirnya menyadari kenyataan saat dia dengan panik mencoba untuk mengangkat satu robot pembersih yang berkumpul di sekitar Index yang terluka parah. Tapi, robot pembersih dibuat berat untuk mencegah mereka dicuri. Ditambah dengan kekuatan yang mereka miliki, sulit untuk menarik mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, robot pembersih itu hanya membersihkan noda yang menyebar di lantai, dan tidak betul–betul menyentuh luka Index. Tapi di mata Kamijou, robot pembersih ini tidak jauh berbeda dari lalat yang berkumpul di sekitar luka yang membusuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski Kamijou mencoba sepenuhnya, sulit untuk menarik satu saja robot pembersih, apalagi tiga. Dan ketika dia mencoba menyingkirkan salah satunya, yang dua masih tetap membersihkan noda merah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah anak laki–laki yang bisa membunuh Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dia malah tidak bisa menangani mainan – mainan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Index tidak mengejeknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir yang sudah mengungu tidak bergerak sedikit pun. Dan mungkin saja dia sudah tidak bernafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial! Sial!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran Kamijou kacau dan dia heran, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang terjadi? Apa kau bercanda?! Siapa orang berengsek yang melakukan ini kepadamu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh? Kami penyihir yang melakukan ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang datang dari belakang sudah jelas tidak datang dari mulut Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou membalikkan badannya dengan keras, dalam  sikap tubuh yang siap bergerak maju.  Elevator… tidak ada. Tapi ada seorang pria berdiri dekat tangga darurat. Sepertinya dia naik lewat tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang pucat yang tingginya sekitar dua meter. Dia terlihat lebih muda dari Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terlihat seumuran dengan Index, sekitar empat belas, lima belas tahun. Melihat tingginya, dia sepertinya orang asing. Mengenai pakaiannya… dia terlihat seperti pendeta dari gereja, dia memakai jubah pendeta hitam. Tapi meskipun dicari di seluruh dunia, sepertinya tidak akan ada seorang pun yang percaya bahwa orang ini adalah seorang pendeta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin dia berdiri melawan angin, karena meski jaraknya paling tidak lima belas meter dari Kamijou, Kamijou sudah bisa  mencium bau &#039;&#039;cologne&#039;&#039; manis. Rambut pirang sebahunya berwarna merah seperti matahari tenggelam, dan ada cincin–cincin  perak di ke-20 jarinya. Dia memakai banyak anting, dan ada aksesoris telepon genggam terlihat bergelantungan di sakunya. Rokoknya yang menyala terlihat bergerak di tepi mulutnya, dan hal yang paling berlebihan adalah dia memiliki tato barcode di bawah mata kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasanya tidak benar untuk memanggilnya pendeta, ataupun memanggilnya berandalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria itu berdiri di koridor. Atmosfer yang mengelilinginya jelas terlihat abnormal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index v01 085.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sana, sepertinya semua logika yang Kamijou tahu tidak lagi cocok, seperti mengikuti aturan yang berbeda. Atmosfer aneh ini terus menyebar seperti sedang dipegang oleh tentakel yang licin dan dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaan yang dirasakan Kamijou saat ini bukan rasa takut atau kemarahan melainkan perasaan bingung dan gelisah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti perasaan saat dompet dicuri ketika berada di luar negeri, penuh keputusasaan dan kesepian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaan seperti terdapat tentakel yang licin dan dingin pelan–pelan menyebar ke seluruh tubuhnya… Jantungnya mulai membeku. Saat ini, Kamijou sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang ini adalah penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat ini telah menjadi dunia lain di mana penyihir benar-benar ada dan nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou bisa menyadarinya hanya dengan sekali lihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun dia masih tidak percaya akan keberadaan penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya saja, Kamijou yakin bahwa orang yang berdiri di hadapannya bukanlah penghuni dari dunia yang biasa dia tinggali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uu? Mmmm… sepertinya serangan gadis itu betul-betul berat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu menggigit rokoknya sambil melihat sekitar, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kudengar Kanzaki yang menebasnya, tapi ini… tadinya aku lega ketika tidak melihat jejak darah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu melihat robot pembersih di belakang Kamijou Touma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index sepertinya ditebas di tempat lain dan berjuang untuk kabur hingga akhirnya bisa sampai ke sini sebelum pingsan. Seharusnya ada jejak darah di mana–mana, tapi sepertinya sudah dibersihkan oleh robot pembersih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi… kenapa…?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou secara tidak sengaja bergumam sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Kamu tanya kenapa dia kembali ke sini? Siapa tahu, mungkin dia lupa sesuatu. Oh, ya, ketika dia kuserang kemarin, kulihat dia masih memakai kerudung. Mungkinkah dia menghilangkannya di suatu tempat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir di depannya betul–betul menggunakan kata–kata “kembali ke sini”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, ketika Index berputar–putar selama seharian, dia sedang diawasi oleh mereka. Mereka bahkan tahu kalau kerudungnya jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengatakan tadi kalau para penyihir bisa merasakan kekuatan sihir dari Gereja Berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia juga berkata tadi kalau para penyihir ini mengikutinya lewat kekuatan supernatural dari Gereja Berjalan. Jadi, mereka juga seharusnya tahu bahwa Gereja Berjalan hancur saat &amp;quot;sinyal&amp;quot;-nya terputus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Index pun seharusnya juga tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sudah tahu, tapi tampaknya dia masih mengandalkan kekuatan pertahanan yang dimiliki oleh Gereja Berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi… kenapa dia di sini lagi? Mengapa dia masih perlu mengambil kembali kerudungnya dari Gereja Berjalan yang tak lagi berguna itu? Tangan kanan Kamijou sudah menghancurkannya, jadi tidak ada gunanya dia mengambil kerudung itu kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Maksudmu jika aku akan turun ke neraka, kamu akan menemaniku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sekejap, semua semuanya menjadi jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou akhirnya ingat. Kerudung dari Gereja Berjalan yang ditinggalkan dalam kamar Kamijou belum disentuh tangan kanan Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, topi itu masih memancarkan energi sihir. Dia pasti khawatir kalau para penyihir akan mengikuti jejak energi sihir itu dan sampai di kamar Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka, dia membuat resiko yang besar untuk “kembali ke sini”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Dasar bodoh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada gunanya mengambil risiko ini. Gereja Berjalan tersebut hancur adalah kesalahan Kamijou. Kamijou sudah tahu kalau kerudung suster itu tertinggal di kamarnya; hanya saja dia tetap meninggalkannya di sana. Dan yang lebih penting… Index tidak punya kewajiban, tugas, ataupun hak untuk melindungi nyawa Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski begitu, dia tetap kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk orang asing, orang bernama Kamijou Touma yang baru dia temui selama tiga puluh menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengambil risiko dengan taruhan nyawanya untuk mencegah Kamijou Touma terlibat dalam pertarungannya melawan para penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Dasar bodoh…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index yang berbaring diam tak bergerak tambah membuat Kamijou geram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya, Index memberi tahu Kamijou bahwa kesialan Kamijou disebabkan oleh tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Kamijou akan secara tidak sadar menghapus semua kekuatan supernatural seperti berkah Tuhan dan benang merah pengikat takdir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Kamijou tidak secara asal menggunakan tangan kanannya untuk menyentuhnya, Gereja Berjalan dari jubah suster itu tidak akan hancur, dan dia tidak perlu membahayakan nyawanya seperti ini untuk kembali ke sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, ini bukan masalah utamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan karena kemampuan yang dimiliki tangan kanan Kamijou, tidak peduli apa Gereja Berjalan hancur atau tidak, ini bukan alasan yang tepat untuk kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini semua karena Kamijou menginginkan suatu ikatan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Andai saja dia mengembalikan kerudung suster itu, semuanya tidak akan jadi seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Oi oi? Jangan melihatku seperti itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rokok di mulut penyihir itu bergerak-gerak ketika dia berkata, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan aku yang menebasnya; yang melakukannya Kanzaki. Dan aku yakin Kanzaki tidak bermaksud untuk melukai dia. Gereja Berjalan yang dikenakannya mempunyai pertahanan mutlak, dan tingkat serangan seperti itu seharusnya tidak meninggalkan bekas padanya… Aku heran bagaimana bisa Gereja Berjalan hancur? Kalau naga St. George belum turun, pelindung setingkat Paus tidak bisa dihancurkan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah bergumam sendiri pada akhirnya, senyum penyihir itu menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, itu hanya untuk sekejap. Saat berikutnya, rokoknya kembali bergerak ke atas karena dia mulai tersenyum di mulutnya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou secara tidak sadar menanyakan pertanyaan yang bahkan dia tidak ingin dijawab oleh orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa…? Aku tidak percaya sihir seperti yang ada di dongeng-dongeng, dan aku tidak terlalu mengerti tentang penyihir atau siapapun kau. Tapi tidak adakah tipe yang baik dan yang jahat? Tidak adakah penyhir yang bertugas melindungi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tahu dengan sangat jelas bahwa, sebagai orang munafik, dia tidak punya hak untuk menanyakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping itu, dia sudah meninggalkan Index dan kembali ke kehidupan normalnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski begitu, Kamijou harus bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian main keroyok hanya demi mengejar gadis kecil ini, mengejarnya ke mana pun dia pergi, dan bahkan melukainya separah ini… Bagaimana bisa kau berdiri di atas keadilanmu setelah melakukan hal seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah kubilang, yang menebasnya bukan aku, melainkan Kanzaki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu betul-betul menggunakan kata-kata sederhana tanpa perasaan menyesal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi, walaupun ada luka ataupun tidak, kami masih harus membawa dia kembali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Membawa… kembali…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak mengerti arti kata–kata ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Ah… Aku mengerti. Aku baru saja mendengar kau mengatakan penyihir, jadi aku anggap kau tahu semuanya! Kurasa dia sebenarnya juga takut melibatkanmu dalam hal ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu menghembuskan asap, dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, kami perlu membawanya kembali. Yah, bukan gadis itu sih yang ingin kami bawa kembali, melainkan 103.000 grimoir yang dibawanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… ‘103.000 grimoir’ itu lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, ya, pandangan agama di negara ini sedikit lemah, jadi mungkin kau tidak mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu tersenyum sambil menjelaskan dengan nada bosan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Index Librorum Prohibitorum adalah katalog dari semua buku sihir jahat yang dirasa oleh Gereja akan mengotori jiwa orang hanya dengan membacanya. Jika gereja mengumumkan bahwa ada banyak buku sihir jahat di dunia, orang masih bisa secara tidak sengaja mendapatkannya jika mereka tidak tahu judulnya, &#039;kan? Maka, gereja dengan sengaja menjadikan gadis itu sebagai tempat untuk &#039;&#039;membawa&#039;&#039; 103.000 buku berbahaya itu. Ah, ya, aku menasihatimu supaya berhati–hati. Untuk negara dengan pandangan yang lemah terhadap agama, buku sihir yang dibawa dia bisa melumpuhkan siapapun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Index jelas tidak membawa buku sihir sama sekali. Dia jelas–jelas hanya mengenakan jubah suster, dan jika dia menyembunyikan buku sihir di dalamnya, orang pasti bisa melihatnya. Di samping itu, bagaimana bisa satu orang membawa 100.000 buku sihir ke mana–mana? 100.000 buku sihir bisa memenuhi satu perpustakaan penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“JANGAN BERCANDA?! DI MANA BUKU SIHIR ITU!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada dalam memorinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu bicara begitu saja,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pernahkah kau dengar ingatan sempurna? Katanya itu adalah kemampuan untuk bisa mengingat segala sesuatu yang telah dilihat meskipun hanya dalam sekejap dan tak akan pernah bisa dilupakan meskipun hanya satu kalimat, bahkan satu huruf pun. Dasarnya, &#039;&#039;scanner&#039;&#039; berwujud manusia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu tertawa, dan bicara dalam nada yang tidak tertarik, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini bukan sihir kami, ataupun kekuatan yang kalian miliki itu; ini hanya kemampuan khususnya. Dalam otaknya terdapat buku sihir dari seluruh dunia: Museum Inggris, Museum Louvre, Museum Vatikan, runtuhan Pataliputra, kota kuno Compiegne, Mont-Saint-Michel Abbey… Buku–buku sihir ini aslinya disegel dan tidak bisa dicuri, &#039;&#039;tapi dia bisa menggunakan mata itu untuk mencuri buku–buku sihir itu&#039;&#039; dan menyimpannya dalam otaknya, seperti perpustakaan sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana mungkin hal seperti ini ada?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Grimoir apa? Ingatan Sempurna apa? Ini semua konyol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, masalahnya bukanlah apakah semua ini nyata, melainkan ada gadis yang ditebas oleh orang–orang yang &#039;&#039;percaya&#039;&#039; pada hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun, dia sendiri tidak memiliki kekuatan sihir, jadi dia tak berbahaya. .”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu dengan senang menggetarkan rokok di mulutnya sambil berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya saja, karena penyetop telah dipersiapkan, berarti gereja pasti memiliki suatu alasan. Tapi, hal seperti ini tidak ada hubungannya dengan penyhir sepertiku. Yang ingin kutekankan hanyalah bahwa 103.000 grimoir itu berbahaya. Pasti akan ada banyak masalah jika dia jatuh ke tangan orang jahat yang ingin menggunakan grimoir-grimoir itu, jadi kami melindunginya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Melin…dungi…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tertegun. Saat ini, Index sedang terbaring dalam kolam darah, tapi bisa-bisanya dia mengatakan hal seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, melindungi. Tak masalah seberapa baik dan bijaksananya dia, gadis itu tetap tidak akan tahan terhadap interogasi dan siksaan dengan obat. Hanya memikirkan kalo dia sampai jatuh ke tangan orang-orang seperti mereka saja sudah membuat hatiku sakit, lho!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian tubuh Kamijou mulai gemetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini bukan hanya kemarahan biasa, rasa merinding mulai muncul di lengan Kamijou. Pria di hadapannya percaya bahwa dia benar. Dia hidup tanpa pernah melihat kesalahannya sendiri. Melihat orang seperti ini, Kamijou merasa dia seperti dilempar ke dalam kolam penuh ribuan siput; rasa mual menyebar di seluruh tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kalimat muncul di pikiran Kamijou: Sebuah kelompok agama fanatik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang – orang ini menyakiti orang lain karena &#039;&#039;khayalan&#039;&#039; tanpa dasar mereka, membuatnya sangat marah, sudah mencapai batas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bajingan…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti merespon terhadap kemarahannya, Kamijou merasa tangan kanannya juga bertambah panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakinya yang sebelumnya seperti tertanam di lantai kini mulai bergerak tanpa sadar. Kamijou menerjang ke arah si penyhir dengan tubuhnya, bagaikan peluru meriam. Tangan kanannya terkepal keras, sampai dia merasa hampir menghancurkan jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Kamijou tidak berguna; tangannya tidak mampu mengalahkan berandalan, tidak bisa meningkatkan nilai tesnya, dan juga tidak bisa membantunya menggoda cewek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi paling tidak tangannya bisa digunakan untuk meninju bajingan yang ada di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namaku Stiyl Magnus- tapi saat ini sebaiknya kusebut namaku Fortis931…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu terlihat tidak bergerak sambil tersenyum ringan, menggetarkan rokoknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, penyihir itu mulai menggumamkan suatu kata–kata dengan lembut, dan dengan ekspresi wajah seperti sedang mengenalkan kucing tersayangnya yang baru saja lahir pada seseorang, dia mulai menjelaskan pada Kamijou,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu nama sihirku. Kurasa kau tidak familier dengan nama sihir, &#039;kan? Untuk suatu alasan, ketika kami para penyihir menggunakan sihir, kami dilarang untuk menyebutkan nama asli kami. Ini adalah tradisi kuno yang diturunkan turun temurun, jadi aku tidak tahu alasan pastinya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keduanya berjarak sekitar lima belas meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma menghapus setengah jaraknya hanya dengan tiga langkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Fortis’… dalam Bahasa Jepang, atinya ‘kuat’; namun demikian, asal katanya tidak penting. Yang penting bagi para penyihir, meneriakkan nama sihirnya tidak hanya berarti kami akan menggunakan sihir; tapi juga mewakili—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou maju dua langkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi senyum penyihir itu tidak menghilang. Mungkin untuknya, Kamijou tidak cukup hebat untuk membuatnya berhenti tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—nama membunuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang penyihir Stiyl Magnus mengeluarkan roko dari mulutnya, dan menjentikkannya ke samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan abu dan nyala api, rokok itu terbang lurus melewati pagar besi, dan menyentuh tembok gedung tetangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah garis oranye mengikuti jejak asapnya, mengenai tembok, dan mengeluarkan percikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenaz (Wahai api) —“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Stiyl membisikkan ini, garis oranye ini tiba – tiba meledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang api muncul dalam wujud garis lurus seolah-olah seseorang menyemprotkan selang kebakaran yang berisi bensin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cat di tembok perlahan menghitam, seperti ada pemantik yang digunakan untuk membakarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya dengan melihatnya, mata Kamijou seperti sedang dibakar. Secara reflek dia berhenti berlari lalu menutupi wajahnya dengan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berhenti begitu mendadak, seolah-olah kakinya telah dipaku di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keraguan muncul dalam benaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imagine Breaker dikatakan bisa menghilangkan kekuatan supernatural apa pun. Bahkan Railgun sang esper Level 5, Biri-Biri, yang bisa menghancurkan tempat perlindungan antinuklir, mampu ditiadakan dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, hanya ada satu masalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou belum pernah melihat kekuatan supernatural selain kekuatan psikis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, dia belum pernah mencoba ini sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Mencobanya pada sihir.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Benarkah tangan kanannya ampuh dalam menghadapi kekuatan aneh seperti sihir?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Purisaz Naupiz Gebo (Berikan berkah dari penderitaan sang raksasa)!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat senyum si penyihir dari celah jari-jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl Magnus tersenyum sambil  mengayunkan pedang apinya ke Kamijou Touma. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat pedang api itu menyentuh Kamijou, pedang api itu kehilangan bentuknya, dan meledak di semua arah seperti letusan gunung api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Panas, kilatan cahaya, ledakan, dan asap muncul di sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa aku sedikit kelewatan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu bergumam sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemandangan di depannya terlihat seperti baru saja dibom. Stiyl menggaruk kepalanya. Dia menoleh ke sana kemari untuk memastikan tidak ada orang yang datang ke tempat itu. Hari ini adalah hari pertama liburan musim panas, jadi hampir semua orang yang tinggal di sini sedang tidak ada di tempat. Tapi jika ada &#039;&#039;hikikomori&#039;&#039; &amp;lt;ref&amp;gt; Orang yang suka mengurung diri di kamarnya&amp;lt;/ref&amp;gt; pasti akan timbul banyak masalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan di depannya dikaburkan oleh asap hitam dan api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dia merasa tidak perlu memeriksa kondisi si bocah. Tubuh manusia akan langsung meleleh sebelum sempat terbakar jika berada pada temperatur di atas 2000 derajat Celsius. Tetapi serangan yang bagaikan api neraka tadi bahkan memiliki suhu sebesar 3000 derajat Celsius. Takdir anak ini sudah pasti seperti pagar besi yang sudah meleleh seperti permen. Tubuhnya pasti sudah tersebar ke segala arah bagaikan permen karet yang menempel di sana-sini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl mengeluh, berpikir,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untungnya aku sengaja membuatnya marah dan menyingkirkannya dari Index. Jika dia menggunakan Index untuk melindungi dirinya, ini akan jadi lebih rumit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dipikir-pikir, dia tidak bisa membawa kembali Index sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl mengeluh lagi. Tembok api di depannya menghalanginya langkahnya untuk sampai ke tempat Index berada.  Jika ada tangga darurat di sisi lainnya, dia bisa saja memutar dan menggunakannya, tapi bisa saja Index akan menemui ajalnya jika dia tertangkap dalam api ketika dia sedang memutar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl menggelengkan kepalanya dengan enggan. Setelah itu, dia mencoba melihat lewat asap tebal itu dan berkata, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf mengganggumu, tapi kau telah gagal. Melihat standarmu, sepertinya kau tidak akan bisa mengalahkanku walau kita bertarung 1000 kali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa katamu… yang tidak tidak bisa mengalahkanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang keluar dari api neraka menyebabkan sang penyihir membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*BOOM!*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Diawali dengan suara seperti raungan, dinding api dan asap mulai berputar-putar, hingga akhirnya lenyap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti tornado yang tiba–tiba muncul di tengah–tengah api dan asap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma berdiri di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagar besi  meleleh seperti permen, cat di lantai dan tembok menjadi terkelupas, dan cahaya yang meleleh di bawah panas yang luar biasa terus menitik ke bawah, tapi dalam neraka yang berapi–api ini, anak laki–laki itu masih berdiri di sana tanpa terluka sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, apa yang aku takutkan…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan kesal memelintir bibirnya sambil bergumam pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah tangan kanan ini yang menghancurkan Gereja Berjalan milik Index… ?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, Kamijou tidak mengerti apa itu sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak mengerti bagaimana sihir bekerja, dan tidak mengerti konveksi macam apa yang bekerja di udara yang tak terlihat. Bahkan jika ada seseorang yang menjelaskan padanya, dia hanya akan tahu sekitar setengahnya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Kamijou si idiot ini tahu satu hal:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, sihir tetaplah kekuatan supernatural.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Api merah terang yang tertiup pergi belum sepenuhnya padam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Api yang tersisa mengelilingi Kamijou seperti lingkaran sempurna, terus membakar. Tapi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menyingkirlah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengatakan ini sambil menyentuh api itu dengan tangan kanannya, dan dalam sekejap, api sihir yang panasnya melebihi 3000 derajat Celcius itu menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti meniup semua lilin yang ada di kue ulang tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma melihat penyihir yang ada di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir di depannya mulai terlihat kebingungan seperti manusia normal jika melihat peristiwa tak teduga seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, para penyihir itu juga manusia biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka akan merasa sakit jika dipukul, mereka akan berdarah jika dilukai dengan pisau murah sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Mereka hanyalah manusia biasa&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaki Kamijou tak lagi dipenuhi rasa ketakutan dan tubuhnya tak lagi dibekukan oleh kengeriannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan dan kaki Kamijou mulai bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BERGERAK!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ugh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di lain pihak, Stiyl merasa takut melihat fenomena yang tidak bisa dijelaskan ini, dan mengambil satu langkah mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat sekelilingnya, serangan itu sepertinya tidak memiliki celah. Jika begitu, apa anak laki–laki ini sekuat itu hingga bisa menahan suhu 3000 derajat Celsius? Tidak, manusia tidak bisa bertahan terhadap api itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma tidak peduli apa yang Stiyl pikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tangan kanan yang dikepalkan sekeras batu, Kamijou pelan–pelan bergerak ke arah Stiyl, mengambil selangkah maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cheh!’”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl mengayunkan tangan kanannya secara horizontal, dan membuat pedang api baru, menerbangkannya ke arah Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang itu meledak lagi. Api dan asap bertebaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi setelah api dan asap menyebar, Kamijou Touma masih berdiri di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Jangan–jangan… dia bisa menggunakan sihir?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl bergumam sendiri. Tapi, dia cepat–cepat menyangkal asumsi itu. Tak mungkin ada penyihir di negara ini yang tahu lebih banyak tentang Natal daripada sihir, padahal Natal yang mereka ketahui hanya sebatas hari untuk berkencan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan… dan di samping itu… jika Index, yang tidak memiliki kekuatan sihir, bersekutu dengan penyihir lain, dia tidak perlu kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semengerikan itulah memori yang dimiliki Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
103.000 grimoir yang dibawanya bahkan lebih berbahaya dari senjata nuklir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua nyawa akan mati, apel akan selalu jatuh, 1 ditambah 1 akan selalu sama dengan 2. Dengan grimoir-grimoir itu, kau bisa mengubah hukum yang seharusnya alami dan tak mungkin bisa diubah tersebut. Hukum tersebut bisa dihancurkan lalu ditulis ulang kembali untuk menciptakan suatu hukum baru. Kau bisa membuat 1 ditambah 1  menjadi 3, apel–apel akan jatuh ke atas, dan nyawa yang sudah mati dapat dihidupkan kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang penyihir yang bisa melakukan ini disebut Majin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini tidak merujuk pada dewa dunia iblis&amp;lt;ref&amp;gt;(魔神 Majin, lit. &amp;quot;Magic God&amp;quot;) Kanji pertama bisa berarti sihir atau iblis&amp;lt;/ref&amp;gt;, tapi pada penyihir yang telah benar-benar menguasai sihir hingga sampai pada taraf telah memasuki wilayah Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Dewa Sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau begitu, dia tidak bisa merasakan kekuatan sihir apa pun dari anak ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia seharusnya bisa mengatahui jika anak ini adalah seorang penyhir hanya dengan sekali lihat, tapi anak di depannya itu tidak memiliki &#039;&#039;bau&#039;&#039; milik dunia yang sama dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, bagaimana dia melakukannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menyembunyikan gemetarannya, Stiyl mengayunkan pedang apinya pada Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, pedangnya tidak meledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggunakan tangna kanannya untuk memukul pedang api itu seperti sedang mengusir lalat, dan pada waktu itu, pedang api itu hancur berantakan seperti kaca pecah, dan lenyap dari udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang api bersuhu 3000 derajat Celsius telah dihancurkan oleh tangan kanan yang tidak ditingkatkan kekuatannya oleh sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Ah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba–tiba, betul–betul tiba–tiba, Stiyl Magnus memikirkan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gereja Berjalan di pakaian suster Index mempunyai &#039;&#039;barrier&#039;&#039; kelas Paus, dan kekuatannya bisa menandingi Katedral London. &#039;&#039;Barrier&#039;&#039; ini dikatakan tidak bisa dirusak kalau naga St. George belum turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Gereja Berjalan Index telah sepenuhnya hancur. Terbukti dari Kanzaki yang mampu menebasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa yang melakukannya? Dan Bagaimana?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou sudah berada tepat di depan Stiyl.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu langkah lagi, dan dia akan ada dalam jangkauan tinjunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...MTWOFFTO (Satu dari lima elemen yang membentuk dunia), IIGOIIF (oh pencipta api agung)...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl mulai mengeluarkan keringat dingin. Untuknya, organisme yang memakai seragam musim panas dan memiliki bentuk manusia ini mungkin bukan manusia di balik kulitnya, tapi suatu material misterius dan tebal. Memikirkan tentang ini, dia merasa dingin mengalir di tulang belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“IIBOL (Cahaya penyelamatan yang melahirkan kehidupan),AIIAOE (Cahaya penghukum yang menghukum para penjahat)… IIMH (Dengan membawa kedamaian dan keseimbangan pada waktu yang sama),AIIBOD (juga menghancurkan kemalangan gelap dan dingin)… IINF (Api adalah namanya),IIMS (pedang adalah gelarnya)! ICR (Terbentuklah),MMBOP (Jadilah kekuatan yang memakan tubuhku ) —!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian dada dari jubah pendeta Stiyl mulai robek, dan suatu kekuatan dari dalam menyebabkan kancing bajunya lepas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*BOOM!*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Sebuah ledakan besar bisa didengar- hasil dari api menyerap oksigen. Sebuah gumpalan api raksasa keluar dari dalam mantelnya. Itu bukan sekadar gumpalan api biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di pusat api merah terang terdapat suatu inti yang setebal dan sehitam-pekat minyak yang terus menitik. Inti itu terlihat seperti manusia, dan inti yang terus terbakar ini membuat orang berpikir tentang burung di laut yang dinodai oleh minyak setelah ada kecelakaan kapal tanker di laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namanya adalah Innocentius, artinya adalah ”Kau pasti kubunuh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang dewa api raksasa dengan niat membunuh itu merentangkan kedua tangannya, menerjang Kamijou Touma seperti sebuah meriam—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“JANGAN MENGHALANGIKU!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*THOMP!*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan kesal mengayunkan punggung tangannya, seperti mendorong jaring laba–laba ke samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan mudahnya menghancurkan kartu truf terakhir Stiyl Magnus. Sang manusia minyak yang seperti dewa api raksasa ini meledak lalu tersebar di lantai, seperti bola air yang ditusuk jarum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, Kamijou Touma tidak mengambil langkah ke depan. Tentu saja, tidak ada suatu alasan jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou hanya melihat Stiyl terus tertawa terkekeh–kekeh bahkan setelah kartu andalannya sudah ditangani. Ekspresi ini membuat Kamijou takut untuk mengambil langkah terakhir dengan mudahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara cairan kental bergelembung bisa didengar di seluruh tempat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… ?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou panik sambil mundur selangkah. Pada saat itu, buih hitam berkumpul dari seluruh tempat, dan kembali membentuk sebuah bentuk manusia.&lt;br /&gt;
Jika dia sudah mengambil langkah maju, dia pasti sudah diserang dari semua arah oleh api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou bingung dengan apa yang terjadi di handapannya. Jika pernyataannya tentang efek Imagine Breaker dari tangan kanannya itu benar, maka bahkan keajaiban yang digambarkan di legenda pun bisa dihancurkan. Selama sihir juga disebut kekuatan supernatural, seharusnya kekuatan itu menghilang sepenuhnya setelah tersentuh sekali, tapi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minyak dalam api itu bergerak, berubah bentuk, dan akhirnya membentuk sebuah raksasa yang membawa pedang 2 tangan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, itu bukan pedang, melainkan salib raksasa yang panjangnya lebih dari  2 meter dan biasa digunakan untuk menyalib seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raksasa itu mengangkat salib itu dengan kedua tangannya, dan menghantamkannya kepada Kamijou seperti kapak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan cepat menggunakan tangan kanannya untuk menepisnya. Di samping kemampuan tangan kanannya, Kamijou hanya seorang murid SMA biasa. Melihat serangan yang datang seperti ini, dia tidak bisa melihat dengan jelas dan menghindarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*CLANG!*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Salib dan tangan kanan bertabrakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, salib itu tidak menghilang. Kamijou merasa tangan kanannya seperti memegang lapisan karet. Akan tetapi, dia merasa tangan kanannya tidak akan bertahan lama. Di samping itu, musuhnya menggunakan dua tangan, dan Kamijou hanya bisa menggunakan satu. Salib api itu mulai mendekati Kamijou dari atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou, yang tidak tahu apa yang terjadi, menyadari sesuatu. Benda bertubuh api yang disebut Innocentius ini bereaksi terhadap tangan kanan Kamijou, tapi dia bisa langsung hidup kembali setelah dihancurkan. Waktu di antara penghancuran dan kebangkitannya bahkan sepertinya tidak sampai sepersepuluh detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemampuan tangan kanannya telah tersegel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali dia melepaskan tangan kanannya, Kamijou akan dibakar menjadi debu oleh Innocentius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Rune&#039;&#039;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou sepertinya mendengar sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Situasi tegang ini membuatnya tidak bisa menoleh ke belakang. Namun, Kamijou bisa mendengar suara orang yang bicara itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ke-24 huruf yang melambangkan misteri dan rahasia telah digunakan sebagai bahasa sihir oleh orang–orang Jerman  sejab abad ke-2, dan dikatakan bahwa bahasa itu adalah asal-muasal bahasa Inggris Kuno.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski Kamijou bisa mendengar suara Index, dia masih tidak bisa percaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan keadaan tubuhnya yang seperti itu, kenapa dia bisa bicara dengan begitu tenang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Menyerang Innocentius secara langsung tidak efektif. Sebelum ukiran &#039;&#039;rune&#039;&#039; di lantai, atap, dan dinding dihapus, dia akan terus hidup kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggunakan tangan kirinya untuk memegang lengan kanannya, nyaris tidak bisa menahan salib itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan takut-takut, dia menatap ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu masih berbaring di sana. Tapi, Kamijou tidak bisa memanggil-“nya” Index karena mata gadis itu tampak seperti robot tanpa emosi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan setiap kata yang dikatakan gadis itu, lukanya terus mengeluarkan darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, gadis itu tidak peduli pada luka di punggungnya; dia seperti sebuah mesin yang dirancang untuk menjelaskan sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau… k- kau Index, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Aku adalah perpustakaan sihir yang tergabung dengan Sektor 0 dari Anglikan Inggris, ‘Necessarius’. Nama diriku adalah Index Librorum Prohibitorum, tapi dapat disingkat Index.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat bagaimana perpustakaan sihir bernama bertindak seperti ini, Kamijou merasa seluruh tubuhnya dingin, bahkan lupa kalau dia hampir dihancurkan oleh dewa api raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah mengakhiri pengenalan diri, jadi aku akan kembali pada penjelasan tentang &#039;&#039;rune&#039;&#039;. Sederhananya, mereka seperti pantulan bulan di danau; walaupun seseorang menggunakan pedang untuk menebasnya, itu tidak ada artinya. Jika seseorang ingin memotong bulan di air, mereka harus menghancurkan bulan yang asli di langit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Index mengatakan ini, Kamijou ingat pada musuh di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa maksudnya bahwa ini bukan tubuh utama dari kekuatan supernatural ini? Seperti hubungan antara film dan foto, akankah sang dewa api raksasa terus hidup kembali jika kekuatan supernatural lain yang membuatnya hidup kembali dihancurkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, Kamijou tetap belum percaya sepenuhnya pada perkataan Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tetap mengganggap sihir itu tidak nyata meskipun telah mengalami semua kejadian ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengingat tangan kanannya telah disegel oleh Innocentius, Kamijou terjebak dan tidak bisa bergerak sedikit pun. Namu dia bisa tetap mencoba menguji perkataan Index. Dalam keadaan Index yang seperti ini, tidak mungkin Kamijou meminta bantuan darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Abu menjadi abu… “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou terbelalak. Dari balik dewa api raksasa, Stiyl membuat pedang api dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Debu menjadi debu… “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pedang api berwarna biru keputihan muncul di tangan kirinya; tidak ada suara yang dibuatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Squeamish Bloody Rood!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan teriakan yang penuh semangat, dua pedang api diayunkan secara horizontal ke arah sang dewa api raksasa dari kanan dan kiri seperti sebuah gunting. Kamijou, yang tangan kanannya disegel oleh Innocentius, tidak bisa menahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sial… sial… Harus kabur dulu—!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma bahkan tidak diberi kesempatan untuk berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua pedang api mengenai dewa api raksasa, dan, seperti bom raksasa yang sudah disulut, sebuah ledakan besar terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 7===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika api dan asap lenyap, keadaan sekeliling terlihat seperti neraka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagar besi melumer layaknya permen, bahkan ubin di lantainya telah meleleh menjadi sesuatu seperti lem. Cat pada dinding terkelupas hingga semennya terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si bocah tak terlihat di mana pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biar begitu, Stiyl mendengar langkah kaki seseorang yang berlari sepanjang tangga turun koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Innocentius,&amp;quot; bisiknya dan api yang menjalar di sekitar kembali ke bentuk manusia, pergi menuju tangga, dan mengikuti langkah kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl terlihat takjub. Tak ada yang sehebat itu bisa terjadi. Sesaat sebelum ledakan,  ketika Stiyl megayunkan dua pedang apinya hingga menembus dewa api raksasa, Kamijou telah kabur dengan tangan kanannya dan melompati tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia jatuh, ia menggenggam tangga satu lantai di bawahnya dan menarik dirinya sendiri ke koridor. Dia menariknya dengan keberanian murni, ya .. itu terbilang nekat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl tersenyum lembut. Kamijou kini tahu kelemahan &#039;&#039;rune&#039;&#039; berkat pengetahuan dari 103,000 grimoir milik Index. Seperti yang dia bilang, sihir &#039;&#039;rune&#039;&#039; yang Stiyl gunakan telah diaktifkan oleh ukiran itu. Bisa juga diartikan bahwa dengan menghapus ukiran itu akan meniadakan bahkan sihir yang terhebat sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi apa?&amp;quot; Ekspresi Stiyl nampak tidak cemas. &amp;quot;Kau tak akan bisa melakukannya. Mustahil bagimu untuk menghapus seluruh &#039;&#039;rune&#039;&#039; yang diukir di bangunan ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A..Aku kira, aku benar-benar akan mati tadi!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melompat ke pagar lantai 7 dengan nekat, jantung Kamijou masih berdebar dalam dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia berlari menyusuri koridor, dia melihat sekitar. Dia belum benar-benar percaya pada apa yang Index katakan. Dia hanya mencoba untuk menjauh dari Innocentius agar dia bisa mendapat beberapa waktu untuk mempersiapkan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sialan! Apa apaan ini!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sulit bagi Kamijou untuk tidak berteriak ketika dia melihat apa yang ada di hadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak perlu bertanya-tanya di mana rune itu terukir pada gedung asrama. Faktanya, dia telah menemukan mereka. Mereka ada di lantai, di pintu, dan di tabung pemadam api. Secarik kertas sekitar ukuran kartu telepon tersangkut di seluruh bangunan seperti Hoichi si Tanpa Telinga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan saran Index (dii sebenarnya tidak suka harus mengingat wajah Index yang mirip boneka saat memberinya saran), dia menduga bahwa sihir itu seperti sinyal pemblokir yang kemudian disebut sebagai &#039;&#039;barrier&#039;&#039; dan &#039;&#039;rune&#039;&#039; seperti antena yang mengirimkan sinyal. Tapi bisakah dia menyobek satu per satu dari puluhan ribu &amp;quot;antena&amp;quot;?.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan deruan oksigen yang terhisap, sebuah api berbentuk manusia jatuh ke sisi berlawanan dari pagar besi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sial!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dia tertangkap lagi, dia tidak akan bisa menyobek kertas-kertas itu. Kamijou cepat-cepat melesat ke tangga darurat di sisinya. Saat melompat lebih jauh ke bawah, dia bisa melihat carikan kertas ditempel di pojokan tangga dan atap dengan simbol aneh tertulis di sana. Simbol itu pasti adalah &#039;&#039;rune&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka jelas-jelas telah diproduksi masal dengan mesin fotokopi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou hampir meneriakkan &amp;quot;Bagaimana sebuah salinan sampah seperti itu bisa berkerja!?&amp;quot; tapi ia ingat bahwa lampiran di &#039;&#039;manga shoujo&#039;&#039; bisa digunakan untuk ramalan tarot dan bahkan kitab diproduksi masal di toko percetakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tau kan... hal gaib itu gak wajar)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia merasa ingin menangis. Puluhan ribu &amp;quot;ukiran &#039;&#039;rune&#039;&#039;&amp;quot; itu agaknya tertempel di seluruh gedung. Bisakah dia menemukannya satu per satu? Saat ini pun, Stiyl masih terus menempelkan kertas kopian di gedung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan-akan ingin memutuskan rangkaian pikirannya, Innocentius melompat dari tangga di atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sial!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menyerah untuk melanjutkan menuruni anak tangga dan berlari menuju koridor di samping. Ketika dewa api raksasa mendarat di lantai, api menyebar di sekitar dan mengisi koridor bahkan saat api itu memantul karena menghantam lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koridor itu lurus, dan Kamijou tak mungkin lolos dari Innocentius jika hanya mengandalkan kecepatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat jalan masuk menuju tangga darurat. Berdasarkan papan penunjuk, dia berada di lantai kedua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan auman, Innocentius menerjang maju untuk menangkap tangan kanan Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu-uwah!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukannya menggunakan tangan kanannya atau berlari spanjang koridor, Kamijou malah memilih melompati tangga lantai kedua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Kamijou melompat, dia baru sadar bahwa di bawah adalah aspal dan ada beberapa sepeda yang berhenti di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Waaaaaaaahhhhhhhhh!!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berhasil mendarat di antara dua sepada, tapi tetap saja dia masih mendarat di aspal yang keras. Dia mencoba untuk menekuk lututnya untuk meredam jatuhnya, tapi dia mendengar suara yang tak enak dari pergelangan kakinya. Dia hanya melompat dari lantai dua, sehingga kakainya tidak ada yang patah. Namun, tampaknya dia melukai kedua pergelangan kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendengar deruan dari api yang menghisap oksigen datang dari atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berjuang bergegas di sepanjang jalan, sambil menendangi sepeda, tapi tak ada yang terjadi lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihatnya dengan muka heran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih membuat suara raungan, Innocentius bergelantung di tangga loteng kedua dan memperhatikan Kamijou yang ada di tanah. Itu hampir terlihat seperti ada tembok tak terlihat yang menahannya dari Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rupanya, rune itu hanya diletakan di gedung asrama. Kamijou bisa berhasil untuk kabur dari api Stiyl dengan meninggalkan gedung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat segi rune itu membuatnya merasa seperti dia kini tahu sedikit tentang sistem tak terlihat dari sihir. Dia tidak sedang melawan lawan aneh seperti penyihir di RPG yang bisa melakukan apapun dengan menyanyikan mantra. Malah, lawannya bertindak  berdasarkan peraturan yang sama dengan PSY yang  Kamijou tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendesah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telah terbebas dari segala serangan langsung pada hidupnya, kekuatan yang tersisa di tubuh Kamijou. Dia duduk di tanah tanpa pikir panjang. Dia sama sekali tidak takut. Malahan, dia diserang oleh perasaan lain yang lebih seperti kelelahan. Dia mulai untuk berpikiran jika dia bisa kabur dari bahaya bila dia hanya melarikan diri saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tahu, polisi&amp;quot; oceh Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa ia tidak memikirkan itu sebelumnya? Polisi Academy City adalah sesuatu seperti unit spesial anti esper. Kamijou bisa hanya memberitahu mereka daripada membahayakan hidupnya sndiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengecek saku celananya, tapi Hpnya telah hancur oleh kakinya sendiri pagi itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou memperhatikan jalan. Dia mencari telepon umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak melakukan itu untuk melarikan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Lalu akankah kamu mengikutiku sampai ke dasar neraka!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kata itu masih menancab di dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sama sekali tidak melakukan sesuatu yang salah. Dia sama sekali tidak melakukan sesuatu yang salah. Dan masih...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam situasi yang sama itu, Index pergi kembali untuk Kamijou Touma. Kamijou hanya tak habis pikir tentang mengalami kejadian berbahaya bersama orang asing yang baru dia kenal kurang lebih setengah jam itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sialan. Itu benar. Jika aku tidak mengikutimu ke dasar neraka,&amp;quot; Kamijou tersenyum, &amp;quot;lalu aku hanya perlu membawa mu keluar dari sana.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pikir ada saatnya dia akan mengerti tentang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak tahu bagaimana sihir bekerja, tapi dia tidak perlu tahu apa yang terjadi dimana dia tidak bisa mengerti. Dia bisa mengirim email tanpa perlu diagram sirkuit HPnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Haaah. sekali kau tahu itu, itu sama sekali tidak berguna.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tahu harus berbuat apa, jadi sekarang dia hanya cukup mencobanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan bila dia gagal, itu masih lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah tangga besi terbungkus dan berkilau jingga jatuh dan Kamijou dengan bingung berguling menjauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mungkin sudah sadar, tapi dia masih harus melakukan sesuatu pada Innocentius itu sebelum bisa menyelamatkan Index. Masalah sebenarnya ada pada sepuluh ribu rune itu. Tapi apakah dia menyobek semua kertas yang tertempel di gedung?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau tahu, aku kaget alarm kebakaran tidak lepas setelah semua apa yang terjadi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu hanya mengatakan itu tanpa pikir panjang, Kamijou Touma membatu saat dia mengucapkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alarm kebakaran?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alarm kebakaran yang terpasang di sekeliling gedung lepas dalam sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditengah-tengah badai deruan suara itu yang terdengar sekeras serangan bom, Stiyl melihat langit-langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa buang waktu, sprinkle yang terpasang mengirim sebuah hujan buatan manusia yang berbentuk topan. Karena bila pemadam kebakaran dipanggil akan menjadi menyakitkan, Stiyl telah menuliskan perintahnya untuk Innocentius sedemikian ia tidak menyentuh sensor keamanan. Itu berarti Kamijou Touma harus menekan tombol alarm kebakaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah dia pikir itu akan mematikan api Innocentius?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dugaan itu hampir menjadi sebuah lelucon, tapi si penyihir pikir pembuluh darah didalam kepalanya akan tersembur keluar ketika dia berpikir tentang bagaimana dia akan basah kuyup dengan alasan bodoh itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl memperhatikan alarm kebakaran merah pada dinding dengan jengkel&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sebenarnya mudah untuk mematikan alarmnya, tapi dia tidak bisa menghentikannya sendiri. Dan sekarang liburan musim panas, sebagian besar penghuni asrama tidak ada, tapi akan sangat menyusahkan bila pemadam kebakaran datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...hm.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl memeriksa sekitar dan lalu dengan cepat membawa Index dan pergi. Tujuannya adalah menyembuhkan Index, jadi tak ada alasan untuk tertangkap dalam membunuh Kamijou. Memberikan waktu untuk pemadam kebakaran datang, dia bisa meninggalkan Innocentius dalam pengejaran otomatis dan bocah itu akan mendapatkan pelukan api nyaman yang akan membuatnya menjadi arang atau abu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ini tidak berarti elevator terhenti, kan?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendengar bahwa elevator dibuat berhenti bila dalam keadaan darurat. Itu akan membuat Stiyl frustasi. Dia sekarang berada di lantai 7. Bahkan bila itu gadis, membawa orang pingsan turun dengan tangga akan sanggat melelahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa dia mulanya lega saat mendengar bunyi ding seperti microwave yang datang dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dia menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa itu? Siapa yang berada dalam elevator?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah malam libur musim panas dan dia sudah mengecek untuk meyakinkan bahwa semua siswa telah meninggalkan asrama, meninggalkannya sepi. Lalu siapa itu dan mengapa mereka memerlukan elevator?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu elevator berdering saat terbuka. Sebuah langkah kaki di lantai yang basah dari sprinkle bergema di sepanjang lorong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl memutar tubuhnya perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sama tidak tahu kenapa badannya gemetaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma berdiri di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apa? Apa yang terjadi pada Innocentius?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran berputar-putar dengan kacau di kepala Stiyl. Innocentius itu layak rudal pengejar pada pertarungan. Setelah terkunci, takkan bisa selamat. Tak peduli kau lari atau sembunyi, ia akan menggunakan api 3000 derajat untuk melelehkan semua dinding maupun rintangan, bahkan bila itu terbuat dari baja, dan akan terus mengejarmu. Itu bukan sesuatu yang kau bisa selamat hanya dengan berlari di sekitar gedung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan lagi Kamijou Touma berdiri di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berdiri di sana tak terpengaruh, tak terhentikan, tak terbantahkan, dan yang paling penting, seorang musuh alami yang tanpa keraguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Coba pikir, rune seharusnya terukir di dinding atau di lantai, kan?&amp;quot; kata Kamijou saat hujan buatan manusia yang dingin menghujaninya. &amp;quot;Beneran, kau itu benar benar hebat. Sejujurnya, aku tak akan menang jika kau mengukirkan mereka dengan sebuah pisau. Silahkan berbual tentang ini semaumu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saatnya dia berbicara, Kamijou Touma mengangkat tangan kanannya dan menunjuk ke atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menunjuk ke langit langit. Di sprinkle.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Tidak Mungkin! 3000 derajat api itu tak akan bisa dipadamkan dengan itu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan bodoh. Bukan apinya. Bagaimana kau menempelkan benda itu ke semua rumah orang?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl lalu memanggil kembali sepuluh ribu kertas rune yang ia pasang di asrama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kertas lemah pada air. Bahkan anak TK pun tahu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menyemprotkan air ke seluruh gedung dengan sprinkle, itu tidak penting jika ada sepuluh ribu rune di sana. Dia tidak perlu berlari mengelilingi gedung. Bahkan, dia bisa menekan satu tombol dan menghancurkan semua carikan kertas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Otot muka si penyihirpun kejang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Innocentius!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekejap dia meneriakan itu, pintu elevator di belakang Kamijou meleleh seperti lelehan gula dan si dewa api raksasa merayap sepanjang koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiap kali tetesan hujan jatuh ke bada api, mereka menguap dengan suara dengusan buas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha Ha Ha. Ah ha ha ha ha ha! Hebat! Kau punya indra bertarung seorang genius! Tapi kau kurang pengalaman. Kertas kopian tidak sama dengan kertas toilet. Hanya karena sedikit basah tidak akan benar benar terlarut!&amp;quot; Si penyihir melebarkan tangannya ketika tawa meledak dari mulutnya dan dia berteriak, &amp;quot;Bunuh dia!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Innocentius mengayunkan tangannya seperti sebuah palu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Menyingkirlah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma membuat satu pernyataan. Dia bahkan tidak memutar badannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Kamijou menyentuh si dewa api raksasa pukulan yang menyindir dan akhirnya meledak ke seluruh penjuru dengan suara tertawa yang menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah meledak, Innocentius tidak hidup kembali. Potongan daging seperti oli bekas terpercik keseluruh tempat dan yang bisa mereka lakukan hanya sedikit menggeliat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ti...dak....mungkin...bagaimana....bisa! Rune ku belum hancur!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana dengan tinta?&amp;quot; Kelihatannya perlu 5 tahun untuk suara Kamijou Touma sampai ke telinga Stiyl. &amp;quot;Bahkan bila kertas kopian belum hancur, air akan membuat tinta luntur.&amp;quot; Kata Kamijou. &amp;quot;Walaupun tak terlihat untuk menjaga satu persatu dari mereka&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian yang menggeliat dari Innocentius hilang menjadi udara seiring dengan hujan buatan manusia itu mengalir dari sprinkle. Itu karena tinta pada kertas kopian yang luntur oleh hujan satu persatu, mengakibatkan Innocentius kehilangan kekuatan sedikit demi sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Potongan daging menghilang satu persatu hingga akhirnya yang terakhir lebur dan menghilang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Innocentius...Innocentius!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata kata si penyihir itu seperti orang yang meneriaki gagang telepon setelah teleponnya diputus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu sekarang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma menggambil langkah maju menuju Stiyl Magnus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Inno...centius...&amp;quot; kata si penyihir... namun tak ada yang menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma menggambil langkah maju lagi menuju Stiyl Magnus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Innocentius...Innocentius, Innocentius!&amp;quot; Teriak si penyihir.... namun tidak ada yang berubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma akhirnya mulai maju menuju Stiyl Magnus seperti peluru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A-abu ke abu, debu ke debu, Squeamish Bloody Rood&amp;quot; Si penyihir akhirnya berteriak, tapi bahkan tidak ada pedang api muncul, lebih sedikit dari dewa api raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma mulai mendekati Stiyl Magnus dan semakin mendekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkan tinjunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkan tangan kanannya yang benar benar normal. Dia mengepalkan tangan kanannya yang tak akan berguna kecuali dia gunakan itu pada suatu macam kekuatan supranatural. Dia mengepalkan tangan kanannya yang tidak akan membiarkan nya mengalahkan bahkan seorang penjahat, yang tidak akan menaikan nilai ujiannya, dan yang tidak akan membuatnya populer dengan cewek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tangan kanannya bisa juga berguna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagipula, dia bisa menggunakannya untuk memukul bajingan yang berdiri sebelum dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pukulan Kamijou Touma mendarat di muka si penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badan si penyihir berputar seperti baling baling bambu dan belakang kepalanya membentur tangga besi..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Previous [[Toaru_Majutsu_no_Index_%7E_Bahasa_Indonesia:Volume1_Illustrations|Ilustrasi]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1 Chapter2|Chapter 2]]&lt;br /&gt;
|-&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter1&amp;diff=188088</id>
		<title>Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1 Chapter1</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter1&amp;diff=188088"/>
		<updated>2012-09-13T15:53:21Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: /* Part 6 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 1 : Penyihir Mendarat di Kota. &#039;&#039;FAIR,_Occasionally_GIRL.&#039;&#039;==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 1===                     &lt;br /&gt;
                            &lt;br /&gt;
Lahir di antara 20 Januari dan 18 Februari, kamu tidak bisa dihentikan, tidak peduli dalam cinta, bisnis, ataupun keberuntungan! Tidak peduli apa pun yang kamu lakukan, pasti hasilnya baik, jadi belilah tiket lotre! Tapi, hanya karena kamu populer, jangan berpacaran dengan tiga atau empat gadis sekaligus…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ok, ok … aku sudah tahu hasilnya akan seperti ini, aku tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
20 Juli, hari pertama liburan musim panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam suatu ruangan asrama di “Kota Akademi” yang AC-nya rusak, udara panas mengalir masuk memenuhi tempat tertutup itu, menyebabkan Kamijou Touma tidak bisa melakukan apa-apa. Sepertinya alasannya adalah ada sambaran petir yang menghancurkan lebih dari 80% perangkat listrik kota, termasuk kulkasnya sehingga makanan di dalamnya membusuk. Dia ingin makan mi instan, tapi malah jatuh ke baskom. Baik, dia harus keluar dan makan. Tapi, ketika sedang mencari dompetnya, dia menginjak kartu ATM-nya, merusaknya. Dia bermaksud untuk melanjutkan tidur, tapi menerima panggilan kasih sayang dari wali kelasnya, dan mendengar, “Kamijou-chan yang bodoh, waktunya pelajaran tambahan♥ “.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tahu bahwa horoskop yang berkelip di ujung laporan cuaca di layar TV tidak akan akurat. Tapi tak seorang pun bisa tertawa atas perbedaan yang sangat jauh itu.  &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku tahu, aku tahu hasilnya akan seperti ini … Tapi apa aku tidak bisa mengeluh sedikit saja?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Horoskop untuknya tidak pernah akurat. Dia tidak pernah merasakan jimat keberuntungan bekerja; inilah kehidupan sehari–hari Kamijou Touma. Awalnya, dia berpikir bahwa kesialannya juga berlangsung dalam keluarganya, tapi ternyata ayahnya memenangkan tempat keempat pada hadiah lotre sebelumnya (sekitar 100.000 yen). Ibunya pernah memenangkan mesin penjual otomatis secara terus–menerus, dan akhirnya memainkannya tanpa henti. Dia lalu mulai curiga apakah dia benar–benar anak mereka, tapi setelah berpikir lebih jauh, dia ingat dia tidak punya adik, dan tidak ada yang meneruskan “garis keturunan” mereka. Bagaimana bisa mereka menghadapinya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, Kamijou Touma itu selalu sial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu sialnya sampai hidupnya bagai lelucon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, Kamijou Touma tidak akan pesimis selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak pernah sekali pun mengandalkan “keberuntungan”, yang membuatnya sangat mudah menyesuaikan diri.  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
“Baik. Sekarang, aku harus mengurus kartu ATM dan kulkas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggaruk kepalanya sambil melihat–lihat kamarnya. Dia bisa mengganti kartu ATM selama dia punya rekening, tapi yang bermasalah adalah kulkasnya. Bukan, masalah yang paling mendesak adalah sarapannya. Di samping itu, pelajaran tambahan pada dasarnya hanya program pengembangan kekuatan, jadi dia akan dipaksa minum tablet atau semacamnya; Meminumnya di saat perut kosong tentu bukanlah ide yang bagus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mungkin akan ke toko serba ada dan beli sesuatu, pikir Kamijou sambil melepas kaos yang telah dipakainya sebagai piyama, dan berganti ke seragam musim panasnya. Seperti semua anak tanpa otak lainnya, Kamijou menghabiskan semalaman penuh untuk berpesta merayakan hari pertama liburannya seperti orang sedang mabuk, dan sekarang, kepalanya sakit karena kurang tidur. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Membolos pelajaran selama 4 bulan dalam satu semester, dan hanya perlu ikut kelas tambahan selama seminggu? Ini pertukaran yang bagus.” Kamijou mencoba untuk berpikir positif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cuacanya bagus, sebaiknya kujemur futonku...” Kamijou berbicara sendiri sambil mengumpulkan suasana hati positif, dan membuka pintu geser ke balkon. Jika dia membiarkan futonnya disinari matahari sekarang, futonnya akan kering dan lembut saat dia kembali dari pelajaran tambahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dilihat baik – baik, tembok blok tetangga jaraknya hanya sekitar 2 meter dari balkon pada lantai 7 ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa langit begitu biru~? Kenapa masa depan begitu gelap~?” Kamijou menyanyi untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat menyedihkan. Awalnya dia bermaksud untuk menghibur dirinya sendiri. Tapi, ternyata memaksakan dirinya untuk menyanyikan lagu tersebut dengan riang gembira hanya membuatnya makin sedih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping itu, dia hanya membuat lelucon sendirian; tidak ada orang yang membetulkannya. Kesepian ini betul–betul bisa dipahami. Meskipun begitu, Kamijou masih tetap melipat futonnya, dan membawanya keluar. Jika dia bahkan tidak bisa membawa futon, dia betul–betul menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, Kamijou tiba–tiba menginjak sesuatu yang lembut dan berair. Melihatnya dekat–dekat, dia sadar bahwa itu adalah roti yakisoba yang dibungkus plastik. Karena sudah dikeluarkan dari kulkas, seharusnya roti itu sudah busuk sekarang.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Semoga tidak akan hujan tiba – tiba... “&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Ini adalah firasat buruk yang datang dari hatinya, tapi Kamijou tetap membawa futonnya ke balkon.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Pada saat itu, Kamijou melihat bahwa sudah ada futon di balkon.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Meskipun tempat  ini adalah asrama murid, struktur bangunannya mirip dengan apartemen bertingkat tinggi biasa. Kamijou tinggal di satu ruangan, yang berarti tidak seharusnya ada orang lain yang akan menjemur futon di sini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dilihat baik–baik, dia sadar bahwa benda yang dijemur itu bukan futon.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Benda itu adalah seorang gadis berpakaian putih.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ah?!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Futon jatuh dari tangannya, dan mendarat di tanah.&lt;br /&gt;
Ini aneh, betul – betul bodoh. Gadis ini sepertinya dalam keadaan koma karena pinggangnya terbaring di balkon, tubuhnya membengkok setengah, dan bagian tubuhnya tergantung ke bawah.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia berumur... mungkin 14 atau 15? Selain itu, dia sepertinya berumur lebih muda dari Kamijou kira–kira 1 atau 2 tahun. Dia pasti orang asing karena tidak hanya kulitnya sangat putih tapi rambutnya juga... tidak, warnanya perak. Rambutnya sangat panjang, dan karena tubuhnya membengkok ke bawah, wajahnya tertutup, jadi dia tidak bisa melihat wajahnya. Jika gadis itu berdiri, rambutnya mungkin mencapai pinggang, &#039;kan? &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wa, ini pertama kalinya aku bertemu Suster&amp;lt;ref&amp;gt;Suster yang dimaksud adalah suster gereja dan dalam bahasa Inggris Suster=Sister= adik perempuan&amp;lt;/ref&amp;gt;… tidak, yang kumaksud bukan adik perempuan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baju itu apa namanya? Jubah suster? Di samping itu, baju itu seharusnya hanya dipakai suster gereja. Baju itu terlihat seperti gaun panjang dari Barat dan panjangnya bisa mencapai pergelangan kaki. Dia juga memakai kerudung yang menutupi kepalanya. Jubah suster biasanya berwarna hitam, tapi jubah gadis ini putih bersih. Bahan untuk membuatnya seharusnya sutra, tapi jubah itu rasanya sangat berbeda dari yang lain. Ada sulaman warna emas dijahit pada setiap tepinya. Kamijou tak bisa mempercayai seberapa berbedanya kesan yang diberikan hanya karena perbedaan warna pada pakaian yang desainnya sama persis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari indah gadis itu tiba–tiba bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepalanya pelan–pelan naik. Rambutnya yang seperti sutra bergerak ke samping secara alami, dan seperti tirai yang ditarik ke atas, wajah gadis itu terlihat di depan Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Uuu... WAAHH!!!&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Gadis ini terlihat manis juga. Mata hijaunya cocok dengan kulit putihnya, yang membuat Kamijou merasa seperti itu adalah karena ini adalah hal baru. Gadis itu terlihat seperti boneka.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tapi, yang membuat Kamijou panik bukan kemanisannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Alasannya adalah karena dia &#039;orang asing&#039;. Kemampuan berbahasa Inggris Kamijou itu sesuai dengan kritik yang dikatakan oleh  guru Bahasa Inggrisnya, “Jangan pernah sekali pun berbicara dengan orang asing!!” Jika gadis ini yang berasal dari luar negeri adalah seorang penjual bulu atau alat kontrasepsi lain, sepertinya tanpa sadar Kamijou akan menghabiskan sedikit uangnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Bibir gadis yang manis dan entah kenapa kering itu perlahan mengucapkan beberapa kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengambil langkah mundur. Nyek! Suara itu muncul ketika dia sekali lagi menginjak roti yakisobanya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku lapar.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sekejap, Kamijou berpikir bahwa dia benar–benar bodoh untuk mendengar bahasa asing gadis itu seperti bahasa Jepang. Seperti murid bodoh yang menyanyi secara acak meski tidak tahu liriknya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku lapar.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku lapar.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku bilang... aku lapar...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Melihat ini Kamijou mempertahankan keadaan bekunya, gadis berambut perak itu seperti mengungkapkan ketidakpuasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini suram, betul – betul suram. Kenapa dia merasa bahwa gadis itu berbicara bahasa Jepang?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ah... Mmm...” Kamijou menatap gadis di atas pagar balkon dan berkata, “Apa sekarang? Apakah kamu ingin mengatakan kalau kamu roboh karena kecapekan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Mungkin lebih tepat dikatakan kalo aku sudah roboh dan hampir mati ”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...” Gadis ini benar–benar lancar berbahasa Jepang.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Hei, aku akan sangat berterima kasih jika kamu mau mengisi perutku.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou melihat roti yakisoba yang sudah busuk dan diinjaknya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia memutuskan bahwa tak peduli dari mana gadis ini berasal, dia tidak akan mau terlibat dengannya. Kamijou berpikir liar, &#039;Kenapa aku tidak membantunya mencapai kebahagiaan di tempat yang sangat, sangat jauh?&#039; Dia membawa roti yakisoba yang berair itu, lengkap dengan bungkus plastiknya, ke dekat mulut gadis itu. Kamijou berpikir, &#039;Setelah mencium ini, bahkan seorang gila pun akan lari jauh, jauh sekali, &#039;kan?&#039; Seperti di Kyoto, jika pemilik rumah menuang teh di atas nasi, itu artinya dia bermaksud untuk “ mengusir pengunjungnya” —&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Terima kasih, aku makan.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
DIa melahap roti, pembungkus plastik, dan tangan Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Hanya seperti itu, dengan tangisan kesialan, Kamijou memulai hari baru dalam hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama–tama, biarkan aku memperkenalkan diri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kenapa tidak menjelaskan alasanmu menggantung di balkonku—?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namaku Index.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti orang bakal percaya saja jika itu adalah nama asli! Apa itu ‘Index’? Memangnya kau daftar isi?”&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
“Seperti yang kaulihat, aku berasal dari gereja. Ah, ini adalah hal penting: Aku bukan bagian dari Vatikan, tapi dari Anglikan.”  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak peduli apa yang kaukatakan. Dan juga, jangan hindari pertanyaanku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya tidak cukup jika kubilang Index? Ah, nama sihirku adalah Dedicatus545.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi? Halo, halo? Boleh aku tahu dari planet mana aku mendapat saluran ini?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Melihat Kamijou memasukkan jarinya ke telinganya sendiri dengan santai, Index menggigit kuku ibu jarinya. Sepertinya menggigit jarinya sendiri adalah kebiasaannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kenapa aku harus duduk dengan sopan dan berhadap-hadapan dengannya di depan meja kaca ini? Seperti orang mau dijodohkan saja, pikir Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sekarang ini, Kamijou seharusnya siap–siap ke sekolah untuk mengikuti kelas tambahan musim panasnya, tapi dia tidak ingin meninggalkan gadis misterius ini di kamarnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dan hal terburuk adalah gadis berambut perak yang menyebut dirinya Index ini sepertinya menyukai kamarnya, terlihat dari gelagatnya yang ingin bermalas-malasan di lantai kamar ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mungkin ini salah satu &#039;kesialan&#039; yang ditarik Kamijou? Jika iya, ini buruk.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
[[Image:Index_v01_031.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Jadi, jika kamu bisa mengisi perutku, aku akan sangat beterima kasih.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kenapa aku harus melakukan itu? Apa gunanya meningkatkan cara pandangmu terhadapku? Jika aku akan memulai kejadian aneh dan sampai ke ‘rute Index’, lebih baik aku mati saja!!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Emm… apa itu bahasa gaul? Maaf, aku tidak mengerti yang kaukatakan.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sudah dapat diduga bahwa orang asing tidak mengerti budaya otaku Jepang.&amp;lt;ref&amp;gt;otaku adalah maniak anime/manga Jepang&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Tapi jika kamu mau mengusirku, aku mungkin akan pingsan setelah berjalan 3 langkah, &#039;kan?” tanya gadis itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kamu akan pingsan…? Itu bukan urusanku.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Jika itu terjadi, aku akan menggunakan sisa-sisa tenagaku untuk menulis pesan kematian. Ya, itu adalah fotomu.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika aku diselamatkan seseorang, aku akan berbohong kalu aku dikunci di kamar ini, disiksa habis – habisan… dan bahkan aku bisa berkata kau memaksaku memakai pakaian ini.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“KAU BERANI MENGANCAMKU!? KAMU TERNYATA JUGA CUKUP TAHU BUDAYA OTAKU, &#039;KAN!!?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Index memiringkan kepalanya, memperlihatkan wajah bingung. Dia seperti anak kucing yang baru saja melihat cermin untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Gadis itu sukses membuat Kamijou jengkel. Kamijou merasa hanya dirinya saja yang kebagian tidak enaknya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tunggu saja! Kau ingin makan, &#039;kan!?&#039;&#039; Kamijou berlari ke dapur dengan marah. Makanan dalam kulkas sudah busuk, jadi dia mungkin akan memenuhi mulut gadis itu dengan makanan itu. Kamijou tidak akan merasa rugi. Maka, Kamijou menuangkan makanan sisa itu ke dalam panci, dan menggorengnya seperti sayuran. Jika dia memanaskannya, tidak seorang pun akan mati, &#039;kan?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Coba pikir, dari mana gadis ini datang?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Meskipun ada orang asing di Academy City, gadis ini tidak mempunyai “aura” yang dimiliki penduduk sini. Tapi, jika dia datang dari luar, itu juga aneh. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Academy City adalah kota yang terdiri dari ratusan sekolah. Tapi sebenarnya lebih tepat dikatakan sekolah asrama yang sebesar kota. Academy City menempati sepertiga tanah Tokyo dan dikelilingi tembok seperti Tembok Raksasa Cina. Meskipun tidak seketat penjara, tidak mudah untuk masuk ke dalam. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
...Atau begitulah yang kelihatannya. Sebenarnya suatu universitas teknik telah meluncurkan 3 satelit untuk memonitor Academy City sepanjang waktu dalam samaran sebuah eksperimen. Setiap orang yang keluar-masuk kota akan dilacak dan diselidiki. Jika satelit itu menemukan seseorang mencurigakan  yang tidak cocok dengan data di gerbang kota, Anti-Skill dan anggota Judgement dari setiap sekolah akan dikerahkan…&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mungkin ini gara–gara gadis listrik yang mengeluarkan badai petir sehingga gadis aneh ini tidak ditemukan? pikir Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Oh, ya, kenapa kamu bergantungan di pagar balkonku?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou bertanya pada gadis itu sambil menuangkan kecap ke dalam wajan makanan jahat itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku tidak bergantungan di sana.” &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Lalu apa? Jangan katakan kamu dibawa angin dan mendarat di sini?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“…Boleh dibilang begitu.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou, yang hanya bercanda, dengan tajam membelokkan kepalanya untuk menatap gadis itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku ingin loncat dari atap gedung itu ke atap gedung ini, tapi aku jatuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atap? Kamijou melihat langit – langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daerah ini adalah tempat dibangunnya asrama murah bagi siswa. Bangunan setinggi delapan tingkat diatur berderet-deret. Hanya dari melihat balkon saja, seseorang akan tahu jarak antaratap hanya sekitar dua meter. Bukannya tidak mungkin untuk meloncat dari atap ke atap, tapi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau serius? Tinggi atapnya delapan tingkat! Kamu akan mati jika tidak hati–hati!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Yeah, orang yang mati karena bunuh diri juga tidak akan diberi kuburan.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Index memberi jawaban yang membingungkan, dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Tapi tidak ada pilihan lain; Aku harus melakukannya supaya bisa kabur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ka...bur?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar kata yang memiliki arti berbahaya itu, Kamijou secara tidak sengaja mengerutkan dahinya. Tapi Index memberi jawaban “Nn” seperti anak kecil, dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sedang dikejar-kejar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan yang menggerakkan wajan berhenti dengan sendirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebetulnya, aku bisa saja loncat, tapi seseorang menyerangku dari belakang ketika sedang meloncat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis yang menyebut dirinya Index terlihat tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena itulah, aku jatuh dan mendarat di pagar balkonmu. Maaf.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun dia tidak mengejek dirinya sendiri atau membuatnya terdengar ironis, dia hanya memberi Kamijou Touma sebuah senyuman yang murni tanpa rasa bersalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Diserang’...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Ah... Jangan khawatir dengan lukaku. Pakaian ini juga berfungsi sebagai &#039;&#039;barrier&#039;&#039; pertahanan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu &#039;&#039;barrier&#039;&#039; pertahanan? Apakah itu pakaian anti peluru?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu berputar seperti sedang memamerkan baju yang baru dibelinya. Dia tidak terlihat terluka. Tapi, apa benar dia ‘diserang’? Jika semua ini hanyalah imajinasinya, mungkin lebih bisa dipercaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun demikian...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktanya adalah dia benar-benar menggantung di pagar balkon lantai tujuh Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika begitu, apakah cerita gadis itu benar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Siapa’ yang menyerangnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mulai merenung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seberapa banyak keberanian yang dibutuhkan orang untuk meloncat dari bangunan bertingkat delapan ke gedung lain? Seberapa beruntungnyakah dia bergantung di pagar balkon pada lantai tujuh? Apa maksudnya dia masih tanpa luka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang sedang mengejarku, kata gadis itu tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengatakan ini sambil tersenyum. Seberapa rumitkah cerita di balik senyumnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou betul–betul tidak tahu apa yang dialami Index, jadi dia tidak mengerti kata–katanya sama sekali. Bahkan jika Index menjelaskan semuanya dari awal, paling baik dia hanya bisa mengerti setengahnya. Sisa setengahnya tidak akan dia mengerti sekeras apa pun dia mencoba. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tapi Kamijou mengerti sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah dia sudah bergantungan di pagar balkon di lantai tujuh. Jika dia tidak hati–hati, dia bisa saja mendarat di jalanan aspal. Ini membuat Kamijou khawatir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Makan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Index muncul dari belakang Kamijou. Dia menggenggam sumpit dengan tangannya. Sepertinya dia tidak tahu bagaimana cara memakai sumpit meskipun dia bisa berbicara bahasa Jepang dengan lancarnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menatap wajan dengan semangat. Ekspresi wajahnya seperti kucing yang baru saja diambil dari kardus pada hari hujan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Ah... “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di wajan, makanannya tidak berbeda dari sampah, ‘sayuran goreng’(dengan racun di dalamnya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat gadis lapar ini, Kamijou merasa nurani malaikat yang ada pada dirinya (yang muncul bersamaan dengan iblis yang seperti dirinya) bergulat kesakitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah... eh ... aku ... aku... . Karena kamu sangat lapar, tolong jangan makan makanan sisa yang menjijikkan ini. Kenapa kita tidak ke restoran keluarga? Atau mungkin kita bisa pesan antar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak bisa menunggu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah... mm... “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kelihatannya juga tidak buruk. Ini adalah sesuatu yang kamu buat tanpa meminta imbalan, jadi seharusnya rasanya enak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada waktu itu, Index benar–benar seperti seorang suster, memberikan senyum yang berseri–seri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa mempedulikan Kamijou, yang perutnya bergejolak, Index mengepalkan tangannya, dan menyendok makanan dari wajan dengan sumpitnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat, rasanya tidak terlalu buruk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be... benarkah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu sepertinya penuh perhatian ya, membuat makanan asam untuk melegakan kelelahanku, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Eh... a... asam?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir, aku berani makan makanan asam. Terima kasih; kau seperti seorang kakak laki–laki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan senyum yang berseri–seri, Index tetap melanjutkan makan, ada tauge di wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Wo.. UUU... WOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan cepat mengangkat wajan dengan kecepatan supersonik. Dia melihat Index, yang sangat kurang puas, sambil berpikir bahwa dia akan ke neraka sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu juga lapar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Ah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau tidak, bisakah kamu memberiku sayuran itu? Aku tidak bisa menunggu... “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index melihat Kamijou, mulutnya menggigit ujung sumpitnya. Melihat Index seperti ini, Kamijou bertekad.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini kemauan Tuhan. Tuhan menyuruhnya menyelesaikan apa yang dia mulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, ini bukan kesialannya; ini kesalahannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma menuangkan ‘sampah’ panas  ke dalam mulutnya, menunjukkan sebuah senyuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, gadis yang menyebut dirinya Index menunjukkan wajah tidak senangnya sambil mengerikiti biskuit. Cara dia memegang kedua biskuit dengan kedua tangannya sambil mengerikitinya membuat dia terlihat seperti tupai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Oh, ya, katamu ada seseorang yang mengeja-ngejarmu. Siapa dia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou, yang akhirnya kembali dari neraka, tiba–tiba menanyakan pertanyaan paling penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, Kamijou tidak akan begitu pedulinya pada gadis yang baru dia kenal selama tiga puluh menit, tapi sudah terlambat baginya untuk tidak ikut terlibat dalam masalah gadis tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku akan berpura-pura ramah, pikir Kamijou. Meskipun dia tidak bisa membantunya memecahkan masalah, paling tidak dia bisa berkata bahwa dia sudah mencoba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mm... “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu berkata dengan suara yang haus,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu—mungkin Rosicrucians atau S∴M∴ aka Stella Matutina. Kupikir grup semacam itulah, sayangnya aku belum tahu nama mereka... dan nama tidak ada artinya bagi mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Mereka’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengulanginya dengan sikap bingung. Musuhnya adalah organisasi? Suatu kelompok?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Index, yang sedang dikejar, terlihat tenang. Setelah memberikan “Mn” untuk menegaskannya, dia berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka adalah asosiasi sihir&amp;lt;!--magic cabal--&amp;gt;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Sihir... ? Emm... apa itu tipuan? Apa aku salah dengar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah... eh... ? Emm... apa bahasa Jepangku aneh? Maksudku magic(=sihir). Sebuah asosiasi sihir&amp;lt;!--magic cabal--&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang karena dia menjelaskan dalam bahasa Inggris, Kamijou semakin bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu? Apa kau membicarakan suatu organisasi baru yang menggunakan ajaran agama misterius baru untuk berkhotbah di depan umum, mengatakan, ‘Kalian yang tidak percaya akan menderita karena kemarahan Tuhan.’ Dan memaksa mereka untuk makan suatu obat aneh sebelum mencuci otak mereka? Kedengarannya berbahaya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Sepertinya, aku merasa kau mempermainkanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Kau mempermainkanku, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Maaf, ini tidak mungkin. Aku betul–betul tidak bisa percaya keberadaan sihir. Aku akrab dengan kekuatan supernatural seperti menyalakan api atau melihat tembus pandang, tapi sihir... Aku betul–betul tidak bisa percaya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memiringkan kepalanya dan merenung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ada orang biasa yang dengan tegas percaya bahwa llmu pengetahuan bisa memecahkan segalanya, dia akan berteriak, “Di dunia ini tidak ada hal yang tidak bisa dibuktikan ilmu pengetahuan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun demikian, tangan kanan Kamijou betul-betul mempunyai suatu kekuatan spesial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama dia punya kekuatan spesial aneh yang disebut Imagine Breaker, bahkan keajaiban yang hanya muncul di mitos akan terhapus selama itu hanyalah kekuatan supernatural.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kekuatan supernatural adalah hal biasa di Academy City. Dengan menyuntikkan obat ke dalam pembuluh darah, membiarkan listrik merambat ke leher, dan memperdengarkan suatu ritme khusus dari headset, semua otak bisa “berkembang”. Semua bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan, jadi siapa yang bisa menolak keberadaannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak mengerti apa yang kaukatakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak harus mengerti! Semua tahu, tidak diragukan lagi bahwa kekuatan super itu nyata!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu kenapa sihir tidak... ? Tidak diragukan juga bahwa sihir itu nyata!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index terlihat sangat tidak senang. Pandangannya seperti orang yang hewan peliharaannya dikritik orang lain sebagai kucing kampungan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh... biar kukatakan ini. Kamu tahu janken?&amp;lt;ref&amp;gt;Suit Jepang, kertas-batu-gunting&amp;lt;/ref&amp;gt; Eh, tunggu, itu budaya global, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Sepertinya suatu bentuk budaya Jepang, tapi aku tahu itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika aku kalah sepuluh kali dari sepuluh kali janken, apa kaupikir ada alasan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Wu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Tidak ada alasan, &#039;kan? Tapi manusia akan percaya bahwa ada sesuatu yang bekerja!&#039;&#039;”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berkata dalam nada tidak tertarik,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kebanyakan orang biasa akan berpikir, &#039;Kenapa aku begitu sial?&#039; dan bertanya–tanya apakah ada kekuatan yang tidak terlihat di sekitarnya. Ketika seseorang berpikir seperti itu dan menghubungkannya dengan astrologi, apa yang akan terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Seperti, &#039;Zodiakmu Cancer, dan kamu sangat sial sekarang, lebih baik jangan berjudi&#039;, atau hal–hal lain macam itu, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Segala macam &#039;sihir, kekuatan misterius&#039; yang terjadi di sekitar kita berkembang seperti itu. Manusia membayangkan bahwa ada suatu kekuatan tidak terlihat yang menentukan keberuntungan mereka, dan akan percaya kalau hal–hal sepele semuanya adalah hasil kerja takdir; inilah sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengerutkan bibirnya seperti kucing yang tidak senang. Setelah sementara waktu, dia berkata, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Sepertinya kau tidak punya alasan untuk percaya pada sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yap. Tapi karena aku serius memikirkannya, aku tidak bisa percaya kata–kata bodoh itu. Siapa yang percaya keberadaan penyihir yang hanya ada di dongeng? Jika kamu bisa menghabiskan MP-mu untuk membangkitkan orang mati, siapa yang mau mengembangkan kekuatan spesial? Bagaimana mungkin aku percaya &#039;sihir&#039; yang tidak punya bukti alamiah di belakangnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka yang menganggap kemampuan paranormal sebagai sesuatu yang ganjil dan misterius hanyalah orang bodoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Academy City, kemampuan paranormal termasuk pengetahuan umum dan bisa dijelaskan oleh Ilmu Pengetahuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Tapi sihir benar–benar ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengerutkan bibirnya. Mungkin sihir itu seperti pilar rohani baginya, seperti Imagine Breaker untuk Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, terserah yang kaukatakan. Lalu kenapa mereka mengejarmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sihir betul–betul ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sihir betul–betul ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya dia ingin Kamijou untuk mengakuinya tidak peduli seperti apa pun caranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik, beri tahu aku, apa itu sihir? Bisakah kamu menembak bola api dari tanganmu? Bahkan tanpa melewati pelajaran kekuatan super, bisakah kamu menembak bola api? Coba lakukan di depanku dan aku mungkin akan percaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak punya mana, jadi aku tidak bisa pakai sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa bedanya dengan seorang pengguna kekuatan gadungan mengatakan, “Kamera akan menggangguku, jadi aku tidak bisa membengkokkan sendok”?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping itu, pikiran Kamijou juga agak bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski dia berkata bahwa tidak ada hal seperti sihir, Kamijou tidak sepenuhnya mengerti kemampuan tangan kanannya, Imagine Breaker. Bagaimana bisa? Kekuatan apa yang tidak terlihat dalam ruang itu? Bahkan di Academy City, yang merupakan pihak paling berwenang dalam mengembangkan kemampuan esper, tidak dapat menjelaskan kemampuan Kamijou hanya melalui pemeriksaan tubuh, yang menyebabkan dia dicap sebagai esper “Level 0”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, dia tidak mendapat kekuatannya dari program pengembangan ilmu pengetahuan; tapi, itu adalah kekuatan yang melekat pada tangan kanannya sejak dia lahir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski dia selalu berkata bahwa tidak mungkin ada sihir di dunia ini, dia sendiri punya kekuatan aneh yang membantah semua logika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
... Tapi dia tidak bisa hanya membuat kesimpulan tanpa dasar &#039;karena kekuatan yang tidak dapat dijelaskan di dunia, maka sihir benar-benar ada&#039; seperti itu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Sihir itu ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik, aku akan menganggap sihir itu ada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menganggap?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, kita anggap saja sihir itu ada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengabaikan gangguan Index dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu kenapa kamu dikejar orang–orang itu? Apakah ada hubungannya dengan pakaianmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merujuk pada jubah suster dari sutra yang bersulamkan emas dan berwarna putih bersih. Dengan kata lain, dia bertanya, “Apa ini melibatkan gereja?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Karena aku adalah sebuah indeks.”&amp;lt;ref&amp;gt;Indeks ini maksudnya adalah suatu indeks buku, bukan namanya sediri&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku rasa mereka mengejar 103.000 grimoir yang kumiliki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Kenapa aku tambah bingung sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kamu seperti tidak ingin peduli ketika aku belum menjelaskannya? Kamu agak tidak sabaran, ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik, akan kusimpulkan. Aku tidak tahu apa itu grimoir, tapi mereka hanya buku, kan? Seperti kamus?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mm. Buku Eibon, Lemegeton, Buku Tanpa Nama, Buku Ritual Kanibal, Buku Orang Mati... ini contohnya. Necronomicon terlalu terkenal sehingga masih banyak imitasi lain di luar sana, jadi kurang bisa dijadikan pegangan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um... Aku tidak begitu peduli isi bukunya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou ingin mengatakan, “ini semua, &#039;kan, cuma omong kosong”, tapi menekan dirinya sendiri untuk menelan kata – kata ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Katamu kau memiliki seratus ribu buku; di mana mereka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setidaknya, dia ingin memperjelas hal itu. Seratus ribu buku bisa memenuhi satu perpustakaan penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa maksudmu kau punya kunci ke suatu gudang besar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index menggelengkan kepalanya, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku membawa semua 103.000 buku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Apa? Kamijou mengerut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Kau tidak mencoba bilang bahwa orang bodoh tidak bisa lihat, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika tidak bodoh pun tetap tidak akan bisa melihatnya! Akan sia–sia jika orang dapat melihatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap kata yang Index katakan sepertinya terlalu jauh; rasanya seperti dia sedang dipermainkan. Kamijou melihat ke kiri dan kanan, mencari buku tua yang terlihat seperti grimoir. Dia hanya bisa melihat majalah game, manga yang tersebar di lantai dan PR musim panas yang telah disingkirkan ke pojok ruangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Huuhh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou, yang sudah dihibur fantasi Index, akhirnya tidak tahan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkinkah skenario &#039;seseorang mengejarku&#039; ini hanya imajinasi liar gadis itu? Jika iya, dan dia betul–betul lompat dari gedung bertingkat delapan, gagal, dan mendarat di pagar balkon... Baik, sebaiknya  tidak terlibat dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Bukankah bertentangan kalau kamu percaya kekuatan supranatural tapi sihir tidak?” Index mengerutkan bibirnya dan mengatakan dengan tidak senang, “Apa hebatnya kemampuan supernatural, coba? Kau seharusnya tidak merendahkan yang lain hanya karena kau punya suatu kemampuan khusus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan lembut mengeluh,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, kamu benar. Hanya dengan sedikit tipuan dan kita dikelompokkan menurut sistem level. Pemikiran seperti itu mengerikan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merendahkan kepalanya, melihat tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanannya tidak bisa menembakkan api atau listrik, tidak bisa melepaskan cahaya, dan tidak bisa mengeluarkan suara. Dan tentu saja, tidak akan ada garis–garis aneh muncul di pergelangan tangannya. Tapi tangan kanan Kamijou bisa menghilangkan segala kekuatan supernatural. Tidak peduli sifat bawaannya atau tujuannya, bahkan keajaiban yang muncul di mitos akan dihancurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk orang di kota ini, namun, kekuatan super sudah seperti dorongan dari pilar rohani. Jangan mencari–cari terlalu banyak kesalahan. Dan di samping itu, aku juga salah satu dari mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baguslah kalau kamu mengerti, idiot! Huh, kenapa kamu mengacaukan isi otakmu? Kamu bisa membengkokkan sendok dengan tanganmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh, apa yang bisa dipamerkan dari orang yang menyerahkan karakter alamiahnya untuk sesuatu yang jauh di dalam kulit?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Bisakah aku menjejali mulut cerewetmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ke- kekerasan tidak bisa menakutiku!” Index terlihat seperti kucing yang tidak senang, dan berkata, “Kamu bicara banyak tentang kekuatan super, tapi kamu tidak terlihat punya kekuatan itu sendiri!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Eh, tentang itu... bagaimana aku mengatakannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasa kesulitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia jarang punya kesempatan untuk menjelaskan Imagine Breaker ke orang lain. Bahkan jika pernah, karena kemampuannya hanya bereaksi pada kekuatan supernatural, jika orang lain tidak dapat menerima kenyataan bahwa kekuatan super ada, penjelasannya akan sia – sia saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Unn, tangan kananku... ah, biar aku jelaskan. Ini alami; tidak ada pewarna buatan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika tangan kananku bersentuhan dengan...kekuatan khusus apa pun, baik bola api berkekuatan nuklir ataupun railgun, bahkan keajaiban dari Tuhan akan dihapus tanpa jejak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...eh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Ekspresi apa itu? Kau seperti baru saja melihat katalog belanja untuk membeli kristal keberuntungan yang cantik!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aduh... kamu, seorang ateis yang tidak pernah mengenal nama Tuhan, berkata bahwa keajaiban dari Tuhan akan terhapus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk bepikir bahwa Index akan menggunakan jari kecilnya untuk menggali telinganya sambil tertawa sinis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Ugh, ini membuatku kesal! Aku tidak suka dibodohi oleh gadis sihir palsu yang mengatakan bahwa sihir benar–benar ada, hanya saja tidak bisa membuktikannya membuatku panas...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar Kamijou menggumam seperti itu, Index sepertinya juga marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-Aku bukan gadis sihir palsu! Sihir benar–benar ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu buktikan padaku, kau pemakai kostum Haloween! Aku akan menggunakan Imagine Breaker-ku untuk mengancurkan sihirmu dan kita lihat siapa yang benar! Dasar anak imajinatif!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik, akan kutunjukkan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index dengan marah mengangkat tangannya, “Ini! Pakaian ini! Pakaian ini adalah pelindung pertahanan paling mutakhir yang disebut Gereja Berjalan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengangkat kedua tangannya, mebuat Kamijou melihat jubah suster yang membuatnya memikirkan cangkir teh kelas atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu Gereja Berjalan?! Aku tidak mengerti sedikit pun dari hal yang kaukatakan! Semua yang kaukatakan adalah istilah–istilah aneh seperti indeks dan pelindung pertahanan! Bisakah kau menjelaskan dengan cara yang bisa kumengerti? Terlalu membingungkan! Tidak pernahkah kamu menjelaskan sesuatu yang mendalam dengan cara yang mudah dimengerti?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau... kau tidak pernah mencoba untuk mengerti, dan sekarang kau mengeluh padaku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengayunkan tangannya dengan marah, “Sekarang, akan kubuktikan daripada hanya berbicara saja! Kamu bisa menggunakan pisau dapur untuk menusukku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik! Akan kulakukan... tunggu... apa yang kaupikirkan?! Tentu saja aku akan menusukmu! Apa kau mencoba menjebakku?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah! Kau tidak percaya padaku, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index dengan semangat menggerakkan bahunya ke atas dan bawah, “Pakaian ini memasukkan semua unsur penting dari sebuah gereja, jadi bisa dibilang &#039;Gereja dalam bentuk pakaian&#039;! Tenunan kainnya, jahitan garisnya, bahkan sulamannya juga. Semuanya direncanakan dengan hati–hati! Sebuah pisau dapur semata tidak akan menyakitiku sama sekali!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pikir kamu hanya menggertak... jika aku benar-benar menusukmu, aku akan jadi berandalan remaja paling bodoh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak mempercayaiku! Pakaian ini bisa menduplikat sama persis efeknya dengan Kain Kafan Suci dari Turin, pakaian yang dipakai seorang Santo ketika ditusuk oleh Tombak Longinus. Maka, kemapuan pertahanannya adalah kelas Paus. Dalam istilahmu, kekuatannya setingkat dengan perlindungan bom nuklir, &#039;kan? Tidak peduli apakah serangan fisik ataupun sihir, pakaian ini akan menerima, dan menyerapnya... Bukankah aku berkata aku mendarat di balkonmu karena aku diserang dari belakang? Jika aku tidak punya Gereja Berjalan ini, tubuhku pasti sudah berlubang! Apa kau mengerti?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis ini benar–benar cerewet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat pakaiannya dari sisi gelapnya, pendapat Kamijou tentang Index telah turun drastis ke yang terburuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, betul–betul mengesankan... tapi jika itu adalah kekuatan supernatural dan tangan kananku memegangnya, pakaianmu akan hilang, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu jika kekuatanmu benar–benar nyata~ Hoho— “ Index tersenyum menghina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berpikir, aku ambil taruhannya! Dan memegang pundak Index dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh...?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia merasakan perasaan yang betul–betul aneh... seperti dia sedang mencoba untuk menangkap awan. Seperti semua benturan yang diserap spons lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Tunggu sebentar...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou, yang sudah tenang, mulai berpikir sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika apa yang dikatakan Index, walau kedengarannya bodoh, itu benar dan pakaian yang disebut Gereja Berjalan ini betul–betul ditenun bersamaan dengan kekuatan supernatural, apa yang akan terjadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kekuatan supernatural itu hancur, bukankah pakaian itu akan berantakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“TIDAKKKKK MUNGKINNNNNNNNN?!” Perasaan menginjak kedewasaan yang tiba–tiba membuat Kamijou bereaksi dengan teriakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— AAAAAHHHHHHHHHH... eh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berpikir, sial, tadi itu membuatku khawatir saja. Meskipun dia juga merasa kasihan pada gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat! &#039;Kan?! Imagine Breaker apaan? Tidak ada yang terjadi!” Index meletakkan tangannya di pinggangnya, mengangkat dada kecilnya, dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekejap kemudian pakaian Index terurai seperti pita hadiah, menyebar di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index v01 051.jpg|thumb]] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benang yang menjaga jubah suster itu tetap utuh mengendur, dan jubah itu menjadi potongan-potongan kain. Hanya penutup kepalanya yang masih utuh, tapi mungkin itu karena penutup kepalanya tidak tersambung dengan pakaian yang dia sentuh. Sepenuhnya, membuat hal ini lebih menghina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index hanya berdiri di sana, tangannya di pinggang, dada kecilnya terangkat, dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang menutupi tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rupanya gadis bernama Index ini mempunyai kebiasaan menggigit orang jika marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AW! AW! AW! Berhenti menggigitku! Apa kau pikir kau itu nyamuk dari perkemahan musim panas?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index, yang hanya mengenakan selimut yang menutupinya, duduk tegak lurus di lantai, menggunakan setumpuk besar peniti dalam usaha yang telaten (dan sia–sia) untuk memperbaiki pakaian susternya kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana tidak menyenangkan dan mengerikan mendominasi ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, tidak seperti pembunuh berantai yang akan berjalan ke ruangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ ... Emm, permisi, Tuan Putri? Maaf mengganggu, tapi ada kaos kecil dan celana pendek di sini... ”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suster itu menatap kembali padanya, melotot seperti ular.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... emm... Tuan Putri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma merasa bahwa gadis di depannya memiliki banyak ekspresi wajah sambil mencoba untuk melanjutkan percakapan dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Barusan itu salahku, ok?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mendapat balasan gadis itu dalam bentuk jam alarm terbang yang dilempar ke wajahnya. Ketika Kamijou berteriak kaget, sebuah bantal besar juga terbang. Setelah bantal, sebuah konsol game dan sebuah tape rekorder mini juga terbang dengan mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana bisa kamu dengan santainya mengatakan hal seperti itu setelah hal memalukan ini?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Emm... ini... itu... sebetulnya, pelayanmu lebih dari sedikit gugup sekarang ini. Bagaimana aku mengatakannya... &#039;Inilah masa muda!&#039;?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau masih bercanda... uuuuuuuuuuuuu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya! Ya! Aku minta maaf! Aku minta maaf! Aku minta maaf! … itu adalah kaset video yang kusewa, bukan saputangan! TOLONG JANGAN MENGGIGITNYA!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma bersujud di lantai dalam sikap yang berlebihan sambil meminta maaf pada gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, Kamijou, yang baru pertama kali dalam hidupnya melihat dengan mata kepalanya sendiri gadis yang telanjang bulat dalam kemuliaan, sangat gugup sampai rasanya hatinya sedang diremas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baguslah dia tidak bisa melihatnya dari mukaku, pikirnya. Tapi pikirannya, sialnya, hanya pikiran belaka. Jika dia melihat cermin, dia akan tahu kalau semuanya terbaca di wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah jadi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara isak dan pilek, Index menyelesaikan kerajinan pekerjaan rumah tangga yang kejam untuk mengembalikan pakaian suster itu ke bentuk semula. Setelah memutarnya untuk melihatnya... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Hah. Pakaian suster dengan peniti yang berkelap–kelip dengan jumlah tak  terhitung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... (Tetesan keringat)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Erm, apa kamu betul–betul akan memakai itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau betul–betul akan memakai tipuan yang seperti &#039;&#039;iron maiden&#039;&#039; ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... (Air mata).”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dalam bahasa Jepang disebut &#039;kasur jarum&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... uu... uuuuuuuu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AKU SALAH! AKU MINTA MAAF!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tiba–tiba berlutut di lantai, memukulkan kepalanya ke lantai seperti bawang putih yang dihancurkan. Kontrasnya, Index seperti anak kecil yang diganggu sambil menggigit keras kabel TV. Jika dia meneruskannya, kabel itu akan putus di tengah–tengahnya. Sungguh kucing yang kasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku harus memakainya! Aku, &#039;kan, masih seorang suster!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index membuat geraman aneh sambil memakai gaunnya di bawah selimut, meniru gerakan ulat. Bagian yang tidak tertutupi selimut hanyalah kepalanya, yang terlihat semerah bom.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ah, caramu mengganti pakaian mengingatkanku akan pelajaran renang di sekolah-“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kamu masih melihat? Kamu seharusnya membalikkan kepalamu, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu tidak akan mati hanya karena aku melihatmu telanjang. Lagi pula, setalah terlihat tanpa busana, ganti baju saja bukan apa–apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index berhenti sebentar, tapi melihat Kamijou yang mungkin belum sadar atau belum percaya bahwa dia mengatakan sesuatu yang salah lagi, jadi dia melanjutkan memakai pakaiannya. Kerudungnya jatuh ke lantai, tapi sepertinya dia lebih fokus memakai bajunya dalam selimut jadi dia belum menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahu apa yang akan dikatakannya, tapi dia tahu situasinya akan bertambah canggung jika tak seorang pun bicara. Seperti dalam elevator bersama orang asing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kamijou terus berharap dia bisa kabur dari kenyataan, sesuatu memotong garis paling depan pikirannya: pelajaran tambahan musim panas!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“WA! SIAL! AKU ADA PELAJARAN TAMBAHAN!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat jam tangannya, “ Ah… emm… aku harus ke sekolah sekarang. Apa yang akan kaulakukan? Jika mau tinggal di sini, aku akan memberimu kunci.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ide “mengusir gadis itu” sudah sepenuhnya hilang dari pikiran Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena pakaian suster Index, Gereja Berjalan, bereaksi terhadap Imagine Breaker, Kamijou punya bukti bahwa pakaian Index betul–betul memiliki kekuatan supernatural. Kata–katanya tadi sudah tidak terdengar seperti fantasi lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berkata dia dikejar penyihir dan jatuh dari atap ke pagar balkon Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berkata dia harus terus berlari supaya nyawanya selamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benarkah ada sekelompok penyihir yang datang dari dongeng dan mengacau di kota sains yang bahkan mengubah kekuatan supernatural menjadi kenyataan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Bahkan jika dia itu tidak benar, Kamijou ingin Index tinggal di sini dan menenangkan diri setelah melihatnya begitu kesulitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tidak perlu. Aku akan pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun dia bicara seperti itu, Index memperlihatkan wajah kesulitan sambil pelan–pelan bangun dari lantai. Dia berjalan melewati Kamijou seperti hantu dan sepertinya dia lupa memakai kerudungnya yang jatuh ke lantai ketika dia memakai pakaian susternya. Kamijou ingin mengambil dan mengembalikan padanya, tapi takut kalau kekuatan tangan kanannya akan menghancurkan kerudung itu juga. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… emm… anu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Jangan terlalu banyak berpikir!” Index menolehkan kepalanya, dan berkata, “aku tidak pergi karena aku marah; Aku pergi karena jika aku terlalu lama tinggal di sini, orang–orang itu mungkin kembali ke sini. Kamu tidak ingin kamarmu dihancurkan, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar Index mengatakan kata–kata  mengerikan dengan mudahnya, Kamijou tidak tahu bagaimana untuk membalasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index pelan–pelan berjalan ke pintu masuk dan keluar. Kamijou mengejarnya dengan panik, berpikir bahwa dia seharusnya membantunya, jadi dia mengecek isi dompetnya. Tapi ternyata isinya cuma 320 yen. Meskipun begitu, Kamijou ingin menjaga Index di sini, di mana dia aman,jadi dia cepat–cepat berlari menuju pintu, tapi kakinya menyandung bingkai pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AH… AWWWWWWW! OOOOOOOOO!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index berbalik ke arah teriakan, dan melihat Kamijou memegang kakinya dan berteriak kesakitan. Sakit di kakinya membuatnya meloncat–loncat, menyebabkan telepon genggamnya jatuh ke lantai. Ketika Kamijou sadar semua sudah terlambat, dan sebuah retakan bisa didengar dari layar kaca HP-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uuuuu… uuuuuuuuuuuuuuuuuuu… Aku benar-benar sial…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin bukan sial, melainkan kikuk?” Index tersenyum, “tapi karena Imagine Breaker-mu nyata, mungkin memang sudah seharusnya begitu, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Apa maksudmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, ini adalah isu dari pihak Sihir, jadi mungkin kamu tidak akan percaya kalau aku mengatakannya,” Index tertawa sambil mengatakan, “jika perlindungan Tuhan dan benang merah takdir benar-benar ada, mereka akan dihancurkan oleh tangan kananmu juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengguncangkan pakaian susternya yang dipasangi peniti, berkata, “Seperti Gereja Berjalan yang aslinya memiliki kekuatan Tuhan. Pakaian ini merupakan perlindungan dari Tuhan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh… apanya yang ‘beruntung’ atau ‘sial’? Bukankah itu hanya kemungkinan dan statistik? Bagaimana mungkin itu benar-“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum dia sempat menyelesaikan pernyataannya Kamijou merasakan listrik statis ketika dia menyetuh gagang pintu, mengagetkan Kamijou dan menyebabkan seluruh tubuhnya berguncang secara refleks. Ototnya gemetar dengan cara yang belum terbiasa, dan betis kanannya kram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Uuuuuuu… “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengerang selama kira–kira enam detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… erm … Suster-san…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tolong jelaskan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Logikanya sebutulnya cukup sederhana,” kata Index seolah-olah hal ini sudah jelas. “Jika kekuatan tangan kananmu itu nyata, berarti adanya kekuatan itu di tangan kananmu akan terus menghapus keberuntunganmu secara terus menerus”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.. Jadi maksudmu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selama tangan kananmu menyentuh udara, kamu akan terus–terusan sial.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AAAAAAHHHHHHHHH! AKU BETUL–BETUL SIAL!!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Kamijou tidak percaya hal ghaib, tapi dia sangat peka dengan kejadian yang disebut kemalangan. Dalam kehidupan sehari–hari Kamijou, dia sering kali begitu sialnya sampai dia mersa seluruh jagad raya memusuhinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan yang berdiri di depan Kamijou Touma yang malang adalah seorang suster berpakaian putih bersih dan bersinar dengan senyuman seperti dewi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua orang yang melihatnya akan memberitahumu bahwa itu ekspresi untuk membuatmu percaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kesialan yang sesungguhanya adalah mempunyai kekuatan itu sejak lahir.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat suster yang tersenyum di depannya, Kamijou tidak bisa menahan air matanya… hei… tunggu dulu, itu bukan maksud yang ingin dia sampaikan… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, aku tidak bicara tentang itu! Kamu… apa kamu punya tempat tinggal lain setelah pergi dari sini? Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi, tapi penyihir–penyihir itu mungkin masih berkeliaran dekat sini, &#039;kan? Rumahku lebih aman. Apa kamu ingin tinggal di sini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan memancing ‘musuh’ jika aku tetap di sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana bisa kamu begitu yakin? Selama kamu tidak menarik perhatian dan tinggal di dalam ruangan ini, kamu tidak akan ketahuan, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak semudah itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index menggenggam kerah pakaiannya dan berkata, “Pakaian ini disebut Gereja Berjalan. Pakaian ini dijaga oleh sihir. Meski Gereja memanggilnya kekuatan Tuhan, sebetulnya itu mirip dengan sihir. Dengan kata lain, ‘musuh’ bisa menggunakan ciri khusus sihir dari Gereja Berjalan dan menemukanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu kenapa kamu memakai apa yang pada dasarnya tidak lebih dari penarik musuh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena tingkat pertahanannya adalah kelas Paus… sebelum dihancurkan oleh tangan kananmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau saja tidak dihancurkan tangan kananmu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku minta maaf… tolong jangan menatapku dengan mata penuh air mata itu… tunggu. Dipikir–pikir, karena Gereja Berjalan-mu dihancurkan oleh tangan kananku, mereka seharusnya tidak bisa melacaknya lagi, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka masih akan tahu kalau Gereja Berjalan-ku hancur. Seperti kataku: Kemampuan pertahanan Gereja Berjalan adalah kelas Paus. Dengan kata lain, seperti sebuah benteng... jika aku adalah ‘musuh’, bahkan jika aku tidak tahu kenapa Benteng Berjalan hancur, aku pasti tidak akan membiarkan kesempatan seperti itu lepas. &#039;Kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu! Bukannya itu adalah alasan yang membuatmu lebih tidak bisa pergi sendirian! Meskipun aku masih tidak percaya apa yang kamu sebut ‘sihir’, tapi jika ‘musuh’ benar–benar mengejarmu, bagaimana bisa aku membiarkanmu membahayakan nyawamu di luar sana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tertegun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ekspresinya, dia betul–betul terlihat seperti gadis biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Maksudmu jika aku akan turun ke neraka, kamu akan menemaniku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tersenyum. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memberikan senyuman yang memilukan hati yang membuat Kamijou terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di belakang kata–kata halus itu ada permohonan tersembunyi; &#039;&#039;tolong jangan terlibat dengan hal ini&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir, aku bukannya tidak punya teman. Selama aku bisa lari ke gereja, orang–orang di sana akan melindungiku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… oh? Lalu… Di mana gereja itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“London.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya itu terlalu jauh? Berapa lama kamu akan lari?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Ah, jangan khawatir! Seharusnya ada beberapa cabang kecil di Jepang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pakaian suster yang penuh peniti itu bergoyang ke sana–sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis kecil yang terlihat seperti ibu rumah tangga yang sering diganggu berkata, “Gereja… ya, sepertinya ada satu di kota ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang biasa yang mendengar kata “gereja” akan segera berpikir tentang bangunan besar tempat pernikahan diadakan. Di Jepang, gereja–gereja itu sangat kecil. Meski berada di Jepang, budaya Kristen belum mengakar di sana, dan dengan seringnya gempa bumi yang dialami Jepang, sulit untuk memepertahankan “bangunan dengan nilai bersejarah”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gereja yang Kamijou lihat dari ujung matanya ketika naik kereta hanyalah kompleks apartemen dengan salib yang didirikan di atap. Awalnya dia malah mengira itu adalah gereja milik para konglomerat baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm… tapi tidak semua gereja bisa… aku termasuk sekte British...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Erm,… dalam arti luas, Agama Kristen sebetulnya dibagi menjadi banyak sekte,” Index menjelaskan dengan canggung, “agama Kristen secara umum dibagi menjadi Katolik dan Protestan. Aku termasuk sisi Katolik, yang dibagi lagi menjadi Gereja Katolik Roma, yang berpusat di Kota Vatikan; Gereja Ortodoks Rusia, yang berpusat di Rusia; dan Gereja Anglikan, yang berpusat di Katedral St. George.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jadi apa yang akan terjadi jika kamu salah masuk?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan diusir,” Kata index dengan dengan senyuman pahit. “Ortodoks Rusia dan Anglikan sebagian besar berpusat di negaranya sendiri, jadi keduanya tidak mempunyai banyak cabang di Jepang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semakin Kamijou mendengar, semakin dia merasa ada sesuatu yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin sebelum Index menyerah karena lapar, dia sudah sudah mengunjungi beberapa gereja dan diusir beberapa kali, memaksanya untuk berlari demi nyawanya? Itu bukan pikiran yang melegakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir. Aku akan baik-baik saja asalkan bisa mencapai gereja milik Anglikan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba–tiba, Kamijou memikirkan kekuatan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi! Jika kamu ada masalah, carilah aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, hanya itu yang bisa dia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun dia punya kekuatan untuk membunuh Tuhan itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mn, aku akan kembali jika lapar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memberikan sebuah senyuman yang seperti bunga morning glory. Senyum sempurna itu membuat Kamijou tidak bisa berkata–kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah robot pembersih mendekat, bergerak mengitari sosok Index, dan melanjutkan perjalanannya ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“YAAAH!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum sempurna hilang dalam sekejap ketika Index jatuh ke belakang. Cara dia bergetar, seperti kakinya terkena kram. *DONG*! Kepala belakangnya menghantam tembok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—! BENDA ANEH BARU SAJA KELUAR BEGITU SAJA…?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Index terisi dengan air mata sambil menjerit, bahkan lupa untuk mengelus kepala belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“KAU BERLEBIHAN! ITU HANYA ROBOT PEMBERSIH!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah robot pembersih yang terlihat seperti silinder logam besar dengan roda di bawahnya, menggunakan pel berbentuk lingkaran untuk membersihkan lantai. Sebuah kamera yang dipasang dekat ujung atasnya membuatnya bisa menghindari penghalang. Semua gadis yang memakai rok mini membencinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Begitu. Jepang bukan hanya negara teknologi, melainkan juga negara di mana bahkan Agathion dimekanisasi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat Index yang terlihat kagum oleh Jepang karena alasan aneh membuat rambut Kamijou berdiri sampai ujungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini Academy City! Kamu bisa melihat benda seperti itu di mana–mana!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Academy City?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar. Bagian barat Tokyo relatif lambat dalam perkembangan, jadi bagian itu dibeli untuk mendirikan kota ini. ‘Kota sekolah’ yang di dalamnya terdapat puluhan universitas dan ratusan SD, SMP, dan SMA.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh sambil melanjutkan, “Delapan puluh persen dari orang yang tinggal di sini adalah siswa, dan semua apartemen yang terlihat seperti kondominium (kompleks apartemen yang sangat besar) sebetulnya adalah asrama siswa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City tidak hanya mendidik siswa dalam bidang akademik, tapi juga menanam kekuatan super dan pengembangan tubuh secara rahasia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Jadi layar di jalanan mungkin agak berbeda dari yang biasa. Mesin penjual makanan otomatis, kincir angin praktis untuk menghasilkan listrik, dan robot pembersih barusan… Ada banyak benda seperti itu yang dikembangkan oleh universitas di sini. Tingkat teknologi di sini kasarnya dua puluh tahun lebih maju dari dunia luar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm… “ Index menatap robot pembersih itu, dan berkata, “Jadi semua bangunan di daerah ini milik Academy City?|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yap… jika kamu mencari Gereja Inggris di sini, nasihatku adalah coba cari di luar kota ini. Gereja di sini sebagian besar mungkin mengajarkan teologi atau psikologis-Jungian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memberikan “Mn” sambil menganggukkan kepalanya. Pada waktu itulah Index baru menggunakan tangannya untuk memegang kepala belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… eg? Ah… eh? Ke… kerudungku hilang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu baru sadar? Kerudungmu jatuh tadi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maksud Kamijou adalah “kamu menjatuhkannya saat ganti baju di bawah selimut”, tapi sepertinya Index mendengarnya sebagai “kamu menjatuhkannya saat kamu ditakuti robot pembersih dan jatuh”. Index mencari di sekitar koridor. Gagal menemukannya, beberapa tanda tanya muncul di atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-HA! Benar! Pasti Agathion mekanis itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index sepertinya telah sepenuhnya salah paham sambil berlari mengejar robot pembersih yang berbelok di ujung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Emm… situasi apa–apaan ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat kembali kamarnya, pada kerudung Index, dan melihat kembali ke koridor; Index sudah menghilang. Sungguh cara yang tidak berperasaan untuk pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu membuatnya memikirkan sesuatu tanpa dasar: Bahkan jika dunia ini hancur, gadis itu masih akan terus bertahan hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitulah pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 5===  &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hai~ Sensei telah membuat beberapa bahan pelajaran, jadi aku akan memberikannya~. Ini akan jadi isi pelajaran hari ini~”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sudah satu semester dia berada di kelas ini, tapi bahkan sekarang, Kamijou masih tidak mempercayainya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Wali kelas 1-7, Tsukuyomi Komoe berdiri di depan meja. Para murid hanya bisa melihat kepala guru ini jika dia berdiri di belakang mejanya. Tingginya 135 cm, dan katanya dia ingin naik &#039;&#039;roller coaster&#039;&#039;, tapi ditolak karena kaitannya dengan keselamatan. Tidak masalah siapa yang melihatnya, semua orang akan merasa bahwa dia adalah seorang anak berumur dua belas tahun yang seharusnya memakai helm keamanan kuning dan membawa tas punggung merah dan sebuah suling soprano. Karena itulah guru yang seperti anak–anak ini termasuk salah satu dari tujuh misteri di sekolah.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Meski aku tidak melarang kalian untuk mengobrol, kalian harus mendengarkan apa yang Sensei katakan, ok~? Sensei sudah bekerja keras untuk menyiapkan semua pertanyaan untuk tes ini. Jika gagal, kamu akan dihukum dengan pelajaran Penglihatan Tembus Pandang.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Sensei, apa kau membicarakan tentang bermain poker dengan penutup mata? Itu, &#039;kan, bagian dai Kurikulum Penglihatan Tembus Pandang! Kudengar kami tidak boleh pulang kecuali bisa menang sepuluh kali berturut–turut meskipun kami tidak bisa melihat kartunya. Kalo begitu kami semua tidak akan bisa pulang sampai besok pagi!”, protes Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ya~ tapi Kamijou, nilaimu untuk pengembangan kekuatan tidak cukup. Jadi kamu tetap harus mengikuti pelajaran Penglihatan Tembus Pandang, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou merasa bahwa dia tidak bisa menangani senyum ala &#039;&#039;salesman&#039;&#039; dari gurunya ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Oo, sepertinya Komoe betul–betul suka padamu Kami-yan...!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Duduk di sebelah Kamijou adalah ketua kelas (laki-laki) dengan rambut biru dan tindikan di telinganya, yang mengatakan sesuatu yang bodoh pada Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Tidakkah kau merasa guru yang dengan senangnya berjinjit dan berbuat iseng di depan papan tulis sedang bersikap memusuhiku....?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa...? Guru manis itu? Apakah ada masalah kalau kamu gagal dalam beberapa mata pelajarannya? Kamu pasti akan mendapat banyak pengalaman jika dimarahi anak kecil seperti itu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ternyata sebutan pedofil tidak cukup untukmu, dasar &#039;&#039;masochist&#039;&#039;!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“AHA— ! Menjadi seorang pedofil hanya satu dari kesenanganku. Aku tidak &#039;&#039;hanya&#039;&#039; suka gadis kecil, tahu~!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Ketika Kamijou hampir merespon dengan ucapan “Dasar kau omnivora pemakan sampah”,&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kalian berdua di sana! Kalian akan bermain Telur Columbus jika terus berbicara!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Telur Columbus ini membutuhkan seseorang untuk menyeimbangkan sebuah telur mentah untuk berdiri di meja tanpa bantuan apa pun. Bahkan murid yang belajar Psikokinesis harus bekerja keras sampai pembuluh darah di otaknya hampir pecah untuk menahan telurnya supaya tidak jatuh; ini karena jika tekanannya terlalu besar, telur itu akan pecah. Dan juga, mereka yang gagal akan harus tinggal sampai keesokan paginya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou dan Aogami Pierce hanya bisa menatap Tsukuyomi Komoe yang berdiri di panggung, bahkan hampir lupa untuk bernapas.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa kalian mengerti~?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sungguh senyum yang mengerikan.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Komoe-sensei sangat membenci orang–orang yang menyebut kata “kecil”, tapi menyukai orang yang memanggilnya “imut”.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Namun, Komoe-sensei tidak keberatan jika murid–muridnya tidak melihatnya sebagai guru. Tentu saja karena di sini adalah Academy City. Delapan puluh persen dari populasi di sini adalah siswa, jadi kota ini bisa disebut Neverland &amp;lt;ref&amp;gt;Neverland di sini mengacu pada pulau fiksi dalam cerita Peter Pan karya J. M. Barrie.&amp;lt;/ref&amp;gt;. Maka, kritik pada guru–guru di sini lebih keras dari sekolah–sekolah lain di luar. Di samping itu, kemampuan siswa di sini diukur dengan kemampuan akademis dan juga kekuatan supernaturalnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Di sini, peran para guru adalah untuk mengembangkan kekuatan para siswanya meskipun mereka sendiri sebetulnya tidak memiliki kekuatan apa pun. Para guru olahraga dan staf pengajar yang seperti instruktur semuanya seperti berasal dari unit militer  negara lain karena mereka bisa menghadapi para siswa Level 3 yang laksana monster dengan menggunakan kekuatan mereka sendiri. Tentu saja, Komoe-sensei, yang mengajar kimia, tidak seperti.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku bilang, Kami-yan…” &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Dimarahi Komoe-sensei, tidakkah membuatmu senang?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Hanya kau yang merasa senang, idiot! Cukup, diam! Musim panas kita akan hancur jika kita dipaksa main dengan telur mentah ketika kita tidak punya kekuatan Psikokinesis! Berhenti memberiku masalah dengan logat Kansai palsu itu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“L-logat Kansai palsu? Kenapa aku harus memalsukan logat Kansai? Aku orang asli dari Osaka~!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Diam! Kau lahir di desa penuh ladang padi! Aku sudah jengkel; berhenti buat aku berpikir untuk berdebat denganmu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“A... A-a-aku tidak lahir di desa ladang padi! Ah... ah... takoyakinya betul – betul enak~”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Berhenti mencoba jadi orang Kansai. Apa kamu juga akan membawa takoyaki hanya supaya lebih terlihat seperti Orang Kansai asli?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa yang kaubicarakan? Orang asli Kansai sekalipun tidak hanya makan takoyaki saja, &#039;kan?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Benar, &#039;kan? Eh, tunggu ... tapi... eh... benar nggak, ya?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kau menunjukkan jati dirimu, dasar orang Kansai palsu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh, dan melihat ke luar jendela.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Jika dia tahu pelajaran tambahan akan begini membosankan, dia pasti sudah menemani Index.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Meski Gereja Berjalan yang dipakai Index bereaksi terhadap tangan kanan Kamijou —baik, penggunaan kata “bereaksi” mungkin agak meremehkan- bukan berarti Kamijou percaya keberadaan sihir. Mungkin 80-90% dari apa yang dikatakan Index dibuat–buat, mungkin dia hanya salah paham setelah melihat fenomena alami sebagai sihir.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tapi...&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Ikan yang lepas selalu terlihat sangat besar...&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh lagi. Dibandingkan dengan terperangkap dalam kelas tanpa AC ini, dia seharusnya mengikuti Index ke dunia fantasi sihir dan pedang pasti lebih menarik. Dan jika dia ambil bagian dalam kegiatannya, mungkin akan ada -agak dipaksakan menyebutnya cantik- pasangan wanita manis untuknya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou ingat kerudung suster yang ditinggalkan Index di kamarnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Pada akhirnya, dia tidak mengembalikannya. Jika dia ingin mengembalikannya, dia masih punya kesempatan. Bahkan jika Index hilang, asalkan dia mencarinya dengan serius, pasti akan ketemu. Bahkan jika dia tidak bisa menemukannya, logis untuk Kamijou mengayun–ayunkan kerudungnyanya sambil berlari di jalanan.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sekarang Kamijou berpikir, sebetulnya Kamijou ingin meninggalkan sesuatu sebagai pengikat mereka berdua. Kamijou diam–diam berharap bahwa suatu hari dia akan kembali untuk mengambil benda yang dilupakannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Ini karena senyum gadis itu begitu sempurna.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Jika dia tidak meninggalkan sesuatu sebagai pengekang mereka berdua, rasanya dia akan menghilang di antara jarinya seperti hantu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou hanya takut pada hal ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
...Apa yang terjadi?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou, yang sedang romantis, tiba–tiba sadar akan sesuatu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou agaknya kejam pada gadis yang bergantungan di pagar balkonnya, tapi dia tidak begitu membenci gadis itu. Dia pastinya merasa sedikit menyesal karena mungkin dia tidak akan bertemu dia lagi di lain waktu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...Ah... sial!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mengatakan “Cheh” dalam mulutnya. Jika tahu akan menyesal sekarang, dia seharusnya memaksanya tinggal sejak dari awal.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Coba pikir, “103.000 grimoir” apa yang tadi dia bicarakan?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Asosiasi sihir itu mengejar Index (Asosiasi? Apa mereka perusahaan swasta?), dia dengar mereka mengejarnya karena “103.000 grimoir” itu- paling tidak, itulah yang dia katakan. Sedangkan bagi Index, dia lari karena nyawanya terancam sambil membawa “103.000 grimoir” itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Yang dibawa Index bukanlah sebuah kunci atau peta tempat semua grimoir itu disimpan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kamijou bertanya di mana buku–buku itu, Index menjawab, “Semuanya di sini”.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“... Apa maksudnya?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou hanya memiringkan kepalanya. Gereja Berjalan yang dipakai Index bereaksi terhadap Imagine Breaker Kamijou, itu berarti bahwa apa yang dikatakannya tidak sepenuhnya salah.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Sensei, Kamijou sedang menatap rok gadis–gadis dari klub tenis!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mendengar Aogami Pierce memalsukan gaya bicara Kansai yang sulit itu, Kamijou melepaskan “Ah” ketika kesadarannya ditarik kembali ke ruang kelas.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Komoe-sensei terdiam.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sepertinya Komoe-sensei betul–betul syok dan sedih karena murid yang bernama Kamijou Touma tidak memperhatikan pelajaran. Ekspresi wajahnya seperti anak kecil berumur dua belas tahun yang baru sadar pada hari musim dingin bahwa Sinterklas itu tidak nyata.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Saat Kamijou memikirkan tentang ini, seluruh isi kelas menatapnya. Sepertinya mereka adalah anggota Asosiasi Pelindung Hak Asasi Anak.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Seharusnya ini pelajaran tambahan musim panas, tapi Kamijou tertahan sampa waktu pembubaran normal.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“... Sungguh sial.”, gumam Kamijou sembari memandang kincir angin dengan tiga baling-baling yang berkerlip terkena sinar matahari senja. Karena sekolah melarang muridnya untuk keluar malam, bus dan kereta terakhir di Academy City adalah saat jam sekolah berakhir. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou, yang tidak berhasil mengejar bus terakhir, hanya bisa menyusuri jalan di kawasan perbelanjaan yang panas dengan lesu. Robot keamanan lewat di depan Kamijou, dan robot itu juga didesain sehingga terlihat seperti tong metal dengan roda di bawahnya. Fungsinya seperti alat pengawas tindak kriminal. Awalnya robot itu didesain seperti robot anak anjing, tapi robot anak anjing terlalu menarik perhatian anak kecil, membuat mereka sulit bergerak. Maka, mereka semua diubah menjadi seperti tong metal. Hm, alasan ini agak lucu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“AH! Akhirnya ketemu, kamu! Oi... tunggu! Berhenti! Aku memanggilmu! Cepat berhenti!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahan terhadap panas di musim panas ketika dia melihat robot keamanan bergerak pelan–pelan di sampingnya, berpikir.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ke mana Index pergi setelah mengejar robot itu?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia tidak sadar kalau teriakan dari belakang itu ditujukan padanya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia hanya merasa sangat berisik di belakangnya, jadi dia menoleh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
[[Image:Index v01 071.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara tersebut keluar dari mulut seorang siswi SMP. Dia mengenakan blus berlengan pendek, sweater musim panas, dan rok lipat. Rambutnya sebahu dan agak bersinar kemerahan karena pantulan sinar matahari senja. Akan tetapi, terlihatnya wajahnya masih lebih merah lagi. Pada saat itu, Kamijou sadar siapa gadis itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...Ah... kamu lagi, Biri-Biri Si Murid SMP.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Berhenti memanggilku Biri-Biri! Namaku Misaka Mikoto! Kenapa kau masih tidak ingat? Aku juga ingat kau memanggilku Biri-Biri saat pertama kali kita bertemu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Pertama kali aku bertemu denganmu...?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mulai mengingat–ingat.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Hm, benar. Pertama kali bertemu dia, dia sedang dipermalukan oleh beberapa berandalan. Ingin menunjukkan semangat Urashima Tarou dengan menasihati mereka supaya tidak mencuri dompet gadis lemah, dia hanya dihadiahi gadis itu dengan reaksi kasar, “Kau terlalu berisik, berhenti menggangguku!” dan menyerangnya dengan ledakan petir. Tentu saja, Kamijou menetralisasinya dengan tangan kanannya, tapi gadis itu kaget... “Eh? Apa yang terjadi? Kenapa tidak kena? Bagaimana kalau ini... eh? Tidak kena juga...”Kejadian demi kejadian terjadi, hingga akhirnya seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“... Eh? Kenapa? Aku tidak begitu sedih, tapi kenapa aku begitu sedih, Ibu?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kenapa kau menatap jauh...?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou agak lelah, karena baru saja menyelesaikan pelajaran tambahannya, jadi dia memutuskan untuk tidak terlalu memikirkan cara dia berurusan dengan Biri-Biri di depannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Seorang gadis menatap Kamijou. Gadis ini adalah gadis Railgun dari kemarin. Dia betul–betul tidak senang kalau kalah dari orang lain, jadi dia datang ke Kamijou untuk balas dendam, tapi pada akhirnya selalu frustrasi.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kau sedang bicara dengan siapa barusan...?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Gadis ini memiliki sifat keras yang tidak mengakui kekalahannya, tapi dia sebetulnya takut sendirian dan sekarang bertugas mengurus hewan peliharaan di kelasnya.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Berhenti mengarang-arang cerita!!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Misaka Mikoto benar–benar frustrasi sampai–sampai dia mengayun-ayunkan tangannya, sehingga menarik perhatian para pejalan kaki di sekitarnya. Sudah bisa ditebak, karena seragam musim panas yang dia kenakan dengan desain yang sebenarnya biasa-biasa saja adalah seragam SMP Tokiwadai, salah satu dari lima sekolah paling bergengsi dan elit di Academy City. Siswi-siswi dari SMP Tokiwadai berkepribadian halus dan sopan. Tapi entah kenapa, mereka sering terlihat sendirian bahkan di stasiun pada jam sibuk. Jadi, akan sangat mengejutkan jika seseorang melihat siswi Tokiwadai duduk di lantai kereta dan bermain dengan telepon genggam mereka seperti penumpang lainnya. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Eh? Oh, ya, ada apa, Biri-Biri? Bukankah ini tanggal 20 Juli? Kenapa masih pakai seragam sekolahmu? Apa kamu juga ikut pelajaran tambahan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ugh… kau…, diam!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku mengerti, kamu tidak merasa bahwa kelinci di kelasmu cukup aman, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Berhenti memasukkan hewan di kepribadianku, dasar berandalan! Akan kubuat kau membayar! Kakimu akan gemetar seperti katak tersetrum listrik! Cepat persiapkan permintaan terakhirmu sekarang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Tidak.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kenapa?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Karena aku bukan pengurus binatang peliharaan di kelas.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kau... masih mempermainkanku?!?!?!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*Thomp!*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Si gadis SMP menginjak keras ubin di jalur untuk pejalan kaki.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dalam sekejap, telepon genggam orang–orang yang lewat mengeluarkan suara rusak, kabel televisi di jalan perbelanjaan tiba–tiba terpotong, dan bahkan robot keamanan mengeluarkan suara berisik yang aneh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Rambut dari si siswi SMP mengeluarkan suara yang seperti listrik statis.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Pemakai kekuatan Level 5 yang bisa menembakkan Railgun dari tubuhnya ini memberikan senyum menakutkan seperti hewan buas yang memamerkan taringnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Hmph! Bagaimana? Apa ini memperjelas pikiranmu- Mmmph… !”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou dengan panik menggunakan tangannya untuk menutupi mulut Misaka Mikoto sepenuhnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Di… diam! Tolong jangan katakan apa pun! Tidakkah kamu lihat orang yang telepon genggamnya rusak terlihat tidak senang!? Jika mereka tahu kamu yang melakukannya, kamu harus membayar mereka, apalagi untuk TV kabelnya -siapa tahu berapa yang harus kita bayar!!&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Karena pertemuannya dengan si gadis berambut perak belum lama ini, Kamijou yang biasanya hanya berdoa saat Natal, mulai berdoa kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mungkin doanya berhasil, karena tak seorang pun mendekati Kamijou dan Mikoto.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Saat Kamijou mengeluarkan nafas kelegaannya (Ketika Mikoto mulai sesak karena tangannya),&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Bahaya! Bahaya! Kesalahan Nomor 100231-YF. Ditemukan serangan gelombang elekromagnetik yang melanggar hukum keelektromagnetisan. Keabnormalan sistem terdeteksi. Bisa jadi serangan teroris pengguna elektrik; tolong jangan gunakan peralatan elektronik apa pun.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Imagine Breaker dan Railgun gemetar saat mereka menoleh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tong metal besar di sisi jalan mengeluarkan asap sambil mengeluarkan peringatan yang tidak bisa dimengerti.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sesaat kemudian, robot keamanan mengeluarkan suara sirene yang keras dan melengking.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tentu, mereka harus lari.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Lari melewati lorong, menendang ember air plastik, menakuti kucing hitam, melanjutkan untuk lari ke depan. Tunggu sebentar, aku tidak melakukan hal yang salah, kenapa aku juga lari? Kamijou berpikir saat berlari. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau dia berpikir seperti itu, dia tetap berlari Dia ingat ada program televisi yang memberi tahu kalau harga satu robot keamanan adalah 1,2 juta yen.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Uuu… sialnya! Semua karena aku terlibat dengan orang seperti ini!!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa maksudmu orang seperti ini? Namaku Misaka Mikoto!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Setelah lari ke suatu tempat yang dalam di bagian terdalam dari lorong, keduanya akhirnya berhenti.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Area kosong berbentuk persegi panjang ini  sepertinya dibentuk saat salah satu gedung disingkirkan. Tempat ini sangat cocok untuk bermain basket &#039;&#039;three-on-three&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
‘Kamu terlalu berisik  Biri-Biri! Kaulah orang yang merusak semua alat elektronik di rumahku. Sekarang apa lagi yang kauinginkan!?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Siapa suruh jadi orang menjengkelkan?!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa salahku!? Pernahkah aku berbuat kasar padamu!?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kemarin, Kamijou menggunakan tangan kanannya untuk membendung semua serangan Mikoto, termasuk Railgun, pasir besi yang dikendalikan sehingga mirip pedang cambuk besi, gelombang elektromagnetik kuat yang menarget organ dalam, dan serangan terakhirnya berupa petir yang benar-benar turun dari langit.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tapi semua itu tidak bisa menyakiti Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Selama itu kekuatan supernatural, Kamijou Touma bisa meniadakan semuanya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kau lelah karena kau terus menyerangku. &#039;kan? Staminamu tidak cukup, berhenti menyalahkanku!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“… Ugh…!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mikoto mengertakkan giginya dengan marah, dan berkata, &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“I-itu tidak dihitung sebagai kekalahanku! Aku bahkan tidak diserang sekali pun! Seharusnya ini imbang!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Huuh, tidak butuh. Kamu menang. Meski aku memukulmu karena frustasi, AC rusakku tetap tidak bisa diperbaiki.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ugh…! Tunggu sebentar! Cepat bertarung serius denganku!!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Melihat Mikoto melambaikan tangannya dengan liar sambil meraung, Kamijou mengeluh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kamu yakin aku boleh serius?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mikoto tidak bisa mengatakan apa pun.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou dengan lembut mengepalkan tinjunya, dan membukanya lagi. Gerakan sederhana ini cukup untuk membuat Misaka Mikoto mengeluarkan keringat dingin. Dia bahkan tidak bisa mundur selangkah pun; dia hanya bisa tetap mengakar di tempat itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou bisa menghalangi semua serangan Mikoto begitu saja, tapi Mikoto tidak mengetahui apa kekuatan Kamijou sebenarnya. Baginya Kamijou benar-benar lawan yang megerikan.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Bisa diduga kalau Mikoto akan takut karena Kamijou Touma adalah orang yang bisa menghalangi semua serangan Mikoto selama lebih dari dua jam dan tetap tidak terluka sedikit pun. Sudah tentu dia akan bertanya-tanya apa yang terjadi bila Kamijou serius.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh, lalu mengalihkan pandangannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mikoto sepertinya bisa lepas dari benagg tak terlihat yang seolah-olah mengikatnya saat dia akhirnya mengambil beberapa langkah mundur, satu per satu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“… Kenapa aku… begitu sial…?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Melihat Mikoto begitu takut, Kamijou, terlihat agak sedih, dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Alat listrik di kamarku rusak, bertemu penyihir palsu pagi ini, dan aku bertemu Biri-Biri sore ini…”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Pe… penyihir…? Apa itu…?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou termenung sesaat, dan berkata, &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Hm, aku pun juga ingin tahu…&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Biasanya, Mikoto akan berteriak, “Dasar berandalan, apa kau sedang mempermainkanku!? Atau kekuatan anehmu membakar otakmu?” dan mengeluarkan sejumlah serangan gelombang elektromagnetik. Tapi saat ini, dia hanya bisa mengintip wajah Kamijou dengan takut-takut.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tentu saja, Kamijou hanya menakutinya, tapi melihat dia jadi begitu takut, dia merasa sedikit iba.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
…Penyihir…&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou tiba – tiba mengingatnya. Ketika bicara dengan suster putih itu, kata itu keluar secara alami, tapi sekarang saat dia tidak di sini, Kamijou menyadari betapa jauh kata itu dari kehidupannya saat ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kenapa dia bisa mengatakan kata seperti itu begitu mudahnya ketika dia bersama Index?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Apakah ada atmosfer misterius yang membuat Kamijou percaya padanya secara tidak sadar?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“… Apa yang aku pikirkan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou sepenuhnya mengabaikan Misaka Mikoto si Biri-Biri yang gemetar seperti anak anjing yang menggerutu sendiri.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Takdirnya dengan Index terpotong hanya seperti ini. Dunia ini begitu luas, dan tidak mungkin untuk mengharapkan sebuah pertemuan kebetulan. Tidak ada artinya memikirkan apa arti kata penyihir.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Meski begitu, Kamijou tidak bisa lupa.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia ingat kerudung putih yang dijatuhkan Index di kamarnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Hal terakhir yang dia tinggalkan, pengikat di antara keduanya, terus mengikat hati Kamijou, membuatnya gelisah.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Bahkan Kamijou tidak tahu kenapa dia begitu memikirkannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia seharusnya adalah orang yang bahkan bisa membunuh Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 6===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
320 yen… Kelihatannya dia tidak bisa mendapatkan semangkok besar gyuudon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ukuran sedang, huh…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi para gadis yang terbiasa makan dengan porsi sebesar &#039;&#039;light novel&#039;&#039; mungkin tidak akan mengerti bahwa bagi anak laki–laki yang sedang dalam masa pubertas, gyuudon berukuran sedang hanya bisa disebut kudapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyia–nyiakan waktu dengan si gadis Biri-Biri, Kamijou memasuki restoran gyuudon untuk menyelesaikan &#039;kudapan&#039;-nya, Dengan kembalian yang hanya sebesar 30 yen (termasuk pajak), dia kembali ke depan asramanya di bawah matahari tenggelam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada seorang pun di sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin semuanya sedang bermain–main dengan gila karena saat ini adalah awal liburan musim panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan luar asrama itu terlihat khas seperti apartemen dengan satu ruangan. Dalam gedung persegi panjang ini, ada barisan pintu di dinding di sepanjang koridor. Tidak adanya penutup plastik di pagarnya menunjukkan bahwa bangunan ini adalah asrama laki–laki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu depan dan balkon yang berada di sisi seberang kamar dibangun di samping kanan dan kiri bangunan jika dilihat dari jalan. Dengan kata lain, mereka terletak di sela-sela antara bangunan satu dan yang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski ada sistem kunci otomatis di pintu masuk utama, asrama tetangga jaraknya hanya terpisah dua meter. Menyerang tempat ini mudah. Seperti apa yang dilakukan Index pagi tadi, hanya perlu melompat saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memasuki pintu masuk utama, Kamijou melewati sebuah gudang yang digunakan oleh manajer asrama tersebut sebagai ruangannya, sebelum akhirnya sampai di elevator. Elevator di sini lebih sempit dan lebih kotor dari yang digunakan untuk mengangkat barang–barang di tempat pembangunan. Huruf “R” yang menyimbolkan atap disegel dengan papan logam, untuk mencegah para Romeo dan Juliet naik ke atap di malam hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti oven microwave, elevator mengeluarkan suara “ding” ketika berhenti di lantai tujuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu elevatornya mengeluarkan suara berderak, dan pelan–pelan terbelah dua. Mulai tidak sabar, Kamijou mendorong pintu elevator ke samping. Meskipun ini lantai ketujuh, tidak ada hembusan angin sama sekali. Ditambah lagi, jarak antarbangunan yang sangat dekat membuat hawa di sana makin panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou akhirnya menyadari sesuatu. Di ujung koridor, di depan pintu kamarnya, ada tiga robot pembersih yang berkumpul di sana. Jarang sekali tiga robot berkumpul pada satu tempat yang sama. Apalagi hanya ada lima robot pembersih di asrama ini. Tiga robot ini bergerak mundur dan maju dalam frekuensi yang tetap, dan sepertinya ada yang kotor di bawah sana. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Entah kenapa, Kamijou mendapat firasat buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Robot pembersih besar ini bahkan bisa menyingkirkan permen karet yang tertempel di lantai. Kotoran macam apa yang membuat bahkan tiga mesin itu sulit menyingkirkannya? Apa tetangga samping kamarnya, Tsuchimikado Motoharu demi menyerahkan keperjakaannya, mencoba mabuk untuk bertindak seperti berandalan, dan muntah di depan pintunya layaknya di tiang telepon? Setelah memikirkan ini, Kamijou merasa menggigil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa–apaan yang…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia mempunyai kecenderungan untuk tertarik pada sesuatu yang mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa sadar Kamijou maju beberapa langkah, hingga akhirnya dia melihat hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang gadis sihir Index telah pingsan di sana karena lapar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Umm…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski sebagian ditutupi oleh robot, semua orang bisa tahu kalau suster putih dengan peniti bersinar di seluruh pakaiannya itu sudah pingsan lagi di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga robot tersebut terus memukulkan tubuhnya terhadap Index, tapi dia tidak bergerak sama sekali. Ini semua membuatnya terlihat makin menyedihkan, seperti sedang dipatuk oleh para gagak. Sebetulnya, robot pembersih seharusnya bisa menghindari pejalan kaki dan penghalang, dengan kata lain robot itu tidak memperlakukan Index sebagai manusia. Sungguh kasihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kurasa, ini juga termasuk kesialan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski dia mengatakan ini, jika ada cermin di depannya, Kamijou Touma akan syok karena ekspresinya sendiri. Semua orang akan bilang dia sedang tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping itu, Kamijou masih merasa gelisah. Meski jika hal tentang penyihir ini tidak nyata, ada kemungkinan gadis ini dikejar–kejar oleh anggota kelompok pemujaan misterius baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat dia  begitu saja muncul di depannya dengan cara yang paling alami (khas Index) seperti ini, Kamijou merasa senang. Dan bahkan jika dia mengabaikan kekhawatirannya, hanya melihatnya lagi adalah sesuatu yang patut dijadikan alasan untuk membuatnya senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tiba-tiba ingat satu benda yang ditinggalkannya secara tidak sengaja. Kerudung putih itu. Saat ini, bagi Kamijou, kerudung tersebut bagaikan jimat yang berhasil bekerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi! Apa yang kamu lakukan di sini lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berteriak sambil mulai berlari ke depan. Hanya pemandangan ini saja membuat Kamijou terlihat seperti anak SD yang tidak bisa tidur di malam sebelum bertamasya pada esoknya. Dia mendekatinya selangkah demi selangkah, dan perasaan ini seperti berlari dengan senang untuk membeli RPG pada saat hari rilisnya. Bahkan Kamijou sendiri tidak tahu kenapa dia begitu gembira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index masih belum sadar kalau Kamijou sudah di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat melihat Index seperti ini, Kamijou Touma berpikir bahwa pose itu benar-benar cocok dengannya, dan merasa hal itu sangatlah lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Kamijou akhirnya menyadari bahwa Index sedang terbaring dalam kolam darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ah…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sekejap, bukan kaget yang dia rasakan, melainkan kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya, pandangannya dihalangi oleh para robot pembersih, jadi dia tidak melihatnya. Index, yang sedang terbaring di lantai, memiliki luka berbentuk garis horizontal di dekat pinggangnya. Meskipun jelas bahwa luka itu diakibatkan oleh tebasan pedang, naman lukanya sangat lurus seolah-olah pelakunya menggunakan penggaris dan &#039;&#039;cutter&#039;&#039; untuk melukainya. Juga, ujung rambut peraknya juga terpotong rapi. Bahkan rambut peraknya berubah merah karena terlumur darah yang mengalir keluar dari lukanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, Kamijou bahkan tidak berpikir bahwa itu adalah darah manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semenit lalu, dan semenit kemudian-perbedaan besar pada kenyataan membuat Kamijou bingung. Cairan merah ini… apa ini saus tomat? Apa Index begitu laparnya sampai dia menggunakan tenaga terakhirnya untuk memeras saus tomat? Gambaran ini sungguh lucu, dan Kamijou sangat ingin tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia tidak bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana bisa dia tertawa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga robot mengeluarkan bunyi berdering, bergerak mundur dan maju. Mereka masih membersihkan noda di lantai, cairan merah yang masih mengalir keluar dari tubuh Index dan menyebar di lantai. Seperti mereka menggunakan kain kotor di atas lukanya, mencoba menghisap bagian dalam Index keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berhenti… berhenti! Sial!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou akhirnya menyadari kenyataan saat dia dengan panik mencoba untuk mengangkat satu robot pembersih yang berkumpul di sekitar Index yang terluka parah. Tapi, robot pembersih dibuat berat untuk mencegah mereka dicuri. Ditambah dengan kekuatan yang mereka miliki, sulit untuk menarik mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, robot pembersih itu hanya membersihkan noda yang menyebar di lantai, dan tidak betul–betul menyentuh luka Index. Tapi di mata Kamijou, robot pembersih ini tidak jauh berbeda dari lalat yang berkumpul di sekitar luka yang membusuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski Kamijou mencoba sepenuhnya, sulit untuk menarik satu saja robot pembersih, apalagi tiga. Dan ketika dia mencoba menyingkirkan salah satunya, yang dua masih tetap membersihkan noda merah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah anak laki–laki yang bisa membunuh Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dia malah tidak bisa menangani mainan – mainan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Index tidak mengejeknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir yang sudah mengungu tidak bergerak sedikit pun. Dan mungkin saja dia sudah tidak bernafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial! Sial!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran Kamijou kacau dan dia heran, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang terjadi? Apa kau bercanda?! Siapa orang berengsek yang melakukan ini kepadamu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh? Kami penyihir yang melakukan ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang datang dari belakang sudah jelas tidak datang dari mulut Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou membalikkan badannya dengan keras, dalam  sikap tubuh yang siap bergerak maju.  Elevator… tidak ada. Tapi ada seorang pria berdiri dekat tangga darurat. Sepertinya dia naik lewat tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang pucat yang tingginya sekitar dua meter. Dia terlihat lebih muda dari Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terlihat seumuran dengan Index, sekitar empat belas, lima belas tahun. Melihat tingginya, dia sepertinya orang asing. Mengenai pakaiannya… dia terlihat seperti pendeta dari gereja, dia memakai jubah pendeta hitam. Tapi meskipun dicari di seluruh dunia, sepertinya tidak akan ada seorang pun yang percaya bahwa orang ini adalah seorang pendeta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin dia berdiri melawan angin, karena meski jaraknya paling tidak lima belas meter dari Kamijou, Kamijou sudah bisa  mencium bau &#039;&#039;cologne&#039;&#039; manis. Rambut pirang sebahunya berwarna merah seperti matahari tenggelam, dan ada cincin–cincin  perak di ke-20 jarinya. Dia memakai banyak anting, dan ada aksesoris telepon genggam terlihat bergelantungan di sakunya. Rokoknya yang menyala terlihat bergerak di tepi mulutnya, dan hal yang paling berlebihan adalah dia memiliki tato barcode di bawah mata kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasanya tidak benar untuk memanggilnya pendeta, ataupun memanggilnya berandalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria itu berdiri di koridor. Atmosfer yang mengelilinginya jelas terlihat abnormal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index v01 085.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sana, sepertinya semua logika yang Kamijou tahu tidak lagi cocok, seperti mengikuti aturan yang berbeda. Atmosfer aneh ini terus menyebar seperti sedang dipegang oleh tentakel yang licin dan dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaan yang dirasakan Kamijou saat ini bukan rasa takut atau kemarahan melainkan perasaan bingung dan gelisah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti perasaan saat dompet dicuri ketika berada di luar negeri, penuh keputusasaan dan kesepian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaan seperti terdapat tentakel yang licin dan dingin pelan–pelan menyebar ke seluruh tubuhnya… Jantungnya mulai membeku. Saat ini, Kamijou sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang ini adalah penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat ini telah menjadi dunia lain di mana penyihir benar-benar ada dan nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou bisa menyadarinya hanya dengan sekali lihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun dia masih tidak percaya akan keberadaan penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya saja, Kamijou yakin bahwa orang yang berdiri di hadapannya bukanlah penghuni dari dunia yang biasa dia tinggali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uu? Mmmm… sepertinya serangan gadis itu betul-betul berat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu menggigit rokoknya sambil melihat sekitar, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kudengar Kanzaki yang menebasnya, tapi ini… tadinya aku lega ketika tidak melihat jejak darah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu melihat robot pembersih di belakang Kamijou Touma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index sepertinya ditebas di tempat lain dan berjuang untuk kabur hingga akhirnya bisa sampai ke sini sebelum pingsan. Seharusnya ada jejak darah di mana–mana, tapi sepertinya sudah dibersihkan oleh robot pembersih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi… kenapa…?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou secara tidak sengaja bergumam sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Kamu tanya kenapa dia kembali ke sini? Siapa tahu, mungkin dia lupa sesuatu. Oh, ya, ketika dia kuserang kemarin, kulihat dia masih memakai kerudung. Mungkinkah dia menghilangkannya di suatu tempat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir di depannya betul–betul menggunakan kata–kata “kembali ke sini”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, ketika Index berputar–putar selama seharian, dia sedang diawasi oleh mereka. Mereka bahkan tahu kalau kerudungnya jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengatakan tadi kalau para penyihir bisa merasakan kekuatan sihir dari Gereja Berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia juga berkata tadi kalau para penyihir ini mengikutinya lewat kekuatan supernatural dari Gereja Berjalan. Jadi, mereka juga seharusnya tahu bahwa Gereja Berjalan hancur saat &amp;quot;sinyal&amp;quot;-nya terputus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Index pun seharusnya juga tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sudah tahu, tapi tampaknya dia masih mengandalkan kekuatan pertahanan yang dimiliki oleh Gereja Berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi… kenapa dia di sini lagi? Mengapa dia masih perlu mengambil kembali kerudungnya dari Gereja Berjalan yang tak lagi berguna itu? Tangan kanan Kamijou sudah menghancurkannya, jadi tidak ada gunanya dia mengambil kerudung itu kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Maksudmu jika aku akan turun ke neraka, kamu akan menemaniku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sekejap, semua semuanya menjadi jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou akhirnya ingat. Kerudung dari Gereja Berjalan yang ditinggalkan dalam kamar Kamijou belum disentuh tangan kanan Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, topi itu masih memancarkan energi sihir. Dia pasti khawatir kalau para penyihir akan mengikuti jejak energi sihir itu dan sampai di kamar Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka, dia membuat resiko yang besar untuk “kembali ke sini”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Dasar bodoh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada gunanya mengambil risiko ini. Gereja Berjalan tersebut hancur adalah kesalahan Kamijou. Kamijou sudah tahu kalau kerudung suster itu tertinggal di kamarnya; hanya saja dia tetap meninggalkannya di sana. Dan yang lebih penting… Index tidak punya kewajiban, tugas, ataupun hak untuk melindungi nyawa Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski begitu, dia tetap kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk orang asing, orang bernama Kamijou Touma yang baru dia temui selama tiga puluh menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengambil risiko dengan taruhan nyawanya untuk mencegah Kamijou Touma terlibat dalam pertarungannya melawan para penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Dasar bodoh…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index yang berbaring diam tak bergerak tambah membuat Kamijou geram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya, Index memberi tahu Kamijou bahwa kesialan Kamijou disebabkan oleh tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Kamijou akan secara tidak sadar menghapus semua kekuatan supernatural seperti berkah Tuhan dan benang merah pengikat takdir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Kamijou tidak secara asal menggunakan tangan kanannya untuk menyentuhnya, Gereja Berjalan dari jubah suster itu tidak akan hancur, dan dia tidak perlu membahayakan nyawanya seperti ini untuk kembali ke sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, ini bukan masalah utamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan karena kemampuan yang dimiliki tangan kanan Kamijou, tidak peduli apa Gereja Berjalan hancur atau tidak, ini bukan alasan yang tepat untuk kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini semua karena Kamijou menginginkan suatu ikatan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Andai saja dia mengembalikan kerudung suster itu, semuanya tidak akan jadi seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Oi oi? Jangan melihatku seperti itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rokok di mulut penyihir itu bergerak-gerak ketika dia berkata, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan aku yang menebasnya; yang melakukannya Kanzaki. Dan aku yakin Kanzaki tidak bermaksud untuk melukai dia. Gereja Berjalan yang dikenakannya mempunyai pertahanan mutlak, dan tingkat serangan seperti itu seharusnya tidak meninggalkan bekas padanya… Aku heran bagaimana bisa Gereja Berjalan hancur? Kalau naga St. George belum turun, pelindung setingkat Paus tidak bisa dihancurkan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah bergumam sendiri pada akhirnya, senyum penyihir itu menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, itu hanya untuk sekejap. Saat berikutnya, rokoknya kembali bergerak ke atas karena dia mulai tersenyum di mulutnya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou secara tidak sadar menanyakan pertanyaan yang bahkan dia tidak ingin dijawab oleh orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa…? Aku tidak percaya sihir seperti yang ada di dongeng-dongeng, dan aku tidak terlalu mengerti tentang penyihir atau siapapun kau. Tapi tidak adakah tipe yang baik dan yang jahat? Tidak adakah penyhir yang bertugas melindungi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tahu dengan sangat jelas bahwa, sebagai orang munafik, dia tidak punya hak untuk menanyakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping itu, dia sudah meninggalkan Index dan kembali ke kehidupan normalnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski begitu, Kamijou harus bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian main keroyok hanya demi mengejar gadis kecil ini, mengejarnya ke mana pun dia pergi, dan bahkan melukainya separah ini… Bagaimana bisa kau berdiri di atas keadilanmu setelah melakukan hal seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah kubilang, yang menebasnya bukan aku, melainkan Kanzaki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu betul-betul menggunakan kata-kata sederhana tanpa perasaan menyesal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi, walaupun ada luka ataupun tidak, kami masih harus membawa dia kembali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Membawa… kembali…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak mengerti arti kata–kata ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Ah… Aku mengerti. Aku baru saja mendengar kau mengatakan penyihir, jadi aku anggap kau tahu semuanya! Kurasa dia sebenarnya juga takut melibatkanmu dalam hal ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu menghembuskan asap, dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, kami perlu membawanya kembali. Yah, bukan gadis itu sih yang ingin kami bawa kembali, melainkan 103.000 grimoir yang dibawanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… ‘103.000 grimoir’ itu lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, ya, pandangan agama di negara ini sedikit lemah, jadi mungkin kau tidak mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu tersenyum sambil menjelaskan dengan nada bosan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Index Librorum Prohibitorum adalah katalog dari semua buku sihir jahat yang dirasa oleh Gereja akan mengotori jiwa orang hanya dengan membacanya. Jika gereja mengumumkan bahwa ada banyak buku sihir jahat di dunia, orang masih bisa secara tidak sengaja mendapatkannya jika mereka tidak tahu judulnya, &#039;kan? Maka, gereja dengan sengaja menjadikan gadis itu sebagai tempat untuk &#039;&#039;membawa&#039;&#039; 103.000 buku berbahaya itu. Ah, ya, aku menasihatimu supaya berhati–hati. Untuk negara dengan pandangan yang lemah terhadap agama, buku sihir yang dibawa dia bisa melumpuhkan siapapun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Index jelas tidak membawa buku sihir sama sekali. Dia jelas–jelas hanya mengenakan jubah suster, dan jika dia menyembunyikan buku sihir di dalamnya, orang pasti bisa melihatnya. Di samping itu, bagaimana bisa satu orang membawa 100.000 buku sihir ke mana–mana? 100.000 buku sihir bisa memenuhi satu perpustakaan penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“JANGAN BERCANDA?! DI MANA BUKU SIHIR ITU!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada dalam memorinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu bicara begitu saja,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pernahkah kau dengar ingatan sempurna? Katanya itu adalah kemampuan untuk bisa mengingat segala sesuatu yang telah dilihat meskipun hanya dalam sekejap dan tak akan pernah bisa dilupakan meskipun hanya satu kalimat, bahkan satu huruf pun. Dasarnya, &#039;&#039;scanner&#039;&#039; berwujud manusia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu tertawa, dan bicara dalam nada yang tidak tertarik, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini bukan sihir kami, ataupun kekuatan yang kalian miliki itu; ini hanya kemampuan khususnya. Dalam otaknya terdapat buku sihir dari seluruh dunia: Museum Inggris, Museum Louvre, Museum Vatikan, runtuhan Pataliputra, kota kuno Compiegne, Mont-Saint-Michel Abbey… Buku–buku sihir ini aslinya disegel dan tidak bisa dicuri, &#039;&#039;tapi dia bisa menggunakan mata itu untuk mencuri buku–buku sihir itu&#039;&#039; dan menyimpannya dalam otaknya, seperti perpustakaan sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana mungkin hal seperti ini ada?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Grimoir apa? Ingatan Sempurna apa? Ini semua konyol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, masalahnya bukanlah apakah semua ini nyata, melainkan ada gadis yang ditebas oleh orang–orang yang &#039;&#039;percaya&#039;&#039; pada hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun, dia sendiri tidak memiliki kekuatan sihir, jadi dia tak berbahaya. .”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu dengan senang menggetarkan rokok di mulutnya sambil berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya saja, karena penyetop telah dipersiapkan, berarti gereja pasti memiliki suatu alasan. Tapi, hal seperti ini tidak ada hubungannya dengan penyhir sepertiku. Yang ingin kutekankan hanyalah bahwa 103.000 grimoir itu berbahaya. Pasti akan ada banyak masalah jika dia jatuh ke tangan orang jahat yang inggin menggunakan grimoir-grimoir itu, jadi kami melindunginya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Melin…dungi…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tertegun. Saat ini, Index sedang terbaring dalam kolam darah, tapi bisa-bisanya dia mengatakan hal seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, melindungi. Tak masalah seberapa baik dan bijaksananya dia, gadis itu tetap tidak akan tahan terhadap interogasi dan siksaan dengan obat. Hanya memikirkan kalo dia sampai jatuh ke tangan orang-orang seperti mereka saja sudah membuat hatiku sakit, lho!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian tubuh Kamijou mulai gemetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini bukan hanya kemarahan biasa, rasa merinding mulai muncul di lengan Kamijou. Pria di hadapannya percaya bahwa dia benar. Dia hidup tanpa pernah melihat kesalahannya sendiri. Melihat orang seperti ini, Kamijou merasa dia seperti dilempar ke dalam kolam penuh ribuan siput; rasa mual menyebar di seluruh tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kalimat muncul di pikiran Kamijou: Sebuah kelompok agama fanatik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang – orang ini menyakiti orang lain karena &#039;&#039;khayalan&#039;&#039; tanpa dasar mereka, membuatnya sangat marah, sudah mencapai batas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bajingan…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti merespon terhadap kemarahannya, Kamijou merasa tangan kanannya juga bertambah panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakinya yang sebelumnya seperti tertanam di lantai kini mulai bergerak tanpa sadar. Kamijou menerjang ke arah si penyhir dengan tubuhnya, bagaikan peluru meriam. Tangan kanannya terkepal keras, sampai dia merasa hampir menghancurkan jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Kamijou tidak berguna; tangannya tidak mampu mengalahkan berandalan, tidak bisa meningkatkan nilai tesnya, dan juga tidak bisa membantunya menggoda cewek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi paling tidak tangannya bisa digunakan untuk meninju bajingan yang ada di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namaku Stiyl Magnus- tapi saat ini sebaiknya kusebut namaku Fortis931…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu terlihat tidak bergerak sambil tersenyum ringan, menggetarkan rokoknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, penyihir itu mulai menggumamkan suatu kata–kata dengan lembut, dan dengan ekspresi wajah seperti sedang mengenalkan kucing tersayangnya yang baru saja lahir pada seseorang, dia mulai menjelaskan pada Kamijou,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu nama sihirku. Kurasa kau tidak familier dengan nama sihir, &#039;kan? Untuk suatu alasan, ketika kami para penyihir menggunakan sihir, kami dilarang untuk menyebutkan nama asli kami. Ini adalah tradisi kuno yang diturunkan turun temurun, jadi aku tidak tahu alasan pastinya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keduanya berjarak sekitar lima belas meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma menghapus setengah jaraknya hanya dengan tiga langkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Fortis’… dalam Bahasa Jepang, atinya ‘kuat’; namun demikian, asal katanya tidak penting. Yang penting bagi para penyihir, meneriakkan nama sihirnya tidak hanya berarti kami akan menggunakan sihir; tapi juga mewakili—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou maju dua langkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi senyum penyihir itu tidak menghilang. Mungkin untuknya, Kamijou tidak cukup hebat untuk membuatnya berhenti tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—nama membunuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang penyihir Stiyl Magnus mengeluarkan roko dari mulutnya, dan menjentikkannya ke samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan abu dan nyala api, rokok itu terbang lurus melewati pagar besi, dan menyentuh tembok gedung tetangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah garis oranye mengikuti jejak asapnya, mengenai tembok, dan mengeluarkan percikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenaz (Wahai api) —“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Stiyl membisikkan ini, garis oranye ini tiba – tiba meledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang api muncul dalam wujud garis lurus seolah-olah seseorang menyemprotkan selang kebakaran yang berisi bensin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cat di tembok perlahan menghitam, seperti ada pemantik yang digunakan untuk membakarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya dengan melihatnya, mata Kamijou seperti sedang dibakar. Secara reflek dia berhenti berlari lalu menutupi wajahnya dengan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berhenti begitu mendadak, seolah-olah kakinya telah dipaku di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keraguan muncul dalam benaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imagine Breaker dikatakan bisa menghilangkan kekuatan supernatural apa pun. Bahkan Railgun sang esper Level 5, Biri-Biri, yang bisa menghancurkan tempat perlindungan antinuklir, mampu ditiadakan dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, hanya ada satu masalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou belum pernah melihat kekuatan supernatural selain kekuatan psikis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, dia belum pernah mencoba ini sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Mencobanya pada sihir.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Benarkah tangan kanannya ampuh dalam menghadapi kekuatan aneh seperti sihir?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Purisaz Naupiz Gebo (Berikan berkah dari penderitaan sang raksasa)!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat senyum si penyihir dari celah jari-jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl Magnus tersenyum sambil  mengayunkan pedang apinya ke Kamijou Touma. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat pedang api itu menyentuh Kamijou, pedang api itu kehilangan bentuknya, dan meledak di semua arah seperti letusan gunung api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Panas, kilatan cahaya, ledakan, dan asap muncul di sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa aku sedikit kelewatan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu bergumam sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemandangan di depannya terlihat seperti baru saja dibom. Stiyl menggaruk kepalanya. Dia menoleh ke sana kemari untuk memastikan tidak ada orang yang datang ke tempat itu. Hari ini adalah hari pertama liburan musim panas, jadi hampir semua orang yang tinggal di sini sedang tidak ada di tempat. Tapi jika ada &#039;&#039;hikikomori&#039;&#039; &amp;lt;ref&amp;gt; Orang yang suka mengurung diri di kamarnya&amp;lt;/ref&amp;gt; pasti akan timbul banyak masalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan di depannya dikaburkan oleh asap hitam dan api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dia merasa tidak perlu memeriksa kondisi si bocah. Tubuh manusia akan langsung meleleh sebelum sempat terbakar jika berada pada temperatur di atas 2000 derajat Celsius. Tetapi serangan yang bagaikan api neraka tadi bahkan memiliki suhu sebesar 3000 derajat Celsius. Takdir anak ini sudah pasti seperti pagar besi yang sudah meleleh seperti permen. Tubuhnya pasti sudah tersebar ke segala arah bagaikan permen karet yang menempel di sana-sini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl mengeluh, berpikir,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untungnya aku sengaja membuatnya marah dan menyingkirkannya dari Index. Jika dia menggunakan Index untuk melindungi dirinya, ini akan jadi lebih rumit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dipikir-pikir, dia tidak bisa membawa kembali Index sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl mengeluh lagi. Tembok api di depannya menghalanginya langkahnya untuk sampai ke tempat Index berada.  Jika ada tangga darurat di sisi lainnya, dia bisa saja memutar dan menggunakannya, tapi bisa saja Index akan menemui ajalnya jika dia tertangkap dalam api ketika dia sedang memutar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl menggelengkan kepalanya dengan enggan. Setelah itu, dia mencoba melihat lewat asap tebal itu dan berkata, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf mengganggumu, tapi kau telah gagal. Melihat standarmu, sepertinya kau tidak akan bisa mengalahkanku walau kita bertarung 1000 kali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa katamu… yang tidak tidak bisa mengalahkanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang keluar dari api neraka menyebabkan sang penyihir membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*BOOM!*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Diawali dengan suara seperti raungan, dinding api dan asap mulai berputar-putar, hingga akhirnya lenyap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti tornado yang tiba–tiba muncul di tengah–tengah api dan asap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma berdiri di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagar besi  meleleh seperti permen, cat di lantai dan tembok menjadi terkelupas, dan cahaya yang meleleh di bawah panas yang luar biasa terus menitik ke bawah, tapi dalam neraka yang berapi–api ini, anak laki–laki itu masih berdiri di sana tanpa terluka sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, apa yang aku takutkan…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan kesal memelintir bibirnya sambil bergumam pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah tangan kanan ini yang menghancurkan Gereja Berjalan milik Index… ?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, Kamijou tidak mengerti apa itu sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak mengerti bagaimana sihir bekerja, dan tidak mengerti konveksi macam apa yang bekerja di udara yang tak terlihat. Bahkan jika ada seseorang yang menjelaskan padanya, dia hanya akan tahu sekitar setengahnya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Kamijou si idiot ini tahu satu hal:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, sihir tetaplah kekuatan supernatural.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Api merah terang yang tertiup pergi belum sepenuhnya padam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Api yang tersisa mengelilingi Kamijou seperti lingkaran sempurna, terus membakar. Tapi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menyingkirlah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengatakan ini sambil menyentuh api itu dengan tangan kanannya, dan dalam sekejap, api sihir yang panasnya melebihi 3000 derajat Celcius itu menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti meniup semua lilin yang ada di kue ulang tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma melihat penyihir yang ada di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir di depannya mulai terlihat kebingungan seperti manusia normal jika melihat peristiwa tak teduga seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, para penyihir itu juga manusia biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka akan merasa sakit jika dipukul, mereka akan berdarah jika dilukai dengan pisau murah sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Mereka hanyalah manusia biasa&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaki Kamijou tak lagi dipenuhi rasa ketakutan dan tubuhnya tak lagi dibekukan oleh kengeriannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan dan kaki Kamijou mulai bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BERGERAK!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ugh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di lain pihak, Stiyl merasa takut melihat fenomena yang tidak bisa dijelaskan ini, dan mengambil satu langkah mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat sekelilingnya, serangan itu sepertinya tidak memiliki celah. Jika begitu, apa anak laki–laki ini sekuat itu hingga bisa menahan suhu 3000 derajat Celsius? Tidak, manusia tidak bisa bertahan terhadap api itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma tidak peduli apa yang Stiyl pikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tangan kanan yang dikepalkan sekeras batu, Kamijou pelan–pelan bergerak ke arah Stiyl, mengambil selangkah maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cheh!’”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl mengayunkan tangan kanannya secara horizontal, dan membuat pedang api baru, menerbangkannya ke arah Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang itu meledak lagi. Api dan asap bertebaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi setelah api dan asap menyebar, Kamijou Touma masih berdiri di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Jangan–jangan… dia bisa menggunakan sihir?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl bergumam sendiri. Tapi, dia cepat–cepat menyangkal asumsi itu. Tak mungkin ada penyihir di negara ini yang tahu lebih banyak tentang Natal daripada sihir, padahal Natal yang mereka ketahui hanya sebatas hari untuk berkencan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan… dan di samping itu… jika Index, yang tidak memiliki kekuatan sihir, bersekutu dengan penyihir lain, dia tidak perlu kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semengerikan itulah memori yang dimiliki Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
103.000 grimoir yang dibawanya bahkan lebih berbahaya dari senjata nuklir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua nyawa akan mati, apel akan selalu jatuh, 1 ditambah 1 akan selalu sama dengan 2. Dengan grimoir-grimoir itu, kau bisa mengubah hukum yang seharusnya alami dan tak mungkin bisa diubah tersebut. Hukum tersebut bisa dihancurkan lalu ditulis ulang kembali untuk menciptakan suatu hukum baru. Kau bisa membuat 1 ditambah 1  menjadi 3, apel–apel akan jatuh ke atas, dan nyawa yang sudah mati dapat dihidupkan kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang penyihir yang bisa melakukan ini disebut Majin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini tidak merujuk pada Dewa Sihir, tapi pada penyihir yang telah benar-benar menguasai sihir hingga sampai pada taraf telah memasuki wilayah Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Majin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau begitu, dia tidak bisa merasakan kekuatan sihir apa pun dari anak ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia seharusnya bisa mengatahui jika anak ini adalah seorang penyhir hanya dengan sekali lihat, tapi anak di depannya itu tidak memiliki &#039;&#039;bau&#039;&#039; milik dunia yang sama dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, bagaimana dia melakukannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menyembunyikan gemetarannya, Stiyl mengayunkan pedang apinya pada Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, pedangnya tidak meledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggunakan tangna kanannya untuk memukul pedang api itu seperti sedang mengusir lalat, dan pada waktu itu, pedang api itu hancur berantakan seperti kaca pecah, dan lenyap dari udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang api bersuhu 3000 derajat Celsius telah dihancurkan oleh tangan kanan yang tidak ditingkatkan kekuatannya oleh sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Ah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba–tiba, betul–betul tiba–tiba, Stiyl Magnus memikirkan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gereja Berjalan di pakaian suster Index mempunyai &#039;&#039;barrier&#039;&#039; kelas Paus, dan kekuatannya bisa menandingi Katedral London. &#039;&#039;Barrier&#039;&#039; ini dikatakan tidak bisa dirusak kalau naga St. George belum turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Gereja Berjalan Index telah sepenuhnya hancur. Terbukti dari Kanzaki yang mampu menebasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa yang melakukannya? Dan Bagaimana?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou sudah berada tepat di depan Stiyl.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu langkah lagi, dan dia akan ada dalam jangkauan tinjunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...MTWOFFTO (Satu dari lima elemen yang membentuk dunia), IIGOIIF (oh pencipta api agung)...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl mulai mengeluarkan keringat dingin. Untuknya, organisme yang memakai seragam musim panas dan memiliki bentuk manusia ini mungkin bukan manusia di balik kulitnya, tapi suatu material misterius dan tebal. Memikirkan tentang ini, dia merasa dingin mengalir di tulang belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“IIBOL (Cahaya penyelamatan yang melahirkan kehidupan),AIIAOE (Cahaya penghukum yang menghukum para penjahat)… IIMH (Dengan membawa kedamaian dan keseimbangan pada waktu yang sama),AIIBOD (juga menghancurkan kemalangan gelap dan dingin)… IINF (Api adalah namanya),IIMS (pedang adalah gelarnya)! ICR (Terbentuklah),MMBOP (Jadilah kekuatan yang memakan tubuhku ) —!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian dada dari jubah pendeta Stiyl mulai robek, dan suatu kekuatan dari dalam menyebabkan kancing bajunya lepas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*BOOM!*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Sebuah ledakan besar bisa didengar- hasil dari api menyerap oksigen. Sebuah gumpalan api raksasa keluar dari dalam mantelnya. Itu bukan sekadar gumpalan api biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di pusat api merah terang terdapat suatu inti yang setebal dan sehitam-pekat minyak yang terus menitik. Inti itu terlihat seperti manusia, dan inti yang terus terbakar ini membuat orang berpikir tentang burung di laut yang dinodai oleh minyak setelah ada kecelakaan kapal tanker di laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namanya adalah Innocentius, artinya adalah ”Kau pasti kubunuh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang dewa api raksasa dengan niat membunuh itu merentangkan kedua tangannya, menerjang Kamijou Touma seperti sebuah meriam—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“JANGAN MENGHALANGIKU!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*THOMP!*&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan kesal mengayunkan punggung tangannya, seperti mendorong jaring laba–laba ke samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan mudahnya menghancurkan kartu truf terakhir Stiyl Magnus. Sang manusia minyak yang seperti dewa api raksasa ini meledak lalu tersebar di lantai, seperti bola air yang ditusuk jarum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, Kamijou Touma tidak mengambil langkah ke depan. Tentu saja, tidak ada suatu alasan jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou hanya melihat Stiyl terus tertawa terkekeh–kekeh bahkan setelah kartu andalannya sudah ditangani. Ekspresi ini membuat Kamijou takut untuk mengambil langkah terakhir dengan mudahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara cairan kental bergelembung bisa didengar di seluruh tempat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… ?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou panik sambil mundur selangkah. Pada saat itu, buih hitam berkumpul dari seluruh tempat, dan kembali membentuk sebuah bentuk manusia.&lt;br /&gt;
Jika dia sudah mengambil langkah maju, dia pasti sudah diserang dari semua arah oleh api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou bingung dengan apa yang terjadi di handapannya. Jika pernyataannya tentang efek Imagine Breaker dari tangan kanannya itu benar, maka bahkan keajaiban yang digambarkan di legenda pun bisa dihancurkan. Selama sihir juga disebut kekuatan supernatural, seharusnya kekuatan itu menghilang sepenuhnya setelah tersentuh sekali, tapi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minyak dalam api itu bergerak, berubah bentuk, dan akhirnya membentuk sebuah raksasa yang membawa pedang 2 tangan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, itu bukan pedang, melainkan salib raksasa yang panjangnya lebih dari  2 meter dan biasa digunakan untuk menyalib seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raksasa itu mengangkat salib itu dengan kedua tangannya, dan menghantamkannya kepada Kamijou seperti kapak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan cepat menggunakan tangan kanannya untuk menepisnya. Di samping kemampuan tangan kanannya, Kamijou hanya seorang murid SMA biasa. Melihat serangan yang datang seperti ini, dia tidak bisa melihat dengan jelas dan menghindarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*CLANG!*&amp;lt;/nowiki&amp;gt; Salib dan tangan kanan bertabrakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, sailb itu tidak menghilang. Kamijou merasa tangan kanannya seperti memegang lapisan karet. Akan tetapi, dia merasa tangan kanannya tidak akan bertahan lama. Di samping itu, musuhnya menggunakan dua tangan, dan Kamijou hanya bisa menggunakan satu. Salib api itu mulai mendekati Kamijou dari atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou, yang tidak tahu apa yang terjadi, menyadari sesuatu. Benda bertubuh api yang disebut Innocentius ini bereaksi terhadap tangan kanan Kamijou, tapi dia bisa langsung hidup kembali setelah dihancurkan. Waktu di antara penghancuran dan kebangkitannya bahkan sepertinya tidak sampai sepersepuluh detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemampuan tangan kanannya telah tersegel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali dia melepaskan tangan kanannya, Kamijou akan dibakar menjadi debu oleh Innocentius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Rune&#039;&#039;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou sepertinya mendengar sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Situasi tegang ini membuatnya tidak bisa menoleh ke belakang. Namun, Kamijou bisa mendengar suara orang yang bicara itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ke-24 huruf yang melambangkan misteri dan rahasia telah digunakan sebagai bahasa sihir oleh orang–orang Jerman  sejab abad ke-2, dan dikatakan bahwa bahasa itu adalah asal-muasal bahasa Inggris Kuno.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski Kamijou bisa mendengar suara Index, dia masih tidak bisa percaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan keadaan tubuhnya yang seperti itu, kenapa dia bisa bicara dengan begitu tenang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Menyerang Innocentius secara langsung tidak efektif. Sebelum ukiran &#039;&#039;rune&#039;&#039; di lantai, atap, dan dinding dihapus, dia akan terus hidup kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggunakan tangan kirinya untuk memegang lengan kanannya, nyaris tidak bisa menahan salib itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan takut-takut, dia menatap ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu masih berbaring di sana. Tapi, Kamijou tidak bisa memanggil-“nya” Index karena mata gadis itu tampak seperti robot tanpa emosi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan setiap kata yang dikatakan gadis itu, lukanya terus mengeluarkan darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, gadis itu tidak peduli pada luka di punggungnya; dia seperti sebuah mesin yang dirancang untuk menjelaskan sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau… k- kau Index, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Aku adalah perpustakaan sihir yang tergabung dengan Sektor 0 dari Anglikan Inggris, ‘Necessarius’. Nama diriku adalah Index Librorum Prohibitorum, tapidapat disingkat Index.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat bagaimana perpustakaan sihir bernama bertindak seperti ini, Kamijou merasa seluruh tubuhnya dingin, bahkan lupa kalau dia hampir dihancurkan oleh dewa api raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah mengakhiri pengenalan diri, jadi aku akan kembali pada penjelasan tentang &#039;&#039;rune&#039;&#039;. Sederhananya, mereka seperti pantulan bulan di danau; walaupun seseorang menggunakan pedang untuk menebasnya, itu tidak ada artinya. Jika seseorang ingin memotong bulan di air, mereka harus menghancurkan bulan yang asli di langit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Index mengatakan ini, Kamijou ingat pada musuh di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa maksudnya bahwa ini bukan tubuh utama dari kekuatan supernatural ini? Seperti hubungan antara film dan foto, akankah sang dewa api raksasa terus hidup kembali jika kekuatan supernatural lain yang membuatnya hidup kembali dihancurkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, Kamijou tetap belum percaya sepenuhnya pada perkataan Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tetap mengganggap sihir itu tidak nyata meskipun telah mengalami semua kejadian ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengingat tangan kanannya telah disegel oleh Innocentius, Kamijou terjebak dan tidak bisa bergerak sedikit pun. Namu dia bisa tetap mencoba menguji perkataan Index. Dalam keadaan Index yang seperti ini, tidak mungkin Kamijou meminta bantuan darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Abu menjadi abu… “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou terbelalak. Dari balik dewa api raksasa, Stiyl membuat pedang api dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Debu menjadi debu… “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pedang api berwarna biru keputihan muncul di tangan kirinya; tidak ada suara yang dibuatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Squeamish Bloody Rood!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan teriakan yang penuh semangat, dua pedang api diayunkan secara horizontal ke arah sang dewa api raksasa dari kanan dan kiri seperti sebuah gunting. Kamijou, yang tangan kanannya disegel oleh Innocentius, tidak bisa menahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sial… sial… Harus kabur dulu—!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma bahkan tidak diberi kesempatan untuk berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua pedang api mengenai dewa api raksasa, dan, seperti bom raksasa yang sudah disulut, sebuah ledakan besar terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 7===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika api dan asap lenyap, keadaan sekeliling terlihat seperti neraka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangga besi telah terbungkus layaknya permen gula dan bahkan lantai telah mencair menjadi sesuatu seperti lem. Cat pada dinding telah terkuliti hingga semennya terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si bocah tak terlihat dimanapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biar begitu, Stiyl mendengar langkah kaki dari seseorang yang berlari sepanjang tangga turun koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Innocentius,&amp;quot; bisik dia dan api yang menjalar di sekitar kembali ke bentuk manusia, pergi menuju tangga, dan mengikuti langkah kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam, Stiyl terlihat takjub. Tak ada yang sehebat itu bisa terjadi. Sesaat sebelum ledakan, dengan cepat Stiyl memotong melalui dewa api raksasa dengan dua pedang api, Kamijou telah kabur dengan tangan kanannya dan melompati tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia jatuh, ia menggengam tangga satu lantai di bawahnya dan menarik dirinya sendiri ke koridor. Dia menariknya dengan keberanian murni, ya .. itu terbilang nekat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl memberi sebuah senyum yang lembut. Kamijou kini tahu kelemahan rune berkat pengetahuan dari 103,000 grimoir Index. Seperti yang dia bilang, sihir rune yang Stiyl gunakan telah diaktifkan oleh ukiran itu. Itu juga berarti menghancurkan ukiran itu akan meniadakan bahkan sihir yang hebat sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi apa?&amp;quot; Ekspresi Stiyl nampak tidak cemas. &amp;quot;Kau tak akan bisa melakukannya. Itu benar-benar tidak mungkin untukmu untuk  benar-benar menghancurkan ukiran rune yang ada di dalam bangunan ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A..Aku benar-benar berpikir! Aku benar-benar berpikir tadi aku akan mati!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melompat ke tangga lantai 7 dengan nekat, jantung Kamijou masih berdebar dalam dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia berlari sepanjang koridor lurus, dia melihat sekitar. Dia masih tidak benar-benar percaya apa yang Index katakan. Dia hanya mencoba untuk menjauh dari Innocentius agar dia bisa mendapat beberapa waktu untuk mempersiapkan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sialan! Apa apaan ini!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Kamijou tak bisa selain berteriak ketika dia melihat apa yang terbaring sebelum dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak perlu bertanya-tanya dimana rune itu terukir pada gedung asrama. Faktanya, dia telah menemukan mereka. Mereka ada di lantai, di pintu, dan di pemadam api. Secarik kertas sekitar ukuran kartu telepon tersangkut di seluruh bangunan seperti Hoichi si Tanpa Telinga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasar saran Index (dia sama sekali tidak menyebut kembali muka mirip boneka itu), dia menduga bahwa sihir itu sesuatu seperti sinyal pemblokir disebut barrier dan rune seperti antena yang mengirimkan sinyal. Tapi bisakah dia menyobek satu per satu dari sepuluh ribu &amp;quot;antena&amp;quot;?.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan deruan oksigen yang terhisap, sebuah api berbentuk manusia jatuh ke sisi berlawanan dari tangga besi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sial!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dia tertangkap lagi, dia tidak akan bisa menyobek mereka. Kamijou cepat cepat melesat ke tangga darurat pada sisinya. Saat melompat lebih jauh ke bawah, dia bisa melihat carikan kertas di pojok anak tangga dan dibatasi dengan simbol aneh yang harusnya ada rune tertulis di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka jelas jelas telah diproduksi masal dengan mesin fotokopi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou hampir meneriakan &amp;quot;Bagaimana sebuah salinan sampah seperti itu bisa berkerja!?&amp;quot; tapi ia ingat bahwa lampiran dari manga shoujo bisa digunakan untuk ramalan tarot dan bahkan kitab diproduksi masal di toko percetakan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tau kan... hal gaib itu gak wajar)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia merasa ingin menangis. Sepuluh ribu &amp;quot;ukiran rune&amp;quot; itu agaknya tertempel di seluruh gedung. Bisakah dia menemukan satu persatu? Dan dari semua yang dia tahu, Stiyl masih menempelkan bagian baru dari kertas kopian setiap saat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan saat ia memutuskan rangkaian pikirannya, Innocentius turun dari kejauhan di tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sial!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menyerah untuk melangkah lebih jauh ke anak tangga dan berlari menuju koridor ke samping. Ketika dewa api raksasa menyambar lantai, api menyebar di sekitar dan mengisi koridor bahkan saat api itu memantul karena menghantam tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gang itu lurus, dan Kamijou tak mungkin lolos dari Innocentius saat dalam kecepatan normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat jalan masuk ke tangga darurat. Berdasarkan dari petunjuk, dia berada di lantai kedua&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan rauman, Innocentius menyambar lurus untuk menangkap tangan kanan Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu-uwah!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daripada menggunakan tangan kanannya atau berlari spanjang koridor, Kamijou memilih melompati tangga lantai kedua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat setelah dia lompat dia sadar bahwa di bawah adalah aspal  dan ada beberapa sepeda yang berhenti disana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Waaaaaaaahhhhhhhhh!!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia baru saja mengatur jatuh di antara dua sepada, tapi dia masih mendarat di aspal yang keras. Dia mencoba untuk menekukan lututnya untuk meredam jatuhnya, tapi dia mendengar suara yang tak enak dari pergelangan kakinya. Dia telah loncat dari loteng kedua dan itu tak terasa patah, tapi dia telah melukai pergelangan kakinya sedikit pada saat yang bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendengar deruan dari api yang menghisap oksigen datang dari atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berjuang disekitar tanah, menendangi sepeda, tapi tak ada yang terjadi lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihatnya dengan muka heran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih membuat suara raungan, Innocentius bergelantung di tangga loteng kedua dan memperhatikan Kamijou yang ada di tanah. Itu hampir terlihat seperti ada tembok tak terlihat yang menahannya dari Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rupanya, rune itu hanya diletakan di gedung asrama. Kamijou bisa berhasil untuk kabur dari api Stiyl dengan meninggalkan gedung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat segi rune itu membuatnya merasa seperti dia kini tahu sedikit tentang sistem tak terlihat dari sihir. Dia tidak sedang melawan lawan aneh seperti penyihir di RPG yang bisa melakukan apapun dengan menyanyikan mantra. Malah, lawannya bertindak  berdasarkan peraturan yang sama dengan PSY yang  Kamijou tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendesah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telah terbebas dari segala serangan langsung pada hidupnya, kekuatan yang tersisa di tubuh Kamijou. Dia duduk di tanah tanpa pikir panjang. Dia sama sekali tidak takut. Malahan, dia diserang oleh perasaan lain yang lebih seperti kelelahan. Dia mulai untuk berpikiran jika dia bisa kabur dari bahaya bila dia hanya melarikan diri saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tahu, polisi&amp;quot; oceh Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa ia tidak memikirkan itu sebelumnya? Polisi Academy City adalah sesuatu seperti unit spesial anti esper. Kamijou bisa hanya memberitahu mereka daripada membahayakan hidupnya sndiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengecek saku celananya, tapi Hpnya telah hancur oleh kakinya sendiri pagi itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou memperhatikan jalan. Dia mencari telepon umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak melakukan itu untuk melarikan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Lalu akankah kamu mengikutiku sampai ke dasar neraka!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kata itu masih menancab di dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sama sekali tidak melakukan sesuatu yang salah. Dia sama sekali tidak melakukan sesuatu yang salah. Dan masih...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam situasi yang sama itu, Index pergi kembali untuk Kamijou Touma. Kamijou hanya tak habis pikir tentang mengalami kejadian berbahaya bersama orang asing yang baru dia kenal kurang lebih setengah jam itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sialan. Itu benar. Jika aku tidak mengikutimu ke dasar neraka,&amp;quot; Kamijou tersenyum, &amp;quot;lalu aku hanya perlu membawa mu keluar dari sana.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pikir ada saatnya dia akan mengerti tentang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak tahu bagaimana sihir bekerja, tapi dia tidak perlu tahu apa yang terjadi dimana dia tidak bisa mengerti. Dia bisa mengirim email tanpa perlu diagram sirkuit HPnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Haaah. sekali kau tahu itu, itu sama sekali tidak berguna.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tahu harus berbuat apa, jadi sekarang dia hanya cukup mencobanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan bila dia gagal, itu masih lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah tangga besi terbungkus dan berkilau jingga jatuh dan Kamijou dengan bingung berguling menjauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mungkin sudah sadar, tapi dia masih harus melakukan sesuatu pada Innocentius itu sebelum bisa menyelamatkan Index. Masalah sebenarnya ada pada sepuluh ribu rune itu. Tapi apakah dia menyobek semua kertas yang tertempel di gedung?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau tahu, aku kaget alarm kebakaran tidak lepas setelah semua apa yang terjadi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu hanya mengatakan itu tanpa pikir panjang, Kamijou Touma membatu saat dia mengucapkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alarm kebakaran?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alarm kebakaran yang terpasang di sekeliling gedung lepas dalam sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditengah-tengah badai deruan suara itu yang terdengar sekeras serangan bom, Stiyl melihat langit-langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa buang waktu, sprinkle yang terpasang mengirim sebuah hujan buatan manusia yang berbentuk topan. Karena bila pemadam kebakaran dipanggil akan menjadi menyakitkan, Stiyl telah menuliskan perintahnya untuk Innocentius sedemikian ia tidak menyentuh sensor keamanan. Itu berarti Kamijou Touma harus menekan tombol alarm kebakaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah dia pikir itu akan mematikan api Innocentius?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dugaan itu hampir menjadi sebuah lelucon, tapi si penyihir pikir pembuluh darah didalam kepalanya akan tersembur keluar ketika dia berpikir tentang bagaimana dia akan basah kuyup dengan alasan bodoh itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl memperhatikan alarm kebakaran merah pada dinding dengan jengkel&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sebenarnya mudah untuk mematikan alarmnya, tapi dia tidak bisa menghentikannya sendiri. Dan sekarang liburan musim panas, sebagian besar penghuni asrama tidak ada, tapi akan sangat menyusahkan bila pemadam kebakaran datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...hm.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl memeriksa sekitar dan lalu dengan cepat membawa Index dan pergi. Tujuannya adalah menyembuhkan Index, jadi tak ada alasan untuk tertangkap dalam membunuh Kamijou. Memberikan waktu untuk pemadam kebakaran datang, dia bisa meninggalkan Innocentius dalam pengejaran otomatis dan bocah itu akan mendapatkan pelukan api nyaman yang akan membuatnya menjadi arang atau abu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ini tidak berarti elevator terhenti, kan?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendengar bahwa elevator dibuat berhenti bila dalam keadaan darurat. Itu akan membuat Stiyl frustasi. Dia sekarang berada di lantai 7. Bahkan bila itu gadis, membawa orang pingsan turun dengan tangga akan sanggat melelahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa dia mulanya lega saat mendengar bunyi ding seperti microwave yang datang dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dia menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa itu? Siapa yang berada dalam elevator?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah malam libur musim panas dan dia sudah mengecek untuk meyakinkan bahwa semua siswa telah meninggalkan asrama, meninggalkannya sepi. Lalu siapa itu dan mengapa mereka memerlukan elevator?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu elevator berdering saat terbuka. Sebuah langkah kaki di lantai yang basah dari sprinkle bergema di sepanjang lorong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl memutar tubuhnya perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sama tidak tahu kenapa badannya gemetaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma berdiri di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apa? Apa yang terjadi pada Innocentius?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran berputar-putar dengan kacau di kepala Stiyl. Innocentius itu layak rudal pengejar pada pertarungan. Setelah terkunci, takkan bisa selamat. Tak peduli kau lari atau sembunyi, ia akan menggunakan api 3000 derajat untuk melelehkan semua dinding maupun rintangan, bahkan bila itu terbuat dari baja, dan akan terus mengejarmu. Itu bukan sesuatu yang kau bisa selamat hanya dengan berlari di sekitar gedung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan lagi Kamijou Touma berdiri di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berdiri di sana tak terpengaruh, tak terhentikan, tak terbantahkan, dan yang paling penting, seorang musuh alami yang tanpa keraguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Coba pikir, rune seharusnya terukir di dinding atau di lantai, kan?&amp;quot; kata Kamijou saat hujan buatan manusia yang dingin menghujaninya. &amp;quot;Beneran, kau itu benar benar hebat. Sejujurnya, aku tak akan menang jika kau mengukirkan mereka dengan sebuah pisau. Silahkan berbual tentang ini semaumu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saatnya dia berbicara, Kamijou Touma mengangkat tangan kanannya dan menunjuk ke atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menunjuk ke langit langit. Di sprinkle.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Tidak Mungkin! 3000 derajat api itu tak akan bisa dipadamkan dengan itu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan bodoh. Bukan apinya. Bagaimana kau menempelkan benda itu ke semua rumah orang?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl lalu memanggil kembali sepuluh ribu kertas rune yang ia pasang di asrama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kertas lemah pada air. Bahkan anak TK pun tahu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menyemprotkan air ke seluruh gedung dengan sprinkle, itu tidak penting jika ada sepuluh ribu rune di sana. Dia tidak perlu berlari mengelilingi gedung. Bahkan, dia bisa menekan satu tombol dan menghancurkan semua carikan kertas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Otot muka si penyihirpun kejang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Innocentius!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekejap dia meneriakan itu, pintu elevator di belakang Kamijou meleleh seperti lelehan gula dan si dewa api raksasa merayap sepanjang koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiap kali tetesan hujan jatuh ke bada api, mereka menguap dengan suara dengusan buas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha Ha Ha. Ah ha ha ha ha ha! Hebat! Kau punya indra bertarung seorang genius! Tapi kau kurang pengalaman. Kertas kopian tidak sama dengan kertas toilet. Hanya karena sedikit basah tidak akan benar benar terlarut!&amp;quot; Si penyihir melebarkan tangannya ketika tawa meledak dari mulutnya dan dia berteriak, &amp;quot;Bunuh dia!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Innocentius mengayunkan tangannya seperti sebuah palu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Menyingkirlah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma membuat satu pernyataan. Dia bahkan tidak memutar badannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Kamijou menyentuh si dewa api raksasa pukulan yang menyindir dan akhirnya meledak ke seluruh penjuru dengan suara tertawa yang menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah meledak, Innocentius tidak hidup kembali. Potongan daging seperti oli bekas terpercik keseluruh tempat dan yang bisa mereka lakukan hanya sedikit menggeliat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ti...dak....mungkin...bagaimana....bisa! Rune ku belum hancur!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana dengan tinta?&amp;quot; Kelihatannya perlu 5 tahun untuk suara Kamijou Touma sampai ke telinga Stiyl. &amp;quot;Bahkan bila kertas kopian belum hancur, air akan membuat tinta luntur.&amp;quot; Kata Kamijou. &amp;quot;Walaupun tak terlihat untuk menjaga satu persatu dari mereka&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian yang menggeliat dari Innocentius hilang menjadi udara seiring dengan hujan buatan manusia itu mengalir dari sprinkle. Itu karena tinta pada kertas kopian yang luntur oleh hujan satu persatu, mengakibatkan Innocentius kehilangan kekuatan sedikit demi sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Potongan daging menghilang satu persatu hingga akhirnya yang terakhir lebur dan menghilang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Innocentius...Innocentius!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata kata si penyihir itu seperti orang yang meneriaki gagang telepon setelah teleponnya diputus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu sekarang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma menggambil langkah maju menuju Stiyl Magnus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Inno...centius...&amp;quot; kata si penyihir... namun tak ada yang menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma menggambil langkah maju lagi menuju Stiyl Magnus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Innocentius...Innocentius, Innocentius!&amp;quot; Teriak si penyihir.... namun tidak ada yang berubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma akhirnya mulai maju menuju Stiyl Magnus seperti peluru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A-abu ke abu, debu ke debu, Squeamish Bloody Rood&amp;quot; Si penyihir akhirnya berteriak, tapi bahkan tidak ada pedang api muncul, lebih sedikit dari dewa api raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma mulai mendekati Stiyl Magnus dan semakin mendekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkan tinjunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkan tangan kanannya yang benar benar normal. Dia mengepalkan tangan kanannya yang tak akan berguna kecuali dia gunakan itu pada suatu macam kekuatan supranatural. Dia mengepalkan tangan kanannya yang tidak akan membiarkan nya mengalahkan bahkan seorang penjahat, yang tidak akan menaikan nilai ujiannya, dan yang tidak akan membuatnya populer dengan cewek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tangan kanannya bisa juga berguna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagipula, dia bisa menggunakannya untuk memukul bajingan yang berdiri sebelum dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pukulan Kamijou Touma mendarat di muka si penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badan si penyihir berputar seperti baling baling bambu dan belakang kepalanya membentur tangga besi..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Previous [[Toaru_Majutsu_no_Index_%7E_Bahasa_Indonesia:Volume1_Illustrations|Ilustrasi]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1 Chapter2|Chapter 2]]&lt;br /&gt;
|-&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Undesco&amp;diff=187961</id>
		<title>User talk:Undesco</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Undesco&amp;diff=187961"/>
		<updated>2012-09-13T00:52:12Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;kalau sempet ya, lagi banyak kerjaan [[User:Xenocross|Xenocross]] ([[User talk:Xenocross|talk]]) 22:24, 26 August 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
meski yg kamu katakan give me some ideas, that&#039;s not it. Sesuatu yg bisa kamu lakukan tapi tidak bisa kamu lakukan di saat bersamaan. Kalau punya teman yg ambil filsafat..tehe.. It&#039;s confusing, even for me to explain. [[User:Tony Yon|&amp;lt;span style=&amp;quot;color:green;font:bold 10pt times new roman itc&amp;quot;&amp;gt;Tony Yon&amp;lt;/span&amp;gt;]] ([[User talk:Tony Yon#top|&amp;lt;span style=&amp;quot;color:blue;font:bold 10pt times new roman itc&amp;quot;&amp;gt;Talk&amp;lt;/span&amp;gt;]]) 06:55, 2 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya. Itu translatornya udah pada MIA semua (seenggaknya dari Toaru), haha [[User:Arczyx|Arczyx]] ([[User talk:Arczyx|talk]]) 01:29, 8 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iya kecuali TheRadiants, dia terakhir update 25 juli 2012 jadi secara teknis belum MIA, kalo mau ngambil bagian dia coba message dulu aja, kalo seminggu belum dibales ambil aja berarti. [[User:Arczyx|Arczyx]] ([[User talk:Arczyx|talk]]) 01:44, 8 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya jadi editor numpang lewat saja. Sekalian minta daftar terminologi yang dipakai. Bingung karena istilahnya ganti-ganti. -_-&#039;&lt;br /&gt;
Contoh yang sering berubah: psychic powers (istilah yang saya pakai kemampuan paranormal) dan supernatural powers (kekuatan supernatural). &lt;br /&gt;
Pernah, mungkin. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 18:48, 9 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya juga bingung sih pilihan katanya. Psikis kan berasal dari kata psike yang artinya adalah jiwa; sukma; rohani, sementara paranormal adalah sesuatu yang sulit dijelaskan dengan akal sehat/secara ilmiah. Awalnya sih saya juga mau pakai psikis, tapi akhirnya pake paranormal (meskipun di sini psychic power bisa dijelaskan secara ilmiah, lel). Oh, btw, supranatural itu nggak baku, yang baku adalah supernatural. :p [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 00:32, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya ngikut aja sih. Wah, hebat. Ternyata ga bahasa Indonesia. o_O [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 07:34, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lel, diedit. Btw, supernatural kayaknya ga perlu dimasukin. Terjemahan supernatural kan juga supernatural. Kemudian, saya udah agak lupa, tapi istilah witch, sorcerer, dan magician di Index tuh ada kaitannya dengan gender ga sih? Misalnya witch biasanya perempuan, sementara sorcerer biasanya laki-laki. Kalo magician sih biasanya penyihir pemula. Nah, di Index ada perbedaan seperti itu nggak? Kalo susah cari padanan katanya, mending tetep Inggris aja. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 08:51, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setahuku, kata ganti ku-, &#039;&#039;kau-&#039;&#039;, -ku, -mu, dan -nya emang digabung. Tapi, saya ngeditnya ga terlalu strict, sih. Yang saya gabung kebanyakan hanya kau+kata dasar+akhiran (e.g. kaupikirkan). Kalau kau+kata dasar aja, cuma kadang-kadang aja saya gabung tergantung feeling, lebih cocok digabung atau dipisah (mungkin karena kebanyakan melihat versi yang salah sih, kalau yang bener mungkin semua digabung tanpa terkecuali). Tapi kalo ada awalan tetep saya pisah (e.g. kau membawa, bukan kaumembawa). [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 19:52, 12 September 2012 (CDT)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter1&amp;diff=187889</id>
		<title>Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1 Chapter1</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter1&amp;diff=187889"/>
		<updated>2012-09-12T16:47:43Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: /* Part 6 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 1 : Penyihir Mendarat di Kota. &#039;&#039;FAIR,_Occasionally_GIRL.&#039;&#039;==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 1===                     &lt;br /&gt;
                            &lt;br /&gt;
Lahir di antara 20 Januari dan 18 Februari, kamu tidak bisa dihentikan, tidak peduli dalam cinta, bisnis, ataupun keberuntungan! Tidak peduli apa pun yang kamu lakukan, pasti hasilnya baik, jadi belilah tiket lotre! Tapi, hanya karena kamu populer, jangan berpacaran dengan tiga atau empat gadis sekaligus…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ok, ok … aku sudah tahu hasilnya akan seperti ini, aku tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
20 Juli, hari pertama liburan musim panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam suatu ruangan asrama di “Kota Akademi” yang AC-nya rusak, udara panas mengalir masuk memenuhi tempat tertutup itu, menyebabkan Kamijou Touma tidak bisa melakukan apa-apa. Sepertinya alasannya adalah ada sambaran petir yang menghancurkan lebih dari 80% perangkat listrik kota, termasuk kulkasnya sehingga makanan di dalamnya membusuk. Dia ingin makan mi instan, tapi malah jatuh ke baskom. Baik, dia harus keluar dan makan. Tapi, ketika sedang mencari dompetnya, dia menginjak kartu ATM-nya, merusaknya. Dia bermaksud untuk melanjutkan tidur, tapi menerima panggilan kasih sayang dari wali kelasnya, dan mendengar, “Kamijou-chan yang bodoh, waktunya pelajaran tambahan♥ “.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tahu bahwa horoskop yang berkelip di ujung laporan cuaca di layar TV tidak akan akurat. Tapi tak seorang pun bisa tertawa atas perbedaan yang sangat jauh itu.  &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku tahu, aku tahu hasilnya akan seperti ini … Tapi apa aku tidak bisa mengeluh sedikit saja?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Horoskop untuknya tidak pernah akurat. Dia tidak pernah merasakan jimat keberuntungan bekerja; inilah kehidupan sehari–hari Kamijou Touma. Awalnya, dia berpikir bahwa kesialannya juga berlangsung dalam keluarganya, tapi ternyata ayahnya memenangkan tempat keempat pada hadiah lotre sebelumnya (sekitar 100.000 yen). Ibunya pernah memenangkan mesin penjual otomatis secara terus–menerus, dan akhirnya memainkannya tanpa henti. Dia lalu mulai curiga apakah dia benar–benar anak mereka, tapi setelah berpikir lebih jauh, dia ingat dia tidak punya adik, dan tidak ada yang meneruskan “garis keturunan” mereka. Bagaimana bisa mereka menghadapinya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, Kamijou Touma itu selalu sial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu sialnya sampai hidupnya bagai lelucon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, Kamijou Touma tidak akan pesimis selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak pernah sekali pun mengandalkan “keberuntungan”, yang membuatnya sangat mudah menyesuaikan diri.  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
“Baik. Sekarang, aku harus mengurus kartu ATM dan kulkas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggaruk kepalanya sambil melihat–lihat kamarnya. Dia bisa mengganti kartu ATM selama dia punya rekening, tapi yang bermasalah adalah kulkasnya. Bukan, masalah yang paling mendesak adalah sarapannya. Di samping itu, pelajaran tambahan pada dasarnya hanya program pengembangan kekuatan, jadi dia akan dipaksa minum tablet atau semacamnya; Meminumnya di saat perut kosong tentu bukanlah ide yang bagus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mungkin akan ke toko serba ada dan beli sesuatu, pikir Kamijou sambil melepas kaos yang telah dipakainya sebagai piyama, dan berganti ke seragam musim panasnya. Seperti semua anak tanpa otak lainnya, Kamijou menghabiskan semalaman penuh untuk berpesta merayakan hari pertama liburannya seperti orang sedang mabuk, dan sekarang, kepalanya sakit karena kurang tidur. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Membolos pelajaran selama 4 bulan dalam satu semester, dan hanya perlu ikut kelas tambahan selama seminggu? Ini pertukaran yang bagus.” Kamijou mencoba untuk berpikir positif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cuacanya bagus, sebaiknya kujemur futonku...” Kamijou berbicara sendiri sambil mengumpulkan suasana hati positif, dan membuka pintu geser ke balkon. Jika dia membiarkan futonnya disinari matahari sekarang, futonnya akan kering dan lembut saat dia kembali dari pelajaran tambahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dilihat baik – baik, tembok blok tetangga jaraknya hanya sekitar 2 meter dari balkon pada lantai 7 ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa langit begitu biru~? Kenapa masa depan begitu gelap~?” Kamijou menyanyi untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat menyedihkan. Awalnya dia bermaksud untuk menghibur dirinya sendiri. Tapi, ternyata memaksakan dirinya untuk menyanyikan lagu tersebut dengan riang gembira hanya membuatnya makin sedih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping itu, dia hanya membuat lelucon sendirian; tidak ada orang yang membetulkannya. Kesepian ini betul–betul bisa dipahami. Meskipun begitu, Kamijou masih tetap melipat futonnya, dan membawanya keluar. Jika dia bahkan tidak bisa membawa futon, dia betul–betul menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, Kamijou tiba–tiba menginjak sesuatu yang lembut dan berair. Melihatnya dekat–dekat, dia sadar bahwa itu adalah roti yakisoba yang dibungkus plastik. Karena sudah dikeluarkan dari kulkas, seharusnya roti itu sudah busuk sekarang.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Semoga tidak akan hujan tiba – tiba... “&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Ini adalah firasat buruk yang datang dari hatinya, tapi Kamijou tetap membawa futonnya ke balkon.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Pada saat itu, Kamijou melihat bahwa sudah ada futon di balkon.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Meskipun tempat  ini adalah asrama murid, struktur bangunannya mirip dengan apartemen bertingkat tinggi biasa. Kamijou tinggal di satu ruangan, yang berarti tidak seharusnya ada orang lain yang akan menjemur futon di sini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dilihat baik–baik, dia sadar bahwa benda yang dijemur itu bukan futon.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Benda itu adalah seorang gadis berpakaian putih.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ah?!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Futon jatuh dari tangannya, dan mendarat di tanah.&lt;br /&gt;
Ini aneh, betul – betul bodoh. Gadis ini sepertinya dalam keadaan koma karena pinggangnya terbaring di balkon, tubuhnya membengkok setengah, dan bagian tubuhnya tergantung ke bawah.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia berumur... mungkin 14 atau 15? Selain itu, dia sepertinya berumur lebih muda dari Kamijou kira–kira 1 atau 2 tahun. Dia pasti orang asing karena tidak hanya kulitnya sangat putih tapi rambutnya juga... tidak, warnanya perak. Rambutnya sangat panjang, dan karena tubuhnya membengkok ke bawah, wajahnya tertutup, jadi dia tidak bisa melihat wajahnya. Jika gadis itu berdiri, rambutnya mungkin mencapai pinggang, &#039;kan? &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wa, ini pertama kalinya aku bertemu Suster&amp;lt;ref&amp;gt;Suster yang dimaksud adalah suster gereja dan dalam bahasa Inggris Suster=Sister= adik perempuan&amp;lt;/ref&amp;gt;… tidak, yang kumaksud bukan adik perempuan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baju itu apa namanya? Jubah suster? Di samping itu, baju itu seharusnya hanya dipakai suster gereja. Baju itu terlihat seperti gaun panjang dari Barat dan panjangnya bisa mencapai pergelangan kaki. Dia juga memakai kerudung yang menutupi kepalanya. Jubah suster biasanya berwarna hitam, tapi jubah gadis ini putih bersih. Bahan untuk membuatnya seharusnya sutra, tapi jubah itu rasanya sangat berbeda dari yang lain. Ada sulaman warna emas dijahit pada setiap tepinya. Kamijou tak bisa mempercayai seberapa berbedanya kesan yang diberikan hanya karena perbedaan warna pada pakaian yang desainnya sama persis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari indah gadis itu tiba–tiba bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepalanya pelan–pelan naik. Rambutnya yang seperti sutra bergerak ke samping secara alami, dan seperti tirai yang ditarik ke atas, wajah gadis itu terlihat di depan Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Uuu... WAAHH!!!&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Gadis ini terlihat manis juga. Mata hijaunya cocok dengan kulit putihnya, yang membuat Kamijou merasa seperti itu adalah karena ini adalah hal baru. Gadis itu terlihat seperti boneka.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tapi, yang membuat Kamijou panik bukan kemanisannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Alasannya adalah karena dia &#039;orang asing&#039;. Kemampuan berbahasa Inggris Kamijou itu sesuai dengan kritik yang dikatakan oleh  guru Bahasa Inggrisnya, “Jangan pernah sekali pun berbicara dengan orang asing!!” Jika gadis ini yang berasal dari luar negeri adalah seorang penjual bulu atau alat kontrasepsi lain, sepertinya tanpa sadar Kamijou akan menghabiskan sedikit uangnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Bibir gadis yang manis dan entah kenapa kering itu perlahan mengucapkan beberapa kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengambil langkah mundur. Nyek! Suara itu muncul ketika dia sekali lagi menginjak roti yakisobanya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku lapar.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sekejap, Kamijou berpikir bahwa dia benar–benar bodoh untuk mendengar bahasa asing gadis itu seperti bahasa Jepang. Seperti murid bodoh yang menyanyi secara acak meski tidak tahu liriknya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku lapar.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku lapar.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku bilang... aku lapar...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Melihat ini Kamijou mempertahankan keadaan bekunya, gadis berambut perak itu seperti mengungkapkan ketidakpuasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini suram, betul – betul suram. Kenapa dia merasa bahwa gadis itu berbicara bahasa Jepang?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ah... Mmm...” Kamijou menatap gadis di atas pagar balkon dan berkata, “Apa sekarang? Apakah kamu ingin mengatakan kalau kamu roboh karena kecapekan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Mungkin lebih tepat dikatakan kalo aku sudah roboh dan hampir mati ”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...” Gadis ini benar–benar lancar berbahasa Jepang.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Hei, aku akan sangat berterima kasih jika kamu mau mengisi perutku.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou melihat roti yakisoba yang sudah busuk dan diinjaknya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia memutuskan bahwa tak peduli dari mana gadis ini berasal, dia tidak akan mau terlibat dengannya. Kamijou berpikir liar, &#039;Kenapa aku tidak membantunya mencapai kebahagiaan di tempat yang sangat, sangat jauh?&#039; Dia membawa roti yakisoba yang berair itu, lengkap dengan bungkus plastiknya, ke dekat mulut gadis itu. Kamijou berpikir, &#039;Setelah mencium ini, bahkan seorang gila pun akan lari jauh, jauh sekali, &#039;kan?&#039; Seperti di Kyoto, jika pemilik rumah menuang teh di atas nasi, itu artinya dia bermaksud untuk “ mengusir pengunjungnya” —&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Terima kasih, aku makan.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
DIa melahap roti, pembungkus plastik, dan tangan Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Hanya seperti itu, dengan tangisan kesialan, Kamijou memulai hari baru dalam hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama–tama, biarkan aku memperkenalkan diri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kenapa tidak menjelaskan alasanmu menggantung di balkonku—?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namaku Index.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti orang bakal percaya saja jika itu adalah nama asli! Apa itu ‘Index’? Memangnya kau daftar isi?”&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
“Seperti yang kaulihat, aku berasal dari gereja. Ah, ini adalah hal penting: Aku bukan bagian dari Vatikan, tapi dari Anglikan.”  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak peduli apa yang kaukatakan. Dan juga, jangan hindari pertanyaanku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya tidak cukup jika kubilang Index? Ah, nama sihirku adalah Dedicatus545.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi? Halo, halo? Boleh aku tahu dari planet mana aku mendapat saluran ini?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Melihat Kamijou memasukkan jarinya ke telinganya sendiri dengan santai, Index menggigit kuku ibu jarinya. Sepertinya menggigit jarinya sendiri adalah kebiasaannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kenapa aku harus duduk dengan sopan dan berhadap-hadapan dengannya di depan meja kaca ini? Seperti orang mau dijodohkan saja, pikir Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sekarang ini, Kamijou seharusnya siap–siap ke sekolah untuk mengikuti kelas tambahan musim panasnya, tapi dia tidak ingin meninggalkan gadis misterius ini di kamarnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dan hal terburuk adalah gadis berambut perak yang menyebut dirinya Index ini sepertinya menyukai kamarnya, terlihat dari gelagatnya yang ingin bermalas-malasan di lantai kamar ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mungkin ini salah satu &#039;kesialan&#039; yang ditarik Kamijou? Jika iya, ini buruk.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
[[Image:Index_v01_031.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Jadi, jika kamu bisa mengisi perutku, aku akan sangat beterima kasih.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kenapa aku harus melakukan itu? Apa gunanya meningkatkan cara pandangmu terhadapku? Jika aku akan memulai kejadian aneh dan sampai ke ‘rute Index’, lebih baik aku mati saja!!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Emm… apa itu bahasa gaul? Maaf, aku tidak mengerti yang kaukatakan.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sudah dapat diduga bahwa orang asing tidak mengerti budaya otaku Jepang.&amp;lt;ref&amp;gt;otaku adalah maniak anime/manga Jepang&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Tapi jika kamu mau mengusirku, aku mungkin akan pingsan setelah berjalan 3 langkah, &#039;kan?” tanya gadis itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kamu akan pingsan…? Itu bukan urusanku.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Jika itu terjadi, aku akan menggunakan sisa-sisa tenagaku untuk menulis pesan kematian. Ya, itu adalah fotomu.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika aku diselamatkan seseorang, aku akan berbohong kalu aku dikunci di kamar ini, disiksa habis – habisan… dan bahkan aku bisa berkata kau memaksaku memakai pakaian ini.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“KAU BERANI MENGANCAMKU!? KAMU TERNYATA JUGA CUKUP TAHU BUDAYA OTAKU, &#039;KAN!!?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Index memiringkan kepalanya, memperlihatkan wajah bingung. Dia seperti anak kucing yang baru saja melihat cermin untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Gadis itu sukses membuat Kamijou jengkel. Kamijou merasa hanya dirinya saja yang kebagian tidak enaknya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tunggu saja! Kau ingin makan, &#039;kan!?&#039;&#039; Kamijou berlari ke dapur dengan marah. Makanan dalam kulkas sudah busuk, jadi dia mungkin akan memenuhi mulut gadis itu dengan makanan itu. Kamijou tidak akan merasa rugi. Maka, Kamijou menuangkan makanan sisa itu ke dalam panci, dan menggorengnya seperti sayuran. Jika dia memanaskannya, tidak seorang pun akan mati, &#039;kan?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Coba pikir, dari mana gadis ini datang?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Meskipun ada orang asing di Academy City, gadis ini tidak mempunyai “aura” yang dimiliki penduduk sini. Tapi, jika dia datang dari luar, itu juga aneh. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Academy City adalah kota yang terdiri dari ratusan sekolah. Tapi sebenarnya lebih tepat dikatakan sekolah asrama yang sebesar kota. Academy City menempati sepertiga tanah Tokyo dan dikelilingi tembok seperti Tembok Raksasa Cina. Meskipun tidak seketat penjara, tidak mudah untuk masuk ke dalam. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
...Atau begitulah yang kelihatannya. Sebenarnya suatu universitas teknik telah meluncurkan 3 satelit untuk memonitor Academy City sepanjang waktu dalam samaran sebuah eksperimen. Setiap orang yang keluar-masuk kota akan dilacak dan diselidiki. Jika satelit itu menemukan seseorang mencurigakan  yang tidak cocok dengan data di gerbang kota, Anti-Skill dan anggota Judgement dari setiap sekolah akan dikerahkan…&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mungkin ini gara–gara gadis listrik yang mengeluarkan badai petir sehingga gadis aneh ini tidak ditemukan? pikir Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Oh, ya, kenapa kamu bergantungan di pagar balkonku?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou bertanya pada gadis itu sambil menuangkan kecap ke dalam wajan makanan jahat itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku tidak bergantungan di sana.” &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Lalu apa? Jangan katakan kamu dibawa angin dan mendarat di sini?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“…Boleh dibilang begitu.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou, yang hanya bercanda, dengan tajam membelokkan kepalanya untuk menatap gadis itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku ingin loncat dari atap gedung itu ke atap gedung ini, tapi aku jatuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atap? Kamijou melihat langit – langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daerah ini adalah tempat dibangunnya asrama murah bagi siswa. Bangunan setinggi delapan tingkat diatur berderet-deret. Hanya dari melihat balkon saja, seseorang akan tahu jarak antaratap hanya sekitar dua meter. Bukannya tidak mungkin untuk meloncat dari atap ke atap, tapi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau serius? Tinggi atapnya delapan tingkat! Kamu akan mati jika tidak hati–hati!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Yeah, orang yang mati karena bunuh diri juga tidak akan diberi kuburan.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Index memberi jawaban yang membingungkan, dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Tapi tidak ada pilihan lain; Aku harus melakukannya supaya bisa kabur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ka...bur?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar kata yang memiliki arti berbahaya itu, Kamijou secara tidak sengaja mengerutkan dahinya. Tapi Index memberi jawaban “Nn” seperti anak kecil, dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sedang dikejar-kejar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan yang menggerakkan wajan berhenti dengan sendirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebetulnya, aku bisa saja loncat, tapi seseorang menyerangku dari belakang ketika sedang meloncat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis yang menyebut dirinya Index terlihat tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena itulah, aku jatuh dan mendarat di pagar balkonmu. Maaf.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun dia tidak mengejek dirinya sendiri atau membuatnya terdengar ironis, dia hanya memberi Kamijou Touma sebuah senyuman yang murni tanpa rasa bersalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Diserang’...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Ah... Jangan khawatir dengan lukaku. Pakaian ini juga berfungsi sebagai &#039;&#039;barrier&#039;&#039; pertahanan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu &#039;&#039;barrier&#039;&#039; pertahanan? Apakah itu pakaian anti peluru?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu berputar seperti sedang memamerkan baju yang baru dibelinya. Dia tidak terlihat terluka. Tapi, apa benar dia ‘diserang’? Jika semua ini hanyalah imajinasinya, mungkin lebih bisa dipercaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun demikian...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktanya adalah dia benar-benar menggantung di pagar balkon lantai tujuh Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika begitu, apakah cerita gadis itu benar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Siapa’ yang menyerangnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mulai merenung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seberapa banyak keberanian yang dibutuhkan orang untuk meloncat dari bangunan bertingkat delapan ke gedung lain? Seberapa beruntungnyakah dia bergantung di pagar balkon pada lantai tujuh? Apa maksudnya dia masih tanpa luka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang sedang mengejarku, kata gadis itu tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengatakan ini sambil tersenyum. Seberapa rumitkah cerita di balik senyumnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou betul–betul tidak tahu apa yang dialami Index, jadi dia tidak mengerti kata–katanya sama sekali. Bahkan jika Index menjelaskan semuanya dari awal, paling baik dia hanya bisa mengerti setengahnya. Sisa setengahnya tidak akan dia mengerti sekeras apa pun dia mencoba. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tapi Kamijou mengerti sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah dia sudah bergantungan di pagar balkon di lantai tujuh. Jika dia tidak hati–hati, dia bisa saja mendarat di jalanan aspal. Ini membuat Kamijou khawatir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Makan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Index muncul dari belakang Kamijou. Dia menggenggam sumpit dengan tangannya. Sepertinya dia tidak tahu bagaimana cara memakai sumpit meskipun dia bisa berbicara bahasa Jepang dengan lancarnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menatap wajan dengan semangat. Ekspresi wajahnya seperti kucing yang baru saja diambil dari kardus pada hari hujan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Ah... “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di wajan, makanannya tidak berbeda dari sampah, ‘sayuran goreng’(dengan racun di dalamnya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat gadis lapar ini, Kamijou merasa nurani malaikat yang ada pada dirinya (yang muncul bersamaan dengan iblis yang seperti dirinya) bergulat kesakitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah... eh ... aku ... aku... . Karena kamu sangat lapar, tolong jangan makan makanan sisa yang menjijikkan ini. Kenapa kita tidak ke restoran keluarga? Atau mungkin kita bisa pesan antar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak bisa menunggu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah... mm... “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kelihatannya juga tidak buruk. Ini adalah sesuatu yang kamu buat tanpa meminta imbalan, jadi seharusnya rasanya enak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada waktu itu, Index benar–benar seperti seorang suster, memberikan senyum yang berseri–seri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa mempedulikan Kamijou, yang perutnya bergejolak, Index mengepalkan tangannya, dan menyendok makanan dari wajan dengan sumpitnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat, rasanya tidak terlalu buruk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be... benarkah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu sepertinya penuh perhatian ya, membuat makanan asam untuk melegakan kelelahanku, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Eh... a... asam?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir, aku berani makan makanan asam. Terima kasih; kau seperti seorang kakak laki–laki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan senyum yang berseri–seri, Index tetap melanjutkan makan, ada tauge di wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Wo.. UUU... WOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan cepat mengangkat wajan dengan kecepatan supersonik. Dia melihat Index, yang sangat kurang puas, sambil berpikir bahwa dia akan ke neraka sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu juga lapar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Ah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau tidak, bisakah kamu memberiku sayuran itu? Aku tidak bisa menunggu... “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index melihat Kamijou, mulutnya menggigit ujung sumpitnya. Melihat Index seperti ini, Kamijou bertekad.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini kemauan Tuhan. Tuhan menyuruhnya menyelesaikan apa yang dia mulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, ini bukan kesialannya; ini kesalahannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma menuangkan ‘sampah’ panas  ke dalam mulutnya, menunjukkan sebuah senyuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, gadis yang menyebut dirinya Index menunjukkan wajah tidak senangnya sambil mengerikiti biskuit. Cara dia memegang kedua biskuit dengan kedua tangannya sambil mengerikitinya membuat dia terlihat seperti tupai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Oh, ya, katamu ada seseorang yang mengeja-ngejarmu. Siapa dia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou, yang akhirnya kembali dari neraka, tiba–tiba menanyakan pertanyaan paling penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, Kamijou tidak akan begitu pedulinya pada gadis yang baru dia kenal selama tiga puluh menit, tapi sudah terlambat baginya untuk tidak ikut terlibat dalam masalah gadis tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku akan berpura-pura ramah, pikir Kamijou. Meskipun dia tidak bisa membantunya memecahkan masalah, paling tidak dia bisa berkata bahwa dia sudah mencoba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mm... “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu berkata dengan suara yang haus,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu—mungkin Rosicrucians atau S∴M∴ aka Stella Matutina. Kupikir grup semacam itulah, sayangnya aku belum tahu nama mereka... dan nama tidak ada artinya bagi mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Mereka’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengulanginya dengan sikap bingung. Musuhnya adalah organisasi? Suatu kelompok?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Index, yang sedang dikejar, terlihat tenang. Setelah memberikan “Mn” untuk menegaskannya, dia berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka adalah asosiasi sihir&amp;lt;!--magic cabal--&amp;gt;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Sihir... ? Emm... apa itu tipuan? Apa aku salah dengar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah... eh... ? Emm... apa bahasa Jepangku aneh? Maksudku magic(=sihir). Sebuah asosiasi sihir&amp;lt;!--magic cabal--&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang karena dia menjelaskan dalam bahasa Inggris, Kamijou semakin bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu? Apa kau membicarakan suatu organisasi baru yang menggunakan ajaran agama misterius baru untuk berkhotbah di depan umum, mengatakan, ‘Kalian yang tidak percaya akan menderita karena kemarahan Tuhan.’ Dan memaksa mereka untuk makan suatu obat aneh sebelum mencuci otak mereka? Kedengarannya berbahaya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Sepertinya, aku merasa kau mempermainkanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Kau mempermainkanku, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Maaf, ini tidak mungkin. Aku betul–betul tidak bisa percaya keberadaan sihir. Aku akrab dengan kekuatan supernatural seperti menyalakan api atau melihat tembus pandang, tapi sihir... Aku betul–betul tidak bisa percaya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memiringkan kepalanya dan merenung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ada orang biasa yang dengan tegas percaya bahwa llmu pengetahuan bisa memecahkan segalanya, dia akan berteriak, “Di dunia ini tidak ada hal yang tidak bisa dibuktikan ilmu pengetahuan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun demikian, tangan kanan Kamijou betul-betul mempunyai suatu kekuatan spesial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama dia punya kekuatan spesial aneh yang disebut Imagine Breaker, bahkan keajaiban yang hanya muncul di mitos akan terhapus selama itu hanyalah kekuatan supernatural.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kekuatan supernatural adalah hal biasa di Academy City. Dengan menyuntikkan obat ke dalam pembuluh darah, membiarkan listrik merambat ke leher, dan memperdengarkan suatu ritme khusus dari headset, semua otak bisa “berkembang”. Semua bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan, jadi siapa yang bisa menolak keberadaannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak mengerti apa yang kaukatakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak harus mengerti! Semua tahu, tidak diragukan lagi bahwa kekuatan super itu nyata!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu kenapa sihir tidak... ? Tidak diragukan juga bahwa sihir itu nyata!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index terlihat sangat tidak senang. Pandangannya seperti orang yang hewan peliharaannya dikritik orang lain sebagai kucing kampungan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh... biar kukatakan ini. Kamu tahu janken?&amp;lt;ref&amp;gt;Suit Jepang, kertas-batu-gunting&amp;lt;/ref&amp;gt; Eh, tunggu, itu budaya global, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Sepertinya suatu bentuk budaya Jepang, tapi aku tahu itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika aku kalah sepuluh kali dari sepuluh kali janken, apa kaupikir ada alasan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Wu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Tidak ada alasan, &#039;kan? Tapi manusia akan percaya bahwa ada sesuatu yang bekerja!&#039;&#039;”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berkata dalam nada tidak tertarik,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kebanyakan orang biasa akan berpikir, &#039;Kenapa aku begitu sial?&#039; dan bertanya–tanya apakah ada kekuatan yang tidak terlihat di sekitarnya. Ketika seseorang berpikir seperti itu dan menghubungkannya dengan astrologi, apa yang akan terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Seperti, &#039;Zodiakmu Cancer, dan kamu sangat sial sekarang, lebih baik jangan berjudi&#039;, atau hal–hal lain macam itu, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Segala macam &#039;sihir, kekuatan misterius&#039; yang terjadi di sekitar kita berkembang seperti itu. Manusia membayangkan bahwa ada suatu kekuatan tidak terlihat yang menentukan keberuntungan mereka, dan akan percaya kalau hal–hal sepele semuanya adalah hasil kerja takdir; inilah sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengerutkan bibirnya seperti kucing yang tidak senang. Setelah sementara waktu, dia berkata, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Sepertinya kau tidak punya alasan untuk percaya pada sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yap. Tapi karena aku serius memikirkannya, aku tidak bisa percaya kata–kata bodoh itu. Siapa yang percaya keberadaan penyihir yang hanya ada di dongeng? Jika kamu bisa menghabiskan MP-mu untuk membangkitkan orang mati, siapa yang mau mengembangkan kekuatan spesial? Bagaimana mungkin aku percaya &#039;sihir&#039; yang tidak punya bukti alamiah di belakangnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka yang menganggap kemampuan paranormal sebagai sesuatu yang ganjil dan misterius hanyalah orang bodoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Academy City, kemampuan paranormal termasuk pengetahuan umum dan bisa dijelaskan oleh Ilmu Pengetahuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Tapi sihir benar–benar ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengerutkan bibirnya. Mungkin sihir itu seperti pilar rohani baginya, seperti Imagine Breaker untuk Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, terserah yang kaukatakan. Lalu kenapa mereka mengejarmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sihir betul–betul ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sihir betul–betul ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya dia ingin Kamijou untuk mengakuinya tidak peduli seperti apa pun caranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik, beri tahu aku, apa itu sihir? Bisakah kamu menembak bola api dari tanganmu? Bahkan tanpa melewati pelajaran kekuatan super, bisakah kamu menembak bola api? Coba lakukan di depanku dan aku mungkin akan percaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak punya mana, jadi aku tidak bisa pakai sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa bedanya dengan seorang pengguna kekuatan gadungan mengatakan, “Kamera akan menggangguku, jadi aku tidak bisa membengkokkan sendok”?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping itu, pikiran Kamijou juga agak bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski dia berkata bahwa tidak ada hal seperti sihir, Kamijou tidak sepenuhnya mengerti kemampuan tangan kanannya, Imagine Breaker. Bagaimana bisa? Kekuatan apa yang tidak terlihat dalam ruang itu? Bahkan di Academy City, yang merupakan pihak paling berwenang dalam mengembangkan kemampuan esper, tidak dapat menjelaskan kemampuan Kamijou hanya melalui pemeriksaan tubuh, yang menyebabkan dia dicap sebagai esper “Level 0”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, dia tidak mendapat kekuatannya dari program pengembangan ilmu pengetahuan; tapi, itu adalah kekuatan yang melekat pada tangan kanannya sejak dia lahir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski dia selalu berkata bahwa tidak mungkin ada sihir di dunia ini, dia sendiri punya kekuatan aneh yang membantah semua logika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
... Tapi dia tidak bisa hanya membuat kesimpulan tanpa dasar &#039;karena kekuatan yang tidak dapat dijelaskan di dunia, maka sihir benar-benar ada&#039; seperti itu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Sihir itu ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik, aku akan menganggap sihir itu ada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menganggap?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, kita anggap saja sihir itu ada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengabaikan gangguan Index dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu kenapa kamu dikejar orang–orang itu? Apakah ada hubungannya dengan pakaianmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merujuk pada jubah suster dari sutra yang bersulamkan emas dan berwarna putih bersih. Dengan kata lain, dia bertanya, “Apa ini melibatkan gereja?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Karena aku adalah sebuah indeks.”&amp;lt;ref&amp;gt;Indeks ini maksudnya adalah suatu indeks buku, bukan namanya sediri&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku rasa mereka mengejar 103.000 grimoir yang kumiliki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Kenapa aku tambah bingung sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kamu seperti tidak ingin peduli ketika aku belum menjelaskannya? Kamu agak tidak sabaran, ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik, akan kusimpulkan. Aku tidak tahu apa itu grimoir, tapi mereka hanya buku, kan? Seperti kamus?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mm. Buku Eibon, Lemegeton, Buku Tanpa Nama, Buku Ritual Kanibal, Buku Orang Mati... ini contohnya. Necronomicon terlalu terkenal sehingga masih banyak imitasi lain di luar sana, jadi kurang bisa dijadikan pegangan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um... Aku tidak begitu peduli isi bukunya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou ingin mengatakan, “ini semua, &#039;kan, cuma omong kosong”, tapi menekan dirinya sendiri untuk menelan kata – kata ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Katamu kau memiliki seratus ribu buku; di mana mereka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setidaknya, dia ingin memperjelas hal itu. Seratus ribu buku bisa memenuhi satu perpustakaan penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa maksudmu kau punya kunci ke suatu gudang besar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index menggelengkan kepalanya, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku membawa semua 103.000 buku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Apa? Kamijou mengerut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Kau tidak mencoba bilang bahwa orang bodoh tidak bisa lihat, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika tidak bodoh pun tetap tidak akan bisa melihatnya! Akan sia–sia jika orang dapat melihatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap kata yang Index katakan sepertinya terlalu jauh; rasanya seperti dia sedang dipermainkan. Kamijou melihat ke kiri dan kanan, mencari buku tua yang terlihat seperti grimoir. Dia hanya bisa melihat majalah game, manga yang tersebar di lantai dan PR musim panas yang telah disingkirkan ke pojok ruangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Huuhh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou, yang sudah dihibur fantasi Index, akhirnya tidak tahan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkinkah skenario &#039;seseorang mengejarku&#039; ini hanya imajinasi liar gadis itu? Jika iya, dan dia betul–betul lompat dari gedung bertingkat delapan, gagal, dan mendarat di pagar balkon... Baik, sebaiknya  tidak terlibat dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Bukankah bertentangan kalau kamu percaya kekuatan supranatural tapi sihir tidak?” Index mengerutkan bibirnya dan mengatakan dengan tidak senang, “Apa hebatnya kemampuan supernatural, coba? Kau seharusnya tidak merendahkan yang lain hanya karena kau punya suatu kemampuan khusus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan lembut mengeluh,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, kamu benar. Hanya dengan sedikit tipuan dan kita dikelompokkan menurut sistem level. Pemikiran seperti itu mengerikan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merendahkan kepalanya, melihat tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanannya tidak bisa menembakkan api atau listrik, tidak bisa melepaskan cahaya, dan tidak bisa mengeluarkan suara. Dan tentu saja, tidak akan ada garis–garis aneh muncul di pergelangan tangannya. Tapi tangan kanan Kamijou bisa menghilangkan segala kekuatan supernatural. Tidak peduli sifat bawaannya atau tujuannya, bahkan keajaiban yang muncul di mitos akan dihancurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk orang di kota ini, namun, kekuatan super sudah seperti dorongan dari pilar rohani. Jangan mencari–cari terlalu banyak kesalahan. Dan di samping itu, aku juga salah satu dari mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baguslah kalau kamu mengerti, idiot! Huh, kenapa kamu mengacaukan isi otakmu? Kamu bisa membengkokkan sendok dengan tanganmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh, apa yang bisa dipamerkan dari orang yang menyerahkan karakter alamiahnya untuk sesuatu yang jauh di dalam kulit?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Bisakah aku menjejali mulut cerewetmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ke- kekerasan tidak bisa menakutiku!” Index terlihat seperti kucing yang tidak senang, dan berkata, “Kamu bicara banyak tentang kekuatan super, tapi kamu tidak terlihat punya kekuatan itu sendiri!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Eh, tentang itu... bagaimana aku mengatakannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasa kesulitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia jarang punya kesempatan untuk menjelaskan Imagine Breaker ke orang lain. Bahkan jika pernah, karena kemampuannya hanya bereaksi pada kekuatan supernatural, jika orang lain tidak dapat menerima kenyataan bahwa kekuatan super ada, penjelasannya akan sia – sia saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Unn, tangan kananku... ah, biar aku jelaskan. Ini alami; tidak ada pewarna buatan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika tangan kananku bersentuhan dengan...kekuatan khusus apa pun, baik bola api berkekuatan nuklir ataupun railgun, bahkan keajaiban dari Tuhan akan dihapus tanpa jejak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...eh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Ekspresi apa itu? Kau seperti baru saja melihat katalog belanja untuk membeli kristal keberuntungan yang cantik!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aduh... kamu, seorang ateis yang tidak pernah mengenal nama Tuhan, berkata bahwa keajaiban dari Tuhan akan terhapus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk bepikir bahwa Index akan menggunakan jari kecilnya untuk menggali telinganya sambil tertawa sinis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Ugh, ini membuatku kesal! Aku tidak suka dibodohi oleh gadis sihir palsu yang mengatakan bahwa sihir benar–benar ada, hanya saja tidak bisa membuktikannya membuatku panas...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar Kamijou menggumam seperti itu, Index sepertinya juga marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-Aku bukan gadis sihir palsu! Sihir benar–benar ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu buktikan padaku, kau pemakai kostum Haloween! Aku akan menggunakan Imagine Breaker-ku untuk mengancurkan sihirmu dan kita lihat siapa yang benar! Dasar anak imajinatif!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik, akan kutunjukkan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index dengan marah mengangkat tangannya, “Ini! Pakaian ini! Pakaian ini adalah pelindung pertahanan paling mutakhir yang disebut Gereja Berjalan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengangkat kedua tangannya, mebuat Kamijou melihat jubah suster yang membuatnya memikirkan cangkir teh kelas atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu Gereja Berjalan?! Aku tidak mengerti sedikit pun dari hal yang kaukatakan! Semua yang kaukatakan adalah istilah–istilah aneh seperti indeks dan pelindung pertahanan! Bisakah kau menjelaskan dengan cara yang bisa kumengerti? Terlalu membingungkan! Tidak pernahkah kamu menjelaskan sesuatu yang mendalam dengan cara yang mudah dimengerti?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau... kau tidak pernah mencoba untuk mengerti, dan sekarang kau mengeluh padaku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengayunkan tangannya dengan marah, “Sekarang, akan kubuktikan daripada hanya berbicara saja! Kamu bisa menggunakan pisau dapur untuk menusukku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik! Akan kulakukan... tunggu... apa yang kaupikirkan?! Tentu saja aku akan menusukmu! Apa kau mencoba menjebakku?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah! Kau tidak percaya padaku, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index dengan semangat menggerakkan bahunya ke atas dan bawah, “Pakaian ini memasukkan semua unsur penting dari sebuah gereja, jadi bisa dibilang &#039;Gereja dalam bentuk pakaian&#039;! Tenunan kainnya, jahitan garisnya, bahkan sulamannya juga. Semuanya direncanakan dengan hati–hati! Sebuah pisau dapur semata tidak akan menyakitiku sama sekali!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pikir kamu hanya menggertak... jika aku benar-benar menusukmu, aku akan jadi berandalan remaja paling bodoh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak mempercayaiku! Pakaian ini bisa menduplikat sama persis efeknya dengan Kain Kafan Suci dari Turin, pakaian yang dipakai seorang Santo ketika ditusuk oleh Tombak Longinus. Maka, kemapuan pertahanannya adalah kelas Paus. Dalam istilahmu, kekuatannya setingkat dengan perlindungan bom nuklir, &#039;kan? Tidak peduli apakah serangan fisik ataupun sihir, pakaian ini akan menerima, dan menyerapnya... Bukankah aku berkata aku mendarat di balkonmu karena aku diserang dari belakang? Jika aku tidak punya Gereja Berjalan ini, tubuhku pasti sudah berlubang! Apa kau mengerti?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis ini benar–benar cerewet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat pakaiannya dari sisi gelapnya, pendapat Kamijou tentang Index telah turun drastis ke yang terburuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, betul–betul mengesankan... tapi jika itu adalah kekuatan supernatural dan tangan kananku memegangnya, pakaianmu akan hilang, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu jika kekuatanmu benar–benar nyata~ Hoho— “ Index tersenyum menghina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berpikir, aku ambil taruhannya! Dan memegang pundak Index dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh...?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia merasakan perasaan yang betul–betul aneh... seperti dia sedang mencoba untuk menangkap awan. Seperti semua benturan yang diserap spons lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Tunggu sebentar...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou, yang sudah tenang, mulai berpikir sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika apa yang dikatakan Index, walau kedengarannya bodoh, itu benar dan pakaian yang disebut Gereja Berjalan ini betul–betul ditenun bersamaan dengan kekuatan supernatural, apa yang akan terjadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kekuatan supernatural itu hancur, bukankah pakaian itu akan berantakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“TIDAKKKKK MUNGKINNNNNNNNN?!” Perasaan menginjak kedewasaan yang tiba–tiba membuat Kamijou bereaksi dengan teriakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— AAAAAHHHHHHHHHH... eh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berpikir, sial, tadi itu membuatku khawatir saja. Meskipun dia juga merasa kasihan pada gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat! &#039;Kan?! Imagine Breaker apaan? Tidak ada yang terjadi!” Index meletakkan tangannya di pinggangnya, mengangkat dada kecilnya, dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekejap kemudian pakaian Index terurai seperti pita hadiah, menyebar di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index v01 051.jpg|thumb]] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benang yang menjaga jubah suster itu tetap utuh mengendur, dan jubah itu menjadi potongan-potongan kain. Hanya penutup kepalanya yang masih utuh, tapi mungkin itu karena penutup kepalanya tidak tersambung dengan pakaian yang dia sentuh. Sepenuhnya, membuat hal ini lebih menghina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index hanya berdiri di sana, tangannya di pinggang, dada kecilnya terangkat, dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang menutupi tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rupanya gadis bernama Index ini mempunyai kebiasaan menggigit orang jika marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AW! AW! AW! Berhenti menggigitku! Apa kau pikir kau itu nyamuk dari perkemahan musim panas?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index, yang hanya mengenakan selimut yang menutupinya, duduk tegak lurus di lantai, menggunakan setumpuk besar peniti dalam usaha yang telaten (dan sia–sia) untuk memperbaiki pakaian susternya kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana tidak menyenangkan dan mengerikan mendominasi ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, tidak seperti pembunuh berantai yang akan berjalan ke ruangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ ... Emm, permisi, Tuan Putri? Maaf mengganggu, tapi ada kaos kecil dan celana pendek di sini... ”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suster itu menatap kembali padanya, melotot seperti ular.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... emm... Tuan Putri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma merasa bahwa gadis di depannya memiliki banyak ekspresi wajah sambil mencoba untuk melanjutkan percakapan dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Barusan itu salahku, ok?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mendapat balasan gadis itu dalam bentuk jam alarm terbang yang dilempar ke wajahnya. Ketika Kamijou berteriak kaget, sebuah bantal besar juga terbang. Setelah bantal, sebuah konsol game dan sebuah tape rekorder mini juga terbang dengan mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana bisa kamu dengan santainya mengatakan hal seperti itu setelah hal memalukan ini?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Emm... ini... itu... sebetulnya, pelayanmu lebih dari sedikit gugup sekarang ini. Bagaimana aku mengatakannya... &#039;Inilah masa muda!&#039;?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau masih bercanda... uuuuuuuuuuuuu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya! Ya! Aku minta maaf! Aku minta maaf! Aku minta maaf! … itu adalah kaset video yang kusewa, bukan saputangan! TOLONG JANGAN MENGGIGITNYA!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma bersujud di lantai dalam sikap yang berlebihan sambil meminta maaf pada gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, Kamijou, yang baru pertama kali dalam hidupnya melihat dengan mata kepalanya sendiri gadis yang telanjang bulat dalam kemuliaan, sangat gugup sampai rasanya hatinya sedang diremas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baguslah dia tidak bisa melihatnya dari mukaku, pikirnya. Tapi pikirannya, sialnya, hanya pikiran belaka. Jika dia melihat cermin, dia akan tahu kalau semuanya terbaca di wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah jadi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara isak dan pilek, Index menyelesaikan kerajinan pekerjaan rumah tangga yang kejam untuk mengembalikan pakaian suster itu ke bentuk semula. Setelah memutarnya untuk melihatnya... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Hah. Pakaian suster dengan peniti yang berkelap–kelip dengan jumlah tak  terhitung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... (Tetesan keringat)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Erm, apa kamu betul–betul akan memakai itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau betul–betul akan memakai tipuan yang seperti &#039;&#039;iron maiden&#039;&#039; ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... (Air mata).”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dalam bahasa Jepang disebut &#039;kasur jarum&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... uu... uuuuuuuu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AKU SALAH! AKU MINTA MAAF!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tiba–tiba berlutut di lantai, memukulkan kepalanya ke lantai seperti bawang putih yang dihancurkan. Kontrasnya, Index seperti anak kecil yang diganggu sambil menggigit keras kabel TV. Jika dia meneruskannya, kabel itu akan putus di tengah–tengahnya. Sungguh kucing yang kasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku harus memakainya! Aku, &#039;kan, masih seorang suster!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index membuat geraman aneh sambil memakai gaunnya di bawah selimut, meniru gerakan ulat. Bagian yang tidak tertutupi selimut hanyalah kepalanya, yang terlihat semerah bom.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ah, caramu mengganti pakaian mengingatkanku akan pelajaran renang di sekolah-“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kamu masih melihat? Kamu seharusnya membalikkan kepalamu, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu tidak akan mati hanya karena aku melihatmu telanjang. Lagi pula, setalah terlihat tanpa busana, ganti baju saja bukan apa–apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index berhenti sebentar, tapi melihat Kamijou yang mungkin belum sadar atau belum percaya bahwa dia mengatakan sesuatu yang salah lagi, jadi dia melanjutkan memakai pakaiannya. Kerudungnya jatuh ke lantai, tapi sepertinya dia lebih fokus memakai bajunya dalam selimut jadi dia belum menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahu apa yang akan dikatakannya, tapi dia tahu situasinya akan bertambah canggung jika tak seorang pun bicara. Seperti dalam elevator bersama orang asing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kamijou terus berharap dia bisa kabur dari kenyataan, sesuatu memotong garis paling depan pikirannya: pelajaran tambahan musim panas!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“WA! SIAL! AKU ADA PELAJARAN TAMBAHAN!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat jam tangannya, “ Ah… emm… aku harus ke sekolah sekarang. Apa yang akan kaulakukan? Jika mau tinggal di sini, aku akan memberimu kunci.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ide “mengusir gadis itu” sudah sepenuhnya hilang dari pikiran Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena pakaian suster Index, Gereja Berjalan, bereaksi terhadap Imagine Breaker, Kamijou punya bukti bahwa pakaian Index betul–betul memiliki kekuatan supernatural. Kata–katanya tadi sudah tidak terdengar seperti fantasi lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berkata dia dikejar penyihir dan jatuh dari atap ke pagar balkon Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berkata dia harus terus berlari supaya nyawanya selamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benarkah ada sekelompok penyihir yang datang dari dongeng dan mengacau di kota sains yang bahkan mengubah kekuatan supernatural menjadi kenyataan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Bahkan jika dia itu tidak benar, Kamijou ingin Index tinggal di sini dan menenangkan diri setelah melihatnya begitu kesulitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tidak perlu. Aku akan pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun dia bicara seperti itu, Index memperlihatkan wajah kesulitan sambil pelan–pelan bangun dari lantai. Dia berjalan melewati Kamijou seperti hantu dan sepertinya dia lupa memakai kerudungnya yang jatuh ke lantai ketika dia memakai pakaian susternya. Kamijou ingin mengambil dan mengembalikan padanya, tapi takut kalau kekuatan tangan kanannya akan menghancurkan kerudung itu juga. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… emm… anu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Jangan terlalu banyak berpikir!” Index menolehkan kepalanya, dan berkata, “aku tidak pergi karena aku marah; Aku pergi karena jika aku terlalu lama tinggal di sini, orang–orang itu mungkin kembali ke sini. Kamu tidak ingin kamarmu dihancurkan, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar Index mengatakan kata–kata  mengerikan dengan mudahnya, Kamijou tidak tahu bagaimana untuk membalasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index pelan–pelan berjalan ke pintu masuk dan keluar. Kamijou mengejarnya dengan panik, berpikir bahwa dia seharusnya membantunya, jadi dia mengecek isi dompetnya. Tapi ternyata isinya cuma 320 yen. Meskipun begitu, Kamijou ingin menjaga Index di sini, di mana dia aman,jadi dia cepat–cepat berlari menuju pintu, tapi kakinya menyandung bingkai pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AH… AWWWWWWW! OOOOOOOOO!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index berbalik ke arah teriakan, dan melihat Kamijou memegang kakinya dan berteriak kesakitan. Sakit di kakinya membuatnya meloncat–loncat, menyebabkan telepon genggamnya jatuh ke lantai. Ketika Kamijou sadar semua sudah terlambat, dan sebuah retakan bisa didengar dari layar kaca HP-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uuuuu… uuuuuuuuuuuuuuuuuuu… Aku benar-benar sial…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin bukan sial, melainkan kikuk?” Index tersenyum, “tapi karena Imagine Breaker-mu nyata, mungkin memang sudah seharusnya begitu, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Apa maksudmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, ini adalah isu dari pihak Sihir, jadi mungkin kamu tidak akan percaya kalau aku mengatakannya,” Index tertawa sambil mengatakan, “jika perlindungan Tuhan dan benang merah takdir benar-benar ada, mereka akan dihancurkan oleh tangan kananmu juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengguncangkan pakaian susternya yang dipasangi peniti, berkata, “Seperti Gereja Berjalan yang aslinya memiliki kekuatan Tuhan. Pakaian ini merupakan perlindungan dari Tuhan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh… apanya yang ‘beruntung’ atau ‘sial’? Bukankah itu hanya kemungkinan dan statistik? Bagaimana mungkin itu benar-“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum dia sempat menyelesaikan pernyataannya Kamijou merasakan listrik statis ketika dia menyetuh gagang pintu, mengagetkan Kamijou dan menyebabkan seluruh tubuhnya berguncang secara refleks. Ototnya gemetar dengan cara yang belum terbiasa, dan betis kanannya kram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Uuuuuuu… “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengerang selama kira–kira enam detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… erm … Suster-san…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tolong jelaskan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Logikanya sebutulnya cukup sederhana,” kata Index seolah-olah hal ini sudah jelas. “Jika kekuatan tangan kananmu itu nyata, berarti adanya kekuatan itu di tangan kananmu akan terus menghapus keberuntunganmu secara terus menerus”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.. Jadi maksudmu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selama tangan kananmu menyentuh udara, kamu akan terus–terusan sial.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AAAAAAHHHHHHHHH! AKU BETUL–BETUL SIAL!!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Kamijou tidak percaya hal ghaib, tapi dia sangat peka dengan kejadian yang disebut kemalangan. Dalam kehidupan sehari–hari Kamijou, dia sering kali begitu sialnya sampai dia mersa seluruh jagad raya memusuhinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan yang berdiri di depan Kamijou Touma yang malang adalah seorang suster berpakaian putih bersih dan bersinar dengan senyuman seperti dewi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua orang yang melihatnya akan memberitahumu bahwa itu ekspresi untuk membuatmu percaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kesialan yang sesungguhanya adalah mempunyai kekuatan itu sejak lahir.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat suster yang tersenyum di depannya, Kamijou tidak bisa menahan air matanya… hei… tunggu dulu, itu bukan maksud yang ingin dia sampaikan… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, aku tidak bicara tentang itu! Kamu… apa kamu punya tempat tinggal lain setelah pergi dari sini? Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi, tapi penyihir–penyihir itu mungkin masih berkeliaran dekat sini, &#039;kan? Rumahku lebih aman. Apa kamu ingin tinggal di sini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan memancing ‘musuh’ jika aku tetap di sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana bisa kamu begitu yakin? Selama kamu tidak menarik perhatian dan tinggal di dalam ruangan ini, kamu tidak akan ketahuan, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak semudah itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index menggenggam kerah pakaiannya dan berkata, “Pakaian ini disebut Gereja Berjalan. Pakaian ini dijaga oleh sihir. Meski Gereja memanggilnya kekuatan Tuhan, sebetulnya itu mirip dengan sihir. Dengan kata lain, ‘musuh’ bisa menggunakan ciri khusus sihir dari Gereja Berjalan dan menemukanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu kenapa kamu memakai apa yang pada dasarnya tidak lebih dari penarik musuh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena tingkat pertahanannya adalah kelas Paus… sebelum dihancurkan oleh tangan kananmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau saja tidak dihancurkan tangan kananmu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku minta maaf… tolong jangan menatapku dengan mata penuh air mata itu… tunggu. Dipikir–pikir, karena Gereja Berjalan-mu dihancurkan oleh tangan kananku, mereka seharusnya tidak bisa melacaknya lagi, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka masih akan tahu kalau Gereja Berjalan-ku hancur. Seperti kataku: Kemampuan pertahanan Gereja Berjalan adalah kelas Paus. Dengan kata lain, seperti sebuah benteng... jika aku adalah ‘musuh’, bahkan jika aku tidak tahu kenapa Benteng Berjalan hancur, aku pasti tidak akan membiarkan kesempatan seperti itu lepas. &#039;Kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu! Bukannya itu adalah alasan yang membuatmu lebih tidak bisa pergi sendirian! Meskipun aku masih tidak percaya apa yang kamu sebut ‘sihir’, tapi jika ‘musuh’ benar–benar mengejarmu, bagaimana bisa aku membiarkanmu membahayakan nyawamu di luar sana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tertegun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ekspresinya, dia betul–betul terlihat seperti gadis biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Maksudmu jika aku akan turun ke neraka, kamu akan menemaniku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tersenyum. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memberikan senyuman yang memilukan hati yang membuat Kamijou terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di belakang kata–kata halus itu ada permohonan tersembunyi; &#039;&#039;tolong jangan terlibat dengan hal ini&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir, aku bukannya tidak punya teman. Selama aku bisa lari ke gereja, orang–orang di sana akan melindungiku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… oh? Lalu… Di mana gereja itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“London.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya itu terlalu jauh? Berapa lama kamu akan lari?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Ah, jangan khawatir! Seharusnya ada beberapa cabang kecil di Jepang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pakaian suster yang penuh peniti itu bergoyang ke sana–sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis kecil yang terlihat seperti ibu rumah tangga yang sering diganggu berkata, “Gereja… ya, sepertinya ada satu di kota ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang biasa yang mendengar kata “gereja” akan segera berpikir tentang bangunan besar tempat pernikahan diadakan. Di Jepang, gereja–gereja itu sangat kecil. Meski berada di Jepang, budaya Kristen belum mengakar di sana, dan dengan seringnya gempa bumi yang dialami Jepang, sulit untuk memepertahankan “bangunan dengan nilai bersejarah”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gereja yang Kamijou lihat dari ujung matanya ketika naik kereta hanyalah kompleks apartemen dengan salib yang didirikan di atap. Awalnya dia malah mengira itu adalah gereja milik para konglomerat baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm… tapi tidak semua gereja bisa… aku termasuk sekte British...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Erm,… dalam arti luas, Agama Kristen sebetulnya dibagi menjadi banyak sekte,” Index menjelaskan dengan canggung, “agama Kristen secara umum dibagi menjadi Katolik dan Protestan. Aku termasuk sisi Katolik, yang dibagi lagi menjadi Gereja Katolik Roma, yang berpusat di Kota Vatikan; Gereja Ortodoks Rusia, yang berpusat di Rusia; dan Gereja Anglikan, yang berpusat di Katedral St. George.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jadi apa yang akan terjadi jika kamu salah masuk?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan diusir,” Kata index dengan dengan senyuman pahit. “Ortodoks Rusia dan Anglikan sebagian besar berpusat di negaranya sendiri, jadi keduanya tidak mempunyai banyak cabang di Jepang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semakin Kamijou mendengar, semakin dia merasa ada sesuatu yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin sebelum Index menyerah karena lapar, dia sudah sudah mengunjungi beberapa gereja dan diusir beberapa kali, memaksanya untuk berlari demi nyawanya? Itu bukan pikiran yang melegakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir. Aku akan baik-baik saja asalkan bisa mencapai gereja milik Anglikan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba–tiba, Kamijou memikirkan kekuatan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi! Jika kamu ada masalah, carilah aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, hanya itu yang bisa dia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun dia punya kekuatan untuk membunuh Tuhan itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mn, aku akan kembali jika lapar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memberikan sebuah senyuman yang seperti bunga morning glory. Senyum sempurna itu membuat Kamijou tidak bisa berkata–kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah robot pembersih mendekat, bergerak mengitari sosok Index, dan melanjutkan perjalanannya ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“YAAAH!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum sempurna hilang dalam sekejap ketika Index jatuh ke belakang. Cara dia bergetar, seperti kakinya terkena kram. *DONG*! Kepala belakangnya menghantam tembok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—! BENDA ANEH BARU SAJA KELUAR BEGITU SAJA…?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Index terisi dengan air mata sambil menjerit, bahkan lupa untuk mengelus kepala belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“KAU BERLEBIHAN! ITU HANYA ROBOT PEMBERSIH!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah robot pembersih yang terlihat seperti silinder logam besar dengan roda di bawahnya, menggunakan pel berbentuk lingkaran untuk membersihkan lantai. Sebuah kamera yang dipasang dekat ujung atasnya membuatnya bisa menghindari penghalang. Semua gadis yang memakai rok mini membencinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Begitu. Jepang bukan hanya negara teknologi, melainkan juga negara di mana bahkan Agathion dimekanisasi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat Index yang terlihat kagum oleh Jepang karena alasan aneh membuat rambut Kamijou berdiri sampai ujungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini Academy City! Kamu bisa melihat benda seperti itu di mana–mana!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Academy City?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar. Bagian barat Tokyo relatif lambat dalam perkembangan, jadi bagian itu dibeli untuk mendirikan kota ini. ‘Kota sekolah’ yang di dalamnya terdapat puluhan universitas dan ratusan SD, SMP, dan SMA.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh sambil melanjutkan, “Delapan puluh persen dari orang yang tinggal di sini adalah siswa, dan semua apartemen yang terlihat seperti kondominium (kompleks apartemen yang sangat besar) sebetulnya adalah asrama siswa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City tidak hanya mendidik siswa dalam bidang akademik, tapi juga menanam kekuatan super dan pengembangan tubuh secara rahasia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Jadi layar di jalanan mungkin agak berbeda dari yang biasa. Mesin penjual makanan otomatis, kincir angin praktis untuk menghasilkan listrik, dan robot pembersih barusan… Ada banyak benda seperti itu yang dikembangkan oleh universitas di sini. Tingkat teknologi di sini kasarnya dua puluh tahun lebih maju dari dunia luar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm… “ Index menatap robot pembersih itu, dan berkata, “Jadi semua bangunan di daerah ini milik Academy City?|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yap… jika kamu mencari Gereja Inggris di sini, nasihatku adalah coba cari di luar kota ini. Gereja di sini sebagian besar mungkin mengajarkan teologi atau psikologis-Jungian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memberikan “Mn” sambil menganggukkan kepalanya. Pada waktu itulah Index baru menggunakan tangannya untuk memegang kepala belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… eg? Ah… eh? Ke… kerudungku hilang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu baru sadar? Kerudungmu jatuh tadi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maksud Kamijou adalah “kamu menjatuhkannya saat ganti baju di bawah selimut”, tapi sepertinya Index mendengarnya sebagai “kamu menjatuhkannya saat kamu ditakuti robot pembersih dan jatuh”. Index mencari di sekitar koridor. Gagal menemukannya, beberapa tanda tanya muncul di atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-HA! Benar! Pasti Agathion mekanis itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index sepertinya telah sepenuhnya salah paham sambil berlari mengejar robot pembersih yang berbelok di ujung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Emm… situasi apa–apaan ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat kembali kamarnya, pada kerudung Index, dan melihat kembali ke koridor; Index sudah menghilang. Sungguh cara yang tidak berperasaan untuk pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu membuatnya memikirkan sesuatu tanpa dasar: Bahkan jika dunia ini hancur, gadis itu masih akan terus bertahan hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitulah pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 5===  &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hai~ Sensei telah membuat beberapa bahan pelajaran, jadi aku akan memberikannya~. Ini akan jadi isi pelajaran hari ini~”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sudah satu semester dia berada di kelas ini, tapi bahkan sekarang, Kamijou masih tidak mempercayainya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Wali kelas 1-7, Tsukuyomi Komoe berdiri di depan meja. Para murid hanya bisa melihat kepala guru ini jika dia berdiri di belakang mejanya. Tingginya 135 cm, dan katanya dia ingin naik &#039;&#039;roller coaster&#039;&#039;, tapi ditolak karena kaitannya dengan keselamatan. Tidak masalah siapa yang melihatnya, semua orang akan merasa bahwa dia adalah seorang anak berumur dua belas tahun yang seharusnya memakai helm keamanan kuning dan membawa tas punggung merah dan sebuah suling soprano. Karena itulah guru yang seperti anak–anak ini termasuk salah satu dari tujuh misteri di sekolah.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Meski aku tidak melarang kalian untuk mengobrol, kalian harus mendengarkan apa yang Sensei katakan, ok~? Sensei sudah bekerja keras untuk menyiapkan semua pertanyaan untuk tes ini. Jika gagal, kamu akan dihukum dengan pelajaran Penglihatan Tembus Pandang.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Sensei, apa kau membicarakan tentang bermain poker dengan penutup mata? Itu, &#039;kan, bagian dai Kurikulum Penglihatan Tembus Pandang! Kudengar kami tidak boleh pulang kecuali bisa menang sepuluh kali berturut–turut meskipun kami tidak bisa melihat kartunya. Kalo begitu kami semua tidak akan bisa pulang sampai besok pagi!”, protes Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ya~ tapi Kamijou, nilaimu untuk pengembangan kekuatan tidak cukup. Jadi kamu tetap harus mengikuti pelajaran Penglihatan Tembus Pandang, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou merasa bahwa dia tidak bisa menangani senyum ala &#039;&#039;salesman&#039;&#039; dari gurunya ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Oo, sepertinya Komoe betul–betul suka padamu Kami-yan...!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Duduk di sebelah Kamijou adalah ketua kelas (laki-laki) dengan rambut biru dan tindikan di telinganya, yang mengatakan sesuatu yang bodoh pada Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Tidakkah kau merasa guru yang dengan senangnya berjinjit dan berbuat iseng di depan papan tulis sedang bersikap memusuhiku....?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa...? Guru manis itu? Apakah ada masalah kalau kamu gagal dalam beberapa mata pelajarannya? Kamu pasti akan mendapat banyak pengalaman jika dimarahi anak kecil seperti itu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ternyata sebutan pedofil tidak cukup untukmu, dasar &#039;&#039;masochist&#039;&#039;!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“AHA— ! Menjadi seorang pedofil hanya satu dari kesenanganku. Aku tidak &#039;&#039;hanya&#039;&#039; suka gadis kecil, tahu~!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Ketika Kamijou hampir merespon dengan ucapan “Dasar kau omnivora pemakan sampah”,&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kalian berdua di sana! Kalian akan bermain Telur Columbus jika terus berbicara!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Telur Columbus ini membutuhkan seseorang untuk menyeimbangkan sebuah telur mentah untuk berdiri di meja tanpa bantuan apa pun. Bahkan murid yang belajar Psikokinesis harus bekerja keras sampai pembuluh darah di otaknya hampir pecah untuk menahan telurnya supaya tidak jatuh; ini karena jika tekanannya terlalu besar, telur itu akan pecah. Dan juga, mereka yang gagal akan harus tinggal sampai keesokan paginya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou dan Aogami Pierce hanya bisa menatap Tsukuyomi Komoe yang berdiri di panggung, bahkan hampir lupa untuk bernapas.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa kalian mengerti~?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sungguh senyum yang mengerikan.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Komoe-sensei sangat membenci orang–orang yang menyebut kata “kecil”, tapi menyukai orang yang memanggilnya “imut”.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Namun, Komoe-sensei tidak keberatan jika murid–muridnya tidak melihatnya sebagai guru. Tentu saja karena di sini adalah Academy City. Delapan puluh persen dari populasi di sini adalah siswa, jadi kota ini bisa disebut Neverland &amp;lt;ref&amp;gt;Neverland di sini mengacu pada pulau fiksi dalam cerita Peter Pan karya J. M. Barrie.&amp;lt;/ref&amp;gt;. Maka, kritik pada guru–guru di sini lebih keras dari sekolah–sekolah lain di luar. Di samping itu, kemampuan siswa di sini diukur dengan kemampuan akademis dan juga kekuatan supernaturalnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Di sini, peran para guru adalah untuk mengembangkan kekuatan para siswanya meskipun mereka sendiri sebetulnya tidak memiliki kekuatan apa pun. Para guru olahraga dan staf pengajar yang seperti instruktur semuanya seperti berasal dari unit militer  negara lain karena mereka bisa menghadapi para siswa Level 3 yang laksana monster dengan menggunakan kekuatan mereka sendiri. Tentu saja, Komoe-sensei, yang mengajar kimia, tidak seperti.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku bilang, Kami-yan…” &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Dimarahi Komoe-sensei, tidakkah membuatmu senang?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Hanya kau yang merasa senang, idiot! Cukup, diam! Musim panas kita akan hancur jika kita dipaksa main dengan telur mentah ketika kita tidak punya kekuatan Psikokinesis! Berhenti memberiku masalah dengan logat Kansai palsu itu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“L-logat Kansai palsu? Kenapa aku harus memalsukan logat Kansai? Aku orang asli dari Osaka~!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Diam! Kau lahir di desa penuh ladang padi! Aku sudah jengkel; berhenti buat aku berpikir untuk berdebat denganmu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“A... A-a-aku tidak lahir di desa ladang padi! Ah... ah... takoyakinya betul – betul enak~”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Berhenti mencoba jadi orang Kansai. Apa kamu juga akan membawa takoyaki hanya supaya lebih terlihat seperti Orang Kansai asli?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa yang kaubicarakan? Orang asli Kansai sekalipun tidak hanya makan takoyaki saja, &#039;kan?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Benar, &#039;kan? Eh, tunggu ... tapi... eh... benar nggak, ya?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kau menunjukkan jati dirimu, dasar orang Kansai palsu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh, dan melihat ke luar jendela.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Jika dia tahu pelajaran tambahan akan begini membosankan, dia pasti sudah menemani Index.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Meski Gereja Berjalan yang dipakai Index bereaksi terhadap tangan kanan Kamijou —baik, penggunaan kata “bereaksi” mungkin agak meremehkan- bukan berarti Kamijou percaya keberadaan sihir. Mungkin 80-90% dari apa yang dikatakan Index dibuat–buat, mungkin dia hanya salah paham setelah melihat fenomena alami sebagai sihir.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tapi...&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Ikan yang lepas selalu terlihat sangat besar...&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh lagi. Dibandingkan dengan terperangkap dalam kelas tanpa AC ini, dia seharusnya mengikuti Index ke dunia fantasi sihir dan pedang pasti lebih menarik. Dan jika dia ambil bagian dalam kegiatannya, mungkin akan ada -agak dipaksakan menyebutnya cantik- pasangan wanita manis untuknya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou ingat kerudung suster yang ditinggalkan Index di kamarnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Pada akhirnya, dia tidak mengembalikannya. Jika dia ingin mengembalikannya, dia masih punya kesempatan. Bahkan jika Index hilang, asalkan dia mencarinya dengan serius, pasti akan ketemu. Bahkan jika dia tidak bisa menemukannya, logis untuk Kamijou mengayun–ayunkan kerudungnyanya sambil berlari di jalanan.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sekarang Kamijou berpikir, sebetulnya Kamijou ingin meninggalkan sesuatu sebagai pengikat mereka berdua. Kamijou diam–diam berharap bahwa suatu hari dia akan kembali untuk mengambil benda yang dilupakannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Ini karena senyum gadis itu begitu sempurna.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Jika dia tidak meninggalkan sesuatu sebagai pengekang mereka berdua, rasanya dia akan menghilang di antara jarinya seperti hantu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou hanya takut pada hal ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
...Apa yang terjadi?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou, yang sedang romantis, tiba–tiba sadar akan sesuatu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou agaknya kejam pada gadis yang bergantungan di pagar balkonnya, tapi dia tidak begitu membenci gadis itu. Dia pastinya merasa sedikit menyesal karena mungkin dia tidak akan bertemu dia lagi di lain waktu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...Ah... sial!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mengatakan “Cheh” dalam mulutnya. Jika tahu akan menyesal sekarang, dia seharusnya memaksanya tinggal sejak dari awal.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Coba pikir, “103.000 grimoir” apa yang tadi dia bicarakan?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Asosiasi sihir itu mengejar Index (Asosiasi? Apa mereka perusahaan swasta?), dia dengar mereka mengejarnya karena “103.000 grimoir” itu- paling tidak, itulah yang dia katakan. Sedangkan bagi Index, dia lari karena nyawanya terancam sambil membawa “103.000 grimoir” itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Yang dibawa Index bukanlah sebuah kunci atau peta tempat semua grimoir itu disimpan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kamijou bertanya di mana buku–buku itu, Index menjawab, “Semuanya di sini”.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“... Apa maksudnya?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou hanya memiringkan kepalanya. Gereja Berjalan yang dipakai Index bereaksi terhadap Imagine Breaker Kamijou, itu berarti bahwa apa yang dikatakannya tidak sepenuhnya salah.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Sensei, Kamijou sedang menatap rok gadis–gadis dari klub tenis!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mendengar Aogami Pierce memalsukan gaya bicara Kansai yang sulit itu, Kamijou melepaskan “Ah” ketika kesadarannya ditarik kembali ke ruang kelas.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Komoe-sensei terdiam.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sepertinya Komoe-sensei betul–betul syok dan sedih karena murid yang bernama Kamijou Touma tidak memperhatikan pelajaran. Ekspresi wajahnya seperti anak kecil berumur dua belas tahun yang baru sadar pada hari musim dingin bahwa Sinterklas itu tidak nyata.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Saat Kamijou memikirkan tentang ini, seluruh isi kelas menatapnya. Sepertinya mereka adalah anggota Asosiasi Pelindung Hak Asasi Anak.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Seharusnya ini pelajaran tambahan musim panas, tapi Kamijou tertahan sampa waktu pembubaran normal.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“... Sungguh sial.”, gumam Kamijou sembari memandang kincir angin dengan tiga baling-baling yang berkerlip terkena sinar matahari senja. Karena sekolah melarang muridnya untuk keluar malam, bus dan kereta terakhir di Academy City adalah saat jam sekolah berakhir. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou, yang tidak berhasil mengejar bus terakhir, hanya bisa menyusuri jalan di kawasan perbelanjaan yang panas dengan lesu. Robot keamanan lewat di depan Kamijou, dan robot itu juga didesain sehingga terlihat seperti tong metal dengan roda di bawahnya. Fungsinya seperti alat pengawas tindak kriminal. Awalnya robot itu didesain seperti robot anak anjing, tapi robot anak anjing terlalu menarik perhatian anak kecil, membuat mereka sulit bergerak. Maka, mereka semua diubah menjadi seperti tong metal. Hm, alasan ini agak lucu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“AH! Akhirnya ketemu, kamu! Oi... tunggu! Berhenti! Aku memanggilmu! Cepat berhenti!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahan terhadap panas di musim panas ketika dia melihat robot keamanan bergerak pelan–pelan di sampingnya, berpikir.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ke mana Index pergi setelah mengejar robot itu?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia tidak sadar kalau teriakan dari belakang itu ditujukan padanya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia hanya merasa sangat berisik di belakangnya, jadi dia menoleh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
[[Image:Index v01 071.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara tersebut keluar dari mulut seorang siswi SMP. Dia mengenakan blus berlengan pendek, sweater musim panas, dan rok lipat. Rambutnya sebahu dan agak bersinar kemerahan karena pantulan sinar matahari senja. Akan tetapi, terlihatnya wajahnya masih lebih merah lagi. Pada saat itu, Kamijou sadar siapa gadis itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...Ah... kamu lagi, Biri-Biri Si Murid SMP.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Berhenti memanggilku Biri-Biri! Namaku Misaka Mikoto! Kenapa kau masih tidak ingat? Aku juga ingat kau memanggilku Biri-Biri saat pertama kali kita bertemu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Pertama kali aku bertemu denganmu...?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mulai mengingat–ingat.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Hm, benar. Pertama kali bertemu dia, dia sedang dipermalukan oleh beberapa berandalan. Ingin menunjukkan semangat Urashima Tarou dengan menasihati mereka supaya tidak mencuri dompet gadis lemah, dia hanya dihadiahi gadis itu dengan reaksi kasar, “Kau terlalu berisik, berhenti menggangguku!” dan menyerangnya dengan ledakan petir. Tentu saja, Kamijou menetralisasinya dengan tangan kanannya, tapi gadis itu kaget... “Eh? Apa yang terjadi? Kenapa tidak kena? Bagaimana kalau ini... eh? Tidak kena juga...”Kejadian demi kejadian terjadi, hingga akhirnya seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“... Eh? Kenapa? Aku tidak begitu sedih, tapi kenapa aku begitu sedih, Ibu?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kenapa kau menatap jauh...?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou agak lelah, karena baru saja menyelesaikan pelajaran tambahannya, jadi dia memutuskan untuk tidak terlalu memikirkan cara dia berurusan dengan Biri-Biri di depannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Seorang gadis menatap Kamijou. Gadis ini adalah gadis Railgun dari kemarin. Dia betul–betul tidak senang kalau kalah dari orang lain, jadi dia datang ke Kamijou untuk balas dendam, tapi pada akhirnya selalu frustrasi.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kau sedang bicara dengan siapa barusan...?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Gadis ini memiliki sifat keras yang tidak mengakui kekalahannya, tapi dia sebetulnya takut sendirian dan sekarang bertugas mengurus hewan peliharaan di kelasnya.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Berhenti mengarang-arang cerita!!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Misaka Mikoto benar–benar frustrasi sampai–sampai dia mengayun-ayunkan tangannya, sehingga menarik perhatian para pejalan kaki di sekitarnya. Sudah bisa ditebak, karena seragam musim panas yang dia kenakan dengan desain yang sebenarnya biasa-biasa saja adalah seragam SMP Tokiwadai, salah satu dari lima sekolah paling bergengsi dan elit di Academy City. Siswi-siswi dari SMP Tokiwadai berkepribadian halus dan sopan. Tapi entah kenapa, mereka sering terlihat sendirian bahkan di stasiun pada jam sibuk. Jadi, akan sangat mengejutkan jika seseorang melihat siswi Tokiwadai duduk di lantai kereta dan bermain dengan telepon genggam mereka seperti penumpang lainnya. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Eh? Oh, ya, ada apa, Biri-Biri? Bukankah ini tanggal 20 Juli? Kenapa masih pakai seragam sekolahmu? Apa kamu juga ikut pelajaran tambahan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ugh… kau…, diam!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku mengerti, kamu tidak merasa bahwa kelinci di kelasmu cukup aman, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Berhenti memasukkan hewan di kepribadianku, dasar berandalan! Akan kubuat kau membayar! Kakimu akan gemetar seperti katak tersetrum listrik! Cepat persiapkan permintaan terakhirmu sekarang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Tidak.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kenapa?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Karena aku bukan pengurus binatang peliharaan di kelas.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kau... masih mempermainkanku?!?!?!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
* Thomp!* Si gadis SMP menginjak keras ubin di jalur untuk pejalan kaki.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dalam sekejap, telepon genggam orang–orang yang lewat mengeluarkan suara rusak, kabel televisi di jalan perbelanjaan tiba–tiba terpotong, dan bahkan robot keamanan mengeluarkan suara berisik yang aneh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Rambut dari si siswi SMP mengeluarkan suara yang seperti listrik statis.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Pemakai kekuatan Level 5 yang bisa menembakkan Railgun dari tubuhnya ini memberikan senyum menakutkan seperti hewan buas yang memamerkan taringnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Hmph! Bagaimana? Apa ini memperjelas pikiranmu- Mmmph… !”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou dengan panik menggunakan tangannya untuk menutupi mulut Misaka Mikoto sepenuhnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Di… diam! Tolong jangan katakan apa pun! Tidakkah kamu lihat orang yang telepon genggamnya rusak terlihat tidak senang!? Jika mereka tahu kamu yang melakukannya, kamu harus membayar mereka, apalagi untuk TV kabelnya -siapa tahu berapa yang harus kita bayar!!&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Karena pertemuannya dengan si gadis berambut perak belum lama ini, Kamijou yang biasanya hanya berdoa saat Natal, mulai berdoa kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mungkin doanya berhasil, karena tak seorang pun mendekati Kamijou dan Mikoto.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Saat Kamijou mengeluarkan nafas kelegaannya (Ketika Mikoto mulai sesak karena tangannya),&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Bahaya! Bahaya! Kesalahan Nomor 100231-YF. Ditemukan serangan gelombang elekromagnetik yang melanggar hukum keelektromagnetisan. Keabnormalan sistem terdeteksi. Bisa jadi serangan teroris pengguna elektrik; tolong jangan gunakan peralatan elektronik apa pun.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Imagine Breaker dan Railgun gemetar saat mereka menoleh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tong metal besar di sisi jalan mengeluarkan asap sambil mengeluarkan peringatan yang tidak bisa dimengerti.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sesaat kemudian, robot keamanan mengeluarkan suara sirene yang keras dan melengking.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tentu, mereka harus lari.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Lari melewati lorong, menendang ember air plastik, menakuti kucing hitam, melanjutkan untuk lari ke depan. Tunggu sebentar, aku tidak melakukan hal yang salah, kenapa aku juga lari? Kamijou berpikir saat berlari. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau dia berpikir seperti itu, dia tetap berlari Dia ingat ada program televisi yang memberi tahu kalau harga satu robot keamanan adalah 1,2 juta yen.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Uuu… sialnya! Semua karena aku terlibat dengan orang seperti ini!!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa maksudmu orang seperti ini? Namaku Misaka Mikoto!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Setelah lari ke suatu tempat yang dalam di bagian terdalam dari lorong, keduanya akhirnya berhenti.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Area kosong berbentuk persegi panjang ini  sepertinya dibentuk saat salah satu gedung disingkirkan. Tempat ini sangat cocok untuk bermain basket &#039;&#039;three-on-three&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
‘Kamu terlalu berisik  Biri-Biri! Kaulah orang yang merusak semua alat elektronik di rumahku. Sekarang apa lagi yang kauinginkan!?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Siapa suruh jadi orang menjengkelkan?!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa salahku!? Pernahkah aku berbuat kasar padamu!?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kemarin, Kamijou menggunakan tangan kanannya untuk membendung semua serangan Mikoto, termasuk Railgun, pasir besi yang dikendalikan sehingga mirip pedang cambuk besi, gelombang elektromagnetik kuat yang menarget organ dalam, dan serangan terakhirnya berupa petir yang benar-benar turun dari langit.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tapi semua itu tidak bisa menyakiti Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Selama itu kekuatan supernatural, Kamijou Touma bisa meniadakan semuanya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kau lelah karena kau terus menyerangku. &#039;kan? Staminamu tidak cukup, berhenti menyalahkanku!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“… Ugh…!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mikoto mengertakkan giginya dengan marah, dan berkata, &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“I-itu tidak dihitung sebagai kekalahanku! Aku bahkan tidak diserang sekali pun! Seharusnya ini imbang!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Huuh, tidak butuh. Kamu menang. Meski aku memukulmu karena frustasi, AC rusakku tetap tidak bisa diperbaiki.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ugh…! Tunggu sebentar! Cepat bertarung serius denganku!!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Melihat Mikoto melambaikan tangannya dengan liar sambil meraung, Kamijou mengeluh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kamu yakin aku boleh serius?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mikoto tidak bisa mengatakan apa pun.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou dengan lembut mengepalkan tinjunya, dan membukanya lagi. Gerakan sederhana ini cukup untuk membuat Misaka Mikoto mengeluarkan keringat dingin. Dia bahkan tidak bisa mundur selangkah pun; dia hanya bisa tetap mengakar di tempat itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou bisa menghalangi semua serangan Mikoto begitu saja, tapi Mikoto tidak mengetahui apa kekuatan Kamijou sebenarnya. Baginya Kamijou benar-benar lawan yang megerikan.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Bisa diduga kalau Mikoto akan takut karena Kamijou Touma adalah orang yang bisa menghalangi semua serangan Mikoto selama lebih dari dua jam dan tetap tidak terluka sedikit pun. Sudah tentu dia akan bertanya-tanya apa yang terjadi bila Kamijou serius.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh, lalu mengalihkan pandangannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mikoto sepertinya bisa lepas dari benagg tak terlihat yang seolah-olah mengikatnya saat dia akhirnya mengambil beberapa langkah mundur, satu per satu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“… Kenapa aku… begitu sial…?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Melihat Mikoto begitu takut, Kamijou, terlihat agak sedih, dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Alat listrik di kamarku rusak, bertemu penyihir palsu pagi ini, dan aku bertemu Biri-Biri sore ini…”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Pe… penyihir…? Apa itu…?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou termenung sesaat, dan berkata, &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Hm, aku pun juga ingin tahu…&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Biasanya, Mikoto akan berteriak, “Dasar berandalan, apa kau sedang mempermainkanku!? Atau kekuatan anehmu membakar otakmu?” dan mengeluarkan sejumlah serangan gelombang elektromagnetik. Tapi saat ini, dia hanya bisa mengintip wajah Kamijou dengan takut-takut.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tentu saja, Kamijou hanya menakutinya, tapi melihat dia jadi begitu takut, dia merasa sedikit iba.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
…Penyihir…&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou tiba – tiba mengingatnya. Ketika bicara dengan suster putih itu, kata itu keluar secara alami, tapi sekarang saat dia tidak di sini, Kamijou menyadari betapa jauh kata itu dari kehidupannya saat ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kenapa dia bisa mengatakan kata seperti itu begitu mudahnya ketika dia bersama Index?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Apakah ada atmosfer misterius yang membuat Kamijou percaya padanya secara tidak sadar?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“… Apa yang aku pikirkan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou sepenuhnya mengabaikan Misaka Mikoto si Biri-Biri yang gemetar seperti anak anjing yang menggerutu sendiri.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Takdirnya dengan Index terpotong hanya seperti ini. Dunia ini begitu luas, dan tidak mungkin untuk mengharapkan sebuah pertemuan kebetulan. Tidak ada artinya memikirkan apa arti kata penyihir.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Meski begitu, Kamijou tidak bisa lupa.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia ingat kerudung putih yang dijatuhkan Index di kamarnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Hal terakhir yang dia tinggalkan, pengikat di antara keduanya, terus mengikat hati Kamijou, membuatnya gelisah.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Bahkan Kamijou tidak tahu kenapa dia begitu memikirkannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia seharusnya adalah orang yang bahkan bisa membunuh Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 6===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
320 yen… Kelihatannya dia tidak bisa mendapatkan semangkok besar gyuudon&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ukuran sedang, huh…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi para gadis yang terbiasa makan dengan porsi sebesar &#039;&#039;light novel&#039;&#039; mungkin tidak akan mengerti bahwa bagi anak laki–laki yang sedang dalam masa pubertas, gyuudon berukuran sedang hanya bisa disebut kudapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyia–nyiakan waktu dengan si gadis Biri-Biri, Kamijou memasuki restoran gyuudon untuk menyelesaikan &#039;kudapan&#039;-nya, Dengan kembalian yang hanya sebesar 30 yen (termasuk pajak), dia kembali ke depan asramanya di bawah matahari tenggelam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada seorang pun di sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin semuanya sedang bermain–main dengan gila karena saat ini adalah awal liburan musim panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan luar asrama itu terlihat khas seperti apartemen dengan satu ruangan. Dalam gedung persegi panjang ini, ada barisan pintu di dinding di sepanjang koridor. Tidak adanya penutup plastik di pagarnya menunjukkan bahwa bangunan ini adalah asrama laki–laki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu depan dan balkon yang berada di sisi seberang kamar dibangun di samping kanan dan kiri bangunan jika dilihat dari jalan. Dengan kata lain, mereka terletak di sela-sela antara bangunan satu dan yang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski ada sistem kunci otomatis di pintu masuk utama, asrama tetangga jaraknya hanya terpisah dua meter. Menyerang tempat ini mudah. Seperti apa yang dilakukan Index pagi tadi, hanya perlu melompat saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memasuki pintu masuk utama, Kamijou melewati sebuah gudang yang digunakan oleh manajer asrama tersebut sebagai ruangannya, sebelum akhirnya sampai di elevator. Elevator di sini lebih sempit dan lebih kotor dari yang digunakan untuk mengangkat barang–barang di tempat pembangunan. Huruf “R” yang menyimbolkan atap disegel dengan papan logam, untuk mencegah para Romeo dan Juliet naik ke atap di malam hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti oven microwave, elevator mengeluarkan suara “ding” ketika berhenti di lantai tujuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu elevatornya mengeluarkan suara berderak, dan pelan–pelan terbelah dua. Mulai tidak sabar, Kamijou mendorong pintu elevator ke samping. Meskipun ini lantai ketujuh, tidak ada hembusan angin sama sekali. Ditambah lagi, jarak antarbangunan yang sangat dekat membuat hawa di sana makin panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou akhirnya menyadari sesuatu. Di ujung koridor, di depan pintu kamarnya, ada tiga robot pembersih yang berkumpul di sana. Jarang sekali tiga robot berkumpul pada satu tempat yang sama. Apalagi hanya ada lima robot pembersih di asrama ini. Tiga robot ini bergerak mundur dan maju dalam frekuensi yang tetap, dan sepertinya ada yang kotor di bawah sana. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Entah kenapa, Kamijou mendapat firasat buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Robot pembersih besar ini bahkan bisa menyingkirkan permen karet yang tertempel di lantai. Kotoran macam apa yang membuat bahkan tiga mesin itu sulit menyingkirkannya? Apa tetangga samping kamarnya, Tsuchimikado Motoharu demi menyerahkan keperjakaannya, mencoba mabuk untuk bertindak seperti berandalan, dan muntah di depan pintunya layaknya di tiang telepon? Setelah memikirkan ini, Kamijou merasa menggigil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa–apaan yang…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia mempunyai kecenderungan untuk tertarik pada sesuatu yang mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa sadar Kamijou maju beberapa langkah, hingga akhirnya dia melihat hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang gadis sihir Index telah pingsan di sana karena lapar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Umm…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski sebagian ditutupi oleh robot, semua orang bisa tahu kalau suster putih dengan peniti bersinar di seluruh pakaiannya itu sudah pingsan lagi di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga robot tersebut terus memukulkan tubuhnya terhadap Index, tapi dia tidak bergerak sama sekali. Ini semua membuatnya terlihat makin menyedihkan, seperti sedang dipatuk oleh para gagak. Sebetulnya, robot pembersih seharusnya bisa menghindari pejalan kaki dan penghalang, dengan kata lain robot itu tidak memperlakukan Index sebagai manusia. Sungguh kasihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kurasa, ini juga termasuk kesialan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski dia mengatakan ini, jika ada cermin di depannya, Kamijou Touma akan syok karena ekspresinya sendiri. Semua orang akan bilang dia sedang tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping itu, Kamijou masih merasa gelisah. Meski jika hal tentang penyihir ini tidak nyata, ada kemungkinan gadis ini dikejar–kejar oleh anggota kelompok pemujaan misterius baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat dia  begitu saja muncul di depannya dengan cara yang paling alami (khas Index) seperti ini, Kamijou merasa senang. Dan bahkan jika dia mengabaikan kekhawatirannya, hanya melihatnya lagi adalah sesuatu yang patut dijadikan alasan untuk membuatnya senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tiba-tiba ingat satu benda yang ditinggalkannya secara tidak sengaja. Kerudung putih itu. Saat ini, bagi Kamijou, kerudung tersebut bagaikan jimat yang berhasil bekerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi! Apa yang kamu lakukan di sini lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berteriak sambil mulai berlari ke depan. Hanya pemandangan ini saja membuat Kamijou terlihat seperti anak SD yang tidak bisa tidur di malam sebelum bertamasya pada esoknya. Dia mendekatinya selangkah demi selangkah, dan perasaan ini seperti berlari dengan senang untuk membeli RPG pada saat hari rilisnya. Bahkan Kamijou sendiri tidak tahu kenapa dia begitu gembira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index masih belum sadar kalau Kamijou sudah di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat melihat Index seperti ini, Kamijou Touma berpikir bahwa pose itu benar-benar cocok dengannya, dan merasa hal itu sangatlah lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Kamijou akhirnya menyadari bahwa Index sedang terbaring dalam kolam darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ah…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sekejap, bukan kaget yang dia rasakan, melainkan kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya, pandangannya dihalangi oleh para robot pembersih, jadi dia tidak melihatnya. Index, yang sedang terbaring di lantai, memiliki luka berbentuk garis horizontal di dekat pinggangnya. Meskipun jelas bahwa luka itu diakibatkan oleh tebasan pedang, naman lukanya sangat lurus seolah-olah pelakunya menggunakan penggaris dan &#039;&#039;cutter&#039;&#039; untuk melukainya. Juga, ujung rambut peraknya juga terpotong rapi. Bahkan rambut peraknya berubah merah karena terlumur darah yang mengalir keluar dari lukanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, Kamijou bahkan tidak berpikir bahwa itu adalah darah manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semenit lalu, dan semenit kemudian-perbedaan besar pada kenyataan membuat Kamijou bingung. Cairan merah ini… apa ini saus tomat? Apa Index begitu laparnya sampai dia menggunakan tenaga terakhirnya untuk memeras saus tomat? Gambaran ini sungguh lucu, dan Kamijou sangat ingin tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia tidak bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana bisa dia tertawa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga robot mengeluarkan bunyi berdering, bergerak mundur dan maju. Mereka masih membersihkan noda di lantai, cairan merah yang masih mengalir keluar dari tubuh Index dan menyebar di lantai. Seperti mereka menggunakan kain kotor di atas lukanya, mencoba menghisap bagian dalam Index keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berhenti… berhenti! Sial!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou akhirnya menyadari kenyataan saat dia dengan panik mencoba untuk mengangkat satu robot pembersih yang berkumpul di sekitar Index yang terluka parah. Tapi, robot pembersih dibuat berat untuk mencegah mereka dicuri. Ditambah dengan kekuatan yang mereka miliki, sulit untuk menarik mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, robot pembersih itu hanya membersihkan noda yang menyebar di lantai, dan tidak betul–betul menyentuh luka Index. Tapi di mata Kamijou, robot pembersih ini tidak jauh berbeda dari lalat yang berkumpul di sekitar luka yang membusuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski Kamijou mencoba sepenuhnya, sulit untuk menarik satu saja robot pembersih, apalagi tiga. Dan ketika dia mencoba menyingkirkan salah satunya, yang dua masih tetap membersihkan noda merah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah anak laki–laki yang bisa membunuh Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dia malah tidak bisa menangani mainan – mainan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Index tidak mengejeknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir yang sudah mengungu tidak bergerak sedikit pun. Dan mungkin saja dia sudah tidak bernafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial! Sial!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran Kamijou kacau dan dia heran, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang terjadi? Apa kau bercanda?! Siapa orang berengsek yang melakukan ini kepadamu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh? Kami penyihir yang melakukan ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang datang dari belakang sudah jelas tidak datang dari mulut Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou membalikkan badannya dengan keras, dalam  sikap tubuh yang siap bergerak maju.  Elevator… tidak ada. Tapi ada seorang pria berdiri dekat tangga darurat. Sepertinya dia naik lewat tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang pucat yang tingginya sekitar dua meter. Dia terlihat lebih muda dari Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terlihat seumuran dengan Index, sekitar empat belas, lima belas tahun. Melihat tingginya, dia sepertinya orang asing. Mengenai pakaiannya… dia terlihat seperti pendeta dari gereja, dia memakai jubah pendeta hitam. Tapi meskipun dicari di seluruh dunia, sepertinya tidak akan ada seorang pun yang percaya bahwa orang ini adalah seorang pendeta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin dia berdiri melawan angin, karena meski jaraknya paling tidak lima belas meter dari Kamijou, Kamijou sudah bisa  mencium bau &#039;&#039;cologne&#039;&#039; manis. Rambut pirang sebahunya berwarna merah seperti matahari tenggelam, dan ada cincin–cincin  perak di ke-20 jarinya. Dia memakai banyak anting, dan ada aksesoris telepon genggam terlihat bergelantungan di sakunya. Rokoknya yang menyala terlihat bergerak di tepi mulutnya, dan hal yang paling berlebihan adalah dia memiliki tato barcode di bawah mata kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasanya tidak benar untuk memanggilnya pendeta, ataupun memanggilnya berandalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria itu berdiri di koridor. Atmosfer yang mengelilinginya jelas terlihat abnormal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index v01 085.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sana, sepertinya semua logika yang Kamijou tahu tidak lagi cocok, seperti mengikuti aturan yang berbeda. Atmosfer aneh ini terus menyebar seperti sedang dipegang oleh tentakel yang licin dan dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaan yang dirasakan Kamijou saat ini bukan rasa takut atau kemarahan melainkan perasaan bingung dan gelisah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sweperto perasaan saat dompet dicuri ketika berada di luar negeri, penuh keputusasaan dan kesepian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaan seperti terdapat tentakel yang licin dan dingin pelan–pelan menyebar ke seluruh tubuhnya… Jantungnya mulai membeku. Saat ini, Kamijou sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang ini adalah penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat ini telah menjadi dunia lain di mana penyihir benar-benar ada dan nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou bisa menyadarinya hanya dengan sekali lihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun dia masih tidak percaya akan keberadaan penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya saja, Kamijou yakin bahwa orang yang berdiri di hadapannya bukanlah penghuni dari dunia yang biasa dia tinggali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uu? Mmmm… sepertinya serangan gadis itu betul-betul berat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu menggigit rokoknya sambil melihat sekitar, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kudengar Kanzaki yang menebasnya, tapi ini… tadinya aku lega ketika tidak melihat jejak darah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu melihat robot pembersih di belakang Kamijou Touma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index sepertinya ditebas di tempat lain dan berjuang untuk kabur hingga akhirnya bisa sampai ke sini sebelum pingsan. Seharusnya ada jejak darah di mana–mana, tapi sepertinya sudah dibersihkan oleh robot pembersih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi… kenapa…?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou secara tidak sengaja bergumam sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Kamu tanya kenapa dia kembali ke sini? Siapa tahu, mungkin dia lupa sesuatu. Oh, ya, ketika dia kuserang kemarin, kulihat dia masih memakai kerudung. Mungkinkah dia menghilangkannya di suatu tempat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir di depannya betul–betul menggunakan kata–kata “kembali ke sini”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, ketika Index berputar–putar selama seharian, dia sedang diawasi oleh mereka. Mereka bahkan tahu kalau kerudungnya jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengatakan tadi kalau para penyihir bisa merasakan kekuatan sihir dari Gereja Berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia juga berkata tadi kalau para penyihir ini mengikutinya lewat kekuatan supernatural dari Gereja Berjalan. Jadi, mereka juga seharusnya tahu bahwa Gereja Berjalan hancur saat &amp;quot;sinyal&amp;quot;-nya terputus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Index pun seharusnya juga tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sudah tahu, tapi tampaknya dia masih mengandalkan kekuatan pertahanan yang dimiliki oleh Gereja Berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi… kenapa dia di sini lagi? Mengapa dia masih perlu mengambil kembali kerudungnya dari Gereja Berjalan yang tak lagi berguna itu? Tangan kanan Kamijou sudah menghancurkannya, jadi tidak ada gunanya dia mengambil kerudung itu kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Maksudmu jika aku akan turun ke neraka, kamu akan menemaniku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sekejap, semua semuanya menjadi jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou akhirnya ingat. Kerudung dari Gereja Berjalan yang ditinggalkan dalam kamar Kamijou belum disentuh tangan kanan Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, topi itu masih memancarkan energi sihir. Dia pasti khawatir kalau para penyihir akan mengikuti jejak energi sihir itu dan sampai di kamar Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka, dia membuat resiko yang besar untuk “kembali ke sini”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Dasar bodoh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada gunanya mengambil risiko ini. Gereja Berjalan tersebut hancur adalah kesalahan Kamijou. Kamijou sudah tahu kalau kerudung suster itu tertinggal di kamarnya; hanya saja dia tetap meninggalkannya di sana. Dan yang lebih penting… Index tidak punya kewajiban, tugas, ataupun hak untuk melindungi nyawa Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski begitu, dia tetap kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk orang asing, orang bernama Kamijou Touma yang baru dia temui selama tiga puluh menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengambil risiko dengan taruhan nyawanya untuk mencegah Kamijou Touma terlibat dalam pertarungannya melawan para penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Dasar bodoh…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index yang berbaring diam tak bergerak tambah membuat Kamijou geram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya, Index memberi tahu Kamijou bahwa kesialan Kamijou disebabkan oleh tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Kamijou akan secara tidak sadar menghapus semua kekuatan supranatural seperti berkah Tuhan dan benang merah pengikat takdir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Kamijou tidak secara asal menggunakan tangan kanannya untuk menyentuhnya, Gereja Berjalan dari jubah suster itu tidak akan hancur, dan dia tidak perlu membahayakan nyawanya seperti ini untuk kembali ke sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, ini bukan masalah utamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan karena kemampuan yang dimiliki tangan kanan Kamijou, tidak peduli apa Gereja Berjalan hancur atau tidak, ini bukan alasan yang tepat untuk kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini semua karena Kamijou menginginkan suatu ikatan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Andai saja dia mengembalikan kerudung suster itu, semuanya tidak akan jadi seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Oi oi? Jangan melihatku seperti itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rokok di mulut penyihir itu bergerak-gerak ketika dia berkata, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan aku yang menebasnya; yang melakukannya Kanzaki. Dan aku yakin Kanzaki tidak bermaksud untuk melukai dia. Gereja Berjalan yang dikenakannya mempunyai pertahanan mutlak, dan tingkat serangan seperti itu seharusnya tidak meninggalkan bekas padanya… Aku heran bagaimana bisa Gereja Berjalan hancur? Kalau naga St. George belum turun, pelindung setingkat Paus tidak bisa dihancurkan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah bergumam sendiri pada akhirnya, senyum penyihir itu menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, itu hanya untuk sekejap. Saat berikutnya, rokoknya kembali bergerak ke atas karena dia mulai tersenyum di mulutnya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou secara tidak sadar menanyakan pertanyaan yang bahkan dia tidak ingin dijawab oleh orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa…? Aku tidak percaya sihir seperti yang ada di dongeng-dongeng, dan aku tidak terlalu mengerti tentang penyihir atau siapapun kau. Tapi tidak adakah tipe yang baik dan yang jahat? Tidak adakah penyhir yang bertugas melindungi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tahu dengan sangat jelas bahwa, sebagai orang munafik, dia tidak punya hak untuk menanyakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping itu, dia sudah meninggalkan Index dan kembali ke kehidupan normalnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski begitu, Kamijou harus bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian main keroyok hanya demi mengejar gadis kecil ini, mengejarnya ke mana pun dia pergi, dan bahkan melukainya separah ini… Bagaimana bisa kau berdiri di atas keadilanmu setelah melakukan hal seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah kubilang, yang menebasnya bukan aku, melainkan Kanzaki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu betul-betul menggunakan kata-kata sederhana tanpa perasaan menyesal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi, walaupun ada luka ataupun tidak, kami masih harus membawa dia kembali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Membawa… kembali…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak mengerti arti kata–kata ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Ah… Aku mengerti. Aku baru saja mendengar kau mengatakan penyihir, jadi aku anggap kau tahu semuanya! Kurasa dia sebenarnya juga takut melibatkanmu dalam hal ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu menghembuskan asap, dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, kami perlu membawanya kembali. Yah, bukan gadis itu sih yang ingin kami bawa kembali, melainkan 103.000 grimoir yang dibawanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… ‘103.000 grimoir’ itu lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, ya, pandangan agama di Negara ini sedikit lemah, jadi mungkin kau tidak mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu tersenyum sambil menjelaskan dengan nada bosan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Index Librorum Prohibitorum adalah katalog dari semua buku sihir jahat yang dirasa oleh Gereja akan mengotori jiwa orang hanya dengan membacanya. Jika Gereja mengumumkan bahwa ada banyak buku sihir jahat di dunia, orang masih bisa secara tidak sengaja mendapatkannya jika mereka tidak tahu judulnya, &#039;kan? Maka, Gereja dengan sengaja menjadikan gadis itu sebagai tempat untuk &#039;&#039;membawa&#039;&#039; 103.000 buku berbahaya itu. Ah, ya, aku menasihatimu supaya berhati–hati. Untuk negara dengan pandangan yang lemah terhadap agama, buku sihir yang dibawa dia bisa melumpuhkan siapapun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Index jelas tidak membawa buku sihir sama sekali. Dia jelas–jelas hanya mengenakan jubah suster, dan jika dia menyembunyikan buku sihir di dalamnya, orang pasti bisa melihatnya. Di samping itu, bagaimana bisa satu orang membawa 100.000 buku sihir ke mana–mana? 100.000 buku sihir bisa memenuhi satu perpustakaan penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“JANGAN BERCANDA?! DI MANA BUKU SIHIR ITU!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada dalam memorinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu bicara begitu saja,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pernahkah kau dengar ingatan sempurna? Katanya itu adalah kemampuan untuk bisa mengingat segala sesuatu yang telah dilihat meskipun hanya dalam sekejap dan tak akan pernah bisa dilupakan meskipun hanya satu kalimat, bahkan satu huruf pun. Dasarnya, &#039;&#039;scanner&#039;&#039; berwujud manusia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu tertawa, dan bicara dalam nada yang tidak tertarik, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini bukan sihir kami, ataupun kekuatan yang kalian miliki itu; ini hanya kemampuan khususnya. Dalam otaknya terdapat buku sihir dari seluruh dunia: Museum Inggris, Museum Louvre, Museum Vatikan, runtuhan Pataliputra, kota kuno Compiegne, Mont-Saint-Michel Abbey… Buku–buku sihir ini aslinya disegel dan tidak bisa dicuri, &#039;&#039;tapi dia bisa menggunakan mata itu untuk mencuri buku–buku sihir itu&#039;&#039; dan menyimpannya dalam otaknya, seperti perpustakaan sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana mungkin hal seperti ini ada?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Grimoir apa? Ingatan Sempurna apa? Ini semua konyol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, hal yang paling penting adalah apakah ini “nyata”. Lebih penting lagi, ada gadis tepat didepannya yang ditebas oleh orang–orang yang betul – betul percaya pada hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun, dia tidak bisa membuat kekuatan sihir, jadi dia kebal terhadapnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu dengan senang menggetarkan rokok di mulutnya sambil berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya orang–orang di ‘Gereja’ bukan orang idiot, membuatnya tidak bisa menggunakan sihir. Tapi, hal seperti ini tidak ada hubungannya denganku, karena aku seorang penyihir. Yang ingin kutekankan hanyalah bahwa 103.000 grimoir itu berbahaya. Pasti akan ada banyak masalah jika dia diambil oleh penyihir, jadi kami melindunginya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Melin…dungi…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tertegun. Saat ini, Index sedang terbaring dalam kolam darah, tapi orang di depannya ini bisa mengatakan hal seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, melindungi. Bahkan jika ‘benda itu’ punya kesadaran moral, dia tidak akan tahan terhadap interogasi dan siksaan dengan obat, kan? Apa kau tidak merasa sakit jika gadis seperti itu jatuh ke tangan orang jahat seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian tubuh Kamijou mulai gemetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini bukan hanya kemarahan biasa, karena rindingan mulai muncuk di lengan Kamijou. Pria didepannya hanya percaya bahwa dia benar. Dia hidup dalam kehidupan penuh kesalahan yang tidak bisa dia lihat. Melihat orang seperti ini, Kamijou merasa dia sudah dilempar ke dalam kolam penuh ribuan berandalan; rasa mual menyapu tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kalimat muncul di pikiran Kamijou: Sebuah kelompok agama fanatik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang – orang ini menyakiti orang lain karena “khayalan” tanpa dasar mereka, membuatnya sangat marah, sudah mencapai batas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bajingan…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti merespon terhadap kemarahannya, Kamijou merasa tangan kanannya juga bertambah panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tidak bergerak sebelumnya, tapi saat ini, kakinya bergerak lebih cepat dari otaknya. Tubuh berat yang terbuat dari darah dan daging terbang ke arah penyihir itu seperti meriam. Tangan kanannya terkepal keras, sampai dia merasa hamper menghancurkan jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Kamijou tidak berguna; tangannya tidak bisa mengalahkan berandalan atau meningkatkan nilai tesnya, dan tidak bisa membantunya menggoda cewek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi paling tidak tangannya bisa digunakan untuk meremukkan bajingan yang ada didepannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namaku Stiyl Magnus- tapi saat ini, aku seharusnya menyebut diriku Fortis931…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu terlihat tidak bergerak sambil tersenyum ringan, menggetarkan rokoknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, penyihir itu mulai menggumamkan suatu kata–kata dengan lembut, dan, dengan ekspresi wajah seperti sedang mengenalkan kucing tersayangnya yang baru saja lahir pada seseorang, mulai menjelaskan pada Kamijou,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu nama sihirku. Aku menduga kau belum pernah mendengar nama sihir, kan? Untuk suatu alasa, ketika kami para penyihir menggunakan sihir, kami dilarang untuk menyebutkan nama asli kami. Ini adalah tradisi kuno yang diturunkan turun temurun, jadi aku tidak tahu alasan pastinya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keduanya berjarak sekitar limabelas meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma menghapus setengah jaraknya hanya dengan tiga langkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Fortis’… dalam Bahasa Jepang, atinya ‘kuat’; namun begitu, bahasa aslinya tidak penting. Yang penting bagi para penyihir, meneriakkan nama sihirnya tidak hanya berarti kami akan menggunakan sihir; tapi juga mewakili—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi senyum penyihir itu tidak menghilang. Mungkin untuknya, Kamijou tidak cukup untuk membuatnya berhenti tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—nama membunuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang penyihir Stiyl Magnus mengeluarkan roko dari mulutnya, dan menjentikkannya ke samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan abu dan nyala api, rokok itu terbang lurus melewati pagar besi, dan menyentuh tembok gedung tetangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah garis oranye mengikuti jejak asapnya, mengenai tembok dan mengeluarkan percikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenaz (Wahai api) —“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Stiyl membisikkan ini, garis oranye ini tiba – tiba meledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti menyalakan api di stasiun pemadam kebakaran yang dipenuhi bensin, sebuah pedang api lurus muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cat di tembok perlahan menghitak, seperti ada pemantik yang digunakan untuk membakarnya.&lt;br /&gt;
Tidak perlu menyentuhnya; orang hanya bisa melihatnya seperti merasakan matanya sendiri sedang tebakar. Ini membuat Kamijou berhenti dan mengangkat tangannya untuk melindungi wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaki Kamijou terasa seperti sudah dipaku di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keraguan muncul dalam benaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imagine Breaker dikatakan bisa menghilangkan “kekuatan supranatural” apapun. Bahkan Sang esper Level 5 Misaka Mikoro, yang bisa menembakkan Railgun yang bisa merobek tempat perlindungan antinuklir, tidak bisa menghindari takdir untuk dihilangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, hanya ada satu masalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak pernah melihat “kekuatan supranatural” selain “kekuatan esper”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, dia belum pernah mencoba ini sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana dengan sihir?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk kekuatan misterius yang disebut “sihir”, bisakah tangan kanan Kamijou betul – betul bekerja?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Purisaz Naupiz Gebo (Berikan berkah dari penderitaan sang raksasa)!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou, yang melindungi mukanya dengan kedua tangannya, menghadapi sang penyihir yang tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl Magnus tersenyum sambil dia mengayunkan pedang apinya ke Kamijou Touma. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum pedang api itu menyentuh Kamijou, pedang api itu kehilangan bentuknya, dan semua disekitarnya meledak seperti letusan gunung api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Panas, kilatan cahaya, ledakan, dan asap: semua ini muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa aku sedikit kelewatan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu bergumam sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemandangan didepannya terlihat seperti barusan dibom. Stiyl menggaruk kepalanya. Sebelum pemandangan ini, dia baru saja akan memastikannya. Karena hari ini adalah hari pertama liburan musim panas, hamper semua orang yang tinggal di sini sudah pergi bermain di luar. Tapi jika ada orang yang terkunci di dalam asrama dan tidak bisa keluar, pasti akan timbul banyak masalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan di depannya dikaburkan oleh asap hitam dan api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tidak perlu memeriksa apakah Kamijou masih hidup atau tidak. Serangan itu berupa api neraka dengan panas 3000 derajat Celsius, dan sekali saja tubuh manusia menemui temperature di atas 2000 derajat Celsius, tubuhnya akan “meleleh” sebelum bisa “terbakar”. Takdir orang ini sudah pasti seperti gagang logam yang sudah meleleh seperti permen malt: mereka tidak bisa disingkirkan dari tembok, seperti seseorang yang membuang permen karet yang sudah dikunyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl mengeluh, berpikir,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untungnya aku sengaja membuatnya marah dan menyingkirkannya dari Index. Jika dia menggunakan Index untuk melindungi dirinya, ini akan jadi lebih rumit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Setelah dipikir, dia tidak bisa mengambil Index sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl mengeluh lagi. Bahkan Stiyl tidak bisa melewati tembok api di depannya dan mengambil Index. Jika ada tangga di sisi lainnya, dia bisa saja memutar dan menggunakannya, tapi Index akan menemui ajalnya jika dia tertangkap dalam api ketika dia sedang memutar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl menggelengkan kepalanya dengan enggan. Setelah itu, dia mencoba melihat lewat asap tebal itu dan berkata, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf mengganggumu, tapi kau gagal. Melihat standarmu, sepertinya kau tidak akan bisa mengalahkanku walau kita bertarung 1000 kali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa katamu… yang tidak tidak bisa mengalahkanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang keluar dari neraka api menyebabkan sang penyihir membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* BOOM!* Sebuah pusaran muncul, menelan api dan asap hitam di sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti tornado yang tiba–tiba muncul di tengah–tengah api dan asap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma berdiri di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pegangan logam yang meleleh seperti permen malt, cat di lantai dan tembok menjadi terbalik, dan cahaya yang meleleh di bawah panas yang luar biasa terus menitik ke bawah… tapi dalam neraka yang berapi–api ini, Anak laki–laki itu masih berdiri di sana tanpa terluka sedikitpun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, apa yang aku takutkan…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan kesal memelintir bibirnya sambil bergumam pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah tangan kanan ini yang menghancurkan Gereja Berjalan milik Index… ?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, Kamijou tidak mengerti apa itu sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak mengerti bagaimana sihir bekerja, dan tidak mengerti konveksi macam apa yang bekerja di udara yang tak terlihat. Bahkan jika ada seseorang yang menjelaskan padanya, dia hanya akan tahu sekitar setengahnya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun,Kamijou si idiot ini tahu satu hal:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, sihir hanyalah “kekuatan supranatural”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Api merah terang yang tertiup pergi belum sepenuhnya padam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Api yang tersisa mengelilingi Kamijou seperti lingkaran sempurna, terus membakar. Tapi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menyingkirlah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengatakan ini sambil menyentuh api itu dengan tangan kanannya, dan dalam sekejap, api sihir yang panasnya melebihi 3000 derajat Celcius itu menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti meniup semua lilin yang ada di kue ulangtahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma melihat penyihir yang ada didepannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir didepannya mulai menunjukkan ketakutan seperti manusia normal, mungkin karena “hasil tak teduga ini”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar : para penyihir itu juga manusia biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka akan merasa sakit jika dipukul, mereka akan berdarah bahkan hanya dengan pisau murah seharga 100-yen jika digunakan untuk memotong mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tidak jauh berbeda dari manusia biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan dan kaki Kamijou mulai bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BERGERAK!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ugh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di lain pihak, Stiyl merasa takut melihat fenomena yang tidak bisa dijelaskan ini, dan mengambil satu langkah mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat sekelilingnya, serangan itu sepertinya tidak memiliki celah. Jika begitu, apa anak laki–laki ini bisa menggunakan tubuhnya untuk bertahan dari panas 3000 derajat Celsius? Tidak, manusia tidak bisa bertahan terhadap api itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma tidak peduli apa yang Stiyl pikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tangan kanan yang dikepalkan sekeras batu, Kamijou pelan–pelan bergerak ke arah Stiyl, mengambil selangkah maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cheh!’”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl mengayunkan tangan kanannya secara horizontal, dan membuat pedang api baru, memukulkannya ke Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang itu meledak lagi, dan api dan asap bertebaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi setelah api dan asap menyebar, Kamijou Touma masih berdiri di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Jangan–jangan… dia bisa menggunakan sihir?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl bergumam sendiri. Tapi, dia cepat–cepat menyangkal asumsi itu. Lupakan tentang adanya sihir di dunia ini; pasti tidak ada penyihir di Negara bodoh yang menganggap Natal sebagai hari untuk berkencan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan… dan di samping itu… jika Index, yang tidak memiliki kekuatan sihir, bersekutu dengan penyihir lain, dia tidak perlu kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang ada di otak Index itu mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
103.000 grimoir yang dibawanya bahkan lebih berbahaya dari senjata nuklir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua nyawa akan mati, apel akan selalu jatuh, 1 ditambah 1 akan selalu sama dengan 2... ada suatu hukum yang tidak akan pernah berubah, dan bahkan kemudian, mereka bisa dihancurkan oleh sihir yang dicatat, dan lalu dikumpulkan kembali, dan dibuat kembali. 1 ditambah 1 akan menjadi 3, apel–apel akan jatuh ke atas, dan nyawa yang sudah mati akan hidup kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang penyihir yang bisa melakukan ini disebut Majin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini tidak merujuk pada “Dewa Sihir”, tapi pada satu teknik sihir paling maju, seorang penyihir yang telah mencapai kemampuan “Seperti Dewa”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Majin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau begitu, dia tidak bisa merasakan “kekuatan sihir” apapun dari anak ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang seharusnya bisa mengetahui seorang penyihir hanya dengan melihat, tapi anak di depannya itu tidak memiliki bau milik dunia yang sama dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, bagaimana dia melakukannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menyembunyikan gemetarannya, Stiyl mengayunkan pedang apinya pada Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, pedangnya tidak meledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggunakan tangna kanannya untuk memukul pedang api itu seperti sedang mengusir lalat, dan pada waktu itu, pedang api itu hancur seperti kaca pecah, dan larut dalam ketiadaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang api bersuhu 3000 derajat Celsius telah dihancurkan oleh tangan kanan yang tidak ditingkatkan kekuatannya oleh sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Ah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba–tiba, betul–betul tiba–tiba, Stiyl Magnus memikirkan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gereja Berjalan di pakaian suster Index mempunyai pertahanan kelas Paus, dan kekuatannya bisa menandingi tingkat ikatan di Katedral London. Tingkat batasan ini dikatakan tidak bisa dirusak kalau naga St. George belum turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Index, yang ditebas Kanzaki, Gereja Berjalan-nya telah sepenuhnya hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa yang melakukannya? Dan Bagaimana?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou sudah berada tepat di depan Stiyl.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu langkah lagi, dan dia akan ada dalam jangkauan tinjunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...MTWOFFTO (Satu dari lima elemen yang membentuk Bumi), IIGOIIF (oh pencipta api agung)...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl mulai mengeluarkan keringat dingin. Untuknya, organisme yang memakai seragam musim panas dan memiliki bentuk manusia ini mungkin bukan manusia di balik kulitnya, tapi suatu material misterius dan tebal. Memikirkan tentang ini, dia merasa dingin mengalir di tulang belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“IIBOL (Cahaya penyelamatan yang melahirkan kehidupan),AIIAOE (Cahaya penghukum yang menghukum para penjahat)… IIMH (Dengan membawa kedamaian dan keseimbangan pada waktu yang sama),AIIBOD (juga menghancurkan kemalangan gelap dan dingin)… IIZF (Api adalah namanya),IIMS (pedang adalah gelarnya)! … (Tunjukkan dirimu),MMBOP (Telan dirimu sendiri, ubahlah jadi kekuatan) —!” (?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian dari jubah pendeta Stiyl mulai robek, dan suatu kekuatan dari dalam menyebabkan kancing bajunya lepas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* BOOM!* Sebuah ledakan besar bisa didengar- hasil dari api menyerap oksigen. Sebuah bola api raksasa terbang dari dalam mantelnya. Juga, bukan bola api biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di pusat api merah terang terdapat suatu “inti” yang setebal dan sehitam-pekat minyak. Inti itu terlihat seperti manusia, dan inti yang terus terbakar ini membuat orang berpikir tentang burung di laut yang dinodai oleh minyak setelah ada kecelakaan di laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namanya adalah “Innocentius”, tujuannya adalah “untuk membunuh”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang dewa api raksasa dengan niat membunuh itu merentangkan kedua tangannya, menerjang Kamijou Touma seperti sebuah meriam—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“JANGAN MENGHALANGIKU!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* THOMP!*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan kesal mengayunkan punggung tangannya, seperti mendorong jaring laba–laba ke samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran bahwa kartu andalan Stiyl Magnus benar–benar ditiadakan oleh Kamijou. Sang manusia minyak yang seperti dewa api raksasa ini berhamburan di lantai seperti genangan air, seperti bola air yang ditusuk jarum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, Kamijou Touma tidak mengambil langkah ke depan. Tentu saja, tidak ada suatu alasan jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou hanya melihat Stiyl terus tertawa terkekeh–kekeh bahkan setelah kartu andalannya sudah ditangani. Ekspresi ini membuat Kamijou takut untuk mengambil langkah terkahir dengan mudahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara cairan kental bergelembung bisa didengar di seluruh tempat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… ?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou panik sambil mundur selangkah. Pada saat itu, Buih hitam berkumpul dari seluruh tempat, dan kembali membentuk sebuah bentuk manusia.&lt;br /&gt;
Jika dia sudah mengambil langkah maju, dia pasti sudah diserang dari semua arah oleh api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou bingung dengan apa yang terjadi di handapannya. Jika pernyataannya tentang efek Imagine Breaker dari tangan kanannya itu benar, maka bahkan keajaiban yang digambarkan di legendapun bisa dihancurkan. Selama “sihir” juga disebut kekuatan supranatural, seharusnya kekuatan itu menghilang sepenuhnya setelah tersentuh sekali…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minyak dalam api itu bergerak, berubah bentuk, dan akhirnya membentuk sebuah raksasa yang membawa pedang 2 tangan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, itu seharusnya tidak disebut pedang; pedang itu seharusnya disebut sebagai salib raksasa yang panjangnya lebih dari  2 meter dan bisa dengan mudahnya meremukkan orang sampai mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raksasa itu mengangkat salib itu dengan kedua tangannya, dan menghantamkannya kepada Kamijou seperti kapak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan cepat menggunakan tangan kanannya untuk menepisnya. Di samping kemampuan tangan kanannya, Kamijou hanya seorang murid SMA biasa. Melihat serangan yang datang seperti ini, dia tidak bisa melihat dengan jelas dan menghindarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*CLANG!* Salib dan tangan kanan bertabrakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, raksasa itu tidak menghilang. Kamijou merasa tangan kanannya seperti memegang lapisan karet, tapi tangan kanannya tidak bisa bertahan lama. Di samping itu, musuhnya menggunakan dua tangan, dan Kamijou hanya bisa menggunakan satu. Salib api itu mulai mendekati Kamijou dari atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou, yang tidak tahu apa yang terjadi, menyadari sesuatu. Benda bertubuh api yang disebut Innocentius ini bereaksi terhadap tangan kanan Kamijou, tapi dia bisa lansung hidup kembali setelah dihancurkan. Waktu di antara penghancuran dan kebangkitannya bahkan sepertinya tidak sampai sepersepuluh detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemampuan tangan kanannya tersegel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali dia melepaskan tangan kanannya, Kamijou akan dibakar menjadi debu oleh Innocentius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Rune’…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou sepertinya mendengar sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Situasi tegang ini membuatnya tidak bisa menoleh ke belakang. Namun, Kamijou bisa mendengar suara orang yang bicara itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Keduapuluhempat rune yang melambangkan ‘misteri’ dan ‘rahasia’… Orang–orang Jerman mulai menggunakan bahsa sihir sejab abad ke-2 AD, dan dikatakan bahwa bahasa itu adalah asal muasal bahasa Inggris…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski Kamijou bisa mendengar suara Index, dia masih tidak bisa percaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index sudah sekarat, tapi kenapa dia bisa bicara seperti itu dengan tenang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… menyerang Innocentius secara langsung tidak efektif. Sebelum ‘segel rune’-nya disingkirkan, dia akan terus beregenerasi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggunakan tangan kirinya untuk memegang lengan kanannya, nyaris tidak bisa menahan salib itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kedeinginan di hatinya, dia menatap ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu masih berbaring di sana. Tapi, Kamijou tidak bisa memanggil-“nya” Index, karena mata gadis itu tampak seperti robot tanpa emosi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan setiap kata yang dikatakan gadis itu, lukanya terus mengeluarkan darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Gadis itu tidak peduli pada luka di punggungnya; dia seperti sebuah “fungsi” yang pada dasarnya dirancang untuk menjelaskan sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau… k- kau Index, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Aku adalah perpustakaan sihir yang tergabung dengan Sektor 0 dari Anglikan Inggris, ‘Necessarius’. Namaku yang lebih tepat adalah Index Librorum Prohibitorum, tapi memanggilku Index saja sudah cukup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat perpustakaan sihir bernama Index memiliki arti keberadaannya seperti ini, Kamijou merasa seluruh tubuhnya dingin, bahkan lupa kalau dia hampir dihancurka oleh dewa api raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah mengakhiri pengenalan diri, jadi tolong biarkan aku untuk kembali pada penjelasan tentang rune. Pada dasarnya, mereka seperti pantulan bulan di danau; walaupun seseorang menggunakan pedang untuk menebasnya, itu tidak ada artinya. Jika orang ingin memotong bulan di air, mereka harus menghancurkan bulan yang asli di langit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Index mengatakan ini, Kamijou ingat pada musuh di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa maksudnya bahwa ini bukan tubuh utama dari “kekuatan supranatural” ini? Seperti hubungan antara film dan gambar, akankah sang dewa api raksasa terus hidup kembali jika “kekuatan suprantaural lain” yang lain yang terus membuatnya dihancurkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada sihir di dunia ini. “Pengetahuan umum” ini sudah terukir dalam hati Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juga, tangan kanannya yang disegel oleh Innocentius. Kamijou, yang terjebak dan tidak bisa bergerak sedikitpun, tidak bisa mengikuti instruksi Index. Index sedang berbaring dalam kolam darah, jadi dia tidak bisa membantu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Abu menjadi abu… “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di balik dewa api raksasa, Stiyl membuat pedang api dengan tangan kanannya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Debu menjadi debu… “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pedang api berwarna biru keputihan muncul di tangan kirinya; tidak ada suara yang dibuatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Squeamish Bloody Road!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan teriakan yang kuat dan dipaksa, dua pedang api diayunkan secara horizontal dari kedua arah, seperti ingin memotong Kamijou dan sang dewa api raksasa seperti gunting. Kamijou, yang tangan kanannya disegel oleh Innocentius, tidak bisa bertahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sial… sial… Harus kabur dulu—!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma bahkan tidak diberi waktu untuk berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua pedang api mengenai dewa api raksasa, dan, seperti bom raksasa yang sudah disulut, sebuah ledakan besa terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 7===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika api dan asap lenyap, keadaan sekeliling terlihat seperti neraka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangga besi telah terbungkus layaknya permen gula dan bahkan lantai telah mencair menjadi sesuatu seperti lem. Cat pada dinding telah terkuliti hingga semennya terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si bocah tak terlihat dimanapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biar begitu, Stiyl mendengar langkah kaki dari seseorang yang berlari sepanjang tangga turun koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Innocentius,&amp;quot; bisik dia dan api yang menjalar di sekitar kembali ke bentuk manusia, pergi menuju tangga, dan mengikuti langkah kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam, Stiyl terlihat takjub. Tak ada yang sehebat itu bisa terjadi. Sesaat sebelum ledakan, dengan cepat Stiyl memotong melalui dewa api raksasa dengan dua pedang api, Kamijou telah kabur dengan tangan kanannya dan melompati tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia jatuh, ia menggengam tangga satu lantai di bawahnya dan menarik dirinya sendiri ke koridor. Dia menariknya dengan keberanian murni, ya .. itu terbilang nekat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl memberi sebuah senyum yang lembut. Kamijou kini tahu kelemahan rune berkat pengetahuan dari 103,000 grimoir Index. Seperti yang dia bilang, sihir rune yang Stiyl gunakan telah diaktifkan oleh ukiran itu. Itu juga berarti menghancurkan ukiran itu akan meniadakan bahkan sihir yang hebat sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi apa?&amp;quot; Ekspresi Stiyl nampak tidak cemas. &amp;quot;Kau tak akan bisa melakukannya. Itu benar-benar tidak mungkin untukmu untuk  benar-benar menghancurkan ukiran rune yang ada di dalam bangunan ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A..Aku benar-benar berpikir! Aku benar-benar berpikir tadi aku akan mati!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melompat ke tangga lantai 7 dengan nekat, jantung Kamijou masih berdebar dalam dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia berlari sepanjang koridor lurus, dia melihat sekitar. Dia masih tidak benar-benar percaya apa yang Index katakan. Dia hanya mencoba untuk menjauh dari Innocentius agar dia bisa mendapat beberapa waktu untuk mempersiapkan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sialan! Apa apaan ini!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Kamijou tak bisa selain berteriak ketika dia melihat apa yang terbaring sebelum dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak perlu bertanya-tanya dimana rune itu terukir pada gedung asrama. Faktanya, dia telah menemukan mereka. Mereka ada di lantai, di pintu, dan di pemadam api. Secarik kertas sekitar ukuran kartu telepon tersangkut di seluruh bangunan seperti Hoichi si Tanpa Telinga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasar saran Index (dia sama sekali tidak menyebut kembali muka mirip boneka itu), dia menduga bahwa sihir itu sesuatu seperti sinyal pemblokir disebut barrier dan rune seperti antena yang mengirimkan sinyal. Tapi bisakah dia menyobek satu per satu dari sepuluh ribu &amp;quot;antena&amp;quot;?.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan deruan oksigen yang terhisap, sebuah api berbentuk manusia jatuh ke sisi berlawanan dari tangga besi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sial!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dia tertangkap lagi, dia tidak akan bisa menyobek mereka. Kamijou cepat cepat melesat ke tangga darurat pada sisinya. Saat melompat lebih jauh ke bawah, dia bisa melihat carikan kertas di pojok anak tangga dan dibatasi dengan simbol aneh yang harusnya ada rune tertulis di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka jelas jelas telah diproduksi masal dengan mesin fotokopi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou hampir meneriakan &amp;quot;Bagaimana sebuah salinan sampah seperti itu bisa berkerja!?&amp;quot; tapi ia ingat bahwa lampiran dari manga shoujo bisa digunakan untuk ramalan tarot dan bahkan kitab diproduksi masal di toko percetakan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tau kan... hal gaib itu gak wajar)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia merasa ingin menangis. Sepuluh ribu &amp;quot;ukiran rune&amp;quot; itu agaknya tertempel di seluruh gedung. Bisakah dia menemukan satu persatu? Dan dari semua yang dia tahu, Stiyl masih menempelkan bagian baru dari kertas kopian setiap saat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan saat ia memutuskan rangkaian pikirannya, Innocentius turun dari kejauhan di tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sial!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menyerah untuk melangkah lebih jauh ke anak tangga dan berlari menuju koridor ke samping. Ketika dewa api raksasa menyambar lantai, api menyebar di sekitar dan mengisi koridor bahkan saat api itu memantul karena menghantam tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gang itu lurus, dan Kamijou tak mungkin lolos dari Innocentius saat dalam kecepatan normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat jalan masuk ke tangga darurat. Berdasarkan dari petunjuk, dia berada di lantai kedua&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan rauman, Innocentius menyambar lurus untuk menangkap tangan kanan Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu-uwah!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daripada menggunakan tangan kanannya atau berlari spanjang koridor, Kamijou memilih melompati tangga lantai kedua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat setelah dia lompat dia sadar bahwa di bawah adalah aspal  dan ada beberapa sepeda yang berhenti disana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Waaaaaaaahhhhhhhhh!!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia baru saja mengatur jatuh di antara dua sepada, tapi dia masih mendarat di aspal yang keras. Dia mencoba untuk menekukan lututnya untuk meredam jatuhnya, tapi dia mendengar suara yang tak enak dari pergelangan kakinya. Dia telah loncat dari loteng kedua dan itu tak terasa patah, tapi dia telah melukai pergelangan kakinya sedikit pada saat yang bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendengar deruan dari api yang menghisap oksigen datang dari atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berjuang disekitar tanah, menendangi sepeda, tapi tak ada yang terjadi lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihatnya dengan muka heran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih membuat suara raungan, Innocentius bergelantung di tangga loteng kedua dan memperhatikan Kamijou yang ada di tanah. Itu hampir terlihat seperti ada tembok tak terlihat yang menahannya dari Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rupanya, rune itu hanya diletakan di gedung asrama. Kamijou bisa berhasil untuk kabur dari api Stiyl dengan meninggalkan gedung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat segi rune itu membuatnya merasa seperti dia kini tahu sedikit tentang sistem tak terlihat dari sihir. Dia tidak sedang melawan lawan aneh seperti penyihir di RPG yang bisa melakukan apapun dengan menyanyikan mantra. Malah, lawannya bertindak  berdasarkan peraturan yang sama dengan PSY yang  Kamijou tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendesah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telah terbebas dari segala serangan langsung pada hidupnya, kekuatan yang tersisa di tubuh Kamijou. Dia duduk di tanah tanpa pikir panjang. Dia sama sekali tidak takut. Malahan, dia diserang oleh perasaan lain yang lebih seperti kelelahan. Dia mulai untuk berpikiran jika dia bisa kabur dari bahaya bila dia hanya melarikan diri saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tahu, polisi&amp;quot; oceh Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa ia tidak memikirkan itu sebelumnya? Polisi Academy City adalah sesuatu seperti unit spesial anti esper. Kamijou bisa hanya memberitahu mereka daripada membahayakan hidupnya sndiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengecek saku celananya, tapi Hpnya telah hancur oleh kakinya sendiri pagi itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou memperhatikan jalan. Dia mencari telepon umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak melakukan itu untuk melarikan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Lalu akankah kamu mengikutiku sampai ke dasar neraka!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kata itu masih menancab di dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sama sekali tidak melakukan sesuatu yang salah. Dia sama sekali tidak melakukan sesuatu yang salah. Dan masih...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam situasi yang sama itu, Index pergi kembali untuk Kamijou Touma. Kamijou hanya tak habis pikir tentang mengalami kejadian berbahaya bersama orang asing yang baru dia kenal kurang lebih setengah jam itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sialan. Itu benar. Jika aku tidak mengikutimu ke dasar neraka,&amp;quot; Kamijou tersenyum, &amp;quot;lalu aku hanya perlu membawa mu keluar dari sana.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pikir ada saatnya dia akan mengerti tentang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak tahu bagaimana sihir bekerja, tapi dia tidak perlu tahu apa yang terjadi dimana dia tidak bisa mengerti. Dia bisa mengirim email tanpa perlu diagram sirkuit HPnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Haaah. sekali kau tahu itu, itu sama sekali tidak berguna.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tahu harus berbuat apa, jadi sekarang dia hanya cukup mencobanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan bila dia gagal, itu masih lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah tangga besi terbungkus dan berkilau jingga jatuh dan Kamijou dengan bingung berguling menjauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mungkin sudah sadar, tapi dia masih harus melakukan sesuatu pada Innocentius itu sebelum bisa menyelamatkan Index. Masalah sebenarnya ada pada sepuluh ribu rune itu. Tapi apakah dia menyobek semua kertas yang tertempel di gedung?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau tahu, aku kaget alarm kebakaran tidak lepas setelah semua apa yang terjadi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu hanya mengatakan itu tanpa pikir panjang, Kamijou Touma membatu saat dia mengucapkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alarm kebakaran?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alarm kebakaran yang terpasang di sekeliling gedung lepas dalam sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditengah-tengah badai deruan suara itu yang terdengar sekeras serangan bom, Stiyl melihat langit-langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa buang waktu, sprinkle yang terpasang mengirim sebuah hujan buatan manusia yang berbentuk topan. Karena bila pemadam kebakaran dipanggil akan menjadi menyakitkan, Stiyl telah menuliskan perintahnya untuk Innocentius sedemikian ia tidak menyentuh sensor keamanan. Itu berarti Kamijou Touma harus menekan tombol alarm kebakaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah dia pikir itu akan mematikan api Innocentius?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dugaan itu hampir menjadi sebuah lelucon, tapi si penyihir pikir pembuluh darah didalam kepalanya akan tersembur keluar ketika dia berpikir tentang bagaimana dia akan basah kuyup dengan alasan bodoh itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl memperhatikan alarm kebakaran merah pada dinding dengan jengkel&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sebenarnya mudah untuk mematikan alarmnya, tapi dia tidak bisa menghentikannya sendiri. Dan sekarang liburan musim panas, sebagian besar penghuni asrama tidak ada, tapi akan sangat menyusahkan bila pemadam kebakaran datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...hm.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl memeriksa sekitar dan lalu dengan cepat membawa Index dan pergi. Tujuannya adalah menyembuhkan Index, jadi tak ada alasan untuk tertangkap dalam membunuh Kamijou. Memberikan waktu untuk pemadam kebakaran datang, dia bisa meninggalkan Innocentius dalam pengejaran otomatis dan bocah itu akan mendapatkan pelukan api nyaman yang akan membuatnya menjadi arang atau abu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ini tidak berarti elevator terhenti, kan?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendengar bahwa elevator dibuat berhenti bila dalam keadaan darurat. Itu akan membuat Stiyl frustasi. Dia sekarang berada di lantai 7. Bahkan bila itu gadis, membawa orang pingsan turun dengan tangga akan sanggat melelahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa dia mulanya lega saat mendengar bunyi ding seperti microwave yang datang dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dia menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa itu? Siapa yang berada dalam elevator?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah malam libur musim panas dan dia sudah mengecek untuk meyakinkan bahwa semua siswa telah meninggalkan asrama, meninggalkannya sepi. Lalu siapa itu dan mengapa mereka memerlukan elevator?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu elevator berdering saat terbuka. Sebuah langkah kaki di lantai yang basah dari sprinkle bergema di sepanjang lorong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl memutar tubuhnya perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sama tidak tahu kenapa badannya gemetaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma berdiri di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apa? Apa yang terjadi pada Innocentius?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran berputar-putar dengan kacau di kepala Stiyl. Innocentius itu layak rudal pengejar pada pertarungan. Setelah terkunci, takkan bisa selamat. Tak peduli kau lari atau sembunyi, ia akan menggunakan api 3000 derajat untuk melelehkan semua dinding maupun rintangan, bahkan bila itu terbuat dari baja, dan akan terus mengejarmu. Itu bukan sesuatu yang kau bisa selamat hanya dengan berlari di sekitar gedung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan lagi Kamijou Touma berdiri di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berdiri di sana tak terpengaruh, tak terhentikan, tak terbantahkan, dan yang paling penting, seorang musuh alami yang tanpa keraguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Coba pikir, rune seharusnya terukir di dinding atau di lantai, kan?&amp;quot; kata Kamijou saat hujan buatan manusia yang dingin menghujaninya. &amp;quot;Beneran, kau itu benar benar hebat. Sejujurnya, aku tak akan menang jika kau mengukirkan mereka dengan sebuah pisau. Silahkan berbual tentang ini semaumu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saatnya dia berbicara, Kamijou Touma mengangkat tangan kanannya dan menunjuk ke atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menunjuk ke langit langit. Di sprinkle.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Tidak Mungkin! 3000 derajat api itu tak akan bisa dipadamkan dengan itu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan bodoh. Bukan apinya. Bagaimana kau menempelkan benda itu ke semua rumah orang?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl lalu memanggil kembali sepuluh ribu kertas rune yang ia pasang di asrama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kertas lemah pada air. Bahkan anak TK pun tahu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menyemprotkan air ke seluruh gedung dengan sprinkle, itu tidak penting jika ada sepuluh ribu rune di sana. Dia tidak perlu berlari mengelilingi gedung. Bahkan, dia bisa menekan satu tombol dan menghancurkan semua carikan kertas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Otot muka si penyihirpun kejang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Innocentius!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekejap dia meneriakan itu, pintu elevator di belakang Kamijou meleleh seperti lelehan gula dan si dewa api raksasa merayap sepanjang koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiap kali tetesan hujan jatuh ke bada api, mereka menguap dengan suara dengusan buas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha Ha Ha. Ah ha ha ha ha ha! Hebat! Kau punya indra bertarung seorang genius! Tapi kau kurang pengalaman. Kertas kopian tidak sama dengan kertas toilet. Hanya karena sedikit basah tidak akan benar benar terlarut!&amp;quot; Si penyihir melebarkan tangannya ketika tawa meledak dari mulutnya dan dia berteriak, &amp;quot;Bunuh dia!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Innocentius mengayunkan tangannya seperti sebuah palu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Menyingkirlah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma membuat satu pernyataan. Dia bahkan tidak memutar badannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Kamijou menyentuh si dewa api raksasa pukulan yang menyindir dan akhirnya meledak ke seluruh penjuru dengan suara tertawa yang menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah meledak, Innocentius tidak hidup kembali. Potongan daging seperti oli bekas terpercik keseluruh tempat dan yang bisa mereka lakukan hanya sedikit menggeliat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ti...dak....mungkin...bagaimana....bisa! Rune ku belum hancur!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana dengan tinta?&amp;quot; Kelihatannya perlu 5 tahun untuk suara Kamijou Touma sampai ke telinga Stiyl. &amp;quot;Bahkan bila kertas kopian belum hancur, air akan membuat tinta luntur.&amp;quot; Kata Kamijou. &amp;quot;Walaupun tak terlihat untuk menjaga satu persatu dari mereka&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian yang menggeliat dari Innocentius hilang menjadi udara seiring dengan hujan buatan manusia itu mengalir dari sprinkle. Itu karena tinta pada kertas kopian yang luntur oleh hujan satu persatu, mengakibatkan Innocentius kehilangan kekuatan sedikit demi sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Potongan daging menghilang satu persatu hingga akhirnya yang terakhir lebur dan menghilang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Innocentius...Innocentius!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata kata si penyihir itu seperti orang yang meneriaki gagang telepon setelah teleponnya diputus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu sekarang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma menggambil langkah maju menuju Stiyl Magnus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Inno...centius...&amp;quot; kata si penyihir... namun tak ada yang menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma menggambil langkah maju lagi menuju Stiyl Magnus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Innocentius...Innocentius, Innocentius!&amp;quot; Teriak si penyihir.... namun tidak ada yang berubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma akhirnya mulai maju menuju Stiyl Magnus seperti peluru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A-abu ke abu, debu ke debu, Squeamish Bloody Rood&amp;quot; Si penyihir akhirnya berteriak, tapi bahkan tidak ada pedang api muncul, lebih sedikit dari dewa api raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma mulai mendekati Stiyl Magnus dan semakin mendekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkan tinjunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkan tangan kanannya yang benar benar normal. Dia mengepalkan tangan kanannya yang tak akan berguna kecuali dia gunakan itu pada suatu macam kekuatan supranatural. Dia mengepalkan tangan kanannya yang tidak akan membiarkan nya mengalahkan bahkan seorang penjahat, yang tidak akan menaikan nilai ujiannya, dan yang tidak akan membuatnya populer dengan cewek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tangan kanannya bisa juga berguna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagipula, dia bisa menggunakannya untuk memukul bajingan yang berdiri sebelum dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pukulan Kamijou Touma mendarat di muka si penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badan si penyihir berputar seperti baling baling bambu dan belakang kepalanya membentur tangga besi..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Previous [[Toaru_Majutsu_no_Index_%7E_Bahasa_Indonesia:Volume1_Illustrations|Ilustrasi]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1 Chapter2|Chapter 2]]&lt;br /&gt;
|-&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter1&amp;diff=187636</id>
		<title>Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1 Chapter1</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter1&amp;diff=187636"/>
		<updated>2012-09-11T15:27:20Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: /* Part 5 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 1 : Penyihir Mendarat di Kota. &#039;&#039;FAIR,_Occasionally_GIRL.&#039;&#039;==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 1===                     &lt;br /&gt;
                            &lt;br /&gt;
Lahir di antara 20 Januari dan 18 Februari, kamu tidak bisa dihentikan, tidak peduli dalam cinta, bisnis, ataupun keberuntungan! Tidak peduli apa pun yang kamu lakukan, pasti hasilnya baik, jadi belilah tiket lotre! Tapi, hanya karena kamu populer, jangan berpacaran dengan tiga atau empat gadis sekaligus…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ok, ok … aku sudah tahu hasilnya akan seperti ini, aku tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
20 Juli, hari pertama liburan musim panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam suatu ruangan asrama di “Kota Akademi” yang AC-nya rusak, udara panas mengalir masuk memenuhi tempat tertutup itu, menyebabkan Kamijou Touma tidak bisa melakukan apa-apa. Sepertinya alasannya adalah ada sambaran petir yang menghancurkan lebih dari 80% perangkat listrik kota, termasuk kulkasnya sehingga makanan di dalamnya membusuk. Dia ingin makan mi instan, tapi malah jatuh ke baskom. Baik, dia harus keluar dan makan. Tapi, ketika sedang mencari dompetnya, dia menginjak kartu ATM-nya, merusaknya. Dia bermaksud untuk melanjutkan tidur, tapi menerima panggilan kasih sayang dari wali kelasnya, dan mendengar, “Kamijou-chan yang bodoh, waktunya pelajaran tambahan♥ “.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tahu bahwa horoskop yang berkelip di ujung laporan cuaca di layar TV tidak akan akurat. Tapi tak seorang pun bisa tertawa atas perbedaan yang sangat jauh itu.  &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku tahu, aku tahu hasilnya akan seperti ini … Tapi apa aku tidak bisa mengeluh sedikit saja?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Horoskop untuknya tidak pernah akurat. Dia tidak pernah merasakan jimat keberuntungan bekerja; inilah kehidupan sehari–hari Kamijou Touma. Awalnya, dia berpikir bahwa kesialannya juga berlangsung dalam keluarganya, tapi ternyata ayahnya memenangkan tempat keempat pada hadiah lotre sebelumnya (sekitar 100.000 yen). Ibunya pernah memenangkan mesin penjual otomatis secara terus–menerus, dan akhirnya memainkannya tanpa henti. Dia lalu mulai curiga apakah dia benar–benar anak mereka, tapi setelah berpikir lebih jauh, dia ingat dia tidak punya adik, dan tidak ada yang meneruskan “garis keturunan” mereka. Bagaimana bisa mereka menghadapinya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, Kamijou Touma itu selalu sial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu sialnya sampai hidupnya bagai lelucon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, Kamijou Touma tidak akan pesimis selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak pernah sekali pun mengandalkan “keberuntungan”, yang membuatnya sangat mudah menyesuaikan diri.  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
“Baik. Sekarang, aku harus mengurus kartu ATM dan kulkas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggaruk kepalanya sambil melihat–lihat kamarnya. Dia bisa mengganti kartu ATM selama dia punya rekening, tapi yang bermasalah adalah kulkasnya. Bukan, masalah yang paling mendesak adalah sarapannya. Di samping itu, pelajaran tambahan pada dasarnya hanya program pengembangan kekuatan, jadi dia akan dipaksa minum tablet atau semacamnya; Meminumnya di saat perut kosong tentu bukanlah ide yang bagus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mungkin akan ke toko serba ada dan beli sesuatu, pikir Kamijou sambil melepas kaos yang telah dipakainya sebagai piyama, dan berganti ke seragam musim panasnya. Seperti semua anak tanpa otak lainnya, Kamijou menghabiskan semalaman penuh untuk berpesta merayakan hari pertama liburannya seperti orang sedang mabuk, dan sekarang, kepalanya sakit karena kurang tidur. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Membolos pelajaran selama 4 bulan dalam satu semester, dan hanya perlu ikut kelas tambahan selama seminggu? Ini pertukaran yang bagus.” Kamijou mencoba untuk berpikir positif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cuacanya bagus, sebaiknya kujemur futonku...” Kamijou berbicara sendiri sambil mengumpulkan suasana hati positif, dan membuka pintu geser ke balkon. Jika dia membiarkan futonnya disinari matahari sekarang, futonnya akan kering dan lembut saat dia kembali dari pelajaran tambahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dilihat baik – baik, tembok blok tetangga jaraknya hanya sekitar 2 meter dari balkon pada lantai 7 ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa langit begitu biru~? Kenapa masa depan begitu gelap~?” Kamijou menyanyi untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat menyedihkan. Awalnya dia bermaksud untuk menghibur dirinya sendiri. Tapi, ternyata memaksakan dirinya untuk menyanyikan lagu tersebut dengan riang gembira hanya membuatnya makin sedih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping itu, dia hanya membuat lelucon sendirian; tidak ada orang yang membetulkannya. Kesepian ini betul–betul bisa dipahami. Meskipun begitu, Kamijou masih tetap melipat futonnya, dan membawanya keluar. Jika dia bahkan tidak bisa membawa futon, dia betul–betul menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, Kamijou tiba–tiba menginjak sesuatu yang lembut dan berair. Melihatnya dekat–dekat, dia sadar bahwa itu adalah roti yakisoba yang dibungkus plastik. Karena sudah dikeluarkan dari kulkas, seharusnya roti itu sudah busuk sekarang.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Semoga tidak akan hujan tiba – tiba... “&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Ini adalah firasat buruk yang datang dari hatinya, tapi Kamijou tetap membawa futonnya ke balkon.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Pada saat itu, Kamijou melihat bahwa sudah ada futon di balkon.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Meskipun tempat  ini adalah asrama murid, struktur bangunannya mirip dengan apartemen bertingkat tinggi biasa. Kamijou tinggal di satu ruangan, yang berarti tidak seharusnya ada orang lain yang akan menjemur futon di sini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dilihat baik–baik, dia sadar bahwa benda yang dijemur itu bukan futon.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Benda itu adalah seorang gadis berpakaian putih.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ah?!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Futon jatuh dari tangannya, dan mendarat di tanah.&lt;br /&gt;
Ini aneh, betul – betul bodoh. Gadis ini sepertinya dalam keadaan koma karena pinggangnya terbaring di balkon, tubuhnya membengkok setengah, dan bagian tubuhnya tergantung ke bawah.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia berumur... mungkin 14 atau 15? Selain itu, dia sepertinya berumur lebih muda dari Kamijou kira–kira 1 atau 2 tahun. Dia pasti orang asing karena tidak hanya kulitnya sangat putih tapi rambutnya juga... tidak, warnanya perak. Rambutnya sangat panjang, dan karena tubuhnya membengkok ke bawah, wajahnya tertutup, jadi dia tidak bisa melihat wajahnya. Jika gadis itu berdiri, rambutnya mungkin mencapai pinggang, &#039;kan? &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wa, ini pertama kalinya aku bertemu Suster&amp;lt;ref&amp;gt;Suster yang dimaksud adalah suster gereja dan dalam bahasa Inggris Suster=Sister= adik perempuan&amp;lt;/ref&amp;gt;… tidak, yang kumaksud bukan adik perempuan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baju itu apa namanya? Jubah suster? Di samping itu, baju itu seharusnya hanya dipakai suster gereja. Baju itu terlihat seperti gaun panjang dari Barat dan panjangnya bisa mencapai pergelangan kaki. Dia juga memakai kerudung yang menutupi kepalanya. Jubah suster biasanya berwarna hitam, tapi jubah gadis ini putih bersih. Bahan untuk membuatnya seharusnya sutra, tapi jubah itu rasanya sangat berbeda dari yang lain. Ada sulaman warna emas dijahit pada setiap tepinya. Kamijou tak bisa mempercayai seberapa berbedanya kesan yang diberikan hanya karena perbedaan warna pada pakaian yang desainnya sama persis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari indah gadis itu tiba–tiba bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepalanya pelan–pelan naik. Rambutnya yang seperti sutra bergerak ke samping secara alami, dan seperti tirai yang ditarik ke atas, wajah gadis itu terlihat di depan Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Uuu... WAAHH!!!&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Gadis ini terlihat manis juga. Mata hijaunya cocok dengan kulit putihnya, yang membuat Kamijou merasa seperti itu adalah karena ini adalah hal baru. Gadis itu terlihat seperti boneka.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tapi, yang membuat Kamijou panik bukan kemanisannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Alasannya adalah karena dia &#039;orang asing&#039;. Kemampuan berbahasa Inggris Kamijou itu sesuai dengan kritik yang dikatakan oleh  guru Bahasa Inggrisnya, “Jangan pernah sekali pun berbicara dengan orang asing!!” Jika gadis ini yang berasal dari luar negeri adalah seorang penjual bulu atau alat kontrasepsi lain, sepertinya tanpa sadar Kamijou akan menghabiskan sedikit uangnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Bibir gadis yang manis dan entah kenapa kering itu perlahan mengucapkan beberapa kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengambil langkah mundur. Nyek! Suara itu muncul ketika dia sekali lagi menginjak roti yakisobanya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku lapar.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sekejap, Kamijou berpikir bahwa dia benar–benar bodoh untuk mendengar bahasa asing gadis itu seperti bahasa Jepang. Seperti murid bodoh yang menyanyi secara acak meski tidak tahu liriknya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku lapar.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku lapar.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku bilang... aku lapar...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Melihat ini Kamijou mempertahankan keadaan bekunya, gadis berambut perak itu seperti mengungkapkan ketidakpuasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini suram, betul – betul suram. Kenapa dia merasa bahwa gadis itu berbicara bahasa Jepang?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ah... Mmm...” Kamijou menatap gadis di atas pagar balkon dan berkata, “Apa sekarang? Apakah kamu ingin mengatakan kalau kamu roboh karena kecapekan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Mungkin lebih tepat dikatakan kalo aku sudah roboh dan hampir mati ”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...” Gadis ini benar–benar lancar berbahasa Jepang.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Hei, aku akan sangat berterima kasih jika kamu mau mengisi perutku.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou melihat roti yakisoba yang sudah busuk dan diinjaknya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia memutuskan bahwa tak peduli dari mana gadis ini berasal, dia tidak akan mau terlibat dengannya. Kamijou berpikir liar, &#039;Kenapa aku tidak membantunya mencapai kebahagiaan di tempat yang sangat, sangat jauh?&#039; Dia membawa roti yakisoba yang berair itu, lengkap dengan bungkus plastiknya, ke dekat mulut gadis itu. Kamijou berpikir, &#039;Setelah mencium ini, bahkan seorang gila pun akan lari jauh, jauh sekali, &#039;kan?&#039; Seperti di Kyoto, jika pemilik rumah menuang teh di atas nasi, itu artinya dia bermaksud untuk “ mengusir pengunjungnya” —&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Terima kasih, aku makan.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
DIa melahap roti, pembungkus plastik, dan tangan Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Hanya seperti itu, dengan tangisan kesialan, Kamijou memulai hari baru dalam hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama–tama, biarkan aku memperkenalkan diri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kenapa tidak menjelaskan alasanmu menggantung di balkonku—?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namaku Index.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti orang bakal percaya saja jika itu adalah nama asli! Apa itu ‘Index’? Memangnya kau daftar isi?”&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
“Seperti yang kaulihat, aku berasal dari gereja. Ah, ini adalah hal penting: Aku bukan bagian dari Vatikan, tapi dari Anglikan.”  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak peduli apa yang kaukatakan. Dan juga, jangan hindari pertanyaanku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya tidak cukup jika kubilang Index? Ah, nama sihirku adalah Dedicatus545.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi? Halo, halo? Boleh aku tahu dari planet mana aku mendapat saluran ini?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Melihat Kamijou memasukkan jarinya ke telinganya sendiri dengan santai, Index menggigit kuku ibu jarinya. Sepertinya menggigit jarinya sendiri adalah kebiasaannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kenapa aku harus duduk dengan sopan dan berhadap-hadapan dengannya di depan meja kaca ini? Seperti orang mau dijodohkan saja, pikir Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sekarang ini, Kamijou seharusnya siap–siap ke sekolah untuk mengikuti kelas tambahan musim panasnya, tapi dia tidak ingin meninggalkan gadis misterius ini di kamarnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dan hal terburuk adalah gadis berambut perak yang menyebut dirinya Index ini sepertinya menyukai kamarnya, terlihat dari gelagatnya yang ingin bermalas-malasan di lantai kamar ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mungkin ini salah satu &#039;kesialan&#039; yang ditarik Kamijou? Jika iya, ini buruk.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
[[Image:Index_v01_031.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Jadi, jika kamu bisa mengisi perutku, aku akan sangat beterima kasih.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kenapa aku harus melakukan itu? Apa gunanya meningkatkan cara pandangmu terhadapku? Jika aku akan memulai kejadian aneh dan sampai ke ‘rute Index’, lebih baik aku mati saja!!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Emm… apa itu bahasa gaul? Maaf, aku tidak mengerti yang kaukatakan.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sudah dapat diduga bahwa orang asing tidak mengerti budaya otaku Jepang.&amp;lt;ref&amp;gt;otaku adalah maniak anime/manga Jepang&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Tapi jika kamu mau mengusirku, aku mungkin akan pingsan setelah berjalan 3 langkah, &#039;kan?” tanya gadis itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kamu akan pingsan…? Itu bukan urusanku.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Jika itu terjadi, aku akan menggunakan sisa-sisa tenagaku untuk menulis pesan kematian. Ya, itu adalah fotomu.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika aku diselamatkan seseorang, aku akan berbohong kalu aku dikunci di kamar ini, disiksa habis – habisan… dan bahkan aku bisa berkata kau memaksaku memakai pakaian ini.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“KAU BERANI MENGANCAMKU!? KAMU TERNYATA JUGA CUKUP TAHU BUDAYA OTAKU, &#039;KAN!!?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Index memiringkan kepalanya, memperlihatkan wajah bingung. Dia seperti anak kucing yang baru saja melihat cermin untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Gadis itu sukses membuat Kamijou jengkel. Kamijou merasa hanya dirinya saja yang kebagian tidak enaknya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tunggu saja! Kau ingin makan, &#039;kan!?&#039;&#039; Kamijou berlari ke dapur dengan marah. Makanan dalam kulkas sudah busuk, jadi dia mungkin akan memenuhi mulut gadis itu dengan makanan itu. Kamijou tidak akan merasa rugi. Maka, Kamijou menuangkan makanan sisa itu ke dalam panci, dan menggorengnya seperti sayuran. Jika dia memanaskannya, tidak seorang pun akan mati, &#039;kan?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Coba pikir, dari mana gadis ini datang?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Meskipun ada orang asing di Academy City, gadis ini tidak mempunyai “aura” yang dimiliki penduduk sini. Tapi, jika dia datang dari luar, itu juga aneh. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Academy City adalah kota yang terdiri dari ratusan sekolah. Tapi sebenarnya lebih tepat dikatakan sekolah asrama yang sebesar kota. Academy City menempati sepertiga tanah Tokyo dan dikelilingi tembok seperti Tembok Raksasa Cina. Meskipun tidak seketat penjara, tidak mudah untuk masuk ke dalam. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
...Atau begitulah yang kelihatannya. Sebenarnya suatu universitas teknik telah meluncurkan 3 satelit untuk memonitor Academy City sepanjang waktu dalam samaran sebuah eksperimen. Setiap orang yang keluar-masuk kota akan dilacak dan diselidiki. Jika satelit itu menemukan seseorang mencurigakan  yang tidak cocok dengan data di gerbang kota, Anti-Skill dan anggota Judgement dari setiap sekolah akan dikerahkan…&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mungkin ini gara–gara gadis listrik yang mengeluarkan badai petir sehingga gadis aneh ini tidak ditemukan? pikir Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Oh, ya, kenapa kamu bergantungan di pagar balkonku?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou bertanya pada gadis itu sambil menuangkan kecap ke dalam wajan makanan jahat itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku tidak bergantungan di sana.” &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Lalu apa? Jangan katakan kamu dibawa angin dan mendarat di sini?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“…Boleh dibilang begitu.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou, yang hanya bercanda, dengan tajam membelokkan kepalanya untuk menatap gadis itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku ingin loncat dari atap gedung itu ke atap gedung ini, tapi aku jatuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atap? Kamijou melihat langit – langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daerah ini adalah tempat dibangunnya asrama murah bagi siswa. Bangunan setinggi delapan tingkat diatur berderet-deret. Hanya dari melihat balkon saja, seseorang akan tahu jarak antaratap hanya sekitar dua meter. Bukannya tidak mungkin untuk meloncat dari atap ke atap, tapi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau serius? Tinggi atapnya delapan tingkat! Kamu akan mati jika tidak hati–hati!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Yeah, orang yang mati karena bunuh diri juga tidak akan diberi kuburan.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Index memberi jawaban yang membingungkan, dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Tapi tidak ada pilihan lain; Aku harus melakukannya supaya bisa kabur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ka...bur?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar kata yang memiliki arti berbahaya itu, Kamijou secara tidak sengaja mengerutkan dahinya. Tapi Index memberi jawaban “Nn” seperti anak kecil, dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sedang dikejar-kejar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan yang menggerakkan wajan berhenti dengan sendirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebetulnya, aku bisa saja loncat, tapi seseorang menyerangku dari belakang ketika sedang meloncat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis yang menyebut dirinya Index terlihat tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena itulah, aku jatuh dan mendarat di pagar balkonmu. Maaf.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun dia tidak mengejek dirinya sendiri atau membuatnya terdengar ironis, dia hanya memberi Kamijou Touma sebuah senyuman yang murni tanpa rasa bersalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Diserang’...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Ah... Jangan khawatir dengan lukaku. Pakaian ini juga berfungsi sebagai &#039;&#039;barrier&#039;&#039; pertahanan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu &#039;&#039;barrier&#039;&#039; pertahanan? Apakah itu pakaian anti peluru?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu berputar seperti sedang memamerkan baju yang baru dibelinya. Dia tidak terlihat terluka. Tapi, apa benar dia ‘diserang’? Jika semua ini hanyalah imajinasinya, mungkin lebih bisa dipercaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun demikian...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktanya adalah dia benar-benar menggantung di pagar balkon lantai tujuh Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika begitu, apakah cerita gadis itu benar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Siapa’ yang menyerangnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mulai merenung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seberapa banyak keberanian yang dibutuhkan orang untuk meloncat dari bangunan bertingkat delapan ke gedung lain? Seberapa beruntungnyakah dia bergantung di pagar balkon pada lantai tujuh? Apa maksudnya dia masih tanpa luka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang sedang mengejarku, kata gadis itu tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengatakan ini sambil tersenyum. Seberapa rumitkah cerita di balik senyumnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou betul–betul tidak tahu apa yang dialami Index, jadi dia tidak mengerti kata–katanya sama sekali. Bahkan jika Index menjelaskan semuanya dari awal, paling baik dia hanya bisa mengerti setengahnya. Sisa setengahnya tidak akan dia mengerti sekeras apa pun dia mencoba. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tapi Kamijou mengerti sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah dia sudah bergantungan di pagar balkon di lantai tujuh. Jika dia tidak hati–hati, dia bisa saja mendarat di jalanan aspal. Ini membuat Kamijou khawatir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Makan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Index muncul dari belakang Kamijou. Dia menggenggam sumpit dengan tangannya. Sepertinya dia tidak tahu bagaimana cara memakai sumpit meskipun dia bisa berbicara bahasa Jepang dengan lancarnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menatap wajan dengan semangat. Ekspresi wajahnya seperti kucing yang baru saja diambil dari kardus pada hari hujan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Ah... “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di wajan, makanannya tidak berbeda dari sampah, ‘sayuran goreng’(dengan racun di dalamnya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat gadis lapar ini, Kamijou merasa nurani malaikat yang ada pada dirinya (yang muncul bersamaan dengan iblis yang seperti dirinya) bergulat kesakitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah... eh ... aku ... aku... . Karena kamu sangat lapar, tolong jangan makan makanan sisa yang menjijikkan ini. Kenapa kita tidak ke restoran keluarga? Atau mungkin kita bisa pesan antar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak bisa menunggu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah... mm... “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kelihatannya juga tidak buruk. Ini adalah sesuatu yang kamu buat tanpa meminta imbalan, jadi seharusnya rasanya enak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada waktu itu, Index benar–benar seperti seorang suster, memberikan senyum yang berseri–seri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa mempedulikan Kamijou, yang perutnya bergejolak, Index mengepalkan tangannya, dan menyendok makanan dari wajan dengan sumpitnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat, rasanya tidak terlalu buruk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be... benarkah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu sepertinya penuh perhatian ya, membuat makanan asam untuk melegakan kelelahanku, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Eh... a... asam?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir, aku berani makan makanan asam. Terima kasih; kau seperti seorang kakak laki–laki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan senyum yang berseri–seri, Index tetap melanjutkan makan, ada tauge di wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Wo.. UUU... WOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan cepat mengangkat wajan dengan kecepatan supersonik. Dia melihat Index, yang sangat kurang puas, sambil berpikir bahwa dia akan ke neraka sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu juga lapar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Ah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau tidak, bisakah kamu memberiku sayuran itu? Aku tidak bisa menunggu... “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index melihat Kamijou, mulutnya menggigit ujung sumpitnya. Melihat Index seperti ini, Kamijou bertekad.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini kemauan Tuhan. Tuhan menyuruhnya menyelesaikan apa yang dia mulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, ini bukan kesialannya; ini kesalahannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma menuangkan ‘sampah’ panas  ke dalam mulutnya, menunjukkan sebuah senyuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, gadis yang menyebut dirinya Index menunjukkan wajah tidak senangnya sambil mengerikiti biskuit. Cara dia memegang kedua biskuit dengan kedua tangannya sambil mengerikitinya membuat dia terlihat seperti tupai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Oh, ya, katamu ada seseorang yang mengeja-ngejarmu. Siapa dia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou, yang akhirnya kembali dari neraka, tiba–tiba menanyakan pertanyaan paling penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, Kamijou tidak akan begitu pedulinya pada gadis yang baru dia kenal selama tiga puluh menit, tapi sudah terlambat baginya untuk tidak ikut terlibat dalam masalah gadis tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku akan berpura-pura ramah, pikir Kamijou. Meskipun dia tidak bisa membantunya memecahkan masalah, paling tidak dia bisa berkata bahwa dia sudah mencoba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mm... “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu berkata dengan suara yang haus,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu—mungkin Rosicrucians atau S∴M∴ aka Stella Matutina. Kupikir grup semacam itulah, sayangnya aku belum tahu nama mereka... dan nama tidak ada artinya bagi mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Mereka’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengulanginya dengan sikap bingung. Musuhnya adalah organisasi? Suatu kelompok?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Index, yang sedang dikejar, terlihat tenang. Setelah memberikan “Mn” untuk menegaskannya, dia berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka adalah asosiasi sihir&amp;lt;!--magic cabal--&amp;gt;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Sihir... ? Emm... apa itu tipuan? Apa aku salah dengar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah... eh... ? Emm... apa bahasa Jepangku aneh? Maksudku magic(=sihir). Sebuah asosiasi sihir&amp;lt;!--magic cabal--&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang karena dia menjelaskan dalam bahasa Inggris, Kamijou semakin bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu? Apa kau membicarakan suatu organisasi baru yang menggunakan ajaran agama misterius baru untuk berkhotbah di depan umum, mengatakan, ‘Kalian yang tidak percaya akan menderita karena kemarahan Tuhan.’ Dan memaksa mereka untuk makan suatu obat aneh sebelum mencuci otak mereka? Kedengarannya berbahaya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Sepertinya, aku merasa kau mempermainkanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Kau mempermainkanku, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Maaf, ini tidak mungkin. Aku betul–betul tidak bisa percaya keberadaan sihir. Aku akrab dengan kekuatan supernatural seperti menyalakan api atau melihat tembus pandang, tapi sihir... Aku betul–betul tidak bisa percaya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memiringkan kepalanya dan merenung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ada orang biasa yang dengan tegas percaya bahwa llmu pengetahuan bisa memecahkan segalanya, dia akan berteriak, “Di dunia ini tidak ada hal yang tidak bisa dibuktikan ilmu pengetahuan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun demikian, tangan kanan Kamijou betul-betul mempunyai suatu kekuatan spesial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama dia punya kekuatan spesial aneh yang disebut Imagine Breaker, bahkan keajaiban yang hanya muncul di mitos akan terhapus selama itu hanyalah kekuatan supernatural.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kekuatan supernatural adalah hal biasa di Academy City. Dengan menyuntikkan obat ke dalam pembuluh darah, membiarkan listrik merambat ke leher, dan memperdengarkan suatu ritme khusus dari headset, semua otak bisa “berkembang”. Semua bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan, jadi siapa yang bisa menolak keberadaannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak mengerti apa yang kaukatakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak harus mengerti! Semua tahu, tidak diragukan lagi bahwa kekuatan super itu nyata!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu kenapa sihir tidak... ? Tidak diragukan juga bahwa sihir itu nyata!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index terlihat sangat tidak senang. Pandangannya seperti orang yang hewan peliharaannya dikritik orang lain sebagai kucing kampungan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh... biar kukatakan ini. Kamu tahu janken?&amp;lt;ref&amp;gt;Suit Jepang, kertas-batu-gunting&amp;lt;/ref&amp;gt; Eh, tunggu, itu budaya global, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Sepertinya suatu bentuk budaya Jepang, tapi aku tahu itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika aku kalah sepuluh kali dari sepuluh kali janken, apa kaupikir ada alasan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Wu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Tidak ada alasan, &#039;kan? Tapi manusia akan percaya bahwa ada sesuatu yang bekerja!&#039;&#039;”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berkata dalam nada tidak tertarik,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kebanyakan orang biasa akan berpikir, &#039;Kenapa aku begitu sial?&#039; dan bertanya–tanya apakah ada kekuatan yang tidak terlihat di sekitarnya. Ketika seseorang berpikir seperti itu dan menghubungkannya dengan astrologi, apa yang akan terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Seperti, &#039;Zodiakmu Cancer, dan kamu sangat sial sekarang, lebih baik jangan berjudi&#039;, atau hal–hal lain macam itu, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Segala macam &#039;sihir, kekuatan misterius&#039; yang terjadi di sekitar kita berkembang seperti itu. Manusia membayangkan bahwa ada suatu kekuatan tidak terlihat yang menentukan keberuntungan mereka, dan akan percaya kalau hal–hal sepele semuanya adalah hasil kerja takdir; inilah sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengerutkan bibirnya seperti kucing yang tidak senang. Setelah sementara waktu, dia berkata, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Sepertinya kau tidak punya alasan untuk percaya pada sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yap. Tapi karena aku serius memikirkannya, aku tidak bisa percaya kata–kata bodoh itu. Siapa yang percaya keberadaan penyihir yang hanya ada di dongeng? Jika kamu bisa menghabiskan MP-mu untuk membangkitkan orang mati, siapa yang mau mengembangkan kekuatan spesial? Bagaimana mungkin aku percaya &#039;sihir&#039; yang tidak punya bukti alamiah di belakangnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka yang menganggap kemampuan paranormal sebagai sesuatu yang ganjil dan misterius hanyalah orang bodoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Academy City, kemampuan paranormal termasuk pengetahuan umum dan bisa dijelaskan oleh Ilmu Pengetahuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Tapi sihir benar–benar ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengerutkan bibirnya. Mungkin sihir itu seperti pilar rohani baginya, seperti Imagine Breaker untuk Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, terserah yang kaukatakan. Lalu kenapa mereka mengejarmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sihir betul–betul ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sihir betul–betul ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya dia ingin Kamijou untuk mengakuinya tidak peduli seperti apa pun caranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik, beri tahu aku, apa itu sihir? Bisakah kamu menembak bola api dari tanganmu? Bahkan tanpa melewati pelajaran kekuatan super, bisakah kamu menembak bola api? Coba lakukan di depanku dan aku mungkin akan percaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak punya mana, jadi aku tidak bisa pakai sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa bedanya dengan seorang pengguna kekuatan gadungan mengatakan, “Kamera akan menggangguku, jadi aku tidak bisa membengkokkan sendok”?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping itu, pikiran Kamijou juga agak bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski dia berkata bahwa tidak ada hal seperti sihir, Kamijou tidak sepenuhnya mengerti kemampuan tangan kanannya, Imagine Breaker. Bagaimana bisa? Kekuatan apa yang tidak terlihat dalam ruang itu? Bahkan di Academy City, yang merupakan pihak paling berwenang dalam mengembangkan kemampuan esper, tidak dapat menjelaskan kemampuan Kamijou hanya melalui pemeriksaan tubuh, yang menyebabkan dia dicap sebagai esper “Level 0”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, dia tidak mendapat kekuatannya dari program pengembangan ilmu pengetahuan; tapi, itu adalah kekuatan yang melekat pada tangan kanannya sejak dia lahir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski dia selalu berkata bahwa tidak mungkin ada sihir di dunia ini, dia sendiri punya kekuatan aneh yang membantah semua logika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
... Tapi dia tidak bisa hanya membuat kesimpulan tanpa dasar &#039;karena kekuatan yang tidak dapat dijelaskan di dunia, maka sihir benar-benar ada&#039; seperti itu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Sihir itu ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik, aku akan menganggap sihir itu ada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menganggap?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, kita anggap saja sihir itu ada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengabaikan gangguan Index dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu kenapa kamu dikejar orang–orang itu? Apakah ada hubungannya dengan pakaianmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merujuk pada jubah suster dari sutra yang bersulamkan emas dan berwarna putih bersih. Dengan kata lain, dia bertanya, “Apa ini melibatkan gereja?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Karena aku adalah sebuah indeks.”&amp;lt;ref&amp;gt;Indeks ini maksudnya adalah suatu indeks buku, bukan namanya sediri&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku rasa mereka mengejar 103.000 grimoir yang kumiliki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Kenapa aku tambah bingung sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kamu seperti tidak ingin peduli ketika aku belum menjelaskannya? Kamu agak tidak sabaran, ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik, akan kusimpulkan. Aku tidak tahu apa itu grimoir, tapi mereka hanya buku, kan? Seperti kamus?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mm. Buku Eibon, Lemegeton, Buku Tanpa Nama, Buku Ritual Kanibal, Buku Orang Mati... ini contohnya. Necronomicon terlalu terkenal sehingga masih banyak imitasi lain di luar sana, jadi kurang bisa dijadikan pegangan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um... Aku tidak begitu peduli isi bukunya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou ingin mengatakan, “ini semua, &#039;kan, cuma omong kosong”, tapi menekan dirinya sendiri untuk menelan kata – kata ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Katamu kau memiliki seratus ribu buku; di mana mereka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setidaknya, dia ingin memperjelas hal itu. Seratus ribu buku bisa memenuhi satu perpustakaan penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa maksudmu kau punya kunci ke suatu gudang besar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index menggelengkan kepalanya, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku membawa semua 103.000 buku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Apa? Kamijou mengerut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Kau tidak mencoba bilang bahwa orang bodoh tidak bisa lihat, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika tidak bodoh pun tetap tidak akan bisa melihatnya! Akan sia–sia jika orang dapat melihatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap kata yang Index katakan sepertinya terlalu jauh; rasanya seperti dia sedang dipermainkan. Kamijou melihat ke kiri dan kanan, mencari buku tua yang terlihat seperti grimoir. Dia hanya bisa melihat majalah game, manga yang tersebar di lantai dan PR musim panas yang telah disingkirkan ke pojok ruangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Huuhh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou, yang sudah dihibur fantasi Index, akhirnya tidak tahan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkinkah skenario &#039;seseorang mengejarku&#039; ini hanya imajinasi liar gadis itu? Jika iya, dan dia betul–betul lompat dari gedung bertingkat delapan, gagal, dan mendarat di pagar balkon... Baik, sebaiknya  tidak terlibat dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Bukankah bertentangan kalau kamu percaya kekuatan supranatural tapi sihir tidak?” Index mengerutkan bibirnya dan mengatakan dengan tidak senang, “Apa hebatnya kemampuan supernatural, coba? Kau seharusnya tidak merendahkan yang lain hanya karena kau punya suatu kemampuan khusus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan lembut mengeluh,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, kamu benar. Hanya dengan sedikit tipuan dan kita dikelompokkan menurut sistem level. Pemikiran seperti itu mengerikan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merendahkan kepalanya, melihat tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanannya tidak bisa menembakkan api atau listrik, tidak bisa melepaskan cahaya, dan tidak bisa mengeluarkan suara. Dan tentu saja, tidak akan ada garis–garis aneh muncul di pergelangan tangannya. Tapi tangan kanan Kamijou bisa menghilangkan segala kekuatan supernatural. Tidak peduli sifat bawaannya atau tujuannya, bahkan keajaiban yang muncul di mitos akan dihancurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk orang di kota ini, namun, kekuatan super sudah seperti dorongan dari pilar rohani. Jangan mencari–cari terlalu banyak kesalahan. Dan di samping itu, aku juga salah satu dari mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baguslah kalau kamu mengerti, idiot! Huh, kenapa kamu mengacaukan isi otakmu? Kamu bisa membengkokkan sendok dengan tanganmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh, apa yang bisa dipamerkan dari orang yang menyerahkan karakter alamiahnya untuk sesuatu yang jauh di dalam kulit?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Bisakah aku menjejali mulut cerewetmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ke- kekerasan tidak bisa menakutiku!” Index terlihat seperti kucing yang tidak senang, dan berkata, “Kamu bicara banyak tentang kekuatan super, tapi kamu tidak terlihat punya kekuatan itu sendiri!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Eh, tentang itu... bagaimana aku mengatakannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasa kesulitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia jarang punya kesempatan untuk menjelaskan Imagine Breaker ke orang lain. Bahkan jika pernah, karena kemampuannya hanya bereaksi pada kekuatan supernatural, jika orang lain tidak dapat menerima kenyataan bahwa kekuatan super ada, penjelasannya akan sia – sia saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Unn, tangan kananku... ah, biar aku jelaskan. Ini alami; tidak ada pewarna buatan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika tangan kananku bersentuhan dengan...kekuatan khusus apa pun, baik bola api berkekuatan nuklir ataupun railgun, bahkan keajaiban dari Tuhan akan dihapus tanpa jejak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...eh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Ekspresi apa itu? Kau seperti baru saja melihat katalog belanja untuk membeli kristal keberuntungan yang cantik!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aduh... kamu, seorang ateis yang tidak pernah mengenal nama Tuhan, berkata bahwa keajaiban dari Tuhan akan terhapus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk bepikir bahwa Index akan menggunakan jari kecilnya untuk menggali telinganya sambil tertawa sinis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Ugh, ini membuatku kesal! Aku tidak suka dibodohi oleh gadis sihir palsu yang mengatakan bahwa sihir benar–benar ada, hanya saja tidak bisa membuktikannya membuatku panas...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar Kamijou menggumam seperti itu, Index sepertinya juga marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-Aku bukan gadis sihir palsu! Sihir benar–benar ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu buktikan padaku, kau pemakai kostum Haloween! Aku akan menggunakan Imagine Breaker-ku untuk mengancurkan sihirmu dan kita lihat siapa yang benar! Dasar anak imajinatif!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik, akan kutunjukkan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index dengan marah mengangkat tangannya, “Ini! Pakaian ini! Pakaian ini adalah pelindung pertahanan paling mutakhir yang disebut Gereja Berjalan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengangkat kedua tangannya, mebuat Kamijou melihat jubah suster yang membuatnya memikirkan cangkir teh kelas atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu Gereja Berjalan?! Aku tidak mengerti sedikit pun dari hal yang kaukatakan! Semua yang kaukatakan adalah istilah–istilah aneh seperti indeks dan pelindung pertahanan! Bisakah kau menjelaskan dengan cara yang bisa kumengerti? Terlalu membingungkan! Tidak pernahkah kamu menjelaskan sesuatu yang mendalam dengan cara yang mudah dimengerti?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau... kau tidak pernah mencoba untuk mengerti, dan sekarang kau mengeluh padaku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengayunkan tangannya dengan marah, “Sekarang, akan kubuktikan daripada hanya berbicara saja! Kamu bisa menggunakan pisau dapur untuk menusukku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik! Akan kulakukan... tunggu... apa yang kaupikirkan?! Tentu saja aku akan menusukmu! Apa kau mencoba menjebakku?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah! Kau tidak percaya padaku, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index dengan semangat menggerakkan bahunya ke atas dan bawah, “Pakaian ini memasukkan semua unsur penting dari sebuah gereja, jadi bisa dibilang &#039;Gereja dalam bentuk pakaian&#039;! Tenunan kainnya, jahitan garisnya, bahkan sulamannya juga. Semuanya direncanakan dengan hati–hati! Sebuah pisau dapur semata tidak akan menyakitiku sama sekali!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pikir kamu hanya menggertak... jika aku benar-benar menusukmu, aku akan jadi berandalan remaja paling bodoh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak mempercayaiku! Pakaian ini bisa menduplikat sama persis efeknya dengan Kain Kafan Suci dari Turin, pakaian yang dipakai seorang Santo ketika ditusuk oleh Tombak Longinus. Maka, kemapuan pertahanannya adalah kelas Paus. Dalam istilahmu, kekuatannya setingkat dengan perlindungan bom nuklir, &#039;kan? Tidak peduli apakah serangan fisik ataupun sihir, pakaian ini akan menerima, dan menyerapnya... Bukankah aku berkata aku mendarat di balkonmu karena aku diserang dari belakang? Jika aku tidak punya Gereja Berjalan ini, tubuhku pasti sudah berlubang! Apa kau mengerti?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis ini benar–benar cerewet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat pakaiannya dari sisi gelapnya, pendapat Kamijou tentang Index telah turun drastis ke yang terburuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, betul–betul mengesankan... tapi jika itu adalah kekuatan supernatural dan tangan kananku memegangnya, pakaianmu akan hilang, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu jika kekuatanmu benar–benar nyata~ Hoho— “ Index tersenyum menghina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berpikir, aku ambil taruhannya! Dan memegang pundak Index dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh...?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia merasakan perasaan yang betul–betul aneh... seperti dia sedang mencoba untuk menangkap awan. Seperti semua benturan yang diserap spons lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Tunggu sebentar...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou, yang sudah tenang, mulai berpikir sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika apa yang dikatakan Index, walau kedengarannya bodoh, itu benar dan pakaian yang disebut Gereja Berjalan ini betul–betul ditenun bersamaan dengan kekuatan supernatural, apa yang akan terjadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kekuatan supernatural itu hancur, bukankah pakaian itu akan berantakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“TIDAKKKKK MUNGKINNNNNNNNN?!” Perasaan menginjak kedewasaan yang tiba–tiba membuat Kamijou bereaksi dengan teriakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— AAAAAHHHHHHHHHH... eh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berpikir, sial, tadi itu membuatku khawatir saja. Meskipun dia juga merasa kasihan pada gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat! &#039;Kan?! Imagine Breaker apaan? Tidak ada yang terjadi!” Index meletakkan tangannya di pinggangnya, mengangkat dada kecilnya, dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekejap kemudian pakaian Index terurai seperti pita hadiah, menyebar di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index v01 051.jpg|thumb]] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benang yang menjaga jubah suster itu tetap utuh mengendur, dan jubah itu menjadi potongan-potongan kain. Hanya penutup kepalanya yang masih utuh, tapi mungkin itu karena penutup kepalanya tidak tersambung dengan pakaian yang dia sentuh. Sepenuhnya, membuat hal ini lebih menghina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index hanya berdiri di sana, tangannya di pinggang, dada kecilnya terangkat, dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang menutupi tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rupanya gadis bernama Index ini mempunyai kebiasaan menggigit orang jika marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AW! AW! AW! Berhenti menggigitku! Apa kau pikir kau itu nyamuk dari perkemahan musim panas?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index, yang hanya mengenakan selimut yang menutupinya, duduk tegak lurus di lantai, menggunakan setumpuk besar peniti dalam usaha yang telaten (dan sia–sia) untuk memperbaiki pakaian susternya kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana tidak menyenangkan dan mengerikan mendominasi ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, tidak seperti pembunuh berantai yang akan berjalan ke ruangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ ... Emm, permisi, Tuan Putri? Maaf mengganggu, tapi ada kaos kecil dan celana pendek di sini... ”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suster itu menatap kembali padanya, melotot seperti ular.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... emm... Tuan Putri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma merasa bahwa gadis di depannya memiliki banyak ekspresi wajah sambil mencoba untuk melanjutkan percakapan dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Barusan itu salahku, ok?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mendapat balasan gadis itu dalam bentuk jam alarm terbang yang dilempar ke wajahnya. Ketika Kamijou berteriak kaget, sebuah bantal besar juga terbang. Setelah bantal, sebuah konsol game dan sebuah tape rekorder mini juga terbang dengan mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana bisa kamu dengan santainya mengatakan hal seperti itu setelah hal memalukan ini?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Emm... ini... itu... sebetulnya, pelayanmu lebih dari sedikit gugup sekarang ini. Bagaimana aku mengatakannya... &#039;Inilah masa muda!&#039;?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau masih bercanda... uuuuuuuuuuuuu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya! Ya! Aku minta maaf! Aku minta maaf! Aku minta maaf! … itu adalah kaset video yang kusewa, bukan saputangan! TOLONG JANGAN MENGGIGITNYA!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma bersujud di lantai dalam sikap yang berlebihan sambil meminta maaf pada gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, Kamijou, yang baru pertama kali dalam hidupnya melihat dengan mata kepalanya sendiri gadis yang telanjang bulat dalam kemuliaan, sangat gugup sampai rasanya hatinya sedang diremas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baguslah dia tidak bisa melihatnya dari mukaku, pikirnya. Tapi pikirannya, sialnya, hanya pikiran belaka. Jika dia melihat cermin, dia akan tahu kalau semuanya terbaca di wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah jadi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara isak dan pilek, Index menyelesaikan kerajinan pekerjaan rumah tangga yang kejam untuk mengembalikan pakaian suster itu ke bentuk semula. Setelah memutarnya untuk melihatnya... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Hah. Pakaian suster dengan peniti yang berkelap–kelip dengan jumlah tak  terhitung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... (Tetesan keringat)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Erm, apa kamu betul–betul akan memakai itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau betul–betul akan memakai tipuan yang seperti &#039;&#039;iron maiden&#039;&#039; ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... (Air mata).”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dalam bahasa Jepang disebut &#039;kasur jarum&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... uu... uuuuuuuu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AKU SALAH! AKU MINTA MAAF!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tiba–tiba berlutut di lantai, memukulkan kepalanya ke lantai seperti bawang putih yang dihancurkan. Kontrasnya, Index seperti anak kecil yang diganggu sambil menggigit keras kabel TV. Jika dia meneruskannya, kabel itu akan putus di tengah–tengahnya. Sungguh kucing yang kasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku harus memakainya! Aku, &#039;kan, masih seorang suster!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index membuat geraman aneh sambil memakai gaunnya di bawah selimut, meniru gerakan ulat. Bagian yang tidak tertutupi selimut hanyalah kepalanya, yang terlihat semerah bom.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ah, caramu mengganti pakaian mengingatkanku akan pelajaran renang di sekolah-“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kamu masih melihat? Kamu seharusnya membalikkan kepalamu, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu tidak akan mati hanya karena aku melihatmu telanjang. Lagi pula, setalah terlihat tanpa busana, ganti baju saja bukan apa–apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index berhenti sebentar, tapi melihat Kamijou yang mungkin belum sadar atau belum percaya bahwa dia mengatakan sesuatu yang salah lagi, jadi dia melanjutkan memakai pakaiannya. Kerudungnya jatuh ke lantai, tapi sepertinya dia lebih fokus memakai bajunya dalam selimut jadi dia belum menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahu apa yang akan dikatakannya, tapi dia tahu situasinya akan bertambah canggung jika tak seorang pun bicara. Seperti dalam elevator bersama orang asing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kamijou terus berharap dia bisa kabur dari kenyataan, sesuatu memotong garis paling depan pikirannya: pelajaran tambahan musim panas!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“WA! SIAL! AKU ADA PELAJARAN TAMBAHAN!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat jam tangannya, “ Ah… emm… aku harus ke sekolah sekarang. Apa yang akan kaulakukan? Jika mau tinggal di sini, aku akan memberimu kunci.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ide “mengusir gadis itu” sudah sepenuhnya hilang dari pikiran Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena pakaian suster Index, Gereja Berjalan, bereaksi terhadap Imagine Breaker, Kamijou punya bukti bahwa pakaian Index betul–betul memiliki kekuatan supernatural. Kata–katanya tadi sudah tidak terdengar seperti fantasi lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berkata dia dikejar penyihir dan jatuh dari atap ke pagar balkon Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berkata dia harus terus berlari supaya nyawanya selamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benarkah ada sekelompok penyihir yang datang dari dongeng dan mengacau di kota sains yang bahkan mengubah kekuatan supernatural menjadi kenyataan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Bahkan jika dia itu tidak benar, Kamijou ingin Index tinggal di sini dan menenangkan diri setelah melihatnya begitu kesulitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tidak perlu. Aku akan pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun dia bicara seperti itu, Index memperlihatkan wajah kesulitan sambil pelan–pelan bangun dari lantai. Dia berjalan melewati Kamijou seperti hantu dan sepertinya dia lupa memakai kerudungnya yang jatuh ke lantai ketika dia memakai pakaian susternya. Kamijou ingin mengambil dan mengembalikan padanya, tapi takut kalau kekuatan tangan kanannya akan menghancurkan kerudung itu juga. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… emm… anu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Jangan terlalu banyak berpikir!” Index menolehkan kepalanya, dan berkata, “aku tidak pergi karena aku marah; Aku pergi karena jika aku terlalu lama tinggal di sini, orang–orang itu mungkin kembali ke sini. Kamu tidak ingin kamarmu dihancurkan, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar Index mengatakan kata–kata  mengerikan dengan mudahnya, Kamijou tidak tahu bagaimana untuk membalasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index pelan–pelan berjalan ke pintu masuk dan keluar. Kamijou mengejarnya dengan panik, berpikir bahwa dia seharusnya membantunya, jadi dia mengecek isi dompetnya. Tapi ternyata isinya cuma 320 yen. Meskipun begitu, Kamijou ingin menjaga Index di sini, di mana dia aman,jadi dia cepat–cepat berlari menuju pintu, tapi kakinya menyandung bingkai pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AH… AWWWWWWW! OOOOOOOOO!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index berbalik ke arah teriakan, dan melihat Kamijou memegang kakinya dan berteriak kesakitan. Sakit di kakinya membuatnya meloncat–loncat, menyebabkan telepon genggamnya jatuh ke lantai. Ketika Kamijou sadar semua sudah terlambat, dan sebuah retakan bisa didengar dari layar kaca HP-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uuuuu… uuuuuuuuuuuuuuuuuuu… Aku benar-benar sial…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin bukan sial, melainkan kikuk?” Index tersenyum, “tapi karena Imagine Breaker-mu nyata, mungkin memang sudah seharusnya begitu, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Apa maksudmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, ini adalah isu dari pihak Sihir, jadi mungkin kamu tidak akan percaya kalau aku mengatakannya,” Index tertawa sambil mengatakan, “jika perlindungan Tuhan dan benang merah takdir benar-benar ada, mereka akan dihancurkan oleh tangan kananmu juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengguncangkan pakaian susternya yang dipasangi peniti, berkata, “Seperti Gereja Berjalan yang aslinya memiliki kekuatan Tuhan. Pakaian ini merupakan perlindungan dari Tuhan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh… apanya yang ‘beruntung’ atau ‘sial’? Bukankah itu hanya kemungkinan dan statistik? Bagaimana mungkin itu benar-“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum dia sempat menyelesaikan pernyataannya Kamijou merasakan listrik statis ketika dia menyetuh gagang pintu, mengagetkan Kamijou dan menyebabkan seluruh tubuhnya berguncang secara refleks. Ototnya gemetar dengan cara yang belum terbiasa, dan betis kanannya kram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Uuuuuuu… “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengerang selama kira–kira enam detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… erm … Suster-san…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tolong jelaskan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Logikanya sebutulnya cukup sederhana,” kata Index seolah-olah hal ini sudah jelas. “Jika kekuatan tangan kananmu itu nyata, berarti adanya kekuatan itu di tangan kananmu akan terus menghapus keberuntunganmu secara terus menerus”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.. Jadi maksudmu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selama tangan kananmu menyentuh udara, kamu akan terus–terusan sial.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AAAAAAHHHHHHHHH! AKU BETUL–BETUL SIAL!!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Kamijou tidak percaya hal ghaib, tapi dia sangat peka dengan kejadian yang disebut kemalangan. Dalam kehidupan sehari–hari Kamijou, dia sering kali begitu sialnya sampai dia mersa seluruh jagad raya memusuhinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan yang berdiri di depan Kamijou Touma yang malang adalah seorang suster berpakaian putih bersih dan bersinar dengan senyuman seperti dewi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua orang yang melihatnya akan memberitahumu bahwa itu ekspresi untuk membuatmu percaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kesialan yang sesungguhanya adalah mempunyai kekuatan itu sejak lahir.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat suster yang tersenyum di depannya, Kamijou tidak bisa menahan air matanya… hei… tunggu dulu, itu bukan maksud yang ingin dia sampaikan… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, aku tidak bicara tentang itu! Kamu… apa kamu punya tempat tinggal lain setelah pergi dari sini? Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi, tapi penyihir–penyihir itu mungkin masih berkeliaran dekat sini, &#039;kan? Rumahku lebih aman. Apa kamu ingin tinggal di sini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan memancing ‘musuh’ jika aku tetap di sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana bisa kamu begitu yakin? Selama kamu tidak menarik perhatian dan tinggal di dalam ruangan ini, kamu tidak akan ketahuan, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak semudah itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index menggenggam kerah pakaiannya dan berkata, “Pakaian ini disebut Gereja Berjalan. Pakaian ini dijaga oleh sihir. Meski Gereja memanggilnya kekuatan Tuhan, sebetulnya itu mirip dengan sihir. Dengan kata lain, ‘musuh’ bisa menggunakan ciri khusus sihir dari Gereja Berjalan dan menemukanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu kenapa kamu memakai apa yang pada dasarnya tidak lebih dari penarik musuh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena tingkat pertahanannya adalah kelas Paus… sebelum dihancurkan oleh tangan kananmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau saja tidak dihancurkan tangan kananmu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku minta maaf… tolong jangan menatapku dengan mata penuh air mata itu… tunggu. Dipikir–pikir, karena Gereja Berjalan-mu dihancurkan oleh tangan kananku, mereka seharusnya tidak bisa melacaknya lagi, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka masih akan tahu kalau Gereja Berjalan-ku hancur. Seperti kataku: Kemampuan pertahanan Gereja Berjalan adalah kelas Paus. Dengan kata lain, seperti sebuah benteng... jika aku adalah ‘musuh’, bahkan jika aku tidak tahu kenapa Benteng Berjalan hancur, aku pasti tidak akan membiarkan kesempatan seperti itu lepas. &#039;Kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu! Bukannya itu adalah alasan yang membuatmu lebih tidak bisa pergi sendirian! Meskipun aku masih tidak percaya apa yang kamu sebut ‘sihir’, tapi jika ‘musuh’ benar–benar mengejarmu, bagaimana bisa aku membiarkanmu membahayakan nyawamu di luar sana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tertegun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ekspresinya, dia betul–betul terlihat seperti gadis biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Maksudmu jika aku akan turun ke neraka, kamu akan menemaniku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tersenyum. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memberikan senyuman yang memilukan hati yang membuat Kamijou terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di belakang kata–kata halus itu ada permohonan tersembunyi; &#039;&#039;tolong jangan terlibat dengan hal ini&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir, aku bukannya tidak punya teman. Selama aku bisa lari ke gereja, orang–orang di sana akan melindungiku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… oh? Lalu… Di mana gereja itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“London.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya itu terlalu jauh? Berapa lama kamu akan lari?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Ah, jangan khawatir! Seharusnya ada beberapa cabang kecil di Jepang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pakaian suster yang penuh peniti itu bergoyang ke sana–sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis kecil yang terlihat seperti ibu rumah tangga yang sering diganggu berkata, “Gereja… ya, sepertinya ada satu di kota ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang biasa yang mendengar kata “gereja” akan segera berpikir tentang bangunan besar tempat pernikahan diadakan. Di Jepang, gereja–gereja itu sangat kecil. Meski berada di Jepang, budaya Kristen belum mengakar di sana, dan dengan seringnya gempa bumi yang dialami Jepang, sulit untuk memepertahankan “bangunan dengan nilai bersejarah”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gereja yang Kamijou lihat dari ujung matanya ketika naik kereta hanyalah kompleks apartemen dengan salib yang didirikan di atap. Awalnya dia malah mengira itu adalah gereja milik para konglomerat baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm… tapi tidak semua gereja bisa… aku termasuk sekte British...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Erm,… dalam arti luas, Agama Kristen sebetulnya dibagi menjadi banyak sekte,” Index menjelaskan dengan canggung, “agama Kristen secara umum dibagi menjadi Katolik dan Protestan. Aku termasuk sisi Katolik, yang dibagi lagi menjadi Gereja Katolik Roma, yang berpusat di Kota Vatikan; Gereja Ortodoks Rusia, yang berpusat di Rusia; dan Gereja Anglikan, yang berpusat di Katedral St. George.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jadi apa yang akan terjadi jika kamu salah masuk?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan diusir,” Kata index dengan dengan senyuman pahit. “Ortodoks Rusia dan Anglikan sebagian besar berpusat di negaranya sendiri, jadi keduanya tidak mempunyai banyak cabang di Jepang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semakin Kamijou mendengar, semakin dia merasa ada sesuatu yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin sebelum Index menyerah karena lapar, dia sudah sudah mengunjungi beberapa gereja dan diusir beberapa kali, memaksanya untuk berlari demi nyawanya? Itu bukan pikiran yang melegakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir. Aku akan baik-baik saja asalkan bisa mencapai gereja milik Anglikan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba–tiba, Kamijou memikirkan kekuatan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi! Jika kamu ada masalah, carilah aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, hanya itu yang bisa dia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun dia punya kekuatan untuk membunuh Tuhan itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mn, aku akan kembali jika lapar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memberikan sebuah senyuman yang seperti bunga morning glory. Senyum sempurna itu membuat Kamijou tidak bisa berkata–kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah robot pembersih mendekat, bergerak mengitari sosok Index, dan melanjutkan perjalanannya ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“YAAAH!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum sempurna hilang dalam sekejap ketika Index jatuh ke belakang. Cara dia bergetar, seperti kakinya terkena kram. *DONG*! Kepala belakangnya menghantam tembok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—! BENDA ANEH BARU SAJA KELUAR BEGITU SAJA…?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Index terisi dengan air mata sambil menjerit, bahkan lupa untuk mengelus kepala belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“KAU BERLEBIHAN! ITU HANYA ROBOT PEMBERSIH!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah robot pembersih yang terlihat seperti silinder logam besar dengan roda di bawahnya, menggunakan pel berbentuk lingkaran untuk membersihkan lantai. Sebuah kamera yang dipasang dekat ujung atasnya membuatnya bisa menghindari penghalang. Semua gadis yang memakai rok mini membencinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Begitu. Jepang bukan hanya negara teknologi, melainkan juga negara di mana bahkan Agathion dimekanisasi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat Index yang terlihat kagum oleh Jepang karena alasan aneh membuat rambut Kamijou berdiri sampai ujungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini Academy City! Kamu bisa melihat benda seperti itu di mana–mana!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Academy City?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar. Bagian barat Tokyo relatif lambat dalam perkembangan, jadi bagian itu dibeli untuk mendirikan kota ini. ‘Kota sekolah’ yang di dalamnya terdapat puluhan universitas dan ratusan SD, SMP, dan SMA.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh sambil melanjutkan, “Delapan puluh persen dari orang yang tinggal di sini adalah siswa, dan semua apartemen yang terlihat seperti kondominium (kompleks apartemen yang sangat besar) sebetulnya adalah asrama siswa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City tidak hanya mendidik siswa dalam bidang akademik, tapi juga menanam kekuatan super dan pengembangan tubuh secara rahasia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Jadi layar di jalanan mungkin agak berbeda dari yang biasa. Mesin penjual makanan otomatis, kincir angin praktis untuk menghasilkan listrik, dan robot pembersih barusan… Ada banyak benda seperti itu yang dikembangkan oleh universitas di sini. Tingkat teknologi di sini kasarnya dua puluh tahun lebih maju dari dunia luar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm… “ Index menatap robot pembersih itu, dan berkata, “Jadi semua bangunan di daerah ini milik Academy City?|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yap… jika kamu mencari Gereja Inggris di sini, nasihatku adalah coba cari di luar kota ini. Gereja di sini sebagian besar mungkin mengajarkan teologi atau psikologis-Jungian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memberikan “Mn” sambil menganggukkan kepalanya. Pada waktu itulah Index baru menggunakan tangannya untuk memegang kepala belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… eg? Ah… eh? Ke… kerudungku hilang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu baru sadar? Kerudungmu jatuh tadi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maksud Kamijou adalah “kamu menjatuhkannya saat ganti baju di bawah selimut”, tapi sepertinya Index mendengarnya sebagai “kamu menjatuhkannya saat kamu ditakuti robot pembersih dan jatuh”. Index mencari di sekitar koridor. Gagal menemukannya, beberapa tanda tanya muncul di atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-HA! Benar! Pasti Agathion mekanis itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index sepertinya telah sepenuhnya salah paham sambil berlari mengejar robot pembersih yang berbelok di ujung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Emm… situasi apa–apaan ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat kembali kamarnya, pada kerudung Index, dan melihat kembali ke koridor; Index sudah menghilang. Sungguh cara yang tidak berperasaan untuk pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu membuatnya memikirkan sesuatu tanpa dasar: Bahkan jika dunia ini hancur, gadis itu masih akan terus bertahan hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitulah pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 5===  &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hai~ Sensei telah membuat beberapa bahan pelajaran, jadi aku akan memberikannya~. Ini akan jadi isi pelajaran hari ini~”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sudah satu semester dia berada di kelas ini, tapi bahkan sekarang, Kamijou masih tidak mempercayainya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Wali kelas 1-7, Tsukuyomi Komoe berdiri di depan meja. Para murid hanya bisa melihat kepala guru ini jika dia berdiri di belakang mejanya. Tingginya 135 cm, dan katanya dia ingin naik &#039;&#039;roller coaster&#039;&#039;, tapi ditolak karena kaitannya dengan keselamatan. Tidak masalah siapa yang melihatnya, semua orang akan merasa bahwa dia adalah seorang anak berumur dua belas tahun yang seharusnya memakai helm keamanan kuning dan membawa tas punggung merah dan sebuah suling soprano. Karena itulah guru yang seperti anak–anak ini termasuk salah satu dari tujuh misteri di sekolah.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Meski aku tidak melarang kalian untuk mengobrol, kalian harus mendengarkan apa yang Sensei katakan, ok~? Sensei sudah bekerja keras untuk menyiapkan semua pertanyaan untuk tes ini. Jika gagal, kamu akan dihukum dengan pelajaran Penglihatan Tembus Pandang.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Sensei, apa kau membicarakan tentang bermain poker dengan penutup mata? Itu, &#039;kan, bagian dai Kurikulum Penglihatan Tembus Pandang! Kudengar kami tidak boleh pulang kecuali bisa menang sepuluh kali berturut–turut meskipun kami tidak bisa melihat kartunya. Kalo begitu kami semua tidak akan bisa pulang sampai besok pagi!”, protes Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ya~ tapi Kamijou, nilaimu untuk pengembangan kekuatan tidak cukup. Jadi kamu tetap harus mengikuti pelajaran Penglihatan Tembus Pandang, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou merasa bahwa dia tidak bisa menangani senyum ala &#039;&#039;salesman&#039;&#039; dari gurunya ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Oo, sepertinya Komoe betul–betul suka padamu Kami-yan...!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Duduk di sebelah Kamijou adalah ketua kelas (laki-laki) dengan rambut biru dan tindikan di telinganya, yang mengatakan sesuatu yang bodoh pada Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Tidakkah kau merasa guru yang dengan senangnya berjinjit dan berbuat iseng di depan papan tulis sedang bersikap memusuhiku....?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa...? Guru manis itu? Apakah ada masalah kalau kamu gagal dalam beberapa mata pelajarannya? Kamu pasti akan mendapat banyak pengalaman jika dimarahi anak kecil seperti itu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ternyata sebutan pedofil tidak cukup untukmu, dasar &#039;&#039;masochist&#039;&#039;!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“AHA— ! Menjadi seorang pedofil hanya satu dari kesenanganku. Aku tidak &#039;&#039;hanya&#039;&#039; suka gadis kecil, tahu~!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Ketika Kamijou hampir merespon dengan ucapan “Dasar kau omnivora pemakan sampah”,&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kalian berdua di sana! Kalian akan bermain Telur Columbus jika terus berbicara!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Telur Columbus ini membutuhkan seseorang untuk menyeimbangkan sebuah telur mentah untuk berdiri di meja tanpa bantuan apa pun. Bahkan murid yang belajar Psikokinesis harus bekerja keras sampai pembuluh darah di otaknya hampir pecah untuk menahan telurnya supaya tidak jatuh; ini karena jika tekanannya terlalu besar, telur itu akan pecah. Dan juga, mereka yang gagal akan harus tinggal sampai keesokan paginya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou dan Aogami Pierce hanya bisa menatap Tsukuyomi Komoe yang berdiri di panggung, bahkan hampir lupa untuk bernapas.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa kalian mengerti~?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sungguh senyum yang mengerikan.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Komoe-sensei sangat membenci orang–orang yang menyebut kata “kecil”, tapi menyukai orang yang memanggilnya “imut”.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Namun, Komoe-sensei tidak keberatan jika murid–muridnya tidak melihatnya sebagai guru. Tentu saja karena di sini adalah Academy City. Delapan puluh persen dari populasi di sini adalah siswa, jadi kota ini bisa disebut Neverland &amp;lt;ref&amp;gt;Neverland di sini mengacu pada pulau fiksi dalam cerita Peter Pan karya J. M. Barrie.&amp;lt;/ref&amp;gt;. Maka, kritik pada guru–guru di sini lebih keras dari sekolah–sekolah lain di luar. Di samping itu, kemampuan siswa di sini diukur dengan kemampuan akademis dan juga kekuatan supernaturalnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Di sini, peran para guru adalah untuk mengembangkan kekuatan para siswanya meskipun mereka sendiri sebetulnya tidak memiliki kekuatan apa pun. Para guru olahraga dan staf pengajar yang seperti instruktur semuanya seperti berasal dari unit militer  negara lain karena mereka bisa menghadapi para siswa Level 3 yang laksana monster dengan menggunakan kekuatan mereka sendiri. Tentu saja, Komoe-sensei, yang mengajar kimia, tidak seperti.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku bilang, Kami-yan…” &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Dimarahi Komoe-sensei, tidakkah membuatmu senang?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Hanya kau yang merasa senang, idiot! Cukup, diam! Musim panas kita akan hancur jika kita dipaksa main dengan telur mentah ketika kita tidak punya kekuatan Psikokinesis! Berhenti memberiku masalah dengan logat Kansai palsu itu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“L-logat Kansai palsu? Kenapa aku harus memalsukan logat Kansai? Aku orang asli dari Osaka~!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Diam! Kau lahir di desa penuh ladang padi! Aku sudah jengkel; berhenti buat aku berpikir untuk berdebat denganmu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“A... A-a-aku tidak lahir di desa ladang padi! Ah... ah... takoyakinya betul – betul enak~”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Berhenti mencoba jadi orang Kansai. Apa kamu juga akan membawa takoyaki hanya supaya lebih terlihat seperti Orang Kansai asli?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa yang kaubicarakan? Orang asli Kansai sekalipun tidak hanya makan takoyaki saja, &#039;kan?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Benar, &#039;kan? Eh, tunggu ... tapi... eh... benar nggak, ya?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kau menunjukkan jati dirimu, dasar orang Kansai palsu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh, dan melihat ke luar jendela.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Jika dia tahu pelajaran tambahan akan begini membosankan, dia pasti sudah menemani Index.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Meski Gereja Berjalan yang dipakai Index bereaksi terhadap tangan kanan Kamijou —baik, penggunaan kata “bereaksi” mungkin agak meremehkan- bukan berarti Kamijou percaya keberadaan sihir. Mungkin 80-90% dari apa yang dikatakan Index dibuat–buat, mungkin dia hanya salah paham setelah melihat fenomena alami sebagai sihir.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tapi...&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Ikan yang lepas selalu terlihat sangat besar...&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh lagi. Dibandingkan dengan terperangkap dalam kelas tanpa AC ini, dia seharusnya mengikuti Index ke dunia fantasi sihir dan pedang pasti lebih menarik. Dan jika dia ambil bagian dalam kegiatannya, mungkin akan ada -agak dipaksakan menyebutnya cantik- pasangan wanita manis untuknya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou ingat kerudung suster yang ditinggalkan Index di kamarnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Pada akhirnya, dia tidak mengembalikannya. Jika dia ingin mengembalikannya, dia masih punya kesempatan. Bahkan jika Index hilang, asalkan dia mencarinya dengan serius, pasti akan ketemu. Bahkan jika dia tidak bisa menemukannya, logis untuk Kamijou mengayun–ayunkan kerudungnyanya sambil berlari di jalanan.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sekarang Kamijou berpikir, sebetulnya Kamijou ingin meninggalkan sesuatu sebagai pengikat mereka berdua. Kamijou diam–diam berharap bahwa suatu hari dia akan kembali untuk mengambil benda yang dilupakannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Ini karena senyum gadis itu begitu sempurna.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Jika dia tidak meninggalkan sesuatu sebagai pengekang mereka berdua, rasanya dia akan menghilang di antara jarinya seperti hantu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou hanya takut pada hal ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
...Apa yang terjadi?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou, yang sedang romantis, tiba–tiba sadar akan sesuatu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou agaknya kejam pada gadis yang bergantungan di pagar balkonnya, tapi dia tidak begitu membenci gadis itu. Dia pastinya merasa sedikit menyesal karena mungkin dia tidak akan bertemu dia lagi di lain waktu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...Ah... sial!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mengatakan “Cheh” dalam mulutnya. Jika tahu akan menyesal sekarang, dia seharusnya memaksanya tinggal sejak dari awal.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Coba pikir, “103.000 grimoir” apa yang tadi dia bicarakan?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Asosiasi sihir itu mengejar Index (Asosiasi? Apa mereka perusahaan swasta?), dia dengar mereka mengejarnya karena “103.000 grimoir” itu- paling tidak, itulah yang dia katakan. Sedangkan bagi Index, dia lari karena nyawanya terancam sambil membawa “103.000 grimoir” itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Yang dibawa Index bukanlah sebuah kunci atau peta tempat semua grimoir itu disimpan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kamijou bertanya di mana buku–buku itu, Index menjawab, “Semuanya di sini”.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“... Apa maksudnya?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou hanya memiringkan kepalanya. Gereja Berjalan yang dipakai Index bereaksi terhadap Imagine Breaker Kamijou, itu berarti bahwa apa yang dikatakannya tidak sepenuhnya salah.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Sensei, Kamijou sedang menatap rok gadis–gadis dari klub tenis!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mendengar Aogami Pierce memalsukan gaya bicara Kansai yang sulit itu, Kamijou melepaskan “Ah” ketika kesadarannya ditarik kembali ke ruang kelas.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Komoe-sensei terdiam.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sepertinya Komoe-sensei betul–betul syok dan sedih karena murid yang bernama Kamijou Touma tidak memperhatikan pelajaran. Ekspresi wajahnya seperti anak kecil berumur dua belas tahun yang baru sadar pada hari musim dingin bahwa Sinterklas itu tidak nyata.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Saat Kamijou memikirkan tentang ini, seluruh isi kelas menatapnya. Sepertinya mereka adalah anggota Asosiasi Pelindung Hak Asasi Anak.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Seharusnya ini pelajaran tambahan musim panas, tapi Kamijou tertahan sampa waktu pembubaran normal.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“... Sungguh sial.”, gumam Kamijou sembari memandang kincir angin dengan tiga baling-baling yang berkerlip terkena sinar matahari senja. Karena sekolah melarang muridnya untuk keluar malam, bus dan kereta terakhir di Academy City adalah saat jam sekolah berakhir. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou, yang tidak berhasil mengejar bus terakhir, hanya bisa menyusuri jalan di kawasan perbelanjaan yang panas dengan lesu. Robot keamanan lewat di depan Kamijou, dan robot itu juga didesain sehingga terlihat seperti tong metal dengan roda di bawahnya. Fungsinya seperti alat pengawas tindak kriminal. Awalnya robot itu didesain seperti robot anak anjing, tapi robot anak anjing terlalu menarik perhatian anak kecil, membuat mereka sulit bergerak. Maka, mereka semua diubah menjadi seperti tong metal. Hm, alasan ini agak lucu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“AH! Akhirnya ketemu, kamu! Oi... tunggu! Berhenti! Aku memanggilmu! Cepat berhenti!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahan terhadap panas di musim panas ketika dia melihat robot keamanan bergerak pelan–pelan di sampingnya, berpikir.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ke mana Index pergi setelah mengejar robot itu?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia tidak sadar kalau teriakan dari belakang itu ditujukan padanya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia hanya merasa sangat berisik di belakangnya, jadi dia menoleh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
[[Image:Index v01 071.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara tersebut keluar dari mulut seorang siswi SMP. Dia mengenakan blus berlengan pendek, sweater musim panas, dan rok lipat. Rambutnya sebahu dan agak bersinar kemerahan karena pantulan sinar matahari senja. Akan tetapi, terlihatnya wajahnya masih lebih merah lagi. Pada saat itu, Kamijou sadar siapa gadis itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...Ah... kamu lagi, Biri-Biri Si Murid SMP.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Berhenti memanggilku Biri-Biri! Namaku Misaka Mikoto! Kenapa kau masih tidak ingat? Aku juga ingat kau memanggilku Biri-Biri saat pertama kali kita bertemu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Pertama kali aku bertemu denganmu...?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mulai mengingat–ingat.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Hm, benar. Pertama kali bertemu dia, dia sedang dipermalukan oleh beberapa berandalan. Ingin menunjukkan semangat Urashima Tarou dengan menasihati mereka supaya tidak mencuri dompet gadis lemah, dia hanya dihadiahi gadis itu dengan reaksi kasar, “Kau terlalu berisik, berhenti menggangguku!” dan menyerangnya dengan ledakan petir. Tentu saja, Kamijou menetralisasinya dengan tangan kanannya, tapi gadis itu kaget... “Eh? Apa yang terjadi? Kenapa tidak kena? Bagaimana kalau ini... eh? Tidak kena juga...”Kejadian demi kejadian terjadi, hingga akhirnya seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“... Eh? Kenapa? Aku tidak begitu sedih, tapi kenapa aku begitu sedih, Ibu?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kenapa kau menatap jauh...?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou agak lelah, karena baru saja menyelesaikan pelajaran tambahannya, jadi dia memutuskan untuk tidak terlalu memikirkan cara dia berurusan dengan Biri-Biri di depannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Seorang gadis menatap Kamijou. Gadis ini adalah gadis Railgun dari kemarin. Dia betul–betul tidak senang kalau kalah dari orang lain, jadi dia datang ke Kamijou untuk balas dendam, tapi pada akhirnya selalu frustrasi.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kau sedang bicara dengan siapa barusan...?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Gadis ini memiliki sifat keras yang tidak mengakui kekalahannya, tapi dia sebetulnya takut sendirian dan sekarang bertugas mengurus hewan peliharaan di kelasnya.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Berhenti mengarang-arang cerita!!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Misaka Mikoto benar–benar frustrasi sampai–sampai dia mengayun-ayunkan tangannya, sehingga menarik perhatian para pejalan kaki di sekitarnya. Sudah bisa ditebak, karena seragam musim panas yang dia kenakan dengan desain yang sebenarnya biasa-biasa saja adalah seragam SMP Tokiwadai, salah satu dari lima sekolah paling bergengsi dan elit di Academy City. Siswi-siswi dari SMP Tokiwadai berkepribadian halus dan sopan. Tapi entah kenapa, mereka sering terlihat sendirian bahkan di stasiun pada jam sibuk. Jadi, akan sangat mengejutkan jika seseorang melihat siswi Tokiwadai duduk di lantai kereta dan bermain dengan telepon genggam mereka seperti penumpang lainnya. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Eh? Oh, ya, ada apa, Biri-Biri? Bukankah ini tanggal 20 Juli? Kenapa masih pakai seragam sekolahmu? Apa kamu juga ikut pelajaran tambahan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ugh… kau…, diam!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku mengerti, kamu tidak merasa bahwa kelinci di kelasmu cukup aman, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Berhenti memasukkan hewan di kepribadianku, dasar berandalan! Akan kubuat kau membayar! Kakimu akan gemetar seperti katak tersetrum listrik! Cepat persiapkan permintaan terakhirmu sekarang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Tidak.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kenapa?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Karena aku bukan pengurus binatang peliharaan di kelas.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kau... masih mempermainkanku?!?!?!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
* Thomp!* Si gadis SMP menginjak keras ubin di jalur untuk pejalan kaki.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dalam sekejap, telepon genggam orang–orang yang lewat mengeluarkan suara rusak, kabel televisi di jalan perbelanjaan tiba–tiba terpotong, dan bahkan robot keamanan mengeluarkan suara berisik yang aneh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Rambut dari si siswi SMP mengeluarkan suara yang seperti listrik statis.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Pemakai kekuatan Level 5 yang bisa menembakkan Railgun dari tubuhnya ini memberikan senyum menakutkan seperti hewan buas yang memamerkan taringnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Hmph! Bagaimana? Apa ini memperjelas pikiranmu- Mmmph… !”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou dengan panik menggunakan tangannya untuk menutupi mulut Misaka Mikoto sepenuhnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Di… diam! Tolong jangan katakan apa pun! Tidakkah kamu lihat orang yang telepon genggamnya rusak terlihat tidak senang!? Jika mereka tahu kamu yang melakukannya, kamu harus membayar mereka, apalagi untuk TV kabelnya -siapa tahu berapa yang harus kita bayar!!&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Karena pertemuannya dengan si gadis berambut perak belum lama ini, Kamijou yang biasanya hanya berdoa saat Natal, mulai berdoa kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mungkin doanya berhasil, karena tak seorang pun mendekati Kamijou dan Mikoto.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Saat Kamijou mengeluarkan nafas kelegaannya (Ketika Mikoto mulai sesak karena tangannya),&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Bahaya! Bahaya! Kesalahan Nomor 100231-YF. Ditemukan serangan gelombang elekromagnetik yang melanggar hukum keelektromagnetisan. Keabnormalan sistem terdeteksi. Bisa jadi serangan teroris pengguna elektrik; tolong jangan gunakan peralatan elektronik apa pun.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Imagine Breaker dan Railgun gemetar saat mereka menoleh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tong metal besar di sisi jalan mengeluarkan asap sambil mengeluarkan peringatan yang tidak bisa dimengerti.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sesaat kemudian, robot keamanan mengeluarkan suara sirene yang keras dan melengking.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tentu, mereka harus lari.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Lari melewati lorong, menendang ember air plastik, menakuti kucing hitam, melanjutkan untuk lari ke depan. Tunggu sebentar, aku tidak melakukan hal yang salah, kenapa aku juga lari? Kamijou berpikir saat berlari. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau dia berpikir seperti itu, dia tetap berlari Dia ingat ada program televisi yang memberi tahu kalau harga satu robot keamanan adalah 1,2 juta yen.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Uuu… sialnya! Semua karena aku terlibat dengan orang seperti ini!!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa maksudmu orang seperti ini? Namaku Misaka Mikoto!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Setelah lari ke suatu tempat yang dalam di bagian terdalam dari lorong, keduanya akhirnya berhenti.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Area kosong berbentuk persegi panjang ini  sepertinya dibentuk saat salah satu gedung disingkirkan. Tempat ini sangat cocok untuk bermain basket &#039;&#039;three-on-three&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
‘Kamu terlalu berisik  Biri-Biri! Kaulah orang yang merusak semua alat elektronik di rumahku. Sekarang apa lagi yang kauinginkan!?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Siapa suruh jadi orang menjengkelkan?!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa salahku!? Pernahkah aku berbuat kasar padamu!?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kemarin, Kamijou menggunakan tangan kanannya untuk membendung semua serangan Mikoto, termasuk Railgun, pasir besi yang dikendalikan sehingga mirip pedang cambuk besi, gelombang elektromagnetik kuat yang menarget organ dalam, dan serangan terakhirnya berupa petir yang benar-benar turun dari langit.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tapi semua itu tidak bisa menyakiti Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Selama itu kekuatan supernatural, Kamijou Touma bisa meniadakan semuanya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kau lelah karena kau terus menyerangku. &#039;kan? Staminamu tidak cukup, berhenti menyalahkanku!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“… Ugh…!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mikoto mengertakkan giginya dengan marah, dan berkata, &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“I-itu tidak dihitung sebagai kekalahanku! Aku bahkan tidak diserang sekali pun! Seharusnya ini imbang!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Huuh, tidak butuh. Kamu menang. Meski aku memukulmu karena frustasi, AC rusakku tetap tidak bisa diperbaiki.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ugh…! Tunggu sebentar! Cepat bertarung serius denganku!!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Melihat Mikoto melambaikan tangannya dengan liar sambil meraung, Kamijou mengeluh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kamu yakin aku boleh serius?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mikoto tidak bisa mengatakan apa pun.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou dengan lembut mengepalkan tinjunya, dan membukanya lagi. Gerakan sederhana ini cukup untuk membuat Misaka Mikoto mengeluarkan keringat dingin. Dia bahkan tidak bisa mundur selangkah pun; dia hanya bisa tetap mengakar di tempat itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou bisa menghalangi semua serangan Mikoto begitu saja, tapi Mikoto tidak mengetahui apa kekuatan Kamijou sebenarnya. Baginya Kamijou benar-benar lawan yang megerikan.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Bisa diduga kalau Mikoto akan takut karena Kamijou Touma adalah orang yang bisa menghalangi semua serangan Mikoto selama lebih dari dua jam dan tetap tidak terluka sedikit pun. Sudah tentu dia akan bertanya-tanya apa yang terjadi bila Kamijou serius.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh, lalu mengalihkan pandangannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mikoto sepertinya bisa lepas dari benagg tak terlihat yang seolah-olah mengikatnya saat dia akhirnya mengambil beberapa langkah mundur, satu per satu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“… Kenapa aku… begitu sial…?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Melihat Mikoto begitu takut, Kamijou, terlihat agak sedih, dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Alat listrik di kamarku rusak, bertemu penyihir palsu pagi ini, dan aku bertemu Biri-Biri sore ini…”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Pe… penyihir…? Apa itu…?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou termenung sesaat, dan berkata, &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Hm, aku pun juga ingin tahu…&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Biasanya, Mikoto akan berteriak, “Dasar berandalan, apa kau sedang mempermainkanku!? Atau kekuatan anehmu membakar otakmu?” dan mengeluarkan sejumlah serangan gelombang elektromagnetik. Tapi saat ini, dia hanya bisa mengintip wajah Kamijou dengan takut-takut.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tentu saja, Kamijou hanya menakutinya, tapi melihat dia jadi begitu takut, dia merasa sedikit iba.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
…Penyihir…&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou tiba – tiba mengingatnya. Ketika bicara dengan suster putih itu, kata itu keluar secara alami, tapi sekarang saat dia tidak di sini, Kamijou menyadari betapa jauh kata itu dari kehidupannya saat ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kenapa dia bisa mengatakan kata seperti itu begitu mudahnya ketika dia bersama Index?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Apakah ada atmosfer misterius yang membuat Kamijou percaya padanya secara tidak sadar?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“… Apa yang aku pikirkan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou sepenuhnya mengabaikan Misaka Mikoto si Biri-Biri yang gemetar seperti anak anjing yang menggerutu sendiri.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Takdirnya dengan Index terpotong hanya seperti ini. Dunia ini begitu luas, dan tidak mungkin untuk mengharapkan sebuah pertemuan kebetulan. Tidak ada artinya memikirkan apa arti kata penyihir.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Meski begitu, Kamijou tidak bisa lupa.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia ingat kerudung putih yang dijatuhkan Index di kamarnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Hal terakhir yang dia tinggalkan, pengikat di antara keduanya, terus mengikat hati Kamijou, membuatnya gelisah.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Bahkan Kamijou tidak tahu kenapa dia begitu memikirkannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia seharusnya adalah orang yang bahkan bisa membunuh Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 6===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
320 yen… Kelihatannya dia tidak bisa mendapatkan semangkok besar gyuudon&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ukuran sedang, huh…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk para gadis yang dengan normal makan makanan yang harganya setara dengan novel ringan dengan sikap sopan, mungkin mereka tidak akan mengerti, tapi bagi anak laki–laki yang sedang dalam masa pubertas, gyuudon berukuran sedang hanya bisa disebut “makanan ringan”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyia–nyiakan waktu dengan Misaka Mikoto dengan memasuki rumah gyuudon untuk menyelesaikan “makanan ringannya”, Kamijou mengambil sisa keberuntungan 30 Yen-nya (termasuk pajak), dan kembali ke depan asramanya di bawah matahari tenggelam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada seorangpun di sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin semuanya sedang bermain–main dengan gila, karena ini awal liburan musim panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan luar asrama itu terlihat khas seperti apartemen. Dalam gedung persegi panjang ini, ada barisan pintu di dinding di sepanjang koridor. Ada tanda “Jangan Mengintip” tertempel di tongkat logam di samping pegangan logam, karena ini adalah asrama laki–laki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asrama siswa diatur dengan secara vertikal, memanjang dari depan. Dari jalan, yang juga merupakan jarak antara asrama–asrama lain, koridor dan balkon di sisi lain terlihat seperti sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski ada sistem kunci otomatis di pintu, asrama tetangga jaraknya hanya terpisah dua meter. Menyerang tempat ini mudah. Seperti apa yang dilakukan Index pagi tadi, hanya perlu melompat dari tempat lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memasuki pintu, dan melewati apa yang seharusnya gudang pengurus, Kamijou menaiki elevator menuju ke atas. Elevator di sini lebih sempit dan lebih kotor dari yang digunakan untuk mengangkat barang–barang di tempat pembangunan. Huruf “R” yang menyimbolkan atap disegel dengan papan logam, untuk mencegah para Romeo dan Juliet naik ke atap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti oven microwave, elevator mengeluarkan suara “ding” ketika berhenti di lantai tujuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu elevatornya mengeluarkan suara berderak, dan pelan–pelan terbelah dua. Mulai tidak sabar, Kamijou mendorong pintu elevator ke samping. Meskipun ini lantai ketujuh, tidak ada angin. Mungkin karena perasaan menekan dari blok tetangga yang terlalu dekat membuat Kamijou merasa lebih panas dari biasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou akhirnya memperhatikan di ujung koridor, di depan pintu kamarnya, ada 3 robot pembersih yang berkumpul di sana. Jarang sekali 3 robot berkumpul pada satu tempat yang sama. Seharusnya hanya ada 5 robot pembersih di asrama ini. Tiga robot ini bergerak mundur dan maju dalam frekuensi yang tetap, dan sepertinya ada yang kotor di bawah sana. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Entah kenapa, Kamijou mendapat firasat buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Robot pembersih besar ini bahkan bisa menyingkirkan permen karet yang tertempel di lantai. Kotoran macam apa yang membuat bahkan tiga mesin itu sulit menyingkirkannya? Apa tetangga samping kamarnya, Tsuchimikado Motoharu mencoba menyerahkan keperjakaannya, mencoba mabuk untuk bertindak seperti berandalan, dan muntah di depan pintunya layaknya di tiang telepon? Setelah memikirkan ini, Kamijou merasa menggigil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa–apaan yang…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia punya fungsi bodoh untuk tertarik pada sesuatu yang mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak bisa mengontrol diri sambil dia mengambil langkah pertama ke depan. Akhirnya, dia melihat hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang gadis sihir Index telah pingsan di sana karena lapar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Umm…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski sebagian ditutupi oleh robot, semua orang bisa tahu kalau suster putih dengan peniti bersinar di seluruh pakaiannya itu sudah pingsan lagi di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga robot terus memukulkan tubuhnya terhadap Index, tapi dia tidak bergerak sama sekali. Ini terlihat sama mengerikan dengan gagak yang mematuk makanan di kota- sungguh menyedihkan. Sebetulnya, robot pembersih seharusnya bisa menghindari pejalan kaki dan penghalang, ini artinya robot itu tidak memperlakukan Index sebagai manusia. Sungguh sedih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Aku betul – betul… sial…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski dia mengatakan ini, jika ada cermin di depannya, Kamijou Touma akan syok karena ekspresinya sendiri. Semua orang akan bilang dia sedang tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping itu, Kamijou masih merasa gelisah. Meski jika hal tentang “penyihir” ini tidak nyata, paling tidak itu bisa menjelaskan kenapa seorang gadis kesepian dikejar–kejar oleh anggota kelompok pemujaan misterius baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat dia  begitu saja muncul di depannya dengan cara yang paling alami seperti ini, seharusnya ini memang membuatnya senang. Dan bahkan jika seseorang mengabaikan alasan ini, hanya melihatnya lagi adalah sesuatu yang patut dijadikan alasan untuk membuatnya senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tiba-tiba ingat satu benda yang ditinggalkannya secara tidak sengaja. Topi suster putih itu. Saat ini, bagi Kamijou, topi suster itu seperti alat sihir yang berhasil bekerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi! Apa yang kamu lakukan di sini lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berteriak sambil mulai berlari ke depan. Hanya pemandangan ini saja membuat Kamijou terlihat seperti anak SD yang tidak tidur selama satu hari. Dia mendekatinya selangkah demi selangkah, dan perasaan ini seperti berlari dengan senang untuk membeli RPG pada saat hari lirisnya. Bahkan Kamijou sendiri tidak tahu kenapa dia begitu gembira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index masih belum sadar kalau Kamijou sudah di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat melihat Index seperti ini, Kamijou Touma berpikir, Benar–benar cocok denganmu, dan betul–betul merasa hal itu lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, Kamijou menemukan Index sedang terbaring dalam kolam darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ah…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sekejap, Kamijou tidak kaget, tapi bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia dihalangi oleh robot pembersih, jadi dia tidak melihatnya. Index, yang sedang terbaring di lantai, memiliki potongan tegak lurus dekat pinggangnya. Lukanya benar–benar lurus; dasarnya seperti menggunakan pengaris dan pedang untuk memotong papan berombak–ombak. Juga, ujung depan rambut peraknya juga terpotong rapi. Bahkan rambut perak yang terlumur merah oleh darah yang mengalir keluar dari lukanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, Kamijou bahkan tidak berpikir bahwa itu adalah darah manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semenit lalu, dan semenit kemudian- perbedaan besar pada kenyataan membuat Kamijou bingung. Benda merah ini… apa ini saus tomat? Apa Index begitu laparnya sampai dia menggunakan tenaga terakhirnya untuk memeras saus tomat? Gambaran ini sungguh lucu, dan Kamijou sangat ingin tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia tidak bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana bisa dia tertawa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga robot mengeluarkan suara retak, bergerak mundur dan maju. Mereka masih membersihkan kekacauan di lantai: cairan merah yang masih mengalir keluar dari tubuh Index dan menyebar di lantai. Seperti mereka menggunakan kain kotor di atas lukanya, mencoba menghisap bagian dalam Index keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berhenti… berhenti! BERHENTI! SIAL!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou akhirnya menyadari kenyataan saat dia dengan panik mencoba untuk mengangkat satu robot pembersih yang berkumpu di sekitar Index yang terluka berat. Tapi robot pembersih terbuat berat untuk mencegah mereka dicuri. Dan dengan kekuatan mereka, sulit untuk menarik mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, robot pembersih itu hanya membersihkan “kotoran yang tersebar di lantai”, dan tidak betul–betul menyentuh luka Index. Tapi di mata Kamijou, robot pembersih ini tidak jauh berbeda dari lalat yang berkumpul di sekitar luka yang membusuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski Kamijou mencoba sepenuhnya, sulit untuk menarik bahkan satu saja robot pembersih yang berat dan kuat, apalagi tiga. Dan ketika dia mencoba menyingkirkan salah satu, yang dua masih menangani kekacauan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan anak laki–laki yang bisa membunuh Tuhan tidak bisa melakukan apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bahkan tidak bisa menangani mainan – mainan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Index tidak mengejeknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir yang sudah mengungu karena kehilangan darah yang sangat banyak tidak bergerak. Dan mungkin saja dia sudah tidak bernafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial! Sial!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran Kamijou kacau dan dia heran, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang terjadi? Apa kau bercanda?! BERITAHU SIAPA YANG MELAKUKAN INI!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh? Kami ‘penyihir’ yang melakukan ini, huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang datang dari belakang sudah jelas tidak datang dari mulut Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou membalikkan badannya dengan keras, dalam  sikap tubuh yang siap bergerak maju.  Elevator… tidak ada. Tapi ada seorang pria berdiri dekat tangga darurat. Sepertinya dia naik lewat tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang pucat yang tingginya sekitar dua meter. Dia terlihat lebih muda dari Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terlihat seumuran dengan Index, sekitar empatbelas, limabelas tahun. Melihat tingginya, dia sepertinya orang asing. Untuk pakaiannya… dia terlihat seperti pendeta dari gereja, dia memakai jubah pendeta hitam. Tapi melihat seluruh dunia, sepertinya tidak akan ada seorangpun yang percaya bahwa orang ini adalah seorang pendeta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin dia berdiri melawan angin, karena maski jaraknya paling tidak limabelas meter dari Kamijou, Kamijou sudah bisa  mencium bau &#039;&#039;cologne&#039;&#039; manis. Rambut pirang sebahunya berwarna merah seperti matahari tenggelam, dan ada cincin–cincin  perak di kesepuluh jarinya. Dia memakai banyak anting, dan ada aksesoris handphone bergelantungan di sakunya. Dia menggigit rokok menyala yang bergetar, dan hal yang paling berlebihan adalah dia memiliki tato barcode di bawah mata kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasanya tidak benar untuk memanggilnya pendeta, ataupun memanggilnya berandalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria itu berdiri di koridor. Atmosfer yang mengelilinginya jelas terlihat abnormal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index v01 085.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sana, sepertinya semua logika yang Kamijou tahu tidak lagi cocok. Di sana, sepertinya dunia mengikuti aturan yang berbeda. Atmosfer aneh ini terus mentebar seperti sedang dipegang oleh tangn yang dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaan yang dirasakan Kamijou saat ini bukan “takut” atau “marah”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaan “bingung” dan “terganggu”. Perasaannya seperti saat dompetnya dicuri ketila berada di luar negeri,- penuh keputusasaan dan kesepian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaan sentuhan-dingin pelan–pelan menyebar ke seluruh tubuhnya… Jantungnya mulai membeku. Saat ini, Kamijou sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang ini adalah penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat ini telah menjadi “dunia lain” yang lain. Di sana, karakter khusus yang disebut penyihir ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou bisa melihatnya tiba – tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski dia tidak percaya dengan istilah “penyihir”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang di depannya tidak bisa dijelaskan menggunakan pengetahuan umum dari dunianya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uu? Mmmm… sepertinya serangan itu betul-betul berat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu menggigit rokoknya sambil melihat sekitar, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Meskipun aku tahu Kanzaki itu menebasnya… aku sebetulnya lega ketika aku tidak melihat jejak darah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu melihat robot pembersih di belakang Kamijou Touma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index sepertinya “ditebas” di tempat lain dan melawan untuk sampai ke sini sebelum pingsan. Seharusnya ada jejak darah di mana–mana, tapi mereka sepertinya sudah dibersihkan oleh robot pembersih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi… kenapa…?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou secara tidak sengaja bergumam sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Kamu tanya kenapa dia kembali ke sini? Siapa tahu, mungkin dia lupa sesuatu. Oh, ya, ketika dia kena serangan kemarin, dia masih memakai topi suster. Siapa tahu dimana topi itu mendarat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir di depannya betul–betul menggunakan kata–kata “kembali ke sini”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, ketika Index berputar–putar selama seharian, dia sedang diawasi oleh mereka. Mereka bahkan tahu kalau topi susternya jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengatakan tadi kalau para penyihir bisa merasakan kekuatan sihir dari Gereja Berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia juga berkata tadi kalau para penyihir ini mengikutinya lewat “kekuatan unik” dari Gereja Berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi… kenapa dia di sini lagi? Gereja Berjalan hancur dan menjadikannya tidak bisa digunakan, jadi kenapa dia kembali untuk topinya? Karena Gereja Berjalan hancur oleh tangan kanan Kamijou, apa gunanya mengambil kembali topi itu…?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Maksudmu kalau saja aku akan turun ke Neraka, kamu akan menemaniku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sekejap, semua skenario menjadi satu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou akhirnya memikirkannya. Topi dari Gereja Berjalan yang ditinggalkan dalam kamar Kamijou belum disentuh tangan kanan Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, topi itu masih memancarkan energi sihir. Dia pasti khawatir kalau para penyihir akan mengikuti jejak energi sihir itu dan sampai di kamar Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka, dia membuat resiko yang besar untuk “kembali ke sini”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Dasar bodoh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada gunanya mengambil resiko ini. Alasan Gereja Berjalan hancur adalah kesalahan Kamijou. Kamijou sudah tahu kalau topi suster itu tertinggal di kamarnya; hanya saja dia tidak peduli dan meninggalkannya. Dan yang lebih penting… Index tidak harus melindungi nyawa Kamijou; dia tidak punya hak atau kebebasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski begitu, dia tetap kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk orang asing, orang bernama Kamijou Touma yang baru dia temui selama tigapuluh menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengambil resiko atas nyawanya untuk mencegah Kamijou Touma terlibat dalam perangnya melawan para penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia hanya harus kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Dasar bodoh…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Latar belakang Index yang berbaring diam tak bergerak tambah membuat Kamijou geram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum itu, Index memberitahu Kamijou bahwa “kesialan” Kamijou disebabkan oleh tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Kamijou akan secara tidak sadar menghapus semua “kekuatan supranatural” seperti “berkah Tuhan” dan “benang merah pengikat takdir”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Kamijou tidak secara asal menggunaka tangan kanannya untuk menyentuhnya, Gereja Berjalan dari jubah suster itu tidak akan hancur, dan dia tidak perlu membahayakan nyawanya seperti ini untuk kembali ke sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, ini bukan masalah utamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan karena kemampuan yang dimiliki tangan kanan Kamijou, tidak peduli apa Gereja Berjalan hancur atau tidak, ini bukan alasan yang tepat untuk kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini semua karena Kamijou menginginkan suatu “pengikat”. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika saja dia mengembalikan topi suster itu, semuanya tidak akan jadi seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Oi oi? Jangan melihatku seperti itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu menggigit rokok di mulutnya sambil berkata, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak memotong ‘benda itu’; yang melakukannya Kanzaki. Dan Kanzaki tidak bermaksud untuk melukai ‘benda itu’. Gereja Berjalan mempunyai pertahanan mutlak, dan tingkat serangan seperti itu seharusnya tidak meninggalkan bekas padanya… Aku heran bagaimana bisa Gereja Berjalan hancur? Kalau naga St. George belum turun, pelindung setingkat Paus tidak bisa dihancurkan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah bergumam sendiri pada akhirnya, senyum penyihir itu menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, itu hanya untuk sekejap. Saat berikutnya, dia menggetarkan rokoknya di mulutnya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou secara tidak sadar menanyakan pertanyaan yang bahkan dia tidak ingin dijawab oleh orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa…? Aku betul–betul tidak percaya sihir, dan aku tidak bisa mengerti organisasi macam apa yang disebut penyihir itu… tapi pasti ada keadilan dan kejahatan di duniamu, kan…? Seharusnya ada sesuatu yang ingin kau lindungi, dan  pelindungnya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tahu dengan sangat jelas bahwa, sebagai orang munafik, dia tidak punya hak untuk menanyakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disamping itu, dia sudah meninggalkan Index dan kembali ke kehidupan normalnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski begitu, Kamijou harus bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekelompok besar orang, dan kalian mengejar seorang gadis, dan bahkan menebasnya begitu kejam… Bagaimana bisa kau berdiri di atas keadilanmu setelah melakukan hal seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kukatakan sebelumnya: yang menebasnya bukan aku, tapi Kanzaki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu betul-betul menggunakan kata-kata sederhana tanpa perasaan menyesal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi, walaupun ada luka ataupun tidak, kami masih harus mengambil kembali ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengambil… kembali…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak mengerti arti kata–kata ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Ah… Aku mengerti. Aku baru saja mendengar kau mengatakan ‘penyihir’, jadi aku anggap kau tahu semuanya! Sepertinya ‘benda itu’ melibatkanmu juga dalam hal ini ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu mengeluarkan asap, dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, kami mengambilnya kembali. Namun, sebetulnya kami tidak betul – betul mengambil kembali ‘benda itu’, tapi 103.000 grimoir yang dibawa ‘benda itu’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… ‘103.000 grimoir’ itu lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, ya, pandangan agama di Negara ini sedikit lemah, jadi mungkin kau tidak mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu tersenyum sambil menjelaskan dengan nada bosan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Index Librorum Prohibitorum’: dalam istilah di bahasamu, bisa diartikan seperti ‘Index’. Index adalah katalog dari semua buku sihir jahat yang dirasa oleh Gereja akan ‘merusak jiwa orang setelah melihatnya sekali saja’. Pikir: bahkan jika Gereja mengumumkan bahwa ada banyak buku sihir jahat di dunia, orang masih bisa secara tidak tahu mengambilnya untuk dibaca jika mereka tidak tahu namanya, kan? Maka, Gereja dengan sengaja memperbolehkan ‘benda itu’ untuk membawa 103.000 ‘contoh jahat’ itu, sebuah gerakan yang seimbang dengan mengumpulkan semua buku sihir jahat. Ah, ya, aku menasihatimu supaya berhati–hati. Untuk Negara dengan pandangan yang lemah terhadap agama, buku sihir yang dibawa ‘benda itu’ bisa melumpuhkan siapapun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Index jelas tidak membawa buku sihir sama sekali. Dia jelas–jelas hanya mengenakan jubah suster, dan jika dia menyembunyikan buku sihir di dalamnya, orang pasti bisa melihatnya. Dssamping itu, bagaimana bisa satu orang membawa 100.000 buku sihir ke mana–mana? 100.000 buku sihir bisa memenuhi satu perpustakaan penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“JANGAN BERCANDA?! DIMANA BUKU SIHIR ITU!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada dalam otaknya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu bicara begitu saja,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pernahkah kau dengar ‘ingatan sepurna’? Katanya itu adalah kekuatan yang ‘hanya dengan melihat benda itu sekali, seseorang bisa mengingatnya sepanjang hidupnya, tanpa melupakan satu katapun’. Dasarnya, &#039;&#039;scanner&#039;&#039; berbentuk manusia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu tertawa, dan bicara dalam nada yang tidak tertarik, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini bukan sihir kami, ataupun kekuatan yang kalian miliki itu; ini hanya atribut khususnya. Dalam otaknya terdapat ‘buku sihir’ dari seluruh dunia: Museum Inggris, Museum Vatikan, runtuhan Pataliputra, kota kuno Compiegne, Mont-Saint-Michel Abbey… Buku–buku sihir ini aslinya disegel dan tidak bisa dicuri, tapi dia bisa menggunakan mata itu untuk ‘mencuri’ buku – buku sihir itu dan menyimpannya dalam otaknya, seperti ‘perpustakaan sihir’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana mungkin hal seperti ini ada?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Grimoir apa? Ingatan Sempurna apa? Ini semua konyol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, hal yang paling penting adalah apakah ini “nyata”. Lebih penting lagi, ada gadis tepat didepannya yang ditebas oleh orang–orang yang betul – betul percaya pada hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun, dia tidak bisa membuat kekuatan sihir, jadi dia kebal terhadapnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu dengan senang menggetarkan rokok di mulutnya sambil berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya orang–orang di ‘Gereja’ bukan orang idiot, membuatnya tidak bisa menggunakan sihir. Tapi, hal seperti ini tidak ada hubungannya denganku, karena aku seorang penyihir. Yang ingin kutekankan hanyalah bahwa 103.000 grimoir itu berbahaya. Pasti akan ada banyak masalah jika dia diambil oleh penyihir, jadi kami melindunginya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Melin…dungi…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tertegun. Saat ini, Index sedang terbaring dalam kolam darah, tapi orang di depannya ini bisa mengatakan hal seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, melindungi. Bahkan jika ‘benda itu’ punya kesadaran moral, dia tidak akan tahan terhadap interogasi dan siksaan dengan obat, kan? Apa kau tidak merasa sakit jika gadis seperti itu jatuh ke tangan orang jahat seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian tubuh Kamijou mulai gemetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini bukan hanya kemarahan biasa, karena rindingan mulai muncuk di lengan Kamijou. Pria didepannya hanya percaya bahwa dia benar. Dia hidup dalam kehidupan penuh kesalahan yang tidak bisa dia lihat. Melihat orang seperti ini, Kamijou merasa dia sudah dilempar ke dalam kolam penuh ribuan berandalan; rasa mual menyapu tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kalimat muncul di pikiran Kamijou: Sebuah kelompok agama fanatik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang – orang ini menyakiti orang lain karena “khayalan” tanpa dasar mereka, membuatnya sangat marah, sudah mencapai batas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bajingan…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti merespon terhadap kemarahannya, Kamijou merasa tangan kanannya juga bertambah panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tidak bergerak sebelumnya, tapi saat ini, kakinya bergerak lebih cepat dari otaknya. Tubuh berat yang terbuat dari darah dan daging terbang ke arah penyihir itu seperti meriam. Tangan kanannya terkepal keras, sampai dia merasa hamper menghancurkan jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Kamijou tidak berguna; tangannya tidak bisa mengalahkan berandalan atau meningkatkan nilai tesnya, dan tidak bisa membantunya menggoda cewek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi paling tidak tangannya bisa digunakan untuk meremukkan bajingan yang ada didepannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namaku Stiyl Magnus- tapi saat ini, aku seharusnya menyebut diriku Fortis931…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu terlihat tidak bergerak sambil tersenyum ringan, menggetarkan rokoknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, penyihir itu mulai menggumamkan suatu kata–kata dengan lembut, dan, dengan ekspresi wajah seperti sedang mengenalkan kucing tersayangnya yang baru saja lahir pada seseorang, mulai menjelaskan pada Kamijou,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu nama sihirku. Aku menduga kau belum pernah mendengar nama sihir, kan? Untuk suatu alasa, ketika kami para penyihir menggunakan sihir, kami dilarang untuk menyebutkan nama asli kami. Ini adalah tradisi kuno yang diturunkan turun temurun, jadi aku tidak tahu alasan pastinya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keduanya berjarak sekitar limabelas meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma menghapus setengah jaraknya hanya dengan tiga langkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Fortis’… dalam Bahasa Jepang, atinya ‘kuat’; namun begitu, bahasa aslinya tidak penting. Yang penting bagi para penyihir, meneriakkan nama sihirnya tidak hanya berarti kami akan menggunakan sihir; tapi juga mewakili—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi senyum penyihir itu tidak menghilang. Mungkin untuknya, Kamijou tidak cukup untuk membuatnya berhenti tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—nama membunuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang penyihir Stiyl Magnus mengeluarkan roko dari mulutnya, dan menjentikkannya ke samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan abu dan nyala api, rokok itu terbang lurus melewati pagar besi, dan menyentuh tembok gedung tetangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah garis oranye mengikuti jejak asapnya, mengenai tembok dan mengeluarkan percikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenaz (Wahai api) —“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Stiyl membisikkan ini, garis oranye ini tiba – tiba meledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti menyalakan api di stasiun pemadam kebakaran yang dipenuhi bensin, sebuah pedang api lurus muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cat di tembok perlahan menghitak, seperti ada pemantik yang digunakan untuk membakarnya.&lt;br /&gt;
Tidak perlu menyentuhnya; orang hanya bisa melihatnya seperti merasakan matanya sendiri sedang tebakar. Ini membuat Kamijou berhenti dan mengangkat tangannya untuk melindungi wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaki Kamijou terasa seperti sudah dipaku di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keraguan muncul dalam benaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imagine Breaker dikatakan bisa menghilangkan “kekuatan supranatural” apapun. Bahkan Sang esper Level 5 Misaka Mikoro, yang bisa menembakkan Railgun yang bisa merobek tempat perlindungan antinuklir, tidak bisa menghindari takdir untuk dihilangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, hanya ada satu masalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak pernah melihat “kekuatan supranatural” selain “kekuatan esper”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, dia belum pernah mencoba ini sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana dengan sihir?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk kekuatan misterius yang disebut “sihir”, bisakah tangan kanan Kamijou betul – betul bekerja?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Purisaz Naupiz Gebo (Berikan berkah dari penderitaan sang raksasa)!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou, yang melindungi mukanya dengan kedua tangannya, menghadapi sang penyihir yang tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl Magnus tersenyum sambil dia mengayunkan pedang apinya ke Kamijou Touma. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum pedang api itu menyentuh Kamijou, pedang api itu kehilangan bentuknya, dan semua disekitarnya meledak seperti letusan gunung api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Panas, kilatan cahaya, ledakan, dan asap: semua ini muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa aku sedikit kelewatan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu bergumam sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemandangan didepannya terlihat seperti barusan dibom. Stiyl menggaruk kepalanya. Sebelum pemandangan ini, dia baru saja akan memastikannya. Karena hari ini adalah hari pertama liburan musim panas, hamper semua orang yang tinggal di sini sudah pergi bermain di luar. Tapi jika ada orang yang terkunci di dalam asrama dan tidak bisa keluar, pasti akan timbul banyak masalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan di depannya dikaburkan oleh asap hitam dan api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tidak perlu memeriksa apakah Kamijou masih hidup atau tidak. Serangan itu berupa api neraka dengan panas 3000 derajat Celsius, dan sekali saja tubuh manusia menemui temperature di atas 2000 derajat Celsius, tubuhnya akan “meleleh” sebelum bisa “terbakar”. Takdir orang ini sudah pasti seperti gagang logam yang sudah meleleh seperti permen malt: mereka tidak bisa disingkirkan dari tembok, seperti seseorang yang membuang permen karet yang sudah dikunyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl mengeluh, berpikir,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untungnya aku sengaja membuatnya marah dan menyingkirkannya dari Index. Jika dia menggunakan Index untuk melindungi dirinya, ini akan jadi lebih rumit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Setelah dipikir, dia tidak bisa mengambil Index sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl mengeluh lagi. Bahkan Stiyl tidak bisa melewati tembok api di depannya dan mengambil Index. Jika ada tangga di sisi lainnya, dia bisa saja memutar dan menggunakannya, tapi Index akan menemui ajalnya jika dia tertangkap dalam api ketika dia sedang memutar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl menggelengkan kepalanya dengan enggan. Setelah itu, dia mencoba melihat lewat asap tebal itu dan berkata, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf mengganggumu, tapi kau gagal. Melihat standarmu, sepertinya kau tidak akan bisa mengalahkanku walau kita bertarung 1000 kali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa katamu… yang tidak tidak bisa mengalahkanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang keluar dari neraka api menyebabkan sang penyihir membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* BOOM!* Sebuah pusaran muncul, menelan api dan asap hitam di sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti tornado yang tiba–tiba muncul di tengah–tengah api dan asap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma berdiri di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pegangan logam yang meleleh seperti permen malt, cat di lantai dan tembok menjadi terbalik, dan cahaya yang meleleh di bawah panas yang luar biasa terus menitik ke bawah… tapi dalam neraka yang berapi–api ini, Anak laki–laki itu masih berdiri di sana tanpa terluka sedikitpun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, apa yang aku takutkan…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan kesal memelintir bibirnya sambil bergumam pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah tangan kanan ini yang menghancurkan Gereja Berjalan milik Index… ?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, Kamijou tidak mengerti apa itu sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak mengerti bagaimana sihir bekerja, dan tidak mengerti konveksi macam apa yang bekerja di udara yang tak terlihat. Bahkan jika ada seseorang yang menjelaskan padanya, dia hanya akan tahu sekitar setengahnya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun,Kamijou si idiot ini tahu satu hal:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, sihir hanyalah “kekuatan supranatural”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Api merah terang yang tertiup pergi belum sepenuhnya padam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Api yang tersisa mengelilingi Kamijou seperti lingkaran sempurna, terus membakar. Tapi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menyingkirlah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengatakan ini sambil menyentuh api itu dengan tangan kanannya, dan dalam sekejap, api sihir yang panasnya melebihi 3000 derajat Celcius itu menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti meniup semua lilin yang ada di kue ulangtahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma melihat penyihir yang ada didepannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir didepannya mulai menunjukkan ketakutan seperti manusia normal, mungkin karena “hasil tak teduga ini”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar : para penyihir itu juga manusia biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka akan merasa sakit jika dipukul, mereka akan berdarah bahkan hanya dengan pisau murah seharga 100-yen jika digunakan untuk memotong mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tidak jauh berbeda dari manusia biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan dan kaki Kamijou mulai bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BERGERAK!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ugh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di lain pihak, Stiyl merasa takut melihat fenomena yang tidak bisa dijelaskan ini, dan mengambil satu langkah mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat sekelilingnya, serangan itu sepertinya tidak memiliki celah. Jika begitu, apa anak laki–laki ini bisa menggunakan tubuhnya untuk bertahan dari panas 3000 derajat Celsius? Tidak, manusia tidak bisa bertahan terhadap api itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma tidak peduli apa yang Stiyl pikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tangan kanan yang dikepalkan sekeras batu, Kamijou pelan–pelan bergerak ke arah Stiyl, mengambil selangkah maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cheh!’”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl mengayunkan tangan kanannya secara horizontal, dan membuat pedang api baru, memukulkannya ke Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang itu meledak lagi, dan api dan asap bertebaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi setelah api dan asap menyebar, Kamijou Touma masih berdiri di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Jangan–jangan… dia bisa menggunakan sihir?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl bergumam sendiri. Tapi, dia cepat–cepat menyangkal asumsi itu. Lupakan tentang adanya sihir di dunia ini; pasti tidak ada penyihir di Negara bodoh yang menganggap Natal sebagai hari untuk berkencan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan… dan di samping itu… jika Index, yang tidak memiliki kekuatan sihir, bersekutu dengan penyihir lain, dia tidak perlu kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang ada di otak Index itu mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
103.000 grimoir yang dibawanya bahkan lebih berbahaya dari senjata nuklir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua nyawa akan mati, apel akan selalu jatuh, 1 ditambah 1 akan selalu sama dengan 2... ada suatu hukum yang tidak akan pernah berubah, dan bahkan kemudian, mereka bisa dihancurkan oleh sihir yang dicatat, dan lalu dikumpulkan kembali, dan dibuat kembali. 1 ditambah 1 akan menjadi 3, apel–apel akan jatuh ke atas, dan nyawa yang sudah mati akan hidup kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang penyihir yang bisa melakukan ini disebut Majin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini tidak merujuk pada “Dewa Sihir”, tapi pada satu teknik sihir paling maju, seorang penyihir yang telah mencapai kemampuan “Seperti Dewa”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Majin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau begitu, dia tidak bisa merasakan “kekuatan sihir” apapun dari anak ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang seharusnya bisa mengetahui seorang penyihir hanya dengan melihat, tapi anak di depannya itu tidak memiliki bau milik dunia yang sama dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, bagaimana dia melakukannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menyembunyikan gemetarannya, Stiyl mengayunkan pedang apinya pada Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, pedangnya tidak meledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggunakan tangna kanannya untuk memukul pedang api itu seperti sedang mengusir lalat, dan pada waktu itu, pedang api itu hancur seperti kaca pecah, dan larut dalam ketiadaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang api bersuhu 3000 derajat Celsius telah dihancurkan oleh tangan kanan yang tidak ditingkatkan kekuatannya oleh sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Ah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba–tiba, betul–betul tiba–tiba, Stiyl Magnus memikirkan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gereja Berjalan di pakaian suster Index mempunyai pertahanan kelas Paus, dan kekuatannya bisa menandingi tingkat ikatan di Katedral London. Tingkat batasan ini dikatakan tidak bisa dirusak kalau naga St. George belum turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Index, yang ditebas Kanzaki, Gereja Berjalan-nya telah sepenuhnya hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa yang melakukannya? Dan Bagaimana?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou sudah berada tepat di depan Stiyl.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu langkah lagi, dan dia akan ada dalam jangkauan tinjunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...MTWOFFTO (Satu dari lima elemen yang membentuk Bumi), IIGOIIF (oh pencipta api agung)...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl mulai mengeluarkan keringat dingin. Untuknya, organisme yang memakai seragam musim panas dan memiliki bentuk manusia ini mungkin bukan manusia di balik kulitnya, tapi suatu material misterius dan tebal. Memikirkan tentang ini, dia merasa dingin mengalir di tulang belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“IIBOL (Cahaya penyelamatan yang melahirkan kehidupan),AIIAOE (Cahaya penghukum yang menghukum para penjahat)… IIMH (Dengan membawa kedamaian dan keseimbangan pada waktu yang sama),AIIBOD (juga menghancurkan kemalangan gelap dan dingin)… IIZF (Api adalah namanya),IIMS (pedang adalah gelarnya)! … (Tunjukkan dirimu),MMBOP (Telan dirimu sendiri, ubahlah jadi kekuatan) —!” (?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian dari jubah pendeta Stiyl mulai robek, dan suatu kekuatan dari dalam menyebabkan kancing bajunya lepas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* BOOM!* Sebuah ledakan besar bisa didengar- hasil dari api menyerap oksigen. Sebuah bola api raksasa terbang dari dalam mantelnya. Juga, bukan bola api biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di pusat api merah terang terdapat suatu “inti” yang setebal dan sehitam-pekat minyak. Inti itu terlihat seperti manusia, dan inti yang terus terbakar ini membuat orang berpikir tentang burung di laut yang dinodai oleh minyak setelah ada kecelakaan di laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namanya adalah “Innocentius”, tujuannya adalah “untuk membunuh”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang dewa api raksasa dengan niat membunuh itu merentangkan kedua tangannya, menerjang Kamijou Touma seperti sebuah meriam—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“JANGAN MENGHALANGIKU!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* THOMP!*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan kesal mengayunkan punggung tangannya, seperti mendorong jaring laba–laba ke samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran bahwa kartu andalan Stiyl Magnus benar–benar ditiadakan oleh Kamijou. Sang manusia minyak yang seperti dewa api raksasa ini berhamburan di lantai seperti genangan air, seperti bola air yang ditusuk jarum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, Kamijou Touma tidak mengambil langkah ke depan. Tentu saja, tidak ada suatu alasan jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou hanya melihat Stiyl terus tertawa terkekeh–kekeh bahkan setelah kartu andalannya sudah ditangani. Ekspresi ini membuat Kamijou takut untuk mengambil langkah terkahir dengan mudahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara cairan kental bergelembung bisa didengar di seluruh tempat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… ?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou panik sambil mundur selangkah. Pada saat itu, Buih hitam berkumpul dari seluruh tempat, dan kembali membentuk sebuah bentuk manusia.&lt;br /&gt;
Jika dia sudah mengambil langkah maju, dia pasti sudah diserang dari semua arah oleh api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou bingung dengan apa yang terjadi di handapannya. Jika pernyataannya tentang efek Imagine Breaker dari tangan kanannya itu benar, maka bahkan keajaiban yang digambarkan di legendapun bisa dihancurkan. Selama “sihir” juga disebut kekuatan supranatural, seharusnya kekuatan itu menghilang sepenuhnya setelah tersentuh sekali…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minyak dalam api itu bergerak, berubah bentuk, dan akhirnya membentuk sebuah raksasa yang membawa pedang 2 tangan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, itu seharusnya tidak disebut pedang; pedang itu seharusnya disebut sebagai salib raksasa yang panjangnya lebih dari  2 meter dan bisa dengan mudahnya meremukkan orang sampai mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raksasa itu mengangkat salib itu dengan kedua tangannya, dan menghantamkannya kepada Kamijou seperti kapak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan cepat menggunakan tangan kanannya untuk menepisnya. Di samping kemampuan tangan kanannya, Kamijou hanya seorang murid SMA biasa. Melihat serangan yang datang seperti ini, dia tidak bisa melihat dengan jelas dan menghindarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*CLANG!* Salib dan tangan kanan bertabrakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, raksasa itu tidak menghilang. Kamijou merasa tangan kanannya seperti memegang lapisan karet, tapi tangan kanannya tidak bisa bertahan lama. Di samping itu, musuhnya menggunakan dua tangan, dan Kamijou hanya bisa menggunakan satu. Salib api itu mulai mendekati Kamijou dari atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou, yang tidak tahu apa yang terjadi, menyadari sesuatu. Benda bertubuh api yang disebut Innocentius ini bereaksi terhadap tangan kanan Kamijou, tapi dia bisa lansung hidup kembali setelah dihancurkan. Waktu di antara penghancuran dan kebangkitannya bahkan sepertinya tidak sampai sepersepuluh detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemampuan tangan kanannya tersegel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali dia melepaskan tangan kanannya, Kamijou akan dibakar menjadi debu oleh Innocentius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Rune’…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou sepertinya mendengar sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Situasi tegang ini membuatnya tidak bisa menoleh ke belakang. Namun, Kamijou bisa mendengar suara orang yang bicara itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Keduapuluhempat rune yang melambangkan ‘misteri’ dan ‘rahasia’… Orang–orang Jerman mulai menggunakan bahsa sihir sejab abad ke-2 AD, dan dikatakan bahwa bahasa itu adalah asal muasal bahasa Inggris…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski Kamijou bisa mendengar suara Index, dia masih tidak bisa percaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index sudah sekarat, tapi kenapa dia bisa bicara seperti itu dengan tenang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… menyerang Innocentius secara langsung tidak efektif. Sebelum ‘segel rune’-nya disingkirkan, dia akan terus beregenerasi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggunakan tangan kirinya untuk memegang lengan kanannya, nyaris tidak bisa menahan salib itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kedeinginan di hatinya, dia menatap ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu masih berbaring di sana. Tapi, Kamijou tidak bisa memanggil-“nya” Index, karena mata gadis itu tampak seperti robot tanpa emosi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan setiap kata yang dikatakan gadis itu, lukanya terus mengeluarkan darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Gadis itu tidak peduli pada luka di punggungnya; dia seperti sebuah “fungsi” yang pada dasarnya dirancang untuk menjelaskan sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau… k- kau Index, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Aku adalah perpustakaan sihir yang tergabung dengan Sektor 0 dari Anglikan Inggris, ‘Necessarius’. Namaku yang lebih tepat adalah Index Librorum Prohibitorum, tapi memanggilku Index saja sudah cukup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat perpustakaan sihir bernama Index memiliki arti keberadaannya seperti ini, Kamijou merasa seluruh tubuhnya dingin, bahkan lupa kalau dia hampir dihancurka oleh dewa api raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah mengakhiri pengenalan diri, jadi tolong biarkan aku untuk kembali pada penjelasan tentang rune. Pada dasarnya, mereka seperti pantulan bulan di danau; walaupun seseorang menggunakan pedang untuk menebasnya, itu tidak ada artinya. Jika orang ingin memotong bulan di air, mereka harus menghancurkan bulan yang asli di langit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Index mengatakan ini, Kamijou ingat pada musuh di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa maksudnya bahwa ini bukan tubuh utama dari “kekuatan supranatural” ini? Seperti hubungan antara film dan gambar, akankah sang dewa api raksasa terus hidup kembali jika “kekuatan suprantaural lain” yang lain yang terus membuatnya dihancurkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada sihir di dunia ini. “Pengetahuan umum” ini sudah terukir dalam hati Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juga, tangan kanannya yang disegel oleh Innocentius. Kamijou, yang terjebak dan tidak bisa bergerak sedikitpun, tidak bisa mengikuti instruksi Index. Index sedang berbaring dalam kolam darah, jadi dia tidak bisa membantu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Abu menjadi abu… “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di balik dewa api raksasa, Stiyl membuat pedang api dengan tangan kanannya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Debu menjadi debu… “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pedang api berwarna biru keputihan muncul di tangan kirinya; tidak ada suara yang dibuatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Squeamish Bloody Road!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan teriakan yang kuat dan dipaksa, dua pedang api diayunkan secara horizontal dari kedua arah, seperti ingin memotong Kamijou dan sang dewa api raksasa seperti gunting. Kamijou, yang tangan kanannya disegel oleh Innocentius, tidak bisa bertahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sial… sial… Harus kabur dulu—!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma bahkan tidak diberi waktu untuk berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua pedang api mengenai dewa api raksasa, dan, seperti bom raksasa yang sudah disulut, sebuah ledakan besa terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 7===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika api dan asap lenyap, keadaan sekeliling terlihat seperti neraka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangga besi telah terbungkus layaknya permen gula dan bahkan lantai telah mencair menjadi sesuatu seperti lem. Cat pada dinding telah terkuliti hingga semennya terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si bocah tak terlihat dimanapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biar begitu, Stiyl mendengar langkah kaki dari seseorang yang berlari sepanjang tangga turun koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Innocentius,&amp;quot; bisik dia dan api yang menjalar di sekitar kembali ke bentuk manusia, pergi menuju tangga, dan mengikuti langkah kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam, Stiyl terlihat takjub. Tak ada yang sehebat itu bisa terjadi. Sesaat sebelum ledakan, dengan cepat Stiyl memotong melalui dewa api raksasa dengan dua pedang api, Kamijou telah kabur dengan tangan kanannya dan melompati tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia jatuh, ia menggengam tangga satu lantai di bawahnya dan menarik dirinya sendiri ke koridor. Dia menariknya dengan keberanian murni, ya .. itu terbilang nekat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl memberi sebuah senyum yang lembut. Kamijou kini tahu kelemahan rune berkat pengetahuan dari 103,000 grimoir Index. Seperti yang dia bilang, sihir rune yang Stiyl gunakan telah diaktifkan oleh ukiran itu. Itu juga berarti menghancurkan ukiran itu akan meniadakan bahkan sihir yang hebat sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi apa?&amp;quot; Ekspresi Stiyl nampak tidak cemas. &amp;quot;Kau tak akan bisa melakukannya. Itu benar-benar tidak mungkin untukmu untuk  benar-benar menghancurkan ukiran rune yang ada di dalam bangunan ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A..Aku benar-benar berpikir! Aku benar-benar berpikir tadi aku akan mati!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melompat ke tangga lantai 7 dengan nekat, jantung Kamijou masih berdebar dalam dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia berlari sepanjang koridor lurus, dia melihat sekitar. Dia masih tidak benar-benar percaya apa yang Index katakan. Dia hanya mencoba untuk menjauh dari Innocentius agar dia bisa mendapat beberapa waktu untuk mempersiapkan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sialan! Apa apaan ini!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Kamijou tak bisa selain berteriak ketika dia melihat apa yang terbaring sebelum dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak perlu bertanya-tanya dimana rune itu terukir pada gedung asrama. Faktanya, dia telah menemukan mereka. Mereka ada di lantai, di pintu, dan di pemadam api. Secarik kertas sekitar ukuran kartu telepon tersangkut di seluruh bangunan seperti Hoichi si Tanpa Telinga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasar saran Index (dia sama sekali tidak menyebut kembali muka mirip boneka itu), dia menduga bahwa sihir itu sesuatu seperti sinyal pemblokir disebut barrier dan rune seperti antena yang mengirimkan sinyal. Tapi bisakah dia menyobek satu per satu dari sepuluh ribu &amp;quot;antena&amp;quot;?.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan deruan oksigen yang terhisap, sebuah api berbentuk manusia jatuh ke sisi berlawanan dari tangga besi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sial!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dia tertangkap lagi, dia tidak akan bisa menyobek mereka. Kamijou cepat cepat melesat ke tangga darurat pada sisinya. Saat melompat lebih jauh ke bawah, dia bisa melihat carikan kertas di pojok anak tangga dan dibatasi dengan simbol aneh yang harusnya ada rune tertulis di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka jelas jelas telah diproduksi masal dengan mesin fotokopi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou hampir meneriakan &amp;quot;Bagaimana sebuah salinan sampah seperti itu bisa berkerja!?&amp;quot; tapi ia ingat bahwa lampiran dari manga shoujo bisa digunakan untuk ramalan tarot dan bahkan kitab diproduksi masal di toko percetakan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tau kan... hal gaib itu gak wajar)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia merasa ingin menangis. Sepuluh ribu &amp;quot;ukiran rune&amp;quot; itu agaknya tertempel di seluruh gedung. Bisakah dia menemukan satu persatu? Dan dari semua yang dia tahu, Stiyl masih menempelkan bagian baru dari kertas kopian setiap saat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan saat ia memutuskan rangkaian pikirannya, Innocentius turun dari kejauhan di tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sial!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menyerah untuk melangkah lebih jauh ke anak tangga dan berlari menuju koridor ke samping. Ketika dewa api raksasa menyambar lantai, api menyebar di sekitar dan mengisi koridor bahkan saat api itu memantul karena menghantam tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gang itu lurus, dan Kamijou tak mungkin lolos dari Innocentius saat dalam kecepatan normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat jalan masuk ke tangga darurat. Berdasarkan dari petunjuk, dia berada di lantai kedua&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan rauman, Innocentius menyambar lurus untuk menangkap tangan kanan Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu-uwah!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daripada menggunakan tangan kanannya atau berlari spanjang koridor, Kamijou memilih melompati tangga lantai kedua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat setelah dia lompat dia sadar bahwa di bawah adalah aspal  dan ada beberapa sepeda yang berhenti disana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Waaaaaaaahhhhhhhhh!!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia baru saja mengatur jatuh di antara dua sepada, tapi dia masih mendarat di aspal yang keras. Dia mencoba untuk menekukan lututnya untuk meredam jatuhnya, tapi dia mendengar suara yang tak enak dari pergelangan kakinya. Dia telah loncat dari loteng kedua dan itu tak terasa patah, tapi dia telah melukai pergelangan kakinya sedikit pada saat yang bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendengar deruan dari api yang menghisap oksigen datang dari atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berjuang disekitar tanah, menendangi sepeda, tapi tak ada yang terjadi lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihatnya dengan muka heran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih membuat suara raungan, Innocentius bergelantung di tangga loteng kedua dan memperhatikan Kamijou yang ada di tanah. Itu hampir terlihat seperti ada tembok tak terlihat yang menahannya dari Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rupanya, rune itu hanya diletakan di gedung asrama. Kamijou bisa berhasil untuk kabur dari api Stiyl dengan meninggalkan gedung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat segi rune itu membuatnya merasa seperti dia kini tahu sedikit tentang sistem tak terlihat dari sihir. Dia tidak sedang melawan lawan aneh seperti penyihir di RPG yang bisa melakukan apapun dengan menyanyikan mantra. Malah, lawannya bertindak  berdasarkan peraturan yang sama dengan PSY yang  Kamijou tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendesah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telah terbebas dari segala serangan langsung pada hidupnya, kekuatan yang tersisa di tubuh Kamijou. Dia duduk di tanah tanpa pikir panjang. Dia sama sekali tidak takut. Malahan, dia diserang oleh perasaan lain yang lebih seperti kelelahan. Dia mulai untuk berpikiran jika dia bisa kabur dari bahaya bila dia hanya melarikan diri saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tahu, polisi&amp;quot; oceh Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa ia tidak memikirkan itu sebelumnya? Polisi Academy City adalah sesuatu seperti unit spesial anti esper. Kamijou bisa hanya memberitahu mereka daripada membahayakan hidupnya sndiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengecek saku celananya, tapi Hpnya telah hancur oleh kakinya sendiri pagi itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou memperhatikan jalan. Dia mencari telepon umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak melakukan itu untuk melarikan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Lalu akankah kamu mengikutiku sampai ke dasar neraka!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kata itu masih menancab di dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sama sekali tidak melakukan sesuatu yang salah. Dia sama sekali tidak melakukan sesuatu yang salah. Dan masih...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam situasi yang sama itu, Index pergi kembali untuk Kamijou Touma. Kamijou hanya tak habis pikir tentang mengalami kejadian berbahaya bersama orang asing yang baru dia kenal kurang lebih setengah jam itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sialan. Itu benar. Jika aku tidak mengikutimu ke dasar neraka,&amp;quot; Kamijou tersenyum, &amp;quot;lalu aku hanya perlu membawa mu keluar dari sana.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pikir ada saatnya dia akan mengerti tentang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak tahu bagaimana sihir bekerja, tapi dia tidak perlu tahu apa yang terjadi dimana dia tidak bisa mengerti. Dia bisa mengirim email tanpa perlu diagram sirkuit HPnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Haaah. sekali kau tahu itu, itu sama sekali tidak berguna.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tahu harus berbuat apa, jadi sekarang dia hanya cukup mencobanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan bila dia gagal, itu masih lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah tangga besi terbungkus dan berkilau jingga jatuh dan Kamijou dengan bingung berguling menjauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mungkin sudah sadar, tapi dia masih harus melakukan sesuatu pada Innocentius itu sebelum bisa menyelamatkan Index. Masalah sebenarnya ada pada sepuluh ribu rune itu. Tapi apakah dia menyobek semua kertas yang tertempel di gedung?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau tahu, aku kaget alarm kebakaran tidak lepas setelah semua apa yang terjadi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu hanya mengatakan itu tanpa pikir panjang, Kamijou Touma membatu saat dia mengucapkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alarm kebakaran?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alarm kebakaran yang terpasang di sekeliling gedung lepas dalam sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditengah-tengah badai deruan suara itu yang terdengar sekeras serangan bom, Stiyl melihat langit-langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa buang waktu, sprinkle yang terpasang mengirim sebuah hujan buatan manusia yang berbentuk topan. Karena bila pemadam kebakaran dipanggil akan menjadi menyakitkan, Stiyl telah menuliskan perintahnya untuk Innocentius sedemikian ia tidak menyentuh sensor keamanan. Itu berarti Kamijou Touma harus menekan tombol alarm kebakaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah dia pikir itu akan mematikan api Innocentius?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dugaan itu hampir menjadi sebuah lelucon, tapi si penyihir pikir pembuluh darah didalam kepalanya akan tersembur keluar ketika dia berpikir tentang bagaimana dia akan basah kuyup dengan alasan bodoh itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl memperhatikan alarm kebakaran merah pada dinding dengan jengkel&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sebenarnya mudah untuk mematikan alarmnya, tapi dia tidak bisa menghentikannya sendiri. Dan sekarang liburan musim panas, sebagian besar penghuni asrama tidak ada, tapi akan sangat menyusahkan bila pemadam kebakaran datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...hm.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl memeriksa sekitar dan lalu dengan cepat membawa Index dan pergi. Tujuannya adalah menyembuhkan Index, jadi tak ada alasan untuk tertangkap dalam membunuh Kamijou. Memberikan waktu untuk pemadam kebakaran datang, dia bisa meninggalkan Innocentius dalam pengejaran otomatis dan bocah itu akan mendapatkan pelukan api nyaman yang akan membuatnya menjadi arang atau abu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ini tidak berarti elevator terhenti, kan?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendengar bahwa elevator dibuat berhenti bila dalam keadaan darurat. Itu akan membuat Stiyl frustasi. Dia sekarang berada di lantai 7. Bahkan bila itu gadis, membawa orang pingsan turun dengan tangga akan sanggat melelahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa dia mulanya lega saat mendengar bunyi ding seperti microwave yang datang dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dia menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa itu? Siapa yang berada dalam elevator?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah malam libur musim panas dan dia sudah mengecek untuk meyakinkan bahwa semua siswa telah meninggalkan asrama, meninggalkannya sepi. Lalu siapa itu dan mengapa mereka memerlukan elevator?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu elevator berdering saat terbuka. Sebuah langkah kaki di lantai yang basah dari sprinkle bergema di sepanjang lorong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl memutar tubuhnya perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sama tidak tahu kenapa badannya gemetaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma berdiri di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apa? Apa yang terjadi pada Innocentius?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran berputar-putar dengan kacau di kepala Stiyl. Innocentius itu layak rudal pengejar pada pertarungan. Setelah terkunci, takkan bisa selamat. Tak peduli kau lari atau sembunyi, ia akan menggunakan api 3000 derajat untuk melelehkan semua dinding maupun rintangan, bahkan bila itu terbuat dari baja, dan akan terus mengejarmu. Itu bukan sesuatu yang kau bisa selamat hanya dengan berlari di sekitar gedung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan lagi Kamijou Touma berdiri di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berdiri di sana tak terpengaruh, tak terhentikan, tak terbantahkan, dan yang paling penting, seorang musuh alami yang tanpa keraguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Coba pikir, rune seharusnya terukir di dinding atau di lantai, kan?&amp;quot; kata Kamijou saat hujan buatan manusia yang dingin menghujaninya. &amp;quot;Beneran, kau itu benar benar hebat. Sejujurnya, aku tak akan menang jika kau mengukirkan mereka dengan sebuah pisau. Silahkan berbual tentang ini semaumu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saatnya dia berbicara, Kamijou Touma mengangkat tangan kanannya dan menunjuk ke atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menunjuk ke langit langit. Di sprinkle.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Tidak Mungkin! 3000 derajat api itu tak akan bisa dipadamkan dengan itu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan bodoh. Bukan apinya. Bagaimana kau menempelkan benda itu ke semua rumah orang?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl lalu memanggil kembali sepuluh ribu kertas rune yang ia pasang di asrama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kertas lemah pada air. Bahkan anak TK pun tahu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menyemprotkan air ke seluruh gedung dengan sprinkle, itu tidak penting jika ada sepuluh ribu rune di sana. Dia tidak perlu berlari mengelilingi gedung. Bahkan, dia bisa menekan satu tombol dan menghancurkan semua carikan kertas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Otot muka si penyihirpun kejang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Innocentius!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekejap dia meneriakan itu, pintu elevator di belakang Kamijou meleleh seperti lelehan gula dan si dewa api raksasa merayap sepanjang koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiap kali tetesan hujan jatuh ke bada api, mereka menguap dengan suara dengusan buas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha Ha Ha. Ah ha ha ha ha ha! Hebat! Kau punya indra bertarung seorang genius! Tapi kau kurang pengalaman. Kertas kopian tidak sama dengan kertas toilet. Hanya karena sedikit basah tidak akan benar benar terlarut!&amp;quot; Si penyihir melebarkan tangannya ketika tawa meledak dari mulutnya dan dia berteriak, &amp;quot;Bunuh dia!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Innocentius mengayunkan tangannya seperti sebuah palu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Menyingkirlah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma membuat satu pernyataan. Dia bahkan tidak memutar badannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Kamijou menyentuh si dewa api raksasa pukulan yang menyindir dan akhirnya meledak ke seluruh penjuru dengan suara tertawa yang menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah meledak, Innocentius tidak hidup kembali. Potongan daging seperti oli bekas terpercik keseluruh tempat dan yang bisa mereka lakukan hanya sedikit menggeliat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ti...dak....mungkin...bagaimana....bisa! Rune ku belum hancur!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana dengan tinta?&amp;quot; Kelihatannya perlu 5 tahun untuk suara Kamijou Touma sampai ke telinga Stiyl. &amp;quot;Bahkan bila kertas kopian belum hancur, air akan membuat tinta luntur.&amp;quot; Kata Kamijou. &amp;quot;Walaupun tak terlihat untuk menjaga satu persatu dari mereka&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian yang menggeliat dari Innocentius hilang menjadi udara seiring dengan hujan buatan manusia itu mengalir dari sprinkle. Itu karena tinta pada kertas kopian yang luntur oleh hujan satu persatu, mengakibatkan Innocentius kehilangan kekuatan sedikit demi sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Potongan daging menghilang satu persatu hingga akhirnya yang terakhir lebur dan menghilang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Innocentius...Innocentius!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata kata si penyihir itu seperti orang yang meneriaki gagang telepon setelah teleponnya diputus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu sekarang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma menggambil langkah maju menuju Stiyl Magnus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Inno...centius...&amp;quot; kata si penyihir... namun tak ada yang menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma menggambil langkah maju lagi menuju Stiyl Magnus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Innocentius...Innocentius, Innocentius!&amp;quot; Teriak si penyihir.... namun tidak ada yang berubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma akhirnya mulai maju menuju Stiyl Magnus seperti peluru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A-abu ke abu, debu ke debu, Squeamish Bloody Rood&amp;quot; Si penyihir akhirnya berteriak, tapi bahkan tidak ada pedang api muncul, lebih sedikit dari dewa api raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma mulai mendekati Stiyl Magnus dan semakin mendekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkan tinjunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkan tangan kanannya yang benar benar normal. Dia mengepalkan tangan kanannya yang tak akan berguna kecuali dia gunakan itu pada suatu macam kekuatan supranatural. Dia mengepalkan tangan kanannya yang tidak akan membiarkan nya mengalahkan bahkan seorang penjahat, yang tidak akan menaikan nilai ujiannya, dan yang tidak akan membuatnya populer dengan cewek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tangan kanannya bisa juga berguna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagipula, dia bisa menggunakannya untuk memukul bajingan yang berdiri sebelum dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pukulan Kamijou Touma mendarat di muka si penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badan si penyihir berputar seperti baling baling bambu dan belakang kepalanya membentur tangga besi..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Previous [[Toaru_Majutsu_no_Index_%7E_Bahasa_Indonesia:Volume1_Illustrations|Ilustrasi]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1 Chapter2|Chapter 2]]&lt;br /&gt;
|-&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter1&amp;diff=187484</id>
		<title>Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1 Chapter1</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_Chapter1&amp;diff=187484"/>
		<updated>2012-09-11T06:43:58Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: /* Part 5 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 1 : Penyihir Mendarat di Kota. &#039;&#039;FAIR,_Occasionally_GIRL.&#039;&#039;==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 1===                     &lt;br /&gt;
                            &lt;br /&gt;
Lahir di antara 20 Januari dan 18 Februari, kamu tidak bisa dihentikan, tidak peduli dalam cinta, bisnis, ataupun keberuntungan! Tidak peduli apa pun yang kamu lakukan, pasti hasilnya baik, jadi belilah tiket lotre! Tapi, hanya karena kamu populer, jangan berpacaran dengan tiga atau empat gadis sekaligus…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ok, ok … aku sudah tahu hasilnya akan seperti ini, aku tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
20 Juli, hari pertama liburan musim panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam suatu ruangan asrama di “Kota Akademi” yang AC-nya rusak, udara panas mengalir masuk memenuhi tempat tertutup itu, menyebabkan Kamijou Touma tidak bisa melakukan apa-apa. Sepertinya alasannya adalah ada sambaran petir yang menghancurkan lebih dari 80% perangkat listrik kota, termasuk kulkasnya sehingga makanan di dalamnya membusuk. Dia ingin makan mi instan, tapi malah jatuh ke baskom. Baik, dia harus keluar dan makan. Tapi, ketika sedang mencari dompetnya, dia menginjak kartu ATM-nya, merusaknya. Dia bermaksud untuk melanjutkan tidur, tapi menerima panggilan kasih sayang dari wali kelasnya, dan mendengar, “Kamijou-chan yang bodoh, waktunya pelajaran tambahan♥ “.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tahu bahwa horoskop yang berkelip di ujung laporan cuaca di layar TV tidak akan akurat. Tapi tak seorang pun bisa tertawa atas perbedaan yang sangat jauh itu.  &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku tahu, aku tahu hasilnya akan seperti ini … Tapi apa aku tidak bisa mengeluh sedikit saja?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Horoskop untuknya tidak pernah akurat. Dia tidak pernah merasakan jimat keberuntungan bekerja; inilah kehidupan sehari–hari Kamijou Touma. Awalnya, dia berpikir bahwa kesialannya juga berlangsung dalam keluarganya, tapi ternyata ayahnya memenangkan tempat keempat pada hadiah lotre sebelumnya (sekitar 100.000 yen). Ibunya pernah memenangkan mesin penjual otomatis secara terus–menerus, dan akhirnya memainkannya tanpa henti. Dia lalu mulai curiga apakah dia benar–benar anak mereka, tapi setelah berpikir lebih jauh, dia ingat dia tidak punya adik, dan tidak ada yang meneruskan “garis keturunan” mereka. Bagaimana bisa mereka menghadapinya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, Kamijou Touma itu selalu sial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu sialnya sampai hidupnya bagai lelucon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, Kamijou Touma tidak akan pesimis selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak pernah sekali pun mengandalkan “keberuntungan”, yang membuatnya sangat mudah menyesuaikan diri.  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
“Baik. Sekarang, aku harus mengurus kartu ATM dan kulkas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggaruk kepalanya sambil melihat–lihat kamarnya. Dia bisa mengganti kartu ATM selama dia punya rekening, tapi yang bermasalah adalah kulkasnya. Bukan, masalah yang paling mendesak adalah sarapannya. Di samping itu, pelajaran tambahan pada dasarnya hanya program pengembangan kekuatan, jadi dia akan dipaksa minum tablet atau semacamnya; Meminumnya di saat perut kosong tentu bukanlah ide yang bagus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mungkin akan ke toko serba ada dan beli sesuatu, pikir Kamijou sambil melepas kaos yang telah dipakainya sebagai piyama, dan berganti ke seragam musim panasnya. Seperti semua anak tanpa otak lainnya, Kamijou menghabiskan semalaman penuh untuk berpesta merayakan hari pertama liburannya seperti orang sedang mabuk, dan sekarang, kepalanya sakit karena kurang tidur. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Membolos pelajaran selama 4 bulan dalam satu semester, dan hanya perlu ikut kelas tambahan selama seminggu? Ini pertukaran yang bagus.” Kamijou mencoba untuk berpikir positif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cuacanya bagus, sebaiknya kujemur futonku...” Kamijou berbicara sendiri sambil mengumpulkan suasana hati positif, dan membuka pintu geser ke balkon. Jika dia membiarkan futonnya disinari matahari sekarang, futonnya akan kering dan lembut saat dia kembali dari pelajaran tambahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dilihat baik – baik, tembok blok tetangga jaraknya hanya sekitar 2 meter dari balkon pada lantai 7 ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa langit begitu biru~? Kenapa masa depan begitu gelap~?” Kamijou menyanyi untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat menyedihkan. Awalnya dia bermaksud untuk menghibur dirinya sendiri. Tapi, ternyata memaksakan dirinya untuk menyanyikan lagu tersebut dengan riang gembira hanya membuatnya makin sedih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping itu, dia hanya membuat lelucon sendirian; tidak ada orang yang membetulkannya. Kesepian ini betul–betul bisa dipahami. Meskipun begitu, Kamijou masih tetap melipat futonnya, dan membawanya keluar. Jika dia bahkan tidak bisa membawa futon, dia betul–betul menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, Kamijou tiba–tiba menginjak sesuatu yang lembut dan berair. Melihatnya dekat–dekat, dia sadar bahwa itu adalah roti yakisoba yang dibungkus plastik. Karena sudah dikeluarkan dari kulkas, seharusnya roti itu sudah busuk sekarang.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Semoga tidak akan hujan tiba – tiba... “&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Ini adalah firasat buruk yang datang dari hatinya, tapi Kamijou tetap membawa futonnya ke balkon.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Pada saat itu, Kamijou melihat bahwa sudah ada futon di balkon.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Meskipun tempat  ini adalah asrama murid, struktur bangunannya mirip dengan apartemen bertingkat tinggi biasa. Kamijou tinggal di satu ruangan, yang berarti tidak seharusnya ada orang lain yang akan menjemur futon di sini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dilihat baik–baik, dia sadar bahwa benda yang dijemur itu bukan futon.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Benda itu adalah seorang gadis berpakaian putih.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ah?!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Futon jatuh dari tangannya, dan mendarat di tanah.&lt;br /&gt;
Ini aneh, betul – betul bodoh. Gadis ini sepertinya dalam keadaan koma karena pinggangnya terbaring di balkon, tubuhnya membengkok setengah, dan bagian tubuhnya tergantung ke bawah.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia berumur... mungkin 14 atau 15? Selain itu, dia sepertinya berumur lebih muda dari Kamijou kira–kira 1 atau 2 tahun. Dia pasti orang asing karena tidak hanya kulitnya sangat putih tapi rambutnya juga... tidak, warnanya perak. Rambutnya sangat panjang, dan karena tubuhnya membengkok ke bawah, wajahnya tertutup, jadi dia tidak bisa melihat wajahnya. Jika gadis itu berdiri, rambutnya mungkin mencapai pinggang, &#039;kan? &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wa, ini pertama kalinya aku bertemu Suster&amp;lt;ref&amp;gt;Suster yang dimaksud adalah suster gereja dan dalam bahasa Inggris Suster=Sister= adik perempuan&amp;lt;/ref&amp;gt;… tidak, yang kumaksud bukan adik perempuan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baju itu apa namanya? Jubah suster? Di samping itu, baju itu seharusnya hanya dipakai suster gereja. Baju itu terlihat seperti gaun panjang dari Barat dan panjangnya bisa mencapai pergelangan kaki. Dia juga memakai kerudung yang menutupi kepalanya. Jubah suster biasanya berwarna hitam, tapi jubah gadis ini putih bersih. Bahan untuk membuatnya seharusnya sutra, tapi jubah itu rasanya sangat berbeda dari yang lain. Ada sulaman warna emas dijahit pada setiap tepinya. Kamijou tak bisa mempercayai seberapa berbedanya kesan yang diberikan hanya karena perbedaan warna pada pakaian yang desainnya sama persis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari indah gadis itu tiba–tiba bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepalanya pelan–pelan naik. Rambutnya yang seperti sutra bergerak ke samping secara alami, dan seperti tirai yang ditarik ke atas, wajah gadis itu terlihat di depan Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Uuu... WAAHH!!!&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Gadis ini terlihat manis juga. Mata hijaunya cocok dengan kulit putihnya, yang membuat Kamijou merasa seperti itu adalah karena ini adalah hal baru. Gadis itu terlihat seperti boneka.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tapi, yang membuat Kamijou panik bukan kemanisannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Alasannya adalah karena dia &#039;orang asing&#039;. Kemampuan berbahasa Inggris Kamijou itu sesuai dengan kritik yang dikatakan oleh  guru Bahasa Inggrisnya, “Jangan pernah sekali pun berbicara dengan orang asing!!” Jika gadis ini yang berasal dari luar negeri adalah seorang penjual bulu atau alat kontrasepsi lain, sepertinya tanpa sadar Kamijou akan menghabiskan sedikit uangnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Bibir gadis yang manis dan entah kenapa kering itu perlahan mengucapkan beberapa kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengambil langkah mundur. Nyek! Suara itu muncul ketika dia sekali lagi menginjak roti yakisobanya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku lapar.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sekejap, Kamijou berpikir bahwa dia benar–benar bodoh untuk mendengar bahasa asing gadis itu seperti bahasa Jepang. Seperti murid bodoh yang menyanyi secara acak meski tidak tahu liriknya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku lapar.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku lapar.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku bilang... aku lapar...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Melihat ini Kamijou mempertahankan keadaan bekunya, gadis berambut perak itu seperti mengungkapkan ketidakpuasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini suram, betul – betul suram. Kenapa dia merasa bahwa gadis itu berbicara bahasa Jepang?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ah... Mmm...” Kamijou menatap gadis di atas pagar balkon dan berkata, “Apa sekarang? Apakah kamu ingin mengatakan kalau kamu roboh karena kecapekan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Mungkin lebih tepat dikatakan kalo aku sudah roboh dan hampir mati ”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...” Gadis ini benar–benar lancar berbahasa Jepang.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Hei, aku akan sangat berterima kasih jika kamu mau mengisi perutku.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou melihat roti yakisoba yang sudah busuk dan diinjaknya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia memutuskan bahwa tak peduli dari mana gadis ini berasal, dia tidak akan mau terlibat dengannya. Kamijou berpikir liar, &#039;Kenapa aku tidak membantunya mencapai kebahagiaan di tempat yang sangat, sangat jauh?&#039; Dia membawa roti yakisoba yang berair itu, lengkap dengan bungkus plastiknya, ke dekat mulut gadis itu. Kamijou berpikir, &#039;Setelah mencium ini, bahkan seorang gila pun akan lari jauh, jauh sekali, &#039;kan?&#039; Seperti di Kyoto, jika pemilik rumah menuang teh di atas nasi, itu artinya dia bermaksud untuk “ mengusir pengunjungnya” —&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Terima kasih, aku makan.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
DIa melahap roti, pembungkus plastik, dan tangan Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Hanya seperti itu, dengan tangisan kesialan, Kamijou memulai hari baru dalam hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama–tama, biarkan aku memperkenalkan diri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kenapa tidak menjelaskan alasanmu menggantung di balkonku—?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namaku Index.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti orang bakal percaya saja jika itu adalah nama asli! Apa itu ‘Index’? Memangnya kau daftar isi?”&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
“Seperti yang kaulihat, aku berasal dari gereja. Ah, ini adalah hal penting: Aku bukan bagian dari Vatikan, tapi dari Anglikan.”  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak peduli apa yang kaukatakan. Dan juga, jangan hindari pertanyaanku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya tidak cukup jika kubilang Index? Ah, nama sihirku adalah Dedicatus545.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi? Halo, halo? Boleh aku tahu dari planet mana aku mendapat saluran ini?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Melihat Kamijou memasukkan jarinya ke telinganya sendiri dengan santai, Index menggigit kuku ibu jarinya. Sepertinya menggigit jarinya sendiri adalah kebiasaannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kenapa aku harus duduk dengan sopan dan berhadap-hadapan dengannya di depan meja kaca ini? Seperti orang mau dijodohkan saja, pikir Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sekarang ini, Kamijou seharusnya siap–siap ke sekolah untuk mengikuti kelas tambahan musim panasnya, tapi dia tidak ingin meninggalkan gadis misterius ini di kamarnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dan hal terburuk adalah gadis berambut perak yang menyebut dirinya Index ini sepertinya menyukai kamarnya, terlihat dari gelagatnya yang ingin bermalas-malasan di lantai kamar ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mungkin ini salah satu &#039;kesialan&#039; yang ditarik Kamijou? Jika iya, ini buruk.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
[[Image:Index_v01_031.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Jadi, jika kamu bisa mengisi perutku, aku akan sangat beterima kasih.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kenapa aku harus melakukan itu? Apa gunanya meningkatkan cara pandangmu terhadapku? Jika aku akan memulai kejadian aneh dan sampai ke ‘rute Index’, lebih baik aku mati saja!!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Emm… apa itu bahasa gaul? Maaf, aku tidak mengerti yang kaukatakan.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sudah dapat diduga bahwa orang asing tidak mengerti budaya otaku Jepang.&amp;lt;ref&amp;gt;otaku adalah maniak anime/manga Jepang&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Tapi jika kamu mau mengusirku, aku mungkin akan pingsan setelah berjalan 3 langkah, &#039;kan?” tanya gadis itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kamu akan pingsan…? Itu bukan urusanku.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Jika itu terjadi, aku akan menggunakan sisa-sisa tenagaku untuk menulis pesan kematian. Ya, itu adalah fotomu.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika aku diselamatkan seseorang, aku akan berbohong kalu aku dikunci di kamar ini, disiksa habis – habisan… dan bahkan aku bisa berkata kau memaksaku memakai pakaian ini.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“KAU BERANI MENGANCAMKU!? KAMU TERNYATA JUGA CUKUP TAHU BUDAYA OTAKU, &#039;KAN!!?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Index memiringkan kepalanya, memperlihatkan wajah bingung. Dia seperti anak kucing yang baru saja melihat cermin untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Gadis itu sukses membuat Kamijou jengkel. Kamijou merasa hanya dirinya saja yang kebagian tidak enaknya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tunggu saja! Kau ingin makan, &#039;kan!?&#039;&#039; Kamijou berlari ke dapur dengan marah. Makanan dalam kulkas sudah busuk, jadi dia mungkin akan memenuhi mulut gadis itu dengan makanan itu. Kamijou tidak akan merasa rugi. Maka, Kamijou menuangkan makanan sisa itu ke dalam panci, dan menggorengnya seperti sayuran. Jika dia memanaskannya, tidak seorang pun akan mati, &#039;kan?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Coba pikir, dari mana gadis ini datang?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Meskipun ada orang asing di Academy City, gadis ini tidak mempunyai “aura” yang dimiliki penduduk sini. Tapi, jika dia datang dari luar, itu juga aneh. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Academy City adalah kota yang terdiri dari ratusan sekolah. Tapi sebenarnya lebih tepat dikatakan sekolah asrama yang sebesar kota. Academy City menempati sepertiga tanah Tokyo dan dikelilingi tembok seperti Tembok Raksasa Cina. Meskipun tidak seketat penjara, tidak mudah untuk masuk ke dalam. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
...Atau begitulah yang kelihatannya. Sebenarnya suatu universitas teknik telah meluncurkan 3 satelit untuk memonitor Academy City sepanjang waktu dalam samaran sebuah eksperimen. Setiap orang yang keluar-masuk kota akan dilacak dan diselidiki. Jika satelit itu menemukan seseorang mencurigakan  yang tidak cocok dengan data di gerbang kota, Anti-Skill dan anggota Judgement dari setiap sekolah akan dikerahkan…&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mungkin ini gara–gara gadis listrik yang mengeluarkan badai petir sehingga gadis aneh ini tidak ditemukan? pikir Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Oh, ya, kenapa kamu bergantungan di pagar balkonku?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou bertanya pada gadis itu sambil menuangkan kecap ke dalam wajan makanan jahat itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku tidak bergantungan di sana.” &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Lalu apa? Jangan katakan kamu dibawa angin dan mendarat di sini?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“…Boleh dibilang begitu.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou, yang hanya bercanda, dengan tajam membelokkan kepalanya untuk menatap gadis itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku ingin loncat dari atap gedung itu ke atap gedung ini, tapi aku jatuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atap? Kamijou melihat langit – langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daerah ini adalah tempat dibangunnya asrama murah bagi siswa. Bangunan setinggi delapan tingkat diatur berderet-deret. Hanya dari melihat balkon saja, seseorang akan tahu jarak antaratap hanya sekitar dua meter. Bukannya tidak mungkin untuk meloncat dari atap ke atap, tapi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau serius? Tinggi atapnya delapan tingkat! Kamu akan mati jika tidak hati–hati!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Yeah, orang yang mati karena bunuh diri juga tidak akan diberi kuburan.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Index memberi jawaban yang membingungkan, dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Tapi tidak ada pilihan lain; Aku harus melakukannya supaya bisa kabur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ka...bur?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar kata yang memiliki arti berbahaya itu, Kamijou secara tidak sengaja mengerutkan dahinya. Tapi Index memberi jawaban “Nn” seperti anak kecil, dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sedang dikejar-kejar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan yang menggerakkan wajan berhenti dengan sendirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebetulnya, aku bisa saja loncat, tapi seseorang menyerangku dari belakang ketika sedang meloncat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis yang menyebut dirinya Index terlihat tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena itulah, aku jatuh dan mendarat di pagar balkonmu. Maaf.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun dia tidak mengejek dirinya sendiri atau membuatnya terdengar ironis, dia hanya memberi Kamijou Touma sebuah senyuman yang murni tanpa rasa bersalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Diserang’...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Ah... Jangan khawatir dengan lukaku. Pakaian ini juga berfungsi sebagai &#039;&#039;barrier&#039;&#039; pertahanan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu &#039;&#039;barrier&#039;&#039; pertahanan? Apakah itu pakaian anti peluru?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu berputar seperti sedang memamerkan baju yang baru dibelinya. Dia tidak terlihat terluka. Tapi, apa benar dia ‘diserang’? Jika semua ini hanyalah imajinasinya, mungkin lebih bisa dipercaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun demikian...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktanya adalah dia benar-benar menggantung di pagar balkon lantai tujuh Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika begitu, apakah cerita gadis itu benar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Siapa’ yang menyerangnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mulai merenung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seberapa banyak keberanian yang dibutuhkan orang untuk meloncat dari bangunan bertingkat delapan ke gedung lain? Seberapa beruntungnyakah dia bergantung di pagar balkon pada lantai tujuh? Apa maksudnya dia masih tanpa luka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang sedang mengejarku, kata gadis itu tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengatakan ini sambil tersenyum. Seberapa rumitkah cerita di balik senyumnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou betul–betul tidak tahu apa yang dialami Index, jadi dia tidak mengerti kata–katanya sama sekali. Bahkan jika Index menjelaskan semuanya dari awal, paling baik dia hanya bisa mengerti setengahnya. Sisa setengahnya tidak akan dia mengerti sekeras apa pun dia mencoba. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tapi Kamijou mengerti sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah dia sudah bergantungan di pagar balkon di lantai tujuh. Jika dia tidak hati–hati, dia bisa saja mendarat di jalanan aspal. Ini membuat Kamijou khawatir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Makan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Index muncul dari belakang Kamijou. Dia menggenggam sumpit dengan tangannya. Sepertinya dia tidak tahu bagaimana cara memakai sumpit meskipun dia bisa berbicara bahasa Jepang dengan lancarnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menatap wajan dengan semangat. Ekspresi wajahnya seperti kucing yang baru saja diambil dari kardus pada hari hujan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Ah... “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di wajan, makanannya tidak berbeda dari sampah, ‘sayuran goreng’(dengan racun di dalamnya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat gadis lapar ini, Kamijou merasa nurani malaikat yang ada pada dirinya (yang muncul bersamaan dengan iblis yang seperti dirinya) bergulat kesakitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah... eh ... aku ... aku... . Karena kamu sangat lapar, tolong jangan makan makanan sisa yang menjijikkan ini. Kenapa kita tidak ke restoran keluarga? Atau mungkin kita bisa pesan antar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak bisa menunggu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah... mm... “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kelihatannya juga tidak buruk. Ini adalah sesuatu yang kamu buat tanpa meminta imbalan, jadi seharusnya rasanya enak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada waktu itu, Index benar–benar seperti seorang suster, memberikan senyum yang berseri–seri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa mempedulikan Kamijou, yang perutnya bergejolak, Index mengepalkan tangannya, dan menyendok makanan dari wajan dengan sumpitnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat, rasanya tidak terlalu buruk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be... benarkah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu sepertinya penuh perhatian ya, membuat makanan asam untuk melegakan kelelahanku, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Eh... a... asam?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir, aku berani makan makanan asam. Terima kasih; kau seperti seorang kakak laki–laki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan senyum yang berseri–seri, Index tetap melanjutkan makan, ada tauge di wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Wo.. UUU... WOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan cepat mengangkat wajan dengan kecepatan supersonik. Dia melihat Index, yang sangat kurang puas, sambil berpikir bahwa dia akan ke neraka sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu juga lapar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Ah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau tidak, bisakah kamu memberiku sayuran itu? Aku tidak bisa menunggu... “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index melihat Kamijou, mulutnya menggigit ujung sumpitnya. Melihat Index seperti ini, Kamijou bertekad.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini kemauan Tuhan. Tuhan menyuruhnya menyelesaikan apa yang dia mulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, ini bukan kesialannya; ini kesalahannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma menuangkan ‘sampah’ panas  ke dalam mulutnya, menunjukkan sebuah senyuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, gadis yang menyebut dirinya Index menunjukkan wajah tidak senangnya sambil mengerikiti biskuit. Cara dia memegang kedua biskuit dengan kedua tangannya sambil mengerikitinya membuat dia terlihat seperti tupai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Oh, ya, katamu ada seseorang yang mengeja-ngejarmu. Siapa dia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou, yang akhirnya kembali dari neraka, tiba–tiba menanyakan pertanyaan paling penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, Kamijou tidak akan begitu pedulinya pada gadis yang baru dia kenal selama tiga puluh menit, tapi sudah terlambat baginya untuk tidak ikut terlibat dalam masalah gadis tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku akan berpura-pura ramah, pikir Kamijou. Meskipun dia tidak bisa membantunya memecahkan masalah, paling tidak dia bisa berkata bahwa dia sudah mencoba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mm... “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu berkata dengan suara yang haus,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu—mungkin Rosicrucians atau S.M. aka Stella Matutina. Kupikir grup semacam itulah, sayangnya aku belum tahu nama mereka... dan nama tidak ada artinya bagi mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Mereka’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengulanginya dengan sikap bingung. Musuhnya adalah organisasi? Suatu kelompok?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Index, yang sedang dikejar, terlihat tenang. Setelah memberikan “Mn” untuk menegaskannya, dia berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka adalah lembaga sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Sihir... ? Emm... apa itu tipuan? Apa aku salah dengar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah... eh... ? Emm... apa bahasa Jepangku aneh? Maksudku MAGIC(=sihir)! KOMPLOTAN SIHIR RAHASIA!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang karena dia menjelaskan dalam bahasa Inggris, Kamijou semakin bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu? Apa kau membicarakan suatu organisasi baru yang menggunakan ajaran agama misterius baru untuk berkhotbah di depan umum, mengatakan, ‘Kalian yang tidak percaya akan menderita karena kemarahan Tuhan.’ Dan memaksa mereka untuk makan suatu obat aneh sebelum mencuci otak mereka? Kedengarannya berbahaya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Sepertinya, aku merasa kau mempermainkanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Kau mempermainkanku, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Maaf, ini tidak mungkin. Aku betul–betul tidak bisa percaya keberadaan sihir. Aku akrab dengan kekuatan supernatural seperti menyalakan api atau melihat tembus pandang, tapi sihir... Aku betul–betul tidak bisa percaya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memiringkan kepalanya dan merenung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ada orang biasa yang dengan tegas percaya bahwa llmu pengetahuan bisa memecahkan segalanya, dia akan berteriak, “DI DUNIA INI TIDAK ADA HAL YANG TIDAK BISA DIBUKTIKAN ILMU PENGETAHUAN!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun demikian, tangan kanan Kamijou betul-betul mempunyai suatu kekuatan spesial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama dia punya kekuatan spesial aneh yang disebut Imagine Breaker, bahkan keajaiban yang hanya muncul di mitos akan terhapus selama itu hanyalah kekuatan supernatural.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kekuatan supernatural adalah hal biasa di Academy City. Dengan menyuntikkan obat ke dalam pembuluh darah, membiarkan listrik merambat ke leher, dan memperdengarkan suatu ritme khusus dari headset, semua otak bisa “berkembang”. Semua bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan, jadi siapa yang bisa menolak keberadaannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak mengerti apa yang kaukatakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak harus mengerti! Semua tahu, tidak diragukan lagi bahwa kekuatan super itu nyata!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu kenapa sihir tidak... ? Tidak diragukan juga bahwa sihir itu nyata!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index terlihat sangat tidak senang. Pandangannya seperti orang yang hewan peliharaannya dikritik orang lain sebagai kucing kampungan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh... biar kukatakan ini. Kamu tahu janken?&amp;lt;ref&amp;gt;Suit Jepang, kertas-batu-gunting&amp;lt;/ref&amp;gt; Eh, tunggu, itu budaya global, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Sepertinya suatu bentuk budaya Jepang, tapi aku tahu itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika aku kalah sepuluh kali dari sepuluh kali janken, apa kaupikir ada alasan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Wu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Tidak ada alasan, &#039;kan? Tapi manusia akan percaya bahwa ada sesuatu yang bekerja!&#039;&#039;”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berkata dalam nada tidak tertarik,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kebanyakan orang biasa akan berpikir, &#039;Kenapa aku begitu sial?&#039; dan bertanya–tanya apakah ada kekuatan yang tidak terlihat di sekitarnya. Ketika seseorang berpikir seperti itu dan menghubungkannya dengan astrologi, apa yang akan terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Seperti, &#039;Zodiakmu Cancer, dan kamu sangat sial sekarang, lebih baik jangan berjudi&#039;, atau hal–hal lain macam itu, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Segala macam &#039;sihir, kekuatan misterius&#039; yang terjadi di sekitar kita berkembang seperti itu. Manusia membayangkan bahwa ada suatu kekuatan tidak terlihat yang menentukan keberuntungan mereka, dan akan percaya kalau hal–hal sepele semuanya adalah hasil kerja takdir; inilah sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengerutkan bibirnya seperti kucing yang tidak senang. Setelah sementara waktu, dia berkata, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Sepertinya kau tidak punya alasan untuk percaya pada sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yap. Tapi karena aku serius memikirkannya, aku tidak bisa percaya kata–kata bodoh itu. Siapa yang percaya keberadaan penyihir yang hanya ada di dongeng? Jika kamu bisa menghabiskan MP-mu untuk membangkitkan orang mati, siapa yang mau mengembangkan kekuatan spesial? Bagaimana mungkin aku percaya &#039;sihir&#039; yang tidak punya bukti alamiah di belakangnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka yang menganggap kemampuan paranormal sebagai sesuatu yang ganjil dan misterius hanyalah orang bodoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Academy City, kemampuan paranormal termasuk pengetahuan umum dan bisa dijelaskan oleh Ilmu Pengetahuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Tapi sihir benar–benar ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengerutkan bibirnya. Mungkin sihir itu seperti pilar rohani baginya, seperti Imagine Breaker untuk Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, terserah yang kaukatakan. Lalu kenapa mereka mengejarmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sihir betul–betul ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sihir betul–betul ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya dia ingin Kamijou untuk mengakuinya tidak peduli seperti apa pun caranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik, beri tahu aku, apa itu sihir? Bisakah kamu menembak bola api dari tanganmu? Bahkan tanpa melewati pelajaran kekuatan super, bisakah kamu menembak bola api? Coba lakukan di depanku dan aku mungkin akan percaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak punya mana, jadi aku tidak bisa pakai sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa bedanya dengan seorang pengguna kekuatan gadungan mengatakan, “Kamera akan menggangguku, jadi aku tidak bisa membengkokkan sendok”?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping itu, pikiran Kamijou juga agak bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski dia berkata bahwa tidak ada hal seperti sihir, Kamijou tidak sepenuhnya mengerti kemampuan tangan kanannya, Imagine Breaker. Bagaimana bisa? Kekuatan apa yang tidak terlihat dalam ruang itu? Bahkan di Academy City, yang merupakan pihak paling berwenang dalam mengembangkan kemampuan esper, tidak dapat menjelaskan kemampuan Kamijou hanya melalui pemeriksaan tubuh, yang menyebabkan dia dicap sebagai esper “Level 0”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, dia tidak mendapat kekuatannya dari program pengembangan ilmu pengetahuan; tapi, itu adalah kekuatan yang melekat pada tangan kanannya sejak dia lahir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski dia selalu berkata bahwa tidak mungkin ada sihir di dunia ini, dia sendiri punya kekuatan aneh yang membantah semua logika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
... Tapi dia tidak bisa hanya membuat kesimpulan tanpa dasar &#039;karena kekuatan yang tidak dapat dijelaskan di dunia, maka sihir benar-benar ada&#039; seperti itu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Sihir itu ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik, aku akan menganggap sihir itu ada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menganggap?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, kita anggap saja sihir itu ada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengabaikan gangguan Index dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu kenapa kamu dikejar orang–orang itu? Apakah ada hubungannya dengan pakaianmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merujuk pada jubah suster dari sutra yang bersulamkan emas dan berwarna putih bersih. Dengan kata lain, dia bertanya, “Apa ini melibatkan gereja?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Karena aku adalah sebuah indeks.”&amp;lt;ref&amp;gt;Indeks ini maksudnya adalah suatu indeks buku, bukan namanya sediri&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku rasa mereka mengejar 103.000 grimoir yang kumiliki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Kenapa aku tambah bingung sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kamu seperti tidak ingin peduli ketika aku belum menjelaskannya? Kamu agak tidak sabaran, ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik, akan kusimpulkan. Aku tidak tahu apa itu grimoir, tapi mereka hanya buku, kan? Seperti kamus?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mm. Buku Eibon, Lemegeton, Buku Tanpa Nama, Buku Ritual Kanibal, Buku Orang Mati... ini contohnya. Necronomicon terlalu terkenal sehingga masih banyak imitasi lain di luar sana, jadi kurang bisa dijadikan pegangan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um... Aku tidak begitu peduli isi bukunya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou ingin mengatakan, “ini semua, &#039;kan, cuma omong kosong”, tapi menekan dirinya sendiri untuk menelan kata – kata ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Katamu kau memiliki seratus ribu buku; di mana mereka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setidaknya, dia ingin memperjelas hal itu. Seratus ribu buku bisa memenuhi satu perpustakaan penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa maksudmu kau punya kunci ke suatu gudang besar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index menggelengkan kepalanya, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku membawa semua 103.000 buku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Apa? Kamijou mengerut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Kau tidak mencoba bilang bahwa orang bodoh tidak bisa lihat, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika tidak bodoh pun tetap tidak akan bisa melihatnya! Akan sia–sia jika orang dapat melihatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap kata yang Index katakan sepertinya terlalu jauh; rasanya seperti dia sedang dipermainkan. Kamijou melihat ke kiri dan kanan, mencari buku tua yang terlihat seperti grimoir. Dia hanya bisa melihat majalah game, manga yang tersebar di lantai dan PR musim panas yang telah disingkirkan ke pojok ruangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Huuhh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou, yang sudah dihibur fantasi Index, akhirnya tidak tahan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkinkah skenario &#039;seseorang mengejarku&#039; ini hanya imajinasi liar gadis itu? Jika iya, dan dia betul–betul lompat dari gedung bertingkat delapan, gagal, dan mendarat di pagar balkon... Baik, sebaiknya  tidak terlibat dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Bukankah bertentangan kalau kamu percaya kekuatan supranatural tapi sihir tidak?” Index mengerutkan bibirnya dan mengatakan dengan tidak senang, “Apa hebatnya kemampuan supernatural, coba? Kau seharusnya tidak merendahkan yang lain hanya karena kau punya suatu kemampuan khusus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan lembut mengeluh,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, kamu benar. Hanya dengan sedikit tipuan dan kita dikelompokkan menurut sistem level. Pemikiran seperti itu mengerikan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merendahkan kepalanya, melihat tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanannya tidak bisa menembakkan api atau listrik, tidak bisa melepaskan cahaya, dan tidak bisa mengeluarkan suara. Dan tentu saja, tidak akan ada garis–garis aneh muncul di pergelangan tangannya. Tapi tangan kanan Kamijou bisa menghilangkan segala kekuatan supernatural. Tidak peduli sifat bawaannya atau tujuannya, bahkan keajaiban yang muncul di mitos akan dihancurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk orang di kota ini, namun, kekuatan super sudah seperti dorongan dari pilar rohani. Jangan mencari–cari terlalu banyak kesalahan. Dan di samping itu, aku juga salah satu dari mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baguslah kalau kamu mengerti, idiot! Huh, kenapa kamu mengacaukan isi otakmu? Kamu bisa membengkokkan sendok dengan tanganmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh, apa yang bisa dipamerkan dari orang yang menyerahkan karakter alamiahnya untuk sesuatu yang jauh di dalam kulit?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Bisakah aku menjejali mulut cerewetmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ke- kekerasan tidak bisa menakutiku!” Index terlihat seperti kucing yang tidak senang, dan berkata, “Kamu bicara banyak tentang kekuatan super, tapi kamu tidak terlihat punya kekuatan itu sendiri!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Eh, tentang itu... bagaimana aku mengatakannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou merasa kesulitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia jarang punya kesempatan untuk menjelaskan Imagine Breaker ke orang lain. Bahkan jika pernah, karena kemampuannya hanya bereaksi pada kekuatan supernatural, jika orang lain tidak dapat menerima kenyataan bahwa kekuatan super ada, penjelasannya akan sia – sia saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Unn, tangan kananku... ah, biar aku jelaskan. Ini alami; tidak ada pewarna buatan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika tangan kananku bersentuhan dengan...kekuatan khusus apa pun, baik bola api berkekuatan nuklir ataupun railgun, bahkan keajaiban dari Tuhan akan dihapus tanpa jejak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...eh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Ekspresi apa itu? Kau seperti baru saja melihat katalog belanja untuk membeli kristal keberuntungan yang cantik!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aduh... kamu, seorang ateis yang tidak pernah mengenal nama Tuhan, berkata bahwa keajaiban dari Tuhan akan terhapus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk bepikir bahwa Index akan menggunakan jari kecilnya untuk menggali telinganya sambil tertawa sinis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Ugh, ini membuatku kesal! Aku tidak suka dibodohi oleh gadis sihir palsu yang mengatakan bahwa sihir benar–benar ada, hanya saja tidak bisa membuktikannya membuatku panas...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar Kamijou menggumam seperti itu, Index sepertinya juga marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-Aku bukan gadis sihir palsu! Sihir benar–benar ada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu buktikan padaku, kau pemakai kostum Haloween! Aku akan menggunakan Imagine Breaker-ku untuk mengancurkan sihirmu dan kita lihat siapa yang benar! Dasar anak imajinatif!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik, akan kutunjukkan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index dengan marah mengangkat tangannya, “Ini! Pakaian ini! Pakaian ini adalah pelindung pertahanan paling mutakhir yang disebut Gereja Berjalan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengangkat kedua tangannya, mebuat Kamijou melihat jubah suster yang membuatnya memikirkan cangkir teh kelas atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu Gereja Berjalan?! Aku tidak mengerti sedikit pun dari hal yang kaukatakan! Semua yang kaukatakan adalah istilah – istilah aneh seperti indeks dan pelindung pertahanan! Bisakah kau menjelaskan dengan cara yang bisa kumengerti? Terlalu membingungkan! Tidak pernahkah kamu menjelaskan sesuatu yang mendalam dengan cara yang mudah dimengerti?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau... kau tidak pernah mencoba untuk mengerti, dan sekarang kau mengeluh padaku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengayunkan tangannya dengan marah, “Sekarang, akan kubuktikan daripada hanya berbicara saja! Kamu bisa menggunakan pisau dapur untuk menusukku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik! Akan kulakukan... tunggu... apa yang kaupikirkan?! Tentu saja aku akan menusukmu! Apa kau mencoba menjebakku?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah! Kau tidak percaya padaku, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index dengan semangat menggerakkan bahunya ke atas dan bawah, “Pakaian ini memasukkan semua unsur penting dari sebuah gereja, jadi bisa dibilang &#039;Gereja dalam bentuk pakaian&#039;! Tenunan kainnya, jahitan garisnya, bahkan sulamannya juga. Semuanya direncanakan dengan hati–hati! Sebuah pisau dapur semata tidak akan menyakitiku sama sekali!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pikir kamu hanya menggertak... jika aku benar-benar menusukmu, aku akan jadi berandalan remaja paling bodoh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak mempercayaiku! Pakaian ini bisa menduplikat sama persis efeknya dengan Kain Kafan Suci dari Turin, pakaian yang dipakai seorang Santo ketika ditusuk oleh Tombak Longinus. Maka, kemapuan pertahanannya adalah kelas Paus. Dalam istilahmu, kekuatannya setingkat dengan perlindungan bom nuklir, &#039;kan? Tidak peduli apakah serangan fisik ataupun sihir, pakaian ini akan menerima, dan menyerapnya... Bukankah aku berkata aku mendarat di balkonmu karena aku diserang dari belakang? Jika aku tidak punya Gereja Berjalan ini, tubuhku pasti sudah berlubang! Apa kau mengerti?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis ini benar–benar cerewet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat pakaiannya dari sisi gelapnya, pendapat Kamijou tentang Index telah turun drastis ke yang terburuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, betul–betul mengesankan... tapi jika itu adalah kekuatan supernatural dan tangan kananku memegangnya, pakaianmu akan hilang, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu jika kekuatanmu benar–benar nyata~ Hoho— “ Index tersenyum menghina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berpikir, aku ambil taruhannya! Dan memegang pundak Index dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh...?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia merasakan perasaan yang betul–betul aneh... seperti dia sedang mencoba untuk menangkap awan. Seperti semua benturan yang diserap spons lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Tunggu sebentar...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou, yang sudah tenang, mulai berpikir sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika apa yang dikatakan Index, walau kedengarannya bodoh, itu benar dan pakaian yang disebut Gereja Berjalan ini betul–betul ditenun bersamaan dengan kekuatan supernatural, apa yang akan terjadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kekuatan supernatural itu hancur, bukankah pakaian itu akan berantakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“TIDAKKKKK MUNGKINNNNNNNNN?!” Perasaan menginjak kedewasaan yang tiba–tiba membuat Kamijou bereaksi dengan teriakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— AAAAAHHHHHHHHHH... eh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berpikir, sial, tadi itu membuatku khawatir saja. Meskipun dia juga merasa kasihan pada gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat! &#039;Kan?! Imagine Breaker apaan? Tidak ada yang terjadi!” Index meletakkan tangannya di pinggangnya, mengangkat dada kecilnya, dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekejap kemudian pakaian Index terurai seperti pita hadiah, menyebar di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index v01 051.jpg|thumb]] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benang yang menjaga jubah suster itu tetap utuh mengendur, dan jubah itu menjadi potongan-potongan kain. Hanya penutup kepalanya yang masih utuh, tapi mungkin itu karena penutup kepalanya tidak tersambung dengan pakaian yang dia sentuh. Sepenuhnya, membuat hal ini lebih menghina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index hanya berdiri di sana, tangannya di pinggang, dada kecilnya terangkat, dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang menutupi tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rupanya gadis bernama Index ini mempunyai kebiasaan menggigit orang jika marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AW! AW! AW! Berhenti menggigitku! Apa kau pikir kau itu nyamuk dari perkemahan musim panas?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index, yang hanya mengenakan selimut yang menutupinya, duduk tegak lurus di lantai, menggunakan setumpuk besar peniti dalam usaha yang telaten (dan sia–sia) untuk memperbaiki pakaian susternya kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana tidak menyenangkan dan mengerikan mendominasi ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, tidak seperti pembunuh berantai yang akan berjalan ke ruangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ ... Emm, permisi, Tuan Putri? Maaf mengganggu, tapi ada kaos kecil dan celana pendek di sini... ”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suster itu menatap kembali padanya, melotot seperti ular.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... emm... Tuan Putri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma merasa bahwa gadis di depannya memiliki banyak ekspresi wajah sambil mencoba untuk melanjutkan percakapan dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Barusan itu salahku, ok?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mendapat balasan gadis itu dalam bentuk jam alarm terbang yang dilempar ke wajahnya. Ketika Kamijou berteriak kaget, sebuah bantal besar juga terbang. Setelah bantal, sebuah konsol game dan sebuah tape rekorder mini juga terbang dengan mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana bisa kamu dengan santainya mengatakan hal seperti itu setelah hal memalukan ini?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Emm... ini... itu... sebetulnya, pelayanmu lebih dari sedikit gugup sekarang ini. Bagaimana aku mengatakannya... &#039;Inilah masa muda!&#039;?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau masih bercanda... uuuuuuuuuuuuu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya! Ya! Aku minta maaf! Aku minta maaf! Aku minta maaf! … itu adalah kaset video yang kusewa, bukan saputangan! TOLONG JANGAN MENGGIGITNYA!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma bersujud di lantai dalam sikap yang berlebihan sambil meminta maaf pada gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, Kamijou, yang baru pertama kali dalam hidupnya melihat dengan mata kepalanya sendiri gadis yang telanjang bulat dalam kemuliaan, sangat gugup sampai rasanya hatinya sedang diremas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baguslah dia tidak bisa melihatnya dari mukaku, pikirnya. Tapi pikirannya, sialnya, hanya pikiran belaka. Jika dia melihat cermin, dia akan tahu kalau semuanya terbaca di wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah jadi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara isak dan pilek, Index menyelesaikan kerajinan pekerjaan rumah tangga yang kejam untuk mengembalikan pakaian suster itu ke bentuk semula. Setelah memutarnya untuk melihatnya... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Hah. Pakaian suster dengan peniti yang berkelap–kelip dengan jumlah tak  terhitung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... (Tetesan keringat)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Erm, apa kamu betul–betul akan memakai itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau betul–betul akan memakai tipuan yang seperti &#039;&#039;iron maiden&#039;&#039; ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... (Air mata).”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dalam bahasa Jepang disebut &#039;kasur jarum&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... uu... uuuuuuuu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AKU SALAH! AKU MINTA MAAF!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tiba–tiba berlutut di lantai, memukulkan kepalanya ke lantai seperti bawang putih yang dihancurkan. Kontrasnya, Index seperti anak kecil yang diganggu sambil menggigit keras kabel TV. Jika dia meneruskannya, kabel itu akan putus di tengah–tengahnya. Sungguh kucing yang kasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku harus memakainya! Aku, &#039;kan, masih seorang suster!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index membuat geraman aneh sambil memakai gaunnya di bawah selimut, meniru gerakan ulat. Bagian yang tidak tertutupi selimut hanyalah kepalanya, yang terlihat semerah bom.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ah, caramu mengganti pakaian mengingatkanku akan pelajaran renang di sekolah-“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kamu masih melihat? Kamu seharusnya membalikkan kepalamu, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu tidak akan mati hanya karena aku melihatmu telanjang. Lagi pula, setalah terlihat tanpa busana, ganti baju saja bukan apa–apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index berhenti sebentar, tapi melihat Kamijou yang mungkin belum sadar atau belum percaya bahwa dia mengatakan sesuatu yang salah lagi, jadi dia melanjutkan memakai pakaiannya. Kerudungnya jatuh ke lantai, tapi sepertinya dia lebih fokus memakai bajunya dalam selimut jadi dia belum menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahu apa yang akan dikatakannya, tapi dia tahu situasinya akan bertambah canggung jika tak seorang pun bicara. Seperti dalam elevator bersama orang asing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kamijou terus berharap dia bisa kabur dari kenyataan, sesuatu memotong garis paling depan pikirannya: pelajaran tambahan musim panas!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“WA! SIAL! AKU ADA PELAJARAN TAMBAHAN!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat jam tangannya, “ Ah… emm… aku harus ke sekolah sekarang. Apa yang akan kaulakukan? Jika mau tinggal di sini, aku akan memberimu kunci.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ide “mengusir gadis itu” sudah sepenuhnya hilang dari pikiran Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena pakaian suster Index, Gereja Berjalan, bereaksi terhadap Imagine Breaker, Kamijou punya bukti bahwa pakaian Index betul–betul memiliki kekuatan supernatural. Kata–katanya tadi sudah tidak terdengar seperti fantasi lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berkata dia dikejar penyihir dan jatuh dari atap ke pagar balkon Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berkata dia harus terus berlari supaya nyawanya selamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benarkah ada sekelompok penyihir yang datang dari dongeng dan mengacau di kota sains yang bahkan mengubah kekuatan supernatural menjadi kenyataan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Bahkan jika dia itu tidak benar, Kamijou ingin Index tinggal di sini dan menenangkan diri setelah melihatnya begitu kesulitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tidak perlu. Aku akan pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun dia bicara seperti itu, Index memperlihatkan wajah kesulitan sambil pelan–pelan bangun dari lantai. Dia berjalan melewati Kamijou seperti hantu dan sepertinya dia lupa memakai kerudungnya yang jatuh ke lantai ketika dia memakai pakaian susternya. Kamijou ingin mengambil dan mengembalikan padanya, tapi takut kalau kekuatan tangan kanannya akan menghancurkan kerudung itu juga. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… emm… anu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Jangan terlalu banyak berpikir!” Index menolehkan kepalanya, dan berkata, “aku tidak pergi karena aku marah; Aku pergi karena jika aku terlalu lama tinggal di sini, orang–orang itu mungkin kembali ke sini. Kamu tidak ingin kamarmu dihancurkan, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar Index mengatakan kata–kata  mengerikan dengan mudahnya, Kamijou tidak tahu bagaimana untuk membalasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index pelan–pelan berjalan ke pintu masuk dan keluar. Kamijou mengejarnya dengan panik, berpikir bahwa dia seharusnya membantunya, jadi dia mengecek isi dompetnya. Tapi ternyata isinya cuma 320 yen. Meskipun begitu, Kamijou ingin menjaga Index di sini, di mana dia aman,jadi dia cepat–cepat berlari menuju pintu, tapi kakinya menyandung bingkai pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AH… AWWWWWWW! OOOOOOOOO!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index berbalik ke arah teriakan, dan melihat Kamijou memegang kakinya dan berteriak kesakitan. Sakit di kakinya membuatnya meloncat–loncat, menyebabkan telepon genggamnya jatuh ke lantai. Ketika Kamijou sadar semua sudah terlambat, dan sebuah retakan bisa didengar dari layar kaca HP-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uuuuu… uuuuuuuuuuuuuuuuuuu… Aku benar-benar sial…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin bukan sial, melainkan kikuk?” Index tersenyum, “tapi karena Imagine Breaker-mu nyata, mungkin memang sudah seharusnya begitu, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Apa maksudmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, ini adalah isu dari pihak Sihir, jadi mungkin kamu tidak akan percaya kalau aku mengatakannya,” Index tertawa sambil mengatakan, “jika perlindungan Tuhan dan benang merah takdir benar-benar ada, mereka akan dihancurkan oleh tangan kananmu juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengguncangkan pakaian susternya yang dipasangi peniti, berkata, “Seperti Gereja Berjalan yang aslinya memiliki kekuatan Tuhan. Pakaian ini merupakan perlindungan dari Tuhan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh… apanya yang ‘beruntung’ atau ‘sial’? Bukankah itu hanya kemungkinan dan statistik? Bagaimana mungkin itu benar-“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum dia sempat menyelesaikan pernyataannya Kamijou merasakan listrik statis ketika dia menyetuh gagang pintu, mengagetkan Kamijou dan menyebabkan seluruh tubuhnya berguncang secara refleks. Ototnya gemetar dengan cara yang belum terbiasa, dan betis kanannya kram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Uuuuuuu… “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengerang selama kira–kira enam detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… erm … Suster-san…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tolong jelaskan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Logikanya sebutulnya cukup sederhana,” kata Index seolah-olah hal ini sudah jelas. “Jika kekuatan tangan kananmu itu nyata, berarti adanya kekuatan itu di tangan kananmu akan terus menghapus keberuntunganmu secara terus menerus”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.. Jadi maksudmu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selama tangan kananmu menyentuh udara, kamu akan terus–terusan sial.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AAAAAAHHHHHHHHH! AKU BETUL–BETUL SIAL!!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Kamijou tidak percaya hal ghaib, tapi dia sangat peka dengan kejadian yang disebut kemalangan. Dalam kehidupan sehari–hari Kamijou, dia sering kali begitu sialnya sampai dia mersa seluruh jagad raya memusuhinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan yang berdiri di depan Kamijou Touma yang malang adalah seorang suster berpakaian putih bersih dan bersinar dengan senyuman seperti dewi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua orang yang melihatnya akan memberitahumu bahwa itu ekspresi untuk membuatmu percaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kesialan yang sesungguhanya adalah mempunyai kekuatan itu sejak lahir.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat suster yang tersenyum di depannya, Kamijou tidak bisa menahan air matanya… hei… tunggu dulu, itu bukan maksud yang ingin dia sampaikan… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, aku tidak bicara tentang itu! Kamu… apa kamu punya tempat tinggal lain setelah pergi dari sini? Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi, tapi penyihir–penyihir itu mungkin masih berkeliaran dekat sini, &#039;kan? Rumahku lebih aman. Apa kamu ingin tinggal di sini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan memancing ‘musuh’ jika aku tetap di sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana bisa kamu begitu yakin? Selama kamu tidak menarik perhatian dan tinggal di dalam ruangan ini, kamu tidak akan ketahuan, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak semudah itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index menggenggam kerah pakaiannya dan berkata, “Pakaian ini disebut Gereja Berjalan. Pakaian ini dijaga oleh sihir. Meski Gereja memanggilnya kekuatan Tuhan, sebetulnya itu mirip dengan sihir. Dengan kata lain, ‘musuh’ bisa menggunakan ciri khusus sihir dari Gereja Berjalan dan menemukanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu kenapa kamu memakai apa yang pada dasarnya tidak lebih dari penarik musuh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena tingkat pertahanannya adalah kelas Paus… sebelum dihancurkan oleh tangan kananmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau saja tidak dihancurkan tangan kananmu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku minta maaf… tolong jangan menatapku dengan mata penuh air mata itu… tunggu. Dipikir–pikir, karena Gereja Berjalan-mu dihancurkan oleh tangan kananku, mereka seharusnya tidak bisa melacaknya lagi, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka masih akan tahu kalau Gereja Berjalan-ku hancur. Seperti kataku: Kemampuan pertahanan Gereja Berjalan adalah kelas Paus. Dengan kata lain, seperti sebuah benteng... jika aku adalah ‘musuh’, bahkan jika aku tidak tahu kenapa Benteng Berjalan hancur, aku pasti tidak akan membiarkan kesempatan seperti itu lepas. &#039;Kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu! Bukannya itu adalah alasan yang membuatmu lebih tidak bisa pergi sendirian! Meskipun aku masih tidak percaya apa yang kamu sebut ‘sihir’, tapi jika ‘musuh’ benar–benar mengejarmu, bagaimana bisa aku membiarkanmu membahayakan nyawamu di luar sana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tertegun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ekspresinya, dia betul–betul terlihat seperti gadis biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Maksudmu jika aku akan turun ke neraka, kamu akan menemaniku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index tersenyum. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memberikan senyuman yang memilukan hati yang membuat Kamijou terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di belakang kata–kata halus itu ada permohonan tersembunyi; &#039;&#039;tolong jangan terlibat dengan hal ini&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir, aku bukannya tidak punya teman. Selama aku bisa lari ke gereja, orang–orang di sana akan melindungiku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… oh? Lalu… Di mana gereja itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“London.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya itu terlalu jauh? Berapa lama kamu akan lari?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Ah, jangan khawatir! Seharusnya ada beberapa cabang kecil di Jepang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pakaian suster yang penuh peniti itu bergoyang ke sana–sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis kecil yang terlihat seperti ibu rumah tangga yang sering diganggu berkata, “Gereja… ya, sepertinya ada satu di kota ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang biasa yang mendengar kata “gereja” akan segera berpikir tentang bangunan besar tempat pernikahan diadakan. Di Jepang, gereja–gereja itu sangat kecil. Meski berada di Jepang, budaya Kristen belum mengakar di sana, dan dengan seringnya gempa bumi yang dialami Jepang, sulit untuk memepertahankan “bangunan dengan nilai bersejarah”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gereja yang Kamijou lihat dari ujung matanya ketika naik kereta hanyalah kompleks apartemen dengan salib yang didirikan di atap. Awalnya dia malah mengira itu adalah gereja milik para konglomerat baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm… tapi tidak semua gereja bisa… aku termasuk sekte British...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Erm,… dalam arti luas, Agama Kristen sebetulnya dibagi menjadi banyak sekte,” Index menjelaskan dengan canggung, “agama Kristen secara umum dibagi menjadi Katolik dan Protestan. Aku termasuk sisi Katolik, yang dibagi lagi menjadi Gereja Katolik Roma, yang berpusat di Kota Vatikan; Gereja Ortodoks Rusia, yang berpusat di Rusia; dan Gereja Anglikan, yang berpusat di Katedral St. George.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jadi apa yang akan terjadi jika kamu salah masuk?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan diusir,” Kata index dengan dengan senyuman pahit. “Ortodoks Rusia dan Anglikan sebagian besar berpusat di negaranya sendiri, jadi keduanya tidak mempunyai banyak cabang di Jepang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semakin Kamijou mendengar, semakin dia merasa ada sesuatu yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin sebelum Index menyerah karena lapar, dia sudah sudah mengunjungi beberapa gereja dan diusir beberapa kali, memaksanya untuk berlari demi nyawanya? Itu bukan pikiran yang melegakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir. Aku akan baik-baik saja asalkan bisa mencapai gereja milik Anglikan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba–tiba, Kamijou memikirkan kekuatan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi! Jika kamu ada masalah, carilah aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, hanya itu yang bisa dia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun dia punya kekuatan untuk membunuh Tuhan itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mn, aku akan kembali jika lapar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memberikan sebuah senyuman yang seperti bunga morning glory. Senyum sempurna itu membuat Kamijou tidak bisa berkata–kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah robot pembersih mendekat, bergerak mengitari sosok Index, dan melanjutkan perjalanannya ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“YAAAH!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum sempurna hilang dalam sekejap ketika Index jatuh ke belakang. Cara dia bergetar, seperti kakinya terkena kram. *DONG*! Kepala belakangnya menghantam tembok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—! BENDA ANEH BARU SAJA KELUAR BEGITU SAJA…?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Index terisi dengan air mata sambil menjerit, bahkan lupa untuk mengelus kepala belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“KAU BERLEBIHAN! ITU HANYA ROBOT PEMBERSIH!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah robot pembersih yang terlihat seperti silinder logam besar dengan roda di bawahnya, menggunakan pel berbentuk lingkaran untuk membersihkan lantai. Sebuah kamera yang dipasang dekat ujung atasnya membuatnya bisa menghindari penghalang. Semua gadis yang memakai rok mini membencinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Begitu. Jepang bukan hanya negara teknologi, melainkan juga negara di mana bahkan Agathion dimekanisasi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat Index yang terlihat kagum oleh Jepang karena alasan aneh membuat rambut Kamijou berdiri sampai ujungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini Academy City! Kamu bisa melihat benda seperti itu di mana–mana!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Academy City?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar. Bagian barat Tokyo relatif lambat dalam perkembangan, jadi bagian itu dibeli untuk mendirikan kota ini. ‘Kota sekolah’ yang di dalamnya terdapat puluhan universitas dan ratusan SD, SMP, dan SMA.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh sambil melanjutkan, “Delapan puluh persen dari orang yang tinggal di sini adalah siswa, dan semua apartemen yang terlihat seperti kondominium (kompleks apartemen yang sangat besar) sebetulnya adalah asrama siswa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City tidak hanya mendidik siswa dalam bidang akademik, tapi juga menanam kekuatan super dan pengembangan tubuh secara rahasia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Jadi layar di jalanan mungkin agak berbeda dari yang biasa. Mesin penjual makanan otomatis, kincir angin praktis untuk menghasilkan listrik, dan robot pembersih barusan… Ada banyak benda seperti itu yang dikembangkan oleh universitas di sini. Tingkat teknologi di sini kasarnya dua puluh tahun lebih maju dari dunia luar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm… “ Index menatap robot pembersih itu, dan berkata, “Jadi semua bangunan di daerah ini milik Academy City?|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yap… jika kamu mencari Gereja Inggris di sini, nasihatku adalah coba cari di luar kota ini. Gereja di sini sebagian besar mungkin mengajarkan teologi atau psikologis-Jungian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memberikan “Mn” sambil menganggukkan kepalanya. Pada waktu itulah Index baru menggunakan tangannya untuk memegang kepala belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… eg? Ah… eh? Ke… kerudungku hilang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu baru sadar? Kerudungmu jatuh tadi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maksud Kamijou adalah “kamu menjatuhkannya saat ganti baju di bawah selimut”, tapi sepertinya Index mendengarnya sebagai “kamu menjatuhkannya saat kamu ditakuti robot pembersih dan jatuh”. Index mencari di sekitar koridor. Gagal menemukannya, beberapa tanda tanya muncul di atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-HA! Benar! Pasti Agathion mekanis itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index sepertinya telah sepenuhnya salah paham sambil berlari mengejar robot pembersih yang berbelok di ujung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Emm… situasi apa–apaan ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat kembali kamarnya, pada kerudung Index, dan melihat kembali ke koridor; Index sudah menghilang. Sungguh cara yang tidak berperasaan untuk pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu membuatnya memikirkan sesuatu tanpa dasar: Bahkan jika dunia ini hancur, gadis itu masih akan terus bertahan hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitulah pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 5===  &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hai~ Sensei telah membuat beberapa bahan pelajaran, jadi aku akan memberikannya~. Ini akan jadi isi pelajaran hari ini~”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sudah satu semester dia berada di kelas ini, tapi bahkan sekarang, Kamijou masih tidak mempercayainya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Wali kelas 1-7, Tsukuyomi Komoe berdiri di depan meja. Para murid hanya bisa melihat kepala guru ini jika dia berdiri di belakang mejanya. Tingginya 135 cm, dan katanya dia ingin naik &#039;&#039;roller coaster&#039;&#039;, tapi ditolak karena kaitannya dengan keselamatan. Tidak masalah siapa yang melihatnya, semua orang akan merasa bahwa dia adalah seorang anak berumur dua belas tahun yang seharusnya memakai helm keamanan kuning dan membawa tas punggung merah dan sebuah suling soprano. Karena itulah guru yang seperti anak–anak ini termasuk salah satu dari tujuh misteri di sekolah.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Meski aku tidak melarang kalian untuk mengobrol, kalian harus mendengarkan apa yang Sensei katakan, ok~? Sensei sudah bekerja keras untuk menyiapkan semua pertanyaan untuk tes ini. Jika gagal, kamu akan dihukum dengan pelajaran Penglihatan Tembus Pandang.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Sensei, apa kau membicarakan tentang bermain poker dengan penutup mata? Itu, &#039;kan, bagian dai Kurikulum Penglihatan Tembus Pandang! Kudengar kami tidak boleh pulang kecuali bisa menang sepuluh kali berturut–turut meskipun kami tidak bisa melihat kartunya. Kalo begitu kami semua tidak akan bisa pulang sampai besok pagi!”, protes Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ya~ tapi Kamijou, nilaimu untuk pengembangan kekuatan tidak cukup. Jadi kamu tetap harus mengikuti pelajaran Penglihatan Tembus Pandang, &#039;kan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou merasa bahwa dia tidak bisa menangani senyum ala &#039;&#039;salesman&#039;&#039; dari gurunya ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Oo, sepertinya Komoe betul–betul suka padamu Kami-yan...!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Duduk di sebelah Kamijou adalah ketua kelas (laki-laki) dengan rambut biru dan tindikan di telinganya, yang mengatakan sesuatu yang bodoh pada Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Tidakkah kau merasa guru yang dengan senangnya berjinjit dan berbuat iseng di depan papan tulis sedang bersikap memusuhiku....?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa...? Guru manis itu? Apakah ada masalah kalau kamu gagal dalam beberapa mata pelajarannya? Kamu pasti akan mendapat banyak pengalaman jika dimarahi anak kecil seperti itu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ternyata sebutan pedofil tidak cukup untukmu, dasar &#039;&#039;masochist&#039;&#039;!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“AHA— ! Menjadi seorang pedofil hanya satu dari kesenanganku. Aku tidak &#039;&#039;hanya&#039;&#039; suka gadis kecil, tahu~!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Ketika Kamijou hampir merespon dengan ucapan “Dasar kau omnivora pemakan sampah”,&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kalian berdua di sana! Kalian akan bermain Telur Columbus jika terus berbicara!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Telur Columbus ini membutuhkan seseorang untuk menyeimbangkan sebuah telur mentah untuk berdiri di meja tanpa bantuan apa pun. Bahkan murid yang belajar Psikokinesis harus bekerja keras sampai pembuluh darah di otaknya hampir pecah untuk menahan telurnya supaya tidak jatuh; ini karena jika tekanannya terlalu besar, telur itu akan pecah. Dan juga, mereka yang gagal akan harus tinggal sampai keesokan paginya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou dan Aogami Pierce hanya bisa menatap Tsukuyomi Komoe yang berdiri di panggung, bahkan hampir lupa untuk bernapas.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa kalian mengerti~?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sungguh senyum yang mengerikan.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Komoe-sensei sangat membenci orang–orang yang menyebut kata “kecil”, tapi menyukai orang yang memanggilnya “imut”.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Namun, Komoe-sensei tidak keberatan jika murid–muridnya tidak melihatnya sebagai guru. Tentu saja karena di sini adalah Academy City. Delapan puluh persen dari populasi di sini adalah siswa, jadi kota ini bisa disebut Neverland &amp;lt;ref&amp;gt;Neverland di sini mengacu pada pulau fiksi dalam cerita Peter Pan karya J. M. Barrie.&amp;lt;/ref&amp;gt;. Maka, kritik pada guru–guru di sini lebih keras dari sekolah–sekolah lain di luar. Di samping itu, kemampuan siswa di sini diukur dengan kemampuan akademis dan juga kekuatan supernaturalnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Di sini, peran para guru adalah untuk mengembangkan kekuatan para siswanya meskipun mereka sendiri sebetulnya tidak memiliki kekuatan apa pun. Para guru olahraga dan staf pengajar yang seperti instruktur semuanya seperti berasal dari unit militer  negara lain karena mereka bisa menghadapi para siswa Level 3 yang laksana monster dengan menggunakan kekuatan mereka sendiri. Tentu saja, Komoe-sensei, yang mengajar kimia, tidak seperti.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku bilang, Kami-yan…” &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Dimarahi Komoe-sensei, tidakkah membuatmu senang?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Hanya kau yang merasa senang, idiot! Cukup, diam! Musim panas kita akan hancur jika kita dipaksa main dengan telur mentah ketika kita tidak punya kekuatan Psikokinesis! Berhenti memberiku masalah dengan logat Kansai palsu itu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“L-logat Kansai palsu? Kenapa aku harus memalsukan logat Kansai? Aku orang asli dari Osaka~!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Diam! Kau lahir di desa penuh ladang padi! Aku sudah jengkel; berhenti buat aku berpikir untuk berdebat denganmu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“A... A-a-aku tidak lahir di desa ladang padi! Ah... ah... takoyakinya betul – betul enak~”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Berhenti mencoba jadi orang Kansai. Apa kamu juga akan membawa takoyaki hanya supaya lebih terlihat seperti Orang Kansai asli?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Apa yang kaubicarakan? Orang asli Kansai sekalipun tidak hanya makan takoyaki saja, &#039;kan?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Benar, &#039;kan? Eh, tunggu ... tapi... eh... benar nggak, ya?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kau menunjukkan jati dirimu, dasar orang Kansai palsu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh, dan melihat ke luar jendela.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Jika dia tahu pelajaran tambahan akan begini membosankan, dia pasti sudah menemani Index.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Meski Gereja Berjalan yang dipakai Index bereaksi terhadap tangan kanan Kamijou —baik, penggunaan kata “bereaksi” mungkin agak meremehkan- bukan berarti Kamijou percaya keberadaan sihir. Mungkin 80-90% dari apa yang dikatakan Index dibuat–buat, mungkin dia hanya salah paham setelah melihat fenomena alami sebagai sihir.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tapi...&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Ikan yang lepas selalu terlihat sangat besar...&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mengeluh lagi. Dibandingkan dengan terperangkap dalam kelas tanpa AC ini, dia seharusnya mengikuti Index ke dunia fantasi sihir dan pedang pasti lebih menarik. Dan jika dia ambil bagian dalam kegiatannya, mungkin akan ada -agak dipaksakan menyebutnya cantik- pasangan wanita manis untuknya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou ingat kerudung suster yang ditinggalkan Index di kamarnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Pada akhirnya, dia tidak mengembalikannya. Jika dia ingin mengembalikannya, dia masih punya kesempatan. Bahkan jika Index hilang, asalkan dia mencarinya dengan serius, pasti akan ketemu. Bahkan jika dia tidak bisa menemukannya, logis untuk Kamijou mengayun–ayunkan kerudungnyanya sambil berlari di jalanan.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sekarang Kamijou berpikir, sebetulnya Kamijou ingin meninggalkan sesuatu sebagai pengikat mereka berdua. Kamijou diam–diam berharap bahwa suatu hari dia akan kembali untuk mengambil benda yang dilupakannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Ini karena senyum gadis itu begitu sempurna.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Jika dia tidak meninggalkan sesuatu sebagai pengekang mereka berdua, rasanya dia akan menghilang di antara jarinya seperti hantu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou hanya takut pada hal ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
...Apa yang terjadi?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou, yang sedang romantis, tiba–tiba sadar akan sesuatu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou agaknya kejam pada gadis yang bergantungan di pagar balkonnya, tapi dia tidak begitu membenci gadis itu. Dia pastinya merasa sedikit menyesal karena mungkin dia tidak akan bertemu dia lagi di lain waktu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...Ah... sial!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mengatakan “Cheh” dalam mulutnya. Jika tahu akan menyesal sekarang, dia seharusnya memaksanya tinggal sejak dari awal.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Coba pikir, “103.000 grimoir” apa yang tadi dia bicarakan?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Asosiasi sihir itu mengejar Index (Asosiasi”? Apa mereka perusahaan swasta?), dia dengar mereka mengejarnya karena “103.000 grimoir” itu- paling tidak, itulah yang dia katakan. Sedangkan bagi Index, dia lari karena nyawanya terancam sambil membawa “103.000 grimoir” itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Yang dibawa Index bukanlah sebuah kunci atau peta tempat semua grimoir itu disimpan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kamijou bertanya di mana buku–buku itu, Index menjawab, “Semuanya di sini”.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“... Apa maksudnya?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou hanya memiringkan kepalanya. Gereja Berjalan yang dipakai Index bereaksi terhadap Imagine Breaker Kamijou, itu berarti bahwa apa yang dikatakannya tidak sepenuhnya salah.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Sensei, Kamijou sedang menatap rok gadis–gadis dari klub tenis!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mendengar Aogami Pierce memalsukan gaya bicara Kansai yang sulit itu, Kamijou melepaskan “Ah” ketika kesadarannya ditarik kembali ke ruang kelas.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Komoe-sensei terdiam.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sepertinya Komoe-sensei betul–betul syok dan sedih karena murid yang bernama Kamijou Touma tidak memperhatikan pelajaran. Ekspresi wajahnya seperti anak kecil berumur dua belas tahun yang baru sadar pada hari musim dingin bahwa Sinterklas itu tidak nyata.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Saat Kamijou memikirkan tentang ini, seluruh isi kelas menatapnya. Sepertinya mereka adalah anggota Asosiasi Pelindung Hak Asasi Anak.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Seharusnya ini pelajaran tambahan musim panas, tapi Kamijou tertahan sampa waktu pembubaran normal.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“... Sungguh sial.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou melihat kincir angin dengan tiga kipas ketika dia sedang bicara sendiri. Karena sekolah melarang muridnya untuk keluar malam, bis dan kereta terakhir di Academy City adalah saat pembubaran sekolah. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou, yang tidak berhasil mengejar bis, hanya bisa berjalan di jalan perbelanjaan panas. Robot keamanan lewat di depan Kamijou, dan robot itu juga didesain sehingga terlihat seperti kaleng metal dengan roda di bawahnya. Fungsinya seperti alat pengawas tindak kriminal. Awalnya robot itu didesain seperti robot anak anjing, tapi robot anak anjing terlalu menarik perhatian anak kecil, membuat mereka sulit bergerak. Maka, mereka semua diubah menjadi seperti kaleng metal. Hm, alasan ini agak lucu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“AH! Akhirnya ketemu, kamu! Oi... tunggu! Berhenti! Aku memanggilmu! Cepat berhenti!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou tidak tahan terhadap panas di musim panas ketika dia melihat robot keamanan bergerak pelan–pelan disampingnya, berpikir.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ke mana Index pergi setelah mengejar robot itu?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia tidak sadar kalau teriakan dari belakang itu ditujukan padanya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia hanya merasa sangat berisik di belakangnya, jadi dia menoleh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
[[Image:Index v01 071.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“...Ah... kamu lagi, murid SMP biribiri.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Berhenti memanggilku Biribiri! Namaku Misaka Mikoto! Kenapa kau masih tidak ingat? Aku juga ingat kau memanggilku Biribiri saat pertama kali kita bertemu!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Pertama kali aku bertemu denganmu...?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou mulai mengingat–ingat.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Hm, benar. Pertama kali bertemu dia, dia sedang dipermalukan oleh beberapa berandalan. Ingin menunjukkan semangat Urashima Tarou dengan menasihati mereka supaya tidak mencuri dompet gadis lemah, dia hanya dihadiahi gadis itu dengan reaksi kasar, “KAU TERLALU BERISIK, BERHENTI MENGGANGGU!” dan menyerangnya dengan ledakan petir. Tentu saja, Kamijou menetralisasinya dengan tangan kanannya, tapi gadis itu kaget... “Eh? Apa yang terjadi? Kenapa tidak kena? Bagaimana kalau ini... eh? Tidak kena juga...” Pada akhirnya, berakhir seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“... Eh? Kenapa? Aku tidak begitu sedih, tapi kenapa aku begitu sedih, Ibu?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kenapa kau menatap jauh...?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou agak lelah, karena baru saja menyelesaikan pelajarannya, jadi dia memutuskan untuk tidak melihat Biribiri di depannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Seorang gadis menatap Kamijou. Gadis ini adalah gadis Railgun dari kemarin. Dia betul–betul tidak senang kalau kalah dari orang lain, jadi dia datang ke Kamijou untuk balas dendam, tapi pada akhirnya selalu frustrasi.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kau sedang bicara dengan siapa barusan...?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Gadis ini memiliki sifat keras yang tidak mengakui kekalahannya, tapi dia sebetulnya takut sendirian, karena dia adalah pemimpin sekelompok binatang.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Berhenti menyebut orang lain aneh!!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Misaka Mikoto benar–benar frustrasi sampai–sampai dia mengayunayunkan tangannya, dan pejalan kaki di jalan tidak sengaja menoleh untuk menatapnya. Sudah bisa ditebak, karena pakaian musim panas yang terlihat biasa milik Mikoto adalah milik SMP Tokiwadai, satu dari lima rangking teratas dari sekolah di Academy City. Putri dari SMP Tokiwadai yang memberikan perasaan sopan bahkan jika ada dalam kereta ramai, tapi sifat gadis ini memberi perasaan bahwa dia adalah tipe murid yang akan memainkan handphonenya di lantai bis; tentu saja orang – orang lewat akan kaget.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Eh? Oh, ya, ada apa, Biribiri? Bukankah ini tanggal 20 Juli? Kenapa masih pakai seragam sekolahmu? Apa kamu juga ikut pelajaran tambahan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Ugh… kau… JANGAN PEDULIKAN ITU!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku mengerti, kamu tidak merasa bahwa kelinci di tempat peranakan hewan cukup aman kan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“BERHENTI MEMASUKKAN HEWAN DALAM KEPRIBADIANKU! DASAR BERANDALAN, AKAN KUBUAT KAU MEMBAYAR! KAKIMU AKAN GEMETAR SEPERTI KATAK KESETRUM LISTRIK! CEPAT SIAPKAN PERMINTAAN TERAKHIRMU SEKARANG!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Tidak.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“KENAPA?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Karena aku bukan pemimpin binatang.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“KAU… MASIH MEMPERMAINKANKU?!?!?!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
* THOMP!* Si gadis SMP menginjak keras batu bata di jalan untuk pejalan kaki.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dalam sekejap, telepon orang–orang yang lewat mengeluarkan suara rusak, kabel televisi di jalan perbelanjaan tiba–tiba terpotong, dan bahkan robot keamanan mengeluarkan suara retakan aneh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Rambut dari sang gadis SMP mengeluarkan suara yang seperti listrik statis.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia memiliki tubuh dan darah, tapi pemakai kekuatan Level 5 yang bias menembakkan Railgun ini memberikan senyum menakutkan seperti hewan buas yang memamerkan taringnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“HMPH! BAGAIMANA? APA INI MEMPERJELAS PIKIRANMU- Mmmph… !”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou dengan panik menggunakan tangannya untuk menutupi mulut Misaka Mikoto sepenuhnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Di… diam! Tolong jangan katakan apapun! Tidakkah kamu lihat orang yang telepon genggamnya rusak memancarkan niat membunuh!? Jika mereka tahu kamu yang melakukannya, kamu harus membayar mereka, apalagi untuk TV kabelnya -siapa tahu berapa yang harus kita bayar!!&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou berdoa pada Tuhan supaya dia hanya akan memikirkan tentang Natal, dan pada waktu yang sama memikirkan gadis berambut perak itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mungkin doanya berhasil, karena tak seorangpun mendekati Kamijou dan Mikoto.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Saat Kamijou mengeluarkan nafas kelegaanya (Ketika Mikoto mulai sesak karena tangannya),&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Bahaya! Bahaya! Kesalahan Nomor 100231-YF. Ditemukan serangan gelombang elekromagnetik yang menentang hukum keelektromagnetisan. Menegaskan keabnormalan sistem. Bisa jadi serangan teroris pengguna elektrik; tolong jangan gunakan peralatan elektronik apapun.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Imagine Breaker dan Railgun gemetar saat mereka menoleh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Silinder logam besar di sisi jalan mengeluarkan asap sambil mengeluarkan peringatan yang tidak bisa dimengerti.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sesaat kemudian, robot keamanan mengeluarkan suara sirene yang keras dan melengking&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tentu, mereka harus lari.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Lari melewati lorong, menendang kaleng air plastik, menakuti kucing hitam, melanjutkan untuk lari ke depan. Kamijou berpikir saat dia lari, Tunggu sebentar, aku tidak melakukan hal yang salah, kenapa aku juga lari? Tapi kakinya hanya bisa tetap berlari walau dia memikirkan ini. Dia ingat ada program televisi yang memberitahu kalau harga satu robot keamanan dalah 1,2 juta yen.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Uuu… SIALNYA! SEMUA KARENA AKU TERLIBAT DENGAN ORANG SEPERTI INI!!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“BERHENTI MEMANGGILKU ‘ORANG SEPERTI INI’! NAMAKU MISAKA MIKOTO!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Setelah lari ke suatu tempat yang dalam di bagian terdalam dari lorong, keduanya akhirnya berhenti.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tempat ini adalah alun – alun persegi panjang yang sepertinya dibentuk saat salah satu gedung disingkirkan. Tempat ini sangat cocok untuk perkelahian 3 lawan 3.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
‘KAMU TERLALU BERISIK, BIRIBIRI! GARA – GARA SERANGAN LISTRIK YANG KAU PANGGIL, ALAT LISTRIK DI RUMAHKU SEMUANYA RUSAK! APA YANG AKAN KAU LAKUKAN SEKARANG!?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“SIAPA YANG MENYURUHMU JADI ORANG YANG SANGAT MENJENGKELKAN?!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“APA YANG MEMBUATMU MARAH!? PERNAHKAH AKU MENYETUHKAN JARIKU PADAMU!?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kemarin, Kamijou menggunakan tangan kanannya untuk membendung semua serangan Mikoto, termasuk “Railgun”, “Pedang Cambuk” dari pasir besi, gelombang elektromagnetik kuat yang menarget organ dalam, dan serangan terakhir : “Petir” asli.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tapi semua itu tidak bisa menyakiti Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Selama itu kekuatan supernatural, Kamijou Touma bisa meniadakan semuanya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“KAU LELAH KARENAKAU TERUS MENYERANGKU, KAN? STAMINAMU TIDAK CUKUP, BERHENTI MENYALAHKANKU!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“… Ugh…!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mikoto mengertakkan giginya dengan marah, dan berkata, &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“ITU… ITU TIDAK DIHITUNG SEBAGAI KEKALAHANKU! AKU… AKU BAHKAN TIDAK DISERANG SEKALIPUN! SEHARUSNYA INI IMBANG!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Huuh, tidak butuh. Kamu menang. Meski aku mengalahkanmu karena frustasi, AC rusakku tetap tidak bisa diperbaiki.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“UGH…! KAU… DIAM DI SINI! CEPAT BERTARUNG DENGAN SERIUS DENGANKU!!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Melihat Mikoto melambaikan tangannya dengan liar sambil meraung, Kamijou mengeluh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kamu yakin aku boleh serius?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mikoto tidak bisa mengatakan apapun.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou dengan lembut mengencangkan tinjunya, dan melepaskannya lagi. Gerakan sederhana ini cukup untuk membuat Misaka Mikoto mengeluarkan keringat dingin. Dia bahkan tidak bisa mundur selangkahpun; dia hanya bisa tetap mengakar di tempat itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou bisa menghalangi semua serangan Mikoto begitu saja, tapi Mikoto tidak mengetahui apa “kekuatan” Kamijou itu. Sebetulnya, Mikoto dipenuhi “ketakutan yang tidak diketahui” tentang Kamijou.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Bisa diduga kalau Mikoto akan takut, karena Kamijou Touma adalah orang yang bisa menghalangi semua serangan Mikoto selama lebih dari dua jam dan tetap tidak terluka sedikitpun. Pikiran tentang “siapa tahu seberapa kuat dia kalau serius” membuat Mikoto takut.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Setelah sementara, Kamijou mengeluh, dan melihat jauh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mikoto sepertinya akhirnya bisa lepas dari ikatannya saat dia akhirnya mengambil beberapa langkah mundur, satu per satu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“… Kenapa aku… begitu sial…?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Melihat Mikoto begitu takut, Kamijou, terlihat agak sedih, dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Alat listrik di kamarku rusak, aku bertemu penyihir palsu pagi ini, dan aku bertemu Biribiri malam ini…”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Pe… penyihir…? Apa itu…?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou termenung sesaat, dan berkata, &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Hm, apa itu…?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Biasanya, Mikoto akan berteriak, “ DASAR BERANDALAN,APA KAU MERENDAHKANKU!? ATAU KEKUATAN ANEHMU MEMBAKAR OTAKMU?” dan mengeluarkan sejumlah serangan gelombang elektromagnetik. Tapi saat ini, dia hanya bisa mengintip wajah Kamijou dengan hati–hati.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tentu saja, Kamijou hanya menakutinya, tapi melihat dia jadi begitu takut, dia merasa sedikit sedih.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
…Penyihir…&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou tiba – tiba mengingatnya. Ketika bicara dengan suster putih itu, kata ini keluar secara alami, tapi sekarang saat dia tidak di sini, Kamijou menyadari betapa jauh kata ini dari kehidupannya saat ini.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kenapa dia bisa mengatakan kata seperti itu begitu mudahnya ketika dia bersama Index?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Apakah ada “atmosfer” misterius yang membuat Kamijou percaya padanya secara tidak sadar?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“… Apa yang aku pikirkan?”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kamijou sepenuhnya mengabaikan Misaka Mikoto si Biribiri yang gemetar seperti anak anjing yang menggerutu sendiri.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Takdirnya dengan Index terpotong hanya seperti ini. Dunia ini begitu luas, dan tidak mungkin untuk mengharapkan sebuah “pertemuan kebetulan”. Tidak ada artinya memikirkan apa arti kata “penyihir.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Meski begitu, Kamijou tidak bisa lupa.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia ingat topi suster putih yang lupa diambilnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Hal terakhir yang dia tinggalkan, “pengikat” diantara keduanya, terus mengikat hati Kamijou, membuatnya gelisah.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Bahkan Kamijou tidak tahu kenapa dia begitu terganggu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dia seharusnya adalah orang yang bahkan bisa membunuh Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 6===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
320 yen… Kelihatannya dia tidak bisa mendapatkan semangkok besar gyuudon&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ukuran sedang, huh…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk para gadis yang dengan normal makan makanan yang harganya setara dengan novel ringan dengan sikap sopan, mungkin mereka tidak akan mengerti, tapi bagi anak laki–laki yang sedang dalam masa pubertas, gyuudon berukuran sedang hanya bisa disebut “makanan ringan”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyia–nyiakan waktu dengan Misaka Mikoto dengan memasuki rumah gyuudon untuk menyelesaikan “makanan ringannya”, Kamijou mengambil sisa keberuntungan 30 Yen-nya (termasuk pajak), dan kembali ke depan asramanya di bawah matahari tenggelam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada seorangpun di sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin semuanya sedang bermain–main dengan gila, karena ini awal liburan musim panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan luar asrama itu terlihat khas seperti apartemen. Dalam gedung persegi panjang ini, ada barisan pintu di dinding di sepanjang koridor. Ada tanda “Jangan Mengintip” tertempel di tongkat logam di samping pegangan logam, karena ini adalah asrama laki–laki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asrama siswa diatur dengan secara vertikal, memanjang dari depan. Dari jalan, yang juga merupakan jarak antara asrama–asrama lain, koridor dan balkon di sisi lain terlihat seperti sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski ada sistem kunci otomatis di pintu, asrama tetangga jaraknya hanya terpisah dua meter. Menyerang tempat ini mudah. Seperti apa yang dilakukan Index pagi tadi, hanya perlu melompat dari tempat lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memasuki pintu, dan melewati apa yang seharusnya gudang pengurus, Kamijou menaiki elevator menuju ke atas. Elevator di sini lebih sempit dan lebih kotor dari yang digunakan untuk mengangkat barang–barang di tempat pembangunan. Huruf “R” yang menyimbolkan atap disegel dengan papan logam, untuk mencegah para Romeo dan Juliet naik ke atap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti oven microwave, elevator mengeluarkan suara “ding” ketika berhenti di lantai tujuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu elevatornya mengeluarkan suara berderak, dan pelan–pelan terbelah dua. Mulai tidak sabar, Kamijou mendorong pintu elevator ke samping. Meskipun ini lantai ketujuh, tidak ada angin. Mungkin karena perasaan menekan dari blok tetangga yang terlalu dekat membuat Kamijou merasa lebih panas dari biasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou akhirnya memperhatikan di ujung koridor, di depan pintu kamarnya, ada 3 robot pembersih yang berkumpul di sana. Jarang sekali 3 robot berkumpul pada satu tempat yang sama. Seharusnya hanya ada 5 robot pembersih di asrama ini. Tiga robot ini bergerak mundur dan maju dalam frekuensi yang tetap, dan sepertinya ada yang kotor di bawah sana. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Entah kenapa, Kamijou mendapat firasat buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Robot pembersih besar ini bahkan bisa menyingkirkan permen karet yang tertempel di lantai. Kotoran macam apa yang membuat bahkan tiga mesin itu sulit menyingkirkannya? Apa tetangga samping kamarnya, Tsuchimikado Motoharu mencoba menyerahkan keperjakaannya, mencoba mabuk untuk bertindak seperti berandalan, dan muntah di depan pintunya layaknya di tiang telepon? Setelah memikirkan ini, Kamijou merasa menggigil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa–apaan yang…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia punya fungsi bodoh untuk tertarik pada sesuatu yang mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak bisa mengontrol diri sambil dia mengambil langkah pertama ke depan. Akhirnya, dia melihat hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang gadis sihir Index telah pingsan di sana karena lapar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Umm…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski sebagian ditutupi oleh robot, semua orang bisa tahu kalau suster putih dengan peniti bersinar di seluruh pakaiannya itu sudah pingsan lagi di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga robot terus memukulkan tubuhnya terhadap Index, tapi dia tidak bergerak sama sekali. Ini terlihat sama mengerikan dengan gagak yang mematuk makanan di kota- sungguh menyedihkan. Sebetulnya, robot pembersih seharusnya bisa menghindari pejalan kaki dan penghalang, ini artinya robot itu tidak memperlakukan Index sebagai manusia. Sungguh sedih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Aku betul – betul… sial…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski dia mengatakan ini, jika ada cermin di depannya, Kamijou Touma akan syok karena ekspresinya sendiri. Semua orang akan bilang dia sedang tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping itu, Kamijou masih merasa gelisah. Meski jika hal tentang “penyihir” ini tidak nyata, paling tidak itu bisa menjelaskan kenapa seorang gadis kesepian dikejar–kejar oleh anggota kelompok pemujaan misterius baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat dia  begitu saja muncul di depannya dengan cara yang paling alami seperti ini, seharusnya ini memang membuatnya senang. Dan bahkan jika seseorang mengabaikan alasan ini, hanya melihatnya lagi adalah sesuatu yang patut dijadikan alasan untuk membuatnya senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tiba-tiba ingat satu benda yang ditinggalkannya secara tidak sengaja. Topi suster putih itu. Saat ini, bagi Kamijou, topi suster itu seperti alat sihir yang berhasil bekerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi! Apa yang kamu lakukan di sini lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berteriak sambil mulai berlari ke depan. Hanya pemandangan ini saja membuat Kamijou terlihat seperti anak SD yang tidak tidur selama satu hari. Dia mendekatinya selangkah demi selangkah, dan perasaan ini seperti berlari dengan senang untuk membeli RPG pada saat hari lirisnya. Bahkan Kamijou sendiri tidak tahu kenapa dia begitu gembira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index masih belum sadar kalau Kamijou sudah di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat melihat Index seperti ini, Kamijou Touma berpikir, Benar–benar cocok denganmu, dan betul–betul merasa hal itu lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, Kamijou menemukan Index sedang terbaring dalam kolam darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ah…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sekejap, Kamijou tidak kaget, tapi bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia dihalangi oleh robot pembersih, jadi dia tidak melihatnya. Index, yang sedang terbaring di lantai, memiliki potongan tegak lurus dekat pinggangnya. Lukanya benar–benar lurus; dasarnya seperti menggunakan pengaris dan pedang untuk memotong papan berombak–ombak. Juga, ujung depan rambut peraknya juga terpotong rapi. Bahkan rambut perak yang terlumur merah oleh darah yang mengalir keluar dari lukanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, Kamijou bahkan tidak berpikir bahwa itu adalah darah manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semenit lalu, dan semenit kemudian- perbedaan besar pada kenyataan membuat Kamijou bingung. Benda merah ini… apa ini saus tomat? Apa Index begitu laparnya sampai dia menggunakan tenaga terakhirnya untuk memeras saus tomat? Gambaran ini sungguh lucu, dan Kamijou sangat ingin tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia tidak bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana bisa dia tertawa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga robot mengeluarkan suara retak, bergerak mundur dan maju. Mereka masih membersihkan kekacauan di lantai: cairan merah yang masih mengalir keluar dari tubuh Index dan menyebar di lantai. Seperti mereka menggunakan kain kotor di atas lukanya, mencoba menghisap bagian dalam Index keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berhenti… berhenti! BERHENTI! SIAL!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou akhirnya menyadari kenyataan saat dia dengan panik mencoba untuk mengangkat satu robot pembersih yang berkumpu di sekitar Index yang terluka berat. Tapi robot pembersih terbuat berat untuk mencegah mereka dicuri. Dan dengan kekuatan mereka, sulit untuk menarik mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, robot pembersih itu hanya membersihkan “kotoran yang tersebar di lantai”, dan tidak betul–betul menyentuh luka Index. Tapi di mata Kamijou, robot pembersih ini tidak jauh berbeda dari lalat yang berkumpul di sekitar luka yang membusuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski Kamijou mencoba sepenuhnya, sulit untuk menarik bahkan satu saja robot pembersih yang berat dan kuat, apalagi tiga. Dan ketika dia mencoba menyingkirkan salah satu, yang dua masih menangani kekacauan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan anak laki–laki yang bisa membunuh Tuhan tidak bisa melakukan apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bahkan tidak bisa menangani mainan – mainan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Index tidak mengejeknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir yang sudah mengungu karena kehilangan darah yang sangat banyak tidak bergerak. Dan mungkin saja dia sudah tidak bernafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial! Sial!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran Kamijou kacau dan dia heran, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang terjadi? Apa kau bercanda?! BERITAHU SIAPA YANG MELAKUKAN INI!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh? Kami ‘penyihir’ yang melakukan ini, huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang datang dari belakang sudah jelas tidak datang dari mulut Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou membalikkan badannya dengan keras, dalam  sikap tubuh yang siap bergerak maju.  Elevator… tidak ada. Tapi ada seorang pria berdiri dekat tangga darurat. Sepertinya dia naik lewat tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang pucat yang tingginya sekitar dua meter. Dia terlihat lebih muda dari Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terlihat seumuran dengan Index, sekitar empatbelas, limabelas tahun. Melihat tingginya, dia sepertinya orang asing. Untuk pakaiannya… dia terlihat seperti pendeta dari gereja, dia memakai jubah pendeta hitam. Tapi melihat seluruh dunia, sepertinya tidak akan ada seorangpun yang percaya bahwa orang ini adalah seorang pendeta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin dia berdiri melawan angin, karena maski jaraknya paling tidak limabelas meter dari Kamijou, Kamijou sudah bisa  mencium bau &#039;&#039;cologne&#039;&#039; manis. Rambut pirang sebahunya berwarna merah seperti matahari tenggelam, dan ada cincin–cincin  perak di kesepuluh jarinya. Dia memakai banyak anting, dan ada aksesoris handphone bergelantungan di sakunya. Dia menggigit rokok menyala yang bergetar, dan hal yang paling berlebihan adalah dia memiliki tato barcode di bawah mata kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasanya tidak benar untuk memanggilnya pendeta, ataupun memanggilnya berandalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria itu berdiri di koridor. Atmosfer yang mengelilinginya jelas terlihat abnormal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index v01 085.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sana, sepertinya semua logika yang Kamijou tahu tidak lagi cocok. Di sana, sepertinya dunia mengikuti aturan yang berbeda. Atmosfer aneh ini terus mentebar seperti sedang dipegang oleh tangn yang dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaan yang dirasakan Kamijou saat ini bukan “takut” atau “marah”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaan “bingung” dan “terganggu”. Perasaannya seperti saat dompetnya dicuri ketila berada di luar negeri,- penuh keputusasaan dan kesepian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaan sentuhan-dingin pelan–pelan menyebar ke seluruh tubuhnya… Jantungnya mulai membeku. Saat ini, Kamijou sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang ini adalah penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat ini telah menjadi “dunia lain” yang lain. Di sana, karakter khusus yang disebut penyihir ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou bisa melihatnya tiba – tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski dia tidak percaya dengan istilah “penyihir”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang di depannya tidak bisa dijelaskan menggunakan pengetahuan umum dari dunianya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uu? Mmmm… sepertinya serangan itu betul-betul berat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu menggigit rokoknya sambil melihat sekitar, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Meskipun aku tahu Kanzaki itu menebasnya… aku sebetulnya lega ketika aku tidak melihat jejak darah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu melihat robot pembersih di belakang Kamijou Touma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index sepertinya “ditebas” di tempat lain dan melawan untuk sampai ke sini sebelum pingsan. Seharusnya ada jejak darah di mana–mana, tapi mereka sepertinya sudah dibersihkan oleh robot pembersih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi… kenapa…?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou secara tidak sengaja bergumam sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Kamu tanya kenapa dia kembali ke sini? Siapa tahu, mungkin dia lupa sesuatu. Oh, ya, ketika dia kena serangan kemarin, dia masih memakai topi suster. Siapa tahu dimana topi itu mendarat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir di depannya betul–betul menggunakan kata–kata “kembali ke sini”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, ketika Index berputar–putar selama seharian, dia sedang diawasi oleh mereka. Mereka bahkan tahu kalau topi susternya jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengatakan tadi kalau para penyihir bisa merasakan kekuatan sihir dari Gereja Berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia juga berkata tadi kalau para penyihir ini mengikutinya lewat “kekuatan unik” dari Gereja Berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi… kenapa dia di sini lagi? Gereja Berjalan hancur dan menjadikannya tidak bisa digunakan, jadi kenapa dia kembali untuk topinya? Karena Gereja Berjalan hancur oleh tangan kanan Kamijou, apa gunanya mengambil kembali topi itu…?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Maksudmu kalau saja aku akan turun ke Neraka, kamu akan menemaniku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sekejap, semua skenario menjadi satu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou akhirnya memikirkannya. Topi dari Gereja Berjalan yang ditinggalkan dalam kamar Kamijou belum disentuh tangan kanan Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, topi itu masih memancarkan energi sihir. Dia pasti khawatir kalau para penyihir akan mengikuti jejak energi sihir itu dan sampai di kamar Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka, dia membuat resiko yang besar untuk “kembali ke sini”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Dasar bodoh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada gunanya mengambil resiko ini. Alasan Gereja Berjalan hancur adalah kesalahan Kamijou. Kamijou sudah tahu kalau topi suster itu tertinggal di kamarnya; hanya saja dia tidak peduli dan meninggalkannya. Dan yang lebih penting… Index tidak harus melindungi nyawa Kamijou; dia tidak punya hak atau kebebasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski begitu, dia tetap kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk orang asing, orang bernama Kamijou Touma yang baru dia temui selama tigapuluh menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengambil resiko atas nyawanya untuk mencegah Kamijou Touma terlibat dalam perangnya melawan para penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia hanya harus kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Dasar bodoh…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Latar belakang Index yang berbaring diam tak bergerak tambah membuat Kamijou geram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum itu, Index memberitahu Kamijou bahwa “kesialan” Kamijou disebabkan oleh tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Kamijou akan secara tidak sadar menghapus semua “kekuatan supranatural” seperti “berkah Tuhan” dan “benang merah pengikat takdir”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Kamijou tidak secara asal menggunaka tangan kanannya untuk menyentuhnya, Gereja Berjalan dari jubah suster itu tidak akan hancur, dan dia tidak perlu membahayakan nyawanya seperti ini untuk kembali ke sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, ini bukan masalah utamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan karena kemampuan yang dimiliki tangan kanan Kamijou, tidak peduli apa Gereja Berjalan hancur atau tidak, ini bukan alasan yang tepat untuk kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini semua karena Kamijou menginginkan suatu “pengikat”. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika saja dia mengembalikan topi suster itu, semuanya tidak akan jadi seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Oi oi? Jangan melihatku seperti itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu menggigit rokok di mulutnya sambil berkata, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak memotong ‘benda itu’; yang melakukannya Kanzaki. Dan Kanzaki tidak bermaksud untuk melukai ‘benda itu’. Gereja Berjalan mempunyai pertahanan mutlak, dan tingkat serangan seperti itu seharusnya tidak meninggalkan bekas padanya… Aku heran bagaimana bisa Gereja Berjalan hancur? Kalau naga St. George belum turun, pelindung setingkat Paus tidak bisa dihancurkan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah bergumam sendiri pada akhirnya, senyum penyihir itu menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, itu hanya untuk sekejap. Saat berikutnya, dia menggetarkan rokoknya di mulutnya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou secara tidak sadar menanyakan pertanyaan yang bahkan dia tidak ingin dijawab oleh orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa…? Aku betul–betul tidak percaya sihir, dan aku tidak bisa mengerti organisasi macam apa yang disebut penyihir itu… tapi pasti ada keadilan dan kejahatan di duniamu, kan…? Seharusnya ada sesuatu yang ingin kau lindungi, dan  pelindungnya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tahu dengan sangat jelas bahwa, sebagai orang munafik, dia tidak punya hak untuk menanyakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disamping itu, dia sudah meninggalkan Index dan kembali ke kehidupan normalnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski begitu, Kamijou harus bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekelompok besar orang, dan kalian mengejar seorang gadis, dan bahkan menebasnya begitu kejam… Bagaimana bisa kau berdiri di atas keadilanmu setelah melakukan hal seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kukatakan sebelumnya: yang menebasnya bukan aku, tapi Kanzaki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu betul-betul menggunakan kata-kata sederhana tanpa perasaan menyesal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi, walaupun ada luka ataupun tidak, kami masih harus mengambil kembali ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengambil… kembali…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak mengerti arti kata–kata ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Ah… Aku mengerti. Aku baru saja mendengar kau mengatakan ‘penyihir’, jadi aku anggap kau tahu semuanya! Sepertinya ‘benda itu’ melibatkanmu juga dalam hal ini ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu mengeluarkan asap, dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, kami mengambilnya kembali. Namun, sebetulnya kami tidak betul – betul mengambil kembali ‘benda itu’, tapi 103.000 grimoir yang dibawa ‘benda itu’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… ‘103.000 grimoir’ itu lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, ya, pandangan agama di Negara ini sedikit lemah, jadi mungkin kau tidak mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu tersenyum sambil menjelaskan dengan nada bosan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Index Librorum Prohibitorum’: dalam istilah di bahasamu, bisa diartikan seperti ‘Index’. Index adalah katalog dari semua buku sihir jahat yang dirasa oleh Gereja akan ‘merusak jiwa orang setelah melihatnya sekali saja’. Pikir: bahkan jika Gereja mengumumkan bahwa ada banyak buku sihir jahat di dunia, orang masih bisa secara tidak tahu mengambilnya untuk dibaca jika mereka tidak tahu namanya, kan? Maka, Gereja dengan sengaja memperbolehkan ‘benda itu’ untuk membawa 103.000 ‘contoh jahat’ itu, sebuah gerakan yang seimbang dengan mengumpulkan semua buku sihir jahat. Ah, ya, aku menasihatimu supaya berhati–hati. Untuk Negara dengan pandangan yang lemah terhadap agama, buku sihir yang dibawa ‘benda itu’ bisa melumpuhkan siapapun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Index jelas tidak membawa buku sihir sama sekali. Dia jelas–jelas hanya mengenakan jubah suster, dan jika dia menyembunyikan buku sihir di dalamnya, orang pasti bisa melihatnya. Dssamping itu, bagaimana bisa satu orang membawa 100.000 buku sihir ke mana–mana? 100.000 buku sihir bisa memenuhi satu perpustakaan penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“JANGAN BERCANDA?! DIMANA BUKU SIHIR ITU!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada dalam otaknya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu bicara begitu saja,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pernahkah kau dengar ‘ingatan sepurna’? Katanya itu adalah kekuatan yang ‘hanya dengan melihat benda itu sekali, seseorang bisa mengingatnya sepanjang hidupnya, tanpa melupakan satu katapun’. Dasarnya, &#039;&#039;scanner&#039;&#039; berbentuk manusia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu tertawa, dan bicara dalam nada yang tidak tertarik, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini bukan sihir kami, ataupun kekuatan yang kalian miliki itu; ini hanya atribut khususnya. Dalam otaknya terdapat ‘buku sihir’ dari seluruh dunia: Museum Inggris, Museum Vatikan, runtuhan Pataliputra, kota kuno Compiegne, Mont-Saint-Michel Abbey… Buku–buku sihir ini aslinya disegel dan tidak bisa dicuri, tapi dia bisa menggunakan mata itu untuk ‘mencuri’ buku – buku sihir itu dan menyimpannya dalam otaknya, seperti ‘perpustakaan sihir’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana mungkin hal seperti ini ada?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Grimoir apa? Ingatan Sempurna apa? Ini semua konyol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, hal yang paling penting adalah apakah ini “nyata”. Lebih penting lagi, ada gadis tepat didepannya yang ditebas oleh orang–orang yang betul – betul percaya pada hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun, dia tidak bisa membuat kekuatan sihir, jadi dia kebal terhadapnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu dengan senang menggetarkan rokok di mulutnya sambil berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya orang–orang di ‘Gereja’ bukan orang idiot, membuatnya tidak bisa menggunakan sihir. Tapi, hal seperti ini tidak ada hubungannya denganku, karena aku seorang penyihir. Yang ingin kutekankan hanyalah bahwa 103.000 grimoir itu berbahaya. Pasti akan ada banyak masalah jika dia diambil oleh penyihir, jadi kami melindunginya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Melin…dungi…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tertegun. Saat ini, Index sedang terbaring dalam kolam darah, tapi orang di depannya ini bisa mengatakan hal seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, melindungi. Bahkan jika ‘benda itu’ punya kesadaran moral, dia tidak akan tahan terhadap interogasi dan siksaan dengan obat, kan? Apa kau tidak merasa sakit jika gadis seperti itu jatuh ke tangan orang jahat seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian tubuh Kamijou mulai gemetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini bukan hanya kemarahan biasa, karena rindingan mulai muncuk di lengan Kamijou. Pria didepannya hanya percaya bahwa dia benar. Dia hidup dalam kehidupan penuh kesalahan yang tidak bisa dia lihat. Melihat orang seperti ini, Kamijou merasa dia sudah dilempar ke dalam kolam penuh ribuan berandalan; rasa mual menyapu tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kalimat muncul di pikiran Kamijou: Sebuah kelompok agama fanatik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang – orang ini menyakiti orang lain karena “khayalan” tanpa dasar mereka, membuatnya sangat marah, sudah mencapai batas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bajingan…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti merespon terhadap kemarahannya, Kamijou merasa tangan kanannya juga bertambah panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tidak bergerak sebelumnya, tapi saat ini, kakinya bergerak lebih cepat dari otaknya. Tubuh berat yang terbuat dari darah dan daging terbang ke arah penyihir itu seperti meriam. Tangan kanannya terkepal keras, sampai dia merasa hamper menghancurkan jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Kamijou tidak berguna; tangannya tidak bisa mengalahkan berandalan atau meningkatkan nilai tesnya, dan tidak bisa membantunya menggoda cewek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi paling tidak tangannya bisa digunakan untuk meremukkan bajingan yang ada didepannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namaku Stiyl Magnus- tapi saat ini, aku seharusnya menyebut diriku Fortis931…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu terlihat tidak bergerak sambil tersenyum ringan, menggetarkan rokoknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, penyihir itu mulai menggumamkan suatu kata–kata dengan lembut, dan, dengan ekspresi wajah seperti sedang mengenalkan kucing tersayangnya yang baru saja lahir pada seseorang, mulai menjelaskan pada Kamijou,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu nama sihirku. Aku menduga kau belum pernah mendengar nama sihir, kan? Untuk suatu alasa, ketika kami para penyihir menggunakan sihir, kami dilarang untuk menyebutkan nama asli kami. Ini adalah tradisi kuno yang diturunkan turun temurun, jadi aku tidak tahu alasan pastinya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keduanya berjarak sekitar limabelas meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma menghapus setengah jaraknya hanya dengan tiga langkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Fortis’… dalam Bahasa Jepang, atinya ‘kuat’; namun begitu, bahasa aslinya tidak penting. Yang penting bagi para penyihir, meneriakkan nama sihirnya tidak hanya berarti kami akan menggunakan sihir; tapi juga mewakili—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi senyum penyihir itu tidak menghilang. Mungkin untuknya, Kamijou tidak cukup untuk membuatnya berhenti tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—nama membunuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang penyihir Stiyl Magnus mengeluarkan roko dari mulutnya, dan menjentikkannya ke samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan abu dan nyala api, rokok itu terbang lurus melewati pagar besi, dan menyentuh tembok gedung tetangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah garis oranye mengikuti jejak asapnya, mengenai tembok dan mengeluarkan percikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenaz (Wahai api) —“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Stiyl membisikkan ini, garis oranye ini tiba – tiba meledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti menyalakan api di stasiun pemadam kebakaran yang dipenuhi bensin, sebuah pedang api lurus muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cat di tembok perlahan menghitak, seperti ada pemantik yang digunakan untuk membakarnya.&lt;br /&gt;
Tidak perlu menyentuhnya; orang hanya bisa melihatnya seperti merasakan matanya sendiri sedang tebakar. Ini membuat Kamijou berhenti dan mengangkat tangannya untuk melindungi wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaki Kamijou terasa seperti sudah dipaku di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keraguan muncul dalam benaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imagine Breaker dikatakan bisa menghilangkan “kekuatan supranatural” apapun. Bahkan Sang esper Level 5 Misaka Mikoro, yang bisa menembakkan Railgun yang bisa merobek tempat perlindungan antinuklir, tidak bisa menghindari takdir untuk dihilangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, hanya ada satu masalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou tidak pernah melihat “kekuatan supranatural” selain “kekuatan esper”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, dia belum pernah mencoba ini sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana dengan sihir?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk kekuatan misterius yang disebut “sihir”, bisakah tangan kanan Kamijou betul – betul bekerja?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Purisaz Naupiz Gebo (Berikan berkah dari penderitaan sang raksasa)!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou, yang melindungi mukanya dengan kedua tangannya, menghadapi sang penyihir yang tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl Magnus tersenyum sambil dia mengayunkan pedang apinya ke Kamijou Touma. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum pedang api itu menyentuh Kamijou, pedang api itu kehilangan bentuknya, dan semua disekitarnya meledak seperti letusan gunung api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Panas, kilatan cahaya, ledakan, dan asap: semua ini muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa aku sedikit kelewatan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir itu bergumam sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemandangan didepannya terlihat seperti barusan dibom. Stiyl menggaruk kepalanya. Sebelum pemandangan ini, dia baru saja akan memastikannya. Karena hari ini adalah hari pertama liburan musim panas, hamper semua orang yang tinggal di sini sudah pergi bermain di luar. Tapi jika ada orang yang terkunci di dalam asrama dan tidak bisa keluar, pasti akan timbul banyak masalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan di depannya dikaburkan oleh asap hitam dan api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tidak perlu memeriksa apakah Kamijou masih hidup atau tidak. Serangan itu berupa api neraka dengan panas 3000 derajat Celsius, dan sekali saja tubuh manusia menemui temperature di atas 2000 derajat Celsius, tubuhnya akan “meleleh” sebelum bisa “terbakar”. Takdir orang ini sudah pasti seperti gagang logam yang sudah meleleh seperti permen malt: mereka tidak bisa disingkirkan dari tembok, seperti seseorang yang membuang permen karet yang sudah dikunyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl mengeluh, berpikir,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untungnya aku sengaja membuatnya marah dan menyingkirkannya dari Index. Jika dia menggunakan Index untuk melindungi dirinya, ini akan jadi lebih rumit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Setelah dipikir, dia tidak bisa mengambil Index sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl mengeluh lagi. Bahkan Stiyl tidak bisa melewati tembok api di depannya dan mengambil Index. Jika ada tangga di sisi lainnya, dia bisa saja memutar dan menggunakannya, tapi Index akan menemui ajalnya jika dia tertangkap dalam api ketika dia sedang memutar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl menggelengkan kepalanya dengan enggan. Setelah itu, dia mencoba melihat lewat asap tebal itu dan berkata, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf mengganggumu, tapi kau gagal. Melihat standarmu, sepertinya kau tidak akan bisa mengalahkanku walau kita bertarung 1000 kali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa katamu… yang tidak tidak bisa mengalahkanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang keluar dari neraka api menyebabkan sang penyihir membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* BOOM!* Sebuah pusaran muncul, menelan api dan asap hitam di sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti tornado yang tiba–tiba muncul di tengah–tengah api dan asap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma berdiri di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pegangan logam yang meleleh seperti permen malt, cat di lantai dan tembok menjadi terbalik, dan cahaya yang meleleh di bawah panas yang luar biasa terus menitik ke bawah… tapi dalam neraka yang berapi–api ini, Anak laki–laki itu masih berdiri di sana tanpa terluka sedikitpun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, apa yang aku takutkan…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan kesal memelintir bibirnya sambil bergumam pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah tangan kanan ini yang menghancurkan Gereja Berjalan milik Index… ?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, Kamijou tidak mengerti apa itu sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak mengerti bagaimana sihir bekerja, dan tidak mengerti konveksi macam apa yang bekerja di udara yang tak terlihat. Bahkan jika ada seseorang yang menjelaskan padanya, dia hanya akan tahu sekitar setengahnya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun,Kamijou si idiot ini tahu satu hal:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, sihir hanyalah “kekuatan supranatural”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Api merah terang yang tertiup pergi belum sepenuhnya padam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Api yang tersisa mengelilingi Kamijou seperti lingkaran sempurna, terus membakar. Tapi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menyingkirlah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengatakan ini sambil menyentuh api itu dengan tangan kanannya, dan dalam sekejap, api sihir yang panasnya melebihi 3000 derajat Celcius itu menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti meniup semua lilin yang ada di kue ulangtahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma melihat penyihir yang ada didepannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyihir didepannya mulai menunjukkan ketakutan seperti manusia normal, mungkin karena “hasil tak teduga ini”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar : para penyihir itu juga manusia biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka akan merasa sakit jika dipukul, mereka akan berdarah bahkan hanya dengan pisau murah seharga 100-yen jika digunakan untuk memotong mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tidak jauh berbeda dari manusia biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan dan kaki Kamijou mulai bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BERGERAK!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ugh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di lain pihak, Stiyl merasa takut melihat fenomena yang tidak bisa dijelaskan ini, dan mengambil satu langkah mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat sekelilingnya, serangan itu sepertinya tidak memiliki celah. Jika begitu, apa anak laki–laki ini bisa menggunakan tubuhnya untuk bertahan dari panas 3000 derajat Celsius? Tidak, manusia tidak bisa bertahan terhadap api itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma tidak peduli apa yang Stiyl pikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tangan kanan yang dikepalkan sekeras batu, Kamijou pelan–pelan bergerak ke arah Stiyl, mengambil selangkah maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cheh!’”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl mengayunkan tangan kanannya secara horizontal, dan membuat pedang api baru, memukulkannya ke Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang itu meledak lagi, dan api dan asap bertebaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi setelah api dan asap menyebar, Kamijou Touma masih berdiri di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Jangan–jangan… dia bisa menggunakan sihir?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl bergumam sendiri. Tapi, dia cepat–cepat menyangkal asumsi itu. Lupakan tentang adanya sihir di dunia ini; pasti tidak ada penyihir di Negara bodoh yang menganggap Natal sebagai hari untuk berkencan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan… dan di samping itu… jika Index, yang tidak memiliki kekuatan sihir, bersekutu dengan penyihir lain, dia tidak perlu kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang ada di otak Index itu mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
103.000 grimoir yang dibawanya bahkan lebih berbahaya dari senjata nuklir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua nyawa akan mati, apel akan selalu jatuh, 1 ditambah 1 akan selalu sama dengan 2... ada suatu hukum yang tidak akan pernah berubah, dan bahkan kemudian, mereka bisa dihancurkan oleh sihir yang dicatat, dan lalu dikumpulkan kembali, dan dibuat kembali. 1 ditambah 1 akan menjadi 3, apel–apel akan jatuh ke atas, dan nyawa yang sudah mati akan hidup kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang penyihir yang bisa melakukan ini disebut Majin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini tidak merujuk pada “Dewa Sihir”, tapi pada satu teknik sihir paling maju, seorang penyihir yang telah mencapai kemampuan “Seperti Dewa”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Majin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau begitu, dia tidak bisa merasakan “kekuatan sihir” apapun dari anak ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang seharusnya bisa mengetahui seorang penyihir hanya dengan melihat, tapi anak di depannya itu tidak memiliki bau milik dunia yang sama dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, bagaimana dia melakukannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menyembunyikan gemetarannya, Stiyl mengayunkan pedang apinya pada Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, pedangnya tidak meledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggunakan tangna kanannya untuk memukul pedang api itu seperti sedang mengusir lalat, dan pada waktu itu, pedang api itu hancur seperti kaca pecah, dan larut dalam ketiadaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang api bersuhu 3000 derajat Celsius telah dihancurkan oleh tangan kanan yang tidak ditingkatkan kekuatannya oleh sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Ah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba–tiba, betul–betul tiba–tiba, Stiyl Magnus memikirkan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gereja Berjalan di pakaian suster Index mempunyai pertahanan kelas Paus, dan kekuatannya bisa menandingi tingkat ikatan di Katedral London. Tingkat batasan ini dikatakan tidak bisa dirusak kalau naga St. George belum turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Index, yang ditebas Kanzaki, Gereja Berjalan-nya telah sepenuhnya hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa yang melakukannya? Dan Bagaimana?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou sudah berada tepat di depan Stiyl.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu langkah lagi, dan dia akan ada dalam jangkauan tinjunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...MTWOFFTO (Satu dari lima elemen yang membentuk Bumi), IIGOIIF (oh pencipta api agung)...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl mulai mengeluarkan keringat dingin. Untuknya, organisme yang memakai seragam musim panas dan memiliki bentuk manusia ini mungkin bukan manusia di balik kulitnya, tapi suatu material misterius dan tebal. Memikirkan tentang ini, dia merasa dingin mengalir di tulang belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“IIBOL (Cahaya penyelamatan yang melahirkan kehidupan),AIIAOE (Cahaya penghukum yang menghukum para penjahat)… IIMH (Dengan membawa kedamaian dan keseimbangan pada waktu yang sama),AIIBOD (juga menghancurkan kemalangan gelap dan dingin)… IIZF (Api adalah namanya),IIMS (pedang adalah gelarnya)! … (Tunjukkan dirimu),MMBOP (Telan dirimu sendiri, ubahlah jadi kekuatan) —!” (?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian dari jubah pendeta Stiyl mulai robek, dan suatu kekuatan dari dalam menyebabkan kancing bajunya lepas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* BOOM!* Sebuah ledakan besar bisa didengar- hasil dari api menyerap oksigen. Sebuah bola api raksasa terbang dari dalam mantelnya. Juga, bukan bola api biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di pusat api merah terang terdapat suatu “inti” yang setebal dan sehitam-pekat minyak. Inti itu terlihat seperti manusia, dan inti yang terus terbakar ini membuat orang berpikir tentang burung di laut yang dinodai oleh minyak setelah ada kecelakaan di laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namanya adalah “Innocentius”, tujuannya adalah “untuk membunuh”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang dewa api raksasa dengan niat membunuh itu merentangkan kedua tangannya, menerjang Kamijou Touma seperti sebuah meriam—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“JANGAN MENGHALANGIKU!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* THOMP!*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan kesal mengayunkan punggung tangannya, seperti mendorong jaring laba–laba ke samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran bahwa kartu andalan Stiyl Magnus benar–benar ditiadakan oleh Kamijou. Sang manusia minyak yang seperti dewa api raksasa ini berhamburan di lantai seperti genangan air, seperti bola air yang ditusuk jarum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, Kamijou Touma tidak mengambil langkah ke depan. Tentu saja, tidak ada suatu alasan jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou hanya melihat Stiyl terus tertawa terkekeh–kekeh bahkan setelah kartu andalannya sudah ditangani. Ekspresi ini membuat Kamijou takut untuk mengambil langkah terkahir dengan mudahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara cairan kental bergelembung bisa didengar di seluruh tempat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… ?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou panik sambil mundur selangkah. Pada saat itu, Buih hitam berkumpul dari seluruh tempat, dan kembali membentuk sebuah bentuk manusia.&lt;br /&gt;
Jika dia sudah mengambil langkah maju, dia pasti sudah diserang dari semua arah oleh api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou bingung dengan apa yang terjadi di handapannya. Jika pernyataannya tentang efek Imagine Breaker dari tangan kanannya itu benar, maka bahkan keajaiban yang digambarkan di legendapun bisa dihancurkan. Selama “sihir” juga disebut kekuatan supranatural, seharusnya kekuatan itu menghilang sepenuhnya setelah tersentuh sekali…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minyak dalam api itu bergerak, berubah bentuk, dan akhirnya membentuk sebuah raksasa yang membawa pedang 2 tangan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, itu seharusnya tidak disebut pedang; pedang itu seharusnya disebut sebagai salib raksasa yang panjangnya lebih dari  2 meter dan bisa dengan mudahnya meremukkan orang sampai mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raksasa itu mengangkat salib itu dengan kedua tangannya, dan menghantamkannya kepada Kamijou seperti kapak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou dengan cepat menggunakan tangan kanannya untuk menepisnya. Di samping kemampuan tangan kanannya, Kamijou hanya seorang murid SMA biasa. Melihat serangan yang datang seperti ini, dia tidak bisa melihat dengan jelas dan menghindarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*CLANG!* Salib dan tangan kanan bertabrakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, raksasa itu tidak menghilang. Kamijou merasa tangan kanannya seperti memegang lapisan karet, tapi tangan kanannya tidak bisa bertahan lama. Di samping itu, musuhnya menggunakan dua tangan, dan Kamijou hanya bisa menggunakan satu. Salib api itu mulai mendekati Kamijou dari atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou, yang tidak tahu apa yang terjadi, menyadari sesuatu. Benda bertubuh api yang disebut Innocentius ini bereaksi terhadap tangan kanan Kamijou, tapi dia bisa lansung hidup kembali setelah dihancurkan. Waktu di antara penghancuran dan kebangkitannya bahkan sepertinya tidak sampai sepersepuluh detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemampuan tangan kanannya tersegel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali dia melepaskan tangan kanannya, Kamijou akan dibakar menjadi debu oleh Innocentius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Rune’…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou sepertinya mendengar sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Situasi tegang ini membuatnya tidak bisa menoleh ke belakang. Namun, Kamijou bisa mendengar suara orang yang bicara itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Keduapuluhempat rune yang melambangkan ‘misteri’ dan ‘rahasia’… Orang–orang Jerman mulai menggunakan bahsa sihir sejab abad ke-2 AD, dan dikatakan bahwa bahasa itu adalah asal muasal bahasa Inggris…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski Kamijou bisa mendengar suara Index, dia masih tidak bisa percaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index sudah sekarat, tapi kenapa dia bisa bicara seperti itu dengan tenang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… menyerang Innocentius secara langsung tidak efektif. Sebelum ‘segel rune’-nya disingkirkan, dia akan terus beregenerasi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menggunakan tangan kirinya untuk memegang lengan kanannya, nyaris tidak bisa menahan salib itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kedeinginan di hatinya, dia menatap ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu masih berbaring di sana. Tapi, Kamijou tidak bisa memanggil-“nya” Index, karena mata gadis itu tampak seperti robot tanpa emosi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan setiap kata yang dikatakan gadis itu, lukanya terus mengeluarkan darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Gadis itu tidak peduli pada luka di punggungnya; dia seperti sebuah “fungsi” yang pada dasarnya dirancang untuk menjelaskan sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau… k- kau Index, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Aku adalah perpustakaan sihir yang tergabung dengan Sektor 0 dari Anglikan Inggris, ‘Necessarius’. Namaku yang lebih tepat adalah Index Librorum Prohibitorum, tapi memanggilku Index saja sudah cukup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat perpustakaan sihir bernama Index memiliki arti keberadaannya seperti ini, Kamijou merasa seluruh tubuhnya dingin, bahkan lupa kalau dia hampir dihancurka oleh dewa api raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah mengakhiri pengenalan diri, jadi tolong biarkan aku untuk kembali pada penjelasan tentang rune. Pada dasarnya, mereka seperti pantulan bulan di danau; walaupun seseorang menggunakan pedang untuk menebasnya, itu tidak ada artinya. Jika orang ingin memotong bulan di air, mereka harus menghancurkan bulan yang asli di langit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Index mengatakan ini, Kamijou ingat pada musuh di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa maksudnya bahwa ini bukan tubuh utama dari “kekuatan supranatural” ini? Seperti hubungan antara film dan gambar, akankah sang dewa api raksasa terus hidup kembali jika “kekuatan suprantaural lain” yang lain yang terus membuatnya dihancurkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada sihir di dunia ini. “Pengetahuan umum” ini sudah terukir dalam hati Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juga, tangan kanannya yang disegel oleh Innocentius. Kamijou, yang terjebak dan tidak bisa bergerak sedikitpun, tidak bisa mengikuti instruksi Index. Index sedang berbaring dalam kolam darah, jadi dia tidak bisa membantu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Abu menjadi abu… “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di balik dewa api raksasa, Stiyl membuat pedang api dengan tangan kanannya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Debu menjadi debu… “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pedang api berwarna biru keputihan muncul di tangan kirinya; tidak ada suara yang dibuatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Squeamish Bloody Road!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan teriakan yang kuat dan dipaksa, dua pedang api diayunkan secara horizontal dari kedua arah, seperti ingin memotong Kamijou dan sang dewa api raksasa seperti gunting. Kamijou, yang tangan kanannya disegel oleh Innocentius, tidak bisa bertahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sial… sial… Harus kabur dulu—!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma bahkan tidak diberi waktu untuk berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua pedang api mengenai dewa api raksasa, dan, seperti bom raksasa yang sudah disulut, sebuah ledakan besa terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 7===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika api dan asap lenyap, keadaan sekeliling terlihat seperti neraka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangga besi telah terbungkus layaknya permen gula dan bahkan lantai telah mencair menjadi sesuatu seperti lem. Cat pada dinding telah terkuliti hingga semennya terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si bocah tak terlihat dimanapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biar begitu, Stiyl mendengar langkah kaki dari seseorang yang berlari sepanjang tangga turun koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Innocentius,&amp;quot; bisik dia dan api yang menjalar di sekitar kembali ke bentuk manusia, pergi menuju tangga, dan mengikuti langkah kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam, Stiyl terlihat takjub. Tak ada yang sehebat itu bisa terjadi. Sesaat sebelum ledakan, dengan cepat Stiyl memotong melalui dewa api raksasa dengan dua pedang api, Kamijou telah kabur dengan tangan kanannya dan melompati tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia jatuh, ia menggengam tangga satu lantai di bawahnya dan menarik dirinya sendiri ke koridor. Dia menariknya dengan keberanian murni, ya .. itu terbilang nekat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl memberi sebuah senyum yang lembut. Kamijou kini tahu kelemahan rune berkat pengetahuan dari 103,000 grimoir Index. Seperti yang dia bilang, sihir rune yang Stiyl gunakan telah diaktifkan oleh ukiran itu. Itu juga berarti menghancurkan ukiran itu akan meniadakan bahkan sihir yang hebat sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi apa?&amp;quot; Ekspresi Stiyl nampak tidak cemas. &amp;quot;Kau tak akan bisa melakukannya. Itu benar-benar tidak mungkin untukmu untuk  benar-benar menghancurkan ukiran rune yang ada di dalam bangunan ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A..Aku benar-benar berpikir! Aku benar-benar berpikir tadi aku akan mati!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melompat ke tangga lantai 7 dengan nekat, jantung Kamijou masih berdebar dalam dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia berlari sepanjang koridor lurus, dia melihat sekitar. Dia masih tidak benar-benar percaya apa yang Index katakan. Dia hanya mencoba untuk menjauh dari Innocentius agar dia bisa mendapat beberapa waktu untuk mempersiapkan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sialan! Apa apaan ini!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Kamijou tak bisa selain berteriak ketika dia melihat apa yang terbaring sebelum dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak perlu bertanya-tanya dimana rune itu terukir pada gedung asrama. Faktanya, dia telah menemukan mereka. Mereka ada di lantai, di pintu, dan di pemadam api. Secarik kertas sekitar ukuran kartu telepon tersangkut di seluruh bangunan seperti Hoichi si Tanpa Telinga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasar saran Index (dia sama sekali tidak menyebut kembali muka mirip boneka itu), dia menduga bahwa sihir itu sesuatu seperti sinyal pemblokir disebut barrier dan rune seperti antena yang mengirimkan sinyal. Tapi bisakah dia menyobek satu per satu dari sepuluh ribu &amp;quot;antena&amp;quot;?.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan deruan oksigen yang terhisap, sebuah api berbentuk manusia jatuh ke sisi berlawanan dari tangga besi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sial!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dia tertangkap lagi, dia tidak akan bisa menyobek mereka. Kamijou cepat cepat melesat ke tangga darurat pada sisinya. Saat melompat lebih jauh ke bawah, dia bisa melihat carikan kertas di pojok anak tangga dan dibatasi dengan simbol aneh yang harusnya ada rune tertulis di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka jelas jelas telah diproduksi masal dengan mesin fotokopi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou hampir meneriakan &amp;quot;Bagaimana sebuah salinan sampah seperti itu bisa berkerja!?&amp;quot; tapi ia ingat bahwa lampiran dari manga shoujo bisa digunakan untuk ramalan tarot dan bahkan kitab diproduksi masal di toko percetakan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tau kan... hal gaib itu gak wajar)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia merasa ingin menangis. Sepuluh ribu &amp;quot;ukiran rune&amp;quot; itu agaknya tertempel di seluruh gedung. Bisakah dia menemukan satu persatu? Dan dari semua yang dia tahu, Stiyl masih menempelkan bagian baru dari kertas kopian setiap saat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan saat ia memutuskan rangkaian pikirannya, Innocentius turun dari kejauhan di tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sial!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou menyerah untuk melangkah lebih jauh ke anak tangga dan berlari menuju koridor ke samping. Ketika dewa api raksasa menyambar lantai, api menyebar di sekitar dan mengisi koridor bahkan saat api itu memantul karena menghantam tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gang itu lurus, dan Kamijou tak mungkin lolos dari Innocentius saat dalam kecepatan normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihat jalan masuk ke tangga darurat. Berdasarkan dari petunjuk, dia berada di lantai kedua&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan rauman, Innocentius menyambar lurus untuk menangkap tangan kanan Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu-uwah!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daripada menggunakan tangan kanannya atau berlari spanjang koridor, Kamijou memilih melompati tangga lantai kedua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat setelah dia lompat dia sadar bahwa di bawah adalah aspal  dan ada beberapa sepeda yang berhenti disana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Waaaaaaaahhhhhhhhh!!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia baru saja mengatur jatuh di antara dua sepada, tapi dia masih mendarat di aspal yang keras. Dia mencoba untuk menekukan lututnya untuk meredam jatuhnya, tapi dia mendengar suara yang tak enak dari pergelangan kakinya. Dia telah loncat dari loteng kedua dan itu tak terasa patah, tapi dia telah melukai pergelangan kakinya sedikit pada saat yang bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendengar deruan dari api yang menghisap oksigen datang dari atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou berjuang disekitar tanah, menendangi sepeda, tapi tak ada yang terjadi lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou melihatnya dengan muka heran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih membuat suara raungan, Innocentius bergelantung di tangga loteng kedua dan memperhatikan Kamijou yang ada di tanah. Itu hampir terlihat seperti ada tembok tak terlihat yang menahannya dari Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rupanya, rune itu hanya diletakan di gedung asrama. Kamijou bisa berhasil untuk kabur dari api Stiyl dengan meninggalkan gedung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat segi rune itu membuatnya merasa seperti dia kini tahu sedikit tentang sistem tak terlihat dari sihir. Dia tidak sedang melawan lawan aneh seperti penyihir di RPG yang bisa melakukan apapun dengan menyanyikan mantra. Malah, lawannya bertindak  berdasarkan peraturan yang sama dengan PSY yang  Kamijou tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendesah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telah terbebas dari segala serangan langsung pada hidupnya, kekuatan yang tersisa di tubuh Kamijou. Dia duduk di tanah tanpa pikir panjang. Dia sama sekali tidak takut. Malahan, dia diserang oleh perasaan lain yang lebih seperti kelelahan. Dia mulai untuk berpikiran jika dia bisa kabur dari bahaya bila dia hanya melarikan diri saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tahu, polisi&amp;quot; oceh Kamijou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa ia tidak memikirkan itu sebelumnya? Polisi Academy City adalah sesuatu seperti unit spesial anti esper. Kamijou bisa hanya memberitahu mereka daripada membahayakan hidupnya sndiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou mengecek saku celananya, tapi Hpnya telah hancur oleh kakinya sendiri pagi itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou memperhatikan jalan. Dia mencari telepon umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak melakukan itu untuk melarikan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Lalu akankah kamu mengikutiku sampai ke dasar neraka!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kata itu masih menancab di dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sama sekali tidak melakukan sesuatu yang salah. Dia sama sekali tidak melakukan sesuatu yang salah. Dan masih...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam situasi yang sama itu, Index pergi kembali untuk Kamijou Touma. Kamijou hanya tak habis pikir tentang mengalami kejadian berbahaya bersama orang asing yang baru dia kenal kurang lebih setengah jam itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sialan. Itu benar. Jika aku tidak mengikutimu ke dasar neraka,&amp;quot; Kamijou tersenyum, &amp;quot;lalu aku hanya perlu membawa mu keluar dari sana.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pikir ada saatnya dia akan mengerti tentang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak tahu bagaimana sihir bekerja, tapi dia tidak perlu tahu apa yang terjadi dimana dia tidak bisa mengerti. Dia bisa mengirim email tanpa perlu diagram sirkuit HPnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Haaah. sekali kau tahu itu, itu sama sekali tidak berguna.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tahu harus berbuat apa, jadi sekarang dia hanya cukup mencobanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan bila dia gagal, itu masih lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah tangga besi terbungkus dan berkilau jingga jatuh dan Kamijou dengan bingung berguling menjauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mungkin sudah sadar, tapi dia masih harus melakukan sesuatu pada Innocentius itu sebelum bisa menyelamatkan Index. Masalah sebenarnya ada pada sepuluh ribu rune itu. Tapi apakah dia menyobek semua kertas yang tertempel di gedung?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau tahu, aku kaget alarm kebakaran tidak lepas setelah semua apa yang terjadi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu hanya mengatakan itu tanpa pikir panjang, Kamijou Touma membatu saat dia mengucapkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alarm kebakaran?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alarm kebakaran yang terpasang di sekeliling gedung lepas dalam sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditengah-tengah badai deruan suara itu yang terdengar sekeras serangan bom, Stiyl melihat langit-langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa buang waktu, sprinkle yang terpasang mengirim sebuah hujan buatan manusia yang berbentuk topan. Karena bila pemadam kebakaran dipanggil akan menjadi menyakitkan, Stiyl telah menuliskan perintahnya untuk Innocentius sedemikian ia tidak menyentuh sensor keamanan. Itu berarti Kamijou Touma harus menekan tombol alarm kebakaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah dia pikir itu akan mematikan api Innocentius?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dugaan itu hampir menjadi sebuah lelucon, tapi si penyihir pikir pembuluh darah didalam kepalanya akan tersembur keluar ketika dia berpikir tentang bagaimana dia akan basah kuyup dengan alasan bodoh itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl memperhatikan alarm kebakaran merah pada dinding dengan jengkel&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sebenarnya mudah untuk mematikan alarmnya, tapi dia tidak bisa menghentikannya sendiri. Dan sekarang liburan musim panas, sebagian besar penghuni asrama tidak ada, tapi akan sangat menyusahkan bila pemadam kebakaran datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...hm.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl memeriksa sekitar dan lalu dengan cepat membawa Index dan pergi. Tujuannya adalah menyembuhkan Index, jadi tak ada alasan untuk tertangkap dalam membunuh Kamijou. Memberikan waktu untuk pemadam kebakaran datang, dia bisa meninggalkan Innocentius dalam pengejaran otomatis dan bocah itu akan mendapatkan pelukan api nyaman yang akan membuatnya menjadi arang atau abu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ini tidak berarti elevator terhenti, kan?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendengar bahwa elevator dibuat berhenti bila dalam keadaan darurat. Itu akan membuat Stiyl frustasi. Dia sekarang berada di lantai 7. Bahkan bila itu gadis, membawa orang pingsan turun dengan tangga akan sanggat melelahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa dia mulanya lega saat mendengar bunyi ding seperti microwave yang datang dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dia menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa itu? Siapa yang berada dalam elevator?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah malam libur musim panas dan dia sudah mengecek untuk meyakinkan bahwa semua siswa telah meninggalkan asrama, meninggalkannya sepi. Lalu siapa itu dan mengapa mereka memerlukan elevator?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu elevator berdering saat terbuka. Sebuah langkah kaki di lantai yang basah dari sprinkle bergema di sepanjang lorong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl memutar tubuhnya perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sama tidak tahu kenapa badannya gemetaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma berdiri di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apa? Apa yang terjadi pada Innocentius?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran berputar-putar dengan kacau di kepala Stiyl. Innocentius itu layak rudal pengejar pada pertarungan. Setelah terkunci, takkan bisa selamat. Tak peduli kau lari atau sembunyi, ia akan menggunakan api 3000 derajat untuk melelehkan semua dinding maupun rintangan, bahkan bila itu terbuat dari baja, dan akan terus mengejarmu. Itu bukan sesuatu yang kau bisa selamat hanya dengan berlari di sekitar gedung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan lagi Kamijou Touma berdiri di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berdiri di sana tak terpengaruh, tak terhentikan, tak terbantahkan, dan yang paling penting, seorang musuh alami yang tanpa keraguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Coba pikir, rune seharusnya terukir di dinding atau di lantai, kan?&amp;quot; kata Kamijou saat hujan buatan manusia yang dingin menghujaninya. &amp;quot;Beneran, kau itu benar benar hebat. Sejujurnya, aku tak akan menang jika kau mengukirkan mereka dengan sebuah pisau. Silahkan berbual tentang ini semaumu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saatnya dia berbicara, Kamijou Touma mengangkat tangan kanannya dan menunjuk ke atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menunjuk ke langit langit. Di sprinkle.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Tidak Mungkin! 3000 derajat api itu tak akan bisa dipadamkan dengan itu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan bodoh. Bukan apinya. Bagaimana kau menempelkan benda itu ke semua rumah orang?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl lalu memanggil kembali sepuluh ribu kertas rune yang ia pasang di asrama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kertas lemah pada air. Bahkan anak TK pun tahu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menyemprotkan air ke seluruh gedung dengan sprinkle, itu tidak penting jika ada sepuluh ribu rune di sana. Dia tidak perlu berlari mengelilingi gedung. Bahkan, dia bisa menekan satu tombol dan menghancurkan semua carikan kertas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Otot muka si penyihirpun kejang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Innocentius!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekejap dia meneriakan itu, pintu elevator di belakang Kamijou meleleh seperti lelehan gula dan si dewa api raksasa merayap sepanjang koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiap kali tetesan hujan jatuh ke bada api, mereka menguap dengan suara dengusan buas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha Ha Ha. Ah ha ha ha ha ha! Hebat! Kau punya indra bertarung seorang genius! Tapi kau kurang pengalaman. Kertas kopian tidak sama dengan kertas toilet. Hanya karena sedikit basah tidak akan benar benar terlarut!&amp;quot; Si penyihir melebarkan tangannya ketika tawa meledak dari mulutnya dan dia berteriak, &amp;quot;Bunuh dia!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Innocentius mengayunkan tangannya seperti sebuah palu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Menyingkirlah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma membuat satu pernyataan. Dia bahkan tidak memutar badannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Kamijou menyentuh si dewa api raksasa pukulan yang menyindir dan akhirnya meledak ke seluruh penjuru dengan suara tertawa yang menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah meledak, Innocentius tidak hidup kembali. Potongan daging seperti oli bekas terpercik keseluruh tempat dan yang bisa mereka lakukan hanya sedikit menggeliat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ti...dak....mungkin...bagaimana....bisa! Rune ku belum hancur!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana dengan tinta?&amp;quot; Kelihatannya perlu 5 tahun untuk suara Kamijou Touma sampai ke telinga Stiyl. &amp;quot;Bahkan bila kertas kopian belum hancur, air akan membuat tinta luntur.&amp;quot; Kata Kamijou. &amp;quot;Walaupun tak terlihat untuk menjaga satu persatu dari mereka&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian yang menggeliat dari Innocentius hilang menjadi udara seiring dengan hujan buatan manusia itu mengalir dari sprinkle. Itu karena tinta pada kertas kopian yang luntur oleh hujan satu persatu, mengakibatkan Innocentius kehilangan kekuatan sedikit demi sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Potongan daging menghilang satu persatu hingga akhirnya yang terakhir lebur dan menghilang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Innocentius...Innocentius!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata kata si penyihir itu seperti orang yang meneriaki gagang telepon setelah teleponnya diputus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu sekarang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma menggambil langkah maju menuju Stiyl Magnus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Inno...centius...&amp;quot; kata si penyihir... namun tak ada yang menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma menggambil langkah maju lagi menuju Stiyl Magnus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Innocentius...Innocentius, Innocentius!&amp;quot; Teriak si penyihir.... namun tidak ada yang berubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma akhirnya mulai maju menuju Stiyl Magnus seperti peluru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A-abu ke abu, debu ke debu, Squeamish Bloody Rood&amp;quot; Si penyihir akhirnya berteriak, tapi bahkan tidak ada pedang api muncul, lebih sedikit dari dewa api raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijou Touma mulai mendekati Stiyl Magnus dan semakin mendekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkan tinjunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengepalkan tangan kanannya yang benar benar normal. Dia mengepalkan tangan kanannya yang tak akan berguna kecuali dia gunakan itu pada suatu macam kekuatan supranatural. Dia mengepalkan tangan kanannya yang tidak akan membiarkan nya mengalahkan bahkan seorang penjahat, yang tidak akan menaikan nilai ujiannya, dan yang tidak akan membuatnya populer dengan cewek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tangan kanannya bisa juga berguna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagipula, dia bisa menggunakannya untuk memukul bajingan yang berdiri sebelum dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pukulan Kamijou Touma mendarat di muka si penyihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badan si penyihir berputar seperti baling baling bambu dan belakang kepalanya membentur tangga besi..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Previous [[Toaru_Majutsu_no_Index_%7E_Bahasa_Indonesia:Volume1_Illustrations|Ilustrasi]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Toaru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1 Chapter2|Chapter 2]]&lt;br /&gt;
|-&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Talk:To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:_Terminologi&amp;diff=187465</id>
		<title>Talk:To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia: Terminologi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Talk:To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:_Terminologi&amp;diff=187465"/>
		<updated>2012-09-11T05:36:00Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Kalo susah nyari padanan kata untuk magician, sorcerer, dan witch, mending ga usah diterjemahin. Tetep pake Inggris saja. Secara umum sih, sebenarnya magician itu cuma penyihir biasa. Bisa dibilang pemula. Sementara, kalo sorcerer dan witch adalah penyihir yang tingkatannya lebih tinggi di mana sorcerer biasanya adalah laki-laki dan witch biasanya adalah perempuan. Tapi, karena di To Aru Universe tampaknya memiliki makna tersendiri, lebih baik ngikut yang Inggrisnya aja daripada bingung. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terus alchemy=alkimia; alchemist=ahli alkimia. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 09:44, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi dirombak ulang dari awal? Kalau mau tetap bahasa Inggris apa perlu di-&#039;&#039;italic&#039;&#039;? Dan kalau gitu terjemahan untuk magic dan Magic (faksi) gimana? Atau &#039;&#039;sorcerer&#039;&#039; sama &#039;&#039;witch&#039;&#039; aja yang pake Inggris?&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;Dan seingat saya kalau di dunia nyata &#039;&#039;sorcerer/sorceress&#039;&#039; itu pemakai &#039;&#039;sorcery&#039;&#039; dan &#039;&#039;witch&#039;&#039; itu pengguna &#039;&#039;witchcraft&#039;&#039;, jadi bukan menandakan tingkat/kelas, tapi ini ga usah dibahas aja. :|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Besok saya ubah deh. [[User:Undesco|undesco]] ([[User talk:Undesco|talk]]) 10:04, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gimana ya, soalnya kalo di novel fiksi/game online sering kali magician dianggap kelasnya rendah, inferior, atau cuma sekadar penyihir. Kalo udah pake sorceress berarti cabangnya udah lebih banyak di mana pasangan witch adalah warlock/wizard, tentu saja dengan deskripsi yang lebih detail. (ga mau kalah. :p)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau ada padanan kata yang tepat dan ga membingungkan pake Indonesianya aja, jadi magic tetap sihir, faksi tetap faksi. Atau mungkin di akhir-akhir nanti muncul istilah yang mirip-mirip, ya? -_-&#039; &lt;br /&gt;
Magician kalo tetep penyhir juga gpp. Kalo sorcerer dan witch IMO bisa di-italic atau dikapital. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 10:37, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Magic cabal&amp;quot; juga kayanya bakal sering muncul... Jadi &amp;quot;kabal sihir&amp;quot;? Di v1c2 ada satu yang saya kasih catatan juga.  &lt;br /&gt;
 &amp;quot;A Magic Cabal (魔術結社(マジックキャバル) Majutsu Kessha (Majikku Kyabaru)?, lit. &amp;quot;Magic Association&amp;quot;) is a term used to describe independent magical organizations.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Oh, dan kayanya kamu kok ga &#039;&#039;italic&#039;&#039;-i kata-kata bahas Inggris lagi? Saya baru ketularan sekarang lol. [[User:Undesco|undesco]] ([[User talk:Undesco|talk]]) 13:48, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bentar, bentar, udah agak lupa ma ceritanya. Tapi Magic Cabal kira-kira mirip ma apa? Kalo misalnya, diterjemahkan sebagai Komplotan Sihir, bakal rancu ma apa? &lt;br /&gt;
Masih kok. Tapi lagi males aja soalnya ini cuma chit-chat, kalo yang perlu (kayak di forum atau waktu editing di sini) sih masih. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 20:31, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Organisasi-organisasi yang ga ikutan sama Gereja (Anglikan/Katolik/Ortodoks). Kayanya ga ada jenis organisasi lain jadi kalaupun mau diterjemahin jadi komplotan juga bisa... Cuma kalau komplotan itu bagi saya kesannya selalu &#039;&#039;shady&#039;&#039;/jahat (ada &#039;&#039;cabal&#039;&#039; yang cuma tempat ngumpul-ngumpul aja &#039;&#039;so to say&#039;&#039;). Dan &#039;&#039;magic cabal&#039;&#039; di sini sering jadi &#039;&#039;generic noun&#039;&#039;, jadi kalau ditulis &amp;quot;komplotan sihir&amp;quot;...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau pake arti literalnya? asosiasi sihir? :| [[User:Undesco|undesco]] ([[User talk:Undesco|talk]]) 23:42, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asosiasi Sihir juga oke. Tapi kalo misalnya ada organisasi sihir lain dengan istilah selain Magic Cabal yang bisa membuat rancu, mungkin bisa ditambahin ciri khasnya Magic Cabal, misalnya jadi Asosiasi Sihir Rahasia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lel, udah bener-bener amnesia ma Index, soalnya cuma nonton animenya dulu. :p [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 00:09, 11 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ga ada, dan &#039;&#039;magic cabal&#039;&#039; itu nama umum, ada banyak &#039;&#039;magic cabal&#039;&#039; di dunia, jadi ga usah dikapital. Nanti kalau misalnya ketemu kabal sihir di v1c2 ubah aja jadi asosiasi sihir atau gimana. Nanti di v17 kalau ga salah, bakal ada &#039;&#039;cabal reserve army&#039;&#039;, tapi itu ntar aja. Kalaupun sampe sana... [[User:Undesco|undesco]] ([[User talk:Undesco|talk]]) 00:20, 11 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh, iya, sorry. Lupa kalo itu generic noun pas nulis tadi (mbacanya cuma sekilas sih). Ya, ya, ya, kalo ketemu entar diedit. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 00:36, 11 September 2012 (CDT)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Talk:To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:_Terminologi&amp;diff=187464</id>
		<title>Talk:To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia: Terminologi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Talk:To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:_Terminologi&amp;diff=187464"/>
		<updated>2012-09-11T05:35:37Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Kalo susah nyari padanan kata untuk magician, sorcerer, dan witch, mending ga usah diterjemahin. Tetep pake Inggris saja. Secara umum sih, sebenarnya magician itu cuma penyihir biasa. Bisa dibilang pemula. Sementara, kalo sorcerer dan witch adalah penyihir yang tingkatannya lebih tinggi di mana sorcerer biasanya adalah laki-laki dan witch biasanya adalah perempuan. Tapi, karena di To Aru Universe tampaknya memiliki makna tersendiri, lebih baik ngikut yang Inggrisnya aja daripada bingung. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terus alchemy=alkimia; alchemist=ahli alkimia. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 09:44, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi dirombak ulang dari awal? Kalau mau tetap bahasa Inggris apa perlu di-&#039;&#039;italic&#039;&#039;? Dan kalau gitu terjemahan untuk magic dan Magic (faksi) gimana? Atau &#039;&#039;sorcerer&#039;&#039; sama &#039;&#039;witch&#039;&#039; aja yang pake Inggris?&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;Dan seingat saya kalau di dunia nyata &#039;&#039;sorcerer/sorceress&#039;&#039; itu pemakai &#039;&#039;sorcery&#039;&#039; dan &#039;&#039;witch&#039;&#039; itu pengguna &#039;&#039;witchcraft&#039;&#039;, jadi bukan menandakan tingkat/kelas, tapi ini ga usah dibahas aja. :|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Besok saya ubah deh. [[User:Undesco|undesco]] ([[User talk:Undesco|talk]]) 10:04, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gimana ya, soalnya kalo di novel fiksi/game online sering kali magician dianggap kelasnya rendah, inferior, atau cuma sekadar penyihir. Kalo udah pake sorceress berarti cabangnya udah lebih banyak di mana pasangan witch adalah warlock/wizard, tentu saja dengan deskripsi yang lebih detail. (ga mau kalah. :p)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau ada padanan kata yang tepat dan ga membingungkan pake Indonesianya aja, jadi magic tetap sihir, faksi tetap faksi. Atau mungkin di akhir-akhir nanti muncul istilah yang mirip-mirip, ya? -_-&#039; &lt;br /&gt;
Magician kalo tetep penyhir juga gpp. Kalo sorcerer dan witch IMO bisa di-italic atau dikapital. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 10:37, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Magic cabal&amp;quot; juga kayanya bakal sering muncul... Jadi &amp;quot;kabal sihir&amp;quot;? Di v1c2 ada satu yang saya kasih catatan juga.  &lt;br /&gt;
 &amp;quot;A Magic Cabal (魔術結社(マジックキャバル) Majutsu Kessha (Majikku Kyabaru)?, lit. &amp;quot;Magic Association&amp;quot;) is a term used to describe independent magical organizations.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Oh, dan kayanya kamu kok ga &#039;&#039;italic&#039;&#039;-i kata-kata bahas Inggris lagi? Saya baru ketularan sekarang lol. [[User:Undesco|undesco]] ([[User talk:Undesco|talk]]) 13:48, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bentar, bentar, udah agak lupa ma ceritanya. Tapi Magic Cabal kira-kira mirip ma apa? Kalo misalnya, diterjemahkan sebagai Komplotan Sihir, bakal rancu ma apa? &lt;br /&gt;
Masih kok. Tapi lagi males aja soalnya ini cuma chit-chat, kalo yang perlu (kayak di forum atau waktu editing di sini) sih masih. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 20:31, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Organisasi-organisasi yang ga ikutan sama Gereja (Anglikan/Katolik/Ortodoks). Kayanya ga ada jenis organisasi lain jadi kalaupun mau diterjemahin jadi komplotan juga bisa... Cuma kalau komplotan itu bagi saya kesannya selalu &#039;&#039;shady&#039;&#039;/jahat (ada &#039;&#039;cabal&#039;&#039; yang cuma tempat ngumpul-ngumpul aja &#039;&#039;so to say&#039;&#039;). Dan &#039;&#039;magic cabal&#039;&#039; di sini sering jadi &#039;&#039;generic noun&#039;&#039;, jadi kalau ditulis &amp;quot;komplotan sihir&amp;quot;...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau pake arti literalnya? asosiasi sihir? :| [[User:Undesco|undesco]] ([[User talk:Undesco|talk]]) 23:42, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asosiasi Sihir juga oke. Tapi kalo misalnya ada organisasi sihir lain dengan istilah selain Magic Cabal yang bisa membuat rancu, mungkin bisa ditambahin ciri khasnya Magic Cabal, misalnya jadi Asosiasi Sihir Rahasia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lel, udah bener-bener amnesia ma Index, soalnya cuma nonton animenya dulu. :p [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 00:09, 11 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ga ada, dan &#039;&#039;magic cabal&#039;&#039; itu nama umum, ada banyak &#039;&#039;magic cabal&#039;&#039; di dunia, jadi ga usah dikapital. Nanti kalau misalnya ketemu kabal sihir di v1c2 ubah aja jadi asosiasi sihir atau gimana. Nanti di v17 kalau ga salah, bakal ada &#039;&#039;cabal reserve army&#039;&#039;, tapi itu ntar aja. Kalaupun sampe sana... [[User:Undesco|undesco]] ([[User talk:Undesco|talk]]) 00:20, 11 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh, iya, sorry. Lupa kalo itu generic noun pas nulis tadi (mbacanya cuma sekilas sih). Ya, ya, ya, kalo ketemu entar diedit.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Talk:To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:_Terminologi&amp;diff=187460</id>
		<title>Talk:To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia: Terminologi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Talk:To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:_Terminologi&amp;diff=187460"/>
		<updated>2012-09-11T05:09:00Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Kalo susah nyari padanan kata untuk magician, sorcerer, dan witch, mending ga usah diterjemahin. Tetep pake Inggris saja. Secara umum sih, sebenarnya magician itu cuma penyihir biasa. Bisa dibilang pemula. Sementara, kalo sorcerer dan witch adalah penyihir yang tingkatannya lebih tinggi di mana sorcerer biasanya adalah laki-laki dan witch biasanya adalah perempuan. Tapi, karena di To Aru Universe tampaknya memiliki makna tersendiri, lebih baik ngikut yang Inggrisnya aja daripada bingung. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terus alchemy=alkimia; alchemist=ahli alkimia. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 09:44, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi dirombak ulang dari awal? Kalau mau tetap bahasa Inggris apa perlu di-&#039;&#039;italic&#039;&#039;? Dan kalau gitu terjemahan untuk magic dan Magic (faksi) gimana? Atau &#039;&#039;sorcerer&#039;&#039; sama &#039;&#039;witch&#039;&#039; aja yang pake Inggris?&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;Dan seingat saya kalau di dunia nyata &#039;&#039;sorcerer/sorceress&#039;&#039; itu pemakai &#039;&#039;sorcery&#039;&#039; dan &#039;&#039;witch&#039;&#039; itu pengguna &#039;&#039;witchcraft&#039;&#039;, jadi bukan menandakan tingkat/kelas, tapi ini ga usah dibahas aja. :|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Besok saya ubah deh. [[User:Undesco|undesco]] ([[User talk:Undesco|talk]]) 10:04, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gimana ya, soalnya kalo di novel fiksi/game online sering kali magician dianggap kelasnya rendah, inferior, atau cuma sekadar penyihir. Kalo udah pake sorceress berarti cabangnya udah lebih banyak di mana pasangan witch adalah warlock/wizard, tentu saja dengan deskripsi yang lebih detail. (ga mau kalah. :p)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau ada padanan kata yang tepat dan ga membingungkan pake Indonesianya aja, jadi magic tetap sihir, faksi tetap faksi. Atau mungkin di akhir-akhir nanti muncul istilah yang mirip-mirip, ya? -_-&#039; &lt;br /&gt;
Magician kalo tetep penyhir juga gpp. Kalo sorcerer dan witch IMO bisa di-italic atau dikapital. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 10:37, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Magic cabal&amp;quot; juga kayanya bakal sering muncul... Jadi &amp;quot;kabal sihir&amp;quot;? Di v1c2 ada satu yang saya kasih catatan juga.  &lt;br /&gt;
 &amp;quot;A Magic Cabal (魔術結社(マジックキャバル) Majutsu Kessha (Majikku Kyabaru)?, lit. &amp;quot;Magic Association&amp;quot;) is a term used to describe independent magical organizations.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Oh, dan kayanya kamu kok ga &#039;&#039;italic&#039;&#039;-i kata-kata bahas Inggris lagi? Saya baru ketularan sekarang lol. [[User:Undesco|undesco]] ([[User talk:Undesco|talk]]) 13:48, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bentar, bentar, udah agak lupa ma ceritanya. Tapi Magic Cabal kira-kira mirip ma apa? Kalo misalnya, diterjemahkan sebagai Komplotan Sihir, bakal rancu ma apa? &lt;br /&gt;
Masih kok. Tapi lagi males aja soalnya ini cuma chit-chat, kalo yang perlu (kayak di forum atau waktu editing di sini) sih masih. [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 20:31, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Organisasi-organisasi yang ga ikutan sama Gereja (Anglikan/Katolik/Ortodoks). Kayanya ga ada jenis organisasi lain jadi kalaupun mau diterjemahin jadi komplotan juga bisa... Cuma kalau komplotan itu bagi saya kesannya selalu &#039;&#039;shady&#039;&#039;/jahat (ada &#039;&#039;cabal&#039;&#039; yang cuma tempat ngumpul-ngumpul aja &#039;&#039;so to say&#039;&#039;). Dan &#039;&#039;magic cabal&#039;&#039; di sini sering jadi &#039;&#039;generic noun&#039;&#039;, jadi kalau ditulis &amp;quot;komplotan sihir&amp;quot;...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau pake arti literalnya? asosiasi sihir? :| [[User:Undesco|undesco]] ([[User talk:Undesco|talk]]) 23:42, 10 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asosiasi Sihir juga oke. Tapi kalo misalnya ada organisasi sihir lain dengan istilah selain Magic Cabal yang bisa membuat rancu, mungkin bisa ditambahin ciri khasnya Magic Cabal, misalnya jadi Asosiasi Sihir Rahasia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lel, udah bener-bener amnesia ma Index, soalnya cuma nonton animenya dulu. :p [[User:Shirayuki|Shirayuki]] ([[User talk:Shirayuki|talk]]) 00:09, 11 September 2012 (CDT)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hakomari_(Indonesia):Jilid_1_Ke-9000_kali&amp;diff=187456</id>
		<title>Hakomari (Indonesia):Jilid 1 Ke-9000 kali</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hakomari_(Indonesia):Jilid_1_Ke-9000_kali&amp;diff=187456"/>
		<updated>2012-09-11T04:45:06Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: /* Ke-9,000 kali */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Ke-9,000 kali==&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa enggak lo bunuh aja?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruaki-kun dengan bercanda menyarankan saran paling dasar ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Balik ke [[Utsuro_no_Hako Bahasa Indonesia:Jilid 1 Ke-8000 kali|Ke-8,000 kali]]&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Utsuro no Hako to Zero no Maria Bahasa Indonesia|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Lanjut ke [[Utsuro_no_Hako Bahasa Indonesia:Jilid 1 Ke-9999 kali|Ke-9,999 kali]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hakomari_(Indonesia):Jilid_1_Ke-0_kali_(2)&amp;diff=187453</id>
		<title>Hakomari (Indonesia):Jilid 1 Ke-0 kali (2)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hakomari_(Indonesia):Jilid_1_Ke-0_kali_(2)&amp;diff=187453"/>
		<updated>2012-09-11T04:38:15Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Shirayuki: /* Ke-0 kali (2) */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Ke-0 kali (2)==&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Aah, aku akan mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku masih hidup untuk waktu yang lumayan lama setelah terpental oleh tabrakan truk, pikiran itu terus-menerus muncul di kepalaku. Aku tidak mungkin selamat terkena tabrakan seperti itu. Aku akan mati. Hidupku berakhir di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ti-Tidak, aku tidak mau itu---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah kata-kata yang terdengar bodoh karena diucapkan olehku yang tidak pernah serius memikirkan konsep tentang kematian, meski aku pernah berpikir untuk mati beberapa kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mati. Untuk berakhir di sini. Tidak ada apa pun yang menantiku. Aku menyadari kengeriannya sekarang, ketika aku hampir mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ini memang harus terjadi, setidaknya terjadilah sebelum cinta mengubah duniaku!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sekarang, aku tahu tentang cinta!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mempunyai tujuan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku belum melakukan apa pun untuk dirinya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---ini terlalu kejam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mhm, situasi ini menarik perhatianku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang pria (wanita?) muncul entah dari mana. Aku tidak tahu bagaimana dia bisa muncul. Lagi pula, kenapa dia bisa berbicara sewajar itu terhadapku? Aku pun tidak bisa merasakan di mana dia berdiri. Seluruh tubuhku terpelintir jadi aku tidak tahu di arah mana aku melihat. Dan meski begitu, orang itu tidak mengalihkan matanya dariku. Situasi ini sangat mustahil. Ah, tidak, itu tidak benar. Aku telah dipindahkan ke suatu tempat yang tidak kukenali dan sekarang sedang berdiri di depan orang itu. Aku tidak tahu di mana aku berada. Walaupun aku tidak mendapat kesan apa pun dari tempat ini, tapi ini adalah tempat yang spesial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan salah sangka, aku tidak membicarakan tentang kecelakaanmu. Kecelakaan seperti itu biasa dan sering terjadi di mana pun di seluruh dunia. Apa yang menarik perhatianku adalah kecelakaan ini terjadi di dekat anak laki-laki yang membuatku tertarik.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang dibicarakannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kudengar kau akan melihat pengulangan dari kehidupanmu ketika kau akan mati, tapi aku tidak pernah mendengar kalau aku akan dibawa ke tempat aneh seperti ini dan berbicara dengan orang aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa dia itu pencabut nyawa atau sejenisnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang tidak mirip dengan siapapun, meski menyerupai semua orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi satu hal yang pasti. Dia itu menawan. Penampilannya, suaranya, baunya memikatku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku ingin melihat bagaimana anak itu bereaksi terhadap &#039;box&#039; yang digunakan di sekelilingnya. Ah, tapi tentu saja aku juga tertarik bagaimana kau menggunakan &#039;box&#039; itu. Lagi pula aku tertarik pada seluruh umat manusia. Yah, tapi tentu saja kau hanya seorang «tambahan».&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengatakan hal-hal yang tidak kumengerti, orang itu tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa kau punya sebuah permohonan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Permohonan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja aku punya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini adalah &#039;box&#039; yang mengabulkan permohonan apa pun.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menerimanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku segera menyadari kalau benda ini sungguhan. Oleh karena itu, aku memutuskan untuk tidak melepaskan &#039;box&#039; ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kumohon, jika aku tidak bisa mengubah akhir hidupku ini, setidaknya, biarkanlah aku mengulanginya beberapa kali. Tidak apa-apa meski itu hanya kemarin. Ada sesuatu yang masih belum kulakukan. Bahkan jika hanya kemarin, aku bisa menyatakan perasaanku. Jika aku bisa melakukannya, aku yakin kalau aku tidak akan menyesal. Tidak peduli apa pun jawabannya, aku tidak akan menyesal. Kumohon, kembalikan waktunya sedikit. aku sadar kalau itu mustahil. Tapi tetap saja, itulah permohonanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku memohon begitu, &#039;box&#039;-nya terbuka seperti mulut seekor karnivora dan menghilang, bersatu dengan tempat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baiklah. Seperti ini pun tidak apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Fufu--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang dengan senyuman yang menawan itu mengomentari permohonanku dengan sebuah kalimat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;--&amp;lt;u&amp;gt;Itulah yang kau dapat karena membatasi dirimu sendiri.&amp;lt;/u&amp;gt;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dia menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan aku terlempar keluar dari tempat spesial yang tidak meninggalkan kesan sedikit pun terhadapku itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sampai di sebuah ruangan yang diselimuti dengan kegelapan, yang bau busuknya menyengat hidungku seperti puluhan mayat telah ditinggalkan di sana. Itu adalah ruangan yang sangat menjijikkan, hingga penjara pun akan terlihat seperti surga jika dibandingkan. Aah, jika aku berada di sini meski hanya satu jam aku bisa pingsan. Tapi ruangannya mulai berubah warna menjadi putih. Warna putihnya membuatku tidak bisa melihat batas-batas dari ruangan ini. Lalu, seperti seseorang menyalakan dupa yang terbuat dari gula, sebuah wangi yang manis menghapus bau busuk itu. Setiap kali aku berkedip, benda-benda yang diperlukan di ruang kelas seperti papan tulis, meja, dan kursi bermunculan. Ruangannya selesai diisi, dan yang tersisa hanyalah untuk memanggil aktor yang diperlukan. Memasukkan orang-orang yang memasuki ruang kelas kami kemarin. Jika itu telah selesai, aku bisa mengulanginya. Aku bisa mengulangi hari kemarin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tidak peduli seberapa bersihnya, tempat ini masih merupakan ruangan yang lebih buruk dibandingkan penjara mana pun itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dunia setelah kematianku, dibungkus dengan harapan yang putih, putih, dan putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, ya. Jika aku sepertinya tidak bisa mencapai tujuanku---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---aku akan menghancurkan &#039;box&#039; ini sendiri. Sebelum dekorasi yang indah ini menghilang, menunjukkan pemandangan yang menjijikkan itu padaku sekali lagi.&amp;lt;/i&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Balik ke [[Utsuro_no_Hako Bahasa Indonesia:Jilid 1 Ke-27755 kali (4)|Ke-27,755 kali (4)]]&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Utsuro no Hako to Zero no Maria|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Lanjut ke [[Utsuro_no_Hako Bahasa Indonesia:Jilid 1 Ke-5000 kali|Ke-5,000 kali]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Shirayuki</name></author>
	</entry>
</feed>