<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="en">
	<id>https://www.baka-tsuki.org/project/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=TheDarkID</id>
	<title>Baka-Tsuki - User contributions [en]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://www.baka-tsuki.org/project/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=TheDarkID"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Special:Contributions/TheDarkID"/>
	<updated>2026-05-13T20:50:57Z</updated>
	<subtitle>User contributions</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.1</generator>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_2_Bab_3&amp;diff=237324</id>
		<title>Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 3</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_2_Bab_3&amp;diff=237324"/>
		<updated>2013-03-28T08:36:33Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;TheDarkID: /* Bagian 1 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Incomplete}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Gadis Embun Pagi (Lantai ke-22 Aincrad, Oktober 2024)==&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
Asuna selalu menyetel alarm paginya ke pukul tujuh lewat lima puluh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kamu bertanya mengapa pada pukul tersebut, ini karena alarm pagi Kirito yang berbunyi tepat pada pukul delapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagi ini, Asuna sekali lagi terbangun dengan suara lembut dari instrumen tiup kayu dan terus berbaring, menatap wajah tidur Kirito sambil merebahkan kepalanya di atas tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia jatuh cinta setengah tahun yang lalu. Mereka menjadi partner clearing dua minggu yang lalu. Dan baru enam hari berlalu semenjak mereka menikah dan pindah ke tempat ini, di dalam hutan lantai ke dua puluh dua. Meskipun sebagai pasangan tercintanya, masih banyak hal tentang Kirito yang tidak dia ketahui. Sempat, sambil mengintip wajah tidurnya, dia pelan-pelan menjadi ragu akan usianya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baru beberapa waktu lalu, karena sifatnya yang tidak peduli dan suka menyendiri, ia menduga bahwa dia seharusnya lebih sedikit tua darinya. Namun, melihat kirito, lelap dalam tidur, dengan kepolosan yang begitu naif, membuat dirinya hanya dapat dilihat seperti anak yang masih kecil, tidak lebih tua dari dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menanyakan hal seperti usia mungkin— bukanlah masalah. Namun, melanggar batas ke permasalahan di dunia nyata kuranglah disukai, dan lagipula, keduanya telah menjadi suami istri. Daripada usia, bertemu lagi setelah kembali ke dunia nyata, bertukar informasi dari nama dan alamat asli sampai ke rincian kontak, akan lebih meyakinkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun tetapi, Asuna kurang cukup berani untuk mengatakannya dengan suara keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia takut kalau membicarakan permasalahan dunia nyata, «kehidupan pernikahan» ini akan terasa hanyalah seperti khayalannya yang bukan-bukan. Untuk Asuna yang sekarang, satu kenyataan yang paling penting baginya, adalah hari-hari lembut di rumah hutan ini; bahkan jika tidak bisa lari dari dunia ini, dengan tubuh mereka yang di dunia nyata menyambut kematian, ia masih akan tetap puas, dapat terus hidup seperti ini sampai akhir, meninggalkan dunia ini tanpa penyesalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah sebabnya dia enggan untuk bangun dari mimpi ini dulu— Berpikir demikian, Asuna perlahan mengulurkan tangannya dan membelai wajah tidur Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biarpun begitu, wajah tidur itu memanglah kekanak-kanakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, sudah memang sewajarnya kemampuan Kirito tidak perlu diragukan. Dengan jumlah pengalaman yang sangat besar dari saat bermain pada masa beta test, serta status numerik yang didapat lewat pertempuran yang tidak ada hentinya, dan menggunakan semua itu secara efektif, penilaian dan tekad. Dia mungkin kalah kepada pemimpin Knight of the Blood, «Holy Sword» Heathcliff, tapi Kirito adalah pemain terkuat yang pernah di kenal Asuna. Meski bagaimanapun meburuknya kondisi di medan perang, dia tidak akan pernah merasa takut dengannya yang berada di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, saat ia menatap Kirito yang baring tergelung, entah bagaimana ada satu perasaan yang dengan begitu kuat berusaha untuk keluar dari dadanya bahwa dia hanya seperti adik kecil yang naif dan rapuh. Perasaan bahwa ia harus melindunginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil bernafas dengan lembut, Asuna membungkuk, menyelubungi tubuh Kirito dengan tanganya. Dengan pelan dia kemudian berbisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito… Aku cinta kamu. Tinggallah bersamaku selamanya, oke?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, Kirito bergerak dengan pelan, dan perlahan membuka kelopak matanya. Pasangan itu saling bertukar pandang, dengan wajah mereka yang didepan satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Waa!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna segera mundur dengan panik. Mengalihkan dirinya ke sikap berlutut pada tempat tidur, dia kemudian berbicara dengan wajah yang tersipu malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Se-Selamat Pagi, Kirito, …Apakah kamu… dengan yang baru aku bilang…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selamat pagi. Tadi… eh, emang ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghadap Kirito yang bangkit dan menjawab sambil menahan menguap, Asuna dengan kuat menggoyangkan-goyangkan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-Tidak, tidak ada apa- apa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyelesaikan sarapan pagi telor ceplok dengan roti gandum, salad dan kopi dan merapikan meja dalam beberapa detik, Asuna kemudian menepuk kedua tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah! Kemana kita akan bermain hari ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh, kamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Kirito tersenyum kecut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan membicarakan hal itu dengan begini,&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi setiap hari telah sangatlah menyenangkan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah pemikiran Asuna yang nyata dan murni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpikir kebelakang hanyalah membawa duka, tetapi dalam satu setengah tahun, dari saat ia menjadi tawanan SAO sampai ia jatuh cinta dengan Kirito, Asuna telah menempa dan mengeraskan hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengorbankan tidur untuk meningkatan skillnya, dipilih menjadi sub-leader dari clearing guild, Knights of the Blood, dia telah terjun ke banyak labirin dengan begitu cepatnya bahkan cukup untuk membuat anggotanya menyerah pada sesekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua yang ada dihatinya itu hanyalah semata mata untuk menyelesaikan game ini dan melarikan diri; sehingga ia berkesimpulan bahwa semua aktivitas lain yang tidak berhubungan dengan itu adalah sia sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pemikiran yang seperti ini, Asuna tidak bisa berbuat apa apa kecuali menyesal tidak bertemu Kirito lebih awal. Hari- hari setelah bertemu dengan Kirito sangatlah berwarna, penuh dengan begitu banyak kejutan yang bahkan melewati kehidupannya yang lalu di dunia nyata. Jika bersama Kirito, semua waktu yang telah dihabiskan disini dapat dianggap sebagai pengalaman yang langka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah sebabnya bagi Asuna, akhirnya bisa mendapakatkan hari dimana mereka berdua dapat menghabiskan waktu bersama, tiap tiap detik dapat dianggap perhiasan berharga dengan sendirinya. Dia ingin pergi, sebagai pasangan, ke banyak dan lebih banyak tempat lagi bersama dan membicarakan banyak hal yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna meletakkan tangannya di pinggang dan berbicara sambil cemberut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah Kirito-kun tidak ingin pergi ke suatu tempat dan bermain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam menanggapi itu, Kirito tersenyum lebar dan melambaikan tangan kirinya, memanggil peta. Mengubahnya menjadi modus visible, dia menunjukkannya kepada Asuna&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tepat disekitar ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang ditunjuk adalah sudut hutan, tidak terlalu jauh dari rumah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjadi salah satu dari lantai bawah, Lantai ke-dua puluh dua cukuplah luas. Diameter dari  seluruh wilayah ini mungkin lebih dari delapan kilometer. Sebuah danau raksasa berada di tengah dan sampai ke pantai selatan, disana terdapat kota utama, «Coral» Village. Di pantai utara terdapat labyrinth. Sisa dari wilayah tersebut ditutupi oleh hutan konifera yang indah. Rumah kecil milik Asuna dan Kirito berada di dalam sebuah area di tepi selatan lantai ini, dan apa yang sekarang ditunjuk Kirito sekitara dua kilometer jauhhnya, di arah timur laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini adalah tentang rumor yang aku dengar di desa kemarin.. Dibagian ini, dimana hutan menebal...”itu” tampaknya akan keluar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepada Kirito yang sedang tersenyum halus, Asuna dengan ragu menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apanya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...H-Hantu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna diam sejenak, dengan takut dia bertanya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Itu berarti, seekor monter dari tipe Astral?Sesuatu seperti roh atau banshee?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan, ini hantu asli. Seorang player... jadi, roh manusia. Sepertinya seorang wanita.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aah...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tanpa sadar menjengit. Mengarah ke topik seperti ini, Asuna hanya yakin bahwa dia akan terpengaruh jauh lebih buruk dari rata-rata orang. Dia cukup tidak baik dengan itu bahkan sampai memikirkan alasan yang sembarangan untuk tidak mengikuti clearing labirin kastil tua, membentangi lanti enam puluh lima dan enam puluh enam yang terkenal karena tema horornya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-Tapi lihat, ini adalah dunia maya permainan. Sesuatu seperti— hantu keluar, sesuatu seperti ini tidak akan pernah terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memaksa dirinya untuk tetap tersenyum, dia mulai memprotes dengan suara keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Paling cuma sedikit dari itu yang benar, ya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun untuk Kirito, yang tahu bahwa Asuna lemah terhadap hantu, ia dengan antusias lanjut menyerang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Misalnya… Seorang pemain yang mati dengan penyesalan, merasuki NervGear yang masih dipakai dan aktif… mengeluyuri wilayah, malam demi malam…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hentik--!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wahahaha, maaf, ini hanya lelucon buruk. Yah, aku ragu kalau roh akan benar-benar muncul, tapi kalau kita mau pergi ke suatu tempat, lebih baik menuju ke tempat yang lebih tinggi memiliki kemungkinan untuk terjadi sesuatu, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aaah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengerutkan bibirnya memberi muka masam, Asuna mengganti fokusnya ke luar jendela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun musim dingin yang mendekati, cuacanya sangat baik. Sinar matahari terasa hangat dan lembut, membasuh halaman kebun. Waktu yang paling tidak cocok untuk acara seperti penampakan hantu. Karena bagaimana Aincrad terancang, meskipun tidak mungkin untuk melihat matahari secara langsung kecuali pada awal pagi dan sore, berkat pencahayaan sekitar yang memadai, wilayahnya jelas ternyala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berbalik ke arah Kirito dan menjawab, dengan kepalanya yang terangkat tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, Mari kita pergi. Untuk membuktikan kalau sesuatu seperti hantu tidaklah nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi begitu, --Kalau kita tidak menemukannya hari ini, lain kali kita akan pergi di tengah malam, oke?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin!! ….Aku  tidak akan membuatkan makanan untuk orang yang jahat seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gah, lupakan itu. Kau tidak mendengar apa-apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercemberut kepada Kirito untuk terakhir kalinya, Asuna kemudian tersenyum lebar dan tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, mari kita selesaikan persiapan. Aku akan memanggang ikan, jadi Kirito-kun potong rotinya, oke?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cepat memasukkan kotak makan siang dengan burger ikan,sekitar jam sembilan pagi ketika mereka meninggalkan rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melangkah ke rumput di kebun, Asuna berbalik kembali ke Kirito dan berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei, biarkan aku naik di bahumu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Biarkan kamu naik di bahuku!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito menjawab liar, kembali bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau lihat, selalu melihat dari ketinggian yang sama serasa membosankan seharusnya menjadi lebih mudah dengan status kekuatan fisik Kirito-kun, kan?.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, mungkin itu benar ... Ya ampun, berapa umurmu ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Usia tidak ada hubungannya dengan itu Bukankah itu benar? Lagipula tidak ada yang melihat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ba-baiklah, kurasa ..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkejut, Kirito berjongkok dan berbalik ke arah Asuna sambil geleng-geleng kepala. Mengangkat roknya, dia mengangkat kakinya ke bahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Di sana kita pergi. Tapi aku akan pastikan untuk memukulmu jika kamu melihat ke belakang, Ok..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankah jadi tidak masuk akal ...?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggerutu tentang situasi, Kirito dengan gesit berdiri, sehingga tampak kenaikan dalam sudut pandang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Waa! Lihat, kamu bahkan dapat melihat danau dari sini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak bisa melihatnya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau begitu aku akan melakukannya untukmu nanti juga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menempatkan tangannya di atas kepala Kirito, yang telah merosot lebih karena kelelahan atas kejadian tersebut, Asuna berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sekarang, saatnya untuk berangkat!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertawa riang kapal bahu Kirito, yang terus berjalan ke depan, Asuna mampu memahami betapa berharganya hari ini, mampu hidup bersama. Dia sepenuh hati bisa percaya bahwa ini adalah saat ia merasa paling «hidup» di semua tujuh belas tahun dari hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berjalan di sepanjang jalan-Kirito adalah satu-satunya yang benar-benar berupaya, tapi-Setelah sekitar sepuluh menit, salah satu danau yang menghiasi lantai dua puluh dua akhirnya datang di hadapan. Mungkin tergoda akan cuaca lembut, sudah ada beberapa player yang berada di sana sejak pagi, casting ke danau, umpan menggantung di air. Jalan meringkuk di sekitar danau, menuju tanjakan, cukup jauh dari tepi danau. Tapi saat mereka mendekat, melihat player yang berpaling ke arah mereka dan melambaikan tangan. Tampaknya setiap orang yang mereka lihat tersenyum pada mereka dan beberapa bahkan tertawa keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Ini tidak seperti yang banyak orang lihat!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahaha, sehingga ada orang-orang di sekitar ... Hei, Kirito-kun, lambaikan tangan pada mereka juga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak ada cara aku akan melakukannya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski mengeluhkan, Kirito tidak menunjukkan tanda-tanda ingin membiarkan Asuna turun. Asuna mengerti bahwa dia benar-benar geli oleh pergantian peristiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalan ke bawah yang miring, ke arah kanan, menuju ke dalam hutan. Tentu melalui celah antar pohon konifer besar yang menyerupai cedar, menjulang di atas segalanya, mereka berjalan beriringan. Gemerisik daun, dan kicau burung kecil terdengar di sungai kecil. Semua suara ini menjabat sebagai pelengkap untuk pemandangan hutan, yang menjadi satu dalam warna-warna musim gugur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berpaling matanya ke arah puncak pohon, yang lebih dekat daripada biasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pohon itu pasti besar ... Hei, apakah kamu pikir kamu bisa mendaki itu ...?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm ... Mm ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam menanggapi permintaan Asuna tersebut, Kirito memikirkannya untuk sementara waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini mungkin dalam batas-batas dari sistem ... Ingin mencobanya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nah, mari kita tinggalkan itu untuk waktu berikutnya-Sekarang. Aku berpikir tentang mendaki.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna membentangkan tubuhnya yang berada pada bahu Kirito dan memandang ke arah tepi luar Aincrad, melalui celah-celah di antara pepohonan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hal-hal di sekitar tepi, orang-orang yang terlihat seperti mendukung, mereka terhubung sepanjang jalan ke lantai berikutnya, benar? aku bertanya-tanya ...? Apa yang akan terjadi jika kita naik dari situ?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, aku pernah mencoba itu sebelumnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eeh!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengendalikan tubuhnya, dia berbalik dan menatap Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa kau tidak mengundangku juga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yah, itu ketika kita tidak mengenal satu sama lain dengan baik.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa, itu hanya karena Kirito-kun terus melarikan diri.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... A-Apakah aku benar-benar melakukan hal tersebut?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu benar aku selalu mencoba mengundangmu,. Tapi kau bahkan tidak mau menemaniku untuk minum teh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I-Itu ... Ba-baiklah, jika seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian percakapan yang mulai aneh kembali ke topik semula, Kirito melanjutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jika kau menilai berdasarkan hasil murni, itu adalah kegagalan. Memanjat dari bagian batu-batu yang kasar sangat mudah,. Tapi setelah naik sekitar delapan puluh meter, pesan kesalahan muncul, &#039;Anda tidak bisa melampaui daerah ini&#039; dan membuatku jengkel. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah ha ha, jadi seperti yang diharapkan, kecurangan tidak bekerja, ya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini bukan bahan tertawaan, tanganku tergelincir. terkejut dan aku jatuh dari ketinggian ....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;E-Eh!? Bukankah kamu bisa mati karena sesuatu seperti itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya. Aku pikir aku akan ditakdirkan mati dan tertulis dalam daftar pemain yang tewas dalam aksi, akan tetapi aku dengan segera menggunakan kristal teleport..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya ampun, itu berbahaya. Pastikan dirimu tidak mengulanginya, Ok?.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itulah yang ingin kukatakan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berjalan-jalan sambil bertukar percakapan tanpa tujuan, hutan berangsur-angsur menjadi lebih padat. Bahkan teriakan burung yang mulai samar-samar, serta sinar matahari melalui pepohonan mulai memudar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memandang berkeliling sekali lagi, ia mempertanyakan Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei, itu ... tempat dalam rumor, apakah jalan itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yah, itu ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito melambaikan tangannya, memeriksa posisi mereka di peta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, kita cukup dekat dengan tujuan kita dan akan mencapainya dalam beberapa menit..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm ... Hei, tentang kasus ini, apakah ada rincian tentang hal tersebut?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak benar-benar ingin mendengar tentang hal itu, tapi tidak tahu apa yanng membuatnya seperti gelisah, dan mendorong dia untuk bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nah, sekitar seminggu yang lalu, seorang pengrajin kayu (woodcraft) telah datang ke sini untuk mengumpulkan beberapa kayu. Kayu yang dapat dipanen dari hutan ini adalah kualitas yang cukup bagus,. Dan sementara pemain sibuk dalam tugasnya , hari mulai gelap ... Pemain bergegas untuk kembali, tetapi tertutup oleh naungan pohon-pohon ... dan ada pemandangan sekilas putih. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini sudah batas untuk Asuna, namun Kirito tanpa ampun melanjutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pemain bingung berpikir bahwa itu adalah sebuah monster, tapi rupanya bukan itu, itu adalah manusia, atau lebih tepatnya, seorang gadis kecil, sebagai pemain telah disebutkan.. Panjang, rambut hitam pada pakaian putih. Perlahan berjalan menuju rumpun pohon. Kalau bukan rakasa, itu hanya bisa menjadi pemain, pemain berpikir, menatap padanya. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;-Tidak ada kursor.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ee ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah teriakan lembut sengaja bocor keluar dari tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak ada cara yang mungkin Meskipun berpikir bahwa, pemain semakin dekat.. Dan bahkan memanggilnya. Melakukan hal itu, gadis itu berhenti semua gerakan ... dia secara bertahap berbalik ke arahnya ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Th-Th-Itu e-eno ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu, pria itu akhirnya melihat Gadis itu,. Sebagai cahaya bulan bersinar turun ke baju putihnya, pohon-pohon di sampingnya-bisa dilihat langsung melalui dirinya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;-!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyesakkan jeritan, Asuna mencengkeram rambut ke Kirito erat-erat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini adalah akhir dari saya jika dia berbalik, dia berpikir dan lari. Akhirnya mendapatkan pergi cukup jauh untuk melihat cahaya dari desa, ia menduga bahwa ia aman dan berhenti ... mengi, ia berbalik untuk melihat ke belakang .. . &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;- H!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan tidak ada siapa pun di sana Dan dia hidup bahagia selamanya..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Ki-Ki-Kirito-kun, idiot-!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melompat turun dari bahunya, dia mengangkat tinjunya, serius bersiap-siap untuk melepaskan pukulan di punggungnya-saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jauh di dalam kedalaman hutan, suram, meskipun itu masih tengah hari, pada jarak dari pasangan, sesuatu yang putih mengintip mereka dari sisi batang pohon konifer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diserang oleh aura menyenangkan, Asuna menjadi membeku ketakutan. Bahkan jika itu tidak sebanyak itu Kirito, keterampilan persepsi Asuna itu juga, agak disempurnakan melalui pengalaman. Pasif Toggling penggunaan keterampilan, dia bisa meningkatkan kejelasan apa pun yang dia berfokus pada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu putih tampak berkibar tertiup angin. Itu bukan tanaman. Atau batu. Tapi kain. Atau dengan kata secara rinci, itu adalah salah satu bagian gaun dengan garis-garis yang berbeda. Mengintip keluar dari hem dua ramping, panjang kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu masih berdiri. Hampir sama Kirito telah dijelaskan, dia adalah seorang gadis muda mengenakan gaun satu potong putih, tidak bergerak, diam-diam menatap pasangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa pingsan karena kesadarannya luntur, Asuna agak berhasil membuka mulutnya. Dia membiarkan keluar bisikan serak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ki ... Kirito-kun, di sana.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito segera diikuti tatapan Asuna itu. Segera, dia juga, membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Th-Ini harus menjadi kebohongan ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu tidak bergerak. Berdiri kira-kira sepuluh meter dari pasangan, tatapannya tertuju pada mereka. Pada saat itu, Asuna menguatkan dirinya sendiri, berpikir bahwa ia pasti akan pingsan jika gadis itu datang lebih dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh gadis itu bergoyang-goyah. Seperti boneka mekanis yang telah kehabisan energi, ia jatuh ke tanah, dengan gerakan seperti itu dari makhluk hidup. Sebuah bunyi cahaya lembut bergema keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ada ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, Kirito menyipitkan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak ada cara seperti itu hantu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan berlari sambil berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Wa-Tunggu, Kirito-kun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun permohonan untuk berhenti dari Asuna yang tertinggal, Kirito bergegas menuju gadis jatuh, bahkan tanpa melihat ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya ampun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna enggan berdiri dan mengejarnya. Meski hatinya masih gemetar, ia belum pernah mendengar tentang hantu yang bisa pingsan dan jatuh. Itu tidak bisa apa-apa kecuali pemain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlambat beberapa detik, setelah mencapai tempat teduh di bawah pohon konifera, dia menemukan gadis itu sudah membuai dalam lengan Kirito itu. Dia masih tak sadarkan diri. Matanya, dinaungi oleh bulu mata yang panjang, masih ditutup, dengan tangan lemah tergantung lurus ke bawah. Menatap dengan sungguh-sungguh atas sosoknya, dibungkus gaun, bagian satu Asuna menegaskan kembali bahwa itu tidak tembus dengan cara apapun.Rambut hitam panjang dengan pakaian putih. Perlahan berjalan menuju rumpun pohon. Jika bukan rakasa, itu hanya salah seorang player, player berpikir, dan melihat padanya. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;-Tidak ada kursor.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ee ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah teriakan lembut sengaja keluar dari tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak ada cara untuk memastikan. Meskipun berpikir, player tersebut semakin dekat.. Dan memanggilnya. Melakukan hal tersebut, membuat gadis itu ... dam dia secara bertahap berbalik ke arahnya ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I-I-Itu cu-cuku ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu, pria itu akhirnya melihat Gadis itu,. Sebagai cahaya bulan bersinar turun ke baju putihnya, pohon-pohon di sampingnya-bisa dilihat langsung melalui dirinya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;-!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mencengkeram rambut ke Kirito erat-erat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini adalah akhir dariku jika dia berbalik, dia berpikir dan lari. Akhirnya setelah pergi cukup jauh untuk melihat cahaya dari desa, ia menduga bahwa ia aman dan berhenti ... Kemudian, ia berbalik untuk melihat ke belakang .. . &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;- H!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan tidak ada siapa pun di sana Dan dia hidup bahagia selamanya..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Ki-Ki-Kirito-kun, idiot-!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melompat turun dari bahunya, dia mengangkat tinjunya, bersiap-siap untuk melepaskan pukulan di punggungnya saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jauh di dalam kedalaman hutan, yang suram, meskipun itu masih tengah hari, pada jarak dari pandangan, sesuatu yang putih mengintip mereka dari sisi batang pohon konifer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diserang oleh aura tidak menyenangkan, Asuna menjadi membeku ketakutan. Walaupun itu tidak seperti Kirito, keterampilan persepsi Asuna juga agak disempurnakan melalui pengalaman. Ketika &amp;lt;&amp;lt;Pasif Toggling&amp;gt;&amp;gt; digunakan , dia bisa meningkatkan kejelasan apa pun yang dia berfokus pada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu berwarna tampak berkibar tertiup angin. Itu bukan tanaman. Atau batu. Tapi kain. Atau dengan kata secara rinci, itu adalah salah satu bagian gaun dengan garis-garis yang berbeda. Sambil mengintip keluar dari hem sepasang kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu masih berdiri. Hampir sama sperti yang Kirito jelaskan, dia adalah seorang gadis muda mengenakan gaun satu potong putih, tidak bergerak, diam-diam menatap pasangan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa pingsan karena kesadarannya luntur, Asuna agak berhasil membuka mulutnya. Dia membiarkan keluar bisikan serak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ki ... Kirito-kun, di sana.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito segera diikuti tatapan Asuna itu. Segera, dia juga, membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I-Ini pasti bohongan ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu tidak bergerak. Berdiri kira-kira sepuluh meter dari mereka, tatapannya tertuju pada mereka. Pada saat itu, Asuna menguatkan dirinya sendiri, berpikir bahwa ia pasti akan pingsan jika gadis itu datang lebih dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh gadis itu bergoyang-goyah. Seperti boneka mekanis yang telah kehabisan energi, ia jatuh ke tanah. Sebuah bunyi cahaya lembut bergema keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, Kirito menyipitkan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak mungkin itu hantu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan berlari sambil berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tu-Tunggu, Kirito-kun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun permohonan untuk berhenti dari Asuna yang tertinggal, Kirito bergegas menuju gadis yang jatuh itu, bahkan tanpa melihat ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya ampun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna dengan enggan berdiri dan mengejarnya. Meski hatinya masih gemetar, ia belum pernah mendengar tentang hantu yang bisa pingsan dan jatuh. Itu tidak mungkin kecuali pemain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlambat beberapa detik, setelah mencapai tempat teduh di bawah pohon konifera, dia menemukan gadis itu sudah membuai dalam lengan Kirito itu. Dia masih tak sadarkan diri. Matanya, dinaungi oleh bulu mata yang panjang, yang tertutup, dengan tangan lemah tergantung lurus ke bawah. Menatap dengan sungguh-sungguh atas sosoknya, dibungkus gaun, dan Asuna menegaskan kembali bahwa itu tidak tembus dengan cara apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ap-apa dia baik-baik saja?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito berbicara, mengintip ke wajah gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nah, jujur.. tidak perlu bernapas di dunia ini, begitu pun detak jantung&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam SAO fungsi fisiologis manusia dapat direproduksi, tetapi dihilangkan. Hal ini dimungkinkan untuk sengaja menarik nafas, bersama dengan sensasi udara yang berhembus melalui saluran pernafasan, tetapi avatar tidak perlu bernapas secara sadar dan tidak akan melakukannya. Demikian juga detak jantung, meskipun detak jantung terasa semakin kencang melalui ketegangan dan kegembiraan, tidak ada cara untuk merasakan yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi tetap saja, dia tidak menghilang... jadi kurasa dia masih hidup. Tapi ini... jelas saja aneh...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Asuna selesai berkomentar, Kirito memiringkan kepalanya ke samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang Aneh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia tidak mungkin hantu, berhubung aku bisa menyentuhnya seperti ini. Tapi kursornya... masih belum muncul...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahh...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna sekali lagi mengkonsentrasikan pengelihatannya ke badan gadis itu. Bagaimanapun, kursor berwarna akan segera muncul ketika objek di Aincrad, seperti player, monster, maupun NPC ketika ditargetkan, tidak terjadi disaat ini. Itu fenomena yang tidak pernah terjadi sampai sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apakah mungkin bug, atau semacam itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mungkin benar. Dalam situasi seperti ini, Seseorang biasanya menghubungi GM di permainan online lain, tapi tidak ada GM dalam SAO... Tetap saja, bukan kursornya saja. Untuk seorang pemain, dia masih sangat muda.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu benar. Tubuh yang ditahan Kirito luar biasa kecil. Dia tidak terlihat lebih tua dari 10 tahun. Seharusnya ada batasan usia ketika menyeting Nerve Gear, sebelum bisa sign up, melarang anak kecil, mungkin dibawah 13 tahun, untuk bisa menggunakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengulurkan tangannya dengan lembut, mengusap dahi gadis itu. Rasanya agak dingin dan halus saat disentuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mengapa.. ada gadis semuda ini didalam SAO..?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggigit bibirnya dengan kuat, Kirito berbicara saat ia bangkit berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Untuk saat ini, kita tidak bisa hanya meninggalkan dia sendirian. Kita harus mendapat sesuatu ketika dia bangun. Ayo kita membawanya kembali bersama kita.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;ya, Itu benar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito berdiri sambil membawa gadis itu di tangannya. Asunai santai menoleh sekitarnya, namun tidak mampu menemukan apapun selain tunggul kayu besar yang busuk, dia tidak berhasil mengetahui alasan keberadaan gadis itu di daerah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berlari hampir seluruh jalan, tapi gadis itu tidak sadar, bahkan setelah mereka keluar dari hutan dan kembali ke rumah. Meletakkan gadis itu di tempat tidur Asuna dan menyelimutinya, pasangan itu duduk, berdampingan, di tempat tidur yang berdekatan milik Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada keheningan sesaat di udara, sebelum Kirito dengan santai memecah kesunyian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nah, ada satu hal yang kita bisa yakin, itu adalah dia bukan NPC karena kita bisa membawanya kesini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya... itu benar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
NPC dibawah kendali sistem memiliki posisi tetap mereka masing-masing dam rentang koordinat tertentu dan dengan demikian, tidak dapat dipindahkan sesuai dengan keinginan pemain. Jika pemain mencoba menyentuh atau memegang mereka, jendela laporan pelecehan akan muncul dalam hitungan detik, memberi pemain kejutan menyakitkan dan meniup mereka pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengangguk ringan setuju dengan kesepakatan Asuna, dilanjutkan dengan potongan oleh Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;{{SAOIndo Nav|prev=Jilid 2 Bab 2|next=Jilid 2 Bab 4}}&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>TheDarkID</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_(Indonesia)&amp;diff=237316</id>
		<title>Sword Art Online (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_(Indonesia)&amp;diff=237316"/>
		<updated>2013-03-28T07:57:35Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;TheDarkID: /* Penerjemah */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:Sword_Art_Online_Vol_01_cover.jpg|thumb|Cover Jilid 1]]&lt;br /&gt;
Sword Art Online (ソードアート・オンライン) adalah seri light novel yang ditulis oleh Reki Kawahara dan diilustrasikan oleh Abec. &amp;lt;br&amp;gt;Sampai saat ini ada 11 jilid novel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sword Art Online ditulis sebagai web novel dengan nama pena &amp;quot;Kunori Fumio&amp;quot; sejak 2002, dan dipublikasikan tahun 2009 bersamaan dengan [[Accel World|Accel World]], di bawah label Dengeki Bunko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;DILARANG KERAS MENJUAL TERJEMAHAN INI DALAM BENTUK APAPUN. INI ADALAH TERJEMAHAN GRATIS OLEH PENERJEMAH DAN PENYUNTING BUKAN UNTUK KEGIATAN KOMERSIAL&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri Sword Art Online juga terdapat dalam bahasa-bahasa berikut ini:&lt;br /&gt;
*[[Sword_Art_Online|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Sword_Art_Online_~Deutsche_Version~|Deutsch (German)]]&lt;br /&gt;
*[[Sword_Art_Online_PL|Polski (Polish)]]&lt;br /&gt;
*[[Sword_Art_Online_~Russian_Version~|Русский (Russian)]]&lt;br /&gt;
*[[Sword_Art_Online_~Italian_Version~|Italiano (Italian)]]&lt;br /&gt;
*[[Sword_Art_Online_~Brazilian_Portuguese~|Português Brasileiro (Brazilian Portuguese)]]&lt;br /&gt;
*[[Sword_Art_Online_~Vietnamese_Version~|Tiếng Việt (Vietnamese)]]&lt;br /&gt;
*[[Sword_Art_Online_~Versión_Española~|Español (Spanish)]]&lt;br /&gt;
*[[Sword_Art_Online_(Français)|Français (French)]]&lt;br /&gt;
*[[Sword_Art_Online_Saling Tagalog|Filipino (Tagalog)]]&lt;br /&gt;
*[[Sword_Art_Online_BE|Nederlands (Dutch)]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis Cerita==&lt;br /&gt;
Mustahil melarikan diri sebelum game diselesaikan; &#039;Game Over&#039; sama artinya dengan «kematian»&amp;amp;mdash;.&amp;lt;br&amp;gt; &lt;br /&gt;
Tanpa mengetahui «kebenaran» dari MMO (Massively Multiplayer Online) generasi selanjutnya , «Sword Art Online(SAO)», sekitar sepuluh ribu orang masuk bersamaan, membuka tirai game kematian yang kejam ini.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Bermain sendirian dalam SAO, sang karakter utama Kirito dengan segera menerima «kebenaran» dari MMO ini.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Dan di dalam dunia game tersebut, sebuah kastil raksasa yang melayang bernama «Aincrad», dia membedakan dirinya sebagai solo player.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Bertujuan untuk menyelesaikan game tersebut dengan mencapai lantai teratas, Kirito dengan penuh risiko bermain sendirian.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Karena dipaksa oleh seorang pendekar wanita yang ahli menggunakan &#039;Rapier&#039; bernama Asuna, akhirnya Kirito bekerja sama dengannya.&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Pertemuan itu membawa kesempatan untuk menarik keluar takdir Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Novel legendaris yang jumlah pembuka website pribadinya lebih dari 6.5 juta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Urutan Waktu==&lt;br /&gt;
[[SAO_Timeline|Peringatan : Halaman ini penuh dengan spoiler.]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Terjemahan==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jika para pembaca mempunyai kritik, saran dan pertanyaan, silakan didiskusikan di [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=4285 thread] yang telah disediakan.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Registration Page|Pendaftaran]]===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang ingin berkontribusi diminta untuk memberitahu pengawas proyek terlebih dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah diminta untuk [[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Registration Page|mendaftarkan]] bab mana yang sedang mereka kerjakan dan membaca [[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Pedoman Nama dan Terminologi|Pedoman Nama dan Terminologi]].&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Standar Format===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap bab (setelah disunting) harus mengikuti general format guidelines.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Pedoman Nama dan Terminologi|Pedoman Nama dan Terminologi]] (kemungkinan mengandung spoiler)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Seri &#039;&#039;Sword Art Online&#039;&#039; oleh Reki Kawahara==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| style=&amp;quot;width: 100%&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
===[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 1|Jilid 1 - Aincrad]]===&lt;br /&gt;
[[File:Sword Art Online Vol 01 cover.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin-right: 20px; text-align:left;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 1 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 1|Bab 1]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 2|Bab 2]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 3|Bab 3]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin-right: 58px; text-align:left;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 4|Bab 4]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 5|Bab 5]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 6|Bab 6]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 7|Bab 7]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 8|Bab 8]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin-right: 58px; text-align:left;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 9|Bab 9]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 10|Bab 10]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 11|Bab 11]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 12|Bab 12]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 13|Bab 13]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin-right: 58px; text-align:left;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 14|Bab 14]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 15|Bab 15]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 16|Bab 16]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 17|Bab 17]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 18|Bab 18]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin-right: 58px; text-align:left;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 19|Bab 19]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 20|Bab 20]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 21|Bab 21]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 22|Bab 22]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 23|Bab 23]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin-right: 58px; text-align:left;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 24|Bab 24]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 25|Bab 25]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 1 Catatan Pengarang|Catatan Pengarang]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| style=&amp;quot;width: 100%&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 2 - Aincrad===&lt;br /&gt;
[[File:Sword Art Online Vol 02 - cover.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 2 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 2 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 1|Sang Pendekar Hitam (Lantai ke-35 Aincrad, Februari 2024)]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 2|Kehangatan Hati (Lantai ke-48 Aincrad, Juni 2024)]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 3|Gadis Embun Pagi (Lantai ke-22 Aincrad, Oktober 2024)]] (sebagian)&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 4|Rusa Berhidung Merah (Lantai ke-46 Aincrad, Desember 2023)]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 2 Catatan Pengarang|Catatan Pengarang]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| style=&amp;quot;width: 100%&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 3|Jilid 3 - Fairy Dance]]===&lt;br /&gt;
[[File:Sword Art Online Vol 03 - 001.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 3 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 3 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 1|Bab 1]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 2|Bab 2]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 3|Bab 3]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 4|Bab 4]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 3 Catatan Pengarang|Catatan Pengarang]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| style=&amp;quot;width: 100%&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 4|Jilid 4 - Fairy Dance]]===&lt;br /&gt;
[[File:Sword Art Online 4 - 001.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 4 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 4 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 5|Bab 5]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 6|Bab 6]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 7|Bab 7]] &lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 8|Bab 8]] &lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 9|Bab 9]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 4 Catatan Pengarang|Catatan Pengarang]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| style=&amp;quot;width: 100%&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 5|Jilid 5 - Phantom Bullet]]===&lt;br /&gt;
[[File:Sword Art Online Vol 05 - cover.jpeg|thumb]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 5 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 5 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 1|Bab 1]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 2|Bab 2]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 3|Bab 3]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4|Bab 4]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5|Bab 5]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 6|Bab 6]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 7|Bab 7]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 5 Catatan Pengarang|Catatan Pengarang]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| style=&amp;quot;width: 100%&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 6 - Phantom Bullet===&lt;br /&gt;
[[File:Sword Art Online Vol 06 cover.jpeg|thumb]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 6 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 6 Bab 7|Bab 7]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 6 Bab 8|Bab 8]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 6 Bab 9|Bab 9]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 6 Bab 10|Bab 10]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 6 Bab 11|Bab 11]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 6 Bab 12|Bab 12]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 6 Bab 13|Bab 13]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 6 Bab 14|Bab 14]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 6 Bab 15|Bab 15]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 6 Bab 16|Bab 16]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 6 Catatan Pengarang|Catatan Pengarang]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| style=&amp;quot;width: 100%&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 7 - Mother&#039;s Rosario ===&lt;br /&gt;
[[File:Sword Art Online Vol 07 -001.jpeg|thumb]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 7 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 7 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 7 Bab 1|Bab 1]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 7 Bab 2|Bab 2]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 7 Bab 3|Bab 3]] (sebagian)&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 7 Bab 4|Bab 4]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 7 Bab 5|Bab 5]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 7 Bab 6|Bab 6]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 7 Bab 7|Bab 7]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 7 Bab 8|Bab 8]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 7 Bab 9|Bab 9]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 7 Bab 10|Bab 10]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 7 Bab 11|Bab 11]] (sebagian)&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 7 Bab 12|Bab 12]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 7 Catatan Pengarang|Catatan Pengarang]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| style=&amp;quot;width: 100%&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 8|Jilid 8 - Early and Late]]===&lt;br /&gt;
[[File:Sword Art Online Vol 08 - cover.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 8 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 8 Cerita 1|Sebuah Kasus pembunuhan di dalam Area (Lantai ke-57, April 2024)]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 8 Cerita 2|Kaliber (ALfheim, Desember 2025)]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 8 Cerita 3|Hari Pertama (Aincrad Lantai 1, November 2022)]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 8 Catatan Pengarang|Catatan Pengarang]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| style=&amp;quot;width: 100%&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 9 - Alicization Beginning===&lt;br /&gt;
[[File:Sword_Art_Online_Vol_09_-_001.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 9 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 9 Prolog I|Prolog I (Bulan ke-7 Kalender Dunia Manusia 372)]] (2/4)&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 9 Prolog II|Prolog II (Juni 2026)]] (incomplete)&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 9 Selingan I|Selingan I]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 9 Bab 1|Bab 1 Underworld (Bulan ke-3 Kalender Dunia Manusia 378)]] (2/6)&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 9 Catatan Pengarang|Catatan Pengarang]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| style=&amp;quot;width: 100%&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 10|Jilid 10 - Alicization Running]]===&lt;br /&gt;
[[File:Sword Art Online Vol 10 - 001.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 10 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 10 Bab 2|Bab 2 - Project Alicization (Juli 2026)]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 10 Bab 3|Bab 3 - Turnamen Seni Pedang Zakkaria (Bulan ke-8 Kalender Dunia Manusia 378)]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 10 Bab 4|Bab 4 - Master Sword Academy (Bulan ke-3 Kalender Dunia Manusia 380)]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 10 Selingan II|Selingan II]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 10 Catatan Pengarang|Catatan Pengarang]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| style=&amp;quot;width: 100%&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 11 - Alicization Turning===&lt;br /&gt;
[[File:Sword Art Online Vol 11 cover.png|thumb]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 11 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 11 Bab 5|Bab 5 - Segel dalam Mata Kanan (Bulan ke-5 Kalender Dunia Manusia 380)]](1/5)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 11 Selingan III|Selingan III]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 11 Bab 6|Bab 6 - Ksatria dan Tahanan (Bulan ke-5 Kalender Dunia Manusia 380)]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 11 Catatan Pengarang|Catatan Pengarang]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Side Stories===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;lt;u&amp;gt;Catatan:&amp;lt;/u&amp;gt;&#039;&#039;&#039; Cerita-cerita ini mungkin atau mungkin bukan canon dan juga mungkin memiliki detil yang sedikit berbeda dengan jilid-jilid di atas.&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Aria in the Starless Night|Aria di Malam Tanpa Bintang]] (Aincrad Lantai 1, Desember 2022)&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Rondo dari Pedang Transien|Rondo dari Pedang Transien]] (Aincrad Lantai 2, 8 Desember 2022) (4/40)&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Sound of Water, Sound of Hammer|Suara Air, Suara Palu]] (Cerita Sampingan Lisbeth SAO) (Aincrad Lantai 48, Agustus 2024)&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:The Day Before|Hari Sebelumnya]] (Aincrad Lantai 22, 24 Oktober 2024) (2/7)&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Caliber SS (Failure Side)|Caliber SS (Bagian Gagal)]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Sebuah Tempat Bercahaya Matahari di Musim Dingin|Sebuah Tempat Bercahaya Matahari di Musim Dingin]] (New Aincrad Lantai 22, 31 Desember 2025)&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Versus|Versus]] (Roppongi, April 2026) [[Accel World]] Crossover&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Cradle of the Moon|Cradle of the Moon]] (&#039;&#039;&#039;Peringatan :&#039;&#039;&#039; spoiler Alicization)&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:There is but one ultimate way|Hanya Ada Satu Jalan Terakhir]] (Underworld, Agustus 2026) (&#039;&#039;&#039;Peringatan :&#039;&#039;&#039; spoiler Alicization)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=====Sword Art Online: Edisi Material=====&lt;br /&gt;
Seri Edisi Material (Material Editions / ME) adalah seri doujinshi buatan Reki Kawahara sendiri dengan nama pena &amp;quot;Kunori Fumio&amp;quot; (nama pena yang sama dengan yang ia digunakan sewaktu menulis web novel SAO).&lt;br /&gt;
*ME1: Para Progresser&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:ME 2|ME2: Karakter Awal]]&lt;br /&gt;
*ME3: Hati Keramik&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:ME 4|ME4: Tangan dingin, Hati hangat]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:ME 5|ME5: Salvia]] (Kawagoe, Januari 2025)&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:ME 6|ME6: Pertarungan Algade]] (Aincrad Lantai 22, Oktober 2024)&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:ME 7|ME7: Lanjutan: Aria di Malam Tanpa Bintang]] (Aincrad Lantai 2, Desember 2022)&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:ME 8|ME8: Rondo dari Pedang Transien - bab pertama]] (Aincrad Lantai 2, 8 Desember 2022)&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Bahasa Indonesia:ME 9|ME9: Concerto dari Hitam dan Putih - bab pertama]] (Aincrad Lantai 3, 14 Desember 2022)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Serial &#039;&#039;Sword Art Online: Progressive&#039;&#039; oleh Reki Kawahara==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Sword Art Online: Progressive&#039;&#039;&#039; adalah sebuah &#039;&#039;&#039;&#039;&#039;reboot&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; dari Arc SAO Aincrad dimulai satu atau dua hari sebelum dimulainya penyelesaian dari Boss Lantai Pertama, dan kelanjutannya. Bab pertama dimasukkan pada Anime meskipun bukan merupakan bagian &#039;&#039;utama&#039;&#039; dari seri Light Novel-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;lt;u&amp;gt;Catatan:&amp;lt;/u&amp;gt;&#039;&#039;&#039; Harap diperhatikan bahwa cerita sampingan dalam seri ini memiliki beberapa perubahan dari versi web aslinya, yang juga telah diterjemahkan untuk anda. Link di atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 1===&lt;br /&gt;
[[File:Sword Art Online Progressive Vol 1 - 001.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Progressive Bahasa Indonesia:Jilid 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Progressive Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 1|Aria di Malam Tanpa Bintang (Aincrad Lantai Pertama, November 2022)]] (0/15)&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Progressive Bahasa Indonesia:Jilid 1 Selingan|Selingan - Cerita dibalik Kumis]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Progressive Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 2|Rondo dari Pedang Transien (Aincrad Lantai Kedua, December 2022)]]&lt;br /&gt;
*[[Sword Art Online Progressive Bahasa Indonesia:Jilid 1 Akhirkata|Akhirkata]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| style=&amp;quot;width: 100%&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Staf Proyek ==&lt;br /&gt;
*Pengurus Proyek: &lt;br /&gt;
*Pengawas Proyek: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penerjemah===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;AKTIF&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
:*[[user:ShockRaider|ShockRaider]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Kirigaya_Kazuto|Kirigaya_Kazuto]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Nameless angel|Nameless angel]]&lt;br /&gt;
:*[[user:nandd|nandd]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Ivan012345|Ivan012345]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Integrity Knight|Integrity Knight]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Valdeen|Valdeen]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Firmanct|Firmanct]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;TIDAK AKTIF&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
:*[[User:Arsenicvip|Arsenicvip]]&lt;br /&gt;
:*[[user:MrHome|MrHome]]&lt;br /&gt;
:*[[user:St_illumina|St_illumina]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Hitagi Tsundere|Hitagi Tsundere]]&lt;br /&gt;
:*[[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Reventon|Reventon]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Hamdanium|Hamdanium]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Rhavaz|Rhavaz]]&lt;br /&gt;
:*[[user:DungDungSyalalala|DungDungSyalalala]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Achtalionz|Achtalionz]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Aomaru|Aomaru]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Solterina|Solterina]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Gwilthyunman|Gwilthyunman]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Lawrence Craft|Lawrence Craft]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Silereamer|Silereamer]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Arczyx|Arczyx]]&lt;br /&gt;
:*[[User:Altux|Altux]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Taichi xxx|Taichi xxx]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Vardian|Vardian]]&lt;br /&gt;
:*[[user:SATRIA|SATRIA]]&lt;br /&gt;
:*[[user:User753|User753]] (Due to slow translating speed. Unless none of those SS are taken in 1 or 2 months)&lt;br /&gt;
:*[[user:Arka|Arka]]&lt;br /&gt;
:*[[user:TheDarkID|TheDarkID]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;AKTIF&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
:*[[user:Arczyx|Arczyx]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Stardust320|Stardust320]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;TIDAK AKTIF&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
:*[[user:Lawrence Craft|Lawrence Craft]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Silereamer|Silereamer]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Xenocross|Xenocross]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Eryrizal23|Eryrizal23]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Lachryma|Lachryma]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Kotocchi|Kotocchi]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Kazf El-Rahman|Kazf El-Rahman]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Series Overview==&lt;br /&gt;
* Jilid 1 - Aincrad (April 2009) - &amp;lt;nowiki&amp;gt;ISBN 978-4-04-867760-8&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
* Jilid 2 - Aincrad (Agustus 2009) - &amp;lt;nowiki&amp;gt;ISBN 978-4-04-867935-0&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
* Jilid 3 - Fairy Dance (Desember 2009) - &amp;lt;nowiki&amp;gt;ISBN 978-4-04-868193-3&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
* Jilid 4 - Fairy Dance (April 2010) - &amp;lt;nowiki&amp;gt;ISBN 978-4-04-868452-1&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
* Jilid 5 - Phantom Bullet (Agustus 2010) - &amp;lt;nowiki&amp;gt;ISBN 978-4-04-868763-8&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
* Jilid 6 - Phantom Bullet (Desember 2010) - &amp;lt;nowiki&amp;gt;ISBN 978-4-04-870132-7&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
* Jilid 7 - Mother&#039;s Rosary (April 2011) - &amp;lt;nowiki&amp;gt;ISBN  978-4-04-870431-1&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
* Jilid 8 - Early and Late (Agustus 2011) - &amp;lt;nowiki&amp;gt;ISBN 978-4-04-870733-6&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
* Jilid 9 - Alicization Beginning (Februari 2012) - &amp;lt;nowiki&amp;gt;ISBN 978-4-04-886271-4&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
* Jilid 10 - Alicization Running (Juli 2012) - &amp;lt;nowiki&amp;gt;ISBN 978-4-04-886697-2&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
* Jilid 11 - Alicization Turning (Desember 2012) - &amp;lt;nowiki&amp;gt;ISBN 978-4-04-891157-3&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Sword Art Online: Progressive&#039;&#039; series&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Jilid 1 (Oktober 2012) - &amp;lt;nowiki&amp;gt;ISBN 978-4-04-886977-5&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Alternative Languages]]&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>TheDarkID</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:TheDarkID&amp;diff=237309</id>
		<title>User:TheDarkID</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:TheDarkID&amp;diff=237309"/>
		<updated>2013-03-28T07:37:05Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;TheDarkID: Created page with &amp;quot;Novice English-Indonesia Translator  Currently working on:  [http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_2_Bab_3 Gadis Embun Pagi...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Novice English-Indonesia Translator&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Currently working on:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_2_Bab_3 Gadis Embun Pagi (Lantai ke-22 Aincrad, Oktober 2024)]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>TheDarkID</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_2_Bab_3&amp;diff=237300</id>
		<title>Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 3</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_2_Bab_3&amp;diff=237300"/>
		<updated>2013-03-28T07:01:56Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;TheDarkID: /* Bagian 1 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Incomplete}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Gadis Embun Pagi (Lantai ke-22 Aincrad, Oktober 2024)==&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
Asuna selalu menyetel alarm paginya ke pukul tujuh lewat lima puluh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kamu bertanya mengapa pada pukul tersebut, ini karena alarm pagi Kirito yang berbunyi tepat pada pukul delapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagi ini, Asuna sekali lagi terbangun dengan suara lembut dari instrumen tiup kayu dan terus berbaring, menatap wajah tidur Kirito sambil merebahkan kepalanya di atas tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia jatuh cinta setengah tahun yang lalu. Mereka menjadi partner clearing dua minggu yang lalu. Dan baru enam hari berlalu semenjak mereka menikah dan pindah ke tempat ini, di dalam hutan lantai ke dua puluh dua. Meskipun sebagai pasangan tercintanya, masih banyak hal tentang Kirito yang tidak dia ketahui. Sempat, sambil mengintip wajah tidurnya, dia pelan-pelan menjadi ragu akan usianya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baru beberapa waktu lalu, karena sifatnya yang tidak peduli dan suka menyendiri, ia menduga bahwa dia seharusnya lebih sedikit tua darinya. Namun, melihat kirito, lelap dalam tidur, dengan kepolosan yang begitu naif, membuat dirinya hanya dapat dilihat seperti anak yang masih kecil, tidak lebih tua dari dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menanyakan hal seperti usia mungkin— bukanlah masalah. Namun, melanggar batas ke permasalahan di dunia nyata kuranglah disukai, dan lagipula, keduanya telah menjadi suami istri. Daripada usia, bertemu lagi setelah kembali ke dunia nyata, bertukar informasi dari nama dan alamat asli sampai ke rincian kontak, akan lebih meyakinkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun tetapi, Asuna kurang cukup berani untuk mengatakannya dengan suara keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia takut kalau membicarakan permasalahan dunia nyata, «kehidupan pernikahan» ini akan terasa hanyalah seperti khayalannya yang bukan-bukan. Untuk Asuna yang sekarang, satu kenyataan yang paling penting baginya, adalah hari-hari lembut di rumah hutan ini; bahkan jika tidak bisa lari dari dunia ini, dengan tubuh mereka yang di dunia nyata menyambut kematian, ia masih akan tetap puas, dapat terus hidup seperti ini sampai akhir, meninggalkan dunia ini tanpa penyesalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah sebabnya dia enggan untuk bangun dari mimpi ini dulu— Berpikir demikian, Asuna perlahan mengulurkan tangannya dan membelai wajah tidur Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biarpun begitu, wajah tidur itu memanglah kekanak-kanakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, sudah memang sewajarnya kemampuan Kirito tidak perlu diragukan. Dengan jumlah pengalaman yang sangat besar dari saat bermain pada masa beta test, serta status numerik yang didapat lewat pertempuran yang tidak ada hentinya, dan menggunakan semua itu secara efektif, penilaian dan tekad. Dia mungkin kalah kepada pemimpin Knight of the Blood, «Holy Sword» Heathcliff, tapi Kirito adalah pemain terkuat yang pernah di kenal Asuna. Meski bagaimanapun meburuknya kondisi di medan perang, dia tidak akan pernah merasa takut dengannya yang berada di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, saat ia menatap Kirito yang baring tergelung, entah bagaimana ada satu perasaan yang dengan begitu kuat berusaha untuk keluar dari dadanya bahwa dia hanya seperti adik kecil yang naif dan rapuh. Perasaan bahwa ia harus melindunginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil bernafas dengan lembut, Asuna membungkuk, menyelubungi tubuh Kirito dengan tanganya. Dengan pelan dia kemudian berbisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito… Aku cinta kamu. Tinggallah bersamaku selamanya, oke?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, Kirito bergerak dengan pelan, dan perlahan membuka kelopak matanya. Pasangan itu saling bertukar pandang, dengan wajah mereka yang didepan satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Waa!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna segera mundur dengan panik. Mengalihkan dirinya ke sikap berlutut pada tempat tidur, dia kemudian berbicara dengan wajah yang tersipu malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Se-Selamat Pagi, Kirito, …Apakah kamu… dengan yang baru aku bilang…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selamat pagi. Tadi… eh, emang ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghadap Kirito yang bangkit dan menjawab sambil menahan menguap, Asuna dengan kuat menggoyangkan-goyangkan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-Tidak, tidak ada apa- apa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyelesaikan sarapan pagi telor ceplok dengan roti gandum, salad dan kopi dan merapikan meja dalam beberapa detik, Asuna kemudian menepuk kedua tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah! Kemana kita akan bermain hari ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh, kamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Kirito tersenyum kecut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan membicarakan hal itu dengan begini,&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi setiap hari telah sangatlah menyenangkan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah pemikiran Asuna yang nyata dan murni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpikir kebelakang hanyalah membawa duka, tetapi dalam satu setengah tahun, dari saat ia menjadi tawanan SAO sampai ia jatuh cinta dengan Kirito, Asuna telah menempa dan mengeraskan hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengorbankan tidur untuk meningkatan skillnya, dipilih menjadi sub-leader dari clearing guild, Knights of the Blood, dia telah terjun ke banyak labirin dengan begitu cepatnya bahkan cukup untuk membuat anggotanya menyerah pada sesekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua yang ada dihatinya itu hanyalah semata mata untuk menyelesaikan game ini dan melarikan diri; sehingga ia berkesimpulan bahwa semua aktivitas lain yang tidak berhubungan dengan itu adalah sia sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pemikiran yang seperti ini, Asuna tidak bisa berbuat apa apa kecuali menyesal tidak bertemu Kirito lebih awal. Hari- hari setelah bertemu dengan Kirito sangatlah berwarna, penuh dengan begitu banyak kejutan yang bahkan melewati kehidupannya yang lalu di dunia nyata. Jika bersama Kirito, semua waktu yang telah dihabiskan disini dapat dianggap sebagai pengalaman yang langka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah sebabnya bagi Asuna, akhirnya bisa mendapakatkan hari dimana mereka berdua dapat menghabiskan waktu bersama, tiap tiap detik dapat dianggap perhiasan berharga dengan sendirinya. Dia ingin pergi, sebagai pasangan, ke banyak dan lebih banyak tempat lagi bersama dan membicarakan banyak hal yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna meletakkan tangannya di pinggang dan berbicara sambil cemberut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah Kirito-kun tidak ingin pergi ke suatu tempat dan bermain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam menanggapi itu, Kirito tersenyum lebar dan melambaikan tangan kirinya, memanggil peta. Mengubahnya menjadi modus visible, dia menunjukkannya kepada Asuna&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tepat disekitar ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang ditunjuk adalah sudut hutan, tidak terlalu jauh dari rumah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjadi salah satu dari lantai bawah, Lantai ke-dua puluh dua cukuplah luas. Diameter dari  seluruh wilayah ini mungkin lebih dari delapan kilometer. Sebuah danau raksasa berada di tengah dan sampai ke pantai selatan, disana terdapat kota utama, «Coral» Village. Di pantai utara terdapat labyrinth. Sisa dari wilayah tersebut ditutupi oleh hutan konifera yang indah. Rumah kecil milik Asuna dan Kirito berada di dalam sebuah area di tepi selatan lantai ini, dan apa yang sekarang ditunjuk Kirito sekitara dua kilometer jauhhnya, di arah timur laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini adalah tentang rumor yang aku dengar di desa kemarin.. Dibagian ini, dimana hutan menebal...”itu” tampaknya akan keluar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepada Kirito yang sedang tersenyum halus, Asuna dengan ragu menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apanya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...H-Hantu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna diam sejenak, dengan takut dia bertanya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Itu berarti, seekor monter dari tipe Astral?Sesuatu seperti roh atau banshee?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan, ini hantu asli. Seorang player... jadi, roh manusia. Sepertinya seorang wanita.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aah...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tanpa sadar menjengit. Mengarah ke topik seperti ini, Asuna hanya yakin bahwa dia akan terpengaruh jauh lebih buruk dari rata-rata orang. Dia cukup tidak baik dengan itu bahkan sampai memikirkan alasan yang sembarangan untuk tidak mengikuti clearing labirin kastil tua, membentangi lanti enam puluh lima dan enam puluh enam yang terkenal karena tema horornya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-Tapi lihat, ini adalah dunia maya permainan. Sesuatu seperti— hantu keluar, sesuatu seperti ini tidak akan pernah terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memaksa dirinya untuk tetap tersenyum, dia mulai memprotes dengan suara keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Paling cuma sedikit dari itu yang benar, ya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun untuk Kirito, yang tahu bahwa Asuna lemah terhadap hantu, ia dengan antusias lanjut menyerang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Misalnya… Seorang pemain yang mati dengan penyesalan, merasuki NervGear yang masih dipakai dan aktif… mengeluyuri wilayah, malam demi malam…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hentik--!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wahahaha, maaf, ini hanya lelucon buruk. Yah, aku ragu kalau roh akan benar-benar muncul, tapi kalau kita mau pergi ke suatu tempat, lebih baik menuju ke tempat yang lebih tinggi memiliki kemungkinan untuk terjadi sesuatu, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aaah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengerutkan bibirnya memberi muka masam, Asuna mengganti fokusnya ke luar jendela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun musim dingin yang mendekati, cuacanya sangat baik. Sinar matahari terasa hangat dan lembut, membasuh halaman kebun. Waktu yang paling tidak cocok untuk acara seperti penampakan hantu. Karena bagaimana Aincrad terancang, meskipun tidak mungkin untuk melihat matahari secara langsung kecuali pada awal pagi dan sore, berkat pencahayaan sekitar yang memadai, wilayahnya jelas ternyala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berbalik ke arah Kirito dan menjawab, dengan kepalanya yang terangkat tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, Mari kita pergi. Untuk membuktikan kalau sesuatu seperti hantu tidaklah nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi begitu, --Kalau kita tidak menemukannya hari ini, lain kali kita akan pergi di tengah malam, oke?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin!! ….Aku  tidak akan membuatkan makanan untuk orang yang jahat seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gah, lupakan itu. Kau tidak mendengar apa-apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercemberut kepada Kirito untuk terakhir kalinya, Asuna kemudian tersenyum lebar dan tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, mari kita selesaikan persiapan. Aku akan memanggang ikan, jadi Kirito-kun potong rotinya, oke?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cepat memasukkan kotak makan siang dengan burger ikan,sekitar jam sembilan pagi ketika mereka meninggalkan rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melangkah ke rumput di kebun, Asuna berbalik kembali ke Kirito dan berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei, biarkan aku naik di bahumu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Biarkan kamu naik di bahuku!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito menjawab liar, kembali bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau lihat, selalu melihat dari ketinggian yang sama serasa membosankan seharusnya menjadi lebih mudah dengan status kekuatan fisik Kirito-kun, kan?.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, mungkin itu benar ... Ya ampun, berapa umurmu ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Usia tidak ada hubungannya dengan itu Bukankah itu benar? Lagipula tidak ada yang melihat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ba-baiklah, kurasa ..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkejut, Kirito berjongkok dan berbalik ke arah Asuna sambil geleng-geleng kepala. Mengangkat roknya, dia mengangkat kakinya ke bahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Di sana kita pergi. Tapi aku akan pastikan untuk memukulmu jika kamu melihat ke belakang, Ok..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankah jadi tidak masuk akal ...?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggerutu tentang situasi, Kirito dengan gesit berdiri, sehingga tampak kenaikan dalam sudut pandang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Waa! Lihat, kamu bahkan dapat melihat danau dari sini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak bisa melihatnya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau begitu aku akan melakukannya untukmu nanti juga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menempatkan tangannya di atas kepala Kirito, yang telah merosot lebih karena kelelahan atas kejadian tersebut, Asuna berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sekarang, saatnya untuk berangkat!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertawa riang kapal bahu Kirito, yang terus berjalan ke depan, Asuna mampu memahami betapa berharganya hari ini, mampu hidup bersama. Dia sepenuh hati bisa percaya bahwa ini adalah saat ia merasa paling «hidup» di semua tujuh belas tahun dari hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berjalan di sepanjang jalan-Kirito adalah satu-satunya yang benar-benar berupaya, tapi-Setelah sekitar sepuluh menit, salah satu danau yang menghiasi lantai dua puluh dua akhirnya datang di hadapan. Mungkin tergoda akan cuaca lembut, sudah ada beberapa player yang berada di sana sejak pagi, casting ke danau, umpan menggantung di air. Jalan meringkuk di sekitar danau, menuju tanjakan, cukup jauh dari tepi danau. Tapi saat mereka mendekat, melihat player yang berpaling ke arah mereka dan melambaikan tangan. Tampaknya setiap orang yang mereka lihat tersenyum pada mereka dan beberapa bahkan tertawa keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Ini tidak seperti yang banyak orang lihat!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahaha, sehingga ada orang-orang di sekitar ... Hei, Kirito-kun, lambaikan tangan pada mereka juga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak ada cara aku akan melakukannya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski mengeluhkan, Kirito tidak menunjukkan tanda-tanda ingin membiarkan Asuna turun. Asuna mengerti bahwa dia benar-benar geli oleh pergantian peristiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalan ke bawah yang miring, ke arah kanan, menuju ke dalam hutan. Tentu melalui celah antar pohon konifer besar yang menyerupai cedar, menjulang di atas segalanya, mereka berjalan beriringan. Gemerisik daun, dan kicau burung kecil terdengar di sungai kecil. Semua suara ini menjabat sebagai pelengkap untuk pemandangan hutan, yang menjadi satu dalam warna-warna musim gugur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berpaling matanya ke arah puncak pohon, yang lebih dekat daripada biasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pohon itu pasti besar ... Hei, apakah kamu pikir kamu bisa mendaki itu ...?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm ... Mm ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam menanggapi permintaan Asuna tersebut, Kirito memikirkannya untuk sementara waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini mungkin dalam batas-batas dari sistem ... Ingin mencobanya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nah, mari kita tinggalkan itu untuk waktu berikutnya-Sekarang. Aku berpikir tentang mendaki.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna membentangkan tubuhnya yang berada pada bahu Kirito dan memandang ke arah tepi luar Aincrad, melalui celah-celah di antara pepohonan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hal-hal di sekitar tepi, orang-orang yang terlihat seperti mendukung, mereka terhubung sepanjang jalan ke lantai berikutnya, benar? aku bertanya-tanya ...? Apa yang akan terjadi jika kita naik dari situ?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, aku pernah mencoba itu sebelumnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eeh!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengendalikan tubuhnya, dia berbalik dan menatap Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa kau tidak mengundangku juga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yah, itu ketika kita tidak mengenal satu sama lain dengan baik.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa, itu hanya karena Kirito-kun terus melarikan diri.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... A-Apakah aku benar-benar melakukan hal tersebut?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu benar aku selalu mencoba mengundangmu,. Tapi kau bahkan tidak mau menemaniku untuk minum teh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I-Itu ... Ba-baiklah, jika seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian percakapan yang mulai aneh kembali ke topik semula, Kirito melanjutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jika kau menilai berdasarkan hasil murni, itu adalah kegagalan. Memanjat dari bagian batu-batu yang kasar sangat mudah,. Tapi setelah naik sekitar delapan puluh meter, pesan kesalahan muncul, &#039;Anda tidak bisa melampaui daerah ini&#039; dan membuatku jengkel. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah ha ha, jadi seperti yang diharapkan, kecurangan tidak bekerja, ya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini bukan bahan tertawaan, tanganku tergelincir. terkejut dan aku jatuh dari ketinggian ....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;E-Eh!? Bukankah kamu bisa mati karena sesuatu seperti itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya. Aku pikir aku akan ditakdirkan mati dan tertulis dalam daftar pemain yang tewas dalam aksi, akan tetapi aku dengan segera menggunakan kristal teleport..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya ampun, itu berbahaya. Pastikan dirimu tidak mengulanginya, Ok?.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itulah yang ingin kukatakan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berjalan-jalan sambil bertukar percakapan tanpa tujuan, hutan berangsur-angsur menjadi lebih padat. Bahkan teriakan burung yang mulai samar-samar, serta sinar matahari melalui pepohonan mulai memudar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memandang berkeliling sekali lagi, ia mempertanyakan Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei, itu ... tempat dalam rumor, apakah jalan itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yah, itu ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito melambaikan tangannya, memeriksa posisi mereka di peta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, kita cukup dekat dengan tujuan kita dan akan mencapainya dalam beberapa menit..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm ... Hei, tentang kasus ini, apakah ada rincian tentang hal tersebut?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak benar-benar ingin mendengar tentang hal itu, tapi tidak tahu apa yanng membuatnya seperti gelisah, dan mendorong dia untuk bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nah, sekitar seminggu yang lalu, seorang pengrajin kayu (woodcraft) telah datang ke sini untuk mengumpulkan beberapa kayu. Kayu yang dapat dipanen dari hutan ini adalah kualitas yang cukup bagus,. Dan sementara pemain sibuk dalam tugasnya , hari mulai gelap ... Pemain bergegas untuk kembali, tetapi tertutup oleh naungan pohon-pohon ... dan ada pemandangan sekilas putih. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini sudah batas untuk Asuna, namun Kirito tanpa ampun melanjutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pemain bingung berpikir bahwa itu adalah sebuah monster, tapi rupanya bukan itu, itu adalah manusia, atau lebih tepatnya, seorang gadis kecil, sebagai pemain telah disebutkan.. Panjang, rambut hitam pada pakaian putih. Perlahan berjalan menuju rumpun pohon. Kalau bukan rakasa, itu hanya bisa menjadi pemain, pemain berpikir, menatap padanya. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;-Tidak ada kursor.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ee ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah teriakan lembut sengaja bocor keluar dari tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak ada cara yang mungkin Meskipun berpikir bahwa, pemain semakin dekat.. Dan bahkan memanggilnya. Melakukan hal itu, gadis itu berhenti semua gerakan ... dia secara bertahap berbalik ke arahnya ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Th-Th-Itu e-eno ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu, pria itu akhirnya melihat Gadis itu,. Sebagai cahaya bulan bersinar turun ke baju putihnya, pohon-pohon di sampingnya-bisa dilihat langsung melalui dirinya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;-!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyesakkan jeritan, Asuna mencengkeram rambut ke Kirito erat-erat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini adalah akhir dari saya jika dia berbalik, dia berpikir dan lari. Akhirnya mendapatkan pergi cukup jauh untuk melihat cahaya dari desa, ia menduga bahwa ia aman dan berhenti ... mengi, ia berbalik untuk melihat ke belakang .. . &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;- H!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan tidak ada siapa pun di sana Dan dia hidup bahagia selamanya..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Ki-Ki-Kirito-kun, idiot-!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melompat turun dari bahunya, dia mengangkat tinjunya, serius bersiap-siap untuk melepaskan pukulan di punggungnya-saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jauh di dalam kedalaman hutan, suram, meskipun itu masih tengah hari, pada jarak dari pasangan, sesuatu yang putih mengintip mereka dari sisi batang pohon konifer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diserang oleh aura menyenangkan, Asuna menjadi membeku ketakutan. Bahkan jika itu tidak sebanyak itu Kirito, keterampilan persepsi Asuna itu juga, agak disempurnakan melalui pengalaman. Pasif Toggling penggunaan keterampilan, dia bisa meningkatkan kejelasan apa pun yang dia berfokus pada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu putih tampak berkibar tertiup angin. Itu bukan tanaman. Atau batu. Tapi kain. Atau dengan kata secara rinci, itu adalah salah satu bagian gaun dengan garis-garis yang berbeda. Mengintip keluar dari hem dua ramping, panjang kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu masih berdiri. Hampir sama Kirito telah dijelaskan, dia adalah seorang gadis muda mengenakan gaun satu potong putih, tidak bergerak, diam-diam menatap pasangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa pingsan karena kesadarannya luntur, Asuna agak berhasil membuka mulutnya. Dia membiarkan keluar bisikan serak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ki ... Kirito-kun, di sana.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito segera diikuti tatapan Asuna itu. Segera, dia juga, membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Th-Ini harus menjadi kebohongan ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu tidak bergerak. Berdiri kira-kira sepuluh meter dari pasangan, tatapannya tertuju pada mereka. Pada saat itu, Asuna menguatkan dirinya sendiri, berpikir bahwa ia pasti akan pingsan jika gadis itu datang lebih dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh gadis itu bergoyang-goyah. Seperti boneka mekanis yang telah kehabisan energi, ia jatuh ke tanah, dengan gerakan seperti itu dari makhluk hidup. Sebuah bunyi cahaya lembut bergema keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ada ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, Kirito menyipitkan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak ada cara seperti itu hantu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan berlari sambil berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Wa-Tunggu, Kirito-kun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun permohonan untuk berhenti dari Asuna yang tertinggal, Kirito bergegas menuju gadis jatuh, bahkan tanpa melihat ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya ampun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna enggan berdiri dan mengejarnya. Meski hatinya masih gemetar, ia belum pernah mendengar tentang hantu yang bisa pingsan dan jatuh. Itu tidak bisa apa-apa kecuali pemain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlambat beberapa detik, setelah mencapai tempat teduh di bawah pohon konifera, dia menemukan gadis itu sudah membuai dalam lengan Kirito itu. Dia masih tak sadarkan diri. Matanya, dinaungi oleh bulu mata yang panjang, masih ditutup, dengan tangan lemah tergantung lurus ke bawah. Menatap dengan sungguh-sungguh atas sosoknya, dibungkus gaun, bagian satu Asuna menegaskan kembali bahwa itu tidak tembus dengan cara apapun.Rambut hitam panjang dengan pakaian putih. Perlahan berjalan menuju rumpun pohon. Jika bukan rakasa, itu hanya salah seorang player, player berpikir, dan melihat padanya. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;-Tidak ada kursor.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ee ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah teriakan lembut sengaja keluar dari tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak ada cara untuk memastikan. Meskipun berpikir, player tersebut semakin dekat.. Dan memanggilnya. Melakukan hal tersebut, membuat gadis itu ... dam dia secara bertahap berbalik ke arahnya ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I-I-Itu cu-cuku ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu, pria itu akhirnya melihat Gadis itu,. Sebagai cahaya bulan bersinar turun ke baju putihnya, pohon-pohon di sampingnya-bisa dilihat langsung melalui dirinya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;-!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mencengkeram rambut ke Kirito erat-erat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini adalah akhir dariku jika dia berbalik, dia berpikir dan lari. Akhirnya setelah pergi cukup jauh untuk melihat cahaya dari desa, ia menduga bahwa ia aman dan berhenti ... Kemudian, ia berbalik untuk melihat ke belakang .. . &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;- H!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan tidak ada siapa pun di sana Dan dia hidup bahagia selamanya..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Ki-Ki-Kirito-kun, idiot-!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melompat turun dari bahunya, dia mengangkat tinjunya, bersiap-siap untuk melepaskan pukulan di punggungnya saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jauh di dalam kedalaman hutan, yang suram, meskipun itu masih tengah hari, pada jarak dari pandangan, sesuatu yang putih mengintip mereka dari sisi batang pohon konifer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diserang oleh aura tidak menyenangkan, Asuna menjadi membeku ketakutan. Walaupun itu tidak seperti Kirito, keterampilan persepsi Asuna juga agak disempurnakan melalui pengalaman. Ketika &amp;lt;&amp;lt;Pasif Toggling&amp;gt;&amp;gt; digunakan , dia bisa meningkatkan kejelasan apa pun yang dia berfokus pada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu berwarna tampak berkibar tertiup angin. Itu bukan tanaman. Atau batu. Tapi kain. Atau dengan kata secara rinci, itu adalah salah satu bagian gaun dengan garis-garis yang berbeda. Sambil mengintip keluar dari hem sepasang kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu masih berdiri. Hampir sama sperti yang Kirito jelaskan, dia adalah seorang gadis muda mengenakan gaun satu potong putih, tidak bergerak, diam-diam menatap pasangan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa pingsan karena kesadarannya luntur, Asuna agak berhasil membuka mulutnya. Dia membiarkan keluar bisikan serak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ki ... Kirito-kun, di sana.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito segera diikuti tatapan Asuna itu. Segera, dia juga, membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I-Ini pasti bohongan ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu tidak bergerak. Berdiri kira-kira sepuluh meter dari mereka, tatapannya tertuju pada mereka. Pada saat itu, Asuna menguatkan dirinya sendiri, berpikir bahwa ia pasti akan pingsan jika gadis itu datang lebih dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh gadis itu bergoyang-goyah. Seperti boneka mekanis yang telah kehabisan energi, ia jatuh ke tanah. Sebuah bunyi cahaya lembut bergema keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, Kirito menyipitkan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak mungkin itu hantu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan berlari sambil berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tu-Tunggu, Kirito-kun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun permohonan untuk berhenti dari Asuna yang tertinggal, Kirito bergegas menuju gadis yang jatuh itu, bahkan tanpa melihat ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya ampun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna dengan enggan berdiri dan mengejarnya. Meski hatinya masih gemetar, ia belum pernah mendengar tentang hantu yang bisa pingsan dan jatuh. Itu tidak mungkin kecuali pemain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlambat beberapa detik, setelah mencapai tempat teduh di bawah pohon konifera, dia menemukan gadis itu sudah membuai dalam lengan Kirito itu. Dia masih tak sadarkan diri. Matanya, dinaungi oleh bulu mata yang panjang, yang tertutup, dengan tangan lemah tergantung lurus ke bawah. Menatap dengan sungguh-sungguh atas sosoknya, dibungkus gaun, dan Asuna menegaskan kembali bahwa itu tidak tembus dengan cara apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ap-apa dia baik-baik saja?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito berbicara, mengintip ke wajah gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nah, jujur.. tidak perlu bernapas di dunia ini, begitu pun detak jantung&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam SAO fungsi fisiologis manusia dapat direproduksi, tetapi dihilangkan. Hal ini dimungkinkan untuk sengaja menarik nafas, bersama dengan sensasi udara yang berhembus melalui saluran pernafasan, tetapi avatar tidak perlu bernapas secara sadar dan tidak akan melakukannya. Demikian juga detak jantung, meskipun detak jantung terasa semakin kencang melalui ketegangan dan kegembiraan, tidak ada cara untuk merasakan yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi tetap saja, dia tidak menghilang... jadi kurasa dia masih hidup. Tapi ini... jelas saja aneh...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Asuna selesai berkomentar, Kirito memiringkan kepalanya ke samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang Aneh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia tidak mungkin hantu, berhubung aku bisa menyentuhnya seperti ini. Tapi kursornya... masih belum muncul...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahh...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna sekali lagi mengkonsentrasikan pengelihatannya ke badan gadis itu. Bagaimanapun, kursor berwarna akan segera muncul ketika objek di Aincrad, seperti player, monster, maupun NPC ketika ditargetkan, tidak terjadi disaat ini. Itu fenomena yang tidak pernah terjadi sampai sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apakah mungkin bug, atau semacam itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mungkin benar. Dalam situasi seperti ini, Seseorang biasanya menghubungi GM di permainan online lain, tapi tidak ada GM dalam SAO... Tetap saja, bukan kursornya saja. Untuk seorang pemain, dia masih sangat muda.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu benar. Tubuh yang ditahan Kirito luar biasa kecil. Dia tidak terlihat lebih tua dari 10 tahun. Seharusnya da batasan usia ketika menyeting Nerve Gear, sebelum bisa sign up, melarang anak kecil, mungkin dibawah 13 tahun, untuk bisa menggunakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengulurkan tangannya dengan lembut, mengusap dahi gadis itu. Rasanya agak dingin dan halus saat disentuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mengapa.. ada gadis semuda ini didalam SAO..?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggigit bibirnya dengan kuat, Kirito berbicara saat ia bangkit berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Untuk saat ini, kita tidak bisa hanya meninggalkan dia sendirian. Kita harus mendapat sesuatu ketika dia bangun. Ayo kita membawanya kembali bersama kita.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;ya, Itu benar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito berdiri sambil membawa gadis itu di tangannya. Asunai santai menoleh sekitarnya, namun tidak mampu menemukan apapun selain tunggul kayu besar yang busuk, dia tidak berhasil mengetahui alasan keberadaan gadis itu di daerah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berlari hampir seluruh jalan, tapi gadis itu tidak sadar, bahkan setelah mereka keluar dari hutan dan kembali ke rumah. Meletakkan gadis itu di tempat tidir Asuna dan menyelimutinya, pasangan itu duduk, berdampingan, di tempat tidur yang berdekatan milik Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada keheningan sesaat di udara, sebelum Kirito dengan santai memecah kesunyian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nah, ada satu hal yang kita bisa yakin, itu adalah dia bukan NPC karena kita bisa membawanya kesini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya... itu benar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
NPC dibawah kendali sistem memiliki posisi tetap mereka masing-masing dam rentang koordinat tertentu dan dengan demikian, tidak dapat dipindahkan sesuai dengan keinginan pemain. Jika pemain mencoba menyentuh atau memegang mereka, jendela laporan pelecehan akan muncul dalam hitungan detik, memberi pemain kejutan menyakitkan dan meniup mereka pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengangguk ringan setuju dengan kesepakatan Asuna, dilanjutkan dengan potongan oleh Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;{{SAOIndo Nav|prev=Jilid 2 Bab 2|next=Jilid 2 Bab 4}}&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>TheDarkID</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_2_Bab_3&amp;diff=237299</id>
		<title>Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 3</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_2_Bab_3&amp;diff=237299"/>
		<updated>2013-03-28T06:58:00Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;TheDarkID: /* Bagian 1 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Incomplete}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Gadis Embun Pagi (Lantai ke-22 Aincrad, Oktober 2024)==&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
Asuna selalu menyetel alarm paginya ke pukul tujuh lewat lima puluh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kamu bertanya mengapa pada pukul tersebut, ini karena alarm pagi Kirito yang berbunyi tepat pada pukul delapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagi ini, Asuna sekali lagi terbangun dengan suara lembut dari instrumen tiup kayu dan terus berbaring, menatap wajah tidur Kirito sambil merebahkan kepalanya di atas tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia jatuh cinta setengah tahun yang lalu. Mereka menjadi partner clearing dua minggu yang lalu. Dan baru enam hari berlalu semenjak mereka menikah dan pindah ke tempat ini, di dalam hutan lantai ke dua puluh dua. Meskipun sebagai pasangan tercintanya, masih banyak hal tentang Kirito yang tidak dia ketahui. Sempat, sambil mengintip wajah tidurnya, dia pelan-pelan menjadi ragu akan usianya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baru beberapa waktu lalu, karena sifatnya yang tidak peduli dan suka menyendiri, ia menduga bahwa dia seharusnya lebih sedikit tua darinya. Namun, melihat kirito, lelap dalam tidur, dengan kepolosan yang begitu naif, membuat dirinya hanya dapat dilihat seperti anak yang masih kecil, tidak lebih tua dari dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menanyakan hal seperti usia mungkin— bukanlah masalah. Namun, melanggar batas ke permasalahan di dunia nyata kuranglah disukai, dan lagipula, keduanya telah menjadi suami istri. Daripada usia, bertemu lagi setelah kembali ke dunia nyata, bertukar informasi dari nama dan alamat asli sampai ke rincian kontak, akan lebih meyakinkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun tetapi, Asuna kurang cukup berani untuk mengatakannya dengan suara keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia takut kalau membicarakan permasalahan dunia nyata, «kehidupan pernikahan» ini akan terasa hanyalah seperti khayalannya yang bukan-bukan. Untuk Asuna yang sekarang, satu kenyataan yang paling penting baginya, adalah hari-hari lembut di rumah hutan ini; bahkan jika tidak bisa lari dari dunia ini, dengan tubuh mereka yang di dunia nyata menyambut kematian, ia masih akan tetap puas, dapat terus hidup seperti ini sampai akhir, meninggalkan dunia ini tanpa penyesalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah sebabnya dia enggan untuk bangun dari mimpi ini dulu— Berpikir demikian, Asuna perlahan mengulurkan tangannya dan membelai wajah tidur Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biarpun begitu, wajah tidur itu memanglah kekanak-kanakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, sudah memang sewajarnya kemampuan Kirito tidak perlu diragukan. Dengan jumlah pengalaman yang sangat besar dari saat bermain pada masa beta test, serta status numerik yang didapat lewat pertempuran yang tidak ada hentinya, dan menggunakan semua itu secara efektif, penilaian dan tekad. Dia mungkin kalah kepada pemimpin Knight of the Blood, «Holy Sword» Heathcliff, tapi Kirito adalah pemain terkuat yang pernah di kenal Asuna. Meski bagaimanapun meburuknya kondisi di medan perang, dia tidak akan pernah merasa takut dengannya yang berada di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, saat ia menatap Kirito yang baring tergelung, entah bagaimana ada satu perasaan yang dengan begitu kuat berusaha untuk keluar dari dadanya bahwa dia hanya seperti adik kecil yang naif dan rapuh. Perasaan bahwa ia harus melindunginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil bernafas dengan lembut, Asuna membungkuk, menyelubungi tubuh Kirito dengan tanganya. Dengan pelan dia kemudian berbisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito… Aku cinta kamu. Tinggallah bersamaku selamanya, oke?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, Kirito bergerak dengan pelan, dan perlahan membuka kelopak matanya. Pasangan itu saling bertukar pandang, dengan wajah mereka yang didepan satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Waa!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna segera mundur dengan panik. Mengalihkan dirinya ke sikap berlutut pada tempat tidur, dia kemudian berbicara dengan wajah yang tersipu malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Se-Selamat Pagi, Kirito, …Apakah kamu… dengan yang baru aku bilang…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selamat pagi. Tadi… eh, emang ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghadap Kirito yang bangkit dan menjawab sambil menahan menguap, Asuna dengan kuat menggoyangkan-goyangkan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-Tidak, tidak ada apa- apa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyelesaikan sarapan pagi telor ceplok dengan roti gandum, salad dan kopi dan merapikan meja dalam beberapa detik, Asuna kemudian menepuk kedua tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah! Kemana kita akan bermain hari ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh, kamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Kirito tersenyum kecut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan membicarakan hal itu dengan begini,&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi setiap hari telah sangatlah menyenangkan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah pemikiran Asuna yang nyata dan murni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpikir kebelakang hanyalah membawa duka, tetapi dalam satu setengah tahun, dari saat ia menjadi tawanan SAO sampai ia jatuh cinta dengan Kirito, Asuna telah menempa dan mengeraskan hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengorbankan tidur untuk meningkatan skillnya, dipilih menjadi sub-leader dari clearing guild, Knights of the Blood, dia telah terjun ke banyak labirin dengan begitu cepatnya bahkan cukup untuk membuat anggotanya menyerah pada sesekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua yang ada dihatinya itu hanyalah semata mata untuk menyelesaikan game ini dan melarikan diri; sehingga ia berkesimpulan bahwa semua aktivitas lain yang tidak berhubungan dengan itu adalah sia sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pemikiran yang seperti ini, Asuna tidak bisa berbuat apa apa kecuali menyesal tidak bertemu Kirito lebih awal. Hari- hari setelah bertemu dengan Kirito sangatlah berwarna, penuh dengan begitu banyak kejutan yang bahkan melewati kehidupannya yang lalu di dunia nyata. Jika bersama Kirito, semua waktu yang telah dihabiskan disini dapat dianggap sebagai pengalaman yang langka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah sebabnya bagi Asuna, akhirnya bisa mendapakatkan hari dimana mereka berdua dapat menghabiskan waktu bersama, tiap tiap detik dapat dianggap perhiasan berharga dengan sendirinya. Dia ingin pergi, sebagai pasangan, ke banyak dan lebih banyak tempat lagi bersama dan membicarakan banyak hal yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna meletakkan tangannya di pinggang dan berbicara sambil cemberut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah Kirito-kun tidak ingin pergi ke suatu tempat dan bermain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam menanggapi itu, Kirito tersenyum lebar dan melambaikan tangan kirinya, memanggil peta. Mengubahnya menjadi modus visible, dia menunjukkannya kepada Asuna&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tepat disekitar ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang ditunjuk adalah sudut hutan, tidak terlalu jauh dari rumah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjadi salah satu dari lantai bawah, Lantai ke-dua puluh dua cukuplah luas. Diameter dari  seluruh wilayah ini mungkin lebih dari delapan kilometer. Sebuah danau raksasa berada di tengah dan sampai ke pantai selatan, disana terdapat kota utama, «Coral» Village. Di pantai utara terdapat labyrinth. Sisa dari wilayah tersebut ditutupi oleh hutan konifera yang indah. Rumah kecil milik Asuna dan Kirito berada di dalam sebuah area di tepi selatan lantai ini, dan apa yang sekarang ditunjuk Kirito sekitara dua kilometer jauhhnya, di arah timur laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini adalah tentang rumor yang aku dengar di desa kemarin.. Dibagian ini, dimana hutan menebal...”itu” tampaknya akan keluar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepada Kirito yang sedang tersenyum halus, Asuna dengan ragu menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apanya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...H-Hantu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna diam sejenak, dengan takut dia bertanya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Itu berarti, seekor monter dari tipe Astral?Sesuatu seperti roh atau banshee?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan, ini hantu asli. Seorang player... jadi, roh manusia. Sepertinya seorang wanita.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aah...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tanpa sadar menjengit. Mengarah ke topik seperti ini, Asuna hanya yakin bahwa dia akan terpengaruh jauh lebih buruk dari rata-rata orang. Dia cukup tidak baik dengan itu bahkan sampai memikirkan alasan yang sembarangan untuk tidak mengikuti clearing labirin kastil tua, membentangi lanti enam puluh lima dan enam puluh enam yang terkenal karena tema horornya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-Tapi lihat, ini adalah dunia maya permainan. Sesuatu seperti— hantu keluar, sesuatu seperti ini tidak akan pernah terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memaksa dirinya untuk tetap tersenyum, dia mulai memprotes dengan suara keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Paling cuma sedikit dari itu yang benar, ya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun untuk Kirito, yang tahu bahwa Asuna lemah terhadap hantu, ia dengan antusias lanjut menyerang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Misalnya… Seorang pemain yang mati dengan penyesalan, merasuki NervGear yang masih dipakai dan aktif… mengeluyuri wilayah, malam demi malam…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hentik--!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wahahaha, maaf, ini hanya lelucon buruk. Yah, aku ragu kalau roh akan benar-benar muncul, tapi kalau kita mau pergi ke suatu tempat, lebih baik menuju ke tempat yang lebih tinggi memiliki kemungkinan untuk terjadi sesuatu, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aaah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengerutkan bibirnya memberi muka masam, Asuna mengganti fokusnya ke luar jendela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun musim dingin yang mendekati, cuacanya sangat baik. Sinar matahari terasa hangat dan lembut, membasuh halaman kebun. Waktu yang paling tidak cocok untuk acara seperti penampakan hantu. Karena bagaimana Aincrad terancang, meskipun tidak mungkin untuk melihat matahari secara langsung kecuali pada awal pagi dan sore, berkat pencahayaan sekitar yang memadai, wilayahnya jelas ternyala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berbalik ke arah Kirito dan menjawab, dengan kepalanya yang terangkat tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, Mari kita pergi. Untuk membuktikan kalau sesuatu seperti hantu tidaklah nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi begitu, --Kalau kita tidak menemukannya hari ini, lain kali kita akan pergi di tengah malam, oke?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin!! ….Aku  tidak akan membuatkan makanan untuk orang yang jahat seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gah, lupakan itu. Kau tidak mendengar apa-apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercemberut kepada Kirito untuk terakhir kalinya, Asuna kemudian tersenyum lebar dan tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, mari kita selesaikan persiapan. Aku akan memanggang ikan, jadi Kirito-kun potong rotinya, oke?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cepat memasukkan kotak makan siang dengan burger ikan,sekitar jam sembilan pagi ketika mereka meninggalkan rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melangkah ke rumput di kebun, Asuna berbalik kembali ke Kirito dan berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei, biarkan aku naik di bahumu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Biarkan kamu naik di bahuku!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito menjawab liar, kembali bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau lihat, selalu melihat dari ketinggian yang sama serasa membosankan seharusnya menjadi lebih mudah dengan status kekuatan fisik Kirito-kun, kan?.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, mungkin itu benar ... Ya ampun, berapa umurmu ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Usia tidak ada hubungannya dengan itu Bukankah itu benar? Lagipula tidak ada yang melihat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ba-baiklah, kurasa ..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkejut, Kirito berjongkok dan berbalik ke arah Asuna sambil geleng-geleng kepala. Mengangkat roknya, dia mengangkat kakinya ke bahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Di sana kita pergi. Tapi aku akan pastikan untuk memukulmu jika kamu melihat ke belakang, Ok..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankah jadi tidak masuk akal ...?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggerutu tentang situasi, Kirito dengan gesit berdiri, sehingga tampak kenaikan dalam sudut pandang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Waa! Lihat, kamu bahkan dapat melihat danau dari sini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak bisa melihatnya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau begitu aku akan melakukannya untukmu nanti juga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menempatkan tangannya di atas kepala Kirito, yang telah merosot lebih karena kelelahan atas kejadian tersebut, Asuna berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sekarang, saatnya untuk berangkat!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertawa riang kapal bahu Kirito, yang terus berjalan ke depan, Asuna mampu memahami betapa berharganya hari ini, mampu hidup bersama. Dia sepenuh hati bisa percaya bahwa ini adalah saat ia merasa paling «hidup» di semua tujuh belas tahun dari hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berjalan di sepanjang jalan-Kirito adalah satu-satunya yang benar-benar berupaya, tapi-Setelah sekitar sepuluh menit, salah satu danau yang menghiasi lantai dua puluh dua akhirnya datang di hadapan. Mungkin tergoda akan cuaca lembut, sudah ada beberapa player yang berada di sana sejak pagi, casting ke danau, umpan menggantung di air. Jalan meringkuk di sekitar danau, menuju tanjakan, cukup jauh dari tepi danau. Tapi saat mereka mendekat, melihat player yang berpaling ke arah mereka dan melambaikan tangan. Tampaknya setiap orang yang mereka lihat tersenyum pada mereka dan beberapa bahkan tertawa keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Ini tidak seperti yang banyak orang lihat!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahaha, sehingga ada orang-orang di sekitar ... Hei, Kirito-kun, lambaikan tangan pada mereka juga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak ada cara aku akan melakukannya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski mengeluhkan, Kirito tidak menunjukkan tanda-tanda ingin membiarkan Asuna turun. Asuna mengerti bahwa dia benar-benar geli oleh pergantian peristiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalan ke bawah yang miring, ke arah kanan, menuju ke dalam hutan. Tentu melalui celah antar pohon konifer besar yang menyerupai cedar, menjulang di atas segalanya, mereka berjalan beriringan. Gemerisik daun, dan kicau burung kecil terdengar di sungai kecil. Semua suara ini menjabat sebagai pelengkap untuk pemandangan hutan, yang menjadi satu dalam warna-warna musim gugur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berpaling matanya ke arah puncak pohon, yang lebih dekat daripada biasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pohon itu pasti besar ... Hei, apakah kamu pikir kamu bisa mendaki itu ...?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm ... Mm ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam menanggapi permintaan Asuna tersebut, Kirito memikirkannya untuk sementara waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini mungkin dalam batas-batas dari sistem ... Ingin mencobanya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nah, mari kita tinggalkan itu untuk waktu berikutnya-Sekarang. Aku berpikir tentang mendaki.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna membentangkan tubuhnya yang berada pada bahu Kirito dan memandang ke arah tepi luar Aincrad, melalui celah-celah di antara pepohonan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hal-hal di sekitar tepi, orang-orang yang terlihat seperti mendukung, mereka terhubung sepanjang jalan ke lantai berikutnya, benar? aku bertanya-tanya ...? Apa yang akan terjadi jika kita naik dari situ?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, aku pernah mencoba itu sebelumnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eeh!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengendalikan tubuhnya, dia berbalik dan menatap Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa kau tidak mengundangku juga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yah, itu ketika kita tidak mengenal satu sama lain dengan baik.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa, itu hanya karena Kirito-kun terus melarikan diri.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... A-Apakah aku benar-benar melakukan hal tersebut?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu benar aku selalu mencoba mengundangmu,. Tapi kau bahkan tidak mau menemaniku untuk minum teh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I-Itu ... Ba-baiklah, jika seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian percakapan yang mulai aneh kembali ke topik semula, Kirito melanjutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jika kau menilai berdasarkan hasil murni, itu adalah kegagalan. Memanjat dari bagian batu-batu yang kasar sangat mudah,. Tapi setelah naik sekitar delapan puluh meter, pesan kesalahan muncul, &#039;Anda tidak bisa melampaui daerah ini&#039; dan membuatku jengkel. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah ha ha, jadi seperti yang diharapkan, kecurangan tidak bekerja, ya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini bukan bahan tertawaan, tanganku tergelincir. terkejut dan aku jatuh dari ketinggian ....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;E-Eh!? Bukankah kamu bisa mati karena sesuatu seperti itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya. Aku pikir aku akan ditakdirkan mati dan tertulis dalam daftar pemain yang tewas dalam aksi, akan tetapi aku dengan segera menggunakan kristal teleport..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya ampun, itu berbahaya. Pastikan dirimu tidak mengulanginya, Ok?.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itulah yang ingin kukatakan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berjalan-jalan sambil bertukar percakapan tanpa tujuan, hutan berangsur-angsur menjadi lebih padat. Bahkan teriakan burung yang mulai samar-samar, serta sinar matahari melalui pepohonan mulai memudar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memandang berkeliling sekali lagi, ia mempertanyakan Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei, itu ... tempat dalam rumor, apakah jalan itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yah, itu ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito melambaikan tangannya, memeriksa posisi mereka di peta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, kita cukup dekat dengan tujuan kita dan akan mencapainya dalam beberapa menit..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm ... Hei, tentang kasus ini, apakah ada rincian tentang hal tersebut?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak benar-benar ingin mendengar tentang hal itu, tapi tidak tahu apa yanng membuatnya seperti gelisah, dan mendorong dia untuk bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nah, sekitar seminggu yang lalu, seorang pengrajin kayu (woodcraft) telah datang ke sini untuk mengumpulkan beberapa kayu. Kayu yang dapat dipanen dari hutan ini adalah kualitas yang cukup bagus,. Dan sementara pemain sibuk dalam tugasnya , hari mulai gelap ... Pemain bergegas untuk kembali, tetapi tertutup oleh naungan pohon-pohon ... dan ada pemandangan sekilas putih. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini sudah batas untuk Asuna, namun Kirito tanpa ampun melanjutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pemain bingung berpikir bahwa itu adalah sebuah monster, tapi rupanya bukan itu, itu adalah manusia, atau lebih tepatnya, seorang gadis kecil, sebagai pemain telah disebutkan.. Panjang, rambut hitam pada pakaian putih. Perlahan berjalan menuju rumpun pohon. Kalau bukan rakasa, itu hanya bisa menjadi pemain, pemain berpikir, menatap padanya. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;-Tidak ada kursor.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ee ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah teriakan lembut sengaja bocor keluar dari tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak ada cara yang mungkin Meskipun berpikir bahwa, pemain semakin dekat.. Dan bahkan memanggilnya. Melakukan hal itu, gadis itu berhenti semua gerakan ... dia secara bertahap berbalik ke arahnya ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Th-Th-Itu e-eno ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu, pria itu akhirnya melihat Gadis itu,. Sebagai cahaya bulan bersinar turun ke baju putihnya, pohon-pohon di sampingnya-bisa dilihat langsung melalui dirinya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;-!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyesakkan jeritan, Asuna mencengkeram rambut ke Kirito erat-erat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini adalah akhir dari saya jika dia berbalik, dia berpikir dan lari. Akhirnya mendapatkan pergi cukup jauh untuk melihat cahaya dari desa, ia menduga bahwa ia aman dan berhenti ... mengi, ia berbalik untuk melihat ke belakang .. . &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;- H!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan tidak ada siapa pun di sana Dan dia hidup bahagia selamanya..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Ki-Ki-Kirito-kun, idiot-!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melompat turun dari bahunya, dia mengangkat tinjunya, serius bersiap-siap untuk melepaskan pukulan di punggungnya-saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jauh di dalam kedalaman hutan, suram, meskipun itu masih tengah hari, pada jarak dari pasangan, sesuatu yang putih mengintip mereka dari sisi batang pohon konifer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diserang oleh aura menyenangkan, Asuna menjadi membeku ketakutan. Bahkan jika itu tidak sebanyak itu Kirito, keterampilan persepsi Asuna itu juga, agak disempurnakan melalui pengalaman. Pasif Toggling penggunaan keterampilan, dia bisa meningkatkan kejelasan apa pun yang dia berfokus pada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu putih tampak berkibar tertiup angin. Itu bukan tanaman. Atau batu. Tapi kain. Atau dengan kata secara rinci, itu adalah salah satu bagian gaun dengan garis-garis yang berbeda. Mengintip keluar dari hem dua ramping, panjang kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu masih berdiri. Hampir sama Kirito telah dijelaskan, dia adalah seorang gadis muda mengenakan gaun satu potong putih, tidak bergerak, diam-diam menatap pasangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa pingsan karena kesadarannya luntur, Asuna agak berhasil membuka mulutnya. Dia membiarkan keluar bisikan serak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ki ... Kirito-kun, di sana.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito segera diikuti tatapan Asuna itu. Segera, dia juga, membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Th-Ini harus menjadi kebohongan ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu tidak bergerak. Berdiri kira-kira sepuluh meter dari pasangan, tatapannya tertuju pada mereka. Pada saat itu, Asuna menguatkan dirinya sendiri, berpikir bahwa ia pasti akan pingsan jika gadis itu datang lebih dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh gadis itu bergoyang-goyah. Seperti boneka mekanis yang telah kehabisan energi, ia jatuh ke tanah, dengan gerakan seperti itu dari makhluk hidup. Sebuah bunyi cahaya lembut bergema keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ada ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, Kirito menyipitkan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak ada cara seperti itu hantu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan berlari sambil berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Wa-Tunggu, Kirito-kun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun permohonan untuk berhenti dari Asuna yang tertinggal, Kirito bergegas menuju gadis jatuh, bahkan tanpa melihat ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya ampun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna enggan berdiri dan mengejarnya. Meski hatinya masih gemetar, ia belum pernah mendengar tentang hantu yang bisa pingsan dan jatuh. Itu tidak bisa apa-apa kecuali pemain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlambat beberapa detik, setelah mencapai tempat teduh di bawah pohon konifera, dia menemukan gadis itu sudah membuai dalam lengan Kirito itu. Dia masih tak sadarkan diri. Matanya, dinaungi oleh bulu mata yang panjang, masih ditutup, dengan tangan lemah tergantung lurus ke bawah. Menatap dengan sungguh-sungguh atas sosoknya, dibungkus gaun, bagian satu Asuna menegaskan kembali bahwa itu tidak tembus dengan cara apapun.Rambut hitam panjang dengan pakaian putih. Perlahan berjalan menuju rumpun pohon. Jika bukan rakasa, itu hanya salah seorang player, player berpikir, dan melihat padanya. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;-Tidak ada kursor.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ee ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah teriakan lembut sengaja keluar dari tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak ada cara untuk memastikan. Meskipun berpikir, player tersebut semakin dekat.. Dan memanggilnya. Melakukan hal tersebut, membuat gadis itu ... dam dia secara bertahap berbalik ke arahnya ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I-I-Itu cu-cuku ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu, pria itu akhirnya melihat Gadis itu,. Sebagai cahaya bulan bersinar turun ke baju putihnya, pohon-pohon di sampingnya-bisa dilihat langsung melalui dirinya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;-!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mencengkeram rambut ke Kirito erat-erat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini adalah akhir dariku jika dia berbalik, dia berpikir dan lari. Akhirnya setelah pergi cukup jauh untuk melihat cahaya dari desa, ia menduga bahwa ia aman dan berhenti ... Kemudian, ia berbalik untuk melihat ke belakang .. . &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;- H!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan tidak ada siapa pun di sana Dan dia hidup bahagia selamanya..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Ki-Ki-Kirito-kun, idiot-!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melompat turun dari bahunya, dia mengangkat tinjunya, bersiap-siap untuk melepaskan pukulan di punggungnya saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jauh di dalam kedalaman hutan, yang suram, meskipun itu masih tengah hari, pada jarak dari pandangan, sesuatu yang putih mengintip mereka dari sisi batang pohon konifer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diserang oleh aura tidak menyenangkan, Asuna menjadi membeku ketakutan. Walaupun itu tidak seperti Kirito, keterampilan persepsi Asuna juga agak disempurnakan melalui pengalaman. Ketika &amp;lt;&amp;lt;Pasif Toggling&amp;gt;&amp;gt; digunakan , dia bisa meningkatkan kejelasan apa pun yang dia berfokus pada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu berwarna tampak berkibar tertiup angin. Itu bukan tanaman. Atau batu. Tapi kain. Atau dengan kata secara rinci, itu adalah salah satu bagian gaun dengan garis-garis yang berbeda. Sambil mengintip keluar dari hem sepasang kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu masih berdiri. Hampir sama sperti yang Kirito jelaskan, dia adalah seorang gadis muda mengenakan gaun satu potong putih, tidak bergerak, diam-diam menatap pasangan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa pingsan karena kesadarannya luntur, Asuna agak berhasil membuka mulutnya. Dia membiarkan keluar bisikan serak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ki ... Kirito-kun, di sana.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito segera diikuti tatapan Asuna itu. Segera, dia juga, membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I-Ini pasti bohongan ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu tidak bergerak. Berdiri kira-kira sepuluh meter dari mereka, tatapannya tertuju pada mereka. Pada saat itu, Asuna menguatkan dirinya sendiri, berpikir bahwa ia pasti akan pingsan jika gadis itu datang lebih dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh gadis itu bergoyang-goyah. Seperti boneka mekanis yang telah kehabisan energi, ia jatuh ke tanah. Sebuah bunyi cahaya lembut bergema keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, Kirito menyipitkan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak mungkin itu hantu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan berlari sambil berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tu-Tunggu, Kirito-kun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun permohonan untuk berhenti dari Asuna yang tertinggal, Kirito bergegas menuju gadis yang jatuh itu, bahkan tanpa melihat ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya ampun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna dengan enggan berdiri dan mengejarnya. Meski hatinya masih gemetar, ia belum pernah mendengar tentang hantu yang bisa pingsan dan jatuh. Itu tidak mungkin kecuali pemain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlambat beberapa detik, setelah mencapai tempat teduh di bawah pohon konifera, dia menemukan gadis itu sudah membuai dalam lengan Kirito itu. Dia masih tak sadarkan diri. Matanya, dinaungi oleh bulu mata yang panjang, yang tertutup, dengan tangan lemah tergantung lurus ke bawah. Menatap dengan sungguh-sungguh atas sosoknya, dibungkus gaun, dan Asuna menegaskan kembali bahwa itu tidak tembus dengan cara apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ap-apa dia baik-baik saja?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito berbicara, mengintip ke wajah gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nah, jujur.. tidak perlu bernapas di dunia ini, begitu pun detak jantung&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam SAO fungsi fisiologis manusia dapat direproduksi, tetapi dihilangkan. Hal ini dimungkinkan untuk sengaja menarik nafas, bersama dengan sensasi udara yang berhembus melalui saluran pernafasan, tetapi avatar tidak perlu bernapas secara sadar dan tidak akan melakukannya. Demikian juga detak jantung, meskipun detak jantung terasa semakin kencang melalui ketegangan dan kegembiraan, tidak ada cara untuk mersakan yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi tetap saja, dia tidak menghilang... jadi kurasa dia masih hidup. Tapi ini... jelas saja aneh...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Asuna selesai berkomentar, Kirito memiringkan kepalanya ke samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang Aneh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia tidak mungkin hantu, berhubung aku bisa menyentuhnya seperti ini. Tapi kursornya... masih belum muncul...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahh...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna sekali lagi mengkonsentrasikan pengelihatannya ke badan gadis itu. Bagaimanapun, kursor berwarna akan segera muncul ketika objek di Aincrad, seperti player, monster, maupun NPC ketika ditargetkan, tidak terjadi disaat ini. Itu fenomena yang tidak pernah terjadi sampai sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apakah mungkin bug, atau semacam itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mungkin benar. Dalam situasi seperti ini, Seseorang biasanya menghubungi GM di permainan online lain, tapi tidak ada GM dalam SAO... Tetap saja, bukan kursornya saja. Untuk seorang pemain, dia masih sangat muda.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu benar. Tubuh yang ditahan Kirito luar biasa kecil. Dia tidak terlihat lebih tua dari 10 tahun. Seharusnya da batasan usia ketika menyeting Nerve Gear, sebelum bisa sign up, melarang anak kecil, mungkin dibawah 13 tahun, untuk bisa menggunakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengulurkan tangannya dengan lembut, mengusap dahi gadis itu. Rasanya agak dingin dan halus saat disentuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mengapa.. ada gadis semuda ini didalam SAO..?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggigit bibirnya dengan kuat, Kirito berbicara saat ia bangkit berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Untuk saat ini, kita tidak bisa hanya meninggalkan dia sendirian. Kita harus mendapat sesuatu ketika dia bangun. Ayo kita membawanya kembali bersama kita.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;ya, Itu benar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito berdiri sambil membawa gadis itu di tangannya. Asunai santai menoleh sekitarnya, namun tidak mampu menemukan apapun selain tunggul kayu besar yang busuk, dia tidak berhasil mengetahui alasan keberadaan gadis itu di daerah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berlari hampir seluruh jalan, tapi gadis itu tidak sadar, bahkan setelah mereka keluar dari hutan dan kembali ke rumah. Meletakkan gadis itu di tempat tidir Asuna dan menyelimutinya, pasangan itu duduk, berdampingan, di tempat tidur yang berdekatan milik Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada keheningan sesaat di udara, sebelum Kirito dengan santai memecah kesunyian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nah, ada satu hal yang kita bisa yakin, itu adalah dia bukan NPC karena kita bisa membawanya kesini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya... itu benar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
NPC dibawah kendali sistem memiliki posisi tetap mereka masing-masing dam rentang koordinat tertentu dan dengan demikian, tidak dapat dipindahkan sesuai dengan keinginan pemain. Jika pemain mencoba menyentuh atau memegang mereka, jendela laporan pelecehan akan muncul dalam hitungan detik, memberi pemain kejutan menyakitkan dan meniup mereka pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengangguk ringan setuju dengan kesepakatan Asuna, dilanjutkan dengan potongan oleh Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;{{SAOIndo Nav|prev=Jilid 2 Bab 2|next=Jilid 2 Bab 4}}&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>TheDarkID</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_2_Bab_3&amp;diff=237122</id>
		<title>Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 3</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_2_Bab_3&amp;diff=237122"/>
		<updated>2013-03-27T12:22:05Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;TheDarkID: /* Bagian 1 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Incomplete}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Gadis Embun Pagi (Lantai ke-22 Aincrad, Oktober 2024)==&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
Asuna selalu menyetel alarm paginya ke pukul tujuh lewat lima puluh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kamu bertanya mengapa pada pukul tersebut, ini karena alarm pagi Kirito yang berbunyi tepat pada pukul delapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagi ini, Asuna sekali lagi terbangun dengan suara lembut dari instrumen tiup kayu dan terus berbaring, menatap wajah tidur Kirito sambil merebahkan kepalanya di atas tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia jatuh cinta setengah tahun yang lalu. Mereka menjadi partner clearing dua minggu yang lalu. Dan baru enam hari berlalu semenjak mereka menikah dan pindah ke tempat ini, di dalam hutan lantai ke dua puluh dua. Meskipun sebagai pasangan tercintanya, masih banyak hal tentang Kirito yang tidak dia ketahui. Sempat, sambil mengintip wajah tidurnya, dia pelan-pelan menjadi ragu akan usianya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baru beberapa waktu lalu, karena sifatnya yang tidak peduli dan suka menyendiri, ia menduga bahwa dia seharusnya lebih sedikit tua darinya. Namun, melihat kirito, lelap dalam tidur, dengan kepolosan yang begitu naif, membuat dirinya hanya dapat dilihat seperti anak yang masih kecil, tidak lebih tua dari dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menanyakan hal seperti usia mungkin— bukanlah masalah. Namun, melanggar batas ke permasalahan di dunia nyata kuranglah disukai, dan lagipula, keduanya telah menjadi suami istri. Daripada usia, bertemu lagi setelah kembali ke dunia nyata, bertukar informasi dari nama dan alamat asli sampai ke rincian kontak, akan lebih meyakinkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun tetapi, Asuna kurang cukup berani untuk mengatakannya dengan suara keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia takut kalau membicarakan permasalahan dunia nyata, «kehidupan pernikahan» ini akan terasa hanyalah seperti khayalannya yang bukan-bukan. Untuk Asuna yang sekarang, satu kenyataan yang paling penting baginya, adalah hari-hari lembut di rumah hutan ini; bahkan jika tidak bisa lari dari dunia ini, dengan tubuh mereka yang di dunia nyata menyambut kematian, ia masih akan tetap puas, dapat terus hidup seperti ini sampai akhir, meninggalkan dunia ini tanpa penyesalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah sebabnya dia enggan untuk bangun dari mimpi ini dulu— Berpikir demikian, Asuna perlahan mengulurkan tangannya dan membelai wajah tidur Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biarpun begitu, wajah tidur itu memanglah kekanak-kanakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, sudah memang sewajarnya kemampuan Kirito tidak perlu diragukan. Dengan jumlah pengalaman yang sangat besar dari saat bermain pada masa beta test, serta status numerik yang didapat lewat pertempuran yang tidak ada hentinya, dan menggunakan semua itu secara efektif, penilaian dan tekad. Dia mungkin kalah kepada pemimpin Knight of the Blood, «Holy Sword» Heathcliff, tapi Kirito adalah pemain terkuat yang pernah di kenal Asuna. Meski bagaimanapun meburuknya kondisi di medan perang, dia tidak akan pernah merasa takut dengannya yang berada di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, saat ia menatap Kirito yang baring tergelung, entah bagaimana ada satu perasaan yang dengan begitu kuat berusaha untuk keluar dari dadanya bahwa dia hanya seperti adik kecil yang naif dan rapuh. Perasaan bahwa ia harus melindunginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil bernafas dengan lembut, Asuna membungkuk, menyelubungi tubuh Kirito dengan tanganya. Dengan pelan dia kemudian berbisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito… Aku cinta kamu. Tinggallah bersamaku selamanya, oke?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, Kirito bergerak dengan pelan, dan perlahan membuka kelopak matanya. Pasangan itu saling bertukar pandang, dengan wajah mereka yang didepan satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Waa!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna segera mundur dengan panik. Mengalihkan dirinya ke sikap berlutut pada tempat tidur, dia kemudian berbicara dengan wajah yang tersipu malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Se-Selamat Pagi, Kirito, …Apakah kamu… dengan yang baru aku bilang…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selamat pagi. Tadi… eh, emang ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghadap Kirito yang bangkit dan menjawab sambil menahan menguap, Asuna dengan kuat menggoyangkan-goyangkan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-Tidak, tidak ada apa- apa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyelesaikan sarapan pagi telor ceplok dengan roti gandum, salad dan kopi dan merapikan meja dalam beberapa detik, Asuna kemudian menepuk kedua tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah! Kemana kita akan bermain hari ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh, kamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Kirito tersenyum kecut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan membicarakan hal itu dengan begini,&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi setiap hari telah sangatlah menyenangkan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah pemikiran Asuna yang nyata dan murni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpikir kebelakang hanyalah membawa duka, tetapi dalam satu setengah tahun, dari saat ia menjadi tawanan SAO sampai ia jatuh cinta dengan Kirito, Asuna telah menempa dan mengeraskan hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengorbankan tidur untuk meningkatan skillnya, dipilih menjadi sub-leader dari clearing guild, Knights of the Blood, dia telah terjun ke banyak labirin dengan begitu cepatnya bahkan cukup untuk membuat anggotanya menyerah pada sesekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua yang ada dihatinya itu hanyalah semata mata untuk menyelesaikan game ini dan melarikan diri; sehingga ia berkesimpulan bahwa semua aktivitas lain yang tidak berhubungan dengan itu adalah sia sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pemikiran yang seperti ini, Asuna tidak bisa berbuat apa apa kecuali menyesal tidak bertemu Kirito lebih awal. Hari- hari setelah bertemu dengan Kirito sangatlah berwarna, penuh dengan begitu banyak kejutan yang bahkan melewati kehidupannya yang lalu di dunia nyata. Jika bersama Kirito, semua waktu yang telah dihabiskan disini dapat dianggap sebagai pengalaman yang langka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah sebabnya bagi Asuna, akhirnya bisa mendapakatkan hari dimana mereka berdua dapat menghabiskan waktu bersama, tiap tiap detik dapat dianggap perhiasan berharga dengan sendirinya. Dia ingin pergi, sebagai pasangan, ke banyak dan lebih banyak tempat lagi bersama dan membicarakan banyak hal yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna meletakkan tangannya di pinggang dan berbicara sambil cemberut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah Kirito-kun tidak ingin pergi ke suatu tempat dan bermain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam menanggapi itu, Kirito tersenyum lebar dan melambaikan tangan kirinya, memanggil peta. Mengubahnya menjadi modus visible, dia menunjukkannya kepada Asuna&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tepat disekitar ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang ditunjuk adalah sudut hutan, tidak terlalu jauh dari rumah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjadi salah satu dari lantai bawah, Lantai ke-dua puluh dua cukuplah luas. Diameter dari  seluruh wilayah ini mungkin lebih dari delapan kilometer. Sebuah danau raksasa berada di tengah dan sampai ke pantai selatan, disana terdapat kota utama, «Coral» Village. Di pantai utara terdapat labyrinth. Sisa dari wilayah tersebut ditutupi oleh hutan konifera yang indah. Rumah kecil milik Asuna dan Kirito berada di dalam sebuah area di tepi selatan lantai ini, dan apa yang sekarang ditunjuk Kirito sekitara dua kilometer jauhhnya, di arah timur laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini adalah tentang rumor yang aku dengar di desa kemarin.. Dibagian ini, dimana hutan menebal...”itu” tampaknya akan keluar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepada Kirito yang sedang tersenyum halus, Asuna dengan ragu menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apanya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...H-Hantu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna diam sejenak, dengan takut dia bertanya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Itu berarti, seekor monter dari tipe Astral?Sesuatu seperti roh atau banshee?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan, ini hantu asli. Seorang player... jadi, roh manusia. Sepertinya seorang wanita.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aah...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tanpa sadar menjengit. Mengarah ke topik seperti ini, Asuna hanya yakin bahwa dia akan terpengaruh jauh lebih buruk dari rata-rata orang. Dia cukup tidak baik dengan itu bahkan sampai memikirkan alasan yang sembarangan untuk tidak mengikuti clearing labirin kastil tua, membentangi lanti enam puluh lima dan enam puluh enam yang terkenal karena tema horornya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-Tapi lihat, ini adalah dunia maya permainan. Sesuatu seperti— hantu keluar, sesuatu seperti ini tidak akan pernah terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memaksa dirinya untuk tetap tersenyum, dia mulai memprotes dengan suara keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Paling cuma sedikit dari itu yang benar, ya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun untuk Kirito, yang tahu bahwa Asuna lemah terhadap hantu, ia dengan antusias lanjut menyerang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Misalnya… Seorang pemain yang mati dengan penyesalan, merasuki NervGear yang masih dipakai dan aktif… mengeluyuri wilayah, malam demi malam…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hentik--!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wahahaha, maaf, ini hanya lelucon buruk. Yah, aku ragu kalau roh akan benar-benar muncul, tapi kalau kita mau pergi ke suatu tempat, lebih baik menuju ke tempat yang lebih tinggi memiliki kemungkinan untuk terjadi sesuatu, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aaah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengerutkan bibirnya memberi muka masam, Asuna mengganti fokusnya ke luar jendela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun musim dingin yang mendekati, cuacanya sangat baik. Sinar matahari terasa hangat dan lembut, membasuh halaman kebun. Waktu yang paling tidak cocok untuk acara seperti penampakan hantu. Karena bagaimana Aincrad terancang, meskipun tidak mungkin untuk melihat matahari secara langsung kecuali pada awal pagi dan sore, berkat pencahayaan sekitar yang memadai, wilayahnya jelas ternyala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berbalik ke arah Kirito dan menjawab, dengan kepalanya yang terangkat tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, Mari kita pergi. Untuk membuktikan kalau sesuatu seperti hantu tidaklah nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi begitu, --Kalau kita tidak menemukannya hari ini, lain kali kita akan pergi di tengah malam, oke?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin!! ….Aku  tidak akan membuatkan makanan untuk orang yang jahat seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gah, lupakan itu. Kau tidak mendengar apa-apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercemberut kepada Kirito untuk terakhir kalinya, Asuna kemudian tersenyum lebar dan tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, mari kita selesaikan persiapan. Aku akan memanggang ikan, jadi Kirito-kun potong rotinya, oke?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cepat memasukkan kotak makan siang dengan burger ikan,sekitar jam sembilan pagi ketika mereka meninggalkan rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melangkah ke rumput di kebun, Asuna berbalik kembali ke Kirito dan berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei, biarkan aku naik di bahumu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Biarkan kamu naik di bahuku!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito menjawab liar, kembali bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau lihat, selalu melihat dari ketinggian yang sama serasa membosankan seharusnya menjadi lebih mudah dengan status kekuatan fisik Kirito-kun, kan?.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, mungkin itu benar ... Ya ampun, berapa umurmu ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Usia tidak ada hubungannya dengan itu Bukankah itu benar? Lagipula tidak ada yang melihat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ba-baiklah, kurasa ..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkejut, Kirito berjongkok dan berbalik ke arah Asuna sambil geleng-geleng kepala. Mengangkat roknya, dia mengangkat kakinya ke bahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Di sana kita pergi. Tapi aku akan pastikan untuk memukulmu jika kamu melihat ke belakang, Ok..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankah jadi tidak masuk akal ...?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggerutu tentang situasi, Kirito dengan gesit berdiri, sehingga tampak kenaikan dalam sudut pandang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Waa! Lihat, kamu bahkan dapat melihat danau dari sini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak bisa melihatnya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau begitu aku akan melakukannya untukmu nanti juga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menempatkan tangannya di atas kepala Kirito, yang telah merosot lebih karena kelelahan atas kejadian tersebut, Asuna berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sekarang, saatnya untuk berangkat!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertawa riang kapal bahu Kirito, yang terus berjalan ke depan, Asuna mampu memahami betapa berharganya hari ini, mampu hidup bersama. Dia sepenuh hati bisa percaya bahwa ini adalah saat ia merasa paling «hidup» di semua tujuh belas tahun dari hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berjalan di sepanjang jalan-Kirito adalah satu-satunya yang benar-benar berupaya, tapi-Setelah sekitar sepuluh menit, salah satu danau yang menghiasi lantai dua puluh dua akhirnya datang di hadapan. Mungkin tergoda akan cuaca lembut, sudah ada beberapa player yang berada di sana sejak pagi, casting ke danau, umpan menggantung di air. Jalan meringkuk di sekitar danau, menuju tanjakan, cukup jauh dari tepi danau. Tapi saat mereka mendekat, melihat player yang berpaling ke arah mereka dan melambaikan tangan. Tampaknya setiap orang yang mereka lihat tersenyum pada mereka dan beberapa bahkan tertawa keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Ini tidak seperti yang banyak orang lihat!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahaha, sehingga ada orang-orang di sekitar ... Hei, Kirito-kun, lambaikan tangan pada mereka juga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak ada cara aku akan melakukannya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski mengeluhkan, Kirito tidak menunjukkan tanda-tanda ingin membiarkan Asuna turun. Asuna mengerti bahwa dia benar-benar geli oleh pergantian peristiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalan ke bawah yang miring, ke arah kanan, menuju ke dalam hutan. Tentu melalui celah antar pohon konifer besar yang menyerupai cedar, menjulang di atas segalanya, mereka berjalan beriringan. Gemerisik daun, dan kicau burung kecil terdengar di sungai kecil. Semua suara ini menjabat sebagai pelengkap untuk pemandangan hutan, yang menjadi satu dalam warna-warna musim gugur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berpaling matanya ke arah puncak pohon, yang lebih dekat daripada biasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pohon itu pasti besar ... Hei, apakah kamu pikir kamu bisa mendaki itu ...?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm ... Mm ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam menanggapi permintaan Asuna tersebut, Kirito memikirkannya untuk sementara waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini mungkin dalam batas-batas dari sistem ... Ingin mencobanya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nah, mari kita tinggalkan itu untuk waktu berikutnya-Sekarang. Aku berpikir tentang mendaki.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna membentangkan tubuhnya yang berada pada bahu Kirito dan memandang ke arah tepi luar Aincrad, melalui celah-celah di antara pepohonan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hal-hal di sekitar tepi, orang-orang yang terlihat seperti mendukung, mereka terhubung sepanjang jalan ke lantai berikutnya, benar? aku bertanya-tanya ...? Apa yang akan terjadi jika kita naik dari situ?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, aku pernah mencoba itu sebelumnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eeh!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengendalikan tubuhnya, dia berbalik dan menatap Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa kau tidak mengundangku juga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yah, itu ketika kita tidak mengenal satu sama lain dengan baik.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa, itu hanya karena Kirito-kun terus melarikan diri.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... A-Apakah aku benar-benar melakukan hal tersebut?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu benar aku selalu mencoba mengundangmu,. Tapi kau bahkan tidak mau menemaniku untuk minum teh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I-Itu ... Ba-baiklah, jika seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian percakapan yang mulai aneh kembali ke topik semula, Kirito melanjutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jika kau menilai berdasarkan hasil murni, itu adalah kegagalan. Memanjat dari bagian batu-batu yang kasar sangat mudah,. Tapi setelah naik sekitar delapan puluh meter, pesan kesalahan muncul, &#039;Anda tidak bisa melampaui daerah ini&#039; dan membuatku jengkel. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah ha ha, jadi seperti yang diharapkan, kecurangan tidak bekerja, ya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini bukan bahan tertawaan, tanganku tergelincir. terkejut dan aku jatuh dari ketinggian ....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;E-Eh!? Bukankah kamu bisa mati karena sesuatu seperti itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya. Aku pikir aku akan ditakdirkan mati dan tertulis dalam daftar pemain yang tewas dalam aksi, akan tetapi aku dengan segera menggunakan kristal teleport..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya ampun, itu berbahaya. Pastikan dirimu tidak mengulanginya, Ok?.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itulah yang ingin kukatakan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berjalan-jalan sambil bertukar percakapan tanpa tujuan, hutan berangsur-angsur menjadi lebih padat. Bahkan teriakan burung yang mulai samar-samar, serta sinar matahari melalui pepohonan mulai memudar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memandang berkeliling sekali lagi, ia mempertanyakan Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei, itu ... tempat dalam rumor, apakah jalan itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yah, itu ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito melambaikan tangannya, memeriksa posisi mereka di peta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, kita cukup dekat dengan tujuan kita dan akan mencapainya dalam beberapa menit..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm ... Hei, tentang kasus ini, apakah ada rincian tentang hal tersebut?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak benar-benar ingin mendengar tentang hal itu, tapi tidak tahu apa yanng membuatnya seperti gelisah, dan mendorong dia untuk bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nah, sekitar seminggu yang lalu, seorang pengrajin kayu (woodcraft) telah datang ke sini untuk mengumpulkan beberapa kayu. Kayu yang dapat dipanen dari hutan ini adalah kualitas yang cukup bagus,. Dan sementara pemain sibuk dalam tugasnya , hari mulai gelap ... Pemain bergegas untuk kembali, tetapi tertutup oleh naungan pohon-pohon ... dan ada pemandangan sekilas putih. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini sudah batas untuk Asuna, namun Kirito tanpa ampun melanjutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pemain bingung berpikir bahwa itu adalah sebuah monster, tapi rupanya bukan itu, itu adalah manusia, atau lebih tepatnya, seorang gadis kecil, sebagai pemain telah disebutkan.. Panjang, rambut hitam pada pakaian putih. Perlahan berjalan menuju rumpun pohon. Kalau bukan rakasa, itu hanya bisa menjadi pemain, pemain berpikir, menatap padanya. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;-Tidak ada kursor.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ee ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah teriakan lembut sengaja bocor keluar dari tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak ada cara yang mungkin Meskipun berpikir bahwa, pemain semakin dekat.. Dan bahkan memanggilnya. Melakukan hal itu, gadis itu berhenti semua gerakan ... dia secara bertahap berbalik ke arahnya ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Th-Th-Itu e-eno ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu, pria itu akhirnya melihat Gadis itu,. Sebagai cahaya bulan bersinar turun ke baju putihnya, pohon-pohon di sampingnya-bisa dilihat langsung melalui dirinya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;-!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyesakkan jeritan, Asuna mencengkeram rambut ke Kirito erat-erat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini adalah akhir dari saya jika dia berbalik, dia berpikir dan lari. Akhirnya mendapatkan pergi cukup jauh untuk melihat cahaya dari desa, ia menduga bahwa ia aman dan berhenti ... mengi, ia berbalik untuk melihat ke belakang .. . &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;- H!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan tidak ada siapa pun di sana Dan dia hidup bahagia selamanya..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Ki-Ki-Kirito-kun, idiot-!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melompat turun dari bahunya, dia mengangkat tinjunya, serius bersiap-siap untuk melepaskan pukulan di punggungnya-saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jauh di dalam kedalaman hutan, suram, meskipun itu masih tengah hari, pada jarak dari pasangan, sesuatu yang putih mengintip mereka dari sisi batang pohon konifer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diserang oleh aura menyenangkan, Asuna menjadi membeku ketakutan. Bahkan jika itu tidak sebanyak itu Kirito, keterampilan persepsi Asuna itu juga, agak disempurnakan melalui pengalaman. Pasif Toggling penggunaan keterampilan, dia bisa meningkatkan kejelasan apa pun yang dia berfokus pada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu putih tampak berkibar tertiup angin. Itu bukan tanaman. Atau batu. Tapi kain. Atau dengan kata secara rinci, itu adalah salah satu bagian gaun dengan garis-garis yang berbeda. Mengintip keluar dari hem dua ramping, panjang kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu masih berdiri. Hampir sama Kirito telah dijelaskan, dia adalah seorang gadis muda mengenakan gaun satu potong putih, tidak bergerak, diam-diam menatap pasangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa pingsan karena kesadarannya luntur, Asuna agak berhasil membuka mulutnya. Dia membiarkan keluar bisikan serak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ki ... Kirito-kun, di sana.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito segera diikuti tatapan Asuna itu. Segera, dia juga, membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Th-Ini harus menjadi kebohongan ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu tidak bergerak. Berdiri kira-kira sepuluh meter dari pasangan, tatapannya tertuju pada mereka. Pada saat itu, Asuna menguatkan dirinya sendiri, berpikir bahwa ia pasti akan pingsan jika gadis itu datang lebih dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh gadis itu bergoyang-goyah. Seperti boneka mekanis yang telah kehabisan energi, ia jatuh ke tanah, dengan gerakan seperti itu dari makhluk hidup. Sebuah bunyi cahaya lembut bergema keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ada ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, Kirito menyipitkan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak ada cara seperti itu hantu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan berlari sambil berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Wa-Tunggu, Kirito-kun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun permohonan untuk berhenti dari Asuna yang tertinggal, Kirito bergegas menuju gadis jatuh, bahkan tanpa melihat ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya ampun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna enggan berdiri dan mengejarnya. Meski hatinya masih gemetar, ia belum pernah mendengar tentang hantu yang bisa pingsan dan jatuh. Itu tidak bisa apa-apa kecuali pemain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlambat beberapa detik, setelah mencapai tempat teduh di bawah pohon konifera, dia menemukan gadis itu sudah membuai dalam lengan Kirito itu. Dia masih tak sadarkan diri. Matanya, dinaungi oleh bulu mata yang panjang, masih ditutup, dengan tangan lemah tergantung lurus ke bawah. Menatap dengan sungguh-sungguh atas sosoknya, dibungkus gaun, bagian satu Asuna menegaskan kembali bahwa itu tidak tembus dengan cara apapun.Rambut hitam panjang dengan pakaian putih. Perlahan berjalan menuju rumpun pohon. Jika bukan rakasa, itu hanya salah seorang player, player berpikir, dan melihat padanya. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;-Tidak ada kursor.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ee ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah teriakan lembut sengaja keluar dari tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak ada cara untuk memastikan. Meskipun berpikir, player tersebut semakin dekat.. Dan memanggilnya. Melakukan hal tersebut, membuat gadis itu ... dam dia secara bertahap berbalik ke arahnya ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I-I-Itu cu-cuku ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu, pria itu akhirnya melihat Gadis itu,. Sebagai cahaya bulan bersinar turun ke baju putihnya, pohon-pohon di sampingnya-bisa dilihat langsung melalui dirinya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;-!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mencengkeram rambut ke Kirito erat-erat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini adalah akhir dariku jika dia berbalik, dia berpikir dan lari. Akhirnya setelah pergi cukup jauh untuk melihat cahaya dari desa, ia menduga bahwa ia aman dan berhenti ... Kemudian, ia berbalik untuk melihat ke belakang .. . &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;- H!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan tidak ada siapa pun di sana Dan dia hidup bahagia selamanya..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Ki-Ki-Kirito-kun, idiot-!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melompat turun dari bahunya, dia mengangkat tinjunya, bersiap-siap untuk melepaskan pukulan di punggungnya saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jauh di dalam kedalaman hutan, yang suram, meskipun itu masih tengah hari, pada jarak dari pandangan, sesuatu yang putih mengintip mereka dari sisi batang pohon konifer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diserang oleh aura tidak menyenangkan, Asuna menjadi membeku ketakutan. Walaupun itu tidak seperti Kirito, keterampilan persepsi Asuna juga agak disempurnakan melalui pengalaman. Ketika &amp;lt;&amp;lt;Pasif Toggling&amp;gt;&amp;gt; digunakan , dia bisa meningkatkan kejelasan apa pun yang dia berfokus pada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu berwarna tampak berkibar tertiup angin. Itu bukan tanaman. Atau batu. Tapi kain. Atau dengan kata secara rinci, itu adalah salah satu bagian gaun dengan garis-garis yang berbeda. Sambil mengintip keluar dari hem sepasang kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu masih berdiri. Hampir sama sperti yang Kirito jelaskan, dia adalah seorang gadis muda mengenakan gaun satu potong putih, tidak bergerak, diam-diam menatap pasangan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa pingsan karena kesadarannya luntur, Asuna agak berhasil membuka mulutnya. Dia membiarkan keluar bisikan serak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ki ... Kirito-kun, di sana.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito segera diikuti tatapan Asuna itu. Segera, dia juga, membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I-Ini pasti bohongan ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu tidak bergerak. Berdiri kira-kira sepuluh meter dari mereka, tatapannya tertuju pada mereka. Pada saat itu, Asuna menguatkan dirinya sendiri, berpikir bahwa ia pasti akan pingsan jika gadis itu datang lebih dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh gadis itu bergoyang-goyah. Seperti boneka mekanis yang telah kehabisan energi, ia jatuh ke tanah. Sebuah bunyi cahaya lembut bergema keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, Kirito menyipitkan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak mungkin itu hantu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan berlari sambil berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tu-Tunggu, Kirito-kun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun permohonan untuk berhenti dari Asuna yang tertinggal, Kirito bergegas menuju gadis yang jatuh itu, bahkan tanpa melihat ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya ampun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna dengan enggan berdiri dan mengejarnya. Meski hatinya masih gemetar, ia belum pernah mendengar tentang hantu yang bisa pingsan dan jatuh. Itu tidak mungkin kecuali pemain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlambat beberapa detik, setelah mencapai tempat teduh di bawah pohon konifera, dia menemukan gadis itu sudah membuai dalam lengan Kirito itu. Dia masih tak sadarkan diri. Matanya, dinaungi oleh bulu mata yang panjang, yang tertutup, dengan tangan lemah tergantung lurus ke bawah. Menatap dengan sungguh-sungguh atas sosoknya, dibungkus gaun, dan Asuna menegaskan kembali bahwa itu tidak tembus dengan cara apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ap-apa dia baik-baik saja?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito berbicara, mengintip ke wajah gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nah, jujur.. tidak perlu bernapas di dunia ini, begitu pun detak jantung&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam SAO fungsi fisiologis manusia dapat direproduksi, tetapi dihilangkan. Hal ini dimungkinkan untuk sengaja menarik nafas, bersama dengan sensasi udara yang berhembus melalui saluran pernafasan, tetapi avatar tidak perlu bernapas secara sadar dan tidak akan melakukannya. Demikian juga detak jantung, meskipun detak jantung terasa semakin kencang melalui ketegangan dan kegembiraan, tidak ada cara untuk mersakan yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi tetap saja, dia tidak menghilang... jadi kurasa dia masih hidup. Tapi ini... jelas saja aneh...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Asuna selesai berkomentar, Kirito memiringkan kepalanya ke samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang Aneh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia tidak mungkin hantu, berhubung aku bisa menyentuhnya seperti ini. Tapi kursornya... masih belum muncul...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahh...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna sekali lagi mengkonsentrasikan pengelihatannya ke badan gadis itu. Bagaimanapun, kursor berwarna akan segera muncul ketika objek di Aincrad, seperti player, monster, maupun NPC ketika ditargetkan, tidak terjadi disaat ini. Itu fenomena yang tidak pernah terjadi sampai sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---- &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;{{SAOIndo Nav|prev=Jilid 2 Bab 2|next=Jilid 2 Bab 4}}&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>TheDarkID</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_2_Bab_3&amp;diff=237120</id>
		<title>Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 3</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_2_Bab_3&amp;diff=237120"/>
		<updated>2013-03-27T12:14:36Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;TheDarkID: /* Bagian 1 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Incomplete}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Gadis Embun Pagi (Lantai ke-22 Aincrad, Oktober 2024)==&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
Asuna selalu menyetel alarm paginya ke pukul tujuh lewat lima puluh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kamu bertanya mengapa pada pukul tersebut, ini karena alarm pagi Kirito yang berbunyi tepat pada pukul delapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagi ini, Asuna sekali lagi terbangun dengan suara lembut dari instrumen tiup kayu dan terus berbaring, menatap wajah tidur Kirito sambil merebahkan kepalanya di atas tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia jatuh cinta setengah tahun yang lalu. Mereka menjadi partner clearing dua minggu yang lalu. Dan baru enam hari berlalu semenjak mereka menikah dan pindah ke tempat ini, di dalam hutan lantai ke dua puluh dua. Meskipun sebagai pasangan tercintanya, masih banyak hal tentang Kirito yang tidak dia ketahui. Sempat, sambil mengintip wajah tidurnya, dia pelan-pelan menjadi ragu akan usianya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baru beberapa waktu lalu, karena sifatnya yang tidak peduli dan suka menyendiri, ia menduga bahwa dia seharusnya lebih sedikit tua darinya. Namun, melihat kirito, lelap dalam tidur, dengan kepolosan yang begitu naif, membuat dirinya hanya dapat dilihat seperti anak yang masih kecil, tidak lebih tua dari dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menanyakan hal seperti usia mungkin— bukanlah masalah. Namun, melanggar batas ke permasalahan di dunia nyata kuranglah disukai, dan lagipula, keduanya telah menjadi suami istri. Daripada usia, bertemu lagi setelah kembali ke dunia nyata, bertukar informasi dari nama dan alamat asli sampai ke rincian kontak, akan lebih meyakinkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun tetapi, Asuna kurang cukup berani untuk mengatakannya dengan suara keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia takut kalau membicarakan permasalahan dunia nyata, «kehidupan pernikahan» ini akan terasa hanyalah seperti khayalannya yang bukan-bukan. Untuk Asuna yang sekarang, satu kenyataan yang paling penting baginya, adalah hari-hari lembut di rumah hutan ini; bahkan jika tidak bisa lari dari dunia ini, dengan tubuh mereka yang di dunia nyata menyambut kematian, ia masih akan tetap puas, dapat terus hidup seperti ini sampai akhir, meninggalkan dunia ini tanpa penyesalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah sebabnya dia enggan untuk bangun dari mimpi ini dulu— Berpikir demikian, Asuna perlahan mengulurkan tangannya dan membelai wajah tidur Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biarpun begitu, wajah tidur itu memanglah kekanak-kanakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, sudah memang sewajarnya kemampuan Kirito tidak perlu diragukan. Dengan jumlah pengalaman yang sangat besar dari saat bermain pada masa beta test, serta status numerik yang didapat lewat pertempuran yang tidak ada hentinya, dan menggunakan semua itu secara efektif, penilaian dan tekad. Dia mungkin kalah kepada pemimpin Knight of the Blood, «Holy Sword» Heathcliff, tapi Kirito adalah pemain terkuat yang pernah di kenal Asuna. Meski bagaimanapun meburuknya kondisi di medan perang, dia tidak akan pernah merasa takut dengannya yang berada di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, saat ia menatap Kirito yang baring tergelung, entah bagaimana ada satu perasaan yang dengan begitu kuat berusaha untuk keluar dari dadanya bahwa dia hanya seperti adik kecil yang naif dan rapuh. Perasaan bahwa ia harus melindunginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil bernafas dengan lembut, Asuna membungkuk, menyelubungi tubuh Kirito dengan tanganya. Dengan pelan dia kemudian berbisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito… Aku cinta kamu. Tinggallah bersamaku selamanya, oke?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, Kirito bergerak dengan pelan, dan perlahan membuka kelopak matanya. Pasangan itu saling bertukar pandang, dengan wajah mereka yang didepan satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Waa!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna segera mundur dengan panik. Mengalihkan dirinya ke sikap berlutut pada tempat tidur, dia kemudian berbicara dengan wajah yang tersipu malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Se-Selamat Pagi, Kirito, …Apakah kamu… dengan yang baru aku bilang…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selamat pagi. Tadi… eh, emang ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghadap Kirito yang bangkit dan menjawab sambil menahan menguap, Asuna dengan kuat menggoyangkan-goyangkan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-Tidak, tidak ada apa- apa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyelesaikan sarapan pagi telor ceplok dengan roti gandum, salad dan kopi dan merapikan meja dalam beberapa detik, Asuna kemudian menepuk kedua tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah! Kemana kita akan bermain hari ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh, kamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Kirito tersenyum kecut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan membicarakan hal itu dengan begini,&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi setiap hari telah sangatlah menyenangkan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah pemikiran Asuna yang nyata dan murni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpikir kebelakang hanyalah membawa duka, tetapi dalam satu setengah tahun, dari saat ia menjadi tawanan SAO sampai ia jatuh cinta dengan Kirito, Asuna telah menempa dan mengeraskan hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengorbankan tidur untuk meningkatan skillnya, dipilih menjadi sub-leader dari clearing guild, Knights of the Blood, dia telah terjun ke banyak labirin dengan begitu cepatnya bahkan cukup untuk membuat anggotanya menyerah pada sesekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua yang ada dihatinya itu hanyalah semata mata untuk menyelesaikan game ini dan melarikan diri; sehingga ia berkesimpulan bahwa semua aktivitas lain yang tidak berhubungan dengan itu adalah sia sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pemikiran yang seperti ini, Asuna tidak bisa berbuat apa apa kecuali menyesal tidak bertemu Kirito lebih awal. Hari- hari setelah bertemu dengan Kirito sangatlah berwarna, penuh dengan begitu banyak kejutan yang bahkan melewati kehidupannya yang lalu di dunia nyata. Jika bersama Kirito, semua waktu yang telah dihabiskan disini dapat dianggap sebagai pengalaman yang langka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah sebabnya bagi Asuna, akhirnya bisa mendapakatkan hari dimana mereka berdua dapat menghabiskan waktu bersama, tiap tiap detik dapat dianggap perhiasan berharga dengan sendirinya. Dia ingin pergi, sebagai pasangan, ke banyak dan lebih banyak tempat lagi bersama dan membicarakan banyak hal yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna meletakkan tangannya di pinggang dan berbicara sambil cemberut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah Kirito-kun tidak ingin pergi ke suatu tempat dan bermain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam menanggapi itu, Kirito tersenyum lebar dan melambaikan tangan kirinya, memanggil peta. Mengubahnya menjadi modus visible, dia menunjukkannya kepada Asuna&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tepat disekitar ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang ditunjuk adalah sudut hutan, tidak terlalu jauh dari rumah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjadi salah satu dari lantai bawah, Lantai ke-dua puluh dua cukuplah luas. Diameter dari  seluruh wilayah ini mungkin lebih dari delapan kilometer. Sebuah danau raksasa berada di tengah dan sampai ke pantai selatan, disana terdapat kota utama, «Coral» Village. Di pantai utara terdapat labyrinth. Sisa dari wilayah tersebut ditutupi oleh hutan konifera yang indah. Rumah kecil milik Asuna dan Kirito berada di dalam sebuah area di tepi selatan lantai ini, dan apa yang sekarang ditunjuk Kirito sekitara dua kilometer jauhhnya, di arah timur laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini adalah tentang rumor yang aku dengar di desa kemarin.. Dibagian ini, dimana hutan menebal...”itu” tampaknya akan keluar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepada Kirito yang sedang tersenyum halus, Asuna dengan ragu menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apanya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...H-Hantu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna diam sejenak, dengan takut dia bertanya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Itu berarti, seekor monter dari tipe Astral?Sesuatu seperti roh atau banshee?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan, ini hantu asli. Seorang player... jadi, roh manusia. Sepertinya seorang wanita.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aah...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tanpa sadar menjengit. Mengarah ke topik seperti ini, Asuna hanya yakin bahwa dia akan terpengaruh jauh lebih buruk dari rata-rata orang. Dia cukup tidak baik dengan itu bahkan sampai memikirkan alasan yang sembarangan untuk tidak mengikuti clearing labirin kastil tua, membentangi lanti enam puluh lima dan enam puluh enam yang terkenal karena tema horornya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-Tapi lihat, ini adalah dunia maya permainan. Sesuatu seperti— hantu keluar, sesuatu seperti ini tidak akan pernah terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memaksa dirinya untuk tetap tersenyum, dia mulai memprotes dengan suara keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Paling cuma sedikit dari itu yang benar, ya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun untuk Kirito, yang tahu bahwa Asuna lemah terhadap hantu, ia dengan antusias lanjut menyerang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Misalnya… Seorang pemain yang mati dengan penyesalan, merasuki NervGear yang masih dipakai dan aktif… mengeluyuri wilayah, malam demi malam…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hentik--!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wahahaha, maaf, ini hanya lelucon buruk. Yah, aku ragu kalau roh akan benar-benar muncul, tapi kalau kita mau pergi ke suatu tempat, lebih baik menuju ke tempat yang lebih tinggi memiliki kemungkinan untuk terjadi sesuatu, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aaah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengerutkan bibirnya memberi muka masam, Asuna mengganti fokusnya ke luar jendela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun musim dingin yang mendekati, cuacanya sangat baik. Sinar matahari terasa hangat dan lembut, membasuh halaman kebun. Waktu yang paling tidak cocok untuk acara seperti penampakan hantu. Karena bagaimana Aincrad terancang, meskipun tidak mungkin untuk melihat matahari secara langsung kecuali pada awal pagi dan sore, berkat pencahayaan sekitar yang memadai, wilayahnya jelas ternyala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berbalik ke arah Kirito dan menjawab, dengan kepalanya yang terangkat tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, Mari kita pergi. Untuk membuktikan kalau sesuatu seperti hantu tidaklah nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi begitu, --Kalau kita tidak menemukannya hari ini, lain kali kita akan pergi di tengah malam, oke?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin!! ….Aku  tidak akan membuatkan makanan untuk orang yang jahat seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gah, lupakan itu. Kau tidak mendengar apa-apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercemberut kepada Kirito untuk terakhir kalinya, Asuna kemudian tersenyum lebar dan tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, mari kita selesaikan persiapan. Aku akan memanggang ikan, jadi Kirito-kun potong rotinya, oke?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cepat memasukkan kotak makan siang dengan burger ikan,sekitar jam sembilan pagi ketika mereka meninggalkan rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melangkah ke rumput di kebun, Asuna berbalik kembali ke Kirito dan berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei, biarkan aku naik di bahumu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Biarkan kamu naik di bahuku!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito menjawab liar, kembali bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau lihat, selalu melihat dari ketinggian yang sama serasa membosankan seharusnya menjadi lebih mudah dengan status kekuatan fisik Kirito-kun, kan?.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, mungkin itu benar ... Ya ampun, berapa umurmu ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Usia tidak ada hubungannya dengan itu Bukankah itu benar? Lagipula tidak ada yang melihat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ba-baiklah, kurasa ..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkejut, Kirito berjongkok dan berbalik ke arah Asuna sambil geleng-geleng kepala. Mengangkat roknya, dia mengangkat kakinya ke bahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Di sana kita pergi. Tapi aku akan pastikan untuk memukulmu jika kamu melihat ke belakang, Ok..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankah jadi tidak masuk akal ...?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggerutu tentang situasi, Kirito dengan gesit berdiri, sehingga tampak kenaikan dalam sudut pandang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Waa! Lihat, kamu bahkan dapat melihat danau dari sini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak bisa melihatnya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau begitu aku akan melakukannya untukmu nanti juga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menempatkan tangannya di atas kepala Kirito, yang telah merosot lebih karena kelelahan atas kejadian tersebut, Asuna berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sekarang, saatnya untuk berangkat!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertawa riang kapal bahu Kirito, yang terus berjalan ke depan, Asuna mampu memahami betapa berharganya hari ini, mampu hidup bersama. Dia sepenuh hati bisa percaya bahwa ini adalah saat ia merasa paling «hidup» di semua tujuh belas tahun dari hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berjalan di sepanjang jalan-Kirito adalah satu-satunya yang benar-benar berupaya, tapi-Setelah sekitar sepuluh menit, salah satu danau yang menghiasi lantai dua puluh dua akhirnya datang di hadapan. Mungkin tergoda akan cuaca lembut, sudah ada beberapa player yang berada di sana sejak pagi, casting ke danau, umpan menggantung di air. Jalan meringkuk di sekitar danau, menuju tanjakan, cukup jauh dari tepi danau. Tapi saat mereka mendekat, melihat player yang berpaling ke arah mereka dan melambaikan tangan. Tampaknya setiap orang yang mereka lihat tersenyum pada mereka dan beberapa bahkan tertawa keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Ini tidak seperti yang banyak orang lihat!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahaha, sehingga ada orang-orang di sekitar ... Hei, Kirito-kun, lambaikan tangan pada mereka juga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak ada cara aku akan melakukannya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski mengeluhkan, Kirito tidak menunjukkan tanda-tanda ingin membiarkan Asuna turun. Asuna mengerti bahwa dia benar-benar geli oleh pergantian peristiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalan ke bawah yang miring, ke arah kanan, menuju ke dalam hutan. Tentu melalui celah antar pohon konifer besar yang menyerupai cedar, menjulang di atas segalanya, mereka berjalan beriringan. Gemerisik daun, dan kicau burung kecil terdengar di sungai kecil. Semua suara ini menjabat sebagai pelengkap untuk pemandangan hutan, yang menjadi satu dalam warna-warna musim gugur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berpaling matanya ke arah puncak pohon, yang lebih dekat daripada biasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pohon itu pasti besar ... Hei, apakah kamu pikir kamu bisa mendaki itu ...?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm ... Mm ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam menanggapi permintaan Asuna tersebut, Kirito memikirkannya untuk sementara waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini mungkin dalam batas-batas dari sistem ... Ingin mencobanya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nah, mari kita tinggalkan itu untuk waktu berikutnya-Sekarang. Aku berpikir tentang mendaki.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna membentangkan tubuhnya yang berada pada bahu Kirito dan memandang ke arah tepi luar Aincrad, melalui celah-celah di antara pepohonan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hal-hal di sekitar tepi, orang-orang yang terlihat seperti mendukung, mereka terhubung sepanjang jalan ke lantai berikutnya, benar? aku bertanya-tanya ...? Apa yang akan terjadi jika kita naik dari situ?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, aku pernah mencoba itu sebelumnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eeh!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengendalikan tubuhnya, dia berbalik dan menatap Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa kau tidak mengundangku juga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yah, itu ketika kita tidak mengenal satu sama lain dengan baik.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa, itu hanya karena Kirito-kun terus melarikan diri.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... A-Apakah aku benar-benar melakukan hal tersebut?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu benar aku selalu mencoba mengundangmu,. Tapi kau bahkan tidak mau menemaniku untuk minum teh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I-Itu ... Ba-baiklah, jika seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian percakapan yang mulai aneh kembali ke topik semula, Kirito melanjutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jika kau menilai berdasarkan hasil murni, itu adalah kegagalan. Memanjat dari bagian batu-batu yang kasar sangat mudah,. Tapi setelah naik sekitar delapan puluh meter, pesan kesalahan muncul, &#039;Anda tidak bisa melampaui daerah ini&#039; dan membuatku jengkel. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah ha ha, jadi seperti yang diharapkan, kecurangan tidak bekerja, ya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini bukan bahan tertawaan, tanganku tergelincir. terkejut dan aku jatuh dari ketinggian ....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;E-Eh!? Bukankah kamu bisa mati karena sesuatu seperti itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya. Aku pikir aku akan ditakdirkan mati dan tertulis dalam daftar pemain yang tewas dalam aksi, akan tetapi aku dengan segera menggunakan kristal teleport..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya ampun, itu berbahaya. Pastikan dirimu tidak mengulanginya, Ok?.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itulah yang ingin kukatakan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berjalan-jalan sambil bertukar percakapan tanpa tujuan, hutan berangsur-angsur menjadi lebih padat. Bahkan teriakan burung yang mulai samar-samar, serta sinar matahari melalui pepohonan mulai memudar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memandang berkeliling sekali lagi, ia mempertanyakan Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei, itu ... tempat dalam rumor, apakah jalan itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yah, itu ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito melambaikan tangannya, memeriksa posisi mereka di peta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, kita cukup dekat dengan tujuan kita dan akan mencapainya dalam beberapa menit..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm ... Hei, tentang kasus ini, apakah ada rincian tentang hal tersebut?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak benar-benar ingin mendengar tentang hal itu, tapi tidak tahu apa yanng membuatnya seperti gelisah, dan mendorong dia untuk bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nah, sekitar seminggu yang lalu, seorang pengrajin kayu (woodcraft) telah datang ke sini untuk mengumpulkan beberapa kayu. Kayu yang dapat dipanen dari hutan ini adalah kualitas yang cukup bagus,. Dan sementara pemain sibuk dalam tugasnya , hari mulai gelap ... Pemain bergegas untuk kembali, tetapi tertutup oleh naungan pohon-pohon ... dan ada pemandangan sekilas putih. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini sudah batas untuk Asuna, namun Kirito tanpa ampun melanjutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pemain bingung berpikir bahwa itu adalah sebuah monster, tapi rupanya bukan itu, itu adalah manusia, atau lebih tepatnya, seorang gadis kecil, sebagai pemain telah disebutkan.. Panjang, rambut hitam pada pakaian putih. Perlahan berjalan menuju rumpun pohon. Kalau bukan rakasa, itu hanya bisa menjadi pemain, pemain berpikir, menatap padanya. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;-Tidak ada kursor.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ee ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah teriakan lembut sengaja bocor keluar dari tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak ada cara yang mungkin Meskipun berpikir bahwa, pemain semakin dekat.. Dan bahkan memanggilnya. Melakukan hal itu, gadis itu berhenti semua gerakan ... dia secara bertahap berbalik ke arahnya ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Th-Th-Itu e-eno ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu, pria itu akhirnya melihat Gadis itu,. Sebagai cahaya bulan bersinar turun ke baju putihnya, pohon-pohon di sampingnya-bisa dilihat langsung melalui dirinya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;-!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyesakkan jeritan, Asuna mencengkeram rambut ke Kirito erat-erat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini adalah akhir dari saya jika dia berbalik, dia berpikir dan lari. Akhirnya mendapatkan pergi cukup jauh untuk melihat cahaya dari desa, ia menduga bahwa ia aman dan berhenti ... mengi, ia berbalik untuk melihat ke belakang .. . &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;- H!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan tidak ada siapa pun di sana Dan dia hidup bahagia selamanya..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Ki-Ki-Kirito-kun, idiot-!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melompat turun dari bahunya, dia mengangkat tinjunya, serius bersiap-siap untuk melepaskan pukulan di punggungnya-saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jauh di dalam kedalaman hutan, suram, meskipun itu masih tengah hari, pada jarak dari pasangan, sesuatu yang putih mengintip mereka dari sisi batang pohon konifer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diserang oleh aura menyenangkan, Asuna menjadi membeku ketakutan. Bahkan jika itu tidak sebanyak itu Kirito, keterampilan persepsi Asuna itu juga, agak disempurnakan melalui pengalaman. Pasif Toggling penggunaan keterampilan, dia bisa meningkatkan kejelasan apa pun yang dia berfokus pada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu putih tampak berkibar tertiup angin. Itu bukan tanaman. Atau batu. Tapi kain. Atau dengan kata secara rinci, itu adalah salah satu bagian gaun dengan garis-garis yang berbeda. Mengintip keluar dari hem dua ramping, panjang kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu masih berdiri. Hampir sama Kirito telah dijelaskan, dia adalah seorang gadis muda mengenakan gaun satu potong putih, tidak bergerak, diam-diam menatap pasangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa pingsan karena kesadarannya luntur, Asuna agak berhasil membuka mulutnya. Dia membiarkan keluar bisikan serak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ki ... Kirito-kun, di sana.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito segera diikuti tatapan Asuna itu. Segera, dia juga, membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Th-Ini harus menjadi kebohongan ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu tidak bergerak. Berdiri kira-kira sepuluh meter dari pasangan, tatapannya tertuju pada mereka. Pada saat itu, Asuna menguatkan dirinya sendiri, berpikir bahwa ia pasti akan pingsan jika gadis itu datang lebih dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh gadis itu bergoyang-goyah. Seperti boneka mekanis yang telah kehabisan energi, ia jatuh ke tanah, dengan gerakan seperti itu dari makhluk hidup. Sebuah bunyi cahaya lembut bergema keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ada ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, Kirito menyipitkan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak ada cara seperti itu hantu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan berlari sambil berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Wa-Tunggu, Kirito-kun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun permohonan untuk berhenti dari Asuna yang tertinggal, Kirito bergegas menuju gadis jatuh, bahkan tanpa melihat ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya ampun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna enggan berdiri dan mengejarnya. Meski hatinya masih gemetar, ia belum pernah mendengar tentang hantu yang bisa pingsan dan jatuh. Itu tidak bisa apa-apa kecuali pemain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlambat beberapa detik, setelah mencapai tempat teduh di bawah pohon konifera, dia menemukan gadis itu sudah membuai dalam lengan Kirito itu. Dia masih tak sadarkan diri. Matanya, dinaungi oleh bulu mata yang panjang, masih ditutup, dengan tangan lemah tergantung lurus ke bawah. Menatap dengan sungguh-sungguh atas sosoknya, dibungkus gaun, bagian satu Asuna menegaskan kembali bahwa itu tidak tembus dengan cara apapun.Rambut hitam panjang dengan pakaian putih. Perlahan berjalan menuju rumpun pohon. Jika bukan rakasa, itu hanya salah seorang player, player berpikir, dan melihat padanya. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;-Tidak ada kursor.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ee ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah teriakan lembut sengaja keluar dari tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak ada cara untuk memastikan. Meskipun berpikir, player tersebut semakin dekat.. Dan memanggilnya. Melakukan hal tersebut, membuat gadis itu ... dam dia secara bertahap berbalik ke arahnya ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I-I-Itu cu-cuku ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu, pria itu akhirnya melihat Gadis itu,. Sebagai cahaya bulan bersinar turun ke baju putihnya, pohon-pohon di sampingnya-bisa dilihat langsung melalui dirinya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;-!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mencengkeram rambut ke Kirito erat-erat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini adalah akhir dariku jika dia berbalik, dia berpikir dan lari. Akhirnya setelah pergi cukup jauh untuk melihat cahaya dari desa, ia menduga bahwa ia aman dan berhenti ... Kemudian, ia berbalik untuk melihat ke belakang .. . &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;- H!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan tidak ada siapa pun di sana Dan dia hidup bahagia selamanya..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Ki-Ki-Kirito-kun, idiot-!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melompat turun dari bahunya, dia mengangkat tinjunya, bersiap-siap untuk melepaskan pukulan di punggungnya saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jauh di dalam kedalaman hutan, yang suram, meskipun itu masih tengah hari, pada jarak dari pandangan, sesuatu yang putih mengintip mereka dari sisi batang pohon konifer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diserang oleh aura tidak menyenangkan, Asuna menjadi membeku ketakutan. Walaupun itu tidak seperti Kirito, keterampilan persepsi Asuna juga agak disempurnakan melalui pengalaman. Ketika &amp;lt;&amp;lt;Pasif Toggling&amp;gt;&amp;gt; digunakan , dia bisa meningkatkan kejelasan apa pun yang dia berfokus pada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu berwarna tampak berkibar tertiup angin. Itu bukan tanaman. Atau batu. Tapi kain. Atau dengan kata secara rinci, itu adalah salah satu bagian gaun dengan garis-garis yang berbeda. Sambil mengintip keluar dari hem sepasang kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu masih berdiri. Hampir sama sperti yang Kirito jelaskan, dia adalah seorang gadis muda mengenakan gaun satu potong putih, tidak bergerak, diam-diam menatap pasangan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa pingsan karena kesadarannya luntur, Asuna agak berhasil membuka mulutnya. Dia membiarkan keluar bisikan serak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ki ... Kirito-kun, di sana.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito segera diikuti tatapan Asuna itu. Segera, dia juga, membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I-Ini pasti bohongan ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu tidak bergerak. Berdiri kira-kira sepuluh meter dari mereka, tatapannya tertuju pada mereka. Pada saat itu, Asuna menguatkan dirinya sendiri, berpikir bahwa ia pasti akan pingsan jika gadis itu datang lebih dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh gadis itu bergoyang-goyah. Seperti boneka mekanis yang telah kehabisan energi, ia jatuh ke tanah. Sebuah bunyi cahaya lembut bergema keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, Kirito menyipitkan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak mungkin itu hantu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan berlari sambil berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tu-Tunggu, Kirito-kun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun permohonan untuk berhenti dari Asuna yang tertinggal, Kirito bergegas menuju gadis yang jatuh itu, bahkan tanpa melihat ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya ampun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna dengan enggan berdiri dan mengejarnya. Meski hatinya masih gemetar, ia belum pernah mendengar tentang hantu yang bisa pingsan dan jatuh. Itu tidak mungkin kecuali pemain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlambat beberapa detik, setelah mencapai tempat teduh di bawah pohon konifera, dia menemukan gadis itu sudah membuai dalam lengan Kirito itu. Dia masih tak sadarkan diri. Matanya, dinaungi oleh bulu mata yang panjang, yang tertutup, dengan tangan lemah tergantung lurus ke bawah. Menatap dengan sungguh-sungguh atas sosoknya, dibungkus gaun, dan Asuna menegaskan kembali bahwa itu tidak tembus dengan cara apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ap-apa dia baik-baik saja?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito berbicara, mengintip ke wajah gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nah, jujur.. tidak perlu bernapas di dunia ini, begitu pun detak jantung&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam SAO fungsi fisiologis manusia dapat direproduksi, tetapi dihilangkan. Hal ini dimungkinkan untuk sengaja menarik nafas, bersama dengan sensasi udara yang berhembus melalui saluran pernafasan, tetapi avatar tidak perlu bernapas secara sadar dan tidak akan melakukannya. Demikian juga detak jantung, meskipun detak jantung terasa semakin kencang melalui ketegangan dan kegembiraan, tidak ada cara untuk mersakan yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi tetap saja, dia tidak menghilang... jadi kurasa dia masih hidup. Tapi ini... jelas saja aneh...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Asuna selesai berrkomentar, Kirito memringkan kepalanya ke samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang Aneh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia tidak mungkin hantu, berhubung aku bisa menyentuhnya seperti ini. Tapi kursornya... masih belum muncul...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahh...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna sekali lagi mengkonsentrasikan pengelihatannya ke badan gadis itu. Bagaimanapun, kursor berwarna akan segera muncul ketika objek di Aincrad, seperti player, monster, maupun NPC ketika ditargetkan, tidak terjadi disaat ini. Itu fenomena yang tidak pernah terjadi sampai sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---- &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;{{SAOIndo Nav|prev=Jilid 2 Bab 2|next=Jilid 2 Bab 4}}&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>TheDarkID</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Registration_Page&amp;diff=237113</id>
		<title>Sword Art Online Bahasa Indonesia:Registration Page</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Registration_Page&amp;diff=237113"/>
		<updated>2013-03-27T11:24:45Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;TheDarkID: /* Jilid 2 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Sebagai permulaan prosedur pendaftaran:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&amp;quot;Pertama Datang, Pertama Dilayani&amp;quot;: silahkan daftarkan bab yang ingin anda terjemahkan (cukup tanda tangani di samping bab yang ingin anda terjemahkan, tentu saja yang belum di ambil penerjemah lain) jika terdapat suatu bab (yang sudah di tanda tangani) lebih dari 3 bulan tidak ada update, silakan kontak pengawas proyek, mungkin pekerjaan dapat di alih tangankan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimum bab yang boleh anda daftarkan tidak boleh melebihi setengah dari sebuah jilid&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah penerjemah tiap jilid maksimal 2 (kecuali untuk cerita pendek yang tidak berhubungan antar bab, dengan kata lain, cuma dua orang yang boleh mengerjakan satu &#039;alur cerita&#039;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimal jilid yang boleh anda kerjakan dalam satu waktu adalah satu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Ini bukan kontrak yang mengikat &amp;quot;Aku harus menyelesaikan yang sudah kudaftarkan&amp;quot;. Pilihan tergantung pada penerjemah dan dapat dinegosiasikan (termasuk yang anda daftarkan sendiri). Akan tetapi sebaiknya jika tidak mampu menyelesaikan/kesulitan sampai bagian tertentu dan merasa tidak sanggup menyelesaikan, harap lepaskan daftar nama anda dari seri tersebut, memberikan kesempatan bagi penerjemah lain yang tertarik untuk mengerjakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Penerjemah diharapkan membaca [[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Pedoman Nama dan Terminologi|Pedoman Nama dan Terminologi]] terlebih dahulu demi menjaga konsistensi terjemahan.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Seri &#039;&#039;Sword Art Online&#039;&#039;==&lt;br /&gt;
===Jilid 1===&lt;br /&gt;
*Prolog - [[User:Lawrence Craft|Lawrence Craft]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 1 - [[User:Lawrence Craft|Lawrence Craft]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 2 - [[User:Lawrence Craft|Lawrence Craft]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 3 - [[User:Lawrence Craft|Lawrence Craft]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 4 - [[User:Lawrence Craft|Lawrence Craft]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 5 - [[User:Lawrence Craft|Lawrence Craft]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 6 - [[User:Lawrence Craft|Lawrence Craft]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 7 - [[User:Lawrence Craft|Lawrence Craft]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 8 - [[User:Lawrence Craft|Lawrence Craft]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 9 - [[User:Lawrence Craft|Lawrence Craft]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 10 - [[User:Lawrence Craft|Lawrence Craft]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 11 - [[User:Lawrence Craft|Lawrence Craft]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 12 - [[User:Achtalionz|Achtalionz]] &#039;&#039;&#039;(20%)&#039;&#039;&#039; &amp;amp; [[User:Lawrence Craft|Lawrence Craft]] &#039;&#039;&#039;(80%)&#039;&#039;&#039; - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 13 - [[User:Aomaru|Aomaru]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 14 - [[User:User753|User753]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 15 - [[User:User753|User753]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 16 - [[User:User753|User753]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 16.5 - [[User:User753|User753]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 17 - [[User:User753|User753]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 18 - [[User:User753|User753]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 19 - [[User:Altux|Altux]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 20 - [[User:Altux|Altux]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 21 - [[User:Altux|Altux]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 22 - [[User:Altux|Altux]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 23 - [[User:Altux|Altux]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 24 - [[User:Altux|Altux]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 25 - [[User:Altux|Altux]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Author&#039;s Notes - [[user:Gwilthyunman|Gwilthyunman]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 2===&lt;br /&gt;
*Prolog - [[user:Gwilthyunman|Gwilthyunman]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Sang Pendekar Hitam - [[user:Arczyx|Arczyx]] - &#039;&#039;&#039; Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Kehangatan Hati - [[user:Arczyx|Arczyx]] - &#039;&#039;&#039; Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Gadis Embun Pagi - [[user:fikry13|fikry13]] &amp;amp; [[user:TheDarkID|TheDarkID]]&lt;br /&gt;
*Rudolph Sang Rusa berhidung merah - [[User:User753|User753]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Author&#039;s Note - [[User:Gwilthyunman|Gwilthyunman]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 3===&lt;br /&gt;
*Prolog - [[User:silereamer|silereamer]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 1 - [[User:SATRIA|SATRIA]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 2 - [[User:SATRIA|SATRIA]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 3 - [[User:SATRIA|SATRIA]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 4 - [[User:SATRIA|SATRIA]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Author&#039;s Note - [[User:Gwilthyunman|Gwilthyunman]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 4===&lt;br /&gt;
*Prolog - [[user:Arczyx|Arczyx]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 5 - [[user:Hitagi Tsundere|Hitagi Tsundere]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 6 - [[user:hikkikomoriNOaria|hikkikomoriNOaria]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 7 - [[user:Xehannos|Xehannos]] , [[user:rhavaz|rhavaz]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 8 - [[user:hikkikomoriNOaria|hikkikomoriNOaria]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 9 - [[user:Hamdanium|Hamdanium]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Author&#039;s Note - [[user:Gwilthyunman|Gwilthyunman]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 5===&lt;br /&gt;
*Prolog - [[user:Vardian|Vardian]] - &#039;&#039;&#039;20%&#039;&#039;&#039; &amp;amp; [[User:EmptyZero|EmptyZero]] &#039;&#039;&#039;(80%)&#039;&#039;&#039; - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 1 - [[user:Reventon|Reventon]] &#039;&#039;&#039;40%&#039;&#039;&#039; &amp;amp; [[user:Hamdanium|Hamdanium ]]&#039;&#039;&#039;(60%)&#039;&#039;&#039; - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 2 - [[user:hikkikomoriNOaria|hikkikomoriNOaria]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 3 - [[user:Hitagi Tsundere|Hitagi Tsundere]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 4 - [[user:Nameless angel|Nameless angel]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
*Chapter 5 - [[user:DungDungSyalalala|DungDungSyalalala]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 6 - [[user:Ivan012345|Ivan012345]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 7 - [[user:Nameless angel|Nameless angel]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Author&#039;s Notes -[[User:Firmanct|Firmanct]]  -  &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 6===&lt;br /&gt;
*Prolog - [[User:ShockRaider|ShockRaider]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 8 - [[User:ShockRaider|ShockRaider]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 9 - [[User:ShockRaider|ShockRaider]]&lt;br /&gt;
*Chapter 10 - [[User:nandd|nandd]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 11 - [[User:nandd|nandd]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 12 - [[User:Firmanct|Firmanct]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 13 - [[User:nandd|nandd]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 14 - [[User:karfikar_|karfikar_]]&lt;br /&gt;
*Chapter 15 - [[User:nandd|nandd]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 16 - [[user:NaG4|NaG4]] - &#039;&#039;&#039;Working&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Author&#039;s Notes - [[User:Firmanct|Firmanct]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 7===&lt;br /&gt;
*Prolog - [[User:St_illumina|St_illumina]]&lt;br /&gt;
*Chapter 1 - &lt;br /&gt;
*Chapter 2 - [[User:Valdeen|Valdeen]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 3 - [[User:Valdeen|Valdeen]] - &#039;&#039;&#039;Working&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 4 - [[User:Ivan012345|Ivan012345]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 5 - [[User:Arsenicvip|Arsenicvip]] - &#039;&#039;&#039;Finish&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 6 -&lt;br /&gt;
*Chapter 7 - [[User:Nameless angel|Nameless angel]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 8 - [[User:Rirupiah|Rirupiah]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 9 - [[User:Rirupiah|Rirupiah]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 10 - [[User:Rirupiah|Rirupiah]] - &#039;&#039;&#039;Working&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 11 - [[User:King&#039;Bro|King&#039;sBro]] - &#039;&#039;&#039;Working&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Chapter 12 - [[User:Arsenicvip|Arsenicvip]] - &#039;&#039;&#039;Finish&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Author&#039;s Notes - [[User:nandd|nandd]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 8===&lt;br /&gt;
*Sebuah Kasus pembunuhan di dalam Area (Lantai ke-57, April 2024) (SAO SS) - [[User:User753|User753]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Kaliber(ALfheim, Desember 2025) (ALO SS)  -  &amp;quot;[[User:Arka|Arka]]  - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Hari Pertama  (Lantai Pertama Aincrad, November 2022) (SAO SS)  -  &amp;quot;[[User:Arka|Arka]]  - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Catatan Pengarang  -  &amp;quot;[[User:Arka|Arka]]  - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 9===&lt;br /&gt;
*Prolog I (Human World Calendar (HWC) Juli 372) - [[user:Kirigaya_Kazuto|Kirigaya_Kazuto]]&lt;br /&gt;
**Bagian 1 - [[user:Kirigaya_Kazuto|Kirigaya_Kazuto]] - &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
**Bagian 2 - &lt;br /&gt;
**Bagian 3 - &lt;br /&gt;
**Bagian 4 - &lt;br /&gt;
*Prolog II (AD Juni 2026) - [[user:Kirigaya_Kazuto|Kirigaya_Kazuto]]&lt;br /&gt;
**Bagian 1 - &lt;br /&gt;
**Bagian 2  - &lt;br /&gt;
**Bagian 3  - &lt;br /&gt;
*Selingan I - [[user:Nameless angel|Nameless angel]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Bab 1 - Underworld (HWC Maret 378)  &lt;br /&gt;
**Bagian 1 - [[user:Integrity Knight|Integrity Knight ]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
**Bagian 2 - [[user:Integrity Knight|Integrity Knight ]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
**Bagian 3 -&lt;br /&gt;
**Bagian 4 - &lt;br /&gt;
**Bagian 5 - &lt;br /&gt;
**Bagian 6 -  &lt;br /&gt;
*Catatan Pengarang - [[User:nandd|nandd]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 10===&lt;br /&gt;
*Bab 2 - Projek Alicization (July 2026) - [[User:Solterina|Solterina]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Bab 3 - Turnamen Seni Pedang Zakkaria (Bulan ke-8 Kalender Dunia Manusia 378) - [[User:Solterina|Solterina]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Bab 4 - Master Swords Academy (Bulan ke-3 Kalender Dunia Manusia 380) - [[User:Solterina|Solterina]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Selingan II - [[User:Otakuno|Otakuno]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Catatan Pengarang - [[User:nandd|nandd]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 11===&lt;br /&gt;
*Bab 5 - Segel dalam Mata Kanan (Bulan ke-5 Kalender Dunia Manusia 380) - [[User:Nameless angel|Nameless angel]] - &#039;&#039;&#039;Working&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Selingan III - [[User:Nameless angel|Nameless angel]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Bab 6 - Ksatria dan Tahanan (Bulan ke-5 Kalender Dunia Manusia 380) - [[User:Nameless angel|Nameless angel]]&lt;br /&gt;
*Catatan Pengarang -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Side Stories===&lt;br /&gt;
*Aria in the Starless Night - [[User:User753|User753]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Rondo of the Transient Sword - [[User:Valdeen|Valdeen]] - &#039;&#039;&#039;Working&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Sound of Water, Sound of Hammer - [[User:nandd|nandd]] - &#039;&#039;&#039;Working&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*The Day Before - [[User:Valdeen|Valdeen]] - &#039;&#039;&#039;Working&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Caliber SS -&lt;br /&gt;
*A Spot of Sunshine in the Winter - [[User:Arsenicvip|Arsenicvip]] - &#039;&#039;&#039;Finish&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Versus (Accel World crossover) - [[user:NocturneSky|Nocturne Sky]] - [[user:SoulTranslator|SoulTranslator]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Cradle of the moon - [[user:Integrity Knight|Integrity Knight]]&lt;br /&gt;
*Hanya Ada Satu Jalan Terakhir - [[user:Arczyx|Arczyx]] - &#039;&#039;&#039; Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Sword Art Online: Edisi Material===&lt;br /&gt;
:*ME1: The Progressers&lt;br /&gt;
:*ME2: Early Characters - [[user:Arsenicvip|Arsenicvip]] - &#039;&#039;&#039;Finish&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
:*ME3: Ceramic Heart -&lt;br /&gt;
:*ME4: Cold Hands, Warm Heart - [[user:Vion|Vion]] - &#039;&#039;&#039;Dalam pengerjaan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
:*ME5: Salvia (Januari 2025) - [[user:Arczyx|Arczyx]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
:*ME6: Pertempuran Algade (Oktober 2024) - [[user:Arczyx|Arczyx]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
:*ME7: Continuation: Aria in the Starless Night - [[User:User753|User753]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
:*ME8: Rondo of the Transient Sword - [[User:Valdeen|Valdeen]]&lt;br /&gt;
:*ME9: Monochrome Concerto -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Seri &#039;&#039;Sword Art Online:Progressive&#039;&#039;==&lt;br /&gt;
__NOTOC__&lt;br /&gt;
===Jilid 1===&lt;br /&gt;
*Aria di Malam Tanpa Bintang (Aincrad Lantai Pertama, November 2022) - &lt;br /&gt;
*Selingan - Cerita di Balik Kumis - &lt;br /&gt;
*Rondo dari Pedang Transien (Aincrad Lantai Kedua, Desember 2022) - &lt;br /&gt;
*Akhir Kata - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;{{SAOIndo Nav}}&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Registration Page]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>TheDarkID</name></author>
	</entry>
</feed>