<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="en">
	<id>https://www.baka-tsuki.org/project/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=V33D12AG0N</id>
	<title>Baka-Tsuki - User contributions [en]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://www.baka-tsuki.org/project/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=V33D12AG0N"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Special:Contributions/V33D12AG0N"/>
	<updated>2026-05-07T11:45:04Z</updated>
	<subtitle>User contributions</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.1</generator>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Suzumiya_Haruhi_~_Indonesian_Version:Jilid2_Bab03&amp;diff=29157</id>
		<title>Suzumiya Haruhi ~ Indonesian Version:Jilid2 Bab03</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Suzumiya_Haruhi_~_Indonesian_Version:Jilid2_Bab03&amp;diff=29157"/>
		<updated>2008-06-12T15:47:46Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;V33D12AG0N: New page: &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Bab 3&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;  Hari Sabtu pun tiba.  Kami akan segera bertemu di stasiun. Saat aku tiba dengan membawa semua peralatan menggunakan tas ransel terbesar yang ada di rumahku, mereka berempat su...&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;Bab 3&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari Sabtu pun tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami akan segera bertemu di stasiun. Saat aku tiba dengan membawa semua peralatan menggunakan tas ransel terbesar yang ada di rumahku, mereka berempat sudah menungguku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan Haruhi dengan pakaian sederhana dan kecantikan Asahina-san tampak menarik seperti biasa. Mereka tampak seperti sepasang saudara yang tidak selaras. Asahina-san yang terlihat lebih muda walaupun sebenarnya lebih tua, mengenakan pakaian dewasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikelilingi oleh tiga orang aneh, Asahina-san bernafas lega saat melihatku dan mengangguk saat melambaikan tangannya padaku. Ah, menyenangkan rasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau terlambat!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruhi mungkin membentakku, tapi aku yakin ia sedikit senang. Ia melimpahkan pengeras suara dan kursi sutradara ke dalam tasku, itulah mengapa ia datang dengan tangan kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini belum jam sembilan,&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kataku sambil mengerutkan dahi. Aku mengarahkan pandanganku ke samping dan melihat ekspresi Nagato yang mirip patung porselin dan senyuman tenang Koizumi. Hari ini hari libur. Melihat Nagato yang masih mengenakan seragamnya di hari libur itu normal. Tapi mengapa Koizumi juga masih mengenakan seragamnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kelihatannya ini adalah kostumku untuk film ini,&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
jawab Koizumi,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ia memberitahuku kemarin. Aku akan memerankan seorang esper yang menyamar menjadi murid SMA.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukankah itu memang dirimu!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuletakkan tasku yang berisi kamera dan peralatan shooting lainnya dan mengusap keringat dari keningku. Haruhi menunjukkan wajah riangnya seperti seorang anak SD yang siap berangkat tamasya dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kyon, kau harus membayar dendanya karena kau yang terakhir datang, tapi tidak sekarang. Sekarang, kita harus menaiki bus. Aku akan membayar biayanya, karena itu adalah bagian dari pengeluaran juga, tapi kaulah yang harus mentraktir makan kita semua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menentukan usul sepihaknya, ia melambaikan tangannya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Semuanya! Halte busnya di sebelah sini! Ikuti aku!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang aku menyadari ban lengannya kini berlabelkan &amp;quot;Sutradara Besar&amp;quot;. Sepertinya Haruhi berpikir ia bahkan melebihi Sutradara Hebat. Apakah ia akan membuat suatu film yang menakjubkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kutekankan sekali lagi, aku masih percaya membuat video spesial tentang Asahina-san akan lebih menyenangkan daripada ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah tiga puluh menit menaiki bus melewati jalan yang bergelombang, kami turun di sebuah halte di kaki bukit. Kami kemudian menghabiskan tiga puluh menit selanjutnya mendaki jalan pegunungan yang sempit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami tiba di sebuah taman hutan yang banyak dijumpai di pedesaan. Ini adalah tempat yang sangat kukenali semenjak SD, karena setiap tamasya tahunan, kami selalu melakukan hiking di gunung terdekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya ini bukan benar-benar suatu taman, karena para pemiliknya hanya membuka seruas jalan di bukit dan membangun air mancur di atasnya. Tempat ini begitu kosong hingga aku berpikir mengapa aku harus mendaki begitu tinggi ke sini. Hanya anak-anak kecil yang tak mempunyai konsep hiburan yang merasa senang berada di sini. Dan yang membawa anak-anak itu ke sini biasanya orang tua mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menggunakan air mancur di tengah-tengah sebagai titik awalnya, kami memutuskan untuk memakai tempat ini sebagai markas untuk acara shooting hari ini. Haruhi, dengan tangan kosongnya, mempunyai energi tak terbatas yang menyembur keluar, saat aku nyaris bekerja keras seperti seekor anjing. Kalau aku tidak membagi separuh dari bawaanku ke Koizumi, aku yakin aku sudah tergeletak tak bernyawa di jalan menanjak tadi. Jadi, saat kami tiba di taman, aku bersandar pada tas peralatan yang biasanya digunakan untuk perjalanan jauh, mencoba menenangkan nafasku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mau minum?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah botol plastik muncul di hadapan mataku. Asahina-san yang memegangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku sudah meminum setengahnya, jadi kalau kau tak keberatan......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena teh Oolong ini dibuat oleh para dewa, pasti rasanya semanis campuran dari semua ramuan surgawi. Ini tak ada hubungannya dengan apakah ia sudah meminumnya atau belum, karena mungkin aku akan dikutuk bila menolaknya. Sebelum aku menerima pemberiannya dengan lembut, tangan iblis yang jahat mendorong tangan malaikat, saat Haruhi menggenggam teh Oolong dari Asahina-san dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nanti saja! Mikuru-chan, sekarang bukan saatnya memberi air untuk budak-budak pekerja kasar ini. Jika kita tidak mulai sekarang, kita akan menyia-nyiakan cuaca cerah ini. Jadi, ayo kita mulai shootingnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asahina-san membuka matanya lebar-lebar,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh......? Di sini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu saja. Kau pikir untuk apa kita datang ke sini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi bukankah aku harus berganti pakaian? Tak ada tempat untuk berganti pakaian di sini......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tak masalah. Lihatlah di sekeliling kita.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari haruhi menunjuk pada hutan hijau yang mengelilingi taman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tak ada yang datang kalau kau berganti di hutan, ini seperti tempat berganti pakaian alami. Ayo, cepat!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh?...KYAA~~!!! To... TOLOOOOONGGG~~!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum satu bantuan pun tiba, Asahina-san sudah diseret oleh Haruhi dan menghilang ke dalam hutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(belum selesai)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>V33D12AG0N</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:V33D12AG0N&amp;diff=27131</id>
		<title>User:V33D12AG0N</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:V33D12AG0N&amp;diff=27131"/>
		<updated>2008-04-22T09:11:25Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;V33D12AG0N: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Location: Jakarta, Indonesia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Interests: Some certain anime series (Gundam, Suzumiya Haruhi, Death Note, etc), music-composing/arranging, story-writing (in Indonesian though...), a little bit programming.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
My Website: www.geocities.com/v33d12ag0n (It only contains music and some random files of my own)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contact: V33D12AG0N (at) yahoo (dot) com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Long Live Haruhiism!&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>V33D12AG0N</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:V33D12AG0N&amp;diff=27130</id>
		<title>User:V33D12AG0N</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:V33D12AG0N&amp;diff=27130"/>
		<updated>2008-04-22T09:09:45Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;V33D12AG0N: New page: Location: Jakarta, Indonesia Interests: Some certain anime series (Gundam, Suzumiya Haruhi, Death Note, etc), music-composing/arranging, story-writing (in Indonesian though...), a little b...&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Location: Jakarta, Indonesia&lt;br /&gt;
Interests: Some certain anime series (Gundam, Suzumiya Haruhi, Death Note, etc), music-composing/arranging, story-writing (in Indonesian though...), a little bit programming.&lt;br /&gt;
My Website: www.geocities.com/v33d12ag0n (It only contains music and some random files of my own)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Long Live Haruhiism!&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>V33D12AG0N</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Suzumiya_Haruhi_~_Indonesian_Version:Jilid1_Bab07&amp;diff=27104</id>
		<title>Suzumiya Haruhi ~ Indonesian Version:Jilid1 Bab07</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Suzumiya_Haruhi_~_Indonesian_Version:Jilid1_Bab07&amp;diff=27104"/>
		<updated>2008-04-21T16:54:48Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;V33D12AG0N: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Suzumiya Haruhi:Volume1 Chapter7&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang manusia buatan yang mengaku diciptakan oleh para alien, seorang gadis yang datang dari masa depan, dan seorang ksatria esper muda telah meyakinkanku dengan membuktikan identitas mereka padaku. Mereka mengitari Haruhi untuk tiga alasan yang berbeda. Sejujurnya, semua ini tidak terlalu buruk. Tidak, ini buruk. Karena ada satu hal yang tak kumengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa aku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koizumi pernah mengatakan bahwa alasan para alien, penjelajah waktu, dan esper berkumpul di sekeliling Haruhi adalah karena ia menginginkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, bagaimana denganku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa aku terlibat dalam semua ini? Aku hanya seorang manusia biasa. Seratus persen normal. Aku tidak mempunyai masa lalu yang aneh, atau kekuatan yang kurahasiakan. Aku hanya seorang murid SMU yang sangat amat normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa pula yang menulis cerita ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau seseorang telah meracuniku dan membuatku berhalusinasi tentang semua ini? Atau mungkin aku pernah terkena sambaran gelombang listrik yang beracun? Siapakah keparat yang membuatku terjerumus ke dalam kejadian-kejadian ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah itu kau, Haruhi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak benar-benar tahu segalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa aku merasa terganggu? Sepertinya semua jawaban itu terdapat pada Haruhi. Dia yang seharusnya khawatir. Kenapa aku harus ikut berfrustasi untuknya? Ini semua tidak masuk akal! Sudah kuputuskan demikian! Jika semuanya memang seperti yang dikatakan oleh Nagato, Koizumi, dan Asahina-san, maka kalianl sendiriah yang harus memberitahu Haruhi! Apa pun yang akan terjadi pada dunia ini, itu semua tanggung jawabnya; Aku tak ada hubungannya sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempatkanlah dia dalam komedi putar kalian! Lepaskan aku dari semua ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjelang musim panas, aku berjalan menaiki lereng, menyeka keringatku dengan jaketku, sambil menarik dasiku dan melepaskan kancing ketiga dari bajuku. Pagi saja sudah begini panas, dan akan menjadi sepanas neraka siang nanti. Saat aku sedang menggertakkan gigiku sambil berjalan, seseorang menepuk pundakku. Saat aku berteriak &amp;quot;Jangan sentuh aku! Panas, tahu!&amp;quot; dan berbalik, wajah Taniguchi terlihat olehku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yo!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Taniguchi, berjalan di sampingku sekarang, juga berkeringat. &amp;quot;Benar-benar menjengkelkan, rambutku yang sudah tertata rapi hancur lebur oleh keringatku,&amp;quot; Walaupun ia berkata seperti itu, wajahnya masih terlihat riang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh, Taniguchi,&amp;quot; Aku cepat-cepat memotong saat Taniguchi membual tak jelas tentang anjingnya, &amp;quot;Aku masih anak SMU yang normal, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Taiguchi tertawa seperti baru saja mendengar lelucon yang sangat lucu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mungkin kau perlu mendefinisikan apa itu &#039;normal&#039;. Kalau tidak begitu percakapan ini tak akan masuk akal.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benarkah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menyesal menanyakan hal itu padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hanya bercanda! Kau normal? Kurasa anak SMU normal tak akan mendorong seorang gadis ke dalam kelas yang kosong!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, Taniguchi tak akan melupakan hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku laki-laki juga, jadi aku tahu batas-batasku. Rahasiamu pasti aman denganku, kau tahu maksudku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak mengerti sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sejak kapan kau dan dia berhubungan? Aku menilai Nagato Yuki termasuk perigkat A-!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, Nagato termasuk A- dalam peringkatnya. Aku mencoba menjelaskan pada Taniguchi,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu karena...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurasa pikiran Taniguchi sekarang dipenuhi nafsu dan khayalan yang tak nyata. Jadi, kuputuskan untuk memberinya penjelasan sebagai berikut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nagato yang malang, adalah korban dari pekerjaan tak jelas Haruhi di ruang Klub Literatur. Ia sangat terganggu dan tak dapat menyelenggarakn aktifitas untuk klubnya sendiri, jadi ia datang padaku untuk meminta bantuan. Ia bertanya padaku, apakah ada cara untuk membuat Haruhi meninggalkan ruang Klub Literatur dan pindah ke tempat lain. Aku tergerak oleh ketulusan hatinya, jadi kuputskan untuk membantunya, dan berdiskusi dengannya di tempat yang tak akan dapat ditemukan oleh Haruhi. Saat kami sedang berdiskusi tentang apa yang harus dilakukan di dalam kelas setelah kepergian Haruhi, Nagato pingsan akibat penyakit anemianya. Aku sempat menangkapnya sebelum ia jatuh ke lantai, dan kemudian kau tiba-tiba masuk. Tidak ada apa-apa!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya benar!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bahkan menendangku setelah mengatakan itu. Sialan! Mengarang cerita yang sangat sempurna seperti itu memakan banyak waktu! Aku tak percaya aku tak dapat membohonginya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Andaikan aku percaya semua kebohongan ini; Aku masih tak menganggapmu normal. Sebenarnya kau bisa mendapatkan Nagato Yuki yang nyaris tak pernah bergaul untuk meminta pertolongan padamu, dan itu benar-benar luar biasa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tolonglah, apa Nagato benar-benar setenar itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lagipula kau adalah anak buah Suzumiya. Jika kau adalah anak SMU yang normal, maka aku senormal kutu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka bertanyalah aku, &amp;quot;Taniguchi, apakah kau punya kekuatan super?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ap-?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajahnya yang sudah terlihat bodoh bertambah bodoh satu derajat lagi. Ia terlihat seperti &#039;&#039;nanpa&#039;&#039;, yang mana gadis-gadis muda harus berhati-hati padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berkata, &amp;quot;Jadi begitu, jadi kau tidak kebal terhadap racun Suzumiya... Walaupun kita tidak menghabiskan banyak waktu bersama, kau benar-benar orang yang baik. Jadi cobalah untuk tidak dekat-dekat denganku; Aku tak ingin terinfeksi virus Suzumiya juga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kupukul Taniguchi dengan lembut, membuatnya tertawa terbahak-bahak. Ha, jika bocah ini adalah seorang esper, maka sejak hari ini, aku adalah Sekjen PBB.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku mencapai anak tangga terakhir menuju pintu gerbang sekolah, aku merasa perlu berterimakasih pada Taniguchi untuk bercakap-cakap denganku, yang membuat panas ini terasa sedikit lebih sejuk setelah berbicara dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada suhu yang panas ini, bahkan Haruhi hanya dapat tergeletak kelelahan di mejanya, terlihat begitu menderita di bukit dari kejauhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kyon, aku kepanasan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitukah? Begitu pula denganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kipasi aku dengan bukumu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Daripada mengipasi orang lain, mending aku mengipasi diriku sendiri. Aku tak punya cukup tenaga di pagi hari untuk membantumu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruhi masih tergeletak dengan malas di mejanya, tanpa aura angkuh dan cerewetnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang harus dipakai Mikuru-chan selanjutnya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kostum gadis kelinci dan pelayan... tunggu, akankah ada kostum lain?!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Telinga kucingkah? Atau seragam suster? Mungkinkah ia harus memakai pakaian ratu kali ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gambaran tentang Asahina-san bermunculan di pikiranku: saat wajahnya memerah dengan tubuh kecilnya menggeliat dan dipaksa untuk memakai semua kostum-kostum itu. Aku mulai sedikit pusing. Ah, dia memang sangat lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya Haruhi menebak apa yang baru saja kupikirkan dan cemberut padaku. Ia kemudian menyibakkan rambutnya ke belakang telinganya dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau seperti orang bodoh,&amp;quot; putus Haruhi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hey, bukankah kau sendiri yang mengangkat pembicaraan ini? Tapi mungkin ia benar, jadi tak ada gunanya berdebat dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mengipasi leher seragamnya dengan sebuah buku, ia mengomel, &amp;quot;Aku bosan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulut Haruhi benar-benar seperti heno-ji. Ia terlihat seperti karakter dalam sebuah komik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan di bawah radiasi intensif cahaya matahari, kami akhirnya dapat bertahan dari jam pelajaran olahraga siang yang bagai neraka. Setelah kelas berakhir, semua orang mengutuk &amp;quot;Okabe sialan! Menyuruh kita berlari maraton untuk dua jam penuh!&amp;quot;, sambil melepas seragam olahraga kami, yang telah menjadi lembaran-lembaran pakaian basah, pada ruang kelas jam keenam, sebelum kembali ke ruang kelas jam kelima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian besar dari para wanita sudah berganti pakaian, tapi karena pada jam terakhir diadakan absensi, ada beberapa gadis yang mengikuti klub olahraga yang masih mengenakan seragam olahraga untuk kegiatan ekstra kurikuler. Yang membuatku bingung adalah Haruhi, yang tidak terdaftar dalam klub olahraga apa pun, juga mengenakan seragam olahraga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Panas sekali!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Betul, itulah alasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Memangnya kenapa? Aku masih harus berganti pakaian saat memasuki ruangan klub! Lagipula aku bertugas piket minggu ini, dan aku dapat bergerak lebih bebas dengan baju ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruhi memegang dagunya dengan tangannya dan memandang awan mendung yang berkumpul di luar sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu bukan ide yang buruk.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memakai seragam olahraga untuk tema &#039;&#039;cosplay&#039;&#039; berikutnya bukan ide yang buruk! Apa? &#039;&#039;&#039;Cosplay&#039;&#039;&#039; bukan kata yang tepat? Aku tak tahu apa yang direncanakannya, tapi sekarang ia sedang berusaha bercosplay sebagai seorang gadis SMU!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang sedang kau pikirkan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tebakan Haruhi yang akurat membuatku berpikiran ia dapat membaca pikiran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebelum aku tiba di ruang klub, aku melarangmu melakukan hal-hal yang tidak senonoh pada Mikuru-chan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa itu artinya aku dapat melakukan hal itu setelah kau datang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kusimpan pikiran itu untuk diriku sendiri dan kuangkat bahuku dengan kasar seperti seorang kriminal yang sedang diancam pistol oleh seorang sheriff di Film-film Barat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti biasa, aku mengetuk pintu terlebih dahulu, dan menunggu tanggapan sebelum masuk. Seperti sebuah boneka yang duduk di atas kursi, seorang pelayan manis menyapaku dengan senyuman yang menyilaukan, seperti bunga matahari yang menyapa matahari. Ah, aku merasa hangat!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nagato duduk di sebelah meja sambil membaca buku, seperti setangkai Camellia yang merekah di musim semi. Argh, majas apa yang sedang kugunakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akan kubuatkan secangkir teh&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan memakai bandonya, Asahina-san melangkah ke sisi meja yang berkarat dan menempatkan daun teh ke dalam cangkir dengan hati-hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku duduk di kursi komandan, dengan gembira mengamati Asahina yang menyibukkan dirinya, saat aku tiba-tiba terpikirkan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku cepat-cepat menyalakan komputer dan menunggu harddisknya bekerja. Saat layarnya terlihat, aku membuka sebuah file dan memasukkan password &amp;quot;MIKURU&amp;quot;. Seperti yang sudah kuduga, kecepatan proses model terbaru dari Klub Komputer ini mengagumkan. Dalam sekejap, gambar-gambar Asahina-san dengan kostum pelayan muncul di layar monitor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku yakin Asahina-san sedang sibuk menyiapkan teh, aku memperbesar salah satu dari gambar-gambar itu lagi dan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gambar itu diambil saat Asahina-san dipaksa berpose seksi oleh Haruhi. Belahannya yang menggairahkan dapat terlihat, dan terdapat tanda hitam kecil pada dada kirinya yang memikat. Kusorot tanda itu dan kuperbesar lagi; gambarnya kini menjadi sedikit kabur, tapi meyakinkan, ada tanda lahir berbentuk bintang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi ini ya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa kau menemukan sesuatu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum Asahina-san menempatkan cangkir teh di atas meja, aku dengan cepat menutup semua file gambar. Aku cukup teliti saat menghadapi hal-hal seperti ini. Tentu saja, saat Asahina-san tiba di sisiku, ia takkan menemukan apa pun pada layar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Huh, apa ini? Ada apa di dalam file &amp;quot;MIKURU&amp;quot; ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh tidak! Aku terlalu ceroboh!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa di file ini tertulis namaku? Apa isinya? Aku ingin melihatnya, ayolah! Aku ingin melihatnya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Er, apa yang ada di dalamnya... huh? Kupikir tak ada apa-apa. Ya, benar, tak ada apa-apa di dalamnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pembohong!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan riang, Asahina-san menempatkan lengannya dan bersandar padaku saat ia berusaha menggenggam mouse yang ada di tangan kananku. Tidak, Jose! Kugenggam mouse itu erat-erat, menolak untuk melepaskannya. Asahina-san kemudian menopangkan tubuhnya yang lembut padaku, mencoba menggapai bahuku. Aku dapat mencium baunya yang harum dari wajahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Asahina-san, tolong lepaskan aku...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ayolah, sedikit saja!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asahina-san, yang masih menempatkan tangan kirinya pada bahuku saat menggapai mouse, kini sepenuhnya menimpaku; Aku merasa situasi ini menjadi semakin buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tawanya yang lembut terdengar olehku. Tak dapat menahan godaan ini, aku melepaskan genggamanku, dan dalam saat-saat seperti ini...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang kalian lakukan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami terbekukan oleh suara digin yang bersuhu minus 273 derajat Celcius. Haruhi, dengan memakai seragam olahraga dan membawa tasnya, menunjukkan ekspresi menyeramkan seperti ia baru saja menyaksikan ayahnya memperkosa seorang gadis tak berdosa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Detik selanjutnya, Asahina-san yang terpaku mulai bergerak. Ia dengan kikuknya turun dari punggungku, mundur perlahan, kemudian duduk perlahan di atas kursi seperti robot ASIMO yang baterainya hampir habis. Wajah pucatnya sekarang terlihat ingin menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruhi berseru &amp;quot;humph&amp;quot;, dan melangkah ke dekat meja menatapku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, kau tertarik pada kostum pelayan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang kau maksud?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kami akan berganti pakaian.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lakukanlah! Aku hanya akan meminum teh buatan Asahina-san dengan tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankah kubilang kami akan berganti pakaian?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;JADI KELUARLAH!!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ditendangnya keras-keras dan jatuh di koridor, dengan pintu di belakangku ditutup dengan kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Untuk apa ia melakukan itu!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan aku tidak punya waktu untuk menaruh cangkirku. Aku menyeka tumpahan teh pada bajuku dengan jari-jariku dan bersandar pada pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini aneh. Ada sesuatu yang tidak benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, itu benar!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biasanya Haruhi berganti pakaian secara terbuka di dalam kelas, tapi sekarang ia baru saja menyingkirkanku keluar ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya ia mulai berubah. Mungkin ia mencapai suatu usia dimana ia merasa malu melakukan hal-hal seperti itu? Karena orang-orang di kelas kelima akan selalu keluar kelas saat bel jam olahraga berbunyi, dan tak ada yang benar-benar memperhatikan ia berganti pakaian. Oh ya, orang yang membiasakan kaum pria untuk keluar kelas sebelum jam olahraga berlangsung, Asakura, tak lagi bersama kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku duduk di luar pintu untuk sesaat. Suara pakaian-pakaian yang berkelebat sudah berhenti, tapi aku belum mendengar seseorang memanggilku masuk. Maka duduklah aku dan menunggu selama sepuluh menit penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Masuklah...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara kecil Asahina-san terdengar dari balik pintu. Saat pelayan yang tak bercela itu membukakan pintu untukku, di balik bahunya kulihat Haruhi duduk dengan murung di depan meja dengan sepasang kaki putihnya di atas meja. Ia memakai sepasang telinga kelinci pada kepalanya dengan memakai pakaian gadis kelinci yang nostalgis itu. Mungkin ia tak merasa terganggu karena ia tak memakai manset atau dasi. Ia bahkan tak memakai stoking.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Walaupun lengan dan punggungku terasa lumayan dingin, kostum ini sebetulnya lumayan ketat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengatakan itu, Haruhi mengambil cangkirnya dan meminum tehnya dengan nikmat, sementara Nagato meneruskan membaca bukunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikelilingi seorang pelayan dan seorang gadis kelinci, aku tak tahu bagaimana harus bereaksi. Jika kubawa dua gadis ini keluar untuk menarik pelanggan, pasti aku akan mendapat keuntungan. Saat aku sedang memikirkan hal ini...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Whoa, apa ini?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koizumi tiba-tiba mengeluarkan bunyi-bunyian aneh saat menyapa semua orang dengan senyumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apakah ada pesta kostum hari ini? Maafkan aku yang tidak memakai kostum hari ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diamlah, kau tak ingin membuat masalah ini semakin rumit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mikuru-chan, duduklah di sini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari telunjuk Haruhi mengacung pada seubah kursi di hadapannya. Asahina-san menurut, duduk di depannya, terlihat ngeri akan Haruhi yang mengerikan. Aku berpikir apa yang akan dilakukan Haruhi, hanya untuk melihatnya membuat poni ekor kuda dari rambut Asahina-san yang cokelat dan keriting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepintas terlihat seperti seorang kakak yang sedang merapikan rambut adiknya. Tapi karena Asahina-san begitu terpaku dan ekspresi Haruhi begitu kosong, membuat adegan yang seharusnya hangat itu menjadi sangat kaku. Sepertinya Haruhi hanya mencoba membuat poni ekor kuda untuk pelayan Asahina-san, itu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menatap Koizumi, yang selalu tersenyum setiap waktu sambil melihat adegan ini, dan akhirnya mengatakan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mau bermain Othello?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu saja, aku sudah lama tak bermain itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat hitam dan putih bertarung memperebutkan papan permainan, (Aku tak pernah tahu kalau Koizumi, yang dapat berubah menjadi bola bercahaya, begitu mudah kalah dalam permainan papan) Haruhi menguncir rambut Asahina-san, lalu melepasnya lagi, kemudian membuat dua ekor kuda, dan sanggul...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Setiap kali Asahina-san tersentuh oleh tangan Haruhi, ia akan menggigil sepenuhnya) sedangkan Nagato terus mengasyikkan dirinya dengan membaca buku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menjadi semakin bingung apa sebenarnya tujuan perkumpulan ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar saja, hari itu kami melakukan aktifitas SOS Brigade dengan damai. Tak ada satu pun yang berhubungan dengan alien dari dimensi lain, para penjelajah waktu dari masa depan, raksasa-raksasa biru, atau bola-bola merah yang bercahaya pada saat itu. Tak ada seorang pun yang ingin melakukan sesuatu yang spesial, ataupun tahu apa yang harus diperbuat. Kami hanya memperbolehkan diri kami menunggangi aliran waktu, menjalani kehidupan SMU kami dengan bermalas-malasan. Semuanya terasa sangat amat normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun aku pernah merasa tak puas dengan kehidupan normal, aku selalu berkata pada diriku sendiri &amp;quot;Mengapa kau begitu memikirkannya? Kau punya banyak waktu.&amp;quot; Kemudian aku akan sekali lagi mengharapkan hari esok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, aku merasa sedikit senang. Aku datang tanpa tujuan di ruangan klub ini dan melihat Asahina-san bekerja dengan giat seperti pelayan sungguhan, Nagato duduk seperti patung Buddha, Koizumi dengan senyuman manisnya, dan Haruhi dengan ayunan suasana hatinya. Semua ini memberikan aura kenormalan yang lengkap, dan semua ini menjadi bagian dari kehidupan SMUku yang memuaskan di luar dugaanku. Walaupun aku sudah menjalani kenyataan seorang teman sekelas yang mencoba membunuhku dan melihat monster ganas muncul di dunia yang serba abu-abu, aku masih tidak yakin itu semua bukan khayalan dari imajinasiku, hasil dari hipnotis, ataupun halusinasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku masih merasa terganggu saat Haruhi menggeretku memasuki klubnya, tapi dari sudut yang lebih dalam, hanya karena dialah aku dapat bergaul dengan damai bersama orang-orang menarik seperti mereka. Menyingkirkan pertanyaan &amp;quot;Kenapa aku?&amp;quot;, mungkin suatu hari kelak akan ada manusia normal lainnya yang ingin bergabung dengan klub ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, aku telah memikirkan masalah ini cukup lama sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang akan memberitahukanku tentang ini, kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih juga ada seseorang yang belum pernah memikirkan hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, seseorang itu adalah Suzumiya Haruhi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malam itu, setelah makan malam dan mandi, dan menyelesaikan revisiku untuk pelajaran Bahasa Inggris besok, aku melihat jam dan sadar bahwa sekarang sudah waktunya tidur. Aku berbaring di atas kasurku dan membuka buku bersampul tebal yang ditempatkan Nagato pada tanganku dulu. Kupikir sedikit membaca takkan menyakitkan, jadi kubaca beberapa halaman pertama. Ternyata ceritanya menarik, jadi kuteruskan halaman demi halaman. Kau benar-benar harus mencoba membaca untuk mengetahui sebagaimana nikmatnya membaca buku. Membaca sama sekali tidak seburuk itu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa mustahil untuk menyelesaikan buku setebal itu dalam semalam, kutaruh buku itu setelah membaca monolog yang begitu panjang oleh seorang protagonisnya. Rasa mengantuk menghantuiku, dan setelah menempatkan pembatas buku dengan tulisan Nagato pada buku itu, kumatikan lampu dan merangkak ke dalam selimutku. Dalam beberapa menit, aku sudah di alam mimpi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kau tahu kenapa manusia bermimpi? Mimpi terbagi menjadi Rapid Eye Movement (REM) dan Non Rapid Eye Movement (NREM), dan keduanya bergantian secara periodik. NREM terjadi beberapa menit saat seseorang mulai tertidur, dengan otak yang biasanya dalam kondisi stabil  dalam tingkatan ini. Tingkatan saat kesadaran tubuh hilang, dengan otak menjadi sangat aktif disebut REM, dan mimpi akan terjadi dalam tingkatan ini. Saat pagi hari, frekuensi REM akan meningkat, yang artinya hampir semua orang akan bermimpi sampai mereka terbangun. Aku bermimpi setiap malam, tapi karena biasanya aku bangun terlambat setiap hari, aku jadi tergesa-gesa berangkat ke sekolah sehingga biasanya aku melupakan mimpiku semalam. Namun terkadang aku tiba-tiba teringat mimpi yang telah lama terlupakan bertahun-tahun yang lalu. Struktur memori manusia memang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baiklah, cukup sekian percakapan lepas ini. Aku tak mempedulikannya sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa seseorang menampar wajahku. Pergilah! Aku lelah! Jangan ganggu mimpiku!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......Kyon.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jam wekerku belum berbunyi. Kalaupun sudah, aku pasti sudah mematikannya dengan segera, dan masih ada beberapa waktu sebelum ibuku mengutus adikku untuk menarikku turun dari ranjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bangunlah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak! Aku ingin tidur lebih lama lagi. Aku tak punya waktu untuk mimpi-mimpi yang aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kubilang bangun! Tak Dapatkah kau mendengarku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan-tangan yang melingkari leherku kini tak berhenti menggeleng-gelengkan kepalaku. Akhirnya kubuka mataku saat aku merasa kepala bagian belakangku membentur lantai yang keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lantai yang keras?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku duduk, terlihat bingung. Haruhi melihatku dan mundur untuk menghindari kepala kami berbenturan satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akhirnya kau bangun?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berlutut di sampingku adalah Haruhi dengan seragam pelautnya. Wajah putihnya menunjukkan ekspresi gelisah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau tahu di mana ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja aku tahu; kita ada di SMU Utara, sekolah kita, dan sekarang kita ada di tangga menuju locker sepatu dekat gerbang sekolah. Tidak ada lampu yang menyala, dan sekolah saat malam terlihat kelabu......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, ada sesuatu yang tidak benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada langit malam di atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya horizon kelabu yang lebar. Langit yang monoton. Tidak ada bulan ataupun bintang, tak satupun awan. Hanya langit se-abu-abu dinding beton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dunia yang terselubung dalam kesepian dan kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah Kenyataan Terkurung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku perlahan bangkit. Aku terkejut karena aku tak memakai pakaian piyamaku, tapi seragam sekolahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saat aku bangun, tiba-tiba aku sudah di sini, dan kau di sisiku. Apa yang terjadi di sini? Kenapa kita di sekolah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruhi bertanya dalam suara lembut yang abnormal. Aku tak langsung menjawabnya, tapi menggapai tanganku untuk merasakannya. Dari rasa sakit dari cubitan di punggung tanganku, hingga pakaian yang melingkupi tubuhku, tak terasa seperti mimpi. Aku menarik dua lembar rambutku. Aku benar-benar merasa sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haruhi, apa hanya ada kita berdua di sini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, aku seharusnya tertidur di balik selimutku. Kenapa kita ada di sini? Dan langitnya terlihat aneh......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa kau melihat Koizumi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak......kenapa kau menyebutnya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tak ada apa-apa, hanya bertanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Kenyataan Terkurung ini diciptakan oleh sebuah gempa di batas dimensi atau faktor luar, pasti ada raksasa bercahaya dan Koizumi ada di sini juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Daripada itu, ayo kita tinggalkan sekolah sekarang! Mungkin kita akan menemukan seseorang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana bisa kau tidak khawatir sedikit pun?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sudah pasti khawatir, terutama saat melihat kau di sini juga. Bukankah ini tempat bermain untuk raksasa-raksasa yang kau ciptakan? Atau aku terlalu sensitif dan hanya bermimpi tentang semua ini? Berdua bersama Haruhi di kenyataan yang kosong......jika Sigmund Freud di sini, dia pasti bisa menganalisis hal ini untukku!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku masih berada di kejauhan dari Haruhi saat kami berjalan ke gerbang sekolah, saat kami terbendung oleh tembok yang tak terlihat. Aku masih ingat rasa elastis dari tembok ini. Tembok ini dapat didorong sedikit, namun segera setelah itu, tembok lain yang lebih keras akan membendung segala usaha untuk masuk lebih dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......Apa ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruhi menggapaikan tangannya dan mencoba mendorong tembok yang tak terlihat, sambil bertanya dengan mata yang terbuka lebar. Aku berjalan sepanjang lapangan dan menjejak tembok itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya kami terjebak di dalam sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tampaknya tak ada jalan untuk keluar dari sekolah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak dapat merasakan hembusan angin. Rasanya seperti udara telah berhenti bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ayo kita coba gerbang belakang!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh ya, apakah ada cara untuk mengontak seseorang? Ayo kita cari telepon. Aku tidak membawa handphone-ku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ini adalah Kenyataan Terkurung yang dibicarakan Koizumi, maka mencari telepon pun akan sia-sia. Walaupun begitu, kami masih memutuskan untuk memasuki bangunan sekolah untuk mencarinya. Seharusnya ada telepon di ruangan staff.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekolah ini terlihat mengerikan dalam kegelapan dengan semua lampunya dimatikan. Kami melewati locker sepatu dan dengan tenang memasuki bangunan sekolah. Sepanjang jalan, kami menyalakan lampu lantai satu, dan lampu langit-langit menyala sekali. Walaupun cahaya-cahaya buatan itu dingin, lampu-lampu ini cukup untuk mendatangkan sedikit perasaan lega untukku dan Haruhi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah yakin tidak ada seorang pun di dalam kelas pada lantai itu, kami menuju ke ruangan staff. Biasanya, ruangan staff terkunci, jadi aku mengambil pemadam api terdekat, menghancurkan jendelanya, dan masuk melalui jendela itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......Tampaknya tidak bekerja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruhi menggenggam telepon pada telinganya, namun tak dapat mendengar apa pun. Ia mencoba menghubungi beberapa nomor, namun tak ada hasilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami keluar dari ruangan itu, menyalakan semua lampu sepanjang jalan, dan menaiki tangga, atas saran Haruhi untuk kembali ke ruang kelas kami. Karena letak kelas kelima berada di lantai atas, mungkin kita dapat menemukan sesuatu dengan melihat ke bawah dari atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruhi masih menggenggam jaketku saat kami berjalan melalui koridor. Jangan bergantung padaku; aku tak punya kekuatan supranatural sama sekali. Jika kau setakut itu, genggamlah lenganku! Itu terlihat lebih alami!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bodoh!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruhi cemberut padaku, tapi jari-jarinya tak pernah melepaskan jaketku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada yang berubah di kelas kelima; tepat seperti tadi saat kami meninggalkan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......Kyon, lihat......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruhi terdiam setelah berjalan melewati jendela. Aku berjalan ke sampingnya dan melihat situasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua di sekitar kami adalah dunia abu-abu. Melihat ke bawah dari lantai empat, aku bahkan dapat melihat garis di seberang daratan. Kegelapan adalah pemandangan yang didapat, tanpa satu cahaya pun. Benar-benar seperti akhir dari dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tempat apa ini......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang terjadi bukanlah sejumlah populasi yang hilang, namun sebaliknya, kami yang menghilang. Sepertinya kami terjebak dalam Kenyataan Terkurung ini secara tak sengaja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini terasa aneh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruhi menyentuh bahunya sambil menggumam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak tahu ke mana lagi kami harus pergi, kami kembali ke ruangan klub tempat kami menghabiskan siang hari tadi. Karena aku telah mencuri kunci-kunci dari ruangan staff, kami dapat membuka pintu klub dan masuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami berdua bernafas lega setibanya kembali di ruangan yang tak asing lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami menyalakan radio, tapi tak dapat mendengar statik apa pun. Ruangan klub ini begitu tenang hingga suara menuangkan teh pun dapat terdengar. Aku tak begitu berniat mengganti daun teh, jadi kubuat teh menggunakan daun teh yang sudah terpakai dan tak berasa. Haruhi duduk di sampingku, memperhatikan dunia abu-abu di luar sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau ingin teh&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuambil cangkirku, menarik kursi, lalu duduk. Kuserutup tehku. Huh, teh yang dibuat Asahina-san jauh lebih baik daripada ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang terjadi di sini?! Aku tak mengerti! Tempat apa ini? Mengapa aku di sini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruhi berdiri di sisi jendela dan melihat keluar; bayang-bayangnya terlihat begitu lemah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan mengapa aku bersamamu, bukan orang lain?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mana aku tahu!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruhi mengibaskan rambutnya dan cemberut melihat tanggapanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku akan keluar untuk melihat-lihat.&amp;quot; Katanya sambil meninggalkan ruangan. Tepat saat aku akan berdiri......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau di sini saja, aku akan kembali lagi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia segera meninggalkan ruangan setelah mengatakan itu. Benar-benar seperti sikap Haruhi! Saat mendengar langkah energik Haruhi menghilang dan meneguk teh hangatku, benda itu muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bola cahaya merah yang bersinar. Awalnya sebesar bola tennis, kemudian bola itu membesar, bercahaya seperti kunang-kunang sebelum akhirnya membentuk wujud yang mirip manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Koizumi, itukah kau?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di hadapanku berdiri bentuk manusia yang bersinar, tapi aku tak dapat melihat penampilan Koizumi sepenuhnya, termasuk mata, hidung, dan mulut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hai.&amp;quot; Suara yang santai terdengar dari obyek bersinar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Cukup lama juga kau muncul! Kupikir kau akan muncul dalam wujud manusiamu.....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hal-hal menjadi semakin rumit, jadi akan membutuhkan cukup waktu untuk menjelaskannya. Aku akan jujur; ini adalah kejadian yang tidak normal!&amp;quot; Cahaya merah itu sedikit berkedip. &amp;quot;Jika ini adalah Kenyataan Terkurung yang normal, aku dapat masuk dengan mudah, tapi tidak kali ini. Aku harus muncul dalam wujud tak sempurnaku. Kekuatan kami menghilang perlahan-lahan, bahkan saat kita berbicara.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang terjadi? Apakah hanya aku dan Haruhi yang berada di sini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya,&amp;quot; jawab Koizumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini artinya apa yang kami takutkan akhirnya terjadi. Suzumiya-san sudah bosan dengan kenyataan ini, dan ia memutuskan untuk menciptakan kenyataan yang baru.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Para petinggi kami sekarang sedang panik. Tak ada seorang pun yang tahu apa yang akan terjadi pada sebuah dunia jika tuhannya telah menghilang. Walaupun ada kemungkinan dunia itu tetap dapat bertahan selama Suzumiya-san memutuskan untuk memberinya belas kasihan, ada juga kemungkinan dunia ini akan lenyap seketika.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang ingin kau sampaikan......?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sederhananya,&amp;quot; cahaya merah itu kini berkedip-kedip seperti api, &amp;quot;Kau dan Suzumiya-san telah menghilang dari dunia kami. Dunia ini bukan Kenyataan Terkurung tapi kenyataan baru yang diciptakan oleh Suzumiya-san. Kenyataan Terkurung yang kita lihat sebelumnya kemungkinan hanya latihan sebelum ia memutuskan untuk benar-benar menciptakan ulang dunia ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lelucon yang menarik, tapi aku tak tahu bagaimana mestinya aku tertawa sekarang. Ha ha ha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tak bergurau. Dunia ini mungkin yang paling mendekati dunia yang diinginkan Suzumiya-san. Kami masih tak yakin dunia apa yang ia inginkan, tapi kita akan tahu jawabannya segera.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mari kita singkirkan masalah itu dulu, masalah sebenarnya adalah mengapa aku di sini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau benar-benar tak mengerti? Kau adalah orang yang terpilih oleh Suzumiya-san. Kaulah satu-satunya manusia dari dunia kami yang diinginkan Suzumiya untuk bersamanya. Kukira kau sudah mengerti hal itu sekarang.&amp;quot; Cahaya di sekeliling Koizumi sekarang meredup seperti senter yang kehabisan baterai, terang cahayanya menghilang dengan jelas. &amp;quot;Aku hampir mencapai batasku sekarang. Dalam kondisi seperti ini, aku tak akan dapat melihatmu lagi; di sisi lain, aku sedikit teringankan karena aku tak lagi harus memburu Avatar-avatar itu lagi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haruskah aku hidup sendirian dengan Haruhi di dunia yang kelabu ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Di dunia ini, kalian seperti Adam dan Hawa. Bekerja keraslah dalam mempopulasikan dunia lagi, dan semua akan baik-baik saja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......Aku begitu ingin memukul wajahmu sekarang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hanya bercanda! Sekarang kondisi terkurung ini mungkin hanya sementara, tapi sesegera mungkin ini akan menjadi mirip dengan dunia yang kau kenal. Walaupun dunia ini akan menjadi benar-benar berbeda dari dunia tempat kita berasal. Mulai sekarang, dunia ini akan dianggap sebagai dunia yang sebenarnya, sementara kenyataan yang sebelumnya akan dianggap Kenyataan Terkurung. Mengenai apa perbedaan antara dua dunia ini, sayangnya kami tidak tahu. Jika aku cukup beruntung untuk terlahir kembali di dunia yang baru, aku bergantung padamu untuk menunjukkanku alam sekitar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, obyek berbentuk manusia Koizumi mulai berpencar kemudian, seperti bintang yang kehabisan bahan bakarnya, mengecil ke ukuran bola tenis meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apakah mungkin kami dapat kembali ke dunia yang lama?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selama Suzumiya-san menginginkannya, kemungkinan selalu ada. Aku hanya mengenalmu dalam waktu yang cukup singkat; sayang sekali, tapi aku benar-benar menikmati waktuku bersama SOS Brigade......Ah, ya, hampir saja aku lupa, aku harus mengantarkan pesan dari Asahina Mikuru dan Nagato Yuki untukmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum Koizumi menghilang sepenuhnya, ia meninggalkan pesan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Asahina Mikuru memintaku untuk mewakilinya meminta maaf : ia bilang, &#039;maaf, ini semua salahku.&#039; Juga, Nagato Yuki memberitahumu untuk &#039;menghidupkan komputer.&#039;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah pesan itu, ia menghilang seperti api lilin yang tertiup angin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak tahu mengapa Asahina-san harus meminta maaf padaku. Apakah ia telah berbuat salah padaku? Tapi kuputuskan untuk tidak memikirkannya sekarang; lebih baik, aku mengikuti permintaan Nagato dan menghidupkan komputer. Setelah harddisknya mengeluarkan suara beep, logo OS harusnya muncul di layar monitor......Ini aneh, mengapa tak ada apa pun yang muncul? Layar OS yang harusnya muncul setelah beberapa detik tidak muncul; layar terlihat hitam pekat dengan hanya kursor pengetik putih berkedip di pojok kiri atas layar monitor. Lalu, kursor itu mulai bergerak tanpa suara, dan kata-kata dingin pun muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 YUKI.N &amp;gt; Dapatkah kau membaca ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku terdiam selama beberapa waktu, kemudian aku menarik keyboard di hadapanku mendekat dan mulai mengetik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &#039;Ya.&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 YUKI.N &amp;gt; Sekarang aku belum kehilangan kontak sepenuhnya dengan dunia yang kau tempati.&lt;br /&gt;
 Tapi hanya masalah waktu sebelum hubungan ini terputus dengan segera.&lt;br /&gt;
 Jika hal itu benar, ini akan menjadi percakapan kita yang terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &#039;Apa yang harus kulakukan?&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 YUKI.N &amp;gt; Aku juga tidak tahu. Semburan data yang tak normal sudah hilang sepenuhnya di sini.&lt;br /&gt;
 Integrated Data Sentient Entity sangat kecewa dengan hal ini,&lt;br /&gt;
 karena mereka akan kehilangan kemungkinan untuk berevolusi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &#039;Apa yang kau maksud dengan kemungkinan untuk berevolusi? Bagaimana Haruhi berevolusi?&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 YUKI.N &amp;gt; Menjadi sangat sentient berarti dapat memproses data dengan cepat dan akurat.&lt;br /&gt;
 Bentuk kehidupan organik sentient dibatasi oleh aliran-aliran data yang sangat tidak akurat dan tercampur-aduk&lt;br /&gt;
 ditimbulkan dari tubuh fisik mereka, dan tidak mampu memproses data dengan cepat dan akurat.&lt;br /&gt;
 Jadi setelah berevolusi ke suatu tingkatan lain, bentuk kehidupan organik akan berhenti berevolusi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &#039;Apakah mungkin untuk berevolusi walaupun tanpa tubuh fisik?&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 YUKI.N &amp;gt; Integrated Data Sentient Entity juga diciptakan dari data.&lt;br /&gt;
 mereka juga percaya kalau kemampuan mereka untuk memproses data akan bertambah sampai tak terhingga&lt;br /&gt;
 hingga alam semesta menjadikan dirinya terlalu panas. Tapi mereka salah.&lt;br /&gt;
 Seperti alam semesta yang mempunyai tepi, evolusi mereka juga mempunyai batas,&lt;br /&gt;
 setidaknya para sentient entity bergantung pada data untuk bertahan hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &#039;Bagaimana dengan Suzumiya?&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 YUKI.N &amp;gt; Suzumiya Haruhi mempunyai kemampuan untuk menciptakan data dengan jumlah besar dari nol.&lt;br /&gt;
 Itu adalah kemampuan yang tak dimiliki oleh Data Sentient Entity.&lt;br /&gt;
 Ia dapat melepaskan data yang tak akan dapat diproses oleh seorang manusia,&lt;br /&gt;
 bentuk kehidupan organik biasa, dalam sepanjang hidupnya. Integrated Data Sentient Entity percaya&lt;br /&gt;
 jika kemampuan untuk menciptakan data ini dianalisis, mereka akan dapat&lt;br /&gt;
 menemukan cara untuk berevolusi secara otomatis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kursornya berkedip sebentar. Mungkin Nagato ragu-ragu dalam memilih kata-kata. Detik berikutnya, kata-kata itu mengalir seperti air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 YUKI.N &amp;gt; Aku mempertaruhkan semuanya padamu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &#039;Mempertaruhkan apa?&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 YUKI.N &amp;gt; Kuharap kalian berdua dapat kembali ke dunia ini.&lt;br /&gt;
 Suzumiya Haruhi adalah target penelitian yang penting,&lt;br /&gt;
 harta karun yang penting yang mungkin hanya muncul sekali di alam semesta ini.&lt;br /&gt;
 Selain itu, aku sendiri berharap kau dapat kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Warna huruf-huruf itu mulai memudar bersama dengan daya listrik yang makin melemah. Kursor itu kembali mengetik beberapa kata.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
 YUKI.N &amp;gt; Mari kita ke perpustakaan lagi lain kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Huruf-huruf itu mulai menggelap; bahkan mengatur warna terang layar tak membantu. Akhirnya, Nagato mengetik dua kata ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 YUKI.N &amp;gt; putri tidur&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Brrr Suara putaran hard disk membuatku melompat dari tempat dudukku. Cahaya pada CPU itu berkedip, dan layar khas OS yang tak asing lagi muncul. Suara kipas komputer yang berputar adalah semua yang dapat kudengar di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang harus kulakukan? Koizumi! Nagato!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menghela nafas dan menghadap ke jendela dengan sedih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinar biru bersinar dari luar jendela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raksasa yang bersinar kini berdiri di lapangan sekolah. Karena letaknya yang terlalu dekat, raksasa itu terlihat seperti tembok biru besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruhi bergegas memasuki ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kyon! Sesuatu telah muncul!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruhi melihat ia hampir menabrakku, yang berdiri di dekat jendela, dan berhenti dengan cepat serta berdiri di sampingku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa itu? Begitu besar! Apakah itu seekor monster? Tidak terlihat seperti ilusi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya Haruhi sangat gembira. Depresi kegelisahannya beberapa waktu lalu sudah menghilang. Sekarang, matanya bercahaya dengan antusias. Tak ada rasa takut di dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kaupikir itu adalah alien? Atau mungkinkah itu adalah senjata super yang diciptakan orang-orang zaman dahulu, yang terbangun dari tidur panjangnya? Apakah benda itu adalah alasan mengapa kita tidak bisa keluar dari sekolah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembok biru itu bergerak. Bayangan tentang raksasa yang sedang menghancurkan bangunan dengan mudah muncul di pikiranku. Dengan cepat, kugenggam tangan Haruhi dan menyambar keluar ruangan klub.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tunggu! Tunggu dulu, apa yang kau lakukan!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat kami menuju ke koridor, hampir jatuh, suara getaran yang keras bergema di udara; aku mendorong Haruhi ke lantai dengan cepat dan melindunginya dengan tubuhku. kompleks klub bergetar dahsyat. Suara dan getaran obyek yang keras dan berat sedang menghantam tanah tersiarkan ke telingaku. Dari hal ini aku tahu sasaran raksasa itu bukan kompleks klub, tapi lebih kepada kompleks sekolah di hadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kugenggam Haruhi, yang begitu terkejut dengan mulut terbuka dan tertutup seperti ikan mas, dan mulai berlari. Herannya, Haruhi menurut mengikutiku dan berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanganku menjadi semakin berkeringat. Begitu juga dengan Haruhi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kompleks klub yang lama lenyap sama sekali tak berdebu. Dengan seluruh kekuatanku, aku berlari bergandengan dengan Haruhi menyusuri tangga. Suara raksasa yang sedang menghancurkan dapat terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berlari menuruni tangga saat merasa hawa panas tubuh Haruhi tersalurkan lewat tangan kami. Setelah menyeberangi lapangan, kami melewati lereng dan menuju ke lapangan lari. Pada saat ini aku sepintas melihat Haruhi. Mungkin aku salah, tapi ia terlihat lumayan senang. Bagaikan seorang anak kecil yang bangun saat hari natal dan mendapati hadiah yang diidam-idamkannya sekarang berada di sebelah tempat tidurnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berlari cukup jauh dari bangunan sekolah, kami berbelok dan melihat ke atas, dan melihat seberapa besar raksasa itu. Raksasa yang ditunjukkan Koziumi di Kenyataan Terkurung juga sebesar ini, hampir setinggi gedung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raksasa itu melambaikan tangannya, dan bagunan sekolah pun runtuh. Karena empat kompleks sudah terusak oleh serangan-serangan yang sebelumnya, kini runtuh dengan mudah. Puing-puing bangunan berjatuhan dan terpencar ke berbagai arah bersamaan, menimbulkan suara yang memekakkan telinga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami berlari dengan kalut ke tengah lapangan lari dua ratus meter sebelum berhenti. Satu raksasa yang luar biasa kini muncul di sekolah yang gelap dan monoton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kau ingin mengambil gambar, kau seharusnya mengambil gambar-gambar ini, bukan gambar presiden kelompok belajar komputer mencengkeram dada Asahina-san, dan sepenuhnya bukan gambar-gambar Asahina-san mengenakan kostum-kostum itu. Website kita harusnya memiliki gambar-gambar seperti apa yang kita lihat sekarang!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku sedang memikirkan hal ini, tiba-tiba Haruhi berkata di telingaku,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau pikir ia akan menyerang kita? Kukira ia tidak jahat sama sekali, bagaimana menurutmu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tak tahu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat kujawab Haruhi, aku berpikir pada saat yang sama tentang apa yang dikatakan Kozumi saat membawaku ke Kenyataan Terkurung. Jika kita membiarkan &amp;quot;Avatar-avatar&amp;quot; ini melanjutkan amukannya, setelah penghancuran ini, Kenyataan Terkurung akan menggantikan dunia nyata, yang artinya dunia abu-abu ini akan menggantikan dunia tempat kita berasal, dan kemudian......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan menjadi apa dunia kita?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut apa yang Koizumi baru saja katakan padaku, Haruhi sepertinya sedang menciptakan dunia yang benar-benar baru. Akankah Asahina dan Nagato yang kukenal ada di dunia ini? Ataukah ini akan menjadi dunia setengah nyata di mana para &amp;quot;Avatar&amp;quot; dapat berjalan-jalan dengan bebas, dan alien, penjelajah waktu, dan esper menjadi hal-hal yang normal?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dunia ini benar-benar menjadi seperti itu, peran apa yang akan kumainkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Argh, lupakan itu, percuma saja berpikir lagi, karena aku tak mengerti. Aku tak mengerti apa yang dipikirkan Haruhi, dan aku tak memiliki kemampuan telepati apa pun yang dapat membuatkau membaca pikiran orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini juga, aku mendengar Haruhi berbicara padaku,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa sebenarnya yang terjadi di sini? Dunia ini maupun raksasa itu, semuanya sangat aneh!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua itu diciptakan olehmu, nona! Harusnya aku yang bertanya, kenapa kau membawaku ke dalam semua ini!? Apa Adam dan Hawa? Itu bodoh! Aku tak akan percaya cerita sialan ini! Tak akan pernah!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tak maukah kau kembali ke dunia yang asli?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bertanya dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa katamu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruhi menoleh padaku. Wajahnya mulus dan putih walaupun berada di dalam dunia abu-abu ini, dan mata cemerlangnya kini terselubungi kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kita tak dapat tinggal di sini selamanya! Tak ada satu pun toko, jadi tak ada tempat untuk makan saat kita lapar. Lagipula, sekolah ini dikelilingi tembok yang tak terlihat: tak ada jalan keluar. Kalau begini terus kita akan mati kelaparan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm, ini semua aneh, tapi aku tak peduli. Semuanya akan terurutkan kembali. Untuk alasan tertentu, aku merasa sangat senang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu bagaimana dengan SOS Brigade? Kau yang menciptakan klub itu! Kau akan meninggalkannya begitu saja?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku benar-benar tak memerlukannya lagi, karena sekarang aku sudah mengalami sesuatu yang mengasyikan; tak perlu keluar dan mencari hal-hal yang misterius.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi, aku ingin kembali ke dunia nyata.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama kemudian raksasa itu menghentikan penghancurannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebelum kita berakhir di situasi aneh ini, aku tak menyadari seberapa besar aku menyukai hidupku apa adanya. Di sana aku memiliki Taniguchi yang bodoh, Kunikida, Koizumi, Nagato, dan Asahina-san, dan bahkan Asakura yang telah lama menghilang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......Apa yang kau bicarakan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku benar-benar ingin melihat teman-temanku lagi. Aku ingin bercerita tentang banyak hal pada mereka.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruhi menurunkan kepalanya, kemudian melanjutkan setelah beberapa waktu,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kita akan melihat mereka; dunia ini tak akan selamanya tertutup kegelapan. Saat pagi datang, matahari akan muncul. Aku yakin itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan begitu. Dunia ini bukan seperti apa yang kau pikirkan. Aku benar-benar ingin melihat mereka lagi di dunia nyata.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tak mengerti apa yang kau katakan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruhi cemberut padaku, seperti anak kecil yang kehilangan hadiah yang telah disimpannya, menunjukkan kemarahan dan kesedihannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidakkah kau bosan dan lelah dengan dunia itu juga? Dunia itu terlalu normal hingga tak ada yang spesial sama sekali. Tidakkah kau ingin mengalami sesuatu yang menarik juga?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dulu aku berpikir seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raksasa itu mulai bergerak. Ia menendang bagian dari kompleks sekolah yang masih tersisa dan menuju ke lapangan basket. Dalam perjalannya, ia menyingkirkan koridor sekolah dengan tangannya, kemudian menendang kompleks klub keras-keras. Sekolah ini perlahan-lahan diratakan, termasuk ruangan klub kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihat pundak haruhi dan terheran-heran saat mendapati tembok biru bercahaya lainnya. Satu, dua, tiga......saat aku mencapai lima, kuputuskan untuk berhenti menghitung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa bola-bola merah di sekitarnya, raksasa-raksasa biru bercahaya itu memulai penghancuran dunia kelabu ini tanpa tundaan. Aku tak mengerti apa yang menyenangkan dari penghancuran ini. Setiap kali mereka menggerakkan tangan dan kaki mereka, semua yang mereka sentuh menghilang begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa saat kemudian, setengah dari sekolah telah lenyap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak tahu seberapa besar Kenyataan Terkurung ini, dan tak tahu kalau dimensi ini dapat meluas dan menjadi kenyataan yang lain. Saat ini, pikiranku dipenuhi ketidakpastian. Jika saat ini juga, seorang pemabuk tua duduk di sebelahku dan berkata padaku &amp;quot;Kuberi tahu kau sesuatu, tapi jangan beri tahu siapa pun! Aku sebenarnya seorang alien,&amp;quot; aku akan mempercayainya begitu saja. Karena banyak kejadian misterius yang kualami sekarang tiga kali bila dibandingkan sebulan yang lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa sebenarnya yang harus kulakukan? Jika ini sebulan yang lalu mungkin aku tak akan memikirkan apa pun, tapi sekarang aku percaya aku bisa. Karena aku sudah mendapatkan beberapa petunjuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kuputuskan, kukatakan ini,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haruhi, selama beberapa hari terakhir ini, aku telah mengalami hal-hal yang sangat menarik. Walaupun kau tak tahu, ada banyak orang yang memperhatikanmu. Tidaklah konyol untuk mengatakan dunia mengelilingimu secara harafiah. Semua orang percaya kalau kau adalah orang yang sangat spesial, dan mereka sudah mencoba untuk mewujudkan kepercayaan itu dengan tindakan. Mungkin kau tak mengetahuinya, tapi dunia ini menuju ke arah yang menarik.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat kugenggam lengan Haruhi, aku menyadari aku masih memegang tangannya, saat Haruhi melihatku dengan wajah yang mengatakan, &amp;quot;Apa yang merasukimu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian ia mengalihkan matanya dariku, melihat raksasa-raksasa biru yang mengamuk, dengan ekspresi kejadian nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat wajahnya yang muda dan halus, aku teringat &amp;quot;kemungkinan berevolusi&amp;quot; Nagato, &amp;quot;distorsi temporal&amp;quot; Asahina-san, dan Koizumi yang menganggap Haruhi sebagai &amp;quot;Tuhan&amp;quot;. Tapi bagiku, apa itu Haruhi? Sebagai apa aku memperlakukannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruhi adalah Haruhi, apalagi yang perlu kukatakan? Aku tidak ingin menjawab seperti itu. Lagipula, aku tidak punya jawaban yang pasti. Aku tahu itu akan menjadi begini, kan? Jika kau menunjuk ke teman sekelas di belakangku dan bertanya, &amp;quot;Siapakah dia bagimu?&amp;quot; - Bagaimana kau pikir aku akan menjawabnya? ......Ini, maaf. Aku berada di dalam lingkaran lagi! Untukku, Haruhi bukan teman sekelas biasa, dan sudah tentu bukan &amp;quot;kemungkinan berevolusi&amp;quot;, &amp;quot;distorsi temporal&amp;quot;, atau bahkan &amp;quot;Tuhan&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raksasa itu menoleh ke lapangan lari. Ia seharusnya tak mempunyai mata, tapi aku dapat merasakan pandangannya dengan jelas. Ia berjalan selangkah ke arah kami. Satu langkahnya kira-kira beberapa meter, atau dia tak akan memperkecil jarak kami secepat itu selain berjalan dengan lamban!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengerti! Tidakkah Asahina-san mengatakan sesuatu tentang ini? Itu adalah sebuah ramalan! Dan pesan terakhir Nagato. Snow White dan Sleeping Beauty. Tolonglah, aku bahkan tahu apa artinya Sleeping Beauty! Apa kesamaan antara dua cerita itu? Dalam situasi kami yang mengerikan, jawabannya dengan praktis diteriakkan sekencang-kencangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini benar-benar timpang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini terlalu timpang! Asahina-san, Nagato. Aku tak akan pernah menerima perkembangan seperti itu! Tak akan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasionalitasku menuntut hal itu. Tapi manusia tak akan pernah menjadi suatu bentuk kehidupan yang hanya bergantung pada alasan untuk bertahan hidup. Mungkin mereka perlu sedikit apa yang disebut Nagato &amp;quot;data yang tercampur-aduk&amp;quot;. Aku melepaskan tangan Haruhi, mencengkeram bahunya, dan menghadapkan tubuhnya padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa sekarang......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau tahu, aku menyukaimu dengan rambut ekor kuda.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tak tahu kapan, tapi sejak itu, aku tak dapat berhenti memikirkanmu dengan rambut ekor kuda. Kurasa itu paling cocok untukmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang ingin kau sampaikan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
[[Image:Sh_v1_07.jpg|thumb|&#039;&#039;Aku tak menghiraukan protesnya dan mencium bibirnya... Aku menggenggam tangannya erat-erat, tak ingin kulepaskan.&#039;&#039;]]&lt;br /&gt;
Mata hitamnya menghambatku. Aku tak menghiraukan protesnya dan mencium bibirnya. Akan lebih sopan jika menutup mata pada saat-saat seperti ini, jadi kututup mataku. Dengan begitu, aku tak tahu apa ekspresi yang ditunjukkan Haruhi. Apakah matanya terbuka karena terkejut? Atau ia menutup matanya juga? Ataukah ia mencoba mengangkat tangannya dan menamparku? Tapi walaupun ia menamparku, itu tak masalah, karena aku mempertaruhkan semuanya di sini. Jika ada orang lain yang melakukan ini pada Haruhi, mereka akan tahu bagaimana perasaanku. Aku menggenggam tangannya erat-erat, tak ingin kulepaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku masih dapat mendengar suara gemuruh di kejauhan; sepertinya raksasa itu masih menghancurkan kampus. Saat aku memikirkan hal ini, tiba-tiba aku kehilangan keseimbanganku dan jatuh ke bawah, dan semuanya menjadi terbalik. Ada benturan keras pada sisi kiriku. Tak peduli apa yang kulakukan, aku tak dapat menjaga keseimbanganku. Saat kucoba duduk dan membuka mataku, aku melihat langit-langit yang tak asing dan terkesima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berada di ruanganku, dan terputar balik, aku sadar aku terjatuh dari ranjang ke atas lantai. Tentu saja, aku masih memakai piyamaku. Setengah selimut yang kacau terkulai di atas lantai. Aku menempatkan tanganku ke belakang punggungku, dan membuka mulutku seperti orang bodoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membutuhkan beberapa waktu sebelum aku dapat berpikir kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kondisi setengah tidur, aku berdiri perlahan-lahan, membuka jendela dan melihat keluar. Aku melihat beberapa bintang yang berkilauan dan lampu jalanan yang bersinar. Aku menegaskan ada cahaya dari jendela-jendela orang lain dan bayangan-bayangan yang bergerak secara berkala di belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah itu mimpi? Apa aku bermimpi tentang semua ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bermimpi di mana aku jatuh ke dunia setengah nyata dengan seorang gadis yang kukenal, dan akhirnya menciumnya! Mimpi yang begitu mudah dimengerti yang dapat membuat Sigmund Freud pun tertawa terbahak-bahak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Urgh, aku benar-benar ingin menggantung diriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin aku harus berterima kasih pada negara ini yang telah melarang kepemilikan senjata api, jika tidak aku mungkin sudah menggenggam senapan otomatis dan mengarahkannya pada kepalaku tanpa ragu-ragu. Jika itu adalah Asahina, maka setidaknya aku mempunyai semacam analisis kepribadian yang mendetail dari mimpi ini, tapi aku bermimpi aku mencium Haruhi, daripada orang lain! Apa yang dipikirkan alam bawah sadarku?!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku duduk dengan letih di atas lantai dan memegangi kepalaku, berpikir jika ini semua adalah mimpi, mengapa ini terasa begitu nyata? Tangan kanan yang berkeringat dan kehangatan yang tertinggal di bibirku......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
......Apa ini...apa ini artinya ini bukan dunia yang lama lagi? Apakah ini adalah dunia baru yang diciptakan oleh Haruhi? Apakah ada cara untuk memastikan hal ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada, tak peduli seberapa keras aku berpikir. Atau lebih tepatnya, aku tak ingin memikirkan masalah ini. Jika aku harus menerima semua itu adalah mimpi karena otakku yang rusak, maka aku lebih baik percaya dunia sudah dihancurkan. Lagipula, sekarang aku sedang ditolak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihat jam alarmku. dua tiga puluh di pagi hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
......Aku tidur kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menarik selimutku hingga ke atas kepalaku, meminta pikiranku yang sudah jernih untuk memberiku tidur yang nyenyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak dapat tidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa sekarang aku sangat kelelahan hingga aku hampir merangkak untuk menaiki tebing. Sejujurnya, ini membunuhku. Aku senang aku tak bertemu dengan Taniguchi sepanjang perjalanan, atau aku akan dipaksa untuk mendengarnya lagi dan lagi. Matahari kian melepaskan panasnya dari fusi nuklirnya yang takkan pernah berakhir. Tuan matahari, kumohon, tak dapatkah kau beristirahat sebentar? Aku bisa mati terpanggang!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menolak untuk datang saat kuperlukan, setan tidur kini mengitari kepalaku saat aku tidak mengharapkannya. Jika ini berlanjut, aku tak tahu berapa lama aku akan tetap terbangun saat jam pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku memandang kompleks sekolah, aku berhenti dan melihat gedung empat lantai yang reyot itu. Murid-murid yang berkeringat semuanya merangkak ke gedung sekolah seperti sekawanan semut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuangkat kakiku untuk menaiki tangga, dan memasuki kelas 1-5 yang sudah tak asing lagi, berhenti tiga langkah dari jendela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sana, duduk di belakang di samping jendela, aku melihat bagian belakang dari kepala Haruhi. Bagaimana aku menjelaskannya? Ia membiarkan dagunya beristirahat di atas tangannya seperti biasa dan melihat keluar dengan ekspresi boneka kayu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di belakangnya, aku dapat melihat ekor kecil bergantung dari rambutnya hingga bahunya. Rambutnya sedikit lebih pendek sekarang untuk diikat ekor kuda, jadi kurasa dia hanya mengikatnya sejadinya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yo, bagaimana kabarmu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kutempatkan tasku di atas meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sengsara! Aku baru saja bermimpi buruk semalam.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruhi mengatakannya dengan nada yang tenang. Hey, kau sebenarnya baru saja mengalami kejadian menakjubkan semalam!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itulah kenapa aku tak dapat tidur semalam. Aku ingin meminta izin sakit, tapi nanti absensiku akan menjadi terlalu rendah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi begitu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku duduk di atas kursi yang keras dan mengamati wajah Haruhi. Rambutnya menutupi sebagian wajahnya dari telinga ke bawah, jadi aku tak dapat melihat ekspresinya dengan jelas. Dalam beberapa kasus, ia sedang murung. Setidaknya wajahnya mengatakan demikian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hey, Haruhi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kukatakan pada Haruhi, yang masih menatap keluar,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau terlihat cantik dengan rambut ekor kuda.&amp;quot;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>V33D12AG0N</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Suzumiya_Haruhi_~_Indonesian_Version:Jilid1_Bab07&amp;diff=26844</id>
		<title>Suzumiya Haruhi ~ Indonesian Version:Jilid1 Bab07</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Suzumiya_Haruhi_~_Indonesian_Version:Jilid1_Bab07&amp;diff=26844"/>
		<updated>2008-04-18T18:07:21Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;V33D12AG0N: New page: Suzumiya Haruhi:Volume1 Chapter7  Seorang manusia buatan yang mengaku diciptakan oleh para alien, seorang gadis yang datang dari masa depan, dan seorang ksatria esper muda telah meyakinkan...&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Suzumiya Haruhi:Volume1 Chapter7&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang manusia buatan yang mengaku diciptakan oleh para alien, seorang gadis yang datang dari masa depan, dan seorang ksatria esper muda telah meyakinkanku dengan membuktikan identitas mereka padaku. Mereka mengitari Haruhi untuk tiga alasan yang berbeda. Sejujurnya, semua ini tidak terlalu buruk. Tidak, ini buruk. Karena ada satu hal yang tak kumengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa aku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koizumi pernah mengatakan bahwa alasan para alien, penjelajah waktu, dan esper berkumpul di sekeliling Haruhi adalah karena ia menginginkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, bagaimana denganku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa aku terlibat dalam semua ini? Aku hanya seorang manusia biasa. Seratus persen normal. Aku tidak mempunyai masa lalu yang aneh, atau kekuatan yang kurahasiakan. Aku hanya seorang murid SMU yang sangat amat normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa pula yang menulis cerita ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau seseorang telah meracuniku dan membuatku berhalusinasi tentang semua ini? Atau mungkin aku pernah terkena sambaran gelombang listrik yang beracun? Siapakah keparat yang membuatku terjerumus ke dalam kejadian-kejadian ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah itu kau, Haruhi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak benar-benar tahu segalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa aku merasa terganggu? Sepertinya semua jawaban itu terdapat pada Haruhi. Dia yang seharusnya khawatir. Kenapa aku harus ikut berfrustasi untuknya? Ini semua tidak masuk akal! Sudah kuputuskan demikian! Jika semuanya memang seperti yang dikatakan oleh Nagato, Koizumi, dan Asahina-san, maka kalianl sendiriah yang harus memberitahu Haruhi! Apa pun yang akan terjadi pada dunia ini, itu semua tanggung jawabnya; Aku tak ada hubungannya sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempatkanlah dia dalam komedi putar kalian! Lepaskan aku dari semua ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjelang musim panas, aku berjalan menaiki lereng, menyeka keringatku dengan jaketku, sambil menarik dasiku dan melepaskan kancing ketiga dari bajuku. Pagi saja sudah begini panas, dan akan menjadi sepanas neraka siang nanti. Saat aku sedang menggertakkan gigiku sambil berjalan, seseorang menepuk pundakku. Saat aku berteriak &amp;quot;Jangan sentuh aku! Panas, tahu!&amp;quot; dan berbalik, wajah Taniguchi terlihat olehku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yo!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Taniguchi, berjalan di sampingku sekarang, juga berkeringat. &amp;quot;Benar-benar menjengkelkan, rambutku yang sudah tertata rapi hancur lebur oleh keringatku,&amp;quot; Walaupun ia berkata seperti itu, wajahnya masih terlihat riang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh, Taniguchi,&amp;quot; Aku cepat-cepat memotong saat Taniguchi membual tak jelas tentang anjingnya, &amp;quot;Aku masih anak SMU yang normal, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Taiguchi tertawa seperti baru saja mendengar lelucon yang sangat lucu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mungkin kau perlu mendefinisikan apa itu &#039;normal&#039;. Kalau tidak begitu percakapan ini tak akan masuk akal.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benarkah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menyesal menanyakan hal itu padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hanya bercanda! Kau normal? Kurasa anak SMU normal tak akan mendorong seorang gadis ke dalam kelas yang kosong!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, Taniguchi tak akan melupakan hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku laki-laki juga, jadi aku tahu batas-batasku. Rahasiamu pasti aman denganku, kau tahu maksudku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak mengerti sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sejak kapan kau dan dia berhubungan? Aku menilai Nagato Yuki termasuk perigkat A-!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, Nagato termasuk A- dalam peringkatnya. Aku mencoba menjelaskan pada Taniguchi,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu karena...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurasa pikiran Taniguchi sekarang dipenuhi nafsu dan khayalan yang tak nyata. Jadi, kuputuskan untuk memberinya penjelasan sebagai berikut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nagato yang malang, adalah korban dari pekerjaan tak jelas Haruhi di ruang Klub Literatur. Ia sangat terganggu dan tak dapat menyelenggarakn aktifitas untuk klubnya sendiri, jadi ia datang padaku untuk meminta bantuan. Ia bertanya padaku, apakah ada cara untuk membuat Haruhi meninggalkan ruang Klub Literatur dan pindah ke tempat lain. Aku tergerak oleh ketulusan hatinya, jadi kuputskan untuk membantunya, dan berdiskusi dengannya di tempat yang tak akan dapat ditemukan oleh Haruhi. Saat kami sedang berdiskusi tentang apa yang harus dilakukan di dalam kelas setelah kepergian Haruhi, Nagato pingsan akibat penyakit anemianya. Aku sempat menangkapnya sebelum ia jatuh ke lantai, dan kemudian kau tiba-tiba masuk. Tidak ada apa-apa!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya benar!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bahkan menendangku setelah mengatakan itu. Sialan! Mengarang cerita yang sangat sempurna seperti itu memakan banyak waktu! Aku tak percaya aku tak dapat membohonginya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Andaikan aku percaya semua kebohongan ini; Aku masih tak menganggapmu normal. Sebenarnya kau bisa mendapatkan Nagato Yuki yang nyaris tak pernah bergaul untuk meminta pertolongan padamu, dan itu benar-benar luar biasa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tolonglah, apa Nagato benar-benar setenar itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lagipula kau adalah anak buah Suzumiya. Jika kau adalah anak SMU yang normal, maka aku senormal kutu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka bertanyalah aku, &amp;quot;Taniguchi, apakah kau punya kekuatan super?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ap-?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajahnya yang sudah terlihat bodoh bertambah bodoh satu derajat lagi. Ia terlihat seperti &#039;&#039;nanpa&#039;&#039;, yang mana gadis-gadis muda harus berhati-hati padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berkata, &amp;quot;Jadi begitu, jadi kau tidak kebal terhadap racun Suzumiya... Walaupun kita tidak menghabiskan banyak waktu bersama, kau benar-benar orang yang baik. Jadi cobalah untuk tidak dekat-dekat denganku; Aku tak ingin terinfeksi virus Suzumiya juga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kupukul Taniguchi dengan lembut, membuatnya tertawa terbahak-bahak. Ha, jika bocah ini adalah seorang esper, maka sejak hari ini, aku adalah Sekjen PBB.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku mencapai anak tangga terakhir menuju pintu gerbang sekolah, aku merasa perlu berterimakasih pada Taniguchi untuk bercakap-cakap denganku, yang membuat panas ini terasa sedikit lebih sejuk setelah berbicara dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada suhu yang panas ini, bahkan Haruhi hanya dapat tergeletak kelelahan di mejanya, terlihat begitu menderita di bukit dari kejauhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kyon, aku kepanasan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitukah? Begitu pula denganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kipasi aku dengan bukumu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Daripada mengipasi orang lain, mending aku mengipasi diriku sendiri. Aku tak punya cukup tenaga di pagi hari untuk membantumu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruhi masih tergeletak dengan malas di mejanya, tanpa aura angkuh dan cerewetnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang harus dipakai Mikuru-chan selanjutnya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kostum gadis kelinci dan pelayan... tunggu, akankah ada kostum lain?!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Telinga kucingkah? Atau seragam suster? Mungkinkah ia harus memakai pakaian ratu kali ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gambaran tentang Asahina-san bermunculan di pikiranku: saat wajahnya memerah dengan tubuh kecilnya menggeliat dan dipaksa untuk memakai semua kostum-kostum itu. Aku mulai sedikit pusing. Ah, dia memang sangat lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya Haruhi menebak apa yang baru saja kupikirkan dan cemberut padaku. Ia kemudian menyibakkan rambutnya ke belakang telinganya dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau seperti orang bodoh,&amp;quot; putus Haruhi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hey, bukankah kau sendiri yang mengangkat pembicaraan ini? Tapi mungkin ia benar, jadi tak ada gunanya berdebat dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mengipasi leher seragamnya dengan sebuah buku, ia mengomel, &amp;quot;Aku bosan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulut Haruhi benar-benar seperti heno-ji. Ia terlihat seperti karakter dalam sebuah komik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan di bawah radiasi intensif cahaya matahari, kami akhirnya dapat bertahan dari jam pelajaran olahraga siang yang bagai neraka. Setelah kelas berakhir, semua orang mengutuk &amp;quot;Okabe sialan! Menyuruh kita berlari maraton untuk dua jam penuh!&amp;quot;, sambil melepas seragam olahraga kami, yang telah menjadi lembaran-lembaran pakaian basah, pada ruang kelas jam keenam, sebelum kembali ke ruang kelas jam kelima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian besar dari para wanita sudah berganti pakaian, tapi karena pada jam terakhir diadakan absensi, ada beberapa gadis yang mengikuti klub olahraga yang masih mengenakan seragam olahraga untuk kegiatan ekstra kurikuler. Yang membuatku bingung adalah Haruhi, yang tidak terdaftar dalam klub olahraga apa pun, juga mengenakan seragam olahraga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Panas sekali!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Betul, itulah alasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Memangnya kenapa? Aku masih harus berganti pakaian saat memasuki ruangan klub! Lagipula aku bertugas piket minggu ini, dan aku dapat bergerak lebih bebas dengan baju ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruhi memegang dagunya dengan tangannya dan memandang awan mendung yang berkumpul di luar sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu bukan ide yang buruk.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memakai seragam olahraga untuk tema &#039;&#039;cosplay&#039;&#039; berikutnya bukan ide yang buruk! Apa? &#039;&#039;&#039;Cosplay&#039;&#039;&#039; bukan kata yang tepat? Aku tak tahu apa yang direncanakannya, tapi sekarang ia sedang berusaha bercosplay sebagai seorang gadis SMU!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang sedang kau pikirkan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tebakan Haruhi yang akurat membuatku berpikiran ia dapat membaca pikiran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebelum aku tiba di ruang klub, aku melarangmu melakukan hal-hal yang tidak senonoh pada Mikuru-chan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa itu artinya aku dapat melakukan hal itu setelah kau datang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kusimpan pikiran itu untuk diriku sendiri dan kuangkat bahuku dengan kasar seperti seorang kriminal yang sedang diancam pistol oleh seorang sheriff di Film-film Barat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti biasa, aku mengetuk pintu terlebih dahulu, dan menunggu tanggapan sebelum masuk. Seperti sebuah boneka yang duduk di atas kursi, seorang pelayan manis menyapaku dengan senyuman yang menyilaukan, seperti bunga matahari yang menyapa matahari. Ah, aku merasa hangat!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nagato duduk di sebelah meja sambil membaca buku, seperti setangkai Camellia yang merekah di musim semi. Argh, majas apa yang sedang kugunakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akan kubuatkan secangkir teh&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan memakai bandonya, Asahina-san melangkah ke sisi meja yang berkarat dan menempatkan daun teh ke dalam cangkir dengan hati-hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku duduk di kursi komandan, dengan gembira mengamati Asahina yang menyibukkan dirinya, saat aku tiba-tiba terpikirkan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku cepat-cepat menyalakan komputer dan menunggu harddisknya bekerja. Saat layarnya terlihat, aku membuka sebuah file dan memasukkan password &amp;quot;MIKURU&amp;quot;. Seperti yang sudah kuduga, kecepatan proses model terbaru dari Klub Komputer ini mengagumkan. Dalam sekejap, gambar-gambar Asahina-san dengan kostum pelayan muncul di layar monitor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku yakin Asahina-san sedang sibuk menyiapkan teh, aku memperbesar salah satu dari gambar-gambar itu lagi dan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gambar itu diambil saat Asahina-san dipaksa berpose seksi oleh Haruhi. Belahannya yang menggairahkan dapat terlihat, dan terdapat tanda hitam kecil pada dada kirinya yang memikat. Kusorot tanda itu dan kuperbesar lagi; gambarnya kini menjadi sedikit kabur, tapi meyakinkan, ada tanda lahir berbentuk bintang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi ini ya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa kau menemukan sesuatu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum Asahina-san menempatkan cangkir teh di atas meja, aku dengan cepat menutup semua file gambar. Aku cukup teliti saat menghadapi hal-hal seperti ini. Tentu saja, saat Asahina-san tiba di sisiku, ia takkan menemukan apa pun pada layar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Huh, apa ini? Ada apa di dalam file &amp;quot;MIKURU&amp;quot; ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh tidak! Aku terlalu ceroboh!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa di file ini tertulis namaku? Apa isinya? Aku ingin melihatnya, ayolah! Aku ingin melihatnya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Er, apa yang ada di dalamnya... huh? Kupikir tak ada apa-apa. Ya, benar, tak ada apa-apa di dalamnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pembohong!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan riang, Asahina-san menempatkan lengannya dan bersandar padaku saat ia berusaha menggenggam mouse yang ada di tangan kananku. Tidak, Jose! Kugenggam mouse itu erat-erat, menolak untuk melepaskannya. Asahina-san kemudian menopangkan tubuhnya yang lembut padaku, mencoba menggapai bahuku. Aku dapat mencium baunya yang harum dari wajahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Asahina-san, tolong lepaskan aku...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ayolah, sedikit saja!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asahina-san, yang masih menempatkan tangan kirinya pada bahuku saat menggapai mouse, kini sepenuhnya menimpaku; Aku merasa situasi ini menjadi semakin buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tawanya yang lembut terdengar olehku. Tak dapat menahan godaan ini, aku melepaskan genggamanku, dan dalam saat-saat seperti ini...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang kalian lakukan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami terbekukan oleh suara digin yang bersuhu minus 273 derajat Celcius. Haruhi, dengan memakai seragam olahraga dan membawa tasnya, menunjukkan ekspresi menyeramkan seperti ia baru saja menyaksikan ayahnya memperkosa seorang gadis tak berdosa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Detik selanjutnya, Asahina-san yang terpaku mulai bergerak. Ia dengan kikuknya turun dari punggungku, mundur perlahan, kemudian duduk perlahan di atas kursi seperti robot ASIMO yang baterainya hampir habis. Wajah pucatnya sekarang terlihat ingin menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruhi berseru &amp;quot;humph&amp;quot;, dan melangkah ke dekat meja menatapku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, kau tertarik pada kostum pelayan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang kau maksud?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kami akan berganti pakaian.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lakukanlah! Aku hanya akan meminum teh buatan Asahina-san dengan tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankah kubilang kami akan berganti pakaian?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;JADI KELUARLAH!!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ditendangnya keras-keras dan jatuh di koridor, dengan pintu di belakangku ditutup dengan kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Untuk apa ia melakukan itu!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan aku tidak punya waktu untuk menaruh cangkirku. Aku menyeka tumpahan teh pada bajuku dengan jari-jariku dan bersandar pada pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini aneh. Ada sesuatu yang tidak benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, itu benar!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biasanya Haruhi berganti pakaian secara terbuka di dalam kelas, tapi sekarang ia baru saja menyingkirkanku keluar ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya ia mulai berubah. Mungkin ia mencapai suatu usia dimana ia merasa malu melakukan hal-hal seperti itu? Karena orang-orang di kelas kelima akan selalu keluar kelas saat bel jam olahraga berbunyi, dan tak ada yang benar-benar memperhatikan ia berganti pakaian. Oh ya, orang yang membiasakan kaum pria untuk keluar kelas sebelum jam olahraga berlangsung, Asakura, tak lagi bersama kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku duduk di luar pintu untuk sesaat. Suara pakaian-pakaian yang berkelebat sudah berhenti, tapi aku belum mendengar seseorang memanggilku masuk. Maka duduklah aku dan menunggu selama sepuluh menit penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Masuklah...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara kecil Asahina-san terdengar dari balik pintu. Saat pelayan yang tak bercela itu membukakan pintu untukku, di balik bahunya kulihat Haruhi duduk dengan murung di depan meja dengan sepasang kaki putihnya di atas meja. Ia memakai sepasang telinga kelinci pada kepalanya dengan memakai pakaian gadis kelinci yang nostalgis itu. Mungkin ia tak merasa terganggu karena ia tak memakai manset atau dasi. Ia bahkan tak memakai stoking.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Walaupun lengan dan punggungku terasa lumayan dingin, kostum ini sebetulnya lumayan ketat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengatakan itu, Haruhi mengambil cangkirnya dan meminum tehnya dengan nikmat, sementara Nagato meneruskan membaca bukunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikelilingi seorang pelayan dan seorang gadis kelinci, aku tak tahu bagaimana harus bereaksi. Jika kubawa dua gadis ini keluar untuk menarik pelanggan, pasti aku akan mendapat keuntungan. Saat aku sedang memikirkan hal ini...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Whoa, apa ini?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koizumi tiba-tiba mengeluarkan bunyi-bunyian aneh saat menyapa semua orang dengan senyumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apakah ada pesta kostum hari ini? Maafkan aku yang tidak memakai kostum hari ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diamlah, kau tak ingin membuat masalah ini semakin rumit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mikuru-chan, duduklah di sini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari telunjuk Haruhi mengacung pada seubah kursi di hadapannya. Asahina-san menurut, duduk di depannya, terlihat ngeri akan Haruhi yang mengerikan. Aku berpikir apa yang akan dilakukan Haruhi, hanya untuk melihatnya membuat poni ekor kuda dari rambut Asahina-san yang cokelat dan keriting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepintas terlihat seperti seorang kakak yang sedang merapikan rambut adiknya. Tapi karena Asahina-san begitu terpaku dan ekspresi Haruhi begitu kosong, membuat adegan yang seharusnya hangat itu menjadi sangat kaku. Sepertinya Haruhi hanya mencoba membuat poni ekor kuda untuk pelayan Asahina-san, itu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menatap Koizumi, yang selalu tersenyum setiap waktu sambil melihat adegan ini, dan akhirnya mengatakan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mau bermain Othello?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu saja, aku sudah lama tak bermain itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat hitam dan putih bertarung memperebutkan papan permainan, (Aku tak pernah tahu kalau Koizumi, yang dapat berubah menjadi bola bercahaya, begitu mudah kalah dalam permainan papan) Haruhi menguncir rambut Asahina-san, lalu melepasnya lagi, kemudian membuat dua ekor kuda, dan sanggul...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Setiap kali Asahina-san tersentuh oleh tangan Haruhi, ia akan menggigil sepenuhnya) sedangkan Nagato terus mengasyikkan dirinya dengan membaca buku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menjadi semakin bingung apa sebenarnya tujuan perkumpulan ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar saja, hari itu kami melakukan aktifitas SOS Brigade dengan damai. Tak ada satu pun yang berhubungan dengan alien dari dimensi lain, para penjelajah waktu dari masa depan, raksasa-raksasa biru, atau bola-bola merah yang bercahaya pada saat itu. Tak ada seorang pun yang ingin melakukan sesuatu yang spesial, ataupun tahu apa yang harus diperbuat. Kami hanya memperbolehkan diri kami menunggangi aliran waktu, menjalani kehidupan SMU kami dengan bermalas-malasan. Semuanya terasa sangat amat normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun aku pernah merasa tak puas dengan kehidupan normal, aku selalu berkata pada diriku sendiri &amp;quot;Mengapa kau begitu memikirkannya? Kau punya banyak waktu.&amp;quot; Kemudian aku akan sekali lagi mengharapkan hari esok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, aku merasa sedikit senang. Aku datang tanpa tujuan di ruangan klub ini dan melihat Asahina-san bekerja dengan giat seperti pelayan sungguhan, Nagato duduk seperti patung Buddha, Koizumi dengan senyuman manisnya, dan Haruhi dengan ayunan suasana hatinya. Semua ini memberikan aura kenormalan yang lengkap, dan semua ini menjadi bagian dari kehidupan SMUku yang memuaskan di luar dugaanku. Walaupun aku sudah menjalani kenyataan seorang teman sekelas yang mencoba membunuhku dan melihat monster ganas muncul di dunia yang serba abu-abu, aku masih tidak yakin itu semua bukan khayalan dari imajinasiku, hasil dari hipnotis, ataupun halusinasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku masih merasa terganggu saat Haruhi menggeretku memasuki klubnya, tapi dari sudut yang lebih dalam, hanya karena dialah aku dapat bergaul dengan damai bersama orang-orang menarik seperti mereka. Menyingkirkan pertanyaan &amp;quot;Kenapa aku?&amp;quot;, mungkin suatu hari kelak akan ada manusia normal lainnya yang ingin bergabung dengan klub ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, aku telah memikirkan masalah ini cukup lama sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang akan memberitahukanku tentang ini, kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih juga ada seseorang yang belum pernah memikirkan hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, seseorang itu adalah Suzumiya Haruhi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malam itu, setelah makan malam dan mandi, dan menyelesaikan revisiku untuk pelajaran Bahasa Inggris besok, aku melihat jam dan sadar bahwa sekarang sudah waktunya tidur. Aku berbaring di atas kasurku dan membuka buku bersampul tebal yang ditempatkan Nagato pada tanganku dulu. Kupikir sedikit membaca takkan menyakitkan, jadi kubaca beberapa halaman pertama. Ternyata ceritanya menarik, jadi kuteruskan halaman demi halaman. Kau benar-benar harus mencoba membaca untuk mengetahui sebagaimana nikmatnya membaca buku. Membaca sama sekali tidak seburuk itu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa mustahil untuk menyelesaikan buku setebal itu dalam semalam, kutaruh buku itu setelah membaca monolog yang begitu panjang oleh seorang protagonisnya. Rasa mengantuk menghantuiku, dan setelah menempatkan pembatas buku dengan tulisan Nagato pada buku itu, kumatikan lampu dan merangkak ke dalam selimutku. Dalam beberapa menit, aku sudah di alam mimpi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kau tahu kenapa manusia bermimpi? Mimpi terbagi menjadi Rapid Eye Movement (REM) dan Non Rapid Eye Movement (NREM), dan keduanya bergantian secara periodik. NREM terjadi beberapa menit saat seseorang mulai tertidur, dengan otak yang biasanya dalam kondisi stabil  dalam tingkatan ini. Tingkatan saat kesadaran tubuh hilang, dengan otak menjadi sangat aktif disebut REM, dan mimpi akan terjadi dalam tingkatan ini. Saat pagi hari, frekuensi REM akan meningkat, yang artinya hampir semua orang akan bermimpi sampai mereka terbangun. Aku bermimpi setiap malam, tapi karena biasanya aku bangun terlambat setiap hari, aku jadi tergesa-gesa berangkat ke sekolah sehingga biasanya aku melupakan mimpiku semalam. Namun terkadang aku tiba-tiba teringat mimpi yang telah lama terlupakan bertahun-tahun yang lalu. Struktur memori manusia memang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baiklah, cukup sekian percakapan lepas ini. Aku tak mempedulikannya sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa seseorang menampar wajahku. Pergilah! Aku lelah! Jangan ganggu mimpiku!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......Kyon.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jam wekerku belum berbunyi. Kalaupun sudah, aku pasti sudah mematikannya dengan segera, dan masih ada beberapa waktu sebelum ibuku mengutus adikku untuk menarikku turun dari ranjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bangunlah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak! Aku ingin tidur lebih lama lagi. Aku tak punya waktu untuk mimpi-mimpi yang aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kubilang bangun! Tak Dapatkah kau mendengarku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan-tangan yang melingkari leherku kini tak berhenti menggeleng-gelengkan kepalaku. Akhirnya kubuka mataku saat aku merasa kepala bagian belakangku membentur lantai yang keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lantai yang keras?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku duduk, terlihat bingung. Haruhi melihatku dan mundur untuk menghindari kepala kami berbenturan satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akhirnya kau bangun?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berlutut di sampingku adalah Haruhi dengan seragam pelautnya. Wajah putihnya menunjukkan ekspresi gelisah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau tahu di mana ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja aku tahu; kita ada di SMU Utara, sekolah kita, dan sekarang kita ada di tangga menuju locker sepatu dekat gerbang sekolah. Tidak ada lampu yang menyala, dan sekolah saat malam terlihat kelabu......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, ada sesuatu yang tidak benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada langit malam di atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya horizon kelabu yang lebar. Langit yang monoton. Tidak ada bulan ataupun bintang, tak satupun awan. Hanya langit se-abu-abu dinding beton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dunia yang terselubung dalam kesepian dan kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah Kenyataan Terkurung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku perlahan bangkit. Aku terkejut karena aku tak memakai pakaian piyamaku, tapi seragam sekolahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saat aku bangun, tiba-tiba aku sudah di sini, dan kau di sisiku. Apa yang terjadi di sini? Kenapa kita di sekolah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruhi bertanya dalam suara lembut yang abnormal. Aku tak langsung menjawabnya, tapi menggapai tanganku untuk merasakannya. Dari rasa sakit dari cubitan di punggung tanganku, hingga pakaian yang melingkupi tubuhku, tak terasa seperti mimpi. Aku menarik dua lembar rambutku. Aku benar-benar merasa sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haruhi, apa hanya ada kita berdua di sini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, aku seharusnya tertidur di balik selimutku. Kenapa kita ada di sini? Dan langitnya terlihat aneh......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa kau melihat Koizumi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak......kenapa kau menyebutnya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tak ada apa-apa, hanya bertanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Kenyataan Terkurung ini diciptakan oleh sebuah gempa di batas dimensi atau faktor luar, pasti ada raksasa bercahaya dan Koizumi ada di sini juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Daripada itu, ayo kita tinggalkan sekolah sekarang! Mungkin kita akan menemukan seseorang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana bisa kau tidak khawatir sedikit pun?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sudah pasti khawatir, terutama saat melihat kau di sini juga. Bukankah ini tempat bermain untuk raksasa-raksasa yang kau ciptakan? Atau aku terlalu sensitif dan hanya bermimpi tentang semua ini? Berdua bersama Haruhi di kenyataan yang kosong......jika Sigmund Freud di sini, dia pasti bisa menganalisis hal ini untukku!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku masih berada di kejauhan dari Haruhi saat kami berjalan ke gerbang sekolah, saat kami terbendung oleh tembok yang tak terlihat. Aku masih ingat rasa elastis dari tembok ini. Tembok ini dapat didorong sedikit, namun segera setelah itu, tembok lain yang lebih keras akan membendung segala usaha untuk masuk lebih dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......Apa ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruhi menggapaikan tangannya dan mencoba mendorong tembok yang tak terlihat, sambil bertanya dengan mata yang terbuka lebar. Aku berjalan sepanjang lapangan dan menjejak tembok itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya kami terjebak di dalam sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tampaknya tak ada jalan untuk keluar dari sekolah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak dapat merasakan hembusan angin. Rasanya seperti udara telah berhenti bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ayo kita coba gerbang belakang!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh ya, apakah ada cara untuk mengontak seseorang? Ayo kita cari telepon. Aku tidak membawa handphone-ku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ini adalah Kenyataan Terkurung yang dibicarakan Koizumi, maka mencari telepon pun akan sia-sia. Walaupun begitu, kami masih memutuskan untuk memasuki bangunan sekolah untuk mencarinya. Seharusnya ada telepon di ruangan staff.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekolah ini terlihat mengerikan dalam kegelapan dengan semua lampunya dimatikan. Kami melewati locker sepatu dan dengan tenang memasuki bangunan sekolah. Sepanjang jalan, kami menyalakan lampu lantai satu, dan lampu langit-langit menyala sekali. Walaupun cahaya-cahaya buatan itu dingin, lampu-lampu ini cukup untuk mendatangkan sedikit perasaan lega untukku dan Haruhi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah yakin tidak ada seorang pun di dalam kelas pada lantai itu, kami menuju ke ruangan staff. Biasanya, ruangan staff terkunci, jadi aku mengambil pemadam api terdekat, menghancurkan jendelanya, dan masuk melalui jendela itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......Tampaknya tidak bekerja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruhi menggenggam telepon pada telinganya, namun tak dapat mendengar apa pun. Ia mencoba menghubungi beberapa nomor, namun tak ada hasilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami keluar dari ruangan itu, menyalakan semua lampu sepanjang jalan, dan menaiki tangga, atas saran Haruhi untuk kembali ke ruang kelas kami. Karena letak kelas kelima berada di lantai atas, mungkin kita dapat menemukan sesuatu dengan melihat ke bawah dari atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruhi masih menggenggam jaketku saat kami berjalan melalui koridor. Jangan bergantung padaku; aku tak punya kekuatan supranatural sama sekali. Jika kau setakut itu, genggamlah lenganku! Itu terlihat lebih alami!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bodoh!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruhi cemberut padaku, tapi jari-jarinya tak pernah melepaskan jaketku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada yang berubah di kelas kelima; tepat seperti tadi saat kami meninggalkan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......Kyon, lihat......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruhi terdiam setelah berjalan melewati jendela. Aku berjalan ke sampingnya dan melihat situasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua di sekitar kami adalah dunia abu-abu. Melihat ke bawah dari lantai empat, aku bahkan dapat melihat garis di seberang daratan. Kegelapan adalah pemandangan yang didapat, tanpa satu cahaya pun. Benar-benar seperti akhir dari dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tempat apa ini......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang terjadi bukanlah sejumlah populasi yang hilang, namun sebaliknya, kami yang menghilang. Sepertinya kami terjebak dalam Kenyataan Terkurung ini secara tak sengaja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini terasa aneh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruhi menyentuh bahunya sambil menggumam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak tahu ke mana lagi kami harus pergi, kami kembali ke ruangan klub tempat kami menghabiskan siang hari tadi. Karena aku telah mencuri kunci-kunci dari ruangan staff, kami dapat membuka pintu klub dan masuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami berdua bernafas lega setibanya kembali di ruangan yang tak asing lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami menyalakan radio, tapi tak dapat mendengar statik apa pun. Ruangan klub ini begitu tenang hingga suara menuangkan teh pun dapat terdengar. Aku tak begitu berniat mengganti daun teh, jadi kubuat teh menggunakan daun teh yang sudah terpakai dan tak berasa. Haruhi duduk di sampingku, memperhatikan dunia abu-abu di luar sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau ingin teh&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuambil cangkirku, menarik kursi, lalu duduk. Kuserutup tehku. Huh, teh yang dibuat Asahina-san jauh lebih baik daripada ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang terjadi di sini?! Aku tak mengerti! Tempat apa ini? Mengapa aku di sini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruhi berdiri di sisi jendela dan melihat keluar; bayang-bayangnya terlihat begitu lemah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan mengapa aku bersamamu, bukan orang lain?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mana aku tahu!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruhi mengibaskan rambutnya dan cemberut melihat tanggapanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku akan keluar untuk melihat-lihat.&amp;quot; Katanya sambil meninggalkan ruangan. Tepat saat aku akan berdiri......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau di sini saja, aku akan kembali lagi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia segera meninggalkan ruangan setelah mengatakan itu. Benar-benar seperti sikap Haruhi! Saat mendengar langkah energik Haruhi menghilang dan meneguk teh hangatku, benda itu muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bola cahaya merah yang bersinar. Awalnya sebesar bola tennis, kemudian bola itu membesar, bercahaya seperti kunang-kunang sebelum akhirnya membentuk wujud yang mirip manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Koizumi, itukah kau?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di hadapanku berdiri bentuk manusia yang bersinar, tapi aku tak dapat melihat penampilan Koizumi sepenuhnya, termasuk mata, hidung, dan mulut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hai.&amp;quot; Suara yang santai terdengar dari obyek bersinar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Cukup lama juga kau muncul! Kupikir kau akan muncul dalam wujud manusiamu.....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hal-hal menjadi semakin rumit, jadi akan membutuhkan cukup waktu untuk menjelaskannya. Aku akan jujur; ini adalah kejadian yang tidak normal!&amp;quot; Cahaya merah itu sedikit berkedip. &amp;quot;Jika ini adalah Kenyataan Terkurung yang normal, aku dapat masuk dengan mudah, tapi tidak kali ini. Aku harus muncul dalam wujud tak sempurnaku. Kekuatan kami menghilang perlahan-lahan, bahkan saat kita berbicara.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang terjadi? Apakah hanya aku dan Haruhi yang berada di sini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya,&amp;quot; jawab Koizumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini artinya apa yang kami takutkan akhirnya terjadi. Suzumiya-san sudah bosan dengan kenyataan ini, dan ia memutuskan untuk menciptakan kenyataan yang baru.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Para petinggi kami sekarang sedang panik. Tak ada seorang pun yang tahu apa yang akan terjadi pada sebuah dunia jika tuhannya telah menghilang. Walaupun ada kemungkinan dunia itu tetap dapat bertahan selama Suzumiya-san memutuskan untuk memberinya belas kasihan, ada juga kemungkinan dunia ini akan lenyap seketika.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang ingin kau sampaikan......?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sederhananya,&amp;quot; cahaya merah itu kini berkedip-kedip seperti api, &amp;quot;Kau dan Suzumiya-san telah menghilang dari dunia kami. Dunia ini bukan Kenyataan Terkurung tapi kenyataan baru yang diciptakan oleh Suzumiya-san. Kenyataan Terkurung yang kita lihat sebelumnya kemungkinan hanya latihan sebelum ia memutuskan untuk benar-benar menciptakan ulang dunia ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lelucon yang menarik, tapi aku tak tahu bagaimana mestinya aku tertawa sekarang. Ha ha ha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tak bergurau. Dunia ini mungkin yang paling mendekati dunia yang diinginkan Suzumiya-san. Kami masih tak yakin dunia apa yang ia inginkan, tapi kita akan tahu jawabannya segera.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mari kita singkirkan masalah itu dulu, masalah sebenarnya adalah mengapa aku di sini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau benar-benar tak mengerti? Kau adalah orang yang terpilih oleh Suzumiya-san. Kaulah satu-satunya manusia dari dunia kami yang diinginkan Suzumiya untuk bersamanya. Kukira kau sudah mengerti hal itu sekarang.&amp;quot; Cahaya di sekeliling Koizumi sekarang meredup seperti senter yang kehabisan baterai, terang cahayanya menghilang dengan jelas. &amp;quot;Aku hampir mencapai batasku sekarang. Dalam kondisi seperti ini, aku tak akan dapat melihatmu lagi; di sisi lain, aku sedikit teringankan karena aku tak lagi harus memburu Avatar-avatar itu lagi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haruskah aku hidup sendirian dengan Haruhi di dunia yang kelabu ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Di dunia ini, kalian seperti Adam dan Hawa. Bekerja keraslah dalam mempopulasikan dunia lagi, dan semua akan baik-baik saja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......Aku begitu ingin memukul wajahmu sekarang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hanya bercanda! Sekarang kondisi terkurung ini mungkin hanya sementara, tapi sesegera mungkin ini akan menjadi mirip dengan dunia yang kau kenal. Walaupun dunia ini akan menjadi benar-benar berbeda dari dunia tempat kita berasal. Mulai sekarang, dunia ini akan dianggap sebagai dunia yang sebenarnya, sementara kenyataan yang sebelumnya akan dianggap Kenyataan Terkurung. Mengenai apa perbedaan antara dua dunia ini, sayangnya kami tidak tahu. Jika aku cukup beruntung untuk terlahir kembali di dunia yang baru, aku bergantung padamu untuk menunjukkanku alam sekitar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, obyek berbentuk manusia Koizumi mulai berpencar kemudian, seperti bintang yang kehabisan bahan bakarnya, mengecil ke ukuran bola tenis meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apakah mungkin kami dapat kembali ke dunia yang lama?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selama Suzumiya-san menginginkannya, kemungkinan selalu ada. Aku hanya mengenalmu dalam waktu yang cukup singkat; sayang sekali, tapi aku benar-benar menikmati waktuku bersama SOS Brigade......Ah, ya, hampir saja aku lupa, aku harus mengantarkan pesan dari Asahina Mikuru dan Nagato Yuki untukmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum Koizumi menghilang sepenuhnya, ia meninggalkan pesan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Asahina Mikuru memintaku untuk mewakilinya meminta maaf : ia bilang, &#039;maaf, ini semua salahku.&#039; Juga, Nagato Yuki memberitahumu untuk &#039;menghidupkan komputer.&#039;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah pesan itu, ia menghilang seperti api lilin yang tertiup angin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak tahu mengapa Asahina-san harus meminta maaf padaku. Apakah ia telah berbuat salah padaku? Tapi kuputuskan untuk tidak memikirkannya sekarang; lebih baik, aku mengikuti permintaan Nagato dan menghidupkan komputer. Setelah harddisknya mengeluarkan suara beep, logo OS harusnya muncul di layar monitor......Ini aneh, mengapa tak ada apa pun yang muncul? Layar OS yang harusnya muncul setelah beberapa detik tidak muncul; layar terlihat hitam pekat dengan hanya kursor pengetik putih berkedip di pojok kiri atas layar monitor. Lalu, kursor itu mulai bergerak tanpa suara, dan kata-kata dingin pun muncul.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>V33D12AG0N</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Suzumiya_Haruhi_~_Indonesian_Version:Jilid1_Bab01&amp;diff=26390</id>
		<title>Suzumiya Haruhi ~ Indonesian Version:Jilid1 Bab01</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Suzumiya_Haruhi_~_Indonesian_Version:Jilid1_Bab01&amp;diff=26390"/>
		<updated>2008-04-06T15:56:43Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;V33D12AG0N: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;Chapter 1&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan begitu, aku masuk ke SMU di daerah sekitar rumah. Pada awalnya, aku menyesal karena sekolah baru itu terletak diatas bukit. Bahkan ketika musim semi, murid-murid sudah jelas akan menjadi panas berkeringat hanya dengan berjalan pada jalan menanjak. Jelas tujuanku ‘pergi ke sekolah dengan santai’ tidak akan berjalan dengan baik. Setiap kali aku mengingatnya, bersamaan dengan fakta yang harus kuhadapi bahwa aku akan melakukan prosedur ini setiap hari selama tiga tahun, aku jadi merasa lelah dan depresi. Hari ini aku sedikit terlambat bangun. Mungkin karena itulah aku berjalan agak cepat, dan barangkali karena itulah aku sangat lelah. Aku seharusnya bangun lebih cepat 10 menit, tapi, seperti yang kalian tahu, kita tidur dengan baik tepat sebelum bangun. Aku tidak ingin menyia-nyiakan 10 menit yang berharga itu, jadi aku menyerah pada pikiran itu, yang mana artinya aku harus mengulang latihan pagi ini selama tiga tahun kedepan. Ini terlalu menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah alasan mengapa aku bermuka suram di acara penerimaan murid baru yang menghabiskan waktu ini. Orang lain memasang pandangan ‘memulai perjalanan baru’ pada muka mereka; kalian tahu kan, pandangan ‘penuh dengan pengharapan, tapi juga banyak ketidakpastian’ yang unik pada setiap murid baru ketika mereka masuk ke sekolah baru. Bagiku kasusnya lain lagi – banyak teman sekelas dari SMP-ku dulu yang masuk sekolah ini. Singkatnya beberapa dari temanku juga ada di sini. Dengan demikian, aku tidak terlalu cemas (atau gembira) seperti orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid laki-laki memakai jaket sport, dan perempuannya memakai seragam pelaut. Wah, kombinasi yang aneh yah. Mungkin kepala sekolah yang sedang memberikan ceramah yang membikin ngantuk memiliki semacam rasa suka pada seragam sailor. Ketika aku berpikir tentang hal yang tidak berguna ini, acara yang membosankan ini akhirnya selesai. Aku, bersama teman-teman baru yang ‘tidak terlalu berhasrat’, masuk ke ruang kelas 1-5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guru wali kelas kami, Okabe-sensei, dengan senyuman ‘berlatih selama satu jam di depan cermin’ nya, berjalan ke depan kelas dan memperkenalkan diri. Pertama-tama dia berkata bahwa dia adalah guru olahraga, dan guru penanggung jawab tim bola tangan. Lalu dia berlanjut kepada obrolan seperti bagaimana, dulu ketika dia masih seorang mahasiswa, dia masuk tim bola tangan, dan bahkan pernah memenangkan pertandingan, dan bagaimana sekolah ini kekurangan pemain bola tangan, jadi siapapun yang masuk tim akan langsung menjadi pemain utama. Dan dia lalu mengatakan seperti bagaimana bola tangan adalah olahraga yang paling menyenangkan di dunia. Baru saja aku berpikir dia tidak akan berhenti, dia tiba-tiba berkata:&lt;br /&gt;
“Sekarang, mari kita memperkenalkan diri!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini merupakan hal yang biasa, jadi aku tidak terlalu kaget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu demi satu, murid yang berada di sebelah kiri kelas mulai memperkenalkan diri mereka. Mereka mengacungkan tangan, lalu mengumumkan nama, sekolah asal, dan hal sepele lainnya, seperti hobi atau makanan favorit. Beberapa murid berbicara dengan biasa, beberapa memperkenalkan diri dengan menarik, sedangkan beberapa lain mencoba mengatakan lelucon yang menurunkan temperatur ruangan ke derajat yang lebih adem. Ketika berlainan orang telah memperkenalkan diri, giliranku sebentar lagi tiba. Aku mulai gugup! Setiap orang mengerti bagaimana perasaanku sekarang, kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku mengatasinya dan menyelesaikan perkenalan yang dipikirkan baik-baik dan tidak terlalu panjang, tanpa tidak terlalu banyak tersandung dengan kata-kata, aku kemudian duduk, merasa lega setelah selesai melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan tapi harus. Tiba giliran murid di belakangku berdiri dan – ah, aku mungkin ‘gak akan pernah lupa selama hidupku – mengatakan sesuatu yang akan menjadi topik pembicaraan untuk waktu yang lama.&lt;br /&gt;
“Nama saya Suzumiya haruhi, saya lulusan SMP Higashi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai sini perkenalannya masih normal, jadi aku tidak perlu menengok ke belakang untuk melihatnya. Aku hanya melihat ke depan dan mendengarkan suaranya yang tegas.&lt;br /&gt;
“Saya tidak berminat pada orang biasa. Kalau diantara kalian ada alien, penjelajah waktu, slider, atau esper, silakan datang kedepan saya! Selesai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar hal tersebut, aku langsung menengok ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memiliki rambut mulus yang hitam dan panjang. Wajahnya yang manis dipenuhi dengan keberanian dan tantangan ketika seluruh kelas menatapnya. Kesungguhan dan ketetapan hatinya bersinar melalui matanya yang menyilaukan dan alis matanya yang panjang. Bibirnya yang tipis menutup. Ini kesan pertama ku dari gadis ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku masih ingat bagaimana bercahayanya tenggorokannya yang putih – ternyata dia cukup cantik.&lt;br /&gt;
Haruhi, dengan matanya yang memancing pertanyaan, pelan-pelan memindai kelas, kemudian memandangku (mulutku terbuka lebar), lalu duduk tanpa tersenyum sama sekali.&lt;br /&gt;
Apa dia mencoba untuk mendramatisir keadaan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika itu, dalam pikiran semua murid pasti dipenuhi dengan tanda tanya, dan semuanya bingung bagaimana seharusnya mereka bereaksi. “Apa harus tertawa?” tidak ada seorang pun yang tahu.&lt;br /&gt;
Nah, menurut kesimpulanku, dia tidak mencoba untuk mendramatisir atau melucu, karena Haruhi selalu berwajah sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia selalu serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini berdasarkan pengalaman masa laluku – jadi tidak akan salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah sekitar 30 menitan kelas berada pada keadaan sunyi senyap, guru wali kelas, dengan sedikit keragu-raguan, menyuruh murid selanjutnya meneruskan, dan atmosfir yang tegang pun lepas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitulah kami bertemu.&lt;br /&gt;
Sangat tidak terlupakan. Aku ingin sekali percaya bahwa ini semua hanya kebetulan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dia membuat perhatian semuanya tertuju padanya dihari pertama. Haruhi menjadi murid SMU perempuan yang lugu. Ini adalah damai sebelum badai menerjang! Aku akhirnya mengetahui semua itu sekarang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun juga semua murid di sekolah ini datang dari salah satu dari keempat SMP di kota ini – Orang-orang dengan peringkat rata-rata. Ini tentu saja termasuk SMP Higashi; Oleh karena itu seharusnya ada murid yang lulus bersama Haruhi, yang mengetahui arti kesunyian Haruhi. Tapi sayangnya, aku tidak kenal seorang pun murid lulusan SMP Higashi. Makanya, tidak ada seorang pun yang bisa menjelaskan padaku seberapa seriusnya situasi ini. Itulah alasannya, beberapa hari setelah perkenalan yang mengejutkan itu, aku melakukan sesuatu yang enggak akan pernah lupa – aku mencoba mengajaknya bicara sebelum kelas berlangsung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dadu ketidakberuntunganku sudah mulai dilemparkan, dan aku adalah orang yang mendorongnya jatuh.&lt;br /&gt;
Tahu ‘gak, ketika Haruhi duduk diam di kursinya, dia terlihat seperti murid perempuan manis yang normal, jadi aku berencana duduk di depannya supaya bisa dekat dengannya. Aku sebenarnya berpikir itu akan berhasil. Naif sekali aku. Tolong seseorang memukulku supaya sadar. &lt;br /&gt;
Tentu saja aku memulai percakapan denagn tidak sengaja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yo!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memutar kepalaku ke belakang, dengan senyuman melayang-layang di wajahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hal-hal yang kamu sebutkan pada perkenalan itu, semuanya serius?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tangan yang terlipat di dadanya, bibir menyatu dua-duanya, Suzumiya Haruhi mempertahankan posturnya, lalu menatap langsung ke mataku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Hal-hal pada perkenalan’ apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hal-hal tentang alien.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu alien?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terlihat serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…bukan”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu, kamu mau apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Enggak, enggak apa-apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu jangan ngomong denganku. Kamu hanya buang-buang waktuku aja”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangannya dingin sekali hingga tanpa sadar aku ngomong ”Maaf.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suzumiya Haruhi lalu melepaskan pandangannya dari ku dengan acuh nya, lalu melihat papan tulis dengan muka serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tadinya mau ngomong satu atau dua kata, tapi aku nggak punya kata-kata yang bagus. Untunglah, pada saat itu aku diselamatkan oleh guru wali yang datang ke kelas.&lt;br /&gt;
Aku memutar kepalaku kembali ke mejaku, hilang semangat. Lalu sadar ada beberapa orang sedang melihatku dengan pandangan tertarik pada wajah mereka. Ini tentu saja membuatku merasa sangat terganggu. Setelah aku memandang kembali pada mereka, bagaimanapun juga, aku memperhatikan, mereka mempunyai ekspresi ‘ketidakberdayaan’ yang sama pada wajah mereka. Beberapa dari mereka bahkan menganggukan kepala karena simpati. &lt;br /&gt;
Seperti yang aku katakan, pada awalnya aku merasa terganggu, tapi kemudian aku sadar bahwa mereka semua lulusan SMP Higashi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengingat pertemuanku yang pertama dengan Haruhi berakhir dengan buruk, kupikir aku harus menjaga jarak darinya sementara ini untuk keselamatanku. Dengan pikiran seperti itu, satu minggu pun berlalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, seperti juga aku yang masih merupakan bagian dari kelas ini, selalu saja ada murid yang ingin berbicara pada Haruhi yang beralis mincing, dan bermulut cemberut.&lt;br /&gt;
Kebanyakan dari mereka adalah murid perempuan yang menganggap penting urusan ‘gak penting’; Begitu mereka melihat ada sesama murid perempuan yang terisolasi, mereka mencoba bersikap baik dan menolongnya. Ini merupakan hal yang baik, tetapi mereka sedikitnya harus memgecek dulu targetnya sebelumnya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hai, kamu nonton tv ‘gak semalam? Sekitar jam sembilanan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh, kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ‘gak tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu harus nonton deh. Nonton dari tengah-tengah juga ‘gak akan pusing deh. Atau aku perlu ngejelasin ceritanya yang kemarin-kemarin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berisik!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitulah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan lebih mudah kalau saja dia menjawab tidak dengan wajah datar. Tapi tidak, dia harus menunjukan kekesalannya pada ekspresi dan juga suaranya. Ini akan membuat si korban percaya bahwa mereka melakukan kesalahan. Pada akhirnya mereka hanya bisa mengatakan “Begitu yah…kalau begitu aku…”, dan bertanya pada diri sendiri “Apa salahku?”, lalu pergi dengan perasaan sedih.&lt;br /&gt;
Jangan sedih; Kamu tidak melakukan kesalahan. Masalahnya ada pada otak Suzumiya Haruhi, bukan kamu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun aku tidak masalah makan sendirian, aku tidak ingin berpikir bahwa aku adalah seorang penyendiri, ketika yang lain makan siang bersama teman dengan senangnya. Maka dari itu, meski aku tidak peduli kalau yang lain salah paham, aku makan siang bersama Kunikida – teman se SMP dan Taniguchi yang duduk dekatku – lulusan SMP Higashi.&lt;br /&gt;
Kami mulai ngobrol tentang Haruhi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu mencoba ngobrol dengan Suzumiya?” Taniguchi bertanya polos.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengangguk. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu dia mengatakan hal yang aneh dan kamu ‘gak tahu harus bagaimana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Betul!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Taniguchi menaruh potongan telur rebus ke dalam mulutnya, mengunyah, lalu berkata:&lt;br /&gt;
“Kalau anak itu tertarik dengan kamu, dia ‘gak akan ngomong yang aneh-aneh seperti itu. Aku hanya ingin menasehatimu untuk menyerah saja! Kamu harusnya sudah tahu sekarang bahwa dia itu tidak normal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sekelas dengannya tiga tahun berturut-turut; Aku tahu bagaimana dia itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menggunakan kalimat ini sebagai awal obrolannya.&lt;br /&gt;
”Dia selalu melakukan hal yang sangat membingungkan. Aku pikir dia sedikitnya akan berusaha untuk mengontrol dirinya sendiri begitu masuk SMU; tapi tampaknya tidak. Kamu dengar kan, perkenalannya itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentang alien itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunikida yang sedang sibuk memisahkan tulang dari ikan gorengnya, menyela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Benar, yang itu. Bahkan ketika SMP dia selalu mengatakan dan melakukan banyak hal aneh. Contohnya, ada suatu kejadian di sekolah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tahu kan alat yang digunakan untuk menggambar garis putih pada lapangan? Apa namanya …yah, pokoknya itu, pada suatu malam dia masuk  ke sekolah diam-diam dan dengan alat itu menggambar simbol yang besar sekali ditengah lapangan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Taniguchi dengan senyuman yang ‘gak mengenakkan pada wajahnya, dia mungkin teringat pada kejadian itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sangat mengejutkan, aku pergi ke sekolah esok paginya dan yang ku lihat hanyalah lingkaran dan segitiga yang besar. Aku ‘gak tahu artinya apa, jadi aku pergi ke lantai empat untuk mendapat pandangan dari atas. Tapi itupun ‘gak membantu sama sekali – Aku masih ‘gak tahu arti dari simbol itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, kurasa aku pernah melihatnya. Bukankah di koran juga ada cerita itu? Bahkan ada gambar yang diambil dari helikopter! Simbol itu terlihat seperti piktogram Nazca yang rusak.” Kata Kunikida.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ‘gak ingat pernah mendengarnya sebelum ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku melihat artikel itu, aku melihatnya. Judulnya sesuatu seperti ‘Kekacauan misterius menimpa SMP saat malam’, bukan? Ada yang ingin menebak siapa yang melakukannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan katakan dia yang melakukannya”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia sendiri yang mengaku. ‘gak salah lagi. Umumnya, dia dipanggil ke kantor kepala sekolah. Setiap guru ada di sana, menanyainya mengapa dia melakukan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu, mengapa dia melakukan itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ‘gak tahu”, Taniguchi menjawab dengan datar, sambil berusaha menelan semulut penuh nasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kudengar dia menolak berbicara apa-apa. Tentu saja ketika kau ditatap tajam olehnya, kau cenderung menyerah dengans segala  yang kau rencanakan. Seseorang berkata dia membuat simbol itu untuk memanggil UFO, ada juga yang berkata bahwa itu adalah simbol magis dan digunakan untuk memanggil monster, atau bahwa dia mencoba untuk membuka gerbang ke dunia lain, dan lain-lain… da banyak spekulasi, tapi selama tersangka menolak berbicara, kita ‘gak akan pernah tahu apakah rumor itu betul atau tidak. Sampai hari ini masih merupakan misteri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena beberapa alasan, gambaran Haruhi, dengan pandangan ‘ketidak omongkosongan’, sibuk menggambar garis di tengah lapangan sekolah pada malam hari, melayang di pikiranku. Dia pasti sudah mempersiapkan alat menggambar dan bubuk putihnya sebelumnya di gudang penyimpanan; mungkin juga dia sudah bawa lampu senter! Di bawah temaramnya lampu kuning, Suzumiya Haruhi terlihat serius dan tragis…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baiklah, ini hanya imajinasiku saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi kabarnya, Suzumiya Haruhi mungkin benar-benar melakukan itu untuk memanggil UFO atau monster, atau bahkan gerbang dimensi lain. Dia mungkin melakukannya semalam penuh di lapangan, tapi tidak ada sesuatupun yang muncul, dan yang ada hanyalah perasaan yang kecewa saja, aku pikir begitu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“itu bukan satu-satunya yang dia lakukan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Taniguchi melanjutkan makan siangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“begitu aku datang ke kelas pada suatu pagi aku mendapatkan semua meja sudah dipindahkan ke koridor, dan ada gambar bintang-bintang di atap sekolah. Suatu waktu yang lain dia berkeliling ke sekitar sekolah menempelkan kertas kutukan di mana-mana… kamu tahu kan, yang ditempelkan di dahinya vampir cina. Aku ‘gak ngerti dia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Betul, Suzumiya Haruhi sedang tidak ada di kelas, karena kalau ada kami ‘gak akan bisa berbicara tentang ini. Tapi juga, kalaupun dia mendengarkan perbincangan ini, dia gak akan mempedulikannya. Biasanya, Suzumiya Haruhi pegi keluar kelas setelah jam pelajaran ke-4, dan kembali sesaat sebelum pelajaran selanjutnya mulai. Dia tidak membawa kotak makannya, jadi aku menduga dia pergi ke kantin untuk makan siang; tapi itu tidak akan memakan waktu satu jam, kan? Selanjutnya, setiap akhir jam pelajaran, dia menghilang. Kemana perginya ya…?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“tapi dia tekenal di kalangan murid laki-laki!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Taniguchi mulai lagi:&lt;br /&gt;
“dia manis, altletis, dan pintar. Walaupun dia itu agak aneh, kalau dia menutup mulutnya, dia sebenarnya tidak terlalu jelek.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“darimana kamu dengar semua gosip ini?” kunikida bertanya, dengan kotak bekalnya yang 2 kali lebih penuh dari punya Taniguchi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ada suatu periode waktu dimana dia berganti pacar nonstop. Dari yang kudengar, hubungan yang terlama bertahan selama seminggu, yang paling sebentar hanya 5 menit setelah jadian. Sebagai tambahan, satu-satunya alasan Suzumiya memutuskan hubungan adalah ‘Aku ‘gak punya waktu untuk bersosialisasi dengan orang biasa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya Taniguchi berpengalaman dalam hal ini. Setelah sadar akan tatapanku, dia jadi sedikit gugup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“aku dengar ini dari orang lain! Sungguh! Untuk beberapa alasan, dia tidak pernah menolak untuk jadian. Ketika kelas tiga, semuanya mengerti; jadi tidak ada yang ingin jadian dengannya lagi. Aku punya perasaan aneh, sejarah itu akan terulang lagi di SMU ini. Jadi aku memperingatkanmu sekarang: menyerah saja. Ini nasehat yang datang dari seseorang yang dulu sekelas dengannya.” &lt;br /&gt;
Ngomong aja apa yang kamu mau, aku tidak tertarik dengannya seperti itu.&lt;br /&gt;
Taniguchi menaruh kotak bekalnyake dalam tas, lalu tertawa jelek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“kalau aku harus memilih, aku akan memilih dia, Asakura Ryouko.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Taniguchi mengaggukkan dagunya ke arah kumpulan anak-anak perempuan beberapa meja dari sini. Di tengah-tengah grup yang sedang ngobrol, ada Asakura Ryoukodengan senyuman yang mengembang di wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“berdasarkan analisisku, dia masuk ke dalam daftar ‘tiga top termanis anak perempuan kelas satu’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“kamu mengecek semua murid perempuan kelas satu di sekolah ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“aku mengelompokkannya ke dalam kategori A sampai D dan, percaya ‘gak, aku hanya ingat nama-nama pada kategori A. Kita hanya mengalami masa SMU sekali seumur hidup – aku hanya ingin mengalaminya dengan sebahagia mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“jadi Asakura Ryouko itu termasuk kategori A?” Kunikida bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia itu AA+! Ayolah, lihat saja wajahnya, kepribadiannya sudah pasti nomor 1.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun mengacuhkan komentar Taniguchi yang egois, Asakura Ryouko adalah jenis anak perempuan manis yang berbeda dari Suzumiya Haruhi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama-tama, dia itu sangat cantik; tambah lagi dia selalu membawa senyuman yang terkesan mengasihi. Kedua, kepribadiannya cocok dengan penjelasan dari Taniguchi. Hari-hari ini tidak ada seorang pun lagi yang berani mengajak berbicara pada Suzumiya Haruhi, kecuali Asakura Ryouko. Tak peduli bagaimana kejamnya Suzumiya Haruhi, Asakura Ryouko masih mencoba untuk berbicara kepadanya dari waktu ke waktu. Dia begitu bersemangat hingga seperti pengawas kelas. Ketiga, dari caranya menjawab pertanyaan dari guru saja, kamu akan tahu dia itu sangat pintar. Dia selalu menjawab pertanyaan dengan benar – di mata para guru mungkin dia adalah contoh murid teladan. Untuk melengkapinya, dia sangat akrab dengan para murid perempuan. Semester pertama baru berlangsung selama satu minggu, tapi dia sudah menjadi pusat perhatian semua murid perempuan di kelas. Dia seperti turun dari langit dan dilahirkan dengan daya tarik yang mengagumkan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan dengan Suzumiya Haruhi yang sering cemberut dan terobsesi dengan fiksi ilmiah, pilihannya tentu saja sudah pasti. Tetapi, kedua kandidat ini mungkin sama-sama terlalu tinggi di atas bukit bagi pahlawan kita Taniguchi untuk dipanjat. Tidak mungkin dia akan mendapatkan salah satu dari mereka ataupun keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu itu masih bulan April, dan pada saat itu, Suzumiya berprilaku cukup baik. Bagiku, ini merupakan bulan yang tenang. Yang nantinya, akan ada satu bulan lagi sebelum Haruhi mulai mengacau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, pada saat seperti ini pun, aku meneliti beberapa tingkah laku Haruhi yang eksentrik.&lt;br /&gt;
Mengapa aku mengatakan seperti itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Petunjuk #1: dia mengubah gaya rambutnya setiap hari. Lebih jauh lagi, menurut pengamatanku, ini ada susunannya. Hari senin, haruhi datang ke sekolah dengan rambutnya tergerai, tanpa diikat sama sekali. Pada hari selanjutnya, dia mengikatnya seperti buntut kuda. Walaupun aku benci mengakuinya, gaya rambut itu sangat cocok dengannya. Lalu dia mengikatnya menjadi dua pada hari selanjutnya, kemudian menjadi tiga pada hari selanjutnya; pada hari jum’at, dia mengikat rambutnya dengan pita menjadi empat. Tindakannya sangat aneh!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senin = 0, Selasa = 1, Rabu = 3…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan bertambahnya hari di suatu minggu, begitu juga jumlah buntut kuda nya; hari senin selanjutnya, seluruh proses akan dimulai lagi dari awal. Aku ‘gak ngerti mengapa dia melakukan itu. Melanjutkan logika yang terjadi, dia seharusnya mengikat rambutnya menjadi enam di hari minggu… aku tiba-tiba ingin melihat gaya rambutnya di hari minggu.&lt;br /&gt;
“petunjuk #2: pada pelajaran olah raga, kelas 1-5 dan 1-6 digabungkan dan belajar bersama, dengan murid perempuan dipisah dari murid laki-laki. Ketika ganti pakaian, murid perempuan pergi ke kelas 1-5, dan laki-laki ke kelas 1-6; ini artinya setiap pelajaran sebelumnya berakhir, murid laki-laki dari kelas kami (1-5) akan pindah ke kelas 1-6 untuk ganti pakaian.&lt;br /&gt;
Sayangnya, Haruhi tidak mengindahkan kami sama sekali, dan membuka seragam sailornya sebelum kami sempat pindah kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya, bagi dia, kami ini buah labu atau kantung kentang, dan dia sama sekali tidak memperdulikan. Tanpa ekspresi apa-apa, dia melempar seragamnya ke atas meja lalu memakai seragam olah raganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, Asakura Ryouko mendorong murid laki-laki yang semuanya bermata terbelalak, terpaku, termasuk aku keluar dari kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut desas-desus, para murid perempuan, dengan Asakura ryouko sebagai pemimpinnya, mencoba membicarakan ini dengan Haruhi, tetapi tidak ada gunanya. Setiap pelajaran olah raga, Haruhi mengacuhkan seluruh kelas lalu membuka seragamnya tanpa ada pandangan sekilaspun. Jadi, kami para murid laki-laki diminta untuk meninggalkan kelas begitu bel berbunyi kedua kalinya – karena permintaan dari Asakura Ryouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sungguh, Haruhi memiliki figur yang yang sangat bagus... ahhh, ini bukan saatnya ngomongin hal seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Petunjuk #3: pada akhir pelajaran setiap harinya, Haruhi absen tiba-tiba. Ketika bel sekolah berbunyi, dia menarik tasnya lalu melesat keluar kelas. Logisnya, aku berpikir dia langsung pulang ke rumah; aku ‘gak pernah berpikir dia mengikuti semua klub ekskul di sekolah. Suatu hari, kulihat dia mengayunkan tongkatnya pada klub ekskul hoki. Kurasa dia juga ikut masuk ke klub basket. Jadi, pada dasarnya, dia mengikuti semua klub olah raga di sekolah. Tentu saja semua klub mengincarnya untuk jadi anggota tetap. Sudah pasti dia menolaknya. Penjelasannya adalah: ”menjengkelkan sekali bagiku melakukan aktivitas klub yang sama setiap hari.” Akhirnya, dia tidak mengikuti klub yang manapun juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maunya apa sih anak ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari hal ini saja, kabar “murid perempuan kelas satu yang aneh” menyebar ke seluruh sekolah dengan cepat. Dalam waktu sebulan, ‘gak ada seorang murid pun yang tidak tahu siapa Suzumiya Haruhi. Beranjak ke bulan Mei, murid-murid masih banyak yang belum tahu siapa kepala sekolah di sini, tapi nama Suzumiya Haruhi sepertinya sudah terkenal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, dengan segala hal yang terjadi – dan Haruhi penyebabnya – Mei datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun aku secara pribadi berpikir bahwa nasib itu tidak bisa diprediksi sama halnya seperti monster Loch Ness, kalau nasib, di suatu tempat, mempengaruhi hidup manusia, takdirku mulai berjalan. Yang dapat kupikirkan, di suatu gunung yang jauh mungkin ada seorang tua yang sibuk menulisi kembali nasibku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah hari libur golden week berakhir, aku berjalan ke sekolah, ‘gak tahu hari apa hari ini. Cerahnya cuaca Mei yang tidak natural menyorot kulit membuatku mandi keringat – jalan bukit yang terjal pun seperti tidak berujung. Apa yang terjadi dengan bumi, yah? Apakah terkena demam kuning atau semacamnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yo, Kyon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari belakang, seseorang menepuk pundakku. Seseorang itu adalah Taniguchi.&lt;br /&gt;
Blazer nya tergantung begitu saja di pundaknya, dasinya berkerut dan menceng ke satu sisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“waktu hari libur golden week, pergi kemana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“aku mengajak adikku pergi ke rumah nenek di pinggir kota.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“membosankan sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“baiklah, kamu sendiri pergi ke mana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“kerja paruh waktu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“kamu ‘gak seperti orang kayak begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kyon, kamu ini sudah SMU sekarang – mengapa masih membawa-bawa adik pergi ke rumah kakek dan nenekmu? Kamu sediknya harus tampak seperti murid SMU.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, Kyon itu aku. Bibiku lah yang pertama memanggilku seperti itu. Beberapa tahun yang lalu, bibiku yang sudah lama tidak ku jumpai tiba-tiba berkata padaku: “astaga, kyon sekarang sudah besar yah!” adikku berpikir bahwa itu lucu dan mulai memanggilku Kyon. Setelah kejadian itu, teman-temanku pun mulai memanggilku Kyon seperti adikku. Semenjak hari itu nama panggilanku berubah menjadi Kyon. Sialan! Dulu adikku biasanya memanggilku ‘oniichan (kakak)’.&lt;br /&gt;
“sudah merupakan tradisi di keluargaku berkumpul dengan saudara-saudara selama liburan Golden Week,” aku menjawab sambil menailki jalan berbukit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkeringat membuatku merasa tidak nyaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Taniguchi ngomong kesana kemari, menyombongkan bagaimana dia bertemu dengan banyak gadis cantik di tempat kerjanya, dan bagaimana dia berencana menggunakan uangnya untuk pergi berkencan dan sebagainya. Terus terang saja, topik seperti mimpi yang orang-orang punyai atau betapa mengagumkan dan lucunya peliharaan seseorang, dalam kamusku, adalah topik yang paling tidak menarik di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku mendengarkan jadwal kencan Taniguchi (tampaknya dia tidak berhenti hanya karena tidak ada orang yang mau diajak kencan), kami tiba di gerbang sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suzumiya Haruhi sudah duduk di bangkunya melihat ke luar ketika aku memasuki kelas. Di kepalanya tampak penjepit rambut seperti dua roti bundar; jadi hari ini hari rabu yah. Setelah aku duduk – untuk beberapa alasan yang masih membingungkanku, penjelasan yang masuk akal mungkin hanyalah aku yang menjadi gila, sebelum aku menyadarinya secara tidak sadar tiba-tiba aku berbicara lagi pada Suzumiya Haruhi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“apa kamu mengganti gaya rambutmu setiap hari karena alien?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti robot, Suzumiya Haruhi pelan-pelan memutar wajahnya menghadapku, dan dengan ekspresi yang sangat serius sekali menatapku. Sangat menakutkan sekali, sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“kapan kamu memperhatikannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada bicaranya sangat dingin seperti sedang berbicara dengan batu di pinggir jalan saja.&lt;br /&gt;
Aku berhenti sebentar untuk berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmmm… baru saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“sungguh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruhi menaruh dagunya pada telapak tangannya, terlihat jengkel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“setidaknya begitulah yang kupikir, karena bagiku kamu terlihat berbeda setiap hari.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini pertama kalinya kami melakukan percakapan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“untuk warna: Senin warna kuning, Selasa warna merah, Rabu biru, Kamis hijau, Jum’at warna emas, Sabtu coklat, dan Minggu warna putih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku agak mengerti apa yang dia katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“kalau begitu kalau menggunakan angka untuk mengganti warna, Senin = 0 dan Minggu = 6, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi menurutku sih hari Senin = 1.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa yang nanya pendapat kamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…begitu, yah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya tidak puas dengan jawabanku, Haruhi mengerutkan dahi memandangku. Aku lalu duduk diam sambil merasa tidak enak dan membiarkan waktu berlalu begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“apa aku pernah melihatmu sebelumnya? Dulu sekali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku menjawab, Okabe Sensei langsung memasuki kelas, dan percakapan kami pun berakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun percakapan kami yang yang pertama tidak bisa dibawa untuk pulang ke rumah, ini bisa jadi titik perubahan yang ku tunggu-tunggu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan lagi, satu-satunya kesempatanku berbicara pada Haruhi hanya sebentar sebelum pelajaran pertama, karena dia ‘gak pernah ada di tempat ketika istirahat. Tapi karena aku duduk di depan dia, aku yakin kesempatan berbicara padanya lebih besar daripada lain lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi hal yang sangat mengejutkanku adalah Haruhi menjawabku dengan semestinya. Aku tadinya berpikir dia akan menjawab seperti “berisik, bodoh, diam kau! Peduli amat!” kupikir aku sama anehnya dengan dia, karena punya keberanian mengajaknya berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karenanya ketika aku pergi ke sekolah hari esoknya dan melihat Haruhi, daripada dia mengikat rambutnya menjadi tiga, dia telah memotong rambut panjangnya, aku jadi merasa depresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rambut panjang se pinggang menjadi rambut pendek sebahu. Maksudku, walaupun potongan rambut itu terlihat cocok dengannya, dia memotongnya setelah aku ngobrol tentang rambutnya! Dia jelas-jelas meremehkanku. Apaan sih!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kutanya alasannya, dia menjawab:&lt;br /&gt;
“bukan apa-apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menjawab dengan nada bicara jengkel khasnya tapi tidak menunjukkan ekspresi yang berarti. Dia ‘gak akan memberi tahu alasannya.&lt;br /&gt;
Tapi aku sudah mengiranya begitu, jadi ‘gak apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“apa kamu benar-benar ikut semua klub ekskul?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari semenjak hari itu, berbicara dengannya sebentar sebelum pelajaran pertama menjadi kebiasaan sehari-hari. Tentu saja kalau aku tidak mencoba mengawalinya, Haruhi ‘gak akan menunjukkan reaksi apapun. Satu hal lagi kalau aku ngobrol tentang acara TV semalam, atau bagaimana cuaca hari ini, dan seterusnya – hal yang dia anggap sebagai “topik yang idiot”- dia akan mengacuhkanku. Tahu begitu, aku hati-hati memilih topik pembicaraan katika akan berbicara padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:(Gambar)]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Dia memalingkan mukanya dengan jengkel, mengakhiri percakapan hari ini.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“apa ada klub yang lebih menyenangkan daripada yang lain? Aku sendiri ingin mengikutinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“tidak ada.” Haruhi menjawab datar. “sama sekali tidak ada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menegaskannya lagi, lalu menghela nafas. Apa dia mengeluh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“aku pikir SMU akan sedikit lebih baik. Pada akhirnya hanyalah pendidikan yang diperintahkan saja. Tidak ada perubahan sama sekali. Sepertinya aku salah masuk SMU.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oi, kriteria pemilihan sekolahmu itu seperti apa sih?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“klub olahraga dan klub kebudayaan sama saja. Kalau saja ada beberapa klub yang unik di sekolah ini…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi, kamu punya hak apa memutuskan suatu klub itu normal atau tidak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berisik. Kalau aku suka pada satu klub, maka klub itu unik; kalu tidak maka klub itu biasa saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah? Aku sudah mengira kamu akan ngomong begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memalingkan mukanya dengan jengkel, mengakhiri percakapan hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada hari yang lain:&lt;br /&gt;
“aku mendengar sesuatu pada satu hari. ‘gak begitu penting sih… apa kamu benar memutuskan semua pacarmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“kenapa aku harus mendengar hal ini dari kamu, sih?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyibakkan rambut pada bahunya, lalu menatapku dengan matanya yang hitam. Oh, selain dari tidak ada ekspresi apa-apa, wajah marah ini kayaknya sering terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“apa Taniguchi yang memberitahukan? Oh, aku ‘gak percaya setelah lulus SMP pun aku sekelas lagi dengan si bodoh itu. Apa dia penguntit yang gila?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“aku pikir bukan,” pikirku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“aku ‘gak tau apa yang kamu dengar, tapi ‘gak masalah, lagipula sebagian besar memang benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“apa ‘gak ada seorang pun yang ingin kamu pacari dengan serius?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’gak ada satupun!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penolakan total sepertinya mottonya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“yang manapun juga hanya orang bodoh, aku ‘gak bisa pacaran dengan serius. Semuanya sama mengajakku bertemu di stasiun kereta pada hari sabtu, lalu pergi nonton ke bioskop, ke taman bermain, atau ke tempat permainan. Pertama kalinya makan sama-sama pasti saat makan siang lalu pergi ke café minum the. Akhirnya mereka akan mengatakan ‘sampai besok’!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“aku ‘gak pikir itu hal yang salah!” aku pikir begitu; tapi aku gak berani mengatakannya. Kalau Haruhi berkata itu jelek, maka itu jelek menurutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“lalu, tidak salah lagi, mereka akan mengaku suka di telepon. Apaan sih! Ini subjek yang penting, seharusnya ngomong langsung dong!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bisa menaruh simpati bagi mereka. Ngomong suatu hal – bagi mereka, setidaknya – sangat penting seperti itu kepada seseorang yang menganggapmu seperti seekor ulat mungkin membuat seseorang merasa gelisah. Mereka hilang keberanian begitu melihat ekspresimu! Aku membayangkan apa yang mereka rasakan ketika aku merespon Haruhi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“hmm, kamu benar. Kalau aku sih akan ngomong langsung ke orang nya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“siapa yang peduli pendapatmu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa. Apa aku melakukan sesuatu yang salah lagi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“masalahnya, apa semua anak laki-laki di dunia itu mahluk yang lemah akalnya? Aku memikirkan pertanyaan ini semenjak SMP.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang ‘gak ada perubahan kan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“lalu, anak laki-laki yang seperti apa yang kamu anggap ‘menarik’? apa memang harus alien?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“harus alien atau yang semacamnya selama itu tidak normal. Perempuan atau laki-laki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“mengapa sih kamu tertarik sekali dengan selain meanusia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku ngomong begitu Haruhi melihatku dengan remeh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“karena manusia itu tidak menyenangkan sama sekali!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“kalau itu… mungkin kamu benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun aku ‘gak bisa menandingi pikiran Haruhi; kalau memang murid pindahan yang manis itu setengah manusia dan setengah alien, bahkan aku pun menganggapnya hebat. Kalau Taniguchi, yang sedang duduk di dekatku memata-matai ku dan Haruhi, adalah seorang detektif dari masa depan, itu hal yang lebih hebat. Kalau Asakura Ryouko, yang oleh karena beberapa alasan terus tersenyum padaku, mempunyai kekuatan supranatural, maka kehidupan sekolahku bisa jadi sangat menyenangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tak satupun yang mungkin – tidak ada alien, pejelajah waktu, atau kekuatan supranatural di dunia ini. Baiklah, misalnya saja ada. Mereka ‘gak akan muncul begitu saja ke depan manusia biasa seperti kita dan berkata, “Halo, aku sebenarnya alien.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“MAKANYA!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruhi tiba-tiba berdiri dan menjatuhkan kursinya ke belakang, membuat semua orang melihat ke arahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“MAKANYA AKU BERUSAHA SEKUAT TENAGA!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf saya terlambat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Okabe-Sensei yang selalu optimis, yang sedang terengah-engah, terburu-buru masuk ke kelas. Ketika dia melihat seluruh kelas melihat Haruhi yang sedang berdiri, dia mengepalkan tangan, matanya menatap ke atas, dia sama terkejutnya dan hanya berdiri diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm… Pelajaran pertama akan segera dimulai!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruhi langsung duduk lalu menatap mejanya. Huh!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berbalik, semuanya juga sama membalikkan kepala. Lalu Okabe-sensei, jelas sekali merasa terganggu karena huru-hara itu, terhuyung-huyung ke depan kelas lalu pura-pura batuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf saya telat. Eh… kalau begitu mari kita mulai!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengulanginya, dan atmosfir kelas pun kembali normal – walaupun atmosfir ini sangat dibenci Haruhi!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin, seperti beginilah hidup ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, sebenarnya, jauh di dalam hatiku aku iri pada Haruhi dengan pandangannya terhadap kehidupan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia masih berkeinginan untuk bertemu seseorang dari dunia supernatural yang lama sudah aku tinggalkan, dia tetap bersemangat untuk meraih mimpinya. Mungkin jika hanya duduk menunggu ‘gak akan ada hasil yang bisa didapatkan, jadi kita bisa bisa berusaha semampu kita. Inilah yang melatarbelakangi kenapa Haruhi melakukan perbuatan seperti menggambar garis putih di lapangan sekolah, menggambar simbol di atap sekolah, menempelkan kertas mantra dimana-mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tahu kapan ketika Haruhi memulai melakukan perbuatan yang aneh yang banyak orang menuduhnya sebagai penyihir. Menunggu ‘gak akan menghasilkan apa-apa, jadi kenapa ‘gak melakukan upacara aneh untuk memanggil mereka? Pada akhirnya, bagaimanapun, ‘gak ada yang terjadi. Mungkin itu alasannya mengapa Haruhi selalu terlihat “sialan – dengan – dunia – ini” di mukanya…?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hey, Kyon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kelas berakhir, Taniguchi, dengan wajah yang membingungkan, mencoba memojokkanku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Taniguchi, kamu seperti orang yang betul-betul bodoh dengan wajah seperti itu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berisik! Aku gak peduli apa katamu. Ngomong-ngomong mantra apa yang kamu gunakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“mantra?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknologi tinggi yang sudah maju tidak dapat dibedakan dari sihir! Aku ingat kalimat ini lalu bertanya kembali padanya. Dia lalu menunjuk pada bangku Haruhi yang sudah kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini pertama kalinya aku melihat Suzumiya berbicara dengan seseorang begitu lama! Apa sih yang kalian berdua bicara kan ?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hmm, itu yah, apa yang kita bicarakan? Aku hanya bertanya pertanyaan yang biasa-biasa saja, hanya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wah, mengejutkan yah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Taniguchi terlihat begitu terkagum-kagum, lalu Kunikida muncul dari belakang Taniguchi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kyon, kamu kayaknya menyukai tipe cewek aneh”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hey, jangan ngomong yang bisa bikin orang lain salah pengertian dong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi ‘gak masalah kalau Kyon suka sama cewek-cewek aneh. Yang aku ‘gak ngerti tuh kenapa Suzumiya mau ngomong sama kamu? aku sama sekali ‘gak ngerti”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin Kyon seaneh dia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin. Maksudku nama seaneh Kyon pasti mempunyai sifat yang aneh juga kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hentikan memanggilku Kyon, Kyon, Kyon! Daripada dipanggil dengan nama yang aneh begitu, panggil namaku yang asli! Paling - paling tidak aku ingin mendengar adikku sendiri memanggilku “Oniichan” (Kakak –penterjemah)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga ingin tahu”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara riang dari seorang anak perempuan yang berasal entah darimana. Aku mengangkat kepalaku, dan tentu saja, aku melihat wajah lugu tersenyum, Asakura Ryoko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mencoba berbicara pada Suzumiya Haruhi beberapa kali tapi sama sekali ‘gak bisa. Bisa kamu kasih tahu aku  bagaimana aku seharusnya berbicara dengannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pura-pura berpikir tentang ini semua; Padahal, aku sama sekali ‘gak memikirkan apapun juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ‘gak tahu tuh”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar hal ini Asakura tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku begitu lega sekarang. Dia tidak bisa terus terisolasi dari yang lain seperti itu, jadi baguslah kamu bisa berteman dengannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asakura Ryouko begitu peduli seakan-akan dia adalah seorang pengawas kelas. Dia terpilih menjadi pengawas kelas pada rapat kelas yang lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Teman, ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menggelengkan kepala. Apakah benar-benar seperti itu? Tapi, satu-satunya ekspresi yang bisa ditunjukan Haruhi ketika kami bicara adalah  wajah cemberutnya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu harus terus menolong Suzumiya agar dia bisa menyatu dengan kita semua. Kita kan berada dalam satu kelas, jadi kita mengandalkan mu”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, walaupun kamu berkata begitu, aku ‘gak tahu apa yang harus aku lakukan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika ada sesuatu yang perlu aku sampaikan kepada Suzumiya, Aku hanya tinggal menyuruhmu menyampaikannya pada Suzumiya”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, tunggu! Aku kan bukan juru bicaranya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong yah?”Pintanya sungguh-sungguh, sambil merapatkan kedua telapak tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dihadapkan pada permintaanya, Aku hanya bisa meresponnya secara tidak jelas seperti “erm”, “ahh..”. Asakura mengiranya itu sebagai sebuah persetujuan dan dia tersenyum seperti bunga tulip yang berwarna kuning, lalu kembali ke kumpulan anak-anak perempuan. Ketika melihat bahwa anak-anak perempuan lain sedang memperhatikanku, rasanya hatiku seperti jatuh kedasar lembah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kyon, kita teman baik kan..?”tanya Taniguchi, menatapku curiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang terjadi disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan Kunikida, dengan mata tertutup dan kedua tangan menyilang di dada pun mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya Tuhan! Kenapa bisa, aku dikelilingi oleh orang-orang idiot ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya bahwa setiap orang di kelas perlu bertukar tempat duduk setiap bulan. Karena itu pengawas kelas Asakura menulis semua nomor tempat duduk di secarik kertas, lalu memasukannya ke sebuah kaleng kue, dan setiap orang  akan mengambil dari dalamnya. Pada akhirnya, aku mendapat tempat duduk di baris kedua dari belakang dekat dengan jendela, aku bisa melihat lapangan sekolah dari situ. Tahu ‘gak siapa yang duduk tepat dibelakangku? Benar, yang selalu cemberut, Haruhi!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa yang menyenangkan itu belum terjadi juga?! Seperti anak-anak SD yang menghilang satu persatu atau beberapa orang guru yang terbunuh di ruang kelas yang terkunci?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan ngomong yang serem-serem dong!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku masuk ke grup peneliti misteri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh?Apa yang terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sangat bodoh sekali. ‘gak ada sesuatu yang menarik terjadi! Lagipula, semua anggota grup adalah pencinta novel detektif tapi tidak ada satupun yang menyerupai detektif!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang begitu kan normal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sebenarnya punya harapan pada grup peneliti supranatural”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“tapi mereka semuanya hanya kumpulan maniak yang suka hal-hal gaib. apa yang begitu namanya menyenangkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“tidak begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ah, bosan! Kenapa sih di sekolah ini ‘gak ada klub yang menarik?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“hm, ‘gak banyak yang bisa kamu lakukan tentang itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“aku pikir setelah masuk SMU aku akan menemui suatu klub yang hebat! a~h, ini seperti mencoba mengikuti Liga Utama Baseball tapi akhirnya sadar di sekolah bahkan ‘gak ada tim Baseball nya.”&lt;br /&gt;
Haruhi terlihat seperti hantu yang siap untuk pergi mengutuk sekumpulan pembasmi hantu. Dia menatap langit dengan perasaan sebal lalu mengeluarkan nafas panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruskah aku mengasihaninya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ‘gak tau klub seperti apa yang Haruhi suka. Mungkin diapun tidak tahu jawabannya. Dia hanya ingin “melakukan hal yang menyenangkan.” “sesuatu yang menyenangkan” itu apa? Apa itu termasuk memecahkan misteri pembunuhan? Mencari UFO? Atau pembasmian (setan)? Kupikir dia juga ‘gak tahu.&lt;br /&gt;
“kupikir ‘gak ada yang bisa kita lakukan mengenai hal itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memutuskan untuk mengeluarkan pendapat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“pada akhirnya, manusia harus menghadapi apa yang ada di depan mereka. Kalau dipikir-pikir lagi, orang-orang yang tidak bisa menghadapinya mencoba menemukan atau membuat sesuatu sehingga memajukan peradaban. Seseorang ingin tebang jadi dia menciptakan pesawat. Seseorang ingin bergerak lebih cepat dan mudah maka dibuatlah mobil dan kereta. Tapi hal tersebut hanya terbatas untuk orang-orang yang memiliki kreativitas. Dengan kata lain, orang jeniuslah yang bisa membuat semuanya mungkin. Orang biasa seperti kita sebaiknya hidup secara biasa saja. Jangan terlalu impulsif hanya karena merasa berani.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berisik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruhi langsung memotong pidatoku yang agak bagus itu, atau setidaknya memang begitulah yang kupikir, lalu dia memalingkan kepalanya ke arah lain. Sepertinya sekarang dia sedang kesal. Tapi, kapan dia tidak? Aku sudah terbiasa sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak ini mungkin tidak peduli dengan apa-apa – kecuali berhubungan dengan kekuatan gaib yang melewati batas kenyataan. Bagaimanapun juga, dunia ini tidak punya yang seperti itu. Benar lho, tidak ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidup hukum-hukum fisika! Berkat itu, kita manusia bisa hidup dengan damai. Walaupun Haruhi merasa bosan mengenai hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku orang normal, kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu mungkin memicunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin itu karena percakapan di atas?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena aku sama sekali ‘gak melihatnya datang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinar matahari yang hangat membuat semua orang di kelas mengantuk. Begitu aku hendak menganggukkan kepala karena tertidur, tarikan yang bertenaga tiba-tiba mendesak kerah bajuku lalu menarikku ke belakang. Karena tenaga yang dahsyat, kepalaku membentur ujung bangku di belakangku. Air mata keluar seketika dari mataku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kamu lakukan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung memutar kepalaku menghadap Haruhi, yang sabelah tangannya masih memegang kerahku, tersenyum lebar secerah matahari tropis – sungguh, ini pertama kalinya aku melihat senyuman seperti itu! Kalau senyuman bisa diukur dengan temperatur, mungkin senyumannya sepanas hutan tropis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“aku mengerti!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hey, jangan ngomong sambil memuncratkan air ludahmu, dong!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“kenapa sebelumnya tidak terpikirkan, yah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Haruhi bersinar secerah bintang Alpha Albireo. Dia menatapku lurus. Dengan segan aku bertanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“apa yang baru saja terpikir?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“kalau tidak ada, aku bisa bikin itu sendiri!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“bikin apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“sebuah klub.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepalaku tiba-tiba sakit dan kupikir ini tidak ada hubungannya dengan kepalaku yang membentur meja tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“sungguh? Ide yang cemerlang. Apa kamu bisa melepaskanku sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sikap apaan tuh? Kamu harusnya lebih senang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“tentang ide mu itu, kita bicarakan nanti. Sekarang aku ingin kamu memikirkan dimana kamu sekarang, LALU kamu bisa menceritakan kegembiraanmu itu nanti. Sekarang tenang dulu yah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“maksudnya apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“kelas masih berlangsung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruhi akhirnya melepaskan kerahku. Aku mengusap belakang kepalaku yang mati rasa sambil berputar kembali. Aku menyadari semuanya terlihat kaku. Guru bahasa Inggris yang baru lulus, dengan kapur di tangannya, menatapku sambil terlihat seperti akan menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memberi isyarat kepada Haruhi untuk segera duduk lalu mengangkat bahu kepada guru yang malang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Silakan lanjutkan pelajarannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dengar Haruhi berkomat-kamit tentang sesuatu sambil duduk dengan segan. Guru lalu melanjutkan menulis pada papan tulis…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membuat klub baru, yah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hmmm….&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masa sih, aku sudah dihitung jadi anggotanya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Otak besarku yang sakit menambah kekhawatiranku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;(Chapter 1 Selesai)&#039;&#039;&#039;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>V33D12AG0N</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Suzumiya_Haruhi_~_Indonesian_Version:Jilid1_Prolog&amp;diff=26389</id>
		<title>Suzumiya Haruhi ~ Indonesian Version:Jilid1 Prolog</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Suzumiya_Haruhi_~_Indonesian_Version:Jilid1_Prolog&amp;diff=26389"/>
		<updated>2008-04-06T15:21:17Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;V33D12AG0N: /* &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Suzumiya Haruhi no Yuuutsu&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Tanigawa Nagaru&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Suzumiya Haruhi no Yuutsu&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kemurungan Suzumiya Haruhi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prolog&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kapan aku berhenti mempercayai sinterklas? Pertanyaan itu sudah tidak bisa lagi dijadikan bahan pembicaraan. Tetapi kalau kau bertanya berapa lama aku menghabiskan waktu mempercayai orang tua dengan jubah merah, aku dengan optimis mengatakan sejak awal aku tidak pernah percaya. Aku sudah tahu kalau sinterklas pada acara natal di TK itu palsu, dan sekarang kalau dipikir lagi, teman-teman sekelasku juga memiliki pengalaman yang sama setelah melihat guru kami berpura-pura menjadi sinterklas. Walaupun aku belum pernah melihat ibuku mencium sinterklas, aku sudah cukup besar untuk mencurigai keberadaan orang tua yang bekerja hanya pada malam natal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biarpun begitu, perlu beberapa waktu untuk menyadari bahwa alien, hantu, monster, dan esper dalam film anime yang penuh dengan &#039;&#039;special effect&#039;&#039; dimana ada orang-orang baik melawan organisasi jahat itu sebenarnya juga tidak ada. Tidak, tunggu, mungkin aku sebenarnya sudah menyadari hal itu, hanya aku tidak mau mengakuinya. Di dalam hati aku masih berharap alien, hantu, monster, esper, atau organisasi jahat tiba-tiba muncul di hadapanku. Dibandingkan dengan kehidupanku yang normal dan membosankan ini, dunia pertunjukkan yang gemerlap itu lebih menarik; aku juga ingin tinggal di dalam dunia itu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ingin jadi orang yang menyelamatkan gadis yang diculik oleh alien dan ditawan dalam benteng yang berbentuk seperti baskom. Aku ingin menjadi seorang yang menggunakan keberanian, kepintaran dan senjata laser andalan untuk bertarung melawan kejahatan dari masa depan yang ingin mengubah sejarah untuk kepentingan mereka sendiri. Aku ingin menjadi seseorang yang membasmi setan dan monster dengan suatu mantra, bertarung melawan mutan atau penyihir dari organisasi jahat, dan terlibat dalam pertarungan telepati!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tunggu dulu. Kalau aku benar-benar diserang alien atau apalah itu, bagaimana aku bisa bertarung melawan mereka? Aku tidak punya kekuatan istimewa sedikit pun!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau begitu, bagaimana kalau begini: suatu hari, ada seorang murid baru yang misterius pindah ke kelasku. Selain beridentitas sebagai alien atau orang masa depan, dia juga mempunyai kemampuan telepati. Ketika dia terlibat dalam suatu pertarungan dengan orang-orang jahat, yang harus aku lakukan tinggal mencari akal untuk terlibat ke dalamnya. Dia yang akan menangani semua pertarungan-pertarungan, dan aku hanya menjadi pemeran pembantu. Wah, pokoknya hebat, aku memang pintar!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau mungkin, jika itu tidak bisa, bagaimana dengan yang ini: suatu hari, kekuatan misterius dalam diriku tiba-tiba muncul, seperti telekinetik atau tenaga dalam. Aku juga menemukan banyak orang di dunia ini mempunyai kemampuan yang sama, lalu suatu perkumpulan paranormal merekrutku. Aku akan jadi anggota organisasi ini dan melindungi dunia ini dari mutan-mutan jahat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi kenyataan memang kejam! Tidak ada murid yang pindah ke kelasku. Aku belum pernah melihat UFO. Ketika aku pergi ke tempat yang katanya ada hantunya, tidak ada penampakan. Menatapi pensilku dengan intensif selama dua jam tak membuatnya bergerak satu senti pun, dan aku tak dapat membaca pikiran teman sekelasku walaupun aku menatap kepalanya selama dua jam. Aku tidak bisa apa-apa selain merasa depresi dengan bagaimana hukum-hukum fisika berlaku. Aku berhenti mencari UFO dan menonton acara TV tentang paranormal karena akhirnya aku meyakinkan diriku sendiri bahwa hal itu mustahil. Aku bahkan telah mencapai keadaan dimana aku hanya merasa nostalgia pada hal seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah lulus SMP, aku benar-benar tumbuh dewasa keluar dari dunia fantasi itu dan menjadi sama sekali sadar akan kenyataan. Tidak terjadi apa-apa pada tahun 1999, walaupun aku terus berharap, walaupun hanya sedikit, bahwa akan ada sesuatu; manusia belum kembali ke bulan atau pergi melampauinya. Kurasa, setelah melihat dari keadaan ini, aku akan telah lama mati sebelum kau bisa menulis perjalanan ulang-alik dari bumi ke alpha centauri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pikiran normal seperti itu dalam kepalaku, aku menjadi seorang murid yang normal, dan acuh tak acuh. Begitulah sebelum hari dimana aku bertemu dengan Suzumiya Haruhi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Suzumiya Haruhi no Yuuutsu&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
note: terjemahan berikut berdasarkan versi bahasa inggris baka-tsuki dan diusahakan enak dibaca(tidak baku/kaku).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak kapan Aku berhenti percaya Sinterklas? Sejujurnya, pertanyaan bodoh seperti ini benar-benar nggak ada artinya buatku. Akan tetapi, jika kamu bermaksud untuk bertanya kapan Aku berhenti mempercayai kalau orang tua berjubah merah itu Sinterklas, dengan penuh percaya diri, Aku bisa bilang: Aku nggak pernah percaya Sinterklas, sekalipun. Aku tahu kalau Sinterklas yang muncul di pesta natal TK itu adalah palsu, dan jika kupikir lagi, setiap teman sekelasku juga punya tatapan tidak percaya yang sama saat melihat guru-guru kami berpura-pura jadi Sinterklas. Walau Aku nggak pernah melihat [http://en.wikipedia.org/wiki/I_Saw_Mommy_Kissing_Santa_Claus ibuku mencium Sinterklas], Aku sudah cukup bijak untuk curiga tentang keberadaan orang tua yang hanya bekerja di malam Natal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, Aku butuh waktu yang agak lama untuk menyadari kalau alien, penjelajah waktu, hantu, monster dan esper yang seperti di dalam anime penuh efek &#039;orang baik lawan organisasi jahat&#039; itu sebenarnya tidak ada. Tidak, tunggu dulu, Aku mungkin sudah menyadarinya sebelumnya, cuma Aku nggak mau mengakuinya. Jauh di lubuk hatiku, Aku masih ingin agar alien, penjelajah waktu, hantu, monster, esper dan organisasi jahat itu tiba-tiba muncul. Dibandingkan dengan hidupku yang membosankan dan normal-normal saja, dunia pertunjukan yang gemerlap itu lebih menarik; Aku ingin hidup di dunia seperti itu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ingin menjadi orang yang dapat menyelamatkan gadis yang diculik alien dan dipenjarakan di benteng yang berbentuk seperti mangkok. Aku ingin menjadi orang yang menggunakan keberanian, kepandaian dan pistol laser kepercayaanku untuk melawan penjahat dari masa depan yang mencoba mengubah sejarah untuk kepentingan mereka. Aku ingin menjadi orang yang dapat mengusir setan dan monster dengan sebuah mantra, bertempur melawan mutan atau paranormal dari organisasi kejahatan dan bertempur dalam perang telepatis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, tunggu dulu, tenangkan dirimu. Jika Aku betul-betul diserang oleh alien atau apapun itu, bagaimana mungkin Aku bisa melawan mereka? Aku kan nggak punya kekuatan spesial apapun!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, gimana kalau ceritanya begini: pada suatu hari, seorang murid baru misterius pindah ke kelasku. Tapi dia itu sebenarnya adalah alien dari masa depan dan dia punya kemampuan paranormal. Saat dia sedang bertempur dengan penjahat, yang kubutuhkan hanya cara supaya Aku bisa terlibat di dalamnya. Dialah yang akan mengurus bagian bertempur dan Aku cukup menjadi pembantu yang hanya mengikutinya. Ya Tuhan, ini hebat, aku sangat pintar!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau mungkin, kalau yang tadi nggak bisa berjalan, gimana kalau begini: suatu hari, sebuah kekuatan aneh di dalamku tiba-tiba bangun, misalnya seperti telekinesis atau kemampuan supranatural lain. Aku menyadari kalau ada banyak orang lain di dunia yang juga punya kemampuan yang mirip denganku, kemudian ada sejenis kelompok paranormal yang merekrutku. Aku akan menjadi bagian dari organisasi ini dan melindungi bumi dari mutan-mutan jahat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayangnya, kenyataan itu ternyata sangatlah kejam... Tidak ada satupun murid pindahan ke kelasku. Aku juga nggak pernah melihat UFO. Ketika Aku mendatangi tempat yang katanya ada hantunya, nggak ada sesuatu apapun yang muncul. Dua jam menatap dengan tajam tidak membuat pensilku bergerak satu milimeter pun, dan melotot ke kepala teman sekelasku juga tidak mengungkapkan apa isi pikirannya kepadaku sama sekali. Aku tidak bisa berbuat apapun kecuali depresi terhadap bagaimana normalnya hukum fisika. Aku pun berhenti mencari UFO dan memperhatikan acara paranormal di TV, soalnya Aku mulai bisa meyakini kalau hal-hal tersebut adalah mustahil. Aku bahkan sampai pada titik dimana Aku bisa merasa bernostalgia terhadap hal-hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah lulus SMP, Aku benar-benar terlepas dari dunia fantasi tersebut dan menjadi satu dengan kenyataan yang ada. Tidak ada hal apapun yang terjadi pada tahun 1999, walau Aku terus berharap, walau hanya sedikit, agar sesuatu dapat; manusia tetap belum pernah kembali lagi ke bulan atau pun bisa pergi melewatinya. Kurasa, dari hal yang terlihat sekarang ini, Aku pasti sudah meninggal sebelum kamu bisa memesan tiket perjalan pulang-pergi dari bumi ke [http://en.wikipedia.org/wiki/Alpha_centauri Alpha-Centauri].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pikiran melayang tersebut di kepalaku, Aku menjadi murid SMA yang normal dan santai. Begitulah, sampai dihari Aku bertemu dengan Suzumiya Haruhi.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>V33D12AG0N</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Suzumiya_Haruhi_~_Indonesian_Version:Jilid1_Prolog&amp;diff=26388</id>
		<title>Suzumiya Haruhi ~ Indonesian Version:Jilid1 Prolog</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Suzumiya_Haruhi_~_Indonesian_Version:Jilid1_Prolog&amp;diff=26388"/>
		<updated>2008-04-06T15:20:37Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;V33D12AG0N: /* &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Suzumiya Haruhi no Yuuutsu&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Tanigawa Nagaru&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Suzumiya Haruhi no Yuuutsu&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kemurungan Suzumiya Haruhi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prolog&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kapan aku berhenti mempercayai sinterklas? Pertanyaan itu sudah tidak bisa lagi dijadikan bahan pembicaraan. Tetapi kalau kau bertanya berapa lama aku menghabiskan waktu mempercayai orang tua dengan jubah merah, aku dengan optimis mengatakan sejak awal aku tidak pernah percaya. Aku sudah tahu kalau sinterklas pada acara natal di TK itu palsu, dan sekarang kalau dipikir lagi, teman-teman sekelasku juga memiliki pengalaman yang sama setelah melihat guru kami berpura-pura menjadi sinterklas. Walaupun aku belum pernah melihat ibuku mencium sinterklas, aku sudah cukup besar untuk mencurigai keberadaan orang tua yang bekerja hanya pada malam natal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biarpun begitu, perlu beberapa waktu untuk menyadari bahwa alien, hantu, monster, dan esper dalam film anime yang penuh dengan &#039;&#039;special effect&#039;&#039; dimana ada orang-orang baik melawan organisasi jahat itu sebenarnya juga tidak ada. Tidak, tunggu, mungkin aku sebenarnya sudah menyadari hal itu, hanya aku tidak mau mengakuinya. Di dalam hati aku masih berharap alien, hantu, monster, esper, atau organisasi jahat tiba-tiba muncul di hadapanku. Dibandingkan dengan kehidupanku yang normal dan membosankan ini, dunia pertunjukkan yang gemerlap itu lebih menarik; aku juga ingin tinggal di dalam dunia itu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ingin jadi orang yang menyelamatkan gadis yang diculik oleh alien dan ditawan dalam benteng yang berbentuk seperti baskom. Aku ingin menjadi seorang yang menggunakan keberanian, kepintaran dan senjata laser andalan untuk bertarung melawan kejahatan dari masa depan yang ingin mengubah sejarah untuk kepentingan mereka sendiri. Aku ingin menjadi seseorang yang membasmi setan dan monster dengan suatu mantra, bertarung melawan mutan atau penyihir dari organisasi jahat, dan terlibat dalam pertarungan telepati!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tunggu dulu. Kalau aku benar-benar diserang alien atau apalah itu, bagaimana aku bisa bertarung melawan mereka? Aku tidak punya kekuatan istimewa sedikit pun!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau begitu, bagaimana kalau begini: suatu hari, ada seorang murid baru yang misterius pindah ke kelasku. Selain beridentitas sebagai alien atau orang masa depan, dia juga mempunyai kemampuan telepati. Ketika dia terlibat dalam suatu pertarungan dengan orang-orang jahat, yang harus aku lakukan tinggal mencari akal untuk terlibat ke dalamnya. Dia yang akan menangani semua pertarungan-pertarungan, dan aku hanya menjadi pemeran pembantu. Wah, pokoknya hebat, aku memang pintar!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau mungkin, jika itu tidak bisa, bagaimana dengan yang ini: suatu hari, kekuatan misterius dalam diriku tiba-tiba muncul, seperti telekinetik atau tenaga dalam. Aku juga menemukan banyak orang di dunia ini mempunyai kemampuan yang sama, lalu suatu perkumpulan paranormal merekrutku. Aku akan jadi anggota organisasi ini dan melindungi dunia ini dari mutan-mutan jahat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi kenyataan memang kejam! Tidak ada murid yang pindah ke kelasku. Aku belum pernah melihat UFO. Ketika aku pergi ke tempat yang katanya ada hantunya, tidak ada penampakan. Menatapi pensilku dengan intensif selama dua jam tak membuatnya bergerak satu senti pun, dan aku tak dapat membaca pikiran teman sekelasku walaupun aku menatap kepalanya selama dua jam. Aku tidak bisa apa-apa selain merasa depresi dengan bagaimana hukum-hukum fisika berlaku. Aku berhenti mencari UFO dan menonton acara TV tentang paranormal karena akhirnya aku meyakinkan diriku sendiri bahwa hal itu mustahil. Aku bahkan telah mencapai keadaan dimana aku hanya merasa nostalgia pada hal seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah lulus SMP, aku benar-benar tumbuh dewasa keluar dari dunia fantasi itu dan menjadi sama sekali sadar akan kenyataan. Tidak terjadi apa-apa pada tahun 1999, walaupun aku terus berharap, walaupun hanya sedikit, bahwa akan ada sesuatu; manusia belum kembali ke bulan atau pergi melampauinya. Kurasa, setelah melihat dari keadaan ini, aku akan telah lama mati sebelum kau bisa menulis perjalanan ulang-alik dari bumi ke alpha centauri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pikiran normal seperti itu dalam kepalaku, aku menjadi seorang murid yang normal, dan acuh tak acuh. Begitulah sebelum hari dimana aku bertemu dengan Suzumiya Haruhi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Suzumiya Haruhi no Yuuutsu&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
note: terjemahan berikut berdasarkan versi bahasa inggris baka-tsuki dan diusahakan enak dibaca(tidak baku/kaku).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak kapan Aku berhenti percaya Sinterklas? Sejujurnya, pertanyaan bodoh seperti ini benar-benar nggak ada artinya buatku. Akan tetapi, jika kamu bermaksud untuk bertanya kapan Aku berhenti mempercayai kalau orang tua berjubah merah itu Sinterklas, dengan penuh percaya diri, Aku bisa bilang: Aku nggak pernah percaya Sinterklas, sekalipun. Aku tahu kalau Sinterklas yang muncul di pesta natal TK itu adalah palsu, dan jika kupikir lagi, setiap teman sekelasku juga punya tatapan tidak percaya yang sama saat melihat guru-guru kami berpura-pura jadi Sinterklas. Walau Aku nggak pernah melihat [http://en.wikipedia.org/wiki/I_Saw_Mommy_Kissing_Santa_Claus ibuku mencium Sinterklas], Aku sudah cukup bijak untuk curiga tentang keberadaan orang tua yang hanya bekerja di malam Natal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, Aku butuh waktu yang agak lama untuk menyadari kalau alien, penjelajah waktu, hantu, monster dan esper yang seperti di dalam anime penuh efek &#039;orang baik lawan organisasi jahat&#039; itu sebenarnya tidak ada. Tidak, tunggu dulu, Aku mungkin sudah menyadarinya sebelumnya, cuma Aku nggak mau mengakuinya. Jauh di lubuk hatiku, Aku masih ingin agar alien, penjelajah waktu, hantu, monster, esper dan organisasi jahat itu tiba-tiba muncul. Dibandingkan dengan hidupku yang membosankan dan normal-normal saja, dunia pertunjukan yang gemerlap itu lebih menarik; Aku ingin hidup di dunia seperti itu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ingin menjadi orang yang dapat menyelamatkan gadis yang diculik alien dan dipenjarakan di benteng yang berbentuk seperti mangkok. Aku ingin menjadi orang yang menggunakan keberanian, kepandaian dan pistol laser kepercayaanku untuk melawan penjahat dari masa depan yang mencoba mengubah sejarah untuk kepentingan mereka. Aku ingin menjadi orang yang dapat mengusir setan dan monster dengan sebuah mantra, bertempur melawan mutan atau paranormal dari organisasi kejahatan dan bertempur dalam perang telepatis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, tunggu dulu, tenangkan dirimu. Jika Aku betul-betul diserang oleh alien atau apapun itu, bagaimana mungkin Aku bisa melawan mereka? Aku kan nggak punya kekuatan spesial apapun!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, gimana kalau ceritanya begini: pada suatu hari, seorang murid baru misterius pindah ke kelasku. Tapi dia itu sebenarnya adalah alien dari masa depan dan dia punya kemampuan paranormal. Saat dia sedang bertempur dengan penjahat, yang kubutuhkan hanya cara supaya Aku bisa terlibat di dalamnya. Dialah yang akan mengurus bagian bertempur dan Aku cukup menjadi pembantu yang hanya mengikutinya. Ya Tuhan, ini hebat, aku sangat pintar!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau mungkin, kalau yang tadi nggak bisa berjalan, gimana kalau begini: suatu hari, sebuah kekuatan aneh di dalamku tiba-tiba bangun, misalnya seperti telekinesis atau kemampuan supranatural lain. Aku menyadari kalau ada banyak orang lain di dunia yang juga punya kemampuan yang mirip denganku, kemudian ada sejenis kelompok paranormal yang merekrutku. Aku akan menjadi bagian dari organisasi ini dan melindungi bumi dari mutan-mutan jahat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayangnya, kenyataan itu ternyata sangatlah kejam... Tidak ada satupun murid pindahan ke kelasku. Aku juga nggak pernah melihat UFO. Ketika Aku mendatangi tempat yang katanya ada hantunya, nggak ada sesuatu apapun yang muncul. Dua jam menatap dengan tajam tidak membuat pensilku bergerak satu milimeter pun, dan melotot ke kepala teman sekelasku juga tidak mengungkapkan apa isi pikirannya kepadaku sama sekali. Aku tidak bisa berbuat apapun kecuali depresi terhadap bagaimana normalnya hukum fisika. Aku pun berhenti mencari UFO dan memperhatikan acara paranormal di TV, soalnya Aku mulai bisa meyakini kalau hal-hal tersebut adalah mustahil. Aku bahkan sampai pada titik dimana Aku bisa merasa bernostalgia terhadap hal-hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah lulus SMP, Aku benar-benar terlepas dari dunia fantasi tersebut dan menjadi satu dengan kenyataan yang ada. Tidak ada hal apapun yang terjadi pada tahun 1999, walau Aku terus berharap, walau hanya sedikit, agar sesuatu dapat; manusia tetap belum pernah kembali lagi ke bulan atau pun bisa pergi melewatinya. Kurasa, dari hal yang terlihat sekarang ini, Aku pasti sudah meninggal sebelum kamu bisa memesan tiket perjalan pulang-pergi dari bumi ke [http://en.wikipedia.org/wiki/Alpha_centauri Alpha-Centauri].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pikiran melayang tersebut di kepalaku, Aku menjadi murid SMA yang normal dan santai. Begitulah, sampai dihari Aku bertemu dengan Suzumiya Haruhi.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>V33D12AG0N</name></author>
	</entry>
</feed>