<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="en">
	<id>https://www.baka-tsuki.org/project/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=ZakkariaChristo</id>
	<title>Baka-Tsuki - User contributions [en]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://www.baka-tsuki.org/project/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=ZakkariaChristo"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Special:Contributions/ZakkariaChristo"/>
	<updated>2026-05-03T22:08:25Z</updated>
	<subtitle>User contributions</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.1</generator>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Jilid_1&amp;diff=459821</id>
		<title>HEAVY OBJECT:Jilid 1</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Jilid_1&amp;diff=459821"/>
		<updated>2015-08-29T15:17:46Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: Created page with &amp;quot;&amp;lt;gallery&amp;gt; Image:Heavy_Object_v01_002.jpg|&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Tampilan Sampul Depan&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; Image:Heavy_Object_v01_003.jpg|&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Tampilan Sampul Belakang&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; Image:Heavy_Object_v01_004.jpg|&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Ilustrasi...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&amp;lt;gallery&amp;gt;&lt;br /&gt;
Image:Heavy_Object_v01_002.jpg|&#039;&#039;&#039;Tampilan Sampul Depan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Heavy_Object_v01_003.jpg|&#039;&#039;&#039;Tampilan Sampul Belakang&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Heavy_Object_v01_004.jpg|&#039;&#039;&#039;Ilustrasi Berwarna 1&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Heavy_Object_v01_005.jpg|&#039;&#039;&#039;Isi&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Heavy_Object_v01_006.jpg|&#039;&#039;&#039;Ilustrasi Berwarna 2&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Heavy_Object_v01_007.jpg|&#039;&#039;&#039;Ilustrasi Berwarna 3&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Heavy_Object_v01_008.png|&#039;&#039;&#039;Halaman 009&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Heavy_Object_v01_026.jpg|&#039;&#039;&#039;Halaman 027&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Heavy_Object_v01_050.jpg|&#039;&#039;&#039;Halaman 051&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Heavy_Object_v01_070.jpg|&#039;&#039;&#039;Halaman 071&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Heavy_Object_v01_106.png|&#039;&#039;&#039;Halaman 107&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Heavy_Object_v01_142.jpg|&#039;&#039;&#039;Halaman 143&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Heavy_Object_v01_168.png|&#039;&#039;&#039;Halaman 169&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Heavy_Object_v01_196.jpg|&#039;&#039;&#039;Halaman 197&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Heavy_Object_v01_225.jpg|&#039;&#039;&#039;Halaman 226&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Heavy_Object_v01_248.jpg|&#039;&#039;&#039;Halaman 249&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Heavy_Object_v01_270.jpg|&#039;&#039;&#039;Halaman 271&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Heavy_Object_v01_286.jpg|&#039;&#039;&#039;Halaman 287&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Heavy_Object_v01_325.png|&#039;&#039;&#039;Halaman 326&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/gallery&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Prolog ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya perang tak pernah selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau dunia ini telah mencapai zaman di mana perkembangan dunia telah masuk ke dalam sudut paling dalam planet bumi, laser berkekuatan &lt;br /&gt;
tinggi yang bisa dengan mudah meluncurkan pesawat ulang-alik, dan beberapa orang berkuasa yang mempunyai vila di bulan, namun sepertinya &lt;br /&gt;
ada lubang kosong yang tak terisi di hati manusia. Yah, walau perusahaan penyuplai yang menjual “kenyamanan” dan “kebahagiaan” dalam &lt;br /&gt;
bentuk digital itu tidak biasa, walau begitu, hal sederhana yang membawa konflik di antara manusia tidak bisa dilepaskan dari jiwa &lt;br /&gt;
mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah berubahnya Hukum Perang dengan munculnya senjata baru adalah salah satu bentuk penyelamat bagi umat manusia? Atau apakah nilai &lt;br /&gt;
moral kita sebagai manusia telah menurun? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, tentu saja ada perubahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang yang begitu percaya pada aksi pembunuhan mereka juga berubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu semua berkat sebuah senjata yang bernama Object. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian tubuh utama dari senjata ini memiliki tinggi 50 meter sementara senapan yang ditambahkan pada benda itu juga tak kalah besarnya. &lt;br /&gt;
Keberadaannya membuat seni berperang harus ditulis ulang. Jumlah pasukan besar tak lagi saling membunuh di dalam medan perang. Begitu, &lt;br /&gt;
yang paling penting dari perang adalah memposisikan Object di medan perang dalam kondisi yang sangat sempurna. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tank, pesawat tempur, dan semua senjata yang menjadi aktor paling penting dalam perang menjadi barang antik dari zaman baheulah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senapan mesin, bom, dan rudal tak lebih dari peluru kacang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah betapa kuatnya Object itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat sebuah negara kepulauan menampilkan jenis pertama dari senjata itu, seluruh dunia menakutinya dan membentuk sebuah persekutuan yang &lt;br /&gt;
terdiri dari 14 negara meluncurkan serangan kejutan gabungan kepada prototipe Object itu... Object mengalahkan mereka semua. Di akhir &lt;br /&gt;
perang, sebuah serangan nuklir diluncurkan dari Samudera Pasifik, namun bagian saat Object menenggelamkan armada angkatan laut sekutu dan &lt;br /&gt;
setengahnya yang meleleh seperti es di bawah terik matahari tertulis di semua buku sejarah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Negara kepulauan itu menjadi ujung tombak dalam pengembangan Object dan sangat jelas betapa kuatnya Object itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak disangka, Object kemudian memiliki sinonim yang sama dengan perang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu bagaimana dengan yang lain?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;&#039;Bagian 1: Tentara Berpangkat Rendah yang Mengalahkan Gulliver &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran di Salju Alaska yang Membeku&#039;&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Part 1 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, perang tak lebih dari pertempuran antar Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keberadaan manusia yang membawa senapan yang dipegang dengan hati-hati tidak bisa melakukan apapun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika puluhan ribu tentara atau ratusan ribu tentara berkumpul dengan puluhan ton tank dan pesawat tempur disiapkan, monster &lt;br /&gt;
setinggi 50 meter itu akan menyapu bersih mereka semua. Beberapa Object masih tetap bisa bergerak bahkan setelah diserang rudal nuklir &lt;br /&gt;
jadi akan sangat gila jika mencoba melawan mereka secara langsung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa semua pihak menyerahkan peran utama dalam perang kepada Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menyerahkan peran itu kepada monster itu, semua orang dapat dengan mudah melihat dari sisi aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa 800 orang yang berada di dalam zona markas ini, yang khusus menangani masalah perawatan, berada sangat nyaman dan santai &lt;br /&gt;
ketika berada di tengah garis depan pertempuran. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Area ini dikenal dengan nama base, tapi yang mereka lakukan hanyalah merawat Object dan melihat apakah ada sesuatu yang rusak atau tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keberadaan manusia hanya digunakan untuk menjaga senjata super besar itu saat sedang dirawat selama waktu yang singkat ini dan kemudian &lt;br /&gt;
mereka akan mendapat gelar kehormatan karena telah menjaga negara mereka dengan nyawa mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan Object yang berada di sini, mereka tentu sangatlah aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object yang melindungi mereka seperti sebatang pohon yang tumbuh semakin besar. Hanya dengan melihatnya, Object akan mengalahkan musuhnya &lt;br /&gt;
satu per satu. Para tentara berpendapat bahwa semua itu adalah hasil dari kerja zona base dan merasa bahwa mereka semua harus diberi &lt;br /&gt;
bayaran, lalu rekening mereka akan penuh dengan uang yang dibayarkan oleh pajak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenyataannya, perang diselesaikan oleh Object sendirian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama Object ada di sana, hidup dan masa depan mereka akan terjamin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu karena mereka merasa akan jatuh ke dalam kepanikan massal jika melihat Object yang berada di zona base terbakar dan meledak dalam api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada zaman ini, perang tak lebih dari pertempuran antara Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti kekalahan dari sebuah Object menandakan bahwa musuh juga memiliki sebuah Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badai salju Alaska yang putih membentuk sebuah pemandangan, tapi mereka masih bisa melihat merahnya api dan asap hitam yang membumbul ke &lt;br /&gt;
langit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kursi pelontar menembakkan tubuh seorang pilot perempuan keluar dari dalam kokpitnya ke langit, tapi tak akan ada orang yang akan &lt;br /&gt;
menyelamatkannya karena dia adalah seorang pecundang yang telah kalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada sebuah hal penting yang melintas di pikiran mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di zaman ini, perang tak lebih dari pertarungan antara Object. Keberadaan tank, pesawat, dan berbagai jenis senjata lainnya yang &lt;br /&gt;
digunakan pada zaman sebelumnya hanya akan membuat pasir yang terinjak di hadapan sebuah monster setinggi 50 meter bernama Object ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang setelah Object mereka dihancurkan, Object milik musuh dapat bergerak dengan bebas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sederhana saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka semua akan dibantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembakan senjata yang membabi-buta akan menghancurkan daging, tulang, dan organ tubuh mereka ke udara di dalam pembantaian tanpa harapan &lt;br /&gt;
ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada yang bisa dilakukan selain melarikan diri. Tapi walau mereka melarikan diri, akan menjadi sebuah keajaiban jika ada sepuluh dari &lt;br /&gt;
total tentara yang ada di dalam base itu yang bisa hidup. Tak ada satu orang pun yang mengikuti perintah paling penting dalam perang – &lt;br /&gt;
untuk berdiri di tempat mereka dan menjaga garis pertahanan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah permainan neraka telah dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sebuah permainan yang sangat mengerikan antara monster setinggi 50 meter dengan manusia yang sangat kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Part 2 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu hari yang biasa, seorang anak laki-laki bernama Quenser sedang berdiri di area Alaska yang bersalju. Dia berada di dalam markas yang khusus melakukan perawatan bagi sang raksasa, Object. Perawakan Quenser berbeda dari penampilan tentara pada umumnya. Dalam pandangan mata, dia tidak memiliki otot yang dibutuhkan oleh seorang tentara. Quenser memiliki bentuk tubuh seorang siswa yang sedang belajar di sebuah negara yang aman. Juga, dia bisa dengan mudahnya menjadi wanita jika ia memakai celana pendek atau rok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada kenyataannya, kesan pertama yang terlihat itu tidak sepenuhnya benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lengannya yang ia gunakan untuk menggali salju ini dengan sekop bergetar karena kelelahan dan myalgia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial!! Sebenarnya apa tujuan pekerjaan kita ini!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang sedang kesal dan kemudian menyerah itu berdiri di sebelah Quenser. Quenser nampak terkejut dan prajurit laki-laki itu &lt;br /&gt;
melemparkan sekopnya ke bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kan ada beberapa jenis tentara. Sedangkan aku adalah seorang prajurit yang bekerja sebagai analis rada untuk mengecek spesifikasi Object &lt;br /&gt;
musuh untuk mencari kelemahannya. Aku tidak bergabung dengan tentara untuk menggali lubang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prajurit pintar itu bernama Heivia. Walau Quenser tidak memiliki kemampuan di bidang otak dan pikiran, dia bisa bergaul dengan wajar &lt;br /&gt;
dengan Heivia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Yah... kita kan sama-sama mirip.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pikiran yang ragu, Quenser berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku bukannya enggak ada pilihan. Semua pertempuran dilakukan oleh Object, tapi orang-orang di tempat aman di sana tidak ingin uang pajak &lt;br /&gt;
mereka tidak menghasilkan apapun. Waktu aku menonton CS News, aku melihat konselor Flide sedang berkampanye mengenai penurunan pajak &lt;br /&gt;
untuk mendapatkan suara di pemilu yang akan datang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itulah yang aku maksudkan dari tadi,” kata Heivia. “Bahkan orang-orang di negara kita tahu kalau menggali di tempat bersalju seperti ini &lt;br /&gt;
untuk merawat landasan pacu tidak ada gunanya. Aku sangat mual kalau berpikir ini hanya untuk pencitraan saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, pesawat fighter tidak akan berarti di hadapat Object. Di dalam perang sesungguhnya, Object sudah menghancurkan 1500 pesawat dan aku &lt;br /&gt;
sangat yakin bahwa mereka semua sudah melupakan jumlah pesawat yang hancur itu sekarang.” Quenser menancapkan sekopnya ke tanah dan &lt;br /&gt;
menyandarinya dengan kedua tangannya di belakang. “Lagi pula Object menggunakan anti air-laser yang ditenagai oleh reaktor bertenaga &lt;br /&gt;
tinggi. Figther mungkin bisa terbang sampai Mach 2 atau Mach 3 tapi tidak akan mempan terhadap kecepatan cahaya. Saat Object sudah &lt;br /&gt;
mengunci targetnya, mereka pasti tertembak jatuh. Aku dengar kalau unit lapis baja yang dikatakan di kelas sejarah selamat karena debu &lt;br /&gt;
dan kotoran dan benda-benda lainnya di dekat pantulan laser itu, tapi &lt;br /&gt;
.........................................................................”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benda itu adalah monster setinggi 50 meter yang masih bisa bergerak bahkan setelah diserang nuklir. Pesawat tempur bagi Object tak lebih &lt;br /&gt;
dari burung kecil dan granat bagi benda itu. merawat landasan pacu seperti ini hanya membuang-buang tenaga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, aku dengar pilot terbaik dari unit angkatan udara cuma berjaga-jaga di dalam kokpit mereka sambil mendengarkan radio. Tapi aku ragu &lt;br /&gt;
tank-tank dari unit lapis baja bisa lebih berguna dari mereka.... dan mengenai menaikkan permukaan landasan pacu ini. Apakah mereka tidak &lt;br /&gt;
bisa memasang sekop raksasa di tank-tank itu dan mengerjakannya dalam sekali kerja?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Lalu apa yang kita lakukan ini....?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Well, aku lebih memilih pekerjaan ini daripada harus bertarung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu bukan kata-kata yang boleh diucapkan seorang prajurit kau tahu, tapi aku harus setuju denganmu,” kata Heivia sang prajurit yang &lt;br /&gt;
setuju dengan apa yang dikatakan Quenser yang berasal dari rakyat sipil. “Kita bisa saja meninggalkan semua masalah perang ini kepada &lt;br /&gt;
Object. Kehilangan nyawa di dalam perang rasanya tidak ada gunanya lagi. Kita tinggal melihat dari jauh dan melihat Object membawa &lt;br /&gt;
oleh-oleh kemenangannya. Orang-orang seperti kita yang ingin ikut berperang tidak akan ada artinya lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau seorang bangsawan, Heivia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, jadi aku harus kelu dari sini dan menjadi seorang ‘prajurit yang terhormat’ untuk menunjukkan kemampuanku untuk menjadi kepala &lt;br /&gt;
keluarga berikutnya di keluargaku. Sebenarnya, kalau aku tinggal di markas saja selama tiga tahun, aku bisa menghabiskan hidupku di dalam &lt;br /&gt;
rumah mewah dan besar bersama dengan banyak pelayan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya Quenser tidak begitu menikmati hidup yang damai seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya kau juga punya cita-cita sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, tidak sepertimu, aku hanya orang biasa. Aku harus mencari pekerjaan. Makanya aku mendaftar sebagai Tamtama di sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau berharap bisa menjadi desainer Object?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Belajar di tempat di mana Object ada katanya adalah jalan tercepat untuk mendapatkan kekayaan. Jadi kalau aku bertahan di sini selama &lt;br /&gt;
tiga tahun, aku bisa mendapat pendidikan terbaik yang bisa didapat. Lalu aku bisa mendapat uang dan mendapat gelar ‘orang suci yang &lt;br /&gt;
membantu pahlawan’ dengan membangun dan menjual Object kepada para pahlawan itu untuk dipiloti.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tamtama yang berhasil akan sangat dipuji oleh orang-orang karena ada batasan yang dilewati oleh mereka. karena mereka semua tidak &lt;br /&gt;
menjalani latihan sebagai seorang tentara, aku dengar banyak dari mereka yang mundur karena sakit dan kerja berlebihan. Mendengar itu &lt;br /&gt;
semua membuatku ingat kalau ini adalah perang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngomong-ngomong, apa kau menjalani latihan perang, Heivia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, aku dapat latihan gaya lama saat aku mendaftar dulu. Sepertinya mereka ingin membuat tentara berotot dan memberi jiwa camaraderie &lt;br /&gt;
selama 5 bulan latihan, tapi aku berakhir tanpa hasil. Aku belum pernah terjun ke perang sesungguhnya sejak aku melapor ke markas ini, &lt;br /&gt;
bahkan kemampuan bela diriku sepertinya semakin tidak terasah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sebenarnya sangat senang dapat menjalani hidup yang mengajarkan kita untuk tidak bertarung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya itu bukan kata-kata yang bagus bagi seorang prajurit, tapi sekali lagi aku setuju dengan apa yang kau katakan.” Merasa lelah &lt;br /&gt;
dengan apa yang mereka perbincangkan, Heivia mengganti subjek pembicaraan mereka. “Ransum bernutrisi dari militer ini rasanya sangat &lt;br /&gt;
datar dan menjijikkan. Apa yang sebenarnya orang pikirkan sih? .... Ini lebih mahal dari daging tapi rasanya lebih buruk. Aku sangat &lt;br /&gt;
tidak tahan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya mereka membuat itu agar para tentara semangat para tentara tidak berubah hanya karena apa yang mereka makan hari itu? &lt;br /&gt;
orang-orang memiliki selera yang berbeda soal makanan, jadi mereka tidak bisa membuat makanan yang orang banyak sukai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi mereka memberi kita makanan yang membuat kita membencinya? Brengsek!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Makanan itu dibayar dari uang pajak, jadi kamu enggak usah komplain. Aku rasa menangkap seekor rusa dan memanggangnya dengan sedikit &lt;br /&gt;
garam lebih baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser membuat komentarnya keluar jalur, tapi membuat Heizia terpaku di tempat itu dengan beberapa alasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melihat Quenser dengan rasa sangat kagum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Kau benar-benar seorang Tamtama. Kau sangat jenius.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hey.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau benar. Kalau kita tidak bisa memakan makanan yang enak, kita tinggal cari makanan yang enak sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Part 3 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan pada akhirnya, Heivia membuang sekopnya dan mengambil senapannya, dan menuju keluar dari markas. Sebuah hutan conifer yang diliputi &lt;br /&gt;
oleh salju putih mengelilingi area itu. Itu adalah sebuah kawasan alami yang lebih diinginkan oleh seekor hewan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser juga ikut dengan Heivia, tapi dia tidak membawa senapan yang diberikan oleh Heivia tadi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo kita kembali. Atasan kita pasti mencari kita kalau kita tidak kembali. Aku rasa aku bisa mendengar mereka mencari kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayolah, aku tahu kau lebih memilih potongan daging yang empuk daripada ransum rasa jeli bensin itu kan. Dan aku tidak mengerti kenapa &lt;br /&gt;
mereka bangga padamu kalau berhasil menembak musuh sementara mereka akan sangat marah jika kita menembak seekor hewan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu karena peluru itu tidak gratis. Mereka menggunakan uang pajak untuk membeli peluru itu untuk membunuh musuh, jadi aku rasa mereka &lt;br /&gt;
tidak ingin mensia-siakannya,” kata Quenser, tapi Heivia nampak tidak mendengarkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berjalan semakin jauh ke dalam hutan yang lebat ini mengikuti jejak rusa yang tertinggal di salju ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...aku tidak bisa membiarkan hal ini...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengambil lagi senapannya dan duduk di sebuah batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melihat markas perawatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun dia tidak melihat sebuah bangunan dari semen. Markas tempat Quenser bekerja adalah sebuah markas bergerak, jadi benda itu memiliki &lt;br /&gt;
banyak sekali kendaraan di dalamnya. Markas itu jauh lebih besar daripada truk trailer. Markas tentara, menara kontrol radar, dan semua &lt;br /&gt;
posisi penting ada di dalam markas bergerak itu. Bahkan tempat perawat Object terdiri dari puluhan truk besar itu yang berjejer sepanjang &lt;br /&gt;
puluhan meter. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah beberapa aspek dari Hukum Perang yang diganti oleh Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daripada diam di suatu tempat, lebih efektif jika sebuah markas militer bisa mudah berpindah tempat untuk membawa Object ke mana pun ia &lt;br /&gt;
dibutuhkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser merasa bahwa ia telah memasuki era baru. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Atasanku pasti sedang duduk manis di dalam ruangan mereka dengan dekorasi ala militer yang hangat sambil meminum kopi untuk menunggu &lt;br /&gt;
Object kembali.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, menggerutu saja tidak akan bisa menahan hawa menusuk Alaska dan Heivia benar tentang dirinya bahwa Quenser juga sudah lelah dengan &lt;br /&gt;
makanan yang tidak ada rasanya seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser merogoh kantung seragam militernya yang masih belum terbiasa ia pakai. Dia mengambil peralatan P3K yang selalu ia bawa dan sebuah &lt;br /&gt;
pisau yang dia tidak tahu bagaimana cara menggunakannya. Peralatan itu semua dibutuhkan untuk merawat luka sekaligus sebagai alat untuk &lt;br /&gt;
membuat api dan menangkap ikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Bahkan di era di mana Object menyelesaikan semuanya, benda ini adalah pemborosan pajak.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat disimpan, pancingan itu hanya sepanjang bolpoin, tapi saat dipanjangkan bisa memiliki panjang hingga 50 sentimeter dan terlihat &lt;br /&gt;
seperti tongkat untuk menangkap wakasagi. Namun, benda itu terbuat dari karbon atau apalah itu sehingga memiliki kekuatan dan &lt;br /&gt;
fleksibilitas yang tidak bisa diragukan lagi. Daripada umpan , peralatan ini memiliki beberapa jenis umpan . Sepertinya menggunakan &lt;br /&gt;
mereka menggunakan beberapa cara agar tidak menghabiskan umpan untuk memancing ikan saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengelilingi tempat itu sebentar dan melihat sebuah sungai kecil. Dia menghancurkan permukaan sungai yang membeku dan mengulur &lt;br /&gt;
senar pancingnya di dalam sungai itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh, hari ini sangat damai,” guman dirinya sendiri walau sebenarnya dia sekarang berada di garis depan sebuah perang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Part 4 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, seorang tamtama amatir seperti dirinya tidak bisa menggunakan sebuah peralatan bertahan hidup begitu mudahnya. Masih sebuah &lt;br /&gt;
pertanyaan apakah Quenser bisa menangkap seekor ikan dengan sebuah alat pancing sederhana. Jadi bukan sesuatu yang mengherankan jika dia &lt;br /&gt;
tidak mendapatkan apapun meski harus menunggu sangat lama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendengar suara tembakan tak jauh dari situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja itu bukanlah musuh yang sedang mendekat; itu adalah Heivia yang sedang berburu Rusa, dengan harapan bahwa ia iba mendapat &lt;br /&gt;
makan malam yang lebih baik. Di zaman dan era seperti ini, melihat seorang prajurit yang memiliki nafsu yang tinggi untuk menyerang &lt;br /&gt;
pangkalannya sendiri yang sedang melakukan perawatan monster bernama Object sepertinya sangat tidak logis. Ibaratnya seperti mencoba &lt;br /&gt;
menghancurkan dinding dari bungker nuklir dengan menendangnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser sedang berguman saat itu, ia mendengar suara langkah kaki yang berderap di atas salju. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang sedang terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berputar dan melihat seorang perempuan yang terlihat bingung. Perempuan itu umurnya sekitar 14 tahun dan bahkan terlihat sangat tidak &lt;br /&gt;
cocok sebagai tamtama dibandingkan Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memiliki rambut pirang yang bergelombang yang panjangnya sampai bahunya dan kulitnya putih. Daripada biru, matanya itu berwarna biru &lt;br /&gt;
langit muda dan pandangannya jauh melihat ke arah lain jadi Quenser tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh perempuan itu sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lekuk tubuhnya sangat langsing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perempuan itu memiliki pertanyaan terkait dengan suara tembakan senjata api itu daripada apa yang sedang dilakukan oleh Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser memberikan jawabannya secara tiba-tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita berniat membuat barbekyu malam ini. Aku bertanggung jawab dengan Salmon dan Heivia bertanggung jawab dengan Rusa. Mungkin memang &lt;br /&gt;
aku yang berpikir tentang acara ini, tapi aku tidak tahu apakah daging Rusa itu cukup bagus. Aku tidak pernah mencobanya sebelumnya, jadi &lt;br /&gt;
aku agak tidak yakin. Aku harap rasanya tidak terlalu aneh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Kau akan cepat mati kalau tidak memakan sayuran.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perempuan itu menghela napasnya seperti orang yang baru saja membuka sebuah kotak dan menemukan sesuatu yang sangat tidak menarik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mau pergi ke mana, putri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau mencoba membuatku marah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Emosi perempuan itu biasanya tidak cepat berubah, tapi kali ini sepertinya dia merasa terganggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Quenser dan perempuan itu sebenarnya memiliki hubungan yang sulit untuk diungkapkan. Perempuan itu jarang berbicara dengan &lt;br /&gt;
dirinya. Quenser ragu bahwa akan ada suatu saat nanti dia mampu berkomunikasi dengan perempuan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi pula, perempuan itu adalah seorang Elit, dia adalah seorang pilot dari sebuah senjata bernama Object. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy_Object_v01_026.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser sedang bekerja di markas perawatan di Alaska, dia sempat bertukar sapa dengan perempuan itu, tapi dia ragu bahwa alasan itu &lt;br /&gt;
cukup untuk membuat mereka berteman. Posisi mereka terlalu jauh. Quenser hanyalah seorang tamtama biasa sementara perempuan itu memiliki &lt;br /&gt;
posisi yang sangat jarang dimiliki oleh orang lain bahkan di dalam satu negara sekalipun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak seperti Quenser dan orang lain, dia mengenakan sebuah pakaian yang khusus dikenakan oleh seorang pilot Elit. Pakaiannya sangat &lt;br /&gt;
sulit untuk dijelaskan. Pakaiannya sangat berbeda dari seragam kemiliteran lainnya. Warna utamanya adalah biru indigo dan pakaian itu &lt;br /&gt;
sangat ketat dimulai dari leher hingga menutupi lengan dan kakinya. Sepatu bot dan sarung tangan yang ia kenakan sepertinya memang &lt;br /&gt;
menempel dengan pakaian itu dan tersambung dengan pengikat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, dia mengenakan sebuah rompi pelindung untuk melindungi bagian dadanya dan sebuah kantong yang melebar seperti rok mini. &lt;br /&gt;
Sepertinya, bagian bawah rompi dan bagian atas kantong itu saling terhubung saat dia mempiloti Object. Seperti sebuah tradisi yang &lt;br /&gt;
diturunkan dari generasi ke generasi, bagian lehernya memiliki model kerah seragam pelaut yang memiliki model yang sama dengan seragam &lt;br /&gt;
sekolah tertentu dari sebuah negara yang aman. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pakaian itu tahan air dan bisa dikenakan saat berada di bawah air dan akan menghentikan pendarahan ke bagian bawah tubuhnya menekan &lt;br /&gt;
fungsi otak yang memiliki fungsi yang sama dengan seragam pilot angkatan udara. Pakaian seorang pilot Object terlihat sangat berbeda dari &lt;br /&gt;
seragam yang lain; bahkan melewati model-model seragam militer yang lazim. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengingat saat-saat di mana dia pertama kali melihat mata biru langit itu di area perawatan. Saat pertama kali melihatnya ia &lt;br /&gt;
berpikir bahwa matanya itu benar-benar bercahaya, tapi ia salah. Saat mempiloti Object, sebuah sinar inframerah digunakan untuk mengikuti &lt;br /&gt;
gerak matanya untuk data masukkan peralatan. Pancaran panjang dari laser itu membuat warna asli mata birunya semakin muncul dan menjadi &lt;br /&gt;
agak pucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pencahayaan itu bukanlah hal buruk yang harus dimaklumi dari kerusakan pupilnya karena sinar laser itu. Malah itu adalah sebuah &lt;br /&gt;
pengembangan yang membuat laser bisa bekerja semakin efektif, jadi matanya tidak akan menjadi lebih pucat lagi jika telah mencapai titik &lt;br /&gt;
tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perempuan memutar mata bercahayanya itu yang menandakan bahwa ia adalah seorang pilot Elit dari Object ke arah Quenser dan berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Object sedang dirawat. Jadi aku tidak punya pekerjaan lain dan akhirnya aku ingin berjalan-jalan di sekitar pangkalan. Saat itulah aku &lt;br /&gt;
mendengar suara tembakan api.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Oh, sial. Kau bisa mendengarnya dari arah markas? Mungkin kita bantalan dapat hadiah dari atasan nanti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perempuan tua itu berteriak sesuatu tentang ‘anak bodoh itu’ yang melarikan diri dan membuang kesempatan emas untuk mempelajari sesuatu &lt;br /&gt;
sejak Object sedang menjalani perawatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, sial! Ini lebih buruk dari yang aku pikirkan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mulai lari ke arah markas, tapi kemudian...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Tidak, tunggu. Kalau kita pergi sekarang, aku masih tetap dapat tegurannya, jadi pilihanku sekarang adalah kembali dengan tangan &lt;br /&gt;
kosong atau dimarahi dengan salmon hasil tangkapanku... begitu ya. Oke, aku tidak akan kembali sebelum mendapat salmon bahkan jika aku &lt;br /&gt;
harus mati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau bertingkah sedikit lebih dewasa dan tidak berpikir untuk  melakukan hal itu, mereka juga tidak akan sering marah padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser berbalik dan kembali ke tongkat pancingannya dan perempuan itu melihat dengan muka yang terkejut. Tak jelas apa sebenarnya &lt;br /&gt;
keinginan dari putri itu, apa ia memang tidak ada sesuatu untuk dilakukan atau dia memang tak terbiasa dengan seseorang yang bukan &lt;br /&gt;
prajurit biasa (bagi seorang prajurit, menmpilot Object merupakan urusan hidup atau mati, jadi mereka berusaha menjaga dari gadis elit &lt;br /&gt;
itu agar tidak terjadi hal buruk yang tidak diinginkan) karena dia melanjutkan keluyurannya di luar markas. Ini tidak sama seperti saat &lt;br /&gt;
Quenser membantu perawatan karena mereka lalu akan berbicara masalah bisnis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Apa ini berarti putri itu juga tidak tahan dengan ransum, makanya dia tertarik dengan salmon ini?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser tidak berani mengungkapkan apa yang dia pikirkan sekarang karena dia tahu bahwa hal ini pasti akan membuat gadis itu tidak nyaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser ingin melanjutkan perbincangan mereka dengan mencari topik baru, tapi gadis itu ternyata memulai duluan tanpa sempat Quenser &lt;br /&gt;
berpikir topik apa yang ingin dia bicarakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu ke sini buat belajar tentang Object, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar. Kalau aku bisa bertahan dengan membantu perawatan Object di sini selama tiga tahun, aku pasti akan mendapat kesuksesan saat aku &lt;br /&gt;
pulang nanti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa harus markas ini?” tanya gadis itu dengan rasa penasaran. “Kau tahu kan jenis Object apa yang aku pilot di markas ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah Object Multifungsi Guna dan Wilayah. ...Dengan kata lain, Object jenis ini bisa digunakan secara bebas di segala tempat di &lt;br /&gt;
muka bumi dan dalam kondisi apapun. Object ini adalah jenis paling standar dari senjata raksasa ini dan bisa bergerak di laut dan darat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Standar sebenarnya bukan kata yang cocok; itu istilah lama.” Gadis itu menghela napasnya. “Object Generasi kedua tidak seperti yang &lt;br /&gt;
diklaim bisa bekerja di mana saja. Sebuah Object dikembangkan untuk bertarung di gurun pasir tanpa banyak pikiran untuk bertarung di mana &lt;br /&gt;
saja akan mengalahkan Object normal di pertempuran gurun pasir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah teori yang berkembang dan menyebar pertama kali di industri manufaktur Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Object pertama muncul di pertempuran, Object Multi wilayah yang bisa bertempur di segala medan di dunia ini adalah raja monster &lt;br /&gt;
tanpa musuh alami. Namun, saat Object lain mulai muncul di muka bumi ini, situasi mulai berubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Model Multi wilayah yang bisa bergerak bebas di mana saja memang tidak memiliki kelemahan yang terlihat, tapi juga ini berarti ia tidak &lt;br /&gt;
memiliki kekuatan yang nyata. Saat situasi berganti di mana Object melawan senjata biasa ke Object melawan Object, pertanyaannya adalah &lt;br /&gt;
bagaimana caranya membuat satu-satunya Object yang bisa berdiri di garis depan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang berusaha menjawabnya dengan membuat sebuah Object yang memiliki kekuatan yang tidak terhingga bahkan jika harus menghancurkan &lt;br /&gt;
keseimbangan fungsionalitasnya. Setelah itu, Object itu akan bisa bergerak di wilayah manapun Object itu berada, memberikannya keuntungan &lt;br /&gt;
untuk bergerak melawan Object yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Di sini, di Alaska, sama saja. Kita punya sebuah Object tanpa kelemahan dan mereka memiliki Object dengan kekuatan yang tak terhingga. &lt;br /&gt;
Di wilayah bersalju ini, Object yang aku naiki tidak memiliki kesempatan menang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kau tetap menaiki Object itu putri, benar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku tidak memiliki pilihan lain,” gadis yang dikenal dengan seorang pilot elit berkata dengan sangat ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua monster setinggi 50 meter itu kini telah menjadi “model generasi lama” karena perkembangan senjata yang lebih maju, tapi tentu saja &lt;br /&gt;
tidak semua orang bisa menjadi seorang elit yang bisa mempiloti Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka adalah orang yang telah memenuhi syarat yang telah ditentukan oleh Tentara dengan menggunakan syarat-syarat yang mereka buat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juga, manusia bagi sebuah Object hanyalah sebuah terminal yang mengontrol Object setelah mereka memiliki kemampuan yang telah &lt;br /&gt;
dikembangkan yang dengan mudah bisa melewati standar kejeniusan dengan sifat alami mereka yang telah secara artifisial diasah, &lt;br /&gt;
diperhalis, dan diperkuat dengan bantuan obat-obatan kimia dan berbagai alat elektronik untuk menyamakan diri mereka dengan sebuah Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah seorang Elit berhasil dikembangkan, takdir mereka telah terhubung dengan Object itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Elit tidak bisa mempiloti Object selain Object yang telah dicocokkan dengan dirinya. Faktanya, tidak salah jika menyebut Elit &lt;br /&gt;
adalah seorang yang otaknya telah ditunifikasi untuk Object tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elit hanya bisa mempiloti Object yang dikembangkan bagi diri mereka sendiri atau Object lain yang telah dikembangkan dari turunan diagram &lt;br /&gt;
pohon yang sama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau begitu, apa yang akan terjadi jika tipe Object yang kau pakai telah menjadi model yang usang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mungkin tidak akan bisa menang,” gadis Elit yang mempiloti Object tak terlihat itu tiba-tiba berkata seperti ini. “Aku mungkin tidak &lt;br /&gt;
akan bertahan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Otak gadis itu telah mengalami perubahan otak yang telah ditunifikasi untuk hanya mempiloti Object tertentu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagi seseorang yang telah bekerja di bagian perawatan Object seharusnya kau tahu itu. Jadi kenapa kau datang kemari?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena aku menilai sesuatu secara berbeda,” jawab Quenser setelah berpikir sebentar. “Hanya seorang prajurit yang begitu terobsesi &lt;br /&gt;
dengan apa itu kuat dan apa itu lemah. Aku adalah seorang tamtama. Kalau aku tidak bertahan dengan Object sebagai nilai akademisnya, aku &lt;br /&gt;
tidak akan mendapatkan pengetahuan dan kemampuan yang aku butuhkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau aku belajar dari model yang paling dasar, aku bisa menggunakan pengetahuan itu di manapun. Di lain sisi, kalau aku belajar Object &lt;br /&gt;
yang telah mengalami optimalisasi yang begitu tinggi, pengetahuan yang aku dapat tidak akan bisa digunakan di manapun. Bagi seorang &lt;br /&gt;
tamtama, Objectmu merupakan pilihan yang terbaik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendapatnya tidak bersumber pada masalah serius seperti menang perang, tapi apa yang dia katakan itu adalah hal yang akan dijawabnya &lt;br /&gt;
sebagai seorang tamtama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kau terlalu lama di medan perang, kau tidak akan hidup lama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu benar, dan itu kenapa tamtama sepertiku tidak memiliki kesempatan hidup yang tinggi. Tapi aku bertahan di sini, di medan perang ini, &lt;br /&gt;
dengan harapan aku cepat mendapat pengalaman, jadi aku tidak akan mengeluh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar Quenser berkata seperti itu, gadis yang telah menjadi seorang veteran perang yang telah melewati pertempuran yang begitu banyak &lt;br /&gt;
menggelengkan lehernya seperti gadis yang penuh teka-teki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kau telah siap?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, yah, aku tidak suka bekerja dengan metode yang sangat lama di sekolah, jadi aku sangat bersemangat ketika mendapat kesempatan untuk &lt;br /&gt;
lompat ke tempat ini. Aku sudah siap untuk segala risiko yang ada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm,” kata Elit itu dengan reaksi yang memberikan impresi bahwa dia agak telmi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini giliran Quenser yang terlihat kebingungan. Namun, sepertinya gadis itu tidak memiliki niat lagi untuk melanjutkan pembicaraan &lt;br /&gt;
mereka. jadi dia berbalik dan meninggalkan area hutan Alaskan itu dan meninggalkan bocah itu dengan senapan dan tongkat pancingnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kehidupan nyata, manusia kadang tidak berpikir bahwa hal buruk akan terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contohnya, alasan kenapa gadis elit itu berbicara padanya seperti itu adalah sesuatu yang bagi Quenser seharusnya pikirkan lebih dalam &lt;br /&gt;
lagi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi pula, Object adalah sinonim dari perang dan darah-daging prajurit yang tidak memiliki nilai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, itu juga berarti bahwa berpikir seperti itu juga tidak berarti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Part 5 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang sudah diduga, mereka berdua mendapat ceramah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua orang bodoh bernama Quenser dan Heivia dibawa menuju barak untuk perwira komisi khusus. Seperti bagian lain, barak ini berada di &lt;br /&gt;
dalam kendaraan besar di dalam markas. Tiga kendaraan super besar disambung bersama dan saling berdampingan, membuat sebuah bangunan &lt;br /&gt;
persegi panjang setinggi empat lantai. Tentu saja, kendaraan itu bisa dipisahkan kapan saja untuk bisa masuk pas di jalan yang sempit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia berada di lantai paling tinggi di barak perwira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Dasar Borjuis Jepang sialan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sebuah ruangan dengan dekorasi dan interior yang begitu mewah pikir mereka berdua secara sama. Banyak hal lain yang bisa &lt;br /&gt;
dilakukan selain harus duduk seperti orang Jepang di lantai keras ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, perwira penanggung jawab mereka, Froleytia, tidak duduk di lantai keras itu. Setengah bagian dalam ruangan itu dibuat &lt;br /&gt;
lebih tinggi dari pada tatami di bagian yang lebih rendah. Dia duduk di sebuah meja pendek di tengah-tengah tatami itu. Dia duduk di &lt;br /&gt;
bantal Zabuton yang begitu empuk dan halus bahkan seekor kucing pun tidak akan beranjak dari bantal itu ketika ia tiduran di atasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia begitu cantik dengan rambut peraknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rambutnya mungkin agak dicat karena ada bagian yang berwarna biru muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tinggi dan kurus, dadanya besar dan bajunya seperti tidak kuat menahannya. Kakinya dibungkus oleh stocking dari rok yang memanjango &lt;br /&gt;
dari bawahi rok ketat itu nampak tidak ramping. Mereka begitu penuh dengan kecantikan yang terpancar dari matanya. Bibirnya yang pucat &lt;br /&gt;
menahan sebuah pipa. Itu tidak pendek, tidak seperti model detektif Eropa. Malahan pipa itu panjang sepanjang 30 cm bernama Kiseru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser tidak tahu apakah aroma ini berasal jenis tembakau yang dia hisap itu atau dari aroma rambutnya, tapi dia mencium bau yang sangat &lt;br /&gt;
manis. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Kalian tahu kenapa kalian dipanggil ke sini bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya terdengar lebih dingin daripada salju yang berada di luar jendela ini saat menusuk telinga Quenser dan Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka jelas sangat tahu alasan kenapa mereka dipanggil ke sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka meninggalkan tugas menggali mereka untuk mencari makanan di luar wilayah markas. Karena Heivia juga telah menembakkan beberapa &lt;br /&gt;
peluru dari senapannya, sudah jelas ada beberapa orang yang marah padanya. Saat ini adalah saat di mana mereka bisa dengan mudahnya &lt;br /&gt;
dijebloskan ke dalam gedung detensi atau mungkin pengadilan militer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Apa yang akan kita lakukan sekarang Heivia!? Sudah kubilang seharusnya kita berhenti!! Kalau ini karena masalah ransum, aku lebih &lt;br /&gt;
baik makan salju selama tiga hari daripada seperti ini!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Diam, brengsek!! Sial, apa benar dia 18 tahun? Aku tahu prajurit normal tidak dibutuhkan di zaman ini sekarang, tapi aku berani &lt;br /&gt;
bertaruh bahwa dia bisa mengalahkan Object hanya dengan sebuah pukulan!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Quenser, Heivia!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan dipanggil nama mereka saja, dua orang itu langsung bersiaga dalam keadaan terkejut. Froleytia bahkan tidak melihat mereka. dia &lt;br /&gt;
sedang bermain tusuk rambut sepanjang 20 cm yang memiliki model seperti Kanzashi dari Jepang sementara memegang sebuah pena di sebua &lt;br /&gt;
papan di atas mejanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Papan itu adalah tablet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser pernah merasa bahwa alat itu biasa digunakan untuk menggambar di komputer, tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ini menarik perhatianmu, Quenser?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-iya!!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang aku lakukan sekarang ini berbeda dengan yang kalian berdua lakukan dengan menghabiskan waktu kalian untuk mencari makanan, tapi aku &lt;br /&gt;
sekarang sedang sibuk. Mungkin ini tidak terlihat begitu sulit daripada kalian yang begitu sibuk mengubur ikan dan daging di dalam salju, &lt;br /&gt;
tapi aku harus mengurus komando operasi di sebuah pulau kecil di pasifik sementara aku di sini di markas Alaska.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U-ummm....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menggerakkan matanya untuk melihat dinding di sampingnya. Seluruh dinding itu adalah sebuah monitor LCD besar dan menampilkan &lt;br /&gt;
sebuah peta samudra yang besar dan juga beberapa pulai. Tanda V berlanjut muncul untuk menunjukkan hubungan bagaimana Froleytia &lt;br /&gt;
memanipulasi tablet itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, ini sebenarnya sederhana. Aku membuat tanda di papan ini dan Object yang berada di sana akan menembakkan serangan jarak jauh yang &lt;br /&gt;
akan menghancurkan markas gerilyawan itu. Cukup sederhana, bukan? Tolong katakan kalau kau juga berpikir seperti itu,” kata Froleytia &lt;br /&gt;
dengan acuh tak acuh saat dia melanjutkan untuk menambah tanda V lagi. “Tablet benar-benar bagus. Untuk satu hal,aku rasa benda ini Sia &lt;br /&gt;
merasakan tekadku dari bagaimana aku menekan pen ini di atasnya. Perasaanku mengatakan bahwa operasi hari ini akan berjalan sangat mulus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin dia memang agak marah saat dia menjalankan komando itu karena dia mengeluarkan suara berderit yang keluar dari pen plastik yang &lt;br /&gt;
dia pegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka membayangkan daging yang beterbangan di udara di bagian dunia lain saat Froyletia menambahkan tanda cek itu, Quenser dan &lt;br /&gt;
Heivia merasa merinding.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang aku bilang, aku agak sibuk di sini sambil mengomando beberapa zona markas dan unit sekaligus, lalu ada beberapa orang idiot &lt;br /&gt;
yang memutuskan untuk menambah masalahku lagi... omong-omong, apa kalian tahu apa yang aku rasakan di hatiku saat ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, bu!! Saya akan sangat senang tidak memimpikannya! Saya bisa katakan bahwa anda sekarang sedang marah, Froyletia!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus. Aku senang memiliki bawahan yang cermat. Benar begitu bukan? Mengangguk kalau kalian setuju,” kata Froyletia, akhirnya diakhiri &lt;br /&gt;
dengan senyuman yang begitu sadis di bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dia selesai memberikan perintah kepada unit di laut Pasifik dan telah memeriksa bahwa operasi telah selesai, ekspresinya berubah &lt;br /&gt;
riang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi apa saja yang kalian dapat? Aku sudah merasa sangat cukup dengan penghapus raksasa yang mereka sebut makanan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Part 6 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, masalah ini selesai dengan makan malam yang terdengar sebagai ide yang bagus (Quenser dan Heivia masih harus lari 20 km di &lt;br /&gt;
salju setelah hukum ini selesai), tapi masih ada waktu lengang sebelum makan tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudmu kita harus melakukan perawatan sekarang!?” kata Quenser untuk menguatkan dirinya ketika mendengar pengumuman itu, tapi &lt;br /&gt;
Froyletia menganggukkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian adalah seorang tamtama. Kalau aku tidak mengirim kalian ke area perawatan untuk mempelajari Object, aku kira nenek tua di sana &lt;br /&gt;
akan membentak aku lagi nanti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uuh!? Aku lupa kalau ada dia juga!! Ini berarti aku juga akan mendapat ceramah dari nenek tua yang bisa mengalahkan kau, Froyletia!!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, dan Heivia, kau melanjutkan menggali salju sendirian. Pastikan landasan pacu itu sudah bisa digunakan saat matahari tenggelam. &lt;br /&gt;
Angkatan udara sudah mengeluh dari tadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“TIdaaaak!! Ini lebih buruk daripada lari 20 km!! Dan kenapa angkatan udara tidak turun tangan dan membantu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan akhirnya Quenser berpisah dengan Heivia dan menuju area perawatan Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah gedung yang besar yang bahkan bisa menutupi monster setinggi 50 meter. Seperti barak perwira, gedung ini juga tersusun dari &lt;br /&gt;
beberapa kendaraan yang saling terhubung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kendaraan dengan panjang 15 meter dan lebar 10 meter saling berbaris dengan dua sisi dan keduanya dengan cepat membangun sebuah &lt;br /&gt;
dinding yang tergabung dengan sebuah atap. Akhirnya, terbentuklah sebuah bagian khusus yang terlihat seperti sebuah gudang. Sebuah area &lt;br /&gt;
perawatan besar yang tergabung dari hanya sedikit mobil yang saling tersambung itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan standar kualitas sebuah palka jendela darurat, area perawatan ini juga memiliki sistem darurat yang akan mengeluarkan Object di &lt;br /&gt;
saat darurat. Mobil markas yang saling membentuk bangunan ini saling terhubung dan mengelilingi Object, jadi mereka bisa dengan mudah &lt;br /&gt;
terpisah dan menyingkir dari Object jika monster itu akan keluar. Karena metode ini merusak lantai area ini, cara itu jarang digunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser memasuki bangunan besar itu melalui pintu belakang untuk prajurit perawatan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Monster setinggi 50 meter itu adalah sebuah simbol kekuatan militer yang begitu memukau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang mengelilingi reaktor di tengah itu adalah sebuah dinding tebal sama seperti tempat perlindungan bom nuklir. Dinding itu membentuk &lt;br /&gt;
sebuah bola. Bagian bawahnya membentuk sebuah pola Y terbalik dan tidak berjalan atau berguling seperti roda pada mobil. Benda itu &lt;br /&gt;
menggunakan tenaga listrik statis untuk mengambang di atas tanah. Teori di balik hal ini sangat berbeda, tapi pergerakannya membuatnya &lt;br /&gt;
terlihat seperti sedang bergeser di atas tanah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja membuatnya mengambang dengan tenaga listrik statis tak cukup untuk membuat konstruksi itu mengambang. Sebuah semprotan yang berfungsi sebagai penangkis dari Object yang mengambang itu disemprotkan di bagian bawah saat benda itu bergerak.&lt;br /&gt;
Itu menggunakan sebuah laser yang berarti adalah dorongan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenaga dari listrik statis itu menciptakan sebuah celah di antara Object dan tanah dan udara yang berada di tengah-tengahnya memanas &lt;br /&gt;
karena berkali-kali ditembakkan laser yang saling memantul dan berkonsentrasi pada satu tempat. Pemanasan ini membuat udara yang berada &lt;br /&gt;
di tengah-tengah itu memampat dan membuat sebuah dorongan. Teori ini sama dengan laser yang dipasang pada mesin pendorong pesawat ulang-&lt;br /&gt;
alik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian utama dari mesin itu adalah 7 lengan yang memanjang dari bagian belakang bola itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuh senjata besar yang terpasang padanya mampu memecah sesama Object pada tingkatan yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benda itu juga mempunyai 100 senjata yang terpasang di permukaan bola itu. Tapi sepertinya pemasangan senjata itu terlihat tidak berguna &lt;br /&gt;
dan malah terlihat aneh. Desainer Object ini pasti sudah sangat kehilangan kreativitasnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di zaman modern, ini adalah puncak kebanggaan dari kemiliteran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah ujung tombak dari sejarah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari 200 kabel tebal yang berjenis sama seperti yang ada di derek itu saling terhubung dengan dinding dan langit-langit, itu adalah &lt;br /&gt;
jangkar yang digunakan untuk menahan Object di tempat ini. Banyak sekali jalan yang dipasang di langit-langit dan banyak mekanik perawat &lt;br /&gt;
memakai seragam kerja mereka yang saling mengerjakan hal-hal yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba suara tinggi dari sebuah logam yang berbenturan di susuran tangga bergema di area itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat ke atas dan terkejut ketika melihat seorang wanita tua berteriak memanggil namanya dari lantai tiga. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kau di sini bocah! Kau harusnya berterima kasih padaku! Aku memilih menggunakan semua tenaga yang ada dan menggunakan bocah &lt;br /&gt;
sepertimu! Ambil peralatanmu dan naik ke sini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf saya terlambat! Tentang hukuman saya...!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak masalah. Seorang mekanik menunjukkan harga dirinya dari hasil yang ia tunjukkan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mendengar itu Quenser langsung menuju lantai tiga dengan menggunakan tangga yang menempel di dinding yang bisa naik ke atas dengan &lt;br /&gt;
menggunakan sebuah tombol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Ohh. Aku beruntung sekali orang tua itu pengertian. Aku rasa aku tidak perlu takut dengan orang ini.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Yah, kalau dia tidak berguna aku akan menaruhnya di dalam drum kosong dan memukulnya tongkat besi di luar.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka saling berguman tanpa didengar oleh yang lainnya, dua orang itu mulai bekerja di lantai tiga. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita tua itu sedang mengerjakan sesuatu yang berhubungan dengan sistem.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kokpit Object (dan pendorong darurat) terletak di bagian belakang dari tubuh bulatnya. Tidak ada yang mau memikirkan hal ini, tapi sang &lt;br /&gt;
pilot elit akan keluar ke atas dengan arah diagonal dari bagian belakang jika berada dalam keadaan darurat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, puluhan palka pelindung dibuka untuk membuat jalan masuk ke dalam bola itu dan cahaya monitor di dalam kokpit itu terlihat &lt;br /&gt;
bercahaya seperti di dalam terowongan. Terowongan itu bukan hanya jalan menuju ke dalam kokpit tapi juga sebagai jalan bercabang untuk &lt;br /&gt;
masuk ke dalam ruang perawatan ke ruang reaktor, pintu berlapis dua di mana bahan bakar cadangan berada, atau ruang untuk ruang untuk &lt;br /&gt;
mengganti kotak tertempel yang menghabiskan gas bertekanan tinggi dan terkunci. Ini adalah jalan terowongan subway yang terbuat dari &lt;br /&gt;
beberapa lapisan dan rel yang mudah berganti. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, wanita tua itu bersandar di pagar besi di dekat terowongan itu dan melihat peralatan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu terhubung langsung dengan sistem nirkabel Object bukan? Kalau tidak membutuhkan kabel panjang untuk menyambungkannya, kenapa kita &lt;br /&gt;
harus masuk ke semua pelindung untuk masuk ke dalam kokpit?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dasar bodoh. Pelindung Object menutup semua sinyal elektromagnetik. Kalau tidak, Object musuh bisa mengacaukan sistemnya di tengah &lt;br /&gt;
pertempuran.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba sebuah warna putih kebiruan melintas di pojok pandangan mereka, dan mereka berdua terdiam. Orang tua lain sedang mengerjakan &lt;br /&gt;
zirah Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh utama dari Object sendiri memiliki tinggi 50 meter, tapi bagian utama itu tidak terbuat dari lelehan besi semata yang dibuat secara &lt;br /&gt;
sembrono. Lapisan logam seperti tatami yang bengkok disiapkan sebanyak puluhan, ratusan, ribuan, dan puluhan ribu dari mereka digabungkan &lt;br /&gt;
untuk menciptakan bola besar ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuan utama dari lapisan sebanyak ini adalah untuk memecah dan menyebarkan sebuah tekanan daripada sebuah kekuatan pertahanan dinding &lt;br /&gt;
yang tebal. Teorinya hampir sama dengan rompi anti peluru, tapi bedanya monster ini menggunakan lapisan logam yang bahkan bisa menahan &lt;br /&gt;
tekanan serangan nuklir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini disebut zirah bawang bukan? Bukan hanya kekuatannya, tapi lapisannya juga bisa diganti jika Object musuh menyerangnya. Siapa pun &lt;br /&gt;
yang mengeluarkan ide ini seharusnya mendapat sebuah penghargaan Nobel.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memang terdengar sederhana, tapi setiap lapis dari zirah ini dibuat khusus dan ditempa oleh seorang pengrajin pedang samurai dari &lt;br /&gt;
Jepang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Logam panas itu memiliki beberapa miligram bubuk mesiu yang ditambahkan saat ditempa bukan? Dari yang kudengar cara itu membuatnya kuat, &lt;br /&gt;
tapi sangat sulit untuk didaur ulang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua ini berkat penempa besi itu. Senapan mesin saja tidak bisa merusaknya, bahkan membuatnya rapuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan wanita tua itu melihat ke bawah dari jalan masuk itu saat sebuah forklift membawa sebuah lapisan logam itu dari bawah. &lt;br /&gt;
Forklift itu memiliki tulisan “Kemenangan Paling Indah bagi Putri Milinda!!” tertulis di bagian samping dengan bahasa Inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Itu putri yang tadi.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser sedang berpikir, wanita itu tua itu berkata padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya, aku lebih terkejut dengan mekanisme dari arus listrik yang disuplai dari reaktor itu dari pusatnya dan menyuplai tenaga &lt;br /&gt;
untuk meriam laser di permukaan luar benda ini tanpa menggunakan satu kabel pun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benda ini menggunakan tenaga listrik dari papan sirkuit, kan? Dengan mengatur sekatan material dan material konduksi di satu tempat dan &lt;br /&gt;
membakarnya di pelat logam, tenaga bisa disuplai tanpa harus mengurangi pertahanannya dengan membuka lubang palka zirah untuk kabelnya. &lt;br /&gt;
Orang yang memiliki ide ini seharusnya mendapatkan penghargaan nobel juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar-benar, bocah. Kau membuatnya terdengar begitu mudah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita tua itu menganggukkan kepalanya. Di saat yang sama, dia mengeluarkan perangkat lunak Object dengan tangannya yang lincah di &lt;br /&gt;
peralatan di tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia melanjutkan pekerjaanya, dia menanyakan Quenser sebuah pertanyaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kau berharap menjadi seorang insinyur senjata?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Oh, tentang keinginanku menjadi seorang desainer Object. Yah, kalau buatku sih yang penting bisa mendapatkan posisi yang bagus dan &lt;br /&gt;
kekayaan seumur hidupku. Selama bisa mendapatkan status sosial dan kekayaan, aku bisa melampaui semua orang yang berada di status yang &lt;br /&gt;
sama denganku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak akan bisa mendapatkan kehidupan yang layak jika tidak menjadi seorang pedagang. ...Yah, itu hidupmu bocah, jadi aku tidak akan &lt;br /&gt;
menghentikanmu. Jadi apa yang kau pikirkan dengan pengalamanmu di lapangan sebagai insinyur senjata?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku rasa aku ingin memulai dengan membongkar frame utamanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dasar bodoh. Tidak ada orang baru yang bisa mengambil semua pekerjaan di satu object. Kau seperti berkata impianmu menjadi seorang &lt;br /&gt;
miliuner. Kau terlalu berkhayal. Seharusnya murid sepertimu mulai belajar dengan replika Object saja dan bekerja di kontraktor pertahanan &lt;br /&gt;
dan belajar hal yang lebih kompleks di sana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, aku tidak begitu nyaman dengan replika itu.” mungkin dia merasa agak berat di pikirannya, karenanya Quenser membuat tampak yang &lt;br /&gt;
tidak menyenangkan. “Mesin ini bergerak dengan mencontoh pergerakan hewan dan serangga, dan aku tidak menyukai laba-laba dan kecak dan &lt;br /&gt;
serangga lainnya. Meski hanya meneliti tentang serangga, aku rasa penelitian seperti itu tidak berguna untukku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dasar pengecut. Kau akan menyesal jika kau tak mempelajari dasar dari semua ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingin mempelajari Object dengan fitur standar seperti yang putri itu gunakan di medan perang supaya aku cepat mengerti tanpa harus &lt;br /&gt;
melewati tahap-tahap menyebalkan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya kau pikir kenapa para penguasa itu membangun kebun binatang dan museum serangga di kota-kota besar? Mereka menghabiskan uang &lt;br /&gt;
pajak orang-orang untuk memberikan inspirasi kepada para pemuda yang akan menjadi desainer Object.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita tua itu mendesah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat ke jalur terowongan ini yang mengarah menuju kokpit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngomong-ngomong tentang masa muda, bukannya ini saat buat pilot...atau apalah itu, pemilihan para Elit? Saat aku masih belajar di &lt;br /&gt;
tempatku yang aman, pejabat pemerintah yang mengenakan pakaian serba hitam datang dan berkeliaran di sekolahku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka melakukannya empat kali dalam satu tahun, tapi mereka tidak akan menemukan yang berkualitas seperti tahun ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Elit harus menguasai Elemen bukan? Apa itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Itu adalanya penyebutan umum untuk seorang pilot Object yang harus dikuasai.” Jari wanita tua itu berhenti menggerakkan alat di &lt;br /&gt;
tangannya dan nadanya terdengar dingin. “Beberapa bilang jika itu adalah semacam kekuatan Esper yang membuat mereka bisa mengoperasikan &lt;br /&gt;
benda-benda tertentu. Yah, katanya kekuatan itu hanya didapat dari mereka yang terlahir dengan kekuatan itu, tapi Elit adalah proyek &lt;br /&gt;
militer yang telah melalui pengadaptasian oleh para pejabat militer itu. Dengan metode menciptakan mereka, masalah yang paling besar &lt;br /&gt;
adalah masalah hak asasi manusia daripada masalah kekurangan uang atau peralatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudmu...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka yang terpilih secara otomatis akan kehilangan hak kemanusiannya, tapi tak pernah ada yang mengeluh soal itu karena para Elit &lt;br /&gt;
memilih bertarung untuk negara mereka bahkan setelah melalui percobaan seperti itu. Orang-orang seperti itu bukan orang biasa.... Para &lt;br /&gt;
Elit tumbuh dan berkembang dengan mempiloti Object, senjata paling mutakhir, dan akan menjadi masalah jika mereka melawan negara mereka &lt;br /&gt;
sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mendengar suara mekanika dan wanita tua itu berbisik. “Jangan berbicara dengannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kursi keluar dari terowongan itu menggunakan elevator kokpit. Putri Elit itu duduk dengan tubuh bagian atasnya yang terpasang &lt;br /&gt;
sabuk yang membentuk huruf H.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi akhirnya kau sampai juga, tukang tidur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku minta maaf. Aku tidak menyesal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini bocah, aku punya pekerjaan untukmu. Periksa kursi pelontar otomatis ini. Tak ada orang yang mengerjakan bagian ini karena orang &lt;br /&gt;
bilang kalau ini adalah pertanda buruk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di berbagai usia, pekerjaan seperti ini pasti diserahkan kepada para amatir. Para amatir harus mengerjakan pekerjaan ini, pekerjaan yang &lt;br /&gt;
tidak berguna karena harus melihat para pro bekerja di sudut matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser berbalik ke posisi di belakang gadis itu dan mulai bekerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berbicara mengenai mitos, kenapa Object harus berwarna putih? Atau ini karena kamuflase di dalam salju?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertamanya memang seperti itu,” kata gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi raja makhluk buas yang tidak memiliki musuh alami tidak perlu bersembunyi dan membayar untuk biaya pengecatan yang mahal, jadi ini &lt;br /&gt;
hanya ‘putih’. ...Bukan berarti monster setinggi 50 meter ini tidak bisa disembunyikan begitu mudah.” Tambah wanita tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heeh. Ini tidak sama dengan soal replika yang tadi kita bicarakan, tapi aku dengar rumor bahwa musuh membuat proyek untuk menjadikan &lt;br /&gt;
Object seperti hewan buas atau serangga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada juga rencana untuk membuat mode yang sangat buruk di mana benda ini terus membuat suara yang berisik dari gir yang saling bergesek. &lt;br /&gt;
Tidak ada rencara yang benar-benar bagus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Musuh bukan satu-satunya yang bisa melihat Object. Bagaimana kalau prajurit kita yang melihat Object itu ketakutan karena desainnya yang &lt;br /&gt;
menakutkan dan menurunkan semangatnya; dan saat kita melakukan parade militer di tengah kota dengan desain yang menakutkan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu ya,” jawab Quenser. “Lalu bagaimana dengan sebuah sabit yang turun dari atas dengan digantungkan pada sebuah tali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu simbol keberuntungan tradisional.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu memberikan kita kemenangan,” sela gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia mendengarkannya, Quenser melanjutkan menggerakkan kunci inggrisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendengar suara klik dan gadis itu menganggukkan kepalanya saat dia mau menceritakan hal lain seperti jimat pembawa keberuntungan. &lt;br /&gt;
Quenser melihatnya dengan penuh tanda tanya dari balik tempa duduk di balik kepala gadis itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak bisa bernapas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial! Dasar bodoh!! Jangan main-main dengan sabuk itu!! Dasar putri keras kepala!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa!? Apa aku melakukan sesuatu yang salah!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak bisa bernapas,” ulang si gadis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dengan panik mengambil alatnya lagi, tapi dia tidak apakah itu akan memberikan efek ke sabuk itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perempuan tua itu lari ke elevator khusus pekerja kecik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan mengambil pisau!! Bocah, kau tangani dia dulu! Tarik sabuknya untuk memberikan celah agar gadis itu tidak pingsan saat aku &lt;br /&gt;
kembali nanti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser masih berada dalam keadaan panik, perempuan tua itu sudah pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia dengan cepat mengitari kursi itu dan berdiri di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-aku minta maaf!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak apa-apa... tapi lakukan sesuatu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melakukan apa yang disuruh perempuan tua itu tadi untuk menarik sabuk itu untuk menahan gadis itu agar tetap sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Tapi desain sabuk berbentuk H itu masuk terlalu dalam ke dalam dada perempuan itu yang membuat dadanya terlihat kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari Quenser tertahan entah karena apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy_Object_v01_050.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk memegang sabuknya itu, dia harus menyangkutkan sabuk itu dengan jarinya di bawah sabuk itu, tapi dia harus masuk ke dalam celah &lt;br /&gt;
payudara gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Meski tubuhnya seperti anak kecil, dia punya bagian yang menonjol di sini...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat pikiran tidak berguna itu terus berkutat di dalam pikiran Quenser, dia mendengar suara pelan gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku akan mati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu benar. Dia tidak boleh ragu di saat seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aku akan menyelamatkan nyawa seseorang di sini. Ini serius. Aku mengacaukannya. Aku harus siap untuk hal ini. Tapi itu adalah &lt;br /&gt;
payudaranya. Tidak, tidak, masalahnya bukan di sini. Aku harus tetap serius. Kalau aku tidak cepat, nyawanya dalam bahaya. Aku harus &lt;br /&gt;
menyelamatkannya. Aku perlu melakukan sesuatu untuk putri ini. Ini payudaranya!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ooohhhhhhhh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia telah siap untuk kondisi ini, Quenser meraih dada gadis itu dengan menghilangkan semua beban pikiran di kepalanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ee...!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang putri menjerit dengan suara kecil seperti seekor binatang kecil dan Quenser kemudian berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tidak bagus. Bukannya melihat sabuknya, aku malah melihat dadanya. Aku tidak mungkin meraba dadanya dengan nafsu saat aku membuatnya &lt;br /&gt;
begitu takut kehilangan keperawanannya. Tapi apa yang harus aku lakukan? Bisakah aku menyelamatkannya tanpa harus terlihat begitu nafsu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Penanganan... darurat...” kata putri itu dengan wajah yang semakin pucat dan pucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Kau punya ide!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya... tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia mau mengatakannya, gadis itu menekan sebuah tombol dibalik kursinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah itu, kursi itu meledak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sabuk berbentuk H yang mengikatnya kuat itu tadi secara otomatis mengendur dan kursinya terbang ke langit. Namun, Quenser tidak hanya &lt;br /&gt;
bisa melihat saja. Udara bertekanan tinggi yang dikompres begitu kuat meluncurkan Quenser itu beberapa meter ke atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mendarat dengan berguling di landasan pacu dan dia melihat sebuah bunga putih di pojok matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah parasut darurat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Normalnya, elevator berkecepatan tinggi akan membawa kokpitnya ke bagian luar, kursi itu lalu akan dilontarkan ke udara, dan akhirnya &lt;br /&gt;
udara bertekanan tinggi di seragam gadis itu akan aktif pada tahap ketiga. Namun, dia hanya melakukan tahap ketiga saja yang membuatnya &lt;br /&gt;
terbang ke atas langit-langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Pelontar darurat itu benar-benar membawa kesialan.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia berguman di dalam hatinya, Quenser mendengar sebuah suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah pertama kalinya aku melakukan hal ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Part 7 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat matahari sudah tenggelam, ini adalah saatnya untuk makan malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daripada pergi menuju mes aula, Quenser menuju tempat di mana salju turun. Dia akan mengadakan barbekyu malam ini. Dia sudah menangkap &lt;br /&gt;
seekor rusa, Heivia tentu saja akan ikut, dan sepertinya atasan mereka, Froleytia, juga akan ada di tempat ini juga dengan alasan dia &lt;br /&gt;
sangat peduli dengan keadaan bawahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua orang merasa bosan karena semua urusan tentang perang telah diserahkan kepada Object sendiri. Kalau mereka menawari acara ini ke &lt;br /&gt;
orang lain, mungkin 800 orang tentara yang ada di sini juga akan ikut, tapi Froleytia bilang bahwa acara ini adalah acara pribadi khusus &lt;br /&gt;
untuk mereka bertiga saja. Lagi pula mereka hanya memiliki daging yang terbatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan akhirnya mereka bertiga memulai acara barbekyunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka membuat acara ini di luar markas area perawatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zona markas ini tidak lebih dari kumpulan beberapa kendaraan besar dan mereka secara sembunyi-sembunyi berkumpul di sebuah tempat kosong &lt;br /&gt;
yang dikelilingi fasilitas ini di semua sisi jadi angin dingin tidak akan menganggu mereka terlalu banyak. Di sini, mereka membuat sebuah &lt;br /&gt;
api unggun dan meletakkan pelat metal di atasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia, atasan mereka, adalah orang pertama yang datang ke tempat ini dan sedang menghangatkan tangannya di api yang dia buat. Dia &lt;br /&gt;
mungkin adalah orang yang sangat berharap pada acara api unggun ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahkan ketika aku menghangatkan diriku, udara dingin masih terasa di tubuhku. Aku perlu makan makanan berlemak agar tubuh bagian dalamku &lt;br /&gt;
juga merasa hangat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melongok ke kaki Froleytia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya memakai stocking lebih hangat dari pada melepasnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau ingin aku memakaikan stoking ini di kepalamu supaya kamu bisa tahu, Quenser? Stoking ini cuman buat penampilanku saja. Gak &lt;br /&gt;
lebih. Memangnya aku memilih stoking ini supaya aku gak merasa dingin, begitu? Aku iri sama kalian yang selalu memakai celana panjang itu &lt;br /&gt;
seharian,” kata perempuan dengan rok ketat itu sebelum berbalik melihat Heivia. “Kerja bagus Heivia, Berkatmu, sekarang landasan ini bisa &lt;br /&gt;
dipakai untuk lepas landas kapan saja. Aku yakin grup STOL dari unit angkatan udara juga berterima kasih untukmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh heh. Gak masalah buatku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi angkatan udara itu memang sangat gak berguna. Para pengecut itu mengangkat semua senjata mereka dari pesawatnya dan mengaku karena &lt;br /&gt;
bisa menambah kelincahan dan kesenyapannya. Aku yakin kalau mereka semua itu takut ditembak oleh musuh jika dilihat membawa senjata dan &lt;br /&gt;
dianggap sebagai musuh. Mereka semua dengan bangga mengaku kalau mereka spesialis di bidang intelijen, tapi hampir semua informasi Object &lt;br /&gt;
yang ada didapat dari pertarungan sang Putri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Brengsek!! Aku sudah merasa kalau pekerjaanku ini sia-sia, tapi yang lebih membuatku kesal lagi adalah ketika aku mendengar kalau &lt;br /&gt;
pekerjaan ini benar-benar sia-sia!! Dan dari yang kudengar, salju akan turun lagi besok pagi!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Well, masa-masa pesawat tempur juga sudah berakhir ketika Chemical Oxygen Iodine Laser mulai dipasang di pesawat-pesawat bomber. ...Unit &lt;br /&gt;
itu terlalu besar untuk dipasang di pesawat tempur. Saat cahaya laser itu mulai bermain, terbang dengan kecepatan cahaya sudah bukan &lt;br /&gt;
masalah lagi. Dan kemudian Object tinggal mengikutinya. Mereka memiliki beberapa jenis laser. Mereka bisa menembaknya di semua arah dan &lt;br /&gt;
sisi. Sangat sulit untuk melawan serangan seperti itu dengan pesawat tempur biasa. Satu-satunya hal yang bisa dilakukan angkatan udara &lt;br /&gt;
sekarang adalah mengantar piza dari wilayah negara aman sebelum piza itu dingin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Itu ada 700 meter. Aku membersihkan landasan pacu sepanjang 700 meter itu sendirian dengan tenagaku sendiri!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Heivia masih penuh dengan rasa marah, Froleytia merasa cukup dengan mendengar suara Heivia dan berpura-pura tidak melihatnya. Ia &lt;br /&gt;
kemudian berbicara kepada Quenser dengan suara yang lebih bersahabat dibandingkan pada saat dia memberikan perintah para bawahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Omong-omong, aku dengar kamu mengobrol dengan sang putri di luar wilayah markas,” tanya sang atasan super cantik Heivia yang dengan &lt;br /&gt;
hati-hati merawat kukunya walau dia sendiri berada di garis depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya terdengar seperti hal ini lebih penting daripada kenyataan bahwa Quenser telah melanggar perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, apa itu masalah? Aku berbicara dengannya beberapa kali di bagian perawatan, jadi aku hanya berinteraksi dengannya seperti biasa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa aku harus menceritakan lagi soal posisi kami?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak ada masalah dengan itu. Dan kudengar, pihak medis memberikan dia ransum yang lebih buruk dari milik kita yang katanya membantu &lt;br /&gt;
tubuhnya agar tidak menderita, tapi kalau menurutku hal itu malah membuatnya tambah stres karena harus makan makanan yang sangat buruk &lt;br /&gt;
itu setiap saat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya Putri Elit itu memiliki gedung rekreasi khusus? Dari yang kudengar, tempat itu memiliki peralatan penyembuh digital,” kata &lt;br /&gt;
Heivia dengan begitu sopan yang jarang sekali dia gunakan sehari-hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia mengambil sepotong bagian daging rusa yang lembut dengan sumpit yang dia gunakan karena obsesinya dengan Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Barang-barang seperti itu menghabiskan banyak uang, tapi tidak ada keuntungan yang bisa diambil. Apa kau pikir kau bisa bersenang-senang dengan materi pelajaran yang diberikan oleh gurumu di sekolah? Sepertinya, sang putri sudah pernah sekali ke tempat itu dan tidak pernah kembali ke sana lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi begitu ya,” jawab Quenser saat dia teringat akan perbincangannya dengan sang putri di awal hari tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak bisa membayangkan apa yang bisa membuat sang gadis tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah gadis yang berkata padanya bahwa mungkin dia tidak bisa memenangkan pertempuran berikutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat kalimat itu menguap di pikirannya, Quenser bertanya, “Apa dia pernah sekali kalah, Froleytia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya,” dia langsung mengkonfirmasikannya sambil berangan-angan kalau ada bir yang bisa dia minum sambil memakan daging ini. “Aku sudah &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kalah 3 kali saat mengomando unit dari jauh dan sekali dengan unit aku tempati. Itu sangat buruk. Kritik yang datang saat aku kembali &lt;br /&gt;
pulang lebih buruk dari yang aku bayangkan. Tapi aku tidak terlalu terkejut karena aku kehilangan senjata yang digunakan untuk rencana &lt;br /&gt;
strategi nasional.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Object itu bersinonim dengan perang, bukan? Apa yang kau lakukan ketika pihak musuh menghancurkan Objectmu? Aku ragu kau bisa &lt;br /&gt;
melawan balik dengan tank dan pesawat,” tanya Heivia dengan rasa penasaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sederhana. Kau mengibarkan bendera putih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perang saat ini sudah bukan perang habis-habisan. Saat Object musuh sudah hancur, pemenang sudah bisa ditentukan. Dan sang pemenang &lt;br /&gt;
tidak perlu capek-capek mengejar unit infanteri yang berlarian ketakutan. Tidak pernah ada perjanjian yang pernah dibuat untuk menyatakan &lt;br /&gt;
penyerahan, tapi salah satu fakta perangnya adalah bahwa tidak perlu ada lagi pihak yang perlu melawan balik. Saat sebuah unit mundur dan &lt;br /&gt;
menyerahkan wilayahnya, tidak perlu lagi membuat masalah semakin rumit dan mengejar mereka sampai musnah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat mulut yang terbuka dari kedua prajurit tamtama tersebut, Froleytia tersenyum ramah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha ha. Aku mengerti kalau kalian terkejut dengan hal itu. Saat mereka melatihmu, mereka tidak ingin menurunkan tekanannya, jadi mereka &lt;br /&gt;
tidak pernah membicarakan masalah itu denganmu. Tapi lihat aku, aku bergabung dengan militer sejak umur 13 tahun dan aku telah terjun &lt;br /&gt;
dalam berbagai penyerangan, tapi aku sama sekali tidak memiliki bekas luka sedikit pun. Untuk menghindari kematian yang tidak diperlukan, kita menggunakan Object yang mengumpulkan semua kekuatan militer menjadi satu daripada menyebarkannya. Kulitku yang cantik ini menunjukkan sebuah ‘medan perang yang aman’.” Froleytia memutar sumpitnya sedikit. “Apa kau tahu alasan pertama kenapa seorang tentara dikirim kembali ke tempat mereka berasal bukan karena tertembak oleh musuh atau menginjak ladang ranjau? Sebenarnya alasan pertama mengapa banyak yang dipulangkan adalah pertengkaran antara laki-laki dan perempuan. Di medan perang modern, kau harus lebih khawatir dengan masalah asmara daripada peluru. Bukankah tempat ini sangatlah damai sekali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser setuju dengan pendapat Froleytia tapi kemudian dia memiliki sebuah pertanyaan yang muncul di benaknya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, tapi Froleytia, bukannya kau melancarkan serangan meriam ke arah markas musuh dengan menggunakan Object milik sekutu kita di &lt;br /&gt;
pasifik pagi tadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau memiliki ingatan yang bagus, Quenser. Itu bukanlah perang melawan pasukan negara lain. Perang melawan gerilyawan dan teroris tidak &lt;br /&gt;
lebih dari sebuah perlawanan bagi kita. Jadi operasi seperti ini tidak dihitung sebagai perang. ...Dengar dan ingat ini. Rencana paling &lt;br /&gt;
efisien dalam operasi seperti ini adalah dengan menggunakan Object. Negara-negara besar memerlukan pasukan dengan kekuatan untuk menekan &lt;br /&gt;
dan kecakapan yang tinggi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat percakapan ini merusak rasa makanannya, Quenser memutuskan untuk mengganti tema pembicaraan mereka. Tema yang lain yang muncul &lt;br /&gt;
selain Object adalah dengan membicarakan makanan yang sedang mereka makan saat ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi apakah tentara dilatih untuk berburu? Aku hanya berada di tingkatan di mana aku hanya bisa menangkap seekor salmon dalam 3 jam.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Senapan modern tidak hanya memiliki teropong. Mereka juga memiliki kamera inframerah dan mikrofon untuk mencari musuh. Dengan itu, kau &lt;br /&gt;
bisa mencari dan melacak targetmu dalam berbagai cara. Sebenarnya sih aku pasti bisa mendapatkan sesuatu di luar sana bahkan jika hanya memiliki tongkat pancing saja. Meskipun sebenarnya produksi senapan sendiri merupakan pemborosan pajak karena semua pertarungan dan perang diserahkan kepada Object.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia kemudian berbicara sambil menunjukkan dirinya yang sangat handal menggunakan sumpit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kecuali kalau garis suplai terpotong, kita akan terus mendapat makanan dari negara kita. Dan markas ini tidak akan bisa diambil selama &lt;br /&gt;
kita memiliki Object di tangan kita. Bahkan jika aku adalah prajurit baru, mereka tidak selalu melatih kita untuk berburu binatang. &lt;br /&gt;
Setidaknya, itu bukan keterampilan yang dibutuhkan seorang insinyur perang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Insinyur perang...hm? Aku tidak terbiasa dengan istilah itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Manajemen dari markas ini tergantung dari pajak. Jika kita tidak memberikan pekerjaan kepada para murid yang selalu menganggur, itu bisa &lt;br /&gt;
mempengaruhi suara yang didapat dari para politisi itu. puncak dari pemilihan umum sudah dekat di negara kita dan Konselor Flide mulai &lt;br /&gt;
khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada banyak jenis dari insinyur perang, tapi yang dipilih oleh Quenser dan kawannya itu adalah tentara yang menangani ledakan. Namun, &lt;br /&gt;
mereka terlalu profesional dalam hal tersebut terutama untuk membunuh tentara lawan. Maka dari itu, mereka menggunakan kemampuan itu &lt;br /&gt;
untuk menghancurkan jembatan untuk menghancurkan jalur musuh atau meledakkan batuan untuk menghalangi jalan lawan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk murid yang penuh dengan pengetahuan yang tidak lazim dan tidak memiliki keberanian untuk menembak seseorang, peran ini sangatlah &lt;br /&gt;
sempurna. Ada juga kursus untuk menjadi tenaga medis, tapi Quenser lebih akrab dengan mesin daripada benda hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi markas kita kan adalah sebuah pangkalan wahana, jadi kita bisa membangun markas kita di manapun kita inginkan, dan kita juga &lt;br /&gt;
memiliki Object. Tidak banyak yang bisa dilakukan bagi insinyur perang seperti kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu bukan hanya untuk insinyur perang. Hal itu juga sama saja bagi semua tentara di markas,” kata Froleytia saat dia menggunakan &lt;br /&gt;
sumpitnya untuk mengambil potongan kecil salmon. “Sial, ini adalah dunia yang sangat damai. Rasanya pistolnya berkarat lebih cepat dan &lt;br /&gt;
aku cepat jerawatan karena terlalu banyak nutrisi yang aku makan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu. Selama kita memiliki Object, kita aman. Setelah tiga tahun di markas ini, aku telah memiliki tiket untuk penghargaan yang &lt;br /&gt;
menungguku di rumah dan Quenser bisa kembali ke rumahnya dan menjadi sarjana terkemuka di sana,” kata Heivia dengan senyum saat dia &lt;br /&gt;
menepuk Quenser di bahunya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bocah seperti kalian membuatku iri,” ejek Froleytia, tapi dia sama sekali tidak cemburu terhadap mereka. dia lebih memilih dipromosikan &lt;br /&gt;
sebagai seorang pejabat politik setelah lepas dari kemiliteran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah,” kata Quenser. “Selama kita memiliki Object, bahkan orang lemah seperti kita bisa ikut berperang di dalam perang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata Quenser menyiratkan satu-satunya kebenaran di muka bumi ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu benar selama mereka memiliki Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Part 8 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di hari berikutnya, mereka akan tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka akan tahu neraka macam apa yang menunggu mereka yang dimanjakan oleh kedamaian yang ditawarkan oleh Object yang menghancurkan &lt;br /&gt;
Object musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia sudah mengatakan bahwa mereka tinggal menunjukkan bendera putih jika mereka kalah..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dia juga telah mengatakan hal lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak pernah ada perjanjian yang dibuat untuk hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 9===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah ledakan memecah langit Alaska.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object yang berada dalam mode transparan itu sedang bertarung dalam jarak 10 km jauhnya dan badai salju ini mulai mengeluarkan asap hitam &lt;br /&gt;
dan berhenti bergerak. Melalui teropong, kursi pilot itu terlempar keluar dan dengan perlahan mengambang turun ke dalam tumpukan salju &lt;br /&gt;
dengan parasutnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang tidak mengenakkan telinga Quenser bergema di telinga Quenser yang terbawa angin. Lambang keamanan mereka, Object, telah &lt;br /&gt;
meledak dan dikalahkan oleh Object lawan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh besarnya adalah sebuah beda bulat dengan zirah yang tebal. Di empat arah bagian tubuhnya, terdapat empat kaki seperti serangga yang &lt;br /&gt;
muncul dari tanah. Senjata utamanya adalah dua meriam plasma berkeseimbangan rendah, dengan panjang 50 meter. Setelah gas khusus &lt;br /&gt;
dimasukkan ke dalam meriam itu, sebuah tenaga raksasa dari reaktor buatan membuat sebuah tembakan plasma yang langsung menembak. Dua &lt;br /&gt;
pasang meriam itu terpasang di sisi depan, belakang, kiri, dan kanan yang membuat sebuah salib horizontal yang membuatnya bisa menembak &lt;br /&gt;
dari segala arah. Total ada 8 meriam. Tubuh bulat dan empat kaki dengan sinar laser yang tak terhitung, railgun, dan coilgun, semua &lt;br /&gt;
berjumlah 100 di seluruh sisi Object. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh utamanya sendiri adalah 50 meter dan meriam itu memiliki panjang yang sama dengan panjang Objcet memberikan total panjang yang &lt;br /&gt;
lebih dari 140 meter. Benda bermassa satu gunung itu dengan perlahan mengarahkan meriam anjungannya ke arah yang diinginkan. Dua pasang &lt;br /&gt;
meriam plasma berkeseimbangan rendah itu mampu melelehkan bunker nuklir yang ditanam di dalam tanah dengan sekali tembakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Hey,” kata Heivia yang tiba-tiba saja berdiri kebingungan di depan Quenser. “Kenapa benda itu mengarahkan senjatanya ke arah kita? &lt;br /&gt;
Kalau Object kita kalah, kita tinggal mengangkat bendera putih  dan semuanya akan selesai kan? Itu yang Froleytia bilang kan!? Lalu &lt;br /&gt;
kenapa!? Ini bukan hal yang sangat lama untuk dilakukan. Cepat dan kibarkan bendera putiiiiiiiiiiiiihhhhhhh iiiiiiiiittttttttuuuuuuuuu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat radio yang sejak awal menjadi masalahnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bisa mendengar suara yang terputus-putus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu mungkin adalah bendera putih yang telah digitalisasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia pasti telah mengikuti perjanjian yang telah dia katakan untuk mengakhiri sebuah pertempuran. Dia pasti telah berpikir cepat &lt;br /&gt;
untuk mengurangi angka korban yang terluka dan angka prajurit yang kehilangan nyawanya serendah mungkin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Object musuh sama sekali tidak berhenti. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 Suara meriam yang membuat penyesuaian arah tembakannya sepertinya hendak mengatakan bahwa ia tidak peduli dengan isi perjanjian itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lari...” kata seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin itu adalah suara Quenser sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Laaaaarrrrrrriiiiiiiiiii!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah seluruh 800 tentara yang ada di dalam markas ini telah sadar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara erangan dan kilatan cahaya menguasai semua indera Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu mencoba menghancurkan tulang tengkoraknya, paling tidak gendang telinganya. Object itu menembakkan peluru logam. Ia menggunakan &lt;br /&gt;
sebuah tembakan plasma berkeseimbangan rendah yang sangat kuat yang bahkan tenaga yang dihasilkan untuk satu tembakan itu terlalu tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berapa temperatur yang bisa dicapainya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum dia bisa memikirkan hal itu, rasa pusing membuatnya merasa terbang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah tembakan laser dari salah satu meriam plasma itu menghancurkan wahana markas mereka dari jarak dekat; dekat dari Quenser. Wahana &lt;br /&gt;
yang membentuk markas perawatan bagi Object, yang menjadi markas terbesar di markas Alaska ini dengan jumlahnya mengalahkan angka 100 &lt;br /&gt;
wahana pembentuk zona markas dan salah satu darinya meleleh seperti gula yang meleleh atau seperti gunung berapi yang akan meletus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ledakan itu melempar Quenser ke dalam tumpukan salju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika tertimbun di dalam salju yang berada di bawah nol, tubuh Quenser tetap terbungkus di dalam keringat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bahkan tidak bisa mendengar suaranya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia begitu keras berusaha untuk mengecek apa yang terjadi di luar sana meskipun ia kehilangan setengah kemampuannya untuk melihat dan &lt;br /&gt;
entah kenapa ia masih utuh. Meriam plasma berkeseimbangan rendah tersebut pasti menembak lurus saat mengeluarkan pancaran sinar yang &lt;br /&gt;
panas itu karena meninggalkan jejak yang dalam di salju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apakah panasnya sangat hebat...itu melelehkan salju...dan menimbulkan ledakan bawah tanah?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat mungkin jika tembakan itu bisa melelehkan logam dan terjebak di dalam tanah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser masih linglung di salju ini, seseorang meraih tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah Heivia – darah segar mengalir di kepalanya dan menutupi matanya – nafasnya begitu terengah-engah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hey, kita harus keluar dari sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita harus keluar dari sini!! Object kita sudah kalah dan Object mereka sama sekali tidak rusak!! Kita tidak akan bisa melakukan sesuatu &lt;br /&gt;
bahkan jika kita memiliki 100 tank. Kalau kita tidak keluar dari sini, kita akan dibantai seperti semut!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melarikan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arti tersebut akhirnya sampai di telinga Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia melihat sekitarnya, dia melihat tentara yang lain mulai mengambil aksi. Markas tersebut terdiri dari 100 wahana yang sangat &lt;br /&gt;
besar. Tentara-tentara tersebut memanjat dan melompat dari satu wahana ke wahana yang lain dan wahana-wahana yang ada mulai memecah &lt;br /&gt;
formasi mereka karena panik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara teriakan terdengar dari semua arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada tentara satu pun yang berkata mengenai melawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial!! Kirim semua UAV! Pancing Object itu agar tidak mengejar kita!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kita harus mengatur jalan keluar kita!? Apa ada celah sempit gunung yang tak bisa dilewati makhluk setinggi 50 meter!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kita memiliki memiliki persediaan sekam dan suar!? Bahkan jika kita tidak bisa melawan, dia masih bisa meninggalkan jejak kita-...!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena mereka adalah tentara sungguhan, mereka tahu bahwa sangat tidak berguna melawan Object secara langsung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser melihatnya, Quenser bertanya dengan kosong ke Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lari... tapi ke mana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Heivia lebih terlihat seperti takut daripada marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keadaan ini seperti mendengar betapa putus asanya situasi yang kita rasakan dari seseorang yang memberikan syok dan beban yang begitu &lt;br /&gt;
tinggi di pundak kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, mereka mendengar suara yang mereka kenal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ke arah lain, mereka melihat Object dengan diameter 10 kilometer mendekati mereka seperti sedang meluncur. Ia tidak bergerak &lt;br /&gt;
dengan menggunakan ban seperti mobil. Ia bergerak dengan menggunakan dorongan yang kecil seperti water strider, bergerak secara halus di &lt;br /&gt;
permukaan tanah dan lereng curam permukaan gunung. Ia bergerak seperti tidak menghiraukan medan yang dilalui seperti cahaya lampu yang &lt;br /&gt;
bergerak mengikuti kontur tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara berfrekuensi rendah seperti cahaya kilat yang begitu dekat tertingal di telinga Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Oh, sial. Jadi benda itu menggunakan cara yang sama dengan milik Putri...!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat seluruh wahana markas mereka mulai pergi meninggalkannya, Quenser hanya berdiri di situ linglung di tengah salju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object itu mengambang di atas tanah menggunakan tenaga listrik statis. Beratnya lebih dari 20 ton, tapi reaktor yang ada di dalamnya &lt;br /&gt;
lebih bersih dan lebih kuat daripada reaktor nuklir. Benda itu menggunakan tenaga listrik statis untuk membuatnya mengambang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bau yang samar dan khas mencapai di hidung Quenser. Sepertinya, Object itu menyemprotkan material yang menolak tenaga listrik monster &lt;br /&gt;
itu. Pada umumnya, semprotan itu akan hilang setelah beberapa hari dan dibuat tidak berbahaya untuk tanaman dan binatang, tapi baunya &lt;br /&gt;
lebih buruk dari darah untuk Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benda raksasa yang bergerak di atas permukaan tanah dengan cara meluncur seperti itu sangat aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wahana markas mencoba melarikan dengan melalui celah di antara dua gunung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara seperti kilat, Object itu bergerak mencoba mendahului wahana itu dan bergerak lewat tepat di sisi diagonal dari salah satu &lt;br /&gt;
gunung. Kemudian pindah ke dalam jalur dalam lembah untuk memblokir pelarian mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalan kabur mereka hanya tetutup selama 20 detik. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial!! Keluar dari sini!!” teriak Froleytia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah itu, Object setinggi 50 meter itu melepaskan tembakan meriamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, lebih dari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object tidak hanya memili,i meriam plasma berkeseimbangan rendah. Object ini memiliki reaktor yang sangat bersih dan lebih kuat dari pada &lt;br /&gt;
reaktor nuklir. Dengan meriam plasma berkeseimbangan rendah, sinar laser, railgun, dan coilgun, monster itu memiliki lebih dari 100 &lt;br /&gt;
senjata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object mulai menembak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap senjata itu mengeluarkan tenaga yang sangat kuat sehingga membuat kapal tempur akan miring hanya dengan memasangnya saja dan &lt;br /&gt;
monster itu memiliki 100 senjata seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang tahu berapa kali monster itu menembakkan senjatanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ribuan dan puluhan ribu suara erangan saling bertumbuk dan berkombinasi membuat suara ledakan tunggal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat wahana markas itu memecah formasi mereka dan mencari jalan mereka melarikan diri secara masing-masing, ribuan peluru kilatan cahaya &lt;br /&gt;
tanpa ampun menyerang mereka semua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dinding wahana itu mampu menahan tembakan langsung dari peluru normal, tapi mereka hancur bebarengan dengan suara hancurnya kendaraan &lt;br /&gt;
yang hancur seperti kertas. Berulang kali terdengar suara ledakan seperti bensin yang terbakar oleh api dan tubuh tentara yang terlempar &lt;br /&gt;
tinggi ke udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia dengan cepat meraih kepala Quenser dan menundukkannya di dalam salju untuk bersembunyi. Bahkan, ini merupakan sebuah keberuntungan &lt;br /&gt;
karena serangan Object tidak menghancurkan tubuh mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(,,,Tidak...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala Quenser sendiri masih terasa aman sementara hampir seluruh tubuhnya tidak bisa merasakan berapa suhu temperatur salju ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tidak ada yang namanya keajaiban atau kesengajaan jika berbicara mengenai Object. Sebuah Object tidak mungkin memulai semua ini dengan &lt;br /&gt;
cara seperti ini!! Pasti ada alasan dibalik semua ini. Pasti alasan yang logis kenapa kita tidak mati..!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melirik ke arah wahana markas mereka yang hancur terkena ledakan setelah tertembak oleh Railgun yang ditembak secara membabi buta seperti peluru kacang polong (meski benda itu sudah cukup kuat ketika dipasang pada pesawat Bomber). Ada beberapa prajurit yang melarikan diri dari tempat itu, tapi Object itu mengarahkan senjatanya pada wahana markas yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat itu, Quenser semakin terlihat bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy_Object_v01_070.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berengsek!! Fasilitas perawatan!!” Quenser berteriak dengan sangat keras sampai-sampai ia berpikir bahwa tenggorokannya akan lepas; ia &lt;br /&gt;
perlu melakukan hal ini agar ia tidak pingsan karena efek ledakan itu. “Cepat pergi dari wahana itu!! Mereka mengincar apapun yang &lt;br /&gt;
berhubungan dengan Object! Kalau kalian tidak kabur dari tempat itu, kalian akan mati!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat para prajurit itu melompat dari wahana itu dengan keadaan terkejut, meriam plasma Object, tanpa ampun, menghancurkan markas itu &lt;br /&gt;
sampai hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object memiliki makna yang sama dengan perang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak peduli berapa banyak tank atau pesawat, kau tidak akan bisa melawan Object. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa Object musuh memprioritaskan untuk menghancurkan cadangan suku cadang dan fasilitas lainnya yang digunakan untuk &lt;br /&gt;
memperbaiki Object. Jika ada sebuah kesempatan untuk membangun kembali sebuah Object, sebuah pertarungan antara Object vs. Object akan &lt;br /&gt;
melahirkan sebuah pertarungan yang dapat membalik hasil awalnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object itu sama sekali tidak mengampuni nyawa prajurit itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari awal, Object hanya menghancurkan apapun yang memiliki kemungkinan untuk memberikan serangan balasan. Setelah itu, Object akan &lt;br /&gt;
menggunakan tubuh raksasa setinggi 50 meter untuk mengejar dan membantai satu demi satu manusia-darah-dan-daging itu seperti semut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wahana markas itu dihancurkan satu persatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun mereka tahu monster itu tidak menarget mereka, Quenser dan para prajurit lainnya dengan putus asa bersembunyi. Satu langkah yang &lt;br /&gt;
dapat membuat salah paham dapat menghancurkan mereka kapan saja dengan mati tertimpa fragmen wahana-wahana itu yang beterbangan ke semua &lt;br /&gt;
arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita harus pergi dari sini selagi bisa,” kata Heivia saat dia meraih tangannya yang bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser tidak mempedulikan jari-jemari Heivia dan terdiam di situ tanpa emosi dan mendengar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak peduli ke mana kita harus harus pergi!! Kita cukup pergi dari sini sejauh mungkin dari monster itu! Ayo lari!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak sedang memikirkan sebuah strategi untuk mundur; dia sedang memikirkan sesuatu seperti melarikan diri dari sesuatu yang &lt;br /&gt;
menakutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Itu...berhenti?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object yang telah menghancurkan sebagian besar dari wahana markas itu tiba-tiba berhenti seperti memandangi rongsokan-rongsokan wahana &lt;br /&gt;
itu. Hanya senjata utamanya saja yang bergerak memindahkan moncongnya secara perlahan seperti sedang mencari sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser berpikir bahwa jantungnya akan berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, setelah benda itu menghancurkan semua fasilitas-yang-berhubungan-dengan-Object, apakah benda itu akan memulai membantai semua &lt;br /&gt;
prajurit?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran yang paling buruk muncul di kepala Quenser, tapi dia masih tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Hal yang sama terjadi pada Heivia &lt;br /&gt;
yang berada di sebelahnya. Mereka tahu bahwa musuh mereka adalah manusia yang memiliki otak yang sama dengan mereka dan prajurit sama &lt;br /&gt;
seperti mereka, tapi kehadirannya seperti tak tertandingi; sama seperti naga raksasa yang melihat mereka. Rasanya seperti melakukan &lt;br /&gt;
provokasi sederhana saja dapat membuat mereka hancur berkeping-keping dengan cakar raksasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tahu bahwa Object hanya bergerak berdasarkan perintah sistematis militer, tapi Quenser dan Heivia merasa seperti hewan herbivora &lt;br /&gt;
yang baru saja melarikan diri dari raja binatang dan hanya berdoa bahwa raja itu mau mengampuni mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object raksasa dengan total panjang 140 meter itu menggerakkan meriam utamanya ke empat arah. Benda itu mengganti arahnya sama seperti &lt;br /&gt;
gerakan orang yang memalingkan mukanya ke arah lain ketika seseorang menepuk pundaknya. Dengan suara seperti awan petir yang begitu &lt;br /&gt;
dekat, benda itu kembali ke arah dari mana dia datang. Para prajurit yang berada di jalannya segera berlari untuk menghindar tapi Object &lt;br /&gt;
itu sama sekali tidak mempedulikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser pada akhirnya mengangkat dirinya sendiri dari tanah dan melihat ke empat arah dari mana Object itu datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kita masih hidup...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang sebenarnya membedakan dirinya dengan tubuh manusia yang berserakan di tanah tempat mereka berdiri? Quenser sama sekali bidak &lt;br /&gt;
memiliki jawaban untuk pertanyaan itu. Heivia berbicara dari dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu, tapi ayo pergi. Aku sama sekali tidak tahu apa yang sedang terjadi, tapi kita sepertinya berhasil bertahan hidup. Kalau &lt;br /&gt;
kita lari secepat yang kita bisa, mungkin kita bisa membuat perubahan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh Heivia bergetar begitu kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengira bahwa Heivia benar, tapi dia berhenti. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia merasakan sesuatu di kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya benda itu terlempar dari wahana markas. Itu adalah layar LCD. Lebarnya setara dengan kertas A4 dan memiliki kemampuan &lt;br /&gt;
nirkabel. Benda itu mengeluarkan tanda berbintik elektronik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Layar itu menunjukkan peta area itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di titik tunggal itu, sebuah titik merah berkedip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Sinyal pertolongan...?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya Quenser tersadar apa yang dimaksud dari tanda itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sang Putri!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object musuh memprioritaskan semua kemungkinan yang dapat memperbaiki Object yang telah hancur. Untuk itu, dia harus menghancurkan markas &lt;br /&gt;
itu sampai hancur dan meninggalkan para prajurit sendirian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau begitu, bukankah seharusnya musuh juga menargetkan dan memberikan prioritas tertinggi pada pilot Object yang kalah, yaitu sang &lt;br /&gt;
putri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hey, kau anak bangsawan dan tamtama satunya lagi!!” teriak Froleytia dari jarak yang tak begitu jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka melirik ke sana dan melihat wanita cantik dengan rambut biru keperakan seperti besi membuat tubuhnya seperti lereng gunung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita harus menggunakan kesempatan ini untuk kabur!! Aku akan menyiapkan laporan resmi ke tingkat atas untuk melaporkan mundurnya kita &lt;br /&gt;
dari garis depan!! Jika kita bisa melewati gunung, ada sebuah lembah yang besar. Ada jembatan suspensi di sana!! Saat kita &lt;br /&gt;
menyeberanginya, kita bisa melarikan diri dari Object itu!! Monster itu mungkin akan mencoba menembak kita dari tepi lembah, tapi kita &lt;br /&gt;
bisa menyebar dan bersembunyi di hutan conifer di sisi seberangnya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan Quenser terbagi menjadi dua, yaitu pada Froleytia dan papan layar di kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, dia merasa lega ketika dia tahu bahwa dia bisa selamat dari situasi seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang akan terjadi pada putri yang masih hidup itu...?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran itu menghentikan Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia sadar tentang layar yang ada di kaki Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bodoh! Kenapa kau pikir dia mengeluarkan sinyal pertolongan itu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu bukan untuk kita! Sang putri memancarkan sinyal pertolongan itu supaya musuh bisa merasakannya dan agar perhatian mereka teralihkan &lt;br /&gt;
kepadanya!! Dia memastikan bahwa kita tidak dibunuh!! Apa kau ingin menghancurkan kesempatan yang dia buat itu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Quenser terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata Froleytia menusuk dalam di hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apa itu benar...?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melirik ke sekitar area itu dan melihat para prajurit yang seharusnya memiliki tubuh yang berotot dari latihan yang sangat berat &lt;br /&gt;
dan konstan tapi mereka harus mengabaikan kemampuan mereka itu karena kemampaun Object. Mereka semua melihat Quenser sama seperti Quenser &lt;br /&gt;
melihat mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka semua terlihat canggung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka terlihat seperti tidak mau melewatkan kesempatan mereka untuk kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apapun yang kau katakan, dia adalah kawan kita; gadis berumur 14 tahun. Dia adalah tipe orang yang menggunakan dirinya sendiri sebagai &lt;br /&gt;
umpan untuk menyelamatkan kita. Apa kalian serius mau meninggalkan dirinya...?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita pergi,” guman Heivia. “Kita tidak memiliki pilihan lain!! Apapun yang akan kita lakukan, putri itu akan terbunuh, jadi kita harus &lt;br /&gt;
kabur sebelum Object itu kembali!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Fuck that! Apa kau mengerti apa yang kau bicarakan!? Apa kau tidak berpikir apa yang akan terjadi pada sang putri jika dia tertangkap &lt;br /&gt;
oleh musuh yang akan mengatakan peduli setan dengan semangat!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa!? Apa kau mau bilang kita harus melawan Object!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar kalimat itu dengan nada yang tinggi membuat Quenser terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Heivia seperti penuh dengan rasa takut dan malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua orang bisa duduk diam di sini tanpa melakukan apapun sambil berpikir apa yang benar dan apa yang salah!! Dan kalau kau berpikir &lt;br /&gt;
kau bisa melawan Object itu sendirian dan menyelamatkan sang Putri, kau hebat!! Tapi nyatanya, kau tidak bisa melakukan hal itu!! Saat &lt;br /&gt;
benda itu menangkapmu di radar mereka, kau akan hancur seperti debu dan tertiup oleh angin!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia meraih bahu Quenser saat ia masih berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Berengsek.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dadanya yang terasa sesak itu adalah respon alami dari seorang manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser merasa sangat takut sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tentu saja aku takut. Tidak peduli berapa banyak harapan orang-orang yang aku terima, aku tidak memiliki keberanian sama sekali. Object &lt;br /&gt;
adalah monster. Melawannya dengan tindakan bodoh seperti ini sama saja dengan lompat ke dalam kematian. Aku ingin menjauh dari sini &lt;br /&gt;
sebisaku. Heivia benar. Tidak peduli apa yang kukatakan, rasa sakit ini tidak akan hilang begitu saja...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, kaki Quenser tidak membawanya segera pergi dari tempat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berdiri di situ sambil melihat Heivia sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Tapi bukankah sang Putri sedang melawan monster itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Monster itu membuat pria dewasa bergetar ketakutan dan membuat kita akan mati karena syok setiap kali benda itu mengarahkan moncong &lt;br /&gt;
meriamnya ke arah kita!! Dan walau dia sadar dengan hal itu, dia tetap berdiri di sana dan melawan Object itu untuk melindungi kita!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun dia mengendalikan senjata aneh bernama Object, dia pasti pernah merasakan rasa takut. Tidak mungkin dia tidak merasakan perasaan &lt;br /&gt;
itu saat dia melawan monster itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sehari sebelumnya, dia berkata bahwa dia tidak tahu apakah dia bisa menang atau tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang putri tidak mengatakan hal itu dengan maksud yang serius, jadi Quenser berpikir kalau tidak ada makna yang dalam di balik kata-kata &lt;br /&gt;
itu. Namun, dia salah. Bagaimana jika selama ini dia telah memendam perasaan tidak enak itu selama ini di wajahnya? Bagaimana kalau dia &lt;br /&gt;
hanya ingin mengatakan hal itu hanya kepada seseorang – siapapun – untuk menghilangkan beban yang selama ini terus menganggunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser berpikir tentang apa yang seharusnya dia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Berikan itu padaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengambil sesuatu dari Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia terlihat bingung, jadi Quenser mengulanginya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berikan senapan itu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengambil senapan itu dari Heivia. Senjata canggih dengan kamera infra-merah, mikrofon untuk mencari musuh, dan beberapa macam &lt;br /&gt;
alat yang lain seperti pembidik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Heivia tidak mengerti kenapa Quenser meminta senapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau benar-benar akan pergi?” Heivia menarik kepalanya yang terkejut ke belakang seperti anak kecil. “Apa kau tidak tahu apa yang &lt;br /&gt;
akan dilakukan oleh raksasa itu!? Apa kau tidak melihat Object itu!? Monster itu adalah reaktor raksasa dengan dinding setebal bunker &lt;br /&gt;
perlindungan nuklir!! Benda itu tetap bisa bergerak bahkan setelah tertembak dua rudal nuklir!! Sarjana sepertimu seharusnya tahu tentang &lt;br /&gt;
hal itu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu,” jawab Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pekerjaan Heivia sebenarnya adalah seorang analisis Aung mencari karakteristik kelemahan dari sebuah Object, tapi Quenser mempelajari &lt;br /&gt;
Object dari sudut pandang seorang insinyur. Dari pengetahuannya, dia sudah cukup tahu bahwa mereka sama sekali tidak memiliki kesempatan &lt;br /&gt;
untuk menang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak memiliki pilihan lain...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau berpikir kalau Object itu tidak akan mendahului kita kalau kita menyeberangi gunung dan lembah di sisi sebelah sana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Well...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau mereka benar-benar ingin membunuh sang Putri, mereka cuman butuh satu tembakan saja. Dan jika mereka ingin menangkap sang putri &lt;br /&gt;
dan membawanya ke markas mereka, Object itu bebas untuk menangkap kita jika pasukan seperti kita melepaskannya. Benda itu akan segera &lt;br /&gt;
kembali untuk membunuh kita saat kita menaiki gunung. ...Kau juga melihat gerakannya, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser bisa merasa bahwa tubuhnya bergetar pada berat senapan itu karena dia tidak pernah secara serius menggunakannya. Dia menekan &lt;br /&gt;
getaran pada tubuhnya dan tetap maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya sang Putri mencoba memberikan kita beberapa waktu, tapi dia mungkin tidak memberikan waktu bagi dirinya sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat yang dia katakan barusan seperti tidak benar-benar nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia ingin melakukan hal ini sebelum dia benar-benar dikuasai oleh rasa takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seseorang harus melakukan sesuatu. Bukan karena ingin bertanggung jawab padanya, tapi demi bertahan hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 10===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badai salju yang dingin mengirimkan rasa yang tajam di kulit wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangannya yang tertutup oleh warna putih membuat perasaannya tidak enak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salju yang dalam menahan kakinya seperti batang kayu yang tertanam dalam di bawah tanah saat Quenser dengan susah payah lari dengan &lt;br /&gt;
memegang senapannya pada kedua tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuannya adalah untuk menyelamatkan sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak memiliki alasan untuk melawan sang Object. Dan sebenarnya, dia dia lari ke monster itu, dia akan mati sebagai sampah yang &lt;br /&gt;
diinjak daripada dianggap mati sebagai musuh. Quenser berharap bahwa sekarang dia memiliki cara untuk menemukan titik buta dari Object &lt;br /&gt;
dan menyelamatkan sang Putri, tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Di mana?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senapan itu begitu dingin seperti balok es.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Giginya berderit dan melihat sekelilingnya sambil menahan rasa dingin ini di ujung jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Sial! Di mana dia!?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sangat yakin bahwa layar itu menunjukkan area ini sebagai area yang benar, tapi sang Elit itu sama sekali tidak bisa ditemukan &lt;br /&gt;
keberadaannya. Apakah pasukan musuh sudah membawanya pergi? Atau dia salah membaca petanya dan pergi ke tempat yang salah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Sial! Bagaimana aku bisa hidup selama 6 bulan tanpa mengetahui posisi di dalam peta? ...Sudah berapa banyak aku bergantung pada orang &lt;br /&gt;
lain?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menancapkan kabel ke pembidiknya. Kabel yang lain memiliki earphone kecil untuk satu telinga. Dia memasangnya di telinga kanannya &lt;br /&gt;
dan mengoperasikan senapan yang tidak biasa ia gunakan ini dengan jari yang bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Heivia, senapan ini memiliki mikrofon untuk menemukan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara memfokuskan diri pada mikrofon yang mencuat dari senapan itu seperti bayonet, Quenser secara perlahan berputar pada satu titik. &lt;br /&gt;
Sementara ia sedang memutar mikrofon itu ke semua arah, dia mendengar sebuah suara melalui mikrofonnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ke sini...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak terlalu terlatih, jadi dia memegang senapan itu seperti orang lain yang mengarahkannya ke arah suara itu berasal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia mendekatinya, dia mendengar bahwa suara itu terdengar semakin besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkadang, suara itu terdengar seperti suara manusia dan Quenser dengan panik bersembunyi di balik batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser hanya menjulurkan kepalanya saja dari balik batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bisa melihat manusia di balik salju yang tertiup dengan keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengira bahwa jaraknya dengan jarak sosok manusia itu ada 100 meter. Dari jarak seperti itu, dia tidak akan tahu siapa yang ada di &lt;br /&gt;
depannya, tapi dia bisa melihat tiga sampai empat orang figur berotot seperti manusia mengelilingi figur manusia yang lebih pendek. Figur &lt;br /&gt;
yang lebih pendek itu berlutut di bawah dan tangannya berada di balik kepalanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Sang Putri! Sial, jadi dia benar-benar tertangkap...!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser membawa kepalanya di balik batu dan melihat ke sekeliling area itu terlebih dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak melihat Object berada di sekitar mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin benda itu sudah kembali untuk memburu mereka yang selamat setelah sang Putri tertangkap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam waktu yang singkat, Quenser berpikir bahwa ini adalah sebuah perangkap yang akan menjebaknya dengan sebuah tembakan meriam plasma &lt;br /&gt;
berkeseimbangan rendah dari jarak yang jauh saat dia misalkan bergerak sedikit saja. Namun, dia sadar bahwa hal seperti itu tidak akan &lt;br /&gt;
terjadi. Dia ragu bahwa mereka akan menggunakan Object untuk menjebak dirinya sendiri dan Object tidak perlu membuat sebuah jebakan yang digunakan hanya untuk menjebak seorang manusia saja. Sama seperti gajah, Object akan menghancurkan semut seperti menginjak pasir. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser merasa takut bahwa sensor bahaya di kepalanya sudah tidak bekerja secara maksimal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object itu sangat menakutkan sampai-sampai dia benar-benar tidak bisa memikirkan apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, jika dia tenang dan memikirkannya lagi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Object tidak ada di sini.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menyadari berat senapannya sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menjulurkan kepalanya dari balik batu itu untuk mengecek situasinya sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kalau aku bisa melakukan sesuatu kepada empat orang itu, aku bisa menyelamatkan sang Putri!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaan tidak nyaman yang melebihi rasa takut akan Object mulai membuat dadanya terasa sesak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia “harus melakukan sesuatu” kepada empat orang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan senapan di tangannya, “melakukan sesuatu” itu berarti adalah menembak dan membunuh empat orang manusia itu. Quenser tidak cukup &lt;br /&gt;
ahli dalam menyerang mereka tanpa harus mengenai organ vital mereka dan peluru di dalam senapan militer ini cukup ampuh untuk menghancurkan bagian tubuh mereka dengan sekali tembakan. Mereka akan mati karena syok walau tidak mengenai organ vital mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah dia bisa membunuh mereka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah dia bisa membunuh empat orang untuk menyelamatkan satu orang kawannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Sial!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membungkus tangannya yang bergetar tanpa kontrol karena rasa takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bisa merasakan giginya yang terus bekertak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ini adalah medan perang. Membunuh mereka adalah hukum di sini! Menyerahkan semua masalah perang kepada Object... apakah ini yang kita &lt;br /&gt;
serahkan kepada sang Putri!?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam usahanya yang harus meningkatkan keberaniannya, Quenser menggedor pahanya dengan kepalan tangannya dan memaksakan dirinya untuk &lt;br /&gt;
menahan senapan itu. Namun, dia merasa pusing saat dia melihat melalui pembidik itu. dia mundur untuk menahan rasa ingin muntahnya dan &lt;br /&gt;
entah bagaimana dia berusaha bertahan untuk membidik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membidik seorang pria yang lebih dekat dekat dengan sang putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengarahkan ke kanan di mana pria yang tidak menyadari keberadaannya itu berada dekat dengan sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang dia tinggal menarik pelatuknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, seperti es yang begitu cepat membeku, jari yang berada di pelatuk itu tidak bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Ini adalah manusia.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia menahan perasaannya untuk muntah, gambar yang ada di pembidik itu bergerak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ini bukan target yang biasa aku tembak di tempat pelatihan. Ini benar-benar manusia. ini sama sepertiku; prajurit yang terlena oleh &lt;br /&gt;
kedamaian yang ditawarkan oleh Object yang melindungi negara mereka dan menjamin kepulangan mereka ke negara asal mereka...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak bisa menembak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia menyadari hal itu, dia mendengar suara yang dia kenal melalui mikrofonnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah suara seseorang yang sedang digaet oleh seorang prajurit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah suara yang berasal dari salah seorang prajurit yang dia bidik itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, ayo kita coba daya tahan pakaian khusus Elit ini. Saat Object itu kembali, kita bisa menali tangannya dengan tali dan kita tarik &lt;br /&gt;
dari belakang. Nanti kita lihat apakah baju itu menahan tubuhnya agar tidak terluka maupun telanjang saat kita kembali ke markas nanti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gerakan Quenser terhenti saat dia mendengar hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendengar suara tawa dari beberapa prajurit yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak peduli betapa mudahnya meluncur dari salju ini, bukannya nanti mengubah elit itu menjadi daging cincang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, dan apa yang akan kita lakukan kalau dia masih hidup saat kita kembali ke markas kita? Apa kau akan melakukan tes pada tubuh indah &lt;br /&gt;
Elit ini? Aku dengar orang-orang dari kamar penyiksaan sering mengeluh karena peralatan mereka banyak yang rusak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, bukan gerakannya yang berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Getaran pada tubuhnya yang berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu juga dengan perasaannya yang ingin muntah yang membuat tubuhnya bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Detak jantungnya kembali normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mematikan mikrofonnya seperti menutup suara para prajurit yang saling berbicara itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser memiliki pemikiran baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bidak bisa menarik pelatuk itu karena berpikir bahwa mereka adalah manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bukan manusia, bukankah begitu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang keras seakan meledak dan peluru senapan itu meledakkan kepala salah seorang prajurit yang tertawa itu sebelum Quenser sadar bahwa senapannyalah yang mengakibatkan hal itu. Tidak mempedulikan mayat tanpa kepala itu, Quenser berteriak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menunduk!!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah Sang Putri yang telah mengerti pada apa yang dia katakan atau malah para prajurit yang berada di sekitarnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat sang Putri itu melempar dirinya di dalam salju, Quenser dengan cepat mengganti mode senapan itu menjadi semi-auto. Dengan latihan &lt;br /&gt;
yang sangat sedikit pada tangannya, dia ragu bahwa bisa menahan gaya dorong senjatanya saat dia menggantinya pada mode otomatis. Namun, &lt;br /&gt;
musuh juga tidak mungkin membiarkan diri mereka ditembak oleh Quenser. Dengan refleks, mereka berbalik dan mengangkat senjata mereka ke &lt;br /&gt;
arah suara itu berasal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser bergerak sedikit lebih cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menembak membabi buta semua yang ada di sana, jadi dia mengarahkan larasnya dari kanan ke kiri daripada dia secara berhati-hati &lt;br /&gt;
membidik. Dengan cepat dia menarik pelatuknya, dia menembakkan peluru yang terbang dengan jarak waktu yang membuat kematian terasa begitu &lt;br /&gt;
pendek. Untungnya, dia membuat mereka terkejut. Darah merah tepercik ke udara dan para prajurit itu jatuh ke salju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Sepertinya aku sudah menyelesaikannya...!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dua sisa dari prajurit yang tersisa itu kemudian berhasil menunduk dan kemudian lari dari tembakan membabi buta Quenser. Saat &lt;br /&gt;
Quenser berdiri karena berat dari dorongan senapannya, dia melihat salah satu dari prajurit yang selamat mengarahkan senjatanya sambil &lt;br /&gt;
berlutut. Sambil tetap menunduk, sang Putri menendangnya. Di dalam pergulatan mereka, prajurit itu tidak bisa menembakkan senjatanya. &lt;br /&gt;
Quenser panik, tapi rasa khawatirnya itu tidak beralasan. Sang Putri memegang tusuk logam untuk memasak yang memiliki standar yang sama &lt;br /&gt;
dengan peralatan bertahan hidup seperti perban dan tongkat pancing. Dia menusuk prajurit itu dari samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu prajurit yang tersisa mencoba melarikan diri dari sang Putri, tapi dia dengan cerobohnya mengangkat kepalanya terlalu tinggi &lt;br /&gt;
sehingga berondongan peluru dari Quenser mengenai kepalanya dan membuatnya jatuh ke salju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau itu yang Quenser pikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prajurit yang terluka akibat serangan tusukan dari sang Putri menarik pelatuk senapannya dan jatuh ke salju. Sepertinya, dia tidak &lt;br /&gt;
berniat melakukan itu, tapi dia menarik pelatuk dari pelontar granatnya yang terdapat di bagian bawah senapannya. Larasnya membidik semua &lt;br /&gt;
arah... yang tanpa sengaja membidik ke arah Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara ledakan yang keras membentuk sebuah bentuk panah daripada garis lurus&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser tidak tahu apa yang harus dia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah itu, Quenser terlempar karena ledakan itu dan rasa sakit menjalar ke bagian atas tubuhnya. Pandangannya tertutup oleh &lt;br /&gt;
warna putih. Saat pertama, dia berpikir bahwa itu adalah langit, tapi sebenarnya kepalanya tertutup oleh salju. Butuh beberapa saat &lt;br /&gt;
sampai dia bisa berbaring di sisi tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(... Apa ... yang terjadi padaku.... ?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia masih belum sadar apa yang terjadi pada dirinya, semua kekuatannya meninggalkan tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah bagaimana dia mampu menggerakkan tubuhnya yang membeku seperti mayat yang telah mencapai tahap Rigor mortis, tapi pegangan &lt;br /&gt;
senapannya masih ada di jarinya. Lengannya kemudian jatuh di atas salju. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya dia bisa merasakan rasa sakit di dada dan lehernya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Sial, apa yang terjadi? Apa mereka semua mati? Apa aku meleset? Mereka tidak akan bangun lagi kan?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada lagi suara tembakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah membunuh mereka semua, mereka telah kabur, atau mereka berhenti karena mereka sadar bahwa mereka akan menghabiskan peluru &lt;br /&gt;
mereka? terkubur di bawah salju, Quenser tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(... Kh ...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melihat lukanya, tapi tubuhnya tidak bisa bergerak sesuai dengan keinginannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, pikirannya berhenti berpikiran normal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apa yang terjadi dengan sang Putri...?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berusaha keras untuk sampai ke tempat ini demi menyelamatkan sang Putri dan dia tidak memiliki tenaga untuk melihat apakah sang Putri &lt;br /&gt;
masih hidup atau tidak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesadarannya menurun hingga ia turun ke dalam kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan rasa sakit yang ia rasakan tadi menghilang; tidak ada lagi rasa sakit yang membuatnya harus berteriak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 11===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia serasa mendengar seseorang memanggil namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang bisa dia lihat sekarang hanyalah pandangan yang entah berwarna hitam maupun warna-warni. Sepertinya warna itu berasal dari kedua &lt;br /&gt;
bola matanya yang tertutup yang menghasilkan mosaik tanpa proses dari otak. Sementara Quenser kehilangan keseimbangannya, rasanya dia &lt;br /&gt;
akan muntah, dan matanya begitu kosong, dia mendengar seseorang memanggil namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Hey, bangun, Quenser!! Jangan tidur! Bangun!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heivia...?” Quenser berguman dengan suara yang serak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya tenggelam di dalam salju, tapi dia tidak bisa merasakan dinginnya salju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa? Bukannya kau melarikan diri...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diam. Aku tidak memiliki pilihan lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia memiliki misil anti-tank yang mudah dibawa digantung di punggungnya. Dia sebenarnya tahu bahwa memiliki benda seperti ini pun &lt;br /&gt;
tidak ada artinya, tapi Heivia merasa bahwa dia harus membawa senjata api sebanyak yang ia bisa bawa. Quenser sepertinya tahu bahwa tubuh &lt;br /&gt;
Heivia bergetar karena ketakutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa takut akan Object tidak akan bisa hilang begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan, Heivia telah mengikuti Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apakah aku tertembak...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau itu amatir. Granat tadi tidak diarahkan ke kamu tapi ke batu yang ada di sana. Tubuhmu bagian atasmu terkena pecahan batu yang &lt;br /&gt;
meledak tadi. Kalau kau langsung terkena granat itu, tubuhmu pasti hancur. Mereka sengaja melakukan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu ya. Aku payah sekali... apa aku pingsan karena ledakan itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mencoba untuk bangun, tapi ia mengerang setelah merasa tekanan yang begitu hebat di dadanya. Sepertinya efek syok yang &lt;br /&gt;
diakibatkan ledakan itu tadi membuat jantungnya berdetak cepat.  Ia batuk dan akhirnya ia bisa merasakan dirinya yang masih utuh di dalam &lt;br /&gt;
salju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tidak! Di mana yang Putri Elit...? Apa dia dibawa oleh musuh saat aku pingsan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau katakan? Kau menang. Kau mengalahkan mereka semua, jadi jangan khawatir. Lihat, pahlawan. Putri yang kau selamatkan ada di &lt;br /&gt;
sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat ke arah yang ditunjuk oleh Heivia dan melihat sang Elit itu duduk sekitar 2 meter dari mereka. Putri berdiri sambil &lt;br /&gt;
melihat wajah Quenser seperti tidak percaya pada apa yang dia lihat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresinya saat itu sulit untuk dikatakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya saja yang pasti adalah rasa takut yang begitu kuat. Lebih kuat dari syok yang ia rasakan. Dia terlihat tidak bisa percaya bahwa dia &lt;br /&gt;
telah selamat dan tetap hidup. Emosinya tidak bisa dijelaskan dengan istilah umum yang biasa digunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa...?” katanya dengan suara yang bergetar karena emosinya yang masih berkumpul di dalam dirinya. “Kenapa kau datang untuk &lt;br /&gt;
menyelamatkanku...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, apa yang selama ini dia rasakan dan tahan sedari tadi tumpah keluar karena lubang di dalam hatinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau mungkin dia merasakan sesuatu yang membuatnya tidak bisa berbohong lebih lama lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu kan tidak pernah diperintah untuk bertarung. Kamu juga bukan Elit. Kamu tidak dilindungi oleh zirah yang anti ledakan nuklir, jadi &lt;br /&gt;
kenapa kamu ke sini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser merenungkan perkataan sang Elit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makna yang lebih dalam dari yang biasa sang Elit itu tunjukkan seperti menampilkan pribadi yang berbeda dari yang Quenser tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan aku akan terus menertawakanmu di dalam hatiku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-katanya terus tumpah ke luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini sebenarnya agak tidak sopan untuk dikatakan seorang pilot Object yang menjadi ujung tombak angkatan militer dan, sekaligus, wakil &lt;br /&gt;
dari negaranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan menertawakanmu karena kau akan selalu membutuhkanku untuk melindungimu dan karena kau akan terbunuh karena Object!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, hal inilah yang membuatnya kini terlihat seperti manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser sadar bahwa sang Putri itu tidak terlihat seperti air yang bening; ia lebih terlihat seperti air putih yang berbau seperti klorin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak ingin mengatakan seperti ini dan aku rasa aku memiliki pendapat yang lebih sopan dari itu, tapi aku harus mengatakan ini &lt;br /&gt;
karena aku memiliki perasaan yang buruk tentangmu!! Kenapa kamu ke sini untuk menyelamatkanku!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia saling bertukar pandang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka kemudian melihat kembali sang Elit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka melihat seorang gadis yang kehilangan perannya karena kehilangan Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang kamu maksudkan dengan ‘perasaan yang buruk’ tentangku itu benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mencoba mempelajari sebanyak mungkin tentang Object, tapi aku sekarang mengerti sesuatu yang kudapat setelah pertarungan hari ini. &lt;br /&gt;
Benda itu adalah monster. Benar, itu adalah monster. Siapa yang bertarung sendirian di sana selama ini untuk mencegah monster itu datang &lt;br /&gt;
ke markas kita?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu melihat Quenser dengan pandangan yang terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkubur di dalam salju dengan tingkat gangguan mental dan syok yang tinggi sepertinya tidak menghilangkan keteguhan di wajahnya, tapi &lt;br /&gt;
Quenser mencoba menggerakkan otot wajahnya yang kaku untuk tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi tidak lama lagi,” kata Quenser sambil mengangkat senapan yang jatuh di dekatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menarik magasin yang telah habis dan menggantinya dengan magasin yang baru yang diberikan oleh Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan dengan Object, benda ini tidak lebih dari tusuk gigi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan benda itu di tangannya, Quenser melihat wajah sang Elit dan memperlihatkan mukanya yang kacau itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak perlu lagi bertarung sendirian. Apa ada alasan lain yang perlu kau tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu tidak tahu apa yang harus ia jawab lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah seorang Elit, pilot yang mengendarai senjata raksasa bernama Object. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya tidak ada seorang pun yang pernah berkata seperti itu kepadanya sebelumnya. Dia telah hidup dengan menanggung begitu banyak &lt;br /&gt;
nyawa di pundaknya, menang adalah hasil yang ingin mereka dengar, dan dia tidak pernah diancam akan kehilangan semuanya jika ia kalah. &lt;br /&gt;
Dia berusaha sendirian dengan keringatnya sendiri dengan beban seperti itu. Maka dari itu, dia tidak pernah protes atas perannya di dalam &lt;br /&gt;
perang ini yang tidak memberikan hasil menggembirakan apa pun bahkan ketika dia harus terluka dan berapa banyak perasaan yang kecewa &lt;br /&gt;
padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu tidak begitu menerima apa yang dikatakan oleh Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berbalik dengan wajah yang kacau kepada Heivia, tapi Heivia menyelanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku bukan tentara khusus. Quenser bilang bahwa kamu tidak cukup untuk menjadi umpan dan instingku mengatakan hal itu. aku tahu kalau &lt;br /&gt;
Quenser itu sangat benar, jadi aku harus menyiapkan sesuatu yang dapat berfungsi sebagia umpan – umpan yang lebih baik dari kita. Kalau &lt;br /&gt;
tidak, kita akan mati. Dan juga... well ... seperti yang aku bilang tadi, aku tidak memiliki pilihan.” Dengan gayanya yang biasa, Heivia &lt;br /&gt;
melihat ke sekelilingnya. “Sekarang, putriku dan ksatrianya. Sepertinya kita tidak bertahan di tempat ini lebih lama lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser termenung, tapi dia sadar apa yang dimaksudkan oleh Heivia kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keberanian Heivia yang ia paksakan – tersembunyi dibalik ketakutannya – merasakan kehadiran Object yang mendekati mereka dengan suara &lt;br /&gt;
petir yang menggelegar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo pergi! Kau membuat beberapa kegaduhan saat membunuh prajurit-prajurit itu. Object mereka pasti mengarah ke sini.!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia menangis karena ketakutan dan mengakhiri suasana menenangkan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka kembali ke neraka yang menyambut mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Permainan kejar-kejaran dengan taruhan hidup dan mati bersama dengan Object yang mengejar mereka telah dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial! Ke mana kita harus pergi!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salju yang dalam menahan kaki mereka, tapi Quenser begitu kuat berusaha untuk bergerak. Sementara Heivia berteriak begitu keras untuk &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
menghilangkan rasa takutnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau harus mengingat peta area tempat di mana kau berperang!! Ada gua sekitar 50 meter dari sini. Kalau kita bisa ke sana, kita bisa &lt;br /&gt;
kabur dari Object ini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
50 meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah jarak yang bisa mereka tempuh dengan berlari bahkan dengan peralatan di punggung mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, salju yang dalam ini menahan kecepatan mereka dan Object musuh menggunakan aliran listrik statis yang bergerak dengan mulus di &lt;br /&gt;
lereng gunung. Gerakannya itu membuat Object terlihat menuruni bukit seperti seluncuran. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jaraknya sekitar 3 km, tapi jarak itu tidak ada artinya bagi Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benda itu mengarahkan meriam plasmanya ke kita!!” teriak sang Elit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Jika Object itu mengarahkan senjatanya ke arah kita, tidak mungkin bisa mengenai kita tepat sasaran. Apa mereka sudah tidak peduli lagi &lt;br /&gt;
untuk menangkap Sang Putri hidup atau mati?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarak menuju gua itu anehnya terasa sangat jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Mereka mungkin bisa mendapatkan informasi di mana Object kita disembunyikan kalau bisa menangkap sang Putri lalu menyiksanya, tapi &lt;br /&gt;
serangan ini sangat berbeda dari tindakan prajurit-prajurit yang tadi!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merasa bahwa kakinya begitu kaku karena rasa takut, tapi dia tidak memiliki pilihan lain selain lari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Quenser. Kau insinyur perang, kan? Apa kau punya peledak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku punya 5 kilogram C4!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa!? Bukannya standarnya 10 kilo!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku merasa bodoh kalau membawa peledak seperti itu ke mana pun aku pergi! Dan kenapa insinyur sipil sepertiku harus menggunakan peledak! &lt;br /&gt;
Benda itu tidak akan berguna bagi Object!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berikan padaku! Cepat pergi ke sana!! Pemicunya sekalian!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka mendekati mulut gua itu, Quenser menempelkan clay seukuran kaleng semprot rambut. Bom itu diletakkan di dalam sebuah paket &lt;br /&gt;
dengan kertas film yang bening dan Heivia menyiapkan penerima sinyal peledak di kertas film itu sebelum menancapkan pemicu lipstik di &lt;br /&gt;
dalamnya. Dia kemudian menempelkannya tepat di mulut gua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senjata utama Object mendekati mereka, meriam plasma berkeseimbangan rendah, dengan perlahan mengarahkan senjatanya kepada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Heivia lompat ke dalam gua itu sebelum mereka sempat menyalakan pemicunya dan Quenser mengikutinya. Kaki sang Putri tersangkut di &lt;br /&gt;
dalam salju dan tersandung, tapi dia mampu bangkit kembali dan berguling masuk ke dalam gua. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dengan panik menangkap sang Putri sebelum berteriak kepada Heivia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa yang akan kita lakukan sekarang!? Kalau meriam itu menembak gua ini, kita akan dimasak sampai mati!! Tidak peduli berapa dalam &lt;br /&gt;
gua ini, panasnya akan menaikkan suhu udara di gua ini dan mengubah gua ini menjadi oven untuk memasak kita!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itulah kegunaan C4! Sekarang, minggir!! Masuk lebih ke dalam!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia menyuruh mereka dan Quenser masuk ke dalam gua itu lebih dalam dengan mengajak sang Elit di belakangnya. Setelah masuk sekitar 10 &lt;br /&gt;
meter, Quenser baru menyadarinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang Heivia rencanakan dengan bom C4 itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mungkin telah merencanakan sesuatu saat Object itu tadi mendekati mulut gua ini, tapi Quenser ragu kalau serangan itu akan memberikan &lt;br /&gt;
efek ke Object. Lagi pula, zirah Object bisa menahan serangan apa pun bahkan serangan nuklir sekali pun tanpa kesusahan sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, aku mencoba mengadu keberuntungan kita dari awal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, Heivia menekan tombol pemicu ledakan dengan perangkat nirkabel peledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara begitu menggelegar, langit-langit gua itu runtuh, menutup pintu gua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia sedang mencoba menguji keberuntungan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari awal, dia ingin mengubur mereka hidup-hidup jika tidak ada jalan keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, suara ledakan yang menekan tubuh mereka menghancurkan gua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkat itu, Quenser merasa bahwa gendang telinganya terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 12===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka menyusuri gua yang bercabang itu sedikit lebih jauh lagi dan menemukan sebuah pintu keluar yang lain setelahnya. Setelah keluar, &lt;br /&gt;
mereka bertiga mengubur jalan keluar itu dengan salju. Mereka sebenarnya ingin meledakkannya dengan C4, tapi suara ledakan itu pasti &lt;br /&gt;
menarik perhatian Object yang mengejar mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object raksasa itu tidak dapat masuk ke dalam gua, jadi prajurit manusia-dengan-darah-daging pasti akan dikirim untuk mencari mereka &lt;br /&gt;
bertiga. Mereka ingin musuh berpikir bahwa mereka masih bersembunyi di dalam gua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan yang lain bersembunyi di dalam hutan Conifer di luar gua itu. Quenser yakin bahwa bersembunyi di hutan di saat seperti ini &lt;br /&gt;
tidak akan bisa menghilangkan hawa dingin yang menusuk di tanah yang membeku ini, tapi hutan ini juga mengurangi aliran angin yang &lt;br /&gt;
dingin; paling tidak mereka bisa menjaga suhu tubuh mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil memakan ransum mereka yang memiliki rasa nasi mentah yang dibuat dari penghapus, Quenser melihat pintu masuk gua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, sepertinya mereka tidak tahu ke mana kita pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku masih bisa mendengar suara rendah itu, seperti suara kilat dan guruh, jadi Object pasti masih di dekat sini,” kata sang Putri Elit &lt;br /&gt;
itu sambil menegangkan telinganya dan memasukan ransum itu ke dalam mulutnya dengan kedua tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar itu, Quenser memfokuskan pendengarannya pada suara yang tidak asing itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya mengurusi Elit yang mengendarai Object adalah prioritas utama mereka. Mereka tidak akan berhenti mencari sebelum &lt;br /&gt;
menemukannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu juga berarti bahwa kawan yang sama-sama melarikan diri bersamanya tidak akan dibunuh sampai Quenser dan yang lain ditemukan atau &lt;br /&gt;
musuh memilih menyerah mencari mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia masih memiliki perangkat nirkabel anti misil tank yang menggantung di pundaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, karena musuh sudah kehilangan jejak kita, apa kita kita memiliki kesempatan kalau kita melarikan diri sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin, tapi kita sama saja bunuh diri kalau kita memanjat gunung sekarang,” kata Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial!” kutuk Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis Elit itu sedang ngemil ransum berbentuk kotak dan berkata, “Tapi apa kamu benar-benar yakin kalau kita bisa tetap bertindak sebagai &lt;br /&gt;
umpan sampai mereka pergi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita pasti akan mati kalau kita melakukan itu. Kalau tentara musuh menangkap kilasan bayangan kita saja, mereka pasti akan mengirim &lt;br /&gt;
Object dan akan menembakkan meriam plasmanya ke arah kita! Bahkan kalau kita keluar sebagai umpan, kita tidak akan berbuat banyak!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, apa kamu mau bilang kita pergi begitu saja!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya!! Aku cuman mau bilang itu!! Bahkan tidak mungkin sang Putri bisa melawan monster itu sekarang! Apa yang memangnya bisa kita &lt;br /&gt;
lakukan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang putri menundukkan kepalanya yang menyiratkan bahwa dia telah kalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Itu karena perangkat itu tiba-tiba saja aktif. Aku butuh waktu untuk menunda mode itu dan Object itu berusaha menyerangku saat aku &lt;br /&gt;
sedang menunda sistemnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perangkat Oh, maksudmu perangkat keamanan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada dasarnya, itu adalah perangkat peledakan diri sendiri. Object adalah brankas teknologi militer rahasia sebuah negara, jadi harus &lt;br /&gt;
benar-benar dipastikan bahwa sebuah Object tidak jatuh ke tangan musuh. Jika sensor itu mendeteksi bahwa sebuah Object tidak bisa lagi &lt;br /&gt;
berfungsi karena kerusakan parah, Object sang Putri akan menutup gas yang digunakan oleh meriam plasma berkeseimbangan rendahnya di ruang &lt;br /&gt;
kosong di antara zirah dan reaktornya dan meledakkannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak penting. Jangan coba-coba melarikan diri dari sebuah masalah dengan obrolan kosong. Kita harus menangani water strider itu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau masih berpikir untuk melarikan diri? Kau mungkin bisa selamat, tapi efek traumanya akan tetap hinggap di tubuhmu selama-lamanya! &lt;br /&gt;
Kamu bangsawan, kan? Menjadi satu-satunya orang yang selamat setelah ini adalah sebuah aib bagimu. Kamu tidak akan bisa menjadi kepala &lt;br /&gt;
keluargamu dan kualitas hidupmu akan terus menurun, menurun, dan menurun lebih cepat dari yang kau bayangkan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....!? Lalu apa yang harus aku lakukan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada saat ini, kau akan mati di sini atau mati di negara asalmu! Kalau kau tidak ingin seperti itu, kita harus melakukan sesuatu &lt;br /&gt;
sekarang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bertiga terdiam dan sekarang mereka memiliki pertanyaan yang sekarang harus mereka jawab yaitu “Bagaimana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melempar ransum tanpa rasa itu ke mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia meliat keduanya dan muncullah sebuah pemikiran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku adalah tamtama yang mempelajari desain Object, kau adalah analis yang menangani sebuah strategi untuk kemenangan Object, dan kau &lt;br /&gt;
adalah sang Elit yang mengendarai Object. Kalau begitu, kita bertiga bisa...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kau bercanda kan. Aku rasa aku tahu apa yang kamu pikirkan, tapi tolong katakan kalau kau bercanda.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Kita enggak ada pilihan lain lagi, benar?” kata Quenser dengan ekspresi yang sama dengan orang yang sedang dipojokkan. “Kita harus &lt;br /&gt;
mencari kelemahan dari makhluk yang tak terkalahkan itu, Object.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian, Quenser dan dua orang lainnya telah memutari lereng gunung itu dengan kaki mereka, mengarah kembali ke pintu masuk gua yang &lt;br /&gt;
mereka ledakkan dengan C4.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bersembunyi di dalam salju dan memegang senapannya yang ditaruh di antara celah-celah pepohonan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak berencana untuk menembak musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menggunakan pembidiknya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser sedang memperhatikan Object, jadi senapan itu sebenarnya tidak ada gunanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Hey, jangan tekan pelatuk infra merah itu. kalau mereka menyadarinya, Object akan menembak kita dengan meriam plasmanya.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia sedang berbaring di sebelahnya dan memberikan sebuah peringatan kepadanya. Itulah tanda betapa gugupnya ia sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan itu saja yang mengejutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berada sejauh 300 meter dari Object, tapi jika Object menyadari keberadaan mereka, mereka tidak memiliki jalan lain untuk kembali. &lt;br /&gt;
Mereka, tanpa ampun, akan dibunuh. Mendengar suara gemuruh itu saja sudah membuat rasa takut mereka begitu tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(... Apa yang dilakukan Object itu?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(... Mencari kita dengan radar? ... Tidak. Mereka mungkin bisa mendeteksi tank atau pesawat, tapi aku ragu kalau radar itu bisa mencari &lt;br /&gt;
manusia.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(... Sepertinya Object itu berusaha mencari akses ke satelit. Namun, sepertinya tidak berjalan dengan baik karena sinyalnya dihalangi &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sesuatu,)” tambah gadis Elit itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Oh, benar juga. Rudal sekam yang digunakan sebagai senjata meteorologi. Rudal itu bisa menyebarkan partikel penghalang sinyal di &lt;br /&gt;
awan dan mengubahnya menjadi raksasa penghalang sinyal satelit.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau Object bisa menggunakan satelit, mereka bisa ditemukan dalam waktu singkat. Quenser begitu berterima kasih atas pembuangan pajak &lt;br /&gt;
ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, sekarang kita ulas kembali semua yang kita tahu,” katanya sambil melihat melalui pembidiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia melihat Object melalui perangkat misil anti tanknya dan harus berusaha keras agar suaranya bisa begitu pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Codename-nya adalah Water Strider. Oh, itu nama yang kita buat. Kita tidak tahu nama apa yang diberikan oleh pengembangnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nama itu berasal dari kakinya,” kata sang Putri Elit yang merangkak mendekati Quenser sambil melihat water strider itu dengan telanjang &lt;br /&gt;
mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengarahkan senapannya ke arah kaki Object itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh utamanya berbentuk bola. Empat kaki itu memanjang dari bola itu dan menusuk tanah di bawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bergerak dengan meluncur bukan berjalan. Itu meluncur sama seperti water strider yang bergerak di atas air, dan dari situlah nama itu &lt;br /&gt;
berasal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya untuk meluncur di tanah, dia menggunakan tenaga listrik statis. Prinsip kerjanya sama dengan Objectmu, tapi dengan empat &lt;br /&gt;
kakinya, Object itu bisa bergerak dengan mulusnya di atas permukaan yang kasar,” kata Quenser yang begitu fokus memperhatikan bagian &lt;br /&gt;
bawah kaki itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy_Object_v01_106.png|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Putri melanjutkannya untuk mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Listrik statis itu hanya digunakan untuk membuat Object mengambang. Itu digunakan untuk menggerakkan tubuh Object yang besar itu untuk &lt;br /&gt;
maju. Untuk Objectku, aku menembakkan laser untuk memanaskan udara, tapi Water Strider menggunakan kakinya untuk menembak langsung &lt;br /&gt;
tanahnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan aspek itu, Water Strider bergerak persis seperti serangga water strider sungguhan. Namun, perhitungan tingkat tinggi dan &lt;br /&gt;
pengaturan yang teliti pasti dibutuhkan untuk secara cepat memastikan bahwa berat Object tidak tertumpu pada satu kaki saja yang dapat &lt;br /&gt;
menghancurkan kakinya sendiri. Sebenarnya Object itu harus menggunakan metode di mana kakinya hanya menyentuh tanah saat benda itu &lt;br /&gt;
menolak tanah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melalui beberapa pemikiran, Quenser melanjutkan penjelasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada dasarnya, metode listrik statis sama saja dengan hovercraft yang menghembuskan udara di bawah untuk mengambang di atas air. Dari &lt;br /&gt;
pada menghancurkan Object, bisakah kita menggali tanah di bawah kakinya? Jika ada perbedaan permukaan tanah, energi yang digunakan &lt;br /&gt;
membuatnya mengambang tidak akan bisa menyeimbangkan berat badan Object dan mungkin tidak akan bisa mengambang lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benda itu masih bisa berjalan dengan empat kakinya kalau perlu. Kalau ada satu kaki yang terjebak, tinggal ditarik saja. Mungkin kita &lt;br /&gt;
bisa menghentikannya selama 10 detik, tapi tidak akan cukup untuk membuatnya berhenti berfungsi,” Heivia mencoba menjelaskan. “Juga, &lt;br /&gt;
meriam plasmanya tetap aktif bahkan ketika kita menghentikan kakinya. Kita malah akan merubah mode serangnya menjadi mode bertahan dan &lt;br /&gt;
berubah menjadi benteng. Ketika benda itu sadar bahwa kita menghancurkan kakinya, Object itu pasti akan meledakkan kita. Mungkin rencana &lt;br /&gt;
ini akan berhasil kalau kita ingin mati demi menyelamatkan Froleytia dan yang lain, tapi jujur saja aku tidak ingin mati seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu...” Sang Elit memindahkan pandangannya dari kaki Water Stider sampai senjata utamanya yang dipasang di bagian atas. &lt;br /&gt;
“Bisakah kita membuat tembakannya meleset? Kalau hanya Object yang bisa menghancurkan Object, mungkin kita bisa menggunakan kekuatan &lt;br /&gt;
Object sendiri untuk...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin bisa kalau kita memiliki Object kita sendiri, tapi rudal kecil ini tidak akan bisa menggores meriam utamanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia memukul ringan rudal anti tank di punggungnya seperti sampah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tidak bisa menghancurkan kaki atau meriamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang tersisa hanyalah...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi yang harus kita tangani sekarang adalah tubuh utamanya.” Quenser melihat bola raksasa yang menjadi tubuh utama Object itu dengan &lt;br /&gt;
pembidiknya. “Tapi bukankah bagian itu adalah bagian yang paling kuat dari semuanya? Sebuah pelindung nuklir yang mengelilingi reaktor &lt;br /&gt;
raksasa di dalamnya. Bagaimana mungkin kita bisa menembusnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ya, kita kan masih memiliki suku cadang Object kita, kan? Mungkin ada bagian senjata utama sang Putri yang bisa digunakan di sana? &lt;br /&gt;
Hanya senjata Object yang bisa digunakan untuk menghancurkan Object, kan? Jadi mungkin kita bisa menyerangnya dengan meriam kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tahu berapa banyak tenaga yang dimiliki oleh Object?” Quenser menggeleng kepalanya dengan muka yang masam. “Reaktornya bisa &lt;br /&gt;
menghasilkan tenaga yang cukup untuk dibagi bahkan ketika 100 senjatanya ditembakkan di saat yang bersamaan. Bahkan pesawat carrier yang &lt;br /&gt;
bertenaga nuklir sekalipun tidak akan bisa mencukupi tenaga itu. Reaktor itu adalah hasil kerja keras umat manusia. Itu adalah karya &lt;br /&gt;
tangan manusia yang dibuat oleh 300 teknisi dengan kemampuan yang melebihi mesin. Tidak mungkin ada reaktor yang bisa digunakan untuk &lt;br /&gt;
mengganti reaktornya.” Quenser melanjutkan kelemahan yang ada pada saran Heivia. “Dan bahkan ketika kita memiliki reaktor itu, senjata &lt;br /&gt;
itu dibuat khusus untuk Object setinggi 50 meter dan seberat 20 ton. Gelombang kejut pasca tembakan Railgun dan Coilgun mungkin cukup &lt;br /&gt;
untuk membunuh kita setelah menembak dan reaksi panasnya dari laser dan meriam plasmanya akan merubah kita menjadi manusia obor. &lt;br /&gt;
...Sebenarnya, meriam plasma berkeseimbangan rendah itu akan berubah menjadi roket ketika kita menembakkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga memikirkannya tadi, brengsek. Dan Water Strider sialan itu sudah pasti menghancurkan semua fasilitas perawatan di markas kita &lt;br /&gt;
dan menghancurkan semua kemungkinan yang dapat memperbaiki Object.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dua orang berhenti bicara di bagian ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis Elit itu terlihat bingung ketika dua orang laki-laki ini mengalihkan perhatian mereka dari pembidiknya dan saling bertukar pandang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kita tidak bisa menghancurkan Object, markas mereka masih dijalankan oleh manusia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Monster itu adalah sebuah senjata, jadi dia akan berhenti bergerak ketika dia tidak mendapatkan perawatan, benar begitu kan?”&lt;br /&gt;
Quenser dan dua orang lainnya melihat Water Strider yang jauh itu mengarah menuju lereng gunung. Mereka bertiga beralih menuju markas perawatan Object musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berada di dalam menara berkarat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya menara ini dibangun untuk digunakan sebagai menara pengawas saat menara ini sedang dibangun dan radar yang masih dalam tahap &lt;br /&gt;
pembangunan. Sepertinya menara ini sudah ditinggalkan sejak markas itu selesai dibangun, jadi Quenser dan yang lain bisa menggunakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara bersembunyi di balik bagian anti peluru yang menempel di menara pengawas ini, mereka melihat dari jauh letak markas perawatan &lt;br /&gt;
itu tersebar. Markas itu sepertinya memiliki luas 500 meter persegi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Hei, apa kau sadar?” bisik Heivia saat mereka melihat markas itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, banyak sekali fasilitas radar di sini. Dan bahkan, markas ini terdiri dari banyak radar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gedungnya banyak dibangun dari beton yang tebal termasuk area perawatan Object yang digunakan oleh Water Strider atau fasilitas radar &lt;br /&gt;
yang mendukung Object. Hampir tidak ada kekuatan militer selain Object. Markas ini dibangun berdasarkan teori yang menyatakan bahwa &lt;br /&gt;
Object sinonim dengan perang dan maka dari itu semua hal harus difokuskan padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selain tidak ada tank dan pesawat, bahkan tidak ada kendaraan lapis baja atau kendaraan pengangkut tentara. Beberapa kendaraan tersebar &lt;br /&gt;
di sana seperti traktor untuk menggali salju.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku rasa mereka membuang semua fasilitas yang sama sekali tidak berhubungan dengan Object atau fasilitas lain yang tidak diperlukan &lt;br /&gt;
untuk memangkas biaya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar juga, menghabiskan pajak demi perawatan tank dan pesawat yang sudah ketinggalan zaman terdengar sangat bodoh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya, satu-satunya kekuatan militer di luar Object yang ada di dalam markas itu adalah infanteri. Dan berbicara soal infanteri...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku rasa ini tidak mengejutkan,” gumam Quenser. “Seorang tamtama sepertiku yang tidak pernah memegang senjata tidak akan bisa melawan &lt;br /&gt;
empat orang tentara sungguhan. Mereka mungkin hanya pekerja perawatan. Mereka tidak akan menduga bahwa mereka menangkap sang Elit, jadi &lt;br /&gt;
mereka dengan cepat mengumpulkan pekerjanya untuk mencari kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak peduli mereka terlatih atau tidak, mereka adalah orang brengsek yang kau bunuh. Ini tidak merubah kenyataan bahwa kau adalah &lt;br /&gt;
ksatria yang menyelamatkan sang Putri,” kata Heivia setengah bercanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana hati mereka sedikit meningkat saat mereka begitu dekat dengan Object bahkan ketika hanya sebentar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun, kalau mereka mengirim pekerja perawatan ke garis depan, ini berarti mereka tidak memiliki cukup banyak tentara. Kalau kita bisa &lt;br /&gt;
menangani Object itu, Froleytia dan orang-orang yang melarikan diri bisa menyerang mereka semua.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masalah utamanya adalah Object ini,” kata Putri Elit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat fasilitas besar di markas itu yang sepertinya adalah fasilitas perawatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“? ...Sepertinya atap dan dinding itu bisa dibuka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, sepertinya mereka hanya berperang dengan Object. Akan menjadi masalah besar kalau mereka diserang saat Object mereka sedang &lt;br /&gt;
dirawat. Aku yakin mereka masih mengaktifkan meriamnya ketika dirawat jadi mereka tidak akan bisa diserang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kalau Object itu masih bergerak, bagaimana mereka bisa merawatnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Water Strider memiliki 100 senjata, jadi mereka masih memiliki lebih dari 50 lainnya yang tersisa saat setengah yang lain sedang dalam &lt;br /&gt;
perawatan. Dengan itu, mereka memiliki jumlah minimum yang bisa diaktifkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat ke belakang, yaitu ke arah markas saat mendengarkan suara Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Jadi apa yang harus kita hancurkan?” tanya Quenser kepada teman seperjuangannya sambil memikirkan struktur dari berbagai macam &lt;br /&gt;
bangunan ini. “Apa yang akan menghasilkan kerusakan paling parah jika dihancurkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sudah tahu, kan? Kakinya. Pasti ada tempat penyimpanan di sana yang menyimpan suku cadang untuk kaki Water Strider.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Elit terlihat bingung, tapi Quenser setuju dengan pendapat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahkan ketika raksasa itu mengambang, pasti kakinya akan memiliki efek ketegangan yang tinggi. Akan sangat buruk bagi permukaan yang &lt;br /&gt;
rata seperti hovercraft dan menggunakan ujung dari empat kakinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menurut rekam jejak perang kita, Water Strider itu selalu mundur ke markas mereka setiap 12 jam dalam sehari untuk perawatan. Sepertinya &lt;br /&gt;
Water Strider itu harus dibongkar pasang untuk bagian “selop kaca” di bagian kakinya. Menghasilkan tenaga sebesar itu pasti membuat &lt;br /&gt;
raksasa itu melelehkan bagian logamnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Objectku menggunakan listrik statis juga, tapi kita bisa bergerak selama setengah tahun tanpa mengganti suku cadangnya. Aku ingat karena &lt;br /&gt;
itu dipasang menyatu dengan kotak mengatur tekanan gas yang dikeluarkan dari reaktor JPleverMHD.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu karena efektivitas areanya, itukah yang kau pikirkan? Permukaan datar yang mengambang di bagian bawah Y terbalik memiliki panjang &lt;br /&gt;
puluhan meter, jadi beban pada satu titik tidak terlalu besar. Namun, Water Strider itu mengambang hanya dari empat kakinya, jadi &lt;br /&gt;
kaki-kakinya akan cepat rusak. Itulah kenapa ada perbedaan antara Objectmu dengan Water Strider ini di dalam penggantian suku cadangnya; &lt;br /&gt;
yang satu setiap hari dan milikmu setiap setengah tahun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Karena itu setengah hari, bukankah itu berarti Water Strider itu akan mengejar kita selama 12 jam lagi walau fasilitasnya &lt;br /&gt;
dihancurkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, kalau hanya mengganti ‘selop kacanya’ dengan yang baru. Sudah cukup lama sejak terakhir ia menggantinya dan pasti akan &lt;br /&gt;
meningkatkan ketegangan di kakinya lebih tinggi dari pada saat bertarung dengan Object sang Putri. Aku rasa, bagian bawahnya pasti sudah &lt;br /&gt;
terbakar cukup parah sekarang. Dan aku yakin, tidak mengejutkan kalau Object itu akan kembali sekarang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kalau kita menghancurkan suku cadangnya...” gumam sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Monster itu tidak bisa menggantinya. Object itu akan membakar kakinya dan tidak akan lagi bisa bergerak. Bahkan ketika monster itu &lt;br /&gt;
dipaksa bergerak, dinding tebalnya akan melelehkan sistem di dalamnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita tidak bisa menghancurkan Object itu, tapi kita bisa melarikan diri dari ancamannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu berarti kita harus memikirkan cara untuk menyusup ke dalam markas musuh,” kata sang Elit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia melihat gadis pendek itu dan dia melanjutkan bicaranya katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebagai seorang pilot Object, aku punya cara bagaimana kita bisa menerobos jaringan radarnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 13===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya bahan peledak mereka yang tersisa hanyalah C4 yang biasa digunakan untuk meledakan jembatan atau bebatuan dan misil anti &lt;br /&gt;
tank di bahunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia turun dari menara pengawas itu dan menuju markas perawatan Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apakah kita harus meninggalkan sang Putri di belakang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walau kita bertiga pergi ke sana, tak ada yang akan berubah. Jika Water Strider itu kembali saat kita sedang bekerja, kita harus keluar &lt;br /&gt;
dari markas, jadi meninggalkannya di sana sebagai pengawas adalah jalan terbaik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah. Beri aku waktu berpikir, tuan Ksatria. Bahkan jika tentara berpangkat rendah seperti kita tertangkap oleh musuh, masih ada &lt;br /&gt;
kemungkinan kalau musuh akan memperlakukan kita seperti tawanan perang. Namun, kalau sang Elit tertangkap, perlakuannya pasti berbeda. &lt;br /&gt;
Dia pasti akan disiksa secara brutal untuk mendapatkan informasi di mana posisi Object kita yang lain berada atau menghancurkan &lt;br /&gt;
perlawanan tentara kita sampai ke akarnya. Kau seharusnya bisa memastikan kalau dia bisa melarikan diri kalau rencana kita ini ketahuan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang aku bilang: ini yang terbaik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser berusaha dengan keras untuk menerobos salju yang tebal ini, sekilas ia tersenyum di bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena suhu yang amat dingin, itu terlihat sangat kaku, senyum yang kaku, tapi bagaimanapun bentuknya itu adalah senyum yang natural.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau terlihat bersemangat,” katanya ke Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja. Menyerang markas musuh dengan orang berengsek sepertimu terdengar lebih baik dari pada dikejar-kejar Object musuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semangat mereka telah kembali seperti semula setelah melalui beberapa candaan sarkastik yang membawa mereka lebih nyaman dan tidak &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tertekan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka kemudian mencapai barikade di belakang markas musuh. Markas musuh dikelilingi oleh jaring yang dibuat dari serat sintetik, tapi &lt;br /&gt;
sepertinya tidak ada sensor yang dipasang di sepanjang jaring itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau pikirkan? Memanjatinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan, dasar bodoh. Penjaga pasti akan sadar kalau kita memanjat jaring sepanjang 2 meter ini. Kita perlu memotong jaring ini dan &lt;br /&gt;
membuat lubang di barikadenya,” bisik Heivia saat dia menarik pisau dari pinggulnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menggunakan pisau besar itu untuk memotong serat sintetik itu dan menerobos masuk ke dalam markas musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa kau pikir suku cadang kakinya itu disimpan?” tanya Quenser saat dia masuk melalui lubang barikade itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya banyak bangunan yang dibuat dengan dinding beton yang tebal di seluruh markas ini. Bangunan-bangunan memiliki banyak sekali &lt;br /&gt;
antena yang digunakan untuk membantu penyelidikan Object. Area di antara tiap-tiap gedung itu sangat panjang sampai-sampai seorang &lt;br /&gt;
penyusup saja bisa langsung terdeteksi oleh menara pengawas atau Object raksasa itu bisa dengan mudah melewatinya tanpa merusaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia menjawab pertanyaan Quenser saat dia bersembunyi di balik gedung di dekat mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu, tapi Object itu pasti harus dibongkar pasang setiap setengah hari sekali. Mungkin tempat bongkar pasang Object itu &lt;br /&gt;
adalah tempat di mana banyak orang yang mondar-mandir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngomong-ngomong, sudah berapa lama sejak Water Strider itu bergerak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seharusnya dia sudah mulai kembali sekarang, jadi kita perlu menghancurkan suku cadangnya sebelum dia kembali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau mereka bisa menahan Water Strider untuk dirawat, ia akan terjebak di markas ini. namun, kalau kaki-kakinya selesai dirawat, ia bisa &lt;br /&gt;
bergerak dengan sesukanya selama 12 jam berikutnya. Kalau itu terjadi, kawan-kawan mereka yang melarikan diri akan dibantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menggunakan pembidik senapannya untuk melihat fasilitas di sekeliling mereka dan menemukan sebuah gedung yang memiliki banyak &lt;br /&gt;
sekali jejak kaki di atas salju yang mengarah menuju suatu tempat. Badai salju membuat jejak kaki itu menghilang, tapi salju putih itu &lt;br /&gt;
tidak menghilangkan noda cokelatnya. Dia bisa meliaht jejak kaki dari 100 sampai 200 orang, jejak ban dan kendaraan berat lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gedung itu tidak cukup besar untuk menampung Object di dalamnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu apakah mungkin jejak kaki itu berasal dari para pekerja yang membawa suku cadangnya ke tempat perawatan Object?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin itu klub stripsis yang ada di markas. Kalau memang iya, kita pasti akan bertengkar dengan 100 orang bodoh yang ngompol di celana &lt;br /&gt;
mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menggunakan pembidiknya untuk melihat empat buah menara pengawas di tiap sudut markas, tapi antena parabola dari fasilitas radar &lt;br /&gt;
yang dibangun di gedung-gedung itu menghalangi pandangannya untuk memastikan berapa banyak penjaga di menara pengawas itu. Sekali lagi, Object adalah prioritas utama. Sepertinya, walau mereka berlari di sepanjang markas ini, mereka tidak akan tertangkap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia merangsek masuk ke dalam bangunan itu na berlari di area salju terbuka itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka hanya memerlukan 10 detik untuk menyeberang, tapi yang mereka rasakan adalah jantungnya yang seakan berhenti berdetak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada suara senapan yang meletus yang terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka menekan tubuh mereka di dinding depo itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo kita masuk lewat belakang. Apa kau tahu cara membuka kunci elektronik?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau perlu, kita buka dengan meledakkan C4.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ide yang bagus andai saja kalau kau mau membangunkan seluruh pasukan di markas ini untuk memburu kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser dan Heivia bolak-balik, mereka mengitari bangunan itu dan menemukan kunci pintu belakangnya tidak terkunci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku rasa mereka sangat yakin kalau tidak mungkin ada orang yang akan menyusup ke tempat ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan aku membayar tentara untuk berjaga di sini adalah pemborosan pajak juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka membuka pintu kecil itu dan masuk ke dalam depo itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bangunan itu memiliki lebar 50 meter, panjang 100 meter, dan tingginya 15 meter. Itu adalah sebuah bangunan yang luas tanpa adanya &lt;br /&gt;
dinding bagian dalam. Balok logam dipasang secara vertikal dan horizontal di seluruh tempat ini. Bingkai logam sepertinya adalah komponen &lt;br /&gt;
utama dari tempat ini dan membuatnya terlihat seperti rak buku di dalam perpustakaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan rak buku itu dibuat berbaris dengan peralatan silinder.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Silinder yang berdiameter setengah meter dengan panjang 5 meter membuatnya terlihat seperti mesin pesawat. Dari pengetahuan Quenser, dia &lt;br /&gt;
menduga bahwa itu adalah perangkat yang membuat tenaga listrik statis dengan memutar turbinnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tebakanku, ini adalah salah satu bagian dari bawahan Object, tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, di tempatku bertugas, kita harus menganalisis rekaman pertempuran dan mencoba membuat desain perkiraan dari Object musuh. Aku yakin &lt;br /&gt;
kalau bagian ini mirip dengan diagram perkiraan kita,” kata Heivia setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat turbin silinder itu di mana ada angka yang ditulis di tempat itu. Sepertinya itu adalah spesifikasi sederhana dari &lt;br /&gt;
pembangkit tenaga listrik itu, tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa? Bukannya angka desimal ini ada di tempat yang salah? Kalau ini benar, ini bahkan lebih kuat dua kali dari meriam plasma yang &lt;br /&gt;
mereka gunakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk menjaga tubuh besar itu tetap mengambang dan bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi, mereka harus melakukannya seperti itu. &lt;br /&gt;
Dari simulasinya, tiap kaki menggunakan 10 turbin seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dua puluh kali tenaga yang lebih besar dari meriam plasma? Hanya untuk satu kaki?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat,” kata Heivia sambil membuka sebuah penutup turbin itu dan melirik ke dalam. “Benda ini penuh dengan sensor. Benda ini terlihat &lt;br /&gt;
sangat mirip dengan bom yang ada di dalam film. Ini semua untuk peralatan keamanan tingkat tinggi. Mereka harus benar-benar memastikan &lt;br /&gt;
bahwa mereka bisa menebak dengan tepat kalau kontrol dari salah satu turbin ini kehilangan tenaganya atau rusak sehingga mereka bisa &lt;br /&gt;
dengan cepat mematikkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Coba pikir, sepertinya aku pernah dengar sesuatu tentang turbin yang meleleh kalau terus-terusan membuat tenaga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah terlambat kalau terlanjur meleleh,” kata Heivia. “Hanya karena turbinnya berhenti berfungsi bukan berarti tenaga yang diproduksi &lt;br /&gt;
oleh reaktornya akan hilang. Reaktor dan kakinya memiliki trafo darurat dan akan melepas tenaga tiap perangkat yang dipasang, tapi jumlah &lt;br /&gt;
tenaga yang harus menyingkirkan tenaga yang lebih besar dari pada yang sanggup ia tangani. Kalau semua turbin pada salah satu kaki mati &lt;br /&gt;
semua, itu sama dengan 20 kali tenaga yang digunakan untuk satu meriam plasma. Aku rasa trafo dan pelepas perangkatnya tidak akan bisa &lt;br /&gt;
berfungsi kalau turbinnya meleleh dan gagal fungsi. Perangkatnya akan hancur berkeping-keping.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa turbinnya memiliki banyak sensor yang dipasang. Kalau mereka bisa memprediksi kegagalan fungsinya lebih cepat, maka mereka &lt;br /&gt;
bisa menangani pengeluaran tenaga yang terlalu besar itu dengan mematikannya secara bertahap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Fungsinya mungkin sangat dioptimalkan... tapi bukannya Water Strider malah terlihat seperti menumpukkan semuanya begitu saja, bukan &lt;br /&gt;
begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu hanyalah salah satu aspek untuk membuat Object khusus untuk wilayah bersalju. Salah satu yang dibuat untuk sang Putri, didesain &lt;br /&gt;
untuk bisa bergerak di seluruh tempat di muka bumi dan Water Strider hanya mampu bergerak di wilayah Alaska yang bersalju. Mereka berdua &lt;br /&gt;
memang Object, tapi mereka berdua dikembangkan dengan ide dan konsep yang sangat berbeda,” kata Heivia. “Salju yang dalam akan &lt;br /&gt;
memperlambatmu, jadi Object yang bisa dengan mudah bergerak dengan cepat adalah sebuah keuntungan. ...Dan itulah yang menimpa Putri kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, jika turbinnya tidak bisa digantikan, mereka akan menang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau listrik statis yang diproduksi di bagian bawah Water Strider dihancurkan, maka ia tidak akan bisa diperbaiki dan Object musuh akan &lt;br /&gt;
terjebak di dalam markas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan mereka memiliki C4 yang bisa menyukseskan rencana ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 14===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih berada di dalam menara pengawas yang tidak begitu jauh dari area markas ini, sang Elit itu sedang menunggu kembalinya Quenser dan &lt;br /&gt;
Heivia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, telinganya berkedut dan ia langsung berbalik menuju arah sebaliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendengar suara bising kilat dan guntur yang dibuat oleh Water Strider saat bergerak dengan menggunakan tenaga listrik statis. &lt;br /&gt;
Sepertinya Water Strider sudah mencapai batas maksimumnya dan akan segera kembali ke aras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika benda melewati dua orang rekannya di markas, mereka pasti akan mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu memiliki radio yang memang ditujukan untuk situasi seperti ini. Jika sudah saatnya, dia harus mengontak Quenser dan Heivia jadi &lt;br /&gt;
mereka bisa pergi dari sini. Rencana mereka akan gagal, tapi paling tidak mereka masih bisa hidup. Jika rencana menghancurkan bagian &lt;br /&gt;
bawah Object itu gagal, maka mereka harus mencari cara lain lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Elit itu meraih saklar radionya, tapi tiba-tiba dia berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(....Ini buruk.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menelan ludahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Markas musuh terdiri dari fasilitas perawatan yang khusus dibuat untuk Object dan fasilitas radio yang besar untuk mendukung Object dari &lt;br /&gt;
belakang. Mereka sepertinya menggunakan radar-radar ini untuk mendeteksi musuh di badai salju, tapi jika dia menggunakan radio sedekat &lt;br /&gt;
ini dengan markas musuh yang memiliki banyak sekali radar penjejak...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Mereka pasti akan menyadarinya. Tidak hanya menyadari keberadaanku, tapi mereka pasti sadar bahwa sinyal itu diarahkan ke arah markas...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Radio itu seharusnya digunakan untuk memperingatkan mereka akan adanya bahaya, tapi sinyal transmisi radio ini sendiri membawa malapetaka &lt;br /&gt;
bagi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dia tidak bisa memberi tahu mereka berdua kalau Object musuh sudah mendekat tanpa menggunakan radio.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apa yang harus aku lakukan?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elit itu menunduk dan melihat radio itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak ingin orang lain mati. Ini bukanlah masalah kewajiban untuk melindungi para prajurit dari Object karena dia adalah seorang &lt;br /&gt;
Elit, pilot dari Object. Lebih dari sumpahnya, dia tidak ingin ada orang yang mati karena melindunginya malah mati sia-sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kawan seperjuangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat pikiran itu muncul di kepalanya, sang Elit itu mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Prioritas musuh adalah menemukan pilot Object...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengambil napasnya yang dalam dan melihat senjata raksasa itu begitu dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah satu-satunya kesempatannya untuk menjadi umpan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 15===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan C4 di tangannya, air muka Quenser berubah semakin masam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa yang harus kita lakukan?” katanya dengan suara yang bergetar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian perawatan untuk Object adalah sebuah peralatan yang dibuat dengan presisi yang sangat khusus tanpa adanya cangkang bagian luar, jadi C4 sudah lebih dari cukup untuk menghancurkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada banyak sekali benda yang harus dihancurkan. C4 kita tidak akan cukup!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruangan yang sangat besar di dalam bangunan ini menyimpan banyak sekali bagian silinder. Quenser mengertakkan giginya pada situasi yang &lt;br /&gt;
terasa kacau ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object adalah sinonim dari perang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua orang di dalam markas ini akan mati jika Object tidak berfungsi lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jumlah suku cadang yang begitu banyak di markas ini menunjukkan betapa takutnya mereka akan hal yang akan terjadi itu. Musuh begitu &lt;br /&gt;
pengecut karena menyerahkan semua masalah perang kepada Object, tapi itulah yang membuat mereka sadar akan kelemahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia mundur di arah yang sama dan ia tanpa sengaja menutuk bahunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hey, ayo kita ledakkan seluruh bangunan ini saja. Kalau kita tidak bisa menghancurkan suku cadang ini satu-satu, kita bisa &lt;br /&gt;
menghancurkannya tiang utama bangunan ini dan meruntuhkannya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau benar-benar yakin kalau tindakan itu pasti akan merusak seluruh suku cadang ini? Dan bahkan kalau setiap suku cadang ini rusak, &lt;br /&gt;
mereka masih bisa mencari sisa-sisanya dan mengerjakan tiap komponen menjadi satu yang baru yang bisa digunakan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi itu-...! Tidak, kau benar. Melanjutkan operasi Object adalah masalah hidup dan mati bagi mereka. Tidak mengejutkan kalau mereka &lt;br /&gt;
begitu gigih. Tapi apa yang harus kita lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial!!” Quenser mengutuk kejadian ini dan lari ke arah depo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melihat tiap rak yang dibuat dengan bingkai logam untuk melihat apakah dia bisa mendapat informasi yang berguna. Saat dia membaca &lt;br /&gt;
layarnya, rasa tidak sabarnya menumpuk, dan mencegahnya untuk menemukan solusi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di saat yang sama, Heivia melirik ke arah pintu keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hey, ini berbahaya. Kita harus pergi dari sini! Kalau kita tidak bisa menghancurkan bagian bawah Object itu, tidak ada gunanya lagi kita &lt;br /&gt;
berlama-lama di sini!! Kita harus keluar dari sini segera!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, tunggu sedikit lagi!! Pasti ada sesuatu!!” jawab Quenser saat dia membalik petunjuk manual perawatan turbin yang ia temukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia mendengar suara berat yang mirip dengan guntur mendekat mereka dari langit, jantungnya serasa mau berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah suara Water Strider yang bergerak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial!! Kenapa Putri tidak memperingatkan kita lewat radio!?” pekik Heivia, tapi Quenser tidak mempedulikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah datang sejauh ini, mereka akan mati sia-sia tanpa ada hasil yang mereka dapat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tunggu dulu sebentara. Kombinasi sensor level empat ini dan saklar otomatisnya...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat ke belakang dan melihat buku manual perawatan itu dan kemudian raknya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Angka apa!? Kalau aku tahu angka kuncinya...!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Waktu habis, pahlawan!! Kalau kita tidak keluar dari ini dalam 30 detik lagi, kita akan terjebak di sini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Beri aku satu menit lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kau sibuk sendiri!? Apa kau tidak bisa menyimpulkan kalau kita tidak bisa menghancurkannya!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“45 detik!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia mendengar suara langkah kaki dalam jumlah besar mendekati mereka. Quenser sepertinya sudah kehilangan kemampuannya untuk membuat &lt;br /&gt;
keputusan yang rasional-logikal karena harapan yang mereka miliki ini. Saat Heivia berpikir mau menendang bokong Quenser untuk membuatnya &lt;br /&gt;
mau ikut pergi, Quenser melihat kepada Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo kita pergi. Apa kita masih bisa melakukannya!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena ada orang idiot yang menghabiskan waktu di saat yang penting, ini pasti akan menjadi sangat mendebarkan, tapi untungnya! Lewat &lt;br /&gt;
sini!!” kata Heivia saat mereka berlari menuju jalan belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membuka pintunya dan mengintip ke luar untuk melihat apakah Object itu telah melewati mereka. Sepertinya Object itu mengarah menuju &lt;br /&gt;
area perawatan. Prajurit teknisi mengikutinya dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kita bisa melakukannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang kita lakukan sekarang ini sama seperti masuk ke dalam sarang lebah, tapi kita tidak memiliki kesempatan lain. Fasilitas rada akan &lt;br /&gt;
berada dalam status siaga yang sangat tinggi saat Object berada dalam status perbaikan. Kita harus keluar dari sini sebelum mereka &lt;br /&gt;
mengganti modenya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bisa mendengar suara berdenting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu tidak berasal dari pintu belakang. Personil yang bertugas di pintu utama itu sedang membuka pintunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Brengsek, ayo pergi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia hampir mendorong satu sama lain saat mereka keluar dari depo itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya tentara musuh sudah menurunkan penjagaannya karena satu-satunya Object yang menjadi ancaman mereka telah dihancurkan. Jumlah &lt;br /&gt;
orang yang besar berkumpul di dekat Water Strider seperti sedang melakukan parade kemenangan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kau tidak berniat untuk menggunakan C4, kan? Nyalakan pemicunya dan lempar ke arah sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau ingin menggunakannya sebagai pengalih perhatian?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saat Water Strider itu selesai diperbaiki, kita membutuhkan rencana baru untuk keluar dari sini. Kalau mereka melaporkan ledakan itu ke &lt;br /&gt;
seluruh area di dalam markas ini, mereka pasti berpikir kalau itu adalah serangan meriam dan Object akan dikirim untuk membalasnya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser pergi mengikuti ide Heivia dan melempar bagian kecil dari C4 itu dan berlari. Ternyata benar bahwa mereka tidak memerlukan C4 itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah membuang semua C4nya, mereka berlari ke belakang ke arah lubang yang mereka buat di barikade tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Quenser menyadari sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang terjadi, pahlawan!? Apa kau meninggalkan sesuatu di belakang!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, Putri sudah tertangkap!!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia syok ketika dia mendengar hal itu dan ia memperhatikan secara serius apa yang dikatakan oleh Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka kembali lagi ke arah gedung lain dari pada keluar melewati lubang yang mereka buat di barikade dan mengintip melalui sisi samping &lt;br /&gt;
agar mereka bisa melihat pusat dari markas itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari jarak tersebut, mereka bisa melihat sang Elit diborgol dan dipaksa untuk berjalan di dekat Water Strider. Sorak-sorai mereka &lt;br /&gt;
ternyata bukan karena kembali Obyek mereka, tapi mereka begitu bersemangat karena mereka telah menangkap orang yang selama ini memiloti &lt;br /&gt;
Object yang telah membahayakan nyawa mereka selama ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat ke belakang dan kemudian dia menjadi bingung karena dia melihat sang Elit yang ada di depannya dan lubang keluar yang ada &lt;br /&gt;
di belakangnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Brengsek. Apa yang harus kita lakukan!?” tanyanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang harus kita lakukan...? Oh tidak. Padahal tadi aku baru saja mengagumimu sebagai seorang ksatria, sekarang kau tidak bisa &lt;br /&gt;
memilih apakah kau harus menyelamatkan sang Elit!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi apakah kita harus meninggalkannya!? Aku tidak bilang kalau kita bisa mengalahkan Object. Kita bisa meledakkan C4 itu di mana saja, &lt;br /&gt;
ingat!? Kalau kita bisa membingungkan musuh dengan itu, kita bisa memiliki kesempatan untuk menyelamatkannya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan kita berdua saja!? Mereka memiliki Object. Dan kalaupun mereka tidak memiliki Object, mereka memiliki banyak pasukan di sini!? &lt;br /&gt;
Apa kau tahu, berapa banyak bala bantuan yang kita butuhkan untuk menerobos mereka semua!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi tanpa Object, masalah ini jadi lebih sederhana kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kita bisa mengalahkan Water Strider, kita bisa melawan mereka dengan bala bantuan seperti tank atau pesawat, kan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengertakkan giginya dan mengoperasikan radio di tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak meledakkan C4. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mencoba menghubungi Froleytia dan para tentara lainnya yang melarikan diri, tapi Heivia langsung meraih tangannya ketika menyadari &lt;br /&gt;
hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bodoh!! Markas mereka ini dibangun dengan banyak fasilitas radar! Kalau kau mengirimkan sinyal radio, mereka akan menemukan kita &lt;br /&gt;
dalam sekejap!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi...!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada yang bisa kita lakukan. Kalaupun kita mengontak Froleytia dan yang lain, apa kau pikir mereka akan benar-benar datang!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu apa kau pikir kita bisa meninggalkan sang Putri!? Apa kau tidak sadar alasan kita memisahkan diri dari pasukan utama dan datang ke &lt;br /&gt;
tempat ini!? Itu karena kita tidak ingin meninggalkannya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Brengsek,” kata Heivia sambil mendecakkan lidahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terlihat ragu dengan sesuatu, tapi akhirnya dia membulatkan keputusannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Instrukturku dulu waktu di akademi militer pernah memberi tahu aku sebuah rahasia saat aku masih dalam masa-masa pelatihan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kau bisa meningkatkan kekuatan pelacak infra merahnya pada misil anti tank generasi ke-8 ini, kita bisa membuat sebuah modifikasi &lt;br /&gt;
khusus untuk diarahkan ke komputer, dan hubungkan ke port radio, satelit berkekuatan tinggi milik militer akan menangkap sinyal infra &lt;br /&gt;
merah itu, dan menyelesaikan transmisinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, kau bilang....!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi tidak ada jaminan bahwa fasilitas radar musuh tak menyadarinya trik kecil seperti ini dan rudal sekam yang menghalangi sinyal di &lt;br /&gt;
langit tak akan menghalangi sinyal ini. Instruktur yang mengajariku trik ini bilang bahwa cara ini hanya boleh digunakan sebagai cara &lt;br /&gt;
terakhir untuk mengirim sinyal SOS. Kita hanya bisa berserah pada keajaiban jika sinyal itu bisa bertahan selama semenit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia menjelaskan semua itu, Heivia menurunkan misil itu dan membuat perlengkapan. Quenser memindahkan penutup misil itu dan &lt;br /&gt;
mengarahkannya ke komputer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tahu di mana dan kapan satelit akan melintas di atas kita?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat jadwal di File 399 di perangkat genggammu. Kalau masih berada di dalam orbit standarnya, maka kita bisa memastikannya tanpa harus &lt;br /&gt;
mengeceknya secara Online.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia mengkoneksikan radio dan misil anti tank itu dengan kabel dan secara perlahan memindahkan moncongnya ke arah langit berdasarkan &lt;br /&gt;
petunjuk yang dimiliki Quenser di perangkat genggamnya. Saat dia melakukan itu, suara statik muncul di pengeras suara radio itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini, Heivia. ... Oke, sepertinya kita mendapatkan satelitnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cepat dan amankan jalur transmisinya dan hubungkan dengan perangkat komunikasi laser satelit milik Froleytia! Aku tidak tahu berapa lama &lt;br /&gt;
koneksi ini akan bertahan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski cara yang mereka gunakan ini ilegal, tapi mereka masih menggunakan kode umum militer, sehingga satelit masih bisa menyiarkan &lt;br /&gt;
sinyalnya. Setelah mendapat sinyal yang menandakan bahwa cara ini berhasil, Quenser berbicara lewat radio.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini Quenser. Apa kau bisa mendengarku, Froleytia? Kita ada di dalam markas musuh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mendengar suara napas seseorang yang berasal dari dalam radio itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena memaksakan sinyal dengan perangkat rudal anti tank ini, sinyalnya terganggu dengan noise di dalamnya. Statiknya lebih besar &lt;br /&gt;
daripada suaranya, tapi mereka masih mendengar kata-kata yang terucap satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Putri tertangkap oleh musuh di markas ini. Kita akan menyelamatkannya. Apa kau bisa mengirimkan bantuan? Markas ini hanya dibuat untuk &lt;br /&gt;
perawatan Object saja dan fasilitas radar, jadi mereka tidak memiliki tank atau pesawat tempur. Jadi kalau bisa melakukan sesuatu dengan &lt;br /&gt;
Object itu, kita masih memiliki kesempatan untuk mengalahkan mereka!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tidak tahu betapa berbahayanya Obyek itu? Menyerahlah untuk menyelamatkan sang Putri. Tidak ada gunanya mati dan, Quenser, kau &lt;br /&gt;
bukan prajurit sungguhan. Tidak ada yang akan menyalahkanmu kalau kau melarikan diri!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita akan mengurusi Objectnya,” kata Quenser datar. Tidak ada yang mengira bahwa kata-katanya memiliki arti yang sebenarnya dari pada &lt;br /&gt;
gertak sambal semata. “Froleytia, kau bisa menunggu sampai kau melihat cahaya besar akibat hancurnya Object, tapi yang harus kau lakukan &lt;br /&gt;
adalah mengirim tank dan bala bantuan kepada kami! Itu saja bisa merubah situasi ini. Tolong pikirkan hal ini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, tapi aku tidak akan begitu berharap kalau aku adalah kamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku bebas untuk memilih harapanku luluh atau tidak,” kata Quenser sebelum mematikan radionya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia lalu melihat Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terunduk dengan tubuh yang bergetar dan berkata, “Sekarang kita telah melakukan apa yang kita bisa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, tapi aku tidak berpikir kalau ada perubahan berarti kalau Froleytia membantu kita. Untuk satu hal, permintaanmu tidak didasari tata tertib militer. Dia tidak akan membahayakan bawahan dan unitnya dalam bahaya seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang yang tinggal kita lakukan hanyalah berharap bahwa keajaiban akan terjadi, atau menghancurkan Object itu sendiri dengan tangan &lt;br /&gt;
kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan berbicara seperti membalikkan telapak tangan. Dan aku tidak pernah bilang apatah kata pun tentang menyelamatkan sang Putri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser tidak mengatai Heivia jika ia ingin melarikan diri. Dia yang memaksanya untuk ikut dalam kejadianini, jadi tidak ada jaminan &lt;br /&gt;
bahwa mereka akan selamat. Juga, apa yang Quenser lakukan sekarang bukanlah tindakan yang akan dilakukan seorang prajurit militer. &lt;br /&gt;
Bahkan, dia sangat berterima kasih karena Heivia mau menemaninya di saat seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, sudah membawamu di situasi seperti ini. Kau bisa meninggalkan markas ini melalui barikade itu dan melarikan diri ke hutan. Aku &lt;br /&gt;
akan melakukan apa pun untuk mengalihkan perhatian mereka terhadapmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, sialan kau. Jangan tinggalkan aku dengan trauma seumur hidup ini! Kau tidak memberiku pilihan lain, kau tahu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia masih begitu keras kepala saat melirik ke arah barikade yang telah mereka lubangi sebelumny, tapi saat Quenser menerobos dari &lt;br /&gt;
belakang gedung itu dan meraih satu-satunya tempat mereka untuk berlindung dari pandangan musuh, Heivia mengikutinya dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia mengarah ke luar sendirian untuk melanjutkan misi ini sendirian dengan kemungkinan keberhasilan yang sangat kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan tentu saja, tidak ada keajaiban yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah 10 menit, mereka ketahuan, tembakan peringatan ditembakkan ke tanah tempat mereka berpijak oleh seorang Dnieper, dan mereka &lt;br /&gt;
berakhir dengan tertangkap oleh pasukan musuh dengan tangan yang diletakkan di atas kepala mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 16===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser, Heivia, dan Sang Elit dibawa ke pusat markas perawatan. Mereka diperintahkan untuk berlutut dan meletakkan tangan mereka di atas kepala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang prajurit ditempatkan masing-masing di belakang mereka, sambil membawa pistol yang mengarah ke kepala mereka. Lingkaran manusia &lt;br /&gt;
terbentuk di markas itu dan menampilkan eksekusi publik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cerita yang menyedihkan, bukan? Ini adalah contoh yang bagus bagi kisah seorang ksatria yang menyelamatkan putrinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau mengejekku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tidak. Object itu memasuki wilayah perawatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Heivia dan Sang Elit bertukar kata dan melihat ke belakang, Quenser terdiam dan menatap Water Strider yang berjalan pelan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Kalau aku bisa bisa membuat kekacauan, apa kamu pikir kita bisa pergi dari sini?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Ahhn? Maksudmu peledak C4 yang kita sebar tadi? Kalau itu bisa meledakkan Object, mungkin patut dicoba.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Aku serius di sini.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Aku juga.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, salah satu prajurit musuh berdiri maju ke apam dan berdiri di depan Quenser dan yang lain. Sambil mengunyah permen &lt;br /&gt;
karetnya, dia meludahkan ludah kuning ke atas kepala Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita akan memanggangmu dengan senjata utama Object.” Dia berbalik ke sang Elit. “Untukmu, kita akan menggunakan sugesti dan elektrode &lt;br /&gt;
untuk menarik semuanya keluar dari kepalamu. Kepribadianmu tidak akan bisa pulih kembali, tapi semua itu akan selesai setelah 30 menit. &lt;br /&gt;
Setelah itu, kau akan kami telanjangi dan kami gantung di senjata utama Object sampai kau mati kedinginan. Mungkin para pengintai yang &lt;br /&gt;
berlari di hutan dan gunung ini akan menyerah ketika melihat itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Jadi kau tidak peduli dengan perjanjian perangnya dan memperlakukan tawanan perang. Aku rasa kau tahu siapa yang sebenarnya melarikan &lt;br /&gt;
diri, bukan, brengsek.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia membiarkan komentarnya meleset dan setelah itu dia mendapatkan sebuah sepatu bot tebal di dagunya. Itu menjatuhkannya dan &lt;br /&gt;
membuatnya tenggelam di dalam salju. Saat dia terbatuk, dia memandang musuh dengan mata yang begitu tajam di matanya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perawatannya sudah selesai, jadi ini saatnya eksekusi,” kata prajurit musuh itu dengan mengejek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara bising seperti lonceng gereja, dinding dan langit-langit bangunan tempat memperbaiki Object itu terbuka dengan lebar. Yang &lt;br /&gt;
muncul dari situ adalah sebuah senjata besar dengan panjang tubuh utamanya 50 meter dan senjata utamanya yang memanjang ke setiap arah, &lt;br /&gt;
membuat panjangnya bertambah menjadi 140 meter. Water Strider menguasai seluruh Alaska dengan lebih dari 100 senjata dan tebalnya &lt;br /&gt;
zirahnya. Saat bawahannya diganti, suara guntur dan kilat yang bising muncul yang terbuat dari sejumlah besar listrik statis yang dibuat &lt;br /&gt;
dengan berfokus pada satu titik itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jaraknya sekitar 300 meter dari Object, tapi dengan kekuatannya yang begitu besar tidak peduli seberapa panjang jaraknya dengan musuh, &lt;br /&gt;
pasti bisa dihancurkannya dalam sekejap. Hal itu membuat merek merasa seperti akan dilindas oleh kaki-kakinya jika mereka menggerakkan &lt;br /&gt;
tubuh mereka sedikit saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat Object itu, Quenser berbisik kepada Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Menunduklah saat aku menerjangnya. Gunakan traktor penyapu salju itu untuk berlindung.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Hey!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia tidak bisa menghentikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menerjang musuh yang mendekatinya. Semua prajurit yang ada di tempat itu memegang senapan, tapi mereka tidak bisa menarik &lt;br /&gt;
pelatuknya karena terganjal sesuatu. Sepertinya memang benar bahwa para prajurit di sini banyak yang tidak terlatih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh mungkin berpikir bahwa Quenser akan meraih senapannya karena dia menarik senapan itu dari dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Quenser tidak meraih senapan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia meraih radio kotak yang ada di bahu prajurit itu seperti pisau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menunduk!!” teriak Quenser saat dia mendorong prajurit itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengoperasikan radio itu dengan ibu jarinya sambil berguling di atas salju meski banyak moncong senjata yang mengarah padanya. &lt;br /&gt;
Heivia berpikir bahwa dia akan meledakkan C4 yang disebar di markas ini, jadi dia segera melompat ke balik traktor itu sambil melindungi &lt;br /&gt;
sang Elit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, bukan itu yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser tidak meledakkan C4 itu untuk menarik perhatian musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia meledakkan kaki Water Strider.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara yang begitu ritus, salah satu dari empat kaki sejauh 300 meter itu meledak dari dalam. Itu bukan ledakan yang berasal dari &lt;br /&gt;
luar. Ledakan itu sangat jelas berasal dari dalam zirahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser melihat suku cadang di depo itu, dia tahu bahwa tidak mungkin meledakkan setiap suku cadang yang ada di sini. Itu lah kenapa &lt;br /&gt;
dia mencari suku cadang yang paling mungkin akan digunakan pada Object untuk perbaikan nanti dan meletakkan C4 di dalamnya. Masih banyak &lt;br /&gt;
harus dipelajarinya, tapi dia pengetahuan yang dia dapat soal konstruksi dari Object telah membuatnya yakin mana saja suku cadang yang &lt;br /&gt;
paling penting dan di mana dia harus meletakkannya agar tidak ketahuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juga, dia meledakkan turbin yang memakan tenaga yang sangat besar untuk tenaga listrik statis yang membantu Water Strider bergerak. &lt;br /&gt;
Bahkan untuk satu kaki membutuhkan 2 kali tenaga meriam plasma berkeseimbangan rendah yang berarti tiap kaki menggunakan 20 kali tenaga &lt;br /&gt;
lebih besar dari pada yang biasa digunakan. Ini membuat titik baliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi apa yang terjadi jika titik itu dihancurkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puluhan sensor yang dipasang pada turbin itu memprediksi kegagalan dan menutupnya dengan cepat untuk meminimalisasi kerusakan yang ada. &lt;br /&gt;
Berapa banyak kerusakan yang ditimbulkan saat trafo darurat dan perangkat pelepasnya – begitu juga dengan reaktor tersebut – meledak dan &lt;br /&gt;
menimbulkan reaksi berantai yang menghancurkan sisa lainnya? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prajurit yang Quenser curi radionya itu sekarang mengarahkan moncongnya ke arah Quenser dengan ledakan yang mengikutinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa kau pikir kau bisa menghancurkan Object hanya seperti itu?” katanya dengan begitu bangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ledakan beruntun mengikutinya, tapi yang meledak hanyalah satu kaki. Sepertinya tidak begitu berpengaruh terhadap hancurnya kaki Object &lt;br /&gt;
yang lain; atau menghancurkan tubuh Water Strider itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tahu 5% dari berat Object kami menggunakan peralatan pengaman? Prajurit rendahan sepertimu yang menyusup ke dalam fasilitas &lt;br /&gt;
perawatan kami tidak mungkin bisa memotongnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyebabkan ledakan besar itu, Quenser melompat dari traktor penyapu salju itu dan prajurit musuh yang lain berdiri di tengah-&lt;br /&gt;
tengah hamparan salju yang terbuka dan mengarahkan larasnya kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kekuatan superioritas Object tidak akan pernah bisa diungguli oleh siapa pun. Ini adalah medan perang tempat kita hidup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy_Object_v01_142.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Quenser tersenyum di situasi tanpa harapan ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tahu bahwa Object milik putri kami dan Water Strider milikmu memiliki kesamaan? Aku melihatnya di panduan manual perawatannya. Beberapa Object memiliki perangkat keamanan yang dipasang untuk memastikan bahwa Object tidak jatuh ke tangan musuh. Jika tidak hancur tapi sudah tidak berfungsi lagi, musuh bisa mengambilnya dan menganalisis teknologi yang digunakan. Untuk mencegah hal itu, gas khusus yang digunakan untuk meriam plasma digunakan untuk menghancurkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu muncul di tangan Quenser seperti di panggung pesulap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah benda kecil yang muat di telapak tangannya dan terlihat seperti papan sirkuit kotak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perangkat ini dikontrol oleh sensor presisi, jadi hampir tidak pernah digunakan untuk hal yang tidak penting.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prajurit musuh itu sadar tentang benda kotak yang dilihatnya itu apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, itu semua sudah terlambat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi jika sensor itu dipindahkan dari turbin yang meledak itu, apa kau pikir itu bisa melakukan pilihan yang tepat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi pula, ledakan C4 itu sudah merusak fungsi keamanan Water Strider, menyebabkannya untuk aktif. Gas spesial untuk meriam plasma &lt;br /&gt;
berkeseimbangan rendah diisi di ruang kosong di dalam mesin itu... dan menyebabkan ledakan tak lama setelah itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ledakan besar yang diakibatkan plasma itu menghancurkan reaktor di dalamnya dalam waktu yang sangat singkat. Namun, itu adalah ledakan &lt;br /&gt;
yang dimaksudkan untuk menghancurkan semua informasi yang ada. Itu adalah ledakan yang digunakan hanya untuk menghancurkan teknologi yang &lt;br /&gt;
ada di dalam Object itu agar tidak dianalisis, jadi ledakan itu tidak seberapa kuat dibandingkan ledakan yang diakibatkan oleh ledakan &lt;br /&gt;
reaktor tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian, semua suara menghilang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bola raksasa yang menjadi tubuh utama Object membesar dan sebuah kilat cahaya berwarna putih dan gelombang kejut yang begitu kuat &lt;br /&gt;
menyebar ke segala arah. Prajurit musuh yang berdiri di area terbuka terjebak karena gelombangnya. Dia terlempar beberapa puluh meter &lt;br /&gt;
sebelum mendarat di atas salju. Hal yang sama terjadi kepada prajurit yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object raksasa itu meledak di tangan seorang prajurit teknisi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejadian ini adalah sebuah kejadian yang tak pernah terdengar sebelumnya dan membalikkan teori perang yang ada. Penyelesaian dari misi &lt;br /&gt;
ini diselesaikan oleh kombinasi kemampuan dari Quenser, Heivia, dan sang Elit. Teknisi Perang yang biasanya bekerja di balik layar untuk &lt;br /&gt;
menghancurkan batuan atau jembatan atau membuatnya atau membangun jalur mendapatkan sebuah kenaikan yang luar biasa menjadi seorang &lt;br /&gt;
pahlawan yang mengubah semua sejarah perang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dia tidak memiliki waktu untuk menikmati hasilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gwaaaaaahhhhhhhhhh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser terkena gelombang kejut itu, tapi tidak terlempar dengan mudahnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski dia berjarak 300 meter dari pusat ledakan dan bersembunyi di balik traktor itu, ledakan cahaya putih itu serasa menusuk retinanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Permukaan traktor baja itu hangus dan meluncur ke samping. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit langsung menjalar ke kepalanya dan indera pendengarannya serasa hampir hilang. Rasa sakit akan terbakar terasa begitu sakit di &lt;br /&gt;
punggungnya. Dia menggosok matanya saat matanya dipenuhi oleh warna putih di mana-mana dan mencoba mencari di mana Heivia dan Sang Elit &lt;br /&gt;
berada yang mungkin berada dalam kondisi yang sama dengannya atau pingsan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia kemudian mendengar suara logam berdenting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa prajurit secara ajaib berhasil selamat sama seperti Quenser dan dua orang kawannya. Penglihatannya kembali dan dia melihat &lt;br /&gt;
beberapa prajurit dengan susah payah mencoba mengarahkan senapannya ke arahnya dengan tubuh yang terus bergetar karena efek ledakan itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser sekali lagi merasakan radio di tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengeset frekuensi dan mengirimkan kode peledak untuk C4. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peledak yang dia sebar di mana membuat ledakan yang melempar tubuh para prajurit itu ke langit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser berteriak kepada Heivia yang jatuh di bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau bisa berlari!? Ambil salah satu senapan itu dan menembaklah!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berengsek kau! Apa itu yang kau bilang ‘membuat kepanikan’? Ledakan sebesar itu juga membuatku panik kau tahu!!” teriak Heivia saat dia &lt;br /&gt;
bangkit dari tanah dan meraih senapannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika mereka berhasil meledakkan Water Strider karena banyak sekali ketidaksengajaan, tujuan utama mereka bukan menghancurkan &lt;br /&gt;
markas ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tinggal melarikan diri dari tempat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser dan yang lain Pedi dari tempat ini menuju jalan keluar, seorang prajurit musuh mengeblok jalan mereka. Dia memegang &lt;br /&gt;
senapannya dan mengarahkannya ke dada Quenser. Dua orang itu saling menatap dan sadar bahwa mereka berada pada situasi yang sangat sulit. &lt;br /&gt;
Quenser melihat senyum di wajah prajurit itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dia mendengar suara tembakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, itu tidak berasal dari senapan prajurit itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah peluru menerjang kepala prajurit itu dari jarak yang jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sisa dari pasukan musuh terkejut dari arah dari mana suara itu berasal dan melihat rudal yang tak terhitung dan peluru meriam terbang ke &lt;br /&gt;
arah mereka yang berasal dari luar markas mereka. Prajurit musuh ini bukan satu-satunya yang terkejut karena serangan ini. Quenser dan &lt;br /&gt;
dua orang yang lain selamat karena tembakan perlindungan itu, tapi mereka berdiri seakan tidak percaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka datang... Itu pasukan Froleytia, bukan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Sepertinya si dada besar penggila Jepang itu bisa bekerja sebagai komandan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Markas musuh berisi fasilitas perawatan dan radar yang mendukung Object dari belakang. Sisa dari pasukan di tempat ini tidak lain &lt;br /&gt;
hanyalah infanteri. Mereka tidak memiliki tank atau bahkan kendaraan lapis baja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, Quenser dan prajurit yang lain memiliki perlengkapan yang lengkap mulai dari tank hingga pesawat tempur yang selalu &lt;br /&gt;
dikeluhkan karena hanyalah penghabisan biaya pajak semata. Hampir saja senjata yang ketinggalan zaman ini tidak akan pernah digunakan, &lt;br /&gt;
tapi sekarang mereka akan menunjukkan taring sebenarnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa ledakan pecah dan tentara musuh beterbangan di langit. Di tengah itu semua, Quenser meraih tangan sang Elit dan lari menuju &lt;br /&gt;
jalan keluarnya. Sepertinya pengawalnya telah dilumpuhkan dengan Howitzer. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia lari mengikuti mereka dari belakang sambil menembakkan senapannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh heh. Hey, Quenser! Kita pasti akan terlihat sangat bodoh kalau kita mati setelah semua yang telah terjadi, bukan begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, Froleytia datang ke sini karena percaya pada kita. Kita harus tetap hidup demi memenuhi harapannya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah atasan mereka bergegas ke tempat ini karena mereka ke sini setelah melihat tanda kemenangan yang begitu jelas setelah Object itu &lt;br /&gt;
meledak? Atau mereka merasa bertanggung jawab karena meninggalkan sang Putri sendirian?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser berlari menuju jalan keluar, dia melihat markas musuh di belakangnya dan melihat asap hitam membumbul. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertempuran ini telah selesai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua belah pihak sama-sama kehilangan Object mereka. yang tersisa hanyalah para prajurit yang masih bertempur. Setelah ini semua, ada &lt;br /&gt;
perbedaan jelas terhadap para tentara yang terdiri dari teknisi perawatan dan personil radar yang dibutuhkan untuk membantu Object dan &lt;br /&gt;
pasukan yang terdiri dari tank dan pesawat gaya lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Prajurit manusia mengalahkan Object...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bocah yang bertindak melebihi pengetahuan umum tentang perang melihat markas musuh dengan kosong di mana ledakan dan suara tembakan &lt;br /&gt;
terdengar di mana-mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Elit itu pasti memikirkan sesuatu karena dia membuka mulutnya untuk berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Orang-orang itu mungkin berpikir bahwa kita adalah monster yang sama dengan Object.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan masalahku,” kata Heivia membela diri saat dia melihat markas musuh dengan mukanya yang tertutupi oleh jelaga. “Ini adalah perang. &lt;br /&gt;
Merekalah yang mengajari kita saat mereka tidak mempedulikan bendera putih kita. Kita semua telah melupakan arti ‘perang’ sebenarnya &lt;br /&gt;
akibat Object.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 17===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perang terjadi di semua wilayah di dunia, tapi paling tidak, perang yang terjadi di seluruh Alaska telah mencapai puncaknya. Kedua belah &lt;br /&gt;
pihak telah kehilangan Object dan (jarang hal ini terjadi pada era ini) sebuah pertarungan antara prajurit manusia tumpah di sana. Pada &lt;br /&gt;
akhirnya, Quenser dan yang para prajurit yang lainlah yang memenangi pertempuran itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser, Heivia, dan Sang Elit kembali dari Alaska menuju negara mereka masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berasal dari berbagai tempat, jadi mereka berpisah di markas perawatan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, mereka memiliki satu buah kesempatan untuk bertemu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pesta penghargaan sedang digelar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya orang yang menyelamatkan seluruh pasukan di saat paling putus asa setelah Object mereka hancur bukanlah seorang prajurit &lt;br /&gt;
profesional. Ia adalah seorang tamtama biasa yang sedang mempelajari Object. Berita tentang seorang manusia yang menghancurkan Object &lt;br /&gt;
yang tak terkalahkah menyebar begitu cepat di seluruh dunia dan mereka sekarang akan dianugerahi medali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser berada di ruang tunggu aula pesat di hotel yang sangat besar yang tak pernah ia kunjungi sebelumnya. (Sebenarnya di berencana &lt;br /&gt;
mengunjunginya setelah dia menjadi kaya mendadak seperti seorang desainer Object.) Perasaan tidak nyaman karena berada di dalam pakaian &lt;br /&gt;
rapi ini menganggunya dan dia terus membenahi kerah dasinya. Namun, sosok Heivi yang lama tak ia jumpai membuatnya lupa dengan apa yang &lt;br /&gt;
dia rasakan sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pikir kau sekarang adalah seorang bangsawan? Aku tidak pernah melihat seseorang yang terlihat lebih buruk saat memakai jas selain &lt;br /&gt;
aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diam kau. Aku kehilangan perasaan seperti ini saat masih mengejar rusa di Alaska. Dan itu tidak terlihat buruk padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dia berasal dari keluarga bangsawan, jadi dia tidak merasa tidak nyaman karena atmosfer aula pesta ini walau pakaiannya tidak &lt;br /&gt;
cocok dengannya. Tubuhnya tidak senyaman seperti Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi pertempuran apa yang kau jalani sekarang, Heivia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau bodoh? Aku hanya menghabiskan waktu di markas militer untuk memenuhi prestasiku agar bisa menjadi penerus keluargaku. Sekarang &lt;br /&gt;
aku terkenal sebagai salah seorang yang meledakkan Object. Aku tidak perlu dekat-dekat lagi dengan kemiliteran. Sekarang aku bisa hidup &lt;br /&gt;
dengan bergelimang harta dan nyaman. ...Meski sepertinya hal itu juga memiliki kesusahannya sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu. Jadi kau berniat mengambil jalan ‘karir yang sukses’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau juga punya hal yang bagus juga kan? Aku dengar militer terarik denganmu dan memberikanmu hak khusus untuk database negara. Sekarang &lt;br /&gt;
kau bisa melihat cetak biru Object yang ada di negara ini tanpa harus pergi ke medan perang. Dengan banyaknya sampel untuk dipelajari, &lt;br /&gt;
tingkat pemahamanmu pasti akan semakin cepat meningkat dari pada orang-orang yang ada di sekelilingmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar itu, Quenser menopang dagunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya memang terlihat begitu nyata baginya, tapi ia juga sepertinya telah meraih jalan kesuksesannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang dilakukan sang Putri sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Well, sang Elit tidak bisa meninggalkan garis depan begitu mudahnya. Bagi kita, menghancurkan Object sudah lebih dari cukup untuk &lt;br /&gt;
mendapatkan perhatian publik, tapi bagi Sang Putri Elit, ini adalah normanya, kata Heivia, dengan menunjukkan betapa berbedanya dunianya &lt;br /&gt;
dengan dunia sang Elit tinggali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser berpikir tentang betapa beratnya tugas seorang pilot yang berperang dengan Object tanggung. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, Heivia melanjutkan pembicaraanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia menunggu perintah berikutnya sambil memakai Object yang dikembangkan bersamaan dan mirip dengan Objectnya yang hancur di Alaska. Aku &lt;br /&gt;
dengan Object seperti itu membutuhkan waktu 3-4 tahun untuk dikembangkan mulai dari nol, jadi sepertinya sudah ada rencana untuk &lt;br /&gt;
menggantinya dengan yang baru. ...Well, apa kau pikir sang Putri memilih untuk hidup di medan perang karena dia menyukainya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelah semua yang kita lalui, aku tidak mengerti kenapa dia ingin kembali lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin itu karena semua yang telah dia jalani. Dia mungkin telah berpikir betapa berharganya nyawa prajurit seperti kita ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, sebuah suara ketukan terdengar di pintu ruang tunggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang sekretaris cantik yang bekerja untuk seorang pejabat tinggi militer memasukkan kepalanya ke dalam ruangan itu dan meminta kepada &lt;br /&gt;
mereka untuk segera masuk ke dalam aula pesta karena semuanya sudah siap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka meninggalkan ruang tunggu ini dan berjalan menuju koridor menuju aula pesta, Quenser memiliki pemikiran baru yang muncul di &lt;br /&gt;
kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, hey, apa kau mendapat email dari sang Putri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bodoh. Itu adalah hak khusus yang kau miliki sendiri. Lagi pula, kau adalah satu-satunya orang yang menggenggam senapan dan berlari &lt;br /&gt;
untuk mengejarnya waktu itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku berharap aku bisa menemuinya saat kita di sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, kita akan berpencar satu sama lain setelah pesta ini selesai, tapi mari kita rayakan pesta ini untuk menyambut kedatangan kita dari &lt;br /&gt;
pada merayakan perpisahan kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka membuka pintu kembar itu dan masuk ke dalam aula pesta ini dan disambut dengan tepuk tangan dan kilatan cahaya kamera. Dengan &lt;br /&gt;
dipandu oleh suara seorang pembaca acara, Quenser dan Heivia dengan perlahan berjalan menuju panggung yang kemudian mereka disambut oleh &lt;br /&gt;
sejumlah petinggi militer yang memiliki medali di atas potongan kain yang lebih berharga dari pada medali emas olimpiade di leher mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di akhir pesta, sang pembawa acara memberikan satu kenang-kenangan terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang, berikan tepuk tangan yang meriah kepada mereka berdua yang mengalahkan Object tanpa bantuan Object sama sekali. Mari kita &lt;br /&gt;
lihat aksi mereka berdua di pertempuran sementara berdoa demi kemampuan mereka yang khusus dan spesial yang akan membawa keuntungan &lt;br /&gt;
kepada negeri yang kita cintai ini di masa depan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Eh? Apa yang baru saja dikatakan oleh orang bodoh itu?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara berdiri di panggung, Quenser dengan ketakutan melihat ke arah para petinggi militer, tapi mereka hanya tersenyum palsu di &lt;br /&gt;
wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata mereka serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object memiliki sinonim yang sama dengan perang. Tekanan yang tak terlihat memberi tahu Quenser bahwa para petinggi militer ini tidak &lt;br /&gt;
akan membiarkan prajurit seperti ini yang berhasil mengalahkan Object sendirian dan mengubah arah peperangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(..Hey. Dengar pahlawan. Sepertinya ini bukan guyonan. Aku dengar orang gendut di belakang itu berkata apa. Aku tahu di mana kita akan &lt;br /&gt;
ditugaskan lagi!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Di mana kita akan ditugaskan? Apa sudah diputuskan!?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Sepertinya kita akan ditugaskan bersama dengan Object sang Putri! Sepertinya itu yang mereka pikirkan, karena kita bisa mengalahkan &lt;br /&gt;
Object sendirian, kita mungkin bisa bekerja dengan lebih baik untuk mengalahkan musuh jika ada Object yang bekerja bersama kita!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Apa kau serius? Jadi kita harus menghadapi monster itu lagi!?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat hubungannya dengan beberapa orang membuatnya pusing, Quenser melihat ke medali yang menggantung di lehernya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tolong katakan padaku kalau ini tidak berbeda dengan pemberian gelar kepada orang yang telah meninggal.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;&#039;Bagian 2: Si Jempol Tom Berlari di Padang Minyak &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran untuk Menutup Jalan Masuk Melewati Gibraltar&#039;&#039;&#039;==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang gadis yang dikenal sebagai seorang Elit, yang dipanggil dengan nama ‘putri’ (meski dia tidak suka dipanggil seperti itu) oleh &lt;br /&gt;
para prajurit dan pasukan, sedang berada di dalam sebuah pelabuhan besar yang digunakan sebagai markas perawatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fasilitas yang digunakan untuk merawat Object setinggi 50 meternya cukup besar untuk menampungnya. Jika seorang ahli bangunan Yunani &lt;br /&gt;
melihat bahwa kuil yang ia bangun sudah sangat besar, maka mereka pasti akan terkejut ketika melihat hal ini. Object sang Putri, Baby &lt;br /&gt;
Magnum, masuk dengan pas di dalam strukturnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object itu dikelilingi oleh jalur-jalur perawatan dan Sang Putri itu sedang duduk di pusat Object itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam tubuh utama Object itu adalah sebuah tempat yang berbentuk seperti bola. Itu adalah bagian kokpit dari Object. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk bisa ditempati oleh Object, kokpit itu sendiri membentuk sebuah bola dengan ukuran 2 meter. Kursinya dibuat secara ergonomis, &lt;br /&gt;
bentuknya sudah dihirung oleh komputer untuk mengurangi rasa lelah yang diakibatkan oleh posisi duduk yang tidak nyaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kokpit yang berada di dalam Object itu tidak memiliki jendela atau pelindung yang membuatnya bisa melihat ke luar. Ia hanya bisa melalui &lt;br /&gt;
monitor yang bekerja dengan gabungan sensor dan kamera. Monitor itu berbentuk lengingan dan dipasang dengan rapi di dalam  bola itu dan &lt;br /&gt;
sang Elit tinggal melihat seluruh area itu dengan pandangan 300 jendela yang begitu akurat namun cepat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi pusat kontrol Object bukan hanya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang putri menggunakan jari telunjukkan untuk mengetuk pelan perangkat yang ia kenakan seperti sebuah kacamata atletik. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sebuah perangkat yang menggunakan pancaran inframerah untuk membaca gerakan matanya, tapi dia juga menggunakan sebuah tongkat &lt;br /&gt;
kontrol seperti yang ada di dalam badan pesawat dan sejumlah keyboard yang sangat banyak. Semua kontrol sistem itu berfungsi sebagai &lt;br /&gt;
sistem utamanya dan yang lain menjadi sistem penyokong. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sejumlah sistem utama dan banyaknya kombinasi yang diperlukan dari kombinasi sistem penyokongnya sudah cukup untuk &lt;br /&gt;
membingungkanmu. Namun, sebuah Object adalah ikon kebanggaan kekuatan militer sebuah negara. Jika seorang tidak bisa bertempur hanya &lt;br /&gt;
karena tidak bisa memahami seluruh seluk beluk sistem itu, maka alasan itu akan sangat memalukan, jadi seorang pilot haruslah sangat &lt;br /&gt;
memahami seluruh seluk beluk sistem yang ada hingga yang paling detail. Seorang pilot elit harus mempelajari sebuah buku petunjuk manual &lt;br /&gt;
yang lebih tebal dari sebuah ensiklopedia dan lebih banyak lagi buku manual yang harus dipelajari demi menjamin semua pola dan masalah &lt;br /&gt;
yang kira-kira akan dihadapi di seluruh situasi yang akan datang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Putri menghela napasnya sedikit di dalam Object yang sedang di-service. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak menghela napasnya karena misi berikutnya yang mengharuskannya membunuh seseorang yang memiliki keluarga nan jauh di sana. &lt;br /&gt;
Malahan, dia sedang memegang sebuah ponsel di tangannya. Untuk mencegah peretasan, biasanya sebuah Object akan memotong sebuah sinyal &lt;br /&gt;
yang datang dari luar kecuali sejumlah sedikit perangkat yang digunakan sistem untuk berkomunikasi dengan seluruh sistem, tapi dinding &lt;br /&gt;
pelindung yang meliputi terowongan panjang hingga masuk ke dalam kokpit Object dibuka untuk kepentingan perawatan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sedang melihat ponsel di layar kecilnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah surel pendek tampil di situ. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berasal dari temannya yang ia temui di Alaska dan orang yang telah menyelamatkannya saat dia berada dalam masalah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh heh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya surel itu sendiri pendek dan isinya juga blak-blakkan tapi sang putri tidak peduli. Dia tidak pernah membayangkan jika orang &lt;br /&gt;
yang mengirimkannya itu memiliki makna yang lebih dalam dari yang sebenarnya ia katakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh heh he he he. Heh heh he he he.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mulai berguman dan bergerak ke kanan dan ke kiri di kursinya dan sedikit menari. Dan kemudian secara tidak sengaja dia mengayunkan &lt;br /&gt;
tangannya ke sekeliling dan secara tak sengaja menekan sebuah tuas di belakang tangannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu meriam itu bergerak dengan suara besi yang berdentum dan seperti akan menghancurkan jalan di sekeliling tempat perawatan itu. &lt;br /&gt;
Sang putri dengan panik menarik tuas itu ke tempatnya sebelum meriam itu melempar nenek tua itu ke luar dan membuat homerun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Quenser, misi kita akan segera dimulai. Komunikasi pribadi dilarang keras, jadi simpan ponselmu dengan rapi sampai kita memiliki waktu &lt;br /&gt;
luang lagi,” kata Froleytia memperingati, seorang atasan Quenser yang cantik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dengan cepat menaruh ponselnya di kantongnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Misinya sederhana,” kata Froleytia di dalam sebuah wahana transportasi sambil menggoyangkan sumpit rambut bergaya kanzashi di rambut &lt;br /&gt;
peraknya. “Object musuh mencoba meneroboh selat Gibraltar, jalan masuk ke laut Mediterania. Karena bencana yang akan terjadi jika ia &lt;br /&gt;
berhasil menerobos, kita harus menghentikannya tanpa menghancurkannya sebelum ia menerobos selat ini. Hanya itu saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya itu saja!? Menghentikannya tanpa meledakkannya? Apa kita harus memberikan serangan mematikan tanpa meledakkan monster itu?” keluh &lt;br /&gt;
Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia sebenarnya sudah menyadari pertanyaan bodoh itu karena dia memberikan anggukan kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Para atasan benar-benar serius memberikan kita perintah itu. Sepertinya Object ini membawa banyak sekali jumlah minyak mentah di &lt;br /&gt;
dalamnya yang mereka curi dan mereka ingin mengambilnya,” kata Froleytia sederhana. “Tapi jangan khawatir. Selama aku yang memimpin di &lt;br /&gt;
sini, aku akan memberikan perintah yang lebih realistis.... Jangan pikirkan minyak yang dicuri itu, hentikan saja Object itu sebelum &lt;br /&gt;
berhasil melintasi selat Gibraltar. Kalau kamu perlu meledakkannya, ledakkan saja. Hanya itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pikir itu ide yang sangat payah. Itu bukan musuh yang bisa ditangani prajurit seperti kami....” keluh Quenser, tapi sepertinya &lt;br /&gt;
Froleytia tidak mau lagi berkompromi tentang ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser merasa pusing saat dia berpikir bahwa pertempuran sengit sebentar lagi akan terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Laut Mediterania. Aku rasa itulah kenapa pakaian kamuflase kita diganti dengan warna abu-abu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat, Heivia. Tamtama akhir-akhir ini cepat mengerti. Sebagai seorang prajurit, bisakah kau menggantinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, oke. Tinggal mengganti pola motif senapanku saja kan? Tuhan, rasanya seperti mengganti warna latar ponselku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau ingin adu mulut dengan atasanmu, Heivia? Kalau iya, cepat dan hajar aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu mungkin tidak akan melakukan hal itu. Kupikir aku akan lebih bersemangat kalau kamu menginjak selangkanganku dengan kaki rampingmu &lt;br /&gt;
itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan jawaban itu, Heivia mengganti bagian plastik senapan itu dengan warna yang dia suruh tadi. Sambil melihatnya, Quenser berbicara &lt;br /&gt;
kepada Froleytia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kamu ada di sini, Froleytia? Bukannya kamu ditugaskan di Alaska?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku dipindah ke sini bukan karena aku mau. Sekali lagi, ini perintah atasan. Karena kamu berdua dan sang putri akan bekerja sama lagi &lt;br /&gt;
hari ini, mereka pikir akan lebih baik jika ada seorang atasan yang sama-sama berasal dari Alaska. Jujur saja, aku tidak ingin berada di &lt;br /&gt;
tempat yang sama dengan tempat kalian berdiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang akan terjadi jika Object ini menembus selat ini? Katamu, monster itu berusaha mengirim minyak mentah yang dicurinya, bukan?” &lt;br /&gt;
tanya Quenser mencoba mengganti topik pembicaraan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia mengangkat bahunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Negara kita sudah memotong jalan masuk markas musuh selama enam bulan dan kerja keras itu akan menjadi sia-sia jika benda itu menerobos &lt;br /&gt;
selat. Sebenarnya, Object itu sudah melintasi laut untuk mencari cadangan minyaknya sendiri. Tanpa mengindahkan garis batas laut &lt;br /&gt;
internasional dan laut teritorial, Object itu mengebor minyaknya sendiri, menyimpannya, dan membagikannya kepada negara-negara sekutunya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi ini seperti ini layanan kiriman untuk para negara penyokong dana sebuah grup teroris dan akan menguntungkan bagi kita jika kita &lt;br /&gt;
menenggelamkannya di sini,” kata Heivia dengan bibirnya yang melengkung sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menganggukkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika minyak saja sangat dibutuhkan oleh sebuah pertempuran yang berpusat pada Object, reaktor mereka pasti menggunakan tipe JPlevelMHD, &lt;br /&gt;
benar? Aku duga cara kerjanya memiliki spesialisasi khusus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ironis sekali. Semakin maju perkembangan teknologi yang di dapat, semakin efisien kerja alat itu jika menggunakan bahan bakar lawas &lt;br /&gt;
seperti batu bara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, tapi untuk JPlevel, minyak yang ada di dalamnya akan dilelehkan sebelum struktur kimianya sebelum dipadatkan kembali. Apa kau tahu &lt;br /&gt;
berapa lama minyak itu akan bertahan setelah dibakar? Sekalinya minyak itu ada di dalam reaktor, kau tidak perlu menggantinya selama lima &lt;br /&gt;
tahun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka menyimpang ke garis singgung, Froleytia membawa topik pembicaraan ini kembali ke jalurnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Minyak yang digunakan itu digunakan juga untuk markasnya, bukan Object saja. Seperti markas yang kau serang di Alaska, sebuah Object &lt;br /&gt;
tidak bisa berfungsi jika tidak menjalani sebuah perawatan.” Saat ia tidak bisa minum saat mereka sampai di markas, ia menyeruput shochu &lt;br /&gt;
yang rasanya keras. “Ada garis gawang yang dipasang di antara selat Gibraltar. Kita memasang sebuah jaring yang berisi ranjau yang &lt;br /&gt;
dirajut di jaring itu. Seharusnya itu bisa menghalau monster logam itu untuk lewat, tapi siapa tahu kalau itu bisa melukai Object. Itulah &lt;br /&gt;
kenapa Object milik sang putri akan melawannya saat kalian berdua melakukan misi kalian di balik layar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya posisi kita sangat tidak nyaman. Aku pikir aku akan mati dengan ditembak oleh 100 peluru nyasar.” Gerutu Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat melalui jendela kecil di samping wahana pengangkut itu. dia bisa melihat lautan biru membentang di bawah awan. Saat dia &lt;br /&gt;
melihatnya, dia berguman beberapa kalimat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku kembali dasar medan perang sialan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wahana pengangkut yang membawa Quenser dan yang lain telah mendarat di sebuah landasan pacu di pantai itu, tapi sepertinya mereka tidak &lt;br /&gt;
dibawa menuju ke markas perawatan seperti yang tadi ditugaskan kepada mereka berada. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Kau pasti bercanda kan. Itu tepat di tengah-tengah!” kata Heivia, protes, dari sebuah kapal perang sedang dengan lapisan besi &lt;br /&gt;
standar yang menutupinya dan dua buah meriam otomatis di belakang dan di depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengerti bagaimana perasaan Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah bangunan dengan struktur sama seperti sebuah pusat pengeboran minyak berdiri di tengah-tengah selat Gibraltar. Itu adalah sebuah &lt;br /&gt;
pulau yang terbuat dari logam yang berdiri dengan sejumlah pilar di bawahnya. Sepertinya, itu adalah sebuah bangunan yang dibuat dengan &lt;br /&gt;
sangat cepat mengingat bahwa sewaktu-waktu Object musuh dapat menerobos selat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pilar itu memiliki panjang 50 meter di bawah permukaan laut dan itu menyokong sesuatu seperti langit-langit logam selebar 300 meter &lt;br /&gt;
persegi. Dibawahnya, banyak jalan, tangga, dan elevator yang memanjang di setiap arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat Froleytia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita seperti sebuah target yang sangat empuk di sini. Kalau kita tahu bahwa makhluk itu akan datang ke sini, kenapa kita tidak &lt;br /&gt;
menggunakan angkatan udara daripada menunggunya lewat selat ini.?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak akan berguna melawan Object. Penelitianmu tentang desain Object seharusnya membuatmu sadar bahwa Object sinonim dengan Perang. &lt;br /&gt;
Untuk menghentikannya melewati selat Gibraltar, kita harus membangun markas untuk Object sang Putri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser tahu itu, tapi dia hanya ingin supaya dia tidak perlu lagi bertempur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun juga, harus bekerja di tempat yang sangat berbahaya ini bukan sesuatu yang mudah diemban oleh seseorang. Kalau Object itu &lt;br /&gt;
membombardir tempat ini, mayat mereka tidak akan pernah muncul ke permukaan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat sekelilingnya dan bisa melihat beberapa bangunan yang mirip dengan tempat mereka berada yang terlihat seperti sebuah &lt;br /&gt;
titik di laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu bukan bangunan untuk mengebor minyak. Tempat ini tidak cocok untuk mengebor minyak,” jawab Froleytia saat Quenser menampakkan &lt;br /&gt;
ekspresi itu. “Minyak yang dibutuhkan untuk perawatan itu dikumpulkan dari area yang bisa diajak kerja sama di seluruh dunia dan disimpan &lt;br /&gt;
di sebuah tangki penyimpanan di bawah laut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Jadi yang kita lakukan itu sama seperti mereka. Ini benar-benar membuat semangatku menurun,” kata Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, Heivia turun dari wahana itu dan menaiki tangga metal itu dan berjalan naik ke puncak markas itu. Tentu saja dia tidak &lt;br /&gt;
berniat untuk naik sebuah gedung setinggi 50 meter dengan tangga. Pertama dia akan naik melalui sebuah elevator.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengikutinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kenapa kamu begitu semangat sih?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku rasa para petinggi mengharapkan sesuatu yang sangat besar dari kita. Dari yang aku dengar, mereka bahkan memberikan sebuah sebuah &lt;br /&gt;
setelan yang sama seperti milik sang putri dari tentara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelan itu akan hancur berkeping-keping dan bahkan debunya pun tidak akan bersisa dari serangan Object.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi bukannya setelan itu bisa menahan tubuh kita agar tidak hancur berkeping-keping dari ledakannya bukan? Terbunuh akibat zirah milik &lt;br /&gt;
sekutumu sendiri merupakan cara mati yang tidak enak dilihat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka akhirnya sampai di sebuah pelataran di atas 10 meter di atas permukaan air. Area itu seluas 100 meter dan panjangnya 30 meter. &lt;br /&gt;
Karena ada beberapa crane yang bekerja di situ seperti sebuah tongkat pancing, pasti tempat ini adalah tempat untuk mengeluarkan dan &lt;br /&gt;
memasukkan kargo dari kapal pengangkut. Di dinding yang berlawanan dengan crane itu, sejumlah elevator bergerak untuk mengangkat dan &lt;br /&gt;
menurunkan kargo sedang disiapkan. Sebuah elevator dengan luas enam tatami sebesar ruang keluarga biasa dengan atap yang jarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia berlari mengelilingi tempat itu sebelum berhenti di pusatnya dan membuka tangannya lebar-lebar. Mungkin dia sedang berusaha &lt;br /&gt;
memanggil UFO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tiba di tempat sebesar ini bisa membuat semangatmu naik, bukan begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Mengisi kepalaku dengan ilmu pengetahuan tanpa bisa menulis sebuah tesis itu membuang-buang isi kepalaku saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau masih bertingkah seperti seorang tamtama? Kamu baru saja lulus dari markas Alaska, ingat? Sekali kau melewatinya, tidak ada lagi &lt;br /&gt;
yang perlu dikhawatirkan untuk sisa hidupmu, mengerti?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ototmu itulah otakmu, jadi kau perlu merehabilitasinya kembali saat kau berhenti menggunakannya. Aku tidak ingin semua yang aku tahu &lt;br /&gt;
hanya digunakan untuk meledakkan sesuatu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka saling berbicara, Froleytia memanggil mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kita tidak di sini untuk bersenang-senang. Cepat siapkan peralatanmu itu di loker dan cepat melapor ke pos. Aku dengar para &lt;br /&gt;
petinggi sedang mengamati kita, jadi setiap kesalahan yang kamu perbuat akan berdampak buruk bagimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu benar. Dan peledak yang kita gunakan diganti dari C4 menjadi Hand Axe, bukan begitu? Alat ini jauh lebih berharga pergramnya dari &lt;br /&gt;
pada platinium.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walau begitu, itu tidak akan bisa menggores zirah Object,” kata Quenser mencoba mengingat misi yang pernah mereka jalani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia lalu berbisik kepada temannya yang ada di sebelahnya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Hei, apa kau pikir kita bisa berhasil Entah bagaimana caranya? Bukannya tidak biasa jika orang seperti kita bisa melawan Object. &lt;br /&gt;
Keajaiban seperti di Alaska tidak akan terjadi dua kali berturut-turut...)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, aku pikir bahwa kita bisa melewati ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Quenser yang terbuka lebar membuat Heivia terkejut karena jawabannya sangat hati yang ringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia mengeluh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lagi pula, kali ini bukan hanya kita yang beraksi. Kita punya Objectnya tuan Putri. Pertarungan Object vs Object akan jadi fokus utama &lt;br /&gt;
di sini dan tugas kita hanya membantunya dari belakang untuk memberikan dukungan sebanyak yang kita bisa bagi sang Putri. Nanti juga &lt;br /&gt;
Putri akan mengurus sisanya. Ini tidak sama dengan pertarungan kita di Alaska saat kita harus melawan Object yang luar biasa besarnya itu &lt;br /&gt;
sendiri tanpa Object di sisi kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau... yakin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, lihat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia menunjuk pelat besi markas yang ada di seluruh sisi laut itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa fasilitas yang sama juga berada di lautan itu. Tidak hanya sedikit. Ada dua puluh sampai tiga puluh markas yang menutupi selat &lt;br /&gt;
ini dalam garis lurus dengan jarak interval. Itu terlihat seperti fasilitas pengeboran yang berada di pesisir laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka mungkin membangun markas ini buru-buru, tapi ada 30 markas perawatan Object di sini. Bahkan jika ada dua atau tiga yang diserang, &lt;br /&gt;
kita masih bisa bertahan untuk merawat Object kita. Sebenarnya tidak normal kalau kita menghabiskan uang untuk ini dan mereka pasti tidak &lt;br /&gt;
ingin fasilitas yang mereka bangun ini dihancurkan begitu saja. Atasan kita pasti sudah memperkirakan hal itu. Dan juga kesempatan kita &lt;br /&gt;
untuk hidup juga semakin besar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan itu membuat Quenser mulai melihat situasi ini dari sudut yang lebih positif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika mereka tidak lebih dari pion yang akan dikorbankan, atasan mereka tidak mungkin menggunakan uang sebanyak itu untuk membangun &lt;br /&gt;
fasilitas-fasilitas ini. dan juga mereka memiliki Object sang Putri. Setelah mendapatkan pengalaman mereka di Alaska, mereka juga tidak &lt;br /&gt;
bisa begitu saja bergantung padanya, tapi memiliki sang Putri di sisi mereka pasti juga memberikan keuntungan bagi mereka. Dan paling &lt;br /&gt;
tidak, sebuah pertarungan antara Object dengan Object jauh lebih seimbang jika dibandingkan mereka harus bertarung sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tugas Quenser dan Heivia adalah untuk untuk mendukungnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tidak akan melawan Object itu satu lawan satu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka hanya membantu sang Putri dari belakang dan menyiapkan cara-cara untuk membawa mereka kepada kemenangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika hanya itu, mungkin mereka masih mungkin untuk menang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser tersenyum di wajahnya dan dia berbalik menuju rekannya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, mungkin kita akan baik—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum dia menyelesaikan apa yang akan dia katakan, markas yang ada di sebelah mereka dihancurkan menjadi berkeping-keping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ledakannya baru terasa setelah mereka melihatnya secara visual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti sebuah kartu yang disusun membentuk piramid, markas itu hancur oleh sebuah serangan horizontal dan tenggelam ke laut. Markas yang &lt;br /&gt;
ada di sebelahnya sejauh 200 meter, tapi gelombang ledakannya menghempaskan tubuh Quenser dan Heivia. Sebuah kabel dari perangkat &lt;br /&gt;
menancap ke bawah dari atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa..?!! Apa bangunan itu tidak memiliki standar kualitas yang baik?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bodoh! Jangan mencoba kabur dari realita di depanmu! Itu pasti Object!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mendarat dengan punggungnya, dan dia berguling dengan perutnya dan menggunakan teropong untuk melihat sejauhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menemukan sesuatu berbentuk gunung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy_Object_v01_168.png|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melihat sebuah raksasa dengan zirah pelindung serangan nuklir yang menutupi reaktornya yang menjadi karakteristik dari sebuah Object yang sama dengan jumlah senjata yang mengitarinya. Senjata utamanya adalah Railgun. Sepertinya, senjata itu mampu menembakkan proyektilnya dengan kecepatan Mach 10. Kekuatan penghancurnya sungguh luar biasa seperti yang telah mereka lihat itu. Salah satu senjata itu menghancurkan seluruh markas itu dari peta dalam sekali tembakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih di atas itu, Object itu tidak hanya memiliki satu reaktor di dalamnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu ada tiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga bola itu disusun dan membentuk sebuah segitiga sama sisi dan sebuah zirah yang menghubungkan reaktor itu lalu riak air mendengus &lt;br /&gt;
dari Object berbentuk huruf A itu dan mesin bantalan udara di bawah Object itu membuat Object itu mampu mengambang di atas permukaan air. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object itu khusus dibuat untuk pertempuran laut. Lebih dikenal dengan nama Tri-Core.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Heivia melihat raksasa yang ada di dalam dokumen militer, dia mulai berteriak komplain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, tunggu, tunggu, tunggu!! Bagaimana caranya benda itu bisa bergerak ke sana ke mari!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu! Mungkin itu menggunakan kombinasi dari udara untuk mengambangkannya seperti Hovercraft dan jet air atau sesuatu yang &lt;br /&gt;
lain! Dengan bentuk sebesar itu, aku tidak terkejut kalau Object itu mempunyai banyak pendorong!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa memperhatikan kedua bocah laki-laki itu, Object itu mengarahkan railgun raksasanya yang terlihat seperti tiang besi di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object itu tidak memberikan peringatan atau ancaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara ledakan yang mengelegar, markas yang berjejer dalam garis yang membelah laut itu secara horizontal dihancurkan satu persatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia menutup telinganya dan berteriak dibalik gelombang ledakan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, apa benda sialan itu menembak kita seperti target di game menembak atau sesuatu seperti itu!? Kenapa jaring ranjaunya tidak &lt;br /&gt;
berfungsi!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Peledak biasa tidak akan bisa melakukan apapun saat melawan monster itu! harusnya kamu tahu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengalihkan teropongna ke arah lain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya adalah 60 detik yang terlewat sejak tembakan pertama dan hampir setengah markas itu telah tenggelam. Itu berarti tiap-tiap markas &lt;br /&gt;
ini tenggelam satu persatu tiap empat detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Di mana Object sang Putri? Jangan bilang padaku bahwa Object-nya ikut hancur di dalam markas tadi!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mulai panik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa yang harus kita lakukan!? Kita terlalu naif! Object bukan sesuatu yang bisa kita kalahkan dengan cara berhadap-hadapan! Berada &lt;br /&gt;
di tengah-tengah pertempuran antar Object akan membuat tubuh kita hancur berkeping-keping!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, tunggu. Kenapa Object sang Putri tidak membalas?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih terbaring di bawah, Quenser melihat ke sekelilingnya dengan teropongnya, tapi dia tidak melihat tanda-tanda Object besar yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah saat di mana Froleytia memanggil mereka sambil melihat Object yang berada di laut itu dengan wajah yang sedikit marah dan &lt;br /&gt;
terganggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa!? Kalian berdua tidak dengar!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak suara suara itu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sang Putri ada di sebuah markas pelabuhan di darat sambil menunggu perawatannya selesai untuk mengambang dalam pertempuran laut ini! &lt;br /&gt;
Sepertinya, mereka mengujicobanya dengan menyeberangi Samudera Atlantik, jadi kedatangannya ditunda! Kenapa kamu pikir kita menyewa &lt;br /&gt;
pesawat untuk menerbangkanmu ke sini dengan cepat!? Karena Cinderella kita memiliki jam karet, dia perlu waktu untuk sampai ke sini. &lt;br /&gt;
Karena kalian berdua adalah satu-satunya aset yang kita miliki untuk melawan Object demi kita, pihak atasan ingin kalian untuk melukai &lt;br /&gt;
Object itu sampai sang Putri bisa sampai di sini dan segera mengalahkan benda itu saat dia telah tiba!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, fuck that,” kata Heivia, ketika dia mengurutkan hierarki kemiliteran. “Tidak mungkin kita bisa melakukannya sendiri. Tidak ada &lt;br /&gt;
yang bisa kita lakukan sendiri tanpa Object!! Jangan terlalu banyak bercanda dan cepat kibarkan bendera putihnya!! Apa kau tidak &lt;br /&gt;
mendengar kalau perang sekarang ini bukan lagi perang habis-habisan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah keputusanku saat kita bisa menyerahkan tanah kita bagi lawan dan melarikan diri. Kali ini, barisan pertahanan kita sudah &lt;br /&gt;
terbentuk untuk menghalangi jalan musuh. Bahkan kalau kita mengangkat bendera putih, Object musuh pasti akan menghancurkan setiap markas &lt;br /&gt;
yang ada di seluruh selat Gibraltar. ...Sederhananya, situasi sekarang tidak mendukung kita untuk menyerah.” Tanpa memperhatikan raut &lt;br /&gt;
sedih di wajah mereka, Froleytia melanjutkannya tanpa ekspresi yang ramah. “Juga, para atasan tidak ingin kita menggunakan kode nirkabel &lt;br /&gt;
untuk bendera putih saat ini. Sepertinya mereka ingin mencegah Object musuh untuk menerobos dari sini bahkan jika kita harus meledak &lt;br /&gt;
berkeping-keping.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi hentikan benda itu seperti nyawamu bergantung padanya... karena itu seharusnya. Itulah kenapa kita menyerahkan kapak tangan itu &lt;br /&gt;
kepadamu yang lebih mahal dari pada Platinum.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya kita bisa melakukannnnnnnnnnnyyyyyyyyyyyaaaaaaaaaaaaa!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya kita bisa melakukannnnnnnnnnnyyyyyyyyyyyaaaaaaaaaaaaa!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia berteriak di dalam tarikan napas yang panjang dan berlari tanpa mengindahkan perintah. Mereka berlari menuju laut &lt;br /&gt;
lepas yang menyebar di bawah crane yang memanjang turun seperti tongkat pemancing. Mereka berada di atas ketinggian 10 meter, tapi &lt;br /&gt;
melompat dari situ masih lebih baik dari pada menjadi sasaran Tri-Core.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, tunggu du—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia baru akan memanggil nama mereka, tapi sebelum dia menyelesaikannya, dia sadar bahwa Tri-Core sedang mengarahkan Railgunnya ke &lt;br /&gt;
arahnya. Ekspresinya langsung berubah dan dia melompat dari markas itu persis seperti apa yang dilakukan oleh Quenser dan Heivia. Lalu &lt;br /&gt;
setelah itu, markas seperti gunung itu dihancurkan berkeping-keping oleh Object raksasa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia terjun ke dalam laut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sisa-sisa dari markas yang besar dan kecil tersebar dan mengotori laut. Pemandangan itu seperti sebuah pohon yang jatuh dan batang-&lt;br /&gt;
batangnya yang menutupi hilir sungai setelah sebuah badai menerjangnya. Namun, markas perawatan itu terbuat dari besi dan semen, jadi &lt;br /&gt;
sisa-sisa markas itu tenggelam semakin dalam di bawah laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia mengayuh air dengan payah dengan berusaha menjaga kepala mereka tetap berada di atas permukaan air, tapi seragam &lt;br /&gt;
militer mereka cukup berat setelah menyerap air itu. Mereka juga membawa beberapa kilo bom plastik dan senapan, dan ini tidak sama dengan &lt;br /&gt;
berenang ketika memakai baju renang. Rasanya seperti sebuah tangan tak terlihat sedang menggapai kaki mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uehh... sial.... aku akan mati!! Kita akan terseret arus! Aku tidak akan pernah kembali ke pertempuran yang ada Objectnya!!” teriak Quenser saat dia akan tenggelam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sebelahnya, gerakan Heivia seperti seseorang yang hampir berenang dan tenggelam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saat ini, kita akan dihantam dengan sisa-sisa markas yang akan jatuh dari atas kita bahkan jika Object itu tidak menembak kita! Di mana &lt;br /&gt;
suit yang dijanjikan pada kita!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Di dasar laut sekarang! Bagaimana kalau kau menyelam sedalam 300 meter dan ambilkan itu buat kita!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka menjanjikan suit yang membuat kita tenggelam seperti batu saat kita bertempur di laut!? Apa para atasan itu mencoba menyingkirkan &lt;br /&gt;
kita setelah mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lebih pentingnya lagi, apakah kita tidak bisa menjauh dari markas ini sejauh mungkin!? Tangki minyak yang ada di dasar laut yang &lt;br /&gt;
disambungkan dengan pipa adalah sumber daya yang sangat penting bagi perawatan, bukan? Alat pengaman pasti sudah menahan minyak mentah &lt;br /&gt;
itu untuk bocor, tapi siapa yang tahu berapa lama alat penahan itu akan bertahan dari serangan Tri-Core!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi akan ada sebuah air mancur hitam yang diikuti lautan api!? Siapa sih sebenarnya yang menyetujui rencana buruk ini!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Heivia mengeluh, dia tenggelam di bawah permukaan laut sekali lagi dan dengan panik mencoba bangkit lagi. Sekali kepalanya naik ke &lt;br /&gt;
atas lagi, dia mengangguk seperti seekor anjing yang basah terkena air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, aku tidak akan lagi bisa bertahan. Aku akan tenggelam... Aku bisa menyingkirkan peledak di tubuhku, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan mengubah kesempatanmu untuk hidup dari 1% menjadi 0%!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memang apa yang bisa dilakukan rongsokan ini!? Bahkan kalau kita meletakkan dengan hati-hati, benda ini tidak akan melukai zirahnya sama &lt;br /&gt;
sekali! Dan bahkan kita tidak berada sangat dekat dengan situasi yang menguntungkan itu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu benar... mendekati Object itu masih menjadi masalah, tapi... gyahh!! Object itu mau kemari!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia melihat secara horizontal dengan wajah yang terkejut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core itu pasti telah memutuskan kemenangan mereka dipastikan setelah memeriksa seluruh markas yang telah dihancurkan dengan Railgun &lt;br /&gt;
(atau ia merasa lega karena tidak ada Object yang muncul) karena dia mendekat dengan rentetan suara tembakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu bergerak dengan kecepatan 200 kilometer per jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apa itu akan langsung menyeberangi selat ini?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang Quenser duga, dia mendengar Froleytia memanggilnya dengan hanya kepalanya di atas permukaan air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lakukan sesuatu!! Kalau benda itu melintasi selat ini, itu akan berhasil memberikan minyak bagi markas musuh! Kalau kamu tidak mau itu &lt;br /&gt;
terjadi, cepat lakukan sesuatu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa yang peduli tentang itu sekarang!? Object itu bisa membawa minyak goreng itu dengannya sepuas-puasnya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau minyak itu sampai di sana, markas musuh akan berfungsi dan bekerja lagi!! kalau itu terjadi, bahkan Object yang lebih buruk dari &lt;br /&gt;
ini, yang berhenti karena tidak adanya perawatan, akan berfungsi kembali dan bergabung!! Wilayah Mediterania akan menjadi lebih buruk &lt;br /&gt;
dari neraka!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, berikan aku istirahat sejenak!! Apa kau pikir aku bisa dihukum karena menembak atasanku di kepala?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia membuat komentar itu bagi Quenser dengan sangat serius di matanya, tapi Quenser memiliki sesuatu yang lebih penting untuk &lt;br /&gt;
dikhawatirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, ini buruk! Tri-Core itu akan ke sini!!” Dia berteriak dengan tampang yang lebih serius di mukanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja, pahlawan!! Itu mencoba untuk menembus selat, ingat—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak!! Object itu mengambil arah untuk meremukkan kita!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tidak!! Kau pasti sedang bercanda!!” teriak Heivia, tapi sayangnya, Quenser sedang tidak bercanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-COre yang memiliki tiga reaktor itu baru sadar bahwa masih ada markas musuh yang berada dalam kondisi dasar yang kokoh setelah dua &lt;br /&gt;
sampai tiga tembakan dari railgun raksasanya dan sekarang sedang mencoba ke sini untuk menembak dari jarak nol. Raksasa itu mendekati &lt;br /&gt;
mereka tanpa memperhatikan Quenser dan yang lain berada di laut dengan payah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja tubuh manusia akan langsung hancur jika raksasa itu menembakkan senjatanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core itu sepertinya mengapung dengan cara yang sama seperti sebuah Hovercraft menipu udara ke bawah, tapi seperti benda itu &lt;br /&gt;
membutuhkan sesuatu yang lain untuk menjaga benda itu tetap mengapung setinggi 30-50 cm di atas permukaan laut. Quenser dan yang lain &lt;br /&gt;
pasti akan terkena dengan itu saat mereka mengayuh kaki mereka di jalur raksasa itu dan hembusan udara yang menjaga ratusan ribu ton &lt;br /&gt;
benda itu tetap mengambang di atas permukaan akan menghancurkan tubuh manusia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, mereka akan dilumatkan dan dimakan oleh gurita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Heivia terbuka saat dia melihat Tri-Core itu mendekat dengan jalan yang melawan arah jarum jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita harus pergi dari sini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bodoh!! Tidak mungkin kita bisa berenang secepat itu!! Tri-Core itu selebar 150 meter! Bahkan seorang pemenang medali emas Olimpiade &lt;br /&gt;
tidak akan bisa menghindarinya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu beri tahu aku, calon sarjana!! Apa yang harus kita lakukan untuk selamat dari situasi ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan saat mereka saling membentak satu sama lain, Tri-Core itu semakin dekat dengan kecepatan yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu akan mencapai tempat ini dalam waktu 30 detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kalau kita tidak bisa kabur lewat berenang ke kiri atau ke kanan, lalu pilihannya yang terakhir adalah...!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser berenang maju menuju sampan yang tenggelam di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat itu, Heivia berteriak, “Apa kau pikir kapal motor murahan bisa memutar balikkan alur pertempuran laut ini!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, bodoh! Pakai ini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melempar sesuatu yang telah disediakan oleh sampan penyelamat itu ke arah Heivia dan Froleytia. Itu adalah sebuah masker oksigen &lt;br /&gt;
dengan tabung kaleng untuk melindungi hidung dan mulut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebuah tangki oksigen...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pakai ini dan menyelam!!” kata Quenser saat dia mengenakan masker jernih itu dan menunjuk ke bawah. “Tri-Core bergerak di atas permukaan &lt;br /&gt;
air dengan pengambang raksasa dan bantalan udara! kalau begitu, seharusnya ia tidak sampai di bawah permukaan air!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya Heivia dan Froleytia terlihat mencoba memberikan sebuah balasan, tapi Quenser tidak memiliki waktu untuk mendengarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ujung dari Tri-Core yang bergerak dengan kecepatan 200 km/j sangat dekat dengan mereka. Saat bergerak dengan begitu cepat, itu membentuk &lt;br /&gt;
sebuah gelombang air tinggi berbentuk V. Walau benda itu sebenarnya sedang mengambang di atas permukaan air, angin yang ditembakkan dari &lt;br /&gt;
atas ke bawah menghancurkan permukaan air itu. bahkan jika mereka bisa berhasil sampai ke sisi dari Tri-Core, gelombang itu akan menelan &lt;br /&gt;
mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menyelam ke bawah permukaan air tanpa mengecek apakah dia sudah mengenakan maskernya dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tekanan udara dari Tri-Core yang ditembakkan ke bawah, membuatnya hampir tidak terlihat. Angin terus menerus mengguncang permukaan air, &lt;br /&gt;
tapi amukannya tidak sampai ke bawah permukaan air itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Hoo. Sepertinya aku berhasil—)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser menarik napasnya lega, sesuatu menghalanginya untuk bernapas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh utama dari Tri-Core menggunakan gaya dorong yang sangat kuat dan bantalan udara yang hampir sempurna yang membuatnya mampu &lt;br /&gt;
mengambang di atas permukaan laut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, sesuatu seperti tiang besi menusuk lurus ke bawah dari tiap-tiap reaktor bola itu. Itu adalah jangkar yang berbentuk siku seperti &lt;br /&gt;
tongkat pemukul milik polisi yang mudah dibongkar pasang. Beratnya akan menahan agar Object itu agar tidak jatuh ke tiap-tiap sisinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh utama dari Object itu melewati kepala Quenser, tapi benda seperti tiang jangkar itu mengarah lurus ke arah dirinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser langsung bergerak cepat untuk berenang menuju sisi yang lain untuk menghindarinya, tapi Tri-Core membuat gerakan yang sama di &lt;br /&gt;
saat yang sama dengan dirinya. Mungkin terlihat seperti mencoba mengarahkan arahnya, tapi itu membuat sebuah gerakan tiba-tiba yang &lt;br /&gt;
mengikuti arah jarum jam seperti orang yang akan melakukan gerakan pivot—menggesekkan kakinya di atas tanah dengan cepat lalu merubah &lt;br /&gt;
posisinya. Kecepatannya menurun dengan perlahan, tapi trayektori jangkar itu mengarah lurus ke arahnya seperti peluru kendali yang &lt;br /&gt;
langsung mengarah pada dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Oooooooohhhhhhhhhhh!?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di titik itu, tidak bisa memikirkan rencana atau trik. Quenser hanya menggerakkan tangan dan kakinya secara panik agar bisa menjauh &lt;br /&gt;
sejauh yang dia bisa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tubuh kecilnya hanya bisa berputar di dalam air seperti sehelai daun yang tertiup di atas angin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uhuk!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangkar itu tidak mengenai dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau mengenainya, tubuhnya tidak akan mampu diidentifikasi sebagai manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia baru saja menghindarinya, tapi arus air yang tertarik akibat jangkar itu membuat tubuh Quenser berputar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Paling tidak aku berhasil menghindarinya..)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser secara ajaib berhasil menyelamatkan dirinya sendiri, tapi dia masih tidak memiliki kesempatan untuk menarik napas lega. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu meraih kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah rasa sakit menjalar ke seluruh kakinya sampai-sampai dia berpikir bahwa sendinya dislokasi, tapi seperti tidak terlalu serius. &lt;br /&gt;
Bahkan kalau begitu, kesadaran Quenser mulai lenyap. Apapun benda yang menarik kaki Quenser, dia bergerak dengan kecepatan 50 km/j.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Uhuk ufuk!! Brengsek. Apa aku tersangkut di salah satu bagian Tri-Core!?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat sendinya yang mulai menjalarkan rasa sakit dan ekspresinya yang terlihat masam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu seperti jaring logam mengelilingi jangkar itu dan sebagian dari menyelimuti pergelangan kaki Quenser. Itu tidak terlihat seperti &lt;br /&gt;
jaring yang digunakan untuk menangkap ikan. Ini menjadi lebih jelas saat Quenser melihat sekelilingnya dan memperhatikan bahwa ada bola &lt;br /&gt;
logam di dekatnya. Itu seukuran bola yang digunakan untuk acara festival dan permukaan metal itu seperti ada sebuah tanduk yang tebal di &lt;br /&gt;
seluruh sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Quenser merapat ketika dia melihat benda itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(... Sebuah ranjau?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengingat apa yang dikatakan Froleytia soal jaring ranjau yang dipasang di seluruh selat Gibraltar untuk memerangkap Tri-Core. Object &lt;br /&gt;
itu menggunakan tubuh besarnya untuk memaksa masuk melalui jaring itu dan akhirnya jaring itu nyangkut di salah satu bagiannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ranjau seperti itu tidak akan bisa merusak Object. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi jika diledakkan di sini, itu akan meledakkan tubuh Quenser menjadi berkeping-keping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Brengsek, aku tidak akan mati oleh perangkap yang dipasang sekutuku sendiri!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin karena berpikir bahwa akan lebih baik untuk mengarahkan Railgun jika diam, Tri-Core itu berhenti bergerak, bantalan udaranya &lt;br /&gt;
melemah, dan itu berhenti di permukaan air yang di atasnya benda itu mengambang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menggunakan kesempatan itu untuk melepaskan dirinya dan mencapai pergelangan kakinya. Namun, itu telah bersimpul di dalam jaring &lt;br /&gt;
sehingga ia tidak bisa melepaskan diri begitu mudah. Dia panik, tapi kemudian tangan seseorang mencapai dirinya di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(!? ...Heivia!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya, temannya itu juga ikut tersangkut di jaring juga. Heivia sepertinya ingin mengatakan sesuatu, tapi masker oksigen dan baju &lt;br /&gt;
airnya menghalanginya untuk berbicara kepada Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia menggunakan tangannya yang handal untuk membebaskan Quenser dari jaring, tapi dia menggapai tangan Quenser saat Quenser mencoba &lt;br /&gt;
pergi dari situ. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core itu berhenti dan menembakkan railgunnya. Itu menghancurkan markas yang telah kehilangan bentuk aslinya dan para prajurit yang &lt;br /&gt;
sudah melompat ke dalam laut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara perhatiannya pada hal lain, mereka akhirnya berhasil melarikan diri dari Tri-Core setelah melepaskan diri dari jaring. Namun, &lt;br /&gt;
Heivia memegang jaring itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser bingung, tapi dia juga menggapai jaring itu seperti tangga. Dia tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Heivia. Yang lain mencoba &lt;br /&gt;
menjelaskan, tapi Quenser tidak bisa mendengar apa yang dia katakan di dalam air. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beristirahat sejenak, Heivia sadar bahwa usahanya benar-benar sia-sia dan menunjukkan tangannya ke atas dengan satu tangan &lt;br /&gt;
sementara tangan yang lain memegang jaring ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gesturnya bisa dibaca dengan mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tekanan udara dari bantalan udara sepertinya telah berhenti, jadi ayo kita gunakan kesempatan ini untuk memanjat naik ke dalam Tri-Core &lt;br /&gt;
sebelum benda itu bergerak lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia menaiki jaring itu seperti jaring yang ada di taman bermain dan akhirnya mereka berhasil mencapai permukaan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core raksasa yang sedang mengambang itu membentuk huruf A. Mereka berada di area gelap dari Tri-Core di atas permukaan air yang &lt;br /&gt;
terlihat seperti kolam pemancingan ikan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia melepaskan masker oksigennya dan mulai mengumpat kata-kata yang ingin dia katakan sejak dia tenggelam di bawah laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial! Aku lengket dan bau! Aku seperti anjing basah!! Siapa yang tadi bilang kalau kita akan selamat kalau kita menyelam!? Aku hampir mati di sana!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau hanya tahu caranya untuk bertahan hidup, bukan selamat! Lagi pula, di mana Froleytia!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana kau bisa tahu? Dia mungkin mengambang entah di mana,” kata Heivia, tidak peduli, sambil melihat ke sekelilingnya. “Naik ke &lt;br /&gt;
permukaan memang bagus, tapi bagaimana caranya kita naik ke dek Tri-Core?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada tangga perawatan di sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!? Oh, sial! Cepat, Quenser!! Tri-Core ini sudah selesai menembaki target latihannya dan mulai bergerak lagi! Kita bisa remuk karena &lt;br /&gt;
tekanan udara oleh bantalan udara di sini!! Angin yang mengangkat raksasa seberat enam ratus ribu ton akan meniup ke bawah!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial! Object ini tidak akan pergi ke wilayah negara musuh, bukan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana aku bisa tahu!? Cepat naik saja! Jangkar itu masih berbahaya. Itu bisa dibongkar pasang dan berfungsi seperti tabung penghisap &lt;br /&gt;
untuk membawa masuk air untuk jet air dan juga sebagai drainase. Kalau tiang itu naik ke permukaan, kita pasti akan dihisap masuk!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan akhirnya, Quenser dan Heivia menaiki tangga yang dipasang di sisi raksasa yang sedang mengambang setinggi 5 meter dan akhirnya sampai &lt;br /&gt;
di dek Tri-Core. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bantal yang menjaga Object tetap mengambang memiliki tebal 20 meter dan sebuah tangki silinder raksasa yang terlihat sama seperti di &lt;br /&gt;
dalam area industri kompleks yang rumit dipasang di sebelah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Tri-Core bisa mengebor minyak untuk dirinya sendiri, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan menyiapkan kapak tangannya, tapi apa kau pikir itu cukup untuk menenggelamkan Tri-Core?” tanya Quenser dengan ragu saat dia &lt;br /&gt;
menancapkan pemicu di peledak yang ia bawa. “Di Alaska, kita berhasil meledakkan Object dari dalam dengan menyiapkan peledak di dalam &lt;br /&gt;
suku cadang musuh di markasnya, tapi kita tidak tahu di mana markas Object ini untuk melakukan perawatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, lihat ini,” kata Heivia saat dia memindahkan senapannya dari bahunya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senapan modern tidak dibuat untuk tidak bisa berfungsi ketika masuk ke dalam laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat arah yang ditunjuk Heivia dengan dagunya saat dia melihat bantalan yang lain. Seperti yang dijelaskan tadi, bantalan &lt;br /&gt;
udara Tri-Core ini membentuk huruf A dan banyak fasilitas yang dibangun di situ. Satu blok memiliki crane raksasa yang digunakan untuk &lt;br /&gt;
mengebor minyak dan blok yang lain memiliki gedung penyimpanan yang berbaris rapi seperti yang ada di dalam pelabuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melirik kolam ikan yang sebenarnya adalah laut lepas yang dibuat oleh bentuk bantalan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Area penyimpanan raksasa? Aku mengerti. Markas perawatan Tri-Core ini dibangun di dalamnya!! Itulah kenapa dia tidak membutuhkan &lt;br /&gt;
markas perawatan yang mudah diserang. Dengan tiga reaktor, dia bisa mengurus dirinya sendiri tanpa markas perawatan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bukan itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentara musuh! Fasilitas ini menyiapkan sejumlah pasukan yang dilengkapi dengan senapan mesin!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Heivia berbicara, dia menggapai lengan Quenser dan menariknya untuk berlindung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mendengar suara senjata api dan bunga api yang beterbangan dari bantalan itu di kaki mereka dan suara pelat logam tempat di mana &lt;br /&gt;
mereka bersembunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar. Bukankah kita sembunyi di balik tangki minyak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada tempat lain yang bisa kita gunakan untuk sembunyi!! Apa kau ingin pergi ke sana seorang diri ke area terbuka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa prajurit Tri-Core sepertinya telah mengetahui bahwa Quenser dan Heivia tengah bersembunyi karena tembakan mereka terdengar &lt;br /&gt;
sangat berhati-hati dan sporadis. Mereka bahkan tidak menggunakan granat apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia memegang senapannya dari balik tangki minyak ini dan membalas dengan beberapa tembakan, dua atau tiga tembakan beruntun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, putari bantalan ini dan berjalan menuju area perawatan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan melakukan hal yang sama seperti yang kita lakukan di Alaska? Tapi kapan Tri-Core akan menjalani perawatan!? Kalau bukan tiga hari, &lt;br /&gt;
kita akan terjebak di sini untuk tiga hari!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu cari kelemahannya!! Kita harus menggunakan kesempatan ini demi keuntungan kita untuk merusak Object ini entah bagaimana caranya!!” kata Heivia saat dia menarik pelatuknya, tapi tembakannya kemudian berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa, macet?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diam kau, aku akan memperbaikinya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia mundur ke belakang untuk berlindung dan memindahkan pengaman senapannya. Dia cuman harus mengambil peluru yang macet dan mengganti &lt;br /&gt;
pengamannya dengan pistol untuk digunakan lagi, tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba tempat mereka mulai bergoncang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core sepertinya akan bergerak berputar sesuai arah jarum jam dan mereka berdua hampir saja terlempar dan jatuh. Saat Heivia ingin &lt;br /&gt;
menggunakan senapannya lagi, beberapa bagian  besi mulai berterbangan di atas bantalan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raut muka yang tidak enak nampak di wajah Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa aku boleh menangis?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan kehilangan semangatmu. Ayo berusahalah!! Lihat, mereka menyadari ada sesuatu yang salah dan mengurangi rentetan tembakan mereka!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, beberapa bagian jatuh ke bawah menuju laut lepas, jadi tidak ada bagian yang bisa digunakan untuk memperbaiki senapannya. Heivia &lt;br /&gt;
melempar senapannya yang tidak bisa diperbaiki itu ke samping dan mengambil pistol yang ada di punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa kau sudah tahu tempat mana yang akan kau pasang peledak!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Beri aku waktu. Aku sedang mengakses data kemiliteran kita!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pikir pilihan anti air itu hanya berguna saat kita memakainya di bak mandi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau berdiam terlalu lama dan membuat panas dari air bak itu mengalir ke tubuhmu jika melakukan itu. Kau adalah analis, bukan, Heivia? &lt;br /&gt;
Kau membantu menggambar desain umum sebuah Object musuh dan melakukan observasi cepat? Kalau begitu kau bisa membantuku menemukan &lt;br /&gt;
kelemahannya jika kau melihat ini.” Quenser melihat ke bawah ke layar kecil itu. “Oh, Ayolah! Dasar sampah. Sinyalnya sangat buruk. &lt;br /&gt;
Mungkin sinyalnya lebih baik di sini...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, dasar bodoh!! Itu tepat di area tembakan musuh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Heivia dengan panik menarik tangannya kembali, Quenser kembali ke sifatnya semula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, aku rasa kita tidak perlu melihat diagram itu lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa, kau ingin mereka menyiapkan sebuah kafe yang modis dengan wifi gratis di tengah pertempuran?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, Tri-Core memang memiliki kafe entah di mana,” jawab Quenser dengan wajah yang serius saat dia menendang ringan ke tanah. &lt;br /&gt;
“Tapi saat kau berpikir tentang itu, bukankah ini adalah kelemahan terbesarnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bantalan raksasanya?” Well, Object raksasa ini memiliki tiga reaktor utama, jadi aku rasa Object ini akan langsung tenggelam jika kita &lt;br /&gt;
meledakkan bantalannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masalahnya adalah menemukan cara menghancurkan bantalan ini dengan hanya menggunakan kapak tangan yang kita punya saat ranjau raksasa &lt;br /&gt;
bahkan tidak memberikan dampak bagi Object ini. Kalau kita tidak bisa memfokuskan serangan kita pada satu titik...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, sial!!” teriak Heivia, memotong pemikiran Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat ke arah lain untuk meliat pistol Heivia yang kokangnya tertarik ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku kehabisan peluru! Pistol ini hanya senjata pengganti, jadi aku tidak bawa banyak magasin!! Kalau kita di sini lebih lama lagi otak &lt;br /&gt;
kita aan diledakkan oleh tentara biasa!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu apa yang harus kita lakukan untuk melawan Tri-Core!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana aku bisa tahu!? Lemparkan saja peledak itu entah di mana dan lompat ke laut! Pilihan kita yang terakhir adalah bertemu dengan &lt;br /&gt;
Froleytia di manapun dia berada dan pergi dari sini. Ini hanya satu-satunya kesempatan kita untuk kabur!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di saat yang renggang, suara tembakan musuh menjadi lebih sporadis. Mereka sepertinya berhasil mengitari huruf A ini di antara sela-sela &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tembakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia kehabisan waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka akan terpojok jika ini berlanjut lebih lama lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser membenci ide bahwa mereka harus meninggalkan Tri-Core, tapi memang benar bahwa mereka tidak bisa menemukan titik lemah yang bisa &lt;br /&gt;
langsung menenggelamkan monster ini dengan hanya kapak tangan. Menghindari tembakan adalah sangat krusial saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aku rasa hanya ini satu-satunya pilihan kita...!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia menggertakkan gigi mereka dan mereka mulai melompat dari bantalan huruf A ini dan melompat ke laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, mereka tidak berakhir dengan meninggalkan pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini bukan karena perasaan heroik mereka yang tidak ingin meninggalkan area pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core telah dipojokkan oleh sebuah tembakan meriam dari jarak jauh dan sebuah gelombang ledakan membuat Quenser dan Heivia mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan itu telah cukup untuk membuat telinga mereka lumpuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan itu pasti telah melukai organnya yang mengatur keseimbangan tubuhnya karena Quenser tidak bisa bangun. Dia begitu berusaha &lt;br /&gt;
dengan susah payah untuk menahan rasa sakit di kepalanya dan menahan untuk tidak muntah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan....! Apa itu?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia berada tepat di sebelahnya, tapi suaranya agak kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil terbaring di atas bantalan raksasa itu, Quenser menggunakan matanya untuk mencari siapa yang sebenarnya menyerang mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyadari sesuatu yang cukup besar mendekati mereka dari garis cakrawala mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh utamanya berbentuk boleh. Di bawahnya terdapat sebuah huruf Y terbalik perangkat pendorong energi listrik statis , tapi sepertinya &lt;br /&gt;
itu menggunakan sebuah bantalan yang digunakan untuk bertempur yang dipasang di bawahnya. Tujuan lengan yang memanjang dari balik bola &lt;br /&gt;
itu dan tiap lengan memiliki meriam raksasa di ujungnya. Sepertinya satu atau lebih dari senjata itu telah menembak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara kerja pendorongnya pasti berbeda ketika digunakan di atas darat karena suara petir yang tercipta akibat jumlah energi listrik statis &lt;br /&gt;
yang tercipta tidak terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Sebuah Object....?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, ini buruk,” kata Heivia dengan suara yang bergetar kepada Quenser yang pikirannya masih pusing. “Ini sangat, sangat buruk!! Itu &lt;br /&gt;
adalah Object sang Putri! Kalau kita tetap di sini, kita akan terkepung oleh pertempuran antar Object!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Quenser tiba-tiba berkedut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senjata yang digunakan oleh monster 50 meter itu adalah sinar laser, railgun, coilgun, dan sebuah meriam plasma berkeseimbangan rendah. Kekuatan penghancurnya mampu membuat kapal perang terlihat seperti mainan. Jika mereka terjebak di dalam pertempuran antar Object, tidak akan ada yang peduli bahkan jika ada sekutu di sana. Sepotong kecil zirah bagian luar Object yang meledak sudah cukup untuk membunuh prajurit-prajurit yang ada di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka sekarang tidak memiliki pilihan lain lagi selain melarikan diri dari Tri-Core secepat mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tubuh mereka masih tidak mau bergerak akibat guncangan gelombang ledakan yang menghantam mereka tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang sama juga terjadi pada tentara musuh yang mengarahkan senjata mereka ke arah Quenser dan Heivia dari bantalan yang &lt;br /&gt;
berseberangan. Mereka mencoba untuk kabur dari area perawatan di atas bantalan Tri-Core. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, dua Object itu saling memandangi satu sama lain dan meriam berukuran tiang milik mereka mulai berubah posisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prajurit biasa tidak akan memiliki waktu untuk kabur. Pertempuran sudah dimulai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara ledakan yang luar biasa dan gelombang ledakan bermunculan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia bahkan tidak bisa merangkak maju. Yang bisa mereka lakukan hanyalah menundukkan kepala mereka dan melindungi kepala &lt;br /&gt;
mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core menembakkan railgun-nya dengan kekuatan penuh menggunakan tenaga tiga reaktornya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object sang Putri berakselerasi mundur dan ke depan dengan tembakan beruntun untuk melarikan diri dari pandangan musuh dan menembakkan &lt;br /&gt;
secara berurutan tujuh meriamnya yang berada dalam mode Coilgun yang menggunakan magnet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia biasa tidak akan mampu menandingi sebuah senjata bernama Object. Permukaan dari zirah mereka disambungkan dan dilepas seperti &lt;br /&gt;
sebuah kembang api. Skala kerusakan yang diakibatkan oleh mereka sangatlah besar sampai-sampai Quenser dan Heivia terjebak di tengah &lt;br /&gt;
pertempuran itu. Itu lebih mengerikan dari pada yang mereka rasakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Brengsek!! Object benar-benar bersinonim dengan perang! Nyawa kita sama sekali tidak berharga di sini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, aku rasa Putri tidak tahu bahwa kita sedang berada dia ini,” kata Quenser saat dia menggunakan perangkatnya untuk menghubungi &lt;br /&gt;
Object sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti biasa, sinyalnya sangat buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa yang kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan memintanya menggunakan senjata laser. Kalau dia melelehkan zirahnya daripada meledakkannya, paling tidak kita tidak akan mati &lt;br /&gt;
akibat peluru nyasar. Ini tidak memberikan keuntungan strategis bagi dia, tapi dia pasti mau mendengarkan apa yang kita katakan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kita tidak akan buta akibat cahaya yang sangat panas itu kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, apa kau ingin mati akibat pecahan mortar!? Di saat seperti ini, kita harus lompat ke laut lagi sementara sang Putri menarik perhatian Object ini dengan laser. Saat kita sudah berhasil kabur, dia bisa menggunakan coilgunnya lagi!!” Quenser lalu berbicara pada sang Putri Elit menggunakan perangkat tangannya. “Ini Quenser. Kita ada di dalam dek Tri-Core! Tolong ganti senjatamu sebentar sementara kami berusaha melarikan diri. Tolong ganti senjata ke WL3B1s! Aku ulangi, ganti senjata dengan WL2B1s!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 6===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Elit berada di dalam kokpit dari Baby Magnum, salah satu Object yang memiliki sinonim dengan perang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah bakat khusus diperlukan di sini untuk mempiloti senjata raksasa ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, bahkan ini bukan sebuah bakat fisik yang aneh. Yang dibutuhkan adalah kemampuan mengingat yang luar biasa, kemampuan kalkulasi &lt;br /&gt;
yang tinggi, mampu mengerjakan hal ganda, dan kehatian-hatian dalam bertindak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object adalah sebuah senjata raksasa yang mengontrol 100 senjata di saat yang bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya, mengatur data yang dibutuhkan untuk menarget membutuhkan ratusan keping data di saat yang sama. Senjata itu memiliki fungsi &lt;br /&gt;
penargetan kedua (sejumlah target dapat dikunci dan pandangannya bisa diganti kapan saja), jadi menggunakan kemampuan ini membutuhkan &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
paling tidak 300 atau 400 musuh di saat yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan hanya itu untuk mengontrol senjatanya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengerti setiap cara kerja dari Object setinggi 50 meter ini membutuhkan lebih dari orang yang jenius sejak lahir. Hanya Elitlah &lt;br /&gt;
yang mempunyai kemampuan memproses data sampai di batas tertingginya untuk mengendalikan Object. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengatasi hal ini, beberapa kekuatan militer lain mencoba menggunakan kemampuan AI (Kepintaran Buatan) dan beberapa kru untuk &lt;br /&gt;
membagi kerja mengendalikan Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, menggunakan sejumlah besar kru membuat ada jeda waktu untuk komunikasi di antara tiap-tiap bagian Object yang kemudian malah &lt;br /&gt;
membuat sang Object kalah dari Object yang menggunakan pilot tunggal yang mampu membuat keputusan dalam waktu singkat. Saat sebuah AI &lt;br /&gt;
digunakan, AI tidak akan bisa merespon setiap situasi yang tidak dikenalnya dan maka dari itu tidak cocok untuk mengembangkan strategi &lt;br /&gt;
dengan Elit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara ini adalah masalah yang mungkin suatu saat nanti akan bisa diselesaikan di masa depan ani, saat ini lebih baik dan efektif &lt;br /&gt;
menggunakan seorang Elit untuk menjadi pilot Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat sang gadis Elit itu menembakkan coilgun-nya ke Tri-Core, dia menerima sebuah transmisi dari seorang sekutunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“In....Quenser. Kami..ad...dek......Tri-Core!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah suara yang sangat ingin dia dengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Ganti senjatamu... tidak banyak wakt... keluar. Tolong ganti... WL3B...! Aku ulangi, ganti.... WL3B...!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, sinyalnya terlalu buruk untuk mengetahui apa yang dimaksudkan olehnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis Elit itu agak kebingungan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya Quenser dan Heivia berhasil memasuki dek Tri-Core dan meminta Elit untuk memberikan tembakan perlindungan. Namun, ia tidak &lt;br /&gt;
menyebutkan kode senjata yang ia butuhkan secara jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
WL3B... Itu pasti untuk senjata laser.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm...” pikir gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak memiliki banyak waktu. Semakin banyak waktu yang ia gunakan untuk berpikir, semakin besar risiko yang ambil oleh Quenser dan &lt;br /&gt;
siapa pun yang berada di dekatnya pasti berada dalam masalah. Ditekan oleh waktu, sang Elit akhirnya mengambil keputusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aku rasa tadi dia bilang WL3B2... Yah, itu pasti benar!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengangguk dan menekan saklarnya untuk mengganti senjata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara air yang menguap mencapai telinga Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu datang dari arah Object Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jelasnya, itu berasal dari salah satu bagian bulat yang terlihat seperti lensa planetarium. Ratusan sinar laser ditembakkan seperti kipas &lt;br /&gt;
terbalik yang menusuk ke depan. Garis oranye yang terbentuk sepertinya akibat debu dan embun dari air akibat dibakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah WL3B2 yang dikenal dengan nama Killer Squall.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah senjata kedua untuk menghabiskan para prajurit manusia yang melindungi markas dari pada mengalahkan Object. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gwaaaaaahhhhhhhhh!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berteriak pada apa yang mereka lihat, Quenser dan Heivia berguling di atas bantalan itu untuk kabur. Crane yang digunakan untuk &lt;br /&gt;
mengebor air terbakar habis dan beberapa prajurit yang tidak beruntung saat mengejar Quenser dan Heivia di bantalan yang lain pun ikut &lt;br /&gt;
meledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Aku minta WL3B2!, kenapa dia malah menggunakan WL3B2? Apa putri itu mencoba membunuh kita!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat, pahlawan. Bukankah ada sesuatu yang aneh di Object-nya putri!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser melihat ke arah yang Heivia tunjukkan, dia melihat lengan salah satu Object itu membuat sebuah gestur tubuh wanita yang &lt;br /&gt;
sedang memberikan salam, tapi mereka tidak merasakan apapun selain rasa tenang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Si-sial! Ini hanya aku atau dia memang mengarahkan senjatanya ke arah kita!? Dia bahkan membuat beberapa penyesuaian ke depan dan ke &lt;br /&gt;
belakang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kita memang hanya pion yang dikorbankan! Brengsek, aku tidak mau mati di sini!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai sebuah senjata anti-personil yang menghujani Object itu dari atas ke bawah, Quenser dan Heivia mengumpulkan sedikit tenaga mereka &lt;br /&gt;
yang tersisa untuk berdiri. Mereka tidak mencoba menghadapi Tri-Core ini. Malahan, mereka mncoba kabur secepat yang mereka bisa ke dalam &lt;br /&gt;
laut yang tersebar di sekeliling mereka dan melompatinya, meninggalkan tugas yang menjadi kewajiban mereka sebagai seorang profesional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada suara riak yang terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka lompat dari Tri-Core yang bergerak dengan kecepatan 200 km/j dan didorong oleh efek samping dari angin yang keluar dari bagian &lt;br /&gt;
seperti Hovercraft yang tertiup ke mana saja. Quenser dan Heivia terlempar beberapa kali di atas permukaan laut seperti sebuah batu rata &lt;br /&gt;
yang dilempar ke dalam sungai sebelum mereka akhirnya benar-benar berhenti di atas permukaan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara ledakan yang begitu menggelegar terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak butuh waktu lama, mereka terlempar sejauh 150 meter dari Tri-Core.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah itu, dua Obejct itu mulai bertempur habis-habisan di antara dua senjata utama mereka. Mereka berada pada jarak yang cukup &lt;br /&gt;
aman dari Tri-Core, tapi getaran yang tersebar di air laut membuat tubuh mereka terguncang cukup kuat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cukup!! Tidak mungkin aku melanjutkan pertempuran seperti ini!!” teriak Quenser setengah menangis saat dia berhasil mengeluarkan &lt;br /&gt;
kepalanya dari air. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia berusaha berteriak dengan susah payah, “Hei, kau sudah menyiapkan beberapa peledak di sana kan!? Cepat ledakan sekarang!! Kita &lt;br /&gt;
hampir saat menyiapkannya, jadi kita harus meledakkannya sekarang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, partner!! Ini adalah hasil dari kerja keras kita!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlihat tidak biasanya mereka merasa bersemangat, Quenser tanpa ragu menyalakan sinyal peledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah itu, kobaran api berwarna merah menyalak di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu dari tangki silinder itu yang menempel di bantalan Tri-Core meledak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelombang ledakan yang menyebar dan menghalangi gerak tubuh Heivia dan Quenser. Kepala mereka terhentak oleh air dan mereka berusaha &lt;br /&gt;
susah payah untuk naik ke permukaan seperti salah satu permainan di dalam game Whac-A-Mole.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ueh... Sial. Gelombangnya malah menyerang kita...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi bukannya meledakkan tangki yang kita gunakan sebagai tempat perlindungan terhitung sebagai sebuah serangan strategis? Lagi pula, &lt;br /&gt;
tujuan mereka adalah membawa minyak mentah ke markas musuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar... Kalau kita sudah menghancurkan jalur suplai mereka, apa itu sudah cukup? Maksudku, bukankah minyak mentah itu bisa &lt;br /&gt;
tumpah ke dalam laut?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku yakin kalau atasan kita sudah memprediksi hal ini akan terjadi dan sudah menyiapkan cara untuk mengatasinya. Kapal pasti sudah &lt;br /&gt;
disiapkan untuk menghisap minyak mentah itu setelah pertempurannya selesai. Kalau mereka memaksa kita membawa minyak mentah yang dicuri itu, kita bisa melempar mereka ke dalam laut dan memberi tahu mereka untuk melakukannya sendiri... sekarang, aku lebih tertarik pada apa yang akan terjadi pada Tri-Core itu sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka melihat ke arah Tri-Core yang mengeluarkan asap hitam di dalamnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tidak terlihat senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial. Object sialan itu terlihat baik-baik saja!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah, aku tidak melihat adanya tanda-tanda kalau itu menghancurkan sisi bantalan itu. brengsek, sekarang bagaimana kita bisa &lt;br /&gt;
menenggelamkan benda itu!? Memangnya kita bisa menghancurkannya dengan peledak yang kita miliki!? Sial!! Aku ingin sekali menggigit benda &lt;br /&gt;
sialan itu dan pergi dari sini sekarang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah saat di mana Froleytia mendekati mereka dengan kapal penyelamat dengan motor kecil. Dia mengambil potongan kecil dari keju &lt;br /&gt;
yang ada di dalam ransum darurat dan tidak terlihat peduli kalau celana dalam dewasanya bisa terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Well, sebenarnya ada cara bagi kalian untuk kabur dari sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia!? Dari mana kamu selama ini!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dari mana kau bisa menemukan kapal ini!? Dan apa itu yang ada di tanganmu!? Apa mereka meletakkan ransum darurat di dalamnya!? Itu &lt;br /&gt;
terlihat lebih baik dari pada ransum yang kita dapat setiap hari! Aku juga ingin makan makanan seperti itu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia melanjutkan apa yang ingin dia katakan tanpa mempedulikan pendapat mereka berdua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang perintahkan adalah melukai Object itu sambil menunggu sang Putri untuk muncul. Setelah meledakkan tangkinya, tugas kita &lt;br /&gt;
selesai. Sekarang kita tinggi melemparkan tongkat estafetnya kepada Putri. Kita tinggal menunggu helikopter penyelamat, memanjat talinya, &lt;br /&gt;
naik, dan pergi meninggalkan tempat ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Berpikir kalau helikopter itu tidak akan diserang dari langit akibat tembakan salah sasaran dari pertarungan di sana,” gerutu Heivia.&lt;br /&gt;
Tri-Core telah pindah ke tempat yang lain untuk menyerang Object sang Putri, tapi jarak serangan Object itu terhitung dalam kilometer, jadi mereka tidak berada pada posisi aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, sebuah helikopter militer mendekati mereka dari arah darat. Radar Tri-Core tentu sudah mengetahui kehadirannya, tapi &lt;br /&gt;
Tri-Core tidak mencoba untuk menembaknya. Ia seperti tidak mempedulikan atau terlihat tertarik dengan setiap helikopter yang ada di dekatnya dan fokus untuk bertarung dengan sang Putri dan Object-nya. Sudah terbukti bahwa tentara biasa, tank, dan pesawat tempur tidak akan bisa melukai Object. Akan terlihat memalukan jika mereka terkena oleh serangan salah sasaran sang Putri—lebih jelasnya terlihat seperti sebuah meriam yang berusaha menembak jatuh seekor lalat yang tak berdaya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Helikopter itu terbang menuju titik di atas Quenser dan yang lain saat dua orang laki-laki berusaha bertahan di atas permukaan air. &lt;br /&gt;
Sambil bertahan di atas udara setinggi 10 meter, sebuah kabel yang digunakan oleh tim penyelamat diturunkan ke bawah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia berkata, “Maaf, tapi mari kita lakukan ini berdasarkan atas urutan pangkat kita. Kalau aku tidak naik duluan, orang-orang di &lt;br /&gt;
atas pasti akan mengira bahwa kalian berdua adalah dua orang bawahanku yang sangat takut mati dan tidak mengindahkan peraturan militer.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kami melihat ada tanda-tanda kau menarik kabel ini, aku akan memasang peledak di Hand Axe-ku dan kulemparkan ke helikopter,” kata &lt;br /&gt;
Heivia dengan muka yang serius. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat jauh kepada dua buah Object yang saling bertarung. Sang Putri menggunakan gerakan cepat ke kanan dan ke kiri untuk &lt;br /&gt;
melepaskan diri dari kuncian tembakan musuhnya dan Tri-Core berusaha menembaknya dengan railgun raksasanya sambil bergerak searah jarum &lt;br /&gt;
jam. Tidak ada yang bisa menjamin siapa yang menang dalam pertempuran antar Object. Siapa yang bermain bertahan dan siapa yang bermain &lt;br /&gt;
menyerang akan saling bertukar posisi, memberikan sebuah tekanan yang sama seperti melihat sebuah pertandingan piala dunia di sepuluh &lt;br /&gt;
menit terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terpaku seperti itu, Quenser!! Ini giliranmu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan dari atas membuat Quenser tersadar. Dia melihat ke atas dan melihat Heivia dan Froleytia sudah ada di dalam Helikopter. Heivia &lt;br /&gt;
bersandar di sisi pintu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa, kau mau tetap di sini untuk mendapatkan pelajaran khusus seperti seorang tamtama pelajar!? Peluru nyasar bisa menyambar ke sini &lt;br /&gt;
kapan saja, kita tidak punya banyak waktu di sini lebih lama lagi!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dengan panik menggapai kabel tebal yang ada di dekatnya. Motor besar mulai menarik kabel itu dan Quenser dengan cepat tertarik ke &lt;br /&gt;
atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kurang lebih 30 detik, dia akhirnya naik ke atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk merapikan kabelnya dan tubuhnya yang bergetar, Quenser meletakkan kakinya di ujung lantai helikopter itu. Helikopter itu pasti &lt;br /&gt;
disiapkan untuk sebuah penyelamatan di laut lepas karena di dalamnya ada perlengkapan menyelam, tangki oksigen, perkakas seperti kunci &lt;br /&gt;
Inggris dan bor yang menggunakan tekanan udara untuk bawah air, dan sesuatu seperti skuter bawah laut yang terlihat seperti papan &lt;br /&gt;
seluncur dengan motor dipasang di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, kita sudah naik! Bawa kami pergi dari sini sekarang juga!!” kata Froleytia dengan suara yang keras yang ia tujukan bagi sang pilot &lt;br /&gt;
di kokpit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Helikopter itu miring ke depan dan mulai bergerak maju meninggalkan pertempuran antar Object ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat tempat itu, semuanya hancur,” gumam Heivia saat dia melihat ke bawah ke laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di antara dua Object yang saling menghancurkan itu, sampah logam yang berserakan akibat serangan Tri-Core tadi bersebaran di mana-mana. &lt;br /&gt;
Semua sampah itu berasal dari markas perawatan Object di bibir pantai persis seperti yang Quenser dan Heivia seharusnya tunggu di sana. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu mungkin dibangun secara asal-asalan, tapi ada 20 sampai 30 jumlahnya. Dan tidak ada yang tersisa dari bangunan itu sama sekali. &lt;br /&gt;
Semuanya selain pilar penopang tenggelam di dasar laut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untungnya, kebanyakan prajurit berhasil lompat ke laut setelah Tri-Core mulai menyerang. Itulah kenapa banyak helikopter penyelamat yang &lt;br /&gt;
dikirim ke sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat ada 40 sampai 50 helikopter di area pandangannya. Sepertinya, kebanyakan dari mereka berkumpul di sebuah pelabuhan kapal &lt;br /&gt;
dan markas. Tidak semuanya adalah helikopter penyelamat. Helikopter Transport dan pengintai tercampur di sini. Mereka berusaha membuat mode mengambang di udara dan menurunkan kabel untuk menjemput prajurit yang mengapung di atas laut sama seperti yang dilakukan pada &lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak percaya kalau banyak yang selamat...” gumam Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara membersihkan air laut dari tusuk rambut kazashi-nya, Froleytia menghela napasnya dan berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Object bersinonim dengan perang. Kalau kamu menyerangnya dengan kombinasi 10 pesawat pengangkut nuklir dan menyiapkan meriam sepanjang &lt;br /&gt;
40 meter, kamu tetap tidak akan bisa mengalahkannya. Lihat gerakan Object itu. Tidak akan seorang ahli bela diri mana pun, bahkan yang &lt;br /&gt;
sudah menyabet medali emas sebanyak apapun, yang bisa bergerak seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menentukan bahwa musuh akan menembak segera setelah bisa mengarahkan meriamnya, Object Putri membuat gerakan kecil dan cepat &lt;br /&gt;
untuk menghindari tembakan railgun dan membalikkan serangannya kembali. Tri-Core telah menyadari bahwa dia tidak akan bisa menghindari &lt;br /&gt;
serangan balik itu sehingga ia menggunakan zirah paling tebal yang ada di area depannya untuk menghindari serangan fatal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang Froletyia telah katakan, itu lebih mirip seperti pertandingan para ahli bela diri dibandingkan pertarungan antar tank dan &lt;br /&gt;
kapal tempur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekam atau suar tidak akan menghilangkan kemampuan mereka untuk menargetmu dan berlindung di balik sesuatu tidak akan melindungimu dari &lt;br /&gt;
apapun. Bahkan di tempat terbuka seperti ini, mereka bisa bertahan dan menghindari serangan meriam utama satu sama lain yang hampir &lt;br /&gt;
menempuh Mach 10. Bagaimana caranya pesawat tempur dan tank bisa melawan mereka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba,tiba, Quenser secara sengaja mendorong Heivia dari posisinya yang bersandar di sisi pintu keluar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar. Ada sesuatu yang salah dari pergerakan putri!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau bilang? Ini adalah pertarungan yang tak akan diketahui hasilnya seperti apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, Quenser benar,” kata Froleytia saat dia menemukan sebuah teropong dari helikopter itu. “Serangan putri sekarang telah menurun dan &lt;br /&gt;
menurun. Bahkan sekarang dia tidak menembak ketika dia memiliki kesempatan emas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu artinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat itu!!” teriak Quenser saat dia menunjuknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah itu, salah satu dari railgun Tri-core menembak. Gelombang ledakan yang dihasilkan dari sebuah proyektil dengan kecepatan &lt;br /&gt;
Mach 10 membuat sebuah suara yang bergetar sangat kuat meski railgun tidak menggunakan bubuk mesiu untuk menembak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core tidak menargetkan pusat dari Object sang putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proyektil railgun itu mengarah ke meriam utama sang putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Mereka tahu bahwa ini akan menjadi pertempuran yang sangat lama maka dari itu pilot Tri-Core itu berpikir untuk mengurangi daya kuat &lt;br /&gt;
tembakan sang putri,” kata Quenser dengan kesal. “Object itu dilindungi oleh sebuah zirah anti nuklir, tapi senjata mereka berbeda. ... &lt;br /&gt;
Kalau aku mengingatnya lagi, salah satu strategi terbaik untuk mengalahkan Object tanpa menggunakan Object adalah dengan menggunakan &lt;br /&gt;
sebuah senjata yang mampu menciptakan panas seperti ledakan nuklir dan menggunakan itu untuk menghancurkan bentuk dari senjata Object.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, sebuah Object masih memiliki 100 senjata lainnya. Bahkan sebuah pasukan biasa yang menggunakan senjata nuklir hanya mampu &lt;br /&gt;
merusak 20 atau 30 persen dari senjata itu. Karena satu senjata saja sudah cukup untuk mengurus satu pasukan, kerusakan seperti itu tidak &lt;br /&gt;
cukup untuk mengalahkan Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi bagaimana kalau strategi itu digunakan untuk melawan Object?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua Object raksasa itu tertutup oleh sebuah zirah padat dan senjata yang bisa digunakan untuk menembus zirah itu juga terbatas. Bahkan &lt;br /&gt;
ketika Object memiliki 100 senjata, hanya senjata utama yang mampu mengalahkan Object lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi bagaimana ketika semua senjata yang digunakan untuk menghancurkan Object dihancurkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, putri akan kalah kalau begini terus!!” teriak Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser adalah seorang tamtama pelajar yang telah mempelajari desai Object dan Heivia adalah seorang analis yang mencari karakteristik &lt;br /&gt;
dan kelemahan dari Object musuh dari data yang mereka kumpulkan di pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa mereka mengerti sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object sang putri masih bertarung, tapi 5 dari 7 coilgun-nya telah dibuat tidak berguna. Sudah jelas, dari awal, semua senjata utamanya &lt;br /&gt;
tidak akan lagi bisa digunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat object sang putri dipaksa untuk bermain murni bertahan. Tatapannya menurun ke telapak tangannya. Atasan tinggi telah &lt;br /&gt;
memberikannya bahan peledak yang sangat banyak dan sebuah kapak tangan untuk menghancurkan Tri-Core sebanyak yang mereka bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, tunggu.” Senyum rapat tampak di wajah Heivia saat dia sadar bahwa Quenser tengah memperhatikan peledaknya. “Aku rasa aku tahu apa &lt;br /&gt;
yang kau pikirkan, tapi tunggu. Itu tidak mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sang putri akan tenggelam kalau begini terus,” kata Quenser saat dia berusaha menengok keluar apa yang ada di luar helikopter itu. “Aku &lt;br /&gt;
harus memberikan semua bantuan yang dia butuhkan sebelum dia benar-benar kalah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau akan dibunuh! Dan kita hampir melakukannya!! Tri-Core itu adalah monster yang terlihat baik-baik sana ketika kita naik ke deknya, &lt;br /&gt;
memasang peledak, dan meledakkan tangki minyak raksasanya! Di mana kamu mau meletakkan peledak untuk melukainya!? Dan nyatanya, mendekati &lt;br /&gt;
Object yang bergerak dengan kecepatan tinggi sudah cukup untuk membuat tubuhmu menjadi pasta!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kalau aku tidak melakukan sesuatu, putri akan mati!!” Quenser melihat Heivia lurus di matanya. “Di Alaska, kita mempelajari sesuatu yang bahkan lebih baik dari pada yang kita inginkan bahwa Object sinonim dengan perang. Apa kau lupa kalau neraka tengah menunggu mereka yang kalah kalau kita kalah dari Object musuh!? Object sangatlah kuat tapi tidak terlampau kuat sampai tidak bisa dikalahkan. Itu berarti kita tidak bisa bergantung pada sang putri tapi bukankah itu berarti kita bisa melakukan sesuatu tentang Tri-Core itu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, tolong hentikan ini! kalau kita mendekatinya dengan helikopter pelan ini, kita akan langsung ditembak tanpa kita sempat &lt;br /&gt;
menghindarinya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak pernah bilang kalau kita akan mendekatinya dengan Helikopter.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hentikan, kau bodoh!! Sial!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa memikirkan Heivia, Quenser terjun dari pintu helikopter itu. dari ketinggian 10 meter, dia berhasil mencapai permukaan laut dalam &lt;br /&gt;
hitungan detik. Dia menembus laut yang terasa keras seperti semen dan tenggelam dalam di bawah laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pphah! Sial!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepalanya meluncur keluar dari bawah laut ke permukaan air dan dia melihat dengan mengambang di atasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Helikopter Heivia dan Froleytia tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa ia akan membantunya, tapi juga tidak terbang pergi meninggalkannya sendirian di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dasar bodoh berhati lembut,” kata Quenser dengan senyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser sendiri tidak berniat untuk melawan Tri-Core satu lawan satu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mungkin dia bisa melakukannya kalau dia mencoba seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak peduli alasan semulia apapun dan tidak peduli sebanyak apa yang ingin dilindungi, sebuah Object akan membantai setiap makhluk &lt;br /&gt;
berdarah dan daging jika kamu mencoba melawannya sekeras apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Quenser telah mempelajari sesuatu di Alaska.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak perlu melawan Object secara langsung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bisa memutarinya dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elemen terpenting yang bisa membuat sesuatu tidak mungkin menjadi mungkin bukanlah kekuatan. Itu adalah otak. Dia perlu memikirkan semua &lt;br /&gt;
hal yang dia bisa,berpikir sekeras yang dia bisa, dan mencari cara, metode, atau teknik yang mampu mengalahkan Object. Hanya jika dia &lt;br /&gt;
memikirkan semuanya sampai detik terakhir dari pada menyerang langsung secara pasrah dan mencapai kemenangan yang tidak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara kepalanya di atas, Quenser berbicara pada Heivia lewat radionya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang. Saatnya mencari kelemahannya. Object raksasa itu memiliki 3 buah reaktor dari pada Object umum, jadi pasti ada sesuatu yang membuatnya berbeda.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bodoh. Kelemahannya tidak semudah itu untuk dicari. Object itu dibuat khusus untuk pertempuran laut. Tidak seperti Object kita yang &lt;br /&gt;
multifungsi guna dan wilayah, Object itu tidak memiliki titik buta di dalam air. Monster itu dibuat seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu dibuat untuk pertempuran laut... kalau begitu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser berpikir sambil dia menyelam di arah pertempuran antar Object itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tapi gerakannya terlalu monoton.... seperti sesuatu yang tidak terbiasa untuk bertarung...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia melihat Tri-Core itu berbelok ke kanan mengikuti arah sang Putri, Quenser menyadari sesuatu dan berhenti berangan dan berbicara &lt;br /&gt;
kepada Heivia lewat Radio.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, bukankah Tri-Core hanya berbelok ke kanan selama ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahn?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejak pertempuran dimulai, Tri-Core hanya pernah berbelok ke kanan! Ia hanya berbelok ke kiri saat berada dalam bahaya, tapi tidak &lt;br /&gt;
membuat sebuah lengingan tajam selama ini, bukan begitu!?” kata Quenser, cepat, karena ide yang dia dapat membuatnya sangat tidak &lt;br /&gt;
sebarang. “Ia tidak berbelok ke kiri sejak dia berusaha menghancurkan kita dengan jangkar raksasanya!! Saat dia berusaha menyerang markas &lt;br /&gt;
dari jarak 0 meter, seharusnya ia tinggal berputas searah jarum jam atau sebaliknya, yang seharusnya membuat pergerakan meriamnya lebih &lt;br /&gt;
cepat. Tidak ada Object yang berbasis pertempuran laut akan memiliki keterbatasan bergerak seperti itu!! Sesuatu pasti telah membuatnya &lt;br /&gt;
tidak mampu bergerak ke kiri! Kalau kita bisa memperburuknya....!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu berbicara sesuatu yang telah terjadi,” kata Heivia ragu sementara dia bersandar di helikopter itu dengan teropong di matanya. “Aku &lt;br /&gt;
tidak bisa melihat ada yang salah dengan itu. Tidak ada yang aneh dari bantalannya atau tekanan udara pendorongnya. Keseimbangannya &lt;br /&gt;
sangat sempurna. Dan, tidak ada yang salah pada apapun jika aku melihatnya dari sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasti ada sesuatu yang salah dengan hal ini, tapi Heivia tidak bisa melihat apa yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalahnya pasti terletak di suatu tempat yang tidak akan bisa dilihat Helikopter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Di bawah laut...?” gumam Quenser. “Hei, coba terjunkan skuter air yang ada di helikopter. Yang terlihat seperti papan peluncur dengan &lt;br /&gt;
motor itu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-apa? Kalau kita tidak keluar dari sini segera, gerakan Tri-Core yang terus ke kanan akan mengarah ke sini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sempurna, aku sudah menemukan kelemahan Tri-Core!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah patik dengan ukuran papan gambar kecil dan meja besi jatuh dari atas helikopter itu. Di saat yang sama, Helikopter berusaha &lt;br /&gt;
menjauh dari area itu karena Tri-Core sudah mendekati area mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser meraih plastik yang mengambang itu dan menekan tombol untuk mengeluarkan tangki udara kaleng. Dia mengenakan masker yang berbau &lt;br /&gt;
seperti air laut di mulutnya dan menyalakan mesinnya untuk menyalakan motor utamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya penyebutan Aqua Skuter adalah apa yang dikatakan oleh Quenser: papan seluncur dengan motor menempel di situ. Dengan menyelam &lt;br /&gt;
menggunakan, dia bisa bergerak lebih cepat dari pada hanya menggunakan kakinya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Quenser!! Menyelam!! Tri-Core mengarah ke arahmu!!” kata Heivia lewat rada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat senjata sepanjang 150-180 meter bergeser ke arahnya. Kecepatannya naik 50 km/j dan bantalan seperti bukit itu &lt;br /&gt;
mendekatinya dengan kecepatan 200 km/j.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa dia mengetahui keberadaan Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan tidak ada satupun dari 100 senjata itu mengarah ke arahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya ia berfokus pada pertempuran melawan sang Putri. Sampai-sampai dia tidak peduli bahwa akan ada prajurit yang terlindas saat &lt;br /&gt;
melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya, dia berhasil menghindari Object dengan menyelam ke bawah air, sekarang dia melakukannya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun kali ini dia tidak berniat untuk kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia akan mengarah menuju Tri-Core dan sekarang benar-benar akan membuat sebuah kerusakan parah baginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia menyelam ke dalam laut, Quenser berhasil memosisikan dirinya di bawah Tri-Core. ...Atau sebaliknya, Tri-Core tak sengaja lewat di atasnya saat dia menyelam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menambah kecepatannya agar tak tertinggal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dia melihat sesuatu yang sangat besar tersembunyi di dalam air. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Jangkar raksasanya!!) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Tri-Core bergerak untuk bermain-main dengan sang Putri, Quenser mengincar saat yang tepat untuk menurunkan kecepatannya, melepaskan &lt;br /&gt;
skuter airnya, dan meraih jaring yang menutupi jangkar itu. Setelah itu, benda itu bergerak dengan kecepatan 50 km/j. Rasanya seperti &lt;br /&gt;
sedang bertahan di sisi samping bis yang sedang melaju kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...!? Ooooooooohhhhhhhhhh!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangkar itu adalah salah satu dari tiga tiang besi yang memanjang ke bawah dari tiga bagian utama dari Tri-Core. Mereka bertindak sebagai &lt;br /&gt;
pemberat yang menjaga keseimbangan Object seperti mainan keseimbangan. Itu adalah bagian terpenting dari Object yang menjaganya tetap &lt;br /&gt;
stabil saat mengambil tikungan tajam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap jangkar itu mampu memanjang dan memendek seperti baton yang mudah dibongkar pasang. Dengan menjaga panjangnya agar cocok dengan &lt;br /&gt;
pergerakan Tri-Core, ia bisa menjaga titik gravitasinya tetap stabil. Itulah kenapa dengan cara itu ia tidak akan terbalik saat berbelok &lt;br /&gt;
dengan cepat terutama karena tenaga yang dihasilkan oleh reaktor itu terlampau besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core menggunakan metode yang sama seperti Hovercraft untuk menjaga tubuhnya tetap mengambang agar ia bisa bergerak dengan lebih &lt;br /&gt;
cepat. Hambatan air dapat dikurangi sebanyak mungkin jika sang kapal sendiri tidak menyentuh air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan walau begitu, ia masih memiliki tiga buah jangkar yang masih memberikan sejumlah hambatan air dalam jumlah besar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa ia melakukan itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu karena jangkar tersebut sangatlah penting sampai-sampai Object itu tidak akan bisa dikendalikan tanpanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Fungsinya mungkin terganggu karena jaring itu menutupi seluruh jangkar itu.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core itu menembus jaring itu karena ia berpikir bahwa ranjaunya tidak akan memberikan dampak yang sangat besar bagi dirinya. Ia benar &lt;br /&gt;
tentang hal itu. namun, ia tidak menduga bahwa jangkarnya akan terjebak di jaring tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, salah satu jangkar itu tidak akan lagi bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Jika Tri-Core bergerak ke kiri terlalu banyak, ia akan kehilangan keseimbangannya dan terbalik. Jadi agar tidak terjadi kejadian seperti &lt;br /&gt;
itu, Tri-Core itu memaksakan dirinya yang hanya bisa berbelok ke kanan untuk melawan Object sang Putri!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia memikirkan hal itu, Tri-Core itu entah bagaimana terasa tidak sekuat yang ia pikirkan seperti sebuah Object yang mampu &lt;br /&gt;
menggunakan serangan jarak jauh untuk menyerang markas Quenser dan yang lai. Biasanya, ia akan menyerang lurus ke arah markas lusuh dan &lt;br /&gt;
meledakkan semua yang ada di hadapannya. Alasannya kenapa dia tidak melakukannya adalah karena dia takut akan terjadi hal yang memaksanya &lt;br /&gt;
belok ke arah kiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi mengetahui hal ini membuat semuanya terdengar lebih mudah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Jika kehilangan kontrol salah satu jangkarnya saja dapat memberikan keuntungan sebesar itu, kehilangan dua lainnya akan memberikan &lt;br /&gt;
kerusakan yang lebih parah lagi dan menghancurkan keseimbangannya!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa Quenser membawa semua peledak yang dapat ia bawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membawa sebuah bom plastik bernama Hand Axe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia ragu bahwa peledak saja cukup untuk menghancurkan Object, tapi ada sesuatu yang lebih dari cukup bagi dirinya dengan jaring ranjau &lt;br /&gt;
dengan seukuran bola yang dipakai di festival olahraga. Jaring itu sudah menjerat jangkarnya dan memanjang hingga 350 meter seperti &lt;br /&gt;
stoking panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser memasang pemantik listrik ke dalam Hand Axe di sebelah ranjau itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menggunakan itu, dia dapat menenggelamkan Tri-Core.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Oke, semua persiapan sudah siap.... wah!?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core tiba-tiba berbelok tajam ke kanan membuat Quenser berputar-putar. Tangannya tertarik oleh jaring itu dan karena gerakannya yang &lt;br /&gt;
tiba-tiba tubuh Quenser terlempar cukup jauh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam waktu singkat, dia berada dalam jarak yang cukup dari Tri-Core.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dia telah melakukan sesuatu yang cukup dia lakukan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menendang kakinya untuk membawa kepalanya ke atas air dan melepaskan masker oksigen itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tangannya dia membawa radio yang digunakan untuk mengirim sinyal peledakan Hand Axe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini saatnya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser melihat sosok Tri-Core yang seperti gunung, dia menekan tombol itu dengan jempolnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah ledakan senyap menteru di dalam air dan gelembung udara menyembur keluar dari bawah Tri-Core. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu tidak berhenti di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelombang ledakan itu tidak hanya merambat melalui udara. Gelombang ledakan itu membawa dan menyerang tubuh Quenser yang berada di atas &lt;br /&gt;
air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tersentak dua kali di atas air seperti tubuhnya yang akan meledak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ledakan yang menyerang fondasi jangkar Tri-Core agar ia seimbang membuatnya berhenti saat ia akan berbelok ke kanan untuk mengejar Object &lt;br /&gt;
sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uhuk... ufuk!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hey, apa kau memasang Hand Axe ke jangkar itu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, dan aku mendapatkan salah satu ranjau itu. Seharusnya cukup...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bodoh! Tidak semudah itu! Tri-Core sudah bergerak selama ini dengan jaring itu di jangkarnya, meledakkan semua ranjau itu dalam &lt;br /&gt;
perjalanannya. Apa kau pikir meledakkan salah satunya akan menghancurkan salah satu jangkarnya begitu saja!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core itu menyegerakan salah satu senjatanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya dia menggerakkan satu dari 100 senjatanya untuk menghancurkan seekor serangga yang menyengatnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak menggunakan meriam utamanya yang ia gunakan untuk melawan Putri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, apapun yang dimiliki oleh Tri-Core, itu cukup untuk menenggelamkan kapal tempur. Tidak akan ada yang akan menjawab apa yang akan &lt;br /&gt;
terjadi pada tubuh serangga itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Brengsek. Tri-Core sekarang mulai serius!! Hei, Quenser, kita akan menembakkan semua sekam dan asap yang kita bisa, tapi jangan salahkan &lt;br /&gt;
kami kalau itu tidak cukup!! Tidak mungkin menghancurkan jangkar itu dengan peledak biasa!!” kata Heivia pasrah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan itu yang ingin aku lakukan,” jawab Quenser dengan senyum tanpa takut di bibirnya. “Aku sedang mencoba membebaskan jangkar yang &lt;br /&gt;
terlilit jaring itu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ledakan itu membuat semua bagian jaring itu menyebar ke semua era. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jaring itu menyebar seperti bendera yang menyibak mengikuti arah angin dan jaring itu melilitkan dirinya di salah satu jangkar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai sekarang, hanya satu dari jangkar yang dibuat tidak berguna karena terlilit oleh jaring itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ketiga-tiganya dibuat tidak berkutik akibat jaring yang melilit jangkar itu. Jaring itu menghalangi jangkar itu untuk memendek dan &lt;br /&gt;
memanjang, dan menghentikan gerakan Object. Kemampuan Object untuk bermanuver turun sangat drastis dan keseimbangannya juga tidak &lt;br /&gt;
terjaga. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Part 8&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara erangan yang luar biasa, Tri-Core itu menembak Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, proyektilnya tidak benar-benar mengenai dirinya. Tembakan itu mengarah ke laut dan menciptakan ombak besar yang terlempar di udara &lt;br /&gt;
dan menyapu Quenser. Dia tidak mati. Object yang maha kuat itu mengarahkan serangannya kepadanya tapi dia masih bisa hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasannya sederhana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat Tri-Core itu dan ia seperti melihat sebuah celah besar di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Object memiliki massa yang luar biasa besar dan Tri-Core memiliki tiga tubuh bola utama dan itu sengaja dibuat khusus untuk pertempuran &lt;br /&gt;
laut. Menggunakan kaki-kaki untuk berjalan di atas darat untuk menyokong benda sebesar itu akan menghancurkan semua yang ada di bawahnya &lt;br /&gt;
termasuk kakinya sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara kertakan terdengar di seluruh area pertempuran. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh Tri-Core itu dibuat dengan cara yang sangat detail dan skematis dan bahkan tidak terlihat memiliki kelemahan, itu monster itu &lt;br /&gt;
terlihat mulai runtuh sedikit demi sedikit. Pemandangan itu mirip seperti ketika melihat sebuah gunung yang hancur karena sebuah gempa &lt;br /&gt;
akibat gesekan lempeng tektonik yang bertabrakan satu sama lain. Bunyi kertak itu berlanjut dan pusat dari Object berbentuk huruf A itu &lt;br /&gt;
mulai terbalik secara simetris oleh sebuah tangan raksasa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berat seperti itu membawa sedikit tenaga potensial. Dan karena itulah ia membutuhkan jangkar untuk mengatur keseimbangannya, tapi saat &lt;br /&gt;
jangkar itu tidak bisa berfungsi, tubuh utama dari Tri-Core itu akan merasakan berat yang sangat luar biasa. Ini sama seperti seorang &lt;br /&gt;
ahli Aikido yang menggunakan berat lawan untuk melemparnya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object itu berusaha keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, semua sudah terlambat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh raksasa Tri-Core membentuk huruf n kecil. Semua orang dapat mengira bahwa takdir dari Object itu tinggal menunggu waktu untuk &lt;br /&gt;
tenggelam dan menghancurkan dirinya sendiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara terdengar di seluruh selat Gibraltar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti iklan sosis, Tri-core itu sudah mencapai batasnya dan hancur menjadi dua bagian. Bagian bawahnya yang mulai retak karena berat &lt;br /&gt;
tubuhnya sendiri mulai tenggelam ke dasar lautan. Bantalannya hancur dan mesin pendorong udaranya tidak lagi berfungsi dengan baik, dan &lt;br /&gt;
akhirnya ia tak lagi bisa mengapung di atas laut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sebelum Tri-core benar-benar tenggelam ke dasar laut, sebuah ledakan kecil terdengar di bagian atas dan melemparkan sebuah &lt;br /&gt;
perangkat pengaman ke luar. Elit musuh sudah menyerah dan Quenser sudah mengalahkan Tri-core. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat ke atas ke arah helikopter yang ada di atasnya dan tertawa seperti orang bodoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha ha ha!! Jadi kalian akhirnya kembali!! Kemarin Water Strider di Alaska dan sekarang ini!! Aku sudah mengalahkan dua Object!! Berapa &lt;br /&gt;
banyak medali yang aku dapat sekarang!? Aku mungkin hanya tamtama pelajar, tapi seharusnya aku sudah setingkat Letkol!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, kau bodoh!! Ini belum selesai! Kau harus keluar dari sana!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?  Tri-corenya kan sudah mau tenggelam ke dasar—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, dan Tri-core itu membuat gelombang seperti Tsunami dan membentuk cincin dari tempat dia tenggelam!! Ini sama seperti sebuah stasiun &lt;br /&gt;
luar angkasa yang jatuh dari langit ke dasar laut!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat ke arah lain dan terkejut ketika melihat sebuah dinding yang sangat besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sebuah dinding air setinggi 20 meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari posisinya, ia seperti melihat sebuah gedung yang akan runtuh tepat ke arahnya. Dia juga melihat bahwa helikopternya terbang menjauh &lt;br /&gt;
untuk menghindari gelombang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kau pasti sedang bercanda...!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan pasca-efeknya sudah cukup untuk membunuh prajurit seperti dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, Quenser baru menyadari betapa besar Object itu sebenarnya saat tumpukan air itu tepat menghujam dirinya. Kelima inderanya &lt;br /&gt;
seperti tidak lagi berfungsi dan dia tidak tahu apa yang sedang terjadi di luar sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Uhuk... ufuk!!....!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy_Object_v01_225.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser begitu merasakan sebuah perasaan yang begitu menakutkan, kata-kata itu seperti mengambang di atas kepalanya. Namun, tubuh Quenser &lt;br /&gt;
tidak hancur berkeping-keping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah obyek besar membantu tubuhnya untuk ikut dalam arus gelombang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa detik, gelombang setinggi 20 meter itu melewatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat ke sekelilingnya karena dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi karena dia masih hidup. Lalu dia sadar apa yang &lt;br /&gt;
membawa tubuhnya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object sang Putri memutari arah di mana dia ikut arus ombak itu dan menggunakan salah satu meriam raksasanya untuk mengangkatnya dari &lt;br /&gt;
air. Quenser terdampar di atas meriam sepanjang 40 meter itu seperti futon yang siap dikeringkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Halo yang di sana.” Dia mendengar suara sang Putri keluar dari speaker yang biasa digunakan oleh para Elit untuk menakuti para prajurit &lt;br /&gt;
untuk menyerah setelah Objectnya hancur. “Bagaimana rasanya menaiki Object yang sangat kamu cintai ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 8===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan akhirnya, Quenser, Heivia, dan Froleytia berhasil selamat. Mereka menaiki sebuah pesawat pengangkut yang membawa mereka keluar dari markas. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka semua membawa sebuah burger raksasa yang benar-benar melupakan keseimbangan nutrisi yang mereka butuhkan dan mereka dapatkan &lt;br /&gt;
ketika bekerja di dalam markas. Obsesi Froleytia terhadap Jepang semakin terlihat saat burgernya itu terlihat seperti tatsuta dari pada &lt;br /&gt;
daging ham.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froletyia kemudian berkata di dalam bibirnya yang pucat, “Aku rasa aku tidak akan bisa memakan makanan normal seperti ini setelah satu &lt;br /&gt;
bulan memakan ransum tanpa rasa itu, tapi rasanya makanan tetaplah makanan. Makan makanan ini membuatku sadar bahwa aku adalah makhluk &lt;br /&gt;
hidup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf mengganggumu di tengah disertasi filosofimu itu, tapi bisakah kamu tidak menyilangkan kakimu saat mengenakan rok ketatmu itu? &lt;br /&gt;
Tolong pikirkan perasaan bawahanmu ini saat harus duduk di depanmu seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Apa, tidak suka? Ayolah, aku sudah memberikanmu ini sebagai hadiahmu. Bisakah kamu keluar dari area keseksian di dalam stoking hitam &lt;br /&gt;
dan celana dalam merah ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, aku rasa celana dalam tidak bisa terlihat begitu mudahnya seperti ini. Maksudku, celana dalam harus terlihat sangat sulit untuk &lt;br /&gt;
dilihat. Aku enggak bilang kalau celana dalam itu buruk, tapi pendapatku ini tidak bisa kugunakan saat ini. Itu merah. Dan basah karena &lt;br /&gt;
air laut. Serat sintetis hitam yang robek dan menunjukkan kulit putihnya... Brengsek, kau benar!! Aku senang!! Gwaahh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si ramping dengan rambut perak kebiruan dan berdada besar, Froleytia, tertawa keras dan menunjukkan senyum kemenangan saat dia &lt;br /&gt;
mempermainkan hati bersih seorang pemuda bernama Heivia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, bajuku sangat lengket dan ketat. Kenapa air Lau ini harus begitu lengket di kulit? Mengganti bajuku saja tidak cukup kalau &lt;br /&gt;
sisa-sisa pasir ini masih menempel di tubuhku. Kalau saja kita punya waktu untuk mandi sebentar di pelabuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pesawat ini tidak punya ruang mandi, jadi kau harus menunggu sampai kita sampai di markas selanjutnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak perlu repot, Quenser,” kata Froleytia saat dia membuat sebuah penutup kotak di dekatnya. Dia mengeluarkan sebuah peralatan aneh &lt;br /&gt;
yang terlihat seperti tas yang terbuat anti air yang mempunyai sebuah kaleng penyemprot tanaman yang menempel di bawahnya. “Ini adalah &lt;br /&gt;
shower yang mudah dibawa ke mana-mana. Mungkin pembuatnya memiliki pikiran yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia memindahkan badannya dan menggantung shower itu di langit-langit pesawat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ehh?” Heivia berteriak saat atasannya mengeluarkan sebuah kolam berukuran anak kecil di lantai untuk mencegah airnya membasahi lantai. &lt;br /&gt;
“Maksudmu... di sini...? Kita akan mandi bersama di sini!? Dengan senang hati, nyonya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan membagi showernya dengan kain, jadi minggir, Heivia!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ghaahh!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia berteriak saat Froleytia menarik lembaran plastik di depannya dengan sebuah susuran di atasnya dan menendang Heivia saat dia &lt;br /&gt;
sedang duduk di lantai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia mendengar suara resleting baju yang terbuka dari balik tirai itu, Heivia berhenti berguling dan berubah menjadi agak tegar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Sial. Dasar penggoda anak muda.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah... itu benar... kau sangat benar Heivia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Kenapa dengan jawaban setengah hati itu? Tunggu, ada celah di antara dinding itu, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, tidak sama sekali. Jangan khawatir soal itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Froleytia yang sangat tenang ditemani dengan suara guyuran air itu terdengar dari balik tirai tebal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Quenser, aku hanya mengizinkanmu untuk melihat sebatas celana dalam. Kalau lebih jauh dari ini, aku akan menggunakan ruang interogasi &lt;br /&gt;
untukmu setelah ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wah!! Kau tahu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, jadi kau bisa melihatnya!?” tanya Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua orang bodoh itu saling berebut di titik celana dalam itu, tapi Froleytia meningkat kewaspadaannya dengan menggunakan selotip untuk &lt;br /&gt;
menutup celah di antara dinding itu. saat Heivia melihatnya, tidak ada lagi yang tersisa untuk dilihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, ayolah Heivia. Memangnya kamu mau terus-terusan menyesal di pojok situ?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Tinggalkan aku sendiri. Seseorang yang bisa melihat apapun yang dia inginkan tidak tahu apa yang aku rasakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya masalah ini tidak perlu dikhawatirkan karena ia semakin berkeringat, Quenser memutuskan untuk meninggalkan Heivia sendirian. &lt;br /&gt;
Quenser memiliki hal lain untuk dikhawatirkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sang Putri pasti sangat kuat,” gumamnya saat dia melirik ke jendela. “Perjalanan ini cukup singkat untuk sebuah pesawat, tapi mereka &lt;br /&gt;
harus memindahkan Object itu ke daratan sebelum mengirim Object itu ke medan perang yang lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari balik tirai tebal itu, Froleytia melirik Quenser dan membawa hal ini menjadi sebuah perbincangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan walau begitu, monster itu masih bisa bergerak di atas laut dan darat dengan kecepatan seperti kereta yang bergerak lurus. Ada banyak hal yang menyebabkan sebuah perang, tapi alasan utamanya adalah untuk mendapatkan rute paling efektif untuk memindahkan sebuah Object ke medan perang manapun. Selat adalah salah satu pilihan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa, kita kembali ke zaman penjelajahan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat kembali alasan kenapa dia ikut campur di dalam masalah ini. Saat dia melakukannya, partisi kain itu ditarik dan &lt;br /&gt;
meninggalkan Froleytia yang sudah lengkap dengan bajunya berdiri di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tah sah. Sekarang aku merasa sangat segar. Rasanya sangat memalukan kalau baju yang kita punya sangat tidak stylish, tapi apa yang aku &lt;br /&gt;
lakukan? ... Ngomong-ngomong, Heivia, kenapa kamu mojok di situ?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Berada di bawah komando seorang atasan cantik adalah sebuah masalah besar,” gumam Heivia dengan wajah tersenyum,  tapi Froleytia &lt;br /&gt;
terlihat bingung. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat pada apa yang dia genggam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Froleytia, kenapa kamu melihat tablet itu setelah kamu keluar dari shower?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Oh, ini? Aku harus memberikan dukungan jarak jauh untuk mengamankan rute wilayah untuk Object di Amerika Selatan dan tentara yang &lt;br /&gt;
ada di sana. Melakukan ini membuatku berpikir betapa keseimbangan sebuah kekuatan pertempuran di medan perang akan jelas terlihat dari &lt;br /&gt;
betapa cepat rute yang digunakan untuk mengirim sebuah Object.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Aku tidak peduli. Asal kamu tahu, aku tidak mau lagi ikut di dalam masalah ini. Aku mau pergi dari sini!” Kata Heivia dengan nada &lt;br /&gt;
tidak suka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tahu peraturan militer kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Peduli setan dengan peraturan itu!! Ayo, tuntut saja aku! Kalau kamu butuh alasan, aku akan dengan senang hati memperkosamu dan dada &lt;br /&gt;
besarmu itu sekarang juga!! Aku mendaftar di kemiliteran hanya untuk bisa menjadi seorang kepala keluarga di dalam keluarga bangsawanku!! &lt;br /&gt;
Setelah menghancurkan dua Object dengan senjata biasa, aku rasa aku sudah lebih dari cukup! Aku tidak akan pernah kembali ke medan perang &lt;br /&gt;
kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tahu, aku rasa kemenangan hari ini hanyalah untuk Quenser sendiri saja...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, aku rasa lebih dari cukup untuk mengalahkan dua Object! Aku tidak mendapatkan apapun!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“? Aku rasa kita memiliki dua hal yang sangat berbeda sekarang... Kenapa kamu jadi melenceng seperti ini Heivia? Well, aku tidak yakin &lt;br /&gt;
dengan apa yang menjadi masalahmu, tapi berhenti menangis.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia melihat peta di komputernya dengan agak bingung, tapi kemudian radionya mulai berkedip. Setelah bertukar cakap dengan jargon &lt;br /&gt;
militer, Froleytia menutup radionya dan mengeluarkan sebuah kata yang singkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya kalian beruntung. Kalian tidak akan mendapatkan acara pemberian gelar lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah!? Syukurlah, aku bisa pulang! Negaraku adalah sebuah negara aman, jadi semuanya pasti lebih baik dan aman di sana!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa yang bilang kalau kamu boleh pulang? Itu juga dibatalkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?” kata Quenser dan Heivia saat dia melihat wajah atasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia melihatnya dan menjawabnya, “Gerakan militer lama kembali di Oceania mulai membuat sebuah pergerakan baru. Sekarang setelah &lt;br /&gt;
kamu telah menghancurkan dua Object, sepertinya para atasan memiliki ketertarikan padamu. Mereka menyebutkan nama kalian saat meminta &lt;br /&gt;
kita untuk pergi ke Oceania.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Peduli setan!’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Turunkan aku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan membajak pesawat ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua prajurit itu berteriak protes, tapi pesawat pengangkut itu tidak bisa dihentikan. Sepertinya seseorang mengendalikan pesawat ini dari jauh dengan membuat sebuah garis di sebuah komputer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;&#039;Bagian 3: Perang Antara Semut Dan Belalang &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Untuk Mengalahkan Negara Militer Oseania&#039;&#039;&#039;==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Negara Militer Oceania berada di sebuah benua yang terkenal karena koala dan kangurunya. Di sebuah zaman di mana negara bernama Australia pernah berada, kota-kota dibangun di sisi pantai dan daerah tengah dari benua itu hampir semuanya kering, tanah yang retak seperti yang bisa dilihat di zaman para koboi. Walau areanya sendiri bukanlah sebuah padang gurun, kering, tanah keras hanya bisa mendukung beberapa jenis tumbuhan, jadi menumbuhkan tanaman dan gedung-gedung di situ sangatlah sulit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, zaman modern merubah semuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanah buatan dengan daya serap air yang tinggi dikembangkan dan banyak tumbuhan yang telah mengalami perubahan genetik dikembangkan dan &lt;br /&gt;
membuat tanah kering itu kembali hidup bahkan di dalam lingkungan yang keras. menggunakan metode ini, sebuah rencana besar dan jangka &lt;br /&gt;
panjang dikembangkan untuk meningkatkan perkembangan benua ini. dengan perkembangan tanah seperti itu, bagian tengah benua itu mampu &lt;br /&gt;
dikembangkan secara maksimal dan orang-orang mampu menciptakan sejumlah panenan raya yang besar dan kota-kota besar dibangun di situ &lt;br /&gt;
dengan jalan tol penghubung. Dengan menggali sumber daya alam di dalam bumi, ekonomi negara itu tumbuh , dan posisi di dalam masyarakat &lt;br /&gt;
internasional kembali naik. Jika semuanya kembali tumbuh seperti rencana, tidak akan ada negara yang menargetkan tempat ini dengan sebuah &lt;br /&gt;
Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tidak semuanya berjalan dengan lancar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suku yang telah tinggal di Oceania sejak zaman dahulu kala merasa perlu untuk membawa Oceania kembali ke masa-masa awalnya. Kepercayaan &lt;br /&gt;
mereka menganggap bahwa tanah ini adalah sebuah tanah suci tidak peduli betapa kering dan tandusnya tempat mereka ini. Dan mereka tidak &lt;br /&gt;
mau ketika tanah mereka dihuni oleh bukan penduduk asli ataupun ditumbuhi tanaman yang telah dikembangkan secara genetika. Suku pedalaman &lt;br /&gt;
itu tidak mau tanah mereka “dimakan” oleh uang, jadi mereka mulai melancarkan aksi unjuk rasa damai dan protes. Negara militer itu &lt;br /&gt;
kehilangan hasratnya untuk mengembangkan tanah-tanah itu, jadi mereka menjawabnya dengan sebuah jawaban yang simpel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mengirimkan sebuah Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itulah yang disebut sebagai Konservasi Hutan dua tahun yang lalu. Dan pasukan koalisi dikirim untuk mengamankan suku-suku itu dari &lt;br /&gt;
pasukan tirani sebuah negara militer,” kata Heivia di dalam sebuah markas Yan ditutupi oleh pasir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdiri di sebelahnya, Quenser berkata, “Huh? Ini semua dimulai dua tahun yang lalu? Lalu kenapa kita baru dipanggil sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya aku tahu? Pasti ada sesuatu yang telah dikembangkan di sana yang membuat kita harus ikut campur sekarang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keseimbangan kekuatan di Oceania sangat mudah untuk dilihat. Area yang berada di dalam kekuasaan negara militer sangat hijau sementara &lt;br /&gt;
yang dikuasi oleh pasukan koalisi (dan termasuk suku pedalaman yang menolak dukungan negara militer) sangat kering di daerah gurun. &lt;br /&gt;
Mereka juga dipisahkan oleh mereka yang mau membantai pihak yang lain demi keuntungan di atas makanan dan kayu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object dari berbagai kekuatan pasukan koalisi berkumpul di markas di garis depan. Biasanya, Object-object ini berada pada posisi yang &lt;br /&gt;
berbeda sebagai musuh dan teman, tapi sekarang mereka berkumpul pada satu pihak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanahnya sangat kering. Sesuai dengan permintaan suku pedalaman ini, mereka hanya menyingkirkan tanaman yang tidak ada sejak dahulu kala &lt;br /&gt;
benua ini ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa di sini sangat panas? Bukannya beberapa saat yang lalu bokong kita sangat kedinginan di Alaska sana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Musim di bagian selatan bumi ini terbalik bodoh. Tapi aku rasa cuaca di sini cocok untuk santa dengan rok mini.” Quenser melihat ke &lt;br /&gt;
sekeliling dengan keringat di wajahnya. “Kau tahu, kita memiliki banyak Object di sisi kita saat ini. Mungkin kita bisa memaksa mereka &lt;br /&gt;
untuk menyerah tanpa harus menyerang mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan bodoh. Apa kau lupa betapa sering harapan kita berulang-ulang kali dihancurkan oleh mereka? Aku akan mengatakan kalau lebih &lt;br /&gt;
banyak pasukan koalisi ini saat ini menambah kesempatan kita untuk melangkah satu langkah maju secara tidak sengaja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pasukan koalisi sudah mengirim puluhan Object ke sini untuk menghancurkan kediktatoran di sini, bukan? Kenapa tidak menggunakan bendera &lt;br /&gt;
putih? Perang saat ini hanyalah antara Object, jadi tidak perlu lagi ada tentara yang ikut dalam berperang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan tanya aku. Mungkin mereka memang pengecualian. Apa kamu pernah melihat negara-negara berkumpul dan membentuk sebuah koalisi? Aku tidak pernah menyangka kalau kita bekerja sama dengan negara kejam seperti ini selama 2 tahun. Diktator Oceania ini pasti sangat dibenci oleh komunitas internasional. ...Juga, aku ragu kalau mereka akan mengangkat bendera putih. Mereka telah banyak melakukan hal buruk, jadi aku ragu kalau mereka tetap akan menyerah walau kabur ke luar negeri.”&lt;br /&gt;
Sementara mendengarkan Heivia, Quenser bersandar di balik barikade fiber sintetik yang direntangkan di seluruh markas ini dan memasukkan sesuatu seperti penghapus kotak ke dalam mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, ransumnya sangat menjijikkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, tapi lihat, sekarang kita bisa menambahkan rasanya dengan sedikit pasir di atasnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingin pulang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Para petinggi pasti menggunakan ini seperti sebuah permainan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil komplain, barikade itu mulai bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka melihat ke sekeliling mereka dan melihat gadis pribumi berumur kira-kira 10 tahun dari luar barikade itu dan menatap ke arah &lt;br /&gt;
mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu?” tanya gadis yang masih murni itu sambil menunjuk Object pasukan koalisi yang bergerak di dalam markas ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia tidak tahu harus berkata apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, gadis itu tidak merasa terganggu dan menunjukkan sebuah gambar dari sebuah buku melewati barikade itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu mereka, bukan? Monster batu seperti yang ada di buku ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y-yah, itulah mereka. Mereka memberikan perlindungan bagi tupai dan kanguru kalau hujan turun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser tidak tahan kalau harus memberi tahu gadis itu kalau itu adalah sebuah senjata raksasa yang tidak memiliki belas kasihan sama &lt;br /&gt;
sekali. Walau begitu, Heivia memiliki sesuatu untuk dikatakan pada Quenser, “Jawaban yang bagus, Quenser!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikutnya, jejak asap putih ditembakkan dari markas ke udara. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu menunjuk ke langit dan bertanya, “Dan apa itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser tentu saja tidak mau menjawabnya dengan mengatakan bahwa itu adalah sebuah misil meteorologis tipe sensor yang sedang diuji coba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-itu adalah roket... seperti pesawat ulang-alik.... aku rasa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wow, aku tidak pernah melihat itu sebelumnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat gadis itu kegirangan karena penuh semangat, dua laki-laki itu melihat ke arah lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sebuah panggilan dari atasan mereka, Froleytia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kalian berdua, jangan ngobrol dari balik barikade. Tetap fokus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu kemudian kabur karena takut. Dia segera loncat dan pergi dari tempat itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia melirik ke arah Froleytia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Sia-sia sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Mau bagaimana lagi. Dia memang terlihat cantik, tapi dia tetap seorang komandan yang keras. Bahkan seorang ahli bela diri akan &lt;br /&gt;
kehilangan keberaniannya saat berhadapan dengan Froleytia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, jadi kalian mau melihat sisiku yang lembut? Aku bisa memperkenalkan diriku lewat hak sepatu bot ku kalau kalian mau. Tapi untuk &lt;br /&gt;
sekarang, jangan bersantai di dekat barikade, ini adalah medan perang, ingat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita tidak apa-apa. Bahkan kalau kita ada di negara militer ini, aku ragu seorang penembak jitu mau menarget markas dengan Object &lt;br /&gt;
sebanyak ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan itu yang aku maksudkan. Markas ini dipenuhi oleh banyak kamera.” Froleytia terlihat frustrasi, tapi dari pada panasnya, dia sama &lt;br /&gt;
sekali tidak melepaskan satu kancing saja dari pakaiannya yang dilihat saja sudah membuat panas. “Jumlah wartawan asing meningkat, mereka &lt;br /&gt;
mengatakan bahwa mereka akan menunjukkan pada dunia negara tirani seperti ini. Namun, mereka sepertinya hanya kumpulan orang manja yang &lt;br /&gt;
belum pernah melihat medan perang sebelumnya dan beberapa orang lainnya yang aku ragu kalau mereka adalah seorang wartawan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh maksudmu orang-orang yang dulunya tentara bayarang yang sekarang bekerja sebagai pemandu wisata di medan perang yang dikuasai oleh &lt;br /&gt;
Object saat ini?” tanya Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya itu,” kata Froleytia, setuju dengan apa yang dikatakan Heivia. “Masalahnya protokol keamanan militer tidak mengizinkan kita &lt;br /&gt;
untuk memberikan mereka izin untuk masuk ke dalam negara yang dikuasai oleh junta militer. Biasanya, mereka akan mengarahkan kameranya &lt;br /&gt;
kepada kita, berharap bahwa mereka akan mendapat tembakan yang seharga dengan gaji mereka. Kalau kalian tidak mau wajah bodoh kalian &lt;br /&gt;
muncul di kamera bersama dengan artikel sair di negara asalmu, pastikan kalian tetap menjaga sikap kalian di luar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Oh Tuhan, merepotkan sekali. Apa kau tidak bisa melarang wartawan itu untuk masuk ke dalam markas untuk menjaga keamanan informasi &lt;br /&gt;
tingkat tinggi dari Object-object yang ada di sini atau apalah itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia rasa dia sekarang terserang sakit kepala saat dia mendengar perkataan Quenser yang begitu amatir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya kau pikir buat apa koalisi ini dibentuh, heh? Negara asal kita bisa mengakhiri pertempuran tidak penting ini jika perlu, tapi &lt;br /&gt;
atasan tinggi kita menginginkan gambaran yang sangat jelas tentang siapa pahlawan perang yang akan berjalan di parade kemenangan nanti. &lt;br /&gt;
Kalau kita melarang wartawan ini, para kandidat yang berusaha merebut kekuasaan di negara asal kita pasti akan sangat marah pada kita. &lt;br /&gt;
Konselor Flide dan yang lain tidak akan senang mendengar hal itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tidak dengar Quenser,? Mereka melakukan hal-hal seperti ini kepada media. Bahkan aku dengar ada pembicaraan untuk membawa mega &lt;br /&gt;
sponsor dari perusahaan-perusahaan besar atau partai politik untuk menempelkan logo perusahaan mereka di zirah Object seperti di mobil &lt;br /&gt;
balap F1.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa mereka mencoba merekam gambar markas yang diserang dan para prajurit yang tertembak di tanah ke televisi ruang keluarga mereka? &lt;br /&gt;
Mereka semua tidak mengerti perang itu seperti apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komentar Quenser terdengar sama dengan suara prajurit lain jika ditanyakan hal yang sama pada mereka, tapi secara teknis di hanyalah &lt;br /&gt;
seorang tamtama. Ekspresi serba tahu yang dia tunjukkan tidak lebih dari wajah warga sipil yang mengeluh soal kebijakan pemerintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa suntuk dengan topik pembicaraan mereka, Heivia mengganti subyek obrolan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa kau melihat kapal para aktivis anti-perang di lautan? Mereka memasang spanduk raksasa yang meminta pasukan koalisi ini untuk &lt;br /&gt;
menghentikan invasinya yang terdiri dari kekuatan-kekuatan Object luar biasa ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka semua hanyalah tumpukan orang bodoh yang tidak tahu sama sekali soal apa itu negara junta militer ini sebenarnya atau kumpulan &lt;br /&gt;
orang brengsek yang tahu tapi berpura-pura tidak tahu. Apa kita harus mempedulikan mereka semua? Faktanya, aku ingin bertaruh kalau &lt;br /&gt;
mereka pasti akan bertanya kenapa pasukan koalisi tidak menyerang, segera setelah salah satu kapal aktivis itu ditembak jatuh oleh &lt;br /&gt;
torpedo negara militer Oseania.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan wajah yang tidak senang, Froleytia berbicara, “Pemilihan anggota dewan di negara asal akan dimulai sebentar lagi. Seperti yang aku &lt;br /&gt;
katakana, Konselor Flide dan yang lain berada dalam ujung tanduk untuk memastikan mereka tidak mendapat insentif yang buruk di depan &lt;br /&gt;
masyarakat. Mungkin mereka juga memikirkan operasi militer untuk memberikan perlindungan kepada aktivis anti-perang itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, ayolah. Kita datang ke sini untuk merawat orang-orang bodoh itu?” keluh dua laki-laki itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia menatap matahari tenggelam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian berdua akan bergabung ke dalam operasi militer yang akan dimulai pada saat matahari tenggelam, jadi persiapkan diri kalian &lt;br /&gt;
sekarang. Pengarahannya akan dilangsungkan malam ini, jadi pastikan kalian sudah sangat siap untuk itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, ‘kalian berdua’? Froleytia, apa kau hanya akan duduk di ruangan ber-AC di dalam markas sambil menunggu hasil perang?” tanya &lt;br /&gt;
Heivia yang mencebikkan bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia mengangkat bahunya dan mengatakan, “Apa kau ingin membantu-bantu di sini? Tidak mudah lho menahan wartawan bintang tiga yang &lt;br /&gt;
ingin menjadi wartawan medan perang sambil melanggar protokol militer kita dengan maju ke garis depan pertempuran. Mereka pikir kita para &lt;br /&gt;
prajurit adalah pemandu wisata bagi mereka. Kapan pun mereka merasa tidak puas mereka akan mengadukan kita seperti orang yang protes &lt;br /&gt;
kepada Costumer Service. Apa kau ingin melihat wajah asli para pasifis itu sementara wajahmu diludahi karena tidak menyerang balik?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia saling memandang satu sama lain ketika mendengar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam markas perawatan Object, karakteristik peralatan yang digunakan oleh tipe fasilitas yang sama berbeda tergandung dari pasukan mana mereka berasal. Seorang elit perempuan yang biasa dipanggil Putri oleh yang lain berdiri di salah satu porsi wahana yang terdiri dari tumpukan kendaraan besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puluhan fasilitas lain berada di sini dan salah satu yang dimasuki oleh sang Putri bukanlah sebuah fasilitas raksasa untuk menampung &lt;br /&gt;
Object miliknya, Baby Magnum. Dia berada di sebuah fasilitas spesial yang dibangun tepat di samping Object miliknya. Ini adalah fasilitas &lt;br /&gt;
khusus yang dibuat untuk merawat tubuh Elit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dilihat, area yang luas ini sulit dipercayai berada di dalam sebuah kendaraan dan membawa sebuah dome setengah lingkaran dengan &lt;br /&gt;
diameter 10 meter. Elit yang berdiri di tengah dome itu dan peralatan tak terhitung dan mata manusia mengamati tubuhnya dari luar dome &lt;br /&gt;
itu. Orang-orang itu adalah para tim medis yang dibawa untuk mengamati perawatan dan kesehatan sang Elit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita tua yang biasanya merawat Object sang Elit berada di dalam fasilitas itu bersama dengan puluhan tim medis ini dan dia &lt;br /&gt;
mengoperasikan sebuah perangkat yang terlihat seperti alat perekam yang digunakan untuk menyulih suara kartun atau film.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, kita mulai. Apa kau sudah selesai menyiapkan alat musiknya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya tidak dikirim oleh sebuah gelombang. Malahan, sebuah kalimat dengan cahaya oranye tampil di dinding bersih dome itu. Itu karena &lt;br /&gt;
dome ini kedap suara. Gadis itu membaca kata-kata itu yang turun seperti yang ada di papan skor elektrik. Saat partitur musik itu tampil &lt;br /&gt;
dengan jelas di matanya, dia memasang goggle spesial yang biasa dia kenakan saat mempiloti Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menggenggam sebuah flute panjang, silver, dan bersih lalu memasukkan teks dengan input inframerah di goggle-nya untuk membaca gerak &lt;br /&gt;
matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Menyetel flute sudah selesai&#039;&#039;.” Tulisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak melihat ada yang salah dengan partiturnya. Kalau begitu, nyalakan metronom-nya. Kamu bisa mulai resitalmu sesuka hatimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membaca kata-kata wanita tua itu, sang putri membiarkan pesawat kertas di tangannya terbang dari tangannya. Sambil melihat origami itu &lt;br /&gt;
melayang tinggi di udara, dia menggenggam flute itu secara horizontal di tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia meniupnya dengan memindahkan jari-jarinya yang keperakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara kecil berbunyi dari flute itu dan hidung dari pesawat kertas itu naik cukup tinggi. Itu dibuat dari material khusus yang bisa &lt;br /&gt;
terdistorsi hanya karena gelombang suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, ya, itu bagus. Naikkan gelombangnya menjadi 5 meter dengan ketinggian 140 sentimeter, dan setiap gelombang dengan kecepatan 30 &lt;br /&gt;
detik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Penampilan yang tidak memiliki kualitas seni seperti itu sangat membosankan&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan flute yang masih menempel di mulutnya, sang putri melanjutkan menggerakkan matanya untuk melanjutkan pembicaraannya. Not bergerak &lt;br /&gt;
begitu riuh di monitor yang menampilkan partitur itu, tapi tidak ada gerakan yang pasti di jarinya. Itu tidak seperti seseorang yang &lt;br /&gt;
terlihat seorang musisi pecinta musik dan gerakannya lebih terlihat seperti lengan robot yang menyolder motherboard dengan papan &lt;br /&gt;
semikonduktor. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa rasanya nikmat dikelilingi oleh suara-suara merdu seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Maksudmu getaran suara yang mengelilingi dome yang aku buat ini? Kalau aku puas dengan hanya ini, aku rasa aku sudah menjelek-jelekkan &lt;br /&gt;
nama orkestra&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada standar yang pasti untuk metode perawatan tubuh Elit. Juga tidak ada perbedaan standar di tiap-tiap pasukan atau negara. Metode &lt;br /&gt;
yang paling cocok adalah membangun sebuah spesifikasi yang cocok untuk tubuh tiap-tiap Elit. Untuk seseorang, itu adalah berenang di &lt;br /&gt;
kolam renang yang sangat besar, berenang untuk mengejar waktu. Untuk yang lain, itu adalah menyelesaikan setiap soal di sebuah lembar &lt;br /&gt;
soal ujian masuk universitas. Untuk yang lain, itu adalah bermain catur melawan super-komputer. Dan untuk seseorang seperti sang putri &lt;br /&gt;
adalah untuk mengelilingi dirinya dengan suara-suara yang sudah diatur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu punya keluhan soal alat musiknya? Untuk mengganti suasana, apa kamu mau mencoba menggunakan gitar listrik?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menghasilkan suara yang tercipta karena napasku memiliki efek yang besar pada tubuhku. Aku menggunakan flute karena napasku ditulis &lt;br /&gt;
dalam nada dan lagu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara lain tidak bisa bersatu dengan musik. Dia bisa berbicara tanpa masalah dengan berhenti dan beristirahat sebentar, tapi regulasinya &lt;br /&gt;
tidak bisa berhenti untuk beristirahat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa sang Elit merasa risih ketika ada seseorang yang mengajaknya berbicara dan ia harus menjawabnya dengan menggerakkan matanya &lt;br /&gt;
sambil meniup flute ini. Sekarang, dia sampai pada nada terakhir dan pengaturannya selesai. Sang Putri melepaskan flute itu dari bibirnya &lt;br /&gt;
dan pesawat kertas yang mengambang di udara itu turun ke lantai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang putri mengambil metronom itu dan bersiap untuk lagu berikutnya, tapi kemudian dia melihat ke atas. Dari dome yang jernih itu, dia &lt;br /&gt;
melihat wajah familiar yang dia kenal masuk dari pintu yang terbuka dari wahana ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia didorong oleh sahabatnya, Heivia, dan dari wajahnya sepertinya ia tidak tahu di mana di sekarang sebenarnya. Melihat itu, sang Putri &lt;br /&gt;
mengangguk pelan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Heivia ternyata bisa kasar, tapi sepertinya itu masih bisa ditoleransi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di antara orang-orang yang mengamatinya terus-terusan, hanya wanita tua itu yang menyadari ada sesuatu yang berubah di kondisi mentalnya. &lt;br /&gt;
Teks oranye itu dibaca, “Bagaimana kalau kita beristirahat sebentar?” dan pintu dari dome kedap suara ini terbuka secara otomatis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser masuk ke dalam dan sang Putri memberikan sebuah instruksi ke dome ini. Segera setelah itu, polarisasi membuat dinding dome ini &lt;br /&gt;
terlihat putih. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wah!” teriak Quenser terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Putri menghampirinya dan berkata, “Apa yang kau lakukan di sini hari ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, Heivia bilang kalau ada sesuatu yang membuat kita harus mampir dan mengingatkanku kalau kita ada misi bersama lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Memang dia pikir aku ini kejam apa?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Putri merasa sedikit jengkel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat bahwa Sang Putri agak jengkel, Quenser memperhatikan flute perak yang digenggam oleh Sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hehh. Apa itu flute? Aku pernah melihat seseorang memainkannya di sebuah orkestra tiup di negara asalku, tapi aku tidak tahu bagaimana &lt;br /&gt;
mereka bisa memainkannya. Aku pikir aku tidak akan bisa mengeluarkan suaranya walau mencobanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini sangat mudah dari yang kamu pikirkan. Mau coba?” tanya Elit itu dan Quenser mengangguk seperti yang sudah diduga oleh sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah cukup untuk membuat mood sang Putri membaik, tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu memegangnya di sisinya, kan? Huh? Dipegangnya di kiri atau di kanan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum dia mengatakannya, Quenser dengan polosnya membawa flute itu ke bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Elit sudah berpikir paling tidak mengelap mouthpiece-nya sebelum menyerahkannya kepada Quenser, jadi dia agak terkejut dan berdiri &lt;br /&gt;
dengan wajah bingung dan memerah di pipinya. Namun, gelombang kejut yang membuatnya bergetar terasa segera setelah flute itu berbunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu membuat tubuhnya bergejolak ketika mendengar alat musik itu berbunyi, saat suara kecil, jelek dan tidak jelas itu keluar dari &lt;br /&gt;
flute itu, perasaan delusi yang aneh terasa di sekujur tulangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulut sang Putri terbuka dan menutup saat dia menekuk punggungnya. Sebuah sugesti perintah tertentu keluar dari efek pengatur flute itu, &lt;br /&gt;
tapi dia lupa untuk memberikan perintahnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy_Object_v01_248.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat sebuah cahaya lembut dan nyaman muncul di matanya dan sebuah alasan untuk menghentikannya muncul, tubuh sang Putri menegang, tapi &lt;br /&gt;
Quenser tidak tahu apa yang terjadi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser benar-benar mencoba untuk mengeluarkan nada “do re mi fa so la si do”, udara yang ia keluarkan sangatlah kuah dan dia &lt;br /&gt;
menggunakannya dengan sangat salah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Not yang keluar salah, ya. Nadanya sangat kacau. Dan bagaimana caranya untuk menghasilkan nada ‘do’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan setiap suara yang dihasilkan oleh flute itu, tubuh sang Putri terguncang tanpa sebab. Sebuah cahaya kuning muda muncul di pipinya &lt;br /&gt;
dan air mata menetes di matanya. Tangannya yang ramping dan kakinya bergetar tanpa dia inginkan. Saat mengelus pahanya bersamaan, dia &lt;br /&gt;
tidak tahu kenapa dia secara alami ingin melakukan itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Do re mi...fa? Apa ini ‘fa’? ....Huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, Quenser menyadari ada sesuatu yang salah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Putri begitu merona karena sebuah konflik antara kenikmatan dan rasa malu yang akhirnya dia sadari. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-apa kau baik-baik saja? Apa kau ingin ke kamar kecil?” tanya Quenser dengan wajah yang begitu khawatir. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah itu, sang elit melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memukul seorang manusia dengan kepalan tangannya yang kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matahari mulai tenggelam di garis cakrawala. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser berdiri dan melihat tanah asing yang dicat dengan warna oranye, Heivia berbicara kepadanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Coba pikir, apa yang sebenarnya kita lakukan di sini sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya ini yang coba kita tahu di pengarahan ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sangat yakin kalau pasukan koalisi ini hanya memiliki tujuan mereka sendiri-sendiri untuk mencari kejayaan perang demi diri mereka &lt;br /&gt;
sendiri. Apa kau pikir tidak akan ada yang berdebat tentang siapa yang memenangi perang ini nantinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku hanya berharap kalau perang ini tidak berakhir seperti kumpulan anjing liar yang berebutan daging.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser berjalan, dia membuka sebuah peta. Itu adalah peta Negara Militer Oseania. Saat Heivia melihat peta tua itu, Heivia merasa &lt;br /&gt;
agak risih melihatnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau lakukan? Kau kehilangan perangkat genggammu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau baterainya habis atau masuk ke dalam pasir, kita akan tamat. Kalau kita tidak belajar kapan menggunakan peralatan digital dan &lt;br /&gt;
kapan menggunakan peralatan manual, kita pasti akan cepat mati.” Saat dia berbicara, Quenser melipat peta itu lagi seperti seseorang yang &lt;br /&gt;
sedang membaca koran di dalam kereta yang sedang berjalan. “Dari apa yang aku dengar dari orang-orang yang merawat Object sang Putri, &lt;br /&gt;
rencananya adalah menyerang markas rahasia milik Negara Militer Oseania dan meledakkan Object musuh.” Heivia melirik peta itu dari sisi &lt;br /&gt;
lain saat Quenser berbicara. “Menurut informasi dari atasan tinggi kita, kekuatan teknologi militer negara ini cukup lemah. Jadi &lt;br /&gt;
sebenarnya kita tidak tahu apakah mereka memiliki Object atau tidak tidak. Grup simulasi sudah membuat desain perkiraan Object musuh &lt;br /&gt;
berdasarkan apa yang ada di sini atau yang diperkirakan sedang dikembangkan, dan mereka menyimpulkan bahwa negara ini memiliki sebuah &lt;br /&gt;
Object Generasi 0.5. Pada dasarnya, teknologinya cukup lemah bagi fungsi kerja sebuah Object, jadi itu hanya sebuah sampah saja. Zirahnya &lt;br /&gt;
dibuat sangat kasar, jadi analis memperkirakan bahwa hulu ledak nuklir sudah cukup untuk menghancurkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi sebenarnya ini cukup mudah. Kita memiliki pasukan koalisi dengan 20 Object di seluruh lautan Oseania. Object bersinonim dengan &lt;br /&gt;
perang, jadi kita bisa menghancurkan kekuatan militer Oseania dengan jumlah saja kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, ini tidak semudah yang kau katakan, Heivia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menunjukkan peta yang dilipat itu pada Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu memiliki lingkaran hitam di beberapa titik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Negara Militer Oseania tahu bahwa Object berharga milik mereka akan hancur seketika jika kita menyerangnya, jadi mereka &lt;br /&gt;
menyembunyikannya di dalam markas. Itulah kenapa, walau dengan Object yang kita miliki, kita tidak bisa menyerang mereka begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahn? Tapi aku pikir operasi militer ini dimulai saat senja. Maksudnya pasti mereka tahu di mana lokasi itu berada, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita memiliki beberapa perkiraan.” Quenser menunjukkan titik merah di peta. “Sepertinya Oseania sudah membangun beberapa markas palsu &lt;br /&gt;
sepanjang tanah membentang untuk membingungkan para analis kita. Kita sudah menyerang beberapa dari mereka, tapi tidak ada satupun yang &lt;br /&gt;
benar-benar markas Object. Mereka sudah melakukan penyelidikan sampai saat ini, tapi mereka tidak tahu apakah ini benar markas yang kita &lt;br /&gt;
inginkan atau tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Object itu sangat besar. Tidak bisakah mereka melihatnya dari satelit?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Satelit itu sudah mengkhianati kita. Para atasan sudah sangat senang ketika melihat sebuah benda setinggi 50 meter dan mengirimkan &lt;br /&gt;
pasukan besar untuk menyerangnya tapi mereka hanya menemukan sebuah tangki gas raksasa yang disamarkan. Dari yang aku dengar, para &lt;br /&gt;
teknisi satelit di markas menangis karena penyiksaan yang mereka dapat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah serangan tidak langsung,” jawab Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Negara militer ini sudah menyebarkan tangki gas di seluruh Oseania karena mereka tahu mereka sudah diawasi oleh satelit. Sebenarnya, &lt;br /&gt;
mereka ingin mengatakan, “Lihat, betapa banyak Object yang kita miliki. Wah hah hah hah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, pasukan koalisi tidak cukup bodoh untuk jatuh ke dalam boneka tiruan lain, tapi mereka harus cukup hati-hati kalau mereka &lt;br /&gt;
tiba-tiba saja menemukan Object sungguhan. Tentu saja ini menurunkan semangat para prajurit dan begitu banyak menghabiskan uang pajak. &lt;br /&gt;
Karena itu, para atasan tinggi begitu ingin mengakhiri perang ini secepat mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi ini tidak lebih dari mencoba latihan menembak melawan target palsu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagian yang terburuk adalah membuat kita terbunuh sia-sia di sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa tidak membutuhkannya lagi, Quenser melipat peta itu lebih kecil dan memasukkannya ke dalam sakunya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia melihat ke sekeliling dan berkata, “Ngomong-ngomong, kita sudah bekerja sama dengan pasukan koalisi bukan? Jadi pasti ada Object &lt;br /&gt;
lain selain yang dimiliki oleh sang Putri. Aku harap kita tidak bekerja sama dengan faksi yang kita kalahkan di Alaska atau Gibraltar. &lt;br /&gt;
Aku tidak ingin ditembak secara rahasia oleh sekutu yang merasa dendam dengan kita karena masalah pribadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau yakin ingin bertanya tentang itu? Kau mungkin tidak suka dengan jawabannya. Aku sudah bertanya pertanyaan yang sama ke tim &lt;br /&gt;
perawatan. Hanya rumor, tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum Quenser menjawabnya, sebuah gedung raksasa melintas di depan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, itu adalah Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raksasa setinggi 50 meter itu melintas di depan mereka dan meniup pasir ke udara seperti badai pasir, tapi Quenser dan Heivia memiliki &lt;br /&gt;
hal lain yang lebih penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bendera yang dicetak di zirah Object itu sudah cukup membuat jantung Heivia berhenti berdetak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gaahh!?? Kau pasti bercanda! Itu adalah Aliansi Informasi!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah, aku juga sudah dengar tentang itu. Sepertinya kita bekerja sama dengan orang-orang gila.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perangkat pengumpul informasi milik Object itu pasti sudah menangkap suara mereka karena raksasa setinggi 50 meter itu berjalan pelan &lt;br /&gt;
seperti ingin merespon dan suara wanita dikirim keluar lewat speaker itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, ya ampun. Ternyata kalian cuman anjing-anjing tentara Kerajaan Legitimasi. Sepertinya kita akan bekerja bersama-sama. Oh ho ho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mesin pendorong udara Object itu menahan untuk mengambang di atas tanah dan meniupkan udara tambahan, meniup lebih banyak pasir dan &lt;br /&gt;
membuat Heivia dan Quenser batuk-batuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sial. Inilah kenapa kita tidak boleh membiarkan orang yang belum dewasa untuk tidak menaiki Object! Apa kita harus pergi ke dalam misi &lt;br /&gt;
bersama dengan orang-orang seperti ini!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masih lebih baik daripada harus bekerja sama dengan Korporasi Kapitalis atau Organisasi Keagamaan, jadi kau harus lebih tenang dan &lt;br /&gt;
berhenti mengeluh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang jurnalis satire pernah menulis tentang dunia ketika seluruh dunia ini terbagi ke dalam negara-negara kecil di dalam peta, &lt;br /&gt;
sekarang peta itu sudah mengecil dan membagi negara-negara ke dalam “warna-warna” yang saling berbeda untuk menunjukkan kepada siapa &lt;br /&gt;
negara-negara itu berada dalam warna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satunya adalah kelompok yang mempercayai bahwa keakuratan sebuah informasilah yang menentukan sesuatu jahat atau baik dan mencoba &lt;br /&gt;
membuat sebuah jaringan yang menjangkau seluruh dunia. Salah satu yang lain adalah kumpulan korporasi kapitalis yang percaya bahwa &lt;br /&gt;
tumpukan uang di dalam banklah yang mampu memberikanmu sebuah posisi di dunia dan hak asasi yang kamu inginkan. Salah satu yang lain &lt;br /&gt;
adalah sebuah kerajaan yang terdiri dari banyak budaya yang ingin membangkitkan lagi sistem lama di mana legitimasi dari darah ningrat &lt;br /&gt;
dan kejayaan seseorang menentukan status sosial mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Batasan sumber makanan, terbatasnya energi, meningkatnya jumlah populasi manusia, dan banyak hal yang menumpuk menimbulkan sebuah “alasan &lt;br /&gt;
resmi” yang membuat negara-negara menjadi seperti itu, tapi sepertinya alasan sebenarnya adalah kegagalan dan tumpukan masalah yang &lt;br /&gt;
menimpa Persatuan Bangsa-bangsa di pertengahan abad 21. Potongan yang terpisah itulah yang membuat sebuah arah yang mereformasi berbagai &lt;br /&gt;
macam persekutuan yang terbentuk saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak lagi ada keseimbangan kekuatan negara didominasi oleh satu warna. Malahan, negara-negara bebas memilih ke mana mereka berpihak, &lt;br /&gt;
membuat kekuatan dunia ini melampaui batas-batas wilayah geografis. Ini membuat peta terlihat seperti retakan kaca. Ini juga yang membuat &lt;br /&gt;
apakah negara itu yang sekarang adalah sekutu, suatu saat nanti akan berbalik menjadi musuh, pertempuran kecil sangat sering berkobar di &lt;br /&gt;
seluruh dunia. Namun, semua ini terlihat normal sejak Quenser lahir di dunia ini, jadi dia hanya terlihat bingung ketika orang-orang tua &lt;br /&gt;
menggeleng-gelengkan kepalanya soal kondisi dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun, dua Object akan digunakan di operasi kali ini, jadi aku ragu kalau tentara rendah seperti kalian akan berguna di sini. Oh ho ho,” &lt;br /&gt;
kata pilot Object itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, apa kita bisa pergi ke kamar kita dan tidur sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah pengarahan yang diisi dengan begitu keras kepalanya faksi-faksi yang ada di sini untuk mengincar kejayaan perang yang didapat oleh Object mereka, Quenser dan tentara yang sama seperti dirinya keluar dari gedung itu, merasa sangat bosan.&lt;br /&gt;
Matahari sudah tenggelam dan kegelapan mengisi angkasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah saatnya operasi ini dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tuhan. Kenapa lokasi yang kita tuju berjarak 2 kilometer dari sini? Dua kilometer, coba bayangkan! Apa kita tidak bisa mendapatkan &lt;br /&gt;
truk!?” teriak Quenser tanpa berpikir. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia mengangguk dan kemudian berkata, “Mereka sebenarnya sudah, tapi semua truk itu digunakan untuk mengangkut zirah robot milik &lt;br /&gt;
Aliansi Informasi. Lihat ban truk yang mau meletus itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka memiliki mesin dan per fiber untuk meningkatkan kekuatan mereka, jadi kenapa mereka tidak berjalan saja? Dan apa yang ingin &lt;br /&gt;
mereka lakukan dengan zirah robot itu untuk melawan Object?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah unit bantuan yang dilengkapi dengan kamera berkecepatan tinggi. Mereka menganalisa setiap menit gerakan meriam Object dan &lt;br /&gt;
kameranya lalu mengirimkan data yang mereka dapat itu ke Object milik mereka untuk memberikan data bantuan untuk menghindar dan bertahan. &lt;br /&gt;
Paling tidak, mereka lebih berharga dari pada kita. Walau mereka sendiri lebih sering diserang lebih dahulu karena keberadaan mereka yang &lt;br /&gt;
cukup mengganggu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tidak hanya pasukan infanteri yang terganggu dengan keberadaan itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object raksasa yang mampu bergerak dengan mesin kereta jet harus bergerak perlahan dengan kecepatan yang sama dengan pasukan infanteri. &lt;br /&gt;
Mereka membuat gerakan perlahan seperti langkah kaki yang dibuat seseorang ketika mengetuk lantai dengan kaki mereka ketika menunggu &lt;br /&gt;
seseorang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua Object itu menutup sisi samping barisan pasukan infanteri di sisi yang berlainan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang pertama adalah Object sang Putri dari pasukan Kerajaan Legitimasi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan yang lain adalah sang Elit dari Aliansi Informasi yang Quenser dan Heivia temui tadi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua Object itu menggunakan tipe pendorong yang berbeda karena suara seperti petir hanya terdengar dari milik sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk membuat tensi agak menurun dan karena mereka sama-sama memiliki hubungan untuk bekerja bersama-sama saat ini (walau ia pernah &lt;br /&gt;
hampir mati karena mereka), Quenser memutuskan untuk bertanya kepada Elit dari Aliansi Informasi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya ia hanya penasaran karena jika dalam situasi biasa, ia tidak akan bisa mendekati (karena takut tubuhnya akan terpanggang jika &lt;br /&gt;
mendekatinya) sebuah Object dari Aliansi Informasi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa benar kalau Aliansi Informasi sedang mengembangkan Object dengan bentuk manusia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ho ho. Itu adalah sebuah kebohongan yang sangat buruk. Mungkin secara teknis bisa, tapi pusat gravitasinya terlalu tinggi, jadi pasti &lt;br /&gt;
itu akan sangat mudah untuk jatuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak menyenangkan. Kalau begitu apa Objectmu yang menggunakan saluran pembuangan tenaga juga bohong?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau yang itu benar. Sama seperti tangki pembakaran, sebuah reaktor Object akan lebih efektif jika menyala 24/7 dari pada harus &lt;br /&gt;
dinyalakan atau dimatikan. Hasilnya, ada tenaga sisa yang bisa disisakan ketika sedang bersiap di dalam markas. Oh ho ho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu bergerak di atas tanah untuk waktu yang lama dengan mesin pendorong udara yang menggunakan secara murni tekanan dara daripada &lt;br /&gt;
menggunakan tenaga listrik statis. Kalau kamu sedang serius, tenaga yang keluar itu cukup kuat untuk menghempaskan prajurit yang ada di &lt;br /&gt;
sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau sedang melaju bersama dengan para prajurit, mesin pendorong udara yang aku gunakan cukup kecil untuk menahan berat Object saja. Oh &lt;br /&gt;
ho ho. Itulah kenapa udara di sekeliling sini tidak terganggu dan para prajurit bisa berjalan beriringan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heeh. Jadi itu yang dilakukan oleh Aliansi Informasi akhir-akhir ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku suka dengan tatapan kagummu. Oh, dan untuk membiarkan tekanan udara ini bisa bergerak secara maksimal, tubuh utamanya menggunakan &lt;br /&gt;
karbon dan material aramid untuk bagian zirahnya. Oh ho ho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngomong-ngomong, berjalan seperti ini sangat melelahkan, jadi apa aku bisa ikut menumpang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ho ho. Kalau cuman prajurit biasa saja tidak jadi masalah, naik saja sesukamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser meraih sesuatu seperti material urethane dari mesin pendorong udara dan Heivia tiba-tiba saja berteriak padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hei! Itu bukan ide yang bagus Quenser!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa? Apa karena unit intelijen Aliansi Informasi melihatku karena takut informasi Object mereka akan bocor?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Itu salah satunya, sebenarnya sekarang mereka melihat wajahmu dengan teropong mereka adalah salah satu masalah, tapi masalah sebenarnya &lt;br /&gt;
adalah putri sepertinya agak badmood untuk alasan tertentu!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Hah?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir sampai menaiki material urethane yang digunakan oleh mesin pendorong udara ini, Quenser melihat Object sang Putri itu dengan &lt;br /&gt;
bingung. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melihat Object sang Putri bergerak seperti menggeleng-gelengkan kepalanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak apa-apa,” kata putri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gwaah!? Object putri yang terlalu banyak bergerak membuat tekanan udara dan semprotan penolak itu menerbangkan pasir ke mana-mana!!” &lt;br /&gt;
teriak Heivia dari tanah dan semua pasukan yang berada dalam formasi mereka mulai batuk-batuk. Quenser menghindari itu dengan menaiki &lt;br /&gt;
Object itu beberapa meter ke atas. “Quenser! Kalau kamu mau mencegah lebih banyak kerusakan, naik saja ke Object sang Putri!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi Object sang Putri menggunakan listrik statis dan laser untuk penggeraknya? Itu menyimpangkan laser secara acak dengan lempeng logam &lt;br /&gt;
untuk memanaskan udara dan meledakkannya. Aku pikir cukup berbahaya untuk berada dekat dengan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uhuk uhuk!! Y-ya, pasir ini juga cukup berbahaya juga, tahu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah saat ketika Elit Aliansi Informasi itu berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mencoba untuk ramah dan mengobrol secara Santi merupakan salah satu cara untuk meraih kepercayaan di antara prajurit seperti kita. Oh ho &lt;br /&gt;
ho. Aku rasa, Elit dari Kerajaan Legitimasi tidak tahu cara tata krama untuk berkawan dengan orang lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku bilang tidak ada apa-apa... apa kau mengejekku?” jawab sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong Quenser!! Cepat turun!! Jangan memancing amarah antara Putri dengan Elit itu!! Kalau begini terus, kita semua akan mati terbunuh &lt;br /&gt;
di antara pertempuran dua Object ini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser bisa mendengar suara teriakan di bawahnya, tapi dia tidak punya matan untuk turun kembali dan berjalan dengan peralatan berat di &lt;br /&gt;
punggungnya. Dia berbaring di urethane itu dan membuat dirinya nyaman sampai mereka sampai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 5===&lt;br /&gt;
Cukup mudah untuk melihat faksi mana saja yang menguasai daerah-daerah di Oseania.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wilayah yang dikontrol oleh pemerintahan junta militer ditutupi oleh hutan sementara area yang dikuasai oleh pasukan koalisi adalah area &lt;br /&gt;
padang gurun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan yang lain berada di dalam hutan hijau ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada awalnya mereka berjalan dari tanah tandus, kering, dan berkerak-kerak, tapi setelah mereka melintasi sebuah garis wilayah tertentu, &lt;br /&gt;
tanah yang mereka lalui menjadi ditutupi oleh rumput. Setelah itu, mereka dengan cepat masuk ke dalam hutan. Kondisi tanah di sini &lt;br /&gt;
sangat tergantung dari apakah tanah buatan yang memiliki daya serap air yang tinggi ini sudah tersebar di seluruh wilayah di sini atau &lt;br /&gt;
tidak. Tidak heran kalau suku pedalaman yang telah mencintai tanah leluhur mereka selama kurang lebih 1000 tahun ini melihat pemandangan &lt;br /&gt;
aneh seperti tanaman asing yang tidak pernah mereka lihat adalah sebuah penghinaan bagi tanah yang sangat sakral bagi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser turun dari bagian urethane Object Elit Aliansi Informasi dan melihat ke sekelilingnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang, wilayah pertempuran kita sudah terlihat. Walau aku rasa yang kita lakukan hanya duduk santai di sini melihat sang bintang &lt;br /&gt;
beraksi di atas panggung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku berharap kau pergi saja dari tempat ini sekarang,” keluh Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa diketahui oleh Quenser, Heivia merasakan saat-saat yang begitu menyakitkan ketika terjebatdi antara dua Object sementara Quenser &lt;br /&gt;
hanya bersantai di atas salah satu Object itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia melihat ke sekelilingnya dan berkata, “Kau tahu, sialnya ini adalah sebuah hutan. Mereka mengembangkan teknologi biotik demi &lt;br /&gt;
kepentingan penghijauan sosial, benar? Aku tidak percaya kalau ini dulunya adalah sebuah padang gurun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan bodoh. Meski mereka sudah menaikkan rata-rata kecepatan pertumbuhannya, mereka tidak mungkin mengembangkan pohon dengan cabang &lt;br /&gt;
sebesar itu. Kalau pohonnya pendek aku tidak masalah, tapi ini terlihat seperti sudah berumur 100 tahun dan mungkin ini diambil dari &lt;br /&gt;
negara lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang putri kemudian berbicara lewat speaker yang dipasang di Object-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita akan bergerak maju. Berhati-hatilah dan pastikan kalian tidak terkena peluru nyasar atau radiasi panas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih atas perhatiannya, tapi bukannya itu sama saja mengatakan kalau kami tidak berguna?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ho ho. Kau bisa menunggu di sini sambil bermain permainan ketangkasan otak selama 10 menit atau apapun yang kau inginkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua Object raksasa itu menembus ke dalam hutan yang lebat ini dengan kecepatan tinggi. Quenser dan yang lain ditinggal dengan &lt;br /&gt;
meninggalkan jejak suara petir yang datang dari arah Object sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mesin raksasa itu memiliki tubuh setinggi 50 meter dan bergerak dengan kecepatan 200-300 km/j. Pohon yang dibuat dengan rekayasa genetik &lt;br /&gt;
itu patah seperti sumpit kayu saat massa raksasa itu melewatinya. Dan tak lama setelah itu, kedua Object itu meninggalkan hutan yang &lt;br /&gt;
rata dengan tanah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Target mereka adalah gedung-gedung beton yang berada di tengah-tengah hutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah alarm yang biasa berada di sebuah fasilitas militer menyalak saat senjata yang menjadi puncak rantai teknologi itu mendekat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menarik sepasang teropong dan Heivia berbicara padanya, terlihat terganggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku bertaruh kalau ini pasti bukan target kita. Kalau Object Oseania benar ada di sini, pasti benda itu meninggalkan jejak yang sama &lt;br /&gt;
seperti hutan yang rata dengan tanah. Kau tahu kan waktu Object sang Putri melintasi hutan itu juga sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, aku sedang mengamati Object Informasi Aliansi,” jawab Quenser saat dia mengatur jarak penglihatan teropong itu dengan tangannya. &lt;br /&gt;
“Kalau monster itu menyerang kita saat menjadi musuh, aku tidak akan memiliki kesempatan untuk menganalisisnya, tapi ini berbeda. Aku &lt;br /&gt;
memiliki kesempatan untuk menyelidikinya. Aku bisa menggunakan waktuku untuk mencuri pandang informasi dari Object itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa, kau sekarang sedang menggilai gadis asing? Ayolah, kalau kau tetap mengejarnya, putri kita yang lucu nan anut akan berusaha &lt;br /&gt;
membunuhmu.”&lt;br /&gt;
“Apa yang kau bicarakan itu sebenarnya, Heivia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka berbicara, pertempuran antara Object koalisi dengan tentara normal di markas Oseania dimulai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari pengamatan, sepertinya Object musuh generasi 0,5 tidak ada di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasil yang sudah sangat jelas terlihat seperti pemandangan di atas pematang ladang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ledakan sorotan sinar menutupi pertempuran itu, memecah belah pemandangan malam hari. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka semua sedang ditembak oleh meriam cahaya panas. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sebuah meriam yang yang menembak secara terus menerus dan memiliki interval yang sangat pendek. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object Aliansi Informasi memiliki sebuah senjata utama sepanjang 35 meter yang terdiri dari lima meriam cahaya panas yang disambung &lt;br /&gt;
menjadi satu seperti Gatling Gun. Beberapa orang mungkin berpikir untuk apa memasang sebuah perangkat seperti Gatling Gun yang &lt;br /&gt;
menembakkan cahaya radiasi panas dari pada proyektil logam, karena kekuatan panasnya juga akan menghancurkan larasnya dan perangkatnya &lt;br /&gt;
yang lain kalau ditembak dengan interval yang terlalu pendek. Juga, mereka menggunakan sebuah amplifier untuk secara cepat memperkuat &lt;br /&gt;
dan melepaskan tenaga listrik, jadi penting untuk menyalakan dan mematikannya ketika berada dalam interval yang sangat pendek untuk &lt;br /&gt;
membagi daya panas yang ada di setiap meriam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang sudah seharusnya diperkirakan, Object Aliansi Informasi itu menggunakan kelima meriamnya dengan sangat kejam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap energi cahaya kebiruan itu memotong langit malam, dinding beton tebal itu terpotong menjadi bagian-bagian kecil. Bongkahannnya &lt;br /&gt;
meledak di udara seperti erupsi gunung berapi dan membuatnya terlihat meleleh. Para prajurit Oseania mencoba melarikan diri dengan &lt;br /&gt;
tembakan tank dan misil yang ditembakkan dari kendaraan, tapi Object tidak akan merasakannya seperti digigit nyamuk. Bangunan-bangunan &lt;br /&gt;
yang runtuh itu menimpa kendara-kendaraan yang membawa misil dan tank-tank yang ada di bawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, Object sang Putri tidak akan tinggal diam melihat semua ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggunakan manuver gerak cepat yang dimilikinya untuk memotong jalan keluar yang dimiliki oleh unit tank yang melarikan diri dan &lt;br /&gt;
menembakkan ketujuh meriam utamanya. Meriam yang dimiliki oleh sang Putri mampu berganti-ganti seperti mikroskop yang mengganti &lt;br /&gt;
lensanya. Dengan memutar rotor barelnya, dia menggunakan cahaya laser, meriam plasma berkeseimbangan rendah, coilgun, dan juga beberapa &lt;br /&gt;
pilihan lain. Itulah kenapa Objectnya dinamakan Object Multi guna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ledakan, sorotan cahaya panas, dan suara erangan memenuhi seluruh area pertempuran ini, tapi tidak ada suara teriakan yang bisa &lt;br /&gt;
terdengar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan kemarahan dan teror mungkin akan sangat terasa di sana, tapi suara kehancuran yang disebabkan oleh Object menenggelamkan mereka &lt;br /&gt;
semua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemandangan itu memenuhi seluruh area pertempuran. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sebuah neraka yang lahir di bumi bagi siapapun yang ingin melawan monster bernama Object. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wow. Aku rasa inilah yang didapat oleh Oseania jika mereka tidak mengindahkan perjanjian perang dan hanya melakukan apa yang mereka &lt;br /&gt;
inginkan. Aku merasa bersalah kepada mereka karena aku tahu bagaimana rasanya tidak bisa mengibarkan bendera putih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku bisa meliat kenapa sang Putri meminta kita untuk tidak terjebak di sana. Hei, Quenser, apa kau bisa menjelaskan padaku bagaimana &lt;br /&gt;
cara kerja Gatling Gun itu? Pasti keren sekali kalau Putri memiliki salah satu senjata itu di mesinnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Aku lebih penasaran dengan apa yang terjadi di bawahanya,” kata Quenser sambil memindahkan pandangannya ke bawah dan menunjuk &lt;br /&gt;
bagian bawah Object Aliansi Informasi. “Aku ingin tahu kenapa ia menggunakan pendorong udara dan telapak kaki-kaki di saat yang &lt;br /&gt;
bersamaan, tapi aku rasa aku tahu kenapa. Mengambang di udara dengan pendorong udara adalah dasar dari mesin penggerak dengan tekanan &lt;br /&gt;
udara, tapi itu menggunakan telapak kaki-kaki untuk menghentak tanah dan memberikan sebuah dorongan singkat untuk membuat sebuah &lt;br /&gt;
dorongan untuk berpindah dengan cepat. Sebenarnya juga, itu terlihat lebih seperti gergaji dari pada telapak kaki-kaki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi apa yang akan terjadi kalau kita menggunakan itu pada Object Putri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Putri bisa bergerak dengan sangat cepat sekali. Seperti ini: whoosh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser dan Heivia mengakhiri perbincangan bodoh mereka, pertempuran itu telah selesai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh sudah dihabisi dan tidak ada satupun tentara sekutu yang mati atau terluka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa para petinggi pasti bertepuk tangan mereka karena itulah kegunaan Object yang sebenarnya. Tidak ada hasil yang lebih baik &lt;br /&gt;
selain dari mereka yang bertempur bersama-sama dengan Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Elit terdengar di radio.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kita sudah selesai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ho ho. Aku sudah melakukan scanning dengan sensorku, dan menemukan bahwa masih ada ranjau dan tentara musuh menunggu untuk &lt;br /&gt;
menyergap. ...Itulah kenapa aku bilang kalau kamu itu sama sekali tidak kompeten, Elit dari Kerajaan Legitimasi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat dua Object itu saling perang dingin, tentara yang lain hanya bisa berbisik seperti ini “Sepertinya masih berbahaya” dan “Kita &lt;br /&gt;
tunggu saja sebentar lagi”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tindakan militer bukanlah sesuatu yang bisa ditolak oleh seorang tentara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan yang lain berjalan menuju area pertempuran sepanjang jalur yang diratakan oleh Object. Mereka merasa aman karena mereka &lt;br /&gt;
pikir semua jebakan sudah hilang ketika Object itu melintasinya. Tentu saja, ini tidak menjamin keamananmereka, tapi paling tidak mereka &lt;br /&gt;
bisa menarik napas lega karena tidak mati karena ranjau setelah perang selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka sampai, sang Putri berbicara lewat speakernya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya ini adalah markas boneka lagi. Markas ini tidak memiliki fasilitas yang dibutuhkan untuk merawat sebuah Object dan Object &lt;br /&gt;
itu juga tidak ada di sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita akan segera melakukan pencarian, tapi aku pikir tempat ini tidak memiliki tempat yang cukup luas untuk menyembunyikan sesuatu yang &lt;br /&gt;
cukup besar,” balas Quenser sambil melihat ke sekelilingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Area ini tidak sekedar hangus terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bangunan-bangunan hancur berkeping-keping, aspalnya meriak pecah, dan tanahnya terbelah menjadi dua dan cukup besar belahannya. Pohon, &lt;br /&gt;
logam, dan semua yang ada di sini berubah warna menjadi hitam dan kehilangan bentuk aslinya. Tingkat kerusakan yang terlihat di sini &lt;br /&gt;
tidak mungkin bisa dilakukan hanya dengan menyalakan sumbu pada campuran petrochemical saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object lebih sederhana dari pada senjata nuklir, lebih kuat dari pada nuklir, lebih aman dari pada nuklir, dan memiliki akurasi serangan yang lebih tinggi dari pada senjata nuklir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentara musuh sudah pasti hangur terbakar hingga tidak menyisakan apa pun dan sulit untuk menemukan di mana saja tubuh mereka tercerai &lt;br /&gt;
berai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uehh...” teriak Heivia. “Aku senang kita bisa mengobrol tentang ransum militer kita sebelum datang ke sini. Aku dengar ransum milik &lt;br /&gt;
Aliansi Informasi memiliki bumbu perasa di ransum mereka. Kau bisa memilih rasa kare atau keju atau rasa apapun yang kau inginkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pikir bumbu perasa rasa panggang tidak akan menjadi bumbu yang populer untuk beberapa saat ke depan.”Quenser melihat kepada dua &lt;br /&gt;
Object itu. “Ngomong-ngomong, apa yang harus kita lakukan setelah kalian menyelesaikan pertempuran dengan sangat mudah? Apakah kita bisa &lt;br /&gt;
meninggalkan tempat ini setelah memastikan bahwa tidak ada tempat perawatan Object rahasia di bagian ruangan bawah tanah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ho ho. Aku tidak yakin kalau masih ada senjata yang cukup di sekitar sini untuk menghancurkan sebuah Object, tapi bisakah kau &lt;br /&gt;
mengeceknya?” jawab sang Elit dari Aliansi Informasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingin beristirahat sebentar setelah pertempuran habis-habisan ini. Oh ho ho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti. Apakah gaya gravitasi tambahan dari inersia selama kau bertempur membuatmu sangat lelah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Desain dari pakaian khusus bagi sang Elit berbeda untuk tiap Elit, tapi sebagian besar, mereka semua dibuat agar tahan terhadap tekanan &lt;br /&gt;
tinggi seperti pakaian tempur pilot pesawat tempur. Object tidak bergerak dengan kecepatan supersonik seperti pesawat tempur, tapi &lt;br /&gt;
Object tentu memiliki massa yang luar biasa besar. Untuk menjelaskan masalah ini, coba bayangkan sebuah bola logam digantung pada sebuah &lt;br /&gt;
rantai .Tarikannya akan luar biasa besar ketika bola logam itu bergerak dan menghasilkan gaya sentrifugal yang membuat massa bola logam &lt;br /&gt;
itu semakin berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menyadari bahwa Object Aliansi Informasi dan Object sang Putri tidak bisa bergerak untuk beberapa saat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ho ho. Kalau aku harus bertarung, aku akan melakukannya, tapi menjaga kewaspadaan tingkat tinggi ketika tidak ada musuh di sekitar &lt;br /&gt;
kita adalah tindakan konyol. Dan pakaian Elit sangat ketat di bagian paha.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, itu benar. Saat kau bergerak dengan kecepatan tinggi, itu memotong aliran darah di kakimu untuk memastikan bahwa darah mengalir ke &lt;br /&gt;
otakmu dengan sangat cukup. Apa itu tidak membuatmu mengantuk?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelah pertempuran yang membutuhkan konsentrasi yang besar, tubuhku menyisakan panas, jadi cara tercepatnya adalah mengeluarkan kakiku &lt;br /&gt;
dari pakaian ini dan menggunakan semprotan pendingin. Oh ho ho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti....” Kata Quenser, dalam kekaguman yang abu-abu, tapi kemudian dia membeku di tempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tunggu... Jika Putri menggunakan pendingin untuk kakinya juga, apakah itu berarti sekarang dia sedang melepaskan pakaiannya di balik &lt;br /&gt;
dinding logam yang tebal itu sekarang?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih membeku di tempatnya, Quenser berpikir sangat dalam seperti seorang ahli filsafat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia berpikir, Baby Magnum dari Kerajaan Legitimasi mengarahkan meriamnya ke arahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu tidak perlu memikirkan hal-hal seperti itu sekarang,” kata sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gyaaah!? Jangan main-main dengan senjata seperti ini kalau hanya bercanda!! Dan yang memprovokasiku itu si Elit dari Aliansi Informasi, &lt;br /&gt;
bukan aku!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawa-bawa di dalam sebuah perbincangan, sang Elit membalasnya lewat speakernya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh. Oh ho ho. Sepertinya aku harus membuka seragam yang sangat ketat ini dan mendinginkan suhu tubuh ukuran G ini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be-benarkan!? Aku tidak sadar kalau satu kalimat saja bisa menarik perhatian yang begitu besar! Aku tahu kalau seragam putri kita &lt;br /&gt;
memang bagus, tapi kenapa Elit Aliansi Informasi harus bertindak sejauh itu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu permintaan desainer. Oh ho ho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...!? Sekarang, aku tidak memiliki niat untuk membelot, tapi kalau pekerjaan mau bagaimana lagi...!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan tertipu, Quenser. Jangan biarkan kilau dari Elit Aliansi Informasi itu menutupi matamu dan yang dikatakan oleh dia itu pasti &lt;br /&gt;
informasi palsu!! Kalau memang benar pakaiannya sangat ketat, tidak mungkin dia membuka kakinya untuk mengurangi tekanan udara!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, kau menyadarinya. Buruk sekali. Oh ho ho. Memang ini menutupi kakiku, tapi ada sela di beberapa bagian yang bisa aku semprot dengan &lt;br /&gt;
cairan pendingin. ...Dan ada beberapa bagian yang lebih sensitif dari pada sela yang ada di pakaian renang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Heivia, apakah itu benar!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Quenser!! Kalau kau tetap tertipu tentang apa yang dia katakan, kau pasti akan membuat sang Putri kehilangan kesabarannya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Heivia memukulnya di wajah, Quenser akhirnya mengembalikan kesadarannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Bukankah kita sedang membicarakan cara untuk mengontrol markas musuh? Kenapa kepalaku dipenuhi dengan kemurnian seorang gadis dan &lt;br /&gt;
keseksian seragam para Elit?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita harus melanjutkan misi kita,” tanya Quenser, mengumpulkan motivasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, masih ada tugas yang tersisa untukmu. Oh ho ho,” perintah Elit Aliansi Informasi. “Oh ho ho. Kita ada permintaan dari &lt;br /&gt;
suku pribumi. Karena reboisasi ini secara genetik tidak alami, mereka ingin kita membakarnya sampai rata dengan tanah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, benar. Kita harus mengganti warna wilayah ini menjadi warna kita,” jawab Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Putri kemudian berbicara dengan nada ingin meminta maaf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kita mau, kita bisa membakarnya dengan Object kita, tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggunakan Meriam Plasma Bertekanan Rendah yang ditenagai oleh Object, semua yang ada di atas tanah dan yang ada di dalam tanah akan &lt;br /&gt;
terbakar habis. Namun, suku pribumi Oseania melihat tanah mereka ini sebagai tanah suci, jadi mereka tidak ingin kita merusak yang tidak &lt;br /&gt;
penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sedikit kasar dan sedikit menahan diri, hm? Terdengar seperti cerita superhero ala Amerika.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan katakan itu, Agensi Perlindungan Budaya memprotes keras kata itu. Mereka mengatakan kalau itu seharusnya disebut Komik Korporasi &lt;br /&gt;
Kapitaslis karena negara bernama Amerika sudah tak lagi ada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu karena mereka terus saja bekerja demi barang-barang tak berguna, makanya tidak ada yang suka sama mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser dan Heivia saling berargumen, nyala api membakar beberapa tempat di dalam hutan malam ini. Unit khusus Aliansi Informasi &lt;br /&gt;
menggunakan Flamethrower untuk menyalakan api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kita tidak memiliki pakaian anti api seperti mereka. Kita tidak akan terjebak di dalam kobaran api, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masih lebih baik daripada menggunakan defoilant juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba suara statik terdengar di radio Quenser yang diikuti oleh perintah dari pasukan sekutu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengarkan sebentar, Quenser mematikannya dan menghadap Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita mendapat tugas kecil untuk diurus. Kita harus memeriksa desa-desa di tempat ini sebelum kita membakarnya habis.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa mereka tidak bisa menggunakan UAV?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, apa tidak apa-apa membakar rumah para penduduk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hubungi Froleytia di radiomu dan tanyakan dia tentang hal ini. Sepertinya, pasukan koalisi akan mengurus mereka untuk pindah dari &lt;br /&gt;
tempat ini sesegara mungkin. Dan karena suku-suku ini setengah hati untuk berada di tempat ini sejak pertama, mereka pikir lebih baik &lt;br /&gt;
seperti ini untuk mendapatkan gaya hidup mereka yang lama kembali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mengeluh, tapi mereka masih merasa lega karena mereka masih mampu untuk melakuksan sesuatu sebelum pergi. Dan kemudian, pasukan &lt;br /&gt;
Kerajaan Legitimasi dan Aliansi Informasi mulai mencari sambil berhati-hati dan menjaga mata mereka untuk memastikan tidak ada ranjau &lt;br /&gt;
ataupun jebakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menurut peta, wilayah kita sekitar 3 kilometer persegi. Jika jika menemukan kabin tua atau sesuatu seperti tempat tinggal di tempat &lt;br /&gt;
seperti ini, kita harus mengetuk pintunya dan memeriksanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perang sepertinya sangat membosankan.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, memang lebih baik seperti ini dari pada harus begitu heboh kurasa.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia berjalan sambil mengobrol tentang betapa bodohnya mereka jika mereka tak sengaja menginjak sebuah ranjau, tapi &lt;br /&gt;
kemudian mereka berhenti. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka keluar dari wilayah hutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdiri di sebuah bukit setinggi 7-8 meter. Sebuah hujan badai atau sesuatu yang cukup kuat sepertinya membuat bagian depan dari &lt;br /&gt;
bukit ini longsor, jadi ini seperti sebuah tebing. Di bawah tebing itu terdapat sebuah desa kecil yang hanya terdiri dari 20 rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika hanya itu, mereka bisa segera masuk dan segera memberikan tanda peringatan evakuasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalahnya adalah sebuah truk militer yang menghalangi jalan masuk ke dalam desa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan Oseania telah masuk ke dalam desa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia mengasumsikan bahwa perang telah selesai, tapi mereka bergerak cepat dengan menunduk di tanah. Quenser melihat &lt;br /&gt;
melalui teropongnya dan Heivia melihat melalui teropong senapannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Sial. Kenapa harus kita yang selalu mendapat kejadian yang paling heboh dengan bertemu mereka!!)” keluh Quenser dengan bisik-bisik. &lt;br /&gt;
“(Putri dan Elit yang lain itu hanya bertempur di sana. Apa mereka tidak mendengarnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Bagaimana aku bisa tahu!? Mungkin mereka hanya pasukan pengintai. Mereka mungkin  sudah memberitahu atasan mereka posisi Object kita &lt;br /&gt;
dan mereka sendiri di sini untuk menutup jalan keluar kita,)” jawab Heivia tenang. “(Jadi apa yang akan kita lakukan? Akan menyulitkan &lt;br /&gt;
kita kalau kita menangani ini sendiri, jadi bagaimana kalau kita memanggil Object?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Tidak, tunggu. Mereka pasti akan menyadari Object sebesar itu mendekati mereka. Mereka pasti akan membawa para penduduk itu untuk &lt;br /&gt;
dijadikan sandera. Dan pikirkan spesifikasi Object sendiri. Putri mungkin memiliki senjata laser anti-personil, tapi Aliansi Informasi &lt;br /&gt;
hanya memiliki meriam Gatling Gun cahaya itu saja. Ia pasti menghancurkan seluruh desa jika dipanggil ke sini.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dari apa yang mereka lihat di atas bukit ini, pasukan Oseania terlihat tidak ingin menembak para penduduk atau membakar desa. Saat &lt;br /&gt;
mereka melihat lebih dekat, mereka bisa melihat seorang tua yang kelihatan seperti kepala desa yang menyerahkan uang ke tentara &lt;br /&gt;
berseragam itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa itu semacam ‘uang sewa’? Sepertinya mereka sudah terbiasa melakukan itu.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut peta mereka, area ini beradai wilayah perbatasan Oseania dan pasukan Koalisi. Desa ini pasti dibuat untuk memberikan bantuan &lt;br /&gt;
bongkar muat kargo truk dari dua wilayah ini untuk memeriksa isinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia memeriksa keseluruhan tentara yang ada di tempat itu dengan teropong senapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Mereka semua ada 20. Mereka semua dilengkapi dengan sebuah senapan model lama dengan pelontar granat. Karena mereka hanya 1 truk, &lt;br /&gt;
sepertinya tidak akan ada lagi tentara yang akan kita lihat. Apa yang akan kita lakukan?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa maksudmu? Kau lihat sendiri tidak ada yang bisa kita lakukan sekarang.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Yah, aku rasa juga sama. Melawan musuh dengan jumlah kita yang berbanding 10:1 terdengar bodoh.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia saling menarik napas lega dan mereka kemudian merasa sangat lelah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika tentara musuh telah berkumpul di sini dan mengumpulkan semua penduduk di tengah desa dan mereka akan menembak para lelaki dan &lt;br /&gt;
memerkosa perempuan, mereka tidak memiliki pilihan selain melawan, tapi sepertinya apa yang mereka pikirkan itu tidak akan benar-benar &lt;br /&gt;
terjadi. Setelah pembayaran itu selesai, tentara Oseania itu akan meninggalkan desa. Quenser dan Heivia tinggal menunggu sampai mereka &lt;br /&gt;
pergi untuk memberikan tanda peringatan evakuasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika mereka memulai baku tembak, sepertinya mereka hanya akan menambah jumlah korban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juga, Quenser adalah teknisi perang, jadi dia hanya memiliki peledak. Senjata praktis yang mereka pakai hanyalah senapan dan pistol &lt;br /&gt;
milik Heivia. Saat mereka tidak memiliki alasan yang pasti untuk bertempur, tidak ada satupun dari kedua belah pihak yang ingin &lt;br /&gt;
bertarung di kondisi yang sangat tidak menguntungkan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hei, tunggu. Ada yang salah,)” kata Quenser saat dia melihat melalui teropongnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentara Oseania yang pada awalnya hanya berdiri santai tiba-tiba saja berpencar. Mereka memegang senapan mereka yang menggantung di bahu &lt;br /&gt;
mereka dan mencari musuh dengan wajah yang gugup. Sementara itu, wanita-wanita dan anak-anak berlarian masuk ke dalam rumah-rumah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa yang terjadi?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Lihat, Quenser. Di sana!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia menunjukan sebuah area terbuka di desa itu. Seseorang jatuh di sana. Itu adalah seseorang yang mengenakan seragam tentara pasukan &lt;br /&gt;
Oseania. Darah mengalir dari jantungnya. Sepertinya dia tewas seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Itu tidak terlihat seperti orang yang tewas karena sengatan panas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Jadi... apa? Heivia, apa kau tidak sengaja menembak orang itu sambil kau melihat melalui teropong senapanmu?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Kau bodoh sekali! Apa kau pikir senapan payah milikku ini memiliki peredam yang sangat hebat hingga kamu yang ada di sebelahku sendiri &lt;br /&gt;
tidak bisa mendengar suaranya!? Dan, orang itu jatuh di arah yang berlainan denganku!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat arah jatuh tentara yang tewas itu yang berlainan dengan arahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang dia lihat adalah...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Itu adalah batas wilayah pasukan koalisi.... apa dia ditembak dari arah itu? jadi apakah seseorang sengaja melemparkan ‘kerikil’ dari &lt;br /&gt;
luar wilayah ini?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, dia mendengar sebuah suara statik dari radio Quenser. Dia pikir dia dapat sambungan, tapi ternyata bukan. Sebuah suara &lt;br /&gt;
tembakan beruntun terdengar terus menerus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Suara statik bunyi tembakan dengan jarak interval 0,8 detik.... aku pikir seseorang menggunakan pembidik senapan laras panjang! Ini &lt;br /&gt;
menggunakan laser dan gelombang elektromagnetik untuk membantu mengarahkan.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hah? Tidak ada peralatan militer yang akan memberitahukan posisi snipernya begitu mudahnya. Sudah jelas ini adalah tindakan orang &lt;br /&gt;
bodoh yang berpikir kalau dirinya adalah seorang relawan tentara militan!)” kata Heivia, marah, tapi kemudian mukanya terlihat masam. &lt;br /&gt;
Dia mengangkat senapannya dan bergumam. “Oh sial. Tidak bagus, tidak bagus, tidak bagus!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk tambahan teropong di senapannya, senapannya juga memiliki infrared dan ultraviolet dan memiliki mikrofon untuk mencari musuh. &lt;br /&gt;
Karena dia memiliki headphone di satu telinganya, dia pasti mendengar suara perbincangan penduduk dengan tentara Oseania itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senapannya mengarah menuju salah satu tentara yang berbicara dengan tentara Oseania yang sedang berbicara dengan kepala desa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Apanya yang enggak bagus?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Aku tidak punya waktu untuk menjelaskannya, jadi aku katakan saja. ‘Sial, kau menipu kami!’ ‘Tidak, kau salah. Kita tidak akan pernah &lt;br /&gt;
melakukan hal ini.’ ‘Diam kau. Aku akan membunuh semua orang dan membakar desa ini sampai rata dengan tanah!’)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Aku pikir ‘tidak bagus’ itu terdengar meremehkan!!” kata Quenser terkejut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia kemudian berbalik untuk meminta pendapatnya, ia bertanya, “(Apa yang akan kita lakukan?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Kalau kita memanggil Object, mereka pasti akan menghancurkan tempat ini kalau mereka benar-benar datang.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Jadi apa yang akan kita lakukan!?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Yah, kita tidak di mana si sniper brengsek ini bersembunyi dan tentara Oseania itu akan melakukan tindakan kekerasan kalau kita tidak &lt;br /&gt;
segera bertindak.)” Quenser menancapkan pemicu elektrik di salah satu Hand Axe-nya yang sudah dia kuasai. “(Kita tidak memiliki pilihan &lt;br /&gt;
selain melakukan ini!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah merasa jelas dengan situasinya, mereka berdua mengangguk dan langsung bergerak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melemparkan peledak yang sudah dia tancapkan dengan pemicu dari atas tebing. Mereka mendarat agak jauh dari desa, tapi Quenser &lt;br /&gt;
mengirimkan sinyal untuk meledakkan Hand Axe itu. Ledakan beruntun itu membawa tentara Oseania itu untuk segera berlindung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada kenyataannya, itu hanyalah ledakan yang dibuat oleh seorang tamtama, tapi mereka pikir itu adalah ledakan mortar dari sebuah tank. &lt;br /&gt;
Ledakan beruntun membuat mereka semakin khawatir. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikutnya, Heivia mulai menembak satu persatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk berlindung dari musuh baru, tentara Oseania bersembunyi dari arah yang salah. Heivia bisa melihat mereka menyembunyikan bokong &lt;br /&gt;
mereka karena ketakutan, jadi dia menembak mereka dengan mudahnya. Sebuah baku tembak yang mengesankan, Quenser dan Heivia hanya kalah &lt;br /&gt;
dalam jumlah, tapi taktik penggertak mereka berhasil membawa pertempuran ini ke sisi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hei, aku tidak akan bisa menembak mereka semua!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Kalau kau bisa menembak beberapa dari mereka, mereka pasti akan pergi untuk menjaga nyawa mereka dan lari ke dalam hutan. Mereka tidak &lt;br /&gt;
akan bisa bertempur cukup lama untuk menjadi orang terakhir yang bertahan hidup.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hei, tuan tamtama, mereka sepertinya tidak akan melarikan diri. Mereka sepertinya bersiap untuk membawa pertarungan ini sampai darah &lt;br /&gt;
penghabisan!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Sial, itu snipernya! Dia menembak lagi! Mereka menembak ke arah mereka lagi untuk menutup jalan keluar mereka, jadi mereka tidak akan &lt;br /&gt;
bisa kabur walaupun mereka mau!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semakin lama pertempuran ini berlangsung, semakin besar kemungkinan para penduduk untuk terkena serangan peluru nyasar. Quenser dan &lt;br /&gt;
Heivia tidak memiliki alasan untuk menang, jadi mereka tidak peduli kalau tentara Oseania itu melarikan diri, tapi sniper misterius itu &lt;br /&gt;
menghalangi harapan mereka itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, seorang pria gempal yang sepertinya komandan mereka menaiki bukit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memberikan perintah dengan gerakan tangannya dan para tentara itu mengangkat senapan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Oh, sial! Mereka tahu posisi kita!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia dengan panik segera mundur. Segera setelah itu, sebuah badai peluru menghujani mereka. karena mereka menembaki tebing &lt;br /&gt;
longsor ini, longsorannya mereka gunakan sebagai tempat berlindung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Untungnya kita cukup jauh untuk menghindari lontaran granat dari senapan lawas itu.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Mereka enggak butuh waktu lama untuk mengepung kita. Hei, Quenser, bisa kau pasang peledak di jalan mereka sebelum mereka sampai di &lt;br /&gt;
sini?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, sebelum mereka bisa melakukan apapun, seseorang meraih pundak mereka dan memutar tubuh mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berputar dengan panik dan melihat pasukan infanteri Aliansi Informasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Aku tidak tahu situasi apa yang terjadi di sini, tapi kami akan membantu. Kita akan mengirimkan unit infanteri berat untuk &lt;br /&gt;
menghancurkan mereka kurang dari lima menit.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Lima menit, hm? Tidak buruk, tapi ini sudah terlambat.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia menggunakan pipinya untuk menunjuk bagian bawah tebing itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak sekali mayat yang bergelimpangan di sana karena orang yang terlibat dalam baku tembak. Dan mereka semua bukanlah tentara Oseania. &lt;br /&gt;
Beberapa dari mereka ditembak sampai mati karena rasa takut mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juga, sejumlah mainan anak kecil tersebar di tempat ini seperti seseorang sengaja membuat mereka menjatuhkan mainan mereka karena &lt;br /&gt;
terburu-buru ingin melarikan diri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sejumlah mainan yang tertutupi oleh pasir, debu, dan darah ada sebuah buku bergambar. Mereka cukup jauh dari desa itu, tapi buku &lt;br /&gt;
itu terlihat dengan jelas lewat teropong mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul buku itu adalah The Kind Beast of the Rocks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah buku yang sama yang dipegang oleh gadis kecil di luar barikade markas pasukan koalisi tadi sore.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia mendecakkan lidahnya dan melemparkan senapannya ke tanah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Baiklah, aku mengerti. Ini adalah perang yang sangat brengsek. Wanita tidak berdosa dan anak-anak kecil tidak berdaya mati dibunuh &lt;br /&gt;
karena alasan yang tidak jelas. ...Lakukan. Bunuh semua orang Oseania brengsek itu.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentara dari Aliansi Informasi itu mengangguk pelan dan memberikan perintah kepada tentara infanteri berat mereka. Tanpa memperhatikan &lt;br /&gt;
desingan peluru, mereka melompat dari bukit yang longsor ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, aku menemukannya,” kata Quenser saat dia menurunkan teropongnya dan menunjuk sebuah titik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak menunjuk desa itu. Dia menunjuk sebuah titik di perbatasan Oseania dan wilayah pasukan koalisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku menemukan sniper itu. Lihat, dia bukan tentara Oseania atau koalisi. Itu adalah salah satu dari reporter. Dia menggunakan kameranya &lt;br /&gt;
untuk menutupi senapannya. Sepertinya ini yang menjelaskan kenapa dia tidak menggunakan pembidik militer. Mungkin dia salah satu tentara &lt;br /&gt;
bayaran yang menyamar sebagai wartawan yang dikatakan oleh Froleytia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke,” kata Heivia saat dia mengambil kembali senapannya yang ada di tanah. Dia berbalik ke tentara Aliansi Informasi itu. “Kita akan &lt;br /&gt;
tangani sniper itu. Aku rasa aku tidak akan puas sebelum bisa menghajar mukanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 6===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kembali ke markas mereka, Quenser dan Heivia bersandar di dinding jalur pegawai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia berbicara kepada dua bawahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah memeriksa laporan kalian, dan sepertinya pemilik buku itu bukan anak kecil yang kalian khawatirkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia terdiam untuk waktu yang agak lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, Quenser membuka mulutnya dan berkata, “Apa kau pikir ini cukup untuk membuat kita lega?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu, sebagai seorang prajurit, kita tidak memiliki hak untuk berpikir kita suci atau bersih, tapi ini bukan perang yang kita &lt;br /&gt;
inginkan untuk ikut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu,” gumam Froleytia sebelum menekan kenop pintu dan masuk tanpa mengetuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menghela napasnya karena harus berhadapan dengan pekerjaan yang menyusahkan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berada di dalam sebuah ruangan kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memiliki rambut yang panjang berwarna perak dengan sebuah tusuk rambut panjang nan lancip yang memiliki bentuk seperti kanzashi &lt;br /&gt;
Jepang, dan ia sedang menghisap sebuah kiseru Jepang. Dia mengambil sebuah komputer dan tablet sensor dari bawah lengannya dan &lt;br /&gt;
meletakkannya di meja. dia biasanya menggunakan pena khusus untuk komputer itu untuk mengirimkan perintah ke unit yang berada sangat &lt;br /&gt;
jauh dari situ, tapi monitor itu mati. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia melihat lurus ke depan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kursi dipaku di lantai itu berseberangan dengan dirinya dan diantaranya itu ada sebuah meja kecil. Ia berdiri di depan seorang &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
pria dengan tangan yang melipat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah seorang reporter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia memberitahnya tentang tamu mereka itu yang ternyata adalah seorang mantan tentara bayaran, tapi Froleytia tidak &lt;br /&gt;
setuju. Seorang tentara bayaran masuk ke wilayah perang tanpa Object yang melindunginya adalah sebuah pekerjaan yang sangat kasar bagi &lt;br /&gt;
dirinya. Sepertinya, atau tanpa perlu dilihat lagi, dia lebih dari seorang tentara biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sepertinya berasal dari seorang keluarga kaya dari luar wilayah Oseania yang tergila-gila pada dirinya sendiri dan menganggap bahwa &lt;br /&gt;
dirinya adalah pusat segala tren.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tuan... Sewax, benar? Anda telah mengganggu sedikit operasi kami. Apa anda mengerti bahwa ini adalah ruangan interogasi militer dan &lt;br /&gt;
anda telah melakukan sesuatu yang pasti membuat anda harus datang kemari?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lepaskan ikatan ini,” kata Sewax dengan cepat, memotong Froleytia. “Aku tidak memiliki kewajiban untuk berbicara di sini tanpa kehadiran seorang pengacara, tapi aku akan melakukannya khusus untukmu. Anda tidak memiliki satu hak pun untuk mencabut kebebasanku di sini. Lepaskan ikatan ini dariku secepatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Kau marah karena aku menembak tentara-tentara itu? Kalian para prajurit sangat tidak berguna. Apa kau ingin mengatakan kalau aku &lt;br /&gt;
adalah seorang pembunuh karena bukan bagian dari tentara? Di wilayah lain, di mana Object tidak ikut campur dalam konflik seperti di &lt;br /&gt;
Oseania, para tentara bayaran seperti kami berkeliling ke wilayah-wilayah negara untuk membasmi tentara musuh, dan kemudian kembali ke &lt;br /&gt;
negara asal kami. Apa kau ingin mengatakan kalau mereka juga seorang kriminal? Penjahat?” Sewax tersenyum senang saat dia mengatakan &lt;br /&gt;
kalau haknya adalah absolut dan dia tidak ada seorangpun yang dapat mengancamnya. “Yang aku lakukan hanyalah melakukan apa yang tidak &lt;br /&gt;
kalian lakukan. Bukankah tugas kalian adalah menembus tubuh monster Oseania itu dengan peluru? Aku hanya melakukan ini demimu, untukmu, &lt;br /&gt;
dan sekarang aku akan menulis laporannya dan mengganti opini publik. Kasarnya, anda semua tidak melakukan tugas kalian dengan baik pada &lt;br /&gt;
level paling dasar ketika anda marah ketika seseorang menghabisi beberapa prajurit Oseania. Apa kau pikir kau bisa mengakhiri tirani di &lt;br /&gt;
Oseania?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia menyeringai saat Sewax melihat dirinya dengan mata yang sangat sombong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy_Object_v01_286.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melihat wajah seorang tentara yang berubah emosinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena Object, kalian begitu melupakan tugas kalian sebagai seorang tentara. Aku akan menulis tentang kalian saat aku kembali ke negara &lt;br /&gt;
asal. Aku akan memberi tahu semua orang tentang kalian para prajurit yang telah melupakan tugas kalian untuk bertempur dan betapa kalian &lt;br /&gt;
sangat panik ketika melihat darah. Aku tidak akan menulis tentang anda yang kehilangan pikiran rasional dan anda yang secara ilegal &lt;br /&gt;
menahan seorang wartawan yang jujur dan pekerja keras sepertiku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia meletakkan kiseru panjang dan lancip itu di atas meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, sebuah suara keras terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia meraih bahu Sewax, mengangkat wartawan itu, beserta kursi dan semuanya lalu menempelkannya di dinding.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gbh.... Ghaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhh!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenaga yang sangat kuat menghancurkan sandaran kursi itu dan tubuh Sewax ditekan punggungnya. Namun, lengan Froleytia tidak &lt;br /&gt;
mengizinkannya untuk menyentuh tanah. Dia menahan tubuh itu di dinding dan menekan kepalanya sangat kuat ke dinding.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada empat,” kata Froleytia pelan, suara yang dingin dan jarang ia begitu pelan seperti itu. “Jika kamu... kalau saja kamu hanya &lt;br /&gt;
membunuh tentara musuh, aku akan menyanjungmu tinggi. Namun, ada empat. Empat penduduk yang tak bersalah yang terbunuh karena aksi yang &lt;br /&gt;
tidak diinginkan ini. Orang-orang itu tidak akan mati jika saja... dengarkan ini, salah satu dari empat orang itu mati bukan karena &lt;br /&gt;
peluru tentara Oseania, tapi dari pelurumu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uhuk. Tapi karena itu, kau bisa segera membuat tindakan cepat untuk menyerang Oseania! Kita tidak bisa mengendur hanya karena dosa &lt;br /&gt;
kecil ini!! Yang aku lakukan ini tidak salah!! Kalau aku menulis ini, orang-orang di seluruh dunia akan merasa sensitif dengan perang &lt;br /&gt;
dan kelompok anti-perang akan bangkit. Sebuah zaman di mana para tentara yang menghabiskan pajak kami akan segera berakhir, bodoh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, benar begitu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia membawa tubuh Sewax dari dinding dan menerbangkannya. Gaya sentrifugal menghantam punggungnya saat dia jatuh tepat di atas &lt;br /&gt;
meja kecil itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Sewax Bath, Froleytia mulai berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu izinkan aku untuk berbicara sebentar. Kami mengetahui bahwa para tentara Oseania itu tidak berada di situ untuk menarik &lt;br /&gt;
uang. Mereka tidak berada dalam jadwal untuk datang ke tempat itu. bahkan kalau kau tidak menyerang mereka dengan senapan, mereka akan &lt;br /&gt;
mematuhi perintah atasan mereka dan mulai menyerang desa itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“La-lalu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan mereka melakukan karena aksi wartawan seperti kalian!! Karena intervensi pasukan koalisi, negara junta militer Oseania berpikir &lt;br /&gt;
bahwa masyarakat internasional menganggap remeh keberadaan mereka. Karena itu, mereka ingin menunjukkan kekuatan mereka pada pasukan &lt;br /&gt;
koalisi dengan memperkuat wilayah reboisasi mereka dan rencana bodoh untuk membantai seluruh penduduk desa!! mereka akan menggunakan &lt;br /&gt;
orang-orang mereka sendiri sebagai kartu negosiasi dengan mengatakan bahwa kematian mereka adalah kesalahan kami karena mengirim tentara &lt;br /&gt;
ke wilayah mereka dan menurunkan Object!! Memangnya kenapa kami melarang para wartawan untuk mendekati wilayah perbatasan Oseania? &lt;br /&gt;
Karena kami sudah tahu rencana mereka! Mereka tidak memiliki saksi untuk genosida yang akan mereka lakukan dan menyebarkannya ke seluruh &lt;br /&gt;
dunia! Namun, karena aksimu yang sungguh ceroboh itu, mereka akan bergerak semakin gila untuk rencana busuk mereka!!” kata Froleytia, &lt;br /&gt;
menyesali kebodohan yang dimiliki oleh Sewax. “Memangnya kau pikir apa yang akan dilakukan oleh orang-orang Oseania ketika melihat &lt;br /&gt;
kawan-kawan mereka mati? Mereka akan menunjukkannya kepada dunia betapa mereka menderita di sini. Mereka pasti akan menggunakan &lt;br /&gt;
pembantaian ini untuk menunjukkan pada dunia kalau kitalah yang salah! Mereka sekarang akan memainkan peran ‘mencari pelaku &lt;br /&gt;
pembunuhnya’. Mereka akan mencarinya di dalam ‘orang-orang mencurigakan’, yaitu di suku-suku pribumi asli Oseania. Mereka akan &lt;br /&gt;
mengirimkan pasukan, dan membantai mereka sampai puas!! Apa kau dengar itu!? Sampai mereka puas!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh Sewax seakan tidak bisa mendengar lagi apa yang dikatakan oleh Froleytia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ta-tapi aku adalah seorang wartawan Kerajaan Legitimasi. Aku sudah memastikan kalau aku menembak dari wilayah pasukan koalisi. Kenapa &lt;br /&gt;
mereka malah menarget penduduk Oseania? Itu omong kosong. Bahkan negara junta militer tidak akan melakukan hal itu tanpa ada bukti—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau pikir mereka akan mendengar alasan itu!!!??”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia mengepalkan tangannya dan memukul Sewax di perutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sewax tidak bisa menahan rasa sakit ini dan muntah-muntah di lantai. Froleytia meraih kursi dan berbicara padanya dengan wajah yang &lt;br /&gt;
sangat marah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka melihat wajah para penduduk itu tidak lebih dari serangga!! Kalau mereka menyukainya, mereka akan membunuh tanpa perlu ada bukti &lt;br /&gt;
atau tidak! Itulah kenapa aku mengatakan mereka akan terus membunuh sampai mereka puas. Mereka akan menyerang desa-desa yang tidak &lt;br /&gt;
mereka sukai! Apa kau pikir pengadilan bisa menegakkan hukum di negara ini!? kau pikir berapa banyak orang-orang tidak berdosa yang &lt;br /&gt;
kehilangan nyawa mereka karena tindakan berbahayamu ini yang tidak membawa penyelesaian apapun selain harga dirimu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih tidak jelas apakah dia sudah mengerti semuanya atau hanya sebuah rangkaian berantai untuk mengosongkan perutnya, tapi air mata &lt;br /&gt;
mulai menetes dari matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jujur saja, aku ingin menyerahkanmu ke pemimpin bodoh Oseania ini, tapi untungnya Kerajaan Legitimasi menjunjung tinggi hak asasi &lt;br /&gt;
manusia. Aku tidak bisa menyerahkanmu begitu saja.” Froleytia melepaskan dirinya dari kursi itu dan sepertinya dia mulai bisa &lt;br /&gt;
mendinginkan pikirannya, lalu dia bicara lagi. “Apa kau mengerti? Kita ada di sini untuk menjaga keseimbangan di medan perang dan aksimu &lt;br /&gt;
itu membawa perang ini ke sisi yang lebih buruk dan membuat semua usaha kami sia-sia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 7===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat interogasi yang dilakukan oleh Froleytia ditampilkan di dalam monitor di depan mereka, Quenser dan Heivia melihat ke arah lain di &lt;br /&gt;
saat yang sama. Mereka meninggalkan ruang observasi kecil yang diisi dengan staf perekam dan analisis lalu mereka saling bertukar &lt;br /&gt;
pendapat saat mereka berjalan di lorong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Quenser. Berapa lama kau pikir sampai orang-orang Oseania itu mulai mencari pembunuhnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika perkiraan dari simulasi elektronik ini akurat, maka satu-satunya Object yang dimiliki oleh Oseania adalah sebuah Object generasi &lt;br /&gt;
0.5. Tingkat teknologinya sangat rendah untuk memiliki fungsi maksimal sebuah Object.” Quenser memilih kata-katanya secara hati-hati. &lt;br /&gt;
“Sebuah reaktor Object memiliki cara kerja seperti reaktor nuklir atau sebuah ledakan berantai yang lebih efisien untuk terus &lt;br /&gt;
menghasilkan tenaga daripada harus dimatikan dan dinyalakan. Namun, generasi 0.5 itu terlalu lemah. Jika ia terus menggunakan tenaga &lt;br /&gt;
dari reaktornya terlalu lama, bagian dalamnya bisa menyatu. Aku yakin kalau reaktornya pasti sedang dimatikan sekarang. Kalau kita &lt;br /&gt;
menghitung kecepatan kemampuan reaktornya untuk menghasilkan tenaga yang cukup untuk bergerak, maka....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita memiliki waktu antara 4 sampai 5 jam,” kata Heivia saat dia melihat jam tangan militer di pergelangan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengangguk dan berkata, “Menurut Froleytia, mereka ingin pembantaian mereka terhadap penduduk desa bisa mendapatkan perhatian &lt;br /&gt;
dari para wartawan itu untuk menarik perhatian dunia. Sekarang mereka telah gagal untuk itu, maka para prajurit Oseania itu pasti &lt;br /&gt;
mencari suatu cara lain untuk menghapus kegagalan mereka ini. Dalam kasus ini, tidak menyerang penduduk desa sekarang adalah pilihan &lt;br /&gt;
terbaik yang mereka miliki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Object milik Oseania ini diberi nama generasi 0.5, tapi tetap saja itu adalah Object. Kerajaan Legitimasi atau Aliansi Informasi &lt;br /&gt;
pasti menyatakan bahwa Object itu bisa dengan mudah dikalahkan dengan mudah oleh mereka, tapi desa-desa kecil tidak akan memiliki &lt;br /&gt;
kesempatan untuk melawannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika terus seperti ini, mereka pasti akan mencari cara apapun untuk bisa mendapatkan “tragedi mengerikan” yang mereka incar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini buruk. Kalau kita tidak menemukan Object itu, ini akan menjadi, sangat buruk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi bagaimana caranya kita menemukan Object itu? Satelit sudah mengincarnya selama sebulan, dan mereka tidak menemukan apapun. &lt;br /&gt;
Bagaimana kita bisa menghancurkan Object hanya dalam waktu 4 jam.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menghancurkanya tidak terlalu sulit. Kita memiliki 20 Object milik pasukan koalisi. Jika kita bisa memberitahukan mereka posisi dari &lt;br /&gt;
Generasi 0.5, mereka bisa menggunakan seluruh kekuatan militer mereka untuk menghancurkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Artinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aritnya kita harus mencari di mana letak Object itu. Kita pasti bisa mencari tahu posisinya jika kita melihat dari sudut pandang kita &lt;br /&gt;
sendiri dari pada harus bergantung pada satelit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dua orang itu baru memulai aksi mereka, seseorang menginterfensi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah Froleytia yang baru saja keluar dari ruang interogasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jujur saja, aku ingin kalian berdua melakukan itu, tapi aku tidak bisa. Itulah perintah dari atasan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau Object 0.5 milik Oseania itu memberikan jejak setitik mereka saat keluar dari bangunan beton miliknya, kita pasti memiliki &lt;br /&gt;
kesempatan. Atasan tinggi menginginkan kita untuk hanya mengawasi satelit dan menunggu sampai mereka meninggalkan Object mereka. Kalau &lt;br /&gt;
mereka sampai menyadari keberadaan pasukan pengintai kita, kesempatan ini akan hilang dan mereka pasti akan pergi dari markas mereka dan &lt;br /&gt;
mencari tempat yang baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kau mencoba mengatakan kalau kita harus membiarkan mereka menyerang desa-desa kecil itu!? Kau tahu kan rasanya ketika Object musuh &lt;br /&gt;
menyerang kelemahan kita saat kita lengah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saat kita menyadari bahwa ia meninggalkan markas, kita akan segera bergerak cepat sebelum ia mulai menyerang!! Aku jamin tidak akan ada &lt;br /&gt;
penduduk desa yang akan menjadi korban!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi aku yakin kalau militer Oseania akan menyadari kita! Apa yang akan kau lakukan ketika kita dengan bangga menyerang target yang &lt;br /&gt;
terlihat di satelit dan ternyata itu hanyalah sebuah tangki gas raksasa dengan umpan!? Sementara yang asli akan keluar dan membakar &lt;br /&gt;
habis sebuah desa, menyamar menjadi tangki gas yang lain, dan melarikan diri ke markas yang lain!! Kalau itu terjadi, kita harus &lt;br /&gt;
melakukannya lagi. Apa kau akan membiarkan mereka membakar desa sampai kita mendapatkan Object mereka!? Mungkin terdengar salah ketika &lt;br /&gt;
kita menyerang para prajurit Oseania itu dengan Object, tapi Object bukanlah sesuatu yang bisa ditangani oleh para penduduk tak &lt;br /&gt;
bersenjata!!” teriak Heivia, kehilangan harga diri yang ia junjung tinggi terhadap atasannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya, Froleytia sendiri tahu dengan apa yang akan terjadi sebenarnya, tapi sesuatu menghalanginya untuk menyetujui pendapat &lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah peraturan militer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya aku ingin sekali mengirim kalian berdua, tapi aku tidak bisa melanggar perintah,” kata Froleytia dengan masam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ekspresinya, Quenser dan Heivia kemudian diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan jangan coba-coba mengaksesnya lewat database militer. Untuk menghindari informasi Object kita ketahuan oleh anggota pasukan koalisi &lt;br /&gt;
yang lain, pengamannya sudah ditingkatkan. Kalau kau mencoba mengakses data yang di luar wilayah kewenanganmu, kau akan langsung &lt;br /&gt;
disidang di pengadilan militer sebelum kau menyadarinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu apa yang harus kita lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia masih tidak mau untuk menyerah, tapi Froleytia membalikkan badannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan menyiapkan segalanya untuk memastikan kalau kita bisa langsung bergerak segera setelah kita mengetahui koordinat Object &lt;br /&gt;
Oseania dari satelit,” katanya sebelum meninggalkan mereka berdua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditinggal sendirian, Quenser dan Heivia hanya bertukar pandang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Quenser, apa yang harus kita lakukan sekarang? Kau memiliki akses khusus untuk Object setelah menang di Alaska, kan? Bisakah kau &lt;br /&gt;
masuk ke dalam database tanpa ada orang yang menyadarinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau aku memiliki kemampuan, aku hanya butuh sedikit meretas dan mengaksesnya. Tapi itu tidak mungkin. Tidak mungkin kita bisa mencari &lt;br /&gt;
data tentang informasi generasi 0.5 ini di situasi seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser memasukkan jarinya ke dalam kantungnya dan mengeluarkan peta dari dalamnya dan kemudian membuka peta itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia terkejut, tapi Quenser hanya menunjukk peta itu dan berkata, “Aku rasa cara manual adalah cara terbaik untuk memecahkan masalah &lt;br /&gt;
kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 8===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia keluar dari gedung dan berjalan memutar untuk sampai ke bagian belakang gedung itu. Mereka duduk di atas tanah kering &lt;br /&gt;
dan keras itu dan membuka petanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oseania itu besar,” keluh Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengangguk dan berkata, “Yah, cukup luas untuk menampung Eropa Barat. Tempat ini tidak disebut sebagai benua tanpa alasan yang &lt;br /&gt;
logis.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi bagaimana kita bisa menemukan sebuah Object di tanah seluas ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Membutuhkan waktu setahun kalau kita mencari di seluruh tempat di Oseania, tapi sepertinya mereka memiliki area-area tertentu yang bisa &lt;br /&gt;
mereka gunakan untuk bersembunyi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia berbicara, Quenser menggunakan pen merah dan menggambar sebuah lingkaran besar di peta itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lingkaran itu berada di Oseania utara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka pikir Object itu ada di wilayah utara antara distrik Kimberley dan padang gurun Tanami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi itu ada di mana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan setelah mengecilkan area pencarian mereka, wilayah yang dimaksudkan oleh Quenser itu masih seluas dengan pulau Honshu, salah satu &lt;br /&gt;
kepulauan Jepang yang dimiliki oleh Korporasi Kapitalis. Itu bukanlah wilayah yang bisa mereka cari dengan berjalan kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dua tahun yang lalu, saat Generasi 0.5 milik Oseania selesai dibuat, mereka mengadakan parade besar-besaran di sini. Setelah itu, &lt;br /&gt;
mereka menyembunyikannya di antara tangki gas yang mereka sebar dengan perangkap di seluruh wilayah dan memasukkannya ke dalam markas. &lt;br /&gt;
Namun, kita masih tidak mau yang mana yang asli.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi itulah kenapa pasukan koalisi menghancurkan markas-markas itu walau mereka tahu kalau itu hanya umpan. Kalau mereka terus &lt;br /&gt;
menghabisi seluruh markas di wilayah ini, mereka pasti akan mendapatkan yang asli jika mereka beruntung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jujur saja, mereka pasti akan menemukannya walau mereka tidak melakukan apapun, tapi siapa yang tahu berapa banyak desa yang dibakar &lt;br /&gt;
ketika mereka menunggu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, kita tidak bisa meninggalkan ini begitu saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi ini masalahnya. Ada 100 fasilitas militer yang bergerak sebagai umpan dan 40 diantaranya sudah diketahui sebagai sebuah tangki gas &lt;br /&gt;
saja. Atasan tinggi tidak tahu sama sekali soal mana yang asli dan mana yang tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah ada markas yang benar-benar terutup sehingga bahkan atasan kita sama sekali tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan tidak mungkin, tapi aku ragu. Membuat satelit terus berjaga-jaga untuk mendeteksi gedung-gedung itu bukanlah pekerjaan yang &lt;br /&gt;
mudah. Dan bahkan ketika mereka menyembunyikannya di bawah tanah, mereka membutuhkan jalur dan jalan masuk untuk mengeluarkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi sudah hampir pasti kalau mereka pasti menyembunyikan salah satunya di sebuah bangunan yang sama sekali tidak diketahui oleh para &lt;br /&gt;
atasan?” gumam Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser memerhatikan wilayah yang telah ia tandai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau saja ada tanda khusus di mana hanya dimiliki oleh Object yang asli.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudmu seperti peralatan untuk perawatan sebuah Object? Kalau begitu, bukankah sebuah markas dengan jalan besar memiliki kemungkinan &lt;br /&gt;
besar sebagai tempat persembunyian?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Markas yang kita serang tadi juga memiliki fasilitas yang sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi tidak semuanya memiliki luas yang cukup untuk Object setinggi 50 meter. Bahkan Object yang tadi kita hancurkan tidak memiliki &lt;br /&gt;
tanda-tanda telah dilalui oleh sebuah Object.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya markas yang memiliki tempat yang cukup besar untuk menampung Object sudah dihancurkan semua. Itulah kenapa perintah kita &lt;br /&gt;
adalah untuk mencari mana yang paling mungkin untuk tidak bisa dimasuki oleh Object.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi ke mana lagi kita harus pergi? Kalau semua markas yang memiliki kemungkin paling tinggi tidak menghasilkan apa-apa, bukankah yang &lt;br /&gt;
tinggal tersisa adalah menghancurkan semua markas yang tidak terlihat mencurigakan?” kata Heivia, tidak hati-hati.&lt;br /&gt;
Sepertinya, atasan mereka memiliki kesimpulan yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana kalau kita berpikir sama seperti cara musuh kita berpikir?” kata Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?” kata Heivia dengan ekspresi bodoh di mukanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Generasi 0.5 terakhir kali dilihat dua tahun yang lalu saat ia sudah selesai dibuat. Telah itu, ia disembunyikan di suatu tempat. &lt;br /&gt;
Apakah mungkin kalau mereka sudah menumbukan berbagai macam pohon dan tanaman untuk menutup jalur yang bisa digunakan oleh Object?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa mereka melakukan itu? Kalau mereka menutup markas mereka dengan pepohonan, bukannya itu akan meninggalkan jejak ketika ia &lt;br /&gt;
meninggalkan markas. Para atasan kita pasti dengan mudah menyadarinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Markasnya sendiri pasti sudah diamati oleh satelit, jadi semua pohon-pohon yang tumbang tidak akan jadi masalah. Setelah penyerangan, &lt;br /&gt;
Object itu bisa bersembunyi di salah satu tangki gas dan bergerak menuju markas lain. Tentu saja kita akan menghancurkan segala &lt;br /&gt;
kemungkinan yang ada kalau bergerak ke markas yang salah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu berati markas yang paling mencurigakan adalah markas yang memiliki banyak pepohonan dan bebatuan disekelilingnya. Markas yang &lt;br /&gt;
terlihat seperti sudah ditinggalkan memiliki kemungkinan terbesar sebagai markas yang paling mencurigakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya ada dua masalah,” kata Heivia ketika dia memperhatikan titik yang ditandai dengan pena merah. “Pertama, jarak di antara &lt;br /&gt;
markas-markas ini terlalu jauh walau kita sudah menyempitkan daerah pencarian kita sampai tiga markas. Kita tidak bisa menebak mana dari &lt;br /&gt;
tiga itu yang asli. Kalau kita mendapatkan markas yang salah, kita akan kehilangan sangat banyak waktu.” Dia menunjuk peta itu dengan &lt;br /&gt;
cahaya kecil. “Kedua, setiap markas umpan pasti memiliki prajurit untuk menjaganya. Bahkan kalau kita bisa mengalahkan mereka semua, &lt;br /&gt;
mereka masih memiliki waktu untuk menghubungi markas asli mereka. mereka pasti akan menyebar lebih banyak tangki gas yang lain dan &lt;br /&gt;
Generasi 0.5 pasti sudah menghilang. Penyerangan mereka ke desa-desa hanya akan mundur sedikit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan masalah ketiga adalah, kita tidak akan mendapatkan bantuan militer ataupun Object.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau yakin tentang itu? Walau kita tidak diperintahkan oleh Froleytia, pasti ia akan mengirimkan sang Putri untuk membantu kita &lt;br /&gt;
mengalhakan Genera—....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba alarm berbunyi mengisi seluruh markas koalisi ini. Sirine yang menyala dengan warna redup menutupi langit malam. Semua lampu &lt;br /&gt;
di seluruh markas segera dinyalakan seketika seperti malam pertandingan kasti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang terjadi? Kita belum meninggalkan markas sama sekali!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bodoh. Object-object sudah diperintahkan untuk bergerak! Apakah para atasan sudah menemukan di mana posisi Generasi 0.5!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melipat petanya dan melihat ke sekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejumlah prajurit keluar dari dalam bangunan. Dia juga melihat sang Putri berlarian di wilayah perawatan. Para pekerja perawat Object &lt;br /&gt;
yang masih bekerja segera membuka palka Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menghampiri seorang prajurit dan bertanya padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang terjadi!? Apa kita menemukan sebuah Object milik militer Oseania?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, benar. Akhirnya aku bisa pulang ke rumahku! Bos terakhir sudah menunggu kita di ujung Great Sandy Desert. Object tentara Koalisi &lt;br /&gt;
sudah mengarah ke sana dengan kecepatan tinggi, tapi kita harus segera ke sana dengan truk militer. Yang pertama yang dilayani, kau &lt;br /&gt;
harus cepat kalau ingin naik ke dalam truk yang memiliki suspensi yang bagus. Kalau kau terlalu lama, punggungmu akan terasa sakit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Great Sandy Desert?” gumam Quenser, ia merasa kosong saat melihat prajurit itu meninggalkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, bukankah itu salah satu tempat yang sudah kita prediksi,” kata Heivia, menyadari sesuatu yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Beruntung sekali. Apa yang dipikirkan oleh para atasan untuk berpikir kalau Generasi 0.5 ada di sana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, Heivia menghentikan seorang prajurit yang lewat di depannya. Dia memiliki pakaian yang sama dengan Heivia dan kebetulan dia juga seorang analis Object sama seperti Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah perbincangan singkat, Heivia kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang aku duga, itu berasal dari satelit. Saat reaktor Object diaktifkan, sebuah sinyal energi redup akan terdeteksi. &lt;br /&gt;
Sepertinya, satelit menangkapnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi Oseania sudah berhasil menipu satelit kita selama ini! Kalau kita masih menggunakan cara lama untuk mencarinya, mereka hanya akan &lt;br /&gt;
menipu kita lagi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu karena wajah masam para atasan yang mengeluarkan senjata meteorologis terbaru mereka. Sebuah senjata baru sudah diluncurkan. Itu &lt;br /&gt;
mirip seperti rudal sekam yang kita gunakan di Alaska. Itu mengumupkan partikel khusus di ketinggian tertentu dan mengubah awan menjadi &lt;br /&gt;
sebuah sensor raksasa. Saat satelit menggunakan sensor awan itu untuk mencari di permukaan, satelit menerima sinyal redup dari sebuah &lt;br /&gt;
Object. Kita tidak tahu kalau purwarupa Object itu mengeluarkan sebuah sinyal yang sana dan partikel tidak selalu bercampur dengan awan &lt;br /&gt;
karena arah angin, kadar air di awan, dan banyak faktor lain, jadi pasti keberuntungan yang membawa kita menang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi,” kata Quenser, merasa belum puas. “Tapi kan reaktor Generasi 0.5 dimatikan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka pasti menyalakannya sedikit demi sedikit dan energi yang dihasilkan pasti sampai pada titik di mana satelit bisa mendeteksinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah?” tanya Quenser dengan terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Negara junta militer ini membangun markas-markas umpan di seluruh Oseania dan menggunakan tangki gas untuk menipu satelit, jadi kenapa &lt;br /&gt;
mereka memberitahukan posisi mereka dengan begitu mudahnya? Ini seperti mereka meminta 20 Object pasukan Koalisi yang tersebar di &lt;br /&gt;
seluruh Oseania untuk menggunakan seluruh kekuatannya untuk menembak mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berpikir sebentar, Quenser mengangkat kepalanya.&lt;br /&gt;
Dia sepertinya panik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, itu adalah purwarupa reaktor Object!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan purwarupa reaktor, tidak akan ada yang tahu kalau itu akan bekerja atau tiba-tiba saja meledak. Tidak akan ada yang memasang itu &lt;br /&gt;
di dalam Object mereka! Cara yang paling umum adalah membuat reaktor kedua yang sama persis dengan reaktor yang dipasang di dalam Object &lt;br /&gt;
pertama milik Oseania. Oseania mungkin memiliki purwarupa reaktor juga. Mereka mencoba menyembunyikan di mana reaktor yang asli berada saat mereka menyalakannya dengan mengaktifkan seluruh purwarupa reaktor ini di saat yang sama!!”&lt;br /&gt;
“Apa kau tidak membaca terlalu banyak? Sensor yang ada di dalam awan memang belum dikeluarkan secara resmi. Tapi bagaimana bisa militer &lt;br /&gt;
Oseanaia membangun sebuah trik di mana efek sebuah senjata tidak memiliki spesifikasi yang benar!?”&lt;br /&gt;
“Jika ini pertama kalinya purwarupa ini digunakan, kau pasti benar. Namun, ini sudah dua tahun sejak pasukan koalisi bertahan di Oseania. Mainan itu pasti sudah diujicoba beberapa kali. Dan kalau sudah, pasukan Oseania bisa mengumpulkan data dari banyaknya &lt;br /&gt;
eksperimen yang gagal dan menebak apa yang akan terjadi. Masih ada kemungkinan kalau ini adalah sebuah jebakan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau pasti sedang bercanda! Putri dan yang lain sudah mau berangkat!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau Quenser benar, maka sang Putri dan yang lain akan bergerak menuju markas yang salah lagi. Dan sementara perhatian mereka &lt;br /&gt;
teralihkan, Object Generasi 0.5 milik Oseania akan menyerang desa-desa kecil di dekatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Militer Oseania tahu kalau mereka tidak akan menang kalau melawan secara langsung dengan pasukan Koalisi. Itulah kenapa mereka &lt;br /&gt;
menggunakan suku-suku pribumi yang menentang mereka sebagai sebuah sandera dari taktik diplomasi mereka. Mereka mengatakan bahwa akan &lt;br /&gt;
ada lebih banyak lagi suku pedalaman yang akan terbunuh jika pasukan Koalisi tidak segera pergi meninggalkan tempat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan yang lain pasti akan melihat lebih banyak pembantaian atas nama penghijauan hutan tidak akan mengusir 20 Object yang ada dia &lt;br /&gt;
ini, tapi akan ada banyak nyawa yang berada di ujung tanduk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika sang Putri dan yang lain masih terus bergerak, rencana gila ini akan terus berlanjut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Brengsek!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia dengan panik bergerak menuju gedung untuk menghentikan Object. Namun, Object itu terlalu cepat. Kerajaan Legitimasi &lt;br /&gt;
dan Aliansi Informasi memotong jalan seperti sebuah kereta peluru. Mereka melintasi Quenser dan Heivia sebelum mereka bisa mendekati &lt;br /&gt;
markas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya suara petir dari Object sang Putri yang tersisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“sial! Apakah kita bisa memanggil mereka lewat radio!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dua Object itu sudah dikirim, jadi mereka pasti memiliki perintah resmi. Dan yang memberi perintah pasti adalah orang yang memiliki &lt;br /&gt;
otoritas yang paling tinggi. Komunikasi personal kita tidak akan bisa memanggil mereka kembali. Mereka pasti akan dihukum kalau &lt;br /&gt;
mendengarkan kita!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dengan panik berpikir keras zat dia melihat truk-truk yang berisi prajurit mulai meninggalkan markas satu persatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihatnya seperti itu, Heivia berkata, “Apa yang akan kita lakukan? Memang mungkin kalau Object yang ada di Great Sandy Desert adalah &lt;br /&gt;
benar-benar Object Oseania, tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu dia!” jawab Quenser. “Kalau ini adalah reaktor purwarupa, pasti ini adalah kartu truf mereka yang tidak pernah mereka gunakan &lt;br /&gt;
selama dua tahun sejak Object mereka selesai. Mereka tetap menyembunyikannya walau harus membiarkan prajuritnya sendiri harus terbunuh &lt;br /&gt;
di markas umpan. Kenapa mereka baru menggunakannya sekarang? Kenapa mereka harus menipu kita sesusah ini? Itu pasti karena teknologi &lt;br /&gt;
Object kita yang terlalu canggih telah keluar dari wilayah ini! Generasi 0.5 pasti berada di dekat sini! Mereka telah menyadari bahwa &lt;br /&gt;
mereka akan menemukannya kalau mereka tidak melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah ekspresi terkejut muncul di wajah Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu, fasilitas yang menyembunyikan Generasi 0.5 ada di...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya, ini adalah markas paling dekat dari tiga yang kita curigai! Tapi ini tidak membuktikan apapun. Kita membutuhkan data dari &lt;br /&gt;
data sinyal energi yang keluar dari dalam fasilitas itu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua orang itu kemudian segera kembali ke dalam gedung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau mereka bisa melihat ke dalam database militer, mereka bisa dengan cepat memeriksanya. Namun, database itu sendiri berisi desain &lt;br /&gt;
Object dan strategi perang yang sangat sensitif bagi militer. Kalau mereka melanggar perintah mereka dan mengaksesnya, bukan hal yang &lt;br /&gt;
aneh jika mereka ditembak di tempat tanpa melewati sebuah persidangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Duduk di sini saja tidak akan mengubah apapun. Data yang kita butuhkan ada di dalam salah satu gedung ini, jadi kita harus segera masuk &lt;br /&gt;
ke dalam. Kita harus menemukan cara untuk bisa mendapatkan informasi yang kita inginkan dari database...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Quenser. Apakah para atasan kita adalah tipe orang yang tidak menyukai barang-barang elektronik?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau laporan pengarahan sebelum misi dicetak, maka data yang kita butuhkan ada di dalam selembar kertas. Dengan begitu kita tidak &lt;br /&gt;
perlu membuka database militer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian, Quenser dan Heivia masuk ke dalam fasilitas besar yang digunakan untuk pengarahan. Sebagian besar tentara sudah dikirim ke &lt;br /&gt;
Great Sandy Desert, jadi hampir tidak ada orang di dalam sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dua orang itu melihat sesuatu yang membuat mereka kaget saat mereka sampai di ruang pengarahan dan melirik melalui celah pintu &lt;br /&gt;
yang terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Kenapa Froleytia dan orang-orangnya masih ada di sini!?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Dia mungkin terlihat pamer dengan dada besarnya, tapi sebenarnya dia seorang pekerja yang handal.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melihat komandan dengan dada besar itu sedang mengoperasikan komputernya, Quenser berjalan mundur dari pintu. Walau data yang &lt;br /&gt;
mereka inginkan ada di dalam ruangan, tapi mereka tidak akan bisa memeriksanya jika ada Froleytia di dalam ruangan. Kalau mereka membuat &lt;br /&gt;
gerakan yang mencurigakan, dia pasti akan mengirim mereka ke dalam ruang penahan tanpa alasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa ada cara supaya kita bisa melihat laporan itu tanpa harus melewati Froleytia?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Bagiaman kalau kita menarik perhatian dari fanatik Jepang itu ke luar?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Kalau kita melakukan itu, kita pasti akan dikirim ke pengadilan militer setelah semuanya selesai.)”&lt;br /&gt;
Sementara keduanya berdiri tanpa tahu apa yang harus mereka lakukan, mereka mendengar suara ketukan pintu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berputar dan mendengar suara seorang pria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara itu berasal dari ruangan sebelah, yaitu ruang interogasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wartawan yang bernama Sewax itu berbicara kepada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa ini? Kenapa ruang interogasi tidak kedap suara!? Dia bisa mendengar semua intel militer dari situ!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Tempat ini hanya dibuat untuk merawat Object. Mereka mungkin tidak kepikiran untuk membawa seorang tahanan. Sepertinya mereka &lt;br /&gt;
menggabungkan ruangan interogasi dengan ruangan yang ada.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu yang mengetuk pintu lebih keras dari sebelumnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia khawatir soal Froelytia yang mungkin bisa mendengar suara yang berasal dari pintu lain, tapi Sewax melanjutkan &lt;br /&gt;
katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mendengar apa yang mereka katakan di sini. Atasan kalian sepertinya terbagi antara di mana sebenarnya Generasi 0.5 itu &lt;br /&gt;
disembunyikan. Aku rasa mereka memiliki dua pilihan, tapi mereka akhirnya memilih yang memiliki sinyal yang paling besar. Itulah kenapa &lt;br /&gt;
mereka memilih Great Sandy Desert.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Quenser dan Heivia bertukar pandang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa yang harus kita lakukan, Quenser? Apa kita akan mendengarkannya? Dia mungkin saja mengada-ngada.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Dari yang dia lakukan sebelumnya, dia menang orang yang brengsek, tapi aku ragu kalau dia akan melakukan sesuatu yang akan &lt;br /&gt;
menguntungkan Oseania. Ayo kita dengarkan apa yang ingin dia Katalan.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memantapkan pikiran mereka, Quenser berbicara kepada pintu yang terkunci itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Di mana lokasi lainnya!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebuat tempat bernama Padang Gurun Tanami.” Sewax sepertinya ingin mengatakan semua yang dia ketahui karena dia menjawab tanpa keraguan &lt;br /&gt;
sedikitpun. “Beberapa atasan tinggi kalian sangat skeptis, tapi sinyal yang datang dari arah Padang Gurun Tanami terlalu lemah dan Great &lt;br /&gt;
Sandy Desert memiliki sinyal yang lebih terlihat seperti sebuah Object, jadi mereka meninggalkan pilihan ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang kita pikirkan,” kata Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Padang Gurun Tanami adalah sebuah tempat yang berada sangat dekat dari markas Quenser dan Heivia putuskan sebagia sebuah markas yang &lt;br /&gt;
cukup mencurigakan. Jika Generasi 0.5 diaktifkan di situ, Object itu bisa menghancurkan desa terdekat di sini ataupun markas pasukan &lt;br /&gt;
Koalisi itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak bagus. Butuh waktu yang cukup banyak untuk meminta putri dan yang lain untuk kembali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu berarti kita harus melakukannya sendiri. Kita akan kembali ke neraka yang rindu pada kita!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia mengecek lokasi di peta dan Heivia mengatakan kalau mereka butuh kendaraan. Namun, mereka dipotong oleh apa yang akan &lt;br /&gt;
dikatakan oleh Sewax.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu. Tolong bawa aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahhn? Tidak akan. Kita tidak bisa membawa seorang warga sipil ke dalam medan perang. Dan kita tidak memiliki waktu untuk membantumu &lt;br /&gt;
kabur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bukan itu. Aku ingin mengganti akan apa yang telah aku lakukan. Aku membawa situasi ini pada kalian, bukan?” Suara Sewax &lt;br /&gt;
terdengar agak tidak sebarang. Dia terdengar sangat berbedar dari saat mereka membawanya ke dalam markas ini. “Semua yang kita tahu soal perang adalah soal pertarungan antar dua Object, jadi kami tidak pernah melihat apa yang terjadi sebenarnya pada warga sipil. Aku datang ke sini karena aku tidak bisa memaafkannya. Tapi aku salah. Kalian membangun strategi dengan para ahli yang berpengalaman dan aku menghancurkannya dengan sikap amatirku. Aku pikir dengan membunuh orang-orang Oseania itu, aku dapat memberikan bantuan moril pada suku-suku pribumi di sini, tapi yang aku lakukan hanyalah memberikan kematian bagi warga pribumi seperti mereka. Dan banyak, banyak orang yang akan terbunuh! Aku tidak bisa menahan diriku. Pasti ada sesuatu yang bisa aku lakukan untuk menebus kesalahanku!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia saling bertukar pandang secara sekilas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bisa menggunakan senapan penembak jitu, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-iya. Aku tidak memiliki pengalaman militer, tapi aku sering pergi ke tempat latihan menembak setiap akhir pekan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selama kau bisa menembak seseorang, itu cukup. Kita akan menyiapkan semuanya untukmu. Kita tidak bisa membiarkanmu pergi tanpa senjata.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti. Terima kasih. Terima kasih banyak! Aku akan menunggu!! Tolong biarkan aku bertarung bersama dengan kalian!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari suaranya, Sewax sepertinya menangis di salah satu sisi pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser berpindah sedikit dari pintu ruang interogasi itu dan berbisik pada Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hei, ayo kita cari kendaraan. Akan lebih bagus kalau kita membiarkannya tidak ikut bertarung.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Aku punya perasaan ke mana arah pertempuran ini.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia berbalik dan membelakangi pintu ruang interogasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka menuju pintu keluar, Quenser berkata, “Kalau kita membawanya bersama dengan kita, dia pasti akan memilih mati dengan &lt;br /&gt;
terhormat di medan perang. Dia memang membuatku marah, tapi aku tidak akan bisa tidur dengan nyenyak kalau dia mati di depanku. Dan akan menjadi masalah besar jika anggota wartawan mati di tengah medan perang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pandangan yang bagus, pahlawan. Tapi ayo kita cari cara agar kita juga tidak mati sia-sia. Bangun lagi adalah hal yang sangat penting &lt;br /&gt;
dari pada tidur pertama kali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua keluar dari gedung itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia berlari ke suatu tempat dan saat dia kembali dia membawa sebuah kendaraan off-road militer. Quenser naik ke kursi penumpang dan &lt;br /&gt;
Heivia segera menaikkan kecepatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia keluar dari markas, Quenser bertanya kepada rekannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa kau memiliki izin? Kau seumuran denganku, jadi bukannya kau terlalu muda?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Di Kerajaan Legitimasi, kau bisa mendapatkan izin khusus militer. Tapi itu hanya berfungsi di medan perang saja. Kau tahu, kapan kita &lt;br /&gt;
bisa melewati batas teknologi kendaraan beroda empat ini? Tidak banyak yang berubah sejak automobile diluncurkan pertama kali di muka &lt;br /&gt;
bumi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua teknologi terbaik dikembangkan bagi Object. Memangnya kenapa mereka harus repot-repot mengembangkan teknologi militer yang lain? &lt;br /&gt;
Pertumbuhan memang tumbuh sedikit demi sedikit, tapi aku dengar kecepatan pertumbuhan peradaban kita semakin menurun. Sepertinya, barang-&lt;br /&gt;
barang seperti senapan dan tank telah berkembang tiga generasi lebih cepat sejak Object ikut berperang pertama kali, tapi itu tidak &lt;br /&gt;
terjadi...... sebenarnya, jika kau tidak mengetahui semua ini, kenapa kamu menyupir? Tunggu, apa model ini memiliki bantal udara untuk &lt;br /&gt;
penumpang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, diamlah. Tidak ada kendaraan militer yang memiliki balon yang mengembang untuk melindungi penumpang saat mereka tertabrak. Lihat, &lt;br /&gt;
kita bergerak maju. Bukankah ini bukti kalau aku bisa mengemudi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang pewaris tahta keluarga itu mengendarai kendaraan off-road ini maju seperti seseorang pengemudi pemula yang membuat instrukturnya &lt;br /&gt;
ketakutan setengah mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei,pahlawan. Apa kau memiliki bahan peledakmu? Generasi 0.5 tetap adalah sebuah Object, jadi seperti biasa, ini adalah sebuah &lt;br /&gt;
pertarungan hidup atau mati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku masih memiliki Hand Axe dan pemicu listrik. ...Tapi aku ragu kita bisa menghancurkannya dengan memasangnya di armornya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, benar, benar. Kapa yang akan kita lakukan dengan putri dan purwarupa reaktor itu? Kalau mereka hanya mendapatkan tipuan di sana, &lt;br /&gt;
pasukan Oseania pasti menyiapkan sebuah jebakan di sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau benar. Ini pasti bisa menjadi buruk. Bisakah kau menghubungi mereka lewat radio kendaraan ini? Aku memiliki radioku sendiri, tapi &lt;br /&gt;
aku ingin menggunakannya untuk memberikan sinyal peledakkan. Aku memang masih bisa menerima sinyal, tapi aku tidak memilih untuk &lt;br /&gt;
menganggu frekuensi transmisinya. Semua cadangan frekuensiku sudah kuisi dengan kode peledakkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar. Aku akan menyiapkan frekuensinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengendarai kendaraan ini dengan satu tangan, Heivia menggunakan tangannya yang lain untuk meraih sebuah kabel mikrofon yang sama &lt;br /&gt;
seperti dimiliki seorang supir taksi. Menggunakan frekuensi yang sama dengan digunakan pada jalur komunikasi pasukan koalisi, dia mulai &lt;br /&gt;
berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, testing, Tsing. Bisakah seseorang mendengarkanku? Aku memiliki peringatan untuk kalian semua tentara Kerajaan Legitimasi di luar &lt;br /&gt;
sana. Maaf mengecewakanmu, tapi apa yang kalian kejar itu hanyalah tipuan. Yang asli berada di padang gurun Tanami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara masuk ke dalam speaker radio itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quense menghiraukannya dan berbicara lagi lewat mikrofon itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya, fasilitas yang ada di dalam markas Great Sandy Desert memiliki purwarupa reaktor Object dari pada Object. Juga, ada &lt;br /&gt;
kemungkinan besar di sana ada jebakan yang menunggu kalian. Mereka bisa memasang reaktor itu untuk menggunakan tenaga maksimumnya agar &lt;br /&gt;
melewati batasnya dan menghancurkan Object di dekatnya dengan ledakan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak peduli berapa banyak orang yang mendengarnya, tidak ada jawaban yang terdengar kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua orang pasti berpikir apakah informasi itu benar-benar kredibel atau tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, seorang Elit Aliansi Informasi berbicara sebagai perwakiland dari semua orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau memiliki bukti? Oh ho ho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak,” jawab Quenser. “Aku tidak memiliki waktu untuk memastikannya. Kita mendapat informasi dari seseorang, tapi itu berasal dari &lt;br /&gt;
seseorang yang sulit kami percayai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itulah kenapa kami memperkirakan kalau dua target ini kemungkinan besar akanhancur. Satu hal yang kami tahu dari pembacaan energi &lt;br /&gt;
reaktor yang terdeteksi, ada dua tempat yang berbeda. Oseania hanya memiliki satu Object, jadi yang satu pasti asli dan yang satu palsu. &lt;br /&gt;
Tapi bagaimana kalau keduanya sama-sama hancur?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami rasa markas yang berada di dalam padang gurun Tanami lebih mencurigakan dari pada yang ada di Great Sandy Desert,” tambah Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa saat hening, Quenser berbicara lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang aku katakan sebelumnya, kami yakin Great Sandy Desert adalah sebuah jebakan raksasa yang menggunakan purwarupa reaktor &lt;br /&gt;
Object. Untuk amannya saja, sebuah Object harus mengambil jarak aman paling tidak 10 km dari tempat itu dan menghancurkan tempat itu &lt;br /&gt;
dengan senjata utama kalian. Ini bukan sebuah target bergerak, jadi aku yakin Object sang Putri sudah lebih dari cukup untuk &lt;br /&gt;
menghancurkannya jika membidik secara hati-hati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ho ho. Aku merasa iri jika kalian tidak mengharapkan apapun dariku,” kata Elit Aliansi Informasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam keadaan itu, Quenser menjawab, “Senjatamu adalah sebuah Gatling Gun cahaya panas, bukan? Itu adalah senjata yang luar biasa untuk &lt;br /&gt;
jarak dekat, tapi tidak akan bisa menembak cukup tepat jika musuh berada dalam jarak yang jauh. Ini adalah tugas untuk sang Putri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Aku akan melakukan sebisaku,” potong sang Putri dari Kerajaan Legitimasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar itu, Heivia berbisik kepada Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Putri kita akhirnya mendapat hadiahnya. Aku rasa keberanianmu menyentuh hatinya.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser terlihat bingung, tapi dia memiliki waktu untuk bertanya-tanya apa yang dimaksudkan oleh Heivia. Ada sesuatu yang lebih penting &lt;br /&gt;
untuk diselesaikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami yakin Object yang asli berada di wilayah barat Padang Gurun Tanami. Jaraknya hanya 5 km dari markas kita dan sebuah sinyal energi &lt;br /&gt;
reaktor juga datang dari arah sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, kalau kalian tidak berniat untuk pergi ke Great Sandy Desert, kami berharap kau mau memberikan bantuanmu kepada kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba suara lain masuk ke dalam radio.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah Froleytia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemancar radionya pasti bekerja dengan baik karena suara statik ketukan di mikrofonnya juga terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar. kalian mau mengatakan kalau kalian berdua mengarah menuju padang gurun Tanami!?” katanya.&lt;br /&gt;
“Oh, apa ini tentang pengadilan militer? Ayo taruhan. Kalau Object ternyata memang muncul di Great Sandy Desert, kau bisa melempar kami &lt;br /&gt;
ke ruang tahanan, tapi kalau ternyata yang benar ada di padang gurun Tanami, kau harus melakukan apa yang kami inginkan tak peduli &lt;br /&gt;
apapun itu. Ngomong-ngomong, ada hal yang aku sangat ingin lakukan pada seorang wanita cantik padaku dari bawah kaki!!” kata Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan terkejut, Quenser berteriak, “Tunggu, kau meminta itu!? oh, aku hanya ingin seorang wanita cantik melakukan sesuatu dengan &lt;br /&gt;
ketiaknya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap-apa....? Jangan meminta sesuatu yang aneh seperti itu dan paling tidak kalian seharusnya meminta sesuatu yang lebih normal!!” teriak &lt;br /&gt;
Froleytia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita sudah mau memulainya! Masih ada lubang hidung atau telinga kalau kau mau!!” teriak dua orang itu bersama-sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kalian meminta itu kalau kalian tahu akut tidak akan pernah melakukan itu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan terakhir dari Froleytia membawa Quenser dan Heivia kembali ke diri mereka kembali. Kenapa mereka begitu bersemangat saat mereka &lt;br /&gt;
sedang bergerak untuk melawan Object?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masalahnya adalah kita akan menjadi pahlawan jika kita bisa mengalahkan Generasi 0.5 sendirian. Mungkin kita akan mendapatkan medali. &lt;br /&gt;
Sebenarnya, kita mungkin akan melewati pangkat Froleytia jika kita terus seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, Heivia. Apapun yang terjadi, kita tetap melawan perintah atasan. Kita mungkin tidak akan mendapat medali kali ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, kalian sangat bodoh! Setelah semua yang kalian lakukan, aku tidak bisa membiarkan kalian pergi seperti ini!!” Sementara dua &lt;br /&gt;
orang itu setengah bercanda, Froleytia benar-benar marah. “Generasi 0.5 masihlah sebuah Object!! Kalau itu benar-benar ada di Padang &lt;br /&gt;
Gurun Tanami, kalian akan melawan Object sendirian! Apa kalian mengerti!? Paling tidak tunggu sampai satu Object sampai ke tempat &lt;br /&gt;
kalian!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia terdiam ketika mendengar atasan mereka begitu marah pada mereka dengan kata-kata yang begitu halus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat, mereka memikirkan kembali apa yang dikatakan oleh Froleytia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, mereka tidak bisa menghentikan kendaraan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia kemudian berbicara lagi lewat radio.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kami harus pergi. Kalau kami menunggu, Generasi 0.5 akan segera bergerak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau para penduduk dibantai karena kami tertipu oleh Oseania, reputasi pasukan koalisi akan jeblok. Kau juga mungkin akan dimutasi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia berteriak sesuatu, tapi Heivia mematikan radio. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka terdiam sesaat, tapi Heivia kemudian berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Melakukan sesuatu dengan ketiak, hm?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku rasa itu lebih normal dari pada bawah kaki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hm, aku penasaran kalau sang Putri mau melakukan sesuatu padamu dengan ketiaknya?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat duo penghancur Object itu selesai mengobrol, kendaraan mereka masih tetap melaju kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 9===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apalah arti sebuah nama. Hal itu juga berlaku bagi Padang Gurun Tanami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wilayah yang tersebar di depan mata Quenser dan Heivia adalah sebuah hujan tropis raksasa seperti yang ada di Amazon. Jumlahnya hewannya relatif sedikit dibandingkan tingkat varietas tumbuhannya karena pertumbuhan penghijauan di sini dibuat secara buatan oleh manusia dalam &lt;br /&gt;
waktu yang singkat. Untuk meningkatkan pertumbuhan hewan yang berkembang biak memang membutuhkan waktu yang lebih lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lebih kita berjalan dari sini,” kata Heivia saat dia berhenti di depan jalan masuk ke dalam hutan. Ia meraih senapannya dan sebuah &lt;br /&gt;
rudal misil anti-tank di punggungnya. “Lebih aku tidak memberikan posisi kita pada musuh dengan suara mesin kendaraan ini. Pasti ada &lt;br /&gt;
sejumlah prajurit yang ditempatkan di markas umpan itu dan kemungkinan besar mereka semua berniat membunuh kita juga kalau ketahuan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan juga, kalau kendaraan kita hancur, kita harus berjalan untuk pulang ke markas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha ha. Buruk juga ya kalau sampai hancur. ....Sebenarnya itu memang buruk. Ayo kita sembunyikan kendaraan ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua setuju untuk mengkamuflasekan kendaraan mereka dengan ranting-ranging dan batang pohon yang sudah roboh untuk menutupinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyamarkannya, Quenser berjalan mundur satu langkah untuk melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kita bisa menemukannya kalau kita kembali nanti?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kita tidak membuatnya seperti ini, tentara musuh pasti akan menyadarinya. Ayo kita bergerak. Tidak peduli apa yang harus kita &lt;br /&gt;
lakukan, masih ada hal yang harus kita khawatirkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat jarang sekali di era dan zaman sekarang, di mana orang masih bertarung satu sama lain. Tapi di masa ketika Object belum menguasai &lt;br /&gt;
perang, orang-orang masih sering menggunakan jebakan atau ranjau. Quenser dan Heivia melewati hutan dengan sangat hati-hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Coba pikir, aku dengar pemimpin Oseania juga menghilang bersamaan dengan Objectnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, sebagai seorang Elit. Selain itu, Oseania sudah lama sekali memerdekakan dirinya. Kau pikir, sudah berapa kali kita menyerang &lt;br /&gt;
ibukota mereka dengan sebuah Object?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya itu lebih buruk dari pada menyerang desa-desa kecil?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang boleh tinggal di ibukota adalah para pejabat militer dan penyokong dana militer. Saat rezim militer mulai berkuasa, mereka &lt;br /&gt;
mengambil sebuah rumah penduduk dan mengusir mereka ke alam liar. Tidak ada yang salah kalau kita juga mengusir mereka juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shh. Lihat itu. Bukankah markas perawatan Object?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia berhenti bergerak dan merunduk. Mereka bersembunyi dibalik semak-semak yang tumbuh dari tanah dan melirik untuk &lt;br /&gt;
melihat fasilitas itu dengan tanda tanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sebuah gedung beton persegi panjang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu cukup besar untuk menampung sebuah Object setinggi 50 meter. Bangunan yang lebih kecil mengelilingnya. Yang lebih kecil mungkin &lt;br /&gt;
digunakan untuk fasilitas lain yang berhubungan dengan Object atau tempat pertahanan bagi para tentara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat ke jam tangan di pergelangan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, kita masih memiliki dua jam sampai reaktornya dinyalakan. Generasi 0.5 seharusnya masih belum bisa bergerak sekarang. Aku tidak &lt;br /&gt;
tahu berapa banyak tentara yang disiapkan di sini, tapi karena kita sampai sebelum Object bergerak membuat pekerjaan ini lebih mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser terfokus pada apa yang dia tuju saat ini, dia merasakan sebuah getaran di kakinya. Getarannya terus menguat sampai mencapai &lt;br /&gt;
titik di mana pepohonan dan tanaman di sekitarnya juga ikut bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini buruk! Aku yakin reaktornya cukup kuat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo kita berharap yang terbaik. Mungkin karena teknologi reaktor itu tidak terlalu tinggi makanya reaktor itu mencapai batas &lt;br /&gt;
maksimalnya ketika dinyalakan untuk pertama kalinya sejak terakhir kali digunakan dua tahun yang lalu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau itu yang terjadi, itu akan meledakkan dan membunuh kita juga. Yah, aku hanya memikirkan bagian terburuknya saja. Mungkin mereka &lt;br /&gt;
menggunakan semacam senjata rahasia untuk memerpendek waktu untuk mengaktifkan sebuah Object.,” jawab Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Quenser menjawabnya, sebuah suara mesin bergetar di udara.&lt;br /&gt;
Bagian depan dari dinding bangunan raksasa markas perawatan OBject itu sebenarnya adalah sebuah palka raksasa. Itu membuka bagian &lt;br /&gt;
atasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di saat yang sama, sebuah kabut putih mengalir ke luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah makhluk raksasa yang bersembunyi di dalam gedung perawatanitu keluar diselimuti siluet asap keputihan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Yah, mungkin dia sudah melewati batas minimumnya,” keluh Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan dari jarak 500 meter, dia bisa merasakan panas yang terpancar dari Object itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh bulat dari generasi 0.5 memiliki banyak konstruksi yang menempel padanya. Itu memiliki pendorong berbentuk X yang dipasang di &lt;br /&gt;
bawahnya dan sebuah gedung raksasa ditempel di belakang tubuh bulatnya seperti sebuah sayap. Tentu saja, itu tidak bisa terbang. Itu &lt;br /&gt;
sepertinya digunakan untuk mengeluarkan tenaga berlebih yang dibuat oleh reaktor yang kesulitan mengontrol dirinya sendiri dengan &lt;br /&gt;
tingkat teknologi yang tidak bisa mendukungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah senjata menempel di bagian kiri tubuh bola itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu beberapa puluh meter panjangnya dan dibantu dengan sejumlah tiang penyangga seperti kabel. Sepertinya senjata itu tidak akan &lt;br /&gt;
mengalami masalah tanpa adanya bantuan penyangga kabel itu, tapi ada risiko di mana saat senjata itu menghancurkan dirinya sendiri &lt;br /&gt;
karena beratnya dan panjangnya yang mengarah sangat horizontal. Object ini adalah sebuah Object dengan desain yang sangat buruk bagi &lt;br /&gt;
sebuah Object itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk meningkatkan keseimbangannya, memasang senjatanya seperti itu membuat senjatanya sendiri kehilangan kemampuannya untuk bergerak &lt;br /&gt;
sesuka hatinya. Untuk membidik sebuah target, seluruh bagian Object itu mau tidak mau harus ikut bergerak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konstruksinya yang sangat buruk itu membuat Object ini kehilangan kebanggaannya sebagai sebuah senjata modern dan malah memberikan &lt;br /&gt;
persepsi tentang senjata di era lama. Object ini tidak akan memberikanmu kematian yang damai. Tapi memberikan sebuah ketakutan yang &lt;br /&gt;
membuat bulu kudukmu merinding.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari jarak jauh, Quenser memerhatikan Object Generasi 0.5 yang anehnya memiliki suhu yang tidak normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya, Object itu menggunakan peningkat daya listrik untuk menaikkan suhu reaktornya. Aliansi Informasi memiliki perangkat &lt;br /&gt;
pengeluaran tenaga, ingat? Object ini kebalikannya. Aku rasa Object konsepnya sama dengan ruang pembakaran bahan bakar minyak pada &lt;br /&gt;
kendaraan bermotor. Dengan menggunakan tenaga listrik yang sangat banyak, Object memancarkan sebuah laser di dalam reaktor itu. Itulah &lt;br /&gt;
kenapa mereka bisa mengontrol reaktornya...tapi ini gagal. Ada beberapa ledakan kecil di dalam fasilitas perawatan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan teknologi tingkat tinggi yang dimiliki oleh Aliansi Informasi, mereka sepertinya mampu mengatai hal itu. Namun, Object milik &lt;br /&gt;
militer Oseania mengundang sebuah risiko untuk melelehkan seluruh bagian dalam reaktornya jika reaktor itu diaktifkan terlalu lama. &lt;br /&gt;
Memaksa reaktornya untuk terus bekerja melewati batas normalnya akan menjadi sangat buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Para pekerja perawatan Object ini pasti sudah dihabisi semuanya. Sebenarnya, mungkin malah tidak ada tanda-tanda seorang tentara sama &lt;br /&gt;
sekali di sini. Mungkin mereka semua merayakan pengaktifan Object ini tapi kemudian mereka terjebak di dalam sebuah ledakan yang &lt;br /&gt;
menghabisi mereka semua. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia menggunakan fungsi pengintai di senapannya untuk mendengarkan semua jenis suara yang ada di dalam markas ini tapi dia tidak menemukan suara manusia sedikitpun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya Quenser, Heivia, dan Generasi 0.5 yang ada di tempat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika mereka bisa menghancurkannya, pertempuran di Oseania bisa segera mereka akhiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 10===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Quenser dan Heivia tidak cukup bodoh untuk menghadapi Object itu langsung dari depan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Generasi 0.5 belum menyadari keberadaan mereka di mana, jadi menghadang langsung sebuah Object dari depan akan membawa langsung kepada &lt;br /&gt;
kematian atau sama saja dengan bunuh diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Ayo kita menyelinap untuk mendekati tanpa ketahuan. Kalau ledakan kecil terjadi di dalam gedung perawatan ini, maka wilayah ini &lt;br /&gt;
semuanya sudah rusak. Kalau kita bisa menemukan yang mana yang rusak, mungkin kita bisa menemukan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Aku tidak masalah kalau kita menangani ini pelan-pelan, tapi bagaimana kalau Object ini langsung pergi dengan kecepatan tinggi dan &lt;br /&gt;
menyerang penduduk desa demi nama ‘penghijauan hutan’? Aku tidak tahu berapa cepat Generasi 0.5 bisa bergerak, tapi tetap saja monster &lt;br /&gt;
itu bisa bergerak lebih cepat dari langkah kaki kita.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Reaktornya baru dinyalakan untuk pertama kalinya setelah dua tahun. Aku yakin mereka membutuhkan beberapa sedikit penyesuaian jadi &lt;br /&gt;
Elite-nya bisa menyesuaikan dirinya dengan kontrol Object itu. Aku yakin Object tidak akan ke mana-mana saat ini.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, Generasi 0.5 itu bergerak sejauh 500 meter dari mereka. Tujuh puluh senjata pendukungnya, besar dan kecil, bergeark terpisah &lt;br /&gt;
untuk melakukan sedikit latihan. Akhirnya, semua senjata pendukung Object berhenti bergerak dan tubuh utamanya bergerak untuk membidik &lt;br /&gt;
senjata utamanya. Sepertinya konsentrasi sang Elite ada pada latihan yang sedang ia jalani saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu kemudian senjatanya itu menembak dan membentuk sebuah garis lurus yang menghancurkan semua yang ada di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object milik militer Oseania ini sepertinya menggunakan coilgun dengan kaliber raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kumparan raksasa yang dibentuk dari kabel konduksi listrik dilewati oleh sebuah selongsong logam. Dengan tenaga magnet, meriam &lt;br /&gt;
itu menembakkan proyektilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy_Object_v01_325.png|thumb]]&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
Senjata utama itu menembakkan pelurunya satu persatu seperti mesin pelembar bola.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puluhan selongsong peluru ditembakkan dari kanan ke kiri seperti sebuah senapan mesin, menghancurkan semua pohon raksasa yang ada di &lt;br /&gt;
depan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia merunduk untuk menghindarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis lurus tembakan coilgun itu melewati kepala mereka dan menghancurkan pohon-pohon besar di belakan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Sial! Apa dia tahu keberadaan kita!?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Tidak, tujuannya bukan itu. Mungkin ini masih bagian dari latihannya!! Object itu masih belum menyadari keberadaan kita sama sekali. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika terus seperti ini, akan sangat berbahaya bagi mereka jika mendekati Object dari depan. Quenser dan Heivia merangkak untuk memutari &lt;br /&gt;
Object itu untuk mendapatkan bagian belakangnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Semak-semak ini sangat melindugi kita dari pada yang aku bayangkan.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Ya bisa juga digunakan untuk menyembunyikan ranjau juga, jangan turunkan kewaspadaanmu.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semak-semak itu meninggalkan bekas sudah dilewati oleh seseorang, tapi kerusakan yang diakibatkan oleh Generasi 0.5, ia hampir tidak &lt;br /&gt;
menyadari perubahan kecil di sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Sepertinya itu benar-benar model lama. Model Object ini tidak memiliki mekanisme yang dimiliki oleh Aliansi Informasi untuk meriam &lt;br /&gt;
Gatling Gun cahaya panasnya. Dari yang aku lihat, selongsong coilgun itu akan meleleh jika terus menembak.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Yah mau model lama atau tidak, senjata itu masih terlalu kuat untuk kita tangani.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Menurutmu bagaimana caranya dia bisa membidik?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Sebuah kamera pasti caranya yang utama. Dugaanku adalah setiap senjata memiliki kamera jadi bisa diarahkan sesuka hatinya. Kalau &lt;br /&gt;
mereka menggunakan gelombang ultrasonik untuk mendeteksi musuh, semak-semak ini tidak akan memiliki arti.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Artinya?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Kamuflase sederhana akan bekerja. Ayo, tutupi pakaianmu dengan lumpur. Ini akan sangat membantu kita.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, mereka tidak bisa berhenti dan menyiapkan penyerangan mereka dengan hati-hati. Tembakan Coilgun masih melayang di dekat mereka. &lt;br /&gt;
Jadi mereka menutup tubuh mereka dengan lumpur dengan cara berguling-guling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, mereka bisa menjauh hanya sekitar 300 meter dari Generasi 0.5. Mereka mendekati pusat dari Object itu, jadi mereka merangkak &lt;br /&gt;
lebih jauh lagi. Setelah mendapatkan posisi yang cukup baik, mereka akhirnya berhasil menghindari ancaman dari coilgun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Oke, sekarang kita bisa mencari kelemahannya dengan tenang.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hei, kita akan masuk ke bagian dalam markasnya.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin karena baru diaktifkan selama dua tahun, generasi 0.5 hanya terfokus pada pengecekkan sistem. Bisa dilihat dari percobaannya &lt;br /&gt;
menembak tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser merangkak lebih jauh lagi dan melihat Object itu dengan teropongnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika reaktor Object dipaksa terus menerus dengan power supply dari luar, maka ia pasti memiliki semacam stopkontak. Dan jika mereka bisa &lt;br /&gt;
meledakkannya dengan sebuah ledakan kecil, mereka bisa merusak inti bagian dalam reaktor. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Benarkah begitu?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat dengan teropongnya dan kemudian ia melihat sebuah titik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat di bagian belakang kanan tubuh bola itu, dia melihat sesuatu seperti jack yang rusak. Sebuah kabel tenaga setebal 50 sentimeter &lt;br /&gt;
menggantung dengan ujung yang putus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya ia menggunakan peningkat tenaga listrik ke reaktor. Biasanya, aliran listriknya dipotong dengan sesuatu semacam sekering yang &lt;br /&gt;
sangat kuat untuk menahan serangan yang sangat kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Atau apakah karena ini Object itu disebut sebagai Generasi 0.5 dan kemungkinan bisa dihancurkan dengan sebuah nuklir?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia memikirkan itu, Quenser mendengar suara elektronik dengan nada tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu tidak berasal dari sensor Generasi 0.5. Dia tanpa sengaja menyentuh sistem keamanan laser inframerah yang mengelilingi markas &lt;br /&gt;
perawatan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, sial—...!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Generasi 0.5 tidak membutuhkan waktu lama untuk segera membalikkan tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa dari ke-70 senjata yang berada di sisi Quenser langsung membidik Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dia beruntung. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum senjata itu bisa membidiknya, sebagian roda Generasi 0.5 terjebak di dalam rawa. Object setinggi 50 meter itu tidak akan &lt;br /&gt;
tenggelam di dalam kubngan air, tapi ini memberikan cukup waktu sekitar 10 detik bagi Quenser dan Heivia untuk kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heivia! Berikan aku rudal itu!!” teriak Quenser saat dia menarik rudal anti tank milik Heivia yang menggantung di bahunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak membidik Object itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat, seorang tamtama seperti Quenser tidak tahu caranya membidik sebuah misil. Dia hanya menarik pelatuknya, dan mengirimkan &lt;br /&gt;
rudal itu terbang ke arah rawa-rawa di depan Object itu. Rudal yang menancap di rawa-rawa itu kemudian meledak dan menyebarkan seluruh lumpur ke semua arah. Dengan suara ledkan itu, satu sisi Object itu berlumuran lumpur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah itu, Generasi 0.5 membidik senjatanya walau kameranya tertutupi oleh lumpur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melempar pelontar rudal itu ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari pada merunduk, dia dan Heivia lebih memilih berlari secepat yang mereka bisa. Setelah mereka cukup jauh, tempat mereka tadi berada &lt;br /&gt;
langsung meledak dan hancur karena proyektil yang ditembakkan oleh coilgun. Dua orang itu terjebak dalam gelombang ledakannya dan &lt;br /&gt;
terlempar beberapa meter ke udara. Mereka tidak akan bisa lagi menghadang Generasi 0.5. mereka langsung berlari lurus untuk berlindung &lt;br /&gt;
di balik fasilitas perawatan Object yang memiliki banyak peralatan yang mungkin bisa menyelamatkan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Generasi 0.5 dengan pelan-pelan berbalik arah agar senjata yang tidak terkena lumpur bisa diarahkan pada mereka. Namun, ia telah &lt;br /&gt;
kehilangan mereka. Senjata yang dilengkapi dengan kamera ini langsung mencari mereka berdua ke seluruh penjuru arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan punggung yang menempel di dinding fasilitas ini, Quenser berkata, “Sial, aku beruntung kalau Object memiliki teknologi yang &lt;br /&gt;
rendah. Object standar bisa mendeteksi kita dengan cepat karena memiliki sensor yang lebih banyak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aky yakin sampah itu memiliki wiper, bukan? Aku tidak pernah mendengar seorang Elit menangis dan mengibarkan bendera putih karena &lt;br /&gt;
kameranya terkena sedikit lumpur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat Hand Axe di tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melirik dengan kepalanya yang terangkat di atas fasilitas ini dan berfokus pada kabel tebal yang menggantung di bawah zirah Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Itu pasti adalah kelemahannya, tapi apa kau kir aku bisa mendekatinya untuk menempelkan peledak?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Kalau kau bisa menolak terjangan peluru coilgun, aku rasa kau tidak akan apa-apa.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial,” kutuk Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memiliki sebuah rencana. Dia tahu di mana kelemahan dari Object ini. Dia memiliki semua senjata yang dia butuhkan. Namun, dia tidak &lt;br /&gt;
bisa mengalahkan Object itu. Monster raksasa itu bukanlah sesuatu yang bisa dikalahkan oleh orang seperti dirinya. Tenaga penghancurnya &lt;br /&gt;
adalah penghalang terbesar untuk mendapatkan kemenangan gemilang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengepalkan radio di tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini bisa digunakan untuk meledakkan sebuah Hand Axe, tapi ini bisa digunakan untuk tujuan lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bisa menghubungi sekutunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hei, apa aku bisa menghubungi seseorang dengan radio ini?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Aku yakin Generasi 0.5 akan segera menyadarinya, tapi aku ragu ia bisa mendeteksi lokasikita. Pertanyaannya adalah, apakah sang Putri &lt;br /&gt;
dan Elit dari Aliansi Informasi ini dapat datang ke sini dalam waktu singkat. Great Sandy Desert berada cukup jauh dari sini.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Jadi apakah kita akan melarikan diri dari tempat ini sampai mereka datang kemari?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Itu adalah ide pengurusan badan terbaik yang pernah aku dengar. Masalahnya adalah kau akan mati 100 kali sebelum bisa menurunkan 5 &lt;br /&gt;
kilogram berat badanmu.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau sudah tahu apa yang dikatakan oleh Heivia, Quenser menekan saklar di dalam radio itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Generasi 0.5 bukanlah lawan yang bisa dilawan dengan cara biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 11===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara petir yang berasal dari Object milik sang Putri mengisi seluruh malam Oseania. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah sampai di dekat Great Sandy Desert, Object dari Kerajaan Legitimasi dan Aliansi Informasi akhirnya berhenti. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Putri memeriksa target yang akan ia hancurkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proyek penghijauan buatan milik Oseania baru saja dimulai di wilayah ini, jadi masih banyak wilayah yang tertutupi oleh pasir. Di tengah-&lt;br /&gt;
tengah wilayah itu ada beberapa bangunan beton. Itu terlihat seperti sebuah stasiun logistik bagi Object dan berada di tengah jalan &lt;br /&gt;
berpasir yang sangat sangat panjang. Sebenarnya, secara resmi memang seperti itu. namun, bangunan yang terlihat seperti telah &lt;br /&gt;
ditinggalkan itu adalah fasilitas militer milik militer Oseania. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elit yang biasa dipanggil dengan “Putri” oleh rekan-rekannya membidik fasilitas itu dengan salah satu meriam utamanya. Dia berada pada &lt;br /&gt;
jarak 10-13 km dari targetnya, jadi dia mencoba mengikuti instruksi dari rekannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara ledakan yang luar biasa,  sebuah garis cahaya keluar dari meriam plasma berkeseimbangan rendah. Garis cahaya itu menusuk &lt;br /&gt;
gedung beton itu, menyebarkan warna putih kebiruan. Jaraknya memang terlalu jauh untuk menembus zirah sebuah Object dengan teknologi &lt;br /&gt;
tinggi karena energi plasma akan menghambur jika terlalu jauh, tapi ini sudah jauh lebih dari cukup untuk menghancurkan sebuah gedung &lt;br /&gt;
beton atau zirah sebuah Generasi 0.5 yang tidak memiliki teknologi yang terlalu bagus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dia menembak gedung itu beberapa kali, sebuah ledakan yang lebih besar terdengar. Purwarupa reaktor Object itu sudah hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Skala ledakannya lebih kecil dari yang ia pikirkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ledakannya hanya memiliki radius 300 km, jadi perpindahan tenaga untuk memaksa reaktor itu mengeluarkan tenaga sampai batasnya telah &lt;br /&gt;
gagal. Ledakan kecil itu menunjukkan betapa teknologi yang dimiliki oleh militer Oseania sangatlah rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang putri menerima laporan dari seorang prajurit Kerajaan Legitimasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menurut laporan dari divisi pengamatan satelit, tidak ada tanda-tanda bahwa sebuah Object ada di sisa-sisa reruntuhan bangunan ini. &lt;br /&gt;
Sepertinya tempat ini juga adalah markas umpan yang menggunakan purwarupa reaktor sebagai jebakannya, tapi kita mendapat perintah dari &lt;br /&gt;
atasan untuk memeriksa fasilitas itu hanya untuk menyakinkan saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi bukankah itu tguasmu,bukan tugasku?” jawab sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ho ho. Mereka meminta kita untuk berjaga di sini kalau-kalau ada sebuah Object muncul dari balik reruntuhan itu. Sepertinya kita &lt;br /&gt;
mendapatkan pekerjaan yang mirip seperti penjaga pantai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang putri merasa kalau ini hanya buang-buang waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, dia menerima transmisi dari seseorang yang sama sekali tidak ia duga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kssshhh... ini Quenser. Kami telah mengkonfirmasi Object negara militer Oseania berada di Padang Gurun Tanami. Aku ulangi, kami &lt;br /&gt;
telah mengkonfirmasi keberadaan Object negara militer Oseania di Padang Gurun Tanami! Sesuai dengan prediksi simulasi elektronik, &lt;br /&gt;
teknologinya hanyalah sebuah Generasi 0.5. Dengan Object yang kita miliki, kita bisa menghancurkannya dalam satu tembakan dan semua akan &lt;br /&gt;
selesai! Kami butuh bantuan. Kita tidak peduli itu dari siapa! Cepat kirimkan Object kemari dan siapkan senjata kalian!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapapun yang sampai ke sini duluan, dialah yang menang! Kalau kalian tidak cepat, kami akan mengambil semua kejayaan sendirian!!” &lt;br /&gt;
potong suara Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendengar beberapa prajurit seakan tidak percaya kalau Object ebrada di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Putri memutar Objectnya, tapi transmisi yang lain masuk ke dalam salurannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak. Tidak akan ada pasukan bantuan untuk ke Padang Gurun Tanami. Ini adalah perintah langsung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Putri tiba-tiba berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Suara siapa ini?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari frekuensinya, sepertinya ini berasal dari seseorang dari Kerajaan Legitimasi, tapi....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ulangi, transmisi dari Padang Gurun Tanami hanyalah sebuah jebakan. Tidak akan ada orang yang akan melakukannya. Quenser dan Heivia &lt;br /&gt;
pergi ke sana sendirian dan seperitnya mereka kebingungan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tunggu, suara ini kan...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengenal suara ini dan ini adalah suara Konselor Flide.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konselor itu berasal dari Kerajaan Legitimasi dan dia adalah salah satu dari Ong yang bekerja sama dengan pasukan koalisi untuk &lt;br /&gt;
mengalahkan Oseania demi pemilu yang akan datang. Namun, identitasnya membawa pengaruh lain bagi sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dari data yang kami punya, Object Oseania emang berada di Great Sandy Desert. Purwarupa dan Objcetnya berada di tempat yang sama. &lt;br /&gt;
Pasukan Oseania itu takut akan serangan kita dan dengan cepat melarikan Object itu keluar dan meninggalkan purwarupa reaktor itu &lt;br /&gt;
sendirian di sana. Object yang asli pasti masih berada di suatu tempat di Great Sandy Desert. Kita tidak boleh melepasaknnya. Kalau kita mundur ke Padang Gurun Tanami sekarang, Generasi 0.5 akan melarikan diri lagi.” saat para prajurit mendengar suara kasar itu, Konselor Flide melanjutkan. “Quenser dan Heivia tahu hal ini, tapi mereka takut dengan Object, jadi mereka mencoba membuang waktu kita untuk melawan umpan yang lain di Padang Gurun Tanami. Mereka akan segera ditahan, tapi Generasi 0.5 harus kita lawan dulu. Jangan termakan kata-kata Quenser dan Heivia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak peduli apakah itu di Padang Gurun Tanami atau Great Sandy Desert, seharusnya keduanya sama-sama muncul di satelit sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat bergerak perlahan, sebuah Object dan sebuah tangki gas sulit dibedakan, tapi jika Quenser dan Heivia menghadapi sebuah Object &lt;br /&gt;
sendirian dengan mempertaruhkan nyawa mereka, Object itu akan lebih cepat bergerak. Bahkan sebuah Generasi 0.5 akan dikatakan sebagai &lt;br /&gt;
sebuah tangki gas jika dilihat di satelit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ada sesuatu yang lebih gawat dari ini...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang putri berbalik dengan Objectnya menuju padang gurun Tanami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berangkat dengan perintahnya sendiri, para prajurit mencoba menghentikannya, tapi tidak ada satupun senjata yang bisa melawan sebuah &lt;br /&gt;
Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang putri tidak mempedulikan mereka dan bergerak maju, tapi kemudian Objectnya berhenti di tempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya ada satu senjata di tempat itu yang memiliki kekuatan yang cukup untuk membuatnya berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ho ho. Apa kau berniat untuk tidak mengikuti perintah atasanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object milik Aliansi Informasi mengarahkan meriam Gatling Gun cahayanya ke arah putri saat sang Putri memerhatikannya lewat sensornya. &lt;br /&gt;
Para prajurit pasti mengira bahwa dua Object ini akan berkonfontrasi karena mereka melanggar perintah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebuah Elit Object musuh tidak boleh dibiarkan lolos. Ini bukan kebiasaan kami sendiri. Ini adalah pedoman umum semua kekuatan militer &lt;br /&gt;
yang menggunakan Object di seluruh dunia. Oh ho ho. Aksimu bisa menghantarkan kita kepada sebuah pembantaian masal. Aku tidak bisa &lt;br /&gt;
membiarkan sebuah Object bertindak semaunya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Konselor Flide adalah pemimpin Kerajaan Legitimasi. Kau tidak memiliki alasan untuk mematuhinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ho ho. Itu memang benar...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elit dari Aliansi Informasi tidak menunjukkan tanda bahwa ia akan memindahkan meriam Gatling Gun-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu juga dengan sang Elit yang membidik sang Elit dari Aliansfi Informasi dengan meriam utamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua saling membidik reaktor satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara petir bergemuruh di bagian bawah Object milik sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Tapi aku diperintahkan untuk merekam semua aksi yang aku dapat dari teknologi Object Kerejaan Legitimasi. Biasanya, aku akan mendapatkannya saat kita saling bertarung satu sama lain, tapi kalau kau ingin bertarung, aku dengan senang hati akan meladenimu. Oh ho &lt;br /&gt;
ho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 12===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Quenser menjadi pucat saat dia mendengar suara itu dari transmisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, tunggu, tunggu. Apa yang sedang terjadi? Siapa yang bilang kalau kita kebingungan!? Kenapa kita bisa bingung soal sebuah Object &lt;br /&gt;
di depan kita!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Konselor Flide, hm? Kalau tidak salah dia memiliki industri senjata yang berhubungan erat dengan pengembangan Object. Dia berhasil &lt;br /&gt;
menggunakan semua yang dia miliki untuk mengembangkan seorang Elit yang tangguh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua merenung sementara mereka berpikir kenapa dia menginterfensi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan mereka mendapatkan jawabannya dari radon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian berdua sudah melewati ekspektasi kami,” kata Konselor Flide.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Quenser dan Heivia bertukar pandangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tidak menyangka akan dihubungi seperti ini secara langsung. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Transmisi ini dikirim hanya untuk kalian berdua yang telah melangkahi harapan kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harapanmu? Apa kami melakukan sesuatu yang salah soal pemilihanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengirimkan pasukan koalisi adalah rencanamu dari awal, benar?” tambah Heivia. “Apa kau ingin kami akan menghancurkan harapan &lt;br /&gt;
orang-orang karena wajah kami yang muncul di televisi ruang keluarga dengan wajah berlumpur kami?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Malah sebaliknya. Kalian berdua terlalu bagus. Kalau saja kalian agak sedikit ceroboh,” Jawab Konselor Flide dengan suara halus. Dari &lt;br /&gt;
suaranya, sepertinya dia sedang membaca sebuah skrip yang sudah ia siapkan. “Seorang prajurit manusia mengalahkan sebuah Object adalah &lt;br /&gt;
sebuah cerita yang sangat bagus yang memberikan manusia harapan. Namun, para penduduk yang tinggal aman di rumah mereka bukan hanya &lt;br /&gt;
orang yang mendapatkan harapan. Apa kau tidak berpikir bahwa para gerilyawan dan teroris melanjutkan aksi mereka di seluruh dunia &lt;br /&gt;
sekarang ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Neraka di Oseania ini diciptakan oleh kalian berdua,” kata Konselor Flide.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua orang bocah itu mendengarkan kata-kata orang itu seperti seorang musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memang benar kalau pasukan koalisi—termasuk pasukan Kerajaan Legitimasi—telah menghabiskan dua tahun kami untuk melakukan hal kecil, &lt;br /&gt;
tapi perang seharusnya selesai sebulan yang lalu ketika puluhan Object datang ke tempat ini. Itu adalah saat yang sama ketika kalian &lt;br /&gt;
mengalahkan Object di Alaska. Perang saat ini sebenarnya cukup sederhana. Yang mampu memenangi perang adalah mereka yang memiliki Object &lt;br /&gt;
dalam jumlah dan kualitas yang lebih baik. Kalau kau memiliki satu Object dan musuh tiga Object, kau tidak memiliki alasan untuk &lt;br /&gt;
bertarung lagi. dan kau Aan mundur untuk memperkecil kerusakan yang kau terima seminimal mungkin. Perang dibuat cukup sederhana agar &lt;br /&gt;
yang kalah bisa segera menyarah tanpa perlu susah-susah berusaha.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah seharusnya perang yang akan terjadi di Oseania.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Negara militer ini memiliki Object Generasi 0.5 sementara pasukan koalisi memiliki 20 Object dengan teknologi mutakhir. Biasanya, ketika &lt;br /&gt;
Object-object ini disebar di seluruh benua, Oseania akan mengibarkan bendera putih. Itu akan mengakhiri perang dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi faktanya, ini adalah apa yang akan dilakukan oleh Oseania sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun yang bisa mereka lakukan hanyalah menyembunyikan Generasi 0.5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, mereka menyiapkan sebuah rencana untuk menggunakan Object Generasi 0.5. Mereka menggunakan sebuah purwarupa reaktor sebagai &lt;br /&gt;
jebakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, dan ini semua berkat tindakan kalian berdua.” Suaranya seperti sangat marah. “Perang tidak lagi antara Object melawan Object. Para &lt;br /&gt;
tentara manusiapun juga bisa menghancurkan sebuah Object. Apa yang kalian berdua buktikan di Alaska dilihat sebagai sebuah harapan bagi &lt;br /&gt;
para gerilyawan, teroris, dan para diktator. Harapan yang kalian berikan ini membuat mereka terpacu semangatnya untuk tidak mengibarkan bendera putih. Ini membuat perang menjadi lebih lama dari yang kita pikirkan. Keuntungan yang seharusnya menjadi bagian dari kampanyeku ditutupi oleh berapa banyak biaya untuk perang. Kita tidak bisa mentolerir hal ini lagi. Apa perlu kita menemukan cara lain untuk membuat dunia ini melihat sebuah perang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kau ingin kami mati di sini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya kau yang ingin kami dibunuh oleh Object,bukan? Kalau berita tersebar bahwa seseorang yang telah menghancurkan Object mati &lt;br /&gt;
dibunuh oleh Object, para tentara itu akan menyerah, dan kemenangan kami tidak akan lagi diingat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perang memerlukan sebuah alasan yang jelas untuk mempercepat berapa lama perang ini akan berakhir. Tidak ada orang yang mau &lt;br /&gt;
memperpanjang masa konflik di wilayah perang. Yang kalian berdua lakukan hanyalah memperpanjang masa perang dan menambah jumlah orang &lt;br /&gt;
yang akan mati.” Kata Konselor Flide tidak bergetar. “Sebenarnya, rencana aslinya adalah memecah belah pasukan koalisi dan membiarkan &lt;br /&gt;
kalian berdua mati dalam pertarungan antar Object. Namun, sepertinya kalian sangat membantu kami dengan menemukan Object milik pasukan &lt;br /&gt;
Oseania itu, jadi kami tidak akan menghentikan para Oseania itu untuk memainkan peran jahat mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada awalnya, argumen Konselor Flide terdengar adil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin memang benar bahwa Quenser dan Heivia memainkan perang untuk memperpanjang masa perang di Oseania. Mungkin memang benar kalau &lt;br /&gt;
perang seharusnya hanya diserahkan pada Object saja sementara meninggalkan para prajurit dan penduduk sipil sebagai sebuah karakter saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kau membiarkan Oseania membunuh kami di sini, Object musuh akan pergi ke desa terdekat dan membunuh semua orang. Apa kau tidak &lt;br /&gt;
apa-apa dengan hal itu!?” teriak Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami mencari Generasi 0.5 dengan satelit. Ini adalah pembantaian terakhir pasukan Oseania. Setelah itu, kami akan mengakhirinya dengan &lt;br /&gt;
Object pasukan koalisi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar betapa siapanya orang itu berbicara, Quenser telah memiliki bukti yang dia inginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konselor Flide tidak memikirkan apapun tentang perdamaian atau perang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian berdua harus tahu kalau kalian telah menjadi sangat berbahaya dan rencana untuk membunuh kalian harus dipikirkan dengan sangat &lt;br /&gt;
matang meskipun harus ada pengorbanan. Jika perang ini hanya berada di antara dua Object, perang bisa diakhiri dengan cepat. Dengan cara &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
itu, tidak akan ada orang yang harus meninggal. Harapan kalian telah menghalangi hal ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Yeah, fucking right.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar bahwa orang yang kalah dan yang menang ditentukan oleh sebuah Object di dalam perang. Namun, ia lupa bahwa Object juga &lt;br /&gt;
membantai para tentara. Quenser dan yang lain juga akan mati jika mereka kehilangan Object mereka di Alaska. Di Selat Gibraltar, semua &lt;br /&gt;
markas mereka telah hancur karena sang Putri sedikit terlambat. Di dalam perang, tidak ada peraturan yang mengatakan bahwa kita harus &lt;br /&gt;
membiarkan para prajurit itu ketika mereka kehilangan Object mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menambahkan semua hal yang ia dapat dari argumen Konselor untuk pendapatnya yang kedua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya orang yang tak pernah kalah yang dapat mengatakan hal itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau hanya ingin melindungi kepentinganmu sendiri,” kata Heivia. “Kau hanya ingin dunia di mana negara yang memiliki Object paling &lt;br /&gt;
banyaklah yang menguasai dunia. Negara yang tidak memiliki Object dan tentara biasa akan ditarget oleh Object, dan kemudian semua orang &lt;br /&gt;
akan berpikir bahwa Object hanyalah alat untuk membantai orang seefektif mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anggapan bahwa perang telah selesai ketika baru saja dimulai tentu saja sangat salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah manusia yang mengangkat senjata dan berjuang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak peduli betapa kecil mereka, mereka harus bertarung untuk menunjukkan apa yang mereka bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konselor Flide adalah salah satu orang yang menginvestasikan dana yang sangat banyak dalam pengembangan sebuah Object dan membuat banyak &lt;br /&gt;
uang dari kemenangan perang. Pendapatnya hanyalah pendapat orang yang beranggapan bahwa posisi sangatlah penting dalam dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Katakan apa saja yang kau mau,” kata Konselor Flide dengan nada yang menunjukkan bahwa dia memiliki sangat banyak Object dan merasa &lt;br /&gt;
sama sekali tidak tersentuh. “Kalian akan mati di sana. Kita akan mengawasi Generasi 0.5 saat dia mulai menyerang dan mengirimkan Object &lt;br /&gt;
pasukan Koalisi untuk menghancurkannya. Dengan ini perang telah selesai dengan sendirinya dan sesuai dengan apa yang kita harapkan. &lt;br /&gt;
Semua perang ini akan menunjukkan betapa kuat dan canggihnya Object yang kita miliki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah. Kalau begitu ayo kita bertaruh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia berbicara dengan nada seperti akan menantang petinggi militer Kerajaan Legitimasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kami kalah dari Generasi 0.5, kau akan mendapatkan semua yang kau inginkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kalau kami menang, semua akan berakhir untukmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mematikan radionya dan mendecakkan lidahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, ini berarti kita tidak akan mendapatkan bantuan sama sekali! Object mengelilingi seluruh Oseania, dan tidak akan ada satupun yang &lt;br /&gt;
datang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Quenser, bagaimana dengan sang Putri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia mungkin akan datang jika kita memintanya, tapi semua Object yang lain akan menjadi musuhnya. Juga, tidak akan mengejutkanku kalau &lt;br /&gt;
Konselor memiliki perangkat pengaman untuk mencegah hal itu te&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi aku rasa kita harus menanganinya sendiri lagi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, kita harus bertahan hidup cukup lama untuk memukup orang itu, si Konselor keparat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara mereka bersembunyi dibalik gedung, dua orang memeriksa apa yang akan mereka hadapi. &lt;br /&gt;
Mereka tahu satu hal yang pasti. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bukanlah seorang prajurit yang cukup loyal untuk mati seperti yang diharapkan pemimpin mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 13===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Quenser dan Heivia bukanlah seorang manusia super yang mampu melawan monster sendirian seperti yang adi buku komik pahlawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Aku rasa aku seperti orang bodoh jika kita tertembak karena kita mendekati monster itu. Heivia, ayo kita cari jalan pintas melewati &lt;br /&gt;
bangunan ini untuk mendekati Generasi 0.5.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Kita pasti menemukan cara untuk mendekatinya, tapi bagaimana caranya kita mendekatinya?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia bergerak dengan bersembunyi di balik dinding fasilitas ini agar Object itu tidak melihat mereka. Akhirnya mereka &lt;br /&gt;
berhasil masuk ke dalam pintu yang tidak terkunci. Sebenarnya, pintunya sendiri terbuka karena terkena gelombang ledakan. Mungkin karena &lt;br /&gt;
ada ledakan yang berasa dari luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka masuk ke dalam sebuah ruangan yang sangat luas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berada di dalam markas perawatan Object Generasi 0.5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua yang dibutuhkan oleh sebuah Object ada di sini, tapi semuanya sudah rusak. Sebuah crane roboh ke tanah dan pendingin mesin &lt;br /&gt;
industri juga meledak karena panas yang berlebih. Banyak mayat yang bertebaran di sini. Banyak sekali mayat bergelimpangan. Sekitar 40 &lt;br /&gt;
orang dengan pakaian militer atau pekerja hampir semuanya terpanggang dalam api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaki Quenser serasa akan berhenti saat dia masuk, tapi dia tidak memiliki pilihan lain selain terus maju. Jika dia berhenti di sini, &lt;br /&gt;
Generasi 0.5 akan lebih banyak menghasilkan mayat dari pada kemenangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa yang sedang kau cari, Quenser? Ayo pergi. Atau kau juga ingin menjadi mayat-mayat itu?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Bukan, kau tahu kan kalau ini adalah markas perawatan Object, jadi...)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Jadi kau ingin mencari senjata atau sesuatu untuk mengalahkannya? Bahkan kalau kita menemukannya, kita tidak memiliki tenaga listrik &lt;br /&gt;
untuk menggunakannya. Kita mungkin bisa mengalahkannya kalau kita memiliki satu reaktor saja.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Bukan, aku berpikir kalau strategi Object itu ada di suatu tempat di sekitar sini. Mungkin kita bisa mengalahkannya kalau &lt;br /&gt;
memilikinya.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua berpisah, dan mencari di dalam tumpukan rongsokan terbakar di dalam fasilitas ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka terjebak di dalam markas musuh di Alaska, mereka juga menemukan banyak sekali turbin listrik statis yang ternyata adalah &lt;br /&gt;
sebuah kelemahan utama dari Water Strider. Sedikit mirip, mungkin mereka akan menemukan kelemahan dari Generation 0.5 jika mereka &lt;br /&gt;
menemukan suku cadangnya atau rencananya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hei, apa yang dilakukan Object itu? Itu tidak bergerak untuk mencari kita ataupun pergi ke desa terdekat.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Tentu tidak. Aku rasa dia sedang membersihkan lumpur di kameranya. Dia sepertinya membiarkannya mengerti dan membersihkannya dengan &lt;br /&gt;
energi listrik negatif. Aku pikir itu mirip dengan teknik yang digunakan pada masker gas yang tidak membiarkan debu untuk lewat.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia melirik lewat palka raksasa di mana Object itu baru saja keluar. Sebuah Object dengan teknologi mutakhir dapat dengan mudah &lt;br /&gt;
menemukan manusia di dalam gedung dengan sensornya, tapi generasi 0.5 tidak memiliki fungsi itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya, Oseania sangat ingin memiliki sebuah Object agar bisa dipamerkan di masyarakat internasional sesegera mungkin, dan mungkin &lt;br /&gt;
berfungsi secara baik dalam perang adalah tujuan kedua mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hei, apa kau pikir ini akan meledakkannya?)” tanya Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia kembali melirik keluar dan menemukan Quenser menunjuk sebuah kontainer yang dempet dengan bangunan ini. Kontainer itu saling &lt;br /&gt;
terhubung dengan sebuah kabel yang tebal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa itu? Baterei?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Aku rasa itu adalah kapasitor raksasa. Mungkin itu adalah tenaga luar yang digunakan untuk menginterfensi reaktor di dalam Generasi 0.5. Itu menggunakan generator diesel untuk mengumpulkan tenaga, memperkuatnya, dan mengirimkannya kembali ke dalam Object.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu kontainer itu meledak dari dalam. Ledakan itu menutup setiap jalan keluar dan masuk di dalam fasilitas ini. Orang-orang yang &lt;br /&gt;
ada di dalam tidak akan memiliki jalan untuk keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hei, apa itu berarti yang tadi meledak adalah penguatnya dan bukan Object? Kalau begitu, Object itu sama sekali tidak rusak!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Coba pikir, jika ledakan itu berasal dari pusat sebuah Object, zirah tebalnya pasti sudah melengkung. Yah, kita tahu kalau itu terjadi &lt;br /&gt;
akan sangat mudah untuk mengalahkannya, jadi coba kita lihat komputer di sini.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Sial, aku harap komputernya tidak ikut meledak.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka melihat area itu, tapi mereka tidak menemukan komputer di manapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, mereka menyadari bahwa ada komputer di lantai dua. Untuk ke sana, mereka harus naik ke tangga yang hampir rusak karena ledakan. &lt;br /&gt;
Untungnya, komputernya berada di tempat yang tidak bisa dilihat oleh Generasi 0.5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Layar LCD-nya sudah meleleh. Tidak berguna.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Ini, gunakan monitornya. Tarik kabelnya.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komputernya sendiri sepertinya masih berfungsi dan informasi mengenai Generasi 0.5 masih ada di dalam komputer itu saat mereka &lt;br /&gt;
menyalakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser tercengan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Huh? Tampilannya sangat aneh. Ini tidak bergeser?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Cih. Mereka menggunakan OS yang berbeda dari milik kita. Aku rasa mereka menggunakan versi lama OS Aliansi Informasi.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser memiliki beberapa kesulitan untuk menggunakannya, tapi dia cukup bisa mengaturnya ketika dia menyadari perbedaannya. Keyboardnya &lt;br /&gt;
berganti warna akibat panas, tapi masih bisa digunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hei, Quenser. Kita menyerang kaki ketika kita melawan Water Strider di Alaska dan Tri-Core di Gibraltar, benar? Apa kita bisa &lt;br /&gt;
mencobanya lagi kali ini?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Dari yang bisa aku lihat, Generasi 0.5 menggunakan roda logam seperti kereta. Strukturnya cukup sederhana dan tidak terlihat ada &lt;br /&gt;
kelemahan yang bisa kita serang.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Roda? Jadi itu tidak menggunakan pendorong udara sama sekali? Apa bisa roda itu menopang Object? Bahkan dengan roda logam, bukankah as rodanya akan rusak jika digunakan untuk bergerak?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Untuk membagi berat dari Generasi 0.5, itu memiliki 500 roda. Konsepnya mirip seperti kursi penyiksaan yang memiliki banyak jarum di &lt;br /&gt;
atasnya. Jika kau duduk dengan tenang di situ, beratmu akan terbagi ke seluruh jarum dan kau tidak akan terluka sama sekali.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Yah, tapi tidak ada yang mau mencobanya, kan? Aku pikir itu cuman mitos.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Itu hanya contoh. Aku tidak menyuruhmu untuk mencobanya. Aku tidak bisa membayangkan kalau kau benar-benar mencobanya.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada teorinya, kalau mereka bisa menghancurkan dua pertiga dari roda logam itu, Object itu akan kehilangan keseimbangannya. Namun, &lt;br /&gt;
seorang manusia seperti mereka tidak akan bisa melakukan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Kita bisa melelehkan zirahnya dengan serangan nuklir, tapi sayangnya kita tidak punya itu.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Bahkan dengan Generasi 0.5, menyerangnya secara langsung sama saja dengan bunuh diri. Kita harus mencari celah kelemahannya. Oh...?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari Quenser tiba-tiba saja berhenti pada sesuatu di keyboardnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Layarnya menampilkan para pekerja yang memasang sebuah perangkat yang langsung menyalakan reaktor Object dengan suplai tenaga dari luar. &lt;br /&gt;
Ini adalah teknik baru yang bahkan militer Kerajaan Legitimasi tidak akan tahu, tapi Object mereka bisa bergerak setiap saat, jadi ini &lt;br /&gt;
tidak berguna bagi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Ini dia. Dengan cara inilah pemimpin Oseania yang bodoh itu mampu membunuh para pekerjanya.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hei, kalau tenaga utamanya adalah untuk menyalakan rektor dengan baterei luar, sepertinya reaktornya juga menghasilkan tenaga yang &lt;br /&gt;
berlebih. Sebuah perangkat untuk menangkap energi it sebagai tenaga listrik juga sudah dipasang.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Mungkin itu juga akan gagal. Meningkatkan energi putarannya memang bisa, tapi jika terlalu kuat akan sulit untuk dikontrol.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Artinya?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Artinya, kalau ada tenaga dalam jumlah besar dikirimkan ke dalam reaktornya lewat stopkontaknya, maka reaktornya kan berhenti &lt;br /&gt;
bekerja.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia berbicara, Quenser beralih dari komputer itu. Dia melihat ke bawah dari lantai dua dan ia melihat kontainer yang ternyata &lt;br /&gt;
adalah sebuah kapasitor raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, dinding yang ada di sebelahnya meledak oleh sebuah garis api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya itu berasal dari coilgun milik Generasi 0.5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lubang yang dibuat itu bergerak dari kanan ke kiri... menuju Quenser dan Heivia. Sudut penembakannya cukup unik. Object itu pasti telah &lt;br /&gt;
memutari gedung ini sebagai bagian dari latihannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Merunduk Quenser!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bodoh, kita akan terkena reruntuhannya! Lompat!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua lompat dari terali besi itu dan turun ke lantai pertama. Di saat yang begitu cepat, dinding di lantai dua mereka hancur &lt;br /&gt;
dalam garis horizontal. Bunga api dari komputer besar itu muncul dan meledakkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial! Aku rasa kita tidak bisa mencari apa-apa lagi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita hanya bisa mencoba untuk mencari tahu. Ayo kita pergi ke kapasitor itu dan lari!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, mereka tidak memiliki waktu untuk melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan semua dinding yang hancur di lantai dua, fasilitas perawatan ini mulai miring. Namun, Generasi 0.5 masih sangat haus akan darah &lt;br /&gt;
sehingga dia mulai menembaki gedung ini lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Railgun, meriam laser, coilgun, dan meriam cahaya beruntun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua tipe senjata itu mengubah fasilitas raksasa ini menjadi seperti keju swiss dalam waktu singkat. Quenser dan Heivia tidak lagi bisa &lt;br /&gt;
bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika mereka mengangkat kepala mereka, mungkin mereka bisa terbunuh terkena selongsong raksasa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beruntungnya, mereka tidak terkena ledakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nmaun, mereka mendengar suara retakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dindingnya telah hancur dan atapnya tak lagi bisa menahan beratnya. Atap-atapnya runtuh, dan menghancurkan apa yang masih tersisa di &lt;br /&gt;
dinding. Itu jatuh lurus ke bawah untuk menghantam Quenser dan Heivia yang ada di dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau pasti bercanda!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tidak memiliki waktu untuk menghindar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara erangan, Quenser kehilangan kesadarannya dan terbang beberapa meter dari situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 14===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser pikir jantungnya sudah berhenti, tapi sepertinya tidak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Brengsek. Hei, Quenser! Bangun!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa? Kita tidak remuk?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Atapnya ditopang oleh pilar-pilar seperti yang ada di dalam gym dan kita berhasil sampai di salah satu celahnya.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atapnya yang telah hancur itu membuat sebuah celah yang membuat mereka bisa merangkak keluar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, mereka tidak cukup bodoh untuk keluar tanpa berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai pada akhirnya, sang Elit Generasi 0.5 berpikir bahwa Quenser dan Heivia sudah mati. Saat dia berpikir seperti itu, mereka masih &lt;br /&gt;
memiliki kesempatan untuk membalas. Sekarang adalah kesempatan mereka untuk serangan balik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Tapi apa yang akan kita lakukan? Kalau dia pikir kita sudah mati, itu bagus. Tapi dia akan menyerang desa-desa itu sebentar lagi!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Kau lihat sendiri kan kekuatannya. Kita tidak bisa melawannya secara langsung. Satu-satunya cara untuk menang adalah dengan &lt;br /&gt;
menghancurkan reaktornya lewat stopkontak itu.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa kau tidak menyadari kekuatannya!? Kita tidak akan memiliki cukup waktu untuk meraih stopkontaknya dan jangan pikir kita bekerja &lt;br /&gt;
seperti seorang teknisi mobil listri!! Bagaimana cara kita mendekat!?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Yang kita harus lakukan hanyalah mendapatkan suplai listriknya tanpa mendekatinya. Ke sini.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menempelkan kepalanya atap yang telah hancur itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bisa melihat Object raksasa itu di malam hari. Ke-70 senjatanya membuat beberapa pergerakan tapi sepertinya tidak berniat untuk &lt;br /&gt;
mencari mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa dia masih ingin latihan sedikit lagi sebelum dia menyerang desa-desa? Sial.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Masih mungkin reaktornya bermasalah sedikit karena baru pertama kali dinyalakan selama dua tahun. Ke sini.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hei, kau tidak memberitahuku rencananya bagaimana!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser memanjat atap yang telah runtuh itu dan merangkak. Dia ingin bergerak lebih cepat, tapi dia tidak boleh mengeluarkan banyak &lt;br /&gt;
suara. Jika Object itu menyadari keberadaan mereka, semuanya akan tamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untungnya, kamera adalah satu-satunya sensor yang dimiliki oleh Object. Kualitas pendengarannya sangat buruk. Walau jumlah kamera yang &lt;br /&gt;
dimiliki oleh Object itu sedikit menjadi masalah, paling tidak mereka bisa bersembunyi dibalik gelapnya malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser sampai pada bagian yang ingin dia incar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di situ, ada sebuah kontainer besar yang adalah sebuah kapasitor yang berjejer. Sebagian besar dari mereka hancur karena runtuhan atap, &lt;br /&gt;
tapi masih ada yang bisa berfungsi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia merangkak segera setelah itu dan berbisik pada Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa kau serius untuk menarik kabel Generasi 0.5? Kau akanmati!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Bukan itu rencanaku. Hei, apa di sana masih ada air? Mungkin tangki penyimpanan air atau hidran bisa berfungsi. Aku hanya butuh &lt;br /&gt;
membuat kolam di tanah!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa yang kau pikir—... Tunggu, maksudmu...!?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Benar sekali. Ujung dari kabel yang terhubung itu masih terseret di tanah. Jika kita bisa membuat sebuah kolam berisi air dan &lt;br /&gt;
mengalirinya dengan listrik, itu akan mengalir ke dalam kabel dan masuk ke dalam reaktor Generasi 0.5!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba saja, mereka mendengar suara yang berasal dari meriam utama Generasi 0.5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia menyadari kita!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Quenser, sebelah sini!! Di sana ada tangki penyimpanan air!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin dia sangat ingin menghabisi mereka berdua karena Generasi 0.5 sedang ingin berputar sebentar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, Quenser menancapkan pemicu elektriknya ke dalam Hand Axe dan melemparnya sekeras mungkin ke arah yang ditunjuk oleh &lt;br /&gt;
Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah tangki air berada di arah itu. Tidak diarahkan ke arah atapnya tapi dilempar ke ujung paling tinggi menara itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat bom itu baru akan menyentuh tangkinya, Quenser mengirimkan sinyal peledakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara yang besar, tangki itu hancur dan menara logam itu runtuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu kosong!! Apa ini juga bagian dari markas umpan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, Generasi 0.5 sudah selesai berbalik arah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara retakan logam, coilgunnya sudah selesai membidik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di saat yang sama, menara logam itu menghantam tanah. Menara itu hanyalah dibuat untuk menipu satelit, tapi hantamannya ke tanah menusuk &lt;br /&gt;
bumi cukup dalam. Debu beterbangan di udara dan di atas kepala Quenser dan Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, itu belum semua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu telah menghancurkan pipa air bawah tanah. Sebuah tiang air yang erupsi keluar dari tanah. Itu bukan pipa air biasa. Air yang muncrat &lt;br /&gt;
itu membuat sebuah pilar setinggi beberapa meter di atas lagi dan menghujani seluruh area. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apa itu aliran air pipa industri? Apa mereka menggunakan air untuk bagian dari Object juga?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, Quenser tidak peduli apa yang mereka gunakan saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air yang sangat banyak menghujani tanah, menghubungkan kabel yang menggantung dari tubuh Generasi 0.5 dengan kapasitor raksasa yang &lt;br /&gt;
berada di dalam gedung yang runtuh itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Laaaarrrriiiii!!” teriak Quenser saat dia berbalik dari Object dan lari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia mengikutinya dari belakang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tidak lari dari coilgun milik Generasi 0.5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukanlah sesuatu yang bisa mereka hindari dengan langkah kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka lari dari air yang membuat sebuah kolam di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sebuah jalur tercipta di antara bangunan yang runtuh itu dengan Generasi 0.5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah itu, mereka mendengar sebuah suara ledakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, Quenser pikir tanah telah meledak dengan cahaya yang sangat luar basa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, bukan itu yang terjadi. Energi listrik dalam jumlah besar yang ditampung di dalam kapasitor menyebar di kolam air itu. Dengan cepat, aliran listrik bergerak sejauh 200 meter di tanah dan menuju Generasi 0.5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Targetnya adalah sebuah kabel yang menggantung di atas tanah. Dua puluh atau tiga puluh persen dari voltasenya masuk ke dalam Object dan &lt;br /&gt;
memaksa pemancar laser untuk memanaskan reaktornya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh utama dan reaktornya sepertinya menyatu di dalam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Quenser tidak memiliki waktu untuk melihat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia menyandungnya di bawah dan menutup matanya dengan tangannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bodoh!! Kau akan buta!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum Quenser mengerti apa yang dimaksudkan oleh Heivia, dia mendengar suar ledakan yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di saat yang sama, sebuah cahaya yang sangat terang menghantam retinanya walau Heivia sudah menutup matanya. Pandangannya menjadi sangat &lt;br /&gt;
putih dan kesadarannya perlahan memudar. Rasa sakit yang luar biasa menusuk tubuhnya. Dia kemudian merasa akan muntah. Dia tidak tahu &lt;br /&gt;
dimana lukanya itu, tapi yang jelas dia berdarah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak tahu kapan penglihatannya akan pulih. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin dia kehilangan kesadarannya untuk beberapa saat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sendiri juga tidak yakin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Quenser! Buka matamu, Quenser!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Heivia menggoyangkan tubuhnya, Quenser membuka matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melihat dengan kabur wajah Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Generasi 0.5? Apa yang terjadi padanya....?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat sendiri, kata Heivia saat dia menunjukkannya dengan pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat bahwa Object milik militer Oseania itu hancur dari dalam. Tubuh bolanya terlipat seperti bunga yang mekar, dan ke-70 &lt;br /&gt;
senjatanya tersebar di tanah. Karena ledakan dari dalam reaktornya, kolam air tadi kemudian menghilang. Semua airnya menguap. Erupsi air itu juga sudah berhenti. Mungkin karena pipa industri itu meleleh dan menutupnya kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada pertanyaan bodoh tentang bagaimana kabar dari pilot Object itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan kalau dia menggunakan peralatan untuk melarikan diri, dia mungkin sudah terpanggang di udara saat dia jatuh dengan parasut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selesai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah. Ini sudah bukan lagi masalah satu atau dua Object. Perang di Oseania sekarang sudah selesai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua orang itu duduk dengan pandangan kosong tapi mereka bisa berdiri lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, bukan satu orang saja, dua orang itu berkata, “Sekarang, apa yang akan kita lakukan dengan Konselor brengsek itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;&#039;Epilog&#039;&#039;&#039;==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konselor adalah sebuah jabatan tertinggi di dalam Kerajaan Legitimasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah lembaga tertinggi di dalam Kerajaan Legitimasi adalah sebuah Parlemen yang berdaulat yang terdiri dari para anggota monarki &lt;br /&gt;
kerajaan dari berbagai macam budaya dan peradaban yang membuat kerajaan ini. Namun, sebelum membuat keputusan, anggota monarki ini akan &lt;br /&gt;
mendengar para anggota dewan yang terdiri dari pejabat-pejabat. Konselor itu adalah para pejabat tinggi negara yang dipilih lewat &lt;br /&gt;
pemilihan umum bagi orang yang tidak memiliki darah ningrat. Dalam beberapa hal, mereka secara tidak langsung juga bisa menggantikan &lt;br /&gt;
pandangan para monarki, jadi mereka sering dilihat sebagai seorang penguasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu penguasa itu adalah Konselor Flide, yang berkeringat karena posisinya berada di ujung tanduk. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berada di dalam salah satu negara yang sangat maju dan sangat aman. Lebih tepatnya, dia berada di sebuah gedung pencakar langit yang &lt;br /&gt;
mendapat pemotongan pajak karena terdaftar sebagai fasilitas militer dan juga sebagai kantor pribadinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah sebuah masalah yang cukup serius,” kata seorang prajurit bernama Froleytia dar dalam ruang yang sama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memiliki posisi yang cukup tinggi di dalam militer dan memerintah bawahannya di medan perang, tapi bagi seorang Konselor seperti &lt;br /&gt;
Flide, dia tidak berarti apa-apa. Atau seharusnya memang seperti itu. namun, Froleytia, tidak menunjukkan rasa hormat kepadanya. Dan terlebih lagi, dia melihat pria itu dengan tatapan marah. Dia memainkan tusuk rambut panjang dan lancip yang memiliki model yang sama &lt;br /&gt;
dengan sebuah kanzashi Jepang di rambut peraknya, dan dia memegang sebuah kiseru di mulutnya walau bangunan memasang peraturan dilarang &lt;br /&gt;
merokok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa dokumen ditaruh di atas meja Flide.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu menjelaskan rencana-rencananya yang dijalankan secara rahasia di Oseania.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya kau menginginkan sebuah dunia di mana negara-negara kuat ditentukan dengan jumlah dan kualitas Object, tapi aku tidak yakin &lt;br /&gt;
kalau metode ini cukup benar. Transmisi yang kau kirimkan saat Object kami mengarah menuju Padang Gurun Tanami dari Great Sandy Desert &lt;br /&gt;
menunjukkannya. Kau jelas-jelas berniat untuk membunuh Quenser dan Heivia, tapi memberikan perintah palsu untuk menyelamatkan Object &lt;br /&gt;
Oseania dan membuat pasukan kita menjadi bingung. Saranku satu-satunya adalah jangan mengatakan ‘aku pikir informasi ini benar saat itu’ &lt;br /&gt;
di dalam pengadilan militer.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku memiliki alasanku sendiri. Juga, aku memiliki kekuasaan untuk membawa sebuah operasi atas nama parlemen. Aku tidak akan &lt;br /&gt;
mendengarkan kritik dari prajurit sepertimu. Ini tidak lain adalah operasi militer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, kau bisa mengatakan itu, dan itu juga yang membuatmu berada di dalam kemiliteran. Namun, kau membuat kesalahan ketika kau &lt;br /&gt;
mengirimkan perintah kepada pasukan koalisi dan mencoba memimpin mereka. Parlemen hanya memiliki otoritas di atas militer Kerajaan &lt;br /&gt;
Legitimasi. Kau tidak memiliki otoritas di atas Aliansi Informasi dan pasukan koalisi yang lain. pasukan lain mungkin marah jika &lt;br /&gt;
informasi itu benar palsu. Sekarang, apa yang akan dikatakan oleh parlemen? Mengatakan bahwa ini adalah operasi militer rahasia milik &lt;br /&gt;
Kerajaan Legitimasi akan membuat Aliansi Informasi dan yang lain marah besar. Jika Kerajaan Legitimasi tidak memberikan pernyataan resmi &lt;br /&gt;
tentang ini, aku pikir ini akan membuat sebuah percikan api dari pasukan koalisi yang lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau tahu soal ini?” kata Flide, terdengar seperti mau bersin. “Kita hanya bisa berperang secara cerdas dengan kekuatan yang &lt;br /&gt;
dimiliki oleh sebuah Object. Dua orang itu menghancurkan keseimbangannya!! Dunia ini perlu pilar pendukung yang dibangun oleh Object! &lt;br /&gt;
Aku bertindak untuk melindungi negaraku, bukan, melindungi dunia!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, dan aku yakin anggota konselor yang lain dan parlemen sendiri memiliki pendapat yang sama. Mereka melihat Object sebagai sebuah &lt;br /&gt;
senjata yang membuat mereka bisa menjalankan perang dengan pintar. Jika Quenser dan Heivia dibunuh oleh Object Oseania, Object itu akan &lt;br /&gt;
membantai semua penduduk. Tindakanmu itu akan dilihat sebagai sebuah pemimpin Kerajaan Legitimasi yang mendukung pembantaian demi &lt;br /&gt;
kepentingan negerinya sendiri. Bagi mereka yang ingin menjaga gambaran sebuah negara yang menggunakan Object untuk menyelesaikan perang &lt;br /&gt;
dengan bersih, itu akan sangat sangat sangat buruk. Faktanya, ini akan membawa kita ke dalam posisi politik yang sangat buruk semuanya &lt;br /&gt;
berkat Quenser dan Heivia yang menghancurkan Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kau ingin mengatakan kalau aku akan tamat? Untukku!? Semua yang aku lakukan untuk posisi Kerajaan Legitimasi di mata dunia &lt;br /&gt;
ditentukan oleh sebuah Object yang aku kembangkan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bisa mengeluh kalau kau mau,” kata Froleytia. Suaranya menurun dan pandangannya menjadi sangat dingin. “Tapi aku adalah tipe orang &lt;br /&gt;
yang sangat menyayangi anak-anak dan keluarga di negara di bawah perlindunganku. Apapun situasi yang terjadi, aku rasa aku harus &lt;br /&gt;
menyelesaikan ini bagi mereka. Jadi kita bisa menyelesaikan ini di pengadilan. Jangan kira kau bisa kabur dari ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh heh heh. Begitu ya. Kalau begitu, aku harus mengeluarkan kartu asku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”	&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tahu kenapa kau mengamibl alih kontrol divisi pelatihan para Elit? Dengan begitu, aku bisa melatih seorang Elit yang bisa &lt;br /&gt;
kugunakan untuk tujuanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia telah kembali ke negara yang sangat kuat yang dikenal dengan negara aman. Itu adalah sebuah negara yang termasuk ke &lt;br /&gt;
dalam Kerajaan Legitimasi dan yang sering juga disebut sebagai negara asal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah perang selesai di Oseania, mereka sangat ingin membalas dendam pada Konselor Flide, tapi mendekati salah satu pemimpin dewan &lt;br /&gt;
bukanlah sebuah tugas yang mudah. Froleytia memiliki cara lain untuk menyerang, jadi dia memberitahu kalau biarkan dia yang menangani &lt;br /&gt;
ini dan kemudian menghilang di dalam kantor Konselor Flide. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak percaya kalau semua penghargaan kita diambil dari tangan kita sebagai hukuman karena telah melawan perintah atasan karena &lt;br /&gt;
bergerak menuju Padang Gurun Tanami. Kita menghentikan perang! Semua penghargaan dan medali seharusnya jatuh ke tangan kita. Rasanya itu &lt;br /&gt;
seperti semua tabungan yang kau simpan seumur hidupmu hilang begitu saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau seharusnya senang kalau malah begini. Biasanya, kita akan dibawa ke Mahkamah Militer.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walau kita mengakhiri perang? Kalau kita tidak bergerak ke Padang Gurun Tanami, Object itu akan menyerang para penduduk dan kemudian &lt;br /&gt;
menghilang lagi. Kalau kita tidak melakukan ini perang mungkin masih akan berlanjut sampai bertahun-tahun!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak masalah. Kalau mereka mengakuinya, mereka akan menyatakan bahwa setiap penyerangan yang penduduk sekitar rasakan adalah efek dari &lt;br /&gt;
perang. Mereka akan menyalahkan orang yang keluar dari militer dan mulai melancarkan aksi perlawanan mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita ingin keluar dari kemiliteran setelah kepulangan kita dari Alaska. Merekalah yang menarik kita terus ke medan perang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin mereka sejak awal ingin perang habis-habisan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di depan mereka adalah sebuah ruang pribadi milik Konselor Flide yang dimasuki Froleytia. Sebagai sebuah markas militer, bangunan besar &lt;br /&gt;
itu berada di tengah-tengah wilayah luas di tengah kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, apa kau menerima surel dari putri lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah, tapi aku juga dapat dari Elit Aliansi Informasi, si ‘Oh ho ho’. Bagaimana caranya dia dapat alamat emailku? Apa aku dimatai-matai &lt;br /&gt;
saat aku bertanya padanya soal Object?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Beruntunglah. Ini akan tercatat dalam sejarah sebuah cinta segitiga yang melibatkan dua buah Object.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser berdiri diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Froleytia mungkin sedang menikmati waktunya. Dia sudah mematuhi panggilannya, jadi kenapa dia tidak menarik si brengsek Flide itu &lt;br /&gt;
keluar dari kantornya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, oh. Aku merasakan perasaan buruk soal ini,” kata Heivia saat mukanya menegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, sebuah suara bergetar di sekeliling mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian depan gedung ini yang sangat luas itu tiba-tiba bergoncang dan sebuah Object muncul dari bawah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua saling bertukar pandangan dan mereka menerima transmisi dari Froleytia dari radio yang tidak pernah mereka pikir akan &lt;br /&gt;
dapatkan di negara aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Brengsek! Quenser, Heivia, kalian punya pekerjaan baru!! Aku sudah penasaran kenapa si brengsek Flide itu memiliki kantor di gedung &lt;br /&gt;
yang memiliki wilayah yang luas, tapi aku tidak pernah menduga soal ini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak serius kan. Kita harus bertempur di tengah-tengah kota!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita mengerti situasinya serang, tapi kita akan mendapat bantuan dari Object kan kali ini!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bodoh! Kalau kita memanggil sang Putri ke sini, setengah wilayah ibukota akan runtuh sebelum kita mengeluarkan alarm evakuasi!! Kalian &lt;br /&gt;
berdua harus melakukan sesuatu sendirian! Kalian ingin melawan Flide sendirian, kan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita bisa membunuhnya, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngomong-ngomong, dia hanya seorang penumpang di dalam Object. Elitnya seorang perempuan berumur 12 tahun. Jika mungkin, aku ingin &lt;br /&gt;
kalian mengambil Elit tanpa membunuhnya. Aku bisa beralasan kalau kita akan mengambil risiko dengan menyelamatkan Elit Kerajaan &lt;br /&gt;
Legitimasi sangatlah berharga, tapi alasan sebenarnya adalah aku lebih suka kalau kalian menyelamatkan gadis itu. Bisakah kalian &lt;br /&gt;
melakukannya!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa ini harus selalu rumit!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, kita tidak bisa mengatakan tidak kalau dia masih berumur 12 tahun. Sekarang dia menggunakan orang seperti pelindung, kita jelas &lt;br /&gt;
harus membunuh keparat itu!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, coba lihat apa kita bisa menggunakan perangkat pengamanan. Dengan begitu kita bisa menyelamatkan anak itu tanpa melukainya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia lari menuju wilayah terbuka saat Object itu mengeluarkan kabut debu yang sangat tebal dan menyiapkan senjata untuk &lt;br /&gt;
menghancurkan kota ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia masuk ke dalam medan perang ini, Quenser berkata, “Sepertinya kita kembali ke kebiasaan kita lagi. Aku sangat ingin mendapatkan &lt;br /&gt;
kembali latar belakang akademisku dan otoritas sebagai tamtam antuk mengakhiri ini semua! Sebenarnya, apa kita akan mendapat penghargaan &lt;br /&gt;
lagi untuk ini!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia membalas, “Kita harus habis-habisan. Setelah ini semua selesai, ayo kita keluar dari kemiliteran. Aku sudah lelah bertarung &lt;br /&gt;
dengan Object!! Aku akan mengambi jabatan kepala keluarga di keluargaku. Aku sudah berperang terlalu banyak dengan Object, jadi kalau &lt;br /&gt;
keluargaku mengeluh, aku akan membawa perang ke dalam rumah!! Saat aku berpikir lagi, seharusnya aku segera pergi dari kemiliteran!! Apa &lt;br /&gt;
yang sebenarnya aku lakukan selama ini!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sudah tahu kan. Aku pikir juga lebih mudah untuk mengambil jalan mengikuti ujian masuk nasional daripada harus masuk sebagai &lt;br /&gt;
seorang tamtama di medan perang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, jangan menangis!! Kita bisa menyelesaikan ini semua setelah kita menyelamatkan perempuan itu dan membunuh Flide!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka berdua berbicara, dua orang itu masuk ke dalam medan perang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di depan mereka adalah sebuah Object setinggi 50 meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka hanya memiliki peledakdan senapan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seharusnya hari ini adalah hari normal yang bisa mereka rasakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua teknisi perang ini harus melawan satu monster lagi untuk selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;&#039;Penutup&#039;&#039;&#039;==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk semua orang yang telah membeli buku ini: selamat datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah Kamachi Kazuma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lima tahun sudah lewat sejak debut pertama kali saya dan kali ini saya akan memperkenalkan seri terbaru. Kali ini adalah sebuah cerita tentang sebuah senjata yang sangat besar. Robot yang tidak mengambil bentuk manusia memang pilihanku, tapi jangan salah, aku juga suka dengan robot humanoid. Aku memilih tidak mengambil bentuk manusia karena aku pikir mesin yang tidak memiliki bentuk yang umum akan terlihat lebih menarik di dalam cerita seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tinggi 50 meter dan berat 100.000 ton, senjata ini cukup besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beratnya mungkin sama dengan dua pesawat pengangkut bertenaga nuklir kelas Nimitz. Kalau kau menambahkan berat senjatanya, mungkin &lt;br /&gt;
beratnya akan lebih dari itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memiliki senjata yang bertarung dengan kecepatan rata-rata 200-500 km/j mungkin terdengar konyol, tapi bukankah senjata normal juga bisa &lt;br /&gt;
menghasilkan sebuah hal yang tidak bisa kita bayangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang saya katakan, meski Object sendiri sangat besar, ukurannya masih setengah dari dua pesawat pengangkut bertenaga nuklir. &lt;br /&gt;
Saat dua pesawat nuklir itu dibangun, crane yang sangat besar dibutuhkan untuk mengangkat bagian-bagiannya dan pilar yang tak terhitung &lt;br /&gt;
jumlahnya dibangun untuk menopang bagian bawahanya. Dengan ukuran kapal Aegis seberat 8000 ton, mereka memiliki kendaraan yang mampu &lt;br /&gt;
menahan dan membawa semua barang. Aku rasa kekuatan kreativitas umat manusia sungguh mengagumkan, tapi apa yang kalian pikirkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, saya ingin menambahkan rasa menggemparkan dalam buku ini dan saya menambahkan berbagai macam teknik untuk membuat hal &lt;br /&gt;
terlihat lebih menarik. Contohnya, saya membuat karakter utamanya sebagai seorang tamtama dari pada seorang tentara untuk membuatnya &lt;br /&gt;
lebih mudah diperhatikan dan saya sengaja menunjukkan sedikit pemikiran dan perasaan yang mampu dimiliki oleh seorang musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya, banyak dari kalian yang berpikir kalau karakter seperti ini sudah sangat sering. Kalau kalian perhatikan baik-baik, saya &lt;br /&gt;
rasa kalian akan menemukan bahwa karakter ini memiliki sedikit perbedaan tentang betapa dia menghargai nyawa seorang musuh dan sekutu. &lt;br /&gt;
Saya lihat bahwa perang dalam skala besar memainkan peran penting dalam pengaturan pola pikir manusia. Saya akan sangat senang kalau &lt;br /&gt;
kalian bisa menikmati cerita ini dan kalian bisa merasakan betapa menariknya sebuah perang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya memberikan banyak terima kasih ada editor saya, Miki-san dan ilustrator saya, Nagi Ryou. Saya pikir ini adalah novel yang cukup &lt;br /&gt;
menguras tenaga untuk diilustrasikan. Saya sangat berterima kasih padamu karena sudah mau berjuang bersama-sama dengan saya sampai saat &lt;br /&gt;
ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya juga memberikan ucapan terima kasih saya pada para pembaca yang telah membaca cerita ini. terima kasih banyak jika kalian berpikir &lt;br /&gt;
bahwa seri pertama ini cukup bagus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, tidak hanya ada satu cara untuk menghancurkan sebuah Object seperti yang dilakukan oleh Quenser dan Heivia kali ini. &lt;br /&gt;
Kalau kalian punya waktu, cobalah kalian cari cara apa saja yang bisa digunakan untuk mengalahkan Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan akhirnya, saya akan mengakhirnya di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya akan meletakkan pena saya dan berharap bahwa cerita ini berkenan di hati kalian semua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah hanya aku atau memang karakternya sangat sulit dipercaya kali ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-Kamachi Kazuma-&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_1_Epilog&amp;diff=459820</id>
		<title>HEAVY OBJECT:Volume 1 Epilog</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_1_Epilog&amp;diff=459820"/>
		<updated>2015-08-29T15:15:40Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==&#039;&#039;&#039;Epilog&#039;&#039;&#039;==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konselor adalah sebuah jabatan tertinggi di dalam Kerajaan Legitimasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah lembaga tertinggi di dalam Kerajaan Legitimasi adalah sebuah Parlemen yang berdaulat yang terdiri dari para anggota monarki &lt;br /&gt;
kerajaan dari berbagai macam budaya dan peradaban yang membuat kerajaan ini. Namun, sebelum membuat keputusan, anggota monarki ini akan &lt;br /&gt;
mendengar para anggota dewan yang terdiri dari pejabat-pejabat. Konselor itu adalah para pejabat tinggi negara yang dipilih lewat &lt;br /&gt;
pemilihan umum bagi orang yang tidak memiliki darah ningrat. Dalam beberapa hal, mereka secara tidak langsung juga bisa menggantikan &lt;br /&gt;
pandangan para monarki, jadi mereka sering dilihat sebagai seorang penguasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu penguasa itu adalah Konselor Flide, yang berkeringat karena posisinya berada di ujung tanduk. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berada di dalam salah satu negara yang sangat maju dan sangat aman. Lebih tepatnya, dia berada di sebuah gedung pencakar langit yang &lt;br /&gt;
mendapat pemotongan pajak karena terdaftar sebagai fasilitas militer dan juga sebagai kantor pribadinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah sebuah masalah yang cukup serius,” kata seorang prajurit bernama Froleytia dar dalam ruang yang sama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memiliki posisi yang cukup tinggi di dalam militer dan memerintah bawahannya di medan perang, tapi bagi seorang Konselor seperti &lt;br /&gt;
Flide, dia tidak berarti apa-apa. Atau seharusnya memang seperti itu. namun, Froleytia, tidak menunjukkan rasa hormat kepadanya. Dan terlebih lagi, dia melihat pria itu dengan tatapan marah. Dia memainkan tusuk rambut panjang dan lancip yang memiliki model yang sama &lt;br /&gt;
dengan sebuah kanzashi Jepang di rambut peraknya, dan dia memegang sebuah kiseru di mulutnya walau bangunan memasang peraturan dilarang &lt;br /&gt;
merokok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa dokumen ditaruh di atas meja Flide.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu menjelaskan rencana-rencananya yang dijalankan secara rahasia di Oseania.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya kau menginginkan sebuah dunia di mana negara-negara kuat ditentukan dengan jumlah dan kualitas Object, tapi aku tidak yakin &lt;br /&gt;
kalau metode ini cukup benar. Transmisi yang kau kirimkan saat Object kami mengarah menuju Padang Gurun Tanami dari Great Sandy Desert &lt;br /&gt;
menunjukkannya. Kau jelas-jelas berniat untuk membunuh Quenser dan Heivia, tapi memberikan perintah palsu untuk menyelamatkan Object &lt;br /&gt;
Oseania dan membuat pasukan kita menjadi bingung. Saranku satu-satunya adalah jangan mengatakan ‘aku pikir informasi ini benar saat itu’ &lt;br /&gt;
di dalam pengadilan militer.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku memiliki alasanku sendiri. Juga, aku memiliki kekuasaan untuk membawa sebuah operasi atas nama parlemen. Aku tidak akan &lt;br /&gt;
mendengarkan kritik dari prajurit sepertimu. Ini tidak lain adalah operasi militer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, kau bisa mengatakan itu, dan itu juga yang membuatmu berada di dalam kemiliteran. Namun, kau membuat kesalahan ketika kau &lt;br /&gt;
mengirimkan perintah kepada pasukan koalisi dan mencoba memimpin mereka. Parlemen hanya memiliki otoritas di atas militer Kerajaan &lt;br /&gt;
Legitimasi. Kau tidak memiliki otoritas di atas Aliansi Informasi dan pasukan koalisi yang lain. pasukan lain mungkin marah jika &lt;br /&gt;
informasi itu benar palsu. Sekarang, apa yang akan dikatakan oleh parlemen? Mengatakan bahwa ini adalah operasi militer rahasia milik &lt;br /&gt;
Kerajaan Legitimasi akan membuat Aliansi Informasi dan yang lain marah besar. Jika Kerajaan Legitimasi tidak memberikan pernyataan resmi &lt;br /&gt;
tentang ini, aku pikir ini akan membuat sebuah percikan api dari pasukan koalisi yang lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau tahu soal ini?” kata Flide, terdengar seperti mau bersin. “Kita hanya bisa berperang secara cerdas dengan kekuatan yang &lt;br /&gt;
dimiliki oleh sebuah Object. Dua orang itu menghancurkan keseimbangannya!! Dunia ini perlu pilar pendukung yang dibangun oleh Object! &lt;br /&gt;
Aku bertindak untuk melindungi negaraku, bukan, melindungi dunia!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, dan aku yakin anggota konselor yang lain dan parlemen sendiri memiliki pendapat yang sama. Mereka melihat Object sebagai sebuah &lt;br /&gt;
senjata yang membuat mereka bisa menjalankan perang dengan pintar. Jika Quenser dan Heivia dibunuh oleh Object Oseania, Object itu akan &lt;br /&gt;
membantai semua penduduk. Tindakanmu itu akan dilihat sebagai sebuah pemimpin Kerajaan Legitimasi yang mendukung pembantaian demi &lt;br /&gt;
kepentingan negerinya sendiri. Bagi mereka yang ingin menjaga gambaran sebuah negara yang menggunakan Object untuk menyelesaikan perang &lt;br /&gt;
dengan bersih, itu akan sangat sangat sangat buruk. Faktanya, ini akan membawa kita ke dalam posisi politik yang sangat buruk semuanya &lt;br /&gt;
berkat Quenser dan Heivia yang menghancurkan Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kau ingin mengatakan kalau aku akan tamat? Untukku!? Semua yang aku lakukan untuk posisi Kerajaan Legitimasi di mata dunia &lt;br /&gt;
ditentukan oleh sebuah Object yang aku kembangkan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bisa mengeluh kalau kau mau,” kata Froleytia. Suaranya menurun dan pandangannya menjadi sangat dingin. “Tapi aku adalah tipe orang &lt;br /&gt;
yang sangat menyayangi anak-anak dan keluarga di negara di bawah perlindunganku. Apapun situasi yang terjadi, aku rasa aku harus &lt;br /&gt;
menyelesaikan ini bagi mereka. Jadi kita bisa menyelesaikan ini di pengadilan. Jangan kira kau bisa kabur dari ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh heh heh. Begitu ya. Kalau begitu, aku harus mengeluarkan kartu asku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”	&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tahu kenapa kau mengamibl alih kontrol divisi pelatihan para Elit? Dengan begitu, aku bisa melatih seorang Elit yang bisa &lt;br /&gt;
kugunakan untuk tujuanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia telah kembali ke negara yang sangat kuat yang dikenal dengan negara aman. Itu adalah sebuah negara yang termasuk ke &lt;br /&gt;
dalam Kerajaan Legitimasi dan yang sering juga disebut sebagai negara asal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah perang selesai di Oseania, mereka sangat ingin membalas dendam pada Konselor Flide, tapi mendekati salah satu pemimpin dewan &lt;br /&gt;
bukanlah sebuah tugas yang mudah. Froleytia memiliki cara lain untuk menyerang, jadi dia memberitahu kalau biarkan dia yang menangani &lt;br /&gt;
ini dan kemudian menghilang di dalam kantor Konselor Flide. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak percaya kalau semua penghargaan kita diambil dari tangan kita sebagai hukuman karena telah melawan perintah atasan karena &lt;br /&gt;
bergerak menuju Padang Gurun Tanami. Kita menghentikan perang! Semua penghargaan dan medali seharusnya jatuh ke tangan kita. Rasanya itu &lt;br /&gt;
seperti semua tabungan yang kau simpan seumur hidupmu hilang begitu saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau seharusnya senang kalau malah begini. Biasanya, kita akan dibawa ke Mahkamah Militer.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walau kita mengakhiri perang? Kalau kita tidak bergerak ke Padang Gurun Tanami, Object itu akan menyerang para penduduk dan kemudian &lt;br /&gt;
menghilang lagi. Kalau kita tidak melakukan ini perang mungkin masih akan berlanjut sampai bertahun-tahun!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak masalah. Kalau mereka mengakuinya, mereka akan menyatakan bahwa setiap penyerangan yang penduduk sekitar rasakan adalah efek dari &lt;br /&gt;
perang. Mereka akan menyalahkan orang yang keluar dari militer dan mulai melancarkan aksi perlawanan mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita ingin keluar dari kemiliteran setelah kepulangan kita dari Alaska. Merekalah yang menarik kita terus ke medan perang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin mereka sejak awal ingin perang habis-habisan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di depan mereka adalah sebuah ruang pribadi milik Konselor Flide yang dimasuki Froleytia. Sebagai sebuah markas militer, bangunan besar &lt;br /&gt;
itu berada di tengah-tengah wilayah luas di tengah kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, apa kau menerima surel dari putri lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah, tapi aku juga dapat dari Elit Aliansi Informasi, si ‘Oh ho ho’. Bagaimana caranya dia dapat alamat emailku? Apa aku dimatai-matai &lt;br /&gt;
saat aku bertanya padanya soal Object?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Beruntunglah. Ini akan tercatat dalam sejarah sebuah cinta segitiga yang melibatkan dua buah Object.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser berdiri diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Froleytia mungkin sedang menikmati waktunya. Dia sudah mematuhi panggilannya, jadi kenapa dia tidak menarik si brengsek Flide itu &lt;br /&gt;
keluar dari kantornya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, oh. Aku merasakan perasaan buruk soal ini,” kata Heivia saat mukanya menegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, sebuah suara bergetar di sekeliling mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian depan gedung ini yang sangat luas itu tiba-tiba bergoncang dan sebuah Object muncul dari bawah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua saling bertukar pandangan dan mereka menerima transmisi dari Froleytia dari radio yang tidak pernah mereka pikir akan &lt;br /&gt;
dapatkan di negara aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Brengsek! Quenser, Heivia, kalian punya pekerjaan baru!! Aku sudah penasaran kenapa si brengsek Flide itu memiliki kantor di gedung &lt;br /&gt;
yang memiliki wilayah yang luas, tapi aku tidak pernah menduga soal ini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak serius kan. Kita harus bertempur di tengah-tengah kota!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita mengerti situasinya serang, tapi kita akan mendapat bantuan dari Object kan kali ini!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bodoh! Kalau kita memanggil sang Putri ke sini, setengah wilayah ibukota akan runtuh sebelum kita mengeluarkan alarm evakuasi!! Kalian &lt;br /&gt;
berdua harus melakukan sesuatu sendirian! Kalian ingin melawan Flide sendirian, kan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita bisa membunuhnya, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngomong-ngomong, dia hanya seorang penumpang di dalam Object. Elitnya seorang perempuan berumur 12 tahun. Jika mungkin, aku ingin &lt;br /&gt;
kalian mengambil Elit tanpa membunuhnya. Aku bisa beralasan kalau kita akan mengambil risiko dengan menyelamatkan Elit Kerajaan &lt;br /&gt;
Legitimasi sangatlah berharga, tapi alasan sebenarnya adalah aku lebih suka kalau kalian menyelamatkan gadis itu. Bisakah kalian &lt;br /&gt;
melakukannya!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa ini harus selalu rumit!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, kita tidak bisa mengatakan tidak kalau dia masih berumur 12 tahun. Sekarang dia menggunakan orang seperti pelindung, kita jelas &lt;br /&gt;
harus membunuh keparat itu!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, coba lihat apa kita bisa menggunakan perangkat pengamanan. Dengan begitu kita bisa menyelamatkan anak itu tanpa melukainya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia lari menuju wilayah terbuka saat Object itu mengeluarkan kabut debu yang sangat tebal dan menyiapkan senjata untuk &lt;br /&gt;
menghancurkan kota ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia masuk ke dalam medan perang ini, Quenser berkata, “Sepertinya kita kembali ke kebiasaan kita lagi. Aku sangat ingin mendapatkan &lt;br /&gt;
kembali latar belakang akademisku dan otoritas sebagai tamtam antuk mengakhiri ini semua! Sebenarnya, apa kita akan mendapat penghargaan &lt;br /&gt;
lagi untuk ini!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia membalas, “Kita harus habis-habisan. Setelah ini semua selesai, ayo kita keluar dari kemiliteran. Aku sudah lelah bertarung &lt;br /&gt;
dengan Object!! Aku akan mengambi jabatan kepala keluarga di keluargaku. Aku sudah berperang terlalu banyak dengan Object, jadi kalau &lt;br /&gt;
keluargaku mengeluh, aku akan membawa perang ke dalam rumah!! Saat aku berpikir lagi, seharusnya aku segera pergi dari kemiliteran!! Apa &lt;br /&gt;
yang sebenarnya aku lakukan selama ini!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sudah tahu kan. Aku pikir juga lebih mudah untuk mengambil jalan mengikuti ujian masuk nasional daripada harus masuk sebagai &lt;br /&gt;
seorang tamtama di medan perang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, jangan menangis!! Kita bisa menyelesaikan ini semua setelah kita menyelamatkan perempuan itu dan membunuh Flide!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka berdua berbicara, dua orang itu masuk ke dalam medan perang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di depan mereka adalah sebuah Object setinggi 50 meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka hanya memiliki peledakdan senapan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seharusnya hari ini adalah hari normal yang bisa mereka rasakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua teknisi perang ini harus melawan satu monster lagi untuk selesai.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Heavy_Object_(Indonesia)&amp;diff=459819</id>
		<title>Heavy Object (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Heavy_Object_(Indonesia)&amp;diff=459819"/>
		<updated>2015-08-29T15:10:05Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Status|Active|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy Object v01 cover.jpg|thumb|300px|right|&#039;&#039;The cover art of volume 1&#039;&#039;]]&amp;quot;HEAVY OBJECT&amp;quot; (ヘヴィーオブジェクト) adalah seri sains fiksi (Sci-fi) oleh Kazuma Kamachi (鎌池 和馬) dan diilustrasikan oleh Ryou Nagi (凪良) diterbitkan oleh Dengeki Light Novel Label. Saat ini sudah ada delapan seri yang telah diterbitkan. Adaptasi manganya telah diterbitkan oleh di majalah bulanan Dengeki Maou. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Animenya akan rilis pada musim gugur bulan Oktober. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri Heavy Object juga tersedia dalam beberapa bahasa:&lt;br /&gt;
*[[Heavy Object ~ (Spanish)|Español (Spanish)]]&lt;br /&gt;
*[[HEAVY OBJECT|Inggris (English)]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sinopsis Cerita ==&lt;br /&gt;
Dan pada akhirnya, perang tak bisa dihilangkan. Tapi, ada sebuah perubahan. Bahkan di balik para pembantu kejahatan berhati dingin, ada sebuah perubahan. Senjata pemusnah itu adalah &amp;quot;Object&amp;quot;. Senjata ini merubah semua arti dari perang. Seorang siswa pertukaran bernama Quenser, yang dikirim ke medan perang, bertemu dengan seorang gadis elit dengan aura yang aneh. Gadis itu, yang disebut &amp;quot;Elit&amp;quot;, adalah pilot dari &amp;quot;Object&amp;quot;. Di masa depan. Laki-laki kecil ini harus berdiri menggantikan peran dari gadis itu untuk menjadi pilot dari senjata terhebat di dunia, &amp;quot;Object&amp;quot; untuk gadis itu. Ini adalah alasan dari pertemuan pertama mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan ==&lt;br /&gt;
Ini adalah proyek terjemahan second hand setelah versi English-nya, bagi yang mampu berbahasa Jepang dan ingin meninjau ulang dari bahasa aslinya, bantuan anda sangat kami hargai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Semua bab (yang sudah disunting) harus mengikuti format guideline yang berlaku.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[HEAVY OBJECT (Indonesia):Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap penerjemah diminta untuk mendaftarkan [[No Game No Life (Indonesia):Halaman Pendaftaran|mendaftarkan]] bab mana yang akan mereka kerjakan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pembaruan ==&lt;br /&gt;
*29 Agustus 2015, Volume 1 Bagian 3: selesai &amp;amp; Volume 2 Bagian Prolog dan Bagian 1 (10/10)&lt;br /&gt;
*27 April 2015, Volume 1 Bagian 2: selesai (8/8) &amp;amp; Volume 1 Bagian 3 (4/14)&lt;br /&gt;
*6 Maret 2015, Volume 1 Bagian 2 (5/8) &lt;br /&gt;
*1 Januari 2015, Volume 1 Bagian 1: Selesai (17/17)&lt;br /&gt;
*16 Desember 2014, Volume 1 Bagian 1 - 8: Selesai&lt;br /&gt;
*11 November 2014, Pembuatan laman HEAVY OBJECT; Pencarian Translator; Pembenahan Laman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri HEAVY OBJECT ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[Jilid 1]]  ===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_v01_cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 1|Bagian 1 - Tentara Berpangkat Rendah yang Mengalahkan Gulliver &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran di Salju Alaska yang Membeku]] (Edit Cek)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 2|Bagian 2 - Si Jempol Tom Berlari di Ladang Minyak &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Menutup Jalan Masuk Melewati Gibraltar]](Edit Cek)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 3|Bagian 3 - Perang Antara Semut dan Belalang Sembah &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Melawan Negara Militer Oseania]] (Edit Cek)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Jilid 2: Penerapan Perang - &#039;&#039;Seleksi Perang&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Is0009.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 1|Bagian 1 - Hal yang Biasa Jika Berlumpur di Lokasi Halang Rintang &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Mengontrol Antartica]] (Edit Cek)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 2|Bagian 2 - Si Kaki Tiga yang Mendaki Gunung Demi Hidup dan Mati &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Tembakan Meriam di Gunung Iguazu]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 3|Bagian 3 - Di Pertempuran antar Kavaleri, Serang Kaki-kaki Musuhmu &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Mati-matian di Kota Amazon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Jilid 3: Bayangan Raksasa - &#039;&#039;Bayangan Dunia&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_3_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 1|Bagian 1 - Kuburan Rongsokan Logam adalah Harta Karun untuk Mencari Logam Langka &amp;gt;&amp;gt; Mencegat Sisa Pasukan di Alaska]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 2|Bagian 2 - Tambang Batu Bara yang Menghanmburkan Tumpukan Uang &amp;gt;&amp;gt; Serang Kejutan Secapat Kilat di Semenanjung Kamchatka]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 3|Bagian 3 - Harga Diri itu Tak Ternilai &amp;gt;&amp;gt; Pencegatan Darurat di Pulau Victoria]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Jilid 4: Harta Karun Matematika Elektron - &#039;&#039;Nadi Teoritis&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_4_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 1|Bagian 1 - Seharusnya itu adalah Lautan Biru Alami &amp;gt;&amp;gt; Perang ilegal di Distrik Loyauté]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 2|Bagian 2 - Natal di Pantai Pasir Putih &amp;gt;&amp;gt; Cuti di Garnisun Perang (?) di Distrik Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 3|Bagian 3 - Harta Karun Laut Merah Pekat &amp;gt;&amp;gt; Bertahan di Distrik Solomon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Jilid 5: Festival Kematian - &#039;&#039;Menebus Technopics&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_5_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 1|Bagian 1]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 2|Bagian 2]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 3|Bagian 3]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 4|Bagian 4]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 5|Bagian 5]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Jilid 6: Jalan Menuju Generasi Ketiga - &#039;&#039;Kedatangan Generasi Ketiga&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_6_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 1|Bagian 1 - Perang yang Pecah di Dekat Surga &amp;gt;&amp;gt; Perang Adu Kepintaran di Distrik Cook]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 2|Bagian 2 - Sebuah Tim yang Membawa Tugas yang Jauh Lebih Menyakitkan dari pada Neraka &amp;gt;&amp;gt; Perang Antar Angkutan di Distrik Anthabasca]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 3|Bagian 3 - Konsprisai Sebuah Bank yang Menunjukkan Ketamakan Manusia &amp;gt;&amp;gt; Perang Serangan Meriam di Distrik Amazon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Jilid 7: &#039;&#039;Polisi Hantu&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_7_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 1|Bagian 1 - Pertandingan Adu Tembak di antara Dua Orang Bodoh &amp;gt;&amp;gt; Saling Mengejek di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 2|Bagian 2 - Pekerjaanku adalah Mengantarkan Cat &amp;gt;&amp;gt; Perang Adu Kepintaran di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 3|Bagian 3 - Polisi ada untuk Menghentikan Perang &amp;gt;&amp;gt; Perang Kemerdekaan di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Jilid 8: &#039;&#039;70% Persemakmuran&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_8_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 1|Bagian 1 - Sumber Daya Alam yang Tak Bisa Dibuat Berlimpah &amp;gt;&amp;gt; Mendarat di Negara Kepulauan Ame-no-Darin]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 2|Bagian 2 - Di mana Model Baru itu Hilang? &amp;gt;&amp;gt; Menyapu Ranjau Distrik Barat Pasifik yang Jauh ]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 3|Bagian 3 - Mata Seorang Dewi yang Berkerlip di dalam Kegelapan &amp;gt;&amp;gt; Perang Habis-habisan di Distrik Kaledonia Baru]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Jilidan 9: &#039;&#039;Pengadilan -195℃&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_9_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Bagian 1|Bagian 1 - Penyihir Pemancar Cahaya &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Kota Lost Angels]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Bagian 2|Bagian 2 - Dewa Penjaga Bakat &amp;gt;&amp;gt; Pertarungan Pegunungan Lost Angels]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Bagian 3|Bagian 3 - Keyakinan Obsesif &amp;gt;&amp;gt; Pertarungan Laut Lost Angels]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Pengawas: [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
* Manager Proyek: [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Penerjemah==&lt;br /&gt;
* [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
* [[User:C.I.U|C.I.U]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
Bagi yang lebih paham mengenai EYD dan kosakata bahasa Indonesia yang lebih baik, bisa bergabung dalam proyek ini&lt;br /&gt;
* [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jumlah Seri ==&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト / HEAVY OBJECT (10 OCT 2009, ISBN 978-4-04-868069-1)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 採用戦争 / HEAVY OBJECT Saiyou Sensou (10 JUN 2010, ISBN 978-4-04-868594-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 巨人達の影 / HEAVY OBJECT Kyojin tachi no Kage (10 NOV 2010, ISBN 978-4-04-870051-1)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 電子数学の財宝 / HEAVY OBJECT Denshi Suugaku no Zaihou (10 SEP 2011, ISBN 978-4-04-870549-3)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 死の祭典 / HEAVY OBJECT Shi no Saiten (10 NOV 2011, ISBN 978-4-04-870997-2)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 第三世代への道 / HEAVY OBJECT Daisansedai e no Michi (10 JUN 2012, ISBN 978-4-04-886624-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 亡霊達の警察 / HEAVY OBJECT Bourei tachi no Keisatsu (9 NOV 2013, ISBN 978-4-04-866080-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 七〇%の支配者 / HEAVY OBJECT Nana rei-pasento no Shihai-sha(8 MARCH 2014, ISBN 978-4-04-866379-3)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Heavy_Object_(Indonesia)&amp;diff=459818</id>
		<title>Heavy Object (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Heavy_Object_(Indonesia)&amp;diff=459818"/>
		<updated>2015-08-29T15:08:09Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Status|Active|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy Object v01 cover.jpg|thumb|300px|right|&#039;&#039;The cover art of volume 1&#039;&#039;]]&amp;quot;HEAVY OBJECT&amp;quot; (ヘヴィーオブジェクト) adalah seri sains fiksi (Sci-fi) oleh Kazuma Kamachi (鎌池 和馬) dan diilustrasikan oleh Ryou Nagi (凪良) diterbitkan oleh Dengeki Light Novel Label. Saat ini sudah ada delapan seri yang telah diterbitkan. Adaptasi manganya telah diterbitkan oleh di majalah bulanan Dengeki Maou. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Animenya akan rilis pada musim gugur bulan Oktober. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri Heavy Object juga tersedia dalam beberapa bahasa:&lt;br /&gt;
*[[Heavy Object ~ (Spanish)|Español (Spanish)]]&lt;br /&gt;
*[[HEAVY OBJECT|Inggris (English)]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sinopsis Cerita ==&lt;br /&gt;
Dan pada akhirnya, perang tak bisa dihilangkan. Tapi, ada sebuah perubahan. Bahkan di balik para pembantu kejahatan berhati dingin, ada sebuah perubahan. Senjata pemusnah itu adalah &amp;quot;Object&amp;quot;. Senjata ini merubah semua arti dari perang. Seorang siswa pertukaran bernama Quenser, yang dikirim ke medan perang, bertemu dengan seorang gadis elit dengan aura yang aneh. Gadis itu, yang disebut &amp;quot;Elit&amp;quot;, adalah pilot dari &amp;quot;Object&amp;quot;. Di masa depan. Laki-laki kecil ini harus berdiri menggantikan peran dari gadis itu untuk menjadi pilot dari senjata terhebat di dunia, &amp;quot;Object&amp;quot; untuk gadis itu. Ini adalah alasan dari pertemuan pertama mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan ==&lt;br /&gt;
Ini adalah proyek terjemahan second hand setelah versi English-nya, bagi yang mampu berbahasa Jepang dan ingin meninjau ulang dari bahasa aslinya, bantuan anda sangat kami hargai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Semua bab (yang sudah disunting) harus mengikuti format guideline yang berlaku.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[HEAVY OBJECT (Indonesia):Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap penerjemah diminta untuk mendaftarkan [[No Game No Life (Indonesia):Halaman Pendaftaran|mendaftarkan]] bab mana yang akan mereka kerjakan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pembaruan ==&lt;br /&gt;
*29 Agustus 2015, Volume 1 Bagian 3: selesai &amp;amp; Volume 2 Bagian Prolog dan Bagian 1 (10/10)&lt;br /&gt;
*27 April 2015, Volume 1 Bagian 2: selesai (8/8) &amp;amp; Volume 1 Bagian 3 (4/14)&lt;br /&gt;
*6 Maret 2015, Volume 1 Bagian 2 (5/8) &lt;br /&gt;
*1 Januari 2015, Volume 1 Bagian 1: Selesai (17/17)&lt;br /&gt;
*16 Desember 2014, Volume 1 Bagian 1 - 8: Selesai&lt;br /&gt;
*11 November 2014, Pembuatan laman HEAVY OBJECT; Pencarian Translator; Pembenahan Laman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri HEAVY OBJECT ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[Volume 1]]  ===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_v01_cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 1|Bagian 1 - Tentara Berpangkat Rendah yang Mengalahkan Gulliver &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran di Salju Alaska yang Membeku]] (Edit Cek)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 2|Bagian 2 - Si Jempol Tom Berlari di Ladang Minyak &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Menutup Jalan Masuk Melewati Gibraltar]](Edit Cek)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 3|Bagian 3 - Perang Antara Semut dan Belalang Sembah &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Melawan Negara Militer Oseania]] (Edit Cek)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 2: Penerapan Perang - &#039;&#039;Seleksi Perang&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Is0009.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 1|Bagian 1 - Hal yang Biasa Jika Berlumpur di Lokasi Halang Rintang &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Mengontrol Antartica]] (Edit Cek)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 2|Bagian 2 - Si Kaki Tiga yang Mendaki Gunung Demi Hidup dan Mati &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Tembakan Meriam di Gunung Iguazu]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 3|Bagian 3 - Di Pertempuran antar Kavaleri, Serang Kaki-kaki Musuhmu &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Mati-matian di Kota Amazon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 3: Bayangan Raksasa - &#039;&#039;Bayangan Dunia&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_3_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 1|Bagian 1 - Kuburan Rongsokan Logam adalah Harta Karun untuk Mencari Logam Langka &amp;gt;&amp;gt; Mencegat Sisa Pasukan di Alaska]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 2|Bagian 2 - Tambang Batu Bara yang Menghanmburkan Tumpukan Uang &amp;gt;&amp;gt; Serang Kejutan Secapat Kilat di Semenanjung Kamchatka]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 3|Bagian 3 - Harga Diri itu Tak Ternilai &amp;gt;&amp;gt; Pencegatan Darurat di Pulau Victoria]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 4: Harta Karun Matematika Elektron - &#039;&#039;Nadi Teoritis&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_4_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 1|Bagian 1 - Seharusnya itu adalah Lautan Biru Alami &amp;gt;&amp;gt; Perang ilegal di Distrik Loyauté]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 2|Bagian 2 - Natal di Pantai Pasir Putih &amp;gt;&amp;gt; Cuti di Garnisun Perang (?) di Distrik Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 3|Bagian 3 - Harta Karun Laut Merah Pekat &amp;gt;&amp;gt; Bertahan di Distrik Solomon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 5: Festival Kematian - &#039;&#039;Menebus Technopics&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_5_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 1|Bagian 1]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 2|Bagian 2]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 3|Bagian 3]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 4|Bagian 4]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 5|Bagian 5]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 6: Jalan Menuju Generasi Ketiga - &#039;&#039;Kedatangan Generasi Ketiga&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_6_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 1|Bagian 1 - Perang yang Pecah di Dekat Surga &amp;gt;&amp;gt; Perang Adu Kepintaran di Distrik Cook]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 2|Bagian 2 - Sebuah Tim yang Membawa Tugas yang Jauh Lebih Menyakitkan dari pada Neraka &amp;gt;&amp;gt; Perang Antar Angkutan di Distrik Anthabasca]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 3|Bagian 3 - Konsprisai Sebuah Bank yang Menunjukkan Ketamakan Manusia &amp;gt;&amp;gt; Perang Serangan Meriam di Distrik Amazon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 7: &#039;&#039;Polisi Hantu&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_7_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 1|Bagian 1 - Pertandingan Adu Tembak di antara Dua Orang Bodoh &amp;gt;&amp;gt; Saling Mengejek di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 2|Bagian 2 - Pekerjaanku adalah Mengantarkan Cat &amp;gt;&amp;gt; Perang Adu Kepintaran di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 3|Bagian 3 - Polisi ada untuk Menghentikan Perang &amp;gt;&amp;gt; Perang Kemerdekaan di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 8: &#039;&#039;70% Persemakmuran&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_8_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 1|Bagian 1 - Sumber Daya Alam yang Tak Bisa Dibuat Berlimpah &amp;gt;&amp;gt; Mendarat di Negara Kepulauan Ame-no-Darin]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 2|Bagian 2 - Di mana Model Baru itu Hilang? &amp;gt;&amp;gt; Menyapu Ranjau Distrik Barat Pasifik yang Jauh ]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 3|Bagian 3 - Mata Seorang Dewi yang Berkerlip di dalam Kegelapan &amp;gt;&amp;gt; Perang Habis-habisan di Distrik Kaledonia Baru]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 9: &#039;&#039;Pengadilan -195℃&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_9_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Bagian 1|Bagian 1 - Penyihir Pemancar Cahaya &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Kota Lost Angels]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Bagian 2|Bagian 2 - Dewa Penjaga Bakat &amp;gt;&amp;gt; Pertarungan Pegunungan Lost Angels]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Bagian 3|Bagian 3 - Keyakinan Obsesif &amp;gt;&amp;gt; Pertarungan Laut Lost Angels]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Pengawas: [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
* Manager Proyek: [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Penerjemah==&lt;br /&gt;
* [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
* [[User:C.I.U|C.I.U]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
Bagi yang lebih paham mengenai EYD dan kosakata bahasa Indonesia yang lebih baik, bisa bergabung dalam proyek ini&lt;br /&gt;
* [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jumlah Seri ==&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト / HEAVY OBJECT (10 OCT 2009, ISBN 978-4-04-868069-1)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 採用戦争 / HEAVY OBJECT Saiyou Sensou (10 JUN 2010, ISBN 978-4-04-868594-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 巨人達の影 / HEAVY OBJECT Kyojin tachi no Kage (10 NOV 2010, ISBN 978-4-04-870051-1)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 電子数学の財宝 / HEAVY OBJECT Denshi Suugaku no Zaihou (10 SEP 2011, ISBN 978-4-04-870549-3)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 死の祭典 / HEAVY OBJECT Shi no Saiten (10 NOV 2011, ISBN 978-4-04-870997-2)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 第三世代への道 / HEAVY OBJECT Daisansedai e no Michi (10 JUN 2012, ISBN 978-4-04-886624-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 亡霊達の警察 / HEAVY OBJECT Bourei tachi no Keisatsu (9 NOV 2013, ISBN 978-4-04-866080-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 七〇%の支配者 / HEAVY OBJECT Nana rei-pasento no Shihai-sha(8 MARCH 2014, ISBN 978-4-04-866379-3)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:ZakkariaChristo&amp;diff=459808</id>
		<title>User:ZakkariaChristo</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:ZakkariaChristo&amp;diff=459808"/>
		<updated>2015-08-29T13:37:26Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;welcome to my profile. here you can see which novel I&#039;m working on.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Heavy Object 1-2 &lt;br /&gt;
* No Game No Life 1 (&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Abandoned&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
* Black Bullet 1 (&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Abandoned&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I&#039;m really sorry for my lack of time for translating. Heavy Object was a science fiction light novel and with how kamachi writing, I need more time to use a good phrases and sentence to translate it to indonesia. beside that, kamachi works contain with a lot of pages. approximately, 180 pages min.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I&#039;ll scheduled the second HO to be release in the late september before the anime series start airing.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contact&lt;br /&gt;
&amp;lt;big&amp;gt;&#039;&#039;&#039;[https://www.facebook.com/profile.php?id=100004251303547 facebook]&#039;&#039;&#039;&amp;lt;/big&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Heavy_Object_(Indonesia)&amp;diff=459799</id>
		<title>Heavy Object (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Heavy_Object_(Indonesia)&amp;diff=459799"/>
		<updated>2015-08-29T12:19:52Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Status|Active|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy Object v01 cover.jpg|thumb|300px|right|&#039;&#039;The cover art of volume 1&#039;&#039;]]&amp;quot;HEAVY OBJECT&amp;quot; (ヘヴィーオブジェクト) adalah seri sains fiksi (Sci-fi) oleh Kazuma Kamachi (鎌池 和馬) dan diilustrasikan oleh Ryou Nagi (凪良) diterbitkan oleh Dengeki Light Novel Label. Saat ini sudah ada delapan seri yang telah diterbitkan. Adaptasi manganya telah diterbitkan oleh di majalah bulanan Dengeki Maou. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Animenya akan rilis pada musim gugur bulan Oktober. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri Heavy Object juga tersedia dalam beberapa bahasa:&lt;br /&gt;
*[[Heavy Object ~ (Spanish)|Español (Spanish)]]&lt;br /&gt;
*[[HEAVY OBJECT|Inggris (English)]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sinopsis Cerita ==&lt;br /&gt;
Dan pada akhirnya, perang tak bisa dihilangkan. Tapi, ada sebuah perubahan. Bahkan di balik para pembantu kejahatan berhati dingin, ada sebuah perubahan. Senjata pemusnah itu adalah &amp;quot;Object&amp;quot;. Senjata ini merubah semua arti dari perang. Seorang siswa pertukaran bernama Quenser, yang dikirim ke medan perang, bertemu dengan seorang gadis elit dengan aura yang aneh. Gadis itu, yang disebut &amp;quot;Elit&amp;quot;, adalah pilot dari &amp;quot;Object&amp;quot;. Di masa depan. Laki-laki kecil ini harus berdiri menggantikan peran dari gadis itu untuk menjadi pilot dari senjata terhebat di dunia, &amp;quot;Object&amp;quot; untuk gadis itu. Ini adalah alasan dari pertemuan pertama mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan ==&lt;br /&gt;
Ini adalah proyek terjemahan second hand setelah versi English-nya, bagi yang mampu berbahasa Jepang dan ingin meninjau ulang dari bahasa aslinya, bantuan anda sangat kami hargai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Semua bab (yang sudah disunting) harus mengikuti format guideline yang berlaku.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[HEAVY OBJECT (Indonesia):Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap penerjemah diminta untuk mendaftarkan [[No Game No Life (Indonesia):Halaman Pendaftaran|mendaftarkan]] bab mana yang akan mereka kerjakan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pembaruan ==&lt;br /&gt;
*29 Agustus 2015, Volume 1 Bagian 3: selesai &amp;amp; Volume 2 Bagian Prolog dan Bagian 1 (10/10)&lt;br /&gt;
*27 April 2015, Volume 1 Bagian 2: selesai (8/8) &amp;amp; Volume 1 Bagian 3 (4/14)&lt;br /&gt;
*6 Maret 2015, Volume 1 Bagian 2 (5/8) &lt;br /&gt;
*1 Januari 2015, Volume 1 Bagian 1: Selesai (17/17)&lt;br /&gt;
*16 Desember 2014, Volume 1 Bagian 1 - 8: Selesai&lt;br /&gt;
*11 November 2014, Pembuatan laman HEAVY OBJECT; Pencarian Translator; Pembenahan Laman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri HEAVY OBJECT ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 1  ===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_v01_cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 1|Bagian 1 - Tentara Berpangkat Rendah yang Mengalahkan Gulliver &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran di Salju Alaska yang Membeku]] (Edit Cek)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 2|Bagian 2 - Si Jempol Tom Berlari di Ladang Minyak &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Menutup Jalan Masuk Melewati Gibraltar]](Edit Cek)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 3|Bagian 3 - Perang Antara Semut dan Belalang Sembah &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Melawan Negara Militer Oseania]] (Edit Cek)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 2: Penerapan Perang - &#039;&#039;Seleksi Perang&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Is0009.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 1|Bagian 1 - Hal yang Biasa Jika Berlumpur di Lokasi Halang Rintang &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Mengontrol Antartica]] (Edit Cek)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 2|Bagian 2 - Si Kaki Tiga yang Mendaki Gunung Demi Hidup dan Mati &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Tembakan Meriam di Gunung Iguazu]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 3|Bagian 3 - Di Pertempuran antar Kavaleri, Serang Kaki-kaki Musuhmu &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Mati-matian di Kota Amazon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 3: Bayangan Raksasa - &#039;&#039;Bayangan Dunia&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_3_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 1|Bagian 1 - Kuburan Rongsokan Logam adalah Harta Karun untuk Mencari Logam Langka &amp;gt;&amp;gt; Mencegat Sisa Pasukan di Alaska]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 2|Bagian 2 - Tambang Batu Bara yang Menghanmburkan Tumpukan Uang &amp;gt;&amp;gt; Serang Kejutan Secapat Kilat di Semenanjung Kamchatka]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 3|Bagian 3 - Harga Diri itu Tak Ternilai &amp;gt;&amp;gt; Pencegatan Darurat di Pulau Victoria]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 4: Harta Karun Matematika Elektron - &#039;&#039;Nadi Teoritis&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_4_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 1|Bagian 1 - Seharusnya itu adalah Lautan Biru Alami &amp;gt;&amp;gt; Perang ilegal di Distrik Loyauté]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 2|Bagian 2 - Natal di Pantai Pasir Putih &amp;gt;&amp;gt; Cuti di Garnisun Perang (?) di Distrik Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 3|Bagian 3 - Harta Karun Laut Merah Pekat &amp;gt;&amp;gt; Bertahan di Distrik Solomon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 5: Festival Kematian - &#039;&#039;Menebus Technopics&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_5_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 1|Bagian 1]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 2|Bagian 2]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 3|Bagian 3]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 4|Bagian 4]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 5|Bagian 5]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 6: Jalan Menuju Generasi Ketiga - &#039;&#039;Kedatangan Generasi Ketiga&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_6_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 1|Bagian 1 - Perang yang Pecah di Dekat Surga &amp;gt;&amp;gt; Perang Adu Kepintaran di Distrik Cook]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 2|Bagian 2 - Sebuah Tim yang Membawa Tugas yang Jauh Lebih Menyakitkan dari pada Neraka &amp;gt;&amp;gt; Perang Antar Angkutan di Distrik Anthabasca]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 3|Bagian 3 - Konsprisai Sebuah Bank yang Menunjukkan Ketamakan Manusia &amp;gt;&amp;gt; Perang Serangan Meriam di Distrik Amazon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 7: &#039;&#039;Polisi Hantu&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_7_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 1|Bagian 1 - Pertandingan Adu Tembak di antara Dua Orang Bodoh &amp;gt;&amp;gt; Saling Mengejek di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 2|Bagian 2 - Pekerjaanku adalah Mengantarkan Cat &amp;gt;&amp;gt; Perang Adu Kepintaran di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 3|Bagian 3 - Polisi ada untuk Menghentikan Perang &amp;gt;&amp;gt; Perang Kemerdekaan di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 8: &#039;&#039;70% Persemakmuran&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_8_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 1|Bagian 1 - Sumber Daya Alam yang Tak Bisa Dibuat Berlimpah &amp;gt;&amp;gt; Mendarat di Negara Kepulauan Ame-no-Darin]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 2|Bagian 2 - Di mana Model Baru itu Hilang? &amp;gt;&amp;gt; Menyapu Ranjau Distrik Barat Pasifik yang Jauh ]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 3|Bagian 3 - Mata Seorang Dewi yang Berkerlip di dalam Kegelapan &amp;gt;&amp;gt; Perang Habis-habisan di Distrik Kaledonia Baru]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 9: &#039;&#039;Pengadilan -195℃&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_9_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Bagian 1|Bagian 1 - Penyihir Pemancar Cahaya &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Kota Lost Angels]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Bagian 2|Bagian 2 - Dewa Penjaga Bakat &amp;gt;&amp;gt; Pertarungan Pegunungan Lost Angels]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Bagian 3|Bagian 3 - Keyakinan Obsesif &amp;gt;&amp;gt; Pertarungan Laut Lost Angels]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Pengawas: [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
* Manager Proyek: [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Penerjemah==&lt;br /&gt;
* [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
* [[User:C.I.U|C.I.U]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
Bagi yang lebih paham mengenai EYD dan kosakata bahasa Indonesia yang lebih baik, bisa bergabung dalam proyek ini&lt;br /&gt;
* [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jumlah Seri ==&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト / HEAVY OBJECT (10 OCT 2009, ISBN 978-4-04-868069-1)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 採用戦争 / HEAVY OBJECT Saiyou Sensou (10 JUN 2010, ISBN 978-4-04-868594-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 巨人達の影 / HEAVY OBJECT Kyojin tachi no Kage (10 NOV 2010, ISBN 978-4-04-870051-1)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 電子数学の財宝 / HEAVY OBJECT Denshi Suugaku no Zaihou (10 SEP 2011, ISBN 978-4-04-870549-3)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 死の祭典 / HEAVY OBJECT Shi no Saiten (10 NOV 2011, ISBN 978-4-04-870997-2)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 第三世代への道 / HEAVY OBJECT Daisansedai e no Michi (10 JUN 2012, ISBN 978-4-04-886624-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 亡霊達の警察 / HEAVY OBJECT Bourei tachi no Keisatsu (9 NOV 2013, ISBN 978-4-04-866080-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 七〇%の支配者 / HEAVY OBJECT Nana rei-pasento no Shihai-sha(8 MARCH 2014, ISBN 978-4-04-866379-3)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Heavy_Object_(Indonesia)&amp;diff=459798</id>
		<title>Heavy Object (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Heavy_Object_(Indonesia)&amp;diff=459798"/>
		<updated>2015-08-29T12:18:50Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Status|Active|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy Object v01 cover.jpg|thumb|300px|right|&#039;&#039;The cover art of volume 1&#039;&#039;]]&amp;quot;HEAVY OBJECT&amp;quot; (ヘヴィーオブジェクト) adalah seri sains fiksi (Sci-fi) oleh Kazuma Kamachi (鎌池 和馬) dan diilustrasikan oleh Ryou Nagi (凪良) diterbitkan oleh Dengeki Light Novel Label. Saat ini sudah ada delapan seri yang telah diterbitkan. Adaptasi manganya telah diterbitkan oleh di majalah bulanan Dengeki Maou. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Animenya akan rilis pada musim gugur bulan Oktober. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri Heavy Object juga tersedia dalam beberapa bahasa:&lt;br /&gt;
*[[Heavy Object ~ (Spanish)|Español (Spanish)]]&lt;br /&gt;
*[[HEAVY OBJECT|Inggris (English)]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sinopsis Cerita ==&lt;br /&gt;
Dan pada akhirnya, perang tak bisa dihilangkan. Tapi, ada sebuah perubahan. Bahkan di balik para pembantu kejahatan berhati dingin, ada sebuah perubahan. Senjata pemusnah itu adalah &amp;quot;Object&amp;quot;. Senjata ini merubah semua arti dari perang. Seorang siswa pertukaran bernama Quenser, yang dikirim ke medan perang, bertemu dengan seorang gadis elit dengan aura yang aneh. Gadis itu, yang disebut &amp;quot;Elit&amp;quot;, adalah pilot dari &amp;quot;Object&amp;quot;. Di masa depan. Laki-laki kecil ini harus berdiri menggantikan peran dari gadis itu untuk menjadi pilot dari senjata terhebat di dunia, &amp;quot;Object&amp;quot; untuk gadis itu. Ini adalah alasan dari pertemuan pertama mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan ==&lt;br /&gt;
Ini adalah proyek terjemahan second hand setelah versi English-nya, bagi yang mampu berbahasa Jepang dan ingin meninjau ulang dari bahasa aslinya, bantuan anda sangat kami hargai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Semua bab (yang sudah disunting) harus mengikuti format guideline yang berlaku.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[HEAVY OBJECT (Indonesia):Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap penerjemah diminta untuk mendaftarkan [[No Game No Life (Indonesia):Halaman Pendaftaran|mendaftarkan]] bab mana yang akan mereka kerjakan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pembaruan ==&lt;br /&gt;
*29 Agustus 2015, Volume 1 Bagian 3: selesai &amp;amp; Volume 2 Bagian Prolog dan Bagian 1 (6/10)&lt;br /&gt;
*27 April 2015, Volume 1 Bagian 2: selesai (8/8) &amp;amp; Volume 1 Bagian 3 (4/14)&lt;br /&gt;
*6 Maret 2015, Volume 1 Bagian 2 (5/8) &lt;br /&gt;
*1 Januari 2015, Volume 1 Bagian 1: Selesai (17/17)&lt;br /&gt;
*16 Desember 2014, Volume 1 Bagian 1 - 8: Selesai&lt;br /&gt;
*11 November 2014, Pembuatan laman HEAVY OBJECT; Pencarian Translator; Pembenahan Laman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri HEAVY OBJECT ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 1  ===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_v01_cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 1|Bagian 1 - Tentara Berpangkat Rendah yang Mengalahkan Gulliver &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran di Salju Alaska yang Membeku]] (Edit Cek)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 2|Bagian 2 - Si Jempol Tom Berlari di Ladang Minyak &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Menutup Jalan Masuk Melewati Gibraltar]](Edit Cek)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 3|Bagian 3 - Perang Antara Semut dan Belalang Sembah &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Melawan Negara Militer Oseania]] (4/14)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 2: Penerapan Perang - &#039;&#039;Seleksi Perang&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Is0009.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 1|Bagian 1 - Hal yang Biasa Jika Berlumpur di Lokasi Halang Rintang &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Mengontrol Antartica]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 2|Bagian 2 - Si Kaki Tiga yang Mendaki Gunung Demi Hidup dan Mati &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Tembakan Meriam di Gunung Iguazu]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 3|Bagian 3 - Di Pertempuran antar Kavaleri, Serang Kaki-kaki Musuhmu &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Mati-matian di Kota Amazon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 3: Bayangan Raksasa - &#039;&#039;Bayangan Dunia&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_3_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 1|Bagian 1 - Kuburan Rongsokan Logam adalah Harta Karun untuk Mencari Logam Langka &amp;gt;&amp;gt; Mencegat Sisa Pasukan di Alaska]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 2|Bagian 2 - Tambang Batu Bara yang Menghanmburkan Tumpukan Uang &amp;gt;&amp;gt; Serang Kejutan Secapat Kilat di Semenanjung Kamchatka]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 3|Bagian 3 - Harga Diri itu Tak Ternilai &amp;gt;&amp;gt; Pencegatan Darurat di Pulau Victoria]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 4: Harta Karun Matematika Elektron - &#039;&#039;Nadi Teoritis&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_4_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 1|Bagian 1 - Seharusnya itu adalah Lautan Biru Alami &amp;gt;&amp;gt; Perang ilegal di Distrik Loyauté]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 2|Bagian 2 - Natal di Pantai Pasir Putih &amp;gt;&amp;gt; Cuti di Garnisun Perang (?) di Distrik Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 3|Bagian 3 - Harta Karun Laut Merah Pekat &amp;gt;&amp;gt; Bertahan di Distrik Solomon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 5: Festival Kematian - &#039;&#039;Menebus Technopics&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_5_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 1|Bagian 1]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 2|Bagian 2]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 3|Bagian 3]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 4|Bagian 4]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 5|Bagian 5]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 6: Jalan Menuju Generasi Ketiga - &#039;&#039;Kedatangan Generasi Ketiga&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_6_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 1|Bagian 1 - Perang yang Pecah di Dekat Surga &amp;gt;&amp;gt; Perang Adu Kepintaran di Distrik Cook]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 2|Bagian 2 - Sebuah Tim yang Membawa Tugas yang Jauh Lebih Menyakitkan dari pada Neraka &amp;gt;&amp;gt; Perang Antar Angkutan di Distrik Anthabasca]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 3|Bagian 3 - Konsprisai Sebuah Bank yang Menunjukkan Ketamakan Manusia &amp;gt;&amp;gt; Perang Serangan Meriam di Distrik Amazon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 7: &#039;&#039;Polisi Hantu&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_7_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 1|Bagian 1 - Pertandingan Adu Tembak di antara Dua Orang Bodoh &amp;gt;&amp;gt; Saling Mengejek di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 2|Bagian 2 - Pekerjaanku adalah Mengantarkan Cat &amp;gt;&amp;gt; Perang Adu Kepintaran di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 3|Bagian 3 - Polisi ada untuk Menghentikan Perang &amp;gt;&amp;gt; Perang Kemerdekaan di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 8: &#039;&#039;70% Persemakmuran&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_8_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 1|Bagian 1 - Sumber Daya Alam yang Tak Bisa Dibuat Berlimpah &amp;gt;&amp;gt; Mendarat di Negara Kepulauan Ame-no-Darin]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 2|Bagian 2 - Di mana Model Baru itu Hilang? &amp;gt;&amp;gt; Menyapu Ranjau Distrik Barat Pasifik yang Jauh ]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 3|Bagian 3 - Mata Seorang Dewi yang Berkerlip di dalam Kegelapan &amp;gt;&amp;gt; Perang Habis-habisan di Distrik Kaledonia Baru]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 9: &#039;&#039;Pengadilan -195℃&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_9_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Bagian 1|Bagian 1 - Penyihir Pemancar Cahaya &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Kota Lost Angels]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Bagian 2|Bagian 2 - Dewa Penjaga Bakat &amp;gt;&amp;gt; Pertarungan Pegunungan Lost Angels]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Bagian 3|Bagian 3 - Keyakinan Obsesif &amp;gt;&amp;gt; Pertarungan Laut Lost Angels]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Pengawas: [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
* Manager Proyek: [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Penerjemah==&lt;br /&gt;
* [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
* [[User:C.I.U|C.I.U]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
Bagi yang lebih paham mengenai EYD dan kosakata bahasa Indonesia yang lebih baik, bisa bergabung dalam proyek ini&lt;br /&gt;
* [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jumlah Seri ==&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト / HEAVY OBJECT (10 OCT 2009, ISBN 978-4-04-868069-1)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 採用戦争 / HEAVY OBJECT Saiyou Sensou (10 JUN 2010, ISBN 978-4-04-868594-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 巨人達の影 / HEAVY OBJECT Kyojin tachi no Kage (10 NOV 2010, ISBN 978-4-04-870051-1)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 電子数学の財宝 / HEAVY OBJECT Denshi Suugaku no Zaihou (10 SEP 2011, ISBN 978-4-04-870549-3)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 死の祭典 / HEAVY OBJECT Shi no Saiten (10 NOV 2011, ISBN 978-4-04-870997-2)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 第三世代への道 / HEAVY OBJECT Daisansedai e no Michi (10 JUN 2012, ISBN 978-4-04-886624-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 亡霊達の警察 / HEAVY OBJECT Bourei tachi no Keisatsu (9 NOV 2013, ISBN 978-4-04-866080-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 七〇%の支配者 / HEAVY OBJECT Nana rei-pasento no Shihai-sha(8 MARCH 2014, ISBN 978-4-04-866379-3)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:ZakkariaChristo&amp;diff=459797</id>
		<title>User:ZakkariaChristo</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:ZakkariaChristo&amp;diff=459797"/>
		<updated>2015-08-29T12:17:31Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;welcome to my profile. here you can see which novel I&#039;m working on.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Heavy Object 1-2 &lt;br /&gt;
* No Game No Life 1 (&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Abandoned&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
* Black Bullet 1 (&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Abandoned&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contact&lt;br /&gt;
&amp;lt;big&amp;gt;&#039;&#039;&#039;[https://www.facebook.com/profile.php?id=100004251303547 facebook]&#039;&#039;&#039;&amp;lt;/big&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Heavy_Object_(Indonesia)&amp;diff=459796</id>
		<title>Heavy Object (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Heavy_Object_(Indonesia)&amp;diff=459796"/>
		<updated>2015-08-29T12:11:49Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Status|Active|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy Object v01 cover.jpg|thumb|300px|right|&#039;&#039;The cover art of volume 1&#039;&#039;]]&amp;quot;HEAVY OBJECT&amp;quot; (ヘヴィーオブジェクト) adalah seri sains fiksi (Sci-fi) oleh Kazuma Kamachi (鎌池 和馬) dan diilustrasikan oleh Ryou Nagi (凪良) diterbitkan oleh Dengeki Light Novel Label. Saat ini sudah ada delapan seri yang telah diterbitkan. Adaptasi manganya telah diterbitkan oleh di majalah bulanan Dengeki Maou. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Animenya akan rilis pada musim gugur bulan Oktober. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri Heavy Object juga tersedia dalam beberapa bahasa:&lt;br /&gt;
*[[Heavy Object ~ (Spanish)|Español (Spanish)]]&lt;br /&gt;
*[[HEAVY OBJECT|Inggris (English)]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sinopsis Cerita ==&lt;br /&gt;
Dan pada akhirnya, perang tak bisa dihilangkan. Tapi, ada sebuah perubahan. Bahkan di balik para pembantu kejahatan berhati dingin, ada sebuah perubahan. Senjata pemusnah itu adalah &amp;quot;Object&amp;quot;. Senjata ini merubah semua arti dari perang. Seorang siswa pertukaran bernama Quenser, yang dikirim ke medan perang, bertemu dengan seorang gadis elit dengan aura yang aneh. Gadis itu, yang disebut &amp;quot;Elit&amp;quot;, adalah pilot dari &amp;quot;Object&amp;quot;. Di masa depan. Laki-laki kecil ini harus berdiri menggantikan peran dari gadis itu untuk menjadi pilot dari senjata terhebat di dunia, &amp;quot;Object&amp;quot; untuk gadis itu. Ini adalah alasan dari pertemuan pertama mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan ==&lt;br /&gt;
Ini adalah proyek terjemahan second hand setelah versi English-nya, bagi yang mampu berbahasa Jepang dan ingin meninjau ulang dari bahasa aslinya, bantuan anda sangat kami hargai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Semua bab (yang sudah disunting) harus mengikuti format guideline yang berlaku.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[HEAVY OBJECT (Indonesia):Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap penerjemah diminta untuk mendaftarkan [[No Game No Life (Indonesia):Halaman Pendaftaran|mendaftarkan]] bab mana yang akan mereka kerjakan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pembaruan ==&lt;br /&gt;
*29 Agustus 2015, Volume 1 Bagian 3: selesai &amp;amp; Volume 2 Bagian Prolog dan Bagian 1 selesai (10/10)&lt;br /&gt;
*27 April 2015, Volume 1 Bagian 2: selesai (8/8) &amp;amp; Volume 1 Bagian 3 (4/14)&lt;br /&gt;
*6 Maret 2015, Volume 1 Bagian 2 (5/8) &lt;br /&gt;
*1 Januari 2015, Volume 1 Bagian 1: Selesai (17/17)&lt;br /&gt;
*16 Desember 2014, Volume 1 Bagian 1 - 8: Selesai&lt;br /&gt;
*11 November 2014, Pembuatan laman HEAVY OBJECT; Pencarian Translator; Pembenahan Laman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri HEAVY OBJECT ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 1  ===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_v01_cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 1|Bagian 1 - Tentara Berpangkat Rendah yang Mengalahkan Gulliver &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran di Salju Alaska yang Membeku]] (Edit Cek)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 2|Bagian 2 - Si Jempol Tom Berlari di Ladang Minyak &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Menutup Jalan Masuk Melewati Gibraltar]](Edit Cek)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 3|Bagian 3 - Perang Antara Semut dan Belalang Sembah &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Melawan Negara Militer Oseania]] (4/14)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 2: Penerapan Perang - &#039;&#039;Seleksi Perang&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Is0009.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 1|Bagian 1 - Hal yang Biasa Jika Berlumpur di Lokasi Halang Rintang &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Mengontrol Antartica]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 2|Bagian 2 - Si Kaki Tiga yang Mendaki Gunung Demi Hidup dan Mati &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Tembakan Meriam di Gunung Iguazu]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 3|Bagian 3 - Di Pertempuran antar Kavaleri, Serang Kaki-kaki Musuhmu &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Mati-matian di Kota Amazon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 3: Bayangan Raksasa - &#039;&#039;Bayangan Dunia&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_3_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 1|Bagian 1 - Kuburan Rongsokan Logam adalah Harta Karun untuk Mencari Logam Langka &amp;gt;&amp;gt; Mencegat Sisa Pasukan di Alaska]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 2|Bagian 2 - Tambang Batu Bara yang Menghanmburkan Tumpukan Uang &amp;gt;&amp;gt; Serang Kejutan Secapat Kilat di Semenanjung Kamchatka]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 3|Bagian 3 - Harga Diri itu Tak Ternilai &amp;gt;&amp;gt; Pencegatan Darurat di Pulau Victoria]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 4: Harta Karun Matematika Elektron - &#039;&#039;Nadi Teoritis&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_4_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 1|Bagian 1 - Seharusnya itu adalah Lautan Biru Alami &amp;gt;&amp;gt; Perang ilegal di Distrik Loyauté]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 2|Bagian 2 - Natal di Pantai Pasir Putih &amp;gt;&amp;gt; Cuti di Garnisun Perang (?) di Distrik Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 3|Bagian 3 - Harta Karun Laut Merah Pekat &amp;gt;&amp;gt; Bertahan di Distrik Solomon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 5: Festival Kematian - &#039;&#039;Menebus Technopics&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_5_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 1|Bagian 1]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 2|Bagian 2]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 3|Bagian 3]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 4|Bagian 4]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 5|Bagian 5]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 6: Jalan Menuju Generasi Ketiga - &#039;&#039;Kedatangan Generasi Ketiga&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_6_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 1|Bagian 1 - Perang yang Pecah di Dekat Surga &amp;gt;&amp;gt; Perang Adu Kepintaran di Distrik Cook]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 2|Bagian 2 - Sebuah Tim yang Membawa Tugas yang Jauh Lebih Menyakitkan dari pada Neraka &amp;gt;&amp;gt; Perang Antar Angkutan di Distrik Anthabasca]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 3|Bagian 3 - Konsprisai Sebuah Bank yang Menunjukkan Ketamakan Manusia &amp;gt;&amp;gt; Perang Serangan Meriam di Distrik Amazon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 7: &#039;&#039;Polisi Hantu&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_7_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 1|Bagian 1 - Pertandingan Adu Tembak di antara Dua Orang Bodoh &amp;gt;&amp;gt; Saling Mengejek di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 2|Bagian 2 - Pekerjaanku adalah Mengantarkan Cat &amp;gt;&amp;gt; Perang Adu Kepintaran di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 3|Bagian 3 - Polisi ada untuk Menghentikan Perang &amp;gt;&amp;gt; Perang Kemerdekaan di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 8: &#039;&#039;70% Persemakmuran&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_8_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 1|Bagian 1 - Sumber Daya Alam yang Tak Bisa Dibuat Berlimpah &amp;gt;&amp;gt; Mendarat di Negara Kepulauan Ame-no-Darin]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 2|Bagian 2 - Di mana Model Baru itu Hilang? &amp;gt;&amp;gt; Menyapu Ranjau Distrik Barat Pasifik yang Jauh ]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 3|Bagian 3 - Mata Seorang Dewi yang Berkerlip di dalam Kegelapan &amp;gt;&amp;gt; Perang Habis-habisan di Distrik Kaledonia Baru]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 9: &#039;&#039;Pengadilan -195℃&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_9_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Bagian 1|Bagian 1 - Penyihir Pemancar Cahaya &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Kota Lost Angels]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Bagian 2|Bagian 2 - Dewa Penjaga Bakat &amp;gt;&amp;gt; Pertarungan Pegunungan Lost Angels]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Bagian 3|Bagian 3 - Keyakinan Obsesif &amp;gt;&amp;gt; Pertarungan Laut Lost Angels]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Pengawas: [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
* Manager Proyek: [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Penerjemah==&lt;br /&gt;
* [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
* [[User:C.I.U|C.I.U]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
Bagi yang lebih paham mengenai EYD dan kosakata bahasa Indonesia yang lebih baik, bisa bergabung dalam proyek ini&lt;br /&gt;
* [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jumlah Seri ==&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト / HEAVY OBJECT (10 OCT 2009, ISBN 978-4-04-868069-1)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 採用戦争 / HEAVY OBJECT Saiyou Sensou (10 JUN 2010, ISBN 978-4-04-868594-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 巨人達の影 / HEAVY OBJECT Kyojin tachi no Kage (10 NOV 2010, ISBN 978-4-04-870051-1)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 電子数学の財宝 / HEAVY OBJECT Denshi Suugaku no Zaihou (10 SEP 2011, ISBN 978-4-04-870549-3)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 死の祭典 / HEAVY OBJECT Shi no Saiten (10 NOV 2011, ISBN 978-4-04-870997-2)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 第三世代への道 / HEAVY OBJECT Daisansedai e no Michi (10 JUN 2012, ISBN 978-4-04-886624-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 亡霊達の警察 / HEAVY OBJECT Bourei tachi no Keisatsu (9 NOV 2013, ISBN 978-4-04-866080-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 七〇%の支配者 / HEAVY OBJECT Nana rei-pasento no Shihai-sha(8 MARCH 2014, ISBN 978-4-04-866379-3)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_2_Bagian_1&amp;diff=459795</id>
		<title>HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 1</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_2_Bagian_1&amp;diff=459795"/>
		<updated>2015-08-29T12:10:49Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Chapter 1: Hal yang Biasa Jika Berlumpur di Medan Perang &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran untuk Merebut Kontrol di Antarika ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku memiliki misi yang sangat penting bagi kalian berdua!!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia, seorang anak laki-laki tubuh berotot dengan rambut kecoklatan, berpikir kembali tentang apa yang diperintahkan oleh atasannya &lt;br /&gt;
saat dia dengan hati-hati menggerakkan jarinya dengan mata yang sama dimiliki oleh ikan mati. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berada di sebuah ruangan sempit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam ruangan itu terdapat sebuah perangkat logam yang diletakkan di atas sebuah menja. Quenser, seorang anak laki-laki dengan rambut &lt;br /&gt;
pirang yang panjangnya tidak mencapai bahunya, duduk di seberang meja itu dan memiliki tugas yang sama dengan Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dibilang sebuah kursi, mereka sebenarnya duduk di sebuah kotak penyimpanan yang digunakan untuk menyimpan cadangan railgun yang &lt;br /&gt;
lebih kecil yang digunakan oleh Object. Heivia tidak tahu berapa besar peluru yang digunakan oleh railgun itu, tapi ukuran dari &lt;br /&gt;
tiap-tiap kotak ini sama dengan panjang sofa untuk tiga orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mejanya juga bukan sebuah meja, itu adalah sebuah kotak kayu. Kotaknya sendiri kosong, tapi kotak itu diletakkan di antara peluru &lt;br /&gt;
railgun untuk membuat ruangan ini layaknya ruangan kerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka sedang memasukkan amunisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa senapan kosong harus mereka isi dengan magasin, dan mereka menggunakan jari mereka untuk memasukkan peluru itu satu persatu ke &lt;br /&gt;
dalam magasinnya. Sementara sebuah suara yang terdengar aneh terdengar dari jari-jari Heivia yang sedang memasukkan peluru ke dalam &lt;br /&gt;
magasin, tangan Quenser bekerja dengan jari-jarinya yang sangat lentik seperti seorang perempuan untuk menyelesaikan pekerjaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka sudah memulainya 15 menit yang lalu, tapi Heivia sudah tidak kuat dengan pekerjaan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menendang kotak railgun yang ia duduki dengan tumitnya dan berkata, “Hei, aku tidak bisa lanjut lagi. Ini bukan perang!! Dengan &lt;br /&gt;
Object yang masih bisa bergerak setelah ledakan nuklir, memasukkan peluru kecil ini ke dalam senapan sama sekali tidak berarti jika kita &lt;br /&gt;
gunakan untuk melawan Object!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heivia, ulangi lagi yang kau kerjakan itu. Kau terlalu banyak menggunakan dorongan dan membengkokkan pernya menjadi huruf S. Aku tahu &lt;br /&gt;
dari suaranya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kau malah terlihat senang!? Pekerjaan membosankan ini sudah hampir membuatku jadi gila!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Bukankah pekerjaan sederhana seperti ini yang memacu jantungmu? Aku rasa berlarian di wilayah rimba dengan membawa senapan yang &lt;br /&gt;
berat jauh lebih merepotkan dari pada pekerjaan ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, Aku tidak tahu kalau desainer Object sepertimu itu sudah gila. Dan memangnya apa tujuan kita melakukan ini? Memangnya tidak bisa &lt;br /&gt;
perusahaan senjata yang melakukan tugas ini saat mereka mengirim senjata dan mengirimnya kemari?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya menyimpan pelurunya terlalu lama akan membengkokkan pernya dan menambah risiko malfungsi? Itulah kenapa kita hanya boleh &lt;br /&gt;
memasukkan peluru saat kita membutuhkannya dan melepaskannya lagi saat kita tidak membutuhkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah? Bukannya sama saja dengan tinta printer? Aku berani bertaruh kalau kau akan terus menyimpannya tanpa ada masalah, tapi mereka &lt;br /&gt;
memberi tahu kita tentang malfungsi ini agar kita terus membeli dari mereka selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heivia, per magasinnya rusak. Kau harus mengeluarkannya dan melakukannya lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gaahhh!!” dia berteriak dengan rasa sangat terganggu, tapi Quenser menghiraukannya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia bukan tipe orang yang akan mundur saat dia tidak mendapakan reaksi, jadi dia menunjuk sebua papan kartu di sebelah kotak kayu &lt;br /&gt;
yang mereka gunakan sebagai meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana kita bisa menyelesaikan semua ini sendirian!? Dan bukannya semua pekerjaan ini dikerjakan oleh sebuah mesin!? Kalau mereka &lt;br /&gt;
memiliki mesin untuk mengerjakan ini, kita tinggal menyiapkan magasinnnya dan menekan tombolnya. Lalu mesinnya tinggal memasukkan peluru &lt;br /&gt;
ke dalamnya seperti mesin es krim!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya mereka semua sedang menghemat pengeluaran mereka? Semua hal yang berhubungan dengan perang hanya dipusatkan pada Object. &lt;br /&gt;
Pasukan seperti kita tidak terjun langsung di medan perang. Kapan kita menggunakan senapan berpeluru untuk berperang? Bagi mereka, lebih &lt;br /&gt;
baik menggunakan tentara yang mengganggur yang mereka miliki untuk menyelesaikan tugas yang bisa dikerjakan oleh mesin mahal mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau memang selalu memiliki cara untuk menghancurkan motivasi orang lain, kau tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa lelah dengan semua ini, Heivia melempar magasin senapan di kotak kayu yang mereka gunakan sebagai meja. Dia meregangkan &lt;br /&gt;
punggungnya dengan menariknya ke belakang agar ia bisa rileks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melihat sebuah lemari kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia meliriknya barang-barang yang ada di situ, lalu kemudian...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei Quenser, lihat apa yang baru saja kutemukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada video porno yang terselip di video pelatihan di sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memberikan sebuah tugas yang sangat membosankan bagi dua orang tentara di bawah komandonya dengan senyuman, Froleytia berjalan &lt;br /&gt;
kembali ke dalam ruangan khusus yang disiapkan bagi para pejabat militer di dalam markas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, markas ini diciptakan dari konvoi kendaraan raksasa yang terdiri dari 100 kendaraan besar, jadi bahkan ruangannya itu terlihat &lt;br /&gt;
seperti blok kontainter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia sama-sama berusia 17 tahun dan Froleytia berumur 18 tahun. Perbedaan umur di dalam unit terus semakin berkurang, tapi &lt;br /&gt;
masalah itu hanyalah masalah waktu. Gadis berambut pirang seperti dirinya memang jarang, tapi tidak ada yang merasa aneh ketika ia &lt;br /&gt;
memimpin sebuah grup besar yang terdiri dari 800 orang. Itulah bagaimana masalah ini diselesaikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, Froleytia menggunakan tablet yang terhubung dengan komputernya untuk mengecek rute serangan pasukannya berikutnya untuk misi &lt;br /&gt;
selanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia melakukan itu, dia melirik ke arah monitor lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sebuah mikrofon dan kamera video yang menempel di komputernya, ia terlihat seperti sedang menggunakan perangkat video chatting. &lt;br /&gt;
Di salah satu sisinya adalah seseorang yang berasal sangat jauh di negeri aman yang sangat aman dari medan pertempuran. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bisa saja membuka dua jendela di laptopnya dari pada harus menyiapkan dua komputer yang berbeda, tapi Froleytia memiliki alasan &lt;br /&gt;
untuk tidak melakukan hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tamu yang ia maksudkan adalah seseorang yang akan berkata tidak sopan jika wajahnya tertutupi oleh jendela status yang lain di depan &lt;br /&gt;
mukanya. Dia hanya memiliki pangkat tiga bintang, tapi dia bertingkah layaknya jenderal bintang lima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu ya, Jadi apa yang sedang dilakukan oleh Heivia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, baik-baik saja. Lagipula dia adalah satu-satunya di sini yang berasal dari keluarga Winchell. Dia tidak akan dikirim ke dalam &lt;br /&gt;
lubang buaya di garis depan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia berusaha agar perbincangan ini terus berlanjut, tapi sebenarnya adalah Heivia ia suruh untuk mengisi peluru-peluru kecil ke &lt;br /&gt;
dalam magasin kosong untuk menghancurkan Object setinggi 50 meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Yah, aku rasa aku tidak cukup beruntung hari ini...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tamunya sendiri tidak sadar tentang hal itu. Dia adalah seorang gadis dengan rambut pirang yang berumur 15 tahun yang mengenakan sebuah &lt;br /&gt;
gaun yang tidak cocok untuk zaman ini. Namun, korset yang ia kenakan adalah sebuah korset yang telah dimodifikasi sehingga ia bisa &lt;br /&gt;
menggunakannya sendiri tanpa harus menggunakan bantuan orang lain. Walau dia seorang putri bangsawan, sepertinya dia tidak terlalu suka &lt;br /&gt;
jika harus menggunakan para pelayannya untuk banyak hal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menggaruk pipinya dengan jari telunjuknya dan berkata, “Tidak apa-apa. Untukku, dia tidak akan berguna jika dia mati sebelum acara &lt;br /&gt;
akbarnya bisa digelar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Permisi, tapi aku pikir pertunangan ini sangat ditentang oleh kedua keluarga Winchell dan Vanderbilt.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semakin besar halangannya, semakin besar api yang terbakar di dalam hatiku. Seharusnya kau mencoba untuk jatuh cinta sekali-kali, nyonya tentara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa berpikir, Frolyetia merasa begitu kesal ketika putri bangsawan itu membahas hal itu. Dia menganggukkan rambut peraknya dan mencoba &lt;br /&gt;
mengganti pembicaraan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi itu ide yang bagus kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ide bagus apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Membuat Heivia diperlakukan sebagai prajurit satu. Sebagai seorang dari keluarga Winchell, bukankah paling tidak ia diberikan pangkat &lt;br /&gt;
letnan dua? Mungkin terdengar kasa, tapi kalau Heivia sampai diberikan pangkat prajurit satu terdengar agak...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, aku rasa ada beberapa alasan kenapa dia diberi pangkat prajurit satu. Aku juga tidak tahu. Aku juga tidak peduli dan tidak memiliki pengetahuan soal pangkat kemiliteran, jadi bukan tempatku untuk mengomentarinya. Dan kalau kau membahas hal itu, kamu adalah putri dari keluarga bangsawan tapi kau pergi ke medan perang dan angkat senjata.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Frolyetia mengeringkan kerongkongannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mencoba menghindari topik yang tidak dia inginkan, tapi malah terbawa ke dalam masalah lain yang tidak ingin dia bahas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisakah aku berbicara dengan Heivia?” tanya gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya. Aku akan menghubungkan kalian lewat video chat tapi buat ini rahasia. Prajurit lain hanya bisa memandangi orang yang mereka &lt;br /&gt;
cintai lewat foto dan banyak yang bilang kalau mereka akan menikahi orang yang mereka cintai saat mereka pulang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, aku pikir itu hanya terjadi di film,” kata gadis berambut pirang itu saat dia membenahi poninya dan memeriksa beberapa bagian &lt;br /&gt;
gaunnya. Sepertinya dia agak gugup kalau harus berbicara dengan Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aku pikir dia terlihat imut kali ini.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Froleytia berpikir sesuatu yang agak kasar, putri bangsawan itu meminta permintaan terakhirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong hubungkan aku dengan Heivia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, oke. Dia berada di ruang kerja gudang amunisi. Aku akan menghubungkanmu dengannya di sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Queser dan Heivia saling berhadapan dengan komputer di pojok ruangan itu. Mereka memasukkan sebuah disk video porno itu dan duduk dengan &lt;br /&gt;
tenang saat pemutar video itu berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian warna merah muda yang sangat seksi muncul di layar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke!! Aku, Jessica si prajurit wanita yang pintar, akan membuat kalian para rekrutan baru yang sangat takut untuk bergerak menjadi &lt;br /&gt;
seorang pria sejati!! Ini adalah perintah! Semua orang yang tidak mau lagi menjadi dibilang anak kecil, lompat ke dadaaaaaaaaaku!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ko-komandan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga, komandan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku... aku... komandan... komandan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wah ha ha ha! Oke, Aku, Jessica, akan mencoba melatih kalian, semuanya ke sini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil mendengarkan suara tawa, teriakan, dan gerutu karena kelelahan dan menonton daing dan daging dan keringat dan daging dan keringat &lt;br /&gt;
dan keringat dan daging dan keringat tampil di depan layar mereka, Quenser hanya terpana. Dia meliaht paket itu lagi yang berjudul &lt;br /&gt;
“Latihan Rahasia Seorang Prajurit Wanita tentang Kenikmatan dan Payudara”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua berbalik dan melihat rekan satunya yang menemukan disk itu dan berkata, “Um, Heivia? Apa kau adalah tipe orang yang sangat menikmati &lt;br /&gt;
saat dibosi oleh seorang komandan perempuan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, bodoh!! Aku cuman bilang kalau kita seharusnya menikmati apa yang kita temukan ini. Bukan aku yang menyembunyikan disk ini di &lt;br /&gt;
sini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser berbalik dari gambar itu yang menjadi sangat tidak senonoh dan erotis dan berbalik untuk mengerjakan magasin kosong itu. tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Huh? Apa? Huh? Entah kenapa aku bisa bekerja lebih cepat. Kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan berhenti, bocah!! Siapa yang bilang kau boleh berhenti!! Berapa kali aku bilang kalau kalian semua tidak boleh berhenti sampai &lt;br /&gt;
aku, Jessica, meminta kalian untuk berhenti!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Waahhh!! Aku merasa sangat terpacu sendiri. Kenapa aku merasa seperti bersalah kalau berhenti bekerja!? Apa mereka memiliki trik diet &lt;br /&gt;
khusus dengan seorang komandan berteriak padaku!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“berhenti mengeluh dan gerakan jarimu lebih cepat!! Jangan biarkan aku, Jessica, dengan cepat merasa bosan!! Kalau kalian pria sejati, &lt;br /&gt;
jangan hancurkan ekspetasiku tentang kalian!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik, komandan Jessica!! Kami akan melakukan apa yang anda perintahkan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Komandan! Kami akan menunjukkan kalau kami adalah prajurit yang pantas!! Komandan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan dua anak laki-laki itu bergerak semakin cepat dan cepat sampai-sampai peluru yang mereka padatkan di dalam magasin itu terlihat &lt;br /&gt;
seperti seseorang yang sedang menjahit sebuah baju. Saat Quenser dan Heivia sudah mencapai batas diri sendiri, mereka melemparkan semua &lt;br /&gt;
perasaan malas mereka dan menjadi mesin yang tidak lain dan tidak bukan melakukan pekerjaan ini dengan sangat akurat dan teliti dengan &lt;br /&gt;
napas yang sangat berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Fnhh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yesss!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba mereka mendengar sebuah suara elektronik kecil berbunyi dan menandakan ada sebuah panggilan video dan sebuah video muncul di &lt;br /&gt;
jendela video porno itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kalian lakukan?” kata perempuan muda dengan rambut pirang dengan suara dingin sambil menatap mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Waaaaaaaaaaaaaahhhhhhhh!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Waaaaaaaaaaaaaahhhhhhhh!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia berteriak bersamaan dan bergerak sangat cepat ke arah mouse untuk menutup jendela video porno yang mereka tonton. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, gadis berambut pirang itu menunjuk hal itu dengan mata malas dan berkata, “Heivia, sepertinya aku melihat sebuah paket yang &lt;br /&gt;
mencurigakan di atas meja kayu itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kyaaahhh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laki-laki perkasa; tentara berpengalaman seperti dia berteriak seperti seorang perempuan dan melempar CD case video porno itu dari atas &lt;br /&gt;
boks kayu yang beralih fungsi menjadi meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mendekati dan berbisik ke Heivia untuk mengumpulkan beberapa informasi intelijen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hei, Heivia. Siapa wanita ini? Dia sepertinya tahu namamu.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Aku akan menjelaskannya nanti, tapi dia adalah satu-satunya anak perempuan dari keluarga Vanderbilt. Keluarganya memiliki kekuasaan &lt;br /&gt;
yang sama seperti keluargaku, tapi dia bisa menggunakan kekuasaan di tangannya itu sebagai seorang bangsawan sementara aku hanyalah &lt;br /&gt;
seorang penyendiri dan tidak bisa ditolong. Aku tidak bisa membiarkan pengawasanku turun, jadi diamlah saat aku berbicara. Ini bukanlah &lt;br /&gt;
tipikal orang sipil yang bisa memarahi kita!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tempramental,” kata perempuan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu. Tapi jika apa yang dikatakan oleh tuan Putri itu benar, aku tidak akan memiliki banyak kesulitan di masa lalu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu apa yang kamu pikirkan. Omong-omong, aku tidak memiliki alasan untuk ingin berbicara denganmu. Kau tahu kalau kita sudah &lt;br /&gt;
bertunangan, dan rasanya aneh kalau kita tidak menghabiskan waktu seharian untuk berbicara. Sebenarnya, kalau kamu lebih sering &lt;br /&gt;
menghubungiku, aku tidak perlu harus melakukan hal ini, Heivia. Tidak elok rasanya seorang putri bangsawan untuk tidak mendengar kabar &lt;br /&gt;
tunangannya di medan perang semenjak kau pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong berikan aku waktu sebentar. Semua surel yang aku kirimkan selalu diawasi untuk mencegah kebocoran informasi. Mereka akan &lt;br /&gt;
menyadari bahwa aku akan menggunakan emot lucu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia berbicara seakan-akan penuh beban, tapi Quenser sadar bahwa suaranya berbeda dari biasanya. Itu tidak terdengar seperti Heivia &lt;br /&gt;
yang biasa. Quenser sadar diri untuk tidak ikut mengobrol dan tetap diam, jadi dia mundur dan bekerja lagi. Dia bukan tipikal orang yang &lt;br /&gt;
akan langsung tertarik di dalam pembicaraan sepasang kekasih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:is0032.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kamu ada di dalam ruangan apa? Aku pikir kau ada di sebuah garis depan medan pertempuran untuk mencoba mendapatkan sebanyak apapun &lt;br /&gt;
pengalaman yang kamu butuhkan untuk menjadi kepala keluargamu. Apakah keluarga Winchell memiliki tradisi untuk memberikan pekerjaan &lt;br /&gt;
sampingan kepada pewaris takhtanya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, masalah sangat kompleks tentang itu. Seorang wanita muda yang suka meminum teh di negara aman tidak akan bisa menyadari bagaimana &lt;br /&gt;
sesuatu diselesaikan di medan perang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh heh. Kau pikir seperti itu, bukan begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahn? Apa? Kau tidak bersantai di Mansion Paris? ...Jangan katakan kalau kamu sedang berniat ke sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin aku akan menerobos masuk ke dalam markas dengan tidak sopan sementara perang masih berlanjut. Malah sebaliknya. Aku &lt;br /&gt;
sekarang sedang pergi sangat jauh dari planet yang penuh dengan peperangan ini. di tempat ini, warna bendera nasional tidaklah berarti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, kalau kamu bisa membuktikan diri di medan perang yang berlumpur itu dan bisa mebaktikan diri sebagai seorang kepala keluarga &lt;br /&gt;
Winchell, kau harus ke sini juga. Tapi tempat ini agak tidak nyaman kalau dijadikan sebagai sebuah kediaman utama, tapi tempat yang &lt;br /&gt;
sempurna untuk sebuah liburan yang tenang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian pintu itu terbuka tanpa ada bunyi ketokan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia langsung memutar kepala mereka ke arah suara besar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan dengan rambut perak itu berada di depannya, Froleytia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Quenser, Heivia, kita memiliki masalah serius. Kita harus segera masuk ke ruang pertemuan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“??? Kenapa seorang komandan sepertimu harus capek-capek masuk ke tempat ini sendirian? Tak bisakah kamu mengirimkan pesan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ruangan ini anehnya memang dibuat tak bisa dihubungi denganmudah, jadi sinyal radio tak bisa menerobosnya. Dan juga, panggilan video &lt;br /&gt;
itu adalah prioritas, jadi akupun tidak bisa memotongnya seenaknya karena dia berasal dari keluarga Vanderbilt dan aku harus menunggunya &lt;br /&gt;
sampai selesai. Aku baru sadar beberapa saat yang lalu. Itu kesalahanku, jadi aku harus menghampiri kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia kemudian melihat layar komputer itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menarik kerah leher Heivia dan berkata, “Aku yakin kalau kamu juga mendengarnya, aku harus meminjam anak ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik,” kata gadis dengan rambut pirang itu dengan anggukan kecil. “Buatlah dia bekerja keras tanpa harus membunuhnya, jadi dia bisa &lt;br /&gt;
menyelesaikan masa tugasnya di kemiliteran dengan cepat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia melempar Quenser dan Heivia ke dalam ruang pertemuan dan memulai pertemuan ini dengan para prajurit yang telah berkumpul di &lt;br /&gt;
sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Panggung kita kali ini adalah Antartika,” Kata Froleytia saat dia menunjukkan peta besar itu di atas papan tulis putih. “Salah satu &lt;br /&gt;
pesawat pengintai milik Kerajaan Legitimasi telah menjadi sasaran oleh sebuah rudal dari permukaan tanah saat terbang di daerah pesisir &lt;br /&gt;
laut Ross. Ia dikunci oleh laser.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah misi kita untuk menyelamatkan awak pesawat yang jatuh di Antartika?” tanya Quenser tapi Heivia menggelengkan kepalanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untungnya, pesawat itu dilengkapi dengan suar darurat. Salah satu suar itu merusak laser pengunvinya dan mereka berhasil kabur dari &lt;br /&gt;
jarak tembaknya. Masalahnya adalah ada orang bodoh yang mencoba menembak mereka dengan rudal,” Kata Froleytia, tersenyum kecut. “Kita &lt;br /&gt;
sudah menghubungi Aliansi Informasi, Korporasi Kapitalis, Organisasi Keagamaan, dan semua kekuatan dunia lain untuk memeriksanya, tapi &lt;br /&gt;
tidak ada yang tahu dari siapa serangan itu berasal. Terlepas dari apakah mereka memberikan informasi yang benar atau tidak, ini telah &lt;br /&gt;
menjadi masalah internasional dan dimasukkan ke dalam kategori serangan teroris yang tidak dikaitkan dengan kekuatan internasioanal &lt;br /&gt;
lain. Dengan kata lain, tidak akan ada orang yang komplain jika kita menghancurkannnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar hal itu, Quenser dan Heivia kemudian saling berbisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Teroris? Aku dengar yang ada di wilayah Eropa barat jauh lebih mengerikan dari pada medan perang yang dikuasai oleh Object.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Yah, aku juga dengar kalau pasukan khusus kepolisian memiliki pelatihan khusus untuk perlawanan secara langsung. Dan aku rasa, melawan &lt;br /&gt;
teroris bukanlah pekerjaan militer.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Polisi tidak bisa bergerak ke Antartika. Itulah kenapa kita yang dikirimkan ke sana.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia mengangkat tangannya dan bertanya pada komandannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kita akan menghabisi mereka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisa dibilang aku tidak akan memerintahkan kalian melakukan hal tidak beradab seperti itu. Lokasi peluncuran rudal yang kita prediksi &lt;br /&gt;
dari laser penarget berada di dekat sebuah observatorium milik Kerajaan Legitimasi. Kita harus memeriksa apakah tempat itu sudah &lt;br /&gt;
dihancurkan, dan jika tidak, habisi semua ancaman yang ada di situ. ...Sederhana, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Ujung-ujungnya juga kita harus membunuh mereka,)” gumam Heivia ketika melihat senyum Froleytia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menghiraukannya, komandan Froleytia melanjutkannya kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang aku katakan, arah dari laser penarget tersebut diprediksi dari arah di mana laser tersebut ditembakkan. Lokasinya berada &lt;br /&gt;
di markas Gunung Erebus yang berada di pesisir laut Ross. Kita akan mengirimkan unit penyerang. Jika mungkin, tangkap mereka hidup-hidup &lt;br /&gt;
untuk mengetahui tujuan merkea, tapi jika tidak bisa, jangan khawatir. Menghabisi mereka semua terdengar seperti rencana yang lebih &lt;br /&gt;
baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaan berat mereka berangsur surut dan semua orang merasakan hal yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Monser raksasa setinggi 50 meter bernama Object bersinonim dengan perang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object memiliki karakteristik khusus. Mereka sudah memiliki 100 senjata, dan senjata itu ditenagai oleh sebuah reaktor bertekanan tinggi &lt;br /&gt;
dan senjata-senjata tersebut adalah meriam laser, meriam plasma berkeseimbangan rendah, railgun, dan coilgun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada satupun rudal yang dipasang pada monster itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, kemungkinan bahwa para teroris itu memiliki Object cukup rendah. Dan militer Kerajaan Legitimasi bisa mengirimkan &lt;br /&gt;
sebuah Object dengan teknologi termutakhir miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemenangan mereka sudah terasa sangat dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah Object tidak akan bisa dihentikan bahkan dengan sebuah rudal nuklir sekalipun, jadi senjata berkekuatan ringain dan rudal tidak &lt;br /&gt;
akan mempam terhadapnya. Itulah kenapa perasaan berat mereka berkurang dan bahu mereka terasa lebih ringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, iya. Aku memiliki satu hal lagi,” kata Froleytia. “Kita tidak bisa menggunakan Object milik putri dalam misi ini. Tanamkan itu &lt;br /&gt;
dalam pikiran kalian semua.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?” kata Quenser tanpa berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pikir dia salah dengar, tapi Froleytia harus menjelaskannya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekali lagi, kita tidak bisa menggunakan Baby Magnum milik sang putri. Object adalah sebuah senjata raksasa dengan berat lebih dari &lt;br /&gt;
200,000 ton. Menjalankan monster seperti itu di benua es seperti ini akan menghancurkan lapisan esnya dan membuat Object jatuh ke dalam &lt;br /&gt;
air. Lalu bagaimana caranya kita mengeluarkannya? Jika ada crane yang cukup kuat untuk mengangkatnya, aku tidak apa-apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U-umm... aku pikir kita memiliki para teknisi perawatan yang sudah menjamin bahwa sebuah Object bisa diturunkan dengan cepat dan aman. &lt;br /&gt;
Apa yang harus kita lakukan tanpa sebuah Object?” tanya Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah,” kata Froleytia saat dia menekan peta itu dengan sebuah tongkat. “Aku rasa kalian bisa melawan teroris itu dengan senjata yang &lt;br /&gt;
lebih kecil.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian mereka semua dikirim ke Antartika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para teroris itu diduga bersembunyi di Gunung Erebus yang dekat dengan laut, tapi Quenser dan yang lain menggunakan perahu untuk &lt;br /&gt;
mendarat di pesisirnya dari pada harus terbang langsung ke sana. Dari situ, mereka dan sekitar 100-an prajurit lainnya secara perlahan &lt;br /&gt;
harus secara hati-hati memutari tempat itu. Para prajurit yang biasa bertugas menjaga markas kali ini harus ikut serta dalam misi ini. &lt;br /&gt;
Mereka menggunakan tank dan sebuah helikopter, dan mereka semua terlihat seperti sebuah pasukan yang berasal dari era yang telah hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau serius?” gumam Heivia saat dia berjalan berdampingan dengan Quenser. “Ini adalah Antartika. Biar aku katakan ini sekali lagi: &lt;br /&gt;
Antartika. Apa yang aku lakukan di sini? Aku seharusnya berada di markas selama 3 tahun untuk bisa menjadi kepala keluarga di dalam &lt;br /&gt;
keluarga beserku. Apa yang aku lakukan di sini? Apakah monster berdada raksasa itu telah lupa kalau aku ini adalah analis radar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Coba pikir, aku datang ke sini sebagai tamtama untuk mempelajari Object, jadi kenapa juga aku ada di benua es ini tanpa ada sebuah &lt;br /&gt;
Object-pun di sini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berengsek. Kita ini hanya antena manusia. Mereka seharusnya mengirim drone dari pada mengirim manusia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan angin yang sulit di sini, aku ragu kalau UAV bisa digunakan di tempat seperti ini. Juga, sinyal radio mudah untuk dilacak, jadi ide itu cukup buruk untuk kondisi seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisakah kamu tidak usah terlalu serius? Apa kamu mengembangkan kemampuan masokismu itu di bawah kesewenang-wenangan komandan kita?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku hanya ingin menyelesaikan ini dengan cepat supaya kita bisa segera pergi dari sini. Aku tidak terlalu peduli dengan pekerjaan yang &lt;br /&gt;
tidak berhubungan dengan Object. Heivia, kau harus belajar bagaimana caranya orang dewasa menyelesaikan masalah.” Kata Quenser dengan &lt;br /&gt;
nada bosan, tapi sepertinya Heivia tidak mendengarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia melihat ke langit yang sangat putih di atas dan berkata, “Ngomong-ngomong, ini Antartika, bukan? Selalu ada satu hal yang ingin &lt;br /&gt;
aku tanyakan tentang tempat ini. Apa kau keberatan kalau aku bertanya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Keagungan alam bukanlah hal yang aku kuasai. Kalau kau butuh penjelasan, tanyakan saja pada orang-orang dari Lembaga Swadaya &lt;br /&gt;
Lingkungan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, ini bukan sesuatu yang aneh kok.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Antartika adalah sebuah benua es. Di beberapa tempat, suhunya bisa mencapai 50 derajat celsius di bawah nol, membuatnya benar-benar &lt;br /&gt;
menjadi sebuah area beku di bumi. Di tanah putih ini, air lebih banyak menghabiskan waktunya sebagai zat padat dari pada zat cair. Hal &lt;br /&gt;
yang sama terjadi pada manusia. Jika otot dan darah di dalam tubuh dilemparkan pada suhu yang sangat ekstrem seperti ini, ia akan &lt;br /&gt;
berubah menjadi lebih padat dari pada sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa di sini sangat dingin di Antartika?” gerutu Heivia saat dia melepaskan penutup kepala dari mantel musim dingin yang ia kenakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasanya agak aneh jika ia mengusap keringat di alisnya dan melihat ke sekelilingnya. Di dalam film dokumenter hewan yang ia tonton, &lt;br /&gt;
wilayah ini benar-benar sangat putih, tapi mereka berdiri di sebuah wilayah yang berupa tanah seperti batu hitam. Juga, sebuah uap putih &lt;br /&gt;
keluar dari dalam tanah di banyak tempat. Pertemuan dua jenis angin yang sangat kuat bertiup di segala arah dan salju putih terus turun &lt;br /&gt;
dari awan putih di atasnya, tapi uap itu membuat mereka sama sekali tidak bisa merasakan dingin dan salju meleleh ketika menyentuh &lt;br /&gt;
tanah, jadi itu tidak dihitung. Tidak ada satupun yang ia lihat sekarang ini persis dengan apa yang ia pikirkan selama ini di kepalanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, Quenser melihat ke bawah untuk membaca apa yang tertulis di termomter digitalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Musim di wilayah garis khatulistiwa itu terbalik, kan? Di sini hampir musim panas sekarang. Bahkan suhu udara di sini adalah -3.9 &lt;br /&gt;
derajat celsius. Kau akan merasa sangat kedinginan jika melepaskan mantel musim dinginmu itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin. Ini masih di bawah nol derajat? Aku merasa seperti berada di dalam sauna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah wilayah pegunungan berapi, jadi panas merambat secara teratur dari dalam tanah. Aku ingat bahwa di sini pernah terjadi &lt;br /&gt;
letusan gunung berapi dua tahun yang lalu dan itu membuat pergerakan yang signifikan dari permukaan di sini. Kau merasa panah karena &lt;br /&gt;
itu. Kalau kau mencoba tidak bergerak kau akan merasa kedinginan, jadi kau harus memasang mantelmu itu segera.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah ha ha ha ha ha ha!!” tawa Heivia tanpa peringatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat dengan wajah bingung dan Heivia menunjuk sebuah titik tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat Quenser!! Itu adalah kolam air panas. Kita ada di Antartika dan ada kolam air panas keluar dari dalam tanah!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku kan sudah bilang kalau kita ini sekarang ada di wilayah pegunungan berapi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi itu adalah kolam air panas!! Tempat ini menghancurkan semua yang aku ketahui soal Antartika!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia berbicara, Heivia melepaskan kacamata tebalnya. Dia merangkak di pinggir kolam itu itu yang mengeluarkan uap putih dan &lt;br /&gt;
memasukkan tangannya di dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh... wow. Suhu 40 derajatnya sangat pas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hentikan Heivia. Kalau kita meluncur ke dalam kolam air panas ini, kita tidak akan mempedulikan soal perang ini lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya mereka tidak ingin pergi dari sini, tapi Froleytia pasti akan menyentak mereka jika mereka jatuh ke dalam jebakan kolam air &lt;br /&gt;
panas ini. Jadi mereka berdua pergi begitu saja dari tempat itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada seratusan prajurit yang ikut di dalam misi ini, tapi karena lingkaran harus harus diputari sangat luas, Quenser dan Heivia pun tak &lt;br /&gt;
bisa melihat mereka lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berjalan melintasi wilayah bebatuan hitam yang keras yang tampil di dalam perangkat genggam mereka. Setelah berjalan cukup jauh, &lt;br /&gt;
tanah hitam itu kemudian tertutup salju dan es. Tanahnya memang terlihat rata, tapi sebenarnya cukup miring untuk membuat orang yang &lt;br /&gt;
jatuh menjadi sebuah bola salju raksasa. Suhu di sekitar mereka juga turun dengan drastis. Tanah putih itu hanyalah pemandangan yang &lt;br /&gt;
bisa mereka lihat di setiap arah dan mereka tidak bisa melihat penunjuk wilayah yang jelas. Hanya bergantung pada peta membuat mereka &lt;br /&gt;
merasa telah menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat ke kakinya yang menginjak es yang hancur di kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, sekarang rasanya aku benar-benar berada di Antartika.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ow!? Tempat ini bukan hanya dingin, tapi menyakitkan! Hei, Quenser. Ada yang aneh di wajahku, apa kau melihat sesuatu yang aneh!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Keringat di wajahmu membeku. Aku rasa itu yang membuatmu merasa sakit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, sial, sial, sial!!” teriak Heivia saat dia dengan panik membersihkan wajahnya yang sedikit demi sedikit membeku dan menarik &lt;br /&gt;
tudung kepalanya. “Berengsek! Kalau kita benar-benar ada Antartika, apa kita tidak bisa melihat sesuatu yang imut seperti penguin!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Es yang banyak ini juga pemandangan yang bagus. Kau mungkin akan jatuh sakit beberapa hari lagi, mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kamu bisa sangat tenang di sini, Quenser? Apa kau berasal dari negara yang sangat dingin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak. Aku sudah sangat kenyang dengan es,” kata Quenser dengan menyerak. “Saat aku masih bersekolah di negara asalku, kami melakukan &lt;br /&gt;
banyak percobaan dengan selembar persegi es kering untuk mengajarkan kita tentang dasar dari zirah Object. Kita belajar bagaimana &lt;br /&gt;
retakan itu bergerak dengan menusuknya di tempat yang berbeda-beda.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa es? Zirah Object kan terbuat dari logam.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan air, percobaannya menjadi lebih mudah dipakai ulang. Dengan pendingin, percobaannya bisa dilakukan berkali-kali sebanyak yang &lt;br /&gt;
kita mau. Juga, kita hanya belajar dasar paling dasar dari bagaimana retakan itu bekerja, jadi tidak ada alasan yang cukup untuk &lt;br /&gt;
menggunakan lempeng logam dengan titik lebur yang sangat tinggi yang memiliki bahan yang sangat reaktif yang khusus dibuat oleh para &lt;br /&gt;
pengrajin dengan harga yang sangat mahal. Dengan mencampurkan bahan kimia di dalam air untuk menambah kepekatannya sebelum &lt;br /&gt;
mendinginkannya, lapisan es itu bisa meretak dengan cara yang sama. Kami juga melakukan percobaan dengan meningkatkan efesiensi &lt;br /&gt;
penyerapan tekanan dengan merusak kepekatannya,” kata Quenser dengan menghela napasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena betapa bosannya pelajaran sekolah di tempat asalnya, Quenser memutuskan untuk pergi ke medan perang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser kemudian mengganti topik pembicaraannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Coba pikir, apa yang para teroris itu coba lakukan di tempat antah berantah seperti ini? Apa mereka menggunakan rudal untuk serangan &lt;br /&gt;
udara itu sebagai hiasan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak tahu apa-apa, Quenser,” jawab Froleytia di radionya. “Antartika sudah menjadi perlombaan di antara banyak negara untuk &lt;br /&gt;
mendapatkan hak mengeksploitasinya sebelum PBB runtuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...? Aku pikir Antartika tidak memiliki batas negara?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena tidak memiliki batas negaralah yang membuat banyak negara berlomba-lomba merebut tempat ini dengan susah payah. Antartika &lt;br /&gt;
memiliki pertambangan besi dan batu bara. Laut memiliki banyak persedian ikan. Tempat ini memiliki banyak hal untuk diperebutkan,” kata &lt;br /&gt;
Froleytia berusaha menjelaskan. “Saat ini, faksi-faksi di dunia yang ingin merebut tempat ini adalah Negara Junta Militer yang kita &lt;br /&gt;
kalahkan sebelumnya, Wilayah Lembah Amerika Barat bagian tengah milik Korporasi Kapitalis, Kepulauan Chono milik Aliansi Informasi, dan &lt;br /&gt;
Wilayah Selatan Britania Raya milik Kerajaan Legitimasi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser terkejut mendengarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oseania dan Kepulauan Chono berada di selatan khatulistiwa, tapi Wilayah Lembah Amerika Selatan berada di sekitar Los Angeles, bukan? &lt;br /&gt;
Dan Wilayah Selatan Britania Raya berada di London... Wilayah-wilayah itu sangat jauh dari Antartika.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka menggunakan semangat penjelajahan mereka dan memaksakan pendapat bahwa orang pertama yang menemukan benua itulah yang berhak &lt;br /&gt;
atasnya. Jika ekspedisi benar-benar dilakukan, siapa yang pertama duluan dialah yang menang, tapi paham seperti itu tidak melibatkan &lt;br /&gt;
para pihak yang ikut terlibat tidak seperti Zaman Penjelajahan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti teroris ini (atau nama apapun  yang mereka gunakan karena nama mereka tidak diketahui) telah menarget pesawat pengintai &lt;br /&gt;
Kerajaan Legitimasi dengan rudal serangan udara karena masalah perebutan wilayah Antartika atau sumber daya alamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tapi itu bukan masalah utamanya. Di era Object seperti ini, para prajurit seperti kita diperintah untuk berlarian di tempat seperti ini &lt;br /&gt;
sangat buruk didengar...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau memiliki hal lain untuk dikatakan Quenser?” tanya Froleytia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Enggak!! Enggak ada sama sekali!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku memiliki berita bagus buat kalian. Jika kalian terjebak baku tembak dengan teroris, Object kita yang sangat indah telah bersiaga di &lt;br /&gt;
Laut Ross, dan pelayan lucu kita akan menghancurkan mereka dengan tembakan meriam jarak jauh saat kalian menemukan lokasi mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu,” kata Heivia saat udara yang keluar dari napasnya mengeluakan uap putih. “Tidak bisakah kamu menggunakan satelit militer dari &lt;br /&gt;
pada menyuruh kita berjalan di tempat ini? Di era saat ini, kau bisa membangun vila di bulan dan pesawat ulang alik bisa menggunakan &lt;br /&gt;
laser space elevator atau mass driver. Satelit begitu banyak bertebaran di luar angkasa seperti botol kaleng di jalanan. Aku rasa &lt;br /&gt;
seorang komandan yang sedang memerintahkan kita sambil ditemani coklat hangat di kapal pengangkut tidak mengerti perasaan kami di tempat &lt;br /&gt;
sedingin ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masalah agak merepotkan di wilayah Arktik atau Antartika,” jawab Froleytia dengan halus walau dia tidak menghiraukan argumen Heivia &lt;br /&gt;
yang terakhir. “Satelit pencocokkan wilayah geografis menggunakan gaya sentrifugal bumi untuk bertahan di wilayah garis equator dan ia &lt;br /&gt;
tidak akan bisa melacak sampai sejauh ini. Beberapa satelit mungkin memang bisa berada tidak di wilayah garis equator, tapi mereka hanya &lt;br /&gt;
bisa memeriksa wilayah-wilayah tertentu hanya beberapa saat dalam sehari.”	&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya mereka memiliki satelit yang mengorbit di dalam sumbu bumi di luar atmosfer sana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, dan itulah tempat yang memiliki banyak sekali konflik. ‘Berada tepat di sumbu bumi’ berarti memiliki tempat yang sangat strategis, &lt;br /&gt;
jadi sangat banyak sekali satelit yang ada di sana. Kerajaan Legitimasi memiliki keunggulan kekuatan di Kutub Utara, tapi itu berarti &lt;br /&gt;
kita sama sekali tidak memiliki keunggulan kekuatan di Kutub Selatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan kamu dengan sengaja menggunakan alasan kekurangan peralatan pendukung untuk menyuruh orang-orang seperti kami untuk menjadi radar &lt;br /&gt;
manusia,” kata Heviai dengan kesal. “Ini bukan hal yang manusia beradab seperti kami lakukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heivia, manusia beradab tahu sopan santun. Apa kau tahu maksudku?” jawab Froleytia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia baru mau menjawab singakat, tapi dia tidak bisa menjawabnya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah peluru menerjang tanah di antara Quenser dan Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Serangan musuh!?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua segera merunduk, tapi mereka sadar bahwa pematang rata seperti ini tidak memberikan tempat sama sekali untuk sembunyi. &lt;br /&gt;
Heivia meraih bahu Quenser dan memaksanya untuk mundur. Bahkan di dalam pematang yang terlihat rata ini, tanahnya seperti gundukan tak &lt;br /&gt;
terlihat. Mereka menusukkan kaki mereka beberapa meter lebih sedikit ke dalam salju dan bersembunyi di balik tanah es ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa, apa, apa!? Apa ini serangan teroris!?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Siapa lagi kalau bukan!? Kita hampir mati di Antartika. Jika bukan karena angin ini, salah satu dari kita pasti mati dengan tembakan &lt;br /&gt;
di titik vital!!)”&lt;br /&gt;
“(Wilayah di sini sangat panas vulkanis dan dinginnya luar biasa, jadi pasti ada perbedaan suhu yang sangat drastis di sini. Mereka &lt;br /&gt;
sudah ada di sini lebih lama dari kita, jadi pasti logam di laras dan pembidiknya sudah disesuaikan untuk kondisi ini.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka berbicara di dalam suara yang serak, peluru itu menghantam salju itu lagi dan melemparkan kristal-kristal es itu ke udara. &lt;br /&gt;
Titik hantamnya tersebar di beberapa titik. Mungkin itu karena tiupan angin yang sangat keras sehingga mereka tidak bisa mengenai target &lt;br /&gt;
mereka seperti yang dikatakan Heivia, atau mungkin karena ada beberapa alasan kecil yang menumpuk di depan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil masih berbaring di tanah, Heivia menahan senapannya dan dengan menggunakan pembidiknya, dia mencoba mengumpulkan data dari &lt;br /&gt;
pemancar inframerah dan spektrum ultraviolet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Jarak mereka 200 meter. Ada 7... mungkin 8 orang. Senapan mereka menggunakan penyangga kayu. Mereka memasang sebuah pelontar granat &lt;br /&gt;
dengan menggunakan plester elektrik.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa kau bisa menghabisi mereka?) tanya Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Kenapa kau berbicara seperti seorang penonton biasa? Keluarkan pistolmu atau PDW-mu untuk membantuku!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Maaf, tapi aku tidak punya pistol. Aku cuman punya peledak yang biasanya.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Terus kenapa kau ada di sini!?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia sudah bersiap menyekik Quenser, tapi peluru itu kembali menghantam salju di dekat mereka. Dia dengan panik merunduk dan membalas &lt;br /&gt;
tembakannya untuk menjaga musuh agar bersiaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Sial, sial, sial!! Aku akan menyekikmu nani, tapi ada banyak hal yang ingin aku tanyakan! Kenapa kau pergi untuk melawan teroris tanpa &lt;br /&gt;
sebutir pelurupun di tanganmu!?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Kalau boleh jujur, aku juga ingin punya satu di tanganku sekarang!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak bisa, Quenser,” potong Froleytia. “Seorang tamtama yang belum menyelesaikan pelatihannya tidak diizinkan untuk membawa &lt;br /&gt;
senjata api.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Yah, tapi bukannya lebih parah kalau aku membawa peledak?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau diizinkan menggunakan peledak untuk percobaan anti-syok pada Object di sekolah negara asalmu, kan? Itulah kenapa kau diizinkan &lt;br /&gt;
untuk menggunakan peledak di sini. Juga, pikiranmu yang seperti itu menunjukkan kalau kau adalah seorang boca yang tidak tahu betapa &lt;br /&gt;
menyakitkannya pemecatan tidak hormat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Oh begitu...)” jawab Quener saat peluru teroris itu menghantam salju tepat di sebelahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di saat itu, Heivia berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan duduk saja dan lakukan sesuaaaaaatttttuuuuuuuuu!! Kenapa hanya aku orang saja yang melawan balik!? Kita tahu di mana posisi &lt;br /&gt;
masuh, jadi gunakan meriam Object putri untuk menghancurkan mereka semua!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, iya juga ya,” kata Quenser saat dia menyetel frekuensi radionya untuk menghubungi sang putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawabannnya sangat jelas dan bisa dimengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Di lokasi itu, gelombang ledakan dan panasnya bisa mengenai kalian juga. Apa kau yakin? Ganti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, sial, sial, sial, sial, sial, sial, FUCK!!” teriak Heivia saat dia membalas dua sampai tiga kali tembakan dengan senapannya. &lt;br /&gt;
Sementara itu, Quenser mencoba menghubungi kawan-kawannya di wilayah ini, tapi tidak ada satupun kawannya yang bisa datang dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berengsek. Mereka meninggalkan kita pada posisi ini agar mereka bisa menghindar, iya kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia ingin melemparkan senapannya dan pergi dari sini, tapi dengan peluru yang beterbangan udara, mengangkat kepalanya tanpa hati-hati &lt;br /&gt;
akan membuatnya terbunuh. Dua ratus meter itu jarak yang terhitung jarak pendek untuk sebuah senapan, hanya saja karena angin yang &lt;br /&gt;
sangat keras ini dan pematang putih membuat mereka kehilangan kontal visual yang jelas. Dan itu adalah alasan kenapa kedua belah pihak &lt;br /&gt;
sama-sama tidak bisa mengenai lawannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prajurit musuh mungkin sudah memahami tempat ini dan mereka menyebar. Hanya beberapa meter lagi jarak antara mereka berdua dengan &lt;br /&gt;
prajurit musuh, tapi mereka sangat jelas berusaha memutari mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser hampir saja mau mengangkat kepalanya karena kaget, tapi Heivia menahannya di bawah. Lalu dengan segera peluru tadi menyasar &lt;br /&gt;
posisi kepalanya yang akan naik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil tertutupi salju, Quenser berkata, “Ini buruk, Heivia!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudmu musuh yang mencoba mengepung kita begitu kan!? Aku sudah tahu itu! Masalahnya adalah tidak ada satu hal pun yang bisa kita &lt;br /&gt;
lakukan saat ini!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, bukan itu!! Penguin!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah!? Siapa yang peduli soal penguin seka—... Penguin!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu bayi! Bayi pengin!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan wajah terkejut, Heivia melihat ke arah yang ditunjukkan oleh Quenser. Seekor bayi penguin berwarna abu-abu sedang menetas di &lt;br /&gt;
tengah pertempuran dua faksi ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika terus begitu, bayi itu bisa terjebak di dalam baku tembak, tapi mereka tidak bisa berhenti begitu saja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persis saat itu, ketika darah tiba-tiba naik ke kepalanya, mukjizat pun terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia menarik jarinya dari pelatuknya, para teroris itu melakukan hal yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang tertinggal sekarang hanyalah bayi penguin yang berusaha menetas itu tanpa menghiraukan suasana pertempuran di tempat ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tangan berkeringat, Quenser dan Heivia menonton perkembangannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Ayo!! Kau bisa melakukannya, bayi penguin!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Tunggu, kenapa cuman ada bayinya!? Di mana orang tuanya!?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian bayi penguin itu jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Waahh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan, Heivia!! Tidak boleh ada interaksi manusia di dalam proses alam!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia hampir saja berlari ke tempat itu, tapi Quenser dengan cepat menghalangi niat baiknya. Sementara itu, bayi penguin itu &lt;br /&gt;
menggunakan kakinya untuk kembali berdiri dengan kakinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gyah!” lalu terdengar ringkikan dari langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seekor Albatros!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, burung itu tidak mencoba memakan bayi penguin itu kan? Iya, kan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun hukum alam kembali bermain di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara Heivia mencoba mengarahkan senapannya ke burung itu dan Quenser mencoba menghentikannya, Albatros itu melebarkan sayapnya dan &lt;br /&gt;
bersiap untuk menerjang tanah dari surga. Siluet bayi penguin yang terlihat seperti bola berbulu itu tidak tahu apa yang akan terjadi &lt;br /&gt;
padanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan albatros itu menyerangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh alami penguin itu menerjang tanah seperti sebuah tombak. Paruhnya yang mematikan dengan akurat menarget bayi penguin itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua orang melihat warna dan bau darah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia lupa bahwa mereka sedang bertempur dengan senapan mereka dan menutup mata mereka dengan tangan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tragedi yang mereka pikirkan tidak terjadi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kmyaaaaaaahhhhh!!” datang suara ringkikan dari arah lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!? Apa— apa itu, Quenser!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pikir itu ibunya. Itu ibu penguin!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketakutan karena mendengar suara peringatan dari ibunya, albatros itu meleset dari target pertamanya. Paruhnya mengiris bayi penguin itu &lt;br /&gt;
sedikit dan ibunya mengeluarkan suara teriakan yang lebih tinggi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Albatros itu sepertinya tidak mau mengalah. Ia menyiapkan ancang-ancangnya lagi dari langit putih, terbang dengan jarak yang lebih &lt;br /&gt;
lebar, dan kemudian mengarahkan dirinya ke bayi penguin itu lagi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, bayi itu tidak lagi sendiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibunya bertindak seperti pelindung bagi bayi penguin itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada jaminan bahwa ibunya mampu melindungi bayinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Paruh tajam dan cakarnya sudah cukup untuk mengoyak seekor penguin raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melebarkan sayapnya yang biasa ia gunakan untuk mendarat di air, membuka paruhnya selebar yang ia bisa, dan mengeluarkan suara &lt;br /&gt;
ringkikan yang lebih kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia menahan napas mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para teroris itu juga terdiam ketika melihat hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Albatros itu terbang di atas kedua penguin itu beberapa kali sebelum akhirnya ia benar-benar menyerah. Ia meninggalkan trayektorinya, &lt;br /&gt;
mengeluarkan tangisan penyesalan dan pergi ke langit putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibu penguin itu berhasil melindungi anaknya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{{Image:is0056.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam waktu singkat, sorakan terdengar di antartika seperti tempat itu berubah menjadi sebuah stadium. Suara terdengar seperti kerumunan &lt;br /&gt;
manusia yang begitu takjub akan cinta kasih ibu penguin itu. Quenser dan Heivia saling berpelukan dan para prajurit musuh itu mengangkat &lt;br /&gt;
senjata mereka ke atas seperti mengangkat barbel tanda mereka senang. Suara kegembiraan yang mengelilingi penguin itu sepertinya membuat &lt;br /&gt;
mereka berdua merasa terkejut. Bayi penguin itu bersembunyi di antara kaki ibunya dan dua binatang itu segera pergi dari tempat itu. &lt;br /&gt;
Biasanya sang ayahlah yang melakukan tugas itu, tapi kali ini entah kenapa sang ibu yang melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah 10 menit, penguin itu itu keluar dari wilayah pertempuran ini, berjalan turun ke sisi lereng, dan menghilang dari pandangan &lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak lama kemudian, demam penguin itu akhirnya berakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah itu, kedua belah pihak langsung bertempur habis-habisan tanpa ragu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia bersembunyi sebisa mungkin. Saat Heivia menarik pelatuknya, dia menangis darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahhhhhh!!! Tembak tembak tembak tembak tembak!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dahh! Berengsek! Aku rasa kita tidak bisa saling mengerti satu sama lain!!” teriak Quenser saat dia mengoperasikan perangkat genggamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Antartika, semuanya terlihat putih tidak peduli kemanapun kau melihat, jadi dia membesarkan dan mengecilkan petanya untuk mengeceknya &lt;br /&gt;
dua kali semua yang ia lihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat itu, Heivia merasa kesal dan berkata. “Memangnya memeriksa peta bisa membantu kita!? kita tidak bisa mendapatkan bantuan dari &lt;br /&gt;
sang putri! Musuh bisa dengan cepat mengepung kita dan memecah pertahanan kita!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo kita selesaikan itu sebelum itu terjadi.” Quenser menarik peledak plastik Hand Axe-nya dari tasnya. Dia menancapkan pemicu elektrik-&lt;br /&gt;
gelombang radio ke dalamnya. “Saat aku memberi tanda, tembak membabi buta sebanyak yang kau bisa. Aku akan melempar peledak ini saat &lt;br /&gt;
itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tidak tahu berapa jarak kita dengan mereka? 200 meter. Tidak peduli kau melempar sejauh apa, bahkan pemain baseball profesional &lt;br /&gt;
tidak bisa melempar sejauh itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak punya waktu untuk menjelaskan! Lakukan sekarang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang! Sial!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih mengeluh, Heivia menggenggam senapannya. Dari pada membidik musuhnya, dia menembak semaunya dia ke segala arah dan membuat &lt;br /&gt;
senapannya seperti mengipasi semua arah dengan peluru.&lt;br /&gt;
Dan hasilnya adalah akurasi tembakannya menurun secara drastis, dan bahkan tidak ada satupun pelurunya yang mengenai mereka. Namun, cara &lt;br /&gt;
ini menakuti para musuh dan cukup membuat mereka berlindung di balik sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengangkat tubuhnya dan melemparkan bom plastik itu dengan seluruh kekuatannya. Hand Axe berputar dengan garis lengkung yang &lt;br /&gt;
jauh, tapi tidak cukup jauh untuk mengenai musuh seperti yang diperkirakan oleh Heivia. Juga, angin membuat bom itu tidak bisa terbang &lt;br /&gt;
secara lurus. Melihat betapa keras angin bertiup, tenaga yang dikeluarkan Quenser untuk melempar benda sejauh 50 meter cukup banyak. Itu &lt;br /&gt;
mendarat di sebuah kerak es tebal, jadi Hand Axe itu seperti meluncur menuruni batu miring. Sisi salju yang miring membantu Quenser &lt;br /&gt;
untuk menambah jarak luncur bom itu semakin jauh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan dengan semua faktor itu, 120 meter adalah batasnya. Bahkan tidak sampai jarak 200 meter musuh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia mendecakkan lidahnya dan berteriak, “Berengsek! Aku bilang juga apa!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak apa-apa! Ini memang yang aku inginkan!! Merunduk Heivia!!” teriak Quenser saat dia mengirim sinyal gelombang radio untuk &lt;br /&gt;
meledakkannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia merasa ragu, tapi hasilnya di luar perkiraannya sama sekali. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara erangan yang luar biasa, jarak 200 meter itu membentuk sebuah celah seperti gua. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bentuknya seperti sebuah jurang. Bumi berkerak dan jatuh ke ke bawah hingga beberapa ratus meter. Salju, es, dan para prajurit itu &lt;br /&gt;
tertelan ke bawah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang bisa lakukan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para prajurit yang menembakkan peluru itu jatuh ke bawah dengan keterkejutan yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus, sepertinya berhasil,” kata Quenser dengan helaan napas saat dia menarik jarinya dari pemicu yang ia gunakan sebagai peledak. &lt;br /&gt;
“Yang aku inginkan hanyalah pengetahuan soal desain Object, jadi kenapa aku harus mencari tahu cara untuk membunuh orang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Um, apa yang terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tempat mereka berpijak tadi sepertinya benar-benar dan sangat menyakinkan adalah ‘di atas es beku’. Lapisan es tebal yang menutupi &lt;br /&gt;
jurang di bawahnya dan celahnya sangat lebar. Karena aktivitas vulkanis di tempat ini, wilayah di bawah lapisan es berubah menjadi &lt;br /&gt;
sungai. Lapisannya cukup tebal sampai-sampai mobil salju bisa berjalan melintasinya tanpa perlu takut tenggelam, tapi tidak cukup kuat &lt;br /&gt;
untuk menahan peledak dari militer.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, jadi itu alasan kamu memeriksa peta.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku rasa aku tahu kenapa mereka tidak mengirim Object ke sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat betapa dalam jurang yang mereka ciptakan. Tapi dia tidak bisa melihat betapa dalamnya jurang itu, sangat gelap dan &lt;br /&gt;
dalam. Jika sebuah Object jatuh ke dalamnya, sebuah crane yang mampu mengangkat sebuah Object seberat 200.000 ton harus dibuat. Dan &lt;br /&gt;
tentu saja, umat manusia tidak memiliki benda seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Coba pikir, kau pernah menyebutkan sebuah eksperimen menghancurkan lapisan es di tempat asalmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan sesuatu yang kasar,” kata Quenser mencoba mengelak. “Apa kamu merasa beruntung karena aku membawa peledak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja, tapi aku masih merasa ingin mencekikmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 6===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia berjalan dengan susah payah di atas pematang bersalju ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah perjalan lama, mereka akhirnya sampai di tempat tujuan mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan yang membentuk formasi cincin mengepung seluruh area itu dari seluruh sisi sudah cukup dekat kalau-kalau mereka berhadap dengan &lt;br /&gt;
musuh, rekan mereka dapat segera memberikan batuan dari rute lain. Saat salah seorang rekan mereka melambaikan tangan di seberang &lt;br /&gt;
pematang putih itu, Quenser membalasnya dengan melambaikan tangannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tahu, rasanya sangat melegakan kalau bisa melihat salah satu dari kita di dekat kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bodoh! Masih ada cara lain kalau kau ingin menyapa mereka!! Melambaikan tanganmu seperti itu sama saja memberikan tanda asap kalau &lt;br /&gt;
kau ada di sini!! Kita baru saja membunuh beberapa dari mereka, jadi mereka semua pasti berjaga-jaga!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan yang diseberang itu juga sepertinya mendapatkan peringatan yang sama jadi mereka semua menundukkan kepala mereka dan menarik &lt;br /&gt;
pandangan mereka ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia bergetar dan napasnya memutih di udara saat dia berkata, “Aku sudah merasa sangat cukup di Antartika. Di sini sangat dingin!! Aku &lt;br /&gt;
kira selatan khatulistiwa seharusnya lebih hangat karena menjelang musim panas!! Aku seperti tidak bisa merasakan kalau pemanasan global &lt;br /&gt;
sedang terjadi sekarang! Di sini sangat dingin!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu karena kau tidak tahu berapa suhu rata-rata di sini. Paling tidak, aku tidak mau berjalan di malam hari di Antartika.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka saling bergumam, sebuah transmisi radio masuk ke dalam radio mereka. Yang berbicara itu adalah sang putri dan dia sedang &lt;br /&gt;
menunggu di Laut Ross dengan Baby Magnum-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan semua suhu panas yang berkumpul di sekelilingku, aku terbakar di sini. Aku ingin cepat selesai di sini sesegera mungkin. &lt;br /&gt;
Quenser, apa kau bermain-main dengan pendingin udara di ruang perawatan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, suara putri terdengar sangat menikmati yang dia miliki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh, di sini panas sekali. Tidak ada yang bisa melihat, jadi aku rasa aku harus melepas pakaian ketatku ini. Aku ragu kalau sekarang &lt;br /&gt;
akan ada pertarungan gerak cepat di tempat ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau mencoba menaikkan suhu tubuh kami dengan membuat kami berimajinasi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser terheran-heran, Heivia sepertinya kehilangan seluruh motivasinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingin memperjelas posisi kita saat ini,” gertaknya. “Kita adalah tentara yang dilatih untuk melindungi wilayah di sekeliling &lt;br /&gt;
markas. Kita tidak disiapkan untuk misi khusus di mana kita harus maju untuk menyerang garis pertahanan teroris.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Apa ada jenis-jenis lain dari pasukan infanteri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, ayolah. Ini bukan sesuatu yang ingin kudengar dari seseorang yang selalu berada di garis depan! Paling tidak, kau harus tahu bahwa &lt;br /&gt;
pekerjaanmu sangat berbeda dengan pekerjaan yang kami kerjakan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sepertinya sangat lelah, Heivia. Aku memang hanya seorang tamtama, tapi mereka yang ada di markas adalah tentara sama sepertimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita mungkin memanggil mereka dengan sebutan tentara, tapi kami tentara yang berlainan pekerjaan. Beberapa pergi ke akademi militer dan &lt;br /&gt;
yang lain menjalani kursus kilat. Tergantung dari wilayah militer mana yang ingin kau tuju, rutenya juga tidak sama. Sebagian besar yang &lt;br /&gt;
memilih belajar di akademi militer membutuhkan waktu lama untuk lulus. Tidak banyak yang menjalani kursus kilat selama 6 bulan seperti aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya mereka yang belajar dua kali lipat lebih lama darimu lebih kuat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Quenser, apa kau pikir mereka yang hanya belajar di bangku kuliah selama setahun lebih kuat dari seseorang yang merangkak di rawa-rawa &lt;br /&gt;
selama 6 bulan? Dan juga, kebanyakan orang harus mengulang dua kali masa kursus sebelum bisa lulus dari tempat itu. Yang bisa &lt;br /&gt;
benar-benar lolos selama 6 bulan itu sangat jarang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan kata lain tempat itu seperti tempat bermain jika dibandingkan dengan masa-masa ketika kita harus berlarian dengan senjata di &lt;br /&gt;
pundak kita,” potong Froleytia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan caranya ia menyusun apa yang ingin dia utarakan, Froleytia terdengar seperti wanita tua, tapi umurnya hanya 18 tahun. Quenser &lt;br /&gt;
kemudian berpikir berapa kali dia pergi ke medan perang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Omong-omong, kenapa kau pergi ke tempat kursus yang berawa-rawa, Heivia?” tanya Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahn?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua begitu tenang namun bukan karena mereka baru saja memenangkan baku tembak yang baru saja terjadi dan memastikan bahwa &lt;br /&gt;
tidak ada musuh lagi di dekat atau depan merekal; bukan juga menunda-nunda untuk pergi medan selanjutnya, tapi Quenser dan Heivia malah &lt;br /&gt;
mengobrol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Well, kau bangsawan, kan? Kau pasti punya kursus spesial yang diterima khusus bagi kaum bangsawan dan membuatmu langsung menjadi Letnan &lt;br /&gt;
Dua setelah kau lulus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, itu pasti akademi militer. Bahkan orang sipil biasa bisa mendapatkan pangkat setinggi itu setelah lulus. Kalau pangkatmu sudah &lt;br /&gt;
setingkat Jendral, yang ada hanya bangsawan saja, tapi kalau warga sipil mau bekerja keras mereka bisa saja mendapatkan pangkat setinggi &lt;br /&gt;
Brigadir Jendral.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kenapa kau memilih memulainya dari Perwira Satu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada banyak alasan. Yang pertama untuk menaikkan status keluargaku, aku harus menunjukkan bahwa aku mampu melindungi markas dan &lt;br /&gt;
mendukung bangsa dan negaraku di garis depan dari pada duduk di garis aman sambil membaca berita perang lewat koran.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi sekarang kau hanya malas-malasan,” tambah Froleytia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Well, aku tidak akan memberitahu mereka kalau aku bermalasan di sini. Dan juga, ‘mendukung negara dan bangsaku di garis depan’ itu &lt;br /&gt;
bukan berarti aku harus melawan Object satu lawan satu di mana medan perang dikuasai oleh Object. Aku tidak akan pernah mengira kalau &lt;br /&gt;
akan dikirim di tengah-tengah benua Antartika.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menjadi bangsawan itu ternyata merepotkan. Setiap kali aku mendengar hal yang merepotkan seperti itu, aku rasa aku lebih baik menjadi &lt;br /&gt;
warga biasa,” kata Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan lebih hati-hati kalau menjadi warga biasa. Bahkan ketika keanggotaan di Parlemen sudah cukup terbuka akhir-akhir ini, &lt;br /&gt;
bangsawan tetap memiliki kontrol yang cukup kuat di pemerintahan. Kalau kamu enggak khawatir suaramu terdengar di dalam Parlemen, &lt;br /&gt;
kesempatanmu untuk didengar oleh anggota Parlemen juga kecil kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Politik itu menyebalkan. Selama ada orang yang menjalankannya, aku tidak terlalu peduli.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah? Aku rasa itulah yang disebut Apatisme Kependudukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka saling berbicara dengan perlahan, tiba-tiba mereka berhenti berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah bukit rendah itu adalah Gunung Erebus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia bersembunyi di salah satu tumpukan salju dan memeriksa wilayah itu dengan teropong dan sebuah pembidik senapan dengan &lt;br /&gt;
hati-hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, markas itu cukup besar. Salju yang tertiup oleh angin membuat wilayah ini tidak bisa dengan mudah terlihat. Dari sudut pandang &lt;br /&gt;
lensa teropong mereka, yang terlihat di depan mereka hanyalah sebuah gundukan tipis yang terhampar di atas pematang salju yang sangat &lt;br /&gt;
luas. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir sama dengan gerbang yang membuka jalan menuju gunung, sebuah bangunan kotak dibangun di titik di mana hamparan dan gundukan &lt;br /&gt;
salju. Kemungkinan itu adalah observatorium milik Kerajaan Legitimasi nirawak yang tak digunakan lagi. Di pematang salju dekat situ, ada &lt;br /&gt;
sebuah tabung setebal 80 cm dan 9 meter panjangnya di tiap sisi. Tidak hanya dua atau tiga. Itu dipasang dengan interval tertentu dan &lt;br /&gt;
ada 50 tabung seperti itu sepanjang beberapa kilometer ke belakang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia pun terlihat kebingungan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Seharusnya, posisi laser penarget rudal udara yang menjatuhkan pesawat kita itu ada di dekat sini.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Ke mana teroris yang lain? jangan bilang kalau mereka kedinginan dan pergi dari tempat ini.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau mereka menghangatkan diri di dalam observatorium itu, kita bisa saja langsung menyerang mereka, tapi sepertinya apa yang kalian &lt;br /&gt;
harapkan itu tidak akan terjadi. Malah sebaliknya,” kata komandan mereka, Froleytia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita diperintahkan untuk mencari teroris itu bahkan jika merekat tidak ada lagi di sini. Kita harus terus mencari mereka di setiap sisi &lt;br /&gt;
dan salju yang ada di benua ini. Bahkan jika teroris itu telah pergi dari Antartika, kita harus terus mencari sampai kita mendapatkan &lt;br /&gt;
kepastian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Serius nih? Hei, Quenser, ayo kita cek observatorium nirawak itu. Kalau kita membiarkan mereka pergi, kita bisa mati kedinginan di &lt;br /&gt;
sini. Cepat, cepat, ayo kita selesaikan ini secepat mungkin agar kita bisa menikmati selimut dan penghangat di markas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, Heivia. Kalau kau terlalu terburu-buru, kepalamu bisa ditembus oleh peluru musuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mereka selesai beradu mulut dengan suara parau, Quenser dan Heivia merangkak perlahan di atas salju ini. Ia menangkap pergerakan &lt;br /&gt;
prajurit lain yang bergerak ke arah yang sama dengan dirinya. Mereka adalah prajurit Kerajaan Legitimasi, sama seperti Quenser dan &lt;br /&gt;
Heivia, dan mereka semua memiliki tujuan yang sama. Mereka ingin segera menyelesaikan pekerjaan ini, namun mereka dipenuhi rasa &lt;br /&gt;
penasaran tentang apa isi tabung besar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berpikir apa yang mereka ingin utarakan, Heivia berkata, “Di era di mana pertarungan Object setinggi 50 meter, prajurit kerdil &lt;br /&gt;
seperti kita ini akan terlihat sangat bodoh saat menembak satu sama lain. Tidak peduli strategi apa yang kita gunakan, mereka tidak akan &lt;br /&gt;
bisa menang selama ada Object sang putri di sini menunggu di Laut Ross. Mereka semua itu seharusnya menyerah saja. Mati untuk hal konyol &lt;br /&gt;
seperti ini terdengar bodoh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Heivia. Aku selalu penasaran selama ini,” kata Quenser saat dia melihat sekitar dengan perut menempel di salju ini. Mereka sudah &lt;br /&gt;
merangkak sekitar satu kilometer melewati salju ini. “Coba pikir, kau tahu tabung yang mengitari observatorium itu apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahn? Bukannya itu hanya antena yang digunakan oleh observatorium? Mereka mungkin menaruhnya seperti itu karena angin yang terlalu &lt;br /&gt;
kuat,” kata Heivia dengan ringan, tapi dia sama tidak memiliki keyakinan saat mengatakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian Quenser mendapatkan jawabannya lewat sumber lain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tabung setebal 80 cm, panjang 9 meter itu memiliki sebuah formasi; membentuk sebuah pola dengan menuju pada sebuah titik. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah baterei raksasa yang ditopang oleh plat dengan titik gravitasi yang rendah tiba-tiba saja berada di jalan Quenser dan Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang singkat, Quenser dan Heivia tidak bisa lagi bergerak seperti yang mereka inginkan. Bahkan saat mereka saling melihat satu &lt;br /&gt;
sama lain, mereka tidak mampu menjelaskan apa yang mereka lihat di depan itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka sudah pernah melihat apa itu sebelumnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tahu bahwa benda itu sedang menunjuk ke arah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalahh..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suku cadang yang digunakan sebagai senjata sebuah Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meriam sebanyak 50 buah itu membentuk sebuah garis sebaris yang cukup panjang dan semuanya mengarah kepada Quenser dan prajurit lainnnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oooouuuucccchhhhh!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia sadar dengan apa yang ada di depan mereka, mereka berteriak, dan mereka dengan cepat berguling ke arah gundukan salju &lt;br /&gt;
yang lebih tebal secepat dan sebisa mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah itu, meriam itu meraung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya yang dipasang di situ adalah sebuah railgun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelombang ledakan yang diakibatkan oleh dentuman proyektil railgun meledak secara beruntun dan tubuh Quenser dibuatnya terbang ke udara. &lt;br /&gt;
Beberapa detik kemudian, dia jatuh ke bawah dan menghantam salju yang cukup keras dan kemudian berguling tapi kali ini bukan karena dia &lt;br /&gt;
ingin melakukan itu. Meriam itu tidak mengenai dirinya. Jika saja ia terkena serangan itu, tubuhnya mungkin sudah hancur berkeping-&lt;br /&gt;
keping. Tubuh kecilnya seperti diremukkan oleh gelombang ledakan yang diciptakan oleh dentuman proyektila itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, semua itu tidak membuatnya berhenti untuk bernapas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gh..bh!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendorongnya perutnya ke belakang sehingga punggungnya membentuk huruf U dan ia kemudian berhasil menghirup udara. Sepertinya &lt;br /&gt;
tembakan itu meleset karena suhu udara di tempat ini cukup dingin untuk membekukan kruk as meriam itu. Namun, panas yang dihasilkan oleh &lt;br /&gt;
motornya akan dengan cepat melelahkannya. Keajaiban seperti ini tidak akan terjadi dua kali dalam sehari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aku akan terbunuh!?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdiri di situ juga akan membunuhnya, tapi pematang datar ini juga tidak memberikannya tempat untuk berlindung. Musuh sudah memancing &lt;br /&gt;
mereka ke sini untuk sebuah alasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Berengsek. Kenapa mereka memiliki railgun?! Padahal mereka menggunakan rudal udara untuk menjatuhkan pesawat Kerajaan Legitimasi!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser tidak tahu harus berpikir apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia panik, dia mendengar suara Heivia memanggilnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Quenser!! Cepat turun ke sini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak tahu apa yang dia maksudkan, tapi dia segera menyadarinya ketika dia melihat sebuah retakan besar mulai terbuka di bumi. &lt;br /&gt;
Gelombang pertama serangan itu membuka sebuah retakan yang besar di atas tanah. Lebarnya sebesar 1 meter. Heivia sudah memanjat turun &lt;br /&gt;
dan berlindung di balik parit darurat itu dan mengeluarkan kepalanya sedikit untuk memanggil Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser segera berguling dan menjatuhkan dirinya ke situ. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia jatuh, railgun itu memulai serangan gelombang kedua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
After-effect setelah serangan itu membuat sebuah adegan layaknya sebuah serangan bom dari langit dan oksigen seperti ditarik keluar dari &lt;br /&gt;
paru-paru Quenser bahkan ketika ia berada di dalam parit itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia menyadarinya dan mendekatinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, ini bukan guyonan lagi. Teroris itu memiliki puluhan suku cadang senjata Object. Apakah mereka berniat menggunakan meriam itu &lt;br /&gt;
untuk strategi anti-tank seperti perang zaman dahulu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau bilang tadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Waktu aku masih di akademi aku mendapat pelajaran sejarah tentang strategi perang klasik. Posisi saat bertempur ketika kau memancing &lt;br /&gt;
musuh ke dalam posisi yang kau inginkan dan menyerang mereka dari semua sisi sering digunakan saat perang zaman dahulu. Saat itu, mereka &lt;br /&gt;
menggunakan senapan anti-tank, tapi semua benda itu pasti sudah tidak ada. Sial!! Bukankah ini terlalu sulit bagi prajurit sekelas &lt;br /&gt;
kita!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser berpikir berapa banyak rekan mereka yang selamat dengan memasuki parit ini. Dia berharap mereka semua berhasil selamat dan tidak &lt;br /&gt;
terbunuh di tempat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia bersandar di dinding pari ini dan bertanya, “Apa kau tahu hal terburuk saat ini, Quenser?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um, karena meriam Object itu dapat menembak dari semua sisi walau hanya suku cadang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan,” kata Heivia dengan alisnya yang penuh dengan keringat. “Kalau mereka menggunakan meriam Object, berarti mereka juga memiliki &lt;br /&gt;
reaktor yang bisa memberikan suplai tenaga yang cukup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, kau ingin bilang...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu apakah mereka benar teroris!! Mereka memiliki Object!! Mereka memiliki Object tersembunyi di sini dan dengan menggunakan &lt;br /&gt;
kabel tenaga raksasa mereka bisa menembakkan railgun sesuka mereka. Bahkan kalau kita berhasil kabur dari sini, ada Object musuh yang &lt;br /&gt;
menghalangi kita!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar hal itu dari orang lain membuat Quenser begitu gugup dan lemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senjata raksasa yang dikenal dengan nama Object memiliki armor yang cukup tebal untuk menahan serangan nuklir sekalipun dan reaktornya &lt;br /&gt;
memiliki tenaga yang jauh lebih banyak dari pada reaktor nuklir. Mereka menggunakan tenaga listrik sebesar itu untuk serangan laser &lt;br /&gt;
beruntun atau bahkan meriam plasma berkeseimbangan rendah. Hanya Object lain yang dapat menahan serangan sebesaritu. Tidak peduli &lt;br /&gt;
sekeras apa prajurit kerdil seperti mereka berusaha, hampir mustahil menahan serangan sebesar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heivia. Maaf, tapi kita tidak memiliki waktu untuk menjelaskan apa yang harus kita lakukan selanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahn?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat ke bawah!! Gelombang serangan itu membuat retakannya membesar! Kalau begini terus kita bisa jatuh ke bawah dan tidak akan bisa &lt;br /&gt;
naik ke atas lagi!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia melihat ke arah sepatu bootnya dan kemudian ia merasa syok. Retakan itu membesar, dan semakin cepat setiap detiknya. Namun, &lt;br /&gt;
merangkak ke luar di saat seperti ini akan membunuh mereka dengan singkat. Mereka akan mati jika tidak melakukan apapun dan juga akan &lt;br /&gt;
mati jika mereka melakukan sesuatu. Jika mereka tidak memecahkan masalah ini, mereka akan terbunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang harus kita lakukan sekarang, Quenser? Meriam itu seperti tumpukan logam yang mau menerkam kita. Senjataku tidak akan mampu &lt;br /&gt;
menembus kulit luarnya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah, dan aku tidak memiliki Hand Axe yang cukup untuk meledakkan tiap meriam itu. Bahkan aku tidak memiliki ide untuk mendekati meriam &lt;br /&gt;
itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kita bisa memecahkan es di bawah teroris itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya tidak, mereka berada di atas tanah solid. Dan bahkan jika kita bisa meledakkannya, kita akan terjebak di bawah es selamanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan penjelasan itu, Quenser mengganti frekuensi radionya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sedang menghubungi putri yang menunggu di atas Object yang mengapung di Laut Ross. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memanggil Baby Magnum. Apa kau tahu posisi kami? Apa kau bisa menghancurkan meriam Object ini dari istu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gunungnya menghalangi, jadi aku tidak bisa menembaknya. Aku bisa menembakkan coilgun dengan garis parabola kalau kau mau.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berapa besar akurasinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekitar 50/50. Aku bisa meledakkan mereka dengan bom karpet, tapi kau juga akan terkena ledakannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meriam utama milik Baby Magnum didisain untuk serangan langsung ke titik lemah Object lawan dari pada serangan jarak jauh. Dengan angin &lt;br /&gt;
yang cukup kuat saat ini, titik tembakannya akan berkurang karena akurasinya yang lemah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, railgun musuh sudah menyerang sebanyak tiga hingga empat gelombang serangan dan menggetarkan tanah di kaki Quenser dan &lt;br /&gt;
Heivia. Musuh sepertinya tahu kalau mereka bersembunyi di balik parit darurat ini dan mencoba menghancurkan parit ini juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengernyit saat getaran itu sampai ke telinganya, tapi dia segera mengangkat kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baby Magnum! Apakah seranganmu masih bisa mengenai tempat ini bahkan jika tidak akurat!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-iya. Aku bisa, tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan berikan intruksinya kepadamu sekarang!! Gunakan koordinat 000212 sebagai basisnya, target adalah W-11, J-18, G-26, M-19, L-27, &lt;br /&gt;
B-20, dan R-12!! Bahkan dengan angin yang kuat, kau harusnya bisa menghindari friendly fire dengan margin error plus atau minus 5! Kirim &lt;br /&gt;
serangan bom karpet coilgun ke sini! Sekarang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku rasa serangan itu tidak akan melukai musuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lakukan saja!! Seranganmu akan menyelesaikan semuanya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Putri tidak tahu apa yang diinginkan oleh Quenser sebenarnya, tapi sepertinya putri pun tahu bahwa ini adalah situasi darurat dan setiap &lt;br /&gt;
detiknya nyawa dipertaruhkan di sini. Bahkan tanpa penjelasan, dia mengikuti semua instruksi itu.&lt;br /&gt;
Sebuah suara keras bergaung di seluruh wilayah. Karena mereka berada pada posisi di antara gunung, suara itu terdengar seperti suara dentuman keras di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Coilgun milik Baby Magnum seharusnya menembak dengan kecepatan suara, tapi saat ini ia menembakkan peluru dengan kecepatan yang lebih &lt;br /&gt;
rendah (Maka dari itu kekuatannya juga) supaya proyektil bisa jatuh tepat di arah yang diinginkan. Untuk sesaat, suara itu baru &lt;br /&gt;
terdengar ketika proyektil itu menghantam tanah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tidak ada waktu untuk terkagum atas hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser meraih tepian retakan ini dengan kedua tangan dan berteriak kepada semua rekan-rekannya yang ada di situ lewat radio.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bertahan!! Retakannya mungkin akan melebar dan runtuh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa yang kau inginkan sebenarnya!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia melakukan apa yang diperintahkan kepadanya dengan agak kesal, tapi tidak ada waktu untuk meminta penjelasan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Coilgun itu menghujani semua yang ada di situ. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Massa logam itu tanpa ampun menusuk tanah solid yang ada di situ dan menimbulkan getaran seperti gempa bumi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proyektil itu memiliki berat 1 ton dan menancap ke dalam tanah sedalam 1 meter. Ia jatuh seperti hujan dari ketinggian 3800 meter, jadi &lt;br /&gt;
tidak bisa dibayangkan seberapa besar energi kinetik yang ada di dalamnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara ledakan , salju dan es beterbangan di udara dan jatuh kembali ke tanah seperti longsor. Quenser sudah berpegangan dengan &lt;br /&gt;
cukup erat, tapi tangannya hampir terselip di ujung pegangannya. Namun, tidak bisa lagi merasakan kakinya. Gelombang ledakan membuat &lt;br /&gt;
retakan itu lebar da tanah tempat dia berdiri pun ikut menghilang. Satu-satunya tanah solid yang ada di Antartika pun pecah seperti &lt;br /&gt;
gelas yang retak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial!! Tidak peduli musuh atau sekutu, meriam Object benar-benar mengerikan!! Kau seharusnya melihat retakan ini dari satelit!” kata &lt;br /&gt;
Heivia yang kesal saat dia berusaha keras untuk mengangkat kakinya di ujung retakan ini. “Hei, Quenser. Aku tidak suka permintaanmu yang &lt;br /&gt;
tadi! Jujur saja, aku berharap kalau ledakan ini paling tidak bisa mengusir para teroris itu dari sini—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia kemudian tidak bisa berkata apa-apa lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sudah melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selongsong raksasa itu memiliki berat berton-ton dan menghujani tanah dari ketinggian yang cukup tinggi. Selongsong itu menghantam &lt;br /&gt;
satu-satunya bagian di mana tanahnya solid di Antartika, gelombang ledakan menyebar ke seluruh arah, dan longsor pun terjadi di gunung &lt;br /&gt;
salju terdekat dari sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ke-50 meriam itu sama sekali tidak terkena dampak dari serangan brutal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tertutupi oleh salju dan es yang beterbangan akibat ledakan, tapi sepertinya tidak cukup kuat untuk membuat senjata itu tidak &lt;br /&gt;
lagi berfungsi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berengsek!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenggorokannya pun mengering. Ia merangkak di dalam retakan ini juga akan membuat mereka hancur berkeping-keping. Namun, mereka tidak &lt;br /&gt;
bisa bersembunyi di kerak ini karena tembakan meriam Object tadi membuat kerakan ini membesar dan membuat tanah di sini menjadi seperti &lt;br /&gt;
bukit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser kemudian memanjat keluar dari kerak itu dan berteriak, “Ayo panjat saja!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tahu apa yang baru saja kau katakan barusan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kau tidak melakukannya, kau akan mati!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser sudah berada di atas retakan itu dan berteriak tanpa menjelaskan apa yang dia inginkan sebenarnya. Dia kemudian menggunakan &lt;br /&gt;
radio untuk meminta semua orang melakukan hal yang sama. Heivia, tidak yakin apa yang harus ia lakukan sekarang, tapi dinding retakan &lt;br /&gt;
ini telah menjadi seperti lereng bukit dan tidak ada pijakan untuk kakinya. Jika dia kehilangan kekuatan genggamannya dia pasti akan &lt;br /&gt;
jatuh ke tanah dan mati. Dia akhirnya memutuskan untuk merangkak naik pada setengah perjalanan menuju ke atas dan memanjat pada jarak &lt;br /&gt;
yang tersisa dengan sedikit putus asa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja tidak terhitung berapa banyak railgun dan coilgun yang mengarah pada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bukan makhluk dengan kekuatan luar biasa yang bisa menghindari serangan seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahu bawa hal ini percuma, Heivia mengangkat senapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Quenser berkata, “Tidak apa-apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia ingin menjawab, “Bagaimana mungkin ini baik-baik saja?”, tapi musuh sudah membuat gerakan pertama mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang begitu menggelegar akibat tembakan railgun memerangkap di telinga Heivia dan membuat degupan jantungnya begitu kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu tembakan saja dari senjata seperti itu cukup untuk menghancurkan kapal perusak menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia hampir menutup matanya, tapi kemudian apa yang terjadi berikutnya di luar hasil perkiraannya sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia melihat dengan tatapan kosong dengan apa yang terjadi di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memang merasakan sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, itu hanya karena serangan gelombang kejut yang dihasilkan oleh ledakannya. Jika proryektil itu mengenainya, dia pasti mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembakan railgun itu tidak mengenai merkea. Malahan meriam railgun itu terlempar pada arah yang berlawanan. Dan tidak hanya itu saja. &lt;br /&gt;
Beberapa meriam kehilangan kekuatannya dan terdorong akibat tembakan yang terlampau kuat, yang lain pun runtuh ke samping, dan beberapa &lt;br /&gt;
yang lain meluncur ke atas seperti roket. Puluhan railgun itu runtuh seperti layar domino yang belum selesai untuk runtuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala Heivia penuh dengan pertanyaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-apa? Apa yang baru saja terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku yakin kalau jangkar yang ditanam di bawah tanah itu tidak lagi mampu menyokong railgun itu lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lebih jelasnya, retakan tanah inilah yang menghancurkan Object. Bukan meriam Baby Magnum.” Quenser berdiri dari posisi berbaringnya. &lt;br /&gt;
“Railgun dan laser yang digunakan oleh Object didisain untuk bisa dipasang ke dalam tubuh seberat 200.000 tonnya. Saat ditembakkan, &lt;br /&gt;
gelombang kejut dan gelombang panas tersebar ke seluruh arah. Meriam-meriam ini tidak digunakkan untuk melindungi markas karena friendly &lt;br /&gt;
fire sama bahayanya dengan serangan musuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu apa hubungannya dengan ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saat diletakkan di tanah, kekuatan yang dihasilkan oleh meriam ini sangat besar dan gelombang kejut yang dihasilkan akan menghancurkan &lt;br /&gt;
railgun itu sendiri. Mereka harus menanam jangkar sedalam 10 meter untuk menjaga keseimbangan dan supaya menahan gelombang kejut yang &lt;br /&gt;
dihasilkan. Tapi..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tembakan meriam putri menghancurkan tanah itu sendiri...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangkarnya tidak bisa lagi berfungsi. Tembakan pertama tadi juga tidak mengenai kita karena meriam itu miring dan bergetar. Setelah &lt;br /&gt;
itu, kita tinggal melihat mereka seperti anak kecil yang menembak dengan magnum dengan satu tangan. Senjata itu akan melukai anak itu. &lt;br /&gt;
Sementara menghindari area tembak railgun yang runtuh itu, kita harus menghancurkan kabel tenaganya. Beberapa dari mereka mungkin masih &lt;br /&gt;
berfungsi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu kita harus mencari siapa orang yang mengendalikan mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku rasa aku punya ide.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menggunkan dagunya untuk menunjuk observatorium nirawak milik Kerajaan Legitimasi yang terlihat begitu penuh dengan kehidupan. &lt;br /&gt;
Sepertinya musuh yang mengendalikan meriam-meriam ini menggunakan penghangat yang ada di dalam observatorium. Satu-satunya tempat mereka &lt;br /&gt;
bersantai sudah hancur, jadi mereka tentu saja panik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo kita cari tempat yang lebih baik sebelum mereka menembak lagi,” kata Quenser saat dia menepuk pundak Heivia. “Saat pertempuran &lt;br /&gt;
sesungguhnya terjadi, aku tidak akan berguna lagi, jadi kau yang akan memimpin kali ini Heivia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 7===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah meredam puluhan meriam itu, Quenser dan Heivia bergabung dengan sisa pasukan Kerajaan Legitimasi. Mereka telah kehilangan &lt;br /&gt;
beberapa rekan mereka juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu pertempuran berikutnya berjalan seterang hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teroris yang ada di observatorium nirawak itu dikalahkan dengan cukup mudah. Sepertinya posisi anti-tank yang menggunakan meriam-meriam Object adalah satu-satunya senjata utama yang mereka miliki dan mereka tidak tahu bahwa ada kemungkinan jika pasukan musuh berhasil &lt;br /&gt;
menerobos ke dalam sini. Teroris ini kalah jumlah, jadi mereka tidak kesempatan untuk menang. Mungkin itulah kenapa mereka sangat bergantung kepada meriam-meriam itu yang dikontrol di observatorium ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merkea juga menemukan pelontar roket yang digunakan untuk menarget pesawat pengintai milik Kerajaan Legitimasi. Pelontar itu sendiri &lt;br /&gt;
dipasang di atas kendaraan. Delapan rudal dipasang di atasnya seperti menara berputar. Empat tabung dipasang sebagai pelontar meriamnya &lt;br /&gt;
dan ada dua set pelontar meriam dipasang beriringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelontar rudal itu menggunakan pembidik laser, tapi terpisah dari sini ada sebuah kendaraan radar. Namun, sudut kendaraan itu cukup &lt;br /&gt;
aneh. Sepertinya, pengaturan yang digunakan pada awalnya adalah untuk serangan anti-pesawat tapi kemudian dipasang untuk mencari psosi &lt;br /&gt;
Quenser dan yang lain di tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ujung-ujungnya kita membunuh mereka semua, jadi kita masih belum tahu apa yang mereka incar. Aku tahu dari wajah tidak enah Froleytia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam situasi di mana tidak peduli sekutu maupun musuh akan terluka, menangkap musuh merupakan pekerjaan yang sulit. Jika pasukan &lt;br /&gt;
musuh berhasil menyiapkan jebakan saat mereka menunggu, mereka pasti akan terjebak dalam masalah. Dan pada akhirnya, Heivia dan yang &lt;br /&gt;
lain menggunakan kekuatan mereka secara maksimal dan berujung pada terbunuhnya semua anggota teroris ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 “Sekarang kita tidak tahu apa tujuan mereka dan apa yang coba mereka sembunyikan di sini. Apa kita akan disuruh menggali benua ini &lt;br /&gt;
untuk mencari tahu apa yang mereka sembunyikan di benua putih ini walau kita menang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gunung Erebus adalah gunung aktif, jadi wilayah ini cukup hangat seperti tempat kita diturunkan pada awal misi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menunjuk ke bawah kaki mereka. Itu bukanlah salju putih atau es, melainkan tanah solid.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia melihat asap putih keluar dari batu itu dan berkata, “Berengsek. Ini bukan situasi di mana kita disuruh mencari sesuatu. Tidak &lt;br /&gt;
peduli berapa keras kita mencari, gaji kita tetap sama. Kita mengalahkan seluruh teroris itu dan mengalahkan meriam anti-tank yang &lt;br /&gt;
mereka pasang. Apakah kau tidak merasa kalau pekerjaan kita ini agak tidak adil? Kan kita tidak boleh merebut semua kejayaan di sini &lt;br /&gt;
dari teman kita yang lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa, kau akan menyerah sekarang? Froleytia akan memarahimu nanti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat ke bawah Quenser. Ini adalah kolam air panas. Dan suhunya tepat pada 40 derajat celcius. Aku tidak akan melepas bajuku dan &lt;br /&gt;
telanjang di sini, tapi aku tidak merasa keberatan dengan melepas sepatu bootku dan membasahi kakiku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tahu, aku juga tidak mau menggunakan tenagaku untuk mencari apa yang mereka sembunyikan di benua putih ini. lagipula ini tidak ada &lt;br /&gt;
hubungannya dengan mempelajari Object.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan Kerajaan Legitimasi menggunakan seluruh tenaga manusia yang ada untuk mencari apapun yang mereka temukan di observatorium &lt;br /&gt;
nirawak ini. Keberadaan Object yang memberi tenaga bagi meriam anti-tank ini juga masih menjadi misteri, namun kedua orang bodoh ini &lt;br /&gt;
sudah tidak lagi peduli. Mereka membenamkan kaki mereka ke dalam air hangat ini dengan panjang satu meter dan dalam 30 meter, duduk di &lt;br /&gt;
atas batu, dan mengembalikan mood mereka kembali seperti semula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngomong-ngomong, kenapa teroris ini menggunakan rudal anti serangan udara?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahn? Maksudmu apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka menggunakan meriam-meriam Object, bukan? Kenapa mereka tidak menggunakan meriam itu saja untuk menjatuhkan pesawat? Dan jika &lt;br /&gt;
mereka benar-benar memiliki Object untuk memberikan tenaga..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya aku tahu? Mereka menggunakan posisi meriam itu sebagai serangan kejutan, jadi mereka menggunakan senjata mereka yang paling &lt;br /&gt;
buruk supaya kita tidak tahu senjata terbaik apa yang mereka miliki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan kenapa Object itu tidak muncul di radar putri? Object itu tingginya 50 meter. Akan sangat sulit untuk menyembunyikannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Quenser. Aku agak meragukannya, tapi kita tidak memiliki Stealth Object di sini bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wow, tidak mungkin. Kau pikir berapa banyak fungsi stealth yang harus dipasang di senjata sebesar itu? Dan di penyediaan dananya saja, &lt;br /&gt;
mereka harus mengeluarkan uang dengan jumlah yang sama dengan perawatan konservasi air.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Well, kau harus bertanya langsung pada musuh soal itu. Semua Object generasi kedua benar-benar mengerikan antara satu dengan yang lain. &lt;br /&gt;
Dan juga, semua ini hanya kemungkinan karena kita tahu apakah Object ini benar-benar ada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tidak bisa bertanya pada musuh dan mereka tidak tahu apa yang diinginkan oleh para teroris ini. Apa yang ingin mereka lakukan di &lt;br /&gt;
Antartika sebenarnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Well, ini bukan tugas kita lagi. Komandan dengan dada besar itu bisa mengkhawatirkan hal itu lain kali,” kata Heivia seraya ingin lepas &lt;br /&gt;
tangan. Seluruh tubuhnya terasa begitu ringan ketika dia menyerap panas air itu lewat kakinya dan uap panas ini benar-benar merelaksasi &lt;br /&gt;
tubuhnya. “Dahh... ini benar-benar terasa sangat nikmat dan aku merasa seperti ingin tidur....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hey, aku beri tahu kau ya, kau akan mati kalau kau tertidur di sini. Aku juga mau.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser tidak mau berpikir apapun yang tidak berhubungan dengan Object. Dia memutar kepalanya dan menikmati air hangat kolam ini dengan &lt;br /&gt;
kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian dia menyadari sebuah obyek perak berada di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser berhenti bergerak dan melihat ke arah benda itu sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benda itu berada di tengah-tengah badai salju yang bertiup sangat kencang. Jaraknya sekitar 50 meter dan bentuknya seperti sebuah batu &lt;br /&gt;
setinggi orang dewasa. Di bagian belakangnya terdapat sebuah perangkat yang mencuat keluar. Sepertinya menyembunyikan benda ini di &lt;br /&gt;
tengah-tengah badai salju adalah ide terbaik. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, aku harap aku tidak memperhatikannya tadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kau menemukan hal seperti ini, bodoh!? Sekarang kita harus melakukan sesuatu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku harap semua masalah ini terjadi di belahan dunia lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita sekarang di Antartika, jadi belahan dunia lain yang kau bilang tadi itu akan membuat wilayah negara aman menjadi sangat berbahaya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa terganggu karena hal ini, Quenser dan Heivia menarik kaki mereka dari dalam kolam air panas ini dan membersihkan uap-uap air yang &lt;br /&gt;
menempel di kaki mereka sebelum memakai kaos kaki dan sepatu boot.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hey, Quenser. Sepertinya benda itu mengeluarkan sesuatu seperti uap putih. Benar tidak apa-apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kita segera membereskan masalah ini, kita bisa segera bersantai lagi. Pikirkan saja hal ini sebagai motivasi untuk bekerja lebih &lt;br /&gt;
giat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bergumam satu sama lain dan berjalan menuju obyek di balik batu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di balik itu adalah sebuah kotak dengan lebar 80 cm.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
... atau seperti itu pandangan pertama saat mereka melihatnya. Sebenarnya benda itu memiliki kaki yang membuatnya terlihat seperti &lt;br /&gt;
seekor kepiting. Itu adalah robot. Dengan pengamatan lebih detail, kamera dan sensor bisa terlihat menempel di atas kotak itu. &lt;br /&gt;
Penutupnya sudah dibuang dan laptop anti-air dihubungkan dengan kabel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia mengerut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Robot pengamat. Aku ingat mempelajari hal ini di sekolahku di negara aman untuk mempelajari struktur dasar Object, atau, ya, seperti &lt;br /&gt;
itu,” kata Quenser dengan rasa penasaran yang amat tinggi saat dia mendekati benda itu dan mengamatinya dari berbagai sisi. “Sepertinya &lt;br /&gt;
robot ini digunakan untuk mengumpulkan informasi seperti retakan dari gunung berapi aktif yang tidak bisa dilakukan manusia sendirian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengembangakan sebuah UAV dan sebuah senjata nirawak sepertinya menjadi mode tersendiri ya di kalangan militer, tapi apakah mereka &lt;br /&gt;
benar-benar yakin akan menyerahkan pengamatan kepada robot buatan tangan seperti ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pengamatan yang dilakukan di tempat seperti ini menurutku tidak terlalu membutuhkan peralatan seperti ini dibandingkan dengan &lt;br /&gt;
pengamatan ke planet Mars. Dan juga, lebih mudah untuk mengirimkan sebuah robot ke retakan gunung berapi aktif yang suhunya sangat &lt;br /&gt;
tinggi dari pada menggunakan sebuah pakaian khusus.” Jawab Quenser. “Karena ia harus bertahan di suhu dingin Antartika, sepertinya robot &lt;br /&gt;
ini juga dibuat untuk suhu ekstrem. Robot ini memiliki antena parabola, jadi sepertinya dikontrol oleh radio kontrol dan mengirim data &lt;br /&gt;
kembali ke laboratorium atau kapal pengamat via satelit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh begitu. Tapi sepertinya ini sangat menggangguku.” Heivia mengelilingi robot ini dan menunjuk sebuah titik. “Penutupnya sudah diambil &lt;br /&gt;
dan ditempel dengan sebuah laptop yang dihubungkan dengan kabel.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, sepertinya ada konekter eksternal. Aku tidak mengerti, kenapa orang yang membuat robot ini harus repot-repot melepas penutupnya &lt;br /&gt;
untuk memasang sebuah laptop di atasnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa mungkin orang selain pembuatnya yang melakukannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia saling bertukar pandang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini mungkin adalah salah satu tujuan teroris. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Quenser. Apa kau bisa mencari tahu apa yang ada di dalam laptop itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kita boleh menyentuhnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa, kau ingin meminta izin dari Froleytia lebih dulu? Aku tidak mau terlihat seperti istri yang ikut kelas memasak. Kau tahu, yang &lt;br /&gt;
suka memanggil guru bahkan untuk menuangkan minyak ke dalam wajan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, kalau terjadi sesuatu, kau yang harus dimarahi, Heivia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, oke. Sial, Quenser. Apa kita ini terlihat seperti istri yang tidak tahu bagaimana cara menggunakan apron?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat betapa cepatnya responnya, Heivia pasti sangat takut terhadap komandannya itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser memasang frekuensi radionya dan menjelaskan situasi yang mereka hadapi dengan robot dan laptop itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban Froleytia pun sudah jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan mengirim staf dari divisi simulasi ke sana. Jangan sentuh apa pun sampai mereka datang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keh. Jadi sekali lagi, prestasi kita diambil alih oleh orang lain,” kata Heivia dengan wajah tidak suka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dari keluhannya yang tidak terlalu lama itu, ada kemungkinan dia itu marah karena harus menunggu lama di tengah-tengah Antarika &lt;br /&gt;
dari pada meributkan “prestasi” mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Heivia terlihat begitu ingin untuk segera keluar dari sinim Froleytia berbicara dengan suara kecil tanpa rasa khawatir. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, memangnya kamu tidak berpikir kalau robot itu diisi bom plastik? Kalau kau membuat kesalahan, bisa saja robot itu meledak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingin pergi!! Aku ingin pergi sekarang juga!!” teriak Heivia dengan air mata di matanya, tapi Froleytia memerintahkan mereka untuk &lt;br /&gt;
tetap berada di sana dan mengakhiri transmisinya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia dengan gugup menatap robot itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua secara spontan mundur sedikit demi sedikit dari robot itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, ini cuman aku atau robot itu mulai melakukan sesuatu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua berhenti bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata mereka tertuju pada laptop yang terhubung dengan robot itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, mereka melihat ke layarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah jendela muncul dan mulai memberikan alarm peringatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keinginan Heivia untuk pergi semakin kuat detik demi detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ini menjadi semakin, semakin buruk?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini lebih dari buruk...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengikuti dan membaca tiap teks yang muncul di jendela itu dengan wajah serius. Tidak seperti Heivia, dia segera beranjak menuju &lt;br /&gt;
laptop itu. Dan dengan segera mengantarkan jarinya ke keyboardnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membuka beberapa jendela lain dan memeriksa apa yang tertulis di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Robot survei ini dikontrol dari laboratorium via satelit dan sedang mengirimkan data dengan arah yang sama. Sepertinya robot ini &lt;br /&gt;
mencoba menerobos jalur komunikasi yang terhubung lewat satelit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudmu mereka mencoba mencuri data rahasia yang ada di sini lewat robot ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bukan begitu! Sial!!” Quenser berteriak saat dia melihat jendela itu lagi. “Mereka mencari satelitnya! Satelit yang digunakan &lt;br /&gt;
untuk komunikasi juga dilengkapi dengan perangkat alat untuk bereksperimen di luar angkasa. Salah satu percobaannya adalah denga &lt;br /&gt;
nmembakar permukaan asteroid terdekat dari satelit itu dengan laser dan menganalisis datanya dengan cahaya yang dipancarkan. Seluruh &lt;br /&gt;
data eksperimen itu sudah diambil!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf Quenser, tapi aku tidak paham apa yang kau katakan ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sederhananya, mereka meretas masuk ke dalam satelit supaya mereka bisa dengan mudah menarget siapapun yang mereka inginkan dengan laser &lt;br /&gt;
yang digunakan untuk eksperimen!! Kekuatannya cukup untuk melelehkan plat baja setebal 30 mm!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, tunggu, tunggu!! Memangnya mereka bisa melakukan itu? Aku rasa satelit itu memiliki pengamanan yang ekstra ketat!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka bisa. Ini bukan satelit yang digunakan untuk sebuah negara dengan dana yang besar. Satelit ini kecil, murah, dan dibuat dengan &lt;br /&gt;
dana yang diberikan oleh semacam universitas. Sistem yang digunakan juga berasal dari OS yang dijual di pasaran dan software gratis juga &lt;br /&gt;
bisa dipasang di dalamnya. Dan itu juga berlaku untuk sistem keamanannya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi meskipun begitu, kita berbicara mengenai laser yang digunakan untuk membakar permukaan satelit. Kalau targetnya ada di bumi, &lt;br /&gt;
bukannya atmosfer bumi akan melemahkannya dan lapisan ozon akan membiaskannya sebelum sampai ke target yang ada di permukaan bumi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, benar. Tapi hanya jika targetnya ada di bumi,” kata Quenser saat dia menunjuk layarnya. “Teroris ini menarget sebuah wilayah villa &lt;br /&gt;
di bulan”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bulan!?” teriak Heivia dengan suara panik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menunjuk data yang ada di dalam jendela yang menampilkan data mengenai sudut target laser satelit. Arahnya ternyata benar-benar &lt;br /&gt;
berlawanan dengan dengan atmosfer bumi. Target angkasanya berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bulan....? Kau seharusnya tidak bercanda seperti itu, Quenser. Ada beberapa hal yang tidak patut untuk dijadikan bahan guyonan, &lt;br /&gt;
Quenser.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau buta!! Satelit ini bisa menarget bulan dengan mudah!! Dan, asal kau tahu saja, satelit ini bisa menarget Blind Net yang &lt;br /&gt;
dipasang sebagai sarana eksperimen membuat lahan tempat tinggal di permukaan bulan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Blind Net? Bukannya itu adalah atmosfer optikal kedua? Blind Net dibentuk dari dua lapisan jaring berbentuk setengah bola dengan sebuah &lt;br /&gt;
kabel semitransparan yang terbuat dari cristal photonm, lapisan yang pertama lebih besar dari lapisan yang berikutnya, dan digunakan &lt;br /&gt;
untuk mengatur secara bebas jumlah cahaya yang masuk ke permukaannya, bukan? Aku ingat karena rumornya Blind Net akan digunakan untuk &lt;br /&gt;
Proyek ReTerra untuk melawan pemanasan global.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bulan tidak memiliki atmosfer tebal seperti di bumi, jadi tidak akan ada perlindungan terhadap cahaya matahari langsung! Dalam satu &lt;br /&gt;
hari, suhu di permukaannya bervariasi dan rata suhunya bisa berada di bawah nol derajat dan tiba-tiba saja naik hingga ratusan derajat &lt;br /&gt;
celcius!! Apa kau tidak sadar apa yang akan terjad jika para teroris ini menggunakan laser ini untuk menghancurkan Blind Net!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Umat manusia mulai melanjutkan sebuah usaha untuk mengembangkan bulan, tapi walau mereka sudah berusaha keras atmosfer bulan tidak sama &lt;br /&gt;
dengan atmosfer bumi. Vila yang dibangun di bulan merupakan sebuah bangunan yang dibangun dengan dinding yang tebal dan kokoh. Walau &lt;br /&gt;
begitu, bangunan itu dibangun dengan asumsi bahwa Blind Net akan melindungi mereka. Dan Blind Net tidak diciptakan untuk bertahan &lt;br /&gt;
melawan lingkungan yang memiliki perubahan suhu yang ekstrem.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 	“Tanpa Blind Net, bangunan di sana akan mengalami perbedaan suhu yang cukup tinggi. Tidak akan ada yang tahu dengan nasib &lt;br /&gt;
bangunan yang ada di dalamnya. Dan dengan retakan seukuran beberapa milimeter, sudah cukup untuk membuat orang-orang yang berada di &lt;br /&gt;
dalam vila mati karena tersedot udara vakum.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Radiasi sinar matahari itu masalah lain bagi Blind Net. Jaring raksasa yang disebut sebagai Blind Net berfungsi untuk mempolarisasi &lt;br /&gt;
radiasi yang turun ke permukaan bulan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa sudah cukup dengan semua yang dia terima ini, Heivia berteriak, “What the hell!? Ini pertama kalinya sebuah serangan berskala &lt;br /&gt;
besar berniat untuk menyerang bulan dan ini semua akan masuk ke dalam sejarah umat manusia!! Aku pikir orang memikirkan rencana ini &lt;br /&gt;
sudah satu langkah di depan kita!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rencana ini masih berjalan saat kita berbicara. Kita harus mencari cara untuk mengakali satelit ini dengan cepat!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para teroris yang berada di observatorium nirawak ini mungkin menggunakan laboratorium nirawak ini untuk memberi waktu bagi persiapan &lt;br /&gt;
mereka untuk menyerang bulan. Masih belum ditemukan memang, tapi pasti ada sebuah perahu cepat yang disembunyikan di sini untuk pelarian &lt;br /&gt;
diri mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak bagus!! Dari orbit satelit ini, bulan berada tepat di arahnya, dan dari posisinya yang berhubungan dengan matahari, kita bisa &lt;br /&gt;
mengetahui di mana lubangnya terbentuk. Kalau kita tidak bisa memberitahukan orang-orang di sana untuk segera dievakuasi, aku tidak akan &lt;br /&gt;
bisa makan dengan tenang nanti!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan otoritas yang kita miliki!? Apa kau tahu berapa banyak orang kaya yang ada di bulan sekarang ini!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, aku tahu. Saat kita merasa ragu, hubungi komandanmu. Kita membutuhkan bantuan Froleytia!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 Quenser dan Froleytia pergi ke radio mereka untuk menerima petunjuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia merespon dengan suara marah yang lebih panas dari api neraka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku rasa aku menyuruhmu untuk tidak melakukan apapun sampai teknisi kita sampai di sana...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, maaf soal itu. Tapi tolong jangan marahi kami sekarang!!’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau punya nyali untuk melawan perintah langsung dari komandanmu, Quenser. Tapi ... vila di bulan, kau bilang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia sedikit merenung, tapi sepertinya dia agak tidak sabar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar,” Froleytia mengakhiri transmisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa menit, dia menghubungi mereka lagi dan sepertinya dia sudah sedikit lebih tenang. Dia mungkin menggunakan perangkat &lt;br /&gt;
dari divisi simulasi elektronik untuk membantunya mengambil keputusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mulai dengan kesimpulan yang aku ambil: kita tidak perlu melakukan apapun soal satelit itu. Kita sudah memperkirakan target yang &lt;br /&gt;
dituju oleh laser itu, tapi wilayah penduduk yang ditarget oleh lubang yang berada di Blind Net adalah Rock Castle. Ada tamu VIP spesial &lt;br /&gt;
di sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Di sana ada seorang Jenderal dari Corporasi Kapitalis, salah satu kekuatan dunia yang seimbang dengan kekuatan Kerajaan Legitimasi. &lt;br /&gt;
Kerajaan Legitimasi pernah mencoba beberapa kali untuk membunuhnya beberapa kali tapi gagal. Jika para teroris ini berhasil membunuhnya, &lt;br /&gt;
kita melempar masalah ini ke mereka. Atasan tinggi berpendapat bahwa kita harus melepaskan ini karena ini bukan urusan kita. Aku setuju. &lt;br /&gt;
Jika ada sebuah alternatif yang membuat bawahanku terbunuh, aku lebih memilih tutup mata.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia saling bertukar pandang. Mereka terlihat bodoh karena sudah khawatir sebelumnya. Mungkin masalah ini akan menjadi &lt;br /&gt;
bencana bagi para penduduk Korporasi Kapitalis di bulan sekarangm tapi mereka berdua tidak memiliki kewajiban untuk menyelamatkan orang &lt;br /&gt;
yang memberi perintah untuk membunuh orang dan menontonnya dari atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Toh, kalian tidak perlu melakukan apapun terhadap satelit itu. Walau kalian sudah menyentuh komputer yang terhubung ke satelit itu. &lt;br /&gt;
Well, aku akan meminta bagian intelijen untuk untuk memeriksa robot itu dan meminta mereka untuk membuatnya seperti kecelakaan karena &lt;br /&gt;
lingkungan yang ekstrem, jadi kita tidak akan mendapat masalah yang serius. Kalau kau mengerti, kembali ke sini secepatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata seperti itu, Froleytia mengakhiri transmisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia duduk di atas sebuah es.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haah ..... rasanya seperti tenagaku disedot untuk sesuatu yang tidak penting. Untuk apa selama ini kita bertarung, huh? Bagaimana &lt;br /&gt;
dengan orang-orang yang terpaksa harus menjadi terkaman meriam anti-tank tadi supaya bisa beristirahat dengan tenang sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser tidak memberikan respon terhadap komentar Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sepertinya memikirkan hal lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei? Ayolah, ayo kita pergi dari sini. Atau kau sepertinya masih memikirkan apa yang terjadi dengan anak penguin yang tadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heivia, apa aku bisa bertanya sesuatu padamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebelum kita sampai di Antartika, kau mendapat video chat saat kita di ruang penyimpanan amunisi, bukan? Kau tahu, wanita dengan rambut &lt;br /&gt;
blonde dan gaun dari salah satu keluarga Kerajaan Legitimasi.” Quenser memilih kata-kata yang akan dia ucapkan dengan hati-hati. “Apa &lt;br /&gt;
kau ingat apa yang dia katakan soal kemana dia mau pergi? Sesuatu yang sangat jauh dari peperangan di planet ini, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Tunggu sebentar. Tunggu sebentar!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku rasa dia juga menyebutkan soal warna bendera tidak dilihat sebagai sebuah ancaman di sana. Bukankah itu berarti itu berada di &lt;br /&gt;
sebuah tempat yang berada di luar wilayah kekuatan dunia manapun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja ada beberapa wilayah seperti itu di bumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai contoh, laut internasional, wilayah yang berada di luar batas 200 mil dari daratan. Atau Antartika, tempat di mana Quenser dan &lt;br /&gt;
Heivia sekarang berada. Ada beberapa tempat seperti surga di bumi ini yang tidak dimiliki oleh siapapun, tapi salah satunya adalah...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-Heivia. Kita tidak tahu pasti soal ini. Sebenarnya, kita beruntung kalau kita tidak akan mengkhawatirkan apapun, tapi apakah kau bisa &lt;br /&gt;
menghubunginya lewat internet?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-iya. Kita tidak memiliki bukti. Tunggu, apa kita bisa menggunakan internet di sini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena begitu banyak pusat penelitian di Antartika dari berbagai macam kekuatan dunia saat ini, mendapatkan jaringan internet di sini &lt;br /&gt;
cukup mudah di Antartika dan Kerajaan Legitimasi memiliki pesawat pengangkut menunggu di laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia menarik perangkat genggamnya dan menyalakan wireless LAN.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Quenser, kita terputus dari akses eksternal selama misi, tapi bisakah kau meretasnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau aku bisa melakukannya, aku tidak akan menjadi tamtama di sini. Tapi akses khusus yang dibuat untuk perempuan itu pasti masih &lt;br /&gt;
aktif. Kalau begitu, paling tidak kau bisa menghubunginya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh! Berhasil, ini berhasil! Tapi aku punya firasat kalau Froleytia akan menyadarinya dan pasti akan sangat marah!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa perubahan sederhana, Heivia akhirnya berhasil menghubungi gadis yang lokasinya masih tidak diketahui itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaanya yang pertama adalah: “Di mana kau saat ini sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan itu sangat sederhana dan mendapat jawabannya yang singkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja aku ada villa di bulan bernama Rock Castle.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, anak dari bangsawan Winchell dari Kerajaan Legitimasi, Heivia, berteriak sangat kuat sampai-sampai kepalanya merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Fuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuucccccccccccccccckkkkkkkkkkkkkkkkkkk!!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-ini lamaran yang sangat terburu-buru!! Tapi aku tidak masalah sih,” kata gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:is0098.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser hampir saja akan menangism “Kau tidak keberatan!?”, tapi kemudian dia berhasil menahan dirinya supaya dia bisa menahan amarah &lt;br /&gt;
keluarga bangsawan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia dan Quenser mulai berbisik seperti sebuah pertemuan darurat supaya gadis itu tidak bisa mendengar mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Jadi apa yang terjadi, Quenser? Apa atasan tinggi sangat haus untuk membunuh Jenderal Korporasi Kapitalis sampai-sampai rela &lt;br /&gt;
kehilangan putri bangsawan Kerajaan Legitimasi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Kalau keluarganya cukup berpengaruh dan tidak melihat Korporasi Kapitalis sebagai musuh bahkan saat kita masih berperang dengan &lt;br /&gt;
mereka, para atasan mungkin ingin segera menyingkirkan mereka secepat mungkin. Tapi aku ragu Froleytia tahu bahwa ada warga sipil di &lt;br /&gt;
sana. Kalau dia tahu, dia pasti tidak akan memberikan perintah ini dengan tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Terlepas dari itu, hasilnya semua sama saja. Dengan perintah militer seperti ini, kita tidak akan bisa melakukan apapun terhadap &lt;br /&gt;
satelit ini tanpa mendapat hukuman. Tapi kalau kita tidak melakukan apapun...!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kalian berdua bisikkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya membuat mereka berdua melompat kaget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser memukul tangan Heivia dengan sikunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Heivia. Hei, Heivia.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Ada apa!? Ini sangat darurat!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Kita bisa ngomong kalau tanganmu terkilir. Lakukan, lakukan!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bfh!??” Heivia terkaget-kaget. “(Apa kau tidak tahu apa yang baru saja kau katakan barusan!? Kalau kita melakukannya, kau juga akan &lt;br /&gt;
dihukum bersamaku!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Cepat! Lasernya akan menembak dalam 30 detik!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Oke, aku akan melakukannya!! Aku tidak ingin mendengarmu komplain setelah ini!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia menarik napas panjang untuk fokus pada dirinya sendiri dan berbalik ke laptop yang terhubung dengan robot survei. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ops! Tanganku tergelincir!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heivia, kau bodoh! Kau salah!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka saling berteriak satu sama lain, mereka berdua melihat komputer dan dengan hati yang bimbang dan rasa takut mereka mengubah &lt;br /&gt;
orbit satelit itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya apa sih yang kalian berdua lakukan? Ini menggangguku sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita sebenarnya sedang bermain sebagai pahlawan!! Dan kami berdua sedang menyiapkan bahaya yang sangat tidak menyenangkan untuk hidup &lt;br /&gt;
kami berdua!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 8===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya semuanya berjalan dengan baik, walau tidak ada yang tahu apakah ia berada pada tingkat marah atau tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia dipanggil ke ruang perwira yang berada di sebuah kapal induk serbu yang sekaligus digunakan sebagai markas. Saat &lt;br /&gt;
berada di sana, mereka menyadari bahwa Froleytia telah menunggu mereka berdua dengan pidato yang telah ia siapkan. Sebenarnya, hal ini &lt;br /&gt;
sudah mereka perkirakan tapi kali ini pidato Froleytia berada pada tingkat yang berbeda. Quenser begitu penuh dengan pikiran ketika ia &lt;br /&gt;
melihat shuriken Jepang yang digunakan sebagai hiasan di atas mejanya akan melayang ke kepalanya setiap saat. &lt;br /&gt;
Pidato yang sangat menyiksa ini  memakan waktu yang sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, sangat sangat, sangat, sangat, sangat sangat, sangat, sangat, sangat lama, dan sekitar 120 menit telah terlewat. Froleytia pasti telah menyadari betapa lama pidatonya itu karena dia mulai batuk-batuk sebelum ia mulai berbicara lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Well, kalian beruntung karena ini adalah misi yang tidak resmi. Karena operasi militer ini tidak pernah ada dalam catatan sejak &lt;br /&gt;
pertama, mereka tidak bisa membuatmu bertanggung jawab. Atau dengan kata lain, kalian seharusnya berada di balik terali besi saat ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haah ... yeah ...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ ... Sial. Aku bertarung dan berjuang demi seorang heroine dan yang aku dapat adalah sebuah pidato bahwa apa yang kulakukan ini &lt;br /&gt;
bertentangan dengan perintah yang diberikan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Quenser dan Heivia terlihat seperti pembungkus krim dari plastik yang isinya sudah ditekan keluar semua. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau ia mulai batuk-batuk lagi, Froleytia bertanya, “Jadi bagaimana keadaan gadis ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harusnya kau bertanya pada Heivia, bukan aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melempar pertanyaan itu pada Heivia. Heivia terlihat tidak nyaman, tapi dia harus menjawab tanpa melempar pandangannya karena &lt;br /&gt;
yang bertanya saat ini adalah komandannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia terlihat senang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia terus menggunakan wajah marahnya itu selama 2 jam ke belakang, tapi sekarang wajah itu berganti. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan senyum masam, komandan dari dua anak laki-laki itu berkata, “Kalau begitu aku rasa tidak perlu ada yang dijelaskan lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 9===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pekerjaannya yang telah selesai, Heivia meninggalkan ruangan Froleytia dan ia berpisah dengan Quenser ketika ia keluar. Rekan &lt;br /&gt;
seperjuangannya selama ini hanyalah seorang tamtama jadi dia tidak mendapatkan pelatihan tentara, jadi Quenser merasa sangat lelah &lt;br /&gt;
setelah mengelilingi Antartika dengan tempo yang sama dengan Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan juga, Heivia membutuhkan waktu untuk sendirian saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamar itu berisi empat tempat tidur, jadi ia tidak bisa pergi ke kamarnya sekaran. Pada akhirnya, dia membuka palka kapal itu dan &lt;br /&gt;
berjalan menuju dek kapal yang sangat dingin itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menggunakan perangkat genggamnya untuk melakukan sebuah video chat dengan sambungan internet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sedang berusaha menelepon anak perempuan dari keluarga Vanderbilt yang berada di villa bulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia pasti tahu bahwa ia membutuhkan akses khusus untuk tersambung ke sana. Tapi dia tidak mau menghalanginya untuk melakukan &lt;br /&gt;
kontak dengan anak perempuan itu dengan kewenangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sepertinya, akses khusus ini tidak bisa dipakai lagi saat hubungan telepon ini berakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa dia ingin mengatakan semua yang ingin dia katakan sementara dia memiliki kesempatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau sudah sedikit lebih tenang?” tanyanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-iya. Kamu juga tidak bisa menyalahkan aku. Semua orang pasti panik ketika mendengar bahwa villa di bulan ini diincar oleh gerombolan &lt;br /&gt;
teroris.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin,” kata Heivia dengan senyum masam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi dia menggunakan kesempatan ini untuk menjaga jarak dengan satu-satunya hal yang bisa membuatnya menjadi penerus keluarganya. &lt;br /&gt;
Namun, Heivia tidak menyesalinya. Jika ia kehilangan dirinya saat itu, keinginannya untuk menjadi penerus keluarga Winchell tidak akan &lt;br /&gt;
pernah terpenuhi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa?” tanya anak perempuan itu. “Aku mengerti kalau mewarisi garis kekuasaan keluarga Winchell bukan alasanmu. Bahkan orang-orang di &lt;br /&gt;
keluargamu masih menghindarimu. Tapi ...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau mau bilang kalau yang aku lakukan sekarang ini berbahaya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hari ini, aku melihat segenggam hal yang kau lakukan selama ini. Aku selalu berpikir bahwa siapapun bisa mewarisi garis keturunan &lt;br /&gt;
keluarganya dan menjadi kepala keluarga dengn berdiam di markas yang jauh dari kata bahaya selama 3 tahun, tapi yang kulihat ini &lt;br /&gt;
ternyata sangat berbeda. Kalau kamu tetap melakukan hal seperti ini, aku takut kalau suatu saat akan terjadi hal buruk yang menimpamu. &lt;br /&gt;
Dan ... jika kamu menyerah pada kau-tahu-yang-kumaksud, kamu bisa mewarisi garis keturunan keluarga Winchell kapan saja tanpa harus ada &lt;br /&gt;
orang yang mempermasalahkannya. Jadi ... kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang di keluargamu masih menghindarimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kau menyerah pada kau-tahu-apa-yang-kumaksud...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar itu, Heivia menyipitkan matanya. Wajahnya terlihat lebih serius dari saat dia bersama dengan Quenser atau bahkan saat ia &lt;br /&gt;
bersama dengan Froleytia, atau bahkan putri Baby Magnum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar. Keluarga Winchell dan Keluarga Vanderbilt masih memiliki rasa permusuhan dan kedua belah pihak sama-sama menginginkan supaya &lt;br /&gt;
salah satu pihak untuk musnah. Kau mengerti kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-Iya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan kau tahu bahwa tak satupun dari aku atau kamu yang ingin dirongrong oleh orang-orang yang tidak suka dengan keputusan kita berdua. &lt;br /&gt;
Kau merasakan hal itu, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Tapi ... tapi ...!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya itu yang ingin ku tahu.” Heivia tersenyum. “Pada saat ini, kita akan berakhir seperti adegan terakhir drama tragedi Shakespear. &lt;br /&gt;
Namun, aku tidak ingin hal itu terjadi. Aku akan terus berjuang sampai aku menemukan satu hal yang dapat membuatku mewarisi garis &lt;br /&gt;
keturunan pemimpin keluarga Winchell dari orang-orang yang ingin mencoba merebutnya dariku. Setelah aku menemukannya, aku akan menutup &lt;br /&gt;
mulut semua orang yang meragukanku dan menyelesaikan konflik tiada akhir ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi tunggulah di sana. Aku akan pastikan bahwa aku akan mendapatkan apa yang sudah menjadi hakku. Kenapa kau berpikir kalau aku &lt;br /&gt;
menolak untuk bergabung dengan akademi militer dan mendafkan diriku sebagai perwira pertama? Aku melakukannya supaya aku dapat melakukan &lt;br /&gt;
apa yang seharusnya aku bisa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia Winchell.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia membicarakan tujuannya itu lewat video chat itu, dia membuat sebuah keputusan yang tak nampak di wajahnya – baik terjelaskan &lt;br /&gt;
lewat wajahnya atau suaranya yang diam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
... dan aku akan melawan Object sialan ini kalau perlu supaya aku dapat meraih tujuanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 10===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang putri, pilot elit dari Baby Magnum, menatap monitor yang ada di dalam kokpitnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berada di laut Ross di pesisi gunung Erebus, tempat di mana pertempuran telah terjadi di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa perahu motor bersandar di sana. Sepertinya perahu itu milik para teroris. Mereka pasti akan menggunakan perahu itu untuk kabur &lt;br /&gt;
ke Oseania setelah mereka berhasil menyerang bulan dengan menggunakan robot survei. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, bukan itu masalahnya sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di permukaan laut itu, tepat di sebelah perahu motor itu, terdapat tumpukan kabel. Mereka menggunakan kabel itu sebagai tenaga untuk &lt;br /&gt;
menggunakan cadangan senjata Object sebagai anti-tank.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biasanya, kabel itu akan terhubung ke sebuah Object, tapi tidak ada tanda-tanda bahwa ada Object di tempat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Putri memeriksa radar Object, tapi dia tidak menangkap apapun di radarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berpikir lagi sebentar dan kemudian dia memberikan laporan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berbicara dengan Froleytia yang sekaligus sebagai penanggung jawab wilayah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang sudah kuduga, aku tidak bisa mendeteksi keberadaan satu reaktor pun di sini. Bagaimana cara mereka mengirim sebuah Object &lt;br /&gt;
ke tempat ini juga masih misterius. Mungkin Object itu sekarang sudah menyelam ke dasar laut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingin sekali berpikir bahwa Object berbentuk bola sebesar 50 meter itu mampu menyelam tanpa terdeteksi oleh sonar sekalipun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin mereka menggunakan fungsi stealth.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:is0106.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku memiliki firasat bahwa Object sebesar itu bisa dilihat dengan mata telanjang bahkan ketika radar tidak mampu menangkap &lt;br /&gt;
keberadaannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dari railgun yang digunakan sebagai anti-tank, dari kabel berdaya tahan rendah yang digunakan untuk menyuplai tenaga, dan dari misil &lt;br /&gt;
yang digunakan untuk menyerang pesawat mata-mata kita. Semua prajurit musuh memang sudah mati semuanya, tapi ada beberapa petunjuk yang tertinggal yang bisa kita gunakan sebagai petunjuk. Dari semua petunjuk yang ada saat ini, aku yakin orang yang bertanggung jawab untuk serangan ini adalah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia mulai menangkap jejak dari semua petunjuk ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin dia memang kekurangan petunjuk. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau mungkin dia masih memiliki keraguan untuk mengungkapkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apapun alasannya, pada akhirnya masanya sudah selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Konglomerat Mass Driver, organisasi terbesar di seluruh dunia yang berada pada kekuatan dunia Korporasi Kapitalis.”&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Heavy_Object_(Indonesia)&amp;diff=459781</id>
		<title>Heavy Object (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Heavy_Object_(Indonesia)&amp;diff=459781"/>
		<updated>2015-08-29T04:37:30Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Status|Active|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy Object v01 cover.jpg|thumb|300px|right|&#039;&#039;The cover art of volume 1&#039;&#039;]]&amp;quot;HEAVY OBJECT&amp;quot; (ヘヴィーオブジェクト) adalah seri sains fiksi (Sci-fi) oleh Kazuma Kamachi (鎌池 和馬) dan diilustrasikan oleh Ryou Nagi (凪良) diterbitkan oleh Dengeki Light Novel Label. Saat ini sudah ada delapan seri yang telah diterbitkan. Adaptasi manganya telah diterbitkan oleh di majalah bulanan Dengeki Maou. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Animenya akan rilis pada musim gugur bulan Oktober. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri Heavy Object juga tersedia dalam beberapa bahasa:&lt;br /&gt;
*[[Heavy Object ~ (Spanish)|Español (Spanish)]]&lt;br /&gt;
*[[HEAVY OBJECT|Inggris (English)]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sinopsis Cerita ==&lt;br /&gt;
Dan pada akhirnya, perang tak bisa dihilangkan. Tapi, ada sebuah perubahan. Bahkan di balik para pembantu kejahatan berhati dingin, ada sebuah perubahan. Senjata pemusnah itu adalah &amp;quot;Object&amp;quot;. Senjata ini merubah semua arti dari perang. Seorang siswa pertukaran bernama Quenser, yang dikirim ke medan perang, bertemu dengan seorang gadis elit dengan aura yang aneh. Gadis itu, yang disebut &amp;quot;Elit&amp;quot;, adalah pilot dari &amp;quot;Object&amp;quot;. Di masa depan. Laki-laki kecil ini harus berdiri menggantikan peran dari gadis itu untuk menjadi pilot dari senjata terhebat di dunia, &amp;quot;Object&amp;quot; untuk gadis itu. Ini adalah alasan dari pertemuan pertama mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan ==&lt;br /&gt;
Ini adalah proyek terjemahan second hand setelah versi English-nya, bagi yang mampu berbahasa Jepang dan ingin meninjau ulang dari bahasa aslinya, bantuan anda sangat kami hargai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Semua bab (yang sudah disunting) harus mengikuti format guideline yang berlaku.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[HEAVY OBJECT (Indonesia):Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap penerjemah diminta untuk mendaftarkan [[No Game No Life (Indonesia):Halaman Pendaftaran|mendaftarkan]] bab mana yang akan mereka kerjakan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pembaruan ==&lt;br /&gt;
*29 Agustus 2015, Volume 1 Bagian 3: selesai &amp;amp; Volume 2 Bagian Prolog dan Bagian 1 (6/10)&lt;br /&gt;
*27 April 2015, Volume 1 Bagian 2: selesai (8/8) &amp;amp; Volume 1 Bagian 3 (4/14)&lt;br /&gt;
*6 Maret 2015, Volume 1 Bagian 2 (5/8) &lt;br /&gt;
*1 Januari 2015, Volume 1 Bagian 1: Selesai (17/17)&lt;br /&gt;
*16 Desember 2014, Volume 1 Bagian 1 - 8: Selesai&lt;br /&gt;
*11 November 2014, Pembuatan laman HEAVY OBJECT; Pencarian Translator; Pembenahan Laman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri HEAVY OBJECT ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 1  ===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_v01_cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 1|Bagian 1 - Tentara Berpangkat Rendah yang Mengalahkan Gulliver &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran di Salju Alaska yang Membeku]] (Edit Cek)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 2|Bagian 2 - Si Jempol Tom Berlari di Ladang Minyak &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Menutup Jalan Masuk Melewati Gibraltar]](Edit Cek)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 3|Bagian 3 - Perang Antara Semut dan Belalang Sembah &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Melawan Negara Militer Oseania]] (4/14)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 2: Penerapan Perang - &#039;&#039;Seleksi Perang&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Is0009.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 1|Bagian 1 - Hal yang Biasa Jika Berlumpur di Lokasi Halang Rintang &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Mengontrol Antartica]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 2|Bagian 2 - Si Kaki Tiga yang Mendaki Gunung Demi Hidup dan Mati &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Tembakan Meriam di Gunung Iguazu]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 3|Bagian 3 - Di Pertempuran antar Kavaleri, Serang Kaki-kaki Musuhmu &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Mati-matian di Kota Amazon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 3: Bayangan Raksasa - &#039;&#039;Bayangan Dunia&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_3_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 1|Bagian 1 - Kuburan Rongsokan Logam adalah Harta Karun untuk Mencari Logam Langka &amp;gt;&amp;gt; Mencegat Sisa Pasukan di Alaska]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 2|Bagian 2 - Tambang Batu Bara yang Menghanmburkan Tumpukan Uang &amp;gt;&amp;gt; Serang Kejutan Secapat Kilat di Semenanjung Kamchatka]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 3|Bagian 3 - Harga Diri itu Tak Ternilai &amp;gt;&amp;gt; Pencegatan Darurat di Pulau Victoria]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 4: Harta Karun Matematika Elektron - &#039;&#039;Nadi Teoritis&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_4_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 1|Bagian 1 - Seharusnya itu adalah Lautan Biru Alami &amp;gt;&amp;gt; Perang ilegal di Distrik Loyauté]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 2|Bagian 2 - Natal di Pantai Pasir Putih &amp;gt;&amp;gt; Cuti di Garnisun Perang (?) di Distrik Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 3|Bagian 3 - Harta Karun Laut Merah Pekat &amp;gt;&amp;gt; Bertahan di Distrik Solomon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 5: Festival Kematian - &#039;&#039;Menebus Technopics&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_5_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 1|Bagian 1]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 2|Bagian 2]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 3|Bagian 3]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 4|Bagian 4]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 5|Bagian 5]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 6: Jalan Menuju Generasi Ketiga - &#039;&#039;Kedatangan Generasi Ketiga&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_6_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 1|Bagian 1 - Perang yang Pecah di Dekat Surga &amp;gt;&amp;gt; Perang Adu Kepintaran di Distrik Cook]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 2|Bagian 2 - Sebuah Tim yang Membawa Tugas yang Jauh Lebih Menyakitkan dari pada Neraka &amp;gt;&amp;gt; Perang Antar Angkutan di Distrik Anthabasca]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 3|Bagian 3 - Konsprisai Sebuah Bank yang Menunjukkan Ketamakan Manusia &amp;gt;&amp;gt; Perang Serangan Meriam di Distrik Amazon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 7: &#039;&#039;Polisi Hantu&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_7_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 1|Bagian 1 - Pertandingan Adu Tembak di antara Dua Orang Bodoh &amp;gt;&amp;gt; Saling Mengejek di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 2|Bagian 2 - Pekerjaanku adalah Mengantarkan Cat &amp;gt;&amp;gt; Perang Adu Kepintaran di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 3|Bagian 3 - Polisi ada untuk Menghentikan Perang &amp;gt;&amp;gt; Perang Kemerdekaan di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 8: &#039;&#039;70% Persemakmuran&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_8_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 1|Bagian 1 - Sumber Daya Alam yang Tak Bisa Dibuat Berlimpah &amp;gt;&amp;gt; Mendarat di Negara Kepulauan Ame-no-Darin]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 2|Bagian 2 - Di mana Model Baru itu Hilang? &amp;gt;&amp;gt; Menyapu Ranjau Distrik Barat Pasifik yang Jauh ]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 3|Bagian 3 - Mata Seorang Dewi yang Berkerlip di dalam Kegelapan &amp;gt;&amp;gt; Perang Habis-habisan di Distrik Kaledonia Baru]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 9: &#039;&#039;Pengadilan -195℃&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_9_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Bagian 1|Bagian 1 - Penyihir Pemancar Cahaya &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Kota Lost Angels]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Bagian 2|Bagian 2 - Dewa Penjaga Bakat &amp;gt;&amp;gt; Pertarungan Pegunungan Lost Angels]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Bagian 3|Bagian 3 - Keyakinan Obsesif &amp;gt;&amp;gt; Pertarungan Laut Lost Angels]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Pengawas: [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
* Manager Proyek: [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Penerjemah==&lt;br /&gt;
* [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
* [[User:C.I.U|C.I.U]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
Bagi yang lebih paham mengenai EYD dan kosakata bahasa Indonesia yang lebih baik, bisa bergabung dalam proyek ini&lt;br /&gt;
* [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jumlah Seri ==&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト / HEAVY OBJECT (10 OCT 2009, ISBN 978-4-04-868069-1)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 採用戦争 / HEAVY OBJECT Saiyou Sensou (10 JUN 2010, ISBN 978-4-04-868594-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 巨人達の影 / HEAVY OBJECT Kyojin tachi no Kage (10 NOV 2010, ISBN 978-4-04-870051-1)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 電子数学の財宝 / HEAVY OBJECT Denshi Suugaku no Zaihou (10 SEP 2011, ISBN 978-4-04-870549-3)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 死の祭典 / HEAVY OBJECT Shi no Saiten (10 NOV 2011, ISBN 978-4-04-870997-2)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 第三世代への道 / HEAVY OBJECT Daisansedai e no Michi (10 JUN 2012, ISBN 978-4-04-886624-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 亡霊達の警察 / HEAVY OBJECT Bourei tachi no Keisatsu (9 NOV 2013, ISBN 978-4-04-866080-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 七〇%の支配者 / HEAVY OBJECT Nana rei-pasento no Shihai-sha(8 MARCH 2014, ISBN 978-4-04-866379-3)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_2_Bagian_1&amp;diff=459780</id>
		<title>HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 1</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_2_Bagian_1&amp;diff=459780"/>
		<updated>2015-08-29T04:35:49Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: Created page with &amp;quot;===Part 1===  &amp;#039;&amp;#039;Aku memiliki misi yang sangat penting bagi kalian berdua!!&amp;#039;&amp;#039;  “...”  Heivia, seorang anak laki-laki tubuh berotot dengan rambut kecoklatan, berpikir kembal...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===Part 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku memiliki misi yang sangat penting bagi kalian berdua!!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia, seorang anak laki-laki tubuh berotot dengan rambut kecoklatan, berpikir kembali tentang apa yang diperintahkan oleh atasannya &lt;br /&gt;
saat dia dengan hati-hati menggerakkan jarinya dengan mata yang sama dimiliki oleh ikan mati. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berada di sebuah ruangan sempit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam ruangan itu terdapat sebuah perangkat logam yang diletakkan di atas sebuah menja. Quenser, seorang anak laki-laki dengan rambut &lt;br /&gt;
pirang yang panjangnya tidak mencapai bahunya, duduk di seberang meja itu dan memiliki tugas yang sama dengan Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dibilang sebuah kursi, mereka sebenarnya duduk di sebuah kotak penyimpanan yang digunakan untuk menyimpan cadangan railgun yang &lt;br /&gt;
lebih kecil yang digunakan oleh Object. Heivia tidak tahu berapa besar peluru yang digunakan oleh railgun itu, tapi ukuran dari &lt;br /&gt;
tiap-tiap kotak ini sama dengan panjang sofa untuk tiga orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mejanya juga bukan sebuah meja, itu adalah sebuah kotak kayu. Kotaknya sendiri kosong, tapi kotak itu diletakkan di antara peluru &lt;br /&gt;
railgun untuk membuat ruangan ini layaknya ruangan kerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka sedang memasukkan amunisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa senapan kosong harus mereka isi dengan magasin, dan mereka menggunakan jari mereka untuk memasukkan peluru itu satu persatu ke &lt;br /&gt;
dalam magasinnya. Sementara sebuah suara yang terdengar aneh terdengar dari jari-jari Heivia yang sedang memasukkan peluru ke dalam &lt;br /&gt;
magasin, tangan Quenser bekerja dengan jari-jarinya yang sangat lentik seperti seorang perempuan untuk menyelesaikan pekerjaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka sudah memulainya 15 menit yang lalu, tapi Heivia sudah tidak kuat dengan pekerjaan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menendang kotak railgun yang ia duduki dengan tumitnya dan berkata, “Hei, aku tidak bisa lanjut lagi. Ini bukan perang!! Dengan &lt;br /&gt;
Object yang masih bisa bergerak setelah ledakan nuklir, memasukkan peluru kecil ini ke dalam senapan sama sekali tidak berarti jika kita &lt;br /&gt;
gunakan untuk melawan Object!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heivia, ulangi lagi yang kau kerjakan itu. Kau terlalu banyak menggunakan dorongan dan membengkokkan pernya menjadi huruf S. Aku tahu &lt;br /&gt;
dari suaranya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kau malah terlihat senang!? Pekerjaan membosankan ini sudah hampir membuatku jadi gila!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Bukankah pekerjaan sederhana seperti ini yang memacu jantungmu? Aku rasa berlarian di wilayah rimba dengan membawa senapan yang &lt;br /&gt;
berat jauh lebih merepotkan dari pada pekerjaan ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, Aku tidak tahu kalau desainer Object sepertimu itu sudah gila. Dan memangnya apa tujuan kita melakukan ini? Memangnya tidak bisa &lt;br /&gt;
perusahaan senjata yang melakukan tugas ini saat mereka mengirim senjata dan mengirimnya kemari?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya menyimpan pelurunya terlalu lama akan membengkokkan pernya dan menambah risiko malfungsi? Itulah kenapa kita hanya boleh &lt;br /&gt;
memasukkan peluru saat kita membutuhkannya dan melepaskannya lagi saat kita tidak membutuhkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah? Bukannya sama saja dengan tinta printer? Aku berani bertaruh kalau kau akan terus menyimpannya tanpa ada masalah, tapi mereka &lt;br /&gt;
memberi tahu kita tentang malfungsi ini agar kita terus membeli dari mereka selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heivia, per magasinnya rusak. Kau harus mengeluarkannya dan melakukannya lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gaahhh!!” dia berteriak dengan rasa sangat terganggu, tapi Quenser menghiraukannya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia bukan tipe orang yang akan mundur saat dia tidak mendapakan reaksi, jadi dia menunjuk sebua papan kartu di sebelah kotak kayu &lt;br /&gt;
yang mereka gunakan sebagai meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana kita bisa menyelesaikan semua ini sendirian!? Dan bukannya semua pekerjaan ini dikerjakan oleh sebuah mesin!? Kalau mereka &lt;br /&gt;
memiliki mesin untuk mengerjakan ini, kita tinggal menyiapkan magasinnnya dan menekan tombolnya. Lalu mesinnya tinggal memasukkan peluru &lt;br /&gt;
ke dalamnya seperti mesin es krim!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya mereka semua sedang menghemat pengeluaran mereka? Semua hal yang berhubungan dengan perang hanya dipusatkan pada Object. &lt;br /&gt;
Pasukan seperti kita tidak terjun langsung di medan perang. Kapan kita menggunakan senapan berpeluru untuk berperang? Bagi mereka, lebih &lt;br /&gt;
baik menggunakan tentara yang mengganggur yang mereka miliki untuk menyelesaikan tugas yang bisa dikerjakan oleh mesin mahal mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau memang selalu memiliki cara untuk menghancurkan motivasi orang lain, kau tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa lelah dengan semua ini, Heivia melempar magasin senapan di kotak kayu yang mereka gunakan sebagai meja. Dia meregangkan &lt;br /&gt;
punggungnya dengan menariknya ke belakang agar ia bisa rileks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melihat sebuah lemari kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia meliriknya barang-barang yang ada di situ, lalu kemudian...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei Quenser, lihat apa yang baru saja kutemukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada video porno yang terselip di video pelatihan di sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memberikan sebuah tugas yang sangat membosankan bagi dua orang tentara di bawah komandonya dengan senyuman, Froleytia berjalan &lt;br /&gt;
kembali ke dalam ruangan khusus yang disiapkan bagi para pejabat militer di dalam markas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, markas ini diciptakan dari konvoi kendaraan raksasa yang terdiri dari 100 kendaraan besar, jadi bahkan ruangannya itu terlihat &lt;br /&gt;
seperti blok kontainter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia sama-sama berusia 17 tahun dan Froleytia berumur 18 tahun. Perbedaan umur di dalam unit terus semakin berkurang, tapi &lt;br /&gt;
masalah itu hanyalah masalah waktu. Gadis berambut pirang seperti dirinya memang jarang, tapi tidak ada yang merasa aneh ketika ia &lt;br /&gt;
memimpin sebuah grup besar yang terdiri dari 800 orang. Itulah bagaimana masalah ini diselesaikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, Froleytia menggunakan tablet yang terhubung dengan komputernya untuk mengecek rute serangan pasukannya berikutnya untuk misi &lt;br /&gt;
selanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia melakukan itu, dia melirik ke arah monitor lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sebuah mikrofon dan kamera video yang menempel di komputernya, ia terlihat seperti sedang menggunakan perangkat video chatting. &lt;br /&gt;
Di salah satu sisinya adalah seseorang yang berasal sangat jauh di negeri aman yang sangat aman dari medan pertempuran. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bisa saja membuka dua jendela di laptopnya dari pada harus menyiapkan dua komputer yang berbeda, tapi Froleytia memiliki alasan &lt;br /&gt;
untuk tidak melakukan hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tamu yang ia maksudkan adalah seseorang yang akan berkata tidak sopan jika wajahnya tertutupi oleh jendela status yang lain di depan &lt;br /&gt;
mukanya. Dia hanya memiliki pangkat tiga bintang, tapi dia bertingkah layaknya jenderal bintang lima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu ya, Jadi apa yang sedang dilakukan oleh Heivia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, baik-baik saja. Lagipula dia adalah satu-satunya di sini yang berasal dari keluarga Winchell. Dia tidak akan dikirim ke dalam &lt;br /&gt;
lubang buaya di garis depan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia berusaha agar perbincangan ini terus berlanjut, tapi sebenarnya adalah Heivia ia suruh untuk mengisi peluru-peluru kecil ke &lt;br /&gt;
dalam magasin kosong untuk menghancurkan Object setinggi 50 meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Yah, aku rasa aku tidak cukup beruntung hari ini...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tamunya sendiri tidak sadar tentang hal itu. Dia adalah seorang gadis dengan rambut pirang yang berumur 15 tahun yang mengenakan sebuah &lt;br /&gt;
gaun yang tidak cocok untuk zaman ini. Namun, korset yang ia kenakan adalah sebuah korset yang telah dimodifikasi sehingga ia bisa &lt;br /&gt;
menggunakannya sendiri tanpa harus menggunakan bantuan orang lain. Walau dia seorang putri bangsawan, sepertinya dia tidak terlalu suka &lt;br /&gt;
jika harus menggunakan para pelayannya untuk banyak hal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menggaruk pipinya dengan jari telunjuknya dan berkata, “Tidak apa-apa. Untukku, dia tidak akan berguna jika dia mati sebelum acara &lt;br /&gt;
akbarnya bisa digelar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Permisi, tapi aku pikir pertunangan ini sangat ditentang oleh kedua keluarga Winchell dan Vanderbilt.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semakin besar halangannya, semakin besar api yang terbakar di dalam hatiku. Seharusnya kau mencoba untuk jatuh cinta sekali-kali, nyonya tentara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa berpikir, Frolyetia merasa begitu kesal ketika putri bangsawan itu membahas hal itu. Dia menganggukkan rambut peraknya dan mencoba &lt;br /&gt;
mengganti pembicaraan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi itu ide yang bagus kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ide bagus apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Membuat Heivia diperlakukan sebagai prajurit satu. Sebagai seorang dari keluarga Winchell, bukankah paling tidak ia diberikan pangkat &lt;br /&gt;
letnan dua? Mungkin terdengar kasa, tapi kalau Heivia sampai diberikan pangkat prajurit satu terdengar agak...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, aku rasa ada beberapa alasan kenapa dia diberi pangkat prajurit satu. Aku juga tidak tahu. Aku juga tidak peduli dan tidak memiliki pengetahuan soal pangkat kemiliteran, jadi bukan tempatku untuk mengomentarinya. Dan kalau kau membahas hal itu, kamu adalah putri dari keluarga bangsawan tapi kau pergi ke medan perang dan angkat senjata.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Frolyetia mengeringkan kerongkongannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mencoba menghindari topik yang tidak dia inginkan, tapi malah terbawa ke dalam masalah lain yang tidak ingin dia bahas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisakah aku berbicara dengan Heivia?” tanya gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya. Aku akan menghubungkan kalian lewat video chat tapi buat ini rahasia. Prajurit lain hanya bisa memandangi orang yang mereka &lt;br /&gt;
cintai lewat foto dan banyak yang bilang kalau mereka akan menikahi orang yang mereka cintai saat mereka pulang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, aku pikir itu hanya terjadi di film,” kata gadis berambut pirang itu saat dia membenahi poninya dan memeriksa beberapa bagian &lt;br /&gt;
gaunnya. Sepertinya dia agak gugup kalau harus berbicara dengan Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aku pikir dia terlihat imut kali ini.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Froleytia berpikir sesuatu yang agak kasar, putri bangsawan itu meminta permintaan terakhirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong hubungkan aku dengan Heivia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, oke. Dia berada di ruang kerja gudang amunisi. Aku akan menghubungkanmu dengannya di sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Queser dan Heivia saling berhadapan dengan komputer di pojok ruangan itu. Mereka memasukkan sebuah disk video porno itu dan duduk dengan &lt;br /&gt;
tenang saat pemutar video itu berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian warna merah muda yang sangat seksi muncul di layar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke!! Aku, Jessica si prajurit wanita yang pintar, akan membuat kalian para rekrutan baru yang sangat takut untuk bergerak menjadi &lt;br /&gt;
seorang pria sejati!! Ini adalah perintah! Semua orang yang tidak mau lagi menjadi dibilang anak kecil, lompat ke dadaaaaaaaaaku!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ko-komandan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga, komandan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku... aku... komandan... komandan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wah ha ha ha! Oke, Aku, Jessica, akan mencoba melatih kalian, semuanya ke sini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil mendengarkan suara tawa, teriakan, dan gerutu karena kelelahan dan menonton daing dan daging dan keringat dan daging dan keringat &lt;br /&gt;
dan keringat dan daging dan keringat tampil di depan layar mereka, Quenser hanya terpana. Dia meliaht paket itu lagi yang berjudul &lt;br /&gt;
“Latihan Rahasia Seorang Prajurit Wanita tentang Kenikmatan dan Payudara”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua berbalik dan melihat rekan satunya yang menemukan disk itu dan berkata, “Um, Heivia? Apa kau adalah tipe orang yang sangat menikmati &lt;br /&gt;
saat dibosi oleh seorang komandan perempuan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, bodoh!! Aku cuman bilang kalau kita seharusnya menikmati apa yang kita temukan ini. Bukan aku yang menyembunyikan disk ini di &lt;br /&gt;
sini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser berbalik dari gambar itu yang menjadi sangat tidak senonoh dan erotis dan berbalik untuk mengerjakan magasin kosong itu. tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Huh? Apa? Huh? Entah kenapa aku bisa bekerja lebih cepat. Kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan berhenti, bocah!! Siapa yang bilang kau boleh berhenti!! Berapa kali aku bilang kalau kalian semua tidak boleh berhenti sampai &lt;br /&gt;
aku, Jessica, meminta kalian untuk berhenti!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Waahhh!! Aku merasa sangat terpacu sendiri. Kenapa aku merasa seperti bersalah kalau berhenti bekerja!? Apa mereka memiliki trik diet &lt;br /&gt;
khusus dengan seorang komandan berteriak padaku!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“berhenti mengeluh dan gerakan jarimu lebih cepat!! Jangan biarkan aku, Jessica, dengan cepat merasa bosan!! Kalau kalian pria sejati, &lt;br /&gt;
jangan hancurkan ekspetasiku tentang kalian!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik, komandan Jessica!! Kami akan melakukan apa yang anda perintahkan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Komandan! Kami akan menunjukkan kalau kami adalah prajurit yang pantas!! Komandan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan dua anak laki-laki itu bergerak semakin cepat dan cepat sampai-sampai peluru yang mereka padatkan di dalam magasin itu terlihat &lt;br /&gt;
seperti seseorang yang sedang menjahit sebuah baju. Saat Quenser dan Heivia sudah mencapai batas diri sendiri, mereka melemparkan semua &lt;br /&gt;
perasaan malas mereka dan menjadi mesin yang tidak lain dan tidak bukan melakukan pekerjaan ini dengan sangat akurat dan teliti dengan &lt;br /&gt;
napas yang sangat berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Fnhh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yesss!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba mereka mendengar sebuah suara elektronik kecil berbunyi dan menandakan ada sebuah panggilan video dan sebuah video muncul di &lt;br /&gt;
jendela video porno itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kalian lakukan?” kata perempuan muda dengan rambut pirang dengan suara dingin sambil menatap mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Waaaaaaaaaaaaaahhhhhhhh!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Waaaaaaaaaaaaaahhhhhhhh!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia berteriak bersamaan dan bergerak sangat cepat ke arah mouse untuk menutup jendela video porno yang mereka tonton. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, gadis berambut pirang itu menunjuk hal itu dengan mata malas dan berkata, “Heivia, sepertinya aku melihat sebuah paket yang &lt;br /&gt;
mencurigakan di atas meja kayu itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kyaaahhh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laki-laki perkasa; tentara berpengalaman seperti dia berteriak seperti seorang perempuan dan melempar CD case video porno itu dari atas &lt;br /&gt;
boks kayu yang beralih fungsi menjadi meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mendekati dan berbisik ke Heivia untuk mengumpulkan beberapa informasi intelijen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hei, Heivia. Siapa wanita ini? Dia sepertinya tahu namamu.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Aku akan menjelaskannya nanti, tapi dia adalah satu-satunya anak perempuan dari keluarga Vanderbilt. Keluarganya memiliki kekuasaan &lt;br /&gt;
yang sama seperti keluargaku, tapi dia bisa menggunakan kekuasaan di tangannya itu sebagai seorang bangsawan sementara aku hanyalah &lt;br /&gt;
seorang penyendiri dan tidak bisa ditolong. Aku tidak bisa membiarkan pengawasanku turun, jadi diamlah saat aku berbicara. Ini bukanlah &lt;br /&gt;
tipikal orang sipil yang bisa memarahi kita!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tempramental,” kata perempuan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu. Tapi jika apa yang dikatakan oleh tuan Putri itu benar, aku tidak akan memiliki banyak kesulitan di masa lalu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu apa yang kamu pikirkan. Omong-omong, aku tidak memiliki alasan untuk ingin berbicara denganmu. Kau tahu kalau kita sudah &lt;br /&gt;
bertunangan, dan rasanya aneh kalau kita tidak menghabiskan waktu seharian untuk berbicara. Sebenarnya, kalau kamu lebih sering &lt;br /&gt;
menghubungiku, aku tidak perlu harus melakukan hal ini, Heivia. Tidak elok rasanya seorang putri bangsawan untuk tidak mendengar kabar &lt;br /&gt;
tunangannya di medan perang semenjak kau pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong berikan aku waktu sebentar. Semua surel yang aku kirimkan selalu diawasi untuk mencegah kebocoran informasi. Mereka akan &lt;br /&gt;
menyadari bahwa aku akan menggunakan emot lucu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia berbicara seakan-akan penuh beban, tapi Quenser sadar bahwa suaranya berbeda dari biasanya. Itu tidak terdengar seperti Heivia &lt;br /&gt;
yang biasa. Quenser sadar diri untuk tidak ikut mengobrol dan tetap diam, jadi dia mundur dan bekerja lagi. Dia bukan tipikal orang yang &lt;br /&gt;
akan langsung tertarik di dalam pembicaraan sepasang kekasih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kamu ada di dalam ruangan apa? Aku pikir kau ada di sebuah garis depan medan pertempuran untuk mencoba mendapatkan sebanyak apapun &lt;br /&gt;
pengalaman yang kamu butuhkan untuk menjadi kepala keluargamu. Apakah keluarga Winchell memiliki tradisi untuk memberikan pekerjaan &lt;br /&gt;
sampingan kepada pewaris takhtanya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, masalah sangat kompleks tentang itu. Seorang wanita muda yang suka meminum teh di negara aman tidak akan bisa menyadari bagaimana &lt;br /&gt;
sesuatu diselesaikan di medan perang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh heh. Kau pikir seperti itu, bukan begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahn? Apa? Kau tidak bersantai di Mansion Paris? ...Jangan katakan kalau kamu sedang berniat ke sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin aku akan menerobos masuk ke dalam markas dengan tidak sopan sementara perang masih berlanjut. Malah sebaliknya. Aku &lt;br /&gt;
sekarang sedang pergi sangat jauh dari planet yang penuh dengan peperangan ini. di tempat ini, warna bendera nasional tidaklah berarti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, kalau kamu bisa membuktikan diri di medan perang yang berlumpur itu dan bisa mebaktikan diri sebagai seorang kepala keluarga &lt;br /&gt;
Winchell, kau harus ke sini juga. Tapi tempat ini agak tidak nyaman kalau dijadikan sebagai sebuah kediaman utama, tapi tempat yang &lt;br /&gt;
sempurna untuk sebuah liburan yang tenang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian pintu itu terbuka tanpa ada bunyi ketokan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia langsung memutar kepala mereka ke arah suara besar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan dengan rambut perak itu berada di depannya, Froleytia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Quenser, Heivia, kita memiliki masalah serius. Kita harus segera masuk ke ruang pertemuan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“??? Kenapa seorang komandan sepertimu harus capek-capek masuk ke tempat ini sendirian? Tak bisakah kamu mengirimkan pesan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ruangan ini anehnya memang dibuat tak bisa dihubungi denganmudah, jadi sinyal radio tak bisa menerobosnya. Dan juga, panggilan video &lt;br /&gt;
itu adalah prioritas, jadi akupun tidak bisa memotongnya seenaknya karena dia berasal dari keluarga Vanderbilt dan aku harus menunggunya &lt;br /&gt;
sampai selesai. Aku baru sadar beberapa saat yang lalu. Itu kesalahanku, jadi aku harus menghampiri kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia kemudian melihat layar komputer itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menarik kerah leher Heivia dan berkata, “Aku yakin kalau kamu juga mendengarnya, aku harus meminjam anak ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik,” kata gadis dengan rambut pirang itu dengan anggukan kecil. “Buatlah dia bekerja keras tanpa harus membunuhnya, jadi dia bisa &lt;br /&gt;
menyelesaikan masa tugasnya di kemiliteran dengan cepat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia melempar Quenser dan Heivia ke dalam ruang pertemuan dan memulai pertemuan ini dengan para prajurit yang telah berkumpul di &lt;br /&gt;
sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Panggung kita kali ini adalah Antartika,” Kata Froleytia saat dia menunjukkan peta besar itu di atas papan tulis putih. “Salah satu &lt;br /&gt;
pesawat pengintai milik Kerajaan Legitimasi telah menjadi sasaran oleh sebuah rudal dari permukaan tanah saat terbang di daerah pesisir &lt;br /&gt;
laut Ross. Ia dikunci oleh laser.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah misi kita untuk menyelamatkan awak pesawat yang jatuh di Antartika?” tanya Quenser tapi Heivia menggelengkan kepalanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untungnya, pesawat itu dilengkapi dengan suar darurat. Salah satu suar itu merusak laser pengunvinya dan mereka berhasil kabur dari &lt;br /&gt;
jarak tembaknya. Masalahnya adalah ada orang bodoh yang mencoba menembak mereka dengan rudal,” Kata Froleytia, tersenyum kecut. “Kita &lt;br /&gt;
sudah menghubungi Aliansi Informasi, Korporasi Kapitalis, Organisasi Keagamaan, dan semua kekuatan dunia lain untuk memeriksanya, tapi &lt;br /&gt;
tidak ada yang tahu dari siapa serangan itu berasal. Terlepas dari apakah mereka memberikan informasi yang benar atau tidak, ini telah &lt;br /&gt;
menjadi masalah internasional dan dimasukkan ke dalam kategori serangan teroris yang tidak dikaitkan dengan kekuatan internasioanal &lt;br /&gt;
lain. Dengan kata lain, tidak akan ada orang yang komplain jika kita menghancurkannnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar hal itu, Quenser dan Heivia kemudian saling berbisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Teroris? Aku dengar yang ada di wilayah Eropa barat jauh lebih mengerikan dari pada medan perang yang dikuasai oleh Object.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Yah, aku juga dengar kalau pasukan khusus kepolisian memiliki pelatihan khusus untuk perlawanan secara langsung. Dan aku rasa, melawan &lt;br /&gt;
teroris bukanlah pekerjaan militer.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Polisi tidak bisa bergerak ke Antartika. Itulah kenapa kita yang dikirimkan ke sana.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia mengangkat tangannya dan bertanya pada komandannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kita akan menghabisi mereka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisa dibilang aku tidak akan memerintahkan kalian melakukan hal tidak beradab seperti itu. Lokasi peluncuran rudal yang kita prediksi &lt;br /&gt;
dari laser penarget berada di dekat sebuah observatorium milik Kerajaan Legitimasi. Kita harus memeriksa apakah tempat itu sudah &lt;br /&gt;
dihancurkan, dan jika tidak, habisi semua ancaman yang ada di situ. ...Sederhana, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Ujung-ujungnya juga kita harus membunuh mereka,)” gumam Heivia ketika melihat senyum Froleytia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menghiraukannya, komandan Froleytia melanjutkannya kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang aku katakan, arah dari laser penarget tersebut diprediksi dari arah di mana laser tersebut ditembakkan. Lokasinya berada &lt;br /&gt;
di markas Gunung Erebus yang berada di pesisir laut Ross. Kita akan mengirimkan unit penyerang. Jika mungkin, tangkap mereka hidup-hidup &lt;br /&gt;
untuk mengetahui tujuan merkea, tapi jika tidak bisa, jangan khawatir. Menghabisi mereka semua terdengar seperti rencana yang lebih &lt;br /&gt;
baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaan berat mereka berangsur surut dan semua orang merasakan hal yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Monser raksasa setinggi 50 meter bernama Object bersinonim dengan perang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object memiliki karakteristik khusus. Mereka sudah memiliki 100 senjata, dan senjata itu ditenagai oleh sebuah reaktor bertekanan tinggi &lt;br /&gt;
dan senjata-senjata tersebut adalah meriam laser, meriam plasma berkeseimbangan rendah, railgun, dan coilgun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada satupun rudal yang dipasang pada monster itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, kemungkinan bahwa para teroris itu memiliki Object cukup rendah. Dan militer Kerajaan Legitimasi bisa mengirimkan &lt;br /&gt;
sebuah Object dengan teknologi termutakhir miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemenangan mereka sudah terasa sangat dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah Object tidak akan bisa dihentikan bahkan dengan sebuah rudal nuklir sekalipun, jadi senjata berkekuatan ringain dan rudal tidak &lt;br /&gt;
akan mempam terhadapnya. Itulah kenapa perasaan berat mereka berkurang dan bahu mereka terasa lebih ringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, iya. Aku memiliki satu hal lagi,” kata Froleytia. “Kita tidak bisa menggunakan Object milik putri dalam misi ini. Tanamkan itu &lt;br /&gt;
dalam pikiran kalian semua.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?” kata Quenser tanpa berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pikir dia salah dengar, tapi Froleytia harus menjelaskannya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekali lagi, kita tidak bisa menggunakan Baby Magnum milik sang putri. Object adalah sebuah senjata raksasa dengan berat lebih dari &lt;br /&gt;
200,000 ton. Menjalankan monster seperti itu di benua es seperti ini akan menghancurkan lapisan esnya dan membuat Object jatuh ke dalam &lt;br /&gt;
air. Lalu bagaimana caranya kita mengeluarkannya? Jika ada crane yang cukup kuat untuk mengangkatnya, aku tidak apa-apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U-umm... aku pikir kita memiliki para teknisi perawatan yang sudah menjamin bahwa sebuah Object bisa diturunkan dengan cepat dan aman. &lt;br /&gt;
Apa yang harus kita lakukan tanpa sebuah Object?” tanya Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah,” kata Froleytia saat dia menekan peta itu dengan sebuah tongkat. “Aku rasa kalian bisa melawan teroris itu dengan senjata yang &lt;br /&gt;
lebih kecil.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian mereka semua dikirim ke Antartika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para teroris itu diduga bersembunyi di Gunung Erebus yang dekat dengan laut, tapi Quenser dan yang lain menggunakan perahu untuk &lt;br /&gt;
mendarat di pesisirnya dari pada harus terbang langsung ke sana. Dari situ, mereka dan sekitar 100-an prajurit lainnya secara perlahan &lt;br /&gt;
harus secara hati-hati memutari tempat itu. Para prajurit yang biasa bertugas menjaga markas kali ini harus ikut serta dalam misi ini. &lt;br /&gt;
Mereka menggunakan tank dan sebuah helikopter, dan mereka semua terlihat seperti sebuah pasukan yang berasal dari era yang telah hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau serius?” gumam Heivia saat dia berjalan berdampingan dengan Quenser. “Ini adalah Antartika. Biar aku katakan ini sekali lagi: &lt;br /&gt;
Antartika. Apa yang aku lakukan di sini? Aku seharusnya berada di markas selama 3 tahun untuk bisa menjadi kepala keluarga di dalam &lt;br /&gt;
keluarga beserku. Apa yang aku lakukan di sini? Apakah monster berdada raksasa itu telah lupa kalau aku ini adalah analis radar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Coba pikir, aku datang ke sini sebagai tamtama untuk mempelajari Object, jadi kenapa juga aku ada di benua es ini tanpa ada sebuah &lt;br /&gt;
Object-pun di sini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berengsek. Kita ini hanya antena manusia. Mereka seharusnya mengirim drone dari pada mengirim manusia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan angin yang sulit di sini, aku ragu kalau UAV bisa digunakan di tempat seperti ini. Juga, sinyal radio mudah untuk dilacak, jadi ide itu cukup buruk untuk kondisi seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisakah kamu tidak usah terlalu serius? Apa kamu mengembangkan kemampuan masokismu itu di bawah kesewenang-wenangan komandan kita?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku hanya ingin menyelesaikan ini dengan cepat supaya kita bisa segera pergi dari sini. Aku tidak terlalu peduli dengan pekerjaan yang &lt;br /&gt;
tidak berhubungan dengan Object. Heivia, kau harus belajar bagaimana caranya orang dewasa menyelesaikan masalah.” Kata Quenser dengan &lt;br /&gt;
nada bosan, tapi sepertinya Heivia tidak mendengarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia melihat ke langit yang sangat putih di atas dan berkata, “Ngomong-ngomong, ini Antartika, bukan? Selalu ada satu hal yang ingin &lt;br /&gt;
aku tanyakan tentang tempat ini. Apa kau keberatan kalau aku bertanya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Keagungan alam bukanlah hal yang aku kuasai. Kalau kau butuh penjelasan, tanyakan saja pada orang-orang dari Lembaga Swadaya &lt;br /&gt;
Lingkungan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, ini bukan sesuatu yang aneh kok.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Antartika adalah sebuah benua es. Di beberapa tempat, suhunya bisa mencapai 50 derajat celsius di bawah nol, membuatnya benar-benar &lt;br /&gt;
menjadi sebuah area beku di bumi. Di tanah putih ini, air lebih banyak menghabiskan waktunya sebagai zat padat dari pada zat cair. Hal &lt;br /&gt;
yang sama terjadi pada manusia. Jika otot dan darah di dalam tubuh dilemparkan pada suhu yang sangat ekstrem seperti ini, ia akan &lt;br /&gt;
berubah menjadi lebih padat dari pada sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa di sini sangat dingin di Antartika?” gerutu Heivia saat dia melepaskan penutup kepala dari mantel musim dingin yang ia kenakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasanya agak aneh jika ia mengusap keringat di alisnya dan melihat ke sekelilingnya. Di dalam film dokumenter hewan yang ia tonton, &lt;br /&gt;
wilayah ini benar-benar sangat putih, tapi mereka berdiri di sebuah wilayah yang berupa tanah seperti batu hitam. Juga, sebuah uap putih &lt;br /&gt;
keluar dari dalam tanah di banyak tempat. Pertemuan dua jenis angin yang sangat kuat bertiup di segala arah dan salju putih terus turun &lt;br /&gt;
dari awan putih di atasnya, tapi uap itu membuat mereka sama sekali tidak bisa merasakan dingin dan salju meleleh ketika menyentuh &lt;br /&gt;
tanah, jadi itu tidak dihitung. Tidak ada satupun yang ia lihat sekarang ini persis dengan apa yang ia pikirkan selama ini di kepalanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, Quenser melihat ke bawah untuk membaca apa yang tertulis di termomter digitalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Musim di wilayah garis khatulistiwa itu terbalik, kan? Di sini hampir musim panas sekarang. Bahkan suhu udara di sini adalah -3.9 &lt;br /&gt;
derajat celsius. Kau akan merasa sangat kedinginan jika melepaskan mantel musim dinginmu itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin. Ini masih di bawah nol derajat? Aku merasa seperti berada di dalam sauna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah wilayah pegunungan berapi, jadi panas merambat secara teratur dari dalam tanah. Aku ingat bahwa di sini pernah terjadi &lt;br /&gt;
letusan gunung berapi dua tahun yang lalu dan itu membuat pergerakan yang signifikan dari permukaan di sini. Kau merasa panah karena &lt;br /&gt;
itu. Kalau kau mencoba tidak bergerak kau akan merasa kedinginan, jadi kau harus memasang mantelmu itu segera.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah ha ha ha ha ha ha!!” tawa Heivia tanpa peringatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat dengan wajah bingung dan Heivia menunjuk sebuah titik tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat Quenser!! Itu adalah kolam air panas. Kita ada di Antartika dan ada kolam air panas keluar dari dalam tanah!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku kan sudah bilang kalau kita ini sekarang ada di wilayah pegunungan berapi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi itu adalah kolam air panas!! Tempat ini menghancurkan semua yang aku ketahui soal Antartika!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia berbicara, Heivia melepaskan kacamata tebalnya. Dia merangkak di pinggir kolam itu itu yang mengeluarkan uap putih dan &lt;br /&gt;
memasukkan tangannya di dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh... wow. Suhu 40 derajatnya sangat pas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hentikan Heivia. Kalau kita meluncur ke dalam kolam air panas ini, kita tidak akan mempedulikan soal perang ini lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya mereka tidak ingin pergi dari sini, tapi Froleytia pasti akan menyentak mereka jika mereka jatuh ke dalam jebakan kolam air &lt;br /&gt;
panas ini. Jadi mereka berdua pergi begitu saja dari tempat itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada seratusan prajurit yang ikut di dalam misi ini, tapi karena lingkaran harus harus diputari sangat luas, Quenser dan Heivia pun tak &lt;br /&gt;
bisa melihat mereka lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berjalan melintasi wilayah bebatuan hitam yang keras yang tampil di dalam perangkat genggam mereka. Setelah berjalan cukup jauh, &lt;br /&gt;
tanah hitam itu kemudian tertutup salju dan es. Tanahnya memang terlihat rata, tapi sebenarnya cukup miring untuk membuat orang yang &lt;br /&gt;
jatuh menjadi sebuah bola salju raksasa. Suhu di sekitar mereka juga turun dengan drastis. Tanah putih itu hanyalah pemandangan yang &lt;br /&gt;
bisa mereka lihat di setiap arah dan mereka tidak bisa melihat penunjuk wilayah yang jelas. Hanya bergantung pada peta membuat mereka &lt;br /&gt;
merasa telah menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat ke kakinya yang menginjak es yang hancur di kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, sekarang rasanya aku benar-benar berada di Antartika.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ow!? Tempat ini bukan hanya dingin, tapi menyakitkan! Hei, Quenser. Ada yang aneh di wajahku, apa kau melihat sesuatu yang aneh!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Keringat di wajahmu membeku. Aku rasa itu yang membuatmu merasa sakit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, sial, sial, sial!!” teriak Heivia saat dia dengan panik membersihkan wajahnya yang sedikit demi sedikit membeku dan menarik &lt;br /&gt;
tudung kepalanya. “Berengsek! Kalau kita benar-benar ada Antartika, apa kita tidak bisa melihat sesuatu yang imut seperti penguin!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Es yang banyak ini juga pemandangan yang bagus. Kau mungkin akan jatuh sakit beberapa hari lagi, mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kamu bisa sangat tenang di sini, Quenser? Apa kau berasal dari negara yang sangat dingin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak. Aku sudah sangat kenyang dengan es,” kata Quenser dengan menyerak. “Saat aku masih bersekolah di negara asalku, kami melakukan &lt;br /&gt;
banyak percobaan dengan selembar persegi es kering untuk mengajarkan kita tentang dasar dari zirah Object. Kita belajar bagaimana &lt;br /&gt;
retakan itu bergerak dengan menusuknya di tempat yang berbeda-beda.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa es? Zirah Object kan terbuat dari logam.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan air, percobaannya menjadi lebih mudah dipakai ulang. Dengan pendingin, percobaannya bisa dilakukan berkali-kali sebanyak yang &lt;br /&gt;
kita mau. Juga, kita hanya belajar dasar paling dasar dari bagaimana retakan itu bekerja, jadi tidak ada alasan yang cukup untuk &lt;br /&gt;
menggunakan lempeng logam dengan titik lebur yang sangat tinggi yang memiliki bahan yang sangat reaktif yang khusus dibuat oleh para &lt;br /&gt;
pengrajin dengan harga yang sangat mahal. Dengan mencampurkan bahan kimia di dalam air untuk menambah kepekatannya sebelum &lt;br /&gt;
mendinginkannya, lapisan es itu bisa meretak dengan cara yang sama. Kami juga melakukan percobaan dengan meningkatkan efesiensi &lt;br /&gt;
penyerapan tekanan dengan merusak kepekatannya,” kata Quenser dengan menghela napasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena betapa bosannya pelajaran sekolah di tempat asalnya, Quenser memutuskan untuk pergi ke medan perang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser kemudian mengganti topik pembicaraannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Coba pikir, apa yang para teroris itu coba lakukan di tempat antah berantah seperti ini? Apa mereka menggunakan rudal untuk serangan &lt;br /&gt;
udara itu sebagai hiasan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak tahu apa-apa, Quenser,” jawab Froleytia di radionya. “Antartika sudah menjadi perlombaan di antara banyak negara untuk &lt;br /&gt;
mendapatkan hak mengeksploitasinya sebelum PBB runtuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...? Aku pikir Antartika tidak memiliki batas negara?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena tidak memiliki batas negaralah yang membuat banyak negara berlomba-lomba merebut tempat ini dengan susah payah. Antartika &lt;br /&gt;
memiliki pertambangan besi dan batu bara. Laut memiliki banyak persedian ikan. Tempat ini memiliki banyak hal untuk diperebutkan,” kata &lt;br /&gt;
Froleytia berusaha menjelaskan. “Saat ini, faksi-faksi di dunia yang ingin merebut tempat ini adalah Negara Junta Militer yang kita &lt;br /&gt;
kalahkan sebelumnya, Wilayah Lembah Amerika Barat bagian tengah milik Korporasi Kapitalis, Kepulauan Chono milik Aliansi Informasi, dan &lt;br /&gt;
Wilayah Selatan Britania Raya milik Kerajaan Legitimasi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser terkejut mendengarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oseania dan Kepulauan Chono berada di selatan khatulistiwa, tapi Wilayah Lembah Amerika Selatan berada di sekitar Los Angeles, bukan? &lt;br /&gt;
Dan Wilayah Selatan Britania Raya berada di London... Wilayah-wilayah itu sangat jauh dari Antartika.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka menggunakan semangat penjelajahan mereka dan memaksakan pendapat bahwa orang pertama yang menemukan benua itulah yang berhak &lt;br /&gt;
atasnya. Jika ekspedisi benar-benar dilakukan, siapa yang pertama duluan dialah yang menang, tapi paham seperti itu tidak melibatkan &lt;br /&gt;
para pihak yang ikut terlibat tidak seperti Zaman Penjelajahan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti teroris ini (atau nama apapun  yang mereka gunakan karena nama mereka tidak diketahui) telah menarget pesawat pengintai &lt;br /&gt;
Kerajaan Legitimasi dengan rudal serangan udara karena masalah perebutan wilayah Antartika atau sumber daya alamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tapi itu bukan masalah utamanya. Di era Object seperti ini, para prajurit seperti kita diperintah untuk berlarian di tempat seperti ini &lt;br /&gt;
sangat buruk didengar...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau memiliki hal lain untuk dikatakan Quenser?” tanya Froleytia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Enggak!! Enggak ada sama sekali!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku memiliki berita bagus buat kalian. Jika kalian terjebak baku tembak dengan teroris, Object kita yang sangat indah telah bersiaga di &lt;br /&gt;
Laut Ross, dan pelayan lucu kita akan menghancurkan mereka dengan tembakan meriam jarak jauh saat kalian menemukan lokasi mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu,” kata Heivia saat udara yang keluar dari napasnya mengeluakan uap putih. “Tidak bisakah kamu menggunakan satelit militer dari &lt;br /&gt;
pada menyuruh kita berjalan di tempat ini? Di era saat ini, kau bisa membangun vila di bulan dan pesawat ulang alik bisa menggunakan &lt;br /&gt;
laser space elevator atau mass driver. Satelit begitu banyak bertebaran di luar angkasa seperti botol kaleng di jalanan. Aku rasa &lt;br /&gt;
seorang komandan yang sedang memerintahkan kita sambil ditemani coklat hangat di kapal pengangkut tidak mengerti perasaan kami di tempat &lt;br /&gt;
sedingin ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masalah agak merepotkan di wilayah Arktik atau Antartika,” jawab Froleytia dengan halus walau dia tidak menghiraukan argumen Heivia &lt;br /&gt;
yang terakhir. “Satelit pencocokkan wilayah geografis menggunakan gaya sentrifugal bumi untuk bertahan di wilayah garis equator dan ia &lt;br /&gt;
tidak akan bisa melacak sampai sejauh ini. Beberapa satelit mungkin memang bisa berada tidak di wilayah garis equator, tapi mereka hanya &lt;br /&gt;
bisa memeriksa wilayah-wilayah tertentu hanya beberapa saat dalam sehari.”	&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya mereka memiliki satelit yang mengorbit di dalam sumbu bumi di luar atmosfer sana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, dan itulah tempat yang memiliki banyak sekali konflik. ‘Berada tepat di sumbu bumi’ berarti memiliki tempat yang sangat strategis, &lt;br /&gt;
jadi sangat banyak sekali satelit yang ada di sana. Kerajaan Legitimasi memiliki keunggulan kekuatan di Kutub Utara, tapi itu berarti &lt;br /&gt;
kita sama sekali tidak memiliki keunggulan kekuatan di Kutub Selatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan kamu dengan sengaja menggunakan alasan kekurangan peralatan pendukung untuk menyuruh orang-orang seperti kami untuk menjadi radar &lt;br /&gt;
manusia,” kata Heviai dengan kesal. “Ini bukan hal yang manusia beradab seperti kami lakukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heivia, manusia beradab tahu sopan santun. Apa kau tahu maksudku?” jawab Froleytia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia baru mau menjawab singakat, tapi dia tidak bisa menjawabnya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah peluru menerjang tanah di antara Quenser dan Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Serangan musuh!?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua segera merunduk, tapi mereka sadar bahwa pematang rata seperti ini tidak memberikan tempat sama sekali untuk sembunyi. &lt;br /&gt;
Heivia meraih bahu Quenser dan memaksanya untuk mundur. Bahkan di dalam pematang yang terlihat rata ini, tanahnya seperti gundukan tak &lt;br /&gt;
terlihat. Mereka menusukkan kaki mereka beberapa meter lebih sedikit ke dalam salju dan bersembunyi di balik tanah es ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa, apa, apa!? Apa ini serangan teroris!?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Siapa lagi kalau bukan!? Kita hampir mati di Antartika. Jika bukan karena angin ini, salah satu dari kita pasti mati dengan tembakan &lt;br /&gt;
di titik vital!!)”&lt;br /&gt;
“(Wilayah di sini sangat panas vulkanis dan dinginnya luar biasa, jadi pasti ada perbedaan suhu yang sangat drastis di sini. Mereka &lt;br /&gt;
sudah ada di sini lebih lama dari kita, jadi pasti logam di laras dan pembidiknya sudah disesuaikan untuk kondisi ini.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka berbicara di dalam suara yang serak, peluru itu menghantam salju itu lagi dan melemparkan kristal-kristal es itu ke udara. &lt;br /&gt;
Titik hantamnya tersebar di beberapa titik. Mungkin itu karena tiupan angin yang sangat keras sehingga mereka tidak bisa mengenai target &lt;br /&gt;
mereka seperti yang dikatakan Heivia, atau mungkin karena ada beberapa alasan kecil yang menumpuk di depan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil masih berbaring di tanah, Heivia menahan senapannya dan dengan menggunakan pembidiknya, dia mencoba mengumpulkan data dari &lt;br /&gt;
pemancar inframerah dan spektrum ultraviolet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Jarak mereka 200 meter. Ada 7... mungkin 8 orang. Senapan mereka menggunakan penyangga kayu. Mereka memasang sebuah pelontar granat &lt;br /&gt;
dengan menggunakan plester elektrik.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa kau bisa menghabisi mereka?) tanya Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Kenapa kau berbicara seperti seorang penonton biasa? Keluarkan pistolmu atau PDW-mu untuk membantuku!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Maaf, tapi aku tidak punya pistol. Aku cuman punya peledak yang biasanya.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Terus kenapa kau ada di sini!?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia sudah bersiap menyekik Quenser, tapi peluru itu kembali menghantam salju di dekat mereka. Dia dengan panik merunduk dan membalas &lt;br /&gt;
tembakannya untuk menjaga musuh agar bersiaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Sial, sial, sial!! Aku akan menyekikmu nani, tapi ada banyak hal yang ingin aku tanyakan! Kenapa kau pergi untuk melawan teroris tanpa &lt;br /&gt;
sebutir pelurupun di tanganmu!?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Kalau boleh jujur, aku juga ingin punya satu di tanganku sekarang!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak bisa, Quenser,” potong Froleytia. “Seorang tamtama yang belum menyelesaikan pelatihannya tidak diizinkan untuk membawa &lt;br /&gt;
senjata api.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Yah, tapi bukannya lebih parah kalau aku membawa peledak?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau diizinkan menggunakan peledak untuk percobaan anti-syok pada Object di sekolah negara asalmu, kan? Itulah kenapa kau diizinkan &lt;br /&gt;
untuk menggunakan peledak di sini. Juga, pikiranmu yang seperti itu menunjukkan kalau kau adalah seorang boca yang tidak tahu betapa &lt;br /&gt;
menyakitkannya pemecatan tidak hormat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Oh begitu...)” jawab Quener saat peluru teroris itu menghantam salju tepat di sebelahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di saat itu, Heivia berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan duduk saja dan lakukan sesuaaaaaatttttuuuuuuuuu!! Kenapa hanya aku orang saja yang melawan balik!? Kita tahu di mana posisi &lt;br /&gt;
masuh, jadi gunakan meriam Object putri untuk menghancurkan mereka semua!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, iya juga ya,” kata Quenser saat dia menyetel frekuensi radionya untuk menghubungi sang putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawabannnya sangat jelas dan bisa dimengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Di lokasi itu, gelombang ledakan dan panasnya bisa mengenai kalian juga. Apa kau yakin? Ganti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, sial, sial, sial, sial, sial, sial, FUCK!!” teriak Heivia saat dia membalas dua sampai tiga kali tembakan dengan senapannya. &lt;br /&gt;
Sementara itu, Quenser mencoba menghubungi kawan-kawannya di wilayah ini, tapi tidak ada satupun kawannya yang bisa datang dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berengsek. Mereka meninggalkan kita pada posisi ini agar mereka bisa menghindar, iya kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia ingin melemparkan senapannya dan pergi dari sini, tapi dengan peluru yang beterbangan udara, mengangkat kepalanya tanpa hati-hati &lt;br /&gt;
akan membuatnya terbunuh. Dua ratus meter itu jarak yang terhitung jarak pendek untuk sebuah senapan, hanya saja karena angin yang &lt;br /&gt;
sangat keras ini dan pematang putih membuat mereka kehilangan kontal visual yang jelas. Dan itu adalah alasan kenapa kedua belah pihak &lt;br /&gt;
sama-sama tidak bisa mengenai lawannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prajurit musuh mungkin sudah memahami tempat ini dan mereka menyebar. Hanya beberapa meter lagi jarak antara mereka berdua dengan &lt;br /&gt;
prajurit musuh, tapi mereka sangat jelas berusaha memutari mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser hampir saja mau mengangkat kepalanya karena kaget, tapi Heivia menahannya di bawah. Lalu dengan segera peluru tadi menyasar &lt;br /&gt;
posisi kepalanya yang akan naik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil tertutupi salju, Quenser berkata, “Ini buruk, Heivia!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudmu musuh yang mencoba mengepung kita begitu kan!? Aku sudah tahu itu! Masalahnya adalah tidak ada satu hal pun yang bisa kita &lt;br /&gt;
lakukan saat ini!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, bukan itu!! Penguin!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah!? Siapa yang peduli soal penguin seka—... Penguin!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu bayi! Bayi pengin!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan wajah terkejut, Heivia melihat ke arah yang ditunjukkan oleh Quenser. Seekor bayi penguin berwarna abu-abu sedang menetas di &lt;br /&gt;
tengah pertempuran dua faksi ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika terus begitu, bayi itu bisa terjebak di dalam baku tembak, tapi mereka tidak bisa berhenti begitu saja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persis saat itu, ketika darah tiba-tiba naik ke kepalanya, mukjizat pun terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia menarik jarinya dari pelatuknya, para teroris itu melakukan hal yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang tertinggal sekarang hanyalah bayi penguin yang berusaha menetas itu tanpa menghiraukan suasana pertempuran di tempat ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tangan berkeringat, Quenser dan Heivia menonton perkembangannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Ayo!! Kau bisa melakukannya, bayi penguin!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Tunggu, kenapa cuman ada bayinya!? Di mana orang tuanya!?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian bayi penguin itu jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Waahh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan, Heivia!! Tidak boleh ada interaksi manusia di dalam proses alam!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia hampir saja berlari ke tempat itu, tapi Quenser dengan cepat menghalangi niat baiknya. Sementara itu, bayi penguin itu &lt;br /&gt;
menggunakan kakinya untuk kembali berdiri dengan kakinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gyah!” lalu terdengar ringkikan dari langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seekor Albatros!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, burung itu tidak mencoba memakan bayi penguin itu kan? Iya, kan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun hukum alam kembali bermain di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara Heivia mencoba mengarahkan senapannya ke burung itu dan Quenser mencoba menghentikannya, Albatros itu melebarkan sayapnya dan &lt;br /&gt;
bersiap untuk menerjang tanah dari surga. Siluet bayi penguin yang terlihat seperti bola berbulu itu tidak tahu apa yang akan terjadi &lt;br /&gt;
padanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan albatros itu menyerangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh alami penguin itu menerjang tanah seperti sebuah tombak. Paruhnya yang mematikan dengan akurat menarget bayi penguin itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua orang melihat warna dan bau darah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia lupa bahwa mereka sedang bertempur dengan senapan mereka dan menutup mata mereka dengan tangan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tragedi yang mereka pikirkan tidak terjadi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kmyaaaaaaahhhhh!!” datang suara ringkikan dari arah lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!? Apa— apa itu, Quenser!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pikir itu ibunya. Itu ibu penguin!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketakutan karena mendengar suara peringatan dari ibunya, albatros itu meleset dari target pertamanya. Paruhnya mengiris bayi penguin itu &lt;br /&gt;
sedikit dan ibunya mengeluarkan suara teriakan yang lebih tinggi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Albatros itu sepertinya tidak mau mengalah. Ia menyiapkan ancang-ancangnya lagi dari langit putih, terbang dengan jarak yang lebih &lt;br /&gt;
lebar, dan kemudian mengarahkan dirinya ke bayi penguin itu lagi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, bayi itu tidak lagi sendiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibunya bertindak seperti pelindung bagi bayi penguin itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada jaminan bahwa ibunya mampu melindungi bayinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Paruh tajam dan cakarnya sudah cukup untuk mengoyak seekor penguin raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melebarkan sayapnya yang biasa ia gunakan untuk mendarat di air, membuka paruhnya selebar yang ia bisa, dan mengeluarkan suara &lt;br /&gt;
ringkikan yang lebih kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia menahan napas mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para teroris itu juga terdiam ketika melihat hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Albatros itu terbang di atas kedua penguin itu beberapa kali sebelum akhirnya ia benar-benar menyerah. Ia meninggalkan trayektorinya, &lt;br /&gt;
mengeluarkan tangisan penyesalan dan pergi ke langit putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibu penguin itu berhasil melindungi anaknya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam waktu singkat, sorakan terdengar di antartika seperti tempat itu berubah menjadi sebuah stadium. Suara terdengar seperti kerumunan &lt;br /&gt;
manusia yang begitu takjub akan cinta kasih ibu penguin itu. Quenser dan Heivia saling berpelukan dan para prajurit musuh itu mengangkat &lt;br /&gt;
senjata mereka ke atas seperti mengangkat barbel tanda mereka senang. Suara kegembiraan yang mengelilingi penguin itu sepertinya membuat &lt;br /&gt;
mereka berdua merasa terkejut. Bayi penguin itu bersembunyi di antara kaki ibunya dan dua binatang itu segera pergi dari tempat itu. &lt;br /&gt;
Biasanya sang ayahlah yang melakukan tugas itu, tapi kali ini entah kenapa sang ibu yang melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah 10 menit, penguin itu itu keluar dari wilayah pertempuran ini, berjalan turun ke sisi lereng, dan menghilang dari pandangan &lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak lama kemudian, demam penguin itu akhirnya berakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah itu, kedua belah pihak langsung bertempur habis-habisan tanpa ragu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia bersembunyi sebisa mungkin. Saat Heivia menarik pelatuknya, dia menangis darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahhhhhh!!! Tembak tembak tembak tembak tembak!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dahh! Berengsek! Aku rasa kita tidak bisa saling mengerti satu sama lain!!” teriak Quenser saat dia mengoperasikan perangkat genggamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Antartika, semuanya terlihat putih tidak peduli kemanapun kau melihat, jadi dia membesarkan dan mengecilkan petanya untuk mengeceknya &lt;br /&gt;
dua kali semua yang ia lihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat itu, Heivia merasa kesal dan berkata. “Memangnya memeriksa peta bisa membantu kita!? kita tidak bisa mendapatkan bantuan dari &lt;br /&gt;
sang putri! Musuh bisa dengan cepat mengepung kita dan memecah pertahanan kita!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo kita selesaikan itu sebelum itu terjadi.” Quenser menarik peledak plastik Hand Axe-nya dari tasnya. Dia menancapkan pemicu elektrik-&lt;br /&gt;
gelombang radio ke dalamnya. “Saat aku memberi tanda, tembak membabi buta sebanyak yang kau bisa. Aku akan melempar peledak ini saat &lt;br /&gt;
itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tidak tahu berapa jarak kita dengan mereka? 200 meter. Tidak peduli kau melempar sejauh apa, bahkan pemain baseball profesional &lt;br /&gt;
tidak bisa melempar sejauh itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak punya waktu untuk menjelaskan! Lakukan sekarang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang! Sial!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih mengeluh, Heivia menggenggam senapannya. Dari pada membidik musuhnya, dia menembak semaunya dia ke segala arah dan membuat &lt;br /&gt;
senapannya seperti mengipasi semua arah dengan peluru.&lt;br /&gt;
Dan hasilnya adalah akurasi tembakannya menurun secara drastis, dan bahkan tidak ada satupun pelurunya yang mengenai mereka. Namun, cara &lt;br /&gt;
ini menakuti para musuh dan cukup membuat mereka berlindung di balik sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengangkat tubuhnya dan melemparkan bom plastik itu dengan seluruh kekuatannya. Hand Axe berputar dengan garis lengkung yang &lt;br /&gt;
jauh, tapi tidak cukup jauh untuk mengenai musuh seperti yang diperkirakan oleh Heivia. Juga, angin membuat bom itu tidak bisa terbang &lt;br /&gt;
secara lurus. Melihat betapa keras angin bertiup, tenaga yang dikeluarkan Quenser untuk melempar benda sejauh 50 meter cukup banyak. Itu &lt;br /&gt;
mendarat di sebuah kerak es tebal, jadi Hand Axe itu seperti meluncur menuruni batu miring. Sisi salju yang miring membantu Quenser &lt;br /&gt;
untuk menambah jarak luncur bom itu semakin jauh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan dengan semua faktor itu, 120 meter adalah batasnya. Bahkan tidak sampai jarak 200 meter musuh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia mendecakkan lidahnya dan berteriak, “Berengsek! Aku bilang juga apa!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak apa-apa! Ini memang yang aku inginkan!! Merunduk Heivia!!” teriak Quenser saat dia mengirim sinyal gelombang radio untuk &lt;br /&gt;
meledakkannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia merasa ragu, tapi hasilnya di luar perkiraannya sama sekali. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara erangan yang luar biasa, jarak 200 meter itu membentuk sebuah celah seperti gua. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bentuknya seperti sebuah jurang. Bumi berkerak dan jatuh ke ke bawah hingga beberapa ratus meter. Salju, es, dan para prajurit itu &lt;br /&gt;
tertelan ke bawah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang bisa lakukan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para prajurit yang menembakkan peluru itu jatuh ke bawah dengan keterkejutan yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus, sepertinya berhasil,” kata Quenser dengan helaan napas saat dia menarik jarinya dari pemicu yang ia gunakan sebagai peledak. &lt;br /&gt;
“Yang aku inginkan hanyalah pengetahuan soal desain Object, jadi kenapa aku harus mencari tahu cara untuk membunuh orang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Um, apa yang terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tempat mereka berpijak tadi sepertinya benar-benar dan sangat menyakinkan adalah ‘di atas es beku’. Lapisan es tebal yang menutupi &lt;br /&gt;
jurang di bawahnya dan celahnya sangat lebar. Karena aktivitas vulkanis di tempat ini, wilayah di bawah lapisan es berubah menjadi &lt;br /&gt;
sungai. Lapisannya cukup tebal sampai-sampai mobil salju bisa berjalan melintasinya tanpa perlu takut tenggelam, tapi tidak cukup kuat &lt;br /&gt;
untuk menahan peledak dari militer.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, jadi itu alasan kamu memeriksa peta.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku rasa aku tahu kenapa mereka tidak mengirim Object ke sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat betapa dalam jurang yang mereka ciptakan. Tapi dia tidak bisa melihat betapa dalamnya jurang itu, sangat gelap dan &lt;br /&gt;
dalam. Jika sebuah Object jatuh ke dalamnya, sebuah crane yang mampu mengangkat sebuah Object seberat 200.000 ton harus dibuat. Dan &lt;br /&gt;
tentu saja, umat manusia tidak memiliki benda seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Coba pikir, kau pernah menyebutkan sebuah eksperimen menghancurkan lapisan es di tempat asalmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan sesuatu yang kasar,” kata Quenser mencoba mengelak. “Apa kamu merasa beruntung karena aku membawa peledak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja, tapi aku masih merasa ingin mencekikmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 6===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia berjalan dengan susah payah di atas pematang bersalju ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah perjalan lama, mereka akhirnya sampai di tempat tujuan mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan yang membentuk formasi cincin mengepung seluruh area itu dari seluruh sisi sudah cukup dekat kalau-kalau mereka berhadap dengan &lt;br /&gt;
musuh, rekan mereka dapat segera memberikan batuan dari rute lain. Saat salah seorang rekan mereka melambaikan tangan di seberang &lt;br /&gt;
pematang putih itu, Quenser membalasnya dengan melambaikan tangannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tahu, rasanya sangat melegakan kalau bisa melihat salah satu dari kita di dekat kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bodoh! Masih ada cara lain kalau kau ingin menyapa mereka!! Melambaikan tanganmu seperti itu sama saja memberikan tanda asap kalau &lt;br /&gt;
kau ada di sini!! Kita baru saja membunuh beberapa dari mereka, jadi mereka semua pasti berjaga-jaga!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan yang diseberang itu juga sepertinya mendapatkan peringatan yang sama jadi mereka semua menundukkan kepala mereka dan menarik &lt;br /&gt;
pandangan mereka ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia bergetar dan napasnya memutih di udara saat dia berkata, “Aku sudah merasa sangat cukup di Antartika. Di sini sangat dingin!! Aku &lt;br /&gt;
kira selatan khatulistiwa seharusnya lebih hangat karena menjelang musim panas!! Aku seperti tidak bisa merasakan kalau pemanasan global &lt;br /&gt;
sedang terjadi sekarang! Di sini sangat dingin!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu karena kau tidak tahu berapa suhu rata-rata di sini. Paling tidak, aku tidak mau berjalan di malam hari di Antartika.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka saling bergumam, sebuah transmisi radio masuk ke dalam radio mereka. Yang berbicara itu adalah sang putri dan dia sedang &lt;br /&gt;
menunggu di Laut Ross dengan Baby Magnum-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan semua suhu panas yang berkumpul di sekelilingku, aku terbakar di sini. Aku ingin cepat selesai di sini sesegera mungkin. &lt;br /&gt;
Quenser, apa kau bermain-main dengan pendingin udara di ruang perawatan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, suara putri terdengar sangat menikmati yang dia miliki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh, di sini panas sekali. Tidak ada yang bisa melihat, jadi aku rasa aku harus melepas pakaian ketatku ini. Aku ragu kalau sekarang &lt;br /&gt;
akan ada pertarungan gerak cepat di tempat ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau mencoba menaikkan suhu tubuh kami dengan membuat kami berimajinasi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser terheran-heran, Heivia sepertinya kehilangan seluruh motivasinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingin memperjelas posisi kita saat ini,” gertaknya. “Kita adalah tentara yang dilatih untuk melindungi wilayah di sekeliling &lt;br /&gt;
markas. Kita tidak disiapkan untuk misi khusus di mana kita harus maju untuk menyerang garis pertahanan teroris.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Apa ada jenis-jenis lain dari pasukan infanteri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, ayolah. Ini bukan sesuatu yang ingin kudengar dari seseorang yang selalu berada di garis depan! Paling tidak, kau harus tahu bahwa &lt;br /&gt;
pekerjaanmu sangat berbeda dengan pekerjaan yang kami kerjakan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sepertinya sangat lelah, Heivia. Aku memang hanya seorang tamtama, tapi mereka yang ada di markas adalah tentara sama sepertimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita mungkin memanggil mereka dengan sebutan tentara, tapi kami tentara yang berlainan pekerjaan. Beberapa pergi ke akademi militer dan &lt;br /&gt;
yang lain menjalani kursus kilat. Tergantung dari wilayah militer mana yang ingin kau tuju, rutenya juga tidak sama. Sebagian besar yang &lt;br /&gt;
memilih belajar di akademi militer membutuhkan waktu lama untuk lulus. Tidak banyak yang menjalani kursus kilat selama 6 bulan seperti aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya mereka yang belajar dua kali lipat lebih lama darimu lebih kuat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Quenser, apa kau pikir mereka yang hanya belajar di bangku kuliah selama setahun lebih kuat dari seseorang yang merangkak di rawa-rawa &lt;br /&gt;
selama 6 bulan? Dan juga, kebanyakan orang harus mengulang dua kali masa kursus sebelum bisa lulus dari tempat itu. Yang bisa &lt;br /&gt;
benar-benar lolos selama 6 bulan itu sangat jarang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan kata lain tempat itu seperti tempat bermain jika dibandingkan dengan masa-masa ketika kita harus berlarian dengan senjata di &lt;br /&gt;
pundak kita,” potong Froleytia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan caranya ia menyusun apa yang ingin dia utarakan, Froleytia terdengar seperti wanita tua, tapi umurnya hanya 18 tahun. Quenser &lt;br /&gt;
kemudian berpikir berapa kali dia pergi ke medan perang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Omong-omong, kenapa kau pergi ke tempat kursus yang berawa-rawa, Heivia?” tanya Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahn?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua begitu tenang namun bukan karena mereka baru saja memenangkan baku tembak yang baru saja terjadi dan memastikan bahwa &lt;br /&gt;
tidak ada musuh lagi di dekat atau depan merekal; bukan juga menunda-nunda untuk pergi medan selanjutnya, tapi Quenser dan Heivia malah &lt;br /&gt;
mengobrol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Well, kau bangsawan, kan? Kau pasti punya kursus spesial yang diterima khusus bagi kaum bangsawan dan membuatmu langsung menjadi Letnan &lt;br /&gt;
Dua setelah kau lulus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, itu pasti akademi militer. Bahkan orang sipil biasa bisa mendapatkan pangkat setinggi itu setelah lulus. Kalau pangkatmu sudah &lt;br /&gt;
setingkat Jendral, yang ada hanya bangsawan saja, tapi kalau warga sipil mau bekerja keras mereka bisa saja mendapatkan pangkat setinggi &lt;br /&gt;
Brigadir Jendral.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kenapa kau memilih memulainya dari Perwira Satu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada banyak alasan. Yang pertama untuk menaikkan status keluargaku, aku harus menunjukkan bahwa aku mampu melindungi markas dan &lt;br /&gt;
mendukung bangsa dan negaraku di garis depan dari pada duduk di garis aman sambil membaca berita perang lewat koran.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi sekarang kau hanya malas-malasan,” tambah Froleytia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Well, aku tidak akan memberitahu mereka kalau aku bermalasan di sini. Dan juga, ‘mendukung negara dan bangsaku di garis depan’ itu &lt;br /&gt;
bukan berarti aku harus melawan Object satu lawan satu di mana medan perang dikuasai oleh Object. Aku tidak akan pernah mengira kalau &lt;br /&gt;
akan dikirim di tengah-tengah benua Antartika.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menjadi bangsawan itu ternyata merepotkan. Setiap kali aku mendengar hal yang merepotkan seperti itu, aku rasa aku lebih baik menjadi &lt;br /&gt;
warga biasa,” kata Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan lebih hati-hati kalau menjadi warga biasa. Bahkan ketika keanggotaan di Parlemen sudah cukup terbuka akhir-akhir ini, &lt;br /&gt;
bangsawan tetap memiliki kontrol yang cukup kuat di pemerintahan. Kalau kamu enggak khawatir suaramu terdengar di dalam Parlemen, &lt;br /&gt;
kesempatanmu untuk didengar oleh anggota Parlemen juga kecil kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Politik itu menyebalkan. Selama ada orang yang menjalankannya, aku tidak terlalu peduli.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah? Aku rasa itulah yang disebut Apatisme Kependudukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka saling berbicara dengan perlahan, tiba-tiba mereka berhenti berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah bukit rendah itu adalah Gunung Erebus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia bersembunyi di salah satu tumpukan salju dan memeriksa wilayah itu dengan teropong dan sebuah pembidik senapan dengan &lt;br /&gt;
hati-hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, markas itu cukup besar. Salju yang tertiup oleh angin membuat wilayah ini tidak bisa dengan mudah terlihat. Dari sudut pandang &lt;br /&gt;
lensa teropong mereka, yang terlihat di depan mereka hanyalah sebuah gundukan tipis yang terhampar di atas pematang salju yang sangat &lt;br /&gt;
luas. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir sama dengan gerbang yang membuka jalan menuju gunung, sebuah bangunan kotak dibangun di titik di mana hamparan dan gundukan &lt;br /&gt;
salju. Kemungkinan itu adalah observatorium milik Kerajaan Legitimasi nirawak yang tak digunakan lagi. Di pematang salju dekat situ, ada &lt;br /&gt;
sebuah tabung setebal 80 cm dan 9 meter panjangnya di tiap sisi. Tidak hanya dua atau tiga. Itu dipasang dengan interval tertentu dan &lt;br /&gt;
ada 50 tabung seperti itu sepanjang beberapa kilometer ke belakang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia pun terlihat kebingungan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Seharusnya, posisi laser penarget rudal udara yang menjatuhkan pesawat kita itu ada di dekat sini.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Ke mana teroris yang lain? jangan bilang kalau mereka kedinginan dan pergi dari tempat ini.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau mereka menghangatkan diri di dalam observatorium itu, kita bisa saja langsung menyerang mereka, tapi sepertinya apa yang kalian &lt;br /&gt;
harapkan itu tidak akan terjadi. Malah sebaliknya,” kata komandan mereka, Froleytia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita diperintahkan untuk mencari teroris itu bahkan jika merekat tidak ada lagi di sini. Kita harus terus mencari mereka di setiap sisi &lt;br /&gt;
dan salju yang ada di benua ini. Bahkan jika teroris itu telah pergi dari Antartika, kita harus terus mencari sampai kita mendapatkan &lt;br /&gt;
kepastian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Serius nih? Hei, Quenser, ayo kita cek observatorium nirawak itu. Kalau kita membiarkan mereka pergi, kita bisa mati kedinginan di &lt;br /&gt;
sini. Cepat, cepat, ayo kita selesaikan ini secepat mungkin agar kita bisa menikmati selimut dan penghangat di markas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, Heivia. Kalau kau terlalu terburu-buru, kepalamu bisa ditembus oleh peluru musuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mereka selesai beradu mulut dengan suara parau, Quenser dan Heivia merangkak perlahan di atas salju ini. Ia menangkap pergerakan &lt;br /&gt;
prajurit lain yang bergerak ke arah yang sama dengan dirinya. Mereka adalah prajurit Kerajaan Legitimasi, sama seperti Quenser dan &lt;br /&gt;
Heivia, dan mereka semua memiliki tujuan yang sama. Mereka ingin segera menyelesaikan pekerjaan ini, namun mereka dipenuhi rasa &lt;br /&gt;
penasaran tentang apa isi tabung besar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berpikir apa yang mereka ingin utarakan, Heivia berkata, “Di era di mana pertarungan Object setinggi 50 meter, prajurit kerdil &lt;br /&gt;
seperti kita ini akan terlihat sangat bodoh saat menembak satu sama lain. Tidak peduli strategi apa yang kita gunakan, mereka tidak akan &lt;br /&gt;
bisa menang selama ada Object sang putri di sini menunggu di Laut Ross. Mereka semua itu seharusnya menyerah saja. Mati untuk hal konyol &lt;br /&gt;
seperti ini terdengar bodoh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Heivia. Aku selalu penasaran selama ini,” kata Quenser saat dia melihat sekitar dengan perut menempel di salju ini. Mereka sudah &lt;br /&gt;
merangkak sekitar satu kilometer melewati salju ini. “Coba pikir, kau tahu tabung yang mengitari observatorium itu apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahn? Bukannya itu hanya antena yang digunakan oleh observatorium? Mereka mungkin menaruhnya seperti itu karena angin yang terlalu &lt;br /&gt;
kuat,” kata Heivia dengan ringan, tapi dia sama tidak memiliki keyakinan saat mengatakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian Quenser mendapatkan jawabannya lewat sumber lain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tabung setebal 80 cm, panjang 9 meter itu memiliki sebuah formasi; membentuk sebuah pola dengan menuju pada sebuah titik. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah baterei raksasa yang ditopang oleh plat dengan titik gravitasi yang rendah tiba-tiba saja berada di jalan Quenser dan Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang singkat, Quenser dan Heivia tidak bisa lagi bergerak seperti yang mereka inginkan. Bahkan saat mereka saling melihat satu &lt;br /&gt;
sama lain, mereka tidak mampu menjelaskan apa yang mereka lihat di depan itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka sudah pernah melihat apa itu sebelumnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tahu bahwa benda itu sedang menunjuk ke arah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalahh..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suku cadang yang digunakan sebagai senjata sebuah Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meriam sebanyak 50 buah itu membentuk sebuah garis sebaris yang cukup panjang dan semuanya mengarah kepada Quenser dan prajurit lainnnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oooouuuucccchhhhh!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia sadar dengan apa yang ada di depan mereka, mereka berteriak, dan mereka dengan cepat berguling ke arah gundukan salju &lt;br /&gt;
yang lebih tebal secepat dan sebisa mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah itu, meriam itu meraung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya yang dipasang di situ adalah sebuah railgun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelombang ledakan yang diakibatkan oleh dentuman proyektil railgun meledak secara beruntun dan tubuh Quenser dibuatnya terbang ke udara. &lt;br /&gt;
Beberapa detik kemudian, dia jatuh ke bawah dan menghantam salju yang cukup keras dan kemudian berguling tapi kali ini bukan karena dia &lt;br /&gt;
ingin melakukan itu. Meriam itu tidak mengenai dirinya. Jika saja ia terkena serangan itu, tubuhnya mungkin sudah hancur berkeping-&lt;br /&gt;
keping. Tubuh kecilnya seperti diremukkan oleh gelombang ledakan yang diciptakan oleh dentuman proyektila itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, semua itu tidak membuatnya berhenti untuk bernapas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gh..bh!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendorongnya perutnya ke belakang sehingga punggungnya membentuk huruf U dan ia kemudian berhasil menghirup udara. Sepertinya &lt;br /&gt;
tembakan itu meleset karena suhu udara di tempat ini cukup dingin untuk membekukan kruk as meriam itu. Namun, panas yang dihasilkan oleh &lt;br /&gt;
motornya akan dengan cepat melelahkannya. Keajaiban seperti ini tidak akan terjadi dua kali dalam sehari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aku akan terbunuh!?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdiri di situ juga akan membunuhnya, tapi pematang datar ini juga tidak memberikannya tempat untuk berlindung. Musuh sudah memancing &lt;br /&gt;
mereka ke sini untuk sebuah alasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Berengsek. Kenapa mereka memiliki railgun?! Padahal mereka menggunakan rudal udara untuk menjatuhkan pesawat Kerajaan Legitimasi!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser tidak tahu harus berpikir apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia panik, dia mendengar suara Heivia memanggilnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Quenser!! Cepat turun ke sini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak tahu apa yang dia maksudkan, tapi dia segera menyadarinya ketika dia melihat sebuah retakan besar mulai terbuka di bumi. &lt;br /&gt;
Gelombang pertama serangan itu membuka sebuah retakan yang besar di atas tanah. Lebarnya sebesar 1 meter. Heivia sudah memanjat turun &lt;br /&gt;
dan berlindung di balik parit darurat itu dan mengeluarkan kepalanya sedikit untuk memanggil Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser segera berguling dan menjatuhkan dirinya ke situ. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia jatuh, railgun itu memulai serangan gelombang kedua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
After-effect setelah serangan itu membuat sebuah adegan layaknya sebuah serangan bom dari langit dan oksigen seperti ditarik keluar dari &lt;br /&gt;
paru-paru Quenser bahkan ketika ia berada di dalam parit itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia menyadarinya dan mendekatinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, ini bukan guyonan lagi. Teroris itu memiliki puluhan suku cadang senjata Object. Apakah mereka berniat menggunakan meriam itu &lt;br /&gt;
untuk strategi anti-tank seperti perang zaman dahulu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau bilang tadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Waktu aku masih di akademi aku mendapat pelajaran sejarah tentang strategi perang klasik. Posisi saat bertempur ketika kau memancing &lt;br /&gt;
musuh ke dalam posisi yang kau inginkan dan menyerang mereka dari semua sisi sering digunakan saat perang zaman dahulu. Saat itu, mereka &lt;br /&gt;
menggunakan senapan anti-tank, tapi semua benda itu pasti sudah tidak ada. Sial!! Bukankah ini terlalu sulit bagi prajurit sekelas &lt;br /&gt;
kita!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser berpikir berapa banyak rekan mereka yang selamat dengan memasuki parit ini. Dia berharap mereka semua berhasil selamat dan tidak &lt;br /&gt;
terbunuh di tempat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia bersandar di dinding pari ini dan bertanya, “Apa kau tahu hal terburuk saat ini, Quenser?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um, karena meriam Object itu dapat menembak dari semua sisi walau hanya suku cadang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan,” kata Heivia dengan alisnya yang penuh dengan keringat. “Kalau mereka menggunakan meriam Object, berarti mereka juga memiliki &lt;br /&gt;
reaktor yang bisa memberikan suplai tenaga yang cukup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, kau ingin bilang...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu apakah mereka benar teroris!! Mereka memiliki Object!! Mereka memiliki Object tersembunyi di sini dan dengan menggunakan &lt;br /&gt;
kabel tenaga raksasa mereka bisa menembakkan railgun sesuka mereka. Bahkan kalau kita berhasil kabur dari sini, ada Object musuh yang &lt;br /&gt;
menghalangi kita!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar hal itu dari orang lain membuat Quenser begitu gugup dan lemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senjata raksasa yang dikenal dengan nama Object memiliki armor yang cukup tebal untuk menahan serangan nuklir sekalipun dan reaktornya &lt;br /&gt;
memiliki tenaga yang jauh lebih banyak dari pada reaktor nuklir. Mereka menggunakan tenaga listrik sebesar itu untuk serangan laser &lt;br /&gt;
beruntun atau bahkan meriam plasma berkeseimbangan rendah. Hanya Object lain yang dapat menahan serangan sebesaritu. Tidak peduli &lt;br /&gt;
sekeras apa prajurit kerdil seperti mereka berusaha, hampir mustahil menahan serangan sebesar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heivia. Maaf, tapi kita tidak memiliki waktu untuk menjelaskan apa yang harus kita lakukan selanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahn?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat ke bawah!! Gelombang serangan itu membuat retakannya membesar! Kalau begini terus kita bisa jatuh ke bawah dan tidak akan bisa &lt;br /&gt;
naik ke atas lagi!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia melihat ke arah sepatu bootnya dan kemudian ia merasa syok. Retakan itu membesar, dan semakin cepat setiap detiknya. Namun, &lt;br /&gt;
merangkak ke luar di saat seperti ini akan membunuh mereka dengan singkat. Mereka akan mati jika tidak melakukan apapun dan juga akan &lt;br /&gt;
mati jika mereka melakukan sesuatu. Jika mereka tidak memecahkan masalah ini, mereka akan terbunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang harus kita lakukan sekarang, Quenser? Meriam itu seperti tumpukan logam yang mau menerkam kita. Senjataku tidak akan mampu &lt;br /&gt;
menembus kulit luarnya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah, dan aku tidak memiliki Hand Axe yang cukup untuk meledakkan tiap meriam itu. Bahkan aku tidak memiliki ide untuk mendekati meriam &lt;br /&gt;
itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kita bisa memecahkan es di bawah teroris itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya tidak, mereka berada di atas tanah solid. Dan bahkan jika kita bisa meledakkannya, kita akan terjebak di bawah es selamanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan penjelasan itu, Quenser mengganti frekuensi radionya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sedang menghubungi putri yang menunggu di atas Object yang mengapung di Laut Ross. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memanggil Baby Magnum. Apa kau tahu posisi kami? Apa kau bisa menghancurkan meriam Object ini dari istu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gunungnya menghalangi, jadi aku tidak bisa menembaknya. Aku bisa menembakkan coilgun dengan garis parabola kalau kau mau.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berapa besar akurasinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekitar 50/50. Aku bisa meledakkan mereka dengan bom karpet, tapi kau juga akan terkena ledakannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meriam utama milik Baby Magnum didisain untuk serangan langsung ke titik lemah Object lawan dari pada serangan jarak jauh. Dengan angin &lt;br /&gt;
yang cukup kuat saat ini, titik tembakannya akan berkurang karena akurasinya yang lemah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, railgun musuh sudah menyerang sebanyak tiga hingga empat gelombang serangan dan menggetarkan tanah di kaki Quenser dan &lt;br /&gt;
Heivia. Musuh sepertinya tahu kalau mereka bersembunyi di balik parit darurat ini dan mencoba menghancurkan parit ini juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengernyit saat getaran itu sampai ke telinganya, tapi dia segera mengangkat kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baby Magnum! Apakah seranganmu masih bisa mengenai tempat ini bahkan jika tidak akurat!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-iya. Aku bisa, tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan berikan intruksinya kepadamu sekarang!! Gunakan koordinat 000212 sebagai basisnya, target adalah W-11, J-18, G-26, M-19, L-27, &lt;br /&gt;
B-20, dan R-12!! Bahkan dengan angin yang kuat, kau harusnya bisa menghindari friendly fire dengan margin error plus atau minus 5! Kirim &lt;br /&gt;
serangan bom karpet coilgun ke sini! Sekarang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku rasa serangan itu tidak akan melukai musuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lakukan saja!! Seranganmu akan menyelesaikan semuanya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Putri tidak tahu apa yang diinginkan oleh Quenser sebenarnya, tapi sepertinya putri pun tahu bahwa ini adalah situasi darurat dan setiap &lt;br /&gt;
detiknya nyawa dipertaruhkan di sini. Bahkan tanpa penjelasan, dia mengikuti semua instruksi itu.&lt;br /&gt;
Sebuah suara keras bergaung di seluruh wilayah. Karena mereka berada pada posisi di antara gunung, suara itu terdengar seperti suara dentuman keras di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Coilgun milik Baby Magnum seharusnya menembak dengan kecepatan suara, tapi saat ini ia menembakkan peluru dengan kecepatan yang lebih &lt;br /&gt;
rendah (Maka dari itu kekuatannya juga) supaya proyektil bisa jatuh tepat di arah yang diinginkan. Untuk sesaat, suara itu baru &lt;br /&gt;
terdengar ketika proyektil itu menghantam tanah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tidak ada waktu untuk terkagum atas hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser meraih tepian retakan ini dengan kedua tangan dan berteriak kepada semua rekan-rekannya yang ada di situ lewat radio.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bertahan!! Retakannya mungkin akan melebar dan runtuh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa yang kau inginkan sebenarnya!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia melakukan apa yang diperintahkan kepadanya dengan agak kesal, tapi tidak ada waktu untuk meminta penjelasan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Coilgun itu menghujani semua yang ada di situ. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Massa logam itu tanpa ampun menusuk tanah solid yang ada di situ dan menimbulkan getaran seperti gempa bumi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proyektil itu memiliki berat 1 ton dan menancap ke dalam tanah sedalam 1 meter. Ia jatuh seperti hujan dari ketinggian 3800 meter, jadi &lt;br /&gt;
tidak bisa dibayangkan seberapa besar energi kinetik yang ada di dalamnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara ledakan , salju dan es beterbangan di udara dan jatuh kembali ke tanah seperti longsor. Quenser sudah berpegangan dengan &lt;br /&gt;
cukup erat, tapi tangannya hampir terselip di ujung pegangannya. Namun, tidak bisa lagi merasakan kakinya. Gelombang ledakan membuat &lt;br /&gt;
retakan itu lebar da tanah tempat dia berdiri pun ikut menghilang. Satu-satunya tanah solid yang ada di Antartika pun pecah seperti &lt;br /&gt;
gelas yang retak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial!! Tidak peduli musuh atau sekutu, meriam Object benar-benar mengerikan!! Kau seharusnya melihat retakan ini dari satelit!” kata &lt;br /&gt;
Heivia yang kesal saat dia berusaha keras untuk mengangkat kakinya di ujung retakan ini. “Hei, Quenser. Aku tidak suka permintaanmu yang &lt;br /&gt;
tadi! Jujur saja, aku berharap kalau ledakan ini paling tidak bisa mengusir para teroris itu dari sini—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia kemudian tidak bisa berkata apa-apa lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sudah melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selongsong raksasa itu memiliki berat berton-ton dan menghujani tanah dari ketinggian yang cukup tinggi. Selongsong itu menghantam &lt;br /&gt;
satu-satunya bagian di mana tanahnya solid di Antartika, gelombang ledakan menyebar ke seluruh arah, dan longsor pun terjadi di gunung &lt;br /&gt;
salju terdekat dari sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ke-50 meriam itu sama sekali tidak terkena dampak dari serangan brutal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tertutupi oleh salju dan es yang beterbangan akibat ledakan, tapi sepertinya tidak cukup kuat untuk membuat senjata itu tidak &lt;br /&gt;
lagi berfungsi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berengsek!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenggorokannya pun mengering. Ia merangkak di dalam retakan ini juga akan membuat mereka hancur berkeping-keping. Namun, mereka tidak &lt;br /&gt;
bisa bersembunyi di kerak ini karena tembakan meriam Object tadi membuat kerakan ini membesar dan membuat tanah di sini menjadi seperti &lt;br /&gt;
bukit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser kemudian memanjat keluar dari kerak itu dan berteriak, “Ayo panjat saja!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tahu apa yang baru saja kau katakan barusan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kau tidak melakukannya, kau akan mati!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser sudah berada di atas retakan itu dan berteriak tanpa menjelaskan apa yang dia inginkan sebenarnya. Dia kemudian menggunakan &lt;br /&gt;
radio untuk meminta semua orang melakukan hal yang sama. Heivia, tidak yakin apa yang harus ia lakukan sekarang, tapi dinding retakan &lt;br /&gt;
ini telah menjadi seperti lereng bukit dan tidak ada pijakan untuk kakinya. Jika dia kehilangan kekuatan genggamannya dia pasti akan &lt;br /&gt;
jatuh ke tanah dan mati. Dia akhirnya memutuskan untuk merangkak naik pada setengah perjalanan menuju ke atas dan memanjat pada jarak &lt;br /&gt;
yang tersisa dengan sedikit putus asa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja tidak terhitung berapa banyak railgun dan coilgun yang mengarah pada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bukan makhluk dengan kekuatan luar biasa yang bisa menghindari serangan seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahu bawa hal ini percuma, Heivia mengangkat senapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Quenser berkata, “Tidak apa-apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia ingin menjawab, “Bagaimana mungkin ini baik-baik saja?”, tapi musuh sudah membuat gerakan pertama mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang begitu menggelegar akibat tembakan railgun memerangkap di telinga Heivia dan membuat degupan jantungnya begitu kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu tembakan saja dari senjata seperti itu cukup untuk menghancurkan kapal perusak menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia hampir menutup matanya, tapi kemudian apa yang terjadi berikutnya di luar hasil perkiraannya sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia melihat dengan tatapan kosong dengan apa yang terjadi di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memang merasakan sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, itu hanya karena serangan gelombang kejut yang dihasilkan oleh ledakannya. Jika proryektil itu mengenainya, dia pasti mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembakan railgun itu tidak mengenai merkea. Malahan meriam railgun itu terlempar pada arah yang berlawanan. Dan tidak hanya itu saja. &lt;br /&gt;
Beberapa meriam kehilangan kekuatannya dan terdorong akibat tembakan yang terlampau kuat, yang lain pun runtuh ke samping, dan beberapa &lt;br /&gt;
yang lain meluncur ke atas seperti roket. Puluhan railgun itu runtuh seperti layar domino yang belum selesai untuk runtuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala Heivia penuh dengan pertanyaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-apa? Apa yang baru saja terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku yakin kalau jangkar yang ditanam di bawah tanah itu tidak lagi mampu menyokong railgun itu lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lebih jelasnya, retakan tanah inilah yang menghancurkan Object. Bukan meriam Baby Magnum.” Quenser berdiri dari posisi berbaringnya. &lt;br /&gt;
“Railgun dan laser yang digunakan oleh Object didisain untuk bisa dipasang ke dalam tubuh seberat 200.000 tonnya. Saat ditembakkan, &lt;br /&gt;
gelombang kejut dan gelombang panas tersebar ke seluruh arah. Meriam-meriam ini tidak digunakkan untuk melindungi markas karena friendly &lt;br /&gt;
fire sama bahayanya dengan serangan musuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu apa hubungannya dengan ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saat diletakkan di tanah, kekuatan yang dihasilkan oleh meriam ini sangat besar dan gelombang kejut yang dihasilkan akan menghancurkan &lt;br /&gt;
railgun itu sendiri. Mereka harus menanam jangkar sedalam 10 meter untuk menjaga keseimbangan dan supaya menahan gelombang kejut yang &lt;br /&gt;
dihasilkan. Tapi..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tembakan meriam putri menghancurkan tanah itu sendiri...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangkarnya tidak bisa lagi berfungsi. Tembakan pertama tadi juga tidak mengenai kita karena meriam itu miring dan bergetar. Setelah &lt;br /&gt;
itu, kita tinggal melihat mereka seperti anak kecil yang menembak dengan magnum dengan satu tangan. Senjata itu akan melukai anak itu. &lt;br /&gt;
Sementara menghindari area tembak railgun yang runtuh itu, kita harus menghancurkan kabel tenaganya. Beberapa dari mereka mungkin masih &lt;br /&gt;
berfungsi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu kita harus mencari siapa orang yang mengendalikan mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku rasa aku punya ide.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menggunkan dagunya untuk menunjuk observatorium nirawak milik Kerajaan Legitimasi yang terlihat begitu penuh dengan kehidupan. &lt;br /&gt;
Sepertinya musuh yang mengendalikan meriam-meriam ini menggunakan penghangat yang ada di dalam observatorium. Satu-satunya tempat mereka &lt;br /&gt;
bersantai sudah hancur, jadi mereka tentu saja panik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo kita cari tempat yang lebih baik sebelum mereka menembak lagi,” kata Quenser saat dia menepuk pundak Heivia. “Saat pertempuran &lt;br /&gt;
sesungguhnya terjadi, aku tidak akan berguna lagi, jadi kau yang akan memimpin kali ini Heivia.”&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_2_Prolog&amp;diff=459779</id>
		<title>HEAVY OBJECT:Volume 2 Prolog</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_2_Prolog&amp;diff=459779"/>
		<updated>2015-08-29T04:28:30Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;Prolog&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada kalanya ketika sejarah yang kita terima selama ini, diputarbalikkan oleh sebuah fakta yang lebih logis. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ambil logam sebagai contohnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada zaman apa dan oleh peradaban siapa logam pertama kali digunakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua orang yang menjawab “Hitti dari tahun 1400 SM” adalah orang yang ketinggalan informasi. Karena sebenarnya, sisa-sisa logam tertua ditemukan di sebuah reruntuhan yang lebih tua dari Hitti di Asia Barat, sudah jelas bahwa sejarah dan apa yang kita ketahui selama ini adalah salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin juga beberapa buku sejarah mengandung informasi yang salah, jadi mohon berhati-hatilah ketika membaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tidak ada yang tahu apakah penemuan logam di Asia Barat ini adalah penemuan logam yang tertua yang pernah ditemukan oleh manusia. &lt;br /&gt;
Masih ada kemungkinan jika ada sebuah peradaban yang lebih tua sudah mengembangkan penggunaan logam dari Bangsa Hitti jika kita bisa &lt;br /&gt;
menelusurinya lebih dalam. Sekali itu terjadi lagi, informasi yang kita terima saat ini akan diputarbalikkan oleh sebuah fakta yang &lt;br /&gt;
lebih benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang spesial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu semua terjadi di berbagai hal yang kita sadari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object bukanlah sebuah pengecualian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh utama dari mesin raksasa ini sendiri setinggi 50 meter dan panjang dari senapannya bisa membuat tubuh Object terlihat lebih tinggi &lt;br /&gt;
lagi. Beratnya lebih dari 200.000 ton. Monster itu memiliki sebuah zirah yang mampu menahan serangan nuklir, dan reaktor JPlevelMHD &lt;br /&gt;
miliknya jauh lebih kuat dari reaktor nuklir, dan memiliki tenaga yang cukup untuk memaksimalkan kekuataan 100 senjatanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, Object dikatakan sebagai sebuah senjata terkuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak peduli itu di angkatan darat ataupun angkatan laut, tidak ada pasukan militer yang mampu melawan Object yang bersinonim dengan &lt;br /&gt;
perang. Perang sudah menjadi arena pertarungan antar Object dan pemenang perang itu ditentukan oleh Object yang lebih dahulu gagal &lt;br /&gt;
fungsi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teori yang terbangun selama ini sudah cukup baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masyarakat berpikir bahwa tidak akan ada yang mampu memutarbalikkan apa yang dimiliki oleh Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tidak akan ada yang tahu kapan teori ini akan diputarbalikkan oleh fakta lain. Mungkin, orang-orang beberapa puluh tahun ke depan &lt;br /&gt;
akan tertawa jika mereka mendengar apa yang kita bicarakan saat ini.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_2_Prolog&amp;diff=459778</id>
		<title>HEAVY OBJECT:Volume 2 Prolog</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_2_Prolog&amp;diff=459778"/>
		<updated>2015-08-29T04:27:39Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;Prolog&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Ada kalanya ketika sejarah yang kita terima selama ini, diputarbalikkan oleh sebuah fakta yang lebih logis. &lt;br /&gt;
Ambil logam sebagai contohnya.&lt;br /&gt;
Pada zaman apa dan oleh peradaban siapa logam pertama kali digunakan?&lt;br /&gt;
Semua orang yang menjawab “Hitti dari tahun 1400 SM” adalah orang yang ketinggalan informasi. Karena sebenarnya, sisa-sisa logam tertua ditemukan di sebuah reruntuhan yang lebih tua dari Hitti di Asia Barat, sudah jelas bahwa sejarah dan apa yang kita ketahui selama ini adalah salah.&lt;br /&gt;
Mungkin juga beberapa buku sejarah mengandung informasi yang salah, jadi mohon berhati-hatilah ketika membaca.&lt;br /&gt;
Namun, tidak ada yang tahu apakah penemuan logam di Asia Barat ini adalah penemuan logam yang tertua yang pernah ditemukan oleh manusia. Masih ada kemungkinan jika ada sebuah peradaban yang lebih tua sudah mengembangkan penggunaan logam dari Bangsa Hitti jika kita bisa menelusurinya lebih dalam. Sekali itu terjadi lagi, informasi yang kita terima saat ini akan diputarbalikkan oleh sebuah fakta yang lebih benar.&lt;br /&gt;
Tidak ada yang spesial.&lt;br /&gt;
Itu semua terjadi di berbagai hal yang kita sadari.&lt;br /&gt;
Object bukanlah sebuah pengecualian.&lt;br /&gt;
Tubuh utama dari mesin raksasa ini sendiri setinggi 50 meter dan panjang dari senapannya bisa membuat tubuh Object terlihat lebih tinggi lagi. Beratnya lebih dari 200.000 ton. Monster itu memiliki sebuah zirah yang mampu menahan serangan nuklir, dan reaktor JPlevelMHD miliknya jauh lebih kuat dari reaktor nuklir, dan memiliki tenaga yang cukup untuk memaksimalkan kekuataan 100 senjatanya.&lt;br /&gt;
Saat ini, Object dikatakan sebagai sebuah senjata terkuat.&lt;br /&gt;
Tak peduli itu di angkatan darat ataupun angkatan laut, tidak ada pasukan militer yang mampu melawan Object yang bersinonim dengan perang. Perang sudah menjadi arena pertarungan antar Object dan pemenang perang itu ditentukan oleh Object yang lebih dahulu gagal fungsi.&lt;br /&gt;
Teori yang terbangun selama ini sudah cukup baik.&lt;br /&gt;
Masyarakat berpikir bahwa tidak akan ada yang mampu memutarbalikkan apa yang dimiliki oleh Object.&lt;br /&gt;
Namun, tidak akan ada yang tahu kapan teori ini akan diputarbalikkan oleh fakta lain. Mungkin, orang-orang beberapa puluh tahun ke depan akan tertawa jika mereka mendengar apa yang kita bicarakan saat ini.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_2_Prolog&amp;diff=459777</id>
		<title>HEAVY OBJECT:Volume 2 Prolog</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_2_Prolog&amp;diff=459777"/>
		<updated>2015-08-29T04:27:10Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Ada kalanya ketika sejarah yang kita terima selama ini, diputarbalikkan oleh sebuah fakta yang lebih logis. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ambil logam sebagai contohnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada zaman apa dan oleh peradaban siapa logam pertama kali digunakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua orang yang menjawab “Hitti dari tahun 1400 SM” adalah orang yang ketinggalan informasi. Karena sebenarnya, sisa-sisa logam tertua &lt;br /&gt;
ditemukan di sebuah reruntuhan yang lebih tua dari Hitti di Asia Barat, sudah jelas bahwa sejarah dan apa yang kita ketahui selama ini &lt;br /&gt;
adalah salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin juga beberapa buku sejarah mengandung informasi yang salah, jadi mohon berhati-hatilah ketika membaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tidak ada yang tahu apakah penemuan logam di Asia Barat ini adalah penemuan logam yang tertua yang pernah ditemukan oleh manusia. &lt;br /&gt;
Masih ada kemungkinan jika ada sebuah peradaban yang lebih tua sudah mengembangkan penggunaan logam dari Bangsa Hitti jika kita bisa &lt;br /&gt;
menelusurinya lebih dalam. Sekali itu terjadi lagi, informasi yang kita terima saat ini akan diputarbalikkan oleh sebuah fakta yang &lt;br /&gt;
lebih benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang spesial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu semua terjadi di berbagai hal yang kita sadari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object bukanlah sebuah pengecualian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh utama dari mesin raksasa ini sendiri setinggi 50 meter dan panjang dari senapannya bisa membuat tubuh Object terlihat lebih tinggi &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
lagi. Beratnya lebih dari 200.000 ton. Monster itu memiliki sebuah zirah yang mampu menahan serangan nuklir, dan reaktor JPlevelMHD &lt;br /&gt;
miliknya jauh lebih kuat dari reaktor nuklir, dan memiliki tenaga yang cukup untuk memaksimalkan kekuataan 100 senjatanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, Object dikatakan sebagai sebuah senjata terkuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak peduli itu di angkatan darat ataupun angkatan laut, tidak ada pasukan militer yang mampu melawan Object yang bersinonim dengan &lt;br /&gt;
perang. Perang sudah menjadi arena pertarungan antar Object dan pemenang perang itu ditentukan oleh Object yang lebih dahulu gagal &lt;br /&gt;
fungsi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teori yang terbangun selama ini sudah cukup baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masyarakat berpikir bahwa tidak akan ada yang mampu memutarbalikkan apa yang dimiliki oleh Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tidak akan ada yang tahu kapan teori ini akan diputarbalikkan oleh fakta lain. Mungkin, orang-orang beberapa puluh tahun ke depan &lt;br /&gt;
akan tertawa jika mereka mendengar apa yang kita bicarakan saat ini.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_2_Prolog&amp;diff=459776</id>
		<title>HEAVY OBJECT:Volume 2 Prolog</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_2_Prolog&amp;diff=459776"/>
		<updated>2015-08-29T04:26:29Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: Created page with &amp;quot;Ada kalanya ketika sejarah yang kita terima selama ini, diputarbalikkan oleh sebuah fakta yang lebih logis.  Ambil logam sebagai contohnya. Pada zaman apa dan oleh peradaban s...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Ada kalanya ketika sejarah yang kita terima selama ini, diputarbalikkan oleh sebuah fakta yang lebih logis. &lt;br /&gt;
Ambil logam sebagai contohnya.&lt;br /&gt;
Pada zaman apa dan oleh peradaban siapa logam pertama kali digunakan?&lt;br /&gt;
Semua orang yang menjawab “Hitti dari tahun 1400 SM” adalah orang yang ketinggalan informasi. Karena sebenarnya, sisa-sisa logam tertua ditemukan di sebuah reruntuhan yang lebih tua dari Hitti di Asia Barat, sudah jelas bahwa sejarah dan apa yang kita ketahui selama ini adalah salah.&lt;br /&gt;
Mungkin juga beberapa buku sejarah mengandung informasi yang salah, jadi mohon berhati-hatilah ketika membaca.&lt;br /&gt;
Namun, tidak ada yang tahu apakah penemuan logam di Asia Barat ini adalah penemuan logam yang tertua yang pernah ditemukan oleh manusia. Masih ada kemungkinan jika ada sebuah peradaban yang lebih tua sudah mengembangkan penggunaan logam dari Bangsa Hitti jika kita bisa menelusurinya lebih dalam. Sekali itu terjadi lagi, informasi yang kita terima saat ini akan diputarbalikkan oleh sebuah fakta yang lebih benar.&lt;br /&gt;
Tidak ada yang spesial.&lt;br /&gt;
Itu semua terjadi di berbagai hal yang kita sadari.&lt;br /&gt;
Object bukanlah sebuah pengecualian.&lt;br /&gt;
Tubuh utama dari mesin raksasa ini sendiri setinggi 50 meter dan panjang dari senapannya bisa membuat tubuh Object terlihat lebih tinggi lagi. Beratnya lebih dari 200.000 ton. Monster itu memiliki sebuah zirah yang mampu menahan serangan nuklir, dan reaktor JPlevelMHD miliknya jauh lebih kuat dari reaktor nuklir, dan memiliki tenaga yang cukup untuk memaksimalkan kekuataan 100 senjatanya.&lt;br /&gt;
Saat ini, Object dikatakan sebagai sebuah senjata terkuat.&lt;br /&gt;
Tak peduli itu di angkatan darat ataupun angkatan laut, tidak ada pasukan militer yang mampu melawan Object yang bersinonim dengan perang. Perang sudah menjadi arena pertarungan antar Object dan pemenang perang itu ditentukan oleh Object yang lebih dahulu gagal fungsi.&lt;br /&gt;
Teori yang terbangun selama ini sudah cukup baik.&lt;br /&gt;
Masyarakat berpikir bahwa tidak akan ada yang mampu memutarbalikkan apa yang dimiliki oleh Object.&lt;br /&gt;
Namun, tidak akan ada yang tahu kapan teori ini akan diputarbalikkan oleh fakta lain. Mungkin, orang-orang beberapa puluh tahun ke depan akan tertawa jika mereka mendengar apa yang kita bicarakan saat ini.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_2_Ilustrasi&amp;diff=459775</id>
		<title>HEAVY OBJECT:Volume 2 Ilustrasi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_2_Ilustrasi&amp;diff=459775"/>
		<updated>2015-08-29T04:25:24Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: Created page with &amp;quot;&amp;lt;gallery&amp;gt; Image:is0009.jpg|&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Sampul Depan&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; Image:is0010.jpg|&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Sampul Belakang&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; Image:is0011.jpg|&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Tambahan Depan&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; Image:is0012.jpg|&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Tambahan Belakang&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; Image:is001...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&amp;lt;gallery&amp;gt;&lt;br /&gt;
Image:is0009.jpg|&#039;&#039;&#039;Sampul Depan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:is0010.jpg|&#039;&#039;&#039;Sampul Belakang&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:is0011.jpg|&#039;&#039;&#039;Tambahan Depan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:is0012.jpg|&#039;&#039;&#039;Tambahan Belakang&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:is0014.jpg|&#039;&#039;&#039;Ilustrasi Berwarna 1&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:is0015.jpg|&#039;&#039;&#039;Daftar Isi&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:is0016.jpg|&#039;&#039;&#039;Ilustrasi Berwarna 2&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:is0017.jpg|&#039;&#039;&#039;Ilustrasi Berwarna 3&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:is0018.jpg|&#039;&#039;&#039;Page 008&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:is0032.jpg|&#039;&#039;&#039;Page 032&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:is0056.jpg|&#039;&#039;&#039;Page 056&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:is0098.jpg|&#039;&#039;&#039;Page 098&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:is0106.jpg|&#039;&#039;&#039;Page 106&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:is0118.jpg|&#039;&#039;&#039;Page 118&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:is0164.jpg|&#039;&#039;&#039;Page 164&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:is0205.jpg|&#039;&#039;&#039;Page 205&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:is0244.jpg|&#039;&#039;&#039;Page 244&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:is0258.jpg|&#039;&#039;&#039;Page 258&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:is0284.jpg|&#039;&#039;&#039;Page 284&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:is0339.jpg|&#039;&#039;&#039;Page 339&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:is0360.jpg|&#039;&#039;&#039;Page 360&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/gallery&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Heavy_Object_(Indonesia)&amp;diff=459774</id>
		<title>Heavy Object (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Heavy_Object_(Indonesia)&amp;diff=459774"/>
		<updated>2015-08-29T04:20:19Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Status|Active|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy Object v01 cover.jpg|thumb|300px|right|&#039;&#039;The cover art of volume 1&#039;&#039;]]&amp;quot;HEAVY OBJECT&amp;quot; (ヘヴィーオブジェクト) adalah seri sains fiksi (Sci-fi) oleh Kazuma Kamachi (鎌池 和馬) dan diilustrasikan oleh Ryou Nagi (凪良) diterbitkan oleh Dengeki Light Novel Label. Saat ini sudah ada delapan seri yang telah diterbitkan. Adaptasi manganya telah diterbitkan oleh di majalah bulanan Dengeki Maou. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Animenya akan rilis pada musim gugur bulan Oktober. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri Heavy Object juga tersedia dalam beberapa bahasa:&lt;br /&gt;
*[[Heavy Object ~ (Spanish)|Español (Spanish)]]&lt;br /&gt;
*[[HEAVY OBJECT|Inggris (English)]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sinopsis Cerita ==&lt;br /&gt;
Dan pada akhirnya, perang tak bisa dihilangkan. Tapi, ada sebuah perubahan. Bahkan di balik para pembantu kejahatan berhati dingin, ada sebuah perubahan. Senjata pemusnah itu adalah &amp;quot;Object&amp;quot;. Senjata ini merubah semua arti dari perang. Seorang siswa pertukaran bernama Quenser, yang dikirim ke medan perang, bertemu dengan seorang gadis elit dengan aura yang aneh. Gadis itu, yang disebut &amp;quot;Elit&amp;quot;, adalah pilot dari &amp;quot;Object&amp;quot;. Di masa depan. Laki-laki kecil ini harus berdiri menggantikan peran dari gadis itu untuk menjadi pilot dari senjata terhebat di dunia, &amp;quot;Object&amp;quot; untuk gadis itu. Ini adalah alasan dari pertemuan pertama mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan ==&lt;br /&gt;
Ini adalah proyek terjemahan second hand setelah versi English-nya, bagi yang mampu berbahasa Jepang dan ingin meninjau ulang dari bahasa aslinya, bantuan anda sangat kami hargai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Semua bab (yang sudah disunting) harus mengikuti format guideline yang berlaku.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[HEAVY OBJECT (Indonesia):Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap penerjemah diminta untuk mendaftarkan [[No Game No Life (Indonesia):Halaman Pendaftaran|mendaftarkan]] bab mana yang akan mereka kerjakan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pembaruan ==&lt;br /&gt;
*29 Agustus 2015, Volume 1 Bagian 3: Selesai (14/14)&lt;br /&gt;
*27 April 2015, Volume 1 Bagian 2: selesai (8/8) &amp;amp; Volume 1 Bagian 3 (4/14)&lt;br /&gt;
*6 Maret 2015, Volume 1 Bagian 2 (5/8) &lt;br /&gt;
*1 Januari 2015, Volume 1 Bagian 1: Selesai (17/17)&lt;br /&gt;
*16 Desember 2014, Volume 1 Bagian 1 - 8: Selesai&lt;br /&gt;
*11 November 2014, Pembuatan laman HEAVY OBJECT; Pencarian Translator; Pembenahan Laman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri HEAVY OBJECT ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 1  ===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_v01_cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 1|Bagian 1 - Tentara Berpangkat Rendah yang Mengalahkan Gulliver &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran di Salju Alaska yang Membeku]] (Edit Cek)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 2|Bagian 2 - Si Jempol Tom Berlari di Ladang Minyak &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Menutup Jalan Masuk Melewati Gibraltar]](Edit Cek)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 3|Bagian 3 - Perang Antara Semut dan Belalang Sembah &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Melawan Negara Militer Oseania]] (4/14)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 2: Penerapan Perang - &#039;&#039;Seleksi Perang&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Is0009.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 1|Bagian 1 - Hal yang Biasa Jika Berlumpur di Lokasi Halang Rintang &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Mengontrol Antartica]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 2|Bagian 2 - Si Kaki Tiga yang Mendaki Gunung Demi Hidup dan Mati &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Tembakan Meriam di Gunung Iguazu]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 3|Bagian 3 - Di Pertempuran antar Kavaleri, Serang Kaki-kaki Musuhmu &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Mati-matian di Kota Amazon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 3: Bayangan Raksasa - &#039;&#039;Bayangan Dunia&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_3_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 1|Bagian 1 - Kuburan Rongsokan Logam adalah Harta Karun untuk Mencari Logam Langka &amp;gt;&amp;gt; Mencegat Sisa Pasukan di Alaska]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 2|Bagian 2 - Tambang Batu Bara yang Menghanmburkan Tumpukan Uang &amp;gt;&amp;gt; Serang Kejutan Secapat Kilat di Semenanjung Kamchatka]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 3|Bagian 3 - Harga Diri itu Tak Ternilai &amp;gt;&amp;gt; Pencegatan Darurat di Pulau Victoria]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 4: Harta Karun Matematika Elektron - &#039;&#039;Nadi Teoritis&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_4_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 1|Bagian 1 - Seharusnya itu adalah Lautan Biru Alami &amp;gt;&amp;gt; Perang ilegal di Distrik Loyauté]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 2|Bagian 2 - Natal di Pantai Pasir Putih &amp;gt;&amp;gt; Cuti di Garnisun Perang (?) di Distrik Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 3|Bagian 3 - Harta Karun Laut Merah Pekat &amp;gt;&amp;gt; Bertahan di Distrik Solomon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 5: Festival Kematian - &#039;&#039;Menebus Technopics&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_5_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 1|Bagian 1]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 2|Bagian 2]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 3|Bagian 3]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 4|Bagian 4]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 5|Bagian 5]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 6: Jalan Menuju Generasi Ketiga - &#039;&#039;Kedatangan Generasi Ketiga&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_6_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 1|Bagian 1 - Perang yang Pecah di Dekat Surga &amp;gt;&amp;gt; Perang Adu Kepintaran di Distrik Cook]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 2|Bagian 2 - Sebuah Tim yang Membawa Tugas yang Jauh Lebih Menyakitkan dari pada Neraka &amp;gt;&amp;gt; Perang Antar Angkutan di Distrik Anthabasca]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 3|Bagian 3 - Konsprisai Sebuah Bank yang Menunjukkan Ketamakan Manusia &amp;gt;&amp;gt; Perang Serangan Meriam di Distrik Amazon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 7: &#039;&#039;Polisi Hantu&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_7_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 1|Bagian 1 - Pertandingan Adu Tembak di antara Dua Orang Bodoh &amp;gt;&amp;gt; Saling Mengejek di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 2|Bagian 2 - Pekerjaanku adalah Mengantarkan Cat &amp;gt;&amp;gt; Perang Adu Kepintaran di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 3|Bagian 3 - Polisi ada untuk Menghentikan Perang &amp;gt;&amp;gt; Perang Kemerdekaan di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 8: &#039;&#039;70% Persemakmuran&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_8_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 1|Bagian 1 - Sumber Daya Alam yang Tak Bisa Dibuat Berlimpah &amp;gt;&amp;gt; Mendarat di Negara Kepulauan Ame-no-Darin]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 2|Bagian 2 - Di mana Model Baru itu Hilang? &amp;gt;&amp;gt; Menyapu Ranjau Distrik Barat Pasifik yang Jauh ]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 3|Bagian 3 - Mata Seorang Dewi yang Berkerlip di dalam Kegelapan &amp;gt;&amp;gt; Perang Habis-habisan di Distrik Kaledonia Baru]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
=== Volume 9: &#039;&#039;Pengadilan -195℃&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
[[File:Heavy_Object_Volume_9_Cover.jpg|right|border|x200px]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Bagian 1|Bagian 1 - Penyihir Pemancar Cahaya &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Kota Lost Angels]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Bagian 2|Bagian 2 - Dewa Penjaga Bakat &amp;gt;&amp;gt; Pertarungan Pegunungan Lost Angels]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Bagian 3|Bagian 3 - Keyakinan Obsesif &amp;gt;&amp;gt; Pertarungan Laut Lost Angels]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 9 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Pengawas: [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
* Manager Proyek: [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Penerjemah==&lt;br /&gt;
* [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
* [[User:C.I.U|C.I.U]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
Bagi yang lebih paham mengenai EYD dan kosakata bahasa Indonesia yang lebih baik, bisa bergabung dalam proyek ini&lt;br /&gt;
* [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jumlah Seri ==&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト / HEAVY OBJECT (10 OCT 2009, ISBN 978-4-04-868069-1)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 採用戦争 / HEAVY OBJECT Saiyou Sensou (10 JUN 2010, ISBN 978-4-04-868594-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 巨人達の影 / HEAVY OBJECT Kyojin tachi no Kage (10 NOV 2010, ISBN 978-4-04-870051-1)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 電子数学の財宝 / HEAVY OBJECT Denshi Suugaku no Zaihou (10 SEP 2011, ISBN 978-4-04-870549-3)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 死の祭典 / HEAVY OBJECT Shi no Saiten (10 NOV 2011, ISBN 978-4-04-870997-2)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 第三世代への道 / HEAVY OBJECT Daisansedai e no Michi (10 JUN 2012, ISBN 978-4-04-886624-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 亡霊達の警察 / HEAVY OBJECT Bourei tachi no Keisatsu (9 NOV 2013, ISBN 978-4-04-866080-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 七〇%の支配者 / HEAVY OBJECT Nana rei-pasento no Shihai-sha(8 MARCH 2014, ISBN 978-4-04-866379-3)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_1_Bagian_3&amp;diff=459773</id>
		<title>HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 3</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_1_Bagian_3&amp;diff=459773"/>
		<updated>2015-08-29T04:18:38Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Bagian 3: Perang Antara Semut Dan Belalang &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Untuk Mengalahkan Negara Militer Oseania==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Negara Militer Oceania berada di sebuah benua yang terkenal karena koala dan kangurunya. Di sebuah zaman di mana negara bernama Australia pernah berada, kota-kota dibangun di sisi pantai dan daerah tengah dari benua itu hampir semuanya kering, tanah yang retak seperti yang bisa dilihat di zaman para koboi. Walau areanya sendiri bukanlah sebuah padang gurun, kering, tanah keras hanya bisa mendukung beberapa jenis tumbuhan, jadi menumbuhkan tanaman dan gedung-gedung di situ sangatlah sulit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, zaman modern merubah semuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanah buatan dengan daya serap air yang tinggi dikembangkan dan banyak tumbuhan yang telah mengalami perubahan genetik dikembangkan dan &lt;br /&gt;
membuat tanah kering itu kembali hidup bahkan di dalam lingkungan yang keras. menggunakan metode ini, sebuah rencana besar dan jangka &lt;br /&gt;
panjang dikembangkan untuk meningkatkan perkembangan benua ini. dengan perkembangan tanah seperti itu, bagian tengah benua itu mampu &lt;br /&gt;
dikembangkan secara maksimal dan orang-orang mampu menciptakan sejumlah panenan raya yang besar dan kota-kota besar dibangun di situ &lt;br /&gt;
dengan jalan tol penghubung. Dengan menggali sumber daya alam di dalam bumi, ekonomi negara itu tumbuh , dan posisi di dalam masyarakat &lt;br /&gt;
internasional kembali naik. Jika semuanya kembali tumbuh seperti rencana, tidak akan ada negara yang menargetkan tempat ini dengan sebuah &lt;br /&gt;
Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tidak semuanya berjalan dengan lancar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suku yang telah tinggal di Oceania sejak zaman dahulu kala merasa perlu untuk membawa Oceania kembali ke masa-masa awalnya. Kepercayaan &lt;br /&gt;
mereka menganggap bahwa tanah ini adalah sebuah tanah suci tidak peduli betapa kering dan tandusnya tempat mereka ini. Dan mereka tidak &lt;br /&gt;
mau ketika tanah mereka dihuni oleh bukan penduduk asli ataupun ditumbuhi tanaman yang telah dikembangkan secara genetika. Suku pedalaman &lt;br /&gt;
itu tidak mau tanah mereka “dimakan” oleh uang, jadi mereka mulai melancarkan aksi unjuk rasa damai dan protes. Negara militer itu &lt;br /&gt;
kehilangan hasratnya untuk mengembangkan tanah-tanah itu, jadi mereka menjawabnya dengan sebuah jawaban yang simpel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mengirimkan sebuah Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itulah yang disebut sebagai Konservasi Hutan dua tahun yang lalu. Dan pasukan koalisi dikirim untuk mengamankan suku-suku itu dari &lt;br /&gt;
pasukan tirani sebuah negara militer,” kata Heivia di dalam sebuah markas Yan ditutupi oleh pasir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdiri di sebelahnya, Quenser berkata, “Huh? Ini semua dimulai dua tahun yang lalu? Lalu kenapa kita baru dipanggil sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya aku tahu? Pasti ada sesuatu yang telah dikembangkan di sana yang membuat kita harus ikut campur sekarang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keseimbangan kekuatan di Oceania sangat mudah untuk dilihat. Area yang berada di dalam kekuasaan negara militer sangat hijau sementara &lt;br /&gt;
yang dikuasi oleh pasukan koalisi (dan termasuk suku pedalaman yang menolak dukungan negara militer) sangat kering di daerah gurun. &lt;br /&gt;
Mereka juga dipisahkan oleh mereka yang mau membantai pihak yang lain demi keuntungan di atas makanan dan kayu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object dari berbagai kekuatan pasukan koalisi berkumpul di markas di garis depan. Biasanya, Object-object ini berada pada posisi yang &lt;br /&gt;
berbeda sebagai musuh dan teman, tapi sekarang mereka berkumpul pada satu pihak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanahnya sangat kering. Sesuai dengan permintaan suku pedalaman ini, mereka hanya menyingkirkan tanaman yang tidak ada sejak dahulu kala &lt;br /&gt;
benua ini ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa di sini sangat panas? Bukannya beberapa saat yang lalu bokong kita sangat kedinginan di Alaska sana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Musim di bagian selatan bumi ini terbalik bodoh. Tapi aku rasa cuaca di sini cocok untuk santa dengan rok mini.” Quenser melihat ke &lt;br /&gt;
sekeliling dengan keringat di wajahnya. “Kau tahu, kita memiliki banyak Object di sisi kita saat ini. Mungkin kita bisa memaksa mereka &lt;br /&gt;
untuk menyerah tanpa harus menyerang mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan bodoh. Apa kau lupa betapa sering harapan kita berulang-ulang kali dihancurkan oleh mereka? Aku akan mengatakan kalau lebih &lt;br /&gt;
banyak pasukan koalisi ini saat ini menambah kesempatan kita untuk melangkah satu langkah maju secara tidak sengaja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pasukan koalisi sudah mengirim puluhan Object ke sini untuk menghancurkan kediktatoran di sini, bukan? Kenapa tidak menggunakan bendera &lt;br /&gt;
putih? Perang saat ini hanyalah antara Object, jadi tidak perlu lagi ada tentara yang ikut dalam berperang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan tanya aku. Mungkin mereka memang pengecualian. Apa kamu pernah melihat negara-negara berkumpul dan membentuk sebuah koalisi? Aku tidak pernah menyangka kalau kita bekerja sama dengan negara kejam seperti ini selama 2 tahun. Diktator Oceania ini pasti sangat dibenci oleh komunitas internasional. ...Juga, aku ragu kalau mereka akan mengangkat bendera putih. Mereka telah banyak melakukan hal buruk, jadi aku ragu kalau mereka tetap akan menyerah walau kabur ke luar negeri.”&lt;br /&gt;
Sementara mendengarkan Heivia, Quenser bersandar di balik barikade fiber sintetik yang direntangkan di seluruh markas ini dan memasukkan sesuatu seperti penghapus kotak ke dalam mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, ransumnya sangat menjijikkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, tapi lihat, sekarang kita bisa menambahkan rasanya dengan sedikit pasir di atasnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingin pulang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Para petinggi pasti menggunakan ini seperti sebuah permainan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil komplain, barikade itu mulai bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka melihat ke sekeliling mereka dan melihat gadis pribumi berumur kira-kira 10 tahun dari luar barikade itu dan menatap ke arah &lt;br /&gt;
mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu?” tanya gadis yang masih murni itu sambil menunjuk Object pasukan koalisi yang bergerak di dalam markas ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia tidak tahu harus berkata apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, gadis itu tidak merasa terganggu dan menunjukkan sebuah gambar dari sebuah buku melewati barikade itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu mereka, bukan? Monster batu seperti yang ada di buku ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y-yah, itulah mereka. Mereka memberikan perlindungan bagi tupai dan kanguru kalau hujan turun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser tidak tahan kalau harus memberi tahu gadis itu kalau itu adalah sebuah senjata raksasa yang tidak memiliki belas kasihan sama &lt;br /&gt;
sekali. Walau begitu, Heivia memiliki sesuatu untuk dikatakan pada Quenser, “Jawaban yang bagus, Quenser!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikutnya, jejak asap putih ditembakkan dari markas ke udara. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu menunjuk ke langit dan bertanya, “Dan apa itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser tentu saja tidak mau menjawabnya dengan mengatakan bahwa itu adalah sebuah misil meteorologis tipe sensor yang sedang diuji coba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-itu adalah roket... seperti pesawat ulang-alik.... aku rasa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wow, aku tidak pernah melihat itu sebelumnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat gadis itu kegirangan karena penuh semangat, dua laki-laki itu melihat ke arah lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sebuah panggilan dari atasan mereka, Froleytia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kalian berdua, jangan ngobrol dari balik barikade. Tetap fokus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu kemudian kabur karena takut. Dia segera loncat dan pergi dari tempat itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia melirik ke arah Froleytia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Sia-sia sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Mau bagaimana lagi. Dia memang terlihat cantik, tapi dia tetap seorang komandan yang keras. Bahkan seorang ahli bela diri akan &lt;br /&gt;
kehilangan keberaniannya saat berhadapan dengan Froleytia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, jadi kalian mau melihat sisiku yang lembut? Aku bisa memperkenalkan diriku lewat hak sepatu bot ku kalau kalian mau. Tapi untuk &lt;br /&gt;
sekarang, jangan bersantai di dekat barikade, ini adalah medan perang, ingat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita tidak apa-apa. Bahkan kalau kita ada di negara militer ini, aku ragu seorang penembak jitu mau menarget markas dengan Object &lt;br /&gt;
sebanyak ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan itu yang aku maksudkan. Markas ini dipenuhi oleh banyak kamera.” Froleytia terlihat frustrasi, tapi dari pada panasnya, dia sama &lt;br /&gt;
sekali tidak melepaskan satu kancing saja dari pakaiannya yang dilihat saja sudah membuat panas. “Jumlah wartawan asing meningkat, mereka &lt;br /&gt;
mengatakan bahwa mereka akan menunjukkan pada dunia negara tirani seperti ini. Namun, mereka sepertinya hanya kumpulan orang manja yang &lt;br /&gt;
belum pernah melihat medan perang sebelumnya dan beberapa orang lainnya yang aku ragu kalau mereka adalah seorang wartawan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh maksudmu orang-orang yang dulunya tentara bayarang yang sekarang bekerja sebagai pemandu wisata di medan perang yang dikuasai oleh &lt;br /&gt;
Object saat ini?” tanya Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya itu,” kata Froleytia, setuju dengan apa yang dikatakan Heivia. “Masalahnya protokol keamanan militer tidak mengizinkan kita &lt;br /&gt;
untuk memberikan mereka izin untuk masuk ke dalam negara yang dikuasai oleh junta militer. Biasanya, mereka akan mengarahkan kameranya &lt;br /&gt;
kepada kita, berharap bahwa mereka akan mendapat tembakan yang seharga dengan gaji mereka. Kalau kalian tidak mau wajah bodoh kalian &lt;br /&gt;
muncul di kamera bersama dengan artikel sair di negara asalmu, pastikan kalian tetap menjaga sikap kalian di luar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Oh Tuhan, merepotkan sekali. Apa kau tidak bisa melarang wartawan itu untuk masuk ke dalam markas untuk menjaga keamanan informasi &lt;br /&gt;
tingkat tinggi dari Object-object yang ada di sini atau apalah itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia rasa dia sekarang terserang sakit kepala saat dia mendengar perkataan Quenser yang begitu amatir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya kau pikir buat apa koalisi ini dibentuh, heh? Negara asal kita bisa mengakhiri pertempuran tidak penting ini jika perlu, tapi &lt;br /&gt;
atasan tinggi kita menginginkan gambaran yang sangat jelas tentang siapa pahlawan perang yang akan berjalan di parade kemenangan nanti. &lt;br /&gt;
Kalau kita melarang wartawan ini, para kandidat yang berusaha merebut kekuasaan di negara asal kita pasti akan sangat marah pada kita. &lt;br /&gt;
Konselor Flide dan yang lain tidak akan senang mendengar hal itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tidak dengar Quenser,? Mereka melakukan hal-hal seperti ini kepada media. Bahkan aku dengar ada pembicaraan untuk membawa mega &lt;br /&gt;
sponsor dari perusahaan-perusahaan besar atau partai politik untuk menempelkan logo perusahaan mereka di zirah Object seperti di mobil &lt;br /&gt;
balap F1.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa mereka mencoba merekam gambar markas yang diserang dan para prajurit yang tertembak di tanah ke televisi ruang keluarga mereka? &lt;br /&gt;
Mereka semua tidak mengerti perang itu seperti apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komentar Quenser terdengar sama dengan suara prajurit lain jika ditanyakan hal yang sama pada mereka, tapi secara teknis di hanyalah &lt;br /&gt;
seorang tamtama. Ekspresi serba tahu yang dia tunjukkan tidak lebih dari wajah warga sipil yang mengeluh soal kebijakan pemerintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa suntuk dengan topik pembicaraan mereka, Heivia mengganti subyek obrolan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa kau melihat kapal para aktivis anti-perang di lautan? Mereka memasang spanduk raksasa yang meminta pasukan koalisi ini untuk &lt;br /&gt;
menghentikan invasinya yang terdiri dari kekuatan-kekuatan Object luar biasa ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka semua hanyalah tumpukan orang bodoh yang tidak tahu sama sekali soal apa itu negara junta militer ini sebenarnya atau kumpulan &lt;br /&gt;
orang brengsek yang tahu tapi berpura-pura tidak tahu. Apa kita harus mempedulikan mereka semua? Faktanya, aku ingin bertaruh kalau &lt;br /&gt;
mereka pasti akan bertanya kenapa pasukan koalisi tidak menyerang, segera setelah salah satu kapal aktivis itu ditembak jatuh oleh &lt;br /&gt;
torpedo negara militer Oseania.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan wajah yang tidak senang, Froleytia berbicara, “Pemilihan anggota dewan di negara asal akan dimulai sebentar lagi. Seperti yang aku &lt;br /&gt;
katakana, Konselor Flide dan yang lain berada dalam ujung tanduk untuk memastikan mereka tidak mendapat insentif yang buruk di depan &lt;br /&gt;
masyarakat. Mungkin mereka juga memikirkan operasi militer untuk memberikan perlindungan kepada aktivis anti-perang itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, ayolah. Kita datang ke sini untuk merawat orang-orang bodoh itu?” keluh dua laki-laki itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia menatap matahari tenggelam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian berdua akan bergabung ke dalam operasi militer yang akan dimulai pada saat matahari tenggelam, jadi persiapkan diri kalian &lt;br /&gt;
sekarang. Pengarahannya akan dilangsungkan malam ini, jadi pastikan kalian sudah sangat siap untuk itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, ‘kalian berdua’? Froleytia, apa kau hanya akan duduk di ruangan ber-AC di dalam markas sambil menunggu hasil perang?” tanya &lt;br /&gt;
Heivia yang mencebikkan bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia mengangkat bahunya dan mengatakan, “Apa kau ingin membantu-bantu di sini? Tidak mudah lho menahan wartawan bintang tiga yang &lt;br /&gt;
ingin menjadi wartawan medan perang sambil melanggar protokol militer kita dengan maju ke garis depan pertempuran. Mereka pikir kita para &lt;br /&gt;
prajurit adalah pemandu wisata bagi mereka. Kapan pun mereka merasa tidak puas mereka akan mengadukan kita seperti orang yang protes &lt;br /&gt;
kepada Costumer Service. Apa kau ingin melihat wajah asli para pasifis itu sementara wajahmu diludahi karena tidak menyerang balik?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia saling memandang satu sama lain ketika mendengar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam markas perawatan Object, karakteristik peralatan yang digunakan oleh tipe fasilitas yang sama berbeda tergandung dari pasukan mana mereka berasal. Seorang elit perempuan yang biasa dipanggil Putri oleh yang lain berdiri di salah satu porsi wahana yang terdiri dari tumpukan kendaraan besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puluhan fasilitas lain berada di sini dan salah satu yang dimasuki oleh sang Putri bukanlah sebuah fasilitas raksasa untuk menampung &lt;br /&gt;
Object miliknya, Baby Magnum. Dia berada di sebuah fasilitas spesial yang dibangun tepat di samping Object miliknya. Ini adalah fasilitas &lt;br /&gt;
khusus yang dibuat untuk merawat tubuh Elit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dilihat, area yang luas ini sulit dipercayai berada di dalam sebuah kendaraan dan membawa sebuah dome setengah lingkaran dengan &lt;br /&gt;
diameter 10 meter. Elit yang berdiri di tengah dome itu dan peralatan tak terhitung dan mata manusia mengamati tubuhnya dari luar dome &lt;br /&gt;
itu. Orang-orang itu adalah para tim medis yang dibawa untuk mengamati perawatan dan kesehatan sang Elit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita tua yang biasanya merawat Object sang Elit berada di dalam fasilitas itu bersama dengan puluhan tim medis ini dan dia &lt;br /&gt;
mengoperasikan sebuah perangkat yang terlihat seperti alat perekam yang digunakan untuk menyulih suara kartun atau film.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, kita mulai. Apa kau sudah selesai menyiapkan alat musiknya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya tidak dikirim oleh sebuah gelombang. Malahan, sebuah kalimat dengan cahaya oranye tampil di dinding bersih dome itu. Itu karena &lt;br /&gt;
dome ini kedap suara. Gadis itu membaca kata-kata itu yang turun seperti yang ada di papan skor elektrik. Saat partitur musik itu tampil &lt;br /&gt;
dengan jelas di matanya, dia memasang goggle spesial yang biasa dia kenakan saat mempiloti Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menggenggam sebuah flute panjang, silver, dan bersih lalu memasukkan teks dengan input inframerah di goggle-nya untuk membaca gerak &lt;br /&gt;
matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Menyetel flute sudah selesai&#039;&#039;.” Tulisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak melihat ada yang salah dengan partiturnya. Kalau begitu, nyalakan metronom-nya. Kamu bisa mulai resitalmu sesuka hatimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membaca kata-kata wanita tua itu, sang putri membiarkan pesawat kertas di tangannya terbang dari tangannya. Sambil melihat origami itu &lt;br /&gt;
melayang tinggi di udara, dia menggenggam flute itu secara horizontal di tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia meniupnya dengan memindahkan jari-jarinya yang keperakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara kecil berbunyi dari flute itu dan hidung dari pesawat kertas itu naik cukup tinggi. Itu dibuat dari material khusus yang bisa &lt;br /&gt;
terdistorsi hanya karena gelombang suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, ya, itu bagus. Naikkan gelombangnya menjadi 5 meter dengan ketinggian 140 sentimeter, dan setiap gelombang dengan kecepatan 30 &lt;br /&gt;
detik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Penampilan yang tidak memiliki kualitas seni seperti itu sangat membosankan&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan flute yang masih menempel di mulutnya, sang putri melanjutkan menggerakkan matanya untuk melanjutkan pembicaraannya. Not bergerak &lt;br /&gt;
begitu riuh di monitor yang menampilkan partitur itu, tapi tidak ada gerakan yang pasti di jarinya. Itu tidak seperti seseorang yang &lt;br /&gt;
terlihat seorang musisi pecinta musik dan gerakannya lebih terlihat seperti lengan robot yang menyolder motherboard dengan papan &lt;br /&gt;
semikonduktor. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa rasanya nikmat dikelilingi oleh suara-suara merdu seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Maksudmu getaran suara yang mengelilingi dome yang aku buat ini? Kalau aku puas dengan hanya ini, aku rasa aku sudah menjelek-jelekkan &lt;br /&gt;
nama orkestra&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada standar yang pasti untuk metode perawatan tubuh Elit. Juga tidak ada perbedaan standar di tiap-tiap pasukan atau negara. Metode &lt;br /&gt;
yang paling cocok adalah membangun sebuah spesifikasi yang cocok untuk tubuh tiap-tiap Elit. Untuk seseorang, itu adalah berenang di &lt;br /&gt;
kolam renang yang sangat besar, berenang untuk mengejar waktu. Untuk yang lain, itu adalah menyelesaikan setiap soal di sebuah lembar &lt;br /&gt;
soal ujian masuk universitas. Untuk yang lain, itu adalah bermain catur melawan super-komputer. Dan untuk seseorang seperti sang putri &lt;br /&gt;
adalah untuk mengelilingi dirinya dengan suara-suara yang sudah diatur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu punya keluhan soal alat musiknya? Untuk mengganti suasana, apa kamu mau mencoba menggunakan gitar listrik?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menghasilkan suara yang tercipta karena napasku memiliki efek yang besar pada tubuhku. Aku menggunakan flute karena napasku ditulis &lt;br /&gt;
dalam nada dan lagu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara lain tidak bisa bersatu dengan musik. Dia bisa berbicara tanpa masalah dengan berhenti dan beristirahat sebentar, tapi regulasinya &lt;br /&gt;
tidak bisa berhenti untuk beristirahat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa sang Elit merasa risih ketika ada seseorang yang mengajaknya berbicara dan ia harus menjawabnya dengan menggerakkan matanya &lt;br /&gt;
sambil meniup flute ini. Sekarang, dia sampai pada nada terakhir dan pengaturannya selesai. Sang Putri melepaskan flute itu dari bibirnya &lt;br /&gt;
dan pesawat kertas yang mengambang di udara itu turun ke lantai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang putri mengambil metronom itu dan bersiap untuk lagu berikutnya, tapi kemudian dia melihat ke atas. Dari dome yang jernih itu, dia &lt;br /&gt;
melihat wajah familiar yang dia kenal masuk dari pintu yang terbuka dari wahana ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia didorong oleh sahabatnya, Heivia, dan dari wajahnya sepertinya ia tidak tahu di mana di sekarang sebenarnya. Melihat itu, sang Putri &lt;br /&gt;
mengangguk pelan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Heivia ternyata bisa kasar, tapi sepertinya itu masih bisa ditoleransi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di antara orang-orang yang mengamatinya terus-terusan, hanya wanita tua itu yang menyadari ada sesuatu yang berubah di kondisi mentalnya. &lt;br /&gt;
Teks oranye itu dibaca, “Bagaimana kalau kita beristirahat sebentar?” dan pintu dari dome kedap suara ini terbuka secara otomatis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser masuk ke dalam dan sang Putri memberikan sebuah instruksi ke dome ini. Segera setelah itu, polarisasi membuat dinding dome ini &lt;br /&gt;
terlihat putih. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wah!” teriak Quenser terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Putri menghampirinya dan berkata, “Apa yang kau lakukan di sini hari ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, Heivia bilang kalau ada sesuatu yang membuat kita harus mampir dan mengingatkanku kalau kita ada misi bersama lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Memang dia pikir aku ini kejam apa?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Putri merasa sedikit jengkel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat bahwa Sang Putri agak jengkel, Quenser memperhatikan flute perak yang digenggam oleh Sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hehh. Apa itu flute? Aku pernah melihat seseorang memainkannya di sebuah orkestra tiup di negara asalku, tapi aku tidak tahu bagaimana &lt;br /&gt;
mereka bisa memainkannya. Aku pikir aku tidak akan bisa mengeluarkan suaranya walau mencobanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini sangat mudah dari yang kamu pikirkan. Mau coba?” tanya Elit itu dan Quenser mengangguk seperti yang sudah diduga oleh sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah cukup untuk membuat mood sang Putri membaik, tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu memegangnya di sisinya, kan? Huh? Dipegangnya di kiri atau di kanan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum dia mengatakannya, Quenser dengan polosnya membawa flute itu ke bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Elit sudah berpikir paling tidak mengelap mouthpiece-nya sebelum menyerahkannya kepada Quenser, jadi dia agak terkejut dan berdiri &lt;br /&gt;
dengan wajah bingung dan memerah di pipinya. Namun, gelombang kejut yang membuatnya bergetar terasa segera setelah flute itu berbunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu membuat tubuhnya bergejolak ketika mendengar alat musik itu berbunyi, saat suara kecil, jelek dan tidak jelas itu keluar dari &lt;br /&gt;
flute itu, perasaan delusi yang aneh terasa di sekujur tulangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulut sang Putri terbuka dan menutup saat dia menekuk punggungnya. Sebuah sugesti perintah tertentu keluar dari efek pengatur flute itu, &lt;br /&gt;
tapi dia lupa untuk memberikan perintahnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy_Object_v01_248.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat sebuah cahaya lembut dan nyaman muncul di matanya dan sebuah alasan untuk menghentikannya muncul, tubuh sang Putri menegang, tapi &lt;br /&gt;
Quenser tidak tahu apa yang terjadi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser benar-benar mencoba untuk mengeluarkan nada “do re mi fa so la si do”, udara yang ia keluarkan sangatlah kuah dan dia &lt;br /&gt;
menggunakannya dengan sangat salah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Not yang keluar salah, ya. Nadanya sangat kacau. Dan bagaimana caranya untuk menghasilkan nada ‘do’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan setiap suara yang dihasilkan oleh flute itu, tubuh sang Putri terguncang tanpa sebab. Sebuah cahaya kuning muda muncul di pipinya &lt;br /&gt;
dan air mata menetes di matanya. Tangannya yang ramping dan kakinya bergetar tanpa dia inginkan. Saat mengelus pahanya bersamaan, dia &lt;br /&gt;
tidak tahu kenapa dia secara alami ingin melakukan itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Do re mi...fa? Apa ini ‘fa’? ....Huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, Quenser menyadari ada sesuatu yang salah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Putri begitu merona karena sebuah konflik antara kenikmatan dan rasa malu yang akhirnya dia sadari. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-apa kau baik-baik saja? Apa kau ingin ke kamar kecil?” tanya Quenser dengan wajah yang begitu khawatir. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah itu, sang elit melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memukul seorang manusia dengan kepalan tangannya yang kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matahari mulai tenggelam di garis cakrawala. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser berdiri dan melihat tanah asing yang dicat dengan warna oranye, Heivia berbicara kepadanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Coba pikir, apa yang sebenarnya kita lakukan di sini sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya ini yang coba kita tahu di pengarahan ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sangat yakin kalau pasukan koalisi ini hanya memiliki tujuan mereka sendiri-sendiri untuk mencari kejayaan perang demi diri mereka &lt;br /&gt;
sendiri. Apa kau pikir tidak akan ada yang berdebat tentang siapa yang memenangi perang ini nantinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku hanya berharap kalau perang ini tidak berakhir seperti kumpulan anjing liar yang berebutan daging.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser berjalan, dia membuka sebuah peta. Itu adalah peta Negara Militer Oseania. Saat Heivia melihat peta tua itu, Heivia merasa &lt;br /&gt;
agak risih melihatnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau lakukan? Kau kehilangan perangkat genggammu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau baterainya habis atau masuk ke dalam pasir, kita akan tamat. Kalau kita tidak belajar kapan menggunakan peralatan digital dan &lt;br /&gt;
kapan menggunakan peralatan manual, kita pasti akan cepat mati.” Saat dia berbicara, Quenser melipat peta itu lagi seperti seseorang yang &lt;br /&gt;
sedang membaca koran di dalam kereta yang sedang berjalan. “Dari apa yang aku dengar dari orang-orang yang merawat Object sang Putri, &lt;br /&gt;
rencananya adalah menyerang markas rahasia milik Negara Militer Oseania dan meledakkan Object musuh.” Heivia melirik peta itu dari sisi &lt;br /&gt;
lain saat Quenser berbicara. “Menurut informasi dari atasan tinggi kita, kekuatan teknologi militer negara ini cukup lemah. Jadi &lt;br /&gt;
sebenarnya kita tidak tahu apakah mereka memiliki Object atau tidak tidak. Grup simulasi sudah membuat desain perkiraan Object musuh &lt;br /&gt;
berdasarkan apa yang ada di sini atau yang diperkirakan sedang dikembangkan, dan mereka menyimpulkan bahwa negara ini memiliki sebuah &lt;br /&gt;
Object Generasi 0.5. Pada dasarnya, teknologinya cukup lemah bagi fungsi kerja sebuah Object, jadi itu hanya sebuah sampah saja. Zirahnya &lt;br /&gt;
dibuat sangat kasar, jadi analis memperkirakan bahwa hulu ledak nuklir sudah cukup untuk menghancurkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi sebenarnya ini cukup mudah. Kita memiliki pasukan koalisi dengan 20 Object di seluruh lautan Oseania. Object bersinonim dengan &lt;br /&gt;
perang, jadi kita bisa menghancurkan kekuatan militer Oseania dengan jumlah saja kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, ini tidak semudah yang kau katakan, Heivia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menunjukkan peta yang dilipat itu pada Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu memiliki lingkaran hitam di beberapa titik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Negara Militer Oseania tahu bahwa Object berharga milik mereka akan hancur seketika jika kita menyerangnya, jadi mereka &lt;br /&gt;
menyembunyikannya di dalam markas. Itulah kenapa, walau dengan Object yang kita miliki, kita tidak bisa menyerang mereka begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahn? Tapi aku pikir operasi militer ini dimulai saat senja. Maksudnya pasti mereka tahu di mana lokasi itu berada, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita memiliki beberapa perkiraan.” Quenser menunjukkan titik merah di peta. “Sepertinya Oseania sudah membangun beberapa markas palsu &lt;br /&gt;
sepanjang tanah membentang untuk membingungkan para analis kita. Kita sudah menyerang beberapa dari mereka, tapi tidak ada satupun yang &lt;br /&gt;
benar-benar markas Object. Mereka sudah melakukan penyelidikan sampai saat ini, tapi mereka tidak tahu apakah ini benar markas yang kita &lt;br /&gt;
inginkan atau tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Object itu sangat besar. Tidak bisakah mereka melihatnya dari satelit?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Satelit itu sudah mengkhianati kita. Para atasan sudah sangat senang ketika melihat sebuah benda setinggi 50 meter dan mengirimkan &lt;br /&gt;
pasukan besar untuk menyerangnya tapi mereka hanya menemukan sebuah tangki gas raksasa yang disamarkan. Dari yang aku dengar, para &lt;br /&gt;
teknisi satelit di markas menangis karena penyiksaan yang mereka dapat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah serangan tidak langsung,” jawab Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Negara militer ini sudah menyebarkan tangki gas di seluruh Oseania karena mereka tahu mereka sudah diawasi oleh satelit. Sebenarnya, &lt;br /&gt;
mereka ingin mengatakan, “Lihat, betapa banyak Object yang kita miliki. Wah hah hah hah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, pasukan koalisi tidak cukup bodoh untuk jatuh ke dalam boneka tiruan lain, tapi mereka harus cukup hati-hati kalau mereka &lt;br /&gt;
tiba-tiba saja menemukan Object sungguhan. Tentu saja ini menurunkan semangat para prajurit dan begitu banyak menghabiskan uang pajak. &lt;br /&gt;
Karena itu, para atasan tinggi begitu ingin mengakhiri perang ini secepat mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi ini tidak lebih dari mencoba latihan menembak melawan target palsu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagian yang terburuk adalah membuat kita terbunuh sia-sia di sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa tidak membutuhkannya lagi, Quenser melipat peta itu lebih kecil dan memasukkannya ke dalam sakunya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia melihat ke sekeliling dan berkata, “Ngomong-ngomong, kita sudah bekerja sama dengan pasukan koalisi bukan? Jadi pasti ada Object &lt;br /&gt;
lain selain yang dimiliki oleh sang Putri. Aku harap kita tidak bekerja sama dengan faksi yang kita kalahkan di Alaska atau Gibraltar. &lt;br /&gt;
Aku tidak ingin ditembak secara rahasia oleh sekutu yang merasa dendam dengan kita karena masalah pribadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau yakin ingin bertanya tentang itu? Kau mungkin tidak suka dengan jawabannya. Aku sudah bertanya pertanyaan yang sama ke tim &lt;br /&gt;
perawatan. Hanya rumor, tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum Quenser menjawabnya, sebuah gedung raksasa melintas di depan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, itu adalah Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raksasa setinggi 50 meter itu melintas di depan mereka dan meniup pasir ke udara seperti badai pasir, tapi Quenser dan Heivia memiliki &lt;br /&gt;
hal lain yang lebih penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bendera yang dicetak di zirah Object itu sudah cukup membuat jantung Heivia berhenti berdetak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gaahh!?? Kau pasti bercanda! Itu adalah Aliansi Informasi!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah, aku juga sudah dengar tentang itu. Sepertinya kita bekerja sama dengan orang-orang gila.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perangkat pengumpul informasi milik Object itu pasti sudah menangkap suara mereka karena raksasa setinggi 50 meter itu berjalan pelan &lt;br /&gt;
seperti ingin merespon dan suara wanita dikirim keluar lewat speaker itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, ya ampun. Ternyata kalian cuman anjing-anjing tentara Kerajaan Legitimasi. Sepertinya kita akan bekerja bersama-sama. Oh ho ho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mesin pendorong udara Object itu menahan untuk mengambang di atas tanah dan meniupkan udara tambahan, meniup lebih banyak pasir dan &lt;br /&gt;
membuat Heivia dan Quenser batuk-batuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sial. Inilah kenapa kita tidak boleh membiarkan orang yang belum dewasa untuk tidak menaiki Object! Apa kita harus pergi ke dalam misi &lt;br /&gt;
bersama dengan orang-orang seperti ini!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masih lebih baik daripada harus bekerja sama dengan Korporasi Kapitalis atau Organisasi Keagamaan, jadi kau harus lebih tenang dan &lt;br /&gt;
berhenti mengeluh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang jurnalis satire pernah menulis tentang dunia ketika seluruh dunia ini terbagi ke dalam negara-negara kecil di dalam peta, &lt;br /&gt;
sekarang peta itu sudah mengecil dan membagi negara-negara ke dalam “warna-warna” yang saling berbeda untuk menunjukkan kepada siapa &lt;br /&gt;
negara-negara itu berada dalam warna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satunya adalah kelompok yang mempercayai bahwa keakuratan sebuah informasilah yang menentukan sesuatu jahat atau baik dan mencoba &lt;br /&gt;
membuat sebuah jaringan yang menjangkau seluruh dunia. Salah satu yang lain adalah kumpulan korporasi kapitalis yang percaya bahwa &lt;br /&gt;
tumpukan uang di dalam banklah yang mampu memberikanmu sebuah posisi di dunia dan hak asasi yang kamu inginkan. Salah satu yang lain &lt;br /&gt;
adalah sebuah kerajaan yang terdiri dari banyak budaya yang ingin membangkitkan lagi sistem lama di mana legitimasi dari darah ningrat &lt;br /&gt;
dan kejayaan seseorang menentukan status sosial mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Batasan sumber makanan, terbatasnya energi, meningkatnya jumlah populasi manusia, dan banyak hal yang menumpuk menimbulkan sebuah “alasan &lt;br /&gt;
resmi” yang membuat negara-negara menjadi seperti itu, tapi sepertinya alasan sebenarnya adalah kegagalan dan tumpukan masalah yang &lt;br /&gt;
menimpa Persatuan Bangsa-bangsa di pertengahan abad 21. Potongan yang terpisah itulah yang membuat sebuah arah yang mereformasi berbagai &lt;br /&gt;
macam persekutuan yang terbentuk saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak lagi ada keseimbangan kekuatan negara didominasi oleh satu warna. Malahan, negara-negara bebas memilih ke mana mereka berpihak, &lt;br /&gt;
membuat kekuatan dunia ini melampaui batas-batas wilayah geografis. Ini membuat peta terlihat seperti retakan kaca. Ini juga yang membuat &lt;br /&gt;
apakah negara itu yang sekarang adalah sekutu, suatu saat nanti akan berbalik menjadi musuh, pertempuran kecil sangat sering berkobar di &lt;br /&gt;
seluruh dunia. Namun, semua ini terlihat normal sejak Quenser lahir di dunia ini, jadi dia hanya terlihat bingung ketika orang-orang tua &lt;br /&gt;
menggeleng-gelengkan kepalanya soal kondisi dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun, dua Object akan digunakan di operasi kali ini, jadi aku ragu kalau tentara rendah seperti kalian akan berguna di sini. Oh ho ho,” &lt;br /&gt;
kata pilot Object itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, apa kita bisa pergi ke kamar kita dan tidur sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah pengarahan yang diisi dengan begitu keras kepalanya faksi-faksi yang ada di sini untuk mengincar kejayaan perang yang didapat oleh Object mereka, Quenser dan tentara yang sama seperti dirinya keluar dari gedung itu, merasa sangat bosan.&lt;br /&gt;
Matahari sudah tenggelam dan kegelapan mengisi angkasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah saatnya operasi ini dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tuhan. Kenapa lokasi yang kita tuju berjarak 2 kilometer dari sini? Dua kilometer, coba bayangkan! Apa kita tidak bisa mendapatkan &lt;br /&gt;
truk!?” teriak Quenser tanpa berpikir. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia mengangguk dan kemudian berkata, “Mereka sebenarnya sudah, tapi semua truk itu digunakan untuk mengangkut zirah robot milik &lt;br /&gt;
Aliansi Informasi. Lihat ban truk yang mau meletus itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka memiliki mesin dan per fiber untuk meningkatkan kekuatan mereka, jadi kenapa mereka tidak berjalan saja? Dan apa yang ingin &lt;br /&gt;
mereka lakukan dengan zirah robot itu untuk melawan Object?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah unit bantuan yang dilengkapi dengan kamera berkecepatan tinggi. Mereka menganalisa setiap menit gerakan meriam Object dan &lt;br /&gt;
kameranya lalu mengirimkan data yang mereka dapat itu ke Object milik mereka untuk memberikan data bantuan untuk menghindar dan bertahan. &lt;br /&gt;
Paling tidak, mereka lebih berharga dari pada kita. Walau mereka sendiri lebih sering diserang lebih dahulu karena keberadaan mereka yang &lt;br /&gt;
cukup mengganggu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tidak hanya pasukan infanteri yang terganggu dengan keberadaan itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object raksasa yang mampu bergerak dengan mesin kereta jet harus bergerak perlahan dengan kecepatan yang sama dengan pasukan infanteri. &lt;br /&gt;
Mereka membuat gerakan perlahan seperti langkah kaki yang dibuat seseorang ketika mengetuk lantai dengan kaki mereka ketika menunggu &lt;br /&gt;
seseorang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua Object itu menutup sisi samping barisan pasukan infanteri di sisi yang berlainan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang pertama adalah Object sang Putri dari pasukan Kerajaan Legitimasi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan yang lain adalah sang Elit dari Aliansi Informasi yang Quenser dan Heivia temui tadi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua Object itu menggunakan tipe pendorong yang berbeda karena suara seperti petir hanya terdengar dari milik sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk membuat tensi agak menurun dan karena mereka sama-sama memiliki hubungan untuk bekerja bersama-sama saat ini (walau ia pernah &lt;br /&gt;
hampir mati karena mereka), Quenser memutuskan untuk bertanya kepada Elit dari Aliansi Informasi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya ia hanya penasaran karena jika dalam situasi biasa, ia tidak akan bisa mendekati (karena takut tubuhnya akan terpanggang jika &lt;br /&gt;
mendekatinya) sebuah Object dari Aliansi Informasi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa benar kalau Aliansi Informasi sedang mengembangkan Object dengan bentuk manusia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ho ho. Itu adalah sebuah kebohongan yang sangat buruk. Mungkin secara teknis bisa, tapi pusat gravitasinya terlalu tinggi, jadi pasti &lt;br /&gt;
itu akan sangat mudah untuk jatuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak menyenangkan. Kalau begitu apa Objectmu yang menggunakan saluran pembuangan tenaga juga bohong?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau yang itu benar. Sama seperti tangki pembakaran, sebuah reaktor Object akan lebih efektif jika menyala 24/7 dari pada harus &lt;br /&gt;
dinyalakan atau dimatikan. Hasilnya, ada tenaga sisa yang bisa disisakan ketika sedang bersiap di dalam markas. Oh ho ho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu bergerak di atas tanah untuk waktu yang lama dengan mesin pendorong udara yang menggunakan secara murni tekanan dara daripada &lt;br /&gt;
menggunakan tenaga listrik statis. Kalau kamu sedang serius, tenaga yang keluar itu cukup kuat untuk menghempaskan prajurit yang ada di &lt;br /&gt;
sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau sedang melaju bersama dengan para prajurit, mesin pendorong udara yang aku gunakan cukup kecil untuk menahan berat Object saja. Oh &lt;br /&gt;
ho ho. Itulah kenapa udara di sekeliling sini tidak terganggu dan para prajurit bisa berjalan beriringan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heeh. Jadi itu yang dilakukan oleh Aliansi Informasi akhir-akhir ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku suka dengan tatapan kagummu. Oh, dan untuk membiarkan tekanan udara ini bisa bergerak secara maksimal, tubuh utamanya menggunakan &lt;br /&gt;
karbon dan material aramid untuk bagian zirahnya. Oh ho ho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngomong-ngomong, berjalan seperti ini sangat melelahkan, jadi apa aku bisa ikut menumpang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ho ho. Kalau cuman prajurit biasa saja tidak jadi masalah, naik saja sesukamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser meraih sesuatu seperti material urethane dari mesin pendorong udara dan Heivia tiba-tiba saja berteriak padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hei! Itu bukan ide yang bagus Quenser!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa? Apa karena unit intelijen Aliansi Informasi melihatku karena takut informasi Object mereka akan bocor?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Itu salah satunya, sebenarnya sekarang mereka melihat wajahmu dengan teropong mereka adalah salah satu masalah, tapi masalah sebenarnya &lt;br /&gt;
adalah putri sepertinya agak badmood untuk alasan tertentu!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Hah?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir sampai menaiki material urethane yang digunakan oleh mesin pendorong udara ini, Quenser melihat Object sang Putri itu dengan &lt;br /&gt;
bingung. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melihat Object sang Putri bergerak seperti menggeleng-gelengkan kepalanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak apa-apa,” kata putri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gwaah!? Object putri yang terlalu banyak bergerak membuat tekanan udara dan semprotan penolak itu menerbangkan pasir ke mana-mana!!” &lt;br /&gt;
teriak Heivia dari tanah dan semua pasukan yang berada dalam formasi mereka mulai batuk-batuk. Quenser menghindari itu dengan menaiki &lt;br /&gt;
Object itu beberapa meter ke atas. “Quenser! Kalau kamu mau mencegah lebih banyak kerusakan, naik saja ke Object sang Putri!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi Object sang Putri menggunakan listrik statis dan laser untuk penggeraknya? Itu menyimpangkan laser secara acak dengan lempeng logam &lt;br /&gt;
untuk memanaskan udara dan meledakkannya. Aku pikir cukup berbahaya untuk berada dekat dengan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uhuk uhuk!! Y-ya, pasir ini juga cukup berbahaya juga, tahu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah saat ketika Elit Aliansi Informasi itu berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mencoba untuk ramah dan mengobrol secara Santi merupakan salah satu cara untuk meraih kepercayaan di antara prajurit seperti kita. Oh ho &lt;br /&gt;
ho. Aku rasa, Elit dari Kerajaan Legitimasi tidak tahu cara tata krama untuk berkawan dengan orang lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku bilang tidak ada apa-apa... apa kau mengejekku?” jawab sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong Quenser!! Cepat turun!! Jangan memancing amarah antara Putri dengan Elit itu!! Kalau begini terus, kita semua akan mati terbunuh &lt;br /&gt;
di antara pertempuran dua Object ini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser bisa mendengar suara teriakan di bawahnya, tapi dia tidak punya matan untuk turun kembali dan berjalan dengan peralatan berat di &lt;br /&gt;
punggungnya. Dia berbaring di urethane itu dan membuat dirinya nyaman sampai mereka sampai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 5===&lt;br /&gt;
Cukup mudah untuk melihat faksi mana saja yang menguasai daerah-daerah di Oseania.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wilayah yang dikontrol oleh pemerintahan junta militer ditutupi oleh hutan sementara area yang dikuasai oleh pasukan koalisi adalah area &lt;br /&gt;
padang gurun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan yang lain berada di dalam hutan hijau ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada awalnya mereka berjalan dari tanah tandus, kering, dan berkerak-kerak, tapi setelah mereka melintasi sebuah garis wilayah tertentu, &lt;br /&gt;
tanah yang mereka lalui menjadi ditutupi oleh rumput. Setelah itu, mereka dengan cepat masuk ke dalam hutan. Kondisi tanah di sini &lt;br /&gt;
sangat tergantung dari apakah tanah buatan yang memiliki daya serap air yang tinggi ini sudah tersebar di seluruh wilayah di sini atau &lt;br /&gt;
tidak. Tidak heran kalau suku pedalaman yang telah mencintai tanah leluhur mereka selama kurang lebih 1000 tahun ini melihat pemandangan &lt;br /&gt;
aneh seperti tanaman asing yang tidak pernah mereka lihat adalah sebuah penghinaan bagi tanah yang sangat sakral bagi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser turun dari bagian urethane Object Elit Aliansi Informasi dan melihat ke sekelilingnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang, wilayah pertempuran kita sudah terlihat. Walau aku rasa yang kita lakukan hanya duduk santai di sini melihat sang bintang &lt;br /&gt;
beraksi di atas panggung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku berharap kau pergi saja dari tempat ini sekarang,” keluh Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa diketahui oleh Quenser, Heivia merasakan saat-saat yang begitu menyakitkan ketika terjebatdi antara dua Object sementara Quenser &lt;br /&gt;
hanya bersantai di atas salah satu Object itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia melihat ke sekelilingnya dan berkata, “Kau tahu, sialnya ini adalah sebuah hutan. Mereka mengembangkan teknologi biotik demi &lt;br /&gt;
kepentingan penghijauan sosial, benar? Aku tidak percaya kalau ini dulunya adalah sebuah padang gurun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan bodoh. Meski mereka sudah menaikkan rata-rata kecepatan pertumbuhannya, mereka tidak mungkin mengembangkan pohon dengan cabang &lt;br /&gt;
sebesar itu. Kalau pohonnya pendek aku tidak masalah, tapi ini terlihat seperti sudah berumur 100 tahun dan mungkin ini diambil dari &lt;br /&gt;
negara lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang putri kemudian berbicara lewat speaker yang dipasang di Object-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita akan bergerak maju. Berhati-hatilah dan pastikan kalian tidak terkena peluru nyasar atau radiasi panas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih atas perhatiannya, tapi bukannya itu sama saja mengatakan kalau kami tidak berguna?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ho ho. Kau bisa menunggu di sini sambil bermain permainan ketangkasan otak selama 10 menit atau apapun yang kau inginkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua Object raksasa itu menembus ke dalam hutan yang lebat ini dengan kecepatan tinggi. Quenser dan yang lain ditinggal dengan &lt;br /&gt;
meninggalkan jejak suara petir yang datang dari arah Object sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mesin raksasa itu memiliki tubuh setinggi 50 meter dan bergerak dengan kecepatan 200-300 km/j. Pohon yang dibuat dengan rekayasa genetik &lt;br /&gt;
itu patah seperti sumpit kayu saat massa raksasa itu melewatinya. Dan tak lama setelah itu, kedua Object itu meninggalkan hutan yang &lt;br /&gt;
rata dengan tanah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Target mereka adalah gedung-gedung beton yang berada di tengah-tengah hutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah alarm yang biasa berada di sebuah fasilitas militer menyalak saat senjata yang menjadi puncak rantai teknologi itu mendekat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menarik sepasang teropong dan Heivia berbicara padanya, terlihat terganggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku bertaruh kalau ini pasti bukan target kita. Kalau Object Oseania benar ada di sini, pasti benda itu meninggalkan jejak yang sama &lt;br /&gt;
seperti hutan yang rata dengan tanah. Kau tahu kan waktu Object sang Putri melintasi hutan itu juga sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, aku sedang mengamati Object Informasi Aliansi,” jawab Quenser saat dia mengatur jarak penglihatan teropong itu dengan tangannya. &lt;br /&gt;
“Kalau monster itu menyerang kita saat menjadi musuh, aku tidak akan memiliki kesempatan untuk menganalisisnya, tapi ini berbeda. Aku &lt;br /&gt;
memiliki kesempatan untuk menyelidikinya. Aku bisa menggunakan waktuku untuk mencuri pandang informasi dari Object itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa, kau sekarang sedang menggilai gadis asing? Ayolah, kalau kau tetap mengejarnya, putri kita yang lucu nan anut akan berusaha &lt;br /&gt;
membunuhmu.”&lt;br /&gt;
“Apa yang kau bicarakan itu sebenarnya, Heivia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka berbicara, pertempuran antara Object koalisi dengan tentara normal di markas Oseania dimulai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari pengamatan, sepertinya Object musuh generasi 0,5 tidak ada di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasil yang sudah sangat jelas terlihat seperti pemandangan di atas pematang ladang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ledakan sorotan sinar menutupi pertempuran itu, memecah belah pemandangan malam hari. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka semua sedang ditembak oleh meriam cahaya panas. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sebuah meriam yang yang menembak secara terus menerus dan memiliki interval yang sangat pendek. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object Aliansi Informasi memiliki sebuah senjata utama sepanjang 35 meter yang terdiri dari lima meriam cahaya panas yang disambung &lt;br /&gt;
menjadi satu seperti Gatling Gun. Beberapa orang mungkin berpikir untuk apa memasang sebuah perangkat seperti Gatling Gun yang &lt;br /&gt;
menembakkan cahaya radiasi panas dari pada proyektil logam, karena kekuatan panasnya juga akan menghancurkan larasnya dan perangkatnya &lt;br /&gt;
yang lain kalau ditembak dengan interval yang terlalu pendek. Juga, mereka menggunakan sebuah amplifier untuk secara cepat memperkuat &lt;br /&gt;
dan melepaskan tenaga listrik, jadi penting untuk menyalakan dan mematikannya ketika berada dalam interval yang sangat pendek untuk &lt;br /&gt;
membagi daya panas yang ada di setiap meriam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang sudah seharusnya diperkirakan, Object Aliansi Informasi itu menggunakan kelima meriamnya dengan sangat kejam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap energi cahaya kebiruan itu memotong langit malam, dinding beton tebal itu terpotong menjadi bagian-bagian kecil. Bongkahannnya &lt;br /&gt;
meledak di udara seperti erupsi gunung berapi dan membuatnya terlihat meleleh. Para prajurit Oseania mencoba melarikan diri dengan &lt;br /&gt;
tembakan tank dan misil yang ditembakkan dari kendaraan, tapi Object tidak akan merasakannya seperti digigit nyamuk. Bangunan-bangunan &lt;br /&gt;
yang runtuh itu menimpa kendara-kendaraan yang membawa misil dan tank-tank yang ada di bawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, Object sang Putri tidak akan tinggal diam melihat semua ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggunakan manuver gerak cepat yang dimilikinya untuk memotong jalan keluar yang dimiliki oleh unit tank yang melarikan diri dan &lt;br /&gt;
menembakkan ketujuh meriam utamanya. Meriam yang dimiliki oleh sang Putri mampu berganti-ganti seperti mikroskop yang mengganti &lt;br /&gt;
lensanya. Dengan memutar rotor barelnya, dia menggunakan cahaya laser, meriam plasma berkeseimbangan rendah, coilgun, dan juga beberapa &lt;br /&gt;
pilihan lain. Itulah kenapa Objectnya dinamakan Object Multi guna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ledakan, sorotan cahaya panas, dan suara erangan memenuhi seluruh area pertempuran ini, tapi tidak ada suara teriakan yang bisa &lt;br /&gt;
terdengar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan kemarahan dan teror mungkin akan sangat terasa di sana, tapi suara kehancuran yang disebabkan oleh Object menenggelamkan mereka &lt;br /&gt;
semua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemandangan itu memenuhi seluruh area pertempuran. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sebuah neraka yang lahir di bumi bagi siapapun yang ingin melawan monster bernama Object. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wow. Aku rasa inilah yang didapat oleh Oseania jika mereka tidak mengindahkan perjanjian perang dan hanya melakukan apa yang mereka &lt;br /&gt;
inginkan. Aku merasa bersalah kepada mereka karena aku tahu bagaimana rasanya tidak bisa mengibarkan bendera putih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku bisa meliat kenapa sang Putri meminta kita untuk tidak terjebak di sana. Hei, Quenser, apa kau bisa menjelaskan padaku bagaimana &lt;br /&gt;
cara kerja Gatling Gun itu? Pasti keren sekali kalau Putri memiliki salah satu senjata itu di mesinnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Aku lebih penasaran dengan apa yang terjadi di bawahanya,” kata Quenser sambil memindahkan pandangannya ke bawah dan menunjuk &lt;br /&gt;
bagian bawah Object Aliansi Informasi. “Aku ingin tahu kenapa ia menggunakan pendorong udara dan telapak kaki-kaki di saat yang &lt;br /&gt;
bersamaan, tapi aku rasa aku tahu kenapa. Mengambang di udara dengan pendorong udara adalah dasar dari mesin penggerak dengan tekanan &lt;br /&gt;
udara, tapi itu menggunakan telapak kaki-kaki untuk menghentak tanah dan memberikan sebuah dorongan singkat untuk membuat sebuah &lt;br /&gt;
dorongan untuk berpindah dengan cepat. Sebenarnya juga, itu terlihat lebih seperti gergaji dari pada telapak kaki-kaki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi apa yang akan terjadi kalau kita menggunakan itu pada Object Putri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Putri bisa bergerak dengan sangat cepat sekali. Seperti ini: whoosh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser dan Heivia mengakhiri perbincangan bodoh mereka, pertempuran itu telah selesai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh sudah dihabisi dan tidak ada satupun tentara sekutu yang mati atau terluka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa para petinggi pasti bertepuk tangan mereka karena itulah kegunaan Object yang sebenarnya. Tidak ada hasil yang lebih baik &lt;br /&gt;
selain dari mereka yang bertempur bersama-sama dengan Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Elit terdengar di radio.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kita sudah selesai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ho ho. Aku sudah melakukan scanning dengan sensorku, dan menemukan bahwa masih ada ranjau dan tentara musuh menunggu untuk &lt;br /&gt;
menyergap. ...Itulah kenapa aku bilang kalau kamu itu sama sekali tidak kompeten, Elit dari Kerajaan Legitimasi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat dua Object itu saling perang dingin, tentara yang lain hanya bisa berbisik seperti ini “Sepertinya masih berbahaya” dan “Kita &lt;br /&gt;
tunggu saja sebentar lagi”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tindakan militer bukanlah sesuatu yang bisa ditolak oleh seorang tentara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan yang lain berjalan menuju area pertempuran sepanjang jalur yang diratakan oleh Object. Mereka merasa aman karena mereka &lt;br /&gt;
pikir semua jebakan sudah hilang ketika Object itu melintasinya. Tentu saja, ini tidak menjamin keamananmereka, tapi paling tidak mereka &lt;br /&gt;
bisa menarik napas lega karena tidak mati karena ranjau setelah perang selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka sampai, sang Putri berbicara lewat speakernya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya ini adalah markas boneka lagi. Markas ini tidak memiliki fasilitas yang dibutuhkan untuk merawat sebuah Object dan Object &lt;br /&gt;
itu juga tidak ada di sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita akan segera melakukan pencarian, tapi aku pikir tempat ini tidak memiliki tempat yang cukup luas untuk menyembunyikan sesuatu yang &lt;br /&gt;
cukup besar,” balas Quenser sambil melihat ke sekelilingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Area ini tidak sekedar hangus terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bangunan-bangunan hancur berkeping-keping, aspalnya meriak pecah, dan tanahnya terbelah menjadi dua dan cukup besar belahannya. Pohon, &lt;br /&gt;
logam, dan semua yang ada di sini berubah warna menjadi hitam dan kehilangan bentuk aslinya. Tingkat kerusakan yang terlihat di sini &lt;br /&gt;
tidak mungkin bisa dilakukan hanya dengan menyalakan sumbu pada campuran petrochemical saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object lebih sederhana dari pada senjata nuklir, lebih kuat dari pada nuklir, lebih aman dari pada nuklir, dan memiliki akurasi serangan yang lebih tinggi dari pada senjata nuklir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentara musuh sudah pasti hangur terbakar hingga tidak menyisakan apa pun dan sulit untuk menemukan di mana saja tubuh mereka tercerai &lt;br /&gt;
berai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uehh...” teriak Heivia. “Aku senang kita bisa mengobrol tentang ransum militer kita sebelum datang ke sini. Aku dengar ransum milik &lt;br /&gt;
Aliansi Informasi memiliki bumbu perasa di ransum mereka. Kau bisa memilih rasa kare atau keju atau rasa apapun yang kau inginkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pikir bumbu perasa rasa panggang tidak akan menjadi bumbu yang populer untuk beberapa saat ke depan.”Quenser melihat kepada dua &lt;br /&gt;
Object itu. “Ngomong-ngomong, apa yang harus kita lakukan setelah kalian menyelesaikan pertempuran dengan sangat mudah? Apakah kita bisa &lt;br /&gt;
meninggalkan tempat ini setelah memastikan bahwa tidak ada tempat perawatan Object rahasia di bagian ruangan bawah tanah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ho ho. Aku tidak yakin kalau masih ada senjata yang cukup di sekitar sini untuk menghancurkan sebuah Object, tapi bisakah kau &lt;br /&gt;
mengeceknya?” jawab sang Elit dari Aliansi Informasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingin beristirahat sebentar setelah pertempuran habis-habisan ini. Oh ho ho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti. Apakah gaya gravitasi tambahan dari inersia selama kau bertempur membuatmu sangat lelah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Desain dari pakaian khusus bagi sang Elit berbeda untuk tiap Elit, tapi sebagian besar, mereka semua dibuat agar tahan terhadap tekanan &lt;br /&gt;
tinggi seperti pakaian tempur pilot pesawat tempur. Object tidak bergerak dengan kecepatan supersonik seperti pesawat tempur, tapi &lt;br /&gt;
Object tentu memiliki massa yang luar biasa besar. Untuk menjelaskan masalah ini, coba bayangkan sebuah bola logam digantung pada sebuah &lt;br /&gt;
rantai .Tarikannya akan luar biasa besar ketika bola logam itu bergerak dan menghasilkan gaya sentrifugal yang membuat massa bola logam &lt;br /&gt;
itu semakin berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menyadari bahwa Object Aliansi Informasi dan Object sang Putri tidak bisa bergerak untuk beberapa saat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ho ho. Kalau aku harus bertarung, aku akan melakukannya, tapi menjaga kewaspadaan tingkat tinggi ketika tidak ada musuh di sekitar &lt;br /&gt;
kita adalah tindakan konyol. Dan pakaian Elit sangat ketat di bagian paha.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, itu benar. Saat kau bergerak dengan kecepatan tinggi, itu memotong aliran darah di kakimu untuk memastikan bahwa darah mengalir ke &lt;br /&gt;
otakmu dengan sangat cukup. Apa itu tidak membuatmu mengantuk?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelah pertempuran yang membutuhkan konsentrasi yang besar, tubuhku menyisakan panas, jadi cara tercepatnya adalah mengeluarkan kakiku &lt;br /&gt;
dari pakaian ini dan menggunakan semprotan pendingin. Oh ho ho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti....” Kata Quenser, dalam kekaguman yang abu-abu, tapi kemudian dia membeku di tempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tunggu... Jika Putri menggunakan pendingin untuk kakinya juga, apakah itu berarti sekarang dia sedang melepaskan pakaiannya di balik &lt;br /&gt;
dinding logam yang tebal itu sekarang?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih membeku di tempatnya, Quenser berpikir sangat dalam seperti seorang ahli filsafat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia berpikir, Baby Magnum dari Kerajaan Legitimasi mengarahkan meriamnya ke arahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu tidak perlu memikirkan hal-hal seperti itu sekarang,” kata sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gyaaah!? Jangan main-main dengan senjata seperti ini kalau hanya bercanda!! Dan yang memprovokasiku itu si Elit dari Aliansi Informasi, &lt;br /&gt;
bukan aku!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawa-bawa di dalam sebuah perbincangan, sang Elit membalasnya lewat speakernya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh. Oh ho ho. Sepertinya aku harus membuka seragam yang sangat ketat ini dan mendinginkan suhu tubuh ukuran G ini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be-benarkan!? Aku tidak sadar kalau satu kalimat saja bisa menarik perhatian yang begitu besar! Aku tahu kalau seragam putri kita &lt;br /&gt;
memang bagus, tapi kenapa Elit Aliansi Informasi harus bertindak sejauh itu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu permintaan desainer. Oh ho ho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...!? Sekarang, aku tidak memiliki niat untuk membelot, tapi kalau pekerjaan mau bagaimana lagi...!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan tertipu, Quenser. Jangan biarkan kilau dari Elit Aliansi Informasi itu menutupi matamu dan yang dikatakan oleh dia itu pasti &lt;br /&gt;
informasi palsu!! Kalau memang benar pakaiannya sangat ketat, tidak mungkin dia membuka kakinya untuk mengurangi tekanan udara!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, kau menyadarinya. Buruk sekali. Oh ho ho. Memang ini menutupi kakiku, tapi ada sela di beberapa bagian yang bisa aku semprot dengan &lt;br /&gt;
cairan pendingin. ...Dan ada beberapa bagian yang lebih sensitif dari pada sela yang ada di pakaian renang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Heivia, apakah itu benar!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Quenser!! Kalau kau tetap tertipu tentang apa yang dia katakan, kau pasti akan membuat sang Putri kehilangan kesabarannya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Heivia memukulnya di wajah, Quenser akhirnya mengembalikan kesadarannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Bukankah kita sedang membicarakan cara untuk mengontrol markas musuh? Kenapa kepalaku dipenuhi dengan kemurnian seorang gadis dan &lt;br /&gt;
keseksian seragam para Elit?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita harus melanjutkan misi kita,” tanya Quenser, mengumpulkan motivasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, masih ada tugas yang tersisa untukmu. Oh ho ho,” perintah Elit Aliansi Informasi. “Oh ho ho. Kita ada permintaan dari &lt;br /&gt;
suku pribumi. Karena reboisasi ini secara genetik tidak alami, mereka ingin kita membakarnya sampai rata dengan tanah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, benar. Kita harus mengganti warna wilayah ini menjadi warna kita,” jawab Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Putri kemudian berbicara dengan nada ingin meminta maaf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kita mau, kita bisa membakarnya dengan Object kita, tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggunakan Meriam Plasma Bertekanan Rendah yang ditenagai oleh Object, semua yang ada di atas tanah dan yang ada di dalam tanah akan &lt;br /&gt;
terbakar habis. Namun, suku pribumi Oseania melihat tanah mereka ini sebagai tanah suci, jadi mereka tidak ingin kita merusak yang tidak &lt;br /&gt;
penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sedikit kasar dan sedikit menahan diri, hm? Terdengar seperti cerita superhero ala Amerika.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan katakan itu, Agensi Perlindungan Budaya memprotes keras kata itu. Mereka mengatakan kalau itu seharusnya disebut Komik Korporasi &lt;br /&gt;
Kapitaslis karena negara bernama Amerika sudah tak lagi ada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu karena mereka terus saja bekerja demi barang-barang tak berguna, makanya tidak ada yang suka sama mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser dan Heivia saling berargumen, nyala api membakar beberapa tempat di dalam hutan malam ini. Unit khusus Aliansi Informasi &lt;br /&gt;
menggunakan Flamethrower untuk menyalakan api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kita tidak memiliki pakaian anti api seperti mereka. Kita tidak akan terjebak di dalam kobaran api, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masih lebih baik daripada menggunakan defoilant juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba suara statik terdengar di radio Quenser yang diikuti oleh perintah dari pasukan sekutu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengarkan sebentar, Quenser mematikannya dan menghadap Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita mendapat tugas kecil untuk diurus. Kita harus memeriksa desa-desa di tempat ini sebelum kita membakarnya habis.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa mereka tidak bisa menggunakan UAV?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, apa tidak apa-apa membakar rumah para penduduk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hubungi Froleytia di radiomu dan tanyakan dia tentang hal ini. Sepertinya, pasukan koalisi akan mengurus mereka untuk pindah dari &lt;br /&gt;
tempat ini sesegara mungkin. Dan karena suku-suku ini setengah hati untuk berada di tempat ini sejak pertama, mereka pikir lebih baik &lt;br /&gt;
seperti ini untuk mendapatkan gaya hidup mereka yang lama kembali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mengeluh, tapi mereka masih merasa lega karena mereka masih mampu untuk melakuksan sesuatu sebelum pergi. Dan kemudian, pasukan &lt;br /&gt;
Kerajaan Legitimasi dan Aliansi Informasi mulai mencari sambil berhati-hati dan menjaga mata mereka untuk memastikan tidak ada ranjau &lt;br /&gt;
ataupun jebakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menurut peta, wilayah kita sekitar 3 kilometer persegi. Jika jika menemukan kabin tua atau sesuatu seperti tempat tinggal di tempat &lt;br /&gt;
seperti ini, kita harus mengetuk pintunya dan memeriksanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perang sepertinya sangat membosankan.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, memang lebih baik seperti ini dari pada harus begitu heboh kurasa.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia berjalan sambil mengobrol tentang betapa bodohnya mereka jika mereka tak sengaja menginjak sebuah ranjau, tapi &lt;br /&gt;
kemudian mereka berhenti. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka keluar dari wilayah hutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdiri di sebuah bukit setinggi 7-8 meter. Sebuah hujan badai atau sesuatu yang cukup kuat sepertinya membuat bagian depan dari &lt;br /&gt;
bukit ini longsor, jadi ini seperti sebuah tebing. Di bawah tebing itu terdapat sebuah desa kecil yang hanya terdiri dari 20 rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika hanya itu, mereka bisa segera masuk dan segera memberikan tanda peringatan evakuasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalahnya adalah sebuah truk militer yang menghalangi jalan masuk ke dalam desa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan Oseania telah masuk ke dalam desa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia mengasumsikan bahwa perang telah selesai, tapi mereka bergerak cepat dengan menunduk di tanah. Quenser melihat &lt;br /&gt;
melalui teropongnya dan Heivia melihat melalui teropong senapannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Sial. Kenapa harus kita yang selalu mendapat kejadian yang paling heboh dengan bertemu mereka!!)” keluh Quenser dengan bisik-bisik. &lt;br /&gt;
“(Putri dan Elit yang lain itu hanya bertempur di sana. Apa mereka tidak mendengarnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Bagaimana aku bisa tahu!? Mungkin mereka hanya pasukan pengintai. Mereka mungkin  sudah memberitahu atasan mereka posisi Object kita &lt;br /&gt;
dan mereka sendiri di sini untuk menutup jalan keluar kita,)” jawab Heivia tenang. “(Jadi apa yang akan kita lakukan? Akan menyulitkan &lt;br /&gt;
kita kalau kita menangani ini sendiri, jadi bagaimana kalau kita memanggil Object?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Tidak, tunggu. Mereka pasti akan menyadari Object sebesar itu mendekati mereka. Mereka pasti akan membawa para penduduk itu untuk &lt;br /&gt;
dijadikan sandera. Dan pikirkan spesifikasi Object sendiri. Putri mungkin memiliki senjata laser anti-personil, tapi Aliansi Informasi &lt;br /&gt;
hanya memiliki meriam Gatling Gun cahaya itu saja. Ia pasti menghancurkan seluruh desa jika dipanggil ke sini.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dari apa yang mereka lihat di atas bukit ini, pasukan Oseania terlihat tidak ingin menembak para penduduk atau membakar desa. Saat &lt;br /&gt;
mereka melihat lebih dekat, mereka bisa melihat seorang tua yang kelihatan seperti kepala desa yang menyerahkan uang ke tentara &lt;br /&gt;
berseragam itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa itu semacam ‘uang sewa’? Sepertinya mereka sudah terbiasa melakukan itu.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut peta mereka, area ini beradai wilayah perbatasan Oseania dan pasukan Koalisi. Desa ini pasti dibuat untuk memberikan bantuan &lt;br /&gt;
bongkar muat kargo truk dari dua wilayah ini untuk memeriksa isinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia memeriksa keseluruhan tentara yang ada di tempat itu dengan teropong senapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Mereka semua ada 20. Mereka semua dilengkapi dengan sebuah senapan model lama dengan pelontar granat. Karena mereka hanya 1 truk, &lt;br /&gt;
sepertinya tidak akan ada lagi tentara yang akan kita lihat. Apa yang akan kita lakukan?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa maksudmu? Kau lihat sendiri tidak ada yang bisa kita lakukan sekarang.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Yah, aku rasa juga sama. Melawan musuh dengan jumlah kita yang berbanding 10:1 terdengar bodoh.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia saling menarik napas lega dan mereka kemudian merasa sangat lelah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika tentara musuh telah berkumpul di sini dan mengumpulkan semua penduduk di tengah desa dan mereka akan menembak para lelaki dan &lt;br /&gt;
memerkosa perempuan, mereka tidak memiliki pilihan selain melawan, tapi sepertinya apa yang mereka pikirkan itu tidak akan benar-benar &lt;br /&gt;
terjadi. Setelah pembayaran itu selesai, tentara Oseania itu akan meninggalkan desa. Quenser dan Heivia tinggal menunggu sampai mereka &lt;br /&gt;
pergi untuk memberikan tanda peringatan evakuasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika mereka memulai baku tembak, sepertinya mereka hanya akan menambah jumlah korban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juga, Quenser adalah teknisi perang, jadi dia hanya memiliki peledak. Senjata praktis yang mereka pakai hanyalah senapan dan pistol &lt;br /&gt;
milik Heivia. Saat mereka tidak memiliki alasan yang pasti untuk bertempur, tidak ada satupun dari kedua belah pihak yang ingin &lt;br /&gt;
bertarung di kondisi yang sangat tidak menguntungkan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hei, tunggu. Ada yang salah,)” kata Quenser saat dia melihat melalui teropongnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentara Oseania yang pada awalnya hanya berdiri santai tiba-tiba saja berpencar. Mereka memegang senapan mereka yang menggantung di bahu &lt;br /&gt;
mereka dan mencari musuh dengan wajah yang gugup. Sementara itu, wanita-wanita dan anak-anak berlarian masuk ke dalam rumah-rumah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa yang terjadi?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Lihat, Quenser. Di sana!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia menunjukan sebuah area terbuka di desa itu. Seseorang jatuh di sana. Itu adalah seseorang yang mengenakan seragam tentara pasukan &lt;br /&gt;
Oseania. Darah mengalir dari jantungnya. Sepertinya dia tewas seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Itu tidak terlihat seperti orang yang tewas karena sengatan panas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Jadi... apa? Heivia, apa kau tidak sengaja menembak orang itu sambil kau melihat melalui teropong senapanmu?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Kau bodoh sekali! Apa kau pikir senapan payah milikku ini memiliki peredam yang sangat hebat hingga kamu yang ada di sebelahku sendiri &lt;br /&gt;
tidak bisa mendengar suaranya!? Dan, orang itu jatuh di arah yang berlainan denganku!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat arah jatuh tentara yang tewas itu yang berlainan dengan arahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang dia lihat adalah...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Itu adalah batas wilayah pasukan koalisi.... apa dia ditembak dari arah itu? jadi apakah seseorang sengaja melemparkan ‘kerikil’ dari &lt;br /&gt;
luar wilayah ini?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, dia mendengar sebuah suara statik dari radio Quenser. Dia pikir dia dapat sambungan, tapi ternyata bukan. Sebuah suara &lt;br /&gt;
tembakan beruntun terdengar terus menerus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Suara statik bunyi tembakan dengan jarak interval 0,8 detik.... aku pikir seseorang menggunakan pembidik senapan laras panjang! Ini &lt;br /&gt;
menggunakan laser dan gelombang elektromagnetik untuk membantu mengarahkan.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hah? Tidak ada peralatan militer yang akan memberitahukan posisi snipernya begitu mudahnya. Sudah jelas ini adalah tindakan orang &lt;br /&gt;
bodoh yang berpikir kalau dirinya adalah seorang relawan tentara militan!)” kata Heivia, marah, tapi kemudian mukanya terlihat masam. &lt;br /&gt;
Dia mengangkat senapannya dan bergumam. “Oh sial. Tidak bagus, tidak bagus, tidak bagus!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk tambahan teropong di senapannya, senapannya juga memiliki infrared dan ultraviolet dan memiliki mikrofon untuk mencari musuh. &lt;br /&gt;
Karena dia memiliki headphone di satu telinganya, dia pasti mendengar suara perbincangan penduduk dengan tentara Oseania itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senapannya mengarah menuju salah satu tentara yang berbicara dengan tentara Oseania yang sedang berbicara dengan kepala desa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Apanya yang enggak bagus?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Aku tidak punya waktu untuk menjelaskannya, jadi aku katakan saja. ‘Sial, kau menipu kami!’ ‘Tidak, kau salah. Kita tidak akan pernah &lt;br /&gt;
melakukan hal ini.’ ‘Diam kau. Aku akan membunuh semua orang dan membakar desa ini sampai rata dengan tanah!’)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Aku pikir ‘tidak bagus’ itu terdengar meremehkan!!” kata Quenser terkejut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia kemudian berbalik untuk meminta pendapatnya, ia bertanya, “(Apa yang akan kita lakukan?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Kalau kita memanggil Object, mereka pasti akan menghancurkan tempat ini kalau mereka benar-benar datang.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Jadi apa yang akan kita lakukan!?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Yah, kita tidak di mana si sniper brengsek ini bersembunyi dan tentara Oseania itu akan melakukan tindakan kekerasan kalau kita tidak &lt;br /&gt;
segera bertindak.)” Quenser menancapkan pemicu elektrik di salah satu Hand Axe-nya yang sudah dia kuasai. “(Kita tidak memiliki pilihan &lt;br /&gt;
selain melakukan ini!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah merasa jelas dengan situasinya, mereka berdua mengangguk dan langsung bergerak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melemparkan peledak yang sudah dia tancapkan dengan pemicu dari atas tebing. Mereka mendarat agak jauh dari desa, tapi Quenser &lt;br /&gt;
mengirimkan sinyal untuk meledakkan Hand Axe itu. Ledakan beruntun itu membawa tentara Oseania itu untuk segera berlindung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada kenyataannya, itu hanyalah ledakan yang dibuat oleh seorang tamtama, tapi mereka pikir itu adalah ledakan mortar dari sebuah tank. &lt;br /&gt;
Ledakan beruntun membuat mereka semakin khawatir. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikutnya, Heivia mulai menembak satu persatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk berlindung dari musuh baru, tentara Oseania bersembunyi dari arah yang salah. Heivia bisa melihat mereka menyembunyikan bokong &lt;br /&gt;
mereka karena ketakutan, jadi dia menembak mereka dengan mudahnya. Sebuah baku tembak yang mengesankan, Quenser dan Heivia hanya kalah &lt;br /&gt;
dalam jumlah, tapi taktik penggertak mereka berhasil membawa pertempuran ini ke sisi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hei, aku tidak akan bisa menembak mereka semua!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Kalau kau bisa menembak beberapa dari mereka, mereka pasti akan pergi untuk menjaga nyawa mereka dan lari ke dalam hutan. Mereka tidak &lt;br /&gt;
akan bisa bertempur cukup lama untuk menjadi orang terakhir yang bertahan hidup.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hei, tuan tamtama, mereka sepertinya tidak akan melarikan diri. Mereka sepertinya bersiap untuk membawa pertarungan ini sampai darah &lt;br /&gt;
penghabisan!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Sial, itu snipernya! Dia menembak lagi! Mereka menembak ke arah mereka lagi untuk menutup jalan keluar mereka, jadi mereka tidak akan &lt;br /&gt;
bisa kabur walaupun mereka mau!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semakin lama pertempuran ini berlangsung, semakin besar kemungkinan para penduduk untuk terkena serangan peluru nyasar. Quenser dan &lt;br /&gt;
Heivia tidak memiliki alasan untuk menang, jadi mereka tidak peduli kalau tentara Oseania itu melarikan diri, tapi sniper misterius itu &lt;br /&gt;
menghalangi harapan mereka itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, seorang pria gempal yang sepertinya komandan mereka menaiki bukit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memberikan perintah dengan gerakan tangannya dan para tentara itu mengangkat senapan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Oh, sial! Mereka tahu posisi kita!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia dengan panik segera mundur. Segera setelah itu, sebuah badai peluru menghujani mereka. karena mereka menembaki tebing &lt;br /&gt;
longsor ini, longsorannya mereka gunakan sebagai tempat berlindung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Untungnya kita cukup jauh untuk menghindari lontaran granat dari senapan lawas itu.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Mereka enggak butuh waktu lama untuk mengepung kita. Hei, Quenser, bisa kau pasang peledak di jalan mereka sebelum mereka sampai di &lt;br /&gt;
sini?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, sebelum mereka bisa melakukan apapun, seseorang meraih pundak mereka dan memutar tubuh mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berputar dengan panik dan melihat pasukan infanteri Aliansi Informasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Aku tidak tahu situasi apa yang terjadi di sini, tapi kami akan membantu. Kita akan mengirimkan unit infanteri berat untuk &lt;br /&gt;
menghancurkan mereka kurang dari lima menit.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Lima menit, hm? Tidak buruk, tapi ini sudah terlambat.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia menggunakan pipinya untuk menunjuk bagian bawah tebing itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak sekali mayat yang bergelimpangan di sana karena orang yang terlibat dalam baku tembak. Dan mereka semua bukanlah tentara Oseania. &lt;br /&gt;
Beberapa dari mereka ditembak sampai mati karena rasa takut mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juga, sejumlah mainan anak kecil tersebar di tempat ini seperti seseorang sengaja membuat mereka menjatuhkan mainan mereka karena &lt;br /&gt;
terburu-buru ingin melarikan diri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sejumlah mainan yang tertutupi oleh pasir, debu, dan darah ada sebuah buku bergambar. Mereka cukup jauh dari desa itu, tapi buku &lt;br /&gt;
itu terlihat dengan jelas lewat teropong mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul buku itu adalah The Kind Beast of the Rocks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah buku yang sama yang dipegang oleh gadis kecil di luar barikade markas pasukan koalisi tadi sore.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia mendecakkan lidahnya dan melemparkan senapannya ke tanah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Baiklah, aku mengerti. Ini adalah perang yang sangat brengsek. Wanita tidak berdosa dan anak-anak kecil tidak berdaya mati dibunuh &lt;br /&gt;
karena alasan yang tidak jelas. ...Lakukan. Bunuh semua orang Oseania brengsek itu.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentara dari Aliansi Informasi itu mengangguk pelan dan memberikan perintah kepada tentara infanteri berat mereka. Tanpa memperhatikan &lt;br /&gt;
desingan peluru, mereka melompat dari bukit yang longsor ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, aku menemukannya,” kata Quenser saat dia menurunkan teropongnya dan menunjuk sebuah titik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak menunjuk desa itu. Dia menunjuk sebuah titik di perbatasan Oseania dan wilayah pasukan koalisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku menemukan sniper itu. Lihat, dia bukan tentara Oseania atau koalisi. Itu adalah salah satu dari reporter. Dia menggunakan kameranya &lt;br /&gt;
untuk menutupi senapannya. Sepertinya ini yang menjelaskan kenapa dia tidak menggunakan pembidik militer. Mungkin dia salah satu tentara &lt;br /&gt;
bayaran yang menyamar sebagai wartawan yang dikatakan oleh Froleytia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke,” kata Heivia saat dia mengambil kembali senapannya yang ada di tanah. Dia berbalik ke tentara Aliansi Informasi itu. “Kita akan &lt;br /&gt;
tangani sniper itu. Aku rasa aku tidak akan puas sebelum bisa menghajar mukanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 6===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kembali ke markas mereka, Quenser dan Heivia bersandar di dinding jalur pegawai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia berbicara kepada dua bawahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah memeriksa laporan kalian, dan sepertinya pemilik buku itu bukan anak kecil yang kalian khawatirkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia terdiam untuk waktu yang agak lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, Quenser membuka mulutnya dan berkata, “Apa kau pikir ini cukup untuk membuat kita lega?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu, sebagai seorang prajurit, kita tidak memiliki hak untuk berpikir kita suci atau bersih, tapi ini bukan perang yang kita &lt;br /&gt;
inginkan untuk ikut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu,” gumam Froleytia sebelum menekan kenop pintu dan masuk tanpa mengetuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menghela napasnya karena harus berhadapan dengan pekerjaan yang menyusahkan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berada di dalam sebuah ruangan kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memiliki rambut yang panjang berwarna perak dengan sebuah tusuk rambut panjang nan lancip yang memiliki bentuk seperti kanzashi &lt;br /&gt;
Jepang, dan ia sedang menghisap sebuah kiseru Jepang. Dia mengambil sebuah komputer dan tablet sensor dari bawah lengannya dan &lt;br /&gt;
meletakkannya di meja. dia biasanya menggunakan pena khusus untuk komputer itu untuk mengirimkan perintah ke unit yang berada sangat &lt;br /&gt;
jauh dari situ, tapi monitor itu mati. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia melihat lurus ke depan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kursi dipaku di lantai itu berseberangan dengan dirinya dan diantaranya itu ada sebuah meja kecil. Ia berdiri di depan seorang &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
pria dengan tangan yang melipat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah seorang reporter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia memberitahnya tentang tamu mereka itu yang ternyata adalah seorang mantan tentara bayaran, tapi Froleytia tidak &lt;br /&gt;
setuju. Seorang tentara bayaran masuk ke wilayah perang tanpa Object yang melindunginya adalah sebuah pekerjaan yang sangat kasar bagi &lt;br /&gt;
dirinya. Sepertinya, atau tanpa perlu dilihat lagi, dia lebih dari seorang tentara biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sepertinya berasal dari seorang keluarga kaya dari luar wilayah Oseania yang tergila-gila pada dirinya sendiri dan menganggap bahwa &lt;br /&gt;
dirinya adalah pusat segala tren.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tuan... Sewax, benar? Anda telah mengganggu sedikit operasi kami. Apa anda mengerti bahwa ini adalah ruangan interogasi militer dan &lt;br /&gt;
anda telah melakukan sesuatu yang pasti membuat anda harus datang kemari?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lepaskan ikatan ini,” kata Sewax dengan cepat, memotong Froleytia. “Aku tidak memiliki kewajiban untuk berbicara di sini tanpa kehadiran seorang pengacara, tapi aku akan melakukannya khusus untukmu. Anda tidak memiliki satu hak pun untuk mencabut kebebasanku di sini. Lepaskan ikatan ini dariku secepatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Kau marah karena aku menembak tentara-tentara itu? Kalian para prajurit sangat tidak berguna. Apa kau ingin mengatakan kalau aku &lt;br /&gt;
adalah seorang pembunuh karena bukan bagian dari tentara? Di wilayah lain, di mana Object tidak ikut campur dalam konflik seperti di &lt;br /&gt;
Oseania, para tentara bayaran seperti kami berkeliling ke wilayah-wilayah negara untuk membasmi tentara musuh, dan kemudian kembali ke &lt;br /&gt;
negara asal kami. Apa kau ingin mengatakan kalau mereka juga seorang kriminal? Penjahat?” Sewax tersenyum senang saat dia mengatakan &lt;br /&gt;
kalau haknya adalah absolut dan dia tidak ada seorangpun yang dapat mengancamnya. “Yang aku lakukan hanyalah melakukan apa yang tidak &lt;br /&gt;
kalian lakukan. Bukankah tugas kalian adalah menembus tubuh monster Oseania itu dengan peluru? Aku hanya melakukan ini demimu, untukmu, &lt;br /&gt;
dan sekarang aku akan menulis laporannya dan mengganti opini publik. Kasarnya, anda semua tidak melakukan tugas kalian dengan baik pada &lt;br /&gt;
level paling dasar ketika anda marah ketika seseorang menghabisi beberapa prajurit Oseania. Apa kau pikir kau bisa mengakhiri tirani di &lt;br /&gt;
Oseania?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia menyeringai saat Sewax melihat dirinya dengan mata yang sangat sombong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy_Object_v01_286.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melihat wajah seorang tentara yang berubah emosinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena Object, kalian begitu melupakan tugas kalian sebagai seorang tentara. Aku akan menulis tentang kalian saat aku kembali ke negara &lt;br /&gt;
asal. Aku akan memberi tahu semua orang tentang kalian para prajurit yang telah melupakan tugas kalian untuk bertempur dan betapa kalian &lt;br /&gt;
sangat panik ketika melihat darah. Aku tidak akan menulis tentang anda yang kehilangan pikiran rasional dan anda yang secara ilegal &lt;br /&gt;
menahan seorang wartawan yang jujur dan pekerja keras sepertiku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia meletakkan kiseru panjang dan lancip itu di atas meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, sebuah suara keras terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia meraih bahu Sewax, mengangkat wartawan itu, beserta kursi dan semuanya lalu menempelkannya di dinding.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gbh.... Ghaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhh!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenaga yang sangat kuat menghancurkan sandaran kursi itu dan tubuh Sewax ditekan punggungnya. Namun, lengan Froleytia tidak &lt;br /&gt;
mengizinkannya untuk menyentuh tanah. Dia menahan tubuh itu di dinding dan menekan kepalanya sangat kuat ke dinding.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada empat,” kata Froleytia pelan, suara yang dingin dan jarang ia begitu pelan seperti itu. “Jika kamu... kalau saja kamu hanya &lt;br /&gt;
membunuh tentara musuh, aku akan menyanjungmu tinggi. Namun, ada empat. Empat penduduk yang tak bersalah yang terbunuh karena aksi yang &lt;br /&gt;
tidak diinginkan ini. Orang-orang itu tidak akan mati jika saja... dengarkan ini, salah satu dari empat orang itu mati bukan karena &lt;br /&gt;
peluru tentara Oseania, tapi dari pelurumu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uhuk. Tapi karena itu, kau bisa segera membuat tindakan cepat untuk menyerang Oseania! Kita tidak bisa mengendur hanya karena dosa &lt;br /&gt;
kecil ini!! Yang aku lakukan ini tidak salah!! Kalau aku menulis ini, orang-orang di seluruh dunia akan merasa sensitif dengan perang &lt;br /&gt;
dan kelompok anti-perang akan bangkit. Sebuah zaman di mana para tentara yang menghabiskan pajak kami akan segera berakhir, bodoh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, benar begitu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia membawa tubuh Sewax dari dinding dan menerbangkannya. Gaya sentrifugal menghantam punggungnya saat dia jatuh tepat di atas &lt;br /&gt;
meja kecil itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Sewax Bath, Froleytia mulai berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu izinkan aku untuk berbicara sebentar. Kami mengetahui bahwa para tentara Oseania itu tidak berada di situ untuk menarik &lt;br /&gt;
uang. Mereka tidak berada dalam jadwal untuk datang ke tempat itu. bahkan kalau kau tidak menyerang mereka dengan senapan, mereka akan &lt;br /&gt;
mematuhi perintah atasan mereka dan mulai menyerang desa itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“La-lalu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan mereka melakukan karena aksi wartawan seperti kalian!! Karena intervensi pasukan koalisi, negara junta militer Oseania berpikir &lt;br /&gt;
bahwa masyarakat internasional menganggap remeh keberadaan mereka. Karena itu, mereka ingin menunjukkan kekuatan mereka pada pasukan &lt;br /&gt;
koalisi dengan memperkuat wilayah reboisasi mereka dan rencana bodoh untuk membantai seluruh penduduk desa!! mereka akan menggunakan &lt;br /&gt;
orang-orang mereka sendiri sebagai kartu negosiasi dengan mengatakan bahwa kematian mereka adalah kesalahan kami karena mengirim tentara &lt;br /&gt;
ke wilayah mereka dan menurunkan Object!! Memangnya kenapa kami melarang para wartawan untuk mendekati wilayah perbatasan Oseania? &lt;br /&gt;
Karena kami sudah tahu rencana mereka! Mereka tidak memiliki saksi untuk genosida yang akan mereka lakukan dan menyebarkannya ke seluruh &lt;br /&gt;
dunia! Namun, karena aksimu yang sungguh ceroboh itu, mereka akan bergerak semakin gila untuk rencana busuk mereka!!” kata Froleytia, &lt;br /&gt;
menyesali kebodohan yang dimiliki oleh Sewax. “Memangnya kau pikir apa yang akan dilakukan oleh orang-orang Oseania ketika melihat &lt;br /&gt;
kawan-kawan mereka mati? Mereka akan menunjukkannya kepada dunia betapa mereka menderita di sini. Mereka pasti akan menggunakan &lt;br /&gt;
pembantaian ini untuk menunjukkan pada dunia kalau kitalah yang salah! Mereka sekarang akan memainkan peran ‘mencari pelaku &lt;br /&gt;
pembunuhnya’. Mereka akan mencarinya di dalam ‘orang-orang mencurigakan’, yaitu di suku-suku pribumi asli Oseania. Mereka akan &lt;br /&gt;
mengirimkan pasukan, dan membantai mereka sampai puas!! Apa kau dengar itu!? Sampai mereka puas!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh Sewax seakan tidak bisa mendengar lagi apa yang dikatakan oleh Froleytia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ta-tapi aku adalah seorang wartawan Kerajaan Legitimasi. Aku sudah memastikan kalau aku menembak dari wilayah pasukan koalisi. Kenapa &lt;br /&gt;
mereka malah menarget penduduk Oseania? Itu omong kosong. Bahkan negara junta militer tidak akan melakukan hal itu tanpa ada bukti—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau pikir mereka akan mendengar alasan itu!!!??”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia mengepalkan tangannya dan memukul Sewax di perutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sewax tidak bisa menahan rasa sakit ini dan muntah-muntah di lantai. Froleytia meraih kursi dan berbicara padanya dengan wajah yang &lt;br /&gt;
sangat marah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka melihat wajah para penduduk itu tidak lebih dari serangga!! Kalau mereka menyukainya, mereka akan membunuh tanpa perlu ada bukti &lt;br /&gt;
atau tidak! Itulah kenapa aku mengatakan mereka akan terus membunuh sampai mereka puas. Mereka akan menyerang desa-desa yang tidak &lt;br /&gt;
mereka sukai! Apa kau pikir pengadilan bisa menegakkan hukum di negara ini!? kau pikir berapa banyak orang-orang tidak berdosa yang &lt;br /&gt;
kehilangan nyawa mereka karena tindakan berbahayamu ini yang tidak membawa penyelesaian apapun selain harga dirimu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih tidak jelas apakah dia sudah mengerti semuanya atau hanya sebuah rangkaian berantai untuk mengosongkan perutnya, tapi air mata &lt;br /&gt;
mulai menetes dari matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jujur saja, aku ingin menyerahkanmu ke pemimpin bodoh Oseania ini, tapi untungnya Kerajaan Legitimasi menjunjung tinggi hak asasi &lt;br /&gt;
manusia. Aku tidak bisa menyerahkanmu begitu saja.” Froleytia melepaskan dirinya dari kursi itu dan sepertinya dia mulai bisa &lt;br /&gt;
mendinginkan pikirannya, lalu dia bicara lagi. “Apa kau mengerti? Kita ada di sini untuk menjaga keseimbangan di medan perang dan aksimu &lt;br /&gt;
itu membawa perang ini ke sisi yang lebih buruk dan membuat semua usaha kami sia-sia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 7===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat interogasi yang dilakukan oleh Froleytia ditampilkan di dalam monitor di depan mereka, Quenser dan Heivia melihat ke arah lain di &lt;br /&gt;
saat yang sama. Mereka meninggalkan ruang observasi kecil yang diisi dengan staf perekam dan analisis lalu mereka saling bertukar &lt;br /&gt;
pendapat saat mereka berjalan di lorong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Quenser. Berapa lama kau pikir sampai orang-orang Oseania itu mulai mencari pembunuhnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika perkiraan dari simulasi elektronik ini akurat, maka satu-satunya Object yang dimiliki oleh Oseania adalah sebuah Object generasi &lt;br /&gt;
0.5. Tingkat teknologinya sangat rendah untuk memiliki fungsi maksimal sebuah Object.” Quenser memilih kata-katanya secara hati-hati. &lt;br /&gt;
“Sebuah reaktor Object memiliki cara kerja seperti reaktor nuklir atau sebuah ledakan berantai yang lebih efisien untuk terus &lt;br /&gt;
menghasilkan tenaga daripada harus dimatikan dan dinyalakan. Namun, generasi 0.5 itu terlalu lemah. Jika ia terus menggunakan tenaga &lt;br /&gt;
dari reaktornya terlalu lama, bagian dalamnya bisa menyatu. Aku yakin kalau reaktornya pasti sedang dimatikan sekarang. Kalau kita &lt;br /&gt;
menghitung kecepatan kemampuan reaktornya untuk menghasilkan tenaga yang cukup untuk bergerak, maka....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita memiliki waktu antara 4 sampai 5 jam,” kata Heivia saat dia melihat jam tangan militer di pergelangan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengangguk dan berkata, “Menurut Froleytia, mereka ingin pembantaian mereka terhadap penduduk desa bisa mendapatkan perhatian &lt;br /&gt;
dari para wartawan itu untuk menarik perhatian dunia. Sekarang mereka telah gagal untuk itu, maka para prajurit Oseania itu pasti &lt;br /&gt;
mencari suatu cara lain untuk menghapus kegagalan mereka ini. Dalam kasus ini, tidak menyerang penduduk desa sekarang adalah pilihan &lt;br /&gt;
terbaik yang mereka miliki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Object milik Oseania ini diberi nama generasi 0.5, tapi tetap saja itu adalah Object. Kerajaan Legitimasi atau Aliansi Informasi &lt;br /&gt;
pasti menyatakan bahwa Object itu bisa dengan mudah dikalahkan dengan mudah oleh mereka, tapi desa-desa kecil tidak akan memiliki &lt;br /&gt;
kesempatan untuk melawannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika terus seperti ini, mereka pasti akan mencari cara apapun untuk bisa mendapatkan “tragedi mengerikan” yang mereka incar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini buruk. Kalau kita tidak menemukan Object itu, ini akan menjadi, sangat buruk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi bagaimana caranya kita menemukan Object itu? Satelit sudah mengincarnya selama sebulan, dan mereka tidak menemukan apapun. &lt;br /&gt;
Bagaimana kita bisa menghancurkan Object hanya dalam waktu 4 jam.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menghancurkanya tidak terlalu sulit. Kita memiliki 20 Object milik pasukan koalisi. Jika kita bisa memberitahukan mereka posisi dari &lt;br /&gt;
Generasi 0.5, mereka bisa menggunakan seluruh kekuatan militer mereka untuk menghancurkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Artinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aritnya kita harus mencari di mana letak Object itu. Kita pasti bisa mencari tahu posisinya jika kita melihat dari sudut pandang kita &lt;br /&gt;
sendiri dari pada harus bergantung pada satelit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dua orang itu baru memulai aksi mereka, seseorang menginterfensi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah Froleytia yang baru saja keluar dari ruang interogasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jujur saja, aku ingin kalian berdua melakukan itu, tapi aku tidak bisa. Itulah perintah dari atasan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau Object 0.5 milik Oseania itu memberikan jejak setitik mereka saat keluar dari bangunan beton miliknya, kita pasti memiliki &lt;br /&gt;
kesempatan. Atasan tinggi menginginkan kita untuk hanya mengawasi satelit dan menunggu sampai mereka meninggalkan Object mereka. Kalau &lt;br /&gt;
mereka sampai menyadari keberadaan pasukan pengintai kita, kesempatan ini akan hilang dan mereka pasti akan pergi dari markas mereka dan &lt;br /&gt;
mencari tempat yang baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kau mencoba mengatakan kalau kita harus membiarkan mereka menyerang desa-desa kecil itu!? Kau tahu kan rasanya ketika Object musuh &lt;br /&gt;
menyerang kelemahan kita saat kita lengah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saat kita menyadari bahwa ia meninggalkan markas, kita akan segera bergerak cepat sebelum ia mulai menyerang!! Aku jamin tidak akan ada &lt;br /&gt;
penduduk desa yang akan menjadi korban!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi aku yakin kalau militer Oseania akan menyadari kita! Apa yang akan kau lakukan ketika kita dengan bangga menyerang target yang &lt;br /&gt;
terlihat di satelit dan ternyata itu hanyalah sebuah tangki gas raksasa dengan umpan!? Sementara yang asli akan keluar dan membakar &lt;br /&gt;
habis sebuah desa, menyamar menjadi tangki gas yang lain, dan melarikan diri ke markas yang lain!! Kalau itu terjadi, kita harus &lt;br /&gt;
melakukannya lagi. Apa kau akan membiarkan mereka membakar desa sampai kita mendapatkan Object mereka!? Mungkin terdengar salah ketika &lt;br /&gt;
kita menyerang para prajurit Oseania itu dengan Object, tapi Object bukanlah sesuatu yang bisa ditangani oleh para penduduk tak &lt;br /&gt;
bersenjata!!” teriak Heivia, kehilangan harga diri yang ia junjung tinggi terhadap atasannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya, Froleytia sendiri tahu dengan apa yang akan terjadi sebenarnya, tapi sesuatu menghalanginya untuk menyetujui pendapat &lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah peraturan militer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya aku ingin sekali mengirim kalian berdua, tapi aku tidak bisa melanggar perintah,” kata Froleytia dengan masam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ekspresinya, Quenser dan Heivia kemudian diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan jangan coba-coba mengaksesnya lewat database militer. Untuk menghindari informasi Object kita ketahuan oleh anggota pasukan koalisi &lt;br /&gt;
yang lain, pengamannya sudah ditingkatkan. Kalau kau mencoba mengakses data yang di luar wilayah kewenanganmu, kau akan langsung &lt;br /&gt;
disidang di pengadilan militer sebelum kau menyadarinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu apa yang harus kita lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia masih tidak mau untuk menyerah, tapi Froleytia membalikkan badannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan menyiapkan segalanya untuk memastikan kalau kita bisa langsung bergerak segera setelah kita mengetahui koordinat Object &lt;br /&gt;
Oseania dari satelit,” katanya sebelum meninggalkan mereka berdua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditinggal sendirian, Quenser dan Heivia hanya bertukar pandang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Quenser, apa yang harus kita lakukan sekarang? Kau memiliki akses khusus untuk Object setelah menang di Alaska, kan? Bisakah kau &lt;br /&gt;
masuk ke dalam database tanpa ada orang yang menyadarinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau aku memiliki kemampuan, aku hanya butuh sedikit meretas dan mengaksesnya. Tapi itu tidak mungkin. Tidak mungkin kita bisa mencari &lt;br /&gt;
data tentang informasi generasi 0.5 ini di situasi seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser memasukkan jarinya ke dalam kantungnya dan mengeluarkan peta dari dalamnya dan kemudian membuka peta itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia terkejut, tapi Quenser hanya menunjukk peta itu dan berkata, “Aku rasa cara manual adalah cara terbaik untuk memecahkan masalah &lt;br /&gt;
kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 8===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia keluar dari gedung dan berjalan memutar untuk sampai ke bagian belakang gedung itu. Mereka duduk di atas tanah kering &lt;br /&gt;
dan keras itu dan membuka petanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oseania itu besar,” keluh Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengangguk dan berkata, “Yah, cukup luas untuk menampung Eropa Barat. Tempat ini tidak disebut sebagai benua tanpa alasan yang &lt;br /&gt;
logis.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi bagaimana kita bisa menemukan sebuah Object di tanah seluas ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Membutuhkan waktu setahun kalau kita mencari di seluruh tempat di Oseania, tapi sepertinya mereka memiliki area-area tertentu yang bisa &lt;br /&gt;
mereka gunakan untuk bersembunyi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia berbicara, Quenser menggunakan pen merah dan menggambar sebuah lingkaran besar di peta itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lingkaran itu berada di Oseania utara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka pikir Object itu ada di wilayah utara antara distrik Kimberley dan padang gurun Tanami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi itu ada di mana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan setelah mengecilkan area pencarian mereka, wilayah yang dimaksudkan oleh Quenser itu masih seluas dengan pulau Honshu, salah satu &lt;br /&gt;
kepulauan Jepang yang dimiliki oleh Korporasi Kapitalis. Itu bukanlah wilayah yang bisa mereka cari dengan berjalan kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dua tahun yang lalu, saat Generasi 0.5 milik Oseania selesai dibuat, mereka mengadakan parade besar-besaran di sini. Setelah itu, &lt;br /&gt;
mereka menyembunyikannya di antara tangki gas yang mereka sebar dengan perangkap di seluruh wilayah dan memasukkannya ke dalam markas. &lt;br /&gt;
Namun, kita masih tidak mau yang mana yang asli.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi itulah kenapa pasukan koalisi menghancurkan markas-markas itu walau mereka tahu kalau itu hanya umpan. Kalau mereka terus &lt;br /&gt;
menghabisi seluruh markas di wilayah ini, mereka pasti akan mendapatkan yang asli jika mereka beruntung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jujur saja, mereka pasti akan menemukannya walau mereka tidak melakukan apapun, tapi siapa yang tahu berapa banyak desa yang dibakar &lt;br /&gt;
ketika mereka menunggu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, kita tidak bisa meninggalkan ini begitu saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi ini masalahnya. Ada 100 fasilitas militer yang bergerak sebagai umpan dan 40 diantaranya sudah diketahui sebagai sebuah tangki gas &lt;br /&gt;
saja. Atasan tinggi tidak tahu sama sekali soal mana yang asli dan mana yang tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah ada markas yang benar-benar terutup sehingga bahkan atasan kita sama sekali tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan tidak mungkin, tapi aku ragu. Membuat satelit terus berjaga-jaga untuk mendeteksi gedung-gedung itu bukanlah pekerjaan yang &lt;br /&gt;
mudah. Dan bahkan ketika mereka menyembunyikannya di bawah tanah, mereka membutuhkan jalur dan jalan masuk untuk mengeluarkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi sudah hampir pasti kalau mereka pasti menyembunyikan salah satunya di sebuah bangunan yang sama sekali tidak diketahui oleh para &lt;br /&gt;
atasan?” gumam Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser memerhatikan wilayah yang telah ia tandai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau saja ada tanda khusus di mana hanya dimiliki oleh Object yang asli.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudmu seperti peralatan untuk perawatan sebuah Object? Kalau begitu, bukankah sebuah markas dengan jalan besar memiliki kemungkinan &lt;br /&gt;
besar sebagai tempat persembunyian?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Markas yang kita serang tadi juga memiliki fasilitas yang sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi tidak semuanya memiliki luas yang cukup untuk Object setinggi 50 meter. Bahkan Object yang tadi kita hancurkan tidak memiliki &lt;br /&gt;
tanda-tanda telah dilalui oleh sebuah Object.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya markas yang memiliki tempat yang cukup besar untuk menampung Object sudah dihancurkan semua. Itulah kenapa perintah kita &lt;br /&gt;
adalah untuk mencari mana yang paling mungkin untuk tidak bisa dimasuki oleh Object.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi ke mana lagi kita harus pergi? Kalau semua markas yang memiliki kemungkin paling tinggi tidak menghasilkan apa-apa, bukankah yang &lt;br /&gt;
tinggal tersisa adalah menghancurkan semua markas yang tidak terlihat mencurigakan?” kata Heivia, tidak hati-hati.&lt;br /&gt;
Sepertinya, atasan mereka memiliki kesimpulan yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana kalau kita berpikir sama seperti cara musuh kita berpikir?” kata Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?” kata Heivia dengan ekspresi bodoh di mukanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Generasi 0.5 terakhir kali dilihat dua tahun yang lalu saat ia sudah selesai dibuat. Telah itu, ia disembunyikan di suatu tempat. &lt;br /&gt;
Apakah mungkin kalau mereka sudah menumbukan berbagai macam pohon dan tanaman untuk menutup jalur yang bisa digunakan oleh Object?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa mereka melakukan itu? Kalau mereka menutup markas mereka dengan pepohonan, bukannya itu akan meninggalkan jejak ketika ia &lt;br /&gt;
meninggalkan markas. Para atasan kita pasti dengan mudah menyadarinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Markasnya sendiri pasti sudah diamati oleh satelit, jadi semua pohon-pohon yang tumbang tidak akan jadi masalah. Setelah penyerangan, &lt;br /&gt;
Object itu bisa bersembunyi di salah satu tangki gas dan bergerak menuju markas lain. Tentu saja kita akan menghancurkan segala &lt;br /&gt;
kemungkinan yang ada kalau bergerak ke markas yang salah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu berati markas yang paling mencurigakan adalah markas yang memiliki banyak pepohonan dan bebatuan disekelilingnya. Markas yang &lt;br /&gt;
terlihat seperti sudah ditinggalkan memiliki kemungkinan terbesar sebagai markas yang paling mencurigakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya ada dua masalah,” kata Heivia ketika dia memperhatikan titik yang ditandai dengan pena merah. “Pertama, jarak di antara &lt;br /&gt;
markas-markas ini terlalu jauh walau kita sudah menyempitkan daerah pencarian kita sampai tiga markas. Kita tidak bisa menebak mana dari &lt;br /&gt;
tiga itu yang asli. Kalau kita mendapatkan markas yang salah, kita akan kehilangan sangat banyak waktu.” Dia menunjuk peta itu dengan &lt;br /&gt;
cahaya kecil. “Kedua, setiap markas umpan pasti memiliki prajurit untuk menjaganya. Bahkan kalau kita bisa mengalahkan mereka semua, &lt;br /&gt;
mereka masih memiliki waktu untuk menghubungi markas asli mereka. mereka pasti akan menyebar lebih banyak tangki gas yang lain dan &lt;br /&gt;
Generasi 0.5 pasti sudah menghilang. Penyerangan mereka ke desa-desa hanya akan mundur sedikit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan masalah ketiga adalah, kita tidak akan mendapatkan bantuan militer ataupun Object.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau yakin tentang itu? Walau kita tidak diperintahkan oleh Froleytia, pasti ia akan mengirimkan sang Putri untuk membantu kita &lt;br /&gt;
mengalhakan Genera—....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba alarm berbunyi mengisi seluruh markas koalisi ini. Sirine yang menyala dengan warna redup menutupi langit malam. Semua lampu &lt;br /&gt;
di seluruh markas segera dinyalakan seketika seperti malam pertandingan kasti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang terjadi? Kita belum meninggalkan markas sama sekali!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bodoh. Object-object sudah diperintahkan untuk bergerak! Apakah para atasan sudah menemukan di mana posisi Generasi 0.5!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melipat petanya dan melihat ke sekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejumlah prajurit keluar dari dalam bangunan. Dia juga melihat sang Putri berlarian di wilayah perawatan. Para pekerja perawat Object &lt;br /&gt;
yang masih bekerja segera membuka palka Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menghampiri seorang prajurit dan bertanya padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang terjadi!? Apa kita menemukan sebuah Object milik militer Oseania?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, benar. Akhirnya aku bisa pulang ke rumahku! Bos terakhir sudah menunggu kita di ujung Great Sandy Desert. Object tentara Koalisi &lt;br /&gt;
sudah mengarah ke sana dengan kecepatan tinggi, tapi kita harus segera ke sana dengan truk militer. Yang pertama yang dilayani, kau &lt;br /&gt;
harus cepat kalau ingin naik ke dalam truk yang memiliki suspensi yang bagus. Kalau kau terlalu lama, punggungmu akan terasa sakit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Great Sandy Desert?” gumam Quenser, ia merasa kosong saat melihat prajurit itu meninggalkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, bukankah itu salah satu tempat yang sudah kita prediksi,” kata Heivia, menyadari sesuatu yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Beruntung sekali. Apa yang dipikirkan oleh para atasan untuk berpikir kalau Generasi 0.5 ada di sana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, Heivia menghentikan seorang prajurit yang lewat di depannya. Dia memiliki pakaian yang sama dengan Heivia dan kebetulan dia juga seorang analis Object sama seperti Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah perbincangan singkat, Heivia kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang aku duga, itu berasal dari satelit. Saat reaktor Object diaktifkan, sebuah sinyal energi redup akan terdeteksi. &lt;br /&gt;
Sepertinya, satelit menangkapnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi Oseania sudah berhasil menipu satelit kita selama ini! Kalau kita masih menggunakan cara lama untuk mencarinya, mereka hanya akan &lt;br /&gt;
menipu kita lagi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu karena wajah masam para atasan yang mengeluarkan senjata meteorologis terbaru mereka. Sebuah senjata baru sudah diluncurkan. Itu &lt;br /&gt;
mirip seperti rudal sekam yang kita gunakan di Alaska. Itu mengumupkan partikel khusus di ketinggian tertentu dan mengubah awan menjadi &lt;br /&gt;
sebuah sensor raksasa. Saat satelit menggunakan sensor awan itu untuk mencari di permukaan, satelit menerima sinyal redup dari sebuah &lt;br /&gt;
Object. Kita tidak tahu kalau purwarupa Object itu mengeluarkan sebuah sinyal yang sana dan partikel tidak selalu bercampur dengan awan &lt;br /&gt;
karena arah angin, kadar air di awan, dan banyak faktor lain, jadi pasti keberuntungan yang membawa kita menang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi,” kata Quenser, merasa belum puas. “Tapi kan reaktor Generasi 0.5 dimatikan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka pasti menyalakannya sedikit demi sedikit dan energi yang dihasilkan pasti sampai pada titik di mana satelit bisa mendeteksinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah?” tanya Quenser dengan terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Negara junta militer ini membangun markas-markas umpan di seluruh Oseania dan menggunakan tangki gas untuk menipu satelit, jadi kenapa &lt;br /&gt;
mereka memberitahukan posisi mereka dengan begitu mudahnya? Ini seperti mereka meminta 20 Object pasukan Koalisi yang tersebar di &lt;br /&gt;
seluruh Oseania untuk menggunakan seluruh kekuatannya untuk menembak mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berpikir sebentar, Quenser mengangkat kepalanya.&lt;br /&gt;
Dia sepertinya panik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, itu adalah purwarupa reaktor Object!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan purwarupa reaktor, tidak akan ada yang tahu kalau itu akan bekerja atau tiba-tiba saja meledak. Tidak akan ada yang memasang itu &lt;br /&gt;
di dalam Object mereka! Cara yang paling umum adalah membuat reaktor kedua yang sama persis dengan reaktor yang dipasang di dalam Object &lt;br /&gt;
pertama milik Oseania. Oseania mungkin memiliki purwarupa reaktor juga. Mereka mencoba menyembunyikan di mana reaktor yang asli berada saat mereka menyalakannya dengan mengaktifkan seluruh purwarupa reaktor ini di saat yang sama!!”&lt;br /&gt;
“Apa kau tidak membaca terlalu banyak? Sensor yang ada di dalam awan memang belum dikeluarkan secara resmi. Tapi bagaimana bisa militer &lt;br /&gt;
Oseanaia membangun sebuah trik di mana efek sebuah senjata tidak memiliki spesifikasi yang benar!?”&lt;br /&gt;
“Jika ini pertama kalinya purwarupa ini digunakan, kau pasti benar. Namun, ini sudah dua tahun sejak pasukan koalisi bertahan di Oseania. Mainan itu pasti sudah diujicoba beberapa kali. Dan kalau sudah, pasukan Oseania bisa mengumpulkan data dari banyaknya &lt;br /&gt;
eksperimen yang gagal dan menebak apa yang akan terjadi. Masih ada kemungkinan kalau ini adalah sebuah jebakan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau pasti sedang bercanda! Putri dan yang lain sudah mau berangkat!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau Quenser benar, maka sang Putri dan yang lain akan bergerak menuju markas yang salah lagi. Dan sementara perhatian mereka &lt;br /&gt;
teralihkan, Object Generasi 0.5 milik Oseania akan menyerang desa-desa kecil di dekatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Militer Oseania tahu kalau mereka tidak akan menang kalau melawan secara langsung dengan pasukan Koalisi. Itulah kenapa mereka &lt;br /&gt;
menggunakan suku-suku pribumi yang menentang mereka sebagai sebuah sandera dari taktik diplomasi mereka. Mereka mengatakan bahwa akan &lt;br /&gt;
ada lebih banyak lagi suku pedalaman yang akan terbunuh jika pasukan Koalisi tidak segera pergi meninggalkan tempat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan yang lain pasti akan melihat lebih banyak pembantaian atas nama penghijauan hutan tidak akan mengusir 20 Object yang ada dia &lt;br /&gt;
ini, tapi akan ada banyak nyawa yang berada di ujung tanduk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika sang Putri dan yang lain masih terus bergerak, rencana gila ini akan terus berlanjut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Brengsek!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia dengan panik bergerak menuju gedung untuk menghentikan Object. Namun, Object itu terlalu cepat. Kerajaan Legitimasi &lt;br /&gt;
dan Aliansi Informasi memotong jalan seperti sebuah kereta peluru. Mereka melintasi Quenser dan Heivia sebelum mereka bisa mendekati &lt;br /&gt;
markas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya suara petir dari Object sang Putri yang tersisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“sial! Apakah kita bisa memanggil mereka lewat radio!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dua Object itu sudah dikirim, jadi mereka pasti memiliki perintah resmi. Dan yang memberi perintah pasti adalah orang yang memiliki &lt;br /&gt;
otoritas yang paling tinggi. Komunikasi personal kita tidak akan bisa memanggil mereka kembali. Mereka pasti akan dihukum kalau &lt;br /&gt;
mendengarkan kita!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dengan panik berpikir keras zat dia melihat truk-truk yang berisi prajurit mulai meninggalkan markas satu persatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihatnya seperti itu, Heivia berkata, “Apa yang akan kita lakukan? Memang mungkin kalau Object yang ada di Great Sandy Desert adalah &lt;br /&gt;
benar-benar Object Oseania, tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu dia!” jawab Quenser. “Kalau ini adalah reaktor purwarupa, pasti ini adalah kartu truf mereka yang tidak pernah mereka gunakan &lt;br /&gt;
selama dua tahun sejak Object mereka selesai. Mereka tetap menyembunyikannya walau harus membiarkan prajuritnya sendiri harus terbunuh &lt;br /&gt;
di markas umpan. Kenapa mereka baru menggunakannya sekarang? Kenapa mereka harus menipu kita sesusah ini? Itu pasti karena teknologi &lt;br /&gt;
Object kita yang terlalu canggih telah keluar dari wilayah ini! Generasi 0.5 pasti berada di dekat sini! Mereka telah menyadari bahwa &lt;br /&gt;
mereka akan menemukannya kalau mereka tidak melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah ekspresi terkejut muncul di wajah Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu, fasilitas yang menyembunyikan Generasi 0.5 ada di...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya, ini adalah markas paling dekat dari tiga yang kita curigai! Tapi ini tidak membuktikan apapun. Kita membutuhkan data dari &lt;br /&gt;
data sinyal energi yang keluar dari dalam fasilitas itu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua orang itu kemudian segera kembali ke dalam gedung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau mereka bisa melihat ke dalam database militer, mereka bisa dengan cepat memeriksanya. Namun, database itu sendiri berisi desain &lt;br /&gt;
Object dan strategi perang yang sangat sensitif bagi militer. Kalau mereka melanggar perintah mereka dan mengaksesnya, bukan hal yang &lt;br /&gt;
aneh jika mereka ditembak di tempat tanpa melewati sebuah persidangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Duduk di sini saja tidak akan mengubah apapun. Data yang kita butuhkan ada di dalam salah satu gedung ini, jadi kita harus segera masuk &lt;br /&gt;
ke dalam. Kita harus menemukan cara untuk bisa mendapatkan informasi yang kita inginkan dari database...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Quenser. Apakah para atasan kita adalah tipe orang yang tidak menyukai barang-barang elektronik?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau laporan pengarahan sebelum misi dicetak, maka data yang kita butuhkan ada di dalam selembar kertas. Dengan begitu kita tidak &lt;br /&gt;
perlu membuka database militer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian, Quenser dan Heivia masuk ke dalam fasilitas besar yang digunakan untuk pengarahan. Sebagian besar tentara sudah dikirim ke &lt;br /&gt;
Great Sandy Desert, jadi hampir tidak ada orang di dalam sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dua orang itu melihat sesuatu yang membuat mereka kaget saat mereka sampai di ruang pengarahan dan melirik melalui celah pintu &lt;br /&gt;
yang terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Kenapa Froleytia dan orang-orangnya masih ada di sini!?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Dia mungkin terlihat pamer dengan dada besarnya, tapi sebenarnya dia seorang pekerja yang handal.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melihat komandan dengan dada besar itu sedang mengoperasikan komputernya, Quenser berjalan mundur dari pintu. Walau data yang &lt;br /&gt;
mereka inginkan ada di dalam ruangan, tapi mereka tidak akan bisa memeriksanya jika ada Froleytia di dalam ruangan. Kalau mereka membuat &lt;br /&gt;
gerakan yang mencurigakan, dia pasti akan mengirim mereka ke dalam ruang penahan tanpa alasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa ada cara supaya kita bisa melihat laporan itu tanpa harus melewati Froleytia?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Bagiaman kalau kita menarik perhatian dari fanatik Jepang itu ke luar?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Kalau kita melakukan itu, kita pasti akan dikirim ke pengadilan militer setelah semuanya selesai.)”&lt;br /&gt;
Sementara keduanya berdiri tanpa tahu apa yang harus mereka lakukan, mereka mendengar suara ketukan pintu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berputar dan mendengar suara seorang pria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara itu berasal dari ruangan sebelah, yaitu ruang interogasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wartawan yang bernama Sewax itu berbicara kepada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa ini? Kenapa ruang interogasi tidak kedap suara!? Dia bisa mendengar semua intel militer dari situ!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Tempat ini hanya dibuat untuk merawat Object. Mereka mungkin tidak kepikiran untuk membawa seorang tahanan. Sepertinya mereka &lt;br /&gt;
menggabungkan ruangan interogasi dengan ruangan yang ada.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu yang mengetuk pintu lebih keras dari sebelumnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia khawatir soal Froelytia yang mungkin bisa mendengar suara yang berasal dari pintu lain, tapi Sewax melanjutkan &lt;br /&gt;
katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mendengar apa yang mereka katakan di sini. Atasan kalian sepertinya terbagi antara di mana sebenarnya Generasi 0.5 itu &lt;br /&gt;
disembunyikan. Aku rasa mereka memiliki dua pilihan, tapi mereka akhirnya memilih yang memiliki sinyal yang paling besar. Itulah kenapa &lt;br /&gt;
mereka memilih Great Sandy Desert.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Quenser dan Heivia bertukar pandang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa yang harus kita lakukan, Quenser? Apa kita akan mendengarkannya? Dia mungkin saja mengada-ngada.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Dari yang dia lakukan sebelumnya, dia menang orang yang brengsek, tapi aku ragu kalau dia akan melakukan sesuatu yang akan &lt;br /&gt;
menguntungkan Oseania. Ayo kita dengarkan apa yang ingin dia Katalan.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memantapkan pikiran mereka, Quenser berbicara kepada pintu yang terkunci itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Di mana lokasi lainnya!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebuat tempat bernama Padang Gurun Tanami.” Sewax sepertinya ingin mengatakan semua yang dia ketahui karena dia menjawab tanpa keraguan &lt;br /&gt;
sedikitpun. “Beberapa atasan tinggi kalian sangat skeptis, tapi sinyal yang datang dari arah Padang Gurun Tanami terlalu lemah dan Great &lt;br /&gt;
Sandy Desert memiliki sinyal yang lebih terlihat seperti sebuah Object, jadi mereka meninggalkan pilihan ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang kita pikirkan,” kata Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Padang Gurun Tanami adalah sebuah tempat yang berada sangat dekat dari markas Quenser dan Heivia putuskan sebagia sebuah markas yang &lt;br /&gt;
cukup mencurigakan. Jika Generasi 0.5 diaktifkan di situ, Object itu bisa menghancurkan desa terdekat di sini ataupun markas pasukan &lt;br /&gt;
Koalisi itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak bagus. Butuh waktu yang cukup banyak untuk meminta putri dan yang lain untuk kembali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu berarti kita harus melakukannya sendiri. Kita akan kembali ke neraka yang rindu pada kita!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia mengecek lokasi di peta dan Heivia mengatakan kalau mereka butuh kendaraan. Namun, mereka dipotong oleh apa yang akan &lt;br /&gt;
dikatakan oleh Sewax.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu. Tolong bawa aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahhn? Tidak akan. Kita tidak bisa membawa seorang warga sipil ke dalam medan perang. Dan kita tidak memiliki waktu untuk membantumu &lt;br /&gt;
kabur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bukan itu. Aku ingin mengganti akan apa yang telah aku lakukan. Aku membawa situasi ini pada kalian, bukan?” Suara Sewax &lt;br /&gt;
terdengar agak tidak sebarang. Dia terdengar sangat berbedar dari saat mereka membawanya ke dalam markas ini. “Semua yang kita tahu soal perang adalah soal pertarungan antar dua Object, jadi kami tidak pernah melihat apa yang terjadi sebenarnya pada warga sipil. Aku datang ke sini karena aku tidak bisa memaafkannya. Tapi aku salah. Kalian membangun strategi dengan para ahli yang berpengalaman dan aku menghancurkannya dengan sikap amatirku. Aku pikir dengan membunuh orang-orang Oseania itu, aku dapat memberikan bantuan moril pada suku-suku pribumi di sini, tapi yang aku lakukan hanyalah memberikan kematian bagi warga pribumi seperti mereka. Dan banyak, banyak orang yang akan terbunuh! Aku tidak bisa menahan diriku. Pasti ada sesuatu yang bisa aku lakukan untuk menebus kesalahanku!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia saling bertukar pandang secara sekilas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bisa menggunakan senapan penembak jitu, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-iya. Aku tidak memiliki pengalaman militer, tapi aku sering pergi ke tempat latihan menembak setiap akhir pekan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selama kau bisa menembak seseorang, itu cukup. Kita akan menyiapkan semuanya untukmu. Kita tidak bisa membiarkanmu pergi tanpa senjata.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti. Terima kasih. Terima kasih banyak! Aku akan menunggu!! Tolong biarkan aku bertarung bersama dengan kalian!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari suaranya, Sewax sepertinya menangis di salah satu sisi pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser berpindah sedikit dari pintu ruang interogasi itu dan berbisik pada Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hei, ayo kita cari kendaraan. Akan lebih bagus kalau kita membiarkannya tidak ikut bertarung.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Aku punya perasaan ke mana arah pertempuran ini.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia berbalik dan membelakangi pintu ruang interogasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka menuju pintu keluar, Quenser berkata, “Kalau kita membawanya bersama dengan kita, dia pasti akan memilih mati dengan &lt;br /&gt;
terhormat di medan perang. Dia memang membuatku marah, tapi aku tidak akan bisa tidur dengan nyenyak kalau dia mati di depanku. Dan akan menjadi masalah besar jika anggota wartawan mati di tengah medan perang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pandangan yang bagus, pahlawan. Tapi ayo kita cari cara agar kita juga tidak mati sia-sia. Bangun lagi adalah hal yang sangat penting &lt;br /&gt;
dari pada tidur pertama kali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua keluar dari gedung itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia berlari ke suatu tempat dan saat dia kembali dia membawa sebuah kendaraan off-road militer. Quenser naik ke kursi penumpang dan &lt;br /&gt;
Heivia segera menaikkan kecepatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia keluar dari markas, Quenser bertanya kepada rekannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa kau memiliki izin? Kau seumuran denganku, jadi bukannya kau terlalu muda?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Di Kerajaan Legitimasi, kau bisa mendapatkan izin khusus militer. Tapi itu hanya berfungsi di medan perang saja. Kau tahu, kapan kita &lt;br /&gt;
bisa melewati batas teknologi kendaraan beroda empat ini? Tidak banyak yang berubah sejak automobile diluncurkan pertama kali di muka &lt;br /&gt;
bumi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua teknologi terbaik dikembangkan bagi Object. Memangnya kenapa mereka harus repot-repot mengembangkan teknologi militer yang lain? &lt;br /&gt;
Pertumbuhan memang tumbuh sedikit demi sedikit, tapi aku dengar kecepatan pertumbuhan peradaban kita semakin menurun. Sepertinya, barang-&lt;br /&gt;
barang seperti senapan dan tank telah berkembang tiga generasi lebih cepat sejak Object ikut berperang pertama kali, tapi itu tidak &lt;br /&gt;
terjadi...... sebenarnya, jika kau tidak mengetahui semua ini, kenapa kamu menyupir? Tunggu, apa model ini memiliki bantal udara untuk &lt;br /&gt;
penumpang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, diamlah. Tidak ada kendaraan militer yang memiliki balon yang mengembang untuk melindungi penumpang saat mereka tertabrak. Lihat, &lt;br /&gt;
kita bergerak maju. Bukankah ini bukti kalau aku bisa mengemudi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang pewaris tahta keluarga itu mengendarai kendaraan off-road ini maju seperti seseorang pengemudi pemula yang membuat instrukturnya &lt;br /&gt;
ketakutan setengah mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei,pahlawan. Apa kau memiliki bahan peledakmu? Generasi 0.5 tetap adalah sebuah Object, jadi seperti biasa, ini adalah sebuah &lt;br /&gt;
pertarungan hidup atau mati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku masih memiliki Hand Axe dan pemicu listrik. ...Tapi aku ragu kita bisa menghancurkannya dengan memasangnya di armornya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, benar, benar. Kapa yang akan kita lakukan dengan putri dan purwarupa reaktor itu? Kalau mereka hanya mendapatkan tipuan di sana, &lt;br /&gt;
pasukan Oseania pasti menyiapkan sebuah jebakan di sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau benar. Ini pasti bisa menjadi buruk. Bisakah kau menghubungi mereka lewat radio kendaraan ini? Aku memiliki radioku sendiri, tapi &lt;br /&gt;
aku ingin menggunakannya untuk memberikan sinyal peledakkan. Aku memang masih bisa menerima sinyal, tapi aku tidak memilih untuk &lt;br /&gt;
menganggu frekuensi transmisinya. Semua cadangan frekuensiku sudah kuisi dengan kode peledakkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar. Aku akan menyiapkan frekuensinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengendarai kendaraan ini dengan satu tangan, Heivia menggunakan tangannya yang lain untuk meraih sebuah kabel mikrofon yang sama &lt;br /&gt;
seperti dimiliki seorang supir taksi. Menggunakan frekuensi yang sama dengan digunakan pada jalur komunikasi pasukan koalisi, dia mulai &lt;br /&gt;
berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, testing, Tsing. Bisakah seseorang mendengarkanku? Aku memiliki peringatan untuk kalian semua tentara Kerajaan Legitimasi di luar &lt;br /&gt;
sana. Maaf mengecewakanmu, tapi apa yang kalian kejar itu hanyalah tipuan. Yang asli berada di padang gurun Tanami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara masuk ke dalam speaker radio itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quense menghiraukannya dan berbicara lagi lewat mikrofon itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya, fasilitas yang ada di dalam markas Great Sandy Desert memiliki purwarupa reaktor Object dari pada Object. Juga, ada &lt;br /&gt;
kemungkinan besar di sana ada jebakan yang menunggu kalian. Mereka bisa memasang reaktor itu untuk menggunakan tenaga maksimumnya agar &lt;br /&gt;
melewati batasnya dan menghancurkan Object di dekatnya dengan ledakan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak peduli berapa banyak orang yang mendengarnya, tidak ada jawaban yang terdengar kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua orang pasti berpikir apakah informasi itu benar-benar kredibel atau tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, seorang Elit Aliansi Informasi berbicara sebagai perwakiland dari semua orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau memiliki bukti? Oh ho ho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak,” jawab Quenser. “Aku tidak memiliki waktu untuk memastikannya. Kita mendapat informasi dari seseorang, tapi itu berasal dari &lt;br /&gt;
seseorang yang sulit kami percayai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itulah kenapa kami memperkirakan kalau dua target ini kemungkinan besar akanhancur. Satu hal yang kami tahu dari pembacaan energi &lt;br /&gt;
reaktor yang terdeteksi, ada dua tempat yang berbeda. Oseania hanya memiliki satu Object, jadi yang satu pasti asli dan yang satu palsu. &lt;br /&gt;
Tapi bagaimana kalau keduanya sama-sama hancur?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami rasa markas yang berada di dalam padang gurun Tanami lebih mencurigakan dari pada yang ada di Great Sandy Desert,” tambah Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa saat hening, Quenser berbicara lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang aku katakan sebelumnya, kami yakin Great Sandy Desert adalah sebuah jebakan raksasa yang menggunakan purwarupa reaktor &lt;br /&gt;
Object. Untuk amannya saja, sebuah Object harus mengambil jarak aman paling tidak 10 km dari tempat itu dan menghancurkan tempat itu &lt;br /&gt;
dengan senjata utama kalian. Ini bukan sebuah target bergerak, jadi aku yakin Object sang Putri sudah lebih dari cukup untuk &lt;br /&gt;
menghancurkannya jika membidik secara hati-hati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ho ho. Aku merasa iri jika kalian tidak mengharapkan apapun dariku,” kata Elit Aliansi Informasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam keadaan itu, Quenser menjawab, “Senjatamu adalah sebuah Gatling Gun cahaya panas, bukan? Itu adalah senjata yang luar biasa untuk &lt;br /&gt;
jarak dekat, tapi tidak akan bisa menembak cukup tepat jika musuh berada dalam jarak yang jauh. Ini adalah tugas untuk sang Putri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Aku akan melakukan sebisaku,” potong sang Putri dari Kerajaan Legitimasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar itu, Heivia berbisik kepada Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Putri kita akhirnya mendapat hadiahnya. Aku rasa keberanianmu menyentuh hatinya.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser terlihat bingung, tapi dia memiliki waktu untuk bertanya-tanya apa yang dimaksudkan oleh Heivia. Ada sesuatu yang lebih penting &lt;br /&gt;
untuk diselesaikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami yakin Object yang asli berada di wilayah barat Padang Gurun Tanami. Jaraknya hanya 5 km dari markas kita dan sebuah sinyal energi &lt;br /&gt;
reaktor juga datang dari arah sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, kalau kalian tidak berniat untuk pergi ke Great Sandy Desert, kami berharap kau mau memberikan bantuanmu kepada kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba suara lain masuk ke dalam radio.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah Froleytia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemancar radionya pasti bekerja dengan baik karena suara statik ketukan di mikrofonnya juga terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar. kalian mau mengatakan kalau kalian berdua mengarah menuju padang gurun Tanami!?” katanya.&lt;br /&gt;
“Oh, apa ini tentang pengadilan militer? Ayo taruhan. Kalau Object ternyata memang muncul di Great Sandy Desert, kau bisa melempar kami &lt;br /&gt;
ke ruang tahanan, tapi kalau ternyata yang benar ada di padang gurun Tanami, kau harus melakukan apa yang kami inginkan tak peduli &lt;br /&gt;
apapun itu. Ngomong-ngomong, ada hal yang aku sangat ingin lakukan pada seorang wanita cantik padaku dari bawah kaki!!” kata Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan terkejut, Quenser berteriak, “Tunggu, kau meminta itu!? oh, aku hanya ingin seorang wanita cantik melakukan sesuatu dengan &lt;br /&gt;
ketiaknya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap-apa....? Jangan meminta sesuatu yang aneh seperti itu dan paling tidak kalian seharusnya meminta sesuatu yang lebih normal!!” teriak &lt;br /&gt;
Froleytia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita sudah mau memulainya! Masih ada lubang hidung atau telinga kalau kau mau!!” teriak dua orang itu bersama-sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kalian meminta itu kalau kalian tahu akut tidak akan pernah melakukan itu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan terakhir dari Froleytia membawa Quenser dan Heivia kembali ke diri mereka kembali. Kenapa mereka begitu bersemangat saat mereka &lt;br /&gt;
sedang bergerak untuk melawan Object?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masalahnya adalah kita akan menjadi pahlawan jika kita bisa mengalahkan Generasi 0.5 sendirian. Mungkin kita akan mendapatkan medali. &lt;br /&gt;
Sebenarnya, kita mungkin akan melewati pangkat Froleytia jika kita terus seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, Heivia. Apapun yang terjadi, kita tetap melawan perintah atasan. Kita mungkin tidak akan mendapat medali kali ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, kalian sangat bodoh! Setelah semua yang kalian lakukan, aku tidak bisa membiarkan kalian pergi seperti ini!!” Sementara dua &lt;br /&gt;
orang itu setengah bercanda, Froleytia benar-benar marah. “Generasi 0.5 masihlah sebuah Object!! Kalau itu benar-benar ada di Padang &lt;br /&gt;
Gurun Tanami, kalian akan melawan Object sendirian! Apa kalian mengerti!? Paling tidak tunggu sampai satu Object sampai ke tempat &lt;br /&gt;
kalian!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia terdiam ketika mendengar atasan mereka begitu marah pada mereka dengan kata-kata yang begitu halus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat, mereka memikirkan kembali apa yang dikatakan oleh Froleytia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, mereka tidak bisa menghentikan kendaraan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia kemudian berbicara lagi lewat radio.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kami harus pergi. Kalau kami menunggu, Generasi 0.5 akan segera bergerak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau para penduduk dibantai karena kami tertipu oleh Oseania, reputasi pasukan koalisi akan jeblok. Kau juga mungkin akan dimutasi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia berteriak sesuatu, tapi Heivia mematikan radio. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka terdiam sesaat, tapi Heivia kemudian berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Melakukan sesuatu dengan ketiak, hm?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku rasa itu lebih normal dari pada bawah kaki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hm, aku penasaran kalau sang Putri mau melakukan sesuatu padamu dengan ketiaknya?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat duo penghancur Object itu selesai mengobrol, kendaraan mereka masih tetap melaju kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 9===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apalah arti sebuah nama. Hal itu juga berlaku bagi Padang Gurun Tanami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wilayah yang tersebar di depan mata Quenser dan Heivia adalah sebuah hujan tropis raksasa seperti yang ada di Amazon. Jumlahnya hewannya relatif sedikit dibandingkan tingkat varietas tumbuhannya karena pertumbuhan penghijauan di sini dibuat secara buatan oleh manusia dalam &lt;br /&gt;
waktu yang singkat. Untuk meningkatkan pertumbuhan hewan yang berkembang biak memang membutuhkan waktu yang lebih lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lebih kita berjalan dari sini,” kata Heivia saat dia berhenti di depan jalan masuk ke dalam hutan. Ia meraih senapannya dan sebuah &lt;br /&gt;
rudal misil anti-tank di punggungnya. “Lebih aku tidak memberikan posisi kita pada musuh dengan suara mesin kendaraan ini. Pasti ada &lt;br /&gt;
sejumlah prajurit yang ditempatkan di markas umpan itu dan kemungkinan besar mereka semua berniat membunuh kita juga kalau ketahuan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan juga, kalau kendaraan kita hancur, kita harus berjalan untuk pulang ke markas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha ha. Buruk juga ya kalau sampai hancur. ....Sebenarnya itu memang buruk. Ayo kita sembunyikan kendaraan ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua setuju untuk mengkamuflasekan kendaraan mereka dengan ranting-ranging dan batang pohon yang sudah roboh untuk menutupinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyamarkannya, Quenser berjalan mundur satu langkah untuk melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kita bisa menemukannya kalau kita kembali nanti?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kita tidak membuatnya seperti ini, tentara musuh pasti akan menyadarinya. Ayo kita bergerak. Tidak peduli apa yang harus kita &lt;br /&gt;
lakukan, masih ada hal yang harus kita khawatirkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat jarang sekali di era dan zaman sekarang, di mana orang masih bertarung satu sama lain. Tapi di masa ketika Object belum menguasai &lt;br /&gt;
perang, orang-orang masih sering menggunakan jebakan atau ranjau. Quenser dan Heivia melewati hutan dengan sangat hati-hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Coba pikir, aku dengar pemimpin Oseania juga menghilang bersamaan dengan Objectnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, sebagai seorang Elit. Selain itu, Oseania sudah lama sekali memerdekakan dirinya. Kau pikir, sudah berapa kali kita menyerang &lt;br /&gt;
ibukota mereka dengan sebuah Object?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya itu lebih buruk dari pada menyerang desa-desa kecil?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang boleh tinggal di ibukota adalah para pejabat militer dan penyokong dana militer. Saat rezim militer mulai berkuasa, mereka &lt;br /&gt;
mengambil sebuah rumah penduduk dan mengusir mereka ke alam liar. Tidak ada yang salah kalau kita juga mengusir mereka juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shh. Lihat itu. Bukankah markas perawatan Object?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia berhenti bergerak dan merunduk. Mereka bersembunyi dibalik semak-semak yang tumbuh dari tanah dan melirik untuk &lt;br /&gt;
melihat fasilitas itu dengan tanda tanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sebuah gedung beton persegi panjang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu cukup besar untuk menampung sebuah Object setinggi 50 meter. Bangunan yang lebih kecil mengelilingnya. Yang lebih kecil mungkin &lt;br /&gt;
digunakan untuk fasilitas lain yang berhubungan dengan Object atau tempat pertahanan bagi para tentara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat ke jam tangan di pergelangan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, kita masih memiliki dua jam sampai reaktornya dinyalakan. Generasi 0.5 seharusnya masih belum bisa bergerak sekarang. Aku tidak &lt;br /&gt;
tahu berapa banyak tentara yang disiapkan di sini, tapi karena kita sampai sebelum Object bergerak membuat pekerjaan ini lebih mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser terfokus pada apa yang dia tuju saat ini, dia merasakan sebuah getaran di kakinya. Getarannya terus menguat sampai mencapai &lt;br /&gt;
titik di mana pepohonan dan tanaman di sekitarnya juga ikut bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini buruk! Aku yakin reaktornya cukup kuat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo kita berharap yang terbaik. Mungkin karena teknologi reaktor itu tidak terlalu tinggi makanya reaktor itu mencapai batas &lt;br /&gt;
maksimalnya ketika dinyalakan untuk pertama kalinya sejak terakhir kali digunakan dua tahun yang lalu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau itu yang terjadi, itu akan meledakkan dan membunuh kita juga. Yah, aku hanya memikirkan bagian terburuknya saja. Mungkin mereka &lt;br /&gt;
menggunakan semacam senjata rahasia untuk memerpendek waktu untuk mengaktifkan sebuah Object.,” jawab Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Quenser menjawabnya, sebuah suara mesin bergetar di udara.&lt;br /&gt;
Bagian depan dari dinding bangunan raksasa markas perawatan OBject itu sebenarnya adalah sebuah palka raksasa. Itu membuka bagian &lt;br /&gt;
atasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di saat yang sama, sebuah kabut putih mengalir ke luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah makhluk raksasa yang bersembunyi di dalam gedung perawatanitu keluar diselimuti siluet asap keputihan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Yah, mungkin dia sudah melewati batas minimumnya,” keluh Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan dari jarak 500 meter, dia bisa merasakan panas yang terpancar dari Object itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh bulat dari generasi 0.5 memiliki banyak konstruksi yang menempel padanya. Itu memiliki pendorong berbentuk X yang dipasang di &lt;br /&gt;
bawahnya dan sebuah gedung raksasa ditempel di belakang tubuh bulatnya seperti sebuah sayap. Tentu saja, itu tidak bisa terbang. Itu &lt;br /&gt;
sepertinya digunakan untuk mengeluarkan tenaga berlebih yang dibuat oleh reaktor yang kesulitan mengontrol dirinya sendiri dengan &lt;br /&gt;
tingkat teknologi yang tidak bisa mendukungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah senjata menempel di bagian kiri tubuh bola itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu beberapa puluh meter panjangnya dan dibantu dengan sejumlah tiang penyangga seperti kabel. Sepertinya senjata itu tidak akan &lt;br /&gt;
mengalami masalah tanpa adanya bantuan penyangga kabel itu, tapi ada risiko di mana saat senjata itu menghancurkan dirinya sendiri &lt;br /&gt;
karena beratnya dan panjangnya yang mengarah sangat horizontal. Object ini adalah sebuah Object dengan desain yang sangat buruk bagi &lt;br /&gt;
sebuah Object itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk meningkatkan keseimbangannya, memasang senjatanya seperti itu membuat senjatanya sendiri kehilangan kemampuannya untuk bergerak &lt;br /&gt;
sesuka hatinya. Untuk membidik sebuah target, seluruh bagian Object itu mau tidak mau harus ikut bergerak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konstruksinya yang sangat buruk itu membuat Object ini kehilangan kebanggaannya sebagai sebuah senjata modern dan malah memberikan &lt;br /&gt;
persepsi tentang senjata di era lama. Object ini tidak akan memberikanmu kematian yang damai. Tapi memberikan sebuah ketakutan yang &lt;br /&gt;
membuat bulu kudukmu merinding.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari jarak jauh, Quenser memerhatikan Object Generasi 0.5 yang anehnya memiliki suhu yang tidak normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya, Object itu menggunakan peningkat daya listrik untuk menaikkan suhu reaktornya. Aliansi Informasi memiliki perangkat &lt;br /&gt;
pengeluaran tenaga, ingat? Object ini kebalikannya. Aku rasa Object konsepnya sama dengan ruang pembakaran bahan bakar minyak pada &lt;br /&gt;
kendaraan bermotor. Dengan menggunakan tenaga listrik yang sangat banyak, Object memancarkan sebuah laser di dalam reaktor itu. Itulah &lt;br /&gt;
kenapa mereka bisa mengontrol reaktornya...tapi ini gagal. Ada beberapa ledakan kecil di dalam fasilitas perawatan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan teknologi tingkat tinggi yang dimiliki oleh Aliansi Informasi, mereka sepertinya mampu mengatai hal itu. Namun, Object milik &lt;br /&gt;
militer Oseania mengundang sebuah risiko untuk melelehkan seluruh bagian dalam reaktornya jika reaktor itu diaktifkan terlalu lama. &lt;br /&gt;
Memaksa reaktornya untuk terus bekerja melewati batas normalnya akan menjadi sangat buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Para pekerja perawatan Object ini pasti sudah dihabisi semuanya. Sebenarnya, mungkin malah tidak ada tanda-tanda seorang tentara sama &lt;br /&gt;
sekali di sini. Mungkin mereka semua merayakan pengaktifan Object ini tapi kemudian mereka terjebak di dalam sebuah ledakan yang &lt;br /&gt;
menghabisi mereka semua. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia menggunakan fungsi pengintai di senapannya untuk mendengarkan semua jenis suara yang ada di dalam markas ini tapi dia tidak menemukan suara manusia sedikitpun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya Quenser, Heivia, dan Generasi 0.5 yang ada di tempat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika mereka bisa menghancurkannya, pertempuran di Oseania bisa segera mereka akhiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 10===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Quenser dan Heivia tidak cukup bodoh untuk menghadapi Object itu langsung dari depan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Generasi 0.5 belum menyadari keberadaan mereka di mana, jadi menghadang langsung sebuah Object dari depan akan membawa langsung kepada &lt;br /&gt;
kematian atau sama saja dengan bunuh diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Ayo kita menyelinap untuk mendekati tanpa ketahuan. Kalau ledakan kecil terjadi di dalam gedung perawatan ini, maka wilayah ini &lt;br /&gt;
semuanya sudah rusak. Kalau kita bisa menemukan yang mana yang rusak, mungkin kita bisa menemukan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Aku tidak masalah kalau kita menangani ini pelan-pelan, tapi bagaimana kalau Object ini langsung pergi dengan kecepatan tinggi dan &lt;br /&gt;
menyerang penduduk desa demi nama ‘penghijauan hutan’? Aku tidak tahu berapa cepat Generasi 0.5 bisa bergerak, tapi tetap saja monster &lt;br /&gt;
itu bisa bergerak lebih cepat dari langkah kaki kita.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Reaktornya baru dinyalakan untuk pertama kalinya setelah dua tahun. Aku yakin mereka membutuhkan beberapa sedikit penyesuaian jadi &lt;br /&gt;
Elite-nya bisa menyesuaikan dirinya dengan kontrol Object itu. Aku yakin Object tidak akan ke mana-mana saat ini.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, Generasi 0.5 itu bergerak sejauh 500 meter dari mereka. Tujuh puluh senjata pendukungnya, besar dan kecil, bergeark terpisah &lt;br /&gt;
untuk melakukan sedikit latihan. Akhirnya, semua senjata pendukung Object berhenti bergerak dan tubuh utamanya bergerak untuk membidik &lt;br /&gt;
senjata utamanya. Sepertinya konsentrasi sang Elite ada pada latihan yang sedang ia jalani saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu kemudian senjatanya itu menembak dan membentuk sebuah garis lurus yang menghancurkan semua yang ada di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object milik militer Oseania ini sepertinya menggunakan coilgun dengan kaliber raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kumparan raksasa yang dibentuk dari kabel konduksi listrik dilewati oleh sebuah selongsong logam. Dengan tenaga magnet, meriam &lt;br /&gt;
itu menembakkan proyektilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy_Object_v01_325.png|thumb]]&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
Senjata utama itu menembakkan pelurunya satu persatu seperti mesin pelembar bola.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puluhan selongsong peluru ditembakkan dari kanan ke kiri seperti sebuah senapan mesin, menghancurkan semua pohon raksasa yang ada di &lt;br /&gt;
depan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia merunduk untuk menghindarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis lurus tembakan coilgun itu melewati kepala mereka dan menghancurkan pohon-pohon besar di belakan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Sial! Apa dia tahu keberadaan kita!?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Tidak, tujuannya bukan itu. Mungkin ini masih bagian dari latihannya!! Object itu masih belum menyadari keberadaan kita sama sekali. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika terus seperti ini, akan sangat berbahaya bagi mereka jika mendekati Object dari depan. Quenser dan Heivia merangkak untuk memutari &lt;br /&gt;
Object itu untuk mendapatkan bagian belakangnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Semak-semak ini sangat melindugi kita dari pada yang aku bayangkan.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Ya bisa juga digunakan untuk menyembunyikan ranjau juga, jangan turunkan kewaspadaanmu.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semak-semak itu meninggalkan bekas sudah dilewati oleh seseorang, tapi kerusakan yang diakibatkan oleh Generasi 0.5, ia hampir tidak &lt;br /&gt;
menyadari perubahan kecil di sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Sepertinya itu benar-benar model lama. Model Object ini tidak memiliki mekanisme yang dimiliki oleh Aliansi Informasi untuk meriam &lt;br /&gt;
Gatling Gun cahaya panasnya. Dari yang aku lihat, selongsong coilgun itu akan meleleh jika terus menembak.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Yah mau model lama atau tidak, senjata itu masih terlalu kuat untuk kita tangani.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Menurutmu bagaimana caranya dia bisa membidik?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Sebuah kamera pasti caranya yang utama. Dugaanku adalah setiap senjata memiliki kamera jadi bisa diarahkan sesuka hatinya. Kalau &lt;br /&gt;
mereka menggunakan gelombang ultrasonik untuk mendeteksi musuh, semak-semak ini tidak akan memiliki arti.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Artinya?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Kamuflase sederhana akan bekerja. Ayo, tutupi pakaianmu dengan lumpur. Ini akan sangat membantu kita.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, mereka tidak bisa berhenti dan menyiapkan penyerangan mereka dengan hati-hati. Tembakan Coilgun masih melayang di dekat mereka. &lt;br /&gt;
Jadi mereka menutup tubuh mereka dengan lumpur dengan cara berguling-guling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, mereka bisa menjauh hanya sekitar 300 meter dari Generasi 0.5. Mereka mendekati pusat dari Object itu, jadi mereka merangkak &lt;br /&gt;
lebih jauh lagi. Setelah mendapatkan posisi yang cukup baik, mereka akhirnya berhasil menghindari ancaman dari coilgun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Oke, sekarang kita bisa mencari kelemahannya dengan tenang.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hei, kita akan masuk ke bagian dalam markasnya.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin karena baru diaktifkan selama dua tahun, generasi 0.5 hanya terfokus pada pengecekkan sistem. Bisa dilihat dari percobaannya &lt;br /&gt;
menembak tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser merangkak lebih jauh lagi dan melihat Object itu dengan teropongnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika reaktor Object dipaksa terus menerus dengan power supply dari luar, maka ia pasti memiliki semacam stopkontak. Dan jika mereka bisa &lt;br /&gt;
meledakkannya dengan sebuah ledakan kecil, mereka bisa merusak inti bagian dalam reaktor. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Benarkah begitu?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat dengan teropongnya dan kemudian ia melihat sebuah titik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat di bagian belakang kanan tubuh bola itu, dia melihat sesuatu seperti jack yang rusak. Sebuah kabel tenaga setebal 50 sentimeter &lt;br /&gt;
menggantung dengan ujung yang putus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya ia menggunakan peningkat tenaga listrik ke reaktor. Biasanya, aliran listriknya dipotong dengan sesuatu semacam sekering yang &lt;br /&gt;
sangat kuat untuk menahan serangan yang sangat kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Atau apakah karena ini Object itu disebut sebagai Generasi 0.5 dan kemungkinan bisa dihancurkan dengan sebuah nuklir?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia memikirkan itu, Quenser mendengar suara elektronik dengan nada tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu tidak berasal dari sensor Generasi 0.5. Dia tanpa sengaja menyentuh sistem keamanan laser inframerah yang mengelilingi markas &lt;br /&gt;
perawatan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, sial—...!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Generasi 0.5 tidak membutuhkan waktu lama untuk segera membalikkan tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa dari ke-70 senjata yang berada di sisi Quenser langsung membidik Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dia beruntung. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum senjata itu bisa membidiknya, sebagian roda Generasi 0.5 terjebak di dalam rawa. Object setinggi 50 meter itu tidak akan &lt;br /&gt;
tenggelam di dalam kubngan air, tapi ini memberikan cukup waktu sekitar 10 detik bagi Quenser dan Heivia untuk kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heivia! Berikan aku rudal itu!!” teriak Quenser saat dia menarik rudal anti tank milik Heivia yang menggantung di bahunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak membidik Object itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat, seorang tamtama seperti Quenser tidak tahu caranya membidik sebuah misil. Dia hanya menarik pelatuknya, dan mengirimkan &lt;br /&gt;
rudal itu terbang ke arah rawa-rawa di depan Object itu. Rudal yang menancap di rawa-rawa itu kemudian meledak dan menyebarkan seluruh lumpur ke semua arah. Dengan suara ledkan itu, satu sisi Object itu berlumuran lumpur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah itu, Generasi 0.5 membidik senjatanya walau kameranya tertutupi oleh lumpur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melempar pelontar rudal itu ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari pada merunduk, dia dan Heivia lebih memilih berlari secepat yang mereka bisa. Setelah mereka cukup jauh, tempat mereka tadi berada &lt;br /&gt;
langsung meledak dan hancur karena proyektil yang ditembakkan oleh coilgun. Dua orang itu terjebak dalam gelombang ledakannya dan &lt;br /&gt;
terlempar beberapa meter ke udara. Mereka tidak akan bisa lagi menghadang Generasi 0.5. mereka langsung berlari lurus untuk berlindung &lt;br /&gt;
di balik fasilitas perawatan Object yang memiliki banyak peralatan yang mungkin bisa menyelamatkan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Generasi 0.5 dengan pelan-pelan berbalik arah agar senjata yang tidak terkena lumpur bisa diarahkan pada mereka. Namun, ia telah &lt;br /&gt;
kehilangan mereka. Senjata yang dilengkapi dengan kamera ini langsung mencari mereka berdua ke seluruh penjuru arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan punggung yang menempel di dinding fasilitas ini, Quenser berkata, “Sial, aku beruntung kalau Object memiliki teknologi yang &lt;br /&gt;
rendah. Object standar bisa mendeteksi kita dengan cepat karena memiliki sensor yang lebih banyak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aky yakin sampah itu memiliki wiper, bukan? Aku tidak pernah mendengar seorang Elit menangis dan mengibarkan bendera putih karena &lt;br /&gt;
kameranya terkena sedikit lumpur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat Hand Axe di tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melirik dengan kepalanya yang terangkat di atas fasilitas ini dan berfokus pada kabel tebal yang menggantung di bawah zirah Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Itu pasti adalah kelemahannya, tapi apa kau kir aku bisa mendekatinya untuk menempelkan peledak?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Kalau kau bisa menolak terjangan peluru coilgun, aku rasa kau tidak akan apa-apa.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial,” kutuk Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memiliki sebuah rencana. Dia tahu di mana kelemahan dari Object ini. Dia memiliki semua senjata yang dia butuhkan. Namun, dia tidak &lt;br /&gt;
bisa mengalahkan Object itu. Monster raksasa itu bukanlah sesuatu yang bisa dikalahkan oleh orang seperti dirinya. Tenaga penghancurnya &lt;br /&gt;
adalah penghalang terbesar untuk mendapatkan kemenangan gemilang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengepalkan radio di tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini bisa digunakan untuk meledakkan sebuah Hand Axe, tapi ini bisa digunakan untuk tujuan lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bisa menghubungi sekutunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hei, apa aku bisa menghubungi seseorang dengan radio ini?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Aku yakin Generasi 0.5 akan segera menyadarinya, tapi aku ragu ia bisa mendeteksi lokasikita. Pertanyaannya adalah, apakah sang Putri &lt;br /&gt;
dan Elit dari Aliansi Informasi ini dapat datang ke sini dalam waktu singkat. Great Sandy Desert berada cukup jauh dari sini.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Jadi apakah kita akan melarikan diri dari tempat ini sampai mereka datang kemari?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Itu adalah ide pengurusan badan terbaik yang pernah aku dengar. Masalahnya adalah kau akan mati 100 kali sebelum bisa menurunkan 5 &lt;br /&gt;
kilogram berat badanmu.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau sudah tahu apa yang dikatakan oleh Heivia, Quenser menekan saklar di dalam radio itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Generasi 0.5 bukanlah lawan yang bisa dilawan dengan cara biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 11===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara petir yang berasal dari Object milik sang Putri mengisi seluruh malam Oseania. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah sampai di dekat Great Sandy Desert, Object dari Kerajaan Legitimasi dan Aliansi Informasi akhirnya berhenti. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Putri memeriksa target yang akan ia hancurkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proyek penghijauan buatan milik Oseania baru saja dimulai di wilayah ini, jadi masih banyak wilayah yang tertutupi oleh pasir. Di tengah-&lt;br /&gt;
tengah wilayah itu ada beberapa bangunan beton. Itu terlihat seperti sebuah stasiun logistik bagi Object dan berada di tengah jalan &lt;br /&gt;
berpasir yang sangat sangat panjang. Sebenarnya, secara resmi memang seperti itu. namun, bangunan yang terlihat seperti telah &lt;br /&gt;
ditinggalkan itu adalah fasilitas militer milik militer Oseania. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elit yang biasa dipanggil dengan “Putri” oleh rekan-rekannya membidik fasilitas itu dengan salah satu meriam utamanya. Dia berada pada &lt;br /&gt;
jarak 10-13 km dari targetnya, jadi dia mencoba mengikuti instruksi dari rekannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara ledakan yang luar biasa,  sebuah garis cahaya keluar dari meriam plasma berkeseimbangan rendah. Garis cahaya itu menusuk &lt;br /&gt;
gedung beton itu, menyebarkan warna putih kebiruan. Jaraknya memang terlalu jauh untuk menembus zirah sebuah Object dengan teknologi &lt;br /&gt;
tinggi karena energi plasma akan menghambur jika terlalu jauh, tapi ini sudah jauh lebih dari cukup untuk menghancurkan sebuah gedung &lt;br /&gt;
beton atau zirah sebuah Generasi 0.5 yang tidak memiliki teknologi yang terlalu bagus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dia menembak gedung itu beberapa kali, sebuah ledakan yang lebih besar terdengar. Purwarupa reaktor Object itu sudah hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Skala ledakannya lebih kecil dari yang ia pikirkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ledakannya hanya memiliki radius 300 km, jadi perpindahan tenaga untuk memaksa reaktor itu mengeluarkan tenaga sampai batasnya telah &lt;br /&gt;
gagal. Ledakan kecil itu menunjukkan betapa teknologi yang dimiliki oleh militer Oseania sangatlah rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang putri menerima laporan dari seorang prajurit Kerajaan Legitimasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menurut laporan dari divisi pengamatan satelit, tidak ada tanda-tanda bahwa sebuah Object ada di sisa-sisa reruntuhan bangunan ini. &lt;br /&gt;
Sepertinya tempat ini juga adalah markas umpan yang menggunakan purwarupa reaktor sebagai jebakannya, tapi kita mendapat perintah dari &lt;br /&gt;
atasan untuk memeriksa fasilitas itu hanya untuk menyakinkan saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi bukankah itu tguasmu,bukan tugasku?” jawab sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ho ho. Mereka meminta kita untuk berjaga di sini kalau-kalau ada sebuah Object muncul dari balik reruntuhan itu. Sepertinya kita &lt;br /&gt;
mendapatkan pekerjaan yang mirip seperti penjaga pantai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang putri merasa kalau ini hanya buang-buang waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, dia menerima transmisi dari seseorang yang sama sekali tidak ia duga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kssshhh... ini Quenser. Kami telah mengkonfirmasi Object negara militer Oseania berada di Padang Gurun Tanami. Aku ulangi, kami &lt;br /&gt;
telah mengkonfirmasi keberadaan Object negara militer Oseania di Padang Gurun Tanami! Sesuai dengan prediksi simulasi elektronik, &lt;br /&gt;
teknologinya hanyalah sebuah Generasi 0.5. Dengan Object yang kita miliki, kita bisa menghancurkannya dalam satu tembakan dan semua akan &lt;br /&gt;
selesai! Kami butuh bantuan. Kita tidak peduli itu dari siapa! Cepat kirimkan Object kemari dan siapkan senjata kalian!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapapun yang sampai ke sini duluan, dialah yang menang! Kalau kalian tidak cepat, kami akan mengambil semua kejayaan sendirian!!” &lt;br /&gt;
potong suara Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendengar beberapa prajurit seakan tidak percaya kalau Object ebrada di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Putri memutar Objectnya, tapi transmisi yang lain masuk ke dalam salurannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak. Tidak akan ada pasukan bantuan untuk ke Padang Gurun Tanami. Ini adalah perintah langsung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Putri tiba-tiba berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Suara siapa ini?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari frekuensinya, sepertinya ini berasal dari seseorang dari Kerajaan Legitimasi, tapi....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ulangi, transmisi dari Padang Gurun Tanami hanyalah sebuah jebakan. Tidak akan ada orang yang akan melakukannya. Quenser dan Heivia &lt;br /&gt;
pergi ke sana sendirian dan seperitnya mereka kebingungan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tunggu, suara ini kan...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengenal suara ini dan ini adalah suara Konselor Flide.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konselor itu berasal dari Kerajaan Legitimasi dan dia adalah salah satu dari Ong yang bekerja sama dengan pasukan koalisi untuk &lt;br /&gt;
mengalahkan Oseania demi pemilu yang akan datang. Namun, identitasnya membawa pengaruh lain bagi sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dari data yang kami punya, Object Oseania emang berada di Great Sandy Desert. Purwarupa dan Objcetnya berada di tempat yang sama. &lt;br /&gt;
Pasukan Oseania itu takut akan serangan kita dan dengan cepat melarikan Object itu keluar dan meninggalkan purwarupa reaktor itu &lt;br /&gt;
sendirian di sana. Object yang asli pasti masih berada di suatu tempat di Great Sandy Desert. Kita tidak boleh melepasaknnya. Kalau kita mundur ke Padang Gurun Tanami sekarang, Generasi 0.5 akan melarikan diri lagi.” saat para prajurit mendengar suara kasar itu, Konselor Flide melanjutkan. “Quenser dan Heivia tahu hal ini, tapi mereka takut dengan Object, jadi mereka mencoba membuang waktu kita untuk melawan umpan yang lain di Padang Gurun Tanami. Mereka akan segera ditahan, tapi Generasi 0.5 harus kita lawan dulu. Jangan termakan kata-kata Quenser dan Heivia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak peduli apakah itu di Padang Gurun Tanami atau Great Sandy Desert, seharusnya keduanya sama-sama muncul di satelit sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat bergerak perlahan, sebuah Object dan sebuah tangki gas sulit dibedakan, tapi jika Quenser dan Heivia menghadapi sebuah Object &lt;br /&gt;
sendirian dengan mempertaruhkan nyawa mereka, Object itu akan lebih cepat bergerak. Bahkan sebuah Generasi 0.5 akan dikatakan sebagai &lt;br /&gt;
sebuah tangki gas jika dilihat di satelit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ada sesuatu yang lebih gawat dari ini...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang putri berbalik dengan Objectnya menuju padang gurun Tanami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berangkat dengan perintahnya sendiri, para prajurit mencoba menghentikannya, tapi tidak ada satupun senjata yang bisa melawan sebuah &lt;br /&gt;
Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang putri tidak mempedulikan mereka dan bergerak maju, tapi kemudian Objectnya berhenti di tempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya ada satu senjata di tempat itu yang memiliki kekuatan yang cukup untuk membuatnya berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ho ho. Apa kau berniat untuk tidak mengikuti perintah atasanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object milik Aliansi Informasi mengarahkan meriam Gatling Gun cahayanya ke arah putri saat sang Putri memerhatikannya lewat sensornya. &lt;br /&gt;
Para prajurit pasti mengira bahwa dua Object ini akan berkonfontrasi karena mereka melanggar perintah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebuah Elit Object musuh tidak boleh dibiarkan lolos. Ini bukan kebiasaan kami sendiri. Ini adalah pedoman umum semua kekuatan militer &lt;br /&gt;
yang menggunakan Object di seluruh dunia. Oh ho ho. Aksimu bisa menghantarkan kita kepada sebuah pembantaian masal. Aku tidak bisa &lt;br /&gt;
membiarkan sebuah Object bertindak semaunya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Konselor Flide adalah pemimpin Kerajaan Legitimasi. Kau tidak memiliki alasan untuk mematuhinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ho ho. Itu memang benar...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elit dari Aliansi Informasi tidak menunjukkan tanda bahwa ia akan memindahkan meriam Gatling Gun-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu juga dengan sang Elit yang membidik sang Elit dari Aliansfi Informasi dengan meriam utamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua saling membidik reaktor satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara petir bergemuruh di bagian bawah Object milik sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Tapi aku diperintahkan untuk merekam semua aksi yang aku dapat dari teknologi Object Kerejaan Legitimasi. Biasanya, aku akan mendapatkannya saat kita saling bertarung satu sama lain, tapi kalau kau ingin bertarung, aku dengan senang hati akan meladenimu. Oh ho &lt;br /&gt;
ho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 12===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Quenser menjadi pucat saat dia mendengar suara itu dari transmisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, tunggu, tunggu. Apa yang sedang terjadi? Siapa yang bilang kalau kita kebingungan!? Kenapa kita bisa bingung soal sebuah Object &lt;br /&gt;
di depan kita!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Konselor Flide, hm? Kalau tidak salah dia memiliki industri senjata yang berhubungan erat dengan pengembangan Object. Dia berhasil &lt;br /&gt;
menggunakan semua yang dia miliki untuk mengembangkan seorang Elit yang tangguh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua merenung sementara mereka berpikir kenapa dia menginterfensi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan mereka mendapatkan jawabannya dari radon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian berdua sudah melewati ekspektasi kami,” kata Konselor Flide.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Quenser dan Heivia bertukar pandangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tidak menyangka akan dihubungi seperti ini secara langsung. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Transmisi ini dikirim hanya untuk kalian berdua yang telah melangkahi harapan kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harapanmu? Apa kami melakukan sesuatu yang salah soal pemilihanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengirimkan pasukan koalisi adalah rencanamu dari awal, benar?” tambah Heivia. “Apa kau ingin kami akan menghancurkan harapan &lt;br /&gt;
orang-orang karena wajah kami yang muncul di televisi ruang keluarga dengan wajah berlumpur kami?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Malah sebaliknya. Kalian berdua terlalu bagus. Kalau saja kalian agak sedikit ceroboh,” Jawab Konselor Flide dengan suara halus. Dari &lt;br /&gt;
suaranya, sepertinya dia sedang membaca sebuah skrip yang sudah ia siapkan. “Seorang prajurit manusia mengalahkan sebuah Object adalah &lt;br /&gt;
sebuah cerita yang sangat bagus yang memberikan manusia harapan. Namun, para penduduk yang tinggal aman di rumah mereka bukan hanya &lt;br /&gt;
orang yang mendapatkan harapan. Apa kau tidak berpikir bahwa para gerilyawan dan teroris melanjutkan aksi mereka di seluruh dunia &lt;br /&gt;
sekarang ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Neraka di Oseania ini diciptakan oleh kalian berdua,” kata Konselor Flide.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua orang bocah itu mendengarkan kata-kata orang itu seperti seorang musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memang benar kalau pasukan koalisi—termasuk pasukan Kerajaan Legitimasi—telah menghabiskan dua tahun kami untuk melakukan hal kecil, &lt;br /&gt;
tapi perang seharusnya selesai sebulan yang lalu ketika puluhan Object datang ke tempat ini. Itu adalah saat yang sama ketika kalian &lt;br /&gt;
mengalahkan Object di Alaska. Perang saat ini sebenarnya cukup sederhana. Yang mampu memenangi perang adalah mereka yang memiliki Object &lt;br /&gt;
dalam jumlah dan kualitas yang lebih baik. Kalau kau memiliki satu Object dan musuh tiga Object, kau tidak memiliki alasan untuk &lt;br /&gt;
bertarung lagi. dan kau Aan mundur untuk memperkecil kerusakan yang kau terima seminimal mungkin. Perang dibuat cukup sederhana agar &lt;br /&gt;
yang kalah bisa segera menyarah tanpa perlu susah-susah berusaha.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah seharusnya perang yang akan terjadi di Oseania.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Negara militer ini memiliki Object Generasi 0.5 sementara pasukan koalisi memiliki 20 Object dengan teknologi mutakhir. Biasanya, ketika &lt;br /&gt;
Object-object ini disebar di seluruh benua, Oseania akan mengibarkan bendera putih. Itu akan mengakhiri perang dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi faktanya, ini adalah apa yang akan dilakukan oleh Oseania sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun yang bisa mereka lakukan hanyalah menyembunyikan Generasi 0.5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, mereka menyiapkan sebuah rencana untuk menggunakan Object Generasi 0.5. Mereka menggunakan sebuah purwarupa reaktor sebagai &lt;br /&gt;
jebakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, dan ini semua berkat tindakan kalian berdua.” Suaranya seperti sangat marah. “Perang tidak lagi antara Object melawan Object. Para &lt;br /&gt;
tentara manusiapun juga bisa menghancurkan sebuah Object. Apa yang kalian berdua buktikan di Alaska dilihat sebagai sebuah harapan bagi &lt;br /&gt;
para gerilyawan, teroris, dan para diktator. Harapan yang kalian berikan ini membuat mereka terpacu semangatnya untuk tidak mengibarkan bendera putih. Ini membuat perang menjadi lebih lama dari yang kita pikirkan. Keuntungan yang seharusnya menjadi bagian dari kampanyeku ditutupi oleh berapa banyak biaya untuk perang. Kita tidak bisa mentolerir hal ini lagi. Apa perlu kita menemukan cara lain untuk membuat dunia ini melihat sebuah perang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kau ingin kami mati di sini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya kau yang ingin kami dibunuh oleh Object,bukan? Kalau berita tersebar bahwa seseorang yang telah menghancurkan Object mati &lt;br /&gt;
dibunuh oleh Object, para tentara itu akan menyerah, dan kemenangan kami tidak akan lagi diingat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perang memerlukan sebuah alasan yang jelas untuk mempercepat berapa lama perang ini akan berakhir. Tidak ada orang yang mau &lt;br /&gt;
memperpanjang masa konflik di wilayah perang. Yang kalian berdua lakukan hanyalah memperpanjang masa perang dan menambah jumlah orang &lt;br /&gt;
yang akan mati.” Kata Konselor Flide tidak bergetar. “Sebenarnya, rencana aslinya adalah memecah belah pasukan koalisi dan membiarkan &lt;br /&gt;
kalian berdua mati dalam pertarungan antar Object. Namun, sepertinya kalian sangat membantu kami dengan menemukan Object milik pasukan &lt;br /&gt;
Oseania itu, jadi kami tidak akan menghentikan para Oseania itu untuk memainkan peran jahat mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada awalnya, argumen Konselor Flide terdengar adil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin memang benar bahwa Quenser dan Heivia memainkan perang untuk memperpanjang masa perang di Oseania. Mungkin memang benar kalau &lt;br /&gt;
perang seharusnya hanya diserahkan pada Object saja sementara meninggalkan para prajurit dan penduduk sipil sebagai sebuah karakter saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kau membiarkan Oseania membunuh kami di sini, Object musuh akan pergi ke desa terdekat dan membunuh semua orang. Apa kau tidak &lt;br /&gt;
apa-apa dengan hal itu!?” teriak Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami mencari Generasi 0.5 dengan satelit. Ini adalah pembantaian terakhir pasukan Oseania. Setelah itu, kami akan mengakhirinya dengan &lt;br /&gt;
Object pasukan koalisi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar betapa siapanya orang itu berbicara, Quenser telah memiliki bukti yang dia inginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konselor Flide tidak memikirkan apapun tentang perdamaian atau perang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian berdua harus tahu kalau kalian telah menjadi sangat berbahaya dan rencana untuk membunuh kalian harus dipikirkan dengan sangat &lt;br /&gt;
matang meskipun harus ada pengorbanan. Jika perang ini hanya berada di antara dua Object, perang bisa diakhiri dengan cepat. Dengan cara &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
itu, tidak akan ada orang yang harus meninggal. Harapan kalian telah menghalangi hal ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Yeah, fucking right.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar bahwa orang yang kalah dan yang menang ditentukan oleh sebuah Object di dalam perang. Namun, ia lupa bahwa Object juga &lt;br /&gt;
membantai para tentara. Quenser dan yang lain juga akan mati jika mereka kehilangan Object mereka di Alaska. Di Selat Gibraltar, semua &lt;br /&gt;
markas mereka telah hancur karena sang Putri sedikit terlambat. Di dalam perang, tidak ada peraturan yang mengatakan bahwa kita harus &lt;br /&gt;
membiarkan para prajurit itu ketika mereka kehilangan Object mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menambahkan semua hal yang ia dapat dari argumen Konselor untuk pendapatnya yang kedua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya orang yang tak pernah kalah yang dapat mengatakan hal itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau hanya ingin melindungi kepentinganmu sendiri,” kata Heivia. “Kau hanya ingin dunia di mana negara yang memiliki Object paling &lt;br /&gt;
banyaklah yang menguasai dunia. Negara yang tidak memiliki Object dan tentara biasa akan ditarget oleh Object, dan kemudian semua orang &lt;br /&gt;
akan berpikir bahwa Object hanyalah alat untuk membantai orang seefektif mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anggapan bahwa perang telah selesai ketika baru saja dimulai tentu saja sangat salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah manusia yang mengangkat senjata dan berjuang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak peduli betapa kecil mereka, mereka harus bertarung untuk menunjukkan apa yang mereka bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konselor Flide adalah salah satu orang yang menginvestasikan dana yang sangat banyak dalam pengembangan sebuah Object dan membuat banyak &lt;br /&gt;
uang dari kemenangan perang. Pendapatnya hanyalah pendapat orang yang beranggapan bahwa posisi sangatlah penting dalam dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Katakan apa saja yang kau mau,” kata Konselor Flide dengan nada yang menunjukkan bahwa dia memiliki sangat banyak Object dan merasa &lt;br /&gt;
sama sekali tidak tersentuh. “Kalian akan mati di sana. Kita akan mengawasi Generasi 0.5 saat dia mulai menyerang dan mengirimkan Object &lt;br /&gt;
pasukan Koalisi untuk menghancurkannya. Dengan ini perang telah selesai dengan sendirinya dan sesuai dengan apa yang kita harapkan. &lt;br /&gt;
Semua perang ini akan menunjukkan betapa kuat dan canggihnya Object yang kita miliki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah. Kalau begitu ayo kita bertaruh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia berbicara dengan nada seperti akan menantang petinggi militer Kerajaan Legitimasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kami kalah dari Generasi 0.5, kau akan mendapatkan semua yang kau inginkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kalau kami menang, semua akan berakhir untukmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mematikan radionya dan mendecakkan lidahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, ini berarti kita tidak akan mendapatkan bantuan sama sekali! Object mengelilingi seluruh Oseania, dan tidak akan ada satupun yang &lt;br /&gt;
datang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Quenser, bagaimana dengan sang Putri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia mungkin akan datang jika kita memintanya, tapi semua Object yang lain akan menjadi musuhnya. Juga, tidak akan mengejutkanku kalau &lt;br /&gt;
Konselor memiliki perangkat pengaman untuk mencegah hal itu te&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi aku rasa kita harus menanganinya sendiri lagi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, kita harus bertahan hidup cukup lama untuk memukup orang itu, si Konselor keparat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara mereka bersembunyi dibalik gedung, dua orang memeriksa apa yang akan mereka hadapi. &lt;br /&gt;
Mereka tahu satu hal yang pasti. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bukanlah seorang prajurit yang cukup loyal untuk mati seperti yang diharapkan pemimpin mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 13===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Quenser dan Heivia bukanlah seorang manusia super yang mampu melawan monster sendirian seperti yang adi buku komik pahlawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Aku rasa aku seperti orang bodoh jika kita tertembak karena kita mendekati monster itu. Heivia, ayo kita cari jalan pintas melewati &lt;br /&gt;
bangunan ini untuk mendekati Generasi 0.5.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Kita pasti menemukan cara untuk mendekatinya, tapi bagaimana caranya kita mendekatinya?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia bergerak dengan bersembunyi di balik dinding fasilitas ini agar Object itu tidak melihat mereka. Akhirnya mereka &lt;br /&gt;
berhasil masuk ke dalam pintu yang tidak terkunci. Sebenarnya, pintunya sendiri terbuka karena terkena gelombang ledakan. Mungkin karena &lt;br /&gt;
ada ledakan yang berasa dari luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka masuk ke dalam sebuah ruangan yang sangat luas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berada di dalam markas perawatan Object Generasi 0.5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua yang dibutuhkan oleh sebuah Object ada di sini, tapi semuanya sudah rusak. Sebuah crane roboh ke tanah dan pendingin mesin &lt;br /&gt;
industri juga meledak karena panas yang berlebih. Banyak mayat yang bertebaran di sini. Banyak sekali mayat bergelimpangan. Sekitar 40 &lt;br /&gt;
orang dengan pakaian militer atau pekerja hampir semuanya terpanggang dalam api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaki Quenser serasa akan berhenti saat dia masuk, tapi dia tidak memiliki pilihan lain selain terus maju. Jika dia berhenti di sini, &lt;br /&gt;
Generasi 0.5 akan lebih banyak menghasilkan mayat dari pada kemenangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa yang sedang kau cari, Quenser? Ayo pergi. Atau kau juga ingin menjadi mayat-mayat itu?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Bukan, kau tahu kan kalau ini adalah markas perawatan Object, jadi...)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Jadi kau ingin mencari senjata atau sesuatu untuk mengalahkannya? Bahkan kalau kita menemukannya, kita tidak memiliki tenaga listrik &lt;br /&gt;
untuk menggunakannya. Kita mungkin bisa mengalahkannya kalau kita memiliki satu reaktor saja.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Bukan, aku berpikir kalau strategi Object itu ada di suatu tempat di sekitar sini. Mungkin kita bisa mengalahkannya kalau &lt;br /&gt;
memilikinya.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua berpisah, dan mencari di dalam tumpukan rongsokan terbakar di dalam fasilitas ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka terjebak di dalam markas musuh di Alaska, mereka juga menemukan banyak sekali turbin listrik statis yang ternyata adalah &lt;br /&gt;
sebuah kelemahan utama dari Water Strider. Sedikit mirip, mungkin mereka akan menemukan kelemahan dari Generation 0.5 jika mereka &lt;br /&gt;
menemukan suku cadangnya atau rencananya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hei, apa yang dilakukan Object itu? Itu tidak bergerak untuk mencari kita ataupun pergi ke desa terdekat.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Tentu tidak. Aku rasa dia sedang membersihkan lumpur di kameranya. Dia sepertinya membiarkannya mengerti dan membersihkannya dengan &lt;br /&gt;
energi listrik negatif. Aku pikir itu mirip dengan teknik yang digunakan pada masker gas yang tidak membiarkan debu untuk lewat.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia melirik lewat palka raksasa di mana Object itu baru saja keluar. Sebuah Object dengan teknologi mutakhir dapat dengan mudah &lt;br /&gt;
menemukan manusia di dalam gedung dengan sensornya, tapi generasi 0.5 tidak memiliki fungsi itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya, Oseania sangat ingin memiliki sebuah Object agar bisa dipamerkan di masyarakat internasional sesegera mungkin, dan mungkin &lt;br /&gt;
berfungsi secara baik dalam perang adalah tujuan kedua mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hei, apa kau pikir ini akan meledakkannya?)” tanya Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia kembali melirik keluar dan menemukan Quenser menunjuk sebuah kontainer yang dempet dengan bangunan ini. Kontainer itu saling &lt;br /&gt;
terhubung dengan sebuah kabel yang tebal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa itu? Baterei?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Aku rasa itu adalah kapasitor raksasa. Mungkin itu adalah tenaga luar yang digunakan untuk menginterfensi reaktor di dalam Generasi 0.5. Itu menggunakan generator diesel untuk mengumpulkan tenaga, memperkuatnya, dan mengirimkannya kembali ke dalam Object.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu kontainer itu meledak dari dalam. Ledakan itu menutup setiap jalan keluar dan masuk di dalam fasilitas ini. Orang-orang yang &lt;br /&gt;
ada di dalam tidak akan memiliki jalan untuk keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hei, apa itu berarti yang tadi meledak adalah penguatnya dan bukan Object? Kalau begitu, Object itu sama sekali tidak rusak!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Coba pikir, jika ledakan itu berasal dari pusat sebuah Object, zirah tebalnya pasti sudah melengkung. Yah, kita tahu kalau itu terjadi &lt;br /&gt;
akan sangat mudah untuk mengalahkannya, jadi coba kita lihat komputer di sini.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Sial, aku harap komputernya tidak ikut meledak.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka melihat area itu, tapi mereka tidak menemukan komputer di manapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, mereka menyadari bahwa ada komputer di lantai dua. Untuk ke sana, mereka harus naik ke tangga yang hampir rusak karena ledakan. &lt;br /&gt;
Untungnya, komputernya berada di tempat yang tidak bisa dilihat oleh Generasi 0.5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Layar LCD-nya sudah meleleh. Tidak berguna.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Ini, gunakan monitornya. Tarik kabelnya.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komputernya sendiri sepertinya masih berfungsi dan informasi mengenai Generasi 0.5 masih ada di dalam komputer itu saat mereka &lt;br /&gt;
menyalakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser tercengan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Huh? Tampilannya sangat aneh. Ini tidak bergeser?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Cih. Mereka menggunakan OS yang berbeda dari milik kita. Aku rasa mereka menggunakan versi lama OS Aliansi Informasi.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser memiliki beberapa kesulitan untuk menggunakannya, tapi dia cukup bisa mengaturnya ketika dia menyadari perbedaannya. Keyboardnya &lt;br /&gt;
berganti warna akibat panas, tapi masih bisa digunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hei, Quenser. Kita menyerang kaki ketika kita melawan Water Strider di Alaska dan Tri-Core di Gibraltar, benar? Apa kita bisa &lt;br /&gt;
mencobanya lagi kali ini?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Dari yang bisa aku lihat, Generasi 0.5 menggunakan roda logam seperti kereta. Strukturnya cukup sederhana dan tidak terlihat ada &lt;br /&gt;
kelemahan yang bisa kita serang.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Roda? Jadi itu tidak menggunakan pendorong udara sama sekali? Apa bisa roda itu menopang Object? Bahkan dengan roda logam, bukankah as rodanya akan rusak jika digunakan untuk bergerak?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Untuk membagi berat dari Generasi 0.5, itu memiliki 500 roda. Konsepnya mirip seperti kursi penyiksaan yang memiliki banyak jarum di &lt;br /&gt;
atasnya. Jika kau duduk dengan tenang di situ, beratmu akan terbagi ke seluruh jarum dan kau tidak akan terluka sama sekali.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Yah, tapi tidak ada yang mau mencobanya, kan? Aku pikir itu cuman mitos.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Itu hanya contoh. Aku tidak menyuruhmu untuk mencobanya. Aku tidak bisa membayangkan kalau kau benar-benar mencobanya.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada teorinya, kalau mereka bisa menghancurkan dua pertiga dari roda logam itu, Object itu akan kehilangan keseimbangannya. Namun, &lt;br /&gt;
seorang manusia seperti mereka tidak akan bisa melakukan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Kita bisa melelehkan zirahnya dengan serangan nuklir, tapi sayangnya kita tidak punya itu.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Bahkan dengan Generasi 0.5, menyerangnya secara langsung sama saja dengan bunuh diri. Kita harus mencari celah kelemahannya. Oh...?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari Quenser tiba-tiba saja berhenti pada sesuatu di keyboardnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Layarnya menampilkan para pekerja yang memasang sebuah perangkat yang langsung menyalakan reaktor Object dengan suplai tenaga dari luar. &lt;br /&gt;
Ini adalah teknik baru yang bahkan militer Kerajaan Legitimasi tidak akan tahu, tapi Object mereka bisa bergerak setiap saat, jadi ini &lt;br /&gt;
tidak berguna bagi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Ini dia. Dengan cara inilah pemimpin Oseania yang bodoh itu mampu membunuh para pekerjanya.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hei, kalau tenaga utamanya adalah untuk menyalakan rektor dengan baterei luar, sepertinya reaktornya juga menghasilkan tenaga yang &lt;br /&gt;
berlebih. Sebuah perangkat untuk menangkap energi it sebagai tenaga listrik juga sudah dipasang.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Mungkin itu juga akan gagal. Meningkatkan energi putarannya memang bisa, tapi jika terlalu kuat akan sulit untuk dikontrol.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Artinya?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Artinya, kalau ada tenaga dalam jumlah besar dikirimkan ke dalam reaktornya lewat stopkontaknya, maka reaktornya kan berhenti &lt;br /&gt;
bekerja.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia berbicara, Quenser beralih dari komputer itu. Dia melihat ke bawah dari lantai dua dan ia melihat kontainer yang ternyata &lt;br /&gt;
adalah sebuah kapasitor raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, dinding yang ada di sebelahnya meledak oleh sebuah garis api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya itu berasal dari coilgun milik Generasi 0.5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lubang yang dibuat itu bergerak dari kanan ke kiri... menuju Quenser dan Heivia. Sudut penembakannya cukup unik. Object itu pasti telah &lt;br /&gt;
memutari gedung ini sebagai bagian dari latihannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Merunduk Quenser!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bodoh, kita akan terkena reruntuhannya! Lompat!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua lompat dari terali besi itu dan turun ke lantai pertama. Di saat yang begitu cepat, dinding di lantai dua mereka hancur &lt;br /&gt;
dalam garis horizontal. Bunga api dari komputer besar itu muncul dan meledakkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial! Aku rasa kita tidak bisa mencari apa-apa lagi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita hanya bisa mencoba untuk mencari tahu. Ayo kita pergi ke kapasitor itu dan lari!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, mereka tidak memiliki waktu untuk melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan semua dinding yang hancur di lantai dua, fasilitas perawatan ini mulai miring. Namun, Generasi 0.5 masih sangat haus akan darah &lt;br /&gt;
sehingga dia mulai menembaki gedung ini lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Railgun, meriam laser, coilgun, dan meriam cahaya beruntun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua tipe senjata itu mengubah fasilitas raksasa ini menjadi seperti keju swiss dalam waktu singkat. Quenser dan Heivia tidak lagi bisa &lt;br /&gt;
bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika mereka mengangkat kepala mereka, mungkin mereka bisa terbunuh terkena selongsong raksasa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beruntungnya, mereka tidak terkena ledakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nmaun, mereka mendengar suara retakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dindingnya telah hancur dan atapnya tak lagi bisa menahan beratnya. Atap-atapnya runtuh, dan menghancurkan apa yang masih tersisa di &lt;br /&gt;
dinding. Itu jatuh lurus ke bawah untuk menghantam Quenser dan Heivia yang ada di dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau pasti bercanda!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tidak memiliki waktu untuk menghindar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara erangan, Quenser kehilangan kesadarannya dan terbang beberapa meter dari situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 14===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser pikir jantungnya sudah berhenti, tapi sepertinya tidak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Brengsek. Hei, Quenser! Bangun!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa? Kita tidak remuk?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Atapnya ditopang oleh pilar-pilar seperti yang ada di dalam gym dan kita berhasil sampai di salah satu celahnya.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atapnya yang telah hancur itu membuat sebuah celah yang membuat mereka bisa merangkak keluar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, mereka tidak cukup bodoh untuk keluar tanpa berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai pada akhirnya, sang Elit Generasi 0.5 berpikir bahwa Quenser dan Heivia sudah mati. Saat dia berpikir seperti itu, mereka masih &lt;br /&gt;
memiliki kesempatan untuk membalas. Sekarang adalah kesempatan mereka untuk serangan balik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Tapi apa yang akan kita lakukan? Kalau dia pikir kita sudah mati, itu bagus. Tapi dia akan menyerang desa-desa itu sebentar lagi!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Kau lihat sendiri kan kekuatannya. Kita tidak bisa melawannya secara langsung. Satu-satunya cara untuk menang adalah dengan &lt;br /&gt;
menghancurkan reaktornya lewat stopkontak itu.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa kau tidak menyadari kekuatannya!? Kita tidak akan memiliki cukup waktu untuk meraih stopkontaknya dan jangan pikir kita bekerja &lt;br /&gt;
seperti seorang teknisi mobil listri!! Bagaimana cara kita mendekat!?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Yang kita harus lakukan hanyalah mendapatkan suplai listriknya tanpa mendekatinya. Ke sini.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menempelkan kepalanya atap yang telah hancur itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bisa melihat Object raksasa itu di malam hari. Ke-70 senjatanya membuat beberapa pergerakan tapi sepertinya tidak berniat untuk &lt;br /&gt;
mencari mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa dia masih ingin latihan sedikit lagi sebelum dia menyerang desa-desa? Sial.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Masih mungkin reaktornya bermasalah sedikit karena baru pertama kali dinyalakan selama dua tahun. Ke sini.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hei, kau tidak memberitahuku rencananya bagaimana!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser memanjat atap yang telah runtuh itu dan merangkak. Dia ingin bergerak lebih cepat, tapi dia tidak boleh mengeluarkan banyak &lt;br /&gt;
suara. Jika Object itu menyadari keberadaan mereka, semuanya akan tamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untungnya, kamera adalah satu-satunya sensor yang dimiliki oleh Object. Kualitas pendengarannya sangat buruk. Walau jumlah kamera yang &lt;br /&gt;
dimiliki oleh Object itu sedikit menjadi masalah, paling tidak mereka bisa bersembunyi dibalik gelapnya malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser sampai pada bagian yang ingin dia incar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di situ, ada sebuah kontainer besar yang adalah sebuah kapasitor yang berjejer. Sebagian besar dari mereka hancur karena runtuhan atap, &lt;br /&gt;
tapi masih ada yang bisa berfungsi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia merangkak segera setelah itu dan berbisik pada Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa kau serius untuk menarik kabel Generasi 0.5? Kau akanmati!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Bukan itu rencanaku. Hei, apa di sana masih ada air? Mungkin tangki penyimpanan air atau hidran bisa berfungsi. Aku hanya butuh &lt;br /&gt;
membuat kolam di tanah!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa yang kau pikir—... Tunggu, maksudmu...!?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Benar sekali. Ujung dari kabel yang terhubung itu masih terseret di tanah. Jika kita bisa membuat sebuah kolam berisi air dan &lt;br /&gt;
mengalirinya dengan listrik, itu akan mengalir ke dalam kabel dan masuk ke dalam reaktor Generasi 0.5!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba saja, mereka mendengar suara yang berasal dari meriam utama Generasi 0.5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia menyadari kita!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Quenser, sebelah sini!! Di sana ada tangki penyimpanan air!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin dia sangat ingin menghabisi mereka berdua karena Generasi 0.5 sedang ingin berputar sebentar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, Quenser menancapkan pemicu elektriknya ke dalam Hand Axe dan melemparnya sekeras mungkin ke arah yang ditunjuk oleh &lt;br /&gt;
Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah tangki air berada di arah itu. Tidak diarahkan ke arah atapnya tapi dilempar ke ujung paling tinggi menara itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat bom itu baru akan menyentuh tangkinya, Quenser mengirimkan sinyal peledakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara yang besar, tangki itu hancur dan menara logam itu runtuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu kosong!! Apa ini juga bagian dari markas umpan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, Generasi 0.5 sudah selesai berbalik arah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara retakan logam, coilgunnya sudah selesai membidik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di saat yang sama, menara logam itu menghantam tanah. Menara itu hanyalah dibuat untuk menipu satelit, tapi hantamannya ke tanah menusuk &lt;br /&gt;
bumi cukup dalam. Debu beterbangan di udara dan di atas kepala Quenser dan Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, itu belum semua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu telah menghancurkan pipa air bawah tanah. Sebuah tiang air yang erupsi keluar dari tanah. Itu bukan pipa air biasa. Air yang muncrat &lt;br /&gt;
itu membuat sebuah pilar setinggi beberapa meter di atas lagi dan menghujani seluruh area. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apa itu aliran air pipa industri? Apa mereka menggunakan air untuk bagian dari Object juga?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, Quenser tidak peduli apa yang mereka gunakan saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air yang sangat banyak menghujani tanah, menghubungkan kabel yang menggantung dari tubuh Generasi 0.5 dengan kapasitor raksasa yang &lt;br /&gt;
berada di dalam gedung yang runtuh itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Laaaarrrriiiii!!” teriak Quenser saat dia berbalik dari Object dan lari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia mengikutinya dari belakang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tidak lari dari coilgun milik Generasi 0.5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukanlah sesuatu yang bisa mereka hindari dengan langkah kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka lari dari air yang membuat sebuah kolam di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sebuah jalur tercipta di antara bangunan yang runtuh itu dengan Generasi 0.5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah itu, mereka mendengar sebuah suara ledakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, Quenser pikir tanah telah meledak dengan cahaya yang sangat luar basa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, bukan itu yang terjadi. Energi listrik dalam jumlah besar yang ditampung di dalam kapasitor menyebar di kolam air itu. Dengan cepat, aliran listrik bergerak sejauh 200 meter di tanah dan menuju Generasi 0.5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Targetnya adalah sebuah kabel yang menggantung di atas tanah. Dua puluh atau tiga puluh persen dari voltasenya masuk ke dalam Object dan &lt;br /&gt;
memaksa pemancar laser untuk memanaskan reaktornya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh utama dan reaktornya sepertinya menyatu di dalam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Quenser tidak memiliki waktu untuk melihat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia menyandungnya di bawah dan menutup matanya dengan tangannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bodoh!! Kau akan buta!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum Quenser mengerti apa yang dimaksudkan oleh Heivia, dia mendengar suar ledakan yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di saat yang sama, sebuah cahaya yang sangat terang menghantam retinanya walau Heivia sudah menutup matanya. Pandangannya menjadi sangat &lt;br /&gt;
putih dan kesadarannya perlahan memudar. Rasa sakit yang luar biasa menusuk tubuhnya. Dia kemudian merasa akan muntah. Dia tidak tahu &lt;br /&gt;
dimana lukanya itu, tapi yang jelas dia berdarah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak tahu kapan penglihatannya akan pulih. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin dia kehilangan kesadarannya untuk beberapa saat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sendiri juga tidak yakin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Quenser! Buka matamu, Quenser!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Heivia menggoyangkan tubuhnya, Quenser membuka matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melihat dengan kabur wajah Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Generasi 0.5? Apa yang terjadi padanya....?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat sendiri, kata Heivia saat dia menunjukkannya dengan pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat bahwa Object milik militer Oseania itu hancur dari dalam. Tubuh bolanya terlipat seperti bunga yang mekar, dan ke-70 &lt;br /&gt;
senjatanya tersebar di tanah. Karena ledakan dari dalam reaktornya, kolam air tadi kemudian menghilang. Semua airnya menguap. Erupsi air itu juga sudah berhenti. Mungkin karena pipa industri itu meleleh dan menutupnya kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada pertanyaan bodoh tentang bagaimana kabar dari pilot Object itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan kalau dia menggunakan peralatan untuk melarikan diri, dia mungkin sudah terpanggang di udara saat dia jatuh dengan parasut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selesai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah. Ini sudah bukan lagi masalah satu atau dua Object. Perang di Oseania sekarang sudah selesai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua orang itu duduk dengan pandangan kosong tapi mereka bisa berdiri lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, bukan satu orang saja, dua orang itu berkata, “Sekarang, apa yang akan kita lakukan dengan Konselor brengsek itu?”&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_1_Bagian_3&amp;diff=459772</id>
		<title>HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 3</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_1_Bagian_3&amp;diff=459772"/>
		<updated>2015-08-29T03:57:11Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Bagian 3: Perang Antara Semut Dan Belalang &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Untuk Mengalahkan Negara Militer Oseania==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Negara Militer Oceania berada di sebuah benua yang terkenal karena koala dan kangurunya. Di sebuah zaman di mana negara bernama Australia pernah berada, kota-kota dibangun di sisi pantai dan daerah tengah dari benua itu hampir semuanya kering, tanah yang retak seperti yang bisa dilihat di zaman para koboi. Walau areanya sendiri bukanlah sebuah padang gurun, kering, tanah keras hanya bisa mendukung beberapa jenis tumbuhan, jadi menumbuhkan tanaman dan gedung-gedung di situ sangatlah sulit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, zaman modern merubah semuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanah buatan dengan daya serap air yang tinggi dikembangkan dan banyak tumbuhan yang telah mengalami perubahan genetik dikembangkan dan &lt;br /&gt;
membuat tanah kering itu kembali hidup bahkan di dalam lingkungan yang keras. menggunakan metode ini, sebuah rencana besar dan jangka &lt;br /&gt;
panjang dikembangkan untuk meningkatkan perkembangan benua ini. dengan perkembangan tanah seperti itu, bagian tengah benua itu mampu &lt;br /&gt;
dikembangkan secara maksimal dan orang-orang mampu menciptakan sejumlah panenan raya yang besar dan kota-kota besar dibangun di situ &lt;br /&gt;
dengan jalan tol penghubung. Dengan menggali sumber daya alam di dalam bumi, ekonomi negara itu tumbuh , dan posisi di dalam masyarakat &lt;br /&gt;
internasional kembali naik. Jika semuanya kembali tumbuh seperti rencana, tidak akan ada negara yang menargetkan tempat ini dengan sebuah &lt;br /&gt;
Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tidak semuanya berjalan dengan lancar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suku yang telah tinggal di Oceania sejak zaman dahulu kala merasa perlu untuk membawa Oceania kembali ke masa-masa awalnya. Kepercayaan &lt;br /&gt;
mereka menganggap bahwa tanah ini adalah sebuah tanah suci tidak peduli betapa kering dan tandusnya tempat mereka ini. Dan mereka tidak &lt;br /&gt;
mau ketika tanah mereka dihuni oleh bukan penduduk asli ataupun ditumbuhi tanaman yang telah dikembangkan secara genetika. Suku pedalaman &lt;br /&gt;
itu tidak mau tanah mereka “dimakan” oleh uang, jadi mereka mulai melancarkan aksi unjuk rasa damai dan protes. Negara militer itu &lt;br /&gt;
kehilangan hasratnya untuk mengembangkan tanah-tanah itu, jadi mereka menjawabnya dengan sebuah jawaban yang simpel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mengirimkan sebuah Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itulah yang disebut sebagai Konservasi Hutan dua tahun yang lalu. Dan pasukan koalisi dikirim untuk mengamankan suku-suku itu dari &lt;br /&gt;
pasukan tirani sebuah negara militer,” kata Heivia di dalam sebuah markas Yan ditutupi oleh pasir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdiri di sebelahnya, Quenser berkata, “Huh? Ini semua dimulai dua tahun yang lalu? Lalu kenapa kita baru dipanggil sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya aku tahu? Pasti ada sesuatu yang telah dikembangkan di sana yang membuat kita harus ikut campur sekarang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keseimbangan kekuatan di Oceania sangat mudah untuk dilihat. Area yang berada di dalam kekuasaan negara militer sangat hijau sementara &lt;br /&gt;
yang dikuasi oleh pasukan koalisi (dan termasuk suku pedalaman yang menolak dukungan negara militer) sangat kering di daerah gurun. &lt;br /&gt;
Mereka juga dipisahkan oleh mereka yang mau membantai pihak yang lain demi keuntungan di atas makanan dan kayu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object dari berbagai kekuatan pasukan koalisi berkumpul di markas di garis depan. Biasanya, Object-object ini berada pada posisi yang &lt;br /&gt;
berbeda sebagai musuh dan teman, tapi sekarang mereka berkumpul pada satu pihak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanahnya sangat kering. Sesuai dengan permintaan suku pedalaman ini, mereka hanya menyingkirkan tanaman yang tidak ada sejak dahulu kala &lt;br /&gt;
benua ini ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa di sini sangat panas? Bukannya beberapa saat yang lalu bokong kita sangat kedinginan di Alaska sana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Musim di bagian selatan bumi ini terbalik bodoh. Tapi aku rasa cuaca di sini cocok untuk santa dengan rok mini.” Quenser melihat ke &lt;br /&gt;
sekeliling dengan keringat di wajahnya. “Kau tahu, kita memiliki banyak Object di sisi kita saat ini. Mungkin kita bisa memaksa mereka &lt;br /&gt;
untuk menyerah tanpa harus menyerang mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan bodoh. Apa kau lupa betapa sering harapan kita berulang-ulang kali dihancurkan oleh mereka? Aku akan mengatakan kalau lebih &lt;br /&gt;
banyak pasukan koalisi ini saat ini menambah kesempatan kita untuk melangkah satu langkah maju secara tidak sengaja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pasukan koalisi sudah mengirim puluhan Object ke sini untuk menghancurkan kediktatoran di sini, bukan? Kenapa tidak menggunakan bendera &lt;br /&gt;
putih? Perang saat ini hanyalah antara Object, jadi tidak perlu lagi ada tentara yang ikut dalam berperang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan tanya aku. Mungkin mereka memang pengecualian. Apa kamu pernah melihat negara-negara berkumpul dan membentuk sebuah koalisi? Aku tidak pernah menyangka kalau kita bekerja sama dengan negara kejam seperti ini selama 2 tahun. Diktator Oceania ini pasti sangat dibenci oleh komunitas internasional. ...Juga, aku ragu kalau mereka akan mengangkat bendera putih. Mereka telah banyak melakukan hal buruk, jadi aku ragu kalau mereka tetap akan menyerah walau kabur ke luar negeri.”&lt;br /&gt;
Sementara mendengarkan Heivia, Quenser bersandar di balik barikade fiber sintetik yang direntangkan di seluruh markas ini dan memasukkan sesuatu seperti penghapus kotak ke dalam mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, ransumnya sangat menjijikkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, tapi lihat, sekarang kita bisa menambahkan rasanya dengan sedikit pasir di atasnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingin pulang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Para petinggi pasti menggunakan ini seperti sebuah permainan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil komplain, barikade itu mulai bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka melihat ke sekeliling mereka dan melihat gadis pribumi berumur kira-kira 10 tahun dari luar barikade itu dan menatap ke arah &lt;br /&gt;
mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu?” tanya gadis yang masih murni itu sambil menunjuk Object pasukan koalisi yang bergerak di dalam markas ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia tidak tahu harus berkata apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, gadis itu tidak merasa terganggu dan menunjukkan sebuah gambar dari sebuah buku melewati barikade itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu mereka, bukan? Monster batu seperti yang ada di buku ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y-yah, itulah mereka. Mereka memberikan perlindungan bagi tupai dan kanguru kalau hujan turun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser tidak tahan kalau harus memberi tahu gadis itu kalau itu adalah sebuah senjata raksasa yang tidak memiliki belas kasihan sama &lt;br /&gt;
sekali. Walau begitu, Heivia memiliki sesuatu untuk dikatakan pada Quenser, “Jawaban yang bagus, Quenser!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikutnya, jejak asap putih ditembakkan dari markas ke udara. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu menunjuk ke langit dan bertanya, “Dan apa itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser tentu saja tidak mau menjawabnya dengan mengatakan bahwa itu adalah sebuah misil meteorologis tipe sensor yang sedang diuji coba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-itu adalah roket... seperti pesawat ulang-alik.... aku rasa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wow, aku tidak pernah melihat itu sebelumnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat gadis itu kegirangan karena penuh semangat, dua laki-laki itu melihat ke arah lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sebuah panggilan dari atasan mereka, Froleytia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kalian berdua, jangan ngobrol dari balik barikade. Tetap fokus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu kemudian kabur karena takut. Dia segera loncat dan pergi dari tempat itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia melirik ke arah Froleytia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Sia-sia sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Mau bagaimana lagi. Dia memang terlihat cantik, tapi dia tetap seorang komandan yang keras. Bahkan seorang ahli bela diri akan &lt;br /&gt;
kehilangan keberaniannya saat berhadapan dengan Froleytia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, jadi kalian mau melihat sisiku yang lembut? Aku bisa memperkenalkan diriku lewat hak sepatu bot ku kalau kalian mau. Tapi untuk &lt;br /&gt;
sekarang, jangan bersantai di dekat barikade, ini adalah medan perang, ingat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita tidak apa-apa. Bahkan kalau kita ada di negara militer ini, aku ragu seorang penembak jitu mau menarget markas dengan Object &lt;br /&gt;
sebanyak ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan itu yang aku maksudkan. Markas ini dipenuhi oleh banyak kamera.” Froleytia terlihat frustrasi, tapi dari pada panasnya, dia sama &lt;br /&gt;
sekali tidak melepaskan satu kancing saja dari pakaiannya yang dilihat saja sudah membuat panas. “Jumlah wartawan asing meningkat, mereka &lt;br /&gt;
mengatakan bahwa mereka akan menunjukkan pada dunia negara tirani seperti ini. Namun, mereka sepertinya hanya kumpulan orang manja yang &lt;br /&gt;
belum pernah melihat medan perang sebelumnya dan beberapa orang lainnya yang aku ragu kalau mereka adalah seorang wartawan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh maksudmu orang-orang yang dulunya tentara bayarang yang sekarang bekerja sebagai pemandu wisata di medan perang yang dikuasai oleh &lt;br /&gt;
Object saat ini?” tanya Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya itu,” kata Froleytia, setuju dengan apa yang dikatakan Heivia. “Masalahnya protokol keamanan militer tidak mengizinkan kita &lt;br /&gt;
untuk memberikan mereka izin untuk masuk ke dalam negara yang dikuasai oleh junta militer. Biasanya, mereka akan mengarahkan kameranya &lt;br /&gt;
kepada kita, berharap bahwa mereka akan mendapat tembakan yang seharga dengan gaji mereka. Kalau kalian tidak mau wajah bodoh kalian &lt;br /&gt;
muncul di kamera bersama dengan artikel sair di negara asalmu, pastikan kalian tetap menjaga sikap kalian di luar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Oh Tuhan, merepotkan sekali. Apa kau tidak bisa melarang wartawan itu untuk masuk ke dalam markas untuk menjaga keamanan informasi &lt;br /&gt;
tingkat tinggi dari Object-object yang ada di sini atau apalah itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia rasa dia sekarang terserang sakit kepala saat dia mendengar perkataan Quenser yang begitu amatir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya kau pikir buat apa koalisi ini dibentuh, heh? Negara asal kita bisa mengakhiri pertempuran tidak penting ini jika perlu, tapi &lt;br /&gt;
atasan tinggi kita menginginkan gambaran yang sangat jelas tentang siapa pahlawan perang yang akan berjalan di parade kemenangan nanti. &lt;br /&gt;
Kalau kita melarang wartawan ini, para kandidat yang berusaha merebut kekuasaan di negara asal kita pasti akan sangat marah pada kita. &lt;br /&gt;
Konselor Flide dan yang lain tidak akan senang mendengar hal itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tidak dengar Quenser,? Mereka melakukan hal-hal seperti ini kepada media. Bahkan aku dengar ada pembicaraan untuk membawa mega &lt;br /&gt;
sponsor dari perusahaan-perusahaan besar atau partai politik untuk menempelkan logo perusahaan mereka di zirah Object seperti di mobil &lt;br /&gt;
balap F1.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa mereka mencoba merekam gambar markas yang diserang dan para prajurit yang tertembak di tanah ke televisi ruang keluarga mereka? &lt;br /&gt;
Mereka semua tidak mengerti perang itu seperti apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komentar Quenser terdengar sama dengan suara prajurit lain jika ditanyakan hal yang sama pada mereka, tapi secara teknis di hanyalah &lt;br /&gt;
seorang tamtama. Ekspresi serba tahu yang dia tunjukkan tidak lebih dari wajah warga sipil yang mengeluh soal kebijakan pemerintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa suntuk dengan topik pembicaraan mereka, Heivia mengganti subyek obrolan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa kau melihat kapal para aktivis anti-perang di lautan? Mereka memasang spanduk raksasa yang meminta pasukan koalisi ini untuk &lt;br /&gt;
menghentikan invasinya yang terdiri dari kekuatan-kekuatan Object luar biasa ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka semua hanyalah tumpukan orang bodoh yang tidak tahu sama sekali soal apa itu negara junta militer ini sebenarnya atau kumpulan &lt;br /&gt;
orang brengsek yang tahu tapi berpura-pura tidak tahu. Apa kita harus mempedulikan mereka semua? Faktanya, aku ingin bertaruh kalau &lt;br /&gt;
mereka pasti akan bertanya kenapa pasukan koalisi tidak menyerang, segera setelah salah satu kapal aktivis itu ditembak jatuh oleh &lt;br /&gt;
torpedo negara militer Oseania.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan wajah yang tidak senang, Froleytia berbicara, “Pemilihan anggota dewan di negara asal akan dimulai sebentar lagi. Seperti yang aku &lt;br /&gt;
katakana, Konselor Flide dan yang lain berada dalam ujung tanduk untuk memastikan mereka tidak mendapat insentif yang buruk di depan &lt;br /&gt;
masyarakat. Mungkin mereka juga memikirkan operasi militer untuk memberikan perlindungan kepada aktivis anti-perang itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, ayolah. Kita datang ke sini untuk merawat orang-orang bodoh itu?” keluh dua laki-laki itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia menatap matahari tenggelam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian berdua akan bergabung ke dalam operasi militer yang akan dimulai pada saat matahari tenggelam, jadi persiapkan diri kalian &lt;br /&gt;
sekarang. Pengarahannya akan dilangsungkan malam ini, jadi pastikan kalian sudah sangat siap untuk itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, ‘kalian berdua’? Froleytia, apa kau hanya akan duduk di ruangan ber-AC di dalam markas sambil menunggu hasil perang?” tanya &lt;br /&gt;
Heivia yang mencebikkan bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia mengangkat bahunya dan mengatakan, “Apa kau ingin membantu-bantu di sini? Tidak mudah lho menahan wartawan bintang tiga yang &lt;br /&gt;
ingin menjadi wartawan medan perang sambil melanggar protokol militer kita dengan maju ke garis depan pertempuran. Mereka pikir kita para &lt;br /&gt;
prajurit adalah pemandu wisata bagi mereka. Kapan pun mereka merasa tidak puas mereka akan mengadukan kita seperti orang yang protes &lt;br /&gt;
kepada Costumer Service. Apa kau ingin melihat wajah asli para pasifis itu sementara wajahmu diludahi karena tidak menyerang balik?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia saling memandang satu sama lain ketika mendengar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam markas perawatan Object, karakteristik peralatan yang digunakan oleh tipe fasilitas yang sama berbeda tergandung dari pasukan mana mereka berasal. Seorang elit perempuan yang biasa dipanggil Putri oleh yang lain berdiri di salah satu porsi wahana yang terdiri dari tumpukan kendaraan besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puluhan fasilitas lain berada di sini dan salah satu yang dimasuki oleh sang Putri bukanlah sebuah fasilitas raksasa untuk menampung &lt;br /&gt;
Object miliknya, Baby Magnum. Dia berada di sebuah fasilitas spesial yang dibangun tepat di samping Object miliknya. Ini adalah fasilitas &lt;br /&gt;
khusus yang dibuat untuk merawat tubuh Elit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dilihat, area yang luas ini sulit dipercayai berada di dalam sebuah kendaraan dan membawa sebuah dome setengah lingkaran dengan &lt;br /&gt;
diameter 10 meter. Elit yang berdiri di tengah dome itu dan peralatan tak terhitung dan mata manusia mengamati tubuhnya dari luar dome &lt;br /&gt;
itu. Orang-orang itu adalah para tim medis yang dibawa untuk mengamati perawatan dan kesehatan sang Elit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita tua yang biasanya merawat Object sang Elit berada di dalam fasilitas itu bersama dengan puluhan tim medis ini dan dia &lt;br /&gt;
mengoperasikan sebuah perangkat yang terlihat seperti alat perekam yang digunakan untuk menyulih suara kartun atau film.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, kita mulai. Apa kau sudah selesai menyiapkan alat musiknya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya tidak dikirim oleh sebuah gelombang. Malahan, sebuah kalimat dengan cahaya oranye tampil di dinding bersih dome itu. Itu karena &lt;br /&gt;
dome ini kedap suara. Gadis itu membaca kata-kata itu yang turun seperti yang ada di papan skor elektrik. Saat partitur musik itu tampil &lt;br /&gt;
dengan jelas di matanya, dia memasang goggle spesial yang biasa dia kenakan saat mempiloti Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menggenggam sebuah flute panjang, silver, dan bersih lalu memasukkan teks dengan input inframerah di goggle-nya untuk membaca gerak &lt;br /&gt;
matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Menyetel flute sudah selesai&#039;&#039;.” Tulisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak melihat ada yang salah dengan partiturnya. Kalau begitu, nyalakan metronom-nya. Kamu bisa mulai resitalmu sesuka hatimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membaca kata-kata wanita tua itu, sang putri membiarkan pesawat kertas di tangannya terbang dari tangannya. Sambil melihat origami itu &lt;br /&gt;
melayang tinggi di udara, dia menggenggam flute itu secara horizontal di tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia meniupnya dengan memindahkan jari-jarinya yang keperakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara kecil berbunyi dari flute itu dan hidung dari pesawat kertas itu naik cukup tinggi. Itu dibuat dari material khusus yang bisa &lt;br /&gt;
terdistorsi hanya karena gelombang suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, ya, itu bagus. Naikkan gelombangnya menjadi 5 meter dengan ketinggian 140 sentimeter, dan setiap gelombang dengan kecepatan 30 &lt;br /&gt;
detik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Penampilan yang tidak memiliki kualitas seni seperti itu sangat membosankan&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan flute yang masih menempel di mulutnya, sang putri melanjutkan menggerakkan matanya untuk melanjutkan pembicaraannya. Not bergerak &lt;br /&gt;
begitu riuh di monitor yang menampilkan partitur itu, tapi tidak ada gerakan yang pasti di jarinya. Itu tidak seperti seseorang yang &lt;br /&gt;
terlihat seorang musisi pecinta musik dan gerakannya lebih terlihat seperti lengan robot yang menyolder motherboard dengan papan &lt;br /&gt;
semikonduktor. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa rasanya nikmat dikelilingi oleh suara-suara merdu seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Maksudmu getaran suara yang mengelilingi dome yang aku buat ini? Kalau aku puas dengan hanya ini, aku rasa aku sudah menjelek-jelekkan &lt;br /&gt;
nama orkestra&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada standar yang pasti untuk metode perawatan tubuh Elit. Juga tidak ada perbedaan standar di tiap-tiap pasukan atau negara. Metode &lt;br /&gt;
yang paling cocok adalah membangun sebuah spesifikasi yang cocok untuk tubuh tiap-tiap Elit. Untuk seseorang, itu adalah berenang di &lt;br /&gt;
kolam renang yang sangat besar, berenang untuk mengejar waktu. Untuk yang lain, itu adalah menyelesaikan setiap soal di sebuah lembar &lt;br /&gt;
soal ujian masuk universitas. Untuk yang lain, itu adalah bermain catur melawan super-komputer. Dan untuk seseorang seperti sang putri &lt;br /&gt;
adalah untuk mengelilingi dirinya dengan suara-suara yang sudah diatur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu punya keluhan soal alat musiknya? Untuk mengganti suasana, apa kamu mau mencoba menggunakan gitar listrik?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menghasilkan suara yang tercipta karena napasku memiliki efek yang besar pada tubuhku. Aku menggunakan flute karena napasku ditulis &lt;br /&gt;
dalam nada dan lagu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara lain tidak bisa bersatu dengan musik. Dia bisa berbicara tanpa masalah dengan berhenti dan beristirahat sebentar, tapi regulasinya &lt;br /&gt;
tidak bisa berhenti untuk beristirahat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa sang Elit merasa risih ketika ada seseorang yang mengajaknya berbicara dan ia harus menjawabnya dengan menggerakkan matanya &lt;br /&gt;
sambil meniup flute ini. Sekarang, dia sampai pada nada terakhir dan pengaturannya selesai. Sang Putri melepaskan flute itu dari bibirnya &lt;br /&gt;
dan pesawat kertas yang mengambang di udara itu turun ke lantai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang putri mengambil metronom itu dan bersiap untuk lagu berikutnya, tapi kemudian dia melihat ke atas. Dari dome yang jernih itu, dia &lt;br /&gt;
melihat wajah familiar yang dia kenal masuk dari pintu yang terbuka dari wahana ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia didorong oleh sahabatnya, Heivia, dan dari wajahnya sepertinya ia tidak tahu di mana di sekarang sebenarnya. Melihat itu, sang Putri &lt;br /&gt;
mengangguk pelan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Heivia ternyata bisa kasar, tapi sepertinya itu masih bisa ditoleransi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di antara orang-orang yang mengamatinya terus-terusan, hanya wanita tua itu yang menyadari ada sesuatu yang berubah di kondisi mentalnya. &lt;br /&gt;
Teks oranye itu dibaca, “Bagaimana kalau kita beristirahat sebentar?” dan pintu dari dome kedap suara ini terbuka secara otomatis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser masuk ke dalam dan sang Putri memberikan sebuah instruksi ke dome ini. Segera setelah itu, polarisasi membuat dinding dome ini &lt;br /&gt;
terlihat putih. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wah!” teriak Quenser terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Putri menghampirinya dan berkata, “Apa yang kau lakukan di sini hari ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, Heivia bilang kalau ada sesuatu yang membuat kita harus mampir dan mengingatkanku kalau kita ada misi bersama lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Memang dia pikir aku ini kejam apa?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Putri merasa sedikit jengkel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat bahwa Sang Putri agak jengkel, Quenser memperhatikan flute perak yang digenggam oleh Sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hehh. Apa itu flute? Aku pernah melihat seseorang memainkannya di sebuah orkestra tiup di negara asalku, tapi aku tidak tahu bagaimana &lt;br /&gt;
mereka bisa memainkannya. Aku pikir aku tidak akan bisa mengeluarkan suaranya walau mencobanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini sangat mudah dari yang kamu pikirkan. Mau coba?” tanya Elit itu dan Quenser mengangguk seperti yang sudah diduga oleh sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah cukup untuk membuat mood sang Putri membaik, tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu memegangnya di sisinya, kan? Huh? Dipegangnya di kiri atau di kanan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum dia mengatakannya, Quenser dengan polosnya membawa flute itu ke bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Elit sudah berpikir paling tidak mengelap mouthpiece-nya sebelum menyerahkannya kepada Quenser, jadi dia agak terkejut dan berdiri &lt;br /&gt;
dengan wajah bingung dan memerah di pipinya. Namun, gelombang kejut yang membuatnya bergetar terasa segera setelah flute itu berbunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu membuat tubuhnya bergejolak ketika mendengar alat musik itu berbunyi, saat suara kecil, jelek dan tidak jelas itu keluar dari &lt;br /&gt;
flute itu, perasaan delusi yang aneh terasa di sekujur tulangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulut sang Putri terbuka dan menutup saat dia menekuk punggungnya. Sebuah sugesti perintah tertentu keluar dari efek pengatur flute itu, &lt;br /&gt;
tapi dia lupa untuk memberikan perintahnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy_Object_v01_248.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat sebuah cahaya lembut dan nyaman muncul di matanya dan sebuah alasan untuk menghentikannya muncul, tubuh sang Putri menegang, tapi &lt;br /&gt;
Quenser tidak tahu apa yang terjadi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser benar-benar mencoba untuk mengeluarkan nada “do re mi fa so la si do”, udara yang ia keluarkan sangatlah kuah dan dia &lt;br /&gt;
menggunakannya dengan sangat salah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Not yang keluar salah, ya. Nadanya sangat kacau. Dan bagaimana caranya untuk menghasilkan nada ‘do’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan setiap suara yang dihasilkan oleh flute itu, tubuh sang Putri terguncang tanpa sebab. Sebuah cahaya kuning muda muncul di pipinya &lt;br /&gt;
dan air mata menetes di matanya. Tangannya yang ramping dan kakinya bergetar tanpa dia inginkan. Saat mengelus pahanya bersamaan, dia &lt;br /&gt;
tidak tahu kenapa dia secara alami ingin melakukan itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Do re mi...fa? Apa ini ‘fa’? ....Huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, Quenser menyadari ada sesuatu yang salah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Putri begitu merona karena sebuah konflik antara kenikmatan dan rasa malu yang akhirnya dia sadari. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-apa kau baik-baik saja? Apa kau ingin ke kamar kecil?” tanya Quenser dengan wajah yang begitu khawatir. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah itu, sang elit melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memukul seorang manusia dengan kepalan tangannya yang kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matahari mulai tenggelam di garis cakrawala. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser berdiri dan melihat tanah asing yang dicat dengan warna oranye, Heivia berbicara kepadanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Coba pikir, apa yang sebenarnya kita lakukan di sini sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya ini yang coba kita tahu di pengarahan ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sangat yakin kalau pasukan koalisi ini hanya memiliki tujuan mereka sendiri-sendiri untuk mencari kejayaan perang demi diri mereka &lt;br /&gt;
sendiri. Apa kau pikir tidak akan ada yang berdebat tentang siapa yang memenangi perang ini nantinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku hanya berharap kalau perang ini tidak berakhir seperti kumpulan anjing liar yang berebutan daging.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser berjalan, dia membuka sebuah peta. Itu adalah peta Negara Militer Oseania. Saat Heivia melihat peta tua itu, Heivia merasa &lt;br /&gt;
agak risih melihatnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau lakukan? Kau kehilangan perangkat genggammu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau baterainya habis atau masuk ke dalam pasir, kita akan tamat. Kalau kita tidak belajar kapan menggunakan peralatan digital dan &lt;br /&gt;
kapan menggunakan peralatan manual, kita pasti akan cepat mati.” Saat dia berbicara, Quenser melipat peta itu lagi seperti seseorang yang &lt;br /&gt;
sedang membaca koran di dalam kereta yang sedang berjalan. “Dari apa yang aku dengar dari orang-orang yang merawat Object sang Putri, &lt;br /&gt;
rencananya adalah menyerang markas rahasia milik Negara Militer Oseania dan meledakkan Object musuh.” Heivia melirik peta itu dari sisi &lt;br /&gt;
lain saat Quenser berbicara. “Menurut informasi dari atasan tinggi kita, kekuatan teknologi militer negara ini cukup lemah. Jadi &lt;br /&gt;
sebenarnya kita tidak tahu apakah mereka memiliki Object atau tidak tidak. Grup simulasi sudah membuat desain perkiraan Object musuh &lt;br /&gt;
berdasarkan apa yang ada di sini atau yang diperkirakan sedang dikembangkan, dan mereka menyimpulkan bahwa negara ini memiliki sebuah &lt;br /&gt;
Object Generasi 0.5. Pada dasarnya, teknologinya cukup lemah bagi fungsi kerja sebuah Object, jadi itu hanya sebuah sampah saja. Zirahnya &lt;br /&gt;
dibuat sangat kasar, jadi analis memperkirakan bahwa hulu ledak nuklir sudah cukup untuk menghancurkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi sebenarnya ini cukup mudah. Kita memiliki pasukan koalisi dengan 20 Object di seluruh lautan Oseania. Object bersinonim dengan &lt;br /&gt;
perang, jadi kita bisa menghancurkan kekuatan militer Oseania dengan jumlah saja kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, ini tidak semudah yang kau katakan, Heivia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menunjukkan peta yang dilipat itu pada Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu memiliki lingkaran hitam di beberapa titik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Negara Militer Oseania tahu bahwa Object berharga milik mereka akan hancur seketika jika kita menyerangnya, jadi mereka &lt;br /&gt;
menyembunyikannya di dalam markas. Itulah kenapa, walau dengan Object yang kita miliki, kita tidak bisa menyerang mereka begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahn? Tapi aku pikir operasi militer ini dimulai saat senja. Maksudnya pasti mereka tahu di mana lokasi itu berada, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita memiliki beberapa perkiraan.” Quenser menunjukkan titik merah di peta. “Sepertinya Oseania sudah membangun beberapa markas palsu &lt;br /&gt;
sepanjang tanah membentang untuk membingungkan para analis kita. Kita sudah menyerang beberapa dari mereka, tapi tidak ada satupun yang &lt;br /&gt;
benar-benar markas Object. Mereka sudah melakukan penyelidikan sampai saat ini, tapi mereka tidak tahu apakah ini benar markas yang kita &lt;br /&gt;
inginkan atau tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Object itu sangat besar. Tidak bisakah mereka melihatnya dari satelit?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Satelit itu sudah mengkhianati kita. Para atasan sudah sangat senang ketika melihat sebuah benda setinggi 50 meter dan mengirimkan &lt;br /&gt;
pasukan besar untuk menyerangnya tapi mereka hanya menemukan sebuah tangki gas raksasa yang disamarkan. Dari yang aku dengar, para &lt;br /&gt;
teknisi satelit di markas menangis karena penyiksaan yang mereka dapat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah serangan tidak langsung,” jawab Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Negara militer ini sudah menyebarkan tangki gas di seluruh Oseania karena mereka tahu mereka sudah diawasi oleh satelit. Sebenarnya, &lt;br /&gt;
mereka ingin mengatakan, “Lihat, betapa banyak Object yang kita miliki. Wah hah hah hah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, pasukan koalisi tidak cukup bodoh untuk jatuh ke dalam boneka tiruan lain, tapi mereka harus cukup hati-hati kalau mereka &lt;br /&gt;
tiba-tiba saja menemukan Object sungguhan. Tentu saja ini menurunkan semangat para prajurit dan begitu banyak menghabiskan uang pajak. &lt;br /&gt;
Karena itu, para atasan tinggi begitu ingin mengakhiri perang ini secepat mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi ini tidak lebih dari mencoba latihan menembak melawan target palsu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagian yang terburuk adalah membuat kita terbunuh sia-sia di sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa tidak membutuhkannya lagi, Quenser melipat peta itu lebih kecil dan memasukkannya ke dalam sakunya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia melihat ke sekeliling dan berkata, “Ngomong-ngomong, kita sudah bekerja sama dengan pasukan koalisi bukan? Jadi pasti ada Object &lt;br /&gt;
lain selain yang dimiliki oleh sang Putri. Aku harap kita tidak bekerja sama dengan faksi yang kita kalahkan di Alaska atau Gibraltar. &lt;br /&gt;
Aku tidak ingin ditembak secara rahasia oleh sekutu yang merasa dendam dengan kita karena masalah pribadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau yakin ingin bertanya tentang itu? Kau mungkin tidak suka dengan jawabannya. Aku sudah bertanya pertanyaan yang sama ke tim &lt;br /&gt;
perawatan. Hanya rumor, tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum Quenser menjawabnya, sebuah gedung raksasa melintas di depan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, itu adalah Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raksasa setinggi 50 meter itu melintas di depan mereka dan meniup pasir ke udara seperti badai pasir, tapi Quenser dan Heivia memiliki &lt;br /&gt;
hal lain yang lebih penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bendera yang dicetak di zirah Object itu sudah cukup membuat jantung Heivia berhenti berdetak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gaahh!?? Kau pasti bercanda! Itu adalah Aliansi Informasi!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah, aku juga sudah dengar tentang itu. Sepertinya kita bekerja sama dengan orang-orang gila.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perangkat pengumpul informasi milik Object itu pasti sudah menangkap suara mereka karena raksasa setinggi 50 meter itu berjalan pelan &lt;br /&gt;
seperti ingin merespon dan suara wanita dikirim keluar lewat speaker itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, ya ampun. Ternyata kalian cuman anjing-anjing tentara Kerajaan Legitimasi. Sepertinya kita akan bekerja bersama-sama. Oh ho ho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mesin pendorong udara Object itu menahan untuk mengambang di atas tanah dan meniupkan udara tambahan, meniup lebih banyak pasir dan &lt;br /&gt;
membuat Heivia dan Quenser batuk-batuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sial. Inilah kenapa kita tidak boleh membiarkan orang yang belum dewasa untuk tidak menaiki Object! Apa kita harus pergi ke dalam misi &lt;br /&gt;
bersama dengan orang-orang seperti ini!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masih lebih baik daripada harus bekerja sama dengan Korporasi Kapitalis atau Organisasi Keagamaan, jadi kau harus lebih tenang dan &lt;br /&gt;
berhenti mengeluh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang jurnalis satire pernah menulis tentang dunia ketika seluruh dunia ini terbagi ke dalam negara-negara kecil di dalam peta, &lt;br /&gt;
sekarang peta itu sudah mengecil dan membagi negara-negara ke dalam “warna-warna” yang saling berbeda untuk menunjukkan kepada siapa &lt;br /&gt;
negara-negara itu berada dalam warna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satunya adalah kelompok yang mempercayai bahwa keakuratan sebuah informasilah yang menentukan sesuatu jahat atau baik dan mencoba &lt;br /&gt;
membuat sebuah jaringan yang menjangkau seluruh dunia. Salah satu yang lain adalah kumpulan korporasi kapitalis yang percaya bahwa &lt;br /&gt;
tumpukan uang di dalam banklah yang mampu memberikanmu sebuah posisi di dunia dan hak asasi yang kamu inginkan. Salah satu yang lain &lt;br /&gt;
adalah sebuah kerajaan yang terdiri dari banyak budaya yang ingin membangkitkan lagi sistem lama di mana legitimasi dari darah ningrat &lt;br /&gt;
dan kejayaan seseorang menentukan status sosial mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Batasan sumber makanan, terbatasnya energi, meningkatnya jumlah populasi manusia, dan banyak hal yang menumpuk menimbulkan sebuah “alasan &lt;br /&gt;
resmi” yang membuat negara-negara menjadi seperti itu, tapi sepertinya alasan sebenarnya adalah kegagalan dan tumpukan masalah yang &lt;br /&gt;
menimpa Persatuan Bangsa-bangsa di pertengahan abad 21. Potongan yang terpisah itulah yang membuat sebuah arah yang mereformasi berbagai &lt;br /&gt;
macam persekutuan yang terbentuk saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak lagi ada keseimbangan kekuatan negara didominasi oleh satu warna. Malahan, negara-negara bebas memilih ke mana mereka berpihak, &lt;br /&gt;
membuat kekuatan dunia ini melampaui batas-batas wilayah geografis. Ini membuat peta terlihat seperti retakan kaca. Ini juga yang membuat &lt;br /&gt;
apakah negara itu yang sekarang adalah sekutu, suatu saat nanti akan berbalik menjadi musuh, pertempuran kecil sangat sering berkobar di &lt;br /&gt;
seluruh dunia. Namun, semua ini terlihat normal sejak Quenser lahir di dunia ini, jadi dia hanya terlihat bingung ketika orang-orang tua &lt;br /&gt;
menggeleng-gelengkan kepalanya soal kondisi dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun, dua Object akan digunakan di operasi kali ini, jadi aku ragu kalau tentara rendah seperti kalian akan berguna di sini. Oh ho ho,” &lt;br /&gt;
kata pilot Object itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, apa kita bisa pergi ke kamar kita dan tidur sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah pengarahan yang diisi dengan begitu keras kepalanya faksi-faksi yang ada di sini untuk mengincar kejayaan perang yang didapat oleh Object mereka, Quenser dan tentara yang sama seperti dirinya keluar dari gedung itu, merasa sangat bosan.&lt;br /&gt;
Matahari sudah tenggelam dan kegelapan mengisi angkasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah saatnya operasi ini dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tuhan. Kenapa lokasi yang kita tuju berjarak 2 kilometer dari sini? Dua kilometer, coba bayangkan! Apa kita tidak bisa mendapatkan &lt;br /&gt;
truk!?” teriak Quenser tanpa berpikir. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia mengangguk dan kemudian berkata, “Mereka sebenarnya sudah, tapi semua truk itu digunakan untuk mengangkut zirah robot milik &lt;br /&gt;
Aliansi Informasi. Lihat ban truk yang mau meletus itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka memiliki mesin dan per fiber untuk meningkatkan kekuatan mereka, jadi kenapa mereka tidak berjalan saja? Dan apa yang ingin &lt;br /&gt;
mereka lakukan dengan zirah robot itu untuk melawan Object?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah unit bantuan yang dilengkapi dengan kamera berkecepatan tinggi. Mereka menganalisa setiap menit gerakan meriam Object dan &lt;br /&gt;
kameranya lalu mengirimkan data yang mereka dapat itu ke Object milik mereka untuk memberikan data bantuan untuk menghindar dan bertahan. &lt;br /&gt;
Paling tidak, mereka lebih berharga dari pada kita. Walau mereka sendiri lebih sering diserang lebih dahulu karena keberadaan mereka yang &lt;br /&gt;
cukup mengganggu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tidak hanya pasukan infanteri yang terganggu dengan keberadaan itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object raksasa yang mampu bergerak dengan mesin kereta jet harus bergerak perlahan dengan kecepatan yang sama dengan pasukan infanteri. &lt;br /&gt;
Mereka membuat gerakan perlahan seperti langkah kaki yang dibuat seseorang ketika mengetuk lantai dengan kaki mereka ketika menunggu &lt;br /&gt;
seseorang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua Object itu menutup sisi samping barisan pasukan infanteri di sisi yang berlainan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang pertama adalah Object sang Putri dari pasukan Kerajaan Legitimasi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan yang lain adalah sang Elit dari Aliansi Informasi yang Quenser dan Heivia temui tadi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua Object itu menggunakan tipe pendorong yang berbeda karena suara seperti petir hanya terdengar dari milik sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk membuat tensi agak menurun dan karena mereka sama-sama memiliki hubungan untuk bekerja bersama-sama saat ini (walau ia pernah &lt;br /&gt;
hampir mati karena mereka), Quenser memutuskan untuk bertanya kepada Elit dari Aliansi Informasi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya ia hanya penasaran karena jika dalam situasi biasa, ia tidak akan bisa mendekati (karena takut tubuhnya akan terpanggang jika &lt;br /&gt;
mendekatinya) sebuah Object dari Aliansi Informasi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa benar kalau Aliansi Informasi sedang mengembangkan Object dengan bentuk manusia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ho ho. Itu adalah sebuah kebohongan yang sangat buruk. Mungkin secara teknis bisa, tapi pusat gravitasinya terlalu tinggi, jadi pasti &lt;br /&gt;
itu akan sangat mudah untuk jatuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak menyenangkan. Kalau begitu apa Objectmu yang menggunakan saluran pembuangan tenaga juga bohong?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau yang itu benar. Sama seperti tangki pembakaran, sebuah reaktor Object akan lebih efektif jika menyala 24/7 dari pada harus &lt;br /&gt;
dinyalakan atau dimatikan. Hasilnya, ada tenaga sisa yang bisa disisakan ketika sedang bersiap di dalam markas. Oh ho ho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu bergerak di atas tanah untuk waktu yang lama dengan mesin pendorong udara yang menggunakan secara murni tekanan dara daripada &lt;br /&gt;
menggunakan tenaga listrik statis. Kalau kamu sedang serius, tenaga yang keluar itu cukup kuat untuk menghempaskan prajurit yang ada di &lt;br /&gt;
sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau sedang melaju bersama dengan para prajurit, mesin pendorong udara yang aku gunakan cukup kecil untuk menahan berat Object saja. Oh &lt;br /&gt;
ho ho. Itulah kenapa udara di sekeliling sini tidak terganggu dan para prajurit bisa berjalan beriringan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heeh. Jadi itu yang dilakukan oleh Aliansi Informasi akhir-akhir ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku suka dengan tatapan kagummu. Oh, dan untuk membiarkan tekanan udara ini bisa bergerak secara maksimal, tubuh utamanya menggunakan &lt;br /&gt;
karbon dan material aramid untuk bagian zirahnya. Oh ho ho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngomong-ngomong, berjalan seperti ini sangat melelahkan, jadi apa aku bisa ikut menumpang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ho ho. Kalau cuman prajurit biasa saja tidak jadi masalah, naik saja sesukamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser meraih sesuatu seperti material urethane dari mesin pendorong udara dan Heivia tiba-tiba saja berteriak padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hei! Itu bukan ide yang bagus Quenser!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa? Apa karena unit intelijen Aliansi Informasi melihatku karena takut informasi Object mereka akan bocor?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Itu salah satunya, sebenarnya sekarang mereka melihat wajahmu dengan teropong mereka adalah salah satu masalah, tapi masalah sebenarnya &lt;br /&gt;
adalah putri sepertinya agak badmood untuk alasan tertentu!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Hah?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir sampai menaiki material urethane yang digunakan oleh mesin pendorong udara ini, Quenser melihat Object sang Putri itu dengan &lt;br /&gt;
bingung. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melihat Object sang Putri bergerak seperti menggeleng-gelengkan kepalanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak apa-apa,” kata putri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gwaah!? Object putri yang terlalu banyak bergerak membuat tekanan udara dan semprotan penolak itu menerbangkan pasir ke mana-mana!!” &lt;br /&gt;
teriak Heivia dari tanah dan semua pasukan yang berada dalam formasi mereka mulai batuk-batuk. Quenser menghindari itu dengan menaiki &lt;br /&gt;
Object itu beberapa meter ke atas. “Quenser! Kalau kamu mau mencegah lebih banyak kerusakan, naik saja ke Object sang Putri!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi Object sang Putri menggunakan listrik statis dan laser untuk penggeraknya? Itu menyimpangkan laser secara acak dengan lempeng logam &lt;br /&gt;
untuk memanaskan udara dan meledakkannya. Aku pikir cukup berbahaya untuk berada dekat dengan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uhuk uhuk!! Y-ya, pasir ini juga cukup berbahaya juga, tahu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah saat ketika Elit Aliansi Informasi itu berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mencoba untuk ramah dan mengobrol secara Santi merupakan salah satu cara untuk meraih kepercayaan di antara prajurit seperti kita. Oh ho &lt;br /&gt;
ho. Aku rasa, Elit dari Kerajaan Legitimasi tidak tahu cara tata krama untuk berkawan dengan orang lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku bilang tidak ada apa-apa... apa kau mengejekku?” jawab sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong Quenser!! Cepat turun!! Jangan memancing amarah antara Putri dengan Elit itu!! Kalau begini terus, kita semua akan mati terbunuh &lt;br /&gt;
di antara pertempuran dua Object ini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser bisa mendengar suara teriakan di bawahnya, tapi dia tidak punya matan untuk turun kembali dan berjalan dengan peralatan berat di &lt;br /&gt;
punggungnya. Dia berbaring di urethane itu dan membuat dirinya nyaman sampai mereka sampai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 5===&lt;br /&gt;
Cukup mudah untuk melihat faksi mana saja yang menguasai daerah-daerah di Oseania.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wilayah yang dikontrol oleh pemerintahan junta militer ditutupi oleh hutan sementara area yang dikuasai oleh pasukan koalisi adalah area &lt;br /&gt;
padang gurun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan yang lain berada di dalam hutan hijau ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada awalnya mereka berjalan dari tanah tandus, kering, dan berkerak-kerak, tapi setelah mereka melintasi sebuah garis wilayah tertentu, &lt;br /&gt;
tanah yang mereka lalui menjadi ditutupi oleh rumput. Setelah itu, mereka dengan cepat masuk ke dalam hutan. Kondisi tanah di sini &lt;br /&gt;
sangat tergantung dari apakah tanah buatan yang memiliki daya serap air yang tinggi ini sudah tersebar di seluruh wilayah di sini atau &lt;br /&gt;
tidak. Tidak heran kalau suku pedalaman yang telah mencintai tanah leluhur mereka selama kurang lebih 1000 tahun ini melihat pemandangan &lt;br /&gt;
aneh seperti tanaman asing yang tidak pernah mereka lihat adalah sebuah penghinaan bagi tanah yang sangat sakral bagi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser turun dari bagian urethane Object Elit Aliansi Informasi dan melihat ke sekelilingnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang, wilayah pertempuran kita sudah terlihat. Walau aku rasa yang kita lakukan hanya duduk santai di sini melihat sang bintang &lt;br /&gt;
beraksi di atas panggung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku berharap kau pergi saja dari tempat ini sekarang,” keluh Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa diketahui oleh Quenser, Heivia merasakan saat-saat yang begitu menyakitkan ketika terjebatdi antara dua Object sementara Quenser &lt;br /&gt;
hanya bersantai di atas salah satu Object itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia melihat ke sekelilingnya dan berkata, “Kau tahu, sialnya ini adalah sebuah hutan. Mereka mengembangkan teknologi biotik demi &lt;br /&gt;
kepentingan penghijauan sosial, benar? Aku tidak percaya kalau ini dulunya adalah sebuah padang gurun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan bodoh. Meski mereka sudah menaikkan rata-rata kecepatan pertumbuhannya, mereka tidak mungkin mengembangkan pohon dengan cabang &lt;br /&gt;
sebesar itu. Kalau pohonnya pendek aku tidak masalah, tapi ini terlihat seperti sudah berumur 100 tahun dan mungkin ini diambil dari &lt;br /&gt;
negara lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang putri kemudian berbicara lewat speaker yang dipasang di Object-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita akan bergerak maju. Berhati-hatilah dan pastikan kalian tidak terkena peluru nyasar atau radiasi panas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih atas perhatiannya, tapi bukannya itu sama saja mengatakan kalau kami tidak berguna?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ho ho. Kau bisa menunggu di sini sambil bermain permainan ketangkasan otak selama 10 menit atau apapun yang kau inginkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua Object raksasa itu menembus ke dalam hutan yang lebat ini dengan kecepatan tinggi. Quenser dan yang lain ditinggal dengan &lt;br /&gt;
meninggalkan jejak suara petir yang datang dari arah Object sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mesin raksasa itu memiliki tubuh setinggi 50 meter dan bergerak dengan kecepatan 200-300 km/j. Pohon yang dibuat dengan rekayasa genetik &lt;br /&gt;
itu patah seperti sumpit kayu saat massa raksasa itu melewatinya. Dan tak lama setelah itu, kedua Object itu meninggalkan hutan yang &lt;br /&gt;
rata dengan tanah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Target mereka adalah gedung-gedung beton yang berada di tengah-tengah hutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah alarm yang biasa berada di sebuah fasilitas militer menyalak saat senjata yang menjadi puncak rantai teknologi itu mendekat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menarik sepasang teropong dan Heivia berbicara padanya, terlihat terganggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku bertaruh kalau ini pasti bukan target kita. Kalau Object Oseania benar ada di sini, pasti benda itu meninggalkan jejak yang sama &lt;br /&gt;
seperti hutan yang rata dengan tanah. Kau tahu kan waktu Object sang Putri melintasi hutan itu juga sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, aku sedang mengamati Object Informasi Aliansi,” jawab Quenser saat dia mengatur jarak penglihatan teropong itu dengan tangannya. &lt;br /&gt;
“Kalau monster itu menyerang kita saat menjadi musuh, aku tidak akan memiliki kesempatan untuk menganalisisnya, tapi ini berbeda. Aku &lt;br /&gt;
memiliki kesempatan untuk menyelidikinya. Aku bisa menggunakan waktuku untuk mencuri pandang informasi dari Object itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa, kau sekarang sedang menggilai gadis asing? Ayolah, kalau kau tetap mengejarnya, putri kita yang lucu nan anut akan berusaha &lt;br /&gt;
membunuhmu.”&lt;br /&gt;
“Apa yang kau bicarakan itu sebenarnya, Heivia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka berbicara, pertempuran antara Object koalisi dengan tentara normal di markas Oseania dimulai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari pengamatan, sepertinya Object musuh generasi 0,5 tidak ada di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasil yang sudah sangat jelas terlihat seperti pemandangan di atas pematang ladang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ledakan sorotan sinar menutupi pertempuran itu, memecah belah pemandangan malam hari. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka semua sedang ditembak oleh meriam cahaya panas. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sebuah meriam yang yang menembak secara terus menerus dan memiliki interval yang sangat pendek. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object Aliansi Informasi memiliki sebuah senjata utama sepanjang 35 meter yang terdiri dari lima meriam cahaya panas yang disambung &lt;br /&gt;
menjadi satu seperti Gatling Gun. Beberapa orang mungkin berpikir untuk apa memasang sebuah perangkat seperti Gatling Gun yang &lt;br /&gt;
menembakkan cahaya radiasi panas dari pada proyektil logam, karena kekuatan panasnya juga akan menghancurkan larasnya dan perangkatnya &lt;br /&gt;
yang lain kalau ditembak dengan interval yang terlalu pendek. Juga, mereka menggunakan sebuah amplifier untuk secara cepat memperkuat &lt;br /&gt;
dan melepaskan tenaga listrik, jadi penting untuk menyalakan dan mematikannya ketika berada dalam interval yang sangat pendek untuk &lt;br /&gt;
membagi daya panas yang ada di setiap meriam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang sudah seharusnya diperkirakan, Object Aliansi Informasi itu menggunakan kelima meriamnya dengan sangat kejam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap energi cahaya kebiruan itu memotong langit malam, dinding beton tebal itu terpotong menjadi bagian-bagian kecil. Bongkahannnya &lt;br /&gt;
meledak di udara seperti erupsi gunung berapi dan membuatnya terlihat meleleh. Para prajurit Oseania mencoba melarikan diri dengan &lt;br /&gt;
tembakan tank dan misil yang ditembakkan dari kendaraan, tapi Object tidak akan merasakannya seperti digigit nyamuk. Bangunan-bangunan &lt;br /&gt;
yang runtuh itu menimpa kendara-kendaraan yang membawa misil dan tank-tank yang ada di bawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, Object sang Putri tidak akan tinggal diam melihat semua ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggunakan manuver gerak cepat yang dimilikinya untuk memotong jalan keluar yang dimiliki oleh unit tank yang melarikan diri dan &lt;br /&gt;
menembakkan ketujuh meriam utamanya. Meriam yang dimiliki oleh sang Putri mampu berganti-ganti seperti mikroskop yang mengganti &lt;br /&gt;
lensanya. Dengan memutar rotor barelnya, dia menggunakan cahaya laser, meriam plasma berkeseimbangan rendah, coilgun, dan juga beberapa &lt;br /&gt;
pilihan lain. Itulah kenapa Objectnya dinamakan Object Multi guna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ledakan, sorotan cahaya panas, dan suara erangan memenuhi seluruh area pertempuran ini, tapi tidak ada suara teriakan yang bisa &lt;br /&gt;
terdengar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan kemarahan dan teror mungkin akan sangat terasa di sana, tapi suara kehancuran yang disebabkan oleh Object menenggelamkan mereka &lt;br /&gt;
semua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemandangan itu memenuhi seluruh area pertempuran. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sebuah neraka yang lahir di bumi bagi siapapun yang ingin melawan monster bernama Object. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wow. Aku rasa inilah yang didapat oleh Oseania jika mereka tidak mengindahkan perjanjian perang dan hanya melakukan apa yang mereka &lt;br /&gt;
inginkan. Aku merasa bersalah kepada mereka karena aku tahu bagaimana rasanya tidak bisa mengibarkan bendera putih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku bisa meliat kenapa sang Putri meminta kita untuk tidak terjebak di sana. Hei, Quenser, apa kau bisa menjelaskan padaku bagaimana &lt;br /&gt;
cara kerja Gatling Gun itu? Pasti keren sekali kalau Putri memiliki salah satu senjata itu di mesinnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Aku lebih penasaran dengan apa yang terjadi di bawahanya,” kata Quenser sambil memindahkan pandangannya ke bawah dan menunjuk &lt;br /&gt;
bagian bawah Object Aliansi Informasi. “Aku ingin tahu kenapa ia menggunakan pendorong udara dan telapak kaki-kaki di saat yang &lt;br /&gt;
bersamaan, tapi aku rasa aku tahu kenapa. Mengambang di udara dengan pendorong udara adalah dasar dari mesin penggerak dengan tekanan &lt;br /&gt;
udara, tapi itu menggunakan telapak kaki-kaki untuk menghentak tanah dan memberikan sebuah dorongan singkat untuk membuat sebuah &lt;br /&gt;
dorongan untuk berpindah dengan cepat. Sebenarnya juga, itu terlihat lebih seperti gergaji dari pada telapak kaki-kaki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi apa yang akan terjadi kalau kita menggunakan itu pada Object Putri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Putri bisa bergerak dengan sangat cepat sekali. Seperti ini: whoosh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser dan Heivia mengakhiri perbincangan bodoh mereka, pertempuran itu telah selesai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh sudah dihabisi dan tidak ada satupun tentara sekutu yang mati atau terluka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa para petinggi pasti bertepuk tangan mereka karena itulah kegunaan Object yang sebenarnya. Tidak ada hasil yang lebih baik &lt;br /&gt;
selain dari mereka yang bertempur bersama-sama dengan Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Elit terdengar di radio.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kita sudah selesai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ho ho. Aku sudah melakukan scanning dengan sensorku, dan menemukan bahwa masih ada ranjau dan tentara musuh menunggu untuk &lt;br /&gt;
menyergap. ...Itulah kenapa aku bilang kalau kamu itu sama sekali tidak kompeten, Elit dari Kerajaan Legitimasi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat dua Object itu saling perang dingin, tentara yang lain hanya bisa berbisik seperti ini “Sepertinya masih berbahaya” dan “Kita &lt;br /&gt;
tunggu saja sebentar lagi”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tindakan militer bukanlah sesuatu yang bisa ditolak oleh seorang tentara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan yang lain berjalan menuju area pertempuran sepanjang jalur yang diratakan oleh Object. Mereka merasa aman karena mereka &lt;br /&gt;
pikir semua jebakan sudah hilang ketika Object itu melintasinya. Tentu saja, ini tidak menjamin keamananmereka, tapi paling tidak mereka &lt;br /&gt;
bisa menarik napas lega karena tidak mati karena ranjau setelah perang selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka sampai, sang Putri berbicara lewat speakernya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya ini adalah markas boneka lagi. Markas ini tidak memiliki fasilitas yang dibutuhkan untuk merawat sebuah Object dan Object &lt;br /&gt;
itu juga tidak ada di sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita akan segera melakukan pencarian, tapi aku pikir tempat ini tidak memiliki tempat yang cukup luas untuk menyembunyikan sesuatu yang &lt;br /&gt;
cukup besar,” balas Quenser sambil melihat ke sekelilingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Area ini tidak sekedar hangus terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bangunan-bangunan hancur berkeping-keping, aspalnya meriak pecah, dan tanahnya terbelah menjadi dua dan cukup besar belahannya. Pohon, &lt;br /&gt;
logam, dan semua yang ada di sini berubah warna menjadi hitam dan kehilangan bentuk aslinya. Tingkat kerusakan yang terlihat di sini &lt;br /&gt;
tidak mungkin bisa dilakukan hanya dengan menyalakan sumbu pada campuran petrochemical saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object lebih sederhana dari pada senjata nuklir, lebih kuat dari pada nuklir, lebih aman dari pada nuklir, dan memiliki akurasi serangan yang lebih tinggi dari pada senjata nuklir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentara musuh sudah pasti hangur terbakar hingga tidak menyisakan apa pun dan sulit untuk menemukan di mana saja tubuh mereka tercerai &lt;br /&gt;
berai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uehh...” teriak Heivia. “Aku senang kita bisa mengobrol tentang ransum militer kita sebelum datang ke sini. Aku dengar ransum milik &lt;br /&gt;
Aliansi Informasi memiliki bumbu perasa di ransum mereka. Kau bisa memilih rasa kare atau keju atau rasa apapun yang kau inginkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pikir bumbu perasa rasa panggang tidak akan menjadi bumbu yang populer untuk beberapa saat ke depan.”Quenser melihat kepada dua &lt;br /&gt;
Object itu. “Ngomong-ngomong, apa yang harus kita lakukan setelah kalian menyelesaikan pertempuran dengan sangat mudah? Apakah kita bisa &lt;br /&gt;
meninggalkan tempat ini setelah memastikan bahwa tidak ada tempat perawatan Object rahasia di bagian ruangan bawah tanah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ho ho. Aku tidak yakin kalau masih ada senjata yang cukup di sekitar sini untuk menghancurkan sebuah Object, tapi bisakah kau &lt;br /&gt;
mengeceknya?” jawab sang Elit dari Aliansi Informasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingin beristirahat sebentar setelah pertempuran habis-habisan ini. Oh ho ho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti. Apakah gaya gravitasi tambahan dari inersia selama kau bertempur membuatmu sangat lelah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Desain dari pakaian khusus bagi sang Elit berbeda untuk tiap Elit, tapi sebagian besar, mereka semua dibuat agar tahan terhadap tekanan &lt;br /&gt;
tinggi seperti pakaian tempur pilot pesawat tempur. Object tidak bergerak dengan kecepatan supersonik seperti pesawat tempur, tapi &lt;br /&gt;
Object tentu memiliki massa yang luar biasa besar. Untuk menjelaskan masalah ini, coba bayangkan sebuah bola logam digantung pada sebuah &lt;br /&gt;
rantai .Tarikannya akan luar biasa besar ketika bola logam itu bergerak dan menghasilkan gaya sentrifugal yang membuat massa bola logam &lt;br /&gt;
itu semakin berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menyadari bahwa Object Aliansi Informasi dan Object sang Putri tidak bisa bergerak untuk beberapa saat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ho ho. Kalau aku harus bertarung, aku akan melakukannya, tapi menjaga kewaspadaan tingkat tinggi ketika tidak ada musuh di sekitar &lt;br /&gt;
kita adalah tindakan konyol. Dan pakaian Elit sangat ketat di bagian paha.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, itu benar. Saat kau bergerak dengan kecepatan tinggi, itu memotong aliran darah di kakimu untuk memastikan bahwa darah mengalir ke &lt;br /&gt;
otakmu dengan sangat cukup. Apa itu tidak membuatmu mengantuk?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelah pertempuran yang membutuhkan konsentrasi yang besar, tubuhku menyisakan panas, jadi cara tercepatnya adalah mengeluarkan kakiku &lt;br /&gt;
dari pakaian ini dan menggunakan semprotan pendingin. Oh ho ho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti....” Kata Quenser, dalam kekaguman yang abu-abu, tapi kemudian dia membeku di tempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tunggu... Jika Putri menggunakan pendingin untuk kakinya juga, apakah itu berarti sekarang dia sedang melepaskan pakaiannya di balik &lt;br /&gt;
dinding logam yang tebal itu sekarang?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih membeku di tempatnya, Quenser berpikir sangat dalam seperti seorang ahli filsafat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia berpikir, Baby Magnum dari Kerajaan Legitimasi mengarahkan meriamnya ke arahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu tidak perlu memikirkan hal-hal seperti itu sekarang,” kata sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gyaaah!? Jangan main-main dengan senjata seperti ini kalau hanya bercanda!! Dan yang memprovokasiku itu si Elit dari Aliansi Informasi, &lt;br /&gt;
bukan aku!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawa-bawa di dalam sebuah perbincangan, sang Elit membalasnya lewat speakernya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh. Oh ho ho. Sepertinya aku harus membuka seragam yang sangat ketat ini dan mendinginkan suhu tubuh ukuran G ini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be-benarkan!? Aku tidak sadar kalau satu kalimat saja bisa menarik perhatian yang begitu besar! Aku tahu kalau seragam putri kita &lt;br /&gt;
memang bagus, tapi kenapa Elit Aliansi Informasi harus bertindak sejauh itu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu permintaan desainer. Oh ho ho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...!? Sekarang, aku tidak memiliki niat untuk membelot, tapi kalau pekerjaan mau bagaimana lagi...!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan tertipu, Quenser. Jangan biarkan kilau dari Elit Aliansi Informasi itu menutupi matamu dan yang dikatakan oleh dia itu pasti &lt;br /&gt;
informasi palsu!! Kalau memang benar pakaiannya sangat ketat, tidak mungkin dia membuka kakinya untuk mengurangi tekanan udara!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, kau menyadarinya. Buruk sekali. Oh ho ho. Memang ini menutupi kakiku, tapi ada sela di beberapa bagian yang bisa aku semprot dengan &lt;br /&gt;
cairan pendingin. ...Dan ada beberapa bagian yang lebih sensitif dari pada sela yang ada di pakaian renang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Heivia, apakah itu benar!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Quenser!! Kalau kau tetap tertipu tentang apa yang dia katakan, kau pasti akan membuat sang Putri kehilangan kesabarannya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Heivia memukulnya di wajah, Quenser akhirnya mengembalikan kesadarannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Bukankah kita sedang membicarakan cara untuk mengontrol markas musuh? Kenapa kepalaku dipenuhi dengan kemurnian seorang gadis dan &lt;br /&gt;
keseksian seragam para Elit?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita harus melanjutkan misi kita,” tanya Quenser, mengumpulkan motivasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, masih ada tugas yang tersisa untukmu. Oh ho ho,” perintah Elit Aliansi Informasi. “Oh ho ho. Kita ada permintaan dari &lt;br /&gt;
suku pribumi. Karena reboisasi ini secara genetik tidak alami, mereka ingin kita membakarnya sampai rata dengan tanah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, benar. Kita harus mengganti warna wilayah ini menjadi warna kita,” jawab Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Putri kemudian berbicara dengan nada ingin meminta maaf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kita mau, kita bisa membakarnya dengan Object kita, tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggunakan Meriam Plasma Bertekanan Rendah yang ditenagai oleh Object, semua yang ada di atas tanah dan yang ada di dalam tanah akan &lt;br /&gt;
terbakar habis. Namun, suku pribumi Oseania melihat tanah mereka ini sebagai tanah suci, jadi mereka tidak ingin kita merusak yang tidak &lt;br /&gt;
penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sedikit kasar dan sedikit menahan diri, hm? Terdengar seperti cerita superhero ala Amerika.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan katakan itu, Agensi Perlindungan Budaya memprotes keras kata itu. Mereka mengatakan kalau itu seharusnya disebut Komik Korporasi &lt;br /&gt;
Kapitaslis karena negara bernama Amerika sudah tak lagi ada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu karena mereka terus saja bekerja demi barang-barang tak berguna, makanya tidak ada yang suka sama mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser dan Heivia saling berargumen, nyala api membakar beberapa tempat di dalam hutan malam ini. Unit khusus Aliansi Informasi &lt;br /&gt;
menggunakan Flamethrower untuk menyalakan api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kita tidak memiliki pakaian anti api seperti mereka. Kita tidak akan terjebak di dalam kobaran api, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masih lebih baik daripada menggunakan defoilant juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba suara statik terdengar di radio Quenser yang diikuti oleh perintah dari pasukan sekutu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengarkan sebentar, Quenser mematikannya dan menghadap Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita mendapat tugas kecil untuk diurus. Kita harus memeriksa desa-desa di tempat ini sebelum kita membakarnya habis.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa mereka tidak bisa menggunakan UAV?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, apa tidak apa-apa membakar rumah para penduduk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hubungi Froleytia di radiomu dan tanyakan dia tentang hal ini. Sepertinya, pasukan koalisi akan mengurus mereka untuk pindah dari &lt;br /&gt;
tempat ini sesegara mungkin. Dan karena suku-suku ini setengah hati untuk berada di tempat ini sejak pertama, mereka pikir lebih baik &lt;br /&gt;
seperti ini untuk mendapatkan gaya hidup mereka yang lama kembali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mengeluh, tapi mereka masih merasa lega karena mereka masih mampu untuk melakuksan sesuatu sebelum pergi. Dan kemudian, pasukan &lt;br /&gt;
Kerajaan Legitimasi dan Aliansi Informasi mulai mencari sambil berhati-hati dan menjaga mata mereka untuk memastikan tidak ada ranjau &lt;br /&gt;
ataupun jebakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menurut peta, wilayah kita sekitar 3 kilometer persegi. Jika jika menemukan kabin tua atau sesuatu seperti tempat tinggal di tempat &lt;br /&gt;
seperti ini, kita harus mengetuk pintunya dan memeriksanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perang sepertinya sangat membosankan.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, memang lebih baik seperti ini dari pada harus begitu heboh kurasa.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia berjalan sambil mengobrol tentang betapa bodohnya mereka jika mereka tak sengaja menginjak sebuah ranjau, tapi &lt;br /&gt;
kemudian mereka berhenti. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka keluar dari wilayah hutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdiri di sebuah bukit setinggi 7-8 meter. Sebuah hujan badai atau sesuatu yang cukup kuat sepertinya membuat bagian depan dari &lt;br /&gt;
bukit ini longsor, jadi ini seperti sebuah tebing. Di bawah tebing itu terdapat sebuah desa kecil yang hanya terdiri dari 20 rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika hanya itu, mereka bisa segera masuk dan segera memberikan tanda peringatan evakuasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalahnya adalah sebuah truk militer yang menghalangi jalan masuk ke dalam desa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan Oseania telah masuk ke dalam desa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia mengasumsikan bahwa perang telah selesai, tapi mereka bergerak cepat dengan menunduk di tanah. Quenser melihat &lt;br /&gt;
melalui teropongnya dan Heivia melihat melalui teropong senapannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Sial. Kenapa harus kita yang selalu mendapat kejadian yang paling heboh dengan bertemu mereka!!)” keluh Quenser dengan bisik-bisik. &lt;br /&gt;
“(Putri dan Elit yang lain itu hanya bertempur di sana. Apa mereka tidak mendengarnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Bagaimana aku bisa tahu!? Mungkin mereka hanya pasukan pengintai. Mereka mungkin  sudah memberitahu atasan mereka posisi Object kita &lt;br /&gt;
dan mereka sendiri di sini untuk menutup jalan keluar kita,)” jawab Heivia tenang. “(Jadi apa yang akan kita lakukan? Akan menyulitkan &lt;br /&gt;
kita kalau kita menangani ini sendiri, jadi bagaimana kalau kita memanggil Object?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Tidak, tunggu. Mereka pasti akan menyadari Object sebesar itu mendekati mereka. Mereka pasti akan membawa para penduduk itu untuk &lt;br /&gt;
dijadikan sandera. Dan pikirkan spesifikasi Object sendiri. Putri mungkin memiliki senjata laser anti-personil, tapi Aliansi Informasi &lt;br /&gt;
hanya memiliki meriam Gatling Gun cahaya itu saja. Ia pasti menghancurkan seluruh desa jika dipanggil ke sini.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dari apa yang mereka lihat di atas bukit ini, pasukan Oseania terlihat tidak ingin menembak para penduduk atau membakar desa. Saat &lt;br /&gt;
mereka melihat lebih dekat, mereka bisa melihat seorang tua yang kelihatan seperti kepala desa yang menyerahkan uang ke tentara &lt;br /&gt;
berseragam itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa itu semacam ‘uang sewa’? Sepertinya mereka sudah terbiasa melakukan itu.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut peta mereka, area ini beradai wilayah perbatasan Oseania dan pasukan Koalisi. Desa ini pasti dibuat untuk memberikan bantuan &lt;br /&gt;
bongkar muat kargo truk dari dua wilayah ini untuk memeriksa isinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia memeriksa keseluruhan tentara yang ada di tempat itu dengan teropong senapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Mereka semua ada 20. Mereka semua dilengkapi dengan sebuah senapan model lama dengan pelontar granat. Karena mereka hanya 1 truk, &lt;br /&gt;
sepertinya tidak akan ada lagi tentara yang akan kita lihat. Apa yang akan kita lakukan?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa maksudmu? Kau lihat sendiri tidak ada yang bisa kita lakukan sekarang.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Yah, aku rasa juga sama. Melawan musuh dengan jumlah kita yang berbanding 10:1 terdengar bodoh.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia saling menarik napas lega dan mereka kemudian merasa sangat lelah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika tentara musuh telah berkumpul di sini dan mengumpulkan semua penduduk di tengah desa dan mereka akan menembak para lelaki dan &lt;br /&gt;
memerkosa perempuan, mereka tidak memiliki pilihan selain melawan, tapi sepertinya apa yang mereka pikirkan itu tidak akan benar-benar &lt;br /&gt;
terjadi. Setelah pembayaran itu selesai, tentara Oseania itu akan meninggalkan desa. Quenser dan Heivia tinggal menunggu sampai mereka &lt;br /&gt;
pergi untuk memberikan tanda peringatan evakuasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika mereka memulai baku tembak, sepertinya mereka hanya akan menambah jumlah korban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juga, Quenser adalah teknisi perang, jadi dia hanya memiliki peledak. Senjata praktis yang mereka pakai hanyalah senapan dan pistol &lt;br /&gt;
milik Heivia. Saat mereka tidak memiliki alasan yang pasti untuk bertempur, tidak ada satupun dari kedua belah pihak yang ingin &lt;br /&gt;
bertarung di kondisi yang sangat tidak menguntungkan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hei, tunggu. Ada yang salah,)” kata Quenser saat dia melihat melalui teropongnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentara Oseania yang pada awalnya hanya berdiri santai tiba-tiba saja berpencar. Mereka memegang senapan mereka yang menggantung di bahu &lt;br /&gt;
mereka dan mencari musuh dengan wajah yang gugup. Sementara itu, wanita-wanita dan anak-anak berlarian masuk ke dalam rumah-rumah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa yang terjadi?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Lihat, Quenser. Di sana!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia menunjukan sebuah area terbuka di desa itu. Seseorang jatuh di sana. Itu adalah seseorang yang mengenakan seragam tentara pasukan &lt;br /&gt;
Oseania. Darah mengalir dari jantungnya. Sepertinya dia tewas seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Itu tidak terlihat seperti orang yang tewas karena sengatan panas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Jadi... apa? Heivia, apa kau tidak sengaja menembak orang itu sambil kau melihat melalui teropong senapanmu?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Kau bodoh sekali! Apa kau pikir senapan payah milikku ini memiliki peredam yang sangat hebat hingga kamu yang ada di sebelahku sendiri &lt;br /&gt;
tidak bisa mendengar suaranya!? Dan, orang itu jatuh di arah yang berlainan denganku!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat arah jatuh tentara yang tewas itu yang berlainan dengan arahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang dia lihat adalah...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Itu adalah batas wilayah pasukan koalisi.... apa dia ditembak dari arah itu? jadi apakah seseorang sengaja melemparkan ‘kerikil’ dari &lt;br /&gt;
luar wilayah ini?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, dia mendengar sebuah suara statik dari radio Quenser. Dia pikir dia dapat sambungan, tapi ternyata bukan. Sebuah suara &lt;br /&gt;
tembakan beruntun terdengar terus menerus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Suara statik bunyi tembakan dengan jarak interval 0,8 detik.... aku pikir seseorang menggunakan pembidik senapan laras panjang! Ini &lt;br /&gt;
menggunakan laser dan gelombang elektromagnetik untuk membantu mengarahkan.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hah? Tidak ada peralatan militer yang akan memberitahukan posisi snipernya begitu mudahnya. Sudah jelas ini adalah tindakan orang &lt;br /&gt;
bodoh yang berpikir kalau dirinya adalah seorang relawan tentara militan!)” kata Heivia, marah, tapi kemudian mukanya terlihat masam. &lt;br /&gt;
Dia mengangkat senapannya dan bergumam. “Oh sial. Tidak bagus, tidak bagus, tidak bagus!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk tambahan teropong di senapannya, senapannya juga memiliki infrared dan ultraviolet dan memiliki mikrofon untuk mencari musuh. &lt;br /&gt;
Karena dia memiliki headphone di satu telinganya, dia pasti mendengar suara perbincangan penduduk dengan tentara Oseania itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senapannya mengarah menuju salah satu tentara yang berbicara dengan tentara Oseania yang sedang berbicara dengan kepala desa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Apanya yang enggak bagus?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Aku tidak punya waktu untuk menjelaskannya, jadi aku katakan saja. ‘Sial, kau menipu kami!’ ‘Tidak, kau salah. Kita tidak akan pernah &lt;br /&gt;
melakukan hal ini.’ ‘Diam kau. Aku akan membunuh semua orang dan membakar desa ini sampai rata dengan tanah!’)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Aku pikir ‘tidak bagus’ itu terdengar meremehkan!!” kata Quenser terkejut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia kemudian berbalik untuk meminta pendapatnya, ia bertanya, “(Apa yang akan kita lakukan?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Kalau kita memanggil Object, mereka pasti akan menghancurkan tempat ini kalau mereka benar-benar datang.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Jadi apa yang akan kita lakukan!?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Yah, kita tidak di mana si sniper brengsek ini bersembunyi dan tentara Oseania itu akan melakukan tindakan kekerasan kalau kita tidak &lt;br /&gt;
segera bertindak.)” Quenser menancapkan pemicu elektrik di salah satu Hand Axe-nya yang sudah dia kuasai. “(Kita tidak memiliki pilihan &lt;br /&gt;
selain melakukan ini!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah merasa jelas dengan situasinya, mereka berdua mengangguk dan langsung bergerak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melemparkan peledak yang sudah dia tancapkan dengan pemicu dari atas tebing. Mereka mendarat agak jauh dari desa, tapi Quenser &lt;br /&gt;
mengirimkan sinyal untuk meledakkan Hand Axe itu. Ledakan beruntun itu membawa tentara Oseania itu untuk segera berlindung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada kenyataannya, itu hanyalah ledakan yang dibuat oleh seorang tamtama, tapi mereka pikir itu adalah ledakan mortar dari sebuah tank. &lt;br /&gt;
Ledakan beruntun membuat mereka semakin khawatir. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikutnya, Heivia mulai menembak satu persatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk berlindung dari musuh baru, tentara Oseania bersembunyi dari arah yang salah. Heivia bisa melihat mereka menyembunyikan bokong &lt;br /&gt;
mereka karena ketakutan, jadi dia menembak mereka dengan mudahnya. Sebuah baku tembak yang mengesankan, Quenser dan Heivia hanya kalah &lt;br /&gt;
dalam jumlah, tapi taktik penggertak mereka berhasil membawa pertempuran ini ke sisi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hei, aku tidak akan bisa menembak mereka semua!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Kalau kau bisa menembak beberapa dari mereka, mereka pasti akan pergi untuk menjaga nyawa mereka dan lari ke dalam hutan. Mereka tidak &lt;br /&gt;
akan bisa bertempur cukup lama untuk menjadi orang terakhir yang bertahan hidup.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hei, tuan tamtama, mereka sepertinya tidak akan melarikan diri. Mereka sepertinya bersiap untuk membawa pertarungan ini sampai darah &lt;br /&gt;
penghabisan!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Sial, itu snipernya! Dia menembak lagi! Mereka menembak ke arah mereka lagi untuk menutup jalan keluar mereka, jadi mereka tidak akan &lt;br /&gt;
bisa kabur walaupun mereka mau!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semakin lama pertempuran ini berlangsung, semakin besar kemungkinan para penduduk untuk terkena serangan peluru nyasar. Quenser dan &lt;br /&gt;
Heivia tidak memiliki alasan untuk menang, jadi mereka tidak peduli kalau tentara Oseania itu melarikan diri, tapi sniper misterius itu &lt;br /&gt;
menghalangi harapan mereka itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, seorang pria gempal yang sepertinya komandan mereka menaiki bukit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memberikan perintah dengan gerakan tangannya dan para tentara itu mengangkat senapan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Oh, sial! Mereka tahu posisi kita!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia dengan panik segera mundur. Segera setelah itu, sebuah badai peluru menghujani mereka. karena mereka menembaki tebing &lt;br /&gt;
longsor ini, longsorannya mereka gunakan sebagai tempat berlindung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Untungnya kita cukup jauh untuk menghindari lontaran granat dari senapan lawas itu.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Mereka enggak butuh waktu lama untuk mengepung kita. Hei, Quenser, bisa kau pasang peledak di jalan mereka sebelum mereka sampai di &lt;br /&gt;
sini?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, sebelum mereka bisa melakukan apapun, seseorang meraih pundak mereka dan memutar tubuh mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berputar dengan panik dan melihat pasukan infanteri Aliansi Informasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Aku tidak tahu situasi apa yang terjadi di sini, tapi kami akan membantu. Kita akan mengirimkan unit infanteri berat untuk &lt;br /&gt;
menghancurkan mereka kurang dari lima menit.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Lima menit, hm? Tidak buruk, tapi ini sudah terlambat.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia menggunakan pipinya untuk menunjuk bagian bawah tebing itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak sekali mayat yang bergelimpangan di sana karena orang yang terlibat dalam baku tembak. Dan mereka semua bukanlah tentara Oseania. &lt;br /&gt;
Beberapa dari mereka ditembak sampai mati karena rasa takut mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juga, sejumlah mainan anak kecil tersebar di tempat ini seperti seseorang sengaja membuat mereka menjatuhkan mainan mereka karena &lt;br /&gt;
terburu-buru ingin melarikan diri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sejumlah mainan yang tertutupi oleh pasir, debu, dan darah ada sebuah buku bergambar. Mereka cukup jauh dari desa itu, tapi buku &lt;br /&gt;
itu terlihat dengan jelas lewat teropong mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul buku itu adalah The Kind Beast of the Rocks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah buku yang sama yang dipegang oleh gadis kecil di luar barikade markas pasukan koalisi tadi sore.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia mendecakkan lidahnya dan melemparkan senapannya ke tanah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Baiklah, aku mengerti. Ini adalah perang yang sangat brengsek. Wanita tidak berdosa dan anak-anak kecil tidak berdaya mati dibunuh &lt;br /&gt;
karena alasan yang tidak jelas. ...Lakukan. Bunuh semua orang Oseania brengsek itu.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentara dari Aliansi Informasi itu mengangguk pelan dan memberikan perintah kepada tentara infanteri berat mereka. Tanpa memperhatikan &lt;br /&gt;
desingan peluru, mereka melompat dari bukit yang longsor ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, aku menemukannya,” kata Quenser saat dia menurunkan teropongnya dan menunjuk sebuah titik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak menunjuk desa itu. Dia menunjuk sebuah titik di perbatasan Oseania dan wilayah pasukan koalisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku menemukan sniper itu. Lihat, dia bukan tentara Oseania atau koalisi. Itu adalah salah satu dari reporter. Dia menggunakan kameranya &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
untuk menutupi senapannya. Sepertinya ini yang menjelaskan kenapa dia tidak menggunakan pembidik militer. Mungkin dia salah satu tentara &lt;br /&gt;
bayaran yang menyamar sebagai wartawan yang dikatakan oleh Froleytia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke,” kata Heivia saat dia mengambil kembali senapannya yang ada di tanah. Dia berbalik ke tentara Aliansi Informasi itu. “Kita akan &lt;br /&gt;
tangani sniper itu. Aku rasa aku tidak akan puas sebelum bisa menghajar mukanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Part 6&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kembali ke markas mereka, Quenser dan Heivia bersandar di dinding jalur pegawai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia berbicara kepada dua bawahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah memeriksa laporan kalian, dan sepertinya pemilik buku itu bukan anak kecil yang kalian khawatirkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia terdiam untuk waktu yang agak lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, Quenser membuka mulutnya dan berkata, “Apa kau pikir ini cukup untuk membuat kita lega?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu, sebagai seorang prajurit, kita tidak memiliki hak untuk berpikir kita suci atau bersih, tapi ini bukan perang yang kita &lt;br /&gt;
inginkan untuk ikut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu,” gumam Froleytia sebelum menekan kenop pintu dan masuk tanpa mengetuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menghela napasnya karena harus berhadapan dengan pekerjaan yang menyusahkan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berada di dalam sebuah ruangan kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memiliki rambut yang panjang berwarna perak dengan sebuah tusuk rambut panjang nan lancip yang memiliki bentuk seperti kanzashi &lt;br /&gt;
Jepang, dan ia sedang menghisap sebuah kiseru Jepang. Dia mengambil sebuah komputer dan tablet sensor dari bawah lengannya dan &lt;br /&gt;
meletakkannya di meja. dia biasanya menggunakan pena khusus untuk komputer itu untuk mengirimkan perintah ke unit yang berada sangat &lt;br /&gt;
jauh dari situ, tapi monitor itu mati. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia melihat lurus ke depan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kursi dipaku di lantai itu berseberangan dengan dirinya dan diantaranya itu ada sebuah meja kecil. Ia berdiri di depan seorang &lt;br /&gt;
pria dengan tangan yang melipat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah seorang reporter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia memberitahnya tentang tamu mereka itu yang ternyata adalah seorang mantan tentara bayaran, tapi Froleytia tidak &lt;br /&gt;
setuju. Seorang tentara bayaran masuk ke wilayah perang tanpa Object yang melindunginya adalah sebuah pekerjaan yang sangat kasar bagi &lt;br /&gt;
dirinya. Sepertinya, atau tanpa perlu dilihat lagi, dia lebih dari seorang tentara biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sepertinya berasal dari seorang keluarga kaya dari luar wilayah Oseania yang tergila-gila pada dirinya sendiri dan menganggap bahwa &lt;br /&gt;
dirinya adalah pusat segala tren.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tuan... Sewax, benar? Anda telah mengganggu sedikit operasi kami. Apa anda mengerti bahwa ini adalah ruangan interogasi militer dan &lt;br /&gt;
anda telah melakukan sesuatu yang pasti membuat anda harus datang kemari?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lepaskan ikatan ini,” kata Sewax dengan cepat, memotong Froleytia. “Aku tidak memiliki kewajiban untuk berbicara di sini tanpa &lt;br /&gt;
kehadiran seorang pengacara, tapi aku akan melakukannya khusus untukmu. Anda tidak memiliki satu hak pun untuk mencabut kebebasanku di &lt;br /&gt;
sini. Lepaskan ikatan ini dariku secepatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Kau marah karena aku menembak tentara-tentara itu? Kalian para prajurit sangat tidak berguna. Apa kau ingin mengatakan kalau aku &lt;br /&gt;
adalah seorang pembunuh karena bukan bagian dari tentara? Di wilayah lain, di mana Object tidak ikut campur dalam konflik seperti di &lt;br /&gt;
Oseania, para tentara bayaran seperti kami berkeliling ke wilayah-wilayah negara untuk membasmi tentara musuh, dan kemudian kembali ke &lt;br /&gt;
negara asal kami. Apa kau ingin mengatakan kalau mereka juga seorang kriminal? Penjahat?” Sewax tersenyum senang saat dia mengatakan kalau haknya adalah absolut dan dia tidak ada seorangpun yang dapat mengancamnya. “Yang aku lakukan hanyalah melakukan apa yang tidak kalian lakukan. Bukankah tugas kalian adalah menembus tubuh monster Oseania itu dengan peluru? Aku hanya melakukan ini demimu, untukmu, dan sekarang aku akan menulis laporannya dan mengganti opini publik. Kasarnya, anda semua tidak melakukan tugas kalian dengan baik pada level paling dasar ketika anda marah ketika seseorang menghabisi beberapa prajurit Oseania. Apa kau pikir kau bisa mengakhiri tirani di Oseania?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia menyeringai saat Sewax melihat dirinya dengan mata yang sangat sombong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melihat wajah seorang tentara yang berubah emosinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena Object, kalian begitu melupakan tugas kalian sebagai seorang tentara. Aku akan menulis tentang kalian saat aku kembali ke negara &lt;br /&gt;
asal. Aku akan memberi tahu semua orang tentang kalian para prajurit yang telah melupakan tugas kalian untuk bertempur dan betapa kalian &lt;br /&gt;
sangat panik ketika melihat darah. Aku tidak akan menulis tentang anda yang kehilangan pikiran rasional dan anda yang secara ilegal &lt;br /&gt;
menahan seorang wartawan yang jujur dan pekerja keras sepertiku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia meletakkan kiseru panjang dan lancip itu di atas meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, sebuah suara keras terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia meraih bahu Sewax, mengangkat wartawan itu, beserta kursi dan semuanya lalu menempelkannya di dinding.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gbh.... Ghaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhh!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenaga yang sangat kuat menghancurkan sandaran kursi itu dan tubuh Sewax ditekan punggungnya. Namun, lengan Froleytia tidak &lt;br /&gt;
mengizinkannya untuk menyentuh tanah. Dia menahan tubuh itu di dinding dan menekan kepalanya sangat kuat ke dinding.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada empat,” kata Froleytia pelan, suara yang dingin dan jarang ia begitu pelan seperti itu. “Jika kamu... kalau saja kamu hanya &lt;br /&gt;
membunuh tentara musuh, aku akan menyanjungmu tinggi. Namun, ada empat. Empat penduduk yang tak bersalah yang terbunuh karena aksi yang &lt;br /&gt;
tidak diinginkan ini. Orang-orang itu tidak akan mati jika saja... dengarkan ini, salah satu dari empat orang itu mati bukan karena &lt;br /&gt;
peluru tentara Oseania, tapi dari pelurumu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uhuk. Tapi karena itu, kau bisa segera membuat tindakan cepat untuk menyerang Oseania! Kita tidak bisa mengendur hanya karena dosa &lt;br /&gt;
kecil ini!! Yang aku lakukan ini tidak salah!! Kalau aku menulis ini, orang-orang di seluruh dunia akan merasa sensitif dengan perang &lt;br /&gt;
dan kelompok anti-perang akan bangkit. Sebuah zaman di mana para tentara yang menghabiskan pajak kami akan segera berakhir, bodoh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, benar begitu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia membawa tubuh Sewax dari dinding dan menerbangkannya. Gaya sentrifugal menghantam punggungnya saat dia jatuh tepat di atas &lt;br /&gt;
meja kecil itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Sewax Bath, Froleytia mulai berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu izinkan aku untuk berbicara sebentar. Kami mengetahui bahwa para tentara Oseania itu tidak berada di situ untuk menarik &lt;br /&gt;
uang. Mereka tidak berada dalam jadwal untuk datang ke tempat itu. bahkan kalau kau tidak menyerang mereka dengan senapan, mereka akan &lt;br /&gt;
mematuhi perintah atasan mereka dan mulai menyerang desa itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“La-lalu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan mereka melakukan karena aksi wartawan seperti kalian!! Karena intervensi pasukan koalisi, negara junta militer Oseania berpikir &lt;br /&gt;
bahwa masyarakat internasional menganggap remeh keberadaan mereka. Karena itu, mereka ingin menunjukkan kekuatan mereka pada pasukan &lt;br /&gt;
koalisi dengan memperkuat wilayah reboisasi mereka dan rencana bodoh untuk membantai seluruh penduduk desa!! mereka akan menggunakan &lt;br /&gt;
orang-orang mereka sendiri sebagai kartu negosiasi dengan mengatakan bahwa kematian mereka adalah kesalahan kami karena mengirim tentara &lt;br /&gt;
ke wilayah mereka dan menurunkan Object!! Memangnya kenapa kami melarang para wartawan untuk mendekati wilayah perbatasan Oseania? &lt;br /&gt;
Karena kami sudah tahu rencana mereka! Mereka tidak memiliki saksi untuk genosida yang akan mereka lakukan dan menyebarkannya ke seluruh &lt;br /&gt;
dunia! Namun, karena aksimu yang sungguh ceroboh itu, mereka akan bergerak semakin gila untuk rencana busuk mereka!!” kata Froleytia, &lt;br /&gt;
menyesali kebodohan yang dimiliki oleh Sewax. “Memangnya kau pikir apa yang akan dilakukan oleh orang-orang Oseania ketika melihat &lt;br /&gt;
kawan-kawan mereka mati? Mereka akan menunjukkannya kepada dunia betapa mereka menderita di sini. Mereka pasti akan menggunakan &lt;br /&gt;
pembantaian ini untuk menunjukkan pada dunia kalau kitalah yang salah! Mereka sekarang akan memainkan peran ‘mencari pelaku &lt;br /&gt;
pembunuhnya’. Mereka akan mencarinya di dalam ‘orang-orang mencurigakan’, yaitu di suku-suku pribumi asli Oseania. Mereka akan &lt;br /&gt;
mengirimkan pasukan, dan membantai mereka sampai puas!! Apa kau dengar itu!? Sampai mereka puas!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh Sewax seakan tidak bisa mendengar lagi apa yang dikatakan oleh Froleytia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ta-tapi aku adalah seorang wartawan Kerajaan Legitimasi. Aku sudah memastikan kalau aku menembak dari wilayah pasukan koalisi. Kenapa &lt;br /&gt;
mereka malah menarget penduduk Oseania? Itu omong kosong. Bahkan negara junta militer tidak akan melakukan hal itu tanpa ada bukti—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau pikir mereka akan mendengar alasan itu!!!??”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia mengepalkan tangannya dan memukul Sewax di perutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sewax tidak bisa menahan rasa sakit ini dan muntah-muntah di lantai. Froleytia meraih kursi dan berbicara padanya dengan wajah yang &lt;br /&gt;
sangat marah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka melihat wajah para penduduk itu tidak lebih dari serangga!! Kalau mereka menyukainya, mereka akan membunuh tanpa perlu ada bukti &lt;br /&gt;
atau tidak! Itulah kenapa aku mengatakan mereka akan terus membunuh sampai mereka puas. Mereka akan menyerang desa-desa yang tidak mereka sukai! Apa kau pikir pengadilan bisa menegakkan hukum di negara ini!? kau pikir berapa banyak orang-orang tidak berdosa yang kehilangan nyawa mereka karena tindakan berbahayamu ini yang tidak membawa penyelesaian apapun selain harga dirimu!?”&lt;br /&gt;
Masih tidak jelas apakah dia sudah mengerti semuanya atau hanya sebuah rangkaian berantai untuk mengosongkan perutnya, tapi air mata mulai menetes dari matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jujur saja, aku ingin menyerahkanmu ke pemimpin bodoh Oseania ini, tapi untungnya Kerajaan Legitimasi menjunjung tinggi hak asasi &lt;br /&gt;
manusia. Aku tidak bisa menyerahkanmu begitu saja.” Froleytia melepaskan dirinya dari kursi itu dan sepertinya dia mulai bisa &lt;br /&gt;
mendinginkan pikirannya, lalu dia bicara lagi. “Apa kau mengerti? Kita ada di sini untuk menjaga keseimbangan di medan perang dan aksimu &lt;br /&gt;
itu membawa perang ini ke sisi yang lebih buruk dan membuat semua usaha kami sia-sia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Part 7&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat interogasi yang dilakukan oleh Froleytia ditampilkan di dalam monitor di depan mereka, Quenser dan Heivia melihat ke arah lain di &lt;br /&gt;
saat yang sama. Mereka meninggalkan ruang observasi kecil yang diisi dengan staf perekam dan analisis lalu mereka saling bertukar pendapat saat mereka berjalan di lorong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Quenser. Berapa lama kau pikir sampai orang-orang Oseania itu mulai mencari pembunuhnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika perkiraan dari simulasi elektronik ini akurat, maka satu-satunya Object yang dimiliki oleh Oseania adalah sebuah Object generasi &lt;br /&gt;
0.5. Tingkat teknologinya sangat rendah untuk memiliki fungsi maksimal sebuah Object.” Quenser memilih kata-katanya secara hati-hati. &lt;br /&gt;
“Sebuah reaktor Object memiliki cara kerja seperti reaktor nuklir atau sebuah ledakan berantai yang lebih efisien untuk terus &lt;br /&gt;
menghasilkan tenaga daripada harus dimatikan dan dinyalakan. Namun, generasi 0.5 itu terlalu lemah. Jika ia terus menggunakan tenaga &lt;br /&gt;
dari reaktornya terlalu lama, bagian dalamnya bisa menyatu. Aku yakin kalau reaktornya pasti sedang dimatikan sekarang. Kalau kita &lt;br /&gt;
menghitung kecepatan kemampuan reaktornya untuk menghasilkan tenaga yang cukup untuk bergerak, maka....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita memiliki waktu antara 4 sampai 5 jam,” kata Heivia saat dia melihat jam tangan militer di pergelangan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengangguk dan berkata, “Menurut Froleytia, mereka ingin pembantaian mereka terhadap penduduk desa bisa mendapatkan perhatian dari para wartawan itu untuk menarik perhatian dunia. Sekarang mereka telah gagal untuk itu, maka para prajurit Oseania itu pasti mencari suatu cara lain untuk menghapus kegagalan mereka ini. Dalam kasus ini, tidak menyerang penduduk desa sekarang adalah pilihan terbaik yang mereka miliki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Object milik Oseania ini diberi nama generasi 0.5, tapi tetap saja itu adalah Object. Kerajaan Legitimasi atau Aliansi Informasi pasti menyatakan bahwa Object itu bisa dengan mudah dikalahkan dengan mudah oleh mereka, tapi desa-desa kecil tidak akan memiliki kesempatan untuk melawannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika terus seperti ini, mereka pasti akan mencari cara apapun untuk bisa mendapatkan “tragedi mengerikan” yang mereka incar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini buruk. Kalau kita tidak menemukan Object itu, ini akan menjadi, sangat buruk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi bagaimana caranya kita menemukan Object itu? Satelit sudah mengincarnya selama sebulan, dan mereka tidak menemukan apapun. &lt;br /&gt;
Bagaimana kita bisa menghancurkan Object hanya dalam waktu 4 jam.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menghancurkanya tidak terlalu sulit. Kita memiliki 20 Object milik pasukan koalisi. Jika kita bisa memberitahukan mereka posisi dari &lt;br /&gt;
Generasi 0.5, mereka bisa menggunakan seluruh kekuatan militer mereka untuk menghancurkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Artinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aritnya kita harus mencari di mana letak Object itu. Kita pasti bisa mencari tahu posisinya jika kita melihat dari sudut pandang kita &lt;br /&gt;
sendiri dari pada harus bergantung pada satelit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dua orang itu baru memulai aksi mereka, seseorang menginterfensi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah Froleytia yang baru saja keluar dari ruang interogasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jujur saja, aku ingin kalian berdua melakukan itu, tapi aku tidak bisa. Itulah perintah dari atasan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau Object 0.5 milik Oseania itu memberikan jejak setitik mereka saat keluar dari bangunan beton miliknya, kita pasti memiliki &lt;br /&gt;
kesempatan. Atasan tinggi menginginkan kita untuk hanya mengawasi satelit dan menunggu sampai mereka meninggalkan Object mereka. Kalau &lt;br /&gt;
mereka sampai menyadari keberadaan pasukan pengintai kita, kesempatan ini akan hilang dan mereka pasti akan pergi dari markas mereka dan &lt;br /&gt;
mencari tempat yang baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kau mencoba mengatakan kalau kita harus membiarkan mereka menyerang desa-desa kecil itu!? Kau tahu kan rasanya ketika Object musuh &lt;br /&gt;
menyerang kelemahan kita saat kita lengah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saat kita menyadari bahwa ia meninggalkan markas, kita akan segera bergerak cepat sebelum ia mulai menyerang!! Aku jamin tidak akan ada &lt;br /&gt;
penduduk desa yang akan menjadi korban!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi aku yakin kalau militer Oseania akan menyadari kita! Apa yang akan kau lakukan ketika kita dengan bangga menyerang target yang &lt;br /&gt;
terlihat di satelit dan ternyata itu hanyalah sebuah tangki gas raksasa dengan umpan!? Sementara yang asli akan keluar dan membakar &lt;br /&gt;
habis sebuah desa, menyamar menjadi tangki gas yang lain, dan melarikan diri ke markas yang lain!! Kalau itu terjadi, kita harus &lt;br /&gt;
melakukannya lagi. Apa kau akan membiarkan mereka membakar desa sampai kita mendapatkan Object mereka!? Mungkin terdengar salah ketika &lt;br /&gt;
kita menyerang para prajurit Oseania itu dengan Object, tapi Object bukanlah sesuatu yang bisa ditangani oleh para penduduk tak &lt;br /&gt;
bersenjata!!” teriak Heivia, kehilangan harga diri yang ia junjung tinggi terhadap atasannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya, Froleytia sendiri tahu dengan apa yang akan terjadi sebenarnya, tapi sesuatu menghalanginya untuk menyetujui pendapat &lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah peraturan militer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya aku ingin sekali mengirim kalian berdua, tapi aku tidak bisa melanggar perintah,” kata Froleytia dengan masam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ekspresinya, Quenser dan Heivia kemudian diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan jangan coba-coba mengaksesnya lewat database militer. Untuk menghindari informasi Object kita ketahuan oleh anggota pasukan koalisi &lt;br /&gt;
yang lain, pengamannya sudah ditingkatkan. Kalau kau mencoba mengakses data yang di luar wilayah kewenanganmu, kau akan langsung &lt;br /&gt;
disidang di pengadilan militer sebelum kau menyadarinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu apa yang harus kita lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia masih tidak mau untuk menyerah, tapi Froleytia membalikkan badannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan menyiapkan segalanya untuk memastikan kalau kita bisa langsung bergerak segera setelah kita mengetahui koordinat Object &lt;br /&gt;
Oseania dari satelit,” katanya sebelum meninggalkan mereka berdua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditinggal sendirian, Quenser dan Heivia hanya bertukar pandang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Quenser, apa yang harus kita lakukan sekarang? Kau memiliki akses khusus untuk Object setelah menang di Alaska, kan? Bisakah kau &lt;br /&gt;
masuk ke dalam database tanpa ada orang yang menyadarinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau aku memiliki kemampuan, aku hanya butuh sedikit meretas dan mengaksesnya. Tapi itu tidak mungkin. Tidak mungkin kita bisa mencari &lt;br /&gt;
data tentang informasi generasi 0.5 ini di situasi seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser memasukkan jarinya ke dalam kantungnya dan mengeluarkan peta dari dalamnya dan kemudian membuka peta itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia terkejut, tapi Quenser hanya menunjukk peta itu dan berkata, “Aku rasa cara manual adalah cara terbaik untuk memecahkan masalah &lt;br /&gt;
kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Part 8&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia keluar dari gedung dan berjalan memutar untuk sampai ke bagian belakang gedung itu. Mereka duduk di atas tanah kering dan keras itu dan membuka petanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oseania itu besar,” keluh Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengangguk dan berkata, “Yah, cukup luas untuk menampung Eropa Barat. Tempat ini tidak disebut sebagai benua tanpa alasan yang &lt;br /&gt;
logis.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi bagaimana kita bisa menemukan sebuah Object di tanah seluas ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Membutuhkan waktu setahun kalau kita mencari di seluruh tempat di Oseania, tapi sepertinya mereka memiliki area-area tertentu yang bisa &lt;br /&gt;
mereka gunakan untuk bersembunyi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia berbicara, Quenser menggunakan pen merah dan menggambar sebuah lingkaran besar di peta itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lingkaran itu berada di Oseania utara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka pikir Object itu ada di wilayah utara antara distrik Kimberley dan padang gurun Tanami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi itu ada di mana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan setelah mengecilkan area pencarian mereka, wilayah yang dimaksudkan oleh Quenser itu masih seluas dengan pulau Honshu, salah satu &lt;br /&gt;
kepulauan Jepang yang dimiliki oleh Korporasi Kapitalis. Itu bukanlah wilayah yang bisa mereka cari dengan berjalan kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dua tahun yang lalu, saat Generasi 0.5 milik Oseania selesai dibuat, mereka mengadakan parade besar-besaran di sini. Setelah itu, &lt;br /&gt;
mereka menyembunyikannya di antara tangki gas yang mereka sebar dengan perangkap di seluruh wilayah dan memasukkannya ke dalam markas. &lt;br /&gt;
Namun, kita masih tidak mau yang mana yang asli.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi itulah kenapa pasukan koalisi menghancurkan markas-markas itu walau mereka tahu kalau itu hanya umpan. Kalau mereka terus &lt;br /&gt;
menghabisi seluruh markas di wilayah ini, mereka pasti akan mendapatkan yang asli jika mereka beruntung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jujur saja, mereka pasti akan menemukannya walau mereka tidak melakukan apapun, tapi siapa yang tahu berapa banyak desa yang dibakar &lt;br /&gt;
ketika mereka menunggu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, kita tidak bisa meninggalkan ini begitu saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi ini masalahnya. Ada 100 fasilitas militer yang bergerak sebagai umpan dan 40 diantaranya sudah diketahui sebagai sebuah tangki gas &lt;br /&gt;
saja. Atasan tinggi tidak tahu sama sekali soal mana yang asli dan mana yang tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah ada markas yang benar-benar terutup sehingga bahkan atasan kita sama sekali tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan tidak mungkin, tapi aku ragu. Membuat satelit terus berjaga-jaga untuk mendeteksi gedung-gedung itu bukanlah pekerjaan yang &lt;br /&gt;
mudah. Dan bahkan ketika mereka menyembunyikannya di bawah tanah, mereka membutuhkan jalur dan jalan masuk untuk mengeluarkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi sudah hampir pasti kalau mereka pasti menyembunyikan salah satunya di sebuah bangunan yang sama sekali tidak diketahui oleh para &lt;br /&gt;
atasan?” gumam Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser memerhatikan wilayah yang telah ia tandai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau saja ada tanda khusus di mana hanya dimiliki oleh Object yang asli.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudmu seperti peralatan untuk perawatan sebuah Object? Kalau begitu, bukankah sebuah markas dengan jalan besar memiliki kemungkinan &lt;br /&gt;
besar sebagai tempat persembunyian?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Markas yang kita serang tadi juga memiliki fasilitas yang sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi tidak semuanya memiliki luas yang cukup untuk Object setinggi 50 meter. Bahkan Object yang tadi kita hancurkan tidak memiliki &lt;br /&gt;
tanda-tanda telah dilalui oleh sebuah Object.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya markas yang memiliki tempat yang cukup besar untuk menampung Object sudah dihancurkan semua. Itulah kenapa perintah kita &lt;br /&gt;
adalah untuk mencari mana yang paling mungkin untuk tidak bisa dimasuki oleh Object.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi ke mana lagi kita harus pergi? Kalau semua markas yang memiliki kemungkin paling tinggi tidak menghasilkan apa-apa, bukankah yang &lt;br /&gt;
tinggal tersisa adalah menghancurkan semua markas yang tidak terlihat mencurigakan?” kata Heivia, tidak hati-hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya, atasan mereka memiliki kesimpulan yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana kalau kita berpikir sama seperti cara musuh kita berpikir?” kata Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?” kata Heivia dengan ekspresi bodoh di mukanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Generasi 0.5 terakhir kali dilihat dua tahun yang lalu saat ia sudah selesai dibuat. Telah itu, ia disembunyikan di suatu tempat. &lt;br /&gt;
Apakah mungkin kalau mereka sudah menumbukan berbagai macam pohon dan tanaman untuk menutup jalur yang bisa digunakan oleh Object?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa mereka melakukan itu? Kalau mereka menutup markas mereka dengan pepohonan, bukannya itu akan meninggalkan jejak ketika ia &lt;br /&gt;
meninggalkan markas. Para atasan kita pasti dengan mudah menyadarinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Markasnya sendiri pasti sudah diamati oleh satelit, jadi semua pohon-pohon yang tumbang tidak akan jadi masalah. Setelah penyerangan, &lt;br /&gt;
Object itu bisa bersembunyi di salah satu tangki gas dan bergerak menuju markas lain. Tentu saja kita akan menghancurkan segala &lt;br /&gt;
kemungkinan yang ada kalau bergerak ke markas yang salah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu berati markas yang paling mencurigakan adalah markas yang memiliki banyak pepohonan dan bebatuan disekelilingnya. Markas yang &lt;br /&gt;
terlihat seperti sudah ditinggalkan memiliki kemungkinan terbesar sebagai markas yang paling mencurigakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya ada dua masalah,” kata Heivia ketika dia memperhatikan titik yang ditandai dengan pena merah. “Pertama, jarak di antara &lt;br /&gt;
markas-markas ini terlalu jauh walau kita sudah menyempitkan daerah pencarian kita sampai tiga markas. Kita tidak bisa menebak mana dari &lt;br /&gt;
tiga itu yang asli. Kalau kita mendapatkan markas yang salah, kita akan kehilangan sangat banyak waktu.” Dia menunjuk peta itu dengan &lt;br /&gt;
cahaya kecil. “Kedua, setiap markas umpan pasti memiliki prajurit untuk menjaganya. Bahkan kalau kita bisa mengalahkan mereka semua, &lt;br /&gt;
mereka masih memiliki waktu untuk menghubungi markas asli mereka. mereka pasti akan menyebar lebih banyak tangki gas yang lain dan &lt;br /&gt;
Generasi 0.5 pasti sudah menghilang. Penyerangan mereka ke desa-desa hanya akan mundur sedikit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan masalah ketiga adalah, kita tidak akan mendapatkan bantuan militer ataupun Object.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau yakin tentang itu? Walau kita tidak diperintahkan oleh Froleytia, pasti ia akan mengirimkan sang Putri untuk membantu kita &lt;br /&gt;
mengalhakan Genera—....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba alarm berbunyi mengisi seluruh markas koalisi ini. Sirine yang menyala dengan warna redup menutupi langit malam. Semua lampu &lt;br /&gt;
di seluruh markas segera dinyalakan seketika seperti malam pertandingan kasti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang terjadi? Kita belum meninggalkan markas sama sekali!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bodoh. Object-object sudah diperintahkan untuk bergerak! Apakah para atasan sudah menemukan di mana posisi Generasi 0.5!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melipat petanya dan melihat ke sekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejumlah prajurit keluar dari dalam bangunan. Dia juga melihat sang Putri berlarian di wilayah perawatan. Para pekerja perawat Object &lt;br /&gt;
yang masih bekerja segera membuka palka Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menghampiri seorang prajurit dan bertanya padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang terjadi!? Apa kita menemukan sebuah Object milik militer Oseania?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, benar. Akhirnya aku bisa pulang ke rumahku! Bos terakhir sudah menunggu kita di ujung Great Sandy Desert. Object tentara Koalisi &lt;br /&gt;
sudah mengarah ke sana dengan kecepatan tinggi, tapi kita harus segera ke sana dengan truk militer. Yang pertama yang dilayani, kau &lt;br /&gt;
harus cepat kalau ingin naik ke dalam truk yang memiliki suspensi yang bagus. Kalau kau terlalu lama, punggungmu akan terasa sakit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Great Sandy Desert?” gumam Quenser, ia merasa kosong saat melihat prajurit itu meninggalkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, bukankah itu salah satu tempat yang sudah kita prediksi,” kata Heivia, menyadari sesuatu yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Beruntung sekali. Apa yang dipikirkan oleh para atasan untuk berpikir kalau Generasi 0.5 ada di sana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, Heivia menghentikan seorang prajurit yang lewat di depannya. Dia memiliki pakaian yang sama dengan Heivia dan kebetulan dia &lt;br /&gt;
juga seorang analis Object sama seperti Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah perbincangan singkat, Heivia kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang aku duga, itu berasal dari satelit. Saat reaktor Object diaktifkan, sebuah sinyal energi redup akan terdeteksi. &lt;br /&gt;
Sepertinya, satelit menangkapnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi Oseania sudah berhasil menipu satelit kita selama ini! Kalau kita masih menggunakan cara lama untuk mencarinya, mereka hanya akan &lt;br /&gt;
menipu kita lagi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu karena wajah masam para atasan yang mengeluarkan senjata meteorologis terbaru mereka. Sebuah senjata baru sudah diluncurkan. Itu &lt;br /&gt;
mirip seperti rudal sekam yang kita gunakan di Alaska. Itu mengumupkan partikel khusus di ketinggian tertentu dan mengubah awan menjadi &lt;br /&gt;
sebuah sensor raksasa. Saat satelit menggunakan sensor awan itu untuk mencari di permukaan, satelit menerima sinyal redup dari sebuah &lt;br /&gt;
Object. Kita tidak tahu kalau purwarupa Object itu mengeluarkan sebuah sinyal yang sana dan partikel tidak selalu bercampur dengan awan &lt;br /&gt;
karena arah angin, kadar air di awan, dan banyak faktor lain, jadi pasti keberuntungan yang membawa kita menang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi,” kata Quenser, merasa belum puas. “Tapi kan reaktor Generasi 0.5 dimatikan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka pasti menyalakannya sedikit demi sedikit dan energi yang dihasilkan pasti sampai pada titik di mana satelit bisa mendeteksinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah?” tanya Quenser dengan terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Negara junta militer ini membangun markas-markas umpan di seluruh Oseania dan menggunakan tangki gas untuk menipu satelit, jadi kenapa &lt;br /&gt;
mereka memberitahukan posisi mereka dengan begitu mudahnya? Ini seperti mereka meminta 20 Object pasukan Koalisi yang tersebar di &lt;br /&gt;
seluruh Oseania untuk menggunakan seluruh kekuatannya untuk menembak mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berpikir sebentar, Quenser mengangkat kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sepertinya panik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, itu adalah purwarupa reaktor Object!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan purwarupa reaktor, tidak akan ada yang tahu kalau itu akan bekerja atau tiba-tiba saja meledak. Tidak akan ada yang memasang itu &lt;br /&gt;
di dalam Object mereka! Cara yang paling umum adalah membuat reaktor kedua yang sama persis dengan reaktor yang dipasang di dalam Object &lt;br /&gt;
pertama milik Oseania. Oseania mungkin memiliki purwarupa reaktor juga. Mereka mencoba menyembunyikan di mana reaktor yang asli berada &lt;br /&gt;
saat mereka menyalakannya dengan mengaktifkan seluruh purwarupa reaktor ini di saat yang sama!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tidak membaca terlalu banyak? Sensor yang ada di dalam awan memang belum dikeluarkan secara resmi. Tapi bagaimana bisa militer &lt;br /&gt;
Oseanaia membangun sebuah trik di mana efek sebuah senjata tidak memiliki spesifikasi yang benar!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika ini pertama kalinya purwarupa ini digunakan, kau pasti benar. Namun, ini sudah dua tahun sejak pasukan koalisi bertahan di &lt;br /&gt;
Oseania. Mainan itu pasti sudah diujicoba beberapa kali. Dan kalau sudah, pasukan Oseania bisa mengumpulkan data dari banyaknya &lt;br /&gt;
eksperimen yang gagal dan menebak apa yang akan terjadi. Masih ada kemungkinan kalau ini adalah sebuah jebakan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau pasti sedang bercanda! Putri dan yang lain sudah mau berangkat!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau Quenser benar, maka sang Putri dan yang lain akan bergerak menuju markas yang salah lagi. Dan sementara perhatian mereka &lt;br /&gt;
teralihkan, Object Generasi 0.5 milik Oseania akan menyerang desa-desa kecil di dekatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Militer Oseania tahu kalau mereka tidak akan menang kalau melawan secara langsung dengan pasukan Koalisi. Itulah kenapa mereka &lt;br /&gt;
menggunakan suku-suku pribumi yang menentang mereka sebagai sebuah sandera dari taktik diplomasi mereka. Mereka mengatakan bahwa akan &lt;br /&gt;
ada lebih banyak lagi suku pedalaman yang akan terbunuh jika pasukan Koalisi tidak segera pergi meninggalkan tempat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan yang lain pasti akan melihat lebih banyak pembantaian atas nama penghijauan hutan tidak akan mengusir 20 Object yang ada dia &lt;br /&gt;
ini, tapi akan ada banyak nyawa yang berada di ujung tanduk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika sang Putri dan yang lain masih terus bergerak, rencana gila ini akan terus berlanjut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Brengsek!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia dengan panik bergerak menuju gedung untuk menghentikan Object. Namun, Object itu terlalu cepat. Kerajaan Legitimasi &lt;br /&gt;
dan Aliansi Informasi memotong jalan seperti sebuah kereta peluru. Mereka melintasi Quenser dan Heivia sebelum mereka bisa mendekati &lt;br /&gt;
markas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya suara petir dari Object sang Putri yang tersisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“sial! Apakah kita bisa memanggil mereka lewat radio!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dua Object itu sudah dikirim, jadi mereka pasti memiliki perintah resmi. Dan yang memberi perintah pasti adalah orang yang memiliki &lt;br /&gt;
otoritas yang paling tinggi. Komunikasi personal kita tidak akan bisa memanggil mereka kembali. Mereka pasti akan dihukum kalau &lt;br /&gt;
mendengarkan kita!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dengan panik berpikir keras zat dia melihat truk-truk yang berisi prajurit mulai meninggalkan markas satu persatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihatnya seperti itu, Heivia berkata, “Apa yang akan kita lakukan? Memang mungkin kalau Object yang ada di Great Sandy Desert adalah &lt;br /&gt;
benar-benar Object Oseania, tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu dia!” jawab Quenser. “Kalau ini adalah reaktor purwarupa, pasti ini adalah kartu truf mereka yang tidak pernah mereka gunakan &lt;br /&gt;
selama dua tahun sejak Object mereka selesai. Mereka tetap menyembunyikannya walau harus membiarkan prajuritnya sendiri harus terbunuh &lt;br /&gt;
di markas umpan. Kenapa mereka baru menggunakannya sekarang? Kenapa mereka harus menipu kita sesusah ini? Itu pasti karena teknologi &lt;br /&gt;
Object kita yang terlalu canggih telah keluar dari wilayah ini! Generasi 0.5 pasti berada di dekat sini! Mereka telah menyadari bahwa &lt;br /&gt;
mereka akan menemukannya kalau mereka tidak melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah ekspresi terkejut muncul di wajah Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu, fasilitas yang menyembunyikan Generasi 0.5 ada di...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya, ini adalah markas paling dekat dari tiga yang kita curigai! Tapi ini tidak membuktikan apapun. Kita membutuhkan data dari &lt;br /&gt;
data sinyal energi yang keluar dari dalam fasilitas itu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua orang itu kemudian segera kembali ke dalam gedung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau mereka bisa melihat ke dalam database militer, mereka bisa dengan cepat memeriksanya. Namun, database itu sendiri berisi desain &lt;br /&gt;
Object dan strategi perang yang sangat sensitif bagi militer. Kalau mereka melanggar perintah mereka dan mengaksesnya, bukan hal yang &lt;br /&gt;
aneh jika mereka ditembak di tempat tanpa melewati sebuah persidangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Duduk di sini saja tidak akan mengubah apapun. Data yang kita butuhkan ada di dalam salah satu gedung ini, jadi kita harus segera masuk &lt;br /&gt;
ke dalam. Kita harus menemukan cara untuk bisa mendapatkan informasi yang kita inginkan dari database...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Quenser. Apakah para atasan kita adalah tipe orang yang tidak menyukai barang-barang elektronik?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau laporan pengarahan sebelum misi dicetak, maka data yang kita butuhkan ada di dalam selembar kertas. Dengan begitu kita tidak &lt;br /&gt;
perlu membuka database militer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian, Quenser dan Heivia masuk ke dalam fasilitas besar yang digunakan untuk pengarahan. Sebagian besar tentara sudah dikirim ke &lt;br /&gt;
Great Sandy Desert, jadi hampir tidak ada orang di dalam sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dua orang itu melihat sesuatu yang membuat mereka kaget saat mereka sampai di ruang pengarahan dan melirik melalui celah pintu &lt;br /&gt;
yang terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Kenapa Froleytia dan orang-orangnya masih ada di sini!?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Dia mungkin terlihat pamer dengan dada besarnya, tapi sebenarnya dia seorang pekerja yang handal.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melihat komandan dengan dada besar itu sedang mengoperasikan komputernya, Quenser berjalan mundur dari pintu. Walau data yang &lt;br /&gt;
mereka inginkan ada di dalam ruangan, tapi mereka tidak akan bisa memeriksanya jika ada Froleytia di dalam ruangan. Kalau mereka membuat &lt;br /&gt;
gerakan yang mencurigakan, dia pasti akan mengirim mereka ke dalam ruang penahan tanpa alasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa ada cara supaya kita bisa melihat laporan itu tanpa harus melewati Froleytia?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Bagiaman kalau kita menarik perhatian dari fanatik Jepang itu ke luar?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Kalau kita melakukan itu, kita pasti akan dikirim ke pengadilan militer setelah semuanya selesai.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara keduanya berdiri tanpa tahu apa yang harus mereka lakukan, mereka mendengar suara ketukan pintu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berputar dan mendengar suara seorang pria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara itu berasal dari ruangan sebelah, yaitu ruang interogasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wartawan yang bernama Sewax itu berbicara kepada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa ini? Kenapa ruang interogasi tidak kedap suara!? Dia bisa mendengar semua intel militer dari situ!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Tempat ini hanya dibuat untuk merawat Object. Mereka mungkin tidak kepikiran untuk membawa seorang tahanan. Sepertinya mereka &lt;br /&gt;
menggabungkan ruangan interogasi dengan ruangan yang ada.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu yang mengetuk pintu lebih keras dari sebelumnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia khawatir soal Froelytia yang mungkin bisa mendengar suara yang berasal dari pintu lain, tapi Sewax melanjutkan &lt;br /&gt;
katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mendengar apa yang mereka katakan di sini. Atasan kalian sepertinya terbagi antara di mana sebenarnya Generasi 0.5 itu &lt;br /&gt;
disembunyikan. Aku rasa mereka memiliki dua pilihan, tapi mereka akhirnya memilih yang memiliki sinyal yang paling besar. Itulah kenapa &lt;br /&gt;
mereka memilih Great Sandy Desert.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Quenser dan Heivia bertukar pandang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa yang harus kita lakukan, Quenser? Apa kita akan mendengarkannya? Dia mungkin saja mengada-ngada.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Dari yang dia lakukan sebelumnya, dia menang orang yang brengsek, tapi aku ragu kalau dia akan melakukan sesuatu yang akan &lt;br /&gt;
menguntungkan Oseania. Ayo kita dengarkan apa yang ingin dia Katalan.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memantapkan pikiran mereka, Quenser berbicara kepada pintu yang terkunci itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Di mana lokasi lainnya!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebuat tempat bernama Padang Gurun Tanami.” Sewax sepertinya ingin mengatakan semua yang dia ketahui karena dia menjawab tanpa keraguan &lt;br /&gt;
sedikitpun. “Beberapa atasan tinggi kalian sangat skeptis, tapi sinyal yang datang dari arah Padang Gurun Tanami terlalu lemah dan Great &lt;br /&gt;
Sandy Desert memiliki sinyal yang lebih terlihat seperti sebuah Object, jadi mereka meninggalkan pilihan ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang kita pikirkan,” kata Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Padang Gurun Tanami adalah sebuah tempat yang berada sangat dekat dari markas Quenser dan Heivia putuskan sebagia sebuah markas yang &lt;br /&gt;
cukup mencurigakan. Jika Generasi 0.5 diaktifkan di situ, Object itu bisa menghancurkan desa terdekat di sini ataupun markas pasukan &lt;br /&gt;
Koalisi itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak bagus. Butuh waktu yang cukup banyak untuk meminta putri dan yang lain untuk kembali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu berarti kita harus melakukannya sendiri. Kita akan kembali ke neraka yang rindu pada kita!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia mengecek lokasi di peta dan Heivia mengatakan kalau mereka butuh kendaraan. Namun, mereka dipotong oleh apa yang akan &lt;br /&gt;
dikatakan oleh Sewax.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu. Tolong bawa aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahhn? Tidak akan. Kita tidak bisa membawa seorang warga sipil ke dalam medan perang. Dan kita tidak memiliki waktu untuk membantumu &lt;br /&gt;
kabur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bukan itu. Aku ingin mengganti akan apa yang telah aku lakukan. Aku membawa situasi ini pada kalian, bukan?” Suara Sewax &lt;br /&gt;
terdengar agak tidak sebarang. Dia terdengar sangat berbedar dari saat mereka membawanya ke dalam markas ini. “Semua yang kita tahu soal &lt;br /&gt;
perang adalah soal pertarungan antar dua Object, jadi kami tidak pernah melihat apa yang terjadi sebenarnya pada warga sipil. Aku datang &lt;br /&gt;
ke sini karena aku tidak bisa memaafkannya. Tapi aku salah. Kalian membangun strategi dengan para ahli yang berpengalaman dan aku &lt;br /&gt;
menghancurkannya dengan sikap amatirku. Aku pikir dengan membunuh orang-orang Oseania itu, aku dapat memberikan bantuan moril pada &lt;br /&gt;
suku-suku pribumi di sini, tapi yang aku lakukan hanyalah memberikan kematian bagi warga pribumi seperti mereka. Dan banyak, banyak &lt;br /&gt;
orang yang akan terbunuh! Aku tidak bisa menahan diriku. Pasti ada sesuatu yang bisa aku lakukan untuk menebus kesalahanku!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia saling bertukar pandang secara sekilas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bisa menggunakan senapan penembak jitu, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-iya. Aku tidak memiliki pengalaman militer, tapi aku sering pergi ke tempat latihan menembak setiap akhir pekan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selama kau bisa menembak seseorang, itu cukup. Kita akan menyiapkan semuanya untukmu. Kita tidak bisa membiarkanmu pergi tanpa senjata.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti. Terima kasih. Terima kasih banyak! Aku akan menunggu!! Tolong biarkan aku bertarung bersama dengan kalian!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari suaranya, Sewax sepertinya menangis di salah satu sisi pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser berpindah sedikit dari pintu ruang interogasi itu dan berbisik pada Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hei, ayo kita cari kendaraan. Akan lebih bagus kalau kita membiarkannya tidak ikut bertarung.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Aku punya perasaan ke mana arah pertempuran ini.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia berbalik dan membelakangi pintu ruang interogasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka menuju pintu keluar, Quenser berkata, “Kalau kita membawanya bersama dengan kita, dia pasti akan memilih mati dengan &lt;br /&gt;
terhormat di medan perang. Dia memang membuatku marah, tapi aku tidak akan bisa tidur dengan nyenyak kalau dia mati di depanku. Dan akan &lt;br /&gt;
menjadi masalah besar jika anggota wartawan mati di tengah medan perang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pandangan yang bagus, pahlawan. Tapi ayo kita cari cara agar kita juga tidak mati sia-sia. Bangun lagi adalah hal yang sangat penting &lt;br /&gt;
dari pada tidur pertama kali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua keluar dari gedung itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia berlari ke suatu tempat dan saat dia kembali dia membawa sebuah kendaraan off-road militer. Quenser naik ke kursi penumpang dan &lt;br /&gt;
Heivia segera menaikkan kecepatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia keluar dari markas, Quenser bertanya kepada rekannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa kau memiliki izin? Kau seumuran denganku, jadi bukannya kau terlalu muda?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Di Kerajaan Legitimasi, kau bisa mendapatkan izin khusus militer. Tapi itu hanya berfungsi di medan perang saja. Kau tahu, kapan kita &lt;br /&gt;
bisa melewati batas teknologi kendaraan beroda empat ini? Tidak banyak yang berubah sejak automobile diluncurkan pertama kali di muka &lt;br /&gt;
bumi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua teknologi terbaik dikembangkan bagi Object. Memangnya kenapa mereka harus repot-repot mengembangkan teknologi militer yang lain? &lt;br /&gt;
Pertumbuhan memang tumbuh sedikit demi sedikit, tapi aku dengar kecepatan pertumbuhan peradaban kita semakin menurun. Sepertinya, barang-&lt;br /&gt;
barang seperti senapan dan tank telah berkembang tiga generasi lebih cepat sejak Object ikut berperang pertama kali, tapi itu tidak &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
terjadi...... sebenarnya, jika kau tidak mengetahui semua ini, kenapa kamu menyupir? Tunggu, apa model ini memiliki bantal udara untuk &lt;br /&gt;
penumpang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, diamlah. Tidak ada kendaraan militer yang memiliki balon yang mengembang untuk melindungi penumpang saat mereka tertabrak. Lihat, &lt;br /&gt;
kita bergerak maju. Bukankah ini bukti kalau aku bisa mengemudi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang pewaris tahta keluarga itu mengendarai kendaraan off-road ini maju seperti seseorang pengemudi pemula yang membuat instrukturnya &lt;br /&gt;
ketakutan setengah mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei,pahlawan. Apa kau memiliki bahan peledakmu? Generasi 0.5 tetap adalah sebuah Object, jadi seperti biasa, ini adalah sebuah &lt;br /&gt;
pertarungan hidup atau mati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku masih memiliki Hand Axe dan pemicu listrik. ...Tapi aku ragu kita bisa menghancurkannya dengan memasangnya di armornya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, benar, benar. Kapa yang akan kita lakukan dengan putri dan purwarupa reaktor itu? Kalau mereka hanya mendapatkan tipuan di sana, &lt;br /&gt;
pasukan Oseania pasti menyiapkan sebuah jebakan di sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau benar. Ini pasti bisa menjadi buruk. Bisakah kau menghubungi mereka lewat radio kendaraan ini? Aku memiliki radioku sendiri, tapi &lt;br /&gt;
aku ingin menggunakannya untuk memberikan sinyal peledakkan. Aku memang masih bisa menerima sinyal, tapi aku tidak memilih untuk &lt;br /&gt;
menganggu frekuensi transmisinya. Semua cadangan frekuensiku sudah kuisi dengan kode peledakkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar. Aku akan menyiapkan frekuensinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengendarai kendaraan ini dengan satu tangan, Heivia menggunakan tangannya yang lain untuk meraih sebuah kabel mikrofon yang sama &lt;br /&gt;
seperti dimiliki seorang supir taksi. Menggunakan frekuensi yang sama dengan digunakan pada jalur komunikasi pasukan koalisi, dia mulai &lt;br /&gt;
berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, testing, Tsing. Bisakah seseorang mendengarkanku? Aku memiliki peringatan untuk kalian semua tentara Kerajaan Legitimasi di luar &lt;br /&gt;
sana. Maaf mengecewakanmu, tapi apa yang kalian kejar itu hanyalah tipuan. Yang asli berada di padang gurun Tanami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara masuk ke dalam speaker radio itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quense menghiraukannya dan berbicara lagi lewat mikrofon itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya, fasilitas yang ada di dalam markas Great Sandy Desert memiliki purwarupa reaktor Object dari pada Object. Juga, ada &lt;br /&gt;
kemungkinan besar di sana ada jebakan yang menunggu kalian. Mereka bisa memasang reaktor itu untuk menggunakan tenaga maksimumnya agar &lt;br /&gt;
melewati batasnya dan menghancurkan Object di dekatnya dengan ledakan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak peduli berapa banyak orang yang mendengarnya, tidak ada jawaban yang terdengar kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua orang pasti berpikir apakah informasi itu benar-benar kredibel atau tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, seorang Elit Aliansi Informasi berbicara sebagai perwakiland dari semua orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau memiliki bukti? Oh ho ho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak,” jawab Quenser. “Aku tidak memiliki waktu untuk memastikannya. Kita mendapat informasi dari seseorang, tapi itu berasal dari &lt;br /&gt;
seseorang yang sulit kami percayai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itulah kenapa kami memperkirakan kalau dua target ini kemungkinan besar akanhancur. Satu hal yang kami tahu dari pembacaan energi &lt;br /&gt;
reaktor yang terdeteksi, ada dua tempat yang berbeda. Oseania hanya memiliki satu Object, jadi yang satu pasti asli dan yang satu palsu. &lt;br /&gt;
Tapi bagaimana kalau keduanya sama-sama hancur?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami rasa markas yang berada di dalam padang gurun Tanami lebih mencurigakan dari pada yang ada di Great Sandy Desert,” tambah Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa saat hening, Quenser berbicara lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang aku katakan sebelumnya, kami yakin Great Sandy Desert adalah sebuah jebakan raksasa yang menggunakan purwarupa reaktor &lt;br /&gt;
Object. Untuk amannya saja, sebuah Object harus mengambil jarak aman paling tidak 10 km dari tempat itu dan menghancurkan tempat itu &lt;br /&gt;
dengan senjata utama kalian. Ini bukan sebuah target bergerak, jadi aku yakin Object sang Putri sudah lebih dari cukup untuk &lt;br /&gt;
menghancurkannya jika membidik secara hati-hati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ho ho. Aku merasa iri jika kalian tidak mengharapkan apapun dariku,” kata Elit Aliansi Informasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam keadaan itu, Quenser menjawab, “Senjatamu adalah sebuah Gatling Gun cahaya panas, bukan? Itu adalah senjata yang luar biasa untuk &lt;br /&gt;
jarak dekat, tapi tidak akan bisa menembak cukup tepat jika musuh berada dalam jarak yang jauh. Ini adalah tugas untuk sang Putri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Aku akan melakukan sebisaku,” potong sang Putri dari Kerajaan Legitimasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar itu, Heivia berbisik kepada Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Putri kita akhirnya mendapat hadiahnya. Aku rasa keberanianmu menyentuh hatinya.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser terlihat bingung, tapi dia memiliki waktu untuk bertanya-tanya apa yang dimaksudkan oleh Heivia. Ada sesuatu yang lebih penting &lt;br /&gt;
untuk diselesaikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami yakin Object yang asli berada di wilayah barat Padang Gurun Tanami. Jaraknya hanya 5 km dari markas kita dan sebuah sinyal energi &lt;br /&gt;
reaktor juga datang dari arah sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, kalau kalian tidak berniat untuk pergi ke Great Sandy Desert, kami berharap kau mau memberikan bantuanmu kepada kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba suara lain masuk ke dalam radio.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah Froleytia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemancar radionya pasti bekerja dengan baik karena suara statik ketukan di mikrofonnya juga terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar. kalian mau mengatakan kalau kalian berdua mengarah menuju padang gurun Tanami!?” katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, apa ini tentang pengadilan militer? Ayo taruhan. Kalau Object ternyata memang muncul di Great Sandy Desert, kau bisa melempar kami &lt;br /&gt;
ke ruang tahanan, tapi kalau ternyata yang benar ada di padang gurun Tanami, kau harus melakukan apa yang kami inginkan tak peduli &lt;br /&gt;
apapun itu. Ngomong-ngomong, ada hal yang aku sangat ingin lakukan pada seorang wanita cantik padaku dari bawah kaki!!” kata Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan terkejut, Quenser berteriak, “Tunggu, kau meminta itu!? oh, aku hanya ingin seorang wanita cantik melakukan sesuatu dengan &lt;br /&gt;
ketiaknya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap-apa....? Jangan meminta sesuatu yang aneh seperti itu dan paling tidak kalian seharusnya meminta sesuatu yang lebih normal!!” teriak &lt;br /&gt;
Froleytia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita sudah mau memulainya! Masih ada lubang hidung atau telinga kalau kau mau!!” teriak dua orang itu bersama-sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kalian meminta itu kalau kalian tahu akut tidak akan pernah melakukan itu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan terakhir dari Froleytia membawa Quenser dan Heivia kembali ke diri mereka kembali. Kenapa mereka begitu bersemangat saat mereka &lt;br /&gt;
sedang bergerak untuk melawan Object?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masalahnya adalah kita akan menjadi pahlawan jika kita bisa mengalahkan Generasi 0.5 sendirian. Mungkin kita akan mendapatkan medali. &lt;br /&gt;
Sebenarnya, kita mungkin akan melewati pangkat Froleytia jika kita terus seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, Heivia. Apapun yang terjadi, kita tetap melawan perintah atasan. Kita mungkin tidak akan mendapat medali kali ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, kalian sangat bodoh! Setelah semua yang kalian lakukan, aku tidak bisa membiarkan kalian pergi seperti ini!!” Sementara dua &lt;br /&gt;
orang itu setengah bercanda, Froleytia benar-benar marah. “Generasi 0.5 masihlah sebuah Object!! Kalau itu benar-benar ada di Padang &lt;br /&gt;
Gurun Tanami, kalian akan melawan Object sendirian! Apa kalian mengerti!? Paling tidak tunggu sampai satu Object sampai ke tempat &lt;br /&gt;
kalian!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia terdiam ketika mendengar atasan mereka begitu marah pada mereka dengan kata-kata yang begitu halus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat, mereka memikirkan kembali apa yang dikatakan oleh Froleytia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, mereka tidak bisa menghentikan kendaraan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia kemudian berbicara lagi lewat radio.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kami harus pergi. Kalau kami menunggu, Generasi 0.5 akan segera bergerak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau para penduduk dibantai karena kami tertipu oleh Oseania, reputasi pasukan koalisi akan jeblok. Kau juga mungkin akan dimutasi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia berteriak sesuatu, tapi Heivia mematikan radio. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka terdiam sesaat, tapi Heivia kemudian berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Melakukan sesuatu dengan ketiak, hm?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku rasa itu lebih normal dari pada bawah kaki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hm, aku penasaran kalau sang Putri mau melakukan sesuatu padamu dengan ketiaknya?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat duo penghancur Object itu selesai mengobrol, kendaraan mereka masih tetap melaju kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Part 9&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apalah arti sebuah nama. Hal itu juga berlaku bagi Padang Gurun Tanami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wilayah yang tersebar di depan mata Quenser dan Heivia adalah sebuah hujan tropis raksasa seperti yang ada di Amazon. Jumlahnya hewannya &lt;br /&gt;
relatif sedikit dibandingkan tingkat varietas tumbuhannya karena pertumbuhan penghijauan di sini dibuat secara buatan oleh manusia dalam &lt;br /&gt;
waktu yang singkat. Untuk meningkatkan pertumbuhan hewan yang berkembang biak memang membutuhkan waktu yang lebih lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lebih kita berjalan dari sini,” kata Heivia saat dia berhenti di depan jalan masuk ke dalam hutan. Ia meraih senapannya dan sebuah rudal misil anti-tank di punggungnya. “Lebih aku tidak memberikan posisi kita pada musuh dengan suara mesin kendaraan ini. Pasti ada &lt;br /&gt;
sejumlah prajurit yang ditempatkan di markas umpan itu dan kemungkinan besar mereka semua berniat membunuh kita juga kalau ketahuan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan juga, kalau kendaraan kita hancur, kita harus berjalan untuk pulang ke markas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha ha. Buruk juga ya kalau sampai hancur. ....Sebenarnya itu memang buruk. Ayo kita sembunyikan kendaraan ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua setuju untuk mengkamuflasekan kendaraan mereka dengan ranting-ranging dan batang pohon yang sudah roboh untuk menutupinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyamarkannya, Quenser berjalan mundur satu langkah untuk melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kita bisa menemukannya kalau kita kembali nanti?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kita tidak membuatnya seperti ini, tentara musuh pasti akan menyadarinya. Ayo kita bergerak. Tidak peduli apa yang harus kita &lt;br /&gt;
lakukan, masih ada hal yang harus kita khawatirkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat jarang sekali di era dan zaman sekarang, di mana orang masih bertarung satu sama lain. Tapi di masa ketika Object belum menguasai &lt;br /&gt;
perang, orang-orang masih sering menggunakan jebakan atau ranjau. Quenser dan Heivia melewati hutan dengan sangat hati-hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Coba pikir, aku dengar pemimpin Oseania juga menghilang bersamaan dengan Objectnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, sebagai seorang Elit. Selain itu, Oseania sudah lama sekali memerdekakan dirinya. Kau pikir, sudah berapa kali kita menyerang &lt;br /&gt;
ibukota mereka dengan sebuah Object?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya itu lebih buruk dari pada menyerang desa-desa kecil?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang boleh tinggal di ibukota adalah para pejabat militer dan penyokong dana militer. Saat rezim militer mulai berkuasa, mereka &lt;br /&gt;
mengambil sebuah rumah penduduk dan mengusir mereka ke alam liar. Tidak ada yang salah kalau kita juga mengusir mereka juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shh. Lihat itu. Bukankah markas perawatan Object?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia berhenti bergerak dan merunduk. Mereka bersembunyi dibalik semak-semak yang tumbuh dari tanah dan melirik untuk &lt;br /&gt;
melihat fasilitas itu dengan tanda tanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sebuah gedung beton persegi panjang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu cukup besar untuk menampung sebuah Object setinggi 50 meter. Bangunan yang lebih kecil mengelilingnya. Yang lebih kecil mungkin &lt;br /&gt;
digunakan untuk fasilitas lain yang berhubungan dengan Object atau tempat pertahanan bagi para tentara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat ke jam tangan di pergelangan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, kita masih memiliki dua jam sampai reaktornya dinyalakan. Generasi 0.5 seharusnya masih belum bisa bergerak sekarang. Aku tidak &lt;br /&gt;
tahu berapa banyak tentara yang disiapkan di sini, tapi karena kita sampai sebelum Object bergerak membuat pekerjaan ini lebih mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser terfokus pada apa yang dia tuju saat ini, dia merasakan sebuah getaran di kakinya. Getarannya terus menguat sampai mencapai &lt;br /&gt;
titik di mana pepohonan dan tanaman di sekitarnya juga ikut bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini buruk! Aku yakin reaktornya cukup kuat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo kita berharap yang terbaik. Mungkin karena teknologi reaktor itu tidak terlalu tinggi makanya reaktor itu mencapai batas &lt;br /&gt;
maksimalnya ketika dinyalakan untuk pertama kalinya sejak terakhir kali digunakan dua tahun yang lalu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau itu yang terjadi, itu akan meledakkan dan membunuh kita juga. Yah, aku hanya memikirkan bagian terburuknya saja. Mungkin mereka &lt;br /&gt;
menggunakan semacam senjata rahasia untuk memerpendek waktu untuk mengaktifkan sebuah Object.,” jawab Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Quenser menjawabnya, sebuah suara mesin bergetar di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian depan dari dinding bangunan raksasa markas perawatan OBject itu sebenarnya adalah sebuah palka raksasa. Itu membuka bagian &lt;br /&gt;
atasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di saat yang sama, sebuah kabut putih mengalir ke luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah makhluk raksasa yang bersembunyi di dalam gedung perawatanitu keluar diselimuti siluet asap keputihan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Yah, mungkin dia sudah melewati batas minimumnya,” keluh Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan dari jarak 500 meter, dia bisa merasakan panas yang terpancar dari Object itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh bulat dari generasi 0.5 memiliki banyak konstruksi yang menempel padanya. Itu memiliki pendorong berbentuk X yang dipasang di &lt;br /&gt;
bawahnya dan sebuah gedung raksasa ditempel di belakang tubuh bulatnya seperti sebuah sayap. Tentu saja, itu tidak bisa terbang. Itu &lt;br /&gt;
sepertinya digunakan untuk mengeluarkan tenaga berlebih yang dibuat oleh reaktor yang kesulitan mengontrol dirinya sendiri dengan &lt;br /&gt;
tingkat teknologi yang tidak bisa mendukungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah senjata menempel di bagian kiri tubuh bola itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu beberapa puluh meter panjangnya dan dibantu dengan sejumlah tiang penyangga seperti kabel. Sepertinya senjata itu tidak akan &lt;br /&gt;
mengalami masalah tanpa adanya bantuan penyangga kabel itu, tapi ada risiko di mana saat senjata itu menghancurkan dirinya sendiri &lt;br /&gt;
karena beratnya dan panjangnya yang mengarah sangat horizontal. Object ini adalah sebuah Object dengan desain yang sangat buruk bagi &lt;br /&gt;
sebuah Object itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk meningkatkan keseimbangannya, memasang senjatanya seperti itu membuat senjatanya sendiri kehilangan kemampuannya untuk bergerak &lt;br /&gt;
sesuka hatinya. Untuk membidik sebuah target, seluruh bagian Object itu mau tidak mau harus ikut bergerak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konstruksinya yang sangat buruk itu membuat Object ini kehilangan kebanggaannya sebagai sebuah senjata modern dan malah memberikan &lt;br /&gt;
persepsi tentang senjata di era lama. Object ini tidak akan memberikanmu kematian yang damai. Tapi memberikan sebuah ketakutan yang &lt;br /&gt;
membuat bulu kudukmu merinding.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari jarak jauh, Quenser memerhatikan Object Generasi 0.5 yang anehnya memiliki suhu yang tidak normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya, Object itu menggunakan peningkat daya listrik untuk menaikkan suhu reaktornya. Aliansi Informasi memiliki perangkat &lt;br /&gt;
pengeluaran tenaga, ingat? Object ini kebalikannya. Aku rasa Object konsepnya sama dengan ruang pembakaran bahan bakar minyak pada &lt;br /&gt;
kendaraan bermotor. Dengan menggunakan tenaga listrik yang sangat banyak, Object memancarkan sebuah laser di dalam reaktor itu. Itulah &lt;br /&gt;
kenapa mereka bisa mengontrol reaktornya...tapi ini gagal. Ada beberapa ledakan kecil di dalam fasilitas perawatan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan teknologi tingkat tinggi yang dimiliki oleh Aliansi Informasi, mereka sepertinya mampu mengatai hal itu. Namun, Object milik &lt;br /&gt;
militer Oseania mengundang sebuah risiko untuk melelehkan seluruh bagian dalam reaktornya jika reaktor itu diaktifkan terlalu lama. &lt;br /&gt;
Memaksa reaktornya untuk terus bekerja melewati batas normalnya akan menjadi sangat buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Para pekerja perawatan Object ini pasti sudah dihabisi semuanya. Sebenarnya, mungkin malah tidak ada tanda-tanda seorang tentara sama &lt;br /&gt;
sekali di sini. Mungkin mereka semua merayakan pengaktifan Object ini tapi kemudian mereka terjebak di dalam sebuah ledakan yang &lt;br /&gt;
menghabisi mereka semua. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia menggunakan fungsi pengintai di senapannya untuk mendengarkan semua jenis suara yang ada di dalam markas ini tapi dia tidak &lt;br /&gt;
menemukan suara manusia sedikitpun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya Quenser, Heivia, dan Generasi 0.5 yang ada di tempat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika mereka bisa menghancurkannya, pertempuran di Oseania bisa segera mereka akhiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Part 10&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Quenser dan Heivia tidak cukup bodoh untuk menghadapi Object itu langsung dari depan. &lt;br /&gt;
Generasi 0.5 belum menyadari keberadaan mereka di mana, jadi menghadang langsung sebuah Object dari depan akan membawa langsung kepada kematian atau sama saja dengan bunuh diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Ayo kita menyelinap untuk mendekati tanpa ketahuan. Kalau ledakan kecil terjadi di dalam gedung perawatan ini, maka wilayah ini &lt;br /&gt;
semuanya sudah rusak. Kalau kita bisa menemukan yang mana yang rusak, mungkin kita bisa menemukan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Aku tidak masalah kalau kita menangani ini pelan-pelan, tapi bagaimana kalau Object ini langsung pergi dengan kecepatan tinggi dan &lt;br /&gt;
menyerang penduduk desa demi nama ‘penghijauan hutan’? Aku tidak tahu berapa cepat Generasi 0.5 bisa bergerak, tapi tetap saja monster &lt;br /&gt;
itu bisa bergerak lebih cepat dari langkah kaki kita.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Reaktornya baru dinyalakan untuk pertama kalinya setelah dua tahun. Aku yakin mereka membutuhkan beberapa sedikit penyesuaian jadi &lt;br /&gt;
Elite-nya bisa menyesuaikan dirinya dengan kontrol Object itu. Aku yakin Object tidak akan ke mana-mana saat ini.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, Generasi 0.5 itu bergerak sejauh 500 meter dari mereka. Tujuh puluh senjata pendukungnya, besar dan kecil, bergeark terpisah &lt;br /&gt;
untuk melakukan sedikit latihan. Akhirnya, semua senjata pendukung Object berhenti bergerak dan tubuh utamanya bergerak untuk membidik &lt;br /&gt;
senjata utamanya. Sepertinya konsentrasi sang Elite ada pada latihan yang sedang ia jalani saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu kemudian senjatanya itu menembak dan membentuk sebuah garis lurus yang menghancurkan semua yang ada di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object milik militer Oseania ini sepertinya menggunakan coilgun dengan kaliber raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kumparan raksasa yang dibentuk dari kabel konduksi listrik dilewati oleh sebuah selongsong logam. Dengan tenaga magnet, meriam &lt;br /&gt;
itu menembakkan proyektilnya.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_1_Penutup&amp;diff=457071</id>
		<title>HEAVY OBJECT:Volume 1 Penutup</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_1_Penutup&amp;diff=457071"/>
		<updated>2015-08-12T09:58:46Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Untuk semua orang yang telah membeli buku ini: selamat datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah Kamachi Kazuma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lima tahun sudah lewat sejak debut pertama kali saya dan kali ini saya akan memperkenalkan seri terbaru. Kali ini adalah sebuah cerita tentang sebuah senjata yang sangat besar. Robot yang tidak mengambil bentuk manusia memang pilihanku, tapi jangan salah, aku juga suka dengan robot humanoid. Aku memilih tidak mengambil bentuk manusia karena aku pikir mesin yang tidak memiliki bentuk yang umum akan terlihat lebih menarik di dalam cerita seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tinggi 50 meter dan berat 100.000 ton, senjata ini cukup besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beratnya mungkin sama dengan dua pesawat pengangkut bertenaga nuklir kelas Nimitz. Kalau kau menambahkan berat senjatanya, mungkin &lt;br /&gt;
beratnya akan lebih dari itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memiliki senjata yang bertarung dengan kecepatan rata-rata 200-500 km/j mungkin terdengar konyol, tapi bukankah senjata normal juga bisa &lt;br /&gt;
menghasilkan sebuah hal yang tidak bisa kita bayangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang saya katakan, meski Object sendiri sangat besar, ukurannya masih setengah dari dua pesawat pengangkut bertenaga nuklir. &lt;br /&gt;
Saat dua pesawat nuklir itu dibangun, crane yang sangat besar dibutuhkan untuk mengangkat bagian-bagiannya dan pilar yang tak terhitung &lt;br /&gt;
jumlahnya dibangun untuk menopang bagian bawahanya. Dengan ukuran kapal Aegis seberat 8000 ton, mereka memiliki kendaraan yang mampu &lt;br /&gt;
menahan dan membawa semua barang. Aku rasa kekuatan kreativitas umat manusia sungguh mengagumkan, tapi apa yang kalian pikirkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, saya ingin menambahkan rasa menggemparkan dalam buku ini dan saya menambahkan berbagai macam teknik untuk membuat hal &lt;br /&gt;
terlihat lebih menarik. Contohnya, saya membuat karakter utamanya sebagai seorang tamtama dari pada seorang tentara untuk membuatnya &lt;br /&gt;
lebih mudah diperhatikan dan saya sengaja menunjukkan sedikit pemikiran dan perasaan yang mampu dimiliki oleh seorang musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya, banyak dari kalian yang berpikir kalau karakter seperti ini sudah sangat sering. Kalau kalian perhatikan baik-baik, saya &lt;br /&gt;
rasa kalian akan menemukan bahwa karakter ini memiliki sedikit perbedaan tentang betapa dia menghargai nyawa seorang musuh dan sekutu. &lt;br /&gt;
Saya lihat bahwa perang dalam skala besar memainkan peran penting dalam pengaturan pola pikir manusia. Saya akan sangat senang kalau &lt;br /&gt;
kalian bisa menikmati cerita ini dan kalian bisa merasakan betapa menariknya sebuah perang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya memberikan banyak terima kasih ada editor saya, Miki-san dan ilustrator saya, Nagi Ryou. Saya pikir ini adalah novel yang cukup &lt;br /&gt;
menguras tenaga untuk diilustrasikan. Saya sangat berterima kasih padamu karena sudah mau berjuang bersama-sama dengan saya sampai saat &lt;br /&gt;
ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya juga memberikan ucapan terima kasih saya pada para pembaca yang telah membaca cerita ini. terima kasih banyak jika kalian berpikir &lt;br /&gt;
bahwa seri pertama ini cukup bagus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, tidak hanya ada satu cara untuk menghancurkan sebuah Object seperti yang dilakukan oleh Quenser dan Heivia kali ini. &lt;br /&gt;
Kalau kalian punya waktu, cobalah kalian cari cara apa saja yang bisa digunakan untuk mengalahkan Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan akhirnya, saya akan mengakhirnya di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya akan meletakkan pena saya dan berharap bahwa cerita ini berkenan di hati kalian semua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah hanya aku atau memang karakternya sangat sulit dipercaya kali ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-Kamachi Kazuma-&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_1_Penutup&amp;diff=457070</id>
		<title>HEAVY OBJECT:Volume 1 Penutup</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_1_Penutup&amp;diff=457070"/>
		<updated>2015-08-12T09:56:03Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: Created page with &amp;quot;Untuk semua orang yang telah membeli buku ini: selama datang.  Ini adalah Kamachi Kazuma.  Lima tahun sudah lewat sejak debut pertama kali saya dan kali ini saya akan memperke...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Untuk semua orang yang telah membeli buku ini: selama datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah Kamachi Kazuma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lima tahun sudah lewat sejak debut pertama kali saya dan kali ini saya akan memperkenalkan seri terbaru. Kali ini adalah sebuah cerita &lt;br /&gt;
tentang sebuah senjata yang sangat besar. Robot yang tidak mengambil bentuk manusia memang pilihanku, tapi jangan salah, aku juga suka &lt;br /&gt;
dengan robot humanoid. Aku memilih tidak mengambil bentuk manusia karena aku pikir mesin yang tidak memiliki bentuk yang umum akan terlihat lebih menarik di dalam cerita seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tinggi 50 meter dan berat 100.000 ton, senjata ini cukup besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beratnya mungkin sama dengan dua pesawat pengangkut bertenaga nuklir kelas Nimitz. Kalau kau menambahkan berat senjatanya, mungkin &lt;br /&gt;
beratnya akan lebih dari itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memiliki senjata yang bertarung dengan kecepatan rata-rata 200-500 km/j mungkin terdengar konyol, tapi bukankah senjata normal juga bisa &lt;br /&gt;
menghasilkan sebuah hal yang tidak bisa kita bayangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang saya katakan, meski Object sendiri sangat besar, ukurannya masih setengah dari dua pesawat pengangkut bertenaga nuklir. &lt;br /&gt;
Saat dua pesawat nuklir itu dibangun, crane yang sangat besar dibutuhkan untuk mengangkat bagian-bagiannya dan pilar yang tak terhitung &lt;br /&gt;
jumlahnya dibangun untuk menopang bagian bawahanya. Dengan ukuran kapal Aegis seberat 8000 ton, mereka memiliki kendaraan yang mampu &lt;br /&gt;
menahan dan membawa semua barang. Aku rasa kekuatan kreativitas umat manusia sungguh mengagumkan, tapi apa yang kalian pikirkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, saya ingin menambahkan rasa menggemparkan dalam buku ini dan saya menambahkan berbagai macam teknik untuk membuat hal &lt;br /&gt;
terlihat lebih menarik. Contohnya, saya membuat karakter utamanya sebagai seorang tamtama dari pada seorang tentara untuk membuatnya &lt;br /&gt;
lebih mudah diperhatikan dan saya sengaja menunjukkan sedikit pemikiran dan perasaan yang mampu dimiliki oleh seorang musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya, banyak dari kalian yang berpikir kalau karakter seperti ini sudah sangat sering. Kalau kalian perhatikan baik-baik, saya &lt;br /&gt;
rasa kalian akan menemukan bahwa karakter ini memiliki sedikit perbedaan tentang betapa dia menghargai nyawa seorang musuh dan sekutu. &lt;br /&gt;
Saya lihat bahwa perang dalam skala besar memainkan peran penting dalam pengaturan pola pikir manusia. Saya akan sangat senang kalau &lt;br /&gt;
kalian bisa menikmati cerita ini dan kalian bisa merasakan betapa menariknya sebuah perang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya memberikan banyak terima kasih ada editor saya, Miki-san dan ilustrator saya, Nagi Ryou. Saya pikir ini adalah novel yang cukup menguras tenaga untuk diilustrasikan. Saya sangat berterima kasih padamu karena sudah mau berjuang bersama-sama dengan saya sampai saat &lt;br /&gt;
ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya juga memberikan ucapan terima kasih saya pada para pembaca yang telah membaca cerita ini. terima kasih banyak jika kalian berpikir &lt;br /&gt;
bahwa seri pertama ini cukup bagus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, tidak hanya ada satu cara untuk menghancurkan sebuah Object seperti yang dilakukan oleh Quenser dan Heivia kali ini. &lt;br /&gt;
Kalau kalian punya waktu, cobalah kalian cari cara apa saja yang bisa digunakan untuk mengalahkan Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan akhirnya, saya akan mengakhirnya di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya akan meletakkan pena saya dan berharap bahwa cerita ini berkenan di hati kalian semua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah hanya aku atau memang karakternya sangat sulit dipercaya kali ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-Kamachi Kazuma-&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_1_Epilog&amp;diff=457069</id>
		<title>HEAVY OBJECT:Volume 1 Epilog</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_1_Epilog&amp;diff=457069"/>
		<updated>2015-08-12T09:53:49Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;Epilog&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konselor adalah sebuah jabatan tertinggi di dalam Kerajaan Legitimasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah lembaga tertinggi di dalam Kerajaan Legitimasi adalah sebuah Parlemen yang berdaulat yang terdiri dari para anggota monarki &lt;br /&gt;
kerajaan dari berbagai macam budaya dan peradaban yang membuat kerajaan ini. Namun, sebelum membuat keputusan, anggota monarki ini akan &lt;br /&gt;
mendengar para anggota dewan yang terdiri dari pejabat-pejabat. Konselor itu adalah para pejabat tinggi negara yang dipilih lewat &lt;br /&gt;
pemilihan umum bagi orang yang tidak memiliki darah ningrat. Dalam beberapa hal, mereka secara tidak langsung juga bisa menggantikan &lt;br /&gt;
pandangan para monarki, jadi mereka sering dilihat sebagai seorang penguasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu penguasa itu adalah Konselor Flide, yang berkeringat karena posisinya berada di ujung tanduk. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berada di dalam salah satu negara yang sangat maju dan sangat aman. Lebih tepatnya, dia berada di sebuah gedung pencakar langit yang &lt;br /&gt;
mendapat pemotongan pajak karena terdaftar sebagai fasilitas militer dan juga sebagai kantor pribadinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah sebuah masalah yang cukup serius,” kata seorang prajurit bernama Froleytia dar dalam ruang yang sama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memiliki posisi yang cukup tinggi di dalam militer dan memerintah bawahannya di medan perang, tapi bagi seorang Konselor seperti &lt;br /&gt;
Flide, dia tidak berarti apa-apa. Atau seharusnya memang seperti itu. namun, Froleytia, tidak menunjukkan rasa hormat kepadanya. Dan terlebih lagi, dia melihat pria itu dengan tatapan marah. Dia memainkan tusuk rambut panjang dan lancip yang memiliki model yang sama &lt;br /&gt;
dengan sebuah kanzashi Jepang di rambut peraknya, dan dia memegang sebuah kiseru di mulutnya walau bangunan memasang peraturan dilarang &lt;br /&gt;
merokok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa dokumen ditaruh di atas meja Flide.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu menjelaskan rencana-rencananya yang dijalankan secara rahasia di Oseania.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya kau menginginkan sebuah dunia di mana negara-negara kuat ditentukan dengan jumlah dan kualitas Object, tapi aku tidak yakin &lt;br /&gt;
kalau metode ini cukup benar. Transmisi yang kau kirimkan saat Object kami mengarah menuju Padang Gurun Tanami dari Great Sandy Desert &lt;br /&gt;
menunjukkannya. Kau jelas-jelas berniat untuk membunuh Quenser dan Heivia, tapi memberikan perintah palsu untuk menyelamatkan Object &lt;br /&gt;
Oseania dan membuat pasukan kita menjadi bingung. Saranku satu-satunya adalah jangan mengatakan ‘aku pikir informasi ini benar saat itu’ &lt;br /&gt;
di dalam pengadilan militer.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku memiliki alasanku sendiri. Juga, aku memiliki kekuasaan untuk membawa sebuah operasi atas nama parlemen. Aku tidak akan &lt;br /&gt;
mendengarkan kritik dari prajurit sepertimu. Ini tidak lain adalah operasi militer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, kau bisa mengatakan itu, dan itu juga yang membuatmu berada di dalam kemiliteran. Namun, kau membuat kesalahan ketika kau &lt;br /&gt;
mengirimkan perintah kepada pasukan koalisi dan mencoba memimpin mereka. Parlemen hanya memiliki otoritas di atas militer Kerajaan &lt;br /&gt;
Legitimasi. Kau tidak memiliki otoritas di atas Aliansi Informasi dan pasukan koalisi yang lain. pasukan lain mungkin marah jika &lt;br /&gt;
informasi itu benar palsu. Sekarang, apa yang akan dikatakan oleh parlemen? Mengatakan bahwa ini adalah operasi militer rahasia milik &lt;br /&gt;
Kerajaan Legitimasi akan membuat Aliansi Informasi dan yang lain marah besar. Jika Kerajaan Legitimasi tidak memberikan pernyataan resmi &lt;br /&gt;
tentang ini, aku pikir ini akan membuat sebuah percikan api dari pasukan koalisi yang lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau tahu soal ini?” kata Flide, terdengar seperti mau bersin. “Kita hanya bisa berperang secara cerdas dengan kekuatan yang &lt;br /&gt;
dimiliki oleh sebuah Object. Dua orang itu menghancurkan keseimbangannya!! Dunia ini perlu pilar pendukung yang dibangun oleh Object! &lt;br /&gt;
Aku bertindak untuk melindungi negaraku, bukan, melindungi dunia!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, dan aku yakin anggota konselor yang lain dan parlemen sendiri memiliki pendapat yang sama. Mereka melihat Object sebagai sebuah &lt;br /&gt;
senjata yang membuat mereka bisa menjalankan perang dengan pintar. Jika Quenser dan Heivia dibunuh oleh Object Oseania, Object itu akan &lt;br /&gt;
membantai semua penduduk. Tindakanmu itu akan dilihat sebagai sebuah pemimpin Kerajaan Legitimasi yang mendukung pembantaian demi &lt;br /&gt;
kepentingan negerinya sendiri. Bagi mereka yang ingin menjaga gambaran sebuah negara yang menggunakan Object untuk menyelesaikan perang &lt;br /&gt;
dengan bersih, itu akan sangat sangat sangat buruk. Faktanya, ini akan membawa kita ke dalam posisi politik yang sangat buruk semuanya &lt;br /&gt;
berkat Quenser dan Heivia yang menghancurkan Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kau ingin mengatakan kalau aku akan tamat? Untukku!? Semua yang aku lakukan untuk posisi Kerajaan Legitimasi di mata dunia &lt;br /&gt;
ditentukan oleh sebuah Object yang aku kembangkan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bisa mengeluh kalau kau mau,” kata Froleytia. Suaranya menurun dan pandangannya menjadi sangat dingin. “Tapi aku adalah tipe orang &lt;br /&gt;
yang sangat menyayangi anak-anak dan keluarga di negara di bawah perlindunganku. Apapun situasi yang terjadi, aku rasa aku harus &lt;br /&gt;
menyelesaikan ini bagi mereka. Jadi kita bisa menyelesaikan ini di pengadilan. Jangan kira kau bisa kabur dari ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh heh heh. Begitu ya. Kalau begitu, aku harus mengeluarkan kartu asku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”	&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tahu kenapa kau mengamibl alih kontrol divisi pelatihan para Elit? Dengan begitu, aku bisa melatih seorang Elit yang bisa &lt;br /&gt;
kugunakan untuk tujuanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia telah kembali ke negara yang sangat kuat yang dikenal dengan negara aman. Itu adalah sebuah negara yang termasuk ke &lt;br /&gt;
dalam Kerajaan Legitimasi dan yang sering juga disebut sebagai negara asal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah perang selesai di Oseania, mereka sangat ingin membalas dendam pada Konselor Flide, tapi mendekati salah satu pemimpin dewan &lt;br /&gt;
bukanlah sebuah tugas yang mudah. Froleytia memiliki cara lain untuk menyerang, jadi dia memberitahu kalau biarkan dia yang menangani &lt;br /&gt;
ini dan kemudian menghilang di dalam kantor Konselor Flide. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak percaya kalau semua penghargaan kita diambil dari tangan kita sebagai hukuman karena telah melawan perintah atasan karena &lt;br /&gt;
bergerak menuju Padang Gurun Tanami. Kita menghentikan perang! Semua penghargaan dan medali seharusnya jatuh ke tangan kita. Rasanya itu &lt;br /&gt;
seperti semua tabungan yang kau simpan seumur hidupmu hilang begitu saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau seharusnya senang kalau malah begini. Biasanya, kita akan dibawa ke Mahkamah Militer.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walau kita mengakhiri perang? Kalau kita tidak bergerak ke Padang Gurun Tanami, Object itu akan menyerang para penduduk dan kemudian &lt;br /&gt;
menghilang lagi. Kalau kita tidak melakukan ini perang mungkin masih akan berlanjut sampai bertahun-tahun!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak masalah. Kalau mereka mengakuinya, mereka akan menyatakan bahwa setiap penyerangan yang penduduk sekitar rasakan adalah efek dari &lt;br /&gt;
perang. Mereka akan menyalahkan orang yang keluar dari militer dan mulai melancarkan aksi perlawanan mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita ingin keluar dari kemiliteran setelah kepulangan kita dari Alaska. Merekalah yang menarik kita terus ke medan perang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin mereka sejak awal ingin perang habis-habisan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di depan mereka adalah sebuah ruang pribadi milik Konselor Flide yang dimasuki Froleytia. Sebagai sebuah markas militer, bangunan besar &lt;br /&gt;
itu berada di tengah-tengah wilayah luas di tengah kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, apa kau menerima surel dari putri lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah, tapi aku juga dapat dari Elit Aliansi Informasi, si ‘Oh ho ho’. Bagaimana caranya dia dapat alamat emailku? Apa aku dimatai-matai &lt;br /&gt;
saat aku bertanya padanya soal Object?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Beruntunglah. Ini akan tercatat dalam sejarah sebuah cinta segitiga yang melibatkan dua buah Object.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser berdiri diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Froleytia mungkin sedang menikmati waktunya. Dia sudah mematuhi panggilannya, jadi kenapa dia tidak menarik si brengsek Flide itu &lt;br /&gt;
keluar dari kantornya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, oh. Aku merasakan perasaan buruk soal ini,” kata Heivia saat mukanya menegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, sebuah suara bergetar di sekeliling mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian depan gedung ini yang sangat luas itu tiba-tiba bergoncang dan sebuah Object muncul dari bawah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua saling bertukar pandangan dan mereka menerima transmisi dari Froleytia dari radio yang tidak pernah mereka pikir akan &lt;br /&gt;
dapatkan di negara aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Brengsek! Quenser, Heivia, kalian punya pekerjaan baru!! Aku sudah penasaran kenapa si brengsek Flide itu memiliki kantor di gedung &lt;br /&gt;
yang memiliki wilayah yang luas, tapi aku tidak pernah menduga soal ini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak serius kan. Kita harus bertempur di tengah-tengah kota!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita mengerti situasinya serang, tapi kita akan mendapat bantuan dari Object kan kali ini!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bodoh! Kalau kita memanggil sang Putri ke sini, setengah wilayah ibukota akan runtuh sebelum kita mengeluarkan alarm evakuasi!! Kalian &lt;br /&gt;
berdua harus melakukan sesuatu sendirian! Kalian ingin melawan Flide sendirian, kan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita bisa membunuhnya, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngomong-ngomong, dia hanya seorang penumpang di dalam Object. Elitnya seorang perempuan berumur 12 tahun. Jika mungkin, aku ingin &lt;br /&gt;
kalian mengambil Elit tanpa membunuhnya. Aku bisa beralasan kalau kita akan mengambil risiko dengan menyelamatkan Elit Kerajaan &lt;br /&gt;
Legitimasi sangatlah berharga, tapi alasan sebenarnya adalah aku lebih suka kalau kalian menyelamatkan gadis itu. Bisakah kalian &lt;br /&gt;
melakukannya!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa ini harus selalu rumit!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, kita tidak bisa mengatakan tidak kalau dia masih berumur 12 tahun. Sekarang dia menggunakan orang seperti pelindung, kita jelas &lt;br /&gt;
harus membunuh keparat itu!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, coba lihat apa kita bisa menggunakan perangkat pengamanan. Dengan begitu kita bisa menyelamatkan anak itu tanpa melukainya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia lari menuju wilayah terbuka saat Object itu mengeluarkan kabut debu yang sangat tebal dan menyiapkan senjata untuk &lt;br /&gt;
menghancurkan kota ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia masuk ke dalam medan perang ini, Quenser berkata, “Sepertinya kita kembali ke kebiasaan kita lagi. Aku sangat ingin mendapatkan &lt;br /&gt;
kembali latar belakang akademisku dan otoritas sebagai tamtam antuk mengakhiri ini semua! Sebenarnya, apa kita akan mendapat penghargaan &lt;br /&gt;
lagi untuk ini!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia membalas, “Kita harus habis-habisan. Setelah ini semua selesai, ayo kita keluar dari kemiliteran. Aku sudah lelah bertarung &lt;br /&gt;
dengan Object!! Aku akan mengambi jabatan kepala keluarga di keluargaku. Aku sudah berperang terlalu banyak dengan Object, jadi kalau &lt;br /&gt;
keluargaku mengeluh, aku akan membawa perang ke dalam rumah!! Saat aku berpikir lagi, seharusnya aku segera pergi dari kemiliteran!! Apa &lt;br /&gt;
yang sebenarnya aku lakukan selama ini!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sudah tahu kan. Aku pikir juga lebih mudah untuk mengambil jalan mengikuti ujian masuk nasional daripada harus masuk sebagai &lt;br /&gt;
seorang tamtama di medan perang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, jangan menangis!! Kita bisa menyelesaikan ini semua setelah kita menyelamatkan perempuan itu dan membunuh Flide!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka berdua berbicara, dua orang itu masuk ke dalam medan perang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di depan mereka adalah sebuah Object setinggi 50 meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka hanya memiliki peledakdan senapan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seharusnya hari ini adalah hari normal yang bisa mereka rasakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua teknisi perang ini harus melawan satu monster lagi untuk selesai.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_1_Epilog&amp;diff=457068</id>
		<title>HEAVY OBJECT:Volume 1 Epilog</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_1_Epilog&amp;diff=457068"/>
		<updated>2015-08-12T09:52:46Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;=== Epilog === &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konselor adalah sebuah jabatan tertinggi di dalam Kerajaan Legitimasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah lembaga tertinggi di dalam Kerajaan Legitimasi adalah sebuah Parlemen yang berdaulat yang terdiri dari para anggota monarki &lt;br /&gt;
kerajaan dari berbagai macam budaya dan peradaban yang membuat kerajaan ini. Namun, sebelum membuat keputusan, anggota monarki ini akan &lt;br /&gt;
mendengar para anggota dewan yang terdiri dari pejabat-pejabat. Konselor itu adalah para pejabat tinggi negara yang dipilih lewat &lt;br /&gt;
pemilihan umum bagi orang yang tidak memiliki darah ningrat. Dalam beberapa hal, mereka secara tidak langsung juga bisa menggantikan &lt;br /&gt;
pandangan para monarki, jadi mereka sering dilihat sebagai seorang penguasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu penguasa itu adalah Konselor Flide, yang berkeringat karena posisinya berada di ujung tanduk. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berada di dalam salah satu negara yang sangat maju dan sangat aman. Lebih tepatnya, dia berada di sebuah gedung pencakar langit yang &lt;br /&gt;
mendapat pemotongan pajak karena terdaftar sebagai fasilitas militer dan juga sebagai kantor pribadinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah sebuah masalah yang cukup serius,” kata seorang prajurit bernama Froleytia dar dalam ruang yang sama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memiliki posisi yang cukup tinggi di dalam militer dan memerintah bawahannya di medan perang, tapi bagi seorang Konselor seperti &lt;br /&gt;
Flide, dia tidak berarti apa-apa. Atau seharusnya memang seperti itu. namun, Froleytia, tidak menunjukkan rasa hormat kepadanya. Dan terlebih lagi, dia melihat pria itu dengan tatapan marah. Dia memainkan tusuk rambut panjang dan lancip yang memiliki model yang sama &lt;br /&gt;
dengan sebuah kanzashi Jepang di rambut peraknya, dan dia memegang sebuah kiseru di mulutnya walau bangunan memasang peraturan dilarang &lt;br /&gt;
merokok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa dokumen ditaruh di atas meja Flide.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu menjelaskan rencana-rencananya yang dijalankan secara rahasia di Oseania.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya kau menginginkan sebuah dunia di mana negara-negara kuat ditentukan dengan jumlah dan kualitas Object, tapi aku tidak yakin &lt;br /&gt;
kalau metode ini cukup benar. Transmisi yang kau kirimkan saat Object kami mengarah menuju Padang Gurun Tanami dari Great Sandy Desert &lt;br /&gt;
menunjukkannya. Kau jelas-jelas berniat untuk membunuh Quenser dan Heivia, tapi memberikan perintah palsu untuk menyelamatkan Object &lt;br /&gt;
Oseania dan membuat pasukan kita menjadi bingung. Saranku satu-satunya adalah jangan mengatakan ‘aku pikir informasi ini benar saat itu’ &lt;br /&gt;
di dalam pengadilan militer.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku memiliki alasanku sendiri. Juga, aku memiliki kekuasaan untuk membawa sebuah operasi atas nama parlemen. Aku tidak akan &lt;br /&gt;
mendengarkan kritik dari prajurit sepertimu. Ini tidak lain adalah operasi militer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, kau bisa mengatakan itu, dan itu juga yang membuatmu berada di dalam kemiliteran. Namun, kau membuat kesalahan ketika kau &lt;br /&gt;
mengirimkan perintah kepada pasukan koalisi dan mencoba memimpin mereka. Parlemen hanya memiliki otoritas di atas militer Kerajaan &lt;br /&gt;
Legitimasi. Kau tidak memiliki otoritas di atas Aliansi Informasi dan pasukan koalisi yang lain. pasukan lain mungkin marah jika &lt;br /&gt;
informasi itu benar palsu. Sekarang, apa yang akan dikatakan oleh parlemen? Mengatakan bahwa ini adalah operasi militer rahasia milik &lt;br /&gt;
Kerajaan Legitimasi akan membuat Aliansi Informasi dan yang lain marah besar. Jika Kerajaan Legitimasi tidak memberikan pernyataan resmi &lt;br /&gt;
tentang ini, aku pikir ini akan membuat sebuah percikan api dari pasukan koalisi yang lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau tahu soal ini?” kata Flide, terdengar seperti mau bersin. “Kita hanya bisa berperang secara cerdas dengan kekuatan yang &lt;br /&gt;
dimiliki oleh sebuah Object. Dua orang itu menghancurkan keseimbangannya!! Dunia ini perlu pilar pendukung yang dibangun oleh Object! &lt;br /&gt;
Aku bertindak untuk melindungi negaraku, bukan, melindungi dunia!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, dan aku yakin anggota konselor yang lain dan parlemen sendiri memiliki pendapat yang sama. Mereka melihat Object sebagai sebuah &lt;br /&gt;
senjata yang membuat mereka bisa menjalankan perang dengan pintar. Jika Quenser dan Heivia dibunuh oleh Object Oseania, Object itu akan &lt;br /&gt;
membantai semua penduduk. Tindakanmu itu akan dilihat sebagai sebuah pemimpin Kerajaan Legitimasi yang mendukung pembantaian demi &lt;br /&gt;
kepentingan negerinya sendiri. Bagi mereka yang ingin menjaga gambaran sebuah negara yang menggunakan Object untuk menyelesaikan perang &lt;br /&gt;
dengan bersih, itu akan sangat sangat sangat buruk. Faktanya, ini akan membawa kita ke dalam posisi politik yang sangat buruk semuanya &lt;br /&gt;
berkat Quenser dan Heivia yang menghancurkan Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kau ingin mengatakan kalau aku akan tamat? Untukku!? Semua yang aku lakukan untuk posisi Kerajaan Legitimasi di mata dunia &lt;br /&gt;
ditentukan oleh sebuah Object yang aku kembangkan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bisa mengeluh kalau kau mau,” kata Froleytia. Suaranya menurun dan pandangannya menjadi sangat dingin. “Tapi aku adalah tipe orang &lt;br /&gt;
yang sangat menyayangi anak-anak dan keluarga di negara di bawah perlindunganku. Apapun situasi yang terjadi, aku rasa aku harus &lt;br /&gt;
menyelesaikan ini bagi mereka. Jadi kita bisa menyelesaikan ini di pengadilan. Jangan kira kau bisa kabur dari ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh heh heh. Begitu ya. Kalau begitu, aku harus mengeluarkan kartu asku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”	&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tahu kenapa kau mengamibl alih kontrol divisi pelatihan para Elit? Dengan begitu, aku bisa melatih seorang Elit yang bisa &lt;br /&gt;
kugunakan untuk tujuanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia telah kembali ke negara yang sangat kuat yang dikenal dengan negara aman. Itu adalah sebuah negara yang termasuk ke &lt;br /&gt;
dalam Kerajaan Legitimasi dan yang sering juga disebut sebagai negara asal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah perang selesai di Oseania, mereka sangat ingin membalas dendam pada Konselor Flide, tapi mendekati salah satu pemimpin dewan &lt;br /&gt;
bukanlah sebuah tugas yang mudah. Froleytia memiliki cara lain untuk menyerang, jadi dia memberitahu kalau biarkan dia yang menangani &lt;br /&gt;
ini dan kemudian menghilang di dalam kantor Konselor Flide. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak percaya kalau semua penghargaan kita diambil dari tangan kita sebagai hukuman karena telah melawan perintah atasan karena &lt;br /&gt;
bergerak menuju Padang Gurun Tanami. Kita menghentikan perang! Semua penghargaan dan medali seharusnya jatuh ke tangan kita. Rasanya itu &lt;br /&gt;
seperti semua tabungan yang kau simpan seumur hidupmu hilang begitu saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau seharusnya senang kalau malah begini. Biasanya, kita akan dibawa ke Mahkamah Militer.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walau kita mengakhiri perang? Kalau kita tidak bergerak ke Padang Gurun Tanami, Object itu akan menyerang para penduduk dan kemudian &lt;br /&gt;
menghilang lagi. Kalau kita tidak melakukan ini perang mungkin masih akan berlanjut sampai bertahun-tahun!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak masalah. Kalau mereka mengakuinya, mereka akan menyatakan bahwa setiap penyerangan yang penduduk sekitar rasakan adalah efek dari &lt;br /&gt;
perang. Mereka akan menyalahkan orang yang keluar dari militer dan mulai melancarkan aksi perlawanan mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita ingin keluar dari kemiliteran setelah kepulangan kita dari Alaska. Merekalah yang menarik kita terus ke medan perang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin mereka sejak awal ingin perang habis-habisan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di depan mereka adalah sebuah ruang pribadi milik Konselor Flide yang dimasuki Froleytia. Sebagai sebuah markas militer, bangunan besar &lt;br /&gt;
itu berada di tengah-tengah wilayah luas di tengah kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, apa kau menerima surel dari putri lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah, tapi aku juga dapat dari Elit Aliansi Informasi, si ‘Oh ho ho’. Bagaimana caranya dia dapat alamat emailku? Apa aku dimatai-matai &lt;br /&gt;
saat aku bertanya padanya soal Object?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Beruntunglah. Ini akan tercatat dalam sejarah sebuah cinta segitiga yang melibatkan dua buah Object.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser berdiri diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Froleytia mungkin sedang menikmati waktunya. Dia sudah mematuhi panggilannya, jadi kenapa dia tidak menarik si brengsek Flide itu &lt;br /&gt;
keluar dari kantornya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, oh. Aku merasakan perasaan buruk soal ini,” kata Heivia saat mukanya menegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, sebuah suara bergetar di sekeliling mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian depan gedung ini yang sangat luas itu tiba-tiba bergoncang dan sebuah Object muncul dari bawah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua saling bertukar pandangan dan mereka menerima transmisi dari Froleytia dari radio yang tidak pernah mereka pikir akan &lt;br /&gt;
dapatkan di negara aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Brengsek! Quenser, Heivia, kalian punya pekerjaan baru!! Aku sudah penasaran kenapa si brengsek Flide itu memiliki kantor di gedung &lt;br /&gt;
yang memiliki wilayah yang luas, tapi aku tidak pernah menduga soal ini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak serius kan. Kita harus bertempur di tengah-tengah kota!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita mengerti situasinya serang, tapi kita akan mendapat bantuan dari Object kan kali ini!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bodoh! Kalau kita memanggil sang Putri ke sini, setengah wilayah ibukota akan runtuh sebelum kita mengeluarkan alarm evakuasi!! Kalian &lt;br /&gt;
berdua harus melakukan sesuatu sendirian! Kalian ingin melawan Flide sendirian, kan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita bisa membunuhnya, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngomong-ngomong, dia hanya seorang penumpang di dalam Object. Elitnya seorang perempuan berumur 12 tahun. Jika mungkin, aku ingin &lt;br /&gt;
kalian mengambil Elit tanpa membunuhnya. Aku bisa beralasan kalau kita akan mengambil risiko dengan menyelamatkan Elit Kerajaan &lt;br /&gt;
Legitimasi sangatlah berharga, tapi alasan sebenarnya adalah aku lebih suka kalau kalian menyelamatkan gadis itu. Bisakah kalian &lt;br /&gt;
melakukannya!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa ini harus selalu rumit!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, kita tidak bisa mengatakan tidak kalau dia masih berumur 12 tahun. Sekarang dia menggunakan orang seperti pelindung, kita jelas &lt;br /&gt;
harus membunuh keparat itu!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, coba lihat apa kita bisa menggunakan perangkat pengamanan. Dengan begitu kita bisa menyelamatkan anak itu tanpa melukainya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia lari menuju wilayah terbuka saat Object itu mengeluarkan kabut debu yang sangat tebal dan menyiapkan senjata untuk &lt;br /&gt;
menghancurkan kota ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia masuk ke dalam medan perang ini, Quenser berkata, “Sepertinya kita kembali ke kebiasaan kita lagi. Aku sangat ingin mendapatkan &lt;br /&gt;
kembali latar belakang akademisku dan otoritas sebagai tamtam antuk mengakhiri ini semua! Sebenarnya, apa kita akan mendapat penghargaan &lt;br /&gt;
lagi untuk ini!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia membalas, “Kita harus habis-habisan. Setelah ini semua selesai, ayo kita keluar dari kemiliteran. Aku sudah lelah bertarung &lt;br /&gt;
dengan Object!! Aku akan mengambi jabatan kepala keluarga di keluargaku. Aku sudah berperang terlalu banyak dengan Object, jadi kalau &lt;br /&gt;
keluargaku mengeluh, aku akan membawa perang ke dalam rumah!! Saat aku berpikir lagi, seharusnya aku segera pergi dari kemiliteran!! Apa &lt;br /&gt;
yang sebenarnya aku lakukan selama ini!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sudah tahu kan. Aku pikir juga lebih mudah untuk mengambil jalan mengikuti ujian masuk nasional daripada harus masuk sebagai &lt;br /&gt;
seorang tamtama di medan perang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, jangan menangis!! Kita bisa menyelesaikan ini semua setelah kita menyelamatkan perempuan itu dan membunuh Flide!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka berdua berbicara, dua orang itu masuk ke dalam medan perang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di depan mereka adalah sebuah Object setinggi 50 meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka hanya memiliki peledakdan senapan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seharusnya hari ini adalah hari normal yang bisa mereka rasakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua teknisi perang ini harus melawan satu monster lagi untuk selesai.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_1_Epilog&amp;diff=457067</id>
		<title>HEAVY OBJECT:Volume 1 Epilog</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_1_Epilog&amp;diff=457067"/>
		<updated>2015-08-12T09:49:40Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Epilog==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konselor adalah sebuah jabatan tertinggi di dalam Kerajaan Legitimasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah lembaga tertinggi di dalam Kerajaan Legitimasi adalah sebuah Parlemen yang berdaulat yang terdiri dari para anggota monarki &lt;br /&gt;
kerajaan dari berbagai macam budaya dan peradaban yang membuat kerajaan ini. Namun, sebelum membuat keputusan, anggota monarki ini akan &lt;br /&gt;
mendengar para anggota dewan yang terdiri dari pejabat-pejabat. Konselor itu adalah para pejabat tinggi negara yang dipilih lewat &lt;br /&gt;
pemilihan umum bagi orang yang tidak memiliki darah ningrat. Dalam beberapa hal, mereka secara tidak langsung juga bisa menggantikan &lt;br /&gt;
pandangan para monarki, jadi mereka sering dilihat sebagai seorang penguasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu penguasa itu adalah Konselor Flide, yang berkeringat karena posisinya berada di ujung tanduk. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berada di dalam salah satu negara yang sangat maju dan sangat aman. Lebih tepatnya, dia berada di sebuah gedung pencakar langit yang &lt;br /&gt;
mendapat pemotongan pajak karena terdaftar sebagai fasilitas militer dan juga sebagai kantor pribadinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah sebuah masalah yang cukup serius,” kata seorang prajurit bernama Froleytia dar dalam ruang yang sama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memiliki posisi yang cukup tinggi di dalam militer dan memerintah bawahannya di medan perang, tapi bagi seorang Konselor seperti &lt;br /&gt;
Flide, dia tidak berarti apa-apa. Atau seharusnya memang seperti itu. namun, Froleytia, tidak menunjukkan rasa hormat kepadanya. Dan terlebih lagi, dia melihat pria itu dengan tatapan marah. Dia memainkan tusuk rambut panjang dan lancip yang memiliki model yang sama &lt;br /&gt;
dengan sebuah kanzashi Jepang di rambut peraknya, dan dia memegang sebuah kiseru di mulutnya walau bangunan memasang peraturan dilarang &lt;br /&gt;
merokok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa dokumen ditaruh di atas meja Flide.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu menjelaskan rencana-rencananya yang dijalankan secara rahasia di Oseania.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya kau menginginkan sebuah dunia di mana negara-negara kuat ditentukan dengan jumlah dan kualitas Object, tapi aku tidak yakin &lt;br /&gt;
kalau metode ini cukup benar. Transmisi yang kau kirimkan saat Object kami mengarah menuju Padang Gurun Tanami dari Great Sandy Desert &lt;br /&gt;
menunjukkannya. Kau jelas-jelas berniat untuk membunuh Quenser dan Heivia, tapi memberikan perintah palsu untuk menyelamatkan Object &lt;br /&gt;
Oseania dan membuat pasukan kita menjadi bingung. Saranku satu-satunya adalah jangan mengatakan ‘aku pikir informasi ini benar saat itu’ &lt;br /&gt;
di dalam pengadilan militer.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku memiliki alasanku sendiri. Juga, aku memiliki kekuasaan untuk membawa sebuah operasi atas nama parlemen. Aku tidak akan &lt;br /&gt;
mendengarkan kritik dari prajurit sepertimu. Ini tidak lain adalah operasi militer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, kau bisa mengatakan itu, dan itu juga yang membuatmu berada di dalam kemiliteran. Namun, kau membuat kesalahan ketika kau &lt;br /&gt;
mengirimkan perintah kepada pasukan koalisi dan mencoba memimpin mereka. Parlemen hanya memiliki otoritas di atas militer Kerajaan &lt;br /&gt;
Legitimasi. Kau tidak memiliki otoritas di atas Aliansi Informasi dan pasukan koalisi yang lain. pasukan lain mungkin marah jika &lt;br /&gt;
informasi itu benar palsu. Sekarang, apa yang akan dikatakan oleh parlemen? Mengatakan bahwa ini adalah operasi militer rahasia milik &lt;br /&gt;
Kerajaan Legitimasi akan membuat Aliansi Informasi dan yang lain marah besar. Jika Kerajaan Legitimasi tidak memberikan pernyataan resmi &lt;br /&gt;
tentang ini, aku pikir ini akan membuat sebuah percikan api dari pasukan koalisi yang lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau tahu soal ini?” kata Flide, terdengar seperti mau bersin. “Kita hanya bisa berperang secara cerdas dengan kekuatan yang &lt;br /&gt;
dimiliki oleh sebuah Object. Dua orang itu menghancurkan keseimbangannya!! Dunia ini perlu pilar pendukung yang dibangun oleh Object! &lt;br /&gt;
Aku bertindak untuk melindungi negaraku, bukan, melindungi dunia!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, dan aku yakin anggota konselor yang lain dan parlemen sendiri memiliki pendapat yang sama. Mereka melihat Object sebagai sebuah &lt;br /&gt;
senjata yang membuat mereka bisa menjalankan perang dengan pintar. Jika Quenser dan Heivia dibunuh oleh Object Oseania, Object itu akan &lt;br /&gt;
membantai semua penduduk. Tindakanmu itu akan dilihat sebagai sebuah pemimpin Kerajaan Legitimasi yang mendukung pembantaian demi &lt;br /&gt;
kepentingan negerinya sendiri. Bagi mereka yang ingin menjaga gambaran sebuah negara yang menggunakan Object untuk menyelesaikan perang &lt;br /&gt;
dengan bersih, itu akan sangat sangat sangat buruk. Faktanya, ini akan membawa kita ke dalam posisi politik yang sangat buruk semuanya &lt;br /&gt;
berkat Quenser dan Heivia yang menghancurkan Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kau ingin mengatakan kalau aku akan tamat? Untukku!? Semua yang aku lakukan untuk posisi Kerajaan Legitimasi di mata dunia &lt;br /&gt;
ditentukan oleh sebuah Object yang aku kembangkan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bisa mengeluh kalau kau mau,” kata Froleytia. Suaranya menurun dan pandangannya menjadi sangat dingin. “Tapi aku adalah tipe orang &lt;br /&gt;
yang sangat menyayangi anak-anak dan keluarga di negara di bawah perlindunganku. Apapun situasi yang terjadi, aku rasa aku harus &lt;br /&gt;
menyelesaikan ini bagi mereka. Jadi kita bisa menyelesaikan ini di pengadilan. Jangan kira kau bisa kabur dari ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh heh heh. Begitu ya. Kalau begitu, aku harus mengeluarkan kartu asku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”	&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tahu kenapa kau mengamibl alih kontrol divisi pelatihan para Elit? Dengan begitu, aku bisa melatih seorang Elit yang bisa &lt;br /&gt;
kugunakan untuk tujuanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia telah kembali ke negara yang sangat kuat yang dikenal dengan negara aman. Itu adalah sebuah negara yang termasuk ke &lt;br /&gt;
dalam Kerajaan Legitimasi dan yang sering juga disebut sebagai negara asal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah perang selesai di Oseania, mereka sangat ingin membalas dendam pada Konselor Flide, tapi mendekati salah satu pemimpin dewan &lt;br /&gt;
bukanlah sebuah tugas yang mudah. Froleytia memiliki cara lain untuk menyerang, jadi dia memberitahu kalau biarkan dia yang menangani &lt;br /&gt;
ini dan kemudian menghilang di dalam kantor Konselor Flide. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak percaya kalau semua penghargaan kita diambil dari tangan kita sebagai hukuman karena telah melawan perintah atasan karena &lt;br /&gt;
bergerak menuju Padang Gurun Tanami. Kita menghentikan perang! Semua penghargaan dan medali seharusnya jatuh ke tangan kita. Rasanya itu &lt;br /&gt;
seperti semua tabungan yang kau simpan seumur hidupmu hilang begitu saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau seharusnya senang kalau malah begini. Biasanya, kita akan dibawa ke Mahkamah Militer.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walau kita mengakhiri perang? Kalau kita tidak bergerak ke Padang Gurun Tanami, Object itu akan menyerang para penduduk dan kemudian &lt;br /&gt;
menghilang lagi. Kalau kita tidak melakukan ini perang mungkin masih akan berlanjut sampai bertahun-tahun!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak masalah. Kalau mereka mengakuinya, mereka akan menyatakan bahwa setiap penyerangan yang penduduk sekitar rasakan adalah efek dari &lt;br /&gt;
perang. Mereka akan menyalahkan orang yang keluar dari militer dan mulai melancarkan aksi perlawanan mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita ingin keluar dari kemiliteran setelah kepulangan kita dari Alaska. Merekalah yang menarik kita terus ke medan perang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin mereka sejak awal ingin perang habis-habisan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di depan mereka adalah sebuah ruang pribadi milik Konselor Flide yang dimasuki Froleytia. Sebagai sebuah markas militer, bangunan besar &lt;br /&gt;
itu berada di tengah-tengah wilayah luas di tengah kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, apa kau menerima surel dari putri lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah, tapi aku juga dapat dari Elit Aliansi Informasi, si ‘Oh ho ho’. Bagaimana caranya dia dapat alamat emailku? Apa aku dimatai-matai &lt;br /&gt;
saat aku bertanya padanya soal Object?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Beruntunglah. Ini akan tercatat dalam sejarah sebuah cinta segitiga yang melibatkan dua buah Object.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser berdiri diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Froleytia mungkin sedang menikmati waktunya. Dia sudah mematuhi panggilannya, jadi kenapa dia tidak menarik si brengsek Flide itu &lt;br /&gt;
keluar dari kantornya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, oh. Aku merasakan perasaan buruk soal ini,” kata Heivia saat mukanya menegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, sebuah suara bergetar di sekeliling mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian depan gedung ini yang sangat luas itu tiba-tiba bergoncang dan sebuah Object muncul dari bawah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua saling bertukar pandangan dan mereka menerima transmisi dari Froleytia dari radio yang tidak pernah mereka pikir akan &lt;br /&gt;
dapatkan di negara aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Brengsek! Quenser, Heivia, kalian punya pekerjaan baru!! Aku sudah penasaran kenapa si brengsek Flide itu memiliki kantor di gedung &lt;br /&gt;
yang memiliki wilayah yang luas, tapi aku tidak pernah menduga soal ini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak serius kan. Kita harus bertempur di tengah-tengah kota!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita mengerti situasinya serang, tapi kita akan mendapat bantuan dari Object kan kali ini!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bodoh! Kalau kita memanggil sang Putri ke sini, setengah wilayah ibukota akan runtuh sebelum kita mengeluarkan alarm evakuasi!! Kalian &lt;br /&gt;
berdua harus melakukan sesuatu sendirian! Kalian ingin melawan Flide sendirian, kan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita bisa membunuhnya, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngomong-ngomong, dia hanya seorang penumpang di dalam Object. Elitnya seorang perempuan berumur 12 tahun. Jika mungkin, aku ingin &lt;br /&gt;
kalian mengambil Elit tanpa membunuhnya. Aku bisa beralasan kalau kita akan mengambil risiko dengan menyelamatkan Elit Kerajaan &lt;br /&gt;
Legitimasi sangatlah berharga, tapi alasan sebenarnya adalah aku lebih suka kalau kalian menyelamatkan gadis itu. Bisakah kalian &lt;br /&gt;
melakukannya!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa ini harus selalu rumit!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, kita tidak bisa mengatakan tidak kalau dia masih berumur 12 tahun. Sekarang dia menggunakan orang seperti pelindung, kita jelas &lt;br /&gt;
harus membunuh keparat itu!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, coba lihat apa kita bisa menggunakan perangkat pengamanan. Dengan begitu kita bisa menyelamatkan anak itu tanpa melukainya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia lari menuju wilayah terbuka saat Object itu mengeluarkan kabut debu yang sangat tebal dan menyiapkan senjata untuk &lt;br /&gt;
menghancurkan kota ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia masuk ke dalam medan perang ini, Quenser berkata, “Sepertinya kita kembali ke kebiasaan kita lagi. Aku sangat ingin mendapatkan &lt;br /&gt;
kembali latar belakang akademisku dan otoritas sebagai tamtam antuk mengakhiri ini semua! Sebenarnya, apa kita akan mendapat penghargaan &lt;br /&gt;
lagi untuk ini!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia membalas, “Kita harus habis-habisan. Setelah ini semua selesai, ayo kita keluar dari kemiliteran. Aku sudah lelah bertarung &lt;br /&gt;
dengan Object!! Aku akan mengambi jabatan kepala keluarga di keluargaku. Aku sudah berperang terlalu banyak dengan Object, jadi kalau &lt;br /&gt;
keluargaku mengeluh, aku akan membawa perang ke dalam rumah!! Saat aku berpikir lagi, seharusnya aku segera pergi dari kemiliteran!! Apa &lt;br /&gt;
yang sebenarnya aku lakukan selama ini!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sudah tahu kan. Aku pikir juga lebih mudah untuk mengambil jalan mengikuti ujian masuk nasional daripada harus masuk sebagai &lt;br /&gt;
seorang tamtama di medan perang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, jangan menangis!! Kita bisa menyelesaikan ini semua setelah kita menyelamatkan perempuan itu dan membunuh Flide!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka berdua berbicara, dua orang itu masuk ke dalam medan perang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di depan mereka adalah sebuah Object setinggi 50 meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka hanya memiliki peledakdan senapan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seharusnya hari ini adalah hari normal yang bisa mereka rasakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua teknisi perang ini harus melawan satu monster lagi untuk selesai.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_1_Epilog&amp;diff=457066</id>
		<title>HEAVY OBJECT:Volume 1 Epilog</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_1_Epilog&amp;diff=457066"/>
		<updated>2015-08-12T09:49:10Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: Created page with &amp;quot;Epilog  Konselor adalah sebuah jabatan tertinggi di dalam Kerajaan Legitimasi.  Sebuah lembaga tertinggi di dalam Kerajaan Legitimasi adalah sebuah Parlemen yang berdaulat yan...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Epilog&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konselor adalah sebuah jabatan tertinggi di dalam Kerajaan Legitimasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah lembaga tertinggi di dalam Kerajaan Legitimasi adalah sebuah Parlemen yang berdaulat yang terdiri dari para anggota monarki &lt;br /&gt;
kerajaan dari berbagai macam budaya dan peradaban yang membuat kerajaan ini. Namun, sebelum membuat keputusan, anggota monarki ini akan &lt;br /&gt;
mendengar para anggota dewan yang terdiri dari pejabat-pejabat. Konselor itu adalah para pejabat tinggi negara yang dipilih lewat &lt;br /&gt;
pemilihan umum bagi orang yang tidak memiliki darah ningrat. Dalam beberapa hal, mereka secara tidak langsung juga bisa menggantikan &lt;br /&gt;
pandangan para monarki, jadi mereka sering dilihat sebagai seorang penguasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu penguasa itu adalah Konselor Flide, yang berkeringat karena posisinya berada di ujung tanduk. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berada di dalam salah satu negara yang sangat maju dan sangat aman. Lebih tepatnya, dia berada di sebuah gedung pencakar langit yang &lt;br /&gt;
mendapat pemotongan pajak karena terdaftar sebagai fasilitas militer dan juga sebagai kantor pribadinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah sebuah masalah yang cukup serius,” kata seorang prajurit bernama Froleytia dar dalam ruang yang sama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memiliki posisi yang cukup tinggi di dalam militer dan memerintah bawahannya di medan perang, tapi bagi seorang Konselor seperti &lt;br /&gt;
Flide, dia tidak berarti apa-apa. Atau seharusnya memang seperti itu. namun, Froleytia, tidak menunjukkan rasa hormat kepadanya. Dan terlebih lagi, dia melihat pria itu dengan tatapan marah. Dia memainkan tusuk rambut panjang dan lancip yang memiliki model yang sama &lt;br /&gt;
dengan sebuah kanzashi Jepang di rambut peraknya, dan dia memegang sebuah kiseru di mulutnya walau bangunan memasang peraturan dilarang &lt;br /&gt;
merokok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa dokumen ditaruh di atas meja Flide.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu menjelaskan rencana-rencananya yang dijalankan secara rahasia di Oseania.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya kau menginginkan sebuah dunia di mana negara-negara kuat ditentukan dengan jumlah dan kualitas Object, tapi aku tidak yakin &lt;br /&gt;
kalau metode ini cukup benar. Transmisi yang kau kirimkan saat Object kami mengarah menuju Padang Gurun Tanami dari Great Sandy Desert &lt;br /&gt;
menunjukkannya. Kau jelas-jelas berniat untuk membunuh Quenser dan Heivia, tapi memberikan perintah palsu untuk menyelamatkan Object &lt;br /&gt;
Oseania dan membuat pasukan kita menjadi bingung. Saranku satu-satunya adalah jangan mengatakan ‘aku pikir informasi ini benar saat itu’ &lt;br /&gt;
di dalam pengadilan militer.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku memiliki alasanku sendiri. Juga, aku memiliki kekuasaan untuk membawa sebuah operasi atas nama parlemen. Aku tidak akan &lt;br /&gt;
mendengarkan kritik dari prajurit sepertimu. Ini tidak lain adalah operasi militer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, kau bisa mengatakan itu, dan itu juga yang membuatmu berada di dalam kemiliteran. Namun, kau membuat kesalahan ketika kau &lt;br /&gt;
mengirimkan perintah kepada pasukan koalisi dan mencoba memimpin mereka. Parlemen hanya memiliki otoritas di atas militer Kerajaan &lt;br /&gt;
Legitimasi. Kau tidak memiliki otoritas di atas Aliansi Informasi dan pasukan koalisi yang lain. pasukan lain mungkin marah jika &lt;br /&gt;
informasi itu benar palsu. Sekarang, apa yang akan dikatakan oleh parlemen? Mengatakan bahwa ini adalah operasi militer rahasia milik &lt;br /&gt;
Kerajaan Legitimasi akan membuat Aliansi Informasi dan yang lain marah besar. Jika Kerajaan Legitimasi tidak memberikan pernyataan resmi &lt;br /&gt;
tentang ini, aku pikir ini akan membuat sebuah percikan api dari pasukan koalisi yang lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau tahu soal ini?” kata Flide, terdengar seperti mau bersin. “Kita hanya bisa berperang secara cerdas dengan kekuatan yang &lt;br /&gt;
dimiliki oleh sebuah Object. Dua orang itu menghancurkan keseimbangannya!! Dunia ini perlu pilar pendukung yang dibangun oleh Object! &lt;br /&gt;
Aku bertindak untuk melindungi negaraku, bukan, melindungi dunia!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, dan aku yakin anggota konselor yang lain dan parlemen sendiri memiliki pendapat yang sama. Mereka melihat Object sebagai sebuah &lt;br /&gt;
senjata yang membuat mereka bisa menjalankan perang dengan pintar. Jika Quenser dan Heivia dibunuh oleh Object Oseania, Object itu akan &lt;br /&gt;
membantai semua penduduk. Tindakanmu itu akan dilihat sebagai sebuah pemimpin Kerajaan Legitimasi yang mendukung pembantaian demi &lt;br /&gt;
kepentingan negerinya sendiri. Bagi mereka yang ingin menjaga gambaran sebuah negara yang menggunakan Object untuk menyelesaikan perang &lt;br /&gt;
dengan bersih, itu akan sangat sangat sangat buruk. Faktanya, ini akan membawa kita ke dalam posisi politik yang sangat buruk semuanya &lt;br /&gt;
berkat Quenser dan Heivia yang menghancurkan Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kau ingin mengatakan kalau aku akan tamat? Untukku!? Semua yang aku lakukan untuk posisi Kerajaan Legitimasi di mata dunia &lt;br /&gt;
ditentukan oleh sebuah Object yang aku kembangkan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bisa mengeluh kalau kau mau,” kata Froleytia. Suaranya menurun dan pandangannya menjadi sangat dingin. “Tapi aku adalah tipe orang &lt;br /&gt;
yang sangat menyayangi anak-anak dan keluarga di negara di bawah perlindunganku. Apapun situasi yang terjadi, aku rasa aku harus &lt;br /&gt;
menyelesaikan ini bagi mereka. Jadi kita bisa menyelesaikan ini di pengadilan. Jangan kira kau bisa kabur dari ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh heh heh. Begitu ya. Kalau begitu, aku harus mengeluarkan kartu asku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”	&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tahu kenapa kau mengamibl alih kontrol divisi pelatihan para Elit? Dengan begitu, aku bisa melatih seorang Elit yang bisa &lt;br /&gt;
kugunakan untuk tujuanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia telah kembali ke negara yang sangat kuat yang dikenal dengan negara aman. Itu adalah sebuah negara yang termasuk ke &lt;br /&gt;
dalam Kerajaan Legitimasi dan yang sering juga disebut sebagai negara asal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah perang selesai di Oseania, mereka sangat ingin membalas dendam pada Konselor Flide, tapi mendekati salah satu pemimpin dewan &lt;br /&gt;
bukanlah sebuah tugas yang mudah. Froleytia memiliki cara lain untuk menyerang, jadi dia memberitahu kalau biarkan dia yang menangani &lt;br /&gt;
ini dan kemudian menghilang di dalam kantor Konselor Flide. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak percaya kalau semua penghargaan kita diambil dari tangan kita sebagai hukuman karena telah melawan perintah atasan karena &lt;br /&gt;
bergerak menuju Padang Gurun Tanami. Kita menghentikan perang! Semua penghargaan dan medali seharusnya jatuh ke tangan kita. Rasanya itu &lt;br /&gt;
seperti semua tabungan yang kau simpan seumur hidupmu hilang begitu saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau seharusnya senang kalau malah begini. Biasanya, kita akan dibawa ke Mahkamah Militer.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walau kita mengakhiri perang? Kalau kita tidak bergerak ke Padang Gurun Tanami, Object itu akan menyerang para penduduk dan kemudian &lt;br /&gt;
menghilang lagi. Kalau kita tidak melakukan ini perang mungkin masih akan berlanjut sampai bertahun-tahun!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak masalah. Kalau mereka mengakuinya, mereka akan menyatakan bahwa setiap penyerangan yang penduduk sekitar rasakan adalah efek dari &lt;br /&gt;
perang. Mereka akan menyalahkan orang yang keluar dari militer dan mulai melancarkan aksi perlawanan mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita ingin keluar dari kemiliteran setelah kepulangan kita dari Alaska. Merekalah yang menarik kita terus ke medan perang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin mereka sejak awal ingin perang habis-habisan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di depan mereka adalah sebuah ruang pribadi milik Konselor Flide yang dimasuki Froleytia. Sebagai sebuah markas militer, bangunan besar &lt;br /&gt;
itu berada di tengah-tengah wilayah luas di tengah kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, apa kau menerima surel dari putri lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah, tapi aku juga dapat dari Elit Aliansi Informasi, si ‘Oh ho ho’. Bagaimana caranya dia dapat alamat emailku? Apa aku dimatai-matai &lt;br /&gt;
saat aku bertanya padanya soal Object?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Beruntunglah. Ini akan tercatat dalam sejarah sebuah cinta segitiga yang melibatkan dua buah Object.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser berdiri diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Froleytia mungkin sedang menikmati waktunya. Dia sudah mematuhi panggilannya, jadi kenapa dia tidak menarik si brengsek Flide itu &lt;br /&gt;
keluar dari kantornya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, oh. Aku merasakan perasaan buruk soal ini,” kata Heivia saat mukanya menegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, sebuah suara bergetar di sekeliling mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian depan gedung ini yang sangat luas itu tiba-tiba bergoncang dan sebuah Object muncul dari bawah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua saling bertukar pandangan dan mereka menerima transmisi dari Froleytia dari radio yang tidak pernah mereka pikir akan &lt;br /&gt;
dapatkan di negara aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Brengsek! Quenser, Heivia, kalian punya pekerjaan baru!! Aku sudah penasaran kenapa si brengsek Flide itu memiliki kantor di gedung &lt;br /&gt;
yang memiliki wilayah yang luas, tapi aku tidak pernah menduga soal ini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak serius kan. Kita harus bertempur di tengah-tengah kota!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita mengerti situasinya serang, tapi kita akan mendapat bantuan dari Object kan kali ini!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bodoh! Kalau kita memanggil sang Putri ke sini, setengah wilayah ibukota akan runtuh sebelum kita mengeluarkan alarm evakuasi!! Kalian &lt;br /&gt;
berdua harus melakukan sesuatu sendirian! Kalian ingin melawan Flide sendirian, kan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita bisa membunuhnya, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngomong-ngomong, dia hanya seorang penumpang di dalam Object. Elitnya seorang perempuan berumur 12 tahun. Jika mungkin, aku ingin &lt;br /&gt;
kalian mengambil Elit tanpa membunuhnya. Aku bisa beralasan kalau kita akan mengambil risiko dengan menyelamatkan Elit Kerajaan &lt;br /&gt;
Legitimasi sangatlah berharga, tapi alasan sebenarnya adalah aku lebih suka kalau kalian menyelamatkan gadis itu. Bisakah kalian &lt;br /&gt;
melakukannya!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa ini harus selalu rumit!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, kita tidak bisa mengatakan tidak kalau dia masih berumur 12 tahun. Sekarang dia menggunakan orang seperti pelindung, kita jelas &lt;br /&gt;
harus membunuh keparat itu!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, coba lihat apa kita bisa menggunakan perangkat pengamanan. Dengan begitu kita bisa menyelamatkan anak itu tanpa melukainya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia lari menuju wilayah terbuka saat Object itu mengeluarkan kabut debu yang sangat tebal dan menyiapkan senjata untuk &lt;br /&gt;
menghancurkan kota ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia masuk ke dalam medan perang ini, Quenser berkata, “Sepertinya kita kembali ke kebiasaan kita lagi. Aku sangat ingin mendapatkan &lt;br /&gt;
kembali latar belakang akademisku dan otoritas sebagai tamtam antuk mengakhiri ini semua! Sebenarnya, apa kita akan mendapat penghargaan &lt;br /&gt;
lagi untuk ini!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia membalas, “Kita harus habis-habisan. Setelah ini semua selesai, ayo kita keluar dari kemiliteran. Aku sudah lelah bertarung &lt;br /&gt;
dengan Object!! Aku akan mengambi jabatan kepala keluarga di keluargaku. Aku sudah berperang terlalu banyak dengan Object, jadi kalau &lt;br /&gt;
keluargaku mengeluh, aku akan membawa perang ke dalam rumah!! Saat aku berpikir lagi, seharusnya aku segera pergi dari kemiliteran!! Apa &lt;br /&gt;
yang sebenarnya aku lakukan selama ini!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sudah tahu kan. Aku pikir juga lebih mudah untuk mengambil jalan mengikuti ujian masuk nasional daripada harus masuk sebagai &lt;br /&gt;
seorang tamtama di medan perang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, jangan menangis!! Kita bisa menyelesaikan ini semua setelah kita menyelamatkan perempuan itu dan membunuh Flide!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka berdua berbicara, dua orang itu masuk ke dalam medan perang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di depan mereka adalah sebuah Object setinggi 50 meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka hanya memiliki peledakdan senapan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seharusnya hari ini adalah hari normal yang bisa mereka rasakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua teknisi perang ini harus melawan satu monster lagi untuk selesai.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_1_Bagian_3&amp;diff=447831</id>
		<title>HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 3</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_1_Bagian_3&amp;diff=447831"/>
		<updated>2015-06-19T06:41:16Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Bagian 3: Perang Antara Semut Dan Belalang &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Untuk Mengalahkan Negara Militer Oseania==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Negara Militer Oceania berada di sebuah benua yang terkenal karena koala dan kangurunya. Di sebuah zaman di mana negara bernama Australia pernah berada, kota-kota dibangun di sisi pantai dan daerah tengah dari benua itu hampir semuanya kering, tanah yang retak seperti yang bisa dilihat di zaman para koboi. Walau areanya sendiri bukanlah sebuah padang gurun, kering, tanah keras hanya bisa mendukung beberapa jenis tumbuhan, jadi menumbuhkan tanaman dan gedung-gedung di situ sangatlah sulit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, zaman modern merubah semuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanah buatan dengan daya serap air yang tinggi dikembangkan dan banyak tumbuhan yang telah mengalami perubahan genetik dikembangkan dan &lt;br /&gt;
membuat tanah kering itu kembali hidup bahkan di dalam lingkungan yang keras. menggunakan metode ini, sebuah rencana besar dan jangka &lt;br /&gt;
panjang dikembangkan untuk meningkatkan perkembangan benua ini. dengan perkembangan tanah seperti itu, bagian tengah benua itu mampu &lt;br /&gt;
dikembangkan secara maksimal dan orang-orang mampu menciptakan sejumlah panenan raya yang besar dan kota-kota besar dibangun di situ &lt;br /&gt;
dengan jalan tol penghubung. Dengan menggali sumber daya alam di dalam bumi, ekonomi negara itu tumbuh , dan posisi di dalam masyarakat &lt;br /&gt;
internasional kembali naik. Jika semuanya kembali tumbuh seperti rencana, tidak akan ada negara yang menargetkan tempat ini dengan sebuah &lt;br /&gt;
Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tidak semuanya berjalan dengan lancar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suku yang telah tinggal di Oceania sejak zaman dahulu kala merasa perlu untuk membawa Oceania kembali ke masa-masa awalnya. Kepercayaan &lt;br /&gt;
mereka menganggap bahwa tanah ini adalah sebuah tanah suci tidak peduli betapa kering dan tandusnya tempat mereka ini. Dan mereka tidak &lt;br /&gt;
mau ketika tanah mereka dihuni oleh bukan penduduk asli ataupun ditumbuhi tanaman yang telah dikembangkan secara genetika. Suku pedalaman &lt;br /&gt;
itu tidak mau tanah mereka “dimakan” oleh uang, jadi mereka mulai melancarkan aksi unjuk rasa damai dan protes. Negara militer itu &lt;br /&gt;
kehilangan hasratnya untuk mengembangkan tanah-tanah itu, jadi mereka menjawabnya dengan sebuah jawaban yang simpel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mengirimkan sebuah Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itulah yang disebut sebagai Konservasi Hutan dua tahun yang lalu. Dan pasukan koalisi dikirim untuk mengamankan suku-suku itu dari &lt;br /&gt;
pasukan tirani sebuah negara militer,” kata Heivia di dalam sebuah markas Yan ditutupi oleh pasir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdiri di sebelahnya, Quenser berkata, “Huh? Ini semua dimulai dua tahun yang lalu? Lalu kenapa kita baru dipanggil sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya aku tahu? Pasti ada sesuatu yang telah dikembangkan di sana yang membuat kita harus ikut campur sekarang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keseimbangan kekuatan di Oceania sangat mudah untuk dilihat. Area yang berada di dalam kekuasaan negara militer sangat hijau sementara &lt;br /&gt;
yang dikuasi oleh pasukan koalisi (dan termasuk suku pedalaman yang menolak dukungan negara militer) sangat kering di daerah gurun. &lt;br /&gt;
Mereka juga dipisahkan oleh mereka yang mau membantai pihak yang lain demi keuntungan di atas makanan dan kayu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object dari berbagai kekuatan pasukan koalisi berkumpul di markas di garis depan. Biasanya, Object-object ini berada pada posisi yang &lt;br /&gt;
berbeda sebagai musuh dan teman, tapi sekarang mereka berkumpul pada satu pihak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanahnya sangat kering. Sesuai dengan permintaan suku pedalaman ini, mereka hanya menyingkirkan tanaman yang tidak ada sejak dahulu kala &lt;br /&gt;
benua ini ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa di sini sangat panas? Bukannya beberapa saat yang lalu bokong kita sangat kedinginan di Alaska sana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Musim di bagian selatan bumi ini terbalik bodoh. Tapi aku rasa cuaca di sini cocok untuk santa dengan rok mini.” Quenser melihat ke &lt;br /&gt;
sekeliling dengan keringat di wajahnya. “Kau tahu, kita memiliki banyak Object di sisi kita saat ini. Mungkin kita bisa memaksa mereka &lt;br /&gt;
untuk menyerah tanpa harus menyerang mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan bodoh. Apa kau lupa betapa sering harapan kita berulang-ulang kali dihancurkan oleh mereka? Aku akan mengatakan kalau lebih &lt;br /&gt;
banyak pasukan koalisi ini saat ini menambah kesempatan kita untuk melangkah satu langkah maju secara tidak sengaja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pasukan koalisi sudah mengirim puluhan Object ke sini untuk menghancurkan kediktatoran di sini, bukan? Kenapa tidak menggunakan bendera &lt;br /&gt;
putih? Perang saat ini hanyalah antara Object, jadi tidak perlu lagi ada tentara yang ikut dalam berperang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan tanya aku. Mungkin mereka memang pengecualian. Apa kamu pernah melihat negara-negara berkumpul dan membentuk sebuah koalisi? Aku tidak pernah menyangka kalau kita bekerja sama dengan negara kejam seperti ini selama 2 tahun. Diktator Oceania ini pasti sangat dibenci oleh komunitas internasional. ...Juga, aku ragu kalau mereka akan mengangkat bendera putih. Mereka telah banyak melakukan hal buruk, jadi aku ragu kalau mereka tetap akan menyerah walau kabur ke luar negeri.”&lt;br /&gt;
Sementara mendengarkan Heivia, Quenser bersandar di balik barikade fiber sintetik yang direntangkan di seluruh markas ini dan memasukkan sesuatu seperti penghapus kotak ke dalam mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, ransumnya sangat menjijikkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, tapi lihat, sekarang kita bisa menambahkan rasanya dengan sedikit pasir di atasnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingin pulang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Para petinggi pasti menggunakan ini seperti sebuah permainan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil komplain, barikade itu mulai bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka melihat ke sekeliling mereka dan melihat gadis pribumi berumur kira-kira 10 tahun dari luar barikade itu dan menatap ke arah &lt;br /&gt;
mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu?” tanya gadis yang masih murni itu sambil menunjuk Object pasukan koalisi yang bergerak di dalam markas ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia tidak tahu harus berkata apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, gadis itu tidak merasa terganggu dan menunjukkan sebuah gambar dari sebuah buku melewati barikade itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu mereka, bukan? Monster batu seperti yang ada di buku ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y-yah, itulah mereka. Mereka memberikan perlindungan bagi tupai dan kanguru kalau hujan turun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser tidak tahan kalau harus memberi tahu gadis itu kalau itu adalah sebuah senjata raksasa yang tidak memiliki belas kasihan sama &lt;br /&gt;
sekali. Walau begitu, Heivia memiliki sesuatu untuk dikatakan pada Quenser, “Jawaban yang bagus, Quenser!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikutnya, jejak asap putih ditembakkan dari markas ke udara. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu menunjuk ke langit dan bertanya, “Dan apa itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser tentu saja tidak mau menjawabnya dengan mengatakan bahwa itu adalah sebuah misil meteorologis tipe sensor yang sedang diuji coba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-itu adalah roket... seperti pesawat ulang-alik.... aku rasa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wow, aku tidak pernah melihat itu sebelumnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat gadis itu kegirangan karena penuh semangat, dua laki-laki itu melihat ke arah lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sebuah panggilan dari atasan mereka, Froleytia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kalian berdua, jangan ngobrol dari balik barikade. Tetap fokus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu kemudian kabur karena takut. Dia segera loncat dan pergi dari tempat itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia melirik ke arah Froleytia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Sia-sia sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Mau bagaimana lagi. Dia memang terlihat cantik, tapi dia tetap seorang komandan yang keras. Bahkan seorang ahli bela diri akan &lt;br /&gt;
kehilangan keberaniannya saat berhadapan dengan Froleytia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, jadi kalian mau melihat sisiku yang lembut? Aku bisa memperkenalkan diriku lewat hak sepatu bot ku kalau kalian mau. Tapi untuk &lt;br /&gt;
sekarang, jangan bersantai di dekat barikade, ini adalah medan perang, ingat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita tidak apa-apa. Bahkan kalau kita ada di negara militer ini, aku ragu seorang penembak jitu mau menarget markas dengan Object &lt;br /&gt;
sebanyak ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan itu yang aku maksudkan. Markas ini dipenuhi oleh banyak kamera.” Froleytia terlihat frustrasi, tapi dari pada panasnya, dia sama &lt;br /&gt;
sekali tidak melepaskan satu kancing saja dari pakaiannya yang dilihat saja sudah membuat panas. “Jumlah wartawan asing meningkat, mereka &lt;br /&gt;
mengatakan bahwa mereka akan menunjukkan pada dunia negara tirani seperti ini. Namun, mereka sepertinya hanya kumpulan orang manja yang &lt;br /&gt;
belum pernah melihat medan perang sebelumnya dan beberapa orang lainnya yang aku ragu kalau mereka adalah seorang wartawan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh maksudmu orang-orang yang dulunya tentara bayarang yang sekarang bekerja sebagai pemandu wisata di medan perang yang dikuasai oleh &lt;br /&gt;
Object saat ini?” tanya Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya itu,” kata Froleytia, setuju dengan apa yang dikatakan Heivia. “Masalahnya protokol keamanan militer tidak mengizinkan kita &lt;br /&gt;
untuk memberikan mereka izin untuk masuk ke dalam negara yang dikuasai oleh junta militer. Biasanya, mereka akan mengarahkan kameranya &lt;br /&gt;
kepada kita, berharap bahwa mereka akan mendapat tembakan yang seharga dengan gaji mereka. Kalau kalian tidak mau wajah bodoh kalian &lt;br /&gt;
muncul di kamera bersama dengan artikel sair di negara asalmu, pastikan kalian tetap menjaga sikap kalian di luar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Oh Tuhan, merepotkan sekali. Apa kau tidak bisa melarang wartawan itu untuk masuk ke dalam markas untuk menjaga keamanan informasi &lt;br /&gt;
tingkat tinggi dari Object-object yang ada di sini atau apalah itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia rasa dia sekarang terserang sakit kepala saat dia mendengar perkataan Quenser yang begitu amatir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya kau pikir buat apa koalisi ini dibentuh, heh? Negara asal kita bisa mengakhiri pertempuran tidak penting ini jika perlu, tapi &lt;br /&gt;
atasan tinggi kita menginginkan gambaran yang sangat jelas tentang siapa pahlawan perang yang akan berjalan di parade kemenangan nanti. &lt;br /&gt;
Kalau kita melarang wartawan ini, para kandidat yang berusaha merebut kekuasaan di negara asal kita pasti akan sangat marah pada kita. &lt;br /&gt;
Konselor Flide dan yang lain tidak akan senang mendengar hal itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tidak dengar Quenser,? Mereka melakukan hal-hal seperti ini kepada media. Bahkan aku dengar ada pembicaraan untuk membawa mega &lt;br /&gt;
sponsor dari perusahaan-perusahaan besar atau partai politik untuk menempelkan logo perusahaan mereka di zirah Object seperti di mobil &lt;br /&gt;
balap F1.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa mereka mencoba merekam gambar markas yang diserang dan para prajurit yang tertembak di tanah ke televisi ruang keluarga mereka? &lt;br /&gt;
Mereka semua tidak mengerti perang itu seperti apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komentar Quenser terdengar sama dengan suara prajurit lain jika ditanyakan hal yang sama pada mereka, tapi secara teknis di hanyalah &lt;br /&gt;
seorang tamtama. Ekspresi serba tahu yang dia tunjukkan tidak lebih dari wajah warga sipil yang mengeluh soal kebijakan pemerintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa suntuk dengan topik pembicaraan mereka, Heivia mengganti subyek obrolan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa kau melihat kapal para aktivis anti-perang di lautan? Mereka memasang spanduk raksasa yang meminta pasukan koalisi ini untuk &lt;br /&gt;
menghentikan invasinya yang terdiri dari kekuatan-kekuatan Object luar biasa ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka semua hanyalah tumpukan orang bodoh yang tidak tahu sama sekali soal apa itu negara junta militer ini sebenarnya atau kumpulan &lt;br /&gt;
orang brengsek yang tahu tapi berpura-pura tidak tahu. Apa kita harus mempedulikan mereka semua? Faktanya, aku ingin bertaruh kalau &lt;br /&gt;
mereka pasti akan bertanya kenapa pasukan koalisi tidak menyerang, segera setelah salah satu kapal aktivis itu ditembak jatuh oleh &lt;br /&gt;
torpedo negara militer Oseania.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan wajah yang tidak senang, Froleytia berbicara, “Pemilihan anggota dewan di negara asal akan dimulai sebentar lagi. Seperti yang aku &lt;br /&gt;
katakana, Konselor Flide dan yang lain berada dalam ujung tanduk untuk memastikan mereka tidak mendapat insentif yang buruk di depan &lt;br /&gt;
masyarakat. Mungkin mereka juga memikirkan operasi militer untuk memberikan perlindungan kepada aktivis anti-perang itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, ayolah. Kita datang ke sini untuk merawat orang-orang bodoh itu?” keluh dua laki-laki itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia menatap matahari tenggelam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian berdua akan bergabung ke dalam operasi militer yang akan dimulai pada saat matahari tenggelam, jadi persiapkan diri kalian &lt;br /&gt;
sekarang. Pengarahannya akan dilangsungkan malam ini, jadi pastikan kalian sudah sangat siap untuk itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, ‘kalian berdua’? Froleytia, apa kau hanya akan duduk di ruangan ber-AC di dalam markas sambil menunggu hasil perang?” tanya &lt;br /&gt;
Heivia yang mencebikkan bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia mengangkat bahunya dan mengatakan, “Apa kau ingin membantu-bantu di sini? Tidak mudah lho menahan wartawan bintang tiga yang &lt;br /&gt;
ingin menjadi wartawan medan perang sambil melanggar protokol militer kita dengan maju ke garis depan pertempuran. Mereka pikir kita para &lt;br /&gt;
prajurit adalah pemandu wisata bagi mereka. Kapan pun mereka merasa tidak puas mereka akan mengadukan kita seperti orang yang protes &lt;br /&gt;
kepada Costumer Service. Apa kau ingin melihat wajah asli para pasifis itu sementara wajahmu diludahi karena tidak menyerang balik?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia saling memandang satu sama lain ketika mendengar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam markas perawatan Object, karakteristik peralatan yang digunakan oleh tipe fasilitas yang sama berbeda tergandung dari pasukan mana mereka berasal. Seorang elit perempuan yang biasa dipanggil Putri oleh yang lain berdiri di salah satu porsi wahana yang terdiri dari tumpukan kendaraan besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puluhan fasilitas lain berada di sini dan salah satu yang dimasuki oleh sang Putri bukanlah sebuah fasilitas raksasa untuk menampung &lt;br /&gt;
Object miliknya, Baby Magnum. Dia berada di sebuah fasilitas spesial yang dibangun tepat di samping Object miliknya. Ini adalah fasilitas &lt;br /&gt;
khusus yang dibuat untuk merawat tubuh Elit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dilihat, area yang luas ini sulit dipercayai berada di dalam sebuah kendaraan dan membawa sebuah dome setengah lingkaran dengan &lt;br /&gt;
diameter 10 meter. Elit yang berdiri di tengah dome itu dan peralatan tak terhitung dan mata manusia mengamati tubuhnya dari luar dome &lt;br /&gt;
itu. Orang-orang itu adalah para tim medis yang dibawa untuk mengamati perawatan dan kesehatan sang Elit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita tua yang biasanya merawat Object sang Elit berada di dalam fasilitas itu bersama dengan puluhan tim medis ini dan dia &lt;br /&gt;
mengoperasikan sebuah perangkat yang terlihat seperti alat perekam yang digunakan untuk menyulih suara kartun atau film.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, kita mulai. Apa kau sudah selesai menyiapkan alat musiknya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya tidak dikirim oleh sebuah gelombang. Malahan, sebuah kalimat dengan cahaya oranye tampil di dinding bersih dome itu. Itu karena &lt;br /&gt;
dome ini kedap suara. Gadis itu membaca kata-kata itu yang turun seperti yang ada di papan skor elektrik. Saat partitur musik itu tampil &lt;br /&gt;
dengan jelas di matanya, dia memasang goggle spesial yang biasa dia kenakan saat mempiloti Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menggenggam sebuah flute panjang, silver, dan bersih lalu memasukkan teks dengan input inframerah di goggle-nya untuk membaca gerak &lt;br /&gt;
matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Menyetel flute sudah selesai&#039;&#039;.” Tulisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak melihat ada yang salah dengan partiturnya. Kalau begitu, nyalakan metronom-nya. Kamu bisa mulai resitalmu sesuka hatimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membaca kata-kata wanita tua itu, sang putri membiarkan pesawat kertas di tangannya terbang dari tangannya. Sambil melihat origami itu &lt;br /&gt;
melayang tinggi di udara, dia menggenggam flute itu secara horizontal di tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia meniupnya dengan memindahkan jari-jarinya yang keperakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara kecil berbunyi dari flute itu dan hidung dari pesawat kertas itu naik cukup tinggi. Itu dibuat dari material khusus yang bisa &lt;br /&gt;
terdistorsi hanya karena gelombang suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, ya, itu bagus. Naikkan gelombangnya menjadi 5 meter dengan ketinggian 140 sentimeter, dan setiap gelombang dengan kecepatan 30 &lt;br /&gt;
detik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Penampilan yang tidak memiliki kualitas seni seperti itu sangat membosankan&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan flute yang masih menempel di mulutnya, sang putri melanjutkan menggerakkan matanya untuk melanjutkan pembicaraannya. Not bergerak &lt;br /&gt;
begitu riuh di monitor yang menampilkan partitur itu, tapi tidak ada gerakan yang pasti di jarinya. Itu tidak seperti seseorang yang &lt;br /&gt;
terlihat seorang musisi pecinta musik dan gerakannya lebih terlihat seperti lengan robot yang menyolder motherboard dengan papan &lt;br /&gt;
semikonduktor. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa rasanya nikmat dikelilingi oleh suara-suara merdu seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Maksudmu getaran suara yang mengelilingi dome yang aku buat ini? Kalau aku puas dengan hanya ini, aku rasa aku sudah menjelek-jelekkan &lt;br /&gt;
nama orkestra&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada standar yang pasti untuk metode perawatan tubuh Elit. Juga tidak ada perbedaan standar di tiap-tiap pasukan atau negara. Metode &lt;br /&gt;
yang paling cocok adalah membangun sebuah spesifikasi yang cocok untuk tubuh tiap-tiap Elit. Untuk seseorang, itu adalah berenang di &lt;br /&gt;
kolam renang yang sangat besar, berenang untuk mengejar waktu. Untuk yang lain, itu adalah menyelesaikan setiap soal di sebuah lembar &lt;br /&gt;
soal ujian masuk universitas. Untuk yang lain, itu adalah bermain catur melawan super-komputer. Dan untuk seseorang seperti sang putri &lt;br /&gt;
adalah untuk mengelilingi dirinya dengan suara-suara yang sudah diatur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu punya keluhan soal alat musiknya? Untuk mengganti suasana, apa kamu mau mencoba menggunakan gitar listrik?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menghasilkan suara yang tercipta karena napasku memiliki efek yang besar pada tubuhku. Aku menggunakan flute karena napasku ditulis &lt;br /&gt;
dalam nada dan lagu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara lain tidak bisa bersatu dengan musik. Dia bisa berbicara tanpa masalah dengan berhenti dan beristirahat sebentar, tapi regulasinya &lt;br /&gt;
tidak bisa berhenti untuk beristirahat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa sang Elit merasa risih ketika ada seseorang yang mengajaknya berbicara dan ia harus menjawabnya dengan menggerakkan matanya &lt;br /&gt;
sambil meniup flute ini. Sekarang, dia sampai pada nada terakhir dan pengaturannya selesai. Sang Putri melepaskan flute itu dari bibirnya &lt;br /&gt;
dan pesawat kertas yang mengambang di udara itu turun ke lantai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang putri mengambil metronom itu dan bersiap untuk lagu berikutnya, tapi kemudian dia melihat ke atas. Dari dome yang jernih itu, dia &lt;br /&gt;
melihat wajah familiar yang dia kenal masuk dari pintu yang terbuka dari wahana ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia didorong oleh sahabatnya, Heivia, dan dari wajahnya sepertinya ia tidak tahu di mana di sekarang sebenarnya. Melihat itu, sang Putri &lt;br /&gt;
mengangguk pelan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Heivia ternyata bisa kasar, tapi sepertinya itu masih bisa ditoleransi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di antara orang-orang yang mengamatinya terus-terusan, hanya wanita tua itu yang menyadari ada sesuatu yang berubah di kondisi mentalnya. &lt;br /&gt;
Teks oranye itu dibaca, “Bagaimana kalau kita beristirahat sebentar?” dan pintu dari dome kedap suara ini terbuka secara otomatis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser masuk ke dalam dan sang Putri memberikan sebuah instruksi ke dome ini. Segera setelah itu, polarisasi membuat dinding dome ini &lt;br /&gt;
terlihat putih. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wah!” teriak Quenser terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Putri menghampirinya dan berkata, “Apa yang kau lakukan di sini hari ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, Heivia bilang kalau ada sesuatu yang membuat kita harus mampir dan mengingatkanku kalau kita ada misi bersama lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Memang dia pikir aku ini kejam apa?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Putri merasa sedikit jengkel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat bahwa Sang Putri agak jengkel, Quenser memperhatikan flute perak yang digenggam oleh Sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hehh. Apa itu flute? Aku pernah melihat seseorang memainkannya di sebuah orkestra tiup di negara asalku, tapi aku tidak tahu bagaimana &lt;br /&gt;
mereka bisa memainkannya. Aku pikir aku tidak akan bisa mengeluarkan suaranya walau mencobanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini sangat mudah dari yang kamu pikirkan. Mau coba?” tanya Elit itu dan Quenser mengangguk seperti yang sudah diduga oleh sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah cukup untuk membuat mood sang Putri membaik, tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu memegangnya di sisinya, kan? Huh? Dipegangnya di kiri atau di kanan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum dia mengatakannya, Quenser dengan polosnya membawa flute itu ke bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Elit sudah berpikir paling tidak mengelap mouthpiece-nya sebelum menyerahkannya kepada Quenser, jadi dia agak terkejut dan berdiri &lt;br /&gt;
dengan wajah bingung dan memerah di pipinya. Namun, gelombang kejut yang membuatnya bergetar terasa segera setelah flute itu berbunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu membuat tubuhnya bergejolak ketika mendengar alat musik itu berbunyi, saat suara kecil, jelek dan tidak jelas itu keluar dari &lt;br /&gt;
flute itu, perasaan delusi yang aneh terasa di sekujur tulangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulut sang Putri terbuka dan menutup saat dia menekuk punggungnya. Sebuah sugesti perintah tertentu keluar dari efek pengatur flute itu, &lt;br /&gt;
tapi dia lupa untuk memberikan perintahnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy_Object_v01_248.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat sebuah cahaya lembut dan nyaman muncul di matanya dan sebuah alasan untuk menghentikannya muncul, tubuh sang Putri menegang, tapi &lt;br /&gt;
Quenser tidak tahu apa yang terjadi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser benar-benar mencoba untuk mengeluarkan nada “do re mi fa so la si do”, udara yang ia keluarkan sangatlah kuah dan dia &lt;br /&gt;
menggunakannya dengan sangat salah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Not yang keluar salah, ya. Nadanya sangat kacau. Dan bagaimana caranya untuk menghasilkan nada ‘do’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan setiap suara yang dihasilkan oleh flute itu, tubuh sang Putri terguncang tanpa sebab. Sebuah cahaya kuning muda muncul di pipinya &lt;br /&gt;
dan air mata menetes di matanya. Tangannya yang ramping dan kakinya bergetar tanpa dia inginkan. Saat mengelus pahanya bersamaan, dia &lt;br /&gt;
tidak tahu kenapa dia secara alami ingin melakukan itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Do re mi...fa? Apa ini ‘fa’? ....Huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, Quenser menyadari ada sesuatu yang salah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Putri begitu merona karena sebuah konflik antara kenikmatan dan rasa malu yang akhirnya dia sadari. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-apa kau baik-baik saja? Apa kau ingin ke kamar kecil?” tanya Quenser dengan wajah yang begitu khawatir. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah itu, sang elit melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memukul seorang manusia dengan kepalan tangannya yang kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matahari mulai tenggelam di garis cakrawala. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser berdiri dan melihat tanah asing yang dicat dengan warna oranye, Heivia berbicara kepadanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Coba pikir, apa yang sebenarnya kita lakukan di sini sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya ini yang coba kita tahu di pengarahan ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sangat yakin kalau pasukan koalisi ini hanya memiliki tujuan mereka sendiri-sendiri untuk mencari kejayaan perang demi diri mereka &lt;br /&gt;
sendiri. Apa kau pikir tidak akan ada yang berdebat tentang siapa yang memenangi perang ini nantinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku hanya berharap kalau perang ini tidak berakhir seperti kumpulan anjing liar yang berebutan daging.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser berjalan, dia membuka sebuah peta. Itu adalah peta Negara Militer Oseania. Saat Heivia melihat peta tua itu, Heivia merasa &lt;br /&gt;
agak risih melihatnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau lakukan? Kau kehilangan perangkat genggammu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau baterainya habis atau masuk ke dalam pasir, kita akan tamat. Kalau kita tidak belajar kapan menggunakan peralatan digital dan &lt;br /&gt;
kapan menggunakan peralatan manual, kita pasti akan cepat mati.” Saat dia berbicara, Quenser melipat peta itu lagi seperti seseorang yang &lt;br /&gt;
sedang membaca koran di dalam kereta yang sedang berjalan. “Dari apa yang aku dengar dari orang-orang yang merawat Object sang Putri, &lt;br /&gt;
rencananya adalah menyerang markas rahasia milik Negara Militer Oseania dan meledakkan Object musuh.” Heivia melirik peta itu dari sisi &lt;br /&gt;
lain saat Quenser berbicara. “Menurut informasi dari atasan tinggi kita, kekuatan teknologi militer negara ini cukup lemah. Jadi &lt;br /&gt;
sebenarnya kita tidak tahu apakah mereka memiliki Object atau tidak tidak. Grup simulasi sudah membuat desain perkiraan Object musuh &lt;br /&gt;
berdasarkan apa yang ada di sini atau yang diperkirakan sedang dikembangkan, dan mereka menyimpulkan bahwa negara ini memiliki sebuah &lt;br /&gt;
Object Generasi 0.5. Pada dasarnya, teknologinya cukup lemah bagi fungsi kerja sebuah Object, jadi itu hanya sebuah sampah saja. Zirahnya &lt;br /&gt;
dibuat sangat kasar, jadi analis memperkirakan bahwa hulu ledak nuklir sudah cukup untuk menghancurkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi sebenarnya ini cukup mudah. Kita memiliki pasukan koalisi dengan 20 Object di seluruh lautan Oseania. Object bersinonim dengan &lt;br /&gt;
perang, jadi kita bisa menghancurkan kekuatan militer Oseania dengan jumlah saja kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, ini tidak semudah yang kau katakan, Heivia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menunjukkan peta yang dilipat itu pada Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu memiliki lingkaran hitam di beberapa titik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Negara Militer Oseania tahu bahwa Object berharga milik mereka akan hancur seketika jika kita menyerangnya, jadi mereka &lt;br /&gt;
menyembunyikannya di dalam markas. Itulah kenapa, walau dengan Object yang kita miliki, kita tidak bisa menyerang mereka begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahn? Tapi aku pikir operasi militer ini dimulai saat senja. Maksudnya pasti mereka tahu di mana lokasi itu berada, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita memiliki beberapa perkiraan.” Quenser menunjukkan titik merah di peta. “Sepertinya Oseania sudah membangun beberapa markas palsu &lt;br /&gt;
sepanjang tanah membentang untuk membingungkan para analis kita. Kita sudah menyerang beberapa dari mereka, tapi tidak ada satupun yang &lt;br /&gt;
benar-benar markas Object. Mereka sudah melakukan penyelidikan sampai saat ini, tapi mereka tidak tahu apakah ini benar markas yang kita &lt;br /&gt;
inginkan atau tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Object itu sangat besar. Tidak bisakah mereka melihatnya dari satelit?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Satelit itu sudah mengkhianati kita. Para atasan sudah sangat senang ketika melihat sebuah benda setinggi 50 meter dan mengirimkan &lt;br /&gt;
pasukan besar untuk menyerangnya tapi mereka hanya menemukan sebuah tangki gas raksasa yang disamarkan. Dari yang aku dengar, para &lt;br /&gt;
teknisi satelit di markas menangis karena penyiksaan yang mereka dapat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah serangan tidak langsung,” jawab Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Negara militer ini sudah menyebarkan tangki gas di seluruh Oseania karena mereka tahu mereka sudah diawasi oleh satelit. Sebenarnya, &lt;br /&gt;
mereka ingin mengatakan, “Lihat, betapa banyak Object yang kita miliki. Wah hah hah hah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, pasukan koalisi tidak cukup bodoh untuk jatuh ke dalam boneka tiruan lain, tapi mereka harus cukup hati-hati kalau mereka &lt;br /&gt;
tiba-tiba saja menemukan Object sungguhan. Tentu saja ini menurunkan semangat para prajurit dan begitu banyak menghabiskan uang pajak. &lt;br /&gt;
Karena itu, para atasan tinggi begitu ingin mengakhiri perang ini secepat mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi ini tidak lebih dari mencoba latihan menembak melawan target palsu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagian yang terburuk adalah membuat kita terbunuh sia-sia di sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa tidak membutuhkannya lagi, Quenser melipat peta itu lebih kecil dan memasukkannya ke dalam sakunya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia melihat ke sekeliling dan berkata, “Ngomong-ngomong, kita sudah bekerja sama dengan pasukan koalisi bukan? Jadi pasti ada Object &lt;br /&gt;
lain selain yang dimiliki oleh sang Putri. Aku harap kita tidak bekerja sama dengan faksi yang kita kalahkan di Alaska atau Gibraltar. &lt;br /&gt;
Aku tidak ingin ditembak secara rahasia oleh sekutu yang merasa dendam dengan kita karena masalah pribadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau yakin ingin bertanya tentang itu? Kau mungkin tidak suka dengan jawabannya. Aku sudah bertanya pertanyaan yang sama ke tim &lt;br /&gt;
perawatan. Hanya rumor, tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum Quenser menjawabnya, sebuah gedung raksasa melintas di depan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, itu adalah Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raksasa setinggi 50 meter itu melintas di depan mereka dan meniup pasir ke udara seperti badai pasir, tapi Quenser dan Heivia memiliki &lt;br /&gt;
hal lain yang lebih penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bendera yang dicetak di zirah Object itu sudah cukup membuat jantung Heivia berhenti berdetak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gaahh!?? Kau pasti bercanda! Itu adalah Aliansi Informasi!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah, aku juga sudah dengar tentang itu. Sepertinya kita bekerja sama dengan orang-orang gila.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perangkat pengumpul informasi milik Object itu pasti sudah menangkap suara mereka karena raksasa setinggi 50 meter itu berjalan pelan &lt;br /&gt;
seperti ingin merespon dan suara wanita dikirim keluar lewat speaker itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, ya ampun. Ternyata kalian cuman anjing-anjing tentara Kerajaan Legitimasi. Sepertinya kita akan bekerja bersama-sama. Oh ho ho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mesin pendorong udara Object itu menahan untuk mengambang di atas tanah dan meniupkan udara tambahan, meniup lebih banyak pasir dan &lt;br /&gt;
membuat Heivia dan Quenser batuk-batuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sial. Inilah kenapa kita tidak boleh membiarkan orang yang belum dewasa untuk tidak menaiki Object! Apa kita harus pergi ke dalam misi &lt;br /&gt;
bersama dengan orang-orang seperti ini!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masih lebih baik daripada harus bekerja sama dengan Korporasi Kapitalis atau Organisasi Keagamaan, jadi kau harus lebih tenang dan &lt;br /&gt;
berhenti mengeluh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang jurnalis satire pernah menulis tentang dunia ketika seluruh dunia ini terbagi ke dalam negara-negara kecil di dalam peta, &lt;br /&gt;
sekarang peta itu sudah mengecil dan membagi negara-negara ke dalam “warna-warna” yang saling berbeda untuk menunjukkan kepada siapa &lt;br /&gt;
negara-negara itu berada dalam warna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satunya adalah kelompok yang mempercayai bahwa keakuratan sebuah informasilah yang menentukan sesuatu jahat atau baik dan mencoba &lt;br /&gt;
membuat sebuah jaringan yang menjangkau seluruh dunia. Salah satu yang lain adalah kumpulan korporasi kapitalis yang percaya bahwa &lt;br /&gt;
tumpukan uang di dalam banklah yang mampu memberikanmu sebuah posisi di dunia dan hak asasi yang kamu inginkan. Salah satu yang lain &lt;br /&gt;
adalah sebuah kerajaan yang terdiri dari banyak budaya yang ingin membangkitkan lagi sistem lama di mana legitimasi dari darah ningrat &lt;br /&gt;
dan kejayaan seseorang menentukan status sosial mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Batasan sumber makanan, terbatasnya energi, meningkatnya jumlah populasi manusia, dan banyak hal yang menumpuk menimbulkan sebuah “alasan &lt;br /&gt;
resmi” yang membuat negara-negara menjadi seperti itu, tapi sepertinya alasan sebenarnya adalah kegagalan dan tumpukan masalah yang &lt;br /&gt;
menimpa Persatuan Bangsa-bangsa di pertengahan abad 21. Potongan yang terpisah itulah yang membuat sebuah arah yang mereformasi berbagai &lt;br /&gt;
macam persekutuan yang terbentuk saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak lagi ada keseimbangan kekuatan negara didominasi oleh satu warna. Malahan, negara-negara bebas memilih ke mana mereka berpihak, &lt;br /&gt;
membuat kekuatan dunia ini melampaui batas-batas wilayah geografis. Ini membuat peta terlihat seperti retakan kaca. Ini juga yang membuat &lt;br /&gt;
apakah negara itu yang sekarang adalah sekutu, suatu saat nanti akan berbalik menjadi musuh, pertempuran kecil sangat sering berkobar di &lt;br /&gt;
seluruh dunia. Namun, semua ini terlihat normal sejak Quenser lahir di dunia ini, jadi dia hanya terlihat bingung ketika orang-orang tua &lt;br /&gt;
menggeleng-gelengkan kepalanya soal kondisi dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun, dua Object akan digunakan di operasi kali ini, jadi aku ragu kalau tentara rendah seperti kalian akan berguna di sini. Oh ho ho,” &lt;br /&gt;
kata pilot Object itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, apa kita bisa pergi ke kamar kita dan tidur sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah pengarahan yang diisi dengan begitu keras kepalanya faksi-faksi yang ada di sini untuk mengincar kejayaan perang yang didapat oleh Object mereka, Quenser dan tentara yang sama seperti dirinya keluar dari gedung itu, merasa sangat bosan.&lt;br /&gt;
Matahari sudah tenggelam dan kegelapan mengisi angkasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah saatnya operasi ini dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tuhan. Kenapa lokasi yang kita tuju berjarak 2 kilometer dari sini? Dua kilometer, coba bayangkan! Apa kita tidak bisa mendapatkan &lt;br /&gt;
truk!?” teriak Quenser tanpa berpikir. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia mengangguk dan kemudian berkata, “Mereka sebenarnya sudah, tapi semua truk itu digunakan untuk mengangkut zirah robot milik &lt;br /&gt;
Aliansi Informasi. Lihat ban truk yang mau meletus itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka memiliki mesin dan per fiber untuk meningkatkan kekuatan mereka, jadi kenapa mereka tidak berjalan saja? Dan apa yang ingin &lt;br /&gt;
mereka lakukan dengan zirah robot itu untuk melawan Object?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah unit bantuan yang dilengkapi dengan kamera berkecepatan tinggi. Mereka menganalisa setiap menit gerakan meriam Object dan &lt;br /&gt;
kameranya lalu mengirimkan data yang mereka dapat itu ke Object milik mereka untuk memberikan data bantuan untuk menghindar dan bertahan. &lt;br /&gt;
Paling tidak, mereka lebih berharga dari pada kita. Walau mereka sendiri lebih sering diserang lebih dahulu karena keberadaan mereka yang &lt;br /&gt;
cukup mengganggu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tidak hanya pasukan infanteri yang terganggu dengan keberadaan itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object raksasa yang mampu bergerak dengan mesin kereta jet harus bergerak perlahan dengan kecepatan yang sama dengan pasukan infanteri. &lt;br /&gt;
Mereka membuat gerakan perlahan seperti langkah kaki yang dibuat seseorang ketika mengetuk lantai dengan kaki mereka ketika menunggu &lt;br /&gt;
seseorang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua Object itu menutup sisi samping barisan pasukan infanteri di sisi yang berlainan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang pertama adalah Object sang Putri dari pasukan Kerajaan Legitimasi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan yang lain adalah sang Elit dari Aliansi Informasi yang Quenser dan Heivia temui tadi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua Object itu menggunakan tipe pendorong yang berbeda karena suara seperti petir hanya terdengar dari milik sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk membuat tensi agak menurun dan karena mereka sama-sama memiliki hubungan untuk bekerja bersama-sama saat ini (walau ia pernah &lt;br /&gt;
hampir mati karena mereka), Quenser memutuskan untuk bertanya kepada Elit dari Aliansi Informasi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya ia hanya penasaran karena jika dalam situasi biasa, ia tidak akan bisa mendekati (karena takut tubuhnya akan terpanggang jika &lt;br /&gt;
mendekatinya) sebuah Object dari Aliansi Informasi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa benar kalau Aliansi Informasi sedang mengembangkan Object dengan bentuk manusia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ho ho. Itu adalah sebuah kebohongan yang sangat buruk. Mungkin secara teknis bisa, tapi pusat gravitasinya terlalu tinggi, jadi pasti &lt;br /&gt;
itu akan sangat mudah untuk jatuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak menyenangkan. Kalau begitu apa Objectmu yang menggunakan saluran pembuangan tenaga juga bohong?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau yang itu benar. Sama seperti tangki pembakaran, sebuah reaktor Object akan lebih efektif jika menyala 24/7 dari pada harus &lt;br /&gt;
dinyalakan atau dimatikan. Hasilnya, ada tenaga sisa yang bisa disisakan ketika sedang bersiap di dalam markas. Oh ho ho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu bergerak di atas tanah untuk waktu yang lama dengan mesin pendorong udara yang menggunakan secara murni tekanan dara daripada &lt;br /&gt;
menggunakan tenaga listrik statis. Kalau kamu sedang serius, tenaga yang keluar itu cukup kuat untuk menghempaskan prajurit yang ada di &lt;br /&gt;
sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau sedang melaju bersama dengan para prajurit, mesin pendorong udara yang aku gunakan cukup kecil untuk menahan berat Object saja. Oh &lt;br /&gt;
ho ho. Itulah kenapa udara di sekeliling sini tidak terganggu dan para prajurit bisa berjalan beriringan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heeh. Jadi itu yang dilakukan oleh Aliansi Informasi akhir-akhir ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku suka dengan tatapan kagummu. Oh, dan untuk membiarkan tekanan udara ini bisa bergerak secara maksimal, tubuh utamanya menggunakan &lt;br /&gt;
karbon dan material aramid untuk bagian zirahnya. Oh ho ho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngomong-ngomong, berjalan seperti ini sangat melelahkan, jadi apa aku bisa ikut menumpang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ho ho. Kalau cuman prajurit biasa saja tidak jadi masalah, naik saja sesukamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser meraih sesuatu seperti material urethane dari mesin pendorong udara dan Heivia tiba-tiba saja berteriak padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hei! Itu bukan ide yang bagus Quenser!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa? Apa karena unit intelijen Aliansi Informasi melihatku karena takut informasi Object mereka akan bocor?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Itu salah satunya, sebenarnya sekarang mereka melihat wajahmu dengan teropong mereka adalah salah satu masalah, tapi masalah sebenarnya &lt;br /&gt;
adalah putri sepertinya agak badmood untuk alasan tertentu!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Hah?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir sampai menaiki material urethane yang digunakan oleh mesin pendorong udara ini, Quenser melihat Object sang Putri itu dengan &lt;br /&gt;
bingung. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melihat Object sang Putri bergerak seperti menggeleng-gelengkan kepalanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak apa-apa,” kata putri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gwaah!? Object putri yang terlalu banyak bergerak membuat tekanan udara dan semprotan penolak itu menerbangkan pasir ke mana-mana!!” &lt;br /&gt;
teriak Heivia dari tanah dan semua pasukan yang berada dalam formasi mereka mulai batuk-batuk. Quenser menghindari itu dengan menaiki &lt;br /&gt;
Object itu beberapa meter ke atas. “Quenser! Kalau kamu mau mencegah lebih banyak kerusakan, naik saja ke Object sang Putri!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi Object sang Putri menggunakan listrik statis dan laser untuk penggeraknya? Itu menyimpangkan laser secara acak dengan lempeng logam &lt;br /&gt;
untuk memanaskan udara dan meledakkannya. Aku pikir cukup berbahaya untuk berada dekat dengan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uhuk uhuk!! Y-ya, pasir ini juga cukup berbahaya juga, tahu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah saat ketika Elit Aliansi Informasi itu berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mencoba untuk ramah dan mengobrol secara Santi merupakan salah satu cara untuk meraih kepercayaan di antara prajurit seperti kita. Oh ho &lt;br /&gt;
ho. Aku rasa, Elit dari Kerajaan Legitimasi tidak tahu cara tata krama untuk berkawan dengan orang lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku bilang tidak ada apa-apa... apa kau mengejekku?” jawab sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong Quenser!! Cepat turun!! Jangan memancing amarah antara Putri dengan Elit itu!! Kalau begini terus, kita semua akan mati terbunuh &lt;br /&gt;
di antara pertempuran dua Object ini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser bisa mendengar suara teriakan di bawahnya, tapi dia tidak punya matan untuk turun kembali dan berjalan dengan peralatan berat di &lt;br /&gt;
punggungnya. Dia berbaring di urethane itu dan membuat dirinya nyaman sampai mereka sampai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 5===&lt;br /&gt;
Cukup mudah untuk melihat faksi mana saja yang menguasai daerah-daerah di Oseania.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wilayah yang dikontrol oleh pemerintahan junta militer ditutupi oleh hutan sementara area yang dikuasai oleh pasukan koalisi adalah area &lt;br /&gt;
padang gurun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan yang lain berada di dalam hutan hijau ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada awalnya mereka berjalan dari tanah tandus, kering, dan berkerak-kerak, tapi setelah mereka melintasi sebuah garis wilayah tertentu, &lt;br /&gt;
tanah yang mereka lalui menjadi ditutupi oleh rumput. Setelah itu, mereka dengan cepat masuk ke dalam hutan. Kondisi tanah di sini &lt;br /&gt;
sangat tergantung dari apakah tanah buatan yang memiliki daya serap air yang tinggi ini sudah tersebar di seluruh wilayah di sini atau &lt;br /&gt;
tidak. Tidak heran kalau suku pedalaman yang telah mencintai tanah leluhur mereka selama kurang lebih 1000 tahun ini melihat pemandangan &lt;br /&gt;
aneh seperti tanaman asing yang tidak pernah mereka lihat adalah sebuah penghinaan bagi tanah yang sangat sakral bagi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser turun dari bagian urethane Object Elit Aliansi Informasi dan melihat ke sekelilingnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang, wilayah pertempuran kita sudah terlihat. Walau aku rasa yang kita lakukan hanya duduk santai di sini melihat sang bintang &lt;br /&gt;
beraksi di atas panggung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku berharap kau pergi saja dari tempat ini sekarang,” keluh Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa diketahui oleh Quenser, Heivia merasakan saat-saat yang begitu menyakitkan ketika terjebatdi antara dua Object sementara Quenser &lt;br /&gt;
hanya bersantai di atas salah satu Object itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia melihat ke sekelilingnya dan berkata, “Kau tahu, sialnya ini adalah sebuah hutan. Mereka mengembangkan teknologi biotik demi &lt;br /&gt;
kepentingan penghijauan sosial, benar? Aku tidak percaya kalau ini dulunya adalah sebuah padang gurun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan bodoh. Meski mereka sudah menaikkan rata-rata kecepatan pertumbuhannya, mereka tidak mungkin mengembangkan pohon dengan cabang &lt;br /&gt;
sebesar itu. Kalau pohonnya pendek aku tidak masalah, tapi ini terlihat seperti sudah berumur 100 tahun dan mungkin ini diambil dari &lt;br /&gt;
negara lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang putri kemudian berbicara lewat speaker yang dipasang di Object-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita akan bergerak maju. Berhati-hatilah dan pastikan kalian tidak terkena peluru nyasar atau radiasi panas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih atas perhatiannya, tapi bukannya itu sama saja mengatakan kalau kami tidak berguna?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ho ho. Kau bisa menunggu di sini sambil bermain permainan ketangkasan otak selama 10 menit atau apapun yang kau inginkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua Object raksasa itu menembus ke dalam hutan yang lebat ini dengan kecepatan tinggi. Quenser dan yang lain ditinggal dengan &lt;br /&gt;
meninggalkan jejak suara petir yang datang dari arah Object sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mesin raksasa itu memiliki tubuh setinggi 50 meter dan bergerak dengan kecepatan 200-300 km/j. Pohon yang dibuat dengan rekayasa genetik &lt;br /&gt;
itu patah seperti sumpit kayu saat massa raksasa itu melewatinya. Dan tak lama setelah itu, kedua Object itu meninggalkan hutan yang &lt;br /&gt;
rata dengan tanah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Target mereka adalah gedung-gedung beton yang berada di tengah-tengah hutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah alarm yang biasa berada di sebuah fasilitas militer menyalak saat senjata yang menjadi puncak rantai teknologi itu mendekat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menarik sepasang teropong dan Heivia berbicara padanya, terlihat terganggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku bertaruh kalau ini pasti bukan target kita. Kalau Object Oseania benar ada di sini, pasti benda itu meninggalkan jejak yang sama &lt;br /&gt;
seperti hutan yang rata dengan tanah. Kau tahu kan waktu Object sang Putri melintasi hutan itu juga sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, aku sedang mengamati Object Informasi Aliansi,” jawab Quenser saat dia mengatur jarak penglihatan teropong itu dengan tangannya. &lt;br /&gt;
“Kalau monster itu menyerang kita saat menjadi musuh, aku tidak akan memiliki kesempatan untuk menganalisisnya, tapi ini berbeda. Aku &lt;br /&gt;
memiliki kesempatan untuk menyelidikinya. Aku bisa menggunakan waktuku untuk mencuri pandang informasi dari Object itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa, kau sekarang sedang menggilai gadis asing? Ayolah, kalau kau tetap mengejarnya, putri kita yang lucu nan anut akan berusaha &lt;br /&gt;
membunuhmu.”&lt;br /&gt;
“Apa yang kau bicarakan itu sebenarnya, Heivia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka berbicara, pertempuran antara Object koalisi dengan tentara normal di markas Oseania dimulai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari pengamatan, sepertinya Object musuh generasi 0,5 tidak ada di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasil yang sudah sangat jelas terlihat seperti pemandangan di atas pematang ladang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ledakan sorotan sinar menutupi pertempuran itu, memecah belah pemandangan malam hari. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka semua sedang ditembak oleh meriam cahaya panas. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sebuah meriam yang yang menembak secara terus menerus dan memiliki interval yang sangat pendek. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object Aliansi Informasi memiliki sebuah senjata utama sepanjang 35 meter yang terdiri dari lima meriam cahaya panas yang disambung &lt;br /&gt;
menjadi satu seperti Gatling Gun. Beberapa orang mungkin berpikir untuk apa memasang sebuah perangkat seperti Gatling Gun yang &lt;br /&gt;
menembakkan cahaya radiasi panas dari pada proyektil logam, karena kekuatan panasnya juga akan menghancurkan larasnya dan perangkatnya &lt;br /&gt;
yang lain kalau ditembak dengan interval yang terlalu pendek. Juga, mereka menggunakan sebuah amplifier untuk secara cepat memperkuat &lt;br /&gt;
dan melepaskan tenaga listrik, jadi penting untuk menyalakan dan mematikannya ketika berada dalam interval yang sangat pendek untuk &lt;br /&gt;
membagi daya panas yang ada di setiap meriam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang sudah seharusnya diperkirakan, Object Aliansi Informasi itu menggunakan kelima meriamnya dengan sangat kejam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap energi cahaya kebiruan itu memotong langit malam, dinding beton tebal itu terpotong menjadi bagian-bagian kecil. Bongkahannnya &lt;br /&gt;
meledak di udara seperti erupsi gunung berapi dan membuatnya terlihat meleleh. Para prajurit Oseania mencoba melarikan diri dengan &lt;br /&gt;
tembakan tank dan misil yang ditembakkan dari kendaraan, tapi Object tidak akan merasakannya seperti digigit nyamuk. Bangunan-bangunan &lt;br /&gt;
yang runtuh itu menimpa kendara-kendaraan yang membawa misil dan tank-tank yang ada di bawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, Object sang Putri tidak akan tinggal diam melihat semua ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggunakan manuver gerak cepat yang dimilikinya untuk memotong jalan keluar yang dimiliki oleh unit tank yang melarikan diri dan &lt;br /&gt;
menembakkan ketujuh meriam utamanya. Meriam yang dimiliki oleh sang Putri mampu berganti-ganti seperti mikroskop yang mengganti &lt;br /&gt;
lensanya. Dengan memutar rotor barelnya, dia menggunakan cahaya laser, meriam plasma berkeseimbangan rendah, coilgun, dan juga beberapa &lt;br /&gt;
pilihan lain. Itulah kenapa Objectnya dinamakan Object Multi guna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ledakan, sorotan cahaya panas, dan suara erangan memenuhi seluruh area pertempuran ini, tapi tidak ada suara teriakan yang bisa &lt;br /&gt;
terdengar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan kemarahan dan teror mungkin akan sangat terasa di sana, tapi suara kehancuran yang disebabkan oleh Object menenggelamkan mereka &lt;br /&gt;
semua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemandangan itu memenuhi seluruh area pertempuran. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sebuah neraka yang lahir di bumi bagi siapapun yang ingin melawan monster bernama Object. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wow. Aku rasa inilah yang didapat oleh Oseania jika mereka tidak mengindahkan perjanjian perang dan hanya melakukan apa yang mereka &lt;br /&gt;
inginkan. Aku merasa bersalah kepada mereka karena aku tahu bagaimana rasanya tidak bisa mengibarkan bendera putih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku bisa meliat kenapa sang Putri meminta kita untuk tidak terjebak di sana. Hei, Quenser, apa kau bisa menjelaskan padaku bagaimana &lt;br /&gt;
cara kerja Gatling Gun itu? Pasti keren sekali kalau Putri memiliki salah satu senjata itu di mesinnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Aku lebih penasaran dengan apa yang terjadi di bawahanya,” kata Quenser sambil memindahkan pandangannya ke bawah dan menunjuk &lt;br /&gt;
bagian bawah Object Aliansi Informasi. “Aku ingin tahu kenapa ia menggunakan pendorong udara dan telapak kaki-kaki di saat yang &lt;br /&gt;
bersamaan, tapi aku rasa aku tahu kenapa. Mengambang di udara dengan pendorong udara adalah dasar dari mesin penggerak dengan tekanan &lt;br /&gt;
udara, tapi itu menggunakan telapak kaki-kaki untuk menghentak tanah dan memberikan sebuah dorongan singkat untuk membuat sebuah &lt;br /&gt;
dorongan untuk berpindah dengan cepat. Sebenarnya juga, itu terlihat lebih seperti gergaji dari pada telapak kaki-kaki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi apa yang akan terjadi kalau kita menggunakan itu pada Object Putri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Putri bisa bergerak dengan sangat cepat sekali. Seperti ini: whoosh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser dan Heivia mengakhiri perbincangan bodoh mereka, pertempuran itu telah selesai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh sudah dihabisi dan tidak ada satupun tentara sekutu yang mati atau terluka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa para petinggi pasti bertepuk tangan mereka karena itulah kegunaan Object yang sebenarnya. Tidak ada hasil yang lebih baik &lt;br /&gt;
selain dari mereka yang bertempur bersama-sama dengan Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Elit terdengar di radio.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kita sudah selesai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ho ho. Aku sudah melakukan scanning dengan sensorku, dan menemukan bahwa masih ada ranjau dan tentara musuh menunggu untuk &lt;br /&gt;
menyergap. ...Itulah kenapa aku bilang kalau kamu itu sama sekali tidak kompeten, Elit dari Kerajaan Legitimasi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat dua Object itu saling perang dingin, tentara yang lain hanya bisa berbisik seperti ini “Sepertinya masih berbahaya” dan “Kita &lt;br /&gt;
tunggu saja sebentar lagi”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tindakan militer bukanlah sesuatu yang bisa ditolak oleh seorang tentara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan yang lain berjalan menuju area pertempuran sepanjang jalur yang diratakan oleh Object. Mereka merasa aman karena mereka &lt;br /&gt;
pikir semua jebakan sudah hilang ketika Object itu melintasinya. Tentu saja, ini tidak menjamin keamananmereka, tapi paling tidak mereka &lt;br /&gt;
bisa menarik napas lega karena tidak mati karena ranjau setelah perang selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka sampai, sang Putri berbicara lewat speakernya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya ini adalah markas boneka lagi. Markas ini tidak memiliki fasilitas yang dibutuhkan untuk merawat sebuah Object dan Object &lt;br /&gt;
itu juga tidak ada di sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita akan segera melakukan pencarian, tapi aku pikir tempat ini tidak memiliki tempat yang cukup luas untuk menyembunyikan sesuatu yang &lt;br /&gt;
cukup besar,” balas Quenser sambil melihat ke sekelilingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Area ini tidak sekedar hangus terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bangunan-bangunan hancur berkeping-keping, aspalnya meriak pecah, dan tanahnya terbelah menjadi dua dan cukup besar belahannya. Pohon, &lt;br /&gt;
logam, dan semua yang ada di sini berubah warna menjadi hitam dan kehilangan bentuk aslinya. Tingkat kerusakan yang terlihat di sini &lt;br /&gt;
tidak mungkin bisa dilakukan hanya dengan menyalakan sumbu pada campuran petrochemical saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object lebih sederhana dari pada senjata nuklir, lebih kuat dari pada nuklir, lebih aman dari pada nuklir, dan memiliki akurasi serangan yang lebih tinggi dari pada senjata nuklir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentara musuh sudah pasti hangur terbakar hingga tidak menyisakan apa pun dan sulit untuk menemukan di mana saja tubuh mereka tercerai &lt;br /&gt;
berai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uehh...” teriak Heivia. “Aku senang kita bisa mengobrol tentang ransum militer kita sebelum datang ke sini. Aku dengar ransum milik &lt;br /&gt;
Aliansi Informasi memiliki bumbu perasa di ransum mereka. Kau bisa memilih rasa kare atau keju atau rasa apapun yang kau inginkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pikir bumbu perasa rasa panggang tidak akan menjadi bumbu yang populer untuk beberapa saat ke depan.”Quenser melihat kepada dua &lt;br /&gt;
Object itu. “Ngomong-ngomong, apa yang harus kita lakukan setelah kalian menyelesaikan pertempuran dengan sangat mudah? Apakah kita bisa &lt;br /&gt;
meninggalkan tempat ini setelah memastikan bahwa tidak ada tempat perawatan Object rahasia di bagian ruangan bawah tanah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ho ho. Aku tidak yakin kalau masih ada senjata yang cukup di sekitar sini untuk menghancurkan sebuah Object, tapi bisakah kau &lt;br /&gt;
mengeceknya?” jawab sang Elit dari Aliansi Informasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingin beristirahat sebentar setelah pertempuran habis-habisan ini. Oh ho ho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti. Apakah gaya gravitasi tambahan dari inersia selama kau bertempur membuatmu sangat lelah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Desain dari pakaian khusus bagi sang Elit berbeda untuk tiap Elit, tapi sebagian besar, mereka semua dibuat agar tahan terhadap tekanan &lt;br /&gt;
tinggi seperti pakaian tempur pilot pesawat tempur. Object tidak bergerak dengan kecepatan supersonik seperti pesawat tempur, tapi &lt;br /&gt;
Object tentu memiliki massa yang luar biasa besar. Untuk menjelaskan masalah ini, coba bayangkan sebuah bola logam digantung pada sebuah &lt;br /&gt;
rantai .Tarikannya akan luar biasa besar ketika bola logam itu bergerak dan menghasilkan gaya sentrifugal yang membuat massa bola logam &lt;br /&gt;
itu semakin berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menyadari bahwa Object Aliansi Informasi dan Object sang Putri tidak bisa bergerak untuk beberapa saat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ho ho. Kalau aku harus bertarung, aku akan melakukannya, tapi menjaga kewaspadaan tingkat tinggi ketika tidak ada musuh di sekitar &lt;br /&gt;
kita adalah tindakan konyol. Dan pakaian Elit sangat ketat di bagian paha.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, itu benar. Saat kau bergerak dengan kecepatan tinggi, itu memotong aliran darah di kakimu untuk memastikan bahwa darah mengalir ke &lt;br /&gt;
otakmu dengan sangat cukup. Apa itu tidak membuatmu mengantuk?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelah pertempuran yang membutuhkan konsentrasi yang besar, tubuhku menyisakan panas, jadi cara tercepatnya adalah mengeluarkan kakiku &lt;br /&gt;
dari pakaian ini dan menggunakan semprotan pendingin. Oh ho ho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti....” Kata Quenser, dalam kekaguman yang abu-abu, tapi kemudian dia membeku di tempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tunggu... Jika Putri menggunakan pendingin untuk kakinya juga, apakah itu berarti sekarang dia sedang melepaskan pakaiannya di balik &lt;br /&gt;
dinding logam yang tebal itu sekarang?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih membeku di tempatnya, Quenser berpikir sangat dalam seperti seorang ahli filsafat.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Heavy_Object_(Indonesia)&amp;diff=441941</id>
		<title>Heavy Object (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Heavy_Object_(Indonesia)&amp;diff=441941"/>
		<updated>2015-05-10T05:12:51Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Status|Active|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy Object v01 cover.jpg|thumb|300px|right|&#039;&#039;The cover art of volume 1&#039;&#039;]]&amp;quot;HEAVY OBJECT&amp;quot; (ヘヴィーオブジェクト) adalah seri sains fiksi (Sci-fi) oleh Kazuma Kamachi (鎌池 和馬) dan diilustrasikan oleh Ryou Nagi (凪良) diterbitkan oleh Dengeki Light Novel Label. Saat ini sudah ada delapan seri yang telah diterbitkan. Adaptasi manganya telah diterbitkan oleh di majalah bulanan Dengeki Maou. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Animenya akan rilis pada musim gugur bulan Oktober. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri Heavy Object juga tersedia dalam beberapa bahasa:&lt;br /&gt;
*[[Heavy Object ~ (Spanish)|Español (Spanish)]]&lt;br /&gt;
*[[HEAVY OBJECT|Inggris (English)]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sinopsis Cerita ==&lt;br /&gt;
Dan pada akhirnya, perang tak bisa dihilangkan. Tapi, ada sebuah perubahan. Bahkan di balik para pembantu kejahatan berhati dingin, ada sebuah perubahan. Senjata pemusnah itu adalah &amp;quot;Object&amp;quot;. Senjata ini merubah semua arti dari perang. Seorang siswa pertukaran bernama Quenser, yang dikirim ke medan perang, bertemu dengan seorang gadis elit dengan aura yang aneh. Gadis itu, yang disebut &amp;quot;Elit&amp;quot;, adalah pilot dari &amp;quot;Object&amp;quot;. Di masa depan. Laki-laki kecil ini harus berdiri menggantikan peran dari gadis itu untuk menjadi pilot dari senjata terhebat di dunia, &amp;quot;Object&amp;quot; untuk gadis itu. Ini adalah alasan dari pertemuan pertama mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan ==&lt;br /&gt;
Ini adalah proyek terjemahan second hand setelah versi English-nya, bagi yang mampu berbahasa Jepang dan ingin meninjau ulang dari bahasa aslinya, bantuan anda sangat kami hargai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Semua bab (yang sudah disunting) harus mengikuti format guideline yang berlaku.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[HEAVY OBJECT (Indonesia):Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap penerjemah diminta untuk mendaftarkan [[No Game No Life (Indonesia):Halaman Pendaftaran|mendaftarkan]] bab mana yang akan mereka kerjakan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pembaruan ==&lt;br /&gt;
*27 April 2015, Volume 1 Bagian 2: selesai (8/8) &amp;amp; Volume 1 Bagian 3 (4/14)&lt;br /&gt;
*6 Maret 2015, Volume 1 Bagian 2 (5/8) &lt;br /&gt;
*1 Januari 2015, Volume 1 Bagian 1: Selesai (17/17)&lt;br /&gt;
*16 Desember 2014, Volume 1 Bagian 1 - 8: Selesai&lt;br /&gt;
*11 November 2014, Pembuatan laman HEAVY OBJECT; Pencarian Translator; Pembenahan Laman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri HEAVY OBJECT ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 1  ===&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy Object v01 cover.jpg|thumb|200px|right]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 1|Bagian 1 - Tentara Berpangkat Rendah yang Mengalahkan Gulliver &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran di Salju Alaska yang Membeku]] (Edit Cek)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 2|Bagian 2 - Si Jempol Tom Berlari di Ladang Minyak &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Menutup Jalan Masuk Melewati Gibraltar]](Edit Cek)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 3|Bagian 3 - Perang Antara Semut dan Belalang Sembah &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Melawan Negara Militer Oseania]] (4/14)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 2: Penerapan Perang - &#039;&#039;Seleksi Perang&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 1|Bagian 1 - Hal yang Biasa Jika Berlumpur di Lokasi Halang Rintang &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Mengontrol Antartica]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 2|Bagian 2 - Si Kaki Tiga yang Mendaki Gunung Demi Hidup dan Mati &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Tembakan Meriam di Gunung Iguazu]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 3|Bagian 3 - Di Pertempuran antar Kavaleri, Serang Kaki-kaki Musuhmu &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Mati-matian di Kota Amazon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 3: Bayangan Raksasa - &#039;&#039;Bayangan Dunia&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 1|Bagian 1 - Kuburan Rongsokan Logam adalah Harta Karun untuk Mencari Logam Langka &amp;gt;&amp;gt; Mencegat Sisa Pasukan di Alaska]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 2|Bagian 2 - Tambang Batu Bara yang Menghanmburkan Tumpukan Uang &amp;gt;&amp;gt; Serang Kejutan Secapat Kilat di Semenanjung Kamchatka]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 3|Bagian 3 - Harga Diri itu Tak Ternilai &amp;gt;&amp;gt; Pencegatan Darurat di Pulau Victoria]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 4: Harta Karun Matematika Elektron - &#039;&#039;Nadi Teoritis&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 1|Bagian 1 - Seharusnya itu adalah Lautan Biru Alami &amp;gt;&amp;gt; Perang ilegal di Distrik Loyauté]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 2|Bagian 2 - Natal di Pantai Pasir Putih &amp;gt;&amp;gt; Cuti di Garnisun Perang (?) di Distrik Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 3|Bagian 3 - Harta Karun Laut Merah Pekat &amp;gt;&amp;gt; Bertahan di Distrik Solomon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 5: Festival Kematian - &#039;&#039;Menebus Technopics&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 1|Bagian 1]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 2|Bagian 2]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 3|Bagian 3]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 4|Bagian 4]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 5|Bagian 5]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 6: Jalan Menuju Generasi Ketiga - &#039;&#039;Kedatangan Generasi Ketiga&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 1|Bagian 1 - Perang yang Pecah di Dekat Surga &amp;gt;&amp;gt; Perang Adu Kepintaran di Distrik Cook]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 2|Bagian 2 - Sebuah Tim yang Membawa Tugas yang Jauh Lebih Menyakitkan dari pada Neraka &amp;gt;&amp;gt; Perang Antar Angkutan di Distrik Anthabasca]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 3|Bagian 3 - Konsprisai Sebuah Bank yang Menunjukkan Ketamakan Manusia &amp;gt;&amp;gt; Perang Serangan Meriam di Distrik Amazon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 7: &#039;&#039;Polisi Hantu&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 1|Bagian 1 - Pertandingan Adu Tembak di antara Dua Orang Bodoh &amp;gt;&amp;gt; Saling Mengejek di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 2|Bagian 2 - Pekerjaanku adalah Mengantarkan Cat &amp;gt;&amp;gt; Perang Adu Kepintaran di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 3|Bagian 3 - Polisi ada untuk Menghentikan Perang &amp;gt;&amp;gt; Perang Kemerdekaan di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 8: &#039;&#039;70% Persemakmuran&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 1|Bagian 1 - Sumber Daya Alam yang Tak Bisa Dibuat Berlimpah &amp;gt;&amp;gt; Mendarat di Negara Kepulauan Ame-no-Darin]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 2|Bagian 2 - Di mana Model Baru itu Hilang? &amp;gt;&amp;gt; Menyapu Ranjau Distrik Barat Pasifik yang Jauh ]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 3|Bagian 3 - Mata Seorang Dewi yang Berkerlip di dalam Kegelapan &amp;gt;&amp;gt; Perang Habis-habisan di Distrik Kaledonia Baru]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Pengawas: [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
* Manager Proyek: [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Penerjemah==&lt;br /&gt;
* [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
Bagi yang lebih paham mengenai EYD dan kosakata bahasa Indonesia yang lebih baik, bisa bergabung dalam proyek ini&lt;br /&gt;
* [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jumlah Seri ==&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト / HEAVY OBJECT (10 OCT 2009, ISBN 978-4-04-868069-1)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 採用戦争 / HEAVY OBJECT Saiyou Sensou (10 JUN 2010, ISBN 978-4-04-868594-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 巨人達の影 / HEAVY OBJECT Kyojin tachi no Kage (10 NOV 2010, ISBN 978-4-04-870051-1)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 電子数学の財宝 / HEAVY OBJECT Denshi Suugaku no Zaihou (10 SEP 2011, ISBN 978-4-04-870549-3)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 死の祭典 / HEAVY OBJECT Shi no Saiten (10 NOV 2011, ISBN 978-4-04-870997-2)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 第三世代への道 / HEAVY OBJECT Daisansedai e no Michi (10 JUN 2012, ISBN 978-4-04-886624-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 亡霊達の警察 / HEAVY OBJECT Bourei tachi no Keisatsu (9 NOV 2013, ISBN 978-4-04-866080-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 七〇%の支配者 / HEAVY OBJECT Nana rei-pasento no Shihai-sha(8 MARCH 2014, ISBN 978-4-04-866379-3)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Heavy_Object_(Indonesia)&amp;diff=439613</id>
		<title>Heavy Object (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Heavy_Object_(Indonesia)&amp;diff=439613"/>
		<updated>2015-04-27T02:50:49Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Teaser|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy Object v01 cover.jpg|thumb|300px|right|&#039;&#039;The cover art of volume 1&#039;&#039;]]&amp;quot;HEAVY OBJECT&amp;quot; (ヘヴィーオブジェクト) adalah seri sains fiksi (Sci-fi) oleh Kazuma Kamachi (鎌池 和馬) dan diilustrasikan oleh Ryou Nagi (凪良) diterbitkan oleh Dengeki Light Novel Label. Saat ini sudah ada delapan seri yang telah diterbitkan. Adaptasi manganya telah diterbitkan oleh di majalah bulanan Dengeki Maou. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri &#039;&#039;&#039;anime&#039;&#039;&#039; sedang dalam proses pengerjaan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri Heavy Object juga tersedia dalam beberapa bahasa:&lt;br /&gt;
*[[Heavy Object ~ (Spanish)|Español (Spanish)]]&lt;br /&gt;
*[[HEAVY OBJECT|Inggris (English)]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sinopsis Cerita ==&lt;br /&gt;
Dan pada akhirnya, perang tak bisa dihilangkan. Tapi, ada sebuah perubahan. Bahkan di balik para pembantu kejahatan berhati dingin, ada sebuah perubahan. Senjata pemusnah itu adalah &amp;quot;Object&amp;quot;. Senjata ini merubah semua arti dari perang. Seorang siswa pertukaran bernama Quenser, yang dikirim ke medan perang, bertemu dengan seorang gadis elit dengan aura yang aneh. Gadis itu, yang disebut &amp;quot;Elit&amp;quot;, adalah pilot dari &amp;quot;Object&amp;quot;. Di masa depan. Laki-laki kecil ini harus berdiri menggantikan peran dari gadis itu untuk menjadi pilot dari senjata terhebat di dunia, &amp;quot;Object&amp;quot; untuk gadis itu. Ini adalah alasan dari pertemuan pertama mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan ==&lt;br /&gt;
Ini adalah proyek terjemahan second hand setelah versi English-nya, bagi yang mampu berbahasa Jepang dan ingin meninjau ulang dari bahasa aslinya, bantuan anda sangat kami hargai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Semua bab (yang sudah disunting) harus mengikuti format guideline yang berlaku.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[HEAVY OBJECT (Indonesia):Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap penerjemah diminta untuk mendaftarkan [[No Game No Life (Indonesia):Halaman Pendaftaran|mendaftarkan]] bab mana yang akan mereka kerjakan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pembaruan ==&lt;br /&gt;
*27 April 2015, Volume 1 Bagian 2: selesai (8/8) &amp;amp; Volume 1 Bagian 3 (4/14)&lt;br /&gt;
*6 Maret 2015, Volume 1 Bagian 2 (5/8) &lt;br /&gt;
*1 Januari 2015, Volume 1 Bagian 1: Selesai (17/17)&lt;br /&gt;
*16 Desember 2014, Volume 1 Bagian 1 - 8: Selesai&lt;br /&gt;
*11 November 2014, Pembuatan laman HEAVY OBJECT; Pencarian Translator; Pembenahan Laman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri HEAVY OBJECT ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 1  ===&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy Object v01 cover.jpg|thumb|200px|right]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 1|Bagian 1 - Tentara Berpangkat Rendah yang Mengalahkan Gulliver &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran di Salju Alaska yang Membeku]] (Edit Cek)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 2|Bagian 2 - Si Jempol Tom Berlari di Ladang Minyak &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Menutup Jalan Masuk Melewati Gibraltar]](Edit Cek)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 3|Bagian 3 - Perang Antara Semut dan Belalang Sembah &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Melawan Negara Militer Oseania]] (4/14)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 2: Penerapan Perang - &#039;&#039;Seleksi Perang&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 1|Bagian 1 - Hal yang Biasa Jika Berlumpur di Lokasi Halang Rintang &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Mengontrol Antartica]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 2|Bagian 2 - Si Kaki Tiga yang Mendaki Gunung Demi Hidup dan Mati &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Peluru Meriam di Gunung Iguazu]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 3|Bagian 3 - Di Pertempuran antar Kavaleri, Serang Kaki-kaki Musuhmu &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Mati-matian di Kota Amazon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 3: Bayangan Raksasa - &#039;&#039;Bayangan Dunia&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 1|Bagian 1 - Kuburan Rongsokan Logam adalah Harta Karun untuk Mencari Logam Langka &amp;gt;&amp;gt; Mencegat Sisa Pasukan di Alaska]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 2|Bagian 2 - Tambang Batu Bara yang Menghanmburkan Tumpukan Uang &amp;gt;&amp;gt; Serang Kejutan Secapat Kilat di Semenanjung Kamchatka]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 3|Bagian 3 - Harga Diri itu Tak Ternilai &amp;gt;&amp;gt; Pencegatan Darurat di Pulau Victoria]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 4: Harta Karun Matematika Elektron - &#039;&#039;Nadi Teoritis&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 1|Bagian 1 - Seharusnya itu adalah Lautan Biru Alami &amp;gt;&amp;gt; Perang ilegal di Distrik Loyauté]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 2|Bagian 2 - Natal di Pantai Pasir Putih &amp;gt;&amp;gt; Cuti di Garnisun Perang (?) di Distrik Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 3|Bagian 3 - Harta Karun Laut Merah Pekat &amp;gt;&amp;gt; Bertahan di Distrik Solomon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 5: Festival Kematian - &#039;&#039;Menebus Technopics&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 1|Bagian 1]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 2|Bagian 2]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 3|Bagian 3]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 4|Bagian 4]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 5|Bagian 5]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 6: Jalan Menuju Generasi Ketiga - &#039;&#039;Kedatangan Generasi Ketiga&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 1|Bagian 1 - Perang yang Pecah di Dekat Surga &amp;gt;&amp;gt; Perang Adu Kepintaran di Distrik Cook]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 2|Bagian 2 - Sebuah Tim yang Membawa Tugas yang Jauh Lebih Menyakitkan dari pada Neraka &amp;gt;&amp;gt; Perang Antar Angkutan di Distrik Anthabasca]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 3|Bagian 3 - Konsprisai Sebuah Bank yang Menunjukkan Ketamakan Manusia &amp;gt;&amp;gt; Perang Serangan Meriam di Distrik Amazon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 7: &#039;&#039;Polisi Hantu&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 1|Bagian 1 - Pertandingan Adu Tembak di antara Dua Orang Bodoh &amp;gt;&amp;gt; Saling Mengejek di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 2|Bagian 2 - Pekerjaanku adalah Mengantarkan Cat &amp;gt;&amp;gt; Perang Adu Kepintaran di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 3|Bagian 3 - Polisi ada untuk Menghentikan Perang &amp;gt;&amp;gt; Perang Kemerdekaan di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 8: &#039;&#039;70% Persemakmuran&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 1|Bagian 1 - Sumber Daya Alam yang Tak Bisa Dibuat Berlimpah &amp;gt;&amp;gt; Mendarat di Negara Kepulauan Ame-no-Darin]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 2|Bagian 2 - Di mana Model Baru itu Hilang? &amp;gt;&amp;gt; Menyapu Ranjau Distrik Barat Pasifik yang Jauh ]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 3|Bagian 3 - Mata Seorang Dewi yang Berkerlip di dalam Kegelapan &amp;gt;&amp;gt; Perang Habis-habisan di Distrik Kaledonia Baru]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Pengawas: [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
* Manager Proyek: [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Penerjemah==&lt;br /&gt;
* [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
Bagi yang lebih paham mengenai EYD dan kosakata bahasa Indonesia yang lebih baik, bisa bergabung dalam proyek ini&lt;br /&gt;
* [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jumlah Seri ==&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト / HEAVY OBJECT (10 OCT 2009, ISBN 978-4-04-868069-1)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 採用戦争 / HEAVY OBJECT Saiyou Sensou (10 JUN 2010, ISBN 978-4-04-868594-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 巨人達の影 / HEAVY OBJECT Kyojin tachi no Kage (10 NOV 2010, ISBN 978-4-04-870051-1)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 電子数学の財宝 / HEAVY OBJECT Denshi Suugaku no Zaihou (10 SEP 2011, ISBN 978-4-04-870549-3)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 死の祭典 / HEAVY OBJECT Shi no Saiten (10 NOV 2011, ISBN 978-4-04-870997-2)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 第三世代への道 / HEAVY OBJECT Daisansedai e no Michi (10 JUN 2012, ISBN 978-4-04-886624-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 亡霊達の警察 / HEAVY OBJECT Bourei tachi no Keisatsu (9 NOV 2013, ISBN 978-4-04-866080-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 七〇%の支配者 / HEAVY OBJECT Nana rei-pasento no Shihai-sha(8 MARCH 2014, ISBN 978-4-04-866379-3)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Heavy_Object_(Indonesia)&amp;diff=439611</id>
		<title>Heavy Object (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Heavy_Object_(Indonesia)&amp;diff=439611"/>
		<updated>2015-04-27T02:44:31Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Teaser|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy Object v01 cover.jpg|thumb|300px|right|&#039;&#039;The cover art of volume 1&#039;&#039;]]&amp;quot;HEAVY OBJECT&amp;quot; (ヘヴィーオブジェクト) adalah seri sains fiksi (Sci-fi) oleh Kazuma Kamachi (鎌池 和馬) dan diilustrasikan oleh Ryou Nagi (凪良) diterbitkan oleh Dengeki Light Novel Label. Saat ini sudah ada delapan seri yang telah diterbitkan. Adaptasi manganya telah diterbitkan oleh di majalah bulanan Dengeki Maou. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri &#039;&#039;&#039;anime&#039;&#039;&#039; sedang dalam proses pengerjaan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri Heavy Object juga tersedia dalam beberapa bahasa:&lt;br /&gt;
*[[Heavy Object ~ (Spanish)|Español (Spanish)]]&lt;br /&gt;
*[[HEAVY OBJECT|Inggris (English)]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sinopsis Cerita ==&lt;br /&gt;
Dan pada akhirnya, perang tak bisa dihilangkan. Tapi, ada sebuah perubahan. Bahkan di balik para pembantu kejahatan berhati dingin, ada sebuah perubahan. Senjata pemusnah itu adalah &amp;quot;Object&amp;quot;. Senjata ini merubah semua arti dari perang. Seorang siswa pertukaran bernama Quenser, yang dikirim ke medan perang, bertemu dengan seorang gadis elit dengan aura yang aneh. Gadis itu, yang disebut &amp;quot;Elit&amp;quot;, adalah pilot dari &amp;quot;Object&amp;quot;. Di masa depan. Laki-laki kecil ini harus berdiri menggantikan peran dari gadis itu untuk menjadi pilot dari senjata terhebat di dunia, &amp;quot;Object&amp;quot; untuk gadis itu. Ini adalah alasan dari pertemuan pertama mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan ==&lt;br /&gt;
Ini adalah proyek terjemahan second hand setelah versi English-nya, bagi yang mampu berbahasa Jepang dan ingin meninjau ulang dari bahasa aslinya, bantuan anda sangat kami hargai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Semua bab (yang sudah disunting) harus mengikuti format guideline yang berlaku.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[HEAVY OBJECT (Indonesia):Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap penerjemah diminta untuk mendaftarkan [[No Game No Life (Indonesia):Halaman Pendaftaran|mendaftarkan]] bab mana yang akan mereka kerjakan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pembaruan ==&lt;br /&gt;
*6 Maret 2015, Volume 1 Bagian 2 (5/11) &amp;amp; Volume 1 Bagian 3 (4/14)&lt;br /&gt;
*1 Januari 2015, Volume 1 Bagian 1: Selesai (17/17)&lt;br /&gt;
*16 Desember 2014, Volume 1 Bagian 1 - 8: Selesai&lt;br /&gt;
*11 November 2014, Pembuatan laman HEAVY OBJECT; Pencarian Translator; Pembenahan Laman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri HEAVY OBJECT ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 1  ===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 1|Bagian 1 - Tentara Berpangkat Rendah yang Mengalahkan Gulliver &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran di Salju Alaska yang Membeku]] (Edit Cek)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 2|Bagian 2 - Si Jempol Tom Berlari di Ladang Minyak &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Menutup Jalan Masuk Melewati Gibraltar]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 3|Bagian 3 - Perang Antara Semut dan Belalang Sembah &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Melawan Negara Militer Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 2: Penerapan Perang - &#039;&#039;Seleksi Perang&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 1|Bagian 1 - Hal yang Biasa Jika Berlumpur di Lokasi Halang Rintang &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Mengontrol Antartica]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 2|Bagian 2 - Si Kaki Tiga yang Mendaki Gunung Demi Hidup dan Mati &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Peluru Meriam di Gunung Iguazu]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 3|Bagian 3 - Di Pertempuran antar Kavaleri, Serang Kaki-kaki Musuhmu &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Mati-matian di Kota Amazon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 3: Bayangan Raksasa - &#039;&#039;Bayangan Dunia&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 1|Bagian 1 - Kuburan Rongsokan Logam adalah Harta Karun untuk Mencari Logam Langka &amp;gt;&amp;gt; Mencegat Sisa Pasukan di Alaska]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 2|Bagian 2 - Tambang Batu Bara yang Menghanmburkan Tumpukan Uang &amp;gt;&amp;gt; Serang Kejutan Secapat Kilat di Semenanjung Kamchatka]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 3|Bagian 3 - Harga Diri itu Tak Ternilai &amp;gt;&amp;gt; Pencegatan Darurat di Pulau Victoria]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 4: Harta Karun Matematika Elektron - &#039;&#039;Nadi Teoritis&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 1|Bagian 1 - Seharusnya itu adalah Lautan Biru Alami &amp;gt;&amp;gt; Perang ilegal di Distrik Loyauté]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 2|Bagian 2 - Natal di Pantai Pasir Putih &amp;gt;&amp;gt; Cuti di Garnisun Perang (?) di Distrik Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 3|Bagian 3 - Harta Karun Laut Merah Pekat &amp;gt;&amp;gt; Bertahan di Distrik Solomon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 5: Festival Kematian - &#039;&#039;Menebus Technopics&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 1|Bagian 1]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 2|Bagian 2]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 3|Bagian 3]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 4|Bagian 4]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 5|Bagian 5]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 6: Jalan Menuju Generasi Ketiga - &#039;&#039;Kedatangan Generasi Ketiga&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 1|Bagian 1 - Perang yang Pecah di Dekat Surga &amp;gt;&amp;gt; Perang Adu Kepintaran di Distrik Cook]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 2|Bagian 2 - Sebuah Tim yang Membawa Tugas yang Jauh Lebih Menyakitkan dari pada Neraka &amp;gt;&amp;gt; Perang Antar Angkutan di Distrik Anthabasca]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 3|Bagian 3 - Konsprisai Sebuah Bank yang Menunjukkan Ketamakan Manusia &amp;gt;&amp;gt; Perang Serangan Meriam di Distrik Amazon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 7: &#039;&#039;Polisi Hantu&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 1|Bagian 1 - Pertandingan Adu Tembak di antara Dua Orang Bodoh &amp;gt;&amp;gt; Saling Mengejek di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 2|Bagian 2 - Pekerjaanku adalah Mengantarkan Cat &amp;gt;&amp;gt; Perang Adu Kepintaran di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 3|Bagian 3 - Polisi ada untuk Menghentikan Perang &amp;gt;&amp;gt; Perang Kemerdekaan di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 8: &#039;&#039;70% Persemakmuran&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 1|Bagian 1 - Sumber Daya Alam yang Tak Bisa Dibuat Berlimpah &amp;gt;&amp;gt; Mendarat di Negara Kepulauan Ame-no-Darin]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 2|Bagian 2 - Di mana Model Baru itu Hilang? &amp;gt;&amp;gt; Menyapu Ranjau Distrik Barat Pasifik yang Jauh ]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 3|Bagian 3 - Mata Seorang Dewi yang Berkerlip di dalam Kegelapan &amp;gt;&amp;gt; Perang Habis-habisan di Distrik Kaledonia Baru]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Pengawas: [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
* Manager Proyek: [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Penerjemah==&lt;br /&gt;
* [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
Bagi yang lebih paham mengenai EYD dan kosakata bahasa Indonesia yang lebih baik, bisa bergabung dalam proyek ini&lt;br /&gt;
* [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jumlah Seri ==&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト / HEAVY OBJECT (10 OCT 2009, ISBN 978-4-04-868069-1)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 採用戦争 / HEAVY OBJECT Saiyou Sensou (10 JUN 2010, ISBN 978-4-04-868594-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 巨人達の影 / HEAVY OBJECT Kyojin tachi no Kage (10 NOV 2010, ISBN 978-4-04-870051-1)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 電子数学の財宝 / HEAVY OBJECT Denshi Suugaku no Zaihou (10 SEP 2011, ISBN 978-4-04-870549-3)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 死の祭典 / HEAVY OBJECT Shi no Saiten (10 NOV 2011, ISBN 978-4-04-870997-2)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 第三世代への道 / HEAVY OBJECT Daisansedai e no Michi (10 JUN 2012, ISBN 978-4-04-886624-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 亡霊達の警察 / HEAVY OBJECT Bourei tachi no Keisatsu (9 NOV 2013, ISBN 978-4-04-866080-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 七〇%の支配者 / HEAVY OBJECT Nana rei-pasento no Shihai-sha(8 MARCH 2014, ISBN 978-4-04-866379-3)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_1_Bagian_3&amp;diff=439610</id>
		<title>HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 3</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_1_Bagian_3&amp;diff=439610"/>
		<updated>2015-04-27T02:43:38Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: Created page with &amp;quot;==Bagian 3: Perang Antara Semut Dan Belalang &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Untuk Mengalahkan Negara Militer Oseania==  ===Part 1===  Negara Militer Oceania berada di sebuah benua yang terken...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Bagian 3: Perang Antara Semut Dan Belalang &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Untuk Mengalahkan Negara Militer Oseania==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Negara Militer Oceania berada di sebuah benua yang terkenal karena koala dan kangurunya. Di sebuah zaman di mana negara bernama Australia pernah berada, kota-kota dibangun di sisi pantai dan daerah tengah dari benua itu hampir semuanya kering, tanah yang retak seperti yang bisa dilihat di zaman para koboi. Walau areanya sendiri bukanlah sebuah padang gurun, kering, tanah keras hanya bisa mendukung beberapa jenis tumbuhan, jadi menumbuhkan tanaman dan gedung-gedung di situ sangatlah sulit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, zaman modern merubah semuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanah buatan dengan daya serap air yang tinggi dikembangkan dan banyak tumbuhan yang telah mengalami perubahan genetik dikembangkan dan &lt;br /&gt;
membuat tanah kering itu kembali hidup bahkan di dalam lingkungan yang keras. menggunakan metode ini, sebuah rencana besar dan jangka &lt;br /&gt;
panjang dikembangkan untuk meningkatkan perkembangan benua ini. dengan perkembangan tanah seperti itu, bagian tengah benua itu mampu &lt;br /&gt;
dikembangkan secara maksimal dan orang-orang mampu menciptakan sejumlah panenan raya yang besar dan kota-kota besar dibangun di situ &lt;br /&gt;
dengan jalan tol penghubung. Dengan menggali sumber daya alam di dalam bumi, ekonomi negara itu tumbuh , dan posisi di dalam masyarakat &lt;br /&gt;
internasional kembali naik. Jika semuanya kembali tumbuh seperti rencana, tidak akan ada negara yang menargetkan tempat ini dengan sebuah &lt;br /&gt;
Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tidak semuanya berjalan dengan lancar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suku yang telah tinggal di Oceania sejak zaman dahulu kala merasa perlu untuk membawa Oceania kembali ke masa-masa awalnya. Kepercayaan &lt;br /&gt;
mereka menganggap bahwa tanah ini adalah sebuah tanah suci tidak peduli betapa kering dan tandusnya tempat mereka ini. Dan mereka tidak &lt;br /&gt;
mau ketika tanah mereka dihuni oleh bukan penduduk asli ataupun ditumbuhi tanaman yang telah dikembangkan secara genetika. Suku pedalaman &lt;br /&gt;
itu tidak mau tanah mereka “dimakan” oleh uang, jadi mereka mulai melancarkan aksi unjuk rasa damai dan protes. Negara militer itu &lt;br /&gt;
kehilangan hasratnya untuk mengembangkan tanah-tanah itu, jadi mereka menjawabnya dengan sebuah jawaban yang simpel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mengirimkan sebuah Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itulah yang disebut sebagai Konservasi Hutan dua tahun yang lalu. Dan pasukan koalisi dikirim untuk mengamankan suku-suku itu dari &lt;br /&gt;
pasukan tirani sebuah negara militer,” kata Heivia di dalam sebuah markas Yan ditutupi oleh pasir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdiri di sebelahnya, Quenser berkata, “Huh? Ini semua dimulai dua tahun yang lalu? Lalu kenapa kita baru dipanggil sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya aku tahu? Pasti ada sesuatu yang telah dikembangkan di sana yang membuat kita harus ikut campur sekarang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keseimbangan kekuatan di Oceania sangat mudah untuk dilihat. Area yang berada di dalam kekuasaan negara militer sangat hijau sementara &lt;br /&gt;
yang dikuasi oleh pasukan koalisi (dan termasuk suku pedalaman yang menolak dukungan negara militer) sangat kering di daerah gurun. &lt;br /&gt;
Mereka juga dipisahkan oleh mereka yang mau membantai pihak yang lain demi keuntungan di atas makanan dan kayu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object dari berbagai kekuatan pasukan koalisi berkumpul di markas di garis depan. Biasanya, Object-object ini berada pada posisi yang &lt;br /&gt;
berbeda sebagai musuh dan teman, tapi sekarang mereka berkumpul pada satu pihak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanahnya sangat kering. Sesuai dengan permintaan suku pedalaman ini, mereka hanya menyingkirkan tanaman yang tidak ada sejak dahulu kala &lt;br /&gt;
benua ini ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa di sini sangat panas? Bukannya beberapa saat yang lalu bokong kita sangat kedinginan di Alaska sana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Musim di bagian selatan bumi ini terbalik bodoh. Tapi aku rasa cuaca di sini cocok untuk santa dengan rok mini.” Quenser melihat ke &lt;br /&gt;
sekeliling dengan keringat di wajahnya. “Kau tahu, kita memiliki banyak Object di sisi kita saat ini. Mungkin kita bisa memaksa mereka &lt;br /&gt;
untuk menyerah tanpa harus menyerang mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan bodoh. Apa kau lupa betapa sering harapan kita berulang-ulang kali dihancurkan oleh mereka? Aku akan mengatakan kalau lebih &lt;br /&gt;
banyak pasukan koalisi ini saat ini menambah kesempatan kita untuk melangkah satu langkah maju secara tidak sengaja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pasukan koalisi sudah mengirim puluhan Object ke sini untuk menghancurkan kediktatoran di sini, bukan? Kenapa tidak menggunakan bendera &lt;br /&gt;
putih? Perang saat ini hanyalah antara Object, jadi tidak perlu lagi ada tentara yang ikut dalam berperang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan tanya aku. Mungkin mereka memang pengecualian. Apa kamu pernah melihat negara-negara berkumpul dan membentuk sebuah koalisi? Aku tidak pernah menyangka kalau kita bekerja sama dengan negara kejam seperti ini selama 2 tahun. Diktator Oceania ini pasti sangat dibenci oleh komunitas internasional. ...Juga, aku ragu kalau mereka akan mengangkat bendera putih. Mereka telah banyak melakukan hal buruk, jadi aku ragu kalau mereka tetap akan menyerah walau kabur ke luar negeri.”&lt;br /&gt;
Sementara mendengarkan Heivia, Quenser bersandar di balik barikade fiber sintetik yang direntangkan di seluruh markas ini dan memasukkan sesuatu seperti penghapus kotak ke dalam mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, ransumnya sangat menjijikkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, tapi lihat, sekarang kita bisa menambahkan rasanya dengan sedikit pasir di atasnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingin pulang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Para petinggi pasti menggunakan ini seperti sebuah permainan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil komplain, barikade itu mulai bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka melihat ke sekeliling mereka dan melihat gadis pribumi berumur kira-kira 10 tahun dari luar barikade itu dan menatap ke arah &lt;br /&gt;
mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu?” tanya gadis yang masih murni itu sambil menunjuk Object pasukan koalisi yang bergerak di dalam markas ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia tidak tahu harus berkata apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, gadis itu tidak merasa terganggu dan menunjukkan sebuah gambar dari sebuah buku melewati barikade itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu mereka, bukan? Monster batu seperti yang ada di buku ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y-yah, itulah mereka. Mereka memberikan perlindungan bagi tupai dan kanguru kalau hujan turun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser tidak tahan kalau harus memberi tahu gadis itu kalau itu adalah sebuah senjata raksasa yang tidak memiliki belas kasihan sama &lt;br /&gt;
sekali. Walau begitu, Heivia memiliki sesuatu untuk dikatakan pada Quenser, “Jawaban yang bagus, Quenser!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikutnya, jejak asap putih ditembakkan dari markas ke udara. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu menunjuk ke langit dan bertanya, “Dan apa itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser tentu saja tidak mau menjawabnya dengan mengatakan bahwa itu adalah sebuah misil meteorologis tipe sensor yang sedang diuji coba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-itu adalah roket... seperti pesawat ulang-alik.... aku rasa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wow, aku tidak pernah melihat itu sebelumnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat gadis itu kegirangan karena penuh semangat, dua laki-laki itu melihat ke arah lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sebuah panggilan dari atasan mereka, Froleytia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kalian berdua, jangan ngobrol dari balik barikade. Tetap fokus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu kemudian kabur karena takut. Dia segera loncat dan pergi dari tempat itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia melirik ke arah Froleytia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Sia-sia sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Mau bagaimana lagi. Dia memang terlihat cantik, tapi dia tetap seorang komandan yang keras. Bahkan seorang ahli bela diri akan &lt;br /&gt;
kehilangan keberaniannya saat berhadapan dengan Froleytia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, jadi kalian mau melihat sisiku yang lembut? Aku bisa memperkenalkan diriku lewat hak sepatu bot ku kalau kalian mau. Tapi untuk &lt;br /&gt;
sekarang, jangan bersantai di dekat barikade, ini adalah medan perang, ingat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita tidak apa-apa. Bahkan kalau kita ada di negara militer ini, aku ragu seorang penembak jitu mau menarget markas dengan Object &lt;br /&gt;
sebanyak ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan itu yang aku maksudkan. Markas ini dipenuhi oleh banyak kamera.” Froleytia terlihat frustrasi, tapi dari pada panasnya, dia sama &lt;br /&gt;
sekali tidak melepaskan satu kancing saja dari pakaiannya yang dilihat saja sudah membuat panas. “Jumlah wartawan asing meningkat, mereka &lt;br /&gt;
mengatakan bahwa mereka akan menunjukkan pada dunia negara tirani seperti ini. Namun, mereka sepertinya hanya kumpulan orang manja yang &lt;br /&gt;
belum pernah melihat medan perang sebelumnya dan beberapa orang lainnya yang aku ragu kalau mereka adalah seorang wartawan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh maksudmu orang-orang yang dulunya tentara bayarang yang sekarang bekerja sebagai pemandu wisata di medan perang yang dikuasai oleh &lt;br /&gt;
Object saat ini?” tanya Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya itu,” kata Froleytia, setuju dengan apa yang dikatakan Heivia. “Masalahnya protokol keamanan militer tidak mengizinkan kita &lt;br /&gt;
untuk memberikan mereka izin untuk masuk ke dalam negara yang dikuasai oleh junta militer. Biasanya, mereka akan mengarahkan kameranya &lt;br /&gt;
kepada kita, berharap bahwa mereka akan mendapat tembakan yang seharga dengan gaji mereka. Kalau kalian tidak mau wajah bodoh kalian &lt;br /&gt;
muncul di kamera bersama dengan artikel sair di negara asalmu, pastikan kalian tetap menjaga sikap kalian di luar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Oh Tuhan, merepotkan sekali. Apa kau tidak bisa melarang wartawan itu untuk masuk ke dalam markas untuk menjaga keamanan informasi &lt;br /&gt;
tingkat tinggi dari Object-object yang ada di sini atau apalah itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia rasa dia sekarang terserang sakit kepala saat dia mendengar perkataan Quenser yang begitu amatir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya kau pikir buat apa koalisi ini dibentuh, heh? Negara asal kita bisa mengakhiri pertempuran tidak penting ini jika perlu, tapi &lt;br /&gt;
atasan tinggi kita menginginkan gambaran yang sangat jelas tentang siapa pahlawan perang yang akan berjalan di parade kemenangan nanti. &lt;br /&gt;
Kalau kita melarang wartawan ini, para kandidat yang berusaha merebut kekuasaan di negara asal kita pasti akan sangat marah pada kita. &lt;br /&gt;
Konselor Flide dan yang lain tidak akan senang mendengar hal itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tidak dengar Quenser,? Mereka melakukan hal-hal seperti ini kepada media. Bahkan aku dengar ada pembicaraan untuk membawa mega &lt;br /&gt;
sponsor dari perusahaan-perusahaan besar atau partai politik untuk menempelkan logo perusahaan mereka di zirah Object seperti di mobil &lt;br /&gt;
balap F1.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa mereka mencoba merekam gambar markas yang diserang dan para prajurit yang tertembak di tanah ke televisi ruang keluarga mereka? &lt;br /&gt;
Mereka semua tidak mengerti perang itu seperti apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komentar Quenser terdengar sama dengan suara prajurit lain jika ditanyakan hal yang sama pada mereka, tapi secara teknis di hanyalah &lt;br /&gt;
seorang tamtama. Ekspresi serba tahu yang dia tunjukkan tidak lebih dari wajah warga sipil yang mengeluh soal kebijakan pemerintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa suntuk dengan topik pembicaraan mereka, Heivia mengganti subyek obrolan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa kau melihat kapal para aktivis anti-perang di lautan? Mereka memasang spanduk raksasa yang meminta pasukan koalisi ini untuk &lt;br /&gt;
menghentikan invasinya yang terdiri dari kekuatan-kekuatan Object luar biasa ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka semua hanyalah tumpukan orang bodoh yang tidak tahu sama sekali soal apa itu negara junta militer ini sebenarnya atau kumpulan &lt;br /&gt;
orang brengsek yang tahu tapi berpura-pura tidak tahu. Apa kita harus mempedulikan mereka semua? Faktanya, aku ingin bertaruh kalau &lt;br /&gt;
mereka pasti akan bertanya kenapa pasukan koalisi tidak menyerang, segera setelah salah satu kapal aktivis itu ditembak jatuh oleh &lt;br /&gt;
torpedo negara militer Oseania.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan wajah yang tidak senang, Froleytia berbicara, “Pemilihan anggota dewan di negara asal akan dimulai sebentar lagi. Seperti yang aku &lt;br /&gt;
katakana, Konselor Flide dan yang lain berada dalam ujung tanduk untuk memastikan mereka tidak mendapat insentif yang buruk di depan &lt;br /&gt;
masyarakat. Mungkin mereka juga memikirkan operasi militer untuk memberikan perlindungan kepada aktivis anti-perang itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, ayolah. Kita datang ke sini untuk merawat orang-orang bodoh itu?” keluh dua laki-laki itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia menatap matahari tenggelam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian berdua akan bergabung ke dalam operasi militer yang akan dimulai pada saat matahari tenggelam, jadi persiapkan diri kalian &lt;br /&gt;
sekarang. Pengarahannya akan dilangsungkan malam ini, jadi pastikan kalian sudah sangat siap untuk itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, ‘kalian berdua’? Froleytia, apa kau hanya akan duduk di ruangan ber-AC di dalam markas sambil menunggu hasil perang?” tanya &lt;br /&gt;
Heivia yang mencebikkan bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia mengangkat bahunya dan mengatakan, “Apa kau ingin membantu-bantu di sini? Tidak mudah lho menahan wartawan bintang tiga yang &lt;br /&gt;
ingin menjadi wartawan medan perang sambil melanggar protokol militer kita dengan maju ke garis depan pertempuran. Mereka pikir kita para &lt;br /&gt;
prajurit adalah pemandu wisata bagi mereka. Kapan pun mereka merasa tidak puas mereka akan mengadukan kita seperti orang yang protes &lt;br /&gt;
kepada Costumer Service. Apa kau ingin melihat wajah asli para pasifis itu sementara wajahmu diludahi karena tidak menyerang balik?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia saling memandang satu sama lain ketika mendengar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam markas perawatan Object, karakteristik peralatan yang digunakan oleh tipe fasilitas yang sama berbeda tergandung dari pasukan mana mereka berasal. Seorang elit perempuan yang biasa dipanggil Putri oleh yang lain berdiri di salah satu porsi wahana yang terdiri dari tumpukan kendaraan besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puluhan fasilitas lain berada di sini dan salah satu yang dimasuki oleh sang Putri bukanlah sebuah fasilitas raksasa untuk menampung &lt;br /&gt;
Object miliknya, Baby Magnum. Dia berada di sebuah fasilitas spesial yang dibangun tepat di samping Object miliknya. Ini adalah fasilitas &lt;br /&gt;
khusus yang dibuat untuk merawat tubuh Elit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dilihat, area yang luas ini sulit dipercayai berada di dalam sebuah kendaraan dan membawa sebuah dome setengah lingkaran dengan &lt;br /&gt;
diameter 10 meter. Elit yang berdiri di tengah dome itu dan peralatan tak terhitung dan mata manusia mengamati tubuhnya dari luar dome &lt;br /&gt;
itu. Orang-orang itu adalah para tim medis yang dibawa untuk mengamati perawatan dan kesehatan sang Elit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita tua yang biasanya merawat Object sang Elit berada di dalam fasilitas itu bersama dengan puluhan tim medis ini dan dia &lt;br /&gt;
mengoperasikan sebuah perangkat yang terlihat seperti alat perekam yang digunakan untuk menyulih suara kartun atau film.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, kita mulai. Apa kau sudah selesai menyiapkan alat musiknya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya tidak dikirim oleh sebuah gelombang. Malahan, sebuah kalimat dengan cahaya oranye tampil di dinding bersih dome itu. Itu karena &lt;br /&gt;
dome ini kedap suara. Gadis itu membaca kata-kata itu yang turun seperti yang ada di papan skor elektrik. Saat partitur musik itu tampil &lt;br /&gt;
dengan jelas di matanya, dia memasang goggle spesial yang biasa dia kenakan saat mempiloti Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menggenggam sebuah flute panjang, silver, dan bersih lalu memasukkan teks dengan input inframerah di goggle-nya untuk membaca gerak &lt;br /&gt;
matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Menyetel flute sudah selesai&#039;&#039;.” Tulisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak melihat ada yang salah dengan partiturnya. Kalau begitu, nyalakan metronom-nya. Kamu bisa mulai resitalmu sesuka hatimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membaca kata-kata wanita tua itu, sang putri membiarkan pesawat kertas di tangannya terbang dari tangannya. Sambil melihat origami itu &lt;br /&gt;
melayang tinggi di udara, dia menggenggam flute itu secara horizontal di tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia meniupnya dengan memindahkan jari-jarinya yang keperakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara kecil berbunyi dari flute itu dan hidung dari pesawat kertas itu naik cukup tinggi. Itu dibuat dari material khusus yang bisa &lt;br /&gt;
terdistorsi hanya karena gelombang suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, ya, itu bagus. Naikkan gelombangnya menjadi 5 meter dengan ketinggian 140 sentimeter, dan setiap gelombang dengan kecepatan 30 &lt;br /&gt;
detik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Penampilan yang tidak memiliki kualitas seni seperti itu sangat membosankan&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan flute yang masih menempel di mulutnya, sang putri melanjutkan menggerakkan matanya untuk melanjutkan pembicaraannya. Not bergerak &lt;br /&gt;
begitu riuh di monitor yang menampilkan partitur itu, tapi tidak ada gerakan yang pasti di jarinya. Itu tidak seperti seseorang yang &lt;br /&gt;
terlihat seorang musisi pecinta musik dan gerakannya lebih terlihat seperti lengan robot yang menyolder motherboard dengan papan &lt;br /&gt;
semikonduktor. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa rasanya nikmat dikelilingi oleh suara-suara merdu seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Maksudmu getaran suara yang mengelilingi dome yang aku buat ini? Kalau aku puas dengan hanya ini, aku rasa aku sudah menjelek-jelekkan &lt;br /&gt;
nama orkestra&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada standar yang pasti untuk metode perawatan tubuh Elit. Juga tidak ada perbedaan standar di tiap-tiap pasukan atau negara. Metode &lt;br /&gt;
yang paling cocok adalah membangun sebuah spesifikasi yang cocok untuk tubuh tiap-tiap Elit. Untuk seseorang, itu adalah berenang di &lt;br /&gt;
kolam renang yang sangat besar, berenang untuk mengejar waktu. Untuk yang lain, itu adalah menyelesaikan setiap soal di sebuah lembar &lt;br /&gt;
soal ujian masuk universitas. Untuk yang lain, itu adalah bermain catur melawan super-komputer. Dan untuk seseorang seperti sang putri &lt;br /&gt;
adalah untuk mengelilingi dirinya dengan suara-suara yang sudah diatur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu punya keluhan soal alat musiknya? Untuk mengganti suasana, apa kamu mau mencoba menggunakan gitar listrik?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menghasilkan suara yang tercipta karena napasku memiliki efek yang besar pada tubuhku. Aku menggunakan flute karena napasku ditulis &lt;br /&gt;
dalam nada dan lagu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara lain tidak bisa bersatu dengan musik. Dia bisa berbicara tanpa masalah dengan berhenti dan beristirahat sebentar, tapi regulasinya &lt;br /&gt;
tidak bisa berhenti untuk beristirahat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa sang Elit merasa risih ketika ada seseorang yang mengajaknya berbicara dan ia harus menjawabnya dengan menggerakkan matanya &lt;br /&gt;
sambil meniup flute ini. Sekarang, dia sampai pada nada terakhir dan pengaturannya selesai. Sang Putri melepaskan flute itu dari bibirnya &lt;br /&gt;
dan pesawat kertas yang mengambang di udara itu turun ke lantai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang putri mengambil metronom itu dan bersiap untuk lagu berikutnya, tapi kemudian dia melihat ke atas. Dari dome yang jernih itu, dia &lt;br /&gt;
melihat wajah familiar yang dia kenal masuk dari pintu yang terbuka dari wahana ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia didorong oleh sahabatnya, Heivia, dan dari wajahnya sepertinya ia tidak tahu di mana di sekarang sebenarnya. Melihat itu, sang Putri &lt;br /&gt;
mengangguk pelan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Heivia ternyata bisa kasar, tapi sepertinya itu masih bisa ditoleransi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di antara orang-orang yang mengamatinya terus-terusan, hanya wanita tua itu yang menyadari ada sesuatu yang berubah di kondisi mentalnya. &lt;br /&gt;
Teks oranye itu dibaca, “Bagaimana kalau kita beristirahat sebentar?” dan pintu dari dome kedap suara ini terbuka secara otomatis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser masuk ke dalam dan sang Putri memberikan sebuah instruksi ke dome ini. Segera setelah itu, polarisasi membuat dinding dome ini &lt;br /&gt;
terlihat putih. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wah!” teriak Quenser terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Putri menghampirinya dan berkata, “Apa yang kau lakukan di sini hari ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, Heivia bilang kalau ada sesuatu yang membuat kita harus mampir dan mengingatkanku kalau kita ada misi bersama lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Memang dia pikir aku ini kejam apa?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Putri merasa sedikit jengkel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat bahwa Sang Putri agak jengkel, Quenser memperhatikan flute perak yang digenggam oleh Sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hehh. Apa itu flute? Aku pernah melihat seseorang memainkannya di sebuah orkestra tiup di negara asalku, tapi aku tidak tahu bagaimana &lt;br /&gt;
mereka bisa memainkannya. Aku pikir aku tidak akan bisa mengeluarkan suaranya walau mencobanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini sangat mudah dari yang kamu pikirkan. Mau coba?” tanya Elit itu dan Quenser mengangguk seperti yang sudah diduga oleh sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah cukup untuk membuat mood sang Putri membaik, tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu memegangnya di sisinya, kan? Huh? Dipegangnya di kiri atau di kanan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum dia mengatakannya, Quenser dengan polosnya membawa flute itu ke bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Elit sudah berpikir paling tidak mengelap mouthpiece-nya sebelum menyerahkannya kepada Quenser, jadi dia agak terkejut dan berdiri &lt;br /&gt;
dengan wajah bingung dan memerah di pipinya. Namun, gelombang kejut yang membuatnya bergetar terasa segera setelah flute itu berbunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu membuat tubuhnya bergejolak ketika mendengar alat musik itu berbunyi, saat suara kecil, jelek dan tidak jelas itu keluar dari &lt;br /&gt;
flute itu, perasaan delusi yang aneh terasa di sekujur tulangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulut sang Putri terbuka dan menutup saat dia menekuk punggungnya. Sebuah sugesti perintah tertentu keluar dari efek pengatur flute itu, &lt;br /&gt;
tapi dia lupa untuk memberikan perintahnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy_Object_v01_248.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat sebuah cahaya lembut dan nyaman muncul di matanya dan sebuah alasan untuk menghentikannya muncul, tubuh sang Putri menegang, tapi &lt;br /&gt;
Quenser tidak tahu apa yang terjadi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser benar-benar mencoba untuk mengeluarkan nada “do re mi fa so la si do”, udara yang ia keluarkan sangatlah kuah dan dia &lt;br /&gt;
menggunakannya dengan sangat salah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh? Not yang keluar salah, ya. Nadanya sangat kacau. Dan bagaimana caranya untuk menghasilkan nada ‘do’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan setiap suara yang dihasilkan oleh flute itu, tubuh sang Putri terguncang tanpa sebab. Sebuah cahaya kuning muda muncul di pipinya &lt;br /&gt;
dan air mata menetes di matanya. Tangannya yang ramping dan kakinya bergetar tanpa dia inginkan. Saat mengelus pahanya bersamaan, dia &lt;br /&gt;
tidak tahu kenapa dia secara alami ingin melakukan itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Do re mi...fa? Apa ini ‘fa’? ....Huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, Quenser menyadari ada sesuatu yang salah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Putri begitu merona karena sebuah konflik antara kenikmatan dan rasa malu yang akhirnya dia sadari. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-apa kau baik-baik saja? Apa kau ingin ke kamar kecil?” tanya Quenser dengan wajah yang begitu khawatir. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah itu, sang elit melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memukul seorang manusia dengan kepalan tangannya yang kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matahari mulai tenggelam di garis cakrawala. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser berdiri dan melihat tanah asing yang dicat dengan warna oranye, Heivia berbicara kepadanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Coba pikir, apa yang sebenarnya kita lakukan di sini sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya ini yang coba kita tahu di pengarahan ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sangat yakin kalau pasukan koalisi ini hanya memiliki tujuan mereka sendiri-sendiri untuk mencari kejayaan perang demi diri mereka &lt;br /&gt;
sendiri. Apa kau pikir tidak akan ada yang berdebat tentang siapa yang memenangi perang ini nantinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku hanya berharap kalau perang ini tidak berakhir seperti kumpulan anjing liar yang berebutan daging.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser berjalan, dia membuka sebuah peta. Itu adalah peta Negara Militer Oseania. Saat Heivia melihat peta tua itu, Heivia merasa &lt;br /&gt;
agak risih melihatnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau lakukan? Kau kehilangan perangkat genggammu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau baterainya habis atau masuk ke dalam pasir, kita akan tamat. Kalau kita tidak belajar kapan menggunakan peralatan digital dan &lt;br /&gt;
kapan menggunakan peralatan manual, kita pasti akan cepat mati.” Saat dia berbicara, Quenser melipat peta itu lagi seperti seseorang yang &lt;br /&gt;
sedang membaca koran di dalam kereta yang sedang berjalan. “Dari apa yang aku dengar dari orang-orang yang merawat Object sang Putri, &lt;br /&gt;
rencananya adalah menyerang markas rahasia milik Negara Militer Oseania dan meledakkan Object musuh.” Heivia melirik peta itu dari sisi &lt;br /&gt;
lain saat Quenser berbicara. “Menurut informasi dari atasan tinggi kita, kekuatan teknologi militer negara ini cukup lemah. Jadi &lt;br /&gt;
sebenarnya kita tidak tahu apakah mereka memiliki Object atau tidak tidak. Grup simulasi sudah membuat desain perkiraan Object musuh &lt;br /&gt;
berdasarkan apa yang ada di sini atau yang diperkirakan sedang dikembangkan, dan mereka menyimpulkan bahwa negara ini memiliki sebuah &lt;br /&gt;
Object Generasi 0.5. Pada dasarnya, teknologinya cukup lemah bagi fungsi kerja sebuah Object, jadi itu hanya sebuah sampah saja. Zirahnya &lt;br /&gt;
dibuat sangat kasar, jadi analis memperkirakan bahwa hulu ledak nuklir sudah cukup untuk menghancurkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi sebenarnya ini cukup mudah. Kita memiliki pasukan koalisi dengan 20 Object di seluruh lautan Oseania. Object bersinonim dengan &lt;br /&gt;
perang, jadi kita bisa menghancurkan kekuatan militer Oseania dengan jumlah saja kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, ini tidak semudah yang kau katakan, Heivia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menunjukkan peta yang dilipat itu pada Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu memiliki lingkaran hitam di beberapa titik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Negara Militer Oseania tahu bahwa Object berharga milik mereka akan hancur seketika jika kita menyerangnya, jadi mereka &lt;br /&gt;
menyembunyikannya di dalam markas. Itulah kenapa, walau dengan Object yang kita miliki, kita tidak bisa menyerang mereka begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahn? Tapi aku pikir operasi militer ini dimulai saat senja. Maksudnya pasti mereka tahu di mana lokasi itu berada, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita memiliki beberapa perkiraan.” Quenser menunjukkan titik merah di peta. “Sepertinya Oseania sudah membangun beberapa markas palsu &lt;br /&gt;
sepanjang tanah membentang untuk membingungkan para analis kita. Kita sudah menyerang beberapa dari mereka, tapi tidak ada satupun yang &lt;br /&gt;
benar-benar markas Object. Mereka sudah melakukan penyelidikan sampai saat ini, tapi mereka tidak tahu apakah ini benar markas yang kita &lt;br /&gt;
inginkan atau tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Object itu sangat besar. Tidak bisakah mereka melihatnya dari satelit?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Satelit itu sudah mengkhianati kita. Para atasan sudah sangat senang ketika melihat sebuah benda setinggi 50 meter dan mengirimkan &lt;br /&gt;
pasukan besar untuk menyerangnya tapi mereka hanya menemukan sebuah tangki gas raksasa yang disamarkan. Dari yang aku dengar, para &lt;br /&gt;
teknisi satelit di markas menangis karena penyiksaan yang mereka dapat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah serangan tidak langsung,” jawab Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Negara militer ini sudah menyebarkan tangki gas di seluruh Oseania karena mereka tahu mereka sudah diawasi oleh satelit. Sebenarnya, &lt;br /&gt;
mereka ingin mengatakan, “Lihat, betapa banyak Object yang kita miliki. Wah hah hah hah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, pasukan koalisi tidak cukup bodoh untuk jatuh ke dalam boneka tiruan lain, tapi mereka harus cukup hati-hati kalau mereka &lt;br /&gt;
tiba-tiba saja menemukan Object sungguhan. Tentu saja ini menurunkan semangat para prajurit dan begitu banyak menghabiskan uang pajak. &lt;br /&gt;
Karena itu, para atasan tinggi begitu ingin mengakhiri perang ini secepat mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi ini tidak lebih dari mencoba latihan menembak melawan target palsu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagian yang terburuk adalah membuat kita terbunuh sia-sia di sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa tidak membutuhkannya lagi, Quenser melipat peta itu lebih kecil dan memasukkannya ke dalam sakunya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia melihat ke sekeliling dan berkata, “Ngomong-ngomong, kita sudah bekerja sama dengan pasukan koalisi bukan? Jadi pasti ada Object &lt;br /&gt;
lain selain yang dimiliki oleh sang Putri. Aku harap kita tidak bekerja sama dengan faksi yang kita kalahkan di Alaska atau Gibraltar. &lt;br /&gt;
Aku tidak ingin ditembak secara rahasia oleh sekutu yang merasa dendam dengan kita karena masalah pribadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau yakin ingin bertanya tentang itu? Kau mungkin tidak suka dengan jawabannya. Aku sudah bertanya pertanyaan yang sama ke tim &lt;br /&gt;
perawatan. Hanya rumor, tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum Quenser menjawabnya, sebuah gedung raksasa melintas di depan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, itu adalah Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raksasa setinggi 50 meter itu melintas di depan mereka dan meniup pasir ke udara seperti badai pasir, tapi Quenser dan Heivia memiliki &lt;br /&gt;
hal lain yang lebih penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bendera yang dicetak di zirah Object itu sudah cukup membuat jantung Heivia berhenti berdetak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gaahh!?? Kau pasti bercanda! Itu adalah Aliansi Informasi!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah, aku juga sudah dengar tentang itu. Sepertinya kita bekerja sama dengan orang-orang gila.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perangkat pengumpul informasi milik Object itu pasti sudah menangkap suara mereka karena raksasa setinggi 50 meter itu berjalan pelan &lt;br /&gt;
seperti ingin merespon dan suara wanita dikirim keluar lewat speaker itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, ya ampun. Ternyata kalian cuman anjing-anjing tentara Kerajaan Legitimasi. Sepertinya kita akan bekerja bersama-sama. Oh ho ho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mesin pendorong udara Object itu menahan untuk mengambang di atas tanah dan meniupkan udara tambahan, meniup lebih banyak pasir dan &lt;br /&gt;
membuat Heivia dan Quenser batuk-batuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sial. Inilah kenapa kita tidak boleh membiarkan orang yang belum dewasa untuk tidak menaiki Object! Apa kita harus pergi ke dalam misi &lt;br /&gt;
bersama dengan orang-orang seperti ini!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masih lebih baik daripada harus bekerja sama dengan Korporasi Kapitalis atau Organisasi Keagamaan, jadi kau harus lebih tenang dan &lt;br /&gt;
berhenti mengeluh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang jurnalis satire pernah menulis tentang dunia ketika seluruh dunia ini terbagi ke dalam negara-negara kecil di dalam peta, &lt;br /&gt;
sekarang peta itu sudah mengecil dan membagi negara-negara ke dalam “warna-warna” yang saling berbeda untuk menunjukkan kepada siapa &lt;br /&gt;
negara-negara itu berada dalam warna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satunya adalah kelompok yang mempercayai bahwa keakuratan sebuah informasilah yang menentukan sesuatu jahat atau baik dan mencoba &lt;br /&gt;
membuat sebuah jaringan yang menjangkau seluruh dunia. Salah satu yang lain adalah kumpulan korporasi kapitalis yang percaya bahwa &lt;br /&gt;
tumpukan uang di dalam banklah yang mampu memberikanmu sebuah posisi di dunia dan hak asasi yang kamu inginkan. Salah satu yang lain &lt;br /&gt;
adalah sebuah kerajaan yang terdiri dari banyak budaya yang ingin membangkitkan lagi sistem lama di mana legitimasi dari darah ningrat &lt;br /&gt;
dan kejayaan seseorang menentukan status sosial mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Batasan sumber makanan, terbatasnya energi, meningkatnya jumlah populasi manusia, dan banyak hal yang menumpuk menimbulkan sebuah “alasan &lt;br /&gt;
resmi” yang membuat negara-negara menjadi seperti itu, tapi sepertinya alasan sebenarnya adalah kegagalan dan tumpukan masalah yang &lt;br /&gt;
menimpa Persatuan Bangsa-bangsa di pertengahan abad 21. Potongan yang terpisah itulah yang membuat sebuah arah yang mereformasi berbagai &lt;br /&gt;
macam persekutuan yang terbentuk saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak lagi ada keseimbangan kekuatan negara didominasi oleh satu warna. Malahan, negara-negara bebas memilih ke mana mereka berpihak, &lt;br /&gt;
membuat kekuatan dunia ini melampaui batas-batas wilayah geografis. Ini membuat peta terlihat seperti retakan kaca. Ini juga yang membuat &lt;br /&gt;
apakah negara itu yang sekarang adalah sekutu, suatu saat nanti akan berbalik menjadi musuh, pertempuran kecil sangat sering berkobar di &lt;br /&gt;
seluruh dunia. Namun, semua ini terlihat normal sejak Quenser lahir di dunia ini, jadi dia hanya terlihat bingung ketika orang-orang tua &lt;br /&gt;
menggeleng-gelengkan kepalanya soal kondisi dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun, dua Object akan digunakan di operasi kali ini, jadi aku ragu kalau tentara rendah seperti kalian akan berguna di sini. Oh ho ho,” &lt;br /&gt;
kata pilot Object itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, apa kita bisa pergi ke kamar kita dan tidur sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah pengarahan yang diisi dengan begitu keras kepalanya faksi-faksi yang ada di sini untuk mengincar kejayaan perang yang didapat oleh Object mereka, Quenser dan tentara yang sama seperti dirinya keluar dari gedung itu, merasa sangat bosan.&lt;br /&gt;
Matahari sudah tenggelam dan kegelapan mengisi angkasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah saatnya operasi ini dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tuhan. Kenapa lokasi yang kita tuju berjarak 2 kilometer dari sini? Dua kilometer, coba bayangkan! Apa kita tidak bisa mendapatkan &lt;br /&gt;
truk!?” teriak Quenser tanpa berpikir. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia mengangguk dan kemudian berkata, “Mereka sebenarnya sudah, tapi semua truk itu digunakan untuk mengangkut zirah robot milik &lt;br /&gt;
Aliansi Informasi. Lihat ban truk yang mau meletus itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka memiliki mesin dan per fiber untuk meningkatkan kekuatan mereka, jadi kenapa mereka tidak berjalan saja? Dan apa yang ingin &lt;br /&gt;
mereka lakukan dengan zirah robot itu untuk melawan Object?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah unit bantuan yang dilengkapi dengan kamera berkecepatan tinggi. Mereka menganalisa setiap menit gerakan meriam Object dan &lt;br /&gt;
kameranya lalu mengirimkan data yang mereka dapat itu ke Object milik mereka untuk memberikan data bantuan untuk menghindar dan bertahan. &lt;br /&gt;
Paling tidak, mereka lebih berharga dari pada kita. Walau mereka sendiri lebih sering diserang lebih dahulu karena keberadaan mereka yang &lt;br /&gt;
cukup mengganggu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tidak hanya pasukan infanteri yang terganggu dengan keberadaan itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object raksasa yang mampu bergerak dengan mesin kereta jet harus bergerak perlahan dengan kecepatan yang sama dengan pasukan infanteri. &lt;br /&gt;
Mereka membuat gerakan perlahan seperti langkah kaki yang dibuat seseorang ketika mengetuk lantai dengan kaki mereka ketika menunggu &lt;br /&gt;
seseorang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua Object itu menutup sisi samping barisan pasukan infanteri di sisi yang berlainan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang pertama adalah Object sang Putri dari pasukan Kerajaan Legitimasi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan yang lain adalah sang Elit dari Aliansi Informasi yang Quenser dan Heivia temui tadi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua Object itu menggunakan tipe pendorong yang berbeda karena suara seperti petir hanya terdengar dari milik sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk membuat tensi agak menurun dan karena mereka sama-sama memiliki hubungan untuk bekerja bersama-sama saat ini (walau ia pernah &lt;br /&gt;
hampir mati karena mereka), Quenser memutuskan untuk bertanya kepada Elit dari Aliansi Informasi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya ia hanya penasaran karena jika dalam situasi biasa, ia tidak akan bisa mendekati (karena takut tubuhnya akan terpanggang jika &lt;br /&gt;
mendekatinya) sebuah Object dari Aliansi Informasi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa benar kalau Aliansi Informasi sedang mengembangkan Object dengan bentuk manusia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ho ho. Itu adalah sebuah kebohongan yang sangat buruk. Mungkin secara teknis bisa, tapi pusat gravitasinya terlalu tinggi, jadi pasti &lt;br /&gt;
itu akan sangat mudah untuk jatuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak menyenangkan. Kalau begitu apa Objectmu yang menggunakan saluran pembuangan tenaga juga bohong?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau yang itu benar. Sama seperti tangki pembakaran, sebuah reaktor Object akan lebih efektif jika menyala 24/7 dari pada harus &lt;br /&gt;
dinyalakan atau dimatikan. Hasilnya, ada tenaga sisa yang bisa disisakan ketika sedang bersiap di dalam markas. Oh ho ho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu bergerak di atas tanah untuk waktu yang lama dengan mesin pendorong udara yang menggunakan secara murni tekanan dara daripada &lt;br /&gt;
menggunakan tenaga listrik statis. Kalau kamu sedang serius, tenaga yang keluar itu cukup kuat untuk menghempaskan prajurit yang ada di &lt;br /&gt;
sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau sedang melaju bersama dengan para prajurit, mesin pendorong udara yang aku gunakan cukup kecil untuk menahan berat Object saja. Oh &lt;br /&gt;
ho ho. Itulah kenapa udara di sekeliling sini tidak terganggu dan para prajurit bisa berjalan beriringan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heeh. Jadi itu yang dilakukan oleh Aliansi Informasi akhir-akhir ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku suka dengan tatapan kagummu. Oh, dan untuk membiarkan tekanan udara ini bisa bergerak secara maksimal, tubuh utamanya menggunakan &lt;br /&gt;
karbon dan material aramid untuk bagian zirahnya. Oh ho ho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngomong-ngomong, berjalan seperti ini sangat melelahkan, jadi apa aku bisa ikut menumpang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ho ho. Kalau cuman prajurit biasa saja tidak jadi masalah, naik saja sesukamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser meraih sesuatu seperti material urethane dari mesin pendorong udara dan Heivia tiba-tiba saja berteriak padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Hei! Itu bukan ide yang bagus Quenser!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Apa? Apa karena unit intelijen Aliansi Informasi melihatku karena takut informasi Object mereka akan bocor?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(Itu salah satunya, sebenarnya sekarang mereka melihat wajahmu dengan teropong mereka adalah salah satu masalah, tapi masalah sebenarnya &lt;br /&gt;
adalah putri sepertinya agak badmood untuk alasan tertentu!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Hah?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir sampai menaiki material urethane yang digunakan oleh mesin pendorong udara ini, Quenser melihat Object sang Putri itu dengan &lt;br /&gt;
bingung. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melihat Object sang Putri bergerak seperti menggeleng-gelengkan kepalanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak apa-apa,” kata putri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gwaah!? Object putri yang terlalu banyak bergerak membuat tekanan udara dan semprotan penolak itu menerbangkan pasir ke mana-mana!!” &lt;br /&gt;
teriak Heivia dari tanah dan semua pasukan yang berada dalam formasi mereka mulai batuk-batuk. Quenser menghindari itu dengan menaiki &lt;br /&gt;
Object itu beberapa meter ke atas. “Quenser! Kalau kamu mau mencegah lebih banyak kerusakan, naik saja ke Object sang Putri!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi Object sang Putri menggunakan listrik statis dan laser untuk penggeraknya? Itu menyimpangkan laser secara acak dengan lempeng logam &lt;br /&gt;
untuk memanaskan udara dan meledakkannya. Aku pikir cukup berbahaya untuk berada dekat dengan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uhuk uhuk!! Y-ya, pasir ini juga cukup berbahaya juga, tahu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah saat ketika Elit Aliansi Informasi itu berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mencoba untuk ramah dan mengobrol secara Santi merupakan salah satu cara untuk meraih kepercayaan di antara prajurit seperti kita. Oh ho &lt;br /&gt;
ho. Aku rasa, Elit dari Kerajaan Legitimasi tidak tahu cara tata krama untuk berkawan dengan orang lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku bilang tidak ada apa-apa... apa kau mengejekku?” jawab sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong Quenser!! Cepat turun!! Jangan memancing amarah antara Putri dengan Elit itu!! Kalau begini terus, kita semua akan mati terbunuh &lt;br /&gt;
di antara pertempuran dua Object ini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser bisa mendengar suara teriakan di bawahnya, tapi dia tidak punya matan untuk turun kembali dan berjalan dengan peralatan berat di &lt;br /&gt;
punggungnya. Dia berbaring di urethane itu dan membuat dirinya nyaman sampai mereka sampai.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Heavy_Object_(Indonesia)&amp;diff=439608</id>
		<title>Heavy Object (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Heavy_Object_(Indonesia)&amp;diff=439608"/>
		<updated>2015-04-27T02:35:20Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Teaser|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy Object v01 cover.jpg|thumb|300px|right|&#039;&#039;The cover art of volume 1&#039;&#039;]]&amp;quot;HEAVY OBJECT&amp;quot; (ヘヴィーオブジェクト) adalah seri sains fiksi (Sci-fi) oleh Kazuma Kamachi (鎌池 和馬) dan diilustrasikan oleh Ryou Nagi (凪良) diterbitkan oleh Dengeki Light Novel Label. Saat ini sudah ada delapan seri yang telah diterbitkan. Adaptasi manganya telah diterbitkan oleh di majalah bulanan Dengeki Maou. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anime-nya akan ditayangkan pada awal Oktober. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri Heavy Object juga tersedia dalam beberapa bahasa:&lt;br /&gt;
*[[Heavy Object ~ (Spanish)|Español (Spanish)]]&lt;br /&gt;
*[[HEAVY OBJECT|Inggris (English)]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sinopsis Cerita ==&lt;br /&gt;
Dan pada akhirnya, perang tak bisa dihilangkan. Tapi, ada sebuah perubahan. Bahkan di balik para pembantu kejahatan berhati dingin, ada sebuah perubahan. Senjata pemusnah itu adalah &amp;quot;Object&amp;quot;. Senjata ini merubah semua arti dari perang. Seorang siswa pertukaran bernama Quenser, yang dikirim ke medan perang, bertemu dengan seorang gadis elit dengan aura yang aneh. Gadis itu, yang disebut &amp;quot;Elit&amp;quot;, adalah pilot dari &amp;quot;Object&amp;quot;. Di masa depan. Laki-laki kecil ini harus berdiri menggantikan peran dari gadis itu untuk menjadi pilot dari senjata terhebat di dunia, &amp;quot;Object&amp;quot; untuk gadis itu. Ini adalah alasan dari pertemuan pertama mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan ==&lt;br /&gt;
Ini adalah proyek terjemahan second hand setelah versi English-nya, bagi yang mampu berbahasa Jepang dan ingin meninjau ulang dari bahasa aslinya, bantuan anda sangat kami hargai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Semua bab (yang sudah disunting) harus mengikuti format guideline yang berlaku.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[HEAVY OBJECT (Indonesia):Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap penerjemah diminta untuk mendaftarkan [[No Game No Life (Indonesia):Halaman Pendaftaran|mendaftarkan]] bab mana yang akan mereka kerjakan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pembaruan ==&lt;br /&gt;
*27 April 2015, Volume 1 Bagian 2 (8/8)&lt;br /&gt;
*6 Maret 2015, Volume 1 Bagian 2 (5/8)&lt;br /&gt;
*1 Januari 2015, Volume 1 Bagian 1: Selesai (17/17)&lt;br /&gt;
*16 Desember 2014, Volume 1 Bagian 1 - 8: Selesai&lt;br /&gt;
*11 November 2014, Pembuatan laman HEAVY OBJECT; Pencarian Translator; Pembenahan Laman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri HEAVY OBJECT ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 1  ===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 1|Bagian 1 - Tentara Berpangkat Rendah yang Mengalahkan Gulliver &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran di Salju Alaska yang Membeku]] (Edit Cek)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 2|Bagian 2 - Si Jempol Tom Berlari di Ladang Minyak &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Menutup Jalan Masuk Melewati Gibraltar]] (Edit Check)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 3|Bagian 3 - Perang Antara Semut dan Belalang Sembah &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran untuk Mengalahkan Negara Junta Militer Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 2: Penerapan Perang - &#039;&#039;Seleksi Perang&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 1|Bagian 1 - Hal yang Biasa Jika Berlumpur di Lokasi Halang Rintang &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Mengontrol Antartica]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 2|Bagian 2 - Si Kaki Tiga yang Mendaki Gunung Demi Hidup dan Mati &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Peluru Meriam di Gunung Iguazu]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 3|Bagian 3 - Di Pertempuran antar Kavaleri, Serang Kaki-kaki Musuhmu &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Mati-matian di Kota Amazon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 3: Bayangan Raksasa - &#039;&#039;Bayangan Dunia&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 1|Bagian 1 - Kuburan Rongsokan Logam adalah Harta Karun untuk Mencari Logam Langka &amp;gt;&amp;gt; Mencegat Sisa Pasukan di Alaska]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 2|Bagian 2 - Tambang Batu Bara yang Menghanmburkan Tumpukan Uang &amp;gt;&amp;gt; Serang Kejutan Secapat Kilat di Semenanjung Kamchatka]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 3|Bagian 3 - Harga Diri itu Tak Ternilai &amp;gt;&amp;gt; Pencegatan Darurat di Pulau Victoria]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 4: Harta Karun Matematika Elektron - &#039;&#039;Nadi Teoritis&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 1|Bagian 1 - Seharusnya itu adalah Lautan Biru Alami &amp;gt;&amp;gt; Perang ilegal di Distrik Loyauté]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 2|Bagian 2 - Natal di Pantai Pasir Putih &amp;gt;&amp;gt; Cuti di Garnisun Perang (?) di Distrik Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 3|Bagian 3 - Harta Karun Laut Merah Pekat &amp;gt;&amp;gt; Bertahan di Distrik Solomon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 5: Festival Kematian - &#039;&#039;Menebus Technopics&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 1|Bagian 1]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 2|Bagian 2]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 3|Bagian 3]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 4|Bagian 4]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 5|Bagian 5]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 6: Jalan Menuju Generasi Ketiga - &#039;&#039;Kedatangan Generasi Ketiga&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 1|Bagian 1 - Perang yang Pecah di Dekat Surga &amp;gt;&amp;gt; Perang Adu Kepintaran di Distrik Cook]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 2|Bagian 2 - Sebuah Tim yang Membawa Tugas yang Jauh Lebih Menyakitkan dari pada Neraka &amp;gt;&amp;gt; Perang Antar Angkutan di Distrik Anthabasca]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 3|Bagian 3 - Konsprisai Sebuah Bank yang Menunjukkan Ketamakan Manusia &amp;gt;&amp;gt; Perang Serangan Meriam di Distrik Amazon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 7: &#039;&#039;Polisi Hantu&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 1|Bagian 1 - Pertandingan Adu Tembak di antara Dua Orang Bodoh &amp;gt;&amp;gt; Saling Mengejek di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 2|Bagian 2 - Pekerjaanku adalah Mengantarkan Cat &amp;gt;&amp;gt; Perang Adu Kepintaran di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 3|Bagian 3 - Polisi ada untuk Menghentikan Perang &amp;gt;&amp;gt; Perang Kemerdekaan di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 8: &#039;&#039;70% Persemakmuran&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 1|Bagian 1 - Sumber Daya Alam yang Tak Bisa Dibuat Berlimpah &amp;gt;&amp;gt; Mendarat di Negara Kepulauan Ame-no-Darin]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 2|Bagian 2 - Di mana Model Baru itu Hilang? &amp;gt;&amp;gt; Menyapu Ranjau Distrik Barat Pasifik yang Jauh ]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 3|Bagian 3 - Mata Seorang Dewi yang Berkerlip di dalam Kegelapan &amp;gt;&amp;gt; Perang Habis-habisan di Distrik Kaledonia Baru]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Pengawas: [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
* Manager Proyek: [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Penerjemah==&lt;br /&gt;
* [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
Bagi yang lebih paham mengenai EYD dan kosakata bahasa Indonesia yang lebih baik, bisa bergabung dalam proyek ini&lt;br /&gt;
* [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jumlah Seri ==&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト / HEAVY OBJECT (10 OCT 2009, ISBN 978-4-04-868069-1)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 採用戦争 / HEAVY OBJECT Saiyou Sensou (10 JUN 2010, ISBN 978-4-04-868594-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 巨人達の影 / HEAVY OBJECT Kyojin tachi no Kage (10 NOV 2010, ISBN 978-4-04-870051-1)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 電子数学の財宝 / HEAVY OBJECT Denshi Suugaku no Zaihou (10 SEP 2011, ISBN 978-4-04-870549-3)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 死の祭典 / HEAVY OBJECT Shi no Saiten (10 NOV 2011, ISBN 978-4-04-870997-2)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 第三世代への道 / HEAVY OBJECT Daisansedai e no Michi (10 JUN 2012, ISBN 978-4-04-886624-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 亡霊達の警察 / HEAVY OBJECT Bourei tachi no Keisatsu (9 NOV 2013, ISBN 978-4-04-866080-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 七〇%の支配者 / HEAVY OBJECT Nana rei-pasento no Shihai-sha(8 MARCH 2014, ISBN 978-4-04-866379-3)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_1_Bagian_2&amp;diff=439590</id>
		<title>HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 2</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_1_Bagian_2&amp;diff=439590"/>
		<updated>2015-04-27T01:38:09Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Bagian 2: Si Jempol Tom Berlari di Padang Minyak &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran untuk Menutup Jalan Masuk Melewati Gibraltar==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang gadis yang dikenal sebagai seorang Elit, yang dipanggil dengan nama ‘putri’ (meski dia tidak suka dipanggil seperti itu) oleh &lt;br /&gt;
para prajurit dan pasukan, sedang berada di dalam sebuah pelabuhan besar yang digunakan sebagai markas perawatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fasilitas yang digunakan untuk merawat Object setinggi 50 meternya cukup besar untuk menampungnya. Jika seorang ahli bangunan Yunani &lt;br /&gt;
melihat bahwa kuil yang ia bangun sudah sangat besar, maka mereka pasti akan terkejut ketika melihat hal ini. Object sang Putri, Baby &lt;br /&gt;
Magnum, masuk dengan pas di dalam strukturnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object itu dikelilingi oleh jalur-jalur perawatan dan Sang Putri itu sedang duduk di pusat Object itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam tubuh utama Object itu adalah sebuah tempat yang berbentuk seperti bola. Itu adalah bagian kokpit dari Object. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk bisa ditempati oleh Object, kokpit itu sendiri membentuk sebuah bola dengan ukuran 2 meter. Kursinya dibuat secara ergonomis, &lt;br /&gt;
bentuknya sudah dihirung oleh komputer untuk mengurangi rasa lelah yang diakibatkan oleh posisi duduk yang tidak nyaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kokpit yang berada di dalam Object itu tidak memiliki jendela atau pelindung yang membuatnya bisa melihat ke luar. Ia hanya bisa melalui &lt;br /&gt;
monitor yang bekerja dengan gabungan sensor dan kamera. Monitor itu berbentuk lengingan dan dipasang dengan rapi di dalam  bola itu dan &lt;br /&gt;
sang Elit tinggal melihat seluruh area itu dengan pandangan 300 jendela yang begitu akurat namun cepat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi pusat kontrol Object bukan hanya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang putri menggunakan jari telunjukkan untuk mengetuk pelan perangkat yang ia kenakan seperti sebuah kacamata atletik. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sebuah perangkat yang menggunakan pancaran inframerah untuk membaca gerakan matanya, tapi dia juga menggunakan sebuah tongkat &lt;br /&gt;
kontrol seperti yang ada di dalam badan pesawat dan sejumlah keyboard yang sangat banyak. Semua kontrol sistem itu berfungsi sebagai &lt;br /&gt;
sistem utamanya dan yang lain menjadi sistem penyokong. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sejumlah sistem utama dan banyaknya kombinasi yang diperlukan dari kombinasi sistem penyokongnya sudah cukup untuk &lt;br /&gt;
membingungkanmu. Namun, sebuah Object adalah ikon kebanggaan kekuatan militer sebuah negara. Jika seorang tidak bisa bertempur hanya &lt;br /&gt;
karena tidak bisa memahami seluruh seluk beluk sistem itu, maka alasan itu akan sangat memalukan, jadi seorang pilot haruslah sangat &lt;br /&gt;
memahami seluruh seluk beluk sistem yang ada hingga yang paling detail. Seorang pilot elit harus mempelajari sebuah buku petunjuk manual &lt;br /&gt;
yang lebih tebal dari sebuah ensiklopedia dan lebih banyak lagi buku manual yang harus dipelajari demi menjamin semua pola dan masalah &lt;br /&gt;
yang kira-kira akan dihadapi di seluruh situasi yang akan datang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Putri menghela napasnya sedikit di dalam Object yang sedang di-service. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak menghela napasnya karena misi berikutnya yang mengharuskannya membunuh seseorang yang memiliki keluarga nan jauh di sana. &lt;br /&gt;
Malahan, dia sedang memegang sebuah ponsel di tangannya. Untuk mencegah peretasan, biasanya sebuah Object akan memotong sebuah sinyal &lt;br /&gt;
yang datang dari luar kecuali sejumlah sedikit perangkat yang digunakan sistem untuk berkomunikasi dengan seluruh sistem, tapi dinding &lt;br /&gt;
pelindung yang meliputi terowongan panjang hingga masuk ke dalam kokpit Object dibuka untuk kepentingan perawatan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sedang melihat ponsel di layar kecilnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah surel pendek tampil di situ. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berasal dari temannya yang ia temui di Alaska dan orang yang telah menyelamatkannya saat dia berada dalam masalah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh heh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya surel itu sendiri pendek dan isinya juga blak-blakkan tapi sang putri tidak peduli. Dia tidak pernah membayangkan jika orang &lt;br /&gt;
yang mengirimkannya itu memiliki makna yang lebih dalam dari yang sebenarnya ia katakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh heh he he he. Heh heh he he he.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mulai berguman dan bergerak ke kanan dan ke kiri di kursinya dan sedikit menari. Dan kemudian secara tidak sengaja dia mengayunkan &lt;br /&gt;
tangannya ke sekeliling dan secara tak sengaja menekan sebuah tuas di belakang tangannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu meriam itu bergerak dengan suara besi yang berdentum dan seperti akan menghancurkan jalan di sekeliling tempat perawatan itu. &lt;br /&gt;
Sang putri dengan panik menarik tuas itu ke tempatnya sebelum meriam itu melempar nenek tua itu ke luar dan membuat homerun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Quenser, misi kita akan segera dimulai. Komunikasi pribadi dilarang keras, jadi simpan ponselmu dengan rapi sampai kita memiliki waktu &lt;br /&gt;
luang lagi,” kata Froleytia memperingati, seorang atasan Quenser yang cantik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dengan cepat menaruh ponselnya di kantongnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Misinya sederhana,” kata Froleytia di dalam sebuah wahana transportasi sambil menggoyangkan sumpit rambut bergaya kanzashi di rambut &lt;br /&gt;
peraknya. “Object musuh mencoba meneroboh selat Gibraltar, jalan masuk ke laut Mediterania. Karena bencana yang akan terjadi jika ia &lt;br /&gt;
berhasil menerobos, kita harus menghentikannya tanpa menghancurkannya sebelum ia menerobos selat ini. Hanya itu saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya itu saja!? Menghentikannya tanpa meledakkannya? Apa kita harus memberikan serangan mematikan tanpa meledakkan monster itu?” keluh &lt;br /&gt;
Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia sebenarnya sudah menyadari pertanyaan bodoh itu karena dia memberikan anggukan kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Para atasan benar-benar serius memberikan kita perintah itu. Sepertinya Object ini membawa banyak sekali jumlah minyak mentah di &lt;br /&gt;
dalamnya yang mereka curi dan mereka ingin mengambilnya,” kata Froleytia sederhana. “Tapi jangan khawatir. Selama aku yang memimpin di &lt;br /&gt;
sini, aku akan memberikan perintah yang lebih realistis.... Jangan pikirkan minyak yang dicuri itu, hentikan saja Object itu sebelum &lt;br /&gt;
berhasil melintasi selat Gibraltar. Kalau kamu perlu meledakkannya, ledakkan saja. Hanya itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pikir itu ide yang sangat payah. Itu bukan musuh yang bisa ditangani prajurit seperti kami....” keluh Quenser, tapi sepertinya &lt;br /&gt;
Froleytia tidak mau lagi berkompromi tentang ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser merasa pusing saat dia berpikir bahwa pertempuran sengit sebentar lagi akan terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Laut Mediterania. Aku rasa itulah kenapa pakaian kamuflase kita diganti dengan warna abu-abu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat, Heivia. Tamtama akhir-akhir ini cepat mengerti. Sebagai seorang prajurit, bisakah kau menggantinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, oke. Tinggal mengganti pola motif senapanku saja kan? Tuhan, rasanya seperti mengganti warna latar ponselku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau ingin adu mulut dengan atasanmu, Heivia? Kalau iya, cepat dan hajar aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu mungkin tidak akan melakukan hal itu. Kupikir aku akan lebih bersemangat kalau kamu menginjak selangkanganku dengan kaki rampingmu &lt;br /&gt;
itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan jawaban itu, Heivia mengganti bagian plastik senapan itu dengan warna yang dia suruh tadi. Sambil melihatnya, Quenser berbicara &lt;br /&gt;
kepada Froleytia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kamu ada di sini, Froleytia? Bukannya kamu ditugaskan di Alaska?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku dipindah ke sini bukan karena aku mau. Sekali lagi, ini perintah atasan. Karena kamu berdua dan sang putri akan bekerja sama lagi &lt;br /&gt;
hari ini, mereka pikir akan lebih baik jika ada seorang atasan yang sama-sama berasal dari Alaska. Jujur saja, aku tidak ingin berada di &lt;br /&gt;
tempat yang sama dengan tempat kalian berdiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang akan terjadi jika Object ini menembus selat ini? Katamu, monster itu berusaha mengirim minyak mentah yang dicurinya, bukan?” &lt;br /&gt;
tanya Quenser mencoba mengganti topik pembicaraan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia mengangkat bahunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Negara kita sudah memotong jalan masuk markas musuh selama enam bulan dan kerja keras itu akan menjadi sia-sia jika benda itu menerobos &lt;br /&gt;
selat. Sebenarnya, Object itu sudah melintasi laut untuk mencari cadangan minyaknya sendiri. Tanpa mengindahkan garis batas laut &lt;br /&gt;
internasional dan laut teritorial, Object itu mengebor minyaknya sendiri, menyimpannya, dan membagikannya kepada negara-negara sekutunya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi ini seperti ini layanan kiriman untuk para negara penyokong dana sebuah grup teroris dan akan menguntungkan bagi kita jika kita &lt;br /&gt;
menenggelamkannya di sini,” kata Heivia dengan bibirnya yang melengkung sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menganggukkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika minyak saja sangat dibutuhkan oleh sebuah pertempuran yang berpusat pada Object, reaktor mereka pasti menggunakan tipe JPlevelMHD, &lt;br /&gt;
benar? Aku duga cara kerjanya memiliki spesialisasi khusus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ironis sekali. Semakin maju perkembangan teknologi yang di dapat, semakin efisien kerja alat itu jika menggunakan bahan bakar lawas &lt;br /&gt;
seperti batu bara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, tapi untuk JPlevel, minyak yang ada di dalamnya akan dilelehkan sebelum struktur kimianya sebelum dipadatkan kembali. Apa kau tahu &lt;br /&gt;
berapa lama minyak itu akan bertahan setelah dibakar? Sekalinya minyak itu ada di dalam reaktor, kau tidak perlu menggantinya selama lima &lt;br /&gt;
tahun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka menyimpang ke garis singgung, Froleytia membawa topik pembicaraan ini kembali ke jalurnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Minyak yang digunakan itu digunakan juga untuk markasnya, bukan Object saja. Seperti markas yang kau serang di Alaska, sebuah Object &lt;br /&gt;
tidak bisa berfungsi jika tidak menjalani sebuah perawatan.” Saat ia tidak bisa minum saat mereka sampai di markas, ia menyeruput shochu &lt;br /&gt;
yang rasanya keras. “Ada garis gawang yang dipasang di antara selat Gibraltar. Kita memasang sebuah jaring yang berisi ranjau yang &lt;br /&gt;
dirajut di jaring itu. Seharusnya itu bisa menghalau monster logam itu untuk lewat, tapi siapa tahu kalau itu bisa melukai Object. Itulah &lt;br /&gt;
kenapa Object milik sang putri akan melawannya saat kalian berdua melakukan misi kalian di balik layar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya posisi kita sangat tidak nyaman. Aku pikir aku akan mati dengan ditembak oleh 100 peluru nyasar.” Gerutu Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat melalui jendela kecil di samping wahana pengangkut itu. dia bisa melihat lautan biru membentang di bawah awan. Saat dia &lt;br /&gt;
melihatnya, dia berguman beberapa kalimat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku kembali dasar medan perang sialan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wahana pengangkut yang membawa Quenser dan yang lain telah mendarat di sebuah landasan pacu di pantai itu, tapi sepertinya mereka tidak &lt;br /&gt;
dibawa menuju ke markas perawatan seperti yang tadi ditugaskan kepada mereka berada. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Kau pasti bercanda kan. Itu tepat di tengah-tengah!” kata Heivia, protes, dari sebuah kapal perang sedang dengan lapisan besi &lt;br /&gt;
standar yang menutupinya dan dua buah meriam otomatis di belakang dan di depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengerti bagaimana perasaan Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah bangunan dengan struktur sama seperti sebuah pusat pengeboran minyak berdiri di tengah-tengah selat Gibraltar. Itu adalah sebuah &lt;br /&gt;
pulau yang terbuat dari logam yang berdiri dengan sejumlah pilar di bawahnya. Sepertinya, itu adalah sebuah bangunan yang dibuat dengan &lt;br /&gt;
sangat cepat mengingat bahwa sewaktu-waktu Object musuh dapat menerobos selat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pilar itu memiliki panjang 50 meter di bawah permukaan laut dan itu menyokong sesuatu seperti langit-langit logam selebar 300 meter &lt;br /&gt;
persegi. Dibawahnya, banyak jalan, tangga, dan elevator yang memanjang di setiap arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat Froleytia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita seperti sebuah target yang sangat empuk di sini. Kalau kita tahu bahwa makhluk itu akan datang ke sini, kenapa kita tidak &lt;br /&gt;
menggunakan angkatan udara daripada menunggunya lewat selat ini.?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak akan berguna melawan Object. Penelitianmu tentang desain Object seharusnya membuatmu sadar bahwa Object sinonim dengan Perang. &lt;br /&gt;
Untuk menghentikannya melewati selat Gibraltar, kita harus membangun markas untuk Object sang Putri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser tahu itu, tapi dia hanya ingin supaya dia tidak perlu lagi bertempur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun juga, harus bekerja di tempat yang sangat berbahaya ini bukan sesuatu yang mudah diemban oleh seseorang. Kalau Object itu &lt;br /&gt;
membombardir tempat ini, mayat mereka tidak akan pernah muncul ke permukaan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat sekelilingnya dan bisa melihat beberapa bangunan yang mirip dengan tempat mereka berada yang terlihat seperti sebuah &lt;br /&gt;
titik di laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu bukan bangunan untuk mengebor minyak. Tempat ini tidak cocok untuk mengebor minyak,” jawab Froleytia saat Quenser menampakkan &lt;br /&gt;
ekspresi itu. “Minyak yang dibutuhkan untuk perawatan itu dikumpulkan dari area yang bisa diajak kerja sama di seluruh dunia dan disimpan &lt;br /&gt;
di sebuah tangki penyimpanan di bawah laut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Jadi yang kita lakukan itu sama seperti mereka. Ini benar-benar membuat semangatku menurun,” kata Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, Heivia turun dari wahana itu dan menaiki tangga metal itu dan berjalan naik ke puncak markas itu. Tentu saja dia tidak &lt;br /&gt;
berniat untuk naik sebuah gedung setinggi 50 meter dengan tangga. Pertama dia akan naik melalui sebuah elevator.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengikutinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kenapa kamu begitu semangat sih?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku rasa para petinggi mengharapkan sesuatu yang sangat besar dari kita. Dari yang aku dengar, mereka bahkan memberikan sebuah sebuah &lt;br /&gt;
setelan yang sama seperti milik sang putri dari tentara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelan itu akan hancur berkeping-keping dan bahkan debunya pun tidak akan bersisa dari serangan Object.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi bukannya setelan itu bisa menahan tubuh kita agar tidak hancur berkeping-keping dari ledakannya bukan? Terbunuh akibat zirah milik &lt;br /&gt;
sekutumu sendiri merupakan cara mati yang tidak enak dilihat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka akhirnya sampai di sebuah pelataran di atas 10 meter di atas permukaan air. Area itu seluas 100 meter dan panjangnya 30 meter. &lt;br /&gt;
Karena ada beberapa crane yang bekerja di situ seperti sebuah tongkat pancing, pasti tempat ini adalah tempat untuk mengeluarkan dan &lt;br /&gt;
memasukkan kargo dari kapal pengangkut. Di dinding yang berlawanan dengan crane itu, sejumlah elevator bergerak untuk mengangkat dan &lt;br /&gt;
menurunkan kargo sedang disiapkan. Sebuah elevator dengan luas enam tatami sebesar ruang keluarga biasa dengan atap yang jarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia berlari mengelilingi tempat itu sebelum berhenti di pusatnya dan membuka tangannya lebar-lebar. Mungkin dia sedang berusaha &lt;br /&gt;
memanggil UFO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tiba di tempat sebesar ini bisa membuat semangatmu naik, bukan begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Mengisi kepalaku dengan ilmu pengetahuan tanpa bisa menulis sebuah tesis itu membuang-buang isi kepalaku saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau masih bertingkah seperti seorang tamtama? Kamu baru saja lulus dari markas Alaska, ingat? Sekali kau melewatinya, tidak ada lagi &lt;br /&gt;
yang perlu dikhawatirkan untuk sisa hidupmu, mengerti?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ototmu itulah otakmu, jadi kau perlu merehabilitasinya kembali saat kau berhenti menggunakannya. Aku tidak ingin semua yang aku tahu &lt;br /&gt;
hanya digunakan untuk meledakkan sesuatu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka saling berbicara, Froleytia memanggil mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kita tidak di sini untuk bersenang-senang. Cepat siapkan peralatanmu itu di loker dan cepat melapor ke pos. Aku dengar para &lt;br /&gt;
petinggi sedang mengamati kita, jadi setiap kesalahan yang kamu perbuat akan berdampak buruk bagimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu benar. Dan peledak yang kita gunakan diganti dari C4 menjadi Hand Axe, bukan begitu? Alat ini jauh lebih berharga pergramnya dari &lt;br /&gt;
pada platinium.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walau begitu, itu tidak akan bisa menggores zirah Object,” kata Quenser mencoba mengingat misi yang pernah mereka jalani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia lalu berbisik kepada temannya yang ada di sebelahnya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Hei, apa kau pikir kita bisa berhasil Entah bagaimana caranya? Bukannya tidak biasa jika orang seperti kita bisa melawan Object. &lt;br /&gt;
Keajaiban seperti di Alaska tidak akan terjadi dua kali berturut-turut...)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, aku pikir bahwa kita bisa melewati ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Quenser yang terbuka lebar membuat Heivia terkejut karena jawabannya sangat hati yang ringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia mengeluh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lagi pula, kali ini bukan hanya kita yang beraksi. Kita punya Objectnya tuan Putri. Pertarungan Object vs Object akan jadi fokus utama &lt;br /&gt;
di sini dan tugas kita hanya membantunya dari belakang untuk memberikan dukungan sebanyak yang kita bisa bagi sang Putri. Nanti juga &lt;br /&gt;
Putri akan mengurus sisanya. Ini tidak sama dengan pertarungan kita di Alaska saat kita harus melawan Object yang luar biasa besarnya itu &lt;br /&gt;
sendiri tanpa Object di sisi kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau... yakin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, lihat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia menunjuk pelat besi markas yang ada di seluruh sisi laut itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa fasilitas yang sama juga berada di lautan itu. Tidak hanya sedikit. Ada dua puluh sampai tiga puluh markas yang menutupi selat &lt;br /&gt;
ini dalam garis lurus dengan jarak interval. Itu terlihat seperti fasilitas pengeboran yang berada di pesisir laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka mungkin membangun markas ini buru-buru, tapi ada 30 markas perawatan Object di sini. Bahkan jika ada dua atau tiga yang diserang, &lt;br /&gt;
kita masih bisa bertahan untuk merawat Object kita. Sebenarnya tidak normal kalau kita menghabiskan uang untuk ini dan mereka pasti tidak &lt;br /&gt;
ingin fasilitas yang mereka bangun ini dihancurkan begitu saja. Atasan kita pasti sudah memperkirakan hal itu. Dan juga kesempatan kita &lt;br /&gt;
untuk hidup juga semakin besar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan itu membuat Quenser mulai melihat situasi ini dari sudut yang lebih positif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika mereka tidak lebih dari pion yang akan dikorbankan, atasan mereka tidak mungkin menggunakan uang sebanyak itu untuk membangun &lt;br /&gt;
fasilitas-fasilitas ini. dan juga mereka memiliki Object sang Putri. Setelah mendapatkan pengalaman mereka di Alaska, mereka juga tidak &lt;br /&gt;
bisa begitu saja bergantung padanya, tapi memiliki sang Putri di sisi mereka pasti juga memberikan keuntungan bagi mereka. Dan paling &lt;br /&gt;
tidak, sebuah pertarungan antara Object dengan Object jauh lebih seimbang jika dibandingkan mereka harus bertarung sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tugas Quenser dan Heivia adalah untuk untuk mendukungnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tidak akan melawan Object itu satu lawan satu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka hanya membantu sang Putri dari belakang dan menyiapkan cara-cara untuk membawa mereka kepada kemenangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika hanya itu, mungkin mereka masih mungkin untuk menang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser tersenyum di wajahnya dan dia berbalik menuju rekannya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, mungkin kita akan baik—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum dia menyelesaikan apa yang akan dia katakan, markas yang ada di sebelah mereka dihancurkan menjadi berkeping-keping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ledakannya baru terasa setelah mereka melihatnya secara visual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti sebuah kartu yang disusun membentuk piramid, markas itu hancur oleh sebuah serangan horizontal dan tenggelam ke laut. Markas yang &lt;br /&gt;
ada di sebelahnya sejauh 200 meter, tapi gelombang ledakannya menghempaskan tubuh Quenser dan Heivia. Sebuah kabel dari perangkat &lt;br /&gt;
menancap ke bawah dari atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa..?!! Apa bangunan itu tidak memiliki standar kualitas yang baik?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bodoh! Jangan mencoba kabur dari realita di depanmu! Itu pasti Object!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mendarat dengan punggungnya, dan dia berguling dengan perutnya dan menggunakan teropong untuk melihat sejauhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menemukan sesuatu berbentuk gunung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy_Object_v01_168.png|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melihat sebuah raksasa dengan zirah pelindung serangan nuklir yang menutupi reaktornya yang menjadi karakteristik dari sebuah Object yang sama dengan jumlah senjata yang mengitarinya. Senjata utamanya adalah Railgun. Sepertinya, senjata itu mampu menembakkan proyektilnya dengan kecepatan Mach 10. Kekuatan penghancurnya sungguh luar biasa seperti yang telah mereka lihat itu. Salah satu senjata itu menghancurkan seluruh markas itu dari peta dalam sekali tembakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih di atas itu, Object itu tidak hanya memiliki satu reaktor di dalamnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu ada tiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga bola itu disusun dan membentuk sebuah segitiga sama sisi dan sebuah zirah yang menghubungkan reaktor itu lalu riak air mendengus &lt;br /&gt;
dari Object berbentuk huruf A itu dan mesin bantalan udara di bawah Object itu membuat Object itu mampu mengambang di atas permukaan air. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object itu khusus dibuat untuk pertempuran laut. Lebih dikenal dengan nama Tri-Core.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Heivia melihat raksasa yang ada di dalam dokumen militer, dia mulai berteriak komplain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, tunggu, tunggu, tunggu!! Bagaimana caranya benda itu bisa bergerak ke sana ke mari!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu! Mungkin itu menggunakan kombinasi dari udara untuk mengambangkannya seperti Hovercraft dan jet air atau sesuatu yang &lt;br /&gt;
lain! Dengan bentuk sebesar itu, aku tidak terkejut kalau Object itu mempunyai banyak pendorong!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa memperhatikan kedua bocah laki-laki itu, Object itu mengarahkan railgun raksasanya yang terlihat seperti tiang besi di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object itu tidak memberikan peringatan atau ancaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara ledakan yang mengelegar, markas yang berjejer dalam garis yang membelah laut itu secara horizontal dihancurkan satu persatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia menutup telinganya dan berteriak dibalik gelombang ledakan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, apa benda sialan itu menembak kita seperti target di game menembak atau sesuatu seperti itu!? Kenapa jaring ranjaunya tidak &lt;br /&gt;
berfungsi!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Peledak biasa tidak akan bisa melakukan apapun saat melawan monster itu! harusnya kamu tahu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengalihkan teropongna ke arah lain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya adalah 60 detik yang terlewat sejak tembakan pertama dan hampir setengah markas itu telah tenggelam. Itu berarti tiap-tiap markas &lt;br /&gt;
ini tenggelam satu persatu tiap empat detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Di mana Object sang Putri? Jangan bilang padaku bahwa Object-nya ikut hancur di dalam markas tadi!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mulai panik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa yang harus kita lakukan!? Kita terlalu naif! Object bukan sesuatu yang bisa kita kalahkan dengan cara berhadap-hadapan! Berada &lt;br /&gt;
di tengah-tengah pertempuran antar Object akan membuat tubuh kita hancur berkeping-keping!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, tunggu. Kenapa Object sang Putri tidak membalas?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih terbaring di bawah, Quenser melihat ke sekelilingnya dengan teropongnya, tapi dia tidak melihat tanda-tanda Object besar yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah saat di mana Froleytia memanggil mereka sambil melihat Object yang berada di laut itu dengan wajah yang sedikit marah dan &lt;br /&gt;
terganggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa!? Kalian berdua tidak dengar!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak suara suara itu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sang Putri ada di sebuah markas pelabuhan di darat sambil menunggu perawatannya selesai untuk mengambang dalam pertempuran laut ini! &lt;br /&gt;
Sepertinya, mereka mengujicobanya dengan menyeberangi Samudera Atlantik, jadi kedatangannya ditunda! Kenapa kamu pikir kita menyewa &lt;br /&gt;
pesawat untuk menerbangkanmu ke sini dengan cepat!? Karena Cinderella kita memiliki jam karet, dia perlu waktu untuk sampai ke sini. &lt;br /&gt;
Karena kalian berdua adalah satu-satunya aset yang kita miliki untuk melawan Object demi kita, pihak atasan ingin kalian untuk melukai &lt;br /&gt;
Object itu sampai sang Putri bisa sampai di sini dan segera mengalahkan benda itu saat dia telah tiba!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, fuck that,” kata Heivia, ketika dia mengurutkan hierarki kemiliteran. “Tidak mungkin kita bisa melakukannya sendiri. Tidak ada &lt;br /&gt;
yang bisa kita lakukan sendiri tanpa Object!! Jangan terlalu banyak bercanda dan cepat kibarkan bendera putihnya!! Apa kau tidak &lt;br /&gt;
mendengar kalau perang sekarang ini bukan lagi perang habis-habisan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah keputusanku saat kita bisa menyerahkan tanah kita bagi lawan dan melarikan diri. Kali ini, barisan pertahanan kita sudah &lt;br /&gt;
terbentuk untuk menghalangi jalan musuh. Bahkan kalau kita mengangkat bendera putih, Object musuh pasti akan menghancurkan setiap markas &lt;br /&gt;
yang ada di seluruh selat Gibraltar. ...Sederhananya, situasi sekarang tidak mendukung kita untuk menyerah.” Tanpa memperhatikan raut &lt;br /&gt;
sedih di wajah mereka, Froleytia melanjutkannya tanpa ekspresi yang ramah. “Juga, para atasan tidak ingin kita menggunakan kode nirkabel &lt;br /&gt;
untuk bendera putih saat ini. Sepertinya mereka ingin mencegah Object musuh untuk menerobos dari sini bahkan jika kita harus meledak &lt;br /&gt;
berkeping-keping.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi hentikan benda itu seperti nyawamu bergantung padanya... karena itu seharusnya. Itulah kenapa kita menyerahkan kapak tangan itu &lt;br /&gt;
kepadamu yang lebih mahal dari pada Platinum.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya kita bisa melakukannnnnnnnnnnyyyyyyyyyyyaaaaaaaaaaaaa!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya kita bisa melakukannnnnnnnnnnyyyyyyyyyyyaaaaaaaaaaaaa!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia berteriak di dalam tarikan napas yang panjang dan berlari tanpa mengindahkan perintah. Mereka berlari menuju laut &lt;br /&gt;
lepas yang menyebar di bawah crane yang memanjang turun seperti tongkat pemancing. Mereka berada di atas ketinggian 10 meter, tapi &lt;br /&gt;
melompat dari situ masih lebih baik dari pada menjadi sasaran Tri-Core.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, tunggu du—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia baru akan memanggil nama mereka, tapi sebelum dia menyelesaikannya, dia sadar bahwa Tri-Core sedang mengarahkan Railgunnya ke &lt;br /&gt;
arahnya. Ekspresinya langsung berubah dan dia melompat dari markas itu persis seperti apa yang dilakukan oleh Quenser dan Heivia. Lalu &lt;br /&gt;
setelah itu, markas seperti gunung itu dihancurkan berkeping-keping oleh Object raksasa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia terjun ke dalam laut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sisa-sisa dari markas yang besar dan kecil tersebar dan mengotori laut. Pemandangan itu seperti sebuah pohon yang jatuh dan batang-&lt;br /&gt;
batangnya yang menutupi hilir sungai setelah sebuah badai menerjangnya. Namun, markas perawatan itu terbuat dari besi dan semen, jadi &lt;br /&gt;
sisa-sisa markas itu tenggelam semakin dalam di bawah laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia mengayuh air dengan payah dengan berusaha menjaga kepala mereka tetap berada di atas permukaan air, tapi seragam &lt;br /&gt;
militer mereka cukup berat setelah menyerap air itu. Mereka juga membawa beberapa kilo bom plastik dan senapan, dan ini tidak sama dengan &lt;br /&gt;
berenang ketika memakai baju renang. Rasanya seperti sebuah tangan tak terlihat sedang menggapai kaki mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uehh... sial.... aku akan mati!! Kita akan terseret arus! Aku tidak akan pernah kembali ke pertempuran yang ada Objectnya!!” teriak Quenser saat dia akan tenggelam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sebelahnya, gerakan Heivia seperti seseorang yang hampir berenang dan tenggelam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saat ini, kita akan dihantam dengan sisa-sisa markas yang akan jatuh dari atas kita bahkan jika Object itu tidak menembak kita! Di mana &lt;br /&gt;
suit yang dijanjikan pada kita!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Di dasar laut sekarang! Bagaimana kalau kau menyelam sedalam 300 meter dan ambilkan itu buat kita!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka menjanjikan suit yang membuat kita tenggelam seperti batu saat kita bertempur di laut!? Apa para atasan itu mencoba menyingkirkan &lt;br /&gt;
kita setelah mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lebih pentingnya lagi, apakah kita tidak bisa menjauh dari markas ini sejauh mungkin!? Tangki minyak yang ada di dasar laut yang &lt;br /&gt;
disambungkan dengan pipa adalah sumber daya yang sangat penting bagi perawatan, bukan? Alat pengaman pasti sudah menahan minyak mentah &lt;br /&gt;
itu untuk bocor, tapi siapa yang tahu berapa lama alat penahan itu akan bertahan dari serangan Tri-Core!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi akan ada sebuah air mancur hitam yang diikuti lautan api!? Siapa sih sebenarnya yang menyetujui rencana buruk ini!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Heivia mengeluh, dia tenggelam di bawah permukaan laut sekali lagi dan dengan panik mencoba bangkit lagi. Sekali kepalanya naik ke &lt;br /&gt;
atas lagi, dia mengangguk seperti seekor anjing yang basah terkena air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, aku tidak akan lagi bisa bertahan. Aku akan tenggelam... Aku bisa menyingkirkan peledak di tubuhku, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan mengubah kesempatanmu untuk hidup dari 1% menjadi 0%!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memang apa yang bisa dilakukan rongsokan ini!? Bahkan kalau kita meletakkan dengan hati-hati, benda ini tidak akan melukai zirahnya sama &lt;br /&gt;
sekali! Dan bahkan kita tidak berada sangat dekat dengan situasi yang menguntungkan itu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu benar... mendekati Object itu masih menjadi masalah, tapi... gyahh!! Object itu mau kemari!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia melihat secara horizontal dengan wajah yang terkejut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core itu pasti telah memutuskan kemenangan mereka dipastikan setelah memeriksa seluruh markas yang telah dihancurkan dengan Railgun &lt;br /&gt;
(atau ia merasa lega karena tidak ada Object yang muncul) karena dia mendekat dengan rentetan suara tembakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu bergerak dengan kecepatan 200 kilometer per jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apa itu akan langsung menyeberangi selat ini?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang Quenser duga, dia mendengar Froleytia memanggilnya dengan hanya kepalanya di atas permukaan air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lakukan sesuatu!! Kalau benda itu melintasi selat ini, itu akan berhasil memberikan minyak bagi markas musuh! Kalau kamu tidak mau itu &lt;br /&gt;
terjadi, cepat lakukan sesuatu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa yang peduli tentang itu sekarang!? Object itu bisa membawa minyak goreng itu dengannya sepuas-puasnya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau minyak itu sampai di sana, markas musuh akan berfungsi dan bekerja lagi!! kalau itu terjadi, bahkan Object yang lebih buruk dari &lt;br /&gt;
ini, yang berhenti karena tidak adanya perawatan, akan berfungsi kembali dan bergabung!! Wilayah Mediterania akan menjadi lebih buruk &lt;br /&gt;
dari neraka!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, berikan aku istirahat sejenak!! Apa kau pikir aku bisa dihukum karena menembak atasanku di kepala?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia membuat komentar itu bagi Quenser dengan sangat serius di matanya, tapi Quenser memiliki sesuatu yang lebih penting untuk &lt;br /&gt;
dikhawatirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, ini buruk! Tri-Core itu akan ke sini!!” Dia berteriak dengan tampang yang lebih serius di mukanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja, pahlawan!! Itu mencoba untuk menembus selat, ingat—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak!! Object itu mengambil arah untuk meremukkan kita!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tidak!! Kau pasti sedang bercanda!!” teriak Heivia, tapi sayangnya, Quenser sedang tidak bercanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-COre yang memiliki tiga reaktor itu baru sadar bahwa masih ada markas musuh yang berada dalam kondisi dasar yang kokoh setelah dua &lt;br /&gt;
sampai tiga tembakan dari railgun raksasanya dan sekarang sedang mencoba ke sini untuk menembak dari jarak nol. Raksasa itu mendekati &lt;br /&gt;
mereka tanpa memperhatikan Quenser dan yang lain berada di laut dengan payah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja tubuh manusia akan langsung hancur jika raksasa itu menembakkan senjatanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core itu sepertinya mengapung dengan cara yang sama seperti sebuah Hovercraft menipu udara ke bawah, tapi seperti benda itu &lt;br /&gt;
membutuhkan sesuatu yang lain untuk menjaga benda itu tetap mengapung setinggi 30-50 cm di atas permukaan laut. Quenser dan yang lain &lt;br /&gt;
pasti akan terkena dengan itu saat mereka mengayuh kaki mereka di jalur raksasa itu dan hembusan udara yang menjaga ratusan ribu ton &lt;br /&gt;
benda itu tetap mengambang di atas permukaan akan menghancurkan tubuh manusia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, mereka akan dilumatkan dan dimakan oleh gurita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Heivia terbuka saat dia melihat Tri-Core itu mendekat dengan jalan yang melawan arah jarum jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita harus pergi dari sini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bodoh!! Tidak mungkin kita bisa berenang secepat itu!! Tri-Core itu selebar 150 meter! Bahkan seorang pemenang medali emas Olimpiade &lt;br /&gt;
tidak akan bisa menghindarinya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu beri tahu aku, calon sarjana!! Apa yang harus kita lakukan untuk selamat dari situasi ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan saat mereka saling membentak satu sama lain, Tri-Core itu semakin dekat dengan kecepatan yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu akan mencapai tempat ini dalam waktu 30 detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kalau kita tidak bisa kabur lewat berenang ke kiri atau ke kanan, lalu pilihannya yang terakhir adalah...!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser berenang maju menuju sampan yang tenggelam di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat itu, Heivia berteriak, “Apa kau pikir kapal motor murahan bisa memutar balikkan alur pertempuran laut ini!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, bodoh! Pakai ini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melempar sesuatu yang telah disediakan oleh sampan penyelamat itu ke arah Heivia dan Froleytia. Itu adalah sebuah masker oksigen &lt;br /&gt;
dengan tabung kaleng untuk melindungi hidung dan mulut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebuah tangki oksigen...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pakai ini dan menyelam!!” kata Quenser saat dia mengenakan masker jernih itu dan menunjuk ke bawah. “Tri-Core bergerak di atas permukaan &lt;br /&gt;
air dengan pengambang raksasa dan bantalan udara! kalau begitu, seharusnya ia tidak sampai di bawah permukaan air!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya Heivia dan Froleytia terlihat mencoba memberikan sebuah balasan, tapi Quenser tidak memiliki waktu untuk mendengarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ujung dari Tri-Core yang bergerak dengan kecepatan 200 km/j sangat dekat dengan mereka. Saat bergerak dengan begitu cepat, itu membentuk &lt;br /&gt;
sebuah gelombang air tinggi berbentuk V. Walau benda itu sebenarnya sedang mengambang di atas permukaan air, angin yang ditembakkan dari &lt;br /&gt;
atas ke bawah menghancurkan permukaan air itu. bahkan jika mereka bisa berhasil sampai ke sisi dari Tri-Core, gelombang itu akan menelan &lt;br /&gt;
mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menyelam ke bawah permukaan air tanpa mengecek apakah dia sudah mengenakan maskernya dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tekanan udara dari Tri-Core yang ditembakkan ke bawah, membuatnya hampir tidak terlihat. Angin terus menerus mengguncang permukaan air, &lt;br /&gt;
tapi amukannya tidak sampai ke bawah permukaan air itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Hoo. Sepertinya aku berhasil—)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser menarik napasnya lega, sesuatu menghalanginya untuk bernapas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh utama dari Tri-Core menggunakan gaya dorong yang sangat kuat dan bantalan udara yang hampir sempurna yang membuatnya mampu &lt;br /&gt;
mengambang di atas permukaan laut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, sesuatu seperti tiang besi menusuk lurus ke bawah dari tiap-tiap reaktor bola itu. Itu adalah jangkar yang berbentuk siku seperti &lt;br /&gt;
tongkat pemukul milik polisi yang mudah dibongkar pasang. Beratnya akan menahan agar Object itu agar tidak jatuh ke tiap-tiap sisinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh utama dari Object itu melewati kepala Quenser, tapi benda seperti tiang jangkar itu mengarah lurus ke arah dirinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser langsung bergerak cepat untuk berenang menuju sisi yang lain untuk menghindarinya, tapi Tri-Core membuat gerakan yang sama di &lt;br /&gt;
saat yang sama dengan dirinya. Mungkin terlihat seperti mencoba mengarahkan arahnya, tapi itu membuat sebuah gerakan tiba-tiba yang &lt;br /&gt;
mengikuti arah jarum jam seperti orang yang akan melakukan gerakan pivot—menggesekkan kakinya di atas tanah dengan cepat lalu merubah &lt;br /&gt;
posisinya. Kecepatannya menurun dengan perlahan, tapi trayektori jangkar itu mengarah lurus ke arahnya seperti peluru kendali yang &lt;br /&gt;
langsung mengarah pada dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Oooooooohhhhhhhhhhh!?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di titik itu, tidak bisa memikirkan rencana atau trik. Quenser hanya menggerakkan tangan dan kakinya secara panik agar bisa menjauh &lt;br /&gt;
sejauh yang dia bisa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tubuh kecilnya hanya bisa berputar di dalam air seperti sehelai daun yang tertiup di atas angin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uhuk!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangkar itu tidak mengenai dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau mengenainya, tubuhnya tidak akan mampu diidentifikasi sebagai manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia baru saja menghindarinya, tapi arus air yang tertarik akibat jangkar itu membuat tubuh Quenser berputar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Paling tidak aku berhasil menghindarinya..)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser secara ajaib berhasil menyelamatkan dirinya sendiri, tapi dia masih tidak memiliki kesempatan untuk menarik napas lega. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu meraih kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah rasa sakit menjalar ke seluruh kakinya sampai-sampai dia berpikir bahwa sendinya dislokasi, tapi seperti tidak terlalu serius. &lt;br /&gt;
Bahkan kalau begitu, kesadaran Quenser mulai lenyap. Apapun benda yang menarik kaki Quenser, dia bergerak dengan kecepatan 50 km/j.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Uhuk ufuk!! Brengsek. Apa aku tersangkut di salah satu bagian Tri-Core!?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat sendinya yang mulai menjalarkan rasa sakit dan ekspresinya yang terlihat masam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu seperti jaring logam mengelilingi jangkar itu dan sebagian dari menyelimuti pergelangan kaki Quenser. Itu tidak terlihat seperti &lt;br /&gt;
jaring yang digunakan untuk menangkap ikan. Ini menjadi lebih jelas saat Quenser melihat sekelilingnya dan memperhatikan bahwa ada bola &lt;br /&gt;
logam di dekatnya. Itu seukuran bola yang digunakan untuk acara festival dan permukaan metal itu seperti ada sebuah tanduk yang tebal di &lt;br /&gt;
seluruh sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Quenser merapat ketika dia melihat benda itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(... Sebuah ranjau?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengingat apa yang dikatakan Froleytia soal jaring ranjau yang dipasang di seluruh selat Gibraltar untuk memerangkap Tri-Core. Object &lt;br /&gt;
itu menggunakan tubuh besarnya untuk memaksa masuk melalui jaring itu dan akhirnya jaring itu nyangkut di salah satu bagiannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ranjau seperti itu tidak akan bisa merusak Object. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi jika diledakkan di sini, itu akan meledakkan tubuh Quenser menjadi berkeping-keping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Brengsek, aku tidak akan mati oleh perangkap yang dipasang sekutuku sendiri!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin karena berpikir bahwa akan lebih baik untuk mengarahkan Railgun jika diam, Tri-Core itu berhenti bergerak, bantalan udaranya &lt;br /&gt;
melemah, dan itu berhenti di permukaan air yang di atasnya benda itu mengambang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menggunakan kesempatan itu untuk melepaskan dirinya dan mencapai pergelangan kakinya. Namun, itu telah bersimpul di dalam jaring &lt;br /&gt;
sehingga ia tidak bisa melepaskan diri begitu mudah. Dia panik, tapi kemudian tangan seseorang mencapai dirinya di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(!? ...Heivia!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya, temannya itu juga ikut tersangkut di jaring juga. Heivia sepertinya ingin mengatakan sesuatu, tapi masker oksigen dan baju &lt;br /&gt;
airnya menghalanginya untuk berbicara kepada Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia menggunakan tangannya yang handal untuk membebaskan Quenser dari jaring, tapi dia menggapai tangan Quenser saat Quenser mencoba &lt;br /&gt;
pergi dari situ. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core itu berhenti dan menembakkan railgunnya. Itu menghancurkan markas yang telah kehilangan bentuk aslinya dan para prajurit yang &lt;br /&gt;
sudah melompat ke dalam laut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara perhatiannya pada hal lain, mereka akhirnya berhasil melarikan diri dari Tri-Core setelah melepaskan diri dari jaring. Namun, &lt;br /&gt;
Heivia memegang jaring itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser bingung, tapi dia juga menggapai jaring itu seperti tangga. Dia tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Heivia. Yang lain mencoba &lt;br /&gt;
menjelaskan, tapi Quenser tidak bisa mendengar apa yang dia katakan di dalam air. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beristirahat sejenak, Heivia sadar bahwa usahanya benar-benar sia-sia dan menunjukkan tangannya ke atas dengan satu tangan &lt;br /&gt;
sementara tangan yang lain memegang jaring ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gesturnya bisa dibaca dengan mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tekanan udara dari bantalan udara sepertinya telah berhenti, jadi ayo kita gunakan kesempatan ini untuk memanjat naik ke dalam Tri-Core &lt;br /&gt;
sebelum benda itu bergerak lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia menaiki jaring itu seperti jaring yang ada di taman bermain dan akhirnya mereka berhasil mencapai permukaan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core raksasa yang sedang mengambang itu membentuk huruf A. Mereka berada di area gelap dari Tri-Core di atas permukaan air yang &lt;br /&gt;
terlihat seperti kolam pemancingan ikan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia melepaskan masker oksigennya dan mulai mengumpat kata-kata yang ingin dia katakan sejak dia tenggelam di bawah laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial! Aku lengket dan bau! Aku seperti anjing basah!! Siapa yang tadi bilang kalau kita akan selamat kalau kita menyelam!? Aku hampir mati di sana!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau hanya tahu caranya untuk bertahan hidup, bukan selamat! Lagi pula, di mana Froleytia!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana kau bisa tahu? Dia mungkin mengambang entah di mana,” kata Heivia, tidak peduli, sambil melihat ke sekelilingnya. “Naik ke &lt;br /&gt;
permukaan memang bagus, tapi bagaimana caranya kita naik ke dek Tri-Core?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada tangga perawatan di sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!? Oh, sial! Cepat, Quenser!! Tri-Core ini sudah selesai menembaki target latihannya dan mulai bergerak lagi! Kita bisa remuk karena &lt;br /&gt;
tekanan udara oleh bantalan udara di sini!! Angin yang mengangkat raksasa seberat enam ratus ribu ton akan meniup ke bawah!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial! Object ini tidak akan pergi ke wilayah negara musuh, bukan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana aku bisa tahu!? Cepat naik saja! Jangkar itu masih berbahaya. Itu bisa dibongkar pasang dan berfungsi seperti tabung penghisap &lt;br /&gt;
untuk membawa masuk air untuk jet air dan juga sebagai drainase. Kalau tiang itu naik ke permukaan, kita pasti akan dihisap masuk!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan akhirnya, Quenser dan Heivia menaiki tangga yang dipasang di sisi raksasa yang sedang mengambang setinggi 5 meter dan akhirnya sampai &lt;br /&gt;
di dek Tri-Core. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bantal yang menjaga Object tetap mengambang memiliki tebal 20 meter dan sebuah tangki silinder raksasa yang terlihat sama seperti di &lt;br /&gt;
dalam area industri kompleks yang rumit dipasang di sebelah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Tri-Core bisa mengebor minyak untuk dirinya sendiri, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan menyiapkan kapak tangannya, tapi apa kau pikir itu cukup untuk menenggelamkan Tri-Core?” tanya Quenser dengan ragu saat dia &lt;br /&gt;
menancapkan pemicu di peledak yang ia bawa. “Di Alaska, kita berhasil meledakkan Object dari dalam dengan menyiapkan peledak di dalam &lt;br /&gt;
suku cadang musuh di markasnya, tapi kita tidak tahu di mana markas Object ini untuk melakukan perawatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, lihat ini,” kata Heivia saat dia memindahkan senapannya dari bahunya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senapan modern tidak dibuat untuk tidak bisa berfungsi ketika masuk ke dalam laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat arah yang ditunjuk Heivia dengan dagunya saat dia melihat bantalan yang lain. Seperti yang dijelaskan tadi, bantalan &lt;br /&gt;
udara Tri-Core ini membentuk huruf A dan banyak fasilitas yang dibangun di situ. Satu blok memiliki crane raksasa yang digunakan untuk &lt;br /&gt;
mengebor minyak dan blok yang lain memiliki gedung penyimpanan yang berbaris rapi seperti yang ada di dalam pelabuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melirik kolam ikan yang sebenarnya adalah laut lepas yang dibuat oleh bentuk bantalan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Area penyimpanan raksasa? Aku mengerti. Markas perawatan Tri-Core ini dibangun di dalamnya!! Itulah kenapa dia tidak membutuhkan &lt;br /&gt;
markas perawatan yang mudah diserang. Dengan tiga reaktor, dia bisa mengurus dirinya sendiri tanpa markas perawatan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bukan itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentara musuh! Fasilitas ini menyiapkan sejumlah pasukan yang dilengkapi dengan senapan mesin!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Heivia berbicara, dia menggapai lengan Quenser dan menariknya untuk berlindung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mendengar suara senjata api dan bunga api yang beterbangan dari bantalan itu di kaki mereka dan suara pelat logam tempat di mana &lt;br /&gt;
mereka bersembunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar. Bukankah kita sembunyi di balik tangki minyak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada tempat lain yang bisa kita gunakan untuk sembunyi!! Apa kau ingin pergi ke sana seorang diri ke area terbuka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa prajurit Tri-Core sepertinya telah mengetahui bahwa Quenser dan Heivia tengah bersembunyi karena tembakan mereka terdengar &lt;br /&gt;
sangat berhati-hati dan sporadis. Mereka bahkan tidak menggunakan granat apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia memegang senapannya dari balik tangki minyak ini dan membalas dengan beberapa tembakan, dua atau tiga tembakan beruntun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, putari bantalan ini dan berjalan menuju area perawatan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan melakukan hal yang sama seperti yang kita lakukan di Alaska? Tapi kapan Tri-Core akan menjalani perawatan!? Kalau bukan tiga hari, &lt;br /&gt;
kita akan terjebak di sini untuk tiga hari!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu cari kelemahannya!! Kita harus menggunakan kesempatan ini demi keuntungan kita untuk merusak Object ini entah bagaimana caranya!!” kata Heivia saat dia menarik pelatuknya, tapi tembakannya kemudian berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa, macet?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diam kau, aku akan memperbaikinya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia mundur ke belakang untuk berlindung dan memindahkan pengaman senapannya. Dia cuman harus mengambil peluru yang macet dan mengganti &lt;br /&gt;
pengamannya dengan pistol untuk digunakan lagi, tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba tempat mereka mulai bergoncang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core sepertinya akan bergerak berputar sesuai arah jarum jam dan mereka berdua hampir saja terlempar dan jatuh. Saat Heivia ingin &lt;br /&gt;
menggunakan senapannya lagi, beberapa bagian  besi mulai berterbangan di atas bantalan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raut muka yang tidak enak nampak di wajah Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa aku boleh menangis?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan kehilangan semangatmu. Ayo berusahalah!! Lihat, mereka menyadari ada sesuatu yang salah dan mengurangi rentetan tembakan mereka!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, beberapa bagian jatuh ke bawah menuju laut lepas, jadi tidak ada bagian yang bisa digunakan untuk memperbaiki senapannya. Heivia &lt;br /&gt;
melempar senapannya yang tidak bisa diperbaiki itu ke samping dan mengambil pistol yang ada di punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa kau sudah tahu tempat mana yang akan kau pasang peledak!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Beri aku waktu. Aku sedang mengakses data kemiliteran kita!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pikir pilihan anti air itu hanya berguna saat kita memakainya di bak mandi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau berdiam terlalu lama dan membuat panas dari air bak itu mengalir ke tubuhmu jika melakukan itu. Kau adalah analis, bukan, Heivia? &lt;br /&gt;
Kau membantu menggambar desain umum sebuah Object musuh dan melakukan observasi cepat? Kalau begitu kau bisa membantuku menemukan &lt;br /&gt;
kelemahannya jika kau melihat ini.” Quenser melihat ke bawah ke layar kecil itu. “Oh, Ayolah! Dasar sampah. Sinyalnya sangat buruk. &lt;br /&gt;
Mungkin sinyalnya lebih baik di sini...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, dasar bodoh!! Itu tepat di area tembakan musuh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Heivia dengan panik menarik tangannya kembali, Quenser kembali ke sifatnya semula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, aku rasa kita tidak perlu melihat diagram itu lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa, kau ingin mereka menyiapkan sebuah kafe yang modis dengan wifi gratis di tengah pertempuran?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, Tri-Core memang memiliki kafe entah di mana,” jawab Quenser dengan wajah yang serius saat dia menendang ringan ke tanah. &lt;br /&gt;
“Tapi saat kau berpikir tentang itu, bukankah ini adalah kelemahan terbesarnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bantalan raksasanya?” Well, Object raksasa ini memiliki tiga reaktor utama, jadi aku rasa Object ini akan langsung tenggelam jika kita &lt;br /&gt;
meledakkan bantalannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masalahnya adalah menemukan cara menghancurkan bantalan ini dengan hanya menggunakan kapak tangan yang kita punya saat ranjau raksasa &lt;br /&gt;
bahkan tidak memberikan dampak bagi Object ini. Kalau kita tidak bisa memfokuskan serangan kita pada satu titik...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, sial!!” teriak Heivia, memotong pemikiran Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat ke arah lain untuk meliat pistol Heivia yang kokangnya tertarik ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku kehabisan peluru! Pistol ini hanya senjata pengganti, jadi aku tidak bawa banyak magasin!! Kalau kita di sini lebih lama lagi otak &lt;br /&gt;
kita aan diledakkan oleh tentara biasa!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu apa yang harus kita lakukan untuk melawan Tri-Core!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana aku bisa tahu!? Lemparkan saja peledak itu entah di mana dan lompat ke laut! Pilihan kita yang terakhir adalah bertemu dengan &lt;br /&gt;
Froleytia di manapun dia berada dan pergi dari sini. Ini hanya satu-satunya kesempatan kita untuk kabur!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di saat yang renggang, suara tembakan musuh menjadi lebih sporadis. Mereka sepertinya berhasil mengitari huruf A ini di antara sela-sela &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tembakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia kehabisan waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka akan terpojok jika ini berlanjut lebih lama lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser membenci ide bahwa mereka harus meninggalkan Tri-Core, tapi memang benar bahwa mereka tidak bisa menemukan titik lemah yang bisa &lt;br /&gt;
langsung menenggelamkan monster ini dengan hanya kapak tangan. Menghindari tembakan adalah sangat krusial saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aku rasa hanya ini satu-satunya pilihan kita...!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia menggertakkan gigi mereka dan mereka mulai melompat dari bantalan huruf A ini dan melompat ke laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, mereka tidak berakhir dengan meninggalkan pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini bukan karena perasaan heroik mereka yang tidak ingin meninggalkan area pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core telah dipojokkan oleh sebuah tembakan meriam dari jarak jauh dan sebuah gelombang ledakan membuat Quenser dan Heivia mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan itu telah cukup untuk membuat telinga mereka lumpuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan itu pasti telah melukai organnya yang mengatur keseimbangan tubuhnya karena Quenser tidak bisa bangun. Dia begitu berusaha &lt;br /&gt;
dengan susah payah untuk menahan rasa sakit di kepalanya dan menahan untuk tidak muntah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan....! Apa itu?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia berada tepat di sebelahnya, tapi suaranya agak kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil terbaring di atas bantalan raksasa itu, Quenser menggunakan matanya untuk mencari siapa yang sebenarnya menyerang mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyadari sesuatu yang cukup besar mendekati mereka dari garis cakrawala mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh utamanya berbentuk boleh. Di bawahnya terdapat sebuah huruf Y terbalik perangkat pendorong energi listrik statis , tapi sepertinya &lt;br /&gt;
itu menggunakan sebuah bantalan yang digunakan untuk bertempur yang dipasang di bawahnya. Tujuan lengan yang memanjang dari balik bola &lt;br /&gt;
itu dan tiap lengan memiliki meriam raksasa di ujungnya. Sepertinya satu atau lebih dari senjata itu telah menembak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara kerja pendorongnya pasti berbeda ketika digunakan di atas darat karena suara petir yang tercipta akibat jumlah energi listrik statis &lt;br /&gt;
yang tercipta tidak terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Sebuah Object....?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, ini buruk,” kata Heivia dengan suara yang bergetar kepada Quenser yang pikirannya masih pusing. “Ini sangat, sangat buruk!! Itu &lt;br /&gt;
adalah Object sang Putri! Kalau kita tetap di sini, kita akan terkepung oleh pertempuran antar Object!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Quenser tiba-tiba berkedut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senjata yang digunakan oleh monster 50 meter itu adalah sinar laser, railgun, coilgun, dan sebuah meriam plasma berkeseimbangan rendah. Kekuatan penghancurnya mampu membuat kapal perang terlihat seperti mainan. Jika mereka terjebak di dalam pertempuran antar Object, tidak akan ada yang peduli bahkan jika ada sekutu di sana. Sepotong kecil zirah bagian luar Object yang meledak sudah cukup untuk membunuh prajurit-prajurit yang ada di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka sekarang tidak memiliki pilihan lain lagi selain melarikan diri dari Tri-Core secepat mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tubuh mereka masih tidak mau bergerak akibat guncangan gelombang ledakan yang menghantam mereka tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang sama juga terjadi pada tentara musuh yang mengarahkan senjata mereka ke arah Quenser dan Heivia dari bantalan yang &lt;br /&gt;
berseberangan. Mereka mencoba untuk kabur dari area perawatan di atas bantalan Tri-Core. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, dua Object itu saling memandangi satu sama lain dan meriam berukuran tiang milik mereka mulai berubah posisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prajurit biasa tidak akan memiliki waktu untuk kabur. Pertempuran sudah dimulai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara ledakan yang luar biasa dan gelombang ledakan bermunculan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia bahkan tidak bisa merangkak maju. Yang bisa mereka lakukan hanyalah menundukkan kepala mereka dan melindungi kepala &lt;br /&gt;
mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core menembakkan railgun-nya dengan kekuatan penuh menggunakan tenaga tiga reaktornya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object sang Putri berakselerasi mundur dan ke depan dengan tembakan beruntun untuk melarikan diri dari pandangan musuh dan menembakkan &lt;br /&gt;
secara berurutan tujuh meriamnya yang berada dalam mode Coilgun yang menggunakan magnet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia biasa tidak akan mampu menandingi sebuah senjata bernama Object. Permukaan dari zirah mereka disambungkan dan dilepas seperti &lt;br /&gt;
sebuah kembang api. Skala kerusakan yang diakibatkan oleh mereka sangatlah besar sampai-sampai Quenser dan Heivia terjebak di tengah &lt;br /&gt;
pertempuran itu. Itu lebih mengerikan dari pada yang mereka rasakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Brengsek!! Object benar-benar bersinonim dengan perang! Nyawa kita sama sekali tidak berharga di sini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, aku rasa Putri tidak tahu bahwa kita sedang berada dia ini,” kata Quenser saat dia menggunakan perangkatnya untuk menghubungi &lt;br /&gt;
Object sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti biasa, sinyalnya sangat buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa yang kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan memintanya menggunakan senjata laser. Kalau dia melelehkan zirahnya daripada meledakkannya, paling tidak kita tidak akan mati &lt;br /&gt;
akibat peluru nyasar. Ini tidak memberikan keuntungan strategis bagi dia, tapi dia pasti mau mendengarkan apa yang kita katakan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kita tidak akan buta akibat cahaya yang sangat panas itu kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, apa kau ingin mati akibat pecahan mortar!? Di saat seperti ini, kita harus lompat ke laut lagi sementara sang Putri menarik perhatian Object ini dengan laser. Saat kita sudah berhasil kabur, dia bisa menggunakan coilgunnya lagi!!” Quenser lalu berbicara pada sang Putri Elit menggunakan perangkat tangannya. “Ini Quenser. Kita ada di dalam dek Tri-Core! Tolong ganti senjatamu sebentar sementara kami berusaha melarikan diri. Tolong ganti senjata ke WL3B1s! Aku ulangi, ganti senjata dengan WL2B1s!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 6===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Elit berada di dalam kokpit dari Baby Magnum, salah satu Object yang memiliki sinonim dengan perang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah bakat khusus diperlukan di sini untuk mempiloti senjata raksasa ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, bahkan ini bukan sebuah bakat fisik yang aneh. Yang dibutuhkan adalah kemampuan mengingat yang luar biasa, kemampuan kalkulasi &lt;br /&gt;
yang tinggi, mampu mengerjakan hal ganda, dan kehatian-hatian dalam bertindak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object adalah sebuah senjata raksasa yang mengontrol 100 senjata di saat yang bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya, mengatur data yang dibutuhkan untuk menarget membutuhkan ratusan keping data di saat yang sama. Senjata itu memiliki fungsi &lt;br /&gt;
penargetan kedua (sejumlah target dapat dikunci dan pandangannya bisa diganti kapan saja), jadi menggunakan kemampuan ini membutuhkan &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
paling tidak 300 atau 400 musuh di saat yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan hanya itu untuk mengontrol senjatanya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengerti setiap cara kerja dari Object setinggi 50 meter ini membutuhkan lebih dari orang yang jenius sejak lahir. Hanya Elitlah &lt;br /&gt;
yang mempunyai kemampuan memproses data sampai di batas tertingginya untuk mengendalikan Object. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengatasi hal ini, beberapa kekuatan militer lain mencoba menggunakan kemampuan AI (Kepintaran Buatan) dan beberapa kru untuk &lt;br /&gt;
membagi kerja mengendalikan Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, menggunakan sejumlah besar kru membuat ada jeda waktu untuk komunikasi di antara tiap-tiap bagian Object yang kemudian malah &lt;br /&gt;
membuat sang Object kalah dari Object yang menggunakan pilot tunggal yang mampu membuat keputusan dalam waktu singkat. Saat sebuah AI &lt;br /&gt;
digunakan, AI tidak akan bisa merespon setiap situasi yang tidak dikenalnya dan maka dari itu tidak cocok untuk mengembangkan strategi &lt;br /&gt;
dengan Elit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara ini adalah masalah yang mungkin suatu saat nanti akan bisa diselesaikan di masa depan ani, saat ini lebih baik dan efektif &lt;br /&gt;
menggunakan seorang Elit untuk menjadi pilot Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat sang gadis Elit itu menembakkan coilgun-nya ke Tri-Core, dia menerima sebuah transmisi dari seorang sekutunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“In....Quenser. Kami..ad...dek......Tri-Core!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah suara yang sangat ingin dia dengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Ganti senjatamu... tidak banyak wakt... keluar. Tolong ganti... WL3B...! Aku ulangi, ganti.... WL3B...!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, sinyalnya terlalu buruk untuk mengetahui apa yang dimaksudkan olehnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis Elit itu agak kebingungan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya Quenser dan Heivia berhasil memasuki dek Tri-Core dan meminta Elit untuk memberikan tembakan perlindungan. Namun, ia tidak &lt;br /&gt;
menyebutkan kode senjata yang ia butuhkan secara jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
WL3B... Itu pasti untuk senjata laser.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm...” pikir gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak memiliki banyak waktu. Semakin banyak waktu yang ia gunakan untuk berpikir, semakin besar risiko yang ambil oleh Quenser dan &lt;br /&gt;
siapa pun yang berada di dekatnya pasti berada dalam masalah. Ditekan oleh waktu, sang Elit akhirnya mengambil keputusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aku rasa tadi dia bilang WL3B2... Yah, itu pasti benar!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengangguk dan menekan saklarnya untuk mengganti senjata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara air yang menguap mencapai telinga Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu datang dari arah Object Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jelasnya, itu berasal dari salah satu bagian bulat yang terlihat seperti lensa planetarium. Ratusan sinar laser ditembakkan seperti kipas &lt;br /&gt;
terbalik yang menusuk ke depan. Garis oranye yang terbentuk sepertinya akibat debu dan embun dari air akibat dibakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah WL3B2 yang dikenal dengan nama Killer Squall.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah senjata kedua untuk menghabiskan para prajurit manusia yang melindungi markas dari pada mengalahkan Object. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gwaaaaaahhhhhhhhh!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berteriak pada apa yang mereka lihat, Quenser dan Heivia berguling di atas bantalan itu untuk kabur. Crane yang digunakan untuk &lt;br /&gt;
mengebor air terbakar habis dan beberapa prajurit yang tidak beruntung saat mengejar Quenser dan Heivia di bantalan yang lain pun ikut &lt;br /&gt;
meledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Aku minta WL3B2!, kenapa dia malah menggunakan WL3B2? Apa putri itu mencoba membunuh kita!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat, pahlawan. Bukankah ada sesuatu yang aneh di Object-nya putri!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser melihat ke arah yang Heivia tunjukkan, dia melihat lengan salah satu Object itu membuat sebuah gestur tubuh wanita yang &lt;br /&gt;
sedang memberikan salam, tapi mereka tidak merasakan apapun selain rasa tenang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Si-sial! Ini hanya aku atau dia memang mengarahkan senjatanya ke arah kita!? Dia bahkan membuat beberapa penyesuaian ke depan dan ke &lt;br /&gt;
belakang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kita memang hanya pion yang dikorbankan! Brengsek, aku tidak mau mati di sini!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai sebuah senjata anti-personil yang menghujani Object itu dari atas ke bawah, Quenser dan Heivia mengumpulkan sedikit tenaga mereka &lt;br /&gt;
yang tersisa untuk berdiri. Mereka tidak mencoba menghadapi Tri-Core ini. Malahan, mereka mncoba kabur secepat yang mereka bisa ke dalam &lt;br /&gt;
laut yang tersebar di sekeliling mereka dan melompatinya, meninggalkan tugas yang menjadi kewajiban mereka sebagai seorang profesional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada suara riak yang terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka lompat dari Tri-Core yang bergerak dengan kecepatan 200 km/j dan didorong oleh efek samping dari angin yang keluar dari bagian &lt;br /&gt;
seperti Hovercraft yang tertiup ke mana saja. Quenser dan Heivia terlempar beberapa kali di atas permukaan laut seperti sebuah batu rata &lt;br /&gt;
yang dilempar ke dalam sungai sebelum mereka akhirnya benar-benar berhenti di atas permukaan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara ledakan yang begitu menggelegar terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak butuh waktu lama, mereka terlempar sejauh 150 meter dari Tri-Core.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah itu, dua Obejct itu mulai bertempur habis-habisan di antara dua senjata utama mereka. Mereka berada pada jarak yang cukup &lt;br /&gt;
aman dari Tri-Core, tapi getaran yang tersebar di air laut membuat tubuh mereka terguncang cukup kuat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cukup!! Tidak mungkin aku melanjutkan pertempuran seperti ini!!” teriak Quenser setengah menangis saat dia berhasil mengeluarkan &lt;br /&gt;
kepalanya dari air. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia berusaha berteriak dengan susah payah, “Hei, kau sudah menyiapkan beberapa peledak di sana kan!? Cepat ledakan sekarang!! Kita &lt;br /&gt;
hampir saat menyiapkannya, jadi kita harus meledakkannya sekarang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, partner!! Ini adalah hasil dari kerja keras kita!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlihat tidak biasanya mereka merasa bersemangat, Quenser tanpa ragu menyalakan sinyal peledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah itu, kobaran api berwarna merah menyalak di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu dari tangki silinder itu yang menempel di bantalan Tri-Core meledak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelombang ledakan yang menyebar dan menghalangi gerak tubuh Heivia dan Quenser. Kepala mereka terhentak oleh air dan mereka berusaha &lt;br /&gt;
susah payah untuk naik ke permukaan seperti salah satu permainan di dalam game Whac-A-Mole.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ueh... Sial. Gelombangnya malah menyerang kita...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi bukannya meledakkan tangki yang kita gunakan sebagai tempat perlindungan terhitung sebagai sebuah serangan strategis? Lagi pula, &lt;br /&gt;
tujuan mereka adalah membawa minyak mentah ke markas musuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar... Kalau kita sudah menghancurkan jalur suplai mereka, apa itu sudah cukup? Maksudku, bukankah minyak mentah itu bisa &lt;br /&gt;
tumpah ke dalam laut?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku yakin kalau atasan kita sudah memprediksi hal ini akan terjadi dan sudah menyiapkan cara untuk mengatasinya. Kapal pasti sudah &lt;br /&gt;
disiapkan untuk menghisap minyak mentah itu setelah pertempurannya selesai. Kalau mereka memaksa kita membawa minyak mentah yang dicuri itu, kita bisa melempar mereka ke dalam laut dan memberi tahu mereka untuk melakukannya sendiri... sekarang, aku lebih tertarik pada apa yang akan terjadi pada Tri-Core itu sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka melihat ke arah Tri-Core yang mengeluarkan asap hitam di dalamnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tidak terlihat senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial. Object sialan itu terlihat baik-baik saja!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah, aku tidak melihat adanya tanda-tanda kalau itu menghancurkan sisi bantalan itu. brengsek, sekarang bagaimana kita bisa &lt;br /&gt;
menenggelamkan benda itu!? Memangnya kita bisa menghancurkannya dengan peledak yang kita miliki!? Sial!! Aku ingin sekali menggigit benda &lt;br /&gt;
sialan itu dan pergi dari sini sekarang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah saat di mana Froleytia mendekati mereka dengan kapal penyelamat dengan motor kecil. Dia mengambil potongan kecil dari keju &lt;br /&gt;
yang ada di dalam ransum darurat dan tidak terlihat peduli kalau celana dalam dewasanya bisa terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Well, sebenarnya ada cara bagi kalian untuk kabur dari sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia!? Dari mana kamu selama ini!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dari mana kau bisa menemukan kapal ini!? Dan apa itu yang ada di tanganmu!? Apa mereka meletakkan ransum darurat di dalamnya!? Itu &lt;br /&gt;
terlihat lebih baik dari pada ransum yang kita dapat setiap hari! Aku juga ingin makan makanan seperti itu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia melanjutkan apa yang ingin dia katakan tanpa mempedulikan pendapat mereka berdua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang perintahkan adalah melukai Object itu sambil menunggu sang Putri untuk muncul. Setelah meledakkan tangkinya, tugas kita &lt;br /&gt;
selesai. Sekarang kita tinggi melemparkan tongkat estafetnya kepada Putri. Kita tinggal menunggu helikopter penyelamat, memanjat talinya, &lt;br /&gt;
naik, dan pergi meninggalkan tempat ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Berpikir kalau helikopter itu tidak akan diserang dari langit akibat tembakan salah sasaran dari pertarungan di sana,” gerutu Heivia.&lt;br /&gt;
Tri-Core telah pindah ke tempat yang lain untuk menyerang Object sang Putri, tapi jarak serangan Object itu terhitung dalam kilometer, jadi mereka tidak berada pada posisi aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, sebuah helikopter militer mendekati mereka dari arah darat. Radar Tri-Core tentu sudah mengetahui kehadirannya, tapi &lt;br /&gt;
Tri-Core tidak mencoba untuk menembaknya. Ia seperti tidak mempedulikan atau terlihat tertarik dengan setiap helikopter yang ada di dekatnya dan fokus untuk bertarung dengan sang Putri dan Object-nya. Sudah terbukti bahwa tentara biasa, tank, dan pesawat tempur tidak akan bisa melukai Object. Akan terlihat memalukan jika mereka terkena oleh serangan salah sasaran sang Putri—lebih jelasnya terlihat seperti sebuah meriam yang berusaha menembak jatuh seekor lalat yang tak berdaya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Helikopter itu terbang menuju titik di atas Quenser dan yang lain saat dua orang laki-laki berusaha bertahan di atas permukaan air. &lt;br /&gt;
Sambil bertahan di atas udara setinggi 10 meter, sebuah kabel yang digunakan oleh tim penyelamat diturunkan ke bawah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia berkata, “Maaf, tapi mari kita lakukan ini berdasarkan atas urutan pangkat kita. Kalau aku tidak naik duluan, orang-orang di &lt;br /&gt;
atas pasti akan mengira bahwa kalian berdua adalah dua orang bawahanku yang sangat takut mati dan tidak mengindahkan peraturan militer.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kami melihat ada tanda-tanda kau menarik kabel ini, aku akan memasang peledak di Hand Axe-ku dan kulemparkan ke helikopter,” kata &lt;br /&gt;
Heivia dengan muka yang serius. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat jauh kepada dua buah Object yang saling bertarung. Sang Putri menggunakan gerakan cepat ke kanan dan ke kiri untuk &lt;br /&gt;
melepaskan diri dari kuncian tembakan musuhnya dan Tri-Core berusaha menembaknya dengan railgun raksasanya sambil bergerak searah jarum &lt;br /&gt;
jam. Tidak ada yang bisa menjamin siapa yang menang dalam pertempuran antar Object. Siapa yang bermain bertahan dan siapa yang bermain &lt;br /&gt;
menyerang akan saling bertukar posisi, memberikan sebuah tekanan yang sama seperti melihat sebuah pertandingan piala dunia di sepuluh &lt;br /&gt;
menit terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terpaku seperti itu, Quenser!! Ini giliranmu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan dari atas membuat Quenser tersadar. Dia melihat ke atas dan melihat Heivia dan Froleytia sudah ada di dalam Helikopter. Heivia &lt;br /&gt;
bersandar di sisi pintu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa, kau mau tetap di sini untuk mendapatkan pelajaran khusus seperti seorang tamtama pelajar!? Peluru nyasar bisa menyambar ke sini &lt;br /&gt;
kapan saja, kita tidak punya banyak waktu di sini lebih lama lagi!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dengan panik menggapai kabel tebal yang ada di dekatnya. Motor besar mulai menarik kabel itu dan Quenser dengan cepat tertarik ke &lt;br /&gt;
atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kurang lebih 30 detik, dia akhirnya naik ke atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk merapikan kabelnya dan tubuhnya yang bergetar, Quenser meletakkan kakinya di ujung lantai helikopter itu. Helikopter itu pasti &lt;br /&gt;
disiapkan untuk sebuah penyelamatan di laut lepas karena di dalamnya ada perlengkapan menyelam, tangki oksigen, perkakas seperti kunci &lt;br /&gt;
Inggris dan bor yang menggunakan tekanan udara untuk bawah air, dan sesuatu seperti skuter bawah laut yang terlihat seperti papan &lt;br /&gt;
seluncur dengan motor dipasang di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, kita sudah naik! Bawa kami pergi dari sini sekarang juga!!” kata Froleytia dengan suara yang keras yang ia tujukan bagi sang pilot &lt;br /&gt;
di kokpit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Helikopter itu miring ke depan dan mulai bergerak maju meninggalkan pertempuran antar Object ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat tempat itu, semuanya hancur,” gumam Heivia saat dia melihat ke bawah ke laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di antara dua Object yang saling menghancurkan itu, sampah logam yang berserakan akibat serangan Tri-Core tadi bersebaran di mana-mana. &lt;br /&gt;
Semua sampah itu berasal dari markas perawatan Object di bibir pantai persis seperti yang Quenser dan Heivia seharusnya tunggu di sana. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu mungkin dibangun secara asal-asalan, tapi ada 20 sampai 30 jumlahnya. Dan tidak ada yang tersisa dari bangunan itu sama sekali. &lt;br /&gt;
Semuanya selain pilar penopang tenggelam di dasar laut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untungnya, kebanyakan prajurit berhasil lompat ke laut setelah Tri-Core mulai menyerang. Itulah kenapa banyak helikopter penyelamat yang &lt;br /&gt;
dikirim ke sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat ada 40 sampai 50 helikopter di area pandangannya. Sepertinya, kebanyakan dari mereka berkumpul di sebuah pelabuhan kapal &lt;br /&gt;
dan markas. Tidak semuanya adalah helikopter penyelamat. Helikopter Transport dan pengintai tercampur di sini. Mereka berusaha membuat mode mengambang di udara dan menurunkan kabel untuk menjemput prajurit yang mengapung di atas laut sama seperti yang dilakukan pada &lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak percaya kalau banyak yang selamat...” gumam Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara membersihkan air laut dari tusuk rambut kazashi-nya, Froleytia menghela napasnya dan berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Object bersinonim dengan perang. Kalau kamu menyerangnya dengan kombinasi 10 pesawat pengangkut nuklir dan menyiapkan meriam sepanjang &lt;br /&gt;
40 meter, kamu tetap tidak akan bisa mengalahkannya. Lihat gerakan Object itu. Tidak akan seorang ahli bela diri mana pun, bahkan yang &lt;br /&gt;
sudah menyabet medali emas sebanyak apapun, yang bisa bergerak seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menentukan bahwa musuh akan menembak segera setelah bisa mengarahkan meriamnya, Object Putri membuat gerakan kecil dan cepat &lt;br /&gt;
untuk menghindari tembakan railgun dan membalikkan serangannya kembali. Tri-Core telah menyadari bahwa dia tidak akan bisa menghindari &lt;br /&gt;
serangan balik itu sehingga ia menggunakan zirah paling tebal yang ada di area depannya untuk menghindari serangan fatal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang Froletyia telah katakan, itu lebih mirip seperti pertandingan para ahli bela diri dibandingkan pertarungan antar tank dan &lt;br /&gt;
kapal tempur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekam atau suar tidak akan menghilangkan kemampuan mereka untuk menargetmu dan berlindung di balik sesuatu tidak akan melindungimu dari &lt;br /&gt;
apapun. Bahkan di tempat terbuka seperti ini, mereka bisa bertahan dan menghindari serangan meriam utama satu sama lain yang hampir &lt;br /&gt;
menempuh Mach 10. Bagaimana caranya pesawat tempur dan tank bisa melawan mereka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba,tiba, Quenser secara sengaja mendorong Heivia dari posisinya yang bersandar di sisi pintu keluar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar. Ada sesuatu yang salah dari pergerakan putri!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau bilang? Ini adalah pertarungan yang tak akan diketahui hasilnya seperti apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, Quenser benar,” kata Froleytia saat dia menemukan sebuah teropong dari helikopter itu. “Serangan putri sekarang telah menurun dan &lt;br /&gt;
menurun. Bahkan sekarang dia tidak menembak ketika dia memiliki kesempatan emas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu artinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat itu!!” teriak Quenser saat dia menunjuknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah itu, salah satu dari railgun Tri-core menembak. Gelombang ledakan yang dihasilkan dari sebuah proyektil dengan kecepatan &lt;br /&gt;
Mach 10 membuat sebuah suara yang bergetar sangat kuat meski railgun tidak menggunakan bubuk mesiu untuk menembak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core tidak menargetkan pusat dari Object sang putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proyektil railgun itu mengarah ke meriam utama sang putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Mereka tahu bahwa ini akan menjadi pertempuran yang sangat lama maka dari itu pilot Tri-Core itu berpikir untuk mengurangi daya kuat &lt;br /&gt;
tembakan sang putri,” kata Quenser dengan kesal. “Object itu dilindungi oleh sebuah zirah anti nuklir, tapi senjata mereka berbeda. ... &lt;br /&gt;
Kalau aku mengingatnya lagi, salah satu strategi terbaik untuk mengalahkan Object tanpa menggunakan Object adalah dengan menggunakan &lt;br /&gt;
sebuah senjata yang mampu menciptakan panas seperti ledakan nuklir dan menggunakan itu untuk menghancurkan bentuk dari senjata Object.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, sebuah Object masih memiliki 100 senjata lainnya. Bahkan sebuah pasukan biasa yang menggunakan senjata nuklir hanya mampu &lt;br /&gt;
merusak 20 atau 30 persen dari senjata itu. Karena satu senjata saja sudah cukup untuk mengurus satu pasukan, kerusakan seperti itu tidak &lt;br /&gt;
cukup untuk mengalahkan Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi bagaimana kalau strategi itu digunakan untuk melawan Object?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua Object raksasa itu tertutup oleh sebuah zirah padat dan senjata yang bisa digunakan untuk menembus zirah itu juga terbatas. Bahkan &lt;br /&gt;
ketika Object memiliki 100 senjata, hanya senjata utama yang mampu mengalahkan Object lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi bagaimana ketika semua senjata yang digunakan untuk menghancurkan Object dihancurkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, putri akan kalah kalau begini terus!!” teriak Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser adalah seorang tamtama pelajar yang telah mempelajari desai Object dan Heivia adalah seorang analis yang mencari karakteristik &lt;br /&gt;
dan kelemahan dari Object musuh dari data yang mereka kumpulkan di pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa mereka mengerti sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object sang putri masih bertarung, tapi 5 dari 7 coilgun-nya telah dibuat tidak berguna. Sudah jelas, dari awal, semua senjata utamanya &lt;br /&gt;
tidak akan lagi bisa digunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat object sang putri dipaksa untuk bermain murni bertahan. Tatapannya menurun ke telapak tangannya. Atasan tinggi telah &lt;br /&gt;
memberikannya bahan peledak yang sangat banyak dan sebuah kapak tangan untuk menghancurkan Tri-Core sebanyak yang mereka bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, tunggu.” Senyum rapat tampak di wajah Heivia saat dia sadar bahwa Quenser tengah memperhatikan peledaknya. “Aku rasa aku tahu apa &lt;br /&gt;
yang kau pikirkan, tapi tunggu. Itu tidak mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sang putri akan tenggelam kalau begini terus,” kata Quenser saat dia berusaha menengok keluar apa yang ada di luar helikopter itu. “Aku &lt;br /&gt;
harus memberikan semua bantuan yang dia butuhkan sebelum dia benar-benar kalah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau akan dibunuh! Dan kita hampir melakukannya!! Tri-Core itu adalah monster yang terlihat baik-baik sana ketika kita naik ke deknya, &lt;br /&gt;
memasang peledak, dan meledakkan tangki minyak raksasanya! Di mana kamu mau meletakkan peledak untuk melukainya!? Dan nyatanya, mendekati &lt;br /&gt;
Object yang bergerak dengan kecepatan tinggi sudah cukup untuk membuat tubuhmu menjadi pasta!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kalau aku tidak melakukan sesuatu, putri akan mati!!” Quenser melihat Heivia lurus di matanya. “Di Alaska, kita mempelajari sesuatu yang bahkan lebih baik dari pada yang kita inginkan bahwa Object sinonim dengan perang. Apa kau lupa kalau neraka tengah menunggu mereka yang kalah kalau kita kalah dari Object musuh!? Object sangatlah kuat tapi tidak terlampau kuat sampai tidak bisa dikalahkan. Itu berarti kita tidak bisa bergantung pada sang putri tapi bukankah itu berarti kita bisa melakukan sesuatu tentang Tri-Core itu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, tolong hentikan ini! kalau kita mendekatinya dengan helikopter pelan ini, kita akan langsung ditembak tanpa kita sempat &lt;br /&gt;
menghindarinya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak pernah bilang kalau kita akan mendekatinya dengan Helikopter.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hentikan, kau bodoh!! Sial!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa memikirkan Heivia, Quenser terjun dari pintu helikopter itu. dari ketinggian 10 meter, dia berhasil mencapai permukaan laut dalam &lt;br /&gt;
hitungan detik. Dia menembus laut yang terasa keras seperti semen dan tenggelam dalam di bawah laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pphah! Sial!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepalanya meluncur keluar dari bawah laut ke permukaan air dan dia melihat dengan mengambang di atasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Helikopter Heivia dan Froleytia tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa ia akan membantunya, tapi juga tidak terbang pergi meninggalkannya sendirian di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dasar bodoh berhati lembut,” kata Quenser dengan senyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser sendiri tidak berniat untuk melawan Tri-Core satu lawan satu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mungkin dia bisa melakukannya kalau dia mencoba seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak peduli alasan semulia apapun dan tidak peduli sebanyak apa yang ingin dilindungi, sebuah Object akan membantai setiap makhluk &lt;br /&gt;
berdarah dan daging jika kamu mencoba melawannya sekeras apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Quenser telah mempelajari sesuatu di Alaska.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak perlu melawan Object secara langsung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bisa memutarinya dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elemen terpenting yang bisa membuat sesuatu tidak mungkin menjadi mungkin bukanlah kekuatan. Itu adalah otak. Dia perlu memikirkan semua &lt;br /&gt;
hal yang dia bisa,berpikir sekeras yang dia bisa, dan mencari cara, metode, atau teknik yang mampu mengalahkan Object. Hanya jika dia &lt;br /&gt;
memikirkan semuanya sampai detik terakhir dari pada menyerang langsung secara pasrah dan mencapai kemenangan yang tidak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara kepalanya di atas, Quenser berbicara pada Heivia lewat radionya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang. Saatnya mencari kelemahannya. Object raksasa itu memiliki 3 buah reaktor dari pada Object umum, jadi pasti ada sesuatu yang membuatnya berbeda.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bodoh. Kelemahannya tidak semudah itu untuk dicari. Object itu dibuat khusus untuk pertempuran laut. Tidak seperti Object kita yang &lt;br /&gt;
multifungsi guna dan wilayah, Object itu tidak memiliki titik buta di dalam air. Monster itu dibuat seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu dibuat untuk pertempuran laut... kalau begitu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser berpikir sambil dia menyelam di arah pertempuran antar Object itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tapi gerakannya terlalu monoton.... seperti sesuatu yang tidak terbiasa untuk bertarung...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia melihat Tri-Core itu berbelok ke kanan mengikuti arah sang Putri, Quenser menyadari sesuatu dan berhenti berangan dan berbicara &lt;br /&gt;
kepada Heivia lewat Radio.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, bukankah Tri-Core hanya berbelok ke kanan selama ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahn?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejak pertempuran dimulai, Tri-Core hanya pernah berbelok ke kanan! Ia hanya berbelok ke kiri saat berada dalam bahaya, tapi tidak &lt;br /&gt;
membuat sebuah lengingan tajam selama ini, bukan begitu!?” kata Quenser, cepat, karena ide yang dia dapat membuatnya sangat tidak &lt;br /&gt;
sebarang. “Ia tidak berbelok ke kiri sejak dia berusaha menghancurkan kita dengan jangkar raksasanya!! Saat dia berusaha menyerang markas &lt;br /&gt;
dari jarak 0 meter, seharusnya ia tinggal berputas searah jarum jam atau sebaliknya, yang seharusnya membuat pergerakan meriamnya lebih &lt;br /&gt;
cepat. Tidak ada Object yang berbasis pertempuran laut akan memiliki keterbatasan bergerak seperti itu!! Sesuatu pasti telah membuatnya &lt;br /&gt;
tidak mampu bergerak ke kiri! Kalau kita bisa memperburuknya....!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu berbicara sesuatu yang telah terjadi,” kata Heivia ragu sementara dia bersandar di helikopter itu dengan teropong di matanya. “Aku &lt;br /&gt;
tidak bisa melihat ada yang salah dengan itu. Tidak ada yang aneh dari bantalannya atau tekanan udara pendorongnya. Keseimbangannya &lt;br /&gt;
sangat sempurna. Dan, tidak ada yang salah pada apapun jika aku melihatnya dari sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasti ada sesuatu yang salah dengan hal ini, tapi Heivia tidak bisa melihat apa yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalahnya pasti terletak di suatu tempat yang tidak akan bisa dilihat Helikopter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Di bawah laut...?” gumam Quenser. “Hei, coba terjunkan skuter air yang ada di helikopter. Yang terlihat seperti papan peluncur dengan &lt;br /&gt;
motor itu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-apa? Kalau kita tidak keluar dari sini segera, gerakan Tri-Core yang terus ke kanan akan mengarah ke sini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sempurna, aku sudah menemukan kelemahan Tri-Core!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah patik dengan ukuran papan gambar kecil dan meja besi jatuh dari atas helikopter itu. Di saat yang sama, Helikopter berusaha &lt;br /&gt;
menjauh dari area itu karena Tri-Core sudah mendekati area mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser meraih plastik yang mengambang itu dan menekan tombol untuk mengeluarkan tangki udara kaleng. Dia mengenakan masker yang berbau &lt;br /&gt;
seperti air laut di mulutnya dan menyalakan mesinnya untuk menyalakan motor utamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya penyebutan Aqua Skuter adalah apa yang dikatakan oleh Quenser: papan seluncur dengan motor menempel di situ. Dengan menyelam &lt;br /&gt;
menggunakan, dia bisa bergerak lebih cepat dari pada hanya menggunakan kakinya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Quenser!! Menyelam!! Tri-Core mengarah ke arahmu!!” kata Heivia lewat rada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat senjata sepanjang 150-180 meter bergeser ke arahnya. Kecepatannya naik 50 km/j dan bantalan seperti bukit itu &lt;br /&gt;
mendekatinya dengan kecepatan 200 km/j.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa dia mengetahui keberadaan Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan tidak ada satupun dari 100 senjata itu mengarah ke arahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya ia berfokus pada pertempuran melawan sang Putri. Sampai-sampai dia tidak peduli bahwa akan ada prajurit yang terlindas saat &lt;br /&gt;
melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya, dia berhasil menghindari Object dengan menyelam ke bawah air, sekarang dia melakukannya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun kali ini dia tidak berniat untuk kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia akan mengarah menuju Tri-Core dan sekarang benar-benar akan membuat sebuah kerusakan parah baginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia menyelam ke dalam laut, Quenser berhasil memosisikan dirinya di bawah Tri-Core. ...Atau sebaliknya, Tri-Core tak sengaja lewat di atasnya saat dia menyelam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menambah kecepatannya agar tak tertinggal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dia melihat sesuatu yang sangat besar tersembunyi di dalam air. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Jangkar raksasanya!!) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Tri-Core bergerak untuk bermain-main dengan sang Putri, Quenser mengincar saat yang tepat untuk menurunkan kecepatannya, melepaskan &lt;br /&gt;
skuter airnya, dan meraih jaring yang menutupi jangkar itu. Setelah itu, benda itu bergerak dengan kecepatan 50 km/j. Rasanya seperti &lt;br /&gt;
sedang bertahan di sisi samping bis yang sedang melaju kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...!? Ooooooooohhhhhhhhhh!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangkar itu adalah salah satu dari tiga tiang besi yang memanjang ke bawah dari tiga bagian utama dari Tri-Core. Mereka bertindak sebagai &lt;br /&gt;
pemberat yang menjaga keseimbangan Object seperti mainan keseimbangan. Itu adalah bagian terpenting dari Object yang menjaganya tetap &lt;br /&gt;
stabil saat mengambil tikungan tajam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap jangkar itu mampu memanjang dan memendek seperti baton yang mudah dibongkar pasang. Dengan menjaga panjangnya agar cocok dengan &lt;br /&gt;
pergerakan Tri-Core, ia bisa menjaga titik gravitasinya tetap stabil. Itulah kenapa dengan cara itu ia tidak akan terbalik saat berbelok &lt;br /&gt;
dengan cepat terutama karena tenaga yang dihasilkan oleh reaktor itu terlampau besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core menggunakan metode yang sama seperti Hovercraft untuk menjaga tubuhnya tetap mengambang agar ia bisa bergerak dengan lebih &lt;br /&gt;
cepat. Hambatan air dapat dikurangi sebanyak mungkin jika sang kapal sendiri tidak menyentuh air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan walau begitu, ia masih memiliki tiga buah jangkar yang masih memberikan sejumlah hambatan air dalam jumlah besar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa ia melakukan itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu karena jangkar tersebut sangatlah penting sampai-sampai Object itu tidak akan bisa dikendalikan tanpanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Fungsinya mungkin terganggu karena jaring itu menutupi seluruh jangkar itu.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core itu menembus jaring itu karena ia berpikir bahwa ranjaunya tidak akan memberikan dampak yang sangat besar bagi dirinya. Ia benar &lt;br /&gt;
tentang hal itu. namun, ia tidak menduga bahwa jangkarnya akan terjebak di jaring tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, salah satu jangkar itu tidak akan lagi bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Jika Tri-Core bergerak ke kiri terlalu banyak, ia akan kehilangan keseimbangannya dan terbalik. Jadi agar tidak terjadi kejadian seperti &lt;br /&gt;
itu, Tri-Core itu memaksakan dirinya yang hanya bisa berbelok ke kanan untuk melawan Object sang Putri!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia memikirkan hal itu, Tri-Core itu entah bagaimana terasa tidak sekuat yang ia pikirkan seperti sebuah Object yang mampu &lt;br /&gt;
menggunakan serangan jarak jauh untuk menyerang markas Quenser dan yang lai. Biasanya, ia akan menyerang lurus ke arah markas lusuh dan &lt;br /&gt;
meledakkan semua yang ada di hadapannya. Alasannya kenapa dia tidak melakukannya adalah karena dia takut akan terjadi hal yang memaksanya &lt;br /&gt;
belok ke arah kiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi mengetahui hal ini membuat semuanya terdengar lebih mudah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Jika kehilangan kontrol salah satu jangkarnya saja dapat memberikan keuntungan sebesar itu, kehilangan dua lainnya akan memberikan &lt;br /&gt;
kerusakan yang lebih parah lagi dan menghancurkan keseimbangannya!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa Quenser membawa semua peledak yang dapat ia bawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membawa sebuah bom plastik bernama Hand Axe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia ragu bahwa peledak saja cukup untuk menghancurkan Object, tapi ada sesuatu yang lebih dari cukup bagi dirinya dengan jaring ranjau &lt;br /&gt;
dengan seukuran bola yang dipakai di festival olahraga. Jaring itu sudah menjerat jangkarnya dan memanjang hingga 350 meter seperti &lt;br /&gt;
stoking panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser memasang pemantik listrik ke dalam Hand Axe di sebelah ranjau itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menggunakan itu, dia dapat menenggelamkan Tri-Core.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Oke, semua persiapan sudah siap.... wah!?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core tiba-tiba berbelok tajam ke kanan membuat Quenser berputar-putar. Tangannya tertarik oleh jaring itu dan karena gerakannya yang &lt;br /&gt;
tiba-tiba tubuh Quenser terlempar cukup jauh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam waktu singkat, dia berada dalam jarak yang cukup dari Tri-Core.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dia telah melakukan sesuatu yang cukup dia lakukan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menendang kakinya untuk membawa kepalanya ke atas air dan melepaskan masker oksigen itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tangannya dia membawa radio yang digunakan untuk mengirim sinyal peledakan Hand Axe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini saatnya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser melihat sosok Tri-Core yang seperti gunung, dia menekan tombol itu dengan jempolnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah ledakan senyap menteru di dalam air dan gelembung udara menyembur keluar dari bawah Tri-Core. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu tidak berhenti di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelombang ledakan itu tidak hanya merambat melalui udara. Gelombang ledakan itu membawa dan menyerang tubuh Quenser yang berada di atas &lt;br /&gt;
air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tersentak dua kali di atas air seperti tubuhnya yang akan meledak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ledakan yang menyerang fondasi jangkar Tri-Core agar ia seimbang membuatnya berhenti saat ia akan berbelok ke kanan untuk mengejar Object &lt;br /&gt;
sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uhuk... ufuk!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hey, apa kau memasang Hand Axe ke jangkar itu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, dan aku mendapatkan salah satu ranjau itu. Seharusnya cukup...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bodoh! Tidak semudah itu! Tri-Core sudah bergerak selama ini dengan jaring itu di jangkarnya, meledakkan semua ranjau itu dalam &lt;br /&gt;
perjalanannya. Apa kau pikir meledakkan salah satunya akan menghancurkan salah satu jangkarnya begitu saja!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core itu menyegerakan salah satu senjatanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya dia menggerakkan satu dari 100 senjatanya untuk menghancurkan seekor serangga yang menyengatnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak menggunakan meriam utamanya yang ia gunakan untuk melawan Putri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, apapun yang dimiliki oleh Tri-Core, itu cukup untuk menenggelamkan kapal tempur. Tidak akan ada yang akan menjawab apa yang akan &lt;br /&gt;
terjadi pada tubuh serangga itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Brengsek. Tri-Core sekarang mulai serius!! Hei, Quenser, kita akan menembakkan semua sekam dan asap yang kita bisa, tapi jangan salahkan &lt;br /&gt;
kami kalau itu tidak cukup!! Tidak mungkin menghancurkan jangkar itu dengan peledak biasa!!” kata Heivia pasrah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan itu yang ingin aku lakukan,” jawab Quenser dengan senyum tanpa takut di bibirnya. “Aku sedang mencoba membebaskan jangkar yang &lt;br /&gt;
terlilit jaring itu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ledakan itu membuat semua bagian jaring itu menyebar ke semua era. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jaring itu menyebar seperti bendera yang menyibak mengikuti arah angin dan jaring itu melilitkan dirinya di salah satu jangkar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai sekarang, hanya satu dari jangkar yang dibuat tidak berguna karena terlilit oleh jaring itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ketiga-tiganya dibuat tidak berkutik akibat jaring yang melilit jangkar itu. Jaring itu menghalangi jangkar itu untuk memendek dan &lt;br /&gt;
memanjang, dan menghentikan gerakan Object. Kemampuan Object untuk bermanuver turun sangat drastis dan keseimbangannya juga tidak &lt;br /&gt;
terjaga. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Part 8&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara erangan yang luar biasa, Tri-Core itu menembak Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, proyektilnya tidak benar-benar mengenai dirinya. Tembakan itu mengarah ke laut dan menciptakan ombak besar yang terlempar di udara &lt;br /&gt;
dan menyapu Quenser. Dia tidak mati. Object yang maha kuat itu mengarahkan serangannya kepadanya tapi dia masih bisa hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasannya sederhana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat Tri-Core itu dan ia seperti melihat sebuah celah besar di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Object memiliki massa yang luar biasa besar dan Tri-Core memiliki tiga tubuh bola utama dan itu sengaja dibuat khusus untuk pertempuran &lt;br /&gt;
laut. Menggunakan kaki-kaki untuk berjalan di atas darat untuk menyokong benda sebesar itu akan menghancurkan semua yang ada di bawahnya &lt;br /&gt;
termasuk kakinya sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara kertakan terdengar di seluruh area pertempuran. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh Tri-Core itu dibuat dengan cara yang sangat detail dan skematis dan bahkan tidak terlihat memiliki kelemahan, itu monster itu &lt;br /&gt;
terlihat mulai runtuh sedikit demi sedikit. Pemandangan itu mirip seperti ketika melihat sebuah gunung yang hancur karena sebuah gempa &lt;br /&gt;
akibat gesekan lempeng tektonik yang bertabrakan satu sama lain. Bunyi kertak itu berlanjut dan pusat dari Object berbentuk huruf A itu &lt;br /&gt;
mulai terbalik secara simetris oleh sebuah tangan raksasa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berat seperti itu membawa sedikit tenaga potensial. Dan karena itulah ia membutuhkan jangkar untuk mengatur keseimbangannya, tapi saat &lt;br /&gt;
jangkar itu tidak bisa berfungsi, tubuh utama dari Tri-Core itu akan merasakan berat yang sangat luar biasa. Ini sama seperti seorang &lt;br /&gt;
ahli Aikido yang menggunakan berat lawan untuk melemparnya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object itu berusaha keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, semua sudah terlambat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh raksasa Tri-Core membentuk huruf n kecil. Semua orang dapat mengira bahwa takdir dari Object itu tinggal menunggu waktu untuk &lt;br /&gt;
tenggelam dan menghancurkan dirinya sendiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara terdengar di seluruh selat Gibraltar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti iklan sosis, Tri-core itu sudah mencapai batasnya dan hancur menjadi dua bagian. Bagian bawahnya yang mulai retak karena berat &lt;br /&gt;
tubuhnya sendiri mulai tenggelam ke dasar lautan. Bantalannya hancur dan mesin pendorong udaranya tidak lagi berfungsi dengan baik, dan &lt;br /&gt;
akhirnya ia tak lagi bisa mengapung di atas laut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sebelum Tri-core benar-benar tenggelam ke dasar laut, sebuah ledakan kecil terdengar di bagian atas dan melemparkan sebuah &lt;br /&gt;
perangkat pengaman ke luar. Elit musuh sudah menyerah dan Quenser sudah mengalahkan Tri-core. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat ke atas ke arah helikopter yang ada di atasnya dan tertawa seperti orang bodoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha ha ha!! Jadi kalian akhirnya kembali!! Kemarin Water Strider di Alaska dan sekarang ini!! Aku sudah mengalahkan dua Object!! Berapa &lt;br /&gt;
banyak medali yang aku dapat sekarang!? Aku mungkin hanya tamtama pelajar, tapi seharusnya aku sudah setingkat Letkol!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, kau bodoh!! Ini belum selesai! Kau harus keluar dari sana!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?  Tri-corenya kan sudah mau tenggelam ke dasar—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, dan Tri-core itu membuat gelombang seperti Tsunami dan membentuk cincin dari tempat dia tenggelam!! Ini sama seperti sebuah stasiun &lt;br /&gt;
luar angkasa yang jatuh dari langit ke dasar laut!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat ke arah lain dan terkejut ketika melihat sebuah dinding yang sangat besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sebuah dinding air setinggi 20 meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari posisinya, ia seperti melihat sebuah gedung yang akan runtuh tepat ke arahnya. Dia juga melihat bahwa helikopternya terbang menjauh &lt;br /&gt;
untuk menghindari gelombang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kau pasti sedang bercanda...!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan pasca-efeknya sudah cukup untuk membunuh prajurit seperti dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, Quenser baru menyadari betapa besar Object itu sebenarnya saat tumpukan air itu tepat menghujam dirinya. Kelima inderanya &lt;br /&gt;
seperti tidak lagi berfungsi dan dia tidak tahu apa yang sedang terjadi di luar sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Uhuk... ufuk!!....!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy_Object_v01_225.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser begitu merasakan sebuah perasaan yang begitu menakutkan, kata-kata itu seperti mengambang di atas kepalanya. Namun, tubuh Quenser &lt;br /&gt;
tidak hancur berkeping-keping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah obyek besar membantu tubuhnya untuk ikut dalam arus gelombang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa detik, gelombang setinggi 20 meter itu melewatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat ke sekelilingnya karena dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi karena dia masih hidup. Lalu dia sadar apa yang &lt;br /&gt;
membawa tubuhnya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object sang Putri memutari arah di mana dia ikut arus ombak itu dan menggunakan salah satu meriam raksasanya untuk mengangkatnya dari &lt;br /&gt;
air. Quenser terdampar di atas meriam sepanjang 40 meter itu seperti futon yang siap dikeringkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Halo yang di sana.” Dia mendengar suara sang Putri keluar dari speaker yang biasa digunakan oleh para Elit untuk menakuti para prajurit &lt;br /&gt;
untuk menyerah setelah Objectnya hancur. “Bagaimana rasanya menaiki Object yang sangat kamu cintai ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 8===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan akhirnya, Quenser, Heivia, dan Froleytia berhasil selamat. Mereka menaiki sebuah pesawat pengangkut yang membawa mereka keluar dari markas. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka semua membawa sebuah burger raksasa yang benar-benar melupakan keseimbangan nutrisi yang mereka butuhkan dan mereka dapatkan &lt;br /&gt;
ketika bekerja di dalam markas. Obsesi Froleytia terhadap Jepang semakin terlihat saat burgernya itu terlihat seperti tatsuta dari pada &lt;br /&gt;
daging ham.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froletyia kemudian berkata di dalam bibirnya yang pucat, “Aku rasa aku tidak akan bisa memakan makanan normal seperti ini setelah satu &lt;br /&gt;
bulan memakan ransum tanpa rasa itu, tapi rasanya makanan tetaplah makanan. Makan makanan ini membuatku sadar bahwa aku adalah makhluk &lt;br /&gt;
hidup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf mengganggumu di tengah disertasi filosofimu itu, tapi bisakah kamu tidak menyilangkan kakimu saat mengenakan rok ketatmu itu? &lt;br /&gt;
Tolong pikirkan perasaan bawahanmu ini saat harus duduk di depanmu seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Apa, tidak suka? Ayolah, aku sudah memberikanmu ini sebagai hadiahmu. Bisakah kamu keluar dari area keseksian di dalam stoking hitam &lt;br /&gt;
dan celana dalam merah ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, aku rasa celana dalam tidak bisa terlihat begitu mudahnya seperti ini. Maksudku, celana dalam harus terlihat sangat sulit untuk &lt;br /&gt;
dilihat. Aku enggak bilang kalau celana dalam itu buruk, tapi pendapatku ini tidak bisa kugunakan saat ini. Itu merah. Dan basah karena &lt;br /&gt;
air laut. Serat sintetis hitam yang robek dan menunjukkan kulit putihnya... Brengsek, kau benar!! Aku senang!! Gwaahh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si ramping dengan rambut perak kebiruan dan berdada besar, Froleytia, tertawa keras dan menunjukkan senyum kemenangan saat dia &lt;br /&gt;
mempermainkan hati bersih seorang pemuda bernama Heivia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, bajuku sangat lengket dan ketat. Kenapa air Lau ini harus begitu lengket di kulit? Mengganti bajuku saja tidak cukup kalau &lt;br /&gt;
sisa-sisa pasir ini masih menempel di tubuhku. Kalau saja kita punya waktu untuk mandi sebentar di pelabuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pesawat ini tidak punya ruang mandi, jadi kau harus menunggu sampai kita sampai di markas selanjutnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak perlu repot, Quenser,” kata Froleytia saat dia membuat sebuah penutup kotak di dekatnya. Dia mengeluarkan sebuah peralatan aneh &lt;br /&gt;
yang terlihat seperti tas yang terbuat anti air yang mempunyai sebuah kaleng penyemprot tanaman yang menempel di bawahnya. “Ini adalah &lt;br /&gt;
shower yang mudah dibawa ke mana-mana. Mungkin pembuatnya memiliki pikiran yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia memindahkan badannya dan menggantung shower itu di langit-langit pesawat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ehh?” Heivia berteriak saat atasannya mengeluarkan sebuah kolam berukuran anak kecil di lantai untuk mencegah airnya membasahi lantai. &lt;br /&gt;
“Maksudmu... di sini...? Kita akan mandi bersama di sini!? Dengan senang hati, nyonya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan membagi showernya dengan kain, jadi minggir, Heivia!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ghaahh!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia berteriak saat Froleytia menarik lembaran plastik di depannya dengan sebuah susuran di atasnya dan menendang Heivia saat dia &lt;br /&gt;
sedang duduk di lantai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia mendengar suara resleting baju yang terbuka dari balik tirai itu, Heivia berhenti berguling dan berubah menjadi agak tegar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Sial. Dasar penggoda anak muda.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah... itu benar... kau sangat benar Heivia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Kenapa dengan jawaban setengah hati itu? Tunggu, ada celah di antara dinding itu, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, tidak sama sekali. Jangan khawatir soal itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Froleytia yang sangat tenang ditemani dengan suara guyuran air itu terdengar dari balik tirai tebal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Quenser, aku hanya mengizinkanmu untuk melihat sebatas celana dalam. Kalau lebih jauh dari ini, aku akan menggunakan ruang interogasi &lt;br /&gt;
untukmu setelah ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wah!! Kau tahu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, jadi kau bisa melihatnya!?” tanya Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua orang bodoh itu saling berebut di titik celana dalam itu, tapi Froleytia meningkat kewaspadaannya dengan menggunakan selotip untuk &lt;br /&gt;
menutup celah di antara dinding itu. saat Heivia melihatnya, tidak ada lagi yang tersisa untuk dilihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, ayolah Heivia. Memangnya kamu mau terus-terusan menyesal di pojok situ?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Tinggalkan aku sendiri. Seseorang yang bisa melihat apapun yang dia inginkan tidak tahu apa yang aku rasakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya masalah ini tidak perlu dikhawatirkan karena ia semakin berkeringat, Quenser memutuskan untuk meninggalkan Heivia sendirian. &lt;br /&gt;
Quenser memiliki hal lain untuk dikhawatirkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sang Putri pasti sangat kuat,” gumamnya saat dia melirik ke jendela. “Perjalanan ini cukup singkat untuk sebuah pesawat, tapi mereka &lt;br /&gt;
harus memindahkan Object itu ke daratan sebelum mengirim Object itu ke medan perang yang lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari balik tirai tebal itu, Froleytia melirik Quenser dan membawa hal ini menjadi sebuah perbincangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan walau begitu, monster itu masih bisa bergerak di atas laut dan darat dengan kecepatan seperti kereta yang bergerak lurus. Ada banyak hal yang menyebabkan sebuah perang, tapi alasan utamanya adalah untuk mendapatkan rute paling efektif untuk memindahkan sebuah Object ke medan perang manapun. Selat adalah salah satu pilihan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa, kita kembali ke zaman penjelajahan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat kembali alasan kenapa dia ikut campur di dalam masalah ini. Saat dia melakukannya, partisi kain itu ditarik dan &lt;br /&gt;
meninggalkan Froleytia yang sudah lengkap dengan bajunya berdiri di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tah sah. Sekarang aku merasa sangat segar. Rasanya sangat memalukan kalau baju yang kita punya sangat tidak stylish, tapi apa yang aku &lt;br /&gt;
lakukan? ... Ngomong-ngomong, Heivia, kenapa kamu mojok di situ?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Berada di bawah komando seorang atasan cantik adalah sebuah masalah besar,” gumam Heivia dengan wajah tersenyum,  tapi Froleytia &lt;br /&gt;
terlihat bingung. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat pada apa yang dia genggam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Froleytia, kenapa kamu melihat tablet itu setelah kamu keluar dari shower?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Oh, ini? Aku harus memberikan dukungan jarak jauh untuk mengamankan rute wilayah untuk Object di Amerika Selatan dan tentara yang &lt;br /&gt;
ada di sana. Melakukan ini membuatku berpikir betapa keseimbangan sebuah kekuatan pertempuran di medan perang akan jelas terlihat dari &lt;br /&gt;
betapa cepat rute yang digunakan untuk mengirim sebuah Object.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Aku tidak peduli. Asal kamu tahu, aku tidak mau lagi ikut di dalam masalah ini. Aku mau pergi dari sini!” Kata Heivia dengan nada &lt;br /&gt;
tidak suka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tahu peraturan militer kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Peduli setan dengan peraturan itu!! Ayo, tuntut saja aku! Kalau kamu butuh alasan, aku akan dengan senang hati memperkosamu dan dada &lt;br /&gt;
besarmu itu sekarang juga!! Aku mendaftar di kemiliteran hanya untuk bisa menjadi seorang kepala keluarga di dalam keluarga bangsawanku!! &lt;br /&gt;
Setelah menghancurkan dua Object dengan senjata biasa, aku rasa aku sudah lebih dari cukup! Aku tidak akan pernah kembali ke medan perang &lt;br /&gt;
kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tahu, aku rasa kemenangan hari ini hanyalah untuk Quenser sendiri saja...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, aku rasa lebih dari cukup untuk mengalahkan dua Object! Aku tidak mendapatkan apapun!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“? Aku rasa kita memiliki dua hal yang sangat berbeda sekarang... Kenapa kamu jadi melenceng seperti ini Heivia? Well, aku tidak yakin &lt;br /&gt;
dengan apa yang menjadi masalahmu, tapi berhenti menangis.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia melihat peta di komputernya dengan agak bingung, tapi kemudian radionya mulai berkedip. Setelah bertukar cakap dengan jargon &lt;br /&gt;
militer, Froleytia menutup radionya dan mengeluarkan sebuah kata yang singkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya kalian beruntung. Kalian tidak akan mendapatkan acara pemberian gelar lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah!? Syukurlah, aku bisa pulang! Negaraku adalah sebuah negara aman, jadi semuanya pasti lebih baik dan aman di sana!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa yang bilang kalau kamu boleh pulang? Itu juga dibatalkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?” kata Quenser dan Heivia saat dia melihat wajah atasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia melihatnya dan menjawabnya, “Gerakan militer lama kembali di Oceania mulai membuat sebuah pergerakan baru. Sekarang setelah &lt;br /&gt;
kamu telah menghancurkan dua Object, sepertinya para atasan memiliki ketertarikan padamu. Mereka menyebutkan nama kalian saat meminta &lt;br /&gt;
kita untuk pergi ke Oceania.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Peduli setan!’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Turunkan aku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan membajak pesawat ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua prajurit itu berteriak protes, tapi pesawat pengangkut itu tidak bisa dihentikan. Sepertinya seseorang mengendalikan pesawat ini dari &lt;br /&gt;
jauh dengan membuat sebuah garis di sebuah komputer.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_1_Bagian_2&amp;diff=439587</id>
		<title>HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 2</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_1_Bagian_2&amp;diff=439587"/>
		<updated>2015-04-27T01:25:08Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Bagian 2: Si Jempol Tom Berlari di Padang Minyak &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran untuk Menutup Jalan Masuk Melewati Gibraltar==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang gadis yang dikenal sebagai seorang Elit, yang dipanggil dengan nama ‘putri’ (meski dia tidak suka dipanggil seperti itu) oleh &lt;br /&gt;
para prajurit dan pasukan, sedang berada di dalam sebuah pelabuhan besar yang digunakan sebagai markas perawatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fasilitas yang digunakan untuk merawat Object setinggi 50 meternya cukup besar untuk menampungnya. Jika seorang ahli bangunan Yunani &lt;br /&gt;
melihat bahwa kuil yang ia bangun sudah sangat besar, maka mereka pasti akan terkejut ketika melihat hal ini. Object sang Putri, Baby &lt;br /&gt;
Magnum, masuk dengan pas di dalam strukturnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object itu dikelilingi oleh jalur-jalur perawatan dan Sang Putri itu sedang duduk di pusat Object itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam tubuh utama Object itu adalah sebuah tempat yang berbentuk seperti bola. Itu adalah bagian kokpit dari Object. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk bisa ditempati oleh Object, kokpit itu sendiri membentuk sebuah bola dengan ukuran 2 meter. Kursinya dibuat secara ergonomis, &lt;br /&gt;
bentuknya sudah dihirung oleh komputer untuk mengurangi rasa lelah yang diakibatkan oleh posisi duduk yang tidak nyaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kokpit yang berada di dalam Object itu tidak memiliki jendela atau pelindung yang membuatnya bisa melihat ke luar. Ia hanya bisa melalui &lt;br /&gt;
monitor yang bekerja dengan gabungan sensor dan kamera. Monitor itu berbentuk lengingan dan dipasang dengan rapi di dalam  bola itu dan &lt;br /&gt;
sang Elit tinggal melihat seluruh area itu dengan pandangan 300 jendela yang begitu akurat namun cepat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi pusat kontrol Object bukan hanya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang putri menggunakan jari telunjukkan untuk mengetuk pelan perangkat yang ia kenakan seperti sebuah kacamata atletik. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sebuah perangkat yang menggunakan pancaran inframerah untuk membaca gerakan matanya, tapi dia juga menggunakan sebuah tongkat &lt;br /&gt;
kontrol seperti yang ada di dalam badan pesawat dan sejumlah keyboard yang sangat banyak. Semua kontrol sistem itu berfungsi sebagai &lt;br /&gt;
sistem utamanya dan yang lain menjadi sistem penyokong. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sejumlah sistem utama dan banyaknya kombinasi yang diperlukan dari kombinasi sistem penyokongnya sudah cukup untuk &lt;br /&gt;
membingungkanmu. Namun, sebuah Object adalah ikon kebanggaan kekuatan militer sebuah negara. Jika seorang tidak bisa bertempur hanya &lt;br /&gt;
karena tidak bisa memahami seluruh seluk beluk sistem itu, maka alasan itu akan sangat memalukan, jadi seorang pilot haruslah sangat &lt;br /&gt;
memahami seluruh seluk beluk sistem yang ada hingga yang paling detail. Seorang pilot elit harus mempelajari sebuah buku petunjuk manual &lt;br /&gt;
yang lebih tebal dari sebuah ensiklopedia dan lebih banyak lagi buku manual yang harus dipelajari demi menjamin semua pola dan masalah &lt;br /&gt;
yang kira-kira akan dihadapi di seluruh situasi yang akan datang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Putri menghela napasnya sedikit di dalam Object yang sedang di-service. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak menghela napasnya karena misi berikutnya yang mengharuskannya membunuh seseorang yang memiliki keluarga nan jauh di sana. &lt;br /&gt;
Malahan, dia sedang memegang sebuah ponsel di tangannya. Untuk mencegah peretasan, biasanya sebuah Object akan memotong sebuah sinyal &lt;br /&gt;
yang datang dari luar kecuali sejumlah sedikit perangkat yang digunakan sistem untuk berkomunikasi dengan seluruh sistem, tapi dinding &lt;br /&gt;
pelindung yang meliputi terowongan panjang hingga masuk ke dalam kokpit Object dibuka untuk kepentingan perawatan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sedang melihat ponsel di layar kecilnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah surel pendek tampil di situ. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berasal dari temannya yang ia temui di Alaska dan orang yang telah menyelamatkannya saat dia berada dalam masalah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh heh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya surel itu sendiri pendek dan isinya juga blak-blakkan tapi sang putri tidak peduli. Dia tidak pernah membayangkan jika orang &lt;br /&gt;
yang mengirimkannya itu memiliki makna yang lebih dalam dari yang sebenarnya ia katakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh heh he he he. Heh heh he he he.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mulai berguman dan bergerak ke kanan dan ke kiri di kursinya dan sedikit menari. Dan kemudian secara tidak sengaja dia mengayunkan &lt;br /&gt;
tangannya ke sekeliling dan secara tak sengaja menekan sebuah tuas di belakang tangannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu meriam itu bergerak dengan suara besi yang berdentum dan seperti akan menghancurkan jalan di sekeliling tempat perawatan itu. &lt;br /&gt;
Sang putri dengan panik menarik tuas itu ke tempatnya sebelum meriam itu melempar nenek tua itu ke luar dan membuat homerun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Quenser, misi kita akan segera dimulai. Komunikasi pribadi dilarang keras, jadi simpan ponselmu dengan rapi sampai kita memiliki waktu &lt;br /&gt;
luang lagi,” kata Froleytia memperingati, seorang atasan Quenser yang cantik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dengan cepat menaruh ponselnya di kantongnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Misinya sederhana,” kata Froleytia di dalam sebuah wahana transportasi sambil menggoyangkan sumpit rambut bergaya kanzashi di rambut &lt;br /&gt;
peraknya. “Object musuh mencoba meneroboh selat Gibraltar, jalan masuk ke laut Mediterania. Karena bencana yang akan terjadi jika ia &lt;br /&gt;
berhasil menerobos, kita harus menghentikannya tanpa menghancurkannya sebelum ia menerobos selat ini. Hanya itu saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya itu saja!? Menghentikannya tanpa meledakkannya? Apa kita harus memberikan serangan mematikan tanpa meledakkan monster itu?” keluh &lt;br /&gt;
Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia sebenarnya sudah menyadari pertanyaan bodoh itu karena dia memberikan anggukan kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Para atasan benar-benar serius memberikan kita perintah itu. Sepertinya Object ini membawa banyak sekali jumlah minyak mentah di &lt;br /&gt;
dalamnya yang mereka curi dan mereka ingin mengambilnya,” kata Froleytia sederhana. “Tapi jangan khawatir. Selama aku yang memimpin di &lt;br /&gt;
sini, aku akan memberikan perintah yang lebih realistis.... Jangan pikirkan minyak yang dicuri itu, hentikan saja Object itu sebelum &lt;br /&gt;
berhasil melintasi selat Gibraltar. Kalau kamu perlu meledakkannya, ledakkan saja. Hanya itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pikir itu ide yang sangat payah. Itu bukan musuh yang bisa ditangani prajurit seperti kami....” keluh Quenser, tapi sepertinya &lt;br /&gt;
Froleytia tidak mau lagi berkompromi tentang ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser merasa pusing saat dia berpikir bahwa pertempuran sengit sebentar lagi akan terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Laut Mediterania. Aku rasa itulah kenapa pakaian kamuflase kita diganti dengan warna abu-abu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat, Heivia. Tamtama akhir-akhir ini cepat mengerti. Sebagai seorang prajurit, bisakah kau menggantinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, oke. Tinggal mengganti pola motif senapanku saja kan? Tuhan, rasanya seperti mengganti warna latar ponselku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau ingin adu mulut dengan atasanmu, Heivia? Kalau iya, cepat dan hajar aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu mungkin tidak akan melakukan hal itu. Kupikir aku akan lebih bersemangat kalau kamu menginjak selangkanganku dengan kaki rampingmu &lt;br /&gt;
itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan jawaban itu, Heivia mengganti bagian plastik senapan itu dengan warna yang dia suruh tadi. Sambil melihatnya, Quenser berbicara &lt;br /&gt;
kepada Froleytia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kamu ada di sini, Froleytia? Bukannya kamu ditugaskan di Alaska?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku dipindah ke sini bukan karena aku mau. Sekali lagi, ini perintah atasan. Karena kamu berdua dan sang putri akan bekerja sama lagi &lt;br /&gt;
hari ini, mereka pikir akan lebih baik jika ada seorang atasan yang sama-sama berasal dari Alaska. Jujur saja, aku tidak ingin berada di &lt;br /&gt;
tempat yang sama dengan tempat kalian berdiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang akan terjadi jika Object ini menembus selat ini? Katamu, monster itu berusaha mengirim minyak mentah yang dicurinya, bukan?” &lt;br /&gt;
tanya Quenser mencoba mengganti topik pembicaraan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia mengangkat bahunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Negara kita sudah memotong jalan masuk markas musuh selama enam bulan dan kerja keras itu akan menjadi sia-sia jika benda itu menerobos &lt;br /&gt;
selat. Sebenarnya, Object itu sudah melintasi laut untuk mencari cadangan minyaknya sendiri. Tanpa mengindahkan garis batas laut &lt;br /&gt;
internasional dan laut teritorial, Object itu mengebor minyaknya sendiri, menyimpannya, dan membagikannya kepada negara-negara sekutunya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi ini seperti ini layanan kiriman untuk para negara penyokong dana sebuah grup teroris dan akan menguntungkan bagi kita jika kita &lt;br /&gt;
menenggelamkannya di sini,” kata Heivia dengan bibirnya yang melengkung sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menganggukkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika minyak saja sangat dibutuhkan oleh sebuah pertempuran yang berpusat pada Object, reaktor mereka pasti menggunakan tipe JPlevelMHD, &lt;br /&gt;
benar? Aku duga cara kerjanya memiliki spesialisasi khusus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ironis sekali. Semakin maju perkembangan teknologi yang di dapat, semakin efisien kerja alat itu jika menggunakan bahan bakar lawas &lt;br /&gt;
seperti batu bara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, tapi untuk JPlevel, minyak yang ada di dalamnya akan dilelehkan sebelum struktur kimianya sebelum dipadatkan kembali. Apa kau tahu &lt;br /&gt;
berapa lama minyak itu akan bertahan setelah dibakar? Sekalinya minyak itu ada di dalam reaktor, kau tidak perlu menggantinya selama lima &lt;br /&gt;
tahun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka menyimpang ke garis singgung, Froleytia membawa topik pembicaraan ini kembali ke jalurnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Minyak yang digunakan itu digunakan juga untuk markasnya, bukan Object saja. Seperti markas yang kau serang di Alaska, sebuah Object &lt;br /&gt;
tidak bisa berfungsi jika tidak menjalani sebuah perawatan.” Saat ia tidak bisa minum saat mereka sampai di markas, ia menyeruput shochu &lt;br /&gt;
yang rasanya keras. “Ada garis gawang yang dipasang di antara selat Gibraltar. Kita memasang sebuah jaring yang berisi ranjau yang &lt;br /&gt;
dirajut di jaring itu. Seharusnya itu bisa menghalau monster logam itu untuk lewat, tapi siapa tahu kalau itu bisa melukai Object. Itulah &lt;br /&gt;
kenapa Object milik sang putri akan melawannya saat kalian berdua melakukan misi kalian di balik layar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya posisi kita sangat tidak nyaman. Aku pikir aku akan mati dengan ditembak oleh 100 peluru nyasar.” Gerutu Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat melalui jendela kecil di samping wahana pengangkut itu. dia bisa melihat lautan biru membentang di bawah awan. Saat dia &lt;br /&gt;
melihatnya, dia berguman beberapa kalimat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku kembali dasar medan perang sialan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wahana pengangkut yang membawa Quenser dan yang lain telah mendarat di sebuah landasan pacu di pantai itu, tapi sepertinya mereka tidak &lt;br /&gt;
dibawa menuju ke markas perawatan seperti yang tadi ditugaskan kepada mereka berada. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Kau pasti bercanda kan. Itu tepat di tengah-tengah!” kata Heivia, protes, dari sebuah kapal perang sedang dengan lapisan besi &lt;br /&gt;
standar yang menutupinya dan dua buah meriam otomatis di belakang dan di depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengerti bagaimana perasaan Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah bangunan dengan struktur sama seperti sebuah pusat pengeboran minyak berdiri di tengah-tengah selat Gibraltar. Itu adalah sebuah &lt;br /&gt;
pulau yang terbuat dari logam yang berdiri dengan sejumlah pilar di bawahnya. Sepertinya, itu adalah sebuah bangunan yang dibuat dengan &lt;br /&gt;
sangat cepat mengingat bahwa sewaktu-waktu Object musuh dapat menerobos selat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pilar itu memiliki panjang 50 meter di bawah permukaan laut dan itu menyokong sesuatu seperti langit-langit logam selebar 300 meter &lt;br /&gt;
persegi. Dibawahnya, banyak jalan, tangga, dan elevator yang memanjang di setiap arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat Froleytia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita seperti sebuah target yang sangat empuk di sini. Kalau kita tahu bahwa makhluk itu akan datang ke sini, kenapa kita tidak &lt;br /&gt;
menggunakan angkatan udara daripada menunggunya lewat selat ini.?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak akan berguna melawan Object. Penelitianmu tentang desain Object seharusnya membuatmu sadar bahwa Object sinonim dengan Perang. &lt;br /&gt;
Untuk menghentikannya melewati selat Gibraltar, kita harus membangun markas untuk Object sang Putri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser tahu itu, tapi dia hanya ingin supaya dia tidak perlu lagi bertempur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun juga, harus bekerja di tempat yang sangat berbahaya ini bukan sesuatu yang mudah diemban oleh seseorang. Kalau Object itu &lt;br /&gt;
membombardir tempat ini, mayat mereka tidak akan pernah muncul ke permukaan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat sekelilingnya dan bisa melihat beberapa bangunan yang mirip dengan tempat mereka berada yang terlihat seperti sebuah &lt;br /&gt;
titik di laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu bukan bangunan untuk mengebor minyak. Tempat ini tidak cocok untuk mengebor minyak,” jawab Froleytia saat Quenser menampakkan &lt;br /&gt;
ekspresi itu. “Minyak yang dibutuhkan untuk perawatan itu dikumpulkan dari area yang bisa diajak kerja sama di seluruh dunia dan disimpan &lt;br /&gt;
di sebuah tangki penyimpanan di bawah laut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Jadi yang kita lakukan itu sama seperti mereka. Ini benar-benar membuat semangatku menurun,” kata Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, Heivia turun dari wahana itu dan menaiki tangga metal itu dan berjalan naik ke puncak markas itu. Tentu saja dia tidak &lt;br /&gt;
berniat untuk naik sebuah gedung setinggi 50 meter dengan tangga. Pertama dia akan naik melalui sebuah elevator.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengikutinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kenapa kamu begitu semangat sih?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku rasa para petinggi mengharapkan sesuatu yang sangat besar dari kita. Dari yang aku dengar, mereka bahkan memberikan sebuah sebuah &lt;br /&gt;
setelan yang sama seperti milik sang putri dari tentara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelan itu akan hancur berkeping-keping dan bahkan debunya pun tidak akan bersisa dari serangan Object.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi bukannya setelan itu bisa menahan tubuh kita agar tidak hancur berkeping-keping dari ledakannya bukan? Terbunuh akibat zirah milik &lt;br /&gt;
sekutumu sendiri merupakan cara mati yang tidak enak dilihat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka akhirnya sampai di sebuah pelataran di atas 10 meter di atas permukaan air. Area itu seluas 100 meter dan panjangnya 30 meter. &lt;br /&gt;
Karena ada beberapa crane yang bekerja di situ seperti sebuah tongkat pancing, pasti tempat ini adalah tempat untuk mengeluarkan dan &lt;br /&gt;
memasukkan kargo dari kapal pengangkut. Di dinding yang berlawanan dengan crane itu, sejumlah elevator bergerak untuk mengangkat dan &lt;br /&gt;
menurunkan kargo sedang disiapkan. Sebuah elevator dengan luas enam tatami sebesar ruang keluarga biasa dengan atap yang jarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia berlari mengelilingi tempat itu sebelum berhenti di pusatnya dan membuka tangannya lebar-lebar. Mungkin dia sedang berusaha &lt;br /&gt;
memanggil UFO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tiba di tempat sebesar ini bisa membuat semangatmu naik, bukan begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Mengisi kepalaku dengan ilmu pengetahuan tanpa bisa menulis sebuah tesis itu membuang-buang isi kepalaku saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau masih bertingkah seperti seorang tamtama? Kamu baru saja lulus dari markas Alaska, ingat? Sekali kau melewatinya, tidak ada lagi &lt;br /&gt;
yang perlu dikhawatirkan untuk sisa hidupmu, mengerti?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ototmu itulah otakmu, jadi kau perlu merehabilitasinya kembali saat kau berhenti menggunakannya. Aku tidak ingin semua yang aku tahu &lt;br /&gt;
hanya digunakan untuk meledakkan sesuatu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka saling berbicara, Froleytia memanggil mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kita tidak di sini untuk bersenang-senang. Cepat siapkan peralatanmu itu di loker dan cepat melapor ke pos. Aku dengar para &lt;br /&gt;
petinggi sedang mengamati kita, jadi setiap kesalahan yang kamu perbuat akan berdampak buruk bagimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu benar. Dan peledak yang kita gunakan diganti dari C4 menjadi Hand Axe, bukan begitu? Alat ini jauh lebih berharga pergramnya dari &lt;br /&gt;
pada platinium.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walau begitu, itu tidak akan bisa menggores zirah Object,” kata Quenser mencoba mengingat misi yang pernah mereka jalani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia lalu berbisik kepada temannya yang ada di sebelahnya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Hei, apa kau pikir kita bisa berhasil Entah bagaimana caranya? Bukannya tidak biasa jika orang seperti kita bisa melawan Object. &lt;br /&gt;
Keajaiban seperti di Alaska tidak akan terjadi dua kali berturut-turut...)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, aku pikir bahwa kita bisa melewati ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Quenser yang terbuka lebar membuat Heivia terkejut karena jawabannya sangat hati yang ringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia mengeluh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lagi pula, kali ini bukan hanya kita yang beraksi. Kita punya Objectnya tuan Putri. Pertarungan Object vs Object akan jadi fokus utama &lt;br /&gt;
di sini dan tugas kita hanya membantunya dari belakang untuk memberikan dukungan sebanyak yang kita bisa bagi sang Putri. Nanti juga &lt;br /&gt;
Putri akan mengurus sisanya. Ini tidak sama dengan pertarungan kita di Alaska saat kita harus melawan Object yang luar biasa besarnya itu &lt;br /&gt;
sendiri tanpa Object di sisi kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau... yakin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, lihat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia menunjuk pelat besi markas yang ada di seluruh sisi laut itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa fasilitas yang sama juga berada di lautan itu. Tidak hanya sedikit. Ada dua puluh sampai tiga puluh markas yang menutupi selat &lt;br /&gt;
ini dalam garis lurus dengan jarak interval. Itu terlihat seperti fasilitas pengeboran yang berada di pesisir laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka mungkin membangun markas ini buru-buru, tapi ada 30 markas perawatan Object di sini. Bahkan jika ada dua atau tiga yang diserang, &lt;br /&gt;
kita masih bisa bertahan untuk merawat Object kita. Sebenarnya tidak normal kalau kita menghabiskan uang untuk ini dan mereka pasti tidak &lt;br /&gt;
ingin fasilitas yang mereka bangun ini dihancurkan begitu saja. Atasan kita pasti sudah memperkirakan hal itu. Dan juga kesempatan kita &lt;br /&gt;
untuk hidup juga semakin besar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan itu membuat Quenser mulai melihat situasi ini dari sudut yang lebih positif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika mereka tidak lebih dari pion yang akan dikorbankan, atasan mereka tidak mungkin menggunakan uang sebanyak itu untuk membangun &lt;br /&gt;
fasilitas-fasilitas ini. dan juga mereka memiliki Object sang Putri. Setelah mendapatkan pengalaman mereka di Alaska, mereka juga tidak &lt;br /&gt;
bisa begitu saja bergantung padanya, tapi memiliki sang Putri di sisi mereka pasti juga memberikan keuntungan bagi mereka. Dan paling &lt;br /&gt;
tidak, sebuah pertarungan antara Object dengan Object jauh lebih seimbang jika dibandingkan mereka harus bertarung sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tugas Quenser dan Heivia adalah untuk untuk mendukungnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tidak akan melawan Object itu satu lawan satu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka hanya membantu sang Putri dari belakang dan menyiapkan cara-cara untuk membawa mereka kepada kemenangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika hanya itu, mungkin mereka masih mungkin untuk menang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser tersenyum di wajahnya dan dia berbalik menuju rekannya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, mungkin kita akan baik—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum dia menyelesaikan apa yang akan dia katakan, markas yang ada di sebelah mereka dihancurkan menjadi berkeping-keping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ledakannya baru terasa setelah mereka melihatnya secara visual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti sebuah kartu yang disusun membentuk piramid, markas itu hancur oleh sebuah serangan horizontal dan tenggelam ke laut. Markas yang &lt;br /&gt;
ada di sebelahnya sejauh 200 meter, tapi gelombang ledakannya menghempaskan tubuh Quenser dan Heivia. Sebuah kabel dari perangkat &lt;br /&gt;
menancap ke bawah dari atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa..?!! Apa bangunan itu tidak memiliki standar kualitas yang baik?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bodoh! Jangan mencoba kabur dari realita di depanmu! Itu pasti Object!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mendarat dengan punggungnya, dan dia berguling dengan perutnya dan menggunakan teropong untuk melihat sejauhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menemukan sesuatu berbentuk gunung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy_Object_v01_168.png|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melihat sebuah raksasa dengan zirah pelindung serangan nuklir yang menutupi reaktornya yang menjadi karakteristik dari sebuah Object yang sama dengan jumlah senjata yang mengitarinya. Senjata utamanya adalah Railgun. Sepertinya, senjata itu mampu menembakkan proyektilnya dengan kecepatan Mach 10. Kekuatan penghancurnya sungguh luar biasa seperti yang telah mereka lihat itu. Salah satu senjata itu menghancurkan seluruh markas itu dari peta dalam sekali tembakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih di atas itu, Object itu tidak hanya memiliki satu reaktor di dalamnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu ada tiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga bola itu disusun dan membentuk sebuah segitiga sama sisi dan sebuah zirah yang menghubungkan reaktor itu lalu riak air mendengus &lt;br /&gt;
dari Object berbentuk huruf A itu dan mesin bantalan udara di bawah Object itu membuat Object itu mampu mengambang di atas permukaan air. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object itu khusus dibuat untuk pertempuran laut. Lebih dikenal dengan nama Tri-Core.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Heivia melihat raksasa yang ada di dalam dokumen militer, dia mulai berteriak komplain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, tunggu, tunggu, tunggu!! Bagaimana caranya benda itu bisa bergerak ke sana ke mari!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu! Mungkin itu menggunakan kombinasi dari udara untuk mengambangkannya seperti Hovercraft dan jet air atau sesuatu yang &lt;br /&gt;
lain! Dengan bentuk sebesar itu, aku tidak terkejut kalau Object itu mempunyai banyak pendorong!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa memperhatikan kedua bocah laki-laki itu, Object itu mengarahkan railgun raksasanya yang terlihat seperti tiang besi di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object itu tidak memberikan peringatan atau ancaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara ledakan yang mengelegar, markas yang berjejer dalam garis yang membelah laut itu secara horizontal dihancurkan satu persatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia menutup telinganya dan berteriak dibalik gelombang ledakan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, apa benda sialan itu menembak kita seperti target di game menembak atau sesuatu seperti itu!? Kenapa jaring ranjaunya tidak &lt;br /&gt;
berfungsi!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Peledak biasa tidak akan bisa melakukan apapun saat melawan monster itu! harusnya kamu tahu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengalihkan teropongna ke arah lain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya adalah 60 detik yang terlewat sejak tembakan pertama dan hampir setengah markas itu telah tenggelam. Itu berarti tiap-tiap markas &lt;br /&gt;
ini tenggelam satu persatu tiap empat detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Di mana Object sang Putri? Jangan bilang padaku bahwa Object-nya ikut hancur di dalam markas tadi!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mulai panik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa yang harus kita lakukan!? Kita terlalu naif! Object bukan sesuatu yang bisa kita kalahkan dengan cara berhadap-hadapan! Berada &lt;br /&gt;
di tengah-tengah pertempuran antar Object akan membuat tubuh kita hancur berkeping-keping!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, tunggu. Kenapa Object sang Putri tidak membalas?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih terbaring di bawah, Quenser melihat ke sekelilingnya dengan teropongnya, tapi dia tidak melihat tanda-tanda Object besar yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah saat di mana Froleytia memanggil mereka sambil melihat Object yang berada di laut itu dengan wajah yang sedikit marah dan &lt;br /&gt;
terganggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa!? Kalian berdua tidak dengar!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak suara suara itu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sang Putri ada di sebuah markas pelabuhan di darat sambil menunggu perawatannya selesai untuk mengambang dalam pertempuran laut ini! &lt;br /&gt;
Sepertinya, mereka mengujicobanya dengan menyeberangi Samudera Atlantik, jadi kedatangannya ditunda! Kenapa kamu pikir kita menyewa &lt;br /&gt;
pesawat untuk menerbangkanmu ke sini dengan cepat!? Karena Cinderella kita memiliki jam karet, dia perlu waktu untuk sampai ke sini. &lt;br /&gt;
Karena kalian berdua adalah satu-satunya aset yang kita miliki untuk melawan Object demi kita, pihak atasan ingin kalian untuk melukai &lt;br /&gt;
Object itu sampai sang Putri bisa sampai di sini dan segera mengalahkan benda itu saat dia telah tiba!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, fuck that,” kata Heivia, ketika dia mengurutkan hierarki kemiliteran. “Tidak mungkin kita bisa melakukannya sendiri. Tidak ada &lt;br /&gt;
yang bisa kita lakukan sendiri tanpa Object!! Jangan terlalu banyak bercanda dan cepat kibarkan bendera putihnya!! Apa kau tidak &lt;br /&gt;
mendengar kalau perang sekarang ini bukan lagi perang habis-habisan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah keputusanku saat kita bisa menyerahkan tanah kita bagi lawan dan melarikan diri. Kali ini, barisan pertahanan kita sudah &lt;br /&gt;
terbentuk untuk menghalangi jalan musuh. Bahkan kalau kita mengangkat bendera putih, Object musuh pasti akan menghancurkan setiap markas &lt;br /&gt;
yang ada di seluruh selat Gibraltar. ...Sederhananya, situasi sekarang tidak mendukung kita untuk menyerah.” Tanpa memperhatikan raut &lt;br /&gt;
sedih di wajah mereka, Froleytia melanjutkannya tanpa ekspresi yang ramah. “Juga, para atasan tidak ingin kita menggunakan kode nirkabel &lt;br /&gt;
untuk bendera putih saat ini. Sepertinya mereka ingin mencegah Object musuh untuk menerobos dari sini bahkan jika kita harus meledak &lt;br /&gt;
berkeping-keping.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi hentikan benda itu seperti nyawamu bergantung padanya... karena itu seharusnya. Itulah kenapa kita menyerahkan kapak tangan itu &lt;br /&gt;
kepadamu yang lebih mahal dari pada Platinum.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya kita bisa melakukannnnnnnnnnnyyyyyyyyyyyaaaaaaaaaaaaa!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya kita bisa melakukannnnnnnnnnnyyyyyyyyyyyaaaaaaaaaaaaa!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia berteriak di dalam tarikan napas yang panjang dan berlari tanpa mengindahkan perintah. Mereka berlari menuju laut &lt;br /&gt;
lepas yang menyebar di bawah crane yang memanjang turun seperti tongkat pemancing. Mereka berada di atas ketinggian 10 meter, tapi &lt;br /&gt;
melompat dari situ masih lebih baik dari pada menjadi sasaran Tri-Core.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, tunggu du—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia baru akan memanggil nama mereka, tapi sebelum dia menyelesaikannya, dia sadar bahwa Tri-Core sedang mengarahkan Railgunnya ke &lt;br /&gt;
arahnya. Ekspresinya langsung berubah dan dia melompat dari markas itu persis seperti apa yang dilakukan oleh Quenser dan Heivia. Lalu &lt;br /&gt;
setelah itu, markas seperti gunung itu dihancurkan berkeping-keping oleh Object raksasa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia terjun ke dalam laut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sisa-sisa dari markas yang besar dan kecil tersebar dan mengotori laut. Pemandangan itu seperti sebuah pohon yang jatuh dan batang-&lt;br /&gt;
batangnya yang menutupi hilir sungai setelah sebuah badai menerjangnya. Namun, markas perawatan itu terbuat dari besi dan semen, jadi &lt;br /&gt;
sisa-sisa markas itu tenggelam semakin dalam di bawah laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia mengayuh air dengan payah dengan berusaha menjaga kepala mereka tetap berada di atas permukaan air, tapi seragam &lt;br /&gt;
militer mereka cukup berat setelah menyerap air itu. Mereka juga membawa beberapa kilo bom plastik dan senapan, dan ini tidak sama dengan &lt;br /&gt;
berenang ketika memakai baju renang. Rasanya seperti sebuah tangan tak terlihat sedang menggapai kaki mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uehh... sial.... aku akan mati!! Kita akan terseret arus! Aku tidak akan pernah kembali ke pertempuran yang ada Objectnya!!” teriak Quenser saat dia akan tenggelam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sebelahnya, gerakan Heivia seperti seseorang yang hampir berenang dan tenggelam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saat ini, kita akan dihantam dengan sisa-sisa markas yang akan jatuh dari atas kita bahkan jika Object itu tidak menembak kita! Di mana &lt;br /&gt;
suit yang dijanjikan pada kita!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Di dasar laut sekarang! Bagaimana kalau kau menyelam sedalam 300 meter dan ambilkan itu buat kita!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka menjanjikan suit yang membuat kita tenggelam seperti batu saat kita bertempur di laut!? Apa para atasan itu mencoba menyingkirkan &lt;br /&gt;
kita setelah mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lebih pentingnya lagi, apakah kita tidak bisa menjauh dari markas ini sejauh mungkin!? Tangki minyak yang ada di dasar laut yang &lt;br /&gt;
disambungkan dengan pipa adalah sumber daya yang sangat penting bagi perawatan, bukan? Alat pengaman pasti sudah menahan minyak mentah &lt;br /&gt;
itu untuk bocor, tapi siapa yang tahu berapa lama alat penahan itu akan bertahan dari serangan Tri-Core!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi akan ada sebuah air mancur hitam yang diikuti lautan api!? Siapa sih sebenarnya yang menyetujui rencana buruk ini!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Heivia mengeluh, dia tenggelam di bawah permukaan laut sekali lagi dan dengan panik mencoba bangkit lagi. Sekali kepalanya naik ke &lt;br /&gt;
atas lagi, dia mengangguk seperti seekor anjing yang basah terkena air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, aku tidak akan lagi bisa bertahan. Aku akan tenggelam... Aku bisa menyingkirkan peledak di tubuhku, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan mengubah kesempatanmu untuk hidup dari 1% menjadi 0%!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memang apa yang bisa dilakukan rongsokan ini!? Bahkan kalau kita meletakkan dengan hati-hati, benda ini tidak akan melukai zirahnya sama &lt;br /&gt;
sekali! Dan bahkan kita tidak berada sangat dekat dengan situasi yang menguntungkan itu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu benar... mendekati Object itu masih menjadi masalah, tapi... gyahh!! Object itu mau kemari!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia melihat secara horizontal dengan wajah yang terkejut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core itu pasti telah memutuskan kemenangan mereka dipastikan setelah memeriksa seluruh markas yang telah dihancurkan dengan Railgun &lt;br /&gt;
(atau ia merasa lega karena tidak ada Object yang muncul) karena dia mendekat dengan rentetan suara tembakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu bergerak dengan kecepatan 200 kilometer per jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apa itu akan langsung menyeberangi selat ini?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang Quenser duga, dia mendengar Froleytia memanggilnya dengan hanya kepalanya di atas permukaan air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lakukan sesuatu!! Kalau benda itu melintasi selat ini, itu akan berhasil memberikan minyak bagi markas musuh! Kalau kamu tidak mau itu &lt;br /&gt;
terjadi, cepat lakukan sesuatu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa yang peduli tentang itu sekarang!? Object itu bisa membawa minyak goreng itu dengannya sepuas-puasnya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau minyak itu sampai di sana, markas musuh akan berfungsi dan bekerja lagi!! kalau itu terjadi, bahkan Object yang lebih buruk dari &lt;br /&gt;
ini, yang berhenti karena tidak adanya perawatan, akan berfungsi kembali dan bergabung!! Wilayah Mediterania akan menjadi lebih buruk &lt;br /&gt;
dari neraka!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, berikan aku istirahat sejenak!! Apa kau pikir aku bisa dihukum karena menembak atasanku di kepala?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia membuat komentar itu bagi Quenser dengan sangat serius di matanya, tapi Quenser memiliki sesuatu yang lebih penting untuk &lt;br /&gt;
dikhawatirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, ini buruk! Tri-Core itu akan ke sini!!” Dia berteriak dengan tampang yang lebih serius di mukanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja, pahlawan!! Itu mencoba untuk menembus selat, ingat—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak!! Object itu mengambil arah untuk meremukkan kita!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tidak!! Kau pasti sedang bercanda!!” teriak Heivia, tapi sayangnya, Quenser sedang tidak bercanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-COre yang memiliki tiga reaktor itu baru sadar bahwa masih ada markas musuh yang berada dalam kondisi dasar yang kokoh setelah dua &lt;br /&gt;
sampai tiga tembakan dari railgun raksasanya dan sekarang sedang mencoba ke sini untuk menembak dari jarak nol. Raksasa itu mendekati &lt;br /&gt;
mereka tanpa memperhatikan Quenser dan yang lain berada di laut dengan payah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja tubuh manusia akan langsung hancur jika raksasa itu menembakkan senjatanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core itu sepertinya mengapung dengan cara yang sama seperti sebuah Hovercraft menipu udara ke bawah, tapi seperti benda itu &lt;br /&gt;
membutuhkan sesuatu yang lain untuk menjaga benda itu tetap mengapung setinggi 30-50 cm di atas permukaan laut. Quenser dan yang lain &lt;br /&gt;
pasti akan terkena dengan itu saat mereka mengayuh kaki mereka di jalur raksasa itu dan hembusan udara yang menjaga ratusan ribu ton &lt;br /&gt;
benda itu tetap mengambang di atas permukaan akan menghancurkan tubuh manusia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, mereka akan dilumatkan dan dimakan oleh gurita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Heivia terbuka saat dia melihat Tri-Core itu mendekat dengan jalan yang melawan arah jarum jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita harus pergi dari sini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bodoh!! Tidak mungkin kita bisa berenang secepat itu!! Tri-Core itu selebar 150 meter! Bahkan seorang pemenang medali emas Olimpiade &lt;br /&gt;
tidak akan bisa menghindarinya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu beri tahu aku, calon sarjana!! Apa yang harus kita lakukan untuk selamat dari situasi ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan saat mereka saling membentak satu sama lain, Tri-Core itu semakin dekat dengan kecepatan yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu akan mencapai tempat ini dalam waktu 30 detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kalau kita tidak bisa kabur lewat berenang ke kiri atau ke kanan, lalu pilihannya yang terakhir adalah...!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser berenang maju menuju sampan yang tenggelam di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat itu, Heivia berteriak, “Apa kau pikir kapal motor murahan bisa memutar balikkan alur pertempuran laut ini!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, bodoh! Pakai ini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melempar sesuatu yang telah disediakan oleh sampan penyelamat itu ke arah Heivia dan Froleytia. Itu adalah sebuah masker oksigen &lt;br /&gt;
dengan tabung kaleng untuk melindungi hidung dan mulut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebuah tangki oksigen...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pakai ini dan menyelam!!” kata Quenser saat dia mengenakan masker jernih itu dan menunjuk ke bawah. “Tri-Core bergerak di atas permukaan &lt;br /&gt;
air dengan pengambang raksasa dan bantalan udara! kalau begitu, seharusnya ia tidak sampai di bawah permukaan air!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya Heivia dan Froleytia terlihat mencoba memberikan sebuah balasan, tapi Quenser tidak memiliki waktu untuk mendengarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ujung dari Tri-Core yang bergerak dengan kecepatan 200 km/j sangat dekat dengan mereka. Saat bergerak dengan begitu cepat, itu membentuk &lt;br /&gt;
sebuah gelombang air tinggi berbentuk V. Walau benda itu sebenarnya sedang mengambang di atas permukaan air, angin yang ditembakkan dari &lt;br /&gt;
atas ke bawah menghancurkan permukaan air itu. bahkan jika mereka bisa berhasil sampai ke sisi dari Tri-Core, gelombang itu akan menelan &lt;br /&gt;
mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menyelam ke bawah permukaan air tanpa mengecek apakah dia sudah mengenakan maskernya dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tekanan udara dari Tri-Core yang ditembakkan ke bawah, membuatnya hampir tidak terlihat. Angin terus menerus mengguncang permukaan air, &lt;br /&gt;
tapi amukannya tidak sampai ke bawah permukaan air itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Hoo. Sepertinya aku berhasil—)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser menarik napasnya lega, sesuatu menghalanginya untuk bernapas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh utama dari Tri-Core menggunakan gaya dorong yang sangat kuat dan bantalan udara yang hampir sempurna yang membuatnya mampu &lt;br /&gt;
mengambang di atas permukaan laut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, sesuatu seperti tiang besi menusuk lurus ke bawah dari tiap-tiap reaktor bola itu. Itu adalah jangkar yang berbentuk siku seperti &lt;br /&gt;
tongkat pemukul milik polisi yang mudah dibongkar pasang. Beratnya akan menahan agar Object itu agar tidak jatuh ke tiap-tiap sisinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh utama dari Object itu melewati kepala Quenser, tapi benda seperti tiang jangkar itu mengarah lurus ke arah dirinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser langsung bergerak cepat untuk berenang menuju sisi yang lain untuk menghindarinya, tapi Tri-Core membuat gerakan yang sama di &lt;br /&gt;
saat yang sama dengan dirinya. Mungkin terlihat seperti mencoba mengarahkan arahnya, tapi itu membuat sebuah gerakan tiba-tiba yang &lt;br /&gt;
mengikuti arah jarum jam seperti orang yang akan melakukan gerakan pivot—menggesekkan kakinya di atas tanah dengan cepat lalu merubah &lt;br /&gt;
posisinya. Kecepatannya menurun dengan perlahan, tapi trayektori jangkar itu mengarah lurus ke arahnya seperti peluru kendali yang &lt;br /&gt;
langsung mengarah pada dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Oooooooohhhhhhhhhhh!?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di titik itu, tidak bisa memikirkan rencana atau trik. Quenser hanya menggerakkan tangan dan kakinya secara panik agar bisa menjauh &lt;br /&gt;
sejauh yang dia bisa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tubuh kecilnya hanya bisa berputar di dalam air seperti sehelai daun yang tertiup di atas angin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uhuk!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangkar itu tidak mengenai dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau mengenainya, tubuhnya tidak akan mampu diidentifikasi sebagai manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia baru saja menghindarinya, tapi arus air yang tertarik akibat jangkar itu membuat tubuh Quenser berputar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Paling tidak aku berhasil menghindarinya..)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser secara ajaib berhasil menyelamatkan dirinya sendiri, tapi dia masih tidak memiliki kesempatan untuk menarik napas lega. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu meraih kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah rasa sakit menjalar ke seluruh kakinya sampai-sampai dia berpikir bahwa sendinya dislokasi, tapi seperti tidak terlalu serius. &lt;br /&gt;
Bahkan kalau begitu, kesadaran Quenser mulai lenyap. Apapun benda yang menarik kaki Quenser, dia bergerak dengan kecepatan 50 km/j.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Uhuk ufuk!! Brengsek. Apa aku tersangkut di salah satu bagian Tri-Core!?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat sendinya yang mulai menjalarkan rasa sakit dan ekspresinya yang terlihat masam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu seperti jaring logam mengelilingi jangkar itu dan sebagian dari menyelimuti pergelangan kaki Quenser. Itu tidak terlihat seperti &lt;br /&gt;
jaring yang digunakan untuk menangkap ikan. Ini menjadi lebih jelas saat Quenser melihat sekelilingnya dan memperhatikan bahwa ada bola &lt;br /&gt;
logam di dekatnya. Itu seukuran bola yang digunakan untuk acara festival dan permukaan metal itu seperti ada sebuah tanduk yang tebal di &lt;br /&gt;
seluruh sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Quenser merapat ketika dia melihat benda itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(... Sebuah ranjau?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengingat apa yang dikatakan Froleytia soal jaring ranjau yang dipasang di seluruh selat Gibraltar untuk memerangkap Tri-Core. Object &lt;br /&gt;
itu menggunakan tubuh besarnya untuk memaksa masuk melalui jaring itu dan akhirnya jaring itu nyangkut di salah satu bagiannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ranjau seperti itu tidak akan bisa merusak Object. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi jika diledakkan di sini, itu akan meledakkan tubuh Quenser menjadi berkeping-keping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Brengsek, aku tidak akan mati oleh perangkap yang dipasang sekutuku sendiri!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin karena berpikir bahwa akan lebih baik untuk mengarahkan Railgun jika diam, Tri-Core itu berhenti bergerak, bantalan udaranya &lt;br /&gt;
melemah, dan itu berhenti di permukaan air yang di atasnya benda itu mengambang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menggunakan kesempatan itu untuk melepaskan dirinya dan mencapai pergelangan kakinya. Namun, itu telah bersimpul di dalam jaring &lt;br /&gt;
sehingga ia tidak bisa melepaskan diri begitu mudah. Dia panik, tapi kemudian tangan seseorang mencapai dirinya di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(!? ...Heivia!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya, temannya itu juga ikut tersangkut di jaring juga. Heivia sepertinya ingin mengatakan sesuatu, tapi masker oksigen dan baju &lt;br /&gt;
airnya menghalanginya untuk berbicara kepada Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia menggunakan tangannya yang handal untuk membebaskan Quenser dari jaring, tapi dia menggapai tangan Quenser saat Quenser mencoba &lt;br /&gt;
pergi dari situ. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core itu berhenti dan menembakkan railgunnya. Itu menghancurkan markas yang telah kehilangan bentuk aslinya dan para prajurit yang &lt;br /&gt;
sudah melompat ke dalam laut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara perhatiannya pada hal lain, mereka akhirnya berhasil melarikan diri dari Tri-Core setelah melepaskan diri dari jaring. Namun, &lt;br /&gt;
Heivia memegang jaring itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser bingung, tapi dia juga menggapai jaring itu seperti tangga. Dia tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Heivia. Yang lain mencoba &lt;br /&gt;
menjelaskan, tapi Quenser tidak bisa mendengar apa yang dia katakan di dalam air. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beristirahat sejenak, Heivia sadar bahwa usahanya benar-benar sia-sia dan menunjukkan tangannya ke atas dengan satu tangan &lt;br /&gt;
sementara tangan yang lain memegang jaring ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gesturnya bisa dibaca dengan mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tekanan udara dari bantalan udara sepertinya telah berhenti, jadi ayo kita gunakan kesempatan ini untuk memanjat naik ke dalam Tri-Core &lt;br /&gt;
sebelum benda itu bergerak lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia menaiki jaring itu seperti jaring yang ada di taman bermain dan akhirnya mereka berhasil mencapai permukaan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core raksasa yang sedang mengambang itu membentuk huruf A. Mereka berada di area gelap dari Tri-Core di atas permukaan air yang &lt;br /&gt;
terlihat seperti kolam pemancingan ikan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia melepaskan masker oksigennya dan mulai mengumpat kata-kata yang ingin dia katakan sejak dia tenggelam di bawah laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial! Aku lengket dan bau! Aku seperti anjing basah!! Siapa yang tadi bilang kalau kita akan selamat kalau kita menyelam!? Aku hampir mati di sana!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau hanya tahu caranya untuk bertahan hidup, bukan selamat! Lagi pula, di mana Froleytia!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana kau bisa tahu? Dia mungkin mengambang entah di mana,” kata Heivia, tidak peduli, sambil melihat ke sekelilingnya. “Naik ke &lt;br /&gt;
permukaan memang bagus, tapi bagaimana caranya kita naik ke dek Tri-Core?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada tangga perawatan di sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!? Oh, sial! Cepat, Quenser!! Tri-Core ini sudah selesai menembaki target latihannya dan mulai bergerak lagi! Kita bisa remuk karena &lt;br /&gt;
tekanan udara oleh bantalan udara di sini!! Angin yang mengangkat raksasa seberat enam ratus ribu ton akan meniup ke bawah!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial! Object ini tidak akan pergi ke wilayah negara musuh, bukan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana aku bisa tahu!? Cepat naik saja! Jangkar itu masih berbahaya. Itu bisa dibongkar pasang dan berfungsi seperti tabung penghisap &lt;br /&gt;
untuk membawa masuk air untuk jet air dan juga sebagai drainase. Kalau tiang itu naik ke permukaan, kita pasti akan dihisap masuk!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan akhirnya, Quenser dan Heivia menaiki tangga yang dipasang di sisi raksasa yang sedang mengambang setinggi 5 meter dan akhirnya sampai &lt;br /&gt;
di dek Tri-Core. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bantal yang menjaga Object tetap mengambang memiliki tebal 20 meter dan sebuah tangki silinder raksasa yang terlihat sama seperti di &lt;br /&gt;
dalam area industri kompleks yang rumit dipasang di sebelah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Tri-Core bisa mengebor minyak untuk dirinya sendiri, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan menyiapkan kapak tangannya, tapi apa kau pikir itu cukup untuk menenggelamkan Tri-Core?” tanya Quenser dengan ragu saat dia &lt;br /&gt;
menancapkan pemicu di peledak yang ia bawa. “Di Alaska, kita berhasil meledakkan Object dari dalam dengan menyiapkan peledak di dalam &lt;br /&gt;
suku cadang musuh di markasnya, tapi kita tidak tahu di mana markas Object ini untuk melakukan perawatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, lihat ini,” kata Heivia saat dia memindahkan senapannya dari bahunya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senapan modern tidak dibuat untuk tidak bisa berfungsi ketika masuk ke dalam laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat arah yang ditunjuk Heivia dengan dagunya saat dia melihat bantalan yang lain. Seperti yang dijelaskan tadi, bantalan &lt;br /&gt;
udara Tri-Core ini membentuk huruf A dan banyak fasilitas yang dibangun di situ. Satu blok memiliki crane raksasa yang digunakan untuk &lt;br /&gt;
mengebor minyak dan blok yang lain memiliki gedung penyimpanan yang berbaris rapi seperti yang ada di dalam pelabuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melirik kolam ikan yang sebenarnya adalah laut lepas yang dibuat oleh bentuk bantalan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Area penyimpanan raksasa? Aku mengerti. Markas perawatan Tri-Core ini dibangun di dalamnya!! Itulah kenapa dia tidak membutuhkan &lt;br /&gt;
markas perawatan yang mudah diserang. Dengan tiga reaktor, dia bisa mengurus dirinya sendiri tanpa markas perawatan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bukan itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentara musuh! Fasilitas ini menyiapkan sejumlah pasukan yang dilengkapi dengan senapan mesin!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Heivia berbicara, dia menggapai lengan Quenser dan menariknya untuk berlindung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mendengar suara senjata api dan bunga api yang beterbangan dari bantalan itu di kaki mereka dan suara pelat logam tempat di mana &lt;br /&gt;
mereka bersembunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar. Bukankah kita sembunyi di balik tangki minyak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada tempat lain yang bisa kita gunakan untuk sembunyi!! Apa kau ingin pergi ke sana seorang diri ke area terbuka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa prajurit Tri-Core sepertinya telah mengetahui bahwa Quenser dan Heivia tengah bersembunyi karena tembakan mereka terdengar &lt;br /&gt;
sangat berhati-hati dan sporadis. Mereka bahkan tidak menggunakan granat apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia memegang senapannya dari balik tangki minyak ini dan membalas dengan beberapa tembakan, dua atau tiga tembakan beruntun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, putari bantalan ini dan berjalan menuju area perawatan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan melakukan hal yang sama seperti yang kita lakukan di Alaska? Tapi kapan Tri-Core akan menjalani perawatan!? Kalau bukan tiga hari, &lt;br /&gt;
kita akan terjebak di sini untuk tiga hari!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu cari kelemahannya!! Kita harus menggunakan kesempatan ini demi keuntungan kita untuk merusak Object ini entah bagaimana caranya!!” kata Heivia saat dia menarik pelatuknya, tapi tembakannya kemudian berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa, macet?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diam kau, aku akan memperbaikinya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia mundur ke belakang untuk berlindung dan memindahkan pengaman senapannya. Dia cuman harus mengambil peluru yang macet dan mengganti &lt;br /&gt;
pengamannya dengan pistol untuk digunakan lagi, tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba tempat mereka mulai bergoncang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core sepertinya akan bergerak berputar sesuai arah jarum jam dan mereka berdua hampir saja terlempar dan jatuh. Saat Heivia ingin &lt;br /&gt;
menggunakan senapannya lagi, beberapa bagian  besi mulai berterbangan di atas bantalan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raut muka yang tidak enak nampak di wajah Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa aku boleh menangis?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan kehilangan semangatmu. Ayo berusahalah!! Lihat, mereka menyadari ada sesuatu yang salah dan mengurangi rentetan tembakan mereka!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, beberapa bagian jatuh ke bawah menuju laut lepas, jadi tidak ada bagian yang bisa digunakan untuk memperbaiki senapannya. Heivia &lt;br /&gt;
melempar senapannya yang tidak bisa diperbaiki itu ke samping dan mengambil pistol yang ada di punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa kau sudah tahu tempat mana yang akan kau pasang peledak!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Beri aku waktu. Aku sedang mengakses data kemiliteran kita!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pikir pilihan anti air itu hanya berguna saat kita memakainya di bak mandi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau berdiam terlalu lama dan membuat panas dari air bak itu mengalir ke tubuhmu jika melakukan itu. Kau adalah analis, bukan, Heivia? &lt;br /&gt;
Kau membantu menggambar desain umum sebuah Object musuh dan melakukan observasi cepat? Kalau begitu kau bisa membantuku menemukan &lt;br /&gt;
kelemahannya jika kau melihat ini.” Quenser melihat ke bawah ke layar kecil itu. “Oh, Ayolah! Dasar sampah. Sinyalnya sangat buruk. &lt;br /&gt;
Mungkin sinyalnya lebih baik di sini...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, dasar bodoh!! Itu tepat di area tembakan musuh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Heivia dengan panik menarik tangannya kembali, Quenser kembali ke sifatnya semula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, aku rasa kita tidak perlu melihat diagram itu lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa, kau ingin mereka menyiapkan sebuah kafe yang modis dengan wifi gratis di tengah pertempuran?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, Tri-Core memang memiliki kafe entah di mana,” jawab Quenser dengan wajah yang serius saat dia menendang ringan ke tanah. &lt;br /&gt;
“Tapi saat kau berpikir tentang itu, bukankah ini adalah kelemahan terbesarnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bantalan raksasanya?” Well, Object raksasa ini memiliki tiga reaktor utama, jadi aku rasa Object ini akan langsung tenggelam jika kita &lt;br /&gt;
meledakkan bantalannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masalahnya adalah menemukan cara menghancurkan bantalan ini dengan hanya menggunakan kapak tangan yang kita punya saat ranjau raksasa &lt;br /&gt;
bahkan tidak memberikan dampak bagi Object ini. Kalau kita tidak bisa memfokuskan serangan kita pada satu titik...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, sial!!” teriak Heivia, memotong pemikiran Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat ke arah lain untuk meliat pistol Heivia yang kokangnya tertarik ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku kehabisan peluru! Pistol ini hanya senjata pengganti, jadi aku tidak bawa banyak magasin!! Kalau kita di sini lebih lama lagi otak &lt;br /&gt;
kita aan diledakkan oleh tentara biasa!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu apa yang harus kita lakukan untuk melawan Tri-Core!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana aku bisa tahu!? Lemparkan saja peledak itu entah di mana dan lompat ke laut! Pilihan kita yang terakhir adalah bertemu dengan &lt;br /&gt;
Froleytia di manapun dia berada dan pergi dari sini. Ini hanya satu-satunya kesempatan kita untuk kabur!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di saat yang renggang, suara tembakan musuh menjadi lebih sporadis. Mereka sepertinya berhasil mengitari huruf A ini di antara sela-sela &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tembakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia kehabisan waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka akan terpojok jika ini berlanjut lebih lama lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser membenci ide bahwa mereka harus meninggalkan Tri-Core, tapi memang benar bahwa mereka tidak bisa menemukan titik lemah yang bisa &lt;br /&gt;
langsung menenggelamkan monster ini dengan hanya kapak tangan. Menghindari tembakan adalah sangat krusial saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aku rasa hanya ini satu-satunya pilihan kita...!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia menggertakkan gigi mereka dan mereka mulai melompat dari bantalan huruf A ini dan melompat ke laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, mereka tidak berakhir dengan meninggalkan pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini bukan karena perasaan heroik mereka yang tidak ingin meninggalkan area pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core telah dipojokkan oleh sebuah tembakan meriam dari jarak jauh dan sebuah gelombang ledakan membuat Quenser dan Heivia mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan itu telah cukup untuk membuat telinga mereka lumpuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan itu pasti telah melukai organnya yang mengatur keseimbangan tubuhnya karena Quenser tidak bisa bangun. Dia begitu berusaha &lt;br /&gt;
dengan susah payah untuk menahan rasa sakit di kepalanya dan menahan untuk tidak muntah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan....! Apa itu?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia berada tepat di sebelahnya, tapi suaranya agak kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil terbaring di atas bantalan raksasa itu, Quenser menggunakan matanya untuk mencari siapa yang sebenarnya menyerang mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyadari sesuatu yang cukup besar mendekati mereka dari garis cakrawala mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh utamanya berbentuk boleh. Di bawahnya terdapat sebuah huruf Y terbalik perangkat pendorong energi listrik statis , tapi sepertinya &lt;br /&gt;
itu menggunakan sebuah bantalan yang digunakan untuk bertempur yang dipasang di bawahnya. Tujuan lengan yang memanjang dari balik bola &lt;br /&gt;
itu dan tiap lengan memiliki meriam raksasa di ujungnya. Sepertinya satu atau lebih dari senjata itu telah menembak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara kerja pendorongnya pasti berbeda ketika digunakan di atas darat karena suara petir yang tercipta akibat jumlah energi listrik statis &lt;br /&gt;
yang tercipta tidak terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Sebuah Object....?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, ini buruk,” kata Heivia dengan suara yang bergetar kepada Quenser yang pikirannya masih pusing. “Ini sangat, sangat buruk!! Itu &lt;br /&gt;
adalah Object sang Putri! Kalau kita tetap di sini, kita akan terkepung oleh pertempuran antar Object!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Quenser tiba-tiba berkedut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senjata yang digunakan oleh monster 50 meter itu adalah sinar laser, railgun, coilgun, dan sebuah meriam plasma berkeseimbangan rendah. Kekuatan penghancurnya mampu membuat kapal perang terlihat seperti mainan. Jika mereka terjebak di dalam pertempuran antar Object, tidak akan ada yang peduli bahkan jika ada sekutu di sana. Sepotong kecil zirah bagian luar Object yang meledak sudah cukup untuk membunuh prajurit-prajurit yang ada di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka sekarang tidak memiliki pilihan lain lagi selain melarikan diri dari Tri-Core secepat mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tubuh mereka masih tidak mau bergerak akibat guncangan gelombang ledakan yang menghantam mereka tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang sama juga terjadi pada tentara musuh yang mengarahkan senjata mereka ke arah Quenser dan Heivia dari bantalan yang &lt;br /&gt;
berseberangan. Mereka mencoba untuk kabur dari area perawatan di atas bantalan Tri-Core. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, dua Object itu saling memandangi satu sama lain dan meriam berukuran tiang milik mereka mulai berubah posisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prajurit biasa tidak akan memiliki waktu untuk kabur. Pertempuran sudah dimulai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara ledakan yang luar biasa dan gelombang ledakan bermunculan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia bahkan tidak bisa merangkak maju. Yang bisa mereka lakukan hanyalah menundukkan kepala mereka dan melindungi kepala &lt;br /&gt;
mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core menembakkan railgun-nya dengan kekuatan penuh menggunakan tenaga tiga reaktornya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object sang Putri berakselerasi mundur dan ke depan dengan tembakan beruntun untuk melarikan diri dari pandangan musuh dan menembakkan &lt;br /&gt;
secara berurutan tujuh meriamnya yang berada dalam mode Coilgun yang menggunakan magnet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia biasa tidak akan mampu menandingi sebuah senjata bernama Object. Permukaan dari zirah mereka disambungkan dan dilepas seperti &lt;br /&gt;
sebuah kembang api. Skala kerusakan yang diakibatkan oleh mereka sangatlah besar sampai-sampai Quenser dan Heivia terjebak di tengah &lt;br /&gt;
pertempuran itu. Itu lebih mengerikan dari pada yang mereka rasakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Brengsek!! Object benar-benar bersinonim dengan perang! Nyawa kita sama sekali tidak berharga di sini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, aku rasa Putri tidak tahu bahwa kita sedang berada dia ini,” kata Quenser saat dia menggunakan perangkatnya untuk menghubungi &lt;br /&gt;
Object sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti biasa, sinyalnya sangat buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa yang kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan memintanya menggunakan senjata laser. Kalau dia melelehkan zirahnya daripada meledakkannya, paling tidak kita tidak akan mati &lt;br /&gt;
akibat peluru nyasar. Ini tidak memberikan keuntungan strategis bagi dia, tapi dia pasti mau mendengarkan apa yang kita katakan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kita tidak akan buta akibat cahaya yang sangat panas itu kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, apa kau ingin mati akibat pecahan mortar!? Di saat seperti ini, kita harus lompat ke laut lagi sementara sang Putri menarik perhatian Object ini dengan laser. Saat kita sudah berhasil kabur, dia bisa menggunakan coilgunnya lagi!!” Quenser lalu berbicara pada sang Putri Elit menggunakan perangkat tangannya. “Ini Quenser. Kita ada di dalam dek Tri-Core! Tolong ganti senjatamu sebentar sementara kami berusaha melarikan diri. Tolong ganti senjata ke WL3B1s! Aku ulangi, ganti senjata dengan WL2B1s!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Part 6&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Elit berada di dalam kokpit dari Baby Magnum, salah satu Object yang memiliki sinonim dengan perang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah bakat khusus diperlukan di sini untuk mempiloti senjata raksasa ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, bahkan ini bukan sebuah bakat fisik yang aneh. Yang dibutuhkan adalah kemampuan mengingat yang luar biasa, kemampuan kalkulasi &lt;br /&gt;
yang tinggi, mampu mengerjakan hal ganda, dan kehatian-hatian dalam bertindak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object adalah sebuah senjata raksasa yang mengontrol 100 senjata di saat yang bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya, mengatur data yang dibutuhkan untuk menarget membutuhkan ratusan keping data di saat yang sama. Senjata itu memiliki fungsi &lt;br /&gt;
penargetan kedua (sejumlah target dapat dikunci dan pandangannya bisa diganti kapan saja), jadi menggunakan kemampuan ini membutuhkan paling tidak 300 atau 400 musuh di saat yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan hanya itu untuk mengontrol senjatanya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengerti setiap cara kerja dari Object setinggi 50 meter ini membutuhkan lebih dari orang yang jenius sejak lahir. Hanya Elitlah &lt;br /&gt;
yang mempunyai kemampuan memproses data sampai di batas tertingginya untuk mengendalikan Object. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengatasi hal ini, beberapa kekuatan militer lain mencoba menggunakan kemampuan AI (Kepintaran Buatan) dan beberapa kru untuk &lt;br /&gt;
membagi kerja mengendalikan Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, menggunakan sejumlah besar kru membuat ada jeda waktu untuk komunikasi di antara tiap-tiap bagian Object yang kemudian malah &lt;br /&gt;
membuat sang Object kalah dari Object yang menggunakan pilot tunggal yang mampu membuat keputusan dalam waktu singkat. Saat sebuah AI &lt;br /&gt;
digunakan, AI tidak akan bisa merespon setiap situasi yang tidak dikenalnya dan maka dari itu tidak cocok untuk mengembangkan strategi &lt;br /&gt;
dengan Elit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara ini adalah masalah yang mungkin suatu saat nanti akan bisa diselesaikan di masa depan ani, saat ini lebih baik dan efektif &lt;br /&gt;
menggunakan seorang Elit untuk menjadi pilot Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat sang gadis Elit itu menembakkan coilgun-nya ke Tri-Core, dia menerima sebuah transmisi dari seorang sekutunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“In....Quenser. Kami..ad...dek......Tri-Core!”&lt;br /&gt;
Itu adalah suara yang sangat ingin dia dengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Ganti senjatamu... tidak banyak wakt... keluar. Tolong ganti... WL3B...! Aku ulangi, ganti.... WL3B...!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, sinyalnya terlalu buruk untuk mengetahui apa yang dimaksudkan olehnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis Elit itu agak kebingungan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya Quenser dan Heivia berhasil memasuki dek Tri-Core dan meminta Elit untuk memberikan tembakan perlindungan. Namun, ia tidak &lt;br /&gt;
menyebutkan kode senjata yang ia butuhkan secara jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(WL3B... Itu pasti untuk senjata laser.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm...” pikir gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak memiliki banyak waktu. Semakin banyak waktu yang ia gunakan untuk berpikir, semakin besar risiko yang ambil oleh Quenser dan &lt;br /&gt;
siapa pun yang berada di dekatnya pasti berada dalam masalah. Ditekan oleh waktu, sang Elit akhirnya mengambil keputusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aku rasa tadi dia bilang WL3B2... Yah, itu pasti benar!!)&lt;br /&gt;
Dia mengangguk dan menekan saklarnya untuk mengganti senjata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara air yang menguap mencapai telinga Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu datang dari arah Object Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jelasnya, itu berasal dari salah satu bagian bulat yang terlihat seperti lensa planetarium. Ratusan sinar laser ditembakkan seperti kipas &lt;br /&gt;
terbalik yang menusuk ke depan. Garis oranye yang terbentuk sepertinya akibat debu dan embun dari air akibat dibakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah WL3B2 yang dikenal dengan nama Killer Squall.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah senjata kedua untuk menghabiskan para prajurit manusia yang melindungi markas dari pada mengalahkan Object. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gwaaaaaahhhhhhhhh!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berteriak pada apa yang mereka lihat, Quenser dan Heivia berguling di atas bantalan itu untuk kabur. Crane yang digunakan untuk &lt;br /&gt;
mengebor air terbakar habis dan beberapa prajurit yang tidak beruntung saat mengejar Quenser dan Heivia di bantalan yang lain pun ikut &lt;br /&gt;
meledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Aku minta WL3B2!, kenapa dia malah menggunakan WL3B2? Apa putri itu mencoba membunuh kita!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat, pahlawan. Bukankah ada sesuatu yang aneh di Object-nya putri!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser melihat ke arah yang Heivia tunjukkan, dia melihat lengan salah satu Object itu membuat sebuah gestur tubuh wanita yang &lt;br /&gt;
sedang memberikan salam, tapi mereka tidak merasakan apapun selain rasa tenang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Si-sial! Ini hanya aku atau dia memang mengarahkan senjatanya ke arah kita!? Dia bahkan membuat beberapa penyesuaian ke depan dan ke belakang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kita memang hanya pion yang dikorbankan! Brengsek, aku tidak mau mati di sini!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai sebuah senjata anti-personil yang menghujani Object itu dari atas ke bawah, Quenser dan Heivia mengumpulkan sedikit tenaga mereka &lt;br /&gt;
yang tersisa untuk berdiri. Mereka tidak mencoba menghadapi Tri-Core ini. Malahan, mereka mncoba kabur secepat yang mereka bisa ke dalam laut yang tersebar di sekeliling mereka dan melompatinya, meninggalkan tugas yang menjadi kewajiban mereka sebagai seorang profesional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada suara riak yang terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka lompat dari Tri-Core yang bergerak dengan kecepatan 200 km/j dan didorong oleh efek samping dari angin yang keluar dari bagian &lt;br /&gt;
seperti Hovercraft yang tertiup ke mana saja. Quenser dan Heivia terlempar beberapa kali di atas permukaan laut seperti sebuah batu rata &lt;br /&gt;
yang dilempar ke dalam sungai sebelum mereka akhirnya benar-benar berhenti di atas permukaan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara ledakan yang begitu menggelegar terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak butuh waktu lama, mereka terlempar sejauh 150 meter dari Tri-Core.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah itu, dua Obejct itu mulai bertempur habis-habisan di antara dua senjata utama mereka. Mereka berada pada jarak yang cukup &lt;br /&gt;
aman dari Tri-Core, tapi getaran yang tersebar di air laut membuat tubuh mereka terguncang cukup kuat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cukup!! Tidak mungkin aku melanjutkan pertempuran seperti ini!!” teriak Quenser setengah menangis saat dia berhasil mengeluarkan &lt;br /&gt;
kepalanya dari air. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia berusaha berteriak dengan susah payah, “Hei, kau sudah menyiapkan beberapa peledak di sana kan!? Cepat ledakan sekarang!! Kita &lt;br /&gt;
hampir saat menyiapkannya, jadi kita harus meledakkannya sekarang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, partner!! Ini adalah hasil dari kerja keras kita!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlihat tidak biasanya mereka merasa bersemangat, Quenser tanpa ragu menyalakan sinyal peledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah itu, kobaran api berwarna merah menyalak di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu dari tangki silinder itu yang menempel di bantalan Tri-Core meledak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelombang ledakan yang menyebar dan menghalangi gerak tubuh Heivia dan Quenser. Kepala mereka terhentak oleh air dan mereka berusaha &lt;br /&gt;
susah payah untuk naik ke permukaan seperti salah satu permainan di dalam game Whac-A-Mole.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ueh... Sial. Gelombangnya malah menyerang kita...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi bukannya meledakkan tangki yang kita gunakan sebagai tempat perlindungan terhitung sebagai sebuah serangan strategis? Lagi pula, &lt;br /&gt;
tujuan mereka adalah membawa minyak mentah ke markas musuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar... Kalau kita sudah menghancurkan jalur suplai mereka, apa itu sudah cukup? Maksudku, bukankah minyak mentah itu bisa &lt;br /&gt;
tumpah ke dalam laut?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku yakin kalau atasan kita sudah memprediksi hal ini akan terjadi dan sudah menyiapkan cara untuk mengatasinya. Kapal pasti sudah &lt;br /&gt;
disiapkan untuk menghisap minyak mentah itu setelah pertempurannya selesai. Kalau mereka memaksa kita membawa minyak mentah yang dicuri &lt;br /&gt;
itu, kita bisa melempar mereka ke dalam laut dan memberi tahu mereka untuk melakukannya sendiri... sekarang, aku lebih tertarik pada apa &lt;br /&gt;
yang akan terjadi pada Tri-Core itu sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka melihat ke arah Tri-Core yang mengeluarkan asap hitam di dalamnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tidak terlihat senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial. Object sialan itu terlihat baik-baik saja!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah, aku tidak melihat adanya tanda-tanda kalau itu menghancurkan sisi bantalan itu. brengsek, sekarang bagaimana kita bisa &lt;br /&gt;
menenggelamkan benda itu!? Memangnya kita bisa menghancurkannya dengan peledak yang kita miliki!? Sial!! Aku ingin sekali menggigit benda &lt;br /&gt;
sialan itu dan pergi dari sini sekarang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah saat di mana Froleytia mendekati mereka dengan kapal penyelamat dengan motor kecil. Dia mengambil potongan kecil dari keju &lt;br /&gt;
yang ada di dalam ransum darurat dan tidak terlihat peduli kalau celana dalam dewasanya bisa terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Well, sebenarnya ada cara bagi kalian untuk kabur dari sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia!? Dari mana kamu selama ini!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dari mana kau bisa menemukan kapal ini!? Dan apa itu yang ada di tanganmu!? Apa mereka meletakkan ransum darurat di dalamnya!? Itu &lt;br /&gt;
terlihat lebih baik dari pada ransum yang kita dapat setiap hari! Aku juga ingin makan makanan seperti itu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia melanjutkan apa yang ingin dia katakan tanpa mempedulikan pendapat mereka berdua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang perintahkan adalah melukai Object itu sambil menunggu sang Putri untuk muncul. Setelah meledakkan tangkinya, tugas kita &lt;br /&gt;
selesai. Sekarang kita tinggi melemparkan tongkat estafetnya kepada Putri. Kita tinggal menunggu helikopter penyelamat, memanjat talinya, &lt;br /&gt;
naik, dan pergi meninggalkan tempat ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Berpikir kalau helikopter itu tidak akan diserang dari langit akibat tembakan salah sasaran dari pertarungan di sana,” gerutu Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core telah pindah ke tempat yang lain untuk menyerang Object sang Putri, tapi jarak serangan Object itu terhitung dalam kilometer, &lt;br /&gt;
jadi mereka tidak berada pada posisi aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, sebuah helikopter militer mendekati mereka dari arah darat. Radar Tri-Core tentu sudah mengetahui kehadirannya, tapi &lt;br /&gt;
Tri-Core tidak mencoba untuk menembaknya. Ia seperti tidak mempedulikan atau terlihat tertarik dengan setiap helikopter yang ada di &lt;br /&gt;
dekatnya dan fokus untuk bertarung dengan sang Putri dan Object-nya. Sudah terbukti bahwa tentara biasa, tank, dan pesawat tempur tidak &lt;br /&gt;
akan bisa melukai Object. Akan terlihat memalukan jika mereka terkena oleh serangan salah sasaran sang Putri—lebih jelasnya terlihat &lt;br /&gt;
seperti sebuah meriam yang berusaha menembak jatuh seekor lalat yang tak berdaya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Helikopter itu terbang menuju titik di atas Quenser dan yang lain saat dua orang laki-laki berusaha bertahan di atas permukaan air. &lt;br /&gt;
Sambil bertahan di atas udara setinggi 10 meter, sebuah kabel yang digunakan oleh tim penyelamat diturunkan ke bawah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia berkata, “Maaf, tapi mari kita lakukan ini berdasarkan atas urutan pangkat kita. Kalau aku tidak naik duluan, orang-orang di &lt;br /&gt;
atas pasti akan mengira bahwa kalian berdua adalah dua orang bawahanku yang sangat takut mati dan tidak mengindahkan peraturan militer.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kami melihat ada tanda-tanda kau menarik kabel ini, aku akan memasang peledak di Hand Axe-ku dan kulemparkan ke helikopter,” kata &lt;br /&gt;
Heivia dengan muka yang serius. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat jauh kepada dua buah Object yang saling bertarung. Sang Putri menggunakan gerakan cepat ke kanan dan ke kiri untuk &lt;br /&gt;
melepaskan diri dari kuncian tembakan musuhnya dan Tri-Core berusaha menembaknya dengan railgun raksasanya sambil bergerak searah jarum &lt;br /&gt;
jam. Tidak ada yang bisa menjamin siapa yang menang dalam pertempuran antar Object. Siapa yang bermain bertahan dan siapa yang bermain &lt;br /&gt;
menyerang akan saling bertukar posisi, memberikan sebuah tekanan yang sama seperti melihat sebuah pertandingan piala dunia di sepuluh &lt;br /&gt;
menit terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terpaku seperti itu, Quenser!! Ini giliranmu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan dari atas membuat Quenser tersadar. Dia melihat ke atas dan melihat Heivia dan Froleytia sudah ada di dalam Helikopter. Heivia &lt;br /&gt;
bersandar di sisi pintu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa, kau mau tetap di sini untuk mendapatkan pelajaran khusus seperti seorang tamtama pelajar!? Peluru nyasar bisa menyambar ke sini &lt;br /&gt;
kapan saja, kita tidak punya banyak waktu di sini lebih lama lagi!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dengan panik menggapai kabel tebal yang ada di dekatnya. Motor besar mulai menarik kabel itu dan Quenser dengan cepat tertarik ke &lt;br /&gt;
atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kurang lebih 30 detik, dia akhirnya naik ke atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk merapikan kabelnya dan tubuhnya yang bergetar, Quenser meletakkan kakinya di ujung lantai helikopter itu. Helikopter itu pasti &lt;br /&gt;
disiapkan untuk sebuah penyelamatan di laut lepas karena di dalamnya ada perlengkapan menyelam, tangki oksigen, perkakas seperti kunci &lt;br /&gt;
Inggris dan bor yang menggunakan tekanan udara untuk bawah air, dan sesuatu seperti skuter bawah laut yang terlihat seperti papan &lt;br /&gt;
seluncur dengan motor dipasang di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, kita sudah naik! Bawa kami pergi dari sini sekarang juga!!” kata Froleytia dengan suara yang keras yang ia tujukan bagi sang pilot &lt;br /&gt;
di kokpit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Helikopter itu miring ke depan dan mulai bergerak maju meninggalkan pertempuran antar Object ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat tempat itu, semuanya hancur,” gumam Heivia saat dia melihat ke bawah ke laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di antara dua Object yang saling menghancurkan itu, sampah logam yang berserakan akibat serangan Tri-Core tadi bersebaran di mana-mana. &lt;br /&gt;
Semua sampah itu berasal dari markas perawatan Object di bibir pantai persis seperti yang Quenser dan Heivia seharusnya tunggu di sana. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu mungkin dibangun secara asal-asalan, tapi ada 20 sampai 30 jumlahnya. Dan tidak ada yang tersisa dari bangunan itu sama sekali. &lt;br /&gt;
Semuanya selain pilar penopang tenggelam di dasar laut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untungnya, kebanyakan prajurit berhasil lompat ke laut setelah Tri-Core mulai menyerang. Itulah kenapa banyak helikopter penyelamat yang &lt;br /&gt;
dikirim ke sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat ada 40 sampai 50 helikopter di area pandangannya. Sepertinya, kebanyakan dari mereka berkumpul di sebuah pelabuhan kapal &lt;br /&gt;
dan markas. Tidak semuanya adalah helikopter penyelamat. Helikopter Transport dan pengintai tercampur di sini. Mereka berusaha membuat &lt;br /&gt;
mode mengambang di udara dan menurunkan kabel untuk menjemput prajurit yang mengapung di atas laut sama seperti yang dilakukan pada &lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak percaya kalau banyak yang selamat...” gumam Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara membersihkan air laut dari tusuk rambut kazashi-nya, Froleytia menghela napasnya dan berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Object bersinonim dengan perang. Kalau kamu menyerangnya dengan kombinasi 10 pesawat pengangkut nuklir dan menyiapkan meriam sepanjang &lt;br /&gt;
40 meter, kamu tetap tidak akan bisa mengalahkannya. Lihat gerakan Object itu. Tidak akan seorang ahli bela diri mana pun, bahkan yang &lt;br /&gt;
sudah menyabet medali emas sebanyak apapun, yang bisa bergerak seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menentukan bahwa musuh akan menembak segera setelah bisa mengarahkan meriamnya, Object Putri membuat gerakan kecil dan cepat &lt;br /&gt;
untuk menghindari tembakan railgun dan membalikkan serangannya kembali. Tri-Core telah menyadari bahwa dia tidak akan bisa menghindari &lt;br /&gt;
serangan balik itu sehingga ia menggunakan zirah paling tebal yang ada di area depannya untuk menghindari serangan fatal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang Froletyia telah katakan, itu lebih mirip seperti pertandingan para ahli bela diri dibandingkan pertarungan antar tank dan kapal tempur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekam atau suar tidak akan menghilangkan kemampuan mereka untuk menargetmu dan berlindung di balik sesuatu tidak akan melindungimu dari &lt;br /&gt;
apapun. Bahkan di tempat terbuka seperti ini, mereka bisa bertahan dan menghindari serangan meriam utama satu sama lain yang hampir &lt;br /&gt;
menempuh Mach 10. Bagaimana caranya pesawat tempur dan tank bisa melawan mereka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba,tiba, Quenser secara sengaja mendorong Heivia dari posisinya yang bersandar di sisi pintu keluar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar. Ada sesuatu yang salah dari pergerakan putri!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau bilang? Ini adalah pertarungan yang tak akan diketahui hasilnya seperti apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, Quenser benar,” kata Froleytia saat dia menemukan sebuah teropong dari helikopter itu. “Serangan putri sekarang telah menurun dan &lt;br /&gt;
menurun. Bahkan sekarang dia tidak menembak ketika dia memiliki kesempatan emas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu artinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat itu!!” teriak Quenser saat dia menunjuknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah itu, salah satu dari railgun Tri-core menembak. Gelombang ledakan yang dihasilkan dari sebuah proyektil dengan kecepatan &lt;br /&gt;
Mach 10 membuat sebuah suara yang bergetar sangat kuat meski railgun tidak menggunakan bubuk mesiu untuk menembak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core tidak menargetkan pusat dari Object sang putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proyektil railgun itu mengarah ke meriam utama sang putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Mereka tahu bahwa ini akan menjadi pertempuran yang sangat lama maka dari itu pilot Tri-Core itu berpikir untuk mengurangi daya kuat &lt;br /&gt;
tembakan sang putri,” kata Quenser dengan kesal. “Object itu dilindungi oleh sebuah zirah anti nuklir, tapi senjata mereka berbeda. ... &lt;br /&gt;
Kalau aku mengingatnya lagi, salah satu strategi terbaik untuk mengalahkan Object tanpa menggunakan Object adalah dengan menggunakan &lt;br /&gt;
sebuah senjata yang mampu menciptakan panas seperti ledakan nuklir dan menggunakan itu untuk menghancurkan bentuk dari senjata Object.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, sebuah Object masih memiliki 100 senjata lainnya. Bahkan sebuah pasukan biasa yang menggunakan senjata nuklir hanya mampu &lt;br /&gt;
merusak 20 atau 30 persen dari senjata itu. Karena satu senjata saja sudah cukup untuk mengurus satu pasukan, kerusakan seperti itu tidak &lt;br /&gt;
cukup untuk mengalahkan Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi bagaimana kalau strategi itu digunakan untuk melawan Object?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua Object raksasa itu tertutup oleh sebuah zirah padat dan senjata yang bisa digunakan untuk menembus zirah itu juga terbatas. Bahkan &lt;br /&gt;
ketika Object memiliki 100 senjata, hanya senjata utama yang mampu mengalahkan Object lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi bagaimana ketika semua senjata yang digunakan untuk menghancurkan Object dihancurkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, putri akan kalah kalau begini terus!!” teriak Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser adalah seorang tamtama pelajar yang telah mempelajari desai Object dan Heivia adalah seorang analis yang mencari karakteristik &lt;br /&gt;
dan kelemahan dari Object musuh dari data yang mereka kumpulkan di pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa mereka mengerti sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object sang putri masih bertarung, tapi 5 dari 7 coilgun-nya telah dibuat tidak berguna. Sudah jelas, dari awal, semua senjata utamanya &lt;br /&gt;
tidak akan lagi bisa digunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat object sang putri dipaksa untuk bermain murni bertahan. Tatapannya menurun ke telapak tangannya. Atasan tinggi telah &lt;br /&gt;
memberikannya bahan peledak yang sangat banyak dan sebuah kapak tangan untuk menghancurkan Tri-Core sebanyak yang mereka bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, tunggu.” Senyum rapat tampak di wajah Heivia saat dia sadar bahwa Quenser tengah memperhatikan peledaknya. “Aku rasa aku tahu apa &lt;br /&gt;
yang kau pikirkan, tapi tunggu. Itu tidak mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sang putri akan tenggelam kalau begini terus,” kata Quenser saat dia berusaha menengok keluar apa yang ada di luar helikopter itu. “Aku &lt;br /&gt;
harus memberikan semua bantuan yang dia butuhkan sebelum dia benar-benar kalah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau akan dibunuh! Dan kita hampir melakukannya!! Tri-Core itu adalah monster yang terlihat baik-baik sana ketika kita naik ke deknya, &lt;br /&gt;
memasang peledak, dan meledakkan tangki minyak raksasanya! Di mana kamu mau meletakkan peledak untuk melukainya!? Dan nyatanya, mendekati &lt;br /&gt;
Object yang bergerak dengan kecepatan tinggi sudah cukup untuk membuat tubuhmu menjadi pasta!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kalau aku tidak melakukan sesuatu, putri akan mati!!” Quenser melihat Heivia lurus di matanya. “Di Alaska, kita mempelajari sesuatu &lt;br /&gt;
yang bahkan lebih baik dari pada yang kita inginkan bahwa Object sinonim dengan perang. Apa kau lupa kalau neraka tengah menunggu mereka &lt;br /&gt;
yang kalah kalau kita kalah dari Object musuh!? Object sangatlah kuat tapi tidak terlampau kuat sampai tidak bisa dikalahkan. Itu berarti &lt;br /&gt;
kita tidak bisa bergantung pada sang putri tapi bukankah itu berarti kita bisa melakukan sesuatu tentang Tri-Core itu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, tolong hentikan ini! kalau kita mendekatinya dengan helikopter pelan ini, kita akan langsung ditembak tanpa kita sempat &lt;br /&gt;
menghindarinya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak pernah bilang kalau kita akan mendekatinya dengan Helikopter.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hentikan, kau bodoh!! Sial!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa memikirkan Heivia, Quenser terjun dari pintu helikopter itu. dari ketinggian 10 meter, dia berhasil mencapai permukaan laut dalam &lt;br /&gt;
hitungan detik. Dia menembus laut yang terasa keras seperti semen dan tenggelam dalam di bawah laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pphah! Sial!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepalanya meluncur keluar dari bawah laut ke permukaan air dan dia melihat dengan mengambang di atasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Helikopter Heivia dan Froleytia tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa ia akan membantunya, tapi juga tidak terbang pergi meninggalkannya &lt;br /&gt;
sendirian di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dasar bodoh berhati lembut,” kata Quenser dengan senyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser sendiri tidak berniat untuk melawan Tri-Core satu lawan satu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mungkin dia bisa melakukannya kalau dia mencoba seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak peduli alasan semulia apapun dan tidak peduli sebanyak apa yang ingin dilindungi, sebuah Object akan membantai setiap makhluk &lt;br /&gt;
berdarah dan daging jika kamu mencoba melawannya sekeras apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Quenser telah mempelajari sesuatu di Alaska.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak perlu melawan Object secara langsung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bisa memutarinya dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elemen terpenting yang bisa membuat sesuatu tidak mungkin menjadi mungkin bukanlah kekuatan. Itu adalah otak. Dia perlu memikirkan semua &lt;br /&gt;
hal yang dia bisa,berpikir sekeras yang dia bisa, dan mencari cara, metode, atau teknik yang mampu mengalahkan Object. Hanya jika dia &lt;br /&gt;
memikirkan semuanya sampai detik terakhir dari pada menyerang langsung secara pasrah dan mencapai kemenangan yang tidak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara kepalanya di atas, Quenser berbicara pada Heivia lewat radionya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang. Saatnya mencari kelemahannya. Object raksasa itu memiliki 3 buah reaktor dari pada Object umum, jadi pasti ada sesuatu yang &lt;br /&gt;
membuatnya berbeda.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bodoh. Kelemahannya tidak semudah itu untuk dicari. Object itu dibuat khusus untuk pertempuran laut. Tidak seperti Object kita yang &lt;br /&gt;
multifungsi guna dan wilayah, Object itu tidak memiliki titik buta di dalam air. Monster itu dibuat seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu dibuat untuk pertempuran laut... kalau begitu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser berpikir sambil dia menyelam di arah pertempuran antar Object itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tapi gerakannya terlalu monoton.... seperti sesuatu yang tidak terbiasa untuk bertarung...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia melihat Tri-Core itu berbelok ke kanan mengikuti arah sang Putri, Quenser menyadari sesuatu dan berhenti berangan dan berbicara &lt;br /&gt;
kepada Heivia lewat Radio.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, bukankah Tri-Core hanya berbelok ke kanan selama ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahn?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejak pertempuran dimulai, Tri-Core hanya pernah berbelok ke kanan! Ia hanya berbelok ke kiri saat berada dalam bahaya, tapi tidak &lt;br /&gt;
membuat sebuah lengingan tajam selama ini, bukan begitu!?” kata Quenser, cepat, karena ide yang dia dapat membuatnya sangat tidak &lt;br /&gt;
sebarang. “Ia tidak berbelok ke kiri sejak dia berusaha menghancurkan kita dengan jangkar raksasanya!! Saat dia berusaha menyerang markas &lt;br /&gt;
dari jarak 0 meter, seharusnya ia tinggal berputas searah jarum jam atau sebaliknya, yang seharusnya membuat pergerakan meriamnya lebih &lt;br /&gt;
cepat. Tidak ada Object yang berbasis pertempuran laut akan memiliki keterbatasan bergerak seperti itu!! Sesuatu pasti telah membuatnya &lt;br /&gt;
tidak mampu bergerak ke kiri! Kalau kita bisa memperburuknya....!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu berbicara sesuatu yang telah terjadi,” kata Heivia ragu sementara dia bersandar di helikopter itu dengan teropong di matanya. “Aku &lt;br /&gt;
tidak bisa melihat ada yang salah dengan itu. Tidak ada yang aneh dari bantalannya atau tekanan udara pendorongnya. Keseimbangannya &lt;br /&gt;
sangat sempurna. Dan, tidak ada yang salah pada apapun jika aku melihatnya dari sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasti ada sesuatu yang salah dengan hal ini, tapi Heivia tidak bisa melihat apa yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalahnya pasti terletak di suatu tempat yang tidak akan bisa dilihat Helikopter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Di bawah laut...?” gumam Quenser. “Hei, coba terjunkan skuter air yang ada di helikopter. Yang terlihat seperti papan peluncur dengan &lt;br /&gt;
motor itu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-apa? Kalau kita tidak keluar dari sini segera, gerakan Tri-Core yang terus ke kanan akan mengarah ke sini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sempurna, aku sudah menemukan kelemahan Tri-Core!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah patik dengan ukuran papan gambar kecil dan meja besi jatuh dari atas helikopter itu. Di saat yang sama, Helikopter berusaha &lt;br /&gt;
menjauh dari area itu karena Tri-Core sudah mendekati area mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser meraih plastik yang mengambang itu dan menekan tombol untuk mengeluarkan tangki udara kaleng. Dia mengenakan masker yang berbau &lt;br /&gt;
seperti air laut di mulutnya dan menyalakan mesinnya untuk menyalakan motor utamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya penyebutan Aqua Skuter adalah apa yang dikatakan oleh Quenser: papan seluncur dengan motor menempel di situ. Dengan menyelam &lt;br /&gt;
menggunakan, dia bisa bergerak lebih cepat dari pada hanya menggunakan kakinya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Quenser!! Menyelam!! Tri-Core mengarah ke arahmu!!” kata Heivia lewat rada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat senjata sepanjang 150-180 meter bergeser ke arahnya. Kecepatannya naik 50 km/j dan bantalan seperti bukit itu &lt;br /&gt;
mendekatinya dengan kecepatan 200 km/j.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa dia mengetahui keberadaan Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan tidak ada satupun dari 100 senjata itu mengarah ke arahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya ia berfokus pada pertempuran melawan sang Putri. Sampai-sampai dia tidak peduli bahwa akan ada prajurit yang terlindas saat &lt;br /&gt;
melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya, dia berhasil menghindari Object dengan menyelam ke bawah air, sekarang dia melakukannya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun kali ini dia tidak berniat untuk kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia akan mengarah menuju Tri-Core dan sekarang benar-benar akan membuat sebuah kerusakan parah baginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia menyelam ke dalam laut, Quenser berhasil memosisikan dirinya di bawah Tri-Core. ...Atau sebaliknya, Tri-Core tak sengaja lewat &lt;br /&gt;
di atasnya saat dia menyelam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menambah kecepatannya agar tak tertinggal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dia melihat sesuatu yang sangat besar tersembunyi di dalam air. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Jangkar raksasanya!!) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Tri-Core bergerak untuk bermain-main dengan sang Putri, Quenser mengincar saat yang tepat untuk menurunkan kecepatannya, melepaskan &lt;br /&gt;
skuter airnya, dan meraih jaring yang menutupi jangkar itu. Setelah itu, benda itu bergerak dengan kecepatan 50 km/j. Rasanya seperti &lt;br /&gt;
sedang bertahan di sisi samping bis yang sedang melaju kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...!? Ooooooooohhhhhhhhhh!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangkar itu adalah salah satu dari tiga tiang besi yang memanjang ke bawah dari tiga bagian utama dari Tri-Core. Mereka bertindak sebagai &lt;br /&gt;
pemberat yang menjaga keseimbangan Object seperti mainan keseimbangan. Itu adalah bagian terpenting dari Object yang menjaganya tetap &lt;br /&gt;
stabil saat mengambil tikungan tajam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap jangkar itu mampu memanjang dan memendek seperti baton yang mudah dibongkar pasang. Dengan menjaga panjangnya agar cocok dengan &lt;br /&gt;
pergerakan Tri-Core, ia bisa menjaga titik gravitasinya tetap stabil. Itulah kenapa dengan cara itu ia tidak akan terbalik saat berbelok &lt;br /&gt;
dengan cepat terutama karena tenaga yang dihasilkan oleh reaktor itu terlampau besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core menggunakan metode yang sama seperti Hovercraft untuk menjaga tubuhnya tetap mengambang agar ia bisa bergerak dengan lebih &lt;br /&gt;
cepat. Hambatan air dapat dikurangi sebanyak mungkin jika sang kapal sendiri tidak menyentuh air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan walau begitu, ia masih memiliki tiga buah jangkar yang masih memberikan sejumlah hambatan air dalam jumlah besar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa ia melakukan itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu karena jangkar tersebut sangatlah penting sampai-sampai Object itu tidak akan bisa dikendalikan tanpanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Fungsinya mungkin terganggu karena jaring itu menutupi seluruh jangkar itu.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core itu menembus jaring itu karena ia berpikir bahwa ranjaunya tidak akan memberikan dampak yang sangat besar bagi dirinya. Ia benar &lt;br /&gt;
tentang hal itu. namun, ia tidak menduga bahwa jangkarnya akan terjebak di jaring tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, salah satu jangkar itu tidak akan lagi bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Jika Tri-Core bergerak ke kiri terlalu banyak, ia akan kehilangan keseimbangannya dan terbalik. Jadi agar tidak terjadi kejadian seperti &lt;br /&gt;
itu, Tri-Core itu memaksakan dirinya yang hanya bisa berbelok ke kanan untuk melawan Object sang Putri!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia memikirkan hal itu, Tri-Core itu entah bagaimana terasa tidak sekuat yang ia pikirkan seperti sebuah Object yang mampu &lt;br /&gt;
menggunakan serangan jarak jauh untuk menyerang markas Quenser dan yang lai. Biasanya, ia akan menyerang lurus ke arah markas lusuh dan &lt;br /&gt;
meledakkan semua yang ada di hadapannya. Alasannya kenapa dia tidak melakukannya adalah karena dia takut akan terjadi hal yang memaksanya &lt;br /&gt;
belok ke arah kiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi mengetahui hal ini membuat semuanya terdengar lebih mudah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Jika kehilangan kontrol salah satu jangkarnya saja dapat memberikan keuntungan sebesar itu, kehilangan dua lainnya akan memberikan &lt;br /&gt;
kerusakan yang lebih parah lagi dan menghancurkan keseimbangannya!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa Quenser membawa semua peledak yang dapat ia bawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membawa sebuah bom plastik bernama Hand Axe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia ragu bahwa peledak saja cukup untuk menghancurkan Object, tapi ada sesuatu yang lebih dari cukup bagi dirinya dengan jaring ranjau &lt;br /&gt;
dengan seukuran bola yang dipakai di festival olahraga. Jaring itu sudah menjerat jangkarnya dan memanjang hingga 350 meter seperti &lt;br /&gt;
stoking panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser memasang pemantik listrik ke dalam Hand Axe di sebelah ranjau itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menggunakan itu, dia dapat menenggelamkan Tri-Core.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Oke, semua persiapan sudah siap.... wah!?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core tiba-tiba berbelok tajam ke kanan membuat Quenser berputar-putar. Tangannya tertarik oleh jaring itu dan karena gerakannya yang &lt;br /&gt;
tiba-tiba tubuh Quenser terlempar cukup jauh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam waktu singkat, dia berada dalam jarak yang cukup dari Tri-Core.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dia telah melakukan sesuatu yang cukup dia lakukan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menendang kakinya untuk membawa kepalanya ke atas air dan melepaskan masker oksigen itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tangannya dia membawa radio yang digunakan untuk mengirim sinyal peledakan Hand Axe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini saatnya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser melihat sosok Tri-Core yang seperti gunung, dia menekan tombol itu dengan jempolnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah ledakan senyap menteru di dalam air dan gelembung udara menyembur keluar dari bawah Tri-Core. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu tidak berhenti di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelombang ledakan itu tidak hanya merambat melalui udara. Gelombang ledakan itu membawa dan menyerang tubuh Quenser yang berada di atas &lt;br /&gt;
air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tersentak dua kali di atas air seperti tubuhnya yang akan meledak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ledakan yang menyerang fondasi jangkar Tri-Core agar ia seimbang membuatnya berhenti saat ia akan berbelok ke kanan untuk mengejar Object &lt;br /&gt;
sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uhuk... ufuk!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hey, apa kau memasang Hand Axe ke jangkar itu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, dan aku mendapatkan salah satu ranjau itu. Seharusnya cukup...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bodoh! Tidak semudah itu! Tri-Core sudah bergerak selama ini dengan jaring itu di jangkarnya, meledakkan semua ranjau itu dalam &lt;br /&gt;
perjalanannya. Apa kau pikir meledakkan salah satunya akan menghancurkan salah satu jangkarnya begitu saja!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core itu menyegerakan salah satu senjatanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya dia menggerakkan satu dari 100 senjatanya untuk menghancurkan seekor serangga yang menyengatnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak menggunakan meriam utamanya yang ia gunakan untuk melawan Putri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, apapun yang dimiliki oleh Tri-Core, itu cukup untuk menenggelamkan kapal tempur. Tidak akan ada yang akan menjawab apa yang akan &lt;br /&gt;
terjadi pada tubuh serangga itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Brengsek. Tri-Core sekarang mulai serius!! Hei, Quenser, kita akan menembakkan semua sekam dan asap yang kita bisa, tapi jangan salahkan &lt;br /&gt;
kami kalau itu tidak cukup!! Tidak mungkin menghancurkan jangkar itu dengan peledak biasa!!” kata Heivia pasrah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan itu yang ingin aku lakukan,” jawab Quenser dengan senyum tanpa takut di bibirnya. “Aku sedang mencoba membebaskan jangkar yang &lt;br /&gt;
terlilit jaring itu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ledakan itu membuat semua bagian jaring itu menyebar ke semua era. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jaring itu menyebar seperti bendera yang menyibak mengikuti arah angin dan jaring itu melilitkan dirinya di salah satu jangkar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai sekarang, hanya satu dari jangkar yang dibuat tidak berguna karena terlilit oleh jaring itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ketiga-tiganya dibuat tidak berkutik akibat jaring yang melilit jangkar itu. Jaring itu menghalangi jangkar itu untuk memendek dan &lt;br /&gt;
memanjang, dan menghentikan gerakan Object. Kemampuan Object untuk bermanuver turun sangat drastis dan keseimbangannya juga tidak &lt;br /&gt;
terjaga. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Part 7&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara erangan yang luar biasa, Tri-Core itu menembak Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, proyektilnya tidak benar-benar mengenai dirinya. Tembakan itu mengarah ke laut dan menciptakan ombak besar yang terlempar di udara &lt;br /&gt;
dan menyapu Quenser. Dia tidak mati. Object yang maha kuat itu mengarahkan serangannya kepadanya tapi dia masih bisa hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasannya sederhana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat Tri-Core itu dan ia seperti melihat sebuah celah besar di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Object memiliki massa yang luar biasa besar dan Tri-Core memiliki tiga tubuh bola utama dan itu sengaja dibuat khusus untuk pertempuran &lt;br /&gt;
laut. Menggunakan kaki-kaki untuk berjalan di atas darat untuk menyokong benda sebesar itu akan menghancurkan semua yang ada di bawahnya &lt;br /&gt;
termasuk kakinya sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara kertakan terdengar di seluruh area pertempuran. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh Tri-Core itu dibuat dengan cara yang sangat detail dan skematis dan bahkan tidak terlihat memiliki kelemahan, itu monster itu &lt;br /&gt;
terlihat mulai runtuh sedikit demi sedikit. Pemandangan itu mirip seperti ketika melihat sebuah gunung yang hancur karena sebuah gempa &lt;br /&gt;
akibat gesekan lempeng tektonik yang bertabrakan satu sama lain. Bunyi kertak itu berlanjut dan pusat dari Object berbentuk huruf A itu &lt;br /&gt;
mulai terbalik secara simetris oleh sebuah tangan raksasa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berat seperti itu membawa sedikit tenaga potensial. Dan karena itulah ia membutuhkan jangkar untuk mengatur keseimbangannya, tapi saat &lt;br /&gt;
jangkar itu tidak bisa berfungsi, tubuh utama dari Tri-Core itu akan merasakan berat yang sangat luar biasa. Ini sama seperti seorang &lt;br /&gt;
ahli Aikido yang menggunakan berat lawan untuk melemparnya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object itu berusaha keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, semua sudah terlambat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh raksasa Tri-Core membentuk huruf n kecil. Semua orang dapat mengira bahwa takdir dari Object itu tinggal menunggu waktu untuk &lt;br /&gt;
tenggelam dan menghancurkan dirinya sendiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara terdengar di seluruh selat Gibraltar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti iklan sosis, Tri-core itu sudah mencapai batasnya dan hancur menjadi dua bagian. Bagian bawahnya yang mulai retak karena berat &lt;br /&gt;
tubuhnya sendiri mulai tenggelam ke dasar lautan. Bantalannya hancur dan mesin pendorong udaranya tidak lagi berfungsi dengan baik, dan &lt;br /&gt;
akhirnya ia tak lagi bisa mengapung di atas laut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sebelum Tri-core benar-benar tenggelam ke dasar laut, sebuah ledakan kecil terdengar di bagian atas dan melemparkan sebuah &lt;br /&gt;
perangkat pengaman ke luar. Elit musuh sudah menyerah dan Quenser sudah mengalahkan Tri-core. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat ke atas ke arah helikopter yang ada di atasnya dan tertawa seperti orang bodoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha ha ha!! Jadi kalian akhirnya kembali!! Kemarin Water Strider di Alaska dan sekarang ini!! Aku sudah mengalahkan dua Object!! Berapa &lt;br /&gt;
banyak medali yang aku dapat sekarang!? Aku mungkin hanya tamtama pelajar, tapi seharusnya aku sudah setingkat Letkol!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, kau bodoh!! Ini belum selesai! Kau harus keluar dari sana!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?  Tri-corenya kan sudah mau tenggelam ke dasar—“&lt;br /&gt;
“Ya, dan Tri-core itu membuat gelombang seperti Tsunami dan membentuk cincin dari tempat dia tenggelam!! Ini sama seperti sebuah stasiun luar angkasa yang jatuh dari langit ke dasar laut!!”&lt;br /&gt;
Quenser melihat ke arah lain dan terkejut ketika melihat sebuah dinding yang sangat besar.&lt;br /&gt;
Itu adalah sebuah dinding air setinggi 20 meter.&lt;br /&gt;
Dari posisinya, ia seperti melihat sebuah gedung yang akan runtuh tepat ke arahnya. Dia juga melihat bahwa helikopternya terbang menjauh untuk menghindari gelombang itu.&lt;br /&gt;
(Kau pasti sedang bercanda...!)&lt;br /&gt;
Bahkan pasca-efeknya sudah cukup untuk membunuh prajurit seperti dirinya.&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, Quenser baru menyadari betapa besar Object itu sebenarnya saat tumpukan air itu tepat menghujam dirinya. Kelima inderanya seperti tidak lagi berfungsi dan dia tidak tahu apa yang sedang terjadi di luar sana.&lt;br /&gt;
(Uhuk... ufuk!!....!!)&lt;br /&gt;
Mati.&lt;br /&gt;
Quenser begitu merasakan sebuah perasaan yang begitu menakutkan, kata-kata itu seperti mengambang di atas kepalanya. Namun, tubuh Quenser tidak hancur berkeping-keping.&lt;br /&gt;
Sebuah obyek besar membantu tubuhnya untuk ikut dalam arus gelombang itu.&lt;br /&gt;
“...?”&lt;br /&gt;
Setelah beberapa detik, gelombang setinggi 20 meter itu melewatinya.&lt;br /&gt;
Quenser melihat ke sekelilingnya karena dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi karena dia masih hidup. Lalu dia sadar apa yang membawa tubuhnya itu.&lt;br /&gt;
Object sang Putri memutari arah di mana dia ikut arus ombak itu dan menggunakan salah satu meriam raksasanya untuk mengangkatnya dari air. Quenser terdampar di atas meriam sepanjang 40 meter itu seperti futon yang siap dikeringkan. &lt;br /&gt;
“Halo yang di sana.” Dia mendengar suara sang Putri keluar dari speaker yang biasa digunakan oleh para Elit untuk menakuti para prajurit untuk menyerah setelah Objectnya hancur. “Bagaimana rasanya menaiki Object yang sangat kamu cintai ini?”&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Heavy_Object_(Indonesia)&amp;diff=423842</id>
		<title>Heavy Object (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Heavy_Object_(Indonesia)&amp;diff=423842"/>
		<updated>2015-03-09T16:45:51Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Teaser|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy Object v01 cover.jpg|thumb|300px|right|&#039;&#039;The cover art of volume 1&#039;&#039;]]&amp;quot;HEAVY OBJECT&amp;quot; (ヘヴィーオブジェクト) adalah seri sains fiksi (Sci-fi) oleh Kazuma Kamachi (鎌池 和馬) dan diilustrasikan oleh Ryou Nagi (凪良) diterbitkan oleh Dengeki Light Novel Label. Saat ini sudah ada delapan seri yang telah diterbitkan. Adaptasi manganya telah diterbitkan oleh di majalah bulanan Dengeki Maou. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri &#039;&#039;&#039;anime&#039;&#039;&#039; sedang dalam proses pengerjaan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri Heavy Object juga tersedia dalam beberapa bahasa:&lt;br /&gt;
*[[Heavy Object ~ (Spanish)|Español (Spanish)]]&lt;br /&gt;
*[[HEAVY OBJECT|Inggris (English)]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sinopsis Cerita ==&lt;br /&gt;
Dan pada akhirnya, perang tak bisa dihilangkan. Tapi, ada sebuah perubahan. Bahkan di balik para pembantu kejahatan berhati dingin, ada sebuah perubahan. Senjata pemusnah itu adalah &amp;quot;Object&amp;quot;. Senjata ini merubah semua arti dari perang. Seorang siswa pertukaran bernama Quenser, yang dikirim ke medan perang, bertemu dengan seorang gadis elit dengan aura yang aneh. Gadis itu, yang disebut &amp;quot;Elit&amp;quot;, adalah pilot dari &amp;quot;Object&amp;quot;. Di masa depan. Laki-laki kecil ini harus berdiri menggantikan peran dari gadis itu untuk menjadi pilot dari senjata terhebat di dunia, &amp;quot;Object&amp;quot; untuk gadis itu. Ini adalah alasan dari pertemuan pertama mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan ==&lt;br /&gt;
Ini adalah proyek terjemahan second hand setelah versi English-nya, bagi yang mampu berbahasa Jepang dan ingin meninjau ulang dari bahasa aslinya, bantuan anda sangat kami hargai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Semua bab (yang sudah disunting) harus mengikuti format guideline yang berlaku.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[HEAVY OBJECT (Indonesia):Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap penerjemah diminta untuk mendaftarkan [[No Game No Life (Indonesia):Halaman Pendaftaran|mendaftarkan]] bab mana yang akan mereka kerjakan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pembaruan ==&lt;br /&gt;
*6 Maret 2015, Volume 1 Bagian 2 (5/11)&lt;br /&gt;
*1 Januari 2015, Volume 1 Bagian 1: Selesai (17/17)&lt;br /&gt;
*16 Desember 2014, Volume 1 Bagian 1 - 8: Selesai&lt;br /&gt;
*11 November 2014, Pembuatan laman HEAVY OBJECT; Pencarian Translator; Pembenahan Laman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri HEAVY OBJECT ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 1  ===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 1|Bagian 1 - Tentara Berpangkat Rendah yang Mengalahkan Gulliver &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran di Salju Alaska yang Membeku]] (Edit Cek)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 2|Bagian 2 - Si Jempol Tom Berlari di Ladang Minyak &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Menutup Jalan Masuk Melewati Gibraltar]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 3|Bagian 3 - Perang Antara Semut dan Belalang Sembah &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Melawan Negara Militer Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 2: Penerapan Perang - &#039;&#039;Seleksi Perang&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 1|Bagian 1 - Hal yang Biasa Jika Berlumpur di Lokasi Halang Rintang &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Mengontrol Antartica]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 2|Bagian 2 - Si Kaki Tiga yang Mendaki Gunung Demi Hidup dan Mati &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Peluru Meriam di Gunung Iguazu]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 3|Bagian 3 - Di Pertempuran antar Kavaleri, Serang Kaki-kaki Musuhmu &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Mati-matian di Kota Amazon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 3: Bayangan Raksasa - &#039;&#039;Bayangan Dunia&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 1|Bagian 1 - Kuburan Rongsokan Logam adalah Harta Karun untuk Mencari Logam Langka &amp;gt;&amp;gt; Mencegat Sisa Pasukan di Alaska]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 2|Bagian 2 - Tambang Batu Bara yang Menghanmburkan Tumpukan Uang &amp;gt;&amp;gt; Serang Kejutan Secapat Kilat di Semenanjung Kamchatka]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 3|Bagian 3 - Harga Diri itu Tak Ternilai &amp;gt;&amp;gt; Pencegatan Darurat di Pulau Victoria]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 4: Harta Karun Matematika Elektron - &#039;&#039;Nadi Teoritis&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 1|Bagian 1 - Seharusnya itu adalah Lautan Biru Alami &amp;gt;&amp;gt; Perang ilegal di Distrik Loyauté]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 2|Bagian 2 - Natal di Pantai Pasir Putih &amp;gt;&amp;gt; Cuti di Garnisun Perang (?) di Distrik Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 3|Bagian 3 - Harta Karun Laut Merah Pekat &amp;gt;&amp;gt; Bertahan di Distrik Solomon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 5: Festival Kematian - &#039;&#039;Menebus Technopics&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 1|Bagian 1]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 2|Bagian 2]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 3|Bagian 3]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 4|Bagian 4]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 5|Bagian 5]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 6: Jalan Menuju Generasi Ketiga - &#039;&#039;Kedatangan Generasi Ketiga&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 1|Bagian 1 - Perang yang Pecah di Dekat Surga &amp;gt;&amp;gt; Perang Adu Kepintaran di Distrik Cook]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 2|Bagian 2 - Sebuah Tim yang Membawa Tugas yang Jauh Lebih Menyakitkan dari pada Neraka &amp;gt;&amp;gt; Perang Antar Angkutan di Distrik Anthabasca]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 3|Bagian 3 - Konsprisai Sebuah Bank yang Menunjukkan Ketamakan Manusia &amp;gt;&amp;gt; Perang Serangan Meriam di Distrik Amazon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 7: &#039;&#039;Polisi Hantu&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 1|Bagian 1 - Pertandingan Adu Tembak di antara Dua Orang Bodoh &amp;gt;&amp;gt; Saling Mengejek di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 2|Bagian 2 - Pekerjaanku adalah Mengantarkan Cat &amp;gt;&amp;gt; Perang Adu Kepintaran di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 3|Bagian 3 - Polisi ada untuk Menghentikan Perang &amp;gt;&amp;gt; Perang Kemerdekaan di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 8: &#039;&#039;70% Persemakmuran&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 1|Bagian 1 - Sumber Daya Alam yang Tak Bisa Dibuat Berlimpah &amp;gt;&amp;gt; Mendarat di Negara Kepulauan Ame-no-Darin]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 2|Bagian 2 - Di mana Model Baru itu Hilang? &amp;gt;&amp;gt; Menyapu Ranjau Distrik Barat Pasifik yang Jauh ]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 3|Bagian 3 - Mata Seorang Dewi yang Berkerlip di dalam Kegelapan &amp;gt;&amp;gt; Perang Habis-habisan di Distrik Kaledonia Baru]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Pengawas: [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
* Manager Proyek: [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Penerjemah==&lt;br /&gt;
* [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
Bagi yang lebih paham mengenai EYD dan kosakata bahasa Indonesia yang lebih baik, bisa bergabung dalam proyek ini&lt;br /&gt;
* [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jumlah Seri ==&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト / HEAVY OBJECT (10 OCT 2009, ISBN 978-4-04-868069-1)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 採用戦争 / HEAVY OBJECT Saiyou Sensou (10 JUN 2010, ISBN 978-4-04-868594-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 巨人達の影 / HEAVY OBJECT Kyojin tachi no Kage (10 NOV 2010, ISBN 978-4-04-870051-1)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 電子数学の財宝 / HEAVY OBJECT Denshi Suugaku no Zaihou (10 SEP 2011, ISBN 978-4-04-870549-3)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 死の祭典 / HEAVY OBJECT Shi no Saiten (10 NOV 2011, ISBN 978-4-04-870997-2)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 第三世代への道 / HEAVY OBJECT Daisansedai e no Michi (10 JUN 2012, ISBN 978-4-04-886624-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 亡霊達の警察 / HEAVY OBJECT Bourei tachi no Keisatsu (9 NOV 2013, ISBN 978-4-04-866080-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 七〇%の支配者 / HEAVY OBJECT Nana rei-pasento no Shihai-sha(8 MARCH 2014, ISBN 978-4-04-866379-3)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Heavy_Object_(Indonesia)&amp;diff=423838</id>
		<title>Heavy Object (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Heavy_Object_(Indonesia)&amp;diff=423838"/>
		<updated>2015-03-09T16:38:35Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Teaser|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy Object v01 cover.jpg|thumb|300px|right|&#039;&#039;The cover art of volume 1&#039;&#039;]]&amp;quot;HEAVY OBJECT&amp;quot; (ヘヴィーオブジェクト) adalah seri sains fiksi (Sci-fi) oleh Kazuma Kamachi (鎌池 和馬) dan diilustrasikan oleh Ryou Nagi (凪良) diterbitkan oleh Dengeki Light Novel Label. Saat ini sudah ada delapan seri yang telah diterbitkan. Adaptasi manganya telah diterbitkan oleh di majalah bulanan Dengeki Maou. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri &#039;&#039;&#039;anime&#039;&#039;&#039; sedang dalam proses pengerjaan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri Heavy Object juga tersedia dalam beberapa bahasa:&lt;br /&gt;
*[[Heavy Object ~ (Spanish)|Español (Spanish)]]&lt;br /&gt;
*[[HEAVY OBJECT|Inggris (English)]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sinopsis Cerita ==&lt;br /&gt;
Dan pada akhirnya, perang tak bisa dihilangkan. Tapi, ada sebuah perubahan. Bahkan di balik para pembantu kejahatan berhati dingin, ada sebuah perubahan. Senjata pemusnah itu adalah &amp;quot;Object&amp;quot;. Senjata ini merubah semua arti dari perang. Seorang siswa pertukaran bernama Quenser, yang dikirim ke medan perang, bertemu dengan seorang gadis elit dengan aura yang aneh. Gadis itu, yang disebut &amp;quot;Elit&amp;quot;, adalah pilot dari &amp;quot;Object&amp;quot;. Di masa depan. Laki-laki kecil ini harus berdiri menggantikan peran dari gadis itu untuk menjadi pilot dari senjata terhebat di dunia, &amp;quot;Object&amp;quot; untuk gadis itu. Ini adalah alasan dari pertemuan pertama mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan ==&lt;br /&gt;
Ini adalah proyek terjemahan second hand setelah versi English-nya, bagi yang mampu berbahasa Jepang dan ingin meninjau ulang dari bahasa aslinya, bantuan anda sangat kami hargai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Semua bab (yang sudah disunting) harus mengikuti format guideline yang berlaku.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[HEAVY OBJECT (Indonesia):Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap penerjemah diminta untuk mendaftarkan [[No Game No Life (Indonesia):Halaman Pendaftaran|mendaftarkan]] bab mana yang akan mereka kerjakan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pembaruan ==&lt;br /&gt;
*9 Maret 2015, Volume 1 Bagian 2 (5/11)&lt;br /&gt;
*1 Januari 2015, Volume 1 Bagian 1: Selesai (17/17)&lt;br /&gt;
*16 Desember 2014, Volume 1 Bagian 1 - 8: Selesai&lt;br /&gt;
*11 November 2014, Pembuatan laman HEAVY OBJECT; Pencarian Translator; Pembenahan Laman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri HEAVY OBJECT ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 1  ===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 1|Bagian 1 - Tentara Berpangkat Rendah yang Mengalahkan Gulliver &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran di Salju Alaska yang Membeku]] (Edit Cek)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 2|Bagian 2 - Si Jempol Tom Berlari di Ladang Minyak &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Menutup Jalan Masuk Melewati Gibraltar]] (5/11)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 3|Bagian 3 - Perang Antara Semut dan Belalang Sembah &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Melawan Negara Militer Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 2: Penerapan Perang - &#039;&#039;Seleksi Perang&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 1|Bagian 1 - Hal yang Biasa Jika Berlumpur di Lokasi Halang Rintang &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Mengontrol Antartica]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 2|Bagian 2 - Si Kaki Tiga yang Mendaki Gunung Demi Hidup dan Mati &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Peluru Meriam di Gunung Iguazu]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 3|Bagian 3 - Di Pertempuran antar Kavaleri, Serang Kaki-kaki Musuhmu &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Mati-matian di Kota Amazon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 3: Bayangan Raksasa - &#039;&#039;Bayangan Dunia&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 1|Bagian 1 - Kuburan Rongsokan Logam adalah Harta Karun untuk Mencari Logam Langka &amp;gt;&amp;gt; Mencegat Sisa Pasukan di Alaska]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 2|Bagian 2 - Tambang Batu Bara yang Menghanmburkan Tumpukan Uang &amp;gt;&amp;gt; Serang Kejutan Secapat Kilat di Semenanjung Kamchatka]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 3|Bagian 3 - Harga Diri itu Tak Ternilai &amp;gt;&amp;gt; Pencegatan Darurat di Pulau Victoria]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 4: Harta Karun Matematika Elektron - &#039;&#039;Nadi Teoritis&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 1|Bagian 1 - Seharusnya itu adalah Lautan Biru Alami &amp;gt;&amp;gt; Perang ilegal di Distrik Loyauté]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 2|Bagian 2 - Natal di Pantai Pasir Putih &amp;gt;&amp;gt; Cuti di Garnisun Perang (?) di Distrik Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 3|Bagian 3 - Harta Karun Laut Merah Pekat &amp;gt;&amp;gt; Bertahan di Distrik Solomon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 5: Festival Kematian - &#039;&#039;Menebus Technopics&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 1|Bagian 1]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 2|Bagian 2]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 3|Bagian 3]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 4|Bagian 4]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 5|Bagian 5]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 6: Jalan Menuju Generasi Ketiga - &#039;&#039;Kedatangan Generasi Ketiga&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 1|Bagian 1 - Perang yang Pecah di Dekat Surga &amp;gt;&amp;gt; Perang Adu Kepintaran di Distrik Cook]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 2|Bagian 2 - Sebuah Tim yang Membawa Tugas yang Jauh Lebih Menyakitkan dari pada Neraka &amp;gt;&amp;gt; Perang Antar Angkutan di Distrik Anthabasca]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 3|Bagian 3 - Konsprisai Sebuah Bank yang Menunjukkan Ketamakan Manusia &amp;gt;&amp;gt; Perang Serangan Meriam di Distrik Amazon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 7: &#039;&#039;Polisi Hantu&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 1|Bagian 1 - Pertandingan Adu Tembak di antara Dua Orang Bodoh &amp;gt;&amp;gt; Saling Mengejek di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 2|Bagian 2 - Pekerjaanku adalah Mengantarkan Cat &amp;gt;&amp;gt; Perang Adu Kepintaran di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 3|Bagian 3 - Polisi ada untuk Menghentikan Perang &amp;gt;&amp;gt; Perang Kemerdekaan di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 8: &#039;&#039;70% Persemakmuran&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 1|Bagian 1 - Sumber Daya Alam yang Tak Bisa Dibuat Berlimpah &amp;gt;&amp;gt; Mendarat di Negara Kepulauan Ame-no-Darin]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 2|Bagian 2 - Di mana Model Baru itu Hilang? &amp;gt;&amp;gt; Menyapu Ranjau Distrik Barat Pasifik yang Jauh ]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 3|Bagian 3 - Mata Seorang Dewi yang Berkerlip di dalam Kegelapan &amp;gt;&amp;gt; Perang Habis-habisan di Distrik Kaledonia Baru]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Pengawas: [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
* Manager Proyek: [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Penerjemah==&lt;br /&gt;
* [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
Bagi yang lebih paham mengenai EYD dan kosakata bahasa Indonesia yang lebih baik, bisa bergabung dalam proyek ini&lt;br /&gt;
* [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jumlah Seri ==&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト / HEAVY OBJECT (10 OCT 2009, ISBN 978-4-04-868069-1)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 採用戦争 / HEAVY OBJECT Saiyou Sensou (10 JUN 2010, ISBN 978-4-04-868594-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 巨人達の影 / HEAVY OBJECT Kyojin tachi no Kage (10 NOV 2010, ISBN 978-4-04-870051-1)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 電子数学の財宝 / HEAVY OBJECT Denshi Suugaku no Zaihou (10 SEP 2011, ISBN 978-4-04-870549-3)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 死の祭典 / HEAVY OBJECT Shi no Saiten (10 NOV 2011, ISBN 978-4-04-870997-2)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 第三世代への道 / HEAVY OBJECT Daisansedai e no Michi (10 JUN 2012, ISBN 978-4-04-886624-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 亡霊達の警察 / HEAVY OBJECT Bourei tachi no Keisatsu (9 NOV 2013, ISBN 978-4-04-866080-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 七〇%の支配者 / HEAVY OBJECT Nana rei-pasento no Shihai-sha(8 MARCH 2014, ISBN 978-4-04-866379-3)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_1_Bagian_2&amp;diff=423837</id>
		<title>HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 2</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_1_Bagian_2&amp;diff=423837"/>
		<updated>2015-03-09T16:35:28Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: Created page with &amp;quot;==Bagian 2: Si Jempol Tom Berlari di Padang Minyak &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran untuk Menutup Jalan Masuk Melewati Gibraltar==  ===Part 1===  Seorang gadis yang dikenal sebagai seorang Elit...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Bagian 2: Si Jempol Tom Berlari di Padang Minyak &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran untuk Menutup Jalan Masuk Melewati Gibraltar==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang gadis yang dikenal sebagai seorang Elit, yang dipanggil dengan nama ‘putri’ (meski dia tidak suka dipanggil seperti itu) oleh &lt;br /&gt;
para prajurit dan pasukan, sedang berada di dalam sebuah pelabuhan besar yang digunakan sebagai markas perawatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fasilitas yang digunakan untuk merawat Object setinggi 50 meternya cukup besar untuk menampungnya. Jika seorang ahli bangunan Yunani &lt;br /&gt;
melihat bahwa kuil yang ia bangun sudah sangat besar, maka mereka pasti akan terkejut ketika melihat hal ini. Object sang Putri, Baby &lt;br /&gt;
Magnum, masuk dengan pas di dalam strukturnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object itu dikelilingi oleh jalur-jalur perawatan dan Sang Putri itu sedang duduk di pusat Object itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam tubuh utama Object itu adalah sebuah tempat yang berbentuk seperti bola. Itu adalah bagian kokpit dari Object. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk bisa ditempati oleh Object, kokpit itu sendiri membentuk sebuah bola dengan ukuran 2 meter. Kursinya dibuat secara ergonomis, &lt;br /&gt;
bentuknya sudah dihirung oleh komputer untuk mengurangi rasa lelah yang diakibatkan oleh posisi duduk yang tidak nyaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kokpit yang berada di dalam Object itu tidak memiliki jendela atau pelindung yang membuatnya bisa melihat ke luar. Ia hanya bisa melalui &lt;br /&gt;
monitor yang bekerja dengan gabungan sensor dan kamera. Monitor itu berbentuk lengingan dan dipasang dengan rapi di dalam  bola itu dan &lt;br /&gt;
sang Elit tinggal melihat seluruh area itu dengan pandangan 300 jendela yang begitu akurat namun cepat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi pusat kontrol Object bukan hanya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang putri menggunakan jari telunjukkan untuk mengetuk pelan perangkat yang ia kenakan seperti sebuah kacamata atletik. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sebuah perangkat yang menggunakan pancaran inframerah untuk membaca gerakan matanya, tapi dia juga menggunakan sebuah tongkat &lt;br /&gt;
kontrol seperti yang ada di dalam badan pesawat dan sejumlah keyboard yang sangat banyak. Semua kontrol sistem itu berfungsi sebagai &lt;br /&gt;
sistem utamanya dan yang lain menjadi sistem penyokong. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sejumlah sistem utama dan banyaknya kombinasi yang diperlukan dari kombinasi sistem penyokongnya sudah cukup untuk &lt;br /&gt;
membingungkanmu. Namun, sebuah Object adalah ikon kebanggaan kekuatan militer sebuah negara. Jika seorang tidak bisa bertempur hanya &lt;br /&gt;
karena tidak bisa memahami seluruh seluk beluk sistem itu, maka alasan itu akan sangat memalukan, jadi seorang pilot haruslah sangat &lt;br /&gt;
memahami seluruh seluk beluk sistem yang ada hingga yang paling detail. Seorang pilot elit harus mempelajari sebuah buku petunjuk manual &lt;br /&gt;
yang lebih tebal dari sebuah ensiklopedia dan lebih banyak lagi buku manual yang harus dipelajari demi menjamin semua pola dan masalah &lt;br /&gt;
yang kira-kira akan dihadapi di seluruh situasi yang akan datang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Putri menghela napasnya sedikit di dalam Object yang sedang di-service. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak menghela napasnya karena misi berikutnya yang mengharuskannya membunuh seseorang yang memiliki keluarga nan jauh di sana. &lt;br /&gt;
Malahan, dia sedang memegang sebuah ponsel di tangannya. Untuk mencegah peretasan, biasanya sebuah Object akan memotong sebuah sinyal &lt;br /&gt;
yang datang dari luar kecuali sejumlah sedikit perangkat yang digunakan sistem untuk berkomunikasi dengan seluruh sistem, tapi dinding &lt;br /&gt;
pelindung yang meliputi terowongan panjang hingga masuk ke dalam kokpit Object dibuka untuk kepentingan perawatan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sedang melihat ponsel di layar kecilnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah surel pendek tampil di situ. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berasal dari temannya yang ia temui di Alaska dan orang yang telah menyelamatkannya saat dia berada dalam masalah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh heh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya surel itu sendiri pendek dan isinya juga blak-blakkan tapi sang putri tidak peduli. Dia tidak pernah membayangkan jika orang &lt;br /&gt;
yang mengirimkannya itu memiliki makna yang lebih dalam dari yang sebenarnya ia katakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh heh he he he. Heh heh he he he.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mulai berguman dan bergerak ke kanan dan ke kiri di kursinya dan sedikit menari. Dan kemudian secara tidak sengaja dia mengayunkan &lt;br /&gt;
tangannya ke sekeliling dan secara tak sengaja menekan sebuah tuas di belakang tangannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu meriam itu bergerak dengan suara besi yang berdentum dan seperti akan menghancurkan jalan di sekeliling tempat perawatan itu. &lt;br /&gt;
Sang putri dengan panik menarik tuas itu ke tempatnya sebelum meriam itu melempar nenek tua itu ke luar dan membuat homerun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Quenser, misi kita akan segera dimulai. Komunikasi pribadi dilarang keras, jadi simpan ponselmu dengan rapi sampai kita memiliki waktu &lt;br /&gt;
luang lagi,” kata Froleytia memperingati, seorang atasan Quenser yang cantik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dengan cepat menaruh ponselnya di kantongnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Misinya sederhana,” kata Froleytia di dalam sebuah wahana transportasi sambil menggoyangkan sumpit rambut bergaya kanzashi di rambut &lt;br /&gt;
peraknya. “Object musuh mencoba meneroboh selat Gibraltar, jalan masuk ke laut Mediterania. Karena bencana yang akan terjadi jika ia &lt;br /&gt;
berhasil menerobos, kita harus menghentikannya tanpa menghancurkannya sebelum ia menerobos selat ini. Hanya itu saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya itu saja!? Menghentikannya tanpa meledakkannya? Apa kita harus memberikan serangan mematikan tanpa meledakkan monster itu?” keluh &lt;br /&gt;
Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia sebenarnya sudah menyadari pertanyaan bodoh itu karena dia memberikan anggukan kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Para atasan benar-benar serius memberikan kita perintah itu. Sepertinya Object ini membawa banyak sekali jumlah minyak mentah di &lt;br /&gt;
dalamnya yang mereka curi dan mereka ingin mengambilnya,” kata Froleytia sederhana. “Tapi jangan khawatir. Selama aku yang memimpin di &lt;br /&gt;
sini, aku akan memberikan perintah yang lebih realistis.... Jangan pikirkan minyak yang dicuri itu, hentikan saja Object itu sebelum &lt;br /&gt;
berhasil melintasi selat Gibraltar. Kalau kamu perlu meledakkannya, ledakkan saja. Hanya itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pikir itu ide yang sangat payah. Itu bukan musuh yang bisa ditangani prajurit seperti kami....” keluh Quenser, tapi sepertinya &lt;br /&gt;
Froleytia tidak mau lagi berkompromi tentang ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser merasa pusing saat dia berpikir bahwa pertempuran sengit sebentar lagi akan terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Laut Mediterania. Aku rasa itulah kenapa pakaian kamuflase kita diganti dengan warna abu-abu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat, Heivia. Tamtama akhir-akhir ini cepat mengerti. Sebagai seorang prajurit, bisakah kau menggantinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, oke. Tinggal mengganti pola motif senapanku saja kan? Tuhan, rasanya seperti mengganti warna latar ponselku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau ingin adu mulut dengan atasanmu, Heivia? Kalau iya, cepat dan hajar aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu mungkin tidak akan melakukan hal itu. Kupikir aku akan lebih bersemangat kalau kamu menginjak selangkanganku dengan kaki rampingmu &lt;br /&gt;
itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan jawaban itu, Heivia mengganti bagian plastik senapan itu dengan warna yang dia suruh tadi. Sambil melihatnya, Quenser berbicara &lt;br /&gt;
kepada Froleytia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kamu ada di sini, Froleytia? Bukannya kamu ditugaskan di Alaska?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku dipindah ke sini bukan karena aku mau. Sekali lagi, ini perintah atasan. Karena kamu berdua dan sang putri akan bekerja sama lagi &lt;br /&gt;
hari ini, mereka pikir akan lebih baik jika ada seorang atasan yang sama-sama berasal dari Alaska. Jujur saja, aku tidak ingin berada di &lt;br /&gt;
tempat yang sama dengan tempat kalian berdiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang akan terjadi jika Object ini menembus selat ini? Katamu, monster itu berusaha mengirim minyak mentah yang dicurinya, bukan?” &lt;br /&gt;
tanya Quenser mencoba mengganti topik pembicaraan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia mengangkat bahunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Negara kita sudah memotong jalan masuk markas musuh selama enam bulan dan kerja keras itu akan menjadi sia-sia jika benda itu menerobos &lt;br /&gt;
selat. Sebenarnya, Object itu sudah melintasi laut untuk mencari cadangan minyaknya sendiri. Tanpa mengindahkan garis batas laut &lt;br /&gt;
internasional dan laut teritorial, Object itu mengebor minyaknya sendiri, menyimpannya, dan membagikannya kepada negara-negara sekutunya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi ini seperti ini layanan kiriman untuk para negara penyokong dana sebuah grup teroris dan akan menguntungkan bagi kita jika kita &lt;br /&gt;
menenggelamkannya di sini,” kata Heivia dengan bibirnya yang melengkung sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menganggukkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika minyak saja sangat dibutuhkan oleh sebuah pertempuran yang berpusat pada Object, reaktor mereka pasti menggunakan tipe JPlevelMHD, &lt;br /&gt;
benar? Aku duga cara kerjanya memiliki spesialisasi khusus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ironis sekali. Semakin maju perkembangan teknologi yang di dapat, semakin efisien kerja alat itu jika menggunakan bahan bakar lawas &lt;br /&gt;
seperti batu bara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, tapi untuk JPlevel, minyak yang ada di dalamnya akan dilelehkan sebelum struktur kimianya sebelum dipadatkan kembali. Apa kau tahu &lt;br /&gt;
berapa lama minyak itu akan bertahan setelah dibakar? Sekalinya minyak itu ada di dalam reaktor, kau tidak perlu menggantinya selama lima &lt;br /&gt;
tahun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka menyimpang ke garis singgung, Froleytia membawa topik pembicaraan ini kembali ke jalurnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Minyak yang digunakan itu digunakan juga untuk markasnya, bukan Object saja. Seperti markas yang kau serang di Alaska, sebuah Object &lt;br /&gt;
tidak bisa berfungsi jika tidak menjalani sebuah perawatan.” Saat ia tidak bisa minum saat mereka sampai di markas, ia menyeruput shochu &lt;br /&gt;
yang rasanya keras. “Ada garis gawang yang dipasang di antara selat Gibraltar. Kita memasang sebuah jaring yang berisi ranjau yang &lt;br /&gt;
dirajut di jaring itu. Seharusnya itu bisa menghalau monster logam itu untuk lewat, tapi siapa tahu kalau itu bisa melukai Object. Itulah &lt;br /&gt;
kenapa Object milik sang putri akan melawannya saat kalian berdua melakukan misi kalian di balik layar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya posisi kita sangat tidak nyaman. Aku pikir aku akan mati dengan ditembak oleh 100 peluru nyasar.” Gerutu Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat melalui jendela kecil di samping wahana pengangkut itu. dia bisa melihat lautan biru membentang di bawah awan. Saat dia &lt;br /&gt;
melihatnya, dia berguman beberapa kalimat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku kembali dasar medan perang sialan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wahana pengangkut yang membawa Quenser dan yang lain telah mendarat di sebuah landasan pacu di pantai itu, tapi sepertinya mereka tidak &lt;br /&gt;
dibawa menuju ke markas perawatan seperti yang tadi ditugaskan kepada mereka berada. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Kau pasti bercanda kan. Itu tepat di tengah-tengah!” kata Heivia, protes, dari sebuah kapal perang sedang dengan lapisan besi &lt;br /&gt;
standar yang menutupinya dan dua buah meriam otomatis di belakang dan di depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengerti bagaimana perasaan Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah bangunan dengan struktur sama seperti sebuah pusat pengeboran minyak berdiri di tengah-tengah selat Gibraltar. Itu adalah sebuah &lt;br /&gt;
pulau yang terbuat dari logam yang berdiri dengan sejumlah pilar di bawahnya. Sepertinya, itu adalah sebuah bangunan yang dibuat dengan &lt;br /&gt;
sangat cepat mengingat bahwa sewaktu-waktu Object musuh dapat menerobos selat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pilar itu memiliki panjang 50 meter di bawah permukaan laut dan itu menyokong sesuatu seperti langit-langit logam selebar 300 meter &lt;br /&gt;
persegi. Dibawahnya, banyak jalan, tangga, dan elevator yang memanjang di setiap arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat Froleytia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita seperti sebuah target yang sangat empuk di sini. Kalau kita tahu bahwa makhluk itu akan datang ke sini, kenapa kita tidak &lt;br /&gt;
menggunakan angkatan udara daripada menunggunya lewat selat ini.?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak akan berguna melawan Object. Penelitianmu tentang desain Object seharusnya membuatmu sadar bahwa Object sinonim dengan Perang. &lt;br /&gt;
Untuk menghentikannya melewati selat Gibraltar, kita harus membangun markas untuk Object sang Putri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser tahu itu, tapi dia hanya ingin supaya dia tidak perlu lagi bertempur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun juga, harus bekerja di tempat yang sangat berbahaya ini bukan sesuatu yang mudah diemban oleh seseorang. Kalau Object itu &lt;br /&gt;
membombardir tempat ini, mayat mereka tidak akan pernah muncul ke permukaan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat sekelilingnya dan bisa melihat beberapa bangunan yang mirip dengan tempat mereka berada yang terlihat seperti sebuah &lt;br /&gt;
titik di laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu bukan bangunan untuk mengebor minyak. Tempat ini tidak cocok untuk mengebor minyak,” jawab Froleytia saat Quenser menampakkan &lt;br /&gt;
ekspresi itu. “Minyak yang dibutuhkan untuk perawatan itu dikumpulkan dari area yang bisa diajak kerja sama di seluruh dunia dan disimpan &lt;br /&gt;
di sebuah tangki penyimpanan di bawah laut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Jadi yang kita lakukan itu sama seperti mereka. Ini benar-benar membuat semangatku menurun,” kata Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, Heivia turun dari wahana itu dan menaiki tangga metal itu dan berjalan naik ke puncak markas itu. Tentu saja dia tidak &lt;br /&gt;
berniat untuk naik sebuah gedung setinggi 50 meter dengan tangga. Pertama dia akan naik melalui sebuah elevator.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengikutinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kenapa kamu begitu semangat sih?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku rasa para petinggi mengharapkan sesuatu yang sangat besar dari kita. Dari yang aku dengar, mereka bahkan memberikan sebuah sebuah &lt;br /&gt;
setelan yang sama seperti milik sang putri dari tentara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelan itu akan hancur berkeping-keping dan bahkan debunya pun tidak akan bersisa dari serangan Object.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi bukannya setelan itu bisa menahan tubuh kita agar tidak hancur berkeping-keping dari ledakannya bukan? Terbunuh akibat zirah milik &lt;br /&gt;
sekutumu sendiri merupakan cara mati yang tidak enak dilihat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka akhirnya sampai di sebuah pelataran di atas 10 meter di atas permukaan air. Area itu seluas 100 meter dan panjangnya 30 meter. &lt;br /&gt;
Karena ada beberapa crane yang bekerja di situ seperti sebuah tongkat pancing, pasti tempat ini adalah tempat untuk mengeluarkan dan &lt;br /&gt;
memasukkan kargo dari kapal pengangkut. Di dinding yang berlawanan dengan crane itu, sejumlah elevator bergerak untuk mengangkat dan &lt;br /&gt;
menurunkan kargo sedang disiapkan. Sebuah elevator dengan luas enam tatami sebesar ruang keluarga biasa dengan atap yang jarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia berlari mengelilingi tempat itu sebelum berhenti di pusatnya dan membuka tangannya lebar-lebar. Mungkin dia sedang berusaha &lt;br /&gt;
memanggil UFO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tiba di tempat sebesar ini bisa membuat semangatmu naik, bukan begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Mengisi kepalaku dengan ilmu pengetahuan tanpa bisa menulis sebuah tesis itu membuang-buang isi kepalaku saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau masih bertingkah seperti seorang tamtama? Kamu baru saja lulus dari markas Alaska, ingat? Sekali kau melewatinya, tidak ada lagi &lt;br /&gt;
yang perlu dikhawatirkan untuk sisa hidupmu, mengerti?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ototmu itulah otakmu, jadi kau perlu merehabilitasinya kembali saat kau berhenti menggunakannya. Aku tidak ingin semua yang aku tahu &lt;br /&gt;
hanya digunakan untuk meledakkan sesuatu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka saling berbicara, Froleytia memanggil mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kita tidak di sini untuk bersenang-senang. Cepat siapkan peralatanmu itu di loker dan cepat melapor ke pos. Aku dengar para &lt;br /&gt;
petinggi sedang mengamati kita, jadi setiap kesalahan yang kamu perbuat akan berdampak buruk bagimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu benar. Dan peledak yang kita gunakan diganti dari C4 menjadi Hand Axe, bukan begitu? Alat ini jauh lebih berharga pergramnya dari &lt;br /&gt;
pada platinium.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walau begitu, itu tidak akan bisa menggores zirah Object,” kata Quenser mencoba mengingat misi yang pernah mereka jalani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia lalu berbisik kepada temannya yang ada di sebelahnya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Hei, apa kau pikir kita bisa berhasil Entah bagaimana caranya? Bukannya tidak biasa jika orang seperti kita bisa melawan Object. &lt;br /&gt;
Keajaiban seperti di Alaska tidak akan terjadi dua kali berturut-turut...)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, aku pikir bahwa kita bisa melewati ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Quenser yang terbuka lebar membuat Heivia terkejut karena jawabannya sangat hati yang ringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia mengeluh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lagi pula, kali ini bukan hanya kita yang beraksi. Kita punya Objectnya tuan Putri. Pertarungan Object vs Object akan jadi fokus utama &lt;br /&gt;
di sini dan tugas kita hanya membantunya dari belakang untuk memberikan dukungan sebanyak yang kita bisa bagi sang Putri. Nanti juga &lt;br /&gt;
Putri akan mengurus sisanya. Ini tidak sama dengan pertarungan kita di Alaska saat kita harus melawan Object yang luar biasa besarnya itu &lt;br /&gt;
sendiri tanpa Object di sisi kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau... yakin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, lihat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia menunjuk pelat besi markas yang ada di seluruh sisi laut itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa fasilitas yang sama juga berada di lautan itu. Tidak hanya sedikit. Ada dua puluh sampai tiga puluh markas yang menutupi selat &lt;br /&gt;
ini dalam garis lurus dengan jarak interval. Itu terlihat seperti fasilitas pengeboran yang berada di pesisir laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka mungkin membangun markas ini buru-buru, tapi ada 30 markas perawatan Object di sini. Bahkan jika ada dua atau tiga yang diserang, &lt;br /&gt;
kita masih bisa bertahan untuk merawat Object kita. Sebenarnya tidak normal kalau kita menghabiskan uang untuk ini dan mereka pasti tidak &lt;br /&gt;
ingin fasilitas yang mereka bangun ini dihancurkan begitu saja. Atasan kita pasti sudah memperkirakan hal itu. Dan juga kesempatan kita &lt;br /&gt;
untuk hidup juga semakin besar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan itu membuat Quenser mulai melihat situasi ini dari sudut yang lebih positif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika mereka tidak lebih dari pion yang akan dikorbankan, atasan mereka tidak mungkin menggunakan uang sebanyak itu untuk membangun &lt;br /&gt;
fasilitas-fasilitas ini. dan juga mereka memiliki Object sang Putri. Setelah mendapatkan pengalaman mereka di Alaska, mereka juga tidak &lt;br /&gt;
bisa begitu saja bergantung padanya, tapi memiliki sang Putri di sisi mereka pasti juga memberikan keuntungan bagi mereka. Dan paling &lt;br /&gt;
tidak, sebuah pertarungan antara Object dengan Object jauh lebih seimbang jika dibandingkan mereka harus bertarung sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tugas Quenser dan Heivia adalah untuk untuk mendukungnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tidak akan melawan Object itu satu lawan satu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka hanya membantu sang Putri dari belakang dan menyiapkan cara-cara untuk membawa mereka kepada kemenangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika hanya itu, mungkin mereka masih mungkin untuk menang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser tersenyum di wajahnya dan dia berbalik menuju rekannya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, mungkin kita akan baik—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum dia menyelesaikan apa yang akan dia katakan, markas yang ada di sebelah mereka dihancurkan menjadi berkeping-keping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ledakannya baru terasa setelah mereka melihatnya secara visual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti sebuah kartu yang disusun membentuk piramid, markas itu hancur oleh sebuah serangan horizontal dan tenggelam ke laut. Markas yang &lt;br /&gt;
ada di sebelahnya sejauh 200 meter, tapi gelombang ledakannya menghempaskan tubuh Quenser dan Heivia. Sebuah kabel dari perangkat &lt;br /&gt;
menancap ke bawah dari atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa..?!! Apa bangunan itu tidak memiliki standar kualitas yang baik?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bodoh! Jangan mencoba kabur dari realita di depanmu! Itu pasti Object!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mendarat dengan punggungnya, dan dia berguling dengan perutnya dan menggunakan teropong untuk melihat sejauhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menemukan sesuatu berbentuk gunung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy_Object_v01_168.png|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melihat sebuah raksasa dengan zirah pelindung serangan nuklir yang menutupi reaktornya yang menjadi karakteristik dari sebuah Object yang sama dengan jumlah senjata yang mengitarinya. Senjata utamanya adalah Railgun. Sepertinya, senjata itu mampu menembakkan proyektilnya dengan kecepatan Mach 10. Kekuatan penghancurnya sungguh luar biasa seperti yang telah mereka lihat itu. Salah satu senjata itu menghancurkan seluruh markas itu dari peta dalam sekali tembakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih di atas itu, Object itu tidak hanya memiliki satu reaktor di dalamnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu ada tiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga bola itu disusun dan membentuk sebuah segitiga sama sisi dan sebuah zirah yang menghubungkan reaktor itu lalu riak air mendengus &lt;br /&gt;
dari Object berbentuk huruf A itu dan mesin bantalan udara di bawah Object itu membuat Object itu mampu mengambang di atas permukaan air. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object itu khusus dibuat untuk pertempuran laut. Lebih dikenal dengan nama Tri-Core.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Heivia melihat raksasa yang ada di dalam dokumen militer, dia mulai berteriak komplain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, tunggu, tunggu, tunggu!! Bagaimana caranya benda itu bisa bergerak ke sana ke mari!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu! Mungkin itu menggunakan kombinasi dari udara untuk mengambangkannya seperti Hovercraft dan jet air atau sesuatu yang &lt;br /&gt;
lain! Dengan bentuk sebesar itu, aku tidak terkejut kalau Object itu mempunyai banyak pendorong!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa memperhatikan kedua bocah laki-laki itu, Object itu mengarahkan railgun raksasanya yang terlihat seperti tiang besi di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object itu tidak memberikan peringatan atau ancaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara ledakan yang mengelegar, markas yang berjejer dalam garis yang membelah laut itu secara horizontal dihancurkan satu persatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia menutup telinganya dan berteriak dibalik gelombang ledakan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, apa benda sialan itu menembak kita seperti target di game menembak atau sesuatu seperti itu!? Kenapa jaring ranjaunya tidak &lt;br /&gt;
berfungsi!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Peledak biasa tidak akan bisa melakukan apapun saat melawan monster itu! harusnya kamu tahu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengalihkan teropongna ke arah lain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya adalah 60 detik yang terlewat sejak tembakan pertama dan hampir setengah markas itu telah tenggelam. Itu berarti tiap-tiap markas &lt;br /&gt;
ini tenggelam satu persatu tiap empat detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Di mana Object sang Putri? Jangan bilang padaku bahwa Object-nya ikut hancur di dalam markas tadi!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mulai panik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa yang harus kita lakukan!? Kita terlalu naif! Object bukan sesuatu yang bisa kita kalahkan dengan cara berhadap-hadapan! Berada &lt;br /&gt;
di tengah-tengah pertempuran antar Object akan membuat tubuh kita hancur berkeping-keping!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, tunggu. Kenapa Object sang Putri tidak membalas?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih terbaring di bawah, Quenser melihat ke sekelilingnya dengan teropongnya, tapi dia tidak melihat tanda-tanda Object besar yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah saat di mana Froleytia memanggil mereka sambil melihat Object yang berada di laut itu dengan wajah yang sedikit marah dan &lt;br /&gt;
terganggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa!? Kalian berdua tidak dengar!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak suara suara itu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sang Putri ada di sebuah markas pelabuhan di darat sambil menunggu perawatannya selesai untuk mengambang dalam pertempuran laut ini! &lt;br /&gt;
Sepertinya, mereka mengujicobanya dengan menyeberangi Samudera Atlantik, jadi kedatangannya ditunda! Kenapa kamu pikir kita menyewa &lt;br /&gt;
pesawat untuk menerbangkanmu ke sini dengan cepat!? Karena Cinderella kita memiliki jam karet, dia perlu waktu untuk sampai ke sini. &lt;br /&gt;
Karena kalian berdua adalah satu-satunya aset yang kita miliki untuk melawan Object demi kita, pihak atasan ingin kalian untuk melukai &lt;br /&gt;
Object itu sampai sang Putri bisa sampai di sini dan segera mengalahkan benda itu saat dia telah tiba!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, fuck that,” kata Heivia, ketika dia mengurutkan hierarki kemiliteran. “Tidak mungkin kita bisa melakukannya sendiri. Tidak ada &lt;br /&gt;
yang bisa kita lakukan sendiri tanpa Object!! Jangan terlalu banyak bercanda dan cepat kibarkan bendera putihnya!! Apa kau tidak &lt;br /&gt;
mendengar kalau perang sekarang ini bukan lagi perang habis-habisan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah keputusanku saat kita bisa menyerahkan tanah kita bagi lawan dan melarikan diri. Kali ini, barisan pertahanan kita sudah &lt;br /&gt;
terbentuk untuk menghalangi jalan musuh. Bahkan kalau kita mengangkat bendera putih, Object musuh pasti akan menghancurkan setiap markas &lt;br /&gt;
yang ada di seluruh selat Gibraltar. ...Sederhananya, situasi sekarang tidak mendukung kita untuk menyerah.” Tanpa memperhatikan raut &lt;br /&gt;
sedih di wajah mereka, Froleytia melanjutkannya tanpa ekspresi yang ramah. “Juga, para atasan tidak ingin kita menggunakan kode nirkabel &lt;br /&gt;
untuk bendera putih saat ini. Sepertinya mereka ingin mencegah Object musuh untuk menerobos dari sini bahkan jika kita harus meledak &lt;br /&gt;
berkeping-keping.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi hentikan benda itu seperti nyawamu bergantung padanya... karena itu seharusnya. Itulah kenapa kita menyerahkan kapak tangan itu &lt;br /&gt;
kepadamu yang lebih mahal dari pada Platinum.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya kita bisa melakukannnnnnnnnnnyyyyyyyyyyyaaaaaaaaaaaaa!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya kita bisa melakukannnnnnnnnnnyyyyyyyyyyyaaaaaaaaaaaaa!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia berteriak di dalam tarikan napas yang panjang dan berlari tanpa mengindahkan perintah. Mereka berlari menuju laut &lt;br /&gt;
lepas yang menyebar di bawah crane yang memanjang turun seperti tongkat pemancing. Mereka berada di atas ketinggian 10 meter, tapi &lt;br /&gt;
melompat dari situ masih lebih baik dari pada menjadi sasaran Tri-Core.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, tunggu du—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia baru akan memanggil nama mereka, tapi sebelum dia menyelesaikannya, dia sadar bahwa Tri-Core sedang mengarahkan Railgunnya ke &lt;br /&gt;
arahnya. Ekspresinya langsung berubah dan dia melompat dari markas itu persis seperti apa yang dilakukan oleh Quenser dan Heivia. Lalu &lt;br /&gt;
setelah itu, markas seperti gunung itu dihancurkan berkeping-keping oleh Object raksasa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia terjun ke dalam laut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sisa-sisa dari markas yang besar dan kecil tersebar dan mengotori laut. Pemandangan itu seperti sebuah pohon yang jatuh dan batang-&lt;br /&gt;
batangnya yang menutupi hilir sungai setelah sebuah badai menerjangnya. Namun, markas perawatan itu terbuat dari besi dan semen, jadi &lt;br /&gt;
sisa-sisa markas itu tenggelam semakin dalam di bawah laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia mengayuh air dengan payah dengan berusaha menjaga kepala mereka tetap berada di atas permukaan air, tapi seragam &lt;br /&gt;
militer mereka cukup berat setelah menyerap air itu. Mereka juga membawa beberapa kilo bom plastik dan senapan, dan ini tidak sama dengan &lt;br /&gt;
berenang ketika memakai baju renang. Rasanya seperti sebuah tangan tak terlihat sedang menggapai kaki mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uehh... sial.... aku akan mati!! Kita akan terseret arus! Aku tidak akan pernah kembali ke pertempuran yang ada Objectnya!!” teriak Quenser saat dia akan tenggelam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sebelahnya, gerakan Heivia seperti seseorang yang hampir berenang dan tenggelam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saat ini, kita akan dihantam dengan sisa-sisa markas yang akan jatuh dari atas kita bahkan jika Object itu tidak menembak kita! Di mana &lt;br /&gt;
suit yang dijanjikan pada kita!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Di dasar laut sekarang! Bagaimana kalau kau menyelam sedalam 300 meter dan ambilkan itu buat kita!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka menjanjikan suit yang membuat kita tenggelam seperti batu saat kita bertempur di laut!? Apa para atasan itu mencoba menyingkirkan &lt;br /&gt;
kita setelah mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lebih pentingnya lagi, apakah kita tidak bisa menjauh dari markas ini sejauh mungkin!? Tangki minyak yang ada di dasar laut yang &lt;br /&gt;
disambungkan dengan pipa adalah sumber daya yang sangat penting bagi perawatan, bukan? Alat pengaman pasti sudah menahan minyak mentah &lt;br /&gt;
itu untuk bocor, tapi siapa yang tahu berapa lama alat penahan itu akan bertahan dari serangan Tri-Core!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi akan ada sebuah air mancur hitam yang diikuti lautan api!? Siapa sih sebenarnya yang menyetujui rencana buruk ini!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Heivia mengeluh, dia tenggelam di bawah permukaan laut sekali lagi dan dengan panik mencoba bangkit lagi. Sekali kepalanya naik ke &lt;br /&gt;
atas lagi, dia mengangguk seperti seekor anjing yang basah terkena air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial, aku tidak akan lagi bisa bertahan. Aku akan tenggelam... Aku bisa menyingkirkan peledak di tubuhku, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan mengubah kesempatanmu untuk hidup dari 1% menjadi 0%!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memang apa yang bisa dilakukan rongsokan ini!? Bahkan kalau kita meletakkan dengan hati-hati, benda ini tidak akan melukai zirahnya sama &lt;br /&gt;
sekali! Dan bahkan kita tidak berada sangat dekat dengan situasi yang menguntungkan itu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu benar... mendekati Object itu masih menjadi masalah, tapi... gyahh!! Object itu mau kemari!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia melihat secara horizontal dengan wajah yang terkejut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core itu pasti telah memutuskan kemenangan mereka dipastikan setelah memeriksa seluruh markas yang telah dihancurkan dengan Railgun &lt;br /&gt;
(atau ia merasa lega karena tidak ada Object yang muncul) karena dia mendekat dengan rentetan suara tembakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu bergerak dengan kecepatan 200 kilometer per jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apa itu akan langsung menyeberangi selat ini?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang Quenser duga, dia mendengar Froleytia memanggilnya dengan hanya kepalanya di atas permukaan air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lakukan sesuatu!! Kalau benda itu melintasi selat ini, itu akan berhasil memberikan minyak bagi markas musuh! Kalau kamu tidak mau itu &lt;br /&gt;
terjadi, cepat lakukan sesuatu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa yang peduli tentang itu sekarang!? Object itu bisa membawa minyak goreng itu dengannya sepuas-puasnya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau minyak itu sampai di sana, markas musuh akan berfungsi dan bekerja lagi!! kalau itu terjadi, bahkan Object yang lebih buruk dari &lt;br /&gt;
ini, yang berhenti karena tidak adanya perawatan, akan berfungsi kembali dan bergabung!! Wilayah Mediterania akan menjadi lebih buruk &lt;br /&gt;
dari neraka!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, berikan aku istirahat sejenak!! Apa kau pikir aku bisa dihukum karena menembak atasanku di kepala?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia membuat komentar itu bagi Quenser dengan sangat serius di matanya, tapi Quenser memiliki sesuatu yang lebih penting untuk &lt;br /&gt;
dikhawatirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, ini buruk! Tri-Core itu akan ke sini!!” Dia berteriak dengan tampang yang lebih serius di mukanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja, pahlawan!! Itu mencoba untuk menembus selat, ingat—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak!! Object itu mengambil arah untuk meremukkan kita!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tidak!! Kau pasti sedang bercanda!!” teriak Heivia, tapi sayangnya, Quenser sedang tidak bercanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-COre yang memiliki tiga reaktor itu baru sadar bahwa masih ada markas musuh yang berada dalam kondisi dasar yang kokoh setelah dua &lt;br /&gt;
sampai tiga tembakan dari railgun raksasanya dan sekarang sedang mencoba ke sini untuk menembak dari jarak nol. Raksasa itu mendekati &lt;br /&gt;
mereka tanpa memperhatikan Quenser dan yang lain berada di laut dengan payah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja tubuh manusia akan langsung hancur jika raksasa itu menembakkan senjatanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core itu sepertinya mengapung dengan cara yang sama seperti sebuah Hovercraft menipu udara ke bawah, tapi seperti benda itu &lt;br /&gt;
membutuhkan sesuatu yang lain untuk menjaga benda itu tetap mengapung setinggi 30-50 cm di atas permukaan laut. Quenser dan yang lain &lt;br /&gt;
pasti akan terkena dengan itu saat mereka mengayuh kaki mereka di jalur raksasa itu dan hembusan udara yang menjaga ratusan ribu ton &lt;br /&gt;
benda itu tetap mengambang di atas permukaan akan menghancurkan tubuh manusia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, mereka akan dilumatkan dan dimakan oleh gurita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Heivia terbuka saat dia melihat Tri-Core itu mendekat dengan jalan yang melawan arah jarum jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita harus pergi dari sini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bodoh!! Tidak mungkin kita bisa berenang secepat itu!! Tri-Core itu selebar 150 meter! Bahkan seorang pemenang medali emas Olimpiade &lt;br /&gt;
tidak akan bisa menghindarinya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu beri tahu aku, calon sarjana!! Apa yang harus kita lakukan untuk selamat dari situasi ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan saat mereka saling membentak satu sama lain, Tri-Core itu semakin dekat dengan kecepatan yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu akan mencapai tempat ini dalam waktu 30 detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kalau kita tidak bisa kabur lewat berenang ke kiri atau ke kanan, lalu pilihannya yang terakhir adalah...!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser berenang maju menuju sampan yang tenggelam di situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat itu, Heivia berteriak, “Apa kau pikir kapal motor murahan bisa memutar balikkan alur pertempuran laut ini!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, bodoh! Pakai ini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melempar sesuatu yang telah disediakan oleh sampan penyelamat itu ke arah Heivia dan Froleytia. Itu adalah sebuah masker oksigen &lt;br /&gt;
dengan tabung kaleng untuk melindungi hidung dan mulut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebuah tangki oksigen...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pakai ini dan menyelam!!” kata Quenser saat dia mengenakan masker jernih itu dan menunjuk ke bawah. “Tri-Core bergerak di atas permukaan &lt;br /&gt;
air dengan pengambang raksasa dan bantalan udara! kalau begitu, seharusnya ia tidak sampai di bawah permukaan air!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya Heivia dan Froleytia terlihat mencoba memberikan sebuah balasan, tapi Quenser tidak memiliki waktu untuk mendengarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ujung dari Tri-Core yang bergerak dengan kecepatan 200 km/j sangat dekat dengan mereka. Saat bergerak dengan begitu cepat, itu membentuk &lt;br /&gt;
sebuah gelombang air tinggi berbentuk V. Walau benda itu sebenarnya sedang mengambang di atas permukaan air, angin yang ditembakkan dari &lt;br /&gt;
atas ke bawah menghancurkan permukaan air itu. bahkan jika mereka bisa berhasil sampai ke sisi dari Tri-Core, gelombang itu akan menelan &lt;br /&gt;
mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menyelam ke bawah permukaan air tanpa mengecek apakah dia sudah mengenakan maskernya dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tekanan udara dari Tri-Core yang ditembakkan ke bawah, membuatnya hampir tidak terlihat. Angin terus menerus mengguncang permukaan air, &lt;br /&gt;
tapi amukannya tidak sampai ke bawah permukaan air itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Hoo. Sepertinya aku berhasil—)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser menarik napasnya lega, sesuatu menghalanginya untuk bernapas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh utama dari Tri-Core menggunakan gaya dorong yang sangat kuat dan bantalan udara yang hampir sempurna yang membuatnya mampu &lt;br /&gt;
mengambang di atas permukaan laut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, sesuatu seperti tiang besi menusuk lurus ke bawah dari tiap-tiap reaktor bola itu. Itu adalah jangkar yang berbentuk siku seperti &lt;br /&gt;
tongkat pemukul milik polisi yang mudah dibongkar pasang. Beratnya akan menahan agar Object itu agar tidak jatuh ke tiap-tiap sisinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh utama dari Object itu melewati kepala Quenser, tapi benda seperti tiang jangkar itu mengarah lurus ke arah dirinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser langsung bergerak cepat untuk berenang menuju sisi yang lain untuk menghindarinya, tapi Tri-Core membuat gerakan yang sama di &lt;br /&gt;
saat yang sama dengan dirinya. Mungkin terlihat seperti mencoba mengarahkan arahnya, tapi itu membuat sebuah gerakan tiba-tiba yang &lt;br /&gt;
mengikuti arah jarum jam seperti orang yang akan melakukan gerakan pivot—menggesekkan kakinya di atas tanah dengan cepat lalu merubah &lt;br /&gt;
posisinya. Kecepatannya menurun dengan perlahan, tapi trayektori jangkar itu mengarah lurus ke arahnya seperti peluru kendali yang &lt;br /&gt;
langsung mengarah pada dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Oooooooohhhhhhhhhhh!?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di titik itu, tidak bisa memikirkan rencana atau trik. Quenser hanya menggerakkan tangan dan kakinya secara panik agar bisa menjauh &lt;br /&gt;
sejauh yang dia bisa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tubuh kecilnya hanya bisa berputar di dalam air seperti sehelai daun yang tertiup di atas angin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uhuk!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangkar itu tidak mengenai dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau mengenainya, tubuhnya tidak akan mampu diidentifikasi sebagai manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia baru saja menghindarinya, tapi arus air yang tertarik akibat jangkar itu membuat tubuh Quenser berputar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Paling tidak aku berhasil menghindarinya..)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser secara ajaib berhasil menyelamatkan dirinya sendiri, tapi dia masih tidak memiliki kesempatan untuk menarik napas lega. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu meraih kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah rasa sakit menjalar ke seluruh kakinya sampai-sampai dia berpikir bahwa sendinya dislokasi, tapi seperti tidak terlalu serius. &lt;br /&gt;
Bahkan kalau begitu, kesadaran Quenser mulai lenyap. Apapun benda yang menarik kaki Quenser, dia bergerak dengan kecepatan 50 km/j.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Uhuk ufuk!! Brengsek. Apa aku tersangkut di salah satu bagian Tri-Core!?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat sendinya yang mulai menjalarkan rasa sakit dan ekspresinya yang terlihat masam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu seperti jaring logam mengelilingi jangkar itu dan sebagian dari menyelimuti pergelangan kaki Quenser. Itu tidak terlihat seperti &lt;br /&gt;
jaring yang digunakan untuk menangkap ikan. Ini menjadi lebih jelas saat Quenser melihat sekelilingnya dan memperhatikan bahwa ada bola &lt;br /&gt;
logam di dekatnya. Itu seukuran bola yang digunakan untuk acara festival dan permukaan metal itu seperti ada sebuah tanduk yang tebal di &lt;br /&gt;
seluruh sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Quenser merapat ketika dia melihat benda itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(... Sebuah ranjau?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengingat apa yang dikatakan Froleytia soal jaring ranjau yang dipasang di seluruh selat Gibraltar untuk memerangkap Tri-Core. Object &lt;br /&gt;
itu menggunakan tubuh besarnya untuk memaksa masuk melalui jaring itu dan akhirnya jaring itu nyangkut di salah satu bagiannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ranjau seperti itu tidak akan bisa merusak Object. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi jika diledakkan di sini, itu akan meledakkan tubuh Quenser menjadi berkeping-keping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Brengsek, aku tidak akan mati oleh perangkap yang dipasang sekutuku sendiri!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin karena berpikir bahwa akan lebih baik untuk mengarahkan Railgun jika diam, Tri-Core itu berhenti bergerak, bantalan udaranya &lt;br /&gt;
melemah, dan itu berhenti di permukaan air yang di atasnya benda itu mengambang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menggunakan kesempatan itu untuk melepaskan dirinya dan mencapai pergelangan kakinya. Namun, itu telah bersimpul di dalam jaring &lt;br /&gt;
sehingga ia tidak bisa melepaskan diri begitu mudah. Dia panik, tapi kemudian tangan seseorang mencapai dirinya di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(!? ...Heivia!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya, temannya itu juga ikut tersangkut di jaring juga. Heivia sepertinya ingin mengatakan sesuatu, tapi masker oksigen dan baju &lt;br /&gt;
airnya menghalanginya untuk berbicara kepada Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia menggunakan tangannya yang handal untuk membebaskan Quenser dari jaring, tapi dia menggapai tangan Quenser saat Quenser mencoba &lt;br /&gt;
pergi dari situ. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core itu berhenti dan menembakkan railgunnya. Itu menghancurkan markas yang telah kehilangan bentuk aslinya dan para prajurit yang &lt;br /&gt;
sudah melompat ke dalam laut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara perhatiannya pada hal lain, mereka akhirnya berhasil melarikan diri dari Tri-Core setelah melepaskan diri dari jaring. Namun, &lt;br /&gt;
Heivia memegang jaring itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser bingung, tapi dia juga menggapai jaring itu seperti tangga. Dia tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Heivia. Yang lain mencoba &lt;br /&gt;
menjelaskan, tapi Quenser tidak bisa mendengar apa yang dia katakan di dalam air. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beristirahat sejenak, Heivia sadar bahwa usahanya benar-benar sia-sia dan menunjukkan tangannya ke atas dengan satu tangan &lt;br /&gt;
sementara tangan yang lain memegang jaring ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gesturnya bisa dibaca dengan mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tekanan udara dari bantalan udara sepertinya telah berhenti, jadi ayo kita gunakan kesempatan ini untuk memanjat naik ke dalam Tri-Core &lt;br /&gt;
sebelum benda itu bergerak lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia menaiki jaring itu seperti jaring yang ada di taman bermain dan akhirnya mereka berhasil mencapai permukaan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core raksasa yang sedang mengambang itu membentuk huruf A. Mereka berada di area gelap dari Tri-Core di atas permukaan air yang &lt;br /&gt;
terlihat seperti kolam pemancingan ikan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia melepaskan masker oksigennya dan mulai mengumpat kata-kata yang ingin dia katakan sejak dia tenggelam di bawah laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial! Aku lengket dan bau! Aku seperti anjing basah!! Siapa yang tadi bilang kalau kita akan selamat kalau kita menyelam!? Aku hampir mati di sana!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau hanya tahu caranya untuk bertahan hidup, bukan selamat! Lagi pula, di mana Froleytia!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana kau bisa tahu? Dia mungkin mengambang entah di mana,” kata Heivia, tidak peduli, sambil melihat ke sekelilingnya. “Naik ke &lt;br /&gt;
permukaan memang bagus, tapi bagaimana caranya kita naik ke dek Tri-Core?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada tangga perawatan di sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!? Oh, sial! Cepat, Quenser!! Tri-Core ini sudah selesai menembaki target latihannya dan mulai bergerak lagi! Kita bisa remuk karena &lt;br /&gt;
tekanan udara oleh bantalan udara di sini!! Angin yang mengangkat raksasa seberat enam ratus ribu ton akan meniup ke bawah!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial! Object ini tidak akan pergi ke wilayah negara musuh, bukan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana aku bisa tahu!? Cepat naik saja! Jangkar itu masih berbahaya. Itu bisa dibongkar pasang dan berfungsi seperti tabung penghisap &lt;br /&gt;
untuk membawa masuk air untuk jet air dan juga sebagai drainase. Kalau tiang itu naik ke permukaan, kita pasti akan dihisap masuk!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan akhirnya, Quenser dan Heivia menaiki tangga yang dipasang di sisi raksasa yang sedang mengambang setinggi 5 meter dan akhirnya sampai &lt;br /&gt;
di dek Tri-Core. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bantal yang menjaga Object tetap mengambang memiliki tebal 20 meter dan sebuah tangki silinder raksasa yang terlihat sama seperti di &lt;br /&gt;
dalam area industri kompleks yang rumit dipasang di sebelah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Tri-Core bisa mengebor minyak untuk dirinya sendiri, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan menyiapkan kapak tangannya, tapi apa kau pikir itu cukup untuk menenggelamkan Tri-Core?” tanya Quenser dengan ragu saat dia &lt;br /&gt;
menancapkan pemicu di peledak yang ia bawa. “Di Alaska, kita berhasil meledakkan Object dari dalam dengan menyiapkan peledak di dalam &lt;br /&gt;
suku cadang musuh di markasnya, tapi kita tidak tahu di mana markas Object ini untuk melakukan perawatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, lihat ini,” kata Heivia saat dia memindahkan senapannya dari bahunya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senapan modern tidak dibuat untuk tidak bisa berfungsi ketika masuk ke dalam laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat arah yang ditunjuk Heivia dengan dagunya saat dia melihat bantalan yang lain. Seperti yang dijelaskan tadi, bantalan &lt;br /&gt;
udara Tri-Core ini membentuk huruf A dan banyak fasilitas yang dibangun di situ. Satu blok memiliki crane raksasa yang digunakan untuk &lt;br /&gt;
mengebor minyak dan blok yang lain memiliki gedung penyimpanan yang berbaris rapi seperti yang ada di dalam pelabuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melirik kolam ikan yang sebenarnya adalah laut lepas yang dibuat oleh bentuk bantalan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Area penyimpanan raksasa? Aku mengerti. Markas perawatan Tri-Core ini dibangun di dalamnya!! Itulah kenapa dia tidak membutuhkan &lt;br /&gt;
markas perawatan yang mudah diserang. Dengan tiga reaktor, dia bisa mengurus dirinya sendiri tanpa markas perawatan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bukan itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentara musuh! Fasilitas ini menyiapkan sejumlah pasukan yang dilengkapi dengan senapan mesin!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Heivia berbicara, dia menggapai lengan Quenser dan menariknya untuk berlindung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mendengar suara senjata api dan bunga api yang beterbangan dari bantalan itu di kaki mereka dan suara pelat logam tempat di mana &lt;br /&gt;
mereka bersembunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar. Bukankah kita sembunyi di balik tangki minyak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada tempat lain yang bisa kita gunakan untuk sembunyi!! Apa kau ingin pergi ke sana seorang diri ke area terbuka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa prajurit Tri-Core sepertinya telah mengetahui bahwa Quenser dan Heivia tengah bersembunyi karena tembakan mereka terdengar &lt;br /&gt;
sangat berhati-hati dan sporadis. Mereka bahkan tidak menggunakan granat apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia memegang senapannya dari balik tangki minyak ini dan membalas dengan beberapa tembakan, dua atau tiga tembakan beruntun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, putari bantalan ini dan berjalan menuju area perawatan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan melakukan hal yang sama seperti yang kita lakukan di Alaska? Tapi kapan Tri-Core akan menjalani perawatan!? Kalau bukan tiga hari, &lt;br /&gt;
kita akan terjebak di sini untuk tiga hari!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu cari kelemahannya!! Kita harus menggunakan kesempatan ini demi keuntungan kita untuk merusak Object ini entah bagaimana caranya!!” kata Heivia saat dia menarik pelatuknya, tapi tembakannya kemudian berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa, macet?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diam kau, aku akan memperbaikinya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia mundur ke belakang untuk berlindung dan memindahkan pengaman senapannya. Dia cuman harus mengambil peluru yang macet dan mengganti &lt;br /&gt;
pengamannya dengan pistol untuk digunakan lagi, tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba tempat mereka mulai bergoncang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core sepertinya akan bergerak berputar sesuai arah jarum jam dan mereka berdua hampir saja terlempar dan jatuh. Saat Heivia ingin &lt;br /&gt;
menggunakan senapannya lagi, beberapa bagian  besi mulai berterbangan di atas bantalan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raut muka yang tidak enak nampak di wajah Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa aku boleh menangis?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan kehilangan semangatmu. Ayo berusahalah!! Lihat, mereka menyadari ada sesuatu yang salah dan mengurangi rentetan tembakan mereka!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, beberapa bagian jatuh ke bawah menuju laut lepas, jadi tidak ada bagian yang bisa digunakan untuk memperbaiki senapannya. Heivia &lt;br /&gt;
melempar senapannya yang tidak bisa diperbaiki itu ke samping dan mengambil pistol yang ada di punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa kau sudah tahu tempat mana yang akan kau pasang peledak!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Beri aku waktu. Aku sedang mengakses data kemiliteran kita!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pikir pilihan anti air itu hanya berguna saat kita memakainya di bak mandi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau berdiam terlalu lama dan membuat panas dari air bak itu mengalir ke tubuhmu jika melakukan itu. Kau adalah analis, bukan, Heivia? &lt;br /&gt;
Kau membantu menggambar desain umum sebuah Object musuh dan melakukan observasi cepat? Kalau begitu kau bisa membantuku menemukan &lt;br /&gt;
kelemahannya jika kau melihat ini.” Quenser melihat ke bawah ke layar kecil itu. “Oh, Ayolah! Dasar sampah. Sinyalnya sangat buruk. &lt;br /&gt;
Mungkin sinyalnya lebih baik di sini...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, dasar bodoh!! Itu tepat di area tembakan musuh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Heivia dengan panik menarik tangannya kembali, Quenser kembali ke sifatnya semula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, aku rasa kita tidak perlu melihat diagram itu lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa, kau ingin mereka menyiapkan sebuah kafe yang modis dengan wifi gratis di tengah pertempuran?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, Tri-Core memang memiliki kafe entah di mana,” jawab Quenser dengan wajah yang serius saat dia menendang ringan ke tanah. &lt;br /&gt;
“Tapi saat kau berpikir tentang itu, bukankah ini adalah kelemahan terbesarnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bantalan raksasanya?” Well, Object raksasa ini memiliki tiga reaktor utama, jadi aku rasa Object ini akan langsung tenggelam jika kita &lt;br /&gt;
meledakkan bantalannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masalahnya adalah menemukan cara menghancurkan bantalan ini dengan hanya menggunakan kapak tangan yang kita punya saat ranjau raksasa &lt;br /&gt;
bahkan tidak memberikan dampak bagi Object ini. Kalau kita tidak bisa memfokuskan serangan kita pada satu titik...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, sial!!” teriak Heivia, memotong pemikiran Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat ke arah lain untuk meliat pistol Heivia yang kokangnya tertarik ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku kehabisan peluru! Pistol ini hanya senjata pengganti, jadi aku tidak bawa banyak magasin!! Kalau kita di sini lebih lama lagi otak &lt;br /&gt;
kita aan diledakkan oleh tentara biasa!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu apa yang harus kita lakukan untuk melawan Tri-Core!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana aku bisa tahu!? Lemparkan saja peledak itu entah di mana dan lompat ke laut! Pilihan kita yang terakhir adalah bertemu dengan &lt;br /&gt;
Froleytia di manapun dia berada dan pergi dari sini. Ini hanya satu-satunya kesempatan kita untuk kabur!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di saat yang renggang, suara tembakan musuh menjadi lebih sporadis. Mereka sepertinya berhasil mengitari huruf A ini di antara sela-sela &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tembakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia kehabisan waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka akan terpojok jika ini berlanjut lebih lama lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser membenci ide bahwa mereka harus meninggalkan Tri-Core, tapi memang benar bahwa mereka tidak bisa menemukan titik lemah yang bisa &lt;br /&gt;
langsung menenggelamkan monster ini dengan hanya kapak tangan. Menghindari tembakan adalah sangat krusial saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aku rasa hanya ini satu-satunya pilihan kita...!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia menggertakkan gigi mereka dan mereka mulai melompat dari bantalan huruf A ini dan melompat ke laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, mereka tidak berakhir dengan meninggalkan pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini bukan karena perasaan heroik mereka yang tidak ingin meninggalkan area pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core telah dipojokkan oleh sebuah tembakan meriam dari jarak jauh dan sebuah gelombang ledakan membuat Quenser dan Heivia mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan itu telah cukup untuk membuat telinga mereka lumpuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan itu pasti telah melukai organnya yang mengatur keseimbangan tubuhnya karena Quenser tidak bisa bangun. Dia begitu berusaha &lt;br /&gt;
dengan susah payah untuk menahan rasa sakit di kepalanya dan menahan untuk tidak muntah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan....! Apa itu?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia berada tepat di sebelahnya, tapi suaranya agak kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil terbaring di atas bantalan raksasa itu, Quenser menggunakan matanya untuk mencari siapa yang sebenarnya menyerang mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyadari sesuatu yang cukup besar mendekati mereka dari garis cakrawala mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh utamanya berbentuk boleh. Di bawahnya terdapat sebuah huruf Y terbalik perangkat pendorong energi listrik statis , tapi sepertinya &lt;br /&gt;
itu menggunakan sebuah bantalan yang digunakan untuk bertempur yang dipasang di bawahnya. Tujuan lengan yang memanjang dari balik bola &lt;br /&gt;
itu dan tiap lengan memiliki meriam raksasa di ujungnya. Sepertinya satu atau lebih dari senjata itu telah menembak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara kerja pendorongnya pasti berbeda ketika digunakan di atas darat karena suara petir yang tercipta akibat jumlah energi listrik statis &lt;br /&gt;
yang tercipta tidak terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Sebuah Object....?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, ini buruk,” kata Heivia dengan suara yang bergetar kepada Quenser yang pikirannya masih pusing. “Ini sangat, sangat buruk!! Itu &lt;br /&gt;
adalah Object sang Putri! Kalau kita tetap di sini, kita akan terkepung oleh pertempuran antar Object!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Quenser tiba-tiba berkedut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senjata yang digunakan oleh monster 50 meter itu adalah sinar laser, railgun, coilgun, dan sebuah meriam plasma berkeseimbangan rendah. Kekuatan penghancurnya mampu membuat kapal perang terlihat seperti mainan. Jika mereka terjebak di dalam pertempuran antar Object, tidak akan ada yang peduli bahkan jika ada sekutu di sana. Sepotong kecil zirah bagian luar Object yang meledak sudah cukup untuk membunuh prajurit-prajurit yang ada di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka sekarang tidak memiliki pilihan lain lagi selain melarikan diri dari Tri-Core secepat mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tubuh mereka masih tidak mau bergerak akibat guncangan gelombang ledakan yang menghantam mereka tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang sama juga terjadi pada tentara musuh yang mengarahkan senjata mereka ke arah Quenser dan Heivia dari bantalan yang &lt;br /&gt;
berseberangan. Mereka mencoba untuk kabur dari area perawatan di atas bantalan Tri-Core. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, dua Object itu saling memandangi satu sama lain dan meriam berukuran tiang milik mereka mulai berubah posisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prajurit biasa tidak akan memiliki waktu untuk kabur. Pertempuran sudah dimulai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara ledakan yang luar biasa dan gelombang ledakan bermunculan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia bahkan tidak bisa merangkak maju. Yang bisa mereka lakukan hanyalah menundukkan kepala mereka dan melindungi kepala &lt;br /&gt;
mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tri-Core menembakkan railgun-nya dengan kekuatan penuh menggunakan tenaga tiga reaktornya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object sang Putri berakselerasi mundur dan ke depan dengan tembakan beruntun untuk melarikan diri dari pandangan musuh dan menembakkan &lt;br /&gt;
secara berurutan tujuh meriamnya yang berada dalam mode Coilgun yang menggunakan magnet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia biasa tidak akan mampu menandingi sebuah senjata bernama Object. Permukaan dari zirah mereka disambungkan dan dilepas seperti &lt;br /&gt;
sebuah kembang api. Skala kerusakan yang diakibatkan oleh mereka sangatlah besar sampai-sampai Quenser dan Heivia terjebak di tengah &lt;br /&gt;
pertempuran itu. Itu lebih mengerikan dari pada yang mereka rasakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Brengsek!! Object benar-benar bersinonim dengan perang! Nyawa kita sama sekali tidak berharga di sini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, aku rasa Putri tidak tahu bahwa kita sedang berada dia ini,” kata Quenser saat dia menggunakan perangkatnya untuk menghubungi &lt;br /&gt;
Object sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti biasa, sinyalnya sangat buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa yang kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan memintanya menggunakan senjata laser. Kalau dia melelehkan zirahnya daripada meledakkannya, paling tidak kita tidak akan mati &lt;br /&gt;
akibat peluru nyasar. Ini tidak memberikan keuntungan strategis bagi dia, tapi dia pasti mau mendengarkan apa yang kita katakan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kita tidak akan buta akibat cahaya yang sangat panas itu kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, apa kau ingin mati akibat pecahan mortar!? Di saat seperti ini, kita harus lompat ke laut lagi sementara sang Putri menarik perhatian Object ini dengan laser. Saat kita sudah berhasil kabur, dia bisa menggunakan coilgunnya lagi!!” Quenser lalu berbicara pada sang Putri Elit menggunakan perangkat tangannya. “Ini Quenser. Kita ada di dalam dek Tri-Core! Tolong ganti senjatamu sebentar sementara kami berusaha melarikan diri. Tolong ganti senjata ke WL3B1s! Aku ulangi, ganti senjata dengan WL2B1s!!”&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Black_Bullet_(Indonesia)&amp;diff=409502</id>
		<title>Black Bullet (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Black_Bullet_(Indonesia)&amp;diff=409502"/>
		<updated>2015-01-04T13:53:01Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Teaser|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Black_bullet_v4_cover.jpg|200px|thumb|Sampul Jilid 4]]&lt;br /&gt;
Black Bullet (ブラック・ブレット) adalah novel ringan yang ditulis oleh Shiden Kanzaki (神崎紫電) dan diilustrasikan oleh Saki Ukai (鵜飼沙樹). Sampai saat ini seri ini telah memiliki 7 jilid novel. Adaptasi animenya sendiri sudah diumumkan saat Dengeki Bunko Festival 2013. Animenya akan diproduksi oleh Kinema Citrus. Animenya sendiri akan tayang pada tanggal 8 April 2014 dan berjumlah 13 episode. Episoder terakhir tayang 1 Juli 2014.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serial Black Bullet juga tersedia dalam bahasa lain seperti berikut:&lt;br /&gt;
:*[[Black Bullet|English (English)]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sinopsis Cerita ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di suatu tempat di masa depan, di mana umat manusia telah dikalahkan oleh virus parasit bernama Gastrea. Manusia telah tersingkir dan terpaksa hidup di dalam perasaan putus asa berdampingan dengan rasa takut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dunia yang terjebak di dalam kegelapan-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang remaja bernama Rentarou yang hidup di Tokyo, adalah seorang &amp;quot;Petugas Sipil&amp;quot;, sebuah organisasi yang khusus menangani Gastrea, ditugasi sebuah tanggung jawab yang berat. Rekannya adalah Enju, seorang gadis kecil yang penuh dengan semangat. Mereka bertarung dengan Gastrea berkat kemampuan unik mereka masing-masing. Hingga suatu saat mereka mendapatkan tugas dari pemerintah. Misinya sendiri adalah misi rahasia untuk melindungi Tokyo dari bencana kehancuran. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah proyek terjemahan second hand setelah versi English-nya, bagi yang mampu berbahasa Jepang dan ingin meninjau ulang dari bahasa aslinya, bantuan anda sangat kami hargai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===[[Black Bullet (Indonesia):Halaman Pendaftaran|Registrasi]]===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap penerjemah diminta untuk [[Black Bullet (Indonesia):Halaman Pendaftaran|mendaftarkan]] bab mana yang akan mereka kerjakan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Semua bab (yang sudah disunting) harus mengikuti format guideline yang berlaku.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
:*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]]&lt;br /&gt;
:*[[Black Bullet (Indonesia):Nama dan Daftar Istilah|Project specific Guidelines: Nama dan Daftar Istilah]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Updates ==&lt;br /&gt;
15 Agustus, 2014&lt;br /&gt;
* Volume 1, Prolog - Kekalahan &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Edit Page Project Black Bullet &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
19 Agustus 2014&lt;br /&gt;
* Volume 1, Chapter 1 part 1 (1/4) &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri Novel Black Bullet oleh Shiden Kanzaki ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Black Bullet Jilid 1 - Ia yang Ingin Menjadi Tuhan===&lt;br /&gt;
[[File:Black_bullet_v1_cover.jpg|170px|frameless|right]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 1 Ilustrasi|Ilustrasi]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 1 Prolog|Prolog - Kekalahan]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 1 Bab 1|Bab 1 - Perusahaan Keamanan Sipil Tendo]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 1 Bab 2|Bab 2 - Anak-anak yang terkutuk]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 1 Bab 3|Bab 3 - Gastrea yang Menghancurkan Dunia]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 1 Bab 4|Bab 4 - Ia yang Ingin Menjadi Tuhan]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 1 Epilog|Epilog - Berpura-pura tak Acuh]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 1 Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Black Bullet Jilid 2 - Melawan Sniper yang Jenius===&lt;br /&gt;
[[File:Black_bullet_v2_cover.jpg|170px|frameless|right]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 2 Ilustrasi|Ilustrasi]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 2 Prolog|Prolog - Pekerja Tambang]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 2 Bab 1|Bab 1 - Perang Varanium]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 2 Bab 2|Bab 2 - Tina Sprout]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 2 Bab 3|Bab 3 - Keberanian untuk Menjadi tak Sempurna]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 2 Bab 4|Bab 4 - Melawan Sniper yang Jenius]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 2 Epilog|Epilog - Tak Ada Jalan untuk Kembali]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 2 Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Black Bullet Jilid 3 - Hancurnya Dunia oleh Api===&lt;br /&gt;
[[File:Black_bullet_v3_cover.jpg|170px|frameless|right]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 3 Ilustrasi|Ilustrasi]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 3 Prolog|Prolog - Aldebaran]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 3 Bab 1|Bab 1 - Perang Kantou Ketiga]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 3 Bab 2|Bab 2 - Hancurnya Dunia oleh Api]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 3 Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Black Bullet Jilid 4 - Balas Dendam adalah Milikku===&lt;br /&gt;
[[File:Black_bullet_v4_cover.jpg|170px|frameless|right]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 4 Ilustrasi|Ilustrasi]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 4 Bab 3|Bab 3 - Titik Balik Kemenangan]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 4 Bab 4|Bab 4 - Anjing Perang]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 4 Bab 5|Bab 5 - Harga untuk Menjadi Seorang Pahlawan]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 4 Epilog|Epilog - Balas Dendam adalah Milikku]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 4 Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Black Bullet Jilid 5 - Rentaro Satomi si Buronan===&lt;br /&gt;
[[File:Black bullet v5 cover.jpg|170px|frameless|right]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 5 Ilustrasi|Ilustrasi]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 5 Bab 1|Bab 1 - Rentaro Satomi sang Buronan]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 5 Bab 2|Bab 2 - Rencana Penciptaan Dunia Baru]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 5 Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Black Bullet Jilid 6 - Mengembara di Api Penyucian===&lt;br /&gt;
[[File:Black bullet v6 cover.jpg|170px|frameless|right]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 6 Ilustrasi|Ilustrasi]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 6 Bab 3|Bab 3 - Hotarou Kouro]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 6 Bab 4|Bab 4 - Langit Malam Tanpa Bintang]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 6 Bab 5|Bab 5 - Mengembara di Api Penyucian]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 6 Epilog|Epilog - Mereka Berdua Kembali Menyatu. Dua Orang yang Saling Melengkapi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Black Bullet Jilid 7 - Peluru Revolusi Dunia===&lt;br /&gt;
[[File:Black bullet v7 Cover.jpg|170px|frameless|right]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 7 Ilustrasi|Ilustrasi]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 7 Prolog|Prolog - Raja Wabah Pes]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 7 Bab 1|Bab 1 - Hari Libur di Tokyo Area]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 7 Bab 2|Bab 2 - Peluru Revolusi Dunia]]&lt;br /&gt;
:* [[Black Bullet (Indonesia):Jilid 7 Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Staff Proyek ==&lt;br /&gt;
* Pengawas: [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
* Manajer Proyek: [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
=== Translators ===&lt;br /&gt;
:*[[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
:*[[User:Sakurai|Sakurai]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Editor &amp;amp; Penyunting ===&lt;br /&gt;
:*[[User:Isko|Isko]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jumlah Seri Novel ==&lt;br /&gt;
* Volume 1 – ブラック・ブレット 神を目指した者たち – July 8, 2011 – ISBN 978-4-04-870596-7&lt;br /&gt;
* Volume 2 – ブラック・ブレット2 vs神算鬼謀の狙撃兵 – October 8, 2011 – ISBN 978-4-04-870820-3&lt;br /&gt;
* Volume 3 – ブラック・ブレット3 炎による世界の破滅 – May 10, 2012 – ISBN 978-4-04-886477-0&lt;br /&gt;
* Volume 4 – ブラック・ブレット4 復讐するは我にあり – August 10, 2012 – ISBN 978-4-04-886797-9&lt;br /&gt;
* Volume 5 – ブラック・ブレット5 逃亡犯、里見蓮太郎 – July 10, 2013 – ISBN 978-4-04-891761-2&lt;br /&gt;
* Volume 6 – ブラック・ブレット6 煉獄の彷徨者 – October 10, 2013 – ISBN 978-4-04-866008-2&lt;br /&gt;
* Volume 7 – ブラック・ブレット7 世界変革の銃弾 – April 10, 2014 – ISBN 978-4-04-866472-1&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Dengeki Bunko]]&lt;br /&gt;
[[Category:Shiden Kanzaki]]&lt;br /&gt;
[[Category:Light novel (Indonesian)]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Heavy_Object_(Indonesia)&amp;diff=409253</id>
		<title>Heavy Object (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Heavy_Object_(Indonesia)&amp;diff=409253"/>
		<updated>2015-01-02T02:20:56Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Teaser|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy Object v01 cover.jpg|thumb|300px|right|&#039;&#039;The cover art of volume 1&#039;&#039;]]&amp;quot;HEAVY OBJECT&amp;quot; (ヘヴィーオブジェクト) adalah seri sains fiksi (Sci-fi) oleh Kazuma Kamachi (鎌池 和馬) dan diilustrasikan oleh Ryou Nagi (凪良) diterbitkan oleh Dengeki Light Novel Label. Saat ini sudah ada delapan seri yang telah diterbitkan. Adaptasi manganya telah diterbitkan oleh di majalah bulanan Dengeki Maou. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri &#039;&#039;&#039;anime&#039;&#039;&#039; sedang dalam proses pengerjaan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri Heavy Object juga tersedia dalam beberapa bahasa:&lt;br /&gt;
*[[Heavy Object ~ (Spanish)|Español (Spanish)]]&lt;br /&gt;
*[[HEAVY OBJECT|Inggris (English)]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sinopsis Cerita ==&lt;br /&gt;
Dan pada akhirnya, perang tak bisa dihilangkan. Tapi, ada sebuah perubahan. Bahkan di balik para pembantu kejahatan berhati dingin, ada sebuah perubahan. Senjata pemusnah itu adalah &amp;quot;Object&amp;quot;. Senjata ini merubah semua arti dari perang. Seorang siswa pertukaran bernama Quenser, yang dikirim ke medan perang, bertemu dengan seorang gadis elit dengan aura yang aneh. Gadis itu, yang disebut &amp;quot;Elit&amp;quot;, adalah pilot dari &amp;quot;Object&amp;quot;. Di masa depan. Laki-laki kecil ini harus berdiri menggantikan peran dari gadis itu untuk menjadi pilot dari senjata terhebat di dunia, &amp;quot;Object&amp;quot; untuk gadis itu. Ini adalah alasan dari pertemuan pertama mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan ==&lt;br /&gt;
Ini adalah proyek terjemahan second hand setelah versi English-nya, bagi yang mampu berbahasa Jepang dan ingin meninjau ulang dari bahasa aslinya, bantuan anda sangat kami hargai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Semua bab (yang sudah disunting) harus mengikuti format guideline yang berlaku.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[HEAVY OBJECT (Indonesia):Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap penerjemah diminta untuk mendaftarkan [[No Game No Life (Indonesia):Halaman Pendaftaran|mendaftarkan]] bab mana yang akan mereka kerjakan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pembaruan ==&lt;br /&gt;
*1 Januari 2015, Volume 1 Bagian 1: Selesai (17/17)&lt;br /&gt;
*16 Desember 2014, Volume 1 Bagian 1 - 8: Selesai&lt;br /&gt;
*11 November 2014, Pembuatan laman HEAVY OBJECT; Pencarian Translator; Pembenahan Laman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri HEAVY OBJECT ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 1  ===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 1|Bagian 1 - Tentara Berpangkat Rendah yang Mengalahkan Gulliver &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran di Salju Alaska yang Membeku]] (Edit Cek)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 2|Bagian 2 - Si jempol Tom lari di Ladang Minyak &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Mengurangi Kerusakan di Gibraltar]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 3|Bagian 3 - Perang Antara Semut dan Belalang Sembah &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Melawan Negara Militer Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 2: Penerapan Perang - &#039;&#039;Seleksi Perang&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 1|Bagian 1 - Hal yang Biasa Jika Berlumpur di Lokasi Halang Rintang &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Mengontrol Antartica]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 2|Bagian 2 - Si Kaki Tiga yang Mendaki Gunung Demi Hidup dan Mati &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Peluru Meriam di Gunung Iguazu]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 3|Bagian 3 - Di Pertempuran antar Kavaleri, Serang Kaki-kaki Musuhmu &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Mati-matian di Kota Amazon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 3: Bayangan Raksasa - &#039;&#039;Bayangan Dunia&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 1|Bagian 1 - Kuburan Rongsokan Logam adalah Harta Karun untuk Mencari Logam Langka &amp;gt;&amp;gt; Mencegat Sisa Pasukan di Alaska]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 2|Bagian 2 - Tambang Batu Bara yang Menghanmburkan Tumpukan Uang &amp;gt;&amp;gt; Serang Kejutan Secapat Kilat di Semenanjung Kamchatka]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 3|Bagian 3 - Harga Diri itu Tak Ternilai &amp;gt;&amp;gt; Pencegatan Darurat di Pulau Victoria]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 4: Harta Karun Matematika Elektron - &#039;&#039;Nadi Teoritis&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 1|Bagian 1 - Seharusnya itu adalah Lautan Biru Alami &amp;gt;&amp;gt; Perang ilegal di Distrik Loyauté]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 2|Bagian 2 - Natal di Pantai Pasir Putih &amp;gt;&amp;gt; Cuti di Garnisun Perang (?) di Distrik Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 3|Bagian 3 - Harta Karun Laut Merah Pekat &amp;gt;&amp;gt; Bertahan di Distrik Solomon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 5: Festival Kematian - &#039;&#039;Menebus Technopics&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 1|Bagian 1]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 2|Bagian 2]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 3|Bagian 3]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 4|Bagian 4]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 5|Bagian 5]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 6: Jalan Menuju Generasi Ketiga - &#039;&#039;Kedatangan Generasi Ketiga&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 1|Bagian 1 - Perang yang Pecah di Dekat Surga &amp;gt;&amp;gt; Perang Adu Kepintaran di Distrik Cook]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 2|Bagian 2 - Sebuah Tim yang Membawa Tugas yang Jauh Lebih Menyakitkan dari pada Neraka &amp;gt;&amp;gt; Perang Antar Angkutan di Distrik Anthabasca]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 3|Bagian 3 - Konsprisai Sebuah Bank yang Menunjukkan Ketamakan Manusia &amp;gt;&amp;gt; Perang Serangan Meriam di Distrik Amazon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 7: &#039;&#039;Polisi Hantu&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 1|Bagian 1 - Pertandingan Adu Tembak di antara Dua Orang Bodoh &amp;gt;&amp;gt; Saling Mengejek di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 2|Bagian 2 - Pekerjaanku adalah Mengantarkan Cat &amp;gt;&amp;gt; Perang Adu Kepintaran di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 3|Bagian 3 - Polisi ada untuk Menghentikan Perang &amp;gt;&amp;gt; Perang Kemerdekaan di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 8: &#039;&#039;70% Persemakmuran&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 1|Bagian 1 - Sumber Daya Alam yang Tak Bisa Dibuat Berlimpah &amp;gt;&amp;gt; Mendarat di Negara Kepulauan Ame-no-Darin]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 2|Bagian 2 - Di mana Model Baru itu Hilang? &amp;gt;&amp;gt; Menyapu Ranjau Distrik Barat Pasifik yang Jauh ]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 3|Bagian 3 - Mata Seorang Dewi yang Berkerlip di dalam Kegelapan &amp;gt;&amp;gt; Perang Habis-habisan di Distrik Kaledonia Baru]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Pengawas: [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
* Manager Proyek: [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Penerjemah==&lt;br /&gt;
* [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
Bagi yang lebih paham mengenai EYD dan kosakata bahasa Indonesia yang lebih baik, bisa bergabung dalam proyek ini&lt;br /&gt;
* [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jumlah Seri ==&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト / HEAVY OBJECT (10 OCT 2009, ISBN 978-4-04-868069-1)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 採用戦争 / HEAVY OBJECT Saiyou Sensou (10 JUN 2010, ISBN 978-4-04-868594-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 巨人達の影 / HEAVY OBJECT Kyojin tachi no Kage (10 NOV 2010, ISBN 978-4-04-870051-1)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 電子数学の財宝 / HEAVY OBJECT Denshi Suugaku no Zaihou (10 SEP 2011, ISBN 978-4-04-870549-3)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 死の祭典 / HEAVY OBJECT Shi no Saiten (10 NOV 2011, ISBN 978-4-04-870997-2)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 第三世代への道 / HEAVY OBJECT Daisansedai e no Michi (10 JUN 2012, ISBN 978-4-04-886624-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 亡霊達の警察 / HEAVY OBJECT Bourei tachi no Keisatsu (9 NOV 2013, ISBN 978-4-04-866080-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 七〇%の支配者 / HEAVY OBJECT Nana rei-pasento no Shihai-sha(8 MARCH 2014, ISBN 978-4-04-866379-3)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Heavy_Object_(Indonesia)&amp;diff=409182</id>
		<title>Heavy Object (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Heavy_Object_(Indonesia)&amp;diff=409182"/>
		<updated>2015-01-01T16:27:52Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Teaser|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy Object v01 cover.jpg|thumb|300px|right|&#039;&#039;The cover art of volume 1&#039;&#039;]]&amp;quot;HEAVY OBJECT&amp;quot; (ヘヴィーオブジェクト) adalah seri sains fiksi (Sci-fi) oleh Kazuma Kamachi (鎌池 和馬) dan diilustrasikan oleh Ryou Nagi (凪良) diterbitkan oleh Dengeki Light Novel Label. Saat ini sudah ada delapan seri yang telah diterbitkan. Adaptasi manganya telah diterbitkan oleh di majalah bulanan Dengeki Maou. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri &#039;&#039;&#039;anime&#039;&#039;&#039; sedang dalam proses pengerjaan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri Heavy Object juga tersedia dalam beberapa bahasa:&lt;br /&gt;
*[[Heavy Object ~ (Spanish)|Español (Spanish)]]&lt;br /&gt;
*[[HEAVY OBJECT|Inggris (English)]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sinopsis Cerita ==&lt;br /&gt;
Dan pada akhirnya, perang tak bisa dihilangkan. Tapi, ada sebuah perubahan. Bahkan di balik para pembantu kejahatan berhati dingin, ada sebuah perubahan. Senjata pemusnah itu adalah &amp;quot;Object&amp;quot;. Senjata ini merubah semua arti dari perang. Seorang siswa pertukaran bernama Quenser, yang dikirim ke medan perang, bertemu dengan seorang gadis elit dengan aura yang aneh. Gadis itu, yang disebut &amp;quot;Elit&amp;quot;, adalah pilot dari &amp;quot;Object&amp;quot;. Di masa depan. Laki-laki kecil ini harus berdiri menggantikan peran dari gadis itu untuk menjadi pilot dari senjata terhebat di dunia, &amp;quot;Object&amp;quot; untuk gadis itu. Ini adalah alasan dari pertemuan pertama mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan ==&lt;br /&gt;
Ini adalah proyek terjemahan second hand setelah versi English-nya, bagi yang mampu berbahasa Jepang dan ingin meninjau ulang dari bahasa aslinya, bantuan anda sangat kami hargai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Semua bab (yang sudah disunting) harus mengikuti format guideline yang berlaku.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[HEAVY OBJECT (Indonesia):Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap penerjemah diminta untuk mendaftarkan [[No Game No Life (Indonesia):Halaman Pendaftaran|mendaftarkan]] bab mana yang akan mereka kerjakan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pembaruan ==&lt;br /&gt;
*1 Januari 2015, Volume 1 Bagian 1: Selesai (17/17)&lt;br /&gt;
*16 Desember 2014, Volume 1 Bagian 1 - 8: Selesai&lt;br /&gt;
*11 November 2014, Pembuatan laman HEAVY OBJECT; Pencarian Translator; Pembenahan Laman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri HEAVY OBJECT ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 1 ([[HEAVY_OBJECT:Volume_1|Volume 1]]) ===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 1|Bagian 1 - Tentara Berpangkat Rendah yang Mengalahkan Gulliver &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran di Salju Alaska yang Membeku]] (Edit Cek)&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 2|Bagian 2 - Si jempol Tom lari di Ladang Minyak &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Mengurangi Kerusakan di Gibraltar]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 3|Bagian 3 - Perang Antara Semut dan Belalang Sembah &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Melawan Negara Militer Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Penutup|Penutup]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Heavy_Object_(Indonesia)&amp;diff=409180</id>
		<title>Heavy Object (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Heavy_Object_(Indonesia)&amp;diff=409180"/>
		<updated>2015-01-01T16:26:23Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Teaser|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy Object v01 cover.jpg|thumb|300px|right|&#039;&#039;The cover art of volume 1&#039;&#039;]]&amp;quot;HEAVY OBJECT&amp;quot; (ヘヴィーオブジェクト) adalah seri sains fiksi (Sci-fi) oleh Kazuma Kamachi (鎌池 和馬) dan diilustrasikan oleh Ryou Nagi (凪良) diterbitkan oleh Dengeki Light Novel Label. Saat ini sudah ada delapan seri yang telah diterbitkan. Adaptasi manganya telah diterbitkan oleh di majalah bulanan Dengeki Maou. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri &#039;&#039;&#039;anime&#039;&#039;&#039; sedang dalam proses pengerjaan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri Heavy Object juga tersedia dalam beberapa bahasa:&lt;br /&gt;
*[[Heavy Object ~ (Spanish)|Español (Spanish)]]&lt;br /&gt;
*[[HEAVY OBJECT|Inggris (English)]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sinopsis Cerita ==&lt;br /&gt;
Dan pada akhirnya, perang tak bisa dihilangkan. Tapi, ada sebuah perubahan. Bahkan di balik para pembantu kejahatan berhati dingin, ada sebuah perubahan. Senjata pemusnah itu adalah &amp;quot;Object&amp;quot;. Senjata ini merubah semua arti dari perang. Seorang siswa pertukaran bernama Quenser, yang dikirim ke medan perang, bertemu dengan seorang gadis elit dengan aura yang aneh. Gadis itu, yang disebut &amp;quot;Elit&amp;quot;, adalah pilot dari &amp;quot;Object&amp;quot;. Di masa depan. Laki-laki kecil ini harus berdiri menggantikan peran dari gadis itu untuk menjadi pilot dari senjata terhebat di dunia, &amp;quot;Object&amp;quot; untuk gadis itu. Ini adalah alasan dari pertemuan pertama mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan ==&lt;br /&gt;
Ini adalah proyek terjemahan second hand setelah versi English-nya, bagi yang mampu berbahasa Jepang dan ingin meninjau ulang dari bahasa aslinya, bantuan anda sangat kami hargai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Semua bab (yang sudah disunting) harus mengikuti format guideline yang berlaku.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[HEAVY OBJECT (Indonesia):Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap penerjemah diminta untuk mendaftarkan [[No Game No Life (Indonesia):Halaman Pendaftaran|mendaftarkan]] bab mana yang akan mereka kerjakan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pembaruan ==&lt;br /&gt;
*16 Desember 2014, Volume 1 Bagian 1 - 8: Selesai&lt;br /&gt;
*11 November 2014, Pembuatan laman HEAVY OBJECT; Pencarian Translator; Pembenahan Laman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri HEAVY OBJECT ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 1 ===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 1|Bagian 1 - Tentara Berpangkat Rendah yang Mengalahkan Gulliver &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran di Salju Alaska yang Membeku]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 2|Bagian 2 - Si jempol Tom lari di Ladang Minyak &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Mengurangi Kerusakan di Gibraltar]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 3|Bagian 3 - Perang Antara Semut dan Belalang Sembah &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Melawan Negara Militer Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 2: Penerapan Perang - &#039;&#039;Seleksi Perang&#039;&#039;===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Ilustrasi|Novel Illustration]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 1|Bagian 1 - Hal yang Biasa Jika Berlumpur di Lokasi Halang Rintang &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran untuk Memperebutkan Antartika]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 2|Bagian 2 - Si Kaki Tiga yang Berlari Menuju Puncak Gunung adalah Masalah Hidup atau Mati &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Peluru Meriam di Gunung Iguazu]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Bagian 3|Bagian 3 - Di dalam Pertempuran antar Kavaleri, Seranglah Kakinya &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran Habis-habisan di Kota Amazon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 2 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 3: Bayangan Raksasa - &#039;&#039;Bayangan Dunia&#039;&#039; ===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Ilustrasi|Novel Illustration]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 1|Bagian 1 - Gunung Sampah Besi Tua adalah Harta Karun untuk Logam Langka &amp;gt;&amp;gt; Mencegat Sisa Pasukan di Alaska]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 2|Bagian 2 - Tambang Batu Bara yang Menghamburkan Timbunan Uang &amp;gt;&amp;gt; Serangan Kejutan Secepat Kilat di Semenanjung Kamchatka]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Bagian 3|Bagian 3 - Harga Diri itu Tak Ternilai &amp;gt;&amp;gt; Pencegatan Darurat di Pulau Victoria]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 3 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 4: Harta Karun Matematika Elektron - &#039;&#039;Nadi Teoritis&#039;&#039; ===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Ilustrasi|Novel Illustration]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 1|Bagian 1 - Seharusnya itu adalah Lautan Biru &amp;gt;&amp;gt; Perang Ilegal di Distrik Loyauté]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 2|Bagian 2 - Natal di Pantai Pasir Putrih &amp;gt;&amp;gt; Cuti di Garnisun Perang (?) di Distrik Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Bagian 3|Bagian 3 - Harta Karun dari Laut Merah Pekat &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran untuk bertahan di Distrik Solomon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 4 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 5ː Festival Kematian - &#039;&#039;Penyucian Technopics&#039;&#039; === &lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Ilustrasi|Novel Illustration]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 1|Bagian 1]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 2|Bagian 2]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 3|Bagian 3]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 4|Bagian 4]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Bagian 5|Bagian 5]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 5 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 6: Jalan menuju Generasi Ketiga - &#039;&#039;Datangnya Generasi Ketiga&#039;&#039; ===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Ilustrasi Novel|Novel Illustratioin]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 1|Bagian 1 - Pecahnya Perang yang Dekat dengan Surga &amp;gt;&amp;gt; Perang Intelenjen di Distrik Cook]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 2|Bagian 2 - Sebuah Tim yang Membawa Tugas yang Lebih Kotor dari pada Neraka &amp;gt;&amp;gt; Perang Transportasi di Wilayah Distrik Athabasca]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Bagian 3|Bagian 3 - Konspirasi sebuah Bank yang Melahirkan Ketamakan &amp;gt;&amp;gt; Perang Serangan Meriam di Hutan Amazon]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 6 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 7: &#039;&#039;Polisi Hantu&#039;&#039; ===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Ilustrasi Novel|Novel Illustration]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 1|Bagian 1 - Perang Adu Mulut yang Begitu Mematikan Antara Mereka Berdua &amp;gt;&amp;gt; Perang Saling Ejek di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 2|Bagian 2 - Pekerjaanku adalah Mengantar Cat &amp;gt;&amp;gt; Perang Intelejensi di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Bagian 3|Bagian 3 - Polisi ada untuk Menghentikan Perang &amp;gt;&amp;gt; Perang Kemerdekaan di Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 7 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 7: &#039;&#039;70% Persemakmuran&#039;&#039; ===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Ilustrasi Novel|Novel Illustration]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 1|Bagian 1 - Sumber Daya Alam yang Dibuat Tidak Banyak &amp;gt;&amp;gt; Mendarat di Negara Kepulauan Ame-no-Darin]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 2|Bagian 2 - Di mana Model Baru itu Hilang? &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran untuk Menyapu Ranjau di Jauh Barat Distrik Pasifik]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Bagian 3|Bagian 3 - Mata Sang Dewi Berkerlip di Kegelapan &amp;gt;&amp;gt; Perang Mati-matian di Distrik Kaledonia]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 8 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Pengawas: [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]] &lt;br /&gt;
* Manager Proyek: [[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Penerjemah==&lt;br /&gt;
:*[[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Penyunting==&lt;br /&gt;
Bagi kalian yang lebih mahir dalam EYD dan lebih kaya kosakata Bahasa Indonesia, sangat dianjurkan untuk menjadi Penyunting&lt;br /&gt;
:*[[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Series Overview ==&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト / HEAVY OBJECT (10 OCT 2009, ISBN 978-4-04-868069-1)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 採用戦争 / HEAVY OBJECT Saiyou Sensou (10 JUN 2010, ISBN 978-4-04-868594-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 巨人達の影 / HEAVY OBJECT Kyojin tachi no Kage (10 NOV 2010, ISBN 978-4-04-870051-1)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 電子数学の財宝 / HEAVY OBJECT Denshi Suugaku no Zaihou (10 SEP 2011, ISBN 978-4-04-870549-3)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 死の祭典 / HEAVY OBJECT Shi no Saiten (10 NOV 2011, ISBN 978-4-04-870997-2)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 第三世代への道 / HEAVY OBJECT Daisansedai e no Michi (10 JUN 2012, ISBN 978-4-04-886624-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 亡霊達の警察 / HEAVY OBJECT Bourei tachi no Keisatsu (9 NOV 2013, ISBN 978-4-04-866080-8)&lt;br /&gt;
*ヘヴィーオブジェクト 七〇%の支配者 / HEAVY OBJECT Nana rei-pasento no Shihai-sha(8 MARCH 2014, ISBN 978-4-04-866379-3)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_1_Bagian_1&amp;diff=409179</id>
		<title>HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 1</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=HEAVY_OBJECT:Volume_1_Bagian_1&amp;diff=409179"/>
		<updated>2015-01-01T16:26:13Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Bagian 1: Tentara Berpangkat Rendah yang Mengalahkan Gulliver &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran di Salju Alaska yang Membeku ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Part 1 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, perang tak lebih dari pertempuran antar Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keberadaan manusia yang membawa senapan yang dipegang dengan hati-hati tidak bisa melakukan apapun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika puluhan ribu tentara atau ratusan ribu tentara berkumpul dengan puluhan ton tank dan pesawat tempur disiapkan, monster &lt;br /&gt;
setinggi 50 meter itu akan menyapu bersih mereka semua. Beberapa Object masih tetap bisa bergerak bahkan setelah diserang rudal nuklir &lt;br /&gt;
jadi akan sangat gila jika mencoba melawan mereka secara langsung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa semua pihak menyerahkan peran utama dalam perang kepada Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menyerahkan peran itu kepada monster itu, semua orang dapat dengan mudah melihat dari sisi aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa 800 orang yang berada di dalam zona markas ini, yang khusus menangani masalah perawatan, berada sangat nyaman dan santai &lt;br /&gt;
ketika berada di tengah garis depan pertempuran. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Area ini dikenal dengan nama base, tapi yang mereka lakukan hanyalah merawat Object dan melihat apakah ada sesuatu yang rusak atau tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keberadaan manusia hanya digunakan untuk menjaga senjata super besar itu saat sedang dirawat selama waktu yang singkat ini dan kemudian &lt;br /&gt;
mereka akan mendapat gelar kehormatan karena telah menjaga negara mereka dengan nyawa mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan Object yang berada di sini, mereka tentu sangatlah aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object yang melindungi mereka seperti sebatang pohon yang tumbuh semakin besar. Hanya dengan melihatnya, Object akan mengalahkan musuhnya &lt;br /&gt;
satu per satu. Para tentara berpendapat bahwa semua itu adalah hasil dari kerja zona base dan merasa bahwa mereka semua harus diberi &lt;br /&gt;
bayaran, lalu rekening mereka akan penuh dengan uang yang dibayarkan oleh pajak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenyataannya, perang diselesaikan oleh Object sendirian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama Object ada di sana, hidup dan masa depan mereka akan terjamin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu karena mereka merasa akan jatuh ke dalam kepanikan massal jika melihat Object yang berada di zona base terbakar dan meledak dalam api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada zaman ini, perang tak lebih dari pertempuran antara Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti kekalahan dari sebuah Object menandakan bahwa musuh juga memiliki sebuah Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badai salju Alaska yang putih membentuk sebuah pemandangan, tapi mereka masih bisa melihat merahnya api dan asap hitam yang membumbul ke &lt;br /&gt;
langit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kursi pelontar menembakkan tubuh seorang pilot perempuan keluar dari dalam kokpitnya ke langit, tapi tak akan ada orang yang akan &lt;br /&gt;
menyelamatkannya karena dia adalah seorang pecundang yang telah kalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada sebuah hal penting yang melintas di pikiran mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di zaman ini, perang tak lebih dari pertarungan antara Object. Keberadaan tank, pesawat, dan berbagai jenis senjata lainnya yang &lt;br /&gt;
digunakan pada zaman sebelumnya hanya akan membuat pasir yang terinjak di hadapan sebuah monster setinggi 50 meter bernama Object ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang setelah Object mereka dihancurkan, Object milik musuh dapat bergerak dengan bebas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sederhana saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka semua akan dibantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembakan senjata yang membabi-buta akan menghancurkan daging, tulang, dan organ tubuh mereka ke udara di dalam pembantaian tanpa harapan &lt;br /&gt;
ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada yang bisa dilakukan selain melarikan diri. Tapi walau mereka melarikan diri, akan menjadi sebuah keajaiban jika ada sepuluh dari &lt;br /&gt;
total tentara yang ada di dalam base itu yang bisa hidup. Tak ada satu orang pun yang mengikuti perintah paling penting dalam perang – &lt;br /&gt;
untuk berdiri di tempat mereka dan menjaga garis pertahanan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah permainan neraka telah dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sebuah permainan yang sangat mengerikan antara monster setinggi 50 meter dengan manusia yang sangat kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Part 2 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu hari yang biasa, seorang anak laki-laki bernama Quenser sedang berdiri di area Alaska yang bersalju. Dia berada di dalam markas yang khusus melakukan perawatan bagi sang raksasa, Object. Perawakan Quenser berbeda dari penampilan tentara pada umumnya. Dalam pandangan mata, dia tidak memiliki otot yang dibutuhkan oleh seorang tentara. Quenser memiliki bentuk tubuh seorang siswa yang sedang belajar di sebuah negara yang aman. Juga, dia bisa dengan mudahnya menjadi wanita jika ia memakai celana pendek atau rok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada kenyataannya, kesan pertama yang terlihat itu tidak sepenuhnya benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lengannya yang ia gunakan untuk menggali salju ini dengan sekop bergetar karena kelelahan dan myalgia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial!! Sebenarnya apa tujuan pekerjaan kita ini!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang sedang kesal dan kemudian menyerah itu berdiri di sebelah Quenser. Quenser nampak terkejut dan prajurit laki-laki itu &lt;br /&gt;
melemparkan sekopnya ke bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kan ada beberapa jenis tentara. Sedangkan aku adalah seorang prajurit yang bekerja sebagai analis rada untuk mengecek spesifikasi Object &lt;br /&gt;
musuh untuk mencari kelemahannya. Aku tidak bergabung dengan tentara untuk menggali lubang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prajurit pintar itu bernama Heivia. Walau Quenser tidak memiliki kemampuan di bidang otak dan pikiran, dia bisa bergaul dengan wajar &lt;br /&gt;
dengan Heivia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Yah... kita kan sama-sama mirip.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pikiran yang ragu, Quenser berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku bukannya enggak ada pilihan. Semua pertempuran dilakukan oleh Object, tapi orang-orang di tempat aman di sana tidak ingin uang pajak &lt;br /&gt;
mereka tidak menghasilkan apapun. Waktu aku menonton CS News, aku melihat konselor Flide sedang berkampanye mengenai penurunan pajak &lt;br /&gt;
untuk mendapatkan suara di pemilu yang akan datang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itulah yang aku maksudkan dari tadi,” kata Heivia. “Bahkan orang-orang di negara kita tahu kalau menggali di tempat bersalju seperti ini &lt;br /&gt;
untuk merawat landasan pacu tidak ada gunanya. Aku sangat mual kalau berpikir ini hanya untuk pencitraan saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, pesawat fighter tidak akan berarti di hadapat Object. Di dalam perang sesungguhnya, Object sudah menghancurkan 1500 pesawat dan aku &lt;br /&gt;
sangat yakin bahwa mereka semua sudah melupakan jumlah pesawat yang hancur itu sekarang.” Quenser menancapkan sekopnya ke tanah dan &lt;br /&gt;
menyandarinya dengan kedua tangannya di belakang. “Lagi pula Object menggunakan anti air-laser yang ditenagai oleh reaktor bertenaga &lt;br /&gt;
tinggi. Figther mungkin bisa terbang sampai Mach 2 atau Mach 3 tapi tidak akan mempan terhadap kecepatan cahaya. Saat Object sudah &lt;br /&gt;
mengunci targetnya, mereka pasti tertembak jatuh. Aku dengar kalau unit lapis baja yang dikatakan di kelas sejarah selamat karena debu &lt;br /&gt;
dan kotoran dan benda-benda lainnya di dekat pantulan laser itu, tapi &lt;br /&gt;
.........................................................................”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benda itu adalah monster setinggi 50 meter yang masih bisa bergerak bahkan setelah diserang nuklir. Pesawat tempur bagi Object tak lebih &lt;br /&gt;
dari burung kecil dan granat bagi benda itu. merawat landasan pacu seperti ini hanya membuang-buang tenaga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, aku dengar pilot terbaik dari unit angkatan udara cuma berjaga-jaga di dalam kokpit mereka sambil mendengarkan radio. Tapi aku ragu &lt;br /&gt;
tank-tank dari unit lapis baja bisa lebih berguna dari mereka.... dan mengenai menaikkan permukaan landasan pacu ini. Apakah mereka tidak &lt;br /&gt;
bisa memasang sekop raksasa di tank-tank itu dan mengerjakannya dalam sekali kerja?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Lalu apa yang kita lakukan ini....?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Well, aku lebih memilih pekerjaan ini daripada harus bertarung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu bukan kata-kata yang boleh diucapkan seorang prajurit kau tahu, tapi aku harus setuju denganmu,” kata Heivia sang prajurit yang &lt;br /&gt;
setuju dengan apa yang dikatakan Quenser yang berasal dari rakyat sipil. “Kita bisa saja meninggalkan semua masalah perang ini kepada &lt;br /&gt;
Object. Kehilangan nyawa di dalam perang rasanya tidak ada gunanya lagi. Kita tinggal melihat dari jauh dan melihat Object membawa &lt;br /&gt;
oleh-oleh kemenangannya. Orang-orang seperti kita yang ingin ikut berperang tidak akan ada artinya lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau seorang bangsawan, Heivia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, jadi aku harus kelu dari sini dan menjadi seorang ‘prajurit yang terhormat’ untuk menunjukkan kemampuanku untuk menjadi kepala &lt;br /&gt;
keluarga berikutnya di keluargaku. Sebenarnya, kalau aku tinggal di markas saja selama tiga tahun, aku bisa menghabiskan hidupku di dalam &lt;br /&gt;
rumah mewah dan besar bersama dengan banyak pelayan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya Quenser tidak begitu menikmati hidup yang damai seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya kau juga punya cita-cita sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, tidak sepertimu, aku hanya orang biasa. Aku harus mencari pekerjaan. Makanya aku mendaftar sebagai Tamtama di sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau berharap bisa menjadi desainer Object?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Belajar di tempat di mana Object ada katanya adalah jalan tercepat untuk mendapatkan kekayaan. Jadi kalau aku bertahan di sini selama &lt;br /&gt;
tiga tahun, aku bisa mendapat pendidikan terbaik yang bisa didapat. Lalu aku bisa mendapat uang dan mendapat gelar ‘orang suci yang &lt;br /&gt;
membantu pahlawan’ dengan membangun dan menjual Object kepada para pahlawan itu untuk dipiloti.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tamtama yang berhasil akan sangat dipuji oleh orang-orang karena ada batasan yang dilewati oleh mereka. karena mereka semua tidak &lt;br /&gt;
menjalani latihan sebagai seorang tentara, aku dengar banyak dari mereka yang mundur karena sakit dan kerja berlebihan. Mendengar itu &lt;br /&gt;
semua membuatku ingat kalau ini adalah perang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngomong-ngomong, apa kau menjalani latihan perang, Heivia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, aku dapat latihan gaya lama saat aku mendaftar dulu. Sepertinya mereka ingin membuat tentara berotot dan memberi jiwa camaraderie &lt;br /&gt;
selama 5 bulan latihan, tapi aku berakhir tanpa hasil. Aku belum pernah terjun ke perang sesungguhnya sejak aku melapor ke markas ini, &lt;br /&gt;
bahkan kemampuan bela diriku sepertinya semakin tidak terasah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sebenarnya sangat senang dapat menjalani hidup yang mengajarkan kita untuk tidak bertarung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya itu bukan kata-kata yang bagus bagi seorang prajurit, tapi sekali lagi aku setuju dengan apa yang kau katakan.” Merasa lelah &lt;br /&gt;
dengan apa yang mereka perbincangkan, Heivia mengganti subjek pembicaraan mereka. “Ransum bernutrisi dari militer ini rasanya sangat &lt;br /&gt;
datar dan menjijikkan. Apa yang sebenarnya orang pikirkan sih? .... Ini lebih mahal dari daging tapi rasanya lebih buruk. Aku sangat &lt;br /&gt;
tidak tahan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya mereka membuat itu agar para tentara semangat para tentara tidak berubah hanya karena apa yang mereka makan hari itu? &lt;br /&gt;
orang-orang memiliki selera yang berbeda soal makanan, jadi mereka tidak bisa membuat makanan yang orang banyak sukai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi mereka memberi kita makanan yang membuat kita membencinya? Brengsek!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Makanan itu dibayar dari uang pajak, jadi kamu enggak usah komplain. Aku rasa menangkap seekor rusa dan memanggangnya dengan sedikit &lt;br /&gt;
garam lebih baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser membuat komentarnya keluar jalur, tapi membuat Heizia terpaku di tempat itu dengan beberapa alasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melihat Quenser dengan rasa sangat kagum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Kau benar-benar seorang Tamtama. Kau sangat jenius.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hey.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau benar. Kalau kita tidak bisa memakan makanan yang enak, kita tinggal cari makanan yang enak sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Part 3 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan pada akhirnya, Heivia membuang sekopnya dan mengambil senapannya, dan menuju keluar dari markas. Sebuah hutan conifer yang diliputi &lt;br /&gt;
oleh salju putih mengelilingi area itu. Itu adalah sebuah kawasan alami yang lebih diinginkan oleh seekor hewan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser juga ikut dengan Heivia, tapi dia tidak membawa senapan yang diberikan oleh Heivia tadi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo kita kembali. Atasan kita pasti mencari kita kalau kita tidak kembali. Aku rasa aku bisa mendengar mereka mencari kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayolah, aku tahu kau lebih memilih potongan daging yang empuk daripada ransum rasa jeli bensin itu kan. Dan aku tidak mengerti kenapa &lt;br /&gt;
mereka bangga padamu kalau berhasil menembak musuh sementara mereka akan sangat marah jika kita menembak seekor hewan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu karena peluru itu tidak gratis. Mereka menggunakan uang pajak untuk membeli peluru itu untuk membunuh musuh, jadi aku rasa mereka &lt;br /&gt;
tidak ingin mensia-siakannya,” kata Quenser, tapi Heivia nampak tidak mendengarkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berjalan semakin jauh ke dalam hutan yang lebat ini mengikuti jejak rusa yang tertinggal di salju ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...aku tidak bisa membiarkan hal ini...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengambil lagi senapannya dan duduk di sebuah batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melihat markas perawatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun dia tidak melihat sebuah bangunan dari semen. Markas tempat Quenser bekerja adalah sebuah markas bergerak, jadi benda itu memiliki &lt;br /&gt;
banyak sekali kendaraan di dalamnya. Markas itu jauh lebih besar daripada truk trailer. Markas tentara, menara kontrol radar, dan semua &lt;br /&gt;
posisi penting ada di dalam markas bergerak itu. Bahkan tempat perawat Object terdiri dari puluhan truk besar itu yang berjejer sepanjang &lt;br /&gt;
puluhan meter. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah beberapa aspek dari Hukum Perang yang diganti oleh Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daripada diam di suatu tempat, lebih efektif jika sebuah markas militer bisa mudah berpindah tempat untuk membawa Object ke mana pun ia &lt;br /&gt;
dibutuhkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser merasa bahwa ia telah memasuki era baru. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Atasanku pasti sedang duduk manis di dalam ruangan mereka dengan dekorasi ala militer yang hangat sambil meminum kopi untuk menunggu &lt;br /&gt;
Object kembali.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, menggerutu saja tidak akan bisa menahan hawa menusuk Alaska dan Heivia benar tentang dirinya bahwa Quenser juga sudah lelah dengan &lt;br /&gt;
makanan yang tidak ada rasanya seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser merogoh kantung seragam militernya yang masih belum terbiasa ia pakai. Dia mengambil peralatan P3K yang selalu ia bawa dan sebuah &lt;br /&gt;
pisau yang dia tidak tahu bagaimana cara menggunakannya. Peralatan itu semua dibutuhkan untuk merawat luka sekaligus sebagai alat untuk &lt;br /&gt;
membuat api dan menangkap ikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Bahkan di era di mana Object menyelesaikan semuanya, benda ini adalah pemborosan pajak.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat disimpan, pancingan itu hanya sepanjang bolpoin, tapi saat dipanjangkan bisa memiliki panjang hingga 50 sentimeter dan terlihat &lt;br /&gt;
seperti tongkat untuk menangkap wakasagi. Namun, benda itu terbuat dari karbon atau apalah itu sehingga memiliki kekuatan dan &lt;br /&gt;
fleksibilitas yang tidak bisa diragukan lagi. Daripada umpan , peralatan ini memiliki beberapa jenis umpan . Sepertinya menggunakan &lt;br /&gt;
mereka menggunakan beberapa cara agar tidak menghabiskan umpan untuk memancing ikan saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengelilingi tempat itu sebentar dan melihat sebuah sungai kecil. Dia menghancurkan permukaan sungai yang membeku dan mengulur &lt;br /&gt;
senar pancingnya di dalam sungai itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh, hari ini sangat damai,” guman dirinya sendiri walau sebenarnya dia sekarang berada di garis depan sebuah perang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Part 4 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, seorang tamtama amatir seperti dirinya tidak bisa menggunakan sebuah peralatan bertahan hidup begitu mudahnya. Masih sebuah &lt;br /&gt;
pertanyaan apakah Quenser bisa menangkap seekor ikan dengan sebuah alat pancing sederhana. Jadi bukan sesuatu yang mengherankan jika dia &lt;br /&gt;
tidak mendapatkan apapun meski harus menunggu sangat lama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendengar suara tembakan tak jauh dari situ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja itu bukanlah musuh yang sedang mendekat; itu adalah Heivia yang sedang berburu Rusa, dengan harapan bahwa ia iba mendapat &lt;br /&gt;
makan malam yang lebih baik. Di zaman dan era seperti ini, melihat seorang prajurit yang memiliki nafsu yang tinggi untuk menyerang &lt;br /&gt;
pangkalannya sendiri yang sedang melakukan perawatan monster bernama Object sepertinya sangat tidak logis. Ibaratnya seperti mencoba &lt;br /&gt;
menghancurkan dinding dari bungker nuklir dengan menendangnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser sedang berguman saat itu, ia mendengar suara langkah kaki yang berderap di atas salju. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang sedang terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berputar dan melihat seorang perempuan yang terlihat bingung. Perempuan itu umurnya sekitar 14 tahun dan bahkan terlihat sangat tidak &lt;br /&gt;
cocok sebagai tamtama dibandingkan Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memiliki rambut pirang yang bergelombang yang panjangnya sampai bahunya dan kulitnya putih. Daripada biru, matanya itu berwarna biru &lt;br /&gt;
langit muda dan pandangannya jauh melihat ke arah lain jadi Quenser tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh perempuan itu sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lekuk tubuhnya sangat langsing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perempuan itu memiliki pertanyaan terkait dengan suara tembakan senjata api itu daripada apa yang sedang dilakukan oleh Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser memberikan jawabannya secara tiba-tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita berniat membuat barbekyu malam ini. Aku bertanggung jawab dengan Salmon dan Heivia bertanggung jawab dengan Rusa. Mungkin memang &lt;br /&gt;
aku yang berpikir tentang acara ini, tapi aku tidak tahu apakah daging Rusa itu cukup bagus. Aku tidak pernah mencobanya sebelumnya, jadi &lt;br /&gt;
aku agak tidak yakin. Aku harap rasanya tidak terlalu aneh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Kau akan cepat mati kalau tidak memakan sayuran.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perempuan itu menghela napasnya seperti orang yang baru saja membuka sebuah kotak dan menemukan sesuatu yang sangat tidak menarik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mau pergi ke mana, putri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau mencoba membuatku marah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Emosi perempuan itu biasanya tidak cepat berubah, tapi kali ini sepertinya dia merasa terganggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Quenser dan perempuan itu sebenarnya memiliki hubungan yang sulit untuk diungkapkan. Perempuan itu jarang berbicara dengan &lt;br /&gt;
dirinya. Quenser ragu bahwa akan ada suatu saat nanti dia mampu berkomunikasi dengan perempuan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi pula, perempuan itu adalah seorang Elit, dia adalah seorang pilot dari sebuah senjata bernama Object. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy_Object_v01_026.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser sedang bekerja di markas perawatan di Alaska, dia sempat bertukar sapa dengan perempuan itu, tapi dia ragu bahwa alasan itu &lt;br /&gt;
cukup untuk membuat mereka berteman. Posisi mereka terlalu jauh. Quenser hanyalah seorang tamtama biasa sementara perempuan itu memiliki &lt;br /&gt;
posisi yang sangat jarang dimiliki oleh orang lain bahkan di dalam satu negara sekalipun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak seperti Quenser dan orang lain, dia mengenakan sebuah pakaian yang khusus dikenakan oleh seorang pilot Elit. Pakaiannya sangat &lt;br /&gt;
sulit untuk dijelaskan. Pakaiannya sangat berbeda dari seragam kemiliteran lainnya. Warna utamanya adalah biru indigo dan pakaian itu &lt;br /&gt;
sangat ketat dimulai dari leher hingga menutupi lengan dan kakinya. Sepatu bot dan sarung tangan yang ia kenakan sepertinya memang &lt;br /&gt;
menempel dengan pakaian itu dan tersambung dengan pengikat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, dia mengenakan sebuah rompi pelindung untuk melindungi bagian dadanya dan sebuah kantong yang melebar seperti rok mini. &lt;br /&gt;
Sepertinya, bagian bawah rompi dan bagian atas kantong itu saling terhubung saat dia mempiloti Object. Seperti sebuah tradisi yang &lt;br /&gt;
diturunkan dari generasi ke generasi, bagian lehernya memiliki model kerah seragam pelaut yang memiliki model yang sama dengan seragam &lt;br /&gt;
sekolah tertentu dari sebuah negara yang aman. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pakaian itu tahan air dan bisa dikenakan saat berada di bawah air dan akan menghentikan pendarahan ke bagian bawah tubuhnya menekan &lt;br /&gt;
fungsi otak yang memiliki fungsi yang sama dengan seragam pilot angkatan udara. Pakaian seorang pilot Object terlihat sangat berbeda dari &lt;br /&gt;
seragam yang lain; bahkan melewati model-model seragam militer yang lazim. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengingat saat-saat di mana dia pertama kali melihat mata biru langit itu di area perawatan. Saat pertama kali melihatnya ia &lt;br /&gt;
berpikir bahwa matanya itu benar-benar bercahaya, tapi ia salah. Saat mempiloti Object, sebuah sinar inframerah digunakan untuk mengikuti &lt;br /&gt;
gerak matanya untuk data masukkan peralatan. Pancaran panjang dari laser itu membuat warna asli mata birunya semakin muncul dan menjadi &lt;br /&gt;
agak pucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pencahayaan itu bukanlah hal buruk yang harus dimaklumi dari kerusakan pupilnya karena sinar laser itu. Malah itu adalah sebuah &lt;br /&gt;
pengembangan yang membuat laser bisa bekerja semakin efektif, jadi matanya tidak akan menjadi lebih pucat lagi jika telah mencapai titik &lt;br /&gt;
tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perempuan memutar mata bercahayanya itu yang menandakan bahwa ia adalah seorang pilot Elit dari Object ke arah Quenser dan berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Object sedang dirawat. Jadi aku tidak punya pekerjaan lain dan akhirnya aku ingin berjalan-jalan di sekitar pangkalan. Saat itulah aku &lt;br /&gt;
mendengar suara tembakan api.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Oh, sial. Kau bisa mendengarnya dari arah markas? Mungkin kita bantalan dapat hadiah dari atasan nanti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perempuan tua itu berteriak sesuatu tentang ‘anak bodoh itu’ yang melarikan diri dan membuang kesempatan emas untuk mempelajari sesuatu &lt;br /&gt;
sejak Object sedang menjalani perawatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, sial! Ini lebih buruk dari yang aku pikirkan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mulai lari ke arah markas, tapi kemudian...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Tidak, tunggu. Kalau kita pergi sekarang, aku masih tetap dapat tegurannya, jadi pilihanku sekarang adalah kembali dengan tangan &lt;br /&gt;
kosong atau dimarahi dengan salmon hasil tangkapanku... begitu ya. Oke, aku tidak akan kembali sebelum mendapat salmon bahkan jika aku &lt;br /&gt;
harus mati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau bertingkah sedikit lebih dewasa dan tidak berpikir untuk  melakukan hal itu, mereka juga tidak akan sering marah padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser berbalik dan kembali ke tongkat pancingannya dan perempuan itu melihat dengan muka yang terkejut. Tak jelas apa sebenarnya &lt;br /&gt;
keinginan dari putri itu, apa ia memang tidak ada sesuatu untuk dilakukan atau dia memang tak terbiasa dengan seseorang yang bukan &lt;br /&gt;
prajurit biasa (bagi seorang prajurit, menmpilot Object merupakan urusan hidup atau mati, jadi mereka berusaha menjaga dari gadis elit &lt;br /&gt;
itu agar tidak terjadi hal buruk yang tidak diinginkan) karena dia melanjutkan keluyurannya di luar markas. Ini tidak sama seperti saat &lt;br /&gt;
Quenser membantu perawatan karena mereka lalu akan berbicara masalah bisnis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Apa ini berarti putri itu juga tidak tahan dengan ransum, makanya dia tertarik dengan salmon ini?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser tidak berani mengungkapkan apa yang dia pikirkan sekarang karena dia tahu bahwa hal ini pasti akan membuat gadis itu tidak nyaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser ingin melanjutkan perbincangan mereka dengan mencari topik baru, tapi gadis itu ternyata memulai duluan tanpa sempat Quenser &lt;br /&gt;
berpikir topik apa yang ingin dia bicarakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu ke sini buat belajar tentang Object, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar. Kalau aku bisa bertahan dengan membantu perawatan Object di sini selama tiga tahun, aku pasti akan mendapat kesuksesan saat aku &lt;br /&gt;
pulang nanti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa harus markas ini?” tanya gadis itu dengan rasa penasaran. “Kau tahu kan jenis Object apa yang aku pilot di markas ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah Object Multifungsi Guna dan Wilayah. ...Dengan kata lain, Object jenis ini bisa digunakan secara bebas di segala tempat di &lt;br /&gt;
muka bumi dan dalam kondisi apapun. Object ini adalah jenis paling standar dari senjata raksasa ini dan bisa bergerak di laut dan darat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Standar sebenarnya bukan kata yang cocok; itu istilah lama.” Gadis itu menghela napasnya. “Object Generasi kedua tidak seperti yang &lt;br /&gt;
diklaim bisa bekerja di mana saja. Sebuah Object dikembangkan untuk bertarung di gurun pasir tanpa banyak pikiran untuk bertarung di mana &lt;br /&gt;
saja akan mengalahkan Object normal di pertempuran gurun pasir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah teori yang berkembang dan menyebar pertama kali di industri manufaktur Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Object pertama muncul di pertempuran, Object Multi wilayah yang bisa bertempur di segala medan di dunia ini adalah raja monster &lt;br /&gt;
tanpa musuh alami. Namun, saat Object lain mulai muncul di muka bumi ini, situasi mulai berubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Model Multi wilayah yang bisa bergerak bebas di mana saja memang tidak memiliki kelemahan yang terlihat, tapi juga ini berarti ia tidak &lt;br /&gt;
memiliki kekuatan yang nyata. Saat situasi berganti di mana Object melawan senjata biasa ke Object melawan Object, pertanyaannya adalah &lt;br /&gt;
bagaimana caranya membuat satu-satunya Object yang bisa berdiri di garis depan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang berusaha menjawabnya dengan membuat sebuah Object yang memiliki kekuatan yang tidak terhingga bahkan jika harus menghancurkan &lt;br /&gt;
keseimbangan fungsionalitasnya. Setelah itu, Object itu akan bisa bergerak di wilayah manapun Object itu berada, memberikannya keuntungan &lt;br /&gt;
untuk bergerak melawan Object yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Di sini, di Alaska, sama saja. Kita punya sebuah Object tanpa kelemahan dan mereka memiliki Object dengan kekuatan yang tak terhingga. &lt;br /&gt;
Di wilayah bersalju ini, Object yang aku naiki tidak memiliki kesempatan menang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kau tetap menaiki Object itu putri, benar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku tidak memiliki pilihan lain,” gadis yang dikenal dengan seorang pilot elit berkata dengan sangat ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua monster setinggi 50 meter itu kini telah menjadi “model generasi lama” karena perkembangan senjata yang lebih maju, tapi tentu saja &lt;br /&gt;
tidak semua orang bisa menjadi seorang elit yang bisa mempiloti Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka adalah orang yang telah memenuhi syarat yang telah ditentukan oleh Tentara dengan menggunakan syarat-syarat yang mereka buat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juga, manusia bagi sebuah Object hanyalah sebuah terminal yang mengontrol Object setelah mereka memiliki kemampuan yang telah &lt;br /&gt;
dikembangkan yang dengan mudah bisa melewati standar kejeniusan dengan sifat alami mereka yang telah secara artifisial diasah, &lt;br /&gt;
diperhalis, dan diperkuat dengan bantuan obat-obatan kimia dan berbagai alat elektronik untuk menyamakan diri mereka dengan sebuah Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah seorang Elit berhasil dikembangkan, takdir mereka telah terhubung dengan Object itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Elit tidak bisa mempiloti Object selain Object yang telah dicocokkan dengan dirinya. Faktanya, tidak salah jika menyebut Elit &lt;br /&gt;
adalah seorang yang otaknya telah ditunifikasi untuk Object tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elit hanya bisa mempiloti Object yang dikembangkan bagi diri mereka sendiri atau Object lain yang telah dikembangkan dari turunan diagram &lt;br /&gt;
pohon yang sama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau begitu, apa yang akan terjadi jika tipe Object yang kau pakai telah menjadi model yang usang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mungkin tidak akan bisa menang,” gadis Elit yang mempiloti Object tak terlihat itu tiba-tiba berkata seperti ini. “Aku mungkin tidak &lt;br /&gt;
akan bertahan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Otak gadis itu telah mengalami perubahan otak yang telah ditunifikasi untuk hanya mempiloti Object tertentu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagi seseorang yang telah bekerja di bagian perawatan Object seharusnya kau tahu itu. Jadi kenapa kau datang kemari?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena aku menilai sesuatu secara berbeda,” jawab Quenser setelah berpikir sebentar. “Hanya seorang prajurit yang begitu terobsesi &lt;br /&gt;
dengan apa itu kuat dan apa itu lemah. Aku adalah seorang tamtama. Kalau aku tidak bertahan dengan Object sebagai nilai akademisnya, aku &lt;br /&gt;
tidak akan mendapatkan pengetahuan dan kemampuan yang aku butuhkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau aku belajar dari model yang paling dasar, aku bisa menggunakan pengetahuan itu di manapun. Di lain sisi, kalau aku belajar Object &lt;br /&gt;
yang telah mengalami optimalisasi yang begitu tinggi, pengetahuan yang aku dapat tidak akan bisa digunakan di manapun. Bagi seorang &lt;br /&gt;
tamtama, Objectmu merupakan pilihan yang terbaik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendapatnya tidak bersumber pada masalah serius seperti menang perang, tapi apa yang dia katakan itu adalah hal yang akan dijawabnya &lt;br /&gt;
sebagai seorang tamtama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kau terlalu lama di medan perang, kau tidak akan hidup lama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu benar, dan itu kenapa tamtama sepertiku tidak memiliki kesempatan hidup yang tinggi. Tapi aku bertahan di sini, di medan perang ini, &lt;br /&gt;
dengan harapan aku cepat mendapat pengalaman, jadi aku tidak akan mengeluh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar Quenser berkata seperti itu, gadis yang telah menjadi seorang veteran perang yang telah melewati pertempuran yang begitu banyak &lt;br /&gt;
menggelengkan lehernya seperti gadis yang penuh teka-teki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kau telah siap?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, yah, aku tidak suka bekerja dengan metode yang sangat lama di sekolah, jadi aku sangat bersemangat ketika mendapat kesempatan untuk &lt;br /&gt;
lompat ke tempat ini. Aku sudah siap untuk segala risiko yang ada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm,” kata Elit itu dengan reaksi yang memberikan impresi bahwa dia agak telmi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini giliran Quenser yang terlihat kebingungan. Namun, sepertinya gadis itu tidak memiliki niat lagi untuk melanjutkan pembicaraan &lt;br /&gt;
mereka. jadi dia berbalik dan meninggalkan area hutan Alaskan itu dan meninggalkan bocah itu dengan senapan dan tongkat pancingnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kehidupan nyata, manusia kadang tidak berpikir bahwa hal buruk akan terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contohnya, alasan kenapa gadis elit itu berbicara padanya seperti itu adalah sesuatu yang bagi Quenser seharusnya pikirkan lebih dalam &lt;br /&gt;
lagi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi pula, Object adalah sinonim dari perang dan darah-daging prajurit yang tidak memiliki nilai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, itu juga berarti bahwa berpikir seperti itu juga tidak berarti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Part 5 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang sudah diduga, mereka berdua mendapat ceramah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua orang bodoh bernama Quenser dan Heivia dibawa menuju barak untuk perwira komisi khusus. Seperti bagian lain, barak ini berada di &lt;br /&gt;
dalam kendaraan besar di dalam markas. Tiga kendaraan super besar disambung bersama dan saling berdampingan, membuat sebuah bangunan &lt;br /&gt;
persegi panjang setinggi empat lantai. Tentu saja, kendaraan itu bisa dipisahkan kapan saja untuk bisa masuk pas di jalan yang sempit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia berada di lantai paling tinggi di barak perwira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Dasar Borjuis Jepang sialan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sebuah ruangan dengan dekorasi dan interior yang begitu mewah pikir mereka berdua secara sama. Banyak hal lain yang bisa &lt;br /&gt;
dilakukan selain harus duduk seperti orang Jepang di lantai keras ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, perwira penanggung jawab mereka, Froleytia, tidak duduk di lantai keras itu. Setengah bagian dalam ruangan itu dibuat &lt;br /&gt;
lebih tinggi dari pada tatami di bagian yang lebih rendah. Dia duduk di sebuah meja pendek di tengah-tengah tatami itu. Dia duduk di &lt;br /&gt;
bantal Zabuton yang begitu empuk dan halus bahkan seekor kucing pun tidak akan beranjak dari bantal itu ketika ia tiduran di atasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia begitu cantik dengan rambut peraknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rambutnya mungkin agak dicat karena ada bagian yang berwarna biru muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tinggi dan kurus, dadanya besar dan bajunya seperti tidak kuat menahannya. Kakinya dibungkus oleh stocking dari rok yang memanjango &lt;br /&gt;
dari bawahi rok ketat itu nampak tidak ramping. Mereka begitu penuh dengan kecantikan yang terpancar dari matanya. Bibirnya yang pucat &lt;br /&gt;
menahan sebuah pipa. Itu tidak pendek, tidak seperti model detektif Eropa. Malahan pipa itu panjang sepanjang 30 cm bernama Kiseru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser tidak tahu apakah aroma ini berasal jenis tembakau yang dia hisap itu atau dari aroma rambutnya, tapi dia mencium bau yang sangat &lt;br /&gt;
manis. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Kalian tahu kenapa kalian dipanggil ke sini bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya terdengar lebih dingin daripada salju yang berada di luar jendela ini saat menusuk telinga Quenser dan Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka jelas sangat tahu alasan kenapa mereka dipanggil ke sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka meninggalkan tugas menggali mereka untuk mencari makanan di luar wilayah markas. Karena Heivia juga telah menembakkan beberapa &lt;br /&gt;
peluru dari senapannya, sudah jelas ada beberapa orang yang marah padanya. Saat ini adalah saat di mana mereka bisa dengan mudahnya &lt;br /&gt;
dijebloskan ke dalam gedung detensi atau mungkin pengadilan militer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Apa yang akan kita lakukan sekarang Heivia!? Sudah kubilang seharusnya kita berhenti!! Kalau ini karena masalah ransum, aku lebih &lt;br /&gt;
baik makan salju selama tiga hari daripada seperti ini!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Diam, brengsek!! Sial, apa benar dia 18 tahun? Aku tahu prajurit normal tidak dibutuhkan di zaman ini sekarang, tapi aku berani &lt;br /&gt;
bertaruh bahwa dia bisa mengalahkan Object hanya dengan sebuah pukulan!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Quenser, Heivia!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan dipanggil nama mereka saja, dua orang itu langsung bersiaga dalam keadaan terkejut. Froleytia bahkan tidak melihat mereka. dia &lt;br /&gt;
sedang bermain tusuk rambut sepanjang 20 cm yang memiliki model seperti Kanzashi dari Jepang sementara memegang sebuah pena di sebua &lt;br /&gt;
papan di atas mejanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Papan itu adalah tablet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser pernah merasa bahwa alat itu biasa digunakan untuk menggambar di komputer, tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ini menarik perhatianmu, Quenser?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-iya!!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang aku lakukan sekarang ini berbeda dengan yang kalian berdua lakukan dengan menghabiskan waktu kalian untuk mencari makanan, tapi aku &lt;br /&gt;
sekarang sedang sibuk. Mungkin ini tidak terlihat begitu sulit daripada kalian yang begitu sibuk mengubur ikan dan daging di dalam salju, &lt;br /&gt;
tapi aku harus mengurus komando operasi di sebuah pulau kecil di pasifik sementara aku di sini di markas Alaska.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U-ummm....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menggerakkan matanya untuk melihat dinding di sampingnya. Seluruh dinding itu adalah sebuah monitor LCD besar dan menampilkan &lt;br /&gt;
sebuah peta samudra yang besar dan juga beberapa pulai. Tanda V berlanjut muncul untuk menunjukkan hubungan bagaimana Froleytia &lt;br /&gt;
memanipulasi tablet itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, ini sebenarnya sederhana. Aku membuat tanda di papan ini dan Object yang berada di sana akan menembakkan serangan jarak jauh yang &lt;br /&gt;
akan menghancurkan markas gerilyawan itu. Cukup sederhana, bukan? Tolong katakan kalau kau juga berpikir seperti itu,” kata Froleytia &lt;br /&gt;
dengan acuh tak acuh saat dia melanjutkan untuk menambah tanda V lagi. “Tablet benar-benar bagus. Untuk satu hal,aku rasa benda ini Sia &lt;br /&gt;
merasakan tekadku dari bagaimana aku menekan pen ini di atasnya. Perasaanku mengatakan bahwa operasi hari ini akan berjalan sangat mulus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin dia memang agak marah saat dia menjalankan komando itu karena dia mengeluarkan suara berderit yang keluar dari pen plastik yang &lt;br /&gt;
dia pegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka membayangkan daging yang beterbangan di udara di bagian dunia lain saat Froyletia menambahkan tanda cek itu, Quenser dan &lt;br /&gt;
Heivia merasa merinding.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang aku bilang, aku agak sibuk di sini sambil mengomando beberapa zona markas dan unit sekaligus, lalu ada beberapa orang idiot &lt;br /&gt;
yang memutuskan untuk menambah masalahku lagi... omong-omong, apa kalian tahu apa yang aku rasakan di hatiku saat ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, bu!! Saya akan sangat senang tidak memimpikannya! Saya bisa katakan bahwa anda sekarang sedang marah, Froyletia!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus. Aku senang memiliki bawahan yang cermat. Benar begitu bukan? Mengangguk kalau kalian setuju,” kata Froyletia, akhirnya diakhiri &lt;br /&gt;
dengan senyuman yang begitu sadis di bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dia selesai memberikan perintah kepada unit di laut Pasifik dan telah memeriksa bahwa operasi telah selesai, ekspresinya berubah &lt;br /&gt;
riang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi apa saja yang kalian dapat? Aku sudah merasa sangat cukup dengan penghapus raksasa yang mereka sebut makanan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Part 6 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, masalah ini selesai dengan makan malam yang terdengar sebagai ide yang bagus (Quenser dan Heivia masih harus lari 20 km di &lt;br /&gt;
salju setelah hukum ini selesai), tapi masih ada waktu lengang sebelum makan tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudmu kita harus melakukan perawatan sekarang!?” kata Quenser untuk menguatkan dirinya ketika mendengar pengumuman itu, tapi &lt;br /&gt;
Froyletia menganggukkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian adalah seorang tamtama. Kalau aku tidak mengirim kalian ke area perawatan untuk mempelajari Object, aku kira nenek tua di sana &lt;br /&gt;
akan membentak aku lagi nanti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uuh!? Aku lupa kalau ada dia juga!! Ini berarti aku juga akan mendapat ceramah dari nenek tua yang bisa mengalahkan kau, Froyletia!!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, dan Heivia, kau melanjutkan menggali salju sendirian. Pastikan landasan pacu itu sudah bisa digunakan saat matahari tenggelam. &lt;br /&gt;
Angkatan udara sudah mengeluh dari tadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“TIdaaaak!! Ini lebih buruk daripada lari 20 km!! Dan kenapa angkatan udara tidak turun tangan dan membantu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan akhirnya Quenser berpisah dengan Heivia dan menuju area perawatan Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah gedung yang besar yang bahkan bisa menutupi monster setinggi 50 meter. Seperti barak perwira, gedung ini juga tersusun dari &lt;br /&gt;
beberapa kendaraan yang saling terhubung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kendaraan dengan panjang 15 meter dan lebar 10 meter saling berbaris dengan dua sisi dan keduanya dengan cepat membangun sebuah &lt;br /&gt;
dinding yang tergabung dengan sebuah atap. Akhirnya, terbentuklah sebuah bagian khusus yang terlihat seperti sebuah gudang. Sebuah area &lt;br /&gt;
perawatan besar yang tergabung dari hanya sedikit mobil yang saling tersambung itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan standar kualitas sebuah palka jendela darurat, area perawatan ini juga memiliki sistem darurat yang akan mengeluarkan Object di &lt;br /&gt;
saat darurat. Mobil markas yang saling membentuk bangunan ini saling terhubung dan mengelilingi Object, jadi mereka bisa dengan mudah &lt;br /&gt;
terpisah dan menyingkir dari Object jika monster itu akan keluar. Karena metode ini merusak lantai area ini, cara itu jarang digunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser memasuki bangunan besar itu melalui pintu belakang untuk prajurit perawatan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Monster setinggi 50 meter itu adalah sebuah simbol kekuatan militer yang begitu memukau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang mengelilingi reaktor di tengah itu adalah sebuah dinding tebal sama seperti tempat perlindungan bom nuklir. Dinding itu membentuk &lt;br /&gt;
sebuah bola. Bagian bawahnya membentuk sebuah pola Y terbalik dan tidak berjalan atau berguling seperti roda pada mobil. Benda itu &lt;br /&gt;
menggunakan tenaga listrik statis untuk mengambang di atas tanah. Teori di balik hal ini sangat berbeda, tapi pergerakannya membuatnya &lt;br /&gt;
terlihat seperti sedang bergeser di atas tanah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja membuatnya mengambang dengan tenaga listrik statis tak cukup untuk membuat konstruksi itu mengambang. Sebuah semprotan yang berfungsi sebagai penangkis dari Object yang mengambang itu disemprotkan di bagian bawah saat benda itu bergerak.&lt;br /&gt;
Itu menggunakan sebuah laser yang berarti adalah dorongan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenaga dari listrik statis itu menciptakan sebuah celah di antara Object dan tanah dan udara yang berada di tengah-tengahnya memanas &lt;br /&gt;
karena berkali-kali ditembakkan laser yang saling memantul dan berkonsentrasi pada satu tempat. Pemanasan ini membuat udara yang berada &lt;br /&gt;
di tengah-tengah itu memampat dan membuat sebuah dorongan. Teori ini sama dengan laser yang dipasang pada mesin pendorong pesawat ulang-&lt;br /&gt;
alik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian utama dari mesin itu adalah 7 lengan yang memanjang dari bagian belakang bola itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuh senjata besar yang terpasang padanya mampu memecah sesama Object pada tingkatan yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benda itu juga mempunyai 100 senjata yang terpasang di permukaan bola itu. Tapi sepertinya pemasangan senjata itu terlihat tidak berguna &lt;br /&gt;
dan malah terlihat aneh. Desainer Object ini pasti sudah sangat kehilangan kreativitasnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di zaman modern, ini adalah puncak kebanggaan dari kemiliteran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah ujung tombak dari sejarah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari 200 kabel tebal yang berjenis sama seperti yang ada di derek itu saling terhubung dengan dinding dan langit-langit, itu adalah &lt;br /&gt;
jangkar yang digunakan untuk menahan Object di tempat ini. Banyak sekali jalan yang dipasang di langit-langit dan banyak mekanik perawat &lt;br /&gt;
memakai seragam kerja mereka yang saling mengerjakan hal-hal yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba suara tinggi dari sebuah logam yang berbenturan di susuran tangga bergema di area itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat ke atas dan terkejut ketika melihat seorang wanita tua berteriak memanggil namanya dari lantai tiga. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kau di sini bocah! Kau harusnya berterima kasih padaku! Aku memilih menggunakan semua tenaga yang ada dan menggunakan bocah &lt;br /&gt;
sepertimu! Ambil peralatanmu dan naik ke sini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf saya terlambat! Tentang hukuman saya...!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak masalah. Seorang mekanik menunjukkan harga dirinya dari hasil yang ia tunjukkan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mendengar itu Quenser langsung menuju lantai tiga dengan menggunakan tangga yang menempel di dinding yang bisa naik ke atas dengan &lt;br /&gt;
menggunakan sebuah tombol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Ohh. Aku beruntung sekali orang tua itu pengertian. Aku rasa aku tidak perlu takut dengan orang ini.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Yah, kalau dia tidak berguna aku akan menaruhnya di dalam drum kosong dan memukulnya tongkat besi di luar.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka saling berguman tanpa didengar oleh yang lainnya, dua orang itu mulai bekerja di lantai tiga. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita tua itu sedang mengerjakan sesuatu yang berhubungan dengan sistem.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kokpit Object (dan pendorong darurat) terletak di bagian belakang dari tubuh bulatnya. Tidak ada yang mau memikirkan hal ini, tapi sang &lt;br /&gt;
pilot elit akan keluar ke atas dengan arah diagonal dari bagian belakang jika berada dalam keadaan darurat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, puluhan palka pelindung dibuka untuk membuat jalan masuk ke dalam bola itu dan cahaya monitor di dalam kokpit itu terlihat &lt;br /&gt;
bercahaya seperti di dalam terowongan. Terowongan itu bukan hanya jalan menuju ke dalam kokpit tapi juga sebagai jalan bercabang untuk &lt;br /&gt;
masuk ke dalam ruang perawatan ke ruang reaktor, pintu berlapis dua di mana bahan bakar cadangan berada, atau ruang untuk ruang untuk &lt;br /&gt;
mengganti kotak tertempel yang menghabiskan gas bertekanan tinggi dan terkunci. Ini adalah jalan terowongan subway yang terbuat dari &lt;br /&gt;
beberapa lapisan dan rel yang mudah berganti. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, wanita tua itu bersandar di pagar besi di dekat terowongan itu dan melihat peralatan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu terhubung langsung dengan sistem nirkabel Object bukan? Kalau tidak membutuhkan kabel panjang untuk menyambungkannya, kenapa kita &lt;br /&gt;
harus masuk ke semua pelindung untuk masuk ke dalam kokpit?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dasar bodoh. Pelindung Object menutup semua sinyal elektromagnetik. Kalau tidak, Object musuh bisa mengacaukan sistemnya di tengah &lt;br /&gt;
pertempuran.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba sebuah warna putih kebiruan melintas di pojok pandangan mereka, dan mereka berdua terdiam. Orang tua lain sedang mengerjakan &lt;br /&gt;
zirah Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh utama dari Object sendiri memiliki tinggi 50 meter, tapi bagian utama itu tidak terbuat dari lelehan besi semata yang dibuat secara &lt;br /&gt;
sembrono. Lapisan logam seperti tatami yang bengkok disiapkan sebanyak puluhan, ratusan, ribuan, dan puluhan ribu dari mereka digabungkan &lt;br /&gt;
untuk menciptakan bola besar ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuan utama dari lapisan sebanyak ini adalah untuk memecah dan menyebarkan sebuah tekanan daripada sebuah kekuatan pertahanan dinding &lt;br /&gt;
yang tebal. Teorinya hampir sama dengan rompi anti peluru, tapi bedanya monster ini menggunakan lapisan logam yang bahkan bisa menahan &lt;br /&gt;
tekanan serangan nuklir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini disebut zirah bawang bukan? Bukan hanya kekuatannya, tapi lapisannya juga bisa diganti jika Object musuh menyerangnya. Siapa pun &lt;br /&gt;
yang mengeluarkan ide ini seharusnya mendapat sebuah penghargaan Nobel.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memang terdengar sederhana, tapi setiap lapis dari zirah ini dibuat khusus dan ditempa oleh seorang pengrajin pedang samurai dari &lt;br /&gt;
Jepang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Logam panas itu memiliki beberapa miligram bubuk mesiu yang ditambahkan saat ditempa bukan? Dari yang kudengar cara itu membuatnya kuat, &lt;br /&gt;
tapi sangat sulit untuk didaur ulang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua ini berkat penempa besi itu. Senapan mesin saja tidak bisa merusaknya, bahkan membuatnya rapuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan wanita tua itu melihat ke bawah dari jalan masuk itu saat sebuah forklift membawa sebuah lapisan logam itu dari bawah. &lt;br /&gt;
Forklift itu memiliki tulisan “Kemenangan Paling Indah bagi Putri Milinda!!” tertulis di bagian samping dengan bahasa Inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Itu putri yang tadi.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser sedang berpikir, wanita itu tua itu berkata padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya, aku lebih terkejut dengan mekanisme dari arus listrik yang disuplai dari reaktor itu dari pusatnya dan menyuplai tenaga &lt;br /&gt;
untuk meriam laser di permukaan luar benda ini tanpa menggunakan satu kabel pun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benda ini menggunakan tenaga listrik dari papan sirkuit, kan? Dengan mengatur sekatan material dan material konduksi di satu tempat dan &lt;br /&gt;
membakarnya di pelat logam, tenaga bisa disuplai tanpa harus mengurangi pertahanannya dengan membuka lubang palka zirah untuk kabelnya. &lt;br /&gt;
Orang yang memiliki ide ini seharusnya mendapatkan penghargaan nobel juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar-benar, bocah. Kau membuatnya terdengar begitu mudah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita tua itu menganggukkan kepalanya. Di saat yang sama, dia mengeluarkan perangkat lunak Object dengan tangannya yang lincah di &lt;br /&gt;
peralatan di tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia melanjutkan pekerjaanya, dia menanyakan Quenser sebuah pertanyaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kau berharap menjadi seorang insinyur senjata?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Oh, tentang keinginanku menjadi seorang desainer Object. Yah, kalau buatku sih yang penting bisa mendapatkan posisi yang bagus dan &lt;br /&gt;
kekayaan seumur hidupku. Selama bisa mendapatkan status sosial dan kekayaan, aku bisa melampaui semua orang yang berada di status yang &lt;br /&gt;
sama denganku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak akan bisa mendapatkan kehidupan yang layak jika tidak menjadi seorang pedagang. ...Yah, itu hidupmu bocah, jadi aku tidak akan &lt;br /&gt;
menghentikanmu. Jadi apa yang kau pikirkan dengan pengalamanmu di lapangan sebagai insinyur senjata?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku rasa aku ingin memulai dengan membongkar frame utamanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dasar bodoh. Tidak ada orang baru yang bisa mengambil semua pekerjaan di satu object. Kau seperti berkata impianmu menjadi seorang &lt;br /&gt;
miliuner. Kau terlalu berkhayal. Seharusnya murid sepertimu mulai belajar dengan replika Object saja dan bekerja di kontraktor pertahanan &lt;br /&gt;
dan belajar hal yang lebih kompleks di sana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, aku tidak begitu nyaman dengan replika itu.” mungkin dia merasa agak berat di pikirannya, karenanya Quenser membuat tampak yang &lt;br /&gt;
tidak menyenangkan. “Mesin ini bergerak dengan mencontoh pergerakan hewan dan serangga, dan aku tidak menyukai laba-laba dan kecak dan &lt;br /&gt;
serangga lainnya. Meski hanya meneliti tentang serangga, aku rasa penelitian seperti itu tidak berguna untukku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dasar pengecut. Kau akan menyesal jika kau tak mempelajari dasar dari semua ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingin mempelajari Object dengan fitur standar seperti yang putri itu gunakan di medan perang supaya aku cepat mengerti tanpa harus &lt;br /&gt;
melewati tahap-tahap menyebalkan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya kau pikir kenapa para penguasa itu membangun kebun binatang dan museum serangga di kota-kota besar? Mereka menghabiskan uang &lt;br /&gt;
pajak orang-orang untuk memberikan inspirasi kepada para pemuda yang akan menjadi desainer Object.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita tua itu mendesah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat ke jalur terowongan ini yang mengarah menuju kokpit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngomong-ngomong tentang masa muda, bukannya ini saat buat pilot...atau apalah itu, pemilihan para Elit? Saat aku masih belajar di &lt;br /&gt;
tempatku yang aman, pejabat pemerintah yang mengenakan pakaian serba hitam datang dan berkeliaran di sekolahku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka melakukannya empat kali dalam satu tahun, tapi mereka tidak akan menemukan yang berkualitas seperti tahun ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Elit harus menguasai Elemen bukan? Apa itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Itu adalanya penyebutan umum untuk seorang pilot Object yang harus dikuasai.” Jari wanita tua itu berhenti menggerakkan alat di &lt;br /&gt;
tangannya dan nadanya terdengar dingin. “Beberapa bilang jika itu adalah semacam kekuatan Esper yang membuat mereka bisa mengoperasikan &lt;br /&gt;
benda-benda tertentu. Yah, katanya kekuatan itu hanya didapat dari mereka yang terlahir dengan kekuatan itu, tapi Elit adalah proyek &lt;br /&gt;
militer yang telah melalui pengadaptasian oleh para pejabat militer itu. Dengan metode menciptakan mereka, masalah yang paling besar &lt;br /&gt;
adalah masalah hak asasi manusia daripada masalah kekurangan uang atau peralatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudmu...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka yang terpilih secara otomatis akan kehilangan hak kemanusiannya, tapi tak pernah ada yang mengeluh soal itu karena para Elit &lt;br /&gt;
memilih bertarung untuk negara mereka bahkan setelah melalui percobaan seperti itu. Orang-orang seperti itu bukan orang biasa.... Para &lt;br /&gt;
Elit tumbuh dan berkembang dengan mempiloti Object, senjata paling mutakhir, dan akan menjadi masalah jika mereka melawan negara mereka &lt;br /&gt;
sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mendengar suara mekanika dan wanita tua itu berbisik. “Jangan berbicara dengannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kursi keluar dari terowongan itu menggunakan elevator kokpit. Putri Elit itu duduk dengan tubuh bagian atasnya yang terpasang &lt;br /&gt;
sabuk yang membentuk huruf H.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi akhirnya kau sampai juga, tukang tidur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku minta maaf. Aku tidak menyesal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini bocah, aku punya pekerjaan untukmu. Periksa kursi pelontar otomatis ini. Tak ada orang yang mengerjakan bagian ini karena orang &lt;br /&gt;
bilang kalau ini adalah pertanda buruk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di berbagai usia, pekerjaan seperti ini pasti diserahkan kepada para amatir. Para amatir harus mengerjakan pekerjaan ini, pekerjaan yang &lt;br /&gt;
tidak berguna karena harus melihat para pro bekerja di sudut matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser berbalik ke posisi di belakang gadis itu dan mulai bekerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berbicara mengenai mitos, kenapa Object harus berwarna putih? Atau ini karena kamuflase di dalam salju?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertamanya memang seperti itu,” kata gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi raja makhluk buas yang tidak memiliki musuh alami tidak perlu bersembunyi dan membayar untuk biaya pengecatan yang mahal, jadi ini &lt;br /&gt;
hanya ‘putih’. ...Bukan berarti monster setinggi 50 meter ini tidak bisa disembunyikan begitu mudah.” Tambah wanita tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heeh. Ini tidak sama dengan soal replika yang tadi kita bicarakan, tapi aku dengar rumor bahwa musuh membuat proyek untuk menjadikan &lt;br /&gt;
Object seperti hewan buas atau serangga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada juga rencana untuk membuat mode yang sangat buruk di mana benda ini terus membuat suara yang berisik dari gir yang saling bergesek. &lt;br /&gt;
Tidak ada rencara yang benar-benar bagus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Musuh bukan satu-satunya yang bisa melihat Object. Bagaimana kalau prajurit kita yang melihat Object itu ketakutan karena desainnya yang &lt;br /&gt;
menakutkan dan menurunkan semangatnya; dan saat kita melakukan parade militer di tengah kota dengan desain yang menakutkan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu ya,” jawab Quenser. “Lalu bagaimana dengan sebuah sabit yang turun dari atas dengan digantungkan pada sebuah tali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu simbol keberuntungan tradisional.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu memberikan kita kemenangan,” sela gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia mendengarkannya, Quenser melanjutkan menggerakkan kunci inggrisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendengar suara klik dan gadis itu menganggukkan kepalanya saat dia mau menceritakan hal lain seperti jimat pembawa keberuntungan. &lt;br /&gt;
Quenser melihatnya dengan penuh tanda tanya dari balik tempa duduk di balik kepala gadis itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak bisa bernapas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial! Dasar bodoh!! Jangan main-main dengan sabuk itu!! Dasar putri keras kepala!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa!? Apa aku melakukan sesuatu yang salah!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak bisa bernapas,” ulang si gadis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dengan panik mengambil alatnya lagi, tapi dia tidak apakah itu akan memberikan efek ke sabuk itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perempuan tua itu lari ke elevator khusus pekerja kecik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan mengambil pisau!! Bocah, kau tangani dia dulu! Tarik sabuknya untuk memberikan celah agar gadis itu tidak pingsan saat aku &lt;br /&gt;
kembali nanti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser masih berada dalam keadaan panik, perempuan tua itu sudah pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia dengan cepat mengitari kursi itu dan berdiri di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-aku minta maaf!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak apa-apa... tapi lakukan sesuatu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melakukan apa yang disuruh perempuan tua itu tadi untuk menarik sabuk itu untuk menahan gadis itu agar tetap sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Tapi desain sabuk berbentuk H itu masuk terlalu dalam ke dalam dada perempuan itu yang membuat dadanya terlihat kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari Quenser tertahan entah karena apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy_Object_v01_050.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk memegang sabuknya itu, dia harus menyangkutkan sabuk itu dengan jarinya di bawah sabuk itu, tapi dia harus masuk ke dalam celah &lt;br /&gt;
payudara gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Meski tubuhnya seperti anak kecil, dia punya bagian yang menonjol di sini...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat pikiran tidak berguna itu terus berkutat di dalam pikiran Quenser, dia mendengar suara pelan gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku akan mati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu benar. Dia tidak boleh ragu di saat seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aku akan menyelamatkan nyawa seseorang di sini. Ini serius. Aku mengacaukannya. Aku harus siap untuk hal ini. Tapi itu adalah &lt;br /&gt;
payudaranya. Tidak, tidak, masalahnya bukan di sini. Aku harus tetap serius. Kalau aku tidak cepat, nyawanya dalam bahaya. Aku harus &lt;br /&gt;
menyelamatkannya. Aku perlu melakukan sesuatu untuk putri ini. Ini payudaranya!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ooohhhhhhhh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia telah siap untuk kondisi ini, Quenser meraih dada gadis itu dengan menghilangkan semua beban pikiran di kepalanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ee...!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang putri menjerit dengan suara kecil seperti seekor binatang kecil dan Quenser kemudian berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tidak bagus. Bukannya melihat sabuknya, aku malah melihat dadanya. Aku tidak mungkin meraba dadanya dengan nafsu saat aku membuatnya &lt;br /&gt;
begitu takut kehilangan keperawanannya. Tapi apa yang harus aku lakukan? Bisakah aku menyelamatkannya tanpa harus terlihat begitu nafsu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Penanganan... darurat...” kata putri itu dengan wajah yang semakin pucat dan pucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Kau punya ide!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya... tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia mau mengatakannya, gadis itu menekan sebuah tombol dibalik kursinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah itu, kursi itu meledak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sabuk berbentuk H yang mengikatnya kuat itu tadi secara otomatis mengendur dan kursinya terbang ke langit. Namun, Quenser tidak hanya &lt;br /&gt;
bisa melihat saja. Udara bertekanan tinggi yang dikompres begitu kuat meluncurkan Quenser itu beberapa meter ke atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mendarat dengan berguling di landasan pacu dan dia melihat sebuah bunga putih di pojok matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah parasut darurat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Normalnya, elevator berkecepatan tinggi akan membawa kokpitnya ke bagian luar, kursi itu lalu akan dilontarkan ke udara, dan akhirnya &lt;br /&gt;
udara bertekanan tinggi di seragam gadis itu akan aktif pada tahap ketiga. Namun, dia hanya melakukan tahap ketiga saja yang membuatnya &lt;br /&gt;
terbang ke atas langit-langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Pelontar darurat itu benar-benar membawa kesialan.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia berguman di dalam hatinya, Quenser mendengar sebuah suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah pertama kalinya aku melakukan hal ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Part 7 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat matahari sudah tenggelam, ini adalah saatnya untuk makan malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daripada pergi menuju mes aula, Quenser menuju tempat di mana salju turun. Dia akan mengadakan barbekyu malam ini. Dia sudah menangkap &lt;br /&gt;
seekor rusa, Heivia tentu saja akan ikut, dan sepertinya atasan mereka, Froleytia, juga akan ada di tempat ini juga dengan alasan dia &lt;br /&gt;
sangat peduli dengan keadaan bawahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua orang merasa bosan karena semua urusan tentang perang telah diserahkan kepada Object sendiri. Kalau mereka menawari acara ini ke &lt;br /&gt;
orang lain, mungkin 800 orang tentara yang ada di sini juga akan ikut, tapi Froleytia bilang bahwa acara ini adalah acara pribadi khusus &lt;br /&gt;
untuk mereka bertiga saja. Lagi pula mereka hanya memiliki daging yang terbatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan akhirnya mereka bertiga memulai acara barbekyunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka membuat acara ini di luar markas area perawatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zona markas ini tidak lebih dari kumpulan beberapa kendaraan besar dan mereka secara sembunyi-sembunyi berkumpul di sebuah tempat kosong &lt;br /&gt;
yang dikelilingi fasilitas ini di semua sisi jadi angin dingin tidak akan menganggu mereka terlalu banyak. Di sini, mereka membuat sebuah &lt;br /&gt;
api unggun dan meletakkan pelat metal di atasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia, atasan mereka, adalah orang pertama yang datang ke tempat ini dan sedang menghangatkan tangannya di api yang dia buat. Dia &lt;br /&gt;
mungkin adalah orang yang sangat berharap pada acara api unggun ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahkan ketika aku menghangatkan diriku, udara dingin masih terasa di tubuhku. Aku perlu makan makanan berlemak agar tubuh bagian dalamku &lt;br /&gt;
juga merasa hangat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melongok ke kaki Froleytia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya memakai stocking lebih hangat dari pada melepasnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau ingin aku memakaikan stoking ini di kepalamu supaya kamu bisa tahu, Quenser? Stoking ini cuman buat penampilanku saja. Gak &lt;br /&gt;
lebih. Memangnya aku memilih stoking ini supaya aku gak merasa dingin, begitu? Aku iri sama kalian yang selalu memakai celana panjang itu &lt;br /&gt;
seharian,” kata perempuan dengan rok ketat itu sebelum berbalik melihat Heivia. “Kerja bagus Heivia, Berkatmu, sekarang landasan ini bisa &lt;br /&gt;
dipakai untuk lepas landas kapan saja. Aku yakin grup STOL dari unit angkatan udara juga berterima kasih untukmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh heh. Gak masalah buatku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi angkatan udara itu memang sangat gak berguna. Para pengecut itu mengangkat semua senjata mereka dari pesawatnya dan mengaku karena &lt;br /&gt;
bisa menambah kelincahan dan kesenyapannya. Aku yakin kalau mereka semua itu takut ditembak oleh musuh jika dilihat membawa senjata dan &lt;br /&gt;
dianggap sebagai musuh. Mereka semua dengan bangga mengaku kalau mereka spesialis di bidang intelijen, tapi hampir semua informasi Object &lt;br /&gt;
yang ada didapat dari pertarungan sang Putri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Brengsek!! Aku sudah merasa kalau pekerjaanku ini sia-sia, tapi yang lebih membuatku kesal lagi adalah ketika aku mendengar kalau &lt;br /&gt;
pekerjaan ini benar-benar sia-sia!! Dan dari yang kudengar, salju akan turun lagi besok pagi!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Well, masa-masa pesawat tempur juga sudah berakhir ketika Chemical Oxygen Iodine Laser mulai dipasang di pesawat-pesawat bomber. ...Unit &lt;br /&gt;
itu terlalu besar untuk dipasang di pesawat tempur. Saat cahaya laser itu mulai bermain, terbang dengan kecepatan cahaya sudah bukan &lt;br /&gt;
masalah lagi. Dan kemudian Object tinggal mengikutinya. Mereka memiliki beberapa jenis laser. Mereka bisa menembaknya di semua arah dan &lt;br /&gt;
sisi. Sangat sulit untuk melawan serangan seperti itu dengan pesawat tempur biasa. Satu-satunya hal yang bisa dilakukan angkatan udara &lt;br /&gt;
sekarang adalah mengantar piza dari wilayah negara aman sebelum piza itu dingin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Itu ada 700 meter. Aku membersihkan landasan pacu sepanjang 700 meter itu sendirian dengan tenagaku sendiri!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Heivia masih penuh dengan rasa marah, Froleytia merasa cukup dengan mendengar suara Heivia dan berpura-pura tidak melihatnya. Ia &lt;br /&gt;
kemudian berbicara kepada Quenser dengan suara yang lebih bersahabat dibandingkan pada saat dia memberikan perintah para bawahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Omong-omong, aku dengar kamu mengobrol dengan sang putri di luar wilayah markas,” tanya sang atasan super cantik Heivia yang dengan &lt;br /&gt;
hati-hati merawat kukunya walau dia sendiri berada di garis depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya terdengar seperti hal ini lebih penting daripada kenyataan bahwa Quenser telah melanggar perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, apa itu masalah? Aku berbicara dengannya beberapa kali di bagian perawatan, jadi aku hanya berinteraksi dengannya seperti biasa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa aku harus menceritakan lagi soal posisi kami?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak ada masalah dengan itu. Dan kudengar, pihak medis memberikan dia ransum yang lebih buruk dari milik kita yang katanya membantu &lt;br /&gt;
tubuhnya agar tidak menderita, tapi kalau menurutku hal itu malah membuatnya tambah stres karena harus makan makanan yang sangat buruk &lt;br /&gt;
itu setiap saat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya Putri Elit itu memiliki gedung rekreasi khusus? Dari yang kudengar, tempat itu memiliki peralatan penyembuh digital,” kata &lt;br /&gt;
Heivia dengan begitu sopan yang jarang sekali dia gunakan sehari-hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia mengambil sepotong bagian daging rusa yang lembut dengan sumpit yang dia gunakan karena obsesinya dengan Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Barang-barang seperti itu menghabiskan banyak uang, tapi tidak ada keuntungan yang bisa diambil. Apa kau pikir kau bisa bersenang-senang dengan materi pelajaran yang diberikan oleh gurumu di sekolah? Sepertinya, sang putri sudah pernah sekali ke tempat itu dan tidak pernah kembali ke sana lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi begitu ya,” jawab Quenser saat dia teringat akan perbincangannya dengan sang putri di awal hari tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak bisa membayangkan apa yang bisa membuat sang gadis tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah gadis yang berkata padanya bahwa mungkin dia tidak bisa memenangkan pertempuran berikutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat kalimat itu menguap di pikirannya, Quenser bertanya, “Apa dia pernah sekali kalah, Froleytia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya,” dia langsung mengkonfirmasikannya sambil berangan-angan kalau ada bir yang bisa dia minum sambil memakan daging ini. “Aku sudah &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kalah 3 kali saat mengomando unit dari jauh dan sekali dengan unit aku tempati. Itu sangat buruk. Kritik yang datang saat aku kembali &lt;br /&gt;
pulang lebih buruk dari yang aku bayangkan. Tapi aku tidak terlalu terkejut karena aku kehilangan senjata yang digunakan untuk rencana &lt;br /&gt;
strategi nasional.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Object itu bersinonim dengan perang, bukan? Apa yang kau lakukan ketika pihak musuh menghancurkan Objectmu? Aku ragu kau bisa &lt;br /&gt;
melawan balik dengan tank dan pesawat,” tanya Heivia dengan rasa penasaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sederhana. Kau mengibarkan bendera putih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perang saat ini sudah bukan perang habis-habisan. Saat Object musuh sudah hancur, pemenang sudah bisa ditentukan. Dan sang pemenang &lt;br /&gt;
tidak perlu capek-capek mengejar unit infanteri yang berlarian ketakutan. Tidak pernah ada perjanjian yang pernah dibuat untuk menyatakan &lt;br /&gt;
penyerahan, tapi salah satu fakta perangnya adalah bahwa tidak perlu ada lagi pihak yang perlu melawan balik. Saat sebuah unit mundur dan &lt;br /&gt;
menyerahkan wilayahnya, tidak perlu lagi membuat masalah semakin rumit dan mengejar mereka sampai musnah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat mulut yang terbuka dari kedua prajurit tamtama tersebut, Froleytia tersenyum ramah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha ha. Aku mengerti kalau kalian terkejut dengan hal itu. Saat mereka melatihmu, mereka tidak ingin menurunkan tekanannya, jadi mereka &lt;br /&gt;
tidak pernah membicarakan masalah itu denganmu. Tapi lihat aku, aku bergabung dengan militer sejak umur 13 tahun dan aku telah terjun &lt;br /&gt;
dalam berbagai penyerangan, tapi aku sama sekali tidak memiliki bekas luka sedikit pun. Untuk menghindari kematian yang tidak diperlukan, kita menggunakan Object yang mengumpulkan semua kekuatan militer menjadi satu daripada menyebarkannya. Kulitku yang cantik ini menunjukkan sebuah ‘medan perang yang aman’.” Froleytia memutar sumpitnya sedikit. “Apa kau tahu alasan pertama kenapa seorang tentara dikirim kembali ke tempat mereka berasal bukan karena tertembak oleh musuh atau menginjak ladang ranjau? Sebenarnya alasan pertama mengapa banyak yang dipulangkan adalah pertengkaran antara laki-laki dan perempuan. Di medan perang modern, kau harus lebih khawatir dengan masalah asmara daripada peluru. Bukankah tempat ini sangatlah damai sekali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser setuju dengan pendapat Froleytia tapi kemudian dia memiliki sebuah pertanyaan yang muncul di benaknya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, tapi Froleytia, bukannya kau melancarkan serangan meriam ke arah markas musuh dengan menggunakan Object milik sekutu kita di &lt;br /&gt;
pasifik pagi tadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau memiliki ingatan yang bagus, Quenser. Itu bukanlah perang melawan pasukan negara lain. Perang melawan gerilyawan dan teroris tidak &lt;br /&gt;
lebih dari sebuah perlawanan bagi kita. Jadi operasi seperti ini tidak dihitung sebagai perang. ...Dengar dan ingat ini. Rencana paling &lt;br /&gt;
efisien dalam operasi seperti ini adalah dengan menggunakan Object. Negara-negara besar memerlukan pasukan dengan kekuatan untuk menekan &lt;br /&gt;
dan kecakapan yang tinggi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat percakapan ini merusak rasa makanannya, Quenser memutuskan untuk mengganti tema pembicaraan mereka. Tema yang lain yang muncul &lt;br /&gt;
selain Object adalah dengan membicarakan makanan yang sedang mereka makan saat ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi apakah tentara dilatih untuk berburu? Aku hanya berada di tingkatan di mana aku hanya bisa menangkap seekor salmon dalam 3 jam.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Senapan modern tidak hanya memiliki teropong. Mereka juga memiliki kamera inframerah dan mikrofon untuk mencari musuh. Dengan itu, kau &lt;br /&gt;
bisa mencari dan melacak targetmu dalam berbagai cara. Sebenarnya sih aku pasti bisa mendapatkan sesuatu di luar sana bahkan jika hanya memiliki tongkat pancing saja. Meskipun sebenarnya produksi senapan sendiri merupakan pemborosan pajak karena semua pertarungan dan perang diserahkan kepada Object.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia kemudian berbicara sambil menunjukkan dirinya yang sangat handal menggunakan sumpit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kecuali kalau garis suplai terpotong, kita akan terus mendapat makanan dari negara kita. Dan markas ini tidak akan bisa diambil selama &lt;br /&gt;
kita memiliki Object di tangan kita. Bahkan jika aku adalah prajurit baru, mereka tidak selalu melatih kita untuk berburu binatang. &lt;br /&gt;
Setidaknya, itu bukan keterampilan yang dibutuhkan seorang insinyur perang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Insinyur perang...hm? Aku tidak terbiasa dengan istilah itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Manajemen dari markas ini tergantung dari pajak. Jika kita tidak memberikan pekerjaan kepada para murid yang selalu menganggur, itu bisa &lt;br /&gt;
mempengaruhi suara yang didapat dari para politisi itu. puncak dari pemilihan umum sudah dekat di negara kita dan Konselor Flide mulai &lt;br /&gt;
khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada banyak jenis dari insinyur perang, tapi yang dipilih oleh Quenser dan kawannya itu adalah tentara yang menangani ledakan. Namun, &lt;br /&gt;
mereka terlalu profesional dalam hal tersebut terutama untuk membunuh tentara lawan. Maka dari itu, mereka menggunakan kemampuan itu &lt;br /&gt;
untuk menghancurkan jembatan untuk menghancurkan jalur musuh atau meledakkan batuan untuk menghalangi jalan lawan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk murid yang penuh dengan pengetahuan yang tidak lazim dan tidak memiliki keberanian untuk menembak seseorang, peran ini sangatlah &lt;br /&gt;
sempurna. Ada juga kursus untuk menjadi tenaga medis, tapi Quenser lebih akrab dengan mesin daripada benda hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi markas kita kan adalah sebuah pangkalan wahana, jadi kita bisa membangun markas kita di manapun kita inginkan, dan kita juga &lt;br /&gt;
memiliki Object. Tidak banyak yang bisa dilakukan bagi insinyur perang seperti kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu bukan hanya untuk insinyur perang. Hal itu juga sama saja bagi semua tentara di markas,” kata Froleytia saat dia menggunakan &lt;br /&gt;
sumpitnya untuk mengambil potongan kecil salmon. “Sial, ini adalah dunia yang sangat damai. Rasanya pistolnya berkarat lebih cepat dan &lt;br /&gt;
aku cepat jerawatan karena terlalu banyak nutrisi yang aku makan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu. Selama kita memiliki Object, kita aman. Setelah tiga tahun di markas ini, aku telah memiliki tiket untuk penghargaan yang &lt;br /&gt;
menungguku di rumah dan Quenser bisa kembali ke rumahnya dan menjadi sarjana terkemuka di sana,” kata Heivia dengan senyum saat dia &lt;br /&gt;
menepuk Quenser di bahunya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bocah seperti kalian membuatku iri,” ejek Froleytia, tapi dia sama sekali tidak cemburu terhadap mereka. dia lebih memilih dipromosikan &lt;br /&gt;
sebagai seorang pejabat politik setelah lepas dari kemiliteran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah,” kata Quenser. “Selama kita memiliki Object, bahkan orang lemah seperti kita bisa ikut berperang di dalam perang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata Quenser menyiratkan satu-satunya kebenaran di muka bumi ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu benar selama mereka memiliki Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Part 8 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di hari berikutnya, mereka akan tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka akan tahu neraka macam apa yang menunggu mereka yang dimanjakan oleh kedamaian yang ditawarkan oleh Object yang menghancurkan &lt;br /&gt;
Object musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia sudah mengatakan bahwa mereka tinggal menunjukkan bendera putih jika mereka kalah..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dia juga telah mengatakan hal lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak pernah ada perjanjian yang dibuat untuk hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 9===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah ledakan memecah langit Alaska.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object yang berada dalam mode transparan itu sedang bertarung dalam jarak 10 km jauhnya dan badai salju ini mulai mengeluarkan asap hitam &lt;br /&gt;
dan berhenti bergerak. Melalui teropong, kursi pilot itu terlempar keluar dan dengan perlahan mengambang turun ke dalam tumpukan salju &lt;br /&gt;
dengan parasutnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang tidak mengenakkan telinga Quenser bergema di telinga Quenser yang terbawa angin. Lambang keamanan mereka, Object, telah &lt;br /&gt;
meledak dan dikalahkan oleh Object lawan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh besarnya adalah sebuah beda bulat dengan zirah yang tebal. Di empat arah bagian tubuhnya, terdapat empat kaki seperti serangga yang &lt;br /&gt;
muncul dari tanah. Senjata utamanya adalah dua meriam plasma berkeseimbangan rendah, dengan panjang 50 meter. Setelah gas khusus &lt;br /&gt;
dimasukkan ke dalam meriam itu, sebuah tenaga raksasa dari reaktor buatan membuat sebuah tembakan plasma yang langsung menembak. Dua &lt;br /&gt;
pasang meriam itu terpasang di sisi depan, belakang, kiri, dan kanan yang membuat sebuah salib horizontal yang membuatnya bisa menembak &lt;br /&gt;
dari segala arah. Total ada 8 meriam. Tubuh bulat dan empat kaki dengan sinar laser yang tak terhitung, railgun, dan coilgun, semua &lt;br /&gt;
berjumlah 100 di seluruh sisi Object. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh utamanya sendiri adalah 50 meter dan meriam itu memiliki panjang yang sama dengan panjang Objcet memberikan total panjang yang &lt;br /&gt;
lebih dari 140 meter. Benda bermassa satu gunung itu dengan perlahan mengarahkan meriam anjungannya ke arah yang diinginkan. Dua pasang &lt;br /&gt;
meriam plasma berkeseimbangan rendah itu mampu melelehkan bunker nuklir yang ditanam di dalam tanah dengan sekali tembakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Hey,” kata Heivia yang tiba-tiba saja berdiri kebingungan di depan Quenser. “Kenapa benda itu mengarahkan senjatanya ke arah kita? &lt;br /&gt;
Kalau Object kita kalah, kita tinggal mengangkat bendera putih  dan semuanya akan selesai kan? Itu yang Froleytia bilang kan!? Lalu &lt;br /&gt;
kenapa!? Ini bukan hal yang sangat lama untuk dilakukan. Cepat dan kibarkan bendera putiiiiiiiiiiiiihhhhhhh iiiiiiiiittttttttuuuuuuuuu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat radio yang sejak awal menjadi masalahnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bisa mendengar suara yang terputus-putus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu mungkin adalah bendera putih yang telah digitalisasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia pasti telah mengikuti perjanjian yang telah dia katakan untuk mengakhiri sebuah pertempuran. Dia pasti telah berpikir cepat &lt;br /&gt;
untuk mengurangi angka korban yang terluka dan angka prajurit yang kehilangan nyawanya serendah mungkin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Object musuh sama sekali tidak berhenti. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 Suara meriam yang membuat penyesuaian arah tembakannya sepertinya hendak mengatakan bahwa ia tidak peduli dengan isi perjanjian itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lari...” kata seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin itu adalah suara Quenser sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Laaaaarrrrrrriiiiiiiiiii!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah seluruh 800 tentara yang ada di dalam markas ini telah sadar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara erangan dan kilatan cahaya menguasai semua indera Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu mencoba menghancurkan tulang tengkoraknya, paling tidak gendang telinganya. Object itu menembakkan peluru logam. Ia menggunakan &lt;br /&gt;
sebuah tembakan plasma berkeseimbangan rendah yang sangat kuat yang bahkan tenaga yang dihasilkan untuk satu tembakan itu terlalu tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berapa temperatur yang bisa dicapainya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum dia bisa memikirkan hal itu, rasa pusing membuatnya merasa terbang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah tembakan laser dari salah satu meriam plasma itu menghancurkan wahana markas mereka dari jarak dekat; dekat dari Quenser. Wahana &lt;br /&gt;
yang membentuk markas perawatan bagi Object, yang menjadi markas terbesar di markas Alaska ini dengan jumlahnya mengalahkan angka 100 &lt;br /&gt;
wahana pembentuk zona markas dan salah satu darinya meleleh seperti gula yang meleleh atau seperti gunung berapi yang akan meletus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ledakan itu melempar Quenser ke dalam tumpukan salju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika tertimbun di dalam salju yang berada di bawah nol, tubuh Quenser tetap terbungkus di dalam keringat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bahkan tidak bisa mendengar suaranya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia begitu keras berusaha untuk mengecek apa yang terjadi di luar sana meskipun ia kehilangan setengah kemampuannya untuk melihat dan &lt;br /&gt;
entah kenapa ia masih utuh. Meriam plasma berkeseimbangan rendah tersebut pasti menembak lurus saat mengeluarkan pancaran sinar yang &lt;br /&gt;
panas itu karena meninggalkan jejak yang dalam di salju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apakah panasnya sangat hebat...itu melelehkan salju...dan menimbulkan ledakan bawah tanah?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat mungkin jika tembakan itu bisa melelehkan logam dan terjebak di dalam tanah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser masih linglung di salju ini, seseorang meraih tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah Heivia – darah segar mengalir di kepalanya dan menutupi matanya – nafasnya begitu terengah-engah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hey, kita harus keluar dari sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita harus keluar dari sini!! Object kita sudah kalah dan Object mereka sama sekali tidak rusak!! Kita tidak akan bisa melakukan sesuatu &lt;br /&gt;
bahkan jika kita memiliki 100 tank. Kalau kita tidak keluar dari sini, kita akan dibantai seperti semut!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melarikan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arti tersebut akhirnya sampai di telinga Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia melihat sekitarnya, dia melihat tentara yang lain mulai mengambil aksi. Markas tersebut terdiri dari 100 wahana yang sangat &lt;br /&gt;
besar. Tentara-tentara tersebut memanjat dan melompat dari satu wahana ke wahana yang lain dan wahana-wahana yang ada mulai memecah &lt;br /&gt;
formasi mereka karena panik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara teriakan terdengar dari semua arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada tentara satu pun yang berkata mengenai melawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial!! Kirim semua UAV! Pancing Object itu agar tidak mengejar kita!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kita harus mengatur jalan keluar kita!? Apa ada celah sempit gunung yang tak bisa dilewati makhluk setinggi 50 meter!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kita memiliki memiliki persediaan sekam dan suar!? Bahkan jika kita tidak bisa melawan, dia masih bisa meninggalkan jejak kita-...!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena mereka adalah tentara sungguhan, mereka tahu bahwa sangat tidak berguna melawan Object secara langsung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser melihatnya, Quenser bertanya dengan kosong ke Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lari... tapi ke mana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Heivia lebih terlihat seperti takut daripada marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keadaan ini seperti mendengar betapa putus asanya situasi yang kita rasakan dari seseorang yang memberikan syok dan beban yang begitu &lt;br /&gt;
tinggi di pundak kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, mereka mendengar suara yang mereka kenal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ke arah lain, mereka melihat Object dengan diameter 10 kilometer mendekati mereka seperti sedang meluncur. Ia tidak bergerak &lt;br /&gt;
dengan menggunakan ban seperti mobil. Ia bergerak dengan menggunakan dorongan yang kecil seperti water strider, bergerak secara halus di &lt;br /&gt;
permukaan tanah dan lereng curam permukaan gunung. Ia bergerak seperti tidak menghiraukan medan yang dilalui seperti cahaya lampu yang &lt;br /&gt;
bergerak mengikuti kontur tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara berfrekuensi rendah seperti cahaya kilat yang begitu dekat tertingal di telinga Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Oh, sial. Jadi benda itu menggunakan cara yang sama dengan milik Putri...!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat seluruh wahana markas mereka mulai pergi meninggalkannya, Quenser hanya berdiri di situ linglung di tengah salju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object itu mengambang di atas tanah menggunakan tenaga listrik statis. Beratnya lebih dari 20 ton, tapi reaktor yang ada di dalamnya &lt;br /&gt;
lebih bersih dan lebih kuat daripada reaktor nuklir. Benda itu menggunakan tenaga listrik statis untuk membuatnya mengambang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bau yang samar dan khas mencapai di hidung Quenser. Sepertinya, Object itu menyemprotkan material yang menolak tenaga listrik monster &lt;br /&gt;
itu. Pada umumnya, semprotan itu akan hilang setelah beberapa hari dan dibuat tidak berbahaya untuk tanaman dan binatang, tapi baunya &lt;br /&gt;
lebih buruk dari darah untuk Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benda raksasa yang bergerak di atas permukaan tanah dengan cara meluncur seperti itu sangat aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wahana markas mencoba melarikan dengan melalui celah di antara dua gunung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara seperti kilat, Object itu bergerak mencoba mendahului wahana itu dan bergerak lewat tepat di sisi diagonal dari salah satu &lt;br /&gt;
gunung. Kemudian pindah ke dalam jalur dalam lembah untuk memblokir pelarian mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalan kabur mereka hanya tetutup selama 20 detik. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial!! Keluar dari sini!!” teriak Froleytia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah itu, Object setinggi 50 meter itu melepaskan tembakan meriamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, lebih dari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object tidak hanya memili,i meriam plasma berkeseimbangan rendah. Object ini memiliki reaktor yang sangat bersih dan lebih kuat dari pada &lt;br /&gt;
reaktor nuklir. Dengan meriam plasma berkeseimbangan rendah, sinar laser, railgun, dan coilgun, monster itu memiliki lebih dari 100 &lt;br /&gt;
senjata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object mulai menembak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap senjata itu mengeluarkan tenaga yang sangat kuat sehingga membuat kapal tempur akan miring hanya dengan memasangnya saja dan &lt;br /&gt;
monster itu memiliki 100 senjata seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang tahu berapa kali monster itu menembakkan senjatanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ribuan dan puluhan ribu suara erangan saling bertumbuk dan berkombinasi membuat suara ledakan tunggal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat wahana markas itu memecah formasi mereka dan mencari jalan mereka melarikan diri secara masing-masing, ribuan peluru kilatan cahaya &lt;br /&gt;
tanpa ampun menyerang mereka semua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dinding wahana itu mampu menahan tembakan langsung dari peluru normal, tapi mereka hancur bebarengan dengan suara hancurnya kendaraan &lt;br /&gt;
yang hancur seperti kertas. Berulang kali terdengar suara ledakan seperti bensin yang terbakar oleh api dan tubuh tentara yang terlempar &lt;br /&gt;
tinggi ke udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia dengan cepat meraih kepala Quenser dan menundukkannya di dalam salju untuk bersembunyi. Bahkan, ini merupakan sebuah keberuntungan &lt;br /&gt;
karena serangan Object tidak menghancurkan tubuh mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(,,,Tidak...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala Quenser sendiri masih terasa aman sementara hampir seluruh tubuhnya tidak bisa merasakan berapa suhu temperatur salju ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tidak ada yang namanya keajaiban atau kesengajaan jika berbicara mengenai Object. Sebuah Object tidak mungkin memulai semua ini dengan &lt;br /&gt;
cara seperti ini!! Pasti ada alasan dibalik semua ini. Pasti alasan yang logis kenapa kita tidak mati..!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melirik ke arah wahana markas mereka yang hancur terkena ledakan setelah tertembak oleh Railgun yang ditembak secara membabi buta seperti peluru kacang polong (meski benda itu sudah cukup kuat ketika dipasang pada pesawat Bomber). Ada beberapa prajurit yang melarikan diri dari tempat itu, tapi Object itu mengarahkan senjatanya pada wahana markas yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat itu, Quenser semakin terlihat bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy_Object_v01_070.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berengsek!! Fasilitas perawatan!!” Quenser berteriak dengan sangat keras sampai-sampai ia berpikir bahwa tenggorokannya akan lepas; ia &lt;br /&gt;
perlu melakukan hal ini agar ia tidak pingsan karena efek ledakan itu. “Cepat pergi dari wahana itu!! Mereka mengincar apapun yang &lt;br /&gt;
berhubungan dengan Object! Kalau kalian tidak kabur dari tempat itu, kalian akan mati!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat para prajurit itu melompat dari wahana itu dengan keadaan terkejut, meriam plasma Object, tanpa ampun, menghancurkan markas itu &lt;br /&gt;
sampai hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object memiliki makna yang sama dengan perang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak peduli berapa banyak tank atau pesawat, kau tidak akan bisa melawan Object. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa Object musuh memprioritaskan untuk menghancurkan cadangan suku cadang dan fasilitas lainnya yang digunakan untuk &lt;br /&gt;
memperbaiki Object. Jika ada sebuah kesempatan untuk membangun kembali sebuah Object, sebuah pertarungan antara Object vs. Object akan &lt;br /&gt;
melahirkan sebuah pertarungan yang dapat membalik hasil awalnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object itu sama sekali tidak mengampuni nyawa prajurit itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari awal, Object hanya menghancurkan apapun yang memiliki kemungkinan untuk memberikan serangan balasan. Setelah itu, Object akan &lt;br /&gt;
menggunakan tubuh raksasa setinggi 50 meter untuk mengejar dan membantai satu demi satu manusia-darah-dan-daging itu seperti semut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wahana markas itu dihancurkan satu persatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun mereka tahu monster itu tidak menarget mereka, Quenser dan para prajurit lainnya dengan putus asa bersembunyi. Satu langkah yang &lt;br /&gt;
dapat membuat salah paham dapat menghancurkan mereka kapan saja dengan mati tertimpa fragmen wahana-wahana itu yang beterbangan ke semua &lt;br /&gt;
arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita harus pergi dari sini selagi bisa,” kata Heivia saat dia meraih tangannya yang bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser tidak mempedulikan jari-jemari Heivia dan terdiam di situ tanpa emosi dan mendengar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak peduli ke mana kita harus harus pergi!! Kita cukup pergi dari sini sejauh mungkin dari monster itu! Ayo lari!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak sedang memikirkan sebuah strategi untuk mundur; dia sedang memikirkan sesuatu seperti melarikan diri dari sesuatu yang &lt;br /&gt;
menakutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Itu...berhenti?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object yang telah menghancurkan sebagian besar dari wahana markas itu tiba-tiba berhenti seperti memandangi rongsokan-rongsokan wahana &lt;br /&gt;
itu. Hanya senjata utamanya saja yang bergerak memindahkan moncongnya secara perlahan seperti sedang mencari sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser berpikir bahwa jantungnya akan berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, setelah benda itu menghancurkan semua fasilitas-yang-berhubungan-dengan-Object, apakah benda itu akan memulai membantai semua &lt;br /&gt;
prajurit?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran yang paling buruk muncul di kepala Quenser, tapi dia masih tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Hal yang sama terjadi pada Heivia &lt;br /&gt;
yang berada di sebelahnya. Mereka tahu bahwa musuh mereka adalah manusia yang memiliki otak yang sama dengan mereka dan prajurit sama &lt;br /&gt;
seperti mereka, tapi kehadirannya seperti tak tertandingi; sama seperti naga raksasa yang melihat mereka. Rasanya seperti melakukan &lt;br /&gt;
provokasi sederhana saja dapat membuat mereka hancur berkeping-keping dengan cakar raksasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tahu bahwa Object hanya bergerak berdasarkan perintah sistematis militer, tapi Quenser dan Heivia merasa seperti hewan herbivora &lt;br /&gt;
yang baru saja melarikan diri dari raja binatang dan hanya berdoa bahwa raja itu mau mengampuni mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object raksasa dengan total panjang 140 meter itu menggerakkan meriam utamanya ke empat arah. Benda itu mengganti arahnya sama seperti &lt;br /&gt;
gerakan orang yang memalingkan mukanya ke arah lain ketika seseorang menepuk pundaknya. Dengan suara seperti awan petir yang begitu &lt;br /&gt;
dekat, benda itu kembali ke arah dari mana dia datang. Para prajurit yang berada di jalannya segera berlari untuk menghindar tapi Object &lt;br /&gt;
itu sama sekali tidak mempedulikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser pada akhirnya mengangkat dirinya sendiri dari tanah dan melihat ke empat arah dari mana Object itu datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kita masih hidup...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang sebenarnya membedakan dirinya dengan tubuh manusia yang berserakan di tanah tempat mereka berdiri? Quenser sama sekali bidak &lt;br /&gt;
memiliki jawaban untuk pertanyaan itu. Heivia berbicara dari dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu, tapi ayo pergi. Aku sama sekali tidak tahu apa yang sedang terjadi, tapi kita sepertinya berhasil bertahan hidup. Kalau &lt;br /&gt;
kita lari secepat yang kita bisa, mungkin kita bisa membuat perubahan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh Heivia bergetar begitu kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengira bahwa Heivia benar, tapi dia berhenti. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia merasakan sesuatu di kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya benda itu terlempar dari wahana markas. Itu adalah layar LCD. Lebarnya setara dengan kertas A4 dan memiliki kemampuan &lt;br /&gt;
nirkabel. Benda itu mengeluarkan tanda berbintik elektronik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Layar itu menunjukkan peta area itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di titik tunggal itu, sebuah titik merah berkedip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Sinyal pertolongan...?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya Quenser tersadar apa yang dimaksud dari tanda itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sang Putri!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object musuh memprioritaskan semua kemungkinan yang dapat memperbaiki Object yang telah hancur. Untuk itu, dia harus menghancurkan markas &lt;br /&gt;
itu sampai hancur dan meninggalkan para prajurit sendirian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau begitu, bukankah seharusnya musuh juga menargetkan dan memberikan prioritas tertinggi pada pilot Object yang kalah, yaitu sang &lt;br /&gt;
putri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hey, kau anak bangsawan dan tamtama satunya lagi!!” teriak Froleytia dari jarak yang tak begitu jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka melirik ke sana dan melihat wanita cantik dengan rambut biru keperakan seperti besi membuat tubuhnya seperti lereng gunung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita harus menggunakan kesempatan ini untuk kabur!! Aku akan menyiapkan laporan resmi ke tingkat atas untuk melaporkan mundurnya kita &lt;br /&gt;
dari garis depan!! Jika kita bisa melewati gunung, ada sebuah lembah yang besar. Ada jembatan suspensi di sana!! Saat kita &lt;br /&gt;
menyeberanginya, kita bisa melarikan diri dari Object itu!! Monster itu mungkin akan mencoba menembak kita dari tepi lembah, tapi kita &lt;br /&gt;
bisa menyebar dan bersembunyi di hutan conifer di sisi seberangnya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan Quenser terbagi menjadi dua, yaitu pada Froleytia dan papan layar di kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, dia merasa lega ketika dia tahu bahwa dia bisa selamat dari situasi seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang akan terjadi pada putri yang masih hidup itu...?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran itu menghentikan Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Froleytia sadar tentang layar yang ada di kaki Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bodoh! Kenapa kau pikir dia mengeluarkan sinyal pertolongan itu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu bukan untuk kita! Sang putri memancarkan sinyal pertolongan itu supaya musuh bisa merasakannya dan agar perhatian mereka teralihkan &lt;br /&gt;
kepadanya!! Dia memastikan bahwa kita tidak dibunuh!! Apa kau ingin menghancurkan kesempatan yang dia buat itu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Quenser terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata Froleytia menusuk dalam di hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apa itu benar...?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melirik ke sekitar area itu dan melihat para prajurit yang seharusnya memiliki tubuh yang berotot dari latihan yang sangat berat &lt;br /&gt;
dan konstan tapi mereka harus mengabaikan kemampuan mereka itu karena kemampaun Object. Mereka semua melihat Quenser sama seperti Quenser &lt;br /&gt;
melihat mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka semua terlihat canggung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka terlihat seperti tidak mau melewatkan kesempatan mereka untuk kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apapun yang kau katakan, dia adalah kawan kita; gadis berumur 14 tahun. Dia adalah tipe orang yang menggunakan dirinya sendiri sebagai &lt;br /&gt;
umpan untuk menyelamatkan kita. Apa kalian serius mau meninggalkan dirinya...?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita pergi,” guman Heivia. “Kita tidak memiliki pilihan lain!! Apapun yang akan kita lakukan, putri itu akan terbunuh, jadi kita harus &lt;br /&gt;
kabur sebelum Object itu kembali!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Fuck that! Apa kau mengerti apa yang kau bicarakan!? Apa kau tidak berpikir apa yang akan terjadi pada sang putri jika dia tertangkap &lt;br /&gt;
oleh musuh yang akan mengatakan peduli setan dengan semangat!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa!? Apa kau mau bilang kita harus melawan Object!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar kalimat itu dengan nada yang tinggi membuat Quenser terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Heivia seperti penuh dengan rasa takut dan malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua orang bisa duduk diam di sini tanpa melakukan apapun sambil berpikir apa yang benar dan apa yang salah!! Dan kalau kau berpikir &lt;br /&gt;
kau bisa melawan Object itu sendirian dan menyelamatkan sang Putri, kau hebat!! Tapi nyatanya, kau tidak bisa melakukan hal itu!! Saat &lt;br /&gt;
benda itu menangkapmu di radar mereka, kau akan hancur seperti debu dan tertiup oleh angin!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia meraih bahu Quenser saat ia masih berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Berengsek.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dadanya yang terasa sesak itu adalah respon alami dari seorang manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser merasa sangat takut sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tentu saja aku takut. Tidak peduli berapa banyak harapan orang-orang yang aku terima, aku tidak memiliki keberanian sama sekali. Object &lt;br /&gt;
adalah monster. Melawannya dengan tindakan bodoh seperti ini sama saja dengan lompat ke dalam kematian. Aku ingin menjauh dari sini &lt;br /&gt;
sebisaku. Heivia benar. Tidak peduli apa yang kukatakan, rasa sakit ini tidak akan hilang begitu saja...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, kaki Quenser tidak membawanya segera pergi dari tempat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berdiri di situ sambil melihat Heivia sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Tapi bukankah sang Putri sedang melawan monster itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Monster itu membuat pria dewasa bergetar ketakutan dan membuat kita akan mati karena syok setiap kali benda itu mengarahkan moncong &lt;br /&gt;
meriamnya ke arah kita!! Dan walau dia sadar dengan hal itu, dia tetap berdiri di sana dan melawan Object itu untuk melindungi kita!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun dia mengendalikan senjata aneh bernama Object, dia pasti pernah merasakan rasa takut. Tidak mungkin dia tidak merasakan perasaan &lt;br /&gt;
itu saat dia melawan monster itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sehari sebelumnya, dia berkata bahwa dia tidak tahu apakah dia bisa menang atau tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang putri tidak mengatakan hal itu dengan maksud yang serius, jadi Quenser berpikir kalau tidak ada makna yang dalam di balik kata-kata &lt;br /&gt;
itu. Namun, dia salah. Bagaimana jika selama ini dia telah memendam perasaan tidak enak itu selama ini di wajahnya? Bagaimana kalau dia &lt;br /&gt;
hanya ingin mengatakan hal itu hanya kepada seseorang – siapapun – untuk menghilangkan beban yang selama ini terus menganggunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser berpikir tentang apa yang seharusnya dia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Berikan itu padaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengambil sesuatu dari Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia terlihat bingung, jadi Quenser mengulanginya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berikan senapan itu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengambil senapan itu dari Heivia. Senjata canggih dengan kamera infra-merah, mikrofon untuk mencari musuh, dan beberapa macam &lt;br /&gt;
alat yang lain seperti pembidik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Heivia tidak mengerti kenapa Quenser meminta senapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau benar-benar akan pergi?” Heivia menarik kepalanya yang terkejut ke belakang seperti anak kecil. “Apa kau tidak tahu apa yang &lt;br /&gt;
akan dilakukan oleh raksasa itu!? Apa kau tidak melihat Object itu!? Monster itu adalah reaktor raksasa dengan dinding setebal bunker &lt;br /&gt;
perlindungan nuklir!! Benda itu tetap bisa bergerak bahkan setelah tertembak dua rudal nuklir!! Sarjana sepertimu seharusnya tahu tentang &lt;br /&gt;
hal itu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu,” jawab Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pekerjaan Heivia sebenarnya adalah seorang analisis Aung mencari karakteristik kelemahan dari sebuah Object, tapi Quenser mempelajari &lt;br /&gt;
Object dari sudut pandang seorang insinyur. Dari pengetahuannya, dia sudah cukup tahu bahwa mereka sama sekali tidak memiliki kesempatan &lt;br /&gt;
untuk menang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak memiliki pilihan lain...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau berpikir kalau Object itu tidak akan mendahului kita kalau kita menyeberangi gunung dan lembah di sisi sebelah sana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Well...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau mereka benar-benar ingin membunuh sang Putri, mereka cuman butuh satu tembakan saja. Dan jika mereka ingin menangkap sang putri &lt;br /&gt;
dan membawanya ke markas mereka, Object itu bebas untuk menangkap kita jika pasukan seperti kita melepaskannya. Benda itu akan segera &lt;br /&gt;
kembali untuk membunuh kita saat kita menaiki gunung. ...Kau juga melihat gerakannya, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser bisa merasa bahwa tubuhnya bergetar pada berat senapan itu karena dia tidak pernah secara serius menggunakannya. Dia menekan &lt;br /&gt;
getaran pada tubuhnya dan tetap maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya sang Putri mencoba memberikan kita beberapa waktu, tapi dia mungkin tidak memberikan waktu bagi dirinya sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat yang dia katakan barusan seperti tidak benar-benar nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia ingin melakukan hal ini sebelum dia benar-benar dikuasai oleh rasa takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seseorang harus melakukan sesuatu. Bukan karena ingin bertanggung jawab padanya, tapi demi bertahan hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 10===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badai salju yang dingin mengirimkan rasa yang tajam di kulit wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangannya yang tertutup oleh warna putih membuat perasaannya tidak enak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salju yang dalam menahan kakinya seperti batang kayu yang tertanam dalam di bawah tanah saat Quenser dengan susah payah lari dengan &lt;br /&gt;
memegang senapannya pada kedua tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuannya adalah untuk menyelamatkan sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak memiliki alasan untuk melawan sang Object. Dan sebenarnya, dia dia lari ke monster itu, dia akan mati sebagai sampah yang &lt;br /&gt;
diinjak daripada dianggap mati sebagai musuh. Quenser berharap bahwa sekarang dia memiliki cara untuk menemukan titik buta dari Object &lt;br /&gt;
dan menyelamatkan sang Putri, tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Di mana?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senapan itu begitu dingin seperti balok es.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Giginya berderit dan melihat sekelilingnya sambil menahan rasa dingin ini di ujung jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Sial! Di mana dia!?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sangat yakin bahwa layar itu menunjukkan area ini sebagai area yang benar, tapi sang Elit itu sama sekali tidak bisa ditemukan &lt;br /&gt;
keberadaannya. Apakah pasukan musuh sudah membawanya pergi? Atau dia salah membaca petanya dan pergi ke tempat yang salah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Sial! Bagaimana aku bisa hidup selama 6 bulan tanpa mengetahui posisi di dalam peta? ...Sudah berapa banyak aku bergantung pada orang &lt;br /&gt;
lain?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menancapkan kabel ke pembidiknya. Kabel yang lain memiliki earphone kecil untuk satu telinga. Dia memasangnya di telinga kanannya &lt;br /&gt;
dan mengoperasikan senapan yang tidak biasa ia gunakan ini dengan jari yang bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Heivia, senapan ini memiliki mikrofon untuk menemukan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara memfokuskan diri pada mikrofon yang mencuat dari senapan itu seperti bayonet, Quenser secara perlahan berputar pada satu titik. &lt;br /&gt;
Sementara ia sedang memutar mikrofon itu ke semua arah, dia mendengar sebuah suara melalui mikrofonnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ke sini...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak terlalu terlatih, jadi dia memegang senapan itu seperti orang lain yang mengarahkannya ke arah suara itu berasal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia mendekatinya, dia mendengar bahwa suara itu terdengar semakin besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkadang, suara itu terdengar seperti suara manusia dan Quenser dengan panik bersembunyi di balik batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser hanya menjulurkan kepalanya saja dari balik batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bisa melihat manusia di balik salju yang tertiup dengan keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengira bahwa jaraknya dengan jarak sosok manusia itu ada 100 meter. Dari jarak seperti itu, dia tidak akan tahu siapa yang ada di &lt;br /&gt;
depannya, tapi dia bisa melihat tiga sampai empat orang figur berotot seperti manusia mengelilingi figur manusia yang lebih pendek. Figur &lt;br /&gt;
yang lebih pendek itu berlutut di bawah dan tangannya berada di balik kepalanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Sang Putri! Sial, jadi dia benar-benar tertangkap...!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser membawa kepalanya di balik batu dan melihat ke sekeliling area itu terlebih dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak melihat Object berada di sekitar mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin benda itu sudah kembali untuk memburu mereka yang selamat setelah sang Putri tertangkap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam waktu yang singkat, Quenser berpikir bahwa ini adalah sebuah perangkap yang akan menjebaknya dengan sebuah tembakan meriam plasma &lt;br /&gt;
berkeseimbangan rendah dari jarak yang jauh saat dia misalkan bergerak sedikit saja. Namun, dia sadar bahwa hal seperti itu tidak akan &lt;br /&gt;
terjadi. Dia ragu bahwa mereka akan menggunakan Object untuk menjebak dirinya sendiri dan Object tidak perlu membuat sebuah jebakan yang digunakan hanya untuk menjebak seorang manusia saja. Sama seperti gajah, Object akan menghancurkan semut seperti menginjak pasir. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser merasa takut bahwa sensor bahaya di kepalanya sudah tidak bekerja secara maksimal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object itu sangat menakutkan sampai-sampai dia benar-benar tidak bisa memikirkan apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, jika dia tenang dan memikirkannya lagi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Object tidak ada di sini.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menyadari berat senapannya sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menjulurkan kepalanya dari balik batu itu untuk mengecek situasinya sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kalau aku bisa melakukan sesuatu kepada empat orang itu, aku bisa menyelamatkan sang Putri!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaan tidak nyaman yang melebihi rasa takut akan Object mulai membuat dadanya terasa sesak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia “harus melakukan sesuatu” kepada empat orang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan senapan di tangannya, “melakukan sesuatu” itu berarti adalah menembak dan membunuh empat orang manusia itu. Quenser tidak cukup &lt;br /&gt;
ahli dalam menyerang mereka tanpa harus mengenai organ vital mereka dan peluru di dalam senapan militer ini cukup ampuh untuk menghancurkan bagian tubuh mereka dengan sekali tembakan. Mereka akan mati karena syok walau tidak mengenai organ vital mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah dia bisa membunuh mereka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah dia bisa membunuh empat orang untuk menyelamatkan satu orang kawannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Sial!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membungkus tangannya yang bergetar tanpa kontrol karena rasa takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bisa merasakan giginya yang terus bekertak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ini adalah medan perang. Membunuh mereka adalah hukum di sini! Menyerahkan semua masalah perang kepada Object... apakah ini yang kita &lt;br /&gt;
serahkan kepada sang Putri!?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam usahanya yang harus meningkatkan keberaniannya, Quenser menggedor pahanya dengan kepalan tangannya dan memaksakan dirinya untuk &lt;br /&gt;
menahan senapan itu. Namun, dia merasa pusing saat dia melihat melalui pembidik itu. dia mundur untuk menahan rasa ingin muntahnya dan &lt;br /&gt;
entah bagaimana dia berusaha bertahan untuk membidik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membidik seorang pria yang lebih dekat dekat dengan sang putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengarahkan ke kanan di mana pria yang tidak menyadari keberadaannya itu berada dekat dengan sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang dia tinggal menarik pelatuknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, seperti es yang begitu cepat membeku, jari yang berada di pelatuk itu tidak bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Ini adalah manusia.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia menahan perasaannya untuk muntah, gambar yang ada di pembidik itu bergerak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ini bukan target yang biasa aku tembak di tempat pelatihan. Ini benar-benar manusia. ini sama sepertiku; prajurit yang terlena oleh &lt;br /&gt;
kedamaian yang ditawarkan oleh Object yang melindungi negara mereka dan menjamin kepulangan mereka ke negara asal mereka...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak bisa menembak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia menyadari hal itu, dia mendengar suara yang dia kenal melalui mikrofonnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah suara seseorang yang sedang digaet oleh seorang prajurit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah suara yang berasal dari salah seorang prajurit yang dia bidik itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, ayo kita coba daya tahan pakaian khusus Elit ini. Saat Object itu kembali, kita bisa menali tangannya dengan tali dan kita tarik &lt;br /&gt;
dari belakang. Nanti kita lihat apakah baju itu menahan tubuhnya agar tidak terluka maupun telanjang saat kita kembali ke markas nanti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gerakan Quenser terhenti saat dia mendengar hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendengar suara tawa dari beberapa prajurit yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak peduli betapa mudahnya meluncur dari salju ini, bukannya nanti mengubah elit itu menjadi daging cincang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, dan apa yang akan kita lakukan kalau dia masih hidup saat kita kembali ke markas kita? Apa kau akan melakukan tes pada tubuh indah &lt;br /&gt;
Elit ini? Aku dengar orang-orang dari kamar penyiksaan sering mengeluh karena peralatan mereka banyak yang rusak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, bukan gerakannya yang berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Getaran pada tubuhnya yang berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu juga dengan perasaannya yang ingin muntah yang membuat tubuhnya bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Detak jantungnya kembali normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mematikan mikrofonnya seperti menutup suara para prajurit yang saling berbicara itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser memiliki pemikiran baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bidak bisa menarik pelatuk itu karena berpikir bahwa mereka adalah manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bukan manusia, bukankah begitu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang keras seakan meledak dan peluru senapan itu meledakkan kepala salah seorang prajurit yang tertawa itu sebelum Quenser sadar bahwa senapannyalah yang mengakibatkan hal itu. Tidak mempedulikan mayat tanpa kepala itu, Quenser berteriak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menunduk!!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah Sang Putri yang telah mengerti pada apa yang dia katakan atau malah para prajurit yang berada di sekitarnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat sang Putri itu melempar dirinya di dalam salju, Quenser dengan cepat mengganti mode senapan itu menjadi semi-auto. Dengan latihan &lt;br /&gt;
yang sangat sedikit pada tangannya, dia ragu bahwa bisa menahan gaya dorong senjatanya saat dia menggantinya pada mode otomatis. Namun, &lt;br /&gt;
musuh juga tidak mungkin membiarkan diri mereka ditembak oleh Quenser. Dengan refleks, mereka berbalik dan mengangkat senjata mereka ke &lt;br /&gt;
arah suara itu berasal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser bergerak sedikit lebih cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menembak membabi buta semua yang ada di sana, jadi dia mengarahkan larasnya dari kanan ke kiri daripada dia secara berhati-hati &lt;br /&gt;
membidik. Dengan cepat dia menarik pelatuknya, dia menembakkan peluru yang terbang dengan jarak waktu yang membuat kematian terasa begitu &lt;br /&gt;
pendek. Untungnya, dia membuat mereka terkejut. Darah merah tepercik ke udara dan para prajurit itu jatuh ke salju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Sepertinya aku sudah menyelesaikannya...!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dua sisa dari prajurit yang tersisa itu kemudian berhasil menunduk dan kemudian lari dari tembakan membabi buta Quenser. Saat &lt;br /&gt;
Quenser berdiri karena berat dari dorongan senapannya, dia melihat salah satu dari prajurit yang selamat mengarahkan senjatanya sambil &lt;br /&gt;
berlutut. Sambil tetap menunduk, sang Putri menendangnya. Di dalam pergulatan mereka, prajurit itu tidak bisa menembakkan senjatanya. &lt;br /&gt;
Quenser panik, tapi rasa khawatirnya itu tidak beralasan. Sang Putri memegang tusuk logam untuk memasak yang memiliki standar yang sama &lt;br /&gt;
dengan peralatan bertahan hidup seperti perban dan tongkat pancing. Dia menusuk prajurit itu dari samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu prajurit yang tersisa mencoba melarikan diri dari sang Putri, tapi dia dengan cerobohnya mengangkat kepalanya terlalu tinggi &lt;br /&gt;
sehingga berondongan peluru dari Quenser mengenai kepalanya dan membuatnya jatuh ke salju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau itu yang Quenser pikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prajurit yang terluka akibat serangan tusukan dari sang Putri menarik pelatuk senapannya dan jatuh ke salju. Sepertinya, dia tidak &lt;br /&gt;
berniat melakukan itu, tapi dia menarik pelatuk dari pelontar granatnya yang terdapat di bagian bawah senapannya. Larasnya membidik semua &lt;br /&gt;
arah... yang tanpa sengaja membidik ke arah Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara ledakan yang keras membentuk sebuah bentuk panah daripada garis lurus&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser tidak tahu apa yang harus dia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah itu, Quenser terlempar karena ledakan itu dan rasa sakit menjalar ke bagian atas tubuhnya. Pandangannya tertutup oleh &lt;br /&gt;
warna putih. Saat pertama, dia berpikir bahwa itu adalah langit, tapi sebenarnya kepalanya tertutup oleh salju. Butuh beberapa saat &lt;br /&gt;
sampai dia bisa berbaring di sisi tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(... Apa ... yang terjadi padaku.... ?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia masih belum sadar apa yang terjadi pada dirinya, semua kekuatannya meninggalkan tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah bagaimana dia mampu menggerakkan tubuhnya yang membeku seperti mayat yang telah mencapai tahap Rigor mortis, tapi pegangan &lt;br /&gt;
senapannya masih ada di jarinya. Lengannya kemudian jatuh di atas salju. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya dia bisa merasakan rasa sakit di dada dan lehernya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Sial, apa yang terjadi? Apa mereka semua mati? Apa aku meleset? Mereka tidak akan bangun lagi kan?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada lagi suara tembakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah membunuh mereka semua, mereka telah kabur, atau mereka berhenti karena mereka sadar bahwa mereka akan menghabiskan peluru &lt;br /&gt;
mereka? terkubur di bawah salju, Quenser tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(... Kh ...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melihat lukanya, tapi tubuhnya tidak bisa bergerak sesuai dengan keinginannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, pikirannya berhenti berpikiran normal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apa yang terjadi dengan sang Putri...?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berusaha keras untuk sampai ke tempat ini demi menyelamatkan sang Putri dan dia tidak memiliki tenaga untuk melihat apakah sang Putri &lt;br /&gt;
masih hidup atau tidak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesadarannya menurun hingga ia turun ke dalam kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan rasa sakit yang ia rasakan tadi menghilang; tidak ada lagi rasa sakit yang membuatnya harus berteriak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 11===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia serasa mendengar seseorang memanggil namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang bisa dia lihat sekarang hanyalah pandangan yang entah berwarna hitam maupun warna-warni. Sepertinya warna itu berasal dari kedua &lt;br /&gt;
bola matanya yang tertutup yang menghasilkan mosaik tanpa proses dari otak. Sementara Quenser kehilangan keseimbangannya, rasanya dia &lt;br /&gt;
akan muntah, dan matanya begitu kosong, dia mendengar seseorang memanggil namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Hey, bangun, Quenser!! Jangan tidur! Bangun!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heivia...?” Quenser berguman dengan suara yang serak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya tenggelam di dalam salju, tapi dia tidak bisa merasakan dinginnya salju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa? Bukannya kau melarikan diri...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diam. Aku tidak memiliki pilihan lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia memiliki misil anti-tank yang mudah dibawa digantung di punggungnya. Dia sebenarnya tahu bahwa memiliki benda seperti ini pun &lt;br /&gt;
tidak ada artinya, tapi Heivia merasa bahwa dia harus membawa senjata api sebanyak yang ia bisa bawa. Quenser sepertinya tahu bahwa tubuh &lt;br /&gt;
Heivia bergetar karena ketakutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa takut akan Object tidak akan bisa hilang begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan, Heivia telah mengikuti Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apakah aku tertembak...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau itu amatir. Granat tadi tidak diarahkan ke kamu tapi ke batu yang ada di sana. Tubuhmu bagian atasmu terkena pecahan batu yang &lt;br /&gt;
meledak tadi. Kalau kau langsung terkena granat itu, tubuhmu pasti hancur. Mereka sengaja melakukan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu ya. Aku payah sekali... apa aku pingsan karena ledakan itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mencoba untuk bangun, tapi ia mengerang setelah merasa tekanan yang begitu hebat di dadanya. Sepertinya efek syok yang &lt;br /&gt;
diakibatkan ledakan itu tadi membuat jantungnya berdetak cepat.  Ia batuk dan akhirnya ia bisa merasakan dirinya yang masih utuh di dalam &lt;br /&gt;
salju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tidak! Di mana yang Putri Elit...? Apa dia dibawa oleh musuh saat aku pingsan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau katakan? Kau menang. Kau mengalahkan mereka semua, jadi jangan khawatir. Lihat, pahlawan. Putri yang kau selamatkan ada di &lt;br /&gt;
sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat ke arah yang ditunjuk oleh Heivia dan melihat sang Elit itu duduk sekitar 2 meter dari mereka. Putri berdiri sambil &lt;br /&gt;
melihat wajah Quenser seperti tidak percaya pada apa yang dia lihat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresinya saat itu sulit untuk dikatakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya saja yang pasti adalah rasa takut yang begitu kuat. Lebih kuat dari syok yang ia rasakan. Dia terlihat tidak bisa percaya bahwa dia &lt;br /&gt;
telah selamat dan tetap hidup. Emosinya tidak bisa dijelaskan dengan istilah umum yang biasa digunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa...?” katanya dengan suara yang bergetar karena emosinya yang masih berkumpul di dalam dirinya. “Kenapa kau datang untuk &lt;br /&gt;
menyelamatkanku...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, apa yang selama ini dia rasakan dan tahan sedari tadi tumpah keluar karena lubang di dalam hatinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau mungkin dia merasakan sesuatu yang membuatnya tidak bisa berbohong lebih lama lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu kan tidak pernah diperintah untuk bertarung. Kamu juga bukan Elit. Kamu tidak dilindungi oleh zirah yang anti ledakan nuklir, jadi &lt;br /&gt;
kenapa kamu ke sini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser merenungkan perkataan sang Elit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makna yang lebih dalam dari yang biasa sang Elit itu tunjukkan seperti menampilkan pribadi yang berbeda dari yang Quenser tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan aku akan terus menertawakanmu di dalam hatiku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-katanya terus tumpah ke luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini sebenarnya agak tidak sopan untuk dikatakan seorang pilot Object yang menjadi ujung tombak angkatan militer dan, sekaligus, wakil &lt;br /&gt;
dari negaranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan menertawakanmu karena kau akan selalu membutuhkanku untuk melindungimu dan karena kau akan terbunuh karena Object!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, hal inilah yang membuatnya kini terlihat seperti manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser sadar bahwa sang Putri itu tidak terlihat seperti air yang bening; ia lebih terlihat seperti air putih yang berbau seperti klorin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak ingin mengatakan seperti ini dan aku rasa aku memiliki pendapat yang lebih sopan dari itu, tapi aku harus mengatakan ini &lt;br /&gt;
karena aku memiliki perasaan yang buruk tentangmu!! Kenapa kamu ke sini untuk menyelamatkanku!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia saling bertukar pandang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka kemudian melihat kembali sang Elit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka melihat seorang gadis yang kehilangan perannya karena kehilangan Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang kamu maksudkan dengan ‘perasaan yang buruk’ tentangku itu benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mencoba mempelajari sebanyak mungkin tentang Object, tapi aku sekarang mengerti sesuatu yang kudapat setelah pertarungan hari ini. &lt;br /&gt;
Benda itu adalah monster. Benar, itu adalah monster. Siapa yang bertarung sendirian di sana selama ini untuk mencegah monster itu datang &lt;br /&gt;
ke markas kita?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu melihat Quenser dengan pandangan yang terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkubur di dalam salju dengan tingkat gangguan mental dan syok yang tinggi sepertinya tidak menghilangkan keteguhan di wajahnya, tapi &lt;br /&gt;
Quenser mencoba menggerakkan otot wajahnya yang kaku untuk tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi tidak lama lagi,” kata Quenser sambil mengangkat senapan yang jatuh di dekatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menarik magasin yang telah habis dan menggantinya dengan magasin yang baru yang diberikan oleh Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan dengan Object, benda ini tidak lebih dari tusuk gigi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan benda itu di tangannya, Quenser melihat wajah sang Elit dan memperlihatkan mukanya yang kacau itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak perlu lagi bertarung sendirian. Apa ada alasan lain yang perlu kau tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu tidak tahu apa yang harus ia jawab lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah seorang Elit, pilot yang mengendarai senjata raksasa bernama Object. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya tidak ada seorang pun yang pernah berkata seperti itu kepadanya sebelumnya. Dia telah hidup dengan menanggung begitu banyak &lt;br /&gt;
nyawa di pundaknya, menang adalah hasil yang ingin mereka dengar, dan dia tidak pernah diancam akan kehilangan semuanya jika ia kalah. &lt;br /&gt;
Dia berusaha sendirian dengan keringatnya sendiri dengan beban seperti itu. Maka dari itu, dia tidak pernah protes atas perannya di dalam &lt;br /&gt;
perang ini yang tidak memberikan hasil menggembirakan apa pun bahkan ketika dia harus terluka dan berapa banyak perasaan yang kecewa &lt;br /&gt;
padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu tidak begitu menerima apa yang dikatakan oleh Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berbalik dengan wajah yang kacau kepada Heivia, tapi Heivia menyelanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku bukan tentara khusus. Quenser bilang bahwa kamu tidak cukup untuk menjadi umpan dan instingku mengatakan hal itu. aku tahu kalau &lt;br /&gt;
Quenser itu sangat benar, jadi aku harus menyiapkan sesuatu yang dapat berfungsi sebagia umpan – umpan yang lebih baik dari kita. Kalau &lt;br /&gt;
tidak, kita akan mati. Dan juga... well ... seperti yang aku bilang tadi, aku tidak memiliki pilihan.” Dengan gayanya yang biasa, Heivia &lt;br /&gt;
melihat ke sekelilingnya. “Sekarang, putriku dan ksatrianya. Sepertinya kita tidak bertahan di tempat ini lebih lama lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser termenung, tapi dia sadar apa yang dimaksudkan oleh Heivia kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keberanian Heivia yang ia paksakan – tersembunyi dibalik ketakutannya – merasakan kehadiran Object yang mendekati mereka dengan suara &lt;br /&gt;
petir yang menggelegar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo pergi! Kau membuat beberapa kegaduhan saat membunuh prajurit-prajurit itu. Object mereka pasti mengarah ke sini.!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia menangis karena ketakutan dan mengakhiri suasana menenangkan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka kembali ke neraka yang menyambut mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Permainan kejar-kejaran dengan taruhan hidup dan mati bersama dengan Object yang mengejar mereka telah dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial! Ke mana kita harus pergi!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salju yang dalam menahan kaki mereka, tapi Quenser begitu kuat berusaha untuk bergerak. Sementara Heivia berteriak begitu keras untuk &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
menghilangkan rasa takutnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau harus mengingat peta area tempat di mana kau berperang!! Ada gua sekitar 50 meter dari sini. Kalau kita bisa ke sana, kita bisa &lt;br /&gt;
kabur dari Object ini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
50 meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah jarak yang bisa mereka tempuh dengan berlari bahkan dengan peralatan di punggung mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, salju yang dalam ini menahan kecepatan mereka dan Object musuh menggunakan aliran listrik statis yang bergerak dengan mulus di &lt;br /&gt;
lereng gunung. Gerakannya itu membuat Object terlihat menuruni bukit seperti seluncuran. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jaraknya sekitar 3 km, tapi jarak itu tidak ada artinya bagi Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benda itu mengarahkan meriam plasmanya ke kita!!” teriak sang Elit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Jika Object itu mengarahkan senjatanya ke arah kita, tidak mungkin bisa mengenai kita tepat sasaran. Apa mereka sudah tidak peduli lagi &lt;br /&gt;
untuk menangkap Sang Putri hidup atau mati?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarak menuju gua itu anehnya terasa sangat jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Mereka mungkin bisa mendapatkan informasi di mana Object kita disembunyikan kalau bisa menangkap sang Putri lalu menyiksanya, tapi &lt;br /&gt;
serangan ini sangat berbeda dari tindakan prajurit-prajurit yang tadi!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merasa bahwa kakinya begitu kaku karena rasa takut, tapi dia tidak memiliki pilihan lain selain lari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Quenser. Kau insinyur perang, kan? Apa kau punya peledak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku punya 5 kilogram C4!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa!? Bukannya standarnya 10 kilo!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku merasa bodoh kalau membawa peledak seperti itu ke mana pun aku pergi! Dan kenapa insinyur sipil sepertiku harus menggunakan peledak! &lt;br /&gt;
Benda itu tidak akan berguna bagi Object!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berikan padaku! Cepat pergi ke sana!! Pemicunya sekalian!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka mendekati mulut gua itu, Quenser menempelkan clay seukuran kaleng semprot rambut. Bom itu diletakkan di dalam sebuah paket &lt;br /&gt;
dengan kertas film yang bening dan Heivia menyiapkan penerima sinyal peledak di kertas film itu sebelum menancapkan pemicu lipstik di &lt;br /&gt;
dalamnya. Dia kemudian menempelkannya tepat di mulut gua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senjata utama Object mendekati mereka, meriam plasma berkeseimbangan rendah, dengan perlahan mengarahkan senjatanya kepada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Heivia lompat ke dalam gua itu sebelum mereka sempat menyalakan pemicunya dan Quenser mengikutinya. Kaki sang Putri tersangkut di &lt;br /&gt;
dalam salju dan tersandung, tapi dia mampu bangkit kembali dan berguling masuk ke dalam gua. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dengan panik menangkap sang Putri sebelum berteriak kepada Heivia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa yang akan kita lakukan sekarang!? Kalau meriam itu menembak gua ini, kita akan dimasak sampai mati!! Tidak peduli berapa dalam &lt;br /&gt;
gua ini, panasnya akan menaikkan suhu udara di gua ini dan mengubah gua ini menjadi oven untuk memasak kita!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itulah kegunaan C4! Sekarang, minggir!! Masuk lebih ke dalam!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia menyuruh mereka dan Quenser masuk ke dalam gua itu lebih dalam dengan mengajak sang Elit di belakangnya. Setelah masuk sekitar 10 &lt;br /&gt;
meter, Quenser baru menyadarinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang Heivia rencanakan dengan bom C4 itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mungkin telah merencanakan sesuatu saat Object itu tadi mendekati mulut gua ini, tapi Quenser ragu kalau serangan itu akan memberikan &lt;br /&gt;
efek ke Object. Lagi pula, zirah Object bisa menahan serangan apa pun bahkan serangan nuklir sekali pun tanpa kesusahan sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, aku mencoba mengadu keberuntungan kita dari awal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, Heivia menekan tombol pemicu ledakan dengan perangkat nirkabel peledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara begitu menggelegar, langit-langit gua itu runtuh, menutup pintu gua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia sedang mencoba menguji keberuntungan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari awal, dia ingin mengubur mereka hidup-hidup jika tidak ada jalan keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, suara ledakan yang menekan tubuh mereka menghancurkan gua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkat itu, Quenser merasa bahwa gendang telinganya terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 12===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka menyusuri gua yang bercabang itu sedikit lebih jauh lagi dan menemukan sebuah pintu keluar yang lain setelahnya. Setelah keluar, &lt;br /&gt;
mereka bertiga mengubur jalan keluar itu dengan salju. Mereka sebenarnya ingin meledakkannya dengan C4, tapi suara ledakan itu pasti &lt;br /&gt;
menarik perhatian Object yang mengejar mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object raksasa itu tidak dapat masuk ke dalam gua, jadi prajurit manusia-dengan-darah-daging pasti akan dikirim untuk mencari mereka &lt;br /&gt;
bertiga. Mereka ingin musuh berpikir bahwa mereka masih bersembunyi di dalam gua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan yang lain bersembunyi di dalam hutan Conifer di luar gua itu. Quenser yakin bahwa bersembunyi di hutan di saat seperti ini &lt;br /&gt;
tidak akan bisa menghilangkan hawa dingin yang menusuk di tanah yang membeku ini, tapi hutan ini juga mengurangi aliran angin yang &lt;br /&gt;
dingin; paling tidak mereka bisa menjaga suhu tubuh mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil memakan ransum mereka yang memiliki rasa nasi mentah yang dibuat dari penghapus, Quenser melihat pintu masuk gua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, sepertinya mereka tidak tahu ke mana kita pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku masih bisa mendengar suara rendah itu, seperti suara kilat dan guruh, jadi Object pasti masih di dekat sini,” kata sang Putri Elit &lt;br /&gt;
itu sambil menegangkan telinganya dan memasukan ransum itu ke dalam mulutnya dengan kedua tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar itu, Quenser memfokuskan pendengarannya pada suara yang tidak asing itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya mengurusi Elit yang mengendarai Object adalah prioritas utama mereka. Mereka tidak akan berhenti mencari sebelum &lt;br /&gt;
menemukannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu juga berarti bahwa kawan yang sama-sama melarikan diri bersamanya tidak akan dibunuh sampai Quenser dan yang lain ditemukan atau &lt;br /&gt;
musuh memilih menyerah mencari mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia masih memiliki perangkat nirkabel anti misil tank yang menggantung di pundaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, karena musuh sudah kehilangan jejak kita, apa kita kita memiliki kesempatan kalau kita melarikan diri sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin, tapi kita sama saja bunuh diri kalau kita memanjat gunung sekarang,” kata Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial!” kutuk Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis Elit itu sedang ngemil ransum berbentuk kotak dan berkata, “Tapi apa kamu benar-benar yakin kalau kita bisa tetap bertindak sebagai &lt;br /&gt;
umpan sampai mereka pergi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita pasti akan mati kalau kita melakukan itu. Kalau tentara musuh menangkap kilasan bayangan kita saja, mereka pasti akan mengirim &lt;br /&gt;
Object dan akan menembakkan meriam plasmanya ke arah kita! Bahkan kalau kita keluar sebagai umpan, kita tidak akan berbuat banyak!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, apa kamu mau bilang kita pergi begitu saja!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya!! Aku cuman mau bilang itu!! Bahkan tidak mungkin sang Putri bisa melawan monster itu sekarang! Apa yang memangnya bisa kita &lt;br /&gt;
lakukan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang putri menundukkan kepalanya yang menyiratkan bahwa dia telah kalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Itu karena perangkat itu tiba-tiba saja aktif. Aku butuh waktu untuk menunda mode itu dan Object itu berusaha menyerangku saat aku &lt;br /&gt;
sedang menunda sistemnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perangkat Oh, maksudmu perangkat keamanan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada dasarnya, itu adalah perangkat peledakan diri sendiri. Object adalah brankas teknologi militer rahasia sebuah negara, jadi harus &lt;br /&gt;
benar-benar dipastikan bahwa sebuah Object tidak jatuh ke tangan musuh. Jika sensor itu mendeteksi bahwa sebuah Object tidak bisa lagi &lt;br /&gt;
berfungsi karena kerusakan parah, Object sang Putri akan menutup gas yang digunakan oleh meriam plasma berkeseimbangan rendahnya di ruang &lt;br /&gt;
kosong di antara zirah dan reaktornya dan meledakkannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak penting. Jangan coba-coba melarikan diri dari sebuah masalah dengan obrolan kosong. Kita harus menangani water strider itu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau masih berpikir untuk melarikan diri? Kau mungkin bisa selamat, tapi efek traumanya akan tetap hinggap di tubuhmu selama-lamanya! &lt;br /&gt;
Kamu bangsawan, kan? Menjadi satu-satunya orang yang selamat setelah ini adalah sebuah aib bagimu. Kamu tidak akan bisa menjadi kepala &lt;br /&gt;
keluargamu dan kualitas hidupmu akan terus menurun, menurun, dan menurun lebih cepat dari yang kau bayangkan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....!? Lalu apa yang harus aku lakukan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada saat ini, kau akan mati di sini atau mati di negara asalmu! Kalau kau tidak ingin seperti itu, kita harus melakukan sesuatu &lt;br /&gt;
sekarang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bertiga terdiam dan sekarang mereka memiliki pertanyaan yang sekarang harus mereka jawab yaitu “Bagaimana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melempar ransum tanpa rasa itu ke mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia meliat keduanya dan muncullah sebuah pemikiran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku adalah tamtama yang mempelajari desain Object, kau adalah analis yang menangani sebuah strategi untuk kemenangan Object, dan kau &lt;br /&gt;
adalah sang Elit yang mengendarai Object. Kalau begitu, kita bertiga bisa...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kau bercanda kan. Aku rasa aku tahu apa yang kamu pikirkan, tapi tolong katakan kalau kau bercanda.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Kita enggak ada pilihan lain lagi, benar?” kata Quenser dengan ekspresi yang sama dengan orang yang sedang dipojokkan. “Kita harus &lt;br /&gt;
mencari kelemahan dari makhluk yang tak terkalahkan itu, Object.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian, Quenser dan dua orang lainnya telah memutari lereng gunung itu dengan kaki mereka, mengarah kembali ke pintu masuk gua yang &lt;br /&gt;
mereka ledakkan dengan C4.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bersembunyi di dalam salju dan memegang senapannya yang ditaruh di antara celah-celah pepohonan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak berencana untuk menembak musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menggunakan pembidiknya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser sedang memperhatikan Object, jadi senapan itu sebenarnya tidak ada gunanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Hey, jangan tekan pelatuk infra merah itu. kalau mereka menyadarinya, Object akan menembak kita dengan meriam plasmanya.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia sedang berbaring di sebelahnya dan memberikan sebuah peringatan kepadanya. Itulah tanda betapa gugupnya ia sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan itu saja yang mengejutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berada sejauh 300 meter dari Object, tapi jika Object menyadari keberadaan mereka, mereka tidak memiliki jalan lain untuk kembali. &lt;br /&gt;
Mereka, tanpa ampun, akan dibunuh. Mendengar suara gemuruh itu saja sudah membuat rasa takut mereka begitu tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(... Apa yang dilakukan Object itu?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(... Mencari kita dengan radar? ... Tidak. Mereka mungkin bisa mendeteksi tank atau pesawat, tapi aku ragu kalau radar itu bisa mencari &lt;br /&gt;
manusia.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(... Sepertinya Object itu berusaha mencari akses ke satelit. Namun, sepertinya tidak berjalan dengan baik karena sinyalnya dihalangi &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sesuatu,)” tambah gadis Elit itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Oh, benar juga. Rudal sekam yang digunakan sebagai senjata meteorologi. Rudal itu bisa menyebarkan partikel penghalang sinyal di &lt;br /&gt;
awan dan mengubahnya menjadi raksasa penghalang sinyal satelit.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau Object bisa menggunakan satelit, mereka bisa ditemukan dalam waktu singkat. Quenser begitu berterima kasih atas pembuangan pajak &lt;br /&gt;
ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, sekarang kita ulas kembali semua yang kita tahu,” katanya sambil melihat melalui pembidiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia melihat Object melalui perangkat misil anti tanknya dan harus berusaha keras agar suaranya bisa begitu pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Codename-nya adalah Water Strider. Oh, itu nama yang kita buat. Kita tidak tahu nama apa yang diberikan oleh pengembangnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nama itu berasal dari kakinya,” kata sang Putri Elit yang merangkak mendekati Quenser sambil melihat water strider itu dengan telanjang &lt;br /&gt;
mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengarahkan senapannya ke arah kaki Object itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh utamanya berbentuk bola. Empat kaki itu memanjang dari bola itu dan menusuk tanah di bawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bergerak dengan meluncur bukan berjalan. Itu meluncur sama seperti water strider yang bergerak di atas air, dan dari situlah nama itu &lt;br /&gt;
berasal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya untuk meluncur di tanah, dia menggunakan tenaga listrik statis. Prinsip kerjanya sama dengan Objectmu, tapi dengan empat &lt;br /&gt;
kakinya, Object itu bisa bergerak dengan mulusnya di atas permukaan yang kasar,” kata Quenser yang begitu fokus memperhatikan bagian &lt;br /&gt;
bawah kaki itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy_Object_v01_106.png|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Putri melanjutkannya untuk mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Listrik statis itu hanya digunakan untuk membuat Object mengambang. Itu digunakan untuk menggerakkan tubuh Object yang besar itu untuk &lt;br /&gt;
maju. Untuk Objectku, aku menembakkan laser untuk memanaskan udara, tapi Water Strider menggunakan kakinya untuk menembak langsung &lt;br /&gt;
tanahnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan aspek itu, Water Strider bergerak persis seperti serangga water strider sungguhan. Namun, perhitungan tingkat tinggi dan &lt;br /&gt;
pengaturan yang teliti pasti dibutuhkan untuk secara cepat memastikan bahwa berat Object tidak tertumpu pada satu kaki saja yang dapat &lt;br /&gt;
menghancurkan kakinya sendiri. Sebenarnya Object itu harus menggunakan metode di mana kakinya hanya menyentuh tanah saat benda itu &lt;br /&gt;
menolak tanah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melalui beberapa pemikiran, Quenser melanjutkan penjelasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada dasarnya, metode listrik statis sama saja dengan hovercraft yang menghembuskan udara di bawah untuk mengambang di atas air. Dari &lt;br /&gt;
pada menghancurkan Object, bisakah kita menggali tanah di bawah kakinya? Jika ada perbedaan permukaan tanah, energi yang digunakan &lt;br /&gt;
membuatnya mengambang tidak akan bisa menyeimbangkan berat badan Object dan mungkin tidak akan bisa mengambang lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benda itu masih bisa berjalan dengan empat kakinya kalau perlu. Kalau ada satu kaki yang terjebak, tinggal ditarik saja. Mungkin kita &lt;br /&gt;
bisa menghentikannya selama 10 detik, tapi tidak akan cukup untuk membuatnya berhenti berfungsi,” Heivia mencoba menjelaskan. “Juga, &lt;br /&gt;
meriam plasmanya tetap aktif bahkan ketika kita menghentikan kakinya. Kita malah akan merubah mode serangnya menjadi mode bertahan dan &lt;br /&gt;
berubah menjadi benteng. Ketika benda itu sadar bahwa kita menghancurkan kakinya, Object itu pasti akan meledakkan kita. Mungkin rencana &lt;br /&gt;
ini akan berhasil kalau kita ingin mati demi menyelamatkan Froleytia dan yang lain, tapi jujur saja aku tidak ingin mati seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu...” Sang Elit memindahkan pandangannya dari kaki Water Stider sampai senjata utamanya yang dipasang di bagian atas. &lt;br /&gt;
“Bisakah kita membuat tembakannya meleset? Kalau hanya Object yang bisa menghancurkan Object, mungkin kita bisa menggunakan kekuatan &lt;br /&gt;
Object sendiri untuk...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin bisa kalau kita memiliki Object kita sendiri, tapi rudal kecil ini tidak akan bisa menggores meriam utamanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia memukul ringan rudal anti tank di punggungnya seperti sampah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tidak bisa menghancurkan kaki atau meriamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang tersisa hanyalah...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi yang harus kita tangani sekarang adalah tubuh utamanya.” Quenser melihat bola raksasa yang menjadi tubuh utama Object itu dengan &lt;br /&gt;
pembidiknya. “Tapi bukankah bagian itu adalah bagian yang paling kuat dari semuanya? Sebuah pelindung nuklir yang mengelilingi reaktor &lt;br /&gt;
raksasa di dalamnya. Bagaimana mungkin kita bisa menembusnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ya, kita kan masih memiliki suku cadang Object kita, kan? Mungkin ada bagian senjata utama sang Putri yang bisa digunakan di sana? &lt;br /&gt;
Hanya senjata Object yang bisa digunakan untuk menghancurkan Object, kan? Jadi mungkin kita bisa menyerangnya dengan meriam kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tahu berapa banyak tenaga yang dimiliki oleh Object?” Quenser menggeleng kepalanya dengan muka yang masam. “Reaktornya bisa &lt;br /&gt;
menghasilkan tenaga yang cukup untuk dibagi bahkan ketika 100 senjatanya ditembakkan di saat yang bersamaan. Bahkan pesawat carrier yang &lt;br /&gt;
bertenaga nuklir sekalipun tidak akan bisa mencukupi tenaga itu. Reaktor itu adalah hasil kerja keras umat manusia. Itu adalah karya &lt;br /&gt;
tangan manusia yang dibuat oleh 300 teknisi dengan kemampuan yang melebihi mesin. Tidak mungkin ada reaktor yang bisa digunakan untuk &lt;br /&gt;
mengganti reaktornya.” Quenser melanjutkan kelemahan yang ada pada saran Heivia. “Dan bahkan ketika kita memiliki reaktor itu, senjata &lt;br /&gt;
itu dibuat khusus untuk Object setinggi 50 meter dan seberat 20 ton. Gelombang kejut pasca tembakan Railgun dan Coilgun mungkin cukup &lt;br /&gt;
untuk membunuh kita setelah menembak dan reaksi panasnya dari laser dan meriam plasmanya akan merubah kita menjadi manusia obor. &lt;br /&gt;
...Sebenarnya, meriam plasma berkeseimbangan rendah itu akan berubah menjadi roket ketika kita menembakkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga memikirkannya tadi, brengsek. Dan Water Strider sialan itu sudah pasti menghancurkan semua fasilitas perawatan di markas kita &lt;br /&gt;
dan menghancurkan semua kemungkinan yang dapat memperbaiki Object.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dua orang berhenti bicara di bagian ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis Elit itu terlihat bingung ketika dua orang laki-laki ini mengalihkan perhatian mereka dari pembidiknya dan saling bertukar pandang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kita tidak bisa menghancurkan Object, markas mereka masih dijalankan oleh manusia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Monster itu adalah sebuah senjata, jadi dia akan berhenti bergerak ketika dia tidak mendapatkan perawatan, benar begitu kan?”&lt;br /&gt;
Quenser dan dua orang lainnya melihat Water Strider yang jauh itu mengarah menuju lereng gunung. Mereka bertiga beralih menuju markas perawatan Object musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berada di dalam menara berkarat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya menara ini dibangun untuk digunakan sebagai menara pengawas saat menara ini sedang dibangun dan radar yang masih dalam tahap &lt;br /&gt;
pembangunan. Sepertinya menara ini sudah ditinggalkan sejak markas itu selesai dibangun, jadi Quenser dan yang lain bisa menggunakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara bersembunyi di balik bagian anti peluru yang menempel di menara pengawas ini, mereka melihat dari jauh letak markas perawatan &lt;br /&gt;
itu tersebar. Markas itu sepertinya memiliki luas 500 meter persegi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Hei, apa kau sadar?” bisik Heivia saat mereka melihat markas itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, banyak sekali fasilitas radar di sini. Dan bahkan, markas ini terdiri dari banyak radar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gedungnya banyak dibangun dari beton yang tebal termasuk area perawatan Object yang digunakan oleh Water Strider atau fasilitas radar &lt;br /&gt;
yang mendukung Object. Hampir tidak ada kekuatan militer selain Object. Markas ini dibangun berdasarkan teori yang menyatakan bahwa &lt;br /&gt;
Object sinonim dengan perang dan maka dari itu semua hal harus difokuskan padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selain tidak ada tank dan pesawat, bahkan tidak ada kendaraan lapis baja atau kendaraan pengangkut tentara. Beberapa kendaraan tersebar &lt;br /&gt;
di sana seperti traktor untuk menggali salju.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku rasa mereka membuang semua fasilitas yang sama sekali tidak berhubungan dengan Object atau fasilitas lain yang tidak diperlukan &lt;br /&gt;
untuk memangkas biaya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar juga, menghabiskan pajak demi perawatan tank dan pesawat yang sudah ketinggalan zaman terdengar sangat bodoh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya, satu-satunya kekuatan militer di luar Object yang ada di dalam markas itu adalah infanteri. Dan berbicara soal infanteri...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku rasa ini tidak mengejutkan,” gumam Quenser. “Seorang tamtama sepertiku yang tidak pernah memegang senjata tidak akan bisa melawan &lt;br /&gt;
empat orang tentara sungguhan. Mereka mungkin hanya pekerja perawatan. Mereka tidak akan menduga bahwa mereka menangkap sang Elit, jadi &lt;br /&gt;
mereka dengan cepat mengumpulkan pekerjanya untuk mencari kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak peduli mereka terlatih atau tidak, mereka adalah orang brengsek yang kau bunuh. Ini tidak merubah kenyataan bahwa kau adalah &lt;br /&gt;
ksatria yang menyelamatkan sang Putri,” kata Heivia setengah bercanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana hati mereka sedikit meningkat saat mereka begitu dekat dengan Object bahkan ketika hanya sebentar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun, kalau mereka mengirim pekerja perawatan ke garis depan, ini berarti mereka tidak memiliki cukup banyak tentara. Kalau kita bisa &lt;br /&gt;
menangani Object itu, Froleytia dan orang-orang yang melarikan diri bisa menyerang mereka semua.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masalah utamanya adalah Object ini,” kata Putri Elit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat fasilitas besar di markas itu yang sepertinya adalah fasilitas perawatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“? ...Sepertinya atap dan dinding itu bisa dibuka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, sepertinya mereka hanya berperang dengan Object. Akan menjadi masalah besar kalau mereka diserang saat Object mereka sedang &lt;br /&gt;
dirawat. Aku yakin mereka masih mengaktifkan meriamnya ketika dirawat jadi mereka tidak akan bisa diserang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kalau Object itu masih bergerak, bagaimana mereka bisa merawatnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Water Strider memiliki 100 senjata, jadi mereka masih memiliki lebih dari 50 lainnya yang tersisa saat setengah yang lain sedang dalam &lt;br /&gt;
perawatan. Dengan itu, mereka memiliki jumlah minimum yang bisa diaktifkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat ke belakang, yaitu ke arah markas saat mendengarkan suara Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Jadi apa yang harus kita hancurkan?” tanya Quenser kepada teman seperjuangannya sambil memikirkan struktur dari berbagai macam &lt;br /&gt;
bangunan ini. “Apa yang akan menghasilkan kerusakan paling parah jika dihancurkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sudah tahu, kan? Kakinya. Pasti ada tempat penyimpanan di sana yang menyimpan suku cadang untuk kaki Water Strider.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Elit terlihat bingung, tapi Quenser setuju dengan pendapat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahkan ketika raksasa itu mengambang, pasti kakinya akan memiliki efek ketegangan yang tinggi. Akan sangat buruk bagi permukaan yang &lt;br /&gt;
rata seperti hovercraft dan menggunakan ujung dari empat kakinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menurut rekam jejak perang kita, Water Strider itu selalu mundur ke markas mereka setiap 12 jam dalam sehari untuk perawatan. Sepertinya &lt;br /&gt;
Water Strider itu harus dibongkar pasang untuk bagian “selop kaca” di bagian kakinya. Menghasilkan tenaga sebesar itu pasti membuat &lt;br /&gt;
raksasa itu melelehkan bagian logamnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Objectku menggunakan listrik statis juga, tapi kita bisa bergerak selama setengah tahun tanpa mengganti suku cadangnya. Aku ingat karena &lt;br /&gt;
itu dipasang menyatu dengan kotak mengatur tekanan gas yang dikeluarkan dari reaktor JPleverMHD.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu karena efektivitas areanya, itukah yang kau pikirkan? Permukaan datar yang mengambang di bagian bawah Y terbalik memiliki panjang &lt;br /&gt;
puluhan meter, jadi beban pada satu titik tidak terlalu besar. Namun, Water Strider itu mengambang hanya dari empat kakinya, jadi &lt;br /&gt;
kaki-kakinya akan cepat rusak. Itulah kenapa ada perbedaan antara Objectmu dengan Water Strider ini di dalam penggantian suku cadangnya; &lt;br /&gt;
yang satu setiap hari dan milikmu setiap setengah tahun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Karena itu setengah hari, bukankah itu berarti Water Strider itu akan mengejar kita selama 12 jam lagi walau fasilitasnya &lt;br /&gt;
dihancurkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, kalau hanya mengganti ‘selop kacanya’ dengan yang baru. Sudah cukup lama sejak terakhir ia menggantinya dan pasti akan &lt;br /&gt;
meningkatkan ketegangan di kakinya lebih tinggi dari pada saat bertarung dengan Object sang Putri. Aku rasa, bagian bawahnya pasti sudah &lt;br /&gt;
terbakar cukup parah sekarang. Dan aku yakin, tidak mengejutkan kalau Object itu akan kembali sekarang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kalau kita menghancurkan suku cadangnya...” gumam sang Putri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Monster itu tidak bisa menggantinya. Object itu akan membakar kakinya dan tidak akan lagi bisa bergerak. Bahkan ketika monster itu &lt;br /&gt;
dipaksa bergerak, dinding tebalnya akan melelehkan sistem di dalamnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita tidak bisa menghancurkan Object itu, tapi kita bisa melarikan diri dari ancamannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu berarti kita harus memikirkan cara untuk menyusup ke dalam markas musuh,” kata sang Elit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia melihat gadis pendek itu dan dia melanjutkan bicaranya katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebagai seorang pilot Object, aku punya cara bagaimana kita bisa menerobos jaringan radarnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 13===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya bahan peledak mereka yang tersisa hanyalah C4 yang biasa digunakan untuk meledakan jembatan atau bebatuan dan misil anti &lt;br /&gt;
tank di bahunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia turun dari menara pengawas itu dan menuju markas perawatan Object.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apakah kita harus meninggalkan sang Putri di belakang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walau kita bertiga pergi ke sana, tak ada yang akan berubah. Jika Water Strider itu kembali saat kita sedang bekerja, kita harus keluar &lt;br /&gt;
dari markas, jadi meninggalkannya di sana sebagai pengawas adalah jalan terbaik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah. Beri aku waktu berpikir, tuan Ksatria. Bahkan jika tentara berpangkat rendah seperti kita tertangkap oleh musuh, masih ada &lt;br /&gt;
kemungkinan kalau musuh akan memperlakukan kita seperti tawanan perang. Namun, kalau sang Elit tertangkap, perlakuannya pasti berbeda. &lt;br /&gt;
Dia pasti akan disiksa secara brutal untuk mendapatkan informasi di mana posisi Object kita yang lain berada atau menghancurkan &lt;br /&gt;
perlawanan tentara kita sampai ke akarnya. Kau seharusnya bisa memastikan kalau dia bisa melarikan diri kalau rencana kita ini ketahuan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang aku bilang: ini yang terbaik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser berusaha dengan keras untuk menerobos salju yang tebal ini, sekilas ia tersenyum di bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena suhu yang amat dingin, itu terlihat sangat kaku, senyum yang kaku, tapi bagaimanapun bentuknya itu adalah senyum yang natural.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau terlihat bersemangat,” katanya ke Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja. Menyerang markas musuh dengan orang berengsek sepertimu terdengar lebih baik dari pada dikejar-kejar Object musuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semangat mereka telah kembali seperti semula setelah melalui beberapa candaan sarkastik yang membawa mereka lebih nyaman dan tidak &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tertekan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka kemudian mencapai barikade di belakang markas musuh. Markas musuh dikelilingi oleh jaring yang dibuat dari serat sintetik, tapi &lt;br /&gt;
sepertinya tidak ada sensor yang dipasang di sepanjang jaring itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau pikirkan? Memanjatinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan, dasar bodoh. Penjaga pasti akan sadar kalau kita memanjat jaring sepanjang 2 meter ini. Kita perlu memotong jaring ini dan &lt;br /&gt;
membuat lubang di barikadenya,” bisik Heivia saat dia menarik pisau dari pinggulnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menggunakan pisau besar itu untuk memotong serat sintetik itu dan menerobos masuk ke dalam markas musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa kau pikir suku cadang kakinya itu disimpan?” tanya Quenser saat dia masuk melalui lubang barikade itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya banyak bangunan yang dibuat dengan dinding beton yang tebal di seluruh markas ini. Bangunan-bangunan memiliki banyak sekali &lt;br /&gt;
antena yang digunakan untuk membantu penyelidikan Object. Area di antara tiap-tiap gedung itu sangat panjang sampai-sampai seorang &lt;br /&gt;
penyusup saja bisa langsung terdeteksi oleh menara pengawas atau Object raksasa itu bisa dengan mudah melewatinya tanpa merusaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia menjawab pertanyaan Quenser saat dia bersembunyi di balik gedung di dekat mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu, tapi Object itu pasti harus dibongkar pasang setiap setengah hari sekali. Mungkin tempat bongkar pasang Object itu &lt;br /&gt;
adalah tempat di mana banyak orang yang mondar-mandir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngomong-ngomong, sudah berapa lama sejak Water Strider itu bergerak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seharusnya dia sudah mulai kembali sekarang, jadi kita perlu menghancurkan suku cadangnya sebelum dia kembali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau mereka bisa menahan Water Strider untuk dirawat, ia akan terjebak di markas ini. namun, kalau kaki-kakinya selesai dirawat, ia bisa &lt;br /&gt;
bergerak dengan sesukanya selama 12 jam berikutnya. Kalau itu terjadi, kawan-kawan mereka yang melarikan diri akan dibantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menggunakan pembidik senapannya untuk melihat fasilitas di sekeliling mereka dan menemukan sebuah gedung yang memiliki banyak &lt;br /&gt;
sekali jejak kaki di atas salju yang mengarah menuju suatu tempat. Badai salju membuat jejak kaki itu menghilang, tapi salju putih itu &lt;br /&gt;
tidak menghilangkan noda cokelatnya. Dia bisa meliaht jejak kaki dari 100 sampai 200 orang, jejak ban dan kendaraan berat lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gedung itu tidak cukup besar untuk menampung Object di dalamnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu apakah mungkin jejak kaki itu berasal dari para pekerja yang membawa suku cadangnya ke tempat perawatan Object?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin itu klub stripsis yang ada di markas. Kalau memang iya, kita pasti akan bertengkar dengan 100 orang bodoh yang ngompol di celana &lt;br /&gt;
mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menggunakan pembidiknya untuk melihat empat buah menara pengawas di tiap sudut markas, tapi antena parabola dari fasilitas radar &lt;br /&gt;
yang dibangun di gedung-gedung itu menghalangi pandangannya untuk memastikan berapa banyak penjaga di menara pengawas itu. Sekali lagi, Object adalah prioritas utama. Sepertinya, walau mereka berlari di sepanjang markas ini, mereka tidak akan tertangkap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia merangsek masuk ke dalam bangunan itu na berlari di area salju terbuka itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka hanya memerlukan 10 detik untuk menyeberang, tapi yang mereka rasakan adalah jantungnya yang seakan berhenti berdetak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada suara senapan yang meletus yang terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka menekan tubuh mereka di dinding depo itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo kita masuk lewat belakang. Apa kau tahu cara membuka kunci elektronik?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau perlu, kita buka dengan meledakkan C4.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ide yang bagus andai saja kalau kau mau membangunkan seluruh pasukan di markas ini untuk memburu kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser dan Heivia bolak-balik, mereka mengitari bangunan itu dan menemukan kunci pintu belakangnya tidak terkunci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku rasa mereka sangat yakin kalau tidak mungkin ada orang yang akan menyusup ke tempat ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan aku membayar tentara untuk berjaga di sini adalah pemborosan pajak juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka membuka pintu kecil itu dan masuk ke dalam depo itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bangunan itu memiliki lebar 50 meter, panjang 100 meter, dan tingginya 15 meter. Itu adalah sebuah bangunan yang luas tanpa adanya &lt;br /&gt;
dinding bagian dalam. Balok logam dipasang secara vertikal dan horizontal di seluruh tempat ini. Bingkai logam sepertinya adalah komponen &lt;br /&gt;
utama dari tempat ini dan membuatnya terlihat seperti rak buku di dalam perpustakaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan rak buku itu dibuat berbaris dengan peralatan silinder.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Silinder yang berdiameter setengah meter dengan panjang 5 meter membuatnya terlihat seperti mesin pesawat. Dari pengetahuan Quenser, dia &lt;br /&gt;
menduga bahwa itu adalah perangkat yang membuat tenaga listrik statis dengan memutar turbinnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tebakanku, ini adalah salah satu bagian dari bawahan Object, tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, di tempatku bertugas, kita harus menganalisis rekaman pertempuran dan mencoba membuat desain perkiraan dari Object musuh. Aku yakin &lt;br /&gt;
kalau bagian ini mirip dengan diagram perkiraan kita,” kata Heivia setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat turbin silinder itu di mana ada angka yang ditulis di tempat itu. Sepertinya itu adalah spesifikasi sederhana dari &lt;br /&gt;
pembangkit tenaga listrik itu, tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa? Bukannya angka desimal ini ada di tempat yang salah? Kalau ini benar, ini bahkan lebih kuat dua kali dari meriam plasma yang &lt;br /&gt;
mereka gunakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk menjaga tubuh besar itu tetap mengambang dan bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi, mereka harus melakukannya seperti itu. &lt;br /&gt;
Dari simulasinya, tiap kaki menggunakan 10 turbin seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dua puluh kali tenaga yang lebih besar dari meriam plasma? Hanya untuk satu kaki?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat,” kata Heivia sambil membuka sebuah penutup turbin itu dan melirik ke dalam. “Benda ini penuh dengan sensor. Benda ini terlihat &lt;br /&gt;
sangat mirip dengan bom yang ada di dalam film. Ini semua untuk peralatan keamanan tingkat tinggi. Mereka harus benar-benar memastikan &lt;br /&gt;
bahwa mereka bisa menebak dengan tepat kalau kontrol dari salah satu turbin ini kehilangan tenaganya atau rusak sehingga mereka bisa &lt;br /&gt;
dengan cepat mematikkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Coba pikir, sepertinya aku pernah dengar sesuatu tentang turbin yang meleleh kalau terus-terusan membuat tenaga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah terlambat kalau terlanjur meleleh,” kata Heivia. “Hanya karena turbinnya berhenti berfungsi bukan berarti tenaga yang diproduksi &lt;br /&gt;
oleh reaktornya akan hilang. Reaktor dan kakinya memiliki trafo darurat dan akan melepas tenaga tiap perangkat yang dipasang, tapi jumlah &lt;br /&gt;
tenaga yang harus menyingkirkan tenaga yang lebih besar dari pada yang sanggup ia tangani. Kalau semua turbin pada salah satu kaki mati &lt;br /&gt;
semua, itu sama dengan 20 kali tenaga yang digunakan untuk satu meriam plasma. Aku rasa trafo dan pelepas perangkatnya tidak akan bisa &lt;br /&gt;
berfungsi kalau turbinnya meleleh dan gagal fungsi. Perangkatnya akan hancur berkeping-keping.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa turbinnya memiliki banyak sensor yang dipasang. Kalau mereka bisa memprediksi kegagalan fungsinya lebih cepat, maka mereka &lt;br /&gt;
bisa menangani pengeluaran tenaga yang terlalu besar itu dengan mematikannya secara bertahap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Fungsinya mungkin sangat dioptimalkan... tapi bukannya Water Strider malah terlihat seperti menumpukkan semuanya begitu saja, bukan &lt;br /&gt;
begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu hanyalah salah satu aspek untuk membuat Object khusus untuk wilayah bersalju. Salah satu yang dibuat untuk sang Putri, didesain &lt;br /&gt;
untuk bisa bergerak di seluruh tempat di muka bumi dan Water Strider hanya mampu bergerak di wilayah Alaska yang bersalju. Mereka berdua &lt;br /&gt;
memang Object, tapi mereka berdua dikembangkan dengan ide dan konsep yang sangat berbeda,” kata Heivia. “Salju yang dalam akan &lt;br /&gt;
memperlambatmu, jadi Object yang bisa dengan mudah bergerak dengan cepat adalah sebuah keuntungan. ...Dan itulah yang menimpa Putri kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, jika turbinnya tidak bisa digantikan, mereka akan menang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau listrik statis yang diproduksi di bagian bawah Water Strider dihancurkan, maka ia tidak akan bisa diperbaiki dan Object musuh akan &lt;br /&gt;
terjebak di dalam markas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan mereka memiliki C4 yang bisa menyukseskan rencana ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 14===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih berada di dalam menara pengawas yang tidak begitu jauh dari area markas ini, sang Elit itu sedang menunggu kembalinya Quenser dan &lt;br /&gt;
Heivia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, telinganya berkedut dan ia langsung berbalik menuju arah sebaliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mendengar suara bising kilat dan guntur yang dibuat oleh Water Strider saat bergerak dengan menggunakan tenaga listrik statis. &lt;br /&gt;
Sepertinya Water Strider sudah mencapai batas maksimumnya dan akan segera kembali ke aras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika benda melewati dua orang rekannya di markas, mereka pasti akan mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu memiliki radio yang memang ditujukan untuk situasi seperti ini. Jika sudah saatnya, dia harus mengontak Quenser dan Heivia jadi &lt;br /&gt;
mereka bisa pergi dari sini. Rencana mereka akan gagal, tapi paling tidak mereka masih bisa hidup. Jika rencana menghancurkan bagian &lt;br /&gt;
bawah Object itu gagal, maka mereka harus mencari cara lain lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Elit itu meraih saklar radionya, tapi tiba-tiba dia berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(....Ini buruk.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menelan ludahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Markas musuh terdiri dari fasilitas perawatan yang khusus dibuat untuk Object dan fasilitas radio yang besar untuk mendukung Object dari &lt;br /&gt;
belakang. Mereka sepertinya menggunakan radar-radar ini untuk mendeteksi musuh di badai salju, tapi jika dia menggunakan radio sedekat &lt;br /&gt;
ini dengan markas musuh yang memiliki banyak sekali radar penjejak...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Mereka pasti akan menyadarinya. Tidak hanya menyadari keberadaanku, tapi mereka pasti sadar bahwa sinyal itu diarahkan ke arah markas...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Radio itu seharusnya digunakan untuk memperingatkan mereka akan adanya bahaya, tapi sinyal transmisi radio ini sendiri membawa malapetaka &lt;br /&gt;
bagi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dia tidak bisa memberi tahu mereka berdua kalau Object musuh sudah mendekat tanpa menggunakan radio.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apa yang harus aku lakukan?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elit itu menunduk dan melihat radio itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak ingin orang lain mati. Ini bukanlah masalah kewajiban untuk melindungi para prajurit dari Object karena dia adalah seorang &lt;br /&gt;
Elit, pilot dari Object. Lebih dari sumpahnya, dia tidak ingin ada orang yang mati karena melindunginya malah mati sia-sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kawan seperjuangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat pikiran itu muncul di kepalanya, sang Elit itu mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Prioritas musuh adalah menemukan pilot Object...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengambil napasnya yang dalam dan melihat senjata raksasa itu begitu dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah satu-satunya kesempatannya untuk menjadi umpan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 15===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan C4 di tangannya, air muka Quenser berubah semakin masam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa yang harus kita lakukan?” katanya dengan suara yang bergetar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian perawatan untuk Object adalah sebuah peralatan yang dibuat dengan presisi yang sangat khusus tanpa adanya cangkang bagian luar, jadi C4 sudah lebih dari cukup untuk menghancurkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada banyak sekali benda yang harus dihancurkan. C4 kita tidak akan cukup!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruangan yang sangat besar di dalam bangunan ini menyimpan banyak sekali bagian silinder. Quenser mengertakkan giginya pada situasi yang &lt;br /&gt;
terasa kacau ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object adalah sinonim dari perang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua orang di dalam markas ini akan mati jika Object tidak berfungsi lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jumlah suku cadang yang begitu banyak di markas ini menunjukkan betapa takutnya mereka akan hal yang akan terjadi itu. Musuh begitu &lt;br /&gt;
pengecut karena menyerahkan semua masalah perang kepada Object, tapi itulah yang membuat mereka sadar akan kelemahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia mundur di arah yang sama dan ia tanpa sengaja menutuk bahunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hey, ayo kita ledakkan seluruh bangunan ini saja. Kalau kita tidak bisa menghancurkan suku cadang ini satu-satu, kita bisa &lt;br /&gt;
menghancurkannya tiang utama bangunan ini dan meruntuhkannya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau benar-benar yakin kalau tindakan itu pasti akan merusak seluruh suku cadang ini? Dan bahkan kalau setiap suku cadang ini rusak, &lt;br /&gt;
mereka masih bisa mencari sisa-sisanya dan mengerjakan tiap komponen menjadi satu yang baru yang bisa digunakan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi itu-...! Tidak, kau benar. Melanjutkan operasi Object adalah masalah hidup dan mati bagi mereka. Tidak mengejutkan kalau mereka &lt;br /&gt;
begitu gigih. Tapi apa yang harus kita lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial!!” Quenser mengutuk kejadian ini dan lari ke arah depo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melihat tiap rak yang dibuat dengan bingkai logam untuk melihat apakah dia bisa mendapat informasi yang berguna. Saat dia membaca &lt;br /&gt;
layarnya, rasa tidak sabarnya menumpuk, dan mencegahnya untuk menemukan solusi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di saat yang sama, Heivia melirik ke arah pintu keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hey, ini berbahaya. Kita harus pergi dari sini! Kalau kita tidak bisa menghancurkan bagian bawah Object itu, tidak ada gunanya lagi kita &lt;br /&gt;
berlama-lama di sini!! Kita harus keluar dari sini segera!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, tunggu sedikit lagi!! Pasti ada sesuatu!!” jawab Quenser saat dia membalik petunjuk manual perawatan turbin yang ia temukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia mendengar suara berat yang mirip dengan guntur mendekat mereka dari langit, jantungnya serasa mau berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah suara Water Strider yang bergerak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial!! Kenapa Putri tidak memperingatkan kita lewat radio!?” pekik Heivia, tapi Quenser tidak mempedulikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah datang sejauh ini, mereka akan mati sia-sia tanpa ada hasil yang mereka dapat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tunggu dulu sebentara. Kombinasi sensor level empat ini dan saklar otomatisnya...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat ke belakang dan melihat buku manual perawatan itu dan kemudian raknya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Angka apa!? Kalau aku tahu angka kuncinya...!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Waktu habis, pahlawan!! Kalau kita tidak keluar dari ini dalam 30 detik lagi, kita akan terjebak di sini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Beri aku satu menit lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kau sibuk sendiri!? Apa kau tidak bisa menyimpulkan kalau kita tidak bisa menghancurkannya!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“45 detik!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia mendengar suara langkah kaki dalam jumlah besar mendekati mereka. Quenser sepertinya sudah kehilangan kemampuannya untuk membuat &lt;br /&gt;
keputusan yang rasional-logikal karena harapan yang mereka miliki ini. Saat Heivia berpikir mau menendang bokong Quenser untuk membuatnya &lt;br /&gt;
mau ikut pergi, Quenser melihat kepada Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo kita pergi. Apa kita masih bisa melakukannya!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena ada orang idiot yang menghabiskan waktu di saat yang penting, ini pasti akan menjadi sangat mendebarkan, tapi untungnya! Lewat &lt;br /&gt;
sini!!” kata Heivia saat mereka berlari menuju jalan belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membuka pintunya dan mengintip ke luar untuk melihat apakah Object itu telah melewati mereka. Sepertinya Object itu mengarah menuju &lt;br /&gt;
area perawatan. Prajurit teknisi mengikutinya dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kita bisa melakukannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang kita lakukan sekarang ini sama seperti masuk ke dalam sarang lebah, tapi kita tidak memiliki kesempatan lain. Fasilitas rada akan &lt;br /&gt;
berada dalam status siaga yang sangat tinggi saat Object berada dalam status perbaikan. Kita harus keluar dari sini sebelum mereka &lt;br /&gt;
mengganti modenya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bisa mendengar suara berdenting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu tidak berasal dari pintu belakang. Personil yang bertugas di pintu utama itu sedang membuka pintunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Brengsek, ayo pergi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia hampir mendorong satu sama lain saat mereka keluar dari depo itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya tentara musuh sudah menurunkan penjagaannya karena satu-satunya Object yang menjadi ancaman mereka telah dihancurkan. Jumlah &lt;br /&gt;
orang yang besar berkumpul di dekat Water Strider seperti sedang melakukan parade kemenangan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kau tidak berniat untuk menggunakan C4, kan? Nyalakan pemicunya dan lempar ke arah sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau ingin menggunakannya sebagai pengalih perhatian?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saat Water Strider itu selesai diperbaiki, kita membutuhkan rencana baru untuk keluar dari sini. Kalau mereka melaporkan ledakan itu ke &lt;br /&gt;
seluruh area di dalam markas ini, mereka pasti berpikir kalau itu adalah serangan meriam dan Object akan dikirim untuk membalasnya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser pergi mengikuti ide Heivia dan melempar bagian kecil dari C4 itu dan berlari. Ternyata benar bahwa mereka tidak memerlukan C4 itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah membuang semua C4nya, mereka berlari ke belakang ke arah lubang yang mereka buat di barikade tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Quenser menyadari sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang terjadi, pahlawan!? Apa kau meninggalkan sesuatu di belakang!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, Putri sudah tertangkap!!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia syok ketika dia mendengar hal itu dan ia memperhatikan secara serius apa yang dikatakan oleh Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka kembali lagi ke arah gedung lain dari pada keluar melewati lubang yang mereka buat di barikade dan mengintip melalui sisi samping &lt;br /&gt;
agar mereka bisa melihat pusat dari markas itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari jarak tersebut, mereka bisa melihat sang Elit diborgol dan dipaksa untuk berjalan di dekat Water Strider. Sorak-sorai mereka &lt;br /&gt;
ternyata bukan karena kembali Obyek mereka, tapi mereka begitu bersemangat karena mereka telah menangkap orang yang selama ini memiloti &lt;br /&gt;
Object yang telah membahayakan nyawa mereka selama ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser melihat ke belakang dan kemudian dia menjadi bingung karena dia melihat sang Elit yang ada di depannya dan lubang keluar yang ada &lt;br /&gt;
di belakangnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Brengsek. Apa yang harus kita lakukan!?” tanyanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang harus kita lakukan...? Oh tidak. Padahal tadi aku baru saja mengagumimu sebagai seorang ksatria, sekarang kau tidak bisa &lt;br /&gt;
memilih apakah kau harus menyelamatkan sang Elit!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi apakah kita harus meninggalkannya!? Aku tidak bilang kalau kita bisa mengalahkan Object. Kita bisa meledakkan C4 itu di mana saja, &lt;br /&gt;
ingat!? Kalau kita bisa membingungkan musuh dengan itu, kita bisa memiliki kesempatan untuk menyelamatkannya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan kita berdua saja!? Mereka memiliki Object. Dan kalaupun mereka tidak memiliki Object, mereka memiliki banyak pasukan di sini!? &lt;br /&gt;
Apa kau tahu, berapa banyak bala bantuan yang kita butuhkan untuk menerobos mereka semua!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi tanpa Object, masalah ini jadi lebih sederhana kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kita bisa mengalahkan Water Strider, kita bisa melawan mereka dengan bala bantuan seperti tank atau pesawat, kan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengertakkan giginya dan mengoperasikan radio di tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak meledakkan C4. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mencoba menghubungi Froleytia dan para tentara lainnya yang melarikan diri, tapi Heivia langsung meraih tangannya ketika menyadari &lt;br /&gt;
hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bodoh!! Markas mereka ini dibangun dengan banyak fasilitas radar! Kalau kau mengirimkan sinyal radio, mereka akan menemukan kita &lt;br /&gt;
dalam sekejap!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi...!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada yang bisa kita lakukan. Kalaupun kita mengontak Froleytia dan yang lain, apa kau pikir mereka akan benar-benar datang!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu apa kau pikir kita bisa meninggalkan sang Putri!? Apa kau tidak sadar alasan kita memisahkan diri dari pasukan utama dan datang ke &lt;br /&gt;
tempat ini!? Itu karena kita tidak ingin meninggalkannya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Brengsek,” kata Heivia sambil mendecakkan lidahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terlihat ragu dengan sesuatu, tapi akhirnya dia membulatkan keputusannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Instrukturku dulu waktu di akademi militer pernah memberi tahu aku sebuah rahasia saat aku masih dalam masa-masa pelatihan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kau bisa meningkatkan kekuatan pelacak infra merahnya pada misil anti tank generasi ke-8 ini, kita bisa membuat sebuah modifikasi &lt;br /&gt;
khusus untuk diarahkan ke komputer, dan hubungkan ke port radio, satelit berkekuatan tinggi milik militer akan menangkap sinyal infra &lt;br /&gt;
merah itu, dan menyelesaikan transmisinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, kau bilang....!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi tidak ada jaminan bahwa fasilitas radar musuh tak menyadarinya trik kecil seperti ini dan rudal sekam yang menghalangi sinyal di &lt;br /&gt;
langit tak akan menghalangi sinyal ini. Instruktur yang mengajariku trik ini bilang bahwa cara ini hanya boleh digunakan sebagai cara &lt;br /&gt;
terakhir untuk mengirim sinyal SOS. Kita hanya bisa berserah pada keajaiban jika sinyal itu bisa bertahan selama semenit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia menjelaskan semua itu, Heivia menurunkan misil itu dan membuat perlengkapan. Quenser memindahkan penutup misil itu dan &lt;br /&gt;
mengarahkannya ke komputer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tahu di mana dan kapan satelit akan melintas di atas kita?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat jadwal di File 399 di perangkat genggammu. Kalau masih berada di dalam orbit standarnya, maka kita bisa memastikannya tanpa harus &lt;br /&gt;
mengeceknya secara Online.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia mengkoneksikan radio dan misil anti tank itu dengan kabel dan secara perlahan memindahkan moncongnya ke arah langit berdasarkan &lt;br /&gt;
petunjuk yang dimiliki Quenser di perangkat genggamnya. Saat dia melakukan itu, suara statik muncul di pengeras suara radio itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini, Heivia. ... Oke, sepertinya kita mendapatkan satelitnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cepat dan amankan jalur transmisinya dan hubungkan dengan perangkat komunikasi laser satelit milik Froleytia! Aku tidak tahu berapa lama &lt;br /&gt;
koneksi ini akan bertahan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski cara yang mereka gunakan ini ilegal, tapi mereka masih menggunakan kode umum militer, sehingga satelit masih bisa menyiarkan &lt;br /&gt;
sinyalnya. Setelah mendapat sinyal yang menandakan bahwa cara ini berhasil, Quenser berbicara lewat radio.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini Quenser. Apa kau bisa mendengarku, Froleytia? Kita ada di dalam markas musuh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mendengar suara napas seseorang yang berasal dari dalam radio itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena memaksakan sinyal dengan perangkat rudal anti tank ini, sinyalnya terganggu dengan noise di dalamnya. Statiknya lebih besar &lt;br /&gt;
daripada suaranya, tapi mereka masih mendengar kata-kata yang terucap satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Putri tertangkap oleh musuh di markas ini. Kita akan menyelamatkannya. Apa kau bisa mengirimkan bantuan? Markas ini hanya dibuat untuk &lt;br /&gt;
perawatan Object saja dan fasilitas radar, jadi mereka tidak memiliki tank atau pesawat tempur. Jadi kalau bisa melakukan sesuatu dengan &lt;br /&gt;
Object itu, kita masih memiliki kesempatan untuk mengalahkan mereka!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tidak tahu betapa berbahayanya Obyek itu? Menyerahlah untuk menyelamatkan sang Putri. Tidak ada gunanya mati dan, Quenser, kau &lt;br /&gt;
bukan prajurit sungguhan. Tidak ada yang akan menyalahkanmu kalau kau melarikan diri!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita akan mengurusi Objectnya,” kata Quenser datar. Tidak ada yang mengira bahwa kata-katanya memiliki arti yang sebenarnya dari pada &lt;br /&gt;
gertak sambal semata. “Froleytia, kau bisa menunggu sampai kau melihat cahaya besar akibat hancurnya Object, tapi yang harus kau lakukan &lt;br /&gt;
adalah mengirim tank dan bala bantuan kepada kami! Itu saja bisa merubah situasi ini. Tolong pikirkan hal ini!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, tapi aku tidak akan begitu berharap kalau aku adalah kamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku bebas untuk memilih harapanku luluh atau tidak,” kata Quenser sebelum mematikan radionya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia lalu melihat Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terunduk dengan tubuh yang bergetar dan berkata, “Sekarang kita telah melakukan apa yang kita bisa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, tapi aku tidak berpikir kalau ada perubahan berarti kalau Froleytia membantu kita. Untuk satu hal, permintaanmu tidak didasari tata tertib militer. Dia tidak akan membahayakan bawahan dan unitnya dalam bahaya seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang yang tinggal kita lakukan hanyalah berharap bahwa keajaiban akan terjadi, atau menghancurkan Object itu sendiri dengan tangan &lt;br /&gt;
kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan berbicara seperti membalikkan telapak tangan. Dan aku tidak pernah bilang apatah kata pun tentang menyelamatkan sang Putri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser tidak mengatai Heivia jika ia ingin melarikan diri. Dia yang memaksanya untuk ikut dalam kejadianini, jadi tidak ada jaminan &lt;br /&gt;
bahwa mereka akan selamat. Juga, apa yang Quenser lakukan sekarang bukanlah tindakan yang akan dilakukan seorang prajurit militer. &lt;br /&gt;
Bahkan, dia sangat berterima kasih karena Heivia mau menemaninya di saat seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, sudah membawamu di situasi seperti ini. Kau bisa meninggalkan markas ini melalui barikade itu dan melarikan diri ke hutan. Aku &lt;br /&gt;
akan melakukan apa pun untuk mengalihkan perhatian mereka terhadapmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, sialan kau. Jangan tinggalkan aku dengan trauma seumur hidup ini! Kau tidak memberiku pilihan lain, kau tahu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia masih begitu keras kepala saat melirik ke arah barikade yang telah mereka lubangi sebelumny, tapi saat Quenser menerobos dari &lt;br /&gt;
belakang gedung itu dan meraih satu-satunya tempat mereka untuk berlindung dari pandangan musuh, Heivia mengikutinya dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser dan Heivia mengarah ke luar sendirian untuk melanjutkan misi ini sendirian dengan kemungkinan keberhasilan yang sangat kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan tentu saja, tidak ada keajaiban yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah 10 menit, mereka ketahuan, tembakan peringatan ditembakkan ke tanah tempat mereka berpijak oleh seorang Dnieper, dan mereka &lt;br /&gt;
berakhir dengan tertangkap oleh pasukan musuh dengan tangan yang diletakkan di atas kepala mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 16===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser, Heivia, dan Sang Elit dibawa ke pusat markas perawatan. Mereka diperintahkan untuk berlutut dan meletakkan tangan mereka di atas kepala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang prajurit ditempatkan masing-masing di belakang mereka, sambil membawa pistol yang mengarah ke kepala mereka. Lingkaran manusia &lt;br /&gt;
terbentuk di markas itu dan menampilkan eksekusi publik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cerita yang menyedihkan, bukan? Ini adalah contoh yang bagus bagi kisah seorang ksatria yang menyelamatkan putrinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau mengejekku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tidak. Object itu memasuki wilayah perawatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Heivia dan Sang Elit bertukar kata dan melihat ke belakang, Quenser terdiam dan menatap Water Strider yang berjalan pelan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Kalau aku bisa bisa membuat kekacauan, apa kamu pikir kita bisa pergi dari sini?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Ahhn? Maksudmu peledak C4 yang kita sebar tadi? Kalau itu bisa meledakkan Object, mungkin patut dicoba.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Aku serius di sini.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Aku juga.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, salah satu prajurit musuh berdiri maju ke apam dan berdiri di depan Quenser dan yang lain. Sambil mengunyah permen &lt;br /&gt;
karetnya, dia meludahkan ludah kuning ke atas kepala Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita akan memanggangmu dengan senjata utama Object.” Dia berbalik ke sang Elit. “Untukmu, kita akan menggunakan sugesti dan elektrode &lt;br /&gt;
untuk menarik semuanya keluar dari kepalamu. Kepribadianmu tidak akan bisa pulih kembali, tapi semua itu akan selesai setelah 30 menit. &lt;br /&gt;
Setelah itu, kau akan kami telanjangi dan kami gantung di senjata utama Object sampai kau mati kedinginan. Mungkin para pengintai yang &lt;br /&gt;
berlari di hutan dan gunung ini akan menyerah ketika melihat itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Jadi kau tidak peduli dengan perjanjian perangnya dan memperlakukan tawanan perang. Aku rasa kau tahu siapa yang sebenarnya melarikan &lt;br /&gt;
diri, bukan, brengsek.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia membiarkan komentarnya meleset dan setelah itu dia mendapatkan sebuah sepatu bot tebal di dagunya. Itu menjatuhkannya dan &lt;br /&gt;
membuatnya tenggelam di dalam salju. Saat dia terbatuk, dia memandang musuh dengan mata yang begitu tajam di matanya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perawatannya sudah selesai, jadi ini saatnya eksekusi,” kata prajurit musuh itu dengan mengejek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara bising seperti lonceng gereja, dinding dan langit-langit bangunan tempat memperbaiki Object itu terbuka dengan lebar. Yang &lt;br /&gt;
muncul dari situ adalah sebuah senjata besar dengan panjang tubuh utamanya 50 meter dan senjata utamanya yang memanjang ke setiap arah, &lt;br /&gt;
membuat panjangnya bertambah menjadi 140 meter. Water Strider menguasai seluruh Alaska dengan lebih dari 100 senjata dan tebalnya &lt;br /&gt;
zirahnya. Saat bawahannya diganti, suara guntur dan kilat yang bising muncul yang terbuat dari sejumlah besar listrik statis yang dibuat &lt;br /&gt;
dengan berfokus pada satu titik itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jaraknya sekitar 300 meter dari Object, tapi dengan kekuatannya yang begitu besar tidak peduli seberapa panjang jaraknya dengan musuh, &lt;br /&gt;
pasti bisa dihancurkannya dalam sekejap. Hal itu membuat merek merasa seperti akan dilindas oleh kaki-kakinya jika mereka menggerakkan &lt;br /&gt;
tubuh mereka sedikit saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat Object itu, Quenser berbisik kepada Heivia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Menunduklah saat aku menerjangnya. Gunakan traktor penyapu salju itu untuk berlindung.)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Hey!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia tidak bisa menghentikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser menerjang musuh yang mendekatinya. Semua prajurit yang ada di tempat itu memegang senapan, tapi mereka tidak bisa menarik &lt;br /&gt;
pelatuknya karena terganjal sesuatu. Sepertinya memang benar bahwa para prajurit di sini banyak yang tidak terlatih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh mungkin berpikir bahwa Quenser akan meraih senapannya karena dia menarik senapan itu dari dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Quenser tidak meraih senapan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia meraih radio kotak yang ada di bahu prajurit itu seperti pisau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menunduk!!” teriak Quenser saat dia mendorong prajurit itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser mengoperasikan radio itu dengan ibu jarinya sambil berguling di atas salju meski banyak moncong senjata yang mengarah padanya. &lt;br /&gt;
Heivia berpikir bahwa dia akan meledakkan C4 yang disebar di markas ini, jadi dia segera melompat ke balik traktor itu sambil melindungi &lt;br /&gt;
sang Elit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, bukan itu yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser tidak meledakkan C4 itu untuk menarik perhatian musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia meledakkan kaki Water Strider.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara yang begitu ritus, salah satu dari empat kaki sejauh 300 meter itu meledak dari dalam. Itu bukan ledakan yang berasal dari &lt;br /&gt;
luar. Ledakan itu sangat jelas berasal dari dalam zirahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser melihat suku cadang di depo itu, dia tahu bahwa tidak mungkin meledakkan setiap suku cadang yang ada di sini. Itu lah kenapa &lt;br /&gt;
dia mencari suku cadang yang paling mungkin akan digunakan pada Object untuk perbaikan nanti dan meletakkan C4 di dalamnya. Masih banyak &lt;br /&gt;
harus dipelajarinya, tapi dia pengetahuan yang dia dapat soal konstruksi dari Object telah membuatnya yakin mana saja suku cadang yang &lt;br /&gt;
paling penting dan di mana dia harus meletakkannya agar tidak ketahuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juga, dia meledakkan turbin yang memakan tenaga yang sangat besar untuk tenaga listrik statis yang membantu Water Strider bergerak. &lt;br /&gt;
Bahkan untuk satu kaki membutuhkan 2 kali tenaga meriam plasma berkeseimbangan rendah yang berarti tiap kaki menggunakan 20 kali tenaga &lt;br /&gt;
lebih besar dari pada yang biasa digunakan. Ini membuat titik baliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi apa yang terjadi jika titik itu dihancurkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puluhan sensor yang dipasang pada turbin itu memprediksi kegagalan dan menutupnya dengan cepat untuk meminimalisasi kerusakan yang ada. &lt;br /&gt;
Berapa banyak kerusakan yang ditimbulkan saat trafo darurat dan perangkat pelepasnya – begitu juga dengan reaktor tersebut – meledak dan &lt;br /&gt;
menimbulkan reaksi berantai yang menghancurkan sisa lainnya? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prajurit yang Quenser curi radionya itu sekarang mengarahkan moncongnya ke arah Quenser dengan ledakan yang mengikutinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa kau pikir kau bisa menghancurkan Object hanya seperti itu?” katanya dengan begitu bangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ledakan beruntun mengikutinya, tapi yang meledak hanyalah satu kaki. Sepertinya tidak begitu berpengaruh terhadap hancurnya kaki Object &lt;br /&gt;
yang lain; atau menghancurkan tubuh Water Strider itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tahu 5% dari berat Object kami menggunakan peralatan pengaman? Prajurit rendahan sepertimu yang menyusup ke dalam fasilitas &lt;br /&gt;
perawatan kami tidak mungkin bisa memotongnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyebabkan ledakan besar itu, Quenser melompat dari traktor penyapu salju itu dan prajurit musuh yang lain berdiri di tengah-&lt;br /&gt;
tengah hamparan salju yang terbuka dan mengarahkan larasnya kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kekuatan superioritas Object tidak akan pernah bisa diungguli oleh siapa pun. Ini adalah medan perang tempat kita hidup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy_Object_v01_142.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Quenser tersenyum di situasi tanpa harapan ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tahu bahwa Object milik putri kami dan Water Strider milikmu memiliki kesamaan? Aku melihatnya di panduan manual perawatannya. Beberapa Object memiliki perangkat keamanan yang dipasang untuk memastikan bahwa Object tidak jatuh ke tangan musuh. Jika tidak hancur tapi sudah tidak berfungsi lagi, musuh bisa mengambilnya dan menganalisis teknologi yang digunakan. Untuk mencegah hal itu, gas khusus yang digunakan untuk meriam plasma digunakan untuk menghancurkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu muncul di tangan Quenser seperti di panggung pesulap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah benda kecil yang muat di telapak tangannya dan terlihat seperti papan sirkuit kotak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perangkat ini dikontrol oleh sensor presisi, jadi hampir tidak pernah digunakan untuk hal yang tidak penting.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prajurit musuh itu sadar tentang benda kotak yang dilihatnya itu apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, itu semua sudah terlambat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi jika sensor itu dipindahkan dari turbin yang meledak itu, apa kau pikir itu bisa melakukan pilihan yang tepat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi pula, ledakan C4 itu sudah merusak fungsi keamanan Water Strider, menyebabkannya untuk aktif. Gas spesial untuk meriam plasma &lt;br /&gt;
berkeseimbangan rendah diisi di ruang kosong di dalam mesin itu... dan menyebabkan ledakan tak lama setelah itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ledakan besar yang diakibatkan plasma itu menghancurkan reaktor di dalamnya dalam waktu yang sangat singkat. Namun, itu adalah ledakan &lt;br /&gt;
yang dimaksudkan untuk menghancurkan semua informasi yang ada. Itu adalah ledakan yang digunakan hanya untuk menghancurkan teknologi yang &lt;br /&gt;
ada di dalam Object itu agar tidak dianalisis, jadi ledakan itu tidak seberapa kuat dibandingkan ledakan yang diakibatkan oleh ledakan &lt;br /&gt;
reaktor tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian, semua suara menghilang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bola raksasa yang menjadi tubuh utama Object membesar dan sebuah kilat cahaya berwarna putih dan gelombang kejut yang begitu kuat &lt;br /&gt;
menyebar ke segala arah. Prajurit musuh yang berdiri di area terbuka terjebak karena gelombangnya. Dia terlempar beberapa puluh meter &lt;br /&gt;
sebelum mendarat di atas salju. Hal yang sama terjadi kepada prajurit yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object raksasa itu meledak di tangan seorang prajurit teknisi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejadian ini adalah sebuah kejadian yang tak pernah terdengar sebelumnya dan membalikkan teori perang yang ada. Penyelesaian dari misi &lt;br /&gt;
ini diselesaikan oleh kombinasi kemampuan dari Quenser, Heivia, dan sang Elit. Teknisi Perang yang biasanya bekerja di balik layar untuk &lt;br /&gt;
menghancurkan batuan atau jembatan atau membuatnya atau membangun jalur mendapatkan sebuah kenaikan yang luar biasa menjadi seorang &lt;br /&gt;
pahlawan yang mengubah semua sejarah perang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dia tidak memiliki waktu untuk menikmati hasilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gwaaaaaahhhhhhhhhh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser terkena gelombang kejut itu, tapi tidak terlempar dengan mudahnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski dia berjarak 300 meter dari pusat ledakan dan bersembunyi di balik traktor itu, ledakan cahaya putih itu serasa menusuk retinanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Permukaan traktor baja itu hangus dan meluncur ke samping. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit langsung menjalar ke kepalanya dan indera pendengarannya serasa hampir hilang. Rasa sakit akan terbakar terasa begitu sakit di &lt;br /&gt;
punggungnya. Dia menggosok matanya saat matanya dipenuhi oleh warna putih di mana-mana dan mencoba mencari di mana Heivia dan Sang Elit &lt;br /&gt;
berada yang mungkin berada dalam kondisi yang sama dengannya atau pingsan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia kemudian mendengar suara logam berdenting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa prajurit secara ajaib berhasil selamat sama seperti Quenser dan dua orang kawannya. Penglihatannya kembali dan dia melihat &lt;br /&gt;
beberapa prajurit dengan susah payah mencoba mengarahkan senapannya ke arahnya dengan tubuh yang terus bergetar karena efek ledakan itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser sekali lagi merasakan radio di tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengeset frekuensi dan mengirimkan kode peledak untuk C4. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peledak yang dia sebar di mana membuat ledakan yang melempar tubuh para prajurit itu ke langit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser berteriak kepada Heivia yang jatuh di bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau bisa berlari!? Ambil salah satu senapan itu dan menembaklah!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berengsek kau! Apa itu yang kau bilang ‘membuat kepanikan’? Ledakan sebesar itu juga membuatku panik kau tahu!!” teriak Heivia saat dia &lt;br /&gt;
bangkit dari tanah dan meraih senapannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika mereka berhasil meledakkan Water Strider karena banyak sekali ketidaksengajaan, tujuan utama mereka bukan menghancurkan &lt;br /&gt;
markas ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tinggal melarikan diri dari tempat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser dan yang lain Pedi dari tempat ini menuju jalan keluar, seorang prajurit musuh mengeblok jalan mereka. Dia memegang &lt;br /&gt;
senapannya dan mengarahkannya ke dada Quenser. Dua orang itu saling menatap dan sadar bahwa mereka berada pada situasi yang sangat sulit. &lt;br /&gt;
Quenser melihat senyum di wajah prajurit itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dia mendengar suara tembakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, itu tidak berasal dari senapan prajurit itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah peluru menerjang kepala prajurit itu dari jarak yang jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sisa dari pasukan musuh terkejut dari arah dari mana suara itu berasal dan melihat rudal yang tak terhitung dan peluru meriam terbang ke &lt;br /&gt;
arah mereka yang berasal dari luar markas mereka. Prajurit musuh ini bukan satu-satunya yang terkejut karena serangan ini. Quenser dan &lt;br /&gt;
dua orang yang lain selamat karena tembakan perlindungan itu, tapi mereka berdiri seakan tidak percaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka datang... Itu pasukan Froleytia, bukan!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Sepertinya si dada besar penggila Jepang itu bisa bekerja sebagai komandan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Markas musuh berisi fasilitas perawatan dan radar yang mendukung Object dari belakang. Sisa dari pasukan di tempat ini tidak lain &lt;br /&gt;
hanyalah infanteri. Mereka tidak memiliki tank atau bahkan kendaraan lapis baja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, Quenser dan prajurit yang lain memiliki perlengkapan yang lengkap mulai dari tank hingga pesawat tempur yang selalu &lt;br /&gt;
dikeluhkan karena hanyalah penghabisan biaya pajak semata. Hampir saja senjata yang ketinggalan zaman ini tidak akan pernah digunakan, &lt;br /&gt;
tapi sekarang mereka akan menunjukkan taring sebenarnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa ledakan pecah dan tentara musuh beterbangan di langit. Di tengah itu semua, Quenser meraih tangan sang Elit dan lari menuju &lt;br /&gt;
jalan keluarnya. Sepertinya pengawalnya telah dilumpuhkan dengan Howitzer. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heivia lari mengikuti mereka dari belakang sambil menembakkan senapannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh heh. Hey, Quenser! Kita pasti akan terlihat sangat bodoh kalau kita mati setelah semua yang telah terjadi, bukan begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, Froleytia datang ke sini karena percaya pada kita. Kita harus tetap hidup demi memenuhi harapannya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah atasan mereka bergegas ke tempat ini karena mereka ke sini setelah melihat tanda kemenangan yang begitu jelas setelah Object itu &lt;br /&gt;
meledak? Atau mereka merasa bertanggung jawab karena meninggalkan sang Putri sendirian?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Quenser berlari menuju jalan keluar, dia melihat markas musuh di belakangnya dan melihat asap hitam membumbul. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertempuran ini telah selesai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua belah pihak sama-sama kehilangan Object mereka. yang tersisa hanyalah para prajurit yang masih bertempur. Setelah ini semua, ada &lt;br /&gt;
perbedaan jelas terhadap para tentara yang terdiri dari teknisi perawatan dan personil radar yang dibutuhkan untuk membantu Object dan &lt;br /&gt;
pasukan yang terdiri dari tank dan pesawat gaya lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Prajurit manusia mengalahkan Object...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bocah yang bertindak melebihi pengetahuan umum tentang perang melihat markas musuh dengan kosong di mana ledakan dan suara tembakan &lt;br /&gt;
terdengar di mana-mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Elit itu pasti memikirkan sesuatu karena dia membuka mulutnya untuk berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Orang-orang itu mungkin berpikir bahwa kita adalah monster yang sama dengan Object.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan masalahku,” kata Heivia membela diri saat dia melihat markas musuh dengan mukanya yang tertutupi oleh jelaga. “Ini adalah perang. &lt;br /&gt;
Merekalah yang mengajari kita saat mereka tidak mempedulikan bendera putih kita. Kita semua telah melupakan arti ‘perang’ sebenarnya &lt;br /&gt;
akibat Object.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 17===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perang terjadi di semua wilayah di dunia, tapi paling tidak, perang yang terjadi di seluruh Alaska telah mencapai puncaknya. Kedua belah &lt;br /&gt;
pihak telah kehilangan Object dan (jarang hal ini terjadi pada era ini) sebuah pertarungan antara prajurit manusia tumpah di sana. Pada &lt;br /&gt;
akhirnya, Quenser dan yang para prajurit yang lainlah yang memenangi pertempuran itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser, Heivia, dan Sang Elit kembali dari Alaska menuju negara mereka masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berasal dari berbagai tempat, jadi mereka berpisah di markas perawatan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, mereka memiliki satu buah kesempatan untuk bertemu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pesta penghargaan sedang digelar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya orang yang menyelamatkan seluruh pasukan di saat paling putus asa setelah Object mereka hancur bukanlah seorang prajurit &lt;br /&gt;
profesional. Ia adalah seorang tamtama biasa yang sedang mempelajari Object. Berita tentang seorang manusia yang menghancurkan Object &lt;br /&gt;
yang tak terkalahkah menyebar begitu cepat di seluruh dunia dan mereka sekarang akan dianugerahi medali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser berada di ruang tunggu aula pesat di hotel yang sangat besar yang tak pernah ia kunjungi sebelumnya. (Sebenarnya di berencana &lt;br /&gt;
mengunjunginya setelah dia menjadi kaya mendadak seperti seorang desainer Object.) Perasaan tidak nyaman karena berada di dalam pakaian &lt;br /&gt;
rapi ini menganggunya dan dia terus membenahi kerah dasinya. Namun, sosok Heivi yang lama tak ia jumpai membuatnya lupa dengan apa yang &lt;br /&gt;
dia rasakan sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pikir kau sekarang adalah seorang bangsawan? Aku tidak pernah melihat seseorang yang terlihat lebih buruk saat memakai jas selain &lt;br /&gt;
aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diam kau. Aku kehilangan perasaan seperti ini saat masih mengejar rusa di Alaska. Dan itu tidak terlihat buruk padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dia berasal dari keluarga bangsawan, jadi dia tidak merasa tidak nyaman karena atmosfer aula pesta ini walau pakaiannya tidak &lt;br /&gt;
cocok dengannya. Tubuhnya tidak senyaman seperti Quenser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi pertempuran apa yang kau jalani sekarang, Heivia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau bodoh? Aku hanya menghabiskan waktu di markas militer untuk memenuhi prestasiku agar bisa menjadi penerus keluargaku. Sekarang &lt;br /&gt;
aku terkenal sebagai salah seorang yang meledakkan Object. Aku tidak perlu dekat-dekat lagi dengan kemiliteran. Sekarang aku bisa hidup &lt;br /&gt;
dengan bergelimang harta dan nyaman. ...Meski sepertinya hal itu juga memiliki kesusahannya sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu. Jadi kau berniat mengambil jalan ‘karir yang sukses’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau juga punya hal yang bagus juga kan? Aku dengar militer terarik denganmu dan memberikanmu hak khusus untuk database negara. Sekarang &lt;br /&gt;
kau bisa melihat cetak biru Object yang ada di negara ini tanpa harus pergi ke medan perang. Dengan banyaknya sampel untuk dipelajari, &lt;br /&gt;
tingkat pemahamanmu pasti akan semakin cepat meningkat dari pada orang-orang yang ada di sekelilingmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar itu, Quenser menopang dagunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya memang terlihat begitu nyata baginya, tapi ia juga sepertinya telah meraih jalan kesuksesannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang dilakukan sang Putri sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Well, sang Elit tidak bisa meninggalkan garis depan begitu mudahnya. Bagi kita, menghancurkan Object sudah lebih dari cukup untuk &lt;br /&gt;
mendapatkan perhatian publik, tapi bagi Sang Putri Elit, ini adalah normanya, kata Heivia, dengan menunjukkan betapa berbedanya dunianya &lt;br /&gt;
dengan dunia sang Elit tinggali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Quenser berpikir tentang betapa beratnya tugas seorang pilot yang berperang dengan Object tanggung. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, Heivia melanjutkan pembicaraanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia menunggu perintah berikutnya sambil memakai Object yang dikembangkan bersamaan dan mirip dengan Objectnya yang hancur di Alaska. Aku &lt;br /&gt;
dengan Object seperti itu membutuhkan waktu 3-4 tahun untuk dikembangkan mulai dari nol, jadi sepertinya sudah ada rencana untuk &lt;br /&gt;
menggantinya dengan yang baru. ...Well, apa kau pikir sang Putri memilih untuk hidup di medan perang karena dia menyukainya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelah semua yang kita lalui, aku tidak mengerti kenapa dia ingin kembali lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin itu karena semua yang telah dia jalani. Dia mungkin telah berpikir betapa berharganya nyawa prajurit seperti kita ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, sebuah suara ketukan terdengar di pintu ruang tunggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang sekretaris cantik yang bekerja untuk seorang pejabat tinggi militer memasukkan kepalanya ke dalam ruangan itu dan meminta kepada &lt;br /&gt;
mereka untuk segera masuk ke dalam aula pesta karena semuanya sudah siap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka meninggalkan ruang tunggu ini dan berjalan menuju koridor menuju aula pesta, Quenser memiliki pemikiran baru yang muncul di &lt;br /&gt;
kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, hey, apa kau mendapat email dari sang Putri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bodoh. Itu adalah hak khusus yang kau miliki sendiri. Lagi pula, kau adalah satu-satunya orang yang menggenggam senapan dan berlari &lt;br /&gt;
untuk mengejarnya waktu itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku berharap aku bisa menemuinya saat kita di sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, kita akan berpencar satu sama lain setelah pesta ini selesai, tapi mari kita rayakan pesta ini untuk menyambut kedatangan kita dari &lt;br /&gt;
pada merayakan perpisahan kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka membuka pintu kembar itu dan masuk ke dalam aula pesta ini dan disambut dengan tepuk tangan dan kilatan cahaya kamera. Dengan &lt;br /&gt;
dipandu oleh suara seorang pembaca acara, Quenser dan Heivia dengan perlahan berjalan menuju panggung yang kemudian mereka disambut oleh &lt;br /&gt;
sejumlah petinggi militer yang memiliki medali di atas potongan kain yang lebih berharga dari pada medali emas olimpiade di leher mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di akhir pesta, sang pembawa acara memberikan satu kenang-kenangan terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang, berikan tepuk tangan yang meriah kepada mereka berdua yang mengalahkan Object tanpa bantuan Object sama sekali. Mari kita &lt;br /&gt;
lihat aksi mereka berdua di pertempuran sementara berdoa demi kemampuan mereka yang khusus dan spesial yang akan membawa keuntungan &lt;br /&gt;
kepada negeri yang kita cintai ini di masa depan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Eh? Apa yang baru saja dikatakan oleh orang bodoh itu?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara berdiri di panggung, Quenser dengan ketakutan melihat ke arah para petinggi militer, tapi mereka hanya tersenyum palsu di &lt;br /&gt;
wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata mereka serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Object memiliki sinonim yang sama dengan perang. Tekanan yang tak terlihat memberi tahu Quenser bahwa para petinggi militer ini tidak &lt;br /&gt;
akan membiarkan prajurit seperti ini yang berhasil mengalahkan Object sendirian dan mengubah arah peperangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(..Hey. Dengar pahlawan. Sepertinya ini bukan guyonan. Aku dengar orang gendut di belakang itu berkata apa. Aku tahu di mana kita akan &lt;br /&gt;
ditugaskan lagi!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Di mana kita akan ditugaskan? Apa sudah diputuskan!?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Sepertinya kita akan ditugaskan bersama dengan Object sang Putri! Sepertinya itu yang mereka pikirkan, karena kita bisa mengalahkan &lt;br /&gt;
Object sendirian, kita mungkin bisa bekerja dengan lebih baik untuk mengalahkan musuh jika ada Object yang bekerja bersama kita!!)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“(...Apa kau serius? Jadi kita harus menghadapi monster itu lagi!?)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat hubungannya dengan beberapa orang membuatnya pusing, Quenser melihat ke medali yang menggantung di lehernya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tolong katakan padaku kalau ini tidak berbeda dengan pemberian gelar kepada orang yang telah meninggal.)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Sakurai&amp;diff=409064</id>
		<title>User talk:Sakurai</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Sakurai&amp;diff=409064"/>
		<updated>2015-01-01T10:48:12Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;boleh saja jika ingin silahkan --[[User:Isko|Isko]] ([[User talk:Isko|talk]]) 19:13, 19 August 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Just fyi, Fuyuu Gakuen volume 1 illustrations are already uploaded to BT &#039;&#039;&#039;[[Fuyuu_Gakuen_no_Alice_and_Shirley:Volume1_Illustrations|here]]&#039;&#039;&#039; (nothing links to the page so it&#039;s hard to find).  So you can probably use those instead of uploading new ones for the remaining illustrations. --[[User:Cthaeh|Cthaeh]] ([[User talk:Cthaeh|talk]]) 07:09, 28 August 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Thanks for the information. --[[User:Sakurai|Sakurai]] ([[User talk:Sakurai|talk]]) 10:20, 02 September 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maaf apakah penerjemahannya menggunakan MTL? Apabila iya, akan dipindahkan ke preview. Apakah diterjemahkan dari bahasa inggris? Mohon konfirmasinya. Terima kasih. [[User:Victorrama|Victorrama]] ([[User talk:Victorrama|talk]]) 21:31, 5 September 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Boleh. kenapa enggak hahaha... ambil aja yang sisa atau lu pingin yang chapter 3 juga gak masalah haha --[[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]] ([[User talk:ZakkariaChristo|talk]]) 13:15, 6 september 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maaf MTL itu apa ya? Saya masih baru dsni. Klo untuk terjemahan saya memang menerjenahkannya dari bahasa inggris. [[User:Sakurai|Sakurai]] ([[User talk:Sakurai|talk]]) 20:50, 7 september 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terima kasih atas konfirmasinya. [[User:Sakurai|Sakurai]] ([[User talk:Sakurai|talk]]) 20:50, 7 september 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MTL itu menerjemahkan menggunakan google translate atau sejenisnya...Saya sudah mentranslate ulang prologue, mungkin bisa digunakan untuk contoh terjemahan selanjutanya, terima kasih..  [[User:Victorrama|Victorrama]] ([[User talk:Victorrama|talk]]) 02:05, 9 September 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya terkadang memang menggunakan translate dari google, tapi hanya untuk bbrp kata yang tidak saya mengerti, dan masalah prolog walaupun bukan hasil translate saya, tetapi terima kasih untuk perbaikan dan panduannya. [[User:Sakurai|Sakurai]] ([[User talk:Sakurai|talk]]) 19:18, 10 september 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Emmm....Mungkin lebih baik jangan translate dalam jumlah banyak namun pelan2 dan dicek kembali sehabis translate.... saya ada coba bantu perbaiki sedikit di chapter 4. Tolong dicek. Lebih baik jumlah sedikit namun dengan akurasi dan dapat dibaca dengan nyaman daripada banyak namun tak dapat dimengerti... Dan saya juga sudah tambahkan untuk creditsnya untuk narasumber. Thx :D [[User:Victorrama|Victorrama]] ([[User talk:Victorrama|talk]]) 00:27, 15 September 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terima kasih atas sarannya. [[User:Sakurai|Sakurai]] ([[User talk:Sakurai|talk]]) 20:26, 16 September 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Translation Hyouka ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, Boleh. Silahkan diambil. Kalau sudah mau mulai translate, tolong diubah di halaman pendaftarannya ya, masukin namamu. Jadi nanti saya dapat notifikasi kalau bab itu sudah mulai di translate. untuk kepentingan tracking project nya :3 [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] ([[User talk:HikkikomoriNOaria|talk]]) 04:11, 10 September 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hmm... terima kasih atas konfirmasinya. [[User:Sakurai|Sakurai]] ([[User talk:Sakurai|talk]]) 19:21, 10 september 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Alih Bahasa Black Bullet ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sakurai, kan BB jilid 5-7 sudah dikerjain sama Teh_Ping, jadi maksudku jilid 5-7 diprioritasin... apa kamu bisa? kalo chap 3-4 kalo sudah selesai masukin aja duluan... saya masih ada tanggungan Heavy Object soalnya. gimana? mau? --[[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]] ([[User talk:ZakkariaChristo|talk]]) 17:47, 1 Januari 2015 (CDT)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Heavy_Object_(Indonesia)&amp;diff=408217</id>
		<title>Heavy Object (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Heavy_Object_(Indonesia)&amp;diff=408217"/>
		<updated>2014-12-28T06:02:01Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Teaser|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Heavy Object v01 cover.jpg|thumb|300px|right|&#039;&#039;The cover art of volume 1&#039;&#039;]]&amp;quot;HEAVY OBJECT&amp;quot; (ヘヴィーオブジェクト) adalah seri sains fiksi (Sci-fi) oleh Kazuma Kamachi (鎌池 和馬) dan diilustrasikan oleh Ryou Nagi (凪良) diterbitkan oleh Dengeki Light Novel Label. Saat ini sudah ada delapan seri yang telah diterbitkan. Adaptasi manganya telah diterbitkan oleh di majalah bulanan Dengeki Maou. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri &#039;&#039;&#039;anime&#039;&#039;&#039; sedang dalam proses pengerjaan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri Heavy Object juga tersedia dalam beberapa bahasa:&lt;br /&gt;
*[[Heavy Object ~ (Spanish)|Español (Spanish)]]&lt;br /&gt;
*[[HEAVY OBJECT|Inggris (English)]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sinopsis Cerita ==&lt;br /&gt;
Dan pada akhirnya, perang tak bisa dihilangkan. Tapi, ada sebuah perubahan. Bahkan di balik para pembantu kejahatan berhati dingin, ada sebuah perubahan. Senjata pemusnah itu adalah &amp;quot;Object&amp;quot;. Senjata ini merubah semua arti dari perang. Seorang siswa pertukaran bernama Quenser, yang dikirim ke medan perang, bertemu dengan seorang gadis elit dengan aura yang aneh. Gadis itu, yang disebut &amp;quot;Elit&amp;quot;, adalah pilot dari &amp;quot;Object&amp;quot;. Di masa depan. Laki-laki kecil ini harus berdiri menggantikan peran dari gadis itu untuk menjadi pilot dari senjata terhebat di dunia, &amp;quot;Object&amp;quot; untuk gadis itu. Ini adalah alasan dari pertemuan pertama mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan ==&lt;br /&gt;
Ini adalah proyek terjemahan second hand setelah versi English-nya, bagi yang mampu berbahasa Jepang dan ingin meninjau ulang dari bahasa aslinya, bantuan anda sangat kami hargai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Semua bab (yang sudah disunting) harus mengikuti format guideline yang berlaku.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[HEAVY OBJECT (Indonesia):Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap penerjemah diminta untuk mendaftarkan [[No Game No Life (Indonesia):Halaman Pendaftaran|mendaftarkan]] bab mana yang akan mereka kerjakan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pembaruan ==&lt;br /&gt;
*16 Desember 2014, Volume 1 Bagian 1 - 8: Selesai&lt;br /&gt;
*11 November 2014, Pembuatan laman HEAVY OBJECT; Pencarian Translator; Pembenahan Laman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri HEAVY OBJECT ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 1 ([[HEAVY_OBJECT:Volume_1|Volume 1]]) ===&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Ilustrasi|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 1|Bagian 1 - Tentara Berpangkat Rendah yang Mengalahkan Gulliver &amp;gt;&amp;gt; Pertempuran di Salju Alaska yang Membeku]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 2|Bagian 2 - Si jempol Tom lari di Ladang Minyak &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Mengurangi Kerusakan di Gibraltar]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Bagian 3|Bagian 3 - Perang Antara Semut dan Belalang Sembah &amp;gt;&amp;gt; Perang untuk Melawan Negara Militer Oseania]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
:*[[HEAVY OBJECT:Volume 1 Penutup|Penutup]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:ZakkariaChristo&amp;diff=406029</id>
		<title>User:ZakkariaChristo</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:ZakkariaChristo&amp;diff=406029"/>
		<updated>2014-12-17T12:49:57Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;welcome to my profile. here you can see which novel I&#039;m working on.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I&#039;m now working for:&lt;br /&gt;
# No Game No Life (Done)&lt;br /&gt;
# Black Bullet (Still Working on it. keep in touch)&lt;br /&gt;
# Remembrances for a Certain Pilot ( I found a little bit problem in some part of the novel. so just waited up)&lt;br /&gt;
# To Aru Majutsu no Index: New Testament (I&#039;m still read the novel yet unfinished. I will work it out if I had done read the rest of the novel)&lt;br /&gt;
# HEAVY OBJECT (Fuck yeahhh!! new project)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CP: 0838********** &lt;br /&gt;
FB: https://www.facebook.com/zakkazikki?ref=hl&lt;br /&gt;
Email: githuthok(at)gmail.com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
note 15 september 2014&lt;br /&gt;
I need more translator to work in my team. 16 Desember 2014 and counting.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:ZakkariaChristo&amp;diff=406026</id>
		<title>User:ZakkariaChristo</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:ZakkariaChristo&amp;diff=406026"/>
		<updated>2014-12-17T12:38:51Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Yoo, nama akun Cakalia~desu&amp;lt;--- lupakan ini --&amp;gt; gue penerjamah baru-des, jadi mohon bimbingannya desu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Well, lets change the language a bit. &lt;br /&gt;
I&#039;m a new translator for Baka-tsuki Indonesia and I&#039;m still new in this work and if you found my bad grammar or bad translation, it all right if you want to edit it.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I&#039;m now working for:&lt;br /&gt;
# [[No Game No Life]] (Done)&lt;br /&gt;
# [[Black Bullet]] (Still Working on it. keep in touch)&lt;br /&gt;
# Remembrances for a Certain Pilot ( I found a little bit problem in some part of the novel. so just waited up)&lt;br /&gt;
# To Aru Majutsu no Index: New Testament (I&#039;m still read the novel yet unfinished. I will work it out if I had done read the rest of the novel)&lt;br /&gt;
# HEAVY OBJECT (Fuck yeahhh!! new project)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CP: 0838********** &lt;br /&gt;
FB: https://www.facebook.com/zakkazikki?ref=hl&lt;br /&gt;
Email: githuthok(at)gmail.com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
note 15 september 2014&lt;br /&gt;
for un uncertain issues in my college, I can&#039;t translate some of my project recently.&lt;br /&gt;
but I will work it on. surely. &lt;br /&gt;
I&#039;ll keep you notify&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=No_Game_No_Life_(Indonesia)&amp;diff=405919</id>
		<title>No Game No Life (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=No_Game_No_Life_(Indonesia)&amp;diff=405919"/>
		<updated>2014-12-17T03:49:08Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: /* Jilid 1 – Sepertinya Gamer Dua Bersaudara Itu Akan Menguasai Dunia Fantasi - (Teks Lengkap) */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Teaser|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:NGNL Volume 1 cover page.jpg|thumb|300px|Sampul Jilid 1 No Game No Life]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;&amp;lt;i&amp;gt;No Game No Life&amp;lt;/i&amp;gt;&amp;lt;/b&amp;gt; (ノーゲーム．ノーライフ) adalah sebuah Novel Ringan yang ditulis dan diilustrasikan oleh Kamiya Yuu (榎宫祐) diterbitkan oleh MF Bunko J. Seri novel ini sendiri memiliki 6 jilid yang sudah dirilis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri ini juga tersedia dalam bahasa:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[No_Game_No_Life|Bahasa Inggris (English)]] &lt;br /&gt;
:*[[No_Game_No_Life~Brazilian_Portuguese~|Brazilian Portuguese (Português Brasileiro)]]&lt;br /&gt;
:*[[No_Game_No_Life-Spanish_Español|Spanish (Español)]]&lt;br /&gt;
:*[[No Game No Life - Français|French (Français)]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis Cerita==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada sebuah legenda tentang gamer tangguh yang tak terkalahkan bernama 『　　』, yang ternyata di dunia nyata hanyalah dua orang kakak beradik NEET bernama 空 (Sora) dan Shiro 白 (Shiro). Hikikomori bersaudara ini menganggap dunia ini sebagai papan permainan yang membosankan dan sama sekali tidak menantang mereka berdua, hingga suatu hari mereka berdua masuk ke dalam dimensi dunia lain oleh [Dewa Permainan] Tet. Di dunia itu, &amp;quot;Perang&amp;quot; telah dilarang dan semua konflik diselesaikan di dalam sebuah permainan... bahkan dalam menentukan batas wilayah. Mampukah kedua bersaudara ini mempertahankan ras [Imanity] terakhir, yang hanya memiliki satu kota tersisa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mari kita mulai permainannya, sekarang!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Terjemahan==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah proyek terjemahan second hand setelah versi English-nya, bagi yang mampu berbahasa Jepang dan ingin meninjau ulang dari bahasa aslinya, bantuan anda sangat kami hargai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Semua bab (yang sudah disunting) harus mengikuti format guideline yang berlaku.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[No_Game_No_Life(Indonesia):Nama dan Daftar Istilah|Project specific Guidelines: Nama dan Daftar Istilah]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[No Game No Life (Indonesia):Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap penerjemah diminta untuk mendaftarkan [[No Game No Life (Indonesia):Halaman Pendaftaran|mendaftarkan]] bab mana yang akan mereka kerjakan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Updates==&lt;br /&gt;
*8 Agustus, 2014 - Jilid 1 Prolog Selesai&lt;br /&gt;
*8 Agustus, 2014 - Jilid 1 Bab 1 Selesai&lt;br /&gt;
*9 Agustus, 2014 - Jilid 1 Bab 2 Part 1 Selesai&lt;br /&gt;
*9 Agustus, 2014 - Jilid 1 Bab 2 Part 2 Selesai&lt;br /&gt;
*10 Agustus, 2014 - Jilid 4 Pendahuluan Selesai&lt;br /&gt;
*14 Agustus, 2014 - Jilid 1 Bab 2 Part 3 Selesai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri No Game No Life oleh Kamiya Yuu ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Jilid 1 – Sepertinya Gamer Dua Bersaudara Itu Akan Menguasai Dunia Fantasi - ([[No Game No Life Bahasa Indonesia|Teks Lengkap]]) === &lt;br /&gt;
[[File:NGNL Volume 1 cover page.jpg|frameless|right|x185px]] &lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 1 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 1 Bab 1|Bab 1 - Pemula/Amatir]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 1 Bab 2|Bab 2 - Penantang/Penantang]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 1 Bab 3|Bab 3 - Ahli/Ahli]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 1 Bab 4|Bab 4 - Grandmaster/Sang Raja]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 1 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 1 Catatan Pengarang|Catatan Pengarang]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 2 - Gamer Bersaudara Tampaknya Sedang Mengincar Pulau Kemonomimi===&lt;br /&gt;
[[File:NGNL V2 Cover Page.jpg|frameless|right|x185px]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 2 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 2 Pembukaan|Pembukaan]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 2 Bab 1|Bab 1 - Kotak Lemah/Mengatur Papan]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 2 Bab 2|Bab 2 - Menarik/Satu Langkah]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 2 Bab 3|Bab 3 - Pengorbanan/Langkah Pengorbanan]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 2 Bab 4|Bab 4 - Skakmat/Skakmat]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 2 Ending Palsu|Ending Palsu]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 2 Catatan Pengarang|Catatan Pengarang]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 3 - Setengah dari Gamer Bersaudara Tampaknya Telah Hilang...?===&lt;br /&gt;
[[File:NGNL V3 Cover Page.jpg|frameless|right|x185px]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 3 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 3 Data Load|Data Load]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 3 Bab 1|Bab 1 - Berjalan di Udara/Metode Pemisahan]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 3 Bab 2|Bab 2 - Mawar Biru/Metode Langsung]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 3 Bab 3|Bab 3 - Membunuh Raksasa/Metode Petunjuk]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 3 Bab 4|Bab 4 - Peraturan Nomer 10/Metode Konvergensi]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 3 Ending Sesungguhnya|Ending Sesungguhnya]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 3 Catatan Pengarang|Catatan Pengarang]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 4 - Gamer Bersaudara Telah Kabur dari Game Percintaan Realistis===&lt;br /&gt;
[[File:NGNL V4 Cover Page.jpg|frameless|right|x185px]]&lt;br /&gt;
::*[[No_Game_No_Life (Indonesia):Jilid 4_Illustrasi|Illustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 4 Pendahuluan|Pendahuluan]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 4 Prolog|Start Ringan]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 4 Bab 1|Bab 1 - Pertemuan/l&amp;lt;span style=&amp;quot;position:relative; top: -3px;&amp;quot;&amp;gt;ıʌǝ&amp;lt;/span&amp;gt;ᗡ &amp;lt;span style=&amp;quot;position:relative; top: -3px;&amp;quot;&amp;gt;ǝɥ&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;big style=&amp;quot;font-weight: 600;&amp;quot;&amp;gt;⊥&amp;lt;/big&amp;gt;]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 4 Bab 2|Bab 2 - Ahli Strategi/The Sun]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 4 Bab 3|Bab 3 - Perayu/&amp;lt;span style=&amp;quot;position:relative; top: -3px;&amp;quot;&amp;gt;ssǝɹdɯ&amp;lt;/span&amp;gt;Ǝ &amp;lt;span style=&amp;quot;position:relative; top: -3px;&amp;quot;&amp;gt;ǝɥ&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;big style=&amp;quot;font-weight: 600;&amp;quot;&amp;gt;⊥&amp;lt;/big&amp;gt;]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 4 Bab 4|Bab 4 - Wild Card/The Fool]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 4 Epilog|Ending yang Terganggu]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 4 Catatan Pengarang|Catatan Pengarang]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 5 - Gamer Bersaudara Tampaknya Membenci Game+ Baru===&lt;br /&gt;
[[File:NGNL V5 Cover Page.jpg|frameless|right|x185px]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 5 Illustrasi|Illustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 5 Prolog|Start Normal]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 5 Bab 1|Bab 1 - Mencoba(Akting)]] &lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 5 Bab 2|Bab 2 - Gagal (Kesalahan)]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 5 Bab 3|Bab 3 - Belajar (Instropeksi)]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 5 Bab 4|Bab 4 - Mencoba Lagi (Akting Kembali)]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 5 Epilog|Tanpa Akhir]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 5 Catatan Pengarang|Catatan Pengarang]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 6 - Penentangann Dunia Oleh Gamer Bersaudara===&lt;br /&gt;
[[File:NGNL V6 Cover.jpg|frameless|right|x185px]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 6 Illustrasi|Illustrasi Novel]] &lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 6 Prolog|Pembicaraan Pembuka]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 6 Bab 1|Bab 1 - 3-1=Tidak Ada Harapan]] &lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 6 Bab 2|Bab 2 - 1×1=Tidak Punya Tujuan]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 6 Bab 3|Bab 3 - 1+1=Tidak Akan Mati]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 6 Bab 4|Bab 4 - 1÷2=Tidak Punya Pendamping]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 6 Bab 5|Bab 5 - 1÷0=Kehalusan]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 6 Epilog|Pembicaraan Penutup]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 6 Catatan Pengarang|Catatan Pengarang]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Pengawas: (tidak ada)&lt;br /&gt;
* Manager Proyek: (tidak ada)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Penerjemah==&lt;br /&gt;
:*[[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]] &lt;br /&gt;
:*[[User:MEsato Ariq|MEsato Ariq]] &lt;br /&gt;
:*[[User:Yusachi|Yusachi]]&lt;br /&gt;
:*[[User:IgnatiusP|IgnatiusP]]&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
:*[[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
:*[[User:MEsato Ariq|MEsato Ariq]]&lt;br /&gt;
:*[[User:Yusachi|Yusachi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jumlah Seri ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*ノーゲーム・ノーライフ1 ゲーマー兄妹がファンタジー世界を征服するそうです (MF文庫J)  (April 23, 2012)  - ISBN: 978-4-8401-4546-6&lt;br /&gt;
*ノーゲーム・ノーライフ2 ゲーマー兄妹が獣耳っ子の国に目をつけたようです (MF文庫J)  (September 22, 2012) - ISBN: 978-4-8401-4819-1&lt;br /&gt;
*ノーゲーム・ノーライフ3 ゲーマー兄妹の片割れが消えたようですが……？ (MF文庫J)  (January 25, 2013) - ISBN: 978-4-8401-4958-7&lt;br /&gt;
*ノーゲーム・ノーライフ4 ゲーマー兄妹はリアル恋愛ゲームから逃げ出しました (MF文庫J)  (June 25, 2013) - ISBN: 978-4-8401-5185-6&lt;br /&gt;
*ノーゲーム・ノーライフ5 ゲーマー兄妹は強くてニューゲームがお嫌いなようです  (MF文庫J)  (November 25, 2013) - ISBN: 978-4-04-066080-6&lt;br /&gt;
*ノーゲーム・ノーライフ6 ゲーマー夫嫁は世界に挑んだそうです (MF文庫J) (April 25, 2014) - ISBN: 978-4-04-066382-1		&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:MF_Bunko_J]]&lt;br /&gt;
[[Category:Hosted Projects]]&lt;br /&gt;
[[Category:Yuu Kamiya]]&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;br /&gt;
[[Category:Teaser (Indonesian)]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=No_Game_No_Life_(Indonesia)&amp;diff=405915</id>
		<title>No Game No Life (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=No_Game_No_Life_(Indonesia)&amp;diff=405915"/>
		<updated>2014-12-17T03:43:04Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: /* Jilid 1 – Sepertinya Gamer Dua Bersaudara Itu Akan Menguasai Dunia Fantasi - (Teks Lengkap) */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Teaser|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:NGNL Volume 1 cover page.jpg|thumb|300px|Sampul Jilid 1 No Game No Life]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;&amp;lt;i&amp;gt;No Game No Life&amp;lt;/i&amp;gt;&amp;lt;/b&amp;gt; (ノーゲーム．ノーライフ) adalah sebuah Novel Ringan yang ditulis dan diilustrasikan oleh Kamiya Yuu (榎宫祐) diterbitkan oleh MF Bunko J. Seri novel ini sendiri memiliki 6 jilid yang sudah dirilis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri ini juga tersedia dalam bahasa:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[No_Game_No_Life|Bahasa Inggris (English)]] &lt;br /&gt;
:*[[No_Game_No_Life~Brazilian_Portuguese~|Brazilian Portuguese (Português Brasileiro)]]&lt;br /&gt;
:*[[No_Game_No_Life-Spanish_Español|Spanish (Español)]]&lt;br /&gt;
:*[[No Game No Life - Français|French (Français)]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis Cerita==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada sebuah legenda tentang gamer tangguh yang tak terkalahkan bernama 『　　』, yang ternyata di dunia nyata hanyalah dua orang kakak beradik NEET bernama 空 (Sora) dan Shiro 白 (Shiro). Hikikomori bersaudara ini menganggap dunia ini sebagai papan permainan yang membosankan dan sama sekali tidak menantang mereka berdua, hingga suatu hari mereka berdua masuk ke dalam dimensi dunia lain oleh [Dewa Permainan] Tet. Di dunia itu, &amp;quot;Perang&amp;quot; telah dilarang dan semua konflik diselesaikan di dalam sebuah permainan... bahkan dalam menentukan batas wilayah. Mampukah kedua bersaudara ini mempertahankan ras [Imanity] terakhir, yang hanya memiliki satu kota tersisa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mari kita mulai permainannya, sekarang!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Terjemahan==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah proyek terjemahan second hand setelah versi English-nya, bagi yang mampu berbahasa Jepang dan ingin meninjau ulang dari bahasa aslinya, bantuan anda sangat kami hargai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Semua bab (yang sudah disunting) harus mengikuti format guideline yang berlaku.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[No_Game_No_Life(Indonesia):Nama dan Daftar Istilah|Project specific Guidelines: Nama dan Daftar Istilah]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[No Game No Life (Indonesia):Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap penerjemah diminta untuk mendaftarkan [[No Game No Life (Indonesia):Halaman Pendaftaran|mendaftarkan]] bab mana yang akan mereka kerjakan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Updates==&lt;br /&gt;
*8 Agustus, 2014 - Jilid 1 Prolog Selesai&lt;br /&gt;
*8 Agustus, 2014 - Jilid 1 Bab 1 Selesai&lt;br /&gt;
*9 Agustus, 2014 - Jilid 1 Bab 2 Part 1 Selesai&lt;br /&gt;
*9 Agustus, 2014 - Jilid 1 Bab 2 Part 2 Selesai&lt;br /&gt;
*10 Agustus, 2014 - Jilid 4 Pendahuluan Selesai&lt;br /&gt;
*14 Agustus, 2014 - Jilid 1 Bab 2 Part 3 Selesai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri No Game No Life oleh Kamiya Yuu ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Jilid 1 – Sepertinya Gamer Dua Bersaudara Itu Akan Menguasai Dunia Fantasi - ([[No_Game_No_Life|Teks Lengkap]]) === &lt;br /&gt;
[[File:NGNL Volume 1 cover page.jpg|frameless|right|x185px]] &lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 1 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 1 Bab 1|Bab 1 - Pemula/Amatir]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 1 Bab 2|Bab 2 - Penantang/Penantang]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 1 Bab 3|Bab 3 - Ahli/Ahli]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 1 Bab 4|Bab 4 - Grandmaster/Sang Raja]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 1 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 1 Catatan Pengarang|Catatan Pengarang]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 2 - Gamer Bersaudara Tampaknya Sedang Mengincar Pulau Kemonomimi===&lt;br /&gt;
[[File:NGNL V2 Cover Page.jpg|frameless|right|x185px]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 2 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 2 Pembukaan|Pembukaan]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 2 Bab 1|Bab 1 - Kotak Lemah/Mengatur Papan]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 2 Bab 2|Bab 2 - Menarik/Satu Langkah]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 2 Bab 3|Bab 3 - Pengorbanan/Langkah Pengorbanan]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 2 Bab 4|Bab 4 - Skakmat/Skakmat]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 2 Ending Palsu|Ending Palsu]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 2 Catatan Pengarang|Catatan Pengarang]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 3 - Setengah dari Gamer Bersaudara Tampaknya Telah Hilang...?===&lt;br /&gt;
[[File:NGNL V3 Cover Page.jpg|frameless|right|x185px]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 3 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 3 Data Load|Data Load]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 3 Bab 1|Bab 1 - Berjalan di Udara/Metode Pemisahan]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 3 Bab 2|Bab 2 - Mawar Biru/Metode Langsung]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 3 Bab 3|Bab 3 - Membunuh Raksasa/Metode Petunjuk]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 3 Bab 4|Bab 4 - Peraturan Nomer 10/Metode Konvergensi]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 3 Ending Sesungguhnya|Ending Sesungguhnya]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 3 Catatan Pengarang|Catatan Pengarang]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 4 - Gamer Bersaudara Telah Kabur dari Game Percintaan Realistis===&lt;br /&gt;
[[File:NGNL V4 Cover Page.jpg|frameless|right|x185px]]&lt;br /&gt;
::*[[No_Game_No_Life (Indonesia):Jilid 4_Illustrasi|Illustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 4 Pendahuluan|Pendahuluan]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 4 Prolog|Start Ringan]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 4 Bab 1|Bab 1 - Pertemuan/l&amp;lt;span style=&amp;quot;position:relative; top: -3px;&amp;quot;&amp;gt;ıʌǝ&amp;lt;/span&amp;gt;ᗡ &amp;lt;span style=&amp;quot;position:relative; top: -3px;&amp;quot;&amp;gt;ǝɥ&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;big style=&amp;quot;font-weight: 600;&amp;quot;&amp;gt;⊥&amp;lt;/big&amp;gt;]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 4 Bab 2|Bab 2 - Ahli Strategi/The Sun]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 4 Bab 3|Bab 3 - Perayu/&amp;lt;span style=&amp;quot;position:relative; top: -3px;&amp;quot;&amp;gt;ssǝɹdɯ&amp;lt;/span&amp;gt;Ǝ &amp;lt;span style=&amp;quot;position:relative; top: -3px;&amp;quot;&amp;gt;ǝɥ&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;big style=&amp;quot;font-weight: 600;&amp;quot;&amp;gt;⊥&amp;lt;/big&amp;gt;]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 4 Bab 4|Bab 4 - Wild Card/The Fool]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 4 Epilog|Ending yang Terganggu]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 4 Catatan Pengarang|Catatan Pengarang]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 5 - Gamer Bersaudara Tampaknya Membenci Game+ Baru===&lt;br /&gt;
[[File:NGNL V5 Cover Page.jpg|frameless|right|x185px]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 5 Illustrasi|Illustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 5 Prolog|Start Normal]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 5 Bab 1|Bab 1 - Mencoba(Akting)]] &lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 5 Bab 2|Bab 2 - Gagal (Kesalahan)]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 5 Bab 3|Bab 3 - Belajar (Instropeksi)]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 5 Bab 4|Bab 4 - Mencoba Lagi (Akting Kembali)]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 5 Epilog|Tanpa Akhir]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 5 Catatan Pengarang|Catatan Pengarang]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 6 - Penentangann Dunia Oleh Gamer Bersaudara===&lt;br /&gt;
[[File:NGNL V6 Cover.jpg|frameless|right|x185px]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 6 Illustrasi|Illustrasi Novel]] &lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 6 Prolog|Pembicaraan Pembuka]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 6 Bab 1|Bab 1 - 3-1=Tidak Ada Harapan]] &lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 6 Bab 2|Bab 2 - 1×1=Tidak Punya Tujuan]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 6 Bab 3|Bab 3 - 1+1=Tidak Akan Mati]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 6 Bab 4|Bab 4 - 1÷2=Tidak Punya Pendamping]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 6 Bab 5|Bab 5 - 1÷0=Kehalusan]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 6 Epilog|Pembicaraan Penutup]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 6 Catatan Pengarang|Catatan Pengarang]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Pengawas: (tidak ada)&lt;br /&gt;
* Manager Proyek: (tidak ada)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Penerjemah==&lt;br /&gt;
:*[[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]] &lt;br /&gt;
:*[[User:MEsato Ariq|MEsato Ariq]] &lt;br /&gt;
:*[[User:Yusachi|Yusachi]]&lt;br /&gt;
:*[[User:IgnatiusP|IgnatiusP]]&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
:*[[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
:*[[User:MEsato Ariq|MEsato Ariq]]&lt;br /&gt;
:*[[User:Yusachi|Yusachi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jumlah Seri ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*ノーゲーム・ノーライフ1 ゲーマー兄妹がファンタジー世界を征服するそうです (MF文庫J)  (April 23, 2012)  - ISBN: 978-4-8401-4546-6&lt;br /&gt;
*ノーゲーム・ノーライフ2 ゲーマー兄妹が獣耳っ子の国に目をつけたようです (MF文庫J)  (September 22, 2012) - ISBN: 978-4-8401-4819-1&lt;br /&gt;
*ノーゲーム・ノーライフ3 ゲーマー兄妹の片割れが消えたようですが……？ (MF文庫J)  (January 25, 2013) - ISBN: 978-4-8401-4958-7&lt;br /&gt;
*ノーゲーム・ノーライフ4 ゲーマー兄妹はリアル恋愛ゲームから逃げ出しました (MF文庫J)  (June 25, 2013) - ISBN: 978-4-8401-5185-6&lt;br /&gt;
*ノーゲーム・ノーライフ5 ゲーマー兄妹は強くてニューゲームがお嫌いなようです  (MF文庫J)  (November 25, 2013) - ISBN: 978-4-04-066080-6&lt;br /&gt;
*ノーゲーム・ノーライフ6 ゲーマー夫嫁は世界に挑んだそうです (MF文庫J) (April 25, 2014) - ISBN: 978-4-04-066382-1		&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:MF_Bunko_J]]&lt;br /&gt;
[[Category:Hosted Projects]]&lt;br /&gt;
[[Category:Yuu Kamiya]]&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;br /&gt;
[[Category:Teaser (Indonesian)]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=No_Game_No_Life_(Indonesia):Jilid_1_Teks_Lengkap&amp;diff=405909</id>
		<title>No Game No Life (Indonesia):Jilid 1 Teks Lengkap</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=No_Game_No_Life_(Indonesia):Jilid_1_Teks_Lengkap&amp;diff=405909"/>
		<updated>2014-12-17T03:36:46Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: Created page with &amp;quot;==Prolog== &amp;lt;gallery&amp;gt; File:NGNL V1 Cover.jpg File:NGNL Volume 1 cover page.jpg File:NGNL V1 004.jpg File:NGNL V1 005.jpg File:NGNL V1 006.jpg File:NGNL V1 007.jpg|&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Table of C...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Prolog==&lt;br /&gt;
&amp;lt;gallery&amp;gt;&lt;br /&gt;
File:NGNL V1 Cover.jpg&lt;br /&gt;
File:NGNL Volume 1 cover page.jpg&lt;br /&gt;
File:NGNL V1 004.jpg&lt;br /&gt;
File:NGNL V1 005.jpg&lt;br /&gt;
File:NGNL V1 006.jpg&lt;br /&gt;
File:NGNL V1 007.jpg|&#039;&#039;&#039;Table of Contents&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
File:NGNL V1 17.jpg|&#039;&#039;&#039;Page 17&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
File:NGNL V1 47.jpg|&#039;&#039;&#039;Page 47&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
File:NGNL V1 71.jpg|&#039;&#039;&#039;Page 71&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
File:NGNL V1 103.jpg|&#039;&#039;&#039;Page 103&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
File:NGNL V1 117.jpg|&#039;&#039;&#039;Page 117&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
File:NGNL V1 179.jpg|&#039;&#039;&#039;Page 179&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
File:NGNL V1 209.jpg|&#039;&#039;&#039;Page 209&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
File:NGNL V1 213.jpg|&#039;&#039;&#039;Page 213&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
File:NGNL V1 230.jpg|&#039;&#039;&#039;Page 230&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
File:NGNL V1 249.jpg|&#039;&#039;&#039;Page 249&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
File:NGNL V1 no269.jpg&lt;br /&gt;
File:NGNL V1 no270.jpg&lt;br /&gt;
File:NGNL V1 276.jpg|&#039;&#039;&#039;Page 276&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
File:NGNL V1 277.jpg|&#039;&#039;&#039;Page 277&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/gallery&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Part 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Sebuah Legenda]	&lt;br /&gt;
Ada sebuah masa ketika [Keinginan] jumlahnya sama dengan jumlah bintang di langit&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Misalnya: sebuah legenda tentang ‘tidak akan ada satupun manusia yang mampu melangkahkan kakinya di bulan’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Misalnya: sebuah  konspirasi dari Freemason terhadap uang dolar Amerika Serikat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Misalnya: sebuah perjalan waktu di Philadelphia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bunker perlindungan nuklir Chiyoda, Area 51, insiden Rosswel UFO, dll.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melihat banyak contoh yang dipaparkan ini, kita bisa menyimpulkan bahwa ada pola yang sama dari setiap kejadian yang ada. Pola itu &lt;br /&gt;
adalah… ‘akan sangat menyenangkan jika kejadian itu benar-benar terjadi [Keinginan].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak akan ada asap tanpa api. Namun, setelah [Keinginan] menyebar ke segala arah, [Keinginan] telah berubah menjadi [Rumor].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pola pikir seperti ini tidak aneh di dunia ini. Sejak zaman dahulu kala, manusia selalu memilih [Yang Tak Terelakkan] daripada &lt;br /&gt;
[Ketaksengajaan]. Kelahiran manusia pertama kali mungkin adalah hasil dari kemungkinan astronomis. Menurut pandangan manusia, manusia &lt;br /&gt;
menganggap bahwa ada sesuatu atau suatu hal yang ingin menciptakan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat dari cara pandang ini, dunia tidak sekejam dan sekacau yang dipikir, tapi lebih teratur. Dengan memikirkan maksud dari penciptaan &lt;br /&gt;
dunia ini, untuk membantu mengeksplor  lika-liku dan kekejaman dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
……..Orang-orang hidup dengan keinginan di hati mereka. Maka dari itu, [Sebuah Legenda] bisa lahir dari sebuah kesungguhan [Keinginan].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu. Di dunia dimana [Sebuah Legenda] masih cukup banyak untuk menyinari langit, ada sebuah contoh yang jelas yang menjelaskan sebuah &lt;br /&gt;
kebenaran, namun contoh itu masih dianggap sebuah legenda. Pada akhirnya, tidak ada yang tahu apakah legenda itu benar-benar ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan salah, karena legenda yang dimaksudkan di  depan itu bukan berarti benar adanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya saja keberadaan dari legenda ini berbeda dengan keberadaan sebuah rumor atau gosip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, darimana asalnya [Sebuah Legenda] ini berasal? Semua ini dimulai dari sebuah [Rumor} biasa. Tapi tiba-tiba saja rumor itu &lt;br /&gt;
berubah menjadi sesuatu dari awalnya [Rumor] menjadi [Sebuah Legenda]. Dan legenda itu seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada sebuah rumor yang sudah menyebar di internet tentang seorang gamer yang bernama 『　　』menurut lebih dari 280 ranking game online, ada &lt;br /&gt;
seorang pemain dengan rekor tak terkalahkan yang dengan bangga selalu berada di pucuk ranking pertama dengan nama 『　　』&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin orang seperti itu benar-benar ada” mungkin itu yang kalian pikirkan. Itu juga yang orang lain percayai  dan menjadi sebuah &lt;br /&gt;
hipotesis sederhana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“『　　』adalah nama dari seorang staff divisi pengembangan yang ingin populer dengan nama itu. Kenyataannya mana mungkin pemain seperti &lt;br /&gt;
itu benar-benar ada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para pengembang game yang tidak mengungkapkan  identitas dari 『　　』membuat respon  buruk dari para pemain, seperti sebuah pesona &lt;br /&gt;
kecantikan, dengan pemain ini yang tidak mungkin ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi yang lebih aneh lagi adalah bahwa pemain ini selalu berpatisipasi di war dan banyak pemain sudah melawannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia yang tak terkalahkan…Dia seperti badai yang menerjang musuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikatakan bahwa dia…telah menakhlukan level Grandmaster di permainan catur dengan program komputer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikatakan bahwa dia…memiliki gaya permainan yang sesat dan tidak ada yang bisa membaca pergerakan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikatakan bahwa dia…telah menggunakan Tool Assist, dan bergantung pada Cheat Codes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikatakan bahwa dia… dikatakan bahwa dia…dikatakan bahwa dia…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang tertarik untuk meneliti [Rumor] ini memutuskan untuk menginvestigasinya lebih lanjut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Caranya tidak terlalu sulit. Jika pemain itu adalah pemain biasa, gamer PC, atau  Social Game, pemain itu pasti mempunyai akun. Dan jika &lt;br /&gt;
akun itu ada, maka urutan perolehan nilainya bisa diinvestigasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi seseorang itu yang menyelidiki pemain itu jatuh ke dalam perangkap. Karena 『　　』pada dasarnya memiliki akun untuk setiap game dan &lt;br /&gt;
SNS, dan dengan jumlah game yang ada, jumlahnya [Tak Terbatas]. Dia bahkan tidak memiliki celah sedikitpun untuk rekor menang-kalahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan itu, misteri ini sudah mulai bisa dijelaskan dan sudah bisa disimpulkan bahwa 『　　』adalah seorang hacker yang telah menghapus &lt;br /&gt;
semua jejak kekalahannya, sebuah grup gamer dengan level permainan tinggi, dll.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ini, {Sebuah Legenda] baru telah lahir. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dalam  kasus ini, orang yang telah bertanggung jawab menyebarkan rumor ini 『　　』 haruslah bertanggung jawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena dia memiliki akun, pemain itu juga punya hak untuk berbicara, tapi dia tidak menggunakan haknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia hanya diam dan tidak melakukan komunikasi satupun dengan para pemain&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena keterbatasan informasi itulah, semua hal tentang pemain itu masih menjadi sebuah  misteri bahwa 『　　』adalah seorang jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada satupun yang pernah melihat wajahnya——  itulah kenapa legenda ini terus saja berkembang dan terus menyebar dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mari kita perkenalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebenarannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang pemain dengan takhta kemenangan di lebih dari 280 game.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rekor ini tak pernah terkalahkan sejak dia membuat identitasnya itu, seorang pemain legendaris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
『　　』kebenaran sejati dari identitasnya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh…aku akan mati…aa, sekarang aku akan benar-benar mati…hey, adik, cepat bangun, baaannggunnn~!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“*Zuzu*…tidak mungkin…menggunakan kakiku untuk menggerakkan mouse-nya….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudahlah ayo cepat, adikku---atau harusakubilang, adikku yang pemalas---meskipun akutidak makanselama tiga hari, kamu kan makan cup mi  instan kan? Kau sudah bermain bagus selama pertarungan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:NGNL V1 17.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nii, kau juga mau makan? Seperti Calory Mate atau….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh, tidak mungkin aku makan benda yang dimakan oleh orang-orang borjuis itu. Selain itu, cepat bangkitkan karaktermu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…*Zuzu*…ini, Nii.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh! Terima kasih~ ngomong-ngomong jam berapa sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahm…sekitar jam depalan malam.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana novel menyebut jam delapan di pagi hari adalah malam hari. Lalu, hari apa ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Siapa yang tahu? Tunggu….satu, dua…empat cup mi instan jadi…empat hari?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, adikku. Maksudku bukan berapa hari yang sudah terlewat sejak kita berdua bergadang bermain game. Yang aku maksudkan ‘tanggal’ &lt;br /&gt;
berapa sekarang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu masalah Nii? Nii kan NEET?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja itu masalah---sesuatu yang mungkin di dalam game internet manapun tidak akan terjadi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---Dan itulah perbincangan singkat dari bocah perempuan dan laki-laki yang bermain game internet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka saling memandang satu sama lain di dalam ruanganitu saat mereka mengobrol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Luas dari ruangan itu sekitar enam belas tatami. Lebih ke arah lebar. Namun, di dalamnya penuh dengan konsol game, empat konsol untuk &lt;br /&gt;
setiap orang----jadi total ada delapan konsol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di lantai itu ada banyak paket game yang sudah dibuka, dan juga makanan----yang adalah sepaket mi instan dan botol air yang tersebar di &lt;br /&gt;
lantai, membuat ruangan ini malah terlihat sempit dari ukuran aslinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah layar monitor LED memancarkan cahaya redup berwarna putih dan itulah satu-satunya sumber cahaya  yang ada di ruangan itu. Bahkan &lt;br /&gt;
cahaya matahari terhalangi oleh tirai yang dipasang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Nii, apakah kamu…tidak ingin mencari pekerjaan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kalau begitu kenapa adik tidak pergi ke sekolah juga?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan pada akhirnya mereka berdua berakhir dengan tidak menyambungkan subyek pembicaraan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakak tertua, Sora, umur delapan belas tahun. Tidak mempunyai pekerjaan. Perjaka. Tidak populer. Tidak bisa berkomunikasi dengan orang &lt;br /&gt;
lain. Maniak game. Memakai sebuah kemeja dan celana jeans yang membuat dirinya malah terlihat seperti bocah pengurung dengan rambut hitam &lt;br /&gt;
acak-acakkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah identitas aslinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adiknya, Shiro. Umur sepuluh tahun. Tidak sekolah. Tidak punya teman. Bocah yang pernah di-bully. Anthropophobic. Maniak game. Orang-orang &lt;br /&gt;
mungkin ragu kalau melihat mereka berdua karena mereka terlihat tidak memiliki hubungan darah. Adiknya memilki rambut berwarna putih &lt;br /&gt;
kontras dengan kakaknya. Rambutnya begitu panjang dan terurai ke bawah. Ia memakai sebuah seragam sekolah dengan model seragam pelaut yang &lt;br /&gt;
sama sejak dia pertama kali pindah sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah identitas asli dari Kuuhaku  『   』   (空白) yang adalah gabungan dari dua nama, Sora (空) dan Shiro (白).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kebenarannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika semua orang tahu tentang identitas asli mereka, tidak akan ada orang yang percaya dengan hal itu, dan tetap menggenggam erat ilusi &lt;br /&gt;
seorang pemain tak terkalahkan yang telah menjadi sebuah legenda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan itu adalah bagian penjelasan yang menjelaskan tentang asal muasal [Legenda] itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendeknya, itulah [Keinginan] manusia, lahir dari ketidakteraturan dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukan [Ketidaksengajaan], melainkan lebih dekat ke [Ketidaksengajaan].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dunia ini tidak memiliki alasan yang kuat dan menyakitkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada arti sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keinginan seseorang untuk mengerti atau tidak ingin menerima kenyataan dari cerita ini akan membuat dunia ini lebih menarik. Lahir dari &lt;br /&gt;
kesungguhan [Keinginan], yang kemudian disebut [Legenda]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu bagaimana kalau membuat dunia ini lebih menarik, dengan membuat [Sebuah Legenda] baru?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu sekarang, mari kita menulis cerita ini dengan cerita yang indah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cerita ini dimulai dengan pembukaan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Apa kau pernah mendengar rumor ini?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu hari, sebuah e-mail dari ‘seseorang’ yang mengatasnamakan pemain terhebat di dunia datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Surelnya pendek, hanya sebuah pesan misterius dengan sebuah tautan URL di dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah meng-klik tautan itu, sebuah game tertentu akan dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah seseorang menyelesaikan game itu, mereka akan…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh, sudah ahh, aku capek….aku tidur~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tu-tunggu adikku! Kalau kau tidur siapa yang akan menangani tim penyembuhan, dan kalau kau log out—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau itu Nii, kau pasti bisa melakukannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Secara teori ya!  Kalau aku bisa mengendalikan dua karakterku dengan tanganku dan dua lainnya dengankakiku—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…semangat…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tu-tunggu! Tunggu sebentar! Kalau kau tidur, aku pasti mati!! Uuuoooo, kau lihat, aku akan mati!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tumpukan cup mi instan itu sudah menjadi sebuah menara setinggi lima cup mi instan. Yang berarti kedua bersaudara itu sudah menghabiskan &lt;br /&gt;
lima hari mereka untuk bermain secara terus-menerus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau mengetahui kondisi sang kakak, Shiro tetap saja tidur dengan menggunakan konsol gamenya sebagai guling. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ring—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba saja sebuah nada notifikasi berbunyi yang berarti mereka memiliki sebuah surel yang masuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nii, ada e-mail.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tidak sadar bahwa Nii-mu ini sedang bermain dengan empat karakter yang berbeda di empat layar yang berbeda? Kalau adik ingin &lt;br /&gt;
bantuan dariku, aku tidak memiliki kekuatan ekstra lagi untuk bertahan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cekatan, Sora mampu menggunakan kedua tangan dan kakinya untuk mengoperasikan keempat karakter itu dengan baik. Dia dengan serius &lt;br /&gt;
memimpin sebuah party yang terdiri dari empar orang sendiri dengan kedua tangan dankakinya danmenjawab permintaan adiknya dengan satu &lt;br /&gt;
tarikan napas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Paling itu juga iklan, tidak usah dipedulikan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Bagaimana kalau itu dari….seorang teman?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Teman siapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nii..?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haha, lucu sekali, aku bisa merasakan bahwa kata-katamu itu menusuk dadaku dengan tepat sasaran. Sungguh ironis sekali adik &lt;br /&gt;
kesayanganku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak ingin…Nii bilang…ini milikku…..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu itu adalah iklan. Dan kalau adik ingin tidur, tidur saja! Kalau adik tidak ingin tidur, tolong bantu aku di sini---Tidak!! &lt;br /&gt;
Aku mati! Mati!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mari kita ulangi lagi. Umur delapan belas tahun. Pengangguran. Lelaki periang. Tidak populer. Tidak bisa berkomunikasi dengan baik. Maniak &lt;br /&gt;
game. Tidak bermaksud menghina tapi bukan berarti dia tidak memiliki pacar. Dia tidak memiliki seorangpun yang bisa ia sebut sebagai &lt;br /&gt;
[Teman]. Hal ini juga berlaku bagi adiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uuu, menganggu sekali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiro berusaha sadar dari hawa kantuknya yang begitu kuat dan mengumpulkan semua tenaganya. Sebenarnya bukan masalah kalau itu hanyalah &lt;br /&gt;
iklan biasa. Tapi lain ceritanya kalau iklan itu adalah iklan game keluaran terbaru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nii, dimana tablet PC-nya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Di arah jam tiga, di tumpukan eroge kedua dari kiri, dan di dalam kotak ketiga atau keempat---uoo, kakiku kesemutan sekali!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiro menghiraukan kakaknya yang begitu kesal dengan permainan itu. Shiro dengan mudah menemukan benda yang dimaksudkan Sora itu. Mungkin ada yang bertanya kenapa seorang Hikkomori dan NEET membutuhkan sebuah Tablet PC. Tapi itu karena, tentu saja mereka menggunakannya untuk bermain. Pertanyaan bodoh macam apa itu. Namun, itu bukanlah fungsi sebenarnya dari tablet PC itu. Untuk game yang mereka mainkan, yang jumlahnya begitu banyak, mereka juga membutuhkan email dalam jumlah banyak pula, tanpa menghitung e-mail yang tidak digunakan untuk bermain, masih ada tiga puluh akun e-mail yang ada di dalam situ. Itulah efesiensinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi dari sini berasalnya… um, e-mail ketiga, jadi, yang ini bukan?”&lt;br /&gt;
Gadis berambut putih itu memiliki ingatan yang begitu tajam dibandingkan orang-orang biasa, dengan mudah dia menemukan pesan itu.&lt;br /&gt;
Dan setelah itu, orang yang ada di belakangnya bersorak kegirangan karena berhasil memenangi pertarungannya dengan memainkan empat karakter sekaligus dalam satu permainan. Sora bersorak kegirangan seperti habis memenangkan sebuah perang besar, lalu dia melihat e-mail itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
【New mail----Subject: To the both of you, 『　　』.】&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiro memiringkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Surel itu ditunjukkan kepada 『　　』itu tidak asing sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
War Request, undangan, tantangan---itu biasanya yang mereka terima, tapi ini—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“..Nii.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa adikku yang kejam, yang membiarkan kakakknya sendirian bermain karena ngantuk dan ingin tidur, tapi ujung-ujungnya juga tidak &lt;br /&gt;
tidur dan malah meminta kakakmu ini untuk bermain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiro tidak mendengarkan kalimat sarkasme yang dikatakan oleh sang kakak. Shiro menunjukkan surel itu pada kakaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, apa ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saudarnya itu melihat surel itu dan merasakan ada sesuatu yang aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menyimpan. Oke, selesai. Memeriksa item, oke, selesai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memeriksa bahwa tidak ada kesalahan, Sora mematikan layar gamenya yang sudah menyala selama lima hari berturut-turut &lt;br /&gt;
danmenggantinya untuk melihat inbox-nya untuk memeriksa surel yang baru saja ia terima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Bagaiamana orang ini tahu kalau 『　　』 adalah dua orang bersaudara?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya sudah ada orang yang menduga bahwa 『　　』 adalah sekelompok orang, tapi masalahnya adalah subyek yang tertulis di dalam surel &lt;br /&gt;
itu, tapi di situ tertulis:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Apakah kalianbersaudara merasa bahwa kalian lahir di dunia yang salah?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa....ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiro yang terlihat tidak begitu tertarik, kembali memegang konsol gamenya dan mencoba untuk tidur lagi. Yang berarti, dia menyerahkan &lt;br /&gt;
masalah itu pada kakaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, jadi kau ingin aku memainkannya? Oke, paling-paling orang ini hanya menggertak saja. Akan kuanggap dia sebagai hiburan saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya sang kakak, Sora, membuat keputusannya dan mengklik tautan URL itu. Kakaknya sangat berhati-hati agar dia tidak terkena &lt;br /&gt;
jebakan. Oleh sebab itu, dia memeriksanya dengan antivirus dan security software miliknya untuk memastikan bahwa tautan itu bukan ancaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...*Ahhmm*...selamat malam...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, tunggu, tunggu! Ini adalah tantangan buat 『　　』 . Kalau orang lain punya permainan catur mereka sendiri, aku sendiri saja sudah &lt;br /&gt;
cukup buat mereka!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora menahan adiknya agar tidak tidur meninggalkan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Siapa yang bermain catur dengan baik akhir-akhir ini...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, aku tahu apa yang kakak rasakan, tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang bahkan mampu mengalahkan level catur tertinggi, yaitu Grandmaster. Bahkan dengan kemampuannya itu, adik kecilnya sudah &lt;br /&gt;
tidak memiliki ketertarikan di dalam catur karena dia sudah mengalahkan program itu sebanyak 20 kali berturut-turut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin 『　　』 bisa dikalahkan. Tolong tetap bangun sampai aku tahu kemampuan dari orang ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Uuu...baiklah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan akhirnya Sora memulai permainannya. Setelah melihat kakaknya memulai satu langkah,dua langkah, Shiro mengangkat kepalanya supaya dia &lt;br /&gt;
bisa menghilangkan rasa kantuknya. Lima langkah, sepuluh langkah, dan berikutnya semua bagian di papan catur itu sudah terisi oleh pion-&lt;br /&gt;
pion catur itu. Shiro langsung membuka matanya dan memandangi layar di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“..huh? orang ini...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu Sora merasa ada sesuatu  yang aneh dengan orang yang dia lawan. Shiro kemudian berdiri dan berkata sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nii, pergantian pemain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa kata-kata, Sora dengan patuh berdiri dan kursinya dan berpindah tempat. Shiro mengira bahwa kakaknya mungkin bisa mengatasi orang &lt;br /&gt;
ini. Tapi Shiro sadar bahwa orang ini adalah lawan yang tangguh. Adik kecilnya itu, yang sudah berganti tempat duduk dengan kakaknya &lt;br /&gt;
memulai rencananya untuk melawan orang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Catur adalah [Permainan tanpa batas perkiraan]. Di dalam catur, [Keberuntungan] bukanlah faktor kemenangan. Di dalam teori, mungkin ada &lt;br /&gt;
beberapa cara tercepat untuk menang, tapi pada akhirnya itu hanya teori saja. Permainan catur itu tergantung dari kebisaannya seseorang &lt;br /&gt;
untuk menguasai dan mampu memperkirakan 10^120 kemungkinan. Orang seperti itu tidak mungkin ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi ada seseorang yang mampu mengisi [Ketidakadaan] itu, dan itu adalah Shiro. Dia mampu menguasai dan memperkirakan banyak kemungkinan—&lt;br /&gt;
bukan, sangat banyak—jumlah kemungkinan dalam catur. Jika kamu mampu memilih langkah terbaik dalam catur, maka kamu memiliki keuntungan &lt;br /&gt;
jika kau memulai langkah terlebih dahulu. Jika kamu memilih untuk lari, maka hasilnya adalah seri. Itulah teori dasarnya. Tapi bagaimana &lt;br /&gt;
caranya melawan seseorang yang mampu melihat 200.000 kemungkinan dalam satu detik? Bahkan program catur terbaik di dunia pun mampu &lt;br /&gt;
dikalahkannya sebanyak dua puluh kali berturut-turut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Tidak mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan lawannya kali ini cukup kuat hingga membuatnya sedikit kerepotan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenanglah. Aku yakin jika dia ini adalah manusia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kita melawan program, program pasti memilih langkah terbaik untuk bermain. Di satu sisi itu bagus, tapi di sisi lainnya itu berarti &lt;br /&gt;
bahwa program itu hanya bisa menjalankan taktik yang dia miliki yang biasa dijalankan oleh program itu. Itulah kenapa adik bisa menang &lt;br /&gt;
dengan mudah melawan program komputer. Tapi orang ini—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora menunjuk ke arah layar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang itu membuatmu sengaja memancingmu dan membuatmu memakai langkah yang buruk, dan kalau adik berpikir kalah itu alami untuk sebuah &lt;br /&gt;
program, maka adik salah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Uu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adik kecilnya itu tidak bisa melawan kata-kata kakaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika melihat dari kemampuan dua bersaudara itu, di kebanyakan game, Sora dan Shiro sangatlah kuat. Mungkin memanggil mereka sebagai “gamer &lt;br /&gt;
jenius”malah lebih cocok buat mereka. Untuk Shiro, ia hanya bisa bertindak berdasarkan logika. Itulah kenapa dia mampu mengalahkan bahkan &lt;br /&gt;
program yang paling hebat sekalipun. Namun, kemampuannya untuk memperkirakan [Kemampuan] orang lain sangatlah payah. Itulah kenapa, untuk &lt;br /&gt;
kasus ini, dia menyerahkannya pada kakaknya, Sora. Meski kakaknya tidak bisa berkomunikasi secara normal dengan orang luar, kakaknya &lt;br /&gt;
memiliki kemampuan untuk menebak [Pola Pikir] orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenang saja, kalau lawan kita bukanlah program, kita pasti bisa mengalahkannya. Jangan terpancing dengan provokasinya. Aku akan melihat &lt;br /&gt;
setiap provokasinya dan taktik untuk melawannya jadi kita bisa mengalahkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengerti...Shiro akan melakukan yang terbaik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa mereka berdua begitu berhasil menjadi gamer terbaik di seluruh dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bermain selama enam jam. Adrenalin dan Dopamin mengalir dari otak mereka, membuat mereka lupa bahwa mereka telah bermain selama &lt;br /&gt;
lima hari berturut-turut, dan juga membuat mereka mampu berkonsentrasi penuh melawan lawannya itu. Enam jam—tapi serasa mereka telah &lt;br /&gt;
bermain selama beberapa hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan akhirnya, mereka mempunyai kesempatan. Suaranya begitu lelah dan menandakan bahwa mereka sudah menyelesaikan permainan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Skakmat’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dua bersaudara itu menang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu suasana menjadi hening—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Fuuuaaaahhhh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mengambil napas panjangnya. Bermain begitu lama membuat mereka lupa caranya untuk bernapas. Setelah mengambil napas panjang, mereka &lt;br /&gt;
pun tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Luar biasa...sudah lama sekali....sejak aku bisa bermain dengan begitu keras seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haha, ini pertama kalinya aku melihat adik berjuang begitu keras dalam permainan, benarkan dik?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nii, apakah lawan kita itu....benar-benar manusia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, aku yakin itu. Dia membutuhkan waktu yang lama untuk membuatmu jatuh ke perangkapnya dan membuatmu mengambil langkah yang salah, dan &lt;br /&gt;
saat itu tidak berhasil aku merasa ada sesuatu yang salah dengan orang itu—atau mungkin kusebut saja dia Monster.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku penasaran orang seperti apa dia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adiknya itu yang telah mengalahkan level Grandmaster begitu tertarik dengan lawannya ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin dia juga seorang Grandmaster? Kalau program mudah ditebak, tapi manusia begitu kompleks dan rumit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, lain kali aku ingin bermain Shogi dengan Dragon King.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya Shogi King ingin menerima tantanganmu? Tapi ayo kita coba!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah permainan itu, mereka berdua merasa begitu senang dan senyum terus ada di bibir mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ring—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara notifikasi e-mail berbunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin itu dari lawan kita. Coba buka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Un.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi isi dari surel itu hanya ada satu kalimat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Bagus sekali. Dengan kemampuan seperti itu, aku yakin jika hidup kalian begitu menyakitkan.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan satu kalimat itu, mental mereka langsung turun. Keheningan mengisi ruangan, dan hanya suara kipas angin komputer yang terdengar. &lt;br /&gt;
Puluhan kabel berserakan di lantai, bersamaan dengan sampah mereka dan baju-baju mereka. Waktu serasa berhenti di ruangan itu dimana &lt;br /&gt;
cahaya matahari terhalangi oleh tirai kamarnya dan tekanan yang begitu tinggi mengelilingi tubuh mereka. Mereka berdua terpojok di dalam &lt;br /&gt;
ruangan seluas enam belas tatami itu. Inilah dunia kakak beradik itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingatan buruk mereka mulai mencuat ke permukaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakaknya, yang mampu membaca pikiran seseorang hanya dengan mendengar suaranya. Adiknya, dengan rambut putih panjang, dan mata merahnya, &lt;br /&gt;
memiliki IQ yang begitu tinggi—tapi tidak ada satupun orang yang mengerti diri mereka.dua bersaudara itu menutup hati mereka setelah kedua &lt;br /&gt;
orang tua mereka meninggal. Tidak peduli seberapa kuat dirinya berpikir optimis terhadap kejadian itu—tidak, bahkan mereka masih merasa &lt;br /&gt;
begitu sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adik kecilnya membungkuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama setelah berpikir, kakaknya itu dengan marah membalas surel itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Itu bukan urusanmu dasar brengsek! Siapa kau sebenarnya!?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Balasannya datang cukup cepat. Tapi isi dari balasannya itu cukup membingungkan. Tidak bisa disebut sebagai balasan tapi isinya  adalah &lt;br /&gt;
begini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Apa yang kalian pikirkan tentang dunia ini? Apa dunia ini menarik buat kalian? Apa dunia ini membuat kalian nyaman?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak perlu untuk menjawabnya karena jawabannya sendiri adalah,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini dunia sampah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
..tanpa ada tujuan yang jelas, ini adalah permainan paling bodoh yang pernah ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada tujuh miliar pemain yang bergerak seenaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang memiki sesuatu kelebihan malah dikenai hukuman. Adik kecilnya yang mengisolasi dirinya sendiri hanya karena dia terlalu &lt;br /&gt;
pintar dari teman-teman sebayanya—tidak ada satupun yang mengerti dirinya dan pada akhirnya dia di-bully oleh orang-orang di sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang tidak memiliki sesuatu kelebihan  juga tetap saja dikenai hukuman. Kakaknya itu, adalah kakak yang selalu tersenyum walau &lt;br /&gt;
dia selalu gagal, bahkan saat dia dimarahi oleh gurunya dan orang tuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tidak pernah memiliki hak untuk berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diam akan membuat dirimu  di-bully oleh orang  lain&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbicara terlalu banyak akan membuat dirimu dihindari oleh orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mampu melihat pikiran orang juga akan membuat dirimu dihindari oleh orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada tujuan yang jelas, tidak ada batasan, bahkan jenis game apa ini tidak jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang mematuhi peraturan malah dihukum, sedangkan orang yang tidak mematuhi peraturan malah bebas berkeliaran dan malah bertengger di &lt;br /&gt;
posisi elit di dalam game. Tidak ada game yang mampu melawan game paling buruk di dunia ini. Dunia ini adalah game terburuk yang pernah &lt;br /&gt;
ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Brengsek!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sore menggertakkan giginya dan mengelus kepala adiknya dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana pada saat mereka bisa berdiri di dalam game seperti tuhan sudah selesai. Yang ada di situ hanyalah dua orang kakak beradik yang &lt;br /&gt;
mengasingkan diri dari dunia luar. Yang ada di situ hanyalah dua orang kakak beradik yang begitu depresi dengan dunia ini, manusia yang &lt;br /&gt;
gagal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bunyi Ring—terdengar lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakaknya yang memegang mousenya berusaha untuk mematikan komputernya tapi adiknya menahan kakaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Bagaimana jika ada dunia yang ditentukan oleh game sederhana benar-benar ada?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora, yang tadinya ingin mematikan komputernya itu, tidak mampu melakukan apapun selain membaca isi dari tulisan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Sebuah dunia dimana tujuan dan peraturan itu jelas adanya, sebuah dunia di atas papan permainan, bagaiamana menurut kalian?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua orang bersaudara itu bertukar pandang, tertawa, dan saling menganggukkan kepala mereka. Lalu, kakak tertuanya itu mulai menulis dengan &lt;br /&gt;
keyboard itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Kalau dunia seperti itu benar-benar ada, berarti kami berdua lahir di dunia yang salah.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dia membalas surel itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-Shaaaa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Layar komputernya tiba-tiba saja mengeluarkan suara mendesis seperti ada sirkuit kabel yang meledak. Setelah suara itu, tidak ada lagi &lt;br /&gt;
yang bisa didengar dan waktu serasa berhenti, hanya surel dan monitor itu hilang dari pandangan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa ini...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara bisa terdengar dari ruangan itu. Suara itu seperti rumah itu retak dan akan hancur, dan ada suara listrik yang meledak. Kakaknya &lt;br /&gt;
panik sambil melihat seisi ruangannya itu, dan adiknya hanya bisa diam dan melihat kejadian itu. Suara itu semakin besar dan kemudian  diiringi oleh suara TV hitam putih yang tidak memiliki channel. Dan dari speaker-nya—bukan, dari layar komputernya, sebuah suara terdengar &lt;br /&gt;
dari dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Aku juga berpikiran sama. Kalian berdua lahir di dunia yang salah.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba saja sepasang tangan berwarna putih menarik mereka ke dalam monitor itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wha~~!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Hii!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan itu menarik mereka ke dalam layar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Aku akan membiarkan kalian berdua bersaudara untuk lahir kembali di dunia dimana seharusnya kalian lahir!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan mereka terisi dengan cahaya putih dan mereka menutup mata mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka membuka matanya lagi, hal pertama yang mereka lihat adalah cahaya hangat matahari. Sudah lama sekali sejak mereka terakhir &lt;br /&gt;
merasakan sinarnya, dan perasaan saat retinamu terbakar oleh cahaya matahari. Kakaknya, yang pertama kali merasakan perasaan ini, sadar &lt;br /&gt;
jika meraka berada di berada di langit paling tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uoooo!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemandangan mereka berubah yang dari awalnya hanya berisi kamar seluas enam belas tatami, berubah menjadi sebuah pemandagnan yang begitu &lt;br /&gt;
luas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berada di—udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena mereka tiba-tiba saja berada di atas langit yang begitu luasini, Sora, yang sadar akan situasi ini berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang sebenarnya terjadiiii!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang dilhatnya sekarang ini membuat dirinya seakan tak percaya, tidak peduli berapa kali dia melihatnya, dia yakin ada sebuah pulau &lt;br /&gt;
berada di bawah mereka, dan pulau lainnya juga—sedang melayang di bawah mereka. Ada juga hewan yang terbang di sekitar mereka di langit &lt;br /&gt;
ini, itu adalah seekor naga. Cukup jauh melihat, ada beberapa pion catur raksasa yang berada di garis pegunungan itu, yang membuat orang &lt;br /&gt;
melihatnya kehilangan kemampuannya untuk memperkirakan jarak mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa dengan dunia fantasi ini?”itu yang ada di pikiran Sora. Pemandangan ini, tidak peduli berapa kali dia berusaha membandingkannya &lt;br /&gt;
dengan yang ada di bumi, tidak sama dengan yang ia tahu selama ini. Tapi masalahnya sekarang adalah bahwa mereka sekarang sedang jatuh &lt;br /&gt;
dari atas langit tanpa parasut. Mereka sekarang benar-benar jatuh dari atas langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan mati!!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Butuh tiga detik bagi dirinya untuk sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, setelah dia merasakan perasaan yang begitu kejam ini, ada suara seseorang yang berteriak di dekatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selamat datang di duniaku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Bocah] itu jatuh bersama di sebelah Sora dengan membuka tangannya dan tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah utopia yang selama ini kalian idam-idamkan, sebuah dunia di atas papan permainan. [Permainan]—semua hal di dunia ini ditentukan oleh permainan. Nyawa kalian bahkan batas negara!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora mungkin baru sadar sepuluh detik kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiro sudah mengerti kondisi mereka yang sebenarnya segera setelah ia membuka mata, ia memeluk kakaknya sambil menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...siapa kau..?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiro mencoba untuk berteriak sementara dia jatuh dengan kecepatan tinggi, tapi dia hanya bisa berbisik dengan suara kecilnya itu. Tapi &lt;br /&gt;
bocah itu mengerti apa yang dimaksud dengan Shiro dan menjawab sambil tersenyum seperti biasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku? Maksudmu aku?...aku tinggal di dunia ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berkata seperti itu sambil menunjuk ke arah pion catur terbesar dekat batas katulistiwa itu, dimanaSora telah melihatnya pertama kali &lt;br /&gt;
bererapa saat yang lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, di dunia kalian mungkin aku disebut sebagai ‘dewa’benar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggunakan jari telunjukknya di dagunya, dia mengatakan bahwa dirinya adalah dewa dengan wajah yang imut dan cukup bersahabat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tidak ada yang tahu apa yang dikatakannya itu benar atau tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan waktunya untuk itu! Kita semua jatuh dengan kecepatan tinggi! Whoooaah Shiro!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.........!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa tahu apa yang dilakukannya itu benar atau tidak,Sora meraih tangan Shiro dan membawa Shiro agar dia bisa berada di atas tubuhnya. &lt;br /&gt;
Setelah itu, Shiro berada di lengan Sora dan mulai berteriak tanpa suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil melihat itu, bocah dewa itu berbicara pada mereka dengan suara senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku harap kita bertemu lagi suaru saat. Ya, kita pasti akan bertemu lagi, tidak akan lama lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan setelah itu, mereka kehilangan kesadaran mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uunn....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa saat menyentuh tanah. Aroma dari rumput. Saat Sora bangkit dari kesadarannya, dia sadar bahwa dia sudah berada di tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa sebenarnya itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ini mimpi? Itu yang Sora pikirkan sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Uu.. mimpi yang aneh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adiknya bangun setelah kakaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hei, adikku, jangan bilang ‘ini hanya mimpi’. Sora bermaksud berkata seperti itu tapi dia mengurungkan niatnya . &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil memikirkan apa yang sedang terjadi di sini, Sora berdiri dan menganggap tidak ada yang terjadi di dunia ini, tapi yang ada di &lt;br /&gt;
kakinya itu adalah tanah. Tidak salah lagi itu adalah tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langit biru yang begitu menyegarkan berada di atasnya, lama sekali dia tidak pernah melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Whoooaaa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora sadar jika mereka berada di ujung sebuah tebing, dan segera mundur dua langkah dari tempat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu melihat pemandangan yang  ada di depan mereka itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemandangan yang indah ada di depan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...tidak, ini bukan dunia tempat mereka berasal. Ini dunia yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada pulau yang mengapung dan naga. Dan di balik gunung itu ada sebuah pion catur raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini berarti itu adalah pemandangan yang dia lihat saat dia jatuh tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang berarti satu hal; ini bukanlah mimpi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, adikku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Unnn....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil melihat yang di depannya itu, dia memanggil adiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku selalu berpikir kalau hidup itu adalah game yang paling mustahil—sebuah permainan yang hanya cocok bagi seorang masokis.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Un...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan mereka kemudian berkata dengan harmoni yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kita benar-benar di sini, huh—cukup! Game sampah apa ini sebenarnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, mereka berdua kehilangan kesadaran mereka lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 6===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Apakah kau pernah mendengar rumor ini?]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada suatu hari, sebuah e-mail datang datang dari seseorang yang mengaku sebagai gamer terbaik di dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Isi pesannya pendek, hanya sebuah pesan misterius dengan tautan URL di dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat seseorang membuka tautan itu, munculah sebuah game.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah  seseorang menyelesaikan game itu, maka dia akan hilang dari dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan orang itu akan diundang ke dunia lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Sebuah Legenda] dimana seseorang diundang ke dalam dunia lain.....apa kau akan percaya cerita itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Chapter 1==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada jaman dahulu kala, dahulu sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dewa terdahulu, bersama dengan pelayan dan ciptaannya, berperang satu sama lain dalam rangka mencapai kekuasaan sejati seorang Dewa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peperangan itu berlanjut terlalu lama, begitu lama sehingga menimbulkan banyak korban jiwa di kedua belah pihak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makhluk berakal budi saling membenci satu sama lain, menghancurkan satu sama lain, dan dengan ganasnya membantai satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para Elves, hidup di desa-desa kecil, seorang pengguna sihir dan pemburu musuh mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dragonian pasrah terhadap nasib mereka dan satu-persatu mereka dibantai, dan Werebeast memangsa mangsa mereka seperti makhluk buas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua bagian bumi berubah menjadi gurun yang dilahap oleh cahaya bulan, ditelan ke dalam kegelapan yang semakin gelap karena perang antara &lt;br /&gt;
dewa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Raja Iblis], mengubah para Phantasma, dan para monster pengikutnya menjarah seluruh penjuru bumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dunia ini, banyak sekali keluarga kerajaan, para permaisuri cantik, dan tak lupa para pahlawan yang tak lebih dari seorang yang begitu &lt;br /&gt;
rakus dan korup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imanity hanyalah sebuah ras kecil di antara mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka membuat negara, membentuk fraksi, dan mempertaruhkan semuanya demi keselamatan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada banyak dongeng legenda para pahlawan yang disyairkan oleh para penyair—karena zaman ini adalah zaman pertumpahan darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah sebuah  legenda yang begitu lama yang tersebar di langit, laut, dan tanah—dunia ini dikenal dengan nama [Papan Permainan]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi perang yang orang-orang yakini akan menjadi perang yang tiada akhir pada akhirnya telah mendekati ujungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di langit, di laut, di tanah---bakan bintang-bintang sudah kelelahan dengan perang yang sudah berlangsung begitu lama, dan pada saat para &lt;br /&gt;
hampir kalah, mereka semua menyerah pada perang yang begitu lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan demikian—pada saat itu, seorang dewa yang sudah menahan kekuatannya begitu lama mengambil kursi kekuasan sang Dewa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah dewa yang tidak berpatisipasi di dalam perang itu sampai akhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan ia hanyalah seorang pengamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalian yang memanggil diri kalian makhluk berakal budi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalian yang lalah dan sudah mencapai batas kekuatan kalian, lelah akan kekerasan yang tiada henti, keputusasaan, dan yang menyebarkan hawa &lt;br /&gt;
kematian, tunjukkan padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang membedakan kalian dari [Gerombolan Makhluk Buas]?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua ras berusaha untuk menunjukkan kepintarannya pada dewa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi kata-kata mereka hanya berlalu di dunia yang sudah mencapai akhirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada satupun jawaban mereka yang mampu memuaskan sang Dewa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka kata sang Dewa:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melarang semua tindakan pembunuhan dan pembantaian di surga dan di bumi di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata itu menjadi [Sumpah], sebuah peraturan yang absolut dan abadi di seluruh dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian, pada hari itu [Peperangan] dihilangkan dari dunia itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, semua makhluk yang berakal budi itu mengeluh terhadap perintah sang Dewa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Bahkan jika tidak ada [Peperangan], [Konflik] masih belum hilang----‘&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Jika begitu,’ lanjut sang Dewa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalian para [Exceed] yang mengklaim diri kalian sebagai makhluk berakal budi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalian begitu haus akan ilmu pengetahuan, bakat, dan alasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalian membangun sebuah menara kebijaksanaan, dan kalian berusaha menunjukkan kepintaran kalian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Dewa mengambil ke-16 pion catur dan tertawa begitu lantang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian, [Kesepuluh Perintah] dibuat, dan [Perang] dihilangkan dari muka bumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan semua permasalahan diselesaikan dengan [Permainan].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama dari Dewa yang menjadi Sang Dewa Tunggal adalah—Tet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia yang kemudian disebut sebagai [Dewa Permainan]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benua Lusia, Kerajaan Elchea—Ibu kota Elchea.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berada di selatan garis ekuator dan berada di bagian paling barat dari benua itu yang memanjang hingga timur laut, ibu kota itu adalah &lt;br /&gt;
sebuah kota kecil di dalam sebuah negara kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat zaman peperangan antara Dewa, wilayah negara ini mencakup setengah dari benua ini, tapi sekarang wilayahnya menciut menjadi &lt;br /&gt;
sekarang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sekarang yang tersisa dari kerajaan itu hanyalah ibu kota itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah, lebih tepatnya, wilayah itu adalah wilayah Imanity.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agak sedikit jauh dari wilayah ibu kota, di luar wilayah kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di lantai pertama di sebuah bar yang mencakup sebagai penginapan, persis seperti yang ada di dalam game RPG. Dua orang gadis berada di &lt;br /&gt;
sana sedang bermain kartu dan dikelilingi oleh para penonton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu gadis itu terlihat seperti gadis remaja, dengan rambut merah dan lekuk tubuhnya begitu mudah terlihat dari pakaian yang dia &lt;br /&gt;
pakai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan gadis satunya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlihat seumuran dengan gadis di depannya itu, tapi dia terlihat lebih tua karena pakaian yang dia pakai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memakai sebuah kerudung hitam dan pakaian berlengan panjang seperti pakaian seorang pelayat—rambutnya juga sama-sama hitam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Permainan yang dia mainkan itu mungkin...adalah poker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raut muka mereka berdua begitu berlainan. Wanita berambut merah itu memiliki raut muka serius, mungkin dia tidak bisa mengatur emosinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara gadis yang lain, gadis berambut hitam itu tidak memiliki emosi di mukanya, seperti orang mati, tapi orang yang melihatnya bisa &lt;br /&gt;
merasakan bahwa dia itu adalah orang yang begitu tenang dan sabar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasannya jelas---di depan gadis berambut hitam itu, ada tumpukan koin emas yang begitu tinggi, sementara gadis di depannya itu hanya &lt;br /&gt;
memiliki sejumlah koin emas yang tersisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, wanita berambut merah itu telah kalah telak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, apa kau tidak bisa lebih cepat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:NGNL V1 47.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, para penonton yang sedari tadi sudah menikmati minuman mereka sepanjang hari, meneriakkan ejekan-ejekan kasar pada perempuan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perempuan berambut merah itu telrihat begitu tegang dan stres.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi di sisi lain—situasinya sudah berubah menjadi atmosfer yang lebih heboh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
.............&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di luar bar dimana pertandingan itu berlangsung, seorang gadis muda dengan memakai kerudung, duduk di sebuah meja di teras barr itu dan &lt;br /&gt;
menatap jendela yang menampilkan isi dari bar itu dan berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa dengan kehebohan itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah? Kau tak tahu? Apa kalian berdua orang asing—tunggu, tidak ada negara lain yang tersisa bagi para Imanity.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tempat duduk di sebelah gadis yang menatap jendela bar itu, dua orang yang duduk di meja itu juga sedang memainkan permainan yang &lt;br /&gt;
mirip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah permainan antara seorang laki-laki muda berkerudung seperti gadis berkerudung itu dengan seorang laki-laki paruh baya dengan &lt;br /&gt;
janggut dan bir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laki-laki itu menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, kita datang dari desa yang jauh dari sini, jadi kita tidak tahu apa yang sedang terjadi di ibu kota ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anehnya, permainan yang dimainkan oleh kedua orang itu juga sama dengan yang ada di dalam bar itu [Poker].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi perbedaanya adalahmereka menggunakan tutup botol daripada koin emas di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria paruh baya itu membalas perkataan laki-laki muda itu dengan nada yang agak ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dari wilayah pedesaan dari Imanity kau bilang? Satu-satunya orang yang tersisa di sana adalah para pertapa bukan begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haha, mungkin benar juga. Jadi, apa yang sedang terjadi di sana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laki-laki muda itu hanya menjawab seadanya untuk menghindari topik itu, dan pria berjanggut itu menjawab pertanyaan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang, sebuah turnamen pertaruhan untuk [Menentukan Raja Berikutnya] sedang digelar di Elchea.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk memilih raja berikutnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, itu yang tertulis di surat wasiat raja sebelumnya sebelum dia mati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Raja berikutnya dari para Imanity tidak berasal dari keturunan sang raja, melainkan dipilih dari “Penjudi Kelas Atas dari Imanity.”]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria berjanggut itu melanjutkan kata-katanya sambil menambahkan beberapa tutup botol di atas meja itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Imanity terus saja kalah dari Pertaruhan Wilayah Negara, dan sekarang hanya Kerajaan Elchea yang tersisa—hanya ibu kota ini yang tersisa. &lt;br /&gt;
Tidak ada tempat bagi orang yang suka bersolek di sini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, [Pertaruhan Wilayah Negara], huh... dunia ini ternyata menarik juga.”balas laki-laki muda itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meniru gadis berkerudung itu, laki-laki muda itu terlihat tertarik dan mengalihkan pandangannya ke dalam bar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu, apa kedua  gadis itu adalah calon penerus takhta raja yang baru?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm? Mungkin kualifikasi pemilihan [Calon] raja yang baru sedikit berbeda, karena semua Imanity memenuhi persyaratan untuk ikut dalam &lt;br /&gt;
turnamen ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laki-laki tua itu kemudian menambahkan kata ‘tapi’ sambil mengganti arah pandang matanya ke dalam bar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis berambut merah itu mungkin tidak tahu istilah dari “poker face” dalam permainan poker, gadis berambut merah itu terus melihat kartu &lt;br /&gt;
di tangannya sambil berkonsentrasi penuh sampai-sampai gumamannya terdengar ke seluruh ruangan di bar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melihat gadis itu, pria itu melanjutkan katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gadis berambut merah itu adalah Stephanie Dora. Dia adalah salah satu kerabat dekat dari sang raja sebelumnya. Kami semua harus berterima &lt;br /&gt;
kasih pada wasiat raja sebelumnya itu, karena kalau seseorang yang tidak memiliki darah dari sang raja naik takhta, maka dia akan &lt;br /&gt;
kehilangan segalanya yang ia miliki. Maka dari itu ia  mengincar untuk menang di turnamen ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sederhananya, gadis itu yang juga adalah kerabat dekat dari sang raja sebelumnya yang telah membawa Imanity pada kehancuran kini begitu &lt;br /&gt;
putus asa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar kalimat terakhir itu, pria itu menghelan napasnya. Ia sudah menjelaskan semua yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Hmm...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“[Pertaruhan Wilayah Negara] ya? Jadi kedaulatan suatu negara juga ditentukan oleh permainan, huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis muda berkerudung dan laki-laki muda itu cukup mengagumi kondisi pertandingan di dekat mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu mengagumi dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laki-laki muda itu begitu tertarik dengan dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi yang sedang diadakan ini adalah round-robin gambling tournament.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Round-robin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang yang mengumunkan calon raja berikutnya boleh siapa saja dari Imanity. Pertama, mereka harus mendaftarkan nama mereka dahulu. Lalu &lt;br /&gt;
mereka harus mengadakan persetujuan dahulu, kemudian mereka bertanding di dalam sebuah game, dan yang kalah harus meninggalkan haknya di &lt;br /&gt;
dalam turnamen itu. Pemenangnya akan diangkat sebagai raja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi begitu, peraturannya  cukup sederhana dan mudah dimengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, laki-laki muda itu ragu dan berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa cuman segitu saja peraturannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menurut [Kesepuluh Perintah], selama kedua pihak setuju, yang dipertaruhkan oleh mereka berdua dan detail pertandingan mereka itu tidak &lt;br /&gt;
penting. Orang-orang yang terlibat dalam pertaruhan wilayah negara bergantung dari ‘siapa, apa, dan kapan’itu saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bukan itu maksudku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata begitu dalam di dalam hatinya, pria berkerudung itu melirik lagi ke dalam bar itu sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis muda berkerudung itu membisikkan sesuatu kepada laki-laki muda itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia akan kalah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, aku setuju.”:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kedua orang itu saling berbisik, laki-laki muda itu mengeluarkan sebuah benda berbentuk persegi dari sakunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menunjukkan benda itu ke sebuah interior di dalam bar itu, melakukan sesuatu, dan suara Beep keluar dari benda itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, pria paruh baya itu tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi, Nii-chan? Apa Nii-chan tertarik untuk ikut bertanding seperti orang-orang itu?”sambil berkata seperti itu, pria paruh baya itu &lt;br /&gt;
membalikkan kartunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Full House. Maaf soal itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpikir bahwa dia pasti menang dalam permainan ini, pria paruh baya itu mengeluarkan senyum jahatnya. Tapi itu adalah laki-laki &lt;br /&gt;
berkerudung itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena sejak  awal dia sudah tidak tertarik untuk bermain poker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia hanya membalas beberapa kali ketika dia ingat jika dia sekarang sedang bermain poker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Ah, yah, maaf.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata seperti itu, dengan perlahan pria muda itu membalikkan kartu di tangannya dan sontak pria paruh baya itu terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Royal Straight Flush?!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria berjanggut  itu berdiri dan berteriak kepada laki-laki muda itu karena dia telah mendapat kombinasi kartu terbaik yang ada di dalam &lt;br /&gt;
poker tanpa menunjukkan ekspresinya sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ka-kau bajingan! Kau pasti menggunakan trik kan! Ayo mengaku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh, hei kau kasar sekali... apa dasar dari tuduhanmu itu, huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laki-laki muda itu dengan sembrono mendorong kursinya dan berdiri sambil membelakangi pria itu, yang kini semakin marah karena laki-laki &lt;br /&gt;
muda itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya 1:650.000 kemungkinan seseorang bisa mendapatkan kombinasi Royal Straight Flush! Mana mungkin kau bisa mendapatkannya semudah itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hari inilah hari dimana satu kemungkinan itu terjadi. Salahkan keberuntunganmu sendiri Ossan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laki-laki muda itu begitu membodohi pria paruh baya itu, dan mengeluarkan telapak tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi seperti yang sudah  kita janjikan, serahkan barang taruhanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjetikkan jarinya karena kalah, pria paruh baya itu menyerahkan dompetnya dan tasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perintah keenam dari [Kesepuluh Perintah], Pemegang taruhan bersumpah akan mematuhi perjanjian yang mereka buat—baiklah ini hadiahmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih, pak tua.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laki-laki berkerudung itu  meninggalkan kursinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis muda berkerudung itu juga ikut meninggalkan pria itu, namun dia membungkuk hormat terlebih dahulu lalu mengikuti laki-laki itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika pria paruh baya itu melihat kedua orang yang ia lawan itu masuk ke dalam bar itu, seseorang yang terlihat seperti teman dari pria &lt;br /&gt;
itu datang  menghampirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tadi aku lihat pertandinganmu dari awal sampai akhir, tapi kenapa kau mempertaruhkan segala yang kau punya dalam sekali permainan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh, iya juga, bagaimana aku harus membayar sewa rumahku sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, tinggalkah itu sebentar, kalau kau mempertaruhkan biaya  hidupmu, lalu apa yang mereka pertaruhkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria berjanggut itu menghela napasnya dan setelah itu menjawab pertanyaan temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka bilang, kau bisa melakukan apapun yang kau ingin lakukan pada kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa--?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pikir mungkin mudah sekali mengalahkan mereka berdua, tapi mereka terlihat seperti datang dari desa, jadi aku pikir aku bisa &lt;br /&gt;
mengalahkan mereka... kenapa memangnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bukan begitu, maksudku kau pilih yang mana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“---Huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, walaupun kau seorang Homo atau Lolicon tapi kupikir kau sudah terlalu jauh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haa, tunggu, tunggu sebentar!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa, tidak ada yang perlu kau khawatirkan? Aku tidak akan bilang apapun pada Kami-san. Jadi, aku minta traktir♪”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bu-bukan begitu! Apa kau lupa kalau aku kehilangan semua uangku?! Lebih penting lagi---“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka mempertaruhkan keperawanan gadis itu dan bahkan nyawa mereka, tapi mereka dengan tenang mendapatkan royal straight flush, kau &lt;br /&gt;
tahu? Siapa sebenarnya mereka berdua?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nii...curang...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah? Kenapa sekarang adik mengeluh, huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nii menggunakan trik yang licik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, seperti yang dikatakan oleh pria paruh baya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mungkin seseorang bisa mendapatkan kombinasi kartu royal straight flush dengan mudahnya. Mendapatkan kombinasi kartu itu dalam &lt;br /&gt;
permainan sudah pasti menunjukkan bahwa seseorang telah menggunakan trik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perintah kedelapan dari [Kesepuluh Perintah], Seseorang yang dengan sengaja menggunakan trik selama permainan, maka akan dinyatakan &lt;br /&gt;
kalah---“ laki-laki muda itu terus mengulangi kata-kata itu dalam pikirannya sejak dia menghapalkan kalimat itu beberapa saat yang lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—dengan kata lain, selama kita tidak ketahuan menggunakan trik, kita bisa menggunakan berbagai macam trik yang ada. Ini adalah salah satu &lt;br /&gt;
cara terbaik untuk menang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nyatanya dia memang menggunakan sedikit eksperimen terhadap perintah itu, lalu dia meregangkan tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, dengan ini kita punya hasil jarahan perang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nii, apa kau tahu cara menggunakan uang disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin aku tahu bukan? Tapi, yah, serahkan saja pada kakakmu ini. Hal seperti ini adalah salah satu keahlian kakakmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata seperti itu seakan-akan kedua orang pria berjanggut dan temannya itu tak akan bisa mendengar mereka berdua,  mereka masuk ke dalam bar sekaligus penginapan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil melihat ke sekeliling dimana semua orang berkumpul di tengah-tengah bar dimana kedua orang gadis itu sedang bertanding, kedua bersaudara itu berjalan ke arah konter bar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah tiba di depan konter itu, laki-laki berkerudung itu membuka tasnya dan dompetnya yang baru saja mereka dapat dan bertanya pada &lt;br /&gt;
orang di balik kasir itu  yang terlihat seperti pemilik dari bar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kami ingin ruangan untuk dua orang. Satu tempat tidur saja sudah cukup. Berapa harganya untuk satu malam?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemilik bar itu melihat kedua orang di depannya itu dan memperhatikan uang yang ada di dalam tasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemilih bar itu terlihat agak ragu-ragu sebelum membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Satu malam dengan tiga kali makan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, laki-laki berkerudung itu merespon dengan senyum yang agak dipaksakan tapi tidak bisa mengarah ke matanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahaha~ Hey, dengar, kami berdua begitu kelelahan dan kami berdua  sudah berada di titik dimana kami akan mati kelelahan karena berjalan &lt;br /&gt;
semalaman dan seharian selama lima hari, kau tahu~ bisa tidak kau bilang saja berapa lama kami bisa menginap di sini dengan uang yang kami &lt;br /&gt;
miliki?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Apa?’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau boleh memeras orang desa seperti kami ini yang tidak tahu berapa harga mata uang, tapi aku sarankan pada anda agar anda menjaga &lt;br /&gt;
perhatian anda dan nada suara anda ♪”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjetikkan jarinya, pemilik baritu merespon dengan keringat dingin mengucur dari kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Tch. Dua malam kalau begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan kau ber~bohong lagi... jadi, mari kita bicarakan lagi untuk menginap selama sepuluh hari dan tiga kali makan sehari.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Tawaran macam apa  itu? Oke, aku tahu, tiga malam dengan tiga kali makan setiap hari! Itu yang benar, oke!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh, aku tahu. Kalau begitu, kenapa tidak lima hari dengan tiga kali makan setiap hari.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap--?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sengaja memberikan harga mahal dari aslinya kepada kostumer agar kau bisa mengambil sisa keuntungan dari harga kamar itu dan kau &lt;br /&gt;
gunakan sendiri, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap~? Kenapa kau kau tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau memang pemilik dari bar ini, tapi kau bukan pemilik dari penginapan ini? Mungkin aku bisa mengadukanmu kepada pemilik penginapan &lt;br /&gt;
ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tersenyum ringan, laki-laki muda itu berhasil menyelesaikan negosiasi kotornya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemilik bar itu tersenyum kaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau terlihat lebih menyeramkan dari aslinya, Nii-chan... oke, empat malam dengan tiga kali makan setiap hari. Bagaimana dengan itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah? Terima kas~ih banyak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil tersenyum, pemilik bar itu memberikan kuncinya kepada laki-laki berkerudung itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamarmu ada di lantai tiga, agak jauh ke kiri. *Sigh* namamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan muka yang tidak enak, pemilik bar itu mengambil formulir pendaftaran. Laki-laki muda itu memberikan satu kalimat sebagai &lt;br /&gt;
balasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm... ‘Kuuhaku’ saja sudah cukup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora memutar-mutarkan kunci kamarnya dengan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menepuk punggung adiknya dan melihat ke meja tempat pertandingan poker itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat, kakakmu ini bisa dapat empat malam. Ayo, puji kakakmu ini—kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiro melihat gadis berambut merah itu, yang pria berjanggut itu sebut sebagai Stepha... atau apalah itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muka kacaunya begitu terlihat di wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan ia begitu yakin kalau dirinya tidak mempunyai kesempatan untuk menang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Gadis itu—akan kalah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja. Memang kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan kalaupun dia punya kesempatan untuk menang, tidak akan kesempatan bagi dirinya kalau dia masih menunjukkan raut emosinya begitu mudahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin anggota keluarga kerajaan itu memang sebodoh yang pria itu katakan tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara berpikir seperti itu, Sora—menyadari sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Ah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian dia sadar apa yang dimaksudkan oleh adiknya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, jadi itu yang terjadi....Hooh, menakutkan sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“..Iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora berguman sementara Shiro mengangguk saat mereka melihat gadis berambut hitam itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang kita duga...curang di dunia ini sangatlah luar biasa. Aku sangat tidak ingin berhadapan dengan trik seperti itu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Nii, memalukan sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun mereka mengerti keadaan itu, Sora tiba-tiba saja menjadi serius dan membantah ejekan Shiro.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, jangan berkata seperti itu. Yang lebih penting bukan betapa bagusnya trik itu, tapi bagaimana trik itu digunakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nii, apa kau bisa menang—melawannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Tapi dunia ini benar-benar dunia fantasi... walau tidak terlihat begitu nyata, cukup aneh, kita bisa menghadapi dunia ini cukup mudah... &lt;br /&gt;
Bukankah kita bermain game terlalu banyak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menjawab pertanyaan adiknya itu, Sora mulai berjalan ke tangga menuju lantai tiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, itu tadi pertanyaan yang bodoh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiro meminta maaf kepada Sora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagipula, kalah bukanlah pilihan bagi Kuuhaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia berjalan menuju tangga, sambil melewati gadis berambut merah bernama Ste... atau apapun itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk alasan yang bahkan tidak ia ketahui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa berpikir panjang, Sora membisikkan sesuatu kepada gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa kau tidak tahu kalau kau dicurangi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata biru gadis itu begitu kontras dengan warna rambutnya, warnanya begitu lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengatakan satu kalimat itu, Sora melangkah ke kamarnya di lantai tiga sementara dirinya bisa merasakan ekspresi keterkejutan dari gadis itu di belakangnya... tapi dia tidak berkata apa-apa lagi, ataupun melihat ke belakang—“&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
===Part 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengisi lubang kunci itu dengan kunci kamarnya, pintu kamar itu terbuka, ditemani dengan suara geretan pintu yang menggeser.&lt;br /&gt;
Interiornya terlihat begitu murah seperti yang biasa ditemui di  Ob**vion atau Sky**m. Sebuah kamar kecil dengan lantai yang mudah berdecit setiap kali melangkah. Sebuah meja dan kursi diletakkan di pojok ruangan itu seakan-akan pemilik penginapan itu meminta maaf pada kostumer karena kondisi kamar yang begitu jelek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benda lainnya yang ada di kamar itu adalah sebuah tempat tidur dan sebuah jendela. Interiornya begitu simpel dan desainnya begitu &lt;br /&gt;
sederhana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memasuki ruangan itu dan mengunci pintunya, kedua bersaudara itu melepas kerudungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laki-laki muda dengan rambut hitam acak-acakknya dan menggunakan T-shirts, jeans, dan sneaker—Sora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis kecil dengan mata merah yang tersembunyi di balik rambutnya yang terurai di depan mukanya, kulit putih dan memakai seragam pelaut—&lt;br /&gt;
Shiro.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora melemparkan jubanya yang ia pinjam untuk terlihat tidak mencurigakan karena baju yang ia pakai jelas-jelas tidak berasal dari dunia &lt;br /&gt;
ini, dan kemudian dia melempar semua barangnya ke atas tempat tidur itu dan melepaskan semua tekanan yang ia rasakan dari tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengambil ponsel dari sakunya—dan menandai checklist-nya dengan tanda Task Complete.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—[Objective] mengamankan bawaan... [Achieved]—ini. Boleh aku bicara seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Yah, tidak apa-apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dia memastikannya, dia berguman sekali lagi dengan penuh emosi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahhhhh, aakkkkuuu saaannnngggaaaattttt lllleeellllaaaahhhhh......”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu kalimat yang Sora putuskan tidak akan dia ucapkan sampai dia berada di tempat yang pantas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu setelah itu, Sora terus mengomel sampai terus-terusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin, tidak mungkin. Tidak mungkin aku bisa berjalan sejauh itu setelah aku keluar untuk pertama kalinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sama dengan kakaknya, Shiro melepaskan jubahnya itu dan membenahi seragam pelautnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiro membuka jendela itu dan melihat pemandangan di luar sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari jendela itu, dia bisa melihat begitu jauh, ia bisa melihat—tebing tempat mereka pertama kali datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Manusia... tentu saja bisa melakukannya... kalau mereka mau kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, kau bisa melakukan apapun bahkan tanpa memiliki kehendak sekalipun—kata-kata itu sudah cukup menjelaskan kehidupan kita selama ini.” &lt;br /&gt;
Walaupun dengan nada yang agak pesimis—adiknya mengangguk setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi, aku pikir kaki dan tangan kita akan lebih lemah dari ini. Kita berjalan cukup jauh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Karena, kita bisa mengontrol tikus-tikus itu dengan kaki kita?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, aku tahu! Mungkin memang benar kalau seseorang melatih kemampuan mereka sampai batasnya, kita bisa menguasai seluruh daerah ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Bukan itu yang aku maksudkan..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan dialog komik seperti itu ada batasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Shiro mulai menutup setengahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adiknya itu akhirnya menjatuhkan dirinya di atas tempat tidur itu tepat di sebelah Sora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak menunjukkan ekpresinya, tapi rasa lelahnya jelas terasa dari tarikan napasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu alami untuk merasa seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiro melalui sebuah pertandingan catur setelah mereka bergadang selama lima hari berturut-turut,lalu mereka harus berjalan begitu jauh—&lt;br /&gt;
dan masih harus mengikuti keluhan Sora tentang rasa lelah dan latihan fisik yang mereka alami itu (Walau Sora menggendong Shiro selama &lt;br /&gt;
setengah perjalan); ini hanyalah hadiah kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sudah bekerja keras. Bagus sekali. Kau memang adik yang sangat kubanggakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berkata seperti itu sambil menepuk kepala adiknya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Yah, kita berhasil menemukan tempat untuk tidur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, walau aku tidak tahu apa yang harus kita lakukan saat kita bertemu perampok itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--Dan lalu, Sora mengembalikan ingatan yang serasa baru ia rasakan beberapa saat yang lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, saat mereka pertama kali mendarat di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—lalu, apa yang akan kita lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiro menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berjalan sambil mencoba bangun setelah dia jatuh tertidur untuk yang kedua kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora mengutuk hidupnya itu yang tidak memiliki alasan; Sora yang kelelahan berteriak ke pejalan kaki yang lewat di depan penginapan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Shiro benar-benar menghilangkan rasa kantuknya, ia menghela napasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua merasa lelah, tapi mereka masih bisa mengembalikan kesegaran tubuh mereka walau begitu lelah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua sudah mengalihkan diri dari tepi ujung tebing itu, lalu mereka duduk di atas jalanan berpaving.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“......Nii, kenapa kita bisa ada disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau lihat, di game RPG benda ini disebut sebagai [Jalan] kan? Aku ingat fungsi dari benda ini adalah untuk jalan orang-orang yang lewat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun mereka tidak tahu apakah pengetahuan mereka tentang game akan membantu mereka banyak dalam kondisi seperti ini, tapi keadaan ini &lt;br /&gt;
harus diatasi terlebih dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—ya, pertama, kita lihat dulu barang apa saja yang kita bawa ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti dalam permainan survival play-off game, kata sora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berusaha untuk memahami kondisi mereka sekarang ini, mereka berdua mencoba mengeluarkan semua benda yang ada di kantong mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan yang ada di kantong mereka adalah—Ponsel smartphone milik Sora dan Shiro.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua baterai multiguna. Dua buah charger tenaga matahari, dengan dua stopkontak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan yang terakhir adalah tablet PC di tangan Shiro.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
....Sangat sulit membayangkan orang yang tersesat di suatu tempat memiliki barang-barang mahal seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan semua benda itu digunakan untuk bermain tentu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--Sebenarnya tidak ada yang tahu apakah benda-benda ini berguna atau tidak di situasi seperti ini, mereka berdua begitu misterius dan juga &lt;br /&gt;
barang-barang bawaan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“......Dan, gelombang listrik dan benda-benda elektronik lainnya tidak akan bisa digunakan di dunia fantasi seperti ini.” Kata Sora sambil &lt;br /&gt;
melihat layar monitor ponselnya yang memiliki tanda diluar jaringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--Tapi, lampu di balik ponselnya bisa digunakan sebagai lampu di malam hari, dan juga bisa digunakan untuk mengambil foto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aplikasi peta di dalamnya mungkin juga tidak akan berguna, tapi fungsi kompasnya mungkin masih bisa digunakan .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora merasa lega karena spesifikasi yang sempurna dari ponsel pintarnya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Oke, Shiro, matikan tablet-nya. Gunakan matahari untuk men-charge baterainya. Aku men-download e-book di tablet itu dan jika memang &lt;br /&gt;
terjadi sesuatu yang diluar perkiraan, kita gunakan saja survival guide-nya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Roger—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan patuh Shiro mendengarkan kata-kata kakaknya itu dan mematikan tablet-nya itu dan men-charge-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--Saat berhadapan dengan kejadian yang tidak bisa diduga, mendengarkan petunjuk dari kakaknya adalah yang terbaik bagi Shiro. Shiro tahu &lt;br /&gt;
harus melakukan hal itu karena pengalamannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
.....Setelah menggunakan kekuatan dari sains (Ponsel Sora), mereka menemukan petunjuk arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, menggunakan ponsel yang hanya memiliki kompas hanya akan membawa mereka seperti di tengah lautan tanpa arah, jadi tidak banyak &lt;br /&gt;
perkembangan yang mereka capai saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka membawa produk dari teknologi masa depan yang paling canggih, tapi mereka masih tersesat di jalanan dan mereka terjatuh di sisi &lt;br /&gt;
jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Oh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora melihat beberapa orang mendekat dari  sisi jalan yang lainnya, melewati mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohhh! Hebat! Pengalamanku di dalam game RPG berguna sekali!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Nii.....Mereka terlihat.....aneh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata itu, kelompok orang itu berjalan cepat ke arah mereka dan mengelilingi mereka ke dalam lingkaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka memakai baju berwarna hijau dan menggunakan sepatu bot yang memudahkan mereka untuk berjalan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.....Wowhoa, bukankah kalian perampok?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora tidak bisa melakukan apapun selain mengeluh kepada surga di atasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tersesat di jalan dan orang yang pertama kali mereka temui adalah [Perampok Dunia Fantasi!]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melawan sekelompok perampok ganas ditambah dengan perangai mereka yang begitu buruk—Sora melindungi Shiro di balik tubuhnya sambil sekali &lt;br /&gt;
lagi mengeluh kepada surga di atasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi apa yang keluar dari mulut para perampok itu adalah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hehe...jika kalian mau lewat—kalian harus bermain bersama kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
.........&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat itu membaut kedua bersaudara itu terlihat tak berdaya—tapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Ini, eh...orang itu bilang kalau dunia ini adalah [Sebuah dunia dimana semua hal ditentukan di dalam permainan] bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.....apa begini cara perampok bekerja di dunia ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua bersaudara itu langsung sadar maksud dari kata-kata itu sejak mereka mendengar kata itu dari kelompok perampok itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tersenyum karena tahu maksud dari kata-kata itu. Kejadian yang mereka alami ini tentu lebih baik daripada penrampok di dunia nyata &lt;br /&gt;
yang mereka tinggalkan, lalu mereka tertawa lepas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kalian berdua tertawakan huh! Kalau kalian tidak mau bermain game melawan kami, jangan pikir kalian bisa lewat dengan mudah dari &lt;br /&gt;
sini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para perampok itu melawan kedua bersaudara yang tertawa tanpa alasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua bersaudara itu berkomunikasi dengan berbisik sampai para perampok itu tidak bisa mendengar suara bisikan kedua bersaudara itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Satu orang yang akan menipu mereka, lalu gunakan trik untuk mencari jalan kabur—gimana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“......itu......bagus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyelesaikan perbincangan itu dengan Shiro, Sora menepuk tangannya dan mengeluarkan suara ‘Pa!’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ok, baik, ayo kita bermain. Tapi sayangnya kita tidak memiliki apapun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh, tidak masalah buat kami, kalau begitu—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sebelum perampok itu menyelesaikannya, Sora melanjutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kami kalah, kalian boleh menjual kami atau apapun yang kalian inginkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Ah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perampok berwajah tebal itu mau mengatakan apa yang dikatakan Sora tapi kata-katanya sudah dipotong terlebih dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan sebaliknya, kalau kami menang—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan senyum jahatnya—Shiro berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian semua akan mengantar kami ke kota terdekat, dan memberi kami jubah kalian. Karena kami memakai pakaian yang terlihat aneh di dunia &lt;br /&gt;
ini karena kami dikirim dari dunia lain. Dan juga kami harus tahu peraturan-peraturan apa saja yang ada di dunia ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora ingin menggunakan kekuatan terbaiknya dalam permainan game.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak awal permainan dia sudah yakin bahwa dirinya bisa memenangi game ini sambil menambahkan beberapa permintaan lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 6===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali ke sebelumnya, Sora berbisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“[Kesepuluh Perintah]—eh, Shiro, apa kau masih ingat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.....Peraturan....yang sangat tidak.....menarik.” Shiro masih terlihat agak mengantuk dan kemudian kembali tertidur setelah dia membalas kakaknya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka telah mempelajari peraturan ini setelah mereka dijelaskan oleh para perampok yang mereka temui waktu mereka tiba di dunia ini &lt;br /&gt;
(mereka tidak bisa mengingatnya lagi sekarang) dan telah mereka kalahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora mengeluarkan ponselnya yang sebelumnya ia tulis peraturan-peraturan itu, Sora membacanya lagi dengan suara keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
【Kesepuluh Perintah】——&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah peraturan-peraturan yang telah diturunkan oleh [Tuhan] itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun sepertinya adiknya sudah menghapalnya dengan mudah, kakaknya masih menyimpannya di ponselnya, dan berikut adalah isi dari &lt;br /&gt;
peraturan itu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
【1】 Semua pertumpahan darah, perang, kekearasan, dan penjarahan dilarang di seluruh penjuru dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
【2】 Semua perselisihan diselesaikan dengan sebuah permainan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
【3】 Di dalam permainan, taruhan dibuat berdasarkan keputusan kedua belah pihak dengan nilai taruhan yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
【4】 Terlepas dari peratuan yang “ketiga”, isi dari permainan dan barang yang dipertaruhkan tidak penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
【5】Pihak yang ditantang berhak menentukan isi dari permainan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
【6】 “Sesuai dengan perintah ini”, isi dari taruhan harus ditaati tanpa syarat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
【7】 Semua permasalahan di dalam sebuah kelompok akan diwakilkan oleh seorang perwakilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
【8】 Jika seseorang ketahuan melakukan kecurangan dalam permainan, maka ia secara langsung dinyatakan kalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
【9】 Peraturan-peratuan diatas bersifat kekal, dalam nama Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan 【10】—— Semua orang harus bergembira selama dalam permainan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
——........&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Peraturan yang kesembilan itu untuk menyimpulkan semua peraturan diatas, tapi yang kesepuluh.....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peraturan kesepuluh itu bukan berarti harus akur atau rukun terhadap sang lawan, jadi dengan kata lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau bisa dibilang, ‘Bagaimanapun, tidak mungkin semudah itu untuk akur dengan pihak lawan dalam keadaan yang harmoni’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora merasa bahwa【Kesepuluh Perintah】itu serasa begitu ironi, dan raut muka sang Tuhan yang begitu gembira melintas di kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bocah yang membawa kita ke dunia ini—kalau bocah itu benar-benar adalah seorang [Tuhan], pasti sifatnya cukup bagus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memasukkan ponselnya ke sakunya, Sora berkata dengan senyum cerahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat dia akan membaringkan tubuhnya di atas kasur itu, rasa lelahnya serasa mencuat dari tubuhnya, dan rasa kantuknya semakin terasa, &lt;br /&gt;
bahkan kemampuan berpikirnya serasa menurun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.....Kalau kupikir, yang kurasakan ini tentu reaksi yang biasanya, ya. Menarik seseorang yang sudah bergadang selama lima hari ke sebuah &lt;br /&gt;
dunia antah berantah dan rasanya aku begitu lelah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“......Fuu......”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang berada di samping kakaknya adalah Shiro, dia selalu berada di samping kakaknya, ia menempel di pinggang kakaknya, adiknya sudah bermimpi ke dunia fantasi lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyingkap rambutnya yang menutupi mukanya, wajahnya yang berwarna putih seperti keramik dan lekuk mukanya itu seperti sebuah karya seni.&lt;br /&gt;
Dibandingkan dengan sang adik yang memiliki rupa seperti boneka, kalau kita bilang mereka berdua adalah dua orang bersaudara, maka itu pasti hanyalah sebuah gurauan semata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Bukannya aku sudah bilang buat pakai selimut dulu kalau mau tidur? Kalau adik kedinginan gimana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“......Un.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan agak mengantuk, Shiro mengambil selimut itu dengan suaranya yang lemah karena mengantuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora menutupi tubuh adiknya itu dengan selimut yang memiliki bau seperti debu dengan agak ragu-ragu, tapi ia berpikir kalau itu lebih baik &lt;br /&gt;
daripada tidak ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dirinya melihat Shiro yang tertidur dengan napas yang teratur, Sora seperti kelihangan tenaganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Nah—setelah ini, darimana kita mulai)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora mulai mengusap papan layar ponselnya itu yang baru saja ia keluarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia ingin mencari apakah ada sesuatu yang kiranya bisa membantu dirinya mengatasi masalah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Sekarang, apa yang kualami saat ini adalah sebuah fantasi dimana kau ditarik ke sebuah dunia lain, jadi pertama kali yang harus aku &lt;br /&gt;
pikirkan  adalah bagaimana caranya keluar dari dunia ini terlebih dahulu.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang tua yang tak pernah ada di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang adik yang telah ditolak oleh masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dirinya yang telah ditolak oleh masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sebuah kejutan yang ada di depan matanya—dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.....Hey, Shiro....apa kau ingat kenapa pemeran protagonis dari game yang biasa kita mainkan ingin sekali kembali ke dunia ‘mereka’  dahulu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau dia tahu kalau Shiro sudah tidur, Sora tetap saja bertanya seperti itu, dan jelas Shiro tidak akan menjawabnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berpikir tentang apa saja yang telah dia alami selama empat hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora berusaha untuk mencari jawabnya—tapi sebelum dia sampai pada sebuah kesimpulan, rasa kantuk yang sudah menghantui dirinya sudah &lt;br /&gt;
menakhlukkannya dan di kini tertidur menyusul Shiro.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 7===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Tok Tok!’, suara itu bergema di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan kenapa Sora bisa bangun adalah karena adanya ketukan pintu yang sopan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora sudah mempertajam indera perasanya sejak mereka datang ke dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora berusaha menahan rasa kantuknya yang terus menyerangnya untuk diam, lalu kemudian dia berusaha menyalakan kembali otaknya agar aktif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.....Nya~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi adiknya berbeda dari dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiro masih belum bangun dari tidurnya dan dengan erat dia memegang lengan kakaknya selama tidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan wajah yang begitu nyenyak membuat orang lain begitu iri melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:NGNL V1 71.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, menurut peraturan itu, di dunia ini, membunuh, menjarah, dan tindakan kekerasan dan kejahatan itu dilarang.....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang berarti—tindak kekerasan di dunia ini tidak mungkin ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin karena berada di titik ini—tidak, Shiro mungkin mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora, yang terlihat bahwa dirinya bisa beradaptasi di dunia ini, memberikan senyum kepada adiknya itu yang masih tertidur lelap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, kemampuan otakku tidak mungkin bisa disamakan dengan Shiro....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;Tok Tok!&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar suara ketukan pintu itu, Sora membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, silahkan masuk. Siapa itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Stephanie Dora. Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan sama kamu soal hari ini...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
........Stephanie......Ah!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengeluarkan pnselnya, Sora memastikan wajah dari gadis itu yang ada di ponselnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang ada di ponselnya itu adalah seseorang gadis  dengan rambut merah mata biru, seperti seorang gadis bangsawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kalau tidak salah, bar di bawah digunakan untuk acara memilih raja yang baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um, permisi, saya akan membuka pintunya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“......Miwuuuuuu.....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Adikku, mungkin memang sebuah anugrah bagi kakak karena adik mengenggamku begitu erat, tapi bisakah adik melepaskan tanganku, sebentar &lt;br /&gt;
saja? Aku tidak bisa membuka pintu kalau adik memegang tanganku terus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.........?........what?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau Shiro masih setengah tidur, Shiro masih bisa melepaskan tangannya dari tangan Sora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengangkat tubuhnya yang terasa agak berat dari tempat tidur, Sora melangkah di lantai kayu yang berdecit itu dan membuka pintunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang berada di depan pintu itu adalah seorang yang tampak begitu berbeda dari foto yang dimiliki oleh Sora di ponselnya—[Stephanie] &lt;br /&gt;
terlihat seperti telah menerima sebuah pukulan telak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Bisa kau ijinkan aku untuk masuk?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, Erm, oke.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkat kata, Stephanie diajak untuk masuk ke kamar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora kemudian mengambil sebuah kursi dari pojok ruangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia duduk di kursi itu karena Shiro tidur dengan posisi yang tidak mengenakkan mata karena terus berganti posisi tidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang pertama kali membuka mulut adalah Stephanie.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“........Apa yang sebenarnya terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Apa? Kalau aku jelaskan dulu, karena kita berdua adalah saudara, jadi yang kamu lihat ini—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Guu.....kau ditelantarkan oleh Nii......”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--Benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya Shiro tidak setengah tidur—tapi Shiro berada dalam kondisi 80% dimana keadaan itu memberikan tekanan tersendiri di punggung &lt;br /&gt;
Sora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di tempat ini, sebuah penjelasan masih dibutuhkan di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu—apakah salah? Aku Sora. Berapa lama aku tidak memiliki pacar sama dengan umurku sekarang, dan aku masih mencari seorang pacar sampai &lt;br /&gt;
sekarang, whoa♪”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.......Itu tidak masalah sama sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Stephanie tidak menghiraukan maksud  dari kata-kata itu dan dengan lemah ia melanjutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lebih pentingnya, aku ingin menjelaskan apa yang sebenarnya yang terjadi selama hari ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Hari—hari, Un, ada apa ini lagi?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ngomong-ngomong, jam berapa sekarang? Aku bahkan tidak bisa melihat matahari terbit dari sini--)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora melihat ponselnya dan melihat bahwa empat jam telah lewat sejak mereka istirahat—mereka berdua sudah tidur cukup lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hari ini, saat kamu memegang pundakku, kamu bilang sesuatu kalau gak salah ‘apa kau tidak tahu kalau kau sedang dicurangi’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Shiro sedang berguman sendiri, mungkin sesuatu tentang perbincangan ini, dia masih menutup matanya dan berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Jadi kamu......benar-benar kalah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stephanie terdengar agak terganggu dengan hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Ya.......ya, itu benar, AKU KALAH! Sekarang, semuanya telah berakhir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora menutup telinganya untuk meredam suara keras yang berasal dari Stephanie, yang kemudian berdiri karena terganggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah—karena aku kurang tidur, suaranya seperti bergema terus di kepalaku, bisa tidak kalau kau tidak berteriak seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stephani, dalam keadaan kesal, membanting tasnya ke sebuah meja dengan amarah yang begitu besar. Sora memohon dengan rendah hati kepada &lt;br /&gt;
Stephanie, tapi permohonannya itu tidak sampai ke telinganya, dan dia pun mulai menangis dengan suara yang tajam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena kamu tahu kalau lawanmu menggunakan trik untuk mengalahkanmu, bukankah akan terdengar bagus kalau aku menjelaskan kecurangannya &lt;br /&gt;
itu di depan semua orang? Aku akan menang kalau aku mengekspos kecurangannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora kemudian mengingat apa yang dia baca sebelum dia tidur, dan berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh..... perintah kedelapan dari [Kesepuluh Perintah]: Jika seseorang ketahuan melakukan kecurangan dalam permainan, maka ia secara &lt;br /&gt;
langsung dinyatakan kalah....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang berarti, kau akan menang kalau kau tahu lawanmu curang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sayangnya gadis itu terlambat untuk menyadarinya—kalau tidak bisa menunjukkan bukti kecurangan itu, orang yang curang itu tidak bisa &lt;br /&gt;
dikalahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku kalah karena kau! Arghhh, bahkan sekarang aku akan dikeluarkan dari calon penerus takhta.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.....Jadi.....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiro yang masih lelap itu berkata dengan bibir mengatup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.....Jadi kau kalah.....dan sebagai rasa penolakanmu itu.....kau kesini untuk curhat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar kata-kata Shiro, Stephanie merasakan tekanan yang begitu tinggi di pembuluh nadinya dan membuat Stephanie menggertakkan giginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah~adikku, bisakah kau tidak menuangkan minyak ke dalam api saat kau tidur?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“......Guu.......Kenapa.......kau membukanya di sini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bangun saat aku bilang [Mencari Pacar].......dan juga, kita tidak memiliki siapa pun yang kita kenal disini, jadi, seharusnya kita &lt;br /&gt;
harus lebih ramah—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--Tapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora berhenti berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah ide muncul di kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin karena tahu kalau kakaknya memiliki sebuah ide, Shiro menjadi diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di lain sisi, Sora, yang mengubah pikirannya, berkata sambil menggunakan senyumnya yang tajam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Tapi, apa yang adikku katakan itu ada benarnya. Manusia yang selalu gagal pasti keinginannya akan dikabulkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“......Apa yang kau bilang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulut Stephanie menganga karena terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Sora menahan keterkejutan Stephanie ituu, dengan matanya yang agak bernafsu, Sora memandangi lekuk tubuh Stephanie.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti fantasy world of Ojou-sama, dia memakai gaun yang menutupi tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora terlihat seperti ingin sekali menjilat tubuhnya itu, ia membayangkan bentuk tubuhnya itu yang tertutupi oleh gaunnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora memilih kata-kata yang cocok untuk lawannya itu—Sora berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak bisa melihat kemampuan lawan untuk mencurangimu, lalu kau datang kemari dengan keadaan kesal.......kau bahkan marah-marah pada &lt;br /&gt;
seroang anak yang menyenggol kukumu—kau benar-benar bodoh. Dan kalau kau benar-benar keturunan dari sang raja itu, aku bisa bilang kalau &lt;br /&gt;
kalah adalah sifat aslimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 8===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora melihat Stephanie dengan pandangan kasihan seperti sebuah organisme yang tidak memiliki akal.&lt;br /&gt;
Melebarkan pandangan matanya, ia menunjukkan pandangan mata yang begitu membenci Sora, raut muka yang sedang marah terpampang di matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tolong....tolong tarik kata-katamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tarik kata-kataku? Haha, kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena—aku tidak akan membiarkan seorang pun menghina Ojii-san yang kusayangi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora melihat Stephanie yang marah terhadap kata-kata yang baru saja ia ucapkan, Sora mendengus dan melambaikan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tahu, alasan kenapa kau tidak tahu bahwa dia itu curang itu karena kau bermain terlalu bertahan—daripada mengambil risiko, kau lebih &lt;br /&gt;
memilih bermain aman untuk menang. Orang-orang seperti ini, yang berpikir untuk lebih baik mengamankan dirinya sendiri, tidak akan punya &lt;br /&gt;
waktu untuk memperhatikan setiap gerakan lawannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyumnya yang setelah dia berkata itu agak terlihat mengejek dan kasar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya orang bodoh yang tidak bisa mengontrol emosinya sendiri dan kau tahu, kau itu terlalu konservatif. IMHO[3], seorang gamer seperti &lt;br /&gt;
itu patut dipertanyakan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Diam kau! Kalau aku ingin mendengar pendapatmu, maka—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stephanie mencoba menahan Sora agar tidak kabur dari kursi itu, dia berdiri seperti mencoba untuk memegang tangan Sora agar dia tidak &lt;br /&gt;
kabur, tapi Sora melanjutkan katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, ayo kita bermain sebuah game.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“......Eh? Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stephanie merasa bingung. Tapi karena merasa dirinya benar, dia memutuskan untuk bertanya tentang apa yang Sora maksudkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sesuatu yang tidak membuat kita berpikir secara berat. Berarti hanya gunting, batu kertas. Dengar? Gunting, batu, kertas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gunting, batu, kertas--? Hm...baiklah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Un, dunia ini pasti bisa membantu banyak. Kalau begitu, kita pakai itu saja untuk menentukan pemenangnya—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum menyelesaikan kalimatnya, Sora mengangkat tangannya untuk menghentikan Stephanie menghentikan katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan janken yang biasanya—apa kau mengerti? Aku akan menggunakan kertas saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—ah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“kalau aku mengeluarkan benda lain selain kertas, maka aku akan [Kalah]......tapi, kalau aku mengalahkanmu dengan benda selain kertas, &lt;br /&gt;
kamu juga akan kalah, yang artinya kita [Seri]. Dan tentu saja, kalau aku mengeluarkan benda selain kertas dan aku seri, maka aku akan &lt;br /&gt;
[Kalah].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kalah kalau menggunakan benda selain kertas? Apa yang orang ini pikirkan?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stephanie menjadi semakin waspada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Taruhannya, apa taruhannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan lebih baik kalau kau lebih bijaksana—pikir Sora, lalu dia tersenyum dan membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kau menang, aku akan menerima semua permintaanmu. Kalau kau ingin mengatakan alasan kenapa kau kalah, atau trik apa yang sebenarnya &lt;br /&gt;
digunakan oleh lawanmu itu, atau kau ingin aku mati karena sudah menyebut rajamu yang bodoh itu sebagai raja yang bodoh, gimana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“........Kaaauuuuu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—jadi! Sebaliknya, kalau aku menang, kau harus menerima semua permintaanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora terlihat senang, tapi dia memiliki ekspresi yang lebih dingin daripada es, dengan senyum yang menyeramkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suaranya yang jorok, jelek, dan dingin, Sora melanjutkan katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita mempertaruhkan takdir kita di sini—jadi tidak akan masalah kan kalau kau mempertaruhkan kesucianmu, benar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua darah yang terlanjur naik sampai ke kepalanya kini sudah turun dan dirinya agak lebih tenang sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, karena Stephanie sudah agak lebih tenang, dengan halus dia bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana kalau—kita seri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu aku akan memberikanmu sedikit petunjuk tentang bagaimana caranya dia mencurangimu...sebagai balasannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perilaku Sora kini lebih sopan dari pada yang tadi, karena dia agak terganggu, dia menggaruk kepalanya dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, aku hanya punya keinginan sederhana saja. Meski kami berdua memilki uang untuk bertahan beberapa hari—oke, jujur saja, setelah empat &lt;br /&gt;
hari tinggal di sini, kami tidak akan punya makanan dan tempat untuk tinggal. Dan kami juga tidak tahu apa yang akan kami lakukan &lt;br /&gt;
berikutnya......”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Yang berarti, kau ingin aku menyediakan akomodasinya, begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora menjawab pertanyaan Stephanie itu dengan senyuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--tidak ada yang ia katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang berarti orang ini ingin sedikit mencuri kesempatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi bagaimana~? Apa kau terima, atau menolaknya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“......”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, walaupun kau belajar bagaimana caranya lawanmu itu curang, kau sudah terlanjur didiskualifikasi dari pewaris takhta. Bukan berarti &lt;br /&gt;
ada keuntungan dari mengambil beberapa risiko untuk orang yang suka bermain defensif! Jadi kalau kau menolaknya itupun tidak apa-apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora memprovokasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau yang dilakukan Sora itu jelas-jelas adalah provokasi bagi dirinya, Stephanie menerimanya tanpa bergeming.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“......Oke, kalau begitu—【Acciente】!!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--Itu adalah sumpah yang digunakan untuk memastikan bahwa permainan yang mereka mainkan itu mengikuti [Kesepuluh Perintah], dengan &lt;br /&gt;
bersumpah pada Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ok, aku juga akan- 【Acciente】!!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora menunjukkan senyumnya yang mengejek—sumpah yang keluar dari mulutnya tidak bisa ditebak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam pikiran Stephanie, ia mulai berpikir keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Hanya menggunakan kertas?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Pasti dia berpikir kalau aku akan menggunakan gunting.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Dari kondisi yang dia ajukan tadi—tujuannya tentu sangat jelas.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Orang itu mengincar seri.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Orang ini hanya menginginkan makanan dan akomodasi. Dia sepertinya tidak mengerti tentang kecurangan itu.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Jangan sampai aku percaya dengan hal itu dulu sekarang.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kalau dia akan kalah kalau menggunakan kertas, maka kesempatan menangku adalah--)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Batu: 2 menang, 1 kalah. Gunting: 2 menang, 1 seri. Kertas: 1 menang, 2 seri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tadi dia bilang kalau dia hanya akan menggunakan kertas.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kalau aku denga sengaja memilih gunting, dia pasti akan menggunakan batu.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Dia pasti ingin mengejekku dengan bilang “Haha, seperti yang sudah aku bilang dasar makhluk bersel satu.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kalau begitu, kalau aku menggunakan kertas—tidak mungkin aku akan kalah.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tapi pasti keinginannya untuk seri akan terkabul.))&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Orang ini pasti berpikir aku tidak akan menggunakan batu--.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Karena, satu-satunya pilihan yang aku miliki adalah kalah!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Memperlakukanku seperti orang bodoh!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aku mungkin akan menggunakan batu atau gunting, kesempatanku untuk menang adalah [2:1])&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Seperti yang kau pikirkann—Aku tidak membiarkanmu untuk mendapatkan seri!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mencoba untuk mempengaruhi Sora,Stephanie memandangi Sora dengan mata yang tajam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Stephanie yang melihat ekspresi Sora, menarik napasnya dalam-dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena bocah kurus ini sangat merepotkan—atau tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tenang, bocah itu cukup yakin bahwa dia akan menang dan dia menunjukkan senyum liciknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ekspresi Sora, darah naik ke kepala Stephanie sekali lagi, seperti seember air dingin yang dituangkan ke atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tidak, jangan gegabah, tetap tenang.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan berguman seperti itu, Stephanie menjadi serius lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terburu-buru, emosi dan ketulusan, apakah dia bisa melihat semua itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stephanie berkata seperti itu dan menyadari sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, ini sangat jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Orang ini mengatakan bahwa dia hanya akan menggunakan kertas.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Dengan kata lain, tidak peduli metode macam apa yang dia gunakan, dia tidak bisa [Menang].)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Jadi—tidak peduli apa yang ia katakan, orang ini hanya akan menggunakan [Kertas].)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kemenangan hanyalah faktor keberuntungan kalau dia dapat seri seperti yang ia harapkan—itu benar!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Peluangnya untuk menang—adalah sama apapun yang terjadi!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, apakah kita bisa mulai?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sora berkata seperti dia akan menang—tapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah, kau juga. Apa kau siap untuk mematuhi kesepuluh perintah itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti biasa, Stephanie begitu yakin bahwa dia akan menang, membalas kata Sora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aku sudah tahu trikmu itu, jangan memakai ekspresi itu seperti anjing yang kalah!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu. Gunting, batu, kertas....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--Batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stephanie menggunakan [Gunting].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--Stephanie melebarkan matanya karena Sora memilih [Batu].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Whu, apa—kenapa? Kenapa seperti ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Meskipun kau sudah yakin tidak terpancing dengan provokasiku dengan gunting—tapi pada akhirnya kau kurang terlalu berpengalaman.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata seperti itu—Sora tersenyum tanpa akhir karena kemenangannya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora duduk di tempat tidur itu lagi, dan dengan pelan dia menjelaskan pola pikir Stephanie kepada dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Provokasiku adalah dengan sengaja menunjukkan padamu bahwa hanya dengan menggunakan batu kepadamu aku akan kalah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“......”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi sikap tenangku menunjukkan bahwa hanya dengan menggunakan kertas aku akan [Menang]”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Jadi kau membaca.....semua pikiranku.... jadi ekspresi itu hanyalah akting?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejauh ini iya....tapi memilih [Kertas] akan membuatku kalah......dengan cara ini, tidak hanya menghancurkan kesempatanku untuk menang, &lt;br /&gt;
kau juga akan menggandakan kesempatanmu untuk menang melawanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--Semuanya jelas terlihat- tidak, semuanya sudah dimanipulasi oleh dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Guuuu—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stephanie menggigit bibirnya dan berlulut jatuh ke bawah dengan tangannya yang menopang tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan proses yang tenang...bukan hanya itu, tapi strategi untuk dia menang sudah diprediksi oleh bocah itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--Akhirnya, ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan kenapa Stephanie kalah hari ini—inilah petunjuknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Sora melanjutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi, yah, sudah dipastikan bahwa aku akan menang sebelum game ini dimulai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, ya, aku tahu. Kau hanya ingin seri kan? Okelah, katakan akomodasimu—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stephanie yang kalah membalasnya- tapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, tentang hal itu. Kau salah, kau tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.....Ah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Coba ingat lagi apa yang aku katakan tadi. Bagaimana aku bilang tadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, aku hanya punya keinginan sederhana saja. Meski kami berdua memilki uang untuk bertahan beberapa hari—oke, jujur saja, setelah empat &lt;br /&gt;
hari tinggal di sini, kami tidak akan punya makanan dan tempat untuk tinggal. Dan kami juga tidak tahu apa yang akan kami lakukan &lt;br /&gt;
berikutnya......”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yap, benar. Ada masalah di bagian akhir! Apakah aku pernah menyebutkan [Keinginan Sederhana} apa itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“........Ah!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stephanie dengan cepat memprotesnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh, bukankah sejak awal kalian mengincar akomodasi untuk tempat tinggal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Un, tapi aku tidak meng-iya-kannya kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa tempat untuk tinggal, tanpa makanan, bagaimana dia melanjutkan kata-katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora—orang ini—hanya memiliki.....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--Jadi alasan keinginannya yang buruk itu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah~Ah—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya kau mengerti! Kalau begitu dengar baik-baik [Keinginan Sederhana]ku ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan senyum di wajahnya, ‘Sha’—dia menunjukkan jarinya ke Stephanie.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jatuh cintalah kepadaku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 9===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
……..—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
….Mereka berdua tidak saling berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang pertama yang memecah kesunyian ini adalah orang yang sama yang selalu terdiam sejak tadi, yaitu Shiro yang sedari tadi terus &lt;br /&gt;
memperhatikan mereka dalam keadaan tidurnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…..Erm, Nii?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hehehe, ada apa adikku?  Apakah rencanaku yang sempurna ini membuatmu terkagum-kagum?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau Sora tidak tahu apa yang ingin dikatakan oleh Shiro, Sora sudah begitu terlena dengan rencanya yang brilian ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
【6】 “Sesuai dengan perintah ini”, isi dari taruhan akan ditaati tanpa syarat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juga menurut perintah yang kesembilan— karena kuasa Tuhan, taruhan yang telah diajukan tidak bisa dihentikan dengan cara apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan itu juga termasuk ke dalam kehendak pribadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“….Itu…..apa yang terjadi……?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora yang sepertinya tidak tahu apa-apa melihat adiknya yang cukup bingung dengan kakakknya itu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aha, pasti kamu terkejut adik kecilku. Bukannya ada ungkapan ‘cinta itu buta’? Kalau memang perintah itu mutlak, pasti dia akan &lt;br /&gt;
[Menyerahkan Dirinya] padaku sepenuhnya kan? Akomodasi, uang, bahkan dia bisa kita gunakan… bukankah ini sama dengan melempar batu, tiga &lt;br /&gt;
burung kena?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Padahal Sora sudah berusaha menjelaskannya, tapi dia masih penasaran kenapa adiknya yang pintar ini masih membutuhkan penjelasan yang &lt;br /&gt;
panjang lebar dari kakakknya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiro berguman dengan pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…..’Menjadi alat milikku’….bukankah itu….kakak bisa melakukan itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“————Nn?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…..Karena kakak…..mendapatkan….semuanya….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Eh, ah….ehhh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora sekejap bingung. Setelah itu dia mulai memacu otaknya untuk mengolah infomasi yang dia dapat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang dikatakan adiknya itu, perintah untuk [Menjadi Alat Milikku].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua yang termasuk alat pada dasarnya akan menjadi milik masternya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, eh? Oh ya, kalau begitu seharusnya aku lebih untung lebih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kenapa aku tidak memikirkannya—?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukankah seharusnya dia berpikir seperti itu dari tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merencanakan semua strategi sudah dipikirkan oleh Sora sejak awal, jadi kenapa Sora, yang memiliki kekuatan dan kesempatan melakukan itu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Nii…..apakah keinginanmu itu…..sudah tercampur hasratmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“———Ahhhhh…..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiro memandangi Sora dengan matanya setengah terbuka dan dingin, bukan karena dia masih mengantuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora menangis dan memegang kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku, aku sebenarnya…..kenapa aku melakukan hal seperti ini? apa ini gara-gara— kalau aku melewatkan kesempatan ini, aku tidak akan &lt;br /&gt;
mendapatkan pacar sekalipun?! Apa gara-gara rasa khawatirku tidak punya pacar makanya aku merubah keinginanku di menit-menit terakhir? &lt;br /&gt;
Tidak, tidak mungkin….. bagaimana mungkin aku membuat kesalahan bodoh seperti ini—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mungkin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai salah satu dari 『   』  dan melakukan kesalahan— Sora merasa pusing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiro terlihat tidak senang, dan dengan kata-katany yang dingin dia melanjutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Nii…..Nii bilang kalau…..aku tidak butuh pacar……selama Shiro berada di samping Nii….maka tidak apa-apa….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahhhh, maaf adikku! AAHHHHHHHHH! Aku minta maaf, Ahhhhhhhhh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora berlutut di depan Shiro seperti seorang yang sedang menyembah sesuatu dan Shiro hanya cemberut di atas kasur itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“La, lagipula mana mungkin aku melakukan itu dengan adikku sendiri! Shiro masih 11 tahun dan kalau aku melakukannya aku pasti akan &lt;br /&gt;
ditangkap polisi. Dan karena umur kakakmu ini, hasrat seperti itu alami—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sorahanya berbicara sendiri dan Shiro melihatnya dengan tatapan dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikutnya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah diminta untuk jatuh cinta, Stephanie langsung tersungkur dan kepalanya menunduk dengan sedikit gemeteran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang Sora pikirkan, tidak mungkin bisa menghindari dari apa yang sudah disepakati menurut kesepuluh sumpah itu yang juga adalah peraturan absolut di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi— pipinya serasa panas, dan jantungnya yang berdetak kencang tidak bisa dihentikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena Sora sudah mengabaikannya dan lebih memikirkan adiknya, Stephanie merasa cemburu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Meskipun ini adalah peraturan dari dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena laki-laki ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena pemuda ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Stephanie sebenarnya merasa— “Cemburu”—!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa aku bisa seperti iniiiiiiiiiiiiiiii”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Whoa, kau menakutkanku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena rasa marah yang menumpuk, Stephanie sudah tidak tahan dan meluapkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski mencoba menghindari perasaanya ini, saat dia melihat Sora—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Wh, whooa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mata mereka bertemu, detak jantungnya berdetak begitu cepat dan mukanya merasa panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A, ap, apa sebenarnya [Keinginan Sederhana] yang kau inginkan itu! Kau, kau tega memainkan hati seorang wanita!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, soal itu…..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora menggaruk pipinya, dan berusaha menutupi rasa malunya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya ia ingin mendapat  sesuatu dari kondisinya sekarang ini, tapi karena kesalahan besarnya itu, beberapa tujuannya itu tidak &lt;br /&gt;
terpenuhi dan Sora merasa lebih khawatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Soal itu, Shiro, apa yang harus kita lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Aku, tidak tahu…..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Guuuuuuu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora mencoba mencari bantuan dari adiknya, tapi adiknya menghiraukannya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menyebalkan sekali— *cough*!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora yang sudah terlanjur menetapkan pilihannya itu terbatuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mencoba menganggap pengalamannya ini tidak pernah terjadi sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora yang sudah merasa agak baikkan kemudian tertawa cekikikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Keinginan sederhana setiap orang berbeda-beda tergantung dari orangnya. Contohnya begini, kamu hanya ingin memakan segigit saja makanan &lt;br /&gt;
penutup yang ada, tapi yang kamu maksud sebagai satu gigit itu ternyata memakan semuanya dalam satu gigitan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena sudah kembali ke keadaan normalnya, Sora kemudian berkata seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi, tapi itu kan penipuan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Stephanie tidak bisa menerima pemikiran Sora tentang hal ini. Stephanie kemudian membantah pendapat Sora itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Suara Sora yang terdengar masuk ke dalam telinganya membuat dia merasa malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau Stephanie ingin sekali menutup mulut Sora itu, tapi masalahnya adalah dia sebenarnya ingin mendengar suara Sora lebih lama lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggunakan kedok [Meminta Sebuah Penjelasan] sebagai alasan, Stephanie mencoba melawan rasa keterikatan di dalam hatinya ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak tahu sama sekali tentang perasaan yang dia rasakan saat ini. Ia merasa begitu terikat dengan Sora (delapan belas tahun, perjaka) &lt;br /&gt;
dan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora menunjukkan jarinya kepada Stephanie, seperti seseorang tua yang mencoba menjelaskan anak kecil mengenai kesalahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yap, tepat di situ. Stephanie terlalu fokus pada isi permainan, dan melupakan [Tujuan] dari permainan ini. Gampangnya, kalau seseorang &lt;br /&gt;
sudah melihat dengan jelas bahwa kemenangan ada di depan mata, mereka pasti akan terlalu terburu-buru dan tergesa-gesa. Mengerti~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Sebenarnya, tujuan dari permainan ini adalah hasil seri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah yang ada di pikiran Stephanie sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi itu belum cukup, masih ada hal yang belum dijelaskan oleh Sora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak peduli dia menang atau kalah— risiko yang dipegang Stephanie sama saja&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi sebenarnya arti dari permainan ini adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau, kau— penipu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, Sora memang [Menipu][1]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja ada alasan kenapa Stephanie berteriak seperti itu. Namun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oioi, jangan berlebihan gitu dong. Jangan marah lah, sebenarnya yang salah itu kan yang ditipu~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I, itu kata-kata penipu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil memotong perbicaraan mereka berdua, Shiro, dengan suara gemuruhnya berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“........Dari [Kesepuluh Perintah]......perintah ke-3.... di dalam permainan...... taruhan dibuat berdasarkan keputusan yang dibuat oleh &lt;br /&gt;
kedua belah pihak dengan nilai yang sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena Shiro yang berbicara, Sora menyambung Shiro setelah selesai berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar! Maksud sebenarnya adalah ‘nilai yang sama’. Setelah itu, ke-4: terlepas dari peraturan ketiga, isi dari permainan dan barang yang &lt;br /&gt;
dipertaruhkan tidak penting, yang berarti?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memutar-mutar tangannya, Shiro menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.......Nyawa.....dan Hak Asazi Manusia...... bisa dipertaruhkan.......”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tepat sekali♪ Dan satu tambahan lagi, permainan sudah dimulai ketika taruhan sudah ditentukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat menjelaskan hal ini kepada Stephanie, hanya suara kedua bersaudara itu yang bisa terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiro kemudian berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.......Tapi.......perasaan dan kepentingan yang dipertaruhkan........tidak penting.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan begitu adikku! Peraturan ini artinya adalah supaya kita bisa meredam kehendak manusia dan menguasainya......”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“......Nii.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya efek dari ‘tidak akan melakukan kesalahan seperti ini lagi’ tidak bekerja pada adiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi, tapi-! Itukan curang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan curang, Sora dengan sengaja membuat Stephanie jatuh cinta kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stephanie tidak menerima dengan ini semua dengan tangisannya. Sebenarnya dia ingin menambahkan tuduhannya lainnya kepada Sora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.........Perintah keenam dari [Kesepuluh Perintah].......isi dari taruhan......harus dipatuhi dan ditaati....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis berumur sebelas tahun itu dengan tenang menyelesaikan masalah ini dengan sekali lemparan batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.......Melupakan maksud dari peraturan.......terjebak ke dalam provokasi......itu semua kamu Stephanie.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, kesepuluh perintah harus dipatuhi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
【5】Pihak yang menantang berhak untuk menentukan isi dari permainan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stephanie memiliki hak untuk menolak permainan ini, dan juga punya hak untuk mengganti isi dari permainan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang tidak menggunakan hak ini, dengan gegabah menyetujui isi taruhannya, dan menerima isi dari permainan ini tidak lain dan tidak &lt;br /&gt;
bukan adalah....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Guuu....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stephanie-lah orang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin karena tidak memiliki hal lain untuk dibicarakan, Stephanie menundukkan tubuhnya yang lemas ke lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya kesepuluh peraturan yang sudah dipersiapkan membuat Stephanie terpancing dan terpaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peraturan ini dibuat dan diatur dunia permainan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak peduli apa yang Stephanie katakan, ia sudah kalah, dan taruhan sudah disetujui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurasa kamu sudah menyetujuinya kan, Stephanie?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Guuu......kau.....!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dasar Sampah! Sebenarnya itu yang ingin dikatakan oleh Stephanie.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukah hanya itu saja, perasaan yang begitu nikmat begitu terasa di diri Stephanie ketika Sora menyebut namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Guuu, kenapa ini harus terjadi, arrrrgggghhhhh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan api yang sudah tidak bisa dipadamkan, Stephanie yang memakai posisi menunduk menghantamkan kepalanya ke lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Whoa, kamu gak papa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa aku terlihat baik-baik saja huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stephanie mencoba menahan rasa sakit di dahinya dan mengangkat kepalanya untuk melihat Sora yang membuatnya ngeri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bukan begitu. Karena aku menang, jadi— apa aku bisa membuat sebuah permintaan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Permintaan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar juga, tujuan Sora dari awal bukanlah untuk membuat Stephanie jatuh cinta kepada Sora, tapi permintaan ini yang diminta oleh Sora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun— tunggu dulu, kata Stephanie.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Permintaa Sora adalah untuk jatuh cinta kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi bukan untuk mengikuti permintaanya kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, Stephanie tidak memiliki kewajiban untuk menerima dan mematuhi permintaan Sora. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hehehe, sepertinya kau tidak memperhitungkan hal ini ya....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stephanie menganggap dirinya memahami hal ini dan membuat semuanya menjadi lebih sederhana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak peduli permintaan macam apa itu, cukup bilang saja [TIDAK!] dan semua akan baik-baik saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukankah ini menyelesaikan semua masalah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke. Pertama, karena Stephanie itu terlalu panjang, bisa aku pendekkan menjadi Steph?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm? Ah, okay, tidak masalah, ahh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stephanie mendapatkan nama baru, [Steph], ia tersenyum dan mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keyakinannya untuk menjawab ‘tidak’ dua detik yang lalu telah hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Putri itu terlalu menganggap remeh soal cinta dan selalu merasa merah jika dipanggil namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ti...tidak, un, nam....nama, itu tidak....masalah.....kalau memanggilku dengan......nama panggilan.......! Nama tidak masalah! Un, un, &lt;br /&gt;
itu saja kan! Tapi kalau hanya begini mungkin gak masalah kalau aku menyetujuinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tapi Steph yang menyakinkan dirinya sendiri ini tidak menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama dia segera pergi dari kamar ini, tidak akan ada yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, secara tidak sadar dia memiliki keinginan untuk tetap berada di samping Sora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Un, yah, akan lebih baik kalau kamu panggil aku Sora. Steph, kau punya darah biru kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau motifnya adalah untuk akomodasi, makanan, dan uang, maka yang dilakukan oleh Sora ini benar adanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, permintaan yang dibuat ini, tidak mengharuskan Stephanie untuk mematuhi permintaan Sora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau Sora meminta sesuatu, tinggal bilang saja ‘aku menolak!’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biarkan penipu ini mendapatkan balasannya, dan cukup duduk dan menonton ekpresi kekalahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah siap untuk menjawab Sora, Steph menunggu permintaan Sora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, rumahmu pasti luas. Bisa kami berdua tinggal sementara di tempatmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, baik, tidak masalah❤”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—…… .. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 Eh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh, ehhhhh? Kenapa? Hmm?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph menjadi bingung karena dia tidak mengerti apa yang baru saja di katakan tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dari dia bisa merasakan bahwa sebentar lagi dia pasti akan mimisan, Steph mencoba meningat lagi permintaan Sora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Bisa aku tinggal denganmu’—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti tinggal selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berarti mereka akan tinggal sebagai suami dan istri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidup bersama-sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang berarti juga, berbagi tempat tidur, kamar mandi, dan semua barang yang bisa dibagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, ah, ahhhhhhhhhhhhhhhh, enggak, ini salah! Ini salah! Seharusnya enggak begini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora melihat Steph menatapkan kepalanya ke dinding kayu itu dengan suara *Dong dong dong*, dan dengan muka pucat ia bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, umm, bagaimana bilangnya ya... walau situasinya aneh begini.....tidak masalah kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa bisa begini! Ahh! Semuanya tidak berguna!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph melihat langit-langit dan tertawa hampa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yap, Sora melakukan kesalahan terbesar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meminta permintaan tanpa [Kewajiban Kontrak].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi umur Sora sama dengan jumlah tahun dia tidak memiliki pacar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak mengerti Steph karena Steph sedang mengalami keadaan cinta pertamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut sejarah, cinta adalah salah satu alasan yang bisa membuat sebuah negara hancur luluh lantak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini terlalu menghina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 10===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“He, hehe......cukup.......aku menyerah, aku tidak peduli lagi, aku akan melakukan apapun yang kamu inginkan.”&lt;br /&gt;
Steph berbaring di atas lantai kayu itu dengan cukup frustasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun dia tidak terikat secara kontrak, Steph sudah menunjukkan tanda kalau dia tidak akan menolak semua perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph tahu hal ini, dan dengan tatapan mata yang hambar, dia tertawa hampa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada permintaan lagi? Oh, terserahlah, aku tidak peduli lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai pada titik ini, ada hal yang hilang dari diri Steph.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena dia tidak pernah menyangka kalau dia akan diminta untuk ‘jatuh cinta kepadanya’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah......um, ya......”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora menatap balik pada Shiro.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa arti dari tatapan Steph juga tidak tahu apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiro mengangguk pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“........Menunggu.....Shiro sampai delapan belas tahun.....Nii......kamu menyedihkan.....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kamu harus menggunakan kata ‘menyedihkan’ untuk menjelaskannya? Dan juga, walau adik sudah mencapai delapan belas tahun, kakakmu &lt;br /&gt;
ini juga tidak akan bisa berbuat banyak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.......Jadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiro meletakkan ibu jarinya diantara jari tengah dan jari telunjukknya dan mengatakan dengan ekspresi datar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.............Nii..........selamat......untuk kehilangan keperjakaanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap-“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah karena pemikiran yang terlalu berkembang, atau karena dia kurang berimajinasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh Steph menanggapi pembicaraan ini secara alami. Steph lupa kalau masih ada Shiro, kemudian dia menunjukkan tanda-tanda kalau dia akan &lt;br /&gt;
memprotes lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wha, ap, apa? Aku, aku, aku tidak mengerti! Hal seperti ini dalam keadaan seperti ini, situasi ini natural, apa benar begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun alasan kenapa matanya cerah kembali bukan karena dia takut kehilangan keperawanannya. Aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia ingin melakukan hal itu. Steph yang baru menyadarinya menghantamkan kepalanya ke tembok lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora yang terlalu buka-bukaan terhadap Steph melihat Steph yang menghantamkan kepalanya ke tembok dan dengan datar berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, tidak sampai Shiro sampai delapan belas tahun. Semua hal yang berbau R-18 dan semua yang mendekatinya harus dilarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph berbisik, namun masih terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“......Shiro......tidak apa-apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi aku yang apa-apa! Tidak mungkin kakakmu ini akan membiarkanmu melihat hal-hal berbau pornografi!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“..........Nii.........bukannya kamu bilang sama Steph......untuk jatuh cinta sama kakak.....karena kakak buruk dalam pemerkosaan[2]?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, itu....tunggu dulu, kenapa kau tahu hal itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.......Kotak game itu.......meninggalkan kotak itu dan memainkannya.........di dalam kamar........aku tahu semuanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph terpaku saat mendengar dialog antara kedua bersaudara itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi kedua pihak melupakan fakta ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendapat keduanya yang menganggap hal-hal yang berbau M-18 tidak boleh dilakukan karena faktor [Adik Perempuan Masih Menemani Mereka &lt;br /&gt;
Berdua].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um, bukannya masalah akan selesai kalau adik perempuanmu keluar dari kamar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmmm? Walau aku senang kalau kamu memikirkan cara itu, tapi hal itu tidak bisa dilakukan karena ada hal tertentu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak! Tidak, apa kau bodoh? Apa kau idiot?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph memerah dan memaki mereka berdua, tapi dia segera menyingkirkan perasaan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti seorang sarjana yang yang lari ke masalah yang begitu besar dan sibuk untuk mencari solusinya, kedua bersaudara itu mengira kalau &lt;br /&gt;
masalah sudah selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, ada sebuah ide yang muncul di benak mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Lalu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara yang kejam, Shiro berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Kalau kita bisa melakukan itu... sebuah tugas yang aman untuk dilakukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh, itu dia! Memang adikku sangat luar biasa jenius.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Eh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora memujinya, dan Shiro merasa tidak puas dengan hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan—Steph benar-benar tidak mengerti, tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...dia harus waspada terhadap ‘sepertinya mereka sudah menemukan caranya’ untuk melakukannya dengan adiknya yang masih ada di dalam &lt;br /&gt;
ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Tapi seberapa jauh batasannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Nii, hal itu, adalah kemampuan spesialmu....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau ‘sesuatu itu’ yang kamu maksudkan adalah mana dan Games yang pernah aku lihat, kamu harus tahu dulu kalau itu berbeda dengan &lt;br /&gt;
masalah di dunia nyata yang kita rasakan sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Karena... kamu masih perjaka, Nii tidak tahu...apa yang harus dilakukan.... itu yang Nii maksud?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyerang Sora dengan kata-kata yang begitu menusuk, Shiro memegang smartphone-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shiro akan memberikan petunjukknya.... saat merekamnya lewat kamera.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm. Tunggu dulu, kenapa kamera malah penting adikku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Niii, kamu tidak punya, bahannya..... kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm. Sepertinya kau terlalu perhatian dengan hal ini, tapi aku sangat berterima kasih dengan kepedulianmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan perasaan yang begitu kacau, Sora berbalik melihat Steph.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di lain sisi, Steph tidak tahu apa itu Smartphone yang dikeluarkan oleh Shiro, jadi dia cukup bingung. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiro mulai merekam mereka berdua; dia memberikan instruksi pertamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Take, One. Mulai dengan.... jatuh, secara tidak sengaja~?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh—jadi begitu ya. Jadi... bagaimana caranya jatuh dalam kondisi seperti ini—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora melihat ke sekeliling untuk melihat apakah ada sesuatu yang bisa ia buat untuk tidak sengaja terjatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Oomph.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiro menggunakan tendangan yang ringan ke arah punggung Sora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uoh—aku tahu, bagian ‘Oops, aku jatuh’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti adegan drama murahan, Sora ingin menarik Steph agar juga jatuh bersamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dua tangannya saling memegang—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berada tepat di atas dada Steph.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:NGNL V1 103.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau ada kata-kata yang bisa menjelaskan kejadian ‘klise’ kepada Steph agar bisa ia mengerti dengan mudah—maka itu berarti ‘serangan’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.....Take, Two.... itu adalah kehendak Tuhan, jadi pijat dadanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak... kalau melakukan itu tidak bisa disebut sebagai keinginan Tuhan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kalau begitu, berhenti....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akan kulakukan, sutradara. Akan kulakukan yang terbaik! –di sana!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Momyu, momyu, momyu. Momi, momi, momi, momi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Momyu, momyu, momyu. Momi, momi, momi, momi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tayun, tayun. Tabu, tabu, tabu, tabu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tayun, tayun. Tabu, tabu, tabu, tabu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Munyo, munyu. Poyohhoyo. Guni—nyo—n.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwah....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang sudah diperkirakan, Sora tidak bisa mengeluarkan suara apapun kecuali berdasarkan pengalamannya yang tidak jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Lin sisi, Steph melihat dengan bingung dan kedua matanya terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikirannya tidak berhenti berpikir mengenai situasi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin ini alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi lebih dari itu—ini adalah sensasi dimana tangannya menyentuh dan membuat dirinya dan Sora seakan meleleh bersama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Aah...Hnn.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph ingin mengeluarkan suara yang keras, tapi untungnya dia berhasil menahannya agar tidak sampai ke telinga kedua bersaudara itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, aku rasa 3D tidak buruk juga... Errr—umm, sutradara, apakah ini genre untuk [Semua umur]?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Hmm, tapi Nii, kau memijatnya terlalu banyak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiro melihat mereka sambil mengerutkan keningnya dan melihat ke bawah menuju dadanya yang sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh—benar juga. Karena dadanya mulai tumbuh, akhirnya ini hanyalah sebuah kecelakaan—setelah ini apa yang harus dilakukan sutradara?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Take, Three. Dari situ, pegang putingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh, apa ini benar-benar aman untuk dilihat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora melawannya, dan Shiro melihat mereka berdua dengan wajah serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....kalau itu dikerjakan oleh J*MP, bahkan telanjang bulat.... masih dalam batas kewajaran.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, tidak, telanjang bulat itu sangat buruk! Memangnya puting itu memang ada di dunia nyata?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Itu, masih bisa diedit, terpisah, jadi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sutradara, kita tinggal di sini. Ini terjadi sekarang. Memberikan tinta putih dan keriting sangat mustahil dilakukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kalau begitu celana dalam?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Well, kalau sebatas itu—tapi melepas bajunya sekarang akan sangat sulit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Sora tahu perbedaan antara dunia nyata dengan dunia maya, Shiro berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Nii, bukan yang atas... tapi yang bawah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, menunjukkan celana dalamnya sambil mengangkat roknya! Itu pasti masih dibawah batas kewajaran kan, sutradara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Sora meletakkan tangannya di rok Steph untuk membukanya. Dan dengan sekejap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Api menyalak di pikirannya dan pikirannya pun meleleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membuka... rokku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maksudmu, celana dalamku—dengan kata lain, celanaku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, itu pasti merepotkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian atas masih tidak apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Well, bukan begitu, tapi masih NSFW.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang memperingatkan Steph bukanlah alasan saja, tapi juga instingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak boleh melihat bagian bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bidak boleh. Jelas-jelas tidak boleh. Dan paling akhir, itu sangat jelas tidak boleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitulah Steph harus berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena perasaan yang campur aduk ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau aku sampai jauh oleh orang ini dan dadaku disentuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang akan terjadi pada hidupku berikutnya—[Perubahan gaya hidup].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Hii—Kyaaaahhh!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph merasa pikirannya meleleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melepaskan tangan Sora dari dadanya dan menyingkirkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwa—ah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena dia berdiri dengan lututnya, dia langsung kehilang keseimbangan dan jatuh dengan serangan kecil ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau dia berhasil bertahan dan tidak jatuh, itu adalah awal dari bencana lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena dia telah jatuh, Sora mengambil langkah ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, Steph menyerang Sora dengan serangan ringan dan mendorongnya ke pintu. Lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara gedebuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ouch!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora mengenai kepalanya dan air mata keluar dari matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi itu belum selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu benar, ini adalah penginapan murah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Sora jatuh ke arah pintu murahan itu, Sora terlempar ke arah koridor luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Nii.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh—eh, tunggu—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kedua gadis yang masih berada di dalam ruangan itu begitu khawatir dengan keadaan Sora, tapi belum selesai....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
....dengan suara besi yang menderak diikuti dengan suara dentuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...pintu itu---tertutup setelah terbuka karena Sora yang terlempar ke luar pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 11===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat Steph tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sejak Sora terlempar keluar kamar karena terkena pukulan Steph...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Ah! Sora?”	&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk pertama kalinya, Steph memanggil [Nama] itu, sambil berdiri karena panik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia merasa hatinya berdegup kencang sambil menahan rasa tidak nyamannya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia merasa karena tindakannya itu telah membuat seseorang terluka dan perasaannya begitu khawatir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau ia merasa akan dibenci oleh mereka berdua, Steph tidak mempedulikannya dan rasa khawatir itu tetap berdiam di kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil mengatakan pada dirinya sendiri, Steph yang panik segera berlari ke luar kamar dan menghampiri Sora yang ada di koridor itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam koridor itu, tepatnya di bagian pojok, Sora begitu bergetar dan memegang kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa begini—!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph ingat kalau dia tidak pernah berada begitu dekat dengan Sora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi memang benar kalau Sora berada di bagian pojok koridor itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“So, Sora, apa kau tidak apa-apa?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memegang kepalanya dan juga lututnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mungkinkan kalau dia seperti itu karena menabrak pintukan?—Steph terlihat pucat, tapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf maaf maaf aku minta maaf aku minta maaf jadi tolong maafkan aku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora terlihat kesakitan tapi bukan dikarenakan terdorong tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora membungkuk di lantai dan terus meminta maaf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Eh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf maaf aku berpikir kalau aku tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk menyentuh dada seorang wanita dan karena aku seorang laki-&lt;br /&gt;
laki aku merasa paling tidak harus memiliki seorang pacar aku merasa bersalah jadi jangan lihat aku seperti sampah, benar kalau aku mesum &lt;br /&gt;
aku tahu aku minta maaf maaf maaf.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora sepertinya meminta maaf soal kecurangan dan kekerasan seksual yang diakibatkannya kepada Steph.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia seperti seekor domba yang baru saja lahir karena begitu bergetar di seluruh tubuhnya, dia terus meminta maaf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.......apa, apa yang terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dia melihat adiknya untuk bertanya dan masuk kembali ke dalam kamar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...........Nii...Nii........Nii di mana......jangan....tinggalkan Shiro.....Sendirian........”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Duduk di atas kasur itu, Shiro bertingkah sama dengan kakaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air mata yang begitu deras mengalir dari mata mereka, dan ekspresi Shiro terlihat begitu datar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Ap, apa yang terjadi dengan mereka berdua? Hei kalian bersaudara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lupakan tentang merasa lemas di sekujur tubuh, Steph hanya bisa duduk di berdiri di situ terpaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, mereka berdua adalah『　　』Sora dan Shiro.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gamer satu identitas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua yang tangguh di segala jenis genre Games.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sekali mereka terpisah—apa yang harus dikatakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat sendiri, yang satu akan menjadi Antrophobia yang takut berbicara dengan orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat sendiri, yang satu akan menjadi orang yang tidak bisa melakukan apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Nii...Nii....kau di mana......”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf maaf maaf maaf maaf!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya semua orang sudah mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang satu adalah NEET.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan yang satu adalah Hikikomori.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua bersaudara ini memiliki selisih tujuh tahun yang tinggal di dalam [Rumah] mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini— ini adalah kebenaran dibalik [Sebuah Legenda] dari『　　』.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Chapter 2==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kerajaan Elchea, Ibukota Elchea—Wilayah barat, Distrik 3.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memohon dengan memaksa kepada pemilik penginapan itu, kedua bersaudara itu bahkan tidak tinggal di sana selama satu malam lalu &lt;br /&gt;
mereka keluar dari penginapan itu tanpa sepatah katapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, di pagi kedua kedua bersaudara itu sudah menginap di dalam rumah Stephanie Dora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hm, lebih jelasnya—di pagi kedua itu, kedua bersaudara itu berada di dalam kamar mandi rumah itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.......Nii.....aku harap.....Nii bisa menjelaskan ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiro yang tidak memakai baju bertanya sambil kepalanya dikeramasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menjelaskan? Maksudmu tentang acara mandi ini? Kalau mandi seperti ini kan tidak masalah karena kau juga sedang mandi sekarang, apa aku &lt;br /&gt;
harus menjelaskannya lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“........Nii......adegan mandi ini......untuk anak SD.......seharusnya tidak dilakukan......”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir adikku, [Kabut Dewa] yang terkenal itu pasti akan muncul dan membuat adeganmu itu lebih [Murni].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora memandangi adikknya yang berada di dalam kabut tebal yang ada di dalam kamar mandi itu dan berkata seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya kabut ini ada karena ‘memanasi seluruh kolam tempat mandi ini’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil mencuci kepala Shiro, Steph menjawabnya dengan ekspresi seperti baru saja dibodohi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar sekali. Tempat ini sangatlah penting.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tahu tidak kalau para pelayan itu membakar banyak sekali kayu bakar hanya untuk membuat kabut-kabut ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan setelah memanaskan tempat mandi itu, lebih pintar kalau tidak berendam di dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya menghabiskan banyak sekali air untuk membuat efek kabut ini agak...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kau ingin berkata seperti itu, bagaimana dengan orang yang bisa menikmati tempat mandi ini yang besar ini dan masih memiliki &lt;br /&gt;
keberanian untuk menuduh seseorang menggunakan tempat ini secara boros.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Guuu....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Seperti yang sudah diduga dari garis tahta kerajaan.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph sebenarnya lebih kaya dari yang dibayangkan oleh Sora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rumah itu dibangun dengan gaya Roma, jadi kita tidak bisa menyebut rumah ini sebagai [Istana], dan sayangnya kedua bersaudara itu hanya &lt;br /&gt;
tahu tentang Jepang saja. Dan, kamar mandi pribadi milik Steph bahkan bisa menampung sepuluh orang sekaligus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamar itu bergaya aroma, dan agar adegan ini bisa ditonton [Semua Umur] sengaja diciptkan kabut-kabut yang cukup untuk menutupi area kamar &lt;br /&gt;
mandi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tingkat kemewahan seperti ini, tidak akan ada yang percaya bahwa rumah ini adalah milik dari ras yang berada di ambang kepunahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan juga, aku minta maaf. Adikku memang tidak suka mandi—dia juga agak keras kepala karena percaya tentang [Keberadaan gadis kecil &lt;br /&gt;
berumur sebelas tahun yang ada di buku ero milik remaja berumur delapan belas tahun] jadi dia tidak akan mau kalau aku basuh rambutnya, &lt;br /&gt;
makanya dia tidak suka mandi. Tapi untungnya kemarin dia bilang kalau saat ia mandi dan bisa ditonton untuk semua umur maka hal itu tidak &lt;br /&gt;
masalah, jadi aku pikir aku harus mengambil kesempatan ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...........Guuuuu......Nii, aku benci.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi intinya, itu yang diinginkan oleh Steph.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiro memprotes kakaknya, juga menyesal karenanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adikku, kalau adik mengurusi diri sendiri pasti adik akan tumbuh sangat ultra cantik, jadi jadilah anak yang baik dan mandi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“........Enggak masalah....kalau aku tidak cantik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kakakmu menyukai Shiro yang cantik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“..........Guuuuuu......”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiro bersungut-sungut dengan suara kecil. Dia tahu kalau akan lebih sulit lagi mengeluh pada Sora setelah mendengar kakaknya, Sora, &lt;br /&gt;
seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sebenarnya tidak masalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya hubungan kakak beradik ini membuat orang melihatnya tidak seperti kakak beradik yang bersaudara, tapi kebenarannya tidak bisa &lt;br /&gt;
dihiraukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan itu, ada hal yang lebih penting lagi yang sedang dilakukan oleh Steph.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kenapa aku melakukan hal ini?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kenapa aku membasuh rambut Shiro, sementara Sora masih memakai baju dan berada di sisi sebaliknya dari kamar mandi ini?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Sora....kenapa aku harus membasuh rambut Shiro?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—tidak tidak, jangan langsung bertanya seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan ini muncul karena diakibatkan penolakan yang diajukan olehnya terlambat diungkapkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau tidak mendengar apa yang aku katakan? Karena kalau kau tidak melakukannya, Shiro tidak akan mau mandi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu masalah buatku?!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Un, apa kau ingin aku melihatnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ti—tidak mungkin dasar bodoh! Aku cuman tanya apa kau memang sengaja menambah masalahku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Santai sajalah Steph. Aku akan menggunanakan [Ukuran Tambahan] untuk mengagumi dan menikmati tubuhmu nanti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Wuh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikatakan seperti itu membuat Steph memerah dan menutupi tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi di lain pihak, mendengar Sora yang memiliki ketertarikan dengan tubuhnya, Steph meningkatkan indera kewaspadaanya lebih tinggi lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berpikir kalau Sora pasti akan mengintip pada lubang dinding itu, Steph melanjutkan mengawasi ruangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi sekarang, kalau dilihat-lihat – kau jangan percaya begitu saja dengan [Kabut Dewa] ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.....huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelah mandi, kalau “Adik”ku pasti akan bangun, atau kabut dewa ini masih kurang cukup untuk menutup tubuh adik perempuanku, maka adegan &lt;br /&gt;
ini sudah bukan lagi untuk R, tapi sudah di-ban.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Itu-itu, ah....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph tidak mengerti apa yang dimaksudkan oleh Sora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi lebih penting lagi, Sora sama sekali tidak memiliki alasan untuk mengintip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ada beberapa batasan yang masih belum dimengerti oleh Steph.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang ada di kamar mandi itu adalah dua ponsel dan sebuah laptop.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Steph tidak tahu benda apa itu yang ternyata adalah kamera dengan dua lubang lensa yang kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—setelah mandi, Shiro akan memeriksa layar itu, dan kalau tidak ada masalah, ia akan melanjutkan untuk memeriksanya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam hati Sora yang dalam, dia berjanji untuk menahan keinginannya untuk kembali ke dunia lama mereka kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Fuu..... menyenangkan sekali....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Muwuuuu.....rambut licin.....terlalu tebal.....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara menunggu Shiro untuk selesai, Sora memutuskan untuk segera mandi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaan Sora begitu berbeda dengan Shiro yang merasa agak kesal karena dipaksa untuk mandi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Itu karena, seperti yang dikatakan Sora pertama adi, setelah rambut Shiro selesai dikeramasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rambutnya yang bergelombang, putih seperti salju, jatuh ke bawah bersamaan dengan kulitnya yang putih seperti porselen dan kedua matanya &lt;br /&gt;
yang merah... Dari sisi manapun Shiro terlihat seperti boneka yang dibuat oleh seorang pemahat yang profesional.&lt;br /&gt;
“Sebenarnya tidak masalah, kalau kau berada dalam kondisi seperti ini terus. Sayang sekali kalau dibuang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Lagipula, Nii......tidak mau menunjukkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Omong-omong, Sora juga terlihat lebih menarik setelah mencukur habis jenggotnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana mengatakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Sial, aku gagal.....)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat dengan tajam kepada Sora, Steph berusaha menahan dirinya agar tidak mimisan, itu.....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini Sora sudah tidak memiliki penampilan yang menakutkan seperti saat pertama kali mereka bertemu, tapi sekarang Sora terlihat begitu &lt;br /&gt;
menarik seperti [Penampilan Masa Muda].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun— masalahnya tidak berhenti sampai di situ saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph terus mencoba menahan darah yang keluar dari hidungnya akibat mimisan, tak sengaja darah itu menyembur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“K-kalian berdua— cepat pakai baju!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Steph merasa kaki saat dia mencoba berdiri, sementara kedua bersaudara itu, mengelilingi tempat ini hanya dengan handuk yang menutupi &lt;br /&gt;
tubuh mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.....Bukannya kamu sendiri bilang kalau ingin mencuci baju kami?  Kami cuma punya baju itu saja untuk dipakai.... kecuali kalau baju itu &lt;br /&gt;
sudah dikeringkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata Sora yang tidak akan mengira bahwa di negeri ini sudah diciptakan alat pengering baju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-itu, itu.... kalau begitu aku akan menyiapkan baju untuk kalian berdua— memangnya kita punya baju laki-laki di &lt;br /&gt;
sini.....guuuuuu.....kenapa jadinya seperti ini......”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya Steph mencari beberapa baju untuk mereka sambil menggurutu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—10 menit kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di lokasi yang sama seperti tadi, Steph tertunduk di bawah dengan lutut yang menempel di tanah dan kepalanya yang tertunduk, ia begitu &lt;br /&gt;
menyesali apa yang sudah dilakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Sial, sial, sial....)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ho oh, jadi ini seragam untuk Butler ya— namanya [Tuxedo]..... walau sulit untuk bergerak dan agak tidak nyaman, tapi menarik sekali, aku &lt;br /&gt;
seperti sedang Coldplay! Dan bagian dalamnya juga putih, cocok sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora berdiri di depan Steph dengan seragam Butler.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.........terlalu berkibar. Susah untuk bergerak......”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Shiro mengenakan gaun milik Steph waktu ia masih kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah pilihan terbaik yang dipilihkan oleh Steph untuk mereka berdua setelah mencari pakaian-pakaian yang cocok untuk mereka berdua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sang pria, yang ada hanyalah pakaian pelayan— yaitu seragam Butler itu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sama seperti sang pria, baju yang cocok untuk anak perempuan berumur sebelas tahun itu adalah gaun milik Steph saat ia masih kecil dahulu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gestur mereka berdua seperti seorang Ojou-sama yang baru lahir dengan pesona seorang Butler di dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph melirik sekali lagi kepada mereka berdua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin karena tubuhnya yang kurus dan bahu yang lebar, seragam Butler itu terlihat sangat cocok bagi Sora, yang membuat dada Steph &lt;br /&gt;
berdetak begitu cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph mengepalkan tangannya lebih keras lagi karena melihat Shiro yang lebih terlihat seperti masternya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, benar, sial....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm? Ada masalah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Enggak, enggap apa-apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph tidak sengaja menunjukkan kecemasan hatinya. Untuk membuat Sora terkecoh dia menganggukkan kepalanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih berada di posisi berlutut, Steph kemudian bangkit berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau pikiran gadis delapan belas tahun yang masih perawan ini bisa dengan mudah dirasakan, maka delapan belas tahun hidup Sora sebagai seorang perjaka pasti akan hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbisik pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Steph— kami ingin tidur setelah mandi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, ah, eh? Ap-apa kau bilang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kau panik. Erm... rumah ini.....bangunan ini......kastil?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokyo merupakan tanah kelahiran Sora, jadi dia tidak bisa menentukan tempat tinggal Steph ini sebagai apa dari sudut pandangnya, tapi dia &lt;br /&gt;
menganggap ini [Tidak Apa-apa].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ada perpustakaan di tempat ini yang bisa dimasuki dan dibaca?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, ya..... ada satu.......tapi apa yang akan kau lakukan di sana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Steph, apa telingamu tuli? Bukannya aku sudah bilang kalau aku ingin membaca di tempat itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja aku tahu! Aku cuma bertanya apa yang ingin kau periksa di sana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memeriksa apa.....mungkin aku akan memeriksa dunia ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—[Dunia Ini]?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph tidak mengeri apa yang dimaksudkan oleh Sora. Ia berkata seperti kalau dia berasal dari dunia lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nii, itu....kita belum memberitahunya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata Shiro dengan ekspresi menolak, persis saat dia menolak saat rambutnya dikeringkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Hmm? Itu? apa harus?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Erm... aku tidak mengerti apa yang kalian bicarakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, bagaimana cara menjelaskannya ya. Aku merasa agak canggung menjelaskannya sekarang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang akan dibicarakan oleh Sora berikutnya, pasti akan sangat sulit untuk dipercaya oleh orang-orang yang mendengarnya, itulah &lt;br /&gt;
halangan yang sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora harus berpikir hati-hati agar bagaimana caranya dia mendapat kepercayaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Ia menggaruk kepalanya dan mendesah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jelas sekali terlihat kalau Sora terlihat begitu kacau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu kemudian, tanpa berpura-pura dia menjelaskan hal ini pada Steph&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sederhananya, kami berdua [Datang Dari Dunia Lain]. Jadi kami ingin tahu lebih banyak tentang dunia ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua dibawa ke sebuah tempat yang terlihat seperti sebuah perpustakaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat itu terlihat seperti perpustakaan sekolah, walau sebenarnya itu adalah [Perpustakaan Pribadi Milik Steph].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rak-rak itu dipenuhi oleh buku dalam jumlah besar dan diatur menempel dengan dinding.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau mereka ingin menyelidiki sesuatu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Eh, Steph.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm? Ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora menyadari ada suatu halangan yang begitu besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Bahasa yang digunakan di tempat ini, bukan bahasa Jepang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil memegang buku yang memiliki bahasa yang tidak ia kenal itu, Sora memegang kepalanya dan mengerang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jepang? Aku tidak mengerti tentang itu, tapi bahasa asli umat manusia adalah [Bahasa Manusia].”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Whoa..... dunia yang jelas sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya tidak ada masalah sama sekali saat berkomunikasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi teks yang ada di buku itu sama sekali tidak bisa dikenali oleh mereka berdua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.....Lalu, kalian berdua benar-benar berasal dari dunia lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah, aku tahu kalau sangat sulit untuk dipercaya—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang pasti tidak akan percaya dengan apa yang dikatakan oleh Sora, dan mereka pasti akan berpikir cerita Sora adalah sebuah plot &lt;br /&gt;
yang bagus. Bahkan Sora merasa kalau dia seharusnya tidak dipercaya begitu mudahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, tidak juga. Kalau itu, aku tidak pernah meragukannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar balasan halus dari Steph, Sora tidak bisa melakukan apapun selain terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tanya kenapa.....para Elves yang memiliki kekuatan sihir yang tinggi sebenarnya datang dari dunia lain, jadi hal ini bukan sesuatu &lt;br /&gt;
yang aneh. Dan juga dari pakaian kalian, kalian pasti bukan berasal dari dunia ini, tapi kalian pasti adalah manusia.....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Pada poin itu, hanya ada satu negara tersisa bagi umat manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahhh.....itu benar~ aku lupa kalau ini adalah dunia fantasi~...... Fuuuu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlihat agak takut, dia mengganti halaman buku asing itu dan menggaruk kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmmmm.... pasti akan sangat sulit bagi kalian untuk berbagi ilmu pengetahuan. Bisa kau mengingatnya Shiro.....?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.........Un.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.........Un.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora dan Shiro.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua saling memberikan informasi yang hanya bisa diketahui oleh kedua bersaudara itu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka terus mempelajari bukui itu, dan mereka berdua terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak bisa menahan kecanggungannya, Steph menghela napasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.....Jadi, apa yang harus aku lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, mungkin dia harus [Berkontribusi] sebagai pengajar bagi mereka berdua, agar terlihat paling tidak menambahkan bumbu sedikit &lt;br /&gt;
kepada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, Sora yang mengalihkan pandangannya dari buku itu ingin meminta sesuatu yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, aku ingin sesuatu yang lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar itu, Steph langsung teringat dengan permintaan Sora tadi malam dan pagi ini, lalu dia mengambil posisi bertahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau Steph tidak akan terkejut dengan puluhan hal mesum yang keluar dari mulutnya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisa kau menjawab beberapa pertanyaanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— Okay....ah, huh? Enggak masalah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph mendengar Sora yang terlihat begitu serius, Steph menarik dadanya karena agak terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan raut yang serius, Sora melanjutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemarin, saat aku memegang dadamu, kau tidak melawan sama sekali, jadi kenapa kau memukulku saat aku mencoba melihat rokmu, hanya kenapa— &lt;br /&gt;
Oka, Oka, aku akan serius, aku hanya bercanda......”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa terbebani dengan pandangan Steph, Sora melihat lagi buku yang ada di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, kadang aku mendengar kata ‘Ras Manusia’, jadi apakah ada ‘Ras’ yang lainnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat pertanyaan Sora yang begitu ingin tahu, Steph berusaha menjelaskannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“......Apa hanya ada ras manusia di duniamu, Sora?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, satu-satunya interaksi kami adalah dengan mereka yang disebut sebagai [Manusia]— jadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, gugu....ini, eh....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Steph menyadari bahwa mereka berdua berasal dari dunia lain, Steph mulai menjelaskan beberapa poin kepada Sora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang pertama adalah— apa kau tahu [Firman Tuhan]?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagiamana dengan [Kesepuluh Perintah]? Kami mendengarnya dari segerombolan perampok gunung beberapa saat yang lalu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti...—lalu—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Batuk batuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang disebut [Ras], yang diperuntukkan bagi [Kesepuluh Perintah], adalah 【Sixteen Races】.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Enambelas Ras.....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan [Sepuluh Perintah] sebagai dasarnya, hak untuk menguasai, menyiksa, menghancurkan, dan membunuh untuk 【Sixteen Races】— telah &lt;br /&gt;
diambil, dan akhirnya, perang hilang dari dunia ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Begitu. Dan aku cukup penasaran darimana datangnya makanan di dunia ini—tapi sepertinya [Perintah] itu hanya berlaku bagi mereka yang &lt;br /&gt;
berakal budi saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat membalik buku itu, Sora merasa puas dengan apa yang dia katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ini, Steph menghela napasnya dan berguman ‘Pintar Sekali’ di hatinya, sebelum melanjutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namun, sebentar, menggunakan permainan untuk menentukan hasil perang. Yang berari pertempuran antar wilayah—‘Bertaruh untuk Negara’. &lt;br /&gt;
Bahkan saat kita berbicara, seseorang pasti sedang bermain suatu game.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Bertaruh untuk Negara]— Sora bereaksi ketika mendengar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Negara yang tersisa bagi umat manusia hanyalah Elchea kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.......Sebenarnya iya........walau sepertinya ras yang lain hanya memiliki satu negara—tapi bagi umat manusia, yang tersisa hanyalah &lt;br /&gt;
Elchea.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Bahkan sampai saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora terus bertanya sesuatu yang sebenarnya sudah ia ketahui. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dibandingkan dengan dunia ini, dunia mereka sepertinya lebih nyaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang berarti,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau tidak ada perang, kenapa bertempur untuk wilayah? Apakah tidak bisa diselesaikan dengan perundingan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Guuu, itu.....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sebelum Steph menjawabnya, Shiro memotongnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“..............Bahan baku terbatas......selama ras-ras itu terus berkembang.......distribusi juga terbatas.......dengan alasan itu hal ini &lt;br /&gt;
terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y-yah, karena itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Steph mendengar pendapat Shiro itu, dia langsung mengangguk setuju. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Steph......pasti tidak sadar dengan hal ini dari dulu kan....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena Shiro yang menjawab pertama, Sora, yang tidak memiliki kartu identitas dari dunia ini, dengan kasihan melihat Steph.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap-ap-ap-apa yang kamu bilang sih, masalah seperti ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph menganggap semua hal tentang perebutan wilayah dan perang seperti sebagai “hal yang umum’, karena sejak lahir dia sudah ada di dunia &lt;br /&gt;
ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan alasan kenapa untuk penyelesaian masalah harus ditentukan lewat sebuah game akan menjadi sebuah pertanyaan yang masih sulit untuk &lt;br /&gt;
dijawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“......Dengan kata lain, permasalahan di dunia ini juga sama dengan di dunia kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora menghela napasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan di dunia tanpa [Perang], [Kompetisi] masih ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang berarti, [Persetaraan Mutlak] tidak akan pernah ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika persetaraan sama dengan memberikan pada pemain kursi yang terbatas, maka bersaing satu dengan yang lainnya akan menjadi sebuah &lt;br /&gt;
permainan [Musical Chairs]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan hasilnya adalah kejayaan dan kekayaan akan menjadi milik dari [Minoritas] dan yang miskin akan menjadi yang [Mayoritas]—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyebalkan sekali, tidak ada sesuatu yang berbeda antar dunia ini dengan dunia tempatnya berasal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, ras-ras apa saja yang termasuk ke dalam 【Keenambelas Ras】?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora menghentikan pikirannya tentang hal itu dan mencoba kembali ke topik pembicaraan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph mendehem.......seperti orang yang berusaha dengan keras untuk mengingat sesuatu, sambil menghitung dengan jarinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Di bawah Tuhan, ras pertama adalah Ras Roh Ilahi, lalu yang kedua adalah Ras Phantasma, yang ketiga adalah Ras Elemental— ada juga Ras &lt;br /&gt;
Para Naga dan Raksasa......Para Elf dan Werebeast, erm— dan masih ada lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Hmmm, sudah kuduga dunia ini persis seperti dunia fantasi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph sepertinya sudah menyerah menghitung jumlah keenambelas ras yang ada di dunia ini setelah ia menghitung sampai jari tengahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengingat bahwa dia sedang berbicara dengan orang yang memiliki pemikiran yang lemah, Sora kemudian ingat bahwa masih ada pertanyaan &lt;br /&gt;
lainnya yang ingin dia tanyakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hey, apa kegunaan dari [Pengurutan Peringkat] itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, itu. Aku sendiri tidak yakin dengan hal itu, tapi sepertinya itu mirip seperti urutan peringkat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Urutan peringkat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Un, uh, gampangnya, level sebuah ras untuk menggunakan sebuah sihir, itu yang kudengar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau bilang, yang kudengar.... kau meragukan sekali Steph. Apa kau pernah pergi ke sekolah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbanding terbalik dengan status Sora yang sebagai seorang NEET, ia bertanya pada Steph yang terlihat tidak senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua yang ia tanyakan pasti akan menjadi sebuah topik baru lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama, aku~ aku lulusan bangku kuliah, oke?! Dan tentang urutan peringkat ini, tidak ada sama sekali penelitian tentang hal itu karena &lt;br /&gt;
kami ranjing 16— yang berarti kemampuan sihir kami adalah 0. Usaha macam apapun tidak akan berguna untuk mencari penjelasan tentang hal &lt;br /&gt;
itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“........0?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora mengangkat batas penglihatannya dari buku itu dan bertanya pada Steph.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm—? Tunggu, manusia tidak bisa menggunakan sihir?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah, bahkan kami tidak bisa merasakan sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“............aku merasa seperi........selama menggunakan alat dalam permainan, apa harus menggunakan sihir?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua game yang ada membutuhkan campur tangan sihir untuk bisa dimainkan.....karena game itu sendiri membutuhkan sihir untuk dijalankan— &lt;br /&gt;
tapi sihir untuk ras manusia itu tidak mungkin ada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Tidak ada?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau Sora terus bertanya seperti itu, Steph tidak terlihat bosan mendengar pertanyaannya. Sebenarnya, bisa dikatakan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja. Manusia tidak bisa berhubungan dengan [Lorong Jiwa]— yang adalah sumber dari semua sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph perlahan menurunkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itulah kenapa kami selalu kalah untuk [Pertaruhan untuk Kedaulatan Negara].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aaa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan senyum masam, Sora melanjutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“......Kalau begitu, ras yang paling kuat dalam penguasaan sihir adalah ras nomor satu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, tidak. Semakin dekat dengan ranking satu, berarti semakin dekat untuk menjadi Tuhan—keberadaan mereka bisa dikatakan sebagai bentuk &lt;br /&gt;
dari sihir. Tapi pada umumnya, ras yang memiliki kemampuan sihir paling kuat adalah [Ras Elf] ranking nomor tujuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika mendengar kata Elf, Sora langsung memikirkan sebuah deskripsi singkat tentang ras itu di kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Elf.....bukanlah seorang Elf itu....telinga runcing dan kulit pucat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph begitu heran kenapa orang dari dunia luar seperti mereka tahu mengenai sosok seorang Elf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Err, ya. Sekarang, negara terbesar di dunia adalah [Avant Heim], sebuah tempat yang digerakkan oleh sihir. Tapi saat menyebutkan kata &lt;br /&gt;
sihir, yang paling identik dengan hal itu adalah para Elf.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora menghela napasnya dan dari mulutnya terdengar suara ‘Fuu’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia meletakkan tangannya di dagunya dan ia mulai berpikir dengan serius. Mukanya nampak begitu serius saat ia berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena Sora memakai seragam Tuxedo, ditambah dengan mukanya yang begitu serius, Steph merasa jantungnya berdegup kencang saat ia &lt;br /&gt;
melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ilusi, ilusi, ilusi, ini hanya ilusi semata!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Steph berusaha untuk menenangkan dirinya, Sora sepertinya sudah selesai memikirkan pemikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.......Sebuah ras yang tidak menggunakan sihir...........tidak bisa memiliki [Negara yang Luas]?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh, ah, enggak juga, ras ke-14: Werebeast, juga tidak bisa menggunakan sihir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menjawab dengan agak canggung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi yang membedakan mereka dengan manusia adalah bahwa para Werebeast bisa merasakan dan membaca kekuatah sihir dan perasaan manusia. &lt;br /&gt;
Pulau yang berada di laut tenggara juga sudah bergabung dengan negara Werebeast, [Federasi Timur], yang adalah negara terbesar ketiga di &lt;br /&gt;
dunia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia berbicara ia menempelkan tangannya dengan erat satu sama lain dan mengumpulkan kekuatannya, setelah itu ia melanjutkannya kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.......Walau mereka tidak bisa menggunakan sihir, mereka masih bisa bersaing dengan ras lainnya— kecuali [Aywlin Gerudo], mereka bisa &lt;br /&gt;
menyaingi ras yang ada dan negara mereka. Tapi tidak masalah, di mata manusia, mereka menggunakan sebuah kekuatan yang mirip seperti &lt;br /&gt;
[Kekuatan Super] atau [Kekuatan Indera].”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Aaaa. Jadi begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika manusia bahkan tidak bisa merasakan penggunaan sebuah sihir, maka memilikinya adalah sangat mustahil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kerugian yang sangat besar akan dirasakan oleh manusia karena mereka tidak bisa merasakan kecurangan yang dilakukan oleh mereka yang bisa &lt;br /&gt;
menggunakan sihir. Tentu saja manusia akan sulit untuk menang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena sudah jelas seperti ini, maka kalah sudah hal umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmmmm, masih ada beberapa hal, eh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Sora mengetahuinya, ia kemudian mengangguk. Dan di saat yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.......Nii—Aku sudah mengingatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata Shiro.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, sudah kuduga dari adikku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.......Tolong, puji aku lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh, baiklah. Sudah kuduga adik perempuanku yang sangat kubanggakan ini bisa! Luar biasa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora berdiri dan mengelus kepala adiknya, Shiro. Dan bagi Shiro sendiri ia merasa begitu nyaman dan menyipitkan kedua matanya seperti &lt;br /&gt;
seekor kucing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph tidak mengerti apapun tentang mereka berdua dan melihat mereka sebelum bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“........Eh? Menghapalkan apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bertanya apa sih? Tentu saja bahasa manusia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggeser arah pandangnya kepada Steph yang terkagum, Sora dengan santai menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adikku memang luar biasa, eh. Aku masih membutuhkan waktu sedikit lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.....Nii, lambat sekali.....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“......Huhuhu, untuk seorang laki-laki, daripada cepat, pelan itu lebih baik, benarkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“............Nii, kecil sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini, ini, ini, ini, ini tidak kecil! Kenapa kau bisa berpikir seperti itu—— Steph, apa kau tidak apa-apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph tertegun dengan perbincangan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengganti nada suaranya dan berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu....aku tidak salah dengarkan? Apa kalian berdua baru saja.....menghapalkan bahasa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Well, yeah? Kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“......(Mengangguk)”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Dengan waktu yang singkat? Apa kau sedang bercanda?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajahnya sedikit berkedut ketika ia berusaha menyakinkan dirinya sekali lagi. Lalu Sora dengan riang menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini bukanlah hal yang mengejutkan. Karena tata bahasanya dan kalimatnya sama dengan dialognya, tidak menghapal teksnya juga enggak &lt;br /&gt;
masalah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“..........Nii....itu, kau belum menghapalnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menghapalnya dalam 10 menit itu terlalu cepat buat kakakmu. Kakakmu ini tidak sepintar dirimu, aku masih butuh satu jam untuk &lt;br /&gt;
menghapalnya. Oh, yeah, bagaimana cara membaca baris ini. Aku tidak mengerti maksdunya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.......itu......bukan bahasa Jepang.........pakai abjad latin untuk membacanya......”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, aku sudah memikirkannya tadi, pola katanya terlihat aneh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.........Bahasa Cina Kuno.........”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Jadi cara penggambarannya saja yang di depan!! Merepotkan sekali— ah, tapi kalimat berikutnya lebih mudah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“..........Nii, harus menguasai, beberapa bahasa lagi.......”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau adik bisa menguasai delapan belas bahasa itu bukan hal yang aneh. Tapi bagi kakakmu ini, yang hanya orang biasa, menguasai enam &lt;br /&gt;
bahasa sudah lebih dari cukup untuk bermain game tanpa kesulitan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph mendengarkan mereka dengan kagum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua bersaudara itu terlihat begitu tenang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keduanya tampak begitu mudah mempelajarinya, dan begitu santai berbicara satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahasa juga bisa berkomunikasi. Selama teksnya bisa dihapalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengatur letak kalimat, sebenarnya terdengar lebih mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, mereka tidak menambakan satu hal lagi yang membuat Steph merasa bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yaitu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Tak Ada yang Mengajari], yang mereka berdua tidak 『Mempelajarinya』, tapi 『Menafsirkannya』.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyelesaikan pembelajaran mengenai bahasa ini dalam waktu yang begitu singkat, dan mereka tidak terlihat begitu kesusahan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apakah di dunia mereka, kemampuan mereka dikatakan sebagai normal?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua sudah melewati batas kemampuan dasar mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat kedua bersaudara itu yang tidak berasal dari dunia ini membuat Steph merasa agak lesu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, di saat yang sama, ia merasakan perasaan yang begitu hangat menumpuk di hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
.....Kecuali ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecuali dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menemui seseorang yang sudah melewati batas kemampuan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan mereka adalah orang— yang bisa merubah negara ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Hm? Ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sadar bahwa dia sedang diperhatikan, Sora melihat Steph, yang seketika itu juga mukanya menjadi merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh, ah, enggak, itu— aku akan membuat teh sebentar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph segera pergi dari perpustakaan itu dengan panik, dan telingnya juga memerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa bingung dengan tingkah Steph, Sora berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Kenapa dengan Steph.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Shiro bahkan tidak melihat sang kakak dan melanjutkan untuk membaca buku itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.....Nii, sangat tidak tahu.....perasaan perempuan.....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—kalau aku mengeri, aku tidak akan mempertahankan keperjakaanku selama 18 tahun. Dan apa maksudnya dengan perasaan perempuan itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah sebuah adegan di mana seorang gadis berusia sebelah tahun sedang menjelaskan kepada seorang pria berumur delapan belas tahun &lt;br /&gt;
arti dari perasaan wanita. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun laki-laki lebih terlambat dewasa daripada perempuan.......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setidaknya untuk hal ini, pepatah itu berlaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja, dibandingkan Shiro......Nii, lebih handal membaca perasaan orang lain......”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisik Shiro, dan membuat Sora merasa lebih tinggi daripada Shiro.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Di dalam game, ini memang kemampuanku, tapi di dunia nyata, membaca perasaan orang lain itu adalah dua hal yang berbeda.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Analogi yang membandingkan antara game dengan yang-disebut-sebagai-perempuan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, “yang-disebut-sebagai-manusia”......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sama seperti game para maniak Shoujo, dimana puluhan ribu pilihan akan tersedia dalam jumlah waktu yang terbatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghadapi game yang sangat mustahil dimana game itu bisa mengembangkan idenya sendiri, tentu sangat tidak natural.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, hal itu tidak menjadi masalah sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Okay.....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan bantuan Shiro, kini Sora sudah bisa menguasai bahasa yang ada di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sudah membaca satu buku penuh untuk melihat hasilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menutup buku dengan sampul keras dengan ‘Patal’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mulai serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Okay—Shiro.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.......Un.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sudah tahu kan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.......Un.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua bersaudara itu berbicara dengan bahasa yang hanya mereka sendiri yang tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora, dengan ragu berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— apa yang kau pikirkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia membuka matanya dan menunjukkan muka yang datar, Shiro dengan acuh membalas sang kakak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“......Seperti yang dijanjikan—tidak peduli, dimana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Janji, ya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayah membawakan [Adik Kecil] dari hasil pernikahan sebelumnya—Shiro.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adik yang luar biasa yang diberkahi dengan talenta yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kemampuan mereka berdua yang tak lazim, mereka berdua saling memuji satu sama lain lebih baik daripada kakak beradik lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian, kedua orang tua mereka meninggalkan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa ada teman yang menemani mereka, sebuah janji terbentuk oleh mereka berdua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Karena bakatnya, sang adik telah ditolak oleh masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Karena ketidakcakapannya, sang kakak mampu membaca perasaan orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk saling mengisi satu sama lain, bocah berumur sepuluh tahun itu (Sang kakak) membuat sebuah janji kepada adiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan adiknya yang berumur tiga tahun itu (Sang Adik) yang mampu berbicara dalam berbagai bahasa, mengangguk dan berjanji dengan &lt;br /&gt;
kelingkingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengelus rambut sang adik kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, untuk delapan tahun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang adik yang akan terus mengikuti sang kakak yang pecundang— Shiro.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, sang kakak yang tak pernah keluar dari kamarnya— Sora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika itu bukanlah sebuah penyesalan, maka itu adalah....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Singkat saja— dibandingkan dunia itu, dunia ini lebih menarik, bukan begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia meliat batas garis kathulistiwa itu dimana papan catur transparan itu terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengambil ponselnya, dan mulai membuat sebuah perencanaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph mengamati selagi air yang mendidih berbunyi &#039;Gulou Gulou&#039;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, saat merebus daun teh, temperatur air sangatlah penting. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menemani teh itu, adalah pancake yang dibuat kemarin.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sudah cukup lama saat terakhir kali wilayah manusia memiliki gula, jadi camilan juga mengalami kekurangan.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Ia hanya bisa mengganti gula dengan cinnamon, yang Ia buat, penuh dengan percaya diri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tehnya, dengan pancake yang telah terpotong, ditaruh di atas nampan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......Oke, tak akan ada masalah.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa senang pekerjaannya selesai, Steph mengusap keringat dari dahinya sebagai pujian kerja bagus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Erm, Ojou-sama&amp;lt;ref&amp;gt; tuan putri &amp;lt;/ref&amp;gt;.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah-olah mencari kesempatan untuk angkat bicaara, para pelayan lalu bertanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, ada apa?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak.....maaf untuk ketidaksopanan kami, tapi Ojou-sama, apa yang anda lakukan?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.........Ya, kamu memang tak sopan. Kenapa tiba-tiba?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, itu........jika anda menyuruh kami, para pelayan, pasti akan kami siapkan teh dan camilannya, tapi anda tanpa kata langsung membuatnya.................dan anda kelihatannya mencoba untuk membuatnya sebaik mungkin......&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
——………………. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A-re? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar itu, Ia heran: kenapa Ia membuat the dengan tangannya sendiri?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bertanya seperti itu pada dirinya, sebuah kejadian teringat di pikirannya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Whoa. Sungguh enak. Steph, kamu benar-benar berbakat dalam pekerjaan rumah tangga.] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya begitu, Sora memegang cangkir tehnya dengan satu tangan dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
——…………Puu, dee. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah mulai mengumpul di kepala Steph. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;——AHHHHHHHHHHHHHHHHHHH, apa apaaaaaaaaaaaaaaaaan!!&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berteriak begitu, Steph menumbukkan kepalanya ke dinding. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa aku harus membuat semua itu dengan kemampuanku sendiri! Orang itu pasti sudah cukup jika hanya diberi air putih darisana— dan batu itu, juga rumput itu!&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oj-Ojou-sama! Tolong tenang sedikit!&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Ke-kepala pelayan! Ke-keadaan mental Ojou-sama tidak stabil—!&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para pelayan bergegas mencegah Steph mengeluarkan suara ‘bam bam bam’ lebih banyak, keadaan menjadi kacau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;........Ah~......&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendesah dengan penuh keluhan, Steph berjalan di lorong sambil membawa nampan perak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diatas nampan, terdapat 2 porsi— teh yang sejak awal disiapkan untuk keduanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi gagal mengatasi perasaannya, Steph secara pribadi mengantarkan barang yang diperuntukkan untuk mereka berdua sambil mendesah untuk kesekian kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membenci dirinya sendiri, tapi dalam saat bersamaan, pemikiran melihat Sora menikmati makanannya dan memujinya— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.............Tak bisa dipungkiri aku sedikit berharap.........heh.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph tiba-tiba berhenti bergerak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tunggu sebentar, Steph. Makanan ini, akankah ini akan berasa sama dengan selera orang dari dunia lain?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph percaya diri dengan kemampuan memasaknya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, penikmatnya bukan berasal dari dunia ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah—sial—&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Skenario lain tersapu dari pikirannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
『Whoa, maaf, tapi aku akan menolak ini』 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam bayangannya Sora berkata dengan wajah mengkerut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahhhhhhhhh.......bu, bukankah ini buruk, rute melarikan diri『ini dibuat oleh para pelayan』sudah hilang— erm, rute melarikan diri macam apa itu! Apapun yang mereka pikirkan, aku tak peduli— tidak! Ahhhhhhh ini..............benar-benar, sebuah kutukan.....&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepenuhnya terkurung dalam keadaan bingung dan tak berdaya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menarik nafas dalam-dalam, Ia mulai mengatur pikirannya untuk mencari alasan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Y-ya. Tidak hanya  dianggap sebagai pecundang, kalau tidak bisa membuat satu cangkir teh, atau camilan lainnya, ini akan merusak reputasi keluarga Dora. Sebenarnya ini sudah tentu enak, pasti karena perbedaan budaya kalau ini tidak disenangi— ya, alasan ini— ini&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dora memikirkan segala kemungkinan yang bisa terjadi dan mengocehkan semuanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil membicarakan alasannya, dengan kedua tangan dalam keadaan kosong, dia berusaha untuk membuka ruang koleksi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—A-re?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Mencari di setiap sudut ruangan, sosok kakak-beradik itu tidak ditemukan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angin dari pintu balkon yang terbuka, dekat dengan tangga depan berhembus dan menyibak tirai dengan lembut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesampainya di balkon.......Steph menemukan keduanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakak yang berseragam butler, bersandar pada balkon, mengambil gambar jalan dengan handphonenya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adiknya yang mengingatkan pada Ojou-sama berambut putih— bersandar pada kakaknya sambil membaca buku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Keduanya selalu bersama, bukan lagi kejutan jika mereka mati hanya karena perpisahan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat pasangan tersebut dengan latar yang indah— dan hubungan antara mereka berdua. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hatinya serasa ditekan, tapi Steph mengingat bahwa itu hanya kesalahpahaman. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.......Jalan yang ramai ya.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat keramaian diluar, Sora berkata. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Ya. Seleksi posisi raja masih dalam proses saat ini.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membalas, Steph menaruh nampan tadi diatas meja yang ada di balkon, dan mulai menuangkan teh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.......ini.......silahkan dinikmati.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, terima kasih banyak.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Adik harus minum juga.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.......Un.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesan pertama—sebelumnya dari『Dunia Fantasi umumnya 』— tapi sekarang sedikit berbeda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Karena larangan perang, kota ini tidak dirusak sedemikian rupa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bermacam bangunan yang menyerupai arsitektur Roma, arsitektur klasik dan baroque menjalin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalannya diratakan dengan batu bata, sebuah kereta berjalan, dan sebuah barque melabuh di pelabuhan tidak jauh dari situ. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya mesin uap belum ditemukan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan lebih jauh lagi, ada bukit yang digunakan untuk terasering, dengan cara agrikultur yang lebih kuno daripada kota ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Jika perang tidak sedang terjadi, pemandangan ini akan sempurna. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ironisnya, 『Kimia』digencarkan saat perang, jadi pupuk dan bahan bakar bergantung pada teknologi untuk kemajuan yang berarti. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, buku-buku yang tersedia di perpustakaan Steph hamper seluruhnya ditulis oleh tangan— manuskrip. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya tipografi masih belum diciptakan atau belum popular di kalangan umum. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seperti Renaisans Eropa abad pertengahan. Atau setidaknya sebelum terkontaminasi revolusi industrial.............sungguh kota yang indah.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.............Meniru referensi...........dari game strategi.............kamu berusaha keras.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tapi, Sora berpikir. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut apa kata Dewa, perang besar dimana tubuh kelestial terbakar hangus, mungkin sudah ribuan tahun yang lalu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau begitu,  maksud dari『Sumpah』, juga sudah ribuan tahun ada. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan [Bangsa manusia] yang tidak bisa memakai sihir. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan susunan tubuh yang sama dengan [Manusia] di dunia mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ribuan tahun, tingkat dunia mereka masih sama di awal abad 15. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Bagaimana dengan peradaban ras yang dapat menggunakan sihir untuk curang, bagaimana keadaan mereka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora tiba-tiba bertanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei, Steph—kamu, kenapa kamu ingin menjadi Raja?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Ah?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku dengar karena kamu tak akan menjadi bangsawan lagi, dan melihatmu berusaha keras untuk mematahkan rumor ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora teringat kembali apa yang pernah Ia dengar di penginapan. Tapi..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Itu, tidak ada hubungannya sekarang.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Pada akhirnya, rumor tetaplah rumor. Hanya satu tawa dan semua akan berlalu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berdiri di samping Sora dan memandang jalan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Negara ini— Elchea, terlihat begitu besar, kan?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat kejauhan— melebihi jaarak pandang mata, Ia melanjutkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dahulu, dunia ini memiliki beberapa negara. Dan Elchea dianggap adalah yang paling besar.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bangga, namun meragu, Ia melanjutkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi setelah pengenalan pada『Sepuluh Sumpah』, ini telah menjadi satu-satunya『Negara terakhir』yang dimiliki manusia.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.......&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terlihat hidup bukan? Namun............Elchea lambat laun mengarah dalam kehancuran.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi Ia melihat keramaian kota, tapi kali ini ekspresinya muram. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat arah pandangannya, Sora dengan mudah menebaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kehilangan wilayah, negara kecil dengan rakyat yang banyak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekurangan sumber daya dan makanan akan menyendat pertumbuhan ekonomi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingin memproduksi makanan, tapi tak punya lahan yang akan dimanfaatkan, dan dengan tak adanya hasil, tak akan ada lapangan pekerjaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun efek yang ditimbulkan『Sepuluh Sumpah』membuat semuanya stabil, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Ia teringat saat pertama kali dating ke dunia ini, dikepung segerombolan perampok. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora memandang ke arah tebing. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiro yang bersandar pada kaki kakaknya dan membaca buku, mengamati Steph. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Raja sebelumnya— Kakekku, kalah saat bertaruh untuk perebutan wilayah, membuatnya terpojok ke wilayah terakhir, Ibukota. Dengan manusia dalam kekalahan berantai, situasi terus memburuk.....&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengepalkan tangannya, Steph menggeram. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dituduh bodoh, namun masih berniat menyelamatkan negara ini, tidak salah bagaimanapun juga—&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Jika wilayah tidak direbut kembali, manusia tak akan bisa berkembang banyak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daripada menunggu saat kehancuran, lebih baik mencari jalan keluar dari masalah ini—benar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku—ingin menyelamatkan Elchea....&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph berusaha menahan air matanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Membuktikan ke setiap orang bahwa kakekku tidak salah—kelangsungan hidup manusia..........secara aktif merebut kembali wilayah, atau kalau tidak dalam waktu dekat, manusia akan benar-benar punah.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Kalimat ini secara menyakitkan keluar dari mulut Steph. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ekspresinya seperti biasa, Shiro bertanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;……Steph.....suka.........negeri ini, dunia ini?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Un un—tentu saja!&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tersenyum dengan senyuman. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph segera membalas. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, berbeda dengan tindakannya, keduanya menundukkan kepala. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.........Bagus, ah.......&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;..........Ya, memang patut iri seseorang dapat menyatakannya.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi—Sora menggunakan nada yang halus, namun tak dapat dibendung. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan menghancurkan segelintir harapan yang dimiliki Stephanie Dora. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akan tetapi harapan seperti itu tidak dapat dikabulkan.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Wuh....&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan, jika ingin berkata lebih parah lagi—&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mendekati Steph dan menyerangnya (Secara verbal). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kakekmu—disini saat ini, Aku akan bilang Raja yang terburuk dan terpayah.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—………… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlihat seperti Ia menahan kata-kata keluar, Steph akhirnya membuka mulutnya setelah hening cukup lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Ke-kenapa.......kamu berpikiran seperti itu?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggigit bibirnya, rasa kuku-kukunya menggali kedalam  kulitnya  mulai terasa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
.......jika kekerasan tidak dilarang di dunia ini, kata-kata itu akan dibalas dengan satu tamparan tepat di wajah Sora. Walaupun  begitu, Steph masih menunjukkan kemarahannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terobsesi dengannya—tidak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak peduli seberapa besar cintanya, Ia tetap tidak dapat memaafkan kata-kata itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi untuk pertanyaan ini, Sora mendesah dan mengambil foto menggunakan handphonenya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sisa-sisa Eropa abad pertengahan, dari abad ke 15. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada alasan untuk berperang, bangunan lama dan baru bercampur baur, menyajikan pemandangan kota yang indah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, karena alasan ini—penyesalan dapat terasa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau ini terus berlanjut—negara ini akan binasa. Dan dalam waktu yang bersamaan, seleksi pemilihan Raja sedang berlangsung saat ini.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat yang tak terduga ini muncul. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan nada histeris, Steph yang bingung membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Me-mengapa kamu berkata begitu! Justru karena ini tak seharusnya terjadi, maka pemilihan Raja baru diadakan.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora dan Shiro mengadahkan kepalanya memandang langit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bermacam bayangan kelabu yang mereka kenal pasti, layaknya warna tinta biru yang jatuh dari wadahnya, sebuah langit biru seperti biasanya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Lalu, keduanya mengingat kembali kejadian saat mereka baru saja tiba di dunia ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata yang “Dewa” katakan pada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segala keputusan ditentukan dengan permainan sederhana, dunia yang mirip dengan [Papan Catur], [Dischord]. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Milikku— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Milik Shiro— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Sebuah dunia impian. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Hidup yang baru—dunia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.......Steph, kapan pertemuan para petaruh berakhir?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski Steph tidak terima dengan kata yang diucapnya sebelumnya dan terlihat tidak senang, Ia masih menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Hari ini hari terakhir.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph menaruh pandangannya ke bagian timur, King city. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu petang datang, permainan terakhir akan dimainkan di aula, jika tak ada orang yang keberatan pada kemenangan final, maka &lt;br /&gt;
pemenangnya akan menjadi Raja yang baru……..ada masalah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menutup buku dengan bunyi &#039;Pata&#039;, Shiro berdiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meregangkan pinggangnya, Sora lalu menepuk pipinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Yosh! Eh, Imouto&amp;lt;ref&amp;gt;adik&amp;lt;/ref&amp;gt;.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......Un.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apapun yang kakakmu lakukan, akan kamu ikuti?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Un.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jawaban instan eh. Padahal aku sudah siap-siap untuk—&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.......Bohong.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......Nii, terlihat........sangat senang.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajahnya datar seperti biasa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah senyuman dapat diterawang lewat mata Sora. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Haha, ketahuan ya?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, mereka berdua berbalik dan pergi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hey, tunggu, kalian mau kemana!?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ibukota.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Apa?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bisa menangkap maksud Sora, Steph mengeluarkan suara yang lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tak menghiraukan itu, Sora terus berjalan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku akan membuktikan bahwa kakekmu benar.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;——Apa?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar Steph mempercepat langkahnya dari belakang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora memastikan hal yang tertulis dalam jadwal di dalam handphonenya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—『Target』—bagaimanapun juga, menjadi raja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memperlihatkan senyum masam, Sora memmasukkan handphonenya kembali ke kantungnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jarang-jarang dapat dunia baru, akan menyusahkan jika datang ke tempat yang terus-menerus kalah.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;............(Angguk)(Angguk).&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Untuk itu ayo menjadi raja, dan rebut kembali wliayah yang hilang.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Apa tadi tidak salah dengar? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stephanie Dora dengan teliti dan hati-hati meneliti apa yang barusan saja Ia dengar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, setelah memastikan tidak salah dengar, Ia melihat punggung Sora. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah postur yang rileks, seperti saat ingin keluar membeli sesuatu.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi bak ingin menyelesaikan suatu masalah, penuh percaya diri dan keyakinan— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Punggung seorang pria yang menyatakan ingin merebut kembali wilayah bangsa manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, Iya.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengambil camilan dari meja balkon, Sora memasukkannya dalam mulut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Ah&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia lalu memandang kearah Steph yang bahkan lupa kalau camilan itu ada disitu, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Un, Enak. Semua penyegar ini rasanya enak. Terima kasih!&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memutar kepalanya, Ia lalu tersenyum pada dirinya sendiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jantung Steph berdebar keras, apa ini karena [Sumpah] itu? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan Ia sendiri tak mengerti kenapa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Bab 3: - Ahli/Ahli==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dini hari-Kota Raja, Elchea. Aula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat kebanyakan dari kerumunan orang telah percaya bahwa pemilihan raja telah sampai pada akhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di depan singgasana, sebuah meja kecil dan dua buah kursi saling berhadapan dimana kursi itu diletakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para penonton yang memenuhi aula memfokuskan perhatian mereka pada salah satu dari orang yang duduk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Congong ke arah meja, tanpa ekspresi, menyilangkan lengannya, mengenakan kerudung hitam yang membungkus kepalanya, menyerupai selendang pemakaman, memancarkan aura seperti dia telah mati, adalah seorang gadis tinggi berambut hitam—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya........ orang yang berbuat curang untuk menyingkirkan Steph- gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang pria tua yang penampilannya menyerupai seorang petugas tingkat tinggi berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;-Jadi, orang ini- Kurami Zell pemenang yang tersusa di pemilihan...........adakah penantang lainnya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun terdapat banyak suara dan bisikan di aula, faktanya tidak ada yang terlihat sebagai penantang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu normal- seorang gadis yang telah memenangkan semua permainan sejauh ini-Kurami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, mereka yang percaya seseorang masih bisa mengalahkannya tidak ada lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurami menutup matanya akan fakta ini, dan menambahkan perasaan tanpa emosi kepada ekspresi raut muka aslinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena sudah seperti ini, orang tua itu menambahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;-Jadi, dengan memenuhi pesan terakhir dari raja terdahulu, Kurami-sama— akan menjadi raja baru dari Elchea. Jika ada yang keberatan, silahkan berdiri. Jika tidak, tetaplah diam—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, ya, ya. Keberatan! Keberatan!, kami keberatan~!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat itu bergema di seluruh aula, menyela si orang tua. Si perempuan berambut hitam— Kurami, membuka matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua mata di aula yang berisik tertuju pada arah dimana suara tersebut datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang pelayan, bersama dengan seorang gadis berambut putih—Sora dan Shiro, berdiri dan mengangkat tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, ya. Saya keberatan, kami berdua keberatan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.......Un.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;........Siapakah itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ekspresi kosongnya, tatapan Kurami jatuh ke arah dua orang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pelayan dari..........Stephanie Dora?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdiri dibelakang dua orang itu adalah Stephanie, dengan pundak yang berguncang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetap dengan tanpa ekspresi, namun dengan sedikit nada mengejek, dia berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Karena kau kalah kepada ku dan masih memenuhi syarat untuk pemilihan, kau mengirim pelayan mu? Benar-benar tindakan yang tak tau malu, benarkan.........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, kepada Kurami yang terang-terangan menunjukan muka penghinaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora hanya tersenyum dan menjawab sambil berjalan ke arahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahahaha, kalimat itu, kau tidak dalam posisi untuk mengatakannya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Apa yang kau maksud, eh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, jujur pada mu, Aku benar-benar tidak peduli akan pemilihan tahta raja yang menyusahkan ini, ini benar-benar bukan tempat ku, kau tau.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora menggaruk kepalanya, mengucapkan hal yang sama, yang bisa kau sebut menyebalkan. Kurami menyempitkan kedua matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;..........Jika begitu, bisakah kau pergi? Ini bukanlah tempat dimana kau bisa bermain-main dengan anak kecil.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora mulai tertawa—dengan &amp;quot;Tetapi...&amp;quot;, dia menyemptikan kedua matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini bukanlah posisi yang bisa kau berikan ke seseorang yang &#039;bertindak curang dengan meminjam kekuatan dari negara lain&#039; kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian dalam kota mulai memanas karena kata-kata ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Kekuatan dari negara lain? — Apakah itu? Tetapi, semua gemuruh itu telah terpisahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara yang hanya terdengar oleh Shiro, Sora berbisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Apakah itu disana?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang ada di tangan Shiro adalah ponsel Sora yang digunakan untuk foto kemarin di bar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengidentifikasi foto yang tertera di layar, disana terdapat orang yang dikenal di aula ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.........Empat orang&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiro menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Disamping itu- seseorang yang menyembunyikan telinganya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Satu orang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bingo. Jadi buktikanlah dengan kesempatan ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.......Un.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Chapter 4 - Grandmaster/Sang Raja==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil menangis, Kurami memaki – maki seperti orang idiot.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Aku tak akan menerima ini!! Aku akan membeberkan rahasia kalian—!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika hanya tinggal Kurami yang tersisa, ia tetap membuat keributan.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Aiyah aiyah.........apa artinya manusia mengevaluasi manusia lain ya.........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Sora mengatakan hal menyakitkan itu, kota itu sekali lagi dipenuhi dengan tepuk tangan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Sangat puas terhadap kemenangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa ragu, kemenangan ini telah menunjukkan dengan jelas bahwa umat manusia masih memiliki secercah harapan.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dengan aula yang dipenuhi sorakan—yang memekakkan telinga, seorang pejabat tinggi berjalan ke arah Sora sambil membawa mahkota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, Sora-sama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yup.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau adalah orang yang akan menaiki tahta kerajaan sebagai raja baru dari Elchea, benar? &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak—Bukan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berkata sambil tertawa, sembari memeluk adiknya tersayang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kami berdua adalah 『    』— jadi gelar Raja itu milik kami berdua.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata – kata itu adalah kata – kata yang sama yang diucapkan Sora saat duel catur melawan Kurami.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dengan kalimat itu, para penonton mulai bertepuk tangan—dengan frekuensi yang lebih tinggi dari sebelumnya—untuk memberi selamat pada Raja dan Ratu baru mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Namun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Maaf, tetapi hal tersebut tidak dapat dilakukan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Eh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar kata – kata sang pejabat tinggi, suara tepuk tangan menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah? Eh, Kenapa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;[Sepuluh Sumpah] menyatakan bahwa hanya boleh ada『Satu perwakilan』. Jadi, dua orang tidak bisa memiliki satu gelar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tengah keributan aula itu, Sora dan Shiro bertukar pandang.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Berpikir dalam dengan ekspresi yang sulit diartikan, Sora menggaruk kepalanya dan mengerutkan keningnya............sebelum berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;............Ah, itu, kalau begitu, aku yang akan menjadi perwakilannya, bisa ‘kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.............Guu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil menurunkan adiknya yang menggerutu dari pangkuannya, Sora menghadap sang pejabat tinggi.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi sekali lagi aku umumkan—*uhuk uhuk*, mulai sekarang, Sora-sama akan menjadi Raja ke255 dari Elchea— apabila ada yang keberatan silahkan berdiri dan yang tidak keberatan silahkan untuk tetap—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tapi, seseorang mengangkat tangan sebelum pejabat tinggi itu menyelesaikan kalimatnya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;........Un.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang gadis  berambut putih, Shiro.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sepasang mata merah ruby yang tersembunyi di balik poni panjangnya, ia adalah gadis—yang mengatakan bahwa ia keberatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Shiro?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.......Aku, keberatan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Gu, etto.. imouto-chan, apa yang kau lakukan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;........kalau Nii, menjadi raja........Nii bisa membangun harem&amp;lt;ref&amp;gt;intinya, seorang laki – laki yang dikelilingi banyak wanita&amp;lt;/ref&amp;gt;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;———————————Ah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora ingin bertanya setelah memastikan bahwa telilnganya tidak salah dengar, tapi Shiro mengeluarkan ekspresi hampir menangis lalu berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.........kalau begitu........nanti……….Shiro.........tidak akan..........dibutuhkan lagi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora tidak`menghiraukan tatapan kaget dari para penonton. Ia sedang memasuki mode malu yang belum pernah ia alami sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;T-tunggu! B-bagaimana bisa. Bukannya kita berdua ini partner, imouto-chan? Titel raja itu memang memakai namaku, tapi maksudnya itu adalah kita berdua! Aku tidak mau kau melakukan hal—&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;........Sama saja, berarti rajanya itu......Nii.........dan Shiro...............hanya sebuah aksesori. Kalau, kalau memang hanya ada satu orang yang bisa melakukannya..............maka orang—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melanjutkan setelah mengusap air matanya. Mata rubi itu sudah tidak memancarkan cahayanya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.....yang menjadi raja—itu Shiro.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adik perempuan yang selama ini terlihat lemah, sekarang telah mengeluarkan aura bagaikan mendeklarasikan perang pada kakaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghadapi Shiro yang menatap Sora dengan penuh tekat, setelah mengatakan keinginannya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Ah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora mengubah ekspresinya setelah menyadari tatapan dari adiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hey hey hey........Shiro. Ini benar – benar cara barumu untuk bercanda, apakah sekarang matahari sudah terbit dari barat?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun ekspresi dan tingkahnya yang berantakan sama seperti biasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdengar jelas ada nada permusuhan dari kalimat Sora barusan. &lt;br /&gt;
&amp;quot;Gadis cantik sepertimu ingin menjadi Raja dari sebuah negara yang hampir runtuh, kau ini terlalu terus terang. Pasti kau akan termakan rayuan orang—jadi kalau kau ingin menjadi Raja, onii – samamu ini dengan keras menentangmu! &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun Sora menentang adiknya dengan kata – kata yang menyakitkan seperti itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Ia mengatakannya  seperti sedang menghakimi adiknya, tapi matanya tidak menampilkan sorot licik seperti biasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang berarti ia tidak benar – benar bermaksud menentangnya dengan kata – kata menyakitkan itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;.........Tidak, aku tidak akan, membiarkan, Nii... menjadi Raja— pasti.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Bagus. Onii-sama mu ini juga tidak akan membiarkanmu menjadi Raja. Pasti.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaikan sebuah kompetisi debat, yang dua sisinya sama – sama tidak mau kalah.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dan dengan argumen yang saling bertolak belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan setelah membuka rahasia kecurangan yang dilakukan para Elves, dan mendapat gelar sebagai Duo terkuat Imanity.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mata mereka tidak menunjukkan seperti dua saudara yang saling menyayangi, juga bukan Duo pemain yang bernama 『     』.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melainkan tatapan antara musuh bebuyutan, dan menusuk satu sama lain ke dalam mata lawannya, seperti tak mau kalah. Bahkan sudah terlihat kilatan antara mata mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;It-itu.....kalau itu masalahnya, bagaimana kalau kalian mengadakan permainan terakhir, untuk menyelesaikan masalah ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengganggu percakapan dua orang itu benar – benar sebuah tindakan yang butuh keberanian ekstra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menteri itu sudah bersiap – siap meminta maaf pada dua orang yang masih bersitegang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, baiklah kalau begitu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;........Bukan, masalah besar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah jawaban langsung datang dari mereka berdua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam keadaan tatapan mereka yang masih tajam, mereka mengeluarkan deklarasi perang masing – masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Imouto-chan, aku tidak akan mengalah hari ini ya. Kali ini, aku akan membuatmu menyesal.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.........Nii, harus.......menyiapkan diri.........hari ini, Shiro akan, menggunakan kekuatan penuh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
——………………&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Dan itulah yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga hari berlalu dalam sekejap mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu terus berjalan dan sejumlah besar permainan telah dimainkan, sekarang aula utama itu sudah penuh dengan barang – barang yang berserakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakak beradik itu tergeletak di lantai. Kelelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;..........Ugh.....sedikit lagi......kau bisa mengaku kalah duluan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;........Nii, yang harusnya......segera menyerah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menang diperlukan 2 kemenangan berturut – turut, dan karena itulah permainan – permainan dimainkan hingga tidak dapat dihitung jumlahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan hasilnya— ini sudah game ke 501, dengan hasil sebelumnya 158 menang,158 kalah dan 184 seri apabila ditotal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—dan sayangnya, ini bukan hanya berlaku di dunia ini, karena ini juga terjadi di 『Dunia Asal』mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
『　　』 yang sudah menjadi legenda— tidak ada yang tahu bagaimana riwayat permainan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi berbeda dengan 『　　』, Sora dan Shiro yang menggabungkan nama mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah pertarungan antara dua orang yang sangat mencintai games—melebihi apapun di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan riwayat permainan mereka adalah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3526744 pertandingan, 1170080 menang, 1170080 kalah, 1186584 seri—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
........Sejauh ini, hal ini selalu menjadi jalan buntu antara mereka berdua—tidak ada pemenang, tidak ada yang kalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, semua orang yang tidak mengetahui kenyataan itu dan menunggu penobatan, sudah pulang ke rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—kemudian berkumpul lagi, pulang lagi, dan seperti itu terus. Seiring berjalannya waktu, jumlah penonton semakin berkurang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua orang yang bekerja tanpa henti tertidur di aula—dan bisa mengontrol bagaimana mereka akan bangun, tidak seperti Steph dan menteri tertinggi yang mulai melihat halusinasi setelah berhari – hari tak tidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menteri tertinggi itu menunjukkan senyum anehnya, kemudian beralih lagi ke ekspresi normalnya. Setiap waktu selalu seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara Steph terus bergumam &amp;quot;Ah, kupu - kupu~&amp;quot;, dengan tatapan kosong sambil menggapai udara seperti benar – benar melihat kupu – kupu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Lalu, game apa yang harus kami mainkan selanjutnya.............Sora berpikir sementara pikirannya sudah mulai tidak bekerja dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, sebuah keraguan yang sangat meyakinkan melintas di benaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Fuu.............kenapa harus ada satu orang yang mendapat gelar Raja?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.....Eh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari kata – kata ini, menteri tertinggi dan Steph kembali ke kenyataan dan merespon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengatakannya, Sora mengambil ponselnya dari saku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia membuka sebuah catatan digital yang memuat【Sepuluh Sumpah】, kemudian melanjutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;nomor【7】dari『Sepuluh Sumpah』, semua masalah kelompok akan diselesaikan dengan perwakilan.....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan yang dimaksud kelompok disini—juga termasuk sebuah negara dan setiap masalahnya harus diselesaikan dengan perwakilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Dan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaikan berpikir berulang kali, Sora mempertimbangkan hal ini dengan hati - hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil membaca kalimat itu secara perlahan, ia mencoba memastikan pikirannya dengan kalimat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian ia berbisik dengan hati - hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—itu tidak tertulis 『Satu orang』dengan jelas, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;!!!!!&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Dan selesai sudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Tiga hari mimpi buruk] akan selamanya berakhir dan dilupakan, serta para penyanyi yang sedari awal menyanyi—bahkan selama pertarungan tanpa henti antara Sora dan Shiro selama 3 hari—akhirnya berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi karena lagunya sangat panjang—terlalu panjang...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang mendengarnya—bahkan mengingatnya....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
……—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.........Uhhh, apa tidak apa – apa kalau kalian memakai pakaian seperti ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tenang saja. Sejak zaman dulu, Raja yang selalu memakai pakaian mewah dan bagus sering dilihat sebagai orang yang suka pamer kelebihan hartanya, atau mungkin penghormatan diri sendiri sebagai orang yang gemuk. Raja itu bukan hanya sebagai model nasional, tapi juga tujuan seluruh warga negaranya—jadi untuk mendapat kasih sayang dan penghormatan dari orang – orang, kau harus memperjuangkan hal itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;............Benar – benar tidak masuk akal..........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yap, oleh karena itu aku memakai pakaian ini, selain karena memang aku lebih nyaman memakainya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah..........aku, aku mengerti. Tapi, mengingat nanti akan ada berita yang dimuat, ada baiknya kalau kalian merapikan diri sedikit. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pusat negara Elchea— Depan sebuah hall milik King City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pemandangan menakjubkan ketik kau melihat dari luar balkon istana, dengan sebuah halaman  umum masyarakat yang lebih lebar dari Piazza San Marco di Venice, Italia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, halaman besar itu sudah penuh dengan orang – orang yang tidak terhitung jumlahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepuluh ribu— bahkan mungkin lebih dari sepuluh ribu manusia berkumpul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi yang lebih menegangkan lagi adalah, bahkan jalan menuju ke arah halaman utama ini juga dipenuhi oleh manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya untuk mendengar pidato dari raja baru mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa mengeluarkan ekspresi kecewa terhadap generasi raja sebelumnya yang begitu bodoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa lainnya mengeluarkan ekspresi senang karena ada harapan bahwa mereka tidak akan putus asa lagi seperti dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara lainnya menampilkan ekspresi penasaran terhadap kakak beradik yang berhadapan dengan mata – mata dari Elves dan mengalahkan sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat semua perhatian Imanity tertuju ke arah balkon istana—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua orang keluar dari dalam istana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang laki – laki dan seorang perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggunakan celana jins dan T-shirt bertuliskan [I ♥ humans].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan lingkaran hitam yang menggantung di bawah matanya, itu adalah seorang remaja berambut hitam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Dan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rambut putih mengkilap dengan kulit seputih salju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sepasang mata mirip batu ruby, itu adalah seorang gadis kecil yang memakai seragam model pelaut.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Mahkota di kepala mereka menunjukkan kalau mereka adalah Raja dan Ratu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
—Hanya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si remaja memakai tiara yang seharusnya dipakai perempuan, dan memasangnya di lengan seperti sebuah armband.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara gadis kecil itu memakai mahkota yang seharusnya dipakai laki – laki di atas rambutnya yang berantakan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aksi yang mereka lakukan—yaitu bertukar mahkota—tentu membuat siapa saja bisa membayangkan jeritan Steph ketika hal itu terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juga cara bangun mereka yang terkesan terlalu santai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di depan para penonton yang sedang terpaku, si remaja itu—Sora, mulai bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah—.....,un, un~ ugh, selamat pagi semuanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.........Nii, sedang gugup. Jarang sekali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Hush. Kita sama – sama tahu kalau kita berdua punya agoraphobia&amp;lt;ref&amp;gt; phobia terhadap kerumunan orang banyak yang bisa menimbulkan perasaan gelisah &amp;lt;/ref&amp;gt;. Tapi, kau benar, ini aneh. Biasanya aku bisa mengendalikannya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiro tidak menghiraukan tatapan dari para penonton itu, dan menggenggam tangan kakaknya kuat - kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia hanya diam, tapi ekspresinya menunjukkan tatapan : &amp;quot;ayo, kendalikan sekarang&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selalu sama saja yang terjadi dari dulu hingga sekarang— bahkan kalau ini adalah masa depan, semuanya akan tetap sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Masyarakat yang aku sayangi— tidak, setiap [manusia] di sini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai jawaban dari diamnya Shiro, Sora mengubah nada bicaranya dan dengan lantang mulai bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tangannya ia letakkan di balkon yang sudah dipasangi pengeras suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dengan suara sekeras itu, siapapun pasti akan berpikir bahwa pengeras suara itu dipasang sia – sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Manusia seperti kita..........dipaksa oleh 『Sepuluh Sumpah』, untuk mendapatkan kegagalan beruntun karena keadaan yang tidak memperbolehkan kita untuk berperang, dan yang tersisa hanyalah kota ini, negara ini— dan mengapa ini terjadi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar pertanyaan yang tiba – tiba dilontarkan begitu, kerumunan itu menjadi tidak yakin.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
—karena Raja sebelumnya telah salah langkah— karena kita tidak bisa menggunakan sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hati mereka masing – masing memiliki jawaban sendiri, sementara menunggu kelanjutan kalimat Sora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa karena raja sebelumnya gagal? Atau karena kita ranking terbawah? Atau karena kita tidak bisa  menggunakan sihir? Atau karena kita termasuk ras rendahan? Bukankah ini menuntun kita semua ke arah kehancuran? – maaf, tapi itu semua salah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pernyataan bantahan dari Sora itu, semua orang menampilkan ekspresi keterkejutan luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil mengatur nafasnya, Sora berteriak lagi, dengan suara yang lebih keras, untuk mengeluarkan semua emosinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebelumnya, ketika Old Deus memulai perang, para dewa, hewan – hewan mistis—para elves, orc dan spesies lainnya juga termasuk, kita bertarung dengan berani dan hasilnya kita selamat! Dan di masa lalu, semua daerah di benua ini diduduki oleh Imanity, lalu kenapa?!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan buku Sejarah yang ia baca di ruang pribadi Steph beberapa hari yang lalu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sora menambahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;apakah karena kita ahli dalam melakukan hal – hal kejam?! Atau karena kita memang benar – benar bisa bertarung!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kerumunan itu saling berpandangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kita tidak seperti para elves yang mampu memakai sihir, juga tidak punya fisik yang kuat seperti orcs, apalagi umur yang tidak sepanjang umur The Flϋgel— walaupun begitu, apakah kita yang mendominasi tempat ini punya kemampuan khusus untuk berperang?—jawabannya TIDAK SAMA SEKALI!! &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yah, ini adalah fakta yang dipahami semua orang dan menimbulkan pertanyaan pada saat yang sama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Lalu, mengapa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;alasan mengapa kita bisa bertarung dan bertahan adalah karena kita [Lemah]!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Di era atau dunia manapun, yang terkuat pasti akan menggertakkan gigi sementara yang lemah mempelajari kebijaksanaan! Lantas kenapa kita menjadi seterpuruk ini? – Karena perjanjian dalam 『Sepuluh Sumpah』membuat yang kuat tak sekedar menggertakkan gigi namum mempelajari kebijaksanaan! Tidak kurang, Tidak lebih!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kekuatan kita untuk bertahan datang dari rencana matang, strategi, taktik yang hanya digunakan oleh orang lemah! Untuk apa semua hal itu kalau kau sudah kuat?! Tapi sekarang, bahkan yang kuat pun memilikinya! Senjata kita diambil paksa, dan untuk melawan orang kuat dengan senjata yang sama—adalah hal yang menyebabkan hal mengerikan ini terjadi! &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menguak kenyataan yang membuat &amp;lt;Imanity&amp;gt; terpuruk selama ini, halaman besar itu terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang – orang terdiam karena jawaban itu dan terselimuti perasaan yang campur aduk.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sora melanjutkan setelah melihat kerumunan itu dan menghela nafas.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;—Semuanya, kumohon jangan menunduk. Angkat kepala kalian.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berubah 180° dari suara keras bersemangat dan ayunan tangan yang heboh saat pidato tadi, Sora tiba – tiba berkata dengan suara yang lebih lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kuulangi sekali lagi, kita. Lemah. Ya, hari ini—kemarin—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora kembali ke suara kerasnya dan berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Ya.......itu tidak pernah berubah hingga sekarang!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;apabila yang kuat itu meniru yang lemah dengan mengacungkan senjata kita, mereka tidak akan bisa mengeluarkan kemampuan mereka! Jika kau bertanya mengapa, jawabannya adalah karena senjata, hal yang didesain oleh kita, orang lemah, didalam keterpuruk, adalah untuk digunakan oleh orang lemah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
.........Sora menambahkan jawabannya sesaat setelah orang – orang merasa bingung.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Karena kelemahan kita, kita melatih mata, telinga dan pikiran,『Belajar』 cara bertahan hidup, itulah seorang manusia!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
.......setelah seperti jatuh ke neraka selama bertahun – tahun, harapan akhirnya bisa terlihat.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Manusia memang tidak bisa menggunakan sihir, bahkan merasakannya juga mustahil dilakukan—tapi karena kita lemah, kita memiliki kebijaksanaan untuk lari dari sihir dan pola pikir yang dapat melihat sihir itu! Kita tidak punya indra luar biasa. Karena kita lemah, kita mendapatkan kebijaksanaan dari『Pelajaran』 dan 『Pengalaman』, juga meraih yang tidak bisa diraih, memprediksi masa depan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
.......Hanya yang optimis yang akan percaya diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
.......Hanya seorang pesimis yang akan putus asa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku akan mengulanginya untuk yang ketiga kali! Kita lemah, dan di dunia manapun, kita akan menggigit keras orang – orang yang puas karena merasa dirinya kuat itu—sampai yang 『Lemah』 bisa berjaya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
........Karena mereka tenggelam dalam lautan keputus-asaan, tidak pernah ada secercah cahaya dalam kegelapan yang abadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Adikku dan aku mendeklarasikan, bahwa kami, generasi ke 255, Raja dan Ratu Elchea.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
..........Hanya orang – orang yang menyalakan api harapan yang bisa menuntun masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sekali lagi, aku menyatakan, bahwa kami berdua akan bertahan dengan cara orang lemah, bertarung seperti orang lemah juga mengalahkan yang kuat dengan cara orang lemah! Sama seperti masa lalu—dan juga akan tetap sama hingga masa depan nanti! &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
..........Agar tidak ada orang yang meninggalkan jejak kaki mereka hanya untuk menjadi penunjuk jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akuilah! Kita, adalah ras terlemah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sejarah akan tetap berulang, apapun yang terjadi—kita akan menjadi orang yang menggigit yang terkuat dan bukan siapapun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
........begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Gembiralah! Kita adalah manusia—kita adalah orang – orang paling berbakat! Karena kita terlahir tanpa kemampuan hebat apapun—kita bisa meraih apapun—itu adalah semangat dari ras terlemah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
.........dan seorang 『Raja』 terlahir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sorakan gembira— lebih tepatnya, sorakan semangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Halaman kota, bahkan langit pun bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kesatuan sorakan antara kemarahan dan kemenangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan apa yang mereka harapkan dari dua orang di atas balkon itu?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Atau mungkin— mereka merasa terpojok sehingga mengeluarkan taring mereka dan bersorak?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di hadapan kejadian itu, Sora dan Shiro saling bertukar pandang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
.........kemudian mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah yakin bahwa adiknya tersenyum senang setelah anggukan itu, Sora memulai tahap akhir dari pidatonya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia membuka kedua tangannya lebar – lebar, terlihat seperti anak polos dan penuh rasa ingin tahu, yang menghadapi dunia tak terbatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi juga mengeluarkan aura dari pejuang perang yang terlatih dengan aura angkuhnya yang biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora—『harapan baru Umat Manusia』, berkata dengan penuh arogan dan senyuman naif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Ayo, kita mulai permainannya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Semuanya harus memiliki hak untuk bertahan. Dimulai dengan bersikap merendah juga sudah benar. Sudah cukup ‘kan kita merasakan pahitnya kenyataan?! Maaf membuat kalian menunggu, umat manusia. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora menunjuk tangannya ke arah batas cakrawala, seakan langit bisa digapainya dengan mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian— mengepalkan tangan dengan erat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sekarang juga! Kita, Elchea— akan mengadakan proklamasi, menyatakan perang ke seluruh negara dunia ini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Asap kekalahan sudah menghilang! Batas milik kami, kembalilah sekarang juga! &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:NGNL V1 230.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikelilingi sorakan hebat yang bahkan bisa mengguncang surga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora dan Shiro meninggalkan balkon dan menuju pintu keluar, tapi Steph menghentikan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;K-ka—Kau! A-apa yang baru saja kau katakan— !?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Whoa~ kenapa kau terlihat bingung, itu membuatku takut, Steph.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...........Steph, jahat......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghadapi Steph yang kebingungan dan tiba – tiba menjerit itu, dua orang bersaudara itu hanya bisa mengernyitkan dahi mendengar kata – katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Steph tidak menyerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;bagaimana aku bisa tenang dengan ini!? Kau baru saja menyelesaikan upacara penobatan dan bahkan hakim tertinggi belum bisa menangani Elchea sampai sekarang, bagaimana kita bisa menyiapkan perang melawan negara lain!? Apa kau mencoba menghancurkan tempat ini!? &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph mengutuk dirinya sendiri karena terlalu bodoh untuk mempercayai perkataan kakak beradik yang datang entah darimana ini secara langsung dengan memegangi kepalanya yang terasa pusing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, mungkin sebenarnya ia lambat memahami seuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menangkap gerakan lihainya, Sora menghela nafas sebelum berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah..........aku kan sudah bilang—kau harus belajar mencurigai orang, benar kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph tiba – tiba menghentikan gerakannya, sebelum menatap Sora lekat – lekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Para elves itu— masih ingat Elven Gard? Mereka menggunakan Kurami, memberikan bantuan padanya untuk memenangkan negara ini, mengalahkan manusia tanpa maksud positif karena kita tidak bisa menggunakan sihir, kan? &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Ap-apa itu maksudnya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hhh.. apa kau lupa? Kita sudah membuat mereka berpikir bahwa kita 『Manusia yang harus dibantu negara』. Atau setidaknya ini adalah pemikiran orang – orang yang membantu Kurami dalam laporannya, dan negara lain bisa jadi memikirkan hal yang serupa seperti ini. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengimbangi kata – kata kakaknya, Shiro menambahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……..Seluruh dunia…..Akan…..Berpikir mata-mata ras lain mengatur Elchea”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora melanjutkan setelah mengangguk sebagai isyarat mengiyakan perkataan adiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi, mereka tidak tahu negara mana yang melakukannya. Negara mana yang memerintahkan mata  mata itu, negara mana yang menggunakan Elchea sebagai boneka untuk menyatakan perang ke seluruh dunia, mereka semua mungkin akan berpikiran seperti—『Elchea sedang digunakan sebagai boneka yang berinisiatif dalam posisi menyerang』.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Ah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dunia ini, orang yang ditantang memiliki hak untuk menentukan game yang akan dimainkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan arti lain, benar-benar tidak menghiraukan posisi yang tidak menguntungkan, Elchea sudah mengambil insiatif untuk menyatakan perang pada dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagipula, mempertimbangkan bahwa mata – mata dari Elven Gard sudah ditemukan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;sebuah negara atau ras sudah memiliki kartu As untuk memahami ras Elves, jadi mereka menjadi lebih waspada kan? &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......Begitulah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dunia ini akan jatuh dalam kegelapan kalau semua orang saling mencurigai.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.........dengan alasan itu, kita menyatakan perang pada dunia.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Namun kita tidak dapat melakukan apapun♪&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghadapi dua bersaudara yang hanya tersenyum saat mengutarakan pendapatnya, Steph kehabisan kata – kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nomor 5 dari『Sepuluh Sumpah』, pihak yang ditantang memiliki hak untuk memilih game apa yang akan dimainkan. Negara – negara itu akan mulai waspada setelah kita menyatakan deklarasi itu...... dan juga mulai mengerahkan tenaga melawan negara-yang-tidak-ada yang mereka anggap membantu kita. Kita bisa mengambil keuntungan dari  negara yang mencoba menyelidiki keluaran dan masukan kita— dalam kesempatan itu kita mencari lubang kecil sehingga pelan – pelan kita bisa mengamankan wilayah teritorial kita.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menatap Sora yang tersenyum kejam, Steph bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ja-jadi............semua hal tentang mengambil teritorial kembali...........itu hanya kebohongan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa kecewa terhadap hal yang bahkan mengejutkan Steph.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi yang dikatakan Sora adalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Hey, Steph. Aku sudah berdiskusi dengan adikku— soal kembalinya kami ke dunia nyata kami atau tidak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Eh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;kita menyadari bahwa itu adalah pertanyaan yang tidak perlu dijawab dengan otak yang cerdas. Jawabannya sudah pasti adalah 『TIDAK』— kalau kita meninggalkan kota ini, apa yang kami dapat saat kami kembali? Tentu saja tidak ada. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;........Terutama.........terhadap Shiro.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi begitulah. Lalu—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menepuk kedua tangannya bersamaan, Sora menambahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kita adalah manusia, dan kita hanya memiliki satu negara yaitu Elchea. Jadi, untuk mencegah runtuhnya negara ini, menjadi raja adalah target pertama—tapi ? &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adik perempuan dan kakak laki – laki itu saling berpandangan. Kemudian tertawa bersama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hey, dik.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.....Un.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Musuh kita bisa menggunakan sihir, menggunakan kekuatan super, tapi kita tidak bisa. Kita memiliki segunung kerugian, juga kesengsaraan yang banyak, apalagi kita hanya memiliki satu teritorial saja. Situasi seperti ini bisa dibilang sebagai putus asa, eh. Tapi, dengan nama『　　』, kita tidak akan membiarkan satu kegagalan pun—bagaimana menurutmu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiro, dengan raut muka tanpa ekspresi kecuali satu senyuman jahil, menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.....Hebat—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yup, benar sekali~♪&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph menatap mereka— kakak beradik yang benar – benar tidak bisa ia pahami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara spsesifik, tentu saja ini adalah situasi yang memprihatinkan, tapi kata – kata yang keluar malah 『Hebat』?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora berbalik untuk menghadap Steph yang tentu saja kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kemudian, kembali lagi ke pertanyaan tadi, Steph.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Y-ya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba disadarkan dari kebingungan, Steph hanya bisa mengubah nada suaranya dengan lambat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Soal mengambil kembali batas negara. Jujur saja, itu cuma tipuan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Eh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora berbicara sambil mengeluarkan ponselnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memberi tanda ‘check’ pada list jadwalnya di bagian『Menjadi Raja』.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memasuki target baru, yaitu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;『Tujuan Akhir』— singkatnya, menguasai dunia☆&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Apa—!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengambil alih batas—lewati bagian ini—kalimat Sora tiba – tiba melompat ke arah mendominasi dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar tujuannya yang besar itu, Steph baru bisa membuka suaraya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harus berapa lama lagi ia merasa terkejut sebelum Sora merasa puas?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora kemudian mulai berjalan, diikuti Shiro di belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyadari bahwa ia ditinggalkan, Steph langsung kembali ke dunia nyata setelah melamun dan mengikuti mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh, i-itu, benar – benar ke-ke-kebenarannya !?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Untuk 『空白』&amp;lt;ref&amp;gt;Kuuhaku, artinya Blank, gabungan nama Sora dan Shiro. &amp;lt;/ref&amp;gt;, apapun selain “yang pertama” tidak bisa diterima. Tidak peduli itu dalam hal permainan atau apapun juga, motif kami hanyalah menjadi yang 『terkuat』— itulah prinsip kami.&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;.........Un.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tepat pada saat semuanya berkembang menuju titik ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stephanie Dora menyadari bahwa selama ini ia meremehkan kedua bersaudara jenius ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua orang ini—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—adalah 『Penyelamat』Imanity ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menatap Sora yang sosoknya perlahan mulai menghilang, suara degupan keras keluar dari dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dadanya seperti dihantam keras—kecuali dihantam perasaan mesum pada Sora yang sudah lama hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengembalikan reputasi kakeknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melawan dan mengalakan sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyelamatkan negara tercintanya— Elchea.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan bertindak sangat jauh dengan menyatakan akan kembali mengambil teritorial yang dulu milik mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melawan sosok tak nyata yang membuatnya percaya bahwa Sora dapat melakukannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan untuk membencinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk Stephanie Dora, ia belum menemukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Kerajaan Elchea, ibukota Elchea, distrik 1 region pusat.......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yaitu, Negara utama Elchea, Kamar tidur Raja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat satu ranjang super besar yang pasti membuat semua orang berpikir berapa jumlah orang yang bisa memenuhinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa hari yang lalu,  ia hanyalah seorang NEET yang tidak berguna— Sora(18-tahun virgin).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Dari kamar yang sempit, ke penginapan yang kotor, sebelum ke mansion Steph dan sekarang kamar tidur Raja—beginilah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora sedang memegang buku sambil mengenang masa lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kegelapan malam, judul buku itu hanya diterangi samar – samar oleh sinar bulan, dan buku itu berjudul— 《Ekologi ke Enambelas Ras》.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora membenamkan diri dalam pemikiran yang dalam sesaat setelah membuka sebuah halaman khusus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—{{Furigana|Makhluk Bersayap dari Surga|The Flügel}}.......eh. Aku merasa orang – orang ini akan benar – benar berada di baris depan........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang tertulis di buku itu adalah— {{Furigana|Makhluk Bersayap dari Surga|The Flügel}}.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam perang terakhir, mereka dibuat untuk menjadi pelindung Dewa, sebuah ras yang bisa berperang di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah 『Sepuluh Sumpah』 dipatenkan, kemampuan mereka untuk berperang disegel. Tapi, menggunakan umur mereka yang panjang dan fakta bahwa mereka memiliki adaptasi tinggi terhadap sihir, dengan spesies mengapung dari Phantasma— 『Avend Haze』 membantu mereka, mereka membuat negara langit, memakainya sebagai satu – satunya daerah mereka, dan tidak pernah mengikuti game dengan negara lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, mungkin karena umur panjang mereka, mereka jadi memiliki kehausan yang amat sangat atas pengetahuan, jadi untuk mengumpulkan『Pengetahuan』 dari seluruh ras lainnya— mereka berpartisipasi dalam game untuk mendapatkan buku dari negara lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;aku merasa aku bisa mengambil banyak pengetahuan soal sihir, lagipula, aku bisa menggunakan 『Pengetahuan Eksklusif dari Dunia Lain』 sebagai umpan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kita akan mengalami kontak dengan ras ini, persiapan pembuatan strategi menghadapi sihir harus dilakukan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tok, Tok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia sedang berpikir soal masalah ini, ketukan sopan datang dari pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa déjà vu seperti beberapa hari lalu&amp;lt;ref&amp;gt; yang Steph ngetok pintu kamar Sora Shiro di penginapan&amp;lt;/ref&amp;gt;, Sora menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku di dalam, siapa itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Stephanie Dora.......boleh aku masuk?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Ah? Boleh saja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghadapi Steph yang membuka sepasang pintu kamar tidur Raja pelan – pelan, Sora berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sudah kubilang, jangan pakai sikap dan nada itu. Tidak apa – apa kok kalau kau masuk seperti biasa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak.........itu, kalau aku pikirkan sekali lagi, Sora eh— yang mulia sekarang adalah Raja dari Elchea—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Argh— ribet sekali!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora memotong perkataan Steph dengan keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ribet dan menyusahkan! Aku akan lebih baik kalau ini berjalan seperti biasanya, oke, jadi ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Elchea, dimana listrik belum ditemukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benda yang menerangi kamar tidur itu hanyalah cahaya redup dari lilin yang berada di tempat lilin, dan cahaya bulan yang samar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu— Sora......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Untuk membuatku setia padamu, kau membuatku 『Jatuh Cinta Padamu』 pada saat itu kan?.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh— ah~.....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Karena Sora sekarang adalah raja dari Elchea— aku sudah, itu........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, awan tiba – tiba menghilang dan bulan memanncarkan cahaya terang. Dan yang terlihat selanjutnya adalah ekspresi Steph.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Ekspresi di wajahnya adalah, gelisah bercampur keinginan-kuat yang tertunda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau.....apa kau mencoba mengatakan bahwa sekarang kau merasa tidak berguna, jadi kau memintaku untuk menaikkan【 Janji】itu, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;T-ti-tidak, bukan itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—bahkan jika ia memiliki level kelas-super dalam game, Sora tetap hanyalah seorang virgin yang berumur 18 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuknya yang membuat perkiraan terlalu jauh, Steph segera membenarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A-a-aku hanya berharap— kau mau..........memberi tahuku. Ke-kenapa, itu, permintaanmu, tidak seperti yang adikmu katakan—『menjadi milikku』, tapi untuk 『jatuh cinta padaku』......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......Itu.....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu tentu saja salah satu usaha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisa diartikan sebagai permintaan vulgar dari hati Sora yang terdalam, tapi bisa juga dibilang sebagai suatu kesalahan di saat yang bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Sora sedang berpikir soal jujur pada Steph alasan ia melakukannya atau tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pertanyaan yang tidak terduga muncul di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu— memintaku untuk jatuh cinta padamu.........itu, untukku, kau punya rasa itu, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
.......Eh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;K-kalau itu adalah kebenarannya...........maka, satu – satunya hal yang bisa— kukorbankan adalah......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia berjalan perlahan menuju ranjang yang diduduki Sora sekarang ini, sambil memperlihatkan ekspresi tidak santai dan malu bercampur menjadi satu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gaunnya— perlahan ia menyingkapnya, sebelum mengatakan sesuatu semacam permohonan atau pengakuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;aku hanya bisa melakukan ini, tidak ada lagi—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tunggu dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tunggu dulu, Sora yang masih perjaka di umur 18 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, kau sedang menghadapi sebuah pertanyaan yang tidak terelakkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu seperti...........dari segi objektif, Steph tentu saja termasuk dalam kecantikan di atas standar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apabila disukai oleh gadis yang cantik, alaminya semua laki – laki akan menyimpan pemikiran sejenis ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi— memaksa Steph untuk jatuh cinta pada Sora, mengapa begitu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Cinta pada pandangan pertama?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, itu masih belum cukup menjelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun ia sudah mencoba bertanya pada dirinya sendiri, kalau ia memberitahu Steph bahwa ini semua dilakukan karena ia memiliki perasaan cinta padanya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak— pada akhirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Eh—? Perasaan cinta, sebenarnya perasaan jenis apa itu?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—kali ini, Sora sudah mencapai batas oleh sesuatu yang bisa kau katakan sebagai laki – laki tidak populer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.....Itu...........adalah, ini......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Kacha!&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara, disusul dengan kilatan cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diam – diam menempelkan kepalanya ke arah ranjang yang berlawanan—adalah Shiro yang sedang menggenggam ponselnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yahaaaaaaaaaaaaaaaaaa!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyadari Shiro yang ada dalam kamar yang sama, Steph panik dan langsung menurunkan gaunnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—tapi, itu sudah alami bahwa seharusnya ia menyadari hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama ia berpikir soal sesuatu yang terjadi di penginapan beberapa waktu lalu—harusnya ia tahu bahwa Sora tidak bisa sendirian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;........Mewakilkan, Nii yang terganggu...........dengan virginitasnya..........Shiro akan menjelaskan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Shiro-san........menjelaskan hal – hal semacam ini dalam umurmu yang masih 11 tahun, kau benar – benar memberikan pukulan keras kepada kakakmu ya. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengabaikan kalimat protes dari kakaknya, Shiro menunjukkan gambar yang baru saja ia ambil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yaitu foto Steph yang menyingkap roknya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Eh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.....Alasan mengapa Nii, membuat Steph, untuk jatuh cinta padanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghadapi Steph yang tidak paham— sama seperti Sora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti ingin membuat mereka berdua paham secara bersamaan, Shiro menjelaskan dengan singkat, padat dan jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;........Nii, rindu sesuatu, dari........negara......asal kami.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;........Dunia ini— tidak punya......『Makanan Penutup』.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;————Huh?&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph dan Sora berteriak kebingungan dan terkejut dalam waktu yang bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya saja, mereka mengartikan itu secara berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora langsung memprotes tuduhan yang dilontarkan adiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Steph—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Makanan penutup......? apa maksud kata – kata itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memberikan pertanyaan dengan &amp;lt;i&amp;gt;innocent&amp;lt;/i&amp;gt;. Shiro menjawab sambil memainkan ponselnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.......Masturbasi.........membayangkan sesuatu.........dengan foto – foto dan video.........semuanya termasuk. Selama masturbasi, kegunaan benda – benda itu..............lebih dikenal sebagai—『Makanan Penutup』.....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Mastur........basi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan Steph yang masih belum menangkap maksudnya, ddan Shiro dengan wajah datarnya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memegang kuat pada ponselnya— dan mulai menaik-turunkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;———Ap———&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar suara semacam ‘bang’ dalam otaknya, wajah Steph berubah menjadi merah, sebelum menghampiri Shiro.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiro menunjukkan beberapa file pada Steph.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—dan yang sedang terlihat dalam layar itu, adalah adegan dimana Shiro dan Steph sedang mandi, dengan Steph yang mengeramasi rambut Shiro.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;........Ini adalah.............『raison d&#039;etre』...........milik Steph.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Steph memucat seketika pada awalnya, sebelum ia menundukkan kepala tanda sangat terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—yang berarti, siapapun bisa ada dalam sana, kan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
——benar – benar untuk sex, ia memintanya itu, kan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
———Lagipula, adiknya juga telanjang, jadi pasti, pasti hal itu, kan!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tak—tahu malu&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjerit sekeras – kerasnya, Steph melangkah keluar dari kamar— Sora hanya bisa melihatnya pergi dengan tatapan tanpa dosa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, Shiro kembali ke posisi awalnya dengan sikap seperti tidak terjadi apa – apa yang perlu ditanyakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Kubilang, aku belum pernah memikirkan hal yang menjijikkan seperti itu sedalam itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;..........Tapi, untuk menerjemahkan......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;itu adalah terjemahan yang super salah, kau tahu...........dan sekarang itu, bukankah itu video dalam kamar mandi kemarin? Apakah kau bahkan tidak membiarkanku melihatnya karena ia tidak 『keluar』— kecuali, kau memang bermaksud membuat Steph untuk membenciku, iya kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.....Shiro, masih berumur 11 tahun...........tidak memahami, hal yang terlalu kompleks dan rumit.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;hanya dalam waktu tidak tepat ini kau akan bersikap seperti anak kecil ya......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;........gambar tadi, mau......?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, maaf sutradara. Tentu saja aku mau.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kenyataannya—apa perbedaan antara ‘cinta’ dan ‘sex’?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Sora, ini hanyalah soal refleksi psikologi kalau ia benar – benar memikirkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara yang tidak dapat didengarnya, Shiro—sang adik yang tidak memiliki hubungan darah apapun dengan Sora itu, bergumam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;........tujuh tahun, lagi.......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Walaupun ada perkataan bahwa perempuan akan dewasa lebih cepat daripada laki – laki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi........setidaknya pada situasi seperti ini, ini adalah kebenaran yang tidak dapat dipungkiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
——…………&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahhhhhhhhhhhhh benar – benar, ah——cukup sudaaah ———!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, Steph berjalan menghentak – hentak sepanjang koridor dengan marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baginya yang dengan mudah digunakan sebagai bahan untuk masurbasi—walaupun tidak juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merasa seperti menyakiti dirinya sendiri, dan ia berteriak marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;AHhhhhhhhhhhh benar - benar, perasaan ini semua hanyalah illusi, ini adalah karena kesalahan janji itu— ini semua adalah kutukan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—walaupun begitu Steph tidak menyadari hal kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dasar monyet! Lolicon! Bagaimana aku bia menyukainya! Ini semua murni kesalahan sumpah itu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Membiarkan Sora 『melepaskan sumpahnya』—bisa dikatakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengajukan permainan lain untuk diadakan, dan paksa ia untuk mengatakan 『Jangan jatuh cinta padaku』.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Solusi ini benar – benar tidak dihiraukan, atau ia benar – benar melupakan fakta penting ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau mungkin ada sesuatu di balik itu semua—.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Epilog==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aula Penonton, Ibukota Kerajaan. Elchea.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang ini, ada dua orang yang duduk di kursi tahta, dua – duanya sedang memegang DSP&amp;lt;ref&amp;gt; Gabungan dari DS dan PSP, semuanya adalah perangkat game konsol &amp;lt;/ref&amp;gt; game.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satunya pemuda dengan rambut hitam, menggunakan T-Shirt bertuliskan 『I♥Humans』 dan celana jins, dan sebuah mahkota di lengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan gadis mungil dengan kulit dan rambut seputih salju, menggunakan seragam model pelaut, dan bola mata berwarna crimson, menggunakan mahkota di atas rambut berponinya yang menutupi mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya— mereka adalah pemimpin kerajaan ini—Sora dan ratunya— Shiro.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, kalau kamu mau bermain dengan metode itu, pastikan tidak ada jebakan yang kamu masuki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...........Utamakan, efisiensi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau kau ingin mengutamakan efisiensi, jadi bisa kan kalau tidak menggunakan cara itu? Main saja dengan keras, berani!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...........Singkatnya, menyiakan waktu, tidak, menarik sama sekali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;kukira hanya itu saja untuk kasus ini............. jadi haruskah kita mainkan permainan lain?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua sudah membawa banyak sekali jenis permainan di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka sudah memainkan semua permainan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisa dibilang, sungguh meragukan kalau mereka bisa menghabiskan waktu luang hanya memainkan permainan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi itu hanya dugaan sementara mengapa kakak-beradik itu sedang bosan. Sebenarnya itu karena—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A-aku sudah selesai......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sembari mendengar suara itu, mereka mengganti mode DSP mereka menjadi Sleep Mode tanpa ragu dan mengambil ponsel mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang memiliki suara tadi adalah seorang bishoujo&amp;lt;ref&amp;gt; gadis cantik yang ... begitulah&amp;lt;/ref&amp;gt; berambut merah dengan kecantikan kelas tinggi— hanya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang dipakainya sekarang, adalah seragam maid yang bagian atasnya— walaupun tidak terlalu banyak, terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stephanie Dora............satu – satunya keluarga Raja sebelumnya, yang sebelumnya sangat loyal terhadap kerajaan— dan sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil menatap Stephanie yang mukanya memerah, Sora berkata-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm? Jadi hal seperti ini bisa membuatmu malu juga, eh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.........Tidak, membiarkannya... memakai pakaian dalam.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bi-bisakah kamu tidak mengatakannya sekeras itu!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Ya. Kedua pemimpin itu disibukkan oleh batasan 18 tahun keatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya dengan mendengar 『Dengan cara itu, Nii akan senang』, Steph tahu kalau ia tidak bisa menolak permintaan Shiro.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semacam pengorbanan cinta— tidak, mungkin lebih tepat kalau ia dikatakan sudah menjadi mainan milik mereka berdua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak bisa berbuat apa – apa selain merutuki dirinya sendiri sambil menatap langit-langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, dia benar – benar seperti karakter 2D.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:NGNL V1 249.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Ya.....tapi, masih belum cukup.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yap, sutradara. Lagipula, dia tidak semirip karakter 2D, jadi dia tidak bisa memberikan kepuasan lebih.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.......bagaimana kalau, telanjang?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm— Steph. Bisakah kamu melepaskan pakaianmu ini lebih banyak, dengan memastikan kalau kita tidak bisa melihat benda – benda privasimu semacam—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan katakan benda – benda privasiku, ahhhhhhhhhhhhhhhhhhh!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.......Jadi, sebuah kilat.&amp;quot; &amp;lt;ref&amp;gt; kalau aku mengartikan, Shiro menyuruh Sora untuk membuka roknya Stephanie secara cepat, yang dikibaskan kayak di anime – anime ecchi ._. CMIIW &amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;TIDAK. Karena dia tidak memakai apapun, itu tidak akan kulakukan, sutradara.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.......Hmm lupakan.......bagaimana kalau, menutupi— melapisimu dengan perban?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm............Hmm......tidak, tunggu.......eh? sepertinya aku juga tidak bisa melakukannya, Sutradara.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;..........berarti, kalau baju renang mini..........juga tidak?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Ten-Tentu. Tapi sutradara, apakah memakaikan perban di badan telanjang itu bisa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......Gu........semua umur ya, susah sekali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
——Sambil bersandar pada tahta, Sora bergumam pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi kupikir, sebanyak apapun kita menyuruhnya menggunakan kostum yang OKE untuk BF &amp;lt;ref&amp;gt; BF = Blue Film, Hentai, Hentong, Bokep.. apapun kalian menyebutnya &amp;lt;/ref&amp;gt;, kalau tidak ada alasanku untuk &amp;lt;i&amp;gt;fapping&amp;lt;/i&amp;gt; &amp;lt;ref&amp;gt; more info click [https://answers.yahoo.com/question/index?qid=20120117231241AAXqqgZ here]. BTW,kalau kalian cowok, pasti langsung paham &amp;lt;/ref&amp;gt;, akan menjadi sia – sia saja kita mengambil video......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiro, yang mendengar kalimat itu menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;........Shiro..........tidak apa – apa. Silahkan saja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kakakmu bukan seorang yang suka pamer, oke?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......Shiro, tidak akan melihatnya.......tidak apa - apa........ini sama seperti di rumah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Un? Tidak, tunggu tunggu, aku hanya melakukannya saat kau tidur.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.........hanya sebuah gerakan kecil dan......Shiro akan bangun.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;kau— bangun!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora menutupi wajahnya yang memerah dengan tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak mungkin— aku tidak bisa menikaah—!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.......Shiro akan menikahi onii-sama, tidak masalah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiro menepuk pundak kakaknya dengan maksud menyemangati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sudah kukatakan—!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;walaupun kau bilang kau tidak bisa menikah, apa yang harus seseorang sepertiku, yang disuruh memakai kostum – kostum ini, lakukan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Steph berteriak dengan pundak gemetar. Ia melanjutkan kata – katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; bagaimana kau bisa membuang semua tugas soal pengurusan kerajaan padaku sendirian, dan tiba – tiba memanggilku kesini setelah tiga hari bekerja tanpa tidur hanya untuk melakukan hal semacam ini! Apa kau benar – benar bangsawan?!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;..........Shiro, adalah raja........dan raja itu.....bangsawan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiro memberikan pepatah baru, sementara Sora melanjutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;walaupun kamu begadang tiga hari, bukan masalah bagiku dan Shiro untuk begadang dua hari lagi. Itu gampang. Kita juga sama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukannya pekerjaan kalian hanya bermain game!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yep, game. Di dunia ini, itulah pekerjaan raja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Guu......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya— game menentukan segalanya— bahkan perbatasan negara juga menggunakan cara ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah seharusnya untuk menjadi yang terbaik dalam game sebagai raja, tapi itu juga bisa dikategorikan sebagai latihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh iya, kalau bermain game bisa disebut pekerjaan, tempat ini benar- benar menyenangkan ya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghadapi Sora yang sepertinya sudah menemukan rumah idealnya, Steph berteriak histeris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini benar – benar bukan pekerjaan bagus! Kau harus menyelesaikan masalah internal dulu !&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan........apakah pekerjaan koronasi sudah selesai ?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, sesaat sebelum aku dipanggil kesini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hah, lama sekali. Setelah memainkan semua game dari penduduk disini, seharusnya bukan pekerjaan sulit untuk menyelesaikan masalah internal itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil mengatakannya, Sora mengangkat Shiro dari pangkuannya dan berdiri dari tahta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi— bisakah kau mengumpulkan menteri – menteri disini sekarang?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika semua menteri berkumpul di gedung pemerintahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora dan Shiro menaiki panggung—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi mereka memotong semua laporan dan berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku punya sesuatu yang harus kubicarakan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan semua perhatian tertuju padanya, Sora— raja [Umat Manusia] mulai memberikan perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Semuanya seharusnya sudah mengetahui, kalau &amp;lt;Imanity&amp;gt; sekarang sudah berada dalam sebuah dead lock, stalemate, posisi dimana semua mustahil. Kita bisa berada di posisi menyerang, tapi kita tidak bisa menahan pemberontakan dari dalam. Jadi untuk meredam semua itu— kita akan menyelesaikannya dengan Jan-Ken&amp;lt;ref&amp;gt; permainan gunting-batu-kertas di jepang namanya Jan-Ken-Poi&amp;lt;/ref&amp;gt; .&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia membuka tangannya lebar – lebar dan mengangkatnya hingga di atas kepala.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sambil menghadapi menteri – menteri yang menatap fokus padanya, Sora berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dengan pernyataan [Mulai saat ini, semua laporan palsu beserta usaha untuk memalsukan atau membantu memalsukan peraturan dan laporan dilarang keras] sebagai taruhannya.........Sambil bersumpah pada【Sepuluh Sumpah】, kalian akan sukarela kalah padaku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan adanya [Syarat mutlak] dalam sumpah, memenangkan permainan tanpa mengangkat jari juga boleh digunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Sora berkata dengan memasang ekspresi yang mengisyaratkan kebingungan—kenapa raja sebelumnya tidak memikirkan hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi semuanya, dengan tanggung jawab yang kita panggul di pundak kita, marilah kita melaksanakan game gunting-batu-kertas— aku akan menggunakan gunting. Yang lainnya, gunakanlah kertas untuk menunjukkan keloyalan kalian padaku dan kerajaan. Untuk tambahan, bagi siapa saja yang meremehkan kemampuan daya ingat dan observasi kami bersaudara, kalian tidak diharuskan untuk mengikuti permainan palsu ini dan menolak kontrak. Dan kusarankan, bagi kalian yang merasa seperti yang kukatakan barusan untuk pergi pada kesempatan ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Untuk orang – orang yang memilih untuk kalah dari awal dan menjadi partner kejahatan dengan Sumpah, Sora mengangkat tangannya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;【Acciente】&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;—【Acciente】!&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dengan kondisi seperti itu, gunting-batu-kertas pun dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti itu saja— sekarang kondisi sudah berbalik di antara kedua belah pihak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.........Jadi, untuk yang pertama, tolong menteri pertanian— melapor.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baik— bahan pangan negeri kita sekarang sedang mengalamai kondisi sulit dan terbatas .&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menteri pertanian melanjutkan soal Morfologi bahan pangan, metode pengaturan, distribusi pajaknya, dll. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sembari mendengarkan semua hal itu, Sora menganggukkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku paham........jadi patuhi apa yang akan kukatakan selanjutnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......Baik.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Masalah pertanian— aku akan memperkenalkanmu sistem rotasi bahan pangan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Ya, maksudnya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dalam setiap ladang pertanian, tolong suruh mereka menanam tanaman yang berbeda – beda tiap musim. Mulai dengan gandum musim dingin, kemudian lobak, gula dan semua tanaman umbi – umbian, kemudian dilanjutkan dengan gamdum musim panas dan gandum hitam, dan alfalfa &amp;lt;ref&amp;gt; nama makanan buat Sapi dan Kuda&amp;lt;/ref&amp;gt; dan tumbuhan lain yang bisa membuat pupuk. Buat mereka dalam sebuah siklus teratur.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan gampang ia mengatakannya, seperti memang sudah pekerjaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghadapi fakta yang bisa membuat siapa saja meragukan telinganya sendiri, semua orang pasti sudah tercengang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Berdasarkan hal itu, bubarkan tenaga kerja dan buat mereka konsentrasi pada area – area spesifik saja, itu semua adalah dua hal paling penting. Walaupun itu akan membuat beberapa petani kecil tidak bekerja, jumlah bahan pangan bisa menaik hingga 4 kali lipat atau lebih. Jadi , pastikan ini menjadi kegiatan dengan prioritas utama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan hasil yang diperkirakan akan terjadi juga sudah dipikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mo-modalnya, bagaimana mendapatkannya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Suruh pihak bank untuk menggunakan kas negara untuk membayarnya— yah, kau bisa mengandalkan menteri ekonomi untuk masalah ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;— La-Laksanakan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nah, selanjutnya, untuk menyelesaikan masalah soal orang – orang yang menganggur setelah peraturan barusan, menteri ekonomi dan industri tolong melapor—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—….....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, Sang Raja memberikan perintah satu per satu, mereformasi sistem secara total.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam rentang waktu 4 jam, pertemuan berakhir. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para menteri mulai membicarakan Sora sebagai orang yang mungkin saja benar – benar sebagai 『Raja Terhebat Umat Manusia』 dalam privasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
........sambil mengayunkan tablet PC di tangannya, Sora mengeluh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahhhhh— aku merasa seperti orang idiot, tapi sepertinya ada keuntungan juga untuk mendownload e-book game itu, yang ternyata memiliki banyan sekali e-book tentang apa saja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tablet PC itu— berisi lebih dari 40.000 buku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain matematika, kimia, astronomi, fisika dan tekhnik, ada juga buku – buku tentang obat – obatan, sejarah bahkan tentang taktik perang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun semua itu adalah informasi yang hanya diberikan oleh guru, yang kemudian disimpan— bisa dibilang, semua pengetahuan umat manusia sudah ada di dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;..........Nii, sudah dapat dipastikan, itu semua..............curang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiro menatap kakaknya dengan tatapan mengejek, sambil menunjuk Sora yang menguap sebelum ia  menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Di dunia ini, dimana sihir itu nyata dan merupakan suatu cara untuk curang, apakah menggunakan kemampuan dan tekhnik – tekhnik dari dunia lain juga bisa dihitung curang? Lagipula, stabilitas dan masalah internal itu selalu menjadi prioritas negara. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
.......Walaupun juga, mengenalkan pengetahuan dari masa depan bisa menimbulkan hal – hal tidak terduga ke depannya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sejujurnya, pemikiran untuk mengenalkan [tekhnik listrik] sekarang ini sangat menggoda untuk dicoba.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Setidaknya kita masih bisa menggunakan kamera dan mikrofon, untuk melawan sihir – sihir semacam itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada kepastian hal apa yang bisa dilakukan dua ponsel yang tidak bisa menerima sinyal di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan, cara untuk berkomunikasi dengan {{Furigana|Makhluk Bersayap dari Surga|The Flügel}} tetap harus ditemukan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tiba – tiba, Steph—yang masih menggunakan seragam maid setengah terbuka itu—masuk ke dalam ruang pertemuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah— seragam yang Shiro dan Sora minta untuk dia gunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......Sora— Maaf. Ya-yang mulia......anda mendapatkan tamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Kau, menerima tamu dengan pakaian seperti itu? Berani sekali~.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;........Steph, keren.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalian harusnya bisa bilang padaku dari tadi kalau aku boleh ganti pakaian! Guahhhh!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena teriakan Steph, Sora mengibaskan tangannya sambil menutupi telinga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah— oke oke, maaf, sekarang kau boleh pergi dan berganti pakaian. Sungguhan, moral dari kota ini harus dipertanyakan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;yang harusnya dipertanyakan itu hal – hal yang ada di otakmu, tau!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara tiba – tiba bergema dalam ruang pertemuan sebelum Steph sempat pergi dari tempat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahahahahahahaha, sepertinya ada sesuatu yang menarik terjadi di sini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora dan Shiro, Steph, dan para menteri menoleh ke asal suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Kata, kata&#039;— yang masuk, adalah seorang remaja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah familiar yang membekas di benak Sora dan Shiro.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dapat dipastikan kalau itu adalah &amp;lt;i&amp;gt; Dia &amp;lt;/i&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika itu— ketika sebuah tangan keluar dari layar komputer— menarik mereka berdua masuk ke dalam dunia ini—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;........Yo, bukannya ini anak yang menganggap dirinya Kami-sama&amp;lt;ref&amp;gt; Tuhan atau Dewa, dalam bahasa Jepang.&amp;lt;/ref&amp;gt;itu ya. Apa kabar?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kejamnya. Itu bukan anggapanku sendiri, tapi aku benar – benar Kami-sama yang agung.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil memasang senyum, remaja itu berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah omong – omong, aku belum mengenalkan diri pada kalian—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—『TET』........dalam pengawasan. Senang bertemu denganmu, 『　　』&amp;lt;ref&amp;gt; masih ingat kan kalau Sora dan Shiro itu Kuuhaku alias Tanpa Nama? &amp;lt;/ref&amp;gt; -san.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari semua kejadian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika nama remaja itu disebut, atmosfir ruangan itu langsung berubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau mungkin ini karena kekuatan kata – kata gelar 『Kami』 yang disandangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain Sora dan Shiro, semua orang mengeluarkan keringat dingin.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Para menteri bermuka pucat, sementara Steph gemetar seperti akan pingsan kapan saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, bagi Sora dan Shiro, mereka tidak peduli dan tidak terpengaruh oleh hal – hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;jadi, ini duniaku. Bagaimana, puas dengan ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, tentu saja, kau benar – benar memiliki selera yang bagus. Mungkin ini bisa diusulkan menjadi doktrin yang harus dunia kami lakukan juga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Yeap.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Sora dan Shiro yang terlihat sedang bercanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua orang sedang merasakan perasaan yang sama seperti saat hati mereka terbelah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—yang duduk di hadapan mereka sekarang ini adalah Kami-sama satu – satunya—『TET』.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang figur yang bisa menghancurkan dan membuat kembali dunia ini kapan saja ia mau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, Kami-sama yang mereka tahu sekarang sedang tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;itu memang seharusnya lebih baik, daripada sebelumnya. Oke.......kelihatannya krisis [Umat Manusia] sudah terselesaikan eh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar, seperti yang kau harapkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi terkejut sekarang sedang terpasang pada semua orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; Dengan kebetulan berada di kota yang dekat dengan rumahmu, dan berada di negara terakhir [Umat Manusia], dan menjadi salah satu peserta dari game pemilihan Raja.........hal – hal semacam ini, aku berharap kalimat yang lebih baik dari [ini semua murni kebetulan].&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghadapi kata – kata keras dari Sora, Kami hanya tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahahah........tapi jangan salah paham dulu. Sebenarnya aku ada di pihak netral, penonton, tidak pernah membantu ras secara spesifik—hanya sekali ini saja, perasaanku mulai tidak terkendali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Remaja itu— atau Kami, terlihat bagaikan tak puas dan menendang lantai di bawahnya sambil berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ingat yang kuucapkan........kalimat itu— [dunia yang ditentukan oleh game].&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Seperti baru menyadari sesuatu, Sora memahami arti dari kalimat itu dan menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.......Begitu. Bahkan tahta untuk Kami juga ditentukan oleh game?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;——Ap——&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Selain wajah kagum dari Shiro, semua orang bertampang seperti orang bodoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, Kami— TET, mengeluarkan senyum menawan dan berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tepat sekali♪ Dan karena motif itu aku membuat {{Furigana|【16 ras】|Exceed}}.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sekejap— potongan – potongan puzzle yang ada di pikiran Sora menyatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
16 ras— di balik papan catur mendatar itu— Kami berkata kalau ia tinggal disana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap sisi catur yang memilik bidak catur itu— berjumlah 16. Yang berarti—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;........mengklasifikasikan setiap ras, mereka juga mendapatkan hak— sebuah hak untuk 『Menantang Kami』?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tersenyum lebar, TET menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kemampuan berpikirmu benar – benar harus diapresiasi. Sebuah adaptasi dari seseorang dunia luar yang tidak mungkin dimiliki siapapun.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu benar – benar pujian yang berlebihan♪&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yah, seperti yang kau katakan. Sangat jarang bagiku untuk mempertaruhkan 『Tahta Seorang Kami』, tapi aku sudah menghabiskan ribuan tahun dalam kebosanan. Dan, ketika aku berkelana ke dunia lain, aku mendengar rumor soal 『     』.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa senang, Kami berkata sambil menatap kedua orang bersaudara itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebuah legenda tentang pemain yang selalu menduduki peringkat teratas dalam setiap permainan, sebuah rumor tentang pemain ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melawan Kami yang tersenyum ketika menjelaskan semuanya, Sora dengan angkuh berkata dengan ekspresi tak tergoyahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; Kami-sama, boleh aku tertawa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Setelah mengetahui situasi kami, kau menyeret kami ke dunia ini. Bukankah itu menjelaskan— kau benar – benar familiar dengan dasar dari kami 『　　』— tentang kami yang menjadi [teratas dalam setiap game]?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yep, tentu saja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil tetap tersenyum lucu, Kami menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Karena ini. Aku percaya— kalian berdua akan memiliki hak untuk menantangku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua orang yang mendengar itu langsung membeku di tempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata – kata itu— berarti berada di luar jangkauan imajinasi negara terbesar dunia ini— [The Elves] yang berada di ranking ke 7.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau mungkin itu berarti menghunuskan pedang ke ranking 1 dan ranking 2— &amp;lt;OldDeus&amp;gt; dan &amp;lt;Phantasma&amp;gt; secara bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain— mendominasi seluruh {{Furigana|【16 ras】|Exceed}}.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini bukanlah sesuatu yang akan berhenti bahkan setelah seluruh dunia sudah dikuasai—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;........Hey, Kami-sama, aku mau tanya lagi. Bolehkah aku tertawa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau tidak lupa kan kalau pernah kalah sekali dari kami?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—ketika ini, semua orang hanya berpikir bahwa mereka sudah salah dengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
——Kami, kalah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
———kalah oleh orang yang berdiri disini, seorang manusia biasa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TET hanya tersenyum tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hehe, walaupun sekarang kau sudah paham, aku tetap akan menjelaskan. [Game] disini berbeda dengan game catur internet dari duniamu itu. Tentu saja, aku kalah dari kalian dalam 『Catur Biasa』— dan karena itulah aku membawa kalian kemari. Tapi.........aku tidak akan kalah lagi dari kalian&amp;lt;nowiki&amp;gt;~~&amp;lt;/nowiki&amp;gt;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora dan Shiro langsung memahami sesuatu saat itu juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tertawa sambil balas menatap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Kami-sama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami-sama— merespon dengan baik pada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;panggil saja aku TET. Ada yang mau dipertanyakan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentang itu, TET— kau belum pernah kalah sebelumnya kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya kalimat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan senyum lucu milik TET yang dari tadi dipasangnya berubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;bermain sebagai Kami— ini adalah kekalahan pertamanya. Ia kemudian merasa dendam, dendam yang sangat kuat. Itulah mengapa kau membawa kami ke dunia ini— untuk menang di bawah [aturan dunia ini]. Apa aku benar?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hehe.......menarik sekali. Apa yang membuatmu berpikir begitu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan senyum yang berhasil dipasangnya kembali, TET bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;karena perasaan itu, kami juga mengalaminya. 『　　』tidak pernah kalah sebelumnya— dan yah, kami menemui banyak sekali kekalahan kalau saling bertanding.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.......tapi, tentu saja tida dibolehkan, kabur setelah menang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;pada akhirnya, aku dan adik perempuan jeniusku ini tahu arti perasaan itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.......Nii, penuh dengan banyak trik........kejam dan buruk sekali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oi, jangan bilang aku kejam. Trik itu juga merupakan salah satu bagian dari game sekarang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.....Cheater&amp;lt;ref&amp;gt; orang yang biasa ngecheat atau curang saat ngegame&amp;lt;/ref&amp;gt;, memalukan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan masalah kalau tidak ada yang tahu! Dunia ini juga bilang begitu kan!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil memperhatikan pertengkaran kecil kedua bersaudara itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan merasakan perasaan damai di hati, TET tertawa keras—cukup keras hingga membuat semua orang selain Sora dan Shiro tenggelam ketakutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahahahahaha. Yaa, sepertinya benar – benar pilihan tepat untuk membawa kalian kemari. Yeap, tentu saja tidak akan ada yang kabur setelah menang. Selanjutnya akan menjadi kemenanganku— itu juga salah satu alasan aku membawa kalian kemari. Kecewa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Untuk apa kecewa? Daripada kau mengatakan hal – hal mulia semacam [menyelamatkan umat manusia], hal semacam itu lebih bisa membuat kami tenang, eh. Jadi, apakah Kami-sama repot – repot datang kemari hanya untuk mengatakan hal itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nope, aku datang untuk mengekspresikan rasa terimakasihku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalian berdua— Walaupun &amp;lt;Imanity&amp;gt; hanya terlihat sebagai efek-sampingan, kalian tetap mengalahkan Elven Gard, dan seluruh dunia sudah mulai curiga dengan rencana yang mau kalian buat. Federasi Timur sudah benar – benar berpikir keras soal [Ponsel] yang kalian keluarkan, dari negara mana kalian mendapatkan benda semacam itu hingga mereka tidak bisa tidur. Apa pemikiranmu? Sama seperti Federasi Timur, Avant Heim juga sangat tertarik dan pensaran soal teknologi yang mengalahkan Elven Gard. Dan Elven Gard sendiri, mereka mencari – cari kegiatan apa yang bisa menghasilkan barang seperti itu. Kalau mereka menemukan fakta bahwa mereka tidak dikalahkan oleh trik curang melainkan langsung empat-mata— haha, mereka pasti akan menangkapmu dan memeriksamu teliti.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Pada TET yang memberikan beberapa pengetahuan, Sora bertanya dengan nada sedikit terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;bukannya tadi kau bilang kalau kau tidak akan membantu suatu ras secara khusus?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, jadi terimalah itu sebagai kado terimakasih. Aku memberimu sedikit informasi ini sebagai ucapan terimakasihku karena kalian mau memberikan entusiasme lagi pada negara membosankan ini. Karena ini dalah yang pertama, sekaligus yang  terakhir kalinya, gunakan sebaik – baiknya ya..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Huuft, kalau aku berlama – lama disini, semua orang tidak bisa tenang, jadi aku pergi dulu. BYEBYE♪&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil mengakhiri kalimatnya, TET tersenyum dan berbalik pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar kalimat ini dari Kami yang sudah hampir pergi, Sora dan Shiro berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oi, TET!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terimakasih karena telah memberi kami kehidupan baru. Karena— inilah dunia dimana kami seharusnya berada.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.....Terima kasih, Kami-sama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan, mereka bertiga berkata bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;........Di masa yang akan datang— mari bertemu lagi dalam papan permainan.&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Setelah itu, TET menghilang seperti ditelan oleh udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua orang langsung bernapas lega, dan merasa bersyukur pertemuan itu akhirnya berakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;—Apakah legenda ini juga terdengar?&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Fuu..... Kami yang benar – benar menarik, ya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......ingin bermain game.....dengannya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;—Dalam seluruh permainan, seorang pemain telah membuat rekor tak terkalahkan.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;—Tiba – tiba, gamer misterius itu menghilang, dan semua kontak dengannya turut menghilang.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;—Untuk sebuah [Rumor]— hal itu akan menjadi sebuah [Mitos].&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pe-pe-pria itu— adalah sa-sa-sa-satu - satunya , seorang Kami-sama !?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ra-Raja! Be-benarkah kamu menang melawan Kami?!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, daripada itu, Federasi Timur sudah memulai aksi perlawanan terhadap kita, dan dalam keadaan kita sekarang ini, kita akan—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebelum itu, Elven Gard juga sudah memulai duluan pada kita! Kalau mereka memata – matai Raja dan Ratu kita maka—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;—Maka, kisah tentang “sesuatu yang hilang” yang akan menjadi mitos itu....&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;—Akan berganti menjadi sebuah kisah [Tanpa Panggung], kisah yang akan terus berlanjut walaupun itu sudah selesai.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahh—mengganggu sekali! Jangan berkata di waktu yang bersamaan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.....Nii.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, oke aku paham—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora berkata pada orang – orang yang memasang ekspresi campur aduk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sora berdiri dengan ekspresi yang tak bersahabat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil menjejakkan kaki di atas meja konferensi, Sora mengangkat kedua tangannya tinggi - tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;—Walaupun ini adalah kalimat yang sudah pasti&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;—itu juga punya pesona sendiri. Jadi kita akan memulai dengan ini.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;—『di suatu masa, yang lampau sekali——』&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke, mari kita mulai permainannya. Targetnya, kalahkan Kami-sama♪&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;—Dan, mitos ini mulai ditulis dari sekarang.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Penutup==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fuuu&amp;lt;nowiki&amp;gt;~~~~~~~&amp;lt;/nowiki&amp;gt;ini dia ini dia! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku selalu ingin melakukan ini— sebuah [Penutup]! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senang bertemu denganmu, mengingat aku selalu menjadi [pihak yang bertanggung jawab dalam bagian illustrasi], jadi aku terus bermimpi untuk menulis Penutup dengan posisi sebagai penulis, dan akhirnya hal itu benar – benar terealisasikan sekarang— Aku adalah penulis novel dan illustrator bernama Kamiya Yuu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Erm, sebetulnya aku ini mangaka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, iya, un........Aku sekarang sedang beristirahat........karena aku sedang mengidap sebuah penyakit yang –yaah cukup– merepotkan , aku akan menghapus proyek mangaku beberapa saat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 Dan juga, aku mengerjakan [Itsuka Tenma no Kuro Usagi](Fujimi Fantasia Bunko). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan dengan menjadi mangaka, aku merasa menjadi illustrator itu lebih mendapat popularitas...... bahkan sampai aku mengerjakan light novel, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
jadi pekerjaanku sekarang adalah.........tidak, tapi seterusnya juga, aku akan tetap menggambar manga! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Okay, kembali ke topik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
《No Game, No Life》adalah novel debutku. Ini benar-benar original dan terinspirasi dari manga. Tapi sesuai harapan Sensei, &amp;quot;aku suka seting fantasinya, tapi aku benci perkelahian!&amp;quot;. Jadi, untuk seseorang yang benci mendapatkan kesusahan saat menggambar komik pertarungan yang berdasarkan pengalaman pribadi sepertiku, aku menurutinya! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi kemudian aku berpikir lagi, “Erm, bagaimana kalau aku membuat dunia fantasi tanpa peperangan? “ Ketika aku sedang tidak bekerja atau tidur, aku mendedikasikan waktuku untuk membuat cerita bersetting [Game]!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
『bahkan perbatasan negara juga ditentukan oleh game——bahkan negara juga akan dipermainkan!』 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan mindset seperti itu, aku mulai mencobanya. Walaupun~ sayangnya rencana itu akhirnya tidak terbentuk. Aku berharap suatu hari nanti akan diterima jadi aku hanya menulis alur ceritanya saja. Saat itu juga, karena keadaanku yang sakit menyedihkan secara mendadak, aku harus berhenti dari pekerjaan mangaku. Tiduran di tempat tidur rumah sakit –dan otomatis SUPER bosan— sementara faktanya game juga dilarang, aku merasa seperti— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tuhan berkata.........takdir tidak akan menyuruhmu untuk &amp;lt;Menghilang&amp;gt;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
.......Gu, aku harap itu belum terlambat. Harusnya itu masih baik-baik saja, aku takkan menyerah. Jadi, ketika aku sedang di rumah sakit, aku tiba-tiba mengubah alurnya supaya terlihat seperti novel. Dan dengan style seperti ini—ah, tiba-tiba aku teringat kata-kata dari Editor-san—“Karena ada beberapa orang yang membeli buku berdasarkan Penutupnya, lebih baik kamu buat itu dengan bagus.” Jadi, mari kita mulai!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:NGNL V1 no269.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
[[File:NGNL V1 no270.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Note:Ini adalah kata – kata yang tertulis di panel:) No Game, No Life. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasangan kakak-beradik yang hanya bagus dalam permainan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Potongan-potongan sampah tak berguna itu terbuang ke-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sebuah dunia, dimana perang dilarang dan semua ditentukan oleh permainan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Termasuk nyawa— bahkan perbatasan dunia juga dipermainkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para musuh— adalah mereka yang bisa menggunakan sihir dan kekuatan supernatural,【Enam Belas Ras】. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Pertaruhkan......Semua milikmu.]— Imouto— Sang adik— Shiro, 11 tahun /Hikkikomori/Anti-sosial. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Tidak Mungkin— benar-benar tidak masuk akal kalau manusia bisa mengalahkan sihir!] — Stephanie Dora, 18 tahun/korban dari waktu ke waktu/Royalty(?) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—dan manusia yang tidak bisa menggunakan sihir. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terjebak dalam kesengsaraan, keputus asaan, situasi terburuk, tapi- &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengatur negara! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah anti-pertengkaran, game tentang pertempuran fantasi! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisakah kamu, Sang &amp;lt;Author&amp;gt;, bertahan dari tekanan &amp;lt;Deadline&amp;gt;? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Untuk manusia bertahan hidup di dunia ini........hanya ada satu cara......]— Kurami, ??? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Jangan.......meremehkan manusia!] — Kakak— Sora, 18 tahun/bujangan yang tidak bekerja/NEET. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Author— Kamiya Yuu, Idiot/Mesum/Fobia deadline. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Note:akhir dari panel) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Okay— original teksnya pasti membuatmu berpikir aneh-aneh. (bukan candaan) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun mungkin juga akan ada yang meniru ha semacam ini, seperti film-film Hollywood. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk semua orang yang mulai membaca setelah Penutup, untuk mengkonfirmasi keasliannya, aku berharap kalian akan membaca buku ini♪ &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk semua orang yang sudah selesai membaca novel ini—etto, un, erm. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kalian berpikir novel ini mungkin akan laku kalau menjadi manga, dengan aku sebagai mangakanya, jadi aku harus memohon maaf karena— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamiya-sensei, Kamiya-sensei.&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
—Eh? Ah iya ada apa? Editor S-san&amp;lt;ref&amp;gt;Kamiya selalu menamai Editornya &amp;quot;S&amp;quot;, atau Sadis, karena permintaannya yang kejam dan deadlinenya.&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;maukah kamu mendengarkanku soal manga? lagipula, Kamiya-sensei memiliki kemampuan dan mendapat banyak penghargaan sebagai mangaka—&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Ahahha, maaf ya, soal itu, aku tidak terlalu mendengar dengan jelas karena telefonnya jauh sekali. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;bukannya kemarin kamu bilang [karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan, kamu tidak bisa menggambar manga dan akan mencoba meulis novel yang punya beban lebih kecil], tapi di akhir novel, kamu masih bisa menggambar sebuah storyboard?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kan kamu juga yang menyuruhku untuk menggambar ini! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Aku kan cuma menyarankan [karena author dan illustratornya adalah orang yang sama, dan dia masih berstatus sebagai mangaka, kamu bisa menggunakan itu untuk menambah popularitas].&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Dari pernyataan itu, apakah ada arti yang lain selain [Menggambar Manga]?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak mengatakan itu, kan? &amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guuuu. &lt;br /&gt;
Di mataku, gambaran dari Pemimpin Editor dan Protagonisnya semacam serupa satu sama lain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Antipati milik Stephanie, atau mungkin bisa lebih kuat dari itu☆ &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh iya. &lt;br /&gt;
Di bulan yang sama, pekerjaan Takaya Kagami. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
《Itsuka Tenma no Kuro Usagi》 Volume 10.[Penyihir yang Tertawa di Lapangan Sekolah], akan benar – benar sampai di tanganmu! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku juga serius di bagian itu jadi, pastikan kamu membacanya juga!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
......Fuu, Setelah menulis sampai sini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini belum berakhir. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih baik aku mengatakannya, sekarang— aku sedang di Brazil. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena aku juga mengatakan bahwa aku punya &amp;quot;masalah fisik” jadi aku akan mengunjungi tanah airku secara berkala. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau mungkin, teks dan illustrasi di 《No Game, No Life》 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilustrasi untuk Itsuka Tenma no Kuro Usagi juga, akan selesai di sini, Brazil. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Beberapa koper besar, berisi sebuah layar LCD dan komputer. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;alasan untuk pergi?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menyembuhkan penyakitku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:NGNL V1 276.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:NGNL V1 277.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Untuk apa alat – alat ini?&amp;quot; &lt;br /&gt;
Pekerjaan. &lt;br /&gt;
.......Singkatnya, karena timbul perselisihan soal tarif, situasinya jadi tak terlalu sulit dibayangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Yeah, itu terdengar sangat menipu. Aku hanya seorang pasien.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diperlakukan separuh jalan oleh dunia, ketika dipanggang oleh suatu perusahaan. Aku benar – benar ingin menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maafkan aku, Kamiya-sensei.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah? Apa yang terjadi? Pemimpin editor S-san. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, sebenarnya aku ini M&amp;lt;ref&amp;gt;&amp;quot;M&amp;quot; artinya masokis (orang yang suka menyiksa diri sendiri).&amp;lt;/ref&amp;gt;  — oh iya, kamu sudah tahu jadwal terbaru MF Bunko J and Fujimi Bunko kan ?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak mengingat ada orang yang mengatakannya padaku!! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, bahkan ketika aku diberitahu semuanya seperti ini.....&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Omong - omong, New Year&#039;s Eventya CM sudah masuk ke tahap akhir lari cepat dari bulan ke 12, tentu saja aku tidak akan menganggap serius jadwalnya, kan! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, itu, itu pasti harus Kamiya-sensei tanpa ragu—&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemimpin Editor S-san mulai mengeluarkan hawa membunuh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang diduga dari successor editor sebelumnya Catherine-san.......pergerakan yang hampir mirip ini tentu saja mengagetkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menarget seseorang yang sedang kubodohi—....... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi.......apa ini akan bekerja? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;———Lalu, apa yang sedang kamu bicarakan?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Per. Panjang. An. Dead. Line♥ &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Guu— sinyalnya buruk sekali, aku tidak terlalu mendengarmu—&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi ah, mengatur jumlah halaman dan memotong teksnya menjadi 8 halaman, aku takut kalau aku sudah [Melupakan untuk memasukkan 10 illustrasi dari Itsuka] setelah aku kembali ke Jepang, jadi situasinya sekarang belum pernah kudapati sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;..........Itu, kamu tidak bisa menganggapnya terjadi, kan?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau nanti proofreader menghapus bagian ini, apa aku bisa mengatakannya keras - keras? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Karena kesalahanku dan Editor S, aku akan memberimu tambahan pekerjaan, bahkan pekerjaan pengulangan akan kami berikan pada Kamiya-sama, maaf sekali dan kuharap kamu mau memaafkanku.&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Bagus sekali, rencana sempurna untuk membalas dendam padaku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai sekarang, aku benar – benar berharap kita akan bertemu di edisi berikutnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, itu benar. Kamiya-sensei, kapan ya naskah volume 2 selesai? Eh? Kamiya-sensei&amp;lt;nowiki&amp;gt;~~~~~~~Hey~~~~~~~&amp;lt;/nowiki&amp;gt;!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Referensi==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|Pergi ke [[No_Game_No_Life_(Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=No_Game_No_Life_(Indonesia)&amp;diff=405895</id>
		<title>No Game No Life (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=No_Game_No_Life_(Indonesia)&amp;diff=405895"/>
		<updated>2014-12-17T03:27:30Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;ZakkariaChristo: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Teaser|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:NGNL Volume 1 cover page.jpg|thumb|300px|Sampul Jilid 1 No Game No Life]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;&amp;lt;i&amp;gt;No Game No Life&amp;lt;/i&amp;gt;&amp;lt;/b&amp;gt; (ノーゲーム．ノーライフ) adalah sebuah Novel Ringan yang ditulis dan diilustrasikan oleh Kamiya Yuu (榎宫祐) diterbitkan oleh MF Bunko J. Seri novel ini sendiri memiliki 6 jilid yang sudah dirilis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri ini juga tersedia dalam bahasa:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[No_Game_No_Life|Bahasa Inggris (English)]] &lt;br /&gt;
:*[[No_Game_No_Life~Brazilian_Portuguese~|Brazilian Portuguese (Português Brasileiro)]]&lt;br /&gt;
:*[[No_Game_No_Life-Spanish_Español|Spanish (Español)]]&lt;br /&gt;
:*[[No Game No Life - Français|French (Français)]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis Cerita==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada sebuah legenda tentang gamer tangguh yang tak terkalahkan bernama 『　　』, yang ternyata di dunia nyata hanyalah dua orang kakak beradik NEET bernama 空 (Sora) dan Shiro 白 (Shiro). Hikikomori bersaudara ini menganggap dunia ini sebagai papan permainan yang membosankan dan sama sekali tidak menantang mereka berdua, hingga suatu hari mereka berdua masuk ke dalam dimensi dunia lain oleh [Dewa Permainan] Tet. Di dunia itu, &amp;quot;Perang&amp;quot; telah dilarang dan semua konflik diselesaikan di dalam sebuah permainan... bahkan dalam menentukan batas wilayah. Mampukah kedua bersaudara ini mempertahankan ras [Imanity] terakhir, yang hanya memiliki satu kota tersisa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mari kita mulai permainannya, sekarang!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Terjemahan==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah proyek terjemahan second hand setelah versi English-nya, bagi yang mampu berbahasa Jepang dan ingin meninjau ulang dari bahasa aslinya, bantuan anda sangat kami hargai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Semua bab (yang sudah disunting) harus mengikuti format guideline yang berlaku.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[No_Game_No_Life(Indonesia):Nama dan Daftar Istilah|Project specific Guidelines: Nama dan Daftar Istilah]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[No Game No Life (Indonesia):Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap penerjemah diminta untuk mendaftarkan [[No Game No Life (Indonesia):Halaman Pendaftaran|mendaftarkan]] bab mana yang akan mereka kerjakan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Updates==&lt;br /&gt;
*8 Agustus, 2014 - Jilid 1 Prolog Selesai&lt;br /&gt;
*8 Agustus, 2014 - Jilid 1 Bab 1 Selesai&lt;br /&gt;
*9 Agustus, 2014 - Jilid 1 Bab 2 Part 1 Selesai&lt;br /&gt;
*9 Agustus, 2014 - Jilid 1 Bab 2 Part 2 Selesai&lt;br /&gt;
*10 Agustus, 2014 - Jilid 4 Pendahuluan Selesai&lt;br /&gt;
*14 Agustus, 2014 - Jilid 1 Bab 2 Part 3 Selesai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri No Game No Life oleh Kamiya Yuu ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Jilid 1 – Sepertinya Gamer Dua Bersaudara Itu Akan Menguasai Dunia Fantasi - ([[Teks Lengkap]]) === &lt;br /&gt;
[[File:NGNL Volume 1 cover page.jpg|frameless|right|x185px]] &lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 1 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 1 Bab 1|Bab 1 - Pemula/Amatir]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 1 Bab 2|Bab 2 - Penantang/Penantang]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 1 Bab 3|Bab 3 - Ahli/Ahli]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 1 Bab 4|Bab 4 - Grandmaster/Sang Raja]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 1 Epilog|Epilog]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 1 Catatan Pengarang|Catatan Pengarang]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 2 - Gamer Bersaudara Tampaknya Sedang Mengincar Pulau Kemonomimi===&lt;br /&gt;
[[File:NGNL V2 Cover Page.jpg|frameless|right|x185px]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 2 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 2 Pembukaan|Pembukaan]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 2 Bab 1|Bab 1 - Kotak Lemah/Mengatur Papan]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 2 Bab 2|Bab 2 - Menarik/Satu Langkah]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 2 Bab 3|Bab 3 - Pengorbanan/Langkah Pengorbanan]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 2 Bab 4|Bab 4 - Skakmat/Skakmat]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 2 Ending Palsu|Ending Palsu]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 2 Catatan Pengarang|Catatan Pengarang]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 3 - Setengah dari Gamer Bersaudara Tampaknya Telah Hilang...?===&lt;br /&gt;
[[File:NGNL V3 Cover Page.jpg|frameless|right|x185px]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 3 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 3 Data Load|Data Load]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 3 Bab 1|Bab 1 - Berjalan di Udara/Metode Pemisahan]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 3 Bab 2|Bab 2 - Mawar Biru/Metode Langsung]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 3 Bab 3|Bab 3 - Membunuh Raksasa/Metode Petunjuk]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 3 Bab 4|Bab 4 - Peraturan Nomer 10/Metode Konvergensi]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 3 Ending Sesungguhnya|Ending Sesungguhnya]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 3 Catatan Pengarang|Catatan Pengarang]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 4 - Gamer Bersaudara Telah Kabur dari Game Percintaan Realistis===&lt;br /&gt;
[[File:NGNL V4 Cover Page.jpg|frameless|right|x185px]]&lt;br /&gt;
::*[[No_Game_No_Life (Indonesia):Jilid 4_Illustrasi|Illustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 4 Pendahuluan|Pendahuluan]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 4 Prolog|Start Ringan]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 4 Bab 1|Bab 1 - Pertemuan/l&amp;lt;span style=&amp;quot;position:relative; top: -3px;&amp;quot;&amp;gt;ıʌǝ&amp;lt;/span&amp;gt;ᗡ &amp;lt;span style=&amp;quot;position:relative; top: -3px;&amp;quot;&amp;gt;ǝɥ&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;big style=&amp;quot;font-weight: 600;&amp;quot;&amp;gt;⊥&amp;lt;/big&amp;gt;]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 4 Bab 2|Bab 2 - Ahli Strategi/The Sun]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 4 Bab 3|Bab 3 - Perayu/&amp;lt;span style=&amp;quot;position:relative; top: -3px;&amp;quot;&amp;gt;ssǝɹdɯ&amp;lt;/span&amp;gt;Ǝ &amp;lt;span style=&amp;quot;position:relative; top: -3px;&amp;quot;&amp;gt;ǝɥ&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;big style=&amp;quot;font-weight: 600;&amp;quot;&amp;gt;⊥&amp;lt;/big&amp;gt;]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 4 Bab 4|Bab 4 - Wild Card/The Fool]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 4 Epilog|Ending yang Terganggu]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life (Indonesia):Jilid 4 Catatan Pengarang|Catatan Pengarang]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 5 - Gamer Bersaudara Tampaknya Membenci Game+ Baru===&lt;br /&gt;
[[File:NGNL V5 Cover Page.jpg|frameless|right|x185px]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 5 Illustrasi|Illustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 5 Prolog|Start Normal]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 5 Bab 1|Bab 1 - Mencoba(Akting)]] &lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 5 Bab 2|Bab 2 - Gagal (Kesalahan)]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 5 Bab 3|Bab 3 - Belajar (Instropeksi)]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 5 Bab 4|Bab 4 - Mencoba Lagi (Akting Kembali)]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 5 Epilog|Tanpa Akhir]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 5 Catatan Pengarang|Catatan Pengarang]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 6 - Penentangann Dunia Oleh Gamer Bersaudara===&lt;br /&gt;
[[File:NGNL V6 Cover.jpg|frameless|right|x185px]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 6 Illustrasi|Illustrasi Novel]] &lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 6 Prolog|Pembicaraan Pembuka]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 6 Bab 1|Bab 1 - 3-1=Tidak Ada Harapan]] &lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 6 Bab 2|Bab 2 - 1×1=Tidak Punya Tujuan]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 6 Bab 3|Bab 3 - 1+1=Tidak Akan Mati]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 6 Bab 4|Bab 4 - 1÷2=Tidak Punya Pendamping]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 6 Bab 5|Bab 5 - 1÷0=Kehalusan]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 6 Epilog|Pembicaraan Penutup]]&lt;br /&gt;
::*[[No Game No Life:Volume 6 Catatan Pengarang|Catatan Pengarang]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Pengawas: (tidak ada)&lt;br /&gt;
* Manager Proyek: (tidak ada)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Penerjemah==&lt;br /&gt;
:*[[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]] &lt;br /&gt;
:*[[User:MEsato Ariq|MEsato Ariq]] &lt;br /&gt;
:*[[User:Yusachi|Yusachi]]&lt;br /&gt;
:*[[User:IgnatiusP|IgnatiusP]]&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
:*[[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]&lt;br /&gt;
:*[[User:MEsato Ariq|MEsato Ariq]]&lt;br /&gt;
:*[[User:Yusachi|Yusachi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Jumlah Seri ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*ノーゲーム・ノーライフ1 ゲーマー兄妹がファンタジー世界を征服するそうです (MF文庫J)  (April 23, 2012)  - ISBN: 978-4-8401-4546-6&lt;br /&gt;
*ノーゲーム・ノーライフ2 ゲーマー兄妹が獣耳っ子の国に目をつけたようです (MF文庫J)  (September 22, 2012) - ISBN: 978-4-8401-4819-1&lt;br /&gt;
*ノーゲーム・ノーライフ3 ゲーマー兄妹の片割れが消えたようですが……？ (MF文庫J)  (January 25, 2013) - ISBN: 978-4-8401-4958-7&lt;br /&gt;
*ノーゲーム・ノーライフ4 ゲーマー兄妹はリアル恋愛ゲームから逃げ出しました (MF文庫J)  (June 25, 2013) - ISBN: 978-4-8401-5185-6&lt;br /&gt;
*ノーゲーム・ノーライフ5 ゲーマー兄妹は強くてニューゲームがお嫌いなようです  (MF文庫J)  (November 25, 2013) - ISBN: 978-4-04-066080-6&lt;br /&gt;
*ノーゲーム・ノーライフ6 ゲーマー夫嫁は世界に挑んだそうです (MF文庫J) (April 25, 2014) - ISBN: 978-4-04-066382-1		&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:MF_Bunko_J]]&lt;br /&gt;
[[Category:Hosted Projects]]&lt;br /&gt;
[[Category:Yuu Kamiya]]&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;br /&gt;
[[Category:Teaser (Indonesian)]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>ZakkariaChristo</name></author>
	</entry>
</feed>