<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="en">
	<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=High_School_DxD_%28Bahasa_Indonesia%29%3AJilid_7_Ayah</id>
	<title>High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 7 Ayah - Revision history</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=High_School_DxD_%28Bahasa_Indonesia%29%3AJilid_7_Ayah"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=High_School_DxD_(Bahasa_Indonesia):Jilid_7_Ayah&amp;action=history"/>
	<updated>2026-04-05T21:18:23Z</updated>
	<subtitle>Revision history for this page on the wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.1</generator>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=High_School_DxD_(Bahasa_Indonesia):Jilid_7_Ayah&amp;diff=187263&amp;oldid=prev</id>
		<title>SATRIA: Created page with &quot;==Ayah==  Masalah selesai dan aku, Azazel, sedang menemani Barakiel yang berniat membeli suvenir di Jepang.  Sepertinya para idiot yang lain meminta Barakiel untuk membelikan ...&quot;</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=High_School_DxD_(Bahasa_Indonesia):Jilid_7_Ayah&amp;diff=187263&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2012-09-10T09:49:50Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Created page with &amp;quot;==Ayah==  Masalah selesai dan aku, Azazel, sedang menemani Barakiel yang berniat membeli suvenir di Jepang.  Sepertinya para idiot yang lain meminta Barakiel untuk membelikan ...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;New page&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;==Ayah==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah selesai dan aku, Azazel, sedang menemani Barakiel yang berniat membeli suvenir di Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya para idiot yang lain meminta Barakiel untuk membelikan mereka saat dia kembali. Astaga, orang orang itu......Yah, apa boleh buat karena Gubernur mereka yakni aku saja seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku tengah duduk di bangku di dalam departemen store, Barakiel kembali sambil membawa banyak tas di tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.......Hmm. Nampaknya aku sudah membeli semua yang mereka minta.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kerja bagus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Barakiel duduk di sampingku. Dia nampaknya kelelahan. Bagi tipe prajurit keras seperti dia, berbelanja pasti sulit. Namun dia masih menyelesaikan semuanya sampai selesai kalau dia diminta melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku kemudian mengeluarkan kotak bento yang berada di dalam kantong dari tas yang aku bawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Barakiel. Nih, ambillah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bungkusan apa ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Buka saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia membukanya, terdapat sebuah kotak bento.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“.....Bento?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sesuatu yang Akeno berikan padaku saat aku tengah menuju kemari. Dia memberikannya padaku tanpa berkata apa apa, tapi aku tahu untuk siapa itu bahkan tanpa menanyainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini.......”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia membuka kotak bento, di dalamnya terdapat hidangan Jepang yang kelihatan lezat dan penuh warna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Barakiel memandangku. Aku mendesaknya untuk “Makanlah” tanpa mengatakannya dan dengan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengambil hashi (sumpit) dan memasukkan makanan ke mulutnya dengan kikuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Momen itu.......setitik air mata mengalir dari mata Barakiel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“..........Nikujaga (hidangan daging dan kentang Jepang)........ini memiliki rasa dari Shuri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mulai menelannya dan nampak kecanduan dengan itu. Dia hanya terus makan sambil tetap diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tengah memakannya dengan antusias sambil menitikkan banyak air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku kemudian mengatakannya pada temanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Serahkan Akeno padaku, Rias, dan yang lainnya. Tak ada masalah. Orang yang dia cintai adalah idiot dan cabul, namun dia laki laki baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Barakiel menghentikan hashi (sumpit)nya, dan menutupi matanya dengan tangannya. Dia kemudian mengatakannya padaku dengan suara bercampur tangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia......aku ingin percaya kalau dia akan.......menjaga Akeno.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, tak akan apa apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia tak me.....memangsa payudara wanita, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, dia tak memangsanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu........kau benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Barakiel mulai melanjutkan makannya setelah merasa lega. Dia mulai menjejali mulutnya dengan nikujaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makanan yang dibuat oleh wanita yang dia cintai yang dia pikir tak akan pernah dia rasakan lagi. rasa itu dengan sunyi telah berhasil menjangkaunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kau akan bisa memakannya lagi. Sebanyak yang kau mau. Dan kapanpun kau mau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ise. Aku tak bisa mengatakan ini di depanmu, namun........&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-Aku juga merasa kalau aku sudah tertolong olehmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan, aku tak pernah mendengar ada Naga yang memberi orang lain kebahagiaan dengan memakai oppai!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{{HSDxD(id) Nav|prev=High_School_DxD_(Bahasa_Indonesia):Jilid 7 New Life|next=High_School_DxD_(Bahasa_Indonesia):Jilid 7 Pahlawan}}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>SATRIA</name></author>
	</entry>
</feed>