<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="en">
	<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=High_School_DxD_%28Indonesia%29%3AJilid_1_Life_0</id>
	<title>High School DxD (Indonesia):Jilid 1 Life 0 - Revision history</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=High_School_DxD_%28Indonesia%29%3AJilid_1_Life_0"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=High_School_DxD_(Indonesia):Jilid_1_Life_0&amp;action=history"/>
	<updated>2026-05-28T13:55:55Z</updated>
	<subtitle>Revision history for this page on the wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.1</generator>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=High_School_DxD_(Indonesia):Jilid_1_Life_0&amp;diff=561123&amp;oldid=prev</id>
		<title>Setia: edited</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=High_School_DxD_(Indonesia):Jilid_1_Life_0&amp;diff=561123&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2020-02-23T18:09:26Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;edited&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;//www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=High_School_DxD_(Indonesia):Jilid_1_Life_0&amp;amp;diff=561123&amp;amp;oldid=540669&quot;&gt;Show changes&lt;/a&gt;</summary>
		<author><name>Setia</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=High_School_DxD_(Indonesia):Jilid_1_Life_0&amp;diff=540669&amp;oldid=prev</id>
		<title>Setia: Terjemahan Baru</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=High_School_DxD_(Indonesia):Jilid_1_Life_0&amp;diff=540669&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2018-05-24T03:44:41Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Terjemahan Baru&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;New page&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;#039;&amp;#039;Warna yang sama seperti rambut orang itu—&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Itulah yang kupikirkan usai aku melihat tanganku berlumuran darah.&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Merah— rambut merah crimson yang lebih cemerlang dari buah stroberi.&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;#039;&amp;#039;Ya, rambut crimson panjang dan indah orang itu memiliki warna yang sama dengan warna yang menutupi tanganku.&amp;#039;&amp;#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Life.0==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namaku Hyoudou Issei. Orangtua dan orang-orang di sekolahku memanggilku “Ise”. Aku murid kelas dua SMA yang saat ini tengah mengalami masa mudanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada saat ketika seorang murid yang tak pernah kutemui sebelumnya mengatakan, “Bukankah itu Ise?”, Jadi aku tak tahu seberapa jauh namaku dikenal orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku populer, katamu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nggak, bukan begitu. Toh, aku terkenal karena sangat mesum yang bahkan sering dituduh mengintip ruang ganti Klub Kendo Perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku takkan melakukan hal memalukan seperti mengintip ke dalam ruang ganti perempuan......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maaf. Aku ada di sana. Aku ada di ruang penyimpanan di sebelah Klub Kendo. Aku mencoba mengintip dari lubang di dinding di ruang penyimpanan Klub Kendo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayangnya aku tak bisa mengintip. Itu karena Matsuda dan Motohama tak mau menjauh dari lubang itu. Ya ampun, mereka ini......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak bisa menenangkan diri saat si dua idiot mengatakan hal-hal seperti “Ohhh! Murayama punya payudara besar beneran!” dan “Ahhh, Katase punya kaki yang indah”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja aku ingin lihat! Tapi ada orang mendekati ruang penyimpanan, sehingga aku lari dari sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, sesuatu yang sangat bahagia terjadi pada orang sepertiku, yang akan melakukan segala macam hal mesum setiap hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berpacaranlah denganku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernyataan cinta dari seorang perempuan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya aku merasakan rasanya menjadi muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk orang sepertiku yang tak punya pacar, rasanya mimpi yang jadi kenyataan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama pacarku adalah Amano Yuuma-chan. Dia adalah seorang gadis dengan rambut hitam halus dan tubuh langsing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sangat manis, sampai aku pun jatuh cinta padanya pada pandangan pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapapun akan bilang “OK” segera kalau ada wanita cantik mendatangimu dan mengatakan “Hyoudou-kun! Aku cinta padamu! Berpacaranlah denganku!”?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu akan jadi impian untuk laki-laki sepertiku yang tak punya pacar sejak dilahirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini takkan aneh kalau seseorang mengatakan “Yang bilang begitu bishoujo dari game apa?”, Tapi ini sungguh terjadi!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah keajaiban pasti terjadi! Aku ditembak! Oleh seorang gadis cantik!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awalnya aku berpikir itu adalah sebuah candaan. Aku pun berpikir beberapa kali hasil dari permainan hukuman dan teman-temannya lagi melihat kita dari tempat lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa boleh buat. Sampai saat itu, aku percaya bahwa aku adalah seorang lelaki yang dilahirkan untuk tak jadi populer dengan para gadis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sejak hari itu, aku menjadi seorang laki-laki dengan seorang pacar. Dunia di sekitarku berubah. Aku tak tahu bagaimana menjelaskannya, tapi hatiku terasa damai. Aku ingin mengatakan “Ini kemenanganku!” untuk setiap laki-laki yang berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mulai merasa kasihan pada dua temanku, Matsuda dan Motohama, yang tak punya pacar. Begitulah cara percaya diriku keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada kencan pertama kita setelah mulai berpacaran—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sudah menyiapkan rencana yang sudah kubuat sejak lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fufufu, aku sudah menggosok gigiku puluhan kali sejak kemarin malam. Tak ada satu pun tempat yang kulewatkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun membeli celana dalam baru. Kamu tak boleh bilang apa yang akan terjadi nantinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tiba di tempat kencan dengan sikap seorang pria perjaka super.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tiba di tempat pertemuan tiga jam sebelum Yuuma-chan. Aku menghitung sampai seratus perempuan yang mengenakan kacamata berjalan di depanku!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama di sana, aku menerima selebaran yang mencurigakan dari orang aneh yang membagi-bagikan selebaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah benda yang tampak gaib dengan lingkaran sihir aneh dan kalimat— “Mimpimu akan dikabulkan!”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
......Aku ingin membuangnya, tapi aku memutuskan untuk memasukkannya ke dalam saku celanaku karena sekarang aku tak bisa membuangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Yuuma-chan tiba, aku mengatakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak, aku juga baru sampai kok.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat! Aku bisa mengatakan itu. Aku selalu ingin mengatakan itu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu kita berjalan sambil memegang tangan. Aku sangat tersentuh. Untuk berkencan sambil memegang tangan dengan pacarku yang cantik!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sangat tersentuh sampai-sampai aku mau menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak usah terburu-buru. Ini bukan waktunya untuk panik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, kita menikmati kencan kita dengan pergi ke toko pakaian dan melihat-lihat dekorasi untuk kamar kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk makan siang, kita makan di sebuah restoran keluarga yang sama sebagaimana seorang murid SMA yang normal lakukan, dan Yuuma-chan tengah makan parfait cokelat dengan nikmat. Perutku kenyang hanya dengan menatapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, rasanya aku mengerti bagaimana para remaja lainnya rasakan ketika mereka berkencan. Rasanya aku hidup untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaa-san, terima kasih sudah melahirkanku. Tou-san, aku sudah khawatir bahwa aku takkan mampu melanjutkan garis keturunan keluarga kita, tapi sepertinya Tou-san tak usah khawatir lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku memikirkan segala macam hal, kini sudah sore.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini klimaks!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ciuman!? Ciuman sebelum pulang!? Kepalaku jadi bersemangat hanya dengan memikirkannya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, mungkin kita akan melangkah lebih jauh!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah yang seorang murid SMA mesum seperti diriku pikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita berada di taman yang jauh dari kota. Tak ada tanda-tanda orang, dan tak orang di sini selain kita. Berkat itu, imajinasi erotisku terbangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku harusnya membaca buku yang mengajari seseorang melakukan hal-hal yang bahkan lebih nakal!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuma-chan sudah melepaskan tanganku dan dia berdiri di depan air mancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hari ini sangat menyenangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuma-chan tersenyum saat ada air mancur di belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuu! Sialan, dia manis. Matahari terbenam yang di belakangnya memberikan suasana bagus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Ise-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa, Yuuma-chan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada sesuatu yang ingin kulakukan untuk merayakan kencan pertama kita. Maukah kamu mendengarkan keinginanku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yes. Ini dia!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini! Ini pasti itu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bau napasku! Cek! kesiapan mentalku! Hmm! Jantungku berdebar sangat cepat~!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ka-Kamu ma-mau apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aaaaagh. Nada suaraku dalam. Dia akan mengetahui bahwa aku tengah memikirkan sesuatu yang bodoh!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membuat kesalahan terbodoh setelah sampai sejauh ini......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Yuuma-chan hanya tersenyum padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dia mengatakan padaku dengan jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maukah kamu mati untukku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
............&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
......Eh? Apa itu tadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“......Eh? Itu...... huh, maaf, bisa kamu ulangi lagi? Kurasa ada sesuatu yang salah dengan telingaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pasti salah dengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah yang kupikirkan. Pasti itu. Jadi aku bertanya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maukah kamu mati untukku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengatakan itu padaku lagi. Sambil tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-katanya tak masuk akal. Saat aku hendak mengatakan “Itu lucu sekali, Yuuma-chan” dengan senyum......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
FLAP&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayap hitam muncul dari punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dia mulai mengepakkan sayapnya. Bulu-bulu hitam melayang di udara dan kemudian turun ke kakiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh? Tentu saja Yuuma-chan semanis malaikat, tapi......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malaikat? Tidak, itu mustahil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa itu semacam permainan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pacar cantikku mengepakkan sayapnya saat matahari terbenam di belakangnya. Ini terlihat seperti sebuah adegan dari cerita fantasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:HSDxD_vol_01_021.jpg|thumb|]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi mustahil aku bisa percaya sesuatu seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya yang tampak manis berubah menjadi mata menyeramkan dan dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh menyenangkan. Waktu singkat yang kuhabiskan denganmu. Itu seperti bermain rumah-rumahan dengan anak kecil.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Yuuma-chan terdengar sangat dingin. Nadanya seperti orang dewasa. Mulutnya membentuk senyum dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BUZZ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara jauh lebih berat daripada suara getaran konsol game ada di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu membuat banyak suara berdengung dan itu muncul di tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti tombak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bersinar? Sepertinya ada sebagian cahaya atau sesuatu.... Itu, memang tombak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
HYU&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara angin. Sebuah suara jahat mengikutinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DON!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat kusadari, sesuatu menyerempet perutku, tombak yang di tangan Yuuma-chan menembus perutku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melemparkannya padaku......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, dibandingkan itu, kenapa? Aku mencoba menarik tombak itu dariku, tapi tombak itu menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya hal yang tersisa adalah lubang besar di perutku. Dan darah mengalir dari lubang itu. Darah. Darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepalaku menjadi pusing, dan penglihatanku menjadi kabur. Aku sudah tergeletak di tanah dan pada saat aku menyadari itu, kakiku kehilangan keseimbangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jejak kaki mendekat padaku saat aku tergeletak di tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara kecil samar-samar mencapaiku. Itu Yuuma-chan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf. Kau adalah ancaman bagi kami, jadi kami memutuskan untuk menyingkirkanmu sedari awal. Kalau kau ingin menyimpan dendam, maka bencilah Tuhan yang menempatkan Sacred Gear dalam dirimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
......Sacred, apa......?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun tak bisa mengajukan pertanyaan dan aku dalam keadaan di mana tergeletak di tanah. Jejak kakinya menjadi lebih jauh dariku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama, aku mulai kehilangan kesadaran. Lubang di perutku. Itu pasti sangat fatal. Aku tak merasakan sakit sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi aku menyadari bahwa aku berada dalam kondisi sangat buruk karena aku bisa merasakan bahwa aku akan kehilangan kesadaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasanya pasti enak kalau aku kehilangan kesadaran seolah-olah aku akan tidur. Tapi kalau itu terjadi, aku pasti akan mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa kamu serius......? Apa aku akan mati pada usia muda?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku saja belum hidup separuh dari masa hidupku!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana aku bisa tertawa kalau aku mati karena ditikam oleh pacarku di taman aneh ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ku......kesadaranku mulai memudar saat aku tengah memikirkan banyak hal......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasanya banyak hal di dalam diriku menghilang......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh ya, aku ingin tahu apa yang akan terjadi di sekolah besok?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa Matsuda dan Motohama terkejut? Apa mereka akan menangis untukku? Tak mungkin, bukan mereka......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibu, Ayah......aku belum melakukan apa pun untuk menyenangkan mereka sebagai anak mereka......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebaliknya.......takkan lucu kalau mereka sampai menemukan majalah pornoku setelah kematianku......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
......Kenapa sih aku cuma memikirkan hal-hal itu saat aku mau mati......?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanganku......masih bisa bergerak......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menyentuh perutku dan membawanya di depanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Warnanya merah......merah crimson. Ini adalah darahku. Seluruh tanganku berwarna merah. Ini semua darahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dia memasuki pikiranku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang kubayangkan adalah gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita cantik dengan rambut crimson. Setiap kali aku melihatnya, mataku tertuju pada rambut crimsonnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
......Kalau aku mau mati, aku berharap itu dalam pelukan seorang gadis cantik seperti itu......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasanya aku mulai mengkhianati pacarku, Yuuma-chan, karena aku memikirkan ini. Tunggu, Yuuma-chan kan orang yang membunuhku......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
......Tapi kalau aku mati, aku ingin mati setelah meraba-raba oppai Yuuma-chan......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haha, ilusi mesumku tak mau berhenti bahkan sebelum aku mati......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aaah, mataku jadi lebih kabur......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa aku sudah berakhir.....?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sial, ini sungguh kehidupan membosankan......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
......Kalau aku terlahir kembali, aku ingin menjadi......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi, kamu ya yang memanggilku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, seseorang muncul di depanku, dan dia berbicara kepadaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak bisa memberitahu siapa itu karena penglihatanku kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya kamu lagi sekarat. Lukamu......ya ampun, kelihatannya sesuatu yang menarik terjadi padamu. Jadi kamu......ini sungguh menarik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tertawa seakan menemukan sesuatu yang menarik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
......Aku penasaran apanya yang lucu......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kamu mati, maka aku akan mengurusnya.  Hidupmu itu. Mulai sekarang, kamu akan hidup untukku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum aku kehilangan kesadaran, aku melihat rambut crimson berkilau di depanku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Setia</name></author>
	</entry>
</feed>