A Simple Survey (Indonesia):Jilid 1 File05

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

File 05: Hati-hati dengan Penipuan Bermodus Baru[edit]


“Apakah dia moe?”


“Tidak! Dia itu jablay, bukan moe!!”


“Uh… Waifu itu sama seperti istri, kan?”


“Tidak! Tidak!! Ya Tuhan!! Waifu itu gak sama seperi istrimu yang tua itu! Tentu saja mereka itu adalah wanita yang masih perawan dan suci!!”


Pria putih berambut pirang dan pria hitam bergaya rambut afro di meja sebelah sedang berdebat panas tentang sesuatu yang sepertinya merupakan persoalan lingkungan global, tapi aku tidak punya waktu untuk mendengarkan mereka.


“Ketika kau gagal naik tingkat selama 2 tahun berturut-turut, Aku mulai berpikir kalau kau mungkin adalah orang bodoh, tapi aku gak pernah berharap untuk junior (ha!) sepertiku untuk mendahuluimu.”


“Berisik!! Terus kenapa kalau aku bodoh!? Kenapa aku harus memilih mata kuliah pokok yang tidak ada jawaban tetapnya seperti filsafat!?”


Aku telah terjebak dalam tahun mahasiswa baruku selama beberapa tahun berturut-turut lebih lama dari yang kuperkirakan, jadi seorang tetanggaku yang bertipe adik perempuan (meskipun umurnya sudah di atas 20 tahun!!) membawaku ke bar untuk menghiburku. …Gadis yang harusnya sudah menjadi (tapi tidak) juniorku sedang menghiburku dan hal itu malah membuat harga diriku terasa dicabik-cabik!


“…Heh. Heh heh heh. Meskipun aku kalah dalam masalah tingkatan dan reputasi, Aku masih menjadi seniormu dalam masalah kehidupan. Aku mempunyai pengalaman yang berlimpah-limpah.”


“Ya, benar. Aku tidak pernah mengira kalau ada banyak orang yang mengalami hidup dalam sesuatu yang berulang-ulang dan gak ada habisnya. Akan kutunggu nasihatmu yang berharga itu.”


“Enak aja gak ada habisnya!! Aku gak menerima serangan akhir dari combo serangan udara yang tidak ada habisnya!! Aku akan melarikan diri dari sengsara ini. Aku akan memulainya dengan pergi menuju kantor profesor filsafat dan berlutut kepadanya!!”


Aku berulang kali menghantamkan tinjuku ke meja, tapi dengan cepat aku menghaluskan tinjuku karena isi dari mug birku hampir tumpah.


“Ngomong-ngomong, apa yang benar-benar kau dapatkan dari memiliki banyak pengalaman?”


“Kau menjadi lebih baik dalam melakukan seks.”


Dia memelototiku.


“…Kau punya pengalaman yang banyak dalam hal itu?”


“Maaf. Maafkan aku. Aku gak punya pengalaman yang dibutuhkan untuk melawan tatapan sinis gadis seperti itu. Aku gak akan bisa tahan kalau dipanggil menjijikan oleh seorang siswi.”


Aku merasa seperti seekor siput yang diberi garam.


Tapi aku tak dapat menahannya.


Aku gak mau dipandang rendah lagi! Aku ingin melebihinya setidaknya dalam satu hal, terserah mau apapun juga!


“Aku tahu!! Dengan punya pengalaman yang banyak, kau gak akan terkena penipuan! Aku pernah mendengarnya di TV sekali!!”


“Kalau hal itu benar, Aku tidak mengira kalau orang tua dapat menjadi korban utama dari modus penipuan melalui telepon…”


“Kau cuman gak ngerti, nyonya junior!!”


“Jangan sombong. Aku itu berada di atasmu dalam masalah tingkatan dan nilai. Padahal aku berpikir untuk menolongmu pada laporanmu yang berikutnya, tapi sepertinya sekarang aku berubah pikiran.”


Ekspresi terjelek sedunia pun muncul dari wajahku.


“…Eh…eh heh heh. Apakah kau tahu tentang penipuan merokok di pinggir jalan, seniorku yang hebat?”


“Apa itu?”


Dia memang bertipe adik perempuan (meskipun dia di atas…dll.), tapi dia adalah murid perguruan tinggi yang umurnya sudah melebihi 20 tahun, jadi pasti dia sedang mencoba untuk minum-minum dan merokok “untuk sekarang”. Setelah 2 atau 3 tahun, dia akan sadar untuk menjadi pejuang anti-merokok.


“Mereka telah mengesahkan peraturan yang melarang untuk merokok di jalan-jalan di sini dan di sana, kan?”


“Ya, Aku sudah melihat tandanya. Ada denda buat pelanggarnya, kan?”


“Ya, tapi siapa yang mengumpulkan dendanya? Seorang polisi? Atau apakah hal itu dipercayakan kepada masyarakat seperti parkir ilegal?”


Seperti biasa, dia memiringkan kepalanya karena kebingungan dengan pertanyaanku.


“Hah? Benar juga…”


“Aspek itu tidak terkenal. Jadi kau dapat menipu seseorang dengan mendatangi seseorang yang merokok di salah satu pinggir jalan pada area bebas merokok dan meminta mereka untuk membayar denda sebanyak beberapa ribu yen. Mungkin nanti mereka sadar kalau hal itu adalah penipuan, tapi kerugiannya tidak terlalu banyak dan pada dasarnya mereka juga memang telah melanggar aturan. Karena alasan tersebut, kemungkinannya kecil kalau mereka mau mencarimu lagi.”


Dia melemparkan sebuah edamame* ke dalam mulutnya dan menaburi garam ke piringnya dengan tampang suram. [Edamame = kacang]


“Masuk akal juga… Tapi itu kan cuman beberapa ribu yen saja.”


“Awalnya, iya. Tapi kalau kau melakukannya lagi dan lagi, kau dapat membuat cukup banyak uang. Anggap saja kalau kau gak mencobanya ke kumpulan brandalan atau ke siapapun yang bisa membahayakan nyawamu, kau dapat membuat cukup uang. Gak seperti penipuan lewat telepon, kau gak terlalu perlu menjadi orang yang ramah. Yang harus kau lakukan adalah jangan membuat dirimu terlihat mencurigakan.”


“Aku gak pernah dengar tentang hal itu. Ya, lagipula aku gak merokok di luar, jadi hal itu tidak ada hubungannya denganku. Meskipun begitu aku akan mengingatnya. Terima kasih.”


“Fw-fwoooooohhhhh!! Kau adalah orang pertama yang mengucapkan terima kasih kepadaku selama 1 semester ini!!”


“…Setidaknya para pramuniaga di toserba pasti sedikit merunduk untuk memberi salam dan berterima kasih.”


“Pekerja dari sebuah toserba yang kukunjungi selalu mendecakkan lidahnya ketika aku masuk ke sana.”


“Aura yang kau punya memang sesuatu!!”


Setelah itu, kami mendiskusikan tentang masalah yang kupunya tentang bagaimana aku akan memperkenalkan diriku lagi dan menunjukkan kemampuan terpendamku saat pesta murid baru tanpa membiarkan mereka tahu tentang berapa tahun aku sudah menjadi mahasiswa baru, masalah serius yang akan terjadi kepadaku pada tahun ketiga dan keempat yang pelajarannya sudah lebih mendalam ketika pelajaran yang masih dasar pada tahun pertama dan kedua saja sudah sangat menyulitkanku, dan masalah yang paling serius adalah tentang berapa tahun aku diperbolehkan untuk mengulang lagi. Setelah itu, Aku merasa sedikit murung, tapi si tipe adik perempuan itu (meskipun dia…dll.) mengubah topik pembicaraan kami.


“Ngomong-ngomong.”


“Ada apa, nyonya junior?”


“…”


“…seniorku yang hebat?”


“Dari mana kau tahu tentang penipuan merokok di pinggir jalan itu? Apa kau mempelajarinya secara online? Jangan bilang kalau kau sendiri terkena penipuan itu.”


“Pertanyaan yang bagus!!” aku langsung duduk tegak dari meja yang kupakai untuk menidurkan kepalaku. “Orang baik yang kutemui di sebuah message board membuat manual anti-penipuan! Manual itu adalah buku pokok tentang kelangsungan hidup yang mengumpulkan semua modus penipuan atau jebakan yang merajalela di Jepang modern ini dan buku ini hanya berharga 1000 yen. Hanya 1000 yen!! Hanya dengan satu buku, kau dapat melindungi dirimu dari beberapa modus kejahatan. Hal itu adalah pembelian hebat yang pernah kulakukan!!”


“…Anu. Kalau kau ingat, Aku gak pernah dengar tentang penipuan merokok di pinggir jalan.”


“Ya, terus?”


“Apakah modus penipuan seperti itu beneran ada? Apa kau yakin kalau buku itu bukanlah modus penipuan yang dilengkapi dengan banyak informasi buatan?”