A Simple Survey (Indonesia):Jilid 1 File09

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

File 09: Bahkan Urusan di Neraka pun Diselesaikan dengan Uang?[edit]


Dengan menggunakan berbagai fungsi dari smartphone modern, aku mengeluarkan hantu seorang gadis cantik dari video 3D ke dalam cahaya matahari (sebagai respon kepada suatu permintaan untuk membuat identitasnya lebih terlihat, kau bisa mendapat poin yang banyak dengan melucuti berbagai hal dalam waktu yang terbatas). Saat aku sedang melakukan hal ini, seorang siswi SMA memangilku dari dekat.


Tapi, arah datangnya suara siswi SMA itu sedikit aneh.


Khususnya, suara itu datang dari atas sana.


“Hei.”


“Tunggu, kupikir aku menemukan trik untuk menuju Level 4. Jadi begitu! Kalau kau menyingkirkan pria yang ada di sisi foto kelompok itu, kau dapat melihat paha hantu gadis yang memakai yukata itu!!”


“Hei!!” teriak seseorang yang melayang.


Hmm. Aku telah berasumsi kalau dia akan sedikit lebih panik, jadi aku mendownload suatu aplikasi untuk membuang waktuku, tapi secara mengejutkan dia telah pulih dengan cepat.


Bahkan aku terkesan karena dia menerima penjelasan itu dengan cepat.


“Aku mengerti kalau aku adalah hantu.”


Dia duduk menyilang ketika sedang melayang dengan posisi terbalik 180 derajat. Karena posisinya terlalu tinggi di atas, aku tak dapat melihat celana dalamnya. Kalau dipikir-pikir, seragam pelaut sepertinya tidak pernah tampak mati. Selain itu seragam olahraga dan pakaian renang melewati perubahan model dengan cukup mudah.


“Tapi aku ada di mana? Surga? Neraka? Menurutku tempat ini terlihat seperti kuil Buddha bagiku.”


Mungkin dia berpikir seperti itu karena aku sedang memakai pakaian biksu Buddha.


Namun, tempat ini bukanlah suatu kuil.


“Tempat ini adalah aula pemakaman. Lebih tepatnya, bekas aula pemakaman. Tempat ini adalah lembaga biasa yang menangani kematian biasa bagi suatu kota biasa. Suatu tempat yang memenuhi kondisi tersebut diperlukan.”


“Untuk apa?”


“Untuk suatu neraka yang dioperasikan secara pribadi.”


Aku memberi respon yang sederhana.


Namun, mungkin responku itu terlalu sederhana. Alis gadis itu pun bergerak karena kebingungan ketika dia masih melayang secara terbalik.


“Pada dasarnya, jumlah orang jahat sekarang ini sudah terlalu banyak sampai-sampai neraka aja penuh. Sebelum sistem itu benar-benar berhenti, tugas-tugas yang ada harus dibagi rata supaya mengurangi beban kerja. Hal ini dicapai dengan menggunakan neraka-neraka yang dioperasikan secara pribadi yang terpisah dari dunia manusia. … Anggap saja hal itu seperti suatu penjara yang telah diserahkan ke sektor swasta seperti yang mereka miliki di negara lain.


Gadis itu bereaksi dengan gelisah terhadap kata “neraka” dan “penjara”.


Bagus. Hal itulah yang memang aku harapkan.


“Kau bilang kalau jiwaku ini dimasukkan ke dalam neraka!? Aku tak pernah melakukan sesuatu yang buruk!!”


“Buddha bukanlah agama yang memperbolehkan penganutnya untuk bunuh diri. Meskipun begitu, ide-ide untuk melakukan seppuku* seringkali membuat orang berpikir kalau hal iu diperbolehkan. Selain itu, kau adalah orang minor. Apakah kau familiar dengan Sai no Kawara? Tempat itu adalah tempat di mana anak-anak yang mati muda dan membuat orang tuanya menangis dipukuli oleh oni*.” [Seppuku = bunuh diri.] [Oni = setan.]


“…Apa yang harus kulakukan di sini?”


“Aku akan menjelaskan tentang hukumannya nanti, tapi untuk sekarang cukup milikilah suatu yorishiro. Neraka-neraka yang dioperasikan secara pribadi memang terpisah dari dunia manusia, tetapi mereka juga masih bagian dari dunia manusia. Hal itu tak akan baik bagi jiwa yang tereskpos untuk tinggal di sini dalam waktu yang lama.”


“Yorishiro? Bisakah kau menjelaskan ini menggunakan istilah modern abad ke-21?”


“Suatu boneka Jepang telah disiapkan berdasarkan informasi di tubuhmu dari saat kau masih hidup. Masuk saja ke dalamnya.”


Gadis itu berteriak seolah-olah bulu romanya telah berdiri tegak.


“Tidak!! Boneka Jepang yang dikombinasikan dengan hantu gadis cantik terdengar seperti sesuatu dari film horror! Aku punya perasaan kalau rambutku akan tumbuh menjadi sangat panjang!!”


“Jangan kurang ajar dengan memanggil dirimu sendiri cantik. Tapi jika kau menolak untuk menggunakan boneka itu, satu-satunya pilihanmu yang lain adalah menggunakan Dutch wife* yang ada di dalam leari dinding…” [Dutch wife adalah guling seukuran tubuh manusia, yang biasa juga disebut Dakimakura. Biasanya digunakan untuk pelampiasan seks.]


“Sialan kkkaaauuuuuuuu, biksu duniawi!! Aaaaahhhhhhhhhhhhhhh!!”


Masih berteriak, gadis itu masuk ke dalam boneka Jepang. Kelihatannya dia telah berhasil memasukkan dirinya ke dalam boneka itu. Boneka Jepang itu tidak bergerak sendiri. Melainkan, tubuh fisik milik gadis itu beregenerasi di sekitar boneka itu. Boneka Jepang itu berfungsi sebagai otak dari tubuh fisiknya. Sekarang dia adalah hantu yang dapat kau sentuh.


Setelah prosesnya selesai, dia terlihat seperti gadis normal yang memakai seragam pelaut.


Itulah alasan mengapa sebenarnya tidak terlalu penting kalau dia memilih antara boneka Jepang ataupun Dutch wife.


“Oke!! Aku ada di dalam!! Jadi apa yang harus aku lakukan di neraka yang dioperasikan sendiri ini?”


“Anggap saja itu seperti suatu homestay yang menjalankan sistem poin. Hanya karena tempat ini dipanggil neraka bukan berarti kau akan dijatuhkan ke dalam danau yang berisi darah.”


Terlihat kebingungan, gadis itu bertanya, “Apa maksud dari poin-poin itu?”


“Hukumanmu akan datang melalui email setiap hari. Ada beberapa kartu yang berbeda. Dengan kombinasi dari kartu-kartu itu, kau harus mencapai kuota poinmu untuk hari itu juga. Jika kau bekerja sampai beberapa bulan atau beberapa tahun yang ditentukan, kau akan mendapatkan hak untuk lahir kembali. Lalu kau akan hidup sekali lagi sebagai bayi di dunia manusia.”


“Aku gak bisa masuk ke surga?”


“Pergi langsung ke surga dari neraka adalah keajaiban tingkat Sang Buddha. Jangan mengharapkan hal itu dari biksu sembarangan. Kalau kau mau pergi ke surga, hiduplah dengan benar di kehidupanmu yang berikutnya.”


“Hmm. Baiklah, Masih ada banyak hal yang masih ingin kucoba, jadi menrutku bereinkarnasi itu bagus-bagus aja. Tapi, hal apa yang harus aku lakukan untuk memenuhi kuota harian ini?”


Aku menunjuk ke layar laptop dan gadis itu terdiam di tempatnya ketika dia melihat itu.


100 Pukulan di Pantat.


30 Poin (dari kuota 5000 poin).


“Persetan. dengan. hal. iiiiiiiiiiiiitttttttttttuuuuuuuuuuu!!”


“Ha ha ha. Apa kau lupa kalau tempat ini adalah neraka? Ya, yang dioperasikan secara pribadi. Dan aku menggantikan posisi dari oni jahat yang akan menyiksamu. Bisa dibilang kalau aku tak terkalahkan dalam masalah roh. Kalau kau mencoba untuk menyerangku secara fisik, kau hanya akan mengenai dinding tak terlihat yang akan membuatmu jungkir balik sehingga aku bisa melihat celana dalammu.”


Dengan panik gadis itu menahan roknya. Tentu saja, Pakaiannya juga merupakan bagian dari tubuh rohnya, jadi dia tak perlu menggunakan tangannya untuk melakukan hal itu.


“Sial! Sial!! Jangan meremehkan gadis remaja!! Kami punya hati yang sungguh sensitif sampai-sampai kami bisa mati kalau saat kami sedang menyatakan perasaan kami, bola sepak tiba-tiba datang dan menghancurkan suasana!!”


Gadis itu menggunakan tubuh fisik yang dia peroleh untuk meninju di tikar tatami.


Tapi…


“Kalau begitu, Kau harus duduk dengan gaya seiza* dan batu-batu yang berat akan diletakkan di atas kakimu.” [Seiza adalah gaya duduk bersimpu.]


“Kedua pilihannya terlalu ekstrim!! Tidak adakah hukuman lain yang setingkat dengan berdiri di lorong sambil memegang ember-ember yang diisi penuh dengan air!?”


“…Sayangnya, kalau kau tidak memenuhi kuotamu, oni sungguhan dari neraka akan datang ke sini. Hukuman dari oni akan menjadi sesuatu yang tak akan pernah bisa kau bayangkan. Lagipula, mereka menikam dengan pedang dan membakar dengan api sesuka hati mereka. Pasti kau pernah melihat gambar atau lukisan tentang neraka di buku sejarah atau yang lain.”


“Uuh…!!”


“Ya, Itu semua tentang karma. Karma adalah basis untuk segalanya. Sudah kubilang kalau kau itu memiliki hal-hal yang cukup baik karena kau bisa memilih hukuman yang akan diberikan atas dosa-dosamu. Kalau kau mengerti, ayo keluarkan pantatmu.”


Gadis itu melotot ke arahku dan berkata, “Bolehkah aku bertanya tentang suatu hal kepadamu?”


“Putuskan untuk dirimu sendiri. Sama halnya dengan apakah kau bisa bertanya dan berapa banyak hal yang boleh kau tanyakan.”


“Kenapa kau menjalankan sesuatu yang mengerikan seperti neraka yang dioperasikan secara pribadi ini?”


Apakah hal itu benar-benar sesuatu yang membuat penasaran?


Kelihatanya hanya ada 1 jawaban yang mungkin.


“Aku tidak punya bakat. Aku tidak bisa membersihkan orang mati dari dosa mereka dengan membuat penghalang dan berteriak, ‘Pergilah, roh-roh jahat!’, jadi aku harus mendapatkan poinku dengan metode yang tidak lazim untuk masuk ke surga.”


“Kukira kau dapat masuk surga secara alami kalau kau hidup dengan kesucian? Jika kau harus bergantung dengan metode seperti ini, kau pasti adalah orang yang tidak bisa dipercaya yang menanggung dosa berat yang hanya berpakaian seperti pendeta! Dan aku telah dipenjara olehmu! Wow, menyedihkan sekali ya jadi diriku”


“Dalam ajaran Buddha, kau tidak diizinkan untuk makan daging ataupun ikan. Dan segala jenis percintaan itu dilarang. Ada semacam garis halus yang memisahkan surga dari neraka sehingga kau berakhir di sisi lain bahkan tanpa menyadarinya. Hanya dengan menjalani kehidupan normal dalam masyarakat modern saja sudah berarti kalau kau telah mengumpulkan dosa-dosa kecil setiap harinya. Hanya saja hampir semua orang tidak menyadarinya.”


Mendengar hal itu, gadis itu tidak punya pilihan lain selain diam.


Dari apa yang telah kulihat dari data kehidupannya, makanan favoritnya adalah giant burger.


Dan juga, dia pasti sudah ingin mencoba hal-hal percintaan. Dan gadis remaja mungkin suka berpikir tentang suatu hal dengan lebih jelas dibandingkan dengan pemikiranku yang samar-samar.


“Toh, setelah melewati siksaan-siksaan ringan neraka, kau bisa menuju rute reinkarnasi. Dan aku bisa membayar dosa-dosa yang telah kuperubuat. Kita berdua akan mengalami kemenangan.”


“Kh. T-tapi…”


“Oh, jangan khawatir. Menyentuh pantatmu tidak akan menambah dosa seksualku.”


“Hal itu malah membuatku lebih jengkel!!”


Jika kita tidak mulai bergerak, kita tidak akan bisa pergi ke mana-mana.


Sepertinya gadis itu juga menyadari hal itu. Pelan-pelan dia mulai beralih ke posisi merangkak, tapi kemudian…


“Ah!! Tunggu dulu!!”


“Apa lagi sekarang?”


“Kau bilang aku bunuh diri, kan? Tapi aku tak pernah ingat kalau aku melakukan hal itu!!”


“Yah, manusia memiliki kecenderungan untuk mengubah ingatan mereka secara tidak sadar. Kematian adalah saat di mana kau melewati batas biologi. Ingatan tentang kematianmu hanya akan merusak kepribadianmu.”


Dari ekspresi gadis itu, terlihat kalau dia tidak yakin dengan jawabanku.


Dia melipat tanganya dan berkata, “Jadi bagaimana dan kenapa aku mati?”


“Kau lompat dari air terjun yang memang terkenal sebagai tempat untuk bunuh diri. Alasannya karena sesuatu tentang percintaanmu ternyata tidak berjalan seperti yang kau harapkan. Apa kau kenal Yamada-kun dari kelasmu? Dia adalah cowok keren dari tim sepak bola di sekolahmu. Kau menyatakan perasaanmu kepadanya damun dia menolakmu.”


“Tunggu, tunggu. Mungkin aku gak mengingat apapun soal kematianku, tapi aku mengingat waktu-waktuku di sekolah. Dan aku gak tahu siapa Yamada itu!!”


“Ah?” kataku kebingungan.


Gadis itu teriak sambil kebingungan.


“Aku gak tahu Yamada manapun!! Aku tidak bertukar alamat email dengan siapapun dari kelasku. Bahkan jika Yamada itu beneran ada di kelasku, aku yakin kalau aku gak pernah jatuh hati kepadanya!!”


“…Apa yang sebenarnya terjadi?”


Pertanyaanku malah dibalas dengan pertanyaan-pertanyaannya.


“Hei, tunggu sebentar. Apakah aku benar-benar bunuh diri? Dari mana kau mendapat informasi mengenai motifku? Jika hal itu dari catatan bunuh diri, apakah kau yakin kalau aku yang menulis catatan itu? Jika kau mendengarnya dari orang-orang di sekitarku, apakah hal itu bukan hanya gosip belaka?”


“…”


“Jangan mengalihkan pandanganmu!! H-hal ini menjadi semakin mencurigakan. Jika ternyata aku dibunuh bukannya bunuh diri, apa yang aku lakukan di sini? Korban malang yang pantatnya hendak dipukul karena dosa yang tidak berdasar!”


“Y-yah, itu adalah penghakiman yang kau dapat, jadi kenapa gak lewati saja semua ini…iya kan?”


“Lihatlah ini dengan teliti.”


“…Serius?”


“Lihatlah ini dengan teliti!! Jika ternyata kau keliru dan menuduh jiwa yang suci, kau tidak akan meningkatkan poin untuk masuk surga, kan!? Jadi temukanlah kebenaran dari semua masalah ini!!”


“Ya, tapi ada kuota hukuman yang harus dipenuhi dan kau adalah tawananku yang pertama. Jika aku tidak menunjukkan kalau neraka yang dioperasikan secara pribadi olehku dapat berjalan dengan lancar, Mungkin aku akan kehilangan hak untuk menjalankannya…”


“Li. Hat. Lah. I. Ni. De. Ngan. Teeeeellllliiiiiittttttiiiiiiiiiiiiii !!”