Boku wa Tomodachi ga Sukunai: CONNECT Bab 4

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Dua Bintang[edit]

Awal September mendekati ujian akhir, hari Jumat sepulang sekolah.

Dalam ruangan Klub Tetangga Kashiwazaki Sena sangat antusias dengan eroge-nya sendirian.

Walaupun Kusunoki Yukimura juga berada di ruangan itu, namun tidak terdapat obrolan di antara Yukimura dan Sena.

Sena melanjutkan perburuan heroinenya dengan mulus, dan adegannya mulai memasuki adegan yang membuatnya jadi disebut eroge.

Lalu, ketika ia berbalik karena merasakan tatapan yang tiba-tiba, Yukimura telah berdiri di belakangnya.

"A-Ada apa Yukimura?"

"Tidak, tidak ada apa-apa."

Yukimura menatap layar komputer dengan tenang dan tanpa ekspresi seperti biasanya.

Di layarnya terlihat seorang gadis cantik angkuh berambut hitam setengah telanjang "...... Kau bebas melakukan...apa yang kau inginkan padaku..." katanya.

"Ja-Jadi ?"

Sena kembali menghadapi komputer dan mengklik. Adegannya berlanjut dari gadis cantik yang setengah telanjang menjadi telanjang bulat.

Terlebih lagi, ketika dilanjutkan sang protagonis mendorong jatuh heroine pada akhirnya.

"......Ah."

Sedikit desahan rasa tertarik dari belakang. Sena berhenti dan kembali berpaling ke arah Yukimura.

"......mm, anu. Aku tidak bisa berkonsentrasi kalau diamati sedekat ini."

Bahkan Sena pun akan merasa malu ketika dilihat orang lain memainkan adegan eroge.

"Mohon maaf untuk ini."

Yukimura melangkah mundur kira-kira dua langkah ke belakang "Silakan" dan meminta melanjutkan.

"Walaupun begitu tidak perlu seperti ini......" keluh Sena.

"Ngomong-ngomong mereka telat kali ini. Ada apa ya?"

"Ya?" Yukimura terlihat sedikit kebingungan dan setelah itu pembicaraan pun berhenti.

"......uuh"

Tidak tahan dengan keadaan yang canggung, Sena mengirim email "Kenapa tidak ke ruangan klub" ke Kodaka.

Seorang gadis yang selalu arogan dan mengerjakan sesuatu sesukanya, Kashiwazaki Sena ingat hanya ada satu makhluk yang susah ditangani

——Yaitu Kusunoki Yukimura, manusia yang mengerjakan sesuatu sangat sesukanya sendiri yang melebihi Sena.

Tidak lama kemudian tiba balasan dari Kodaka "Belajar buat ujian".

"Huuh" secara spontan Sena sedikit mengeluh.

HgnC 091.png

Lalu saat itu

"Ngomong-ngomong" Jarang-jarang Yukimura membuka mulutnya sendiri.

"A-Apa ?"

"Apakah Sena-anego tidak memainkan game ponsel?"[1]

Yang dimaksud Yukimura bukannya konsol game yang bisa dibawa kemana-mana seperti Playing State Portable (PSP), melainkan game yang dimainkan di ponsel.

Sena pun tahu cukup banyak game kelas atas yang tidak kalah dengan konsol game terbaru, namun ia bukannya tidak tertarik.

"Ponselku modelnya cukup lama dan kemampuannya tidak terlalu bagus. Sepertinya tidak bisa memainkan game terbaru."

Ketika ia mendengar Kodaka menggunakan model ini, ia menyuruh Stella secara khusus untuk mencarinya karena sudah tidak ada lagi di toko.

"Nah, untuk sekarang aku sudah cukup dengan komputer dan konsol game biasa. Masih banyak juga game yang ingin aku mainkan"

"......Jadi begitu ya"

Entah mengapa wajah Yukimura terlihat agak gembira.

"......?"

Sena mengirim email lagi ke Kodaka dengan perasaan ragu-ragu "Itu bukan masalah, datanglah kesini"

"Tidak bisa" "Memangnya di ruangan klub ada apa?" Balasan dari Kodaka masuk secara berturut-turut.

Sedikit bimbang, Sena pun mengirim "Hanya ada Yukimura (>_<)" setelah itu.

"......ehee"

Sena sendiri tidak menyadari ia tertawa kecil sembari berbalasan email dengan Kodaka, Yukimura diam-diam menatapnya dengan sedikit perasaan iri.


Catatan[edit]

  1. Yukimura menyebut けーたいげーむ yang dapat berarti game ponsel atau game yang bisa dibawa kemana-mana, kalimat berikutnya menjelaskan mengenai hal ini


Mundur ke Bab 3 Kembali ke Halaman Utama Maju ke Bab 5