Chuuko Indo:Jilid 2 Prolog

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Prolog[edit]

"Ayo ... ..Araa ...... ..miiiyaaaa ... ..baaaaa ..........nguuun…"

Aku mencoba menggerakkan tubuhku bolak-balik, tapi aku merasa ada sesuatu berat yang duduk di atasku, maka aku pun tidak bisa bergerak.

Rasanya seperti ada seseorang yang duduk tepat di atas perutku dan itu sangat tidak menyenangkan.

Yah, mungkin karena aku tidak menyadarinya sebelum aku terbangun.

Atau, ini pasti karena aku sudah membiarkan jendela di kamarku terbuka lebar, sehingga cahaya masuk ke dalam kamarku,

Itu menyebabkan serotonin [1] otak membangunkanku karena sorotan sinar matahari

Bahkan, jika aku sudah menyadari apa yang sedang terjadi, aku sama sekali tidak bisa bernafas.

Biasanya, setiap pagi, tidak ada yang bisa masuk ke dalam ruangan ini. Tapi kali ini, siapa sih yang berani masuk ke dalam kamarku dan mengatur jam alaram agar tidak berdering sama sekali?

Hari ini hanyalah hari biasa, dimana aku harus pergi ke sekolah seperti biasa. Apakah tadi jam alaramku sudah berbunyi, ataukah belum?

Jamku masih tidak berdering, seolah-olah dia mengatakan: 'Tolong biarkanku tidur sekitar 10 menit lagi'

Pergerakan arus air dan udara sepertinya tidak berhenti sama sekali.

Lalu, dengan malas aku membuka mataku yang lebar.

Baiklah, benda berat apakah yang duduk di atasku ini?

Aku mencoba melihat apa yang ada di depanku meskipun silau matahari menghalanginya, lagian mataku belum fokus penuh.

Setelah mataku menyesuaikan dengan cahaya, dan kabut bayangan mulai memudar, aku berhasil melihat wajah seseorang yang menindihku.

"Oh Aramiya, kau sudah bangun."

Itu adalah Ayame.

Mengapa teman sekelasku ada di kamar tidurku?

Dia berseragam sekolah, dan duduk bersimpu di atas pinggulku.

... .hh ?! Bagaimana?! APA YANG SEDANG TERJADI DI SINI!?

Apakah aku sedang bermimpi atau tidak?

Sebelum ini terjadi, aku telah mengimpikan sesuatu yang serupa dengan kejadian ini.

Tapi tunggu, kehangatan dan kenyataan yang kurasakan ini………

INI BUKAN MIMPI?!?!

"AAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHH!"

Tanpa sengaja, aku berteriak sangat keras.

Aku membuat Ayame terkejut, sehingga dia pun menjauh dariku, kemudian dia duduk di atas kasur dengan sopan.

Chuuko Vol 2 p-018.jpg

APA-APAAN INI?! AKU BENAR-BENAR TIDAK PAHAM MENGAPA INI TERJADI PADAKU!! Bahkan darahku belum cukup mengaliri otakku! Apakah aku kehilangan asam amino, sehingga otakku tidak bisa memproses apa yang sedang terjadi di sini!

"B- B- B- B- B- B- B- B- B-BAGAIMANA BISA KAU MASUK KE SINI?!"

Aku melihat sekeliling sejenak .......

Dari apa yang bisa aku lihat di sini, tempat tidur, meja kerja, rak buku, lemari pakaianku, poster-posterku, beserta langit-langit…. semuanya jelas-jelas bagian dari kamarku yang biasa. Sehingga, aku pun yakin bahwa ini adalah kamarku.

Lalu, di pagi hari ini, di ruangan ini, ada Ayame bersamaku…. Ini sungguh membuatku tertekan.

Tatapan mata yang tajam dan mengintimidasi itu, lambat laun mulai terlihat tenang. Namun, parasnya yang cantik menunjukkan keragu-raguan. Rambut twintail-nya yang hitam kemilau itu terhampar di kasurku, dan semakin menegaskan aura keragu-raguan pada dirinya. Aku masih duduk dan termangu menatapnya, sampai akhirnya aku sadar bahwa pikiranku semakin memanas.

Ketika hal ini terjadi, aku mulai mati rasa.

Aku bersumpah, aku benar-benar tidak membawanya pulang bersamaku.

"S-S-Selamat pagi Aramiya"

"Ooh, Mmmh, pagi Ayame"

Dia tidak menjawab pertanyaanku tapi dia hanya menyapaku, dan aku juga balik menyapanya.

Mungkin karena aku sudah terbiasa melihat adegan seperti ini di dalam game, sehingga aku pun bisa memulihkan kesadaranku dengan segera.

Otakku mulai berfungsi dengan normal.

"Ini seperti yang terjadi kemarin, saat aku sedang bermain eroge dan melihat adegan ini, kemudian aku coba untuk melakukan ini tanpa alasan yang jelas ...”

"Yahh, jika kau hanya ingin belajar memasak dan membuat makanan, ya lakukan saja! Tapi gimana sih caramu sampai bisa masuk ke sini?!!"

"Aku meminta bantuan dari Kiyomi-chan."

Oh, jadi Himōto-ku itu ya biang keroknya. [2]

Sejak kapan kedua orang ini saling akrab, sehingga mereka mulai berkomunikasi satu sama lain?

"A-apa yang kulakukan ini salah?! Haruskah aku mengguncangmu lebih keras untuk membangunkanmu? Atau, haruskah aku menarik selimutmu? Ahh, atau haruskah kita tidur bersama tadi malam ...!?”

Jawabannya gak ada yang jelas.

Gadis ini mungkin berpikir bahwa aku masih syok karena aku terbangun dengan cara yang tidak biasa.

Awalnya, dia adalah seorang preman yang kejam. Namun, dia bahkan meratap saat melihat anak kecil yang menangis, sampai akhirnya dia merubah model rambutnya menjadi twintail hitam. Selain itu, sekarang dia juga menekuni dunia Eroge sampai menjadi Otaku.

Akulah penyebab utamanya. Sejujurnya, aku juga merasa bersalah.

"Jika aku lebih manis daripada gadis-gadis di anime dan game, apakah itu sudah cukup bagimu!?"

Kata-katanya selalu terngiang di kepalaku, seakan-akan aku melihat adegan eroge yang berulang-ulang. Dia mengatakan itu bahkan setelah aku menolaknya. Dia datang untuk mengungkapkan cintanya kepadaku, itu karena aku (kebetulan) menyelamatkannya saat dia diserang oleh sekelompok preman.

Sejak saat itu, Ayame mencoba melakukan banyak hal seperti, menirukan Eroge yang dia mainkan. Tapi hari ini, dia benar-benar sadis.

"Jadi, apakah aku harus menjadi teman masa kecilmu? Atau, haruskah aku menjadi adik perempuanmu?”

"Umm, bukan itu masalahnya."

Memang benar bahwa sembilan dari sepuluh orang yang membangunkanku adalah teman sekolah, atau mungkin juga adik perempuanku.

Tidak termasuk orang yang sudah menjalin hubungan denganku.

"Jika aku tidak bisa menjadi adik perempuanmu, maka apakah kau bersedia menjadikan diriku teman masa kecilmu?”

"Kalaupun itu jadi kenyataan, memangnya apa yang sudah kita lakukan di masa lalu?"

Andaikan saja kami tumbuh bersama-sama sejak kecil, maka tidaklah masalah jika kami disebut teman masa kecil. Tapi kami hanya barusan saling kenal ketika sudah menginjak bangku SMA, jadi agaknya terlalu sulit jika kami disebut teman masa kecil.

Menurutku, memiliki teman masa kecil adalah sesuatu yang sangat sakral.

Jika dilihat dari sudut pandang tertentu, itu bahkan lebih sakral daripada memiliki adik perempuan idaman.

Ketika kamu memiliki teman masa kecil, maka kalian akan saling memanggil dengan panggilan akrab yang unik, dan teman masa kecil tidak harus memiliki suatu hubungan spesial, tidak seperti adik perempuanku.

Terlebih lagi, aku dan Ayame tidak ada hubungan darah, jadi mana mungkin dia kuakui sebagai adik..

Tapi, adalah suatu keajaiban jika cewek seperti itu kuakui sebagai teman masa kecilku, walaupun kami berdua tumbuh dewasa bersama-sama.

Kalau pun keajaiban itu ada, mungkin aku memang ingin memiliki seorang teman masa kecil, dan hubungan kami pun semakin erat dan harmonis.

Sialan, memiliki teman masa kecil sungguh kereeen.

Ahhh… rasanya aku ingin masuk ke dalam dunia 2D, kemudian membiarkan teman masa kecilku memanjat melalui jendela untuk membangunkanku di pagi hari. Jika dia menyebut namaku diakhiri dengan 'chan', maka itu akan lebih baik lagi.

"Sei-chan, waktunya bangun, kalau tidak…. sarapanmu akan segera dingin, lho"

Jika aku memiliki kesempatan untuk mendengar perkataan seperti itu, maka aku bisa mati dengan damai.

"Kotoko-san, kalau kau belum sarapan, maukah kamu sarapan bersamaku?"

Dan tiba-tiba, aku mendengar adik perempuanku berteriak dari balik pintu.

"Tunggu dulu, Kiyomi, apakah kali ini kaulah yang diam-diam membantunya!!? Apakah kau lupa mengatakan maaf padaku?!?”

"Kau berisik sekali, perjaka tak tahu malu! Aku tidak sedang berbicara denganmu!"

Begitu aku mulai mengeluh, Kiyomi membanting pintu dengan keras bersamaan dengan penghinaannya.

Wajahnya menunjukkan ekspresi menantang pada siapapun di hadapannya. Rambut cokelatnya yang lembut dipotong sampai sepanjang punggung. Ada sebuah jepit rambut yang menempel di keningnya. Kulitnya yang seharusnya bengkak, kini malah terlihat cekung. Dan bagian yang kemaren sudah cekung, sekarang terlihat semakin cekung. Itu berarti, tubuhnya tampak sangat kurus, sampai-sampai orang lain akan mengasihani cewek ini ketika melihatnya. Dia memakai seragam sekolah yang sama dengan sekolahku, tapi itu adalah seragam untuk adik kelas yang lebih muda setahun. Warna lipatan pada kerah dan roknya terlihat berbeda dengan punya Ayame. Betisnya ditutupi dengan kaus kaki putih, bahkan itu terlihat begitu nge-press, tapi aku tahu benar bahwa kakinya yang kerempeng itu memendam kekuatan dahsyat yang siap menendang tanpa ampun siapapun yang membuatnya marah.

Jika aku harus menebak seperti apa gadis SMA sekarang, jika aku perlu memberi contoh bagaimana penampilan gadis SMA sekarang, ya seperti inilah wujudnya. Tak peduli dilihat dari sudut manapun, cewek itu tidak terlihat seperti adikku yang biasa.

"Orang sepertimu lebih baik makan debu dan kotoran sana, dan cepatlah bangkit dari kamar tidurmu."

Nih orang suka banget mencela. Kau tahu, ya seperti inilah adik perempuan di dunia nyata.

Aku benar-benar ingin tahu apa yang menyebabkan dia kehilangan semua kebaikannya selama ini. Sejauh kami saling kenal, dia masih memanggilku Onii-chan secara normal.

"Apakah tidak masalah bagimu?"

Saat Ayame menanyakannya dengan ragu, Kiyomi pun tersenyum lebar. Ini pertama kalinya aku melihatnya menunjukkan ekspresi seperti itu. Aku penasaran, bagaimana dia bisa mengendurkan otot wajah seperti itu.

"Tidak masalah! Ibu dan Ayah juga mengatakan kepadaku bahwa mereka ingin makan bersama denganmu. Kalau yang datang Kotoko-san, maka aku akan membuka pintu rumah selebar-lebarnya! Cepat dan bergabunglah dengan kami!”

Kiyomi berbicara dengan gembira, lantas dia berjalan dengan semangat menuruni tangga.

Mereka sangat dekat satu sama lain, seperti sepasang saudari ...

"Kau sangat beruntung memiliki adik perempuan."

"Kalau kamu pengen adik perempuan, ambil saja dia."

"Tu-tunggu sebentar, dia adik perempuanmu. Jadilah baik-baik lah padanya. Di Eroge, tidak peduli sebenci apapun kau terhadap adikmu, ujung-ujungnya kau akan menyukainya.”

Aku tidak pernah menyangka bahwa dia akan menggunakan game Eroge untuk menceramahiku, tapi tetap saja dia benar.

Meskipun aku harus lebih bersikap baik pada adikku, tapi dia sudah keterlaluan. Mencoba untuk bersikap baik padanya, dan lihatlah apakah tokoh utama Eroge masih bisa menanganinya atau tidak. Jika memang bisa, maka dia pasti memiliki hati yang sangat terpuji. Dan dia pasti akan mendapatkan pencerahan.

"Baiklah kalau begitu, aku akan sarapan bersama keluargamu ... .. Kau sama sekali tidak keberatan kan, Aramiya?”

"Aku sih gak masalah. Lagi pula, kau selalu membuat bekal makan siang untukku. Ibuku juga ingin membalas kebaikan hatimu.”

Ayame tersenyum riang, lantas dia keluar dari ruanganku, lalu menuruni tangga dengan gembira.

Aku kemudian melihat dia, lantas aku mendapat firasat bahwa sepertinya hari ini akan jadi hari yang gila untukku.

"Sangat sulit untuk menemukan kedamaian ..."

Aku mungkin tidak bisa kembali ke hari-hari penuh ketenangan itu lagi.
  1. Serotonin (5-hydroxytryptamine, 5-HT) adalah suatu neurotransmiter monoamino yang disintesiskan pada neuron-neuron serotonergis dalam sistem saraf pusat dan sel-sel enterokromafin dalam saluran pencernaan. Hormon ini dipercaya sebagai pemberi perasaan nyaman dan senang. Dikutip dari Wikipedia Bahasa Indonesia tanpa perubahan.
  2. Istilah ini dipopulerkan oleh serial Homouto Umaru-chan. Sebenarnya, makna Himouto adalah seseorang yang cukup berprestasi di kehidupan sosialnya, namun begitu malas ketika berada di rumah.