Date A Live (Indonesia):Jilid 5 Prolog

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Prolog: Membalik Penaklukkan[edit]

"...Bagaimana bisa berakhir seperti ini?"

Shidou, setelah bergumam tak berdaya, mengedipkan matanya sambil memeriksa situasi seperti apa yang ia hadapi saat ini.

Shidou memastikan bahwa disana ada dua gadis di sepanjang penglihatannya.

Salah satu dari mereka memiliki rambut berwarna cerah dan diikat. Dia terlihat seperti seorang gadis yang pantang menyerah.

Kedua sisi dari bibirnya yang lucu sedikit terangkat, dan senyuman yang indah memancar dari wajahnya. Dari tulang selangkanya yang menonjol sampai ke lehernya yang berbentuk kurva indah berlawanan dengan perilaku berlebihannya. Ada pesona menggelitik yang meluap-luap darinya yang membuat indra Shidou tidak karuan.

"Kuku......oh, Shidou. Apa yang mengganggumu? Semua yang perlu kamu lakukan adalah memilihku, Yamai Kaguya. Jika kamu melakukannya, Aku akan memastikan semua mimpimu menjadi kenyataan."

Setelah mengatakan itu, gadis itu-Kaguya menarik tangannya dengan elegan seolah dia sedang tampil dalam sebuah opera, dan mengangkat dagu Shidou. Itu adalah sebuah tindakan yang sederhana, dan lagi, terasa seperti sengatan listrik yang mematikan dan mengalir dalam otak Shidou.

Tapi---bukan itu masalahnya.

Gadis lainnya yang anehnya seperti Kaguya-saking persisnya kamu bisa mengira dia sebagai seorang doppleganger-dan penampilannya hampir sama dengan gadis yang sebelumnya.

Rambutnya di kepang menjadi 3 untaian, dan matanya tak memiliki tanda-tanda energi di dalamnya. Berlawanan dengan itu, mata Shidou dengan sendirinya menatap proporsi tubuhnya, sementara sedang digodai oleh perasaan seksi hanya dengan melihatnya.

"Godaan. Shidou, daripada Kaguya, tolong pilih Yuzuru. Jika kamu mengambil tubuh lemah Kaguya, kamu hanya akan dibalas dengan kesenangan yang hambar."

Setelah mengatakan itu, dia menggunakan ujung jarinya untuk mencolek pipi Shidou. Shidou secara spontan menjadi kaku oleh perasaan berhawa nafsu itu.

"Fuu........menyerahlah,menyerahlah. Jika seseorang sepertimu menjalin hubungan dengannya, kamu hanya akan mengganggu Shidou."

"Tawa sinis. Karena kau tidak bisa mengalahkanku secara langsung, kau harus melakukan sesuatu yang memalukan seperti meniru tindakan Yuzuru."

Sesudah mata Kaguya dan Yuzuru saling bertatapan, mereka berdua berbalik melihat pada Shidou di saat yang sama, dan lalu, lagi di saat yang sama, mereka berdua langsung mengulurkan tangan mereka.

"Jadi, Shidou."

"Pertanyaan. Siapa yang akan kamu pilih?"

"Tidak,b-bahkan jika kamu mengatakan sesuatu seperti itu..."

Shidou membiarkan keringat dingin di wajahnya mengalir sambil kembali menarik diri.

Ketika dia melakukannya...

"Hei...aku yang paling lucu, kan?"

"Pertanyaan. Apakah Yuzuru...buruk?"

Dan seperti itu, mereka berdua melihat ke Shidou sementara menanyakannya.

"Uhh......"

Di dalam kepalanya, kebingungan dan pertanyaan berputar-putar.

Memang benar bahwa untuk menyelamatkan Spirits, dan untuk menyelamatkan dunia, Shidou harus memikat hati mereka.

Namun...mengapa.

--- Malah Shidou yang ditawan oleh Spirits.

Karena Shidou cengengesan sambil mencoba menghindari pertanyaan mereka, Kaguya dan Yuzuru merentangkan tangan mereka lebih dekat padanya.

"Yah----dari kedua sisi."

"Bandingkan. Shidou. Tolong pilih."