Date A Live (Indonesia):Jilid 6 Prolog

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Dalam sebuah aula pameran sekolah Tenguu yang luas, diisi dan dipenuhi dengan anak-anak remaja.

Itu adalah Festival Bersama Seluruh SMU Kota Tenguu, sebuah festival yang diadakan setiap satu tahun sekali. Di setiap tempat diisi dengan berbagai macam stan untuk makanan dan minuman serta macam-macam barang dipajang disana. Ada juga para murid dengan seragam sekolah yang berbeda saling bersahutan untuk menarik perhatian pelanggan.

“Ufufu, hei------kemana selanjutnya kita pergi---“

Disuatu tempat yang dipadati remaja yang sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing, Itsuka Shidou sedang jalan-jalan bersama seorang wanita cantik.

Gadis itu terlihat anggun diselimuti dengan seragam sailor berwarna biru laut. Sebuah jepitan berukuran besar terpasang di rambutnya yang panjang. Ekspresi ceria menghiasi wajahnya yang cantik. Dia memakai rok seragam sekolah sepanjang lututnya, ditambah dengan ukuran badannya yang proporsional, tidak ada yang bisa menandingi kecantikannya.

Tapi, walaupun dengan semua kelebihan yang diperlihatkannya……………Shidou tidak mampu mengatakan secara langsung dihadapannya.

Itu karena disebabkan oleh [Suara]nya. Bahkan saat berbicara dengannya, sedikit saja dia kehilangan fokus di pikirannya, suaranya yang indah, akan membuat siapapun yang mendengarnya jatuh hati, membuat gendang telinga Shidou berdengung sesaat. Rasanya seakan-akan dibius dengan [racun telinga]. Dia--------Izayoi Miku, pemilik suara yang indah itu dan bisa dibilang, dia bagaikan seorang penyanyi terkenal atau tokoh dongeng yang datang dari istana kerajaan yang megah.

“Aku lapar. Kamu mau makan sesuatu?”

Tapi wanita yang memiliki suara indah itu, tidak terlalu perduli dengan hal itu, dan tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Shidou tersenyum hambar dengan sendirinya. 120 persen kencan di festival itu menjadi pemandangan yang menyenangkan, yang menjadi impian 90 persen remaja SMU lainnya. Nyatanya, sekarang banyak pengunjung yang datang ke festival, semuanya melihat ke arah Shidou dan Miku. Ditambah lagi, ada sebagian orang sedang memotret mereka berdua dengan seenaknya.

Tetapi…………………itu mereka lakukan bukan karena mereka iri atau cemburu, setidaknya begitulah menurut Shidou.

Penyebabnya sederhana.

“………………..Haaa”

Shidou menarik napas panjang----------menghembuskan dari tenggorokannya dengan suara tinggi, dia mendesah.

“Apa…………….yang sedang ku lakukan”

Suaranya tampak seperti suara seorang wanita, berapa kalipun orang lain mendengarnya. Sekarang, Shidou memakai pakaian yang benar-benar berbeda dari yang biasa dia pakai.

Dia memiliki rambut panjang yang terurai lurus di punggungnya, wajahnya didandani dengan bedak, mascara, perona pipi, dan foundation. Seluruh tubuhnya ditutupi dengan baju berwarna biru gelap dan apron dengan jumbai disekelilingnya, seperti maid-san.

Singkatnya, Shidou yang sekarang ini, dilihat dari sisi manapun, tampak seperti seorang perempuan.

“Hei, hei, Shiori-san. Kau suka panekuk----?”

Tidak bisa menebak isi pikiran Shidou, Miku bertanya dengan nada ceria.

Shidou menghembuskan napas panjang sekali lagi, lalu menjawab pertanyaan Miku dengan suara layaknya seperti seorang gadis.