Destruction Flag Otome Indo:Jilid 1 Bab 12

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Bab 12 – Aku ditantang ke sebuah pertandingan[edit]

Beberapa minggu berlalu setelah ladangku dipulihkan, dan sekarang dipertengahan musim panas. Akhirnya aku mendengar berita bahwa Mary dan pangeran Alan telah resmi bertunangan.

Dan hari ini, ketika Mary berkunjung ke kediaman Claes, aku langsung berusaha mendapatkan informasi darinya.

“Mary, jadi pertunanganya telah diputuskan, selamat ya!”

“Iya. Terima kasih banyak. Sekarang aku juga tunangan seorang pangeran, aku bisa bersama nona Katarina, aku sangat senang!”

Mary sangat senang, tapi...... itu tidak terlalu terdengar seperti karena dia menginginkan Alan.

“Uhh, apakah kamu sudah bertemu dengan pangeran Alan?”

“Iya. Aku sudah bertemu dengannya.”

“......Dan, bagaimana rasanya?”

“Bagaimana apanya”

“Yaa..... seperti apa pemikiranmu terhadapnya.....”

Lagi pula, karena aku mencuri kata-kata khas pangeran Alan sebelumnya, aku masih merasa sedikit bersalah terhadap pangean Alan. Aku penasaran apakah pangeran Alan bisa memikat Mary tanpa kalimat andalannya.

“Dia adalah orang yang cukup tampan. Oh, dan dia memujiku dengan cara yang sama seperti nona Katarina tentang tamanku.”

“Ohh. Lalu?”

Hmm. Untuk saat ini, semua berjalan seperti cerita awalnya. Yang aku kuatirkan adalah hal yang datang selanjutnya.

“Apa maksudmu lalu?”

“Uhh, apa ada hal lain setelah itu?”

“........ Itu sudah semuanya.”

Mary melihatku dengan penasaran. Apa ini!? Itu saja? Oh tidak, bagaimana dengan kalimat yang dipertanyakan.... Apa dia tidak mengatakannya?

“Ya, uh. Aku penasaran, apa dia mengatakan sesuatu mengenai jempol hijau Mary?”

“..... Jempol hijau...... Ya ampun, nona Katarina, apa kamu tidak mendengarkanku?”

“Uh, itu artinya dia mengatakannya? Apa itu benar?”

Entah mengapa Mary terlihat sedikit malu, dan dia melanjutkan perkataannya dengan ragu-ragu.

“ini sangat memalukan. Tidak mungkin, untuk membuat nona Katarina sendiri mendengarnya.”

“Oh, jadi dia mengatakannya..... Huh? Aku?”

“Ya, maksudku, apa kamu benar-benar mendengarkan? Aku memberitahu Alan apa yang nona Katarina katakan, tentang aku memiliki jempol hijau.”

“Eh? Kamu mengatakannya sendiri kepada Alan? Dan lagi, sama persis seperti yang aku katakan?”

“Iya, mendengar hal seperti itu dari nona Katarina, aku benar-benar senang. Jadi aku juga memberitahukannya kepada pangeran Alan.”

Sambil mengatakannya, pipinya memerah.

..... Jadi, maksudnya. Karena Mary yang pertama kali memberitahu pangeran Alan bahwa aku memuji jempol hijaunya sebagai keberadaan spesial, pangeran Alan tidak memiliki kesempatan untuk mengatakan “Mary, kamu dan jempol hijaumu adalah keberadaan spesial.”

Lalu pangeran Alan tidak memiliki apapun untuk dikatakan. Karena aku telah mengatakannya. Aku benar-benar minta maaf pangeran Alan.

Setelah itu, sepertinya Mary masih memiliki kesan yang baik tentang pangeran Alan, tapi bukan ‘suka’ dalam hal yang seperti itu..... Aku benar-benar minta maaf, pangeran Alan.

..... Yaa, karena mereka masih dihubungkan oleh pertunangan, kamu seharusnya masih memiliki kesempatan untuk membuatnya menyadari pesona seorang pangeran. Semoga beruntung, pangeran Alan!

Sepertinya, karena aku melihat ke kejauhan, Mary merasa cemas dan bertanya kepadaku, “apa perutmu baik-baik saja?” dia memang nona yang sangat baik.

Karena aku telah mengganggu kebahagiaan kalian berdua, aku sungguh berharap kalian bisa menemukan kebahagiaan.

Aku tidak bisa bertindak sebagai penengah untuk mereka lagi, tapi aku memutuskan untuk menyemangati mereka dengan lembut di dalam hatiku.

Lalu, beberapa minggu kemudian. Aku telah memanen sayuran terakhir dari ladang.

“Nona muda, pangeran ada disini untuk menemui Nona muda mengenai sesuatu.”

Entah mengapa, Anne terlihat sedang panik.

“Ya ampun Anne, mengapa kamu sangat panik. Karena itu adalah pangeran Jared, tidak apa-apa kan kalau dia datang menemuiku seperti biasanya”

Kalau untuk Jared, awalnya kita selalu menyambutnya dengan serius, setelah tiga hari seperti ini, Jared sendiri yang berkata “kamu tidak harus menyambutku seperti ini,” dan biasanya dia sendiri yang akan menghampiriku.

Dia sudah sepenuhnya terbiasa dengan penampilanku memakai pakaian kerja, jadi tidak perlu mengganti bajuku untuk menyambutnya lagi. Jadi, tidak ada alasan untuk panik hanya karena pangeran telah datang.

“Bukan itu. Nona muda. Dia bukan pangeran Jared.”

“.....Huh?”

Apa yang kamu katakan, Anne. Hari ini tidak ada pesta atau semacamnya, jadi seharusnya tidak ada pangeran manapun yang berkunjung selain pangeran Jared. Aku menarik timun yang sudah matang.

“Adik dari pangeran Jared, pangeran keempat, pangeran Alan telah datang!”

“......Huh?”

Tampa kehendakku, aku menjatuhkan timunnya ke atas tanah.

“......Kenapa?”

“Aku tidak tahu mengapa ia disini, tapi dia disini untuk menemui nona Katarina.”

Entah mengapa, aku memiliki firasat bahwa sesuatu yang sangat menyusahkan akan segera terjadi.

Aku berlari ke dalam rumah, dan berganti ke dalam pakaian seorang Nona muda dengan bantuan Anne sebelum pergi menuju ruang tamu untuk bertemu pangeran Alan.

Lalu dengan cepat aku pergi ke ruang tamu, dan disitu ada seorang anak laki-laki dengan sikap yang angkuh duduk membungkuk di kursi.

“Kamu membuatku menunggu.”

Anak ini, bahkan tidak menyambutku dengan benar di rumaku sendiri, dan menggunakan sikap yang seperti itu. Dia memiliki sikap yang benar-benar buruk. Dengan reflek, pipiku mulai bergoncang. “Berani-beraninya kamu berkunjung tampa pemberitahuan sebelumnya dengan sikap yang seperti itu” adalah yang aku ingin katakan, tapi...... Dia hanya anak berumur delapan tahun. Aku memiliki batin berumur tujuh belas + sembilan, aku adalah orang dewasa yang baik. Itulah yang aku katakan pada diriku sendiri.

“Aku benar-benar minta maaf. Aku memakan banyak waktu untuk bersiap-siap. Namaku Katarina Claes.”

“Aku Alan Stuart.”

Aku menyapanya seperti orang dewasa, dan menggunakan senyuman, tapi Alan lagi-lagi hanya mamiliki sikap yang angkuh.

Alan Stuart. Karena dia adalah target tangkapan, dia memang cukup tampan. Tapi, dia tidak mirip dengan kembarannya Jared. Apabila Jared adalah seorang tipe pangeran tampan kaum ortodoks dengan rambut pirang dan mata biru, ketampanan Alan memiliki kesan liar di dalamnya, dengan rambut perak dan mata birru.

Akan tetapi, walaupun dia sangat tampan....... Dia adalah bocah yang angkuh. Seperti Katarina yang manja dan egois sebelum ingatanku kembali.

Walaupun Jared juga adalah seorang pangeran, dia tidak angkuh. Walaupun karakter game Jared selalu memikirkan hal yang tidak diketahui di dalam, di permukaan dia selalu tenang dan sopan.

Itulah yang aku pikirkan sambil mengamati pangeran Alan yang egois.

“Katarina Claes. Aku datang hari ini karena aku mempunyai hal untuk dikatakan kepadamu.”

Entah mengapa si pangeran angkuh memberikan pandangan tajam kepadaku.

“......Uh. Apakah itu?”

Sejujurnya, aku tidak tahu apa yang Alan inginkan dariku. Ya, aku adalah tunangan pangeran Jared, tapi hal tersebut seharusnya tidak ada hubugannya dengan ini.....

Jika sama seperti di gamenya seharusnya Alan masih menghindari Jared. Intinya, seharusnya tidak ada alasan apapun untuk Alan datang ketempatku.

“Kamu mengenal Mary Hunt, kan?”

“......Eh,ah, iya.”

Huh? Mengapa ini tentang Mary?

“Aku mendengar dari Mary bahwa kalian berdua sangat dekat.”

“......Iya. Kita memiliki hubungan yang sangat baik.”

Pandangan Alan menjadi lebih tajam. Apa ini, apa yang si pangeran ingin katakan.

“Mary Hunt telah menjadi tunanganku. Apa kamu mengetahuinya?”

“Iya. Aku telah diberitahu.”

“Jika kamu mengetahuinya, berhentilah menggodanya!”

“...... Apa maksudmu menggoda!?”

Alan memandangiku dengan marah menggunakan kekuatan maksimum. Aku begitu kaget sampai tidak bisa berbicara.

Tidak tidak, apa yang kamu katakan? Pangeran ini, apa dia baik-baik saja? Kapan aku menggoda Mary... Dia bilang aku menggoda Mary yang sesama perempuan! Pastinya, Mary sangatlah imut dan lembut dan aku sangat menyukainya, dan aku juga ingin akrab dengannya mulai saat ini... Aku ingin memilikinya, tapi aku bahkan tidak pernah mempertimbangkan untuk menikah dengannya! Aku bukanlah orang yang seperti itu!

Akan tetapi, Alan mengabaikanku yang terkaget dan terus menyerangku.

“Apa kamu hanya berpura-pura tidak tahu!? Setiap kali aku mengundangnya, dia selalu berkata ‘aku telah berjanji untuk menemui nona Katarina hari ini’ dan menolakku, dan bahkan ketika kita bersama dia hanya bercerita tentangmu! Semua tentang Mary sangatlah murni, jadi tidak mungkin ada hal lain selain kamu menggodanya!”

“Hey, apa ini! Ini penuduhan!” Aku tidak bisa bersikap seperti orang dewasa lagi dengan Alan yang mengamuk dan berteriak langsung kepadanya.

“Apa maksudmu, penuduhan? Ini kenyataan! Dengan wajah yang seperti itu, kamu menipu Mary yang sangat murni!”

Pangeran angkuh ini, telah menyalahkanku sebagai penjahat janya karena wajah jahatku. Dasar orang tolol yang menjijikan.

“Tidak mungkin itu benar! Itu salahmu karena mengundang Mary ketika dia sudah berjanji untuk datang ke tempatku! Lagi pula, apabila kamu memang benar-benar mempesona seharusnya dia akan datang untuk menemuimu setiap kali kamu mengundangnya! Kamu hanya kurang daya tarik! Dan, dia hanya bercerita tentangku karena dia mendapati bahwa kamu itu membosankan!”

“...... Kurang daya tarik...... Membosankan......”

Aku berteriak kepadanya di tengah amarah tanpa berpikir. Lalu, setelah berteriak, aku menjadi terkejut. Pangeran Alan yang ada di depanku terlihat sudah padat membeku. ....... Ini buruk. aku telah melakukannya sekarang. Sebelum aku menyadarinya aku telah mengatakan beberapa hal mengerikan kepadanya. Dari awal, sebagian ini mungkin karena aku telah mencuri kalimatnya..... Tetapi, lagi-lagi, aku tidak bisa menarik kembali apa yang telah aku katakan, tidak ada gunanya menangis untuk susu yang tumpah. Aku mengeluarkan keringat dingin.

“.......Hahahaha. ini pertama kalinya aku dipermalukan.”

“.....Uhh~. Itu adalah.... uh....”

Wajah Alan terlihat selah-olah akan meledak beberapa saat lagi. Ahh, aku telah mengatakan hal yang tidak bisa ditarik kembali.

“Aku harap kamu sudah bersiap-siap, Katarina Claes. Kata-kata kasar itu, aku menganggapnya sebagai tantangan melawan aku.”

Tidak, tidak, tidak seperti itu. Aku tidak bermaksud menantangmu. Aku hanya sedikit kelepasan...

“Bertarunglah denganku.”

Alan menyatakannya dengan keras.





“.....Dan, bagaimana bisa jadi seperti ini?”

Anne melihatku dengan wajah penuh ketidakpercayaan. Kita berada di taman rumah, di depan pohon tertinggi.

“Jadi, Alan mengatakan hal seperti ‘karena kamu adalah seorang wanita, aku akan membiarkanmu memutuskan cara pertandingannya.”

“......Walau seperti itu, untuk pangeran dari sebuah negeri dan anak perempuan seorang adipati....... Melakukan hal seperti memanjat pohon..... itu sangat....”

“Maksudku, satu-satunya yang terlintas di pikiranku ketika aku berpikir aku bagus dalam hal apa, inilah hal itu...”

“Tidak, dari awal untuk pangeran Alan. Dia pasti belum pernah melakukan apapun seperti memanjat pohon! Dia sepenuhnya padat membeku ketika kamu berkata memanjat pohon!”

“Tidak, tapi dari awal dialah yang pertama kali mengeluarkan tantangan.......”


Memang, ketika aku menyarankan ‘memanjat pohon’ untuk cara pertandingan kita, dia sepenuhnya padat membeku. Mulutnya tetap terbuka dan tidak bergerak selama sepuluh detik penuh. Akan tetapi, ketika aku bertanya kepadanya “Barangkali kamu tidak mengetahui bagaimana cara untuk memanjat pohon?” dia kembali normal dan melaporkan “Tidak seperti itu! Aku terima tantanganmu!”

Jadi, saat ini, yang berdiri di depan pohon tertinggi di dalam taman adalah aku, Anne, Alan, dan para pelayannya. Ngomong-ngomong, adik tiriku yang cerdik dan baik hati, pergi untuk mengalihkan perhatian ibuku agar dia tidak mengetahui tentang keributan ini.

Peraturan pertandingannya simpel. Siapapun yang pertama kali mencapai puncak adalah pemenangnya. Alan memandangi pohonnya dengan mulutnya yang terbuka lebar untuk beberapa saat, tapi sepertinya dia telah bertekad dan menggulung lengan bajunya. Akan tetapi, para pelayan Alan menjadi cukup ribut. Lalu, komentar-komentar seperti “pangera, itu berbahaya,” dan “tolong hentikan” dapat terdengar.

Aku telah berganti ke dalam baju yang membuatku mudah bergerak, dan telah sepenuhnya bersiap-siap.

“Kalau begitu, pangeran Alan. Apa kamu siap?”

“Aku siap kepanpun.”

“Kalau begitu kita akan mulai saat sinyal dari para pelayan.”

“O, Ok.”

Lalu, dengan semua orang menontonnya, pertandingan dimulai.

Lalu, pertandingannya langsung selesai.

Tentu saja, aku menang telak. Aku memanjat pohonnya dengan mulus seperti biasanya, dan sampai ke puncaknya hanya dalam beberapa menit.

Akan tetapi, untuk Alan......... Dia kemungkinan dari awal memang belum pernah memanjat pohon. Ketika aku sedang memanjat, dia masih ragu-ragu pada cabang pertama.

Jadi, aku menang telak dalam pertandingannya, tapi........

“Pangeran Alan. Dengan ini, pertandingannya berakhir. Sudah kan?”

Jangan pernah berpikir bahwa seorang dangeran manja yang tidak pernah memanjat pohon sebelumnya bisa mengalahkanku yang terkenal sebagai monyet di kehidupan sebelumnya! Aku menunjukkan senyuman kejayaan kepada Alan. Lalu, Alan menatapku tajam dengan wajah yang frustasi.

“.....Ini belum berakhir.......”

“Eh?”

“Ayo kita adakan pertandingan ulang! Aku hanya belum terbiasa untuk pertama kali.”

Alan baru saja mengakui bahwa ini adalah kali pertamanya. Dia memang belum pernah melakukan ini sebelumnya. Dia seharusnya mengatakan ini dari awal, dasar sombong.

“Apakah ini benar-benar baik-baik saja? Kamu tidak akan bisa mengalahkanku dengan mudah.”

“Itulah yang aku inginkan!”

Kemudian, Alan menantangku berkali-kali, Tapi.......... Hasilnya selalu sama. Ya, itu adalah hasil yang natural.

Lalu dia berkata.......

“Selanjutnya aku pasti akan menang . Bersiaplah!”

Alan sungguh pecundang yang menyedihkan, dan dia pergi sambil mangumumkan “Aku akan kembali.”

Kemudian, aku menjadi saingan Alan mulai saat itu.