Destruction Flag Otome Indo:Jilid 1 Bab 13

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Bab 13 – Aku mengganti bentuk pertandingannya[edit]

Mulai saat ini, Alan akan terus datang untuk berkata “lawan aku!” dan aku akan selalu mengalahkannya dengan mudah. Sepertinya dia akan terus datang ketempatku untuk mengatakan “ayo kita bertanding!” dan hari-hari kekalahannya terus berlangsung.

Hasilnya, karena dia sering datang kesini hubungan kita tidak terlalu buruk lagi, jadi berteman, dan diselang antar pertandingan kita sering minum teh bersama.

Dan lagi, akhir-akhir ini Alan terlihat ceria dan cukup senang walaupun dia tetap kalah. Itu mungkin hanya imajinasiku saja.

Dengan begini, entah bagaimana aku menjadi akrab...

Akan tetapi, hari itu akhirnya datang.

“Jared? Kenapa kamu disini!?”

Jared dan Alan secara tidak sengaja saling bertemu di taman keluarga Claes. Karena Jared datang setiap tiga hari sekali, dan Alan datang seminggu sekali, tidak aneh apabila mereka akhirnya bertemu disini. Mary yang lebih sering datang dari Alan dengan rata-rata seminggu dua kali, telah menyapa Jared.

Ngomong-ngomong, aku telah sedikit berbicara dengan Jared mengenai Alan yang datang ke sini untuk bertanding denganku. Akan tetapi, aku tidak pernah memberitahu Alan mengenai Jared datang kesini tiga hari sekali. Aku pikir dia sudah tau bahwa aku adalah tunganga Jared, tapi......

Alan terlihat seperti cukup menganggap Jared musuh, tapi dia juga terlihat ragu-ragu untuk mendapatkan penjelasannya keluar dari Jared.

Jadi, karena mereka bersaudara tidak pernah berhubungan satu sama lain, mereka tidak tahu jadwal satu sama lain dan secara kebetulan bertemu di tempatku hari ini.

”Kamu mengatakan hal yang benar-benar aneh. Karena ini adalah keluarga tunanganku, datang kemari itu wajar.”

Jared menjawab dengan senyuman. Itu benar, ini seperti itu, tapi aku pikir kamu datang kesini setiap tiga hari sekali itu berlebihan... Atau, mungkinkah, ini hal wajar untuk menjadi sebuah kebiasaan disini.

“...... Pokoknya, karena aku datang kemari untuk bertanding dengannya hari ini, jangan mengganggu!”

Alan tidak memiliki semangat yang banyak seperti biasanya. Aku penasaran apa yang terjadi dangan aura egoisnya.

Melihat keadaan Alan yang aneh, Jared yang cerdik tersenyum seakan-akan berkata bahwa dia mendeteksi Alan berusaha untuk bersikap tangguh.

“Tentang pertandingan ini, aku dengar selama ini kamu belum pernah menang sekalipun? Bukankah lebih baik apabila kamu menyerah saja?”

Entah mengapa Jared berkata separti itu dengan mata yang sangat dingin. Aku yakin biasanya dia bertele-tele denganku..... Menjadi blak-blakan seperti itu..... Dengan rasa takut aku melirik kepada Alan untuk melihat apakah dia akan meledak karena amarah-

Sepertinya dia tidak terlihat marah... Melainkan, dia memiliki ekspresi yang sangat pahit.

“.....Ti, tidak!! Pertandingannya belum berakhir! Bahkan akupun bisa melakukannya! Bahkan akupun bisa.... Bahkan akupun bisa....”

Entah mengapa suara Alan menjadi agak tersakiti ketika dia berteriak dalam keputus-asaan.

Ya ampun, sepertinya Alan tidak bisa melihat apaun kecuali bayangan Jared. Ada suasana yang tidak bisa dideskripsikan di taman Claes.

Aw, canggung.... Aku merasa setengah terlibat dalam hal ini juga... Suasana ini begitu canggung. Ok, aku harus mengganti topik disini untuk membersihkan udaranya.

Dengan begitu, untuk menghilangkan suasana yang aneh ini, aku menyarankan ide yang aku telah bikirkan baru-baru ini.

“......Uh, uhh pangeran Alan. Kalau boleh, bagaimana kalau kita ganti bentuk pertandingannya? Kalau kita terlalu banyak memanjat pohon ini, akhirnya Ibu pasti akan mengetahuinya dan marah kepadaku.”

Sebenarnya, ini sudah menjadi sebuah keajaiban bahwa Ibu belum mengetahui tentang pertandingan memanjat pohon kita, tapi aku mendapatkan perasaan berbahaya mengenai itu. Juga, tidak hanya Ibu telah menyuruhku untuk berhenti memanjat pohon, kalau didapati bahwa si Pangean pun memanjat pohon, petir pasti akan menyambarku. Setiap kali Alan berkunjung, karena adikku yang dapat diandalkan selalu bersamanya, sepertinya Ibuku sudah mulai mencurigai sesuatu. Jika aku tidak mengganti bentuk pertandingannya disini, semuanya bisa jadi tidak bagus.

“........ Jika seperti itu.... Kalau begitu, kamu ingin bertanding dalam apa?”

“......Hmm~.”

Akhirnya Alan melihatku. Suasana canggug yang tadi sudah sedikit memudar. Syukurlah, syukurlah...

Tapi, untuk aku sendiri yang mengemukakan perubahan bentuk pertandingannya.....

Sejujurnya, sihirku sangat jelek, dan kepintaranku hanya sebatas rata-rata, jadi sebenarnya hanya sedikit hal yang aku bisa bertanding di dalamnya. Atau mungkin, aku sebaiknya kalah dari Alan dengan sengaja agar dia akhirnya puas. Tapi, itu akan sangat menyebalkan.


Sementara aku berkata “Hmm~,hmm~,”, sambil menggelengkan kepalaku, salah satu pelayan Alan berbicara.

“Um, bagaimana kalau sesuatu seperti permainan papan, karena tidak ada resiko cedera?”

Memang, kalau permainan papan, tidak akan ada resiko cedera, dan tidak akan ada perbedaan jenis kelamin juga..... Tapi, di kehidupanku sebelumnya, aku tidak bagus dalam hal seperti permainan kartu atau Othello. Ketika catur sangat terkenal disini, aku bahkan lebih buruk lagi pada itu. Bukannya aku tidak bisa memainkannya, tapi kekalahan akan sangat menyebalkan.

Ketika melihat penampilan tidak puasku, para pelayan itu sepertinya menyadari bahwa itu bukan hal bagus.

“Kalau begitu, bagaimana kalau musik? Orang yang memberikan penampilan terbaik adalah pemenangnya.”

Dia menyarankan ide baru. Alat musik, eh...... Ngomong-ngomong, karena bisa memainkan alat musik sepertinya terlibat dengan status kebangsawanan, aku telah diajari cara untuk memainkan piano dan biola sejak kecil. Di kehidupanku sebelumnya aku bisa memainkan suling dan piano tapi tidak pernah melakukan pertunjukan, dan saat ini aku hanya bisa sedikit memainkan piano. Kalau biola.... Sayangnya, itu bukan untukku.

“Aku, akan baik-baik saja dengan piano.”

Aku menjawab dengan semangat dan Alan juga setuju.

Dengan begitu, pertandingannya berubah dari memanjat pohon, menjadi pertunjukan piano.

Tiba-tiba ini menjadi pertandingan yang lebih kekebangsawanan. Bahkan jika Ibu mengatahuinya, petir tidak akan menyambarku.

Dan disamping diriku yang merasa lega, pelayan-pelayan Alan yang terlihat sangat bahwa “memanjat pohonnya akhirnya berakhir, indahnya.” Para pelayan yang menyarankan permainan papan dan pertandingan musik dipuji seperti “kerja bagus” oleh para pelayan lainnya.

Dengan begitu, semua orang berpindah ke ruangan piano untuk pertandingan piano dengan ketenangan di pikiran.

Piano keluarga Claes benar-benar megah, cocok untuk seoran Adipati. Itu memberikan lebih banyak rasa kelas-atas daripada yang ada di ruangan musik di sekolah dalam kehidupanku sebelumnya. Juri untuk pertunjukan kita adalah pelayan-pelayan Alan dan pelayan-pelayanku, dan kita juga meminta Jared untuk menilai. Dan kemudian telah diputuskan bahwa aku akan tampil pertama, lalu diikuti oleh Alan.

Aku menghampiri pianonya dan duduk di kursi pianonya. Di kehidupaku sebelumnya aku hanya bisa memainkan “Flea Waltz,” tapi sekarang aku juga bisa memainkan potongan latihan untuk anak-anak. Aku membuat beberapa kesalahan, tapi aku pikir aku melakukannya dengan cukup baik untuk keseluruhan. Bahkan, Jared sangat terkejut, berkata “Katarina bisa bermain piano?” apakah itu sebuah pujian?

Dan, sesudah itu, Alan mulai memainkan pianonya. Untuk kepentingan keadilan, dia memainkan lagu anak-anak yang sama denganku. Dan itu seharusnya lagu yang sama..... Tapi itu berbunyi keseluruh ruangan seperti nada yang benar-benar berbeda. Dimulai dari aku, semua orang di dalam ruangan menahan nafas mereka. Aku sangat terpikat dengan pertunjukannya. Aku pikit dia hanyalah seorang pangeran yang egois, tapi aku sangat terkejut mendapati bahwa dia memiliki talenta seperti itu. Lalu, setelah pertunjukannya berakhir, tepuk tangan yang tidak terjadi usai penampilanku memenuhi ruangan.

“Itu menakjubkan. Pangeran Alan. Kamu sangat hebat.”

Aku mengatakannya menurut naluri. Sejujurnya, walaupun aku tidak tahu banyak soal musik, aku pikir itu bagus untuk didengarkan. Akan tetapi, Alan sendiri memiliki wajah yang kaku.

“Itu bukanlah hal yang besar.”

“Tidak seperti itu. Bukankah ini talenta yang bagus?”

“....... Hal setingkat itu bukanlah apa yang aku sebut talenta.”

Entah mengapa, ketika aku memujinya, wajahnya bahkan menjadi lebih kaku. Lalu-

“Seperti yang kau katakan Katarina, itu cukup menakjubkan.”

Jared memuji pertunjukannya seperti aku.

“....Walaupun kamu sama sekali tidak berpikir seperti itu.”

Dengan mudah Alan mengatakannya. Wajahnya memiliki ekspresi yang sangat pahit seperti sebelumnya.

“Berhenti memberikanku pujian yang tidak tulus! Aku yakin kamu disini hanya untuk memakiku yang tidak bisa melakukan apa-apa!” Alan berteriak. Lalu, dia berlari keluar ruangan hampir seakan-akan dia sedang dikejar oleh sesuatu.

Ya ampun, apa yang sebenarnya sedang terjadi.... Ketika dia kabur dengan gelisah, itu benar-benar memberikan kesan bahwa sesuatu sedang mengejarnya.

Sambil memberikan para pelayan yang terkaget itu tatapan merendahkan, aku mengejar Alan seperti pemeran utama manga shoujo.

Sepertinya itu benar bahwa ketika seseorang sedang mencari untuk kabur, mereka akan pergi ke tempat yang dikenal. Alan berada di bawah pohon yang selalu kita panjat untuk pertandingan kita. Ketika aku menghampirinya, Alan mengangkat kepalanya sedikit, tapi setelah melihat bahwa ini aku, dia menurunkannya lagi.

“......Apa kamu juga datan untuk mentertawaiku?”

“Huh?”

Alan berkomat-kamit, tapi aku sama sekali tidak mengerti apa yang dia maksud. Apa maksudnya, dia pikir aku datang untuk mentertawainya. Itu tidak terlihat seperti hal yang baik.

“.....Sudah pasti kamu datang kesini untuk mentertawaiku karena aku bisa memainkan piano sedikit.”

“.....Berkata bahwa kamu hanya bisa memainkan piano sedikit... Aku tidak berpikir bahwa itu berada di level hanya sedikit. Itu adalah talenta yang hebat.”

Ketika Alan menunjukkan kebisaannya memainkan piano, aku pikir dia akan egois seperti biasanya, tapi sebenarnya dia menjadi sedikit merendah. Dibandingkan dengan pertunjukanku, itu akan menurunkan ranking pertunjukanku dari lumayan menjadi ketidak bergunaan.

“Dasar sanjungan. Lagipula aku tidak bisa apa-apa. Selalu kedua dari Jared.”

Aku pikir dia adalah pangeran yang egois, tapi ternyata dia adalah pangeran yang negatif.

“.....Tapi itu bukan sekedar sanjungan... Pangeran Alan, mengapa kamu tidak lebih mempercayai dirimu sendiri?”

“Hmm.. Sejak aku lahir, aku selalu dibanding-bandingkan dengan Jared, dan aku tidak bisa mengalahkannya dalam apapun, tidak peduli apa itu. Jared mengambil semua bagian yang baik dimulai sejak kelahiran kita, dan aku hanya ditinggalkan dengan sisanya, bagaimana bisa aku memiliki kepercayaan diri?”

Ohh, aku mengerti. Kalau dipikir-pikir, ini juga adalah latar gamenya. Sejak mereka lahir, Alan selalu dibandingkan dengan Jared dan tidak bisa menang dalam apapun. Tidak peduli sekeras apa dia berusaha, Jared selalu bisa mengalahkannya dengan wajah yang tenang.

Tentu saja di situasi seperti itu, tidak akan mudah untuk sekedar mengatakan dirinya untuk bekerja keras dan miliki kepercayaan diri.

Lagi pula, di dalam game, bahkan Mary yang baik hati dan imut tidak bisa menyelamatkannya.

Tapi Alan sebenarnya tidak lebih rendah. Di dalam game, peringkat akademiknya selalu berada di kelas atas. Saudaranya Jared hanya terlalu seperti manusia super. Dan, pertunjukan pianonya tadi sangat menakjubkan. Alan mungkin memiliki talenta untuk musik. Memang, di dalam game bahkan ada adegan hebat dimana Alan memainkan biola untuk si ‘pemeran utama’. Aku pikir sepertinya di dalam musik dia memiliki lebih banyak talenta daripada Jared. Oleh karena itu-

“.....Aku tidak berpikir itu adalah sebuah pertanyaan untuk menjadi cocok atau tidak.”

“.....Apa maksudmu?”

Uh oh. Sekarang aku telah mengatakannya. Alan menatapku dengan serius.

“Ya, uh..... Pangeran Jared mempunyai hal yang menjadi kelebihan dan kelamahannya, jadi pangeran Alan juga pasti memiliki kelebihan, sudah biasa bahwa orang-orang akan lebih cocok dalam suatu hal dibandingkan orang lain.”

Aku menjadi sedikit bingung, tapi sepertinya aku menjelaskannya.

“Menjadi cocok atau tidak cocok.... Lalu, apakah ada yang menjadi kelemahan Jared? Aku tidak pernah mendengar apapun.”

Memang, kelihatannya tidak ada yang si jenius Jared tidak bisa lakukan dengan mahir. Dia sangat bagus dalam permainan pedang, dan kepalanya juga sebagus itu. Dia memang sudah seperti ini ketika dia datang mengunjungiku.... Dia bahkan membantuku memanen ladangnya, sudah jelas dengan lebih cekatan dibandingkan aku.

Tidak ada yang tidak bisa dia lakukan, dia seharusnya tidak memiliki kelemahan. Itulah yang selalu kupikirkan. Tapi.......

“Hahahaha. Aku tau kelemahan Jared!”

“!?”

Aku tertawa tanpa takut.

Sebenarnya baru-baru ini, aku menyadari apa kelemahan Jared. Atau mungkin lebih baik kalau dikatakan menemukan.

Walaupun awalnya aku berpikir bahwa Jared adalah pangeran sempurna tanpa kelemahan. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, ketika memanen ladang, aku menjadi sadar akan itu hanya karena pertemuan kita berubah menjadi sesuatu yang mirip seperti pertemuan para tetangga wanita.

“Kelamahan pangeran Jared, adalah, ya....”

“......Adalah?”

Ketika aku melihat Alan menunggu dengan menahan nafasnya, aku tersenyum dengan licik.

Ini adalah cerita yang terjadi beberapa minggu yang lalu. Dihari itu, baik Mary dan Jared berkunjung, dan aku sedang memanen sayuran untuk dibagikan ke semua orang. Jared menawarkan untuk meolongku, dan Mary dan Keith juga mengambil beberapa sayuran. Sesuatu melewati kakiku, dan pergi ke arah Mary, ketika aku berpikir “oh, kejutan yang menarik.”

“lalu, Jared yang tadinya dekat denganku telah berlari. Dia biasanya sangat tenang, ini pertama kalinya melihat ekspresi yang begitu panik. Lalu, aku menyadarinya. Mungkinkah, bahwa ini adalah kelemahan Jared.

Ketika aku tersenyum licik kepada Alan, aku melihat Jared menghampiri untuk mencari kita karena kita belum kembali untuk waktu yang cukup lama. Ini kesempatannya. Aku pikir mungkin ini adalah kelemahannya, tapi mari kita coba dulu karena aku belum yakin.

Dengan begitu, aku mengambil sesuatu di dalam kantungku yang telah aku sembunyikan untuk beberapa hari. Aku telah menunggu untuk sebuah kesempatan untuk mencobanya. Aku membuat Alan sembunyi di belakang pohon agar dia bisa melihat reaksi Jared.

Lalu, aku melempar ‘itu’ di depan Jared ketika dia berjalan ke arahku.

“AHH!?”

Ketika ‘itu’ tiba-tiba muncul di depannya, Jared mengeluarkan teriakan yang keras.

Lalu, wajahnya terlihat agak panik dan ketakutan, tanpa ada perasaan tenang, dan sopan yang bisasanya.

“Tidak ada kesalahan sekarang.”

Secara refleks aku melihat dengan sombong ke arah bayangan pohon.

“Oi, aku berkata padamu jika kamu menunggu disini sebentar kamu akan bisa melihat apa kelemahan Jared. Dan sekarang, apa yang sebenarnya akan kamu lakukan?”

Karena Alan telah meragukanku, aku agak bangga pada diriku sendiri.

“Itu seekor ular.”

“Ular!?”

“Walaupun aku mengatakan itu, ini palsu. Aku tidak bisa menaruh yang asli dikantungku karena dia akan terlalu banyak bergerak.

“.....Tidak, aku tidak berpikir bahwa menaruh seekor ular di kantungmu adalah sebuah pertanyaan...... Jadi uh, mengapa kamu baru saja melemparnya?”

“Dengan begitu, aku bisa menunjukannmu apa kelemahan pangeran Jared.”

“Kelemahannya adalah sesuatu seperti..... Ular!?”

“Itu benar. Aku sudah mencurigainya sebelumnya, tapi reaksinya tadi sekarang memastikannya untukku. Kelemahan pageran Jared pasti adalah ular.”

Aku memberitahunya dengan keras. Ini adalah penemuan yang sangat hebat. Aku akhirnya menemukan celah di pelindung pangeran sempurna itu.

Ngomong-ngomong, ular palsu yang aku lempar adalah sesuatu yang dibuat dari beberapa kertas yang digumpalkan. Aku menyediakannya untuk percobaan dengan kemungkinan kelemaha Jared. Itu masih tidak terlihat seperti yang asli, tapi hasilnya cukup membanggakan.

“Kelemahannya adalah sesuatu seperti ular... Tidak, dia sudah pasti terlihat sangat ketakutan.... Aku yakin aku berpikir bahwa hal seperti itu tidaklah mungkin.. Tapi sesuatu seperti ular.... Tidak, tapi dia memiliki tampang kepanikan yang sangan hebat......”

Entah mengapa Alan mulai berbicara ke dirinya sendiri ketika aku hanya melompat ke atas dan ke bawah dengan bahagia di sampingnya. Aku menemukan kelemahan Jared. Untuk keadaan darurat – ini pasti aka berguna jika aku sampai ke akhir kehancuran.

Ketika aku melompat-lompat dengan bahagia, aku tidak merasakan kehadiran gelap menghampiriku dari belakang.

“Katarina. Kamu sepertinya sedang bersemangat. Apa yang mungkin telah terjadi?”

“!?”

Melihat ke belakangku, Jared berdiri disana dengan senyuman yang indah. Dia memegan ular mainanku dengan teguh di tangannya. Ketika dia tersenyum, matanya tidak memiliki tawa di dalamnya.

Otome Flag Vol 1 c.jpg

“....Pa, Pangeran Alan.”

“Aku khawatir tentang kalian berdua karena tidak satupun dari kalian kembali setelah sekian waktu, tapi apa sebenarnya ini, aku penasaran.”

Sambil mengatakannya, dia menaruh ular mainan yang dia pegang di depanku.

“Eh, uh, itu......”

Bahkan tanpa dia mengatakan kata-kata yang kuat lagi, aku telah panik. Oh tidak, aku berpikir untuk mencoba ini dengan senang, tapi aku sudah membuat Jared marah lebih daripada yang aku bayangkan. Dan walaupun seharusnya dia tidak melihat aku melakukannya, dia sepertinya sudah yakin bahwa itu adalah aku. Kenapa bisa gitu..

“Katarina menjadi berumur sembilan tahun bulan lalu, ya kan?”

“......Iya.”

“Ini tidak bisa dibayangkan bahwa anak seorang adipati yang berumur sembilan tahun akan melempar mainan seperti ini kepada tunangannya, kan?”

“.......Uhh.”

Senyuman Jared sepertinya terlihat lebih gelap. .........Ini sangat menakutkan. Tidak mungkin, aku bisa saja diasingkan untuk kejahatan “melempar sebuah ular mainan ke seorang pangeran...”

“Dipikir-pikir, aku belum melihat Istri adipati Claes hari ini, apa mungkin yang sedang dia lakukan?”

“..Ah, dia seharusnya sedang minum teh dengan Keith sekarang.”

Karena aku bingung dengan perubahan topik yang secara tiba-tiba, aku menjawab tanpa berpikir. Lalu, Jared mulai tersenyum jahat.

“Jadi begitu, aku pasti harus pergi menyapanya. Aku ingin memberitahu tentang pertandingan memanjat pohon dengan Alan, dan tentang Katarina melempar sebuah mainan padaku.”

“!?”

Apa!? Dia akan membalas dendam padaku dengan menjualku ke Ibu karena melempar ular mainan kepadanya! Dia memang pangeran sadis, laki-laki yang buruk.

Lalu, aku memohon dan mengejarnya dengan putus asa selagi si pageran sadis yang jahat membuat jalannya ke arah Ibuku. Akan tetapi, dia hanya membalas dengan senyuman lebar dan sindiran yang lebih banyak. Ahh, aku membuat marah seseorang yang seharusnya tidak aku lakukan. Dari belakang diriku yang mulai putus asa, aku merasa seperti mendengar suara, dan ketika aku berhenti mengejar Jared dan menatap ke belakang aku melihat Alan yang aku benar-benar lupakan – dia tertawa sangat keras sampai kesusahan berdiri. Penampilannya yang memegang perutnya sambil tertawa sebenarnya cukup lucu.

Alan ini, dia sebenarnya tertawa pada kesialan orang lain....... Ya, ini apa yang pantas aku dapatkan, tapi tetap saja........

Tapi, aku tidak memiliki waktu cadangan untuk Alan saat ini. Aku mati-matian mengejar Jared.

Akan tetapi, aku tidak memiliki cara untuk menghentikan Jared yang marah.

Dia memberitahu Ibu tentang aku menyembunyikan pertandingan memanjat pohon dari Ibu, dan melempar ular mainan kepadanya...... Aku mendapatkan ceramahan selama beberapa jam langsung.

Tapi, kejadia ini tidak sepenuhnya bencana. Aku juga mendapatkan hasil yang besar. Aku menemukan kelemahan Jared! Di saat genting, jika aku menghadapi akhir kehancuran dimana aku akan ditebas oleh pedang Jared, aku akan melempar ular mainan kepadanya, dan mengambil kesempatan untuk kabur ketika dia panik. Ini sempurna. Lagi pula, aku cukup strategis. Sebelum aku harus menghadiri sekolah, aku akan menyelesaikan ular mainan yang terlihat lebih realistik, dan menyebunyikannya di kantungu setiap saat!

Dengan ini aku menemukan cara indah lainnya intuk menghindari bendera kehancuran.

Ngomong-ngomong, setelah itu, entah mengapa Alan tidak menantangku ke pertandingan apapun lagi.

Akan tetapi, dia masih akan mengunjungiku, walaupun tanpa pertandingan, untuk alasan apapun..... Dan lagi, entah bagaimana dia juga mulai berbicara dengan normal kepada Jared. Mengapa begitu....

Walaupun itu adalah hal yang saya sedikit hiraukan, aku tidak mempunyai waktu untuk memikirkannya sekarang! Untuk berjaga-jaga kalau aku butuh mengalahkan Jared suatu hari nanti, aku pasti harus membuat ular mainan yang lebih realistis.