Destruction Flag Otome Indo:Jilid 2 Bab 1.5

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Bab 1,5 – Cerita Selingan 2 Bekerja sebagai kepala pelayan keluarga Claes[edit]

Aku terlahir sebagai anak ke tiga dari tiga bersaudara di sebuah keluarga pedagang, dan aku mulai bekerja untuk keluarga Claes sebagai seorang pembantu ketika aku berumur 16 tahun.

Kedua kakak perempuanku memiliki sikap yang baik, juga imut dan cantik, dan mendapatkan banyak tawaran pernikahan. Jadi, kakak tertuaku akhirnya menikah, dan kakak ke duaku juga menikah setelahnya. Akan tetapi, dibandingkan dengan saudari-saudariku, aku tidak semenarik mereka, dan aku juga tidak pandai untuk akrab dengan orang-orang.

Aku memiliki bentuk fisik yang agak tajam, dan berbicara pun sulit untukku, aku bahkan tidak bisa membuat satupun teman, apalagi pacar.

Jadi, aku lulus dari sekolah tanpa membuat satupun teman, dan aku tinggal di dalam rumah, tanpa mendapatkan satupun tawaran pernikahan seperti saudari-saudariku. Jika aku tetapi diam di rumah seperti ini, tidak lama lagi, aku pasti akan menyusahkan keluargaku, jadi aku pergi bekerja untuk keluarga Claes yang sudah memiliki hubungan yang lama dengan bisnis keluarga kami.

Dari dulu aku sudah menyadari bahwa aku tidak akan bisa menikah dengan bahagia seperti wanita lainnya, jadi untuk sementara waktu aku hanya bekerja sekeras yang aku bisa.

Jadi, aku bekerja lebih keras dan lebih serius dari yang lainnya, sepuluh tahun kemudian, tanpa kusadari aku telah menjadi seorang kepala pelayan. Sebenarnya, kepala pelayan yang sebelumnya kebetulan pensiun, jadi secara tidak diduga aku mendaapatkan posisinya. Setelah aku menjadi seorang kepala pelayan, agar tidak diremehkan karena mendapatkan posisinya walaupun masih muda, aku lebih tekun lagi pada pekerjaanku dan menjadi lebih tegas.

Jadi, walaupun aku telah bekerja keras, karena bentuk fisikku yang tajam, karena aku tidak pandai berkomunikasi dengan orang lain, dan karena aku bahkan menjadi lebih tegas agar tidak diremehkan orang lain karena umurku, tanpa kusadari aku telah menjadi orang yang dihindari pelayan lainnya.

Walaupun begitu, agar “bisa hidup sendiri,” aku membaktikan diriku untuk bekerja lebih mati-matian lagi.


Hobiku yaitu menyukai hal-hal yang imut, dan membuat permen manis. Gaun imut yang berkibar, boneka binatang yang lucu, dongeng tetang putri, dan permen-permen manis adalah hal-hal yang aku sukai.

Tapi karena hobiku tidak cocok dengan penampilan dan sikapku, aku selalu diéjek tentang itu sejak kecil, jadi aku mulai menyembunyikan hobiku agar orang-orang disekitarku tidak mengetahuinya.

Karena memakan permen manis tidak cocok dengan kesan tentangku, ketika yang lainnya sedang memakannya aku akan selalu berkata “aku tidak memakan yang manis-manis.” Karena itu, walaupun salah satu hobiku adalah membuat permen manis, aku hanya bisa diam-diam memakannya sendirian ketika aku tidak sibuk....


Beberapa tahun yang lalu, ketika aku masih pembantu biasa, aku duduk di pojok taman sendirian dan diam-diam memakan manisan diantara waktu kerja.

Beberapa hari yang lalu, salah satu kawan pembantuku menikah, dan meninggalkan rumah Claes. Setelah mengirim teman kerjaku ini yang telah bekerja bersamaku untuk waktu yang lama, aku tidak bisa memikirkan hal lain untuk dilakukan selain menatapi semak-semak didepanku dengan tatapan kosong. Aku tidak menarik, aku tidak memiliki orang yang aku sukai dan aku tahu kalau itu mustahil untuk aku menikah, tapi.... Walaupun begitu.... Aku iri terhadap betapa terlihat senangnya teman kerjaku...

Di cerita dongeng yang pernah aku baca ketika aku kecil, saat ini, seorang penyihir seharusnya muncul dari semak-semak didepanku, dan merubahku menjadi seorang putri yang indah, dan akan bagus apabila aku bisa digendong oleh seorang pangeran – ketika aku membiarkan imajinasiku menjadi liar seperti seorang anak-anak, itulah ketika itu terjadi.

Dari dalam semak-semak, aku mendengar suara gesekkan, dan seorang perempuan yang diselimuti oleh daun muncul. Jadi, perempuan yang muncul dari semak-semak itu adalah.... anak perempuan Adipati Claes. Dia menatap manisan yang sedang aku makan dan perutnya mengaum dengan keras.

“.......Kamu mau?”

Karena dia sedang menatap dengan sangat serius, secara refleks aku menawarkannya padanya.

“Apa boleh?”

Nona muda itu sangat senang sampai dia langsung melompat ke arah sini.

Lalu, setelah Nona muda memakan manisan yang aku buat.... Entah mengapa, dia agak terpikat dengan manisanku, walaupun itu hanyalah hasil kerja orang amaturan, dan mulai saat itu dia akan selalu datang kepadaku untuk memohon sebuah manisan.

Semua teman kerjaku takut padaku dan menindariku, tapi hanya Nona muda yang berbeda, dan dia sudah terbiasa denganku. Setiap kali aku bersama dengan Nona muda, aku juga merasa sangat tenang.

Akan tetapi, tidak lama lagi Nona muda akan berumur 15 tahun, dan dia akan masuk ke sekolah sihir. Pelayan pribadinya yaitu Anne sepertinya akan ikut dengannya.

Sejujurnya, aku ingin Nona muda membawaku juga, tapi aku tidak bisa mempertimbangkannya karena aku kepala pelayan disini, jadi aku akan menahan perasaan sangat kesepian ini, dan mengirim Nona muda.


Lalu, beberapa hari setelah Nona muda pergi ke sekolah sihir.

“Um, permisi.”

Ketika aku baru saja akan memakan beberapa permen sendirian dipojok taman sendirian seperti biasa, aku tiba-tiba mendengar sebuah suara. Sampai saat ini, Nona muda adalah satu-satunya orang yang akan datang ke sini. Tapi, Nona muda telah bergi ke sekolah sihir...... Jadi siapakah dia sebenarnya?

Ketika aku menengok ke belakang karena kaget, disana berdiri seorang pria muda yang telah bekerja disini sebagai tukang kebun selama beberapa tahun. Dia sangat tinggi, dia serius dan jujur dan para pelayan sering bergosip tentangnya.... Dan untukku, aku tidak ikut bergosipnya.

“......Iya?”

Aku bertanya padanya sambil lumayan terkaget.

“....Uh, sebenarnya, aku sangat menyukai permen manis, dan Nona Muda kebetulan beberapa kali membagi permen manismumu...... jadi, aku fans berat permen manismu.... Kalau tidak terlalu menyusahkan, bisakah kamu membagi beberapa permennya padaku mulai saat ini?”

“......B, baiklah..”

Melihat betapa merah wajahnya, wajahku menjadi merah terang juga, dan aku mengangguk. Lalu, secara refleks, aku memberi beberapa permen kepada pria muda itu juga, dan dia tertawa dengan sangat senang.


Beberapa waktu kemudian, walaupun aku pernah menyerah untuk menikah, aku bisa membuat keluargaku sendiri, tapi itu adalah sebuah cerita untuk lain waktu.

Jadi, aku akan selalu percaya ini. Hari itu, orang yang muncul dari semak-semak itu – sebenarnya adalah – seorang penyihir yang memberiku kebahagiaan.