Destruction Flag Otome Indo:Jilid 2 Bab 5.5

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Bab 5,5 – Pesta teh para istri bangsawan[edit]

Untukku, Miri Diana Claes, hal dalam hidupku yang paling membuat kepalaku pusing, yaitu anak perempuanku Katarina, pergi ke sekolah sihir musim semi ini dan rumahku akhirnya menjadi sangat damai. Garis mendatar yang terukir di dahi diantara kedua alisku juga mulai menghilang.

Ketika aku mengirim anak bermasalah itu ke sekolah, aku tidak memberikannya peringatan apapun, yaa, bahkan anakku itu mungkin akan sedikit dewasa di sekolah, adalah apa yang aku pikirkan.

Lalu, ketika anakku itu pulang saat libur musim panas, seperti biasa, dia memakai baju kerja, mulai bekerja di ladang, sungguh-sungguh berlatih melempar mainan misterius, dan terus melakukan hal-hal yang tidak aku mengerti..... Yaa, karena sepertinya dia tidak terkena masalah apapun di sekolah, aku hanya akan pura-pura tidak tahu tentang perilaku anehnya di rumah.

Itulah yang aku pikirkan, tapi.... Aku benar-benar terlalu naif.... Dari dalam hatiku, aku diingatkan......


Para istri bangsawan akan berkumpul pada tanggal yang telah ditentukan sebulan sekali. Hari ini adalah pesta teh bulanan yang telah direncanakan. Karena banyak wanita bangsawan bertingkat tinggi berkumpul disini, ada banyak dari mereka yang memiliki anak di sekolah sihir, dan anak-anak itu telah pulang untuk libur musim panas. Karena itu, wajar saja bahwa topik pembicaraannya akan tentang anak-anak dan sekolah sihir.

Aku mendengarkan para wanita lainnya bercerita tentang sekolah yang telah mereka dengar dari anak-anak mereka, dan aku juga berbagi cerita tentang yang aku tahu juga. Lalu, diantara cerita-cerita itu..... Aku mendengar rumor ini.

“Aku mendengar ini dari anak perempuanku, entah mengapa, sepertinya ada rumor bahwa seseorang membuat sebuah ladang di sekolah!”

“Er, sebuah ladang..... Maksudmu, seperti ladang milik petani?”

“Sepertinya begitu. Ditambah lagi, dikatakan bahwa yang membuatnya adalah salah satu siswa sekolah itu.”

“Wow...”

Disamping wanita lainnya yang semuanya memiliki wajah terkejut – aku berusaha untuk menyembunyikan betapa tergoncangnya aku di dalam, dan pura-pura terkejut seperti mereka.

“Tapi, para siswa disana hampir semuanya bangsawan tingkat tinggi, aku rasa tidak akan ada orang seperti itu disana....”

“Memang seperti yang kamu katakan. Aku yakin seseorang menyebarkan cerita seperti itu sebagai candaan atau semacamnya.”

“Pasti begitu.”

“Tapi ngomong-ngomong, itu adalah cerita yang begitu lucu.”

Menyesuaikan dengan para wanita lainnya yang tertawa, aku juga tersenyum dan berkata “Itu benar.” Tapi kenyataannya, keringat dingin menyusuri punggungku......

Hanya ada anak bangsawan yang menghadiri sekolah di sana, seharusnya tidak ada orang yang akan membuat sebuah ladang.... Orang yang berada di bawah candaan semua orang pasti........

Akan tetapi..... Saat ini, ada sebuah ladang yang menjajah taman keluarga Claes sedikit demi sedikit...... Dan anak perempuanku yang bekerja di ladang itu menggunakan cangkul dengan sangat bahagia.....

Berpikir sesuatu seperti dia akan sedikit dewasa apabila dia pergi ke sekolah..... Aku terlalu naif, dan membuat kesalahan besar.....

Kamu sebaiknya mempersiapkan diri ketika aku pulang ke rumah.....

Aku mengepalkan tanganku sekuat yang aku bisa di bawah meja.