Destruction Flag Otome Indo:Jilid 2 Bab 6

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Bab 6 – Ibu dan anak[edit]

Sekarang adalah musim panas pertama sejak aku menghadiri sekolah sihir. Ini tidak selama libur musim panas sekolahku di kehidupanku sebelumnya, tapi sekolah sihir ini juga memiliki libur musim panas. Jadi, saat libur musim panas, kebanyakan murid akan pulang ke rumah daripada tinggal di asrama.

Dan untukku, Katarina Claes juga tidak terkecuali, aku juga pulang ke rumah keluarga kami.

Lalu, di rumah, aku terus melatih tindakan balasan anti-kehancuranku. Aku meminta Tom-san untuk membantuku meningkatkankualitas ular mainannya agar bisa lebih mudah dilempar, aku membaca labih banyak buku mengenai pertanian, dan aku telah menjadi seorang ahli pada pekerjaanku di ladang. Aka tetapi.....

“Lagipula, aku ingin melihat yang asli~”

Ketika aku mengatakan itu, Keith yang duduk disampingku melihatku dengan aneh.

“......Kali ini apa?”

“Sebuah ladang! Aku ingin melihat ladang yang asli!”

“.......Ladang? Yang asli, bukannya sudah ada disini?”

Keith menunjuk ke arah ladang yang perlahan mulai menjajah taman keluarga Claes, dan melihatku dengan lebih mencurigakan lagi. Aku protes “bukan, bukan itu!”

“Aku bukan membicarakan tentang sebuah ladang yang aku buat di taman ini sebagai hobby, aku ingin melihat ladang asli, dan besar yang dibuat oleh seorang petani!”

“.......Apa?”

“Tentu saja! Untuk berjaga-jaga, apabila aku harus menjadi seorang petani hebat!”

Ketika aku mengadahkan dadaku dengan bangga, Keith menggelengkan kepalanya sambil memegangnya.

“......Ya ampun, aku bahkan tidak tahu bagaimana cara untuk mengomentari ini.......”

Aku terus bersikeras pada Keith yang entah mengapa terlihat tidak berdaya bahwa aku ingin melihat “sebuah ladang petani yang asli,” dan bisa mendapatkan izinnya.


Lalu, beberapa hari setelah aku mendapatkan izinnya, dengan Keith mendampingiku, kita pergi untuk mengamati beberapa ladang petani sambil tetap menyamar. Itu karena, apabila kita tidak menyamar dan seorang anak adipati tiba-tiba ingin mengunjungi beberapa ladang petani, para petaninya akan sangat shok dan ibu akan marah – itulah apa yang kami pertimbangkan.


Jadi, agar orang-orang tidak mendapati bahwa aku adalah anak seorang adipati, aku berpakaian seperti anak perempuan seorang pedagang, dan pergi untuk melihat ladang-ladang petani yang dari dulu sangat ingin aku lihat.

“Seperti yang sudah diduga, ladang petani yang asli adalah yang terbaik~~ ukuran dan besarnya berada pada level yang benar-benar berbeda~~”

Setelah menyelesaikan kunjunganku, aku sedang berada dalam mood yang sangat baik, dan aku menikmati pemandangan di luar kereta ditarik kuda yang kita pinjam dari seorang pedagang. Awalnya, yang terlihat hanyalah ladang yang besar, tapi perlahan, aku bisa melihat beberapa bangunan dari kejauhan.

“A, apa itu?”

“Ahh, itu adalah kota.”

Keith yang juga melihat keluar jendela memberitahukanku jawabannya.

“Jadi ada sebuah kota di tempat seperti ini, huh.”

Karena aku terlalu bersemangat tentang mendapatkan kesempatan untuk melihat sebuah ladang dengan mataku sendiri, aku tidak terlalu memperhatikannya sebelumnya.

“Itu benar. Kalau tidak salah, itu adalah kota dimana Maria Campbell-san dibesarkan.”

“!?”

Tidak mungkin, ini kebetulan kota dimana Maria dibesarkan..... Memang, walaupun aku telah mendengar bahwa itu adalah kota kecil perbatasan, aku tidak pernah menduga bahwa itu adalah yang ada disini.

Begitu ya~ Jadi ini adalah kota dimana Maria dibesarkan~ Hmm, kalau dipikir-pikir......

“Mungkinkah, Maria juga ada disini sekarang? Aku pikir dia mengatakan bahwa dia juga akan pulang ke rumah untuk libur musim panas ini?”

“Kalau dipikir-pikir, sepertinya dia memang mengatakannya....... Tidak mungkin, kamu!?”

“Aku akan pergi mencarinya!”

“.........Sudah kuduga......”

Lalu, entah bagaimana aku berhasil membujuk Keith dengan paksa untuk pergi ke kota dengan mengatakan “hanya untuk sebentar” walaupun dia terus bersikeras “akan buruk apabila kamu melakukan ini karena akan mengganggu.”

Sama seperti yang aku dengar dari Maria, kota perbatasan ini cukup jauh dari ibukotadan sama sekali bukanlah kota yang besar.

Karena itu....... Memang baik bahwa aku bersemangat...... Tapi aku harus berpikir bagaimana caranya untuk menemukan rumah Maria..... Ketika kita bertanya orang-orang di kota, kita langsung bisa mengetahui tempatnya.

Jadi, Keith dan aku sampai di rumah Maria tanpa pemberitahuan.

“Iya? Siapa kalian?”

Orang yang muncul di pintu depan adalah seorang wanita yang cantik. Dia terlihat lumayan mirip dengan Maria, dan mungkin berhubungan dengannya.

“Um, namaku adalah katarina Claes, dan aku adalah temannya Maria-san. Apakah Maria-sannya ada?”

Aku menyapanya seceria yang aku bisa, dan entah mengapa dia terlihat sangat shok.

“......Dia kebetulan lagi keluar saat ini..... Aku pikir dia seharunya kembali sebetar lagi, tapi.... Kalau tidak apa-apa, maukah kamu menunggu sebentar disini?”

Jadi, wanita itu mengundang Keith dan aku kedalam rumah.

Keluarga Campbell tinggal di rumah yang sangat biasa, tapi, rumahnya sangat bersih dan terjaga.

Wanita itu memperkenalkan dirinya sebagai “Ibunya Maria.” Seperti yang aku duga, dia berhubungan dengan Maria. Tapi sungguh, dia wanita cantik yang rapuh higga tidak bisa dibandingkan dengan ibuku sendiri. Aku yakin, tidak peduli pada apapun, Ibunya Maria pasti tidak akan memiliki anak perempuan yang jelek.

Lalu, ibunya Maria membawa beberapa manisan dan teh ke atas sesuatu yang kemungkinan adalah meja makan keluarga mereka.

“Apakah ini manisan yang dibuat Maria-san?”

Ketika aku melihat manisannya dan menanyakan pertanyaan itu, Ibunya memiliki ekspressi yang sangat kaget di wajahnya lagi.

“.....Bukan, ini manisan yang aku beli di kota...... Uh, anak itu masih membuat manisan?”

“Yup. Maria-san sangat mahir membuat manisan, aku selalu memintanya membuatkannya untukku!”

“......Kamu pernah memakan manisan yang dibuat perempuan itu?”

“Yup. Itu sangat enak!”

Ketika aku mengatakannya, Ibunya Maria menundukkan kepalanya, dan mengatakan “begitu ya” dengan suara yang sangat lemah.


Lalu, beberapa saat kemudian, pintunya terbuka, dan Maria pulang membawa belanjaan.

Ketika dia melihat kita duduk di ruang makan, awalnya, dia sangat terkejut, tapi......

“Aku pikir aku tidak akan bisa melihat Nona Katarina pada saat libur musim panas ini, tapi aku sangat bahagia bisa melihatmu sekarang!”

Dia sangat berbahagia.

Lalu, kita mengobrol hingga lupa waktu, dan tanpa kita sadari mataharinya telah terbenam, dan kita terburu-buru meninggalkan rumah Maria.

Karena hari ini kita pergi dengan menyamar, kita tidak menggunakan kereta yang ditarik kuda milik keluarga Claes, tapi menggunakan milik pedagang, seperti yang telah diduga mereka enggan menunggu kita di depan rumah seorang rakyat biasa, jadi sebagai gantinya mereka menunggu kita di area terbuka agak jauh dari rumahnya.

“Aku akan mengantar kalian kesana” adalah apa yang dikatakan Maria, dan aku menjawab “sampai sini saja sudah cukup, kok.” Ini sudah waktunya persiapan makan malam, kita tidak ada masalah tapi Maria benar-benar harus mulai persiapan makan malamnya.

“Nona Katarina, Tuan Keith, terima kasih banyak, telah menyusahkan diri kalian untuk datang jauh-jauh kesini hari ini.”

“Mmm. Kita juga, maaf, tiba-tiba berkunjung tanpa pemberitahuan dahulu.”

“Aku benar-benar minta maaf tentang kakakku yang tidak pernah memkirkan apapun. Lain kali saat kita berkunjung, sebelumnya kita pasti akan menghubungimu dengan benar.”

Setelah percakapan itu, Keith menekanku dengan berkata “ayo, kita pulang,” lalu Ibunya Maria yang terus terdiam sebelumnya tiba-tiba berlari kearah kita. Lalu –

“....Uh, tolong, jaga anakku mulai sekarang juga.”

Ibunya Maria mengatakannya sambil merendahkan kepalanya dengan sangat rendah. Ibu yang cantik yang terlihat sangat mirip dengan Maria merendahkan kepalanya dengan ekspressi yang sangat serius.

“Tentu saja, aku juga akan dalam jagaannya mulai sekarang.” [1]

Aku juga merendahkan kepalaku sambil mengatakannya.

Lalu, kali ini, kita akhirnya naik ke kereta yang ditarik kuda dan pergi dengan tergesa-gesa.





Di sebuah kota perbatasan yang kecil, jauh dari ibukota, aku tumbuh sebagai wanita tercantik di kota, dicintai oleh semua orang.

Setelah bertahun-tahun berlalu, aku akhirnya menikahi pria seumuran dengaku yang penuh semangat dan dapat diandalkan, laki-laki dengan nama Campbell yang sangat terkenal di kalangan wanita.semua orang disekitar kami memberkati pernikahan kami, dan beberapa tahun kemudian aku melahirkan anak perempuan yang sangat mirip denganku. Aku menamai anak perempuan yang indah itu Maria.

Aku memiliki suami dan anak yang indah, aku menghabiskan keseharianku dipenuhi dengan kebahagiaan.


Akan tetapi, hari-hari bahagiaku, tiba-tiba berakhir.....

Anakku Maria mengaktifkan kekuatan sihirnya....

“Sihir” sebenarnya bukanlah hal yang langka di negara ini. Akan tetapi, mereka yang memiliki kekuata sihir hampir semuanya bangsawan. Karena hampir tidak ada rakyat biasa yang memiliki kekuatan sihir, setiap kali anak rakyat biasa terlahir dengan kekuatan sihir, akan dibisikkan bahwa itu pasti adalah hasil dari perselingkuhan dengan seorang bangsawan.

Tentu saja, hal seperti itu tidak pernah terjadi. Aku tidak pernah menghianati suamiku, tidak salah lagi Maria adalah anak suamiku....

Walau begitu, rumor bahwa aku adalah seorang penzinah mulai menyebar di kota kecil kami. Awalnya, suamiku mengatakan “tidak apa-apa. Aku mempercayaimu,” tapi, ketika rumornya semakin membesar dan menyebar lebih jauh lagi..... Tanpa kusadari, dia jadi jarang pulang.

Semua orang di kota yang sebelumnya selalu ramah padaku, sekarang menjaga jaraknya dariku.

Pada suatu waktu, aku mulai menjadi takut melihat lurus pada orang-orang, dan akan selalu berjalan dengan menundukkan kepalaku.

Walaupun aku sebelumnya selalu beruntung..... Kenapa, baaimana bisa jadi begini...

Kalau saja anak itu.... Kalau saja dia tidak memiliki sihir.... Kalau saja aku tidak pernah memilkinya...

Tanpa kusadari, aku terkejut pada diriku sendiri karena mulai benci pada anakku sendiri. Anakku tidak melakukan kesalahan.... Walaupun aku mengetahuinya..... Walaupun begitu, aku harus mengendalikan diriku...... Aku dengan putus asa menghindari kontak mata dengan anakku sebanyak yang aku bisa.


Jadi, walaupun anakku tidak melakukan kesalahan atau semacamnya, dia mendapati dirinya dalam keadaan ini, dan masih menyelesaikan pekerjaan rumah dengan sempurna, dan mendapatkan peringkat hebat di sekolah.

Semua orang memujinya sebagai spesial, tapi dibelakangnya mereka memanggilnya anak haram seorang bangsawan, atau mengatakan bahwa entah bagaimana dia pasti telah curang menggunakan sihirnya.

Beberapa kali juga, orang-orang berkata bahwa mereka ingin mengadopsi anakku. Kalau saja aku mngangguk untuk persetujuan...... Aku berpikir bahwa apabila semuanya akan lebih baik..... Tapi pada akhirnya, aku tidak bisa menyetujuinya.

Ibu tidak baik yang selalu mengalihkan matanya dari anaknya yang sungguh-sungguh mencoba untuk tersenyum sekuat tenaga..... Walaupun aku tahu bahwa aku adalah seorang ibu yang bodoh..... Walau begitu, aku tidak bisa melepaskan anakku.

Aku sebenarnya telah menyadarinya. Seberapa keras anakku yang dipanggil sebagai jenius itu bekerja...... Seberapa sungguh dia selalu mencoba.....

Melihat keadaannya..... Kebencianku memudar..... Tapi....... Aku terus menghindari pandanannya, aku takut melihat langsung tatapan anakku.

Jika, anakku tidak memaafkan ibunya ini...... Aku mungkin hanya akan melihat kebencian dan penghinaan di matanya.....

Jadi, pada akhirnya, tanpa bisa melihat anakku di matanya......... Anakku berumur lima belas tahun, dan pergi ke sekolah sihir.

Tanpa adanya anakku disana, rumah ini telah menjadi sangat sepi dan sunyi.


Anakku akhirnya pulang ke rumah lagi saat libur musim panas. Dia memiliki ekspressi yang lebih ceria dibandingkan saat dia pergi ke sekolah.

Apa yang sebenarnya terjadi pada anakku dalam beberapa bulan ini......

Beberapa hari kemudian, aku menemukan penyebabnya.


“Iya? Siapa kalian?”

Suatu waktu di sore hari, seorang laki-laki dan perempuan kira-kira seumuran dengan anakku berdiri disana mengetuk pintuku. Walaupun pakaian mereka adalah pakaian yang sering dipakai anak-anak pedagang, mereka terlihat sangat bermartabat.

“Um, namaku adalah katarina Claes, dan aku adalah temannya Maria-san. Apakah Maria-sannya ada?”

Perempuan dengan rambut coklat adalah orang yang berbicara, dan laki-laki di sampingnya menundukkan kepalanya sebagai sapaan.

......Temannya Maria..... Aku sangat terkejut mendengar kata-kata itu. Itu karena, sejak dia memiliki kekuatan sihir, Maria akan diasingkan oleh semua anak lainnya.... Dia tidak memiliki satupun teman.

“......Dia kebetulan lagi keluar saat ini..... Aku pikir dia seharunya kembali sebetar lagi, tapi.... Kalau tidak apa-apa, maukah kamu menunggu sebentar disini?”

Sejujurnya, mereka kemungkinan memiliki status sosial yang lumaya tinggi, dan aku bertanya-tanya apakah tidak apa-apa untuk mereka berada di rumah seperti ini, tapi..... Walau begitu, aku pasti ingin membuat orang-orang yang memanggi diri mereka sebagai temannya Maria ini senyaman mungkin.

Tidak ada jalan lain karena rumah kecil kami tidak memilki ruang tamu, jadi aku mengundang mereka ke meja makan, dan mereka duduk tanpa sama sekali memberikan tanda apapun yang menunjukkan ketidaknyamanan mereka. Lalu, aku membawa teh terbaik yang ada di rumah, dan manisan terbaik yang aku beli di kota. Lalu –

“Apakah ini manisan yang dibuat Maria-san?”

Perempuan itu tiba-tiba menanyakan pertanyaan ini padaku.

“.....Bukan, ini manisan yang aku beli di kota...... Uh, anak itu masih membuat manisan?”

“Yup. Maria-san sangat mahir membuat manisan, aku selalu memintanya membuatkannya untukku!”

“......Kamu pernah memakan manisan yang dibuat perempuan itu?”

“Yup. Itu sangat enak!”

Perempuan mengatakannya sambil tersenyum.

Beberapa tahun lalu, anakku telah sunggunh-sungguh berlatih membuat manisan untuk dibawa ke sekolah, pada hari dimana dia melakukannya, dia pulang dengan matanya benar-benar merah, dan setelah itu, dia bahkan tidak pernah membuat manisan lagi....

Anakku itu yang selalu memaksakan dirinya untuk tersenyum di depanku, menahan tangisannya di dalam...... Ibu tidak baik ini tidak memiliki apapun untuk diberikan padamu....

Akhirnya, kamu telah membuat beberapa teman yang akan memakan manisan yang kamu buat dengan susah payah......

Beberapa saat kemudian, ketika Maria pulang dan melihat para pengunjung itu, dia tersenyum denga sangat senang. Itu adalah senyuman bahagia hampir seakan-akan dia belum melihat mereka selama bertahun-tahun.

Hanya dalam beberapa bulan yang pendek ini, anakku telah mendapatkan teman dan sekarang bisa tertawa dengan sangat senang.... Anakku telah berubah –

Aku juga tidak memiliki alasan apapun untuk selalu seperti ini.....

Kalau begini, dekan kepalaku selalu merunduk, tanpa bisa bertatap mata dengan anakku..... Tidak lama lagi, anakku mungkin akan pindah dan meninggalkanku.....

Aku juga harus berubah –


Petang menjemput, dan para pengunjung itu akan pergi, ketika aku tiba-tiba melangkah dan mengejar mereka. Lalu –

“....Uh, tolong, jaga anakku mulai sekarang juga.”

Aku merendahkan kepalaku dengan sangat rendah. Lalu, perempuan itu tersenyum dan berkata –

“Tentu saja, aku juga akan dalam jagaannya mulai sekarang.”

Dia juga merendahkan kepalanya sebagai balasan.

Lalu, setelah melihat mereka menghilang dari pandangan kita, aku melihat anakku dengan mataku yang terbuka lebar. Sudah berapa tahunkah sejak aku melihatnya dengan benar –

Mata anakku terlihat basah.... Dan, mataku juga sedikit buram juga.....

Aku tidak melihat kebencian atau penghinaan di mata anakku.... Yang ada adalah terkejut..... dan kebahagiaan yang tercermin disana.....

Mungkin mustahil untuk kembali ke keadaan kita sebelumnya secara sekaligus.... Tapi walau begitu, sedikit demi sedikit sambil waktu berjalan..... Jika aku bisa kembali ke keseharianku sebelumnya....

Aku berjalan menghampiri anakku yang terdiam dengan mata yang basah, dan memeluk tubuhnya yang gemetar. Tubuh kecil anakku.... Tanpa kusadari, telah menjadi seukuran dengan tubuhku.





Tanpa terduga, aku bisa bertemu Maria, ditambah lagi aku juga bisa bertemu Ibunya Maria yang cantik yang terlihat sangat mirip dengannya, aku sangat senang.

Lalu, kereta yang ditarik kuda ini samaai di rumah Claes, dan aku berada dalam mood yang begitu senang hingga aku langsung berlari ke pintu masuk. Dibelakangku, Keith mengatakan “Kakak, kalau kamu berlari kedalam rumah menggunakan pakaian seperti itu.....” yang sama sekali tidak bisa aku dengar, karena aku berlari dengan mood yang bagus jadi perkataan itu tidak sampai di telingaku.

Lalu, ketika aku melewati pintu depan..... Yang berdiri disana seperti penjaga raja iblis, adalah ibuku dengan wajah jahat yang mirip denganku, dengan mata kencang, dan mengadah ke atas.

“....Uh, uhh, ibu....”

“Selamat datang kembali. Katarina.”

Ibu mengatakannya sambil tersenyum, tapi sama sekali tidak ada senyuman di matanya. Sudah jelas ada suasana yang tidak nyaman disekelilingnya.

“Kamu menggunakan pakaian yang sangat menarik sekarang.”

“Uh, uhh, ini adalah....”

Aku mulai panik karena aku telah berlari kedalam rumah sambil masih memakai pakaian pedagang, tapi...

“Yaa, aku akan mendengarkan dengan sangat hati-hati tentang pakaian menarikmu dengan detail nanti... Katarina. Hari ini, ketika aku pergi ke pesta teh para istri bangsawan, aku mendengar rumor yang sangat lucu, mungkin kamu telah mendengarnya?”

“.....Rumor lucu?”

“Itu benar. Sebuah rumor yang sangat lucu. Itu adalah cerita tentang seseorang membuat sebuah ladang di kawasan sekolah sihir yang mulia.”

“.........”

“Ditambah lagi, sepertinya orang yang membuat ladangnya adalah seorang murid, tapi apakan seseorang akan benar-benar membuat sebuah ladang di sekolah dimana muridnya semuanya adalah bangsawan?”

“.........”

“Hey, bukankah itu cerita yang sangat lucu? Dan, ketika aku mendengar cerita ini, entah mengapa, walauun aku tidak bisa mempercayainya, hanya ada satu rang yang terpikirkan olehku – Katarina, bagaimana kalau kita mengobrol sedikit tentang ini di ruanganku.”


Kemudian, aku diseret kedalam ruangan ibuku, dan tidak bisa melarikan diri dari ceramahan ketatnya selama tiga jam penuh, aku dilarang memakan manisan, dan juga dilarang bekerja di ladang sebagai hukuman yang sangat berat.

Yaa, setelah ini aku hanya akan membuat Keith membantuku, entah bagaimana aku akan berhasil menyelesaikan taman bunga yang aku buat di sekolah.....

Jadi, liburan musim panasku berakhir.
  1. ”i’ll be in her care as well from now on” – kurang lebih artinya begitu...