Dragon Egg Indo:Bab 146

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Chapter 146 - Kisah Seorang Pria Pemberani 3 (cerita sampingan)[edit]

"....Dilaporkan bahwa tim penyelidik sementara telah dimusnahkan. Karena kembali kesini merupakan prioritas utama mayat mereka ditinggalkan, dan mungkin telah dimangsa oleh binatang buas. Setelah kami menyelesaikan masalah ini, aku akan kembali dan mencari sisa-sisanya jika masih ada dan meminta maaf kepada keluarga yang berduka." (Irushia)


Meskipun itu cuma pose, menurunkan kepalamu sangatlah nggak menyenangkan. Terlebih lagi kalau kau menunduk pada seorang priest rendahan. Akulah yang memberimu makanan lezat dan aku yang seharusnya lebih rendah.


Pepatah mengatakan, dimana yang kuat berkuasa, dan pelayan keadilan tidaklah penting. Aku harus menahan diri dari membuat dia nggak senang. Tapi ketika hari dimana kau nggak lagi berharga tiba, akulah yang akan membunuhmu.


"Karena aku baru saja kembali ke kampung halamanku setelah sekian lama, kau mengatakan bahwa perlu memprioritaskan beristirahat dari ketegangan mental atau fisik, tapi....?" (Irushia)


"Meskipun orang-orang mengklaim itu cuma hoax, tidaklah mudah untuk menghilangkan kegelisahan mereka. Karena ini adalah suatu krisis yang besar, aku tidak bisa tidur nyenyak. Tapi berkat hal itu aku bisa memahami situasinya sepenuhnya, apa itu suara ketidak-nyamanan bagimu?" (Irushia)


"....Apa kau yakin?" (Priest)


"Nggak masalah, itulah yang kulakukan." (Irushia)


Kemarin aku telah menghapus jejak dari para prajurit itu secara menyeluruh yang mana sangat merepotkan, terutama untuk memastikan bahwa nggak satupun dari distrik disekitar menyadarinya. Sekarang aku cuma harus mengarang beberapa rincian untuk membuat priest itu berkerjasama tanpa membuatnya terlihat terlalu mencurigakan... Yah situasi ini cuma untuk meringankan jadi nggak butuh banyak usaha.


Asalkan dia nggak memeriksanya.


"Yah aku akan memimpin ekspedisi untuk menekan naga pembawa bencana itu besok, dan aku juga akan melempaskan mantan pemimpin knight Adofu secara sementara seperti yang dijanjikan, untuk mendampingi aku dalam ekspedisi tersebut." (Irushia)


"Tidak ada perlunya melakukan hal itu, kenapa harus repot-repot membuat dia mendampingimu, selama kau punya tentara, kau bisa menanganinya sendiri." (Priest)


"Karena dialah yang mengurusku di masa lalu, aku ingin setidaknya membalas budi. Jika Adofu bisa diakui atas pencapaiannya dalam masalah ini, maka aku ingin meminta investigasi ulang pada masalah Adofu yang membunuh tunangannya." (Irushia)


"Jangan bawa-bawa urusan pribadimu kedalam hal ini!" (Priest)


"Tidak ada orang lain yang cocok. kedelapan orang dari tim penyelidik telah terbunuh oleh naga pembawa bencana itu. Jika ini terus berlanjut, maka masih banyak lagi yang akan menjadi korban. Karena aku bisa mendengar [God's Voice] aku tau bahwa Adofu adalah seseorang yang bisa kubawa bersamaku." (Irushia)


Itu adalah kebohongan.


Untuk seseorang setingkat Adofu, siapapun juga berguna dan terlebih lagi dalam jumlah. Selama aku bisa mengatakan bahwa aku bisa melihat status mereka dan dengan [God's Voice], maka aku bisa menggertak sesuka hatiku.


“Gu guu….” (Priest)


"Selain itu, aku cukup tangguh, tapi aku tetap membutuhkan seseorang yang berani mati, kenapa kau harus menyia-nyiakan kapten-kaptenmu yang lain saat kau bisa mengirim seseorang yang sudah divonis mati seperti Adofu?" (Irushia)


"Tapi, tapi itu...." (Priest)


"Kalau kau terus bersikeras membantahnya tanpa ada alasan pasti, itu akan membuat orang lain curiga. Itu akan bertentangan dengan para penganut dari gereja jika Adofu diperlakukan dengan berbeda, dan ini akan mengarah pada penumpukan pertanyaan kenapa kematiannya begitu dipaksakan... Aku yakin bahwa rumor semacam ini akan menyebar pada seluruh orang." (Irushia)


".....Irushia, apa kau mencoba mengancamku?" (Priest)


"Tidak, sama sekali tidak, seluruh cobaan ini cuma nggak masuk akal bagiku. Hanya karena itu penting bagiku, tapi aku akan mengabaikannya, aku cuma nggak mau itu berakibat buruk pada para priest, jadi cukup beruntung bahwa aku mendapatkan kesempatan untuk melihatnya sendiri." (Irushia)


"Pertama-tama, bagaimana caramu menangani sesuatu yang setingkat Calamity Plague Dragon seorang diri!" (Priest)


"Aku masih kurang berpengalaman dan harus banyak berlatih agar tubuhku berkembang dengan olahraga. Jadi kupikir bahwa ini akan menjadi sebuah pertarungan yang bagus... kan? Dan juga naga itu cerdas dan dia mungkin akan menemukan jimat yang ada di gurun cepat atau lambat dan mungkin menghancurkannya." (Irushia)


"Melakukan ini dengan alasan semacam itu...." (Priest)


Priest itu berkata dengan suara pelan, menggertakkan giginya kesal.


"Jadi apa keputusanmu, priest?" (Irushia)


"...Diijinkan, sebagai sebuah pengecualian, bawa Adofu bersamamu. Karena sudah ada tanda untuk mencegah dia kabur, hentikan dia jika dia mencoba kabur." (Priest)


"Itu hampir seperti kau mau aku membunuh dia." (Irushia)


“…….” (Priest)


"Bercanda, priest. Terima kasih untuk izinmu." (Irushia)


Aku berterimakasih pada dia dan keluar dari ruangan itu.


Bagus, dengan ini aku akan bisa mengajak Adofu bersamaku besok. Dari sini, semuanya akan sesuai dengan yang direncanakan. Beneran deh, sampai harus bertindak sejauh ini cuma untuk menendang dan menghina mayat Adofu. Kurasa aku harus menikmati perasaan ini selama mungkin. Aku menantikan ekspresi macam apa yang akan dia tampilkan.


Membunuh Calamity Plague Dragon itu nggak akan terlalu sulit. Paling-paling naga itu belum setingkat dengan kelabang pasir. Karena tingkat keselamatan tim penyelidik itu begitu tinggi, maka naga itu palingan berperingkat C. Nggak ada perlunya menggunakan pedang suci untuk melawan naga itu, jadi haruskah aku menguji pedang kutukan untuk membunuhnya?


Calamity Plague Dragon huh?


Naga itu akan bernilai uang yang banyak.


Meskipun ada kemungkinan itu akan sampai pada priest idiot dan gereja. Yah aku akan bisa menangani masalahku dengan Adofu dan mendapatkan uang, jadi kurasa itu nggak terlalu buruk. Mempertimbangkan masa depan, aku mungkin harus merelakan beberapa uang untuk menenangkan orang-orang untuk mendapatkan dukungan. Kalau aku menggunakan itu sebagai alasanku, maka aku bisa mendapatkan segalanya setelah sedikit mengancam gereja.


Itu wajar untuk mengklaim sebagian dari naga itu. Dari atas kepala sampai ujung ekor, material bisa dikumpulkan. Karena banyak naga yang berukuran besar, itu merupakan keuntungan yang bagus. Dikatakan bahwa sebuah negara kecil yang menghadapi masalah-masalah keuangan akan pulih dengan material yang dikumpulkan dari seekor naga besar berkualitas tinggi, kalau mereka menaklukkannya.


Kulitnya diubah menjadi armor dan pakaian, dan sering digunakan dalam ritual. Kalau kau memproses tulang dan kukunya, kau bisa membuat senjata magis, serta barang-barang kerajinan dan alat-alat musik. Bahkan jika bentuknya buruk, kau bisa mengolahnya dan menggunakannya sebagai penyubur tanah berkualitas tinggi.


Belum ada metode yang baik yang telah dibuat untuk memasak hidangan karena kelangkaannya, tapi tentunya dagingnya juga bisa dimakan. Bukan cuma untuk dimakan, tapi juga sering digunakan untuk perawatan medis dan upacara persembahan.


Kalau itu adalah seekor naga yang kuat dengan kekuatan magis yang besar maka matanya pun bisa diambil, karena sepertinya kau bisa memprediksi masa depan darinya. Terlepas dari kegunaannya, itu nggak terlalu praktis karena sihirnya akan habis segera setelahnya.


Karena itu merupakan material yang tak biasa, buat saja peralatan perlindungan darinya dan menambahkannya kedalam koleksi. Kuharap itu nggak meninggalkan kutukan-kutukan aneh atau mengandung efek buruk. Tapi tetaplah itu ada gunanya bergantung pada nilainya. Bahkan jika terdapat efek aneh, kau bisa langsung memeriksanya dan jika ada sesuatu yang nggak menguntungkan, aku bisa menyerahkan pada orang lain agar nggak terkena efeknya.


Lalu aku bisa menyaksikan dengan gembira dari kejauhan gimana hasilnya.


Sebelumnya Halaman Utama Selanjutnya