Dragon Egg Indo:Bab 43

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Chapter 43 - Calamity Plague Child Dragon dan Black Lizard[edit]

Si Black Lizard jadi menempel padaku kayak perangko.
Meski kurasa desanya sudah dekat, aku mulai berjalan menuju rumahku.


Nampaknya terkesan dengan [Roll] punyaku.
Fufun, biarpun aku nggak tau kenapa.
Yah, aku nggak ngerasa buruk juga.


Seekor kadal dan seekor naga, dalam arti tertentu aku seperti seorang kakak.


“Karubokishi, Kishishii’!”


Sambil berjalan bersama sejak di sungai.


Aku berpikir tentang kenapa dia ingin menggosokkam dirinya pada tubuhku.


Karena dia adalah seekor kadal yang sangat beracun, aku takut bertindak lembut pada dia, karena hal-hal buruk terjadi saat kau membiarkan penjagaanmu lengah.
Apa aku akan baik-baik saja?
Apa sisikku kuat?


Aku menggunakan [Roll] secara berlebihan, jadi aku nggak tau apakah sisikku masih terlihat bagus atau apakah sisikku masih kuat.


Dalam perjalanan pulang, kami diserang oleh sekelompok serigala abu-abu.
Aku mengedipkan mata pada Black Lizard.
Black Lizard tampaknya memahami niatku, dia segera menjauh dari aku.


Jadi mereka nggak akan bisa kabur, kami membagi mereka menjadi dua kelompok. Sehingga kami bisa mencegah para Serigala Abu-abu kabur meski cuma satu ekor. Sekarang persediaan daging kering sudah kadaluarsa, aku nggak akan membiarkan mereka kabur.
Untuk exp yang nikmat. Aku akan membunuh semuanya.


Para Serigala Abu-Abu mulai bersiaga.
Boss serigala yang terbesar, pimpinan kelompok itu, mengeluarkan suara "Sunsun" dengan hidungnya.
Kalau aku melihat kami dalam kondisi kami yang menyedihkan, nampak seperti nggak ada peluang bagi kami untuk kabur, atau serigala itu menyadari perbedaan kemampuannya?


Mungkin serigala itu telah menyadari adanya sumber racun didekatku.
Black Lizard harusnya punya skill karakteristik [Obidoku].


Bunuh dulu baru makan.


Meski aku sekarat setelah tergigit dan aku punya resistensi racun. Harusnya dia melakukan serangan lebih awal dan kemudian mundur.


“Gaa’!”

“Kishii’!”


Saat aku meraung, Black Lizard menanggapi seolah dia memahaminya.


Sebagai sinyal, aku melompat ke kelompok serigala abu-abu itu.
Dalam waktu yang hampir bersamaan, kadal itu menembakkan [Clay Gun] kearah para serigala abu-abu.
Setelah serigala abu-abu itu tak berdaya menerima serangan dari dua arah, dia segera tumbang.


“Garua’!”


Nggak ada musuh yang setara denganku dalam hal kekuatan.


Mungkin karena harga dirinya, si bos serigala melompat kearahku.


Aku memutar tubuhku untuk menghindari serangan gigitan.
Serigala itu yang pertahanannya telah terbuka, terlempar ke udara setelah menerima hantaman [Dragon Punch].
"Gokiri", aku merasakan tinjuku mematahkan tulang.
Tubuh dari si bos serigala terlempar ke udara kemudian dia jatuh menghantam tanah.


"Kaing!"


Setelah kehilangan bos mereka, dua serigala yang selamat berusaha kabur, satu ke kanan dan yang satunya ke kiri.
Aku melirik si Black Lizard, dia menanggapi dengan anggukan ringan dam suara "Kokuri".
Menggiring korban ke kematian.


Aku melompat pada serigala yang ada di sebelah kanan dan Black Lizard menembakkan [Clay Gun] pada serigala yang ada disebelah kiri......


Itu bukanlah sekedar sebuah tembakan yang mengarah lurus pada targetnya, membelah tubuh serigala abu-abu itu menjadi dua bagian kiri dan kanan.
Astaga.... Aku senang aku hanya hembusan ringan, aku nggak akan berada dalam kondisi pikiran terbaik selama beberapa menit kalau aku mencium lebih dari ini.


Kepala serigala abu-abu itu masuk kedalam tanah, sembari tubuhnya mengejang.
Berdiri di depan serigala abu-abu itu, dan mengulurkan tanganku menyebabkan suara berderit saat aku mencekik lehernya.


Karena Black Lizard itu jarang menyerangku dengan [Pottery Craftsmen], aku nggak tau kekuatannya.
Melihat tubuh serigala abu-abu itu terbelah, bulu botak disana sini, dan luka-luka yang mengerikan.
Woy, itu adalah sebuah skill yang keterlaluan kuatnya!


Teknik itu ketika berburu mangsa ringan benar-benar sesuai.


[114 exp didapatkan]
[Berkat skill gelar [Walking Egg: Lv–], tambahan exp sebesar 114 poin didapatkan]


Dengan cepat tujuh Serigala Abu-Abu berubah menjadi daging.
Aku merasakan keuntungan yang sangat kuat pada mereka, itu jadi satu kali pukul setiap kali aku berhadapan dengan mereka.


Dagingnya sangat lezat, itu bisa jadi jumlah yang cukup menguntungkan mengingat jumlah dan juga exp yang berharga, dan juga karena kami bisa menemukan kegunaannya, tapi itu menakutkan karena kami kemungkinan menghancurkan mereka.
Aku melihat mereka dari kejauhan, tapi mereka kabur setelah bertemu dengan Little Rock Dragon.
Saat aku berpikir tentang evolusi yang selanjutnya dan mereka akan kabur hanya dengan melihatku, atau sedikit kesepian, atau merepotkan.
Para Grey Wolf sudah pasti merupakan monster yang telah kukalahkan paling banyak.


Aku menyayat serigala abu-abu itu dengan cakarku, dan bagian-bagian yang nggak diperlukan aku buang untuk membuatnya lebih mudah membawanya.
Membuang isi perut, kepala, kaki!


Entah gimana aku bisa mengumpulkan semuanya, dan mulai berjalan pulang untuk yang kedua kalinya.


Si Black Lizard juga, aku menaruh daging pada tubuhnya yang kecil, aku juga membawa bagianku.
Karena tempat tinggalku nggak terlalu jauh, aku nggak perlu jalan terlalu jauh.


Kurasa itu akan bagus untuk melatih [Roll].


“Karubokishimechiru, Kishi!”


Kalau aku menyuruhvdia membawa beberapa daging lagi maka nggak banyak perbedaannya dan itu mengurangi beban pada diriku.


Serangan para serigala abu-abu sangat tepat waktu.
Aku kerepotan karena yang kupunya untuk dimakan adalah daging kering kadaluwarsa.


Black Lizard dan aku ingin makan daging kering, karena semua masalah yang kami lewati demi mendapatkannya.
Sekarang aku baru kepikiran mengenai hal ini, kadal ini mungkin juga seorang yang makannya banyak seperti para monyet merah itu.


Ini adalah waktu yang bagus, Black Lizard yang merupakan spesialis racun ikut. Aku harus membuat racun buatan lagi.
Merendam daging kering kedalam racun yang kuat, aku akan memberikannya pada para monyet sialan itu.
Kalau ini berhasil, para pencuri daging kering itu pastinya nggak akan pernah datang lagi.
Aku bahkan nggak mau merasakan racun hitam yang kuat dari Black Lizard itu, kadi ini adalah sebuah kemenangan besar.


Melewati pohon gundul yang aku gunakan untuk menjemur daging, rumahku memasuki pandangan.
Sosok dua tubuh berekor yang menakutkan yang berdiri di samping pintu masuk menyambut kami.


”Karubokishimechirul?”


Si Black Lizard yang sedang berjalan, menggosokkan tubuhnya padaku.
Berhentilah main-main!
Aku agak terkejut melihat rumahku dari luar, karena ini adalah pertama kalinya aku memperhatikannya sejak aku merenovasinya.


Jadi aku bergegas masuk kedalam rumahku.


Sebelumnya Halaman Utama Selanjutnya