Dragon Egg Indo:Bab 94

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Chapter 94 - Pekerjaan Jaga Rumah Seekor Orangutan (Sisi Orangutan)[edit]

5 hari berlalu setelah boss menghilang.


Aku telah meningkatkan pembuatan tembikar yang diajarkan boss padaku.
Karena boss nggak ada, aku kesulitan menyalakan api.
Aku berhasil menggantinya dengan Flaming Gaeru[1] yang kutangkap. Rambutku terbakar saat aku gagal menanganinya.


Aku meniru senjata dan perlengkapan perlindungan yang pernah kulihat dimiliki manusia dulu.
Itu nggak populer diantara teman-temanku karena berat. Kau harus kuat.
Cuman aku yang bisa menggunakannya saat berburu.


Karena aku nggak bisa bergerak dengan baik karena perlengkapan perlindungan tersebut, kerjasama nggak bisa dilakukan dan aku ditendang oleh temanku.
Itu nggak sakit berkat pelindung. Dia berteriak sambil memegang kakinya. Perlengkapan perlindungan sangat bagus. Semuanya harus memakainya.


Selain berburu dan mengadoni tanah liat, aku juga mencari boss sepanjang waktu.
Kami berempat secara bergantian mencari disekitar gua. Akan tetapi, nggak ada petunjuk sama sekali.


Aku khawatir pada boss, tapi anego[2] sama sekali nggak ikut serta dalam mencari boss.
Pastinya anego mengetahui sesuatu.
Tetap saja, dia nggak memberitahuku.
Lebih tepatnya, dia meringkuk di pojok gua sepanjang hari.
Terkadang, dia memasukkan kepalanya kedalam guci racun, menumpahkan kemarahannya.


Aku menatap langit.
Warnanya merah, artinya siang hari hampir berlalu.
Haruskah aku segera kembali ke pintu masuk gua?
Hari ini juga aku nggak dapat apa-apa.


Aku menjatuhkan bahuku dalam kekecewaan saat aku kembali berjalan kaki kearah pintu masuk gua.
Tiga temanku yang lain sudah kembali lebih cepat daripada aku.
Semuanya memasang wajah suram.


“Ao?”


“Aoo” “Aa” “Aoao”


Saat aku bertanya, mereka bertiga menggelengkan kepala mereka.
Mereka semua juga pulang dengan tangan kosong.


Aku melihat ke gua sambil mendesah.
Tiba-tiba, aku menyadari sesuatu.
Biasanya, anego mengurung diri setelah boss menghilang, tapi sosoknya nggak ada didalam.


Aku menatap mereka bertiga, tapi mereka juga melihat kedalam gua sambil memiringkan kepala mereka.


“Kishi, kishii!”


Anego bisa terlihat berlari kesini dari arah tebing.
Aku nggak pernah melihat anego panik terhadap sesuatu kalau nggak berhubungan dengan boss.
Apa sesuatu yang serius terjadi? Apa dia menemukan boss?


Itu adalah suatu kegembiraan kalau boss ketemu.
Aku menatap anego, dia menatap patung dekat pintu masuk gua.
Patung seorang manusia.
Mungkinkah dia ingin menjadi manusia?


Anego berhenti disamping pohon yang dipakai untuk menggantung daging, dan menggaruk batangnya.
Aku penasaran apa yang ingin dia lakukan, dia menatap kami dan mengeluarkan suara "Kishii!" pada kami.
Kau mau aku membantu?


Aku mengambil daging dari pohon itu dan kembali kedalam gua.
Memasukkan dagingnya ke dalam guci, lalu aku kembali ke pintu masuk gua sambil membawa empat sekop.


Aku membagikan sekop-sekop itu pada para Orangutan yang lain dan melanjutkan untuk memotong pohon daging itu.
Anego menampilkan wajah puas dan berpindah ke akar pohon lain.


Apa kau mau menebang keduanya?
Saat aku ragu-ragu karena aku nggak ngerti niatnya, Anego mengeluarkan suara "Ga!" dan menunjukkan taringnya.


Taring Anego penuh dengan racun.
Satu-satunya yang bisa menghentikan dia, si boss, nggak ada disini.
Aku mungkin akan digigit.


Aku mengambil daging dari pohon yang lain, dan kembali ke gua.
Terlebih lagi, saat aku keluar lagi, ketiga orangutan yang lain sedang memotong pohonnya.


Pekerjaannya dibagi, dengan dua memotong pohon dan dua yang lainnya membawanya kedalam gua.
Kami juga harus menggali akar yang tersisa menggunakan sekop.
Aku agak pusing sesaat, tapi anego menyadarkan aku lagi dengan memukul pelan pada punggungku menggunakan ekornya.
Aku juga harus menggali akarnya karena aku punya sekop juga.


Akar pohonnya juga dibawa masuk kedalam gua.
Setelah menggali, tanahnya juga diambil. Semua ini adalah instruksi Anego.


Setelah itu kami terus mengikuti instruksi anego.


Aku juga harus membawa patung batu dan menaruhnya didalam gua. Itu lebih berat daripada yang kusangka, jadi aku menjatuhkannya sekali.
Memang tidak hancur, tapi, boss akan marah kalau dia tau.


Sebagian bulu di lantai gua robek, dan kotor karena tanah.
Semua ini juga instruksi anego.
Boss akan betul-betul marah kalau dia tau.


Aku jadi bingung apakah aku harus mengikuti semua instruksi anego.
Boss memang sering membentak, tapi dia nggak menggigit.
Namun, anego akan menggigit tanpa membentak sama sekali.


Untuk saat ini, aku memutuskan untuk menggantung bulu yang kotor karena tanah.


Mengikuti instruksi anego, bulu yang kotor karena tanah basah dipasang dibagian atas pintu masuk gua.
Setelah aku melihatnya dari luar, aku akhirnya paham.
Saat kau melihatnya dari luar, bulu yang kotor tampak seperti dinding tanah, menyembunyikan pintu masuk gua.


Dengan ini, kami nggak perlu kuatir mengenai musuh asing yang mendekat.
Akan tetapi, kami masih bisa keluar masuk dengan mudah.


Mungkin anego ingin menhindari manusia dengan ini.
Oleh karena itu, pohon yang digunakan untuk menjemur daging serta patungnya disembunyikan didalam.
Anego memang cerdas. Agak menakutkan tapi bisa diandalkan.


Saat aku masuk kedalam dan memakan daging yang disajikan dari guci, aku mendengar suara langkah kaki manusia mendekat.
Jumlahnya sepertinya sekitar empat.


Suara pertama sepertinya kebingungan, disisi lain, suara yang satunya sepertinya takjub.
Salah satu manusia itu nampaknya berpikir bahwa harusnya ada sesuatu disini. Akan tetapi rekan yang lainnya tampaknya mengejek orang itu


Suara para manusia itu berlanjut selama beberapa saat.
Mereka akhirnya pergi meninggalkan hanya satu dari mereka didekat gua, dan manusia itu juga mulai mengejar ketiga manusia yang lainnya.
Nampaknya mereka nggak menyadari kami.


Aku jadi cemas dan berjalan ke pintu masuk, mencoba menggulung bulu tersebut untuk melihat keluar.
Tapi aku dihentikan oleh anego, jadi dengan keadaan seperti ini, aku memutuskan untuk tidur.


Gua ini dengan cepat menjadi gelap saat kau menutupi jamur penghasil cahaya dengan bulu.
Kalau seseorang melakukan hal itu, nggak akan ada yang membuat keributan sampai menjadi terang lagi. Itulah peraturan disini.


Pagi hari.
Karena nggak memungkinkan untuk menyadari matahari terbit karena bulu kamuflase itu, hari ini dimulai agak terlambat dibandingkan biasanya.
Sosok anego nggak terlihat dimanapun.
Ketiga orangutan dan aku panik dan pergi keluar gua.


Diluar gua, disana, anego berdiri melamun.
Ketika dia menatap kami, dia memanggil dengan suara "kishi".


Dan, entah gimana aku paham.
Anego memutuskan untuk mencari boss ditempat yang jauh. Pastinya dengan niat itu.


Saat aku mendekat untuk mendampingi dia, dia hanya menggelengkan kepalanya.
Kalau boss, serta anego yang merupakan pengganti boss nggak ada, kami akan berada dalam masalah.


Saat aku kuatir tentang hal itu, anego berbalik untuk menghadap gua, dan berteriak "kishi" dengan pelan.


Aku akan kembali bersama boss suatu hari. Sampai saat itu, jagalah tempat ini.


Bagiku, itu terdengar dia terkikih pelan saat dia mengatakan itu.


“Aa!” “Ao!” “Aaa!”


Aku melangkah maju dari ketiga yang lainnya untuk mencoba membujuk anego, dan menundukkan kepalaku.
Saat mereka bertiga melihat tindakanku, mereka juga berhenti berteriak dan menunduk juga.


Melihat kami seperti ini, anego mengangguk ringan dalam kelegaan, dan pergi dalam diam.


Setelah sosok anego nggak lagi bisa terlihat, aku berbalik kearah gua.


Selama ketiadaan boss dan anego, aku akan menjaga gua ini.
Aku akan memperluas dan memperkuatnya.
Memenuhinya dengan banyak senjata.
Aku akan bertarung melawan kelompok lain dan membuat mereka jadi bawahan kami, meningkatkan pasukan kami.


Aku akan mengelolanya sehingga saat boss dan anego kembali, mereka akan senang.
Kalau aku membuat senjata, aku nggak akan kalah dari para Orangutan yang lain.


Catatan Penerjemah[edit]

  1. Setelah tanya mbah google, mbah google bilang kalau Gaeru itu suatu jenis kodok besar
  2. Anego disini bukan cuman berarti kakak perempuan atau ketua perempuan dari sebuah geng, tapi juga istrinya boss


Sebelumnya Halaman Utama Selanjutnya