High School DxD (Bahasa Indonesia):EX Bab 4

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Kehendak Crimson[edit]

Bagian 1[edit]

Airi, Zen, dan Shin telah berjuang bersama dengan orang lain sebagai generasi baru dari Trio Gereja, dan dua hari usai pertempuran, aku berada di sebuah kafe di pusat kota Kuoh pada sore hari.

Toh, pertempuran di tambang bawah tanah menjadi masalah serius; Aku tak bisa menyembunyikan situasi lagi, tapi VIP... Shemhazai, Sirzechs, Michael, Odin, dan Zeus bisa dipercaya untuk mengatakan yang sebenarnya dan menutup mulut mereka.

Meskipun mereka semua akan terkejut, mereka akan yakin sepenuhnya karena aku adalah orang yang mengatakan ini kepada mereka. Yah, harusnya ada Dewa Waktu antara golongan dari mitologi yang berbeda. Tapi, aku masih tak bisa memahami atau pun melihat indikasi sedikit pun alasan para Dewa Jahat dan bawahan mereka dari dimensi yang berbeda bisa mengarahkan mereka dan menyerbu dunia ini dari masa depan.

Namun, mengetahui keadaan, VIP akan mempertimbangkan ini dengan hati-hati dan memberikan persetujuan mereka, jadi aku akan menghubungi dan diam-diam mendiskusikan dengan mereka semua di jalur pribadiku. Yah, aku adalah orang yang bertanggung jawab untuk pusat masalah dalam pusaran kasus ini. Aku akan terlibat sampai masalah tersebut terselesaikan.

Aku takkan memberikan rincian apapun pada VIP, hanya ringkasan. Bukan tentang Asia yang telah dikutuk oleh Loki, anak-anak Ise yang datang ke timeline ini atau begitu kata mereka, dan aku tak ingin mereka mendengar tentang senjata, teknologi, dan situasi dunia di masa depan. Mereka takkan membiarkan hal itu, karena ini bukan sesuatu yang kebanyakan orang biasanya bicarakan. Ini akan menyebabkan perubahan besar sejarah, jadi ini benar-benar harus dihindari.

Aku dengan Ise dan kelompok Rias, yang muncul padaku di tambang bawah tanah.

"Mereka tampaknya senjata kuno yang dibuat dan disimpan oleh Dewa Kuno di Celah Dimensi, dan mereka terbangun dan menyerang dunia ini."

Aku menjelaskan secara kasar. Untuk membuatnya lebih singkat, orang-orang yang telah berjuang denganku di tambang Kuoh melawan musuh adalah tim Vali yang merepotkan karena mereka memiliki masalah dengan Gogmagog yang mereka peroleh, meskipun kita sudah tahu bahwa Vali dan timnya mendapatkannya di Celah Dimensi...

Mereka tampaknya tidak sepenuhnya memahami itu karena itu rumit, tetapi mereka percaya pada penjelasanku. Rossweisse saja, yang memiliki pengetahuan tentang subjek ini, curiga... meskipun dia masih tak menemukan ide "utusan dari masa depan" itu mungkin untuk saat ini.

Pada saat ini, itu akan menjadi khas bagi Rias mendengarnya dari kakaknya Sirzechs. Satu hal yang pasti, kita sepakat untuk selalu mengambil setiap tindakan pencegahan dan tetap berhubungan ketika kita menemukan [UL] lainnya.

...Baiklah, aku membawa tanggung jawab yang besar dalam hal ini. Kuncinya adalah untuk tidak membiarkan Rias dan kelompoknya tahu tentang identitas asli anak-anak, serta pemecahan itu sebelum bocor ke golongan lain. Selain itu, fakta bahwa aku bekerja sama dengan anak-anak Ise jangan diketahui oleh siapapun selain diriku sendiri. Dalam kondisi ini, taruhan terbaik untuk anak-anak adalah untuk mengalahkan [UL] dan Loki masa depan yang datang ke sini pada waktu yang sama. Sebuah misi yang sangat khusus dengan tingkat kesulitan yang menakjubkan, kukira...

...Baiklah, hal baiknya adalah anak-anak yang datang ke sini bersama denganku ini kuat, petarung veteran. sehingga akan sulit bagiku untuk mengulurkan tangan kepada mereka dalam misi ini. Masalahnya adalah, mereka tidak menunjukkan perilaku dan sikap umum saat ini. Jika mereka menunjukkan ini di masyarakat, tak hanya setiap mitologi akan kacau, tapi kurasa akan ada efek besar untuk manusia juga. Ini akan menjadi salah satu perubahan terbesar dalam sejarah.

Atau yang lain, itu akan terlalu banyak untuk Ise tangani. Itu sudah lebih dari tekad yang cukup untuk menghentikan [UL] mencapai tujuan mereka. Aku membuat keputusan penting ketika aku sedang minum latte teh hijau favoritku sendiri. Aku telah menjadwalkan untuk bertemu Gasper masa depan usai menyelesaikan minumku... orang yang menghubungiku sebelumnya.

Aku mengatur pandanganku ke pengunjung yang tak terduga duduk tatap muka denganku, yang datang seperti aku memasuki kafe. Anak lelaki berambut crimson, Ex Gremory masih menatap padaku. Tepat setelah Klub Penelitian Ilmu Gaib pergi, aku bisa melihat Ex menggunakan lingkaran sihir individu.

"Sedikit lebih awal saja dan mereka akan bisa melihatmu."

Aku berkata kepadanya saat lingkaran menghilang. Aku tertarik pada apa yang dia lakukan dan anak itu hanya memberi lampu hijau pada pengamatanku. Kami tak memulai percakapan apapun dan Ex telah menutup mulutnya usai kita memasuki kafe.

"Jadi apa yang ingin kamu tanyakan padaku?"

"E, eh... itu..."

Ex hanya diam dan menundukkan kepalanya saat aku diam di tempat. Kupikir dia adalah seorang anak lelaki yang berani berdiri di medan perang seperti orang tuanya, dan ia hanya bisa berbicara blak-blakan dan to the point... tapi sekarang aku mengerti bahwa putra Ise dan Rias tak bisa menghadapi orang-orang ketika ia berbicara berhadapan. Pembicaraan ini menjadi ke mana-mana, jadi aku memutuskan untuk bertanya lagi.

"Kamu tampaknya muncul tepat di depanku dengan tujuan. Apakah ada sesuatu yang ingin kamu tanyakan?"

"..."

Apa ini, dari ekspresi dan sikapnya aku tahu dia ingin mendengar sesuatu dariku.

Ini sia-sia. Lebih baik aku mencoba untuk memotong percakapan ini.

"Yah, aku bertanya padamu saja. Apa yang Rias masa depan lakukan? Apa dia Kepala Keluarga?"

Saat aku mengatakan itu, ekspresinya berubah dan Ex mulai bicara gembira

"Tidak, dia pensiun dan menyerahkan kursi kepala keluarga pada Oji-ku... Milicas-niisama. Okaa-san sekarang memperluas jangkauan bisnis ke dalam berbagai jenis industri. Kami juga pemain Rating Game, meskipun game itu sendiri dihentikan selama perang, setelah invasi para Dewa Jahat melanda dunia kita."

Ex menunduk sambil melanjutkan,

"Sekali, Otou-san juga pemain game. Karena dia sibuk, bahkan berusaha menghadirkan dirinya dalam game adalah tugas yang sulit."

Ketika ia berbicara tentang Rias, nadanya adalah cahaya, di sisi lain, bibirnya menjadi sulit untuk bergerak ketika ia berbicara tentang Ise.

Sepertinya dia memiliki beberapa jenis beban ketika menceritakan kisah ayahnya, dan aku memilih untuk tidak melanjutkan hal itu.

Aku sedikit menggoda; Aku mencoba untuk membicarakan hal ini.

"Omong-omong... Kamu suka payudara wanita?"

Ex lumpuh ketakutan saat mendengar pertanyaan itu sambil menyeruput tehnya.

Teh yang dihirup ke dalam mulutnya dimuntahkan sambil terbatuk-batuk usai dimasukkan kembali ke cangkirnya.

"Ugh!"

Aku mengusap punggungnya dan menutupi batuk dengan saputangan. Usai napasnya menjadi normal, ia mengeluh saat wajahnya tersipu,

"A, a, A, a, A, APA YANG ANDA KATAKAN!?"

Uh oh! Reaksi yang kekanak-kanakan! Dan itu polos seperti yang kupikirkan! Bukankah itu buruk?

Ex melanjutkan usai ia berdeham dengan batuk dan mengosongkan kepalanya.

"Anda bilang payudara wanita... Yah, semua ibu kami memiliki payudara besar, sehingga kami yakin bahwa orang yang disebut seorang wanita kalau dia montok sejak kami masih balita. Pada awalnya, kami tidak mengenali seorang wanita kalau dia memiliki payudara kecil. Saat kita masih kecil, sangat kasar untuk mengatakan itu pada Sona-obaue sehingga semua yang bisa kami lakukan adalah tetap diam."

Aku bertanya-tanya apa yang akan terjadi pada anak-anak kalau ayah meminta payudara ibu juga... Ah... sepertinya anak-anak memiliki cobaan sedikit dalam pendidikan mereka. Kasihan Sona, ia tampaknya telah melalui hal pahit, pengalaman mengerikan itu.

Ex menggenggam saputangan saat ia mencoba untuk melampiaskan kemarahannya dengan cara mengubur wajahnya.

"Ayah yang hanya menikahi wanita dengan payudara besar terlalu erotis! Oleh karena itu, anak-anaknya, termasuk aku, seperti ini! Aku satu-satunya yang diberitahu [Lagu Oppai Dragon] digunakan sebagai lagu pengantar tidur kami!"

"Maaf; Aku adalah orang yang menulis lagu itu."

Aku meminta maaf segera. Maupun lagunya... Sirzechs dan aku adalah orang-orang yang membuatnya.

Sungguh, setelah gangguan selama tiga puluh tahun, lagu itu akan tidak penting lagi untuk generasi berikutnya bahkan mereka menjadikannya sebagai pengantar tidur.

Ex panik karena aku memberi tanganku sebagai tanda permintaan maaf.

"Tidak, tidak, bukan itu... tidak, meskipun ini mungkin memiliki arti."

Sementara beberapa anak-anak Ise memiliki kecenderungan untuk terburu-buru dalam serampangan, di sisi lain, sopan santun mereka pada orang tua sopan dan tepat.

Tentu, beberapa menit mendengarkan percakapannya membuatku memahami anak ini. Kalau dibandingkan dengan era ini, keluarga mendukung Maou cenderung hanya menampilkan tingkat sedikit rasa hormat. Mungkin karena Sirzechs dan Serafall cenderung menunjukkan penampilan begitu saat pribadi, kakak mereka Rias dan Sona cenderung menjadi serius mirip dengan ibu mereka. Demikian pula, Ex menjadi sangat serius karena ayah sukebe-nya.

Ketika aku berpikir kembali, anak-anak Ise lain juga serius. Mungkin dibesarkan oleh orang tua asuh tidak memberi dampak besar dalam cara pertumbuhan mereka.

Aku jadi sangat tertarik dengan ini dan memutuskan untuk bertanya lebih banyak.

"Bagaimana Kiba dan Vali? Apakah mereka baik-baik saja?"

"Ya, Shihan Yuuto-san menjadi mentor kami. Vali-sensei menggali peninggalan kuno dari era Dewa Kuno serta Yondai Maou asli, mempelajari reruntuhan dan artefak sambil terobsesi dengan ramen. Enam bulan pertama ketika aku menjadi muridnya, aku diperintahkan untuk mencuci piring setiap hari. Bertarung dan membuat ramen pada dasarnya sama untuknya."

Mengesampingkan Kiba, Vali... setengah dari harapanku. Setengah lainnya yang membuat itu menarik... Ya ampun, dia mulai melakukan penelitian ini... maupun ramen... aku tak ada komentar untuk itu.

"Namun, dalam perang, ia bertarung bersama dua lainnya..."

Mereka akan menjadi pelopor utama penting di masa depan.

Percakapan berhasil, dan kami terus berbicara detail kecil. Ex menjadi orang yang suka bersenda gurau sambil menghangatkan beberapa derajat.

"Ehm... bagaimana ayahmu? Orang itu adalah yang paling penting dalam keluarga."

Kami berhenti oleh seseorang yang berdiri di depan kami.

"Gubernur Pertama Azazel, aku datang untuk menjemput Anda menemui atasan kami."

Itu Himejima Kurenai.

Dengan kemunculan kakaknya, Ex menelan kata-kata yang sudah ingin dikatakan. Hal ayah ini... aku ingin bertanya apakah aku bisa bertemu Ise masa depan.

Ex tampaknya terkejut ketika kakaknya tiba; aku menduga segera dan tersenyum riang.

"Ex, benar juga. Lebih baik kalau kamu juga datang. Bos kami memanggilmu juga."

Kurenai, Ex, dan aku meninggalkan kafe untuk pindah ke lokasi yang ditunjuk.


Kurenai membawaku ke ruang yang luas tanah kota Kuoh... di mana pertama kali aku bertemu dengannya dan daerah yang sering berkelana. Karena ia masih memiliki tugas yang harus dilakukan, ia pergi usai membimbing kita. Putra tertua memiliki banyak hal untuk dilakukan...

Aku bisa merasakan aura luar biasa saat aku masuk ruang kosong saat memiliki tekanan luar biasa yang tak diketahui, dan saat aku melihat lebih lanjut dua gadis berdiri di depan, pertama seorang gadis pirang dengan empat rambut bor, dan kedua seorang gadis berambut perak dengan armor Valkyrie. Aku membuat lingkaran sihir sebagai tindakan balasan dan mencoba untuk menjaga pandanganku ke depan. Jadi tekanan yang kurasakan itu bukan dari dua orang tersebut.

Kemudian, sesosok bayangan muncul dari balik dinding. Ia mampu melewatinya. Ketika aku melihatnya, seorang pria pirang mengenakan jubah hitam. Sosok sangat bagus, tubuh besar, dengan tampilan yang tak kenal takut. Dia menatapku dengan sepasang mata merah. Tapi, kuat, aura yang tenang sangat nostalgia.

Pria yang berani memberikan senyum lebar, dan aku berjalan untuk menyambutnya.

"Halo, Sensei."

Senyum itu mengingatkan padanya.

"Kamu juga. Kamu pasti Gasper."

Pria dengan jubah mengakui kata-kataku... Gasper mengangguk.

"Ya, meski aku telah berubah... aku Gasper Vladi."

Ini adalah... kejutan besar. Mustahil, anak halus itu jadi begini. Tak ada tanda-tanda crossdresser dalam pria jantan ini. Bahkan dengan warna rambut itu, tak ada tanda-tanda atmosfer lemah di sekelilingnya.

"Apakah kamu yang bertanggung jawab atas misi ini?"

Aku mengatakan ini sambil memberikan jabat tangan.

"Ya, aku yang bertanggung jawab atas manipulasi waktu dalam perjalanan waktu. Yah, aku salah satu dari pengiring Ise-senpai dan telah kenal anak-anak sejak mereka lahir, mereka semua akan mengikuti perintahku."

Saat Gasper mengatakan itu, Ex bersembunyi di belakangku, "...tapi, itu menakutkan..." mungkin keluar kata tersebut, dan aku mengingatnya.

Usai Gasper dan aku bertukar salam, kita berbagi informasi yang kita miliki untuk merencanakan situasi ke depan, ia memberikan data [UL] yang datang ke dunia ini.

Mereka datang ke masa lalu dengan Loki masa depan dalam dua organisasi: Eksekutif, The Collective Seven Magnificent Hunters (ternyata berdasarkan dari tujuh samurai agung) di mana salah satunya disebut Lord Renzo, dan Empat Jenderal dari Invade Fanatics. Empat Jenderal menarik semua pasukan mereka dari masa depan yang seharusnya melakukan perjalanan waktu dengan Loki, tapi sebagian besar pasukan mereka tertinggal karena perjalanan waktu mereka disabotase oleh Gasper dan prajurit masa depan.

Tapi, musuh tampaknya tidak mengenali Eksekutif mereka, [UL] berbentuk silinder sebelumnya, apalagi mentransportasi Pilar "Bespa Rekorg" secara paksa. Gasper dan anak-anak Ise mencoba untuk menghentikan mereka dan bertempur dengan gagah berani di era ini. Berkat mereka, era dunia ini belum menderita dampak yang besar. Aku sangat mengagumi mereka saat ini.

Aku bertanya pada Gasper

"Bung, karena kamu sengaja kembali ke masa ini, ini akan mempengaruhi sejarah masing-masing mitologi? Plus, kamu tak bisa menghubungi kelompok Ise di dunia ini."

Gasper mengangguk,

"Kita harus mencoba untuk tidak melakukan perubahan besar di sumbu waktu era ini dan kita sendiri, tapi dari melihat kembali lebih lanjut, memang benar bahwa beberapa cabang garis dunia telah dibuat. Kami ingin menjaga sejarah yang tepat bagi orang-orang, dan kami tak bisa membiarkan keberadaan ini menjadi musuh utama di masa depan. Pada saat ini, Maou Ajuka Beelzebub tengah mengamati jalur yang berbeda dengan temanku yang akan menjadi kunci dalam konvergensi mereka bersama-sama. Kami adalah salah satu tim depan yang dikirim dari masa depan untuk memadamkan amukan, [UL] ganas di masa lalu."

"Masalahnya adalah, salah satu dari The Collective Seven Magnificent Hunters, Lord Renzo, mencoba untuk teleport ke sini. Jika tujuh pemburu datang ke sini, mereka akan membuat dampak besar pada setiap mitologi dan perlu untuk menghindari itu."

Aku telah mendengar bahwa kekuatan dari setiap Tujuh Pemburu sama dengan Dewa Kepala di setiap mitologi. Jika mereka mulai mengamuk di masa lalu... maka akan jadi salahku. Usai ini pecah, aku akan perlu diskusi serius dengan Sirzechs dan yang lainnya.

Gasper mengatakan itu dengan tampilan yang lemah lembut,

"Kalau mungkin, maka..."

Sepertinya ada tindakan balasan. Aku tak tahu bagaimana, tapi itu akan meyakinkan jika kita dapat menghindari perang habis-habisan.

Saat Gasper dan aku bicara, gadis berambut pirang dan perak menyelesaikan analisis mereka dan mulai bicara.

Si gadis pirang berkata,

"Paman Vladi, kami telah selesai menentukan hampir semua titik teleport [UL] untuk saat ini."

Si gadis berambut perak melanjutkan laporan,

"Kami juga dapat menemukan dan mengidentifikasi semua saudara kita yang dikirim ke era ini pada waktu yang sama."

Gasper memberikan anggukan sekali

"Sangat bagus, Robertina, Helmwige. Ah, Sensei, di sini adalah asistenku yang juga anak-anak Ise-senpai."

Gadis pirang menanggapi Gasper dengan menaikkan roknya sedikit dan memberikan ucapannya

"Selamat siang, Gubernur Jenderal Pertama-dono. Namaku Robertina Hyoudou."

"Hyoudou? Tapi auramu seperti Phoenix."

Ya, aura yang dibangkitkan dari gadis ini adalah api Phoenix... tapi menjadi putri Ise, aura Naganya juga melekat.

"Benar. Aku putri Hyoudou Issei dan Ravel Hyoudou. Aku tidak menggunakan nama Phoenix karena ibu meninggalkan keluarga. Oleh karena itu, aku menggunakan nama terakhir ayah yang telah digunakan di Dunia Bawah. Omong-omong, Usiaku sama seperti Ex-kun."

Sejak ia membiarkan dirinya untuk menikahi Ise, Ravel tak bisa menggunakan nama Phoenix. Dia juga tak bisa menggunakan Gremory, jadi dia menggunakan Hyoudou.

Itu mengingatkanku, salah satu prajurit [UL] menyebut nama Hyoudou.

Dua rambut bor adalah karakteristik Ravel, tapi lucu juga untuk melihat bahwa putrinya memiliki empat.

"Sepertinya Ise masa depan memiliki nama yang berbeda."

Saat kukatakan begitu, putri Ravel, Robertina memberikan tawa kecil.

"Dia memiliki nama yang berbeda ketika ia berada di luar keluarga"

Kalau sudah begitu, maka setidaknya dia memiliki dua nama yang dikombinasikan dengannya.

Putri berambut perak dengan armor Valkyrie (yang mengambil bentuk seperti Boosted Gear Scale Mail) menyapaku dengan sopan

"Aku Helmwige. Ayahku adalah Sekiryuutei dan ibuku adalah Valkyrie. Aku lahir di tahun yang sama dengan Zen dan Shin-kun."

"Ah, aku tahu sekilas bahwa kamu adalah putri Rossweisse. Kamu seperti ibumu."

Dia sangat mirip Rossweisse, kecuali dia membuat rambutnya menjadi ikat panjang tunggal. Sebagian besar anak-anak Ise yang sudah kutemui memiliki karakteristik ibu mereka.

Putri Rossweisse, Helmwige, berkata

"Aku punya satu adik yang merupakan pengguna sihir, tapi... ia lahir di timeline aslinya, jadi aku harus memperbaiki masa depan untuknya ada."

Robertina memberikan napas ketidakpuasan,

"Daripada memilih Pedang Raja Suci Collbrande, anak lelaki itu memilih untuk menjadi seorang penyihir. Ini seperti buang-buang bakatnya!"

Setidaknya kalian memiliki keturunan yang menakjubkan.

"Dia lebih egois daripada Ex-kun. Kamu tak perlu mempertanyakan reputasi ayah dan ibumu dan menjadikannya masalahmu sendiri! Kamu seperti itu, eh, Ex-kun?"

Robertina melipat lengannya

"Itu pernyataan kasar."

Sepertinya Robertina memiliki bakat untuk mengatakan hal-hal kasar dan memberikan julukan, saat Ex bisa dilihat menatapnya dengan jijik seolah yang dia katakan "Kubilang begitu". Putri Ravel tampaknya menyukai orang tua mereka. Akar komentar kasarnya dari kepribadian Ojou ibunya

Gasper memukul pelan Ex di kepala, mengejutkan anak itu.

"Ini hal yang bagus sebagai saudara untuk menjaga satu sama lain. Ex, kamu harus sedikit tenang seperti yang Robertina bilang. Kamu lebih sembrono dari orang tuamu. Kamu perlu menurunkan itu, tahu?"

"…Aku tahu."

Ex menerima itu sambil menunduk.

Wow, aku bisa merasakan bahwa Gasper telah tumbuh dan memberikan pendapat yang dewasa seperti itu.

Aku benar-benar tertarik dalam adegan masa ini yang kulihat di depan mataku.

Sebuah lingkaran sihir tiba-tiba mengembang di kaki Helmwige. Tampaknya muncul secara otomatis. Simbol pada lingkaran bergerak dalam kecepatan yang memusingkan. Aku menjadi gelisah.

Helmwige melaporkan pada Gasper dengan ekspresi muram.

"Vladi-san, ini serius. Satu batalion [UL] telah terlihat di dekat Kyoto."

Dan, pertempuran itu berlanjut....

Bagian 2[edit]

Ex, Gasper, Helmwige, Robertina, dan aku tiba dengan lingkaran teleportasi. Kami berada di jalur pegunungan antara prefektur Kyoto dan Shiga. Kami melompat langsung ke lokasi dimana [UL] dilaporkan.

Anak-anak lain Ise yang tidak dengan kami harus memadamkan amukan [UL] di suatu tempat.

Sambil berjalan di pepohonan gunung yang rimbun, Ex berbisik,

"Mereka menuju Youkai Kyoto."

Aku mengikuti kata-katanya,

"Pasti ada klan yang memiliki kemampuan yang berbeda di era ini. Ya ampun, itu tak masuk akal. Apakah ada perwakilan dari Lima Keluarga Besar atau Youkai kuat di jajaranmu?"

Gasper bicara,

"Ya, kami punya... Musuh ingin menghentikan mereka bersama dengan orang yang berhubungan dengan Sekiryuutei yang tinggal di sini sebelum terlambat."

Aku ingin tahu apakah itu pasti terjadi. Kita tengah menuju ke arah salah satu gerbang menuju ke tempat itu... dimana Youkai Kyoto berada.

Tentu saja, aku bisa melihat Torii kuno muncul di belakang gunung. Ini adalah salah satu gerbang belakang Kyoto. Atmosfer menakutkan keluar dengan sangat kuat di seluruh wilayah. Ini adalah sekelompok prajurit [UL] dengan tubuh perak. Sebuah bayangan besar memberikan aura mengesankan di pusat... itu adalah naga mesin Galvaldan!

Beberapa hari yang lalu, lengan kiri itu beruap karena Zen memotong itu. Saat kita bertemu lagi, jelas bahwa itu diganti dengan anggota tubuh berbentuk bor sangat tebal. Aku bisa merasakan sesuatu yang sangat brutal pada pedang bor jahat itu. Ia juga memiliki senjata baru, dipasang di punggungnya seperti ransel. Itu adalah hal yang bagus kita melewati gerbang ini. Jika hal-hal ganas mulai mengamuk di Kyoto tanpa ada yang mengetahui, aku takkan tahu berapa banyak kerusakan dan kegemparan yang dapat mereka sebabkan. Gasper membungkus dirinya dalam aura yang luar biasa dan menyerang gagah berani pada [UL]. Dilihat dari jumlah energinya itu bukan main-main, potensi pertumbuhannya jauh di atas diriku, dan jelas bahwa dia adalah yang paling kuat dari kita.

Usai melihat penampilan Gasper, semua [UL] mengubah pandangan mereka sekaligus kepadanya. Begitu komandan musuh, Galvaldan, melihat Gasper, dia memasang mata yang bersinar. "Takkan berpikir kau akan datang juga, Gasper Balor."

Gasper bersiap-siap, menatap Galvaldan dan memancarkan aura mengintimidasi. Aku tidak melihat tanda-tanda bocah pengecut saat ini. Dia menjadi sangat kuat. Aku sangat terkesan.

Gasper bertanya pada Galvaldan,

"Galvaldan, salah satu Empat Jenderal Invade Fanatics. Apa yang membawamu ke tempat ini? Apakah untuk membawa krisis dan kekacauan bagi mereka yang tinggal di Kyoto?"

"Yah, itu. Tapi tujuan sebenarnya adalah aku ingin mengambil benda sialan ini."

Seperti yang dikatakan, Galvaldan memperlihatkan lengan bor kiri.

Bor berputar dengan kecepatan tinggi saat berdengung dan menghasilkan getaran yang berbahaya.

"Dari semua Empat Jenderal di luar sana, aku adalah orang yang dikirim ke sini dan diberi senjata bor ini sebagai pengganti lengan asli yang hilang diberikan oleh Addoza. Meskipun aku mengirim brengsek itu lengan asliku sebagai model untuk membuat penggantinya... ini juga bagus."

"Tapi, karena ada penghalang yang kuat didirikan di sumbu waktu ini, sangat susah hanya untuk mengangkut benda sialan ini... Yah, yah, campur tanganmu akan menjadi gangguan. Berkat titik perpindahan tak sejajar, aku datang tepat di sebelahmu."

Bahwa bor yang sama diangkut dari masa depan sebagai bagian penguatan yang dimaksudkan untuk digunakan oleh Lord Renzo, tapi sekarang itu ditahan oleh salah satu dari Empat Jenderal. Dan dengan keberhasilan para prajurit masa depan, semua yang terakhir dari Empat Jenderal dapat lakukan adalah untuk mengangkut senjata dan dukungan mereka. Dari pembicaraan perjalanan ke Kyoto ini, tampaknya bahwa titik pengangkutan senjata bor bergeser dari koordinat yang ditunjuk, dan kebetulan dikirim ke era Kyoto. Dalam hitungan detik, Galvaldan menyatukan mesin roket, membuat nyala api! Melompat langsung, tapi aku segera membuat penghalang di sekitar area untuk penutupnya. Aku perlu untuk meminimalkan kerusakan sebanyak mungkin.

"Baiklah! Lumayan. Mari kita coba! Saatnya untuk membalas kembali kondisi yang kalian berikan terakhir kali setelah aku dalam kondisi sempurna! Drill baby driiiiiilllll!"

Lengan bor baru sangat kuat, dampaknya ke tanah menciptakan gelombang kejut usai serangan mengara pada Ex! Dia mundur karena gelombang kejut!

Robertina melompat ke samping, prajurit [UL] mulai menembak peluru maut sekaligus ke arahnya, tapi dia hanya menyapu serangan dengan menggunakan api Phoenix dengan terampil dan peluru itu hilang begitu saja seolah-olah tak ada yang terjadi.

"Percuma saja. Aku kebal, itu sebabnya."

Saat ia mengatakan itu, Robertina bertumbuh besar, sayap api berbulu di punggungnya, dan menyapu lebih banyak sekelompok prajurit musuh, membakar mereka semua segera!

"Kau diacuhkan untuk menjadikan musuh kecil menjadi lawanku."

Pada saat yang sama, Helmwige menyebarkan banyak lingkaran sihir di depannya, dan tombak yang tak terhitung jumlahnya. Setiap tombak terikat dengan gulungan sihir dan menyerang kelompok pasukan musuh lain. Aku bisa mendengar ledakan ketika menembus, dan lain-lain terlihat dalam keadaan beku setelah terkena. Keduanya gadis yang kuat!

Aku juga menembak beberapa tombak cahaya, dan mengenai beberapa [UL] tanpa kesulitan. Masalahnya adalah disana, dan aku meletakkan mataku pada Galvaldan.

Serangan itu tidak fatal, tapi Ex tidak menerima luka parah yang terakumulasi di dalam tubuhnya.

Usai menjaga jarak, Galvaldan menurunkan sikapnya. Ia membongkar senjata di punggungnya. Itu gunung rudal yang tak terhitung jumlahnya! Jumlahnya mengerikan! Itu bisa meratakan gunung seluruhnya!

"AWAS LEDAKAAAAN!"

Galvaldan menembak rudal, dan ia mengarah ke arah kami.

Tiba-tiba, itu menjadi tenang. Tak ada suara pertempuran, dan suara terbang rudal menghilang, seolah-olah waktu telah berhenti.

Semua rudal telah berhenti di udara. Galvaldan dan pasukan [UL]-nya juga berhenti. Aku tahu fenomena ini!

Mata merah Gasper bersinar dan ia mengambil satu langkah maju.

"Azazel-sensei, aku akan menghentikan waktu sekitar Ex dan kelompoknya."

Waktu berjalan di sekitar kita dihentikan, tapi Gasper bilang kita bisa bergerak. Semua [UL] dan pohon-pohon gunung juga berhenti. Tak hanya menghentikan waktu dalam dimensi, tapi ia juga bisa bergerak dalam dimensi waktu berhenti.

"Jika ada seseorang yang dapat bergerak dalam dunia waktu bekuku, itu hanya akan menjadi mereka yang memiliki izinku, Dewa dan makhluk transendental (Iblis Super), Maou generasi baru, dan mereka yang setara dengan Two Heavenly Dragon."

Gasper mengatakan itu.

Jika dia bisa melakukan hal ini, apakah ini berarti bahwa ia menjadi salah satu makhluk terkuat di masa depan?

Robertina tiba-tiba bicara

"[The Champion of Time and Space] Aeon Tycoon, sekarang Anda dapat melihat mengapa Paman Vladi disebut [makhluk transendental (Iblis Super)]."

"Makhluk transendental (Iblis Super)? Gasper?"

Aku bertanya pada Robertina,

"Setelah tiga puluh tahun, ada enam orang yang menjadi makhluk transendental (Iblis Super) di Dunia Bawah. Diantaranya adalah Paman Milicas, Ajuka Beelzebub-sama, dan Paman Vladi."

Kalau kamu benar-benar dapat mengontrol waktu, itu tidak aneh.

"Kalau begitu? Bagaimana dengan Ex?"

Saat kutanyakan, Gasper memperluas bayangan di bawah kakinya. Kegelapan membungkus rudal yang ditembakkan dan menghentikan mereka di udara sebelum menghilang di udara tipis.

Gasper berkata pada Ex,

"Ex, kita harus melewati medan perang ini, kamu bisa menyerang dan membuang boogeyman tak berguna ini?"

Gasper menunjuk jarinya pada Galvaldan yang beku.

"Bagus, Ex. Saat waktu mulai berubah lagi, kamu bisa mengakhiri Galvaldan. Aku tahu kamu masih berpikir tentang ayahmu, tapi kamu tak bisa menyelesaikan apa-apa kalau kamu menempatkan diri dalam gelap dan membiarkan awan keputusanmu."

Mungkin karena seseorang menyebutkan ayahnya tepat di depannya, Ex bicara intens,

"Aku tahu... aku tahu! Tapi Vladi-dono! Tidak, Paman Gasper! Asia-kaasan pun jatuh pada kutukan Loki, dan dia tidak bisa muncul untuk mencegah itu!? Dia adalah orang penting, tapi dia tak bisa mengunjungi dan melihat kami tatap muka!"

"Jadi, kamu tidak bisa memaafkannya?"

"..."

Ex tetap diam, dia tak bisa menjawab pertanyaan Gasper.

Pada awalnya, aku ingin bertanya pada Ex tentang ayahnya, tapi dari apa yang kulihat sekarang... Sepertinya dia menimbang nilai Ise menggunakan aku sebagai pembanding.

Aku berpikir bahwa ia mengalami "masalah ayah" remaja serius karena ia tampaknya tak bisa memutuskan apakah dia suka atau benci Ise.

Tapi, Gasper menunjukkan senyum yang tulus kepada Ex, dan mengatakan apa yang kurasakan saat ini,

"Kamu harus tahu, Ex. Orang itu mencintaimu sebanyak seluruh keluarga. Ada banyak alasan ia tak bisa tinggal, apalagi mengobrol dan bermain dengan kalian semua seperti ayah lain sering lakukan."

"Tapi tetap saja!"

"Kamu akan menemukan jawabannya secara alami. Untuk saat ini, ubah perasaan itu menjadi kekuatanmu dan hentikan orang ini. Aku akan memutar kembali aliran waktu... Bebaskan kekuatan Two Heavenly Dragon di dalam dirimu dan menangkan pertempuran ini."

"Cih!"

Saat Gasper menunjukkan jarinya, aku bisa merasakan lonjakan kekuatan pada Ex.

Lalu, setelah Gasper menjentikkan jarinya, dunia mulai bergerak lagi.

"Ini…"

Galvaldan terkejut melihat rudalnya telah lenyap dalam sekejap, dan menetapkan penglihatannya dan berpikir bahwa itu semua adalah pekerjaan Gasper.

Gasper berkata pada Ex,

"Karena kamu tak bisa hanya mengandalkan kekuatanmu sendiri, aku ingin bertanya: apa tekadmu yang membuatmu melalui semua peristiwa ini selama hidupmu."

Galvaldan terlihat terang, mata berbahaya.

"Ini menggelitik kulitku, kalau kau bertanya padaku. Aku berbeda dari Iblis Super itu katakan, tahu?"

Ex dipengaruhi sangat banyak dengan kata-kata Gasper dan mulai mengisi gauntlet-nya.

"Hah!"

Ex mengeluarkan aura crimsonnya dalam sekejap. Dia memegang pedang crimsonnya.

"Baiklah. Aku, yang telah mewarisi darah, tubuh dan kekuatan, dan mengajarkan cara menggunakannya. Aku adalah pewaris dari [Crimson], Ex Gremory!"

Aura merah terus menyebar dan membungkus Ex,

"Balance Adjust!"

"[Scarlet Dragon Counter Balance!!!]"

Ada puing-puing kecil terlempar ke pintu gerbang!

Lengan dan kaki naga merah muncul, dan akhirnya Ex yang mengenakan Scale Mail berwarna crimson.

Kupikir armor Heavenly Dragon dan armor emas Airi yang mereka gunakan ringan, sehingga memungkinkan gerakan lebih gesit. Ex mengeluarkan empat sayap naga merah dari punggungnya, dan Scarlet Blade Galatine berubah bentuk. Dia tampaknya memiliki tipe yang berbeda dari ayah dan kakak perempuannya.

Dia mengisi Power of Destruction pada pedangnya, dan terbang dengan kekuatan naga maksimal.

"Boosted Gear Diabolos Counter-Balance: [Crimson Dragon Sword of Extinction] "The Existence Cutter" Scarlet Blade! Dengan kehendak dan kekuatan Heavenly Dragon, aku menggabungkannya dengan kekuatan pedang suci terkutuk ini, persiapkan dirimu, Galvaldan!"

[Boost Blade Boost Blade Boost Blade Boost Blade Boost Blade Boost Blade Boost Blade!!]

Sebuah suara yang kuat timbul dari permata gauntlet-nya.

Pada saat yang sama, aura crimson terus meningkat pada pedang.

Ex melompat tanpa memberikan suara! Saat berikutnya, kilat merah melewati dada Galvaldan, di mana ia menebas!

"Keparat!"

Bagian tubuh Galvaldan dipotong dan itu menjadi jelas bahwa ia tidak setara dengan Ex, dan anak-anak terus mengiris naga mekanik itu dalam kecepatan dewa! Dia bergerak sangat cepat sehingga ia tak dapat terlihat bahkan dari mataku.

Ex meniru mentornya, metode tempur Vali dan Kiba, dan aku bertanya-tanya apakah itu adalah serangan mendadak Counter Balance. Dia menggabungkan kekuatan kedua orang tuanya yang abnormal...kekuatan Dragon dan Power of Destruction ke pedangnya. Galvaldan tampaknya tak bisa mengantisipasi serangan itu.

Begitu ya, seperti apa yang Gasper katakan, Ex harus belajar bagaimana menjadi kuat, karena mereka adalah generasi berikutnya dengan kekuatan besar, tapi itu datang dengan tanggung jawab besar.

Itu adalah simbol dari orang-orang di masa depan... Ex Gremory!

"SIIIIIIIIIIIIIIAAAAAAAAALAAAAAAAN!!!!"

Galvaldan memancarkan sejumlah sinar laser dari tubuhnya, tapi itu bukan sesuatu yang tidak dapat Ex tangkis dengan pedangnya, menyatu dengan Longinus buatan!

"Atas nama Keluarga Bangsawan Gremory, aku sungguh akan mengalahkanmu, Galvaldan!"

Ex mengeluarkan ucapan bermartabat, penampilan suasana berani, yang membuatku ingat orang tertentu. Aku tak bisa mengikuti tempur secepat petir dengan mataku... Ex mengeluarkan kilat crimson dengan pedangnya yang aku pun tak bisa lihat di tempat terpencil ini.

[Boost Blade Boost Blade Boost Blade Boost Blade Boost Blade Boost Blade Boost Blade!!!]

Akhirnya, Ex memotong lengan kiri bornya, kemudian lengan kanannya, dan akhirnya kakinya! Naga mekanik itu hanya memiliki kepala dan dada, dan tubuhnya jatuh ke tanah dengan wajah dulu!

Gasper memberitahu dua gadis itu agar tidak ketinggalan kesempatan,

"Sekarang, Robertina, Helmwige, inilah kesempatan untuk mengirim kembali ke dunianya! Aku akan membuka gerbang dimensi!"

"Ya!"

Gasper, Robertina, dan Helmwige membuat lingkaran sihir yang identik pada saat yang sama, yang bekerja sebagai portal chronoplast dalam ukuran tubuh Galvaldan. Saat lingkaran bersinar, ia mencoba untuk melawan.

"Dalam keadaan ini, aku sudah menyelesaikannya!!!!"

Mencoba untuk melarikan diri dengan roket pinggangnya.

"Itu tidak akan terjadi."

Aku menembak dua tombak besar cahaya untuk menghancurkan roketnya. Bentuk kehidupan mekanik bahkan tergoncang untuk mencoba melarikan diri, tapi ditendang masuk ke lingkaran teleport dan membungkusnya.

"SIIIIIIIIIIIIIIAAAAAAAAALAAAAAAAN!!!!"

Ia mengaum untuk terakhir kalinya, dan akhirnya menghilang dalam cahaya lingkaran.


Mengenakan aura merah, Gasper melihat Ex yang berjuang tanpa rasa takut dan berkata dengan bangga,

"Ise-senpai dan majikanku Rias-sama pernah berkata padaku bahwa Ex lebih seperti Sirzechs-sama."

Jadi, itu sebabnya. Sekilas aku mentap Ex sebelumnya adalah karena ia memiliki atmosfer Sirzechs di dalam dirinya.

Kami memastikan kekalahan Galvaldan dan bawahan [UL]-nya.

Hutan tidak menderita terlalu banyak kerusakan, jadi aku akan memperbaikinya nanti.

Namun, itu merupakan prestasi besar bahwa Galvaldan dikirim kembali ke masa depan. Dengan kedatangan bala bantuan, itu akan mengurangi banyak korban dalam perang masa depan di dunia ini. Aku ingin tahu berapa banyak musuh yang tersisa selain Loki dan Luma Idra.

Tapi setelah mengatur napas, laporan lain datang.

"Mustahil!"

Robertina adalah tercengang mendengar laporan dari lingkaran sihir kecil di telinganya.

"Paman Vladi! Gubernur Pertama-dono! Aku telah menerima laporan dari Zen-niisan! Sekarang Rias-kaasan dan anggota klub Penelitian Ilmu Gaib sedang diserang dan di ambang runtuh!"

Keparat! Di antara pasukan musuh yang tersebar, yang besar datang langsung! Apakah mereka begitu putus asa karena intervensi langsung kami!?

Jadi melawan Galvaldan hanyalah umpan!?

Pertarungan berlangsung menuju klimaks!