High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 15 Life.2 Scarlet dan Crimson

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Life.2 Scarlet dan Crimson

Bagian 1

--Siapakah Aku?


Ketika Aku, Himejima Akeno, masih kecil, Aku selalu bertanya kepada diriku sendiri pertanyaan itu.


Aku, yang telah kehilangan ibuku ditangan mereka yang membenci Fallen Angel, tidak mengakui Barakiel ayahku, dan terus melanjutkan gaya hidup dimana aku berkelana ketempat yang berbeda.


Itu diriku ketika aku berusia sepuluh tahun. Itu adalah Usia dimana secara praktis tidak mungkin kau dapat menjalani hidup seorang diri.


Aku bahkan mengingat bagaimana diriku waktu kecil sangatlah percaya kalau Aku tetap harus bertahan hidup dengan caraku sendiri. Aku pastinya tidak dapat bergantung pada ayahku. Jika itu kulakukan... Aku merasa hatiku akan hancur dalam duka akibat kehilangan ibuku dan menjadi takut pada kebencian orang lain yang diarahkan pada ayahku.


Apa yang aku miliki ditanganku adalah dompetku dengan sisa sedikit tabungan didalamnya. ...Aku telah berpikir untuk membelikan hadiah untuk ibuku pada hari ulang tahunnya dengan menggunakan uang itu.


Aku berusaha sebaik mungkin untuk tidak menggunakan uang itu, tapi Aku tidak dapat mengatasi perutku yang kosong yang telah mencapai batasnya, dan akhirnya Aku menggunakannya sambil aku terus mengucapkan permohonan maaf kepada ibuku didalam diriku. Ingatan saat itu masih terkubur sangat jelas didalamku.


Ada sebuah batas pada uang, itu tidak tanpa batas. Aku tidak memiliki ayahku dan ibuku. Aku membutuhkan sesuatu untuk menghasilkan uang meskipun sebagai seorang anak kecil.


Akan tetapi, disini tidak mungkin terdapat tempat yang mau mempekerjakan anak kecil yang baru berusia sepuluh tahun.


.....Keahlianku adalah kemampuan mengontrol petir yang diturunkan dari ayahku dan kekuatan untuk memurnikan roh yang aku pelajari dari ibuku.


Ini terjadi pada suatu hari. Aku menolong seorang anak yang dirasuki oleh roh jahat tanpa sengaja. Lalu orang tua anak itu memberiku sedikit jumlah makanan kecil.


Aku berpikir inilah dia. Hal itu adalah sesuatu yang hanya dapat aku lakukan.


Dari saat itu, Aku memulai berbicara kepada orang-orang yang dirasuki oleh roh jahat, memurnikannya, dan mendapati gaya hidup dimana Aku menerima sedikit uang dan makanan dari mereka.


Aku tidak dapat memiliki hidup mewah. Aku tidak memiliki tempat apapun untuk hidup. Akan tetapi, Aku dapat bertahan.


--Akeno, Aku akan mengajarimu bagaimana mengusir hantu yang menakutkan.


.....Apa yang diajari ibuku membantuku untuk bertahan. rasanya sangat sepi untuk tidur sendirian... akan tetapi Aku tidak ingin mati sekarang.


Setelah itu, Aku berkelana keliling Jepang, Aku mulai belajar bagaimana berkomunikasi dengan makhluk tidak normal, dan mulai bisa menjaga jarak dengan manusia.


Jika aku harus berkelompok, lalu Aku harus berkelompok dengan mahkluk tidak normal. Walaupun dipikir aku memiliki penampilan manusia, Aku membawa darah Fallen Angel. Jadi itu bukanlah suatu hal yang salah bagiku untuk diclasifikasikan sebagai mahkluk bukan-manusia.


Aku membuat diriku menyadari itu meskipun masih berusia sepuluh tahun. Ini lebih mudah agar tidak disakiti ketika aku berinteraksi dengan orang lain sambil mengatakan diriku seperti itu.


Disana terdapat orang-orang yang ingin mengambilku dari orang-orang yang telah aku selamatkan dari roh jahat. Jika ada orang yang lebih keterlaluan, mereka juga punya niat lain. Aku bahkan bisa merasakan itu.


Diriku bahkan dikejar. Beberapa kali diincar, seperti ketika Aku menginjakan kaki di wilayah yang berada dalam kendali orang-orang gereja yang membenci Fallen Angel, dan juga biarawan baru yang melihatku sebagai penghalang pekerjaan mereka.


Satu setengah tahun berlalu sejak aku memiliki gaya hidup seperti itu--.


Pada saat-saat itu Aku mulai terbiasa dengan berkelana keliling negara untuk memurnikan roh jahat, Aku juga berteman dengan Oni* kecil, dan bisa mengedalikan mereka (*Jin)


Ini terjadi ketika Aku menyelinap kedalam kota tertentu yang terletak di prefektur-T. Aku berhubungan dengan manusia yang dapat berbicara dengan roh untuk sementara waktu akibat membuat kesepakatan dengan Iblis. Orang itu tanpa sengaja berbicara kepada roh jahat, dan akhirnya dirasuki olehnya, dan hampir saja terbunuh karenanya. Aku akhirnya dapat menyelamatkan orang itu.


Aku seharusnya mengabaikan orang itu, tapi Aku tidak memiliki pilihan lain semenjak orang tersebut bergumam, "Selamatkan aku". Sewaktu aku menyadarinya, Aku telah menyelamatkan orang itu dari roh jahat.


Setelah itu aku menjadi tahu kalau manusia itu adalah seseorang yang membuat kesepakatan dengan pelayan Iblis dari Kepala Keluarga Gremory saat ini. Tapi pada saat itu, Aku menyadari kalau itu adalah keteledoranku untuk menginjakan kakiku didalam wilayah Iblis.


Kenyataan tentang Iblis bertarung melayawan Fallen Angel adalah pengetahuan yang aku dapat selama aku berkelana. Aku adalah mahkluk yang membawa darah Fallen Angel. Jika Aku menginjakan kakiku di wilayah mereka, itu tidaklah aneh untukku menjadi sasaran mereka.


Ada kemungkinan besar kalau Iblis itu mengetahui jika Aku berhubungan dengan satu dari manusia yang mengikat kesepakatan dengan mereka.


.....Ada banyak Iblis yang memiliki harga diri yang kuat. Jika mereka mengetahui tentang seorang anak perempuan kecil Fallen Angel membuat hubungan dengan pelanggannya..... Mereka akan datang untuk memusnahkan aku dengan tujuan menghilangkan aib mereka.


Aku bersembunyi di kuil yang ditinggalkan didalam kota itu, dan memutuskan untuk mengamati dengan diam-diam untuk sementara. Tidak terlibat adalah hal yang terbaik jika kau terikat didalam kasus semacam ini.


Anak kecil sepertiku tidak mungkin dapat melawan Iblis yang telah dewasa.


Ini terjadi beberapa hari setelah Aku bersembunyi didalam kuil.


Aku merasakan kehadiran seseorang yang semakin dekat kepadaku. Aku mencoba melihat keluar perlahan dari pintu yang rusak. Dan apa yang muncul dimataku adalah-- warna crimson.


Rambut crimson yang cantik. Seorang gadis yang sepertinya seumuran denganku. Anak itu memiliki aura yang menunjukan dia bukan seorang manusia sama sepertiku, yang sedang melihat-lihat sekelilingnya.


Aku menyembunyikan hawa keberadaanku, dan menyembunyikan diriku sendiri dibelakang pohon setelah keluar dari kuil tanpa membuat suara.


Tinggal didalam kuil bukanlah ide yang bagus. Lokasi itu jika diketahui sama saja menjadi sasaran mudah bagi mereka, dan tidak ada yang tersisa dariku jika Aku diserang pertama kali.


Anak perempuan berambut crimson itu mengatakan ini dengan suara keras.


"Jika kau disini, tolong keluarlah. Jika kau mau berbicara serius tentang alasan kenapa kau memasuki wilayah seseorang yang dekat denganku, maka Aku tidak akan melakukan apapun seperti menyalahkanmu karena itu."


.....Aku tidak bisa mempercayai kata-kata Iblis. Seperti yang aku duga, sepertinya mereka mengetahui tentang diriku yang memurnikan roh jahat.


Dia seorang Iblis meskipun memiliki muka yang manis seperti itu. Dan dari apa yang bisa aku mengerti dengan mencari melalui auranya, Aku bisa melihat kalau dia anak dari seorang Iblis berkualitas tinggi. .....Aku kemungkinan tidak akan hidup jika aku melawannya.


Bahkan setelah itu, dia mulai berbicara dengan perilaku persuasif, akan tetapi Aku tidak menunjukan diriku sendiri didepannya. Aku akan lebih baik mematikan hawa keberadaanku dan menunggunya pergi. Akan tetapi, sejak ia telah menemukan tempat ini, akan lebih baik bagiku untuk pergi dari sini sekarang juga. Aku butuh tempat baru dimana aku bisa menyembunyikan diriku sendiri.


Ketika Aku berpikir tentang situasi yang berbahaya dimana aku didalamnya, anak perempuan berambut crimson menghela nafas, kemungkinan karena aku tidak menunjukan diriku sendiri.


Dia kemudian mengatakan ini.


".....Sebenarnya, Ada beberapa pertapa pegunungan yang mencarimu. Manusia-manusia itu datang untuk bernegosiasi dengan kita. Mereka mengatakan, "Bisa kau tinggalkan anak perempuan Fallen Angel itu pada kita?"--."


--!


Mendengar itu, tubuhku gemetaran. Itu sepertinya mereka.


Kelompok pertapa dari pegunungan mulai muncul ditempat dimana Aku kunjungi sejak tahun lalu. Mereka tidak mengejarku karena Aku penghalang pekerjaan mereka--.


Anak perempuan berambut crimson kemudian mengatakan ini.


".....Sebelum orang-orang itu muncul dihadapanmu, datanglah ke sisiku. Aku tidak akan memperlakukanmu buruk. Selama kau mau menjelaskan situasinya kepadaku, Aku akan memberimu bantuan terbaik semampuku."


Kata-katanya sungguh ramah.....Itu terdengar seperti ibuku yang telah meninggal.


Ya, anak perempuan itu adalah Rias--.

Bagian 2

--Aku bermimpi. Sebuah kehidupan yang tenang dari masa lalu yang sangat aku rindukan.


"Hey, Kaa-sama.* Akankah Akeno juga bisa berteman?" (*panggilan Ibu dalam tata cara sopan dan kekeluargaan)


"Ya, kau pasti akan mendapatkannya. Akeno, apa yang akan kau lakukan dengan temanmu ketika kau mendapatkannya?"


"Umm.....Akeno mau pergi melihat berbagai tempat, pergi kesekolah yang sama, dan bergabung dengan "kelompok" yang sama dengannya."


".....Kau ingin pergi kesekolah, Akeno?"


"Tenang saja. Akeno akan baik-baik saja selama Akeno memiliki Kaa-sama dan Tou-sama.*" (*panggilan untuk ayah)


".....Aku berharap kau dapat mendapatkan teman yang baik."


"Yup! Dan Akeno mau seorang suami yang sekuat dan sebaik seperti Tou-sama!"


"Ufufu, jika ayahmu mendengar itu, dia akan dalam masalah."


"Kenapa?"


"Itu karena, ayahmu--."


".....Kaa-sama."


Ketika Aku membuka mataku. Aku menyadari kalau terdapat airmata di mataku.


Setelah dengan cepat mengemasi barang-barangku, Aku meninggalkan kuil tersebut tempat dimana aku gunakan untuk tidur.


Ini tepatnya ketika matahari akan terbit. Ketika kabut pagi masih tampak, Aku berlari melewati hutan yang tepat berada disamping jalan layang.


Alasan kenapa aku tidak bertindak selama tengah malam karena pada waktu itu adalah waktu aktif para Iblis. Jika sekarang selama matahari terbit, maka aku akan dapat pergi dari kota ini dengan selamat--.


Jika itu sekarang. Aku bisa mengerti kalau aku memilih jalan pikiran yang naif karena masih anak-anak waktu itu.


Ketika aku hampir keluar dari hutan--.


Sesuatu membalutku dari sebelah yang kemudian memegangku.


Aku kemudian merasakan aura yang berasal dari seluruh tubuhku menghilang saat itu juga. --Ketika aku melihat, terdapat jaring diseluruh tubuhku.


.....Ini bukan jaring biasa. Jika aku bergumul, itu terasa seperti akan menyerap banyak tenaga dariku. Ini pasti jaring dengan mantera spesial.


RING RING .......Lalu suara unik dari tongkat menggema melalui hutan dengan mengerikan.


"--Aku menemukanmu."


Itu sebuah suara pelan seorang laki-laki.


"--Anak perempuan terkutuk yang lahir dari garis keturunan Himejima kita."


Dari belakang pohon,


"--Anak yang membawa darah malaikat hitam."


--beberapa pertama pegunungan dengan topi bertenunkan alang-alang yang membawa tongkat muncul.


"--Lama tidak jumpa, Akeno."


Suara dengan penuh martabat mengatakan itu padaku. Aku mengetahui suara ini.


Pertapa pegunungan berjalan, dan orang yang muncul didepanku adalah orang yang telah melewati usia paruh-bayanya. Dia melepas topi tenun alang-alangnya, dan melihat kearahku yang tertangkap oleh jaring. Matanya penuh dengan kesedihan.


".....Kakek."


Ya, orang tua ini adalah seseorang dari Himejima. Bagiku, dia adalah kakekku dari sisi Ibuku.


Himejima adalah clan yang telah berafiliasi dengan Shinto sejak jaman dahulu. Keluarga Ibuku juga dipercaya oleh kuil Shinto dengan sejarah dibelakangnya. Pertama pegunungan yang lain pasti adalah kerabat dari Himejima.


Kakek mengatakan ini kepadaku sambil membungkukan badan.


"Aku tidak akan membiarkanmu lari sekarang. Aku harus melenyapkan aib Himejima hari ini. Kau mengerti,kan?"


--Aib.


Bagi mereka, ini dikatakan bahwa anak perempuan dari Himejima telah diambil dan dimanfaatkan oleh Fallen Angel, dan Aku...... yang diketahui sebagai anak terkutuk adalah yang lahir dari mereka. Karena alasan itu aku adalah Aib bagi mereka.


Himejima adalah clan Shinto dengan latarbelakang sejarah. Untuk alasan itu, beranak-cucu dengan ras lain adalah perilaku yang tidak dapat diampuni.


Jika itu diketahui oleh Dewa Jepang yang mereka layani, mereka tidak tahu hukuman seperti apa yang akan mereka terima.


....Sumpah dan kebersihan terhadap peraturan Himejima adalah mutlak, dan sebagai hasil, Ibuku meninggal--.


Aku, orang yang telah kehilangan ibuku dan menolak ayahku, berkelana mengelilingi negara, dan berakhir menjadi sasaran oleh mereka dari Himejima. Seorang anak yang namanya terikat sebagai Himejima pasti adalah eksistensi yang tidak bisa mereka ijinkan untuk ada.


".....Aku gampangnya hanya ingin hidup."


Aku mengatakan itu sambil bersungguh-sungguh. tidak ada yang salah dengan itu.


"Aku..... anak terbuang yang tidak bisa pergi ketempat ibuku dan tidak ingin mengikuti ayaku. Akan tetapi, ini sepertinya aku akan menolak semua pengalaman yang aku dapatkan ketika berada di rumah itu jika aku mati, dan Aku sungguh-sungguh membenci pemikiran itu jika terjadi.


Kakek menghela nafas penuh duka, dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Kau benar-benar berpikir manusia dengan sayap hitam akan dapat merasakan kehidupan seperti orang normal? dalam satu tahun, enam bulan ini, kau seharusnya menyadari ketika kau berkelana ke area yang berbeda-beda. .....Kau adalah anak yang pandai. Untuk monster yang mendapatkan gaya hidup seperti manusia, apakah kau tidak menyadari kalau itu sesuatu yang tidak dapat kamu capai dengan kekuatan biasa?"


.....Ya, Aku menyaksikan itu, Ketika Aku berkelana mengelilingi negara, Aku menjadi paham kalau orang yang memiliki kekuatan luar biasa, kau juga perlu tekat dan kekuatan yang kuat untuk dapat hidup sebagai orang normal.


Aku masih belum memiliki tekat dan kekuatan yang kuat. Untuk sebab itu Aku selalu ketakutan berkali-kali. Aku mulai berpikir kalau tidak ada tempat untukku di dunia ini--.


--Tidak, Aku disini!


Aku hidup disini! Aku masih.... tidak boleh mati! Aku tidak ingin mati!


Aku menciptakan petir dikepalaku, dan melepaskannya kearah pertapa pegunungan Himejima!


Sambil membuat kilatan yang terang, petirku menghantam diantara mereka. Mungkin akibat kekuatan petirku lebih kuat daripada yang mereka bayangkan, sepertinya Aku mengenai mereka karena mereka membiarkan pertahannya lemah, dan mereka tidak tahu dimana mereka harus mengarahkan tongkatnya.


"Haaa--!"


Kakek mengeluarkan suara keras. Sepertinya kekuatan spiritual yang kuat telah dilepaskannya disaat bersamaan, dan itu melenyapkan petirku.


.....Sepertinya petirku tidak akan mempan pada kakek. Biarpun dipikir itu berakhir seperti ini, Aku yakin kekuatanku meningkat daripada terakhir kali aku melawannya.....


Pertapa pegunungan itu membenarkan cara berdiri mereka, dan meningkatkan kebenciannya padaku.


"Sial! Kekuatannya "Cahaya dan Guntur" semakin kuat tiap berlalunya hari!"


"Jika kita tidak membunuhnya dengan cepat, kita yang akan mati terbunuh pastinya!"


Pertapa pegunungan mengarahkan tongkatnya langsung kepadaku--.


"Oni!"


"Oni-ni!"


Oni kecil berdiri didepanku untuk melindungiku dari pertapa pegunungan.


Tidak! kalian semua akan musnah!


"Jangan!"


Aku mati-matian menggerakan tubuhku meskipun terikat oleh jaring. dan aku menggunakan seluruh tubuhku untuk melindungi Oni-oni itu.


".....Jadi kau akan melindungi Oni ini huh. Sepertinya kau juga memiliki darah dari anak perempuan, si Shuuri itu."


Kakek mengarahkan tongkatnya kepadaku dengan hati dingin dimana aku sedang melindungi Oni itu. Kekuatan yang kuat berkumpul di ujung tongkatnya.


Aku sepertinya akan mati jika terkena itu.


"Maafkan aku, tapi ini adalah akhir untukmu. Sepertinya Malaikat hitam itu tidak mengganggu. Akhirnya aku bisa melakukan ini untuk mengirimmu pergi tanpa rasa sakit apapun."


.....Aku benci laki-laki. Aku sangat benci orang dewasa. Mereka hanya mengkhawatirkan tentang bagaimana mereka tampil dihadapan yang lain, dan tidak memaafkan ibuku pada akhirnya.....! Mereka juga melihatku sebagai mahkluk yang menjijikan.


Aku menyembunyikan kebencianku terhadap mereka dan mengatakan hal ini kepada Kakekku sebagai permohonan terakhir.


".....Tolong ampuni Oni-oni kecil ini."


".....Baiklah, selamat tinggal."


"Satu lagi. .....Tolong letakan makamku disamping Kaa-sama.... Aku mohon padamu."


"Aku tidak bisa mengijinkan itu. Kau adalah eksistensi dimana seharusnya tidak boleh ada. Aku hanya akan berjanji padamu tentang Oni kecil itu."


.....Aku tidak menduga sampai seperti itu untuknya menyetujui sebuah permintaan. Akan tetapi, itu adalah harapan redup yang aku inginkan jika memungkinkan.


Akan tetapi, selama Oni-oni kecil ini selamat maka itu tidak apa-apa.


".....Oni."


Oni-oni kecil itu mengeluarkan airmata karena mereka khawatir padaku.


Tidak apa-apa, terima kasih telah membantuku sampai sekarang.


tidak apa-apa, tetaplah hidup untukku.


Kalian semua jangan memendam dendam kepada mereka.


Sepertinya Oni-oni kecil memahami apa yang ingin aku katakan kepada mereka tanpa mengatakannya.


Tongkat Kakek mengumpulkan semakin banyak kekuatan spiritual, dan ini terjadi ketika dia akan melepaskannya kearahku. Ketika aku menutup mataku, Aku mendengar suara.


"--Tunggu."


Cahaya yang berkumpul disekitar tongkat itu menghilang karena suara itu.


Pertapa pegununggan dan mataku bergerak kerah dalamnya hutan.


Orang yang muncul dari sana adalah anak perempuan berambut crimson, --Rias Gremory. Disampingnya adalah seorang laki-laki paruh-baya mengenakan pakaian pelayan dan memiliki tampang yang sopan.


Rias mengatakan ini.


"Ada pertanyaan pribadi yang ingin Aku tanyakan kepada anak itu."


Sejak pertapa pegunungan mengetahui identitas anak perempuan itu adalah Iblis, jadi mereka mengarahkan tongkatnya kearah Rias.


Kakek mengatakan ini ke Rias tanpa merasa terkejut.


"Anak perempuan Gremory. Aku yakin telah membicarakan hal yang berkaitan dengan ini padamu....."


Rias melanjutkan sambil menunjukan senyuman yang tidak kenal takut.


"Ya, Kau memang benar. AKu berpikir masalah ini adalah urusan clanmu. Akan tetapi, katakan padaku satu hal. Apa yang akan kau lakukan pada anak perempuan ini? Apa kau berencana membunuhnya?"


".....Dan apa yang akan kau lakukan jika itu apa yang kami rencanakan?"


Dia kemudian mengatakan ini pada apa yang kakeku katakan.


"Jika kau berencana membunuhnya, maka aku akan membawanya."


Pertapa pegunungan mulai terhasut pada kata-katanya.


"Kamu pikir kamu ini siapa?"


"Iblis brengsek!"


"Ini adalah masalah clan Himejima kami!"


Mereka mulai mengatakan kata-kata kasar padanya. Lalu kakek mulai menenangkan mereka.


"Tenanglah, kalian semua. .....Anak perempuan Gremory, kau berencana mencampuri masalah kami?"


Kedua sisi saling menatap satu sama lain. dan laki-laki yang berdiri disamping Rias maju diantara mereka dan mengatakan ini kepada kakekku sambil tersenyum.


"Sekarang,sekarang, tolong tenanglah. Aku adalah [Perwira] dari Kepala Keluarga Gremory saat ini, dan orang yang berwenang di area ini, Heinrich Cornelius Agrippa. Tolong panggil aku Agrippa."


Ya, Aku memasuki wilayah orang yang dipanggil Agrippa ini yang merupakan pelayan dari Kepala Keluarga Gremory saat ini.


Laki-laki dengan atmosfer bangsawan dan orang yang memanggil dirinya sendiri Agrippa menunjuk kearah dalam hutan sambil mengatakan ini.


"Bagaimana kalau kita berbincang-bincang disana? Bukankah kau pikir membuat anak-anak mendengar permasalahan orang dewasa seperti kita akan hanya membuat mereka belajar kata-kata kasar yang tidak perlu?"


Sejak dia dapat berbicara seperti itu didepan Rias yang merupakan anak perempuan tuannya, jadi ini membuktikan bagaimana besar rasa percaya Rias kepada dirinya.


".....Baiklah."


Kakekku dan yang lain, Pertapa pegunungganm menghilang kedalam pedalaman hutan. Rias melepaskan jaring disekeliling tubuhku saat itu juga.


"Kau akan baik-baik saja sekarang."


Dia menunjukan senyum kepadaku seperti anak perempuan pada usianya. Rias kemudian mengatakan ini setelah menatap rambut hitamku.


"Kau sungguh memiliki rambut hitam yang indah. Aku menyukai rambut hitam orang-orang Jepang."


--!


Kenapa ini? Kata-katanya membuatku merasa senang.


Ini mungkin karena ia memanggilku "Orang Jepang"? Atau mungkin karena ia memuji rambut hitamku?


Tidak, mungkin aku merasa sama seperti aku telah diselamatkan oleh sikapnya ketika berbicara padaku sambil menerima siapa diriku.


Beberapa saat kemudian, Pertapa pegunungan dan Tuan Agrippa kembali.


Kakek mengatakan ini kepadaku yang telah terbebas.


".....Berjanjilah padaku dua hal. Aku akan bersumpah padamu kalau kami tidak akan meletakan tangan kami padamu jika kau menepati janji ini. Pertama, kau harus tidak menginjakan kaki pada wilayah yang menjadi bagian pengawasan kami. Kedua, untuk selalu tinggal disamping anak perempuan berambut crimson itu setiap saat kau melakukan sesuatu. Selama kau menepati kedua janji itu, Kami akan bersumpah padamu kalau kami tidak akan meletakan tangan kami padamu sekalipun."


--!


Kakek mengatakan sesuatu yang aku percayai adalah sesuatu yang tidak nyata. Ini pastinya sesuatu yang tidak pernah aku duga.


Pertapa pegunungan pergi dengan hening dariku yang sedang membuka mulutku lebar-lebar, Aku tak bisa berbuat apa-apa, jadi Aku bertanya satu pertanyaan padanya.


".....Bisakah aku memperkenalkankan diriku sendiri sebagai "Himejima" mulai dari sekarang?"


Kakek mengatakan ini tanpa menoleh kebelakang.


".....Ada banyak orang yang membawa nama tersebut. Lakukanlah sesukamu."


Berbicara seperti itu, kakek dan lainnya pergi meninggalkan tempat ini.


Orang yang tinggal tersisa hanya Rias, Tuan Agrippa, dan Aku. Lalu Tuan Agrippa mengatakan ini pada Rias.


"Kalau begitu, Hime. Aku menyerahkan sisanya padamu."


Dia mengatakan itu dengan riang.


Ini adalah sesuatu yang aku ketahui setelahnya, Apa yang Tuan Agrippa ajukan kepada kakekku adalah ide dimana Keluarga Gremory akan membawa eksistensiku dan sejarah masa lampauku.


Lalu jika aku melakukan sesuatu mulai dari sekarang, mereka menganggap bahwa "Orang yang melayani Keluarga Gremory yang melakukan itu". Sepertinya ada juga pengajuan lain dari pihak kakek, tapi Aku dengar kalau Tuan Agrippa menerima semua pengajuan mereka.


Sebagai Hasil, Aku mendapati diriku tidak pernah menjadi sasaran oleh mereka lagi.


"Apa itu baik-baik saja, Agrippa? Tidakkah kau perlu melakukan sesuatu akibat masalah tentang wilayah kita?"


Rias mencoba memastikan padanya. Ya, Aku memurnikan manusia yang membuat kesepakatan dengan orang ini sesuai kehendakku. Akan tetapi, Tuan Agrippa tersenyum dengan lembut.


"Aku tidak mempunyai hobbu memberikan hukuman pada nona kecil. Akan tetapi, ini sangat mujur. Aku akan pergi dari wilayah ini bulan depan dan itu telah direncanakan untukku untuk bekerja di negara berbeda. Jika Iblis dari keluarga berbeda yang akan mengambil alih wilayah ini bertemu dengan nona ini...., Iblis itu mungkin tidak akan memberi ampun."


Ya, Aku sangat beruntung. Jika aku datang kesini terlambat satu bulan--Aku mungkin tidak dapat hidup.


Iblis.....Aku pikir mereka adalah eksistensi yang menakutkan. Akan tetapi, orang dari Keluarga Gremory yang aku temui ini--adalah Iblis yang baik dan ketat.


Tuan Agrippa mengelus kepalaku.


"Aku mohon maaf untuk kenyataan kalau kami, Gremory, mengambil semua darimu termasuk fakta kelahiranmu. Kau mungkin punya alasanmu sendiri dan kau bahkan punya sejarah bagaimana kau hidup sampai sekarang. Akan tetapi ini hanyalah satu-satunya jalan untuk menyelamatkanmu."


Aku menggeleng-gelengkan kepalaku dan tersenyum sebagaimana Aku tak pernah dapat lakukan dalam waktu lama.


"Tidak, Aku sangat berterima kasih kalau Aku dapat diselamatkan seperti ini."


Pada waktu itu, Aku mengatakannya dengan penuh makna.


Bahkan jika clan-Himejima telah melupakanku,Hanya eksistensiku yang akan menjadi bukti terbesar jika ibuku, Himejima Shuuri, itu ada.


Ini adalah sesuatu yang aku temukan setelahnya oleh beberapa koneksi, tapi ketika aku sedang dikejar oleh mereka dari Himejima, orang yang menyelamatkanku ketika aku dalam bahaya.....adalah Azazel yang diam-diam menyembunyikan dirinya.


Hal yang dikatakan kakek saat itu, "Sepertinya malaikah hitam tidak mengganggu" maksudnya adalah dia.


Itu pasti tindakannya yang dilakukan atas nama ayahku yang tidak dapat menunjukan dirinya sendiri didepanku. Orang itu memperhatikanku itu karena aku adalah anak perempuan dari sahabat perangnya--.


Mungkin dia tidak bisa memaafkan dirinya sendiri dengan berpikir kalau ia adalah orang yang membunuh istri dari sahabat perangnya.


Kecuali, dia tidak mengatakan apapun.


Kapanpun waktunya, dia hanya menunjukan senyum anak nakal kepadaku--.

Bagian 3

Apa yang aku saksikan ketika aku menginjakan kaki di Underworld dengan dibawa oleh Rias adalah--sebuah Kastil yang megah dan mewah.


orang yang aku temui langsung adalah Veenerana-sama yang merupakan Ibunya Rias.


"Bagaimana kabarmu? Kau pasti nona Fallen Angel yang Rias sebut-sebut. Senang bertemu denganmu, Saya Ibunya Rias, Veenerana. Silahkan menganggap rumah ini adalah rumahmu sendiri."


Seperti yang ia katakan, Aku disambut didalam kastil Gremory dengan perlakukan spesial.


Ia bahkan mengajariku bagaimana seorang wanita harus bersikap, pengetahuan yang berbeda, dan bahkan dalam hal pelajaran.


Aku masuk kedalam dunia yang luar biasa yang membuatku berpikir kalau kehidupan yang aku miliki sampai selama ini itu tidaklah nyata.


Sekitar enam bulan telah berlalu sejak Aku mulai tinggal di Underworld, ini terjadi ketika Aku sedang membaca buku tentang monster bersama Rias dikamarnya. Aku bertanya padanya.


"Hei, kenapa kau melakukan sampai sebanyak ini untukku?"


"Kenapa kau menanyaiku itu sekarang? Kita mungkin bertemu secara kebetulan, tapi kita keluarga sekarang,tau?"


Aku merasa kalau aku benar-benar telah diselamatkan oleh Rias dengan katanya seperti itu.


Rias mengatakan ini sambil ia membawa bidak catur dari papan catur ditangannya.


"Sebenarnya, Aku akan segera mendapatkan [Evil Pieces]. Itulah mengapa ada bagian dari dalam diriku berpikir untuk mengumpulkan pengikutku."


".....Jadi kau memintaku untuk menjadi pengikutmu karena aku memilki darah seorang Fallen Angel?"


"Kau menyelamatkan orang yang telah dirasuki oleh roh jahat di kota itukan? Kenapa kau melakukannya?"


".....Orang itu meminta pertolongan jadi aku tidak bisa menahan diri."


dia menganggukkan kepalanya dan kemudian tersenyum.


"Ya, Itu dia! "Fallen Angel yang baik"! Itulah mengapa aku menginginkanmu menjadi pengikutku!"


.....Aku tercengang. Sebenarnya Aku berpikir kalau dia adalah anak perempuan Iblis yang aneh.


Itu karena dia menginginkan seorang "Fallen Angel yang baik".


"Ufufu."


Ketika Aku mulai tertawa kagum, Rias menunjukan muka aneh sambil mengangkat kepalanya.


"A-Apakah aku mengatakan sesuatu yang aneh?"


"Yup, Aku yakin kau cukuplah aneh."


"Be-benarkah.....?Tapi Aku berpikir kau adalah anak yang baik, itulah kenapa Aku ingin menyelamatkanmu waktu itu."


"--!.....Rias, terima kasih. Aku sangat bahagia waktu itu."


Aku sangat berutang budi pada Rias yang tidak cukup dilakukan dengan berterima kasih--.


Setelah itu, Aku mulai menerima pengetahuan tentang Underworld, Iblis, dan Fallen Angel, ketika tinggal di kastil Gremory.


Aku seharusnya tinggal disamping Rias, dan memiliki gaya hidup dimana Aku pergi antara dunia manusia dan Underworld bersamanya. Rias membawaku keberbagai tempat. Ada banyak tempat didunia ini yang tidak Aku ketahui.


"Lihat, Akeno! Itulah air terjun Niagara! Tapi air terjun besar yang kita lihat di Underworld sebelumnya jauh lebih menakjubkan!"


Rias menunjukan semua ekspresinya. Seperti ketika dia marah, ketika dia tersenyum, dan ketika dia menangis setelah diceramahi oleh ibunya. Aku selalu berdiri disampingnya dan ada waktunya aku menghiburnya, Aku tertawa bersamanya, dan berdebat dengannya.


Tanpa menyadari itu, dia menjadi seseorang yang tidak tergantikan.


Sirzechs-sama, Grayfia-sama, dan pengikut mereka bahkan memperlakukan sangat baik. Pada saat sekitar itulah aku bertemu Sona.


Dan pada sekitar waktu itu ketika Rias masuk SMP, dia menerima evil piecesnya dari ayahnya.


"Akeno, akankah kau menjadi [Ratu]-ku?.....Akankah kau menjadi Iblis dan mendukungku dari sampingku?"


Aku memberi jawabanku, Ya, pada Rias yang memintaku dengan ketegangan yang sangat terlihat. Tidak ada satu alasanpun bagiku untuk menolaknya.


Setelah itu, Rias mengambil Koneko-chan yang sedang menyapu akibat suatu masalah yang terjadi dengan kakak kandungnya, Kuroka, dan kemudian membuat Yuuto-kun sebagai pengikutnya.


Sekitar waktu itu ketika kita pindah ke divisi SMA di Kuou Academy, Rias mengatakan ini padaku.


"Akeno. Aku berpikir bergabung dengan club ketika aku masuk SMA, divisi dari Kuou Academy ini."


"Kau akan bergabung yang mana? Klub Olah Raga? Klub Budaya?"


Dia membuka pamflet untuk pendaftaran divisi SMA Kuou Academy dengan senang.


"Sekarang, apa yang harus aku lakukan? Club Olah Raga terdengar bagus dan begitu pula Club Budaya, jadi ini benar-benar sulit untukku memilihnya. Ufufu, Aku bisa membayangkan Sona menjadi ketua dari organisasi OSIS."


Sepertinya dia sangat senang kalau ia akan masuk ke divisi SMA Kuou Academy. Dia kemudian tertarik dengan buku yang sedang aku bawa.


"Akeno, buku apa itu?"


"Ini buku manusia tentang monster dan fenomena misterius. Ini buku dengan situasi gaib didalamnya."


Lalu dia mengatakan ini setelah mendengarkan jawabanku sambil melihat kearah buku itu.


"Gaib.....Kalau begitu,Ayo bergabung Kelompok Peneliti Gaib!"


"Kelompok Peneliti Gaib? T-Tapi Aku yakin kalau aku melihat dari dokumen itu bahwa Kelompok itu telah dibubarkan karena tidak terdapat anggota yang cukup....."


Rias mengatakan ini dengan lantang dan tanpa rasa takut pada kata-kataku.


"Aku akan menghidupkannya! Yup! Aku telah putuskan! Aku akan bergabung pada Kelompok Peneliti Gaib! Akeno akan menjadi wakil-ketua! Anggotanya yaitu.... Yuuto dan Koneko, dan kemudian akan terisi dengan pengikutku yang sekarang ini belum aku temui!"


Dia kemudian memberitahuku tujuan besarnya.


"Ufufu. Baiklah. Kenapa tidak. Aku akan menjadi wakil-ketua. Ayo lulus dari SMA bersama-sama."


"Oh, Aku berencana untuk masuk Universitas juga, tau?"


"Kalau begitu, Aku akan bersamamu sampai saat itu."


Ketika Aku mengatakan itu, dia tiba-tiba berkata tidak.


"Tidak!"


Rias memegang tanganku, dan mengatakan ini langsung bertatapan muka.


"Akeno akan menjadi [Ratu]-ku dan temanku selama hidupku."


Ya, Aku mengerti. Aku [Ratu]-mu. Jadi Aku akan tinggal disisimu selamanya.


Aku akan menjadi temanmu selamanya. Jadi biarkan aku mengatakan ini.


--Terima kasih, Rias. Tolong juga rawat aku mulai dari sekarang dan seterusnya.