High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 7 Life.3

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Life 3 : Pasukan Persekutuan[edit]

Bagian 1[edit]

Esok hari, semua orang berkumpul di aula luas yang terletak di basemen kediaman Hyodou.

Kami kelompok Gremory + Irina, Azazel-sensei, Barakiel-san, kelompok Sitri dan........terakhir Tim Vali yang mengubah suasana disini menjadi tegang.

Terasa aneh dengan Vali dan Bikou berada di rumahku. Buchou dan yang lainnya menentang mereka datang ke rumahku, namun setelah mendengar opini Sensei dan Sirzechs-sama, mereka setuju melakukannya.

Sirzechs-sama, kenapa anda izinkan orang orang ini datang ke rumahku?

Jangan jangan itu ada hubungannya dengan mereka menyelamatkan Asia?—Tak mungkin.

Lebih tepatnya apa alasan mereka bekerjasama dengan kita? Apa yang mereka pikirkan?

Dia bilang dia akan melenyapkan Loki, tapi apakah itu niat sejatinya? Aku tak paham sama sekali.

Odin si kakek tua dan Rossweisse-san tengah menghubungi kampung halaman mereka di ruangan yang lain.

Mereka juga mendapat masalah besar karena kedatangan Loki ke Jepang.

Baiklah, kita sudah mulai berdiskusi tentang tindakan balasan melawan Loki.

Maou Sirzehcs-sama juga menyadari masalah yang kami sedang hadapi. Ini juga sudah disampaikan pada pihak Surga dan Malaikat jatuh.

Untuk membuat pertemuan Odin si kakek tua berhasil, sudah diputuskan bahwa aliansi Tiga Kekuatan harus bekerjasama dan melindunginya.

Jadi mereka menyuruh kita untuk menghadapi Loki dengan kita saja.

Lawan kami adalah Dewa. Namun masalah terbesar adalah serigala yang dia bawah. Fenrir.

Monster sejati yang memiliki kekuatan yang melampaui Ayahnya. Yang kudengar adalah dia memiliki kekuatan sebanding dengan dua Naga Langit sebelum mereka disegel, dan bahkan Sensei dan paman Tannin tak bisa mengalahkan mereka dalam pertarungan satu lawan satu.

Tentu saja aku dan Vali yang tak bisa mengeluarkan kekuatan penuh dari dua Naga Langit bukan tandingannya.

Katanya memakai Juggernaut Drive akan memiliki peluang untuk mengalahkannya, namun aku akan mati kalau aku memakainya, dan Vali pada akhirnya akan memakai kekuatan Iblisnya dan tak akan bertahan lama dalam melawan Loki. Kalau berjalan salah Vali bisa saja memangsa nyawa hidupnya dan mati.

Kita mungkin menang kalau para anggota yang tersisa bertarung dengan mempertaruhkan nyawa mereka, namun akan ada pengorbanannya.

Aku diberitahu kalau sudah pasti beberapa orang akan mati di dalamnya.

Bala bantuan.........adalah sesuatu yang kami tak bisa harapkan. Yakni dari setiap golongan. Teror, dimana golongan Pahlawan terus mengirimkan para pengguna Sacred Gear, masih berlanjut dan tiap tiap golongan tengah dalam kekacauan karena hal itu.

Tiap tiap area penting telah disiagakan hingga maksimum dan itu adalah situasi dimana mereka tak bisa mengirimkan orang orang mereka pada kami.

Kalau itu masalahnya, maka kami harus temukan cara untuk memenangkan pertarungan ini dengan meminimalkan korban jiwa sekecil mungkin. Demi mencari tindakan pencegahan untuk itu, pertemuan strategi tengah diselenggarakan.

“Pertama tama, Vali. Apa alasanmu untuk bekerjasama dengan kami?”

Sensei yang berdiri di depan papan tulis mengajukan Vali sebuah pertanyaan yang kami semua ingin tahu. Ya, kami ingin tahu alasan kenapa pria ini membantu kami. Itu terasa mencurigakan.

Vali membuat senyum menyeringai dan kemudian berbicara.

“Aku hanya ingin melawan Loki dan Fenrir. Bikou dan yang lainnya sudah menyetujui. Apa alasan ini tak memuaskanmu?”

Dia memang maniak pecinta pertarungan. Dia pasti sinting karena ingin bertarung dengan monster berbahaya itu!

Mendengar itu, Sensei memiringkan alisnya dengan kecurigaan.

“Ya, aku tak puas. Tapi memang benar kalau kami membutuhkanmu sebagai bala bantuan. Saat ini kami berada dalam situasi dimana tiap tiap golongan tak bisa mengirimkan pasukan mereka pada kita karena golongan Pahlawan. Mungkin ada hubungan diantara Timmu dan golongan Pahlawan, namun........karena kepribadianmu, tak mungkin kau akan bekerjasama dengan golongan Pahlawan.”

“Ya, kami mencoba untuk tak terlibat satu sama lain sebisa mungkin. Aku masih berniat melawan Loki dan Fenrir biarpun kami tak mendapatkan kerjasama kalian.—Meski kalau kalian tak bekerjasama dengan kami, maka kami masih akan bertarung dengan mereka sembari menyeret kalian semua ke dalamnya.”

........Ancaman, huh. Kalau kita bekerjasama, dia akan mengalahkan Loki bersama kami. Kalau kita tak bekerjasama, mereka akan menyerang kita beserta Loki agar bisa mengalahkannya huh.

“Sepertinya Sirzechs juga berpikir keras tentang ini, namun dia berkata kalau dia tak akan menolak tawaran darimu yang merupakan satu satunya keturunan Maou-lama. Dia benar benar Maou naif, namun aku juga berpikir kalau akan lebih baik untuk bekerjasama dengan kalian ketimbang membiarkan kalian berkeliaran seenaknya.”

“Meski ada lebih banyak masalah yang tak bisa kita setujui.”

Buchou mengatakan itu usai mendengar opini Sensei. Sepertinya dia punya sejumlah komplain, namun karena Maou yang merupakan Raja Iblis mengatakan itu, Buchou juga tak bisa berbicara balik.

Sona-Kaichou juga nampaknya menyetujui ini. Meski ekspresinya memberitahuku kalau dia sangat tidak puas.

Pasti lebih mudah membuat mereka dibawah pengawasan ketimbang membiarkan mereka bebas, namun aku tak tahu kalau pria ini akan benar benar mendengarkan kami atau tidak.......

Kalau Buchou menyetujui ini, maka aku harus lakukan hal yang sama. Yah, kalau orang orang ini menampakkan gerakan mencurigakan, maka kupikir aku setidaknya harus bersiap siap menghadapi mereka.

Asia yang sangat jujur tak memiliki terlalu banyak kecurigaan terhadap mereka karena mereka pernah menolongnya. Para anggota kelompok yang lain sepertinya masih tak bisa setuju, namun mereka akhirnya ikut setuju.

Sensei kemudian menatap Vali.

“Meski dia mungkin merencanakan sesuatu.”

“Mana tahu.”

“Meski itu tak akan masalah kalau kita membuatnya supaya kita bisa memotong setiap pergerakan mencurigakan.”

“Aku tak punya niat melakukan hal seperti itu, tapi kalau kalian mau menghadapiku, maka aku takkan tinggal diam tanpa berbuat apa apa.”

Vali hanya tersenyum oleh ucapan Sensei.

“......Oke, mari kita percayai Vali untuk sekarang. Sekarang, mari berpindah ke tindakan perlawanan melawan Loki. Aku berniat menanyakan cara menghadapi Loki dan Fenrir pada orang tertentu.”

“Kau akan bertanya tentang Loki dan Fenrir?”

“Ya, ada orang ini yang mungkin tahu cukup baik tentang orang orang ini. Jadi aku akan meminta dia memberi informasi pada kita.”

“Siapa orang ini?”

Aku bertanya sambil mengangkat tanganku.

“Satu dari lima Dragon-King, ‘Sleeping Dragon’ Midgardsormr.”

-! Dragon King huh. Jadi apa hubungannya Dragon King itu dengan ini semua?

“Ya, itu pilihan yang jelas, tapi akankah Mirdgarsormr merespon panggilan kita?”

Sensei menjawab pertanyaan Vali.

“Kita akan membuka Gerbang-naga dengan dua Naga Langit, kekuatan Dragon King Fafnir, Vritra, dan Tannin. Kita hanya akan memanggil kesadaran Mirdgarsormr kesana. Tubuh aslinya tengah tertidur di bagian terdalam samudra Eropa Utara.”

Hmm. Jadi ada cara seperti itu. jadi Naga Legendaris bisa melakukan hal hal seperti itu.

“Apa hanya perasaanku atau.......aku juga termasuk.....? Sebenarnya aku merasa tak pantas karena semua yang lain adalah monster.......”

Saji menanyakan itu dengan kikuk. Bagaimanapun juga dia memiliki Sacred Gear Vritra.

“Begini, aku akan memintamu datang sebagai salah satu faktor yang diperlukan. Serahkan yang lainnya padaku dan dua Naga Langit. Bersabarlah sampai aku bisa menghubungi Tannin. Aku akan pergi dan berbicara dengan Shemhaza tentang rencana kita. Kalian tetaplah stanby sampai aku kembali. Barakiel, ikuti aku.”

“Aku paham.”

Sensei dan Barakiel-san meninggalkan aula setelah mengatakan itu.

Para anggota Klub Penelitian Ilmu Gaib, dan anggota OSIS yang ditinggalkan disini. Dan juga para anggota dari Tim Vali.

“Sekiryuutei.”

Bikou mengangkat tangannya.

“A-Apa?”

Saat aku bertanya, Bikou mengatakannya dengan senyum cabul.

“Bolehkah aku pergi ke kolam renang indoor di bawah lantai ini?”

.........Aku tak tahu bagaimana harus menjawab karena dia menanyakan sesuatu yang sama sekali tak aku duga.

Buchou mengambil langkah ke depan, dan mengacungkan jarinya pada Bikou.

“Hei. Rumah ini adalah milikku dan Sekiryuutei Hyodou Issei. Takkan kuizinkan kamu berbuat sesukamu.”

Sepertinya rumah ini menjadi milikku dan Buchou.......Yah, komentarnya kali ini bukan hal yang baru jadi kurasa tak apa apa, tapi Buchou nampaknya bersikap kasar pada Bikou. Yah, dia pada dasarnya memang musuh jadi kurasa apa boleh buat.

“Sudah~, sudah~, izinkan aku memakainya. Switch Princess—“

SMACK!

Buchou memukul kepala Bikou sangat keras! OOOOOO! Itu bahkan membuat suara keras!

Bikou kemudian mengomeli Buchou dengan mata berair.

“Ouuuuuw! Kenapa kamu lakukan itu! Switch Princess!”

“Kamu! Gara gara kamu, aku .......dipanggil dengan julukan aneh itu di Dunia Bawah!”

Mata Buchou juga berair. Dia super kesal. Dia hampir meledak.

Ah~, jadi kamu keberatan dengan nama itu. kalau kupikir pikir lagi, orang pertama yang menyebut nama itu adalah Bikou, dan Sensei menggunakan nama itu setelah mendengar itu.

“Siapa peduli. Oppai Dragon, aku juga menonton show itu. Aku merasa terhormat, karena nama yang kuberikan ternyata digunakan.”

Bikou hanya tertawa keras dengan sangat senang. Dia nampaknya sangat menikmati hal itu dari lubuk hatinya.

“Ngggggh! Apa yang harus kulakukan denganmu........!”

Buchou sepertinya tak menyukai sikap Bikou dan seluruh tubuhnya bergetar kuat. Dia terselimuti dalam aura merah dan disekitar tubuhnya memancarkan atmosfir berbahaya.

“Ja-jadi ini Excalibur terakhir! Hebat sekali.”

“Ya. Vali mendapatkan informasi dari koneksi pribadinya, dan saat kami membandingkannya dengan gulungan yang diwariskan dalam keluargaku, kami bisa menemukannya. Meski lokasi keberadaannya itu rahasia.”

Saat aku melihat ke tempat dimana suara itu berasal, Irina dan Arthur tengah berdiskusi tentang Excalibur. Kepribadian Irina sangat berguna di saat saat seperti ini. Dia bisa cepat terbuka pada orang lain.

Di samping mereka, Kiba dan Xenovia sepertinya sedang mendengarkan diskusi mereka sambil masih siaga.

Mereka pasti ingin tahu tentang pedang suci itu karena mereka berdua adalah pendekar pedang.

Kemudian Asia menarik lengan bajuku. Dia nampak kikuk.

“Ada apa, Asia?”

“U-Umm.......”

Asia mengarahkan tatapannya........pada Vali.

Aku kemudian menyadari apa yang dia ingin katakan.

“Kamu ingin berterima kasih padanya?”

Asia menganggukkan kepalanya perlahan pada kata kataku.

Tempo hari, Vali menyelamatkan Asia yang terlempar ke celah dimensional. Dia pasti ingin menyampaikan rasa terima kasihnya. Mou! Asia-chan, kamu benar benar gadis jujur dan manis! Kamu adalah kebanggaanku!

Vali memang berbahaya, tapi aku tak bisa menolak permintaan Asia.

Aku mengambil tangan Asia, dan kemudian berdiri di depan Vali.

Vali tengah duduk di atas kursi dengan bersilang kaki dan sedang membaca buku yang kelihatan rumit.

“Vali, bisa aku minta waktu sebentar?”

“Ada apa, Hyodou Issei?”

Saat aku mendesak Asia, dia melangkah ke depan Vali.

“U-Um.......terima kasih karena sudah menyelamatkanku tempo hari.”

“Hmm? Ah. Bukan apa apa. Aku melakukannya begitu saja. Kau tak perlu terlalu mencemaskan itu.”

Vali hanya melirik kami sekali, dan kemudian melanjutkan membacanya.

Yah, kurasa ini saja sudah tak apa apa.

Aku mengambil tangan Asia untuk menjauhkan dia dari si brengsek itu secepat mungkin. Pria ini sama sekali tak bisa kupahami.

Hmm? Kemudian pasangan orang lain masuk dalam pandanganku.

“...............”

“........Nyan.”

Jadi itu Koneko-chan dan Kuroka huh.

Koneko-chan tengah memelototi kakaknya sembari terus waspada dan Kuroka di sisi lain hanya memasang senyum licik.

“.....Ka.....Kakak Koneko-chan memang cantik, tapi dia......seram~.”

Gasper tengah gemetar di belakang punggung Koneko-chan. Oi, oi, Gasper. Jangan bersembunyi dibelakang seorang gadis.

Apa Kuroka mencoba menjahili Koneko-chan lagi?

Aku mendekati mereka dan melangkah diantara keduanya.

“Takkan kubiarkan kau mengambil Koneko-chan.”

Kukatakan itu pada Kuroka sembari menatap lurus padanya.

Koneko-chan juga menggenggam erat tanganku dan bersembunyi di belakang punggungku. Sudah kuduga, dia masih tak bisa akur dengan kakaknya. Aku harus melindunginya.

Kuroka memasang wajah tercengang untuk sesaat dan kemudian memasang senyum nakal. Sepertinya dia sedang memandang wajahku.

“Hee. Sepertinya wajahmu menjadi lebih jantan sejak terakhir kali kita ketemu-nya. Apa semua orang menjadi seperti itu setelah mencapai Balance Breaker? Atau karena kamu sudah ‘menikmati’ tubuh wanita, nyan?”

Kuroka berkedip genit padaku. Di-dia manis sekali. Bagaimanapun juga dia kakak Koneko-chan, tentu saja dia sangat manis. Tapi aku juga tak bisa melupakan kalau dia sangat penuh oleh kejahatan.

Tapi, tapi! Akankah Koneko-chan menjadi secantik ini saat dia tumbuh besar nanti? Berarti dia akan benar benar berubah menjadi wanita cantik! Aku mulai tak sabar untuk menantikan itu!

Oh.......instingku berubah menjadi pemikiran cabul.......ini bukan waktunya untuk itu!

Aku menggeleng kepalaku! Aku harus melindungi Koneko-chan dengan nyawaku dengan tenang!

Jilat.

-!

Aku mengambil langkah mundur oleh sensasi mendadak itu! Ba-barusan, aku merasakan jilatan di pipiku!

Saat aku melihat, Kuroka tengah menjulurkan lidahnya dengan menggoda.

“Hmm. Apa ini mungkin rasa dari seorang perjaka, nyan?”

“M-Maaf kalau aku memang perjaka!”

Karena kata katanya tepat sasaran, aku membalas dengan kesal!

Selain itu, bagaimana kau bisa menebaknya hanya dengan rasa.....? S-Senjutsu ternyata tak boleh dianggap enteng! Tidak, yang mengerikan adalah nekomata itu!

“H~ei, bolehkah aku minta sesuatu darimu-nya?”

“Apa itu......?”

“Maukah kamu membuat bayi denganku?”

“............Hah?”

Aku menjadi bingung bagaimana harus membalas lamarannya yang tiba tiba. Ba-barusan, bicara apa dia.........?

Aku belingsatan dan Kuroka melanjutkan.

“Kamu tahu, aku ingin bayi seorang Naga. Terutama anak dari Naga Legendaris. Aku juga meminta Vali, namun dia menolakku. Berarti, yang tersisa hanya kamu saja. Naga berbasis-manusia itu sangat berharga—nyan. Dan aku akan sangat senang kalau itu membawa genetik dari Naga-Langit. Aku ingin melahirkan seorang bayi~. Karena itu aku ingin seseorang yang mau memberi aku gen mereka—nyan.”

................

Bicara apa dia........ba....ba.....bayiku........?

Dia mengatakan hal yang sama dengan Xenovia. Dan tak seperti Xenovia, sepertinya dia menyembunyikan sesuatu sehingga aku merasa seram.

.....Ta-Tapi, apakah gen dari kedua Naga-Langit memang begitu berharga.....? Y-Yaa, bagaimanapun juga mereka adalah Naga Legendaris. Mungkin aku bisa membuat harem dengan memakai itu?

Hmm, aku tak bisa membayangkannya! Kalau satu orang lagi mengatakan hal seperti itu padaku, mungkin aku bisa memulai bisnis dengan memakai genku? Ini sangat sulit.

Kuroka melanjutkan.

High school dxd v7 155.png

“Nyahahaha, kita tinggal membuat kesepakatan sekarang. Bagaimana kalau kita lakukan kontak fisik sampai aku hamil—nyan?”

Sepakat!—Itulah yang ingin kukatakan namun ada seorang gadis-loli sedang memelototiku dari belakangku, jadi aku tak bisa mengatakan itu.

Kuroka tertawa dengan riang setelah melihat reaksi Koneko-chan.

“....Aku tak akan serahkan.......Senpai*Gumam gumam*.....pada Nee-sama.”

Aku tak bisa mendengar apa yang Koneko-chan katakan di bagian tengahnya, namun sepertinya itu mencapai kakaknya saat aku melihat reaksinya.

Kuroka tersenyum lebar kemudian mengibaskan tangannya pada aku dan Koneko-chan. Dia kemudian pergi ke tempat Vali.

-! Akeno-san membuat desahan di sudut ruangan. Dia terus seperti itu semenjak Barakiel-san datang. Pasukan persekutuan.........akankah ini menjadi sukses?

“Monyet ini! Aku akan melenyapkanmu!”

“Coba saja! Switch!”

Ah, Buchou dan Bikou masih berantem.


Bagian 2[edit]

Setelah Sensei kembali, aku, Saji, dan Vali berpindah dari kediaman Hyodou memakai lingkaran sihir transportasi.

Demi memanggil Dragon-King yang kami bicarakan sebelumnya itu. Biarpun kami membuat persiapan spesial, kami masih harus berhasil dalam memanggil kesadarannya.

Tempat kami tiba adalah.......ruang putih. Apa ini tempat yang digunakan untuk stadium Rating Game dan semacamnya? Biarpun aku melihat ke sekeliling tak ada apapun yang mencolok-------Ada.

Seekor Naga raksasa sedang menanti kami.

“Belum terlalu lama sejak kita terakhir bertemu, kalian semua.”

“Paman!”

Ya, itu adalah Paman Tannin. Oh iya, Sensei mengatakan kalau kami memerlukan kekuatan tiap tiap Naga untuk memanggil Mido-apalah namanya itu.

“.......Jadi yang ada disitu adalah Vritra huh.”

Paman Tannin kemudian memandang Saji. Saji sendiri nampak gemetar di sekujur tubuhnya.

“N....N....Naga.......Dragon King! Iblis Kelas Tertinggi.......!”

Sepertinya perasaannya campur aduk dengan kegugupan dan kekaguman.

“Jangan merasa gugup. Paman memang kelihatan seram diluar, tapi dia Naga yang baik.”

“I...Idiot! Dia adalah Iblis Kelas Tertinggi Tannin-sama! Berani betul kamu memanggilnya pa...paman!”

Ada apa dengan Saji.....? Aku memang berpikir kalau Paman Tannin itu hebat.

Saji kemudian mengatakannya sambil mengacungkan jarinya padaku.

“Iblis Kelas Tertinggi adalah peringkat yang hanya orang orang terpilih bisa dapatkan di Dunia Bawah. Selain itu, peringkat 10 top di Rating Game semuanya adalah Iblis Kelas Tertinggi. Jumlah kontribusi, hasil dalam Game, kemampuanmu, kamu akhirnya bisa mencapai peringkat itu saat kamu menerima nilai taksiran terbaik dari semua area tersebut. Bagi Iblis, itu adalah peringkat tertinggi yang ada.”

Saji mengatakan itu dengan tergagap gagap. Haa, jadi dia memang sehebat itu huh.

Iblis Kelas Tertinggi. Aku juga ingin mengincar posisi itu. Tapi bukankah jumlah kontribusi hanya dimungkinkan saat kalian memiliki wilayah kalian sendiri atau semacamnya? Hmm, jalan untuk menjadi seperti itu pasti sangat sulit.

“.......Hakuryuukou. Kalau kau berani menunjukkan gerakan mencurigakan meski hanya sedikit, aku akan mencerai berai tubuhmu tanpa ragu ragu.”

Paman Tannin memelototi Vali. Vali hanya tersenyum pahit.

Sensei mengaktifkan mantranya dengan segera dan dia menggambar lingkaran sihir pribadinya di atas tanah. Cahaya mengalir sepanjang lingkaran itu, membentuk simbol spesial.

“Tapi, akankah makhluk itu benar benar datang? Bahkan aku baru menemuinya dua atau tiga kali.”

Paman Tannin mengatakan itu sambil mendesah.

“Kalau dua Naga Langit berada disini maka dia akan merespon entah dia mau atau tidak.”

Sensei mengatakan itu sembari menggambar lingkaran sihir.

“Apa dia Naga yang sulit?”

Saat aku menanyai paman, dia menjawab sambil menyipitkan matanya.

“Orang itu sebenarnya tak pernah bergerak. Dia adalah salah satu makhluk yang hanya akan bergerak di akhir dunia. Dia terus tertidur sampai perannya dimulai. Dia terkadang muncul ke permukaan, namun bahkan di saat saat seperti itu dia terus tertidur. Beberapa ratus tahun lalu, dia akhirnya menyatakan kalau dia akan terus tertidur sampai akhir dunia.”

Naga seperti itu bisa menjadi Dragon King.......? Aku tak tahu bagaimana mereka menentukan hal hal seperti itu sama sekali!

Tapi aku paham kalau dia sulit dikunjungi biarpun kalian ingin. Kalau dia berada di kedalaman samudra, maka tak mungkin bisa menemuinya.

“Basis lingkaran sihir sudah komplit. Sekarang semuanya, berdirilah di lokasi yang ditentukan.”

Didesak oleh Sensei, kami semua berdiri di atas titik titik yang memiliki simbol tak familiar di atasnya. Katanya simbol simbol dibawah kami itu mewakili tanda tanda kedua Naga Langit dan para Dragon King. Saat Sensei mengkonfirmasi kalau kami telah berdiri di posisi yang tepat, dia memakai lingkaran sihir kecil di tangannya dan mulai melanjutkan input terakhir.

FLASH!

Cahaya terang mengalir sepanjang lingkaran sihir dan tempatku berdiri bersinar dengan cahaya merah, dan di tempat Vali mengalir dengan cahaya putih. Tempat Sensei berdiri bersinar keemasan, tempat Saji berdiri bersinar hitam, dan tempat paman Tannin tengah berdiri bersinar ungu.

[Tiap tiap dari mereka mencerminkan warna tiap tiap Naga]

Ddraig menjelaskan itu padaku.

[Mereka tak berada disini saat ini namun biru mewakili Tiamat, dan hijau mewakili Yu-Long]

Hee. Sebenarnya aku tetap tak paham biarpun kau memberitahuku tentang warna warna itu.

Kemudian lingkaran sihir diaktifkan. Namun tak ada respon apa apa, dan kami berdiri disana selama beberapa menit.

Akankah kesadaran dari Mido-apalah namanya itu benar benar datang?

Aku menjadi curiga tentang ini, namun sebuah proyeksi tiba tiba mulai muncul. Proyeksi itu mulai menjadi sebuah bentuk di atas kami.

Aku baru saja menjatuhkan rahangku karena bidang pandangnya terus meluas. Saat aku melihat, Saji memasang reaksi sama dengan aku......

Dan.......

Yang muncul di hadapan kami adalah monster raksasa yang sepertinya mengisi seluruh ruang.

Be......Besaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaar!

Uwaa, Naga ini bahkan lebih besar dari Great Red-san!

Dia benar benar Naga raksasa. Meski kepalanya seperti kepala Naga paman, sepertinya dia memiliki tubuh panja~ng seperti kumparan.

Jadi dia Naga dengan tubuh langsing panjang. Oh iya, aku dengar kalau ada Naga tipe barat seperti Ddraig dan paman dan juga Naga yang merupakan tipe timur dengan tubuh langsing dan panjang.

Mungkin dia menyadari kekagetanku, sehingga paman menjelaskan.

“Orang ini mempunyai tubuh terbesar dari semua Naga. Dia pasti memiliki lima atau enam kali massa tubuh dari Great Red.”

Be.....berarti....ukurannya sekitar lima atau enam ratus meter.......? Dia sudah melampaui kategori monster!

Aku sangat shock dan aku mendengar suara bising sangat keras.

[................GUGOGOGOGOGOGOGOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOON..........................]

.......Apa ini dengkuran?

Apa Naga-san ini sedang tertidur........?

“Sudah kuduga, dia sedang tidur. Hei, bangunlah, Midgardsormr!”

Saat paman Tannin memanggilnya, si monster raksasa membuka matanya perlahan.

[...........Ini degup nostalgia dari seekor Naga. Fuaaaaahhhhhhh................]

Ia menguap dengan keras. Wow, mulutnya besar sekali! Begitu besarnya sampai bisa menelan paman dengan mudah!

[Oh, Tannin rupanya~. Lama tak jumpa.]

Dia memiliki cara bicara sangat santai.

Midgard.......sormr......itu namanya kan? Dia kemudian memandang kami semua.

[.......Bahkan Ddraig dan Albion ada disini.......Juga Fafnir........dan Vritra......? Apa ini akhir dari dunia?]

“Tidak, sama sekali bukan. Kami datang kemari hari ini karena ada hal hal yang kami ingin tanyakan padamu jadi kami memanggil kesadaranmu ke tempat ini.”

Paman Tannin mengatakan itu, namun........

[.............GU...........GUGOGOGOGON.........]

Midgardsormr melanjutkan dengkurannya lagi! Orang ini tak berguna! Naga ini bahkan tertidur sepanjang diskusi!

“Jangan tidur! Astaga, kau dan Yu-Long tak pernah memperbaiki sikap malas kalian sampai aku tak tahan!”

Paman menjadi marah. Midgardsormr membuka mata besarnya sekali lagi.

[......Kau selalu pemarah Tannin.......jadi apa itu hal yang kau ingin tanyakan padaku?]

“Aku ingin bertanya tentang saudara laki laki dan ayahmu.”

Ujar paman.

“........saudara laki laki dan ayahnya? Kau akan menanyai itu padanya? Bukankah kita datang kemari untuk bertanya tentang cara menghadapi Fenrir dan Loki?”

Aku bertanya tentang keraguanku pada Sensei.

“Sejak awal, Midgardsormr adalah Naga yang diciptakan oleh Loki. Biarpun dia memiliki kekuatan dahsyat, karena tubuh raksasa dan sikap pemalasnya, bahkan Dewa Dewa Norse tak tahu bagaimana harus menggunakan dia jadi mereka memerintahkan dia untuk tidur di kedalaman samudra. Mereka menyuruhnya untuk melakukan sesuatu setidaknya saat akhir Dunia hendak tiba.”

“Ja-Jadi karena itukah dia disebut ‘Sleeping Dragon’........dia memang Naga tidur raksasa.”

Midgardsormr menjawab pertanyaan paman.

[Jadi itu soal ‘Wanwan’ (Anak anjing) dan ‘Ayah’. Oke~. Ayah dan Wanwan (Anak Anjing) adalah makhluk makhluk yang tak kupedulikan sama sekali........Ah, tapi Tannin. Beritahu aku satu hal.]

“Apa itu?”

[Tidakkah Ddraig dan Albion akan bertarung?]

Dia memandang aku dan Vali dengan mata besarnya.

“Tidak, sama sekali tidak. Kali ini mereka berniat untuk mengalahkan Loki dan Fenrir dengan menggabungkan kekuatan.”

Sepertinya Midgardsormr tersenyum pada jawaban paman.

[Hee, menarik........aku penasaran karena mereka berdua tengah berdiri bersama tanpa bertarung.]

Setelah mengatakan itu, dia menjawab pertanyaan paman.

[Wanwan itu lebih merepotkan daripada Ayah. Kau akan mati tanpa bisa apa apa kalau kau tergigit oleh taringnya. Tapi dia memiliki kelemahan. Rantai-sihir Gleipnir yang diciptakan oleh para Kurcaci bisa menangkapnya. Kalian bisa menyegel gerakannya dengan itu.]

Wanwan (Anak anjing) huh. Yah, dari sudut pandang Naga ini dia memang tak ubahnya anjing kecil.

“Kami sudah mengecek itu. Namun menurut laporan dari Utara, Gleipnir tak bisa bekerja. Karena itulah aku berpikir untuk mencari metode lain darimu.”

Hmm. Aku tak bisa memahami percakapan mereka. Yah, tak akan masalah kalau orang orang lain yang lebih pintar dariku bisa memahaminya.

[.......Hmm. Mungkin Ayah meningkatkan Wanwan (Anak Anjing). Kalau itu masalahnya maka tanyalah para Dark-Elf yang tinggal di daratan tertentu di dunia Norse. Kalau kuingat baik baik, sesepuh mereka tahu teknik untuk memperkuat sihir yang bersemayam di dalam item para kurcaci. Aku akan mengirimkan lokasi dari tempat sesepuh itu berada pada Sacred Gear Ddraig dan Albion.]

Sensei menunjuk pada Vali.

“Kirimkan informasinya pada Hakuryuukou saja. Yang satu ini punya otak disayangkan jadi kami terus kesulitan terhadapnya.”

Maaf! Aku memang idiot!

“Namun kurcaci dan Elf ternyata ada ya.”

Aku mengatakan hal yang muncul di pikiranku.

Itu karena mereka adalah makhluk makhluk yang hanya kukenal dari fantasi dan film. Yah, kalau aku mengatakan itu, maka tak akan aneh bagi mereka untuk eksis kalau Malaikat dan Iblis juga eksis.

“Kebanyakan dari mereka menyembunyikan diri mereka di dunia lain karena perubahan besar di dunia manusia. Kelompok kelompok kecil dari mereka masih tinggal di area rahasia di dunia manusia.”

Vali menerima informasi kemudian berbicara.

“-Aku memahami lokasi mereka. Azazel, aktifkan peta dunia memakai pandangan holografis.”

Saat Sensei membuka ponselnya dan menggunakannya, imej holografik dari peta dunia muncul dari layar. Vali menunjuk pada poin tertentu. Sensei mengirimkan informasinya pada rekan rekannya dengan segera.

“.......Hou, kau ternyata mengetahui sebanyak itu.”

Paman mengatakan itu pada Midgardsormr dengan kagum.

[Ya. Saat aku naik ke daratan, para Elf dan Kurcaci yang mengurusku.]

Bukankah akan jadi masalah kalau orang ini naik ke daratan? Dia terlalu besar!

“-Jadi bagaimana kita menghadapi Loki?”

Paman kali ini bertanya tentang Loki.

[Ya~. Ayah mungkin bisa dilawan kalau kalian memakai Mjölnir.]

Mendengar Midgardsormr, Sensei meletakkan tangannya di dagunya.

“Dengan kata lain, kita pada dasarnya harus menyerang dia secara normal huh. Tapi akankah Dewa-Petir Thor meminjamkan kita Mjölnirnya kalau si Tua bangka Odin itu yang memintanya........”

“Aku ragu Thor akan mengizinkan kita meminjamnya. Yang satu itu adalah senjata yang hanya bisa dipakai oleh Dewa.”

Vali mengatakan itu pada opini Sensei.

[Kalau itu masalahnya, maka tanyalah para Kurcaci dan Elf yang kusebutkan tadi. Mereka pasti sudah menerima replika Mjölnir dari Odin.]

“Kami terbantu berkat pengetahuanmu, Midgardsormr.”

Sensei menyampaikan ucapan terima kasihnya dengan senyum.

[Tidak, tidak. Berbicara seperti ini terasa menyenangkan. Baiklah~, aku pergi dulu. Aku akan kembali tidur. Fuaaaaaaaaa~.]

Midgardsormr menguap sangat lebar. Kemudian layar mulai kabur.

“Ya, terima kasih.”

Nampaknya mulut besar Midgardsormr tersenyum pada ucapan terima kasih paman.

[Tak apa apa. Bangunkan aku lagi saat sesuatu terjadi.]

Setelah mengatakan itu, layar mulai benar benar mati, dan dia akhirnya menghilang.

Midgardsormr. Dia adalah Dragon-King yang besar dan aneh. Akankah aku menemui dia lagi?

Seperti ini, kami mendapatkan pengetahuan dari Dragon-King dan kami mulai bergerak.

Bagian 3[edit]

Pagi esok harinya. Kami menghabiskan sarapan kami dan berkumpul di aula di basemen. Kami semua dan kelompok Sitri tak berangkat sekolah hari ini. Soalnya, kami sudah berniat membuat para familiar menyamar sebagai kami dan menyuruh mereka menggantikan kami di sekolah.

Pertarungan penentuan melawan Loki sudah dekat, jadi kami harus cukup beristirahat. Semua anggota dari kelompok kami tengah lesu karena mereka sangat menyukai kehidupan sekolah mereka. Semua orang sangat menyukai sekolah. Aku juga menyukainya!

Sepertinya Sona-kaichou juga merasa frustasi karena dia tak bisa berangkat sekolah. Mungkin karena dia adalah presiden OSIS jadi dia pasti merasa kalau “Sesuatu mungkin terjadi selagi aku tak berada disana.”

Sensei kemudian muncul sambil bergumam.

Dia memasang ekspresi tak nyaman.

“Ini ada hadiah dari Odin si kakek tua.—replika dari Mjölnir. Astaga, tua bangka itu ternyata menyembunyikan hal seperti ini. Tapi Mirdgardsormr itu, aku tak percaya kalau dia benar benar mengetahui hal seperti ini.”

“Apa itu hebat?”

Saat aku bertanya, dia menjelaskan padaku.

“Ini adalah replika dari senjata legendaris yang dimiliki oleh Dewa-Petir Norse, Thor. Ini memiliki halilintar Dewa yang mengalir di dalamnya.”

Hmm, itu kedengaran hebat.

“Ya, Odin-sama bilang beliau akan meminjamkan replika Mjölnir ini pada Sekiryuutei. Silahkan.”

Yang aku terima dari Rossweisse-san adalah......martil normal. Meski terdapat ornamen hebat dan desain mewah padanya.

“Mohon alirkan auramu ke dalamnya.”

Setelah Rossweisse-san mengatakan itu padaku, aku memasukkan kekuatan Iblisku dengan sangat kuat ke dalamnya........

FLASH!

Sebuah kilatan. Setelah itu, martil perlahan mulai membesar........

BANG!

Ia menjadi martil raksasa yang melebihi tinggiku, dan dia terjatuh ke tanah. Kesampingkan gagangnya, bagian kepala dari martil ini menjadi kelewat besar!

Seluruh aula berguncang karena dampak hantamannya!

......Dia tertancap ke tanah karena bobot tingginya.

Funnnnnnnnnngh! Aku mencoba mengangkatnya dengan sekuat tenagaku namun tak bergeming sama sekali!

Berat sekali! Mungkin aku tak bisa mengangkatnya kecuali aku memasuki mode Balance Breaker? Tapi aku tak berpikir aku bisa mengayunkan benda ini semauku biarpun aku dalam mode Balance Breaker......

“Hei hei hei. Kamu memasukkan terlalu banyak aura ke dalamnya. Kurangilah sedikit.”

Sensei mengatakannya sambil mendesah. Saat aku menurunkan auraku seperti katanya, martil menjadi lebih kecil dan menjadi ukuran yang pas untuk tanganku.

.........Namun bobotnya belum berubah! Nggggh! Aku tetap saja tak bisa mengangkatnya!

“Kamu pasti bisa mengangkatnya dalam mode Balance Breaker. Yang pasti, berhenti dulu untuk sekarang.”

Aku melepaskan martil setelah Sensei mengatakan itu padaku. Kemudian ia kembali ke ukuran asalnya.

“Biarpun hanya replika itu memiliki kekuatan yang mendekati objek aslinya. Normalnya, ia hanya bisa digunakan oleh Dewa, namun dengan bantuan Barakiel kita membuatnya sehingga Iblis bisa memakainya secara temporer. Jangan mengayunkan itu seenaknya, oke? Seluruh area disekitar sini akan musnah karena energi halilintar yang kuat.”

“Serius!? Uwaa! Seram!”

Mendengar yang Sensei baru ucapkan, aku mundur selangkah. Jadi dia membuatku membawa senjata berbahaya seperti ini.

Ah, tapi kalau aku mentransfer kekuatan boostku pada ini........

Memang, ini adalah senjata yang cocok dalam menghadapi Loki.

“Vali, bagaimana kalau kau meminta pada kakek tua Odin itu juga. Mungkin saat ini, dia akan memberimu sesuatu yang spesial.”

Sensei mengatakan itu dengan riang. Tolong hentikan! Akan menyeramkan kalau rivalku menjadi lebih kuat lagi dari dirinya yang sekarang!

Tapi Vali hanya memasang senyum berani dan menggeleng kepalanya.

“Tak perlu. Aku berniat menguasai kekuatan sejati dari Naga Langit. Aku tak memerlukan senjata ekstra. Yang aku inginkan adalah hal yang lain.”

-!

..........Kata katanya barusan. Itu sedikit menembus hatiku. Itu benar. Dia punya bakat segudang. Biarpun dia tak berusaha sekeras aku atau mendapatkan kekuatan baru, dia sudah cukup kuat dengan bakatnya sendiri.

Aku diberitahu kalau aku takkan bisa mengalahkannya dari segi kekuatan Iblis dan teknik. Bahkan kekuatan fisiknya yang lain sangat tinggi tanpa ia melakukan apa apa, dan aku di sisi lain harus berusaha keras untuk mencapai semua itu.

Aku jadi iri.

Seorang yang merupakan rivalku memiliki kualitas yang jauh melampauiku.

....Tidak, kupikir aku memiliki cara pertumbuhanku sendiri. Aku akan menjadi lebih kuat dengan caraku sendiri, dan suatu hari aku akan mengalahkan Vali.

Aku tak boleh menyerah. Aku pasti akan........

“Bikou, waktu yang tepat. Aku menerima pesan untukmu.”

Sensei kemudian memandang Bikou.

“Hah? Untukku? Dari siapa?”

Bikou menunjuk dirinya sendiri dan memasang wajah ragu.

“-Isi pesannya “Tolol. Aku akan menghukummu saat menemukanmu”. Itu pesan dari Shodai (Generasi Pertama Sun Wukong). Sepertinya dia sedang mengejarmu bersama Yu-Long.”

“Si pak tua sialan itu........jadi dia menyadari kalau aku menjadi teroris. Apalagi dia bersama Yu-Long!”

Bikou mulai berkeringat deras dari wajahnya oleh kata kata Sensei dan ia menjadi pucat.

Waw, aku tak pernah menduga kalau pria ini yang selalu ketawa akan menjadi sepanik itu. Hmm? Shodai? Apa.......apa dia berbicara soal generasi pertama Sun Wukong........?

“Bikou, haruskah kita pulang ke kampung halamanmu sesekali? Mungkin akan menarik untuk bertemu Yu-Long dan generasi pertama Sun Wukong.”

“......jangan lakukan itu, Vali. Kesampingkan Yu-Long yang sepertinya sudah mundur, pak tua generasi pertama itu adalah monster sejati. Dia masih bisa dikataka aktif. Pak tua itu, dia sudah menguasai senjutsu dan youjutsu secara sempurna sehingga dia luar biasa kuat...........”

Pria ini yang dengan berani menghadapi paman Tannin bisa setakut itu..........

Pak tua itu sepertinya datang di hari pertarungan, jadi saat ini dia sedang dalam posisi standby di Dunia bawah. Dia memiliki mental yang baik jadi aku merasa senang. Tak kusangka pak tua itu mau bertarung di pihak kami.

“Ah~. Aku akan mengkonfirmasi ulang strategi kami. Pertama, kita akan menanti dia muncul di tempat pertemuan diselenggarakan, kemudian kelompok Sitri akan memakai kekuatan mereka untuk mentransfer kalian ke lokasi berbeda bersama dengan Loki dan Fenrir. Lokasi dimana kalian ditransfer adalah situs terowongan batu hancur. Yang akan menghadapi Loki adalah Ise dan Vali. Kita akan melawan dia dengan kedua Naga Langit. Sedangkan yang akan menghadapi Fenrir adalah para anggota lain dari tim Gremory dan tim Vali yang akan memakai rantai untuk menangkapnya. Aku akan menyuruh kalian melenyapkan dia setelah itu. kita pokoknya tak bisa biarkan Fenrir mendekati Odin. Taring dari serigala itu bisa membantai Tuhan. Biarpun dia adalah Dewa-Ketua Odin, dia akan mati kalau tergigit oleh taring itu. Kita harus mencegah itu terjadi bagaimanapun juga.”

Itulah rencana kami. Kelompok Sitri akan mentransfer kami bersama dengan musuh, kemudian aku dan Vali akan menghadapi Loki. Kami akan serahkan Fenrir pada yang lainnya.

.......Aku jadi tertekan. Bagaimanapun juga lawanku adalah Dewa.......biarpun Vali bersamaku, bukan berarti aku akan aman karena musuh yang akan kami hadapi...........Hehehe, kalian benar benar tak bisa menebak apa yang akan terjadi dalam kehidupan kalian........

“Sekarang, karena kita sudah serahkan rantai pada sesepuh dari Dark-Elf, kita hanya perlu menunggu sampai dia selesai, jadi yang tersisa adalah.........Saji.”

Sensei memanggil Saji.

“Ada apa, Azazel-sensei?”

“Kamu sangat penting untuk strategi ini. Bagaimanapun juga kamu memiliki Sacred Gear Vritra.”

Saji menjadi terkejut sampai matanya nyaris menyembul oleh kata kata Sensei.

“Tu......Tunggu sebentar! A....Aku tak punya kekuatan gila seperti Hyodou atau Hakuryuukou!? Aku tak akan bisa bertarung menghadapi Dewa dan Fenrir! Kupikir aku hanya perlu mentransfer semua orang bersama Kaichou dan yang lainnya!”

Dia dalam kondisi panik. Kemampuan Saji memang efektif, tapi pasti akan sulit baginya untuk menghadapi Dewa dan Fenrir.

Sensei mendesah setelah mengetahui itu.

“Aku tahu. Aku takkan katakan hal hal seperti bertarung di garis depan padamu.—Tapi aku ingin kamu mendukung rekan rekanmu dengan kekuatan Vritramu. Khususnya Ise dan Vali yang bertarung di garis depan memerlukan supportmu.”

“S.....support?”

“Untuk itu kamu akan memerlukan sedikit latihan. Ada sesuatu yang ingin aku uji coba. Sona, aku ingin meminjam pria ini sebentar.”

Sensei bertanya pada Kaichou.

“Tak masalah, tapi kemana?”

“Aku membawanya ke wilayah Malaikat Jatuh di Dunia Bawah.—Institut Grigori.”

Sensei memasang wajah ceria.

Ah, aku paham wajah itu. Itu pasti latihan neraka.

Ini dari pengalamanku, namun mereka yang diseret ke dalam sesuatu saat Sensei menampakkan wajah ceria seperti itu akan menyaksikan neraka.

Hanya beberapa bulan telah berlalu sejak aku menemuinya, namun aku sudah memahami bagian itu dari Sensei.

“Saji, latihan Sensei itu seperti neraka. Aku juga hampir mati di Dunia Bawah. Selain itu kamu akan dibawa ke laboratorium rahasia. Habislah kau!”

Aku meletakkan tanganku di bahu temanku, dan memandangnya dengan mata mengasihani. Mendengar itu Saji menjadi semakin takut.

“Hahaha. Kalau begitu mari kita pergi, Saji.”

Sensei mencengkeram kerah baju Saji yang meronta, dan dia mulai mengaktifkan lingkaran sihir.

“Serius!? T-Tolong akuuuuuuu! Hyodouuuuuuu! Kaichoouuuuuuuuuu!”

Lingkaran sihir mulai bersinar terang, dan menyelimuti Saji yang menangis.

Sampai jumpa, Saji. Aku takkan pernah melupakanmu!

Oke, kesampingkan itu dulu, Saji akan menjadi support kami? Apa yang sensei rencanakan.......?

[Dalam pertarungan melawanmu, Vritra yang tertidur di dalam bocah itu mulai bangkit. Pasti ada kaitannya dengan itu.]

Ddraig mengatakan itu. Ha~, begitu. Aku jadi tak sabar menanti apa yang akan terjadi.

“Ngomong ngomong Ddraig, tidakkah kau ingin berbicara dengan Albion?”

Mereka kan sedang reuni. Kupikir mereka akan melakukan percakapan atau semacamnya.

[Tidak, tak ada yang perlu dibicarakan.........benar, sang putih?]

Ddraig mengatakannya sehingga semua orang bisa mendengarnya, namun.......

[........Jangan bicara padaku. Aku tak punya rival bernama Chichiryuutei.]

Respon Albion kasar sekali! Eh!?

[Tu-Tunggu! Itu kesalahpahaman! Seorang yang disebut Chichiryuutei adalah pemilikku, Hyodou Issei!]

Ddraig mencoba membela dirinya. Oi! Apa kau bermaksud melimpahkan semua kesalahan padaku!? Tunggu, ini memang salahku sih~!

[.......Bangkit dengan menekan pa-payudara, dan lepas dari Juggernaut Drive dengan menekan payudara.........ini begitu mengerikan sampai aku ingin menangis, sang merah!]

Nada Albion bercampur dengan kekecewaan. Mendengar itu, Ddraig ‘kita’ mulai menangis.

[Aku juga ingin menangis! Air mataku tak pernah berhenti! Uooooon!]

[Hiks. Bagaimana ini terjadi........kita seharusnya dua Naga Langit yang terhormat........apa kau tahu bagaimana perasaanku saat aku melihat program pahlawan di televisi yang menampilkan rivalku sebagai ‘Oppai Dragon’?.....Hiks.]

.............

A-Apa ini.......kedua Naga Legendaris. Kedua Naga yang disebut sebagai dua Naga Langit tengah........menangis.

Aku merasa kebingungan dengan situasi ini, tapi Vali juga bingung bagaimana harus merespon.

“........Albion, apa kau menangis lagi? Kau juga menangis saat kita menyaksikan program televisi yang menampilkan Hyodou Issei.”

Hal seperti itu terjadi.........? Aku membuat kedua Naga Langit menangis...........

Vali kemudian menanyaiku sembari memasang wajah bingung.

“-Maafkan aku Hyodou Issei. Di saat seperti ini, bagaimana aku harus menghiburnya?”

“Mana aku tahu! Jangan tanya aku! Selain itu, aku juga minta maaf! Toh aku memang seorang Oppai Dragon!”

Astaga! Aku tak peduli apa yang terjadi lagi!

Sembari hal menggelikan seperti itu berlangsung, kami melanjutkan persiapan kami untuk bertarung melawan Loki.


Bagian 4[edit]

Sembari persiapan tengah diselenggarakan, aku dan Buchou tengah mencoba mengkonfirmasi bagaimana martil Petir Mjölnir bekerja.

Kemudian sebuah lingkaran sihir muncul, dan seorang maid berambut perak keluar dari dalamnya.

Itu Grayfia-san. Dia nampaknya membawa sejumlah dokumen.

“Ojou-sama, ini adalah dokumen mengenai rantai sihir Gleipnir. Di hari pertempuran, sudah dijadwalkan agar rantai itu dikirimkan secara langsung ke medan tempur.”

“Terima kasih, Grayfia.”

Buchou menerima dokumen darinya dan mulai melihat lihatnya.

......Kemudian aku ada sesuatu yang ingin kutanyakan karena baik Buchou dan Grayfia-san ada disini.

Aku kemudian menanyai mereka dengan kikuk.

“U-Umm. Karena Buchou dan Grayfia-san ada disini, ada sesuatu yang aku ingin tanyakan.........”

Grayfia-san menatapku dengan mata coolnya.

[Ratu] Sirzechs-sama dan istrinya. Dan dia juga Ibu dari Milicas-sama.

“Apa itu?”

“.......U-Umm.”

Aku sedikit ragu mengatakannya, namun aku akhirnya meneguhkan pikiranku dan mengatakannya.

“Ini tentang Akeno-san. Kenapa dia tak akur dengan Ayahnya? Menurutku Barakiel-san bukan Ayah yang jahat........”

Buchou dan Grayfia-san memandang satu sama lain. Setelah itu, Buchou akhirnya berbicara.

“......Itu masa lalu yang menyedihkan.”

Ibu Akeno-san adalah miko (rahin wanita) dari kuil terkenal tertentu.

Namanya adalah Himejima Shuri. Sepertinya Akeno-san memakai nama keluarga Ibunya.

Kemudian suatu hari, Barakiel-san terbang mendekati kuil tempat Ibu Akeno-san berada setelah terluka berat dalam pertarungan melawan pasukan musuh. Ibu Akeno-san menyelamatkan pemimpin Malaikat Jatuh yang terluka itu, dan merawatnya.

“Okaa-sama Himejima Akeno memiliki hubungan dekat dengan Barakiel-dono sepanjang waktu itu. dan dia mendapatkan kehidupan baru di dalam dirinya.”

Grayfia-san menceritakan itu. Buchou melanjutkan.

“Barakiel tak bisa meninggalkan Okaa-sama Akeno dan Akeno, jadi dia tetap berada disana sembari memenuhi perannya sebagai pemimpin Malaikat Jatuh. Biarpun mereka menjalani gaya hidup sederhana, kehidupan mereka sangat damai.—Tapi.”

Kedamaian mereka tak berlangsung lama.

Keluarga Ibunya mendapatkan kesalahpahaman kalau dia dicuci otak oleh pemimpin Malaikat Jatuh dengan sayap hitam, jadi mereka mengirim seorang justsusha (praktisi) terkenal.

Sebenarnya mereka bisa ditangani dengan kekuatan Barakiel-san. Namun diantara para jutsusha (praktisi), ada juga mereka yang dendam pada Barakiel-san setelah dikalahkan olehnya.

“Para Jutsusha (praktisi) itu memberitahu lokasi rumah Barakiel-dono pada orang orang yang tengah dalam konflik dengan Malaikat Jatuh.”

Saat Grayfia-san mengatakan itu, Buchou memasang tatapan sedih.

“Dia pasti sangat tak beruntung. Pada hari itu, Barakiel kebetulan sedang tak ada di rumahnya. Musuh menyerang rumah dimana Akeno dan Okaa-samanya tinggal tanpa ragu ragu. Ketika Barakiel merasakan mereka dalam bahaya dan tiba.......Akeno selamat karena Ibunya melindungi dia dengan nyawanya. Namun Okaa-sama Akeno.........”

Setelah itu, Akeno-san diberitahu tentang bagaimana Ayahnya.........bagaimana para Malaikat Jatuh memiliki banyak dendam dari banyak orang dari pasukan musuh. Kemudian dia ditunjukkan kebenaran dunia tempatnya tinggal dengan menyaksikan kematian Ibunya di hadapan matanya sendiri.

“Sejak hari itu, Himejima Akeno tak memiliki pandangan baik terhadap para Malaikat Jatuh. Dia kemudian menyesali kematian Ibunya dan menutup hatinya pada Barakiel-dono.”

Aku terdiam membisu oleh ucapan Grayfia-san.

........Aku tak pernah menduga hal seekstrim itu terjadi.......itu melampaui apa yang aku bayangkan.

Beberapa tahun setelah itu, Akeno-san, yang merupakan setengah Malaikat Jatuh, diusir dari rumahnya, dan dia menjadi seorang diri berkelana ke satu tempat ke tempat lain hingga dia akhirnya menemui Buchou.

“Tapi tahukah kamu, Ise. Saat Akeno menjadi budakku dan memulai kehidupan barunya sebagai Iblis, dia menjadi lebih cerah dibandingkan sebelumnya. Yang lebih bagus, pandangannya terhadap Malaikat Jatuh mulai melunak setelah menemui kamu.......hal tentang kematian Okaa-samanya adalah sesuatu yang tak seorangpun bisa perbaiki, dan Akeno seharusnya menyadari hal itu jauh di lubuk hatinya. Tapi Akeno belum cukup kuat untuk menerima itu.”


Bagian 5[edit]

“...........Itu semua kesalahanku.”

Setelah mendengar tentang Akeno-san, aku memberitahu semua yang kudengar pada Sensei yang tengah bekerja di ruang VIP seorang diri.

Dan Sensei juga mulai berbicara tentang itu.—Bahwa semua itu adalah kesalahannya.

“Hari itu, orang yang memanggilnya keluar adalah aku. Ada misi yang hanya bisa dilakukan oleh dia. Karena itu aku memanggilnya dengan sembrono. Sepanjang waktu yang singkat itu..........—Akulah orang yang sudah merampas istrinya dan Ibunya dari Barakiel dan Akeno.”

“........Sensei. Itukah alasan anda mencoba mengurus Akeno-san menggantikan Barakiel-san?”

“..................”

Sensei tak berhenti bekerja dan dia tak berkata apa apa.

Kemudian ada seseorang yang memasuki ruangan.

“Azazel, aku telah kembali.”

Itu adalah Vali.

“Ah, jadi kau rupanya. Bagaimana?”

Vali mengacungkan tangannya ke depan oleh kata kata Sensei, dan kemudian mengaktifkan lingkaran sihir kecil di udara.

Ini......emblem yang terukir pada lingkaran sihir mirip dengan yang digunakan para Dewa Norse.

“Aku sedikit mempelajari sihir Norse. Dengan ini mungkin aku bisa sedikit bertahan dari serangan Loki.”

Yang Vali bawa di tangannya adalah buku yang tengah dia baca sepanjang waktu ini.

.......Jangan jangan dia terus membaca buku itu untuk mempelajari sihir Norse untuk menghadapi Loki? Dalam waktu sesingkat ini?........bakat hebatnya dalam menggunakan kekuatan Iblis huh. Tapi sampai dia bisa mempelajarinya dalam waktu sesingkat ini...........

Sensei mengangguk setelah mengkonfirmasi itu.

“Aku paham..........Oke, karena aku sudah menyelesaikan sedikit pekerjaanku aku akan beristirahat sebentar.”

Meninggalkan aku dan Vali, Sensei meninggalkan ruangan.

Hanya aku dan Vali yang tersisa disini. Rasa tegang yang aneh merasuk dalam ruangan. Vali duduk di sofa, dan aku juga duduk di kursi yang jauh darinya. Dia sedang membaca buku yang sama dari sebelumnya.

Vali telah pergi keluar bersama Bikou saat dia sedang tak diperlukan. Dia pada dasarnya datang ke rumahku saat diperlukan. Dia mungkin tak ingin melibatkan diri dengan kami sebanyak mungkin. Yah, itu juga berlaku bagi kami.

Aku hendak pergi, namun aku merasa ingin berbicara pada pria ini meski hanya sedikit.

Aku tak bisa memikirkan apa apa untuk diobrolkan, jadi aku menggaruk kepalaku dan kemudian berbicara.

“........kau tahu, biarpun dia adalah “Dewa-Jahat”, aku masih tak menduga akan bertarung dengan Dewa.”

Aku tak mengharap jawaban datang darinya, namun dia menjawab pertanyaanku yang membuatku terkejut sembari masih membaca buku.

“Kau harus mengingat ini. Kalau ada Dewa baik, maka ada juga Dewa Jahat. Yah, ada situasi saat Dewa baik bisa dipandang sebagai jahat dari sudut pandang berbeda..........”

“Dewa jahat huh........kenapa dia membenci kedamaian? Aku ini Iblis, tapi aku merasa puas hanya dengan menghabiskan hari hariku bersama Buchou dan semuanya.”

Vali berhenti membaca, dan mengatakannya sambil menatap langsung padaku.

“Itu artinya ada orang orang yang menganggap bahwa yang kau sebut kedamaian itu adalah situasi menyakitkan.”

-Menyakitkan, huh.

Jadi apa itu artinya situasi menikmati hidup berubah dengan individual dan posisi mereka berada.......? Itu hal yang sangat menyedihkan. Aku tak mau ikut serta dalam peperangan.

Hmm, aku merasa orang orang akan menjadi lebih damai setelah memahami kehebatan oppai.

“Apa dunia tempat kita tinggal saat ini menyakitkan bagimu?”

Vali memandang langit langit oleh pertanyaanku.

“Aku hanya menganggapnya membosankan. Karena itu aku tak bisa merasakan apapun selain kegembiraan dalam pertarungan kerja-sama ini.”

Mulutnya terangkat ke atas hingga membuatku takut.

Maniak bertarung, huh. Dia pasti sangat cinta pertarungan.

“Itu membuatku tak senang. Karena ada banyak orang orang kuat.”

“-Tapi, karena itulah, dunia ini menjadi menarik. Aku akan menjadi lebih kuat dari semua orang.”

Impian Vali huh. Biarpun dia sesama Naga Langit sepertiku, impiannya jauh berbeda dariku.

“Aku......akan menjadi [Pion] terkuat, dan aku mengincar posisi Iblis Kelas Tinggi. Aku bermaksud membuat haremku sendiri!”

Yah, kalau aku bisa mengincarnya aku ingin mengincar posisi Iblis Kelas Tertinggi, tapi nampaknya aku harus melakukan sesuatu di dalam wilayahku sendiri. Ah, mungkin aku bisa menargetkan pembuatan bisnis besar dengan Oppai Dragon......?

Hmm, akankah itu bekerja? Ah, tapi ini tentu akan memperluas impianku.

“Itu terdengar seperti dirimu.”

Vali tersenyum.

“Ah, aku masih punya satu target lagi.”

Ya, aku melupakan target terpentingku. Aku mengatakannya sambil menatap langsung pada Vali.

“-Aku pasti akan melampauimu.”

Mendengar itu, Vali memasang senyum bahagia yang belum pernah kulihat sebelumnya dan kemudian mengatakannya.

“Ya, kau harus sampai ke tempat dimana aku berdiri. Aku akan senang kalau kau jadi semakin kuat. Ada saat dimana aku merasa kecewa karena kau adalah Sekiryuutei tanpa bakat dan lemah, namun kau mencoba tumbuh dengan cara berbeda dari para Sekiryuutei masa lalu.—kau pasti orang pertama yang mencoba menguasai kekuatan Sekiryuutei sembari berkomunikasi dengan Ddraig.”

Apa itu benar, Ddraig?

[Itu benar. Sudah kukatakan sebelumnya, ingat? Bahwa kau adalah pemilik pertama yang paling banyak berbicara denganku sepanjang sejarah.—dan kau tak tenggelam ke dalam kekuatanku, kau tak terlalu mengandalkan kekuatanku dan kau mencoba menguasai kekuatan Sekiryuutei.]

Vali melanjutkan setelah Ddraig.

“Mereka semua adalah pemilik yang menggunakan kekuatan besar dan sangat berbahaya itu sesuka hati mereka. Pada akhirnya, mereka tenggelam dalam kekuatan Ddraig, dan musnah dalam pertarungan.”

[Kau adalah Sekiryuutei dengan bakat terendah dalam sejarah. Kekuatanmu dan hal hal yang lain juga lemah.—Namun.]

“Kau adalah Sekiryuutei pertama yang mencoba menguasai kekuatan Sekiryuutei.”

Dengan Ddraig dan Vali mengatakan itu padaku, aku menjadi sedikit malu. Apa hanya perasaanku atau nampaknya kalian memiliki harapan tinggi padaku dari yang kumiliki untuk diriku sendiri? Itu memberiku tekanan dalam cara yang berbeda.

Albion juga berbicara.

[Para pemilik seperti itulah yang paling merepotkan. Saat kami melawan mereka, mereka tak menunjukkan banyak celah.]

Vali setuju pada komentarnya.

“Kau benar. Dan barusan aku berpikir.—Di masa depan mungkin akan menarik untuk mengadakan pertandingan seperti Rating Game diantara timku dan timmu.”

Game diantara timku dan tim Vali huh.

......Ya. Ya, Ya! Entah kenapa, itu terasa menyenangkan.

Aku tak yakin kenapa, namun hanya pertandingan itu sepertinya sangat menyenangkan.

“Hee, itu sepertinya bagus! Aku akan jadi lebih kuat dan mendapat budak budak terbaik, tahu? Di atas semua itu mereka semua adalah wanita dan gadis cantik!”

“Fufufu, maka aku akan menantikan waktu itu tiba dan menunggu. Meski nampaknya aku harus bertarung melawan tim Gremory lebih dulu.—Suatu hari, mari kita saling bertarung.”

“Kelompok Rias Gremory juga tak akan kalah dari kalian. Tapi jangan datang pada kami seperti cara para teroris itu.”

“Fufufu, aku tak bisa menjanjikan itu.”

Aku tak tahu kapan waktu itu akan tiba.

Tapi, aku ingin mengalahkan pria ini.........Vali.

“Ya, ya, itu sangat luar biasa. Aku bisa merasakan gairah muda dari kalian berdua.”

Wow! Odin si kakek tua muncul diantara aku dan Vali entah dari mana. Apa dia sudah menyelesaikan semua urusannya?

Sepertinya dia sangat tersentuh secara emosional.

“Generasi merah dan putih di generasi ini sangat unik. Orang orang di masa lalu semuanya adalah kuda liar. Mereka mengamuk di setiap lokasi, mereka memulai pertarungan diantara merah dan putih dengan egois sembari menghancurkan sekeliling mereka, dan kemudian mati. Mereka mengaktifkan [Juggernaut Drive] sesuka hati mereka. Pikirkan saja berapa banyak gunung dan pulau yang dimusnahkan.”

Kakek tua mengatakan itu sambil mendesah.

Rossweisse-san yang berada di belakangnya kemudian mengatakannya.

“Memang salah satu dari mereka adalah Naga mesum, dan yang lainnya adalah teroris yang menjadikan mereka pasangan berbahaya, tapi kalian berdua lebih tenang dari dugaanku. Kupikir bertarung satu sama lain dengan segera adalah cara Sekiryuutei dan Hakuryuukou.”

Maaf karena menjadi orang mesum!

Namun sepertinya aku dan Vali memang Naga yang unik. Jadi apa perbedaan diantara para Senpai (Para pemilik masa lalu) dan kami? Ah, mungkin kunci untuk membujuk pikiran para senpai masa lalu terletak disana?

“Ngomong ngomong Hakuryuukou. Bagian mana........yang kau suka?”

Kakek tua menanyai Vali dengan tatapan mesum..........jangan jangan kakek tua ini mencoba mengobrolkan hal hal mesum dengan Hakuryuukou?

“Apa yang kau bicarakan?”

Vali bertanya sembari memiringkan kepalanya.

Kemudian kakek tua mulai menunjuk pada dada, pantat, dan paha Rossweisse-san.

“Bagian tubuh wanita mana yang kau suka? Sekiryuutei disini menyukai payudara. Karena itu aku berpikir kalau kau juga punya fetish seperti itu.”

“Tak masuk akal. Aku bukan Oppai Dragon.”

Vali mengatakan itu dengan ekspresi kesal. Maaf! Ini semua salahku!

“Ayolah ayolah, kau juga laki laki. Pasti ada bagian tubuh tertentu dari wanita yang kau suka.”

“.........Aku sama sekali tak tertarik dengan hal seperti itu. Kalau aku harus memilih maka itu adalah pantat. Kupikir garis dari pinggang hingga pantat mereka adalah bagian yang menyimbolkan keindahan seorang wanita.”

Saat Vali menjawab seperti itu........

“......Begitu. Berarti kau adalah ‘Ketsuryuukou’ (Kaisar Naga Pantat).”

Saat kakek tua mengatakan itu........

[........N......Nuooooooooooon............]

Sepertinya Albion menangis dengan keras.

Aku kemudian mengatakannya pada kakek tua.

“Kakek tua, tolong hentikan. Saat ini, kedua Naga Langit sedang memasuki musim rapuh mereka!”

Bahkan aku mulai merasa kasihan pada Ddraig dan Albion! Mungkin mereka berdua menerima shock yang membuat mereka menangis untuk pertamakalinya dalam hidup mereka.

..........Aku berpikir untuk memperlakukan Ddraig dengan lebih baik mulai dari sekarang.

“Albion jangan menangis. Aku akan mendengarkan kecemasanmu kapan saja.”

Vali itu baru mengatakan kata kata ramah pada partnernya!

Semuanya, kedua Naga Langit telah memasuki musim rapuh mereka.

“Sungguh Naga yang malang. Ya, mungkin dongeng akan dibuat tentang ‘Naga Malang’ suatu hari nanti.”

Kakek tua! Aku akan benar benar marah!

Kakek tua kemudian mengatakannya setelah terbatuk batuk.

“Sudah kuduga, anak anak muda itu masih bagus.”

Tiba tiba, dia mulai berbicara seperti seorang tua.

“Apa maksudmu?”

Saat aku bertanya, dia menjawab dengan mengelus jenggotnya.

“Bukan apa apa. Sampai zaman sekarang, kakek tua di hadapan kalian ini percaya kalau dia bisa menyelesaikan segalanya dengan kebijaksanaan. Tapi tahukah kalian, itu hanya ego dari kakek tua ini. Yang sebenarnya terpenting adalah peluang para anak anak muda. Hohoho, aku mulai menyadari itu saat ini, jadi betapa bodohnya aku......egoku telah melahirkan Loki. Dan sekarang, karena egoku, anak anak muda harus melalui banyak kesulitan.”

Mata kakek tua nampak terisi oleh kesuraman.

Hmmmm. Aku sama sekali tak paham bagaimana orang orang penting berpikir.

“Aku tak terlalu paham, tapi bukankah tak apa apa untuk mengambil satu langkah pada satu waktu?”

Aku mengatakan itu tanpa berpikir. Itu sesuatu yang aku percayai sepanjang waktu ini. Namun kakek tua hanya memasang wajah kaget.

A-Ada apa dengan reaksi itu.......kemudian kali ini dia mulai tertawa “Kukuku” seolah dia menganggapnya menghibur.

“.......Menjadi muda itu bagus. Mereka merangsang orang orang tua. Ya, kau benar. Itu sangat benar.”

Aku tak terlalu paham. Tapi kakek tua memasang wajah puas.


Bagian 6[edit]

Di ruang kosong, aku tengah dalam posisi Zazen (duduk meditasi Zen, dalam posisi bersila kaki) dengan tubuh atasku telanjang dan hanya mengenakan celana pendek.

.........................

Ini untuk berkonsentrasi dan menenggelamkan kesadaranku ke dalam Sacred Gear.

Aku melakukan apa yang Sensei suruh padaku. Ini semua untuk menemukan kemungkinan baru.

Aku mengirim kesadaranku jauh ke dalamnya selama 30 menit, namun—

“---! Haaa.........”

Aku merasakan batasku dan mengambil nafas panjang setelah mengubah posisiku.

-Sia sia saja.

Aku mengirim kesadaranku ke dalam Sacred Gear dengan bantuan Ddraig. Aku tengah berenang dalam kegelapan, dan biarpun aku melewatinya, hanya ada ruang putih.

Ada banyak kursi dan meja, dan orang orang yang sepertinya terlihat seperti para Sekiryuutei masa lalu tengah duduk disana.

Semua orang memasang ekspresi kosong seolah mereka tak punya pikiran. Apa boleh buat karena mungkin mereka adalah fragmen fragmen dari pikiran mereka.

Menurut Ddraig, mereka mendpatkan kesadaran mereka kembali hanya sepanjang [Juggernaut Drive], dan mereka terus mengatakan mantra terkutuk untuk [Juggernaut Drive] untuk mendorongku lepas kendali.

Yang pasti, aku mencoba berbicara pada tiap tiap dari mereka........namun aku tak mendapat respon apa apa.

Beban pada mentalku sangat besar, jadi aku tak bisa menenggelamkan kesadaranku terlalu lama jadi aku kembali tanpa kemajuan apa apa hari ini.

........Sepertinya ini akan sangat merepotkan. Akankah kekuatan Sekiryuutei menuju ke tahap baru dengan membujuk para pemilik masa lalu.......?

Yang jelas, aku akan terus menjadi kuat dengan melakukan posisi Zazen dan melanjutkan ini besok. Kupikir melakukan hal hal seperti itu adalah cara untuk maju.

PINTU TERBUKA......

Pintu dibuka.

Saat aku melihat siapa yang datang kemari........Akeno-san yang mengenakan pakaian tipis masuk ke dalam.

Hah? Dia baru menyedot kekuatan Naga yang tersimpan di lenganku baru baru ini, jadi kupikir aku belum memerlukannya........

Dia menutup pintu di belakangnya.........

KUNCI.

..........Apa itu suara dia mengunci pintu........?

Akeno-san membiarkan rambutnya tergerai. Sepertinya terjadi sesuatu padanya namun aku merasakan pesona dalam ekspresinya.

“Ise-kun.........”

“Ya.”

Biarpun dia berbicara, nada Akeno-san terdengar lemah........Akeno-san berdiri di depanku setelah berjalan perlahan ke arahku.

Kemudian Akeno-san melepas obi (sabuk kimono Jepang) nya dan kemudian dia.......dia.....dia......

DROP.

Pakaian putihnya jatuh ke lantai.

MIMISAN.

Darah mengalir keluar dari hidungku. I-Itu karena di depanku, Akeno-san yang tak mengenakan apa apa dan berada dalam kondisi seperti saat dia terlahir.......!

Tubuh putih telanjang. Bukan hanya oppainya yang kelihatan.......!

Tubuhku menjadi kaku oleh sensasi dahsyat ini! O...O...O...O...Oppai! Bukan hanya itu saja!

Aku tak bisa bergerak dan Akeno-san mendekatiku sembari melingkarkan lengannya disekitar leherku. Dia kemudian memelukkuuuuuuuuuuuu!

Munyuu. Munyuuuun.

Oppai Akeno-san! Lengannya! Pahanya! Semua darinya! Semua itu menyelimuti tubuhkuuuuuu!

Tubuh lembut dan elastis dari seorang wanita terasa meledakkan otakku!

Aaaaah.......tubuh Akeno-san......kenapa begitu lembut, halus, dan empuk!?

Di dadaku, oppai Akeno-san menekannya! Seluruh oppainya! Putingnya menyentuhkuuuuuuuu!

Aku tak bisa bergerak karena sensasi dari tubuh lembut ciri khas wanita! Aku bisa mengendus aroma feromon dari rambut hitam lembut Akeno-san. Aaaah, kenapa gadis gadis beraroma sebagus ini?

Feromonnya menghajar hidungku dari lubang hidungku, dan otakku menjadi taman bunga!

Kemudian Akeno-san berbisik ke telingaku.

“-Bercintalah denganku.”

.....................

MIMISAN DAHSYAT!

Untuk sesaat otakku membeku, kemudian setelah itu mimisanku menyembur.

.........Be......Ber.......Bercinta dengan diaaaaaaaaa!?

Itu pasti berada di peringkat tertinggi dari “Hal hal yang kau ingin seorang gadis katakan padamu”, dan aku tak pernah menyangka aku bisa mendengar itu dari Akeno-san!

Lebih dari itu! Apa dia serius!? Ja....jadi....itu artinya! Maksudmu adalah melakukan “itu”, kan!?

Akeno-san memelukku dengan seluruh tubuh telanjangnya dan sensasi dari oppainya sungguh hebat, dan kulit putihnya begitu cerah, dan kedua tanganku hanya berseliweran di udara karena tak tahu kemana harus pergi!

-Pengalaman pertamaku!

Jadi pasangan pertamaku adalah Akeno-san!?

Akeno-san menatap lurus padaku dan mata kami bertemu.

-Ekspresinya nampak tanpa kehidupan, dan sepertinya dia tak peduli apa apa lagi seolah dalam pengabaian-diri.

Akeno-san mendekati wajahku dan...........dia mendekat untuk mencoba menciumku.

.........Kalau aku menciumnya seperti ini, aku mungkin akan menekan Akeno-san kebawah, dan kami akan melakukan itu sampai akhir........

Kesempatan sehebat itu datang padaku! Mungkin ini event paling beruntung dalam seumur hidupku!?—Tapi! Meskipun demikian!

..........Ini tidak benar.

Aku meletakkan tanganku di bahu Akeno-san, dan menjauhkan dia dari tubuhku.

Kulit Akeno-san yang kurasakan melalui tanganku itu lembut, dan itu saja sudah cukup untuk meledakkan instingku.

Namun aku harus menahan itu! karena ini tidak benar!

“.....Kenapa? Apa tubuhku tidak menarik........?”

Akeno-san menanyaiku dengan suara bergetar. Itu terdengar seolah dia berpikir kalau aku akan bercinta dengannya seperti ini.

Kupikir tak ada artinya berbohong, jadi aku mengujarkan isi pikiranku padanya!

“I-I-I-Itu tidak benar! Ini yang terbaik! Aku tak pernah bosan pada oppai besar dan menakjubkan Akeno-san tak peduli berapa kalipun aku menyentuhnya! Aku ingin menggenggam pantatmu, aku juga ingin mengelus pinggangmu, aku juga ingin memijat pahamu yang memiliki ketebalan sesuai! Aku ingin menikmati semua bagian dari Akeno-san, dan terakhir aku ingin menenggelamkan wajahku ke dalam payudaramu!”

“......Berarti kamu bisa melakukan itu kan? Aku.....ingin kamu melakukan itu padaku. Aku ingin menyerahkan tubuhku padamu, dan dipeluk dengan dadamu, dan menyingkirkan segalanya......semua itu ada tepat di depan matamu dan kamu bisa memilikinya dengan menekanku kebawah........tapi kenapa?”

“La.....lalu kenapa kamu memasang wajah sedih seperti itu?”

“--!”

Sepertinya Akeno-san mendapatkan kembali kesadarannya dengan kata kataku.

Aku melanjutkan.

“Saat kamu melakukan hal hal ecchi padaku Akeno-san, kamu selalu nampak senang. Namun saat ini sepertinya Akeno-san melakukan ini untuk melupakan memori menyakitkannya.........”

“.....Itu benar. Apa yang akan kamu lakukan saat aku mengatakan itu? Aku mencoba merasa lega dengan bercinta denganmu dan menuju ke pertarungan. Kupikir aku bisa menyingkirkan perasaan ini kalau aku bercinta denganmu.”

High school dxd v7 197.png

I-Itu salah! Biarpun dia merasa lega, itu hanya akan berlangsung untuk waktu yang singkat!

Kemudian Akeno-san tak akan bisa bergerak maju!

Aku memungut pakaian putih yang Akeno-san lepaskan, dan mengenakannya di tubuhnya. Aku kemudian memeluknya dengan lembut.

Aku merasakan tubuh lembutnya sekali lagi dan otakku hampir menggila lagi, namun aku berusaha keras untuk tetap bersikap wajar dan memberitahunya.

“.......Aku hanya akan tetap seperti ini dan memelukmu! Aku takkan melakukan hal hal ecchi denganmu! A....Aku ini mesum! Aku benar benar ingin berhubungan seks dengan Akeno-san! Tapi aku tak mau bercinta dengan perasaan seperti ini!”

“........Ise-kun.”

Aku mendengar tentang masa lalu Akeno-san.

Aku ini idiot, jadi aku tak bisa mengatakan apa apa untuk beban yang dia sedang pikul.

Tapi kalau Akeno-san bergantung padaku, maka aku hanya perlu memeluknya seperti ini sampai dia merasa damai.

“.................”

Akeno-san tak menjawab.

Kupikir perasaan Akeno-san menjadi sedikit aneh karena dia mengingat masa lalunya setelah bertemu kembali dengan Ayahnya. Karena itu dia mencoba mendapatkan rasa kelegaan palsu dengan dipeluk olehku...........seorang lelaki.

Justru itu akan meninggalkan luka mendalam pada Akeno-san! Dia pasti akan menyesalinya!

Kupikir aku harus katakan perasaan sejatiku padanya.

Aku berbisik ke telinga Akeno-san sembari memeluknya.

“-Aku akan berada di sisimu. Aku akan selalu berada di sisimu kapanpun kamu merasa sedih. Aku akan memelukmu seperti ini kapan saja. Jadi tolong. Jangan sedih lagi.”

Satu satunya yang bisa kulakukan hanyalah memeluknya dengan lembut.

“........Sungguh bodoh. Baik aku......dan kamu.....”

“Biarpun aku idiot, aku akan melindungi Akeno-san.”

“......Ise.....terima kasih........—Aku mencintaimu.”

Suaranya yang bercampur dengan tangisan terdengar seolah terdapat perasaan aman di dalamnya.

Aku memeluk Akeno-san dengan lembut seperti ini sampai dia meninggalkanku.

Akeno-san. Kalau kamu menginginkan aku, maka aku akan selalu ada untukmu.

Karena itu tolong kembalilah ke dirimu yang semula Akeno-san.


Bagian 7[edit]

Malam hari itu.

Aku, Buchou, dan Asia tengah tidur di ranjang. Buchou dan Asia sudah tertidur pulas, namun aku tak bisa tidur karena terlalu banyak pikiran. Ada juga insiden dengan Akeno-san.

-Dan juga pertarungan yang sudah dekat.

Entah kenapa rasanya banyak hal terjadi sampai hari ini. Belum terlalu lama namun banyak hal telah terjadi. Aku berbicara pada Vali. Aku menemui Dragon-King. Aku mendengar kisah Akeno-san. Aku mendengar isi perasaan Sensei.

...........Aku senang aku tak melukai Akeno-san.

MERINDING.........

Tubuhku tiba tiba merinding.—Aku merasa gugup.

Aku tahu kenapa. Itu karena pertarungan sudah dekat. Aku merasa takut. Bagaimanapun juga lawanku adalah Dewa. Tentu saja aku akan merasa takut. Aku ingin kabur pada saat ini juga. Kalau bisa, aku tak ingin bertarung. Itu karena aku bisa saja mati.

Tapi aku tak bisa melakukan itu.

Mendengar pikiran Sirzechs-sama, Buchou mencoba melakukan ini. Aku hanya bisa mempercayai Buchou dan melangkah ke depan.

Untuk melindungi rekan rekanku. Untuk melindungi wanita yang aku cintai. Aku harus menanggulangi ini dengan kekuatanku.

“Tak bisa tidur?”

.......Suara Buchou. Saat aku membalikkan tubuhku, Buchou berada disana tersenyum padaku.

“......Ekspresi Akeno jadi lebih cerah. Kamu melakukan sesuatu padanya, kan?”

Sial. A....Apa dia memergoki aku?

“Kami tidak ber.....berhubungan seks.”

Aku mengatakan itu sambil membuang pandanganku.

Melihat reaksiku, Buchou mencubit pipiku dengan mata setengah terbuka!

“Aku tak bertanya untuk mendengar itu.......Kamu benar benar tak melakukannya?”

“Y-Ya. Aku masih perjaka..........”

Mendengar itu, dia berhenti mencubitku.

“Baguslah.”

Fiuh. Buchou sangat tegas pada para budaknya.

Saat aku menyentuh pipiku yang menjadi bengkak dengan tanganku, Buchou mengambil tangan itu.

Grope.

Aaaah, ini dia! Inilah oppai Buchou! Terasa lembut, elastis, memantul mantul, dan sangat besar dan empuk!

Kelima jariku tengah menerima sensasi terbaik yang pernah ada! Aku mengingat oppai Buchou saat aku memikirkan sensasi oppai, bahwa di dalam diriku aku punya aturan bahwa “Oppai=Oppai Buchou”!

“U....Um....Buchou.....”

Aku mimisan sembari berbaring di ranjang. Buchou kemudian mengatakannya dengan lembut.

“......Jantungku berdegup kencang, kan? Tentu saja begitu. Kita akan bertarung melawan Dewa. Aku juga merasa gugup.”

Aku bisa merasakan degup jantung Buchou melalui tanganku.

“Aku juga merasa begitu. Ta-tapi kenapa kamu membiarkan aku menyentuh oppaimu?”

“Ufufu. Sepanjang event di Dunia bawah, aku menjanjikanmu kalau aku akan mengizinkan kamu menyentuh mereka, ingat? Aku juga berpikir kalau ini cara terbaik untuk membuatmu rileks.—Kamu tak bisa tidur karena kamu gugup, kan?”

-!

Dia benar benar tahu segalanya. Kamu sangat hebat, Buchou.

“Kamu akan bertarung di garis depan, kamu memiliki peran krusial, pertarungan melawan Dewa, jadi kamu cemas apakah kamu bisa melakukan itu. kamu tak bisa tidur karena kamu cemas tentang mereka kan?”

Benar benar Onee-sama ku! Dia bisa memahami segalanya!

“......Ya. Peran ini sangat menakutkan. Ini kehormatan, tapi aku merasa gelisah karena aku tak tahu apakah aku bisa memenuhi peran ini. Aku juga bertanya tanya apa yang akan terjadi pada semuanya kalau kita gagal esok hari. Aku merasa gelisah karena gugup dan tertekan.”

Aku mengujarkan semua pikiran lemah yang tak pernah kuucapkan pada Buchou.

Kenapa begini? Aku tak bisa mengujarkan perasaan ini pada orang lain, namun aku bisa mengatakannya dengan wajar saat aku menyentuh oppai Buchou. Dan aku juga merasa damai.

“Tak apa apa. Kamu bisa mengatakan hal hal itu di depanku.—Aku mencintai Ise termasuk bagian itu darimu.”

Aku bisa menunjukkan perasaan jujurku hanya pada Buchou. Aku mungkin tak bisa menunjukkan sisi diriku ini pada Asia atau Akeno-san.

Karena itu Buchou, aku........

Oppai Buchou sangat lembut, dan aku bisa menenangkan diri saat aku menyentuhnya. Oppai Buchou benar benar misterius.

“Mungkin karena aku Oppai Dragon, sehingga pikiranku menjadi damai saat aku menyentuh oppaimu.”

Buchou membelai pipiku dengan tangannya.

“Aku tak peduli kalau kamu Oppai Dragon. Ise adalah kebanggaanku.—Jadilah lebih kuat lagi. Impianmu untuk menjadi [Pion] terkuat, aku juga mempercayainya.”

“Buchou..........”

“Kalau kamu bisa menjadi lebih kuat dan merasa nyaman hanya dengan menyentuh payudaraku, maka aku tak keberatan menjadi Switch Princess yang hanya menjadi milikmu. Kalau aku bisa menjadi sumber kekuatanmu, maka itu akan memenuhi harapanku.—Ise ku tersayang.”

Wajah Buchou mendekati wajahku..........

Bibirku dan bibir Buchou bertemu satu sama lain.

Ciuman ketiga kami.........

Ini jauh lebih lama dari biasanya, dan kami berciuman sembari melakukannya dengan lebih lembut.......

Buchou, aku akan menjadi kuat demi dirimu dan rekan rekanku.

-Pasti.