High School DxD (Indonesia):Jilid 24 Life.2

From Baka-Tsuki
Revision as of 04:36, 14 April 2018 by Setia (talk | contribs)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)
Jump to: navigation, search

Life.2 Dewa Kematian dan Anjing Berpedang[edit]

Bagian 1[edit]

Malam hari setelah kami diserang oleh Grim Reaper—.

Di ruang VIP yang terletak di lantai atas kediaman Hyoudou, semua anggota yang bisa datang ke sini telah berkumpul. Ini terutama berpusat pada budak-budak Gremory, dan mereka yang tinggal di kediaman Hyoudou. Namun, Kuroka tak ada di sini karena dia pergi untuk bergabung dengan Vali dan yang lainnya, serta sulit untuk berhubungan dengan mereka. Kami telah memberitahu Rias bahwa Koneko-chan menjadi sasaran para Grim Reaper, dan semuanya sangat terkejut. Itu juga masalah serius karena mereka telah menyerang meskipun ada penghalang, dan sebagai tanggapan terhadap serangan ini, Rias berkata

“...Serangan mendadak dari Grim Reaper mungkin terkait dengan kasus yang Sairaorg dan yang lainnya hadapi saat ini.”

Kasus yang Sairaorg-san hadapi...? Ini adalah kali pertama aku mendengar hal ini. Ravel bertanya pada Rias

“Apa cerita itu benar?”

Rias mengangguk.

“Ya, Sairaorg juga menghubungiku untuk memberitahuku agar berhati-hati.”

“Apa yang terjadi?”

Aku bertanya lagi, dan kali ini, Ravel menjawab pertanyaanku

“—Konon bahwa ada beberapa Iblis yang tidak dikenal yang melakukan kerusuhan di berbagai wilayah.”

...Sekelompok Iblis yang tidak dikenal mengamuk!? A-Apa yang terjadi!? Mungkinkah sisa-sisa dari Golongan Old Maou memberontak lagi? Tidak, ada desas-desus bahwa [Khaos Brigade] dan Golongan Old Maou telah menghentikan aktivitas mereka karena pembubaran Qlippoth….

“Di beberapa wilayah...dan Iblis dengan identitas yang tidak diketahui. Tapi, apakah mereka sungguh Iblis?”

Rias membuat ekspresi yang sulit setelah mendengar kata-kataku.

“Asal mula mereka tampaknya tidak sepenuhnya dikenal. Di Dunia Bawah, tidak seperti dulu, anggota biasa dari masyarakat pun akan memiliki kartu ID yang dikeluarkan untuk mereka. Tapi Iblis yang sungguh tidak dikenal ini telah muncul di berbagai wilayah seperti wilayah Bael.”

Iblis dengan identitas yang tidak dikenal huh. Tidak peduli seberapa dalam fondasi masyarakat golongan, masih mungkin bagi Iblis yang tidak dikenal asalnya muncul entah dari mana…. Bagaimanapun, warga Iblis masih sedikit berkembang dalam beberapa aspek, dan masih banyak Iblis kuno yang bersembunyi di penjuru Dunia Bawah.

“Mungkinkah... ada keturunan dari beberapa klan yang menolak untuk mendaftarkan identitas mereka, dan kini mereka melepaskan ketidakpuasan mereka pada pemerintah saat ini?”

Ekspresi Rias berubah rumit usai mendengar kata-kataku.

“...Kalau memang begitu, maka semuanya akan lebih mudah untuk diselesaikan...”

Jika mereka benar-benar keturunan Iblis tua yang menolak untuk mendaftarkan identitas mereka, maka itu akan benar-benar mudah untuk dihadapi huh.... Irina berkata dengan tatapan bingung

“Malaikat Reinkarnasi juga menerima perintah untuk menindak orang-orang yang mencurigakan. Mungkinkah itu terkait dengan insiden ini juga?”

“Apa ada gerakan di Surga?”

Irina mengangguk menanggapi pertanyaan Xenovia.

“Di dalam yurisdiksi agama kami, ada beberapa insiden yang disebabkan oleh orang-orang yang mencurigakan. Semua Malaikat Reinkarnasi yang dipimpin oleh Joker telah mengatasinya. Walaupun mereka bilang baik-baik saja biarpun aku tidak ikut...”

Jadi ada juga berbagai insiden di area yang diatur oleh Surga dan Gereja! Segalanya tampak semakin mencurigakan. Dikombinasikan dengan fakta bahwa serangan para Grim Reaper bisa dikaitkan, mungkin saja ini persis seperti yang diduga Rias.

“……”

Wajah Koneko-chan dipenuhi dengan kegelisahan. Toh, dia telah ditargetkan mendadak dan dia pun tidak mengerti alasan mengapa dia menjadi sasaran juga. Siapapun pasti akan merasa tidak nyaman jika mereka ditargetkan tanpa mengetahui alasannya. —Seperti gelombang kecemasan mulai muncul di wajah kami, Akeno-san menerima pesan melalui lingkaran sihir. Akeno-san menghela napas setelah memahami informasi.

“Ada berita yang telah tiba yang mungkin relevan dengan topik yang kita diskusikan.”

Setelah mengatakan itu, dia mengambil pulpen dan mulai menuliskannya di selembar kertas sebelum menyerahkannya pada Rias. Akeno-san berkata

“—[Slash Dog], Tobio-niisa...Ikuse-san telah mengirim pesan. Dia bilang bahwa dia akan memberitahu kita tentang hal itu di tempat yang ditentukan. ...Apakah ada yang tahu alamat ini?”

Laporan dari Ikuse-san? Omong-omong, Akeno-san adalah kerabat Ikuse-san, jadi itu sebabnya dia memanggilnya ‘Tobio-niisama’. Tim [Slash Dog] adalah pasukan khusus Grigori, dan mereka juga bertindak sebagai pendukung logistik dalam [DxD]. Mereka mengintai di berbagai tempat dan berbagi berbagai laporan intelijen dengan kami. ...Jadi mereka sudah mendapatkan informasi tentang situasi yang kami khawatirkan ya. Rias menatap alamat ‘tempat yang ditunjuk’ dan berkata

“Aku sungguh tidak tahu.”

Aku juga melihatnya...meskipun tidak terlalu jauh dari Kota Kuoh, aku juga belum pernah ke sana. Di mana tepatnya itu? Setelah Rossweisse-san melihatnya, dia berseru ‘Ah’ saat dia mengangkat tangannya

“...Bar ini, sepertinya aku ingat kalau aku pernah kesana saat menemani Odin-sama sebelumnya. Azazel-sensei juga membawaku ke sana...jadi kurasa aku tahu cara menuju ke sana.”

Anehnya, sepertinya ada seseorang di antara kami yang tahu lokasinya.


Malam hari berikutnya—.

Pihak kami yang terdiri dari empat orang, termasuk aku, Rias, manajerku Ravel, dan pemandu kami Rossweisse-san menuju tempat yang telah ditentukan oleh Ikuse-san. Rias telah mendelegasikan tugas untuk memastikan alasan mengapa Koneko-chan ditargetkan pada Akeno-san dan yang lainnya. Rossweisse-san mengantarkan kami ke tempat yang ditentukan dengan mobilnya. Bar itu terletak di sepanjang jalan pusat kota yang ramai, dua pemberhentian dari Kota Kuoh dengan kereta api. Karena kami datang untuk mengunjungi tempat seperti ini di malam hari, kami tidak memakai seragam sekolah kami. Kami datang ke sini dengan pakaian biasa kami. Lagi pula, masih ada beberapa masalah jika kami datang ke sini dengan seragam sekolah karena kami masih di bawah umur. Akan sangat merepotkan jika kami tertangkap oleh polisi. Papan di luar memiliki dua kata ‘Black Dog’. Rossweisse-san berbicara seakan dia sepenuhnya ingat

“Benar, ada di lantai dua di sini.”

Di toko tempat papan nama ditampilkan, kami naik tangga ke lantai dua. Lantai pertama tampak seperti restoran biasa. Setelah membuka pintu yang agak bergaya dan modern—.

“—— ♪”

Kami langsung terpikat oleh suara nyanyian indah dan luar biasa yang memenuhi toko. Melihat lebih dekat, ada panggung kecil di kedalaman toko, dan wanita cantik pirang dalam gaun putih bernyanyi dengan suaranya yang indah di atas panggung. Semua tamu juga menghentikan percakapan mereka untuk mendengarkan lagu tersebut. ...Dilihat dari liriknya, itu terdengar seperti nyanyian asing yang belum pernah kudengar sebelumnya. Tapi, aku sangat familier dengan wanita cantik yang ada di panggung! Selama Perang Evil Dragon, aku pernah melihatnya sekali sebelum menghentikan Trihexa! Dia adalah satu-satunya wanita yang tidak bisa Vali lawan, Lavinia Reni! Tidak tapi…. Sebelum aku menyadarinya, aku menjadi terpesona olehnya, dan aku berpikir bahwa dia sungguh wanita yang sangat cantik. Di sampingku, Rias berdeham ringan lalu menarik telingaku.

“Sebelah sini.”

Owowow! Rias, apa kamu marah? Aku melihat Lavinia-san dan merasa terpesona dengannya dan membuatmu marah! Aku sangat menyesal! Aku masih tidak memiliki banyak perlawanan terhadap wanita cantik! Rias mengirim tatapannya ke arah bar. Seorang bartender muda berdiri di sana. —Itu adalah Ikuse-san! Setelah kami melihatnya, kami berempat duduk berdampingan di meja bar. Ikuse-san menuangkan gelas air untuk kami sementara dia bertanya

“Dia memiliki suara yang bagus, bukan? Dia gadis poster kami.”

Gadis poster Lavinia-san! Ah, tempat ini sungguh sebuah bar yang indah, jadi tolong izinkan aku untuk terus datang ke sini! Aku bertanya pada Ikuse-san beberapa pertanyaan.

“—Ikuse-san, bajumu...”

“Ya, aku seorang bartender di sini. Dan dia—Lavinia adalah penyanyi eksklusif di sini.”

Jadi, Ikuse-san adalah bartender! Aku telah mendengar bahwa ini adalah salah satu pendirian Grigori, dan karena Ikuse-san sudah dewasa, itulah mengapa dia bekerja di sini. Omong-omong, dia bartender yang keren! Pria tampan ini terlihat sangat keren saat dia membuat koktail di belakang meja bar.

“Selamat datang, semua anggota keluarga Hyoudou. —Ini adalah [Black Dog] Bar. Aku tidak bisa melayani kalian alkohol, walau aku bisa memberi kalian jus. Apakah kalian punya permintaan?”

Setelah dia bertanya kepada kami, aku menjawab dengan

“Jus mangga.”

Rias dan yang lainnya lalu melanjutkan

“Aku akan minta jus apel.”

“Sama.”

“Baiklah.”

Sepertinya semua gadis telah memilih jus apel. Ikuse-san menyiapkan jus dengan cepat lalu meletakkannya di atas konter bar.

“Terima kasih.”

Setelah kami menerimanya, Ikuse-san berkata

“Rossweisse-san, kudengar kamu pernah ke sini sebelumnya.”

“Ya, aku bersama Odin-sama saat itu. Tapi kamu dan Lavinia Reni sepertinya tidak ada di sini waktu itu.”

High school DxD Volume 24 illustration 2.jpg

“Itu karena aku punya sesuatu yang harus diurus saat itu.”

Sepertinya dia tidak bekerja di sini setiap hari. Kukira itu wajar saja.

“Apakah kamu bekerja di sini?”

Setelah mendengarkan pertanyaanku, Ikuse-san mengangkat segelas jus sayuran yang telah dia siapkan untuk dirinya sendiri saat dia menjawab

“Hanya di malam hari. Aku seorang mahasiswa di siang hari. Aku mungkin terlihat seperti ini, tapi aku baru berusia dua puluh dua tahun.”

Dia masih seorang pelajar! T-Tapi, itu akan benar baginya untuk menjadi seorang mahasiswa jika dia dua puluh dua tahun. Yah, kukira bekerja di sini adalah pekerjaan paruh waktunya. Tampaknya cukup bagus untuk bekerja sebagai bartender.

“Apakah kamu juga bertanggung jawab untuk manajemen?”

Rias bertanya. Ikuse-san meneguk jus sayuran lalu menjawab

“Tidak, manajernya adalah Azazel-san. Dia tidak ada di sini sekarang, jadi dia diwakili oleh para kader organisasi.”

Jadi toko ini milik Azazel-sensei ya. Orang itu, atau Grigori untuk lebih tepatnya, telah memberi kita sekolah itu dan banyak hal lainnya... Ras supranatural sebenarnya memiliki banyak tempat di tempat-tempat yang bahkan tidak kita ketahui. Lalu kami mendengar tepuk tangan bergema di sekitar, dan saat kami berbalik, kami menyadari bahwa lagu Lavinia-san telah berakhir. Ikuse-san berkata

“Vali juga baru satu kali di sini, meski dia jelas memastikan datang saat Lavinia tidak ada di sini.”

Heh, jadi orang itu juga sudah ke sini. Dia juga memilih untuk datang saat Lavinia-san tidak ada di sini, jadi kurasa orang itu tidak pandai berurusan dengan wanita.... Karena dia terus mengabaikan kemajuan Kuroka, akhirnya dia mengalihkan pandangannya ke arahku. T-Tapi, aku telah mendapat banyak keuntungan dalam hal kesempatan erotis, jadi aku harus berterima kasih padanya untuk itu. Tapi jika dia selalu menolak wanita cantik seperti itu juga, maka dia akan—. Saat aku memikirkan itu, sebuah suara mendadak datang dari belakang kami.

“Tepat. Va-kun sangat dingin.”

“Wah! Kapan dia...”

Saat aku menoleh untuk melihat ke belakang—Lavinia-san berada tepat di belakangku. Lavinia-san memberi hormat lalu menyambut kami.

“Tolong izinkan aku memperkenalkan diri lagi. Aku Lavinia Reni, seorang penyihir milik [Grau Zauberer].”

Dia adalah seorang penyihir kuat yang juga merupakan pengguna Longinus [Absolute Demise]. Dengan sedikit malu, aku membalas.

“Demikian juga, senang bertemu denganmu. Omong-omong, kita saling bertemu satu kali selama Perang Evil Dragon, sebelum pertempuran dengan Trihexa.”

Lavinia-san tersenyum ringan saat dia berkata

“Betul.”

Atmosfer Onee-san yang hangat dan manis ini membuatku merasa sangat santai! Terlebih lagi, belahan dada yang diungkapkan oleh gaunnya benar-benar menekankan puncaknya yang luar biasa! Vaaaliiii! Apakah kamu benar-benar anggota dari faksi bokong!? Biarpun itu benar, apakah kamu masih memutuskan untuk memilih itu setelah melihat dada Lavinia-san!? Aku harus pergi dan bertanya apakah dia benar-benar anggota dari faksi bokong….

“““……”””

Cara aku melamun menatap Lavinia-san menyebabkan semua gadis—Rias, Rossweisse-san dan Ravel menatapku dengan tatapan yang sangat menakutkan! Lavinia-san duduk di sampingku dan menciptakan lingkaran sihir kecil di meja bar tempat dia mengeluarkan sesuatu.

“—Aku ingin kamu melihat ini.”

Objek yang diambil Lavinia-san—adalah sebuah buku catatan kecil. Lavinia-san menyebarkan halaman-halaman buku catatan terbuka dan mendesak diriku untuk membacanya. ...Apakah ini yang ingin dikatakan Ikuse-san kepada kami?

“Ini kan…?”

Aku mengambil buku catatan dan melihat sampulnya. Kata-kata [Vali Lucifer] ditulis di sana dalam bahasa Inggris. Nama pemilik buku catatan ini...dengan kata lain, ini milik Vali!? Kenapa buku catatan Vali di sini!? Aku menatap wajah Lavinia-san, namun dia hanya membalas senyum manis padaku. Sepertinya aku tidak punya pilihan selain membacanya, jadi aku membalik-balik lalu aku menemukan bagian ini.

• [Aku merasa menyesal bahwa aku dilahirkan di era ini. Dunia tanpa Tuhan. Aku ingin mengalahkan Tuhan.]

• [Aku lebih baik mati daripada hidup di dunia tanpa lawan yang kuat. Aku tidak tertarik pada dunia yang membosankan seperti ini.]

• [Akulah yang mewarisi darah Maou Lucifer generasi pertama. Tapi, aku anak berdarah campuran yang lahir dari seorang ayah yang merupakan cucu dari Old Maou dan seorang ibu manusia. —Aku memperoleh [Sacred Gear] [White Dragon] karena darahku yang setengah manusia. Aku telah dilahirkan sebagai kerabat sejati Lucifer, dan juga sebagai [White Dragon].]

• [Jika seseorang harus menggambarkan takdir atau keajaiban, mungkin itu aku.]

...Ada beberapa kalimat yang terdengar familier. Hei, bukankah ini kata-kata yang sama yang dia katakan kepadaku saat pertama kali kami saling bertarung...?

“...A-Apa sebenarnya ini?”

Aku bertanya pada Lavinia-san, dan Lavinia-san dengan bangga berkata

“—Ini adalah koleksi materi profil yang Va-kun tulis empat tahun lalu. Ini ditulis dengan sangat baik sehingga aku berpikir bahwa aku harus menunjukkannya kepada rival seumur hidup yang suatu hari akan muncul di hadapan Va-kun. Setelah dia menulis kalimat keren empat tahun lalu, Va-kun terus berlatih sepanjang malam dan siang.”

—koleksi materi profil Vali. ......Semua ini adalah entri yang ditulis oleh orang itu empat tahun lalu!? Dia memiliki begitu banyak ledakan chuunibyou satu demi satu!? Terlebih lagi, sepertinya dia masih menggunakan mereka!? Sepertinya aku ingat pernah mendengar sebagian besar kalimat itu! Di depan kami, Ikuse-san menutupi wajahnya dengan tangannya saat dia mencoba menahan dirinya agar tidak tertawa terbahak-bahak.

“...Buku catatan yang Vali cari selama ini...Lavinia, jadi itu ada di tanganmu. Dan kamu memutuskan untuk mengeluarkannya pada saat-saat seperti ini...”

“Itu hanya bisa pada saat seperti ini.”

Jadi Vali sudah mencari buku catatan ini. Toh, dengan banyak catatan memalukan, semua ini seperti sejarah kelam! Tapi sungguh ironis bahwa wanita yang tidak ingin dia temui memegangnya sepanjang waktu. Ini sungguh dilema. Aku benar-benar ingin tahu ekspresi seperti apa yang akan Vali tampakkan jika dia tahu tentang ini.

“...Entah kenapa, aku hanya merasa seakan semua kalimat yang ditulis di sini terdengar familier.”

Aku berhasil menunjukkan senyuman, dan Lavinia-san memaparkan senyum yang menggembirakan yang sepertinya menunjukkan bahwa dia merasa puas dengan kenyataan bahwa adik laki-lakinya telah dipuji.

“Kedengaran bagus. Va-kun bilang bahwa dia pasti harus mengatakan kata-kata itu dengan tenang di depan rivalnya, dan itulah mengapa dia menyiapkan ini. Dia pasti sangat puas sekarang.”

Lavinia-san melompat dengan gembira, dan kedua puncak dadanya juga terpental! Kuh! Oppainya sangat besar! Tolong izinkan aku untuk melihat dengan baik...! Tepat saat mataku terpaku pada pemandangan luar biasa itu, sebuah suara tiba-tiba bergema di seberang pintu masuk.

“Ice Princess adalah tuan putri Ikuse Tobio dan Vali. Jadi jangan terlalu terbawa, Sekiryuutei.”

Saat aku menoleh untuk melihat—itu sebenarnya Cao Cao!

“Cao Cao!? Kenapa kamu di sini?”

Aku tidak tahan untuk tidak berdiri setelah melihat sosoknya yang tak terduga di sini! Cao Cao duduk dengan santai di kursi kosong di konter. Ikuse-san tidak terlalu terkejut dengan fakta bahwa Cao Cao ada di sini. Ikuse-san menyiapkan gelas untuknya sambil dia berkata

“Terkadang dia datang ke sini untuk bertukar informasi denganku. Kami berdua adalah agen organisasi.”

“Benar. —Susu panas.”

Cao Cao memberi pesanannya secara alami. ...Susu panas huh. Anehnya, dia memesan minuman yang agak manis. Aku berkata kepada Cao Cao

“Aku melihat pertandinganmu sebelumnmya. Itu adalah permainan yang bagus.”

“Aku merasa terhormat. Aku sangat ingin bertarung melawan dirimu dan Ikuse-san lain kali.”

Seperti yang Cao Cao katakan, Ikuse-san juga telah memutuskan untuk berpartisipasi dalam Turnamen sebagai bagian dari tim [Slash Dog]. Lavinia-san juga anggota tim itu. Tentu saja, mereka juga telah memenangkan semua pertandingan mereka dengan cukup lancar. Sama seperti kita, mereka belum menemukan tim makhluk sekelas Dewa, dan meskipun mereka telah bertemu tim yang terdiri dari Iblis Kelas Ultimate, mereka dengan mudah muncul di atas. Aspek mereka yang paling menonjol yaitu koordinasi tim mereka secara keseluruhan sangat terlatih, sehingga Ravel dan Sona-senpai pun memuji kerja sama tim mereka. Mungkin itu karena mereka sering dipanggil bertempur di mana mereka masuk ke sisi gelap dari berbagai Golongan, jadi presisi mereka sangat tinggi. Setelah Ikuse-san memberi Cao Cao segelas susu panas, akhirnya kami mulai mendiskusikan topik yang sebenarnya.

“Sejujurnya, Hyoudou Issei-kun, sebenarnya ada Golongan yang bertindak di belakang layar Turnamen ini. —Grim Reaper dari Alam Baka.”

–Apa! Grim Reaper! Setelah mendengar tentang informasi ini, kami semua saling memandang. Ini persis seperti apa yang kami cari. Ikuse-san melanjutkan

“Kalian mungkin sudah tahu ini, namun sering terjadi kerusuhan di wilayah berbagai Golongan. Mereka semua terjadi pada waktu yang sama di seluruh Dunia Bawah, area di bawah yurisdiksi Surga, Asgard, Olympus dan tempat lain juga.”

Rias dan Irina juga telah menyebutkan ini kemarin. Lalu Cao Cao melanjutkan lebih jauh

“Setelah menangkap para pelaku, kami menemukan bahwa mereka semua adalah Iblis. Namun, afiliasi dan identitas mereka tidak jelas. Setelah membandingkannya dengan semua Iblis yang terdaftar di Dunia Bawah, kami tidak dapat menemukan petunjuk sama sekali. Bahkan mungkin lebih baik jika mereka hanya disembunyikan oleh para petinggi dari Dunia Bawah, namun para Iblis ini adalah Iblis berdarah murni tanpa jejak darah campuran, mereka hanyalah Iblis berdarah murni dan asli.”

...Iblis berdarah murni yang afiliasi dan identitasnya tidak dikenal? Seluruh kejadian itu tampak semakin mencurigakan. Ikuse-san berkata pada kami

“Pihak Iblis juga telah muncul dengan tangan hampa, jadi saat ini Grigori melakukan penyelidikan, dan menurut investigasi tersebut, saat ini kita tahu hanya dua hal tentang Iblis misterius ini. Pertama, laporan tentang komposisi tubuh mereka dan energi Iblis menunjukkan bahwa mereka mirip Iblis tertentu—Iblis kuno, Iblis yang disebut Iblis Kelas Atas lainnya sebagai ‘generasi pertama’. Sederhananya, mereka telah mampu mendeteksi dari tubuh mereka dan energi Iblisnya bahwa mereka miliki kesamaan seperti Gremory generasi pertama dan Bael generasi pertama. Kedua, mereka telah dapat mendeteksi jejak Grim Reaper di sekitar tempat di mana Iblis ini telah menyebabkan insiden.”

……I-Ini terlalu mengejutkan. Iblis misterius yang telah menyebabkan kerusuhan di mana-mana sebenarnya adalah Iblis yang memiliki tubuh yang mirip dengan Bael generasi pertama.... Dan Grim Reaper juga muncul di dekat tempat insiden ini terjadi...? Jika semua Iblis generasi pertama ini telah menyembunyikan diri mereka sepanjang waktu, dan mereka hanya memutuskan untuk membuat kerusuhan saat ini...akan lebih baik jika sesederhana itu. Rias dan yang lainnya juga bingung. Rias meletakkan tangannya di bawah dagunya saat dia berkata

“...Grim Reaper telah muncul di dekat tempat insiden terjadi, jadi bisa dikatakan bahwa Iblis ini entah bagaimana berhubungan dengan Hades. Apakah itu asumsi yang masuk akal?”

Ikuse-san mengangguk setuju dengan teori Rias.

“Ya, menurutku sebagian besar Grim Reaper bertindak sesuai dengan kehendak Hades. Namun, masih ada beberapa bagian yang tidak bisa dijelaskan. Kemarin, Grim Reaper muncul untuk menyerang kalian, dan mereka juga dengan berani meninggalkan jejak serangan mereka.”

Mayoritas Grim Reaper mengikuti instruksi Hades...dan para Grim Reaper tampaknya tidak peduli bahwa mereka telah meninggalkan jejak serangan mereka...? Dengan kata lain—.

“Para Grim Reaper yang menyerang Koneko-chan kemarin dan mereka yang muncul di dekat Iblis misterius sejauh ini tidak sama?”

Ikuse-san mengangguk setuju atas pertanyaanku.

“Selain dari Iblis, ini adalah pertama kalinya para Grim Reaper bertindak sendiri. Dan tidak peduli seberapa banyak kami memikirkannya, kami tidak bisa menemukan alasan mengapa Toujou Koneko-san menjadi sasaran. Tapi bagaimanapun juga, baik para Iblis yang telah menyebabkan insiden ini dan para Grim Reaper yang menyerangmu terhubung dengan Alam Baka. Setidaknya ada dua upaya dari Alam Baka, dan mereka telah mempengaruhi berbagai Golongan.”

...Hades, Dewa kerangka itu, jadi akhirnya dia melakukan gerakan huh. Setelah kematian Rizevim, Hades telah menjadi ancaman nomor satu. Karena Turnamen diadakan, mata baik Shiva dan Kaisar Langit terfokus di sana, jadi kami harus terus waspada terhadap setiap gerakan dari Alam Baka. Cao Cao mengangkat bahu

“Gunung Meru, atau mungkin Kaisar Langit hanya memiliki satu hal di benaknya, dan itu adalah Shiva. Setidaknya hingga akhir Turnamen, takkan ada gerakan darinya.”

Cao Cao meniup uap dari gelas berisi susu panas saat dia berbicara.

“Aku tidak tahu seberapa sering permainan akan dilakukan mulai sekarang, namun mencoba mempertahankan status quo di permukaan sambil merencanakan perang pada saat yang sama akan menjadi pemborosan waktu bagi Kaisar Langit. Sebaliknya, dia benar-benar akan dapat mencapai tujuan duelnya dengan Shiva dengan berpartisipasi dalam permainan, jadi Kaisar Langit tidak seharusnya berada di balik sesuatu yang menyeramkan karena ini. Selain itu, mampu bertarung melawan Dewa selain Shiva di lingkungan di mana pertarungan mereka akan diakui secara resmi adalah sesuatu yang Kaisar Langit nikmati dari lubuk hatinya.”

“Bahkan, mungkin akan lebih baik untuk dikatakan bahwa kamu telah menerima perintah untuk melenyapkan siapa saja yang berencana untuk menghalangi Turnamen.”

Cao Cao mengarahkan senyum ke arah Ikuse-san.

“Ya, kami telah menerima instruksi seperti itu. Jadi aku akan menyelidiki orang-orang berbahaya itu. Dan targetnya adalah para Grim Reaper.”

Setelah Cao Cao meneguk segelas susu panas dengan sekali teguk, dia menaruh uangnya di meja bar lalu berdiri untuk pergi.

“Pihakku juga akan menyelidiki hubungan antara Iblis misterius dan para Grim Reaper, dan aku akan membiarkan kalian tahu jika kami menemukan sesuatu.”

Usai Cao Cao mengatakan itu, dia berjalan menuju pintu, namun dia tiba-tiba berhenti dan bertanya padaku

“Omong-omong, aku punya sesuatu untuk ditanyakan padamu. Hyoudou Issei, sisi mana yang menurutmu akan menang antara Rias Gremory dan Vali?”

—Hmm! ...Orang ini sebenarnya memintaku tepat di depan Rias tentang pendapatku tentang permainan yang baru saja akan terjadi. Tapi, pandanganku sudah diputuskan segera, dan jadi aku menjawab tanpa ragu-ragu.

“Aku tidak tahu siapa yang akan menang atau siapa yang akan kalah, tapi aku pasti akan bersorak untuk Rias. Tapi, memang benar kalau aku tidak bisa membayangkan bagaimana Vali akan kalah juga.”

Ini adalah perasaan jujurku. Tak perlu dikatakan bahwa aku akan bersorak untuk Rias. Tapi itu juga fakta bahwa Vali dan yang lainnya kuat. Aku tidak bisa membayangkan pemandangan Vali kalah karena aku merasakan semacam persaingan yang kuat dengan rival yang menimpaku itu. Menanggapi jawabanku, Cao Cao mengangguk saat dia berkata

“Begitu ya.”

Di sampingku, Lavinia-san berkata pelan

“Aku… hanya bersorak untuk Va-kun sekali ini saja. Maafkan aku.”

Lavinia-san sepertinya bersikap agak kaku, namun baik Rias dan aku berkata ‘tidak masalah, tidak masalah’ untuk menghentikannya dari merasa terlalu bersalah tentang hal itu. Vali, pria itu, dia jelas-jelas memiliki Onee-san yang perhatian, jadi mengapa dia tidak ingin menemuinya? ...Mungkinkah orang itu sebenarnya cukup pemalu? Usai melihat Cao Cao pergi, kami terus bertukar informasi yang kami miliki sebelum bubar. Ah, awalnya aku ingin tahu tentang mengapa Koneko-chan menjadi sasaran, tapi aku tidak berharap lapisan lain akan ditambahkan ke kompleksitas insiden... Yah, awalnya kami adalah anggota tim anti-teroris, tapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan sampai sekarang. Kami telah begitu tenggelam dalam Turnamen sejauh ini, tapi aku mulai merasa gugup tentang peranku di [DxD] setelah lama absen dari sana.

Bagian 2[edit]

Meskipun hari pertandingan antara Rias dan Vali semakin dekat, Rias, Akeno-san, Ravel, Sona-senpai, Shinra-senpai dan aku berkumpul di ruang VIP di kediaman Hyoudou sehingga kami dapat membagikan informasi kami tentang mengapa para Grim Reaper menargetkan Koneko-chan. Usai kami memberitahu Sona-senpai dan yang lainnya tentang informasi yang kami peroleh dari Ikuse-san dan Cao Cao, Sona-senpai mulai berbicara tentang situasi Koneko-chan.

“Jalan pintas melalui semua ini mungkin untuk menjelajahi masa lalu Koneko-san.”

“Itu mungkin lebih jelas daripada bertanya pada Kuroka-san—apa yang semuanya pikirkan?”

Sona-senpai setuju dengan usulan Ravel. Meskipun kami telah mendengar tentang masa lalu Koneko-chan dari Kuroka sebelumnya, niat Sona-senpai adalah untuk menyelidikinya secara lebih rinci.

“Apa kamu punya cara untuk mengeksplorasi masa lalu?”

Rias bertanya pada Sona-senpai, yang sepertinya memiliki ide tentang hal itu.

“Secara langsung...walau aku tidak bisa mengatakannya dengan pasti, ada tipe Youkai yang dapat menunjukkan masa lalu seseorang melalui orang lain yang terkait dengan mereka.”

Jawab Sona-senpai. Jadi ada Youkai yang bisa melihat masa lalu! Ini adalah pertama kalinya aku mendengar hal ini. Namun, Rias juga sepertinya tahu tentang itu, dan dia menyebutkan nama Youkai itu.

“—Mungkinkah itu Cermin Ajaib? Youkai cermin.”

Shinra-senpai menjawab pertanyaan Rias.

“Ya, ada Youkai klan Cermin Ajaib yang mampu menunjukkan masa lalu seseorang melalui seseorang yang berhubungan dengan mereka. Mereka juga dikenal sebagai Ungaikyo. Meskipun ada banyak kondisi yang membatasi, selama mereka puas, mereka seharusnya dapat melihat baik yang masih hidup maupun yang mati, dan kamu juga dapat berbicara dengan orang itu juga. Jika kita menggunakan kemampuan ini, Kuroka-san dan bahkan masa lalu Koneko-san...kerabat dekat dari masa lalu yang mengetahui para Nekomata dapat dipanggil.”

J-Jadi sebenarnya ada sejenis Youkai cermin dengan kemampuan semacam ini ya. Sangat luar biasa bisa berbicara dengan orang mati. Nah, mengingat betapa luasnya dunia supranatural, seharusnya tidak mengejutkan bahwa ada Youkai dengan segala macam kemampuan, dan budak-budak Sitri tampaknya memiliki beberapa pemahaman tentang Youkai ini. Seorang anggota dari salah satu keluarga yang bertanggung jawab atas supranatural Jepang adalah anggota dari budak-budak Sitri, dan itulah mengapa mereka unggul dalam memahami Youkai. Sona-senpai lalu menjelaskan kepada kami

“Tapi, yang saat ini terbunuh karena serangan [Khaos Brigade], jadi masih butuh waktu untuk penerusnya mewarisi peran itu.”

Tidak mungkin! Serangan [Khaos Brigade] juga menyebar ke tempat itu…. Para bajingan itu, mereka benar-benar telah menyebabkan berbagai kerusakan pada berbagai Golongan. Shinra-senpai berkata

‘‘Bangsawan Sitri sebelumnya mampu membangun hubungan yang unik dan hubungan dengan pemilik...tapi karena kematian mereka, hal-hal telah terpengaruh. Karena itu adalah kemampuan yang unik, itu memiliki kendala yang agak ketat. Terutama setelah Cermin Ajaib saat ini tewas, semua orang yang mencari bantuan dari mereka telah kehilangan ingatan mereka saat itu. Bahkan pihak ketiga yang diberitahu tentang hal-hal itu telah kehilangan ingatan mereka.”

Apa ini? Semua orang yang mencari pertolongannya di masa lalu memiliki ingatan tentang hal itu menghilang. Dengan kata lain, semua orang yang telah berbicara dengan cermin atau mereka yang berhubungan dengan cermin dengan cara apapun telah memiliki semua ingatan mereka dari waktu itu menghilang karena kematian Youkai cermin. Bahkan orang-orang yang mendengarnya dari orang lain memiliki ingatan tentang itu menghilang. Bagaimanapun, karena Ungaikyo telah meninggal dunia, mengapa kita tidak hanya menjelajahi masa lalu Koneko-chan dengan cara tradisional? Sona-senpai lalu melanjutkan

“Tapi, selama kita dapat menemukan Ungaikyo berikutnya dan memungkinkannya untuk secara resmi mewarisi posisi, ingatan semua orang yang melihatnya sebelumnya akan kembali.”

Oh, jadi itu mungkin! Masih ada solusi! Yah, lebih baik jika kita bertindak lebih cepat. Tapi dalam hal itu, tidak ada banyak informasi tentang Ungaikyo, dan permainan kita sendiri juga akan muncul…. Tapi ketika pikiran seperti itu mengalir dalam pikiranku, Ravel mengangguk dan dengan antusias berkata

“Langkah pertama adalah menemukan Ungaikyo itu. Aku juga akan menggunakan jaringan informasi Keluarga Phoenix!”

Semuanya mengarahkan pandangan mereka ke arah Ravel, yang tampak agak antusias. Ravel tiba-tiba menjadi malu.

“...Aku ingin membantu Koneko-san. Dan kami juga teman...”

Ravel di depan mataku bukan lagi Ravel pemberani yang sama seperti akhir-akhir ini, dia hanyalah seorang gadis dari usia yang cocok yang bersemangat karena persahabatannya. Usulan Ravel benar, dan kami semua setuju.

“Aku juga akan meminta kepala klan Himejima.”

Ujar Akeno-san. Jaringan informasi dari Lima Klan Utama yang paling berpengetahuan tentang kemampuan Jepang dan mahluk gaib mungkin akan menjadi sumber yang kuat. Kami berencana untuk menggunakan jaringan intelijen kami sendiri untuk mengumpulkan informasi yang relevan, dan pada saat yang sama, meminta Ikuse-san dan Grigori untuk membantu kami.

“Bennia, kamu di sini?”

Setelah Sona-senpai mengatakan itu, lingkaran sihir muncul di sampingnya. Bennia lalu melompat keluar dari lingkaran sihir, dan itu membuatku berpikir bahwa cara dia muncul masih sangat unik.

<<Aku di sini, Master Sona.>>

“Tolong tetap di sini untuk membantu Rias dan Ise-kun, Bennia. Kamu memahami Grim Reaper, dan kamu juga bisa merasakan panjang gelombang mereka, sehingga kemampuanmu akan sangat penting bagi mereka.”

<<Mengerti.>>

“Beri tahu kami jika terjadi sesuatu.”

Setelah Sona-senpai dan Shinra-senpai mencapai kesepakatan dengan kami, mereka meninggalkan Bennia bersama kami dan kemudian pergi. Aku...jatuh ke dalam pemikiran yang mendalam. Saat ini, baik Koneko-chan maupun Kuroka tidak hadir, jadi Rias dan aku memutuskan bahwa kami seharusnya tidak membuat Koneko-chan merasa lebih terbebani daripada yang sudah ada. Koneko-chan...dia mengalami masa yang sangat sulit di masa lalu. Meskipun dia sudah bekerja keras untuk mengatasinya, jika dia harus mengingat ingatan waktu itu, mungkin itu bisa mempengaruhi kondisi mentalnya lagi. Dia ingin mendapatkan pengalaman berharga melalui World Tournament, dan dia juga akan bertarung melawan adiknya sendiri di pertandingan berikutnya. Jika kita terlalu khawatir padanya, mungkin dia akan terlalu memaksakan diri lagi. Rias berkata

“Koneko sudah pasti menjadi lebih kuat, tapi dia masih memiliki sisi yang lemah. Dia bertekad untuk mengatasi masa lalunya yang sulit, tapi jika dia mengingat kembali kenangan masa itu, mungkin pikirannya benar-benar runtuh.”

Rias juga sangat khawatir pada Koneko-chan. Dia dengan hati-hati mempertimbangkan bagaimana menghadapi situasi ini. Rias telah membawa Koneko-chan masuk, dan membantunya mengatasi trauma psikologisnya, dan itulah mengapa dia sangat khawatir tentang kejadian ini. Justru karena itulah dia tidak bermaksud mengizinkan Koneko-chan datang ke sini. Aku pernah berbicara dengan Rias tentang masa lalu Koneko-chan sebelumnya.

[Ise, apakah aku pernah memberitahumu bahwa mantan majikan Kuroka adalah Iblis Kelas Atas?]

[Jika aku ingat dengan benar, itu adalah Naberius dari 72 Pilar, bukan? Iblis dari keluarga cabang membawa Kuroka dan Koneko-chan masuk]

Aku mendengar lebih banyak tentang masa lalu Kuroka dan Koneko-chan dari Rias. Itu terutama kisah ketika Kuroka adalah seorang budak Iblis. Majikan asli Kuroka adalah seorang Iblis yang memiliki kemampuan untuk memperkuat kekuatan para budak mereka secara paksa, dan mereka juga akan menggunakan ini pada keluarga dan kerabat mereka sendiri juga. Itu menakutkan bagaimana mereka tidak menahan bahkan terhadap keluarga mereka sendiri. Lalu, perhatian majikan mereka diarahkan pada adik Kuroka yang juga seorang Nekomata—Koneko-chan. Dan itulah mengapa Kuroka membunuh majikannya. Rias melanjutkan

[Ya benar. Tampaknya mereka adalah seorang bangsawan yang terobsesi dengan penelitian. Meskipun dalam arah yang buruk. Mereka mengabaikan keinginan keluarga utama dan terus melakukan eksperimen yang meragukan. Tapi ada juga masalah lain. Masalahnya, ketika Kuroka mulai tinggal di sini, ini adalah sesuatu yang Onii-sama katakan padaku melalui Grayfia—]

Apa yang Rias katakan yaitu penelitian yang dilakukan oleh majikan mereka sebelumnya dilakukan dan diambil alih oleh orang lain, tetapi ketika pasukan Maou tiba di rumah, mereka menemukan bahwa hampir semua jejak penelitian telah lenyap. Mereka mendengar bahwa ada ledakan yang mencurigakan. Penelitian yang dilakukan oleh majikan asli Kuroka juga telah menarik banyak kecurigaan dari eselon atas Dunia Bawah, dan baik Kuroka maupun Koneko-chan diidentifikasi sebagai faktor yang berbahaya dan tidak stabil juga. Rias melanjutkan

[Kuroka diinterogasi beberapa kali, tapi dia tidak tahu tentang tujuan sebenarnya dari penelitian. Satu-satunya hal yang pasti yaitu penelitian itu sangat berbahaya.]

[Dengan kata lain...sebelum dia tahu tentang tujuan penelitian, Kuroka membunuh majikannya untuk melindungi Koneko-chan ya...]

Rias mendesah saat dia mengangguk.

[Mengetahui bahwa adik perempuannya akan jatuh ke tangan beracun, Kuroka pasti tidak akan membiarkan itu terjadi dalam kesunyian. Tentu saja, dia juga punya dendam.]

Artinya, karena perasaan Kuroka yang mendalam, kemarahannya meletus dan dia benar-benar melenyapkan majikan aslinya dan sekitarnya. Setelah melihat kekuatan Nekomata, luka psikologis yang dalam juga ditimbulkan pada Koneko-chan. Koneko-chan dan Kuroka bersama keluarga cabang Keluarga Naberius...sepertinya menyembunyikan banyak kecemasan.

Bagian 3[edit]

Meskipun aku sangat khawatir tentang situasi Koneko-chan dan kerusuhan yang sering terjadi yang disebabkan oleh Iblis misterius di berbagai Golongan, waktu tidak akan menunggu siapapun. Tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth] dan tim Rias tengah berlatih bersama hari ini. Lokasinya bukan ruang pelatihan yang dimaksudkan untuk digunakan oleh Sekiryuutei, tapi ruang nostalgia yang digunakan oleh budak Gremory untuk latihan. Meskipun aku telah mengatakan bahwa itu ‘nostalgia’, itu sebenarnya telah digunakan sampai belakangan ini. Karena Rias akan melawan Vali dan yang lainnya segera, dia mengundang kami untuk bertindak sebagai lawan dalam pertempuran pura-pura. Tidak tahu apa yang akan terjadi dan juga mengikuti perintah Sona-senpai, Bennia juga ikut serta. Dan dengan demikian sesi latihan kami dimulai.

“Baiklah, ayo, Lint!”

“Awah, Quarta-paisen, kamu sangat ekstrem.”

Yang kami lihat pertama adalah adegan Xenovia dan Lint-san berlatih. Xenovia menggunakan Durandal dan Excalibur ketika Lint-san dengan gesit menghindari serangannya dan menggunakan pedangnya yang ditempa api ungu untuk melakukan serangan balik. Gelombang aura suci dan api ungu yang ganas bentrok di udara, menyebabkan ledakan yang terjadi di seluruh tempat satu demi satu. Latihan Xenovia agak intens, tapi dari sini kita juga bisa melihat bahwa kekuatan Lint-san lumayan. Terbukti dari rekaman video permainan Rias, gaya bertarung Lint-san sangat praktis, dan dia juga seorang prajurit wanita yang hebat dan kuat yang tidak pernah mundur. Di sisi lain, Koneko-chan dan Ravel mulai berlatih dengan serius.

“Aku datang, Koneko-san!”

“Mmm, ayo!”

Ravel membentangkan sayapnya yang berapi-api dan melepaskan peluru api yang kuat, sementara Koneko-chan memasuki mode Shirone dan menggunakan api putih untuk membuat segudang Kasha untuk meniadakan peluru api Ravel. Koneko-chan juga tampak agak antusias dengan pertandingan latihan, kemungkinan besar karena dia sangat ingin menang melawan kakaknya. Untuk menanggapi perasaan Koneko-chan, Ravel bereaksi dengan ketulusan, dan mereka terus berlatih sampai mereka berdua kelelahan sekali. Bukan hanya sekali ini saja. Selama Koneko-chan meminta Ravel, Ravel akan membalasnya dengan tulus setiap saat. Karena Ravel adalah teman sekaligus teman sekelasnya, kurasa Koneko-chan merasa seakan Ravel mudah dan dapat diandalkan. Ravel juga sadar bahwa Koneko-chan hanya bisa bertanya padanya karena mereka seumuran, jadi dia terus merespon positif semua permintaannya. ...Ravel, ketika dia tengah memperhatikan tim kami, dia selalu memiliki latihan pemikiran yang mengikuti prinsip supremasi, tapi ketika dia menghadapi temannya Koneko-chan—dia melakukannya dengan perasaan sebagai raja.

“Koneko-san, ekormu kelihatannya sedikit terbakar.”

“...Ini semua karenamu, Ravel. Kamu melemparkan api ke arahku tanpa ampun.”

“Aku akan dimarahi olehmu jika aku main-main, jadi aku bekerja keras juga, paham?”

“Muu….Baik telinga dan ekorku terbakar, dan sekarang akan memalukan ketika aku muncul di permainan.”

“Fufufufu, izinkan aku untuk membantumu menyikat bulunya nanti.”

Saat dia tertawa bersama dengan Koneko-chan, Ravel tidak bertindak keras dan bertekad seperti dia di depan kami, tapi dia malah mengungkapkan senyum ceria dan hidup yang pas untuk seorang gadis seusianya. ...Ravel ingin tetap berada di sisiku sebagai manajerku, tapi aku ingin dia tumbuh dalam arti sebenarnya dari kata itu, seperti ketika dia bersama dengan temannya Koneko-chan. Itu sebabnya memiliki lebih banyak kontak seperti ini bagus. Hal berikutnya yang kucatat adalah—pertempuran antara naga humanoid emas dan makhluk kegelapan besar. Naga humanoid Nakiri dan Gasper dalam keadaan Balor; dua anak laki-laki yang berada di kelas yang sama memulai pertarungan jarak dekat yang sengit. Pukulan tinju touki yang Nakuki dorong ke tubuh Gasper, sementara Gasper juga menggunakan tinjunya yang gelap untuk membalas, menyebabkan Nakiri terdorong mundur. Nakiri berteriak

“Sial! Aku sudah tahu kamu kuat, tapi... kamu lumayan bagus, Vladi!”

Nakiri menembakkan sejumlah peluru bulat yang dicampur dengan touki dan auranya. Gasper menggunakan tangannya untuk menangkisnya satu demi satu saat dia perlahan mengulurkan jarak mereka.

<<...Tapi kamu, apakah kamu benar-benar manusia? Kamu benar-benar mampu mengikuti teknik jarak dekat yang diajarkan Ise-senpai padaku!>>

Nakiri bergerak melintasi tanah dengan kecepatan tinggi dan dengan cepat melanjutkan serangannya! Gasper memanggil sejumlah makhluk kegelapan yang tak terhitung jumlahnya dari bayang-bayang. Nakiri menendang mereka, meninju mereka, dan bahkan mengeluarkan sejumlah mantra dari sakunya dan melemparkan mereka untuk mengembalikan semua makhluk kegelapan kembali menuju ketiadaan dari mana mereka datang.

“Aku manusia, meski aku menggunakan beberapa mantra juga.”

Setelah mereka berdua menggunakan teknik mereka sendiri untuk saling berhadapan kembali, mereka melanjutkan pertarungan jarak dekat mereka lagi! Keduanya menunjukkan senyum tak kenal takut.

“...Aku tidak boleh kalah dengan teman sekelas, dan terutama tidak di depan Hyoudou-senpai.”

<<Itu kalimatku. Aku tidak boleh kalah dengan malu di depan Ise-senpai dan Rias-oneechan.>>

Seperti ini, pertempuran pura-puran dari dua teman sekelas laki-laki terus berlanjut saat mereka berjuang dengan sungguh-sungguh. Aku menyaksikan semua anggota tim kami berlatih bersama dari pinggir saat Rias berdiri di sampingku.

“Sepertinya mereka berdua akan menjadi rival yang baik.”

Dia berbicara tentang Gasper dan Nakiri.

“Ya. Bagaimanapun juga, mereka berdua anak laki-laki pada usia yang sama yang merasa tidak boleh kalah. “

Ujarku. Memang wajar jika mereka khawatir tentang laki-laki lain pada usia yang sama. Sama seperti yang kupikirkan—laki-laki yang seumuran denganku—Kiba mendekatiku.

“Apakah kamu sudah selesai dengan kotak makan siangmu? Sudah waktunya aku ingin melakukan pertempuran pura-pura denganmu. Sudah lama sejak terakhir kita bertarung, jadi bagaimana?”

Seperti yang Kiba katakan, sebelum sesi latihan kami dimulai, gadis-gadis itu + Kiba menyiapkan kotak bento untuk kami, dan aku sudah menghabiskan milikku. Bento hari ini adalah ‘Bento Rumput Laut’ buatan Akeno-san, sementara buatan Kiba adalah ‘Bento Karakter’. Bento Kiba menggunakan ‘wajahku dalam armor’ sebagai prototipe karakter...itu hampir seperti yang asli, jadi aku punya perasaan yang rumit tentang itu! Tapi terlepas dari apakah itu bento Akeno-san atau bento Kiba, keduanya lezat! Aku menyemangati diriku saat aku melangkah maju dan berdiri tegak saat aku berkata pada Kiba

“Kamu benar, sudah lama sejak—”

Tepat ketika aku masih setengah kalimat, ruang pelatihan tiba-tiba mulai mendistorsi!

[—Apa!?]

Kami semua berhenti melakukan apa yang kami lakukan ketika kami terkejut oleh pemandangan di depan mata kami. Menanggapi hal ini, Bennia berdiri dan mengungkapkan ekspresi khawatir.

<<Seperti yang diharapkan, mereka ada di sini.>>

Tepat setelah dia mengatakan itu, distorsi membesar, dan retakan akhirnya muncul. Saat retakan pecah dan menyebar, lubang telah digali di udara! Apa yang muncul dari sana adalah Grim Reaper yang siap memegang sabit di tangan mereka! Ruang latihan yang terletak di area khusus sendiri dan dilindungi oleh penghalang pertahanan telah diserang. Keadaan yang tak terduga ini menyebabkan Rias berteriak

“I-Ini mustahil! Ruang ini pun diserang!?”

Para Grim Reaper menyerang satu demi satu dari lubang yang mereka tembus, dan mereka mengepung kami! Hampir seratus Grim Reaper mengepung kita! Kami semua tetap waspada saat kami memasuki kuda-kuda untuk bersiap menghadapi pertempuran! Pihak lawan memiliki permusuhan yang jelas dan niat membunuh, dan fakta bahwa mereka berdiri di sini adalah bukti bahwa pertempuran tidak dapat dihindari!

“Ise! Karena musuh telah memutuskan untuk menyerang kita, bunuh mereka semua tanpa basa-basi lagi! Mereka layak menerima itu karena menyerang kita di sini tanpa izin!”

“Tentu saja!”

Rias dan aku setuju, jadi aku langsung melengkapi armorku! Para Grim Reaper ini, aku tidak tahu bagaimana mereka memasuki Kota Kuoh dan ruang latihan ini, tapi jika mereka berdiri di depan kami dengan niat bermusuhan, maka kami tidak punya pilihan selain untuk mengusir mereka. Terlebih lagi, mereka semua menatap Koneko-chan! Para Grim Reaper dengan jubah yang dihias sepertinya adalah kapten mereka, dan dia menunjuk Koneko-chan saat dia berkata

<<Serahkan kucing itu.>>

“Apa yang akan kalian lakukan dengan Koneko-chan?”

Aku langsung bertanya.

<<Itu adalah sesuatu yang tidak ada hubungannya denganmu. Yah, akhirnya kau akan tahu tentang itu.>>

Pernyataan seperti itu menyebabkan Rias kehilangan kontrol. Koneko-channya yang berharga dan menggemaskan telah menjadi sasaran para Grim Reaper, dan karena itu, kelompok Grim Reaper ini ‘pantas mati’. Tentu saja, itu juga sama bagiku! Rias membuat ekspresi dingin saat tubuhnya mulai keluar dengan aura merah, dan dia berkata

“Alasannya...kau tidak mau mengatakannya? Aku akan menanyakan satu hal sebelum aku menghancurkan kalian semua. —Apakah ini perintah Hades?”

Tanpa diduga, Grim Reaper tingkat kapten menjawab

<<Kami diberitahu hanya untuk menjawab pertanyaan ini. —Jawabannya adalah tidak. Ini adalah perintah dari Grim Reaper kelas Ultimate Thanatos-sama. Ini bukan perintah dari Hades-sama.>>

—Apa! Kami semua terkejut dan bingung dengan jawabannya. Bukankah itu ide Hades?

“……? Thanatos? Bukan Hades…”

Rias juga mengerutkan kening dan terlihat bingung. ...Itu bisa menjadi kebohongan belaka. Tapi Ikuse-san juga sudah memberitahu kami kemungkinan seperti itu. Mungkin ada lebih dari satu orang yang mengeluarkan perintah di Alam Baka—. Dengan kata lain, jika situasinya benar-benar seperti yang dia gambarkan, maka orang yang menargetkan Koneko-chan bukan Hades, tetapi sebaliknya Grim Reaper Kelas Ultimate yang bernama Thanatos? Bennia berkata

<<Thanatos-sama juga yang terkuat di antara semua Grim Reaper Kelas Ultimate. Bagaimanapun, ia dianggap sebagai salah satu yang tertua di Alam Baka.>>

Mengapa Grim Reaper Kelas Ultimate yang kuat ini bertindak di luar kehendak penguasa Alam Baka Hades? Kami penuh dengan keraguan, tetapi lawan kami tidak akan menunggu kami.

<<Yang perlu kami tangkap adalah kucing! Ayo!>>

Pada perintah Grim Reaper tingkat kapten, pasukan Grim Reaper mengerumuni kita!

“Sial!”

Aku berteriak saat aku mengirim Grim Reaper meluncur pergi! Sabit Grim Reaper bisa langsung menyerang jiwa orang-orang yang terkena! Itu lebih mengerikan daripada serangan fisik normal! Sementara kami memperhatikan ini, kami menghempaskan Grim Reaper satu demi satu.

<<Kuh! Sungguh, m-mereka kuat!>>

Pasukan Grim Reaper mulai ragu-ragu ketika mereka menyaksikan kekuatan usaha kami yang lebih dari cukup untuk mengirim mereka semua jatuh kembali. Grim Reaper tingkat kapten mengaum

<<Tidak! Kucing itu! Bidik kucingnya!>>

Semua Grim Reaper mengarahkan mata mereka pada Koneko-chan! Itu hanya mempermudah kami! Kami mengepung Koneko-chan untuk melindunginya, lalu meluncurkan serangan balik kami melawan para Grim Reaper—. Zashun! Itu adalah suara tebasan cepat dan kuat yang diiringi oleh pilar besar aura suci yang bergegas lurus ke arah langit. Melihat ke atas—Grim Reaper tingkat kapten telah dipotong setengah oleh pedang panjang yang diselimuti aura suci. Setelah Grim Reaper tingkat kapten tersingkir tanpa belas kasihan, orang yang muncul di depan kami adalah—Yang Mulia Vasco Strada, memegang pedang panjang yang memancarkan aura suci!

“Ho, ini...”

Setelah melihat pemandangan di depan matanya, dia menunjukkan senyum tak kenal takut. Dia telah melenyapkan Grim Reaper tingkat kapten dengan satu serangan, dan demonstrasi kekuatannya membuat kita tidak bisa berkata-kata. Selain itu, pedang di tangan Yang Mulia Strada adalah pedang suci yang sangat mirip dengan Durandal. Untuk latihan khusus hari ini, rencananya yaitu Crom Cruach dan Yang Mulia Strada datang sedikit lebih lambat, tapi sepertinya mereka ada di sini sekarang. —Detik berikutnya, gerombolan Grim Reaper diledakkan oleh sesuatu dengan satu gerakan. Itu Crom Cruach yang mengubah lengan kanannya menjadi lengan naga raksasa. Lengan kanannya yang raksasa dengan mudah melenyapkan semua Grim Reaper.

“...Apa ini, apakah kita berlatih bagaimana mengalahkan Grim Reaper hari ini? Terserah, ini juga tidak terlalu buruk.”

Apakah kamu tidak salah paham sesuatu!? Setelah kehilangan pemimpin mereka, dan ditambah dengan kemunculan Yang Mulia Strada dan Crom Cruach, formasi Grim Reaper rusak dan mereka mulai mundur secara bertahap.

<<Mundur!>>

Setelah mengatakan itu, mereka dengan cepat terbang menuju lubang kosong!

“Tunggu!”

“Tahan di sana!”

Xenovia dan Irina membentangkan sayap mereka untuk mengejar mereka, tetapi Rias menghentikan mereka dengan mengatakan

“Kalian berdua, jangan ikuti mereka!”

Setelah semua Grim Reaper mundur, Rias mendesah saat berkata

“...Aku sudah sepenuhnya sadar kalau Koneko-chan sedang diincar di sisi lain. Ini penting. Dan apa yang terjadi selanjutnya adalah menentukan alasannya—Bennia.”

Rias memanggil nama Bennia.

“Bisakah aku menggunakan saluranmu ke sisi lain? Aku mendengar dari Sona bahwa kamu memiliki jalur tersembunyi yang dapat menghubungi Alam Baka.”

Setelah mendengar itu, Bennia mengangguk.

<<Aku mengerti. Aku pun kehilangan kesabaranku di sini. Meskipun tidak bisa digunakan terlalu banyak, aku akan menggunakannya untuk keadaan darurat seperti ini.>>

Seperti ini, kami memutuskan untuk menggunakan saluran Bennia untuk langsung menghubungi Alam Baka.