Iris on Rainy Days Indo: Eksekusi - battery=04:46:03

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

baterai=04:46:03[edit]

“Pada truk yang di depan! Segera berhenti!” Mobil polisi memberi perintah, “Pinggirkan truk ke kiri dan berhenti!”

“E-Erm! Polisi dibelakang kita” aku berteriak dengan panik.

“Polisi?!” Lilith berteriak dengan nada marah.

“Mereka menyuruh kita untuk berhenti!”

“Lalu!?”

“Eh, jadi..... apa yang harus kita lakukan?”

“Tentu saja kita harus menyingkirkan mereka!”

Lilith terus menginjak gas.

Mesin mengaum, dan truk yang melaju melebihi batas menabrak sisi jalan. Momentum menekan tubuhku ke pintu kiri.

“Bagaimana!? Seberapa jauh mereka?”

“Cukup jauh! Tapi mereka terus mengejar kita...... Ah!”

“Ada apa Iris!”

“S- Sesuatu datang!”

“Katakan lebih jelas!”

“Ada benda kecil sedang mengejar!”

Lilith mengeluarkan kepalanya dari jendela, “Apa itu!?” Rambutnya berkibar oleh angin dengan bebasnya.

“Whoa, bukankah itu ‘robot lalu lintas’?”

Beberapa robot mengejar kami dari belakang. Tubuh bagian atas mereka humanoid, sementara ada empat roda di tubuh bagian belakang… simpelnya, mereka adalah robot mobil. Sirine di kepala adalah bukti bahwa mereka juga mobil polisi.

“Robot lalu lintas?”

“Robot polisi yang mengatur lalu lintas! Mereka bagian dari satuan polisi yang bertugas mengejar mobil yang tidak mengindahkan batas kecepatan.”

“Me-Mereka semakin mendekat!”

“Aku tahu!”

Lilith kembali menginjak gas. Tetapi, kecepatan robot lalu lintas juga semakin tinggi. Jarak di antara kami perlahan-lahan memendek.

“Truk di depan! Segera berhenti! Atau aku akan hentikan truk kalian secara paksa. Truk di depan....”

Suara elektronik memberikan peringatan dari belakang. Suara itu terdengar sangat serius.

“Lilith, me-mereka memegang senjata!”

“Senjata apa!”

“Senjata api!”

“Mereka berencana memecahkan ban, hah..... Iris!”

“Aku memerintahkanmu untuk menyerang!”

“Ehhh?!”

“Mungkin ada kotak peralatan di dekat kakimu, ‘kan!”

Aku menurunkan kepalaku untuk melihat, kotak peralatan ada di bawah kursi. Lilith sebelumnya menggunakan itu untuk membuka kepalaku.

“Tabur peralatan di dalamnya ke jalan!”

“Eh? Kenapa!”

“Berhenti bertanya, cepatlah!”

Aku tidak mengerti alasan melakukanya, tapi karena robot lalu lintas mulai melepaskan tembakan, aku tidak punya waktu lagi untuk berpikir.

“Rasakan itu!”

Aku mengikuti perintah Lilith, menabur sekrup di dalam kotak peralatan ke jalan lewat jendela. Bunyi denting terdengar di jalanan malam saat sekrup tersebar di aspal.

Berikutnya, robot lalu lintas terpeleset setelah menginjak sekrup tadi.

“Lagi, lagi! Taburkan semuanya!”

“Me- mengerti!”

Aku memuntahkan kotak peralatan, menaburkan semua yang ada di dalamnya. Sekrup, baut, paku, mata rantai yang kusebar menggelinding di jalan dengan suara dentingan.

Dampaknya terjadi seketika. Robot lalu lintas menginjak itu lagi dan lagi, kemudian terpeleset dan meluncur di jalanan.

“Ini.... oli?”

Setelah melihat lebih dekat, aku menyadari ada noda hitam bekas oli pada kotak peralatan. Alasan kenapa robot lalu lintas jatuh dengan mudah mungkin karena oli tersebut.

“Bagaimana? Itulah yang namanya persiapan.” Lilith menyeringai, “Benar~ ayo kita pergi ke kota sebelah…….“

Di saat itu juga.

“Lilith di depanmu!”

Aku berteriak. Lilith pun tersentak “Sial.....!”, wajahnya terlihat kecewa. Sirene yang tak terhitung jumlahnya berada di depan kami, beberapa tank yang lebih besar dari truk memblokade jalan seperti dinding besi.

“Ini buruk!”

Lilith tiba-tiba mengerem, tapi sudah terlambat.

Kemudian tank menembakan pancaran cahaya, dalam sekejap pandangan kami memutih.