Magika No Kenshi To Shoukan Maou (Indonesia):Volume 1 Epilog

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Epilog - Batas antara Mimpi dan Mitos[edit]

Part 1[edit]

<Proyektor cahaya sihirPhantasmagoria> ditempatkan di tengah ruang konferensi memproyeksikan keajaiban yang terjadi pada akhir insiden.

Phantasmagoria adalah hasil antara sihir canggih dan alkimia. Menggunakan aplikasi dari sihir fotografi roh, adalah mungkin untuk memproyeksikan gambaran di dalam pikiran manusia sebagai gambar tiga dimensi.

Saat ini phantasmagoria ini memproyeksikan anggota dari Ordo Kesatria yang bergegas dan menyaksikan [adegan dimana Hayashizaki Kazuki memanggil Phoenix secara penuh].

Sementara mata dari para guru Divisi Sihir terfokus pada proyeksi——Liz Liza berdiri dan mengumumkan.

“…Sebuah sirkuit terbentuk dari ikatan hubungan dengan kontraktor lain, dari sana itu menarik keluar sihir dari Diva lain dan dapat menggunakannya secara penuh, [kekuatan Raja]. Pada kesempatan ini, itu memastikan [kekuatan sebenarnya dari Lemegeton].”

Memiliki saksi mata dari pemanggilan komplit Kazuki atas Phoenix, kebohongan dari [kemampuan Lemegeton adalah tak lebih dari sihir menjiplak] tidak bisa bertahan lagi.

“Saya punya permintaan…ijinkan dia diterima ke Magica secara resmi, dan kemudian membentuk ikatan dengan siswa lainnya. Seluruh sekolah seharusnya menawarkan dukungan dalam hal dia menjadi Raja!”

Para guru membuat kegaduhan——mereka sedang panik karena bangunnya Loki.

Lima hari telah berlalu sejak insiden bangunnya Loki di pertandingan antar-divisi.

Persiapan Ordo Kesatria untuk subjugasi Loki telah dimulai tapi sebelum itu terjadi——Loki mengumpulkan para penyihir ilegal dari berbagai tempat di Jepang dan mengambil komando atas mereka. Mereka memperkenalkan diri sebagai Einherjar Loki dan mulai menyerang Ordo Kesatria. Hingga sekarang, itu adalah kejadian yang tidak mungkin bagi penyihir ilegal yang pikirannya tidak karuan untuk mengambil tindakan berkelompok. Itu adalah situasi yang buruk.

Loki, yang terluka di dadanya, dalam lima hari ini terus mengulangi serangan dimana dia menyerang-balik dan mundur dengan cepat. Serangan semacam itu sudah dilakukan berkali-kali, menyebabkan persiapan Ordo Kesatria untuk subjugasi Loki, menjadi tertinggal dan tidak dapat berjalan.

Adalah mungkin untuk akademi diincar lagi, oleh serangan Loki, jika Ordo Kesatria terus seperti ini dimana mereka tidak dapat mengalahkan Loki.

Di tengah kegelisahan itu, eksistensi dari [Raja Solomon] menjadi diketahui.

[Mitos] dari seorang Raja yang mengendalikan kolaborasi dari para Diva demi masyarakat. Sejauh para guru ketahui, mereka melihat secercah harapan.

“Akan tetapi…akankah Hayashizaki Kazuki bisa bangun jika keadaan tidak sadarnya berlanjut?”

Tidak ada perawatan mengenai mabuk sihir. Kazuki saat ini terbaring di Rumah Penyihir.

“Dia akan kembali pastinya. …Karena bahkan saya bisa kembali.”

Tubuh Liz Liza sendiri pernah mengalami masalah mabuk sihir. Apa yang terjadi pada pikiran yang diseret ke Astrum——dia mengerti itu tapi tetap saja, pemuda itu akan bisa kembali pastinya.

“…Keberatan! Diva mencurigakan seperti itu tidak seharusnya diterima semudah itu.”

Ketua dewan akademi memberikan keberatan. Seorang pria tua dengan wjah garang yang tampak seperti burung pemangsa.

Dalam rapat staf, dia dengan konsisten terus memaksa untuk menyegel Lemegeton.

“Fakta-fakta yang bisa digunakan untuk memvalidasi bahwa Diva bernama Lemegeton tidak dapat dipercaya. Mungkin saja dia hanya berpura-pura sebagai [Raja Solomon] dan memberikan penjelasan semacam itu atas kemampuannya untuk menipu kita. …Kalian tahu bahwa Diva jahat menipu manusia dan merasuki mereka. Diva yang menyerahkan kontrak ilegal akan dengan mudah membisikkan kata-kata manis pada manusia.”

“Satu kasus memberimu pemikiran dari apa yang selalu terjadi dalam masalah Diva. Bahkan dalam insiden penyerangan itu, mungkin saja Diva mencurigakan Lemegeton itu yang memandu Loki, bukan? [Putri angkatku] juga terseret ke insiden itu kalian tahu! Mungkin itu kehati-hatian berlebihan tapi, guru macam apa kita jika kita tidak mengambil semua kehati-hatian demi anak-anak!”

“Tolong tenanglah, Ketua Dewan Amasaki…”

Guru gugup di sebelah pak tua yang memukul meja dengan marah berusaha menenangkannya.

“Saya sudah memikirkan ini secara menyeluruh kalian tahu! Kita semua harus sadar-diri, 72 Pilar adalah pengecualian, tapi hal yang dikenal sebagai Diva dan Mitos, bagimanapun juga, adalah musuh kemanusiaan! Para Diva dari enam negara yang saat ini mengumpulkan kepercayaan, kita tidak tahu apa yang mereka saat ini rencanakan!”

“Tapi Ketua Dewan Amasaki…Sekarang ini akademi dan Ordo Kesatria membutuhkan setiap kekuatan yang tersedia. Terlebih jika suatu hari <Perang MitosRagnarok> akan benar-benar terjadi.”

Kepala sekolah mengumumkan untuk mendinginkan atmosfir. Semua yang hadir menjadi diam pada kata-kata dari orang paling berpengaruh di akademi.

Ragnarok. Prediksi buruk yang Loki tinggalkan sebelum dia pergi.

“Jika kita membutuhkan kekuatan maka kita tidak seharusnya mengandalkan Diva mencurigakan, alih-alih kita harus mengatur ulang Divisi Sihir untuk menjadi lebih kuat, bukan? …Kepala sekolah Otonashi.”

Ketua Dewan Amasaki melototi kepala sekolah yang tenang dengan tidak puas. Kedua pendapat mereka berlawanan.

Kepala sekolah adalah muda dibandingkan ketua dewan, rambut beruban dengan setelan hitam dan penampilan yang diatur secara metodik tak meninggalkan celah. Bahkan saat menghadapi sikap agresif, dia tidak menunjukkan emosi goyah apapun.

“…Kata-kata Ketua Dewan Amasaki juga berasalan. Tapi masih terlalu cepat untuk membuat keputusan sederhana. Kita lihat situasinya lebih jauh lagi, bisa kan? Dan jika dia menunjukkan bahkan sekecilpun tingkah laku mencurigakan maka——”

Kepala Sekolah Otonashi membuat pernyataan setelah jeda singkat.

“Quest untuk subjugasi Lemegeton akan diserahkan pada <Penyihir PemanggilanMagica Stigma> terkuat akademi, Otonashi Kaguya.”

Part 2[edit]

…Sebelum aku menyadarinya aku sudah tertidur.

Di dalam mimpi yang aku lihat di dunia hitam pekat, aku tenggelam lebih dalam dan lebih dalam——tempat itu sudah bukan mimpi ataupun pikiran bawah sadar lagi.

<Dunia TerdistorsiAstrum>. Dimensi alternatif terhubung dari kedalaman dari pikiran seorang manusia. Manusia yang mencari untuk tenaga sihir yang dapat mendistorsi dunia, yang melebihi kekuatan eksistensi mereka sendiri, pikiran mereka disebar dan kemudian dikembalikan di dunia ini.

Bagian-bagian dari pikiran Kazuki yang terputus dilucuti dan tersebar di Astrum.

Bagian-bagian itu tersebar dimana-mana menampung akumulasi memori tak terhitung dari hidupnya sejauh ini.

Kencan dengan Mio. Duel dengan Mio. Pertemuan dengan Leme. Kebaikan dari Kaguya-senpai. Kanae yang awalnya berduri tapi perlahan-lahan bertingkah seperti anak manja. Ayah-angkat yang berdisiplin. Semua orang dari Institut Nanohana.

Dan kemudian bahkan lebih jauh ke masa lalu——kejadian yang sudah tidak mungkin untuk diingat, bekas luka yang jauh.

Di dalam kegelapan Astrum, Kazuki melihat <dirinyaadegan> yang terlupakan.

Hari-hari dingin musim dingin yang membekukan tubuh. Seorang wanita menggendong Kazuki yang masih bayi di lengannya.

Kazuki mengingat wanita ini, secara naluriah.

Ibu… Pada hari dingin itu, ibu…meninggalkanku di depan gerbang panti asuhan [Institut Nanohana].

Masa lalu yang tak dapat diingat, akan tetapi pikiran Kazuki yang telah berubah menjadi kedalaman dari pikiran bawah sadarnya bisa dikendalikan.

Begitu ya——itulah kenapa aku tak dapat mempercayai hal semacam itu. Diriku sendiri yang bahkan tidak disayangi oleh ibu kandungku, tidak mungkin seseorang yang mencintaiku ada. Apa lagi menjadi Raja Harem…

“Hee, merendahkan diri sendiri, tak dapat mengandalkan diri sendiri. Meski begitu saat kau dipeluk oleh Otonashi Kaguya, kau menjadi cukup bersemangat, bukan~.”

Sebuah suara terdengar di dalam dunia kegelapan.

Seorang penyihir ungu tertawa ‘kukuku’ sementara sosoknya muncul.

“Kau tidak benar-benar mempercayai itu dengan serius. Kau pernah pada satu kesempatan percaya bukan, ikatan dengan majikanku.”

‘Bat[1]’ seperti sekuntum bunga mekar dengan brilian, seekor burung api merentangkan sayapnya di samping Kazuki.

Di dunia kegelapan total, kedua Diva menjadi ambigu dan memanggil hati Kazuki.

“Cepatlah kembali, mengerti~. Kaguya manisku merasa galau kau tahu~.”

“Kalau itu kau sekarang, kau seharusnya bisa merasakan koneksinya, bukan? Ingatlah itu…”

Koneksi——kontrak dengan Leme menghubungkannya, sirkuit tenaga sihir terbentuk dari positivitas.

Memang bahkan sekarang koneksi itu terhubung dengan jiwaku.

“Kukuku…Jangan membuat seorang wanita menunggu kau tahu~.”

“Karena kau bukanlah seorang manusia yang bertarung untuk dirimu sendiri, tapi seseorang yang bisa menunjukkan kekuatannya demi orang lain, itulah kenapa kami memilihmu sebagai Raja. Kami tidak memilih seorang pengecut dan manusia rendahan…Jangan hianati majikanku.”

Suara itu——memang itu bisa terdengar.

{…Kazuki. Kazuki!}

Itu benar. Aku Hayashizaki Kazuki. Suara itu menjadi samar-samar. Ego Kazuki dibentuk kembali.

Dari kedalaman dari kegelapan, kesadarannya perlahan-lahan naik ke dunia nyata.

Arah dari suara memanggil adalah arah dari ikatan hubungan.


Yareyare[2]…Seorang Raja-sama yang merepotkan, bukan~. Limabelas tahun dimana kontak manusia dan Diva terbentuk kembali. Meskipun <permainansituasi> nya akan mulai segara bergerak. Tak hanya Loki kurang ajar itu, semua Mitologi sialan yang mendukung negara lain dan menyimpan kekuatan itu juga. Jaman mitos yang umat manusia lopakan sepenuhnya datang lagi…”

“Mengenai tindakan kita menjajah <Jepangwilayah kekuasaan> mereka, pergerakan Mitologi Jepang juga mengkhawatirkan…Aku percaya mereka memilih untuk tidak menjadi <pemainpartisipan> dan tetap penonton tapi.”

“Kita tidak bisa terus tertatih-tatih seperti itu~. Leme-chan imut kita sudah menyerahkan kekuatannya dan menjadi seorang gadis kecil manis kau tahu~.”

Sambil melepas kesadaran Kazuki, sang penyihir dan sang burung api bertukar kata-kata pribadi.

“”Raja memang diperlukan…untuk manusia bertarung melawan para dewa.””

Part 3[edit]

Seperti kayu yang terhanyut dari lautan jauh akhirnya tiba di pesisir——kesadaran Kazuki terbangun.

Kesadaran yang terorganisir mewarnai bagian dalam pikirannya yang memutih. Sepertinya dia tertidur untuk waktu yang lama.

Tempat ini——kamarku sendiri di Rumah Penyihir. Pakaianku sudah diganti dengan pakaian bersih.

Aku merasa bahwa seseorang memanggilku tapi——tidak ada orang di sekitar.

Aku meregangkan tubuh melemahku dan kemudian keluar ke koridor tapi tidak ada presensi manusia di lantai dua.

Bagaimana dengan Mio? Itu benar, apa yang terjadi pada Mio…!?

Setelah menuruni tangga, ada presensi seorang manusia di dapur.

Membuka pintu——Sebuah pemandangan yang begitu jauh dari kenyataan memasuki mata Kazuki.

Ada seorang maid (pembantu). Sosok membelakangi dengan frills (renda-renda) menari-nari untuk suatu alasan memasak makanan.

“…Kazuki, kau sudah bangun!”

Gadis berbalik itu adalah Mio tapi——’tidak mungkin’ Kazuki terlalu syok.


“Jangan berdiri, tidurlah dan jangan memaksakan dirimu, ayo.”

Mio, yang memakai pakaian maid, mendorong Kazuki yang datang ke dapur kembali ke kamarnya.

Itu memaksa tapi sikapnya dan sikap tangannya lembut. ——Tepat seperti seorang maid.

Kazuki yang didorong kembali ke kamarnya dengan patuh merendahkan punggungnya ke tempat tidur. Aku tidak mengerti apa yang terjadi.

Mio datang ke kamar memegang panci gerabah.

“Aku merasa bahwa kau akan bangun hari ini jadi…aku merasa bahwa aku mendengar jawaban, jadi aku membuat bubur!”

…Jawaban? Tapi memang, di dalam dunia seperti-mimpi, aku merasa bahwa suara Mio terdengar.

Mio membawa kursi meja ke sebelah tempat tidur Kazuki dan dia duduk.

“…Kenapa maid?”

“Kau tahu, kau, kau suka maid, kan? Saat kau bangun aku berpikir aku akan melakukan sesuatu yang kau suka…fuufuu.”

Mio menyendok sesuap bubur ke sendok cina, meniup buburnya sendiri dan ‘aan’ memegang sendoknya.

“A, Aku bisa memakannya sendiri! Aku budaknya dan kau majikannya, bukan!?”

“Hari ini aku seorang maid, mengerti! Disamping itu…aku tidak serius menganggap Kazu-nii sebagai budak. Sudah sadarilah itu…”

Mio mencemberutkan bibirnya tidak senang. Tidak, aku sudah mengerti tapi…!

“Ayolah, kau suka maid kan? Tidak apa-apa untuk mengaguminya sebanyak yang kau suka. Ini, aan.”

Bukannya aku suka dilayani oleh seorang maid, aku hanya suka bekerja seperti maid tapi, Kazuki ‘aan’ membuka mulutnya. Kehangatan menyebar di dalam tubuh melemahnya.

“Kau, apa kau baik-baik saja?”

“Apa yang kau bicarakan, ‘baik-baik saja’? Itu apa yang seharusnya kutanyakan kau tahu! Berapa lam kau pikir kau tertidur, kau tahu! Lima hari!?”

Mio…apa dia tidak ingat seberapa dekat dia dengan kematian? Atau, segalanya hanyalah mimpi?

“Aku seharusnya mengatakan ini, akan tetapi, lima hari ini hal-hal tak terpikirkan terus terjadi di dunia kau tahu.”


Dalam hanya beberapa hari, Loki sudah mengumpulkan para penyihir ilegal dan menyatukan mereka dengan kepemimpinan enigmatik. Selanjutnya, dia memperkenalkan Einherjar Loki dan menyatakan perang pada pemerintah. Loki sudah memulai serangan gerilya pada Ordo Kesatria di seluruh negeri——mendengar cerita Mio, aku akhirnya menyadari penuh bahwa seperti yang diperkirakan , itu bukan mimpi.

“Ordo Kesatria menilai bahwa untuk beberapa waktu Loki takkan membuat pergerakan besar. Sepertinya Loki menunggu hingga penyihir ilegel lainnya berubah menjadi Diva. Itulah kenapa untuk menghentikan itu sekarang, Ordo Kesatria mencari-cari keberadaan Loki sementara mereka juga mempersiapkan operasi skala besar. Memang cukup sibuk sekarang.”

Mio menunjukkan situasi kacau saat ini dengan malambaikan dan menggeliatkan tangan dan kakinya.

Sejauh ini Ordo Kesatria terus menghentikan Diva penyihir ilegal yang di ambang terbangun. Tapi jika Loki menjadi pemimpindari para penyihir ilegal, bahkan untuk Ordo Kesatria, akan sulit untuk menghentikan mereka——kemungkinan Diva seperti Loki yang memperoleh tabuh dan daging akan meuncul satu demi satu.

“Bahkan di akademi, Quest untuk membantu Ordo Kesatria meningkat, bahkan sekarang para senpai keluar sana membantu Quest nya. Para senpai sekarang membentuk kombinasi terkuat dengan dewan siswa Divisi Pedang kau tahu. …Aku dan Hiakari adalah tahun pertama jadi kami tidak bisa berpartisipasi tapi.”

“Senpai dengan Kanae dan yang lainnya…!?”

“…Mulai sekarang mungkin gesekan antara <Divisi SihirMagica> dan Divisi Pedang akan berkurang sedikit demi sedikit ya.”

Para senpai bahkan sekarang melakukan Quest dan berpartisipasi dalam pertarungan dengan Loki.

Bahkan sekarang teriakan kesakitan Kaya masih berdengung di telingaku. Dan kemudian seringai Loki juga…

“…Aku bertanya-tanya apakah aku juga bisa bertarung melawan Loki.”

“Suatu quest berbahaya melibatkan Diva tidak ada hubungannya dengan seorang E-Rank sepertimu, bukan? Paling baik kau akan mendapatkan quest untuk eliminasi Tanah Angker atau supresi Demon Beast kau tahu.”

“B, Begitu ya…itu benar bukan…aku lupa tapi, aku hanyalah seorang E-Rank…”

“Itulah kenapa akan bagus kalau kau membentuk party (partai/kelompok) denganku yang A-Rank kau tahu!”

Mio ‘fufuun’ mengatakan itu sambil membusungkan dadanya.

“Kalau kita membentuk party dan perlahan-lahan menyelesaikan quest, bahkan tahun-pertama seperti kita bisa menjadi terlibat dengan quest mengenai Loki kau tahu!”

Party dari…aku dan Mio…?

“A…Apa…kau tidak senang? Kau tidak senang ya?”

“Tidak mungkin aku tidak senang. Kata-kata kehormatan itu benar-benar disia-siakan padaku, Tuan.”

“…Aku bilang sudah hentikan memanggilku Tuan! Hehehe, baiklah kalau begitu, mulai sekarang kita bukan budak dan majikan lagi, kita adalah rekan yang bertarung bersama dalam sebuah party!! Mengalahkan Demon Beast, menjelajah Tanah Angker jalan kaki, petualangan mengumpulkan harta keramat…Bahkan Kaguya-senpai dan yang lainnya bukanlah masalah besar!”

Mio datang dan menggenggam tangan Kazuki. Jari-jari hidup yang memancarkan kehangatan.

“…Kazu-nii dan aku, karena kita akan bersama untuk waktu yang lama…”

Di saat itu——Kazuki berpikir ‘Aku benar-benar bersyukur Mio masih hidup.’.

Aku ingin melindungi gadis ini. Perasaan semacam itu meresap di dalam. Aku ingin kekuatan untuk tujuan itu…

{Kalau kau ingin kekuatan, maka harem tentunya. Harem. Target berikutnya tentunya Hiakari Koyuki, oke!}

Kazuki terkejut karena tiba-tiba suara Lema menggema di dalam pikirannya.

Karena diammya Kazuki, Mio mulai gelisah dengan tangan Kazuki yang di genggamannya.

“…Ngomong-ngomong, apa Hiakari-san tidak memasuki party?”

“Kenapa, tidak bagus untuk memasukkan gadis itu ke party kita dan menjadi kawan kau tahu, bukankah cukup baik dengan hanya kita berdua?”

“Tidak, kenapa kau meninggalkannya seperti itu? Gadis itu absolut kuat, kan? …Aw aw!”

Mio tiba-tiba mencubit tangan Kazuki, Kazuki yang tenaga sihir defensifnya saat ini mengering bersuara kesakitan.

“…Tidak apa-apa kalau kalian tidak mengundangku ke sesuatu seperti party. Aku sudah meilih jalan pemain solo.”

Pintu kamar Kazuki dibuka dan Koyuki muncul dengan <Gaun MagisDécolleté Oblique> nya.

“Hiakari-san? Apa itu, pemain solo?”

“Selamat pagi, Kazuki. Kau benar-benar seseorang yang tidak tahu peraturan dari akademi ini ya? Pemain solo adalah seseorang yang menantang quest sendirian. Bahkan sekarang aku baru saja datang dari menyelesaikan sebuah quest.”

“…Bukankah itu berbahaya? Kau sebaiknya gabung party kamu kau tahu.”

“Aku tidak suka itu. Hal seperti itu seperti mengganggu diantara kalian berdua…Meskipun aku sendirian, disamping itu aku sudah tunjukkan bahwa aku kuat. Aku seorang penyihir khusus. Karena aku seorang elf yang satu-satunya nilainya adalah tenaga sihirnya…”

“Ada beberapa suara berbicara! Apa Otouto-kun sudah bangun!?”

‘DOTABATADOTABATA’ Sambil mengeluarkan langkah kaki keras, kedua senpai dengan semangat melompat ke kamar.

“Otouto-kunn! Kamu sudah bangun, syukurlah!”

Di saat sosok mereka muncul, Kaguya-senpai dan Hoshikaze-senpai melompat langsung ke tempat tidur Kazuki.

Tunggu sebentar, meskipun Kaguya-senpai yang selalu melakukan skinship ekstrim sudah diperkirakan, kenapa Hoshikaze-senpai yang buruk dengan laki-laki juga datang dan memelukku!? Dan dengan <Gaun MagisDécolleté Oblique> mereka yang rata-rata eksposurnya tinggi juga!

“Ma, maaf! Meskipun tidak mengenakkan dengan seseorang sepertiku, yang mirip kedua gender, tapi…!”

Dengan nada suara malu-malu, Hoshikaze-senpai menempel pada Kazuki di atas tempat tidur.

“Tidak adil…” Koyuki menggumam dengan nada lirih. Dilihat seksama, pipi gadis itu juga memerah.

“…Aku, meskipun aku…sudah berusaha untuk menahannya untuk beberapa lama…!”

Hal semacam ini, bahkan Koyuki——dengan gaya berjalan goyah seperti orang berjalan dalam tidurnya datang dan menempel pada Kazuki.

“…Hal semacam ini, itu semacam blunder…dadaku begitu panas hingga aku semena-mena…”

“Kesalahpahaman macam apa? Itu aneh Hoshikaze-senpai dan Hiakari-san melakukan hal semacam ini!”

“…Sebenarnya adalah karena kami bertiga merapalkan Asmodeus, efeknya adalah…kami bertiga terangsang dan ingin melakukan skinship. Maafff”

Kaguya-senpai tertawa dan kemudian memelukku bahkan lebih erat.

“Tu, tunggu tunggu! Orang ini Kazu-nii ku kalian tahu! Menjauh darinya!”

Sang maid Mio datang dan mendesakkan dirinya sendiri diantara dengan gugup.

{Demi memperoleh kekuatan, itu harem pastinya, harem.}

Leme yang sekali lagi tumbuh sedikit, dengan halus bermaterialisasi di samping Kazuki.

Di waktu yang sama, level positivitas keempat orang yang berdesakan muncul di bidang pandangannya.

Amasaki Mio——120 Otonashi Kaguya——73 Hiakari Koyuki——45 Hoshikaze Hikaru——39

Kaguya-senpai dan Mio memeluk Kazuki diantara mereka dan bertengkar dengan bercanda.

“Mio-chan, pemain pedang sihir ini adalah murid manisku kamu tahu! Itulah kenapa, kumohon!!”

“Tidak mungkin! Orang ini adalah rekan di party hanya dia dan aku!!”

…Kalau Kanae melihat situasi ini, pastinya ‘Sudah kuduga, Nii-sama sebaiknya di Divisi Pedang!’ dia akan berteriak seperti itu. Kazuki saat ini memiliki banyak orang-orang berharga yang dia ingin lindungi.


Merasakan pertanda masalah di kedepannya, Kazuki diam-diam menerima determinasinya.

Tak peduli apa yang terjadi mulai sekarang, aku akan melindungi semua yang berhaga——Aku akan menjadi <BasileusRaja>.


Catatan Penerjemah dan Referensi[edit]

  1. SFX api menyala.
  2. Seruan lega atau kecewa.


Back to Chapter 5 Return to Halaman Utama Forward to Kata Penutup