Mushoku Tensei (Indonesia):Jilid 19 Bab 1

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Bab 1: Situasi Terkini[edit]

Bagian 1[edit]

Yang Terhormat Paul-sama,

Sudah satu setengah tahun waktu berlalu.

Umurku akan segera menginjak 20 tahun, dan adik-adikku berumur 14 tahun.

Aku masih bekerja untuk Orsted sambil terus berlatih.

Orsted berwawasan luas, tapi sepertinya dia bukanlah guru yang baik.

Selain itu, dia jarang menunjukkan sihir padaku, jadi aku tidak bisa mempelajarinya secara langsung.

Dia masih berkenan mengajarkan mantra dan memberikan petunjuk, namun karena dia begitu jenius, maka sering terjadi kesalahpahaman di antara kami.

Mungkin juga, itu karena kesalahanku sebagai murid yang tidak tanggap.

Aku hanya memahami sekitar sepersepuluh dari apa yang dia ajarkan.

Karena pengetahuanku dari kehidupan sebelumnya, aku bisa mencapai level Saint dengan mudah, namun untuk meraih level di atas Raja, itu semua belum cukup….

Misalnya, untuk menggunakan sihir api kelas Saint, yaitu『Flash Flame』, aku harus membuat kobaran api pada suatu area yang lebar dengan cepat.

Aku bisa melakukan itu dengan membuat hawa panas di udara, kemudian melepaskannya seperti yang dilakukan Vegeta [1], namun entah kenapa itu terlihat berbeda.

Setelah aku bisa menggunakan sihir dengan mantra, maka aku pun bisa mengulangi hal serupa tanpa mantra. Terkadang-kadang, itu membuat Orsted keheranan.

Tidak hanya sihir, Orsted juga mengajariku cara melawan penyihir-penyihir lainnya.

Dia pun mengajariku Teknik Dewa Pedang, seperti: apa yang harus diwaspadai ketika berhadapan dengan pendekar pedang, dan bagaimana cara membalas serangannya.

Seorang penyihir yang pandai menggunakan sihir api dan memiliki kemampuan berpedang yang baik, sangatlah susah dikalahkan.

Oleh karena itu, banyak penyihir dan pendekar pedang yang menggunakan taktik ini. Kita pun harus meresponnya dengan tepat.

Itulah taktik satu lawan satu yang sederhana.

Sebagai seorang penyihir yang memiliki mata iblis peramal dan kapasitas Mana yang besar, aku harus bisa menghadapi musuh dalam jumlah besar. Aku harus membuat mereka kebingungan, kemudian habisi satu per satu dengan serangan yang mematikan.

Dulu, aku pun sering melakukan teknik serupa, tetapi entah kenapa, hasilnya berbeda ketika aku melakukannya dengan terencana.

Saat ini, aku sering berlatih bersama Eris dan Orsted. Aku pun sesekali mengajari Sylphy, Norn, dan Aisha, agar kemampuan mereka juga berkembang.

Setelah berlatih secara rutin, berikut pencapaianku :

Sihir api dan angin  Level Saint.

Sihir penyembuhan dan detoksifikasi  Level Saint.

Teknik God Barrier  Level Saint.

Itu adalah kemajuan yang sangat bagus hanya dalam waktu setahun.

Aku pun sadar, bahwa aku telah banyak melakukan hal-hal yang tidak penting di masa lalu.

Namun, meskipun kemampuanku sudah berkembang sebaik itu, aku masih saja kesulitan menggambar lingkaran sihir, dan aku tidak pernah menggambarnya dengan baik.

Aku tidak boleh lagi menyia-nyiakan waktu jika ingin menguasai lebih banyak teknik.

Tapi yang pasti, aku telah berkembang semakin kuat.

Selain berlatih bersama Orsted, aku juga bekerja untuknya.

Setelah misi di Kerajaan Asura, tidak banyak pekerjaan sulit yang perlu kuatasi.

Misalnya, membantu petualang yang terjebak di dalam dungeon, atau membantu pedagang yang tersesat di dalam hutan berisi penuh dengan monster.

Pekerjaan lainnya adalah pergi ke pasar budak, membeli seorang budak laki-laki, dan menjualnya ke tempat lain.

Yahh, itu semua hanyalah pekerjaan sampingan sih. Toh, aku bisa membantu orang dengan pekerjaan-pekerjaan seperti itu, jadi aku menikmatinya.

Pada dasarnya, orang-orang yang kubantu adalah mereka yang berguna bagi Orsted di masa depan.

Sebagai contoh, tempo hari aku membantu seorang Dwarf perampok bernama Tal Qi.

Saat ini, wanita itu bukanlah siapa-siapa, tapi suatu saat nanti dia akan menjadi seorang Master Guild Pembunuh.

Dia juga akan membunuh seseorang yang akan menghalang-halangi upaya kami mengalahkan Hitogami.

Tentu saja, Orsted bisa melakukan pekerjaan itu dengan mudah di masa depan, namun pencegahan adalah rencana terbaik.

Toh, melenyapkan pengganggu-pengganggu seperti itu akan memudahkan Orsted yang Mana-nya sangat terbatas karena efek teknik rahasia ras naga kuno.

Dengan mengubah masa lalu, dia menyelamatkan dirinya sendiri di masa depan.

Tampaknya kuncinya adalah memastikan bahwa Orsted berada dalam kondisi terbaiknya untuk ‘pertarungan yang menentukan’ nanti.

Dengan kehidupan yang berulang-ulang, Orsted telah mempelajari berbagai hal yang menyebabkan kegagalan dalam melawan Hitogami.

Membantu orang-orang tersebut, akan semakin memperbesar peluang menang di masa depan.

Melalui bantuanku, Orsted bisa mendapatkan hasil yang lebih efisien daripada upayanya di perulangan sebelumnya.

Ini mirip seperti memperkecil resiko rugi dalam suatu perdagangan.

Timbal baliknya, aku pun mendapatkan banyak teman baru.

Itulah kenapa Orsted tidak turun tangan membantuku ketika aku menolong orang-orang tersebut. Orsted menginginkan agar aku menjadi pahlawannya, sedangkan dia sudah puas dengan menjadi otaknya.

Ada hal lain yang perlu dia selesaikan.

Ada hal-hal tertentu yang perlu dia selesaikan dengan tangannya sendiri. Dan itu merupakan hal penting yang berhubungan langsung dengan rencana Hitogami selanjutnya.

Hitogami juga tidak terlalu mengganggu.

Setidaknya, dia tidak lagi mengusikku ketika beraksi sendirian.

Namun, ada kalanya aku bekerja bersama Orsted secara langsung.

Saat itu, biasanya akan muncul satu atau dua bidaknya Hitogami.

Anehnya, kami tidak pernah melihat tiga bidak Hitogami muncul sekaligus. Mungkinkah yang satu lagi merupakan orang yang bekerja di balik layar?

Untuk saat ini, aku tidak perlu mengkhawatirkan keberadaannya.

Benarkah kita bisa mengalahkan Hitogami dengan cara seperti ini?

Mengapa kita tidak serang Hitogami secara pro-aktif?

Saat aku menanyakan itu, Orsted hanya menggeleng pelan, kemudian berkata…

“Menurut buku harianmu, Hitogami masih berusaha merubah masa depan.”

Jadi, saat ini hanya inilah yang bisa kami usahakan.

Hitogami mencoba mengubah masa depan.

... Menurut si kakek, insiden selanjutnya akan melibatkan Cliff.

Dalam buku harian itu, Cliff akan mati di tangan orang-orang Milis.

Mungkin kematian Cliff juga sudah direncanakan oleh Hitogami, tapi aku belum bisa memastikan apapun.

Orsted juga belum bercerita banyak tentang hal ini.

Maka…. yang bisa kukerjakan saat ini hanyalah, mematuhi perintah Orsted, menjalankan misi-misi yang diarahkan olehnya, melapor padanya, setelah itu pulang ke rumah untuk bertemu dengan keluargaku, pergi ke sekolah untuk bertemu teman-temanku, dan berlatih di saat senggang.

Begitulah hidupku saat ini.

Bagian 2[edit]

Oh ya…. ngomong-ngomong tentang pekerjaan….

Ada beberapa hal yang sudah kutetapkan agar pekerjaan ini berjalan dengan lancar.

Pertama adalah… kutetapkan gubuk di pinggiran Kota Sihir Sharia sebagai kantor.

Di tempat itu jugalah kami pernah membuat Magic Armor.

Mulai dari sekarang, kami akan menggunakannya sebagai tempat pertemuan dan beberapa aktivitas lainnya. Sehingga, akan lebih baik jika aku merenovasinya.

Aku tidak membuatnya menjadi tingkat dua, namun kubuat beberapa ruang tambahan di dalamnya seperti ruang pertemuan, ruang penelitian, bahkan ruang tidur.

Itu adalah tempat yang cocok untuk membahas strategi, kemudian beristirahat setelah lelah melakukannya.

Maksudku .... terkadang aku perlu beristirahat setelah capek bekerja.

Aku juga perlu mendokumentasikan rencana-rencana penting, seperti : ke manakah kami harus pergi selanjutnya, apa yang harus dilakukan, siapa yang harus dibantu, apa dampak rencana kami di masa depan, dll. Tidak mungkin aku bisa mengingat itu semua, kan….

Dan, aku juga membuat gudang persenjataan di sana.

Di sana lah aku menyimpan Magic Armor yang terus kami kembangkan, dan senjata-senjata sihir lainnya yang sering kupakai.

Kami mulai berhasil mengecilkan ukuran Magic Armor, tapi detailnya belum rampung.

Aku juga menyimpan berbagai alat yang kugunakan untuk bekerja di gudang senjata tersebut.

Kalau dicuri, maka habislah semua hartaku itu.

Sehingga, untuk menambah keamanannya, aku menggunakan sihir bumi guna menyegel gudang itu. Namun, agaknya cukup mengerikan jika aku membayangkan benda-benda berhargaku itu raib dalam satu malam saja.

Sepertinya Orsted tidak mau repot-repot menyimpan benda-benda tersebut, tapi bagiku itu penting.

Itulah kenapa, aku harus memperkerjakan seorang manager untuk mengawasi gudang itu.

Tapi bukan itu saja.

Aku juga sudah menambahkan ruang bawah tanah.

Aku menggunakan sihir bumi untuk membuat ruangan bawah tanah yang luas dan berliku-liku mirip labirin.

Ruang bawah tanah dibagi menjadi 20 ruangan, dan ada lingkaran sihir teleportasi di setiap ruangan.

Saat kau menginjak lingkaran sihir di setiap ruangan, maka kau akan dipindahkan ke tempat-tempat utama di seluruh dunia….. yahh, rencananya sih begitu….

Tapi sejauh ini, aku baru memasang lima lingkaran sihir pada masing-masing ruangan.

Kerajaan Asura, Kerajaan Suci Milis, Hutan Agung, Kerajaan Raja Naga, dan bagian selatan Benua Iblis.

Tempat-tempat itulah yang bisa dituju oleh lingkaran sihir teleportasi di ruangan bawah tanah kantorku.

Tentu saja, aku juga perlu memasang lingkaran sihir yang sama di titik tujuan.

Orsted tidak suka bepergian ke tempat-tempat yang sepi, namun kalau populasinya terlalu tinggi, itu juga akan menjadi masalah. Memasang lingkaran sihir teleportasi tidaklah mudah.

Dan titik tuju teleportasi yang ideal tidaklah banyak.

Tapi, akan tetap kuusahakan menambah jumlahnya.

Bagian 3[edit]

Yah, Paul-sama.

Sudah cukup kerjanya, aku yakin kau juga merasa bosan.

Aku yakin kau sudah jenuh.

Sekarang, mari kita membicarakan anak-anakku, atau lebih tepatnya cucu-cucumu.

Pertama, putri sulungku.

Lucy Greyrat.

Dia tumbuh dengan cepat.

Kami merayakan ulang tahunnya yang ketiga beberapa hari yang lalu.

Dia sekarang bisa berjalan di sekitar lingkungan rumah dengan tertatih-tatih.

Setelah dia belajar beberapa kata, dia mulai berbicara dengan keras. Kurasa, Eris juga membantunya bicara. Suasana rumah kami jadi semakin hidup.

Selain itu, Sylphy juga mulai mengajarkan sihir dan bahasa manusia baru-baru ini.

Lucy sudah mendapatkan pendidikan khusus semenjak berusia 3 tahun.

Sylphy ... menjadi ibu sekaligus guru baginya.

Terkadang dia sampai memakai kacamata guru, dan ajarannya pun semakin serius.

Yahh, lupakan Sylphy sejenak, mari kita lebih banyak berbicara tentang Lucy.

Belakangan ini kami jarang bertemu karena aku sibuk dengan pekerjaanku.

Terkadang, aku melihat ekspresinya yang terkejut saat aku pulang.

Seolah-olah dia mengatakan, ’Siapa sih pria ini?’

Itu sangat menyedihkan.

Namun, jika Sylphy mengatakan, ’Sambutlah papamu…’, dia pun merespon dengan, ’Selamat datang kembali, papa….’

Dia sangat imut saat mengatakannya, sampai-sampai aku ingin menelannya bulat-bulat. Tapi, dia segera mengatakan, ’Dimana papa?’ sembari bersembunyi di balik Sylphy.

Aku sangat sedih.

Kalau begini terus, mungkin di masa depan nanti dia tidak menghormatiku sebagai ayah yang bijaksana.

Gawat deh.

Aku berencana membawa Lucy ke tempatnya Orsted.

Ini untuk menguji apakah kutukan Orsted mempengaruhi Lucy.

Aku penasaran, apakah ramalan Hitogami benar. Dia pernah berkata bahwa keturunanku akan bekerjasama dengan Orsted untuk mengalahkannya. Itu berarti, seharusnya kutukan Orsted tidak mempan terhadap anak-anakku.

Sembari memikirkan itu, aku pun mempertemukannya dengan si bos.

Ternyata, itu benar….. Lucy sama sekali tidak menangis saat melihat Orsted.

Malahan, Lucy membelalakkan matanya kegirangan, dan memanggil Orsted, ’Papa!!...Papa!!’

Dia bilang Papa!

Sikap itu membuatku semakin bingung.

Aku pun kesal…sampai-sampai aku ingin menyerang Orsted saat itu juga.

Ah, hanya bercanda…maaf ya bos.

Hanya orang bodoh yang berani menyerang monster berambut perak itu.

Contohnya, aku dulu. Tapi, sekarang sudah tidak.

Mungkin, Lucy memanggilnya papa karena melihat rambut Orsted yang berwarna perak mirip seperti ibunya.

Ketika aku mengatakan nama Orsted padanya, dia pun langsung mengingatnya dengan mudah, sembari mengatakan, ‘Osute ~ tsu, Osute ~ tsu!’

Begitulah cara dia mengucapkannya.

Sekilas, Orsted melirik wajahku yang tampak masam, kemudian dia ingin menggendong Lucy.

Saat berada di punggungnya, Lucy mempermainkan rambut Orsted seolah ingin mencabutnya.

Aku pun segera menegurnya dengan bilang, ’Hayoo…. Tidak boleh menarik rambut orang.’

Namun Orsted membalasnya dengan, “Jangan khawatir, Touki Naga Suci milikku tidak akan membiarkan rambutku lepas sehelai pun.”

Sepertinya dia tidak terganggu dengan kenakalan Lucy.

Tentu saja, karena Lucy sangatlah imut.

Dengan begini, setidaknya kita tahu bahwa ramalan Hitogami itu ada benarnya.

Saat aku membicarakan ramalan itu pada Orsted, dia mengatakan….

“Meskipun begitu…sebaiknya kita jangan mempercayai perkataan Hitogami.”

Lalu, dia menatapku dengan wajah yang menakutkan seperti biasanya.

Tentu saja aku tidak bermaksud mempercayainya, bos.

Hanya saja, kita sekarang tahu bahwa ramalan itu bukanlah bualan semata.

Ini hanya tes sederhana, kok.

Aku bisa membaca mood Orsted yang baik saat dia sedang bermain bersama Lucy.

Aku pun akan lengah jika sedang bermain bersama gadis seimut Lucy.

Mungkin, Orsted belum pernah bertemu Lucy di perulangan sebelumnya, sehingga dia tampak senang ketika mengalami suatu hal yang baru. Orsted dibenci oleh siapapun di dunia ini, dan ketika ada seorang gadis yang mengajaknya bermain tanpa takut sedikit pun, itu pastinya sangat berharga baginya.

Sebagai bawahan, aku pun senang jika bosku gembira.

Oh iya, ngomong-ngomong anaknya Roxy sudah lahir.

Pada hari kelahirannya, turun badai salju yang lebat.

Waktu itu, aku masih bekerja pada sebuah misi.

Setelah menyelesaikannya dengan sukses, aku kembali ke kantor, dan di sana Orsted sedang menungguku.

Tidak jarang si bos menungguku seperti itu.

Pada waktu itu kantor hanya memiliki satu ruangan, dan aku juga perlu memberikan laporan pada Orsted.

Setelah Orsted menyelesaikan tugas pribadinya, biasanya ada jeda waktu sebelum dia memberikan misi selanjutnya.

Saat aku memberikan laporan seperti biasanya, dia mengatakan…..

“Bukankah sudah waktunya?”

Dia menyelaku.

Waktunya apa?

Oh iya…. bukankah sudah jelas…..

Aku pun sulit berkosentrasi saat sedang bekerja tadi.

Sebenarnya aku tidak berniat mangkir dari tugas, tapi karena aku juga seorang ayah, maka aku segera menunda sisa laporan untuk pulang ke rumah.

Aku berlari membelah tumpukan salju bagaikan bajak.

Untungnya, sesampainya di rumah, Roxy belum melahirkan. Atau lebih tepatnya, hampir saja melahirkan.

Jika aku terlambat sehari saja, mungkin aku tidak akan pernah melihat proses persalinannya.

"Ya, Rudi ... aku ragu, apakah aku bisa melakukannya dengan benar…. apakah aku bisa melahirkan anak kita dengan selamat….”

Ketika aku sampai di rumah, Roxy menungguku dengan khawatir.

Dia bertanya lagi dan lagi, ’Apakah akan baik-baik saja? Sepertinya mustahil,’ dengan wajah pucat. Aku pun terus menggenggam tangannya.

Saat Zenith melahirkan Norn, aku juga merasakan hal yang sama.

Waktu itu, yang kupikirkan hanyalah, ‘Roxy tidak bisa berhenti khawatir.’

Tapi, kekhawatiran Roxy bukannya tanpa sebab.

Proses kelahirannya cukup sulit.

Bahu bayi tersangkut.

Inilah yang disebut distosia bahu.

Aku tidak tahu penyebabnya, tapi mungkin karena tubuh Roxy yang terlalu kecil.

Dia berada di usia melahirkan normal bagi suku Migurdia, tetapi karena anak itu blasteran ras manusia – iblis, maka tubuhnya tidak seukuran suku Migurdia bayi pada umumnya. Badannya sedikit lebih besar, dan itulah yang membuat Roxy kesulitan melahirkannya. Rasio ukuran tubuhnya timpang.

Situasi ini sungguh berbahaya bagi ibu dan anak.

Namun, syukurlah tidak terjadi hal yang fatal.

Lilia begitu mahir membantu proses persalinan, dan Aisha juga jenius.

Lalu, aku memanggil dokter dan bidan setelah melintasi salju yang tebal di luar. Dengan begini, maka semuanya lengkap.

Aisha pun sudah berpengalaman membantu proses persalinan sejak kelahiran Lucy.

Akhirnya, kelahiran berlangsung lancar tanpa ada kesalahan yang fatal.

Roxy melahirkan seorang bayi perempuan dengan aman.

Kami tidak harus melakukan C-section, anak dan ibu pun selamat.

Tubuhnya sedikit lebih besar daripada Lucy saat dilahirkan dulu.

Bukan berarti dia gendut, lho.

Wajahnya terlihat begitu pemberani.

Mirip siapakah dia ..?

Menurut Sylphy, matanya mirip Roxy sedangkan mulutnya mirip aku.

Mungkin wajah pemberani itu merupakan perpaduan sifatku dan sifat Roxy.

Ya, kalau sifatku dan Roxy berpadu, maka pantas saja anak ini pemberani.

"Kalau seorang gadis ....... maka namanya adalah Lara."

Dia bernama Lara.

Lara Greyrat.

Segera setelah kelahirannya, kami mendapati bahwa dia memiliki warna rambut yang sama dengan Roxy.

Dia memiliki rambut berwarna biru yang indah.

Itulah warna rambut khas suku Migurdia.

Sylphy dan Roxy sama-sama terlihat bingung saat mengetahui itu.

Awalnya, aku tidak tahu apa alasannya.

Warna rambut Roxy cantik, dan Lara adalah seorang gadis.

Saat sudah besar nanti, dia akan menjadi seorang wanita yang canti, percayalah padaku.

Lalu, Sylphy mengungkapkan kekhawatirannya bahwa anak itu akan terbully nanti.

Kota ini terdiri dari berbagai macam ras, namun populasi terbesar tetaplah manusia.

Jika penampilannya berbeda dari ras manusia, mungkin dia akan banyak terbully nanti.

Apakah nanti dia akan dikucilkan atau tidak….aku tidak tahu, tapi yang pasti gadis ini akan mendapatkan perhatian dan kasih sayang penuh dari keluarganya.

Oh ya, asal tahu saja, Elinalise juga melahirkan pada saat yang sama dengan Roxy.

Proses persalinannya pun berlangsung lancar. Yahh, mungkin karena dia sudah terbiasa melakukan itu, bagaimanapun juga dia adalah seorang profesional.

Menurut Cliff, istrinya baru saja melahirnya, namun saat kujenguk Elinalise, tubuhnya sudah kembali normal dan ramping seakan-akan tidak pernah mengandung.

Profesional memang beda.

Dia sudah banyak pengalaman.

Yah, anak pertama dari keluarga Grimoire adalah laki-laki, mereka menamainya Clive.

Clive Grimoire.

Elinalise sangat senang, dia pun mengatakan, ’Aku berhasil memberimu seorang pewaris!’

Pewaris.

Ya, di dunia ini, anak laki-laki berarti ‘pewaris sah’, sedangkan anak perempuan tidak demikian.

Namun, aku tidak akan memperlakukan Lara dan Lucy seperti itu.

Jika mereka ingin mengikuti jejakku untuk bertarung bersama Orsted, aku tidak akan menghentikan mereka.

Dan juga, kutukan itu tampaknya tidak bekerja pada mereka.

Tapi, kata-kata Elinalise menginspirasi seseorang, yaitu Eris.

Dia sering membantuku menyelesaikan misi-misi yang diberikan oleh si bos.

Dengan kata lain, dia sekarang sedang bekerja sebagai pekerja paruh waktu di PT. Orsted?

Dengan pedangnya, dia banyak membantuku membantai cecumuk-cecumuk yang mengganggu.

“Selanjutnya giliranku!” seperti itulah tanggapannya terhadap perkataan Elinalise.

Lalu, dia pun semakin ganas. Bahkan dia sering menyerangku sampai lemas saat kami sedang bekerja.

Asalkan ada kesempatan, dia tak pernah sungkan menghisapku sampai kering.

Duh… kejantananku ternodai. Oke, lupakan saja itu.

Namun sayangnya takdir berkata lain. Sampai saat ini pun, tidak ada tanda-tanda Eris mengandung.

Itu membuatnya depresi.

Saat pulang, aku sering mendengarnya ngobrol bersama Sylphy sampai larut malam.

Mungkin dia merasa tidak nyaman jika aku mengetahuinya, sehingga dia tidak pernah membagi ceritanya secara lengkap padaku. Tapi, terkadang aku mendengarkan kalimat-kalimat penuh keputusasaan seperti, ’Mungkin aku harus melakukannya lebih sering….’

Wah, kalau lebih sering lagi…. kayaknya gak kuat nih.

Meskipun begitu, tugas seorang suami adalah menafkahi istrinya secara lahir dan batin. Termasuk melepaskan kegalauannya.

Aku akan memberikan yang terbaik.

Dengan menggunakan semua pengetahuan mesumku, aku akan berusaha sebaik mungkin melepaskan Eris dari kegalauannya.

Yah ... adalah suatu kebohongan jika kubilang aku tidak menikmatinya.

Aku pun mendengar bahwa Zenith pernah mengalami depresi serupa.

Paul pasti telah berusaha keras mengatasinya.

Dia melakukan yang terbaik setiap malam.

Dan itulah bagaimana Norn lahir, yang saat ini telah tumbuh menjadi seorang gadis manis yang rajin bersekolah.

... Mari kita bicara tentang Norn lain waktu.

Aku akan berusaha sekuat tenaga menghamili Eris, dan membantunya melahirkan dengan aman.

Bulan berikutnya, dia menurunkan level latihannya.

Sepertinya, pola latihan Eris yang terlalu keras tiap harinya menyebabkan dia susah mengandung.

Kalau anaknya kuat, maka dia masih bisa saja mengandung. Tapi, agaknya itu tidak terjadi pada kasus Eris.

Meskipun sel telurnya telah dibuahi, maka hasilnya nol besar jika janinnya tidak berkembang.

Itu sebabnya Eris mengambil cuti hamil, dan tidak lagi membantuku menyelesaikan misi-misi yang diberikan Orsted.

Aku sih tidak masalah bekerja sendirian.

Dan benar saja… cara itu cukup ampuh.

Akhirnya, Eris pun mengandung.

Sambil membelai perutnya yang sudah bengkak, Eris tersenyum bahagia sembari bergumam ‘Mufufu’.

Kali ini, aku tahu betul bahwa dia begitu bahagia, karena aku telah bersamanya sejak kecil.

Entah kenapa ...... Eris terlihat lebih anggun saat hamil seperti itu.

Almarhum Sauros-sama dan Philip-sama, apakah kalian sekarang sedang menangis bahagia di alam sana?

Aku baru menyadari kehamilan Eris bulan lalu.

Tapi ternyata, umur kandungannya sudah 4 bulan.

Belakangan ini, dia semakin sering mual-mual saat pagi.

Saat aku menyelesaikan pekerjaan lainnya, umur kehamilannya sudah mencapai 5 bulan.

Saat rasa mualnya sudah mereda, mungkin dia akan mulai berlatih keras lagi. Itulah yang membuatku khawatir.

Aku sudah mengirim surat ke Ghyslaine saat kusadari dia telah hamil.

Ghyslaine sekarang sedang sibuk mengurusi berbagai hal karena Raja Asura yang sakit-sakitan telah meninggal.

Ariel akan segera menjadi Raja.

Pangeran Pertama Grabell mencoba bersaing sampai saat-saat terakhir, namun itu percuma saja.

Tidak mungkin Ariel kalah darinya.

Namun, Ghyslaine akan terus sibuk mengawal Ariel, setidaknya sampai 2-3 tahun ke depan. Bagaimanapun juga, rivalitas kedua calon raja tidak bisa diremehkan.

Setelah anak Eris lahir, kami akan kembali mengunjungi Kerajaan Asura.

Oh ya, ngomong-ngomong Eris hanya memikirkan nama lelaki untuk anaknya.

Jadi, diam-diam aku coba memikirkan nama wanita.

Entah itu anak perempuan atau laki-laki, selama lahir dengan selamat, aku akan menerimanya dengan penuh syukur.

Seperti inilah kehidupanku saat ini: keluarga, berlatih dan bekerja.

Selain waktuku yang kurang bersama anak-anakku, tidak ada yang kukeluhkan lagi dari hidup ini.

Yang terakhir adalah….

Tentang penyakit Zenith.

Masih belum ada tanda-tanda ingatannya pulih.

Sayangnya, ingatannya berhenti membaik.

Sekarang, dia hampir tidak berbicara apapun.

Aku sudah membahas hal ini dengan Orsted, namun si bos juga tidak tahu.

Kalau orang terkuat di dunia ini tidak bisa berbuah apa-apa….. maka bagaimana denganku?

Yahh, mungkin baru kali ini Orsted mendapati Zenith yang cacat mental, jadi fenomena ini belum pernah terjadi pada perulangan sebelumnya.

Mungkin ada beberapa benda sihir tertentu yang bisa menyembuhkannya.

Aku tidak akan menyerah, aku pasti akan menemukan cara untuk menyembuhkannya.

Saat ini, yang bisa kulakukan adalah tetap berusaha selangkah demi selangkah, sembari berpikir optimis.

Paul, dulu di Kerajaan Suci Milis kau pernah memarahiku.

Waktu itu kau marah karena aku main dengan wanita lain, sedangkan Zenith belum ditemukan.

Situasi sekarang pun tidak jauh berbeda. Zenith belum sepenuhnya diselamatkan, eh aku malah beristri tiga.

Maafkan aku Paul.

Hanya ini yang bisa kuusahakan.

Sekian dulu, terimakasih.

Hormat kami, keluarga Greyrat.

Dengan begitu, kuakhiri catatan harianku.

Sebenarnya, ini lebih mirip seperti surat yang ditujukan pada orang yang sudah mati.

Tapi, dengan menulis surat seperti ini, aku merasakan suatu motivasi baru dalam hidupku.

Dengan motivasi seperti itu, aku bisa berusaha lebih baik lagi.

"Baiklah…. ayo lakukan lagi…."

Setelah merasa cukup bersemangat, aku kembali mendekati lingkaran sihir di sudut ruangan.

Misi berikutnya pun dimulai.
  1. Parodi Dragon Ball.