Seirei Tsukai no Blade Dance:Jilid16 Epilog

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Epilog[edit]

Semerah darah, matahari terbenam tenggelam pada cakrawala gurun yang luas.

Dalam keadaan masih tergabung dengan Leviathan, Zohar berhenti ketika tengah menggigit tembok kota Mordis, dan itu tampak seperti puing-puing kota…

Dalam keadaan masih tertelan dalam kepompong untuk memasok kekuatan suci, banyak warga telah diselamatkan oleh pasukan Rubia dan tim penyembuhan Fianna.

Namun, orang-orang yang terletak di wilayah inti Leviathan, yaitu di sekitar Scorpia, mereka benar-benar telah berhenti bernapas dan kekuatan sucinya telah terkuras habis.

Meskipun jumlahnya tidaklah jelas, setidaknya diperkirakan ratusan warga sipil telah dikorbankan.

Fianna berada pada kuil, dia sedang mempersembahkan tarian do’a untuk para almarhum.

Muir dan Lily ditemukan di dekat tembok kota, dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Mereka tampaknya telah berbentrokan dengan Zohar yang bergerak selama misi pengintaian, dan akhirnya tertelan oleh tentakel-tentakel itu. Satu-satunya alasan mengapa mereka berdua tanpa cedera, mungkin karena Leviathan tidak menyukai kemampuan Muir Alenstarl yang tidak biasa, yaitu Jester Vise. Seperti itulah dugaan Rubia.

….Setelah kembali dengan aman dari dari Zohar, tim Kamito ini disambut oleh sorak-sorai riuh dari pengungsi Mordis. Seluruh jalan-jalan dipenuhi pujian untuk Raja Iblis, dan teriakan-teriakan dari princess maiden pun bisa terdengar dengan jelas. Suatu api unggun besar dinyalakan pada alun-alun.

"... Betapa merepotkan. Apakah aku harus membuat pidato lagi?"

Di pusat komando Demon Fist, di mana Rubia mempersembahkan…

Kamito mendesah di tengah-tengah laporannya.

"Memang. Para pengungsi punya harapan tinggi pada Raja Iblis."

Kata Rubia.

"Ya, aku tahu itu ..."

Sebagai pemimpin Teokrasi, Sjora telah biasa menggunakan roh militer kelas stategis, dan mencoba untuk mengorbankan dirinya demi orang banyak. Masa depan seperti apakah yang tersisa untuk Teokrasi? Tak peduli apakah para pengungsi dari Mordis atau penduduk Zohar, semuanya pasti merasa cukup gelisah.

"Kalau saja kita bisa menemukan Saladia Kahn, setidaknya."

"Itu cukup adil. Saat ini, bawahanku sedang melakukan pencarian."

Putri kedua Teokrasi, Saladia Kahn, dia tidak ditemukan di manapun di dalam Zohar. Kabarnya, sebelum Leviathan diaktifkan, seseorang telah membawanya keluar dari penjara, lalu hilang. Saladia adalah seorang Elementalist yang cukup terlatih, dia tidak mungkin melemah kemudian mati dalam waktu sesingkat itu ... Jikalau dia berhasil memiliki kesempatan untuk melarikan diri selama kekacauan, maka dia pasti selamat, tetapi jika itu yang terjadi, cukup membingungkan mengapa ia tidak muncul di depan tentara pemberontak yang mendukungnya.

"Karena keberadaan Saladia Kahn tidak diketahui, mengapa kau tidak menjadi Raja Iblis saja, kemudian memerintah Teokrasi?"

"Kamu pasti bercanda."

"Apakah aku terlihat seperti sedang bercanda?"

Sambil menatap tepat di mata Kamito, Rubia mengatakan itu.

Kamito mengangkat bahu dan menggeleng.

"Jadi Raja Iblis sungguhan? Nggak deh."

Setelah mengambil topeng Raja Iblis, Kamito berbalik dan berjalan keluar dari kamar Rubia.

Di bagian luar, Claire dan yang lainnya sedang menunggunya, mereka berpakaian sebagai selir Raja Iblis.

"Kamito, waktunya untuk pergi ..."

"Setiap orang menunggu."

"Ya..."

Sembari memakai topeng tengkoraknya, Kamito membungkus jubah berwarna merah darah pada tubuhnya sendiri.

Teokrasi telah dibebaskan dan berhasil memperoleh perlindungan Naga Raja.

Berita ini akan segera mengguncang Konferensi Antar Bangsa di Kekaisaran Ordesian.

... Ngomong-ngomong, ada sesuatu yang mengganggu Kamito. Itu adalah saat-saat terakhir Sjora Kahn.

….Kebangkitan Raja Iblis yang sesungguhnya. Apa artinya itu?

Merasakan sensasi perang dan kekacauan, Kamito si Raja Iblis palsu menunjukkan dirinya di balkon.