Sword Art Online Bahasa Indonesia:Musim Gugur Keempat Belas

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Aincrad Lantai 35, 4 Oktober 2024


Kunori Fumio

"Kirito-san, selamat telah menyelesaikan lantai 73!" Silica berkata sambil mengangkat gelas wine miliknya. Pendekar pedang berambut hitam menyentuhkan gelas miliknya padanya dengan sikap sedikit malu-malu saat melakukan hal itu.

Clink, suara gema nyaring terdengar, dan seekor naga biru kecil mengeluarkan teriakan bernada tinggi , "Kyuru!" dari tempatnya berada di atas meja. Suara dari gelas yang bersentuhan tadilah yang mungkin memicu responnya, tapi Pina entah kenapa terlihat ikut merasa senang.

Meminum sedikit wine berwarna pink-cerah itu, Kirito dengan hati-hati mengangkat gelas miliknya lagi. "Terima kasih, Silica. Meskipun… Aku nyaris tidak berperan kali ini."

"...Sungguh? Apa itu benar?"

"Yeah, Boss lantai itu adalah salah satu dari boss dengan tipe «Giant and Solid». Secara teori boss seperti itu membutuhkan serangan terkoordinasi yang dilakukan oleh banyak orang, jadi guild-guild besar seperti KoB atau DDA yang berurusan dengan boss sementara aku membasmi para bawahannya sepanjang waktu," kata Kirito, yang berkata sambil tertawa, sepertinya ia tak terlalu peduli dengan hal itu, namun Silica mengerutkan bibirnya menanggapinya.

"Aku belum cukup paham, bukankah seluruh party seharusnya mengangani boss dan minions-nya sambil saling ber-rotating?"

"Nah, itu hanya akan membuat operasinya menjadi lebih rumit…. Tapi aku sedikit merasa kesal karena tak punya kesempatan ikut melakukan LA[1]." Kirito tertawa kecil dan berkedip beberapa kali, kemudian memadang lurus ke arah Silica yang dengan setengah sadar menyembunyikan mulutnya dibalik gelas wine miliknya dan menatap balik padanya.

"A-ada apa?"

"Bukan apa-apa... Aku hanya berpikir berapa lama waktu yang telah berlalu sampai kamu bahkan telah menggunakan kata –kata seperti «minions» dan «rotating» sekarang..."

"I–Itu wajar kan! Memangnya menurutmu sudah berapa tahun kita disini?!" Silica membalas sambil kembali meneguk minuman miliknya untuk menyembunyikan pipinya yang memerah.

Tak peduli berapa liter alkohol yang dikonsumsi di dunia ini, tubuh asli player tak akan meminum setetes pun. Player akan sedikit merasakan pening di kepala saat cairan rasa wine dihabiskan dalam satu tegukan, rasanya seperti lebih terasa masamnya daripada manisnya. Hari ini adalah 4 Oktober 2024. Sudah hampir satu tahun sebelas bulan sejak pertama kali Game Kematian «Sword Art Online» dimulai, jadi kata "sudah berapa tahun" yang dikatakan Silica agak berlebihan, tapi benar-benar rasanya sudah bertahun-tahun ini berlalu. Ia sudah benar – benar terbiasa hidup di kastil baja mengambang yang hari demi harinya dipenuhi petualangan ―bahkan telah menguasai macam-macam istilah dalam MMORPG―akan tetapi level-nya masih kalah dibanding Kirito dan para grup penyelesai lantai.

Jadi kesempatan untuk Silica melihat Kirito sangatlah langka. Alasan mereka bertemu di restoran NPC di lantai pertama penginapan «Weathercock Pavilion» di balai kota Mieche lantai 35 adalah karena ia memanggil Kirito kemari dengan dalih mentraktirnya untuk merayakan penyelesaian lantai 73.

Silica telah biasa menggunakan «tipuan» yang sama untuk beberapa kali sebelumnya, tapi perasaan yang tersembunyi dihatinya terasa sedikit lebih spesial hari ini. Tentu saja, ia tak berencana untuk mengungkapkannya atau yang lainnya. Ia hanya ingin bisa menghabiskan beberapa jam bersama Kirito selama sore menjelang malam ini.

Kirito menurunkan gelasnya ke meja. Mengangkat botol dan mengisi ulang gelasnya dengan cairan pink tadi. Bahkan gerakan sederhana seperti itu membuat jantung virtual Silica berdetak sedikit lebih kencang. Meyakinkan dirinya sendiri untuk bertingkah seperti biasa, secara normal ia kembali pada pembicaraan.

"Jika boss lantai 73 adalah tipe «Giant and Solid», kalau begitu boss lantai 74 pastinya akan bertipe «Tiny and Cuddly». Kamu pasti mendapat peran lebih banyak saat itu!"

"Hmm, boss dengan tipe seperti itu juga sulit untuk dilawan…. jadi aku tak akan benar-benar melawannya." Kirito memberikan sedikit senyuman masam, kemudian menusuk kue tart kacang dengan garpunya. Kue tart itu memiliki lapisan kulit tipis yang lembut, berisikan mousse keju yang melimpah dan ditaburi banyak kacang-kacangan, Nampak seperti sesuatu yang akan sulit dimakan dengan rapi di dunia nyata. Akan tetapi di dunia ini kue tart itu teriris dalam potongan sempurna hanya dengan menggunakan sedikit tikaman dari garpunya. Lapisan kulit tipis diatasnya tidak jatuh begitu juga dengan taburan kacangnya. Kirito mulai membawa potongan kue tart seukuran satu gigit ke mulutnya ketika―

Piina yang diam sepanjang waktu di atas meja, menjulurkan leher panjangnya ke arah Kirito dan bergumam, "Kyuru?" Terlihat sepertinya ia memohon agar diberi kue itu…..dan ia tak membuat gerakan lainnya.

"H-hei, Pina itu tak sopan!" Silica buru-buru menjulurkan tangannya ke arah naga peliharannya yang tak mirip seperti anjing peliharan. Akan tetapi Pina menngelak dari tangan pemiliknya dan tetap melihat lurus kearah wajah Kirito dengan mata berembun.

Secara prinsip, hewan peliharan di SAO―atau secara resmi disebut, Tamed Monsters―hanya akan makan sendiri jika diberi makan oleh pemiliknya. Bahkan jika mereka menemukan kacang atau serangga kesukaan mereka di Field, mereka akan mengabaikannya. Dikarenakan hewan peliharaan tidak bisa mengeluh secara langsung ketika mereka merasa lapar parameter tersembunyi antara pemilik dan Tamed Monster akan menurun jika pemilik lupa untuk memberi makan hewan peliharaannya dalam jangka waktu yang panjang, membuat mereka akan dengan tiba-tiba mengakhiri status Tamed mereka dan "mantan hewan peliharaan" itu akan pergi. Dalam skenario terburuknya mereka bahkan akan menyerang pemilik mereka sebelumnya.

Silica selalu menyimpan kacang kesukaan Pina di kantung pinggangnya dan bahkan mengenakan anting-anting pengingat waktu di telinga kanannya, jadi ia takkan pernah lupa memberi makan Pina secara teratur. Ia bahkan telah memberi makan Pina sebelum masuk ke dalam restoran, jadi seharusnya ia takkan merasa lapar selama satu setengah jam kemudian…. Tidak, bahkan dalam kasus ini, Pina seharusnya tidak menunjukkn ketertarikan kepada makanan manusia yang sedang dimakan oleh player lain, bahkan jika itu adalah sebuah kue tart kacang yang bertaburan dengan kacang kesukaannya.

Memikirkan hal-hal seperti itu di sudut pikirannya,Silica mencoba untuk mengangkat Pina. "Geez, kubilang jangan…"

Akan tetapi ia ditahan oleh tangan Kirito yang berada tak jauh dari Pina. Pendekar pedang berambut hitam itu sedikit tersenyum dan menggerakkan garpunya ke depan Pina. Naga kecil itu dengan cepat menenggelamkan gigi-giginya ke dalam irisan kue tart tadi dan mengunyahnya dengan penuh gembira.

"Ohh...Pina, kau..." Silica menundukkan kepalanya dan meminta maaf atas kelakukan hewan peliharaanya. "Maafkan aku Kirito-san. Sikapnya biasanya tidak seburuk ini..."

"Kamu tak perlu meminta maaf. Di dunia nyata, aku malah yang akan ditegur karena memberi makan kepada hewan peliharaan orang lain tanpa izin terlebih dahulu."

"Hahaha, itu benar… tapi bukan itu masalahnya. Aku akan menurukannya dari meja sekarang!" Silica berkata dengan tegas, menjulurkan tangannya lagi untuk menurunkan Pina ke lantai sebelum ia melakukan itu lagi.

Tapi apa yang terjadi. Naga kecil biru itu dengan lincah menghindari tangan tuannya dan terbang dari meja, berputar putar di udara sebentar dan mendarat di kepala.

Bukan kepala Silica tapi kepala Kirito.


"Ah. augh! A-Aku minta maaf…" Silica beranjak berdiri dari tempat duduknya dan menjulurkan tangannya, namun jarak meja yang terlalu lebar membuatnya tak bisa meraihnya.

Saat itu juga, Pina melipat sayapnya, menyelipkan kepalanya diataranya setelah sebelumnya membungkus lehernya di sekeliling tubuhnya dan mengambil posisi tidur. Di depan mata Silica yang tak bisa berkata-kata ia dengan cepat tertidur, bernafas tentram dengan suara "kyururu…spee…"

"–––––––!" menggeram kepada hewan peliharaanya yang bersikap sangat tidak sopan, Silica mencoba untuk berjalan memutari meja, namun Kirito lagi-lagi menghentikannya dengan mengangkat tangan sekali.

"Tak apa. Biarkan ia tidur."

"T-Tapi itu tidak…"

"Tak apa-apa kok, ia sama sekali tidak berat, dan kepalaku jadi terasa hangat."

"...Aku benar-benar minta maaf..."

Silica merasa ragu antara mengambil atau tidak Pina secara paksa dari kepala Kirito meskipun telah diberitahu begitu, tapi akhirnya ia memaksakan dirinya untuk duduk kembali. Ia dengan cepat menatap ke seluruh restoran. Untungya, disini belum ada player yang lain. ini masih terlalu awal untuk makan malam, «The Bewildering Woods» di lantai 35 yang pernah menjadi populer di kalangan player level menengah setengah tahun yang lalu baru-baru ini mulai ditinggalkan karena para player mulai mencari leveling grounds yang lebih efisien.

Ketika Silica menatap ke depan sekali lagi, Kirito sedang mengisi mulutnya dengan kue tart kacang memasang wajah acuh tak acuh dengan Pina yang beristirahat di atas kepalanya. Tergerak olehnya, Silica juga ikut menusuk pelan kue keju yang ada di depannya. Diikuti dengan suara plop bersamaan dengan teririsnya potongan kecil kue berwarna kuning cerah itu. Setelahnya, Silica membawa potongan tadi ke mulutnya dengan sikap sesopan mungkin ia bisa. Rasa yang manis, kaya akan rasa, dan menyegarkan menyebar di dalam mulutnya.

Silica sangat menyukai kue keju panggang buatan «Weathercock Pavilion» ketika ia masih melakukan leveling secara teratur di «The Bewildering Woods» dan memakannya hampir setiap hari, tapi sekarang ia memesannya hanya jika ada sesuatu yang spesial, karena―

"…Ini membuatku terkenang," Kirito bergumam pelan diseberangnya. Ia terus-menerus menatap keluar jendela yang bermandikan warna-warni cahaya matahari terbenam. "Kupikir kita pernah melakukan toss dengan wine yang pernah aku bawa dulu, ya kan?.... Tak terasa ya sudah setengah tahun…?"

"Itu benar-benar sudah….Wine-mu rasanya sangat enak. Itu juga meningkatkan AGI-ku."

Mendengar kata-kata itu, Kirito menatap balik ke arahnya dan menyeringai. "Drop rate dari wine itu sudah diperbaiki dan kau benar-benar tak akan mendapatkannya lagi. Jika kamu pikir kamu ingin membelinya sekarang, satu gelasnya dihargai sekitar 1,000,000 col."

“Apa..." Silica dengan reflex menutupi mulutnya dengan tangannya. Jika ia punya 1,000,000 col[2],ia bisa membeli tanah yang luas di sekitar «Mieche». Untuk sesaat, ia hampir membayangkan 1,000,000 col emas bergemerincing di perutnya, tapi ia segera menghilangkan pikiran itu.

"…Bagiku, apa yang terjadi hari itu adalah kenangan penting yang bahkan semua col yang ada di Aincrad tak bisa membelinya. Satu Mega col tak bisa menggoyahkanku!"

"Hahah, serius?....Yeah kurasa…bagiku juga begitu…"

Pendekar pedang itu berhenti sejenak dan menatap keluar jendela lagi. Tak peduli berapa banyak kepalanya bergoyang, Pina tidak menunjukkan tanda-tanda akan bangun. Ia sepertinya merasa nyaman sama halnya saat ia tidur di samping Silica di malam hari, masih mendengkur dengan suara "kyururu…kyururu…"

"Mungkin…" bisik Silica, tapi hanya tatapan Kirito yang beralih kepadanya sejenak. Menatap mata hitam-pekatnya, ia mengulangi kata-katanya, "Mungkin Pina ingat kamu adalah satu-satunya orang yang membuatnya hidup lagi, Kirito-san."

"Sungguh…?"

"Aku yakin pasti begitu. Itulah mengapa aku mencintaimu."

Kata-kata itu bergulir keluar secara alami. Butuh waktu tiga detik penuh bagi Silica untuk menyadari apa yang sudah dikatakannya, mendorong tangannya kedepan tubuhnya dan menggoyangkan tangannya secara liar, ia berteriak ,"Oh,b-bukan ! Untuk Pina! Pina! aku tak bermaksud mengatakan yang lain!"

"...Uh, oke."

Melihat bagaimana tampang Kirito yang tak bisa berkata apa-apa, Silica menyadari reaksinya terlalu berlebihan. Ia mengoyangkan tangannya lagi dan menjerit nyaring―

" Oh, Lu-lupakan yang barusan aku katakan! Lupakan itu!"

―Tapi apakah itu ide yang baik? Menarik kembali ucapan bahwa Pina-lah yang mencintai Kirito, tak diragukan lagi itu pastilah merujuk pada orang lain dan satu-satunya kandidat di tempat ini adalah Silica dan pelayan laki-laki NPC. Jika saja disini ada pelayan perempuan, mungkin masih ada ruang untuk menguraikan perkataannya...

Silica benar-benar kebingungan, Perasaan malunya meningkat tajam. Ia menghancurkan «Hari yang Spesial» ini, ia merasa sangat tidak karuan dan air mata mulai mengumpul di matanya, ketika―

Kirito tiba-tiba mengangkat tangan kanannya dan mengibaskan ke bawah. Sebuah Window Menu terbuka, disertai suara nyaring. Bersamaan Silica melihatnya, mengendurkan apa yang ada dalam pikirannya tadi dan tiba-tiba terhenti, jari-jari tangan langsingnya lincah mengalir mengoperasikan layar dan sebuah objek termaterialisasi tanpa waktu lama.

Sebuah kotak putih kecil jatuh ke dalam telapak tangan Kirito dari Window yang tertutup dengan suara fwump pelan. Sebuah pita biru saling bersilangan di bagian luar kotak yang tak tembus cahaya.

Dengan kotak di tangan kanannya, Kirito tersenyum, "Ini sudah terlambat, namun ini adalah jawaban dari quiz yang kamu berikan."

"...Ini...? Aku memberimu... sebuah quiz..?" ia bertanya kebingungan.

Pendekar pedang terlihat mengingat kembali sesuatu dan menjawab, "Ya pernah.Terakhir kali kita bertemu, saat aku menanyakan tentang darimana asal nama karaktermu..."

"Huh...Oh...!" Tangan Silica beralih ke mulutnya dan matanya terbuka lebar. Ia ingat mereka berdua pernah membicarakan itu ketika ia makan bersamanya bulan lalu dengan alasan sebagai pesta perayaan untuk penyelesaian Lantai 70.

Nama ‘Silica’ ia ambil berdasarkan namanya di dunia nyata, jadi itu aslinya bukanlah sesuatu yang sepatutnya dirahasiakan. Terlebih lagi, ia merasakan rasa malu yang aneh tentang kekurangannya dalam ilmu kimia, jadi ia mengubah jawabannya dalam teka-teki : "Namaku ada setelah Arumi tetapi ada sebelum Rin."

Waktu itu, Kirito terlihat bingung, seperti hendak bilang “apaan tuh?” tapi rupanya ia datang kembali bersama dengan jawabannya setelah satu bulan. Akan tetapi, kenapa ia tak mengatakannya tapi malah menghadiahkannya sebuah kotak.

Dengan Pina yang masih tertidur di kepalanya, Kirito dengan lihai memutar kotak itu dengan ujung jari-jarinya. "Well, sebenarnya, Aku harusnya sudah menangkap sesuatu ketika mendengar nama Arumi dan Rin. Aku berpikir Rin adalah nama seorang gadis… dan Arumi bisa dieja seperti 有美-chan atau 亜瑠魅-chan...jadi aku banyak berpikir nama apa yang ada di antara mereka berdua."

Silica tertawa terbahak-bahak mendengar balasan tak terduga itu. "Hahahah... Aku memang pernah punya teman di dunia nyata bernama Rin-chan, tapi aku tidak pernah kenal seorang bernama Arumi-chan."

"Aku belum tau pasti itu. Ayahku begitu menyukai nama itu….Tapi bukan itu masalahnya." Ia mengembalikan kotak kecil di atas jarinya tadi ke tangannya dan menghela nafas. "Butuh waktu seminggu bagiku untuk menyadari bahwa Rin dan Arumi bukanlah nama seorang gadis. Arumi adalah singkatan untuk unsur Alumunium dan Rin adalah singkatan untuk unsur fosfor yang dipakai pada korek api batangan.... jadi yang ada diantara mereka berdua, secara gampangnya itu terdapat dalam tabel periodik[3]"

"Ya, Kau sudah di jalur yang benar!" Silica bertepuk tangan pelan. Ia mendekapkan tangannya bersamaan dan mengarahkannya ke mulutnya. "...Jadi, apa kau tahu apa yang ada di antaranya?"

"Tentu saja... Atau begitulah yang ingin kukatakan, tapi yang dapat kuingat hanya «Happy Henry Likes Beer But Can Not Obtain Four Newts»[4]... jadi aku bertanya pada kenalanku tentang apa yang ada selanjutnya: natrium, magnesium, aluminum, silicon, fosfor. Dalam bahasa Jepang zat itu disebut keiso. Ketika berikatan dengan dua atom oksigen, zat itu akan mengoksidasi oksigen dan menjadi...silica."

"Oh Ya, itu benar!" Silica kembali bertepuk tangan, tapi ia masih belum mengerti kenapa Kirito mengeluarkan kotak kecil tadi dari dalam tempat penyimpanannya. Sepertinya ia malah jadi satu-satunya yang mendapat quiz sekarang, ia menunggu Kirito untuk melanjutkan kata-katanya.

"Jadi kupikir nama aslimu adalah sesuatu yang berhubungan dengan silicon, mungkin sebuah nama yang mengandung huruf «kei»... Meskipun aku tak tahu apa lanjutannya," tersenyum lebar, ia menjulurkan kepalanya kedepan sejauh yang ia bisa tanpa menjatuhkan Pina. "Ngomong – ngomong, kenapa nama karaktermu «Silica», dan bukannya sesuatu seperti «Silico»?"

"Oh itu karena... Silico kedengarannya tidak terlalu manis…" Ia tertawa kecil dan menarik-narik pita merah yang mengikat rambutnya ke sisi kepalanya. "Dan sekarang aku mempunyai oksigen…dua atom O yang berikatan disini."

"Whoa... aku tahu, jadi kedua benda kecil berbentuk cincin itu mewakili O2. Mereka akan membentuk SiO2 jika berikatan dengan silicon… Aku tahu kenapa kamu dipanggil Silica sekarang.… Dengan ini, aku sudah memecahkan quiz yang kamu berikan padaku. Sekarang aku penasaran kenapa orang tuamu menggunakan huruf «kei» pada nama anaknya..."

"Oh… Normalnya kamu menggunakan huruf «kei» tanpa sebuah alasan atau huruf «kei» digunakan untuk seorang yang memiliki alasan" ucap Silica, berpikir kalau ia tak tahu kenapa alasannya, seperti yang telah ia duga. Akan tetapi, jika itu adalah Kirito yang ia ajak bicara― Tidak, karena Kirito lah, itulah satu-satunya hal yang tak bisa ia ceritakan padanya. Hal itu berhubungan secara langsung dengan rahasia yang terpendam dalam hatinya hari ini.

Akan tetapi, Kirito meletakkan kotak kecil tadi diatas meja dan tersenyum penuh makna sekali lagi. "Aku mulai merasa heran tentang itu ketika Aku mendapat pesan darimu. Jarang sekali kamu menyebutkan tanggal pertemuannya secara spesifik, ya kan? Kamu menulis "pada tanggal 4 Oktober," tetapi sebelum-sebelumnya, kamu selalu menuliskannya dengan "besok" atau "lusa."

"Huh... O-oh, apa benar?"

"Benar. Itulah mengapa aku heran… ―Jadi kalau begitu, ummm…Selamat Ulang Tahun, Silica." Dengan kata-kata itu, Kirito menyorongkan kotak kecil berpita biru tadi tepat di depan Silica.

Tubuhnya menjadi kaku selama 5 detik penuh, kemudian―


"Whaaaa?!" Silica meloncat ke atas dari tempat ia duduk sambil berteriak sekuat-kuatnya. Seketika, Pina yang bertengger di atas kepala Kirito dengan tergesa-gesa memeriksa keadaan sekitarnya. Mengkorfimasi tidak adanya kehadiran monster disekitarnya, ia menguap lebar dengan malas dan pergi dari kepala Kirito, bertengger kembali ke tempat biasanya, bahu kiri Silica.

Terhenti oleh berat dari naga kecil di pundaknya, Silica yang semula melompat ke atas meringsut kembali ke kursinya dan berbisik, heran,

"U-Um…mengapa...?"

"Oh, aku benar kan, melihat reaksi yang kamu berikan tadi?"

"Uh, y-ya, kamu benar… Tapi mengapa…?" Ia bertanya lagi, lupa untuk berterima kasih kepadanya. Alasan «spesial» yang rencananya ingin tetap ia rahasiakan selamanya, gagal begitu saja.

Tersadar, Kirito membuka rahangnya dan menyilakkan rambut hitam lurusnya. "Terima kasih Tuhan, Aku sempat kepikiran apa yang harus kulakukan jika aku ternyata salah. Alasan kenapa huruf «kei» dipakai dalam namamu adalah karena ulang tahunmu jatuh pada tanggal 4 Oktober…ya kan? Karena jika digabung, akan membentuk 14… nomor atom untuk silicon. Apa mungkin jika ayah dan ibumu adalah seorang ahli kimia?"

Masih dalam keadaan terkejut, Silica menjawab secara reflex, "Oh… Um, Kakekku seorang ahli kimia. Dan ia menamai anaknya…ayahku ; ia yang lahir pada 6 Februari diberi nama Tetsuhiko» menggunakan huruf besi[5], yang nomor atomnya adalah 26… Ayahku sebenarnya berkecimpung dalam dunia seni dan kesastraan, tapi ia berpikir kalau ia ingin mengikuti trend memberi nama seperti ayahnya, jadi ketika aku lahir pada tanggal 4 Oktober, ayahku mencoba menamaiku dengan nama yang menggunakan nama atom bernomor atom 104."

"Erk, 104...? Unsur apa itu...?"

"Namanya «Rutherfordium». Tapi tak peduli sekeras apapun ia coba, ia tak bisa menemukan nama untuk seorang gadis dari unsur tersebut… Jadi ia mengambil jalan lain yaitu menambah 10 dengan 4 yang menghasilkan angka 14 dan mendapatkan nama «Keiko» dari unsur Silicon…"

Ia sadar ia telah mengungkapkan nama aslinya setelah memberikan penjelasan mendetail tadi, tapi karena tanggal ulang tahunnya juga telah tersingkap, ia tak lagi berpikir itu adalah masalah besar. Silica menarik dirinya, seperti ia hendak besembunyi dibalik sayap Pina yang bertengger di bahunya, dan melanjutkan berkata, "...Jadi, um...Maafkan aku, Kirito-san, aku sudah memanggilmu kemari tanpa memberitahumu kalau ini hari ulang tahunku..."

"T-tidak, kumohon, tak usah meminta maaf." Melihat Silica yang bertambah muram, Kirito segera menggoyangkan tangannya. "Uh, mm, Sepertinya adalah hal yang tabu jika kita membawa persoalan dunia nyata ke Aincrad ini... Jadi aku mengerti kenapa kamu merasa enggan membicarakan bahwa hari ini adalah ulang tahunmu... dan akulah yang seharusnya yang meminta maaf, karena aku sudah membongkar nama aslimu dan tanggal ulang tahunmu..."

"Bu-Bukan begitu! Aku sebenarnya senang!" Sekarang gantian Silica yang menggoyangkan tangannya. Karena dialah orang yang mengundang Kirito ke ulang tahunnya, jadi ia jugalah yang mengungkapkan nama aslinya sendiri. Tak ada sesuatu yang perlu dimintai maaf oleh Kirito.

Mata sedihnya tertuju pada kotak putih kecil. Ia memandangnya sekilas, lalu meihat ke atas dengan sedikit sentakan. "Er…um..j-jadi,apa kotak ini,uh, u-untuk a-....?!"

Dibuat kebingungan oleh kata-kata Silica yang meledak-ledak Kirito sedikit memundurkan dirinya dan mengangguk disertai senyum kecut. "Kejam sekali aku kalau kubilang itu bukanlah hadiah ulang tahunmu sekarang…meskipun, aku tak punya banyak waktu untuk menyiapkan sesuatu yang besar, jadi kumohon jangan berharap terlalu banyak."

"K-K-K-Kenapa juga aku harus begitu? Aku senang mendapat apapun darimu. Um, boleh aku membukanya?"

Kirito sedikit mengangguk tanda setuju sebelum Silica mengangkat kotak itu dari atas meja dengan kedua tangannya.

Jika ini adalah dunia nyata, ia akan penuh semangat melepaskan simpul pitanya, tetapi sayangnya ia tak bisa mengalami proses situ didunia ini. Ia menyentuh kotak itu dengan ujung jarinya dan memilih «Open» dari layar pop-up yang tampil, segera setelahnya kotak itu terbuka secara otomatis dan menghilang.

Ke dalam telapak tangan Silica, jatuhlah―

Sebuah cincin tipis berkilau keemasan.

Benar-benar terkejut ia bahkan tidak sanggup berteriak, "Whaaaaaa―?!" Silica benar-benar terdiam membeku.

Ada empat jenis item aksesori di SAO : anting-anting, kalung, gelang, dan cincin. Kirito bisa saja memilih satu diantaranya, tapi ia nekad memilih sebuah cincin karena ‘itu’ artinya…’itu‘ artinya―?

Dengan sebuah cincin indah yang memiliki desain seperti sayap malaikat di tangannya, Silica melihat ke atas dengan gugup. Mata mereka saling bertemu. Pendekar pedang berambut hitam itu memberikan sebuah senyuman dan dengan pelan menggangguk. "Itu adalah reward item dari quest «Angel's Ring», yang muncul baru-baru ini. Nama lengkapnya adalah «Ring of Angel's Whisper». Itu tidak benar-benar menaikkan stats, tapi cincin itu mempunyai magic ability yang kuat..."

"...Magic...ability?"

"Yep. Cincin itu bisa mengirimkan pesan suara kepada player yang terdaftar di dalamnya sekali sebulan. Kamu tahu, Silica, bukankah kamu acapkali mengirimiku pesan seperti itu? Pasti sulit bagimu untuk memikirkan apa yang harus kamu tulis tiap kalinya, jadi mulai dari sekarang kamu bisa menggunakan cincin itu seperti telepon selular."

"…Seperti sebuah…telepon selular?" Ia mengamati cincin di tangannya lagi.

―Dengan kata lain, cincin ini tak akan pernah mempunyai arti tersembunyi di dalamnya… Ini hanya dipergunakan sebagai alat untuk mempermudah komunikasi...

"...Umm..." tak tahu akan bersikap bagaimana untuk sesaat, Silica menghirup nafas dalam – dalam, kemudian memecahkannya ke dalam sebentuk senyuman. "…Terima kasih banyak Kirito-san. Aku sangat bahagia!" ia dengan lembut memegang cincin itu dengan tangan kanannya dan mengenakannya di jari tangan kirinya tepatnya di kelingk―...salah, di jari telunjuknya.

Tak peduli apapun kontasinya, itu tak menggantikan fakta kalau ia menerima sebuah cincin dari seorang yang dicintainya di hari ulang tahunnya. Akan kelihatan serakah baginya untuk meminta lebih.

Garis depan berada di lantai 74 sekarang. Clearing dari kastil mengambang telah hampir tiga seperempatnya selesai. Waktu yang diperkirakan untuk mencapai lantai teratas adalah setahun dan tujuan terpendam Silica adalah bergabung dengan grup penyelesai lantai saat itu.

―Aku takkan pernah lupa untuk menghubungi ia sebulan sekali dengan cincin ini sampai hari itu tiba. Mencamkan itu dalam pikirannya, sebuah kebahagiaan murni, setelah melalui beberapa jeda waktu, mengalir ke seluruh tubuh Silica dari dalam hatinya. Sebuah senyuman lebar menyinari wajahnya sekali lagi dan ia berucap, "Ayah pernah bilang kalau pada tanggal 4 Oktober keempat belasku akan menjadi ulang tahun yang special. Dan itu semua benar!"

Di bahunya, mungkin Pina merasakan perasaan tuannya, ia juga membentangkan sayapnya lebar-lebar dan dengan senang mengeluarkan suara "Kyururururu!"


Akan tetapi, pada akhirnya, Silica tak pernah mengirimkan suaranya pada Kirito menggunakan «Angel's Ring».

Kurang lebih satu bulan setelah ulang tahunnya, pada tanggal 7 November, Sword Art Online telah ditamatkan dengan 25 lantai yang masih tersisa. Kastil baja itu runtuh dan muncul kembali setengah tahun kemudian di atas langit dunia yang berbeda. Dengan New Anicrad sebagai latarnya, kali ini Silica menantang dirinya untuk mendapatkan «Angel's Ring» dengan kekuatannya sendiri―

Tapi itu adalah kisah yang berbeda


«Tamat»


Catatan Penerjemah dan Referensi[edit]

  1. Last Attack, serangan terakhir yang diberikan kepada monster (biasanya boss) untuk mengakhiri pertempuran
  2. dibaca 1 Mega col
  3. tampilan unsur-unsur kimia dalam bentuk tabel. Unsur-unsur tersebut diatur berdasarkan struktur elektronnya sehingga sifat kimia unsur-unsur tersebut berubah-ubah secara teratur sepanjang tabel.Untuk lebih jelas silahkan kunjungi http://en.wikipedia.org/wiki/Periodic_table
  4. sebuah mnemonik (singkatan-singkatan yang digunakan untuk mempermudah menghafal) unsur-unsur dalam tabel periodik. Caranya dengan mengambil Huruf depan unsur tersebut kemudian merangkainya dalam sebuah kalimat.yang Kirito ingat adalah Unsur : Hidrogen, Helium, Lithium, Berium, Boron, Karbon, Nitrogen, Oksigen, Fluor, Neon