Toaru Majutsu no Index (Indonesia):Crossover Chapter 4

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Chapter 4[edit]


[Seri Pendahuluan 5]


Mitou Shoukan://Blood Sign


Setelah meneliti upacara pemanggilan secara menyeluruh, dunia ini secara tidak sengaja menemukan apa yang mengintai di luar ranah dewa. Shiroyama Kyousuke tidak bisa mengabaikan kata-kata kutukan "tolong aku" dan dia terus melemparkan dirinya ke dalam pertempuran mematikan dengan pemanggil.

Kamachi Crossover 234-235.jpg



Part 1[edit]


13990 Laporan Analisa Intelejen Strategis.


Mengenai tiga senjata biologis yang dibuat oleh Loki.


Tidak ada jawaban yang ditemukan. Analisis lengkap disertakan.


Ditulis oleh Dewa Cahaya Baldr.



(Tambahan)


Klasifikasi: "Frozen" Level 4 - Otoritas menolak permintaan akses disertakan. Dikelola dengan keras.



Sebenarnya, apa itu Hel?


Dia adalah salah satu dari tiga anak Loki dan Angrboða. Fenrir diramalkan akan memakan Odin dan Jörmungandr diramalkan akan tumbuh menjadi sangat besar dan menghancurkan daratan, namun tidak ada yang tahu apakah yang akan dilakukan oleh Hel.


Dan karena kita tidak tahu, dia dipandang sebagai makhluk yang berbahaya.


Odin menyegelnya di kedalaman Niflheim dan itu adalah tempat di mana dia mendapatkan posisi sebagai ratu alam baka.


Tapi jika melihat cerita ini secara rasional, ada beberapa poin yang aneh.


Pertama-tama, mitologi Norse adalah tentang masyarakat pertempuran yang diperintah oleh dewa perang.


Siapapun yang tidak suka, siapapun yang berbahaya, dan siapapun yang mengganggu pertumbuhan atau jalan, akan dibunuh. Tidak ada alasan untuk memaafkan musuh. Itulah budaya dan agama dunia kita. Bentuk yang paling terkenal dari pengadilan adalah pertempuran. Yang di sebelah kanan akan mendapatkan dukungan dewa perang dan pasti akan menang. Dengan kata lain, pemenang sudah dapat ditentukan. Kekuatan mengatur segala sesuatu dalam masyarakat ini karena agama dan dewa jugalah berdasar pada hal tersebut.


Kalau begitu, mengapa ia harus membiarkan Hel hidup?


Jika Odin takut padanya, ia tidak akan hanya dipenjara di alam baka. Normalnya, tidakkah seharusnya dia dibunuh begitu ia lahir?


Tidak ada jawaban untuk pertanyaan ini.


Tapi aku sungguh harus menebak.


Odin tidak memiliki cukup simpati untuk merasa kasihan pada musuhnya, walaupun musuhnya itu masih kecil. Dia pun bukan tipe orang yang suka memberi kemudahan pada siapa saja, jadi, mungkin dia benar-benar tidak membiarkan Hel hidup sejak awal.


Dengan kata lain, itu bukan karena ia TIDAK membunuhnya; melainkan, ia TIDAK BISA membunuhnya.


Pemikiran itu mendukung suatu teori yang sangat menarik.


Sekarang, apakah sebenarnya Hel itu?


Dia adalah ratu yang memerintah seluruh Niflheim, ia adalah malaikat maut yang mengatur jiwa orang mati. Dia memegang salah satu pemicu untuk terlaksananya Ragnarök karena dia adalah satu-satunya orang yang memerintah Níðhöggr untuk menggerogoti akar Yggdrasil, sehingga pohon dunia akan layu dan sembilan dunia akan hancur.


Dan disamping fakta-fakta menakutkan tersebut, dia juga memiliki karakteristik penting lainnya:


Hel telah diberi wewenang untuk memerintah sembilan dunia.


Sederhananya, itu adalah otoritas yang setingkat dengan Odin, dan tidak ada yang tahu mengapa hal ini terjadi. Suatu teori mengatakan bahwa Odin memberinya otoritas tersebut karena ia merasa kasihan padanya setelah secara tidak adil melemparnya ke alam baka. Tetapi seperti yang telah dinyatakan sebelumnya, seharusnya dewa perang tertinggu tidak punya cukup simpati untuk melakukan hal-hal seperti itu.


Sekarang, biarkan aku menyarankan teori yang tegas.


Seorang malaikat maut yang mengatur jiwa orang mati mungkin terdengar menakutkan, tapi sebenarnya Odin memiliki kekuasaan yang sama persis. Ia mengumpulkan jiwa-jiwa manusia yang datang ke Asgard dan menggunakan mereka untuk membentuk tentara Einherjar.


Apakah itu berbeda dari Hel yang memerintah alam baka dan menciptakan tentara dari jiwa-jiwa orang mati?


Dan seperti yang sudah dinyatakan sebelumnya, dia memiliki kewenangan untuk memerintah sembilan dunia "untuk beberapa alasan".


Jadi...


Tidakkah ini berarti Hel identik dengan Odin? Tidakkah ini berarti dia adalah ketua dewa kedua?


Jika demikian, ia memiliki kekuatan dan peran yang lebih dari cukup untuk dianggap sebagai ancaman bagi Odin layaknya Fenrir dan Jörmungandr. Namun, tidak masalah jika Hel jahat ataukah tidak. Bahkan, jika Hel memiliki kepribadian yang baik, maka Odin akan kalah pamor.


Hanya boleh ada satu ketua dewa.


Dan orang-orang pasti akan menyembah dewa yang paling adil, baik, dan kuat.


Jika ada dua calon ketua dewa, suasana meriah akan mengisi sembilan dunia dan pemilihan umum akan dimulai. Jika mereka memiliki kekuatan sama persis, maka yang lebih populer lah yang akan naik tahta.


Sekarang, saatnya untuk menanyakan suatu pertanyaan mendasar.


Sebagai dewa tertinggi, apakah itu yang diinginkan oleh seorang Odin?


Dia adalah dewa licik yang takut ramalan, ia mempersiapkan Ragnarök dengan panik. Siapa saja yang tidak membantunya untuk memenangkan pertarungan, akan dilabeli sebagai pendosa dan dilemparkan ke dalam Niflheim.


Sementara itu, Hel disegel di alam baka karena Odin ketakutan dan cemas bahwa dia bisa menjadi dewa tertinggi kedua. Dia masihlah seorang gadis yang murni bagai salju dan dia masih dapat berkembang menjadi orang baik atau orang jahat.


Ketua dewa yang berkuasa saat ini menyandang posisi karena ia adalah satu-satunya yang bisa melakukan pekerjaan tersebut.


Tapi, jika orang lain bisa menggunakan kekuatan yang sama dalam kondisi yang sama, maka siapakah yang akan diterima sebagai pemimpin oleh banyak orang?


Inilah sebabnya mengapa Odin tidak membunuh Hel. Dia memiliki kekuatan yang sama persis seperti Odin, jadi, jika mereka bertarung, hasilnya akan imbang. Odin tidak boleh membuat suatu kesalahan bodoh. Dan jika ia benar-benar mencoba untuk membunuhnya, naluri kelangsungan hidup Hel bisa membangkitkan kekuatan tersembunyi yang terpendam di dalam dirinya. Bisa jadi, itu adalah tanda-tanda tamatnya seorang Odin. Jika kekuatan Hel yang sebenarnya bangkit, maka akan ada dua dewa tertinggi dengan kekuatan yang setara. Tentu saja, Odin tak akan membiarkan dirinya mendapatkan saingan yang sebanding.


Dengan demikian, Odin menyegel Hel di kedalaman Niflheim.


Dengan demikian,”peran" Hel akan ditimpa oleh julukan konyol: "ratu alam baka" dan Hel akan melupakan kekuatannya sebagai ketua dewa.


Tapi, berapa lama kebohongan itu akan bertahan?


Odin sadar betul akan permasalahan ini, tapi dia tidak bisa merefleksikan tindakannya sendiri. Dia bisa menikmati posisinya dengan aman dan nyaman dengan menindas orang lain. Tidak diragukan lagi, dia berjalan terus meskipun telah menelan benih-benih kehancuran kekal.



(Tamabahan)



Dokumen ini telah dijauhkan dari mitologi Norse otentik. Dokumen ini akan mempengaruhi banyak tradisi budaya secara negatif, sehingga Odin secara pribadi telah membekukannya. Untuk mencairkan atau melihatnya, diperlukan izin yang setara Level 4 atau lebih tinggi. Dan juga, harap memperhatikan nama-nama pihak yang melihat dokumen ini. Bahkan permintaan untuk melihat dokumen ini akan secara otomatis dikirim ke Odin.



Part 2[edit]


Tidak ada lagi alasan untuk ragu-ragu.


Kamijou dan yang lainnya berlari ke arah pusaran hitam-legam besar dan terjun ke dalamnya.


Mereka tidak tahu jenis efek apa yang dimilikinya, tetapi jika benda itu didasarkan pada mitologi Norse, dengan demikian, benda itu terdiri dari kumpulan kekuatan supranatural...


"Aku bisa meniadakan itu."


Kamijou mengayunkan lengan kanannya sembari ia berbicara.


Dia tidak bisa sepenuhnya meniadakan pohon itu. Pohon itu akan segera beregenerasi tidak peduli berapa banyak dia hancurkan. Namun, Kamijou masih sanggup menghancurkannya sebagian sehingga timnya bisa masuk.


"Kita bisa melakukan ini! Kekuatan Hel tidaklah seburuk itu!!”


"Hah. Putri berada di pihak kita. Sebelumnya, kita pernah menghadapi salah satu tentara Hel. Robot itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan meriam Baby Magnum. Jadi, tidak ada yang bisa menghentikan kita sekarang!!”


Ya, senjata Baby Magnum berada di pihak mereka.


Sejauh ini, hanya Naga Hitam Níðhöggr yang mampu menahan serangannya. Satu-satunya kebingungan yang tidak bisa mereka tangani sejak dilemparkan ke dunia Norse adalah serangan Naga Hitam Níðhöggr. Sebagian besar pasukan Hel bisa dihancurkan dengan Object generasi pertama. Sekarang, mereka memiliki keuntungan dan mereka berada di atas angin.


Sepertinya, rasa superioritas itu membuat mereka menyerbu ke dalam pusaran tanpa ragu-ragu.


Kebetulan...


"Tunggu... Apa itu?"


Mikoto mengerutkan kening sembari ia berlari.


Dia adalah seorang esper Level 5 yang mampu mengendalikan listrik. Dia bisa menggunakannya sebagai serangan sederhana, tapi dia juga bisa menggunakan magnet dan gelombang elektromagnetik untuk memindai lingkungan di sekitarnya.


Itulah mengapa ia adalah orang pertama yang menyadarinya.


Sosok besar mendekati mereka dari luar layar hitam.


"Kau pasti sedang bercanda," erang Quenser saat ia berhenti.


Yang lain juga berhenti. Rasanya lebih seperti suatu gunung raksasa daripada musuh. Hal paling baik dalam mendeskripsikan ini adalah: "memblokir jalan".


Tingginya lebih dari 50 m.


Tubuh bulat utamanya bisa menahan hantaman langsung dari senjata nuklir dan permukaannya benar-benar tertutup dengan lebih dari 100 unit meriam. Beberapa darinya adalah meriam-plasma-stabilitas-rendah, ada juga meriam sinar laser, beberapa unit railguns, beberapa unit coilguns*, dan beberapa unit meriam laser rapid-fire*. [Rapid-fire adalah jenis senjata yang bisa ditembakan secara cepat dan beruntun.] [Coilgun adalah senjata api yang berkonsepkan Coil, yaitu perangkat elektronik yang terbuat dari kumparan, digunakan untuk: merubah besarnya tegangan listrik, menghasilkan medan magnet, menambahkan induksi pada sirkuitnya. Kamus Besar Oxford. Singkat kata, ini adalah senjata berbasis listrik dan medan magnet.]


Benda itu menggunakan perangkat propulsi dari bantalan berisi udara berbentuk salib dan memiliki tapak berbentuk seperti gergaji untuk propulsi tambahan.


Suatu meriam utama menyerupai jembatan logam melekat pada kedua sisi pijakan berbentuk silang.


Ada juga Gatling gun laser rapid-fire yang dibuat dengan menyatukan 5 laras sekaligus. Dalam pertarungan jarak dekat maupun jarak menengah, malaikat maut dari medan perang ini bisa memberikan tembakan meriam yang cukup dahsyat untuk merusak musuhnya.


Kamijou Touma tidak tahu namanya.


Begitu pula Index.


Tapi Quenser tahu dan dia menyatakan namanya sembari kesulitan bernapas.


"Bukankah itu Object generasi kedua dari Information Alliance? Bukankah itu Oh Ho Ho’s Rush!?”



Hel berdiri di tengah-tengah pusaran hitam-legam atau pohon hitam.


Dia sudah membuang gelarnya sebagai "ratu alam baka" dan kembali ke dirinya sendiri, yaitu "Hel". Dia sadar betul bahwa Kamijou dan yang lainnya sedang mendekatinya. Dan dia mendengar apa yang mereka katakan.


Kegelapan yang mengamuk disekitarnya adalah penyakit yang selama ini menggerogotinya, namun sudah menjadi bagian dari dirinya.


Kegelapan itu juga bertindak sebagai ujung jari, mata, dan juga telinganya.


Jadi, dia sudah menyadari ada orang yang mencoba untuk menyelamatkannya.


Jadi, dia putus asa.


(Mengapa?)


Mereka mencoba untuk menyelamatkannya. Mereka melihat kegelapan yang berputar tersebut sebagai sesuatu yang jahat. Namun mereka masih saja berusaha untuk mengelupas kegelapan itu dari tubuhnya.


Tapi jika kegelapan ini dikelupas dari tubuhnya, itu berarti dia tidak bisa menyelamatkan orang-orang yang dianggap sebagai pendosa. Itu berarti hanya menyelamatkan dirinya sendiri, memaksakan dosa kembali ke orang-orang itu, melemparkan mereka kembali ke dalam Niflheim, dan memulai penyiksaan abadi mereka sekali lagi.


(Mengapa kau tidak bisa menunjukkan kebaikan yang sama pada orang lain?)


Kamijou Touma dan yang lainnya mungkin tidak menyadari bagaimana cara kerja kegelapan ini.


Mereka mungkin tidak tahu bahwa menyelamatkan dia sama saja artinya dengan memberikan penderitaan bagi banyak orang. Mereka mungkin tidak tahu betapa menjijikkan teknik penyiksaan yang diberikan pada jiwa-jiwa pendosa ini.


Tapi itu tidak lagi berarti.


Hel telah memutuskan bahwa dia akan menyelamatkan mereka... menyelamatkan semua manusia.


Dia telah memutuskan untuk menanggung semuanya sendiri dan menjadi dewa yang hebat.


Jadi...


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!"


Dia meneriakan keputus asaan.


Dia meneriakannya pada kegelapan yang berputar-putar di sekitar dan telah menjadi bagian dari dirinya.


Sembilan dunia Norse didukung oleh cabang-cabang dan akar pohon dunia. Tapi Loki telah memutar cabang-cabang tersebut ke arah yang mustahil dan membentangkannya ke dunia lain yang begitu asing. Yaitu dunia tempat Kamijou, Quenser, dan yang lainnya berada.


Apa yang dilakukan oleh Hel mungkin serupa.


Namun, dia tidak menggunakan Yggdrasil.


Beberapa yang melihatnya mungkin melihat hal itu sebagai badai besar. Orang lain mungkin melihat benda itu sebagai pohon hitam.


Dengan kata lain, dewa agung kedua ini telah menciptakan suatu sistem baru dengan nama pohon baru.


Inilah kenapa dia dikatakan memiliki kekuatan yang sama seperti Odin. Inilah mengapa si dewa bermata satu itu menyegelnya bersama dengan rasa takut yang dibawanya.



Summon: //[email protected]_Object "Rush"..



Di suatu tempat, semassa besar muncul layaknya kabut.


Itu adalah senjata kolosal perang yang mampu memusnahkan musuhnya dengan senjata besar, dan dia tidak pernah meggunakan metode yang lebih damai pada era nuklir. Setelah runtuhnya PBB, beberapa kekuatan dunia yang berbeda telah bangkit. Salah satunya adalah Information Alliance dan Object generasi kedua ini adalah manifestasi dari teknologi militer milik mereka.



Summon://[email protected]_Zashiki_Warashi_of_Intellectual_Village.”Hishigami_Mai".



Pohon hitam memandu sosok baru dari suatu tempat.


Itu adalah agen freelance yang telah menetapkan Youkai buatan dikenal sebagai Shikigami. Dia menetapkannya sebagai musuh hipotetis dan dia benar-benar memodifikasi tubuhnya sampai bisa membunuh Youkai, yaitu makhluk yang tidak terpengaruh oleh serangan fisik.



Summon: //[email protected]_Queen_and_Deep_End "Shizuna_of_Electrocution ".



Di tempat lain, seseorang muncul layaknya gelembung yang naik dari rawa.


Wanita itu adalah seorang penjahat berbahaya yang dengan bebas membantai orang-orang. Layaknya bencana alam, dia tetap melancarkan aksinya bahkan setelah ditetapkan sebagai pembunuh terlarang. Dia telah mencapai kegilaan terdalam pada obsesinya. Dia gemar merawat dan mengumpulkan mayat. Dia sering memakai stun gun yang dimodifikasi agar tidak menumpahkan darah setetes pun.



Summon: //[email protected]_Simple_Survey "White_Girl"..



Suatu aliran putih muncul seakan-akan hendak menghancurkan pohon hitam itu sendiri.


Itu adalah manajer yang mengumpulkan setiap Absurdity. Eksistensinya yang luar biasa terhubung ke Prometheus, yaitu seseorang yang memberikan api pada seorang pria dan pada Banshee, yang dikatakan mampu memprediksi kematian seseorang. Suatu organisasi tidak manusiawi tertentu bahkan memandangnya sebagai Philosopher’s Stone.



Summon: //[email protected]_Certain_Magical_Index "Accelerator ".



Dan faktor telah dilepaskan.


Dia adalah Academy City Level 5 # 1. Kekuatannya mengijinkan dia dengan bebas mengubah momentum, panas, listrik, atau jenis vektor lainnya. Dia bahkan telah menunjukkan tanda-tanda memiliki kekuatan di luar ranah ilmu pengetahuan, dan masuk ke ranah sihir.



"Gaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhh!! Aaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!”


Hel memiliki kewenangan untuk memerintah sembilan dunia dan juga seluruh dunia. Dia telah menciptakan pohon hitam baru, mengirim cabang dan akarnya keluar jalur, memanggil sosok-sosok kejam dari dunia lain, dan dia pun terus berteriak. Dia terus-menerus berteriak seolah-olah mengatakan bahwa ini masihlah tidak cukup dan dia tidak akan membiarkan semuanya berakhir di sini.


Kekejaman yang dia lahirkan mampu menyebarkan kehancuran dahsyat.


Para monster itu tidak ragu-ragu untuk menyerang ke arah Kamijou dan yang lainnya.


Tanpa diragukan lagi, bencana ini akan terus berlanjut sampai dia benar-benar diselamatkan.


Tapi mereka semua menyadari sesuatu: ini adalah jeritan sebenarnya dari gadis yang dikenal sebagai Hel.



Part 3[edit]


Saudari tertua Brynhildr.


Saudari kedua Gerhilde.


Saudari ketiga Ortlinde.


Saudari kelima Schwertleite.


Saudari keenam Helmwige.


Saudari ketujuh Siegrune.


Saudari kedelapan Grimgerde.


Saudari kesembilan Rossweisse.


Waltraute, yaitu saudari keempat, termasuk dalam kesembilan gadis itu. Mereka semua membentuk Wagner-style Valkyrie.


Mereka akan turun ke dunia manusia, Midgard, untuk mengumpulkan jiwa-jiwa prajurit yang kuat dan penyihir-penyihir yang bijaksana, dan membawa mereka kembali ke dunia surgawi Asgard guna bergabung dengan tentara dewa Einherjar. Di sana, seluruh jiwa akan disambut dengan pelatihan tempur (biasanya dalam bentuk pertempuran sampai mati), makanan, dan minuman sembari menyiapkan mereka untuk pertempuran terakhir, Ragnarök


Tapi, adalah suatu hal yang salah ketika seseorang beranggapan bahwa mereka mengandalkan jiwa ksatria untuk bertarung.


Valkyrie sendiri sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan musuh-musuh para dewa.


Hubungannya mungkin mirip dengan suatu kapal perang besar atau kapal induk dengan kapal pengawal dan pesawat pemandu.


Saat ini, suara Heimdallr, yaitu seorang manajer landasan pacu pelangi yang disebut Bifröst, mencapai telinga mereka.


"Eksitasi lepas landas ketapel satu sampai tujuh selesai. Kau dapat mencapai kecepatan kritis setiap saat!”


"Dimengerti. Kami akan pergi secara berurutan, membentuk formasi, dan memusnahkan Hel sebelum ia dapat menyebabkan kekacauan yang lebih besar."


Ketika Brynhildr memberikan respon yang mirip jawaban seorang pebisnis, Rossweisse memberikan komentar jengkel sembari mengenakan armor yang terlalu tebal.


"Mengapa Bifröst hanya memiliki tujuh warna, sih? Jika benda ini cukup untuk sembilan bersaudara, kita semua bisa keluar sekaligus tanpa harus saling tunggu."


"Perlambatan turun dimaksudkan untuk menyeimbangkan kekuatan kita. Jika Odin menemukan suatu kekuatan lain yang bisa mengalahkannya, ia pasti akan merubah semua aturan yang sudah ditetapkannya sendiri. Seperti itulah cara kerja dunia ini."


Mengabaikan penjelasan Brynhildr, Gerhilde memberikan komentar ragu.


"Ngomong-ngomong, sepertinya Waltraute tidak bergabung bersama kita lagi."


"Ada sesuatu yang salah dengan dirinya sejak dia berhubungan dengan bocah manusia itu. ... Dan aku tidak mengatakan ini hanya karena aku cemburu atas fakta bahwa adikku menikah terlebih dahulu sebelum aku. "


Tidak ada yang mendengarkan gumaman Ortlinde dan transmisi lain datang dari Heimdallr.


"Nona Grimgerde, Nona Ortlinde, Nona Gerhilde, dan Nona Schwertleite, aku sudah mengonfirmasi koneksi kalian dengan katapel. Aku akan membagi energi dan mendistribusikannya pada ketujuh jalur untuk mempersingkat waktu recharge pada ketiga lainnya. Apakah itu tidak masalah bagi kalian!?"


Rossweisse tertawa sambil menjawab.


"Tentu, tentu. Sebuah garis sedang terbentuk, jadi cepat keluarkan kami dari sini!!"


Tubuh mereka terpecah menjadi partikel-partikel yang berwarna-warni. Gelombang besar partikel tersebut ditembakan di sepanjang landasan pacu dengan aurora yang mengikuti di belakang mereka. Itu tidak terlihat seperti suatu pesawat yang lepas landas, melainkan, itu lebih mirip seperti suatu senjata yang ditembakan dengan pancaran cahaya.


Percepatan ekstrim membawa mereka meluncur pada 87% kecepatan cahaya, tapi metode luar biasa ini hanya berada pada skala fisika Newton, bukannya teori kuantum Schrödinger.


Infrastruktur perang ini memungkinkan mereka untuk dengan segera mengirim kekuatan militer besar ke mana saja, dalam lingkup sembilan dunia. Tentu saja, dalam misi membunuh musuh-musuh para dewa. Namun, sesuatu yang aneh terjadi saat ini.


Ada masalah saat lepas landas.


Waltraute mengganggu dan menghantam saudari-saudarinya dengan serangan yang luar biasa, di saat mereka bersiap untuk lepas landas.


Dia menggunakan Spear of Destroying Lightning*, yaitu senjata pemancar cahaya yang dibuat dengan mengompresi sejumlah besar energi. Senjata proyektil ini bisa mencairkan segala jenis logam dan bisa membakar segala sesuatu sampai tak tersisa. Sekali kekuatannya dilepaskan, tombak itu bisa membakar semuanya sampai ke titik cakrawala. [Diterjemahkan : Tombak Halilintar Penghancur.]


Kali ini, benda itu ditembakan untuk mengoyak landasan pacu pelangi.


Para Valkyrie, yang telah dipecah menjadi partikel-partikel kecil, kehilangan keseimbangannya ketika gangguan tersebut memukul mereka secara tiba-tiba. Mereka berputar-putar di sekitar layaknya kembang api yang rusak dan turun ke permukaan bumi secara acak. Namun, akhirnya mereka bisa pulih.


Brynhildr langsung meraungkan nama adiknya itu ketika gelombang kedua bersiap untuk lepas landas.


"Waltraute !!"


"Aku yakin, kalian melihat ini sebagai bencana yang tidak rasional, tapi sayangnya, suamiku berkata bahwa dia akan menyelamatkan Hel. Itu berarti dia harus menghadapi para dewa beserta Hel. Dan tentu saja, aku lebih suka hal itu tidak pernah terjadi. "


"Apakah kau berencana untuk memulai perkelahian di sini?"


Semua orang mendengarkan pertanyaan tenang dari Brynhildr dan mengabaikan jeritan Heimdallr karena landasan pacunnya rusak.


Namun, Brynhildr tidak terlihat sedang bercanda.


Tentu saja, dia tidak bisa menggunakan kekuatan penuh sembari mempersiapkan diri untuk lepas landas. Prioritas kesembilan bersaudara ini adalah untuk menghentikan Hel secepat mungkin agar kekacauan ini tidak menyebar, bukannya saling bertarung satu sama lain.


Membuang-buang waktu di sini sama saja dengan mengabaikan prioritas mereka, tapi pada saat yang sama, dia tidak bisa memikirkan cara untuk menghindari Waltraute, kemudian lepas landas dengan aman.


Setelah beberapa pemikiran, ia mencapai suatu keputusan.


"Heimdallr, persiapkan kelompok lepas landas kedua seperti yang sudah direncanakan."


"Apakah kamu serius!? Aku pikir kalian akan ditembak jatuh jika kalian memaksakan diri untuk ber-akselerasi!! "


"Itu tidak masalah. Aku tadi sudah melihat akurasi tebakan Waltraute, dan dia tidak bisa menembak jatuh kami semua sekaligus. "


Dia tega memutuskan untuk mengorbankan beberapa rekannya ... yang tak lain adalah adik-adiknya.


"Tidak masalah jika kita membiarkan dua atau tiga orang ditembak jatuh, selama masih ada yang bisa lewat dan menuju ke lokasi. Mengirimkan para Valkyrie kepada Hel adalah hal yang penting di sini. Untuk menghancurkan Hel, kami bersembilan tidak perlu turun tangan secara bersamaan. Kami pun akan membuang-buang waktu jika harus bertarung melawan salah satu adikku di sini. Ini adalah cara tercepat untuk menyelesaikannya.”


Sementara itu, Waltraute dengan santai mendekat ke salah satu landasan pacu. Dia dengan ringan mengayunkan Spear of Destroying Lightning yang dipegangnya.


"Adalah Grimgerde dan Ortlinde yang gagal kukenai. Mereka tidak terlalu menonjol, jadi tidak masalah. Mereka tidak akan mampu berbuat banyak bahkan jika mereka sampai di sana.”


"Um, Waltraute! Komunikasi antara kita terbuka dengan jelas, jadi kami dapat mendengarkanmu dari sini!”


Teriakan jiwa Grimgerde meledak, tapi Waltraute dan Brynhildr mengabaikan keluhannya dan mulai berbentrokan secara langsung.



Part 4[edit]


"Ohhhhhhhhhhhh!?"


Misaka Mikoto mengeluarkan teriakan yang aneh.


Sebagai salah satu dari tujuh Level 5, ia dikenal sebagai Railgun, Academy City # 3.


Namun, bahkan hidupnya berada di dalam bahaya ketika diserang oleh salah satu senjata kolosal yang telah mengakhiri era nuklir.


Dia menaiki Rush, yaitu Object generasi kedua dari Information Alliance.


Meriam utamanya adalah Gatling gun laser rapid-fire yang dibentuk oleh ikatan lima karas. Suatu tembakan saja mengandung kekuatan yang cukup untuk mengubah kapal perang menjadi genangan cairan berpijar berwarna oranye. Benda itu bisa dengan akurat menembakan beberapa ribu laser setiap menitnya.


Senjata laser adalah teknologi militer yang menggunakan pancaran elektron.


Itu adalah kabar baik bagi Mikoto yang bisa mengendalikan semua jenis fenomena listrik. Serangan itu biasanya dapat dihindari olehnya dengan mudah, namun berkas-berkas laser itu membelok dengan "tidak wajar" sebelum mengenai targetnya dan terbang ke arah yang berbeda.


Namun, ini masih jauh dari pertahanan yang sempurna.


"Oh, sialan!! Benda itu lebih kuat dari tembakannya # 4! Kalau begini terus, aku bisa dipukul mundur!!”


Suara berderak yang mencolok mulai terdengar dari gesper di armor bikini miliknya.


Yang menyebabkannya adalah Baby Magnum milik si Putri. Dia merespon ancaman tersebut dengan baik.


Benda yang dikendarainya itu bisa bertahan dari hantaman senjata nuklir, tapi senjata dari Object lain bisa mengirimnya ke kuburan.


Dasar dari lengan meriam utama berputar untuk memilih meriam plasma stabilitas-rendah. Ketujuh lengan bergerak dan senjata yang bisa mengakhiri perang dengan serangan tunggal tersebut melepaskan semua energi yang tersimpan di dalamnya. Serangan ini akan menutup semua celah Rush untuk melarikan diri.


Sinar putih kebiruan yang luar biasa merobek layar hitam, tapi sebelum engenai Rush, lintasannya terbelah dan sosok lain muncul.


Mata Kamijou terbuka lebar ketika melihatnya.


"Ini tidak bagus! Kau harus cepat keluar dari sana!” teriaknya.


Kata-katanya tidak sampai tepat waktunya.


Tembakan plasma itu bersuhu 10,000ºC, tapi Accelerator dengan mudah mengendalikan vektor sebelum tembakan-tembakan itu bisa mengenai targetnya. Serangannya dipantulkan kembali dan menuju ke arah Baby Magnum. Si Putri dengan panik menggerakan mesinnya ke samping, tapi salah satu meriam utama yang terlihat seperti jembatan robek oleh pancaran sinar oranye.


Kemungkinan besar, # 1 hanya bisa dikalahkan oleh tangan kanan Kamijou Touma.


Namun, ia tidak bisa membuat semua jalan sampai ke musuh itu.


"Gh!?"


Cengkraman yang setara mesin derek meraih kerah bajunya.


Dia melihat Hishigami Mai, seorang gadis yang mengenakan tank-top dan hot-pants, langsung berada di depannya. Dia dengan akurat menyerang Kamijou sampai kehilangan keseimbangan tubuh, namun dia juga mengunci pergerakannya. Dia memegang pisau panjang dan tipis di tangannya yang lain. Itu tampak seperti pisau sashimi yang dicelup dalam warna militer.


Dia hendak mengambil kepala Kamijou.


Tepat di saat hawa dingin mulai berlari tulang belakangnya, suara tembakan meledak dari samping.


Heivia menggenggam senapan serbu, tapi Hishigami Mai terus mencengkram kerah baju Kamijou dengan satu tangan dan menggerakan bagian atas tubuhnya untuk menghindari peluru senapan berukuran 5.56 mm tersebut.


"Kau pasti sedang bercanda!!"


Bisakah dia mengubah ini semua jika dia memanfaatkan waktunya lebih baik?


Kamijou mendengar suara pentungan yang berayun ketika seluruh tubuhnya dilemparkan ke udara. Si pria SMA dilemparkan dan menabrak Heivia yang masih berusaha untuk mengarahkan senapannya.


Heivia meronta dan melihat Hishigami Mai mengeluarkan pistol kecil yang dilengkapi dengan penekan, dia pun membuat keputusan selama sepersekian detik.


"Hei, Pak Ksatria!! Melemparkan bom ke sana!!”


Benda yang tampak seperti semassa tanah liat terbang di udara.


Quenser telah melemparkan bahan peledak militer bernama Hand Axe dan, bahkan tanpa mengenai tanah, benda itu meledak tepat di depan wajah Hishigami Mai.


Terdengar suara ledakan yang lebih dari memekakkan telinga. Ledakan itu terasa seperti pukulan ke langsung perut dan rasa sakit menusuk-nusuk kulit Kamijou dan Heivia. Dengan paksa, Index menahan jubahnya dengan satu tangan.


"Apakah itu mengenainya?"


"Belum," kata Zashiki Warashi berbaju renang dedaunan tropis.”Seseorang yang bekerja untuk Hyakki Yakou tidak akan kalah dengan begitu mudah!”


Suatu hembusan angin menyapu debu dan mengungkapkan tubuh Hishigami Mai.


Ada seorang gadis mengenakan kimono pendek yang berdiri di sampingnya. Itu adalah Deadly Dragon Princess*, seorang Youkai buatan - atau Shikigami* - yang diciptakan sebagai musuh hipotetis-nya. Serangan fisik normal tidak akan berarti apa-apa bagi Shikigami. Mai menggunakan dia untuk melindungi diri dari ledakan. [Diterjemahkan: Putri Naga Mematikan.] [Shikigami adalah roh panggilan para dukun kerajaan.]


"Dasar monster! Apakah kau dikirim kembali oleh suatu mesin waktu dengan mengenakan kacamata atau sejenisnya!?”


Namun, keputus-asaan tidak berakhir di sini.


Ketika Index masih bersebunyi di balik jubah, dia membuka kedua matanya lebar-lebar dan langsung membeberkan topeng Shikigami.


"Sumber gambarnya adalah Otohime dari Urashima Tarou. Sifat memikat manusia pada kedalaman telah terdistorsi dan ditafsirkan dengan luas untuk membentuk Shikigami tempur. Oke, tidak perlu khawatir. Itu bukanlah monster tanpa kelemahan!!”


Di tempat lain, celah memenuhi udara.


Itu datang dari White Girl dan tali karet khusus yang melilit lehernya.


Killer Queen berputar-putar layaknya penari. Dia punya senjata yang begitu cocok dengan keahliannya yaitu meremas korban sampai mati. Sederhananya, ia memberikan tekanan yang cukup kuat untuk meremukan leher halus White Girl.


Kepalanya berayun dengan lunglai, tapi tidak ada tanda-tanda rasa sakit atau ketakutan di mata White Girl. Lehernya membengkok secara tidak wajar ke sudut kanan, namun dia masih sempat mendorong ujung jari rampingnya ke arah Satsuki.


Bagian bawah gaun putihnya terlepas, menjadi rol film, dan mengisi seluruh area.


"Dia... tidak memiliki nyawa?"


Killer Queen merinding karena ada sensasi aneh yang dia rasakan melalui senjatanya, tapi menolak pemikiran itu dengan segera.


"Tidak, tunggu. Apa ini!? Ini adalah sesuatu yang bahkan lebih mengerikan. Rasanya seperti, jika aku menyentuhnya, semuanya akan berakhir!!”


"Perubahan Parameter. Meninggalkan struktur tubuh anti-Anzai Kyousuke. Menerapkan 'Horor' pada alur cerita. Mulai saat ini, 'cerita' tidak akan berakhir hanya dengan kematian.”


Gulungan film tak terbatas terus meluas dan menyerang Satsuki dengan mata pisau yang tajam.


Higashikawa Mamoru dan gadis kelinci menghadapi pembunuh lainnya, yaitu Shizuna of Electrocution*. [Diterjemahkan: (kurang-lebih) Shizuna Si Pemberi Hukuman Mati Dengan Setruman.]


Stun gun di tangannya memancarkan suara ledakan yang terdengar begitu menyakitkan.


"Bagaimana menurutmu, wahai musuh terbesar?"


"Aku akan mengatakan bahwa ini adalah Absurd yang luar biasa, tapi tidak seperti kita. Rasanya tidak seperti orang sungguhan diseret ke dunia ini. Rasanya lebih seperti, bayangan dari dunia lain dibawa ke sini.”


"Jadi, kalau kita mengalahkannya, itu tidak akan mempengaruhi orang yang asli?"


"Bukankah dia seorang pembunuh? Bukankah dia akan melawan kita dengan senang jika kita menyerangnya?”


Ketika dua pria itu membahas masalah tersebut, Shizuna mengambil langkah maju dengan santai dan melemparkan sesuatu ke udara dengan satu tangan.


Itu adalah sekrup kecil dalam jumlah yang banyak.


Dan sebelum sekrup-sekrup itu jatuh, si pembunuh langsung menyerang dengan stun gun-nya yang sudah dimodifikasi.


Suatu kilatan cahaya menutupi segalanya.


Petir mematikan menyambar segala sesuatu layaknya jaring laba-laba yang kompleks, tapi...


"Jangan berpikir kau bisa menang dengan cara itu."


"Kami mungkin tidak terlihat seperti itu, tapi kami adalah Unbeatable Emperor* dan Ever-Victorious Challenger. Kami berdua memiliki suatu Absurdity yang membuat kami selalu menang dalam hal perjudian berdasar keberuntungan ☆ " [Unbeatable Emperor diterjemahkan: Kaisar yang Tak Terkalahkan.]


Tidak peduli walaupun peluang menangnya hanya 1 : 1,000,000 atau 1 : 1,000,000,000.


Selama ada celah kecil dalam jaring laba-laba, mereka bisa lolos dengan mudah.


"Tapi..."


Shizuna tertawa.


"Apakah kau lupa? Aku adalah pembunuh yang bertugas memberi hukum mati dengan setruman. Youkai dan dewa adalah suatu pengecualian, tetapi apakah kau benar-benar berpikir bahwa aku akan kalah dalam pertarungan sampai mati melawan manusia?”


Di tempat lain, mahasiswa Anzai Kyousuke dan anak-tidak-pernah-mati, Nanajou Kyouichirou, meringkuk sembari dikelilingi oleh ledakan dan tembakan.


Sungguh, ini adalah reaksi yang normal.


"Hei! Apa yang harus kita lakukan!?”


"Mencoba untuk melakukan sesuatu dengan dikelilingi oleh semua monster ini hanya akan membuat kita terbunuh. Aku mungkin tidak akan mati, tapi tentu saja aku tidak akan sanggup melanjutkan pertarungan bila salah satu anggota badanku meledak! Jadi mari kita mencoba untuk membantu seseorang yang benar-benar dapat melakukan sesuatu. Mari kita lihat, orang terdekat adalah.......”


Mereka menoleh ke kiri-kanan untuk melihat, tapi tatapan mata mereka terpaku di suatu titik.


Mereka melihat Jinnai Shinobu di dalam peti mati es dan Yuki Onna bergaun bikini-budak-cabul. Yuki Onna sedang menekan-nekankan dada ratanya pada pria yang terbungkus es itu.


"Eh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh.”


"Bagaimana dengan dia?"


"Ya, tidak buruk. Bahkan anak-anak telah mendengar tentang Yuki Onna. Penampilannya memang banyak berubah dari waktu ke waktu, tapi ia pernah menjadi Youkai yang cukup menakutkan melalui cerita dari mulut ke mulut. Dia harusnya menjadi salah satu dari Absurditas terburuk, jadi mari kita coba untuk membuat dia termotivasi agar melakukan sesuatu.”


"Tapi bagaimana caranya? Jika kita mencuri pria beku itu, kita mungkin akan hancur oleh nitrogen cair yang keluar dari dirinya.”


Pada saat itu, Rush telah menembakkan Gatling gun laser rapid-fire pada Baby Magnum. Salah satu tembakan nyasar jatuh cukup dekat dan menyerempet pipi Yuki Onna. Jinnai Shinobu terbungkus dalam es supranatural yang diciptakan oleh Youkai, jadi dia cukup beruntung untuk tidak menguap akibat tembakan nyasar itu.


Namun, ia tidak sepenuhnya luput dari luka.


Peti mati es berbentuk persegi panjang sempurna meleleh seperti es loli yang dijatuhkan di aspal selama pertengahan musim panas.


"Ap-...?"


Ketika ia melihat itu, si Yandere Yuki Onna menggeram. Tampaknya ada yang salah di kepalanya.


Imp* berubah menjadi setan sejati. [Baca To Aru Series ketika membahas Lessar.]


"Kau pikir, apa yang sudah kau lakukan, dasar pelacuuuuuuuuuuuuuuurrrrrrrrrr!!!!?"


Suatu pusaran putih baru berputar-putar dengan keras di sekitar si Youkai pendek. Kerikil dan pasir mulai mengapung karena suhu menurun begitu rendah. Mineral di sekitar tempat tersebut telah benar-benar menjadi superkonduktor.


Tampaknya mereka berdua seharusnya khawatir tentang suatu hal yang lebih berbahaya daripada nitrogen cair.


Suhu gila -273 muncul di benak si mahasiswa.


Nanajou Kyouichirou mengkonversi angka tersebut ke istilah "absolute zero*" dan itu terdengar seperti nama suatu jurus dalam game. [Diterjemahkan: no mutlak. Absolute Zero adalah suatu nama jurus dalam beberapa macam game, salah satunya adalah Mortal Kombat.]


Kedua anak laki-laki ini sepakat dalam suatu hal.


"Ya, jangan main-main dengan dia."


"Kau benar. Aku tidak bisa membayangkan cara untuk menghindari cedera fatal jika aku terperangkap di dalam badai itu.”



Part 5[edit]


Si Bocah menyaksikan pertempuran itu.


Kamijou dan yang lainnya telah mengatakan bahwa mereka akan membersihkan jalan bagi dia, tapi itu tidak akan berlangsung dengan sempurna. Bahkan, lebih banyak musuh kuat dari sistem yang berbeda muncul. Mereka keluar dari pusaran hitam setiap kali Hel berteriak, sehingga kekacauannya semakin meluas.


Dan kemudian, bayangan besar menutupi bocah itu.


Itu adalah Níðhöggr. Naga hitam setinggi 200 m itu adalah hamba setia Hel . Dia memiliki daya tembak yang setara dengan serangan Baby Magnum, ini terjadi ketika mereka bertarung di kapal dewa Skíðblaðnir.


"Ah."


Jika si bocah terkena serangan dari binatang itu, ia akan lenyap tanpa meninggalkan abu.


Bahkan, ia akan hancur tak berbentuk jika massa besar itu menginjaknya.


Namun, Níðhöggr mendekat sembari membelah permukaan layaknya pesawat yang hendak melakukan pendaratan darurat. Dia berhenti begitu sempurna tepat di depan bocah itu, bahkan orang-orang akan berpikir bahwa makhluk itu menggunakan semacam laser atau gelombang ultrasonik untuk melakukan pengukuran yang begitu presisi.


Wyvern itu kemudian menekankan kepalanya terhadap tanah dan membungkukan lehernya. Seakan-akan, dia mempersilahkan si bocah untuk naik ke atas badannya.


Dia ingin agar si bocah mendaki tubuhnya dan menungganginya.


"Apakah kau membantuku sehingga aku bisa menyelamatkan Hel?"


Bocah itu tidak menerima tanggapan dari si naga.


Níðhöggr tidak dilengkapi dengan organ yang bisa membuatnya berbicara bahasa manusia, tapi tidak berarti dia tidak mengerti emosi manusia.


Naga ini selalu melakukan segala hal untuk membantu Hel. Itu berarti, dia dengan setia melindungi Hel.


Tapi saat ini, si naga berpikir bahwa membiarkan Hel mencapai tujuannya sama saja artinya dengan membuatnya celaka.


"Bawa aku ke Hel sehingga aku bisa membawanya pergi dari benda itu!" kata si bocah.


Si naga menggeram, yang berarti adalah suatu ungkapan persetujuan.


Bocah itu memanjat kepala naga, menyeberangi leher panjang, dan mencapai puncak batang tubuhnya yang besar. Setelah memastikan bocah itu telah mengambil posisi yang mantap, Níðhöggr mengepakkan sayapnya yang seukuran plaza kecil.


Namun, cahaya baru muncul di langit untuk mencegah si naga lepas landas.


Itu adalah kereta raksasa yang ditarik oleh dua kambing. Dia terbang dengan menggunakan kambing layaknya Santa Claus yang terbang dengan menggunakan rusa. Tapi kereta ini tidak diisi dengan harapan dan impian anak-anak atau dengan tumpukan hadiah.


Melainkan, isi kereta itu adalah dewa kehancuran yang memerintah petir, guntur, dan hukuman dewa.


Ini adalah kereta Dewa Petir Thor.


"Aku di sini atas perintah ayahku Odin!! Wahai makhluk najis, pupuskan harapan jahatmu dan serahkan dirimu pada palu dewa!!”


Thor menggenggam Mjolnir.


Dari segi kekuatan destruktif murni, palu itu lebih hebat daripada Gungnir milik Odin. Palu itu begitu berat sehingga hanya ada dua orang dari sembilan dunia yang bisa menggunakannya.


Satu ayunan saja sudah cukup untuk menghancurkan benda seukuran gunung raksasa menjadi berkeping-keping.


Bahkan Níðhöggr tidak akan mungkin menahan pukulannya.


Namun...


Serangan dari pihak ketiga menusuk sisi tubuh Thor.


Makhluk itu lebih mirip dengan naga dari timur* daripada Wyvern barat. [Saya rasa kalian sudah tahu beda naga timur dan naga barat. Di kisah-kisah timur (Asia), naga sering dideskripsikan sebagai hewan buas mirip ular bertanduk yang badannya amat panjang. Hampir tidak ada beda antara leher, perut dan ekor pada naga timur. Sedangkan, naga barat dideskripsikan sebagai sosok yang lebih tegap. Lehernya panjang, bagian badannya kekar, dan ekornya panjang, mirip seperti dinosaurus.]


Makhluk ini terus tumbuh tanpa batas sejak saat kelahirannya. Namun saat ini, tubuhnya tidak cukup panjang untuk mengelilingi sembilan dunia.


Dan selama Ragnarök berlangsung, ular besar ini diramalkan akan membunuh dan dibunuh oleh Thor.


"Apakah kau adalah Jörmungandr!?"


"Apakah kau benar-benar berpikir bahwa aku tidak akan muncul, anak kecil?"


Seseorang mungkin menyamakannya dengan asap yang mengekor pada rudal jika tubuhnya tidak begitu besar.


Mata yang mirip dengan kadal dan tanpa emosi itu terus mendekat. Dia berkomunikasi melalui pikirannya.


"Adik kecilku yang lucu bekerja keras untuk menyelamatkan sejumlah orang dan beberapa temannya telah berkumpul untuk menyelamatkannya. Lantas, apakah kau benar-benar berpikir bahwa kakaknya hanya bisa duduk diam dan menonton?”


"Tunggu, ya begitu."


Dengan mendecakan lidah, Thor tidak menatap pada Jörmungandr yang terus mendekat, tapi sesuatu yang jauh di atas kepalanya.


Dan ia melepaskan raungan saat melotot ke Asgard.


"Apakah Hel hanya umpan untuk membawa pasukan kita turun ke sini, Loki!?"



Part 6[edit]


Kebetulan, setelah dipukuli sampai jadi bubur oleh Waltraute dan hanya mampu berbicara dengan mengendus-endus layaknya seekor babi, Loki mengejek dia (dan juga memanfaatkan kesempatan bahwa dia tidak bisa memahami bahasanya saat ini).


"B-bfh-bgbh..."


(Baik….baik…Aku kalah.)


"Bffh."


(Atau mungkin, kita harus menyebutnya imbang. Aku kalah, tapi aku berhasil menabur benih. Setelah benih-benih kejahatan bertunas, dunia akan memperbaharui dirinya sendiri.)


"Ya, aku sudah tahu bahwa kau menggunakan Skíðblaðnir dan Yggdrasil untuk memanggil beberapa orang asing dari dunia lain. Kau menggunakan kemampuan tumbuh pohon dunia ketika menyerap air dari sumur kebijaksanaan. Itu dapat memperluas cabangnya ke dunia selain sembilan dunia milik kita.... Tapi bagaimana caranya aku mengembalikan orang-orang asing tersebut ke dunia asal? Tergantung pada jawabanmu, mungkin aku hanya akan menjatuhkanmu dari sini.””


"Bgh. Bggh.”


(Yahh, tujuanku baru setengahnya terpenuhi ketika orang-orang asing itu dipanggil ke sini, jadi aku tidak benar-benar peduli apakah mereka bisa kembali ke dunia asal ataukah tidak. Tapi jika kau benar-benar ingin tahu bagaimana caranya, aku akan memberitahu kamu.)


"Hm? Cabang-cabangnya masih terhubung ke dunia lain?”


"Bh."


(Ya. Yang perlu aku lakukan hanyalah membuat Hel menggila. Aku harus merasuki pikirannya dengan moral dan etika dari dunia asing.)


"Air sumur kebijaksanaan membuat pohon dunia tumbuh, tetapi bisa layu ketika airnya tersedot keluar? Sama seperti ketika Níðhöggr menggerogoti akarnya? Jadi kau merusak dasar cabang untuk membuatnya layu?”


"Bffh. Bfh.”


(Dan meskipun ada pengaruh besar dari Odin, budaya Norse masih membenarkan kemarahan ketika salah seorang keluarga tewas. Sekarang, siapakah kakak laki-laki Hel? Si Ular Agung Jörmungandr dan Serigala Raksasa Fenrir.... Aku pikir sudah waktunya untuk serigala itu mematahkan rantai dan melahap Odin.)


"Jadi jika luka dan 'kebocoran'-nya dihentikan, cabang yang layu itu akan kembali ke posisi semula dan berfungsi sebagai jembatan seperti sedia kala? Jadi jika orang-orang asing itu kembali ke Skíðblaðnir, mereka akan secara otomatis pulang ke dunia masing-masing?”



Part 7[edit]


Suatu sungai mengalir melalui Asgard.


Jika seseorang mengikutinya alirannya sampai ke sumbernya, dia akan menemukan suatu penjara yang mengintimidasi siapa saja yang mendekat.


Sungai itu sebenarnya adalah air liur yang meluap dari mulut Fenrir. Binatang buas tersebut diramalkan akan melahap Odin, jadi ada sebilah pedang yang ditegakkan melalui rahang bawah untuk mencegahnya menutup rahang tersebut. Dan dia pun membuka rahangnya sepanjang waktu.


Seluruh tubuhnya terikat oleh tali yang tak dapat diputus bernama Gleipnir. Tali itu dibuat dari beberapa material yang "mustahil didapatkan" dan tidak ada binatang yang bisa merobeknya. Tapi setelah ketidakmungkinan itu berhasil dipecahkan, Fenrir akan dilepaskan ke dunia. Kemarahan dan kebenciannya akan melahap Odin.


Kemarahan dan kebencian pada sumber kekuatannya sudah melampaui titik kritis.


Titik kritis kemarahannya yang seharusnya dilepaskan pada saat Ragnarök, sudah mendidih bahkan sejak saat ini.


Atau mungkin, hari ini adalah akhir dari dunia.


Tujuan Loki adalah membuat Hel, adik Fenrir, menggila.


"Fenrir, kau mengerti, bukan?"


Seorang dewa berdiri di depan penjara tersebut.


Dia adalah Týr, si dewa perang. Sebelum Fenrir diikiat dengan Gleipnir, ia adalah satu-satunya orang yang memahami binatang buas mengamuk dan tak terkendali tersebut. Tepat sebelum terikat dengan Gleipnir, Fenrir mengira bahwa dia sedang diperangkap dan dia meronta. Salah seorang dewa menempatkan lengannya di mulut Fenrir sebelum si dewa mengikatnya. Jika itu jebakan, Fenrir akan menggigit lengannya sampai putus.


Itulah sebabnya Týr hanya memiliki satu lengan.


Týr adalah seorang mantan teman yang tidak punya pilihan selain mematuhi Odin. Di balik nama dewa tempur, dia adalah seorang pria yang telah melakukan semua ini karena desakan dari para petinggi. Dan dia pun tega mengkhianati temannya.


"Kemarahan ini adalah apa Loki inginkan. Itu akan menjadi aib terbesar bagimu yang ingin hidup bebas tanpa terikat oleh siapapun. Jadi, janganlah biarkan Loki memanfaatkan dirimu. Dengan memanfaatkan Hel, Loki inginkan agar kau memakan Odin. Dia ingin mempercepat watu ramalan dan skenario Ragnarök "


"Lalu..."


Meskipun tidak dapat menggerakkan kakinya atau menutup mulutnya, tatapan mata binatang buas itu masihlah menakutkan bahkan bagi dewa sekalipun. Ia menggunakan pikirannya untuk mengajukan suatu pertanyaan pada mantan temannya itu.


"Lalu siapa yang akan menyelamatkan Hel? Kau?”


"Yahh..."


"Tidak peduli seberapa banyak dunia membenci kami, kami adalah keluarga. Kami adalah saudara kandung dan di dalam tubuh kami mengalir darah yang sama.... Jika seseorang sanggup menyelamatkannya, insiden ini mungkin tidak akan pernah terjadi. Tapi tidak ada satu pun orang yang mau menyelamatkannya. Mereka bahkan tidak pernah mencoba. Dan kalian masih berani menyebut diri kalian sendiri dengan sebutan dewa! Apakah kalian tak malu!!?”


Penjara tersebut berderit.


Gleipnir yang seharusnya tak bisa putus, mengeluarkan decitan yang bahkan lebih keras daripada sebelumnya.


"Jika tidak ada orang yang mau menyelamatkan Hel, lalu apa yang salah jikalau kakaknya melakukan itu? Apa yang salah dengan keinginan untuk menyelamatkannya!? Aku tidak peduli tentang skema Loki. Aku akan menyelamatkan Hel dengan kehendakku sendiri. Aku akan menggigit siapa saja yang mengganggu langkahku, tak peduli apakah mereka adalah dewa kejahatan atau bahkan ketua dewa!!”


Apakah alasan terbesar yang membuat orang membunuh sesuatu? Tiba-tiba Týr bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


Uang? Kebencian? Kehormatan? Keluarga? Cinta? Kesenangan?


Jawabannya bukan satu pun dari pilihan-pilihan itu.


Dia yakin bahwa keadilan adalah jawaban yang benar. Dia meragukan ada motif lain yang lebih pantas sebagai alasan untuk membunuh.


Jiwa Fenrir dipenuhi dengan kemarahan yang dibenarkan oleh keinginan (atau bahkan klise) untuk melindungi keluarganya. Itulah mengapa ia tidak akan bisa dibujuk dengan mudah. Tidak ada logika yang bisa mengalahkan keadilan. Tidak ada logika yang bisa membantah keadilan. Tidak peduli berapa banyak pertumpahan darah yang dihasilkan, siapa pun yang hatinya dipenuhi dengan keadilan tidak bisa dihentikan. Jika kau ingin menghentikan mereka, maka kau harus bersiap untuk menghancurkan jiwa mereka yang teguh.


Keadilan dan kejahatan adalah dua hal yang berbeda.


Keadilan akan menang.


Itulah sebabnya keadilan adalah suatu hal berbahaya yang harus ditangani dengan hati-hati. Jika mereka lepas kendali, itu akan menghasilkan suatu tragedi yang bahkan lebih besar dari kejahatan tak terbayangkan.


"Biarkan aku memberimu satu kesempatan di sini, Týr."


Seakan-akan Fenrir sanggup memutuskan Gleipnir kapan saja dia mau, tetapi ia berbicara dengan tenang.


"Apakah kau siap untuk memasukkan lenganmu yang satunya lagi ke dalam mulutku? Dapatkah kau bersumpah kepadaku bahwa dewa... tidak, bahwa ada seseorang di dunia ini yang akan berteman dengan gadis itu... yaitu Hel? Jika memang ada, maka aku akan tinggal diam. Jika seseorang akan menyelamatkannya, maka aku akan tinggal di sini. Tapi jika ada satu orang saja yang berbagi emosi dengannya dan menangis untuknya. Aku tidak butuh kata-kata yang terdengar manis. Aku ingin tahu apakah kau sanggup menemukan kata-kata layak untuk mendukung sesuatu yang kau sayangi.”


"..."


Suatu jeda dan kesunyian terjadi, sekan-akan ada kerikil yang terselip di antara roda-roda gigi mesin.


Tapi itu cukup bagi Fenrir.


Benar-benar tidak ada orang yang akan menyelamatkan Hel.


Benar-benar tidak ada orang yang akan menjadi temannya.


Benar-benar tidak ada seorang pun di sini yang bisa diandalkan.


Fakta ini membuat dirinya lebih tenggelam dalam kemarahan dan kebencian. Kekuatan yang dibutuhkan untuk merobek Gleipnir tumbuh semakin besar.


Týr menyadari bahwa mungkin saja dunia sudah berakhir.


Atau bahkan, mungkin saja dunia sudah berakhir sejak sejak dahulu. Ini karena tidak ada makhluk yang bisa mengabulkan harapan seorang kakak yang putus asa.


Namun...


"Tunggu, wahai pria besar. Jika kau ingin seseorang untuk berjanji padamu, aku akan mengambil tantangan itu.”


Suatu suara tiba-tiba mencapai mereka.


Fenrir melirikan matanya dan Týr berbalik ke arah pintu masuk penjara.


Salah satu orang asing berdiri di sana.


Dia adalah seorang anak SMA dengan rambut dicat pirang dan seragam sekolah usang dan tidak rapih.


Itu adalah Jinnai Shinobu.


Secara teknis, dia adalah roh tanpa tubuh, tapi ia masih bisa memutar-mutar lengan kanannya seakan memeriksa apakah bahunya masih bekerja dengan normal.


"Jadi aku hanya harus meletakkan tanganku di mulutmu lantas membuat janji, kan? Kamu ingin tahu apakah ada seseorang yang akan menyelamatkan Hel-chan, kan? Nah, itu benar-benar ada. Tentu saja ada. Jangan meremehkan dunia seperti itu, wahai pria besar. Jika tidak ada orang lain yang mau melakukannya, maka aku akan melakukannya.”


"Apa yang sedang kamu bicarakan?"


"Kau tidak bisa mendengarkan aku!?"


Shinobu beranjak ke depan, mendorong Týr ke samping, dan berdiri tepat di depan Fenrir. Serigala itu seukuran bus atau truk, sehingga rahangnya yang menganga cukuplah besar untuk menelan seorang anak SMA bulat-bulat.


Tapi dia tidak ragu-ragu.


Jinnai Shinobu melemparkan lengan kanannya ke depan dan ke dalam mulut binatang buas itu. "Apakah kau sudah selesai mengeluh!? Aku bilang, aku akan pergi untuk menyelamatkan Hel-chan dengan segera! Masalah bagimu!?”


"...!?"


"Aku tidak tahu berapa banyak yang bisa aku lakukan. Aku akan mencoba semampuku, tapi aku tidak bisa menjamin bahwa aku sanggup menyelamatkannya. Bagaimanapun juga, aku hanyalah seorang anak SMA biasa. Tapi aku akan melakukan semua yang aku bisa. Aku benar-benar akan mempertaruhkan hidupku untuk menyelamatkannya. Apakah itu cukup?”


"Kenapa? Apa Hel bagimu?”


"Mana kutahu? Itu semua tergantung pada apa yang terjadi. Bahkan mungkin kau akan iri padaku, tapi aku tidak peduli jika semuanya tidak berjalan dengan baik. Aku ingin menyelamatkannya, jadi aku akan melakukannya. Apakah aku harus memikirkan lebih dari itu? Hm?”


"..."


"Aku tidak tahu mengapa, tapi Youkai dan makhluk-makhluk sejenisnya benar-benar selalu menyukai aku. Sejujurnya, aku sungguh tidak berpikir bahwa kau akan memakanku di sini. Tapi itu adalah intinya. Ini bukan tentang bentuk, kekuatan, atau atribut. Apa yang menggerakan hatimu dan mengisi tubuhmu dengan kekuatan, adalah sesuatu yang berasal dari tempat lain.”


Taring rakasasa menusuk lengan kanannya saat Shinobu berbicara.


"Jika ada hal yang menyenangkan, kita bisa tertawa. Jika mereka sedih, kita bisa menangis. Seperti itulah seharusnya. Maka, orang akan marah jika ada orang lain yang diinjak-injak di bawah kaki. Ya, aku juga marah. Tapi, biarkan aku meminta ini. Aku meminta agar kau menitipkan kemarahanmu padaku, sehingga aku bisa tampil dan menyelamatkannya. Bisakah kau berjanji tentang hal itu padaku? Aku menempelkan lenganku di mulutmu karena aku pikir kau adalah seseorang yang dapat menjaga janji. Jadi bisakah kau memenuhi harapanku?”


"Baiklah," terima Fenrir.”Tapi aku akan mengawasimu, wahai manusia. Kau telah mengklaim bahwa kau akan mempertaruhkan nyawamu, jadi lakukan semua yang kau bisa. Jika kau mundur dan kau gagal untuk menyelamatkan Hel, aku akan merobek lenganmu seperti yang dijanjikan. Bahkan jika tubuh fisikmu tidak sedang berada di sini, lenganmu tidak akan pernah bergerak lagi jika aku melepasnya dari tubuh spiritual-mu. Itu adalah kontrak yang kita buat.”


"Baiklah, aku tak keberatan."


Shinobu tersenyum dan lengannya meninggalkan mulut si serigala dengan tenang.


Namun, itu bukan karena dia menarik lengannya. Seluruh tubuhnya melayang. Dia terlambat ingat bahwa ini adalah jiwa tanpa tubuh dan tubuh fisiknya berada di tempat lain.


"Sepertinya seseorang akhirnya datang untukku."


"?"


"Tubuhku tidak sepenuhnya mati. Dan tampaknya ada seseorang yang telah meniupkan kembali nyawaku ke dalam tubuhku. Itulah yang menyebabkan jiwaku mengambang seperti ini.”


Shinobu tidak pernah memalingkan pandangannya dari Fenrir saat ia melayang secara tidak menentu untuk pergi.


Dia menatap mata binatang buas tersebut secara langsung, yang bahkan tidak berani dilihat oleh para dewa.


"Kalau begitu, aku akan kembali. Aku akan kembali ke permukaan dan menyelamatkan Hel-chan bersama-sama yang lainnya. Dan aku akan melakukan semua yang aku bisa untuk menyelamatkanya. Kau cukup menonton dari sini. Aku akan melindungi adik perempuanmu dan menepati janji yang telah kubuat denganmu.”


"Hmph."


Fenrir dengan tenang menutup matanya saat tubuh Shinobu mulai meninggalkan penjara dengan cepat.


Tapi sebelum ia melakukannya, Týr menggunakan salah satu lengannya untuk meraih tangan Shinobu.


"Ah."


Bahkan dewa sekalipun tak tahu mengapa si anak SMA biasa melakukan tindakan nekad itu, sehingga Týr mengajukan suatu pertanyaan.


"Apa yang harus aku lakukan? Apa yang membuat anak manusia sepertimu melakukan sesuatu yang seharusnya dikerjakan oleh dewa sepertiku. Ini adalah sesuatu yang harus kumengerti. Jika aku melakukan...!!”


Sementara mengambang dalam posisi terbalik, Shinobu memberikan jawaban yang jelas.


"Pikirkan sendiri. Pikirkan tentang suatu tindakan yang tidak akan membuat orang yang mengerjakannya menyesal. Jangan biarkan dirimu jadi busuk dengan melakukan hal-hal yang orang lain katakan. Itu adalah aib bagi seorang dewa.”


"Heh."


Itu menyelesaikan sesuatu.


Týr membalikan punggungnya ke arah binatang besar yang menutup matanya untuk menolak dunia.


"Suatu hari nanti..."


Ia membayangkan rahang teman lamanya yang pernah mengambil lengannya.


"Suatu hari nanti, aku akan berjanji sembari mengulurkan lenganku di dalam mulutmu lagi. Bahkan jika rantai yang menahanmu telah rusak dan jiwamu tidak lagi dipenuhi oleh rasa kasih sayang, dewa perang dan kemenangan yang ada di hadapanmu ini akan berdiri untuk membantu temannya yang membutuhkan!!”


Týr menggebrak tanah dengan kakinya.


Setelah menyelesaikan itu, Jinnai Shinobu dan Týr terbang ke Asgard layaknya kurcaci yang memegang balon untuk melambung di langit.


Mereka melesat secara lurus menuju tempat di mana tubuh Shinobu berada.


Bahkan pada saat-saat terakhir, Fenrir tidak membuka matanya.


Dia terlihat seperti sedang mendongkol, tapi dia melepaskan suatu dengusan terakhir.


"Hmph."



Part 8[edit]


Tembakan dari Rush melelehkan peti mati es dan Jinnai Shinobu pun kembali hidup.


Secara sia-sia, dia menaruh tangannya di belakang kepala untuk memamerkan tubuhnya.


"Jinnai Shinobu ☆ kembali!! Maaf tentang menunggu, wahai semua orang, tapi kita semua tahu bahwa jagoan utama selalu muncul dengan elegan di…...oh, ya ampun!? Ke-kenapa Yuki Onna menyerang segala sesuatu tanpa pandang bulu dengan pemandangan mengerikan di wajahnya!?”


Si Yuki Onna berdada rata sedang menyerang ke arah Rush dengan wajah yang benar-benar mengerikan.


"Dan mengapa kalian semua hampir telanjang!? Kenapa kalian tidak memanggil aku kembali lebih cepat!?”


Senjata setinggi 50 meter itu telah mengakhiri era nuklir, namun badai absolute zero (Jangan malu! Ini adalah istilah kimia yang legit!) yang berputar-putar di sekitar Yuki Onna tampaknya sudah cukup untuk memberikan dampak buruk pada pergerakan Object tersebut.


Dan ketika seseorang mampu memberikan serangan balik, seluruh jalannya pertempuran berubah.


Pertama, Baby Magnum terbebaskan dari serangan Rush. Accelerator telah robek meriam utama lainnya, tapi Putri bergerak mundur dengan cepat. Tentu saja, orang yang mendarat tepat di hadapan Level 5 #1 untuk menyerangnya adalah Kamijou Touma.


Misaka Mikoto juga terbebaskan dari serangan sengit Rush. Dia menggunakan Railgun kebanggaannya untuk membidik Hishigami Mai. Sekeping koin yang dipercepat hingga tiga kali kecepatan suara ditembakan. Ketika Deadly Dragon Princess sedang sibuk berurusan dengan semua serangan, Quenser dan Heivia menembaki Mai dari arah yang berbeda.


Tidak ada cara untuk mengalahkan White Girl yang menghamburkan film di mana-mana, tapi tampaknya dia bertahan terhadap setiap jenis serangan dengan mengubah parameter untuk menghilangkan kelemahannya sendiri. Jika seseorang terus-menerus menyerangnya dengan teknik membunuh yang bervariasi, maka orang tersebut dapat menahan dia selama mungkin walaupun tidak bisa membunuhnya. Killer Queen meninggalkan White Girl dalam keadaan: "sama saja dengan mati".


Sembari melihat itu semua, Shinobu ditanyai suatu pertanyaan oleh Týr yang ikut turun ke permukaan.


"Apa yang harus kita lakukan!?"


"Aku berjanji pada Fenrir bahwa aku akan melakukan apapun yang aku bisa, jadi aku akan melakukan sesuatu tak peduli itu akan membantu ataukah tidak!! Ngomong-ngomong, apa yang dapat kau lakukan sebagai seorang dewa!?”


"Aku adalah dewa pertempuran dan kemenangan."


"Kalau begitu mari kita gunakan julukanmu itu. Mari kita coba segala sesuatu yang kita butuhkan untuk menang!!”


Setelah meninggalkan peti mati es, Jinnai Shinobu berlari ke arah Zashiki Warashi berbaju dedaunan.


Sementara itu, Týr hanya melihat ke satu-satunya telapak tangan yang dia miliki.


"Dengan nama dewa tempur dan kemenangan sejati..."


Dia mengepalkan tinjunya dan mendorongnya ke langit.


"Aku menjanjikan para petarung ini suatu kemenangan tertentu!!"


Tidak ada ledakan atau kilatan cahaya, tapi hasilnya luar biasa.


Nike dari mitologi Yunani dan Hitokotonushi-no-Kami dari mitologi Jepang dikenal sebagai dewi kemenangan. Sama halnya dengan mereka, beberapa dewa diagung-agungkan karena mereka sanggup mengabulkan "kemenangan" atau "kesuksesan", bukannya sesuatu seperti "kekerasan" atau "kehancuran". Tentara yang berjuang di bawah naungan mereka akan meraih kemenangan atau kesuksesan tertentu. Sehingga, ada legenda yang menceritakan bahwa untuk memperoleh kemurahan hati dewa-dewa tersebut, mereka harus berperang demi tujuan memenangkan peperangan lainnya. Atau, menyelesaikan tes untuk mencapai keberhasilan dalam suatu hal yang lain.


Tidak berbeda dengan Týr.


Dia sendiri tidak bisa menang, tapi ia bisa membuat kekuatan orang lain menjadi selaras dengannya untuk memperoleh kemenangan.


Jadi...


"Oh? Ohhhhh!!”


Higashikawa Mamoru memberikan teriakan yang aneh saat ia bertarung melawan Shizuna of Electrocution.


Gadis kelinci yang berada di sampingnya tampak bingung.


"Absurdity milik kita sedang diperkuat... tidak, ditulis ulang? Oh, ini buru Ini benar-benar buruk. Kita sudah memanipulasi probabilitas untuk sesuatu yang begitu konyol, tapi ini semakin mendorongnya lebih jauh lagi!!”


Pertempuran meningkat dengan cepat.


Seakan-akan, mereka ditransferkan suatu energi yang entah datang dari mana, dan membuat mereka semakin kuat.


Satu-satunya yang tidak memperoleh efek ini adalah, seperti biasa, Kamijou Touma.


Pria berambut runcing mendengar kepakan sayap yang besar, sehingga ia melihat ke atas. Di sana ada Wyvern hitam. Dia tidak tahu bagaimana itu bisa terjadi, tapi si bocah jelas-jelas sedang duduk di punggung si naga.


Didorong oleh emosinya, Kamijou berteriak padanya.


"Pergilah!! Sekarang jalannya sudah kami bersihkan! Terbanglah ke tempat Hel berada dan selamatkan dia!!”


Seolah-olah mematuhinya, Níðhöggr mulai mengepakkan sayapnya untuk terbang lebih jauh.


Tapi si naga tidak terbang tinggi ke langit. Ini sedang mengumpulkan kekuatan untuk menyerang lurus ke depan layaknya roket atau rudal.


Tapi sebelum itu, Kamijou pikir, dia mendengar suara derik listrik.


Namun, derikan itu tidak sama dengan listriknya Misaka Mikoto atau Shizuna of Electrocution. Suara itu bahkan tidak berasal dari percikan listrik. Sebaliknya, itu berasal dari semassa energi berputar-putar yang berada di dalam pohon hitam besar.


Kekuatan tersebut lepas kendali.


Ini jelas berbeda dengan ketika Object kolosal atau Academy City Level 5 # 1 muncul. Semacam tangan muncul dan melepaskan kekuatan yang menghasilkan suara statis intens yang menyakiti pendengaran mereka. Udara terpecah-belah karena kekuatan destruktif yang dilepaskan oleh tangan tersebut. Perlahan-lahan, ujung jari-jemari merangkak keluar ke dunia.


"Siapa... itu?" erang Kamijou Touma.


Dia adalah seseorang yang belum pernah terlihat sebelumnya. Dan dia adalah orang yang seharusnya tidak boleh bertemu dengan mereka.


Dan "seseorang" itu perlahan memecahkan layar hitam dan melangkah keluar.


"Siapa itu!?"



Part 9[edit]


Loki telah disingkirkan layaknya sampah di salah satu sudut Asgard, tapi dia telah melakukan segala sesuatu yang sudah direncanakannya. Si dewa hanya perlu menunggu hasil yang akan datang, jadi dia menyeringai ketika menyadari bahwa rencananya sedang berjalan dengan mulus.


"Jadi itu akhirnya di sini."


Banyak dunia yang benar-benar asing eksis di luar budaya Norse, contohnya : To Aru Majutsu No Index, Heavy Object, Zashiki Warashi No Intellectual Village, Satsujin-ki To Deep End, dan Kantan na Enquete desu.


Tapi ada suatu wilayah rahasia lain yang berada di luar itu semua.


"Dunia asli yang tidak akan pernah dibicarakan: ----------"


Itu adalah suatu kota yang sanggup mengabulkan keinginan dari setiap pengunjung tetapi dalam gaya yang aneh. Itu adalah kisah dalam waktu yang sangat singkat ketika seorang anak laki-laki dan seorang gadis saling berpapasan satu sama lain di sana. Dan juga, ketika mereka melarikan diri.


Namun ...


"Tidak, tunggu. Ini salah alamat. "


Untuk pertama kalinya, Loki menyuarakan suatu pertanyaan.


Situasi ini terus berkembang dan melampaui apa yang penipu tersebut bisa kendalikan.


"Kemana cabang hitam itu tumbuh? Aku belum pernah mendengar tentang dunia ini sebelumnya!"


Suatu monster yang belum pernah ada sebelumnya menjawab seruan Hel dan menunjukkan dirinya.



Summon://[email protected] Shoukan://Blood-Sign."Shiroyama_Kyousuke".



Itu adalah nama dari summoner yang dapat bertarung bebas dengan memanggil Materials, dia adalah penghuni dunia lain, dia berasal dari tempat yang begitu asing.


Itu adalah nama anak laki-laki yang menguasai batas kekuatan teratas. Dia adalah seorang anak laki-laki yang bertarung dengan kekuatan tersembunyi para dewa, yaitu Regulation, Divine, dan Unexplored.



Part 10[edit]


Bola cahaya merah yang tak terhitung jumlahnya tersebar di seluruh daerah.


Anak laki-laki yang mengendalikan bola-bola itu tampak tidak berbeda dari pria biasa. Dia mengenakan jaket olahraga ber-merk yang juga dibuatnya sebagai kerudung. Satu-satunya hal aneh pada penampilannya adalah tiang sepanjang 180 cm yang dipegang di tangannya.


Bencana mulai semakin terasa intens ketika seorang gadis bergaun kuil muncul bersama dengan pria itu.


Namun ...


"Apa?"


Sesaat kemudian, gadis itu meluluh. Itu adalah semacam lendir tembus pandang berwarna hijau dan monster sebanyak 700 liter mengelilingi anak itu.


"Apa itu?"


Pada saat mereka menyadari apa yang mereka lihat, bentuknya berubah lagi.


Itu berubah menjadi iron maiden* yang bentuknya seperti jam tua penuh dengan tipuan mematikan. Itu berubah menjadi cumi-cumi besar dengan rantai tebal sebagai pengganti tentakel. Itu berubah menjadi bola besar yang terbuat dari binatang tak terhitung jumlahnya dan kepala naga. Itu berubah menjadi pohon ceri menyeramkan yang hanya tumbuh berkembang setelah menguras nutrisi manusia. [Baca NT 12.]


"Tunggu sebentar. Berapa banyak itu akan berubah!?"


Bentuk monster itu tidak pernah tetap.


Beberapa detik kemudian, monster itu mendapatkan tubuh lain dengan segera.


Kamijou dan yang lainnya dengan linglung melihat monster berpenampilan mengerikan dan berkecepatan tinggi tersebut.


Mereka akhirnya menyadari bahwa reaksi bengong yang mereka tunjukkan bisa dengan mudah menjadi suatu kesalahan mematikan. Namun, Index segera bergumam pada dirinya sendiri sambil memegang jubahnya dengan kedua tangan.


"Apa itu ...? Itu tumbuh ... tidak, itu sedang memperkuat!?"


"Maksudmu, makhluk itu menjadi lebih kuat dan terus memperkuat dirinya!? Kita semua harus menyerangnya sekarang juga sebelum dia tumbuh menjadi lebih besar !! "


Kamijou berteriak pada yang lain, mengepalkan tinjunya, dan menyerang makhluk itu. Yang lain mengikutinya.


Tapi itu sudah terlambat.


Suatu pancaran sinar yang luar biasa ditembakkan.


Jika Baby Magnum tidak segera bergerak maju dan melindungi mereka dengan armor anti-nuklir-nya, semuanya mungkin telah terbakar menjadi abu. Meskipun begitu, armor-nya pun masih mencair dengan warna oranye.


Sembari dilindungi oleh Object setinggi 50 m, Quenser mendongak dan gemetar.


Leher makhluk yang menjadi lawan mereka menjulang ke langit bahkan lebih tinggi daripada Object.


"Yamata-no-Orochi," kata Zashiki Warashi berbaju dedaunan. "Seekor ular sungai, baja, dan api. Ini bukanlah monster yang unik. Apakah pria itu bisa dengan bebas memilih monster dan dewa-dewa yang berbeda dari legenda di seluruh dunia, kemudian memanggil mereka!?"


"Itu naik selangkah. Semuanya adalah pengaturan untuk mencapai titik ini!” teriak Index.


Namun, Týr memelototi ular mengerikan tersebut seolah-olah ingin menantangnya.


"Tapi kalian memiliki dewa kemenangan di sisi kalian. Terus bergerak dan aku akan mendukung kalian bahkan jika aku harus memutar nasib dan hukum-sebab-akibar sehingga kalian bisa menang!!”


Mereka mungkin bisa melakukan ini dengan bantuannya.


Bahkan dalam pertarungan antara dewa, kekuatan dewa "kemenangan" mungkin merupakan bantuan yang menguntungkan.


Tapi sesaat kemudian, Baby Magnum terbalik bagaikan mainan.


"...!?"


Mengapa? Bagaimana? Untuk alasan apa?


"Waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhh!?"


Tidak ada waktu untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti itu karena Kamijou dan yang lainnya harus menyebar ke segala arah untuk memastikan mereka tidak lumat karena tertimpa benda sebesar itu.


Baby Magnum berguling tiga kali dengan mudahnya.


Entah bagaimana, Object tersebut berhasil membalikkan perangkat-propulsi-listrik-statis berbentuk Y miliknya di atas tanah. Akan tetapi, hampir 100 laras meriamnya hancur dan bengkok. Tak perlu dikatakan, meriam-meriam tersebut dihancurkan oleh berat sendiri Object yang bobotnya mencapai 200,000 ton.


Tapi, apa yang sanggup membalikan benda seberat itu?


Dan juga, apakah itu cukup kuat untuk melakukannya meskipun kekuatan Týr telah mengubah medan perang ini menjadi area kemenangan Kamijou dan yang lainnya?


"Heh heh heh ☆"


Dengan robohnya Baby Magnum yang menghalangi pandangan, si pria summoner itu terlihat sekali lagi. Dan yang berdiri di sampingnya adalah "hasil akhir" dari monster yang telah dia kembangkan sampai saat paling terakhir.


Itu adalah seorang gadis cantik.


Twintails peraknya mencapai pinggang dan dia mengenakan pakaian perak yang dimodifikasi dari gaun pengantin. Dia ditutupi dalam warna putih dan dia bersandar terhadap si pria summoner sembari menekuk lengannya. Dia pun terkesan meremehkan Kamijou dkk.


Apa yang telah dia lakukan dengan lengan ramping itu dan bagaimana cara dia melakukannya?


Kamijou tidak bisa menemukan jawaban, tapi gadis itu berbicara dengan keyakinan mutlak dalam suaranya.


"Dewa? Kekuatan kemenangan? Siapa yang peduli tentang semua itu? Itu hanyalah suatu jenis kedewaan dari begitu banyak mitologi. Unexplored berada luar Regulation dan Divine, tapi aku berdiri di puncak yang bahkan lebih tinggi daripada itu semua. Apakah kalian benar-benar berpikir bahwa kalian sanggup menghentikan satu lembar rambutku?”


Pakaian si gadis berdesis.


Bajunya langsung berubah menjadi tombak besar, kapak, dan pedang. Lantas bena-benda tajam itu dilepaskan ke segala arah dengan kecepatan yang menakutkan.


Senjata-senjata itu menghancurkan setiap jenis material dan bahkan merobek pemandangan.


Senjata-senjata itu dengan mudah menusuk ke dalam armor Object seberat 200,000 ton. Baju si gadis berdesis lebih keras dan membalik ke atas.


Deru angin terdengar seperti kereta yang melewati terowongan bawah tanah.


"Ap-...?"


Yang muncul di hadapan Kamijou dan yang lainnya bukan lagi senjata yang dapat diandalkan dalam suatu perang.


Itu adalah senjata yang jauh lebih primitif dan jauh lebih luar biasa.


Itu adalah suatu memukul raksasa yang bisa menghancurkan setiap rintangan di hadapannya.


Benda itu bergerak secara vertikal, horizontal, dan ke segala arah.


Setiap pukulan mengandung kekuatan tumbukan yang cukup untuk membentuk kawah. Si gadis dengan santai mengayunkannya layaknya seorang anak kecil yang ngambek karena tidak dibelikan mainan.


Semua orang terbalik dalam sekejap.


Rasanya seperti menghadapi Perdana Menteri dalam permainan catur.


"Fwa ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha hahahaha hahahaha!!”


"K-Kau pasti sedang bercanda!!"


Heivia terlalu sibuk berguling-guling dan berusaha melarikan diri untuk mengangkat dan membidikkan senapannya. Jika dia tertegun bahkan hanya sesaat, ia akan tergencet pemukul itu dan berubah menjadi daging tentara cincang.


Kemudian, Quenser memberikan suatu teriakan.


"Tunggu! Jika dia terus menyerang seperti itu, Putri akan hancur berkeping-keping di dalam sana!”


"Hei, Zashiki Warashi! Berhentilah berpura-pura menjadi lemah. Serangan fisik tidak bekerja pada Youkai, jadi pergilah untuk mengambil pemukul itu dan hentikan dia sekarang juga!”


Jinnai Shinobu berteriak padanya dari jarak dekat, tapi Zashiki Warashi hanya terlihat kesal.


"Tubuhku mungkin kuat, tapi refleks-ku tidak lebih baik daripada seorang manusia biasa. Mungkin aku masih bisa berbuat banyak jika benda itu menyerang lurus ke arahku, tapi ketika benda itu bergerak di sekitar dengan cepat dan tak terduga, apakah kau benar-benar berpikir ada sesuatu yang bisa aku lakukan?”


Ratu itu mengayunkan senjata tumpul seberat lebih dari 200,000 ton.


Baginya, itu hanya hiburan di waktu luang.


Tampaknya, si gadis mulai bosan melihat Kamijou dan yang lainnya berlarian di sekitar untuk menghindari senjatanya. Sehingga, dia mulai mengeluarkan serangannya yang sebenarnya, yaitu serangan yang bisa dengan mudah mengakhiri pertarungan ini.


Satsuki meremas tali karet khususnya dengan kedua tangan.


"Jadi apa yang akan kita lakukan? Kita selalu bisa menyerang si pria summoner.”


"Tidak, serangan kita akan dibelokkan oleh lingkaran pelindung miliknya. Tidak ada yang bisa kita tembus kecuali kita menggunakan tangan kanan Touma atau sesuatu yang dapat menghancurkan area irasional di sekitar summoner.”


"Oh?"


Si ratu tertawa dengan ekspresi penuh penghinaan di matanya.


"Tentunya…tentunya....Kalian tidak berencana untuk mengganggu kakak tersayangku di depan mataku. Kalian benar-benar tahu bahwa itu akan menjamin 10,000 kematian bahkan jika itu hanya suatu lelucon April Mop, bukan?”


Pakaian si ratu sekali lagi berdesis dan berubah menjadi senjata yang tak terhitung jumlahnya.


Sesuatu ditembakan ke segala arah dari punggungnya. Seseorang mungkin akan menyebut benda itu sayap atau gunungan pisau, tapi nyatanya, itu adalah sesuatu yang jauh lebih buruk. Apapun itu, benda yang menyebar dari punggung si ratu terlihat seperti suatu lubang yang biasa ada pada gambar Tuhan dalam lukisan keagamaan.


Masing-masing dari kumpulan benda tersebut pastilah memiliki kekuatan yang cukup untuk menembus Object dengan mudah.


Kamijou mendecakkan lidahnya dan berteriak kepada si bocah dan Níðhöggr yang juga telah tertahan karena serangan si ratu.


"Pergilah!! Kita akan melakukan sesuatu terhadap dirinya, jadi, pikirkan saja tentang cara untuk menyelamatkan Hel!!”



Part 11[edit]


"Hel," gumam si bocah dari punggung naga besar.


Níðhöggr semakin kuat mengepakkan sayapnya untuk melesat dan dampak dari kecepatan luar biasa melilit tubuh si bocah. Mereka berdua meluncur dan terus maju seakan-akan membelah langit. Seluruh pemandangan berubah menjadi garis lurus. Mereka merobek dan melalui layar hitam, dan mereka mendekati inti pusat kekacauan di mana Hel menunggu.


"Hel!!"


Kain putih milik si ratu menggeliat dan dengan mudah melanggar hukum kekekalan massa. Dalam sekejap, tercipta lautan kain. Semua kain tersebut berubah menjadi kapak raksasa dan pedang. Dia mengayunkannya ke bawah satu demi satu. Tapi itu terlalu lambat untuk bersaing dengan kecepatan Níðhöggr. Ketika senjatanya meleset, ribuan pedang dan kapak itu merobek tanah di bawahnya, tapi si bocah itu tidak menengok ke belakang.


Dia menatap lurus ke depan.


Dia memandang ke arah gadis yang sedang menangis kesakitan sendirian setelah melepaskan julukan "Ratu Alam Baka" dan mengumumkan bahwa ia akan menyelamatkan semua orang.


(Aku akan menyelamatkannya.)


Dia tidak ragu-ragu dan dia tidak merasa takut.


(Aku akan mencapai Hel dan aku akan membawanya pulang!!)


Pada saat itu, mungkin si bocah memiliki tekad yang sama kuat dengan tekad yang dimiliki oleh Kamijou Touma atau Quenser Barbotage.


Tapi itu jugalah yang menjadi alasan mengapa Hel, sebagai musuhnya, mengambil tindakan untuk benar-benar melenyapkan mereka.


Mari kita kembali pada suatu hal lain.


Hel telah menyingkirkan julukan yang telah diberikan padanya. Dia sekarang hanyalah seorang gadis biasa seperti ketika dia dilahirkan dulu. Namun, kegelapan apa yang berputar-putar di sekelilingnya itu?


Beberapa orang akan menyebutnya badai hitam.


Yang lainnya akan menyebutnya suatu pohon hitam.


Keduanya adalah salah. Itu adalah pohon dunia baru yang telah diciptakan oleh Hel sebagai ketua dewa "lain". Dengan memperluas cabang dan akar yang tak berakhir, pohon itu bisa dengan bebas memanggil pasukan yang tak terhitung jumlahnya dari luar sembilan dunia Norse.


Tetapi pada saat yang sama, pohon itu adalah perwujudan semua dosa orang-orang yang telah dikirim ke Niflheim.


Ini adalah cap yang Odin telah tempelkan pada siapa pun yang dilihatnya sebagai jiwa tidak berguna. Latar belakang dan amal perbuatan orang-orang itu diabaikan, sehingga mereka dilemparkan ke Niflheim dan dipaksa menjalani penyiksaan abadi tanpa harapan keselamatan.


Itulah yang membuat orang dikirim ke alam baka.


Itulah yang merampas semua harkat dan martabat mereka.


Hel berusaha untuk membersihkan semua jiwa dengan melimpahkan semua dosa tersebut ke dalam dirinya sendiri. Dan dosa itu pun meluap ke sekitarnya tanpa akhir.


Dan yang terburuk dari semua itu adalah, seorang bocah tertentu berani melemparkan dirinya sendiri ke pusaran itu untuk menyelamatkannya.


Itu adalah dosa umat manusia, sehingga Youkai, naga, dewa, atau makhluk non-manusia lain mungkin mampu menanggungnya.


Tapi tak ada peluang bagi manusia normal.


Dengan kata lain, itu adalah kematian baginya.


Untuk melindungi Hel, kumpulan dosa masif itu mencegah segala sesuatu yang berusaha menuju ke pusat. Dan itu menyerang si bocah.


"Ah."


Dia bahkan tidak punya waktu untuk menjerit.


Níðhöggr berhasil melarikan diri dari serangan si ratu ketika serangan tersebut mendekat dari jarak jauh, tapi si naga tidak dapat sepenuhnya menghindari serangan tuannya.


Hanya sekejap.


Tubuh bocah itu tanpa ampun terlempar ke dalam wadah dosa hitam dan bencana kematian.


Tidak ada keajaiban yang terjadi.


Jelas apa yang akan terjadi.



Part 12[edit]


“…………………………………………………………………………………………Tidak mungkin.”


Sesuatu yang kecil bentak pada Hel.


Kegelapan itu adalah penyakit yang menggerogotinya, sekaligus merupakan bagian tubuhnya. Sehingga, kegelapan itu juga bertindak sebagai ujung jari, mata, dan telinganya.


Itulah mengapa dia menyadari apa yang sedang terjadi.


Kegelapan itu sendiri telah menghancurkan si bocah.


Hel ingin menyelamatkan semua orang dan dia bersedia untuk menanggung segala dosa untuk mencapai tujuannya itu.


Untuk mencapai keinginannya itu, dia telah memisahkan dosa terhadap jiwa manusia dan melemparkannya ke dalam Niflheim.


Seharusnya tidak berakhir seperti ini.


Kumpulan dosa masif itu telah membentuk pohon hitam dan juga merupakan alatnya. Namun Hel tak pernah menyangka bahwa kumpulan dosa masif itu ternyata memiliki kehendak sendiri dan kini ingin menghabisi nyawa si bocah.


Tapi sekarang, semuanya tidak berarti.


Semuanya sudah terlanjur terjadi.


"Ah."


Bahkan setelah ini semua terjadi, Hel telah mempertahankan beberapa bentuk harga dirinya.


"Ahh..."


Tapi sekarang, harga diri itupun telah hancur.


Sebagai makhluk yang memiliki kekuatan setara dengan ketua dewa, ia begitu membenci Odin yang secara egois memaksakan dosa pada jiwa seseorang dan melemparkannya ke dalam jurang kenestapaan. Dia telah bersumpah bahwa ia tidak akan pernah menjadi seperti dia. Ia akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik.


Tapi harapan itu pun juga sudah lenyap.


Pada akhirnya, ia melakukan hal yang sama seperti si dewa berjanggut.


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!?"


Kali ini, jiwa Hel benar-benar sudah rusak.



Di Asgard, Waltraute menghentikan pertarungan untuk menghadang saudari-saudarinya agar tetap berada di tempat. Dia malah menatap kosong ke permukaan tanah yang jauh berada di bawahnya.


Dia terpana dan lengah sampai-sampai dia hampir tertusuk oleh tombak milik kakaknya. Tapi Brynhildr menahan Spear of Destroying Lightning miliknya.


"Ha ha."


Seseorang tertawa.


Itu adalah tawa dari seorang dewa laki-laki.


Waltraute menolehkan kepalanya dengan kaku layaknya gerakan robot. Dia memandang si dewa yang berdiri di tepi salah satu dari tujuh Bifröst dengan tatapan mata kosong dan mengerikan.


Itu adalah Loki.


"Ha ha ha ha ha ha!! Selesai sudah! Akhirnya selesai sudah! Hel sudah benar-benar rusak dan mulai menyusuri jalan kehancuran. Ketika kakaknya melihat ini, Fenrir akan mengoyak Gleipnir dan melahap Odin!! Ini semua kulakukan semata-mata agar hal itu terjadi. Ini semua kulakukan untuk membatalkan skenario peramalan Ragnarök yang juga berarti kiamat bagi kita semua!! Dan sekarang tujuan itu telah terpenuhi, wahai semuanya!! Bagaimana kalau kalian bersukacita!?”


"Apa yang akan kamu lakukan?"


Brynhildr menanyai adiknya, bukan Loki.


"Jika kau hendak membunuhnya, aku akan membantu. Katakan saja apa yang bisa aku lakukan.”


"Aku tidak peduli." Loki sepertinya tidak bisa menghentikan tawanya.”Bagaimanapun, bencana akan menyebar tanpa akhir sekali Fenrir dilepaskan. Odin pasti akan terbunuh, tapi aku ragu bahwa aku akan melarikan diri tanpa cedera walaupun aku yang menarik pelatuknya. Apakah kau benar-benar berpikir bahwa aku akan mengubah akhir dunia jika aku tidak siap untuk itu?”


Gerakan baru muncul di hamparan tanah di bawah mereka.


Setelah membungkus bocah itu, kegelapan tebal itu tersebar dan dibersihkan.


Dosa manusia tidak cukup untuk menyakiti Níðhöggr, tetapi bocah yang berada di punggungnya benar-benar sudah lemas tanpa tenaga sedikit pun. Anggota tubuhnya lunglai dan rambutnya terurai seiring hembusan angin. Sekarang, dia lebih mirip benda daripada makhluk hidup. Sekarang, dia hanyalah gumpalan daging.


Tapi ada hal lain yang terjadi pada penonton.


Bocah itu tidak terbunuh oleh kekuatan gaib yang aneh.


"..."


Suatu pisau kecil tertusuk di tenggorokannya.


Kertas masih dianggap sebagai barang berkelas tinggi dalam peradaban Norse. Jadi, para bocah menggambar lukisannya pada papan kayu dan perlengkapan seni lainnya. "Kuas" tampak lebih seperti alat pahat. Ini karena, tulisan mereka dibuat dengan garis lurus, sehingga bisa dengan mudah diukir pada papan kayu atau sebatang tulang.


Benda itulah yang menusuk ke tenggorokan si bocah.


Dia tidak dibunuh oleh senjata seorang penjahat. Melainkan, dia dibunuh oleh peralatan gambarnya sendiri.


"Oh, itu bukan salahku." Loki masih saja mencemooh.”Ha ha!! Apakah rasa sakit dan ketakutan di dalam kumpulan dosa itu begitu kuat!? Sehingga dia bunuh diri sebelum tertelan di dalamnya!!?? Sayang sekali, Waltraute. Dia tidak ditelan oleh dosa, tapi apa bedanya?? Odin tidak akan pernah menerima seseorang yang menghindari pertempuran melalui bunuh diri. Jiwa bocah itu akan dilemparkan ke dalam Niflheim, sehingga kau kehilangan kesempatanmu untuk mengambil dia sebagai Einherjar!!”


Siegrune dan Rossweisse memikirkan hal yang sama: Oh, sayang. Waltraute pasti akan membunuh Loki saat ini. Dia akan merobek Loki jadi dua….belum puas....dia akan merobeknya lagi menjadi sembilan potongan. Dan dia akan menggunakannya untuk menghiasi masing-masing dari sembilan dunia.


Tapi mereka salah.


Waltraute bahkan tidak melihat ke arah Loki. Dia hanya bergumam pada dirinya sendiri.


"Tidak, ada sesuatu yang salah."


"?"


"Apa itu? Tunggu... Inikah kenapa dia menghabisi nyawanya sendiri!?”



Part 13[edit]


Valhalla adalah istana Odin di dalam Asgard. Di ruang tahta, ketua dewa berpenutup mata tersebut duduk diam di singgasananya.


Dia tidak melalaikan tugasnya; singgahsana itu adalah benda sihir dengan kemampuan khusus. Benda sihir itu bernama Hliðskjálf. Dengan hanya duduk di sana, dia bisa melihat semua hal yang terjadi pada sembilan dunia.


Dan ketika simbol kekuatannya, Gungnir, dikombinasikan dengan Hliðskjálf, dia pun tak terkalahkan.


Gungnir adalah suatu tombak lempar. Ketika dilempar, benda itu akan selalu terbang menuju organ vital si target. Benda itu tidak bisa ditembak jatuh atau dibelokkan oleh armor apa pun ketika melayang. Setelah mengenai targetnya, benda itu akan selalu kembali ke pemiliknya.


Yang musuh bisa lakukan hanyalah berdoa agar dirinya tidak menjadi target dari tombak itu dan bersembunyi. Namun karena Hliðskjálf adalah “teropong” yang bisa melihat apa pun di sembilan dunia, maka peluang selamat musuh-musuh si janggut adalah nol.


Selama mereka berada di sembilan dunia, tidak ada yang bisa melarikan diri dari serangan Odin.


"Aku telah menyerahkan permasalahan ini kepada anakku dan yang lainnya, tapi sepertinya ini adalah batas kemampuan mereka."


Masih duduk, ia mengulurkan tangannya ke udara.


Entah darimana, tombak muncul di tangannya dan dia mulai menentukan target berdasarkan pemandangan yang terlihat dari Hliðskjálf.


Rentang Efek / Hel dan pohon hitam yang tumbuh di sekelilingnya.


Maksimum Radius / Tidak disebutkan. Membasmi target adalah prioritas utama.


Tombak itu bisa menghancurkan segalanya. Jika dia melakukan kesalahan, tombak tersebut bahkan bisa menghancurkan dunia itu sendiri, tetapi ia tidak ragu-ragu. Dia tidak terlalu peduli tentang sesuatu yang bisa diperbaiki jika itu hancur. Ia hanya terfokus untuk menghancurkan sumber dari semua kekacauan ini.


"Kenapa kau tidak sadar bahwa kau sedang melakukan kekejaman terbesar?"


Seorang dewi berbicara untuk menentang orang yang berdiri di puncak para dewa.


Itu adalah Frigg. Dia adalah seorang dewi yang produktif menciptakan karya-karya. Itu membuatnya menjadi kebalikan dari si ketua dewa yang hanya bisa membuat karya-karya-tidak-produktif seperti: perang, sihir, dan penipuan. Tapi di sisi lain, dia juga istri Odin.


Namun, Odin tidak mengindahkan perkataannya.


"Menciptakan hal-hal baru adalah suatu pekerjaan yang indah, tetapi ketika hal-hal tersebut terus berkembang tanpa akhir, itu akan membawa kekacauan dan kehancuran. Itulah mengapa seseorang harus mengendalikannya. Ini tidak berbeda dari perlindungan tubuh manusia terhadap kanker melalui penghancuran sel yang terkendali dan presisi.”


"Itu tidak mengubah fakta bahwa tombakmu adalah racun yang kuat bagi umat manusia."


"Tapi pada akhirnya, itu akan menyelamatkan mereka. Tidak, mungkin akan lebih tepat jika aku mengatakan: itu akan mengurangi tingkat kerusakan.... Namun apapun itu, satu lemparan saja akan menyelesaikan semuanya. Semuanya akan dicuci bersih.”


Tidak ada lagi yang Frigg bisa lakukan.


Dia bisa berbicara pada Odin secara sejajar sebagai seorang istri, tetapi statusnya sebagai dewa jelas-jelas berada di bawah suaminya. Mungkin saja, Odin akan meletakkan tombaknya setelah mendengarkan apa yang orang lain katakan. Tapi itu sangatlah jarang terjadi ketika dia sudah bersiap-siap melemparkan benda itu.


Jadi, ketika ia sudah berdiri di atas singgasananya, Frigg tahu bahwa semuanya telah berakhir.


Namun, sesuatu yang aneh terjadi.


"...?"


Odin menatap telapak tangannya sendiri.


Dia menyadari adanya beberapa listrik statis aneh merambat melalui seluruh tubuhnya.


"A-apa ini? Seseorang mengganggu keberadaanku!?”


Dengan efek listrik yang menjalar di seluruh tubuhnya, dewa laki-laki berotot, berpenutup mata, berjanggut panjang tersebut menghilang.


Sedetik kemudian, seakan-akan di-teleport, seorang gadis pendek dengan rambut bergelombang pirang, topi seperti penyihir, dan jubah duduk di Hliðskjálf.


Satu-satunya hal yang tidak berubah adalah penutup mata dan Frigg tersentak saat melihat fenomena ini.


"Dewi".


"Apakah kau Othinus!?"


"Kau sungguh tak sopan. Apakah pantas bagi seorang dewa biasa memanggil namaku tanpa gelar penghormatan?”


Gadis ini adalah bentuk lain dari Odin. Suaranya berubah dan terdengar begitu berbeda.


Aliran listrik terus menjalar di seluruh tubuhnya. Dewa laki-laki berotot dan Dewi berpenampilan penyihir tersebut terus bertukar-tukar tempat, seakan-akan proses teleport belum sepenuhnya usai dan terus terjadi.


Gadis itu memaksa agar wujudnya stabil untuk duduk di takhta.


Frigg memilih dan mengucapkan kata-katanya dengan hati-hati.


"Setelah semua ini, apa yang mungkin anda inginkan?"


"Ha ha, 'setelah semua ini'? Aku tidak peduli tentang tempat ini. Sama seperti pria berjanggut itu, aku tidak lagi tahan hanya duduk dan menonton lebih lama lagi. Tentu saja, yang aku lakukan adalah menghentikan semua tindakannya.”


Othinus mengistirahatkan lengannya dan dengan lembut menempatkan kepalan tangannya pada pipi.


"Aku hanya mengulur-ulur waktu sebelum si dewa-terobsesi-perang itu bisa melemparkan tombaknya. Aku harus memaksakan diriku untuk berada di sini. Ini tidak akan bertahan lama, mungkin hanya beberapa menit atau bahkan beberapa detik. Tetapi, sedikit saja tundaan, akan mampu merubah banyak hal.”


"Apakah anda sedang mengatakan bahwa mereka memiliki peluang untuk melawan dewa... yaitu makhluk yang berdiri di puncak surga dan memutuskan segala sesuatu sesuai kehendaknya?”


"Tentu saja mereka punya peluang. Bocah jabrik yang mengepalkan tinjunya itu mungkin terlihat idiot, tapi dia adalah pria yang pernah sekali menyelamatkan dewa yang sedang berbicara padamu sekarang.”



Part 14[edit]


Index mengangkat kepalanya sambil tetap menekan jubahnya.


"Ini buruk... Ini buruk, Touma!! Tampaknya Odin sudah mulai bertindak. Ketika ia bergabung dalam pertempuran ini, dia akan melempar Gungnir, yaitu benda yang akan menghancurkan segala sesuatu yang telah kita usahakan di sini!!”


"Gung... nir?"


Kamijou Touma menelan ludah, nama itu masih terukir jelas di pikirannya.


Dia pernah menantang seorang dewa lain yang juga memiliki Gungnir.


"Benda itu bisa jatuh dari surga kapan pun. Itu mungkin akan menargetkan Hel, tapi aku juga meragukan keselamatan kita. Jika kita terjebak dalam suatu ledakan yang besar, aku tidak yakin tangan kananmu bisa menghentikannya.”


"Masih ada cara," ujar Mikoto.


Sesaat kemudian, tanah dengan cepat membeku. Ini adalah hasil pekerjaan Yuki Onna yang benar-benar bisa mengubah suhu lingkungan menjadi nol. Seluruh daratan membeku dan meluas sampai ke cakrawala. Suatu kotak tipis yang menyerupai kereta salju melayang-layang di atas rel es.


"Jika benda hitam-legam itu memiliki diameter 80 km, itu berarti kita berada di radius 40 km dari pusatnya, iya kan? Dengan superkonduktivitas suhu rendah dan arus listrik bertegangan tinggi yang bisa kuhasilkan, kita bisa meluncur layaknya roket dengan menggunakan teori kereta-motor-linear. Aku tidak tahu di mana tombak tersebut akan dijatuhkan dan bagaimana efeknya, tetapi, kau harusnya bisa menghentikannya karena kau juga bisa menyegel kekuatanku. Jadi, serahkan sisanya padaku.”


"Itu berarti..."


Semua orang terfokus pada satu titik.


Si ratu ber-twintail yang membalikkan semuanya tersenyum dengan tenang.


Quenser bermain-main dengan bahan peledak tambahan di tangannya.


"Kita harus menghentikannya, bahkan jika itu hanya untuk sesaat!!"


Semua orang kecuali Kamijou dan Mikoto bergegas maju ke depan, tapi ekspresi sang ratu tetap tidak berubah.


"Berapa kali..."


Dia tersenyum saat serangan peluru senapan menghujani dirinya.


"....harus aku katakan..."


Dia meraih leher Killer Queen dengan satu tangan.


"Kalian tidak memiliki kesempatan..."


Dia meraih leher gadis kelinci dengan lengan lainnya.


"Sebelum..."


Setiap bagian dari pakaian putihnya menggeliat dan senjata yang tak terhitung jumlahnya seperti: pedang, tombak, kapak ditembakkan keluar.


"....kalian memahaminya?"


Serangan itu tampaknya meledak ke segala arah. Senjata putih itu menghancurkan material apa pun.


"Touma, cepat pergilah! Jika Odin mengakhiri ini, kita tidak dapat menyelamatkan siapa pun! Jadi...!!”


"Sialan!!"


Kamijou mengertakkan giginya dan dia pun menaiki kereta salju tersebut, dan benda mengambang itu pun meluncur ke bawah.


Tapi ini bukan karena Imagine Breaker.


Yuki Onna lah yang telah menciptakan rel es dan kotak kereta salju itu tertusuk oleh senjata putih yang tak terhitung jumlahnya. Sehingga, dia tidak bisa mempertahankan kekuatannya.


Mereka tidak bisa berhasil tepat waktu.


Mereka tidak bisa tiba tepat waktu.


"Tidak ada gunanya," erang Kamijou.


Dari jarak jauh, ia melihat cahaya oranye yang jatuh tegak lurus dari surga. Senyum elegan ratu ber-twintail terus terpampang di wajahnya. Dia pasti begitu yakin bahwa seorang summoner bakal bertahan walaupun dunia ini kiamat.


Tapi itu tidak benar.


Jika benda itu mencapai permukaan dan mengisi segala sesuatu dengan kehancuran, Kamijou dan yang lainnya tidak mungkin bisa selamat. Hal yang sama juga berlaku pada Hel yang menjadi target dari tombak tersebut.


Namun, tidak ada yang bisa mereka lakukan.


Pertahanan si ratu adalah mutlak. Mereka tahu bahayanya, tetapi mereka tidak bisa mencapai tombak tersebut.


Tangan kanan bocah itu gagal mencapainya.


"Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk!!"



Part 15[edit]


Teknik penundaan yang diupayakan oleh Othinus berakhir tak lama kemudian.


Dia menghilang dan Odin pun kembali.


Dia meraih Gungnir dan diam-diam meninggalkan singgahsananya. Setelah ia tiba di tepi Asgard, ia dengan tenang mengangkat tombaknya.


Dia tidak ragu-ragu.


Dia melemparkan tombak dewanya secara langsung ke pusat pusaran hitam pada dasar pohon kegelapan.


Tombak jatuh ke permukaan sembari dikelilingi oleh cahaya oranye.


Kekuatan dewa ini akan menghancurkan apa saja yang bertentangan dengan kehendak Odin, sehingga seharusnya tidak ada yang mampu bertahan dari serangan ini.


Harusnya, Hel akan tewas, sebagian dari dunia akan hancur, dan segala sesuatu akan usai.


Namun...


"Apa?"


Dengan suara yang memekakkan telinga, suatu telapak tangan menghalangi jalan Gungnir.



"Aku tidak percaya ini."


Mata Waltraute terbuka lebar di Bifröst.


Pemilik telapak tangan kanan itu bukanlah Kamijou Touma.


Kekuatan yang menghentikannya bukanlah Imagine Breaker.


Bahkan Loki menatap dengan tidak percaya pada cahaya besar di permukaan.


"Apa ini? Itu... itu adalah bocah yang tadi bunuh diri, bukan!? Bagaimana dia bisa hidup kembali!?”


"Yang lebih penting lagi, bukankah itu kekuatan milik Baldr?" tanya Brynhildr.”Dikatakan bahwa Dewa Cahaya dapat menangkis setiap serangan. Bahkan Odin tidak dapat melukai dirinya. Tapi aku pikir, dia telah mati karena salah satu rencana busuk Loki.... Tidak, tunggu. Dia meninggal? Dan pergi ke alam baka?”


"Itu benar," kata Waltraute dengan suara bergetar.”Bocah itu tidak bunuh diri karena ia tidak bisa menahan rasa sakit dan penderitaan. Dia sengaja mengakhiri hidupnya sendiri agar bisa melakukan perjalanan ke alam baka dan meminjam kekuatan dewa cahaya yang dipenjarakan di sana!! Dia tahu benar bahwa dia bukanlah jiwa yang berharga. Karena itulah jiwanya dikirim ke Niflheim, bukannya ke Asgard!!”



Beberapa waktu sebelumnya, si bocah (secara teknis, itu adalah jiwanya) tiba di Niflheim, yaitu dunia putih yang berisi salju dan es.


Harusnya, anjing penjaga raksasa bernama Garmr akan memandu jiwa orang mati layaknya anjing gembala, namun tuannya, Hel, telah meninggalkan Niflheim. Itu berarti, perannya sebagai ratu alam baka sudah lenyap.


Untuk membantu Hel, Garmr memandu jiwa bocah itu ke istana es Éljúðnir.


Pada ruangan yang sangat-sangat-sangat-sangat dalam, yang berbentuk seperti sel penjara mewah, ada seorang pria muda yang menunggu di sana.


Dia adalah Baldr.


Kematiannya telah diramalkan tak lama setelah kelahirannya. Jadi, ada suatu kontrak yang telah dibuat untuk memastikan tidak ada benda, fenomena, atau bentuk kehidupan pun yang bisa membahayakan dirinya. Satu pengecualian adalah mistletoe* yang dianggap terlalu muda untuk membunuhnya. Namun, Loki telah membunuhnya dengan menggunakan tombak yang terbuat dari mistletoe dan juga bantuan dari Höðr, yaitu saudara laki-laki Baldr yang buta. [Mistletoe adalah suatu tanaman parasit yang tumbuh pada tanaman berdaun lebar. Tanaman ini menghasilkan buah berry putih di kala musim dingin. Beberapa nama ilmiahnya adalah: Viscum album (Eurasia), Phoradendron flavescens (Amerika Utara), dan banyak lagi. Kamus Besar Oxford.]


Meski begitu, diramalkan bahwa ia akan dibangkitkan layaknya phoenix dari puing-puing yang tersisa setelah Ragnarök berakhir. Lantas, ia akan memerintah dunia baru.


"Oh? Ini bukanlah hal yang biasa.”


Baldr memancarkan cahaya untuk menyambut kedatangan si bocah.


"Di luar begitu tenang dan dosa yang tadinya mengisi Niflheim, kini telah lenyap.... Aku kira, Hel akhirnya kehabisan kesabaran.”


"Apakah kau adalah Tuan Baldr?"


"Ya, itu aku. Tapi biarkan aku menjelaskan sesuatu: jangan berharap terlalu banyak padaku. Aku dipuji sebagai dewa cahaya, tapi aku tidak bisa melakukan apa pun sebelum aku tewas karena salah satu rencana busuk Loki. Saudaraku, Höðr, ditetapkan sebagai pembunuh, jadi dia lah yang merenggut nyawaku. Aku tidak bisa menyelamatkan orang dan bahkan menyebabkan kematian pada saudara kembarku, jadi jangan harap aku sanggup memenuhi semua harapanmu.”


"Nn!"


"Kamu tidak menyukainya? Tapi suaraku tidak akan mencapai Hel. Jika saja aku adalah dewa cahaya yang sebenarnya, kegelapan Niflheim sudah memudar sejak dulu, tapi aku bahkan tidak bisa memenuhi itu. Hel telah pergi, kan? Bukti apa lagi yang kau butuhkan?”


Dewa ini tidak mampu menyelamatkan siapa pun.


Dia telah menjadi penyebab kematian saudara kandungnya.


Mungkin itulah sebab mengapa dia berakhir di alam baka setelah mati. Dia mungkin telah menyegel dirinya sendiri di kedalaman bumi karena malu atas apa yang dipandang sebagai dosa paling besar.


Tapi...


"Itu bukanlah alasan."


"Untuk apa?"


"Aku bilang, itu bukankah alasan untuk menyerah menyelamatkan Hel!!" kata si bocah.”Dia tidak mendengarkanmu, tapi itu bukanlah alasan bagimu untuk berhenti berbicara kepadanya. Dia tidak ingin diselamatkan, tapi itu bukanlah alasan untuk berhenti menyelamatkannya! Jika kau menyerah di sini dan lepas tangan, Hel akan ditinggalkan sendirian. Dia akan kehilangan jalan keluar!! Aku tidak bisa membiarkan hal itu terjadi. Kau mencoba untuk memanggilnya karena kau mengerti, bukan!?”


"..."


Dewa ini memang memancarkan cahaya, namun tampaknya ada hal lain yang membuatnya silau.


Tapi bocah itu tidak menyadarinya.


"Aku ingin menyelamatkannya, aku ingin melihat senyumnya, dan aku ingin bermain dengan dia! Jadi bantu aku. Tidak masalah jika Hel ingin diselamatkan ataukah tidak!! Pinjamkan kekuatanmu untuk memberinya harapan sebelum dia menemui jalan buntu tanpa tau arah pulang!! Lantas, kita bisa membiarkan Hel memilih lagi jalan apa yang ingin dia tempuh! Aku butuh kekuatanmu!!”


"Baiklah."


Hanya itu yang Baldr katakan.


Dia memandang bocah lemah ini setara dengannya, sehingga ia mengulurkan tangan kanannya untuk berjabat tangan.


"Mari kita menyelamatkannya. Pertama, kau harus kembali ke permukaan.... Aku adalah dewa cahaya, jadi aku akan melindungimu selama ada sesuatu yang bersinar di dalam hatimu.”



Part 16[edit]


Cahaya yang kuat melonjak dari telapak tangan si bocah.


Itu adalah cahaya milik Baldr, yang seharusnya tidak mungkin dibunuh dengan cara apapun.


Bahkan Gungnir milik Odin bukanlah pengecualian.


Si bocah mendorong tangan kecilnya ke atas dan Gungnir membenturnya. Tombak itu pun bengkok seperti kail dan kekuatan penghancur tombak tersebut terpancar ke arah lain. Itu gagal mengenai Hel, tetapi memiliki target lain, yaitu pohon hitam yang berputar-putar di sekelilingnya. Kekuatannya menyebarkan kehancuran seakan-akan tujuannya telah tercapai.


Itu semua terjadi hanya dalam sekejap.


Pusaran hitam-legam itu berukuran 80 km, namun benda itu hancur berkeping-keping layaknya balon yang meletus. Itu juga melenyapkan makhluk-makhluk yang dipanggil oleh kegelapan tersebut.


Namun, hanya itu yang berhasil dicapai oleh tombak tersebut.


Tombak itu pun kembali ke orang yang melemparkannya, sehingga, benda itu kembali ke dunia surgawi layaknya sebatang bumerang.


Bayangan di kaki si bocah tumbuh dengan tidak wajar.


Akhirnya, bayangan itu menampakkan wujudnya yang terdiri dari cahaya putih bersinar.


"Ayah benar-benar luar biasa!!" teriak bayangan putih itu sebelum tombak bisa dilemparkan untuk kedua kalinya.”Aku, Baldr, melihat dengan mataku sendiri!! Mencuci bersih jiwa manusia dari dosa dan menyelamatkan Hel dari amukannya sendiri adalah hal yang hanya bisa dicapai oleh Sang Ketua Dewa!! Aku sekarang paham bahwa hanya Odin yang bisa berdiri di puncak para dewa. Dan dengan menyelamatkan Hel, ayah telah membuktikan bahwa tidak ada ketua dewa lain yang setara dengan Odin!!”



"Nhhh!!"


Odin menggerutu saat ia meraih Gungnir dengan satu tangan setelah terbang kembali ke pemiliknya.


Komentar itu membuat dia mengurungkan niat untuk menghabisi Hel.


Sungguh suatu kebetulan, bahwa ia telah meledakkan semua dosa tanpa membunuh Hel (atau paling tidak, itulah yang ada di benaknya), tetapi jika ia melemparkan tombaknya lagi, ia akan merusak hasil yang tak terduga ini.



"Ah..."


Hel menatap cahaya.


Di matanya, ada sosok seorang bocah manusia yang naik di punggung seekor naga.


Dia pikir, tidak ada bantuan yang datang.


Bocah yang menunggangi Níðhöggr perlahan turun ke tanah.


Cahaya terang itu sekarang berada di dalam jangkauannya.


Dia mengira, menyelamatkan dirinya berarti mengorbankan begitu banyak jiwa manusia.


Pada saat ini, siapakah dia?


Apakah dia adalah ratu alam baka, atau ketua dewa lainnya yang menyelamatkan dunia?


Kemungkinan besar, bukan keduanya.


Saat ia melihat ke langit dengan tatapan kosong, dia tidak lebih dari seorang gadis biasa.


Dia mengira, ketetapan hatinya telah hancur karena kematian si bocah.


Namun...


Namun...


Namun...


"Sekarang tidak apa-apa, Hel. Ini semua sudah berakhir, jadi, mari kita kembali ke tempat teman-teman.”


Tidak perlu ada kata-kata indah.


Tidak perlu ada uraian ringkas tentang akhir dari permusuhan ini.


"Tentu."


Hel mendongak ke langit.


Dia dengan ragu-ragu mengulurkan tangan dan memeluk si bocah yang turun dari naga hitam.


"Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhh!! Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!”


Hel menangis seperti seorang gadis normal.


Dan dengan demikian, pertarungan yang bisa mengakhiri dunia ini, sudah selesai.