Toaru Majutsu no Index (Indonesia):Crossover Extra

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

A.E.02: Bukan Waktunya untuk Bergairah pada Kostum Renang 2.0[edit]


[Seri Pendahuluan 7]


Waltraute-san no Konkatsu Jijou


Seorang bocah laki-laki jatuh cinta pada Waltraute Sang Valkyrie. Waltraute ditarik-tarik ke sekeliling oleh si bocah. Harusnya, hanya itu yang terjadi. Tapi hal berikutnya yang Waltraute tahu, dia memanggang Odin dan menghancurkan Ragnarök

Kamachi Crossover 332-333.jpg



Part 1[edit]


Namun, mereka tidak dapat kembali ke rumah masing-masing.



Part 2[edit]


“………………………………………………………………………………………………………”


Kamijou Touma, Index, Misaka Mikoto, Quenser Barbotage, Heivia Winchell, Milinda Brantini (di dalam Object), Jinnai Shinobu, Zashiki Warashi Yukari, Yuki Onna, Anzai Kyousuke, Higashikawa Mamoru, Gadis Kelinci Karen, Nanajou Kyouichirou, dan Satsuki, semuanya berdiri dalam keheningan pada dek Kapal Dewa Skíðblaðnir.


Setelah begitu percaya diri menyatakan bahwa mereka akan pulang, mereka sekarang masih di sini.


Tadi, lingkungan mereka tampak kabur, namun mereka hanya mendapati diri mereka sendiri berdiri di tempat yang sama persis dengan sebelumnya. Beberapa jam tampaknya telah berlalu, Waltraute dan Hel sudah pergi. Tidak adanya kehangatan sambutan seperti sebelumnya, membuat mereka merasa lebih dingin layaknya orang yang terdampar di pulau tak berpenghuni.


Ini adalah perasaan yang sama seperti ketika seseorang mengikuti tes uji nyali pada tempat angker di tengah malam. Kemudian, kau menyadari bahwa ternyata beberapa orang yang bertugas menjadi hantu gadungan tidak berada di sekelilingmu. Sehingga, kau hanya sendirian di tempat uji nyali angker tersebut.


Pencarian pelakunya segera dimulai.


"Inikah apa yang aku pikirkan?" tanya Zashiki Warashi.”Apakah salah satu diantara kita masih memiliki keinginan untuk lebih banyak bersenang-senang di dunia ini dan tidak mau kembali, sehingga mereka akhirnya memutuskan semua prosesnya?”


"Maksudmu ada seseorang yang secara sengaja membuat kita tetap berada di sini?" tanya Misaka Mikoto dengan marah. "Nah!? Aku tidak benar-benar memahami apa yang sedang terjadi di sini, tapi.....para lelaki!! Aku yakin bahwa ini semua adalah hasil dari ulah kalian dan otak-otak kalian yang kotor!!”


"Apa!? Bukankah para gadis yang tidak ingin pulang? Bagaimanapun juga, jika kita kembali, kalian akan berdiri di jalanan tanpa mengenakan apa-apa kecuali armor bikini!!”


"Dan salah siapa itu!? Aku akan memanggangmu!!”


Dimulai dengan Mikoto dan Heivia, kelompok laki-laki dan perempuan kembali bersitegang.


Satu-satunya yang bisa menengahi mereka adalah Mas Kamijou Touma.


"T-tenang," kata si pria sejati berambut jabrik.”Kita semua ingin kembali pulang, bukannya bertarung, kita harus mencoba untuk bekerja sam-...”


"Diam!! Mari kita menyerangnya terlebih dahulu!!!!!!” yang lainnya berteriak.


Setelah mereka baku hantam dalam awan debu tebal yang disertai tanda-tanda bintang melayang, mereka berdiri di sekitar si idiot berambut runcing yang hanya bisa merangkak di sepanjang dek dengan pakaian compang-camping.


"A-Aku benar-benar berpikir bahwa perlakuan ini tidak dapat diterima..."


Tak seorang pun mendengarkan apa yang si jabrik keluhkan.


"Lagi pula, jika kita tidak memecahkan masalah ini dengan cepat, mungkin kita akan terjebak di sini selamanya!" (Index)


"Berhenti mencoba untuk mengambil hikmahnya!! Aku benci ketika ada orang yang mencoba sok alim! Kau dipenuhi dengan kebencian!!” (Anzai Kyousuke)


"Aku tidak suka ketika emosimu berkobar-kobar seperti itu. Haruskah aku mendinginkanmu?” (Yuki Onna)


"Um, hanya perasaanku saja, atau kalian memang lebih terfokus dalam mencari pelakunya daripada menemukan cara kembali pulang?” (Gadis kelinci)


"Aku tidak pernah menyukai tempat ini! Dunia ini seharusnya menjadi dunia fantasi legit, tapi tidak ada tanda-tanda munculnya Penyihir Sabbath* telanjang atau baju renang terkutuk yang membuat setiap gadis mengenakannya jadi terangsang!!” (Quenser) [Penyihir Sabbath adalah para penyihir yang sering berkumpul untuk melakukan praktik perdukunan di abad ke-17, Eropa kuno. Wikipedia Bebas.]


"Aku tak paham sedikit pun tentang apa yang sedang kau katakan, tapi aku bisa berasumsi bahwa kau menginginkan aku untuk membunuhmu, bukan?” (Satsuki)


Babak kedua dimulai.


Beberapa orang mungkin bertanya-tanya tentang sisi mana yang akan menang dalam konflik serius ini, tetapi umumnya, para gadis jauh lebih kuat. Jika diibaratkan dalam permainan catur, para pria seperti pion yang bisa promosi suatu saat nanti, namun para gadis seperti gajah tau perdana menteri yang pergerakannya jauh lebih fleksibel.


Seorang biarawati putih berambut perak dan bermata hijau mungkin adalah sasaran empuk bagi para pria mesum idiot tersebut, namun tak ada yang bisa mereka lakukan ketika Object, beberapa Youkai, Level 5, dan Killer Queen menyerang sekaligus.


Dan setelah 30 detik, semua pria dipaksa merangkak di sepanjang dek dengan pakaian compang-camping.


"Ke-kenapa kalian tidak paham bahwa tak seorang pun mau melihat ini!? Di sinilah seharusnya armor mendapatkan suatu ilustrasi yang bagus!!”


"Dan kalian semua terlalu kuat!! Apakah kalian membuat suatu penghalang kecantikan atau sesuatu sejenisnya!?”


Pemenang tidak akan mendengarkan keluhan dari orang-orang yang jadi pecundang.


Gadis-gadis mulai merencanakan sesuatu sambil meremehkan para pria layaknya kumpulan kumbang kotoran.


"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?"


"Hmm. Apakah disengaja ataukah tidak, aku pikir ada seseorang yang mengganggu proses pulang.”


"Dengan kata lain, kita bisa pulang jika kita menyembelih orang-orang tercela ini?"


"Jika kita membantai semua idiot ini, tampaknya itu terlalu kejam. Bagaimana kalau kita membunuh mereka satu per satu, kemudian melihat efeknya pada proses teleportasi? Jika kita masih saja tidak bisa pulang, maka kita bunuh lagi satu, dan begitu seterusnya.”


Para gadis mulai mempertimbangkan untuk mempraktekan hukuman mati yang biasanya menjadi tontonan warga pada abad pertengahan di Eropa, tetapi sesuatu menghentikan mereka.


Atau lebih tepatnya, masalah yang lebih besar jatuh di atas mereka.


Waltraute, adik Valkyrie keempat, dan Hel, ratu alam baka dan Ketua Dewa Kedua, jatuh ke bawah layaknya meteor sembari saling merobek-robek rambut dan pakaian masing-masing.


"Gwoooooohhhhhhhh!! Menyerahlah, dasar kau pencuri sialan!! Aku sudah tahu bahwa kau melemparkan bocahku ke alam bakkkkkaaaaaaaaaaaaaaaaa!!”


"Apaaaaaaaaaaaaaa!? Aku sudah tahu bahwa kau adalah orang yang menyeretnya ke dunia surgawi, dasar pemmmmmbuuuuunuuuuuuuuhhhhhhhhhh!!”


Kamijou dkk tak tahu sama sekali apa yang sedang dibicarakan oleh kedua gadis, yang sebelumnya tampak rukun tersebut, tapi untungnya, hantaman mereka tidak menyebabkan kawah pada dek Kapal Dewa.


Sebaliknya, mereka merobek dek layaknya pesawat yang melakukan pendaratan darurat.


"Um, aku pikir, ini adalah berita buruk. Pertarungan antara orang-orang yang berada di tingkatan dewa adalah suatu jenis Absurditas yang tidak biasa terjadi!”


"Bukankah mereka berdua akan bertarung dengan serius!? J-jangan mengganggu mereka! Semuanya, menyingkirlah ke sisi kiri dan kanan!!”


Senada dengan instruksi dari Mikoto, Index, Satsuki, dan gadis-gadis lainnya bergegas menyingkir.


Layaknya seperti pin bowling, para pria berhamburan di udara.


Tapi kedua dewi ini tak menghiraukan bencana yang dihasilkan oleh bentrokan mereka.


"Mati, mati, mati, mati, mati, mati, mati, mati, mati, mati, mati, mati, mati, mati, mati, mati, mati, mati, mati!!"


"Apakah kau ingin memulai Ragnarök lagi!? Iya, kan!?”


Dalam pertempuran para dewa ini, mereka berdua tidak bergerak layaknya para petarung biasa. Namun, mereka berteleport dari satu titik ke titik lain dan berbentrokan dengan dahsyatnya. Gelombang kejut menyebar ke segala arah. Index hanya meresponnya dengan gumaman.


"Hmm. Aku pikir, bukanlah kita penyebabnya. Dewa-dewa yang mengamuk mungkin telah menghancurkan hukum di dunia ini. Pada ajaran politeisme*, pada dasarnya setiap dewa merupakan bagian dari formula dunia.” [Politeisme adalah kepercayaan yang meyakini adanya lebih dari satu Tuhan. Kamus Besar Oxford.]


"I-Index, kau baru saja mengatakan sesuatu yang sangat penting.... Itu berarti kalian menyerang kami tanpa alasan yang jelas, dasar kau gadis berjubah telanjang cabuuuuuuuuullllllllllllll!!”


Sejarah ditulis oleh para pemenang, sehingga Index dan gadis-gadis lainnya tidak mendengarkan keluhan mereka.


Yang lebih penting lagi, orang-orang yang bisa menyelesaikan permasalahan mereka, kini tepat berada di depan mata.


"Jadi, jika kita menghentikan perkelahian mereka, kita bisa kembali ke Academy City?"


"Mungkin ada lebih dari satu penyebab, tetapi pertarungan antara Valkyrie dan Ketua Dewa Kedua pasti adalah salah satu alasannya. Jadi apa pun itu, kita harus menghentikan mereka berdua.”


"Um, apakah itu berarti kita harus menyela di antara dua dewi yang sedang kerasukan setan ini? Bagiku, sepertinya mereka akan mulai menggunakan beberapa serangan dahsyat konyol, yang secara langsung bisa menghancurkan eksistensi masing-masing.”


Adalah suatu pemandangan yang jarang, ketika si gadis kelinci tampaknya hendak melarikan diri, tapi itu menunjukkan betapa berbahayanya situasi ini.


Jadi pria sejati berakal waras yang bernama Kamijou Touma memberikan suatu saran.


"Mengapa kalian menganggap, bahwa bertarung akan menyelesaikan masalah!?"


"Aku tidak ingin mendengar itu dari seorang pria yang mengepalkan tinjunya saat menghadapi suatu masalah!!”


"Tidak, jalan keluar dari segala jenis pertarungan adalah komunikasi!! Jadi, Waltraute, Hel! Apa yang telah terjadi? Jika kalian suka, kalian dapat membicarakannya dengan Kamijou Touma, seorang pria yang mengakhiri Perang Dunia Ke-...”


"Diam, dasar cacing tanah!! Aku akan membunuhmu terlebih dahulu jika kau menghalangi jalanku!!!!!!”


"Diam, dasar cacing tanah!! Aku akan membunuhmu terlebih dahulu jika kau menghalangi jalanku!!!!!!”


Si jabrik diobrak-abrik dan bajunya bahkan lebih compang-camping.


Tidak seorang pun menginginkan itu, untungnya, mereka berdua akhirnya menyadari keberadaan Kamijou dkk.


"Bh... bfh. Bghbfh...”


"Kau benar-benar bodoh. Inilah yang terjadi ketika kau mencoba untuk menilai dewa yang mengamuk dengan standar manusia. Harusnya kau bersyukur karena kau tidak menderita demam aneh yang disebabkan oleh hukuman dewa.”


Namun, tampaknya kedua dewi ini merasa sedikit bersalah karena telah menyerang seorang manusia normal, sehingga mereka pun akhirnya menjadi tenang.


"T-Touma mengorbankan dirinya untuk kita..."


"Kau hanya mengatakan sesuatu yang terdengar bermakna untuk mengalihkan perhatian kami dari hal yang terjadi sebelumnya, kan!? Jika seperti inilah cara dunia ini bekerja, maka aku merasa kasihan pada orang-orang yang tinggal di sini!!”


Waltraute dan Hel sudah cukup tenang untuk bisa memulai suatu percakapan, sehingga mereka menjelaskan apa yang sedang terjadi.


Ternyata, si bocah yang selalu bersama dengan Waltraute telah lenyap.


"Aku mendapat beberapa bantuan dari Hliðskjálf, singgahsana yang memungkinkan kau dapat melihat semua tempat di sembilan dunia, dan juga Norns, yaitu tiga dewi yang sanggup membuat ramalan tak bisa diubah. Para dewi itu telah melihat hasil akhir dari Ragnarök, tapi mereka bahkan tidak tahu di mana bocah itu berada. Itu berarti, ia pasti sedang berada di alam baka, yaitu tempat yang tidak bisa digapai oleh kekuatan para dewa!!” (Waltraute)


"Ya, tapi Niflheim berisi villa pendeta wanita yang bahkan membuat Odin harus membungkuk ketika hendak menanyakan ramalan padanya! Dan dia mengklaim bahwa si bocah tidak berada dalam sembilan dunia sekalipun! Rasanya tidak mungkin para dewa menggunakan kekuatan spiritual yang lebih besar untuk merusak prediksi pendeta!!” (Hel)


Dua dewi ini saling menuduh satu sama lain, dan membeberkan kasus mereka kepada para penonton.


Jinnai Shinobu akhirnya pulih dan bangkit.


"Jadi, kau sedang membicarakan tentang bocah yang selalu menempel di pinggangmu? Di begitu mirip denganku, jadi, mungkinkah dia sedang terjebak dalam beberapa masalah berkaitan dengan sesuatu yang bukan manusia?”


"Uuh!? Bu-Bukannya begitu!!”


"Tapi kau bisa melihat bahwa seluruh dunia ini menggunakan ramalan. Dan mereka memakai semacam perangkat penglihatan untuk memantau apa yang tengah terjadi di dunia surgawi dan alam baka. Jadi, kurasa kalian harus berpikir bahwa si bocah sedang diculik oleh seseorang, atau mungkin dia hanya tersesat.”


Index memiringkan kepalanya sembari berbicara, namun kedua dewi ini saling menusuk pipi dengan telunjuknya masing-masing.


"Tidakkah kau mendengarkan!? Dia jelas-jelas berbohong!!!!!”


"Tidakkah kau mendengarkan!? Dia jelas-jelas berbohong!!!!!”


Zashiki Warashi dan juga Yuki Onna mendesah.


"Apakah semua orang berubah menjadi idiot ketika mereka menjadi dewa?"


"Jika betul demikian, aku ingin menjadi Youkai selamanya."


Tidak jauh, si gadis kelinci mengamati mereka dengan tidak tertarik sama sekali.


"(Yah, kupikir ini semua hanya akan menjadi cinta segitiga yang melibatkan perselingkuhan dua gadis. Hal yang sama mungkin juga akan terjadi pada mereka) "


Bagaimanapun, tampaknya mereka harus melakukan sesuatu tentang si bocah yang tiba-tiba lenyap, sehingga Mikoto bolak-balik mengamati Waltraute dan Hel.


"Um, jika kita mengasumsikan bahwa salah satu atau bahkan kalian berdua sedang berbohong, bagaimana kalau kita coba membandingkan cerita mereka untuk menemukan kebenaran! Setujul?”


"Apakah itu benar-benar bekerja di bawah aturan para dewa?" tanya Satsuki dengan bingung.”Bagiku, tampaknya para dewi tak pernah ini tak pernah mau disalahkan.”


Rasanya cara tersebut tidak akan bekerja, tetapi mereka hanya bisa mencari petunjuk dari apa yang kedua dewi tersebut katakan.


"Aku mendapat beberapa bantuan dari Hliðskjálf, singgahsana yang memungkinkan kau dapat melihat semua tempat di sembilan dunia, dan juga Norns, yaitu tiga dewi yang sanggup membuat ramalan tak bisa diubah. Para dewi itu telah melihat hasil akhir dari Ragnarök, tapi mereka bahkan tidak tahu di mana bocah itu berada. Itu berarti, ia pasti sedang berada di alam baka, yaitu tempat yang tidak bisa digapai oleh kekuatan para dewa!!” (Waltraute)


"Ya, tapi Niflheim berisi villa pendeta wanita yang bahkan membuat Odin harus membungkuk ketika hendak menanyakan ramalan padanya! Dan dia mengklaim bahwa si bocah tidak berada dalam sembilan dunia sekalipun! Rasanya tidak mungkin para dewa menggunakan kekuatan spiritual yang lebih besar untuk merusak prediksi pendeta!!” (Hel)


Satsuki menepuk jidatnya karena ada beberapa hal yang masih tidak dia mengerti.


"Um... Sembilan dunia itu apa sih?"


"Yahh, seluruh dunia Norse ini didukung oleh Pohon Dunia Yggdrasil. Sembilan dunia ada di akar-akarnya, sekitar batangnya, atau pada ujung cabang. Semuanya membentuk dunia Norse.”


"Jika kalian ingin tahu nama-namanya: ada dunia surgawi Asgard, dunia dewa raksasa Vanaheimr, dunia manusia Midgard, alam baka Niflheim, dunia raksasa Jötunheimr, dunia elf Alfheimr, dunia elf kegelapan Svartálfheimr, dunia bawah tanah Niðavellir, dan dunia api Muspelheim. Odin dan dewa-dewa lainnya memerintah itu semua. Tapi pada dasarnya, Surtr dan aku telah meng-hack dan menulis ulang beberapa dunia dengan aturan yang kami buat sendiri.”


"Itulah sebabnya kekuatan para dewa tidak akan dapat menemukan si bocah jika ia disembunyikan di Niflheim atau Muspelheim! Karena mereka sudah merentasnya!!”


"Apa!? Kalian para dewa adalah orang-orang yang memerintah sembilan dunia. Jadi, jika ada bocah yang hilang, kalianlah yang pertama kali harus dicurigai!! Hal ini seperti kekhawatiran terhadap korporasi resmi global spyware!!”


"Aku akan membunuhmu, dasar pencuri!!"


"Diam, dasar istri tua!!"


Kedua dewi mulai memanas lagi, sehingga Index kembali melemparkan Kamijou Touma di antara mereka untuk menengahi. Sampai saat ini, adalah mukjizat jikalau pakaiannya masih menggantung di tubuhnya.


Setelah kedua dewi kembali tenang, Quenser tiba-tiba menyadari sesuatu.


"Hm? Jadi kalian hanya dapat menggunakan kekuatan dalam jangkauan sembilan dunia? Itu seperti memiliki suatu satelit mata-mata yang hanya bisa memindai area tertentu.”


"Hanya? Tapi itu sudah lebih dari cukup.”


"Tapi..."


Quenser menunjuk ke arah tertentu.


Dia menunjuk dari Skíðblaðnir tetapi tidak menuju ke daratan.


Dengan kata lain...


"Berdasarkan apa yang kau katakan, tidakkah mungkin dia sedang berada di laut?"



Part 3[edit]


Situasi ini menyebabkan perubahan yang tak terelakkan.


Ya.


Jika mereka harus mencari seorang bocah di kawasan laut, maka mereka semua harus berubah untuk mengenakan pakaian renang!!!!


Index → Terpasang: Baju renang sekolah (Putih)


Misaka Mikoto → Terpasang: Baju renang olahraga (Hitam)


Zashiki Warashi Yukari → Terpasang: Bikini (Merah)


Yuki Onna → Terpasang: Baju renang sekolah (Biru)


Gadis kelinci → Terpasang: Baju renang one piece* (Ungu) [Yaitu baju renang yang hanya terdiri dari satu potong kain utuh.]


Satsuki → Terpasang: Monokini* (Kuning) [Monokini adalah baju renang one-piece yang setengah bagian bawahnya adalah bikini. Kamus Besar Oxford.]


Waltraute → Terpasang: Dressmaker (Pink)


Hel → Terpasang: Baju renang two-piece (Hijau)


Biasanya, perubahan busana ke pakaian renang akan menjadi hadiah yang indah. Tetapi tragis, pakaian-pakaian renang tersebut benar-benar tampak lebih normal daripada busana yang mereka kenakan sebelumnya.


Tetapi terlepas dari itu semua, gadis-gadis ini segera memprotes pakaian Waltraute.


Dressmaker macam apa itu?


Mikoto lah yang memulai.


"Hei, terminologi wanita tua macam apa itu?"


"A-Aku bukanlah seorang wanita tua!! Ini adalah jenis yang cukup umum di sini!!”


"Dan mengapa orang yang tertua di antara kita memakai baju renang one-piece dengan rok pendek berenda!? Itu adalah jenis baju renang yang biasa orang tua belikan untuk anaknya yang masih kecil, bukan!?”


"Kami tidak memiliki jenis pakaian seperti itu di dunia ini, jadi aku tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah."


"Sensei, karena kau telah menyebutkannya, maka aku ingin tahu perbedaan antara bikini dan two-piece. Keduanya memamerkan pusar, bukan?”


"Diam, wanita tua # 2. Bikini menyangga “barang”-mu dengan tali yang diikatkan melalui pundak. Sedangkan two-piece tidak menggunakan tali, melainkan kain yang melekat pada pundak dan punggung, seperti tank-top. Dengan kata lain, two-piece adalah jenis pakaian yang lebih tertutup daripada bikini. Jika kau ingin lebih menampakkan kulitmu, pakai saja bikini. Paham?”


"Dan monokini adalah?"


"Dari depan, itu terlihat seperti one-piece, tapi dari belakang terlihat seperti bikini. Aku rasa, jenis pakaian itu memiliki efek nude-apron*." [Nude apron adalah celemek, namun tidak ada selembar pun kain di bawah celemek tersebut. Dengan kata lain, itu adalah orang telanjang yang hanya mengenakan celemek.]


"Um, lantas beda baju renang sekolah dan baju renang olahraga adalah..."


"Tidak peduli bagaimana aku menjelaskannya, seseorang pasti akan membantah definisiku dengan penuh semangat layaknya debat antar agama. Jadi, tanggung sendiri resikonya jika kalian ingin tahu jawabannya”


Penjelasan seperti itu justru tidak penting bagi para pria. Sungguh tidak penting.


Apapun itu, mereka sudah selesai berubah bentuk ke wujud baru.


"Oke, sekarang mari kita cari bocah itu. Jika dia di laut, tebakan pertamaku adalah, dia sedang berada di suatu rumah orang tertentu.”


"Oh? Apakah mitologi Norse memiliki sesuatu seperti Ryugu-jo*?” [Baca NT vol 8.]


Zashiki Warashi yang abadi tampaknya tidak ambil pusing, tapi Jinnai Shinobu di sampingnya tampak pucat.


"Um... jika kita pergi ke suatu tempat di dasar laut..."


"Ya?"


"Bagaimana caranya kita sampai ke sana?"


Dengan roknya yang berenda, Waltraute menyentakkan ibu jarinya ke arah lautan. Seakan-akan, dia sedang mengumumkan hukuman mati kepada Shinobu dkk.


"Tentu saja, kita akan menyelam."



Part 4[edit]


Konon katanya, sembilan dunia mitologi Norse diciptakan dari mayat raksasa yang bernama Ymir.


Tidak terkecuali lautan, seharusnya itu terbuat dari darah Ymir.


Laut luas yang mengelilingi seluruh dunia Norse diperintah oleh seorang dewa laut bernama Ægir.


Dan dewi tertentu yang tak lain adalah istrinya bernama Rán.


Ægir adalah penguasa laut tenang, sedangkan Rán adalah penguasa laut badai. Dia akan menggunakan jaring besarnya untuk menangkap orang-orang yang dibuang ke laut dan menyeret mereka ke dasar laut. Mungkin dia bisa digambarkan sebagai dewa jahat yang melahap setiap jiwa manusia. Tapi nyatanya, dia hanya menyeret jiwa yang dia sukai dan memberikannya perlakuan spesial di dalam istananya, di dasar laut.


Jika diibaratkan, mungkin dia mirip seperti Otohime* si predator ekstrim. [Baca NT Vol 8.]


Meskipun begitu, dia masihlah seorang istri.


"Ikan!"


Seorang bocah mengangkat tangannya dalam sukacita di istana bawah laut yang diperintah oleh dewi laut.


"Wow!! Ada begitu banyak ikan!!”


Meskipun disebut istana, tempat tersebut lebarnya adalah beberapa puluh kilometer, sehingga kita bisa saja menyebutnya sebagai dunia kesepuluh yang tidak termasuk pada sembilan dunia lainnya. Ini juga menunjukkan seberapa besar daerah yang disebut orang-orang Norse sebagai “dunia”.


Suatu kubah transparan menutupi seluruh istana. Ada suatu ruang kosong yang cukup luas di antara istana dan kubah tersebut. Itu juga melindungi beberapa konstruksi lainnya yang dibangun dari tumpukan batu berukir besar. Luasnya secara keseluruhan kira-kira adalah 100 km. Tingkat teknologi di daerah tersebut bisa diindikasikan pada saluran air dekoratif yang dibangun di sepanjang jalan ber-paving batu. Meskipun, beberapa telah rusak karena tidak mampu menahan tekanan air laut.


Seorang wanita jangkung berdiri di samping si bocah.


Dia memiliki kulit putih dan rambut hitam yang dipotong sebahu. Dia mengenakan gaun panjang yang sangat tipis, sehingga lekuk tubuhnya bisa terlihat dengan jelas ketika gaunnya disinari oleh pencahayaan yang cukup terang. Beberapa aksesoris yang terbuat dari kerang menghiasi rambut dan pergelangan tangannya.


"Jenis ikan apa itu?"


"Striped beakfish*." [Striped beakfish atau Oplegnathus fasciatus atau barred knifejaw atau “si rahang pisau”. Adalah suatu jenis ikan asli Lautan Pasifik yang berhabitat di lautan berkarang. Beberapa nelayan juga menemukannya di kawasan rumput laut. Warnanya adalah gelap dan terang dengan motif garis-garis. Makanannya adalah hewan-hewan kecil keras seperti invertebrata bercangkang, moluska, ataupun krustacea. Ikan ini cukup tangguh dalam bertahan hidup. Ada yang bisa bertahan hidup sampai dua tahun lamannya di dalam lambung kapal Jepang Sai-shou-maru. Wikipedia Bebas.]


"Itu sangat mengkilap dan keren.... Bruuummmm.....Brummmm! Dan itu begitu cepat!!”


"Itu sangat lezat ketika dipanggang."


"Aku akan sedih jika memakannya, jadi tidak udah repot-repot, terima kasih."


Dalam dunia Norse, jatuh dari perahu dengan pakaian melekat di badan, adalah hukuman mati bagi siapa pun kecuali prajurit paling terlatih. Karena teknologinya kurang maju jika dibandingkan dengan para dewa, sekumpulan manusia yang menamai dirinya sendiri dengan sebutan Viking menggunakan suatu kapal berkecepatan tinggi yang dibuat dengan sangat baik. Tetapi tampaknya mereka kurang memperhatikan kemampuan berenang dirinya sendiri.


Itu membuat mereka jarang melihat berbagai jenis ikan yang berenang dengan bebas di lautan lepas.


Oleh karena itu, tidak mengherankan jika si bocah begitu bersemangat melihat ikan yang berwarna-warni itu.


"Aku tidak pernah tahu bahwa laut begitu cantik. Aku pikir, laut adalah tempat yang menakutkan.”


"Kau tidak salah jika berpikir seperti itu. Laut adalah mulut kematian. Pertanyaannya adalah, apakah kau memiliki teknologi yang dibutuhkan untuk mengatasinya.”


"Aku ingin menunjukkan ini pada Waltraute. Dan juga pada orang tuaku.”


"..."


"Tidak boleh? Apakah ini adalah tempat rahasia?”


"Tidak, laut terbuka bagi siapa saja. Batas-batas antara dunia dan aturan ketua dewa tidak dapat menjangkau kita. Namun, aku ragu bahwa banyak orang mau datang ke sini.”


"Apa yang kamu bicarakan? Semua orang akan senang melihat tempat ini!”


Rán menyipitkan mata dan dengan lembut mengusap kepala si bocah.


"Bisakah aku datang ke sini lagi, Rán?"


"Lagi?"


"Aku harus kembali ke rumah, kalau tidak, orang tuaku akan marah."


"..." dia terdiam lagi.


Ekspresinya hampir tidak berubah, tapi dia tampak agak bermasalah.


"Ada apa?"


"Aku minta maaf, tapi aku pikir, kau harus tinggal di sini untuk sementara waktu."


"Oke! Aku akan pergi memberitahu orang tuaku!”


"..."


"Aku bahkan tidak boleh melakukan itu?"


"Tak lama lagi."


Akhirnya, dia berbicara sambil melihat ke bawah, pada si bocah.


"Tak lama lagi, laut akan menunjukkan taringnya. Mulut kematian akan menelan semuanya. Ini adalah mutasi yang bahkan tidak mampu diprediksi oleh Norns, tapi aku ragu ada perubahan aliran peristiwa sekarang. Kau dan para pahlawan dari dunia asing menghancurkan rencana Ketua Dewa Kedua, sehingga tidak ada seorang pun di dunia Norse dapat menghentikanmu.”


"Rán?"


"Jadi, kau harus tinggal di sini sampai bencana mulut kematian berlalu. Aku, Rán, adalah ratu yang melindungi area kesepuluh, yang tidak terdapat dalam sembilan dunia. Tapi, walaupun aku sanggup melarikan diri dari Ragnarök, semua hakku sudah dilucuti sehingga aku tidak lagi bisa mempengaruhi peristiwa sekelas Ragnarök."


Si bocah tidak memahami cara kerja para dewa.


Dia tidak tahu makna: “lautan adalah mulut kematian”, “lautan akan menunjukkan taringnya”, ataupun “lautan akan menelan semuanya”. Dia sama sekali tidak paham semua yang telah dikatakan Rán.


Tapi...


"Rán, jika semua orang berada dalam kesulitan, kau harus memberitahu mereka!"


"..."


"Rán! Tidak bisakah kita membuat Waltraute dan yang lainnya melarikan diri ke sini!?”


"..."


Ran hanya bisa memberinya ekspresi sedih di wajahnya.


Si bocah tidak menyadari bahwa Rán tidak bisa mempengaruhi jalannya sejarah. Bahkan jika dia tahu bahwa kehancuran akan datang, dia tidak punya cara untuk menghentikannya. Dia hanya bisa menggunakan kekuatannya untuk tidak terlibat dalam semua masalah ini. Layaknya aktivitas ranting yang tidak berdampak pada batang pohon.


Dia bahkan tidak bisa berbicara satu patah kata pun.


Dia tidak bisa mengutarakan kata-kata yang begitu ingin diucapkan olehnya.


Jika kata-kata itu bisa mempengaruhi setiap peristiwa besar, dia bahkan dilarang untuk membuka mulutnya.


"..."


Jadi, hanya inilah yang bisa dia lakukan.


Dia hanya bisa melindungi orang-orang dengan metode yang tidak bisa mengubah sejarah.


Tapi...


(Mereka datang.)


Tanpa bicara sepatah kata pun, dia mengabaikan si bocah. Dia pun mendongak dan melihat jauh ke atas.


Ada suatu kubah transparan besar yang melindungi istana dan bangunan sekitarnya. Ada juga ruang kosong yang tersisa diantara keduanya.


Dan sekarang, Kapal Dewa Skíðblaðnir langsung turun, memecahkan, dan menerobos bagian atasnya.


(Aku tidak bisa secara langsung mempengaruhi sejarah.)


Sembari dia menyaksikan pecahnya pelindung dunia kesepuluh, Rán terdiam dan memberikan suatu senyuman yang sangat tipis.


(Namun, jika ranting-ranting pohon yang kukendalikan berhasil menyeret dewa dan orang-orang asing yang mampu mengubah sejarah...!!)


Tentunya, sesuatu akan berubah.


Namun, si dewi laut mungkin akan ditelan dan dihancurkan oleh limpahan perubahan sejarah.



Part 5[edit]


"Jadi, itulah yang terjadi."


Loki, pria yang dikenal sebagai dewa kejahatan, bersandar pada dinding batu di Asgard dan menghadapi serigala raksasa bernama Fenrir.


Fenrir bisa dilihat sebagai anaknya, karya terbesarnya, atau senjata anti-dewa miliknya.


"Aku lebih sensitif jika kita membicarakan tentang kehancuran dunia. Itu berhubungan dengan bagaimana aku diciptakan. Jadi, tidak ada yang menyalahkannya.”


"Laut adalah batas antara dunia. Laut mengelilingi wilayah kita dan memiliki kekuatan yang memisahkan kita dengan orang-orang asing."


Dunia Norse terdiri dari Yggdrasil dan sembilan dunia, sehingga itu adalah suatu struktur yang begitu sederhana.


Itu hanyalah satu benua dengan pohon dunia sebagai pusatnya. Setelah itu, hanya ada beberapa dunia pada ujung akar dan cabangnya.


Lalu di manakah laut berada?


Sederhananya: laut berada di sekeliling satu benua tunggal. Atau lebih tepatnya, itu adalah suatu samudra luas dengan benua yang mengambang di atasnya.


"Itulah mengapa Odin tidak dapat mengambil jiwa-jiwa manusia yang meninggal di laut. Laut adalah mulut kematian, tapi itu karena orang-orang tersebut tertelan dan diseret ke dalam dunia yang benar-benar asing. Dewi Laut Rán adalah salah seorang yang bertindak untuk mencegah itu terjadi."


"Kau adalah orang yang memanggil para pahlawan dari dunia asing. Apakah kau tidak tahu apa yang akan terjadi jika mereka memutuskan bahwa mereka ingin pulang ke dunia asal. Lantas mereka mencoba lagi untuk menyambungkan dunia kita dengan dunia yang benar-benar asing?"


"Oh, ayolah. Aku adalah dewa kejahatan yang mencoba untuk mengubah hasil Ragnarök. Itu sudah cukup untuk memuaskan aku. Apakah kau benar-benar berpikir bahwa aku telah meramalkan apa yang akan terjadi setelah pertempuran?"


"..."


"Tapi, dari suatu sisi, aku kira, ini bisa digunakan untuk membatalkan Ragnarök," sembur Loki. "Apa yang terletak di bawah lautan? Dan aku tidak berbicara tentang berlayar mengelilingi dunia. Aku sedang berbicara tentang mengabaikan vektor tiga dimensi dan menghubungkan ke dunia yang benar-benar asing. Laut membagi dunia, tapi mungkin saja ada laut yang sama besarnya di sisi lain batas tak terlihat."


"Jadi tidak ada masalah bagi mereka untuk datang ke sini. Tapi, berulang kali membuka lubang dalam periode waktu yang singkat bisa mematahkan katup. Itu berarti laut dari dunia lainnya bisa melimpah ke dalam dunia ini."


Hanya seseorang yang harus berpikir tentang hal itu.


To Aru Majutsu No Index.


Heavy Object.


Zashiki Warashi No Intellectual Village.


Seri Kantan Na.


Seri Satsujinki.


Mereka semua berasal dari planet bernama bumi, namun, sepertinya bumi yang berbeda. Dan apa yang akan terjadi jika lima samudra dari lima dunia yang benar-benar asing berkumpul di satu tempat? Efeknya akan lebih buruk daripada mencairnya es di Kutub Selatan bumi. Bahkan orang yang melarikan diri ke puncak gunung tertinggi sekalipun tidak akan sanggup menyelamatkan dirinya sendiri dari mulut kematian.


Dengan kata lain ...


"Kenaikan ekstrim permukaan air laut. Mulut kematian yang menelan semuanya, hm?"


"Kau tidak sedang berasumsi bahwa kau akan baik-baik saja karena tinggal di dunia surgawi yang terletak di atas awan, bukan? "


"Tentu saja tidak. Kesembilan dunia dilindungi oleh Yggdrasil. Jika pohon dunia menjadi layu, semuanya akan runtuh dan aku pun ragu bahwa Asgard adalah pengecualian. "


Semua dataran akan sepenuhnya hilang. Mulut kematian akan melahap manusia, dewa, dan setiap ras lainnya tanpa terkecuali.


"Ini sama seperti ketika Odin menciptakan sembilan dunia dan menenggelamkan setiap potongan terakhir dari raksasa leluhur Surtr dalam suatu banjir yang besar. Tapi kali ini, tidak ada yang akan bertahan. Sejumlah besar air laut yang melimpah dari dunia asing akan dengan mudah menjebol kapasitas dunia kita. Bahkan mungkin saja, dunia surgawi juga akan tenggelam tanpa terkecuali. "


"Raja Laut Ægir dan ratunya, Rán, akan bertahan hidup."


"Tapi mereka tidak bisa mempengaruhi sejarah, sehingga keturunan mereka tidak akan dapat mengisi kembali daratan. Kita tidak bisa mengharapkan mereka meniru apa yang pernah Odin lakukan."


"Hm." Loki menyangga dagu dengan tangannya. "Aku ingin mengubah hasil Ragnarök, tapi aku juga ingin membuat akhir yang lebih indah daripada yang dibayangkan oleh Odin. Mulut kematian adalah salah satu cara tercepat untuk mewujudkannya."


"Apa yang akan kamu lakukan?"


"Pengaruhi beberapa hal. Tapi mereka akan menjadi orang-orang yang membuat keputusan terakhir."


Ini adalah upaya yang berada di luar kewenangan dewa-dewa Norse, jadi para orang asing yang bukan dewa itulah yang akan menentukan pilihannya.


"Apakah mereka akan kembali ke dunia asal atau tinggal di sini? Mereka memiliki dua pilihan sederhana. "



Part 6[edit]


Bahkan setelah kubahnya hancur, istana bawah laut itu tidak segera dibanjiri oleh air laut. Hal ini tentu saja merupakan masalah hidup atau mati, sehingga beberapa lapisan penanggulangan telah dibuat untuk menangani keadaan yang tak terduga.


Dan keadaan yang tak terduga itu pun terjadi hari ini.


Skíðblaðnir jatuh lurus ke bawah dan berdiri tegak seperti tiang, bukannya runtuh atau hancur berantakan.


Mengenakan baju renang merah muda dengan rok berenda dan sudah dalam mode marah, Waltraute mengangkat Spear of Destroying Lightning, berlari melintasi dek vertikal, dan mendekati Rán secara langsung.


"Aku akan membunuhmu, wahai nenek tua pencuri bocah!!!!!"


"..."


Sementara itu, pandangan tajam mengisi mata Rán.


Dia mengendalikan sejumlah air laut yang mengalir pada saluran di belakangnya, mengaduk-aduknya, dan membentuk dua lengan air raksasa.


Menurut legenda, Rán memiliki dua senjata.


Yang pertama adalah lengan kuat yang bisa mengambil dan membalik kapal jenis apapun.


Yang kedua adalah jaring sihir yang bisa menangkap jiwa tenggelam dengan akurasi 100%.


Oleh karena itu...


"Ap-...?"


Begitu Rán melemparkan jaringnya, tubuh Waltraute terjerat oleh sesuatu dengan erat layaknya stocking.


Sebelum ia kehilangan keseimbangan di udara, sesuatu yang lain terjadi.


Lengan itu bisa mengambil dan membalik semua jenis kapal, jadi kedua lengan tersebut meraih Skíðblaðnir dan tanpa ampun memukul Waltraute layaknya seorang atlet bisbol yang sukses melakukan Homer Run.


Suara tumbukan benda tumpul kencang terdengar di seluruh istana bawah laut yang luasnya puluhan kilometer tersebut. Waltraute melesat, kemudian menembus suatu bangunan batu dan bangunan batu lainnya.


Kamijou Touma dan Jinnai Shinobu bertanya-tanya tentang bagaimana cara mereka akan turun, sembari terus berpegangan pada apa pun di dalam kapal. Mereka terombang-ambing ke sana-sini.


Si bocah berteriak sambil menonton dari samping.


" Rán!! Jangan lakukan itu!!”


"..."


Tapi dewi laut tidak menjawab.


Tidak, dia tidak bisa menjawab.


"Bicara tentang sambutan yang menarik."


Suatu suara datang dari atas.


Di atas Rán, ratu Niflheim memasang pose menakutkan sambil bersedekap.


"Bahkan jika aku kehilangan pohon dunia hitam, aku tak yakin kau sanggup menghadapi Ketua Dewa Kedua!!”


"..."


Rán mengistirahatkan Skíðblaðnir di bahunya dan menatap ke sasaran berikutnya.



Part 7[edit]


Ketika yang lainnya bertebaran di sana-sini, Kamijou Touma merangkak di sepanjang trotoar berbatu dengan sisa-sisa pakaiannya yang masih menempel di badan.


"Oh, Kamijou Touma," kata suara pria yang halus.”Kenapa kau tampak sekarat?"


"Aku akan mati. Aku benar-benar akan mati dengan terjadinya semua ini!! Apakah kalian adalah tipe orang yang bertarung tanpa memikirkan suatu perkelahian yang adil!? Dan siapa pula kau ini!?”


"Kami adalah..."


"Kami!?"


"Kami adalah raja laut, itulah yang diharapkan. Bahkan, adalah suatu hal yang janggal bila kami mengatakan 'aku' atau 'diriku',” kata seorang pria yang tampaknya tidak terlihat berbahaya. "Mari kita kembali ke topik. Kami adalah Ægir, raja laut Norse.”


Dia adalah raja, seperti yang sudah diduga.


Sepertinya dia telah membelah Kapal Dewa yang tadi dinaiki oleh Kamijou dan menyeretnya keluar.


"Ngomong-ngomong, wanita itu adalah ratu kami, Rán. Tapi tidak seperti kami, dia sangat agresif, sehingga setiap kali wanita jahat itu suka terhadap jiwa seorang manusia, ia akan menyeretnya untuk diajak menjadi warga istana.”


"Oh, jadi kalian adalah salah satu pasangan tolol yang beberapa kali terlihat di mitos? Buku mitologi Yunani yang aku baca di perpustakaan sekolah tempo hari sungguh mengerikan! Bagaimana bisa Zeus dan Hera tetap tinggal di atas!?”


"Betapa tak sopan. Rán sedang mencoba untuk menyelamatkan semua orang.”


"Hm?"


"Kau tahu...."


Ægir pasti telah mempersiapkan semuanya dengan baik, karena ia mengeluarkan suatu tangki air dan menempatkan cangkir di dalamnya.


"Laut di dunia Norse seperti cangkir ini. Tetapi, jika kau mencoba untuk kembali ke dunia asalmu, cangkirnya akan pecah. Apa yang akan terjadi kemudian? Air di sisa tangki akan bergegas masuk ke dalam. Dan tahukah kau apa yang akan terjadi pada pulau yang berada di dalam cangkir?”


"........................................................................... Kedengarannya seperti, itu akan berada dalam suatu masalah besar."


"Memang benar, kami akan berada di dalam masalah yang begitu besar." Ægir mengangguk. "Dunia hanya memiliki dua pilihan: (1) Kau bisa meninggalkan dunia kami dan kembali ke dunia asalmu… (2) Kau dapat mengurungkan niatmu untuk pulang ke rumah agar dunia kami terlindungi. Hanya itu pilihannya.”


"Um, jadi Rán-chan di sana sedang mengamuk karena dia mencoba untuk membunuh kami dan melindungi dunia ini?”


"Betapa tak sopan. Seperti yang kukatakan tadi, Rán sedang mencoba untuk menyelamatkan semua orang.”


"Bisakah kau menerangkannya lebih jelas?"


"Hm. Pembungkaman sejarah yang mempengaruhi dirinya adalah lebih kuat pada saat ini, jadi harusnya kita bisa berbicara dengan lebih bebas.... Walaupun itu masih akan menghadirkan beberapa efek.”


Ægir berpikir sebentar.


"Oke deh. Kami akan memberikan jawaban langsung yang harusnya bisa menyampaikan maksud kami walaupun perkataan kami terdengar aneh.”


"Silakan lakukan."


"Rán mencoba untuk mengembangkan dirinya sendiri dengan mengalami pertempuran yang melebihi batas kemampuannya. Dia ingin menjadi 'malaikat maut lautan' yang tidak membunuh dan memiliki kontrol penuh terhadap lautan yang melingkupi sembilan dunia. Tapi jika itu terjadi, dirinya yang dahulu kala akan lenyap dan dia akan berubah menjadi dewa yang sama sekali berbeda, baik secara jasmani dan rohani.”


Ini adalah ide yang konyol.


Kedengarannya seperti membuat pengorbanan manusia.


Memang benar bahwa itu akan melindungi kehidupan semua orang di sembilan dunia. Sementara juga memungkinkan kelompok Kamijou untuk kembali ke rumah mereka masing-masing.


Tapi...


"Apakah arti dibalik usahanya itu?"


"Tidak ada. Dia berpikir terlalu tinggi pada dirinya sendiri. Kami, para dewa laut tidak bisa mempengaruhi garis besar suatu peristiwa, sehingga idenya pasti gagal sejak awal. Bahkan jika dia berhasil dan bahkan jika dia berubah menjadi sesuatu yang lain, ia masihlah tidak akan dapat melindungi apa-apa.”


"Bukan itu yang aku maksud!! Menurutnya, siapa yang akan terselamatkan dengan cara melindungi seperti itu!?”


"..."


"Aku tidak tahu persis apa yang harus dilakukan, tapi mari kita pergi untuk menyelamatkan Rán. Katakan saja apa yang harus aku lakukan!!”


"Kami adalah raja laut. Kami tidak bisa mempengaruhi sejarah. Sama seperti Rán yang akan gagal, kami juga akan-...”


"Diam!! Bukan itu yang sedang aku bicarakan!!”


Kamijou memotongnya dan menatap langsung si dewa yang terkejut.


"Lantas, buat apa kau berbicara padaku!? Rán-chan adalah istrmu, bukan? Kamu melakukannya sesuatu karena kau tidak ingin berdiam diri dan kehilangan segalanya, kan? Walaupun itu terdengar seperti alasan untuk menyelamatkan dunia dan semua orang yang ada di dalamnya, kan!? Kalau begitu, tetaplah seperti itu sampai akhir. Kau mungkin akan gagal, tapi kami semua akan mengusahakannya!! Apa sih yang ingin kau lakukan sejak awal!?”


"... Yahh..."


Suara Ægir semakin memudar.


Sesuatu menghalangi kata-katanya. Suatu sistem kejam menghancurkan kuncup harapan dan mengatakan kepadanya untuk tidak mengubah sejarah. Dia hanya perlu menonton terungkapnya tragedi tanpa harus berbuat apa pun.


"Yah..."


Tapi tampaknya dia melepaskannya


Harga dirinya sebagai raja laut memungkinkan dia untuk membatalkan aturan dunia untuk sementara.


"Dia adalah istri kami. Semuanya akan percuma jika kami tidak menyelamatkannya."


Keduanya mengukuhkan kakinya di trotoar batu dan berdiri.


Pertama, Kamijou dan yang lainnya harus berkumpul kembali.


Setelah itu, mereka akan bergegas maju ke medan perang intens di istana bawah laut.


"Mari kita coba segala sesuatu yang bisa kita pikirkan. Bahkan jika tidak muncul jawabannya, paling tidak akan ada petunjuk. Dan jika kita mengumpulkan cukup banyak petunjuk, perlahan-lahan pasti jawaban yang sama sekali berbeda akan menampakan wujudnya! Jadi...!!”


"Ya, kami tidak akan lagi menyerah sebelum mencoba. Kami adalah raja laut, sehingga laut adalah tempat kami walaupun tidak tersisa lagi wilayah di dunia ini!!”



Part 8[edit]


Laut itu indah, membawa berkah, dan merupakan ibu dari segala bentuk kehidupan.


Tetapi pada saat yang sama, itu adalah mulut kematian yang menakutkan.


Rán adalah dewi yang ditakdirkan untuk memerintah mulut kematian tersebut.


(Ini masih tidak cukup.)


Dia memegang Skíðblaðnir dengan salah satu lengan air miliknya. Dan dengan lengan rampingnya sendiri, dia meraih jaring-sihir-penangkap-jiwa sembari berpikir tenang.


(Ini masih tidak cukup untuk mengubah kedewaanku!! Aku harus bertarung lebih dan lebih dan lebih!!)


Kalau begini, ia harus bertanggung jawab untuk semua kematian di laut, bahkan jika itu dipaksakan padanya dari dunia asing yang berada di luar kewenangannya.


Dia menamai dirinya sendiri dengan sebutan seorang dewi, jadi dia harus melindungi semua kehidupan dari mulut kematian yang tidak masuk akal.


"Rán! Jangan bertengkar!! Waltraute dan yang lainnya bukanlah orang-orang yang buruk!!”


Si bocah berteriak dengan mata berlinang.


Rán melirik ke arahnya, tapi dia diam saja.


Dia sudah memutuskan bahwa dia akan melindungi mereka semua.


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!"


Hel, sang ratu alam baka, berteriak.


Hel mengayunkan lengannya secara horizontal dan menghasilkan pedang es raksasa.


Tapi itu hanya tampak seperti tusuk gigi jika dibandingkan dengan Skíðblaðnir. Pedang Hel menabrak kapal pada ayunan pertama dan pedang es menyeramkan yang berbau kematian dari alam baka tersebut pecah menjadi serpihan.


Namun demikian, tak ada satu serpihan pun yang jatuh ke tanah.


Potongan-potongan es itu mengubah arahnya dan berbalik menyerang si ratu lautan. Dia diserang dari segala arah oleh serpihan es yang tak terhitung jumlahnya layaknya peluru kendali.


Tubuh Rán akan segera diisi dengan ribuan lubang, tapi dia membungkus dirinya sendiri dengan jaring-penangkap-jiwa.


Dia mengayunkan lengan rampingnya di sekitar untuk menyelimuti dirinya dengan jaring dan memblokir setiap pecahan yang berusaha menyayatnya.


Tidak setetes darah pun ditumpahkan.


(Jaring ini memiliki kemampuan untuk menangkap jiwa. Ketika benda ini mengikat jiwa dari luar, tidak ada serangan yang dapat menghancurkan jiwa di dalamnya!!)


Dia menyerang balik dengan melemparkan jaringnya.


Benda itu mengikat seluruh tubuh Hel. Rán berlari meraih benang panjang untuk mengunci jaringnya. Dia mengayunkan si ratu alam baka dan melemparkannya bak meteor ke jarak yang jauh.


Hel bertabrakan dengan Waltraute yang baru saja pulih dan berusaha melakukan serangan kejutan bersama kuda putihnya.


Kedua dewi itu saling bertabrakan dan kehilangan keseimbangan tubuh mereka. Di saat itu juga, Rán menghujamkan Skíðblaðnir dari atas untuk menimpa dan melumatkan mereka berdua.


(Level pengalamanku tidak akan pernah meningkat jika aku hanya bertarung melawan sesama dewa Norse. Untuk mengubah kedewaanku, akan lebih baik jika aku melawan para pahlawan yang berasal dari dunia asing tersebut.)


Suara jejak langkah lain mencapai telinganya.


"..."


(Jadi mereka akhirnya ada di sini.)


Dengan kapal kolosal yang masih digenggam oleh lengan air miliknya, Rán membalikan badan.


Yang dilihatnya adalah para orang asing yang berasal dari dunia lain.


Mereka adalah “puzzle” terakhir yang diperlukan oleh Rán untuk memperoleh pengalaman abnormal. Sehingga dia bisa menyusun ulang tubuh dan pikirannya, menjadi suatu makhluk lain yang sama sekali berbeda dari ratu lautan.


Kamijou Touma, Index, Misaka Mikoto, Quenser Barbotage, Heivia Winchell, Milinda Brantini (di dalam Baby Magnum), Jinnai Shinobu, Zashiki Warashi Yukari, Yuki Onna, Anzai Kyousuke, Higashikawa Mamoru, gadis kelinci, Nanajou Kyouichirou, dan Satsuki….semuanya berkonfrontasi padanya.


Perbedaan jumlah orang tidak berarti apa-apa bagi Ran, yaitu dewi mengerikan yang memerintah badai laut.


Dan kemudian, perpustakaan grimoire berbaju renang berbicara dengan mengandalkan pengetahuan 103.000 grimoires yang tersimpan rapih di otaknya.


"Exorcism 1. Sebagai simbol pengusir tamu tak diundang di kuil, dodecagram* ditampilkan pada lingkaran di kapal yang bepergian melalui bintang-bintang. Itu mengacu pada kumpulan 12 tanda-tanda zodiak dan seseorang yang menginginkan kita kembali melalui langit!!” [Dodecagram adalah gambar 2D yang memiliki 12 sisi tegak dan sudut. Kamus Besar Oxford. Namun, kalimat Index tersebut adalah mantra, jadi jangan terlalu dipikirkan.]


(...?)


Itu adalah serangkaian mantra yang tidak dikenali oleh Rán.


Sesaat kemudian, Skíðblaðnir mulai memancarkan cahaya yang kuat.


Kapal yang menghubungkan dunia Norse dan bumi mulai diaktifkan.


Namun, dewi laut tidak menyadari metode ini.


Mereka membuka potal yang berhubungan dengan dunia asing, tapi mereka tidak menggunakan laut sebagai perantaranya.


"Laut adalah simbol dari batas-batas dunia. Laut adalah simbol 'ujung bumi' yang paling jelas, tapi itu bukan satu-satunya simbol di dunia Norse.” Index menunjuk lurus ke atas.”Ada juga langit. Bahkan para dewa dari Asgard hanya dapat mengontrol jalur matahari dan bulan. Jadi, hamparan luas pasti ada di sana, yang bukan merupakan bagian dari sembilan dunia. Jika kami melewati tempat itu, tidak ada air laut yang akan memasuki dunia ini. Bahkan jika membuat lubang di dunia lain. Dan kau tidak perlu merubah dirimu sendiri!!”



Part 9[edit]


"Di sebelah sini, kakak."


Suara riang dari seorang gadis terdengar di suatu wilayah yang bahkan berada lebih tinggi dari Asgard. Jika dianalogikan, Asgard adalah “langit” dan tempat ini adalah "ruang angkasa".


Gadis kecil memecut kuda indahnya dan keretanya benar-benar menyeret seluruh bagian bulan.


Ada gadis lain yang mengemudi kereta identik. Dia dengan santai mendekat dari sisi langit yang jauh.


Ada gadis lain lagi. Kali ini, dia menyeret matahari.


"Hufff. Hari yang melelahkan.”


"Jika kau berhenti, serigala akan datang dan memakanamu."


"Mengapa manusia seperti kita harus menyeret benda-benda langit? Meskipun begitu, adalah hal yang sangat menakjubkan bila seorang manusia bisa melakukan hal-hal seperti ini.”


"Hei, hei. Peristiwa yang terjadi di bawah semakin berisik.”


"Aku ingin tahu, apakah ada sesuatu yang terjadi."


Kakak-beradik yang menarik matahari dan bulan tersebut dengan santai melemparkan tongkat. Seketika, tirai jatuh dan hari pun berubah jadi malam.


Mereka lebih tinggi daripada puncak pohon dunia.


Ini adalah tanah perawan yang belum pernah dicapai oleh seorang dewa pun, bahkan cabang pohon Yggdrasil terjauh sekalipun belum pernah mencapainya.



Part 10[edit]


"Ah."


Rán menghembuskan nafas yang tak bermakna.


Itu sungguh merupakan suatu desahan yang tak bermakna, sehingga lepas dari mulutnya begitu saja.


Sementara itu, situasi terus mengalami kemajuan.


Kata-kata Index tidak cukup untuk membuat keajaiban, tetapi semua orang asing tersebut sedang berkumpul. Hukum dan kemungkinan yang tidak pernah Rán pahami bertebaran di depan matanya bak bintang di langit.


Jadi...


"Aku menggunakan simbol mawar untuk menyegel nama dunia dan menetapkan jalur kapal! Nama cahaya... oh, ampun deh! Apakah tidak ada sesuatu!? Akan menjadi sempurna jika kita memiliki sesuatu untuk membentuk semcam pusaran cahaya yang bahkan lebih kuat dari matahari!!”


"Kau dapat menyerahkannya pada Putri! Kau tidak perlu susah-susah jika ada JPlevelMHD di pihakmu!!”


"Suatu pintu merah terang tercermin dalam pikiran. Tempatkan suatu jimat di dahi, di dekat matamu, gambarkan itu di dalam hatimu dengan akurat, dan... jeda yang lain!! Untuk memotong aliran kekuatan, aku memerlukan sistem selain mantra!!”


"Kalau begitu, apakah kau pikir kau bisa mengakumulasikannya sebagai suatu Package? Hey, Youkai tak berguna, kau memiliki cukup koneksi dengan Hyakki Yakou untuk mengetahui rumusnya, kan? Serahkan semua variabelnya dan gadis ini akan mengatur sisanya!!”


"Membangun simbol dalam empat arah mata angin dan pintu masuk barat daya akan memanggil kekuatan!! Limpahan kekuatan berputar-putar ada... di sini!! Aku harus membuat jalan keluar yang tidak bisa diungkapkan dengan salah satu arah mata angin!”


"Aku pikir hanya ke-Absurd-an yang dapat memenuhi permintaan kontradiktif seperti itu."


"Kami akan merilis kuk* daging dan naik melalui pintu mental ke langit! Ini menyerupai pemakaman palsu, jadi... yang terakhir!! Aku ingin membuat keadaan kematian, jadi aku perlu simbol kematian yang besar!!” [Kuk adalah kayu lengkung yg dipasang di tengkuk kerbau (lembu) untuk menarik bajak (pedati dsb). Kbbi Online. Hati-hati dengan beberapa ucapan Index di atas. Dia mencampurnya dengan beberapa bahasa mantra. Untuk melengkapi mantranya, sepertinya dia dibantu oleh keahlian beberapa teman lainnya.]


"Lalu bagaimana dengan pengetahuan Killer Queen?"


Suatu cahaya yang luar biasa memecahkan Skíðblaðnir dan menjadikannya aliran besar. Pilar cahaya membentang tanpa henti ke atas dan tampak seperti suatu menara raksasa atau elevator ke surga.


"..."


Rán hanya bisa menatapnya.


Selama batas laut tidak rusak, kehidupan di sembilan dunia tidak akan hilang.


Selama laut tidak digunakan sebagai sarana untuk membuka portal ke dunia asal, maka para orang asing ini tak perlu tinggal di dunia ini lagi. Menahan mereka atas alasan menyelamatkan dunia sama saja dengan mengorbankan mereka.


Dan Rán pun tak perlu bertransformasi.


Ini adalah hasil yang sempurna.


Itu adalah idealisme yang mereka impi-impikan.


Seharusnya, Rán pun menyetujui ending ini. Namun pada saat Rán menghadapi itu, ia merasakan otot-otot kedengkian yang merangkak di lengan rampingnya.


Tangannya yang memegang jaring-penangkap-jiwa menggeliat seolah-olah inign merusak semuanya.


"Ah..."


Pada saat itu, dia akhirnya ingat dengan sendirinya.


Para dewa laut tidak akan terpengaruh oleh Ragnarök, tapi mereka malah tidak memiliki kemampuan untuk mempengaruhi setiap titik balik dalam sejarah.


Keberadaannya dan tindakannya telah ditakdirkan untuk gagal sejak awal.


Jadi, semakin dia berharap untuk masa depan yang bahagia, maka semakin besar keputusasaan yang dia terima.


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!?"


Dia tidak lagi bisa mengendalikan tindakannya. Dia pun mengayun-ayunkan jaring-penangkap-jiwa di tangannya. Seperti bola logam yang diikat pada rantai, ia mulai menghimpun gara sentrifugal untuk kemudian melemparnya.


Ketika para orang asing itu memulai upacara yang tidak akan merugikan kedua dunia, dia malah bersiap-siap untuk menghancurkan semuanya.


Namun...


"Tidak apa-apa, Rán," kata seseorang.


Pertama, seorang pria berambut runcing dan kemudian beberapa orang lainnya berdiri untuk mengganggu jalannya.


Tapi mereka ada di sana tidak untuk melawan.


Mereka ada di sana untuk melindungi orang tersayangnya.


"Ægir menceritakan semuanya. Aku tahu batasan yang mengikat dirimu. Dan aku juga tahu apa yang benar-benar ingin kau dapatkan, jadi, itu tidak masalah bagiku. Kami tidak akan membiarkan kau menghancurkan impianmu sendiri!!”


"..."


Seperti biasa, Ran tidak bisa merespon.


Dia hanya memasang wajah ambigu layaknya anak kecil yang hampir menangis.


Tapi itu sudah lebih dari cukup.


Kedua belah pihak bergegas maju dengan kecepatan penuh untuk memulai bentrokan di titik tengah.


Pertempuran terakhir mulai.



Tidak lagi masalah, apakah mereka telah menghentikan Perang Dunia Tiga, berkeliaran untuk menghancurkan sentaja-tahan-nuklir, atau menghadapi kejahatan mutakhir yang menggunakan kekuatan gaib.


Mereka menyerang hanya karena mereka ingin melindungi martabat dan kebanggaan seorang dewi.


Bisakah mereka mengatasi perbedaan dalam hal kekuatan?


Mungkin Object dan Youkai adalah pengecualian, tetapi beberapa dari mereka hanyalah siswa SMA biasa atau mahasiswa dalam setiap aspek kecuali kinerja pikiran mereka. Tidakkah mereka hanya akan dirobek-robek menjadi daging cincang?


Tak satu pun dari itu adalah masalah.


Lagipula...


"Raja laut memerintahmu sebagai orang yang dapat menenangkan badai dengan memukul gelombang menggunakan dayung.”


Suara itu bukan berasal dari para orang asing.


Itu adalah suara si raja laut.


Rán bisa mengendalikan badai lautan yang menakutkan, sedangkan dewa laut lainnya memerintah laut tenang yang membawa berkah bagi umat manusia.


"Gelombang badai dilarang untuk menyakiti anak-anak manusia! Air harus menyambut senyum manusia dengan damai!!”


Perkataan Ægir dan kedewaannya sanggup menenangkan laut badai.


Kekuatan Ægir dan Ran mungkin adalah berimbang, namun dengan melucuti senjata dan kekuatan Rán, dia melemah sampai ke titik yang bahkan seorang anak SMA biasa bisa melawannya.


Para protagonis asing tersebut menyerang ke depan untuk melakukan hal yang tampaknya mustahil. Mereka ingin menyelamatkan si dewi.


Di belakang mereka, Index mengucapkan kata-kata terakhir.


"Kembalikan semuanya ke tempat yang selayaknya! Kami mengikuti proses pembasimian setan untuk mengusir diri dari tanah ini dan menjadi cahaya di langit!!”


Mereka telah menunda waktu yang cukup lama.


Rán... tidak ada, makhluk apa pun yang mengendalikan Rán saat ini, telah gagal untuk mengganggu upacara Index.


Lantas, tubuh Misaka Mikoto melayang ke udara. Quenser, Heivia, Youkai non-manusia, dan bahkan Object seberat 200,000 ton melakukan hal yang sama.


Semua orang asing berkumpul di aliran cahaya.


Tidak ada lagi yang bisa menjangkau mereka, jadi ini benar-benar suatu perpisahan.


"Ha ha!! Lihat!? Mengubah sejarah adalah hal yang hebat, bukan!?”


Ketika Jinnai Shinobu melayang ke langit, ia mengatur jempol dan telunjuknya untuk membentuk pistol, kemudian menodongkannya ke arah Rán. Dia pun meneriakkan komentar itu dengan lantang.


Sembari mengambang terbalik, Kamijou Touma memberikan komentarnya sendiri.


"Kami harus pergi sekarang, tapi, apapun yang bisa kami lakukan, kamu juga bisa melakukannya. Kamu sekarang mengerti dan melihat ini, kan!? Mulai sekarang, janganlah menyerah pada suatu hal pun!!”


"..."


Rán menatap mereka dengan membisu.


Tidak.


Kali ini, ia bertarung melawan aturan dunia dengan seluruh kekuatannya, dan dia pun akhirnya menggerakkan bibirnya.


Terima kasih.


Segera setelah itu, aliran cahaya mengambil para orang asing tersebut dan meluncurkan mereka ke luar angkasa.


Kali ini, mereka benar-benar meninggalkan dunia Norse.



Part 11[edit]


Bukannya merusak saat-saat bahagia ini, tapi bukankah Kamijou Touma memiliki Imagine Breaker?


"H-huh? Sekarang aku jadi khawatir... Tidak, itu akan baik-baik saja. Kali ini, kita mengkombinasikan Object, Package dan segala sesuatu yang kita punya!! Jadi sepotong tangan kanan tidak akan merusak semuanya, bukan!? Aku benar-benar tidak ingin berakhir dengan kembali ke sana setelah mengucapkan perkataan keren pada Rán!”


Tapi meskipun berteriak seperti itu, dia tidak benar-benar tahu di mana ia berada.


Secara samar-samar, ia tahu bahwa ia sedang bergerak dengan kecepatan luar biasa. Tapi pemandangan yang sepenuhnya berwarna putih membuatnya tidak bisa membandngkan apapun. Sama seperti kecepatan jet tempur atau pesawat ruang angkasa, sulit baginya untuk merasakan seberapa jauh dia telah pergi. Panca indranya sama sekali tidak bisa mengikuti itu.


Tiba-tiba, ia menyadari bahwa Index, Misaka Mikoto, dan yang lainnya sudah pergi.


Dia tidak ingin ditinggalkan sendirian, tapi layaknya dialog Zen*, tempat ini membuat dia sadar bahwa ia hanya bisa memberikan monolog dalam kesendirian. [Zen adalah salah satu aliran Buddha Mahayana. Kata Zen adalah bahasa Jepang yang berasal dari bahasa mandarin "Chan". Kata "Chan" sendiri berasal dari bahasa Pali "jhana" atau bahasa Sanskerta dhyana( ध्यान ). Dalam bahasa vietnam Zen dikenal sebagai “thiền” dan dalam bahasa korea dikenal sebagai “seon”. Wikipedia Bahasa Indonesia tanpa perubahan. Aliran Zen dikenal dengan konsep semedhi atau meditasi, shingga yang dimaksud oleh Kmijou mungkin adalah suatu kesunyian yang abadi.]


"Tunggu... Jangan bilang bahwa aku tidak bisa mencapai Academy City, tapi aku juga tidak bisa kembali ke dunia Norse. Kumohon jangan!! Bukankah neraka tidak terhingga* sudah cukup untuk menyiksa aku dalam satu kehidupan!? Dan kalau dipikir-pikir, neraka itu juga berkaitan dengan salah satu dewa Norse!!” [Baca NT Vol 9.]


Ketika dia hampir mulai menangis, suara seorang gadis memasuki kepalanya.


"Aku punya perasaan bahwa ini akan terjadi."


"Birdway?"


“…………………………………………………………………………………………………………………………”


"Ya, ya!! Aku paham!! Kau Othinus, kan!? Suara kalian berdua terdengar begitu mirip, jadi sulit bagiku untuk membedakannya tanpa melihat dengan mataku!!”


"Jika kau melakukannya dengan baik, aku kira, kau akan mengembara dalam kekosongan selama beberapa tahun."


"Jangan! Aku pasti akan menderita beberapa kerusakan pada mentalku!”


"Baiklah," kata suara di kepalanya.”Aku sudah kehilangan kekuatanku sebagai Dewa Sihir, tapi, seperti yang kau sebutkan tadi, aku masih memiliki simbolisme Norse. Aku akan mengatur keberadaanku sendiri sebagai alamat dan menarik tubuhmu keluar.”


"Um... Bagaimana dengan tangan kanan aku?"


"Apa? Aku tidak peduli dengan tangan kanan yang dapat hancur oleh serangan sekelas Dewa Sihir. Aku bisa memaksanya dengan kekuatan yang besar. Itulah sebabnya mereka menyebut kami dewa, kau tahu?”


Sesaat kemudian, Kamijou Touma diarahkan ke jalan yang benar, seakan-akan ada orang yang memegang pundaknya dari belakang.


Dan...



Part 12[edit]


"Ah!?"


Kamijou Touma terbangun.


Dia meringkuk di dalam bak kamar mandi asramanya.


"H-huh? Apakah itu tadi mimpi?”


Tampaknya itu terlalu jelas untuk menjadi mimpi, tetapi apa pun itu, dia terbangun.


Dan kemudian ia menyadari dua hal.


Pertama, toilet telah mampet pada sumbernya, sehingga pancaran air berhenti. Dan kedua...


"Apa ini? Mengapa aku memakai baju renang?”


Dia merasakan suatu sensasi tak menyenangkan yang merambat di sepanjang tulang belakangnya, tapi jika diam saja, masalah tidak akan terpecahkan. Malahan, ia memiringkan kepalanya dan membuka pintu kamar mandi.


Di sana, ia menemukan 15 cm Othinus dan biarawati berambut perak yang sedang menunggunya.


Namun, si biarawati bukan lagi: "yang mengenakan pakaian putih mirip cangkir teh dengan bordiran emas".


Lagipula...


"Index-san, kenapa kau memakai baju renang?"


"Kalau dipikir-pikir, kita belum melakukan suatu hal pun terhadap Gereja Berjalan-ku yang dibakar. Touma? Apa yang akan aku pakai sekarang?”



Jinnai Shinobu dikejar di sekitar rumah beratap jerami oleh beberapa Youkai dan setan.


"Ahhh!! Mengapa semua orang memakai pakaian renang!? Rasanya seperti, semua orang memutuskan untuk pergi berpiknik tanpa mengajak aku! Tapi, tinggalkan bikininya untukku. Seorang succubus yang mengenakan micro-bikini jelas-jelas lebih unggul daripada Zashiki Warashi berbikini normal atau Yuki Onna berbaju renang sekolah!!”


"Kau membawakan aku oleh-oleh, bukan? Aku mencium bau laut, jadi setidaknya, aku berharap kau membawakan beberapa ekor ikan.”


"Salah satu diantara kalian adalah setan global dan yang lainnya adalah Nekomata mematikan. Bahkan jika kalian sedang bercanda, aku bisa dengan mudah terbunuh ketika kalian tak sengaja menggunakan kekuatan berlebih! Tentu saja aku takut!!”



Anzai Kyousuke dan Higashikawa Mamoru terbangun di bangku ruang kuliah universitas.


Keduanya mengenakan pakaian renang yang tidak cocok dengan musim ini. Itu membuat si profesor salah sangka. Dikiranya, mereka terlalu menganggap serius kegiatan klub dan hendak meninggalkan kelas.


Si gadis kelinci tidak sedang berada di sana. Sebenarnya itu bukanlah hal yang mengherankan, mengingat apa yang telah dia lakukan di masa lalu, tapi...


"Rasanya agak sulit menerima fakta bahwa dia tidak sedang berada di sini."


"Hei, hentikan itu. Bahkan berbicara kemungkinan semacam itu, dapat memanggil Absurd.”


"Ya, tapi aku tidak akan terkejut jika dia diam-diam kembali di suatu tempat nanti, entah di mana.”


"Dan aku memberitahukanmu, bahwa menyebutkan itu saja sudah cukup untuk membuatnya jadi kenyataan!!”



Dikatakan bahwa, seorang pembunuh berbaju renang berkeliaran di gang-gang kotor pada malam hari.


"Kyouichirou, sepertinya identitasku telah menyimpang."


"Jangan khawatir. Kau itu sudah cukup aneh- bgh!?”


"Maaf, cukup sulit untuk menahannya."



Dan sangat, sangat, sangat terakhir. Quenser dan Heivia memegang kepala mereka dengan tangan.


Kedua idiot itu terlibat dalam insiden pakaian renang, sementara gadis mereka duduk di pusat sebongkah baja raksasa.


"Kalau dipikir-pikir, Putri kita lolos tanpa cedera sama sekali! Kita bahkan tidak mendapatkan bonus baju renang!! Bahkan tidak ada: 'Kyah! Ecchi!' setelah kita kembali ke dunia kita!! Putri pun sudah sadar. Apa yang sebenarnya terjadi!?”


"Hentikan. Jika kau bertanya tentang hal itu, aku hanya bisa membayangkan Baby Magnum yang mengenakan bikini atau baju renang sekolah raksasa.”


"Tentunya, dunia ini adil. Aku pikir, kita harus lebih jujur pada keinginan kita!!”


"Jika kau kurang mendapatkan filter, aturan dunia akan mulai runtuh."



Masing-masing dari mereka berjalan menyusuri jalannya sendiri.


Mereka semua menghadapi arah yang berbeda, tetapi jika itu perlu, mereka pasti akan bertemu kembali.


Mereka tidak akan segan memutar-balikan semua aturan dan realitas untuk menyelamatkan siapapun yang berdiri di depan mereka.