Toaru Majutsu no Index (Indonesia):NT Jilid 03 Chapter 3

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Chapter 3: Target Dari Larva Yang Menghanguskan — Case_to_War.[edit]

Part 1[edit]


(10 November – Oahu – Jalan Utama – Diambil darikamera di bus umum)


Kamijou, Mikoto, dan Birdway naik ke sebuah bus yang besar.


Hamazura, Misaka WORST, dan Kuroyoru sudah berada di tempat lain.


Kelompok Kamijou dan Kelompok Accelerator saat ini sedang berusaha untuk mencegah penggunaan Trigger yang diambil dari Oahu, sedangkan kelompok Hamazura sedang menyiapkan sebuah garis pertahanan di dekat Kilauea untuk berjaga-jaga.


“Jadi mereka akan membunuh 500.000 orang ,di sebabkan oleh letusan buatan di Kilauea…’’


"... Nnn," erang Mikoto.


"Apakah kamu mempunyai pertanyaan," tanya Birdway sambil menatap ke luar jendela.


"Aku tahu teroris ini sedang merencanakan sesuatu yang sangat mengerikan." Mikoto masih tidak memiliki pemahaman tentang GREMLIN ataupun tentang sihir, jadi bagaimana dia akan mengartikannya. "Tetapi seperti yang kamu katakan bahwa Senat, Rumah Pemerintahan, dan segala macam pekerjaan di dalamnya sedang dikontrol hanya untuk mengumpulkan informasi tentang Trigger kan? Yah, aku kira mereka memiliki seseorang seperti halnya sie Nomor Lima kami..."


"Dia mampu mengontrol beberapa orang sekaligus. Apa pendapat mu?"


"Bukannya itu tampak sedikit tidak langsung? Kemungkinannya aku salah, tetapi jika orang-orang ini memiliki kekuatan untuk mengendalikan mayoritas Kongres AS, tentunya mereka mampu mengubah keadaan negeri tanpa menggunakan kekerasan? "


"Ya, jika ini hanya sekedar masalah tentang Amerika," Birdway menjawab. "Tapi GREMLIN adalah musuh dalam skala yang lebih besar. Jika pandangan mu melampaui Amerika Serikat, apa yang mereka dapatkan tentu jelas lebih daripada ini. "


"Apa yang kamumaksudkan, gadis kecil?"


"Perhatikan sekarang. Trigger itu sendiri dikembangkan di fasilitas penelitian Amerika dan insiden itu sendiri memanfaatkan sebagian besar anggota dari Kongres, militer, polisi, badan intelijen, serta organisasi pemerintah lainnya di Amerika. Jika serangan teror berskala besar ini dilakukan di mana untuk meledakan Kilauea, tentunya kemarahan rakyat tidak hanya ditujukan semata-mata pada teroris saja. Hal ini sangat memungkinkan bahwa mereka juga akan sangat kecewa dengan bagaimana tidak bergunanya aparat pemerintahan Amerika. "


"..."


"Selain itu, Hawaii juga memiliki lebih banyak wisatawan asing di bandingkan penduduk lokal. Sebagian besar korban dalam insiden ini tentunya adalah turis, sehingga masalah ini tidak lagi menjadi permasalahan nasional. Banyak negara, pemerintahan, dan politisi akan bersungguh- sungguh menyelidiki kejadian yang menyebabkan letusan ini, dengan kata lain, secara kasarnya Amerika lah yang disalahkan atas hasil kebenaran saat investigasi ini di temukan. Dan setiap negara tentunya membutuhkan uang setelah perang. ... Tapi Amerika tentu saja tidak memiliki uang yang dibutuhkan untuk memenuhi tuntutan yang tak terelakkan untuk perbaikan yang mereka terima. Kekacauan kemungkinan akan terus berlanjut. "


"Jadi mereka berusaha untuk merusak seluruh sisi ilmu pengetahuan," sembur Kamijou.


"Dan apa yang semua mereka lakukan ialah menciptakan sebuah dorongan. Setelah Kilauea meletus, negara-negara dari sisi ilmu pengetahuan akan saling memulai pertempuran di antara mereka sendiri, efektif nya akan seperti memasukkan pasak ke gerigi dari sisi ilmu pengetahuan, " lanjut Birdway.


"... Bahkan jika Academy City adalah pusat perkembangan teknologi, Amerika tetaplah yang menjalankan perekonomian dunia. Jika Amerika ambruk, perekonomian akan ikut terhenti. Dan kemudian ... "


"Siklus pengangguran, kemiskinan, serta kelaparan akan menyebar secara membludak. Meski di tengah semua krisis itu, Amerika tidak akan terlalu terpengaruh jika dibandingkan dengan negara-negara yang tengah berkembang. Setelah negara-negara di sekitarnya merasa jauh lebih menderitadi bandingkan semua orang yang menyebabkan semua masalah ini, kemarahan mereka akan jauh lebih menumpuk lagi. Yang mana akan menghasilkan lingkaran setan yang sangat menghancurkan. "


"Jadi bahaya terorisme dan kerusuhan yang menyebar ke seluruh dunia, bahkan sama sekali tidak berhubungan dengan GREMLIN? Jika itu terjadi, semua orang akan terlalu sibuk berurusan dengan itu daripada mengejar jejak GREMLIN. "


"Tepat sekali," Birdway menyetujuinya. "Mereka membuat Amerika terjebak didalam kehancuran menggunakan kekuatannya sendiri. Hal itulah apa yang sangat penting di sini. Dan alasan mereka akan keluar dari jalur mereka adalah menggunakan metode tidak langsung seperti itu. " Birdway menyeringai. "Tentunya tekanan ini juga akan berlaku untuk negara-negara maju lainnya yang mendukung sisi ilmu pengetahuan."


"Apa maksudmu ...?"


"Ketika musuh baru muncul, normalnya, kebanyakan negara akan merespon dengan mengembangkan peralatan yang lebih kuat serta menyebar luaskannya. Namun, rencana ini tak lebih seperti halnya Amerika yang hancur di akibatkan oleh penggunaan perangkatnya sendiri. Itu berarti semakin banyak bangsa yang menambah kekuatan militernya, semakin besar risiko yang didapatkan. Jika mereka ingin mengurangi risiko itu, tentunya mereka tidak punya pilihan selain menyingkirkan peralatan yang seharusnya melindungi mereka. "


"Maksud mu ...?"


"Jika rencana ini berhasil dan Amerika benar-benar hancur, bangsa-bangsa maju lainnya akan mengalami ke macetan. Politisi jugalah seorang manusia. Setelah melihat seseorang gagal total di depan mata mereka, mereka akan menghin dari hal yang sama. "


"Akan tetapi mereka juga tidak akan mampu melawan jika mereka tidak mempersiapkan kekuatan militer!"


"Itu mungkin apa yang akan akal sehat katakan, tetapi mereka tidak akan ingin membawa semua risiko itu ke diri sendiri. Itulah bagaimana cara para politisi berpikir. Dengan demikian, tidak akan ada yang melakukan apa-apa sehingga tentunya tidak akan ada perubahan. Sebuah kemacetan, stagnasi, kekosongan politik, dan halangan dari kegiatan ekonomi ... semua itulah yang mungkin menjadi tujuan mereka atau mungkin tujuan mereka adalah untuk melepas penopang dunia, sehingga kerentanan akan menyebar dan menciptakan kerusakan yang bahkan lebih parah. Aku masih tidak yakin tujuan mereka secara keseluruhan, tetapi setidaknya ini akan membawa dunia ke dalam keadaan yang jauh lebih nyaman untuk kelompok seperti GREMLIN yang sangat membenci sisi ilmu pengetahuan yang memperoleh kemenangan setelah Perang Dunia III. "


Menyebabkan lima ratus ribu korban dan menghancurkan Amerika tidak lebih dari sebuah dorongan untuk GREMLIN.


Dengan hanya memikirkan hal itu saja membuat Kamijou Touma mengepalkan tangan kanannya.



Part 2[edit]


(10 November - Oahu – Diambil dari kamera di dalam sebuah kereta elektronik)



Roberto Katze mengemudikan kereta elektronik dengan satu tangan dan di saat bersamaan tangan satunya mengoperasikan stereo atau lainnya. Accelerator sempat berpikir bahwa dia sedang mencari program berita di radio untuk mendapatkan informasi dari situ, tapi radio hanya memainkan musik trance yang berisikan beberapa info yang berkaitan dengan ledakan peningkatan binatang kecil di saat terang dan memudarnya bulan. [musik trance adalah sejenis music tarian elektronik yang dikembangkan di Jerman pada tahun 1990, berisikan melodi yang diulang-ulang, Wikipedia]


"... Apa sih yang kamu lakukan?"


"Mencoba untuk bersantai. Roseline selalu menggangguku apabila aku melakukan hal ini. ... Sejujurnya, aku terkejut menyadari betapa banyak beban yang telah terangkat dari pundakku hanya dengan mencari seseorang yang aku yakin sedang tidak dikendalikan oleh para teroris itu. "


"Apakah kamu tahu di mana Trigger ini?" Tanya Accelerator yang mana keadaan kereta elektronik sedang berguncang.


"Hal ini tentu sering terjadi karena benda itu dikembangkan oleh marinir dan terkadang digunakan untuk bantuan bencana. "


"Aku tahu Kepulauan Hawaii adalah landasan garis pertahanan AS di Pacifik, tapi ada berapa banyak pangkalan yang berada di sini? "


"Jika kamu menghitung angkatan laut, angkatan udara, dan pangkalan laut, semua ada 52. ... Itu kemungkinan juga bisa lebih banyak jika kamu ikut menambahkan tempat di bidang-bidang pelatihan."


"... Bukankah itu lumayan banyak?"


"Keterburuan untuk membangun tempat sebanyak itu mungkin hanya diperuntukkan guna mengatasi Perang Dunia ke III. Akan tetapi perang berakhir lebih cepat dariada yang diharapkan, tentunya uang yang mendanai proyek itu tidak dapat diambil kembali ... atau lebih tepatnya, tidak akan berhenti. Banyak konstruksi yang tak berarti masih berlangsung. "


Accelerator mendecakkan lidahnya.


Presiden tersenyum dan berkata, "Hampir setengah dari 52 yang aku sebutkan tadi saat ini sedang berada pada tahap pembangunan. Dan beberapa dari pangkalan itu sudah berfungsi, jadi kita tidak mungkin menghapus proyek itu. "


"Lalu kita sedang menuju ke mana?"


"Bahkan aku cukup nekat untuk mencoba suatu pencarian buta. Dengan menggunakan otoritas ku sebagai presiden pada jaringan, aku dapat mengumpulkan sejumlah informasi untukku sendiri. "


"Tak usah berbelit, jadi kita mau ke mana?"


"Kita sedang menuju ke koleksi terbesar fasilitas militer Amerika di Hawaii ... dan karena itu sepenuhnya berada di Samudera Pasifik. Aku punya perasaan bahkan anak Jepang seperti mu pun jarang mendengar nama tempat itu. "


"Jangan membuatku mengulanginya. Katakan saja tempatnya. "


" Pearl Harbor. "



Part 3[edit]


(10 November – Oahu - Dekat Pearl Harbor di pangkalan marinir ke tiga – Diambil Dari kamera pengintai di lampu lalu lintas)


Tidak ada sesuatu tetapi terlihat seperti pagar kawat yang membentang beberapa kilometer.


Kamijou Touma, Misaka Mikoto, Leivinia Birdway bertemu dengan Roberto Katze dan Accelerator di dekat pagar itu.


Ketika Mikoto meliha tAccelerator, ekspresi kaget muncul di wajahnya seolah-olah dia mengingat beberapa trauma berdarah, tetapi saat ini mereka tidak punya waktu untuk mengkhawatirkan hal semacam itu.


"Trigger kemungkinan berada di dalam pagar itu," kata Presiden sambil menunjuk ke arah dasar dengan ibu jarinya. "Tapi seperti yang kamu tahu, meskijika kita tidak memiliki teknologi yang canggih, tempat ini adalah pangkalan dari marinir yang mana memimpin dunia dalam persenjataan murni. Jika kita mencoba memanjat pagar dan masukdengan menggunakan nyali saja, kita pasti akan ditembak hingga berkeping-keping. "


"... Anda presidennya, bukan? Tak bisakah anda memberikan perintah untuk membiarkan kita lewat? "Tanya Kamijou dengan bingung, tapi presiden hanya mengangkat bahunya dengan berlebihan.


"Perintah presiden kenyataannya tidak semudah seperti yang kau lihat difilm Hollywood. Ada banyak organisasi antara aku dan masing-masing tentara di sini dan perintahku mungkin tidak akan sampai ke organisasi-organisasi itu jika mereka sedang dikendalikan oleh pihak ketiga. "


Birdway berkata, "Saronia A.Irivika, dialah yang mengendalikan orang, mencoba untuk mendapatkan Trigger, sehingga tidak ada jaminan orang-orang di sini, di pangkalan ini akan mematuhi perintahmu bahkan jika perintah itu telah sampai ke sini."


"..."


Accelerator dan Misaka Mikoto bertukar pandangan tanpa kata-kata.


Keduanya hanya bisa saja memaksakan pandangan mata mereka ke arah pangkalan yang dipenuhi dengan senjata api itu pada umumnya.Namun...


"Memaksakan tujuan ke situ bukanlah rencana yang baik," Birdway memotong. "Ini sebuah pangkalan yang besar, sehingga tidak ada jaminan kita akan menemukan Trigger dengan cepat. Melakukan pertarungan sepanjang waktu akan menyulitkan dan tentunya bala bantuan akhirnya akan tiba dari pangkalan lain.Aku tidaklah mengatakan bahwa kita tidak akan menang, akan tetapi aku lebih suka tidak mengubah tempat ini menjadi lautan api. ...Jika rangkaian ledakan merubah fasilitas ini menjadi tumpukan puing, kita tidak akan memilikicara untuk mengetahuiapakah Trigger benar ada di sini atau tidak. "


"Jadi kita harus benar-benar yakin dan mengkonfirmasi keberadaan Trigger di sini sebelum menghancurkannya," Kamijou bergumam. "Tapi aku ragu, keamanan di sini tidaklah mudah untuk ditembus sehingga akan menyulitkan kita untuk menyelinap masuk."


Roberto dengan lembut membelai permukaan koper atase yang dia pegang. [atase adalah seseorang yang biasanya ditugaskan untuk menjadi perwakilan ambassador]


"Pangkalan ini adalah salah satu yang mengalami konstruksi untuk memperluas fungsionalitasnya. Itu berarti pekerja konstruksi akan terus-menerus masuk dan keluar. Saat ini lah kemungkinan mereka masuk ke sana, dan ini akan lebih mudah daripada di saat pangkalan ini benar-benar selesai dibangun, " jawabnya.


"... Aku punya pertanyaan. Rencana itu memang cukup meyakinkan sebagai pembukaan tapi tidak kah mencurigakan ketika remaja Asia berkeliling di sekitar? " Tanya Kamijou karena dia tak yakin ada pekerja konstruksi dari Jepang yang dipekerjakan di sana.


Ekspresi wajah Presiden berubah pahit.


Birdway dengan ringan menyilangkan lengannya sambil berkata, "Aku bisa saja mengumpulkan sekelompok orang berkulit putih tentunya dengan menggunakan bawahanku, tetapi aku beranggapan beberapa penyihir mungkin berada di sini karen Saronia juga terlibat. Ada kemungkinan dia akan melihat banyak kekuatan sihir yang berkumpul di sini. "


"Lalu apa yang kita lakukan?"


"Aku tidak akan mengatakan kalau aku tidak punya ide lagi."


"Kamu tahu bagaimana caranya kita dapat menyelinap ke dalam pangkalan marinir ini?"


"Tidak," Birdway berkata sambil menggeleng. " Tapi , aku tahu cara kita dapat masuk tepat melalui pintu masuk utama."



Part 4[edit]


(10 November - Oahu - Diamond Marine Harbor - Dari kamera pemantauan tingkat airpasang)


Hamazura Shiage, Misaka WORST, beserta Kuroyoru Umidori sampai ke pelabuhan kapal pesiar pribadi di Oahu. Tempat itu disebut sebagai pelabuhan kapal pesiar, tetapi yang di utamakan disana adalah kapal kecil yang menggunakan mesin bertenaga baling-baling, menggunakan gas, memiliki kamar tidur ber-AC, memiliki dapur sederhana, dan memiliki kamar mandi, yang hampir setingkat dengan villa ketika dibandingkan dengan perihal fasilitas dan harga.


"Aku bisa saja membobol kunci kapal-kapal ini," kata Hamazura dengan santai sambil memindahkan beberapa kabel yang melilit di tiang dermaga. "Tapi aku tidak tahu bagaimana cara mengemudikan sebuah perahu. Apakah salah satu dari kalian pernah melakukannya? "


"Misaka telah memilikisemua yang diperhitungkan didalam dirinya pada saat ‘Pewarisan’, tapi itu serasa merepotkan…. Sungguh, kamu akan baik-baik saja. Sebenarnya tidak ada hambatan di laut, sehingga kamu akan baik-baik saja, meski kamu sedikit sembrono seperti ini. Hanya pastikan untuk belajar dari kesalahanmu." [Pewarisan di sini maksudnya adalah transfer pengetahuan ke otaknya secara paksa ketika dia keluar dari tabung cloning dan sudah siap untuk “hidup”]


"Kamu cuma malas melakukannya, kan?"


"Ohh? Jika Misaka harus fokus di kapal, mengekang Kuroyoru-chan mungkin tidak sepenuhnya efektif. Akankah Akhir dari Century Emperor baik-baik saja di kemudian, nyahh? "


"Suatu hari, aku akan merobek kalian berdua menjadi delapan potongan,sialan!! Kamu mendengar ku, delapan!! Bukan tujuh atau sembilan!!Aku akan merobekmu menjadi delapan potong seperti pizza!! Grrrr!!!!!!" Kuroyoru memotong pembicaraan.


"Tidakkkkkkk!! Ini seperti kamu telah memprovokasi anjing militer yang terlatih!!"


"Cepatlah dan ambil kunci itu, sehingga Misaka bisa masuk ke dalam ruang ber-AC. Jika tidak, Misaka akan membiarkan Kuroyoru memperkosamu. "


Dengan gemetar, Hamazura tampak menjejalkan kabel pada lubang kunci di palka kapal.


Diamelihat sekeliling dan berkata,"Kunci itu sendiri adalah teknologi dari luar, sehingga akan sangat mudah memilihnya, tapi aku juga takut apabila ada seseorang yang melihatku. Terutama karena semua orang di sini tentunya memiliki senjata. "


Misaka WORST menepuk Kuroyoru di bagian atas kepalanya dan berkata," Jangan khawatir , Jangan khawatir. Kuroyoru-chan akan berjaga-jaga untukmu. "


"Kenapa aku harus melakukan hal itu-!?"


"Jika kita menambahkan bagian telinga kucing pada mu, tentu peningkatan besar dalam kemampuanmu untuk mengumpulkan informasi akan bertambah, kan?"


"FGH !? Meng…mengapa kamu memiliki bagian aksesoris seperti itu...!?"


"Heh hehheh…menolaklah jika kamu suka, tapi dapatkah kamu mencegah koneksi telinga kucing denganmu,ketika kamu tidak dapat menggunakan lenganmu,nyahh? Sekarang, sudah waktunya kamu menjadi lucu, seekor kucing pembunuh hitam yang lucu-nyaan, tidakkah kamu berpikir seperti itu? "


"Uuh ..."


Kuroyoru mencobauntuk mundur tapi di akhir dermaga, dia tidak punya lagi tempatyang tersisa untuk melarikan diri. Misaka WORST sebenarnya tidak terlalu peduli dalam mengubah penampilan, terutama tampilan Kuroyoru, tapi gadis cyborg ini mendekatinya dengan memegang telinga kucingdi tangannya, karena itu menghancurkan atmosfir kegelapan yang dimiliki Kuroyoru.


Merasa terpojok, Kuroyoru mengeluarkan isakan. Dan kemudian...

NT Index v03 155.png

"Waaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhh !!Mengapa? Mengapa hal semacam ini selalu terjadi padakuuuuuuuuuuuuu!?"


"Wah !?" teriak Misaka WORST kaget saat dia kembali mengambil langkah kecil.

Kuroyoru mungkin adalah Level 4 dengan kekuatan Bomber Lance, dia juga kemungkinan memiliki sebagian pikiran Accelerator yang ditanamkan ke dalam dirinya selama Dark May Project, dan kemungkinan dia juga telah memimpin generasi baru dari kegelapan bersama Freshmen, tapi pada dasarnya dia hanyalah seorang gadis yang berusia dua belastahun.


Dia memiliki ketahanan yang kuat dalam hubungan yang sederhana, dalam hal membunuh atau dibunuh. Namun,dia tidak pernah mendapatkan penghinaan semacam itu. Bahkan dia tidak memiliki banyak pengalaman dengan situasi seperti ini untuk melalui perjalanan bersama mereka.


Karena Kuroyoru menangis dan air matanya jatuh, MisakaWORST mengalihkan tatapannya dan tampak meminta bantuan Hamazura.Namun, Hamazura hanya melihat Misaka WORST dengan ekspresi yang mengatakan, "Ah, kamu membuatnya menangis..."


Tidak mendapatkan jalan keluar , Misaka WORST berpikir sedikit.


Akhirnya, dia berkata,"Tapi ini bahkan belum satun tahun penuh sejak Misaka diciptakan, jadi secara teknik umur Misaka hanyalah 1 tahun, maka tidaklah adil bagi yang muda untuk meminta ma’af kepada yang lebih tua."


"Bagaimana kamubisa mengatakan itu dengan begitu mudah, dasar kamu penjahat!?"


Dengan ketiganya berteriak, mereka akhirnya menaiki kapal pesiar kelas atas itu yang segera meninggalkan pelabuhan.



Part 5[edit]


(10 November – Oahu – Pearl Harbor pangkalan ke tiga mariner – Diambilo dari kamera pengintai gerbang barat)


Sementara hal yang sama tidak bisa dikatakan untuk garnisun di luar negeri, tidak ada yang akan mencoba menyerang pusat pangkalan di negara ini. Dengan demikian, hal pertama yang harus dipelajari sebagai penjag aadalah bagaimana caranya untuk menghabiskan waktu...atau begitulah kebanyakan orang berpikir. Pada kenyataannya, para penjaga memang memiliki pekerjaan yang harus dilakukan. [GARNISUN = para tentara yang ditempatkan di benteng atau kota untuk mempertahankannya]


Pekerjaan ini tidak melibatkan kekerasan seperti tembak-menembak atau unsur berbahaya lainnya seperti menyerang sebuah pangkalan.Sebaliknya itu seperti mengontrol kelompok masyarakat yang berfungsi sebagai pengawas dalam penggunaan uang pajak, atau wartawan tingkat tiga yang tidak memiliki bahan yang bagus untuk minggu ini.


Di pangkalan, pekerjaan seperti itu juga dikenal sebagai "gagak pemusnah" yang dikategorikan pada tingkatan yang sama seperti pembersih toilet.


(... Dengan pengeboman bahan bakar pesawat di bandara dan penembakan dipusat perbelanjaan, aku berharap mereka akan memberikan kita perintah untuk menembak para bajingan itu. Aku tidak butuh senapan serbu untuk gagak pemusnahan ini. Sebuah plunger akan cukup.) [PLUNGER = sejenis alat penyedot atau pembersih yang biasanya di gunakan pada saluran pembuangan air yang macet]


Di laut Afrika-Amerika tampak Nike Canox sedang mengempaskan ke samping majalah gravure yang kemudian menggerakan kakinya turun dari meja ke tanah. Dia telah mendengar sesuatu di radio. Tampaknya orang-orang yang membantu pembunuhan di waktu itu sedang dalam perjalanan menuju mereka. [Gravure adalah sejenis pencetakan gambar dimana gambarnya dicetak dengan menggunakan foto negatif]


Senapan serbu menggantung dari bahu Nike, senjata itu sama sekali tidak populer dikalangan pasukan, tapi tidak ada yang berani mengatakan perihal itu kepada petinggi. Dia membuka pintujaga dan melangkah keluar. Dia tidak lagi merasakan manfaat penyemprot kabut dingin buatan Jepang diruang jaga itu dan kini sinar matahari mengganggu menusuk kulit cokelatnya.


"Stop! Berhenti di sana! Siapa kalian!?" Nike berteriak ke arah barisan orang yang melewati jalan itu .


"Aku presiden!! Aku akan memotong danamu, koboi!!!!Cepat keluarkan ID pembaca!!" teriak seorang pria paruh baya yang kokoh berdiri dengan tangisan di matanya.


Ketika Nike melihat lebih dekat, dia mengenali pria ini, yang sering tampil diberita. Dia adalah seorang legenda yang konon berusaha tampil hanya mengenakan speedo disebuah iklan untuk pengobatan ED, namun telah dihentikan oleh ajudan perempuan mengerikan itu. Dia adalah pria baya yang berada di asosiasi perempuan sebagai sebuah variasi program yang mana tidak mempunyai karakter untuk usulannya. Sebagai tanggapan, dia berkata sambil tersenyum bahwa dia akan mengusulkan Rancangan Undang Undang untuk mengembangkan sejumlah pantai yang dipenuhi orang telanjang, yang di anggap masuk akal oleh ajudan wanita itu, di sana, di ruang konferensi pers. [ED adalah singkatan dari Erectile dysfunction, atau yang lebih dikenal dengan kata “impoten”] [Sedangkan speedo adalah merek ternama dari suatu kostum renang]


Tapi siapa anak-anak di belakangnya?


Nike benar-benar tercengang,sehingga dia hanya mampu mengulurkan tablet. Pria paruh baya itu menekan nomor keamanan sosial dan menempatkan telapak tangannyadi layar. Nike telah mengasumsikan dia sebagai peniru, tapi nomor ID-nya benar-benar sah untuk suatu alasan.


Nike menarik tablet itu kembali dan berjabat tangan dengan ringan.


"... Apakah benda ini rusak?"


"Apa? Apakah kamu berpikir bahwa sistemnya akan begitu saja terjadi kesalahan yang 'kebetulan' dan membiarkan seseorang melewatinya dengan mudah dikarenakan sedikit debu atau pasir di dalamnya? Jika kamu melakukannya, mengirim keluhan ke pembuatnya, yaitu Muscat Computers. Dalam tiga jam, mereka akan menuntutmu untuk pencemaran nama baik. "


"E-eh? Tapi ...eh? kemudian ..."


"Aku adalah Presiden Roberto Katze. Tentunya Kau tahu bahwa aku menghilang dari pers konferensi di Oahu dua jam yang lalu. Ini mungkin belum terungkap ke publik, tapi berita telah menyebar melalui militer. "


"O-oh ..."


Nike tidak tahu apa yang sedang terjadi dan tidak yakin apakah ia harus memberi hormat atau tidak, tapi presiden hanya melanjutkan ocehannya.


"Kebenaran di balik semua ini adalah ada suatu rencana teroris yang sedang berlangsung yang hendak menculik aku. Orang-orang di belakangku adalah warga sipil yang menyelamatkan aku. Namun, bahaya belum berakhir. Aku ingin beberapa bantuan dan perlindungan, tetapi kita perlu masuk ke dalam dulu. "


"Tidak, tunggu. Tunggu sebentar. Apa yang harus aku lakukan? Oh, benar. Perintah kontak. Sekali pengolahan elektronik dilakukan, aku bisa mengeluarkan beberapa ID tamu dan kemudian ... "


"Apakah Kau benar-benar berpikir kita punya waktu untuk menunggu? Aku pikir aku tadi sudah bilang bahwa bahaya belum berakhir? Mereka sedang mendekat saat kita bicara. Hanya masuk ke dalam pagar tidaklah cukup baik. Kita perlu berpikir tentang menggunakan mortir dan setidaknya perlu mengungsi ke bangunan beton bertulang. "


"T-tapi ..."


"Koboi." Presiden menatap Nike tepat di mata. "Ketika Kennedy dibunuh, beberapa orang selain penembak, namanya diukir dalam sejarah sebagai penjahat. Bahkan setelah beberapa tahun belakangan ini, orang-orang yang memungkinkan kesalahan dalam keamanan, juga terlihat seperti itu. Apakah Kau ingin memiliki nasib yang sama dengan si penembak ini, koboi? "


"... Masuklah ..."


Sebagian dikarenakan ID pembaca mengatakan bahwa orang tersebut memiliki semua data yang dibutuhkan untuk mengatakan bahwa dia adalah benar-benar seorang Presiden AS, dan sebagian lainnya disebabkan Nike Canox dikuasai ketakutan mental sehingga membiarkannya lewat.


Ketika warga sipil menuju gerbang setelah Roberto Katze, Nike memiliki rasa yang cukup untuk mencoba menghentikan mereka, tapi ...


"Orang-orang ini sangat mungkin menjadi target incaran mereka karena mereka menyelamatkan aku. Koboi, kau akan membuang pahlawan-pahlawan ini dan membiarkan mereka mati? "


Nike tidak bisa mengatakan apa-apa sebagai jawaban.


Dia tidak ingat ada suatu petunjuk pun mengenai apa yang harus dilakukan jikalau ada seorang presiden muncul dengan tiba-tiba. Dalam keadaan linglung, Nike menepi dan membiarkan empat warga sipil masuk ke markas angkatan laut.



Part 6[edit]


(10 November - Markas Angkatan Laut Ketiga Pearl Harbor – Oahu - Diambil dari kamera pengontrol tambahan)


"Apa yang baru saja terjadi?" Tanya Kamijou beberapa waktu kemudian setelah mereka melewati melalui gerbang barat.


Roberto mengangkat bahu.


"Jangan tanya aku. Aku hanya dengan gugup melakukan apa yang si gadis kecil dari Inggris itu katakan kepadaku. Aku pikir markas ini seharusnya telah jatuh ke orang bernama Saronia ini. "


"Oh, memang sudah," kata Birdway dengan ekspresi acuh tak acuh. "Namun, invasinya belum mencapai ujung terendah. Kemungkinan besar, dia hanya mengendalikan secara langsung terhadap atasan-atasan yang berkuasa di sini. "


"Bagaimana kau bisa begitu yakin?"


"Karena apa yang terjadi di pusat perbelanjaan," Birdway menanggapi dengan terdengar bosan. "Menurut si Presiden, Saronia memiliki kendali, paling tidak pada Kongres AS dan mengontrol orang-orang dalam organisasi pemerintah dan militer lainnya. Kita tidak tahu seberapa banyak orang-orang yang dapat dikendalikannya sekaligus, tetapi ada sekitar 600 orang di Kongres. Untuk mempengaruhi mayoritas dari Kongres, dia membutuhkan setengah dari mereka. Jika dia cukup terampil untuk mengendalikan banyak orang sekaligus, tidakkah Kau berpikir adegan pada saat pertarungan di pusat perbelanjaan adalah sesuatu yang lebih dari bencana biasa? Misalnya, ia bisa saja membuat semua wisatawan menyerang kita seperti zombie dengan terus menerus tanpa henti. "


"... Sekarang yang Kau sebutkan itu ..."


"Namun, dia hanya mengendalikan empat sandera," kata Birdway sambil terus berjalan. "Dengan asumsi presiden mengatakan kebenaran, mantra Saronia harusnya membutuhkan beberapa waktu untuk mempersiapkan mantranya dan harusnya memiliki batas pada jumlah orang yang dikendalikan. Kita bisa menganggap dia sedang mengendalikan sepenuhnya orang-orang di pemerintahan dan karena sebab itu, dia tidak bisa mengendalikan terlalu banyak orang untuk melawan kita. Dalam hal ini, dia ingin mengurangi pengendalian pada markas ini. "


"Ada beberapa hambatan yang akan menghadang seseorang dari mengendalikan penuh orang-orang di pemerintahan, " kata Presiden sambil mendesah ringan. "Orang bernama Saronia ini perlu untuk menyebarkan tentakelnya untuk mengendalikan seluruh bangsa guna mengatasi semua itu. Aku bisa memahami betapa kesusahannya dia saat ini. "


"Jadi kau mengatakan bahwa orang ini akan jauh lebih efektif jika dia mengendalikan Komandan di bagian atas dan menggunakan perintah resmi untuk mengontrol bawahnya? " tanya Mikoto dengan nada yang mengatakan dia masih tidak paham dengan baik tentang konsep sihir.


Birdway mengangguk dan berkata, "Dan juga, kita dapat mengasumsikan bahwa kemampuan sihir Saronia untuk mengendalikan manusia adalah, entah bagaimana, suatu hal yang khusus. Biasanya sihir dapat digunakan oleh siapa saja yang tahu bagaimana cara menggunakannya, tapi ada beberapa pengecualian. Ini adalah salah satu dari mereka. "


"Atas dasar apa kau berasumsi seperti itu?" Tanya Accelerator.


"Kalau ada seseorang yang bisa menggunakan sihir, Saronia hanya perlu mengendalikan orang tersebut dengan menggunakan sihirnya. Dengan mengulangi itu, dia bisa mengendalikan sejumlah orang yang jumlahnya bisa semakin banyak. Namun, itu tidak terjadi. Saronia adalah satu-satunya yang menggunakan mantra dan dia jelas memiliki batasan pada apa yang dia sendiri dapat lakukan dengan itu. "


Dan Birdway berpikir bahwa Saronia hanya akan mengendalikan komandan pangkalan Amerika karena keterbatasan kemampuannya tersebut.


Roberto memiringkan kepalanya ke samping pertanda bingung.


"... Lalu aku kira kita masih punya kesempatan. Mereka akan memiliki perintah dari komandan mereka dan perintah dariku. Secara teknis, aku memegang posisi yang lebih tinggi, tapi aku ragu tentara yang normal pernah berpikir tentang situasi di mana mereka harus memilih antara perintah seorang presiden ataukah perintah seorang komandan yang harus dilaksanakan terlebih dahulu. Aku yakin tidak semuanya akan memihak aku, tetapi mereka akan bingung pada waktu yang sama. "


"Aku pikir aku akan memerlukan beberapa waktu untuk menjelaskan analisis papirus itu tentang mantra Saronia." Kata Birdway sambil melipat tangannya. "Sudah kuduga, mantranya berkaitan dengan peri hutan Rusia yang dikenal sebagai Leshy. Leshy mengatur alam hewan dalam hutan dan dia mengendalikan orang dengan metode yang sama dengan mengendalikan hewan-hewan. Aku sekarang tahu persyaratan khusus untuk menggunakan pohon ini. "


"Pohon?"


"Harusnya itu adalah pohon konifer Rusia. Bisa saja hanya berupa serpihan atau daunnya saja, tapi si target harus menyentuh bagian dari serpihan pohon itu untuk dianggap sebagai “penduduk hutan”, Dan jikalau seseorang sudah menjadi “penduduk hutan”, maka sihirnya akan komplet dan dia bisa mengendalikannya sesukannya. "


"... Apakah mereka memiliki sesuatu seperti itu?" Kamijou bertanya sambil berpikir kembali ke situasi di pusat perbelanjaan, karena dia tidak melihat sepucuk pun batang atau daun pohon pada korban-korban Saronia.


Birdway tersenyum tipis dan berkata, "Selama itu terbuat dari kayu, itu bisa apa saja memiliki fungsi yang sama. Bahkan kertas atau pecahan papan tulis akan bekerja. Akhir-akhir ini aku telah mendengar tentang kapasitor kertas tersebut. Jika Kau menyelipkannya menjadi sesuatu bentuk lain, tidak akan sulit untuk membuat seseorang membawanya ke sekitar tanpa mereka sadari. "


"Apa yang terjadi jika mereka melepaskan benda spiritual itu?"


"Dia akan kehilangan kontrol, itu saja. Namun, Saronia tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Setelah dia mengendalikannya, ia pasti akan memerintahkan mereka untuk tidak melepaskan itu tidak peduli apa situasinya. Bahkan, dia bisa menyuruh mereka untuk menelannya. "


"Ueh ..." Kamijou mengerang.


"Lebih penting lagi, gadis kecil, kau bilang Saronia ini hanya secara langsung mengendalikan komandan, kan? "potong Roberto.


"Ya. Bagaimana dengan itu? "


"Lalu bahaya terbesar saat ini adalah ..."


Dia terdiam di saat kendaraan off-road muncul di dekat sebuah bangunan yang jauh. Di bagian belakang MP-driven kendaraan duduk seorang pria tegap besar yang tampak persis seperti sosok dari seseorang yang memiliki jabatan tinggi. Seorang pengamat militer mungkin bisa memberitahu dengan tepat jabatan dari rincian tampilan seragamnya.


Dia adalah komandan pangkalan.


"Tuan Presiden. "


Ketika ia melihat orang itu sambil memarkir kendaraan off-road miliknya, tubuh Kamijou merasa menegang. Papan nama di dada pria itu bertuliskan Bax Silver.


Birdway mengatakan bahwa Saronia mengurangi bebannya dengan hanya langsung mengendalikan Komandan di bagian atas yang secara tidak langsung berarti mengendalikan sisa prajurit melalui perintah terstruktur.


Itu berarti mungkin tentara lain tidak akan mengikuti perintah untuk menembak Presiden. Tidak ada seseorang pun yang ingin dikenal sebagai orang yang membunuh presiden.


Namun, Bax Silver berbeda.


Dia sedang dikendalikan oleh mantra Saronia, jadi ada kemungkinan dia mengikuti perintah untuk menembak presiden tanpa memikirkan konsekuensinya.


Kehadiran pistol otomatis yang menggantung di pinggangnya tampak sangat berat.


Kamijou menelan ludahnya dengan keras.


Dengan tangan kanannya, ia mungkin bisa menghapus kontrol Saronia kepada komandan itu, tapi dia berada pada radius beberapa meter yang bisa dijangkau oleh peluru pria itu. Dan tentu saja tangan kanannya hanya akan ditembus oleh peluru itu tanpa ampun.


Di saat Kamijou mencoba untuk mencari tahu apa yang harus dilakukan, komandan mulai bergerak.


"Aku baru saja menerima kabar bahwa kau ada di sini. Aku sangat senang kau baik-baik saja! Aku akan memerintahkan seisi markas ini untuk melakukan segala yang kami bisa untuk melindungi Kau !! "


(... Huh?)


Alis Kamijou pindah naik sedikit dan pemikiran yang sama tampaknya terjadi pada kepala Mikoto. Kamijou mulai berpikir bahwa dia dan teman-temannya ini sedang diundang ke suatu perangkap, tapi ...


"Dia tidak bisa melakukannya," bisik Birdway.


Dia melangkah melewati presiden dan menuju Bax dengan cemooh di wajahnya.


"Kau bisa membunuh presiden sekarang, tetapi jika Kau melakukannya, Kau akan kehilangan kendalimu secara tidak langsung atas markas ini karena kekacauan yang disebabkan oleh insiden tersebut. Itulah mengapa Kau tidak dapat membunuhnya. Setidaknya, tidak untuk sekarang. Kau harus menunggu Trigger yang akan diambil dari markas. "


Tubuh Bax Silver gemetar sedikit.


Gemetar itu tampaknya lebih mirip seperti perasaan orang lain daripada konflik mental yang dialami komandan itu.


"Fakta bahwa dia tidak dapat menggunakan komandan sebagai alat sekali pakai membuktikan sesuatu hal yang lain. Aku sudah memberikan jawabannya, tetapi apakah Kau tahu apa itu? "


"... Trigger masih ada di sini?" Gumam Roberto sebelum berdeham dan mengambil nada suaranya yang lebih "resmi". "Komandan, aku ingin beberapa informasi mengenai penyimpanan Trigger. Di mana tepatnya Trigger sekarang? "


Tubuh Bax gemetar bahkan lebih kencang.


Seseorang sedang mempengaruhi jiwanya untuk menahannya mengatakan hal-hal yang tak perlu.


Mikoto dan Accelerator menurunkan pusat gravitasi mereka sedikit, tapi kemudian ...


"... Pe - Trigger adalah ..."


Bibir komandan mulai bergerak.


Dia terus berbicara sebagai keringat tak wajar yang muncul di wajahnya.


"... Di landasan. Telah diizinkan untuk dibawa ke pulau Hawaii dengan transportasi pesawat ... "


"Mari kita pergi," gumam Birdway. "Saronia kemungkinan sedang terlindung pada ‘tempat yang paling kita tunggu’. Karena GREMLIN ingin menggunakan Trigger di Kilauea, akan lebih cepat untuk mengangkut penggunanya bersamaan dengan perangkat itu. "


"Tapi ada tiga pesawat angkut? Yang mana yang terdapat Trigger ...? "Tanya Mikoto sembari ia menatap ke arah landasan.


Tiba-tiba, suara tembakan terdengar.


Kamijou dan yang lainnya dengan panik berbalik dan melihat komandan pangkalan itu telah menarik senjatanya. Namun, peluru tidak mengenai siapa pun. MP terdekat meraih dia dan menahannya ke tanah. Kemungkinan besar, MP telah melompat tepat pada sebelum dia menembakkan senjatanya. [Kemungkinan MP di sini adalah singkatan dari Military Police]


"Jangan khawatir tentang dia," kata presiden diam-diam. "Kami akan mengurus penyebabnya dan membuat semua ini berakhir. "



Part 7[edit]


(10 November - Oahu – Markas Laut Ketiga Pearl Harbor ini - Di dalam kargo dari pesawat transport – Diambil dari kamera kontrol pemeliharaan)


Kamijou berlari menuju salah satu dari tiga pesawat transportasi. Accelerator dan Birdway menuju ke arah dua lainnya.


Untungnya, pesawat transport itu belum lepas landas. Tampaknya kargo belum terisi penuh. Pintu kargo di bagian belakang duduk terbuka. Pintu itu dua kali lipat lebih miring dari pada pintu kendaraan pada umumnya, sehingga menjuntai ke landasan pacu aspal.


Kamijou, Mikoto, dan Roberto berlari ke arah dakian itu.


"Kenapa kau mengikutiku, Misaka !?" "Jika aku membiarkan Kau lepas dari pandanganku sekarang, aku punya perasaa Kau akan menghilang lagi !! ... Agh, aku tidak ingin percaya pada hal-hal yang tidak ilmiah, tapi mungkin aku harus meyakini perihal semacam itu sekarang! "


"Tuan Presiden, mengapa Kau tidak berlindung di markas saja !? "


"Ini adalah negaraku, bocah."


Tampaknya hanya ada tiga pesawat angkut, dan Accelerator serta Birdway kemungkinan menuju dua lainnya.


"Hei !! Apa yang kalian lakukan !? Dan siapa kau !? " teriak seorang tentara Amerika Indian yang sedang menggunakan mesin pengangkat barang militer untuk memindahkan kontainer berbentuk kubus.


"Aku presiden !! Jika seseorang membuat aku mengulanginya lagi, aku akan mengambil liburan Natal-ku lebih awal untuk perawatan jantung! Hentikan apa yang Kau lakukan dan ikutlah denganku! Aku punya pekerjaan untuk benda yang dikeluarkan pemerintah, yang tergantung di pinggangmu! Pesawat ini tidak lepas landas. Aku ulangi, pesawat ini tidak lepas landas !! "


Sopir mesin pengangkat barang mulai panik karena pikirannya berkecamuk dalam kepalanya, "Tapi ini bukan perintah langsung dari komandanku ... tapi sementara itu, bukankah Presiden adlah komandan tertinggi dalam kemiliteran? Dan juga, aku belum pernah sebelumnya mendapat sebuah perintah seperti ini, yaitu yang langsung dari bosnya atasanku, seakan seperti bola terbang saja. Apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku meminta komandanku untuk memutuskannya? "


Kamijou dan lain mengabaikannya dan menyerbu ke dalam kargo.


Dalamnya cukup luas. Itu tampak seperti bus wisata besar sehingga kita bisa dengan mudah masuk ke dalam. Wadah berbentuk seperti kubus yang diangkut mesin pengangkat barang, isinya berserakan.


Kamijou melihat sekeliling dan berkata, "Dimana itu? Di mana Trigger-nya? Atau masih ...? "


"Apakah kita tidak harus menemukan orang bernama Saronia itu dulu? Jika kita menangkap orang di balik semua ini, kita bisa- !? "


Kata-kata Mikoto terpotong ketika lantai di bawah kaki mereka gemetar dengan sangat.


Sebuah suara seperti dengung lebah yang diperkeras beberapa ratus kali menusuk telinga mereka. Pada saat Kamijou menyadari suara itu berasal dari empat baling-baling yang mulai berputar, pesawat itu sudah mulai mempercepat.


Dan pintu kargo belakang masih terbuka.


Roberto Katze kehilangan keseimbangan dan mulai meluncur menuju pintu keluar yang miring. Ujung pintu kargo memukul aspal, membuat bunga api oranye beterbangan.


"Ah !!" teriak Mikoto sambil mengulurkan tangannya dan meraih tangan Roberto seperti ia akan jatuh.


"Nak, aku benar-benar berterima kasih, tetapi Kau mungkin hanya membuat hal-hal ini bertambah semakin buruk."


"Apa yang kamu bicarakan? Cepat dan- !! "


"Jika aku jatuh sebelum pesawatnya lebih dipercepat, aku hanya akan mengalami sedikit goresan. Namun, aku minta maaf untuk mengatakan bahwa aku akan tercabik-cabik jika aku jatuh keluar sekarang. "


"Maka melepaskan koper atase itu dan raih kedua tanganku segera !!"


"Karena akan berdampak langsung terhadap pertahanan nasional, aku harus menolak. Meskipun aku benar-benar berharap bahwa aku bisa melakukannya !! "


Sementara itu, pesawat kargo terus mempercepat gerakannya.


Persis seketika akan melebihi kecepatan 300 km per jam, lantai di bawah mereka bergetar lagi. Itu adalah pintu kargo terbuka yang diturunkan ke bawah, membuat kemiringan yang lebih landai.


Pesawat itu lepas landas.


Pada saat itu, tingkat bahaya seseorang yang jatuh akan berubah dari "sangat buruk " menjadi " kematian langsung ".


Kamijou sangat menyadari fakta itu, tapi ia tidak bisa mengulurkan tangan untuk Mikoto.


Alasan untuk ini adalah jelas.


"Saronia ... !!"


Seorang gadis perlahan berjalan keluar dari belakang salah satu kontainer. Dia adalah penyihir GREMLIN. Dia adalah satu penyihir yang menggunakan metode pengendalian orang bermarkaskan legenda dari Peri Rusia yang dikenal sebagai Leshy.


Pakaian serba hijau, sepatu bot kulit setinggi lutut, rambut pirang, dan kulit putih membuatnya tampil begitu mencolok, sehingga seseorang bisa melihatnya dari kejauhan sekalipun. Dia mungkin berpakaian bagaikan seseorang yang mengaku sebagai penguasa penduduk hutan, tetapi aspek realistisnya tampaknya cocok dengan ide peri yang dikenal sebagai Leshy.


Namun, dia benar-benar tidak cocok di dalam pesawat kargo penuh dengan bahan bukan logam.


Dia seakan-akan adalah seorang pawing binatang yang dilindungi seperti buaya atau kalajengking di dalam kota.


Sekarang dia telah muncul, Kamijou tidak bisa membantu Mikoto.


Apapun sihir dia digunakan, ia akan menyerang Kamijou dari belakang jika ia terfokus pada penyelamatan Presiden. Dia juga hanya akan dibunuh atau dikendalikan seperti zombie, dan dia tidak bisa hal – hal itu terjadi.


Tanpa berbalik, Kamijou berbicara kepada Mikoto yang masih memegang tangan presiden.


"Dapatkah aku menitipkan nyawa Presiden kepadamu !?"


"Aku akan menyelamatkannya entah bagaimana caranya! Sialan ... Apakah mereka melepas semua bagian logam ketika mereka membuat versi baru dari benda ini? Hampir tidak ada benda yang bisa aku kendalikan menggunakan kekuatan magnetku ... !! "


Saat bunyi langkah kaki mendekat, Kamijou dengan erat mengepalkan tangan kanannya.


Saronia khusus dalam sihir yang bisa mengendalikan orang, tapi dia tidak punya orang-orang yang dikendalikannya di sana. Jika Kamijou, Mikoto, dan presiden bisa menghindari kendalinya, kemungkinan besar dia bisa melewati dengan tangan kanannya.


Tapi kemudian dia menggunakan tangan kanannya untuk dengan ringan menjentikkan jarinya.


Segera setelah itu, tubuh Kamijou dengan paksa terbanting ke dinding terdekat.


Dia tidak hanya tersandung dan menabrak dinding. Kakinya telah benar-benar meninggalkan lantai. Setelah punggungnya menabrak pusat dinding seperti peluru, pernapasan Kamijou benar-benar berhenti selama beberapa detik.


"Gah ... bah ... !?"


Untuk sesaat, ia berpikir Saronia telah menggunakan beberapa jenis serangan magis.


Tapi dia tidak.


Mikoto dan presiden juga berada sekitar. Jika kaki Mikoto tidak trlilit silinder tebal yang membuka dan menutup pintu kargo, dia dan presiden sudah dilambungkan ke langit.


"... Aku paham ... Jadi Kau mengendalikan pilot ... !!"


"Apakah Kau tahu bahwa bahkan pesawat kargo besar seperti ini dapat melakukan akrobat?" Saronia menjentikkan jarinya lagi. "Sebetulnya, tidak ada pilot waras mereka yang akan mencobanya walaupun hanya sekali."


Kamijou tidak tahu tindakan apa yang pesawat kargo hendak lakukan, tapi ia dilemparkan kebelakang dan kedepan. Bahkan ketika ia akan datang guncangan lainnya, ia tidak bisa hanya mengukuhkan kedudukan kuda-kudanya untuk melawan ini semua. Arah gravitasi seakan berubah ke semua penjuru.


Saronia menjaga keseimbangan tubuhnya sendiri dengan membungkus lengannya di kawat tebal yang menjulur di antara dinding dan langit-langit. Itu mungkin merupakan bagian yang digunakan untuk menghubungkan kontainer bersama-sama.


Dia meletakkan tangannya yang lain di punggungnya.


"Apa yang kami, GREMLIN, rencanakan untuk melawan tangan kananmu adalah suatu hal yang senderhana. "


Dia menarik sesuatu dari turtleneck nya. Itu adalah produk yang dapat dengan mudah ditemukan berjajar di supermarket di negara senjata utama seperti Amerika. [turtleneck adalah pakaian dengan kerah yang panjang menutupi leher]


"Kami akan membunuh Kau menggunakan metode yang normal, metode sehari-hari yang tidak melibatkan kekuatan supranatural sama sekali. "


"!!"


Kamijou tidak memiliki kekuatan yang memberinya kemampuan untuk membelokkan atau menghindari peluru.


Itulah sebabnya ia malah mengayunkan kaki kanannya naik dari posisinya di lantai, di mana ia mendarat setelah menghantam dinding. Dia menendang tuas yang tertempel di salah satu kontainer berbentuk kubus di lantai, untuk kemudia membuka isinya.


Segera setelah itu, suara tembakan terdengar.


Akrobat pesawat itu menciptakan dunia yang seakan-akan mengabaikan gravitasi bumi. Kontainer itu melayang-layang dan bunga api oranye terbang karena kontainernya bertindak sebagai perisai untuk Kamijou.


Namun, gravitasi normal tidaklah konstan.


Untuk sesaat, kontainer itu telah membantu Kamijou, tetapi kemudian "jatuh" ke arahnya. Masih runtuh di lantai, Kamijou dengan panik berguling ke samping. Massa logam mendarat di sampingnya dan pecah berkeping-keping. Benda – benda kokh itu seharunya kini telah rusak.


Sekali lagi Saronia mengacungkan pistol ke arahnya dengan tangan kanannya.


Namun, Kamijou tidak dapat menggunakan kontainer-kontainer itu lagi sebagai pelindung. Tidak ada tuas terdekat baginya untuk diraih dan tidak ada jaminan bahwa kontainer lain akan melindungi dia dari peluru Saronia bahkan jika ia bisa melepaskannya.


Namun, dia tidak menembak lagi.


Suatu fenomena fisik yang lebih kuat yang berbeda, menembus pesawat kargo.


Secara khusus, itu adalah listrik bertegangan satu miliar volt.


Mendengar gemuruh berderak, Saronia dengan panik berlindung di balik sebuah kontainer tetapi secara cepat menyadari kontainer logam mungkin bukanlah perisai terbaik terhadap serangan listrik.


Dia meringis.


Dengan satu kaki terlilit silinder, satu tangan meraih lengan presiden, dan tangan lainnya menunjuk ke arah Saronia, Mikoto tersenyum tanpa rasa takut meskipun jelas dia berada pada situasi sulit saat itu.


"... Aku tidak bisa berbuat banyak ketika harus melawan tangan kanan aneh si idiot itu, tapi kekuatanku membuat aku hampir tak terkalahkan jikalau menghadapi serangan-serangan normalmu itu. "


Saronia menyeringai kembali padanya. Dia melihat silinder tebal yang melilit kaki Mikoto.


"(... Apakah dia berencana untuk menutup pintu kargo, itu akan menjepit kaki Misaka dan menghancurkan tulangnya !?)"


Setelah menebak maksud musuh, Kamijou berteriak.


"Jangan khawatir tentang Saronia !! Hanya menerbangkan setiap kontainer di sini !! "


"!?"


Dengan ekspresi kaget, penyihir itu tidak bisa memutuskan apakah akan mengarahkan pistol ke Kamijou atau Mikoto.


Segera setelah itu, sejumlah tombak listrik melesat dari poni Mikoto.


Suara ledakan yang luar biasa dan kilatan cahaya meledak. Baut bukan logam yang digunakan untuk mengurangi berat badan pesawat meleleh dan kontainer runtuh begitu saja. Selain kerusakan langsung itu, arus listrik juga merusak peralatan halus di dalamnya.


Kamijou tidak yakin apa sebenarnya Trigger tersebut, tapi ia meragukan benda itu akan tetap tanpa kerusakan setelah menerima ledakan bertegangan tinggi seperti itu.


"Ap - !?" Saronia A. Irivika menjerit saat dia melihat sisa-sisa kontainer mereka meledak, telah diratakan, hancur, dan telah hangus menghitam.


Namun, itu bukanlah Trigger yang dihancurkan di depan matanya.




Part 8[edit]


(10 November - Hawaii - Taman Nasional Gunung Berapi – Daimbil dari kamera pengamat burung)


Hamazura dan orang lain yang telah berpisah dari grup Kamijou telah mendarat di Pulau Hawaii dan meninggalkan kapal pesiar kelas atas yang mereka telah mencuri. Gunung berapi yang merupakan pusat permasalahannya ini, yaitu Kilauea, adalah salah satu penarik perhatian wisata terbesar di Hawaii. Gunung itu sendiri dan kawah gunung berapi di dekatnya adalah bagian dari taman nasional.


Kawah terbesar ada di puncak, namun puluhan kawah kecil ada di sisi gunung dan dekat kaki gunung. Mereka, para turis, bisa mencium bau gas belerang mirip dengan di air panas.


Hamazura dan yang lainnya seharusnya menggunakan kendaraan curian untuk sampai ke Kilauea sebelum kedatangan GREMLIN dan menghentikan mereka jika mereka mencoba untuk menggunakan Trigger.


Tampaknya Kamijou dan yang lain memiliki kesempatan berhasil yang lebih besar, sehingga ada kemungkinan bahwa kelompok Hamazura itu tidak harus benar-benar melakukan apa-apa.


Namun ...


"Apa itu ...?"


Hamazura perlahan berbaring di tepi kaldera besar yang radiusnya lebih dari 10 km.


Beberapa orang laki-laki berada di sana.


Mereka terlalu dekat dengan kawah bagi wisatawan yang hanya melihat-lihat. Kawah itu tidak besar seperti Kilauea di Halemaumau Crater yang terkenal, tetapi masih memiliki retakan yang tampak berbahaya yang panjangnya beberapa puluh meter dan bersinar oranye.


Dan orang-orang tampaknya menyiapkan beberapa jenis perangkat besar. Itu tampak seperti Drum raksasa dengan empat kaki. Keempat kakinya menyebar seperti salib dan orang-orang yang membubuhkan itu dengan pasak khusus yang didorong menggunakan tenaga listrik dan kompresi gas.


"... Aku punya firasat buruk tentang ini. Ini mengingatkan aku sewaktu di Rusia. "


Seakan membuat keadaan menjadi lebih buruk, perangkat itu bukanlah satu-satunya di sana.


Beberapa lusin perangkat drum seperti mengelilingi kawah besar.


Dia tidak memiliki bukti nyata, tetapi ada semacam firasat yang dengan otomatis melayang-layang di benak Hamazura.


"Apakah itu ... Trigger?"


"Sepertinya begitu."


"Tapi bagaimana? Mengapa !? Aku pikir benda itu belum di bawa ke sini! "


"Misaka hanya bisa memikirkan satu kemungkinan," kata Misaka WORST sambil mengangkat jari telunjuknya. "GREMLIN itu ... kumpulan penyihir, kan? Pokoknya, unsur berbahaya yang mereka cari adalah “ketidaksadaran kita akan rencana asli mereka”. Trigger selalu akan dibawa melalui rute yang berbeda, dan elemen berbahaya tidak tahu akan hal itu. Itulah sebabnya yang lain tidak dapat menemukan di mana Trigger disimpan dengan hanya mengejar si penyihir pengendali manusia itu. "


"Ini buruk. Ini sangat, sangat buruk," Hamazura mengerang. "Jika benda itu diaktifkan, Kilauea akan meletus. Ini bukan hanya masalah kita. Jika lava mengalir keluar, 500.000 warga dan wisatawan akan menjadi korban. Dan jika hal ini bertindak sebagai penyebab yang dengan cepat bisa merusak hubungan antara Amerika dengan negara-negara lain ... "


"Situasi ini sudah cukup tidak stabil karena dampak Perang Dunia III. Banyak negara dan wilayah yang tidak puas dengan kurangnya dukungan keuangan untuk restorasi kerja yang dipimpin oleh Academy City. Meskipun mereka mungkin tidak menyatakan perang terhadap Amerika, beberapa politisi mungkin akan mendapatkan argumen dan memulai semacam “persaingan dalam memproduksi uang”. "


"... Jadi kita akan lakukan ini atau tidak?" Tanya Kuroyoru yang masih kesal. Dia mungkin menerima semacam luka batin ketika Hamazura dan Misaka WORST melihat dirinya yang ber-image kejam…..menangis.


Namun, Hamazura menggelengkan kepalanya dan berkata, "Memerangi mereka dengan langsung akan menjadi ide buruk. Ternyata Trigger ini bekerja dengan memberikan rangsangan untuk magma dengan meledakkan berbagai jenis bahan peledak secara bertahap, tapi kita tidak tahu apa spesifikasinya. Jika itu adalah suatu proses yang sensitif, kita harusnya tidak memulai pertempuran di sekitar alatnya. Dan juga, kita tidak tahu betapa dahsyatnya kekuatan musuh. Aku ragu mereka akan ingin ikut terbakar oleh letusan yang mereka sendiri sebabkan, sehingga harusnya ada beberapa jeda waktu antara ketika mereka mulai meninggalkan tempat dan ketika mereka meledakkan perangkatnya. Kita tidak punya pilihan selain mengenyahkan Trigger itu dan menetralisirnya tepat waktu. "




Part 9[edit]


(10 November – Di atas Lanai - Di dalam kargo dari pesawat transport – Diambil dari Kamera pengawas)


Serangan kilat Mikoto terbang dan menghancurkan kontainer kubus pada pesawat transportasi satu demi satu. Dia mencoba untuk menghancurkan Trigger yang seharusnya berada di salah satu kontainer – kontainer itu.


Namun, hanya benda yang tampaknya seperti peralatan perbekalan militer muncul dari dalam. Benda yang seperti wajan dengan gagang yang dilipat dan lampu kecil tersebut berserakan. Kamijou mungkin tidak tahu tampak seperti apakah Trigger yang dia cari ini, tapi ia tahu bahwa benda-benad yang dilihatnya saat ini tidak lebih dari peralatan dapur biasa. Dia tidak bisa memikirkan cara yang mereka lakukan untuk mengontrol aktivitas gunung berapi tersebut secara buatan.


"(... Apa yang terjadi?)"


Kamijou memikirkan beberapa kemungkinan.


Misalnya, ada total tiga unit pesawat di sana. Mungkin saja Trigger ini berada di pesawat yang lain, tapi Saronia telah mengendalikan komandan pangkalan yang memutuskan di mana benda itu akan dimuat. Dia harusnya tahu pesawat mana yang mengangkut Trigger dan dia harusnya berada di pesawat yang sama, yang mengangkut Trigger untuk terus menjaganya, karena bagaimanapun juga itu adalah benda penting untuk rencana mereka.


Dan juga, pesawat itu lepas landas sebelum semua kontainer dimuat. Adalah tidak mungkin jika pesawatnya diterbangkan sebelum Trigger terangkut, tapi Saronia pasti sudah tahu jumlah kontainer di sana.


Itulah sebabnya dia bersedia untuk lepas landas sebelum semua kkontainer dimuat dan mengapa dia tidak tampak khawatir ketika Kamijou telah membuka salah satu kontainer untuk digunakan sebagai pelindung. Jika tidak, dia seharusnya khawatir bahwa benda itu bisa jatuh dari kargo yang pintunya terbuka.


Yang berarti ...


"Kau tidak tahu ...? Anda baru saja diberitahu bahwa kontainernya adalah salah satu dari benda-benda ini?"


Organisasi itu adalah GREMLIN, yang tanpa ragu akan menggunakan penyihir sehebat Saronia dalam rangka mewujudkan rencana mereka secara keseluruhan. Mereka telah memanipulasi dia dengan informasi palsu, membuat dia tampak seperti orang bodoh.


Cendrillon dan Saronia A. Irivika bukan satu-satunya di balik insiden itu.


Orang lain ada di sana.


Kemungkinan besar, orang ini tersembunyi lebih dalam.


"..."


Untuk sementara, Saronia tetap tanpa gerak.


Dia harusnya menganalisis apa yang telah terjadi padanya.


Namun, baik Kamijou atau Saronia tidak memiliki banyak waktu untuk berpikir.


Saronia menyadari Mikoto sedang menyesuaikan bidikannya dan penyihir segera memindahkan pistolnya. Namun, dia tidak menujukan ke arah Mikoto. Sebaliknya, ia membidik depan pesawat dan menembak setiap peluru terakhirnya.


"Pilotnya !!" Roberto Katze berteriak.


Kamijou dan Mikoto tersendat sedikit karena menyadari apa maksud si presiden. Sementara itu, Saronia meraih benda seperti tas yang tergantung di dinding. Itu adalah parasut darurat. Pesawat mulai memiring dan Saronia segera menuju ke arah pintu kargo belakang untuk bergegas menuju pintu keluar.


Tepat sebelum dia melewati Mikoto, Nomor Tiga dengan susah payah menembakkan tombak petir yang telak mengenai Saronia. Tubuh Saronia sedikit melemas dan kesadarannya tampaknya menjadi kabur, tapi dia masih tanpa ragu melompat dari tepi pesawat yang miring tersebut untuk menuju pintu kargo dengan senyum di wajahnya.


Mikoto mendecakkan lidahnya dan mengutuk.


"Tidak ada gunanya memperhatikan dia lagi! Utamakan Pak Presiden !! "


Kamijou menuju Mikoto di sebelah pintu kargo dan meraih lengan Roberto. Satu salah langkah saja dapat mengirimkan mereka bertiga jatuh ke udara terbuka, tetapi mereka berhasil menarik Pak Presiden ke pesawat.


"... Be-Berapa berat anda? Aku pikir Anda sudah makan terlalu banyak burger. "


"Aku mungkin tidak melakukannya dengan sengaja, tapi aku bahkan tidak lebih berat dari 90 kilogram. Aku hanya menggunakan burger untuk memberikan kesan diriku yang masih muda dan sehat. Roseline selalu mengatakan aku akan mendapatkan suara lebih banyak jika aku kehilangan berat badan, tapi aku pikir aku cukup ramping jika dipandang dari segi tinggi tubuhku. "


Setelah menyesuaikan nafasnya, Kamijou mengingat situasi mereka.


"Misaka, periksa untuk melihat apakah ada parasut lagi."


"Bagaimana denganmu?"


"Aku akan memeriksa pilot. Jika pelurunya berhasil melewati dinding, ia mungkin terluka. "


"Aku akan pergi juga," tambah presiden. "Aku ragu Kau akan dapat berkomunikasi dengan baik dengan hanya berbicara bahasa Jepang. "


"Pilot mungkin menyerang Kau atas perintah Saronia itu."


"Jika si pilot masih bisa memberikan perlawanan seperti itu, maka berarti lukanya tidak serius, dan aku lebih senang seperti itu."


Kamijou dan Roberto melangkahi puing-puing kontainer dan menuju kokpit.



Part 10[edit]


(10 November – Di atas Lanai – Diambil dari catatan video recorder pesawat kargo box)


Seperti yang Kamijou harapkan, pistol itu ditembak langsung melalui dinding tipis yang memisahkan kokpit dari kargo. Tidak hanya beberapa butir peluru yang telah melewati kokpit dan mengenai pilot, tetapi beberapa dari peluru – peluru itu telah merusak kanopi.


Mungkin karena kurangnya perubahan tekanan sebab pintu kargo terbuka, sehingga kanopi tidak berhamburan keluar.


Dan ...


Orang kulit putih yang tampak berusia sekitar 30-an berdarah dan bersandar di konsol. Tidak jelas apakah dia masih di bawah kendali Saronia ataukah tidak, tapi itu benar-benar bukan masalah sekarang.


Kamijou berlari dan berteriak pada pilot sembari meraih bahunya dengan tangan kanan tangan.


"Om, kau baik-baik saja !?"


"Dia tampaknya sadar, tapi ia tertembak langsung di punggungnya tiga kali. Semua peluru itu menembus tubuhnya, dan ini bukanlah luka yang bisa disembuhkan hanya dengan menggunakan obat-obatan P3K. "


"Semua yang aku bisa lakukan hanyalah menutup lukanya. Apakah ada cara lain? "


"Itu sudah cukup. Bagi sebagian anggota tubuhnya, kita bisa mengikatnya untuk mencegah darah yang terus merembes keluar, namun bagi anggota tubuh secara keseluruhan, itu hanya akan menghancurkan organ-organ dalamnya. "


Mereka mencoba untuk merobek jaket pilot yang sudah dilepas untuk melihat luka-lukanya, tapi seragam militer tangguh tidak akan sobek begitu mudah. Mereka berhasil menyiapkan beberapa potongan dari kain yang mereka bisa digunakan untuk pertolongan pertama dengan memotongnya menggunakan pisau yang tergantung di pinggang pilot di samping pistolnya.


Saat itulah Mikoto masuk.


"Aku menemukan beberapa parasut!"


"... Itu bisa menjadi sulit baginya," kata Presiden dengan pelan sambil menatap luka pilot. "Tumbukan saat parasut dikembangkan memiliki rasa sakit yang sama ketika seseorang jatuh dari ketinggian beberapa meter. Itu hanya seperti pukulan ringan bagi orang yang sehat secara fisik, tapi itu tidak akan menjadi ide yang baik untuk seseorang yang memiliki luka seperti ini. "


"... Aku ... tidak keberatan ..." kata pilot saat masih bersandar konsol, sambil menggerakkan bibirnya yang lengket dengan darah. "Kalian semua pergi ke depan dan melompat. Aku akan setidaknya pastikan untuk mengarahkan pesawat ke laut ... "


Kamijou dan dua lainnya saling melirik.


Mikoto menghela napas dan melemparkan parasut ke tanah.


Mata pilot diisi dengan keraguan yang samar-samar.


"Apa yang kau ...?"


"Kita akan membantu Kau," kata Presiden sambil meletakkan tangannya di bahu si pilot. "Namun, kita tidak membantumu untuk menabrak laut. Mari kita berusaha untuk mengemudikan pesawat ini sedikit lebih tinggi dan mencoba untuk melakukan pendaratan darurat. "




Part 11[edit]


(10 November - Hawaii - Taman Nasional Gunung Berapi – Diambil dari kamera pengamat burung)


Sudah 20 menit mereka terjebak dalam keadaan yang penuh misteri ini.


Meskipun dia tahu menunggu mereka meninggalkan lokasi adalah strategi terbaik, menonton perangkat yang akan mengambil nyawa 500.000 kepala penduduk tidaklah benar-benar baik untuk kesehatan jantung Hamazura. Dia tidak bisa percaya bagaimana Misaka WORST dan Kuroyoru Umidori bisa santai menghadapi semua ini.


Setelah ia melihat kelompok yang mungkin berhubungan dengan GREMLIN meninggalkan suatu kendaraan 4WD, Hamazura meluncur ke sisi kaldera dan mendekati kawah di pusatnya. Dia bisa mencium gas sulfur dan bisa merasakan kenaikan suhu secara tiba-tiba. Itu adalah Kelompok GREMLIN pasti memakai semacam jas khusus di bawah pakaian mereka.


"Bagaimana menurutmu !?"


"Ini mungkin dibentuk untuk mengirim getaran kuat di bawah tanah dari berbagai sudut sekaligus untuk mengatur tekanan magma. Tidak ada kabel yang menghubungkan suatu perangkat pun dan tidak ada sinyal wireless, sehingga detonatornya pasti dikendalikan oleh semacam timer dan setiap bagian dari alatnya pasti dikendalikan dengan terisolasi. "


"Jadi kita tidak bisa menghentikan semua itu dengan hanya menghancurkan satu sistem pusatnya." Hamazura melihat ke sekitar. "Sepintas, aku melihat lebih dari 20 unit dan kita tidak tahu berapa lama batas waktunya. Jangan bilang satu-satunya pilihan kita hanyalah membuka penutup dan memotong kabel seperti dalam sebuah film, dan kita harus melakukannya satu-per satu! "


"... Ada cara yang lebih sederhana," kata Kuroyoru sambil menunjuk ke arah salah satu dari peralatan itu secara acak. "Mereka berpindah-pindah dari suatu posisi ke posisi lainnya untuk menancapkan pasaknya. Kemungkinan besar, ledakannya sangat terarah dan mengirimkan gelombang kejut yang langsung ke bumi seperti tombak. Dan itu berarti ... "


"Kita hanya harus melepaskan pasaknya atau menghancurkan kaki-kaki alat itu dan kemudian menjatuhkan drumnya!"


"Nah, Misaka akan terburu-buru jika dia adalah kamu," kata Misaka WORST sambil menyeringai. "Bahkan jika ini dimaksudkan untuk mengendalikan aktivitas gunung berapi, pada dasarnya, alat-alat ini masihlah sebuah bom. Kita tidak tahu kapan mereka akan meledakkannya dan Misaka lebih suka tidak terjebak dalam ledakan itu. Dan itu berlaku untuk ledakan sederhana dari bahan peledak maupun ledakan terbesar gunung berapi aktif di Hawaii ini. "




Part 12[edit]


(10 November - Perairan dekat Lanai – Diambil dari rekaman video kargo kotak perekam pesawat)


Pilot transportasi pesawat itu melakukan yang terbaik untuk melaksanakan tugasnya, tapi ia hampir tidak bisa bergerak. Kamijou, Mikoto, dan presiden mengikuti instruksinya dan berurusan dengan semua pengontrol selain kolom kontrol.


"... Pertama tutup kembali palka kargo. Gunakan tombol itu. Jika pesawat tertutup, udara di dalam akan bertindak seperti pelampung. Itu diperlukan untuk pendaratan darurat di laut ... "


Kamijou dan yang lainnya menekan tombol ketika mereka diperintahkan, tetapi mereka tidak benar – benar merasakan efek dari tindakan yang mereka lakukan di pesawat tersebut. Namun, mereka bisa dengan jelas mengatakan bahwa ketinggian mereka sedang berkurang. Meski begitu, mereka tidak stabil. Lantai meluncur di bawah kaki mereka dan perubahan yang tidak menyenangkan di gravitasi mengancam untuk mengeluarkan semua isi perut mereka.


Itu terlalu berbahaya situasi untuk menyebutnya perjalanan melalui langit.


Ancaman terhadap kehidupan mereka menunjukkan mereka betapa tidak wajar situasi seseorang ketika berada di alam tanpa gravitasi.


"... Tidak ada pengulangan kembali untuk pendaratan darurat di laut. Kita hanya memiliki satu kesempatan. Jika Kau ingin menyerah, sekarang adalah waktunya. Setelah ketinggian kita turun di bawah titik tertentu, parasut – parasut itu tidak akan ada gunanya. Apakah Kau yakin ingin melakukan ini ...? "


Kamijou tersenyum setelah ia menerima terjemahan kalimat itu dari Mikoto.


Dia mengabaikan angka cepat yang bergulir pada altimeter dan berkata, "Aku sudah memutuskan akan hal ini jadi, anda hanya perlu beritahu aku apa yang harus aku lakukan untuk mendarat. "


"Kau punya nyali." Pilot berdarah mengangkat bagian atas tubuhnya sekali lagi. "Tapi melindungi presiden adalah tugas aku. "



Part 13[edit]


(10 November - Hawaii - Taman Nasional Gunung Berapi – Diambil dari kamera pengamat burung)


Kuroyoru Umidori dan Misaka WORST benar – benar merupakan suatu bantuan besar bagi Hamazura.


Tombak raksasa yang terbuat dari nitrogen mengiris langsung melalui kaki yang menopang drum. Misaka WORST mempercepat paku besi di tangannya dan dengan itu dia meledakkan kaki penopang drum yang lain. Dengan dukungan mereka, bahkan Level 0 seperti Hamazura bisa dengan mudah menghancurkan drum – drum itu. Dengan begitu, Trigger tidak bisa melakukan fungsinya dengan tepat.


Namun, ada banyak drum di sana.


Dan mereka tidak punya banyak waktu.


Sembari Misaka WORST menonton, lampu merah muncul di tengah sisi salah satu drum yang terguling. Sambil menebak apa arti cahaya yang tidak mengenakkan pandangan itu, ia dengan panik melihat sekeliling. Tepat berada di bawah drum yang setengah roboh. Semuanya memiliki lampu merah yang sama.


"Tidak baik ..." Misaka WORST bergumam sebelum berteriak ke Hamazura dan Kuroyoru yang masih bekerja. "Tidak baik !! Kita tidak akan berhasil! Mereka akan meledakkannya !! "


"Masih ada beberapa lagi yang tersisa di sisi lain kawah !!"


"Jika kita tetap tinggal di sini kita akan terjebak gelombang kejut dari bahan peledak atau lava dari gunung berapi !! "


"500.000 nyawa dipertaruhkan! Apakah Kau mengatakan kita hanya membiarkan mereka mati !?" Hamazura berteriak kembali.


Namun, lengan Kuroyoru turun ke bawah lemas seolah-olah telah dimatikan. Misaka WORST telah melakukan sesuatu padanya.


Gadis itu mengangkat bahunya yang hampir tak bergerak dan berkata, "Jika Kau ingin tetap bekerja, maka terserah kau saja. "


"Sialan ... !!"


Kaki dan pasak yang menopang drum di tempat hanya bisa dihancurkan dengan paku milik Misaka WORST atau kekuatan nitrogen Kuroyoru Umidori. Hamazura saja tidak bisa mengubah situasi, tidak peduli seberapa gigih dia.


Itu kemungkinan merupakan niatan Misaka WORST.


Misaka WORST mendengar langkah kaki. Pipinya berkedut sedikit ketika ia menyadari itu adalah dari Hamazura yang tengah berlari kembali menuju ke Trigger.


"Hei! Misaka benar-benar akan meninggalkan Kau di sini !! Dia tidak memiliki kewajiban untuk bertahan dalam situasi seperti ini !! "


"Kau tidak akan meyakinkan dia," kata Kuroyoru yang lengannya tidak bergoyang lagi sedikitpun. "Hantam saja dia dengan sengatan listrikmu agar tenang. "


Suara kejutan listrik keras terdengar.


Setelah dia meyakinkan bahwa Hamazura telah runtuh ke tanah, Misaka WORST membuat Kuroyoru bisa menggerakkan lengannya sekali lagi.


Dia menunjuk ke arah Hamazura dengan dagu dan berkata, "Bawa dia. Jika kita tidak bisa keluar dari sini segera, kita akan dikelilingi oleh lava !! "


"Tidak bisakah kau melihat bahwa ukuran tubuhnya beberapa kali lebih besar dariku?"


"Lenganku sedang rusak, jadi aku tidak bisa melakukannya."


Setelah memastikan Kuroyoru membawa Hamazura di bahunya seperti sekarung beras, Misaka WORST melihat kembali pada Trigger yang masih berfungsi.


"Mereka mendirikan lebih dari 20 unit untuk mendapatkan hasil yang mereka inginkan. Dengan sekitar setengah dari dari drum – drum itu yang sudah kita robohkan, seharusnya hasilnya tidak persis seperti yang semula diharapkan!! "


"Bagaimana kalau kita berjalan daripada berbicara? Aku tidak tahu di mana tepatnya lava tersebut akan mengalir, tetapi kaldera ini akan menjadi sebuah danau lava! "


Kedua gadis mulai melarikan diri.


Untuk keluar dari kaldera, mereka harus memanjat lereng.


Mereka berlari secepat yang mereka bisa, tapi meloloskan diri dari kaldera yang jaraknya lebih dari 10 kilometer akan menjadi sesuatu yang sulit bahkan untuk seorang pelari maraton profesional. Kuroyoru mendecakkan lidahnya, melepas lengan kanannya, dan menembakkannya pergi seperti roket dengan menggunakan tombak nitrogen sebagai pendorongnya. Setelah memastikan lengannya tertancap cukup kuat di tanah di mana ia mendarat jauh ke depan, Misaka WORST digunakan magnet nya untuk menarik mereka bertiga ke lengan yang sudah berada di ujung sana.


"Bagaimana kalau kita bergabung sebagai combo gadis penjahat?"


"Jika Kau terus mengacaukan kinerja lengan cyborg milikku dengan menggunakan kekuatan bajinganmu itu, aku benar-benar akan mengiris otakmu bersama – sama dengan tengkorakmu!! "


Dengan mengambil lengannya dan kemudian mengulangi cara itu beberapa kali, mereka akhirnya mencapai tepi kaldera.


Tapi itu adalah batas kekuatan mereka.


Ada suara ledakan yang mendalam yang dimulai dengan getaran di dalam perut bumi.


Segera setelah itu, semuanya ditutupi oleh ledakan angin dan panas yang luar biasa yang membuat hawa panas tropis Hawaii menjadi sesuatu yang tidak ada apa–apanya jika dibandingkan.

NT Index v03 192-193.png



Part 14[edit]


(10 November – Perairan di dekat Lanai – Diambil dari kamera patrol)


Pesawat transportasi kemiliteran itu mengapung di lautan yang tenang.


Namun, Arc Daniels merasakan sesuatu yang lebih ke perasaan bosan daripada lega sembari dia menggenggam helm perahu patrol angkatan laut. Dia sudah mengemudikan pesawatnya ke mana saja dari Markas Angkatan Laut Pearl Harbour Ketiga di Oahu. Normalnya, suatu pangkalan di Lanai harusnya bisa mengatasinya.


“Itu dia!! Seperti yang dilaporkan, Si Tuan Skandal dan yang lainnya berdiri di atas pesawat transportasi!!” teriak salah seorang dekannya di dek kapal.


Kemungkinan besar, kegembiraan serupa juga terjadi pada kapal patroli lain di dekatnya. Hanya mereka yang mengenakan helm, yang masih merasa khawatir.


“Itu benar-benar sesuatu yang ngawur. Apakah dia tahu betapa bahayanya mengadakan pendaratan darurat di perairan seperti itu?”


“Ini mungkin salah satu akal bulusnya untuk mendapatkan simpati ketika ada pemilu nanti. Masyarakat tampaknya akan memanggilnya dengan sebutan “Lelaki yang Dicintai Dewi Keberuntungan” atau sejenisnya.”


Para marinir itu tampaknya akan mengatakan hal-hal tersebut, tapi mereka mendadak diam ketika menyadari si presiden sudah berada pada jarak yang cukup jelas untuk mendengar apa yang mereka katakan. Sekitar sebagian dari pesawat itu telah tebggelam ke perairan, tetapi bagian atasnya masih mengapung beberapa meter di permukaan air. Sedikit lebih tinggi daripada perahu motor kecil yang biasa digunakan untuk patroli. Mereka mengirimkan tambang untuk menggapai si presiden dan memberikan beberapa peralatan untuk pertolongan pertama.


Rencana awalnya adalah menuju kembali ke Oahu, tetapi ada pilot yang tertembak di sana. Mereka tak punya pilihan selain berhenti di rumah sakit terdekat di Lanai.


Pesawat ransportasi itu berada pada kejauhan 40 meter dari teluk Lanai. Jika itu berada sedikit lebih dekat, bagian diafragma pesawat akan terkoyak oleh beberapa batuan karang yang tajam dank eras, sehingga hasil pendaratannya akan berakhir dengan petaka.


Pilotnya benar-benar berada dalam bencana, tetapi dia terselamatkan akibat tindak cepat dari para regu penyelamat.


Pertolongan darurat yang tepat dan cepat itu sendiri adalah hal yang patut mereka rayakan.


Namun, si presiden dan dua orang bocah Asia yang sudah bersamanya sejak tadi sama sekali tidak tampak bahagia karena sudah mengakhiri semua terror di ketinggian itu dengan selamat. Mereka tidak melihat pesawatnya yang sudah mendarat dengan aman atau Lanau tempat mereka dibawa. Mereka menatap ke suatu arah dengan raut muka tegang terpasang pada wajah mereka.


Dan menolehkan kepala mereka ke suatu arah dan kemudian mereka pun memahami sesuatu.


Langit biru telah berubah menjadi gelap.


Sesuatu yang terlihat sangat pekat dan berhamburan di udara adalah abu vulkanis. Itu datang dari suatu arah di kepulauan Hawaii. Satu kata yang pertama kali muncul di kepala Arc adalah Kilauea.


“Itu sungguh……………….meletus.”


“Kau pasti sedang bercanda. Kita tidak dapat menghentikan Triggernya….? Apakah nyawa 500,000 jiwa sedang dipertaruhkan saat ini?”


“Tidak.” Si presiden mulai berkata sesuatu dalam bahasa Jepang. “Kilauea adalah tipikal gunung berapi yang mengirimkan larva halus ketika meletus. Menyebabkan kerusakan terhadap wilayah di dasar gunung, mereka hanya perlu menyebabkan erupsi seperti itu tetapi pada skala yang lebih besar. Sesuatu agaknya aneh pada kasus ini. Harusnya tak ada abu sebanyak itu di udara.”


“Jadi kau sedang mengatakan bahwa letusan gunung berapinya tidak sama seperti yang GREMLIN rencanakan?”


“Aku tidak tahu……..Kopral!! Kapal ini bisa mengakses internet demi tujuan untuk terhubung ke sistem pintar untuk unit yang terhubung, kan?? Setelah semua uang yang kuberikan padamu, aku harap kau tidak berkata “tidak”. Aku ingin menghubungkan dengan Imperial Package milikku dan mendapatkan beberapa……”


Si presiden tiba-tiba terhenti berbicara karena adanya bekas asap putih di langit seperti jejak pesawat jet.


Sesuatu seperti jejak asap yang berbentuk tombak sedang mendekat dari arah teluk Lanai. Namun, itu tidak berasal dari titik terdekat teluk. Malahan, itu datang dari titik yang berjarak sekitar 10 kilometer di sisi sebelah kanan Arc.


Arc langsung paham benda apa yang terbang dan meninggalkan jejak asap seperti itu.


“Se-se-sebuah rudal anti – udara??”


“Sial!! Segera loncat ke laut!!” Seseorang berteriak.


Sedetik kemudian, rudal itu tanpa ampun menghantam sisi perahu patroli yang terdapat Arc dan rekan-rekannya. Dengan ledakan, perahu itu terbang di atas kepala Arc yang sudah membenamkan sebagian tubuhnya di laut.


Para marinir yang sudah berhasil terjun ke air, mengeluarkan kepalanya ke permukaan untuk mendapatkan sedikit oksigen.


Fakta bahwa mereka bisa kabur tanpa lecet sedikitpun berarti…………


“Tuan Presiden!! Itu tadi kemungkinan besar Narwhal yang telah dikembangkanoleh EU!! Itu adalah rudal anti-udara yang didisain semata-mata untuk melubangi sisi kapal yang tangguh sekalipun. Kekuatan dan ukurannya dibuat seminimum mungkin untuk menekan harga dan biaya transportasi. Tapi gelombang kejut yang dihasilkannya akan menyengat bagai tombak, sehingga dampaknya masih akan terasa walaupun kita sudah berada beberapa meter dari ledakannya!!”


“Tetapi siapa yang sedang menyerang kita…..? Apa yang sedang terjadi…?”


“Ada lebih banyak lagi sedang datang!! Loncat ke lautan!! Segera!!”


Lebih panjang, jejak berupa asap seakan membelah langit biru. Kapal patroli mereka bisa bergerak dengan cepat, tetapi tidak bisa bergerak lebih cepat untuk lolosan dari bidikan sebuah rudal.


Si presiden dan dua remaja Asia yang sudah menemaninya dari tadi melakukan perintah sang marinir untuk terjun ke perairan. Dengan luka seriusnya, pilot tidak bisa bersentuhan dengan asinnya air laut, jadi Arc dan rekannya membungkus oran itu pada suatu kotak karet dan kemudian menyeretnya ke lautan. Tak ada waktu untuk mengkhawatirkan apakah kotak tersebut muat ataukah tidak.


Setelah memastikan semuanya lolos, Arc Daniels langsung mengikuti mereka.


Segera setelah itu, beberapa rudal anti – udara menghantam sisa pesawat yang setengah tenggelam dan menghamburkannya bagaikan bubur bayi.


“Apakah pembombardirannya sudah selsai…..?” tanya Arc.


Dengan menggunakan nada bicara diplomatisnya, sang presiden membalas, “Aku ragu mereka mempunyai sensor untuk mengetahui keberadaan seseorang. Mereka akan mengirimkan suatu unit untuk memastikan apakah kita semua sudah mati, jadi kita perlu berterimakasih pada bintang keberuntungan kita karena kita masih bernafas sampai saat ini.”


“Me-mengirimkan unit? Apa yang sedang terjadi di sini!!??”


“Jangan tanya aku,” kata si presiden.


“I-Ini berarti perang….. Aku tak tahu negara mana yang berada di balik semua ini, tapi jika mereka mencoba membunuh presiden kita dengan serangan berskala sebesar ini, kita harus balas……!!!”


“Tuan marinir, selama mereka tak membunuhku, tak ada masalah, aku tak akan membuang sejumlah nyawa tentaraku untuk membalas sesuatu yang tak penting seperti itu.”


Rudal anti-udara itu adalah model yang dikembangkan oleh EU, tetapi membalas Eropa dengan tindakan serupa merupakan sesuatu yang lebih parah dari kebodohan. Walaupun kemungkinan merekalah yang menyerang, buktinya masihlah sangat lemah. Jika ini semua hanyalah politik adu domba, maka AS akan membalas dendam kepada suatu pihak yang benar-benar tak bersalah.


“Tuan, kau tadi mengatakan bahwa itu adalah Narwhals, kan?”


“Me-memangnya kenapa?”


“Apakah kau tahu modelnya secara spesifik? Apakah itu Ds ataukah Rs?”


“A-Aku mohon ma’af pak. Aku sudah mendengar suara lesatan macam-macam rudal, dan beda rudal, beda suara lesatannya, tetapi aku tak benar-benar paham jenis rudal apakah itu……”


“Narwhals tidak hanya mudah digunakan bagi negara-negara lain yang turut serta dalam proyek pengembangannya, tapi juga model D ini secara khusus dirancang sebagai model eksport untuk memperoleh beberapa kurs negara asing. Namun, harganya cukup mahal dan perawatannya terlalu khusus, jadi negara-negara yang tak tergabung dalam EU sudah membeli beberapa…… Hanya beberapa Gray Flags sudah membelinya.” [Oke EU adalah singkatan dari European Union atau yang biasa disebut Uni-Eropa dalam Bahasa. Sedangkan Gray Flags adalah kumpulan beberapa negara yang menggunakan warna abu-abu pada benderanya,seperti : Malta, Uganda, dll. Yang biasanya merupakan negara berkembang.]


“….Gray Flags?” Arc menelan ludahnya dengan suara keras. “Anda sedang mengatakan bahwa prajurit bayaran PMC adalah dalang dibalik semua ini?” [PMC adalah kepanjangan dari Private Military Company, yaitu suatu organisasi yang memiliki tentara yang bisa digunakan untuk beberapa kepentingan pribadi dengan imbalan sejumlah fiinansial tentunya.]


“Mungkin saja. Aku tidak bisa menapih kemungkinan bahwa itu adalah milik negara lain, tetapi pastinya akan ada suatu resiko yang lebih besar dan tidak menguntungkan jikalau kita membalas dendam kepada mereka, seperti saranmu tadi. Ini tampaknya bukanlah suatu hal yang dikerjakan pihak-pihak yang mengatasnamakan rasa nasionalisme mereka.” Sembur si presiden. “Namun siapapun yang berada di balik semua ini, identitaasnya belumlah diketahui. Sehingga ini semua belum akan berakhir. Tampaknya, mereka akan memulai suatu serangan udara besar-besaran.”


“J-Jadi mereka mendeklarasikan perang terhadap kita?”


“Ini akan menjadi jauh lebih mudah jika kita secara jantan menghadapi orang seperti itu satu lawan satu,” Roberto mengatakannya sambil mengacungkan jarinya ke langit. “Bahkan jika belum lengkap, Kilauea masihlah meletus dan debu vulkasinya akan menutupi langit. Apakah kau tahu apa itu artinya, kopral?”


“Pesawat udara tidak bisa terbang melaluinya?” potong seorang gadis Asia berwarna rambut seperti teh dalam bahasa Inggris.


“Ya. Itu berarti tidak ada bala bantuan tambahan dari pusat dalam bentuk pesawat tempur atau bomber. Dan,” tambah Roberto Katze, “jika rudal-rudal anti udara itu dilancarkan melalui kepulauan Hawaii, dan juga Lanai, maka kita tidak bisa mengharapkan suatu pemborbardiran dari kapal laut atau kapal induk. Menghindari rudal anti pesawat dengan menggunakan pesawat tempur yang bisa mengimbangi kecepatannya adalah cukup sukar, jadi tidak ada cara untuk menghindari suatu rudal kecuali dengan menggunakan suatu pesawat yang bisa terbang beberapa kali lebih kencang dari kecepatan rudal tersebut.”


“Jadi kepulauan Hawaii benar-benar sudah terisolasi….?”


“Karena mereka menunggu untuk melancarkan suatu serangan tanpa ampun setelah meledakkan gunung berapi, menurutku, mereka dengan sengaja menciptakan suatu isolasi ini. Isolasi ini sepertinya adalah tahapan awal dari rencana mereka lainnya, yaitu agar mereka dengan bebas bisa melakukan suatu hal pada kepulaian Hawaii ini tanpa adanya campur tangan dari pihak luar.”


“Te-tetapi kepulauan Hawaii memiliki lebih banyak pangkalan perang daripada daerah di Pasifik! Tembakan-tembakan yang kita terima disini, harusnya sudah cukup untuk….!!”


“Kau seakan mengasumsikan ini sebagai tembakan-tembakan yang sederhana, kopral,” kata si presiden dengan ekspresi wajah pahit. “Tetapi musuh kita memiliki kekuatan yang jauh melebihi akal sehat kita. Aku telah menyaksikannya dengan mata – kepalaku sendiri. Dan serangan rudal ini seakan juga menunjukkan bahwa mereka juga mampu untuk melancarkan serangan yang berbasis pada ilmu pengetahuan….. Mereka memiliki kekuatan yang mendukung kekuatan AS.”


Si presiden berkata sambil menyusun beberapa informasi di kepalanya.


Apa yang terjadi jika kekuatan yang tidak bisa diterangkan dan bisa diterangkan oleh ilmu pengetahuan ini berpadu?


Seberapa parah dampak akan terjadi?


Dia menggertakkan giginya dan berkata, “Jika begini terus, rencana mereka akan terus berkembang samapai ke suatu titik tertentu, dan membuat mereka bisa memperoleh semua yang mereka mau.”