Toaru Majutsu no Index (Indonesia):NT Jilid 04 Main.30

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Main.30[edit]

Kumokawa Maria dan Saflee Opendays tanpa ragu menyerang ke arah Kihara Enshuu. Di tengah badai salju putih, grafik yang tak terhitung jumlahnya melintas di smartphone dan televisi 1seg yang tergantung dari leher Kihara Enshuu dan dia mengguncang kaleng teh hitam dengan menggerakkan seluruh tubuhnya bolak-balik sembari ia memegangnya di tangannya.


"Minus 20 derajat. Minus 20 derajat. La la la. "


Tiga meter.


Hanya dengan satu langkah lebar.


Kihara Enshuu tanpa ragu melemparkan isi kaleng ke arah mereka.


"!!"


"!?"


Saflee dengan panik berhenti dan Kumokawa Maria terguling ke samping untuk menghindarinya. Tehnya harusnya memiliki uap yang naik, tapi seketika mulai membeku di udara. Volume benda berubah ketika berubah dari tahapan cair ke padat. Jika mereka terhantam oleh the itu, mungkin permukaan tubuh mereka telah robek.


Namun, tidak akan menjadi suatu pukulan yang fatal.


Sambil terus memutarkan lengan dan anggota gerak tubuhnya, Kumokawa Maria merubah arah gerakannya. Dengan menurunkan kaki panjang yang menunjuk lurus ke atas, ia membidik kepala Kihara Enshuu.


Menanggapinya, Kihara Enshuu melemparkan kaleng kosong di kaki Kumokawa Maria ... atau lebih tepatnya tangan. Kumokawa Maria harus mengubah arah geraknya sedikit untuk menghindari benda itu, dan itu menciptakan celah.


"Betapa naif. Betapa naif. "


Dalam waktu celah pertahanan Kumokawa Maria terbuka, Kihara Enshuu menempatkan satu tangan di punggungnya. Dia menarik sesuatu dari sweternya. Itu adalah korek serbaguna. Tidak seperti korek biasanya, benda itu memiliki pelatuk seperti pistol dan ujungnya terletak 30 cm dari pegangannya.


Kihara Enshuu mengambil langkah kembali sedikit untuk tetap mengawasi pergerakan sosok Saflee Opendays dengan sebelah matanya sembari gadis yang lebih tua itu mencoba untuk melingkarinya di sekitar dari arah yang berbeda. Dia berputar korek serbaguna ke sekitar dengan jari telunjuknya dan kemudian mengangkat lengannya.


"Siap, atur ..."


Dia menarik pelatuk dengan jarinya.


Sebuah suara “klik” terdengar.


Pada arah diagonal dekat atas kepalanya, korek serbaguna itu menembak tempat yang agak jauh dari tumpukan kontainer pabrik pertanian terdekat.


"Pergilah!"


Sebuah api yang aneh menyelimuti seluruh kontainer. Tentu saja, korek biasa tidak bisa menghasilkan nyala api sebesar itu. Kobaran apinya begitu luas dan cara yang menyebarnya aneh.


"Kau menyiapkan minyak sebelumnya !?" teriak Saflee sambil melindungi wajahnya dari cahaya dan panas.


"Tidak hanya itu."


Suara sesuatu geseran barang berat bisa didengar.


Itu berasal dari celah antara kontainer. Lapisan kedua kontainer padat itu bergeser. Meskipun puluhan bahkan ratusan ton berat kontainer saling menekan dan saling tindih, kini setiap kotak kontainer mulai tergelincir seakan permukaannya adalah es.


"Apa yang membuat benda seberat itu tergelincir jikalau bukan karena salju atau es? Atau mungkin itu adalah air yang telah meleleh oleh gesekan. ... Bukankah begitu, Amata-ojisan. "


Meluncur.


Mengguncang.


Runtuh.


"Dan ketika perlawanan dari gesekan sangat rendah, bahkan sesuatu dengan berat ratusan ton di atasnya akan meluncur dengan sempurna. Sekarang, di sini ada satu pertanyaan. Jika Kau lepaskan kartu terbawah dari tumpukan susunan kartu berbentuk rumah, apa yang terjadi!? "


Ratusan kontainer pabrik pertanian turun bagai hujan deras dari atas.


Salah satu dari banyak tumpukan kontainer benar-benar runtuh.


Setiap kontainer itu bagaikan mayat dengan panjang sekitar 2 meter. Berbobot satu ton. Ketika benda-benda itu meluncur jatuh bagai badai salju, mimpi buruklah yang terjadi.


Sambil tersenyum, Kihara Enshuu mengambil dua langkah mundur.


Saflee melakukan refleks tersentak sembari sekat raksasa seperti kontainer jatuh ke bawah di depan matanya. Salju melonjak ke langit dan kemudian kontainer yang sudah berhenti bergerak terbaring terjajar di tanah. Serpihan dari dinding luar dan rak baja dalam pabrik pertanian berserakan.


Di saat kontainer berjatuhan bagai hujan meteor, Kihara Enshuu memutarkab korek serbagunanya di sekitar dengan jari telunjuknya dan kemudian membuka mulutnya.


"Iya iya. Berteriak begitu keras adalah suatu tindakan yang memalukan, namun hal ini adalah apa yang biasa dilakukan para Kihara, kan? " bisiknya ke senjatanya yang menyebabkan bencana ini, seolah-olah itu adalah mikrofon. Dia kemudian dia meninggikan suaranya. "Okelah kalau begitu! Atraksi ini menarik melibatkan kontestan dari penonton telah dimulai !! Sekarang, akankah ada orang yang ikut gembira dan membawa pulang hadiah !? "


Saat ia berteriak, Kihara Enshuu melambaikan korek serbaguna ke sekitar sekali lagi. Kontainer yang di dalamnya berisi senjata biologis yang sedang berkembang tidak berada sekelilingnya. Dia menyebabkan gelombang serangan kedua dan ketiga dengan tumpukan kontainer yang nyaris runtuh sebelumnya.


Karena ada juga kontainer yang jatuh di dekat Kihara Enshuu, ia tidak bisa melihat apa yang terjadi pada Saflee dan Kumokawa Maria.


Namun, dia bisa mengumpulkan informasi dari langit di atasnya dengan menggunakan mainan seperti helicopter yang terkait dengan smartphone-nya. Jika semua tumpukan kontainer runtuh seperti yang dia inginkan, maka semuanya akan berakhir. Kihara Enshuu telah merencanakan kontainer agar longsor di berbagai area tertentu dengan area aman yang sangat sempit.


Seperti itulah seorang Kihara.


Kecakapan dan kemampuan bertarung lawan-lawannya tidaklah masalah.


Mereka mengguncang panggung pertempuran itu sendiri, menghancurkan aturan yang ditetapkan sebelumnya, dan mengalahkan seseorang yang sudah mempersiapkan segalanya dengan sangat baik jauh hari sebelumnya.


(Kontainer jatuh di sekitarku juga, jadi ini akan berfungsi sebagai rintangan raksasa yang menjaga jarakku dengan mereka.)


Kihara Enshuu tersenyum sambil menembakkan api ke kontainer terdekat lainnya agar meruntuhkan tumpukan tersisa dengan memperkecil gaya gesek karena selaput air .


(Musuh dihalangi oleh dinding mental ketakutan dan dinding hambatan fisik sekaligus. Setelah mereka tidak bisa bergerak dan hanya bisa meringkuk di tempat, aku akan menghabisi mereka dengan pemboman beruntun !!)


Tapi segera setelah itu, pikiran Kihara Enshuu terputus.


Kaki panjang Kumokawa Maria datang menderu turun ke atas kepalanya.


Hambatan yang setinggi 2 meteran tak bekerja. Kumokawa telah berlari menuju kontainer, melompati dindingnya, naik dengan kedua tangan, berguling di atas, dan melesatkan tumitnya ke bawah sambil menjatuhkan diri di samping Kihara Enshuu. Dengan dijelaskan langkah demi langkah seperti itu, maka ini adalah suatu serangan yang tidak mustahil. Seseorang yang telah dilatih sebagai pemain jalanan mungkin telah mampu melakukan itu semua dalam satu gerakan yang panjang.


Namun, ratusan kontainer lainnya masih menghujani turun.


Jika salah satu darinya menghantam Kumokawa, itu akan menghancurkan tubuhnya.


Peluang sukses bahkan tidak bisa ditebak. Biasanya, kekhawatiran itu akan memberikan semacam rasa takut pada seseorang untuk tidak melakukannya. Dia tidak seharusnya mampu melakukan serangkaian serangan atletik seperti itu.


Seseorang yang sudah takut terlebih dahulu karena prestasi dan nama besar Kihara tidak seharusnya mampu melakukannya.


"Gh ... Gah ... gah ... !! Apakah ke-Kihara-anku tidak diaktifkan dengan benar sehingga aku tidak cukup mampu menahan diriku dari serangan macam ini !? "


Kihara Enshuu berpindah mundur dari Kumokawa Maria dengan gerakan yang tidak wajar seperti mesin yang kehilangan salah satu roda gigi penggeraknya. Dia meninggalkan daerah aman yang ia telah ciptakan sendiri sebelumnya.


Sementara itu, Kumokawa Maria menyadari maksud dari tempat dimana Kihara Enshuu berada tadi, jadi dia kini memakai area aman itu.


"Kau sangat berbeda dari Kihara yang aku tahu," katanya, sembari dia menghembuskan uap air putih ketika bernafas terengah-engah. "Aku tidak berpikir Kihara Kagun akan mempersiapkan semua ini. Jika dia begitu terampil, ia tidak akan pernah menyebabkan insiden itu dan meninggalkan sekolah. "


"Apakah Kau pikir Kau telah mengalahkan Para Kihara hanya karena Kau memukul mundur Amata-Ojisan? "


Pola grafik ditampilkan pada smartphone dan televisi 1seg yang tergantung dari leher Kihara Enshuu mengalami perubahan yang jelas.


Bibir gadis itu bergerak.


"Ransuu-ojisan, Gensei-ojiisan, Byouri-obasan, Nayuta-chan, Yuiitsu-oneechan, Jouryuu-Oniichan, Konshou-oneechan, Chokuryuu-kun, Doutai-ojisan, Kagun-ojisan, Bunri-Oniichan, Sousai-chan, KENBI-obasan, Bunshi-Oniichan, Therestina-obasan, Kouten-oneechan. "Dengan tangan terbentang lebar, Kihara Enshuu mengumumkan semua nama-nama itu," Aku mungkin memang kekurangan sesuatu sehingga tidak layak disebut sebagai seorang Kihara, tapi aku didukung oleh pola tempur dari pikiran 5000 Kihara !! Petarung jalanan yang belum pernah melangkah ke dalam kegelapan Academy City sepertimu jangan pernah coba berharap untuk menebang pohon silsilah keluarga besar ini !! "


Dia memasukkan pemikiran pola tempur baru.


“Kihara” adalah pemula.

[Secara harfiah, Kihara di sini berarti sebidang pohon.]


Menghadapi monster itu ...


Tanpa ragu-ragu, Kumokawa Maria melangkah ke luar zona aman dan membenamkan bawah kakinya di pipi Kihara Enshuu.


"Bh ...?"


Dalam sekejap, pipinya yang mengkerut merubah wajahnya menjadi buruk rupa, dan ekspresi wajah Kihara Enshuu menunjukkan seseorang yang murni kebingungan. Kumokawa Maria menggunakan kaki lainnya untuk menendangnya ke samping.


"Bghvrbche !?"


Sementara membiarkan keluar teriakan yang tidak membentuk kata-kata, Kihara Enshuu runtuh di atas salju. Kumokawa Maria tak memedulikan kontainer yang masih runtuh dari atas kepalanya dan melangkah maju. Dia akan menyelesaikan ini. Dia akan mengalahkan Kihara Enshuu dan menghancurkan jamur yang diubahnya menjadi senjata biologis.


"Bh ... gh !!"


Kihara Enshuu terus mundur kemudian berdiri sambil memegang hidung dan mulut berdarahnya.


"Ada dua alasan kenapa kau kalah," kata Kumokawa Maria. "Aku tidak tahu tentang perihal 5000 Kihara yang kau bicarakan tadi, tapi bagaimana Kau menganalisis pola tempur mereka? Apakah Kau memberi mereka suatu tes psikologi? Apakah Kau meminta bantuan Psychometer? Atau apakah Kau hanya tangkai mengikuti dan menonton mereka? Apa pun yang Kau lakukan, aku punya satu hal yang ingin kutanyakan padamu. Apakah Kau benar-benar berhasil dalam menganalisis pola tempur mereka dengan 100% akurat? Apakah Kau benar-benar berpikir seseorang yang memiliki keahlian kemudian menggunakan keahlian itu untuk melengkapi kemampuan diri sendiri yang kurang adalah metode yang bisa dengan sempurna bekerja? "


"... !?"


"Kau sepertinya tidak menyukai apa yang aku katakan. Lantas mari kita membuatnya jadi suatu ujian. Satu hal yang menarik perhatianku adalah kau yang memanggil nama Kihara Kagun tadi. Jika Kau benar-benar dapat meniru keterampilannya, aku tak akan lagi bisa menang. "


Perubahan jelas datang pada smartphone dan televisi 1seg yang tergantung dari leher Kihara Enshuu. Grafik yang tak terhitung jumlahnya memberikannya kekuatan lain.


"Ya, ya, aku mengerti, Kagun-ojisan. Dalam hal ini, Kihara akan melakukan itu ... !! "


"Aku rasa tidak."


Kumokawa Maria mengambil langkah besar ke depan dan menghantam kepala Kihara Enshuu dengan tinju kanannya.


"Hanyakah itu yang kau miliki? Kau menggunakan nama Kihara Kagun dan hanya itu yang Kau miliki? Maka kualitas analisismu tidak sebaik buktinya. Kau tidak bisa meniru siapa pun dengan mainan itu. Ampun deh, apa yang dapat Kau lakukan hanyalah menyebut nama Kihara Kagun atau Kihara Amata terlebih dahulu untuk menakut-nakuti orang-orang yang mengenal mereka. "


" Kamijou- ... !! "


"Mungkin itu akan menakut-nakuti saudari perempuanku, tapi tidak denganku."


" Aku mengerti. Dalam hal ini, Kumokawa Maria akan- ... !! "


"Apakah kamu serius?"


Setiap kali gerakan Kihara Enshuu berubah, Kumokawa Maria menggunakan empat anggota gerak tubuhnya untuk terus menyerangnya sampai kewalahan. Sembari Kihara Enshuu menerima banyak serangan balik, penampilannya berubah. Kumokawa Maria mengabaikannya dan terus berbicara. Kumokawa mungkin bisa sebegitu kejam karena mereka berdua adalah perempuan, sehingga tak ada rasa sungkan padanya.


"Apakah Kau memiliki 5000 orang Kihara atau Kamijou Touma sebagai kepribadianmu yang ke 10.000, itu tidak lebih daripada seperti memiliki kartu yang sama dengan lawan dalam suatu card game. Kau memiliki kepribadiannya tapi kau tidak mungkin menjadi Kamijou Touma. Kau hanya mengumpulkan dek yang sama seperti dia. Tak ada yang peduli dek apa yang kau susun, karena Kau sendirilah yang harus membuat keputusan tentang kartu mana yang digunakan dalam pertempuranmu sendiri . "


Itu sebabnya dia tidak bisa menang.


Itu bukan karena apakah dia memiliki kartu yang langka atau tidak.


Jika Kihara Enshuu tidak memiliki keterampilan sebagai pemain, semuanya tidak akan bekerja.


[Mari translator bantu sedikit untuk memahami tiga paragraf di atas. Jadi Kumokawa Maria sedang menganalogikan (memisalkan) kemampuan Kihara Enshuu dengan seseorang yang memiliki dek (tumpukan kartu) sama dengan yang dimiliki lawannya. Ini adalah permainan kartu, tapi bukan poker, remi, atau sejenisnya. Ini lebih ke permainan “duel kartu” yang popular di Jepang dan biasa disebut TCG (Trading Card Game). Jika pembaca pernah memainkan permainan kartu Yu-Gi-Oh, Duel Monsters, atau Vanguard, maka anda pasti sudah tidak asing dengan jenis permainan ini. Kumokawa Maria menyebut Kihara Enshuu hanya meniru dek lawannya tetapi tidak memiliki keterampilan bermain. Itu adalah suatu kesalahan fatal dalam permainan TCG, karena walaupun kau memiliki makhluk (monster) yang sama kuatnya dengan lawanmu, kau tidak akan bisa memanggilnya tanpa urutan penataan kartu yang benar. Dan hanya orang yang memiliki keterampilan-lah yang bisa menyusun “Trap”, “Spell”, “Field Spell” dalam posisi yang benar-benar menguntungkan.]


"Kau menetapkan semua aturan dengan sempurna, tetapi Kau tidak bisa memainkan perannya dengan baik. Itu sebabnya Kau mengatakan hal-hal aneh seperti : menjadi Kihara Kagun, Kihara Amata, bla, bla, bla, bla, bla, dan bla, bla, bla,. Ini sama dalam pertempuran. Kesalahanmu dalam penilaian mengubah keistimewaan dek-mu menjadi sesuatu yang benar-benar tak berguna. "


"Aku ... tidak bisa menang ...?"


"Itu benar."


"Dengan kecerdasanku dan dengan penggunaan setiap kepribadian Kihara atau Kamijoou Touma atau Kumokawa Maria, aku tidak bisa menang? "


"Sejujurnya, rasanya seperti bermain catur melawan AI yang benar-benar menyebalkan."


Mata Kihara Enshuu bergetar.


Bahkan sinkronisasi antara mata kiri dan kanannya berakhir.


Namun, dia dengan paksa menjauhkan rasa kebingungan dan ragu-ragu.


Grafik pada perangkat yang tergantung dari lehernya pun semakin kacau. Mengabaikan goyangan kepala Kumokawa Maria, Kihara Enshuu berteriak.


"Tidak, aku akan menang !! Aku punya solusinya !! Aku seorang Kihara juga! Seorang Kihara adalah Kihara yang ditakdirkan menjadi Kihara!! Itulah yang Amata-ojichan, Ransuu-ojichan, Kagun-ojichan, dan Byouri-obasan katakan kepadaku !! "


"Dari sudut pandangmu terhadap Kihara Kagun, analisismu tentang dia adalah sepenuhnya salah. Kihara Kagun yang aku kenal tidak akan mengatakan itu, "gumam Kumokawa, tapi perkataan ituitu tampaknya tidak mencapai gadis di hadapannya itu.


Sebuah suara “klik” aneh datang dari korek serbaguna di tangan Enshuu.


Untuk mengubahnya menjadi senjata, dia pasti telah mengubah pemantik gas menjadi Sesuatu alat yang bisa menyemburkan api.


Dengan grafik yang aneh di matanya, Kihara Enshuu melesat ke depan.


Pada saat itu, Kihara Enshuu memiliki satu kesempatan untuk meraih kemenangan.


Mungkin benar bahwa dia tidak bisa mengalahkan Kumokawa Maria dengan strategi dari grafiknya. Namun, dia memiliki satu lagi kepribadian Kihara. Yaitu kepribadian Kihara yang sudah ada padanya bahkan semenjak dia dilahirkan.


Itu adalah Kihara Enshuu sendiri.


Karena itu, dia tidak perlu menganalisis tentang pemikiran Kihara dan tidak perlu meng-input pola tempur dalam bentuk grafik. Bahkan jika tidak berpengalaman, dia punya satu pola pemikiran Kihara yang terakhir.


Bahkan jika Kumokawa Maria telah melihat kelemahan semua pola tempur yang diinput melalui grafik, pola Kihara Enshuu sendiri adalah berbeda. Jika Kumokawa Maria merasa lega karena ia memiliki perhitungan untuk melakukan serangan balik terhadap pola tempur yang dibuat dari grafik, itu akan membuka lubang pada pertahanannya sehingga Kihara Enshuu bisa mendaratkan pukulan penyelesaian padanya.


Itulah sebabnya dia tersenyum.


Dan menjilat bibirnya.


Dia melepaskan sifat Kihara dalam dirinya sendiri dan menyerbu ke depan untuk memanggang gadis di hadapannya dengan korek serbaguna yang telah dimodifikasi sehingga bertindak seperti penyembur api.


Segera setelah itu, pikirannya terputus. Sifat Kihara dalam dirinya menghilang.


Ini dikarenakan oleh kaki Kumokawa Maria. Sebuah tendangan sekeras tubrukan lokomotif tanpa ampun menghantam pelipis Kihara Enshuu.


"Aku bilang ada dua alasan kenapa Kau telah kalah," sembur Kumokawa Maria saat ia menghentikan rotasi tubuhnya. Dia terus berbicara dengan Kihara Enshuu yang telah terbenam di dalam salju. "Bahkan jika Kau menggunakan semua deck-deck itu, sedikit petunjuk tentang kepribadianmu bisa terungkap. Ketika Kau bertarung, petunjuk berujung pada suatu kesimpulan. Sederhananya, saya bisa menganalisis pola bertarungmu sebelum Kau bisa menggunakan dek-mu sendiri, jadi tidak ada masalah. Itu bukan ancaman. Aku bisa menyerang balik dekmu dengan mudah. Sama seperti emua Kihara lainnya. "


"U-uuh ..."


Sebuah suara “klik” keras terdengar.


Korek Serbaguna milik Kihara Enshuu memuntahkan api setinggi 2 meteran.


Saat ia menggeliat di salju putih, pupil mata gelap Kihara Enshuu menatap langsung ke arah Kumokawa Maria.


"Jika Kau membidikannya kepadaku, aku cukup yakin panas yang dipantulkan akan membakarmu juga. Nah, aku ragu Kau akan mendengarkan itu. "


Dia menyerang lagi.


Ini bukan pola tempur yang kompleks seperti sebelumnya. Dia hanya menyerang dengan membabi buta.


Dia siap untuk kehilangan kepribadiannya sendiri selama dia bisa mengalahkan Kumokawa.


Bahkan ketika terpojok, bingung, dan tidak mampu berpikir dengan benar, dia benar-benar masihlah seorang Kihara karena dia masihlah memilih suatu kemenangan yang merugikan daripada kekalahan yang memalukan.


Kumokawa Maria berbalik dan menyerang dengan empat anggota gerak tubuhnya di sudut yang seharusnya tidak mungkin dijangkau petarung amatiran.


Dengan suara tumbukan benda tumpul, Kihara Enshuu membungkuk ke belakang.


Tapi dia tidak jatuh.


Dia tidak lagi bertindak tanpa alasan atau kecerdasan. Dia bertindak karena murni dari insting Kihara yang metrupakan bagian dari dirinya. Dia tidak memiliki proses berpikir normal yang membuat dia menghindar atau membela diri ketika rasa sakit datang.


Kihara Enshuu menyesuaikan cengkeramannya pada korek serbaguna.


Dia menggenggamkan jari telunjuknya ke bawah sekeras yang dia bisa untuk menekan pelatuknya.


Korek tersebut jelas telah diperbaiki dengan beberapa proses modifikasi sehingga bisa menembakkan api setinggi 2 meteran selama 30 detik secara terus menerus seperti menara penyembur api.


"Waktunya untuk menari dalam api, dasar Kau pelacur!"


Segera setelah itu, suara benturan terdengar.


Tangan kanan Kihara Enshuu itu telah ditembus oleh pisau yang tampak seperti sekop kebun.


Itu adalah kunai yang digunakan oleh ninja Kouga.


"Gah ...?"


Kekuatan meninggalkan jari telunjuknya.


Kihara Enshuu mendengar suara bahkan ketika ia melihat lutut Kumokawa Maria menghujam pelipisnya.


Suara itu datang dari Saflee Opendays yang akhirnya berhasil memanjat kontainer yang menghalangi jalannya.


"Aku tidak benar-benar tahu gadis itu. Aku hanya mengumpulkan semua orang yang aku pikir bisa kumanfaatkan. Tidakkah kau menyadari seorang ninja dan seorang pria yang terobsesi dengan gelombang elektromagnetik ada di sini juga sebagai pembantu itu? Nah, ninja itu menemukan aku terlebih dulu dengan menggunakan pesawat kertas. "


Kihara Enshuu memandang senjata yang terletak agak jauh dari tangannya.


Dia fokus pada kata-kata Kumokawa Maria yang menyelinap ke telinganya.


"Seperti inilah seharusnya kau menggunakan rekan-rekanmu. Tidak melalui pola pikir yang kau masukkan dalam grafik aneh itu sebagai dek kartu. "


Segera setelah itu, pukulan yang seperti hantaman palu membuat Kihara Enshuu sepenuhnya tidak sadarkan diri.



Beberapa tumpukan pabrik pertanian telah dihancurkan, tetapi lebih dari setengahnya tetap berdiri. Sesosok berbaring tengkurap berjarak 20 meter di atas salah satu kontainer yang tertutup salju.


"Mereka dengan aman mengalahkan seorang Kihara. Dengan menghancurkan transformer, mereka telah menghentikan perubahan jamur yang Ransuu-chan buat untuk menjadi senjata biologis. "


Dia cekikikan.


Pemilik suara yang mungkin terdengar lembut pada awalnya adalah Kihara Byouri.


Setelah selesai mengikat Kihara Enshuu yang tak sadarkan diri, target nya, Kumokawa Maria, Oumi Shuri, dan Saflee Opendays, telah berkumpul di satu tempat. Mereka mengobrol dan bercanda untuk meredakan ketegangan.


"Yah, aku kira ini adalah waktu untuk menargetkan mereka. Jika aku mengganggu pertempurannya, mereka mungkin telah membuat gerakan tak terduga yang akan menggagalkan tujuanku. Dan yang lebih penting, Enshuu-chan akan melihat aku dan menyerang begitu saja. Menunggu mereka untuk berhenti bergerak adalah cara terbaik untuk membuat mereka menyerah. "


Kihara Byouri mengeluarkan paku logam tebal.


Kebisingan tidak menyenangkan seperti suara plastik yang retak berasal dari lengannya.


Sekarang, tidak hanya kakinya saja yang terbuat dari material Dark Matter milik si Nomor Dua. Perubahan tersebut telah mencapai seluruh tubuhnya. Ketika Kihara Enshuu meminjam kekuatan Kamijou Touma, ia telah puas dengan menghancurkan hanya bagian tubuh atas milik Kihara Byouri. Namun, Kihara Byouri bisa mengembalikan jantungnya yang hancur atau hatinya yang pecah dengan hanya menggunakan satu perintah.


Dan perubahan pada tubuhnya kini sudah melampaui sekedar tahapan pemulihan.


"Perubahan bentuk. Referensi: Skyfish ".


Ketika melontarkan dalam posisi berbaring, seseorang hanya bisa menggunakan sikunya maju, mirip dengan anak panah. Dari fakta seorang pemain bisbol, daya lempar seseorang sangat tergantung dari kekuatan lengan dan juga teknik si pelempar untuk mengayunkan tubuhnya, sehingga jarak dan jangkauan bola pun terbatas pada suatu titik.


Namun, perubahan pada tubuhnya memutar balikkan semua fakta ini.


Sesuatu seperti lipatan muncul di sisi lengan kanan Kihara Byouri. Lengannya berubah bentuk seperti cryptid yang dikenal sebagai skyfish dan bisa bebas bisa terbang di sekitar dengan kecepatan yang tak kasat mata. Dengan lengan itu, lemparan panah seperti kuku besi dengan kecepatan kilat sudah cukup untuk secara akurat menembus kontainer dari kejauhan 1000 meter. [Cryptid adalah makhluk mitologi yang tidak diakui oleh ilmu pengetahuan biologi. Contoh dari cryptid adalah Yeti (manusia berbulu di Himalaya), Loch Ness (monster naga di danau tertentu di Skotlandia), Griffon (hewan buas bersayap), dan yang lainnya. Sedangkan skyfish adalah salah satu contohnya, yaitu ikan yang bisa terbang di langit, Wikipedia Bebas.]


"Musuh utama kami adalah GREMLIN, tapi tujuan utama kami adalah menghilangkan Anti-Academy City Science Guardians yang mengendalikan Kota Baggage dan siapa saja yang melindungi mereka. Hanya penyesalan yang tersisa bagi mereka yang masuk dalam daftar buruan kami. "


Salah satu lemparan saja akan mengakhiri semuanya.


Musuh mungkin bisa terbang dengan kecepatan super. Tapi itu tidak akan berlangsung lama. Kihara Byouri melihat ke bawah dari atas tumpukan kontainer, sehingga berlari menuruni baris panjang kontainer untuk melepaskan diri dari penutupnya. Pada waktu itu, ia akan memiliki 8 kesempatan untuk menembakknya dan bisa menjadi 300 kesempatan jika dia bisa menembak terus menerus. Bahkan jika mereka melepaskan diri penutup kontainer, ia memiliki kekuatan menusuk yang cukup untuk menembus langsung kontainer tersebut.


Semua yang tersisa adalah masalah probabilitas.


Pikirkan permainan Russian roulette 100 kali dengan 5 peluru ayng dimuat. Jika silindernya diputar secara acak kemudian masing-masing ditembakkan, tentunya masih ada peluang untuk selamat bagi pemainnya, tetapi betapa kecilnya peluang selamat itu.


Namun, meskipun penuh dengan celah tanpa pertahanan, kepala atau dada Kumokawa Maria, Saflee Opendays, dan Oumi Shuri tidak tertembus paku logam yang bergerak dengan kecepatan ultra-tinggi.


Sesaat sebelum memulai serangannya, Kihara Byouri mendengar suara langkah kaki di kontainer terdekat.


"!!"


Kihara Byouri memutar tubuhnya naik dari posisi berbaring dan menembakkan paku logam pada tangan kanannya ke arah sumber suara. Dia tidak terlalu peduli siapa orang itu. Dia hanya melepaskan tembakan sniper berkecepatan ultra-tinggi tepat ke dahi korbannya.


Orang itu mengenakan mantel.


Orang itu mengenakan helm yang penuh menutupi mukanya.


Paku tebal tenggelam ke dahi helm dan retak besar yang tak terhitung jumlahnya menjalar melaluinya. Helm yang penuh menutupi wajahnya hancur dalam waktu kurang dari satu detik. Dengan helm yang hancur berantakan, wajah seseorang terungkap.


Namun, wajahnya tanpa cedera.

NT Index v04 323.jpg

Biasanya, tengkoraknya akan hancur dan otaknya akan bercarai berai.


Lebih penting lagi, Kihara Byouri tahu wajah pria itu dengan baik.


"Kihara Kagun ... !?"


Paku logam yang seharusnya menghancurkan tengkoraknya dibelokkan dan jatuh ke tanah di suatu tempat sambil berputar.


Pria itu mengabaikannya dan berkata, "Aku bekerja keras untuk saat ini."


Orang yang selamat dari serangan mematikan itu maju selangkah.


"Aku telah bekerja keras untuk saat-saat menyenangkan ini dengan menggunakan kembali Kihara Enshuu sebagai umpan untuk mengalahkan targetku. Aku melakukan hal yang sama dengan yang Kau lakukan kepada Kumokawa Maria dan lainnya. Aku menunggu saat ketika situasi tenang. Kamu mendapatkan kembali kursi rodamu, kaki robot penopangmu, material pembentuk kakimu yang terbuat dari Dark Matter, dan tubuh itu. Aku akan lebih puas jikalau membunuhmu dalam keadaan dimana semua peralatan keselamatanmu telah hancur. "


Itulah mengapa dia menunggu.


Dia telah menunggu saat dia mengalami tingkat tertentu kerusakan dan kehilangan semua perangkat keselamatannya.


Dia telah menunggu munculnya Kihara Byouri yang tanpa perlindungan.


Dia telah menunggu saat ketika ia percaya diri untuk mengeluarkan senjata terakhirnya.


"Sudahkah Kau menggunakan semua perangkat keselamatan Kau? Apakah Kau sudah kehabisan bentuk ber-transformasi? Jika demikian, aku cukup senang. Kesempatan untuk menghabisi Kihara Byouri akhirnya datang dengan caraku. "


"Aku tahu bahwa Kau membenci Kihara yang ada dalam dirimu. Bahkan jika Kau sedang melindungi siswa sekolah dasar dari penyerang itu, Kau masih memilih untuk membunuh untuk mengatasinya. Tapi bukankah salah ketika membenci lain Kiharas karena peristiwa itu? "


"Sesuatu telah menggangguku," kata Kihara Kagun dengan tenang. "Memang benar bahwa aku membunuh penyerang itu untuk melindungi para siswa. Aku bahkan dibersihkan dari semua tuduhan di pengadilan. Tapi siapakah penyerang itu? Dia bukan penjahat yang hanya begitu saja kebetulan menyerang aku di jalanan dan hanya begitu memaksaku untuk mengambil tindakan, bukan? "


"..."


"Dia adalah seorang pion yang Kau siapkan." Kihara Kagun tidak bertanya. "Bagaimanapun juga, Kau adalah seorang jenius dalam hal membuat orang menyerah. Membakar habis semua alasan seseorang untuk tetap dengan gigih berusaha tidaklah sulit bagimu. Kau mampu memojokkan beberapa anak yang normal dan mengubahnya menjadi seorang penyerang. Dan jika tindakanmu berdasar agar seseorang menyerah ... "


"Tapi ..." Kihara Byouri perlahan berdiri dari posisi berbaring dan menyeka salju dari badannya sendiri. "Seorang Kihara bertujuan untuk membantu umat manusia. Seorang Kihara adalah apa yang diimpi-impikan semua anak. Ketika mereka sudah menyerah mengejar semua cita-cita itum tidakkah itu kemungkinan yang membingungkan? Karena Kau adalah perwakilan dari kami. para Kihara, aku membutuhkanmu untuk menyerah juga, Kagun-chan. "


"Aku sudah tahu jawabannya, tapi masih terasa layak untuk mendengar ocehanmu. Pemicu semua hal ini memiliki efek lebih dari apa yang kau bayangkan. "


Sebuah Kihara mempertanyakan Kihara lainnya.


Suatu model balasan.


Apa yang menyebabkan ini semua tentulah bukan harapan.


"Jadi penyerang itu hanyalah korban lainnya."


Wajah Kihara Kagun tanpa ekspresi tapi masih menunjukkan sedikit nafsu.


Kemarahan yang “layak” ditampilkan di wajahnya.


"Aku membunuhnya sebagai kejahatan dengan tanpa pikir panjang. Aku menodai nama orang tersebut dengan julukan : “pembunuh siswa sekolah” dan gelar itu tidak akan pernah meninggalkan dia seumur hidupnya. Itu sebabnya aku harus setidaknya melakukan balas dendam ini. Sebagai dua pelaku yang salah, balas dendam ini tidak akan lengkap sampai salah satu dari kami dikalahkan. "


Semuanya belum berakhir hanya karena ia telah menemukan kebenaran. Dia tidak berencana untuk melumuri orang tersebut dengan semua perasaan bersalah dan kemudian hanya melarikan diri.


Dia akan menyelesaikan apa yang telah dilakukannya.


Guru yang pernah dibantah oleh Kihara Byouri ini berdiri tepat di depannya.


"Oh astaga. Sekarang ini menjadi masalah. Sepertinya Kau masih belum diberikan menyerah, Kagun-chan. "


Sebuah suara retak datang dari dalam tubuh Kihara Byouri sambil dia tersenyum.


Dia jelas mempersiapkan beberapa jenis serangan.


"Yang Kau ingin lindungi bukan penyerang yang sudah mati, bukan? Tidak peduli apakah itu adalah seseorang yang menurutmu memiliki harapan seperti yang ada pada diri Nayuta-chan, seseorang dari Academy City seperti Kumokawa Maria, atau bahkan orang luar seperti Saflee Opendays atau Oumi Shuri.Tipikal guru seperti itulah kau. "


Pengawasan.


Sebuah kesalahan.


Ahli dalam membuat orang lain menyerah ini tersenyum lebar saat ia hendak mengulang pekerjaannya yang sempurna.


"Jadi, pastikan Kau menyerah saat ini. Membuat orang lain menyerah adalah suatu pekerjaan yang tidak akan membuatku menyerah untuk melakukannya, walaupun aku juga sebagai seorang yang sudah menyerah dalam hidup. " [Maafkan penerjemah, tapi memang seperti itulah cara bicara Kihara Byouri. Dia selalu menggunakan kata-kata : menyerah]


Bentrokan antara Kihara dan Kihara dimulai.

NT Index v04 330-331.jpg