Toaru Majutsu no Index (Indonesia):NT Jilid 05 Chapter 2

From Baka-Tsuki
Revision as of 11:27, 23 January 2015 by C.I.U (talk | contribs) (Created page with "== Chapter 2: Siapakah Musuh Sebenarnya? — Secret_Promise..== ===Part 1=== <br> Kamijou makan makan malam di suatu toko burger lokal dengan Thor, anggota tempur GREMLIN. ...")
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)
Jump to: navigation, search

Chapter 2: Siapakah Musuh Sebenarnya? — Secret_Promise..[edit]

Part 1[edit]


Kamijou makan makan malam di suatu toko burger lokal dengan Thor, anggota tempur GREMLIN.


"... Apa ini?"


"Ini adalalah menu baru salsa burger. Ugh, mereka berusaha terlalu keras untuk membuat menunya menjadi unik dan berakhir dengan terciptanya suatu rasa yang terlalu kuat. Dan itu pedas !! Kini aku bisa paham mengapa burger standar yang besar tidak pernah berhenti menjadi menu favorit. " [Salsa adalah suatu bumbu khas Amerika Latin yang terdiri dari irisan rempah dan sayuran segar seperti bawang, tomat, paprika, dll. Kemudian bumbu ini dibiarkan demikian tanpa dihaluskan agar memberikan sensari renyah saat disantap. Dan biasanya ini dibuat pedas sebagai sambal.]


"Bukan itu yang aku maksud, idiot !! Kita berdua! Adalah !! Musuh !! Ada sesuatu yang salah dengan kita berdua yang makan bersama-sama pada satu meja seperti ini !! "


"Apa? Apakah aneh bagi kita untuk ngobrol sebentar? Apakah aku adalah seorang anggota GREMLIN ataukah tidak, aku bertaruh Kau akan memperlakukan aku dengan berbeda jika aku adalah seorang gadis pendek dengan payudara besar yang jelas ingin Kau lindungi. "


"Apakah Kau sedang membanyol?"


"Itu sebabnya aku mencoba untuk membuat semua hal ini lebih mudah dengan menyamarkan diri sebagai seorang gadis yang Kau kenal."


"Kalau dipikir-pikir, bagaimana kau bisa melakukan itu?"


"Kau tidak akan mengerti jika aku membicarakan ke rincian sihir, jadi aku akan mencoba untuk membuatnya simpel. Dalam mitologi Norse, ketika dewa guntur yang senjatanya dicuri, ia akan menyamarkan dirinya sebagai dewi kecantikan, Freyja, untuk memancing keluar pencuri senjatanya tersebut. Aku mengumpulkan mantra menyamar berdasarkan legenda itu, tapi itu berarti aku hanya bisa menyamarkan diri sendiri sebagai sesosok perempuan. "


"... Bagaimana Kau tahu tentang apa yang Misaka dan aku perbincangkan ketika kami berdua berada di Hawaii?"


"Ketika argumen yang terjadi, jaringan pengawasan FCE yang digunakan kamera di seluruh Amerika masih berjalan. Dengan kata lain, itu semua langsung terhubung ke GREMLIN. Aku harus mengatakan, Misaka-chan benar-benar merupakan gadis belia yang enerjik. "


"Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa !! Masa mudakuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu !! "


Thor tersenyum ceria di saat Kamijou mengangkat kepalanya dan meratap.


"Jangan terlalu dipikirkan. Dengan kehidupanmu itu, Kau tidak mampu untuk terhindar dari rasa malu terhadap hal-hal kecil seperti itu. "


"Bagaimana Kau bisa mengatakan itu !? Apakah Kau mencoba untuk berkelahi setelah semua ini terjadi !? "


"Di satu sisi, aku kira demikian," kata Thor sambil menggelengkan rambut pirangnya yang mencapai pinggang dengan ringan. "Tapi jenis perkelahian yang Kau lihat di Hawaii dan Baggage City bukanlah pertempuran yang sesuai dengan seleraku. Hal seperti itu tidak menyenangkan. Tentu saja, aku kira aku akan menjadi seorang yang jahat jika aku menggunakannya sebagai dasar untuk keputusanku. "


"..."


"Ayo, makan. Jangan hanya duduk di sana. Aku yang bayar, sehingga kau bisa makan sebanyak yang kau mampu, kan? "


Thor sepertinya tidak menyukai makanan pedas karena ia tampaknya membiarkan lidahnya beristirahat, dan dia hanya menggigit salad atau meneguk soda setiap dia mencuil burger salsanya. Karena ia tampak tidak berselera dengan makanan semacam itu, dia mungkin telah tergoda untuk memesan makanan lainnya yang tertera pada menu.


Kamijou meraih serbet untuk hamburgernya sambil memastikan jarinya tidak belepotan saus berwarna merah itu.


"... Jadi apa yang Kau ingin berbicarakan denganku? Apakah Kau di sini untuk membuat deklarasi perang? "


"Ini akan menjadi jauh lebih sederhana jika aku bisa menjabarkannya dengan baik. Bahkan tanpa melakukan itu, situasi di sini sudahlah terjerat dalam kekacauan yang rumit. Pada dasarnya, aku ingin membersihkan kekacauan sebelum membicarakan masalah intinya. "


"Bicara tentang apa?"


"Ollerus."


Thor menyebut satu nama.


Dengan diucapkannya nama itu, Kamijou tahu ia akan sepenuhnya terlibat dalam perbincangan ini.


"Dia bilang beberapa hal tanpa memberikan suatu bukti pun sementara terus menerus meremehkan keberadaanmu, bukan? Dan sekarang Kau telah menjadi agak gugup tentang krisis akan terjadi. Apakah aku salah? "


"... Tanpa memberikan bukti? Apakah Kau mengatakan bahwa dia berbohong? "


"Kamu takut diperalat kemudian dibuat bertarung untuk memenuhi kepentingan orang lain lagi, kan? Seperti yang pernah Leivinia Birdway lakukan terhadapmu di Hawaii atau Kihara Kagun di Baggage City. "


"..."


"Jangan menatapku seperti itu. Kami tahu bahwa kami berada di akar dari semua permasalahan ini. Tapi apakah Kau benar-benar percaya bahwa hanya karena kami berasal dari GREMLIN, maka itu berarti kami adalah penjahat, sedangkan Ollerus adalah sepenuhnya orang yang baik hanya karena dia ikut-ikutan menentang kami? Atau jika aku membicarakannya lebih lanjut, apakah siapa saja yang menyelesaikan masalahnya dengan kekerasan benar-benar bisa dianggap baik dan adil? "


Dia tidak lagi hanya mengacu pada Ollerus. Komentar terakhir tersebut membantah semua tindakan yang Kamijou telah ambil sampai saat ini.


Dan bahkan Kamijou tidak begitu yakin dia salah.


Misalnya, ada Tsukuyomi Komoe.


Misalnya, ada Last Order.


Misalnya, ada Oyafune Monaka.


Orang yang benar-benar baik dan benar-benar mungkin mampu memilih untuk tidak melawan bahkan dalam krisis, namun mereka masih bisa menyelamatkan musuh mereka dengan pilihannya itu.


Itu adalah suatu hal yang jauh dari ranahnya, yaitu orang-orang yang jauh melampaui Kamijou yang hanya bisa mengepalkan tinjunya tanpa berpikir setiap kali masalah terjadi.


"Sekarang, mari kita bicara tentang Ollerus. Mari kita bicara tentang pria yang mengandalkan kekerasan seperti apa yang kita lakukan di GREMLIN, " kata Thor sembari ia menuangkan kecap pada nugget-nya. "Dia tidak datang ke Academy City sendirian. "


"Apa?"


"Dia membawa Saint bernama Silvia, Fiamma of the Right yang merupakan pemimpin sejati Kursi Kanan Tuhan, Valkyrie bernama Brunhild Eiktobel, dan Leivinia Birdway, bos komplotan rahasia sihir bernama The Dawn-Colored Sunlight. Setiap dari mereka sudah cukup menjadi suatu monster yang kekuatannya tidak kalah jika dibandingkan dengan rata-rata para penyihir GREMLIN. Mereka jauh melampaui tingkat pesihir normal. ... Pada dasarnya, mereka mendeteksi gerakan kami dan berkumpul di Academy City untuk menghentikan rencana kami. "


Leivinia Birdway.


Kamijou merasakan perasaan tak menyenangkan di dadanya saat ia mendengar nama itu. Bos dari Dawn-Colored Sunlight. Dia menipu Kamijou dan rekan-rekannya ketika mereka pergi ke Hawaii untuk mengatasi situasi di sana, menciptakan suatu celah besar antara Academy City dan lembaga koperasi. Dia telah menjadi salah satu akar penyebab gangguan di Baggage City.


Tapi ini bukan waktunya untuk larut dalam semua kesalahan itu.


"Bagaimana dengan itu? Bukankah mereka di sini untuk melindungi penduduk Academy City dari orang-orang seperti kamu? "


"Jika demikian mengapa mereka memilih untuk membuat Academy City medan perang?" Balas Thor dengan jengkel. Dia melemparkan nugget ke mulutnya dan melanjutkan, "Jika mereka benar-benar ingin melindungi Academy City dari kami, akan menjadi pilihan terbaik jikalau mereka mengakhiri ini semua sebelum kami menyelinap ke Academy City. Sederhananya, akan menjadi cukup mudah untuk membentuk garis pertahanan di sekitar Academy City daripada menunggu dalam kotanya. Laut di sekitar Jepang atau pegunungan di sekitar distrik Kanto akan bekerja dengan baik sebagai pertahanan terakhir. "Thor menjilat saus tomat dan minyak dari ujung jari sebelum melanjutkan dengan nada yang lebih rendah. "Jadi mengapa mereka menghimpun pasukan besar mereka di dalam Academy City? Mereka tahu betapa berbahayanya kami, para GREMLIN. Tentunya mereka telah mempertimbangkan kemungkinan yang kita miliki ketika sudah membuat jalan sampai pada titik ini. Bagiku, sepertinya mereka sengaja menetapkan segalanya sehingga membuat Academy City jadi terlibat. Tapi apa yang Kau pikirkan? Apakah yang mereka kerjakan ini tampak seperti pekerjaan orang-orang yang suka kedamaian? "


"..."


"Sama seperti kami yang memiliki tujuan kami sendiri dalam GREMLIN, kelompok Ollerus memiliki tujuan mereka masing-masing. Dan mereka akan menggunakan Academy City untuk melaksanakannya. Itulah makna di balik bagaimana mereka mengatur hal ini. Siapa tahu apakah itu akan bekerja atau tidak, tapi mereka ingin konflik pecah di Academy City sehingga pasukan pertahanan kota menuduh GREMLIN yang melakukannya. Walaupun aku ragu para pasukan pertahanan kota itu bisa membunuhku, tapi harus berjuang melawan sisi Ilmu pengetahuan dan kelompok Ollerus pada saat yang sama akan membuat segalanya makin sulit.


" Setiap penyihir individu milik GREMLIN memiliki kekuatan mengerikan.


Tapi itu bukan hal yang paling menakutkan.


Kenyataannya adalah kekuatan-kekuatan yang melawannya dikerahkan sebagai suatu kelompok.


"Jadi kau mengatakan bahwa kelompok Ollerus memilih lokasi ini sehingga semuanya akan menyimpang dari pola standar dan mengganggu kerja sama tim GREMLIN? "


"Itu teoriku juga."


Kamijou menempatkan burgernya yang setengah termakan di atas nampan.


Dia tiba-tiba kehilangan nafsu makannya.


Tindakan mereka memungkinkan api perang menyebar melalui Academy City untuk melaksanakan tujuan mereka sendiri.


Jika itu benar, bagan teman / musuh akan berubah dengan seketika.


"... Apakah Kau apa yang dicari oleh Ollerus?"


"Tidak. Pada akhirnya, itu benar-benar berujung ke pertentangan antara Ollerus dan Othinus. Mereka berdua benar-benar monster yang sudah masuk ke ranah Dewa Sihir. Aku tidak tahu apakah hanya anggota biasa seperti aku akan mengetahui rahasia maksud sebenarnya di balik itu semua. "


"Kau menyuruhku untuk mempercayaimu berdasarkan itu !? Jenis pernyataan seperti inilah yang biasanya dikatakan oleh seorang musuh untuk menghasut dan memperkeruh keadaan !! "


"Aku tidak pernah menyuruhmu untuk percaya padaku, idiot. Aku hanya bilang agar kau tidak terlalu mengandalkan informasi hanya dari satu sisi. Aku yakin Ollerus bilang segala sesuatu macam ini juga. Jadi sekarang dengarkan apa yang pihak kamu katakan. Setelah Kau mengumpulkan informasi sebanyak yang Kau bisa, Kau bisa menarik kesimpulanmu sendiri. Satu-satunya cara untuk terlepas dari menjadi boneka seseorang adalah berpikir untuk dirimu sendiri. Dan jika Kau akan melakukan itu, semakin banyak informasi yang Kau miliki, maka akan semakin baik. Apakah Aku salah? "


"... Lalu apa yang Kau cari? Tidak peduli jalan mana yang aku pilih, aku masihlah akan menjadi musuhmu. "


"Bahkan jika kita adalah musuh dan kami harus berjuang pada akhirnya, aku pikir kita harus memiliki dasar yang mantap sebelumnya sehingga kita bisa bertarung tanpa suatu penyesalan kelak. Sejujurnya, situasi sekitarmu cukup menyedihkan. Semua orang sangat ingin memilikimu seperti monyet yang dilatih sehingga mereka dapat menggunakan kekuatan tangan kananmu untuk keuntungan mereka sendiri. Bertarung denganmu dalam keadaan semenyedihkan ini tidaklah akan menyenangkan. Apa pandanganmu tentang Situasi ini? "Thor terus berbicara saat ia berjuang untuk menghabiskan salsa burger miliknya meskipun tampak jelas ia sudah kalah. "Masalahnya adalah, Ollerus telah berlagak suatu karakteristik aneh beberapa kali. Aku tidak tahu apakah dia selalu seperti ini atau apakah ia menjadi seperti ini karena ia mendekati menjadi Dewa Sihir. "


"...?"


"Dia pada dasarnya adalah seorang dermawan. Jika dia melihat seseorang dalam kesulitan, ia akan menggunakan segenap kekuatannya untuk membantu orang itu. Tapi dia kehilangan kepeduliannya pada lingkungan sekitarnya pada saat itu terjadi. Terang-terangan saja, ia adalah tipe orang yang akan tega menyembelih kekuatan militer yang beranggotakan 1 juta jiwa untuk menyelamatkan satu anak yang belum pernah dia temui sebelumnya. Aku tidak tahu apa yang Ollerus beritahukan tentang dirinya kepadamu, tapi jika dia memang sedang berupaya untuk menyelamatkan sesuatu yang berasal dari luar Academy City, maka adalah suatu hal yang sangat mungkin jika dia tak ambil pusing untuk mengorbankan seisi kota ini dengan serta-merta untuk mendapatkan apa yang hendak dia selamatkan itu. "


Tidak jelas berapa banyak kebenaran yang diucapkan oleh cowok yang terlihat cantik itu.


Namun, itu benar bahwa Kamijou tidak tahu apa-apa tentang Ollerus. Dia telah diselamatkan oleh pria itu di Baggage City, tapi itu tidak cukup untuk mengatakan bahwa Ollerus benar-benar merupakan sekutunya.


Ini benar-benar sama seperti apa yang pernah dilakukan Leivinia Birdway di Lautan Arktik, yaitu bos dari Dawn-Colored Sunlight. Menyelamatkannya….kemudian memperalatnya.


Kamijou mengajukan pertanyaan serius.


"Aku tetap akan mengasumsikan bahwa GREMLIN sedang mengupayakan sesuatu yang tidak baik dan kelompok Ollerus juga bukanlah kelompok yang baik hati hanya karena mereka melawan kalian. Apa yang Kau peroleh dengan menjelaskan semua ini padaku? "


"Oh, itu sederhana," kata Thor dengan ringan. "GREMLIN telah datang ke Academy City karena ada sesuatu di sini yang kami inginkan. Dan Ollerus telah datang ke Academy City untuk menghentikan kami. ... Aku kebetulan tahu cara agar kita benar-benar bisa membuat kedua kelompok ini tercengang sembari mereka terus mengambil tindakan berhati-hati dan ragu-ragu. Tidakkah Kau berpikir bahwa itu akan menyenangkan? "


"?"


"Kita berdua bisa mendapatkan hadiah yang mereka perebutkan."



Part 2[edit]


Operasi di mulut Fremea Seivelun sudah berakhir.


"O-ohh ... Ohhhh ..."


Efek dari obat bius pastinya masih tersisa sampai batas tertentu karena dia mengerangkan beberapa rintihan yang menjelaskan betapa aneh rasa di mulutnya. Dia meninggalkan kantor dokter gigi dengan Hamazura dan Takitsubo yang menemaninya untuk mencegah dia lari.


"Aku pokoknya ingin makan sesuatu!" Katanya kepada mereka.


"Setelah menyelesaikan semua tangisan dan jeritan di meja operasi dokter gigi itu, Kau masih belum belajar tentang memilih makanan yang menyehatkan gigimu!?"


Jalan setapak yang mereka telusuri bersama diselimuti suasana gelisah dari persiapan Ichihanaransai. Karena Ichihanaransai adalah kumpulan festival-festival budaya, banyak stan-stan didirikan di halaman sekolah, namun stan berharga murah untuk para siswa didirikan di sepanjang jalan-jalan dan gang selama periode persiapan. Ini menambah suasana meriah selama persiapan.


Tatapan kosong Takitsubo Rikou melirik ke kiri dan kanan di sekitar lingkungan.


"... Hamazura, apa yang akan kita lakukan sekarang?"


"Kita sudah melakukan semua yang perlu kita lakukan, jadi pulang saja. Pertama kita perlu mengantar Fremea kembali ke asramanya. "


Hamazura dan Takitsubo kini hidup bersama. Namun, Mugino Shizuri dan Kinuhata Saiai juga tinggal bersama dengan mereka, membuat semua anggota ITEM berkumpul bersama-sama. Mereka tinggal dalam satu atap dengan sederhana dan lumrah, tetapi Hamazura tetap mendapatkan beberapa pengecualian yang khusus, bagaimanapun juga dia adalah satu-satunya lelaki di sana. Walaupun Hamazura sendiri tak yakin bahwa nyawanya akan selamat jika berani-berani “menyerang” salah saru dari gadis-gadis ini. Meskipun begitu, dia cukup sadar diri bahwa ia tidak bisa memaksakan dirinya untuk menggoda Takitsubo di depan gadis-gadis lain. Pada akhirnya, ia dipaksa untuk mempertimbangkan berbagai hal berdasarkan jadwal misterius setiap gadis agar mendapatkan waktu berduaan dengan Takitsubo Rikou. (Dan setiap kali dia melakukan itu, Takitsubo malah asyik menyibukkan dirinya pada permaianan popping bubble warp sehingga dia tidak memperhatikannya.) [Bubble warp sebenarnya adalah pembungkus suatu produk untuk menjaganya agar tidak bergoyang dan lecet. Biasanya, wujudnya adalah selembar plastik yang memiliki banyak bola-bola udara yang berderet. Nah, orang Jepang, atau bahkan mungkin kita, senang sekali meletus-letuskan gelembung-gelembung bola udara ini untuk menghabiskan waktu. Dengan kata lain, jika Takitsubo melakukan hal seperti ini ketika berduaan saja dengan Hamazura, maka artinya dia begitu ingin mencari perhatian lain, ketimbang bermesraan dengan lelakinya itu. Entah itu disebabkan karena rasa malu yang berlebihan atau mungkin memang dia malas bermesraan dengan Hamazura.]


"Hamazura, kita perlu membeli beberapa deterjen sebelum pulang."


"Aku paham."


"Jadi aku perlu menarik beberapa lembar uang dari bank."


"Aku paham."


"Mesin ATM di beberapa toserba memiliki biaya penanganan, jadi kita harus pergi ke ATM Bank sebelum tutup. "


"... Kau tidak ingin menambahkan beberapa kata-kata rayuan nakal pada ajakanmu ini?"


"Hamazura."


Gadis yang mengenakan setelan jaket olahraga merah muda itu menarik-narik baju Hamazura.


Hamazura mengerutkan keningnya.


"?"


"Fremea hilang."


Hamazura dengan panik melihat sekeliling, tapi Fremea Seivelun tak bisa ditemukan.


Namun, ia bisa mendengar suara sopran yang akrab berasal dari tengah kerumunan.


"Nyahh nyahh !! Pokoknya, ini mengatakan bahwa mereka memiliki marshmallow berukuran sekali gigit yang diisi dengan 30 jenis buah yang berbeda! Aku akan terus memakannya sampai aku merasakan semua buah yang berbeda itu !! "


"Anak nakal sialan !! Mengapa dia tidak takut setelah mendapatkan begitu banyak tambalan di giginya !? " teriak Hamazura saat ia berlari untuk pergi melindungi perdamaian dalam mulut gadis itu.


Dia tidak bisa membiarkan Fremea terus larut dalam kegembiraan yang pada akhirnya akan mengantarkannya lagi ke meja operasi dokter gigi. Dia menghampiri bocah pirang itu sambil melewati beberapa makhluk hitam yang dipersenjatain dengan peralatan konstruksi bangunan.



Part 3[edit]


Setelah menyelesaikan sebagian besar burger-nya, Entah kenapa, Thor memesan kopi panas dan cheesecake.


"Omong-omong, apa yang Kau pikirkan tentang kopi pada suatu restoran cepat saji seperti ini? Apakah cukup baik bagimu? "


"Jika Kau tidak suka, ya jangan memesannya ... Secara pribadi, aku bahkan tidak memiliki masalah dengan kopi kalengan, " jawab Kamijou dengan ekspresi kecewa.


Thor dengan gembira meneguk kopi murah dan berkata, "Jadi seberapa jauh kau memahami perbincangan kita?"


"Kau bilang GREMLIN dipimpin oleh Dewa Sihir Othinus dan sekelompok monster lainnya yang dipimpin oleh Ollerus, yang hampir menjadi Dewa Sihir, mencari beberapa jenis hadiah, dan kita bisa mendahuli mereka. " Kamijou menyeka lemak dari jari-jarinya dengan serbet kertas. "Jadi apa sebenarnya wujud hadiah yang mereka cari itu? "


"Apa yang Othinus inginkan adalah seseorang," jawab Thor. "Seseorang yang belum pernah tercelup dalam warna sihir ataupun ilmu pengetahuan dan oleh karena itu, orang ini bisa berpihak pada salah satunya. Tapi melakukan hal itu akan menempatkan beban besar pada tubuh seseorang, sehingga orang ini juga harus memiliki daya tahan yang sangat tinggi sehingga memungkinkan mereka untuk menjalani modifikasi yang akan membunuh orang normal dengan syok. "


"... Apa maksudmu?"


"Siapa yang tahu. Sejujurnya, bahkan kami tidak kita tahu siapakah orangnya secara spesifik. Nama orang tertentu ini tertera dalam catatan perburuan penyihir dari abad pertengahan. Muncul dalam laporan insiden yang sangat aneh, di mana orang-orang suci yang terkenal membunuh siapa pun yang mereka curigai, mereka cemburui, atau bahkan hanya karena mereka tidak menyukai orang ini lantas mereka membunuhnya begitu saja. Karena orang ini begitu tahan terhadap perlakuan para orang suci tersebut."


"..."


Kamijou tidak bisa membayangkan apa yang Thor baru saja sebutkan untuk dapat terhubung ke situasi saat ini.


Apapun catatan-catatan itu, harusnya telah dari sejak ratusan tahun yang lalu.


Dia hanya tidak paham bagaimana itu bisa berhubungan dengan Academy City, yaitu markas sisi ilmu pengetahuan terbesar di Jepang.


Ketika ia menanyakan tentang hal itu, Thor dengan mudah menjawab.


"Ini masih belum berakhir."


"... Apanya?"


"Wanita ini akan terus tersenyum bahkan ketika mereka mencoba untuk membakarnya hidup-hidup atau menghancurkannya dengan beban berat, dan tampaknya bahkan aliran waktu tidak bisa membuatnya usang. Jadi Kau lihat, ini semua terkait. Bahkan jika namanya terlihat dalam catatan dari ratusan tahun di masa lalu, dia masihlah belum mati. Sepertinya saat ini, dia masih tersenyum di suatu tempat di bumi ini. "


"Dia ... masih hidup ...?"


"Tepat. Tentu saja, takutnya, dia adalah beberapa manusia khusus yang tahan lama. Siapapun dia, inti atau sifat sejatinya harusnya berada di suatu tempat lain. Daya tahan tubuhnya mungkin tidak lebih dari satu segi karakteristik khusus wanita ini. "


Thor mencoba untuk mengiris cheesecake dengan garpu plastik tapi secara tak sengaja dia memipihkan kuenya.


"Dan supaya kau tahu, ada kemungkinan bahwa dia ada di sini, di Academy City."


"Kok bisa? Jika dia berada di catatan perburuan penyihir, tidakkah dia memiliki koneksi yang dekat dengan sisi Sihir? "


"Dia hanya kebutulan tertera dalam daftar perburuan penyihir yang berada pada suatu komunitas. Sebenarnya tidak benar-benar jelas dari pihak mana dia berasal. Ada kemungkinan dia tidak berasal dari kedua belak pihak. "


Thor menusuk garpu ke dalam cheesecake pipihnya, tetapi jatuh kembali ke piring ketika ia mencoba mengangkatnya ke mulutnya. Dia kemudian meraih kuenya langsung dengan jari-jarinya dan membawanya ke mulutnya.


"Tapi kita tidak berpikir Academy City membawanya masuk ke kota dalam rangka untuk melaksanakan beberapa jenis eksperimen ilmiah padanya. ... Jika itu terjadi, beberapa hasil penelitian yang sederhana harusnya sudah diumumkan ke muka publik. "


"Lalu apa?"


"Suatu upaya terakhir." Thor tersenyum tipis sambil menjilat ujung jarinya. "Apa pun identitas sebenarnya dari wanita ini, dia telah membuktikan pada pemburuan penyihir kejam di masa lalu bahwa dia tidak dapat dibunuh dengan cara apapun. Dia adalah eksistensi yang bertentangan dengan keinginan pemimpin Academy City, tapi dia tidak bisa ditangani dengan pembunuhan sederhana. Setelah dia menentang semua keinginan pemimpin kota, ia tidak bisa dibunuh atau dibuang. Menurutmu apa yang pemimpin kota akan lakukan untuk mengatasi masalah ini? "


"Dia tidak bisa membunuhnya untuk membuatnya bungkam, tapi dia juga tidak bisa dibiarkan berkeliaran dengan bebas? Juga, Kau mengatakan dia berada di Academy City tapi aku belum pernah mendengar seseorang seperti itu. "Kamijou berpikir sebentar. "Jangan katakan bahwa ... Dia sedang dipenjara di suatu tempat?"


"Tepat." Saat ia baru saja selesai makan kue manisnya, ekspresi Thor menjadi suram sembari ia meneguk kopinya. "Jika Kau tidak bisa membunuh seseorang, cara tercepat untuk mengisolasinya dari dunia ini adalah dengan menyegel mobilitasnya. Kemungkinan besar, dia sedang dipenjarakan di gedung yang paling padat di Academy City. ... Dan itulah mengapa situasi telah berkembang bahkan menjadi lebih rumit.


Bangunan yang paling padat di Academy City.


Kamijou mengerutkan kening saat ia berpikir sedikit. Mungkinkah tempat penampungan di daerah bawah tanah yang luas yaitu Distrik 22? Atau mungkinkah suatu tempat di Distrik yang sangat rahasia yaitu Distrik 2 atau Distrik 23?


Tapi Thor menggeleng.


Ia mengatakan, "Ada jawaban yang sangat jelas."


"?"


"Bangunan tanpa jendela."


Tanpa ragu-ragu, dewa petir Thor menyebutkan nama "jantung" dari Academy City.


"Itu adalah benteng terbesar kota ini. Aleister, ketua dewan direksi kota, menggunakannya sebagai istananya. Wanita itu ... Fraulein Kreutune dipenjarakan di sana. "




Part 4[edit]


Pernah ada suatu proyek yang dikenal sebagai Dark May Project.


Ini telah dilakukan oleh lembaga riset yang bergabung dengan beberapa bagian tergelap dari Academy City. Pola pemikiran Accelerator, esper level 5 terkuat di Academy City, telah dianalisis dan sebagian dari pemikiran-pemikiran itu telah ditanamkan dalam esper lain untuk meningkatkan tingkat kekuatannya.


Sudah ada beberapa hasil yang sukses.


Bahkan beberapa kelinci percobaannya berhasil bertahan hidup sampai hari ini.


Namun ...


"Kau tahu ..."


"Kau Super menggangguku, jadi tolong jangan berbicara kepadaku."


Dua gadis berjalan melalui Academy City di malam hari selama persiapan untuk Ichihanaransai. Mereka berdua selamat dari proyek mimpi buruk tersebut, dan mereka berdua adalah seorang esper Level 4 yang memanipulasi nitrogen di udara. Salah satunya adalah Kinuhata Saiai. Dia adalah seorang gadis berusia sekitar 12 tahun yang mengenakan gaun rajutan berbulu. Rambutnya cokelat dengan model bob. Kekuatannya dikenal sebagai Offense Armor dan khusus untuk pertahanan. Dia menutupi tubuhnya dengan jubah besi yang terbuat dari nitrogen terkonsentrasi pada ketebalan beberapa sentimeter yang memungkinkan dia secara otomatis menjaga keselamatan tubuhnya terhadap serangan yang datang kepadanya. Dia bisa dengan mudah menangani tembakan langsung dari senapan sniper. [Model rambut bob adalah model rambut dipotong pendek dengan sigaran tepi pada atas kepala.]


Yang lainnya adalah Kuroyoru Umidori.


Dia adalah seorang gadis berusia sekitar 12 tahun yang mengenakan tank-top bermodel punk dan celana kulit hitam serta jas putih yang tergantung seperti kerudung di kepalanya. Dia memiliki rambut hitam panjang, tetapi helaian rambutnya yang menggantung ke bawah berwarna kuning di sekitar telinganya. Kekuatannya dikenal sebagai Bomber Lance dan khusus untuk menyerang. Dia bisa menghasilkan tombak yang terbuat dari nitrogen beberapa meter panjangnya dari telapak tangannya. Namun, dia adalah seorang cyborg sekaligus esper, jadi dia bisa menambahkan banyak lengan mekanik ketika dia ingin meningkatkan jumlah tombak yang bisa dia hasilkan.


Mereka berdua anggota sisi gelap Academy City.


Gadis-gadis ini memiliki sisi jahat yang melekat kepadanya sehingga mengesampingkan pandangan bahwa sejatinya mereka berdua adalah korban dari suatu eksperimen yang kejam.


Dan ini adalah alasan mengapa mereka tidak bisa bergaul dengan cukup damai, karena mereka berdua terlibat dalam proyek yang sama. Bahkan, suasana di antara mereka begitu tegang tampaknya mereka akan mengambil jatuh kaca sebagai senjata untuk mulai menikam tenggorokan mereka masing-masing.


Kuroyoru memutar bibirnya dan menyeringai.


"Aku mungkin bukan orang terbaik untuk melakukan ini semua, tapi apa yang Kau lakukan di sini? Aku hanya gagal paham terhadap posisimu di sini. Jika Kau hanya ingin melindungi Fremea Seivelun, apakah tidak akan lebih mudah jika kau membunuhku dan menguburku di suatu tempat? ". Dia mengatakannya karena dia sendiri sadar bahwa dirinya pernah menjadi salah satu ancaman terhadap keselamatan nyawa Fremea.


"Aku pastikan untuk Super membunuhmu jika aku mendapatkan kesempatan. Tidak seperti Hamazura, aku tidak ada niatan untuk super bergaul denganmu, jadi jangan khawatir. "


"Berbicara tentang Hamazura, ada apa dengan dia? Kau membawaku ke suatu tempat atas perintahnya, bukan begitu? Mengapa Kau tidak mengabaikannya saja? Kita berdua memiliki pola pikir monster yang ditanamkan dalam diri kita, jadi aku tidak paham mengapa Kau tidak ragu untuk menolak perintah seseorang yang menyuruhmu. "


"Itu hanya berlaku untuk Kau karena Kau memiliki sisi offensif dari super monster yang ditanamkan ke dalam dirimu. Aku dikhususkan dalam defensif, jadi aku super tidak tahu apa yang Kau bicarakan. Aku melakukan ini bukan semata-mata hanya karena perintah dari Hamazura. Tapi aku kira kau akan sulit untuk memahami hubungan dari setiap anggota pada organisasi kami yang terkait secara vertikal. "


"Kita mau menuju ke mana sih?" Tanya Kuroyoru dengan curiga.


Hal itu menyebabkan Kinuhata Saiai tersenyum.


Namun, senyumnya ini sama sekali tidak bermakna keakraban ataupun simpati seperti senyuman pada umumnya. Mungkin ungkapan terbaik untuk menggambarkan senyuman bocah ini adalah "dark joy". [Dark Joy adalah kesukacitaan terhadap sesuatu yang bernada negatif dan gelap.]


Dan dia memberikan tanggapannya.


"Ini adalah super tempat yang sama seperti Fremea Seivelun barusan dikirim."


"Apa?"


"Tah dah !! Super dokter gigi yang paling menakutkan di Distrik 7, alias Hero’s Cave !! "


Sedikit keributan kemudian terdengar dari dalam.


Itu suara Kuroyoru mencoba untuk mengambil beberapa langkah mundur dan Kinuhata meraih kerahnya untuk menghentikannya.


Kinuhata Saiai menuangkan semua yang ia miliki ke dalam senyumnya.


"Tidak ada super gunanya untuk mencoba bersembunyia. Hamazura super sensitif terhadap perubahan sekecil apapun pada rekan-rekannya. Kita tahu bahwa Kau belakangan ini super menghindari mengunyah makanan dengan menggunakan gigi geraham belakangmu. "


"Rekan !? Apa maksudmu dengan rekan !? "


"Oh, jangan khawatir. aku juga super terganggu dengan kau yang menjadi ‘rekan’-ku. Pokoknya, aku sudah Super dengan sengaja membawa Kau ke dokter gigi yang dikenal sebagai yang paling terampil dan yang paling ditakuti oleh anak-anak di lingkungan ini. " 


"... !!"


"Oh? Apakah Kuroyoru Umidori-chan yang terkenal itu, yang merupakan salah seorang anggota terhormat dari Freshmen, super takut terhadap dokter gigi? Apakah Kau tipe cengeng yang benar-benar mengangkat tangan ketika dokter gigi Super memberitahumu untuk mengangkat tangan Kau jika sakit? "


"AKU AKU ... !! Aku adalah seorang cyborg !! Jika ada cacat pada bagian tubuhku, aku akan mengenyahkannya keluar sebagai bagian tubuh buatan yang tidak penting !! Jadi aku tidak perlu secara efisien merawat kesehatan gigiku !! Aku hanya harus mendapatkan bagian yang benar-benar baru, jadi semua perawatan ini benar-benar sia-sia !! "


"Iya iya. Sekarang yang super masuk ke sana. Aku sangat memiliki kartu asuransimu, jadi jangan khawatir tentang itu. "


"... Berhenti bedebah!! Jika Kau terus mengintimidasiku, aku tidak akan hanya merobek gigimu. Aku akan merobek seluruh tubuhmu menjadi potongan kecil! "


Kuroyoru Umidori menghela napas kecil dan mencoba untuk memancarkan tombak nitrogen dari telapak tangannya yang bisa memutuskan bahkan pelat baja. Tapi ...


"?"


"Super tidak ada yang keluar, bukan?"


"A-apa !? Memangnya ada apa !? "


"Heh. Kekuatanmu super bergantung pada lengan mekanikmu, kan? Nah, tampaknya Hamazura sudah Super menempelkan sedikit permen karetnya di sirkuit pada dalam bagian tubuh cyborg-mu untuk mencegah aliran kontak listrik dari otakmu sehingga kau tidak bisa memberikan super perintah pada lengan-lengan cyborg-mu itu. Tanpa lengan, Kau super tidak dapat menggunakan kekuatanmu. Hah hah hah! Sekarang Kau adalah orang normal yang super tidak berbahaya. "


"Aku tidak bisa membiarkan hal seperti ini !! Apa yang telah kau lakukan padaku saat aku tidur !? Tidakkah menempel beberapa benda asing dalam tubuhku jauh lebih berbahaya daripada sakit gigi!? "


"Haahhhh hah hah! Super apa yang Kau katakan? Sisi gelap Academy City beroperasi pada kebijakan yang paling sesuai dengan ketahanan hidup. Dan jadi mari super pergi ke dokter gigi, wahai ‘Level 0 sementara’. Perlawanan adalah sia-sia, jadi super menyerahlah. "


Air mata benar-benar bisa dilihat pada kelopak mata Kuroyoru di saat Kinuhata Saiai menyeretnya melalui pintu kantor dokter gigi.



Part 5[edit]


Bangunan tak berjendela.


Kastil Aleister, ketua dewan direksi Academy City. Tampaknya wanita yang dikenal sebagai Fraulein Kreutune dipenjarakan di sana. Juga, GREMLIN mencoba mendapatkan dia untuk melaksanakan beberapa tujuan mereka, sementara Kelompok Ollerus bersiap untuk melakukan apa pun guna menghentikan mereka.


Bangunan tak berjendela dikenal karena kuat, tetapi apakah itu akan mampu bertahan untuk penyihir-penyihir sekuat mereka?


Tidak diketahui, mempertahankan lokasinya adalah penting bagi Fraulein Kreutune. Mungkin akan lebih baik baginya jika tidak ada seorangpun yang tahu di mana dia berada. Itulah yang Kamijou dan Thor harus lakukan.


Itu adalah cukup sederhana untuk dikatakan.


Tapi ...


Apa artinya itu ...


"Kita berdua harus membuka jalan ke benteng paling sulit ditembus di Academy City dan menyelinap masuk. Dan kita perlu lakukan itu sebelum apapun yang lain bisa melakukannya, " kata Thor sambil meneguk kopinya yang sudah mulai dingin. "Ini adalah pilihan terbaik. GREMLIN di bawah perintah Othinus tentu saja akan bekerja untuk mendapatkan Fraulein Kreutun. Dan mereka tahu bahwa mereka perlu melakukan sesuatu kepada bangunan tak berjendela tersebut. Namun, mereka tidak akan bergantung pada beberapa trik saja. Jika mereka memutuskan untuk menghancurkan bangunan itu tak perduli apa efeknya, mereka akan menggunakan kekerasan murni untuk meruntuhkannya. "


"..."


"Untuk mendapatkan Fraulein Kreutune, GREMLIN akan mencoba untuk menghancurkan bangunan yang bahkan bom nuklir pun tidak dapat menembusnya. Sementara itu, Ollerus hanya harus memastikan GREMLIN tidak bisa menjalankan rencana mereka padanya. Sangatlah mungkin bahkan mereka tidak akan repot-repot memasuki gedung. Mereka mungkin lebih memilih untuk menggunakan beberapa kutukan untuk membunuhnya dari luar. "


"Katamu tadi dia tidak bisa dibunuh?"


"Itulah yang ditakan dalam catatan sejarah. Tapi karena metode biasa tidak bekerja, tidak berarti monster setingkat Ollerus tidak bisa melakukannya. Aku tidak tahu cara apa yang digunakan Fraulein Kreutune untuk bertahan hidup, tetapi mereka mungkin bisa memperhitungkan cara lainnya untuk membunuhnya jika mereka tahu. Asumsi terbaik saat ini adalah menganggap ada dua bilah mata pisau yang sedang ditodongkan pada tenggorokan Fraulein. "


Di satu sisi adalah GREMLIN yang sangat mungkin telah memiliki senjata yang dibutuhkan untuk menghancurkan bangunan yang bisa menahan bom nuklir tersebut.


Di sisi lain adalah kelompok Ollerus yang sangat mungkin memiliki kemampuan sihir yang dibutuhkan untuk membunuh wanita yang begitu tahan terhadap semua perlakuan yang dilakukan pihak Gereja pada masa lampau, samapai-sampai mereka menyerah untuk membunuhnya.


Kedua belah pihak terdiri dari kekuatan monster.


Kedua belah memiliki kekuatan yang edan.


Tapi ...


Pada saat yang sama ...


"Dapatkah kita benar-benar melakukan ini?"


"Apa maksudmu?"


"Masuk ke dalam gedung tanpa jendela. Itu seharusnya merupakan tempay yang tidak dapat ditembus, kan? Bisakah kita benar-benar berbuat sesuatu? "


"Siapa yang tahu. Aku tahu bahwa, sesuai dengan namanya, bangunan itu tidak memiliki jendela atau sejenis pintu masuk dan keluar. Setiap dindingnya sudah cukup kaut untuk menahan serangan nuklir yang dahsyat, dan segala bentuk infrastruktur secara otomatis beredar di dalam gedung. Pada saat ada seseorang atau sesuatu yang perlu untuk memasuki tempat itu, esper teleportasi dipergunakan, tetapi kita harus tetap mengingat kelemahanmu. "


"Jadi ..."


"Sekuat apapun tempat itu, itu adalah sistem buatan manusia. Dan manusia bahkan telah mendarat di permukaan bulan. Aku punya ide . Sekarang yang tersisa bagi kita adalah meneguhkan pendirian kita? Apa yang akan kamu lakukan? "


"..."


"Hanya mengingatkan lagi bahwa, aku ini bukanlah sekutumu. Harusnya sudah jelas, tapi aku punya alasan sendiri untuk melakukan hal ini. Jadi jangan khawatir tentang keraguan bahwa aku akan mengkhianatimu. Ujung-ujungnya juga aku akan menghianatimu. Namun aku masih meminta bantuanmu. ... Kau bisa meninggalkanku ketika Kau merasa Kau tidak lagi membutuhkan aku. Dengan begitu kita akan seri . " Thor mengguncang cangkir kertas sehingga cairan hitam di dalamnya menjadi pusaran air kecil. "Dan tidak peduli apa yang direncanakan sesesorang, Fraulein Kreutune sendiri tidak melakukan suatu hal yang salah. Itu saja sudah jelas. Adalah suatu hal yang salah jika dirinya dipaksa melalui penyiksaan dari pemburuan penyihir atau disegel di ruangan gelap tanpa jalan keluar hanya karena orang lain tidak suka terhadap keberadaannya. Apakah Kau tidak setuju akan hal itu? Ketika aku bekerja menuju tujuanku sendiri, Kau bisa mengkhianati aku segera setelah kita dengan aman membebaskan Fraulein Kreutune. Sederhana, bukan? "


"..."


"Jangan bengogng saja. Katakan saja ya atau tidak, " kata Thor dengan senyum tipis. "Jadi kau ikut aku atau tidak?"



Part 6[edit]


GREMLIN dipimpin oleh Dewa Sihir Othinus dan kelompok monster yang dipimpin oleh Ollerus memasuki Academy City.


Mereka berdua mencari Fraulein Kreutune, wanita yang dipenjarakan di bangunan tak berjendela yang tak bisa ditembus.


GREMLIN adalah kelompok yang menyebabkan gangguan besar seperti yang terjadi pada Baggage City dan mereka menginginkan Fraulein Kreutune "karena dia tahan lama". Jadi apa sebenarnya yang akan terjadi padanya jika dia jatuh ke tangan mereka?


Namun, belum tentu dia menemui titik akhir yang baik jika dia jatuh ke tangan Ollerus, karena kelompoknya hanya ingin menghentikan konspirasi GREMLIN.


Kedua kelompok akan membuat langkah mereka dengan segera. Mereka tidak punya waktu.


"..."


Otak Kamijou serasa terbelah dua karena keterbatasan informasi yang dimilikinya.


Siapa yang akan menjadi sekutu terbaik dalam situasi ini?


Itu tidak mungkin Ollerus, Thor, atau bahkan Academy City yang telah menyembunyikan informasi apapun tentang keberadaan Fraulein Kreutune, dengan begini, mereka menyembunyikan segala sesuatu tentang tujuan dan motivasi mereka yang sesungguhnya. Kamijou mencoba untuk menggunakan informasi yang dia terima dari masing-masing pihak, entah bagaimana, untuk menentukan apa kebenaran sebenarnya dari situasi yang menyebabkannya tidak bisa membedakan mana yang lawan dan kawan seperti ini.


Dan dia sampai pada kesimpulan bahwa.


"... Aku tidak bisa."


"Kau tidak bisa apa?"


"Aku tidak bisa mendukung informasi yang Kau berikan kepadaku. Jika Fraulein Kreutune benar-benar terpenjara dalam gedung tanpa jendela tersebut, itu tentu saja suatu masalah, tapi Kau belum memberikan suatu bukti pun tentang kebenaran bahwa wanita itu ada di sana . "


"..."


"Juga, aku hanya tidak bisa membuat diriku percaya bahwa Kau akan mengkhianati GREMLIN untuk menyelamatkan Fraulein Kreutune. Mengapa Kau melakukan itu? Jika Kau bagian dari kelompok, Kau harusnya memiliki tujuan yang sama. Ditambah lagi, jika Kau mengkhianati organisasi seperti itu, Kau bisa dengan mudah berakhir dengan nasib yang mengerikan. Jadi mengapa akan bermain curang di belakang GREMLIN untuk menginformasikan semua ini kepadaku? "


"..."


"Aku setuju dengan Kau bahwa Ollerus bukan orang yang sepenuhnya baik. Tapi apakah itu alasan yang cukup untuk melihatmu sebagai sekutuku? Bagaimana aku bisa sampai pada kesimpulan itu? Tampaknya lebih masuk akal untuk mengasumsikan segala sesuatu tentang Fraulein Kreutune dan serangan terhadap bangunan tanpa jendela itu adalah bohong dan Kau mencoba untuk mengarahkan aku agar aku melakukan beberapa aksi yang akhirnya hanya akan melancarkan rencana kalian itu- ... "


"Hahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh ... "


Seolah-olah untuk memotong perkataan Kamijou, Thor menyikat poninya dengan tangan dan mengeluarkan desahan napas panjang namn tetap tenang.


Kamijou mengerutkan kening dan Thor mulai berbicara.


"Aku paham mengapa Kau curiga terhadap sesuatu seperti itu setelah apa yang terjadi di Hawaii dan Baggage City. Aku bahkan merasa simpati dan kasihan padamu. Tapi ... " Dia menyelesaikan sisa kopinya yang sekarang dingin dan menghancurkan cangkir kertas di tangannya. "Musuhku pasti telah menjadi seseorang yang menyedihkan. "


Itu terjadi langsung setelah itu.


Dalam sekejap, pandangan Kamijou Touma kabur.


Itu karena rasa sakit yang tersebar di seluruh wajahnya mulai hidungnya, itu terjadi di saat Kamijou menyadari bahwa Thor telah dengan santai membuang cangkir kertas, meraih rambutnya, dan membanting wajahnya ke meja plastik.


Dia merasakan bahwa ia mendengar suara teredam sedikit setelah itu.


Dia bisa mendengar jeritan berasal dari siswa yang berkumpul di meja bebas rokok untuk istirahat makan malam. Tentunya, mereka menjerit karena melihat suatu adegan seperti dua preman yang akan mengacaukan seisi café.


Tapi Thor tak mengindahkan mereka yang ketakutan itu. Ia berdiri dari tempat duduknya sambil menahan rambut Kamijou. Dia kemudian berbalik seakan memutar pinggulnya untuk membuang anak jabrik itu sementara ia masih bingung dengan rasa sakit yang datang tiba-tiba.


Kamijou berguling di lantai, terbanting melalui dua atau tiga meja yang tampak ditata dengan identik dalam café itu.


Para siswa yang telah duduk di meja tersebut mengeluarkan teriakan dan dengan panik langusng berpindah pergi. Anak lelaki dan perempuan yang sudah cukup merasa tidak nyaman mulai mendecakkan lidahnya pada minuman yang kemudian tumpah berserakan, tapi tenggorokan mereka kembali mengering ketika mereka melihat wajah Thor.


Bagi mereka yang sudah terbiasa melihat perkelahian jalanan, seharusnya tidak terlalu terkejut dengan pemandangan ini.


Namun kekerasan Thor melampaui tingkat seorang pembunuh bayaran.


"Nah, jika Kau terlalu memperdebatkan segala seuatu yang sudah kuceritakan, aku hanya akan pergi melakukannya dengan sendiri."


"Gah ... Gh ... hh ... !?"


"Juga ..."


Apapun yang mungkin dipikirkan oleh orang di sekitarnya, Thor merasa ia masih menunjukkan sedikit ekspresi tenang di wajahnya karena ia mengabaikan penonton dan perlahan-lahan mendekati Kamijou.


"Pembohongan? Rencana rahasia? Aku tidak peduli tentang semua itu. Seorang gadis bernama Fraulein Kreutune sedang dipenjara. Itu harusnya merupakan suatu fakta yang cukup bagimu untuk pergi menyelamatkannya. Apa masalahnya jika memang ada lebih banyak fakta terselubung atau jika seseorang memiliki beberapa tujuan lainnya !? Jika ada seorang gadis yang disekap di beberapa kamar gelap dan diperlakukan dengan kejam, yang harus kau lakukan cukuplah marah dan tanpa pikir panjang menyelamatkannya! Aku pikir orang seperti itulah kau ini, sehingga kau kusebut ‘musuh yang menakjubkan’! Apakah Aku salah !? "


Sebelum Kamijou bisa pulih dari syok dan berdiri, Thor menendang ususnya. Napas Kamijou meledak dari mulutnya, tapi Thor terus menancapkan jari-jari kakinya ke dalam perutnya dua sampai tiga kali lagi.


Tidak ada yang mencoba untuk menghentikan semua aksi premanisme ini.


Dan tidak ada juga yang mencoba untuk melarikan diri.


Jika seseorang mencoba menuju pintu keluar, mereka mungkin bisa mengganggu Thor dan menerima perlakuan yang sama. Itulah mengapa tidak ada yang ingin menjadi yang pertama meloloskan diri dari situasi mencekam ini.


"Ya, Kau mungkin telah diperalat untuk rencana orang lain di Hawaii dan Baggage City. Memangnya kenapa? Apa yang harus dilakukan terhadap Fraulein Kreutune yang menderita sekarang? Apakah pengalaman menyedihkanmu itu cukup sebagai alasan untuk meninggalkan dia dengan senyuman di wajahnya !? Jika Kau benar-benar berpikir begitu, tidak ada harapan untukmu. Satu-satunya alasan yang membuatmu tetap hidup sampai sekarang di batas antara dunia sihir dan ilmu pengetahuan ini adalah kesembronoanmu yang tak pikir panjang untuk menyelamatkan orang tanpa tau apakah tindakanmu nantinya akan berakhir dengan kesuksesan atau kegagalan. Jika Kau kehilangan itu, kepalan tanganmu menjadi tidak lebih dari suatu alat untuk keinginanmu sendiri yang egois!! Apakah Kau tidak mengerti itu !? "


Tendangan berikutnya terdengar teredam.


Kali ini, jari-jari kaki Thor belum mencapai usus Kamijou. Tepat sebelum itu terjadi, Kamijou menahannya dengan kedua tangannya.


"... Diam," kata Kamijou Touma dengan suara yang tampaknya datang dari kesadarannya yang terdalam. "Bagaimana bisa seseorang dari GREMLIN, yang di balik semua ini, mengatakan ini semua sambil terus meremehkanku? Bahkan rencana Leivinia Birdway tidaklah seburuk ini. Jika GREMLIN tidak membuat semua kerusakan ini, maka serentetan peristiwa sampai detik ini tidak akan terjadi! Insiden di Hawaii tidak akan pernah terjadi, kejadian di Baggage City tidak akan pernah terjadi, dan kejadian tentang Fraulein Kreutune ini jugalah tidak akan terjadi !! "


"Apakah Kau tadi mendengarkanku ...?"


Thor dengan ringan mengangkat kaki kanannya yang telah diblokir. Tampaknya dia hanya mencoba untuk melepaskannya dari genggaman Kamijou, dan bukannya mencoba untuk melancarkan tendangan lainnya, ia menginjak kaki di bawah di sisi tubuh Kamijou yang terangkat.


Suara tumbukan terdengar.


"Gh ... bh !? Ghaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhh !? "


"Aku melakukan semua ini tanpa sepengetahuan GREMLIN untuk menghentikan Othinus dan amukan anggota lainnya !! Pertikaian di Hawaii? Penghancuran di Baggage City? Apakah Kau benar-benar berpikir setiap anggota GREMLIN mendukung hal-hal itu !? "


"Gah ... GFH ..."


"Aku tak habis pikir apa yang Othinus lakukan secara rahasia sementara dia terus membuat aku tidak tahu-menahu tentang semua detail rencananya, dan ternyata dia dengan menyedihkan menyiksa yang lemah. Dengarkan ini. Aku tidak punya rencana besar. Aku hanya inign menghancurkan mereka yang aku tidak sukai. Dan itulah mengapa aku telah mengkhianati GREMLIN !! "


Thor mengayunkan kaki kanannya kembali dan menendang Kamijou tepat pada ususnya dengan gerakan yang mirip dengan menendang bola sepak sekeras mungkin. Kamijou berguling beberapa meter ke samping dan Thor mengajukan pertanyaan lainnya.


"Kau bertindak semua sendirian, tapi apa yang Kau miliki sekarang? Kau terus menyangkal pendapat orang lain dan mencurigainya, tapi apa yang sedang merasukimu? ... Aku tidak tahu apakah Kau sudah muak dengan semua tragedi ini atau Kau hanya berpura-pura untuk menjadi pintar, tapi sekarang kau bahkan tidak bersinar sedikit pun di mataku. Kau menjadi sesosok yang lebih baik ketika Kau sedang ditipu oleh semua orang di sekitarmu, karena kau menjadi seorang yang dengan spontan menolong bahkan seorang gadis menangis yang baru kau kenali. "


"Berapa banyak orang yang menurutmu berada dalam bahaya ketika di Hawaii? Atau di Baggage City? " gumam Kamijou.


Dia meraih tepi meja yang roboh dan perlahan-lahan berdiri.


"Aku juga tidak tau. Lebih banyak orang daripada yang bisa aku hitung terperangkap dalam insiden tersebut. Suatu keputusan dariku bisa saja meningkat atau menurunkan jumlah itu !! Dan ini bukan hanya jumlah yang kita bicarakan. Ini adalah kehidupan nyawa manusia! Apa yang salah dengan keinginan untuk berhati-hati tentang hal semacam itu !? "


"Tapi apakah Kau benar-benar ragu-ragu sehingga Kau dapat membuat keputusan yang terbaik?"


Suatu suara seperti percikan terdengar.


Beberapa jenis pancaran sinar putih kebiruan berasal dari jari si dewa petir Thor.


Ini adalah rujukan dari sebutan namanya.


Ini adalah petir menghanguskan yang mirip dengan busur listrik dan bisa mengiris baja tebal sekalipun.


"Jika kau benar-benar takut untuk memilih ..." Thor berbicara. "Jika itu benar-benar hanya bahwa Kau takut harus berurusan dengan konsekuensi Kau keputusan. "


Thor maju selangkah lebih dekat.


" Jika itu adalah alasan mengapa kau meninggalkan seseorang, maka Kau adalah penjahat yang sebenarnya. "


Itu datang dalam bentuk serangan horisontal.


Sinar cahaya putih kebiruan muncul seukuran pedang dan tanpa ampun terbang ke arah leher Kamijou itu. Cahaya itu secara eksplosif semakin melebar. Cahaya yang tersebar melelehkan meja yang terguling seakan itu adalah keju dan menghanguskan beberapa bungkus burger.


Tapi ...


Busur listrik yang bisa mengiris pelat logam dengan tebal lebih dari 10 cm seakan itu adalah kertas sendok ikan mas tersebut tidak mampu memenggal Kamijou Touma.


Ini adalah berkat tangan kanannya.


Imagine Breaker milik Kamijou Touma melenyapkan pisau cahaya yang Thor telah gunakan.


"Kau terlalu menganggapku remeh," kata Kamijou dengan jelas sambil masih terengah-engah. "Aku juga tidak pernah memiliki rencana menyeluruh seperti itu juga !! "

NT Index v05 100.png

Seketika tampak seperti sinar putih kebiruan yang lain akan muncul dari ujung jari Thor, Kamijou berlari dan menarik pergelangan tangan kanannya. Pisau yang bisa mengiris baja menghilang sebelum bisa membentuk wujudnya sepenuhnya.


Kamijou tidak menunggu.


Sementara Thor kebingungan oleh pisau cahayanya yang lenyap, Kamijou membanting lututnya ke arah usus Thor.


"Gh ... gah !!"


"Semua yang aku dengar hanyalah Kau yang menyemburkan omong kosong semaumu sendiri. Apa yang aku tidak suka adalah ketika aku melakukan apa yang aku inginkan dan orang lain menggunakannya untuk tujuan mereka sendiri yang sama sekali berbeda dengan prinsipku !! "


Dengan lututnya yang ditekuk dan masih terbenam di usus Thor, Kamijou mengayunkan kepalanya ke depan dan mengadukannya dengan kepala Thor.


Suara tumbukan benda tumpul bergemuruh.


"Aku akan berhenti bertengkar. Atau aku akan menyelamatkan seorang gadis menangis. Itu sudah cukup bagi aku, tapi orang lain tidak akan berhenti melaksanakan cara mereka yang tidak pantas dan akhirnya akan mengarah ke beberapa benar-benar kesimpulan yang sungguh berbeda dari makna kedamaian !! Jika 1 ditambah 1 setara dengan 2, tidak akan ada masalah. Masalahnya adalah entah bagaimana berakhir menyamai negatif 5 atau negatif 10 !! Apakah ini benar-benar berakhir dengan terselamatkannya Fraulein Kreutune !? Dengan Baik !? Akankah itu terjadi !? "


Ketika ia melihat penyihir itu goyah pada kakinya, Kamijou melepaskan pergelangan tangan kanannya dan mengayunkan kepalan tinju ke arah hidung si penyihir.


Tapi Thor memblokirnya dengan lengan kirinya.


Pada saat yang sama, Thor mencoba untuk menggunakan kaki untuk menyapu kaki Kamijou dari bawahnya. Sebaliknya, Kamijou malah menginjak di sisi atas kaki dewa petir itu.


"Aku muak mencoba untuk menyelamatkan seseorang dan hanya menyebabkan lebih banyak penderitaan sebagai hasilnya !! Itu mengapa aku sekarang ingin benar-benar bersiap sebelum mengambil suatu tindakan! Mengapa Kau tidak mengerti itu !? "


"Sekarang Kau telah mengatakannya ..." gumam Thor.


Dia meraih kerah Kamijou dengan kedua tangan. Dia mengangkat seluruh tubuh Kamijou.


Kaki Kamijou meninggalkan lantai.


"Apakah itu sebabnya Kau akhirnya tidak pernah mengambil tindakan sama sekali? Karena mereka tidak memiliki suatu nama besar? Karena Kau tidak mengenal mereka sama sekali? Karena Kau tidak tahu mereka? Karena Kau belum pernah bertemu dengan mereka? ... Kau salah, Kamijou Touma. Kau hanya memberikan jawabanmu sendiri. Kau hanya menunjukkan seberapa rendahnya tempatmu menuai masalah. Sadari akan hal itu, dasar kau anak bodoh bangsat !! "


Dia membanting kembali Kamijou ke tanah.


Dalam pertarungan yang intens ini, pernapasan Kamijou berhenti sesaat.


Dan kemudian tinju Thor jatuh pada wajah Kamijou dua atau tiga kali.


Kamijou bahkan tidak tahu berapa banyak pukulan yang dia terima sebelum ia berhasil memutar tubuhnya dan hanya nyaris menghindari pukulan Thor berikutnya.


Setelah itu, situasi tumbuh benar-benar kacau.


Mereka berdua mencoba untuk saling menduduki tubuh lawannya sehingga mereka bisa menjaga lawannya agar tidak bergerak, tapi bahkan teknik seperti itu kadang tidak berjalan dengan baik pada suatu pertempuran yang nyata. Mereka saling memukul, saling menekan, dan terus berbaku hantam. Di saat terus berjual-beli pukulan, semua pikiran mereka yang kompleks mulai meninggalkan akal sehatnya.


Tidak jelas apa sebenarnya penyebabnya, tapi Kamijou dan Thor tiba-tiba menghentikan perkelahian mereka. Sepertiga penglihatan Kamijou sudah memudar. Dia tidak tahu bagaimana nasib Thor, tapi dia adalah seorang anggota dari GREMLIN. Dia pasti bisa menggunakan beberapa sihir yang akan menerbangkan seluruh isi restoran cepat saji ini. Namun, dia pasti punya alasan untuk belum juga melakukan hal itu.


Saat ia menarik napas berat, Thor mengajukan pertanyaan sekali lagi.


" Jadi kau ingin membantunya atau tidak? "


" Jika dia benar-benar menderita , " jawab Kamijou sementara mengabaikan orang-orang yang menonton dari kejauhan. "Tetapi jika Kau mencoba menggunakanku untuk tujuanmu sendiri seperti yang pernah dilakukan Leivinia Birdway dan Kihara Kagun, awas saja kau. Aku akan menyelamatkan Fraulein Kreutune bahkan jika aku harus menghancurkan rencanamu. "


Mendengar itu, Thor tersenyum tipis.


"Lakukan semaumu."


"?"


"Aku akan mulai bergerak malam ini juga. Kau memilih apa pun yang Kau pikir sebagai pilihan terbaik adalah untuk menyelamatkan Fraulein Kreutune. Tidak masalah bagi aku jika itu membantuku atau menentangku. ... Selama Kau berakhir dengan upaya penyelamatan Fraulein Kreutune, aku tidak peduli dengan apa metode yang akan kau guanakan. "


Thor menempatkan tangannya di atas meja yang masih berdiri dan menulis sesuatu pada serbet kertas menggunakan sinar putih kebiruan. Dia menunjukkan kepada Kamijou tulisan terbakar pada serbet sebelum akhirnya melemparkannya ke samping. Serbet kertas itu lantas hangus begitu saha, tanpa meninggalkan suatu jejak informasi pun yang tertulis di sana. Dia berbalik dari hadapan Kamijou dan berbicara dengan lembut.


"Aku akan kesana. Kau harus dapat menggunakan informasi tersebut untuk keuntunganmu sendiri, tak peduli apakah Kau berencana untuk membantuku atau justru menentangku. "



Diantara Baris Kedua[edit]


Pernah ada suatu masa di Eropa Barat dikala hukuman terhadap seorang kriminal adalah suatu acara tontonan public yang meriah.


Bagaimanapun juga, ini adalah masa sebelum adanya olahraga bola basket dan video game. Buku memang sudah ada pada masa itu, tapi kebanyakan orang tidak tahu bagaimana membaca atau menulis. Mereka selalu bisa menghargai musik dan pertunjukan, namun sebagian besar massa memiliki sedikit kesempatan untuk mengalami hal-hal seperti itu.


Sehingga hukuman terhadap seorang kriminal adalah suatu pertunjukan paling menghibur karena mereka menganggpnya sebagai sarana pelampiasan emosi setelah menjalani kepenatan aktifitas sehari-hari. (Tentu saja, sejarah menuliskan kebiasaan biadab dari para warga ini sebagai suatu ketidak-setujuan mereka terhadap aksi kriminal.)


Dan mereka tidak selalu hanya menonton.


Dalam beberapa kasus, mereka secara aktif akan berpartisipasi.


Berikut adalah salah satu contohnya.


Salah satu hukuman yang mungkin adalah penghinaan publik. Itu adalah salah satu hukuman yang cenderung lebih ramah bila dibandingkan dengan dipenggal dengan kapak atau merusak lengan dan kaki seseorang dengan mengikatkannya pada simpul menggunakan beberapa benda seperti roda raksasa yang diayunkan.


Orang yang sedang dihukum akan dibuat untuk berdiri di tengah alun-alun dengan lengan dan kaki terikat dan kemudian mereka ditinggalkan di sana pada waktu tertentu. Tingkat hukuman penghinaan meningkat seiring beratnya kejahatan yang dilakukan si kriminal. Kadang-kadang orang tersebut akan dirobek pakaiannya sampai terbuka atau dipaksa untuk memakai topeng babi. Pada pandangan pertama, penghinaan publik tidak melibatkan kekerasan secara langsung.


Tidak ada yang dilakukan terhadap si kriminal kecuali tangan dan kaki yang terikat.


Namun, ada pemahaman secara implisit bahwa si penjahat tidak punya cara untuk menghentikan tindakan apa pun yang akan diperlakukan padanya. “Para warga yang ramah” ini akan semakin kelaparan dengan tindakan “apa saja” yang boleh mereka lakukan terhadap si penjahat yang tidak lagi bisa bergerak. Mereka akan melempar batu ke arahnya, memukulnya dengan tongkat, membawa kotoran manusia dari rumah mereka dan membuangnya pada dirinya, dan menikmati "hukuman yang dibenarkan" tersebut. Benar-benar suatu alat pemuas kebutuhan dari masa lalu.


Namun ironisnya, kemampuan investigasi kriminal pada kala itu sangatlah buruk sehingga bahkan seorang penegak hukum bisa saja tidak menyertakan nama seorang penyihir tak terkenal sekalipun pada daftar buronannya. Dan orang-orang yang baik menyadari hal itu. Mereka berpura-pura melakukan apa yang mereka lakukan karena tidak bisa melawan keinginan dari pemerintah, tetapi dapat diduga mereka merasakan sukacita dalam menghukum orang yang tidak jahat tetapi tetangga mereka ingin memperlakukannya sebagai penjahat.


Seperti itulah keadaan berlangsung di masa lalu.


Dalam masa itu, tuntutan pidana dan legenda tentang si kriminal sering ditambah-tambahkan pada fakta yang belum tentu benar.


Ada banyak cerita dari seseorang yang hanya menabrak orang kaya kemudian dipenggal sebagai pencuri besar atau istri yang cemburu dengan suaminya yang dikira selingkuh lantas diberitakan sebagai suatu KDRT akibat kerasukan setan lalu kepalanya dipenggal atau tanaman aneh berbentuk seperti seorang wanita tumbuh dari tanah dimana ada darah yang menetes darinya. Bahkan, cerita ini berhasil masuk ke catatan resmi pemerintahan, sehingga banyak informasi dari zaman itu yang diragukan keabsahannya. [Kekerasan Dalam Rumah Tangga.]


Dan itulah sebabnya legenda wanita yang dikuburkan menjadi lebih terkenal daripada legenda-legenda lainnya.


Fraulein Kreutune.


Wanita itu masih hidup setelah mengalami 308 percobaan penyiksaan yang menjadi dasar dari "Pengakuan dengan penyiksaan", yaitu metode yang kemudian sering digunakan dalam perburuan penyihir.


Tidak peduli apakah dia ditinggalkan dalam bara api besar selama berjam-jam atau dipaksa untuk memegang batu panas terik di tangannya.


Tidak peduli apakah dia dilemparkan ke suatu mata air dengan tangan dan kaki terikat.


Tidak peduli apakah dia diikat ke puncak menara dan disambar petir.


Tidak peduli apakah dia ditinggalkan dalam sel tanpa makanan atau air selama lebih dari sebulan.


Tidak dari satu usaha pun bisa membunuhnya, tetapi ekspresinya bahkan tidak banyak berubah, sama sekali. Identitas sebenarnya dari wanita ini dan trik yang membuatnya bertahan hidup dari semua siksaan itu tidak dapat ditmukan bahkan sampai saat ini, sehingga semua orang sepakat untuk menyebutnya legenda pada masa itu.


Bentuk umum dari penyiksaan-penyiksaan itu adalah dengan menempatkan si terduga penyihir melalui berbagai siksaan. Jika dia bersalah, Tuhan akan meninggalkan dia dan dia akan terluka. Jika dia tidak bersalah, Tuhan akan menyelamatkan dia dan dia tidak akan terluka.


Kemudian, diputuskan bahwa penyiksaan-penyiksaan dengan mendasarkan pada keputusan Tuhan ini adalah sesuatu yang dilarang, sehingga mereka mengubah metode mereka untuk mendapatkan pengakuan dengan penyiksaan. Namun, penyiksaan atas nama Tuhan ini benar-benar menghasilkan suatu peristiwa besar ketika kita membicarakan kasus Fraulein Kreutune.


Ironisnya, para hakim pada saat itu hanya bisa menarik satu kesimpulan.


Fraulein Kreutune tidak terluka dan oleh karena itu, dia tidak bersalah dan tidak lebih dari hanya sekedar manusia biasa.